Skip to main content

Majalah balipost edisi 112

Page 1

112 |2 - 8 November 2015

Kearifan Lokal Bali Terabaikan

RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI z Pendidikan Menyongsong MEA 6 BALI SEPEKAN zPolres Amankan 18 Mobil Bodong 7 LAPORAN UTAMA zPencemaran Danau di Bali Mencemaskan 8

zKearifan Lokal Bali Terabaikan 10 zTantangan Bali Berat 11 POLITIK zTerdegradasi Kepentingan Investor 16 zPembangunan Bali ’’Over Exploited’’ 17 PENDIDIKAN z Kekerasan di Kalangan Pelajar

Pola Asuh Sangat Menentukan 18

MANCANEGARA z Perubahan Iklim Ancam Dunia 20 DAERAH z Tak Berizin

Proyek Dermaga Curah Cair Distop 22

LENSA z Padat 26

OLAHRAGA z Berlian di Udara 27 LINGKUNGAN z Kubu Kritis 36 PEMERINTAHAN z RAPBD Badung Tahun 2016 Diserahkan

ke Dewan, APBD Instrumen Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat 38 PARIWISATA z Wisata Ubud, Kedamaian

Mengagumkan di Pulau Dewata 39

TRADISI z Simbolis Keadilan

Tradisi ” Nimbang Sanganan” di Pura Hyang Waringin 48

2 - 8 November 2015

3


DARI PEMBACA

Monumen Merana D

i desa seluruh Bali bertebaran Monumen Perjuangan yang dulu dibangun dengan biaya patungan oleh masyarakat sebagai wujud rasa hormat kepada pahlawan yang telah merelakan nyawanya demi kemerdekaan republik ini. Namun, saat ini kondisi monumen tersebut banyak yang merana dan terkesan tidak terurus. Masihkah tersisa rasa hormat kepada para pahlawan melihat kondisi monumen yang terkesan ditelantarkan itu? Pahlawan adalah milik bangsa Indonesia, bukan hanya milik keluarga. Kalaupun ada keluarga pahlawan yang membersihkan dan menghaturkan sesajen di Monumen Perjuangan itu semua karena tak ada orang lain yang melakukan. Siapakah yang harus bertanggung jawab? Para pejabat pengambil keputusan semoga hatinya terbuka dan mulai melakukan apa yang mesti dilakukan bukan hanya mengucapkan ‘’Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawan’’. I Gsti Ngr. Munang Wirawan Jl. A Yani 175-177 Denpasar

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Dedy Sumartana Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani

Cari Pengemplang PHR KETUA Komisi III DPRD Badung memberikan pernyataan mengejutkan soal hilangnya potensi pajak hotel dan restoran (PHR) di Kabupaten Badung. Tidak tanggung-tanggung menurut perhitungan yang bersangkutan kehilangan ini mencapai angka lebih dari 53,3%. Menurut anggota Dewan tersebut potensi PHR yang seharusnya dapat dipungut dari pengusaha yang bergerak di bidang perhotelan dan restoran di Kabupaten Badung tahun 2015 setidaknya sebesar Rp 6 triliun. Namun, yang baru bisa dipungut oleh Pemerintah hanya Rp 2,8 triliun (46,7%), suatu angka yang sangat jauh dari ukuran keberhasilan. Di samping eksekutif, semua pihak juga harus merespons pernyataan ini GDQ WLGDN VHNDGDU GLDQJJDS VHEDJDL NULWLN GDQ PDVXNDQ NHSDGD HNVHNX¿I WHWDSL juga harus dilihat lebih dalam dari sisi penegakan hukum. I Gusti Putu Wija Br.Pangsan, Desa Pangsan Kec.Petang Badung Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

2 - 8 November 2015

4


Pengawasan Penambangan Galian C Kedodoran PENAMBANGAN dan pengelolaan galian C di Bali terkesan berjalan tanpa kendali. Pengawasannya pun kedodoran. Tak hanya galian C, pengerukan bukit untuk kepentingan pembukaan lahan pemukiman dan penyediaan tanah uruk bagi pengembang tanpa kontrol. Regulasi pengelolaan galian C pun terkesan tidak diterapkan secara tegas. Penambangan galian C secara ilegal masih banyak dijumpai di sejumlah wilayah, umumnya di Kabupaten Karangasem, Badung dan Bangli. Tidak jelasnya pengawasan penambangan galian C ini pun dikhawatirkan berdampak buruk terhadap alam Bali. Menyikapi hal ini, Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, hanya 6,75 persen responden yang mengakui bahwa pengawasan terhadap penambangan galian C di Bali sudah dilakukan. Ini bisa dicermati dari adanya upaya dari pihak kepolisian dan birokrat untuk menertibkan penambangan galian C yang dilakukan secara ilegal. Adanya tersangka penambangan galian C ilegal dan langkah penutupan aktivitas penambangan galian C membuktikan ada upaya untuk melaku-

kan pengawasan dan penindakan terhadap pengelolaan galian C ilegal. Di lain pihak, 91,92 persen responden mengatakan sampai saat ini belum melihat ada tindakan tegas terhadap penyimpangan pengelolaan galian C di Bali. Penambangan galian C berupa pasir dan batu di Bangli dan Karangasem bahkan nyaris tanpa kontrol. Pengerukan batu kapur di Bali Selatan juga berjalan tanpa kendali. Pembangunan hotel dan fasilitas pariwisata di Bali Selatan telah mempercepat rusaknya lingkungan yang memiliki potensi galian C. Responden menduga ada kolusi dalam penindakan terhadap galian C di Bali. Untuk itu, responden berharap penerapan UU lingkungan Hidup dan UU Minerba dalam menertibkan penambangan galian C harus dijalankan secara tegas. Pemilik usaha penambangan harus dipaksa untuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan lingkungan pascapenambangan galian C. Penutupan usaha penambangan harus dilakukan jika pemiliknya mengabaikan komitmen pelestarian lingkungan. Sementara itu, 1,33 persen responden mengaku tidak tahu menahu soal aturan penambangan galian C. Responden hanya berharap usaha penambangan galian C

ini diawasi secara ketat mengingat bisa berdampak buruk terhadap keseimbangan alam. Tak hanya itu, penambangan galian C tanpa kontrol bisa memicu kerusakan lingkungan yang mengancam keselamatan manusia. z Dira Arsana

2 - 8 November 2015

5

5


OPINI

Pendidikan Menyongsong MEA

M

e n yo n g so n g k e h a d ira n Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada Desember 2015 mendatang, bangsa Indonesia harus benar-benar melaksanakan gagasan revolusi mental Joko Widodo untuk beradu saing. MEA akan membuka babak baru masyarakat yang lebih kompetitif. Indikator utama kualitas SDM yang berkompetensi tinggi terletak pada mutu pendidikan. Menyaksikan rendahnya mutu pendidikan saat ini. Optimisme menghasilkan kualitas SDM yang lebih baik dan memiliki kompetensi tinggi sepertinya masih sangat jauh dari harapan. Meskipun sebenarnya peningkatan mutu pendidikan telah digalakkan oleh pemegang kebijakan. Namun, hingga saat ini mutu pendidikan nasional masih jauh tertinggal. Data UNESCO (2000), peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index). Menyebutkan bahwa kualitas pendidikan Indonesia masih sangat memprihatinkan. Dari 174 negara di dunia. Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke105 (1998), dan ke-109 (1999). Ironisnya, beberapa tahun silam di Asia kualitas pendidikan Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara. Data itu secara tersirat mengindikasi bahwa SDM dan mutu pendidikan Indonesia belum siap memasuki era MEA. Untuk itu, harus ada peningkatan kualitas SDM melalui peningkatan mutu pendidikan. Dalam pandangan Abdul Malik Fadjar (2001), sistem pendidikan di Indonesia adalah yang terburuk di kawasan Asia. Maka, untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa harus ada peningkatan sistem pendidikan sesegera mungkin. Salah satu problem krusial yang harus dibenahi adalah kebijakan kurikulum yang masih mengalami ketidakjelasan.

Kendala Peningkatan Mutu Pemerintah sudah mencapai titik optimal berusaha meningkatan mutu pendidikan. Sudah ada standardisasi peningkatan mutu pendidikan. Mulai dari jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Berbagai amal usaha telah dilakukan

6

gan. Produktivitas generasi bangsa akan tersumbat. Pada akhirnya, MEA akan mengantarkan generasi bangsa menjadi “kacungâ€? di negeri sendiri. Hal itu seharXVQ\D PDPSX PHQMDGL UHĂ€HNVL EDJL PXWX pendidikan dan oknum pendidik untuk selalu mengedepankan integritas. Untuk itu, menghadapi MEA, pendidikan harus mampu meneladani negaranegara maju. Di negara-negara maju mutu pendidikan menjadi primadona utama untuk memajukan kualitas SDM bangsa. Melalui peningkatan mutu pendidikan, Jepang bisa semaju sekarang terutama berkat antusiasme mereka di bidang pendidikan. Korea Selatan juga tumbuh pesat karena penggiatan pendidikan mereka sejak Perang Dunia II. Bahkan China sudah mengirimkan anak-anak mereka ke Amerika sejak jenjang sekolah dasar. Selain itu, untuk menghasilkan kualitas SDM yang lebih baik. Pendidikan harus Oleh berorientasi pada beberapa hal. Pertama, Tri Pujiati penekanan skill. Seluruh jenjang pendidiuntuk menggaungkan kembali mutu pen- kan terutama pada pendidikan atas hingga didikan untuk lebih baik. Namun, idealitas perguruan tinggi harus memprioritaskan peningkatan mutu pendidikan justru men- keterampilan (skill). Hal itu bisa dicapai galami tumpang tindih di lapangan. Pen- melalui integrasi kurikulum pendidikan ingkatan itu justru mengalami disfungsi. dengan keterampilan. Membuang sekatArtinya, terjadi ketidaksesuaian antara sekat pemisah antara satu bidang keilidealitas pemerintah dan eksekusinya di muan dengan yang lainnya. Mungkin saja, lapangan. Ada banyak hal yang melatar- integrasi jurusan bahasa dengan teknik. belakanginya. Salah satunya adalah mutu Atau jurusan matematika dengan Agama. pendidikan masih rentan tergadaikan oleh Sehingga, akan dihasilkan kualitas SDM kecurangan-kecurangan oknum pendidik. yang memiliki kesiapan diri untuk bersaBanyak sekali sekolah-sekolah yang rela ing dan berinovasi. Kedua, meningkatkan kompetensi diri. menggadaikan ideologi pendidikan untuk kepentingan pribadi. Salah satu kecuran- Menyongsong MEA, pendidikan harus gan itu berupa pungutan-pungutan liar. berbenah diri. Harus ada revolusi baru Pungutan liar dilakukan hampir sepanjang untuk meningkatkan kompetensi yang tahun. Mulai dari euforia siswa baru, pen- dimiliki. Penggemblengan terhadap mengadaan infrastruktur yang berlebihan, dan talitas dan semangat para pelajar harus pengadaan air minum. Semuanya tang- dilakukan secara intensif. Di samping JXQJ MDZDE ÂżQDQVLDO GLOLPSDKNDQ NHSDGD itu, pendidikan harus bisa menjauhkan siswa-siswa. Sehingga mereka berke- diri dari sifat tamak para oknum pendidik wajiban untuk menyetor sejumlah uang yang tidak berintegritas. Selain kedua hal bernilai fantastis. Akibatnya, ketidakma- itu, tentunya masih banyak hal-hal lain panan ekonomi siswa akan berimbas pada sebagai problem solving atas persoalan pendidikan menyongsong MEA. naiknya angka putus sekolah. Jika putus sekolah dianggap menjadi Penulis, mahasiswi Pascasarjana jalan terbaik maka kualitas SDM akan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengalami penurunan dan keterbelakan-

2 - 8 November 2015

6


BALI SEPEKAN

Polres Amankan 18 Mobil Bodong POLRES Tabanan melalui jajaran Sat Reskrim berhasil mengamankan 18 kendaraan roda empat tanpa dilengkapi surat dokumen yang sah alias bodong. Mobil-mobil tersebut diamankan dari tiga tersangka berinisial WI (39) asal Baturiti Kaja, Ajik O (45) asal Yeh Embang, Mendoyo, dan Ajik S (57) asal Pergung, Negara. Kapolres Tabanan AKBP Putu Putera Sadana, Rabu (21/10) mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus sindikat kendaraan bermotor ini

tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran anggotanya serta informasi dari masyarakat dan stakeholder lainnya. Kasus ini berawal ketika Jumat (16/10) sekitar pukul 13.00 wita, Unit Reskrim Polsek Baturiti mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada yang membeli mobil dengan harga murah tanpa dilengkapi BPKB. Pihak kepolisian kemudian melakukan lidik dan pengecekan terhadap mobil jenis Daihatsu Xenia silver DK 1241 WG. z Puspa Dewi MBP/rin

Satpam Ditusuk Hingga Tewas Air Danau Batur Surut KASUS pembunuhan terjadi di Jalan Uluwatu II, Jimbaran, tepatnya depan proyek Jaya Kusuma Sarana (JKS), Rabu (21/10). Usai pesta arak bersama teman-temannya, Rolbi Landa Muda (22) asal Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, berkelahi dengan pria tak dikenal. Pemicunya garagara serempetan di jalan. Akibatnya, korban yang bekerja sebagai satpam ini tewas dengan luka tusuk di dada kiri. Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu.

Sementara itu, Tim Kedokteran Forensik RSUP Sanglah menemukan luka kekerasan benda tajam di dada kiri korban. Kepala Bagian/SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr. Ida Bagus Putu Alit, Sp.F., DFM., mengatakan, perkiraan waktu kematian kurang dari delapan jam. Jenazah yang ditemukan di Jalan Uluwatu 2, Jimbaran dibawa ke Forensik RSUP Sanglah pada Rabu (21/10) pukul 05.10 dan langsung dilakukan pemeriksaan luar. z Ngurah Kertanegara

Ratusan Hektar Sawah Kekeringan KEKERINGAN melanda ratusan hektar sawah pada tujuh desa di Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Selain karena kemarau panjang, hal ini terjadi akibat perbaikan saluran irigasi yang tidak kunjung selesai. Sementara petani yang mulai pasrah dengan kondisi ini, mulai menelantarkan areal persawahan, seperti terjadi di Subak Bonbiu, Desa Saba, Blahbatuh. Berdasarkan pantauan di Subak Bonbiu, Desa Saba, Rabu (21/10), hektaran areal pertanian dengan rumput liar yang meninggi, serta tanah persawahan yang mulai retak akibat

berbulan-bulan tidak dialiri air. ”Setelah masa tanam setengah bulan, kami mulai kesulitan air, ” ungkap seorang Petani I Wayan Karya. Dikatakannya, kondisi ini terjadi akibat perbaikan saluran irigasi yang sebelumnya sempat longsor akibat penambangan liar. “Sekarang memang sedang ada perbaikan di hulu, tapi itu sudah sejak beberapa bulan lalu, itu pun sempat airnya dialirkan secara selang-seling beberapa kali. Cuma sejak dua bulan lalu, airnya mati total,” tuturnya. z Manik Astajaya

PERMUKAAN air Danau Batur di Kintamani yang selama ini meluap hingga merendam hektaran lahan pertanian dan puluhan rumah penduduk di Desa Terunyan kini sudah mulai surut. Surutnya air danau yang mencapai sekitar dua ratus centimeter terjadi sejak tiga bulan terakhir. Hal itu diungkapkan Perbekel Desa Terunyan Wayan Arjana, Rabu (21/10) lalu. Dikatakan Arjana, surutnya air danau Batur secara perlahan saat ini disebabkan oleh cuaca yang sudah mulai memasuki musim kemarau sejak Agustus lalu. Kondisi ini membuat jalan paving di pinggir danau yang sebelumnya terendam air kini terlihat. “Ya walaupun masih terendam, tapi tinggi airnya tidak seperti dulu. Sekarang hanya semata kaki,” terangnya. Demikian juga dengan rumahrumah penduduk yang sudah tidak terendam lagi. Arjana mengatakan, beberapa rumah yang dulu terendam air danau kini mulai dibongkar oleh pemiliknya untuk dibangun lebih tinggi dari permukaan air danau. “Tidak semua. Hanya beberapa rumah yang dibongkar untuk ditinggikan,” ujarnya. zSwasrina 2 - 8 November 2015

7

7


LAPORAN UTAMA

Pencemaran Danau di Bali

Mencemaskan

D

anau di Bali diterpa berbagai persoalan lingkungan. Tak hanya mengalami pendangkalan, kualitas airnya juga menurun akibat adanya pencemaran. Salah satunya terjadi di Danau Batur, Kintamani. Berdasarkan data hasil uji laboratorium yang dimiliki Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bangli pada Juni lalu, bahwa kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) air danau Batur mengalami peningkatan. Kadar BOD air danau tercatat diatas 2,5 mg/liter. Padahal baku mutu air layak minum hanya 2 mg/liter. Demikian juga kadar COD yang mencapai 13,7 mg/liter. Angka ini lebih tinggi dari baku mutu yang mencapai 10 mg/liter. Kepala BLH Bangli I Made Alit Parwata mengatakan, tingginya COD dan BOD air Danau Batur ini diakibatkan kondisi air yang bercampur limbah. Limbah tersebut berasal dari rumah tangga dan usaha jasa pariwisata. Pencemaran di Danau Batur juga tidak terlepas dari dampak aktivitas pemakaian pupuk kimia oleh para petani di pinggir danau. Untuk menjaga kualitas air danau, BLH selama ini sudah melakukan berbagai upaya. Selain rutin mengecek kualitas air danau, Pemkab Bangli juga rutin melakukan pembinaan kepada masyarakat. Di samping itu upaya pemberantasan eceng gondok yang memenuhi permukaan danau juga dilakukan BLH dengan melakukan aksi bersih-bersih melibatkan masyarakat dan pelajar. Tak hanya di Danau Batur, Danau Beratan juga terjadi pencemaran. Salah satunya dari kegiatan pariwisata. Kepala BLH Bali Drs. Gede Suarjana, M.Si. mengatakan, di Danau Beratan pendangkalan juga disertai dengan pencemaran limbah rumah tangga dan bisnis pariwisata. Kendati kualitas air masih bagus, namun masih ada lapisan minyak yang mengambang. “Karena itu, danau ini harus dijaga, karena air danau

8

Beratan itu sampai juga ke Jembrana dan Klungkung,” imbuhnya. Sementara di Danau Batur, pendangkalan terjadi karena ada beban abu vulkanik serta adanya karamba di sekitar danau. “Karamba yang secara tidak langsung memberi makanan menghasilkan nitrat, akan berdampak pada kondisi air di Danau Batur. Kemudian ada fosfat dari hasil tanaman semusim sehingga menimbulkan penggulmaan. Penggulmaan ini kalau dibiarkan dalam satu bulan saja, satu eceng gondok akan berkembang menjadi satu meter,” tandasnya. Buangan sampah baik organik maupun anorganik serta gerusan tanah dari lahan pertanian di musim penghujan, mempercepat pedangkalan danau yang berlokasi di Desa Candikuning ini. Untuk melakukan pencegahan agar pencemaran dan pendangkalan tidak bertambah parah, pihak Desa Adat Candi Kuning akan mengeluarkan perarem mengenai pelaksanaan Nyepi Danu. Dalam Nyepi Danu, segala aktivitas di danau dihentikan selama satu hari dalam satu bulan, tepatnya pada hari purnama. Diharapkan, dengan Nyepi Danu ini pencemaran di Danau Beratan bisa diminimalkan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian danau yang menjadi salah satu sumber air bagi masyarakat Bali ini. Pemerhati Bali Prof. Sutjaja mengatakan, kerusakan vegetasi danau bisa menjadi ancaman serius bagi Bali. Kehancuran kawasan danau tidak hanya membuat kacaunya sistem pertanian, juga mempercepat kehancuran Bali. Identitas Bali sebagai pulau surga juga akan terkoreksi mengingat kehancuran kawasan danau akan menjadi awal dari punahnya peradaban di Bali. Untuk itu, menjaga kesucian danau haruslah menjadi tanggungjawab multak semua komponen di Bali. Tak hanya umat, peran serta pemerintah dalam pelestarian danau harus jelas dan terukur. ‘’Sebagai sumber air bagi kehidupan

masyarakat di Bali, kesucian danau harus dijaga. Kontribusi pemerintah Bali dalam merawat danau harus dijabarkan dalam aksi dan tindakan,’’ ujarnya. Untuk itu, ia mengingatkan agar pemerintah daerah Bali melakukan reorientasi kebijakan dalam memposisikan danau sebagai kawasan wisata. Batasanya harus jelas. Tanggung jawab pemilik modal dalam melakukan konservasi juga harus terukur dan tegas. ‘’Perencanaan pengelolaan danau harus diimbangi dengan komitmen untuk melakukan pelestarian,’’ sarannya. Ia berharap pajak yang dikumpulkan dari sektor pariwisata dikembalikan pada alam Bali. Konservasi danau dan alam Bali secara totalitas jangan diabaikan. Pemerintah harus menyisihkan dana yang ada untuk kepentingan-kepentingan startegis yang bermanfataan bagi umat dan pelestarian budaya dan alam Bali. Pandangan terkait strategisnya fungsi danau bagi kehidupan dan pewarisan peradaban Bali juga dilontarkan Pengrajeg Jagat Dalem Tamblingan, Gusti Agung Ngurah Pradnyan. Ia mengatakan sebagai pilar penyangga budaya Bali, pelestarian terhadap danau haruslah menjadi komitmen bersama. Danau sebagai sumber kehidupan jangan sampai dicemari oleh ambisiambisi ekonomis. ‘’Eksploitasi terhadap danau harus ditinjau. Kebijakan dalam pengelolaan danau haruslah diarahkan untuk keberlansungan tradisi dan berlanjutnya budaya bertani di kalangan masyarakat Bali,’’ sarannya didampingi Pengenter Desa Adat Gobleg Mangku Gede Sutiama. Ia mengatakan sampai saat ini komitmen warga adata di wilayahya dalam menjaga kesucian kawasan danau tetap terjaga. Bahkan, sistem adat yang menjadi warisan leluhur di desanya masih tetap ajeg. Bahkan, krama bendega sebagai salah satu unsur penyangga adat masih tetap lestari. z Dira/Rindra

2 - 8 November 2015

8


BPM/Eka

Seorang petani berada di tengah hamparan eceng gondok di Danau Batur.

