110 |19 - 25 Oktober 2015
Atasi Pengangguran
Mesti Cari Terobosan
RP 20.000
DAFTAR ISI OPINI Melawan Kapitalis(me) 6 BALI SEPEKAN Pasraman Pemangku Pura Pasar Agung Terbakar 7 LAPORAN UTAMA Atasi Pengangguran Mesti Cari Terobosan 8 Pariwisata Tak Lagi ’’Berjaya’’ 10
POLITIK Mengelola Ruang Publik 16 Menghindari Ancaman Diskualifikasi 17 PENDIDIKAN Atasi Krisis Guru dengan Guru Kontrak 18 MANCANEGARA AS Lepaskan Napi Lebih Awal 20 DAERAH Dituding Memiliki Ilmu Hitam
Sepuluh Warga Langkan Diungsikan ke Polsek 22
LENSA Pembangunan 26
OLAHRAGA Tak Mau Pulang 27 LINGKUNGAN Air Bendungan Surut, Swasembada
Beras Terancam 36
PEMERINTAHAN Pemkab Badung Raih
Penghargaan Kemenkeu 38
TRADISI ‘’Ngiyang-hyang’’ Saat ‘’Aci Ngayu-ayu’’
di Ababi, Ida Batara ”Kairing Tedun Macecingak” 48
19 - 25 Oktober 2015
3
DARI PEMBACA
Masyarakat Sadar dan Pintar M
encermati perkembangan informasi para kandidat baik di media cetak maupun elektronik, kami sebagai warga biasa melihat kesamaan visi dan misi dari para kandidat. Apakah dengan kesamaan tersebut masyarakat akan turut memeriahkan pesta dengan datang berbondong-bondong untuk hadir ke TPS-TPS terdekat? Masyarakat telah sadar dan pintar mana program atau retorika bahkan waktu penerapannya tidak bisa diukur secara cermat. Kami berharap para pemilih menggunakan hal pilihnya secara bijak dengan mempertimbangkan segala aspek sehingga tidak menyesal dalam 5 tahun ke depan. Komunitas Santi Bumi Koordinator, IGK Agung CR Jl.Setiabudi Denpasar
Penempatan Patung di Gianyar P
enempatan patung terutama patung seni tari Bali dan pewayangan di wilayah Kabupaten Gianyar cukup bagus. Namun ada yang kurang elok menurut pandangan saya yaitu penempatan/komposisi sejumlah patung yang dipajang pada taman kota. Pemajangan patung ada yang menumpuk yaitu patung Kalarau dan Garuda Wisnu. Di atas patung Kalarau bertengger patung Garuda Wisnu. Kalau bisa penempatan kedua patung tersebut dipisahkan. Patung Garuda Wisnu letakkan di antara Kalarau dan Dewi Ratih karena di sana saya lihat masih ada lahan kosong. Ditata kembali sedemikian rupa agar ada keseimbangan komposisi sehingga elok dipandang mata. Keterkaitan di antara patung yang dipajang di Taman Kota Gianyar tersebut memang ada ceritanya. Ada sejarahnya. Patung Dewa Indra di atas kereta kuda sedang melepaskan panahnya mengenai leher Kalarau dan kepala Kalarau terlepas lalu terbang ke angkasa kemudian “mencaplok” Dewi Ratih. Adanya patung Garuda Wisnu memang ada keterkaitan cerita yakni Dewa Wisnu terlibat dalam kisah tersebut. Terlepas dari cerita itu saya cuma urun pendapat agar tata letak sejumlah patung tersebut diatur sedemikian rupa, agar “rupanya” enak dinikmati, tidak lagi tumpang tindih. W. Beratha Yasa Kapal, Mengwi, Badung
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Dedy Sumartana Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
19 - 25 Oktober 2015
4
Menata Manajemen Kependudukan BALI makin sesak. Aliran urban masuk Bali pun tak terpantau. Kondisi ini dikhawatirkan memicu persaingan dalam mengelola ruang hidup, termasuk dalam menikmati fasilitas kehidupan. Ketersediaan air dan bahan pangan dikhawatirkan memicu konflik sosial mengingat makin tingginya kesenjangan ekonomi. Di lain pihak, laju investasi juga telah memicu degradasi kualitas sanitasi lingkungan. Menyikapi fakta ini, Pusat Data Bali Post menggulirkan jajak pendapat terkait pengelolaan dan kebijakan pengendalian urban masuk Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, ternyata 75,04 persen responden menilai Bali belum melakukan langkah-langkah strategis dan efektif dalam mengendalikan laju urban. Pengendalian masuknya urban lewat pintu masuk Bali kedodoran. Ditengarai terjadi praktik–praktik pungli dalam melakukan pengawasan urban masuk Bali. Selain itu, lemahnya pengendalian urban juga bisa dilihat dari tidak adanya standardisasi dan sertifikasi untuk membatasi pencari kerja masuk Bali. Pemerintah Bali termasuk kabupaten/kota belum melakukan terobosan yang terintegrasi dalam mencegah masuknya tenaga yang tidak tersertifikasi. Dampaknya Bali dijejali pencari
kerja yang tidak profesional. Responden juga menilai, lemahnya kebijakan pengendalian urban akan berdampak pada menguatnya potensi tindak kriminal, menjamurnya permukiman kumuh. Kondisi ini pada gilirannya juga akan berimbas pada upaya-upaya pelestarian dan pewarisan budaya Bali. Tingginya jumlah urban tidak dimungkiri menggerogoti ekonomi masyarakat lokal. Di lain pihak, 22,09 persen responden mengaku sudah melihat ada upaya untuk pengendalian urban. Adanya pos penjagaan dan pemeriksaan pendatang masuk Bali, membuktikan adanya upaya untuk melakukan filterisasi pendatang. Selain itu, responden mengatakan pengendalian mobilitas penduduk sekarang sulit dilakukan secara saklek ketika pijakannya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kebijakan pengelolaan kependudukan nasional memungkinkan orang lintas provinsi masuk Bali sepanjang mereka memiliki identitas kependudukan yang jelas. Dalam pengendalian urban, mestinya filterisasi dilakukan desa pakraman yang selama ini menjadi benteng terakhir dalam pengawalan terhadap Bali. Selebihnya, 2,87 persen responden tidak memberikan respons terkait hal ini. Responden kelompok ini hanya menyarankan agar Bali membenahi menajemen kependudukan
dan investasi. Selama ini padatnya penduduk Bali akibat laju investasi yang tak terkontrol. Investasi memicu aliran pendatang dan alih fungsi ruang. Kondisi inilah yang perlu dicarikan solusi agar investasi dapat memberdayakan penduduk lokal sehingga aliran urban bisa ditekan. Dira Arsana
19 - 25 Oktober 2015
5
5
OPINI
Melawan Kapitalis(me)
M
elawan kapitalis(me) tampaknya telah dikobarkan oleh Bung Hatta sejak awal perang kemerdekaan Indonesia. Itu berarti kapitalisme telah dikhawatirkan keberadaannya justru sejak Indonesia mulai menata eksistensinya. Dalam pidato radio, tulisannya di pers, dan dalam pertanggungjawabannya di depan parlemen, Hatta dengan tandas mengatakan bahwa kapitalisme memang harus dilawan. Yang harus dilakukan adalah dengan memberdayakan organisasi sosiokultural yang masih hidup dalam masyarakat, dengan kegiatan-kegiatan ekonomi. Pemikiran itulah tampaknya, yang melatarbelakangi munculnya konsep koperasi dalam UUD 1945 (yang asli), yang dituliskan dalam penjelasan UUD 45 tersebut. Namun sejak munculnya era reformasi, pemikiran-pemikiran yang merupakan penjabaran dari dasar negara Pancasila telah dibabat habis. Kata “koperasi” dalam UUD 1945 dihapus. Padahal sistem koperasi adalah penjabaran dari Sila ke-5 dari Pancasila, untuk tercapainya keadilan sosial. Selanjutnya, sistem pemilihan melalui permusyarawatan dalam perwakilan, yang merupakan menjabaran Sila ke-4 dari Pancasila, telah diganti. Lalu berkembang menjadi sistem pemilihan langsung. Selanjutnya, sistem ini melahirkan politik-uang, dan akhirnya lebih dari 50% kepala daerah masuk bui, atau berhadapan dengan aparat KPK. Suasana pembangunan di Bali saat ini, tampaknya mencerminkan suasana kapitalis. Jurang kaya-miskin di Bali ternyata sangat tajam, pernah mencapai angka indeks Gini Ratio sebesar 0,42 (lampu kuning). Demikian pula halnya dengan ke-tidak merataan regional. Sementara itu, sumbangan pariwisata (penghela pembangunan Bali) untuk ekonomi Bali, yang mencapai lebih dri 8%, ternyata justru menghasilkan kemiskinan di Bali meningkat 0,04%. Hal itu terjadi, karena pertumbuhan di sektor pertanian nyaris tidak ada, yakni hanya 0,02%. Kalau kita di Bali
6
Oleh Wayan Windia
tidak ingin melaksanakan pembangunan sesuai konsep kapitalis, maka pembangunan harus mulai diarahkan dominan untuk sektor pertanian. Hal ini penting karena invetasi di sektor pariwisata sudah mencapai porsi lebih dari 96%, dan investasi di sektor pertanian kurang dari 0,5%. Sangat timpang antara pariwisata dan pertanian. Kasus Bali dalam melawan kapitalisme (sesuai konsep Hatta) telah pernah diterapkan oleh Gubernur Ida Bagus Mantra. Yakni dengan membangun LPD pada setiap lembaga desa adat. LPD adalah milik desa adat. Hasilnya lumayan bagus. Banyak rakyat pedesaan yang tertolong dengan adanya LPD, dan pembiayaan untuk upacara di pura mendapatkan bantuan dari LPD. Namun sayang Prof. Mantra tidak melihat kondisi subak yang juga memerlukan perlakuan seperti halnya desa adat. Meskipun desa adat dan subak sama-sama sebagai lembaga sosio kultural. Hingga kini tidak ada pemimpin Bali yang tergerak untuk membangun subak dan pertanian secara sistematis dan mendasar, dengan menerapkan Teori Hatta tersebut. Bahkan Gubernur Bali Mangku Pastika membangun
Simantri dengan tidak memberdayakan subak. Perlu dipertimbangkan kearifan lokal subak dan petani, bahwa mereka selalu memelihara sapi pada blok sawahnya. Bukan dengan berkoloni. Dengan demikian mereka akan dapat langsung menggunakan pupuk organik dengan mudah di sawahnya. Patut dicatat, sejak berabad-abad, lembaga sosio-kultural di Bali hanya sibuk dengan kegiatan gotong-royong (sosial) dan upacara-upacara (budaya). Sebetulnya hal itu tidaklah buruk. Namun tidak cukup untuk bisa mengantisipasi perkembangan masyarakat Bali (karena pengaruh pariwisata) yang telah menjadi semakin pragmatis dan materialistik. Transformasi budaya seperti itu akan menjadikan masyarakat sebagai binatang-ekonomi. Dengan demikian, kalau lembaga sosio kultural di Bali tidak digerakkan dalam bidang ekonomi, maka lembaga itu akan kolap. Contohnya, sistem subak di Bali saat ini telah kolaps dan tidak mampu melawan pihak ekternal kapitalis. Di Jatiluwih, justru pihak subak yang masih ingin kawasan sawahnya lestari. Namun kalah total melawan kapitalis, karena subak dibiarkan sendiri. Pihak Pemkab Tabanan juga sudah menyatakan “menyerah”. Heran juga, negara dengan segala aparat birokrasi dan legalisasi yang ada bisa “menyerah”. Kalau demikian, keruan saja subak kita yang sudah menjadi warisan dunia, juga sudah lebih dulu kolaps dan menyerah. Subak tidak bisa berbuat dan melawan sendiri. Diyakini,kalau saja pihak subak di Jatiluwih memiliki kegiatan ekonomi yang dibina sejak lama oleh aparat terkait, mereka pasti bisa melawan pihak kapitalis yang kini sedang mulai menggerogoti kawasannya. Barangkali pemikiran Hatta tentang perlawanan terhadap kapitalis(me) sangat perlu direnungkan kembali. Namun hal ini agak susah dilaksanakan dalam keadaan lembaga-lembaga birokrasi kita yang masih korup. Penulis, Ketua Pusat Penelitian Subak Univ. Udayana
19 - 25 Oktober 2015
6
BALI SEPEKAN
Pasraman Pemangku Pura Pasar Agung Terbakar KEBAKARAN menghanguskan seluruh bangunan pasraman pamangku di areal jaba Pura Pasar Agung di Banjar Dinas Sorga Desa Sebudi Kecamatan Selat, Karangasem, Senin (5/10). Kebakaran menghanguskan seluruh isi pasraman dengan sembilan kamar tersebut. Kebakaran ini diduga akibat kompor meledak dari salah satu kamar. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem I.B Ketut Arimbawa, mengatakan kebakaran terjadi pukul 07.15 wita. Sebelum api membesar, salah satu pamangku mendengar ada ledakan dari salah satu kamar di pasraman. Tidak lama berselang, api sudah membesar dan mulai menghanguskan atap bangunan. Setelah menerima laporan, Pemadam Kebakaran dari Dinas Perhubungan dan Damkar, BPBD Karan-
gasem, dibantu polisi, TNI, pemandu, dan masyarakat setempat bergerak melakukan upaya pemadaman bersama-sama. Damkar mengerahkan empat unit mobil dan satu unit mobil doblecabin. Medan menuju TKP cukup sulit, sehingga sangat menyulitkan mobil damkar mendekati lokasi dengan kondisi tangki berisi air dan jalan menanjak. “Mobil pemadam tidak bisa sampai di lokasi, disebabkan oleh akses jalan yang sangat terjal. Sehingga pemadaman dilakukan dengan cara manual dan menggunakan APAR (alat pemadam api ringan),” kata Arimbawa. Kondisi itu membuat upaya pemadaman berjalan lamban. Sehingga, api baru bisa dipadamkan setelah empat jam hingga pukul 10.15 wita. Bagiarta
BBPOM Temukan Terasi Mengandung Rhodamin B BALAI Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar, Selasa (6/10) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Pasar Sindhu, Sanur. Dalam monev tersebut, BBPOM malah menemukan terasi mengandung bahan berbahaya yaitu Rhodamin B. Kepala BBPOM di Denpasar Dra. Endang Widoawati, Apt. mengatakan, BBPOM sebenarnya melakukan monev pasar aman, yaitu pasar yang sudah diintervensi sejak tahun 2013, yakni 4 pasar yang terdiri dari Pasar Sindhu, Pasar Intaran,
Pasar Agung, dan Pasar Gianyar. Tujuan dari monev pasar aman ini, katanya, untuk memandirikan pasar itu agar dapat mengawasi dan mencegah masuknya pangan yang mengandung bahan berbahaya. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pasar itu. “Jadi kita mengajak juga SKPD terkait, baik itu Dinas Perindustrian, Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota, dan Pemberdayaan Masyarakat serta Kepala Pasar,” bebernya. Maya
MBP/gik
Dikeluhkan, Infrastruktur Terminal Pesiapan WARGA mengeluhkan kondisi infrastruktur Terminal Pesiapan yang berlubang-lubang. Padahal, terminal ini tidak hanya berfungsi sebagai pangkalan angkutan kota, tetapi juga sebagai pasar. Bahkan, beberapa waktu lalu menjadi lokasi perhentian Bus Sarbagita. Keluhan itu ditanggapi Penjabat Bupati Tabanan Wayan Sugiada yang langsung datang ke lokasi untuk melihat kondisi Terminal Pesiapan. Didampingi SKPD terkait, Sugiada menyoroti infrastruktur jalan, kebersihan, dan ruang tunggu penumpang. Ia juga memantau kondisi ruas jalan terminal yang hampir sebagian besar rusak dan berlubang. Pihaknya akan berusaha melakukan perbaikan setidaknya menutup jalan berlubang yang sering dilewati kendaraan. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tabanan I G.N. Anom Anthara, perbaikan jalan segera dikerjakan. Perbaikan berupa limestone ini rencananya dimulai Selasa (6/10) ini memakai anggaran pemeliharaan. Wira Sanjiwani
Distop, Pembangunan Senderan Vila di Tukad Pinda PERTUMBUHAN akomodasi pariwisata di Gianyar memang berkembang pesat. Namun, dalam proses pembangunnan tersebut, sering kali tidak memerhatikan aturan, seperti soal sempadan sungai. Seperti pembangunan senderan vila di Tukad Pinda, Banjar Pinda Desa Saba, Blahbatuh Gianyar, yang sampai menguruk lebih dari setengah badan sungai di lokasi tersebut. Mengetahui hal ini, Satpol PP Kabupaten Gianyar langsung terjun
melakukan sidak dan menjatuhkan surat peringatan (SP) satu, Selasa (6/10). Kasatpol PP Gianyar I Gede Daging, menuturkan penindakan ini dilakukan setelah mendapat keluhan dari sejumlah masyarakat, tentang keberadaan pembangunan akomodasi pariwisata di Tukad Pinda. “Ada salah seorang warga yang menelepon ke kantor kami, katanya di Tukad Pinda ada pembangunan senderan vila yang sampai menguruk setengah
badan sungai,“ ungkapnya. Karena itu, petugas Satpol PP langsung menjatuhkan SP 1, dan pengerukan yang saat itu dilakukan oleh enam orang buruh itu pun langsung dihentikan. “Kami sudah jatuhkan SP 1, sementara mereka kami kenakan Perda 12 tahun 1992 tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum dan Perda No. 8 tahun 2013 tentang Pembangunan Gedung,“ jelasnya. Manik Astajaya 19 - 25 Oktober 2015
7
7
LAPORAN UTAMA
Atasi Pengangguran
Mesti Cari Terobosan
D
ata Badan Pusat Statistik (BPS) Bali menyebutkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Bali per Februari 2015 sebesar 1,37 persen atau 33.611 orang. Dilihat dari tingkat pendidikannya, didominasi lulusan SMA (3,18 %) serta diploma dan sarjana sebesar 1,43 persen. Data ini menunjukkan jumlah pengangguran terdidik di Bali yang semestinya memiliki kompetensi memadai menembus persaingan dunia kerja maupun menciptakan lapangan kerja minimal untuk dirinya sendiri, masih cukup tinggi. Benarkah barisan panjang pengangguran terdidik itu karena jebolan perguruan tinggi di Bali terlalu pilih-pilih pekerjaan? Bahkan acara job fair yang digelar pemerintah daerah kurang mendapat sambutan dari para pencari kerja. Mengapa? Jumlah pengangguran di Bali 33.611 orang dari 2,4 juta angkatan kerja. Sejak 2014, jumlah pengangguran di Bali tercatat terus menurun. Pemprov Bali bahkan kembali memperkirakan adanya penurunan di tahun 2016 mendatang. Seperti terungkap dalam penyusunan RAPBD 2016, angka pengangguran diperkirakan menjadi 1,77 % sampai 1,82 % dari tahun 2015 di kisaran 1,85 % sampai 1,90 %. “Kami mengapresiasi penurunan angka pengangguran di Bali,” ujar anggota Fraksi Golkar DPRD Bali I.B. Gede Udiyana beberapa waktu lalu. Namun, pihaknya juga mempertanyakan prediksi di tahun 2016. Mengingat saat ini terjadi pelambatan ekonomi, baik secara nasional maupun global. Terlebihlebih postur RAPBD Bali 2016 mengalami defisit. “Apakah kita masih mampu atau optimis mencapai target tersebut ditengah-tengah guncangan sistem perekonomian dunia dan kondisi perekonomian
8
nasional yang semakin menurun. Terlebih-lebih postur RAPBD tahun 2016 yang mengalami defisit,” jelasnya. Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Nyoman Parta mengatakan, Pemprov Bali perlu melakukan upaya yang lebih revolusioner untuk mengurangi angka pengangguran. Terlebih saat ini, angka pengangguran didominasi oleh tamatantamatan SMA. “Pemerintah harus memberikan pelatihan-pelatihan softskill agar tamatan SMA yang tidak mau melanjutkan kuliah juga bisa mandiri,” imbuhnya. Kadis Sosnaker Badung I.B. Oka Dirga, Selasa (6/10), mengakui, minim serapan tenaga kerja saat pelaksana an job fair. Hal ini membuatnya harus mencari terobosan baru guna menekan angka pengangguran di wilayahnya. “Kami mengarahkan para pencari kerja di Badung ke sektor informal, seperti perbengkelan, salon, dan Spa untuk menekan angka pengangguran,” ungkap Oka Dirga. Pengamat pendidikan Drs. I Putu Sarjana, M.Si., mengatakan, secara akademis, rata-rata lulusan PT memiliki pengetahuan yang memadai sesuai bidang keilmuannya. Sayang, mereka seringkali kurang ditunjang keterampilan dan wawasan yang memadai. Akibatnya, kreativitas dan inovasi yang notabene merupakan persyaratan utama dalam berwirausaha terpendam menjadi potensi yang sia-sia alias tak teraktualisasi. Guna memangkas angka pengangguran intelektual itu, kata dia, mental mayoritas lulusan perguruan tinggi yang PNS oriented wajib dikikis habis. Selanjutnya, secara bertahap dikembangkan jiwa kewirausahawan agar mereka tergerak untuk menjadi wirausahawan tangguh di masa depan. Dalam konteks ini, kemasan kuri-
kulum pendidikan di perguruan tinggi tidak boleh lagi hanya berat di pembekalan keilmuan semata. Mahasiswa juga wajib diberikan pendidikan kewirausahaan karena bekal itulah yang nantinya bisa menyelamatkan mereka sehingga tidak sampai menyandang predikat pengangguran intelektual. Plt. Karo Humas Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, mengatakan, angka pengangguran di Bali termasuk paling kecil di Indonesia. ‘’Itu artinya memang daya serap kita cukup bagus, tidak lepas dari perekonomian kita yang cukup stabil,” ujarnya Teneng menambahkan, angka pengangguran selama ini berusaha ditekan melalui kegiatan job fair dan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). Job fair khususnya untuk membantu para lulusan perguruan tinggi atau SMA bisa terserap di dunia kerja. “Kita bekerjasama dengan para pengusaha, tidak ada masalah,” jelasnya. Namun, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali, IGA Sudarsana justru mengatakan bila pelamar dalam job fair kerap tidak sesuai harapan. Sebagai contoh saat pihaknya menggelar job fair bulan Agustus lalu di GOR Ngurah Rai. Saat itu hanya hadir 1.500 pelamar, padahal ada sekitar 6.500 lowongan kerja. “Kalau semuanya hadir, kan lumayan bisa dipekerjakan. Di Gianyar pun sangat kecil, di Denpasar waktu ini kami masih menunggu laporan. Tapi hampir semua ada di bawah harapan kita,” ujarnya. Sudarsana menambahkan, pihaknya masih melakukan penelusuran terkait minimnya jumlah pelamar dalam job fair. Apakah memang karena tidak mau bekerja, atau karena alasan lainnya. Rindra/Sumatika
19 - 25 Oktober 2015
8
MBP/dok
Acara ‘‘job fair’’ di Jakarta yang diminati banyak pencari kerja. Sementara di Bali acara serupa kurang diminati. 19 - 25 Oktober 2015
9
9
LAPORAN UTAMA
Pariwisata Tak Lagi
’’Berjaya’’
P
erkembangan pariwisata di Bali kini tidak lagi dapat diandalkan untuk mengentaskan kemiskinan. Sebaliknya, pertumbuhannya yang tak terkendali justru membuat Bali beserta kebudayaannya semakin hancur lebur. Apalagi dengan adanya rencana pemerintah untuk membangun sejumlah infrastruktur pendukung pariwisata. Di antaranya jalan tol, bandara di Bali Utara, hingga kereta api. “Saya ngeri, apalagi ada kereta api, jalan tol, Bali ini kecil,” ujar Dosen Universitas Ngurah Rai A.A. Gde Raka, pekan lalu. Raka menambahkan, rencana pemerintah untuk membangun jalan tol sebelumnya sudah pernah dievaluasi. Terutama dari segi dampak, utamanya akan menghilangkan lahan pertanian dan lahan desa adat. Kemudian dari hubungan-hubungan sosial, banyak studi tentang perencanaan transportasi yang justru membuat dampak sosialnya sangat tidak bagus di masyarakat. “Kalau ruang cadangan pertanian dan desa adat habis, dimana roh Bali itu nanti. Oleh karena itu, saya mohon Bappeda yang membuat perencanaan menyeluruh, tolong juga disurvei atau direncanakan kira-kira dampak sosial dari pembangunan itu sehingga tidak menggebu-gebu membangun kemudian impelementasinya tidak pernah pas, dampaknya juga sangat merugikan kita,” jelasnya. Ketua Puslit Subak Universitas Udayana Prof. Dr. Wayan Windia juga mengungkapkan keresahannya terkait kelangsungan Bali ke depan. Pasalnya, pertumbuhan pariwisata Bali sudah semakin tak terkendali. Begitu juga penduduk pendatang, sudah menembus angka 62 ribu per tahun yang menetap di Bali. Menurutnya, Bali perlu membatasi wisatawan yang datang. Wisatawan
10
tidak perlu lagi dimanjakan dengan infrastruktur. “Pariwisata sekarang sudah tidak lagi dapat mengentaskan kemiskinan. Perkembangan pariwisata sudah stagnan, Bali hanya dieksplorasi dan dieksploitasi. Wisatawan yang datang ke Bali harus dibatasi bagi kelas pecinta kebudayaan saja. Studi Sceto dulu hanya diharapkan 24 ribu kamar internasional, sekarang jumlahnya sudah berkali-kali lipat,” jelasnya. Terkait hal ini, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, boleh saja bila ingin menyetop pembangunan pariwisata. Namun dengan catatan, di kemudian hari jangan menuntut lapangan pekerjaan pada pemerintah. Pasalnya, lapangan kerja baru bisa diciptakan kalau ada pembangunan. Sementara untuk mengarahkan masyarakat agar menjadi wirausaha dan mandiri, bukanlah sesuatu yang mudah. Rindra Pariwisata sekarang sudah tidak lagi dapat mengentaskan kemiskinan. Perkembangan pariwisata sudah stagnan, Bali hanya dieksplorasi dan dieksploitasi. Wisatawan yang datang ke Bali harus dibatasi bagi kelas pecinta kebudayaan saja. Studi Sceto dulu hanya diharapkan 24 ribu kamar internasional, sekarang jumlahnya sudah berkalikali lipat.
