111 |26 Oktober - 1 November 2015
Air Jadi Kendala Utama
RP 20.000
DAFTAR ISI OPINI z Menyoal Skenario Pembubaran KPK 6 BALI SEPEKAN zSatpol PP Bongkar Lapak di Jalan Jeruk 7 LAPORAN UTAMA zPadi Bali Jangan Sampai Tak Ada Lagi 8 zAir Jadi Kendala Utama 9 zJatiluwih Tak Lagi ’’Luwih’’ 11
POLITIK zPenjabat Melanggar Larangan 16 zPenjabat Bisa Diganti 17 PENDIDIKAN z AJarak Sekolah Jauh, Puluhan Siswa
SDN Belandingan Diasramakan 18
MANCANEGARA z Laporan Hancurnya MH17 Diumumkan 20 DAERAH z Semrawut, Retribusi Parkir
Turun 50 Persen 22
LENSA z ”NYENUK” 26
OLAHRAGA z Olahraga dan Berwisata
di Military Boekelo 27
LINGKUNGAN z Menyepikan Aktivitas
di Danau Beratan 36
PEMERINTAHAN z Menuju Kabupaten Badung Berintegritas
Tahun 2025, Pemkab Badung Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Bersih Bebas KKN 38 TRADISI z “Ngusaba Tegen” di Kedisan Kintamani
Sarana ”Bebantenan” Pantang Digoreng 48
26 Oktober - 1 November 2015
3
DARI PEMBACA
Perlu Rambu-rambu bagi Wisatawan K
eunikan perpaduan keempat unsur, alam adat, budaya, agama membuat wisatawan berbondong-berbondong datang ke Bali. Dan mereka datang bukan hanya melihat tetapi banyak juga yang tertarik ingin berpartisipasi langsung sebagaimana layaknya orang-orang Bali dalam melakukan kegiatan upacara adapt, seperti otonan, ulang tahun, mapandes/potong gigi, perkawinan, ngaben, ngerorasin, prosesi pawai adat, maturan, mabakti ke pura dan aktivitas lainnya. Banyak dari para wisatawan mengaku benar-benar puas menikmati sensasi setelah melakukan kegiatan layaknya orang Bali dan berita ini disebarluaskan kepada teman-teman dan keluarga mereka di mancanegara. Sangat diharapkan Pemda dan DPRD menyiapkan aturan dalam bentuk Perda/ Pergup/Perbup/Perwali dengan melibatkan pihak terkait; PHDI, Majelis Desa Pakraman, para pelaku wisata dan pihak-pihak terkait lainnya agar bisa menghasilkan peraturan sebagai rambu-rambu yang jelas dan tidak ada keraguan lagi bagi semua pihak, terutama bagi wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Bali. IB Rai Djendra Gianyar
Papan Nama ISI Denpasar T
eman saya dari Jogjakarta belum lama ini keliling Kota Denpasar menanyakan di mana lokasi kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Dia mengaku sempat melewati Jalan Nusa Indah Denpasar namun tidak dijumpai papan nama ISI. Setelah diberi petunjuk yang jaga di pintu masuk Taman Budaya akhirnya dia tiba di Kampus ISI Denpasar. Saya berpendapat, papan nama itu ternyata sangat penting apalagi semacam kampus ISI. Memang lokasi kampus ISI Denpasar agak sulit kita temui karena masuk gang yang tidak begitu lebar dan dari Jalan Nusa Indah ke arah barat jauhnya sekitar 200 meter. Saya usul, alangkah baiknya papan nama ISI Denpasar dipasang bersebelahan dengan pintu gerbang Taman Budaya dan saya perhatikan memang di sana ada lahan yang cocok guna memasang papan nama tersebut. Untuk itu pihak kampus ISI harus minta izin kepada Gubernur Bali atau Dinas terkait karena Taman Budaya di bawah wewenang Gubernur. Mengingat juga aktivitas ISI dengan kegiatan Taman Budaya memang ada hubungan sangat erat yang saling mendukung. W. Beratha Yasa Kapal, Mengwi, Badung
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Dedy Sumartana Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
26 Oktober - 1 November 2015
4
Menunggu Regulasi Mengurai Pengangguran PENUMPUKAN angkatan kerja di Bali mulai mengkhawatirkan. Kondisi ini diprediksi akan memburuk pascapenerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Melambatnya pertumbuhan ekonomi dan terbatasnya lapangan kerja juga diyakini akan menambah panjang deretan pengangguran. Pemberlakukan standardisasi kompetensi diprediksi takkan banyak membantu penyerapan tenaga kerja lokal jika tak diimbangi dengan regulasi yang memberi proteksi kepada tenaga kerja lokal. Mencermati fakta ini, Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali. Jajak terkait dengan penyerapan angkatan kerja ini dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, terdapat 80,06 persen responden menilai pemerintah Bali belum melakukan terobosan strategis untuk mengurai angka pengangguran. Kebijakan ekonomi dan pendekatan politik dalam memfasilitasi peluang kerja tenaga kerja lokal belum jelas. Tidak adanya perlindungan terhadap tenaga kerja lokal mengindikasikan belum adanya komitmen untuk memfasilitasi pencari
kerja lokal. Selama ini, investasi yang masuk Bali dibarengi dengan masuknya tenaga kerja luar Bali dan naker asing ke Bali. Dampaknya, tenaga kerja lokal Bali tersisih meskipun telah mengantongi VHUWL多NDW NRPSHWHQVL 3HQ\HUDSDQ WHQDJD kerja lokal di sektor informal juga tak berjalan efektif. Keberpihakan pemengang kekuasaan terhadap tenaga kerja lokal pun dituding masih lemah. Sementara itu, 18,62 persen responden menilai pemerintah telah berupaya mengurai pengangguran. Digulirkannya proyek padat karya dan dilakukannya job fair atau bursa kerja oleh pemerintah kabupaten/kota merupakan bukti adanya upaya untuk mengurangi pengangguran. Pelatihan kerja yang difasilitasi lewat Balai Latihan Kerja (BLK) setidaknya membantu pencari kerja meningkatkan daya saing. Namun, responden kelompok ini juga mengakui keberpihakan pemerintah dalam memproteksi tenaga kerja lokal terserap di dunia kerja memang belum jelas. Tidak ada regulasi yang jelas yang memberi prioritas kepada orang lokal pada investasi yang dibangun di Bali. Di lain pihak, 1,32 persen responden tidak memberikan respons terkait hal
ini. Mereka hanya berharap pemerintah fokus melakukan penguatan ekonomi kerakyatan sehingga ketergantungan pada peluang kerja bisa ditekan. Pemerintah juga diminta memfasilitasi pelatihan profesi bagi generasi muda sehingga gelar akademik yang dimiliki tidak hanya menjadi identitas diri. z Dira Arsana
26 Oktober - 1 November 2015
5
5
OPINI
Menyoal Skenario Pembubaran KPK SETELAH sempat mengalami kriminalisasi, ujian atas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ‘gangguan’ terhadap KPK tidak serta merta selesai. Adanya revisi atas Undang-Undang No. 30 Tahun 2002 tentang KPK oleh Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR) seolah ingin menegaskan kembali bahwa keberadaan KPK tidaklah berlaku abadi. Pun, seturut dengan adanya pembatasan keberadaan KPK selama 12 tahun, Baleg DPR berupaya melakukan perubahan atas beberapa kewenangan KPK di antaranya yakni; KPK diusulkan tidak lagi menyelidiki dan menyidik perkara korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum. Di samping itu, KPK juga dilarang menangani perkara korupsi yang nilainya di bawah Rp 50 miliar. Adanya pembatasan atas kelembagaan KPK pada satu sisi dapat dilihat sebagai upaya sistematis untuk membubarkan KPK. Di tengah sengkarut penegakan hukum dan mengguritanya praktik suap-korup yang terus merajalela, seharusnya bangsa ini membutuhkan lembaga sekaliber KPK untuk menjaga marwah hukum. Kita sadari bersama, carut-marut penegakan hukum di negara ini justru disokong oleh para oknum aparat penegak hukum sendiri. 3DUD PD¿D KXNXP PHQJDQJNDQJL DVDV keadilan dan rasa kemanusiaan yang seharusnya menjadi parameter utama dalam melakukan penegakan hukum. Dalam kasus ini sekiranya perlu dilihat kembali niatan Baleg DPR melakukan inisiatif untuk merevisi UU KPK. Tentu harapannya tidak ada “manuver politis” yang kemudian melatarbelakangi niatan tersebut, meski premis tersebut sepertinya sulit untuk kita yakini bersama. Dari sekian fraksi yang menyetujui adanya revisi UU KPK tercatat Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi NasDem, Fraksi PPP, Fraksi Hanura, Fraksi PKB, dan Fraksi Golkar. Jika dilihat dari komposisi fraksi yang mendukung revisi UU KPK, terlihat agak sedikit blunder mengingat sebagian
6
Oleh Agung SS Widodo, M.A.
besar fraksi tersebut merupakan fraksifraksi yang mendukung Pemerintahan Presiden Jokowi. Sedangkan dalam Nawacitanya salah satu agenda penting bagi Presiden Jokowi adalah penguatan lembaga-lembaga penegak hukum. Jika melihat konstelasi politik yang berkembang saat ini, sangat dimungkinkan adanya revisi atas UU KPK merupakan skenario untuk melakukan pelemahan sekaligus diakhiri dengan pembubaran KPK nantinya. Kita menyadari bersama bahwa keberadaan kepolisian dan kejaksaan tidak bisa berdiri sendiri dalam melakukan pemberantasan kasus suap-korup yang masuk dalam kategori extraordinary crime. Dalam melakukan proses penyelidikan kasus korupsi diperlukan lembaga yang benar-benar kuat dan independen, bebas dari segala intervensi terlebih lagi politik kepentingan yang hanya menguntungkan salah satu pihak. Skenario kriminalisasi yang selama ini dialami oleh KPK tidak bisa mengelabui publik atas upaya pelemahan kewenangan KPK. Proses pengawasan atas penegakan hu-
kum dalam kurun sepuluh tahun terakhir telah menjadi perhatian publik, utamanya setelah beberapa kasus hukum yang tidak mampu diselesaikan secara baik oleh kepolisian seperti kasus kematian aktivis HAM, Munir, kasus pembunuhan wartawan Udin (Yogyakarta), kasus terbunuhnya aktivis-aktivis kemanusian yang memperjuangkan kepentingan rakyat, dan masih banyak lagi. Praktik korupsi seolah telah menjadi budaya bagi bangsa ini, mengalir seperti aliran darah dalam tubuh manusia. Untuk itulah pembatasan secara kelembagaan selama 12 tahun adalah usulan yang benar-benar tidak bisa diterima secara nalar, karena sampai saat ini kita tidak bisa mengetahui sampai kapan hasrat korupsi akan berakhir. Selama masih ada kesempatan maka di saat yang sama niat untuk melakukan suap, korupsi akan selalu ada. Baleg DPR tidak seharusnya melontarkan wacana yang justru menuai pro-kontra di kalangan publik. Terlebih lagi wacana yang dilontarkan sangat sensitif berkenaan dengan wajah hukum bangsa ini. Publik sudah cukup gerah dengan proses penegakan hukum yang tidak pernah beres, ibarat mata pisau, hukum kita hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika wacana Baleg DPR ini benar-benar ditetapkan nantinya, bisa dibayangkan bagaimana wajah penegakan hukum bangsa ini di masa depan. Masih ada waktu bagi Baleg DPR untuk kembali memikirkan rancangan usulan revisi UU KPK, kembali pada hati nurani dan amanat rakyat, bahwa negara ini merupakan negara hukum, maka sudah menjadi hal yang sewajarnya jika langkah-langkah yang diambil oleh DPR merupakan langkah-langkah yang justru memberikan penguatan pada penegakan hukum. Karena, di sinilah fungsi legislasi melekat pada setiap wakil rakyat. Penulis, peneliti masalah sosial politik, Pusat Studi Pancasila UGM dan Direktur Riset Lembaga Kajian Isu-Isu Strategis dan Kawasan (LisanIndonesia)
26 Oktober - 1 November 2015
6
BALI SEPEKAN
Satpol PP Bongkar Lapak di Jalan Jeruk TIM Yustisi Satuan Polisi Pamong Praja tidak lagi ambil pusing dengan respons pendagang yang nakal. Terhadap yang melanggar aturan, Tim Yustisi Satpol PP tanpa basa-basi langsung menggusur lapak dan rombong pedagang di Jalan Jeruk, Kampung Kajanan, Singaraja. Pasalnya sejak Juni 2015, pedagang itu telah diminta Kasat Pol. PP I Made Budi Astawa untuk membongkar secara mandiri. Namun, permintaan petugas kepada pedagang untuk secepatnya menertibkan fungsi marka Jalan Jeruk, selebar tiga meter dan panjang 300 meter di sana, tidak diindahkan. Dan akhirnya, berujung Satpol PP melakukan pembongkaran paksa. Seorang pedagang Zubaidah men-
gatakan dirinya bersama belasan pedagang lainnya di Jalan Jeruk ini memang tidak pernah dipungut iuran selama puluhan tahun berjualan di sini. Ia menilai wilayah jalan ini digunakan untuk berjualan dominan pedagang yang berasal dari warga sekitarnya. ‘’Saya tidak menyangka ada pembongkaran paksa ini,’’ ujarnya, Selasa (13/10) lalu. Kepala Bidang Penegakan Perundang–undangan Daerah Satpol PP I.G.B.N Agung Ari Parmana, mengatakan pihaknya sebatas menerapkan aturan, terlebih lagi sejak jauh-jauh hari pedagang tersebut diminta untuk mengindahkan aturan larangan berjualan di areal di jalan jeruk ini. z Dewa Kusuma
Terseret Arus
Satu Korban Meninggal HENDAK menikmati liburan dengan berkunjung ke Pantai Lembeng, Sukawati, dua orang wanita bersaudara asal Karangasem, malah tenggelam terseret arus, Rabu (14/10). Gusti Ayu Asih (25) berhasil diselamatkan ke pinggir pantai. Namun, nahas bagi kakaknya, Gusti Ayu Wati (29) yang tidak sadarkan diri setelah berhasil diselamataan, dan dipastikan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kedua korban bersama keluarganya berkunjung ke Pantai Lembeng pada Rabu sore. Setiba di pantai tersebut pukul 16.10 wita, keduanya sempat menghaturkan canang di tepi pantai. “Jadi setiba di pantai, mereka
sempat menghaturkan canang, selanjutnya kedua korban mandi sedangkan suami Gusti Ayu Wati, Gede Windu, dan anak-anaknya jalan-jalan di pinggir pantai,“ terang Kapolsek Sukawati Kompol Ketut Dana. Saat mereka kembali, sang suami terkejut melihat korban yang melambaikan tangan di tengah laut tanda meminta pertolongan. Melihat hal tersebut Gede Windu langsung berteriak minta tolong kepada sejumlah pengunjung lain. “Selanjutnya, korban berhasil ditolong dan dibawa kembali ke pinggir pantai oleh Ipda I Gede Sedana, seorang anggota Brimob yang saat itu juga tengah berada di pantai tersebut,“ bebernya. z Manik Astajaya
MBP/dgk
Jalan ke Pura Bhur Hancur JALAN ke Pura Bhur Bhuah Swah Loka di Seraya sudah lama hancur atau rusak parah, namun hingga kini belum mendapatkan perbaikan. Warga Seraya berharap jalan yang diaspal Pemprov Bali tahun 2008 itu segera diperbaiki. Hal itu disampaikan Klian Banjar Peninggaran, Seraya, Karangasem, Gede Pageh, Rabu (14/10). Dikatakan, jalan itu dulu dibangun PU Pemprov Bali dan tahun 2008 diaspal. Namun, sudah tujuh tahun tak mendapatkan pemeliharaan maupun maupun perbaikan. Jalan sudah hancur, terutama di tanjakan yang tajam dan membahayakan. Warga melalui tokoh masyarakat sudah sering menyampaikan baik ke Pemprov Bali maupun ke PU Karangasem. Dikatakan Pageh, pihak PU Karangasem tak melakukan perbaikan, karena itu bukan jalan Kabupaten Karangasem. Alasan sama disampaikan pihak Dinas PU Bali bahwa jalan itu bukan statusnya jalan PU Pemprov Bali. Pemprov Bali, lanjut Pageh, berencana menyerahkan aset jalan itu ke Pemkab Karangasem, namun juga tak bisa dengan alasan tak ada dasar untuk menyerahkan aset jalan itu. z Budana
Bedeng Buruh dan Rumah Terbakar KEBAKARAN hebat kembali terjadi di wilayah Tabanan. Rumah bedeng sembilan kamar yang ditempati para pekerja Hotel Saranam dan rumah milik I Made Bakti di Banjar Pacung, Baturiti, ludes dilalap api, Selasa (13/10). Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian mencapai Rp 400 juta. Dari informasi yang dihimpun, keba-
karan terjadi sekitar pukul 14.00 wita. Awalnya api dilihat petugas crane Rahmat Eko di antara bedeng di bagian utara EHUGHNDWDQ GHQJQ ZDUXQJ 6LWL $O¿DK Saksi langsung memberi tahu rekanrekannya yang sedang bekerja melalui HT. Sontak saja para buruh penghuni bedeng panik dan berhamburan ke lokasi menyelamatkan barang-barangnya. Api
yang sangat besar akhirnya merembet ke rumah I Made Bakti (40), satpam di hotel yang sedang di renovasi tersebut. Kapolsek Baturiti AKP Heri Supriawan seizin Kapolres Tabanan AKBP I Putu Putra Sadana, menyatakan belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. z Puspa Dewi 26 Oktober - 1 November 2015
7
7
LAPORAN UTAMA
Padi Bali Jangan Sampai Tak Ada Lagi Beras dari padi Bali kualitasnya sangat bagus, tentunya dengan harga yang juga meroket di atas Rp 20 ribu, bahkan kalau dijual ke hotel bisa tembus Rp 30 ribu. Kami sangat membutuhkan sinergitas komponen lain seperti instansi pariwisata, atau pembentukan koperasi untuk membantu pemasarannya apabila nanti hasilnya banyak.