9


LAPORAN UTAMA

Kearifan Lokal Bali Terabaikan

B

ali terancam terdegradasi, karena Tri Hita Karana tak dilaksanakan. Demikian pula, diabaikannya taksu Bali berupa kearifan lokal, juga mengancam sendi-sendi kehidupan masyarakat Bali. Pertanian, salah satunya. Komitmen yang ditunjukkan para leluhur menjaga keajegan gumi Bali, tidak terjaga dengan baik. Kondisi ini terlihat dari pola pembangunan Bali yang PHQJDEDLNDQ ÂżORVRSL 7UL +LWD .DUDQD yang menjadi pedoman dalam menjaga taksu Bali. Wacana pengembangan pariwisata di kawasan Teluk Benoa dengan cara melakukan reklamasi, penetapan kawasan Besakih menjadi kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN), menjadi bukti terabaikannya konsep-konsep pembangunan Bali yang mengusung kearifan lokal.

10

Mantan Dirut BTDC (kini ITDC) Nusa Dua, A.A. Gede Rai, S.S., MBA. mengajak seluruh komponen masyarakat Bali, untuk bersama-sama menjaga Bali dari ancaman yang serius tersebut. Apa yang menjadi warisan para leluhur dalam PHPEDQJXQ %DOL \DNQL GHQJDQ ÂżORVRÂż Tri Hita Karana berlandaskan agama Hindu, harus tetap dipertahankan. Terkait dengan adanya rencana pengembangan pariwisata yang berbasis mass tourism, yakni reklamasi Teluk Benoa, harus mengacu pada kajian yang sudah ada. “Kajian akademis dari Unud yang menyatakan proyek itu tidak layak, harus menjadi pedoman semua pihak,â€? jelasnya. Dampak ikutannya akibat proyek tersebut juga harus dipikirkan bersama. Daya dukung Bali yang semakin menipis, menjadi ancaman tersendiri bagi kelangsungan keajegan Bali ke depan. â€?Berapa banyak tenaga kerja yang akan masuk ke Bali, bila proyek itu berjalan. Ini berdampak pada membludaknya kaum urban. Karena tidak banyak akan mampu menyerap tenaga kerja lokal,â€? katanya. Sementara itu, peneliti lontar Bali Sugi Lanus mengatakan, dari segi kajian naskah-naskah yang diperolehnya dari lontar menunjukan sangat jelas, bahwa tidak direkomendasikan permukiman di ‘’karang panas’’. Dikatakan, yang disebut ‘’karang panas’’ itu, di antaranya lahan bekas urugan, pembuangan air sawah, jurang, kolam, loloan, apalagi sungai dan sumber-sumber air lainnya, laut, dan danau. Demikian pula tempat-tempat yang selama ini disucikan umat Hindu, seperti campuhan (pertemuan sungai dan laut) tidak direkomendasikan untuk dibangun. Apalagi, bila melakukan pembangunan di Campuhan Agung yang mempertemukan enam muara sungai. “Upacara untuk itu juga tidak ada. Ini kawasan terlarang untuk membangun. Bila ada upaya-upaya pihak tertentu yang mengusik keselamatan sumber-sumber air, jelas ini tidak sesuai dengan ajaran

para leluhur kita,� jelasnya. Sementara komponen masyarakat dari komunitas Parasparos yang merupakan para praktisi pariwisata, merasakan bahwa apa yang dilakukan terhadap Bali ini sudah over exploited, artinya eksploitasi sudah berlebihan. “Kami sangat mengkhawatirkan bila investasiinvestasi besar ini mengabaikan aspek budaya dan aspek lingkungan. Karena, justru akan merugikan sektor pariwisata itu sendiri,� ujar Dr. Ir. A.A. Suryawan Wiranatha, pekan lalu. Suryawan mengatakan, hasil survei yang dilakukan beberapa tahun lalu bersama para akademisi, menunjukkan daya tarik wisatawan datang ke Bali masih pada sektor budaya dan keindahan alamnya. Karena itu, ke depan Bali masih harus tetap mengusung pariwisata budaya. Inilah yang merupakan potensi pariwisata Bali. “Kita tidak akan bisa meniru negara lain yang mengembangkan pariwisata buatan dengan mendatangkan wisatawan puluhan juta. Ini nonsen. Karena kita akan kalah bersaing dengan mereka (negara lain). Target kita sebenarnya bukan banyaknya wisatawan, tetapi meningkatkan kualitas wisatawan yang berkunjung ke Bali. Yang dimaksud berkualitas, yakni jumlahnya sedikit, lama tinggalnya panjang, dan pengeluarannya besar. Artinya sumber daya yang dieksploitasi rendah, dengan hasil yang maksimal. Itu yang harus dipertahankan,� katanya. Ia tidak berharap ada rencana-rencana besar, seperti reklamasi Teluk Benoa serta KSPN Besakih, karena akan mengganggu pengembangan pariwisata ke depan. Pemerintah tidak perlu berpikir untuk meningkatkan kuantitas, tetapi harus berorientasi pada peningkatan kualitas, karena Bali ini kecil dengan keunikan budayanya, sehingga harus tetap mempertahankan budaya itu sebagai daya tarik wisatawan. z Asmara

2 - 8 November 2015

10


Tantangan Bali Berat Saat ini ada dua isu yang sangat besar dan cenderung memecah masyarakat Bali dalam dua kelompok yang matrikal. Pertama, soal rencana reklamasi Teluk Benoa dan penetapan Besakih ke dalam KSPN. Ada kesan, tanpa reklamasi itu manusia Bali akan mati. Demikian pula KSPN Besakih. Ini harus dihindari. Bali harus dibangun dengan konsep Tri Hita Karana dan memberikan kesejahteraan tanpa mengorbankan alam dan budaya.

P

embangunan Bali yang mengabaikan kearifan lokal dalam menjaga budaya dan manusianya, menjadi tantangan yang cukup berat. Dampak negatif yang ditimbulkan akan lebih besar bila dibandingkan segi positifnya. Ancaman tergerusnya sendi-sendi fundamental budaya Bali akan semakin besar. Karena itu, harus menjadi kesadaran komponen masyarakat Bali dalam menjaga potensi yang ada. Penetapan Besakih sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) menjadi bukti terkoyaknya puncak lokomotif spiritual krama Bali. Hal ini ditegaskan mantan petinggi Bank Indonesia yang kini menjadi Komisaris Utama Prama Swadaya Adidaya, Gede Made Sadguna, S.E., MBA., DBA. dan Dr. Supartha Djelantik, S.H., M.H., pekan lalu. Sadguna mengatakan, saat ini ada dua isu yang sangat besar dan cenderung memecah masyarakat Bali dalam dua kelompok yang matrikal. Pertama, soal rencana reklamasi Teluk Benoa dan penetapan Besakih ke dalam KSPN. “Saya kadang-kadang sedih dan geli dengan beberapa argumentasi yang disampaikan. Karena ada kesan, tanpa reklamasi itu manusia Bali akan mati. Ini kesannya. Saya terus terang agak geli, terlebih bila sampai ada seorang ekonom yang men-justifikasi demikian, dengan alasan memberikan kesempatan kerja. Ini terlalu naif dan konyol. Karena, ekonomi yang cerdas itu sejatinya cukup banyak potensi yang dimiliki Bali yang belum tergali dan tidak merusak lingkungan. Leluhur kita banyak mewarisakan potensi yang bisa digarap dan akan menghasilkan kesejahteraan yang baik bagi masyarakat Bali, tanpa mengabaikan Tri Hita Karana,” jelasnya. Ia melihat, reklamasi Teluk Benoa, secara ekonomi akan memberikan dampak negatif terhadap sendi-sendi Tri Hita Karana, baik itu palemahan, pawongan dan parahyangannya. Kalau

orang Jawa menyebutnya, manfaat dan mudaratnya tidak sebanding. Manfaat untuk investor mungkin besar, tetapi bagi orang Bali, lebih banyak mudaratnya. Dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan fisik Bali juga sangat besar. Sementara itu, Supartha Djelantik mengatakan, pembangunan seperti ini harus diwaspadai karena akan menggerus masyarakat Bali. Ini rencana sistematis yang akan menghilangkan warisan yang dimiliki Bali. “Kalau ini dibiarkan, akan menghancurkan Bali. Semua tokoh Bali harus berjuang dalam menjaga budaya Bali,” jelasnya. Supartha juga menilai, reklamasi di Teluk Benoa itu akan menghilangkan sendi-sendi potensi budaya yang dimiliki Bali, seperti subak, dan lainnya. Lalu, bagaimana kita bisa bicara pariwisata budaya kalau pengembangannya mengarah pada mass tourism? Sementara itu, anggota Love Bali Forum, Nyoman Suma Artha berpendapat bahwa, Bali sangat kecil sehinga daya dukungnya juga terbatas. Hal ini bisa dilihat dari perbandingan lahan terbangun dengan kawasan terbuka hijau, sudah sangat tidak ideal lagi. Apalagi Depasar yang menjadi kota metropolitan, sudah sangat terbatas ketersediaan ruang terbukanya. Kondisi ini akan lebih parah lagi bila Teluk Benoa itu akan dijadikan kawasan pariwisata. Lalu, dimana lagi yang menjadi areal terbuka ? Bukan hanya itu, dampak ikutannya juga banyak. Misalnya saja jumlah pertumbuhan penduduk akan semakin tinggi. Karena kawasan pariwisata buatan di Teluk Benoa itu diprediksi akan membutuhkan 2.000 orang, tentu harus dikalikan tiga. Sebab, keluarga mereka juga akan ikut di sini. Jadi, estimasinya akan ada penambahan 600.000 orang lagi. “Ini akan membuat Bali overload, tidak masuk akal lagi,” katanya khawatir. z Asmara 2 - 8 November 2015

11


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

APLIKASIKAN ILMU - STIKI bukan kampus abal-abal, begitulah pernyataan Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. dalam pidatonya saat pelaksanaan Wisuda VI STIKI Indonesia yang digelar Selasa (13/10). Dasi Astawa dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa STIKI yang telah lulus hendaknya mampu mengaplikasikan seluruh ilmunya dalam kehidupan. Lulusan tidak boleh menganggur, lulusan wajib berkarya bahkan mampu membuka peluang kerja baru untuk masa depan. Lulusan tak boleh manja. Lulusan harus mampu produktif.

TARUNG DERAJAT - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Badung yang juga Ketua Umum Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Bali, Kompyang R. Swandika melepas sepuluh atlet Tarung Derajat di Pusat Pemerintahan (Puspem) Mangupraja Mandala, Mengwi, Senin (19/10), guna berlaga di ajang Pra-PON mulai Rabu (21/10) besok hingga Minggu (25/10) di Kabupaten Soreang, Jawa Barat. Kompyang R. Swandika mengimbau khususnya bagi para petarung agar tetap menjaga mental, mengedepankan disiplin, menumbuhkan sikap optimis menjadi pemenang dan selalu menjunjung sportivitas dalam berlaga nanti.

MBP/ist

MBP/ist

TRAVEL EXPO - Klinik Sada Jiwa mengikuti acara retirement, lifestyle and travel expo di Brisbane, Australia pada tanggal 16-18 Oktober lalu. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka melaksanakan program promosi pariwisata Indonesia di pasar Australia dan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asal Australia ke Indonesia. Nampak dalam foto dr. Gde Patra, founder dan owner Klinik Sada Jiwa memperkenalkan Klinik Sada Jiwa. Ia mengatakan klinik ini menawarkan medical tourism untuk para lansia. Klinik Sada Jiwa dibangun dengan tiga unggulan yaitu pelayanan untuk orang tua (lansia), rehabilitasi stroke, dan cancer support center.

12

2 - 8 November 2015

TRENDING TOPIK - Di media sosial, isu mengenai tindakan yang tidak manusiawi terkait dengan pembantaian anjing Bali menjadi trending topik di setiap momen adanya korban rabies. Usaha untuk menjadikan Bali Bebas Rabies yang dicanangkan selama bertahun–tahun seakan gagal mengingat masih adanya miskomunikasi dan miskoordinasi di antara para stakeholder di Bali. Terlebih, isu pemberantasan rabies sudah mulai menuai isu SARA yakni bagaimana pembantaian anjing rabies di Bali dihubung–hubungkan dengan ancaman dari antiHindu Bali termasuk adanya kemungkinan rabies di Bali disebabkan oleh perang teknologi dan senjata kimia (biodefence). Ke semua hal itu menjadi topik bahasan saat Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III turun langsung dalam rapat Kementrian Pertanian RI bersama pemangku kepentingan pembatasan rabies.


MBP/ist

RESMI SARJANA - Setelah empat tahun mengenyam pendidikan di bangku kuliah, delapan Teruna Teruni asal Kabupaten Tabanan kini resmi menjadi sarjana di Universitas Mahendradatta Bali. Adapun biaya penelitian hingga skripsi disubsidi dengan bantuan dari anggota DPD–RI, Senator Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, S.E. (M.Tru), M.Si. Nampak dalam foto delapan mahasiswa asal Kabupaten Tabanan pada Wisuda Sarjana Universitas Mahendradatta Bali.

MBP/ist

TERUNA TERUNI - Ajang tahunan Pemilihan Teruna Teruni Bali kembali digelar, dari rangkaian agenda pemilihan babak perunggu atau babak penyisihan telah sukses terselenggara di Beachwalk Shopping Center, Kuta, pada Minggu (13/9) lalu. Jumlah peserta dari muda mudi se-Bali tahun ini mengalami peningkatan baik kualitas maupun kuantitas. Tercatat 130-an peserta yang resmi masuk pada seleksi administrasi data base yayasan. Nampak dalam foto (dua dari kanan) I Gusti Ayu Sita Wedastiti Suyasa, S.E. (pemilik lisensi Teruna Teruni Bali), I Putu Andre Purna Mahendra, S.H., M.H. bersama Dewan Juri di Beachwalk Shopping Center, Kuta.

MBP/ist

LAUNCHING - PT Pertamina (Persero) Terminal BBM (TBBM) Manggis dan Sanggaran me-launching Go Live Integrated Fleet Management System, Jumat (16/10). Selain acara launching juga diberikan sosialisasi tentang sistem tersebut yang diikuti sekitar 160-an SPBU di Bali. Branch Marketing Manager Pertamina Wilayah Bali Nusra Iwan Yudha Wibawa mengatakan, sistem ini diluncurkan bertujuan untuk memperbaiki layanan, mengurangi kendala yang terjadi. Nampak dalam foto Amanan, Manager IT El Nusa 3HWUR¿Q PHQVRVLDOLVVLNDQ VLVWHP JR OLYH LQWHJUDWHG ÀHHW management system.

MBP/ist

EDUKASI CUCI TANGAN- Rumah Sakit (RS) BaliMed Denpasar menggelar edukasi cara mencuci tangan (hand hygiene) untuk mencegah diare di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Saraswati 2 Denpasar, Kamis (15/10). Acara yang digelar bertepatan dengan Hari Cuci Tangan Sedunia ini merupakan bagian dari kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS). Agar lebih mudah dimengerti anak-anak, RS BaliMed mengemas kegiatan edukasi ini dalam bentuk opera mini berjudul ‘’Balu dan Peri Sabun’’.

2 - 8 November 2015

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

TATA RUANG - Seminar Nasional Tata Ruang dan SPACE#2 bertema “Memastikan penataan ruang untuk pembangunan yang berkelanjutan: Kearifan lokal dan budaya dunia dalam penataan ruang� berlangsung di kampus Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, Kamis (15/10) lalu. Program Studi (Prodi) Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Unhi yang baru lima tahun berdiri dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan seminar ini. Seminar tersebut dirangkaikan dengan Kongres Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI VIII). PWK FT Unhi bergabung dalam asosiasi ini sejak tahun 2013. Peserta seminar itu adalah para delegasi Prodi PWK se-Indonesia di bawah ASPI.

MBP/ist

SEKOLAH KEMBAR - SMA PGRI 4 Denpasar sejak lama dikenal sebagai sekolah kembarnya SMAN 7 Denpasar. Selain karena 90 persen gurunya mengajar di SMA PGRI 4 Denpasar, delapan standar pendidikan sekolah swasta ini juga sama dengan SMAN 7 Denpasar. Kini SMA PGRI 4 Denpasar sudah mandiri penuh yakni memiliki lahan dan gedung lengkap sendiri di Jalan Kenyeri Denpasar. Namun dalam urusan akademik dan mutu sekolah tetap bekerja sama dengan SMAN 7 Denpasar.

MBP/ist

MBP/ist

ACUNGAN JEMPOL - Prestasi akademik dan nonakademik siswa SMP Dharma Wiweka Denpasar patut diacungi jempol. Berkat didikan dan gemblengan dewan guru, termasuk Kepala SMP Dharma Wiweka Drs. I Nyoman Mariana, M.Si., anak didiknya siap bersaing. Prestasi teranyar yang diraih adalah juara I lomba puisi tingkat Kota Denpasar, dalam rangka memperingati Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan 2015. Siswi yang mampu menyabet juara I itu tak lain Putu Martha Darmiyanti. Nampak dalam foto Kepala SMP Dharma Wiweka Drs. I Nyoman Mariana dan guru mendampingi siswinya, Putu Martha Darmiyanti, yang berhasil menyabet juara I lomba baca puisi se-Denpasar.

SEMINAR PTK - Seminar PTK (Penelitian Tindakan Kelas) diselenggarakan di SMPN 1 Sukawati, Kamis (15/10). Acara yang diikuti puluhan guru di Kabupaten Gianyar itu bertujuan untuk melengkapi persyaratan dalam kenaikan pangkat. Sementara Disdikpora Gianyar berharap kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dapat menghasilkan karya tulis yang nantinya diimplementasikan untuk peningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Gianyar. Kepala SMPN 1 Sukawati Drs. I Komang Jati, S.Pd., M.M. mengatakan seminar PTK itu akan diselenggarakan selama tiga hari dari 15 hingga 17 Oktober 2015, dengan peserta puluhan guru dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK di Kecamatan Sukawati, Blahbatuh, Payangan dan Tampaksiring.

14

2 - 8 November 2015


P E M E R I N TA H A N

Pasca-NPF 2015

Nusa Penida Diburu Wisatawan dan Investor NUSA Penida Festival (NPF) tahun 2015 menjadi momentum bagi Kabupaten Klungkung untuk mempromosikan kecamatan kepulauan tersebut kepada wisatawan. Dampak dari berlangsungnya NPF ini sangat dirasa dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida. Begitu juga para investor yang mulai tergiur untuk membuat akomodasi di pulau yang terkenal dengan wisata baharinya ini. NPF 2015 yang ditutup Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pada 4 Oktober lalu ini berhasil menyedot kunjungan wisatawan ke Nusa Penida mencapai lima ribu orang. NPF menjadi infestasi Pemkab Klungkung yang strategis. Ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Upaya Pemkab Klungkung untuk mempromosikan potensi yang ada ini pun membuat Nusa Penida kini terkenal baik di Nusantara maupun di mancanegara. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Klungkung I Wayan Sujana mengungkapkan, pantauan di lapangan jumlah wisatawan yang mengunjungi Nusa Penida kian meningkat. Namun, diperlukan pendataan lebih lanjut

untuk mengetahui jumlah pastinya. Di sisi lain, promosi yang telah dilakukan Pemkab Klungkung dengan menyelenggaraNDQ 13) VHMDN WDKXQ ODOX PHPEXDW JUD¿N kunjungan meningkat tiap tahunnya. Sesuai dengan data dari Disbudpar Kabupaten Klungkung, jumlah kunjungan wisatawan ke Nusa Penida tiap tahunnya hingga bulan 146.465 pengunjung. Kunjungan ke Nusa Penida ini mendominasi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Klungkung yang mencapai 192.041 orang. Sedangkan pada tahun 2014 jumlah kunjungan mencapai 220.5751, tahun 2013 sebanyak 185.909 orang dan tahun 2012 sebanyak 169.143 orang. Menurutnya, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan tiap tahunnya ini, tidak terlepas dari promosi yang dilakukan Pemkab Klungkung melalui berbagai media hingga merambah ke mancanegara. Pelaksanaan NPF 2015 juga mengambil andil yang besar dalam mempromosikan Nusa Penida ke mancanegara. Pihaknya mengungkapkan, dengan melibatkan wisatawan mancanegara dalam kegiatan NPF diharapkan, dapat menjadi promosi dari mulut ke mulut potensi yang dimiliki Nusa Penida. “Dengan melibatkan langsung wisatawan

yang mengunjungi Nusa Penida dapat menjadi pengalaman yang bisa diceritakan di negaranya masing-masing,” ujar Susana. Apalagi, pada NPF ini, panitia menampilkan berbagai kesenian yang dimiliki masyarakat Nusa Penida beserta berbagai kerajinannya. Di sisi lain, peningkatan wisatawan ke Nusa Penida membuat para pengusaha tergiur untuk berinvestasi mengembangkan akomodasi di Nusa Penida. Ini terlihat dari aliran investasi ke Kabupaten Klungkung yang didominasi di bidang pariwisata. Kepala Kantor Penanaman Modal Klungkung, IB Jumpung Oka Wedhana mengungkapkan investasi yang mengalir ke Klungkung lebih banyak mengarah ke Nusa Penida. Menurutnya, ini tidak terlepas dari potensi yang dimiliki Nusa Penida sebagai kawasan konservasi perairan dan promosi yang telah dilakukan Kabupaten Klungkung. “Investasi kebanyakan di bidang pariwisata,” tutur pria berkumis tersebut VDDW GLNRQ¿UPDVL ,% -XPSXQJ PHQJXQJkapkan, telah menerbitkan sejumlah izin prinsip yang bila ditotal hingga april tahun 2015, penanaman modal dalam negeri ke Kabupaten Klungkung telah mencapai Rp 1,04 Triliun lebih. (adv)

Kegiatan NPF 2015 mendorong partisipasi wisatawan yang berkunjung di Nusa Penida. 2 - 8 November 2015

15


POLITIK Saat ini para investor sudah mengontrol semua pemimpin Bali dan pusat. Kini pihaknya hanya berharap kepada sulinggih sebagai pemimpin spiritual yang tidak terpengaruh oleh keduniawian termasuk investor. Dr. I Gde Made Sadguna, S.E., MBA.