19 - 25 Oktober 2015
10
Jangan Semena-mena
MBP/dok
Para gepeng yang ditangkap di Denpasar dipulangkan ke daerah asalnya. Salah satunya ke Karangasem.
GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika ingin merevisi Perda No.16 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali. Keinginan ini diutarakannya dalam rapat kerja bersama DPRD Bali di gedung dewan, pekan lalu. Menurutnya, revisi Perda diperlukan agar proyek-proyek seperti jalan tol dan kereta api dapat terakomodir. Begitu juga proyek yang sudah ada yakni jalan tol Bali Mandara agar bisa masuk dalam Perda. “Iya antara lain itu, dulu kan kita belum ada pikiran mau bikin itu (jalan tol dan kereta api, red). Antaralain itu harus diakomodir supaya kalau nanti kita bangun tidak melanggar hukum,” ujarnya usai rapat kerja. Selain itu, lanjut Pastika, juga ada banyak perkembangan baru menyangkut tata ruang sehingga perlu dilakukan perubahan Perda RTRWP. Termasuk untuk menjawab masalah ketimpangan pembangunan antara Bali selatan, utara, timur, dan barat. “Payung hukumnya harus jelas, yang kedua kesadaran kita semua lah. Itu saya katakan, pembangunan itu jangan sampai justru merusak lingkungan, itu diatur dalam Perda itu. Semua prinsipnya sustainable development, pembangunan yang berkelanjutan artinya tidak boleh gara-gara pembangunan kita jadi sengsara,” jelasnya. Anggota Komisi I DPRD Bali, Ida Gede Komang Kresna Budi mengaku tidak sepakat bila Perda RTRWP Bali diubah. Apalagi, penegakan Perda hampir tidak pernah dijalankan eksekutif. Semestinya, pemerintah provinsi terlebih dahulu melakukan evaluasi sepanjang Perda ini berjalan. “RTRWP ini jalannya sudah bener nggak, jangan dirubah dulu. Kita membenarkan yang
bermasalah nanti. Harusnya evaluasi dulu, yang sudah berjalan ini. tiba-tiba mau merubah, nggak benar. Jadi kita, bukannya apa-apa, kita membenarkan yang melanggar jadinya,” ujarnya. Kresna Budi khawatir, perubahan Perda untuk mengakomodir proyek nantinya menjadi kebiasaan. Namun, kebiasaan untuk membenarkan sesuatu yang salah. Apalagi menurutnya, jumlah pelanggar Perda sejatinya lebih sedikit daripada yang tak melanggar. “Yang taat aturan 90 persen, tidak taat 10 persen. Jadi yang 90 persen itu nanti ikut melanggar, hancur Bali, buat apa ada aturan kalau begitu. Jangan semena-mena, saya tidak setuju. Data dulu mana yang melanggar, sejauh mana pelanggarannya, koq penegakan aturan tidak pernah dijalankan mau merubah saja. Sama seperti ada pembangunan hotel 100, yang melanggar cuma 3. Kasihan yang benar-benar mengikuti aturan. Justru introspkesi dulu, sudah menjalankan fungsi pengawasan apa nggak,” paparnya. Anggota Komisi III DPRD Bali, Ketut Kariyasa Adnyana membenarkan bila Perda RTRWP selama ini tak ubahnya macan ompong. Bisa dilihat dari lolosnya proyek jalan tol Bali Mandara, padahal tidak ada tercantum dalam Perda. Begitu juga terkait jarak sempadan pantai, sempadan jurang, dan bhisama selama ini tidak bisa diterapkan. “Kalau Perda tidak mengakomodasi kepentingan riil di masyarakat tentu akan sia-sia membuat Perda. Eksekutif selama ini kan belum berani untuk menegakkan sempadan dan lainnya. Bisa jadi ingin mengurangi gejolak atau karena harus ada ganti rugi,” ujarnya. Rindra 19 - 25 Oktober 2015
11
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
APLIKASI TI - Kepercayaan sekolah-sekolah berkelas di Bali terhadap aplikasi Teknologi Informasi (TI) oleh PT Bimasakti Sanjaya, terus bertambah. Kali ini salah satu SMK Negeri favorit di Denpasar yakni SMKN 3 Denpasar yang berlokasi di Sanur, mempercayakan sistem TI-nya kepada Bimasakti Sanjaya melalui Bimasakti School. Hal itu ditandai dengan kerja sama dan penandatanganan MoU bertepatan dengan HUT ke-39 SMKN 3 Denpasar, Rabu (7/10). Nampak dalam foto penyerahan mobil dari Bimasakti School kepada SMKN 3 Denpasar.
PILIHAN PARA PEJABAT - Restoran Bebek Tepi Sawah (BTS) selalu menjadi pilihan para pejabat. Seperti Minggu (30/8) lalu, orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden Jokowi mengunjungi Restoran Bebek Tepi Sawah yang beralamat di Jalan Goa Gajah, Banjar Teges, Peliatan, Ubud, Gianyar. Bapak Jokowi bersama rombongannya menyempatkan diri untuk makan di restoran milik Nyoman Sumerta tersebut. Nyoman Sumerta, Owner BTS mengatakan, Saking kecanduannya, Pak Jokowi sampai nambah. Dikatakan, Jokowi sangat menyukai menu bebek goreng Restoran BTS. Nampak dalam foto Nyoman Sumerta, Owner Restoran BTS (nomor dua dari kiri) berfoto bersama dengan Presiden Jokowi beserta istri, Ibu Iriana.
MBP/ist
HADIR KEMBALI - Felice Jewellery hadir lagi di Bali untuk menggelar cuci gudang perhiasan emas, berlian, dan batu berharga. Perhiasan berkualitas dari Felice dengan beraneka promo bisa didapat di Business Center, Hotel Aston Jl. Gatot Subroto Denpasar, Sabtu (3/10) hingga Senin (5/10). Pameran cuci gudang dibuka mulai pukul 10.00 wita hingga pukul 22.00 wita. “Kami melakukan cuci gudang dengan harga bersaing mulai dari Rp 599 ribu. Kami juga menawarkan promo berlian solitaire 0,20 CT white gold 1,5 gram seharga Rp 2,999 juta,” ujar Sales Felice Jewellery, Lukluk, ketika dikonfirmasi. Felice Jewellery, kata Lukluk, memang tidak hanya menjual emas dan berlian yang berkualitas. Karena itulah pihaknya juga memberikan maintenance lifetime guarantee atau garansi perawatan seumur hidup.
12
19 - 25 Oktober 2015
MBP/ist
CUCI GUDANG - Felice Jewellery masih menggelar pameran cuci gudang perhiasan emas, berlian, dan batu berharga di Business Center, Hotel Aston, Jl. Gatot Subroto Denpasar. Cuci gudang berlangsung selama empat hari mulai Rabu (7/10) ini hingga Sabtu (10/10). Berbagai model perhiasan berkualitas siap menyambut para pecinta berlian di Bali. “Berlian yang kami tawarkan bisa didapat dengan harga mulai Rp 299 ribu,” ujar Sales Felice Jewellery Ni Kadek Widnyani dikonfirmasi, Selasa (6/10). Pihaknya juga menawarkan promo berlian solitaire 0,20 CT white gold 1,5 gram seharga Rp 2,999 juta. Dikatakan, berlian-berlian Felice semuanya dipadupadankan dengan emas putih, sehingga membentuk perhiasan yang indah sekaligus berkelas.
MBP/ist
NEGARAKERTAGAMA - Naskah lontar Kakawin Negarakretagama karya Prapanca ditemukan oleh JLA Brandes dalam sebuah ekspedisi di Mataram, Lombok pada 1894. Naskah penting ini selanjutnya disimpan di negeri Belanda dan menjadi naskah satu-satunya tentang kejayaan Majapahit. Naskah berbentuk lontar ini menarik perhatian para peneliti sejak diterbitkan oleh Brandes pada 1902, karena dianggap sebagai sumber sejarah Majapahit yang ditulis oleh orang yang hidup pada masa itu dan menyertai Raja Hayam Wuruk keliling negeri. Demikian IBG Agastia mengawali Seminar Nasional 650 Tahun Nagarakretagama, di Kampus Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, 20 September lalu. Nampak dalam foto Para pemakalah dalam Seminar Nasional Nagarakretagama (dari kiri) Prof. Dr. Agus Aris Munandar, Dr. Wanny Rahardjo Wahyudi dan IBG Agastia (paling kanan) dan IDG Windhu Sancaya (moderator).
MBP/ist
PEGADAIAN PEDULI - Kekeringan di Kecamatan Selat, Karangasem, mengundang simpati berbagai lembaga. Pegadaian sebagai salah satu BUMN di Indonesia juga terpanggil untuk membantu masyarakat setempat memenuhi kebutuhan air bersih. Pegadaian melalui program “Pegadaian Peduli”, menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Peringsari dan Desa Sebudi, Jumat (2/10). Pimpinan Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VII Denpasar, Hermawan Aries Andi, mengatakan bantuan air bersih ini menyasar warga Banjar Dinas Lusuh Kangin dan Lusuh Kauh di Desa Peringsari dan empat banjar dinas di Desa Sebudi, antara lain, Banjar Dinas Sogra, Sebudi, Pura dan Lebih.
MBP/ist MBP/ist
FKP Ke-5 - Sebagai kampus manajemen dan IT dengan tagline ‘’The Entrepreneurial and Creative Campus’’, Alfa Prima tahun ini kembali hadir dengan Festival Kreativitas Pelajar SMA/SMK se-Bali ke-5 (FKP 5). Ini merupakan event tahunan yang dilaksanakan sebagai wadah apresiasi dan penyaluran kreativitas siswa SMA/SMK. Di tahun pelaksanaan ke-5 ini, terdapat penambahan dua lomba dibandingkan tahun sebelumnya. Pada FKP 5 terdapat delapan lomba, yaitu Futsal, Fotografi, Creative Video Competition, Lomba Desain Logo, Endek Fashion Show, Lomba Karaoke, Lomba Band dan Lomba Dance.
VISIT NORTH BALI - Kolaborasi Atlas Pearls and Perfumes, BT Cocoa, dan Hatten Wines menawarkan tujuan wisata Bali Utara berbeda. Mereka memiliki program Visit North Bali yang di-launching Selasa (29/9), dihadiri travel agent dan media di Bali. Lulu Ermila, Marketing and CSR Coordinator Atlas, mengatakan mengatasi kebingungan wisatawan, pihaknya mengombinasikan tiga tempat di Bali Utara yakni Atlas dengan produk mutiaranya, Hatten Wines dengan produk wine dan kebun anggurnya serta BT Cocoa dengan produk cokelatnya, untuk dijadikan destinasi wisata. Nampak dalam foto Panitia “Visit North Bali Alliance” menjelaskan tentang wisata Bali Utara kepada travel agent. 19 - 25 Oktober 2015
13
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
AKREDITASI B - Klop sudah semua program studi (prodi) di Stikes Bali kini meraih akreditasi B. Setelah D-3 Kebidanan, D-3 dan S-1 Keperawatan dan AIPT meraih akreditasi B, kini disusul akrdeditasi B diraih Program Ners Stikes Bali. Turunnya SK LAM PT No. 0026|LAM-PT Kes/Akr/pro/ IX/2015 diterima dengan suka cita oleh sivitas akademika Stikes Bali. SK ini diterima langsung Ketua Prodi Ners A.A Yuliati Darmini, S.Kp.Ners., M.Ns. Prestasi akreditasi B untuk Prodi S-1 Keprawatan dan Ners Stikes Bali ini sekaligus menjadi satu-satunya yang diraih perguruan tinggi kesehatan di Bali. Ketua YP3LPK Bali Ida Bagus Arka (kiri) didampingi Wayan Sandiyasa memperlihatkan SK LAM PT yang memberikan akreditasi B untuk Program Ners Stikes Bali.
HUT Ke-35 - Dalam rangka hari ulang tahun ke-35 Kuta Puri Bungalow’s and Spa, segenap karyawan/karyawati dan manajemen melakukan serangkaian kegiatan sosial yang bertajuk “Aksi Sosial, Berbagi untuk Sesama�. Diawali dengan acara bersih-bersih di Pantai Kuta pada 6 September 2015 lalu, serta kegiatan lainnya seperti jalan sehat yang diikuti seluruh karyawan/karyawati dan manajemen beserta keluarga. Serta tak kalah penting, pada momen HUT kali ini manajemen beserta panitia, atau prakarsa dari organisasi suka duka yang ada di hotel, telah memberikan bantuan santunan berupa sembako dan uang tunai kepada keluarga kurang mampu. Bantuan diberikan kepada mereka yang berada di daerah pedesaan, seperti di Nusa Penida, Trunyan serta Baturiti.
MBP/ist
PENGHARGAAN MENKEU - Setelah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Gianyar tahun anggaran 2014 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI ) Perwakilan Bali, Kabupaten Gianyar kembali mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Kementerian Keuangan. Penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang telah mengelola keuangan dengan baik. Penyerahan penghargaan dilakukan Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan RI, Jakarta pada acara Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2015, Jumat (2/10).
14
19 - 25 Oktober 2015
MBP/ist
PENGENALAN INSTITUSI - Sebanyak 99 mahasiswa baru Porgram Pascasarjana (PPS) Unwar, Sabtu (3/10) malam mengikuti pengenalan institusi. Saat itu juga dilakukan martikulasi dan kuliah perdana bagi mahasiswa baru yang dibuka Rektor Unwar Prof. Dewa Widjana. Saat itu juga diserahkan mahasiswa baru oleh Rektor Unwar kepada Direktur PPS Unwar Prof. Dr. I Gede Suranaya Pandit, M.P. Ketua Penmaru PPS Uwnar yang juga Wakil Direktur I PPS Unwar (bidang akademik dan mahasiswa) Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, M.T. menjelaskan seleksi semester ganjil diikuti 106 peserta, namun yang dinyatakan lulus 99 orang. Dari jumlah itu 37 mahasiswa diterima di MM, 31 mahasiswa diterima di MIH, 24 mahasiswa di Magister Linguistik dan tujuh mahawsisa di MAP.
MBP/ist
LESTARIKAN SASTRA BALI - Di tengah derasnya arus globalisasi Bali saat ini, ternyata ada sekelompok komunitas Bali yang rela mengorbankan waktu, tenaga dan biaya untuk melestarikan sastra Bali khususnya dengan membentuk paguyuban atau sekaa santi. Hal ini yang membuat Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III langsung menyetujui untuk hadir ketika diundang oleh Sekaa Santi Crukcuk Punyah dan organisasi RAPI (radio) dalam perayaan hari jadi Crukcuk Punyah di daerah Kuta Selatan, Badung. Disambut seratusan anggota yang dipimpin I Gede Maargana (Ketua) dan I Gusti Made Sunada (Pembina), kekaguman dari Senator DPD-RI juga bertambah ketika melihat bagaimana sekaa santi ini memodiďŹ kasi pesantian dan ilmu sastra Bali dengan memadukan unsur gamelan Jawa dan tema Majapaitan dalam beberapa karya sastra.
MBP/ist
BAHAN BANGUNAN - Perkembangan bisnis properti di Buleleng belakangan ini tidak hanya menumbuhkan penjualan tanah. Belakangan perusahaan penyediaan material bangunan juga makin menjamur. Situasi ini mendorong para pemodal membuka bisnis penjualan material bangunan. Di Buleleng untuk pertamakalinya dibuka supermarket bahan bangunan terlengkap. Di samping itu, supermarket dengan bendera Singaraja Building Center (SBC) ini siap melayani masyarakat untuk mendapatkan solusi perencanaan teknis bangunan rumah tanpa dipungut biaya. Layanan solusi rumah ini merupakan kerja sama dengan PT Holcim Indonesia. Nampak dalam foto owner SBC Luh Kertianing (kanan) memberikan cindramata kepada Manager PT. Holcim Indonesia Peterson Siringoringo pada grand opening SBC, Kamis (1/10).
MBP/ist
MBP/dwa
PENUTUPN NPF- Nusa Penida Festival (NPF) 2015 resmi ditutup Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Acara penutupan berlangsung di panggung Batu Belek, Lembongan, Minggu (4/10) malam. Acara dihadiri unsur FKPD Klungkung, sejumlah SKPD dilingkungan Pemkab Klungkung, Putri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri, Putri Indonesia Pariwisata 2015 Gresya Amanda Maaliwunga serta undangan lainnya. Festival yang berlangsung selama tiga hari ini berhasil menyedot kedatangan sekitar 5.000 wisatawan. Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta menyampaikan melalui festival ini nantinya bisa memberi multiplayer efek di Lembongan, Jungutbatu, Nusa Penida dan Klungkung pada umumnya.