S
uasana di Subak Belong, Desa Pejeng, Gianyar, pekan lalu, terasa beda. Biasanya di berbagai subak di Bali, setiap memanen padi mendatangkan buruh dari luar Bali. Namun di Subak Belong, ketika memanen padi Bali, yang datang malah anggota TNI. Mereka bersama anggota subak mengetam padi Bali yang kini keberadaannya semakin langka. Mereka memanen padi Bali, hasil percontohan yang mereka kembangkan bersama anggota Kodim 1616/Gianyar. Seluas 27,5 are sawah, empat bulan lalu ditanami bibit padi lokal Bali. Kini hasilnya 3,85 ton. Mereka menggunakan cara-cara tradisional dalam mengolah tanah sawah. Traktor yang selama ini digunakan, sudah ditinggalkan. Mereka memilih membajak dengan sapi. Demikian pula pascapenanaman. Para petani menggunakan pupuk organik berupa kotoran sapi. Penggunaan festisida berbahan kimia juga ditinggalkan. Mereka komit menggunakan caracara alami untuk memberantas hama. Adalah I Wayan Budiana, petani ulet yang mengembangkan padi Bali Tarukan di Subak Belong, Pejeng, Gianyar. Bantuan bibit padi dari Pasraman Tarukan, ditanam di areal sawah seluas 27,5 are. Hasilnya sungguh menggembirakan. Sawah 27,5 are itu menghasilkan padi 3,85 ton. Ia yang
8
juga pekaseh Subak Belong itu, mengatakan, padi Bali merupakan varietas tanaman asli Bali yang harus dilestarikan sebagai wujud mengajegkan Bali. ‘’Ini salah satu bentuk ngajegan Bali. Jangan sampai padi Bali punah di tanah Bali,’’ kata I Wayan Budiana yang bolak-balik ke Sulawesi Tengah mengurus perkebunan seluas 10 ha. Seperti diketahui Budiana adalah transmigran yang telah sukses mengelola kebun di tanah seberang. Ia memiliki 10 hektar lahan yang kini dikelola anaknya. Kata Budiana, padi yang ditanamnya ini merupakan padi Bali organik. Ia tertarik menanam padi Bali dikarenakan keinginannya untuk melestarikan padi asli Bali. Selain itu padi Bali memiliki keunggulan. Salah satunya lebih tahan terhadap hama. Saat panen padi Bali, Rabu kemarin, para petani juga dibantu anggota TNI. Selama proses tanam bibit padi Bali yang diperoleh dari Pasraman Tarukan tersebut, pihaknya menggunakan metode tanam jajar legowo, sesuai arahan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar dan Kodim 1616/Gianyar. Selanjutnya di lahan percontohan yang berlokasi 10 km dari Istana Presiden Tampaksiring ini, petani hanya menggunakan pupuk organik. Termasuk untuk membasmi hama, digunakan pestisida nabati dari bahan organik. “Misalnya, memberantas ulat kami gunakan tembakau yang direndam lalu besoknya Wayan Budiana
disemprotkan. Kalau ada wereng maka akan digunakan bahan alam yang menghasilkan efek pedas, pahit dan menyengat,“ jelasnya. Wayan Budiana mengatakan, hasil panen itu akan terus dikembangkan menjadi bibit untuk seluruh petani di Subak Belong. Termasuk petani sebak lainnya di Desa Tarukan seperti Subak Nagasari, Tubuh, Ambengan Linggah dan Subak Kaja Suta. “Hasil 3,85 ton itu untuk lahan seluas 27 are ya. Kalau nanti satu hektar lahan menanam padi Bali Tarukan ini, hasilnya bisa sampai 15 ton lebih. Tadi beberapa petani juga sudah meminta bibit, untuk ikut mengembangkan padi Bali Tarukan ini,“ ujarnya. Wayan Budiana pun berharap padi lokal Bali ini bisa terus berkembang hingga ke seluruh kawasan pertanian Bali, serta menarik minat generasi muda menekuni dunia pertanian. Apalagi, kawasan pertanian khususnya di Gianyar kini terancam menyusut dengan tingginya alih fungsi lahan, akibat pertumbuan pariwisata dan perkembangan penduduk. “Potensi padi lokal Bali ini kami harap bisa dikembangkan oleh generasi muda, dengan berbagai teknologi saat ini. Sehingga kawasan pertanian kita dapat terjaga,” ujarnya. Kepala Unit Pelayanan Terpadu Daerah Pertanian Kecamatan Tampaksiring, I Ketut Warta mengungkapkan, harga beras dari padi lokal Bali tersebut mencapai Rp 20 ribu per kg, sangat jauh melampaui harga beras dari padi hibrida dengan kisaran Rp 11 ribu per kg. “Beras dari padi lokal ini kualitasnya sangat bagus, tentunya dengan harga yang juga meroket di atas Rp 20 ribu, bahkan kalau dijual ke hotel bisa tembus Rp 30 ribu. Kami sangat membutuhkan sinergitas komponen lain seperti instansi pariwisata, atau pembentukan koperasi untuk membantu pemasarannya apabila nantinya hasilnya banyak,“ harapnya. z Manik
26 Oktober - 1 November 2015
8
Air Jadi Kendala Utama PULUHAN hektar sawah di Karangasem telantar, akibat kekurangan air. Demikian pula di Tabanan puluhan hektar sawah tak bisa ditanami juga karena kesulitan air. Ada tiga penyebab timbulkan kesulitan air bagi pertanian. Pertama karena musim kemarau, kedua saluran irigasi terganggu akibat pembangunan perumahan dan ketiga, sejumlah mata air disedot untuk kebutuhan PDAM. Kondisi seperti ini hampir terjadi di seluruh Bali. Siang itu terasa menyengat di sekitar Banjar Dinas Ujung Pesisi Desa Tumbu, Karangasem. Hamparan lahan persawahan yang dulunya hijau penuh berbulir padi diselingi palawija, kini nampak gersang. Tanahnya kering, retak-retak tanpa tanaman. Ternyata, situasi itu sudah terjadi dalam dua bulan terakhir karena dilanda bencana kekeringan. Adalah Ketut B. Irawan, yang sangat merasakan dampak kekeringan tersebut. Ia mengaku bingung menghadapi situasi ini. “Mau tanam apapun, tak bisa hidup,” katanya. Irawan menuturkan, kondisi demikian dialami hampir sebagian petani seperti dirinya. Bila Irawan banting stir menjadi buruh, petani lainnya justru memilih menganggur. Tampak, puluhan hektar lahan sawah lainnya disekitar lahan garapan Irawan, juga retak-retak ditumbuhi gulma dan berbagai jenis tanaman liar lainnya. Saat ini, yang diharapkan petani hanya turunnya hujan. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Karangasem, mengakui kekeringan terjadi hampir diseluruh kecamatan. Kepala Dinas Nyoman Mertha Tanaya, mengklaim kekeringan ini masih bisa dihadapi kalangan petani. Ia menegaskan, sudah sejak awal mewanti-wanti petani agar beralih ketanaman palawija yang sedikit membutuhkan air, ketimbang tanaman padi. “Kalau yang gagal panen, itu pasti tidak mengikuti himbauan kami,” katanya. Dari hasil monitoring timnya disetiap kecamatan, gagal panen baru ditemukan di Subak Lebah Desa Seraya Barat. Diketahui, sebanyak 2,31 hektar lahan yang berisi tanaman padi mengalami gagal panen. Lahan seluas itu, digarap
oleh 15 petani penggarap. Sisanya lahan seluas 8,70 hektar juga mengalami gagal panen. Lahan yang ditanami kacang tanah ini mati total karena kekurangan air. Lahan yang digarap 33 petani penggarap ini harus mengalami gagal panen. Padahal, awalnya sudah sempat tumbuh. Kekeringan juga terjadi di Tabanan. Varietas padi Bali unggul yang dikembangkan Tabanan, gagal diujicoba karena dampak kekeringan. Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura dan Tanaman Pangan Tabanan, Nyoman Budana, Kamis (15/10) lalu, menyatakan, rencana uji coba penanaman 17 varietas beras merah Wangaya terpaksa ditunda karena subak kesulitan air. ‘’Sekarang sudah diputuskan uji coba dilakukan November 2015. Lokasinya dipindahkan ke Bale Benih Bongan. Per varietas di tanam di lahan dengan luas dua meter per segi. Lewat uji tanam ini, akan dilihat varietas mana yang memiliki keung-
gulan sama dengan induknya. Lanjut Budana, meski kualitas warna dan aroma bulir padi varietas baru ini sama dengan induknya, varietas baru ini memiliki keunggulan tersendiri yaitu berusia lebih pendek. Dengan usia yang lebih pendek, tentunya petani bisa menanam lebih sering. Mengenai keunggulan beras merah, petani beras merah organik Jatiluwih, Wayan Semara Jaya, memaparkan, petani di Jatiluwih selama ini mengembangkan varietas padi lokal. Padi merah masih menjadi primadona dibandingkan padi dari luar. Apalagi untuk proses produksi, petani tidak terlalu mengalami kesulitan. Selain proses tanam yang sangat mudah, varietas padi lokal jenis beras merah ini menggunakan pupuk yang berasal dari alam. Tak ayal, jika padi jenis ini sangat kuat terhadap serangan penyakit. z Bagiarta/Sanjiwani
MBP/wan
Petani sedang mengetam padi Bali di Subak Belong, Pejeng, Gianyar 26 Oktober - 1 November 2015
9
9
LAPORAN UTAMA
MBP/dok
Kawasan Jatiluwih yang menjadi ikon pariwisata berbasis pertanian kini mulai terusik dengan hadirnya fasilitas pendukung pariwisata.
10
26 Oktober - 1 November 2015
10
Jatiluwih Tak Lagi ’’Luwih’’
J
atiluwih, salah satu ikon pertanian Bali. Tak salah kalau UNESCO memberi pengakuan sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD). Namun kondisinya saat ini makin amburadul. Perkembangan terakhir, di kawasan itu justru mulai terjadi kegiatan konversi lahan sawah menjadi lahan parkir yang justru sangat potensial mengancam kelestarian kawasan tersebut. Atas kondisi itu Ketua Pusat Penelitian (Puslit) Subak Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Wayan Windia, S.U. menilai perlunya membuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di kawasan tersebut. Menurut Windia, keberadaan RDTR itu bersifat mutlak agar masyarakat maupun pemilik modal tidak membangun seenaknya saja di kawasan tersebut. Tanda-tanda ke arah itu sudah terlihat dengan terjadinya pembuldoseran lahan sawah dengan dalih akan dijadikan fasilitas parkir. Ironisnya lagi, di depan lahan yang dibolduser itu terpancang papan nama berlambang “PU” yang sebenarnya merupakan papan nama untuk perbaikan saluran irigasi sehingga terkesan proyek pembangunan lahan parkir itu merupakan proyek dari pemerintah. Dikhawatirkan, keberadaan lahan parkir itu justru memicu permasalahan baru yang tak kalah peliknya, misalnya menjamurnya kios dan pedagang kaki lima, yang membuat kawasan tersebut makin semrawut. “Dalam advisory mission ICOMOS dan ICCROM, ide untuk mengkonversi lahan sawah menjadi lahan parkir itu juga mendapat perhatian khusus. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang dampak perubahan tersebut, terutama dampak terhadap nilai universal luar biasa (outstanding universal value) di kawasan tersebut,” katanya. Akibat dari konversi lahan tersebut, menyebabkan kawasan Jatiluwih tidak lagi ‘’luwih’’ (indah). Untuk itu Windia berharap Pemkab Tabanan tidak sekadar membentuk Badan Pengelola Daerah
Tujuan Wisata (BP-DTW) Jatiluwih seperti yang ada saat ini. Guna memantapkan upaya-upaya pelestarian kawasan Jatiluwih, BP-DTW yang hanya mengurus masalah turis atau uang diubah menjadi Dewan Pengelola Warisan Budaya Dunia (DP-WBD) Jatiluwih. Dengan begitu, di dalam operasionalnya ada visi pelestarian kawasan tersebut alias tidak bersifat money oriented. Tak kalah pentingnya, petani di Subak Jatiluwih agar disejahterakan. Misalnya, diberlakukan kebijakan bebas pajak (PBB), pendirian koperasi tani di subak dan mendapatkan porsi yang lebih adil dari fee atau uang masuk ke kawasan tersebut. Lantas, apakah kondisi yang terjadi di Jatiluwih saat ini bisa dijadikan pertimbangan oleh UNESCO untuk mencabut atau membatalkan status WBD yang sudah diberikan kepada kawasan Jatiluwih? Menurut Windia, kemungkinan ke arah itu bisa saja terjadi jika pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Jatiluwih tidak secepatnya dihentikan. Ditegaskan, UNESCO bisa saja menetapkan Jatiluwih sebagai kawasan Dangerous Heritage lantaran kondisi atau kelestariannya sudah sangat berbahaya yang selanjutnya tidak diakui lagi sebagai WBD. “Kami berharap, kondisi yang terjadi saat ini di Jatiluwih mendapat perhatian serius dari Pemkab Tabanan. Jangan sampai menunggu kawasan itu rusak parah baru melakukan tindakan nyata. Pemkab Tabanan secepatnya harus melakukan aksi nyata untuk mengendalikan tindakan-tindakan yang berbahaya bagi kelestarian kawasan WBD Jatiluwih tersebut,” tegasnya. Atas ide penyusunan RDTR, Pemkab Tabanan sudah menindaklanjuti dengan membuat Perda RTRW. Namun, secara detail kawasan Jatiluwih belum diatur dalam pemanfaatannya. Sehubungan dengan itu, perda tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) mendesak dibuat, agar tidak terjadi kekacauan pembangunan dan mencegah alih fungsi
lahan. Setelah sebelumnya Penjabat Bupati Tabanan, Wayan Sugiada meninjau lahan yang akan disiapkan sebagai tempat parkir DTW Jatiluwih, Komisi II DPRD Tabanan bersama sejumlah SKPD pun sudah mengecek langsung lokasi yang selama ini menjadi kendala di objek wisata di Kecamatan Penebel tersebut. Anggota Komisi II DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nur Cahyadi mengatakan, kunjungan ini untuk melihat langsung kondisi DTW Jatiluwih terkini, khususnya kegiatan pengerukan lahan pertanian untuk tempat parkir. Sebab, lokasi tersebut dilihat dari peta zonasi perda masuk wilayah jalur hijau, sehingga harus ada kajian baru terkait pengembangannya. “Kami tidak ingin ada masalah di kemudian hari yang dapat menggoyang status WBD, dan mengurangi pemandangan yang mesti dipertahankan,” jelasnya. Usai mendapatkan penjelasan dari Kepala Desa Jatiluwih, selaku ketua badan pengelola, bendesa adat, dan tokoh masyarakat lainnya, Dewan melihat masih banyak hal yang harus segera disikapi, mulai dari kantor badan pengelola yang dinilai kurang representatif dan lahan parkir. Lahan parkir menjadi masalah krusial yang harus segera dicarikan solusi. “Dari penjelasan badan pengelola, terkadang terjadi gesekan antara wisatawan dan masyarakat setempat, bahkan sering karena kesal warga memarkir sepeda motornya di tengah jalan,” katanya. Dalam hal ini pihaknya mendesak kalangan eksekutif agar segera membentuk RDTR, mengingat kajian tata ruang di Tabanan ada sebelum WBD ditetapkan. “Perlu ada RDTR baru terkait masalah objek wisata, khususnya Jatiluwih. Apalagi RTRW yang dulu saya lihat sudah tidak efektif lagi,” ungkap Eka Putra. z Sumatika 26 Oktober - 1 November 2015
11
A KT I V I TA S
MBP/ist MBP/ist
REKRUT MAHASISWA- Untuk yang keempat kalinya The Greenbrier Resort yang berlokasi di tengah pegunungan yang menakjubkan di West Virginia melakukan perekrutan mahasiswa perhotelan di kampus SPB-STPBI untuk melaksanakan internship di hotel mereka. Resort Nasional berkelas dunia sejak 1778 dan merupakan salah satu resort mewah terbaik di dunia yang merupakan tempat tujuan presiden, selebriti dan pemimpin bisnis sebagai tempat berlibur. Pada 18 September 2015 The Greenbrier Resort melaksanakan kunjungan yang ke–4 di kampus SPB-STPBI Denpasar. Kunjungan mereka kali ini di wakili oleh Mr. Pedro Gonzale selaku Director Food and Beverage. Dengan posisi yang ditawarkan oleh employer yaitu Food and Beverage Service dan Culinary.
LOMBA TARI BALI- Secara rutin SMP Dwijendra Denpasar menggelar lomba tari Bali antarsiswa SD se-Bali. Kali ini lomba tari juga dilengkapi dengan lomba dharma gita (macepat). Sebanyak 115 siswa SD se-Bali mengikuti lomba yang diadakan Sabtu (10/10) hingga Minggu (11/10) lalu di Aula Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar. Lomba dibuka Kepala SMP Dwijendra Denpasar Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd. disaksikan Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar M.S. Chandra Jaya dan Sekretaris Ir. Wayan Abdinegara, M.Si. Ketua Panitia Nyoman Indrayatni Pinatih, S.Pd., M.Pd. menjelaskan, lomba meliputi tari Condong dan tari Baris dibagi masing-masing kelompok A untuk umur 6-8 tahun dan kelompok B untuk umur 9-12 tahun. Untuk dharma gita peserta wajib membawakan Pupuh Durma dan pupuh pilihan yakni Maskumambang dan Ginanti.
MBP/ist
UJI SAHIH - Komite III DPD-RI bekerja sama dengan Universitas Udayana melaksanakan uji sahih atas RUU Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang merupakan RUU inisiatif dari DPDRI. Bertempat di Grand Bali Beach Hotel Sanur, acara ini MBP/ist
PEMBINAAN TIM - SMP PGRI 5 Denpasar, Selasa (13/10) lalu mendapat pembinaan dari Tim Penjaminan Mutu PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar. Tim dipimpin Ketua PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. bersama Wayan Putra, S.Sos. dan Drs. I Made Bandung. Saat itu, Madisdnyana diterima langsung Kepala SMP PGRI 5 Denpasar Dr. Drs. I Wayan Wirasa, M.M. didampingi Ketua Komite I Nyoman Wirama Putra, S.E., M.Si. Madiadnyana melakukan cross check pengisian evaluasi diri. Tim juga sempat meninjau pembangunan gedung baru berlantai tiga dengan 12 RKB dan dua aula. Saat itu juga dipantau pelaksanaan bulan kesehatan sebagai persiapan sekolah ini menjadi duta Denpasar dalam lomba KSPAN se-Bali.
12
26 Oktober - 1 November 2015
dihadiri Fahira Idris (Wakil Ketua Komite III DPD-RI), Ketut Wija (Asisten I Pemprov Bali), Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (Pembantu Rektor I Unud) dan undangan dari praktisi pariwisata. Bertindak sebagai pembicara yakni Dr. Violetta Simatupang, Dipl.Hot., AHMA., S.E., M.H. (Tim Ahli RUU Ekonomi), Dr. Ir. Pande Diah Kencana, M.S. (Ketua Umum Forum Revolusi Mental), Dr. Ni Made Eka Mahadewi, M.Par. (PHRI Bali), dan Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa, S.E., M.Si. (PD I FEB Unud).
MBP/ist
MBP/ist
WISUDA PNB - Saking banyaknya jumlah wisudawan yakni 853 orang pada Wisuda ke-27, Politeknik Negeri Bali (PNB) menggelar dua kali wisuda pada Senin (12/10) dan Selasa (13/10) lalu di Hotel Westin, Nusa Dua. Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara wisuda tahun ini diselenggarakan meriah dan dihadiri pejabat penting di antaranya Gubernur Bali Made Mangku Pastika selaku Ketua Dewan Penyantun. “Lulusan PNB sangat sedikit sebagai PNS. Mereka lebih memilih kerja di industri dan profesional. Kami sudah menyiapkan mereka untuk siap menyediakan atau membuka lapangan kerja baru,” kata Direktur PNB Ir. Made Mudhina, M.T. Ditambahkannya, wisuda tersebut juga terkait dengan Dies Natalis ke-28 PNB.
KOORDINASI - Ketua PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. bersama Tim Penjaminan Mutu Wayan Putra, S.Sos. dan Drs. I Made Bandung melakukan koordinasi dan pembinaan kepada kasek dan para wakasek SMK PGRI 4 Denpasar, Selasa (13/10) lalu. Pertemuan berlangsung penuh kekeluargaan tersebut dihadiri Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., Wakasek Made Ayu Kartika, I Made Kumara, Ni Luh Putu Meirattrini dan Putu Asri Handayani. Bahkan, Madiadnyana dijamu oleh siswa berpakaian coocking. Madiadnyana mengaku bangga karena untuk standar isi SMK PGRI 4 Denpasar sudah memenuhi standar nasional plus. Tinggal diperkuat administrasi dan dokumentasi serta supervise saat guru di kelas. Nampak dalam foto Nengah Madiadnyana, Wayan Putra, Made Bandung didampingi Ketut Suarya saat membina SMK PGRI 4 Denpasar.
MBP/ist
MBP/ist
AJANG BERGENGSI - Setelah sukses melaksanakan Pemilihan Putra-Putri Sekolah Ajeg Bali sejak tahun 2008, kini Teenagers Project Indonesia Jakarta yang didukung oleh MPR-RI, DPD-RI, KNPI Provinsi Bali, Yayasan Teruna Teruni Bali serta Badan Dana Punia Hindu Nasional kembali menggelar sebuah ajang bergengsi bagi siswa–siswi SMA/SMK se–Bali sebagai Duta Pendidikan untuk ketujuh kalinya. Kegiatan Pemilihan Putra-Putri Sekolah Ajeg Bali (PPSAB) ini tahun ini mengusung tema “Melalui Pemilihan Putra-Putri Sekolah Ajeg Bali Kita Songsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 Demi Suksesnya Revolusi Mental“, hal ini diungkapkan Luh Kayan Windy Anggriani (Ketua Panitia PPSAB Ke–7 Tahun 2015).
PENYEGARAN AKADEMIK - Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Warmadewa Denpasar, Selasa (13/10) lalu, menggelar penyegaran akademik dalam rangka meningkatkan kompetensi dosen memahami alat analisis kuantitatif SEM-PLS. Kegiatan selama dua hari itu menghadirkan narasumber Dr. Sudjana Budhi, Ketua Pusat Analisis Data Ekonomi Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud. Ketua Panitia Gede Aryawan, S.E., M.Si. melaporkan, penyegaran diikuti 75 dosen di lingkungan FE Unwar bertujuan untuk memberi pemahaman soal metode kuantitatif SEM-PLS sehingga bisa diterapkan untuk mahasiswa S-1. Dekan FE Unwar diwakili Wakil Dekan III Drs. I Made Pulawan, M.Agb. menyatakan sangat berterima kasih kepada narasumber yang menjadi pendamping dan membina dosen dalam lingkungan FE Unwar dalam upaya pemahaman metode kuantitatif sebagai alat analisis penelitian dan penyusunan karya tulis mahasiswa. 26 Oktober - 1 November 2015
13
A KT I V I TA S
MBP/ist
RAPAT SENAT - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Wira Medika PPNI Bali menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda VI Diploma dan Sarjana di BNDCC, Nusa Dua, Sabtu (10/10). Wisuda diikuti 90 orang dari Prodi D-3 Analis Kesehatan dan 298 orang dari Prodi S-1 Ilmu Keperawatan. Dengan demikian, Stikes Wira Medika PPNI Bali telah meluluskan 1.800-an mahasiswa sejak berdiri 2007 silam. Ketua Stikes Wira Medika PPNI Bali Drs. I Dewa Agung K.Sudarsana, M.M., mengatakan, kualitas lulusan dijaga melalui pembentukan karakter dan profesionalitas. Selama perkuliahan, skill mahasiswa dibangun agar betul-betul memiliki kompetensi sesuai dengan yang diharapkan pasar, dunia kerja, dan masyarakat.
WISUDA UNTAB - Universitas Tabanan (Untab) Sabtu (10/10) kembali menyelenggarakan Wisuda ke-20 bertempat di Inna Grand Bali Beach yang dihadiri Koordinator Kopertis VIII Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa, M.Si., Ketua Pengurus dan Ketua Badan Pelaksana Harian Yayasan I Gusti Ngurah Suryanegara dan Ida Bagus Gde Wirakusuma, APTISI dan para pimpinan perguruan tinggi se-Bali. Rektor Untab I Gede Made Rusdianta dalam laporannya mengatakan kembali menyelenggarakan wisuda sarjana sebanyak 135 orang wisudawan yang terdiri dari 30 orang dari Fakultas Ekonomi, 94 orang Fakultas Hukum dan 11 orang dari Fakultas Pertanian. Dengan demikian sejak berdirinya hingga kini Untab telah mewisuda 2.505 orang sarjana.