Mereka yang ingin mengubah Bali khususnya spiritual kita, sudah bergerak sejak dulu. Tapi tidak pernah berhasil, karena pemimpin Bali kala itu bisa memegang teguh tekad serta keyakinannya untuk menjaga Bali dengan Tri Hita Karana. Salah satu tokoh dan pemimpin itu adalah Gubernur Bali Ida Bagus Mantra. Ida Pedanda Made Gunung

Terdegradasi Kepentingan Investor

P

enolakan masyarakat dan seluruh tokoh di Bali terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa dan penetapan Pura Besakih sebagai KSPN (Kawasan Setrategis Pariwisata Nasional) harus disatukan. Apalagi, semua eksekutif dan legislatif Bali kini sedang dininabobokan oleh iming-iming investor, sehingga tidak dapat melaksanakan kewajiban menjaga Bali. Pandangan ini terungkap saat tokoh Bali yang tergabung dalam LBF (Love Bali Forum) ke Pasraman Yogadiparamaguhya, Blahbatuh, Gianyar. Kepada anggota LBF, Ida Pedanda Made Gunung mengatakan, ancaman yang mendegradasi Bali secara perlahan sudah terjadi sebelum NKRI diproklamirkan. Namun, semua tokoh Bali kala itu mampu membentengi diri hingga akhirnya Bali tetap terjaga. ‘’Mereka yang ingin mengubah Bali khususnya spiritual kita, sudah bergerak sejak dulu. Tapi tidak pernah berhasil, karena pemimpin Bali kala itu bisa memegang teguh tekad serta keyakinannya untuk menjaga Bali dengan Tri Hita Karana. Salah satu tokoh dan pemimpin itu adalah Gubernur Bali Ida Bagus Mantra (alm),’’ terang Ida Pedanda. Tokoh spiritual asal Gianyar ini men-

16

gatakan, Bali saat ini sudah dimakan secara bertahap oleh para investor. Secara perlahan, mereka berhasil mendegradasi spiritual masyarakat Pulau Dewata. Dicontohkannya, pinggir pantai, sungai, tebing yang dahulu diyakini sebagai tempat sakral, sekarang sudah disulap menjadi akomodasi tempat tinggal turis. ‘’Tapi persoalan reklamasi dan KSPN Pura Besakih ini, akan mendegradasi masyarakat Bali secara besar-besaran. Ditambah pemimpin Bali saat ini, baik legislatif maupun eksekutif yang tidak melakukan perlawanan untuk menjaga Bali, tetapi mereka semua justru memuluskan hal tersebut,’’ bebernya. Dari kondisi ini, Ida Pedanda menegaskan sangat mendukung gebrakan LBF agar terus bergerak mengumpulkan semua tokoh Bali, yang masih mempunyai hati nurani untuk menjaga tanah yang dahulu berjuluk pulau seribu pura ini. ‘’Pedanda siap mendukung, ingatkan kembali semua tokoh itu agar bangkit menjaga Bali. Bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk generasi kita agar terus berjaya melakukan swadharma di pulau ini,’’ pesannya. Dr. I Gde Made Sadguna, S.E., MBA. dari LBF usai berkonsultasi dengan Ida Pedanda Made Gunung mengaku akan

mengumpulkan seluruh tokoh Bali untuk menghadap Presiden Jokowi menyampaikan aspirasi mencabut Perpres 51 dan ketentuan yang mengatur KSPN Pura Besakih. Selain itu, dari kajian yang ia lakukan, rencana reklamasi Teluk Benoa dan KSPN Pura Besakih sangat tidak sesuai untuk direalisasikan karena mengancam budaya, masyarakat dan spiritual Bali. ‘’Hasil dari kajian saya, alasan dua rencana besar itu sangat sumir, karena di Bali masih banyak potensi yang belum digarap, yang apabila direalisasikan akan memberi manfaat lebih baik tanpa merusak Bali,’’ jelasnya. Dikatakannya, tantangan yang dihadapi LBF saat ini adalah para investor yang sudah mengontrol semua pemimpin Bali dan pusat. Kini pihaknya hanya berharap kepada sulinggih sebagai pemimpin spiritual yang tidak terpengaruh oleh keduniawian termasuk investor. “Kekuatan investor sudah mengkooptasi pemimpin formal kita. Mereka semua yang saharusnya melindungi Bali justru sudah tidak berfungsi, sehingga investor leluasa sekali mengeksploitasi Bali,’’ keluhnya. z Manik

2 - 8 November 2015

16


Pembangunan Bali ’’Over Exploited’’ DALAM beberapa tahun terakhir ini, Bali menjadi serbuan para investor yang kurang memperhatikan budaya warisan leluhur Bali. Saat ini apa yang dilakukan terhadap Bali ini sudah over exploited. Eksploitasi terhadap Bali sudah berlebihan. Menyikapi hal ini, Dr. Ir. A.A. Suryawan Wiranatha dari Komunitas Parasparos mengatakan hasil survei yang dilakukan beberapa tahun lalu bersama para akademisi, menunjukkan daya tarik wisatawan datang ke Bali masih pada sektor budaya dan keindahan alamnya. Karena itu, ke depan Bali masih harus tetap mengusung pariwisata budaya. Inilah yang merupakan potensi pariwisata Bali. “Kita tidak akan bisa meniru negara lain yang mengembangkan pariwisata buatan dengan mendatangkan wisatawan puluhan juta. Ini nonsen. Karena kita akan kalah bersaing dengan mereka (negara lain). Target kita sebenarnya bukan banyaknya wisatawan, tetapi meningkatkan kualitas wisatawan yang berkunjung ke Bali. Yang dimaksud berkualitas, yakni jumlahnya sedikit, lama tinggalnya panjang, dan pengeluarannya besar. Artinya sumber daya yang dieksploitasi rendah, dengan hasil yang maksimal. Itu yang harus dipertahankan,” katanya. Pihaknya tidak berharap ada rencanarencana besar, seperti reklamasi Teluk Benoa serta KSPN Besakih, karena akan mengganggu pengembangan pariwisata ke depan. Pemerintah tidak perlu berpikir untuk meningkatkan kuantitas, tetapi harus berorientasi pada peningkatan kualitas, karena Bali ini kecil dengan keunikan budayanya, sehingga harus tetap mempertahankan budaya itu sebagai daya tarik wisatawan. Sementara itu, anggota Love Bali Forum Nyoman Suma Artha berpendapat bahwa Bali sangat kecil sehinga daya dukungnya juga terbatas. Hal ini bisa dilihat dari perbandingan lahan terbangun dengan kawasan terbuka hijau, sudah sangat tidak ideal lagi. Apalagi Denpasar yang menjadi kota metropolitan, sudah sangat terbatas ketersediaan ruang terbukanya. Kondisi ini akan lebih parah lagi bila Teluk Benoa itu akan dijadikan kawasan pariwisata. Lalu, di mana lagi yang menjadi areal terbuka? Bukan hanya itu,

dampak ikutannya juga banyak. Misalnya, saja jumlah pertumbuhan penduduk akan makin tinggi. Karena kawasan pariwisata buatan di Teluk Benoa itu diprediksi akan membutuhkan 2.000 orang, tentu harus dikalikan tiga. Sebab, keluarga mereka juga akan ikut di sini. Jadi, estimasinya akan ada penambahan 600.000 orang lagi. z Asmara Kita tidak akan bisa meniru negara lain yang mengembangkan pariwisata buatan dengan mendatangkan wisatawan puluhan juta. Ini nonsen. Karena kita akan kalah bersaing dengan mereka (negara lain). Target kita sebenarnya bukan banyaknya wisatawan, tetapi meningkatkan kualitas wisatawan yang berkunjung ke Bali. A.A. Suryawan Wiranatha MBP/dok

2 - 8 November 2015

17

17


PENDIDIKAN

Kekerasan di Kalangan Pelajar

Pola Asuh Sangat Menentukan

M

asyarakat Bali kembali digegerkan dengan aksi kekerasan dilakukan oleh remaja yang notabene masih berstatus sebagai pelajar. Kasus terakhir terjadi di Jalan Waturenggong Gang XX, Denpasar, beberapa waktu lalu. Yang membuat publik prihatin, baik korban dan pelaku berstatus siswa SMK, bahkan mereka satu SMP swasta di Denpasar. Wayan Agus Suryadi (17) harus meregang nyawa setelah beberapa kali ditusuk YLM (15). Pemicunya hanya gara-gara sering diejek korban dan membuat tersangka gelap mata. Prilaku remaja beringas seperti ini membuat banyak pihak prihatin. Apalagi mereka merupakan generasi penerus bangsa. Apa yang salah dengan mereka? Menurut pemerhati masalah remaja dr. Oka Negara, FIAS, banyak hal yang mempengaruhi seorang remaja bertindak brutal. Yang jelas ada dua faktor yaitu eksternal dan internal. Kalau faktor internal, lanjut Oka, karena usia mereka

I Made Suardana, S.H., M.H.

18

2 - 8 November 2015

masih labil, sedang mencari jati diri dan suka mengambil tindakan tanpa tahu risikonya. Masalahnya, faktor internal ini sangat ditentukan dan dibentuk oleh faktor eksternal. Contohnya adalah media yang dikonsumsi, tekanan teman sebaya hingga polah asuh yang tidak suportif misalnya jauh dari kehangatan orangtua dan keluarga. “Satu lagi (faktor-red), tidak adanya panutan baik yang bisa dicontohnya,â€? tegas Oka Negara, belum lama ini. Dia menambahkan, bisa dilihat akhirnya jika anak baru gede (ABG) atau remaja menjadikan referensi media baik LWX WHOHYLVL VLQHWURQ ÂżOP GDQ LQWHUQHW sources yang tidak mendidik, misalnya pacaran yang tidak sehat dan kekerasan. Hal-hal tersebut dengan mudah dijadikan model atau contoh. “Saya lebih suka bilang menjadi remaja zaman sekarang lebih susah, dibandingkan kalau disebut mereka lebih nakal atau bandel,â€? ujar Oka. Sementara itu, Korwil Ikadin Bali, NTT dan NTB I Made Suardana, S.H., M.H. menegaskan, maraknya peristiwa pidana yang pelakunya anak-anak mulai dari pencurian, seksualitas, penganiayaan dan pembunuhan diakibatkan oleh beberapa hal yaitu pendidikan informal dalam keluarga akibat pengasuh atau para orangtuanya sibuk dengan pekerjaan atau kegiatan sosial lainnya sehingga tidak ada pengawasan secara optimal. Sebab yang kedua adalah pengaruh teknologi berupa penyajian kekerasan dalam siaran TV, browsing internet yang bebas, Facebook, dan media sosial lainnya yang luput dari sensor sehingga anak menjadikan visualisasi tersebut sebagai panduan berpikir. Faktor peniruan yaitu anak melakukan peniruan atas apa yang didengar dan dilihat kemudian diaktualisasikan sebagai upaya penemuan jati diri. Selain itu, faktor lingkungan dan pergaulan bebas, di mana lingkungan sekitar anak yang membentuk karakter anak menjadi liar karena lingkungan disekitarnya yang mengajarkan kekerasan dan perbuatan

dr. Oka Negara, FIAS

bejat. “Kalau begini kondisinya, maka generasi yang akan tampil ke depan adalah generasi tanpa kemandirian dan ketergantungan,� tegasnya. Apakah tersangka bisa didiversi (penyelesaian di luar sidang atas kesepakatan kedua pihak)? Suardana menyatakan, terkait diversi dalam sistem peradilan anak sesuai Peraturan Mahkamah Agung Tahun 2012, hanya terhadap kasus yang ancaman hukuman di bawah 7 tahun. Apabila lebih dari itu, seperti kasus YLM, maka mengacu pada pasal 81 ayat 2 UU No. 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan anak maka pidana penjara yang bisa dijatuhkan 1/2 ancaman hukuman dewasa. “Karena itu kasus pembunuhan, tetap digunakan ketentuan Pasal 340 KUHP akan tetapi penjatuhan hukumannya tidak seperti orang dewasa. Tapi, setengah atau satu per dua dari pidana yang diancamkan,� ungkapnya. z Kertanegara


Guru Jangan Panik, UKG tak Pengaruhi Tunjangan MULAI 9 November hingga 27 November 2015 mendatang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara serentak akan menggelar uji kompetensi guru (UKG) di seluruh Indonesia. Di Provinsi Bali, tercatat 43.612 orang guru baik yang berstatus PNS maupun non-PNS sudah terdaftar sebagai peserta UKG. Sayangnya, tidak sedikit guru terutama yang berstatus Âł7HUVHUWLÂżNDVL´ PHUDVD FHPDV ODQWDUDQ NKDZDWLU WXQMDQJDQ SURIHVL guru (TPG) yang mereka terima selama ini akan dipotong atau dihapus jika nilai UKG mereka tidak memenuhi standar nilai yang dipersyaratkan. Padahal, hasil UKG tersebut sebenarnya tidak akan berpengaruh terhadap TPG. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali Dr. I Made Alit Mariana menegaskan hal itu kepada Bali Post, belum lama ini. Menurut Alit Mariana, hasil UKG ini dimanfaatkan untuk melakukan pemetaan dalam rangka memperoleh baseline tentang kompetensi guru. Selanjutnya, baseline tentang kompetensi guru yang diperoleh akan digunakan sebagai bahan untuk melakukan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan. “Jadi, hasil UKG ini tidak akan berpengaruh kepada tunjangan profesi guru. Namun, kegiatan ini sangat penting untuk pemetaan supaya tindak lanjut pembinaan guru berupa pendidikan dan pelatihan (diklat) lebih WHUDUDK ´ NDWDQ\D VHUD\D PHPLQWD SDUD JXUX PHQJLNXWL VHOXUXK tahapan UKG dengan tenang dan penuh konsentrasi. Sebagai persiapan, kata dia, seluruh guru yang terdaftar sebagai peserta UKG bisa belajar dari kisi-kisi uji kompetensi yang sudah diterbitkan oleh Kemendikbud. Kisi-kisi itu bisa diunduh di laman gtk.kemendikbud.go.id dan laman sergur.kemdiknas. go.id. “Dalam kisi-kisi itu sudah tercantum indikator-indikator esensial yang akan jadi soal dalam uji kompetensi. Saya berharap guru-guru jangan panik dan tidak perlu cemas mengikuti UKG LQL ´ XMDUQ\D Hal senada juga dilontarkan Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar A.A. Wiratama. Ditegaskan, UKG ini berkaitan dengan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan diikuti guru PNS maupun non PNS. Dari hasil UKG ini, pemerintah pusat berencana merangking level guru. Jika pada UKG tahun LQL KDVLOQ\D MHOHN DWDX GL EDZDK UDWD UDWD JXUX EHUVDQJNXWDQ bisa mengikuti ujian perbaikan pada UKG tahun berikutnya. UKG online ini dilakukan tiga kali. Jika tahun ini hasilnya jelek, para guru bisa memperbaikinya pada UKG tahun depan dan dua WDKXQ NH GHSDQ Âł$SDELOD KDVLOQ\D WHWDS GL EDZDK VWDQGDU JXUX EHUVDQJNXWDQ DNDQ GLGLNODW XODQJ ´ XMDUQ\D Menurut Wiratama, Denpasar telah menyediakan tempat uji kompetisi di beberapa sekolah seperti SMAN 1 Denpasar, SMAN 7 Denpasar, SMKN 4 Denpasar dan SMA/SLUA 1 Denpasar. Setidaknya, ada Sembilan ruangan yang disediakan untuk kepentingan tersebut. Agar kegiatan UKG ini tidak sampai menganggu proses belajar mengajar di sekolah dan tidak ada kesan para guru sampai mengabaikan tugas dan fungsinya lantaran mengikuti 8.* 'LVGLNSRUD 'HQSDVDU VXGDK PHQJDWXU MDGZDO 8.* WHUVHEXW sedemikian rupa. “Kami sudah atur hal itu. Guru yang mengajar SDJL GLMDGZDONDQ PHQJLNXWL 8.* VLDQJ KDUL 6HEDOLNQ\D JXUX yang mengajar siang akan mengikuti UKG pagi hari. Dengan begitu, proses belajar mengajar tetap bisa berlangsung sebaJDLPDQD PHVWLQ\D 5HQWDQJ ZDNWX DWDX KDUL NDPL UDVD sudah cukup untuk melaksanakan UKG yang diikuti 6.990 orang

MBP/dok

Akhir tahun ini, tercatat 43.612 orang guru di Bali dijadwalkan mengikuti UKG.

JXUX WHUVHEXW ´ WHJDVQ\D Wiratama berharap seluruh guru bisa mengikuti UKG itu dengan sebaik-baiknya. Sebab, jika tidak ikut akan rugi sendiri. Pasalnya, UKG ini sangat penting untuk pemetaan kemampuan guru secara nasional di mana hasil pemetaan ini juga sangat penting untuk menentukan kebijakan di bidang pendidikan. z Sumatika

2 - 8 November 2015

19


MANCANEGARA

Perubahan Iklim Ancam Dunia

D

alai Lama mengkhawatirkan perubahan iklim akan menghancurkan status Tibet sebagai “Atap Dunia�. Sebanyak dua per tiga gletser di gunung-gunung Tibet diperkirakan mencair pada 2050. Dataran tinggi Tibet adalah wilayah yang paling banyak memiliki lapisan es setelah Kutub Utara dan Kutub Selatan. Lapisan es di dataran tinggi tersebut mengalami pemanasan hingga 1,3 derajat Celsius atau tiga kali lebih panas dari rata-rata tempat lain di dunia. Dengan wilayah yang sebagian besar berada pada ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut, Tibet sangat rentan terhadap pemanasan global. Gletser yang mencair mengalir ke sungai-sungai di Tibet. Sungai adalah andalan 1,3 juta warga Tibet untuk menopang hidup mereka. “Dataran tinggi Tibet wajib dilindungi. Tidak hanya untuk warga setempat, namun juga bagi seluruh penduduk dunia dan kelanjutan hidup di muka Bumi,� ujar Dalai Lama. “Es di dataran tinggi Tibet sama pentingnya dengan es di Kutub Utara dan Kutub Selatan yang mulai mencair. Tibet adalah kutub ketiga,� lanjut pria berusia 80 tahun itu. Sebanyak 200 negara akan bertemu pada gelaran COP21 untuk perubahan iklim yang diselenggarakan oleh PBB di Paris pada Desember 2015. Salah satu hasil yang diharapkan dari gelaran tersebut adalah tercapainya kesepakatan untuk memperlambat pemanasan global.