EVALUASI NILAI - SMKN 3 Denpasar mewakili Denpasar di tingkat SMA/SMK dalam mengikuti lomba sekolah sehat/UKS tingkat provinsi. Tim penilai dari provinsi yang dipimpin Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta melakukan evaluasi, penilaian ke SMKN 3 Denpasar, pada Senin (5/10). SMKN 3 Denpasar di Jalan Tirtanadi Sanur memiliki jumlah siswa sebanyak 1.300-an. Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes., menjelaskan, sebelumnya SMKN 3 Denpasar telah berhasil menang di tingkat kota. Makanya SMKN 3 diberikan pembinaan untuk maju mengikuti lomba sekolah sehat tingkat provinsi. Nampak dalam foto Ketua tim penilai provinsi, Ketut Sudikerta (tengah) disambut dengan pengalungan bunga ketika sampai di SMKN 3 Denpasar, didampingi Kepala Sekolah SMKN 3 Denpasar (kanan), dan Wali Kota Denpasar (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar.
19 - 25 Oktober 2015
15
POLITIK
Mengelola Ruang Publik
K
Kota modern merupakan kota yang bisa menyediakan ruang publik yang sebanyak-banyaknya dan lapang. Ruang publik harus benar-benar bisa dinikmati semua orang tanpa diskriminasi. Jokowi Presiden RI
16
etersediaan ruang publik di satu wilayah akan berkorelasi dengan kualitas manusianya. Untuk itu, setiap kota/kabupaten perlu merancang dan kot menyiapkan ruang publik yang ideal me bagi warganya. bag IIsyarat tersebut dilontarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia memandang Jok mengatakan kondisi ruang publik di me suatu kawasan akan memengaruhi mutu sua manusia dan masyarakat di kawasan ma tersebut. Oleh karena itu, membangun ters ruang publik yang berkualitas sama rua artinya dengan membangun manusia arti yang hidupnya berkualitas. yan “Saya yakin kualitas ruang publik akan memengaruhi kualitas manusia aka dan masyarakat di kota itu,” kata Presiden Jokowi, saat memperingati Pre Hari Habitat Dunia 2015. Oleh karena Ha itu, Presiden meminta tiap kota perlu membangun ruang terbuka publik unme tuk membentuk manusia berkualitas. Ruang terbuka publik dinilai mampu menimbulkan kebiasaan baik mulai dari sarana berinteraksi antarwarga hingga sarana penghijauan. Ruang publik bisa berupa ruang terbuka, kawasan hijau, trotoar lebar, city walk yang panjang dengan pohon-pohon
di kanan-kirinya. Dia mencontohkan Waduk Pluit di Jakarta telah menjadi ruang publik yang baik setelah secara bertahap dibersihkan, lalu disediakan fasilitas taman dan fasilitas lainnya. “Itu akan mendinginkan kota sehingga masyarakat bisa saling berinteraksi,” katanya. Selain di Jakarta, di beberapa kota besar juga sudah melakukan kegiatan itu. “Kota modern merupakan kota yang bisa menyediakan ruang publik yang sebanyak-banyaknya dan benar-benar dinikmati semua orang tanpa diskriminasi,” imbuhnya. Lebih jauh, Jokowi berharap masyarakat dapat menjadikan ruang publik bukan hanya semata sebagai ruang terbuka tetapi juga ruang budaya masyarakat setempat. Kearifan budaya bangsa bisa ditularkan melalui ruang publik. “Dulu ada alun-alun kota yang jadi tempat warga bertemu, menyampaikan ekspresinya bahkan jadi tempat rekreasi keluarga,” ujarnya. Presiden Jokowi mengapresiasi tema Hari Habitat Dunia 2015 yaitu “Ruang Publik untuk Semua”. Tema itu sangat penting dan relevan dengan persoalan yang dihadapi Indonesia. Hardiato
19 - 25 Oktober 2015
16
Menghindari Ancaman Diskualifikasi SALAH kelola pemberitaan, penyiaran dan iklan propaganda bisa berujung diskualifikasi. Durasi iklan yang melebihi batas ketentuan pun harus diseleksi sejak awal. Kelebihan durasi iklan bisa dimasalahkan. Tak hanya itu, propaganda kandidat yang berbau SARA dan tak berimbang bisa menjadi bumerang dalam pengelolaan pilkada serentak. Adanya ancaman diskualifikasi terhadap kandidat jika salah kelola propaganda disikapi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali. Dengan menggandeng Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali dan Komisi Informasi (KI) Provinsi kesepahaman pun dirumuskan. Dengan cara ini empat lembaga ini diharapkan bersinergi menekan salah kelola penyiaran, pemberitaan dan iklan propaganda. Pada intinya, empat lembaga ini menyepakati rumusan pemberitaan yang berimbang antara pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota pada melilihan kepala daerah (pilkada) serentak ini. Ketua KPUD Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan rapat koordinasi dengan mengundang tim sukses dan pimpinan media baik cetak maupun elektronik ini, supaya terjadi pemberitaan atau penyiaran dan pemasangan iklan dalam pilkada secara berimbang. “Kampanye di media elektronik, pemberitaan dan penyiaran kampanye, harus mendapatkan porsi yang berimbang. Media cetak dan elektronik supaya memperlakukan atau memberikan hak yang sama pada
masing-maisng calon,” jelasnya. Soal penayangan di media elektronik, supaya paslon ini mendapatkan durasi yang sama, baik di televisi maupun radio. “Ini berbeda dengan pilkada tahun lalu. Kalau dulu, anggaran kampanye ada pada pasangan calon, sedangkan sekarang dikoordinasikan KPU kabupaten/kota,’’ jelasnya. Karenanya, lanjutnya, dengan adanya MoU ini, soal penyiaran pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada KPID dan KI. Bagaimana kalau cetak? “Ini masih ranah Dewan Pers dan kebetulan Dewan Pers belum ada cabang di Bali,” katanya. Sementara pihak Bawaslu mengatakan, soal penayangan paslon, sudah diatur mengenai durasi. “Melebihi durasi, tentu rekomendasi kita adalah meminta supaya KPID agar mengingatkan lembaga penyiaran tersebut. Jika ada UU yang dilanggar dalam kampanye, misalnya SARA, kami langsung memproses terhadap paslon,” sebut Bawaslu. Pihak KPID sendiri mengatakan, secara aturan dan ketentuan aturan, pihaknya akan mengamankan. “Karena itu, kami berharap supaya media dapat menciptakan suasana kondusif. Jika ada pelanggaran, akan diberikan sanksi seperti teguran,” sebut pihak KPID. Sementara KI, memastikan semua pihak mendapatkan informasi yang sama. “Kami hanya memastikan informasi yang disampaikan masing-masing paslon bisa disampaikan ke publik. Tugas pokok KI adalah penyelesaian sengketa informasi,” jelas Ketua KPI Bali Legawa Partha. Miasa
Kampanye di media elektronik, pemberitaan dan penyiaran kampanye, harus mendapatkan porsi yang berimbang. Media cetak dan elektronik supaya memperlakukan atau memberikan hak yang sama pada masing-maisng calon. Raka Sandi Ketua KPUD Bali 19 - 25 Oktober 2015
17
17
PENDIDIKAN
Suasana rapat dengar pendapat antara Komisi IV DPRD dengan Disdik Buleleng sebelum membahas anggaran induk APBD 2016 di ruang gabungan komisi, belum lama ini. Di sini terungkap, dunia pendidikan Buleleng masih kekurangan ribuan guru. MBP/mudiarta
Atasi Krisis Guru dengan Guru Kontrak
D
PRD Buleleng mendesak Pemkab Buleleng agar segera menambah guru kontrak. Hal ini dinilai merupakan solusi efektif untuk mengatasi krisis guru yang terjadi belakangan ini. Tidak hanya itu, lembaga ini juga mendukung pemerintah daerah menyiapkan anggaran yang akan dibutuhkan untuk membayar gaji para guru kontrak yang akan dipekerjakan tersebut. Ketua Komisi IV DPRD Buleleng Ketut Wirsana dalam rapat dengar pendapat antara Komisi IV dengan Dinas Pendidikan
18
19 - 25 Oktober 2015
(Disdik), para Kepala Unit Pelaksana Pendidikan (KUPP) dan Dewan Pendidikan Buleleng belum ini mengaku prihatin terhadap sekolah-sekolah di daerahnya yang masih mengalami kekurangan guru. Dari pengamatan dan data yang diperolehnya, sekolah di Buleleng secara total masih mengalami kekurangan guru sebanyak 1.084 orang. Jumlah ini dipastikan akan terus membengkak karena banyaknya guru-guru yang menginjak masa pensiun. Sementara upaya penambahan guru dari hasil rekrutmen CPNS jalur umum jumlahnya sangat minim. Dia mencontohkan, rata-rata setiap tahun guru yang memasuki masa pensiun sebanyak 200 orang. Sementara pengisian guru baru hanya 39 orang. Situasi ini diakuinya sangat tidak sebanding antara guru yang pensiun dengan guru penggantinya. Jika pemerintah daerah ngotot untuk menambah guru baru melalui rekrutmen CPNS, idealnya dalam setahun harus ada sekitar 1.500 orang, sehingga baru bisa menutup kekurangan guru yang jumlahnya lebih dari seribuan orang tersebut. “Kondisi ini seperti mengejar orang berlari dengan cara berjalan mundur. Ini masalah serius dan kalau tidak segera ditangani, dunia pendidikan di Buleleng akan tidak berjalan sesuai harapan,� katanya mengingatkan. Menurut Wirsana, penambahan guru baru melalui jalur rekrutmen CPNS yang sangat terbatas tidak akan menjadi solusi efektif untuk bisa mengatasi krisis guru di Buleleng. Untuk itu, pihaknya mendesak agar pemerintah daerah menambah guru kontrak yang
baru. Masalah anggaran untuk menggaji para guru kontrak ini, wakil rakyat ini berjanji akan mendukung secara penuh. Bahkan, untuk menambah anggarannya, dewan mengusulkan program yang tidak terlalu mendesak dilaksanakan untuk sementara dialihkan untuk menyiapkan anggaran gaji untuk guru kontrak. “Tambah saja guru kontrak lebih banyak karena dari jumlah saat ini juga masih kurang. Kami siap mendukung penuh anggaran yang akan diperlukan. Kalau perlu pangkas saja anggaran yang tidak perlu dan dialihkan untuk menggaji guru kontrak,” tegasnya. Hal senada senada juga diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Buleleng Ngurah Arya. Politisi ini mengatakan, pembangunan pendidikan terutama menyangkut tenaga guru harus diawali dari jenjang pendidikan yang paling bawah. Kalau pendidikan dasar sudah bagus dan persoalannya tertangani dengan baik, maka proses pendidikan di jenjang menengah diyakini akan berjalan dengan baik dan hasilnya pun akan sesuai harapan. Sayangnya, dari pengamatannya di lapangan, ternyata pendidikan di jenjang terbawah ini masih mengalami permasalahan serius. Dia mencontohkan, di SDN 6 Pejarakan, Kecamatan Gerokgak hanya ada satu orang guru yang berstatus PNS. Untuk membantu pedidikan, sekolah ini mempekerjakan guru honorer dengan gaji Rp 250.000. “Ini fakta kalau pendidikan di tingkat bawah masih mengalami hambatan. Kami tawarkan penanganan pembangunan pendidikan, mari kita garap dari jenjang paling bawah. Kalau di jenjang bawah sudah bagus dan permasalahan tertangani, maka jenjang menengah pasti akan bisa berjalan,” tegasnya. Sementara itu, Sekretaris Disdik I Made Ngadeg mengatakan, jenjang pendidikan SD paling banyak yang kekurangan guru. Total kekurangan guru SD hingga tahun ini sebanyak 1.804 orang yang didominasi guru pengajar di kelas (guru kelas-red). Selain itu, guru pengajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) masih kurang 97 orang dan guru Agama kekurangan 50 orang. Sementara jenjang pendidikan menengah (SMP dan SMA/SMK) masih kekurangan 30 orang guru yang didominasi guru mata pelajaran Bingbingan Konsling (BK). “Jenjang SD paling banyak kekurangan guru. Guru kontrak yang sudah dipekerjakan sebanyak 600 orang dan kebutuhan sebanyak 800 orang, sehingga kita perlu tambah sekitar 200 orang,” katanya. Mudiarta
Mengikis Mental “PNS Oriented” SESUAI data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Bali per Februari 2015 sebesar 1,37 persen. Jumlah pengangguran pada Februari 2015 tercatat 33.611 orang. Dilihat dari tingkat pendidikannya, pengangguran di Bali didominasi oleh lulusan SMA sebesar 3,18 persen serta diploma dan sarjana sebesar 1,43 persen. Data ini menunjukkan jumlah pengangguran terdidik di Bali yang semestinya memiliki kompetensi yang sangat memadai untuk menembus persaingan dunia kerja maupun menciptakan lapangan kerja minimal untuk dirinya sendiri, masih cukup tinggi. Pengamat pendidikan Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si. tidak menampik bahwa angka pengangguran dengan kualifikasi pendidikan diploma dan sarjana (S-1) di Bali masih cukup tinggi. Faktor pemicunya, lulusan PT juga memiliki kecenderungan terlalu memilih pekerjaan. “Memang masih banyak sarjana di Bali yang terlalu pilih-pilih pekerjaan. Selain itu, mereka juga cenderung kurang kreatif dan inovatif untuk menciptakan lapangan pekerjaan minimal untuk dirinya sendiri. Padahal, dengan bekal ilmu yang dimilikinya, mereka sejatinya memiliki kemampuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sesuai bidang keilmuannya. Dalam hal ini, banyak yang tidak memiliki jiwa entrepreneur,” kata Rumawan Salain, belum lama ini. Rumawan Salain yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kota Denpasar ini menambahkan, sikap mental mayoritas lulusan PT yang masih PNS oriented juga turut andil menambah panjang barisan pengangguran terdidik. Artinya, mereka cenderung berlomba-lomba mengejar status PNS dibandingkan bekerja di sektor swasta maupun menciptakan lapangan pekerjaan sendiri sesuai bidang keahliannya. ‘’Memang, ada kecenderungan lulusan PT di Bali masih PNS oriented. Padahal, mereka tahu pasti bahwa formasi PNS itu sangat terbatas,’’ ujarnya. Di samping masih bermental PNS oriented, kata dia, membengkaknya pengangguran dari kalangan terdidik ini juga bisa disebabkan lantaran kurang matching-nya program studi yang dikembangkan di PT dengan kebutuhan pasar kerja yang tersedia. Sebagai contoh, pasar kerja saat ini cenderung menuntut jebolan PT yang benar-benar siap kerja seperti tamatan Po-
liteknik dan sejenisnya. Sementara calon tenaga kerja yang dipasok oleh PT sebagian besar berspesifikasi akademik S-1 yang notabene disiapkan menjadi tenaga pemikir. ‘’Dalam hal ini, saya cenderung melihat ada yang kurang nyambung antara produk PT dan apa yang dibutuhkan pasar kerja sehingga banyak jebolan PT yang tidak terserap oleh pasar kerja. Artinya, proporsi antara program studi yang mencetak caloncalon pemikir dengan program studi yang mencetak para profesional yang siap kerja kurang proporsional,’’ tegasnya. Hal senada juga dilontarkan pengamat pendidikan Drs. I Putu Sarjana, M. Si. Secara akademis, kata dia, rata-rata lulusan PT memiliki pengetahuan yang memadai sesuai bidang keilmuannya. Sayang, mereka seringkali kurang ditunjang keterampilan dan wawasan yang memadai. Akibatnya, kreativitas dan inovasi yang notabene merupakan persyaratan utama dalam berwirausaha terpendam menjadi potensi yang sia-sia alias tak teraktualisasi. “Kondisi ini diperparah oleh masih bertahannya orientasi kerja di masyarakat kita yang birokrasi-formalistik sentris. Dalam benak mereka terpatri bahwa yang namanya kerja harus punya kantor dengan jam kerja, seragam dan punya jenjang kepangkatan yang jelas. Sangat sedikit yang mau mengembangkan jiwa kewirausahaannya,” katanya mengkritisi. Guna memangkas angka pengangguran intelektual itu, kata dia, mental mayoritas lulusan perguruan tinggi yang PNS oriented wajib dikikis habis. Selanjutnya, secara bertahap dikembangkan jiwa kewirausahawan agar mereka tergerak untuk menjadi wirausahawan tangguh di masa depan. Dalam konteks ini, kemasan kurikulum pendidikan di perguruan tinggi tidak boleh lagi hanya berat di pembekalan keilmuan semata. Mahasiswa juga wajib diberikan pendidikan kewirausahaan karena bekal itulah yang nantinya bisa menyelamatkan mereka sehingga tidak sampai menyandang predikat pengangguran intelektual. “Sudah saatnya mindset bahwa menuntut ilmu tinggi itu untuk mendapatkan pekerjaan dirubah menjadi menuntut ilmu untuk menciptakan pekerjaan. Jika mindset itu berhasil dirubah, saya optimis akan bermunculan banyak wirausahawan tangguh yang lahir dari lembaga perguruan tinggi,” tegasnya. Sumatika 19 - 25 Oktober 2015
19
MANCANEGARA
AS Lepaskan Napi Lebih Awal
B
erbagai masalah yang terjadi di penjara membuat pemerintah Amerika Serikat bertindak sedikit ekstrem. Sekitar 6.000 narapidana federal di beberapa fasilitas di AS akan dibebaskan lebih awal secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan. Upaya pembebasan napi kali ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah AS. Keputusan Pemerintah AS membebaskan ribuan napi lebih awal dipicu faktor sudah penuhnya beberapa penjara di sana. Ribuan napi yang dibebaskan lebih awal dari penjara AS merupakan para napi yang terlibat kasus narkoba. Pembebasan ribuan napi itu mengacu pada keputusan Komisi Penjatuhan Hukuman AS yang sepakat menyetujui program pengurangan masa hukuman penjara bagi narapidana pada 2014. Pembebasan 6.000 napi kali ini merupakan pembebasan gelombang pertama. Sebagian besar masa hukuman mereka akan dipangkas dua tahun. Sementara itu, sekitar 8.500 napi lainnya akan diajukan untuk mengikuti pembebasan gelombang kedua yang akan dimulai pada November 2015. “Bahkan, dengan program pengurangan masa hukuman penjara dari Komisi Penjatuhan Hukuman AS ini, ribuan narapidana itu masih akan menjalani hukuman penjara
substansial. Ini dilakukan hanya untuk mengurangi jumlah napi yang berada di beberapa penjara AS, karena penjara sudah tidak muat menampung ribuan napi,” ujar Wakil Jaksa Agung AS, Sally Yates. “Sebanyak sepertiga dari 6.000 napi yang dibebaskan dalam gelombang pertama merupakan warga asing. Mereka akan secepatnya dideportasi,” sambungnya. Kehidupan penjara di AS sering digambarkan berwajah kelam penuh kekerasan dan intrik-intrik yang sangat kompleks dalam filem dan serial-serial TV Hollywood. Pelecehan seksual seolah menjadi momok paling menakutkan jika anda “celaka” dan harus menjadi penghuni salah satu fasilitas yang tampak mengerikan ini. Namun ternyata hal ini tidak sepenuhnya benar. Kaum homoseksual termasuk dalam kelompok tahanan yang dilindungi di penjara AS. Setiap tahanan yang baru masuk akan ditanya apakah ia gay. Kemudian mereka akan melewati serangkaian uji fisik termasuk tes AIDS, hepatitis dan lain-lain. Tahanan gay akan masuk klasifikasi “SNY YARD” . SNY adalah singkatan dari Sensitive Needs Yard. Kelompok SNY terdiri dari tahanantahanan yang dianggap akan terancam jika digabungkan dengan populasi umum
penjara. Mereka terdiri dari kaum gay, anggota gang yang membelot dan paedofil. Sementara tahanan yang berbahaya seperti pembunuh berantai akan ditempatkan terpisah di PHU (Protective Housing Unit). Tahanan dikelompok ini dianggap sebagai orang-orang yang terlalu mengundang perhatian dimana penghuni lain cenderung ingin menghajar mereka. Sementara di populasi umum, tahanan akan otomatis dimasukkan dalam kelompok-kelompok berdasarkan warna kulit, dan selanjutnya para tahanan akan mengelompokkan diri mereka sendiri berdasarkan faktor kejahatan dan lain-lain. Pengelompokan ini sengaja diatur agar masing-masing tahanan dapat saling melindungi anggotanya antar kelompok. Menurut seorang sumber, narkoba sangat mudah diselundupkan ke dalam penjara, dimana biasanya dimasukkan dalam dubur si kurir atau disembunyikan di sela-sela pakaian. Namun siapakah kurir-kurir ini? Mereka adalah tahanan-tahanan yang sudah dianggap berisiko kecil untuk kabur dan sudah mendapat kepercayaan dari para sipir. Kelompok ini sering diberi tugas atau pekerjaan di luar area penjara, dan di sinilah mereka melakukan pekerjaan kurir. Selain narkoba, barang-barang yang sering diselundupkan ke dalam penjara antara lain pemantik api, rokok, telepon selular, heroin dan alat suntik. Tentu saja anda harus membayar untuk menggunakan jasa kurir. Semua barang yang ada di dalam penjara dapat bernilai uang dan menjadi alat pembayaran. Seperti sikat gigi, makanan dan lain-lain. Makanan adalah alat tukar yang paling populer, contohnya mi dan kopi instan. Nah, apakah tindakan untuk melepaskan narapidana tersebut lebih awal adalah keputusan yang tepat? Gugiek Savindra
20
19 - 25 Oktober 2015
Ancaman Krisis Turki-Rusia PEMERINTAH Turki kembali melemparkan ancaman kepada Rusia. Ancaman terbaru ini datang setelah jet tempur Rusia kembali melakukan pelanggaran terhadap wilayah udara Turki. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara partai AK yang merupakan partai penguasa di Turki, Omer Celik menegaskan, jika jet tempur Rusia kembali melakukan pelanggaran terhadap wilayah udara Turki, maka Turki akan menganggapnya sebagai ancaman. Dimana, pada umumnya setiap ancaman akan mendapatkan respons serius. Namun, di saat yang bersamaan Celik juga menyebut bahwa pihaknya menyambut baik rencana pertemuan antara pejabat tinggi militer Rusia dan Turki di Ankara untuk membahas hal ini. “Kami melihat permintaan Rusia untuk duduk bersama dan menjelaskan hal ini sebagai hal positif. Rusia adalah teman, tapi jika pelanggaran seperti ini terus terjadi, kita akan melihatnya sebagai ancaman dan perilaku tidak ramah,” ucapnya.
Sebelumnya, Turki juga sempat melemparkan ancaman pada Rusia, di saat jet tempur Rusia melakukan pelanggaran wilayah udara pertama. Walaupun tidak secara tersurat, pernyataan yang dilontarkan oleh Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu kala itu menjurus pada Rusia. Dalam pernyataannya, Davutoglu menegaskan akan menurunkan kekuatan militer mereka untuk mencegah siapapun melanggar batas udara mereka. “Aturan kami soal menggunakan pendekatan militer bagi siapapun yang melanggar batas wilayah udara kami sangat jelas. Angkatan Bersenjata Turki telah mendapat instruksi yang jelas mengenai hal ini. Bahkan, seekor burungpun akan kami cegah jika dinilai melanggar,” ucapnya kala itu. Turki kembali memanggil duta besar Rusia sehubungan dengan manuver pesawat tempur Rusia itu. NATO, termasuk Turki, mengingatkan akan bahaya ekstrem dari perilaku tidak bertanggung
jawab seperti itu dan meminta Rusia untuk berhenti sepenuhnya. Davutoglu menampik kemungkinan terjadinya “krisis Turki-Rusia” dengan mengatakan bahwa saluran komunikasi dua negara tetap terbuka. Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan rasa khawatir akan bahayanya banyak negara dan banyak koalisi yang meluncurkan serangan udara di Suriah. Dia meminta ada upaya fokus pada situasi politik daripada konflik. Serangan udara Rusia mulai dilakukan pada pekan lalu. Moskow mengatakan mereka menargetkan posisi ISIS dan kelompok militan Islam lainnya. Suriah, pada Senin, mengatakan bahwa serangan udara tersebut sudah direncanakan berbulan-bulan. Putin sudah membantah bahwa ada korban sipil yang tewas dalam sepekan terakhir, namun kenyataan di lapangan membuktikan sebaliknya. Gugiek Savindra
19 - 25 Oktober 2015
21
DAERAH
Dituding Memiliki Ilmu Hitam
Sepuluh Warga Langkan Diungsikan ke Polsek
S
ejak hampir sebulan terakhir, Bangli dihebohkan dengan kasus kesurupan massal yang menimpa sejumlah dahaa (remaja perempuan) di Banjar Langkan Desa Landih Kintamani. Pasalnya tak hanya kesurupan, para dahaa tersebut juga menunjuk beberapa warga memiliki ilmu hitam. Sontak kejadian tersebut memicu ketegangan di kalangan warga hingga berbuntut diungsikannya sepuluh warga yang tertuduh ke kantor polisi. Peristiwa kesurupan ini bermula pada tanggal 7 September lalu. Dimana saat itu ada tujuh orang dahaa di desa setempat yang mengalami kesurupan secara bersamaan. Menurut penuturan Bendesa Adat Langkan Nengah Sidana, peristiwa kesurupan di desanya bermula adanya salah seorang dahaa yang melihat uang Rp 50 ribu di depan warungnya. Karena uang tersebut dianggap mengandung ilmu gaib, uang tersebut kemudian diambil dan dibuang. Namun, tak berapa lama dahaa tersebut mengalami kesurupan. Tak hanya yang bersangkutan, kesurupan ini juga dialami oleh beberapa dahaa lainnya. Bahkan dua dahaa yang kesurupan saat itu sedang berada di Denpasar hingga harus dipulangkan ke Langkan. Sidana mengakui
22
19 - 25 Oktober 2015
dalam peristiwa tersebut para dahaa sempat menunjuk beberapa rumah milik warga. Oleh gadis yang mengalami kesurupan, pemilik rumah disebut memiliki ilmu hitam. Bahkan rumah warga yang ditunjuk itu juga dilempari dengan dupa. Untuk menyadarkan warganya yang mengalami kesurupan, pihaknya pun kemudian meminta petunjuk kepada “orang pintar”. Mereka akhirnya siuman. Untuk mengantisipasi adanya ketegangan yang berlanjut, saat itu juga pihak prajuru adat bersama kepolisian langsung berupaya menggelar mediasi. Selanjutnya pada 28 September lalu, saat akan dimulainya rangkaian upacara di Pura Gunung Meraun di desa setempat, kasus kesurupan serupa kembali terjadi. Bahkan warga yang mengalami kesurupan bertambah hingga mencapai puluhan orang. Sesuai kesepakatan para tokoh masyarakat setempat, warga yang dituduh memiliki ilmu hitam kemudian diungsikan ke Polsek Bangli. Ini dilakukan demi keamanan yang bersangkutan termasuk agar upacara yang berlangsung di Pura Gunung Meraun bisa berjalan lancar. Saat di Polsek para pengungsi yang kebanyakan lansia belakangan diketahui tak hanya mendapat tuduhan memiliki ilmu hitam,
namun juga sempat mengalami kekerasan fisik oleh sejumlah dahaa yang mengalami kesurupan. Menurut pengakuan salah seorang warga, Nyoman Tileh, saat kesurupan sejumlah dahaa menunjuk sejumlah rumah warga yang diduga mempunyai ilmu hitam. Salah satunya yakni dirinya. “Saat kejadian yang pertama itu dahaa-nya kerangsukan di jalan. Tidak di pura. Saya dituduh bisa ngeleak. Dibilang sakti, punya babi ngepet, saya juga dibilang bisa jadi bojog,” terangnya. Selain dirinya, beberapa warga lainnya pun mengalami tuduhan serupa. Tak hanya mendapat tuduhan dirinya juga mengaku sempat ditendang pada bagian dada. Bahkan punggungnya pun disulut dupa hingga bajunya berlubang. “Sampai setengah jam saya dibegitukan. Saya diminta mengaku terus terang kalau saya punya ilmu hitam. Saya juga sempat dimantrai,” jelasnya seraya mengaku bingung dengan tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya. Meski mengalami kejadian itu, kesepuluh warga yang sejak Selasa mengungsi di Mapolsek Bangli ini tidak berkeinginan untuk melaporkan kasus ini ke jalur hukum. Mereka hanya berharap supaya instansi terkait membantu dalam proses mediasi. Sehingga mereka bisa kembali ke rumah mereka dan hidup bermasyarakat seperti sediakala. Untuk mengakhiri kasus kesurupan ini, jajaran Muspida bersama sejumlah lembaga umat di Bangli, pada Jumat lalu melakukan mediasi di Gedung BMB. Dalam mediasi yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Landih beserta warga yang dituduh memiliki ilmu hitam tersebut, disepakati bahwa kasus itu diselesaikan secara damai. Kesepakatan itu ditandai dengan ditandatanganinya perjanjian damai oleh kedua pihak. Meski sudah dilakukan perjanjian damai, kasus tersebut belum berakhir. Bahkan persoalannya kian melebar. Kapolsek Bangli Kompol Ketut Widia yang selama ini berupaya menengahi persoalan tersebut justru dituduh memiliki ilmu hitam oleh
Warga Pulang Dikawal Polisi dan Tentara
seorang warga di desa setempat. Tak terima dengan tuduhan tersebut, Kapolsek pun menantang warga yang menuduhnya itu bersumpah di sebuah pura di Bangli. Tantangan tersebut disampaikan Kompol Ketut Widia langsung di hadapan sejumlah prajuru, tokoh masyarakat pecalang serta sejumlah warga Langkan yang datang untuk menjemput kesepuluh warga di Polsek Bangli, Minggu (4/10). Kompol Widia dengan nada kecewa sekaligus geram, sangat menyayangkan ucapan warga yang menuduhnya dengan hal yang bukan-bukan. Sementara upaya penjemputan kesepuluh warga di Polsek Bangli oleh sejumlah prajuru, tokoh masyarakat (tomas), serta warga Langkaan kala itu ternyata tidak mendapat persetujuan oleh Tim Penyelesaian Konflik Sosial (PKS) yang saat ini menangani kasus tersebut. Tim PKS yang diketuai Penjabat Bupati Bangli masih menitipkan kesepuluh warga tersebut di Polsek Bangli. Selanjutnya, setelah para prajuru gagal membawa pulang kesepuluh warga tersebut, pada Minggu sore polisi akhirnya memindahkan mereka ke Mapolres Bangli. Pemindahan itu dilakukan lantaran ada informasi bahwa kesepuluh warga tersebut akan dijemput paksa. Senin (5/10) Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto, di sela-sela kunjungan kerjanya ke Polres Bangli, menyempatkan diri menengok kondisi sejumlah warga Langkan yang diungsikan di rumah jabatan Kasat Intelkam Polres Bangli. Dalam kesempatan tersebut Kapolda meminta para pengungsi untuk bersabar, karena polisi, pemerintah serta instansi lainnya saat ini sedang berupaya mencari jalan keluar yang terbaik supaya kejadian di Langkan tidak berkembang menjadi bentrok fisik dan aksi anarkis lainnya. Swasrina
SETELAH melalui beberapa kali rapat dan mediasi, kasus kesurupan massal di Banjar Langkan, Desa Landih, akhirnya dapat diselesaikan dengan damai. Kesepakatan damai tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian damai oleh sejumlah tokoh masyaraat Desa Pakraman Langkan, perwakilan warga yang tertuduh, serta sejumlah Muspida di ruang rapat Polres Bangli, Selasa (6/10). Dalam perjanjian tersebut sedikitnya ada empat poin yang disepakati warga desa Pakraman Langkan, salah satunya menerima kembali kesepuluh warga yang dituduh memiliki ilmu hitam itu sebagai bagian dari warga desa seperti sedia kala. Namun sbelum draf perjanjian itu ditandatangani, Kapolres Bangli AKBP Danang Beny K mengingatkan akan memproses secara hukum warga yang terbukti melakukan tindakan pengerusakan hingga penganiayaan, bilamana tidak ada kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan ini dengan damai. Diungkapkan Kapolres, dari kronologis kejadian selama ini, sedikitnya pihaknya menemukan lima unsur pelanggaran yang dilakukan warga yakni perusakan, pencemaran nama baik, penghilangan hak, penganiaayaan, serta menghalangi aparat dalam melakukan tuga. Atas hal tersebut, Kapolres pun mengaku sudah mengantongi sedikitnya 16 nama warga yang diduga menjadi provokator sehingga terjadi tindak kekerasan. “Saya tidak mau mengungkapkan nama-nama tersebut. Hanya untuk tahu saja. Jangan sampai persoalan ini diselesaikan dengan cara saya. Nanti lain hasilnya” tegasnya. Sementara itu, Penjabat Bupati Bangli, Dewa Gede Mahendra Putra dalam rapat tersebut kembali meminta agar kasus ini segera diselesaikan dengan damai. Dia juga meminta agar ada jaminan keamanan secara tertulis mengenai nasib warga yang mendapat tuduhan memiliki ilmu hitam. “Saya minta mereka dipulangkan langsung ke rumah masing-masing. Dan kalau sampai saya dengar lagi ada kasus ini, saya tidak segan-segan meminta Polisi dan TNI untuk mengambil tindakan tegas,” tegas Mahendra Putra. Semetara itu dalam pertemuan tersebut, salah seorang perwakilan warga yang tertuduh menyampaikan permohonan maaf jika memang pihaknya selama ini berbuat kesalahan yang disadari maupun tidak disadarinya. Pihaknya berharap warga Desa Pakraman Langkan bisa menerima mereka kembali sebagai warga Langkan seperti sedia kala. Menanggapi hal tersebut para prajuru yang hadir saat itu sepakat dan menjamin akan memberikan perlakukan seperti sediakala kepada para warga yang tertuduh. Sehari pascakesepakatan damai kesepuluh warga itu akhirnya dipulangkan ke rumah mereka masing-masing Rabu (7/10). Proses pemulangan kesepuluh warga tersebut mendapat pengawalan ketat ratusan aparat keamanan dari Polres, Kodim dan Satpol PP Bangli. Pengawalan ketat dilakukan untuk mengantisipasi gejolak yang mungkin terjadi di masyarakat. Dari Mapolres Bangli, kesepuluh warga tertuduh yang sebagian telah berusia lanjut itu dipulangkan dengan menggunakan sebuah mobil minibus. Tak hanya diantar Kapolres Bangli AKBP Danang Beny K dan Dandim 1626 Bangli Letkol Agus Wahyudi Irianto, sejumlah pejabat muspida seperti Sekda, Kajari, dan beberapa pejabat di Bangli lainnya juga ikut mengantar kepulangan warga tersebut. Iring-iringan mobil yang mengantar kepulangan warga Langkan kemarin sempat menarik perhatian warga. Sebelum dipulangkan ke rumah mereka
19 - 25 Oktober 2015
23
K E S E H ATA N
Membangun Bangsa Melalui 1.000 HPK
K
emajuan suatu bangsa sangat terkait dengan proses tumbuh kembang anak bangsa itu sendiri. Tumbuh kembang sedini mungkin mulai awal kehidupan, sangat menentukan periode kehidupan berikutnya. Demikian pula situasi gizi generasi saat ini, sangat menentukan generasi mendatang. Sehingga dalam rangka upaya peningkatan kualitas SDM mendatang faktor tumbuh kembang sejak usia dini harus menjadi perhatian kita bersama. Menarik untuk disimak, bahwa setiap orang mempunyai suatu rentang pilihan hidupnya masing-masing yang ditentukan oleh gen yang diwarisi. Akan tetapi, lingkungan dari awal kehidupan (mulai dari dalam kandungan sampai 24 bulan setelah lahir) memilihkan jalan pertumbuhan dan perkembangan spesifik setiap individu. Pijakan konvensional, menyoroti bahwa pertumbuhan seseorang lebih banyak ditentukan oleh potensi genetik yang dibawanya. Akan tetapi sesungguhnya faktor lingkungan merupakan penentu yang lebih dominan. Lingkungan intrauterine (dalam kandungan) dari seorang ibu sangat menentukan tumbuh kembang janin, dan kelak bila janin ini lahir dan kebutuhan perempuan kemudian menjadi seorang ibu, proses yang sama berulang kembali. Situasi gizi seorang nenek selama hidupnya, umumnya akan tercermin secara nyata pada cucunya. Sehingga dapat dipahami apa yang kita lakukan pada generasi sekarang, akan berakibat pada generasi berikutnya (trans generasi), dan tampak nyata pengaruhnya sampai 100 tahun kemudian. Fenomena ini yang dapat menjelaskan kenapa terjadi perubahan dimensi antropometri (tinggi badan, berat badan) menurut waktu (secular trend) dari berbagai komunitas negara maju. Situasi gizi di berbagai negara di dunia dimana kondisinya cukup memprihatinkan, dilatarbelakangi oleh kemiskinan, berdampak pada masih tingginya kejadian gizi kurang dan buruk pada anakanak. Kondisi ini akan membawa berbagai akibat terhadap kesehatan, yang berimplikasi terhadap rendahnya kualitas SDM. Dalam satu dasa warsa terakhir ternyata tidak terjadi perubahan berarti perbaikan situasi gizi anak di Indonesia. Menurut Riskesdas 2013, masalah gizi buruk dan kurang masih cukup tinggi, Sepertiga anakanak kita (30%) mengalami masalah gizi
24
19 - 25 Oktober 2015
kronik yang digambarkan dengan bertubuh pendek (stunting). Grafik pertumbuhuan rata-rata tinggi badan anak-anak Indonesia usia 5-18 tahun selalu berada di bawah graďŹ k yang direkomendasikan WHO (2007). Sampai uisia 18 tahun rata-rata tinggi badan anak Indonesia lebih pendek (12,5 cm laki-laki dan 9,8 cm perempuan) dari standar acuan WHO (2007). Bagaimana Indonesia bisa unggul dalam berbagai cabang olahraga, bila postur tubuh sebagai modal dasar para atletnya rata-rata relatif pendek dibandingkan dengan negara lain, walau jumlah penduduknya sangat besar. Sebaliknya gizi lebih dan obese juga mulai terjadi peningkatan. Di kota-kota besar kejadian gizi lebih dan obese sudah sama dengan jumlah anak yang menderita gizi buruk dan kurang. Indonesia saat ini berada dalam transisi epidemiologi beban gizi ganda. Beberapa target MDGs seperti angka kematian ibu, angka kematian bayi dan anak dipastikan tidak tercapai pada tahun 2015. Dalam bidang kecerdasan anak juga cukup memprihatinkan. Laporandarithe Organization for Economic Co-operation and Development- Program for International Studendt Assessment (OECD-PISA, 2012) yang dilakukan penilaian terhadap 510 ribu pelajar usia 15 tahun dari 65 negara menempatkan anak Indonesia pada urutan 64, ke dua dari bawah, serta urutan terbawah dari lima Negara ASEAN, di bawah Thailand (52), Malaysia (50), Vietnam (17) dan Singapura (2), dalam bidang kemampuan membaca, matematika, dan science.
Beberapa kebijakan telah ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka mendukung gerakan sadar gizi tersebut. Keseriusan pemerintah telah terlihat dalam merespons hal tersebut, dengan telah diluncurkan program gerakan 1.000 hari pertama kehidupan (1.000 HPK), sebagai implementasi gerakan global SUN. Gerakan 1.000 HPK merupakan aksi multidimensi, yang memerlukan dukungan lintas sektoral. Gerakan ini tidak bisa dilaksanakan sendiri oleh sektor Kesehatan (cq Gizi) sendirian (sensitivitas), tetapi perlu dukungan sektor lain (spesiďŹ sitas), terutama dalam hal kebijakan dalam negeri, ekonomi dan pertanian dalam arti luas. Gerakan ini sangat sejalan dengan arah visi misi, kebijakan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, khususnya dengan gerakan swasembada pangannya. Sensitivitas program ini mencapai tujuan sangat ditentukan sektor kesehatan. Kebijakan pemerintah melalui gerakan 1.000 HPK ini harus diterjemahkan dalam bentuk SOP, petunjuk pelaksanaan langsung ke subjek sasaran. Subjek sasaran gerakan 1.000 HPK adalah ibu hamil (9 bulan= 270 hari), dan anak sampai usia 2 tahun (730 hari). Ibu merupakan lingkungan penentu tunggal keberlangsungan proses tumbuh kembang janin dalam kandungan. Gerakan 1.000 HPK merupakan gerakan bersama multisektor. Sektor spesiďŹ k dan stakeholder terkait seperti yang berhubungan dengan peningkatan sosial ekonomi, penyediaan pangan dan seterusnya semestinya memiliki program strategis dan unggulan yang langsung menyentuh kepentingan pemberdayaan masyarakat. Dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi bidang kesehatan, harus memberi penekanan arti penting dan strategisnya materi gizi dan kesehatan ibu dan anak,kepada mahasiswanya untuk membangun bangsa. Demikian juga jajaran pemerintah mulai dari pusat, daerah sampai ke desa-desa harus seirama dan berperan nyata (terukur). * Dr. dr. I Wayan Weta, MS, SpGK * Ketua Bagian/SMF Gizi Klinik RSUP Sanglah/FK Unud. * Dosen Program Pascasarjana dan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. * Sekretaris I Konsorsium Kesehatan Ibu-Anak dan Gizi Provinsi Bali.
A KT I V I TA S
MBP/ist MBP/ist
DIES NATALIS ATRO - Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radiotherapi (ATRO) Bali menjadi kampus satu-satunya di Bali dan Indonesia Timur merayakan Dies Natalis ke-7, Minggu (4/10). Seluruh Civitas Akademika ATRO Bali dan pengurus Yayasan Pendidikan Usadha Teknik Bali antusias mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh kekeluargaan. Dies Natalis ke-7 ini akan menjadi tonggak ATRO Bali go international saat berusia sewindu. Direktur Atro Bali dr. Bagus Gede Dharmawan, Sp.Rad. mengatakan dalam rangka Dies Natalis ke-7, jajaran Direksi ATRO Bali dan seluruh staf bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Usadha Teknik Bali untuk meningkatkan mutu lulusan dengan mengikuti semua arahan dari Kopertis VIII dan Dikti.
BERBASIS SPIRITUAL - Ketaatan masyarakat Bali dalam menjaga tradisi, budaya dan kesenian serta ritual keagamaan, telah menjadikan Bali termasuk Kabupaten Badung sebagai destinasi pariwisata yang berbasis spiritual dan budaya. AtmosďŹ r Pulau Dewata telah menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Bali, baik untuk tujuan lesiur maupun untuk MICE meningkat. Pariwisata adalah anugerah sehingga aura Bali berhasil menyatukan dunia. Demikian mengemuka dalam pertemuan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung dengan Penjabat Bupati Badung. Nampak dalam foto Penjabat Bupati Badung Ir. Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. berpose bersama seusai menerima Ketua BPPD Badung I Gusti Ngurah Rai Surya Wijaya beserta anggota di Ruang Tamu Bupati Badung Puspem Badung, Selasa (6/10).
MBP/ist
PENDUKUNG HBN - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) kembali menyemarakan Hari Batik Nasional (HBN) yang kali ini jatuh pada 2 Oktober 2015 dengan menjadi pendukung berbagai event perayaan Hari Batik Nasional yang digagas Yayasan Batik Nasional. Dengan demikian, BNI menjadi bank yang secara konsisten aktif memberikan dukungan kepada pengembangan industri batik nasional, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Puncak dukungan BNI terhadap Yayasan Batik Nasional adalah menjadi satu-satunya sponsor dari perbankan pada acara Peringatan Hari Batik Nasional di Museum Tekstil, Jakarta, Jumat (2/10). Nampak dalam foto CEO BNI Kantor Wilayah Denpasar Risang Widoyoko memberikan suvenir batik kepada nasabah BNI.
MBP/ist
BEBEK BENGIL - Bagi yang gemar menyantap bebek goreng tentu tak asing dengan Bebek Bengil (Dirty Duck Diner). Restoran yang berpusat di Ubud, Gianyar ini memang sudah terkenal karena kelezatan bebek gorengnya. Tak hanya masyarakat Bali, yang gemar bersantap di Bebek Bengil. Wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, pasti menyempatkan diri berkunjung ke Bebek Bengil ini, untuk merasakan nikmatnya kerenyahan bebek goreng crispy. Bebek goreng itu dipadu sambal matah khas Bali. Kini, penggemar Bebek Bengil tidak perlu jauh-jauh ke Ubud untuk bersantap. Cukup pergi saja ke Bebek Bengil Jl. Raya Kuta, No. 100X. 19 - 25 Oktober 2015
25
LENSA
PEMBANGUNAN Penyusutan lahan pertanian karena pembangunan perumahan dan gedung terus terjadi di Denpasar. Salah satunya di kawasan Renon, Denpasar yang sempat terkenal dengan produksi berasnya. Nampak sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pembangunan gedung di Renon.
MBP/Eka
26
19 - 25 Oktober 2015
OLAHRAGA
MBP/rtr
Gelandang Manchester City Samir Nasri (kanan) mendapat pengawalan ketat dari bek Juventus Patrice Evra pada pertandingan Liga Champions di stadion Etihad Stadium.
Tak Mau Pulang
B
agi kebanyakan pemain ‘pulang’ dan membela timnas merupakan kebanggaan tersendiri. Tapi bagi Samir Nasri, mengenakan seragam Les Bleus tak lagi eksklusif. Bahkan untuk pulang kampung ke kompetisi Lga Prancis, dirinya pun enggan. Pemain yang merumput di klup top Liga Utama Inggris itu mengungkapkan bahwa minatnya untuk membela timnas Prancis di Piala Eropa 2016, telah menguap. Usai kontraknya dengan City usai pada 2019, targetnya adalah tampil di kompetisi liga AS (MLS). Pemain berusia 28 tahun itu dinilai terlalu dini keluar dari timnas. Tahun lalu gelandang kontroversial itu langsung mengumandangkan keputusannya pensiun dari laga internasional lantaran tak dimasukan dalam skuad Prancis yang berlaga di Piala Dunia 2014. Dia mengakui konflik pribadinya dengan pelatih timnas Prancis Didier Deschamps, masih membara hingga sekarang. Alasan itu pula membuatnya
memilih untuk melanjutkan karier profesional ke AS. “Meski jika ayah saya sendiri mnjadi pelatih timnas, saya tidak akan pulang. Saya masih merasakan sakit yang berkepanjangan dengan timnas,” katanya yang teguh dengan keputusannya. Kepada Canal+ Sport, dia menceritakan proses putusanya hubungan dengan Deschamps itu terjadi pada 2012. Semula memang ada keinginan untuk mengakhiri konflik itu, apalagi bapaknya menginginkan dirinya bisa tampil di Piala Dunia 2014 di Brazil. Awalnya bisa dijalani namun semua berakhir memedihkan setyelah mengetahui namanya tidak masuk daftar skuad timnas. Kenyataan itu telah menghancurkan kepercayaan dirinya. “Ya, saya tidak sempurna. Saya banyak kesalahan. Tapi bukankah seorang pelatih harus bisa mengatur ego-nya sendiri,” tegas pemain yang pernah memperkuat Marseille dan Arsenal itu. Fakta membuat kecintaannya pada
kompetisi Liga Utama Inggris terus bertumbuh demikian pula dengan kehidupannya di negeri Ratu Elizabeth itu. “Saya juga mulai mengambil ancang-ancang untuk bermain di MLS untuk mencari sesuatu yang berbeda , dibandingkan balik ke Prancis,” ungkapnya. Deschamps sendiri, seperti diungkapkan kepada Reuters, mengungkapkan, ketidakmenyesalannya mencoret Nasri dari timnas. Dan keputusan itu tetap dipertahankan hingga saat ini. “Sejak awal saat saya tidak memilihnya untuk tampil di Piala Dunia, saya tahu saya tidak membuatnya gembira. Saya bertanggungjawab atas keputusan itu,” ungkap Deschamps bulan lalu. “Untuk apa saya harus mempertimbangkan lagi keputusan itu. Saya tidak asal mengambil keputusan, tanpa mempertimbangkan apa yang saya lihat, bicarakan dan diskusikan,” kata Deschamps merasa tak bersalah atas keputusannya. Yudi Winanto 19 - 25 Oktober 2015
27
OLAHRAGA
Menunggu Keajaiban LIMA tahun lalu, tim Formula 1 Red Bull menjelma menjadi kekuatan hebat dan membuat ciut nyali tim-tim legendaris lainnya seperti Ferrari atau pun McLaren. Bahkan sepanjang empat musim berturut (2010-2014) Red Bull menjadi juara konstruktor dan pada saat bersamaan mengantarkan Sebastian Vettel menjadi juara dunia. Dua musim berikutnya, kondisinya berbalik total setelah Lewis Hamilton dan Mercedes ganti bertahta. Sebaliknya Red Bull tak berkutik sama sekali. Tahun ini tim yang menggunakan mesin Renault itu, ditandai dengan tanda-tanda kemungkinan ambruk setelah sang bosnya Dietrich Mateschitz berniat hengkang dari arena yang dianggap tak lagi menguntungkan. Tidak hanya fans yang bingung dengan kondisi tersebut, sang juara bertahan Hamilton pun tak kalah tak mengertinya. “Ini akan memalukan bagi fans (jika Red Bull mengundurkan diri)” jelas pebalap Inggris itu.
“Bagi saya itu aneh, karena menyaksikan kesuksesan Red Bull dan momen dimana mereka tak lagi meraih kemenangan. Mereka kecewa. Saya tidak menyaksikan hal-hal semacam itu di tim-tim lain,” ungkap Hamilton yang memandang kesuksesan dan kegagalan adalah bagian dari kompetisi. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan yang dialami Ferrari. Tim Italia itu kenyang dengan pengalaman dan belajar banyak dari hal-hal yang dialami di masa lalu. “Mereka pun tak mengeluhkan kompetisi di masa mendatang,” tambahnya yang memuji kedewasaan tim berlogo Kuda Jingkrak. Kalau pun Red Bull angkat kaki dari balapan ini dan saudaranya Toro Rosso melakukan hal serupa, maka balapan 2016 hanya akan melibatkan 18 tim saja. Ini pun sudah termasuk tim baru Haas dari AS. Mereka yang terancam pensiun dini termasuk pembalap asal Rusia Daniil Kvyat. Dia baru menjalani musim per-
tamanya dengan tim yang berbasis di Austria itu namun berhasill mencapai pretstasi terbaik dengan menempati peringkat kedua di Hungaria Juli lalu. “Formula 1 memang keras, anda harus sabar,” katanya yang menyebut kesuksesannya di Red Bull bukan seperti saat bulan madu. Tim Red Bull saat ini memang tengah merancang mobil untuk balapan musim depan. Namun semua dilakukan tanpa ada pasokan mesin menyusul kegagalan total Renault musim ini yang menyebabkan Red Bull tak sekali pun mencicipi podium puncak. Jadi rancang bangun mobil itu tidak akan sempurna. “Jadi jika anda tidak memiliki sesuatu di bagian belakang (mesin) pada akhir tahun ini, kondisinya akan pelik,” tegas pembalap Toro Rosso Carlos Sainz Jr, kepada Associated Press sambil menunggu keajaiban di timnya. Yudi Winanto
MBP/ap
Pembalap Red Bull Daniil Kvyat melewati tikungan di sirkuit Suzuka saat mengikuti Grand Prix Formula 1 Jepang.
28
19 - 25 Oktober 2015
MBP/ap
Petenis Kanada Eugenie Bouchard mendapat perawatan saat menghadapi pertandingan melawan Andrea Petkovic di turnamen Tiongkok Terbuka.
Gegar Otak EUGENIE BOUCHARD tak bisa membendung air matanya setelah memutuskan berhenti bermain. Petenis muda Kanada itu menyesal tak bisa melanjutkan permainan melawan Andrea Petkovic dan tersingkir dini di putaran pertama turnamen Tiongkok Terbuka di Beijing karena kepalanya pusing. Ini adalah penampilan perdananya setelah insiden di AS Terbuka akhir Agustus lalu. Saat itu ia berhasil melaju ke putaran keempat usai
menundukkan Dominika Cibulka. Sayangnya selebrasi kemenangan berakhir tragis setelah terjatuh di ruang ganti dengan kepala membentur lantai terlebih dahulu. Dokter mendiagnosa ia mengalami gegar otak ringan dan diminta untuk menjalani perawatan. Konsekuensinya ia harus menghentikan pertandingan di AS Terbuka. Perawatan itu pula membuatnya gagal tampil di turnamen di Tokyo dan Wuhan, Tiongkok. “Saya pikir saya sudah siap secara fisik. Sayangnya gejala gegar otak itu kambuh lagi,” jelas Bouchard setelah tertinggal 2-6 dan 1-1 pada pertandingan
melawan Petkovic. Petenis berusia 21 tahun itu, melejit namanya setelah mencapai babak final grand slam Wimbledon 2014. Di tahun yang sama, ia juga berhasil mencapai babak semifinal di Australia dan Prancis Terbuka. Peringkatnya pun mencapai posisi tertinggi dalam kariernya yakni 5 di daftar WTA. Musim ini, petenis kelahiran Montreal itu, hanya bisa bermain 29 kali dengan rekor 12 menang dan 17 kalah. Peringkatnya pun anjlok menjadi 38,” laporan Associated Press. Yudi Winanto 19 - 25 Oktober 2015
29
OLAHRAGA
Tomang Sakti Merpati Bermarkas di Bali PENCINTA bola basket di Bali bakal bisa menyaksikan secara langsung suguhan pertandingan liga bola basket putri profesional mulai tahun depan. Ini terjadi setelah klub Tomang Sakti resmi berpindah markas dari Jakarta ke GOR Merpati, Ubung Kaja, Denpasar, mengusung nama Tomang Sakti Merpati.
Tomang Sakti membawa tujuh pebasket ke Bali, sedangkan Merpati menyumbang lima pemain terbaiknya. Mereka adalah Kadek Rima Anggen Suari, Dewa Ayu Made Sriatha Kusuma Dewi, Fitria Ramadhani Madjid, dan Jasmin Diana Aoijs. Pebasket Bali ditangani pelatih Risdianto Roeslan, sedangkan pemain
MBP/nel
Hasan Gozali
30
19 - 25 Oktober 2015
Tomang Sakti dipoles Raoul Miguel Hadinoto. Risdianto yang akrab disapa Cak Risdi, membawa tim Satria Muda Jakarta menjadi juara IBL pada musim 2004, 2007, dan 2008 serta mengantarkan CLS Knight Surabaya berjaya pada ajang pramusim 2010. Para pemain untuk sementara berlatih terpisah di Jakarta dan Denpasar. Mereka baru dikumpulkan dua pekan menjelang kompetisi Womens Indonesian Basketball League (WIBL) digulirkan pada 2016. Klub lain yang ikut kompetisi basket putri paling bergengsi di Tanah Air ini di antaranya Surabaya Fever, Sahabat Semarang, dan Merah-Putih Jakarta. Meskipun baru akan melakoni kompetisi tahun pertama, prestasi yang dipatok Tomang Sakti Merpati cukup tinggi. ‘’Kami memasang target jadi tim finalis,’’ ucap Binpres Klub Merpati, Deddy Setiawan, di Denpasar pekan lalu. Ia berharap pembinaan basket di kota dan kabupaten se-Bali lebih getol lagi, sehingga mampu menyumbang atlet berkualitas untuk Tomang Sakti Merpati. Jangan sampai pemain putri papan atas Bali meninggalkan basket begitu saja setelah tamat SMA. Klub Tomang Sakti terakhir menjadi jawara Womens National Basketball League (WNBL) pada musim 2013 dan 2014. Pemilik klub Hasan Gozali rela melepas timnya ke Bali mengingat sekarang menjadi Komisioner WIBL dan Indonesian Basketball League (IBL). ‘’Saya kini sebagai komisioner liga, jadi posisi di klub Tomang Sakti harus dilepas,’’ tutur Hasan Gozali. Bendera Tomang Sakti Merpati wajib disandang klub ini pada 2016. Namun, pada musim kompetisi berikutnya bisa mengusung nama Merpati Bali. Tomang Sakti Merpati diharapkan bisa eksis paling tidak dalam lima musim kompetisi. Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi berharap kehadiran klub pro di Pulau Dewata mampu memacu pembinaan basket di seluruh kota dan kabupaten. Pebasket berbakat selanjutnya disalurkan ke klub Tomang Sakti Merpati. ‘’Sekarang sudah ada wadah bagi pebasket Bali yang ingin terjun ke profesional. Saya ingin Merpati nantinya dihuni pemain lokal, bukan mendatangkan atlet luar. Untuk itu, pebasket Bali dituntut berkualitas,’’ ujarnya. Daniel Fajry
A KT I V I TA S
MBP/ist MBP/ist
PERJANJIAN KERJA SAMA - Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali kembali melakukan perjanjian kerja sama dengan SMA Negeri 1 Tegallalang untuk pembayaran SPP online pada Jumat (2/10). Nyoman Suryaningsih, S.E., Direktur Bisnis Non-Kredit BPD Bali, mengatakan perjanjian kerja sama antara BPD cabang Ubud dengan SMA Negeri 1 Tegallalang ini diakui memang untuk pertama kalinya dilakukan. “Sedangkan di daerah lain, sudah banyak dilakukan PKS terutama fakultas-fakultas misalnya Warmadewa, Undiknas, dan rumah sakit yang ada payroll gajinya,” ujarnya. Sistem pembayaran SPP online adalah sistem pembayaran SPP yang bisa dilakukan di seluruh BPD di Bali secara online baik di kantor cabang, kantor capem, dan kantor kas.
PENYELESAIAN MASALAH - Kisruh masalah tuntutan sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Mahasaraswati (Unmas) yang sempat disampaikan kepada Hardi Selamat Hood (Ketua Komite III DPD-RI) dan Senator DPD-RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III untuk dapat menyelesaikan pendidikan profesi, akhirnya dapat dituntaskan dengan cara yang elegan. Dalam surat laporan penyelesaian permasalahan penuntasan program profesi mahasiswa dan ucapan terima kasih yang disampaikan kepada DPD-RI, para mahasiswa yang terdiri dari Fika Virgiyan Handayani, Victris Yufransa Loje Palyama, IGAA Ima Aswitari, Andi Hendrajaya, dan Agustina Edith Jebarus menyampaikan terima kasihnya pada DPD-RI yang telah memberikan kesempatan sehingga dapat menyalurkan aspirasi dengan baik.
MBP/ist MBP/ist
FAMILY SESSION - SMA Surya Wisata menyelenggarakan family session dan table manner, Selasa (6/10), di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur. Acara itu diikuti 378 siswa kelas X SMA Surya Wisata. Drs. I Wayan Sudirya, Kepala SMA Surya Wisata, mengatakan acara tersebut rutin dilakukan di SMA Surya Wisata. Sejak berdiri tahun 1987, SMA Surya Wisata rutin melakukan family session untuk siswa baru dalam rangka pengenalan awal lingkungan di bidang pariwisata yang merupakan rangkaian pembelajaran ekstra pariwisata di SMA Surya Wisata. Nampak dalam foto Siswa kelas X SMA Surya Wisata mengikuti family session dan table manner di Inna Grand Bali Beach.
ISU SVLK - Pemberlakuan peraturan menteri perdagangan nomor 97 tahun 2014, tentang Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) menjadi isu sangat menarik diperbincangkan dikalangan pengusaha/pengerajin kayu di Kabupaten Gianyar, mengingat panjangnya birokrasi pengurusan perizinan yang ditangani oleh otoritas lembaga independen. Dari 355 perusahaan di Gianyar, baru 18 perusahaan/pengerajin memiliki SVLK. Untuk itulah Program Pascasarjana mengundang pelaku pelayanan publik di Kabupaten Gianyar, yaitu Bupati Anak Agung Gde Beratha, S.H., sebagai penguji ahli terhadap hasil penelitian (thesis) I Dewa Gede Dhirta Sumadi dengan judul “Implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 97 Tahun 2014 Tentang Sistem Verifikasi Legalitas Kayu di Pemerintah Kabupaten Gianyar”. 19 - 25 Oktober 2015
31
A KT I V I TA S
MBP/wan MBP/ist
SEMINAR UNMAR - Pusat Kajian Perempuan dan Adat Universitas Mahendradatta (Unmar) Bali dipimpin A.A. Sagung Poetri Paraniti, S.H., M.H. bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Klungkung menggelar seminar bertajuk ‘’Modernisasi Sistem Pembagian Waris di Kalangan Generasi Muda Bali’’. Acara ini dihadiri langsung oleh Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS, S.E., M.M. (Rektor Universitas Mahendradatta), Panglingsir Puri-puri di Klungkung, WHDI Klungkung, dan PKK se- Klungkung. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat DPPKA Kantor Bupati Klungkung ini dibuka langsung oleh Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Pembicara adalah MUDP Klungkung, Ida Ayu Indira Kondi Santosa, S.H., M.Kn. (Tokoh Perempuan Hindu), A.A. Sagung Poetri Paraniti, S.H., M.H. (Direktur Pusat Kajian Perempuan dan Adat Unmar).
LAUNCHING TARI - Pascasarjana (PPs) Universitas Udayana (Unud) merayakan HUT ke-23, Selasa (6/10). Meski berlangsung sederhana, tetapi peringatan tahun berbeda karena di-launching tari kebesaran Pascasarjana Udayana Cakra Wartin, Hymne dan Mars PPs Unud. Acara tersebut dihadiri Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PDKEMD. berserta jajarannya dan alumni. Direktur PPs Unud Prof. Dr. dr. A. A. Raka Sudewi, Sp.S(K). mengatakan, peringatan HUT yang jatuh setiap 6 Oktober merupakan hari lahir izin penyelenggaraan program studi (prodi) pertama yaitu Prodi S-2 Linguistik. Dalam sejarah PPs pionir yang membidani lahirnya Prodi Magister Lingustik adalah Prof. Dr. I Wayan Bawa. HUT ke-23 Pascasarjana Unud ditandai penyerahan tumpeng dari Direktur PPs Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). kepada Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD.
MBP/ist MBP/ist
TERIMA PENGHARGAAN - Keberhasilan Pemkab Tabanan dalam menyajikan laporan keterangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran 2014 tidak hanya berbuah opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diterima dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun ini. Berkat upaya membenahi pengelolaan keuangan daerah yang dilakukan secara terus-menerus, pada tahun ini Pemkab Tabanan juga menerima penghargaan dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan itu diterima bersama 148 pemkab lainnya se-Indonesia yang juga berhasil menyajikan LKPD dengan opini WTP dalam Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2015 di Gedung Danapala, Kantor Kementerian Keuangan RI, Jumat (2/10).
32
19 - 25 Oktober 2015
DIES NATALIS UNUD - Prodi Sastra Inggris Fakultas Sastra dan Budaya Unud berkolaborasi dengan Program Pascasarjana Unud mengambil peran menyongsong Dies Natalis ke-53 Universitas Udayana. Peran sangat strategis adalah menyelenggarakan event bertaraf dunia, The 62nd TEFLIN International Conference, dari tanggal 14-16 September di Sanur Paradise Plaza Sanur. Kesiapan yang matang sebagai tuan rumah konferensi ini diwujud-nyatakan dengan menerbitkan artikel-artikel bertema ‘’Teaching English’’ pada jurnal kebanggaan prodi yang bernama Lingual dengan editor Prof. Dr. I Nengah Sudipa, M.A. ‘’Jurnal edisi Mei 2015 ini disumbangkan kepada semua peserta disatukan dalam paket-tas konferensi,’’ demikian disampaikan Kaprodi Dr. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.A. sekaligus Ketua Panitia Pelaksana.
MBP/ist
TEMU ALUMNI - Ikatan Keluarga Alumni Teknologi Pertanian Udayana (Ikatepayana), Sabtu (3/10) malam mengadakan temu alumni untuk menyinergiskan potensi demi kemajuan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP). Temu alumni bersamaan dengan puncak HUT ke-31 Badan Kekeluargaan FTP Unud dipusatkan di Taman Budaya Denpasar. Temu alumni diikuti sekitar seribu alumni sejak angkatan pertama hingga angkatan ke-25 tahun 2015. Sejak berdiri tahun 1984, Ikatepayana Unud sudah memiliki 1.280 alumni. Mereka tersebar di berbagai bidang. Ketua Ikatepayana Ir. IGN Eddy Mulya, S.E., M.Si. mengatakan alumni FTP Unud sukses bekerja dan menjadi pimpinan di segala sektor. Nampak dalam foto - Dekan FTP Unud Dewa Mayun bersama Ketua Ikatepayana IGN Eddy Mulya saat temu alumni FTP Unud di Taman Budaya Denpasar.
MBP/ist
TEMU KANGEN - ACARA Temu Kangen Alumni Smanela’94 yang digagas pengurus Ikatan Alumni SMA 5 Denpasar lulusan tahun 1994 (Ikasmanela’94) di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Minggu (4/10) lalu, berlangsung sukses dan lancar. Temu kangen Smanela’94 dihadiri 177 peserta, terdiri dari para alumni 1994 dan keluarga. Ketua Ikasmanela’94 sekaligus ketua panitia reuni dr. I Wayan Gede Ware Seputra mengatakan, tema yang diusung yakni “21 Tahun Sudah”. Digelarnya acara itu, lanjutnya, berdasarkan kerinduan ingin berkumpul dan bertemu alumni 94. Acara tersebut terealisasi dengan sukses di GWK, tepatnya di Jendela Bali Resto.
MBP/ist
TINJAU RSUD WANGAYA - Tim visitasi dari Kementerian Kesehatan RI meninjau kesiapan RSUD Wangaya menuju rumah sakit pendidikan satelit, Sabtu (3/10). Dokter Setiawati Hartawan, M.Kes., Direktur RSUD Wangaya, mengatakan kesiapan RSUD Wangaya menuju RS pendidikan bisa dikatakan telah 100 persen. “Jika ditanya kesiapan, kami pasti mengatakan 100 persen. Jadi sudah menyiapkan sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan,” ujarnya. Namun, persyaratan yang telah dipenuhi apakah sesuai dengan assesor atau belum akan dilihat nanti setelah adanya penelusuran langsung mengenai dokumen maupun sarana dan prasarana yang dipersyaratkan. Dari kriteria yang dipersyaratkan, RSUD Wangaya sudah terakreditasi oleh KARS tahun 2012 dengan predikat paripurna. “Itu sudah menyatakan bahwa pelayanannya terstandar,” ujarnya.
MBP/ist
LEBARKAN SAYAP - The Sukarno Center Tampaksiring melebarkan sayap di Provinsi Kalimantan Selatan. Setelah meresmikan The President Sukarno Heritage List di Bali, Jatim, Jateng, Jabar, Aceh, Riau dan Sulawesi Utara, kini lembaga yang didirikan oleh warih Dinasti PNI di Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III bersama Sukmawati Soekarno Putri itu akhirnya menjadikan Kalimantan Selatan sebagai perjuangan berikutnya untuk penyusunan ensiklopedi Soekarno secara resmi. Di bumi Lambung Mangkurat ini saat bertemu rakyat, Bung Karno menyampaikan bahwa negara Indonesia adalah negara yang saling menghormati kebhinnekaan maka dari itu cikal bakal Pancasila dan Marhaenisme itu tumbuh dan berkembang. 19 - 25 Oktober 2015
33
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
PENUHI JANJI - Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III memenuhi janjinya untuk membina generasi muda Bali khususnya bagi mereka yang memiliki kemampuan berbahasa asing dengan baik untuk menjadi calon pemimpin Bali dan bangsa di masa depan. Buktinya, Senator RI Wedakarna hingga dua kali menerima Pemuda Bali yang akan melakukan pertukaran antarnegara pada 2015 dan 2016 yakni di Istana Mancawarna Tampaskiring dan Kantor DPD-RI. Harapan akan rapinya sistem kaderisasi calon diplomat ini disampaikan kepada 10 orang Pemuda Hebat Bali yang dipercaya untuk menjadi tamu negara di luar negeri.
TUTUP UBS - Rektor Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. secara resmi menutup seluruh rangkaian Utsawa Bali Sani (UBS) VI, Kamis (1/10) malam. Upacara penutupan yang berlangsung di halaman depan Pura Mahawidya Mandhira itu disemarakkan oleh pementasan dramatari Calonarang berjudul “Ngeseng Bingin” sekaligus merupakan pementasan pamungkas di ajang pesta seni budaya tahunan khas Unhi tersebut. Pada upacara penutupan itu juga diserahkan piala dan piagam penghargaan kepada para pemenang lomba, baik lomba untuk interen Unhi maupun yang melibatkan pelajar dan masyarakat umum yang digelar selama kegiatan UBS VI.
MBP/ist MBP/ist
PRESTASI SMAN 6 - Siswa SMAN 6 Denpasar terus mengukir prestasi nasional. Di antaranya meraih emas di angkat besi, silat dan panahan. Mereka juga sukses di lomba seni fotografi dan Utsawa Dharma Gita. Prestasi prestisius dicetak Ni Kadek Ayu Suryani (XI IPA5) meraih juara I angkat besi pelajar nasional (Popnas) di kelas 58 kg. Kini Kadek Ayu dipersiapkan ke PON. Dia kini menjadi duta RI di Kejuaraan Asia Scool Games di Thailand. Bahkan, dia juga juara III angkat besi di Kejurnas Satria. Prestasi nasional juga diukir anak binaan I Ketut Kania. Luh Putu Putri Astariyani (X IPA4) dan I Gusti Ayu Ratih Puspitarini (XIPA 4) sukses meraih juara II nasional untuk pencak silat berpasangan.
34
19 - 25 Oktober 2015
SEMINAR NASIONAL- Undiknas University kembali mengadakan seminar nasional MPR-RI. Kali ini seminar nasional bertema ‘’Penataan Kewenangan Komisi Yudisial, Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi’’ diselenggarakan di Paradise Plaza Hotel Sanur, Denpasar, Kamis (1/10) lalu, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Rektor Undiknas University diwakili oleh Direktur Akademik dan Sistem Informasi, Dr. Nyoman Sri Subawa mengucapkan terima kasih bahwa Undiknas University sebagai Perguruan Tinggi Swasta terbaik seKopertis Wilayah VIII, dipercaya menjadi penyelenggara seminar. Nampak dalam foto Direktur Akademik dan Sistem Informasi Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa, berfoto bersama Badan Pengkajian MPR-RI, narasumber dan moderator.
MBP/ist MBP/ist
PELEPASAN S-1 - Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai (FT-UNR) mengadakan acara Pelepasan Sarjana Strata 1 dalam rangka melepas calon wisudawan baru di Auditorium Universitas Ngurah Rai Denpasar, Sabtu (3/10) lalu. Acara tersebut dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Yayasan Jagadhita Denpasar, Rektor UNR Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si., serta dihadiri pula oleh para pejabat dan dosen masing-masing fakultas di lingkungan Universitas Ngurah Rai, serta perwakilan alumni FT-UNR. Jumlah lulusan yang dilepas pada periode ini sebanyak 13 orang, dimana 10 orang berasal dari Program Studi Teknik Sipil dan 3 orang dari Program Studi Teknik Arsitektur.
MAHASISYA UPANAYANA - Sudah menjadi tradisi di Unwar, setelah mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), mahasiswa baru yang beragama Hindu wajib mengikuti upacara mahasisya upanayana. Upacara mahasisya upanayana dikoordinir oleh Pasemetonan Mahasisya Hindu Dharma (PMHD) Unwar dipusatkan di parahyangan kampus Unwar, Minggu (4/10). Upacara ditandai dengan majaya-jaya dan pawintenan di-puput Ida Pedanda Gede Putra Bajing. Ketua PMHD Unwar I Putu Eka Guna Wasigera didampingi Ketua Panitia I Gusti Ag. Ayu Allya Inca Wrestatiari mengungkapkan upacara mahasisya upanayana kali ini diikuti 1.555 mahasiswa. Sementara anggota PMHD Unwar secara keseluruhan lebih dari 5.000 mahasiswa. Mereka dipimpin 225 kepengurusan PMHD.
MBP/ist
ANGKAT SUMPAH - Akademi Kebidanan Bali Wisnu Dharma Denpasar, Jumat (2/10) di Sanur, menggelar angkat sumpah dan pelantikan tenaga kesehatan saat Wisuda VI Diploma III Kebidanan. Untuk angkatan VI ini terdiri dari 66 lulusan yang diambil sumpah sebagai profesi dan tenaga kesehatan. Direktur Akbid Bali Wisnu Dharma Denpasar Ni Made Jati Arsiani, S.ST. dalam sambutannya mengatakan, dari sejak berdiri tahun 2007 sampai saat ini pihaknya sudah meluluskan sebanyak 335 orang bidan (Ahli Madya Kebidanan). Sesuai dengan visi yaitu menjadi lembaga pendidikan kebidanan yang menghasilkan Ahli Madya Kebidanan profesional, memiliki moral dan etika sehingga mampu memberikan pelayanan kebidanan, untuk para lulusan diharapkan bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
MBP/ist
WISUDA UNMAS - Rektor Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., Rabu (7/10) mewisuda 399 sarjana. Wisuda tahap kedua ini bagian dari 845 sarjana yang dilepas pada tahap pertama, Selasa (22/9) lalu. Dari 399 sarjana yang diwisuda masingmasing 131 dari FKIP, 246 dari FE, 13 dari FH, 3 dari FP, 4 dari FT dan dua dari FKG. Rektor Unmas Made Sukamerta menegaskan bahwa PTS yang dikelolanya taat asas Dikti. Semua program studi terakreditasi B termasuk AIPT yang meraih akreditasi B. Made Sukamerta menegaskan sangat konsisten menjalankan UU Guru dan Dosen di mana pada 2015 semua dosen harus berkualiďŹ kasi S-2. Diakuinya, ada tiga dosen yayasan yang hingga kini belum S-2. 19 - 25 Oktober 2015
35
LINGKUNGAN
MBP/olo
Salah satu bagian bangunan Bendungan Benel nampak kering. Saat musim kemarau, air bendungan susut hingga beberapa meter.
Air Bendungan Surut, Swasembada
H
amparan sawah yang luas dengan pengairan teratur ditunjang sejumlah bendungan dipandang mampu meningkatkan produksi beras untuk menunjang program swasembada beras nasional. Sayang musim kemarau berkepanjangan saat ini air bendungan menyusut. Hal ini disebabkan menurunnya aliran sejumlah sungai yang dijadikan sumber air bendungan. Bendungan Palasari, di Kecamatan Melaya dan Bendungan Benel, Manistutu saat ini sudah tidak mampu lagi menyuplai air ke subak-subak di sekitarnya. Akankah swasembada beras di Jembrana yang diklaim berhasil baru-baru ini oleh kementrian pertanian terancam?. Saat ini terlalu dini untuk menilai penurunan debit air bendungan akan menggagalkan swasembada beras di Bumi Makepung. Namun menurutnya aliran air dari bendungan untuk mengairi sawah di sekitarnya dalam jangka lama jelas akan mengganggu pertum-
36
19 - 25 Oktober 2015
buhan tanaman padi. Jika musim kemarau berkepanjangan akan menggagalkan pola tanam padi selama ini. Saat ini Bendungan Benel, di desa Manistutu yang baru berfungsi beberapa tahun ini telah surut. Air bendungan menyusut drastis dengan kedalaman hanya 15 meter dari normalnya 34 meter. Air susut pasca-pintu bendungan dibuka guna mengairi 500 hektar sawah subak di Kecamatan Negara dan Melaya. Koordinator Operasi dan Pemeliharaan (OP) Bendungan Benel I Ketut Suwena belum lama ini mengakui kedalaman air bendungan susut hingga beberapa meter. Air tidak bisa terbendung lagi, karena belum ada pasokan air. Kendati kedalaman air turun, namun tingkat elevasi bendungan yang diresmikan Menteri PU ini masih normal, yakni 171. Menurutnya, tingkat elevasi 151 baru sangat mengkhawatirkan bagi bendungan yang mampu mengairi 1000 hektar lebih di sejumlah subak di Kecamatan Negara dan Melaya.
‘’Dengan tingkat elevasi segitu, sebenarnya masih bisa mengairi sawah, tetapi nanti dampaknya bangunan bendeungan retak. Karena itu kita tidak bolehkan,’’ tandasnya. Kondisi kering ini sudah terjadi sejak empat bulan lalu. Mulai saat itu permukaan air terus menyusut karena hujan makin jarang turun. Kalaupun bendungan ini menampung air dari Tukad Pura Pegubugan, tanpa air hujan, kondisi sungai setali tiga uang. Menurun debit airnya. Sekitar 10 subak di bawahnya mengandalkan sumber air untuk mengairi sawah dari bendungan ini. Akibatnya terus menyusutnya air bendungan, subak-subak di bawah Bendungan Benel tidak bisa mengandalkan lagi aliran air dari bendungan untuk tanam. Kondisi serupa juga dialami Bendungan Palasari, di Desa Ekasari, Kecamatan Melaya. Bendungan yang diresmikan di era Presiden Soeharto kini juga tidak bisa mengaliri air ke subak-subak di Melaya. Salah satunya subak Pangkung Jajang, yang lokasinya paling jauh
Kemarau Naikkan Indeks Penanaman? JEMBRANA adalah salah satu kabupaten di Bali yang dibidik Kementrian Pertanian mampu berswasembada beras. Hamparan sawah yang luas yang ditunjang sejumlah bendungan dipandang mampu meningkatkan produksi beras sekaligus menunjang program swasembada beras nasional. Namun, seiring dengan musim kemarau berkepanjangan, masihkah sawah-sawah kekeringan bisa diandalkan memenuhi target swasembada beras? Harus diakui produktivitas pertanian Kabupaten Jembrana ternyata menjadi perhatian Kementerian Pertanian. Hal ini berkaitan dengan swasembada beras yang mungkin bisa dicapai oleh Jembrana di tengah derasnya alih fungsi lahan sawah di Bali. Jembrana boleh jadi satu-satunya kabupaten di Bali dinilai berhasil oleh Kementerian Pertanian. Sebab daerah ujung barat Pulau Bali ini mampu mencapai produksi rata-rata 5,8 ton setiap hektarnya. Lagipula alih fungsi lahan sawah menjadi non sawah tak sehebat Badung, Denpasar atau Tabanan. Tak heran produksi beras di Jembrana terus dipantau untuk menunjang swasembada beras di Bali. “Kami memantau produksi beras di berbagai daerah termasuk Kabupaten Jembrana. Den-
gan capaian 5,8 ton setiap hektare, swasembada beras di daerah ini cukup berhasil,” kata staf ahli Menteri Keuangan Dr. Mat Syukur, beberapa waktu lalu. Produktivitas lahan sawah per hektar di Jembrana akan menjadi pendukung target swasembada beras nasional Tahun 2015. Untuk mendukung swasembada beras, faktor utama yang mesti diperhatikan adalah produktivitas lahan sawah di Jembrana. Bicara produktivitas lahan tentu sangat mempengaruhi produksi padi per hektar dan frekuensi tanam. Jadi untuk meningkatkan produktivitas sawah per hektar di Jembrana selain melalui intensifikasi, mesti dengan menaikkan frekuensi tanam untuk menaikkan index penanaman. Namun, dengan panjangnya musim kemarau apakah mungkin menaikkan indeks dengan menanam padi lebih dari dua kali. Tampaknya mustahil. Karena dengan debit air yang makin sedikit yang bisa dilakukan hanya dengan mengubah pola tanam dari padi ke palawija kalau tak ingin gagal panen. Dalam kondisi kemarau saat ini yang tepat dilakukan adalah pengerukan sedemimentasi di Bendungan Palasari yang sudah terbilang
tua. Sekaligus perbaikan bendungan Palasari untuk memperlancar air irigasi. Terlebih lagi Kementan mengisyaratkan adanya anggaran Rp 1,8 miliar untuk optimasi 1.500 hektar sawah serta Rp 2,6 miliar untuk perbaikan irigasi. Wabup Kembang saat itu langsung mengusulkan anggaran tersebut digunakan untuk perbaikan Bendungan Palasari di Kecamatan Melaya. “Petani kami masih sering terkendala air saat musim kemarau. Jika sedimentasi di bendungan tersebut dikeruk, serta dilakukan perbaikan, kami yakin akan mampu mengairi lebih banyak sawah,” katanya. Dengan aliran air yang cukup dari bendungan tersebut, baru masa tanam bisa ditingkatkan menjadi dua kali dalam setahun, sehingga bisa menggenjot produksi beras. ‘’Kami yakin jika Bendungan tersebut diperbaiki, air yang disalurkan dari bendungan Palasari akan maksimal. Paling tidak jika irigasi sudah baik dan aliran airnya lancar, indeks penanaman bisa meningkat dan dalam satu tahun minimal dua kali tanam,’’ tambahnya. Suana
Beras Terancam dari Bendungan. Dari total sekitar 30 hektar sawah di Subak Pangkung Jajang, hanya empat hektar yang saat ini masih bisa ditanami. Dengan sedikitnya air mengaliri subak, otomatis petani mesti merubah pola tanam, tak lagi menanam padi tetapi menanam palawija seperti jagung dan kacang-kacangan. Klian Subak Pangkung Jajang, Nengah Suentra (58) mengakui kondisi tersebut. Dari tahun ke tahun, permasalahan yang dihadapi menurutnya adalah air. Selain mengandalkan air dari Bendungan, sejumlah sawah juga mengambil air dari empelan (embung) dan sumur bor. ‘’Yang paling utama irigasi dari Bendungan, karena waktu pengiriman airnya bisa diatur. Kalau empelan sekarang juga sudah kering,’’ terangnya. Sisa lahan yang tidak ditanami kini menganggur menunggu masa tanam selanjutnya. I Wayan Sudiana (55), anggota Subak Pangkung Jajang juga mengakui krisis air yang melanda subak. Kini para petani menunggu hujan turun sehingga sumber air kembali mencukupi. Para petani pun tidak bisa lagi mengandalkan air dari Bendungan Palasari karena saat ini berbeda dibanding tahun-tahun awal dibukanya bendungan tersebut. Para petani tetap mengandalkan air dari Bendungan, tetapi itupun dibagi dari Subak Gede. Kalaupun mendapatkan air dari Bendungan, jumlahnya kurang memadai untuk bertanam, sehingga para petani berjaga-jaga dengan sumur bor. Surya Dharma 19 - 25 Oktober 2015
37
PEMERINTAHAN
Pemkab Badung Raih Penghargaan Kemenkeu ATAS komitmen dan keberhasilan Kabupaten Badung melakukan pengelolaan keuangan daerah dengan senantiasa berpedoman kepada prinsip tata kelola keuangan yang baik, efektif, eďŹ sien, transparan dan akuntabel atas LKPD tahun 2014 selain meraih opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali. Kini atas prestasi tersebut giliran Pemerintah Pusat memberikan apresiasi melalui Kementerian Keuangan RI. Apresiasi tersebut ditunjukkan dengan pemberian penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang diterima Penjabat Bupati Badung Ir. I Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. dalam Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2015, di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan RI Jakarta, Jumat (2/10) lalu. Acara tersebut dihadiri sejumlah
Penjabat Bupati Badung Ir. I Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. menerima penghargaan diserahkan oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2015, di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan RI Jakarta, Jumat (2/10) lalu.
38
19 - 25 Oktober 2015
Menteri dan Pejabat Negara, hadir juga dalam acara tersebut Asisten Administrasi Umum Pemkab Badung I Gst. Ngr. Oka Darmawan, Kepala Inspektorat Luh Suryaniti, Kabag Keuangan I Ketut Gede Suyasa, dan Sekretaris Bappeda dan Litbang Agus Aryawan. Pemerintah Pusat beri penghargaan pada 207 entitas pelaporan 26 pemerintah provinsi, 149 pemerintah kabupaten, 50 pemerintah kota yang berhasil menyajikan laporan keuangan tahun 2014 dengan opini audit WTP. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro diterima langsung Penjabat Bupati Badung Harry Yudha Saka. Penghargaan serupa juga diterima oleh 62 kementerian dan lembaga setingkat, 26 pemprov, dan 50 pemkot yang laporan keuangannya di tahun anggaran 2014 meraih WTP dari BPK. Menteri Bam-
bang Brodjonegoro dalam sambutannya mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada kementerian dan lembaga setingkat serta pemerintah daerah yang mampu menyajikan laporan keuangan dengan baik. Khususnya yang mampu meraih opini WTP dari BPK. Penjabat Bupati Badung Harry Yudha Saka mengungkapkan, bahwa penghargaan ini patut disyukuri dan merupakan hasil kerja keras seluruh SKPD Pemerintah Kab. Badung dan menjadi sebuah kebanggaan bagi daerah dan Pemerintah Kab. Badung yang merupakan penyemangat untuk tetap bekerja secara baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Dengan diperolehnya penghargaan WTP ini, wajib bagi Pemerintah Kab. Badung untuk mempertahankan dan ini tentu menjadi komitmen Pemkab Badung,� tegasnya. (adv)
AKTIVITAS
MBP/ist MBP/ist
DONOR DARAH RSIA- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke– 12 RSIA Puri Bunda berkolaborasi dengan mahasiswa S-3 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, Minggu (4/10) di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar. Kegiatan donor darah dimulai pukul 06.30–09.00 Wita oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Bali, diikuti masyarakat yang sedang berolahraga di Lapangan Niti Mandala Renon, para dokter beserta istri, karyawan, manajemen serta partisipan pendonor dari rekanan RSIA Puri Bunda. Pemenuhan ketersediaan darah bagi rumah sakit, khususnya RSIA Puri Bunda, merupakan salah satu upaya penting dalam menunjang keselamatan pasien.
IMPLEMENTASI PNB - Dalam rangka mewujudkan rencana strategis penerapan teknologi tepat guna, Politeknik Negeri Bali (PNB) melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), mencoba mengimplementasikan hasil penelitian yang diperlukan masyarakat terutama sektor UMKM. P3M dalam hal ini bertugas mengoordinasikan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta ikut mengusahakan, mengendalikan sumber daya yang diperlukan. Untuk itu serangkaian dengan kegiatan Dies Natalis ke-28, P3M menggelar pameran produk-produk hasil penelitian dari dosen di lingkungan Politeknik Negeri Bali, Rabu (30/9) lalu di Gedung Widya Padma kampus setempat. Nampak dalam foto sejumlah mahasiswa mempersiapkan peralatan hasil penelitian dosen saat pameran di lingkungan Politeknik Negeri Bali.
MBP/ist
MBP/ist
SEMINAR FH UNMAS - Bertepatan dengan momentum Hari Kesaktian Pancasila, Rabu (30/9) lalu Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar bekerja sama dengan MPR-RI melaksanakan seminar nasional bertajuk ‘’Implementasi Ideologi Pancasila dalam Pembangunan yang Berwawasan Lingkungan sebagai Bentuk Penguatan Empat Konsensus Dasar Bernegara’’ di Unmas. Seminar menghadirkan narasumber Asana Viebke Lengkong (praktisi dan aktivis lingkungan), Dr. Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum. (dosen FH Unmas) dan anggota MPR-RI Gede Pasek Suardika. Ketiga narasumber sepakatdalam pandangan bahwa esensi pembangunan harus sejalan dengan esensi Pancasila yang artinya bahwa pembangunan harus sebesarbesarnya untuk kesejahteraan yang berkeadilan sosial.
MALAM KESENIAN - Rangkaian kegiatan menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-50 Fakultas Teknik Universitas Udayana (Unud) atau Badan Kekeluargaan Fakultas Teknik (BKFT) Unud ke-50, ditutup dengan acara malam kesenian, Sabtu (3/10). Malam kesenian itu berlangsung meriah. Acara diawali pemotongan tumpeng oleh Dekan Fakultas Teknik Unud Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T., Ph.D. Tumpeng itu diberikan Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.P.D. dan Ketua Panitia Dr. IBG Wirawibawa M., M.T. Pemotongan dua tumpeng itu dilakukan sekaligus dalam rangka BKFT Unud ke-50 dan HUT ke-50 Jurusan Arsitektur FT Unud oleh Dekan FT Unud Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T. Ph.D. dan Ketua Jurusan Arsitektur Ir. Made Suarya, M.T. 19 - 25 Oktober 2015
39
PARIWISATA
Pertumbuhan Pariwisata Bali Tidak Searah
P
ariwisata menjadi lokomotif perekonomian Bali. Pendapatan Bali dari sektor tersebut mendominasi sektor-sektor lainnya. Sayangnya, perkembangan pariwisata di Pulau Dewata selama sepuluh tahun terakhir tidak searah sehingga mutu sektor andalan tersebut menurun. Terbukti sektor yang selama ini di bangga-banggakan itu justru menyisakan kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Pertumbuhan yang terjadi hanya dinikmati sekelompok kecil masyarakat, yakni para pemilik modal. Sementara, kelompok terbesar masyarakat hanya menikmati nilai tambah dalam bentuk upah yang porsinya hanya bagian kecil saja. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa
pertumbuhan ekonomi Bali yang didorong sektor pariwisata belum inklusif. Pembangunan inklusif adalah pembangunan yang berkualitas, yaitu pembangunan yang memperhitungkan pertumbuhan (pro-growth), penyerapan tenaga kerja (pro-job), mengurangi kemiskinan (pro-poor) dan memperhatikan lingkungan (pro-environment). Karena itu, Bali harus menata kembali agar pertumbuhan ekonomi yang digerakkan oleh sektor pariwisata dapat dinikmati merata oleh semua lapisan masyarakat. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra, mengungkapkan, ekonomi Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata seharusnya mampu mensejahterakan masyarakat. Namun, nyatanya pertumbuhan yang terjadi
justru menimbulkan kesenjangan, akibat pertumbuhan yang pesat hanya terjadi di Bali Selatan. Sedangkan, Bali bagian utara, timur dan barat hanya menikmati ampas dan sampah dari industri tersebut. “Seharusnya kalau pariwisata berakar ke bawah maka masyarakat kita tidak perlu khawatir tidak menikmati. Tapi saat ini justru sebaliknya perekonomian yang tumbuh di atas 5 persen ini tidak dinikmati oleh masyarakat Bali,� ujarnya. Menurutnya, minimnya dampak pariwisata yang dirasakan masyarakat lokal Bali akan berdampak pada kesenjangan sosial yang bisa mempengaruhi investasi di Bali. Terlebih, banyak sektor terutama pariwisata yang sudah dimiliki oleh pengusaha luar Pulau Dewata ini.
AKTIVITAS
MBP/ist MBP/ist
PENGHARGAAN DENPASAR - Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dalam Pengelolaan Keuangan Daerah yang transparan, bersih dan akuntabel, mendapat apresiasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI). Sebelumnya, Pemkot Denpasar mendapat Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 3 kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali, karena Pemkot Denpasar dinilai telah berhasil dalam pengelolaan keuangan daerah yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Nampak dalam foto Menkeu Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menyerahkan penghargaan kepada Pemkot Denpasar yang diterima langsung Pj. Wali Kota A.A. Gede Geriya di Gedung Dhanapala Kemenkeu RI, Jumat (2/10).
40
19 - 25 Oktober 2015
RITUAL TUMPEK KANDANG - Bali Zoo secara rutin menggelar ritual upacara Tumpek Kandang, dengan tujuan untuk memohon keselamatan agar terbebas dari segala penyakit untuk seluruh satwa. Hari Tumpek Kandang yang jatuh setiap 210 hari sekali ini memiliki makna untuk mengembangkan rasa kasih sayang dan penghormatan kepada semua ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, khususnya satwa. Satwa diupacarai dengan menghaturkan jamuan dan dipercikkan air suci yang dipimpin oleh Pemangku Pura. Satwa yang meliputi satwa jinak seperti bayi harimau Benggala bernama Dewa dan Dewi, dan siamang dihadirkan sebagai simbolis prosesi dalam upacara tersebut.
“Kami harapkan mereka (investor -red) ikut peduli kepentingan Bali dan manusianya. Karena apapun investasi mereka, jika masyarakat Bali tidak puas akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga investasi juga tidak bisa bertahan di Bali,” terangnya. Selain menekan investor agar memperhatikan Bali, Alit Wiraputra juga berpendapat, para pemangku ke pentingan harus memikirkan kondisi perekonomian yang ada di luar Bali Selatan, yakni ke utara, timur dan barat. Sehingga, perlu terobosan agar kesenjangan yang terjadi bisa segera teratasi. “Kami akan mendorong pertumbuhan itu, termasuk dalam bidang infrastruktur, sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Dia mengakui, jika ketimpangan ekonomi yang terjadi di Bali telah menimbulkan kesenjangan. Bahkan, masyarakat cederung apatis menyikapi investasi yang masuk lantaran tidak merasakan dampak ekonomi dari pembangunan yang dilakukan investor. “Ini yang perlu kami sampaikan bahwa pemerintah harus merevisi kembali undang-undang RTRW. Aturan tata ruang di barat, timur dan utara juga
harus mengakomodir semua kepentingan. Saat ini banyak tata ruang di Barat dan Timur tidak mengakomodasi pariwisata,” ujarnya. Dikatakan, banyak kawasan di luar Bali Selatan yang memiliki potensi pariwisata dan dapat dikemas guna menarik kehadiran investor. Sayangnya, aturan tata ruang pemerintah setempat melarang adanya pengembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut. “Padahal di sana masih bisa dibangun, sehingga pada saat ada investor masuk ke sana tidak bisa dibangun, karena tata ruang tidak memenuhi, sehingga pariwisata yang menjadi tumpuan di Bali hanya fokus di Bali Selatan,” katanya. Kendati demikian, dia menegaskan ide mengembangkan pariwisata ke arah utara, timur dan barat Bali tidak dilakukan di kawasan penyangga, sehingga pariwisata yang berkembang tidak menimbulkan kerusakan alam dan lingkungan. “Yang terpenting adalah daerah penyangga tetap dijaga keberadaanya, yang dibangun di daerah-daerah yang tidak produktif menjadi daerah pariwisata yang baru,” tegasnya. Dewan Penasihat Kadin Bali Gede
Sugianyar, juga sependapat Bali harus menata kembali pertumbuhan ekonomi dengan mengarahkan keluar Bali Selatan. Upaya ini tidak hanya dilakukan pada sektor pariwisata saja melainkan juga sektor lainnya, seperti pertanian sehingga pertumbuhan ekonomi yang terjadi dinikmati merata. “Kami punya inisiatif untuk mengembangkan koperasi pertanian di daerah untuk mengelola produksi pertanian yang berlimpah. Seperti mengolah buah jeruk yang tidak terserap pasar. Kami bersama teman-teman akan membuat sari buah jeruk, sehingga menyerap produksi buah yang kecil, jadi tidak terbuang dan bisa dinikmati masyarakat Bali,” ucapnya. Selama ini, petani kata dia kerap mengeluhkan kerugian pascapanen. Kondisi ini tidak terlepas dari daya serap pasar yang hanya membeli hasil produksi dengan kualitas terbaik. “Kita harus jeli melihat peluang, agar tidak dengan dolar naik saja kita kerepotan, kita akan bekerjasama mengumpulkan pengusaha yang kepingin Bali ini maju, aar masyarakat Bali tahan akan segala goncangan ekonomi,” pungkasnya. Parwata
Pertumbuhan pariwisata Bali menyisakan ketimpangan antara si kaya dan si miskin. Kondisi ini terjadi lantaran pertumbuhan pariwisata Pulau Dewata tidak merata.
19 - 25 Oktober 2015
41
AKTIVITAS
MBP/ist
KUNJUNGAN KADIN - Jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, Selasa (6/10) berkunjung ke Sekretariat Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali. Lawatan yang dipimpin Ketua Umum (Ketum) Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra, S.H., M.H. diterima Ketum GIPI Bali I.B. Ngurah Wijaya beserta jajarannya, di antaranya Bagus Sudibya, I Nyoman Suwidjana, S.E., M.A., Ketut Nuryasa dan Bagus Sudiana. Dalam pertemuan tersebut, Kadin Bali diharapkan mencari langkah-langkah dan argumentasi serta melobi-lobi pemerintah pusat agar dĂ na pariwisata yang cukup besar dapat dipergunakan untuk pemeliharaan adat dan budaya sebagai kompensasi dari pertumbuhan pariwisata. Nampak dalam foto Ketua Umum Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra, S.H., M.H. menyerahkan kenang-kenangan kepada GIPI Bali yang diwakili Ketua Umum GIPI Bali I.B. Ngurah Wijaya didampingi jajaran.
MBP/ist
KUOTA HAJI - Tokoh muda Indonesia yang dikenal sebagai tokoh revolusioner Hindu di Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dengan segala gebrakan Satyagraha dan Program Hindu di Indonesia ini, turut memperjuangkan kepentingan umat minoritas di Bali. Salah satunya peningkatan kuota haji untuk Provinsi Bali di tahun mendatang. Hal ini ditegaskan oleh Senator Wedakarna saat mengunjungi sejumlah embarkasi haji di Tanah Air. Nampak dalam foto Senator DPD-RI Dr. Shri Gusti Arya Wedakarna MWS III tampak akrab bersama H.E Fariz Mehdawi (Duta Besar Palestina) di jamuan makan malam diplomatik.
MBP/ist
MBP/ist
MUJAIR SUCI - Tidak banyak umat Hindu di Bali menyadari jika ternyata ikan mujair yang dikembangkan di Danau Batur, Kintamani, Bangli, selama ini dikenal akan kesuciannya. Hal ini mengingat bahwa ikan mujair ini hidup di kawasan suci Gunung dan Danau Batur, yang dikenal sebagai palinggihan stana Ibu Dewi Gangga (Dewi Danu) dan tanpa banyak terekspose, ikan mujair ini sudah banyak dikonsumsi untuk ajengan para Sulinggih dan para orang suci dari seluruh dunia. Melihat potensi ekonomi yang sangat luar biasa ini, maka Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III merealisasikan cita-citanya agar kawasan Kintamani, Bangli, bisa menjadi kawasan zona ekonomi Hindu sebagai bagian dari Gerakan Ekonomi Satyagraha.
HUT KE-39 - SMK Negeri 3 Denpasar, Rabu (7/10) menggelar perayaan HUT ke-39. Meski dilaksanakan sederhana tetapi tak mengurangi makna dan kegembiraan para guru serta siswanya. Apalagi SMK beralamat di Jalan Tirtanadi, Sanur, Denpasar Selatan ini menjadi SMK rujukan tingkat nasional. Kepala SMK Negeri 3 Denpasar Drs. Anak Agung Bagus Wijaya Putra, M.Pd. mengungkapkan, perayaan HUT tahun ini bertepatan dengan launching absen wajah dan penyerahan mobil operasional dari PT Bima Sakti Sanjaya. Nampak dalam foto Perayaan HUT ke-39 ditandai penyerahan tumpeng Kepala SMK Negeri 3 Denpasar Anak Agung Bagus Wijaya Putra kepada Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar Ir. I Gusti Ngurah Eddy Mulya.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
42
19 - 25 Oktober 2015
MBP/ist
MBP/ist
BAKTI SOSIAL - Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu Denpasar melakukan bakti sosial kesehatan serta pembagian acamata gratis, pemeriksaan mata dan pelayanan donor darah pada Minggu (4/10) di Lapangan Lumintang, Denpasar. Kegiatan bakti sosial tersebut juga berkolaborasi dengan perayaan HUT TNI yang ke-70 dan bulan bakti Karang Taruna Kota Denpasar ke-55. Direktur RSU Kasih Ibu Denpasar dr. I Gusti Ngurah Rai, M.M. mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut merupakan rangkaian acara HUT RSU Kasih Ibu yang ke-28. Dalam acara kolaborasi tersebut, RSU Kasih Ibu juga melakukan pelayanan kesehatan dengan menghadirkan 5 dokter spesialis.
SOSIALISASI JKN - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Klungkung menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan mengadakan sosialisasi tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). KIS diserahkan secara simbolis oleh Bupati Klungkung Nyoman Suwirta didampingi Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional XI Ni MAS Ratna Sudewi, Kepala BPJS Cabang Klungkung Nengah Sutrisni, dan instansi terkait di Lembongan, Nusa Penida, Senin (5/10). Nengah Sutrisni mengatakan, di Desa Lembongan terdapat 23 jiwa atau 7 KK sebagai penerima bantuan iuran yang dibiayai dari APBN ini. Sementara di Kabupaten Klungkung sebanyak 6.973 jiwa menerima KIS. Pemegang KIS bisa menggunakannya seperti kartu Jamkesmas secara komprehensif untuk pelayanan rawat jalan pertama di Puskesmas, dokter keluarga, atau klinik yang bekerja sama dengan BPJS.
MBP/ist
MBP/ist
KEBERUNTUNGAN SMPN 1 - Oktober ini menjadi bulan keberuntungan bagi SMPN 1 Denpasar. Pada Olimpiade Fisika yang digelar Unversitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, siswa SMPN 1 Denpasar, A.A. Ryoma Saputra meraih juara umum pada kompetisi yang memperebutkan Piala Bergilir Rektor Undiksha. Pada kompetisi asah otak itu, Ryoma mampu mengalahkan ratusan peserta di babak penyisihan. Selanjutnya, sebanyak 51 siswa terbaik diundang ke Undiksha untuk memperebutkan posisi di semifinal. Di babak ini, tiap siswa mendapatkan tiga tes essay selama dua jam. Hasilnya, Ryoma lolos ke babak final. Nampak dalam foto Kasek SMPN1 Denpasar A.A. Gede Agung Rimbya Temaja menerima piala juara umum Olimpiade Fisika di Undiksha dari siswanya, A.A. Ryoma didampingi guru pembina.
AKTUALISASI VISI MISI - Kepala SMA Negeri 2 Mengwi Drs. I Nyoman Windia telah bekerja keras mengaktualisasikan visi dan misi sekolah. Walau berlokasi di pinggiran kota, SMA Negeri 2 Mengwi harus mampu meraih prestasi akademik dan non-akademik maksimal. Windia sering menegaskan pada siswanya, ‘’Anda harus punya mimpi untuk menjadi siswa yang sukses luar biasa, kemudian How to make your dream come true.� SMA Negeri 2 Mengwi sudah mempunyai pisau tajam di bidang KIR. Makanya Windia bersama stafnya dengan skala prioritas berusaha mencari bantuan mendanai kegiatan KIR. Nampak dalam foto Kadisdikpora Badung Drs. I Ketut Widia Astika, M.M. (tengah) diapit para siswa berprestasi. Paling kiri I Made Sena Yudana S.Pd., Pembina KIR SMAN 2 Mengwi, paling kanan Drs. I Nyoman Windia, M.M., Kepala SMA Negeri 2 Mengwi, Badung. 19 - 25 Oktober 2015
43
PROPERTI
Untung Mana, Properti atau Deposito? aat ini banyak pilihan untuk investasi. Beragam produk invetasi bermunculan dengan keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Tak dipungkiri, masyarakat banyak yang menyimpan uangnya di tabungan atau deposito. Padahal, kedua produk perbankan itu rentan tergerus pajak dan inflasi. Dari produk investasi jangka panjang, investasi properti dirasa hingga saat ini masih menjanjikan dengan keuntungan menggiurkan. Tak pelak, pengembang berlomba-lomba menciptakan produk yang menggoda konsumen. Banyak yang bingung menentukan pilihan, mana yang lebih menguntungkan, investasi di properti atau deposito? “Jelas lebih untung investasi properti. Tapi kalau deposito bisa dicairkan tepat waktu, sedangkan properti masih pakai istilah jodoh-jodohan. Kalau pas jodoh langsung ketemu pembeli, tapi kalau belum, harus sabar menunggu,” kata Direktur PT Bumi Cempaka Asri (BCA) I Gede Suardita, S.E. Menurutnya, investasi menguntungkan tergantung segmennya. Kalau yang menengah ke bawah atau Rp 500 juta ke bawah, mungkin nilai untungnya lebih kecil. Tapi, menjualnya lebih gampang ketimbang segmen menengah ke atas. Yang jelas, lanjutnya, antara deposito dan properti, semua ada untung ruginya. Tergantung sekarang orang pintar-pintar pilih investasi. “Kalau rumah kan pasti ada barangnya, juga sertifikatnya. Sedangkan deposito, cuma sertifikatnya saja,” selorohnya. Selain itu, investasi rumah misalnya, banyak manfaatnya. Jika belum laku, bisa dikontrakkan atau dimanfaatkan untuk keperluan lain. “Harus pintar-pintar pilih investasi yang menguntungkan, tapi minim risiko. Juga atur cash flow,” ucap developer ramah ini. Dalam artian, jangan membeli properti membabi buta. Harus hitung penghasilan dengan semua pengeluaran, termasuk pinjaman jika modalnya dari kredit bank. Kalaupun situasi paling sulit, minimal masih bisa bayar angsuran. “Jangan lihat saat situasi bagusnya saja,” tandasnya. Tapi, apakah tahun ini kira-kira masyarakat ragu investasi properti karena situasi ekonomi lesu? “Semua lini investasi pasti berkurang dengan situasi perekonomian seperti saat ini, termasuk properti. Tapi kalau orang cari atau membeli properti untuk ditempati, masih banyak dan itu segmen menengah ke bawah,” kata Sudiarta. Direktur PT SKI Land Development Gede Semadi Putra juga mengatakan, investasi terbaik saat ini masih properti. Pasalnya, di saat kondisi ekonomi tidak normal seperti sekarang ini, banyak sekali harga properti yang miring. Oleh karena itu, sekarang saatnya investasi atau membeli properti mumpung harganya murah. Berbagai jenis investasi jangka panjang properti menjadi pilihan terbaik saat ini. Investor akan memetik keuntungan-
S
44
19 - 25 Oktober 2015
nya 2-5 tahun ke depan saat ekonomi membaik. “Bedanya (investasi-red), kalau deposito risiko rendah tapi hasil juga rendah. Sementara properti, risiko tinggi, namun hasilnya tinggi juga,” ucapnya. Supaya tidak rugi, bila memilih investasi di properti harus pintar-pintar pilih lokasi. Lokasi yang baik, akan meraup keuntungan berlipat. “Bisnis properti hingga saat ini masih favorit di Bali. Transaksi tanah atau rumah terus ada, meskipun agak melambat dibadingkan tahun-tahun sebelumnya,” tegas Semadi. Kerta Negara
MBP/dok
MBP/dok
Developer Obral Diskon BERBAGAI strategi dilakukan pengembang untuk menggaet pelanggan menjelang akhir tahun. Apalagi penjualan belum mencapai target karena berbagai faktor, di antaranya melambatnya perekonomian sebagai dampak merosotnya nilai tukar rupiah. Salah satu upaya yang ditempuh yakni memberikan diskon untuk menjaring calon pembeli. Pemberian diskon tersebut, tak hanya bertujuan memacu penjualan bisnis properti, tapi memberikan kemudahan bagi calon pembeli properti dalam pembayaran secara tunai atau menyiapkan fasilitas dalam rumah. “Diskon memang biasanya diberikan developer di akhir tahun dan awal tahun. Tujuannya untuk mengejar target yang belum tercapai tahun sebelumnya,” tegas Direktur PT SKI Land Development Semadi Putra dalam sebuah kesempatan. Menurut pengusaha properti sukses asal Karangasem ini, biasanya akhir tahun merupakan momentum bagi para developer untuk memancing para pembeli rumah agar dapat harga murah. Pasalnya kalau masih ragu atau menunggu, harganya akan tambah naik. “Diskon itu tidak selalu dinilai dengan uang, tapi juga berupa bonus seperti
AC, TV, dan interior,” ujarnya. Seberapa efektif program tersebut, menurut pria berkaca mata itu, biasanya upaya tersebut hasilnya sangat bagus, terutama bagi calon konsumen yang smart investor. Oleh karena itu, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan karena harganya pasti beda. Baik untuk dijual kembali atau dipakai sendiri. Smart investor biasanya tahu bila keuntungan itu diperoleh saat membeli. “Saya sendiri tiap tahun ada program ini. Karena pasti banyak owner perusahaan yang sudah dapat pembagian dividen ataupun direktur-direktur perusahaan besar yang sudah dapat bagian bonus,” tandasnya. Selain dirinya, banyak anggota REI Bali melakukan hal serupa. Apalagi, di Bali bisnis properti masih menjanjikan karena banyak investor yang mengembangkan bisnisnya di Bali. Oleh karena itu, kesempatan tersebut mesti dimanfaatkan dengan berbagai keunggulan produk properti. Bahkan, bisnis properti di Bali sudah dianggap sebagai bentuk investasi yang menggiurkan. “Tenaga kerja yang masuk Bali terus mengalir. Mereka pasti membutuhkan tempat tinggal. Kesempatan ini harus dimanfaatkan para pengembang,” kata Semadi.
Di pihak lain, konsultan bisnis Agus Mulyawan memandang, obral diskon oleh pengembang harus dilihat dari produk yang dijual. Pemberian diskon merupakan salah satu trik untuk menggaet pasar. Di samping itu, juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi. “Tentu margin keuntungan yang diambil sangat kecil dengan quality terjamin,” tambahnya. Apalagi harga beli tahan akan selalu meningkat karena inflasi di Indonesia tergolong sangat tinggi jika dibandingkan dengan beberapa negara maju. Belakangan, nilai tukar rupiah yang merosot juga memicu para pemilik dana menyimpan uangnya dalam bentuk properti. Sementara di Bali sendiri, banyak pelaku ekspor seperti garmen dan berbagai kerajinan. Saat nilai tukar dolar yang membumbung memberi keuntungan sendiri bagi para pelaku ekspor maupun pekerja sektor pariwisata. Gemerincing dolar yang mereka peroleh tersebut banyak yang diinvestasikan dalam bentuk properti. Bila saatnya keperluan mendesak, mereka oper kembali properti yang mereka beli tersebut. Kerta Negara 19 - 25 Oktober 2015
45
AKTIVITAS SOSIALISASI BPJS - BPJS Cabang Klungkung, Jumat (2/10) menggelar sosialisasi pelaksanaan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat itu juga diserahkan secara simbolis KIS sebanyak 6.452 lembar. Saat penyerahan KIS itu juga dilakukan penandatanganan berita acara serah terima KIS oleh Kepala Cabang BPJS Klungkung Ni Nengah Sutrisni dan Penjabat Bupati Karangasem Ida Bagus Ngurah Arda di wantilan kantor bupati setempat. Sutrisni mengatakan, tahap pertama penyerahan KIS untuk Karangasem sebanyak 6.452 secara simbolis. Nampak dalam foto Kepala Cabang BPJS Klungkung Ni Nengah Sutrisni dan Penjabat Bupati Karangasem Ida Bagus Ngurah Arda menandatangani berita acara penyerahan KIS. MBP/ist
LANTIK WIDYA KERTHI - Pelantikan dan serah terima pergantian antarwaktu unsur Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas Yayasan Pendidikan Widya Kerthi dilangsungkan Rabu (7/10) di aula Gedung Rektorat Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar. Yayasan ini menaungi atau sebagai payung hukum pengelolaan Unhi. Dewan pengurus yayasan yang dilantik Dr. A.A. Ngurah Gede Sadiartha, S.E., M.M. sebagai Ketua, Dr. Drs. Ida Bagus Jelantik Sutanegara Pidada, M.Hum. (Wakil Ketua), Drs. Ida Kade Suarioka, M.Si. (Wakil Sekretaris), dan I Gusti Ngurah Oka Antara, S.E.,Ak. (Bendahara). Sedangkan Dewan Pengawas yang dilantik yaitu Kombes Pol. (Purn) Drs. I Ketut Pasek Suyasa (Ketua) dan Dr. Drs. Nyoman Budiarna, S.H., M.H. Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Dr. A.A. Sadiartha yang mantan Wakil Rektor II Unhi itu dipercaya memimpin yayasan menggantikan Prof. Dr. IB Gunadha (Ida Pedanda Gede Rai Manuaba).
MBP/ist
MBP/ist
MELASPAS VILA- The Leaf Jimbaran, Bali Luxurious Villa Retreat kini hadir. Vila ini menawarkan suasana private villa. Lokasi-nya di kawasan Bukit Jimbaran. Vila resort ini menawarkan nuansa Bali, yang dilengkapi berbagai fasilitas yang menunjang kegiatan menginap. The Leaf Jimbaran berada di atas bukit Jimbaran yang menyatu dengan kehijauan alam. Untuk menghadirkan nuansa berbeda di tengah kawasan objek wisata dan hotel berbintang ini telah dilakukan berbagai tahap kegiatan mulai dari Soft Launching hingga Upacara Macaru, sekaligus Melaspas. Acara ini dilaksanakan Minggu (4/10). Melaspas dipuput Ida Ratu Peranda Gede Ngurah dari Gria Tegeh, Banjar Ujung, Kesiman, Denpasar. Nampak dalam foto Made Sujana selaku pemilik beserta keluarga usai melaspas The Leaf Jimbaran.
46
19 - 25 Oktober 2015
MBP/ist
BEASISWA BPR LESTARI - Ni Komang Ayunda Sari Bujana menjadi bagian dari 12 mahasiswa berprestasi terpilih penerima Beasiswa Generasi Lestari 2. Generasi Lestari tidak hanya membantu pesertanya dalam segi ďŹ nansial, juga membentuk kepribadian pesertanya baik hardskill maupun softskill. Melalui pelatihan-pelatihan dan motivasi- motivasi yang rutin diselenggarakan setiap bulannya, BPR Lestari mempersiapkan para generasinya untuk siap menghadapi dunia kerja. Bagi Ayunda, menjadi bagian dari Generasi Lestari 2 adalah keluarga kedua, di mana ia tidak merasa adanya perbedaan di antara para peserta Generasi Lestari dengan para Management BPR Lestari.
MBP/ist
MBP/ist
MY LIFE - Mengusung tema Saraswati Is My Life, penyelenggaraan Hari Ulang Tahun ke-66 Perguruan Rakyat Saraswati Tabanan yang dikaitkan dengan pelaksanaan Dies Natalis ke-32, IKIP Saraswati Tabanan berjalan meriah dan penuh solidaritas kekeluargaan. Kegiatan yang melibatkan seluruh civitas akademika di lingkungan PR Saraswati Tabanan mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK dan IKIP Saraswati Tabanan, menampilkan berbagai kegiatan, mulai dari Lomba Mewarnai Tingkat TK, SD, kegiatan Lomba Karaoke yang diikuti oleh SMP/SMA/SMK, Seminar yang melibatkan SMK SeTabanan dan kegiatan Olah Raga seperti Tarik Tambang yang diikuti oleh jajaran Dosen IKIP Saraswati Tabanan. Nampak dalam foto Rektor IKIP Saraswati Tabanan Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd.
EDUKASI - PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) menggelar acara Edukasi Perbankan 2015 di SMP PGRI 3 Denpasar, Rabu (7/10). Perwakilan siswa kelas VII hingga IX dikenalkan dengan produk dan layanan perbankan. Acara ini merupakan bentuk pelaksanaan POJK Nomor: 1/ POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan. Dalam pasal 14 POJK dijelaskan bahwa pelaku usaha jasa keuangan wajib menyelenggarakan edukasi dalam rangka meningkatkan literasi keuangan kepada konsumen dan atau masyarakat. Rencana penyelenggaraan edukasi tersebut wajib disusun dalam suatu program tahunan dan dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
MBP/ist
PERKUAT DPD - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) RI pada 22 September 2015 terkait uji materi UU MD3 yang memperkuat peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI benar–benar membawa semangat baru di jajaran para Senator Republik Indonesia. Bagaimana tidak, dalam sejarahnya, peran dari DPD-RI seakan dipereteli oleh DPR-RI melalui produk perundang–undangannya, padahal posisi DPD-RI adalah sejajar di mata Konstitusi UUD 1945. Di tengah kesibukan membela kepentingan daerah, DPD-RI masih harus berjuang menuntut haknya dalam hal kesejajaran untuk menghasilkan produk legislasi yakni UU. Demikian diungkap oleh Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III saat ditemui usai mengikuti Sidang MK RI di Jakarta. Nampak dalam foto Dr. Arya Wedakarna (paling kanan) saat rapat Panmus dengan Irman Gusman (Ketua DPD-RI), GKR Hemas (Wakil Ketua DPD-RI) dan Pimpinan Alat Kelengkapan DPD-RI di kompleks Parlemen Senayan.
NDF BEDA - Kali ini event Nusa Dua Fiesta (NDF) tampil beda dari event-event sebelumnya. Dimana akan lebih menonjolkan selebrasi musik dengan menampilkan musisi-musisi ternama, baik level nasional maupun internasional. Ketua Panitia Nusa Fiesta Ida Bagus Abdhi di Nusa Dua, saat memberikan keterangan pers di BNDCC, Nusa Dua, mengatakan, acara music celebration, Nusa Dua Fiesta 2015 akan menampilkan beberapa artis ternama yang akan membawakan lagu-lagu ber-genre classic rock, world music, reggae, dan blues. Untuk genre blues akan dimeriahkan dengan Sun Down Blues on Stage Battle. Juga akan hadir musisi top asal Bali yaitu Balawan yang memiliki reputasi baik di nasional maupun internasional. Nampak dalam foto Ketua Panitia Nusa Dua Fiesta 2015, Ida Bagus Abdhi (tengah) saat memberikan keterangan pers di BNDCC. 19 - 25 Oktober 2015
47
TRADISI
MBP/bud
Ratusan pangayah bertelanjang dada dengan ikat kepala merah dan saput poleng berangkat mendak Ida Batara Ngerurah Sakti di Pura Laga.
‘’Ngiyang-hyang’’ Saat ‘’Aci Ngayu-ayu’’ di Ababi
Ida Batara ”Kairing Tedun Macecingak”
P
ada Purnama Kapat, Senin (28/9) lalu, krama Desa Ababi, Karangasem, menggelar aci ngayu-ayu di Pura Puseh dan Pura Desa setempat. Saat aci tersebut, salah satu prosesi ritual unik dilangsungkan, yakni ngiyang-hyang serta nyeret atau mendak Ida Batara Ngerurah Sakti di Pura Laga, Desa Nawa Kerti. Sehari sebelum ngiyang-hyang, digelar prosesi nyuwung. Menurut Klian Desa Pakraman Ababi Made Sudiarsa, prosesi nyuwung bermakna memberikan kesempatan kepada krama ngaturang banten saat Ida Batara sudah kaaturan malinggih usai puncak aci, Sabtu (26/9), setelah melasti sehari sebelumnya. Saat nyuwung juga digelar parerejangan atau tarian rejang
48
19 - 25 Oktober 2015
yang ditarikan anak-anak. ‘’Ngiyanghyang maknanya Ida Batara kairing tedun macecingak atau melihat wilayah desa pakraman beserta seluruh isi dan pamedek-nya. Saat itu Ida Batara memberi anugerah kepada umatnya,’’ ujarnya. Saat Ngiyang-hyang tersebut krama mundut sekitar 60 pralingga berupa jempana dan puluhan lingga ngadeg. Krama pamundut bersorak-sorai gembira ngiring Ida Batara, masucian ke pasucian Pura Tirta Jepun. Pasucian ini terletak di lembah di tengah sawah, dengan palinggih di sebelahnya tumbuh pohon jepun yang sudah tua. Sementara pangayah di desa, tengah melakukan persiapan mahiyanghyang. Ratusan pangayah berangkat mendak Ida Batara Ngerurah Sakti di
Pura Laga. Pamendak bertelanjang dada, dengan ikat kepala merah dan saput poleng. Mereka membawa keris pajenengan lambang pangayah desa setempat. Ida Batara Ngerurah Sakti di-pendak tedun lantas kairing ke Desa Ababi. Pamendak ngiring Ida Batara dengan berlari cepat. Pangiring melintasi hutan menuju pasucian Jepun guna bergabung dengan pangiring Ida Batara sajebag Ababi masucian. Setibanya pamendak mundut Ida Batara Ngerurah Sakti, disambut dengan suka cita seluruh krama desa. Sudiarsa mengatakan aci ngayu-ayu digelar setiap tahun. Namun, ngayu-ayu besar atau lengkap prosesinya tiap dua tahun disertai melasti ke segara Jasri. Budana
“Masantalan�, Ungkapan Syukur Warga Desa Apit Yeh BANYAK cara dilakukan masyarakat Bali untuk mengungkapkan rasa syukur atas karunia-Nya. Seperti warga Desa Pakraman Apit Yeh, Kecamatan Manggis, Karangasem, ungkapan rasa syukur itu dilakukan dengan melaksanakan tradisi Masantalan. Tradisi ini berlangsung unik, di mana seluruh pemuda desa setempat saling serang dengan melemparkan ketupat dari arah berlawanan. Warga setempat tetap melestarikan tradisi ini guna menghormati kisah perjalanan sang putri dari Ida Dalem Selumbung saat menikah dengan Ida Dalem Apit Yeh. Bendesa Apit Yeh Made Sarjana mengatakan, tradisi ini berlangsung setiap tahun sekali, tepatnya pada Kajeng Kliwon Sasih Sadha. Tradisi ini bermula dari proses meminang sang putri dari Ida Dalem Selumbung oleh Ida Dalem Apit Yeh, di mana saat itu Ida Dalem Selumbung memberikan bekal anaknya dengan ketupat. Nah, dalam perjalanan menuju Apit Yeh, bekal ketupat itu kemudian dilempar oleh sang putri kepada warga. Ketupat tersebut kala itu lantas diambil oleh warga sebagai bentuk penganugerahan amerta dari sang putri kepada warga Apit Yeh. Tradisi ini berlangsung selama sehari. Tahapannya, saat pagi, seekor godel (anak sapi) dilepas warga, kemudian dipecut agar godel itu berlari dan dikepung warga dengan tujuan godel itu berlari mengelilingi desa sebanyak tiga kali. Upaya tersebut dimaksudkan untuk membersihkan mala di desa. Godel untuk sarana inipun tidak boleh sembarangan. Godelnya harus jantan dan tidak boleh cacat sedikitpun. Setelah itu, barulah godel itu disembelih untuk sarana upacara macaru di desa, sesaat sebelum puncak tradisi masantalan dilaksanakan. Sementara, sisa dari bahan yang akan digunakan macaru diolah para pemuda desa setempat dari empat banjar adat untuk maprani setelah pelaksanaan tradisi Masantalan selesai dilaksanakan. Setelah rampung melakukan olahan, pemuda setempat terus memukul kulkul di setiap banjar adat. Antara lain di Banjar Adat Kaleran, Kangin, Kawan dan Kelod. Kulkul tersebut terus dipukul bersamaan sampai puncak masantalan berlangsung. Prosesi ini dimaksudkan untuk membangkitkan seman-
gat para pemuda setempat, sepanjang perang ketupat itu berlangsung. Sebelum perang ketupat itu benar-benar dimulai, seluruh warga di Desa Pakraman Apit Yeh lebih dulu melaksanakan persembahyangan di empat pura. Antara lain, di Pura Taman sebagai ulun suwi, Pura Bale Agung, Pura Puseh dan Penanggun Desa. Nah, di lokasi penanggun desa ini, juga dilaksanakan upacara macaru yang sudah disiapkan sejak pagi dari godel tersebut. Usai proses macaru tersebut, barulah para pemuda yang sudah siap sejak awal, terlibat saling lempar ketupat dari arah berlawanan. Kedua kelompok pemuda ini hanya dipisahkan dengan dua kayu seseh berjarak sekitar 10 meter sebagai batas masing-masing kelompok melemparkan ketupat. Proses ini berlangsung seru dan menegangkan bagi kedua kelompok warga. Demikian juga warga lain yang menonton dari pinggir jalan. Sejumlah pemuda harus beberapa kali kena lemparan ketupat dari warga lainnya. Aksi perang ketupat tersebut berlangsung sekitar 15 menit, mulai dari pukul 16.10 sampai pukul 16.25 wita dan menyedot perhatian
warga sekitar. Selama itu pula, di atas kepala warga yang terlihat hanya ratusan ketupat. Agar tidak memancing keributan, pelaksanaan tradisi ini tetap dikawal para pecalang dengan ketat. Pecalang akan menegur warga, bila terlihat emosi maupun melewati batas kelompok. Meski warga terlihat begitu bersemangat melemparkan ketupat, setelah itu mereka tidak lagi terlibat dendam. Justru warga yang terlibat dalam perang ketupat, dipersatukan kembali dan tetap menjadi sahabat, melalui proses maprani (makan bersama). “Setelah selesai Masantalan, kemudian maprani (makan bersama) untuk merekatkan persahabatan,� terang salah satu warga Made Agus. Selama tradisi ini dilaksanakan, tidak pernah ada dendam. Sebab, pelaksanaan tradisi ini juga memiliki tujuan untuk menghilangkan unsur sad ripu dari masing-masing warga, sehingga tinggalah sad guna-nya. Sementara tujuan akhirnya, tetap agar warga desa ini tenteram dan damai dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Bagiarta
MBP/dok
Pemuda desa setempat saling serang dengan melemparkan ketupat dari arah berlawanan.Warga setempat tetap melestarikan tradisi ini guna menghormati kisah perjalanan sang putri dari Ida Dalem Selumbung saat menikah dengan Ida Dalem Apit Yeh. 19 - 25 Oktober 2015
49
AKTIVITAS
MBP/dwa
MBP/ist
1.000 REJANG DEWA - Sebanyak 1.000 penari Rejang Dewa iringi upacara pakelem di Pantai Ceningan. Para penari terdiri dari anak-anak hingga orang tua yang semuanya berasal dari Nusa Penida. Upacara pakelem yang dilaksanakan, Sabtu (3/10), merupakan salah satu rangkaian dari Nusa Penida Festival 2015 yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Upacara pakelem ini dipersembahkan kepada Dewa Baruna atau penguasa laut, untuk keselamatan biota laut. Berlandaskan konsep Siwa sebagai pelebur mala, upacara pakelem menggunakan sarana serba hitam, bebek dan ayam hitam. Dengan sarana wewantenan sor gelarsanga, ayaban tumpeng 21 dan upakara mancasata.
DEKLARASI DAMAI - Untuk menjadikan pilkada serentak 9 Desember 2015 ini berjalan damai serta aman, Selasa (6/10) sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang ada di Kabupaten Badung bersama pemerintah dan Polri melakukan penandatanganan Deklarasi Pilkada Damai. Bahkan dalam acara deklarasi damai tersebut, para anggota ormas seperti Baladika serta Pemuda Bali Bersatu (PPB), Linmas dan TNI/Polri menggelar upacara pengamanan bersama di Lapangan Umum Mengwi. Hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Bupati Badung Ir. Nyoman Harry Yudha Saka, Kapolres Badung AKBP Tony Binsar M., Dandim Badung Letkol Inf. Teddy AriďŹ anto, sejumlah anggota Forum Pimpinan SKPD Badung, perbekel/lurah se-Kecamatan Mengwi dan ribuan Linmas se-Kabupaten Badung.
MBP/ist
MBP/ist
PELANTIKAN ESELON II - Dua pejabat eselon II Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, Rabu (7/10) dilantik dan diambil sumpahnya oleh Penjabat (Pj.) Wali Kota Denpasar A.A. Gede Geriya di ruang Pertemuan Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar. Pelantikan ini juga disaksikan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan Pimpinan SKPD Pemkot Denpasar. Pelantikan ini sesuai dengan Keputusan Wali Kota Denpasar No. 188.45/934/HK/2015 tanggal 6 Oktober dengan menempatkan kedua pejabat eselon II yang menduduki jabatan baru. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Denpasar Dewa Nyoman Sudarsana menduduki jabatan sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, serta I Gusti Ngurah Eddy Mulya sebagai Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Denpasar.
DIES NATALIS Ke-28 PNB - Politeknik Negeri Bali (PNB) merayakan Dies Natalis ke-28, Jumat (2/10). Rangkaian perayaan telah dilaksanakan sejak seminggu sebelumnya di masing-masing fakultas. Peluang PNB menjadi lembaga terdepan dan berdaya saing internasional sangat terbuka, apalagi pendidikan tinggi (PT) memosisikan bentuk pendidikan politeknik sejajar dengan PT lainnya. Peluang itu mendorong PNB menjadi PT besar dan termuka. “Tahap demi tahap PNB akan terus melangkah terdepan dan menghasilkan lulusan atau tenaga kerja profesional dan berdaya saing internasional,� tegas Direktur PNB Ir. Made Mudhina, M.T.
50
19 - 25 Oktober 2015