MBP/ist
MBP/ist
YUDISIUM UNR - Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai (UNR) melepas 66 mahasiswa dari Program Magister Ilmu Administrasi pada acara yudisium VI yang dilaksanakan Sabtu (10/10). ‘’Yang diyudisium dari program pascasarjana tetapi satu program yaitu Program Magister Ilmu Administrasi, yang titelnya nanti magister administrasi publik, program lainnya belum,’’ ujar Direktur Pascasarjana UNR Dr. Nyoman Suartha, S.E., S.H., M.Si. Mahasiswa UNR pun dikatakan sangat banyak hingga pihaknya harus menutup pendaftaran untuk angkatan 2014. UNR juga mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan sangat baik, yaitu proses belajar-mengajar baik pendidikan maupun pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
WISUDA UNHI - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) melaksanakan wisuda S-1 ke-48, magister ke-20, dan doktor ke-8, Jumat (9/10). Wisuda kali ini diikuti 313 dari program strata 1 (S-1), 69 orang dari program magister, 7 orang dari program doktor, sehingga total yang diwisuda sebanyak 389 orang. Dari 389 mahasiswa, terpilihlah I Gusti Ngurah Panji Jaya Kusuma, S.Pd.H. dari Program S-1 Program Studi Pendidikan Agama Hindu, I Putu Subagia Darma Wiguna, M.Pd.H. dari Program S-2 Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Dr. I Gusti Lanang Jelantik, M.Si. dari Program S-3 Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Rektor Unhi Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. menjelaskan, wisuda kali ini merupakan rangkaian Dies Natalis Unhi yang-52.
14
26 Oktober - 1 November 2015
MBP/ist MBP/ist
HUT FP UNUD - Dalam memperingati HUT ke-48 Fakultas Pertanian Universitas Udayana (FP Unud) dan Dies Natalis ke-53 Unud, Fakultas Pertanian Unud menggelar seminar nasional dengan tema ‘’Sinergitas Sektor Pertanian dan Pariwisata’’ di ruang Nusantara Gedung Agrokomplek Kampus Unud Denpasar, Jumat (9/10). Seminar nasional yang dibuka Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika ini menampilkan keynote speaker Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Dr. Spudnik Sujono Kamino, M.M. dengan makalah berjudul ‘’Kebijakan Pemerintah Membangun Sektor Pertanian dalam Perspektif Pariwisata dan Membangun Pariwisata dalam Perspektif Pertanian’’.
CABUT STATUS - Ancaman UNESCO untuk mencabut status warisan dunia “Geopark” di Kaldera Gunung Batur Kintamani, Bangli, membuat DPD RI prihatin. Hal ini mengingat bahwa perjuangan rakyat Bali untuk mendapatkan status khusus UNESCO ini sangat berat. Ironisnya, peran pemerintah provinsi Bali dan Kabupaten Bangli dinilai tidak maksimal karena dibatasi regulasi dan sistem. Maka dari itu Senator Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bergerak cepat untuk mengurai masalah kehutanan dan lingkungan hidup. Beberapa waktu lalu DPD RI menggelar pertemuan dengan sejumlah stakeholder kehutanan dan lingkungan hidup di antaranya Dinas Kehutanan dan LH Se-Bali, Balai KSDA, Unit Kementerian LH dan Hutan Se-Bali.
MBP/ist
MOU STIKI dan BKKBN - STIKI Indonesia melakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan BKKBN Provinsi Bali. Dikatakan Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Khrisna Muku, M.T., kegiatan yang dilaksanakan ini tidak hanya untuk diri sendiri melainkan juga kebanggaan dapat mengabdi dan memberi kepada masyarakat. Kali ini mahasiswa, alumni dan dosen siap membantu BKKBN menjalankan program kerjanya. Kegiatan ini diawali dari Sosialisasi Kegiatan dan Program Kerja yang didikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa dan narasumber dari Kepala Bidang ADPIN dan tim perwakilan BKKBN Provinsi Bali. Kegiatan yang berlangsung Rabu (7/10) merupakan peluang bagi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat. Nampak dalam foto Ketua BKKBN Ida Bagus Wirama, S.H., M.Kes. (tengah) dan Ketua STIKI I Dewa Made Khrisna Muku, M.T. (kanan) dalam pembukaan pengabdian masyarakat.
MBP/ist
STIKES AKTIF - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali dikenal paling aktif menjalin kerja sama internasional dengan Thailand. Ketua YP3 LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka dan Ketua Stikes Bali Drs. I Ketut Widia, BN.Stud., M.M. diundang khusus pada 19-24 oleh BCN Trang, Thailand untuk menghadiri sekaligus memberi sambutan pada acara Dies Natalis ke-25 BCN Trang. Kehadiran IB Arka dan Ketut Widia sangat beruntung. Saat itu mereka disambut oleh mantan Perdana Menteri Thailand Chuan Leekpai. Menariknya, usai acara duta RI dari Stikes Bali ini dilukis oleh Chuan Leepkai karena yang bersangkutan juga hobi melukis. Hasil karyanya langsung ditandatangani Ida Bagus Arka dan Chuan Leekpai disaksikan Direktur BCN Trang Dr. Kuanta. 26 Oktober - 1 November 2015
15
POLITIK
Penjabat Melanggar Larangan
M
utasi dua pejabat di lingkungan Pemkot Denpasar memancing polemik. Langkah Penjabat Wali Kota Denpasar A.A. Gede Geriya dinilai melewati kewenangan. Mendagri pun bereaksi. Tak hanya itu, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) meminta dua pejabat yang dimutasi dikembalikan ke posnya semula. Kisruh mutasi di Denpasar bergulir pekan lalu. DPRD Denpasar bahkan secara khusus memanggil Penjabat Wali Kota Denpasar. Adu argumentasai sempat terjadi. DPRD Denpasar pun memutuskan melakukan konsultasi ke Pusat. Dua pejabat eselon II yang dimutasi yakni
16
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) I Gusti Ngurah Eddy Mulya, dan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Denpasar Dewa Nyoman Sudarsana, Rabu (7/10) lalu. Dalam perkembanganya, KASN pun melakukan reaksi atas langkah Penjabat Wali Kota Denpasar. Dalam suratnya bernomor B-1100/KASN/10/2015 tertanggal 12 Oktober 2015 yang ditandatangani Ketua KASN Sofian Effendi, Penjabat Wali Kota diminta mengembalikan jabatan ke dua pejabat yang dimutasi. KASN sedikitnya memberikan tujuh poin penjelasan terkait mutasi yang dilakukan Penjabat Wali Kota Denpasar. KASN juga menyebutkan adanya dua pelanggaran terkait mutasi tersebut. KASN menyebutkan, sesuai dengan Pasal 132 a PP 49/2008 disebutkan empat hal yang tidak bisa dilakukan seorang penjabat kepala daerah. Empat hal yang dilarang tersebut, yakni melakukan mutasi pegawai, membatalkan perizinan yang telah dikeluarkan pejabat sebelumnya dan/ atau mengeluarkan perizinan yang bertentangan dengan yang dikeluarkan pejabat sebelumnya, membuat kebijakan tentang pemekaran daerah yang bertentangan dengan kebijakan pejabat sebelumnya, dan membuat kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan dan program pembangunan pejabat sebelumnya. Ketentuan ini dapat dikecualikan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri.
KASN juga menyebutkan, mutasi yang dilakukan Pemkot Denpasar belum mendapat izin dari Mendagri. Selain itu, berdasarkan surat edaran KASN No. B/636/KASN/7/2015 tanggal 28 Juli 2015, pada poin 6 menyatakan, dalam hal mutasi JPT, pelaksanaannya dilakukan oleh panitia seleksi. Mengacu pada hal itu, KASN menyebutkan mutasi di Pemkot Denpasar terjadi dua pelanggaran, yakni tidak ada izin Mendagri, dan kedua, mutasi dilakukan dengan prosedur yang salah. Karena itu, KASN akan secepatnya meminta Penjabat Wali Kota untuk mengembalikan kedua JPT Pratama tersebut ke jabatannya semula, karena proses mutasi tersebut melanggar peraturan perundang-undangan. z Asmara LARANGAN BAGI PENJABAT D Dilarang melakukan mutasi pegawai; D Dilarang membatalkan perizinan yang telah dikeluarkan pejabat sebelumnya dan/atau mengeluarkan perizinan yang bertentangan dengan yang dikeluarkan pejabat sebelumnya; DDilarang membuat kebijakan tentang pemekaran daerah yang bertentangan dengan kebijakan pejabat sebelumnya; D Dilarang membuat kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan dan program pembangunan pejabat sebelumnya. Sesuai Pasal 132 a PP 49/2008
26 Oktober - 1 November 2015
16
Penjabat Bisa Diganti KISRUH Mutasi di Denpasar direspons Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Ia mengingatkan penjabat kepala daerah (pj.) atau pelaksana tugas kepala daerah (plt.) untuk memahami batasanbatasan kewenangannya sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam perundang-undangan. Terkait dengan kebijakan mutasi pejabat eselon II dan perubahan zonasi di Denpasar Utara yang dibuat oleh Pj. Wali Kota Denpasar A.A. Gede Geriya, Mendagri mengatakan sedang menindaklanjuti persoalan tersebut. “Kami sedang mengirim tim dari Otda ke sana (Denpasar). Mengecek itu. Karena posisi plt. kan ada batasannya. Mana-mana yang dia boleh lakukan, mana-mana yang tidak, mana-mana yang harus melalui persetujuan menteri,” kata Tjahjo Kumolo. Tjahjo mengatakan akan mengkaji lebih jauh polemik mutasi dua pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Denpasar serta keluarnya Peraturan Wali Kota (Perwali) No.29 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Wali Kota No.14 Tahun 2014 tentang Perubahan Zonasi Kecamatan Denpasar Utara (BP, 12/10). “Karena SK (surat keputusan) pengangkatannya kan SK Mendagri. Jadi kami lihat, kalau memang dia melakukan itu, aturannya memang tidak betul, dan tidak ada konsultasi ke kami, ya… dia bisa diganti,” tegasnya. Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Dodi Riadmadji menambahkan, terkait mutasi pejabat di lingkup Pemkot Denpasar, ada pedomanpedoman yang harus dilalui oleh seorang Pj. “Kalau itu job feed, untuk mindah-mindah dari A ke B, B ke A. Itu job feed untuk menilai SKPD yang sejajar, misalnya dari dinas ini ke dinas seterusnya. Itu cukup ditelaah dan kemudian diwawancarai dan seterusnya. Tetapi, kalau itu (jabatan) kosong, itu harus pakai seleksi. Tetapi, kalau untuk mengisi kekosongan eselon IV, eselon III tidak perlu pakai bidding (lelang jabatan),” katanya. Soal perlunya konsultasi dari pemerintah pusat, Dodi mengatakan, kalau mutasi yang dilakukan hanya terbatas, yang tujuannya mengisi kekosongan agar organisasinya bisa bergerak, maka hal itu bisa saja dilakukan. “Ini kan izinnya Pj. Tetapi kami harus lihat dulu faktanya,” katanya. Saat ditanya, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan seorang Pj. atau Plt. Kepala Daerah, Dodi mengatakan, ketentuan mengenai kewenangan seorang Pj. telah diatur sesuai peraturan perundangan. “Yang tidak diperbolehkan itu misalnya men-down grade atau menghilangkan jabatan seseorang tanpa alasan yang jelas,” ujarnya. Ketua Fraksi PDI-P Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa dalam rapat dengar pendapat antara DPRD dengan pihak eksekutif mempertanyakan kedua hal tersebut. Atas pertanyaan itu, Pj. Wali Kota A.A. Gede Geriya belum memberikan jawaban terhadap pertanyaan tentang keluarnya Perwali tentang zonasi di Kecamatan Depasar Utara itu. z Hardianto
Karena SK (surat keputusan) pengangkatannya kan SK Mendagri. Jadi kami lihat, kalau memang dia melakukan itu, aturannya memang tidak betul, dan tidak ada konsultasi ke kami, ya… dia bisa diganti.
Tjahjo Kumolo Mendagri 26 Oktober - 1 November 2015
17
17
PENDIDIKAN
Jarak Sekolah Jauh
Puluhan Siswa SDN Belandingan Diasramakan
P
uluhan anak di Desa Belandingan, Kintamani selama ini harus berjuang keras agar bisa mengenyam bangku pendidikan sekolah dasar (SD) di desa setempat. Pasalnya untuk bisa mencapai sekolah, mereka harus melewati medan yang berbukit dan terjal dengan berjalan kaki. Tak hanya itu, jarak yang harus mereka tempuh dari rumah menuju sekolah juga lumayan jauh rata-rata mencapai 6 hingga 7 kilometer. Seperti yang selama ini dijalani Ni Ginar (11) salah seorang siswa kelas III SDN Belandingan. Setiap harinya, Ginar harus berjalan kaki sepanjang 7 kilometer untuk bisa belajar ke sekolah. Dari pondoknya yang berlokasi di tengah hutan Bukit Bawa, Ginar terpaksa sudah berangkat ke sekolah pukul 05.30 wita. “Bangunnya jam lima, kalau berangkat ke sekolah jam setengah enam pagi,” tuturnya. Untuk berangkat ke sekolah, anak dari
18
26 Oktober - 1 November 2015
pasangan Wayan Manis dan Nyoman Payu ini mengaku tak sendirian. Ada beberapa teman sekolahnya yang juga senasib dengannya. Salah satunya, Ni Nyoman Repeni teman sekelasnya. Lantaran sering kelelahan akibat jarak yang ditempuh lumayan jauh ditambah dengan kondisi perut kosong, Ginar mengaku dalam perjalanannya ke sekolah dirinya dan temannya terpaksa beristirahat hingga beberapa kali. Karena waktu yang dihabiskan dalam perjalanan itu lumayan banyak, maka dirinya baru bisa sampai di sekolah pada pukul 10.00 wita, di saat para siswa lainnya sudah mendapat pelajaran. “Karena jauh, saya jadi sering terlambat,” ujarnya. Tak hanya berjuang untuk bisa mencapai sekolah, sepulang sekolah pukul 15.00 wita, Ginar yang lahir di keluarga petani ini pun mengaku harus ikut bekerja untuk membantu orangtuannya. Biasanya, dirinya akan mengisi waktu sepulang sekolahnya dengan kegiatan mencari air dan menyabit
rumput untuk pakan ternak sapi orang tuannya. “Setelah itu, pukul 19.00 saya belajar sampai jam 20.00, lalu istirahat,” ujarnya seraya mengaku bahwa saat berada di rumah, dirinya bersama kedua orangtua dan keenam saudaranya yang lain tidak pernah menonton hiburan televisi lantaran di rumahnya memang tidak ada listrik. Sementara itu, Kepala SDN Blandingan Ketut Budiarta mengatakan jumlah siswa yang bersekolah di sekolah yang dipimpinnya tercatat 177 orang. Dari keseluruhan siswa itu, sebanyak 27 orang di antaranya masuk ke dalam data siswa yang mengalami kesulitan sekolah. “Ke 27 orang siswa itu jarak rumah dengan sekolahnya sangat jauh. Belum lagi medan yang harus dilalui sangat sulit karena berbukit dan terjal,” terangnya. Dia mengakui, jauhnya jarak yang harus ditempuh oleh puluhan siswanya tersebut menyebabkan mereka sering terlambat tiba
Tingkatkan Anggaran
Solusi Atasi Masalah Pendidikan di Karangasem
Ni Ginar dan Ni Nyoman Repeni saat ditemui di sekolahnya, belum lama ini, mengaku sering terlambat lantaran jarak sekolah yang sangat jauh dari rumah mereka. MBP/ina
disekolah. Untuk menyiasati agar para siswa tersebut tidak sering ketinggalan pelajaran, pihak sekolah terpaksa mengulang kembali pelajaran yang sudah dijelaskan sebelumnya di dalam kelas khusus untuk mereka saat jam istirahat. Menyikapi persoalan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Bangli Dewa Mahendra Putra yang belum lama ini berkunjung ke SDN Belandingan berencana mengasramakan ke-27 siswa tersebut. Adapun bangunan yang akan dijadikan asrama yakni beberapa unit mes guru di sekolah setempat yang kini sedang kosong. Hal itu dilakukan agar puluhan siswa tersebut bisa berkonsentrasi untuk bersekolah. “Nanti, siswa ini tugasnya hanya belajar saja. Sementara itu, untuk kebutuhan makan sehari-hari, mereka akan ditanggung pemerintah. Dalam pertemuan sebelumnya, kami juga sudah sempat menyampaikan rencana ini kepada orangtua siswa dan mereka mengizinkan. Saat nanti anak-anak ini tinggal di sini, mereka bisa pulang satu minggu sekali,� ujarnya. z Swasrina
PENDIDIKAN menentukan kualitas sumber daya manusia. Namun, tanpa didukung anggaran yang memadai, sulit bagi dinas terkait untuk menjawab tantangan membangun pendidikan berkualitas. Oleh karena itu, pilkada serentak ini diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki sistem anggaran. Sebab, bila melihat anggaran Disdikpora Karangasem, total anggaran yang sejatinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan hanya 3,96 persen dari total APBD Induk 2015. Total APBD Induk 2015 Kabupaten Karangasem mencapai Rp 1,2 triliun. Dari jumlah itu, data Disdikpora Karangasem menunjukkan, plafon anggaran untuk Disdikpora sebesar Rp 550,9 miliar atau 43,40 persen. Kemudian, dibagi Gede Ariyasa lagi untuk belanja tidak langsung sebesar Rp 500,6 miliar atau 39,44 persen. Sementara belanja langsung hanya Rp 50,2 miliar atau 3,96 persen. Anggaran belanja langsung sebesar itu, jelas bukan jawaban untuk mengadapi segudang persoalan pendidikan di Karangasem. Mulai dari kondisi infrakstruktur gedung sekolah, peningkatan kualitas pendidikan, penuntasan buta aksara hingga penanganan anak putus sekolah. Bahkan, bila dicermati lebih jauh, dari Rp 50,2 miliar itu, sebesar Rp 26,3 miliar di antaranya adalah berupa DAK (Dana Alokasi Khusus) dari pemerintah pusat. Yakni, DAK SD Rp 13,3 miliar, DAK SMP Rp 5,9 miliar, DAK SMA Rp 3,1 miliar dan DAK SMK Rp 3,8 miliar. Jadi, dengan demikian dipastikan belanja langsung diluar DAK dari pemerintah pusat hanya Rp 23,8 miliar atau hanya 1,8 persen dari total APBD Induk 2015 Karangasem. Jauh dari kewajiban yang diamanatkan pemerintah sebesar Rp 20 persen. Kadisdikpora Karangasem Gede Ariyasa, Rabu (14/10) kemarin, mengakui kondisi cekaknya anggaran peningkatan kualitas pendidikan di Karangasem. Dengan total dukungan anggaran pemerintah daerah hanya 1,8 persen, sulit bagi Disdikpora berbenah menghadapi segudang persoalan dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, pihaknya berharap ke depan politik anggaran ini dapat diperbaiki. Sehingga, eksekusinya ke depan terhadap persoalan pendidikan bisa dituntaskan. Bahkan, Kadisdikpora berani sesumbar, bila besaran anggaran bisa dinaikkan dari Rp 1,8 persen menjadi 8 persen sampai 10 persen. Ia sangat yakin mampu menjawab segala persoalan pendidikan di Karangasem. “Saya jamin, tidak ada lagi sekolah rusak, apalagi anak putus sekolah. Dengan kondisi sekarang saja, siswa-siswi kami sudah mampu berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Apalagi kalau didukung anggaran yang ideal,� imbuhnya. z Bagiarta 26 Oktober - 1 November 2015
19
MANCANEGARA
Laporan Hancurnya
MH17 Diumumkan
T
im penyelidik gabungan pimpinan Belanda pada hari ini telah mengumumkan laporan akhir dari investigasi jatuhnya pesawat MH17 milik Malaysia Airlines yang ditembak setahun lalu. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa pesawat MH17 Maskapai Malaysia Airlines yang memiliki rute penerbangan Amsterdam-Kuala Lumpur terbukti ditembak jatuh menggunakan rudal Buk buatan Rusia. “Pada hari ini, kami telah mengumumkan laporan akhir dari hasil investigasi insiden pesawat MH17 yang jatuh di Ukraina Timur. Dalam laporan akhir itu, dapat disimpulkan bahwa MH17 terkena sebuah rudal Buk buatan Rusia,” ujar Kepala Tim Penyelidik Gabungan, Tjibbe Joustra, ketika berada di pangkalan militer Gilze-Rijen. “Dalam hasil investigasi kami, sisi kiri kokpit pesawat MH17 terbukti terkena sebuah hulu ledak bertipe 9n314m. Hal ini sesuai dengan jenis hulu ledak yang terpasang dalam rudal Buk buatan Rusia,” sambungnya. Joustra menambahkan, kendati laporan akhir ini telah diumumkan, Pemerintah Rusia kembali membantah bahwa pihaknya tidak pernah memakai jenis rudal yang diungkapkan dalam laporan akhir yang dikeluarkan tim penyelidik. Sebagaimana diberitakan, pesawat MH17 milik Malaysia Airlines yang melakukan perjalanan dari Amsterdam
20
26 Oktober - 1 November 2015
menuju Kuala Lumpur ditembak jatuh ketika melintas di wilayah Donetsk Oblast, Ukraina pada 17 Juli 2014. Tragedi itu menewaskan 298 orang, termasuk 12 warga negara Indonesia (WNI). Berikut isi pengumuman tersebut selengkapnya 1. Jatuh karena hulu ledak Malaysia Airlines MH17 jatuh karena hulu ledak yang mengenai bagian kiri atas ruang kemudi pilot, menyebabkan kerusakan struktural ke bagian depan pesawat. Hal ini didasarkan pada rekaman suara oleh alat perekam di ruang kemudi, perpecahan tiga bagian di luar pesawat, dan pola yang diamati di bagian depan pesawat. Ledakan menyebabkan pesawat terputus dengan bagian depan jatuh 2,3 km dari posisi terakhir yang tercatat dalam perekam data penerbangan sementara bagian belakang pesawat masih tetap berada di udara sejauh 8,5 km sebelum hancur. 2. Rudal BUK yang digunakan Hulu ledak dibawa oleh rudal darat ke uadara buatan Rusia, BUK. Kesimpulan ini didasarkan pada pola kerusakan di puing-puing yang disebabkan oleh ledakan dan dampak perpecahannya, analisis dari sisa bahan peledak, serta bentuk ‘dasi kupu-kupu’ dari beberapa pecahan. Jumlah lubang kecil di badan pesawat tidak konsisten dengan tembakan udara ke udara dan tidak ada rudal udara ke udara yang digunakan di kawasan itu memiliki pecahan yang berbentuk seperti ‘dasi kupu-kupu’.