20

2 - 8 November 2015

Target yang ingin dicapai adalah mengurangi panas Bumi hingga 2 derajat Celsius. Pemimpin wilayah otonomi Tibet ingin agar betul-betul tercapai sebuah kesepakatan yang efektif pada gelaran itu. Mereka juga ingin ambil bagian dalam pembicaraan untuk menyampaikan kekhawatiran atas kondisi di wilayahnya. Sebanyak 150 negara termasuk penyumbang emisi terbesar, Cina, Amerika Serikat, Uni Eropa dan India telah membuat janji sukarela untuk mengurangi emisi mereka setelah 2020. Tapi beberapa analis menganggap janji mereka tidak akan cukup mencegah tingkat pemanasan. Utusan iklim Belanda, Michel Rentenaar mengatakan, elemen kuncinya adalah meningkatkan komitmen tersebut dari waktu ke waktu. “Kami tidak ingin membuat gambar, kami ingin PHPEXDW ÂżOP ´ XMDUQ\D Negara-negara berkembang juga mendesak negara maju memenuhi kewajiban mereka untuk menyediakan dukungan teknologi dan dana bagi negara-negara berkembang guna menghadapi perubahan iklim berdasarkan kesepakatan iklim global baru yang akan ditandatangani di Paris nanti. Nozipho Mxakato-Diseko, ketua “G77 dan Tiongkokâ€? yang mewakili 134 negara berkembang mengingatkan bahwa berdasarkan Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate

Change/UNFCCC) negara maju wajib menyediakan sumber daya keuangan, alih teknologi dan pembangunan kapasitas bagi semua negara berkembang untuk membantu mereka menangani tantangan perubahan iklim. Ia menambahkan negara berkembang telah lama dipaksa menyesuaikan diri dengan perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang sering terjadi akibat emisi gas rumah kaca selama berabad-abad, terutama oleh negara-negara maju. Bagi mereka, menangani perubahan iklim bukan mengenai persaingan ekonomi atau menghasilkan keuntungan dari energi yang terbarukan, tapi masalah yang lebih mendasar dalam pembangunan sumber daya manusia dan perlindungan lingkungan hidup. “Kenyataannya negara-negara berkembang memerlukan sumber daya keuangan iklim, alih teknologi dan pembangunan kapasitas sekarang dan jauh ke masa depan, dalam beberapa kasus hanya untuk bertahan hidup, apalagi melakukan peralihan ke ‘ekonomi rendah karbon’,� kata Mxakato-Diseko. Namun, negara-negara berkembang seringkali harus mengatasi krisis tanpa bantuan dari negara maju dengan menggunakan sumber daya dalam negeri mereka yang langka atau dengan bantuan sukarela dari sesama negara berkembang. Kerja sama memang sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. z Gugiek Savindra


Reuni Penuh Air Mata AKHIRNYA keluarga yang terpisah bertahun-tahun akibat Perang Korea bertemu kembali. Lebih dari 500 orang hanyut dalam suasana bahagia dan haru. Peluk, canda tawa, dan tangis haru mewarnai reuni kelompok pertama, di Kumgang, Korea Utara pekan lalu. Sebanyak 389 warga Korea Selatan (Korsel) dan 141 warga Korea Utara (Korut) saling berpelukan dan menangis saat bertemu sanak saudara mereka. Kebanyakan dari mereka berusia lebih dari 70 tahun. Ini adalah reuni ke-2 selama lima tahun terakhir. Reuni terakhir terjadi pada Februari 2014. Pertemuan keluarga tersebut adalah hasil dari perjanjian dua Korea yang terjadi pada Agustus lalu saat mereka memulihkan tensi yang sempat meninggi yang nyaris membawa mereka NH NRQÀLN SHUVHQMDWDDQ Kedua keluarga tersebut terpisah karena perang saudara Korea. Banyak di antara mereka tak bisa kembali ke kampung halamannya. Saat berperang pun mereka tak sempat membawa barang

atau foto keluarga yang telah mereka tinggalkan. Seperti yang dialami Lee Taek-gu. Pria 89 tahun ini rencananya akan bertemu dengan adik perempuannya yang berusia 20 tahun lebih muda. Terakhir kali ia melihatnya, sang adik masih sangat kecil dan dia adalah pemuda yang dikirim ke Selatan dengan kapal untuk berperang. Ia optimistis, ketika perang berakhir kelak, Lee akan pulang. Namun, hal itu tidak pernah terjadi. Semenjak saat itu, ia menuliskan suratsurat kerinduannya kepada orangtuanya, meski ia tahu, surat itu tak pernah terkirim karena tidak ada jasa pos antara Selatan dan Utara. Lee menulis hanya untuk terapi atas kedukaannya. Dia bersyukur bahwa sang adik masih hidup. Rencananya, ia akan menanyakan keadaan orangtua mereka yang telah tiada. Lee membawa baju dan jaket terbaiknya serta topi baru. Seorang yang akan bertemu keluarga lainnya adalah Kim Wu-jong. Pria berusia 87 tahun ini meninggalkan istri

dan anak perempuannya di Utara saat perang. Kondisinya begitu miskin, tinggal di sebuah apartemen kecil di Seoul. Sudah beberapa tahun ini, ia lumpuh tak bisa jalan. “Aku jelas tak bisa membayangkan, bagaimana rupa anak perempuanku yang kupanggil ‘Bunga dan Putri Cantik’. aku meninggalkannya saat ia kecil,” tutur Kim. “Aku jelas tak bisa menggambarkan betapa bahagianya diriku. Jelas ini lebih baik daripada sekadar memenangkan lotere.” ujarnya. Salah satu kelompok yang tiba terlebih dahulu di lokasi reuni adalah pasangan Lee Soon-kyu dan Oh In-se baru menikah tujuh bulan dan Lee mengandung 5 bulan saat perang pecah. Mereka saling berpelukan layaknya pengantin baru. Oh yang kini berusia 83 tahun harus turut berperang. Ia angkat senjata menuju Utara dan tak bisa NHPEDOL ODJL NH LVWULQ\D .RQÀLN NHGXD negara memang menyebabkan banyak keluarga harus rela terpisah. z Gugiek Savindra

2 - 8 November 2015

21


DAERAH

Proyek dermaga curah cair di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak dihentikan sementara oleh petugas Pol-PP Pemkab Buleleng.

Tak Berizin

Proyek Dermaga Curah Cair Distop

P

royek pembangunan dermaga curah cair di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak dihentikan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Pemkab Buleleng. Proyek milik P.T. Pelindo III (Persero) ini diduga belum mendapatkan izin membangun dari pemerintah daerah. Hingga tiga kali petugas meninjau ke lokasi proyek dan memanggil pemilik proyek. Sayang, panggilan petugas ini tidak dipenuhi tanpa alasan jelas. Pekerjaan proyek untuk sementara dihentikan sambil menunggu penjelasan dokumen perizinan oleh pihak pemilik proyek. Pantauan di lokasi proyek di Dusun Celukan Bawang belum lama ini, tampak lokasi pembangunan dermaga curah mulai dipasangi pagar sementara terbuat dari seng pelat. Sejumlah pekerja juga tampak sibuk melakukan persiapan konstruksi proyek dermaga. Kepala Badan Pol-PP Pemkab Buleleng Made Budi Astawa langsung memerintahkan kepada salah satu pekerja agar menghentikan pekerjaan untuk sementara. Selain itu, dia juga memanggil agar pihak menajemen proyek segera memberikan penjelasan terkait

22

2 - 8 November 2015

dokumen perizinan atas proyek itu. Namun karena pihak yang bertanggung jawab tidak ada di lokasi, pekerja ini berjanji akan melaporkan kepada atasannya. Setelah menghentikan proyek dermaga curah cair tersebut, petugas Pol-PP bersama Perbekel Desa Celukan Bawang M. Ashari datang bermaksud menemui pimpinan Pelindo III. Sayangnya, pejabat yang berwenang tidak ada di kantornya, sehingga rombongan kemudian diterima oleh Staf Bagian Umum Ato Dewanto. Dalam pertemuan itu, pihak Pelindo III hanya menunjukkan dokumen perizinan atas proyek dermaga curah cair yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan Pemprov Bali. Sementara ketika petugas meminta dokumen izin dari pemerintah daerah, Anto tidak bisa berkelit dan mengakui kalau dokumen izin dari pemerintah daerah belum ada. Meski demikian, dirinya tidak berani memberikan penjelasan terkait izin dari pemerintah daerah belum ada. Pejabat ini berdalih urusan perizinan menjadi wewenang dari Kepala SOP Syahbandar dan Pelabuhan. Kepala Pol-PP Budi Astawa memutuskan untuk memanggil pihak manajemen

P.T. Pelindo III agar datang ke kantor untuk menjelaskan terkait dokumen perizinan atas proyek yang sedang dikerjakan itu. Jika panggilan ini tetap tidak dipenuhi, pihaknya akan melaporkan kepada Bupati dan memohon petunjuk untuk melakukan tindakan lanjutan terhadap proyek dermaga curah tersebut. Upaya pengawasan terhadap proyek ini karena pihaknya tidak ingin kecolongan yang kedua kalinya. Pasalnya, di kawasan yang sama telah dibangun dermaga aspal curah tanpa diketahui oleh pemerintah daerah. Perbekel Desa Celukan Bawang M. Ashari mengatakan, sebenarnya pihak Pelindo III telah melakukan sosialisasi kepada aparat di desa. Pihak Pelindo bersama nelayan pun telah menyepakati areal untuk menambatkan perahu dipindahkan ke sebelah timur. Dengan sosialisasi dan dukungan masyarakat itu, pihaknya menduga kalau masalah perizinan seluruhnya telah dipenuhi oleh pihak Pelindo III Celukan Bawang. z Mudiarta


Tuding Satpol PP Berlebihan SANKSI penghentian sementara pembangunan dermaga curah cair di sisi timur Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak yang dijatuhkan Pol. PP Pemkab Buleleng, membuat lembaga dewan di daerah ini melakukan sidak ke lapangan. Komisi II DPRD Buleleng melakukan peninjauan ke lokasi proyek, sekaligus meminta penjelasan pihak PT Pelindo III Surabaya Cabang Celukan Bawang. Hasilnya, ternyata pembangunan dermaga curah cair yang menjadi pengembangan pelabuhan ini sudah mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan rekomendasi Pemprov Bali. Atas temuan ini, dewan menuding tindakan Pol. PP terlalu berlebihan menjatuhkan sanksi penghentian sementara proyek. Apalagi, fakta di lapangan menunjukkan proyek belum mulai dikerjakan dan masih tahap persiapan awal. Rombongan dewan itu dipimpin Ketua Komisi II Putu Mangku Budiasa diterima General Manager (GM) PT Pelindo III Surabaya Cabang Celukan Bawang Dewa Adi Kumara Jaya. Dewan meminta penjelasan secara mendetail terkait dokumen perizinan maupun perencanaan proyek tersebut. Usai pertemuan, Ketua Komisi II Putu Mangku Budiasa mengatakan, setelah mendapat penjelasan direksi PT Pelindo

III Surabaya Cabang Celukan Bawang dari sisi perizinan, proyek dinyatakan legal. Hal ini dibuktikan dengan surat izin dari Kemenhub RI dan dikuatkan dengan surat rekomendasi Pemprov Bali. Atas kondisi itu, Budiasa menilai sikap Pol. PP yang memberikan sanksi penghentian sementara proyek tersebut dengan dasar tidak ada izin dianggap berlebihan. Apalagi, mengacu UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah diatur kalau pemerintah kabupaten/kota tidak berwewenang mengatur atau mengeluarkan izin tentang pengelolaan kawasan laut. Untuk itu, pihaknya segera memanggil Kepala Badan Pol. PP Made Budi Astawa GDQ MDMDUDQQ\D DJDU PHQJNODUL多NDVL DSD yang sudah dilakukan terhadap investasi pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang. General Manajer PT Pelindo III Surabaya Cabang Celukan Bawang, Dewa Adi Kumara Jaya, membantah kalau proyek tersebut dikatakan tanpa izin. Dia mengatakan, pembangunan dermaga curah cair itu sudah mendapat izin dari pemerintah pusat dan persetujuan Pemprov Bali. Proyek yang sepenuhnya ditentukan pemerintah pusat itu sudah berdasarkan usulan Rencana Induk Pelabuhan (RIP). Semua dokumen yang telah dilengkapi ini juga menyangkut kewajiban untuk

MBP/mud

menjaga kelestarian lingkungan. Penghentian proyek dermaga curah cair di Pelabuhan Celukan Bawang itu mengundang perhatian tokoh LSM di Buleleng. Seperti diungkapkan Badan Eksekutif LSM Jari Bali Simpul Buleleng, I Wayan Purnamek. Dia dengan tegas mendukung sikap Pol. PP yang telah melakukan tupoksinya sebagai instansi penegak peraturan daerah. Pengawasan dokumen perizinan ini mutlak dilakukan oleh penyelenggara pemerintahan. Apalagi, sesuai dengan UU No. 17 tahun 208 dan PP No. 61 tahun 2009 diatur jelas bahwa setiap pembangunan dan lainnya di kawasan pelabuhan harus berdasarkan usulan RIP. Proyek dermaga curah cair ini harus mendapat rekomendasi dari pihak Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Celukan Bawang. Selain itu, investor harus melengkapi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), UKL-UPL, termasuk IMB untuk bangunan pendukung di wilayah daratan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Seperti diketahui, proyek dermaga curah cair itu dihentikan sementara oleh Pol. PP Buleleng karena hingga ketiga kalinya petugas memantau proyek tersebut, pihak manajemen proyek termasuk PT Pelindo III Surabaya Cabang Celukan Bawang tidak memberikan penjelasan terkait dokumen perizinan proyek dermaga tersebut. Ketika Pol. PP memanggil pihak-pihak terkait dalam proyek ini juga tidak dipenuhi. Pol. PP pun meminta pekerja agar menghentikan pekerjaannya untuk sementara sampai ada penjelasan terkait dokumen perizinan yang harus dipenuhi oleh pemilik proyek.

Komisi II DPRD Buleleng meninjau lokasi proyek dermaga curah cair di sisi timur Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak belum lama ini.

z Mudiarta 2 - 8 November 2015

23


K E S E H ATA N

Bayi Lahir dengan Berat Rendah

B

ayi baru lahir dengan berat badan lahir rendah atau dikenal sebagai BBLR atau low birth weight (LBW) sering dijumpai di masyarakat. Sekitar 5-7% bayi yang dilahirkan memiliki berat lahir kurang dari 2.500 gram dengan risiko kematian 20 kali lipat dibandingkan bayi yang lahir dengan berat normal (antara 2.500-4.000 gram). Angka ini kemungkinan lebih tinggi lagi mengingat distribusi penduduk di Indonesia yang luas, sulit dijangkau dan kurangnya pencatatan kejadian BBLR di daerah-daerah terpencil dengan akses dan sarana kesehatan yang terbatas. Bayi yang lahir dengan BBLR menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) adalah setiap kelahiran bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram (5.5 pounds). Organisasi kesehatan dunia membagi lagi BBLR menjadi bayi berat lahir sangat rendah atau very low birth weight (BBLSR atau VLBW) jika berat badan lahir kurang dari 1.500 gram dan bayi berat badan lahir amat sangat rendah atau extremely low birth weight (BBLASR atau ELBW) jika berat badan lahir kurang dari 1.000 gram. BBLR dapat terjadi pada bayi kurang bulan (prematur dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu) atau pada bayi cukup bulan dengan intra uterine growth restriction (IUGR) atau kombinasi keduanya. Penyebab terbanyak kelahiran bayi BBLR adalah prematuritas. Kelahiran bayi prematur dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu faktor ibu (usia ibu terlalu muda/remaja), faktor janin (kelainan perkembangan bayi, kelainan genetik, stress) dan adanya pecah ketuban dini. Orangtua dengan usia yang masih muda/remaja memiliki kecenderungan berulang untuk kembali memiliki anak BBLR. Menurut American Academys of Pediatric (AAP), setahun setelah melahirkan anak yang pertama sekitar 19% ibu remaja akan kembali memiliki anak dan dua tahun setelah melahirkan anak pertama sebanyak 38% ibu remaja

24

2 - 8 November 2015

kembali memiliki bayi BBLR. Bayi yang dilahirkan dengan BBLR memiliki risiko terhadap pertumbuhan dan perkembangan di kemudian hari. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) masalah lain yang dapat timbul adalah masalah pernapasan akibat paru yang belum matur, masalah jantung, perdarahan otak, fungsi organ tubuh (hati) yang belum sempurna, fungsi sistem imun yang rendah, kurang darah juga berisiko terkena beberapa jenis penyakit seperti hay fever, eksema/alergi kulit, diare kronis, colitis, anemia, infeksi telinga, kejang, sakit kepala berulang, dan migrain. Gangguan pertumbuhan yang sering terjadi berupa kenaikan berat badan yang lambat, tinggi badan yang lebih rendah serta indeks massa tubuh yang rendah dibandingkan anak yang lahir dengan berat badan normal. Ini terutama terjadi pada BBLR laki-laki dengan berat lahir < 1.500 gram (VLBW). Gangguan perkembangan yang lazim terjadi adalah gangguan belajar, prestasi akademik yang rendah, gangguan emosional dan perilaku, gangguan pemusatan perhatian (ADHD/ADD), gangguan bicara, gangguan makan dsb. Sebanyak 7,9% anak yang lahir BBLR saat dewasa juga akan mengalami depresi berat. Gangguan kognitif/ kecerdasan masih menjadi kontroversi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang lahir BBLR terutama jika berat lahir < 1.500 gram memiliki kecenderungan untuk mengalami gangguan kognitif. Namun penelitian lain menyatakan tidak terdapat perbedaan kemampuan kognitif antara anak yang lahir dengan BBLR. Meskipun demikian yang menjadi petunjuk penting adalah bahwa anak yang lahir BBLR yang memiliki indeks perkembangan mental yang rendah kurang dari 70 (mental development index-MDI) juga akan mengalami gangguan perkembangan kognitif. BBLR bisa ditangani dengam cara: 1. Perawatan Metode Kangguru (PMK). Perawatan metode kangguru merupakan alternatif pengganti mesin

inkubator. Posisi kangguru dilakukan dengan cara menempatkan bayi di antara kedua payudara ibu, kontak secara langsung dengan kulit kemudian dibungkus dengan kain pengikat agar bayi tidak melorot atau jatuh. Jangan lupa kenakan popok, kaos kaki dan penutup kepala pada bayi. 2. Pemberian Air Susu Ibu (ASI). Sebaik-baiknya susu formula jauh lebih baik ASI. Air susu ibu mengandung semua kebaikan yang dibutuhkan bayi. Bayi yang lahir prematur maka ASI-nya akan menyesuaikan dengan kondisi bayi. Bayi yang didekap ibu saat PMK langsung dapat menyusui bayinya. Jika tidak sanggup menyusui langsung maka pemberian ASI dapat dilakukan dengan cara memberikan ASI perah dengan cangkir (cup feeding) atau selang (orogastic tube). Selain PMK dan pemberian ASI masih banyak lagi hal yang harus diperhatikan dalam perawatan BBLR seperti rajin mencuci tangan setiap kali akan memegang bayi. Mencuci tangan dapat mengurangi risiko infeksi hingga 41%, terutama infeksi yang dapat menyebabkan kematian bayi. Pemantauan berat badan secara berkala, pemantauan nutrisi, pemberian zat besi sangat penting untuk dilakukan. Penanganan yang tidak tepat akan menyebabkan bayi BBLR mengalami hipoptermi, hipoglikemi, kuning, sindroma stress jalan napas (RDS), penyakit paru kronis, kelainan jantung, disabilitas mental dan fisik. Mencegah bayi lahir prematur atau lahir kecil dimulai dari mencegah kehamilan dini, melakukan kontrol kehamilan atau antenatal care (ANC), menyiapkan fisik dan mental saat akan memiliki anak.Jika sudah terlanjur hamil maka lakukan pemeriksaan pralahir atau yang dikenal sebagai antenatal care (ANC) secara teratur. Dr. I Nyoman Arie Purwana, M.Sc., Sp.A Dokter Anak dan Dosen di Fakultas Kedokteran & Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa - Denpasar


P E M E R I N TA H A N

Upaya Pemkab Klungkung untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian di Kecamatan Banjarangkan

Banjarangkan Berpotensi Jadi Lumbung Padi Tingkatkan Produktivitas 2.000 Hektar Lahan Pertanian DARI empat kecamatan yang ada di Kabupaten Klungkung, Banjarangkan menjadi kecamatan yang memiliki lahan pertanian terluas di Klungkung. Meski begitu, produktivitas pertanian yang masih kurang menyebabkan hasil pertanian Kecamatan Banjarangkan menjadi tidak optimal. Untuk itu, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Klungkung melakukan budi daya tanaman sehat dan menerapkan pemupukan tanaman yang ada di Dawan untuk bisa diimplementasikan di Kecamatan Banjarangkan. Upaya Kabupaten Klungkung untuk mampu menjadikan surplus beras di gumi serombotan terkendala berbagai persoalan. Selain akibat adanya hama, penurunan lahan pertanian akibat pembangunan yang terus meningkat, berdampak terhadap hasil panen petani utamanya tanaman padi. Kadis Pertanian Kabupaten Klungkung I Wayan Durma mengungkapkan, saat ini hasil panen padi di Kabupaten Klungkung belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Klungkung akan beras. Menurutnya, konsumsi beras di

masyarakat sebanyak 109 kilogram per tahun per kapita. Di sisi lain, peningkatan jumlah penduduk menyebabkan peningkatan kebutuhan beras yang harus diisi. Namun sayangnya, peningkatan permintaan beras malah diikuti dengan penyusutan lahan pertanian. â&#x20AC;&#x153;Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan beras semakin tinggi. Namun, di satu sisi menyebabkan meningkatan alih fungsi lahan yang malah menurunkan jumlah produksi beras,â&#x20AC;? tuturnya. Namun bukan berarti Dinas Pertanian hanya diam dengan kenyataan di lapangan. Untuk dapat meningkatkan jumlah produksi, Dinas Pertanian mulai melakukan peningkatan produktivitas lahan pertanian di Kecamatan Banjarangkan. Lahan yang mencapai 2.000 hektar tersebut saat ini belum bisa optimal karena pola tanam, pemupukan dan penggiliran yang belum tepat. Sedangkan Kecamatan Dawan yang hanya memiliki luas lahan 612 hektar mampu melampaui produktivitas lahan pertanian di Kecamatan Banjarangkan. Kabid Produksi Dinas Pertanian Made Buana Yasa menjelaskan, produktivitas lahan pertanian di Kecamatan Dawan

akan diterapkan di lahan pertanian Kecamatan Banjarangkan. Pihaknya akan melakukan sosialisasi terlah pola tanam, pemupukan dan penggiliran tanaman yang tepat sehingga bisa mendapatkan hasil yang optimal. Selain itu, pihaknya juga akan menerapkan budi daya tanaman sehat sehingga dapat mengatasi masalah serangan organisme pengganggu tumbuhan. â&#x20AC;&#x153;Sering kita temukan penyakit Blas pada padi di Banjarangkan yang juga berkontribusi terhadap tidak produktifnya lahan pertanian. Kita ambil langkah dengan menerapkan budi daya tanaman sehat sehingga saat ini dampak dari serangan penyakit Blas semakin alami penurunan,â&#x20AC;? bebernya. Selain itu dengan pelaksanaan Gerakan Penerapan Pengolahan Tanaman Terpadu, (GP-PTT) Kecamatan Banjarangkan ditargetkan dapat melakukan penanaman padi pada lahan pertanian seluas 1000 hektar yang sudah dikerjakan di tahun 2015. Gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan Swasembada pangan ini ternyata mampu meningkatkan hasil panen padi tiap hektarnya di Kecamatan Banjarangkan. (adv) 2 - 8 November 2015

25


LENSA

PADAT Salah satu komplek pemukiman warga yang mulai padat dan terus berkembang di kawasan Bukit, Kuta Selatan. Pertumbuhan bangunan baik untuk pemukiman dan usaha di kawasan ini sangat cepat.

MBP/Eka


OLAHRAGA

Berlian di Udara

T

iga pesawat mengudara dengan membawa 61 atlet terjun payung wingsuit skydivers. Di ketinggian 13 ribu kaki di langit kota Perris, California, mereka membentuk formasi berlian selama beberapa detik sebelum membubarkan diri. Warna warni payung pun mengembang di angkasa. Ini menjadi pemecahan rekor baru kerjasama di udara dengan membentuk format berlian. Rekor sebelumnya melibatkan 42 skydivers yang diciptakan pada Juni lalu, jelas Taya Weiss dari

kelompok Skydive Perris, kepada Associated Press. Panel juri dari Federation Aeronautique ,QWHUQDWLRQDOH PHPYHUL多NDVL SHPHFDKDQ rekor ini. Juri ini memiliki kompetisi dalam merekam rekor-rekor trjun bebas dan berbagai akWL多WDV SHQHUEDQJDQ \DQJ EHUNDLWDQ GHQJDQ pemecahan rekor, tambah Taya. Dua juri mengambil foto saat para penerbang meninggalkan pesawat pada ketinggian 13.500 kaki (4.100m), membentuk formasi berlian dan bubar pada ketinggian 5.500 kaki (1.600m).

Tim penerjun tersebut merupakan gabungan dari AS, Kanada, Inggris, Australia, Rusia, Polandia, Afrika Selatan dan Israel. Mereka mengenakan seragam khusus (wingsuit) yang memperlamabat laju jatuh mereka sekaligus memudahkan bergerak mereka secara horizontal di udara. Sebelumnya Skydive Perris juga membuat pemecahan rekor dengan melibatkan 202 penerjun serta membuat formasi terluas di udara. z Yudi winanto

Di ketinggian 13 ribu kaki, 61 wingsuit skydiver dari 12 negara mencetak rekor baru kerja sama di udara dengan membentuk formasi berlian di California. 2 - 8 November 2015

27


OLAHRAGA

Sang Kaisar Terjerat Masalah SANG Kaisar, julukan Franz Beckenbauer, nyaris tanpa cela reputasinya di dalam atau luar lapangan. Sebagai pemain sepak bola dia sukses membawa Jerman sebagai juara dunia dan diulanginya dengan status sebagai pelatih. Ia pun dikenal akan keberhasilannya menggelar Piala Dunia di negaranya sendiri Jerman, sebelum aktif sebagai petinggi FIFA. Sayangnya, lembaga tertinggi sepak bola sejagat itu tengah diterpa isu korupsi. Satu per satu petingginya mulai berurusan dengan pengadilan dari Presiden hingga Komite Ekskutif-nya. Dan awan kelabu mulai berarak mendekati Kaisar Franz. Baru-baru ini Komite Etik FIFA menetapkan pejabat-pejabat yang mengurus proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 sebagai pihak yang pantas disidik. Mereka dianggap tidak menunjukkan niat koorperatif atas penyelidikan kasus korupsi pada dua event yang bakal digelar FIFA itu dan salah satunya adalah Beckenbauer sendiri. Penetapan Komite Etik itu jelas menggerus citra baik yang selama ini disandang pria berusia 70 tahun itu. Sejauh ini dia dianggap sebagai simbol sekaligus tokoh terbaik sepak bola Jerman. Dunia pun mengakui kehebatannya baik sebagai pemain atau keterlibatannya dalam cabor ini pasca gantung sepatu. Saat sebagai pemain, ia dikenal dengan kepemimpinannya di lapangan. Gelandang bertubuh jangkung mengantarkan Jerman Barat merebut gelar juara Piala Dunia 1974 yang saat itu digelar di Munich. Enam tahun kemudian kesuksesan itu diulangi lagi dengan status sebagai pelatih. Ia memimpin timnas Jerman menjuarai Piala Dunia 1990 di Italia. Dan prestasinya semakin mengkilap saat ia di FIFA dan menjadi anggota Dewan Komite Ekskutif, sebelum awan gelap mulai mengelilingi dia. Putra pegawai kantor pos, telah mengenal dunia sepak bola sejak kecil. Ia bergabung dengan tim Junior Bayern Munich saat usianya 13 tahun. Ia sempat membela klub kecil SC 1906 Munich selama tiga musim dan mengantarkannya promosi ke Bundesliga sebelum kembali ke Bayern pada 1955. Kepintarannya dalam mengolah bola dan mengatur serangan, mempercepat kariernya masuk ke tim inti Bayern. Bahkan setahun kemudian ia langsung masuk timnas untuk Piala Dunia. Sayangnya die Manschafft, julukan timnas JerPDQ NHRN DWDV ,QJJULV GL ÂżQDO 3LDOD 'XQLD GL VWDGLRQ Wembley, London. Namun delapan tahun kemudian, ia bersama Gerd Muller dan Paul Breitner, menjadi juara dunia VHWHODK VXNVHV VHEDJDL MXDUD (URSD 'L ÂżQDO -HUPDQ Barat mengalahkan Belanda yang diperkuat Johan Cruyff, 2-1 di stadion Olimpiade Munich. Sebagai seorang libero ia bisa merancang sebuah gol dengan memulai serangan dari baris belakang. Kemampuan seperti itu tak banyak dimiliki pemain-pemain lain. Dan Bayern memanen hasilnya dengan tiga kali juara Piala Eropa 1974, 1975 dan 1976. Beckenbauer tercatat dua kali sebagai Pemain Terbaik Eropa dan mengakhiri kariernya sebagai pemain timnas pada 1977 setelah 103 kali tampil. Di meninggalkan Bayern pada 1977 dan pindah ke AS untuk mengibarkan bendera New York Cosmos bersama legenda Brazil Pele. Tiga kali Cosmos dian-

28

2 - 8 November 2015

Legenda sepak bola Jerman Franz Beckenbauer yang juga ketua panitia Piala Dunia 2006, disidik Komite Etik FIFA atas keterkaitannya dengan proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2002.

tarkan menuju tangga juara AS dan Beckenbauer kemudian memutuskan pensiun sebagai pemain pro pada 1983. Beckenbauer yang sempat dua musim membela klub Hamburg di Jerman, berperan lagi di timnas. Ia menyelamatkan Jerman dari potensi tersingkir dini sebelum menjadi juara pada Piala Eropa 1984. Dua tahun kemudian Jerman %DUDW PHODMX KLQJJD NH ÂżQDO 3LDOD 'XQLD VHEHOXP WDNOXN DWDV Argentina yang dibela Diego Maradona di Meksiko. Tapi Beckenbauer membalasnya di Piala Dunia 1990 di Italia. 'L ÂżQDO -HUPDQ PHQJDODKNDQ $UJHQWLQD PHODOXL JRO Andreas Brehme. Beckenbauer melanjutkan kesusesannya sebagai pelatih timnas ke klub dengan menangani Olympique Marseille dan juga Bayern. Ia kemudian menjabat presiden klub Bayern. Pada 2006, ia berperan dalam pemenangan Jerman sebagai tuan rumah Piala Dunia 2006. Dia juga menjabat Ketua panitia event empat tahunan itu. Sayangnya, media Jerman belum lama ini mulai mengusik event tersebut dan menduga dia dan petinggi asosiasi sepak bola Jerman Wolfgang Niersbach mengetahui adanya penyuapan pada anggota FIFA agar memilih Jerman sebagai tuan rumah Piala Dunia 2006. Sejauh ini, dia masih bisa membebaskan diri dari sangkaan-sangkaan yang mengarah padanya setelah otoritas Swiss menangkap sejumlah petinggi FIFA belum lama ini. Kejaksaan AS juga melakukan penyeldikan korupsi yang melibatkan sejumlah petinggi lembaga itu. Kemampuan Sang Kaisar mengatur startegi kini diuji lagi. Tidak hanya pada kasus Piala Dunia 2006, dia juga terlibat pada pemilihan Piala Dunia 2018 dan 2022, lima tahun setelah FIFA menetapkan Qatar dan Rusia sebagai tuan rumahnya, laporan Associated Press dan Reuters. Dapatkah Sang Kaiser memulihkan nama baiknya ? z Yudi winanto


MBP/ap

Pembalap tim Formula 1 Manor Marussia Alexander Rossi.

Membalap di Sirkuit Lama PERTAMA kali Alexander Rossi menikmati trek Circuit of the Americas di Austin, Texas adalah ketika tempat itu tengah dalam pembangunan. Trek itu baru pertama kali diaspal sementara tak semua tikungan belum sepenuhnya usai dibangun dan dilengkapi pengaman. Pendek kata pembalap muda AS itu tak berani memacu mobilnya sekencang-kencangnya di tempat ini. Rossi kini kembali ke tempat ia pertama kali menjajal sirkuit itu dengan mobil Maserati milik rekannya. Namun pemuda berusia 24 tahun kelahiran California, itu membawa mobil tim

Formula 1 Manor Marussia yang jauh lebih kencang lajunya. â&#x20AC;&#x153;Kembali ke tempat ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan,â&#x20AC;? kata pembalap yang bakalan menjadi duta AS di balapan F1 ini. Untuk menjadi pembalap hebat, memang masih jauh bagi Rossi yang selama ini berstatuskan sebagai penguji atau pun cadangan. Perubahan besar terjadi September lalu saat Marrusia mengumumkan namanya sebagai pembalap untuk lima dari 7 seri terakhir balapan 2014. Debutnya di F1 terjadi di seri Singapura dimana dia finish di posisi ke-14. Kendati demikian ia mencatat se-

jarah sebagai pembalap pertama AS di F1 setelah Scott Speed pada 2007. Sementara pembalap terakhir AS yang berhasil menjuarai F1 adalah Mario Andretti pada 1978. Pendiri dan petinggi Circuit of the Americas adalah Bobby Epstein, laporan Associated Press. Pria yang mengidolakan Rossi berharap pembalap pujaannya bisa mempromosikan balapan F1 ini di AS. Sejauh ini F1 lebih diminati pembalap-pembalap Eropa. Sementara AS lebih menyukai balapan NASCAR. z Yudi winanto 2 - 8 November 2015

29


OLAHRAGA

Petenis Meja Bali Harus Terus Belajar PRESTASI tenis meja Bali masih di bawah atlet Jawa. Ini karena klub-klub di Pulau Dewata masih dibina secara amatir, sedangkan di Jawa sudah dikelola secara profesional. Padahal klub adalah pusatnya pembinaan dan pelatihan pemain. Seiring perkembangan teknik bermain ping-pong, petenis meja dan atlet Bali dituntut terus belajar agar tidak semakin tertinggal. Atlet Bali tidak boleh puas hanya berlatih di daerah sendiri, sebab permainan tenis meja terus berkembang seiring kemajuan iptek. Bisa dengan cara magang atau diasramakan di klub elite. Salah satu tempat magang adalah klub Zug di Jakarta yang dilatih David Yacob. Solusi lain, berlatih di Bali dengan catatan harus rajin mengikuti berbagai kejuaraan dan beruji coba melawan atlet luar daerah. ‘’Kalau mengandalkan sparring dan dipoles pelatih lokal Bali, susah meningkatkan prestasi di level nasional,’’ ujar petenis meja gaek I Gede Ardika di Denpasar pekan lalu. Untuk tingkat junior atau kelompok umur, petenis meja Bali masih mampu bersaing di tingkat nasional. Namun, begitu menginjak senior praktis tertinggal dari atlet daerah lain terutama petenis meja asal Jawa. Kendala atlet Bali adalah kurangnya latih tanding, mengikuti turnamen, dan melakukan uji coba. ‘’Biasanya baru menjadi juara tingkat Bali saja sudah merasa hebat, padahal lawan yang diladeni kualitasnya di bawahnya,’’ katanya. Bukti setaranya kemampuan petenis meja junior Bali

ditunjukkan Putu Tedja ‘‘Teddy’’ Lajuardi (16) dan Made Sisca Pratiwi (14) yang dibina di klub Bintamar, Singaraja. Teddy merebut medali emas pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD 2013 di Kaltim, meraih perunggu pada O2SN di Makassar 2015, dan pernah mewakili Indonesia pada Global Junior di Thailand. Sementara Sisca meraih perunggu pada O2SN SMP 2015 di Makassar. Ardika berharap putra dan putri kandungnya itu bisa melanjutkan kariernya di pentas nasional hingga senior. ‘’Teddy dan Sisca punya kemampuan lumayan. Saya yang membekali teknik, sehingga permainannya tidak kalah jauh dibandingkan atlet daerah lain,’’ ucap suami Made Suparmi ini. Sisca sebenarnya diincar klub Bellya, Jakarta, bahkan sempat belatih selama seminggu, namun tidak betah dan memilih pulang. Padahal, seandainya jadi bergabung, ia mendapat kesempatan berlatih ke Tiongkok bersama Teguh Sanjaya. Teguh adalah atlet binaan Ardika di Bintamar. Ia direkrut Bellya sejak usia 12 tahun selama 15 tahun. Ardika menekuni tenis meja sejak usia 7 tahun di Desa Ringdikit, Seririt Buleleng. Ia berlatih secara otodidak tanpa didampingi pelatih. Atlet kelahiran Buleleng, 22 Februari 1972 ini tampil pada Porprov Bali XII/2015 September lalu. z Daniel Fajry

A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/nel

I Gede Ardika

30

2 - 8 November 2015

DOKTOR IHDN - Program Pascasarjana (PPs) Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar kembali melahirkan doktor. Kali ini atas nama Dra. Luh Asli, M.Ag., dosen Kopertis Wilayah VIII Dpk pada STKIP Agama Hindu Singaraja. Luh Asli mempertahankan disertasi berjudul “Yogasutra Patanjali pada Masyarakat Multikultur (Studi Kasus Yoga BIF Denpasar Bali)”, pada Ujian Promosi Doktor, Jumat (16/10), di aula gedung PPs IHDN Denpasar. Ia dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Promovenda tercatat sebagai mahasiswa angkatan kedua (2011/2012) pada Program S-3 Ilmu Agama, PPs IHDN. Bertindak sebagai promotor Prof. Dr. Nengah Bawa Atmaja, M.A., Kopromotor I Prof. Drs. I Ketut Widnya, M.A., M.Phil., Ph.D. (Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI) dan Kopromotor II Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. (Rektor IHDN Denpasar).


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/may

REALISASI KEGIATAN - PT BFI Finance Indonesia Tbk. di tahun 2015 ini merealisasikan kegiatan BFI Partnership Loyalty Program dalam bentuk reward travelling ke Korea bagi showroom-showroom mobil bekas dari daerah Denpasar, Tabanan dan Gianyar. Travelling dilakukan dari tanggal 18-24 Oktober, diikuti 21 orang peserta. Sebelum berangkat, BFI Finance memberikan pembekalan atau sosialisasi tentang keberangkatan pada Kamis (15/10) di The Banjar Restaurant, Kuta, Badung. Perjalanan ini akan berlangsung selama 7 hari dengan mengunjungi tempat-tempat wisata favorit di Korea seperti Jeju dan Nami Island serta kunjungan khusus ke pabrik pembuatan mobil Hyundai di kota Seoul, Korea.

HADIRI RESEPSI - Sekretaris Jendral Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang juga menjabat sebagai Senator DPD RI Utusan Provinsi Bali, berkesempatan hadir dalam acara resepsi Pernikahan I Gusti Agung Gede Pacung Abdiningrat, S.Sn (Putra pertama dari pasangan I Gusti Made Arya Wisnu Mataram & Sagung Mirah Widhiani) dan Ni Kadek Gemitri, SS (Putri kedua dari pasangan I Wayan Kasta dan Ketut Seruni) di Jero Anom Pacung, Puri Gede Belayu Marga, Tabanan. Dalam kesempatan itu Gusti Wedakarna bersilakrama dengan semeton Puri Gede Belayu, tidak lain untuk menjalin kembali hubungan baik sejarah dimasa lalu antara Puri Tegeh Kori dan Puri Gede Belayu. Gusti Wedakarna mengucapkan selamat atas pawiwahan ini.

MBP/ist MBP/ist

UNDIAN SIMPEDES - Undian Simpedes BRI Kantor Cabang (Kanca) Denpasar Gatot Subroto, yang berlangsung Rabu (21/10) di Wantilan Desa Adat Kapal, cukup meriah. Selain diwarnai pelelangan untuk mendapatkan berbagai hadiah yang diikuti nasabah, juga terdapat 30 undian yang disediakan pihak BRI. Undian yang berlangsung hingga siang kemarin, tidak menyurutkan tamu yang hadir beranjak karena banyaknya hadiah tersedia. Grandprize berupa satu unit mobil Suzuki Ertiga GX diraih oleh nasabah Unit Ahmad Yani Denpasar, I Gusti Ayu Manik. Walau yang bersangkutan tidak datang, namun hadiah akan disampaikan langsung kepada yang besangkutan oleh pihak BRI.

KECERDASAN FINANSIAL - Menjadi orang Bali yang lahir, besar dan mati di Bali adalah sebuah berkah bagi sebagian besar orang Bali, namun tidak untuk sebagian kecil masyarakat Bali. Terbukti mereka harus check out dari Bali terpaksa ikut program transmigrasi. Biar berkah menjadi orang Bali terus bertahan, diperlukan strategi dan kecerdasan ÂżQDQVLDO PXODL VHNDUDQJ KDUXV GLELDVDNDQ PHPEHOL GDQ mengoleksi aset berupa investasi yang bisa menghasilkan uang dan hasil investasi tersebut harus terus digulung sehingga suatu hari nanti bisa menghasilkan dua kali lipat dari keperluan hidup. Misalnya kebutuhan hidup 6 juta sebulan dan hasil investasi tanpa kita ikut terlibat di dalamnya 12 juta VHEXODQ VDDW LWXODK NHEHEDVDQ ÂżQDQVLDO WHUFDSDL 2 - 8 November 2015

31


A KT I V I TA S

MBP/ist

AUDIENSI KADIN - Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali dipimpin Ketuanya Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra melakukan audiensi dengan Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto, Kamis (15/10). Banyak hal disampaikan pengurus Kadin, terutama masalah banyaknya vila ilegal. Menyikapi masalah tersebut, Kapolda menyampaikan siap bersinergi mendata dan menyelesaikan masalah vila ilegal tersebut. Usai audiensi, Alit Wiraputra menyampaikan maksud audiensi tersebut adalah Kadin mohon bimbingan dan arahan Kapolda dalam rangka bersama-sama membangun ekonomi Bali lebih baik.

MBP/ist

SIMPEDES AMLAPURA- Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat dan nasabah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. kantor Cabang Amlapura menggelar acara Pesta Rakyat Simpedes di Lapangan Candra Buana. Acara yang digelar mulai pagi hingga malam hari itu berlangsung sangat meriah dan semarak dengan berbagai event sebagai wujud pelayanan kepada nasabah dan masyarakat. Kegiatan yang mengundang perhatian masyarakat berupa Pesta Rakyat Simpedes ini, yang diadakan Sabtu (17/10) di Lapangan Candra Buana Amlapura mengimplementasikan 4P yakni Pasar, Pawai, Panen dan Panggung. Sumarto menjelaskan, pasar adalah penjualan sembako murah kepada masyarakat dan nasabah sebanyak 1.000 paket sembako dan didukung oleh UMKM binaan BRI Cabang Amlapura, dengan sistem belanja nontunai.

MBP/ist

FESTIVAL - Pemkab Buleleng nampaknya makin serius mengelola sektor pariwisata lokal melalui event festival. MBP/ist

BAKSOS PDGI - Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Gigi Nasional yang berlangsung dari tanggal 14 September - 14 November, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Badung melakukan bakti sosial (baksos) pada Sabtu (17/10) di Desa Kuwum, Mengwi, Badung. Drg. I Agus Sundia Atmaja, M.Erg., Ketua PDGI Badung, mengatakan kegiatan baksos ini merupakan kegiatan puncak dari PDGI Badung. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan dan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, serta juga ada donor darah dari PMI UDD Badung. Pelayanan dibagi menjadi dua tempat yaitu di sekolah dasar (SD) dan di wantilan Banjar Kuwum.

32

2 - 8 November 2015

Salah satu festival yang bakal digeber bulan ini adalah Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) di pantai Desa Pemuteran, Gerokgak. Selain mempromosikan sektor pariwisata bahari di daerah ini, BBDF ini memiliki visi melestarikan konservasi terumbu karang dan juga mencegah kerusakan ekosistem bawah laut. Untuk meyakinkan sasaran tersebut, Bupati Agus Suradnyana khusus menyambangi Menteri Pariwisata M. Yahya, Kamis (15/10).


MBP/ist

LOKASABHA IV MSWP - Warga Pande se-Kabupaten Badung, Minggu (18/10) melaksanakan Lokasabha IV Maha Semaya Warga Pande (MSWP) Kabupaten Badung di Wantilan Pura Dalem, Desa Adat Mengwi. Lokasabha kali ini mengangkat tema “Asih, Punia dan Bhakti”. Lokasabha dihadiri ratusan peserta mulai dari Ida Sira Mpu Brahma Puja Dharma Sidhi, Jro Mangku dan Pandita, Penjabat Bupati Badung diwakili Asisten I IB Yoga Segara, Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung, Ketua dan Pengurus Maha Semaya Warga Pande Provinsi Bali, PHDI Badung, Muspika Kecamatan Mengwi, Ketua Maha Semaya Warga Pande kabupaten/kota se-Bali, Semeton Maha Semaya Warga Pande, Para Yowana Paramartha MSWP se-Badung.

MBP/ist

EDUKASI DAN LITERASI - PT BPR Padma Singaraja, Sabtu (17/10) lalu, melaksanakan Edukasi dan Literasi terkait Jasa Perbankan di SMP Negeri 6 Singaraja. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa-siswi SMP Negeri 6 Singaraja, bertempat di halaman sekolah SMPN 6 Singaraja. Kepala SMPN 6 Singaraja Drs. I Gst. Agung Oka Yadnya, M.Pd., mengatakan pelaksanaan edukasi dan literasi tersebut sangat bermanfaat terhadap perkembangan anak-anak didik. Ini untuk memberikan pemahaman tentang perbankan. Ia menjelaskan, ini sebagai generasi penerus dapat menumbuhkan gaya hidup hemat, tumbuh kesadaran menabung sejak dini, serta mempunyai pengetahuan tentang jasa perbankan.