3. Para penumpang hampir tidak sadar dengan serangan Ledakan langsung mematikan tiga orang di ruang kemudi. Laporan menyebutkan, “beberapa penumpang tetap sadar beberapa waktu selama satu sampai satu setengah menit ketika pesawat jatuh.” Namun ditambahkan para penyelidik tidak menemukan adanya bukti ‘perilaku sadar oleh penumpang setelah ledakan. Seorang penumpang ditemukan mengenakan tabung oksigen namun ‘tidak jelas’ kenapa masker oksigen itu ke luar. 4. Kawasan penembakan yang luas Perhitungan memperlihatkan rudal ditembakkan dari kawasan area sekitar 320 km2 di Ukraina timur dan penyelidikan lebih lanjut, yang berada di luar jangkauan Badan Keselamatan Belanda, diperlukan untuk memastikan lokasi penembakan rudal. 5. Pengkajian risiko tidak cukup Ukraina seharusnya menutup ruang udaranya untuk penerbangan komersial, sementara Malaysia Airlines dan lembaga lain, seperti Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, ICAO, tidak mempertimbangkan dengan baik risiko terbang di DWDV NDZDVDQ NRQÀLN /DSRUDQ PHQHPXkan terdapat 16 pesawat dan helikopter militer yang ditembak jatuh di Ukraina timur beberapa pekan sebelum MH17 jatuh. Pada hari kecelakaan, ada 160 penerbangan di wilayah tersebut. z Gugiek Savindra
8SD\D 5HXQL¿NDVL 'XD .RUHD KEINGINAN Korea Selatan (Korsel) XQWXN PHODNXNDQ UHXQL¿NDVL GHQJDQ WHWDQJJD VHNDOLJXV VHWHUXQ\D .RUHD 8WDUD .RUXW PHQGDSDW NHQGDOD \DQJ FXNXS EHUDW 1HJDUD SLPSLQDQ .LP -RQJ XQ LWX PHQJDMXNDQ V\DUDW \DQJ VXOLW XQWXN GLSHQXKL ROHK .RUVHO ³'DUL VLVL .RUXW PHUHND PHQV\DUDWNDQ SHUXEDKDQ SHUVHWXMXDQ JHQFDWDQ VHQMDWD PHQMDGL SHUMDQMLDQ GDPDL 6\DUDW ODLQQ\D $PHULND 6HULNDW $6 KDUXV NHOXDU GDUL .RUVHO ´ NDWD :DNLO .HWXD .RPLWH 3HUVLDSDQ 5HXQL¿NDVL .RUHD &KXQJ &KRQJ :RRN 6HNLODV V\DUDW SHUWDPD WHUOLKDW SRVLWLI GDQ WLGDN VXOLW XQWXN GLSHQXKL ROHK .RUVHO 1DPXQ Q\DWDQ\D SHUPLQWDDQ SHUMDQMLDQ GDPDL \DQJ GLDMXNDQ ROHK .RUXW GLWXMXNDQ NHSDGD $6 EXNDQ NHSDGD WHWDQJJDQ\D LWX 'HQJDQ PHPHQXKL V\DUDW LQL PDND .RUVHO WDPSDN VDPD VHNDOL WLGDN GLDQJJDS ROHK .RUXW /DWDU EHODNDQJ VHMDUDK PHQJKDODQJL SHPHQXKDQ V\DUDW NHGXD 3DVDOQ\D 3HUDQJ .RUHD SHFDK KDQ\D EHUVHODQJ GXD WDKXQ VHWHODK $6 PHQDULN SDVXNDQQ\D GDUL .RUHD SDGD +DO LQL PHPEXDW .RUVHO NKDZDWLU KDO \DQJ VDPD DNDQ WHUMDGL ODJL MLND DUPDGD 3DPDQ 6DP SHUJL GDUL QHJHULQ\D 0HVNL VXOLW PHPHQXKL SHUV\DUDWDQ \DQJ GLDMXNDQ ROHK .RUXW &KXQJ PHQJDWDNDQ .RUVHO PDVLK WHUXV EHUXVDKD PHQJJHODU GLDORJ GDQ EHUQHJRVLDVL DJDU WXMXDQ
UHXQLILNDVL GDSDW WHUFDSDL 0HQJHQDL NDSDQ KDO LWX DNDQ WHUMDGL GLD PHQJDNX WLGDN GDSDW PHPEHUL SHUNLUDDQ .RUVHO EHUKDUDS ,QGRQHVLD GDSDW EHUSHUDQ GDODP XSD\D PHUHND EHUVDWX NHPEDOL ³'LEXWXKNDQ GLDORJ GDQ QHJRVLDVL DQWDUD NHGXD EHODK SLKDN 8QWXN LWX GLEXWXKNDQ NHSHUFD\DDQ 3HUDQ ,QGRQHVLD XQWXN PHQXPEXKNDQ NHSHUFD\DDQ LWX ,QGRQHVLD GLKDUDSNDQ PHQMDGL SHQHQJDK GDQ IDVLOLWDWRU SHUWHPXDQ NHGXD QHJDUD ´ NDWD &KXQJ 'LD PHQ\DGDUL EDKZD GDODP SURVHV UHXQL¿NDVL SHUDQDQ SDOLQJ SHQWLQJ KDUXV GLPDLQNDQ ROHK SLKDN .RUHD VHQGLUL 1DPXQ GL OXDU LWX SHUDQDQ SLKDN NHWLJD VHSHUWL GXNXQJDQ GXQLD LQWHUQDVLRQDO MXJD GLEXWXKNDQ ,QGRQHVLD \DQJ PHPLOLNL KXEXQJDQ EDLN GHQJDQ NHGXD .RUHD EDLN .RUVHO PDXSXQ .RUXW GLDQJJDS SHQWLQJ GDODP XSD\D UHXQL¿NDVL LQL 7HUSLVDKQ\D NHGXD QHJDUD WHUMDGL VHMDN 3HUDQJ 'XQLD ,, VLODP 6HWHODK 3HQMDMDKDQ -HSDQJ GL .RUHD \DQJ EHUDNKLU NDUHQD NHNDODKDQ -HSDQJ SDGD 3HUDQJ 'XQLD ,, WDKXQ .RUHD GLEDJL PHQMDGL GXD ZLOD\DK EHUGDVDUNDQ JDULV GHUDMDW OLQWDQJ XWDUD VHVXDL GHQJDQ SHUMDQMLDQ \DQJ GLDGDNDQ ROHK 3%% 8QL 6RYLHW GL EDJLDQ XWDUD GDQ $PHULND 6HULNDW GL EDJLDQ VHODWDQ 8QL 6RYLHW GDQ $PHULND 6HULNDW WLGDN EHUKDVLO PHQFDSDL NHVHSDNDWDQ PHQJHQDL LPSOHPHQWDVL SHQ\DWXDQ .RUHD +DO LQL
PHQJDNLEDWNDQ SHPEHQWXNDQ SHPHULQWDKDQ \DQJ WHUSLVDK GHQJDQ PDVLQJ PDVLQJ SHPHULQWDK PHQJNODLP PHPLOLNL ZLOD\DK UHVPL DWDV VHOXUXK .RUHD .DUHQD EHUEDJDL NRQÀLN 3HUDQJ .RUHD GLPXODL SDGD -XQL 3HUDQJ LQL VHPSDW EHUKHQWL VHPHQWDUD GHQJDQ JHQFDWDQ VHQMDWD \DQJ GLWDQGDWDQJDQL SDGD -XOL .RQÀLN GLDNLEDWNDQ ROHK SHPEDJLDQ .RUHD GDQ XSD\D NHGXD .RUHD XQWXN PHQ\DWXNDQ NHPEDOL .RUHD GLEDZDK SHPHULQWDKDQ PHUHND PDVLQJ PDVLQJ 3HUDQJ LQL PHQHZDVNDQ OHELK GDUL MXWD SHQGXGXN GDQ SUDMXULW GDUL NHGXD EHODK SLKDN 1HJRVLDVL EHUDNKLU NHWLND 7HQWDUD 5DN\DW .RUHD PHQ\HUEX .RUHD 6HODWDQ SDGD -XQL 'L EDZDK UHVWX 3%% $PHULND 6HULNDW GDQ VHNXWXQ\D PHQGXNXQJ .RUHD 6HODWDQ 6HWHODK VHUDQJDQ EDODVDQ .RUHD 6HODWDQ WHQWDUD &LQD PHQGXNXQJ .RUHD 8WDUD GDQ SDGD DNKLUQ\D PHQJDUDK NHSDGD JHQFDWDQ VHQMDWD \DQJ KDPSLU PHPXOLKNDQ NHPEDOL SHUEDWDVDQ DZDO DQWDUD .RUHD 8WDUD GDQ .RUHD 6HODWDQ 6HMDN JHQFDWDQ VHQMDWD WDKXQ KXEXQJDQ DQWDUD SHPHULQWDK .RUHD 8WDUD GHQJDQ .RUHD 6HODWDQ 8QL (URSD .DQDGD $PHULND 6HULNDW GDQ -HSDQJ WHWDS WHJDQJ +LQJJD NLQL NHGXD QHJDUD WHWDS NHUDS WHUOLEDW NRQÀLN z Gugiek Savindra
26 Oktober - 1 November 2015
21
DAERAH
Lokasi parkir di Pasar Kidul Bangli.
Semrawut
Retribusi Parkir Turun 50 Persen
P
endapatan parkir sejatinya cukup potensial untuk mendukung pembangunan. Namun sayang sektor ini kerap kurang mendapat perhatian sehingga potensi itu seringkali terabaikan. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bangli sejak tiga tahun yang lalu terpaksa menurunkan target retribusi parkir. Hal ini sebagai dampak dari perbaikan sejumlah pasar yang berujung pada kurang maskimalnya penataan lahan parkir. Kadishub Bangli Gede Artha, belum lama ini mengatakan sejak tiga tahun yang lalu target retribusi parkir kisaran Rp 275 juta per tahun. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp 500 juta. “Target retribusi sejak tiga tahun yang lalu turun sekitar 50 persen,” katanya. Turunnya target retribusi ini, kata Artha tidak terlepas dari kantong-kantong parkir yang mulai berkurang. Retribusi selama ini paling banyak
22
26 Oktober - 1 November 2015
didapatkan dari Pasar Kidul Bangli. Namun, adanya bencana kebakaran pada 2012 lalu, lokasi yang biasanya dijadikan parkir berubah menjadi tempat pedagang. Hal itu menyebabkan lokasi parkir tidak tertata. “Pengendara parkir di sembarang tempat. Kadang tidak dilihat oleh jukir. Mereka tidak bayar jadinya,” terangnya. Penurunan target ini ditafsirkan akan berakhir setelah pembangunan pasar selesai. Saat itu, pedagang yang kini berjualan di lantai dasar pasar akan dipindahkan ke ruko yang sudah disedikan. “Kalau pembangunan pasar sudah selesai, rasanya retribusi itu kembali normal seperti dulu. Kami juga akan merancang pembayaran parkir satu pintu,” ungkapnya. Lanjut Artha, retribusi parkir dari Pasar Kintamani juga mengalami penurunan. Namun angkanya tidak terlalu banyak. Penyebabnya pun dikatakan sama, yakni karena semrawutnya lahan parkir. Sesungguhnya, untuk di pasar Kintamani ini sudah tersedia lahan parkir. Namun,
jalan masuknya sangat curam, sehingga pengendara tidak berani melintas. “Retribusi parkir Pasar Kintamani juga turun. Penyebabnya sama, lahan parkir yang tidak tertata,” ucapnya. Sementara itu, untuk pasar Kayuambua Susut dan Pasar Yangapi Tembuku, retribusi parkirnya masih stabil. Sebab, di pasar itu tidak ada pembangunan yang mengorbankan lahan parkir. “Retribusi di dua pasar ini masih stabil,” paparnya. Pejabat asal Kintamani ini juga menyebutkan untuk menambah pendapatan, pihaknya membuka sejumlah kantong parkir di lingkungan kota. Salah satunya di sekitar taman kota. “Agar pendapatan dari parkir tidak kecil sekali, sejumlah lokasi di lingkungan kota dipungut parkir,” cetusnya. Selain lingkungan taman kota, sesungguhnya lokasi parkir di sepanjang Jalan Brigjen Ngurah Rai bisa dikenakan retribusi. Sayangnya, dalam mencari jukir sangat sulit. z Sosiawan
Parkir Pasar Seni Geopark Justru Diabaikan PEMERINTAH Kabupaten Bangli nampaknya masih belum serius untuk menggali pendapatan asli daerah (PAD) khususnya dari sektor parkir. Buktinya, keberadaan lahan parkir di depan Pasar Seni Geopark Kintamani yang sebenarnya cukup potensial untuk digarap justru diabaikan begitu saja. Sejak ditata, lahan parkir tersebut dibiarkan digarap petugas parkir liar. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (DishubkomLQIR *HGH $UWD VDDW GLNRQ¿UPDVL EHOXP lama ini mengakui bahwa pihaknya sampai saat ini memang belum menggarap potensi parkir yang ada di depan pasar seni geopark tersebut. Alasannya karena lahan parkir tersebut belum diserahkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). “Karena lahan itu masih ada di Dinas perdagangan, belum diserahkan ke kami, makanya kami belum bisa mengelolanya,”
terangnya. Dia menambahkan, lantaran lahan parkir di depan Pasar Seni Geopark belum dikelola pemerintah, maka petugas parkir yang selama ini berjaga dan memungut retribusi di areal parkir tersebut tentunya bukanlah petugas parkir dari Dinas Perhubungan. Dikatakan Gede Arta, sebagaimana yang diketahuinya selama ini, petugas parkir yang berjaga di sana adalah juru parkir yang ditugaskan oleh pihak desa setempat. Dia mengatakan sejak lahan parkir tersebut ditata, sejatinya pihaknya sudah berkeinginan untuk mengelolanya. Sebab dari pengamatannya selama ini, dalam setiap harinya jumlah kendaraan roda empat dan roda dua yang parkir di areal parkir tersebut mencapai 50-100 unit. Jika jumlah kendaraan itu dikalkulasikan dengan karcis parkir, maka pemasukan yang bisa didapat dari parkir di Pasar Seni Geopark mencapai Rp 250-300 ribu per
hari. “Paling tidak dari parkir di sana Rp 250 sampai 300 ribuan per hari masuk ke daerah. Tapi kembali lagi, karena belum diserahkan ke kami, kami belum bisa mengelolanya,” ujarnya seraya mengatakan bahwa untuk bisa mengelola lahan parkir tesebut, pihaknya sudah sempat menyampaikannya ke Disperindag dalam rapat tim. Di sisi lain di tahun 2015 ini, besaran pendapatan yang ditarget Dishubkominfo Bangli dari sektor parkir yakni Rp 375 juta. Pendapatan parkir selama ini di pungut di beberapa titik, paling banyak di Pasar Kidul, Pasar Kintamani, dan Pasar Kayuambua. Gede Arta mengungkapkan, sebelum pasar Kidul mengalami musibah kebakaran 2012 lalu, pendapatan parkir yang didapat pemkab jauh lebih tinggi dari tahun ini, yakni mencapai Rp 500 juta. z Swasrina
Parkir pasar seni geopark Kintamani yang sebenarnya cukup potensial untuk digarap justru diabaikan.
26 Oktober - 1 November 2015
23
K E S E H ATA N
Keguguran Berulang, Bukan Suatu Kebetulan
K
ehamilan merupakan satu hal yang paling dinantikan oleh pasangan suami istri. Sebagian besar dengan mudah mendapatkan momongan, namun tidak sedikit pula yang tidak kunjung mendapatkan buah hati, baik karena masalah kesuburan, maupun karena mengalami keguguran, bahkan hingga beberapa kali. Keguguran merupakan terhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu, dan atau berat janin kurang dari 500 gram. Bila keguguran terjadi secara spontan (tidak
disengaja) sebanyak 3 kali atau lebih, maka disebut juga sebagai abortus habitualis atau recurrent pregnancy loss. Diketahui bahwa sekitar 30-60% dari kehamilan tidak disadari oleh wanita, dan kemudian mengalami keguguran secara spontan. Sedangkan sekitar 12-15% dari kehamilan yang telah diketahui dan disadari mengalami keguguran. Bila seorang wanita telah mengalami dua kali keguguran, maka
24
26 Oktober - 1 November 2015
kemungkinan mengalami keguguran pada kehamilan berikutnya sekitar 40-45%. Penyebab Keguguran Berulang Berbagai penyebab keguguran berulang telah diteliti sejak tahun 1930-an hingga kini, dan beberapa penyebab utama yang telah dibuktikan berhubungan secara bermakna pada berbagai penelitian, yaitu kelainan genetik orang tua, kelainan imunologis dan kelainan anatomis. Kelainan genetik menyebabkan sekitar 50% keguguran pada trimester pertama, 30% keguguran trimester kedua, dan 3% dari kematian janin dalam rahim. Kelainan genetik yang paling sering terjadi yakni trisomi 21 (sindroma klinefelter), trisomi 13 (sindroma patau), trisomi 16, trisomi 22, monosomi X (45,X; Sindroma turner), dan poliploidi. Makin tua usia ibu, dikaitkan dengan meningkatnya kejadian kelainan genetik pada keguguran. Kelainan imunologis yang sangat berkaitan dengan keguguran berulang yakni lupus eritematosus sistemik (SLE) dan sindroma antifosfolipid (APS). Keduanya merupakan kelainan imunolgis, yang mana sel imun menyerang sel tubuh itu sendiri, sehingga muncul berbagai kelainan pada berbagai organ. Pada kehamilan, kelainan imunologis dapat mengganggu sirkulasi darah menuju janin, dan meningkatkan terjadinya sumbatan darah pada plasenta. SLE telah lama dilaporkan berdampak pada kejadian keguguran, tercatat bahwa risiko keguguran pada penderita SLE sebesar 20%, yang sebagian besar terjadi pada trimester kedua. Serupa dengan SLE, APS juga sangat berhubungan dengan keguguran, meskipun hanya 3-5% dari seluruh keguguran berulang
akibat APS. Berbagai kelainan anatomis baik yang dibawa sejak lahir maupun didapatkan kemudian, dapat menyebabkan kegagalan kehamilan. Kelainan bawaan pada rahim meliputi sekitar 2% dari populasi, dan 6-7% dari seluruh wanita yang mengalami keguguran berulang. Pada wanita yang mengalami kelainan bawaan, sekitar 40% kehamilan akan berakhir dengan keguguran, dan umumnya terjadi pada trimester kedua. Kelainan anatomis lain seperti tumor pada rahim dan perlengketan rongga rahim (Sindroma Asherman). Sindroma Asherman dapat timbul akibat infeksi maupun tindakan kuretase sebelumnya. Sekitar 40-80% kehamilan akan gugur, dan sekitar 25% lahir prematur. Kondisi lain seperti kelainan pembekuan darah, kelainan hormonal ibu (gangguan tiroid, diabetes mellitus, kelainan hormone penunjang kehamilan), infeksi, dan paparan lingkungan (merokok, alkohol, kafein) telah disebutkan berkaitan dengan keguguran berulang, namun belum dapat dikatakan sebagai penyebab pasti. Bagi wanita yang memiliki riwayat keguguran berulang, berturut-turut maupun tidak, dan atau mengalami persalinan prematur lebih dari sekali, sebaiknya melakukan pemeriksaan dan perencanaan kehamilan yang lebih ketat di dokter spesialis kandungan. Akan disarankan untuk menjalani pemerLNVDDQ KLVWHURVNRSL SHQFLWUDDQ UDGLRJUDÂż pemeriksaan laboratorium lengkap, dan bila dibutuhkan hingga pemeriksaan genetik. Beberapa kelainan dapat ditangani, sehingga meningkatkan kemungkinan kehamilan bagi pasangan. z Dr. Tjokorda Gede Astawa Pemayun
MBP/Citta Maya
dr. Wayan Westa, Sp.KJ (K) saat memberikan materi pengenalan dan penanganan gangguan jiwa pada seseorang.
Usia Dini adalah Usia untuk Bermain SAAT ini pendidikan mulai mengalami perkembangan yang VLJQL¿NDQ 3DVDOQ\D DQDN XVLD GLQL \DLWX WDKXQ VXGDK PXODL GLDMDN XQWXN PHQJLNXWL SHQGLGLNDQ IRUPDO GL VHNRODK VHSHUWL 3$8' SHQGLGLNDQ DQDN XVLD GLQL EDKNDQ MXJD DGD DQDN XVLD WDKXQ PXODL GLVHNRODKNDQ GL VHNRODK IRUPDO 0HQXUXW GU :D\DQ :HVWD 6S .- . GRNWHU VSHVLDOLV NHVHKDWDQ MLZD VHVXQJJXKQ\D XVLD GLQL WHUVHEXW PHUXSDNDQ XVLD XQWXN EHUPDLQ %HUPDLQ DGDODK SURVHV DQDN EHODMDU EHULQWHUDNVL EHODMDU EHUJDXO GHQJDQ WHPDQ \DQJ VDPD ³%HUPDLQ LWX MXJD PHUXSDNDQ VXDWX SHPEHODMDUDQ ´ XMDUQ\D EHOXP ODPD LQL %HODMDU XQWXN DQDN XVLD GLQL WLGDNODK PHVWL EHODMDU PHPEDFD PHQJJDPEDU EDKDVD ,QJJULV 1DPXQ NHQ\DWDDQQ\D VDDW LQL SDUD JXUX JXUX SXQ VXGDK PHPEHULNDQ SHPEHODMDUDQ IRUPDO VHSHUWL PHQJJDPEDU GVE -LND GLEDQGLQJNDQ GHQJDQ ]DPDQ GXOX DQDN XVLD GLQL SDGD ZDNWX LWX EHOXP GLDMDN EHODMDU WDSL PHUHND GLDMDN EHODMDU DZDO VHSHUWL PHODWLK NHEHUDQLDQ EHULQWHUDNVL ³7DSL EXNDQ EHODMDU IRUPDO NDODX PDX EHODMDU IRUPDO GLWDPEDKODK VHGLNLW XPXUQ\D ´ XMDUQ\D ,GHDOQ\D DQDN PXODL EHODMDU SDGD XVLD WDKXQ NDUHQD SDGD XVLD WHUVHEXW RWDN DQDN PXODL EHUNHPEDQJ ³7DSL VHNDUDQJ MXVWUX RUDQJ PHPSHUPXGD XVLD EHODMDU ´ XMDUQ\D +DO LWX PXQJNLQ GLNDUHQDNDQ DGD DQDN DQDN \DQJ ELVD PHQJLNXWL SHODMDUDQ PHQJLQJDW WLQJNDW NHFHUGDVDQ DQDN EHUEHGD EHGD DGD \DQJ WLQJNDW NHFHUGDVDQQ\D EDJXV DGD \DQJ UDWD UDWD GDQ DGD \DQJ UHQGDK ³2UDQJ VHNRODK GXOX LWX NDQ XVLD WDKXQ PHQXUXW KXNXP KXNXP GDQ DWXUDQ %HODQGD NDUHQD SDGD XVLD LWX DQDN VXGDK PXODL ELVD EHULQWHUDNVL GHQJDQ WHPDQ WLGDN SHUOX GLWXQJJX VHVXDL GHQJDQ NDLGDK RWDNQ\D ´ MHODVQ\D -LND VDDW LQL DQDN PXODL GLVHNRODKNDQ KDO LWX PXQJNLQ NDUHQD WLQJNDW NHPDPSXDQ HNRQRPL \DQJ EHUEHGD EHGD DGD \DQJ PDPSX DGD \DQJ WLGDN PDPSX PXQJNLQ MXJD NDUHQD DQDN VXVDK PHQJLNXWL SHODMDUDQ z Citta Maya 26 Oktober - 1 November 2015
25
LENSA
”NYENUK” Umat Hindu Bali bersiap melakukan prosesi ”Nyenuk” serangkaian Karya Agung di Dadia Cameng Tegallalang, Gianyar. Prosesi ini merupakan lambang berkumpulnya sembilan dewa (Dewata Nawa Sanga) untuk menyaksikan dan menyukseskan rangkaian karya agung yang digelar. Masyarakat, baik tua maupun muda, yang melakukan prosesi ini berpakaian sesuai dengan sembilan warna dari Dewata Nawa Sanga dengan membawa beragam hasil bumi.
MBP/dir
OLAHRAGA
MBP/ap
Atlet berkuda Tiongkok Alex Hua Tian sedang beraksi dengan kudanya Don Geniro di nomor cross-country di Boekelo, Belanda Timur.
Olahraga dan Berwisata di Military Boekelo
K
ota Boekelo, Belanda Timur mendadak sibuk dengan kunjungan tak kurang dari 60 ribu orang. Mereka menyaksikan event berkuda yang merupakan bagian GDUL NXDOLÂżNDVL PHQXMX 2OLPSLDGH 5LR GH -DQHLUR DZDO 2NWREHU LQL Di Military Boekelo, Enschede itu, digelar cabang olah raga berkuda yang memperlombakan nomor dressage, cross-country dan show jumping. Di ZLOD\DK \DQJ GLUDQFDQJ MXDUD 2OLPSLDGH Sue Benson dari Inggris ini, terdapat trek sepanjang 6 km dan arena dengan 25 halang rintang. Di tempat ini tukang kuda dan joki mempersiapkan diri sejak
beberapa hari lalu dengan bangun pagipagi dan berlatih dalam suasana alam pedesaan yang segar. Hampir seratusan peserta dari 18 negara ambil bagian dalam event ini termasuk kontingen dari Australia dan Selandia Baru. Pemandangan menarik terjadi saat para joki dan kuda berbaris rapi saat menjalani pemeriksaan sebelum dimulai lomba nomor pertama ‘dressage.’ Arena ini menarik perhatian puluhan ribu penonton. Mereka tidak hanya menyaksikan event kompetitif namun juga pesiar di padang rumput dengan pemandangan suasana pedesaan bersamaan dengan datangnya musim gugur.
Derap kaki kuda, dengus nafas binatang berkaki empat itu serta teriakan sang joki menjadi pemandangan yang konstan. Penonton juga disuguhi keserasian gerak, kehandalan joki dan kuda dalam melompati balok rintangan serta gemericik air yang harus dilalui peserta di nomor cross country. Selain sebagai arena berkuda, Military Boekelo juga dipadati dengan berbagai jadwal pertemuan bisnis. Tak kurang 30 konferensi digelar di tempat ini dengan melibatkan ribuan peserta, laporan Associated Press. z Yudi Winanto 26 Oktober - 1 November 2015
27
OLAHRAGA
Insiden yang Berujung ke Pengadilan CEROBOH. Asosiasi tenis AS terancam diseret ke pengadilan menyusul aduan dari Eugenie Bouchard. Lembaga itu dituduh ceroboh sehingga menyebabkan petenis Kanada itu terpeleset dan jatuh di ruang ganti dalam event AS Terbuka. Bouchard yang menjadi runner-up di grand slam Wimbledon tahun lalu, mengalami sejumlah luka dan kerugian secara material akibat kecelakaan yang terjadi pada 4 September lalu. Dalam tuntutannya yang didaftarkan ke kantor pengadilan federal Distrik Brooklyn, ia menuntut kompensasi sebagai akibat dari kejadian itu. Insiden itu terjadi saat petenis berusia 21 tahun itu baru saja menyelesaikan pertandingan ganda campuran usai mengalahkan Dominika Cibulkova di nomor tunggal putri. Ia masuk ruang ganti di stadion Billie Jean King National Tennis Center di Queens. Tak lama kemudian, ia terpeleset dan jatuh dengan kepala membentur lantai lebih dahulu di ruang ¿VLRWHUDSL GL UXDQJ JDQWL LWX Akibat insiden itu, ia mengalami gegar otak dan “cedera kepala serius.” Ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari AS Terbuka dan turnamen selanjutnya di Jepang dan Tiongkok. ³1RQD %RXFKDUG PHPDVXNL UXDQJ ¿sioterapi di ruang ganti wanita dimana dia terpeleset dan jathuh karena licin akibat ada zat asing dan berbahaya di lantai,” isi tuntutan yang tidak menyebutkan nama zat tersebut. Bouchard yang pernah menempati ranking 5 dunia, mengklaim panitia tidak bisa memastikan ruang ganti tersebut dalam kondisi aman dan nyaman. Hal tersebut disebabkan karena lantai tidak dibersihkan dan diperbaiki yang kemudian membuat dirinya terjatuh. Ranking dunianya merosot hingga 13 peringkat setelah kejadian itu. Diyakini posisinya akan terus menurun dalam beberapa pekan ke depan, laporan Associated Press. Chris Widmaier, juru bicara asosiasi tenis AS, menolak memberika komentar atas tuntutan yang diajukan Bouchard. Pihaknya berpegang pada kebijakan selama ini yakni tidak akan membicarakan masalah yang dalam proses pengadilan. z Yudi Winanto
28
26 Oktober - 1 November 2015
MBP/ap
Petenis Kanada Eugenie Bouchard.
Pujian untuk Klub Lama KARL HEINZ RUMMENIGGE tak bisa melupakan kenangan tiga dekade lalu. Penyerang muda Jerman itu mencetak gol pertamanya ke gawang Juventus saat bermain di klub Inter Milan. Kemenangan bersejarah itu akan dikenangannya sepanjang masa termasuk dukungan yang tak pernah padam pada klub berbasis di Giuseppe Meazza, Milan itu. Rummenigge yang kini menjabat CEO Bayern Munich, membela Inter Milan selama tiga musim dari 1984-1987. Ia menulis sejarah baru bagi klub berjuluk Nerazzurri itu dengan mencukur 4-0 seteru utamanya Bianconeri pada November 1984. Kini kondisinya berubah, Juventus yang dilatih Massimiliano Allegri, mendominasi Serie A Liga Italia, sebelum terseok-seok musim ini dengan menempati papan tengah klasemen. Sebaliknya Inter Milan dibawah kendali Roberto Mancini, di papan atas. Rummenigge memang tak sekali pun memberikan gelar pada Inter. Namun ‘King Kalle’, julukannya, tak pernah dilupakan pendukung Fans karena kemenangan monumentalnya 31 tahun lalu atas Juve. Kemenangan langka dan bersejarah. Saat itu Juve juga tengah jaya-jayanya. Diperkuat pemain peraih Ballon d’Or tiga kali Michel Platini yang kini menjabat presiden UEFA, Si Nyonya Tua adalah penguasa Serie A dengan menjadi juara pada 1983, 1984 dan 1985. Dalam wawancara yang termuat di website www.inter.it, Rummenigge berkelakar: “Pada hari setelah kemenangan itu, kami bergurau seharusnya mereka mengubah kode (nomor depan) telepon Milan menjadi 4-0 bukan 0-2!” “Juventus selalu menjadi rival terbesar kami. Jadi pertandingan itu amat penting karena itu gol pertama saya sebagai Inter,” ujar pemain yang sebelumnya membela Bayern Munich selama 10 tahun. “Menjadi anggota tim inti Bianconeri membuat Michele Platini percaya diri, jadi ada motivasi besar pada pertandingan itu,” tambah Rummenigge mengenang pertandingan itu. ³$WPRV¿U GL VWDGLRQ 6DQ 6LUR VXQJguh luar biasa pada pertandingan penting itu. Kami memulai pertadingan dengan bagus dan menyelesaikannya dengan luar
biasa,” lanjutnya yang yakin Juventus pun diyakiani bisa kembali bangkit setelah tampil buruk di awal musim. Rummnigge berharap pasukan Roberto Mancini akan meraih sukses musim ini dengan meninggalkan kesan sebagai klub medioker (sedang-sedang saja) seperti dalam beberapa tahun terakhir. “Mancini telah banyak berusaha untuk membentuk tim yang bagus di Inter,” pujinya seperti dikutip AFP. Di pra musim, Bayern Munich juga
menggelar pertandingan ekshibisi melawan Inter Milan di Tiongkok. Di mata Rummenigge, Inter dihuni pemainpemain hebat secara idividu dan bisa membuat setiap pertandingan menjadi berbeda. Ini menjadi nilai tambah Inter menghadapi persaingan di papan atas terutama menghadapi Fiorentina, AS Roma dan Lazio, Napoli serta tetangganya AC Milan musim ini. z Yudi Winanto
MBP/rtr
CEO Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenigge. 26 Oktober - 1 November 2015
29
OLAHRAGA
Chris Natalino
Bali Harus Punya Klub Futsal Pro SOSOK Chris Natalino diyakini membawa angin segar bagi perkembangan olahraga futsal di Bali. Lelaki yang akrab disapa Ino ini merupakan pemain futsal klub profesional Swap dan pernah mengikut seleksi tim pro Biang Bola di Jakarta. Ia kini menjadi pelatih tim futsal Pra-PON Bali. Tidak mengherankan jika Ino sering dimintai pendapat seputar perkembangan futsal. Menurutnya, futsal masih kalah populer dibandingkan sepak bola. Oleh sebab itu, anak-anak usia dini lebih memilih bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) yang menjamur di seluruh Bali untuk menyalurkan hobinya. Berbeda dengan sekolah futsal baru ada di Meazza Futsal, Denpasar. Pria kelahiran Jakarta, 25 Desember 1983, ini menilai secara skill pemain futsal Bali mengalami kemajuan pesat. Mereka rata-rata berlatar belakang sepak bola, sehingga pergerakan kakinya lambat, namun lebih bertenaga. Untuk menampung pemain yang memutuskan berkarier di sepak bola dalam ruangan ini, perlu dibentuk klub profesional di Bali. Kalau tidak, potensinya bakal tenggelam begitu saja. Bakat Ino juga menonjol di sepak bola. Terbukti ia diterima masuk SMA Ragunan, Jakarta. ‘’Namun, saya menolaknya dan memilih sekolah di SMA Katolik Santo Mikael Sleman, DIY,’’ ucapnya. Meskipun waktu bermain bola minim karena harus tinggal di asrama, dirinya justru masuk skuad PSS Sleman junior. Kala itu PSS masuk tim divisi utama, kasta sepak bola tertinggi di Tanah Air. Setamat SMA, Ino melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Penerbangan (STP) Aviasi, Jakarta. ‘’Di sinilah, saya mulai diajari main futsal oleh pemain klub pro Biang Bola,’’ terangnya. Ino juga kuliah di FE Universitas Kristen Indonesia (UKI). Ia mendapat beasiswa, sekaligus menjadi pemain futsal UKI. Ino hijrah ke Bali pada Oktober 2008. Ia dipercaya mengelola arena futsal The Balls Futsal Centre di kawasan Jalan Sunset Road. Berbekal ijazah Sekolah Tinggi Penerbangan, Ino diterima bekerja di BMUN Angkasa Pura. ‘’Saya lebih betah tinggal di daerah. Saya senang bekerja di Bali,’’ ujarnya. Sambil bekerja, Ino membagi ilmu futsalnya kepada siswa SMAN 1 Kuta (Smnsaku) dan klub Barong Futsal Club. Ia juga menjadi pelatih tim Pra-PON Bali setelah mendapat dispensasi dari General Manager Angkasa Pura. z Daniel Fajry
MBP/nel
30
26 Oktober - 1 November 2015
Pra-PON Bola Basket
Tim Putri Bali Ukir Sejarah TIDAK sia-sia Bali menjadi tuan rumah pertandingan Pra-PON cabang bola basket. Tim putri Bali lolos ke PON XIX/2016 di Bandung, Jawa Barat, setelah tampil gemilang dengan memetik tiga kemenangan beruntun pada ajang Pra-PON Wilayah III di GOR Merpati, Denpasar, pekan lalu. Tim putri Bali yang dimotori Regita Pramesti, kapten tim Citta, Kadek Rima Anggen Suari, dan Jasmin, masingmasing menekuk Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan skor 133-7, Kalimantan Selatan (Kalsel) 78-34, dan Kalimantan Barat (Kalbar) 82-29. Kemenangan dengan angka mencolok itu mengantarkan Bali sebagai juara Wilayah III di atas Kalsel yang melaju sebagai peringkat kedua. Lolosnya tim putri Bali ke PON merupakan sejarah. Menurut Ketua Umum Pengprov Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Bali GN Oka Darmawan, sejak PON I digelar di Solo pada 1948, tim putri Bali belum pernah tampil di PON. Meski lolos perdana, ia mematok target medali bagi tim Bali pada hajatan multievent empat tahunan nasional tahun depan. Melajunya tim putri Bali ke PON memenuhi target yang diberikan manajer tim Deddy Setiawan. Akan tetapi target serupa yang juga disandang tim putra tidak menjadi kenyataan. Padahal sebelumnya tim putra Bali langgangan tampil di PON dengan mengukir prestasi terbaik meraih medali perunggu pada PON XV/2000 di Jawa Timur. Tim putra gagal mengikuti jejak rekan putrinya karena hanya memetik satu kemenangan dan tiga kekalahan. Setelah menekuk Kalimantan Utara (Kaltara) dengan skor 111-59 pada laga pertama, tim putra Bali harus mengakui ketangguhan Kalimantan Timur (Kaltim) 47-64, Kalsel 71-87, dan Kalbar 81-84. Tiga tiket ke PON akhirnya direbut Kalsel, Kalbar, dan Kaltim. Kegagalan tim putra Bali diterima dengan lapang dada oleh pelatih Nyoman Tri Adnyana Adi Loka. ‘’Inilah namanya bola bundar, apa pun bisa terjadi di lapangan,’’ katanya. Menurut dia, perjuangan asuhannya sudah maksimal, namun persiapan yang hanya tiga bulan menjadi kendala.
Pemain Bali juga jarang mengikuti turnamen, sehingga minim pengalaman bertanding. Berbeda dengan tim-tim asal Kalimantan yang rutin mengadakan uji coba ke Jawa khususnya Jakarta. Bali juga menjadi tuan rumah Pra-PON sepak bola yang digelar di Stadion Dipta, Gianyar, 5-9 Oktober. Akan tetapi hajatan ini tidak jadi diputar karena tidak mendapat izin dari pihak kepolisian. Ini ada kaitannya dengan masih dibekukannya pengurus PSSI oleh Menpora. Pembatalan ini membuat kecewa para peserta terlebih tim-tim tamu sudah sampai di Pulau De-
wata dan Pengprov PSSI Bali mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Cabang olahraga ketiga yang diputar di Bali adalah futsal yang dipusatkan di Meazza Futsal, Denpasar, 16-18 Oktober. Tuan rumah Bali bercokol di Grup VI bersama NTT, Sulbar, dan Sulsel. Direktur Futsal Asprov PSSI Bali Nasser Attamimy dan manajer tim Ketut Sukadana berharap futsal tidak mengalami nasib sama seperti sepak bola mengingat para pemainnya telah melakukan persiapan cukup lama. z Mawa
26 Oktober - 1 November 2015
31
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
PELATIHAN WHYO - World Hindu Youth Organization (WHYO) bekerjasama dengan Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Provinsi Bali menggelar kembali pelatihan jurnalistik untuk siswa Hindu seluruh Bali. Ajang yang dianggap mampu berperan penting dalam peningkatan minat siswa dalam menekuni dan mengenal dunia Jurnalistik di Bali ini mendapatkan respons positif dari seluruh SMP, SMA dan SMK favorit di seluruh Bali. Terbukti acara ini telah mendapatkan dukungan dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Provinsi Bali khususnya Bidang Pendidikan. Nampak dalam foto Jurnalis muda yang tersaring dari seluruh SMP, SMA dan SMK terbaik di Bali saat diundang oleh Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di Istana Mancawarna Tampaksiring.
PERSAINGAN SDM - Akhir 2015, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan segera berlangsung. Pertarungan skill individu di era itu akan makin ketat mengingat semua sumber daya manusia dari negeri lain bisa berbondong-bondong masuk ke negara yang dianggap punya pasar besar, termasuk Indonesia. Tak mustahil hal itu akan terjadi. Salah satunya adalah sumber daya manusia (SDM) di bidang konsultansi. Lalu, bagaimana kesiapan sumber daya manusia Indonesia sendiri menjelang MEA di akhir tahun ini? Ir. Ketut Gupta, Ketua Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Dewan Pengurus Provinsi Bali, mengatakan hal ini di sela-sela pelaksanaan pelatihan Team Building (TB) dan Capacity Bulding (CB) II di The Grand Santhi Hotel Denpasar Bali selama dua hari tanggal 2 dan 3 Oktober 2015.
MBP/edi
LEPAS PESERTA - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Minggu (11/10) melepas peserta Run for Give 2015 serangkaian Nusa Dua Fiesta 2015. Kegiatan yang meriahkan tarian barong sai ini start di Kantor Indonesia Tourism Development Corporate (ITDC) dan berakhir di Pulau Peninsula Nusa Dua. Pelepasan kegiatan untuk amal oleh Wagub ini didampingi Ketua Umum Panitia NDF Ida Bagus Abdhi serta Direktur Operasional ITDC Nyoman Cakra ditandai pengibasan bendera. Para peserta dari masyarakat lokal dan wisatawan asing dengan menggenakan kostum kaos corak biru langit sangat antusias melakukan olahraga yang didukung Starwood Hotels tersebut. Nampak dalam foto Wabup Sudikerta bersama Dirop ITDC Nyoman Cakra dan Ketua Panitia NDF melepas peserta Run for Give 2015.
32
26 Oktober - 1 November 2015
MBP/ist
RAPAT RKA - Rapat yang dipimpin langsung oleh ketua Komisi II DPRD Badung I Nyoman Dirga Yusa dihadiri oleh tiga pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai mitra kerja Komisi II, yakni Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelauatan (Disnakanlut), Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) serta Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (DP2K) berlangsung di lantai tiga Gedung Dewan Badung, Senin (12/10). Dalam rapat membahas Rencana Kerja Anggaran (RKA) juga membahas tentang evaluasi capaian di tahun anggaran sebelumnya. Hal itu dilakukan guna terus melakukan perbaikan pembangunan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2016.
MBP/ist
TUNJANGAN RISIKO- Tenaga medik di Badung, baik yang bertugas di RSUD Badung maupun di puskesmas layak memperoleh tunjangan risiko dan beban kerja. Hal itu terungkap dalam rapat kerja antara Komisi IV DPRD Badung dengan sejumlah instansi seperti RSUD, Dinas Kesehatan dan Disdikpora, Senin (12/10). Raker dipimpin Made Retha didampingi IB Sunartha serta dihadiri sejumlah anggota seperti Putu Parwata, Nyoman Sentana, Putu Mediastuti dan Nyoman Suraharja. Hadir pula Direktur RSUD Badung dr. Agus Bintang Suryadi, Kadiskes Badung dr. Putra Suteja, dan Kadisdikpora Ketut Widia Astika. Menurut Retha, dokter atau tenaga medik lainnya seperti perawat dan bidan sangat berpeluang terpapar penyakit ketika melakukan layanan medik kepada pasien.
MBP/ist
ISBI NGAYAH - Dalam mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, ISBI Tanah Papua yang baru berusia satu tahun pertama kali menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui ngayah di Pura Surya Bhuana Jayapura. Kegiatan ngayah berlangsung pada 28 September 2015, bertepatan dengan puncak karya piodalan di Pura Surya Bhuana Jayapura yang di-puput Ida Pandita Mpu Acarya Nanda. Dosen ISI Denpasar yang mengajar di ISBI Tanah Papua melakukan pembinaan dengan melatih anak-anak, muda-mudi untuk menari tari Rejang Dewa, Baris Gede, Topeng Pajegan dan kesenian lainnya.
MBP/ist MBP/ist
COMDEV PLTGU - Wujud kepedulian ditunjukkan PT Indonesia Power Unit Pembangkit dan Jasa Pembangkit Bali. Secara terbuka memberikan community development (Comdev) di lingkungan pembangkit PLTGU Pemaron. Ratusan masyarakat berkumpul di Wantilan Pura Desa, Desa Adat Pemaron, Singaraja. Perbekel Desa Pemaron Putu Mertayasa mengatakan, keberadaan PT Indonesia Power di lingkungan Desa Pemaron memberi keuntungan bagi masyarakat. Ia mengapresiasi perhatian manajemen membantu meringankan ekonomi masyarakat. Nampak dalam foto suasana pertemuan manajemen PT Indonesia Power bersama masyarakat Adat Pemaron, Jumat (9/10) di wantilan Pura Desa setempat.
EDUKASI MENABUNG - Meski sejak sekolah dasar siswa selalu diajarkan menabung, namun masih banyak generasi muda di Bali yang belum memahami tentang bank. Kondisi inilah yang berupaya dibenahi oleh PT Bank Mandiri Taspen Pos, dengan memberi edukasi tentang mekanisme bank kepada ratusan siswa di SMKN 1 Gianyar, Kamis (8/10). Acara dengan tema edukasi perbankan 2015 ini diselenggarakan di lapangan basket SMKN 1 Gianyar. Acara yang dimulai sejak Rabu sekitar pukul 09.00 Wita ini diikuti ratusan siswa, yang antusias menanti ilmu tentang perbankan. ‘’Dalam acara ini kita memberi edukasi kepada semua siswa SMK yang hadir, agar mereka bisa mengenal dan memahamai tentang bank,’’ ucap Direktur PT Bank Mandiri Taspen Pos Ida Ayu Kade Karuni usai memberi sambutan. 26 Oktober - 1 November 2015
33
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
SAMBUT BAIK - DPRD Gianyar menyambut baik 13 rancangan peraturan daerah (ranperda) yang disampaikan Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Wayan Tagel Winarta pada rapat paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar, Senin (12/10). Tagel Winarta menyampaikan, pihaknya mengapresiasi kinerja eksekutif yang telah berhasil menyusun 13 ranperda. Ranperda yang disampaikan eksekutif melalui Bupati Agung Bharata akan segera ditindak lanjuti. Namun sebelumnya, DPRD Gianyar akan segera membentuk pansus guna membahas 13 ranperda tersebut. Nampak dalam foto Bupati Gianyar Agung Bharata menyerahkan ranperda kepada Ketua DPRD Wayan Tagel Winarta.
PDAM SURVEI - Keberhasilan sejumlah sekolah di Bali menggunakan sistem Teknologi Informasi (TI) melalui Bimasakti School-nya, mulai berimbas ke antusiasme perusahaan. Kali ini, sebanyak 35 direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) se-Indonesia melakukan survei dan studi lapangan terhadap sistem manajemen berbasis TI yang dikembangkan Bimasakti Sanjaya. Mereka ingin menerapkan sistem yang dikembangkan para technopreneurship muda dan berbakat dari Bali itu untuk membantu manajemen. “Kami bersyukur dan sangat berbangga hati karena sistem manajemen berbasis TI yang kami kembangkan diminati para pengelola PDAM di Indonesia. Ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk go national,� ujar Surya Sanjaya, Direktur Utama PT Bimasakti Sanjaya, di Denpasar, Jumat (9/10).
MBP/edi
LANTIK IKAPNB - Direktur Politeknik Negeri Bali (PNB) Ir. Made Mudhina, M.T. terus berupaya mengembangkan lembaganya ke arah yang lebih baik. Selain itu pembenahan internal juga terus dilakukan supaya lulusannya mampu bersaing di level internasional. Guna mempererat tali persaudaraan dengan para lulusannya, Kamis (8/10), Ir. Mudhina melantik pengurus Ikatan Keluarga Alumni Politeknik Negeri Bali (IKAPNB) periode 2015-2018. IKAPNB diharapkan mampu menjaring seluruh alumni dan bersinergi untuk memperkuat serta memajukan PNB. Direktur PNB mengatakan hingga saat ini tercatat sekitar 13.500 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia.
34
26 Oktober - 1 November 2015
BUKA FESTIVAL- Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Jumat (9/10) resmi membuka Nusa Dua Fiesta 2015 ditandai dengan pemukulan tektekan. Festival tahunan ini dimeriahkan pementasan seni kolosal Patayana persembahan asosiasi karnaval Indonesia dan tari kolosal Kebo Iwa. Acara diawali dengan parade budaya yang melibatkan 11 kontingen dari hotel-hotel yang ada di kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Wagub Sudikerta menyatakan Nusa Dua Fiesta yang digelar oleh ITDC merupakan event promosi pariwisata yang akan memberi dampak positif bagi pariwisata Bali. Nampak dalam foto Direktur Utama ITDC I.B. Wirajaya (kanan), Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta (dua dari kanan), dan Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Luar Negeri Kementerian Pariwisata I Gde Pitana.
MBP/ist
MBP/ist
MBP/edi
NDF UNIK - Nusa Dua Fiesta (NDF) 2015, Jumat (9/10) ini dibuka dengan penampilan ogoh-ogoh Kebo Iwa, barong sai dan karnaval dari industri perhotelan. Tahun ini NDF juga lebih unik dengan menonjolkan selebrasi musik nasional dan internasional. Hal ini tentu saja akan menjadi tontonan yang menarik dan dipastikan akan mampu menarik ribuan wisatawan dan masyarakat lokal. Ketua Panitia Nusa Dua Fiesta 2015 Ida Bagus Abdhi, Kamis (8/10) menyatakan, NDF ke-19 ini digelar selama 5 hari 9-13 Oktober 2015. Disebutkan, event Nusa Dua Fiesta kali ini akan tampil beda dari event sebelumnya. Nusa Dua Fiesta 2015 akan dimeriahkan musik nasional maupun internasional dan menampilkan beberapa artis ternama dengan lagu-lagu bergenre Classic Rock. Untuk genre blues akan dimeriahkan dengan Sun Down Blues on Stage Battle.
KERJA SAMA - Lembaga Sayap Universitas Mahendradatta LPD–Economic Research And Development Center dipimpin Dra. Ni Wayan Suartini, M.M. bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar seminar yang bertajuk “Strategi Pengusaha/Industri Bali Menyiasati UU No. 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal“. Acara ini dihadiri langsung oleh Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi W.S. S.E., M.M. (Rektor Universitas Mahendradatta), Kapolres Tabanan, Kejari Tabanan, Disperindag Kabupaten Tabanan dan Pelaku UMKM se-Kabupaten Tabanan. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Tabanan ini dibuka langsung oleh I Wayan Yatnanadi, S.H., M.Si. Nampak dalam foto Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi W.S. S.E., M.M. (Rektor Universitas Mahendradatta), I Wayan Yatnanadi, S.H., M.Si.( Asisten I Pemkab Tabanan ) dan Dra. Ni Wayan Suartini, M.M. ( Direktur LPD– Economic Research And Development Center Unmar) dalam Seminar di Kantor Bupati Tabanan.
MBP/ist
BANTUAN KEMITRAAN - PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali menyalurkan bantuan kemitraan tahap ketiga kepada 36 pengusaha lokal. Dana yang tersalurkan memasuki kwartal IV tahun 2015 mencapai Rp 1,35 miliar dengan sasaran jenis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Bantuan berupa modal usaha secara simbolis diserahkan oleh Co GM Angkasa Pura I, I Gusti Ngurah Ardita, Kamis (8/10) di Gedung Wisti Sabha Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. “Penyaluran program Corporate Social Responsibility atau CSR kali ini lebih merata yaitu dengan merangkul 36 pengusaha kecil dan menengah yang berasal dari semua kabupaten dan kota madya di Provinsi Bali, dengan modal usaha yang mereka terima sebesar 20 juta hingga 75 juta rupiah. Dana kemitraan yang kami salurkan hari ini mencapai Rp 1,35 miliar,” ujarnya.
MBP/ist
UNHI MAJAYA-JAYA - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) melaksanakan upacara majaya-jaya untuk para wisudawan pada Kamis (8/10). Upacara majaya-jaya diikuti 389 mahasiswa yaitu dari Program S-1 Fakultas Ilmu Agama 22 orang, Ekonomi 94 orang, MIPA 8 orang, Kesehatan 6 orang, Teknik 6 orang, Ilmu Agama dan Seni 177 orang, dari program magister sebanyak 69 orang, dan dari program doktor 7 orang. Upacara majaya-jaya tersebut di-puput oleh Ida Pedanda Istri Raka. Wakil Rektor III sekaligus Ketua Panitia Acara Dr. Ir. E. Dewi Yuliana, M.Si. mengatakan, kegiatan majayajaya merupakan rangkaian wisuda yang dilaksanakan Unhi, mengingat Unhi merupakan universitas dengan pola pokok ilmiah, agama dan budaya. 26 Oktober - 1 November 2015
35
LINGKUNGAN
Menyepikan Aktivitas di Danau Beratan
Bali Post/dok
Aktivitas rekreasi air di Danau Beratan
36
26 Oktober - 1 November 2015
M
enyepikan aktivitas Danau Beratan kedengarannya mustahil. Pasalnya aktivitas di seputar danau sangat beragam. Mulai dari pedagang kaki lima seperti pedagang bakso mencari rezeki memanfaatkan waktu pengunjung menikmati keindahan danau. Belum lagi rumah makan dan restoran yang bertengger di bibir danau serta aktivitas olah raga air dan wisata air di danau Beratan. Tak pelak kondisi ini membuat danau terbesar di Bali itu tercemar oleh adanya aktivitas pawisata, pertanian maupun ekonomi. Buangan sampah baik organik maupun anorganik sembarangan mencemari air danau. Belum lagi gerusan tanah beserta residu pestisida dari tanaman hortikultura yang ditanam di lereng danau. Gerusan tanah longsor di musim penghujan mempercepat pedangkalan danau di Desa Candikuning ini. Mengamati pendangkalan yang terjadi di Danau Beratan selama ini ada banyak faktor yang menyumbang sehingga kedalaman danau saat ini hanya mencapai 20-27 meter. Dulu kedalaman Danau Beratan mencapai 50 meter. Melihat kondisi ini, pihak Desa Adat Candi Kuning akan mengeluarkan perarem mengenai pelaksanaan Nyepi Danu yang akan digelar satu bulan sekali tepatnya di bulan purnama. 'DODP 1\HSL 'DQX VHJDOD DNWLÂżWDV didanau dihentikan selama satu hari. Diharapkan dengan Nyepi Danu ini mampu mengurangi pencemaran di Danau Beratan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kelestarian danau yang menjadi salah satu sumber air bagi masyarakat Bali. Bendesa Adat Desa Candi Kuning I Made Susila Putra memaparkan, perarem yang mengatur soal Nyepi Danu ini sedang dibuat drafnya. Didalamnya juga PHQJDWXU DNWLÂżWDV GL GDQDX GLWLDGDNDQ selama satu hari baik aktivitas pariwisata maupun aktivitas lainnya. “Jadi tidak ada DNWLÂżWDV DSDSXQ GLVHNLWDU GDQDX VHODPD satu hari dalam setiap bulannya,â€? tegasnya. Dalam perarem nanti akan ada sanksi jika dilanggar. Menurutnya, perarem ini dipandang perlu. Terlebih lagi mereka yang beraktivitas selama ini kepeduliannya menjaga lingkungan danau masih kurang. Ini bisa dilihat dari pendangkalan di Danau Beratan. Jika kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk melestarikan Danau tidak dipupuk, bisa jadi pendangkalan di
Danau Beratan akan terus berlangsung. Selain pendangkalan, pencemaran danau telah melebihi ambang batas. Hal itu berdasarkan pemeriksaan rutin kondisi air. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Tabanan, A.A. Ngurah Raka Icwara memaparkan, pada pemeriksan yang dilakukan empat Juni 2015 lalu beberapa parameter masih dibawah ambang batas kecuali kadar BOD (Biological Oxygen Demand) atau kebutuhan oksigen biologis untuk memecah bahan buangan di dalam air. Menurut Raka Icwara, kadar BOD yang melebihi ambang batas terjadi di kawasan danau yang dekat dengan areal pertanian dan hutan. Rinciannya kadar BOD dekat hutan mencapai 3,23 mg/L, dekat areal pertanian (3,23 mg/L), dekat rekreasi (1,19 mg/L) dan di outlet (1,21 mg/L). Sementara ambang batas BOD adalah 2 mg/L. Dari pemeriksaan air danau Beratan yang dekat areal pertanian dan hutan, kadar BODnya melebihi ambang batas. Tingginya kadar BOD pada air di Danau Beratan dekat areal pertanian, kata dia, karena penumpukan subtansi pupuk kimia yang dihasilkan pertanian sayur di dekat danau tersebut. ‘’Petani sayur di dekat danau menggunakan pupuk kimia. Untuk bisa menekan pencemaran air karena pupuk kimia ini kami menyarankan petani menggunakan pupuk organik,’’jelas Raka Icwara. Sementara kadar BOD air danau dekat dengan hutan karena aktivitas speed boat wisatawan di lokasi tersebut yang ngetem terlalu lama. ‘’Para wisatawan
sangat suka berhenti lama menggunakan speed boat di areal hutan untuk menikmati pemandangan dan mengambil foto. Hal ini diduga menyebabkan kadar BOD di daerah tersebut tinggi,’’ jelasnya. Selain itu aliran air danau di hutan menuju outlet tidak begitu lancar dan cenderung terkumpul di areal tersebut sehingga kadar BOD ukurannya melebihi ambang batas. Soal pendangkalan Danau Beratan, Raka Icwara melihat dari parameter TSS (Total Suspended Solid)-nya cukup tinggi dimana baku mutu TSS adalah 50 mg/L sementara TSS di dekat hutan mencapai 80 mg/L, outlet 60 mg/L, dekat areal pertanian 80 mg/L, rekreasi 80 mg/L dan tengah 80 mg/L. ‘’Ukuran TSS di danau Beratan sudah melebihi baku mutu,’’ jelasnya. TSS adalah material padatan, termasuk bahan organik dan anorganik yang tersuspensi di daerah perairan. Nilai TSS yang tinggi akan mengurangi penetrasi cahaya matahari ke badan air sehingga meningkatkan kekeruhan air dan dapat mengendap pada suatu saat sehingga menyebabkan pendangkalan. Mengatasi pencemaran dan pendangkalan Danau Beratan agar tidak memburuk, pihak BLH mengusulkan program penanganan dan pencegahan pencemaran ke Kementrian Lingkuhan Hidup. Nantinya salah satu program ini berupa penghijauan sempadan danau. Sementara pedagang di pinggir danau Beratan diharapkan tak membuatng sampahnya ke dalam danau. z Wira Sanjiwani
26 Oktober - 1 November 2015
37
PEMERINTAHAN
Penjabat Bupati Badung Ir. I Nyoman Harry Yudha Saka berpose bersama dengan Tim dari KPK RI seusai kegiatan Workshop Pemetaan Tunas Integritas di Hotel Aston, Denpasar.
Menuju Kabupaten Badung Berintegritas Tahun 2025
Pemkab Badung Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Bersih Bebas KKN PEMERINTAH Kabupaten Badung bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menggelar kegiatan Workshop Pemetaan Tunas Integritas. Workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti Para Staf Ahli, Pimpinan SKPD dan Inspektur pembantu di lingkungan Inspektorat Badung sebagai observer bertempat di Hotel Aston, Denpasar, Kamis (15/10) lalu. Acara dibuka oleh Penjabat Bupati Badung Ir. I Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. Kegiatan tersebut menghadirkan tiga orang Tim dari KPK RI yakni Anto Ikayadi, Handayani dan Asep Chaeruloh. Pj. Bupati Yudha Saka menekankan bahwa dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih serta bebas KKN dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, perlu adanya peran dari penyelenggara negara yang betul-betul memiliki integritas yang tinggi, dan juga diperlukan berbagai upaya. meningkatkan efektivitas, efesiensi dan kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku. Workshop ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan komitmen integritas yang telah dilaksanakan pada tahun 2014 antara Pemkab Badung dengan KPK RI. Kegiatan ini pula menjadi wujud konkret dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa.
38
26 Oktober - 1 November 2015
Menurutnya pelaksanaan kegiatan tunas integritas di Kabupaten Badung selama ini telah berjalan dengan baik dan berkelanjutan serta dilakukan penandatanganan komitmen pada 26 Agustus 2014, dilanjutkan mengirim peserta mengikuti pertemuan di Yogyakarta, TOT program tingkat nasional di Badung, pertemuan di Medan, Palembang dan terakhir di Semarang. “Kegiatan tunas integritas ini patut diketahui oleh Kepala SKPD Kab. Badung, sehingga nantinya lebih awal kita dapat mengetahui permasalahan yang ada dan segera dapat dicarikan solusinya maupun dalam upaya pencegahan terhadap penyimpangan yang terjadi,” tegasnya. Inspektur Kabupaten Badung Luh Suryaniti mengatakan, bahwa pelaksanaan workshop pemetaan tunas integritas ini sebagai lanjutan dari kegiatan TOT yang dilaksanakan tahun lalu. Komitmen bersama Pemkab Badung dengan KPK dalam rangka pembangunan integritas nasional secara berkelanjutan di Kabupaten Badung telah dicanangkan sejak 26 Agustus 2014. Hingga saat ini di Badung telah tersusun program kerja yang menghasilkan kebijakan-kebijakan, terbentuknya lembaga-lembaga dengan bertujuan mendorong percepatan pembangunan integritas di Kab. Badung yang sejalan dengan rangkaian upaya pembangunan integritas nasional. Tujuan dari workshop adalah sharing dan review hasil implementasi program
kerja komite integritas selaras dengan konsep kerangka sistem integritas nasional. Selain itu diskusi dan pematangan penyusunan panduan komite integritas. Implementasi sistem integritas diselaraskan dengan model corporate university sebagai sebuah model pembelajaran berkelanjutan dalam rangka human capital dan pembangunan integritas yang mengoptimalkan sumber daya waktu, manusia dan biaya secara lebih efesien dimana aktivitas bekerja sekaligus menjadi aktivitas berbagai ilmu dan pembelajaran yang dilakukan dengan suasana kebahagiaan dan penuh karya. Salah satu Tim KPK RI Anto Ikayadi menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemkab Badung untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta bebas dari KKN. Komitmen Pemkab Badung ini telah menjadikan Pemkab Badung sebagai daerah pertama di Indonesia yang melaksanakan TOT dengan anggota Dewan. Keberhasilan Pemkab Badung ini juga dijadikan objek kunjungan dari daerah lain untuk belajar mengenai tata kelola pemerintahan maupun sistemnya. Di samping itu juga merumuskan aspirasi pembangunan integritas Kabupaten Badung dengan visi “Kabupaten Badung Berintegritas Tahun 2025”. z adv
PARIWISATA
Dari Ajang Nusa Dua Fiesta 2015
Bali Tetap Perlu Promosi Pariwisata
B
ali sebagai penyumbang devisa terbesar bagi bangsa Indonesia harus terus dipromosikan di luar negeri. Upaya ini guna meningkatkan angka kunjungan wisman yang ditargetkan mencapai 20 juta orang pada 2019. Apalagi, posisi Pulau Dewata sebagai destinasi wisata di dunia belum cukup memuaskan. Padahal, 40 persen wisman yang datang ke Indonesia berkunjung ke Bali. Pulau ini masih peringkat 52, kalah dengan Bangkok yang hanya kota. Hal itu terungkap dalam pembukaan Nusa Dua Fiesta (NDF) 2015, yang digelar di kawasan Indonesia Tourism Development Corporate (ITDC). Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prof. Dr I Gede Pitana, yang hadir dalam pembukaan festival tersebut mengatakan, meski Bali sudah cukup dikenal oleh wisatawan mancanegara (wisman), Bali tetap membutuhkan promosi pariwisata. “Jangan karena Bali sudah terkenal jadi enggak perlu dipromosikan itu salah. Oleh sebab itu saya sangat mengapresiasi diadakannya Nusa Dua Fiesta untuk terus mempromosikan Bali di mata Dunia,� ungkapnya. Menurut Pitana tak banyak event promosi yang bisa dilaksanakan lebih dari 10 kali, namun NDF kini sudah memasuki event ke-16 kali. Nusa Dua Fiesta sebagai sebuah event promosi bukan hanya promosi. Namun event NDF ini juga mengkemas dalam sebuah pertemuan bisnis. NDF merupakan event yang sangat bagus untuk sebuah event promosi. Event promosi berakhir, Selasa (13/10) malam. Acara yang digelar selama 5 hari (9-13 Oktober) ini mampu menyedot wisatawan dan masyarakat lokal. Dan tahun depan NDF 2016 akan kembali berlangsung dengan suguhan yang lebih menarik. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra, melakukan penancapan kayonan tanda berakhirnya NDF 2015. Ia menyebut kegiatan promosi seperti NDF memberikan kontribusi bagi pariwisata. Ia yakin pertumbuhan wisman
hingga 8,7 persen merupakan dampak dari kegiatan promosi di Bali. Direktur Operasional ITDC I Nyoman Cakra menyampaikan komitmennya terhadap pariwisata. Diakui, pihak ITDC memastikan jika NDF 2016 akan digelar tahun depan. “Kami adalah pengelola kawasan yang bersinergi dengan industri yang ada di ITDC ini,� sebutnya. Ketua Panitia NDF ke-19 Ida Bagus Abdhi, menyatakan, ucapan terima kasih kepada masyarakat, industri dan semua pihak yang sudah mendukung terlaksananya event promosi ini. “Even ini berjalan dengan lancar, semua agenda bisa terlaksana. Ini karena dukungan semua pihak,� tandasnya. Kegiatan NDF selama lima hari diisi acara seni budaya, pameran dan olahraga,
antara lain pameran kerajinan tangan, bonsai, pameran motor klasik, bersih-bersih pantai lomba mewarnai, lomba menggambar anak-anak, pameran foto, dan kompetisi 6HOÂżH GDQ NUHDVL PHPDVDN MDMDQDQ %DOL Selain itu juga ada belajar memasak bebek betutu, fashion show Bali Colection, pertunjukan perkusi nusantara, pertunjukan tari kolosal Krisna Arjuna, musik Gus Teja, Tarian Dayak, pertunjukan Kabaret, musik Blues dan lainnya. Begitu juga olahraga Run For Give, payas panganten, masakan modern, pertunjukan Devdan, Reggae, DJ Kesha Ayres berkolaborasi dengan tarian api dan lainnya. z Parwata
NDF 2015 diakhiri dengan penancapan kekayon oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra. 26 Oktober - 1 November 2015
39
AKTIVITAS
MBP/ist
OLIMPIADE HINDU- Kegiatan olimpiade Agama Hindu tingkat kabupaten/kota se-Bali kembali digelar. Sejak pertama kali diselenggarakannya pada 2005 lalu oleh The Hindu Center Of Indonesia dan Forum Intelektual Muda Hindu Dharma (FIMHD) di mana dalam setiap penyelenggaraannya selalu mendapatkan dukungan dari Universitas Mahendradatta Bali. Hampir 10 tahun diselenggarakan, kini Olimpiade Agama Hindu telah menjadi ajang favorit di kalangan siswa Hindu (Shindu) di seluruh Bali. Penyelenggaraannya selalu ditunggu dan peserta tahun ini diperkirakan akan kembali membeludak seperti data tahun lalu yang mencapai ribuan peserta di kabupaten/kota seluruh Bali.