MBP/ist

MBP/ist

PEDULI BALI - Salah satu bukti kepedulian dari pemerintahan Presiden Jokowi terhadap Bali yakni dengan ditingkatkannya anggaran promosi Bali dari Rp 100 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp 200 miliar di APBN 2016. Hal ini dikatakan oleh Arief Yahya (Menteri Pariwisata RI) yang didampingi Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat acara Nusa Penida Festival. Terkait hal ini, Senator RI Wedakarna menyatakan bahwa harapan agar kenaikan anggaran untuk Provinsi Bali selalu disuarakan oleh wakil rakyat Bali di Senayan.

AKTUALISASI - Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menggelar acara ‘’Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila bagi Komunitas Masyarakat Berbasis Keagamaan’’ di Kampus IHDN, Jalan Ratna Denpasar, Kamis (15/10). Acara yang diikuti ratusan mahasiswa ini dibuka langsung oleh Rektor IHDN Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si. Duija mengatakan, acara ini sangat penting karena selama hampir 20 tahun bangsa Indonesia mengalami gejala yang cukup krisis. Terjadi disintegrasi bangsa, serta mulai terpecahnya rasa nasionalisme dengan berbagai penggugatan terhadap eksistensi Pancasila dan UUD 1945. UUD 1945 bahkan sudah empat kali diamandemen. 2 - 8 November 2015

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

LANTIK PENGURUS - Perguruan Siwa Murti Bali memantapkan eksistensinya di masyarakat. Dalam upaya membangun masyarakan sehat, cerdas, dan sejahtera, Perguruan Siwa Murti Bali melantik Pengurus Cabang Buleleng, Rabu (14/10) di Gedung Laksmi Graha. Mangku Ketut Widiada terpilih sebagai Ketua Cabang Buleleng, dan Putu Agus Suradnyana, S.T. sebagai Penasihat Perguruan Cabang Buleleng yang juga Bupati Buleleg. Proses pelantikan langsung dilaksanakan Pinisepuh Perguruan Siwa Murti Bali Dr. Mangku Made Subagia, S.H., M.Fil.H. beserta para Ketua Pengcab se-Bali. Acara pelantikan dirangkai pengobatan medis dan nonmedis gratis dihadiri elemen masyarakat serta instansi terkait di Buleleng.

MBP/ist

PROGRAM BLBLM - Hardys yang telah dikenal luas masyarakat Bali dan Jawa Timur sebagai pusat belanja murah menyikapi krisis ekonomi dengan menghadirkan kembali Program Beli Lebih Banyak Lebih Murah (BLBLM) atau grosir. Program yang awalnya dikhususkan untuk pelaku Usaha Mikro Kecil seperti warung, kios dan toko kelontong ini, kini dihadirkan untuk menjadi solusi bagi masyarakat khususnya Pelanggan Setia Hardys dalam menyiasati krisis. Hal ini disampaikan Ketut Semaradana, Head Of Operation +DUG\V5HWDLO SDGD 5DEX GL +HDG 2IÂżFH *+ +ROGings, Jalan Tukad Pakerisan 100X, Panjer, Denpasar.

MBP/rah

MBP/ist

HUT BALIMED - Rumah Sakit (RS) BaliMed Denpasar akan merayakan HUT ke-8 pada 8 Januari 2016 mendatang. Serangkaian acara peringatan hari jadi itu telah mulai dilaksanakan tahun ini. Diawali kegiatan tirtayatra, kemudian dilanjutkan bakti sosial (baksos) di Lapangan Niti Mandala Renon, Minggu (18/10). Ketua Panitia HUT ke-8 RS BaliMed dr. I Made Pradnyana Adi Wiguna mengatakan, baksos diisi pengobatan serta pemeriksaan kolesterol, asam urat, dan gula darah gratis. Selain itu, pihaknya juga menyediakan satu stan bekerja sama dengan PMI untuk kegiatan donor darah. Baksos mulai berlangsung pukul 06.00 Wita hingga sekitar pukul 11.00 siang.

34

2 - 8 November 2015

PENSIUNAN TERBAIK - Bank Mantap (Mandiri, Taspen, Pos) terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para pensiunan. Selain itu, Bank Mantap juga melakukan kegiatan yang disenangi pensiunan TNI, Polri dan PNS. Pada Selasa (20/10) kemarin, bank beralamat di Jalan Melati 65, Denpasar ini, menggelar senam bersama Persatuan Wredatama Rebuplik Indonesia (PWRI) Cabang Denpasar di GOR Ngurah Rai, Denpasar Timur. Direktur Utama (Dirut) Bank Mantap Nixon LP Napitulu mengatakan, kegiatan serupa akan dilakukan di kabupaten seluruh Bali. Pasalnya kegiatan senam bersama pensiunan ini merupakan program rutin untuk mengajak para pensiunan senam, memberikan motivasi, siraman rohani, pemeriksaan kesehatan dan paling sering melakukan pembinaan berkaitan dengan kewirausahaan.


MBP/ist

MBP/ist

CENDERAMATA - Sekda Badung Kompyang R. Swandika menyerahkan cinderamata kepada Kepala LPM IPDN Diah Anggraeni pada kegiatan pengabdian masyarakat perdesaan di Kabupaten Badung di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Rabu (21/10).

TELKOMSEL KEPO - Telkomsel menggelar puncak rangkaian kampanye LOOP Kreatif Project (KePo) wilayah Bali, NTB, dan NTT (Bali Nusra) di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, Sabtu (17/10). Dalam NHJLDWDQ WHUVHEXW ÂżQDOLV /223 .H3R &KDOOHQJH EHUVDLQJ memperebutkan tiga tiket ke tahapan seleksi selanjutnya yang akan berlangsung pada November 2015 di Surabaya. 1DPSDN GDODP IRWR *0 <RXWK &RPPXQLW\ 7HONRPVHO Area Jawa Bali Riki Agus Setiawan bersama pemenang masing-masing kategori karya digital LOOP Kreatif Project (KePo) wilayah Bali Nusra yakni I Gede Pradnya Wibawa (SMAN 1 Semarapura), Raudhia Azhary Nurmadina (SMKN 3 Singaraja), dan Ni Nengah Zinnia Aribaten (SMAN 5 Denpasar) saat penyerahan hadiah.

MBP/ist

PARTISIPASI PEMBANGUNAN - Warga keturunan Pasek di Buleleng kian menunjukkan partisipasinya pada pembangunan di daerah ini. Program sosial dan pemberdayaan semeton Pasek ini dijalankan melalui wadah organisasi Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Buleleng. Organisasi ini telah menunjukkan komtimennya menyukseskan pembangunan. Salah satunya wujud partisipasi sosial anggota MPGSSR membantu warga kurang mampu melalui bedah rumah. Yang terbaru warga keturunan Pasek asal Nusa Penida, Klungkung I Nyoman Setar membantu sembilan orang warga miskin di Buleleng. Sembilan warga ini menerima dana tunai rehab rumah masing-masing sebesar Rp 30 juta. Nampak dalam foto Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana memukul gong menandai pembukaan Lokasabha VII MPGSSR Buleleng, Minggu (18/10).

MBP/ist

BORONG JUARA - Tahun ini SMKN 3 Denpasar memborong juara Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Tingkat Prov. Bali. Di ajang bergengsi tersebut, siswa SMKN 3 Denpasar meraih lima juara yakni tiga juara I, juara II dan juara III. Prestasi luar biasa ini disambut warga SMKN 3 Denpasar secara gembira dan sumringah, Selasa (20/10). Bahkan sang Kasek yang baru Drs. A.A. Bagus Wijaya Putra sudah menyiapkan bonus bagi siswa berprestasi sekaligus kado ultah sekolah tersebut. Ternyata sekolah yang berbasis pariwisata ini juga banyak mengukir prestasi di bidang akademis plus di olahraga. 2 - 8 November 2015

35


LINGKUNGAN

Kubu Kritis

K

ecamatan Kubu, Karangasem menjadi pusat perhatian dalam sebulan terakhir. Bukan karena capaian prestasi, melainkan kondisi wilayah yang membuat sebagian kalangan khawatir, sebagian lagi prihatin. Bencana kekeringan dan kemarau panjang saat ini yang membuat debit air turun drastis. Tak hanya cubang dan embung mengering, debit air PDAM di Kubu pun kritis. Pemandangan warga mencari air di sumur dekat pantai atau warga berebut menimba air di sebuah sumur adalah lazim ditemui di wilayah yang berhawa panas ini. Di tengah minimnya potensi ekonomi di sana, kini harapan digantungkan pada besarnya potensi galian C di wilayah tersebut. Banyak warga menggantungkan hidupnya dari mengeruk emas hitam itu. Tak heran persoalan galian C ilegal di kecamatan Kubu tak kalah peliknya dengan galin C di wilayah kecamatan lain seperti Bebandem, Selat atau Rendang. Karena itu suksesi Kapolda Bali dari Irjen Pol. Rony F. Sompie kepada Irjen Pol Sugeng Priyanto, mulai mengobok-obok galian C ilegal di Karangasem. Salah satunya di Kecamatan Kubu yang disinyalir banyak galian C bodong alias tanpa izin. Sejumlah penambang pasir ilegal sudah ditangkap, namun baru sebatas buruh. Sementara pengelolanya satu pun tak tersentuh. Tak hanya bencana tahunan berupa kekeringan, ketegangan politik, galian C ilegal hingga situasi kriminalitas yang cenderung makin tak terkendali. Betapapun bencana kekeringan menghantui wilayah tersebut, namun masih ada kedamaian dan kesejukan yang menyedot perhatian umat. Yakni Karya Padudusan dan Manawa Ratma di Pura Puseh Desa Pekraman Batudawa, Kubu. Sebuah karya besar sebagai wujud bakti umat kehadapan Ida Hyang Widi Wasa serta pengamalan Tri Hita Karana. Bendesa Pakraman Batudawa Nengah Putu mengaku bangga karena telah mampu menggelar karya yang bagi mereka cukup agung itu. Padahal desa ini tergolong tandus dan sebagian besar krama

36

2 - 8 November 2015

MPB/gik

Warga Banjar Dinas Paleg, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu saat menerima bantuan air bersih dari BPBD Karangasem, belum lama ini.

hanya buruh tani, petani serta nelayan yang penghasilannya pas-pasan. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Semua itu, berkat rasa bakti yang tulus iklas dari semua krama,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; ucapnya. Saat dicetuskan rencana karya, semua sepakat ngaturang ayah secara tulus ikhlas. Kecamatan Kubu terdiri dari sembilan desa, antara lain Desa Baturinggit, Tianyar Barat, Tianyar Tengah, Tianyar Timur, Tulamben, Dukuh, Sukadana, Ban dan Kubu. Kekeringan yang memicu krisis air terjadi hampir di seluruh desa. Cubang-cubang penampungan air bersih sudah lama mengering. Seperti di Desa Baturinggit, warga setempat kini hanya mengandalkan bantuan air bersih dari BPBD Karangasem untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem I.B. Ketut Arimbawa menyampaikan BPBD Karangasem mengirimkan air tiap Senin ke Kubu, mengisi cubang-cubang warga yang sudah kering kerontang. Meski banyak galian C ilegal, Kapolda Bali Irjen Priyanto menegaskan bakal menindak tegas seluruh galian C bodong di Karangasem. Tidak hanya di Kecamatan Kubu, tetapi juga di wilayah lainnya, seperti Kecamatan Bebandem, Selat hingga Rendang. Selain masalah galian C, Karangasem juga berstatus zona merah terkait pelaksanaan pilkada serentak di Bali. Konsentrasi potensi masalah politik, paling besar di Kecamatan Kubu. Sorotan demikian besar ke kecamatan Kubu, karena dipicu karakter masyarakat setempat yang cenderung keras yang bisa menyulut tindakan anarkis. Masyarakat Bali tentu tak bisa lupa, ketika sengketa Pilkada Bali sampai ke

meja MK (Mahkamah Konstitusi). Persoalan paling banyak terjadi di Kecamatan Kubu. Sehingga, membuat pelaksanaan pilkada serentak tahun ini menjadi lebih waspada di kecamatan yang terkenal tandus tersebut. Di tengah panasnya suhu politik, kemarau panjang turut memicu kasus krimimal. Terakhir yang membuat masyarakat Bali mengelus dada, adalah ulah siswa SMAN 1 Kubu yang menusuk teman sekolahnya dengan taji. Senjata tajam yang biasanya digunakan di arena sabung ayam itu, justru ditusukan pelalu I Komang Ariyasa (18) kepada temannya korban I Nengah Ag (16). Peristiwa tersebut dipicu dendam lama sejak masuk duduk dibangku SMP, hanya karena terjadi ketersinggungan setelah saling pandang. Aksi nekat dilakukan siswa SMAN 1 Kubu I Komang Ariasa. Saat berada di Kantin Sekolah, siswa kelas XI program studi IPS II ini tiba-tiba menusukkan senjata tajam (sajam) yang dibawa ke sekolah kepada korban I Nengah Ag (16). Sajam berupa sebilah taji tersebut menghujam perut, punggung dan pangkal lengan kiri korban, hingga korban tersungkur bersimbah darah. Ulah pelaku asal Banjar Dinas Eka Adnyana Desa Tianyar Timur, Kubu ini, sontak membuat siswa lain di sekitarnya kaget dan histeris. Sedangkan, pelaku langsung kabur meninggalkan korban yang sudah tak sadarkan diri, karena luka tusukan. Beragam persoalan dengan kompleksitas yang terjadi di wilayah Kubu diakui atau tidak telah mengusik ketenangan Bali. z Bagiarta


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

PEMBELAJARAN MODERN - Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali menggelar Workshop Kurikulum Kerangka .XDOL¿NDVL 1DVLRQDO ,QGRQHVLD ..1, PHQJKDGLUNDQ QDUDVXPEHU 3URI 'U , 1\RPDQ 'DQWHV GDQ VRVLDOLVDVL SDNHUWL dan metode pembelajaran modern (e-learning) dengan naraVXPEHU 3URI 'U $ $ ,VWUL 1JXUDK 0DUKHQL 0 $ GL NDPSXV setempat. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari mulai 19-23 Oktober 2015. Hadir dalam workshop tersebut Rektor 8QGKLUD 'U GU 0DGH 1\DQGUD 6S .- 0 5HSUR ),$6 :DNLO 5HNWRU , 'U , *XVWL %DJXV 5DL 8WDPD 6 ( 0 0$ 0 $ :DNLO 5HNWRU ,, 'U , :D\DQ 5XVSHQGL -XDQHGL 6 ( 0 $ SDUD NHWXD SURJUDP VWXGL VHNUHWDULV SURGL GDQ SDUD dosen dari 13 program studi di Undhira.

MBP/ist

KERSOS UNDIKNAS 8QLYHUVLWDV 3HQGLGLNDQ 1DVLRQDO (Undiknas Univrsity) Denpasar makin menunjukkan GLULQ\D VHEDJDL 376 WHUEDLN GL .RSHUWLV :LOD\DK 9,,, GDODP akademik dan aksi sosial. Undiknas Denpasar senantiasa melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi mengacu pada 6WDQGDU 1DVLRQDO 3HQGLGLNDQ 7LQJJL .HPHQWHULDQ 5LVWHN 'LNWL 3DGD 6DEWX ODOX PDKDVLVZD GDQ GRVHQ 8QGLNQDV 8QLYHUVLW\ WHUOLEDW NHUVRV GL 3DQWDL .XWD %DGXQJ 0HUHND PHODNXNDQ DNVL NHEHUVLKDQ VDPSDK SODVWLN VHSDQjang lima kilometer bibir pantai.

SEMINAR EDUKASI 3URJUDP 6WXGL 3URGL 0DQDMHmen Universitas Dhyana Pura (Undhira Bali) bekerja sama GHQJDQ 3HUKLPSXQDQ %DQN 3HUNUHGLWDQ 5DN\DW ,QGRQHVLD 3HUEDULQGR GDQ 2WRULWDV -DVD .HXDQJDQ 2-. PHQJJHODU 6HPLQDU (GXNDVL GDQ /LWHUDVL \DQJ EHUWHPD µ¶3HQLQJNDWDQ :DZDVDQ 0DKDVLVZD WHQWDQJ /HPEDJD .HXDQJDQ¶¶ -XPDW ODOX 6HPLQDU LQL EHUWXMXDQ XQWXN PHPEHNDOL PDhasiswa dengan pengetahuan yang benar tentang lembaga keuangan dan perbankan.

MBP/ist

HARI JADI 6HUDQJNDLDQ KDUL MDGL NH 3HUXVDKDDQ 'DHUDK $LU 0LQXP 3'$0 7LUWD 0DQJXWDPD %DGXQJ 0LQJJX NHPDULQ PHQJJHODU EHUDJDP NHJLDWDQ EHUWHPSDW GL 'DP (VWXDUL -DODQ %\ SDVV 1JXUDK 5DL %DGXQJ 5DQJNDLDQ NHJLDWDQ SXQFDN +87 3'$0 \DQJ MDWXK SDGD 2NWREHU PHQGDWDQJ LQL GLKDGLUL 6HNUHWDULV 'DHUDK .DEXSDWHQ %DGXQJ .RPS\DQJ 5 6ZDQGLND MDMDUDQ GLUHNVL GDQ NHOXDUJD EHVDU 3'$0 7LUWD 0DQJXWDPD .RPS\DQJ 5 6ZDQGLND \DQJ MXJD VHEDJDL GHZDQ SHQJDZDV PHQJDWDNDQ GL WHQJDK WLQJJLQ\D NHEXWXKDQ DNDQ DLU EHUVLK GL *XPL .HULV LWX SLKDNQ\D berkomitmen akan selalu meningkatkan pelayanan. 2 - 8 November 2015

37


PEMERINTAHAN

RAPBD Badung Tahun 2016 Diserahkan ke Dewan

APBD Instrumen Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat PENJABAT Bupati Badung Ir. Nyoman Harry Yudha Saka, M.M., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, Kompyang R Swandika, menyampaikan, apresiasi atas komitmen bersama dalam melakukan pembahasan APBD secara tepat Waktu. Sejak diserahkan, Senin (12/10) lalu, RAPBD Badung tahun 2016 telah direspons secara langsung oleh DPRD Badung dengan melakukan agenda pembahasan melalui Rapat Kerja dengan eksekutif. “Melalui proses pembahasan RAPBD tahun 2016 secara lebih awal ini maka tugas konstitusional bersama ini telah mulai berproses,” ujar Penjabat Bupati Badung Nyoman Harry Yudha Saka, usai menerima laporan Kepala Bappeda Litbang Wayan Suambara. Menurutnya, pembahasan RAPBD yang tepat waktu menjadi penting dilakukan mengingat APBD 2016 merupakan instrumen untuk melaksanakan fungsi pelayanan publik yang baik, terutama pelayanan terhadap pemenuhan hak-hak dasar masyarakat diberbagai bidang dan sektor. Ini sepenuhnya diorientasikan untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat Kabupaten Badung. “Dengan diserahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2016 secara tepat waktu ini maka kewajiban konstitusional bersama antara pemerintah dan dewan akan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pembahasan dan penajaman dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan krama badung,” terangnya. Sementara, Suambara dalam kesempatan itu, melaporkan bahwa RAPBD sesuai arahan Penjabat Bupati telah diserahkan secara tepat waktu kepada DPRD Badung, di mana komposisi RAPBD Badung tahun 2016, yakni kontribusi terhadap pendapatan daerah dirancang sebesar Rp 3,5 triliun lebih. Capaian ini terdiri dari PAD sebesar Rp 2,9 triliun lebih, dana perimbangan Rp 314,7 miliar lebih, dan pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 352 miliar lebih. Komposisi Belanja Daerah berdasarkan kelompok belanja dirancang sebesar Rp 3,6 triliun lebih, terdiri dari belanja tidak langsung Rp 2 triliun lebih dan belanja langsung sebesar Rp 1,5 triliun lebih. Sedangkan, komposisi belanja daerah berdasarkan penerima manfaat sebesar Rp 3,6 triliun lebih, di mana belanja publik sebesar 63,13 persen. (adv)

Penjabat Bupati Badung Ir. Nyoman Harry Yudha Saka, M.M.

38

2 - 8 November 2015


PARIWISATA

MBP/dok

Wisata Ubud, Kedamaian Mengagumkan di Pulau Dewata

S

iapa yang tak kenal Ubud. Destinasi wisata yang satu ini menjadi tujuan IDYRULW EDJL SDUD VHQLPDQ 7RSRJUD¿ wilayah Ubud pada umumnya dikelilingi persawahan serta hutan-hutan yang diapit oleh jurang dan sungai. Hal inilah yang menambah keindahan alam yang tersaji di Ubud. Objek yang terletak di Kabupate Gianyar, Bali ini memberi inspirasi bagi siapapun yang dating mengunjunginya, serta dibalut keramahan masyarakat lokal yang mengagumkan. Dari kesenian lukis, ukir, hingga tari, hal-hal ini adalah denyut nadi Ubud dan menjadi identitas tempat tersebut yang sesungguhnya. Pengunjung dapat menikmati berbagai sisi unik dan menarik yang dimiliki tradisi dan budaya masyarakat Bali. Seperti, tari Kecak, Legong, dan Barong diadakan tiap minggu. Kunjungan wisatawan ke Ubud terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan hingga kini setiap mata memandang kawasan yang konsisten mempertahankan corak budaya Bali ini, justru hanya terlihat rombongan turis. Meski demikian kemajuan Ubud,masih sedikit yang tahun awal mula Ubud menjadi kampung turis. Ketua Lembaga Pemberdayaan

Masyarakat (LPM) Ubud Dr. Tjokorda Gede Raka Sukawati S.E M.M menerangkan, pariwisata di Ubud mulai menggeliat pada tahun 1930. Dikatakan kala itu rutinitas kehidupan masyarakat Ubud adalah melukis. Namun masih dengn cara tradisional. Hingga almarhum tokoh Puri Ubud yakni Tjok Gede Agung Sukawati, mengundang para seniman luar negeri untuk memberikan edukasi menganai teknik melukis kepada para undagi atau seniman asal Ubud. “ Dulu almarhum mengundang para pelukis seperti Walter Spiers, Bonet dan Blanco, mereka diberi tempat tinggal di Campuhan lalu mengajarkan berbagai teknik berkesenian disini, “ bebernya. Mulai semenjak itu muncul kolaborasi, antara berkesenian lokal yang erat dengan budaya dan gaya berkesenian barat yang dinamis, “ Meski ada proses kolaborasi tapi intinya tetap berbasis tradisi Bali, dari sket, ngapat hingga ngabur, dan Bali tetap menjadi roh setiap hasil karya, makanya dulu kolaborasi ini dikenal dengan konsep tradisi modern art, “ ucapnya. Setalah menghasilkan berbagai karya, sejumlah lukisan pun diikut sertakan dalam pameran internasional di luar negeri. Alhasil banyak seniman luar yang tertarik dengan

karya tersebut, hingga memilih untuk datang langsung ke Ubud. “ Setelah banyak karya dihasilkan, sekitar tahun 1955 dibangunlah Musium puri lukisan, agar tidak semua lukisan terjual dan ada yang disimpan, “ terangnya. Selanjutnya tahun demi tahun, ratusan hingga ribuan wisatawan berbondog-bondong datang ke Ubud, hingga puncaknya pada 1970 an mulai dibangun berbagai okomadasi pariwisata seperti guest house. “ Sebelum itu banyak wisatawan lebih menginap di Denpasar di hotel milik Belanda, hingga tahun 1980 an wisatawan yang datang semakin banyak dari sanalah dibangun home stay, “ ungkapnya. Hingga pembangunan akomodasi parisiwata di Ubud sudah semakin padat, namun masyarakat tetap diajak untuk kuat mempertahankan budaya. Menurutnya dengan PHOHVWDULNDQ EXGD\D DNDQ PHPEHUL ¿EUDVL positif bagi kelangsungan hidup di Bali. “ ini semua karena kita menjalankan tradisi dan budaya, salahnya satunya ialah Ubud di pilih sebagai destinasi terbaik dunia versi travel choice, hal ini tidak lain karena budaya, “ tandasnya. z Manik 2 - 8 November 2015

39


AKTIVITAS KERJA SAMA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menggelar Workshop Pemetaan Tunas Integritas di Hotel Aston, Denpasar, Kamis (15/10). Workshop selama dua hari tersebut diikuti para staf ahli, pimpinan SKPD dan inspektur pembantu di lingkungan Inspektorat Badung sebagai observer. Acara dibuka Penjabat (Pj.) Bupati Badung Ir. I Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. Kegiatan menghadirkan tiga orang tim dari KPK RI yakni Anto Ikayadi, Handayani, dan Asep Chaeruloh. MBP/ist

WISUDA SARJANA - Setelah empat tahun mengenyam pendidikan di bangku kuliah di kampus pusat di Denpasar, 22 teruna-teruni dari Kabupaten Jembrana kini resmi menjadi sarjana di Universitas Mahendradatta Bali. Wisuda dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa Art Center, Denpasar. Adapun biaya penelitian hingga skripsi disubsidi dengan bantuan dari anggota DPD-RI Senator Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, S.E. (M.Tru), M.Si. Nampak dalam foto Sebanyak 22 mahasiswa asal Kabupaten Jembrana foto bersama pada Wisuda Sarjana Universitas Mahendradatta Bali. MBP/ist

MBP/ist

MBP/ist

DAYA TARIK - Jalan mulus hingga ke desa-desa di Kabupaten Badung menjadi daya tarik DPRD Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah untuk studi banding ke DPRD Badung, Senin (19/10). Dalam studi banding yang diterima oleh Sekretaris Komisi II DPRD Badung I Wayan Luwir Wiana dan Wakil Ketua I Nyoman Oka Widyanta bersam I Nyoman Mesir, DPRD Klaten mempelajari pengelolaan atau pengerjaan jalan-jalan di Kabupaten Badung dalam kondisi baik hingga ke desa-desa. Selain itu, rombongan DPRD Klaten yang dipimpin Ketua Komisi I H. Sriyanto bersama Sekretaris Komisi III H. Edy Sasongko juga mencari informasi terkait pembuatan e-KTP di Kabupaten Badung.

40

2 - 8 November 2015

ALL OUT SMP PGRI 5 - Keluarga besar SMP PGRI 5 Denpasar tampil all-out saat dinilai pada lomba KSPAN SMP tingkat Provinsi Bali, Rabu (21/10). Sebagai duta Kota Denpasar, SMP PGRI 5 Denpasar juga merupakan representasi keterwakilan sekolah swasta dalam ajang lomba bergengsi tersebut. Tim yang dipimpin Asisten II Pemprov Bali Drs. I Ketut Wija, M.M. ini disambut meriah dan senyum sumringah. Pasukan Hanoman beserta Shinta dan Rama diformat untuk menjemput kedatangan tim. Tim langsung disambut staf ahli Pemkot Denpasar Drs. Dewa Sudarsana, M.Si., Kepala SMP PGRI 5 Denpasar Dr. Drs. I Wayan Wirasa, M.M., Ketua YPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. bersama Wakil Ketua Dr. I Nengah Sukama, M.M., Ketua PGRI Bali Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. dan anggota DPRD Kota Denpasar Eko Supriyadi.


Lagi, Wahyu Lamban Jatmiko Raih Juara I di Seri 4 “Tinggal 1 seri tersisa, HardysLand Racing Team (HRT) Bali berpeluang rebut juara nasional 3 kali berturut-turut” PERKASA. Itulah kata yang pantas untuk menggambarkan dominasi yang ditunjukkan HardysLand Racing Team (HRT) Bali dalam Kejurnas Indonesia Extreme 4×4 Individual National Championship 2015 Seri 4 (17-18 Okt 2015). Meskipun hanya menurunkan 1 pasang pembalap dari 3 pasang pembalap utama HRT Bali yakni Wahyu Lamban Jatmiko – Tandu Setyo, HardysLand Racing Team tampak perkasa dengan dominasi di 7 SS (Special Stages) dari 8 SS yang dipertandingkan di Sirkuit Koramil Tembalang, Semarang. Dua pembalap utama lain, berdasarkan keterangan Rizali Umarella, Manager Tim HRT yakni Aan Z Kurniawan – Rohim dan Arief Kapur – Udin

terpaksa absen karena belum pulih dari cedera. Tim Offroad Nasional kebanggaan Bali yang sejak awal telah bertekad untuk menunjukkan performa terbaik melalui penyiapan tim dan strategi, menjadi modal Wahyu Lamban Jatmiko yang tetap optimistis walaupun harus turun sendirian “Biasanya kami selalu bertanding bertiga namun kali ini saya sekarang bertanding sendiri, semuanya harus kami persiapkan dengan sangat baik untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang ada” ungkap Wahyu. Putra pemilik Bengkel IDEK Jogja ini menambahkan meski dirinya bertanding seorang diri berhadapan dengan tim besar dari seluruh Indonesia dirinya tetap yakin akan bisa meraih poin terbaik, “Di beberapa seri sebelumnya (seri 1, 2 dan 3) kami sudah mengumpulkan cukup banyak poin dan di seri 4 ini kami harus mampu mempertahankan kinerja seperti di seri-seri sebelumnya,” ungkapnya.

Wahyu Lamban Jatmiko, Pembalap Utama HardysLand Racing Team (HRT) Bali menempati Podium Juara 1 Nasional Kelas FFA (Free For All).

Optimisme dan usaha keras dari Wahyu dan kawan-kawan membuahkan hasil yang baik, dalam 8 SS (Spesial Stage) yang dipertandingkan wahyu berhasil fastes di 7 SS (SS 1, 2, 3, 4, 5, 7 dan 8) sedangkan di SS 6 menempati urutan ke-2 hasil tersebut mengantarkan wahyu menduduki Juara I kelas FFA (Free For All) yang memperbesar peluang HRT Bali kembali meraih Juara Umum Individual 2015 mengulang sukses pada tahun 2013 dan 2014. M. Rizalli Umarella (Bang Ichal) selaku manager tim HRT Bali mengungkapkan bahwa timnya sudah mempersiapkan menghadapi even ini dari lama, “mobil kami persiapkan lebih baik, beberapa kali kami melakukan latihan agar yakin kondisi mobil siap untuk tampil dan semuanya terbayar sudah, akhirnya HRT Bali bisa meraih Juara I” ungkapnya. Gede Hardy, Presiden Direktur Grup Hardys didampingi Ketut Rukmini Hardy, Presiden Komisaris Grup Hardys ditemui di sela-sela liburan raftingnya di sungai Ayung Ubud saat mendampingi putri pertamanya Hillary Hardy yang kini menempuh pendidikan di UWCSEA (United World College South East Asia) Singapore menyampaikan apresiasinya atas prestasi yang diraih oleh HRT Bali, “kami bangga di tengah-tengah kondisi perlambatan ekonomi nasional yang berimbas pada perkembangan perusahaan, HRT Bali tetap mampu memberikan prestasi yang menjadi kebanggaan kami di Grup Hardys” ungkap pengusaha asal Desa Penyaringan Jembrana ini. Menutup wawancara, Pengusaha Muda peraih Bali Marketers Award dari Markplus Incorp ini memohon doa restu masyarakat Bali agar HRT Bali kembali merengkuh juara umum 1 di Kejurnas Offroad Individual 2015” Jika tahun ini berhasil, maka HRT Bali akan tercatat dalam sejarah mampu meraih 3 kali berturut-turut Juara Umum 1 Nasional di Kelas Extreme Offroad,” pungkasnya. (adv) 2 - 8 November 2015

41


AKTIVITAS

MBP/ist

SEMINAR RSIA PURI BUNDA- Dalam rangka HUT XII RSIA Puri Bunda pada 15 November mendatang, panitia HUT khususnya seksi ilmiah menggelar Seminar ‘’Update Laparoskopi Anak - Diagnosa, Tata Laksana & Asuhan Keperawatan Pre dan Post Tindakan Bedah Anak’’ pada Minggu (18/10) di Mutiara Ballroom Hotel Nikki Denpasar pukul 08.00 wita. Selaku narasumber Dr. I Putu Gede Karyana, Sp.A.(K), Dr. I Made Darmajaya, Sp.B(K)., B.A., MARS. dan NLK Sulisnadewi, M.Kep., Ns.Sp.Kep. An. serta moderator dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG(K). Menurut Koordinator Sie Ilmiah Panitia HUT XII RSIA Puri Bunda yang juga konsultan NICU RSIA Puri Bunda dr. I Wayan Dharma Artana, Sp.A(K)., antusiasme dokter, perawat, bidan dan mahasiswa mengikuti seminar Update Laparoskopi Anak ini sangat besar.

MBP/ist

KOMPETISI SD - Dalam rangka menumbuhkan semangat berkompetisi akademis para siswa SD se-Bali khususnya bidang studi Matematika dan IPA, serta dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober, Primagama Area Bali menggelar kembali ajang bergengsi tahunan siswa SD se-Bali yaitu “Kompetisi Matematika & IPA Tingkat Se-Bali Tahun 2015”. Kegiatan ini menjadi agenda utama kantor area Primagama Bali yang melibatkan semua Sekolah Dasar se-Bali melalui jaringan kantor cabang Primagama di seluruh kabupaten yang ada di Bali. “Kompetisi Matematika & IPA Tingkat Se-Bali Tahun 2015” merupakan kali ke-3 dilakukan se-tingkat area Bali.

MBP/ist

BANTUAN PERBARINDO - Sebagai wujud CSR (corporate social responsibility), Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Bali memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang beruntung yaitu Kadek Febi Ariyanti, pada Jumat (16/10) di RSUP Sanglah, Denpasar. Ketut Komplit Sekretaris Jendral DPD Perbarindo Bali menuturkan, pada saat puncak perayaan HUT ke-31 Perbarindo Bali diinformasikan ada warga Gianyar memerlukan bantuan dari masyarakat Gianyar, khususnya BPR. Nampak dalam foto Ketut Komplit, Sekjen DPD Perbarindo Bali (nomor dua dari kiri), keluarga Kadek Febi Ariyanti (tengah), Made Suarja, Ketua DPK Perbarindo Gianyar (paling kiri) berfoto bersama.

MBP/ist

BERTEMU GUBERNUR - Setelah menemui sejumlah pengusaha lokal di Bali yang bernaung di bawah sejumlah asosiasi, seperti Gipi Bali, Asita Bali, Inkindo Bali, dan Gapensi Bali, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali yang dinakhodai A.A. Ngurah Alit Wiraputra, S.H., M.H., akhirnya bertemu dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Sebelumnya, jajaran Kadin Bali juga melakukan audensi dengan Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto. Audensi untuk membawa aspirasi pengusaha lokal yang tergabung dalam beberapa assosiasi dan himpunan ke orang nomor 1 di Bali, Senin (19/10) lalu juga dihadiri oleh jajaran pengurus Kadin Bali.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

42

2 - 8 November 2015


MBP/ist

SEMINAR NASIONAL - Serangkaian pelepasan sarjana dan yudisium 2015, Fakultas Ekonomi Universitas Ngurah Rai Denpasar, menyelenggarakan seminar nasional dengan tema ‘’Ketahanan Ekonomi Nasional Menghadapi Dinamika Ekonomi Global: Dampak Ekonomi Global Terhadap Perekonomian Bali’’ Sabtu (17/10) di gedung Auditorium Universitas Ngurah Rai. Acara dibuka, dengan diawali sambutan Rektor Universitas Ngurah Rai. Rektor sangat mengapresiasi pelaksanaan seminar nasional ini. Pihaknya, berharap seminar-seminar sejenis terus diadakan dan mengangkat masalah yang sedang hits. Hadir sebagai narasumber Ir. I Putu Astawa, M.MA, yang juga Kepala Bapeda Provinsi Bali, I Njoman Suwidjana, S.E., M.A., S.H., M.H. perwakilan PHRI Bali dan Teguh Setiadi, S.E., M.A. perwakilan Bank Indonesia.

MBP/ist

TAMPIL KREATIF- Sebanyak 44 Sekaa Gong Kebayar dan Sekaa Gong Klasik dari empat kecamatan se-Kota Denpasar telah menampilkan berbagai kreativitas tabuh dan tari di atas panggung Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung selama sebulan penuh. Pelaksanaan Parade Gong Kebyar yang telah berlangsung setiap tahun itu, juga serangkaian Peringatan Puputan Badung melalui kegiatan Mahabandana Prasada. Parade ditutup secara resmi Pj. Wali Kota Denpasar A.A. Gede Geriya bersama Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Sabtu (17/10), ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada 44 Sekaa Gong Kebyar dan Gong Klasik.

MBP/ist

PASAMUAN MADYA SHINDU - Setelah sukses menyelenggarakan Gerakan Nasional Siswa Hindu Indonesia (GNSHI) pada 2014 lalu, di bawah binaan Forum Intelektual Muda Hindu MBP/ist

PEMBINAAN - PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar bersama Tim Penjaminan Mutu, Selasa (13/10) lalu mengadakan pembinaaan dan koordinasi di SMK PGRI 3 Denpasar. Tim dipimpin langsung Ketua PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. bersama I Wayan Putra, S.Sos. dan Drs. I Made Bandung. Tim diterima Wakasek SMK PGRI 3 Denpasar Drs. Made Rejadi, M.M. didampingi para wakasek I Nengah Karji, S.E., M.Pd., I Made Sugiarta, SST.Par., I Nyoman Wina, S.Pd., M.M., Dra. Ni Wayan Suarti, M.Pd., I Made Wirata, S.Pd., IGA Prima Dewi, SST.Par., I Putu Suhartana, SST.Par., I Made Suarta, S.Pd., M.Pd. dan Pande I Made Astika, S.E. berlangsung penuh suasana kekeluargaan. Tim dijamu di ruang lab restoran terbaru yang berkelas hotel berbintang.

Dharma (FIMHD) akan kembali menggelar Pasamuan Madya Shindu di 9 kabupaten/kota se–Bali. Demikian disebutkan oleh Ketua Panitia I Gusti Ngurah Kevin Adi Prayangga ditemui di sela-sela penyerahan penghargaan pada juara Olimpiade Bahasa Inggris di Tampaksiring. Tujuan kami menyelenggarakan kembali acara ini adalah untuk mengumpulkan seluruh siswa Hindu menjadi suatu keluarga besar dalam ikatan Gerakan Nasional Siswa Hindu Indonesia. Dalam organisasi ini siswa akan belajar bagaimana cara berorganisasi. 2 - 8 November 2015

43


PROPERTI

Ekspatriat Ramaikan Bisnis Properti di Bali INVESTORE asing kini ikut meramaikan bisnis properti di Bali. Sedangkan instansi terkait, seakan belum siap memfilter dan mengontrol aktivitas warga Negara asing (WNA) yang ada di Pulau Dewata ini. Alhasil, banyak ekspatriat (WNA) yang tinggal di Bali hanya berkedok turis. Padahal dengan jaringan yang dimiliki, mereka kebanyakan jadi broker properti, membangun vila atau restoran lalu dijual dan sebagainya. “Banyak yang investasi di Bali karena kita gampang. Mereka juga lihai memanfaatkan kebaikan orang Bali. Apalagi di sektor properti,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, yang juga mantan pengurus DPD REI Bali ini. Alit Wiraputra justru berharap WNA yang berbisnis properti di Indonesia termasuk Bali, lebih baik dilegalkan. Salah satu keuntungannya adalah, mereka sudah pasti bayar pajak. “Kalau sekarang kan bebas mereka. Apalagi mereka pinjam nama orang lokal un-

tuk bisnis properti. Dilegalkan, tapi pajaknya harus beda dengan pengusaha local, misalnya dikenakan 30 persen,” ungkapnya. Dia menyebutkan, ada sekitar 220 ribu WNA tinggal dan bekerja di Bali. Itu menjadi beban bagi Bali karena mereka tinggal dan hidup dengan biaya murah, salah satunya tidak bayar pajak. Mereka buat usaha bar, restoran, properti dan jadi broker. Selain itu, mereka merekrut tenaga kerja asing dan mengabaikan tenaga kerja lokal. “Kondisi ini akan merugikan generasi kita berikutnya karena mereka akan tersisih dalam berusaha dan mendapat pekerjaan,” ujarnya. Pengurus DPD REI Bali Ida Bagus Dedy Darmawan mengatakan, hingga saat ini developer belum berani bergerak secara optimal. Hal itu dipengaruhi oleh biaya. “Beberapa titik di provinsi luar Bali sudah bergerak cepat, terutama titik-titik infrastruktur yang ditetapkan pemerintah pusat, terutama daerahdaerah perbatasan Indonesia. Kalau di Bali, belum ada geliat,” tegasnya.

Dia menyebutkan, begitu banyak spekulan lokal termasuk nasional bahkan internasional yang seenaknya mengoyak-ngoyak Bali. Ia mencontohkan WNA membeli tanah menggunakan atau memanfaatkan orang lokal. WNA mendirikan perusahaan atas nama direkturnya orang lokal. “Tidak bisa disalahkan salah satu pihak. Mereka semua punya peran dan kebenaran masing-masing. Turis bisa begitu karena ada celah. Dan, celah itu disebabkan oleh orang lokal juga yang merasa diuntungkan,” tambahnya. Dari penilaian pribadi, menurutnya hal seperti ini tentu akan lebih banyak memimbulkan dampak negatif ketimbang positifnya. Karena persentase pajaknya berbeda antara pemilik asing dan lokal. Nominee yang diberlakukan selama ini hanya strategi saja. “Lebih baik pikirkan dan rembug dulu dampak positif dan negatifnya sebelum diputuskan. Pikirkan developer pribumi yang baru atau sedang berkembang. Kalau investor asing masuk, mereka akan gulung tikar,” tandasnya. Direktur PT Bumi Sempaka Asri (BCA) Land, I Gede Suardita menegaskan, sekarang properti banyak sudah milik asing tapi statusnya nominee. Menurutnya, masuknya investor asing punya pangsa berbeda dengan pengusaha lokal. Selain itu, perlu disusun mekanisme khusus untuk harga jual tanah dan rumah. Jika tidak dikontrol maka harganya akan semakin melambung. Hal itu disebabkan perbedaan kurs mata uang Indoensia yang nilainya lebih rendah ketimbang negara lainnya. Dengan kebijakan tersebut, pengusaha asing tidak lagi kucing-kucingan dengan aparat seperti sekarang. Pasalnya, pakai nominee, ujung-ujungnya tidak bayar pajak dan jelas merugikan negara. Untuk mengontrol supaya tidak kebablasan, pemerintah juga harus menyusun regulasi yang ketat untuk mengendalikan itu. z Kerta Negara

44

2 - 8 November 2015


PEMERINTAHAN

PDNKK dan Dekranasda Tingkatkan Pemasaran Kerajinan Klungkung MASALAH pemasaran yang dialami pengerajin di Kabupaten Klungkung menyebabkan hasil kerajinan masyarakat sulit terserap di pasaran. Terbatasnya ilmu pemasaran yang dimiliki menyebabkan para pengrajin kebanyakan hanya mengerjakan pesanan yang telah diterima. Setelah Perusahaan Daerah Nusa Kertha Kosala (PDNKK) Kabupaten Klungkung terjun memasarkan hasil kerajinan di Klungkung, setiap bulan penjualan kerajinan dapat mencapai hingga Rp 8 juta. Pemasaran menggunakan media online ini pun sekaligus memperkenalkan berbagai macam kerajinan yang dimiliki masyarakat Klungkung. Direktur PDNKK Kabupaten Klungkung I Wayan Sukadana menyebutkan sudah sejak awal tahun 2015 pihaknya memasarkan hasil kerajinan para pengrajin Klungkung. Menurutnya, tiap bulan terjadi peningkatan jumlah penjualan hasil kerajinan. Mulai awal Januari hingga sekarang tercatat omset penjualan telah mencapai Rp 80 juta. Dengan jumlah ini rata-rata selama sebulan pihaknya telah mampu memasarkan kerajinan hingga Rp 8 juta. Selain membantu para pengerajin, penjualan online ini juga meningkatkan pendapatan dari PDNKK. Menurutnya, dari hasil penjualan tersebut 20 persennya masuk ke dalam keuntungan PDNKK. Pihaknya kini terus mengembangkan sayap untuk meningkatkan jumlah penjualan dengan memperkenalkan website penjualan menggunakan media sosial seperti facebook. Selain itu, sejumlah website jual beli terkemuka juga dimanfaatkan untuk menawarkan hasil kerajinan di Klungkung. “Pendapatan dari pemasaran kerajinan cukup membantu ketika penjualan Cetak dan ATK sedang anjlok,” ujar pria asal Nusa Penida tersebut. Ada sebanyak 500 item kerajinan dari 52 pengerajin yang diperkenalkan pada website yang PDNKK dengan alamat www.kerajinanklungkung.com. Pihaknya pun berupaya untuk mendata jumlah pengrajin lainnya di setiap desa demi peningkatan ekonomi para pengrajin. Diperkirakan jumlah pengrajin lebih dari 300 orang. PDNKK juga sudah mengajak

para remaja di Klungkung untuk ikut memasarkan hasil kerajinan tersebut. Selain pasar yang luas pemasaran juga dipermudah dengan pengiriman barang menggunakan jasa kurir hingga ke luar provinsi. Hanya saja, diperlukan upaya untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dengan mengirim barang tepat pada waktunya. Saat ini penjualan kerajianan tangan di Kabupaten Klungkung sudah menembus Jakarta, Surabaya, NTT, Tanggerang, Kalimantan hingga ke Malaysia. Kebanyakan pembeli lebih meminati kerajinan berupa kain seperti kain rangrang, endek, cepuk serta berbagai kerajinan lainnya seperti pis bolong, kerajinan perak dan perunggu. Di sisi lain sebagai Sekretaris Dekranasda Kabupatan Klungkung Wayan Sukadana berupaya untuk meningkatkan pemasaran kerajinan Klungkung agar dapat terserap di pasar nasional hingga mancanegara. Pihaknya mengakui, meski kerajinan Klungkung terus mengalami perkembangan, masih ada kendala dalam pemasaran produk hasil kerajinan. “Kendalanya masih di pemasaran karena jumlah produksi yang mampu dikerjakan tidak sebanding dengan penyerapannya,” bebernya.