ISO 9001-2008 - Setelah tiga tahun berjalan, kini SMK PGRI 4 Denpasar bertekad kembali mempertahankan ISO 9001-2008 untuk 2015-2018. Tim asesor URS Surabaya dipimpin Risa Narulita sejak Kamis (8/10) mengadakan reakreditasi terhadap kemajuan sekolah ini. Tim diterima langsung Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. didampingi Ketua PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., Ketua Komite Drs. IGB Wiadnyana, M.M., M.Pd., Pembina Drs. I Ketut Kontra dan Drs. I Ketut Antara, M.Ag. Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Ketut Suarya mengungkapkan penilaian meliputi manajemen mutu, kurikulum, kesiswaan, sarana dan prasarana, administrasi dan kehumasan. MBP/ist
MBP/ist
TINJAU PROYEK 6HMXPODK SUR\HN 多VLN \DQJ GDQDQ\D bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Badung tahun 2015, Kamis (8/10), ditinjau Penjabat (Pj.) Bupati Badung Ir. I Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. Peninjauan ini guna memastikan pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan baik, sekaligus mengevaluasi jika ditemukan pengerjaan yang tidak sesuai dengan DED. Pj. Bupati Yudha Saka didampingi Kabag Pembangunan A.A. Bayu Kumara serta SKPD terkait, mengawali peninjauan pembangunan Gedung Koperasi yang berada di kawasan Puspem Badung. Masih di kawasan Puspem, Pj. Bupati juga meninjau pembangunan Gedung Aset yang berada di selatan Puspem.
40
26 Oktober - 1 November 2015
MBP/ist
WORKSHOP ISI - Pada Rabu (7/10), Program Studi Seni Murni Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar menggelar Workshop Penerapan Warna Alam pada Kanvas dan Kayu di Sanggar Lukis Wayang Tradisi Wasundari Desa Kamasan, Klungkung, yang diikuti 46 orang peserta. Instruktur kegiatan ini adalah Ni Wayan Sri Wedari, S.Sn., I Made Sesangha Puja Laksana, Ni Made Widanti, dan Ni Nengah Tanjung yang merupakan seniman lukis wayang tradisi Kamasan. Acara yang dibuka Dekan FSRD Dra. Ni Made Rinu, M.Si., dihadiri Pembantu Dekan II, dosen dan panitia workshop. Dalam kesempatan itu Dekan FSRD Dra. Ni Made Rinu, M.Si. mengungkapkan bahwa kegiatan workshop wayang Kamasan ini ditujukan kepada seluruh mahasiswa agar tidak melupakan identitas daerah Bali, khususnya wayang Kamasan.
GAYA HIDUP
Rajin ”Creambath” Rambut pun Sehat
S
etiap orang ingin memiliki rambut yang sehat, yakni rambut yang tidak kusam, tidak rontok, tanpa ketombe dan bercahaya. Apalagi rambut disebut-sebut sebagai mahkota, maka perlu dijaga dan diberikan perawatan terbaik demi kesehatan dan keindahannya. Merawat rambut sama pentingnya seperti menjaga bagian lain dari tubuh. Sebab, rambut juga cenderung menjadi sasaran polusi, kotoran dan bahkan unsur kimia. Untuk memperoleh rambut sehat, tidaklah cukup hanya dengan keramas, namun perlu menambahkan perawatan creambath. Begitu disampaikan Dayu Nyoman, salah satu pemilik salon di kawasan Jalan Sedap Malam, Denpasar. Dayu mengatakan kondisi rambut memang tergantung bagaimana sang pemilik merawatnya. Jika seseorang peduli terhadap rambut sendiri, maka rambut pun akan lebat dan sehat, begitu pula sebaliknya. Apapun tekstur rambut yang dimiliki orang, dengan menambahkan creambath akan memberikan keuntungan berupa keindahan rambut. Menurut Dayu, creambath sudah dikenal sejak dulu, sebagai perawatan dasar, dengan mengoleskan daun lidah buaya segar atau krim sesuai kondisi rambut. Creambath dengan bahan-bahan alami, katanya salah satu cara perawatan rambut yang banyak dipilih perempuan. Baik untuk menjaga keindahan, maupun mengatasi masalah kerusakan rambut. Selain itu, efek pijatan yang lembut pun bermanfaat menenangkan sekaligus menyegarkan. Saat ini, ada banyak pilihan krim creambath di pasaran, masing-masing diperuntukkan bagi jenis rambut yang berbeda. Namun, semakin sedikit kandungan kimia dalam sebuah produk perawatan rambut maka fungsinya semakin baik. Karena ini pula, tidak heran jika semakin banyak orang memilih creambath tradisional dengan bahan-bahan herbal. Dengan creambath dipastikan kulit kepala dan rambut dibersihkan dan disehatkan. Selain itu, dapat mencegah kerontokan, merangsang pertumbuhan rambut, melancarkan peredaran darah dan melemaskan otot di kepala, sambil menormalkan kerja kelenjar kulit. Bagi mereka yang kesehariannya sering menutup kepala dengan topi maupun yang mengenakan jilbab, creambath juga salah satu menu perawatan yang wajib dilakukan.
Dayu Nyoman
Dengan rambut yang sehat, seseorang akan lebih nyaman beraktivitas. Creambath tradisional dengan aromanya yang masih asli kini tetap digemari. Apalagi sekarang semakin banyak bahan-bahan alami seperti bahan daun-daunan dan rempah asli dari alam Indonesia yang telah terbukti berkhasiat dan membantu mengatasi masalah rambut. “Krim tradisional yang terbuat dari bahan alami, serta memiliki kualitas sari tumbuh – tumbuhan ini sangat terasa memberikan sentuhan yang menyegarkan ketika dioleskan pada kulit kepala,” ungkap Yanti seorang karyawati swasta penyuka creambath tradisional ini. Yanti mengaku suka memilih creambath dengan krim alpukat. Karena menurutnya bahan creambath ini bermanfaat membantu kelembaban rambutnya. Selain membantu merawat rambutnya yang kering dan bercabang. “Alpukat memang bermanfaat melembabkan rambut kering dan mampu memberikan nutrisi yang tepat. Bukan hanya itu, krim alpukat juga dapat menutupi lapisan kutikula rambut yang rusak,” ujar Dayu menambahkan. Ada juga pilihan krim tradisional lainnyaseperti rumput laut dan ginseng. Creambath berbahan ginseng, sangat dipercaya mampu memberikan perawatan maksimal bagi rambut yang mudah patah juga rontok. Selain itu, krim rumput laut dan ginseng dapat pula menstimulasi peredaran darah di kulit kepala yang membuat rambut tetap sehat dan kuat. Kedua krim ini juga
diyakini bisa mengaktifkan sel-sel rambut serta menguatkan akarnya dengan baik. Selanjutnya ada krim lidah buaya atau aloe vera, yang dipercaya memiliki banyak manfaat terutama untuk rambut terlalu tipis dan kurang subur. Dengan mengoleskan krim lidah buaya, dapat membuat rambut lebih subur, tebal dan bersih. Kandungannya juga bermanfaat melembabkan dan menghitamkan rambut. Krim lain yang juga sering dipilih untuk creambath adalah urang-aring. Produk yang satu ini dikenal masyarakat sudah sejak lama, sebab fungsi menghitamkan, melembabkan dan menjadikan rambut mengkilat. “Begitu pun dengan merang, yang juga dikenal sejak dulu berkhasiat sebagai bahan penghitam rambut. Selain itu ada manfaat lainnya yakni menyehatkan rambut, rambut menjadi halus, dan membuat kulit kepala terbebas dari ketombe,” lanjut Dayu sambil mengatakan masih banyak bahan alami lainnya yang berfungsi merawat rambut. Mengenai prosesnya, menurut Dayu seperti biasa diawali keramas. Selanjutnya rambut hingga kulit kepala diolesi krim disertai pemijatan di kulit kepala agar krim meresap. Setelah itu, rambut di-steam dan ditutup dengan handuk hangat, dibiarkan sekitar 10 sampai 15 menit, berlanjut dengan diangin-anginkan sejenak kemudian keramas. Pemijatan dapat membantu meningkatkan peredaran darah pada kepala sehingga zat makanan untuk rambut teresap dengan baik. Jika saat disisir rambut tidak bermasalah, creambath cukup membantu. Apalagi dilakukan dengan teratur akan menjadikan rambut semakin sehat, berkilau, tidak rontok, dan tentu mudah diatur. ”Bagi yang memiliki rambut rusak, lakukan perawatan dapat dilakukan bergantian dengan masker rambut,”katanya. Selain itu, demi menjaga kesehatan ambut lebih baik tidak terlalu sering menggunakan pengering rambut, sebab bisa menjadikan rambut stres yang mengakibatkannya rapuh.” Makanya, biarkan rambut kering alami. Kalaupun karena satu hal mesti dikeringkan memakai alat, cukup lakukan setengah kering,” imbuhnya. z Sri Ardhini LAPORAN
26 Oktober - 1 November 2015
41
AKTIVITAS APRESIASI - Penjabat Bupati Badung Ir. Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika, menyampaikan apresiasi atas komitmen bersama dalam melakukan pembahasan APBD secara tepat waktu. Sejak diserahkan, Senin (12/10), RAPBD Badung tahun 2016 telah direspon secara langsung oleh DPRD Badung dengan melakukan agenda pembahasan melalui rapat kerja dengan eksekutif. Menurutnya, pembahasan RAPBD yang tepat waktu menjadi penting dilakukan mengingat APBD 2016 merupakan instrumen untuk melaksanakan fungsi pelayanan publik yang baik. Terutama, pelayanan terhadap pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di berbagai bidang dan sektor. Ini sepenuhnya diorientasikan untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat Kabupaten Badung. MBP/ist
MBP/ist
PROMO HARDYS - Berbagai media telah disiapkan oleh Hardys untuk pelanggan setianya agar mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga termurah. Setidaknya ada 5 jenis promo produk yang terus digencarkan sebagai bagian dari budaya Hardys Menomorsatukan Pelanggan yakni; Promo Produk Paling murah, Promo Beli Lebih Banyak Lebih Murah, Promo Mailer/ Katalog, Promo Harga Jual Member dan Promo Produk Baru. Hal ini menjadi salah satu materi yang disampaikan oleh Anak Agung Gede Semaraputra, ST., Director Of HCGA Grup Hardys Holdings dalam general meeting bersama seluruh Manajemen HardysMalls Basuki Rahmat Banyuwangi, Kamis (1/10). Nampak dalam foto salah seorang pelanggan Hardys sedang berbelanja sambil melihat katalog.
MBP/ist
SIWA NANDINI - Umat Hindu di seluruh dunia merayakan hari suci Mahadewa yakni perayaan Siwa Nandini Puja dan perayaan Dewi Durga yakni Durga Navaratri pada Oktober. Hari raya ini adalah perayaan yang dipersembahkan untuk kemuliaan Dewi Durga sebagai Sakti Mahadewa dan penguasa zaman Kaliyuga. Dan setelah sukses menyelenggarakan acara Festival Kirab Lembu Putih Nandini Puja di Puputan Badung, kini tokoh Hindu Indonesia yang juga Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III mendukung program yang diselenggarakan dengan kolaborasi World Hindu Youth Organization (WHYO), Balinese Indian Friendship Association (BIFA) dan Universitas Mahendradatta. Nampak dalam foto Dr. I Gusti Ngurah Shri Arya Wedakarna MWS III menggagas dan memimpin kirab lembu putih di Lapangan Puputan Badung bersama ribuan umat Hindu Buddha.
EDC DAY - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Wilayah Denpasar (BNI) menggelar BNI EDC Day, yaitu program untuk memperkenalkan dan menjual produk Electronic Data Capture (EDC) BNI satu paket dengan Taplus Bisnis kepada masyarakat pelaku usaha. Acara yang dilaksanakan Sabtu (10/10) di kawasan Ubud, Kuta dan seputaran Jalan Teuku Umar Denpasar tersebut menandai dimulainya BNI EDC Day yang dilaksanakan serempak di berbagai pusat perdagangan dan bisnis di Bali, NTB dan NTT. Menurut Head of Consumer and Retail Banking BNI Kantor Wilayah Denpasar, Anak Agung Gede Putra, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara BNI Selling Day 2015, sebuah program menjual produk-produk BNI yang dilakukan oleh pegawai BNI secara serentak di seluruh Indonesia.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
42
26 Oktober - 1 November 2015
MBP/ist
MBP/ist
ULTAH BIFA - Balinese Indian Friendship Association (BIFA) adalah suatu organisasi persahabatan antara orang Bali dan komunitas India yang pada tanggal (3/10) lalu telah merayakan hari ulang tahun (ultah)nya yang ke–5 di Queen’s India Restaurant, Kuta. Saat itu ratusan komunitas India, yang sebagian besar adalah WNI berbaur menjadi satu dengan komunitas suku Bali membentuk asosiasi persahabatan untuk menciptakan komunitas global yang bercita – cita membawa manfaat bagi Bali kedepannya. Setelah 5 (lima) tahun berjalan, komunitas BIFA telah menunjukan prestasi yang sangat baik terutama menjalankan program bersama– sama, baik dalam kegiatan sosial, budaya, keagamaan serta networking. Harapan akan makin bersatunya komunitas ini disampaikan oleh Mrs. Neeta Maholtra. Nampak dalam foto Senator RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Founder BIFA) bersama Mrs. Neeta Maholtra (President BIFA) dan tokoh Bali, India.
HADIAH SIMPEDES - Penarikan hadiah undian Simpedes periode 1 Maret sampai 31 Agustus 2015 di Kantor Cabang BRI Singaraja, berlangsung semarak dan juga sukses. Penarikan dipusatkan di Gedung Mr. Ketut Pudja, Eks Pelabuhan Buleleng. Kegiatan dihadiri Pimpinan Cabang BRI Singaraja Hidayat Akbar, Dra. Ni Nyoman Suweni dari Dinas Sosial Provinsi Bali, Notaris I Made Dharma Tanaya, AKP Nyoman Kartika dari Polres Buleleng. Hidayat Akbar mengatakan, BRI Singaraja berkomitmen memberikan pelayanan dan kejutan menarik dua kali setahun. Nampak dalam foto Pimpinan Cabang BRI Singaraja Hidayat Akbar, memberikan simbolis kunci pemenang utama mobil type TX M/T Airbag New Terios yang berhasil diraih Dewa Ketut Sriwijaya unit Pancasari, Jumat (9/10) lalu, di Gedung Mr. Ketut Pudja.
MBP/ist
MBP/ist
KIRIM ESKRIMADOR - Setelah sukses dengan event The Bali Stick Fighting Challenge 2015 pada September lalu yang mendatangkan peserta dari beberapa Negara yaitu Australia, Indonesia, Filipina, Singapura, Inggris & USA, dengan bangga Bali Sports Foundation (Disabled Sports) bekerja sama dengan the Combined Martial Arts Academy (CMAA) mengumumkan bahwa pada 28 – 29 November, akan mengirimkan dua eskrimador berbakat I Made Swidiartha dan Komang Satriawan (Tuna Rungu) ke ajang yang lebih tinggi yaitu pertandingan The Bunbury National Australian Stick Fighting tournament yang diselenggarakan langsung oleh W.E.K.A.F WA Australian Stick ¿JKWLQJ $VVRFLDWLRQ
MEDIASI MASALAH - Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III berhasil memediasi masalah dan tuntutan dari warga di Perumahan Taman Griya Jimbaran terkait dengan keberadaan loudspeaker Masjid Al-Fattah yang berada di lingkungan Taman Griya. Permasalahan yang sempat mencuat di media sosial ini dan dilaporkan langsung kepada angggota DPD-RI Dr. Arya Wedakarna, langsung ditangani oleh Komite III DPD-RI yakni dengan menggelar tiga kali pertemuan yakni pertemuan 10 September 2015 dengan Kompyang R Swandika (Sekda Badung/Ketua FKUB Badung) dengan jajaran Kesbanglinmas dan Satpol PP. Dilanjutkan dengan kunker dan meninjau lokasi Masjid Al-Fattah di Taman Griya pada 11 September 2015 dan terakhir mediasi damai antara warga Taman Griya dan pengurus Yayasan Masjid Al-Fattah pada 18 September 2015 bertempat di Kantor Camat Kuta Selatan. 26 Oktober - 1 November 2015
43
PROPERTI
Tahun Depan Izin Properti Dipangkas
P
rogram sejuta rumah oleh pemerintah masih mengalami kendala, salah satunya masalah perizinan. Agar realisasi program itu lebih baik, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2016 akan ada melakukan penyederhanaan perizinan. Selama ini, para pengembang menghadapi atau terganjal perizinan dan menjadi masalah klasik. Nantinya, tahapan perizinan dipangkas dari 42 tahap menjadi delapan tahap dan prosesnya akan memakan waktu 12 hari saja. “Wah... tentu kita apresiasi ide penyederhanaan perizinan dari 42 menjadi 8 izin. Untuk Bali juga perlu penyederhanaan izin-izin di desa adat,” kata pengurus DPD REI Bali I Made Ariyana. Namun, pihaknya berharap pemerintah pusat membuat kebijakan ekstra supaya pemda mematuhi aturan tersebut. Masalahnya, di Bali juga berlaku aturan adat yang bersifat independen dan tidak terikat sama NKRI. “Jadi, bagaimana menyederhanakan itu. Perlu pemikiran tokoh-tokoh adat sehingga
44
26 Oktober - 1 November 2015
ada kesamaan pendapat tentang investasi di desa pekraman,” pintanya. Direktur PT Ariyana Property ini berharap ada kesamaan aturan investasi di desa pakraman seluruh Bali. Pasalnya, selama ini aturan investasi tiap-tiap desa adat berbeda. “Contohnya di suatu daerah melarang IMB untuk luas tanah di bawah 1 are, sedangkan pusat, memperbolehkan. Jadi, pusat dan daerah belum singkron,” tegas Ariyana. Oleh karena itu, antara kebijakan pusat dan daerah harus ada singkronisasi, termasuk di desa adat. Untuk itu, kementerian terkait mestinya juga membuat aturan atau sanksi terhadap pemda yang tidak mematuhinya. “Rencana penciutan perizinan ini sangat kita apresiasi. Tinggal aturan dan sanksi bagi daerah yang tidak melaksanakannya apa? Jadi tidak seperti pepesan kosong, hanya wacana saja,” ujarnya. Sementara menurut Ir. Made Suardana, kebijakan ekonomi Jilid I - III telah membawa angin segar bagi kalangan pengusaha properti. Ditambah lagi, pencetusan dari pemerintah pusat tentang PUPR. “Kami sangat berterima
kasih untuk itu. Tapi, kebijakan-kebijakan itu harus juga dibarengi oleh kinerja di pemerintah daerah. Kalau atasnya ke kanan, yang di daerah juga harus ke kanan,” tegasnya. Karena zaman reformasi saat ini, pemerintah daerah seperti jadi raja kecil. Kadang-kadang kebijakannya tidak singkron dengan pemerintah pusat. Ini penting, sebab ada beberapa daerah/kota yang masih feodal dalam hal pemberian izin terkait dengan industri properti. “Kita berharap semoga kebijakan itu singkron dan berjalan sejalan, baik dari pusat dan daerah. Sehingga, angin surga yang dihembuskan benar-benar menyejukkan,” kata Suardana. Ia berharap, gairah perkembangan dunia usaha supaya bangkit kembali seperti 3 atau 5 tahun yang lalu. Pengusaha juga harus memperhatikan hal-hal seperti menjaga lingkungan, pelestarian dan tidak sembarangan membuka lahan-lahan hijau. “Jadi sama-sama saling menjaga,” ujarnya. z Kerta Negara
MBP/dok
Rumah Kos pun Kena Aturan Baru LESUNYA transaksi perumahan sebagai dampak anjloknya nilai rupiah, membuat harga rumah semakit tak terjangkau. Kondisi ini kian membuat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) makin sulit mewujudkan impiannya untuk bisa memiliki rumah. Pilihan pun akhirnya dijatuhkan pada rumah kontrakan atau kos-kosan. Pembangunan kos-kosan semakin banyak bak jamur di musim hujan. Ada yang sengaja membangun kos-kosan hingga puluhan kamar, tak sedikit warga menyulap rumahnya jadi kos-kosan dengan jumlah kamar terbatas. Makin seksinya bisnis rumah kos, tentunya menggairahkan untuk digeluti lantaran masyarakat sekarang susah untuk mendapatkan rumah. Apalagi usaha ini hampir dipastikan menguntungkan. “Permintaan rumah kos semakin banyak maka masyarakat memanfaatkan peluang itu. Di sekitar Peguyangan Kaja misalnya, rumah kos yang baru dibangun sudah ada yang booking,” kata pengamat properti John Sadewa. Untung-rugi membangun kos-kosan,
kata John pasti ada. Untungnya, pemilik rumah dapat sumber income baru sehingga yang kaya semakin kaya. Sedangkan kerugiannya, tentu pada persaingan lapangan kerja yang ada karena pendatang akan melahap setiap kesempatan kerja, baik sebagai pekerja kasar maupun kerjaan yang lebih tinggi. Apalagi, John menegaskan, masyarakat Bali suka pilih-pilih kerjaan dan akan tersingkir. “Contohnya masyarakat Bali lebih memilih kerja ke luar negeri atau kapal pesiar yang menjanjikan income plus,” tandasnya. Dan, khususnya di Bali semakin banyak pendatang untuk mengadukan nasib dan mencari kerja di Bali, mengakibatkan kebutuhan tempat tinggal atau kos-kosan semakin meningkat. Apalagi saat ini, kecenderungan masyarakat berinvestasi tanah lalu dibangun kos-kosan, terutama di tempat-tempat pariwisata. “Kalau bukan pakai dana dingin dan tanah sendiri, dari hitungan bunga bank BEP-nya lama baliknya (modal-red). Paling orang yang buat kos-kosan lebih banyak punya tanah sendiri dan bangunnya mungkin pakai
dana bank. Zaman sekarang apalagi di daerah Denpasar dan Badung yang strategis dipakai kos-kosan harganya sangat tidak masuk akal. Kalau pakai hitungan bank pasti merugi,” tegas Direktur PT Bumi Cempaka Asri (BCA) I Gede Suardita, S.E. Di tengah bergairahnya kos-kosan, Pemkot Denpasar bersama Dewan sedang menggodok Ranperda tentang rumah kos. Dalam Ranperda tersebut, salah satunya mengenai jumlah kamar. Jika lebih dari 10 kamar, maka akan dikenakan perizinannya akan disamakan dengan perizinan hotel. Buntut-buntutnya, larinya sudah dipastikan ke masalah pengenaan pajak nantinya. Meski Ranperda ini masih dalam penggodokan, tentunya peraturan daersh ini nantinya akan menjadi penghambat bisnis rumah kos. Namun di satu sisi, aturan daerah ini akan menjadi peluang bagi pengembang perumahan menggarap ceruk yang ada. Tentunya dengan membangun rumah dengan harga yang terjangkau bagi MBR. z Sugiarta/Kerta Negara 26 Oktober - 1 November 2015
45
AKTIVITAS
MBP/ist
PROYEK VILLATEL - Setelah sukses mengantarkan masyarakat lokal mensejajarkan diri dengan investor asing dan mengembalikan peran orang Bali sebagai pengendali di tanahnya sendiri melalui Villa Mesari, kini pebisnis sukses, guru bisnis, owner yang sekaligus pendiri PT Mesari Land, Made Robert, kembali membuktikan kecintaannya pada tanah dan orang Bali dengan proyek Villatel berikutnya yang diberi nama Atta Labeji Villas. Untuk menperkenalkan lebih dekat villatel tersebut ke masyarakat maka pada sabtu (22/8) lalu telah dilaksanakan launching bertempat di Sanur Paradise Plaza Hotel, jalan Hangtuah No. 46 Denpasar, Bali. Dari target 250 peserta, ternyata yang hadir lebih dari 275 orang.
MBP/ist
KUNJUNGAN ISI - Pada 2012 Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar bersama Okinawa Prefectural University of Arts Jepang telah menandatangani perjanjian kerjasama akademik dan penelitian. Kunjungan ISI Denpasar tahun ini tepatnya pada 5-10 Oktober 2015 merupakan kunjungan balasan dari Okinawa Prefectural University of Arts yang telah dilaksanakan ke ISI Denpasar sebelumnya yang sepenuhnya didanai dari dan PNBP ISI Denpasar tahun 2015. Seizin Rektor ISI Denpasar PR IV, I Ketut Garwa, S.Sn M.Sn di sela-sela persiapan kunjungan menyampaikan bahwa Okinawa Prefectural University of Arts (Okonawakenritsu Geijutsu Daigaku) adalah sebuah Universitas publik di kota Naha.
46
26 Oktober - 1 November 2015
MBP/ist
VILA - Mulai Rp 12 juta masyarakat sudah bisa menjadi investor dan owner vila dengan berbagai macam keuntungan. Setelah sukses mengantarkan masyarakat lokal mensejajarkan diri dengan investor asing dan mengembalikan peran orang Bali sebagai pengendali di tanahnya sendiri melalui Villa Mesari, kini pebisnis sukses, guru bisnis, owner yang sekaligus pendiri PT Mesari Land, Made Robert, kembali membuktikan kecintaannya pada tanah dan orang Bali dengan proyek villatel berikutnya yang diberi nama Atta Labeji Villas. Masih mengusung konsep yang sama kearifan lokal yaitu mapatung atau dalam istilah yang lebih mendunia disebut C-BOS (Capitalism Based On Society) atau kapitalis berbasis kerakyatan. Tujuannya adalah membangun kekuatan ekonomi masyarakat (Bali). Menjadi pengendali dan penguasa di tanah Bali.
MBP/ist
MBP/ist
ROTARY CLUB - Pada Sabtu (10/10), Rotary Club of Bali Denpasar menghibahkan bantuan saranan air bersih kepada penduduk dusun Batu Gede yang letaknya di perbukitan desa Duda Timur, Kecamatan Selat, kabupaten Karangasem. Pipanisasi dari sumber mata air di bawah kaki bukit ini dinaikkan dengan pompa dan langsung didistribusikan kerumah-rumah penduduk, balai banjar serta sekolah dasar setempat dengan jumlah keluarga dibantu sebanyak 150 Kepala Keluarga. Untuk di balai banjar serta sekolah juga dibantu dengan fasiltas sanitasi umum berupa toilet serta bak cuci tangan yang memadai. Seluruh proses pengerjaan proyek dari perencanaan awal, realisasi di lapangan yang dikerjakan secara gotong royong oleh warga desa hingga serah terima, memakan waktu kurang lebih 3 bulan.
PERTEMUAN BTB - Setelah bertemu dengan jajaran Bali Tourism Board (BTB) atau GIPI Bali, jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, Selasa (13/10) bertemu dengan jajaran pengurus Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Bali. Dalam pertemuan pengurus anyar Kadin Bali dengan biro perjalan wisata yang bernaung di bawah Asita Bali itu terungkap agar asosiasi yang dimotori oleh A.A. Ngurah Alit Wiraputra, S.H., M.H. selaku Ketua Umum (Ketum) itu dapat menjembatani setiap permasalahan yang dihadapi oleh Asita Bali. Sebab, Kadin adalah induk organisasi dunia usaha dan Asita adalah salah satu anggota luar biasa Kadin.
MBP/ist
MBP/ist
BISNIS IDAMAN - Bisnis properti terbukti menjadi bisnis idaman dari banyak pengusaha besar, baik di Tanah Air maupun di luar negeri. Banyak sekali pengusaha yang telah sukses di bisnis lainnya, akhirnya terjun ke bisnis properti. Hal ini wajar saja karena bisnis properti memiliki permintaan yang sangat besar. Di Indonesia saja hingga saat ini masih kekurangan 13 juta unit rumah. Selain itu yang menarik adalah keuntungan yang bisa diraih dalam bisnis properti juga sangat besar dan tak terbatas. Dengan visi melahirkan 1.000 pengusaha properti baru di Indonesia, Indonesia Property Club (IPC) akan mengadakan Seminar Properti yang akan membongkar rahasia sukses bisnis properti dengan PRGDO SUR多W PLOLDUDQ
KOORDINASI - PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar bersama Tim Penjaminan Mutu, Selasa (13/10) lalu mengadakan koordinasi dan pembinaan kepada SMP PGRI 3 Denpasar. Tim dipimpin langsung Ketua PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. didampingi Wayan Putra, S.Sos. dan Drs. I Made Bandung. Tim diterima Wakasek Drs. I Nyoman Budiastra bersama para kaur lainnya. Saat itu Madiadnyana menekankan pentingnya pengelolaan dana BOS agar tak sampai kasek dan aparatnya terjerumus ke meja hijau akibat salah menggunakan dana BOS. Kedua, Madiadnyana memberi apresiasi positif atas keberhasilan sekolah ini meraih akreditasi A plus dengan nilai maksimal 95. 26 Oktober - 1 November 2015
47
TRADISI
MBP/martawan
Prosesi Ngusaba Tegen di Kintamani, Bangli.
“Ngusaba Tegen” di Kedisan Kintamani
Sarana ”Bebantenan” Pantang Digoreng
N
gusaba merupakan suatu bentuk upacara ritual yang dilaksanakan oleh masyarakat di beberapa daerah. Upacara ngusaba biasanya dilakukan untuk memohon keselamatan dan kemakmuran. Di Bali ada banyak jenis ngusaba yang dikenal masyarakat. Salah satunya ngusaba tegen atau ngusaba tagtag yang dilaksanakan masyarakat di Desa Kedisan, Kintamani. Sesuai dengan namanya sarana sesajen yang digunakan dalam ngusaba tegen berupa hasil pertanian dari masyarakat seperti sayursayuran, buah-buahan, ikan dan lainnya dibawa dengan cara di-tegen (dipikul). Sementara disebut juga Ngusabha Tatag karena saat nunas tirta mesti dilakukan dengan cara menaiki tangga atau yang dalam bahasa Bali disebut tatag. Ngusaba Tegen di Kedisan biasanya dilaksanakan setiap setahun sekali. Tepatnya pada pinanggal 2-3 sasih katiga sesuai kalender Bali. Prosesi ngusaba tegen dilaksanakan dengan cara berjalan beriringan sambil mengusung banten. Tidak hanya diusung kaum perempuan, kaum laki-laki dalam prosesi ini juga ikut ambil bagian. Kaum laki-laki akan memikul banten dengan cara di-tegen, sementara kaum perempuan dalam prosesi ini mengusung banten gebogan dengan cara di-suun. Mereka berangkat dari desa menuju
48
26 Oktober - 1 November 2015
tempat prosesi upacara ngusaba tegen, yakni di Pura Dalem Praja Pati setempat. Menurut Tokoh Masyarakat Kedisan Jro Dangka Sadeg, tradisi ngusaba tegen di Kedisan tersurat pada lontar Siwa Purana. Ngusaba tegen telah dilaksanakan secara turun temurun sejak Desa Kedisan ada. Sadeg mengatakan, dalam ngusaba tegen ini sarana banten berupa ikan atau jajan yang dipergunakan tidak boleh digoreng. Jajan atau ikan yang dipergunakan sarana banten harus dikuskus, direbus atau dibakar. “Sarananya sama sekali tidak boleh menggunakan gorengan. Harus direbus, dikuskus maupun dibakar,” tegasnya. Jika pantangan itu dilanggar diyakini akan bisa mendatangkan marabahaya bagi warga. Ngusaba Tegen di Desa Kedisan, di samping memiliki keunikan dari sisi sarana bebantenan-nya, dalam prosesinya juga unik. Dalam prosesinya ada tradisi cacah jiwa yang dilaksanakan masyarakat dengan cara membayarkan uang kepeng ke prajuru adat. Sebagaimana cacah jiwa yang dilaksanakan lembaga sensus pada umumnya, cacah jiwa yang dilaksanakan masyarakat Kedisan juga bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang jumlah anggota dari sebuah populasi masyarakat. Pelaksanaan cacah jiwa di Kedisan dilakukan serangkaian prosesi ngusaba tegen dilaksanakan. Dalam cacah
jiwa ini, masing-masing kepala keluarga diminta mengumpulkan uang kepeng sebanyak jumlah anggota keluargannya. Satu uang kepeng akan mewakili satu jiwa. Nantinya setelah semua warga menyetorkan jumlah uang kepeng sebanyak anggota keluarganya, uang kepeng yang terkumpul akan ditanam di halaman pura setempat. Menurut Tokoh Masyarakat Kedisan Jro Dangka Sadeg, maksud dari penanaman uang ini adalah untuk menyampaikan kepada Ida Batara yang beristana di Pura Dalem setempat mengenai jumlah keseluruhan masyarakat Desa Kedisan. Menurutnya, data yang didapat dari pelaksanaan cacah jiwa di Kedisan biasanya lebih riil dari data sensus pada umumnya. Sementara itu, untuk mengetahui jumlah kepala keluarga yang ada di Kedisan, di saat bersamaan masing-masing kepala keluarga juga diwajibkan menghaturkan nasi. Nasi yang dihaturkan jumlahnya ditakar menggunakan tempurung batok kelapa. Setelah semua nasi terkumpul, masyarakat akan menghaturkannya sebagai bebantenan lalu dilanjutkan dengan melaksanakan pepranian. Semua masyarakat wajib menikmati nasi tersebut secara bersama-sama dengan tujuan untuk menumbuhkan dan mempererat rasa kekeluargaan warga. z Swasrina
’’Siat Jerimpen’’, Ritual Introspeksi Menuju Harmonisasi SERANGKAIAN karya agung di Pura Puseh/Pura Desa, Desa Pakraman Gianyar, digelar prosesi siyat jerimpen pada Jumat (9/10) lalu. Ini merupakan bagian dari prosesi ritual ngider buana atau nyatur desa terkait Karya Agung di pura setempat. Dalam ritual keagamaan, kita mengenal perang api (ter), siat sampian, perang tipat (ketupat) dan sebagainya. Itu merupakan budaya simbolik yang sangat akrab dalam implementasi agama Hindu yang dianut mayoritas masyarakat Bali. Jerimpen adalah salah satu jenis banten sebagai simbol permohonan ke hadapan Tuhan beserta manifestasi-Nya (Asta Aiswarya). Dengan melakukan prosesi ngider buana membawa banten jerimpen beserta sarana upakara lainnya, Ida sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan yang Maha Esa memberikan anugerah kesejahteraan, keselamatan, kebahagiaan bagi masyarakat desa setempat.
Dalam praktiknya, jerimpen selalu dibuat dua dan diletakkan di sisi kiri serta kanan banten lainnya. Ini dipercaya sebagai simbol yang mengandung makna lahiriah serta batiniah. Siat jerimpen ini adalah makna simbolik dari kondisi konflik yang serba hadir dalam kehidupan manusia. 0DQXVLD WLGDN OHSDV GDUL NRQĂ€LN EDLN batiniah maupun lahiriah. Dalam konflik inilah umat manusia diingatkan agar senantiasa selalu introspeksi, mawas diri sehingga pertentangan itu dapat dinetralkan, diminimalkan sampai akhirnya menuju harmonisasi. Itulah sebabnya, dalam siat jerimpen, banten jerimpennya tidak sampai hancur. Masih utuh dan baik. Ini, lagi-lagi sebuah simbol makna bagaimana kita mengatasi NRQĂ€LN LWX WDQSD VDOLQJ PHOXNDL VHUWD menyakiti. ‘’Ya, ini merupakan salah satu eedan
ritual karya agung yang puncaknya 3 Oktober lalu. Astungkara, semuanya berjalan lancar. Ini berkat pasuecan Ida Sang Hyang Widhi serta kerja keras dan ikhlas masyarakat desa pakraman yang tersebar di 12 banjar adat,’’ ujar Manggala Utama Karya Dewa Made Geria yang didampingi Sekretaris Panitia Karya drg. Made Purwita. Ritual Ngider Buana yang VHFDUD ÂżORVRÂżV MXJD EHUPDNQD EDJDLDmana umat memohon kemakmuran untuk segenap masyarakat di mana pun. Prosesi yang dihadiri ribuan krama Desa Pakraman ini dipuji panglingsir desa Ida Bagus Rai Jendra. ‘’Semangat ngayah secara tulus ikhlas, kebersamaan ini menjadi salah satu benteng kuat manusia Bali menjaga agama serta tradisinya,’’ ujar Rai Jendra yang juga mantan Konsul Jenderal RI di Hamburg, Jerman. z Pal
MBP/pal
5LWXDO VLDW MHULPSHQ \DQJ EHUPDNQD VDNUDO PHPRKRQ DJDU XPDW PDQXVLD GLEHULNDQ MDODQ NHOXDU GDUL VHJDOD EHQWXN NRQĂ€LN \DQJ PHUeka hadapi sehingga mampu menuju kemakmuran. 26 Oktober - 1 November 2015
49
AKTIVITAS
MBP/ist MBP/ist
PAMERAN FELICE - Para pecinta perhiasan dimanjakan dengan pameran emas dan berlian Felice Jewellery yang berlangsung hingga Sabtu (17/10). Tak hanya itu, Felice juga menambah koleksi berlian fashion terbaru dalam pameran di Business Center, Hotel Aston Jl. Gatot Subroto Denpasar. Harganya pun diberi promo, dipatok mulai Rp 599 ribu. “Jangan lewatkan koleksi ladies ring blue sapphire dan juga black diamond dengan harga terjangNDX ´ XMDU 6DOHV )HOLFH -HZHOOHU\ 1L .DGHN :LGQ\DQL GLNRQÂżUPDVL Rabu (14/10). Kadek mengatakan, cincin black diamond atau berlian hitam menjadi salah satu produk unggulan Felice saat ini. Black Diamond ini didatangkan langsung dari Afrika, yang sudah dikenal menghasilkan berlian kualitas terbaik.
DIES NATALIS ISBI - Suasana kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua selama sebulan terasa lain dari biasanya. Hiruk-pikuk kebersamaan dan kegembiraan tampak di kampus yang berlokasi di kompleks UPTD Taman Budaya Provinsi Papua. Berbagai kegiatan dilaksanakan guna memperingati Dies Natalis ke-1 ISBI Tanah Papua, di antaranya lomba mewarnai tingkat TK, lomba lukis tingkat SMP, lomba desain poster olah digital, lomba desain batik Papua dan lomba dance competition. Puncak acara hari jadi ISBI Tanah Papua dilaksanakan Dies Natalis ke-1 ISBI Tanah Papua dengan menggelar prosesi upacara yang dikemas berbeda dari biasanya. Dies Natalis berlangsung pada Selasa (6/10) bertempat di Aula Kampus ISBI Tanah Papua, kompleks UPTD Taman Budaya Provinsi Papua.
MBP/ist
MBP/ist
SMK UNGGUL - SMK PGRI 5 Denpasar sejak lama dikenal sebagai sekolah SMK yang unggul dan berprestasi. Selasa (13/10) lalu sekolah ini mendapat pembinaan dari PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar bersama Tim Penjaminan Mutu PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar. Tim dipimpin Ketua PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M., Wayan Putra, S.Sos. dan Drs. I Made Bandung diterima langsung Dra. Ni Ketut Nuka bersama Drs. I Gusti Ngr. Wiranata, M.M. dan I Gusti Made Astawa, S.Sos. Madiadnyana sangat bangga dengan kemajuan sekolah ini dalam hal kelengkapan sarana dan prasarana sekolah. Di samping itu, ia salut dengan keberanian manajer sekolah yang dipimpin Dra. Ni Ketut Nuka yang membuat sekolah ini makin maju dan mandiri dan lepas dari ikatan gedung dengan sekolah negeri.
50
26 Oktober - 1 November 2015
TANDA TANGANI MOU - Setelah melakukan survei dan kunjungan lapangan mengenai sistem teknologi informasi yang dikembangkan PT Bimasakti Sanjaya, akhirnya 25 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) se-Indonesia sepakat menandatangani kerja sama atau MoU. Kesepakatan tersebut disampaikan usai 35 Direktur PDAM se- Indonesia melakukan kunjungan ke PDAM Klungkung. Sejak setahun terakhir, PDAM Klungkung menjadi proyek percontohan penggunaan sistem manajemen terintegrasi dari PT Bimasakti Sanjaya. Menurut Direktur Utama PT Bimasakti Sanjaya, Ir. Ida Bagus Surya Sanjaya, keinginan 25 PDAM se-Indonesia menandatangani surat minat untuk menggunakan Teknologi Informasi dari PT Bimasakti Sanjaya, setelah mereka melihat langsung manfaat manajemen terintegrasi di PDAM Klungkung.