Upaya untuk melakukan pemasaran ini pun telah dilakukan dengan mengikuti berbagai pameran kerajinan di sejumlah daerah dengan melibatkan pengerajin itu sendiri. Selain itu, pemasaran juga dilakukan dengan memanfaatkan dunia maya, melalui Perusahaan Daerah Nusa Kertha Kosala (PDNKK) Kabupaten Klungkung. “Kita sudah melakukan pemasaran baik dari pameran yang dilakukan termasuk dengan menggunakan internet,” tuturnya. Di sisi lain, perlu adanya standardisasi dari produk kerajinan terutama terkait dengan material yang digunakan sehingga dapat diterima di seluruh dunia. “Perlu adanya standardisasi penggunaan bahan tekstil sehingga hasil kerajinan masyarakat dapat diterima dengan positif oleh konsumen,” imbuhnya yang menambahkan standardisasi ini sangat penting untuk bisa memasuki pasar ekspor. Selain pemasaran, perhatian Dekranasda Klungkung juga tertuju kepada hak cipta dari hasil kerajinan Klungkung. Menurutnya, sebelum kerajinan memasuki pasar internasional, diperlukan pengurusan hak cipta terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penjiplakan hasil kerajinan terutama terkait motif. (adv)

Tingkatkan penyerapan pasar terhadap kerajinan Klungkung melalui media online. 2 - 8 November 2015

45


AKTIVITAS

MBP/ist

SEKOLAH SEHAT - Setelah meraih juara I dalam Lomba Sekolah Sehat dan Kantin Sehat Tingkat Kota Denpasar, kini SDN 13 Kesiman, Denpasar mendapat kehormatan mewakili Kota Denpasar dalam lomba Sekolah Sehat dan Kantin Sehat Tingkat Provinsi Bali. Penilaian dilakukan, Senin (19/10) oleh Tim Penilai Tingkat Provinsi dipimpin Kepala Bagian Kesejahteraan Biro Kesra Provinsi Bali I Gusti Agung Ayu Mertha Dhyani Dewi. Dalam lomba tesebut, tim penilai disambut hangat oleh Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes. mewakili Penjabat Wali Kota Denpasar A.A. Gede Geriya, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Purnawati Geriya, Camat Denpasar Timur Dewa Made Puspawan, Kepala SDN 13 Kesiman Ida Ayu Oka Sikarini, S.Pd., M.Pd. dan semua siswa SDN 13 Kesiman.

MBP/ist

PRESTASI TRISMA - Anak-anak Madyapadma Journaslistik Park SMAN 3 Denpasar (Trisma) terus berprestasi. Film docuPHQWHU DQDN DQDN 7ULVPD LQL PDVXN ¿QDOLV ¿OP GXQLD 2:+& (Organization World Heritage City). Film karya anak-anak Trisma ini akan ditampilkan di Kongres OWHC di Peru. Karya ¿OP ³:DULVDQ 1DN /LQJVLU´ NDU\D 0DG\DSDGPD LQL PHQJLVDKNDQ soal kebingunan krama subak di Penatih yang berjuang di tengah derasnya pembangunan. Mereka benar-benar dijepit oleh banyak PDVDODK )LOP ³:DULVDQ 1DN /LQJVLU´ GLSHUNXDW ROHK VXWUDGDUD Arya Artana, Astrada oleh A.A. Ayu Ariwadiyani, penata kamera I Wayan Krisna Adijaya, produser oleh A.A. Raka Mas Narita dan penata suara Ni Luh Gede Dian Sutarini.

MBP/ist

DINAMIKA PROPERTI - Pertumbuhan dan dinamika bisnis properti beberapa tahun terakhir cukup tinggi, meski akhir tahun 2014 sempat terjadi penurunan penjualan properti. Namun secara umum penjualan perumahan selama tahun 2014 cukup bagus. Hal tersebut disampaikan Direktur PT Agastya Sarana Artha (Agastya Property) I Nyoman Palgunadi, Rabu (21/10). Kata dia, penurunan ini terutama terjadi saat proses pemilihan presiden sejak pertengahan 2014. Yang justru menarik, penjualan properti pada beberapa tahun terakhir selalu meningkat. Memanfaatkan peluang tersebut, Agastya Property beberapa kali sukses menyelenggarakan seminar bisnis bertemakan â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Sukses Bisnis Propertyâ&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; yang diselenggarakan di Jala Food and Lounge di Jalan Tukad Yeh Aya 100Z Renon, Denpasar.

46

2 - 8 November 2015

KELUHAN PENGUSAHA - Minimnya keberpihakan pemerintah terhadap pengusaha di daerahnya, menjadi salah satu keluhan para pengusaha. Seperti halnya yang dialami Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Bali ketika jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali menyambangi markas mereka di Jalan Ahmad Yani Denpasar, Jumat (16/10) lalu. Di depan jajaran pengurus Kadin Bali yang dipimpin Ketua Umum A.A. Ngurah Alit Wiraputra, S.H., M.H., para pengusaha lokal itu mengadukan terkait minimnya upaya pemerintah daerah melibatkan pengusaha jasa konstruksi lokal dalam setiap pembangunan.

MBP/ist


MBP/ist

MBP/may

KEMBALI BUKA - Sebulan vakum untuk direnovasi, Restaurant Coco Bistro di Discovery Shopping Mall (Centro), Kuta akhirnya kembali dibuka, Sabtu (17/10) lalu. Interior kolonial yang dulu menjadi ciri khas Coco Bistro Centro, kini berganti menjadi nuansa vintage. Sementara menu yang ditawarkan masih mengusung Indonesian Food dan Western Food. “Indonesian food yang paling populer di sini adalah nasi goreng kambing. Kalau western style ada seafood kombinasi dan steak,” ujar Corporate Executive Chef I Nengah Warta saat Re-Opening Coco Bistro Centro, Sabtu (17/10) malam. Menurutnya, menu nasi goreng kambing sangat jarang ada di Bali. Di Coco Bistro, nasi goreng kambing menggunakan bumbu yang diracik sendiri untuk lebih menonjolkan sisi Balinesse.

LOKASABHA MGPSSR - Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kabupaten Buleleng menggelar Lokasabha VII dipusatkan di sekretariat MGPSSR di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Minggu (18/10). Lokasabha ini akan diikuti oleh sebanyak 1.500 orang undangan dan utusan dari masing-masing sanggah dadia semeton pasek se-Buleleng. Dijadwalkan pula hadir dalam lokasabha tahun ini Ketua MGPSSR Pusat Prof. Wayan Wita didampingi Ketua MGPSSR Provinsi Bali Wisnu Bawa Temaja, dan Ketua MGPSSR Kabupaten Buleleng I Nengah Gelgel bersama pengurusnya. Menjelang pembukaan lokasabha, panitia Sabtu (17/10) terus mematangkan persiapan acara pembukaan.

MBP/ist

MBP/ist

UNGGUL - STIKES Bali memang pusatnya SDM unggul dalam kompetensi keahlian kesehatan dan bahasa asing. Belum lama ini mahasiswa Stikes Bali sukses meraih juara II nasional di ajang Nursing Debate Competition yang diadakan di Universitas Brawijaya, 18 Oktober lalu. Prestasi itu dipersembahkan Kadek Ayu Ristianti (mahasiswa semester V S-1 Keperawatan) dan Ni Gusti Agung Ayu Novitasari (mahasiswa semester VII S-1 Keperawatan). Lomba diikuti 20 lebih lembaga pendidikan kesehatan di Indonesia. Kedua mahasiswa ini langsung menjadi duta Stikes %DOL NDUHQD VHEHOXPQ\D MXJD VXNVHV PDVXN ¿QDO ORPED GHEDW bahasa Inggris tingkat nasional setelah menjadi tim terbaik di Kopertis Wilayah VIII.

CEDERAI DEMOKRASI- Lama tidak berbicara tentang politik pilkada serentak di Bali, akhirnya membuat peraih suara tertinggi pemilu DPD-RI 2014 di Bali, Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, bersuara tentang kekecewaannya terhadap sejumlah kandidat pilkada yang dihelat di enam kabupaten/kota di Bali. Salah satunya muncul fenomena munculnya pasangan calon yang disinyalir sebagai kandidat boneka di Bali. Hal ini dinilai sangat mencederai demokrasi, mengingat lahirnya seorang pemimpin harusnya melalui cara yang baik dan benar termasuk proses di hulu politik. Nampak dalam foto Wedakarna bersama Dr. Wayan Koster (Ketua DPD PDI-P Bali) dan IGN Jaya Negara (Sekretaris DPD PDI-P Bali) di Bangli. 2 - 8 November 2015

47


TRADISI

Simbolis Keadilan

Tradisi ” Nimbang Sanganan” di Pura Hyang Waringin

S

aat melaksanakan upacara piodalan maupun karya ngusaba, terutama yang jatuh pada Tilem (bulan mati-red), biasanya masyarakat disibukkan dengan pembuatan sarana upakara, salah satunya sanganan (jajan). Untuk mempercantik tampilan, terkadang sanganan itu dibuat dengan beragam warna. Demikian juga pada saat persembahyangan tiba, sanganan itu langsung dihaturkan. Masyarakat Desa Pakraman Kubu, Bangli memiliki tradisi unik, yaitu setiap rahina Tilem menggelar upacara Nimbang Sanganan di Pura Hyang Waringin. Ini bukanlah sesuatu yang baru dilakukan. Melainkan sudah menjadi tradisi turun-temurun. Jro Mangku Nyoman Patut didampingi Bendesa Adat Kelurahan Kubu I Wayan Sugiawan belum lama ini menuturkan tradisi Nimbang Sanganan ini dilakukan sekitar pukul 13.00 Wita. Hal ini sebagai bentuk peringatan Karya Ngusaba Pura Hyang Waringin yang jatuh pada Tilem Kaenem. Sementara itu, terkait dengan sanganan yang dihaturkan, dikatakan, sanganan injin (beras hitam) yang dilengkapi parutan kelapa atau masyarakat Bali sering menyebut dengan jaja kuskus. Dipilihnya sanganan injin ini

tidak terlepas dari ciri rahina Tilem yang menunjukkan suasana gelap. Saat tilem tiba, sanganan yang dibawa empat orang sinoman (krama yang bertugas) beratnya harus 1,5 kilogram. “Setiap Tilem, empat sinoman harus membawa sanganan ini. Beratnya tidak boleh lebih atau kurang dari yang sudah ditentukan,” jelas Jro Mangku. Diceritakan lagi, saat sampai di pura, sanganan itu dibawa ke Utama Mandala dan diletakkan di bale pasamuan. Jika seluruhnya sudah siap, sanganan langsung ditimbang oleh pamangku yang jumlahnya 57 orang menggunakan timbangan Bali. Proses penimbangan juga bisa disaksikan oleh krama lain. Penyeimbang sanganan ini bukanlah menggunakan beban yang terbuat dari besi atau tembaga. Melainkan dua buah batu yang diikat benang putih. “Batu ini beratnya satu setengah kilo. Ini sudah ada sejak dulu, ini disakralkan. Berat sanganan harus sama dengan ini,” katanya. Jika penimbangan sudah selesai dan beratnya sesuai dengan aturan, sanganan itu langsung dibagi untuk dihaturkan ke seluruh palinggih yang ada di lingkungan pura dan dilanjutkan upacara persembahyangan bersama. Di sisi lain, apabila sinoman lupa

membawa sanganan, maka akan dikenakan denda Rp 50 ribu dan harus kembali membuat sanganan tersebut. Tambahnya, dalam pembuatan sanganan harus didasarkan pada keikhlasan dan diimbangi dengan pikiran yang suci. Jika dibuat dengan perasaan yang tidak ikhlas bisa berdampak negatif, baik dari sisi sekala maupun niskala. Konon dulunya pernah ada kejadian, karena yang bersangkutan mungkin tidak ikhlas, beberapa hari kemudian mengalami sakit tak bisa diobati. Setelah dilakukan upacara Guru Piduka, maka berangsur-angsur sembuh. “Pembuatan sanganan ini harus didasari dengan perasaan ikhlas,” jelasnya. Terkait dengan makna tradisi ini, kata Jro Mangku sebagai salah satu bentuk upaya untuk menegakkan keadilan. Di samping dalam melakukan upacara agama, keadilan tersebut harus diterapkan pada saat kehidupan sehari-hari. “Tradisi ini sebagai salah satu cara untuk menerapkan sikap keadilan. Baik dalam melaksanakan upacara maupun dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya, sembari menyampaikan piodalan di Pura Hyang Waringin dilaksanakan pada Buda Wage, Wuku Ukir. z Sosiawan

MBP/sos

Jro mangku mengilustrasikan prosesi nimbang sanganan di Pura Hyang Waringin. Di kotak timbangan (kiri) merupakan tempat sanganan. Berat sanganan harus seimbang dengan berat batu (kanan).

48

2 - 8 November 2015

MBP/sos

Pura Hyang Waringin


AKTIVITAS

MBP/ist

LANGKAH STRATEGIS - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar telah melakukan langkah strategis untuk penyusunan laporan keuangan ke depannya dengan melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) pegawai keuangan maupun bendahara di masing-masing SKPD. Hal tersebut disampaikan Badan Pengawas Keuangan dan Pembanguan (BPKP) Perwakilan Bali, Surung Naibaho, yang juga sebagai narasumber bimtek tersebut, Senin (19/10) di Hotel Nikki Denpasar. Bimtek berlangsung empat hari, terbagi dua gelombang dan dibuka Asisten Administrasi Umum IGN Eddy Mulya mewakili Penjabat Wali Kota Denpasar A.A. Gede Geriya.

MBP/ist

PARAMETER KEPEMIMPINAN - Salah satu parameter kepemimpinan Raja Resi dalam Kitab Niti Sastra adalah adanya penghargaan kaum pemimpin (Ksatria) terhadap para ahli sastra yang merupakan benteng terakhir dari sebuah peradaban. Sebagaimana diajarkan dalam agama Hindu, bahwa bertahannya agama Hindu sebagai agama tertua didunia kesemuanya berkat peran para intelektual yang mampu menjaga VDVWUD DMDUDQ GDQ MXJD ÂżORVRÂż DJDPD 6DQDWKDQD 'KDUPD Di era modern ini para penulis buku dapat dikategorikan sebagai cendikiawan dharma. Wujud perhatian terhadap para penulis dan penerbit buku ini selalu digelorakan oleh tokoh muda Hindu Indonesia Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang kini menjabat Senator DPD-RI, dengan konsistensi selama sepuluh tahun berturut-turut mengadakan program Hindu Books Readers Community Award (HBRC).

MBP/ist

PENARIKAN UNDIAN - Sebagai bentuk apresiasi BRI kepada nasabahnya dalam hal ini nasabah Simpedes, BRI Cabang Tabanan menggelar penarikan undian Tabungan Simpedes Semester I 2015 di Pasar Tabanan, Rabu (21/10). Penarikan undian kali ini bertema BRI Tabanan Banjir Hadiah. Hadiah untuk nasabah Simpedes mulai dari mobil sebagai hadiah utama, motor, TV LCD, hingga mesin cuci. Pemimpin Cabang BRI Tabanan Meidri Agung Cahyanto memaparkan, pengundian Simpedes Semester I 2015 mengikutsertakan 21.416.674 kupon untuk periode 1 Maret sampai 31 Agustus dengan total hadiah Rp 466.470.000. Pemenang hadiah utama berupa satu unit mobil Suzuki Ertiga adalah Ida Ayu Ketut Sri Martini dari Unit Kerambitan.

MBP/ist

MUSKAB X PMI - Pj. Bupati Badung Nyoman Harry Yudha Saka didampingi Ketua Pengurus PMI Provinsi Bali I Gst. Bagus Alit Putra, Ketua PMI Badung Kompyang R. Swandika yang juga Sekda Kabupaten Badung membuka Muskab X PMI Kabupaten Badung, Jumat (16/10) di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung Mangupraja Mandala. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong. Muskab dihadiri Ketua Pengurus PMI Provinsi Bali I Gst. Bagus Alit Putra, Ketua PMI Badung Kompyang R. Swandika yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung dan peserta Muskab.

2 - 8 November 2015

49


PEMERINTAHAN

Datangkan Wisatawan Majukan Pariwisata Desa Kamasan SUDAH lama Desa Kamasan tidak lagi dikunjungi wisatawan mancanegara seperti pada masa jayanya di tahun 90-an yang sempat mengantarkan lukisan klasik Wayang Kamasan di museum ternama di luar negeri. Kini, tiap tahun kondisi pariwisata di Desa Kamasan kian menurun. Hal ini pula berdampak terhadap kesejahteraan pelukis yang menggantungkan hidup untuk mempertahankan warisan leluhur. Kini jumlah pelukis klasik Wayang Kamasan tidak banyak lagi. Jumlahnya kini hanya sekitar 12 orang. Jauh menyusut dibandingkan jumlah pelukis di tahun 90-an yang bisa mencapai puluhan orang. Tidak mau terus terkubur dari dunia pariwisata, Pemkab Klungkung berupaya mengangkat kembali kejayaan Desa Kamasan dengan menjadikannya sebagai desa wisata. Setelah melakukan regenerasi pelukis klasik Wayang Kamasan pada Festival Semarapura April lalu, kini Pemkab Klungkung mulai menata Desa Kamasan

untuk bisa dikunjungi para wisatawan. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Klungkung I Wayan Sujana mengungkapkan, desa wisata yang kini disandang Desa Kamasan dapat meningkatkan potensi yang dimiliki desa tersebut. Potensi Desa Kamasan yang terkenal dengan lukisan klasik Wayang Kamasan akan mulai dibangkitkan dengan mendatangkan wisatawan langsung ke desa tersebut. Namun untuk melakukan hal tersebut, diperlukan akomodasi yang memadai sehingga wisatawan bisa lebih nyaman berada di Desa Kamasan. Wayan Sujana menjelaskan, untuk menyiapkan Desa Kamasan dikunjungi wisatawan, pihaknya masih melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). â&#x20AC;&#x153;Kita sedang melakukan pembinaan kepada kelompok-kelompok yang ada di Desa Kamasan sebagai desa wisata,â&#x20AC;? ujar pejabat berkumis tersebut.

Selain Disbudpar, untuk dapat menyiapkan akomodasi pariwisata di Desa Kamasan diperlukan dukungan dari berbagai sektor. Seperti pembuatan lahan parkir yang digarap Dinas Pekerjaan Umum (PU). Penataan taman dan kebersihan lingkungan yang melibatkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan berbagai dukungan lainnya. â&#x20AC;&#x153;Potensi sudah ada tinggal meningkatkan akomodasi pariwisata yang ada di Desa Kamasan,â&#x20AC;? imbuhnya saat GLNRQÂżUPDVL 6HQLQ Meski begitu, dukungan yang diberikan Pemkab Klungkung ini tidak dapat optimal tanpa melibatkan peran serta masyarakat. Untuk itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta berharap upaya Pemkab Klungkung untuk meningkatkan potensi Desa Kamasan ini, dapat didukung dengan adanya home stay di rumah-rumah warga. â&#x20AC;&#x153;Sambil berjalan kita berupaya untuk melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan untuk desa wisata,â&#x20AC;? jelas Bupati Suwirta. (adv)

Lukisan Klasik Wayang Kamasan menjadi potensi dari pariwisata Desa Kamasan. Tampak Bupati Suwirta serius memperhatikan proses melukis wayang Kamasan .

50

2 - 8 November 2015


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook