104 |7 - 13 September 2015
Saatnya Hidupkan Industri Lokal
RP 20.000
DAFTAR ISI OPINI Kapitalis Serbu Titik Sakral Bali 6 BALI SEPEKAN Petani Tunda Tanam Padi 7 LAPORAN UTAMA SE Seskab Lindungi Koruptor? 8
Saatnya Hidupkan Industri Lokal 9 Harus Satu Komando 11 POLITIK Memperkokoh ”Swadharma” Menjaga Bali 16 Denpasar Tunggu Calon Baru 17 PENDIDIKAN Sering Disalahgunakan,
LENSA MELASTI 26
OLAHRAGA Taruna Yalasena
Juara Dunia di Korea 28
LINGKUNGAN Pos Polisi Rusak
Pengawen Leluasa Masuk Hutan 36
Bimbel Menuai Sorotan 18
MANCANEGARA Eropa Hadapi Krisis
Imigran Gelap 20
DAERAH Hambat Akses
Proyek Drainase di Tuwed Diproses 22
KESEHATAN 75 Persen Penderita Kanker
Mengalami Kematian 24
PEMERINTAHAN Penjabat Bupati Badung
Susuri Tukad Mati 38
TRADISI “Ngerebeg” di Tegallalang
Menetralisir Energi Negatif 48 7 - 13 September 2015
3
DARI PEMBACA
Daya Saing PTS S
atu hal yang tampaknya perlu dilengkapi oleh Kopertis VIII yaitu publikasi (katakanlah iklan layanan masyarakat) tentang keberadaan dan status masing-masing PTS di lingkungan Kopertis VIII yang meliputi Bali dan Nusa Tenggara. Beberapa tahun sebelumnya Kopertis VIII amat rajin melakukan publikasi tentang hal tersebut, terutama menjelang penerimaan mahasiswa baru. Saya usulkan kebiasaan lama itu dihidupkan lagi. Saya melihat paling tidak ada dua manfaat dari publikasi keberadaan dan status PTS yaitu; dilihat dari segi kelembagaan (PTS-PTS) jelas akan mampu meningkatkan persaingan dari status C menjadi B,dan dari B menjadi status terakreditasi A. Lalu manfaat kedua, dapat dirasakan oleh masyarakat yakni calon mahasiswa dan juga orangtua mereka. Dengan adanya gambaran tentang keberadaan dan status PTS tersebut, si calon dapat dengan leluasa menjatuhkan pilihannya mau kuliah ke PTS X atau PTS Y. Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Dedy Sumartana Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan
Perlu “Stop View” di Gianyar D
engan adanya usaha Pemda Gianyar membenahi Kota Gianyar menjadi lebih baik, indah dan bersih, kelihatan ada dampak baiknya dengan seringnya wisatawan asing yang lalu-lalang di Kota Gianyar. Menyikapi hal ini alangkah baiknya pemda memikirkan/menyediakan tempat singgah perjalanan yang nyaman (stop view), sehingga mereka dapat menikmati sesuatu yang menarik. Misalnya di Patung Kuda (sebutan orang kota untuk patung di depan SMPN 1 Gianyar), mereka pergi ke Patung Kuda (Pemuteran Mandaragiri) tanpa terganggu alur lalu lintas. Juga di depan Pasar Gianyar yang kini pagi dan malam sudah banyak turis yang berkunjung barangkali perlu dipasang papan bertuliskan “Traditional Market” di mana pemda menyediakan beberapa robrob (payung peneduh para pedagang tempo dulu yang terbuat dari bambu dan gedek) persis di pintu masuk pasar di utara yang paling barat. Di depan Puri Gianyar perlu juga ada stop view seperti bancingah tempo dulu, dan mereka pasti akan bertanya tentang puri kuno di Kota Gianyar. Nyoman Manda Br. Teges, Gianyar Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
7 - 13 September 2015
4
Mempertanyakan Asistensi Penjabat Responden kelompok ini bahkan berharap ada sosialisasi yang lebih intensif menjelang Pilkada. Dira Arsana 2,22% Tidak
Tahu
Setujukah Anda, pejabat Bupati/Wali Kota didampingi tim Asistensi? 40,69%
Setuju
57,09%
Tidak setuju si
tugasnya tidak jelas. Responden berharpa gubernur memberikan kepercayaan penuh kepada penjabat dan wali kota untuk menjalankan tugas dan kewenangannya. Dilain pihak, 40,69 persen respoden mendukung langkah Gubernur Bali. Jika tujuannya memang untuk meminimalkan kesalahan dan membantu lancarnya tugastugas pemerintahan, Tim Asistensi sah-sah saja dibentuk. Namun, sebelum pembentukan Tim Asistensi, gubernur mestinya mendengar saran dan masukan dari DPRD di kabupaten/kota. Tugas dan kewenangan tim juga harus jelas. Responden juga berharap agar Tim Asistensi jangan selalu dikaitkan dengan kepentingan politis. Sepanjang niatnya untuk kepentingan memperlancar roda pemerintahan penunjukkan orang–orang untuk mendampingi penjabat bupati dan wali kota bisa dipahami. Namun, jika Tim Asistensi dibentuk hanya untuk mengakomodasi kepentingan personal, maka pembentukan Tim Asistensi harus ditinjau ulang. Semetara 2,22 persen responden lainnya mengaku tak tahu menahu soal adanya Tim Asistensi ini. Responden bahkan mengaku telah terjadi pergantian kepemimpinan di sejumlah kabupaten yang akan menggelar Pilkada Serentak.
T Asis im ten
PEMPROV Bali membentuk Tim Asistensi untuk mendampingi penjabat bupati dan wali kota. Pembentukan tim ini diharapkan bisa membantu kelancaran tugas penjabat bupati dan wali kota sampai dilantiknya pejabat deďŹ nitif. Langkah gubernur ini oleh banyak kalangan dinilai tidak perlu, mengingat penjabat yang dipilih Mendagri dianggap mampu mengendalikan kepemimpinan sementara. Responden pun memberikan penyikapan beragam atas dibentuknya Tim Asistensi saat Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat. Pada jajak yang dilakukan dengan mengajukan kuisioner dan wawancara via telepon ini sebagian besar menyatakan pembentukan tim asistensi tidak perlu dilakukan mengingat sarat muatan politis. Tercatat 57,09 persen responden menyatakan Tim Asistensi penjabat bupati dan wali kota tak perlu dilakukan. Responden berkeyakinan penjabat bupati atau wali kota yang ditunjuk Mendagri cakap menjalankan tugas dan menjabarkan kewenangannya. Terlebih, nama yang ditunjuk Mendagri salah satu dari tiga nama yang diajukan Gubernur Bali. Responden juga menilai penunjukkan Tim Asistensi berpotensi mengganggu jalannya pemerintahan mengingat peran dan
Bupati
N=634 grafis: tomik cahya
7 - 13 September 2015
5
5
OPINI
Kapitalis Serbu Titik Sakral Bali
M
enteri Pariwisata menolak untuk merevisi PP tentang KSPN yang berkait dengan kawasan Pura Besakih. Artinya, kawasan Pura Besakih akan tetap masuk sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Artinya juga, bahwa kaum investor-kapitalis memiliki “pintu masuk” untuk bebas merambah ke kawasan yang disucikan itu. Selanjutnya, mungkin saja bisa membuat kawasan Pura Besakih menjadi leteh. Sejatinya, sesuai dengan substansi UU Pariwisata, pariwisata harus dikembangkan berdasarkan pada norma-norma masyarakat setempat. Norma adalah untuk membedakan antara yang baik dan buruk. Kalau masyarakat setempat (melalui tim 11) telah menyatakan suatu hal adalah buruk, dan diperkuat oleh bhisama dari PHDI, maka sewajarnya pemerintah bisa memaklumi. Tetapi yang terjadi, justru sebaliknya. Mengeluarkan kawasan Pura Besakih dari PP tentang KPSN, sama sekali bukan untuk tidak membolehkan wisatawan masuk ke kawasan pura tersebut. Tetapi yang dicegah adalah, jangan sampai kawasan itu menjadi ajang investasi-kapitalis, yang bisa merusak kesucian Pura Besakih. Tim-11 yang dipimpin oleh Prof. Made Bakta sudah menghasilkan rumusan yang terbaik untuk Bali. Rumusan itu dihasilkan secara demokratis, melalui berbagai diskusi mendalam dengan berbagai stakeholders. Tim itu dibentuk berdasarkan SK Gubernur Bali. Dengan adanya penolakan terhadap hasil kajian Tim-11 oleh Menpar, seharusnya Gubernur Bali memberikan reaksi yang keras. Kok, seperti adem-adem saja?
’’Segara Gunung’’ Serbuan kapitalis untuk merusak Bali telah dilakukan melalui konsep segara gunung. Mula-mula dilakukan melalui reklamasi di kawasan laut (segara) Teluk Benoa yang sangat disucikan tersebut. Segara Teluk Benoa dipercaya merupakan lokasi pertemuan (campuhan) beberapa sungai yang bermuara di kawasan tersebut. Gubernur-Wakil Gubernur Bali
6
Oleh Wayan Windia
justru mendukungnya. Sementara itu, di saat sekarang, tampaknya pemerintah telah mulai bersiap-siap untuk membuka pintu masuk bagi investor-kapitalis yang bisa merusak kawasan suci di gunung (kawasan Pura Besakih). Memang, dengan KSPN kita akan mendapatkan bantuan infrastruktur. Tetapi, dengan atau tanpa KSPN, kawasan Bali memang wajib mendapatkan bantuan infrastruktur, karena berbagai manfaat yang disumbangkan bagi pemerintah. Kajian-kajian Bank Indonesia Denpasar menunjukkan bahwa betapa sektor pariwisata di Bali, sama sekali tidak dapat menekan jumlah kemiskinan. Kemiskinan di Bali justru meningkat sekitar 0,4 persen, dengan adanya pertumbuhan sektor pariwisata. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena sektor pertanian nyaris tidak berkembang. Bahkan Nilai Tukar Petani (NTP) untuk lahan sawah justru di bawah 100 (alias petani merugi). Hal ini bermakna bahwa saat ini, yang dapat mengentaskan kemiskinan di Bali justru adalah pembangunan sektor pertanian. Oleh karenanya, pembangunan di Bali saat ini harus diarahkan pada sektor pertanian. Kalau pemerintah tidak bisa
membantu sektor pertanian, maka sektor ini akan tetap saja terpinggirkan. Kemudian akan menjadi bahan kanibal bagi sektor pariwisata. Sebentar lagi, pilkada di Bali akan dilaksanakan. Masyarakat Bali seharusnya memilih para pemimpin yang mampu memberdayakan sektor pertanian, dan subak. Dengan mekanisme, para calon pemimpin itu harus mampu mengawinkan sektor pertanian dan sektor pariwisata. Para pemimpin di Bali juga harus mampu “menekan” pemerintah pusat, dalam hal perimbangan keuangan dari aspek sektor pariwisata. Kalau secara fisik (palemahan) Pulau Bali sudah dirusak melalui konsep segara gunung, maka proses perusakan akan berlanjut pada aspek sosial (pawongan), dan nilai-nilai budaya (parahyangan). Palemahan, pawongan dan parahyangan adalah sebuah sistem. Kalau salah satu subsistem sudah rusak, maka perusakan itu akan merembet, meluas, dan tuntas. Secara antropologis, manusia disebut sebagai makhluk teritorial. Dalam teritori itulah mereka hidup dan berkembang secara sosial-kultural. Kalau teritorinya rusak, maka sosio-kultural manusiamanusia itu akan mengalami proses transformasi. Sebuah proses transformasi kultural akan menghasilkan proses asimilasi dan akulturasi. Kalau budaya baru yang muncul melalui proses akulturasi tidak sesuai dengan nilai, norma, dan etika masyarakat setempat, maka hal ini akan sangat membahayakan. Gejala-gejala ke arah itu sudah mulai bermunculan dan hadir dalam masyarakat Bali, melalui kemunculan berbagai arus westernisasi. Memang ada pendapat bahwa sepanjang nilai-nilai agama dalam masyarakat masih kuat, maka kita tidak perlu khawatir. Pertanyaannya adalah sampai berapa lama nilai-nilai agama itu bisa kuat menahan arus werternisasi? Kalau tidak ada perubahan kebijakan pemda yang strategis, marilah kita menunggu saja dengan sabar proses kehancuran pulau tercinta ini. Penulis, Ketua Pusat Penelitian Subak Univ. Udayana
7 - 13 September 2015
6
BALI SEPEKAN
Petani Tunda Tanam Padi RATUSAN hektar sawah di Kabupaten Bangli mengalami penundaan tanam padi, menyusul adanya perbaikan sejumlah irigasi. Atas kondisi ini, produksi beras diperkirakan mengalami penurunan. Hal ini disampaikan Kabid Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Perhutanan (P3) Bangli I Wayan Tagel Sujana, seizin Kadis P3 AAN Shamba, Selasa (25/8). Dijelaskan, penundaan tanam padi ini terjadi pada lahan persawahan yang menjadi program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT), yakni di Subak Umatai Kecamatan Bangli yang luasnya mencapai 75 hektar dan Subak Tembuku Kawan Kecamatan Tembuku yang luasnya 25 hektar. Di samping
itu, sawah yag masuk menjadi program optimalisasi lahan juga turut mengalami tunda tanam, yakni untuk di Kecamatan Bangli, terjadi di Subak Umanyar yang luasnya 20 hektar dan 15 hektar untuk Subak Siladan. Untuk Kecamatan Susut, meliputi Subak Alis Bintang yang lahannya mencapai 34 hektar, Subak Sala seluas 29 hektar dan Subak Uma Selat mencapai 36 hektar. Sedangkan untuk Kecamatan Tembuku, penundaan tanam hanya terjadi di Subak Candi, yang luas lahan persawahannya mencapai 60 hektar dan di Kecamatan Kintamani terjadi pada Subak Langgahan yang luasnya mencapai 15 hektar. Sosiawan
Ubud Jadi Sasaran Gepeng KAWASAN Ubud sebagai daya tarik wisata memang menjadi incaran para wisatawan untuk berlibur. Tetapi Ubud tidak hanya dinikmati oleh para pelaku pariwisata, juga menjadi sasaran para gelandangan dan pengemis (gepeng) yang ingin mencari berkah hidup. Kehadiran mereka tentu saja mencoreng citra Ubud sebagai kampung wisata internasional. Karenanya, mereka menjadi sasaran penertiban petugas. Seperti belasan gepeng yang diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar, Selasa (25/8). Penertiban gepeng di seputaran Ubud sudah terjadi yang kesekian kalinya. Namun, para gelandangan dan pengemis
yang dipastikan dari luar Gianyar ini, terus saja berdatangan. Para gepeng ini biasanya menggunakan balita sebagai senjata untuk menarik simpati. Cukup mengganggu karena ada gepeng yang suka memaksa, takkan berlalu sebelum mendapat satu lembar mata uang dari para wisatawan. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat Ubud sebagai salah satu destinasi yang mencerminkan pariwisata Bali. Kasi Ops. Trantib Satpol PP Gianyar, I Wayan Suala Susila, mengatakan, dalam penindakan, petugas mengamankan 13 gepeng yang ditemukan di seputaran Ubud, beberapa di antaranya dipastikan masih balita. Manik Astajaya
Objek Wisata Goa Jepang Makin Tak Terawat OBJEK Wisata Goa Jepang kini semakin tidak terawat. Bahkan objek wisata yang terletak di atas Tukad Bubuh, Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan tersebut terlihat kumuh. Berbeda dengan objek bersejarah yang ada di kabupaten lainnya, keberadaan Goa Jepang yang ada di Kabupaten Klungkung tersebut tidak dilakukan pengelolaan oleh Pemkab Klungkung. Padahal dari segi sejarah, objek tersebut sangat pantas dikembangkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Sayang-
nya, hingga saat ini belum jelas rencana Pemkab Klungkung dalam melakukan penataan Goa Jepang tersebut. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Klungkung I Wayan Sujana mengungkapkan, rencana penataan Goa Jepang sudah dilakukan dengan pembuatan Detail Engeenering Design (DED). Menurutnya pembuatan DED untuk Goa Jepang ini leading sectornya ada di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Klungkung. Dewa Farendra
MBP/sos
AIDS dan TB Ancam Bali Di balik megahnya pariwisata Bali, ada penyakit yang mengancam. Di tingkat nasional dan juga di Bali, ada tiga penyakit prioritas yaitu AIDS, Tuberkulosis (TB), Malaria (ATM). “Cuma di Bali, malaria sudah eliminasi tahun 2014 kemarin. Semua kabupaten sudah bebas malaria, tetapi masih ada penduduk yang dari luar seperti NTB, NTT yang masih ada kena malaria,” ujar Kabid P2PL Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Gde Wira Sunertra saat ditemui, Selasa (25/8). Yang menjadi permasalahan Bali saat ini adalah AIDS dan TB. Tahun 2014 saja ada 3.034 kasus TB baru dan TB lama. Kasus TB terbanyak terjadi di Denpasar dengan total 1.057, Buleleng 662, dan Badung 333. “Bangli yang paling sedikit karena penduduknya juga sedikit, yaitu 75 kasus,” ujarnya. Mengingat penularan TB melalui udara, droplet infection, maka penduduk yang padat akan mudah terjadi penularan, seperti yang terjadi di Denpasar. Faktor penyebab TB, selain kepadatan penduduk juga karena faktor lingkungan yang kurang bersih. Citta Maya
7 - 13 September 2015
7
7
LAPORAN UTAMA
SE Seskab
Lindungi Koruptor?
P
enegak hukum agar tidak memproses pejabat yang melakukan kesalahan administrasi. Itu harapan Jokowi yang diungkapkan ketika rapat dengan gubernur se-Indonesia. Alasannya, lambatnya pencairan anggaran karena pejabat di daerah takut terjerat kasus. Apa yang disampaikan Jokowi itu ditindaklanjuti dengan meminta Sekretaris Kabinet (Seskab) membuat surat edaran tentang aturan mengenai kebijakan dan kesalahan administrasi yang tak bisa dipidana. Langkah ini dilakukan agar para pejabat daerah tidak takut mengeksekusi program yang sudah direncanakan sehingga penyerapan anggaran dapat lebih optimal. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan surat edaran itu segera dikirimkan ke daerah sebagai rujukan bagi kepala daerah. “Intinya, yang bersifat kebijakan tak bisa dipidanakan. Kedua, permasalahan administratif diselesaikan secara administratif juga,” kata Pramono pekan lalu. Dia menampik anggapan bahwa instruksi Presiden Jokowi itu memperlonggar potensi penyelewengan dan membuka peluang terjadinya korupsi. “Sebaliknya, jika terdapat pencurian atau penyelewengan, kewenangan kejaksaan, kepolisian, serta KPK akan semakin didorong oleh Presiden,” ujarnya. Pramono mengungkapkan adanya kekhawatiran dipidana telah membuat para pejabat daerah tidak berani mencairkan APBD. Akibatnya, anggaran banyak yang tertahan di bank daerah dan tidak terserap dengan baik ke masyarakat. Nilainya pun cukup besar mencapai Rp 273 triliun. Instruksi Presiden Jokowi tersebut dilakukan setelah menggelar pertemuan bersama para gubernur, kepala kejaksaan tinggi, kepala kepolisian daerah, serta penegak hukum lainnya. Pertemuan menyepakati agar tidak ada lagi kriminalisasi terhadap kesalahan administrasi. Sebab, kesalahan administrasi sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014. Dari pertemuan itu, Pramono mengungkapkan ada jaminan bagi kepala daerah untuk menggunakan anggarannya sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku. “Selama mereka tak mencuri, maka
8
mereka diberi jaminan secara hukum,” tegasnya. Dasar hukum lain untuk melindungi para kepala daerah adalah undang-undang yang mengatur peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).Dia menjelaskan, dengan peraturan itu, temuan dugaan penyelewengan tidak akan langsung masuk ranah hukum. Karena pelaksana proyek akan diberikan waktu 60 hari untuk melakukan perbaikan. Atas harapan Presiden itu, KPK, kepolisian dan Kejaksaan pun menggelar pertemuan. Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, meminta kepala daerah yang memiliki niat baik untuk menyukseskan pembangunan, tidak perlu takut dikriminalisasi. Terutama dikriminalisasi dalam penggunaan anggaran karena pihaknya bisa mendeteksi mana kepala daerah yang sudah punya niat buruk melakukan penyimpangan. Kata dia, kebijakan yang dikriminalisasi adalah apabila sudah ada niat buruk. ‘’Begitu itu terdeteksi, kami akan sadap (kepala daerah) karena sudah dibilang jangan menyimpang. Jadi jangan takut,” katanya mengingatkan. Ruki menyadari bahwa gebrakan dari aparat penegak hukum telah menimbulkan keraguan dan ketakutan kepala daerah melaksanakan anggaran pembangunan dan belanja daerah. Akibatnya, sekitar Rp 270 triliun dana APBD masih mengendap di bank pembangunan daerah hingga semester I-2015. “Alasannya adalah takut dikriminalisasi kebijakannya, padahal berbicara penggunaan anggaran tak ada lagi kebijakan karena anggaran dari pemerintah pusat sudah ditransfer ke rekening, sudah ada APBD, belanja modal atau kegiatan dalam perencanannya sudah jelas. Uangnya sudah ada dan tinggal lakukan, lalu kenapa mesti takut dan ragu,” katanya. Ia mengatakan, gebrakan aparat penegak hukum dalam penanganan kasus korupsi adalah untuk mengawal proses pembangunan berjalan sesuai aturan yang berlaku dan tidak menimbulkan kerugian negara. “Jadi bukan untuk menyakiti,” katanya.
’’Intinya, yang bersifat kebijakan tak bisa dipidanakan. Kedua, permasalahan administratif diselesaikan secara administratif juga.’’ Pramono Anung Sekretaris Kabinet Ruki mengatakan, kepala daerah juga tidak perlu takut melakukan diskresi atau mengambil keputusan sendiri pada situasi tertentu yang dihadapi, karena diskresi tidak serta merta bisa dikriminalisasi. “Misalkan ada jembatan runtuh atau kebakaran, apakah tidak ada diskresi. Kalau begitu, maka harus menunggu revisi anggaran baru terbangun lagi dan kapan masyarakat bisa menikmati pembangunan yang optimal. Jadi kebijakan yang dikriminalkan itu apabila sudah ada niat, dan KPK bisa mengetahuinya,” tegas Ruki. Jaksa Agung M. Prasetyo mengatakan, penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi harus bisa dipertanggungjawabkan secara terukur dan menghindari kriminalisasi. Karena itu, ia juga mendorong agar kepala daerah tidak perlu takut lagi menggunakan anggaran selama punya niat baik. “Yang benar, pemimpin daerah tak perlu takut asal tak bersalah. Yang takut itu yang (punya) salah,” katanya. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menambahkan, permintaan Presiden Joko Widodo yang meminta penegakan hukum jangan sampai menghambat penyerapan anggaran pembangunan, bukan semertamerta membuat institusinya mengendorkan pengawasan. ‘’Kalau ada aliran dana (pembangunan) ke rekening dia (kepala daerah), ya kita harus proses tak bisa didiamkan,” tegas Badrodin Haiti. Hardianto
7 - 13 September 2015
8
Saatnya Hidupkan Industri Lokal GEJOLAK rupiah terus berlangsung. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus merosot. Banyak yang menilai kondisi ini, sama ketika krisis tahun 1998. Menkeu Bambang Brodjonegoro pun mengakui kondisi rupiah yang tersungkur membuat target pertumbuhan ekonomi sulit dikejar. “Tentunya kami akan tetap berupaya mengejar pertumbuhan. Memang tidak mudah. Karena target tersebut dipengaruhi oleh eksternal. Ini adalah kondisi yang kita tidak bisa kendalikan seluruhnya,” kata Bambang Brodjonegoro saat memberikan jawaban pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi DPR terhadap RAPBN 2016 di rapat paripurna DPR, pekan lalu. Dalam APBN 2015, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen, sedangkan target yang dicapai hanya sebesar 4,71 persen. Sementara dalam RAPBN 2016, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka 5,5 persen. “Pemerintah akan tunjukkan upaya memperbaiki kemiskinan, pengangguran, dan masalah pangan,” janjinya. Dia mengakui melemahnya rupiah terhadap dolar AS telah mengerek angka inflasi. “Inflasi pasti menggangu daya beli, apalagi yang dibeli adalah barang-barang impor,” kata Menkeu lagi. Namun, dirinya tetap mengambil sisi positif dari gejolak rupiah yaitu adanya kesempatan naiknya permintaan barang produksi industri lokal. “Saat ini adalah saat yang terbaik untuk kita semua, kalau sekarang barang impor itu mahal sekarang saatnya beralih ke barang lokal,” tandasnya. Langkah antisipatif dilakukan melalui kombinasi kebijakan fiskal dan moneter, yang terus diupayakan pemerintah dan BI secara terkoordinasi dengan mempertimbangkan gejolak yang terjadi di pasar uang. Merosotnya nilai tukar rupiah, menurutnya
karena dipicu normalisasi kebijakan moneter AS. Sebenarnya, kata Menkeu, sentimen negatif global ini sudah berlangsung selama satu-dua tahun terakhir dan memukul tidak hanya nilai rupiah, juga mayoritas mata uang negaranegara di dunia. Kondisinya semakin diperparah menyusul kebijakan Tiongkok melakukan mendevaluasi mata uang Yuan demi membantu kinerja ekspornya. Dalam jangka pendek, menghadapi tekanan nilai tukar, pemerintah menyiapkan berbagai strategi dalam memperkuat nilai tukar, diantaranya akan fokus di pasar valuta asing dan surat berharga negara.Pemerintah juga masih memiliki kemampuan untuk melakukan buy back surat berharga negara (SBN). “BI akan membantu pemerintah di SBN pasar sekunder, di samping operasi mereka dalam nilai tukar,” kata Menkeu. Dia menjelaskan buy back pasar saham diharapkan dapat membantu membuat nilai tukar rupiah menguat. Bambang juga menegaskan krisis ekonomi yang terjadi saat ini berbeda dibandingkan tahun 1998 silam. “Kondisi fundamental masih terkendali. Inflasi dulu puluhan persen, sekarang 2 persen. Pertumbuhan ekonomi dulu minus 14 persen, sekarang masih tumbuh 4,71 persen. Trade balance juga surplus, defisit transaksi berjalan juga berkurang,” ujarnya. Terkait keputusan Bank Sentral Tiongkok (The Peoples Bank of China/ PBoC) yang terbaru memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, Menkeu mengatakan hal tersebut tidak berpengaruh secara langsung kepada perekonomian Indonesia. Menurut dia, aksi terbaru PBoC tersebut lebih berdampak pada situasi internal Tiongkok yang ingin mendorong sektor konsumsi masyarakat untuk meningkatkan kinerja perekonomian yang
sempat mengalami kelesuan. “Kalau cut rate menurut saya lebih ke internal dan mendorong pertumbuhan. Tapi yang berpengaruh keluar kalau dia melakukan devaluasi, dan dia (kemungkinan) masih terus melakukan devaluasi, karena Yuan masih overvalued,” ujarnya. Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar uang spot antrabank Jakarta, Rabu kemarin, bergerak melemah sebesar 45 poin menjadi 14.099 per dolar AS, setelah pada hari sebelumnya ditutup pada 14.054 per dolar AS. “Dolar AS kembali menguat terhadap rupiah menyusul masih adanya kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga the Fed pada September mendatang,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu. Ia mengemukakan bahwa serangkaian data positif Amerika Serikat, di antaranya laporan kepercayaan konsumen, penjualan rumah baru yang meningkat menopang mata uang dolar AS. Sementara itu, pasar juga sedang menanti data kajian nonpertanian (non farm payrolls/NFP) yang diperkirakan menunjukkan pemulihan secara berkesinambungan. Senior Fund Manager PT BNI Asset Management Hanif Mantiq menambahkan bahwa Bank Indonesia yang cukup aktif menjaga fluktuasi nilai tukar rupiah melalui beberapa kebijakannya cukup membantu dalam menahan depresiasi lebih dalam terhadap dolar AS. “BI cukup konsisten menjaga fluktuasi rupiah sehingga pergerakannya cenderung terbatas meski masih mengalami pelemahan,” ujarnya. Menurut kurs tengah Bank Indonesia, rupiah berada pada 14.102 per dolar AS, melemah dibandingkan sebelumnya di posisi 14.067 per dolar AS. Hardianto
7 - 13 September 2015
9
9
LAPORAN UTAMA
MBP/dok
IKON - Pasar Sukawati yang dulu menjadi salah satu ikon Bali, kini telah tergusur dengan hadirnya pasar oleh-oleh khas Bali. Pasar yang terletak di Kabupaten Gianyar itu, kini sepi pembeli.
10
Harus
Satu Komando
P
residen Joko Widodo (Jokowi) menekankan kesamaan pemikiran untuk menghadapi perlambatan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia saat ini. “Oleh karena itu semua hal tersebut (perlambatan ekonomi) harus diantisipasi bersama, harus memiliki pemikiran yang sama dan kepatuhan pada garis yang sama untuk dilakukan. Jangan sampai ada yang bertindak di luar garis,” ujar Presiden Jokowi pada rangkaian rapat koordinasi percepatan program-program pembangunan di Istana Kepresidenan Bogor, Senin. Presiden juga mengingatkan bahwa perlambatan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia juga terjadi di hampir semua negara di dunia. “Kita semua sudah tahu ada perlambatan ekonomi yang kita hadapi tapi hampir semua negara juga mengalami, bukan hanya kita saja,” ujar Presiden. Jokowi juga mengemukakan perlambatan ekonomi Indonesia merupakan dampak dari krisis Yunani beberapa bulan yang lalu, kenaikan suku bunga di Amerika Serikat, depresiasi Yuan di Tiongkok serta memanasnya situasi di Korea Selatan dan Korea Utara. Presiden juga mengingatkan mengenai tujuan berbangsa dan bernegara yaitu untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. “Hal tersebut bisa dicapai jika mempunyai ekonomi serta pertumbuhan ekonomi yang baik,” ujar Jokowi. Pertumbuhan ekonomi yang baik ditopang oleh APBN, APBD, BUMN dan investasi dari sektor swasta. “Artinya kalau belanja pemerintah bisa bergerak itulah yang akan memberikan pertumbu-
Jokowi dan Aburizal
han dalam ekonomi kita,” kata Jokowi. Rapat koordinasi tersebut dilakukan Presiden Jokowi dengan para Gubernur, Kepala Kepolisian Daerah dan Kepala Kejaksaan Tinggi seluruh Indonesia. Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie menilai posisi rupiah yang menyentuh Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat (AS) telah memukul dunia usaha. Bila kondisi ini dibiarkan, akan memunculkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Meski sedang menghadapi situasi sulit, pemerintah diminta tidak membebani dunia usaha dengan berbagai macam pajak. “Memang tujuannya untuk menambah kuat APBN. Hanya saja itu bukan penyelesaian yang bijak soal krisis dalam pembangunan ekonomi,” katanya. Untuk mengatasi itu, Golkar menawarkan solusi dengan meminta pemerintah membentuk badan pusat penanggulan krisis, sebagai antisipasi kemungkinan terburuk dari situasi krisis global. “Kita tak memungkiri situasi ekonomi sekarang sangat sulit dan cenderung terus menurun. Bahkan pusat-pusat keuangan dunia terjadi penurunan drastis,” kata mantan Ketua umum Kamar Dagang dan Industri
(Kadin) ini. Pembentukan pusat krisis itu untuk menangani permasalahan yang begitu sulit. Sehingga tidak boleh dibiarkan penanganan yang sulit itu berjalan sendiri-sendiri. “Pemerintah harus segera membentuk pusat krisis untuk menghadapi berbagai persoalan yang begini sulit. Tidak bisa satu menteri bergerak ke kanan, satu menteri bergerak ke kiri. Tidak bisa dilakukan di luar satu komando,” kata Aburizal. Diakuinya, kondisi seperti ini jelas memukul perekonomian Indonesia. Ini merupakan salah satu penyebab kesulitan yang dihadapi. “Kita tahu sekitar 80% PDB nasional sebetulnya berasal dari masyarakat dan hanya 20% yang berasal dari APBN,” imbuhnya. Oleh karena itu, kata mantan Menko Kesra ini, pemerintah jangan hanya fokus memperbaiki postur APBN saja, karena hal itu tidak akan menyelesaikan masalah. “Apalagi penyerapan APBN sangat rendah, jauh di bawah 50 persen. Makanya kita berharap ada langkah pemerintah dengan begitu dunia usaha bisa cepat bergerak,” terangnya. Hardianto 7 - 13 September 2015
11
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
SUKSES - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Badung 2015 sudah di depan mata. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badung pun telah menetapkan secara resmi pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati, 24 Agustus lalu. Bahkan, nomor urut telah paslon kantongi lewat pengundian yang dilakukan sehari setelah penetapan. Terkait masa kampanye yang dijadwalkan berlangsung mulai Kamis (27/8), Pemerintah Kabupaten Badung mengimbau seluruh komponen masyarakat dan tim pemenangan masing-masing calon untuk dapat menyukseskan pilkada hingga nanti terpilih pemimimpin Badung yang definitif.
PKKMB - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana (Unud) menggelar acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) khusus untuk Program S-1 Nonreguler (Ekstensi dan Diploma 3) di Hotel Nikki, Denpasar, Rabu (26/5). PKKMB yang dibuka Dekan FEB ini diikuti 445 mahasiswa Program Ekstensi dan Diploma 3. Sehari sebelumnya, acara serupa juga digelar untuk 465 orang mahasiswa baru Program S-1 Reguler. “Selain PKKMB yang kita selenggarakan di ruang ini, kami juga melaksanakan PKKMB untuk mahasiswa angkatan 2011-2014 yang belum lulus atau belum memiliki sertifikat PKKMB tahuntahun sebelumnya,” ungkap Pembantu Dekan I FEB Unud Dr. IGW Murjana Yasa, S.E., M.Si.
MBP/ist
MBP/eka
KEHORMATAN - Dewan Perwakilan Daerah RI (DPDRI) Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III mendapat kehormatan diundang dalam acara Penutupan Festival Nusantara 2015 di kawasan Gunung Batur, Bangli. Ini sebagai wujud komitmen Senator Gusti Wedakarna terkait pelestarian budaya dan lingkungan hidup di Bali. Dan kawasan Gunung Batur adalah salah satu prioritas perjuangan DPD-RI Provinsi Bali. Ia pun menyatakan Bali harus bersyukur dengan adanya desa adat, sehingga danau dan hutan di Bali masih ada yang melestarikan.
RAPAT PLENO - Penjabat Bupati Badung Ir. I Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. didampingi Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Selasa (25/8) menghadiri rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Badung tahun 2015. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di aula GOR Basket, Mengwi tersebut, Penjabat Bupati Badung Yudha Saka menandatangani Deklarasi Asta Brata bersama Tim Kampanye Pasangan Calon Giri Prasta-Suiasa (Giriasa), Tim Kampanye Pasangan Calon Sudiana-Sutrisno, Ketua KPU Badung, Ketua Panwaslih Badung, Kapolresta Denpasar, Kapolres Badung dan Dandim 1611 Badung.
12
7 - 13 September 2015
MBP/ist
MITRA - Bank BRI sebagai bank dengan unit kerja terbesar dan tersebar berupaya untuk menjadi mitra bagi semua lapisan masyarakat dan stakeholder. Salah satunya dengan mendukung kegiatan yang melestarikan kebudayaan dan membangun perekonomian masyarakat. Bentuk nyata dukungan tersebut dapat dilihat dari keikutsertaan BRI dalam mendukung kegiatan Sanur Village Festival (SVF) ke-10 yang akan diselenggarakan pada tanggal 26 s.d. 30 Agustus 2015 di Lapangan Maisonette Inna Grand Bali Beach Hotel. Pada kegiatan SVF tahun ini, Bank BRI tampil beda dengan penerapan close payment system menggunakan BRIZZI (uang isi ulang BRI), Kartu Debit BRI, dan Kartu Kredit BRI pada seluruh tenant yang berpartisipasi.
MBP/ist
TRI SAKTI - Membangun Kabupaten Badung yang memiliki luas 418,52 km persegi dan jumlah penduduk 461.384 jiwa (tahun 2014), dibutuhkan manajemen tata kelola pemerintahan yang baik dan benar. Meski tergolong sebagai kabupaten dengan pendapatan asli daerah (PAD) di atas rata-rata kabupaten lainnya di Bali yaitu mencapai Rp 3 triliun pada tahun 2014, Kabupaten Badung juga memiliki sejumlah permasalahan serta tantangan yang harus dihadapi. Berkaca dari berbagai permasalahan tersebut, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan I Ketut Suiasa (Giriasa) merumuskan visi dan misi dengan mengaktulisasikan ajaran Tri Sakti Bung Karno.
MBP/ist
SEMINAR - Universitas Ngurah Rai (UNR) menyelenggarakan seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat pada Kamis (20/8) di kampus setempat. Kegiatan diadakan menyambut Dies Natalis XXXVI dan Wisuda XXXIII serta serangkaian pelaksanaan Program Penelitian Desentralisasi dan Kompetitif Nasional tahun Anggaran 2015. Seminar diikuti oleh puluhan dosen di lingkungan UNR dengan menghadirkan 5 tim dosen sebagai penyaji dari berbagai bidang ilmu. Pada tahun 2015 ini UNR berhasil meloloskan 5 buah proposal terdiri dari: dosen pemula, hibah bersaing dan Ipteks bagi Masyarakat (IbM). Rektor UNR Dr. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si. mengaku gembira dan menyambut baik kegiatan seminar ini untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi di UNR. 7 - 13 September 2015
13
A KT I V I TA S
MBP/ist
BERKUALITAS - Universitas Warmadewa (Unwar) sangat menyadari betapa penting dan sulitnya menerapkan pelayanan berkualitas kepada stakeholders. Untuk itu sejumlah pejabat struktural dan karyawan Unwar, Kamis (20/8) mendapat pencerahan pelatihan pengembangan karakter. Pelatihan karakter ini juga akan dilanjutkan untuk warga kampus lainnya yakni dosen dan mahasiswa. Pelatihan karakter kemarin dibuka langsung Rektor Unwar, Prof. Dewa Putu Widjana. Dengan pelatihan ini Rektor Unwar ingin agar karakter dosen dan karyawannya berubah. Sebab karakter bukan hanya milik dosen dan kaum intelektual di Unwar, melainkan juga menyentuh hingga satpam, tukang sapu atau bagian administrasi. Justru merekalah ujung tombak guna memberi pelayanan terbaik.
MBP/ist
RAKERDA - Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta atau Kopertis Wilayah VIII menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) 2015 di Sunset Road, Kuta, Kamis (20/8). Rakerda diikuti 155 pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) dan pimpinan badan penyelenggara PTS di Bali dan Nusa Tenggara. Program tahunan yang dibuka Sekretaris Dirjen Dikti, Prof. Jhon Hendri ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh PTS dibawah naungan Kopertis Wilayah VIII. Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si mengatakan Rakerda diplot melahirkan satu rekomendasi yang akan diberikan kepada pemerintah. Harapannya agar PTS ke depan betul-betul dibina, dikendalikan, diawasi, bahkan dibantu.
MBP/ist
MBP/ist
PRESTASI - Satu lagi prestasi nasional berhasil diraih oleh Kota Denpasar, yakni sebagai Best Cities For Business 2015 yang diadakan oleh Majalah SWA. Versi Majalah SWA, Denpasar dinilai merupakan salah satu kota terbaik untuk berbisnis dan berinvestasi di Indonesia. Bahkan yang agak mengejutkan kota yang baru berdiri secara resmi pada tahun 1992 ini mampu menggusur kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Yogyakarta dan Batam. Survei Best Cities for Business 2015 yang dilansir Majalah SWA dengan metode pengambilan sampel secara purposive Kota Denpasar menduduki peringkat pertama dari 15 kota besar di Indonesia yang disurvei dengan nilai index 77,70.
TATA DIRI - Program Pascasarjana (PPS) Unmas Denpasar terus menata diri, baik dari segi sarana-prasarana maupun penguatan kualitas pembelajaran. Kali ini PPS Unmas Denpasar di Jalan Soka melakukan penataan ruang kuliah untuk Prodi Magister Manajemen dan Prodi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Lingkungan (P2WL). Semua ruangan bernuansa stil Bali tersebut di-pelaspas alit, Rabu (19/8). Rektor Unmas Dr. I Made Sukamerta bertekad untuk memberi pelayanan terbaik bagi mahasiswa PPS Unmas, baik dalam sarana maupun mutu pelayanan dari hati ke hati. Sebab, nuansa pendidikan S-2 di Unmas harus beda dengan jenjang pendidikan S-1. Makanya kampus Unmas di Jl. Soka khusus diperuntukkan bagi mahasiswa S-2.
14
7 - 13 September 2015
MBP/ist
KLINIK - PT Penta Bali Medica (Klinik Penta Medica) adalah sebuah Klinik di Jalan Teuku Umar Barat-Marlboro No. 88 Denpasar, telp. 0361-490709, dan Klinik Cabang di Jalan Raya Manggis No. 88 Manggis-Karangasem, telp. 036341909. Klinik yang dipimpin dr. A.A. Gede Yudi Yunardhana Putra ini, mencakup 24 hours clinic dan medical assistance seperti GP Consultation, Dentist, Home Care, Home Visit, Standby Ambulance, Standby Event, Ambulance Transfer, Car Transfer, Medical Evacuation baik tingkat nasional maupun internasional. Klinik Penta Medica berdiri sejak Tahun 2005. Sejak berdirinya sudah dilengkapi IGD 24 jam didukung 4 armada ambulan.
MBP/ist
KEMBANGKAN BISNIS - Setelah sukses di Jakarta dan Surabaya, Yen Pao terus mengembangkan sayap bisnisnya dan Bali menjadi salah satu target pemasaran berikutnya. Untuk memenuhi keinginan pelanggan, Yen Pao buka cabang di Gelael Raya Kuta di Jalan Raya Kuta, Badung dan launching-nya digelar pada Minggu (23/8). “Yen Pao di Gelael ini merupakan cabang pertama di Bali. Produk kami sangat berbeda dengan yang lain terutama dari segi kualitas bahan dan jenis rasanya pun beragam,” kata pemilik Yen Pao Cabang Gelael Kuta, Tanu, didampingi Hari Sutikno.
MBP/ist
MBP/ist
KUNKER - Dalam rangka memperkaya naskah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Badung tentang pendidikan inklusfi, Pansus Pendidikan Inklusif DPRD Badung, Kamis (20/8) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim). Ketua Pansus Pendidikan Inklusif Nyoman Sentana yang memimpin rombongan mengatakan, tujuan kunker untuk mematangkan dan memperkaya naskah akademik perda inisiatif dewan tersebut. Jawa Timur dipilih mengingat hanya Provinsi Jatim-lah yang telah memiliki Perda maupun Peraturan Gebernur (Pergub) tentang Pendidikan Inklusif.
PAKLINA - Persatuan Kontraktor Listrik Nasional (Paklina) DPD Bali menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II pada Kamis (20/8) di Hotel Nikki, Denpasar. Musda II mengangkat tema ‘’Kita Tingkatkan Kualitas Profesionalisme di Bidang Kelistrikan Dalam Menghadapi Persaingan Bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN’’. Musda sehari ini diikuti 70 perusahaan kontraktor listrik seluruh Bali. Ketua Panitia Bayu Suryawan mengatakan, musda ini diadakan dalam rangka membangun Bali bersinar melalui listrik untuk rakyat. Pada musda ini juga dilakukan pemilihan pengurus DPD baru periode 2015-2020. 7 - 13 September 2015
15
POLITIK
Memperkokoh ”Swadharma” Menjaga Bali
’’Menjaga Bali adalah swadharma sebagai orang Bali. Jangan sampai, kita menyandang predikat orang Bali namun perilaku kita jauh dari bhisama leluhur kita. Bali harus dijaga dengan spirit ngayah, bukan malah menjadikan Bali sebagai ruang untuk mengeruk keuntungan pribadi.’’ Ida Cokorda Anglurah Tabanan
P
ersekongkolan investor hitam dan penguasa hitam memempercepat kehancuran Bali. Perselingkuhan kepentingan kedua perilaku ini membuat Bali menjadi sarang predator korup. Tidak sejalannya perkataan dengan perilaku telah menjadikan Bali memasuki masa-masa suram. Pandangan ini terlontar saat keluarga besar Puri Tabanan menggelar Rembug Ajeg Bali, Minggu (23/8). Rembug yang dihadiri tokoh Puri Paiketen Sira Arya Kenceng ini juga banyak menyoroti proses penghancuran Bali yang menyasar empat pilar utama penyangga
16
Bali. Bahkan, Ida Cokorda Anglurah Tabanan mengingatkan agar semua elemen Bali kembali mulat sarira dan segera bergerak untuk menyelamatkan Bali. Tanggung jawab ini harus dipikul dengan menjalankan swadharma masing-masing. Keterikatan antara pemimpin dan rakyatnya hendaknya dilandasi keikhlasan dan komitmen untuk ngayah menjaga Bali. ‘’Saya selama ini tetap konsisten menjabarkan ajeg Bali. Walaupun saya tak banyak bicara, tetapi langkah itu saya jabarkan dalam kehidupan sehari-hari,’’ ujarnya. Bagi Ida Cokorda Anglurah Tabanan, menjaga Bali adalah swadharma sebagai orang Bali. Jangan sampai, kita menyandang predikat orang Bali namun perilaku kita jauh dari bhisama leluhur kita. ‘’Bali harus dijaga dengan spirit ngayah, bukan malah menjadikan Bali sebagai ruang untuk mengeruk keuntungan pribadi,’’ ujarnya. Ia menjabarkan bahwa selama ini hubungan kekerabatan antara puri dengan krama subak di wilayah Tabanan berjalan sangat harmonis. Ia juga mengakui bahwa keharmonisan ini kerap ingin direnggangkan dengan berbagai cara pragmatis untuk mendelegitimasi peran puri dalam mengawal ajeg Bali. Pandangan Ida Cokorda Anglurah Tabanan ini sejalan dengan arsitek dan budayawan Dr. Ir. I Gusti Made Putra, M.Si. Tokoh dari Puri Timpag ini mengatakan dalam konteks menuju ajeg Bali ada empat pilar utama yang mestinya dikuatkan. Ia menyebut keempat pilar itu mencakup manusia Bali, alam Bali, kebudayaan Bali, dan perekonomian Bali. ‘’Sebagai manusia Bali kita harus menjunjung budaya Bali. Jangan sampai orang Bali berkontribusi menghancurkan Bali,’’ sarannya. Ia mengingatkan agar pemimpin
Bali segera melakukan pemetaan terhadap daya dukung Bali. Dalam konteks menjaga budaya Bali, manusia Bali kini berhadapan dengan derasnya aliran urban masuk Bali. Pertumbuhan penduduk yang didominasi penduduk pendatang merupakan isyarat terjadinya kepincangan pada salah satu pilar menyangga Bali yakni manusia Bali. Jika generasi Bali tak tumbuh dan berkembang sewajarnya di Bali, maka pengusung budaya Bali yang dijiwai agama Hindu hanya akan menunggu waktu terdegradasi. Ini akan berimbas pada pelemahan pilar lainnya yakni rapuhnya alam Bali sebagai ruang hidup manusia Bali. Seniman I Gusti Putu Bawa Samar Gantang mengilustrasikan kondisi ini sebagai aib jagat. Kondisi alam Bali saat ini betul-betul memprihatinkan. Kondisi ini, kata penyair yang sering melawat ke berbagai negara ini, tak lepas dari kuatnya ambisi untuk mengeksploitasi Bali. Tujuannya hanya satu yakni mengeruk uang sebanyak-banyaknya dari Bali. Predator korup membuat Bali kelabu. Perilaku dan persekongkolan keduanya hanya menambah deretan predator koruptor. Ia menjabarkan, koruptor dan investor hitam kerap saling memengaruhi untuk membuat kebijakan sesat. ‘’Mereka hanya fasih bicara Bali, namun gagal melakukan aksi nyata menyelamatkan Bali. Mareka juga hanya fasih bicara aturan, namun perilakunya melanggar aturan,’’ kritiknya. Ia mengatakan selama ini terlalu banyak perilaku pengingkaran dari penguasa hitam dan investor hitam. Predator korup hanya berorientasi pada uang. Sebaliknya rakyat Bali berharap sederhana, yakni ada keharmonisan dan kedamaian dalam kehidupannya di tanah Bali. Dira Arsana
7 - 13 September 2015
16
MBP/bit
PASLON - Pengundian nomor urut pasangan calon (Paslon) Bupati/Wakil Bupati Tabanan.
Badung I Nyoman Giri Prasta-I Ketut Suiasa (PDI-P, NasDem) dan I Made Sudiana-I Nyoman Sutrisno (Demokrat, Gerindra).
Denpasar Tunggu Calon Baru KPU telah menetapkan pasangan calon yang memenuhi syarat mengikuti pilkada serentak. Selain itu, KPU juga membuat keputusan membuka lagi pendaftaran calon untuk Kota Denpasar. Ketua KPU Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka mengatakan di Badung ditetapkan dua pasangan calon, Denpasar hanya satu pasangan calon, Bangli dua pasangan calon, Karangasem tiga pasangan calon, Tabanan dua pasangan calon, dan Jembrana dua pasangan calon. Ia mengatakan di Denpasar yang memenuhi syarat hanya satu pasangan calon, I.B. Rai Dharmawijaya MantraIGN Jayanegara. Menurut aturan, jika hanya satu pasangan calon yang memenuhi syarat maka KPU Denpasar
Paslon Pilkada
dapat membuka kembali pendaftaran pasangan calon,” ujarnya. Raka Sandi menjelaskan, di Denpasar berlaku ketentuan 3-3-3. Maksudnya, tiga hari penundaan tahapan, tiga hari masa sosialisasi, dan tiga hari masa pendaftaran pasangan calon. Bila ada pasangan calon baru yang mendaftar lalu dinyatakan sah, maka KPU Denpasar bisa melanjutkan ke tahapan berikutnya. “Untuk masa kampanye di Denpasar, kami masih menunggu jadwal yang disusun KPU Denpasar, karena setelah masa pendaftaran juga ada tahapan verifikasi. Tetapi kalau seandainya tidak ada pasangan calon yang mendaftar, maka akan ditunda pada pilkada serentak berikutnya tahun 2017,” tandasnya. Rindra
Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti-I Komang Gede Sanjaya (PDI-P) dan I Wayan Sarjana-I.B. Komang Astawa Merta (NasDem, Gerindra, Hanura). Jembrana I Putu Artha-I Made Kembang Hartawan (PDIP) dan I Komang Sinatra-I Gusti Agung Ketut Sudanayasa (Hanura, PKB, NasDem). Bangli I Made Gianyar-Sang Nyoman Sedana Arta (PDI-P) dan I.B. Made Brahmaputra-I Ketut Ridet (Gerindra, Demokrat). Karangasem IGA Sumatri-I Wayan Artha Dipa (NasDem, PKPI, Hanura), I Made Sukerana-I Komang Kisid (Golkar, Gerindra) dan I Wayan SudirtaNi Made Sumiati (PDI-P). 7 - 13 September 2015
17
17
PENDIDIKAN
Dewan pendidikan dan tim pakar Klinik Pendidikan saat rapat terkait sejumlah permasalahan yang masih ditemukan di dunia pendidikan di Tabanan.
Sering Disalahgunakan, Bimbel Menuai Sorotan
U
paya meningkatkan kualitas pendidikan siswa terus dilakukan jajaran pendidik. Tak hanya melalui pendidikan formal, sejumlah guru mata pelajaran pun terkadang membuka bimbingan belajar (bimbel) di luar jam sekolah. Sayangnya, bimbel yang dilakukan secara personal tersebut kerap disalahgunakan oleh sejumlah oknum guru untuk kepentingan pribadinya. Meski sempat diberikan teguran, kebanyakan mereka berdalih apa yang mereka lakukan karena banyaknya permintaan dari para orang tua dan siswa itu sendiri. Hal ini tentu saja menjadi salah satu sorotan Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan Tabanan. “Sebenarnya bimbel yang dilakukan di luar sekolah (rumah-red) tujuannya baik, tapi sering disalahgunakan untuk mendapatkan kemudahan. Bahkan, ada guru yang tidak jarang menggunakan kesempatan ini
18
7 - 13 September 2015
supaya difavoritkan siswa,� beber Prof. I Ketut Sarna, tim pakar Klinik Pendidikan, belum lama ini. Didampingi Dewan Pendidikan Tabanan I Wayan Madra Suartana serta sejumlah tim pakar Klinik Pendidikan lainnya, mantan dosen Undiksha ini mengatakan sah-sah saja jika seorang guru memberikan les tambahan untuk anak didiknya di luar jam sekolah dan memungut biaya. Hanya saja pungutan biaya tersebut sudah mendapatkan izin. Tak hanya itu, tempat pelaksanaan bimbel juga harus sesuai ketentuan baik itu kondisi gedung, jadwal dan kurikulum. “Yang kita temukan, ruangan yang dipakai untuk menyelenggarakan bimbel selama ini tidak layak untuk melakukan pembelajaran. Terkadang, metode pembelajaran yang diberikan di bimbel dan di sekolah berbeda. Sebenarnya, jika guru
memberikan kursus tanpa memungut biaya itu bagus, tapi jika dikomersialkan untuk kepentingan dirinya sendiri ini yang tidak saya setuju,� ujarnya. Jika ingin menerapkan sistem pemungutan biaya, kata Prof. Sarna, akan lebih baik jika proses bimbingan belajar tersebut melibatkan seluruh komponen pendidikan di sekolah. Dengan begitu, tidak ada kesan mereka yang mengikuti bimbel pribadi guru mendapat prioritas atau kemudahan, dan tidak ada standar biaya yang dikeluarkan. Misalnya saja, bimbel dilakukan di sekolah di luar jam mata pelajaran sekolah dengan melibatkan guru mata pelajaran. Sementara dana yang terkumpul dari biaya bimbel tersebut nantinya selain untuk membayar honor guru juga bisa disisihkan untuk biaya perawatan sekolah di luar dana BOS. “Keterlibatan sekolah ikut langsung
TPG Ngadat Dua Bulan, Guru Mengeluh
MBP/bit
menyiapkan fasilitas tentu akan menghindari hal-hal negatif dan dana yang masuk didasari kesepakatan sekolah dan komite,” katanya menyarankan. Sementara itu, Madra Suartana mengatakan, pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada Disdikpora Tabanan terkait masih banyaknya bimbel yang disalahgunakan tersebut. “Rekomendasi tersebut juga diharapkan bisa secepatnya ditindaklanjuti, salah satunya dengan pemberian sanksi. Kami akan terus mengawasi agar bimbel-bimbel ini tidak makin liar nantinya,” ujarnya. Sejauh ini, kata dia, di luar dari bimbel yang dilakukan oleh guru pribadi, lembaga pendidikan non formal yang telah memasang papan nama sudah berjalan bagus sesuai prosedur izin yang diperuntukkan. Dewi Puspawati
RIBUAN guru yang telah lulus uji sertifikasi dan berhak menerima tunjangan profesi guru (TPG) yang besaran setara satu kali gaji pokok per bulan di Kabupaten Karangasem, mengeluh. Pasalnya, pemberian tunjungan per triwulan itu ngadat hingga dua bulan. Hingga memasuki Agustus, ribuan guru ini belum juga memperoleh hak mereka untuk triwulan II. Di Kabupaten Karangasem, tercatat sebanyak 3.070 orang guru di semua jenjang pendidikan berhak menerima tunjangan sertifikasi tersebut. Beberapa guru yang menolak namanya ditulis mengatakan, seharusnya mereka sudah menerima hak mereka untuk triwulan II pada akhir Juni lalu. Tetapi, hingga kini belum juga cair. Sementara penjelasan resmi dari Disdikpora Karangasem juga belum ada. Situasi ini, tak pelak membuat para guru bingung dan meminta kejelasan dari Disdikpora. Menanggapi persoalan itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Karangasem Gede Ariyasa, mengakui keterlambatan pencairan TPG tersebut. Ia mengatakan, laporan penerima TPG dari Disdikpora Karangasem sudah disampaikan jauh-jauh hari ke Kementrian Keuangan RI. Saat ini, laporan tersebut masih dicek di Kementrian Keuangan, apakah platform-nya sudah sesuai dengan anggaran yang akan dicairkan. “Selain itu, juga dilakukan untuk mengecek datanya, apakah sudah cocok dengan data di pemerintah pusat,” katanya. Proses pengecekan yang cukup lama, membuat proses pencairan anggaran dari pemerintah pusat ke kas pemerintah daerah menjadi terlambat. Akibatnya, proses pencairan tunjangan kepada para guru yang telah lulus uji sertifikasi itu juga ngadat. Saat ini, kata dia, proses pengecekan tersebut sudah hampir rampung. Sehingga, anggarannya tinggal proses transfer ke kas daerah. Lantas, kapan tunjangan tersebut dapat diterima para guru? Ariyasa berharap, tunjangan itu secepatnya bisa diterima oleh guru-guru yang berhak. Ternyata, ngadatnya pencairan TPG tidak hanya dikeluhkan guru-guru di Karangasem. Sejumlah guru yang sudah berstatus tersertifikasi di Denpasar juga mengeluhkan belum menerima TPG.
Gede Ariyasa
Mereka mengaku tidak tahu pasti apa yang penyebab ngadatnya pencairan tunjangan yang besarannya setara satu kali gaji pokok per bulan tersebut. Padahal, mereka mengaku sudah melaksanakan segala kewajiban yang menjadi persyaratan pencairan TPG tersebut. “Biasanya, TPG itu dibayar dengan sistem rapelan setiap tiga bulan sekali. Mengingat bulan ini sudah memasuki semester II 2015, kami seharusnya sudah menerima dua kali rapelan TPG,” keluh salah seorang guru SMK swasta di Denpasar kepada Bali Post, belum lama ini. Menurut guru yang enggan ditulis identitasnya di koran ini, ada sejumlah rekan sejawatnya sudah menerima TPG untuk triwulan I dan kini menunggu pencairan TPG untuk triwulan II. Namun, dirinya sama sekali belum menerima TPG untuk tahun anggaran 2015. “Entah di mana letak kesalahan saya sehingga TPG itu tak kunjung cair. Saya merasa sudah melaksanakan seluruh ketentuan yang dipersyaratkan,” ujarnya. Bagiarta 7 - 13 September 2015
19
MANCANEGARA
Eropa Hadapi
Krisis Imigran Gelap
G
elombang pengungsi ilegal lewat Laut Tengah ke Eropa makin deras dan mencapai tahapan kritis yang sulit ditangani negara yang jadi tujuan. Tapi sejauh ini Eropa tetap tak mampu sepakati program bersama. Italia yang secara tradisional jadi tujuan utama pengungsi yang sebagian besar dari Afrika Utara itu, kini berteriak kekurangan dana dan kurangnya solidaritas. Italia terutama mengeluhkan ketidakadilan dalam pembagian kuota penerimaan pengungsi yang kebanyakan karena alasan ekonomi atau akibat konflik di negara asalnya. Sekitar 170.000 pengungsi ilegal berhasil memasuki kawasan Eropa pada 2014 setelah mengarungi Laut Tengah menggunakan perahu bobrok yang kelebihan muatan. Italia menampung sekitar 22 persen dari pengungsi tersebut. Penanggung jawab masalah migrasi di kementrian dalam negeri Italia, Mario Morcone dalam pertemuan antara perwakilan gereja Protestan dengan kalangan politik di Roma, mengeluhkan masih adanya penolakan negara tetangga Perancis dan Spanyol terkait masalah kuota pengungsi ini. “Dengan begitu tak mungkin dibuat aturan Eropa yang mengikat terkait kuota penampungan pengungsi,” ujar Morcone. Sejumlah imigran yang nyaris tenggelam diselamatkan dengan perahu karet milik kapal dagang swasta OOC “Jaguar”. Kapal swasta ini tugas utamanya adalah mengangkut logistik untuk anjungan pengeboran minyak di Laut Tengah, bukan menyelamatkan imigran. Pemerintah di Paris menepis semua tudingan bahwa mereka tidak menunjukkan solidaritas. Terkait krisis pengungsi itu, pemerintah Perancis
20
7 - 13 September 2015
mengambil langkah lebih radikal. Awal bulan ini, aparat keamanan di Paris dan Calais mengobrak-abrik kamp pengungsi ilegal di tengah kota. Lebih 350 pengungsi ilegal asal Afrika ditangkap di Paris dan di sekitar 150 lainnya diusir dari Calais. Situasinya berbeda dengan di Jerman. Pemerintah di Berlin justru akan melipatgandakan anggaran bantuan segera bagi para pengungsi dari 500 juta menjadi satu miliar Euro pada tahun 2015 ini juga. Di kalangan anggota Uni Eropa, Jerman menanggung kuota penampungan pengungsi paling tinggi. Tahun 2014 lalu tercatat lebih 220.000 pengungsi dan migran mengajukan permohonan suaka kepada pemerintah Jerman. Menteri bantuan pembangunan Gerd Müller baru-baru ini memperkirakan hingga akhir tahun 2015 akan diajukan hingga 400.000 permohonan suaka. Namun masalah pengungsi dan pemohon suaka juga menjadi tema politik dalam negeri peka di Jerman. Terutama negara-negara bagian mengeluhkan beban berat yang harus mereka tanggung. Untuk penanganan pengungsi, negara bagian memperkirakan anggaran 14.000 Euro atau sekitar 210 juta Rupiah per pengungsi per tahunnya. Seperti juga di Italia, kini di Jerman makin gencar dilontarkan tuntutan agar Uni Eropa menetapkan kuota penerimaan yang lebih adil. PM Jerman Angela Merkel menyatakan bahwa krisis ini sangat serius. Dia memperingatkan bahwa gelombang pengungsi akan menyita pikiran Eropa jauh lebih besar dari masalah Yunani dan stabilitas euro. “Masalah imigran bisa menjadi proyek utama Eropa di masa mendatang, di mana
kita bisa melihat apakah kita benar-benar dapat mengambil tindakan bersama,” tegasnya. Hungaria bahkan menempuh cara yang lebih ekstrem lagi. Pemerintah Hungaria meneruskan rencananya untuk mendirikan pagar setinggi 4 meter di sepanjang perbatasan dengan Serbia, guna menangkal kedatangan para migran ilegal. Kebanyakan migran yang ingin memasuki negara Uni Eropa lewat Hungaria berasal dari Kosovo dan Albania. Tetapi, belakangan migran asal Afrika juga banyak yang memilih negara Balkan itu sebagai titik masuk ke Eropa, bukannya Yunani, Italia atau Spanyol. Perbatasan Hungaria dengan Serbia tidak panjang Tetapi, bagi para penjahat dan penyelundup yang mengetahui wilayah perbatasan itu dengan baik, bisa memanfaatkannya guna mendatangkan banyak keuntungan finansial di atas penderitaan para migran. “Pemerintah telah memutuskan untuk memerintahkan menteri dalam negeri agar segera memulai persiapan penutupan secara fisik perbatasan Hungaria-Serbia. Kita bicara soal area perbatasan sepanjang 175 kilometer yang secara fisik akan ditutup dengan pagar setinggi 4 meter,” kata Menteri Luar Negeri Peter Sijarto. Mengapa dan bagaimana tiba-tiba para migran banyak yang menggunakan negara Balkan itu sebagai rute masuk ke Uni Eropa masih belum diketahui secara pasti. Badan Migrasi Uni Eropa, mengatakan dunia menghadapi krisis pengungsi terburuk sejak Perang Dunia II. Gugiek Savindra
A KT I V I TA S
MBP/ist MBP/ist
DIGELAR - Undian Jumbo Wow 2015 periode II kembali digelar di BPR Lestari WR Supratman, Rabu (26/8) dihadiri oleh kurang lebih 50 nasabah dan jajaran manajemen serta karyawan BPR Lestari. Dihadiri oleh para saksi dari pejabat berwenang seperti dari Dinas Sosial, notaris, kepolisian dan Dinas Perizinan, pengundian dimulai dengan pembacaan tata tertib penarikan undian oleh perwakilan dari Dinas Sosial. Dalam penarikan periode ini, 56 hadiah ditarik yang terdiri dari 1 unit Toyota All New Grand Innova, 5 paket Couple Amazing Tours ke Denpasar - Hongkong - Macau Shen Zhen - Denpasar dan 50 unit LED TV.
PAMERAN - Guna merekam proses studi mahasiswa, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar menggelar pameran hasil studi mahasiswa dan sarasehan. Seminar bertema ‘’Journey (Perjalanan) Awal Sampai Akhir Perkuliahan’’, 25 Agustus 2015. Kegiatan diawali dengan pembukaan pameran hasil studi oleh Rektor ISI Denpasar Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum. bertempat di areal Gedung Kriya Hasta Mandala. Rektor menyampaikan bahwa pentingnya menggelar pameran hasil studi mahasiswa untuk evaluasi eksternal serta membuka ruang imaji, kontemplasi, ilusi, harapan, diskusi, respons dan apresiasi publik untuk memberi masukan, kritikan kepada ISI Denpasar yang nantinya dijadikan cambuk menuju kearah yang lebih baik.
MBP/ist
KOMITMEN - Selain berkomitmen menjaga kawasan suci sesuai bhisama Kesucian Pura PHDI Pusat, napas pariwisata Bali adalah kebudayaan Bali yang religius. Pasangan SMS (Sudirta-Made Sumiati) menyatakan berkomitmen sungguh-sungguh membela petani Karangasem, termasuk para peternak dan pekebun. Sebab, menurut data, potensi tanah tegalan yang 17.384 ha dan perkebunan yang 29.533 ha cukup besar. Karangasem punya jagung Seraya maupun jagung Abang yang khas, umbi-umbian dari Kecamatan Selat, berbagai jenis sayur di sekitar Desa Besakih Kecamatan Rendang, serta aneka bunga di Besakih yang produknya mesti diakomodasi di sektor pariwisata, seperti hotel, restoran dan fasilitas lainnya.
MBP/ist
BUKA - Wakil Rektor I Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Dr. I Gede Suwindia, S.Ag., M.A. mewakili Rektor IHDN Denpasar secara resmi membuka kegiatan Mahasisya Upanayana untuk mahasiswa baru tahun akademik 2015/2016 di Auditorium Kampus IHDN Jalan Ratna Denpasar, Selasa (25/8). Kegiatan yang diikuti 302 orang mahasiswa baru dari tiga fakultas yang tersebar di tiga kampus (Kampus Denpasar, Bangli dan Singaraja) ini berlangsung selama lima hari. Ketua Panitia Mahasisya Upanayana I Nyoman Palentin Pradnyana didampingi Presiden BEM IHDN Denpasar Cahya Aryadiputra menyatakan pihaknya bertekad mengemas kegiatan ini bebas dari aksi perpeloncoan 7 - 13 September 2015
21
DAERAH
Hambat Akses
Proyek Drainase di Tuwed
P
rotes warga terhadap pengerjaan proyek nyaris tak perah surut. Protes muncul bukan saja karena kualitas proyek yang tak sesuai standar, pengerjaannya yang lambat juga karena mengganggu aktivitas warga. Seperti proyek jalan nasional dengan pekerjaan membongkar tanah di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk, Desa Tuwed, Melaya yang memicu protes warga sekitar. Pasalnya, proyek berjalan lambat, terlebih setelah tanah di depan rumah mereka dikeruk untuk got yang dirasakan mengganggu aktivitas sehari-hari warga saat hendak keluar masuk rumah. Warga
22
7 - 13 September 2015
yang di depan rumahnya ada proyek galian mengalami kesulitan keluar masuk karena adanya lubang galain yang hanya ditutupi sebidang papan untuk jembatan mereka kaluar masuk. Dari informasi, proyek peningkatan jalan nasional itu akan membuat saluran drainase di kanan-kiri jalan. Tetapi sayangnya, akibat pengerukan itu, jalan keluar belasan rumah warga di sepanjang perbaikan itu pun terhambat akibat adanya lubang tersebut. Bahkan dari pengamatan, baru-baru ini pengerjaan baru pemasangan besi rangka untuk got. Itupun pengerjaannya terkesan lambat, sementara warga sulit keluar rumah lantaran jalan depan
rumah mereka tertutupi. Sejumlah warga yang ditemui, berharap akses keluar dari rumah warga digarap terlebih dahulu. Sudah hampir dua minggu lebih, lubang dibiarkan begitu saja, sehingga warga kesulitan untuk keluar rumah. Bongkaran got itu mencapai lebar dua meter dan panjang sekitar satu kilometer di kanan-kiri jalan nasional. Saat ini warga terpaksa keluar masuk halaman rumah dari jalan raya menggunakan jembatan darurat dari kayu, hanya bisa dilalui satu orang atau sepeda motor. Sejumlah pekerja yang ditemui kemarin, mengaku sempat kesulitan untuk mengecor lantaran keterbatasan molen. Hanya satu molen
Jangan Sampai Rugikan Warga ADANYA proyek pengerjaan drainase di pinggir jalan nasional Denpasar-Gilimanuk, Desa Tuwed, yang menuai protes warga lantaran lambat dan diduga bermasalah, mendapat respons dari DPRD Bali. Komisi III DPRD Bali mengaku segera turun untuk memastikan proyek yang dibiayai APBN itu sudah sesuai pengerjaan. Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba kepada wartawan mengatakan dewan akan mengecek langsung bagaimana proyek tersebut dan pelaksanaannya. Pengerjaan itu memang untuk kepentingan masyarakat, namun semestinya tidak sampai merugikan masyarakat hingga mengganggu aktivitas warga. Dewan Provinsi asal Peh, Kaliakah ini menilai, apabila got di depan rumah-rumah warga yang dibongkar, pengerjaan harus dikerjakan secara cepat dan memprioritaskan akses ke rumah warga. Karena itu, dewan mengharapkan agar pengerjaan proyek memprioritaskan akses di depan rumah warga. Dewan juga mengingatkan dalam pelaksanaan pengerjaan, pihak rekanan harus memperhatikan spek yang ditetapkan. Sehingga kualitas pengerjaan pun terjamin dan tidak merugikan kepentingan umum. Contohnya, apabila dalam spek diharuskan menggunakan beton jadi yang berstandar SNI, harus dikerjakan. Seperti diberitakan sebelumnya pengerjaan drainase yang merupakan perbaikan jalan nasional itu dinilai lambat pengerjaannya sehingga mengganggu warga yang akses jalan keluarnya ikut dikeruk. Belasan warga yang tinggal di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk itu kini terpaksa harus melewati jembatan darurat menggunakan kayu. Dari papan informasi proyek, pengerjaan bersumber dari APBN ini dikerjakan PT Nata Putra, Sleman, Yogyakarta. Dalam kontrak diberikan waktu 180 hari. Hingga hampir dua minggu pascapembongkaran got, pekerjaan baru sebatas memasang besi rangka untuk dicor. Sementara warga keluar masuk rumah melewati kayu seukuran ban sepeda motor.
Rangka besi yang mulai terpasang untuk pengecoran drainase di pinggir jalan DenpasarGilimanuk, di Desa Tuwed.
Diprotes
Surya Darma
yang tersedia. Dari papan yang terpasang di sekitar lokasi, proyek bersumber dari APBN ini dikerjakan PT Nata Putra yang beralamat di Sleman, Yogyakarta. Tetapi tidak disebutkan mulai waktu pengerjaan, hanya tertera waktu pengerjaan selama 180 hari dengan masa pemeliharaan dua tahun. Hingga beritanya diturunkan, baru lubang di sisi utara jalan yang mulai dicor. Itupun baru sebatas pengecoran landasan saluran atau got. Sementara dinding saluran, baru pemasangan rangka besi untuk pengecoran. Hanya segelintir pekerja yang nampak di lokasi. Dari informasi pembuatan got ini tidak semestinya dicor, melainkan harus menggunakan beton jadi yang berstandar SNI. Pengawas lapangan PT Nata Putra, Supriawan, mengatakan lewat SMS akan mengecor setelah semua begestingnya terpasang. Surya Darma 7 - 13 September 2015
23
K E S E H ATA N
75 Persen Penderita Kanker Mengalami Kematian
H
anya 1 dari 10 penderita kanker yang didiagnosa pada stadium awal. Data dari penelitian ASEAN Cost in Oncology (ACTION) study yang dilakukan the George Institute for Global Health menunjukkan bahwa hampir 88 persen dari pasien kanker yang didiagnosa untuk pertama kalinya sudah berada pada stadium 2 sampai 4, sedangkan hanya 12 persen dari pasien yang didiagnosa berada pada stadium 1. Selain itu, 75 persen penderita kanker mengalami kematian atau kebangkrutan dalam jangka waktu satu tahun setelah diagnosa. Peningkatan masalah kanker dapat menyebabkan krisis ekonomi di kawasan Asia Tenggara jika tidak mengambil tindakan cepat. Hal tersebut terungkap pada konferensi pers Result of a Study on Socioeconomic Burden of Cancer in South East Asian Countries beberapa waktu lalu di Nusa Dua, Badung. Professor Mark Woodward, M.Sc., Ph.D., Professor of Statistics and Epidemiology dari the George Institute for Global Health mengatakan, biaya yang dikeluarkan untuk penyakit kanker tidak hanya berdampak pada penderita, tetapi juga keluarga dan lingkungan mereka. “Kami berharap temuan dari Action study dapat membantu pemerintah setiap negara di Asia Tenggara menentukan langkah dan kebijakan yang tepat untuk memerangi penyakit kanker dalam jangka waktu yang panjang,” jelasnya. Peningkatan populasi yang menua dan beban kanker di kawasan ini mengarah pada risiko kanker menjadi epidemi yang akan melanda Asia Tenggara. Diperkirakan ada lebih dari 770,000 kasus kanker baru dan 527.000 kematian karena kanker di Asia Tenggara pada tahun 2012. Jumlah kasus baru diperkirakan akan meningkat sekitar 70 persen pada tahun 2030 yang mencapai 1,3 juta. Dengan peningkatan beban dari semua jenis kanker yang tumbuh di kawasan ini, tindakan mendesak diperlukan untuk melindungi populasi dari kesulitan ekonomi yang diakibatkan penyakit tersebut dan mengurangi dampak dari hilangnya produktivitas
24
7 - 13 September 2015
Professor Mark Woodward, M.Sc., PhD (kiri), Profesor dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr. PH (tengah), Professor Nirmala Bhoo-Pathy, MD, PhD (kanan)
ekonomi. “Dari hasil penelitian ini, kami dapat melihat bahwa biaya yang berkaitan dengan penyakit tidak menular seperti kanker merupakan salah satu faktor yang signifikan terhadap kemiskinan di Asia Tenggara. Dengan menciptakan dan memanfaatkan program–program sosial, pemerintah dapat mencegah masyarakatnya dari kemiskinan dan kesulitan ekonomi setelah didiagnosa penyakit kanker,” imbuh Professor Woodward. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dari 9.513 pasien yang ditindaklanjuti pada bulan ke-12, hampir 50 persen dari penderita kanker mengalami kebangkrutan, 29 persen mengalami kematian. Selain itu, hampir setengah atau 44 persen dari pasien yang selamat akan mengalami kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh penyakit kanker, dimana pada akhirnya akan menggunakan tabungan masa depan. Professor Nirmala Bhoo-Pathy, M.D., PhD, Cancer Epidemiologist at the University of Malaya, memperlihatkan contoh bahwa rata–rata biaya untuk pengobatan kanker payudara dapat mencapai 15.000 dolar Amerika per tahun. Penderita dengan
penghasilan sebesar 1.100 dolar Amerika atau lebih rendah per bulan akan mengalami kesulitan untuk pembayaran pengobatan mereka. Kebangkrutan atau Financial Catastrophe didefinisikan dengan menghabiskan sebanyak 30 persen atau lebih dari penghasilan utama rumah tangga dan uang saku untuk biaya pengobatan kanker. Profesor Woodward selanjutnya menekankan bahwa jika kanker tidak diprioritaskan dan dipandang sebagai isu nasional yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, hal tersebut tidak hanya akan mempengaruhi rumah tangga penderita, tetapi juga masyarakat dan ekonomi. Profesor dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH., dosen Kebijakan Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia, menjelaskan, sejalan dengan rekomendasi dari Action Study, pemerintah Indonesia telah mencanangkan beberapa program deteksi dini kanker di tingkat puskesmas, dan pada tingkat penyedia layanan kesehatan primer. Selain itu, pemerintah telah meluncurkan program jaminan kesehatan nasional. Citta Maya
A KT I V I TA S
MBP/ist
SDM - Tidak banyak yang tahu bahwa di negara Turki ternyata cukup banyak SDM Bali yang bekerja sebagai TKI dan TKW. Hal ini mengemuka saat kunjungan Komite III DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III ke dua kota besar di Turki yakni Istanbul dan Ankara. Dalam kunjungan selama 7 hari tersebut, Senator RI Gusti Wedakarna bersama Komite III DPD-RI dari 10 provinsi mengadakan pertemuan dengan Kementerian Perdagangan Turki dan juga Kamar Dagang Industri Istanbul, di samping meninjau sejumlah pusat ekonomi kreatif. Harapan agar Bali bisa meniru Turki dalam manajemen pariwisata disampaikan Senator RI Gusti Wedakarna.
MBP/ist
PKKMB - Fakultas Teknik (FT) Unud, Selasa (25/8) menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2015 di gedung Undagi Graha, Jimbaran, Badung. Kegiatan itu diikuti 806 mahasiswa baru dan dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik Unud Prof. NPG Suardana, Ph.D. Menurut Prof. Suardana, PKKMB tersebut sangat penting diberikan kepada mahasiswa baru, supaya mereka paham kehidupan kampus yang berbeda saat masa SMA. Oleh karena itu, saat menyandang status mahasiswa, mereka dituntut bisa hidup mandiri, disiplin, jujur dan bekerja keras.
MBP/ist
PRESTASI - SMPN 1 Denpasar gudangnya siswa berprestasi. Buktinya berbagai prestasi terus diraih siswa-siswi SMPN 1 Denpasar mulai dari tingkat regional, nasional sampai internasional. Di tingkat internasional, Made Krisnanta Gustisa Adiwangga meraih dua medali emas kejuaraan karate dunia The 5th Basel Open Master di Swiss. Krisnanta Gustisa meraih dua medali emas pada kategori Kata dan Kumite. Atas prestasi yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, Krisnanta Gustisa dan Kepala SMPN 1 Denpasar Drs. A.A. Gede Agung Rimbaya Temaja, M.Ag. diundang khusus ke Istana Bogor untuk bersilaturahmi dengan Presiden RI Joko Widodo, usai upacara kemerdekaan di Istana Negara, 17 Agustus lalu.
MBP/ist
COI - Sebanyak 434 mahasiswa baru mengikuti Campus Orientation and Inauguration (COI) di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali. Pembukaan COI Stikes Bali dilakukan Koordinator Kopertis VIII Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa, S.E., M.Si., Selasa (25/8), didampingi Ketua Stikes Bali Drs. I Ketut Widia, BN.Stud., M.M. dan Ketua YP3LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka. Jumlah mahasiswa baru Stikes Bali sepanjang tahun konsisten di angka 400, untuk memenuhi syarat rasio dosen dan mahasiswa yang ideal sesuai persyaratan Dikti. Menurut Puket III Stikes Bali I Ketut Suwarjana, SKM., MPH., COI 2015 diikuti 434 mahasiswa. 7 - 13 September 2015
25
LENSA
MELASTI Di tengah kemajuan zaman dan derasnya pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata, umat Hindu masih setia menjalankan ritual melasti. Nampak dalam foto, umat Hindu menggelar kegiatan melasti di Pantai Kuta dengan melewati sebuah pusat perbelanjaan megah yang dibangun dekat pantai.
MBP/I Ketut Arya Patrawan
OLAHRAGA
Taruna Yalasena
Juara Dunia di Korea
A
tlet taekwondo binaan UTI Pro Bali, Taruna Yalasena, secara mengejutkan merebut gelar juara nomor kyorugi kelas 53 kg, pada Kejuaraan Dunia bertajuk World Children Taekwondo Union (WCTU) di Moju Taekwondo Won Park, Kota Moju-Gun, Korea Selatan, 7-9 Agustus lalu. Siswa kelas II SMP Harapan Mulia Denpasar ini mengaku bangga atas prestasinya itu, sebab event bergengsi tersebut diikuti atlet dari 75 negara. ‘’Di final saya bisa menaklukkan taekwondoin dari Afrika Selatan, yang badannya kekar dan jangkung dengan skor 5-1,’’ ucapnya pekan lalu. Sebelum berlaga di Negeri Ginseng, remaja kelahiran Denpasar, 26 Desember 2002 ini, masuk pelatnas di UTI Pro Pusat yang berlokasi di Pantai Indak Kapuk, Jakarta Utara. Ia dan rekan-rekannya ditempa di pelatnas selama 37 hari. Pagi pukul 07.00-09.00 berlatih fisik, sedangkan siang pukul 14.00-16.00 digembleng latihan teknik. Menghuni pelatnas membuatnya makin disiplin, karena harus tidur pukul 22.00 dan bangun pukul 06.00. Yalasena senang menggeluti olahraga bela diri asal Korsel ini, sebab makin banyak memiliki teman karena sering berlatih bersama dan bertanding di berbagai daerah. ‘’Ilmu taekwondo tak boleh dipakai berkelahi, kecuali untuk membela diri,’’ terangnya saat ditemui di kediamannya, Perumahan Pesona Wisata Utama, Jalan Imam Bonjol. Ia pertama kali menekuni taekwondo sejak duduk di bangku TK Harapan Mulia. Kegemerannya akan olahraga keras ini berlanjut di SD Harapan Mulia dan SMP Harapan Mulia. Taekwondo ditekuninya sebagai ekstra kurikuler, sedangkan latihan rutin dilakukan di Dojang Polda Bali. Ketua Umum UTI Pro Bali Johny Kasman menegaskan, keberhasilan Yalasena merebut gelar juara dunia membuktikan bahwa prestasi atlet UTI Pro juga diakui dunia. ‘’Jadi, bagi atlet UTI Pro Bali tak perlu berkecil hati, sebab berkiprah di kancah internasional membawa nama Timnas Merah-Putih,’’ ujar penyandang predikat International Referee (IR) ini. Pendiri UTI Pro Pusat, Lioe Nam Khiong yang juga Wakil Presiden WCTU, memastikan Jakarta sebagai tuan tumah WCTU 2016. UTI Pro juga mempunyai hajatan Piala Kukkiwon yang dirangkaikan dengan Best of the Best di ibu kota pada 7-9 November mendatang. WCTU dan World Taekwondo Federation (WTF) muaranya ke Kukkiwon yang bakal bermarkas di Moju-gu, Korsel, dan menjadi pusat taekwondo dunia. Daniel Fajry MBP/nel
Pageh Siapkan Pengganti Maria ATLET lompat jauh dan jangkit Maria Natalia Londa lolos ke Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil. Ini berkat prestasinya pada SEA Games Singapura, Juni lalu. Maria mengantongi tiket ke hajatan multievent tingkat dunia itu secara murni, bahkan menjadi satu-satunya atlet Indonesia di cabang olahraga atletik. Di SEA Games Singapura, Maria mampu mengawinkan medali emas nomor lompat jauh dan jangkit putri. Atlet Bali milik Badung ini mampu melompat sejauh 6,70 meter di nomor lompat jauh, dan 13,76 meter di lompat jangkit. Sebelumnya, ia menorehkan prestasi gemilang pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, dengan menyabet emas meskipun lompatannya hanya 6,55 meter di lompat jauh. Maria mampu mendulang emas di hajatan multievent Asia lantaran
bermental juara. Padahal, pesaingnya atlet dari Korea, Jepang, Tiongkok, dan Kazhakstan biasanya mampu melompat sejauh 6,90 meter. ‘’Namun, melihat lompatan Maria yang bercokol di urutan kedua sementara, atlet dunia jadi keder hingga penampilannya grogi dan konsentrasinya buyar. Lompatan mereka pun akhirnya di bawah Maria,’’ terang sang pelatih Ketut Pageh di Denpasar pekan lalu. Pageh sudah menyiapkan regenerasi Maria, yakni Ni Luh Mutayuni. Siswi kelas II SMAN 2 Denpasar ini menyabet emas pada PON Remaja 2014 di Surabaya dalam nomor lompat jangkit dengan prestasi 11,21 meter. Mitayuni juga turun pada Asian School 2014 di Tiongkok dengan lompatan sejauh 12,15 meter. Berbekal lompatan sejauh itu, Mitayu-
ni dipastikan lolos ke PON XIX/2016 di Jabar. Namun, ia tidak mengantongi tiket PON karena alasan usianya masih muda. Mitayuni belum genap 17 tahun, sehingga belum boleh tampil di PON. ‘’Padahal, kalau Mitayuni tampil di PON, saya akan jadikan pelapis Maria. Jika Maria mendapat emas, Mitayuni saya targetkan perak atau perunggu,’’ tandas suami Ni Made Kartika ini. Maria sendiri dituntut mampu lompat 7 meter jika ingin bersaing dengan atlet dunia di Olimpiade. Jadi, ia mesti menambah 30 cm lagi lompatannya yang sekarang baru 6,70 meter. Oleh sebab itu, Pageh menyarankan kepada PB PASI agar menurunkan Maria pada kejuaraan internasional sebelum terjun di Olimpiade agar biasa menghadapi atlet dunia. Daniel Fajry
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
WISUDA - Bali Aviation Training Centre (BATC) merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan bidang penerbangan di Bali yang mengantongi izin dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Pada Jumat (21/8), BATC menggelar Wisuda VIII untuk angkatan ke-29 dan ke-30 di Hotel Grand Bali Beach, Sanur. Tahun ini diwisuda 100 siswa Program Aiport Handling Management setara D-1. Menurut Direktur BATC Eka Darmi Pratiwi, para wisudawan tersebut telah mendapat pendidikan dan pelatihan tentang penanganan pesawat, penumpang dan bagasi penumpang.
BERKUALITAS - Pola pengasuhan yang berkualitas harus menjadi konsep utama dengan memberikan pemenuhan hak anak dan membangun komunikasi yang baik antaranggota keluarga. Di lingkungan keluargalah sesungguhnya dimulai pembangunan kecerdasan anak-anak kita. Demikian disampaikan Penjabat Bupati Badung Ir. Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. pada launching Telepon Sahabat Anak (Tesa) 129 di Jaba Pura Lingga Bhuwana Puspem Badung, Rabu (19/8). Launching Tesa dilaksanakan serangkaian dengan peringatan Hari Anak Nasional. Nampak dalam foto Penjabat Bupati Badung Ir. Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. didampingi Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Plt. Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Desire Yudha Saka pada launching Telepon Sahabat Anak (Tesa) 129. 7 - 13 September 2015
29
A KT I V I TA S
MBP/ist
BAKSOS - Rumah Sakit (RS) BaliMed Denpasar kembali menggelar acara rutin bulanan berupa kegiatan bakti sosial (baksos), Kamis (20/8). Kali ini, RS BaliMed menyasar puluhan anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Denpasar. Acara itu mengusung tema “Untukmu Pahlawanku”. Baksos berupa pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol gratis. Kadiv Pemasaran dan Hubungan Pelanggan, Made Adi Krisna Dwipayana, SE.,M.Par mengatakan pihaknya menurunkan tiga dokter umum, dua petugas laboratorium, dan seorang perawat untuk memberikan pelayanan kesehatan.
MBP/ist
LTE - PT XL Axiata Tbk (XL) terus mengembangkan dan melengkapi ekosistem penyediaan layanan 4G LTE bagi masyarakat. Saat ini XL sudah menyediakan layanan 4G LTE di delapan kota/area baik secara komersial ataupun uji coba, yaitu Medan, Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Mataram. Salah satu hal yang terus dilakukan XL adalah melakukan edukasi kepada pelanggan dan masyarakat mengenai manfaat layanan 4G LTE dari XL. Salah satu upaya edukasi yang dilakukan adalah dengan demonstrasi ‘’Extreme HD 360° Video’’.
MBP/ist MBP/ist
UJI - Monarch Gianyar menggelar uji kompetensi yang berlangsung dua hari, 21 dan 22 Agustus 2015. Kabid Lattas Disnakertrans Gianyar Ir. Ida Bagus Sukarya sangat mengapresiasi kegiatan uji kompetensi yang dilakukan di Monarch Gianyar. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa Monarch Gianyar mendukung deklarasi Gianyar sebagai kabupaten kompeten di Bali yang dideklarasikan beberapa waktu lalu. Pihaknya berharap lulusan Monarch Bali yang sudah tersertifikasi bisa terserap di dunia kerja, khususnya bidang pariwisata. Direktur LSP LPK Monarch Bali IN Yasa Adi Susanto, S.H., CHT. menegaskan bahwa LSP LPK Monarch Bali sudah melakukan uji kompetensi terhadap lulusan Monarch Bali sebanyak dua periode.
30
7 - 13 September 2015
WISUDA - Ketua Stikes Bali, Drs. I Ketut Widia, BN.Stud.,M.M. Kamis (20/8) mewisuda 194 orang lulusan Program Studi Sarjana Keperawatan. Acara wisuda juga dihadiri Koordinator Kopertis VIII, Prof. Nengah Dasi Astawa dan Ketua YP3LPK Bali, Drs. Ida Bagus Arka. Yang membanggakan 9 orang lulus dengan pujian dan 95,4 persen lulus sangat memuaskan. Tampil sebagai lulusan terbaik I Putu Agus Andy Saputra (3,92), IA Anom Rastiti (2,80) dan Ni Nyoman Manik Yulitasia (3,78). Para peraih IPK tertinggi juga banyak mengukir prestasi. Ketut Widia mengungkapkan pelaksanaan pengajaran berjalan dengan lancar karena didukung oleh fasilitas yang memadai, yang secara kontinu dilengkapi dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan IPTEK di bidang pendidikan dan kesehatan.
MBP/ist
MBP/ist
SUKSES - Bacabup Karangasem Made Sukerana menerima deklarasi dukungan dari Banteng Liar. Puluhan pendukung yang menamakan diri sesuai yang tertulis di baju kaos seragamnya “Banteng Liar Tuak Community.� Mereka yang umumnya pemuda petani membawa bendera komunitas serta bendera merah-putih ke sekretariat pemenangan Sukerana - Kisid Yes (Sukses) di Paya. Banteng Liar ini dengan penasihat Komang Badung dengan Ketua Ketut Santiana. Mereka menyatakan mendukung pasangan Sukses pada Pilkada 9 Desember.
PELATIHAN - Menghadapi era perdagangan bebas ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar mulai mempersiapkan para pelaku UKM dan perajin untuk bisa tetap berkiprah. Bukan saja untuk kalangan regional, nasional, tetapi juga harus mampu bersaing di tingkat internasional. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melakukan pelatihan membangun jejaring bagi pelaku perajin dan eksportir di Denpasar. Kepala Disperindag Denpasar Drs. I Wayan Gatra, M.Si. ditemui di sela-sela pelatihan, Jumat (21/8) di Gedung Sewaka Dharma mengatakan, dipilihnya kegiatan ini karena memiliki fungsi yang sangat strategis dalam membuka peluang ekspor bagi hasil kerajinan yang ada. Pelatihan yang digelar selama sehari ini melibatkan sedikitnya 50 peserta dari pelaku UKM, perajin, eksportir, serta calon perajin yang akan melakukan ekspor.
MBP/ist MBP/ist
SIMAKRAMA - Pasangan calon (paslon) Made Sukerana-Komang Kisid (Sukses) terus menggenjot simakrama menemui warga sejumlah dadia di Karangasem. Sukses, Minggu (23/8) di antaranya simakrama ke Banjar Bebayu Desa Labasari, Karangasem. Humas Sukses Wayan Putu menyatakan di Bebayu simakrama dihadiri Komang Kisid didampingi penasihat tim pemenangan Wayan Geredeg, Ketua Tim Nengah Sumardi, serta kader Partai Golkar Mardana Wimbawa, Putu Yuliartini dan tokoh muda dari Pidpid Wayan Pandu Prapanca. Masyarakat Bebayu minta jalan ke pantai Bebayu diperbaiki. Soalnya, jalan itu sudah lama rusak berat.
EKSTRAKURIKULER - Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMP Wisata Sanur adalah ekstrakurikuler Sains Club (SC) akademis yang tidak pernah absen dari kesibukan dalam kegiatan penelitian ilmiah dan lomba-lomba karya tulis ilmiah, mulai dari tingkat kota hingga nasional. Siswa KIR SMP Wisata Sanur binaan I Kadek Artayasa, S.T. terus berkembang dan memboyong prestasi di tahun 2015 ini. Dari akhir bulan Juli hingga Agustus, KIR SMP Wisata Sanur kembali memboyong prestasi mencapai 16 penghargaan dalam lomba terpisah. Tim KIR ini kuat berkat dukungan Bapak Drs. Gusi Made Raka selaku kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan Yayasan Pembangunan Sanur yang menaungi SMP Wisata Sanur. 7 - 13 September 2015
31
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
SOLUSI - Mayoritas orang Bali menjadi karyawan di vilavila tersebut dan hanya segelintir orang Bali yang menjadi pemilik vila. Sebagian besar penghasilan dari bisnis vila mengalir ke kantong-kantong pemilik vila. Sedangkan orang Bali yang berprofesi sebagai karyawan di vila tersebut hanya bisa mendapatkan penghasilan berupa gaji. Melihat fenomena ini, I Gede Dermawan merasa tertantang dan terpanggil untuk mencari solusi bagaimana caranya agar banyak orang bisa menjadi pemilik vila. Dengan modal keyakinan, keberanian dan tekad yang bulat akhirnya pada 24 Mei 2013 I Gede Dermawan bersama Ni Ketut Suciarini mendirikan PT Pengembang Properti Harmonis dengan brand Harmonis Land yang berkantor pusat di Denpasar.
PKKMB - Sebanyak 520 mahasiswa baru ISI Denpasar mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bertempat di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, dimulai tanggal 18 hingga 21 Agustus 2015. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor ISI dan dihadiri para pejabat struktural di lingkungan ISI Denpasar. Dalam laporannya, Pembantu Rektor III ISI Denpasar Drs. I Wayan Gulendra, M.Sn. menyampaikan bahwa kegiatan penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan melalui dua jalur yaitu Jalur Program Beasiswa Bidik Misi dan Jalur Seleksi Mandiri. Pada tahun 2015 ISI Denpasar memperoleh 150 orang penerima Bidik Misi.
MBP/ist
DEKLARASI - Sekitar 10.000 orang, menghadiri deklarasi pasangan calon (Paslon) Made Sukerana-Komang Kisid (Sukses) di tepi pantai banjar Lebah, Desa Sukedana, Kubu, Karangasem, Jumat (21/8). Saat itu, Bacabup Made Sukerana mengingatkan warga Karangasem jangan sampai menjual murah hati-nurani. Sukerana asal desa tandus Juntal Kelod, Kubu itu mengatakan, pemilih Pilkala 9 Desember, jangan sampai tergiur atau terpengaruh dengan uang Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu atau bahkan dengan sekadar sembako. Menurut Sukerana, agar jangan belakangan salah pilih, diminta masyarakat di Karangasem memilih yang sudah terbukti berpengalaman bekerja lima tahun.
MBP/ist
WISUDA - IKIP PGRI Bali adalah LPTK favorit di Bali setiap tahunnya melakukan inovasi agar lulusannya berdaya saing dengan berbagai keunggulan. Pada Selasa (25/8), Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., mewisuda 479 sarjana baru. Mereka yang dilepas sudah memenuhi empat kompetensi guru yakni kompetensi professional, kepribadian, sosial dan pedagogik. Yang menarik, calon guru yang dilepas selain siap menjadi guru professional mereka juga dibekali kewirausahaan lewat berbagai program pengembangan kewirausahaan di setiap program studi (prodi).
32
7 - 13 September 2015
MBP/ist MBP/ist
GATHERING - Rumah Sakit Umum (RSU) Graha Asih melakukan gathering dengan masyarakat Kuta, kepala lingkungan, lurah, klian adat, bendesa, dokter spesialis, klinik dan puskesmas di sekitarnya, Sabtu (22/8). Prof. Dr. dr. I Ketut Budha, Sp.B.(K)BD, Komisaris Utama PT Bali Asih Husada, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada awal berdiri RSU Graha Asih berada di bawah naungan Yayasan Asih Husada. Namun saat ini RSU Graha Asih berada di bawah naungan PT Bali Asih Husada dengan manajemen baru untuk pengelolaan secara profesional. Pihaknya berharap dapat menjadikan rumah sakit pelayanan yang betul-betul profesional.
MELASPAS - Keluarga besar SMK PGRI 4 Denpasar, Kamis (20/8) melaspas gedung baru berlantai tiga senilai Rp 4,5 miliar. Upacara melaspas kemarin di-puput Ida Pedanda Made Gede Putra Jnana dari Geria Tuakilang, Tabanan. Upacara melaspas juga dirangkaikan dengan upacara memakuh, mendem dasar, macaru dan ngalinggihang Batara. Hadir di acara itu para Pembina SMK PGRI 4, Ketua YPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., para siswa dan guru. Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. mengungkapkan, pembangunan gedung baru ini dilakukan sejak dua tahun lalu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi makin meningkatnya animo masyarakat sekolah di SMK PGRI 4 Denpasar.
MBP/ist
IDOLA - Senator DPD-RI termuda dari Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III makin tidak terbendung menjadi idola kaum muda Bali. Sikap konsistensi dan keberanian sosok Dr. Arya Wedakarna telah menginspirasi banyak kaum muda di Bali untuk berani berkiprah di berbagai bidang. Salah satu kebangkitan ini ditandai kehadiran Senator Gusti Wedakarna yang diberi kehormatan menutup turnamen futsal antarpemuda di Rendang, Karangasem. Acara diadakan di Lapangan Futsal Putra Kunyit (FC) Banjar Dinas Kunyit, Besakih, Rendang, Karangasem dihadiri ribuan pemuda khususnya sekaa teruna dan karang taruna. Dalam kesempatan itu, Senator Wedakarna memberikan motivasi kepada pemuda di Bali agar tumbuh menjadi pemuda yang sehat, kuat dan memiliki intelektual tinggi.
MBP/ist
LEPAS - Dekan FKIP Undwi Drs. I Made Sila, M.Pd., Selasa (18/8) malam melepas 127 sarjana. Dari jumlah itu PPKN sebanyak 66 orang dan 61 orang dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Saat itu Made Sila didampingi Wakil Dekan Drs. I Made Sutika, M.Si., Dra. A.A. Mas Darwati, M.Si. menyerahkan penghargaan bagi lulusan terbaik. Untuk PPKN masing-masing diraih Ni Wayan Juliani (3,69), Emilia Jelita (3,64), I Putu Eka Sucipta (3,64) dan Wayan Suteja (3,63). Di Sastra Daerah diraih I.A. Diahtelas Dewi (3,73) dan Ni Putu Sukarmi (3,68). Di Sastra Indonesia diraih I.A. Ratih Paramitha (3,52), Kadek Tommy Setiardi (3,49) dan Ketut Sutrisna (3,38). Hingga kini FKIP Undwi sudah menamatkan 2.087 sarjana. 7 - 13 September 2015
33
A KT I V I TA S
MBP/ist
CETAK - Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) IKIP PGRI Bali dikenal sebagai LPTK pencetak guru Bimbingan Konseling yang profesional dan berkarakter. Lulusannya telah memenuhi syarat empat kompetensi guru yakni kompetensi profesi, pedagogis, sosial dan kepribadian. Hal itu diungkapkan Dekan FIP IKIP PGRI Bali Drs. I Nyoman Waga, M.Si. ketika meyudisium 53 sarjana baru, Jumat (21/8). Tampil sebagai lulusan terbaik Ni Putu Sugiartini dengan IPK 3,70. Pada acara yudisium yang dihadiri PR I Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si. dan PD Drs. Dewa Nyoman Juwana, M.Pd., PD I FIP Drs. I Nyoman Rajeg Muliawan, M.Pd. melaporkan sarjana yang yudisium ke-36 semua memenuhi syarat akademik. Mereka minimal menempuh pendidikan delapan semester dan terlama 10 semester dengan rentang IPK 3,03,70.
MBP/ist
LEPAS - Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dwijendra (Undwi) Drs. I Wayan Kotaniartha, S.H., M.H., Minggu (23/8) melepas 97 sarjana ilmu komunikasi. Pelepasan sarjana baru juga dihadiri Pembina Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar dr. Karlota, Ketua Yayasan M.S. Chandra Jaya dan Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Dekan I Wayan Kotaniartha didampingi Wakil Dekan Drs. A.A. Gede Bagus, M.Si. juga menyerahkan penghargaan kepada lulusan terbaik. Lulusan terbaik masing-masing diraih Putu Yunitasari (3,64), Isra Widyari Aridita (3,61) Gusti Agung A. Pancadewi (3,55), Anom Putri Lestari (3,53), Ni Made Ayuning Diana Paramitha ( 3,52), Hendrawan Lukmana (3,52), dan Pande Sri Santa Kumara (3,51).
MBP/ist MBP/ist
SERAHKAN APRESIASI - Telkomsel dan Dewatacomm menyerahkan apresiasi program Smartphone Fiesta, berupa sepeda motor Yamaha Mio kepada Ngakan Made Hartawan. Penyerahan itu dilakukan Manager Telkomsel Branch Denpasar Mohammad Ardip dan Pemilik Dewatacomm I Gede Eka Sutresna di Gerai Dewatacomm, Jalan Bypass Dharmagiri, Gianyar. Promo Smartphone Fiesta diperuntukkan bagi masyarakat yang melakukan pembelian paket bundling smartphone Telkomsel di empat gerai Dewatacomm di Kabupaten Gianyar, yakni Jalan Raya Goa Gajah, Jalan Raya Ubud, Jalan Ksatrian, dan Jalan Bypass Dharmagiri.
34
7 - 13 September 2015
RAMPUNG - Rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) yang digagas Pemkot Denpasar melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) beberapa sudah ada yang rampung. Seperti yang terlihat di rumah milik Wayan Gembor di Br. Den Yeh, Peguyangan Kaja, Denpasar Utara. Bahkan, rehasil renovasi rumah tidak layak huni tersebut diserahkan kepada pemiliknya, Senin (24/8). Penyerahan dilakukan oleh Kepala Dinsosnaker Denpasar Drs. IGA Rai Anom Suradi, MM., didampingi Dirut PT Canning Indonesian Product (CIP) Arief Wicaksana. Anom Suradi mengatakan, rehab rumah tidak layak huni ini dilakukan dengan batuan CSR dari PT CIP dengan produknya, Pronas.
MBP/ist
ORMAS - Satu persatu organisasi masyarakat (ormas) mengadakan pertemuan dan audiensi dengan Senator DPD RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Yang terbaru, ormas Cakrabhirawa yang lahir dengan tujuan untuk melahirkan militansi positif terhadap suku bangsa Bali khususnya umat Hindu. Apresiasi terhadap ormas ini, disampaikan langsung oleh Ratu Gusti Wedakarna di Istana Mancawarna. “Dalam sejarah, Bung Karno pernah mendirikan pasukan khusus Cakrabhirawa sebagai pengawal pribadi presiden. Bung Karno sangat terinspirasi dari ajaran Durga Bhairawa, sehingga sangat mengagumi nama Cakrabhirawa dan jika sekarang ada anak–anak muda Bali menggunakan nama ini dengan tujuan mulia yakni membela Bali yang menjadi bagian NKRI, maka saya akan mendukung,”ungkap Senator Gusti Wedakarna.
MBP/ist
SEMINAR - Rumah Sakit Bali Royal Hospital (BROS) kembali memberi ruang bagi para dokter umum dan dokter residen untuk mengupdate ilmu mereka dalam suatu seminar. Kali ini, BROS menggelar seminar “Weight Loss Surgery for Extreme Obesity” di Imperium Hall rumah sakit setempat, Kamis (20/8). BROS bekerjasama dengan Parkway Hospital Singapore, menghadirkan dua dokter spesialis bedah sebagai narasumber, yakni Dr. Shanker Pasupathy dan dr. Gede Eka Rusdi Antara, Sp.B.KBD. Direktur Utama RS BROS, dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes., menambahkan, kedua narasumber saling berbagi pengalaman dan juga teknik untuk mengurangi berat badan pasien di negara masing-masing.
MBP/ist MBP/ist
PENARIKAN UNDIAN - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Group Sripartha yang terdiri dari BPR Sripartha, BPR Pusaka, BPR ASHI, BPR TISH dan BPR Antenk, Jumat (21/8) melaksanakan penarikan undian Tabungan Berhadiah Dahsyat di Pendawa Stage Garden, Inna Grand Bali Beach Sanur. Hadiah Dahsyat utama satu unit mobil Suzuki Ertiga dan 15 unit sepeda motor Scoopy, penarikan undiannya dirangkaikan dengan perayaan HUT ke-70 Kemedekaan RI. Acara tersebut dimerihakan tarian ayunan bendera Merah Putih dan hiburan lain yang seluruh penarinya adalah keluarga besar Group Sripartha berbusana merah putih.
OUTLET BARU - Setelah turut meramaikan Krisna Kuliner di Tuban, Bebek Tepi Sawah, rumah makan yang pertama kali dibuka di Ubud ini, kini membuka outlet baru di Krisna Gallery dan Resto, Jalan Diponegoro, Denpasar. Grand Opening Bebek Tepi Sawah di Krisna Gallery dan Resto ini berlangsung, Kamis (20/8). “Bergabungnya Bebek Tepi Sawah di Krisna Gallery dan Resto tentu saja kami maksudkan untuk menawarkan pilihan yang lebih beragam kepada pengunjung. Pilihan kepada Bebek Tepi Sawah karena selain hidangannya yang khas berkualitas, tentu saja karena brand ini sudah dikenal secara luas baik oleh masyarakat Bali maupun wisatawan domestik dan mancanegara,” jelas Ayu Saraswati, Manajer Operasional Krisna. 7 - 13 September 2015
35
LINGKUNGAN
Pos Polisi Rusak
Pengawen Leluasa Masuk Hutan
Hamparan ladang pisang ini dulunya ditumbuhi pohon-pohon besar hutan lindung. Sayang hutan yang berfungsi menyediakan air di musim kemarau kini berubah fungsi ditanami pisang. MBP/olo
A
ksi pengawenan -membabat hutan- tampaknya semakin merajalela di Jembrana. Pembabatan pohon dan perambahan hutan kerap terjadi tanpa memikirkan dampak di hilir. Kawasan hutan lindung yang semestinya tidak boleh dijamah, kini berubah menjadi kebun-kebun masyarakat. Parahnya lagi, aparat terkesan lepas tangan. Hal ini membuat para pengawen semakin leluasa menjamah hutan. Dari data di UPT KPH Bali Barat, luas kawasan hutan Bali Barat 66.000 hektar (Jembrana dan Tabanan), sekitar 22.000 hektar atau 30 persen merupakan lahan kritis. Sebagian besar lahan kritis itu berada di Jembrana. Hutan Bali Barat penyumbang paling dominan untuk daratan hijau di Bali. Dari total luas hutan di Bali 130 ribu hektar, sejatinya belum memenuhi 30 persen luasan hijau. Sayangnya, kepedulian terhadap hutan tidak setara dengan fungsi hutan itu. Kawasan hutan lindung yang semestinya dijaga, kini disulap menjadi kebun oleh masyarakat. Parahnya lagi, aparat terkesan lepas tangan dengan berbagai alasan. Sebagaimana terjadi di Sombang, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya belum lama ini. Pengawen bahkan nyaris bentrok dengan warga sekitar lantaran tindakan mereka keterlaluan. Selain hutan sudah dikapling, para pengawen ini hendak membuat jalan guna mempermudah ke lokasi. Mereka bahkan menurunkan alat berat untuk melancarkan pelebaran akses jalan menuju hutan lindung itu. Untungnya upaya itu ditentang oleh warga sekitar. Apalagi, aktivitas pengawenan hutan itu hanya dilakukan belasan orang saja. Namun, aparat terkesan tutup,
36
7 - 13 September 2015
aksi para pengawen semakin merajalela sejak dua tahun ini. Aksi mereka ini bisa leluasa karena diduga dibekingi oleh oknum tertentu. Padahal jelas dalam undang-undang para pengawen yang masuk hutan ini bisa ditindak pidana, apalagi sampai membuat jalan menuju hutan lindung. Ketut Sapta, salah seorang warga, mengatakan sebenarnya orang yang masuk ke hutan itu hanya itu-itu saja atau sekitar 15 kepala keluarga. Bahkan mereka nekat mendatangkan alat berat untuk memperlebar jalan menuju hutan dan mendapat tentangan warga lainnya. Warga yang tidak setuju adanya pengawenan memprotes hingga akhirnya Polisi Hutan pada Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Candikusuma turun menangani masalah tersebut. Tetapi warga tetap kecewa, karena para pelaku itu tidak ditindak tegas. Kecemburuan muncul di kawasan itu lantaran warga yang masuk itu tidak pernah ditindak, sedangkan yang lain dibekuk. ‘’Dampaknya sudah jelas di depan mata, sungai kering. Tetapi tidak ada tindakan, ada apa ini?’’ keluh warga lain. Di sekitar lokasi jalan masuk hutan itu sejatinya juga ada Pos Polisi Hutan (polhut) yang dibangun sejak tahun 1980. Namun, sudah tidak efektif dan tidak dipergunakan. Karenanya para pengawen leluasa keluar masuk, hingga membangun jalan menuju hutan. Pos itu kini sekarang pun rusak, termasuk hutannya kini juga rusak. Banyak pohon di hutan yang sudah ditumbangkan dan sengaja dibakar. Lahan yang sudah gundul lantas dikapling-kapling untuk kebun. Tanaman yang ditanam seperti jeruk dan pisang. Kepala RPH Candikusuma, Putu Widiastama, dikonfirmasi wartawan
membenarkan adanya gejolak antarwarga lantaran adanya upaya pembuatan jalan menuju hutan itu. Untuk itu Polhut turun tangan dan menghentikan. Pihaknya membantah ada oknum yang terlibat, justru RPH sering melakukan tindakan baik secara preventif maupun represif. Selain di Tukadaya, aksi serupa juga merajalela di kawasan timur, khususnya Kecamatan Mendoyo. Dari Penyaringan hingga Medewi, hampir semuanya telah dijamah. Para pengawen bisa leluasa masuk tanpa ada tindakan. Kondisi itu juga mengundang keprihatinan Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. Sansan Iskandar yang turun langsung melihat kondisi hutan di Penyaringan. Komandan Kodim itu sempat turun langsung ke kawasan hutan bersama dengan beberapa petani dan kelian subak yang mengeluhkan debit air menyusut. Keadaan hutan sudah tidak ditumbuhi pohon-pohon besar lagi, namun diganti dengan pohon pisang. Pihaknya melihat kanan-kiri ditumbuhi pohon pisang. Di Subak Penyaringan, hektaran sawah gagal panen lantaran kesulitan air. Kondisinya jauh berbeda dibanding tahuntahun sebelumnya. Begitu halnya dengan bendungan yang fungsinya menampung air, kini tinggi debit air hanya menyentuh angka 50 centimeter. Sebelumnya sekitar 10 tahun lalu, debit airnya mencapai 250 centimeter. Saat pemantauan itu, Dandim juga mengajak Danyon 741/ Satya Bhakti Wirottama, Letkol Inf Susanto Lastua Manurung. Muncul rencana untuk membuat tempat pelatihan di kawasan hutan tersebut. Selain untuk latihan, juga sebagai pengawasan terhadap aktivitas pengawen yang sudah semakin meresahkan. Surya Dharma
A KT I V I TA S
MBP/ist MBP/ist
VISI MISI - Dua pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta–Ketut Suiasa dan I Made Sudiana–Sutrisno, menjabarkan visi-misi masing-masing dalam Rapat Paripurna Khusus di gedung DPRD Badung, Rabu (26/8). Pemaparan visi-misi calon pemimpin Badung ini dikemas dalam rapat paripurna DPRD Badung yang dipimpin Wakil Ketua DPRD I Made Sunarta. Turut hadir Penjabat Bupati Badung Nyoman Harry Yudha Saka, seluruh anggota DPRD, kepala SKPD, camat dan perbekel/lurah se-Badung. Dalam kesempatan itu, masing-masing paslon hanya diberikan waktu 40 menit untuk memaparkan visi-misinya.
SYUKURAN - Pasangan calon (paslon) Made SukeranaKomang Kisid memperoleh nomor urut 3 pada pengambilan undian nomor urut paslon, Selasa (25/8) di Gedung UKM Center Karangasem. Usai mengambil nomor urut, paslon yang terkenal dengan Made Sukerana-Komang Kisid Yes (Sukses) ini menggelar syukuran di sekretariat tim pemenangan di Jl. Nenas, Amlapura. Syukuran tersebut disaksikan ratusan simpatisan, Sukses minta doa restu dari ibu kandungnya masing-masing untuk maju menjadi cabup/ cawabup. Sukerana di-’’tapak’’ (posisi tangan memberi restu) kepalanya oleh ibunya Ni Luh Tanjung, sementara Kisid mencium tangan ibunya Ni Wayan Sumerti.
MBP/ist
MBP/ist
AKREDITASI - Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen) di pengujung tahun akademik 2015/2016 berhasil meraih 100% Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) & Program Studi (Prodi) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Sejalan dengan hal tersebut, Unmar juga melaksanakan acara Yudisium Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Sosial Politik dan Fakultas Hukum. Upacara yudisium dilaksanakan di Kampus Pusat Universitas Mahendradata Denpasar, dihadiri oleh calon wisudawan dan wisudawati dari empat fakultas Universitas Mahendradata.
PROPERTI - Dengan modal keyakinan, keberanian dan tekad yang bulat, pada 24 Mei 2013 I Gede Dermawan bersama Ni Ketut Suciarini mendirikan PT Pengembang Properti Harmonis dengan brand Harmonis Land yang berkantor pusat di Denpasar. Villa Harmonis yang berlokasi di Ubud, Bali ini berbasis ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan prinsip gotong-royong. Konsep Villa Harmonis ini memungkinkan setiap orang bisa menjadi pemilik vila. Mulai 11 juta bisa menjadi pemilik Villa Harmonis dengan manfaat yang berlimpah. 7 - 13 September 2015
37
PEMERINTAHAN
Penjabat Bupati Badung Susuri Tukad Mati PROYEK penguatan dinding muara Tukad Mati mendapat atensi dari Penjabat (Pj.) Bupati Badung Ir. Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. Bahkan pada Kamis (20/8) lalu, dirinya menyempatkan diri berkunjung ke lokasi proyek, sembari berkoordinasi dengan pihak UPT Tahura Ngurah Rai. “Mangrove itu lawannya adalah plastik. Dan yang dikerjakan sekarang ini adalah bagaimana sampah itu tidak masuk ke dalam daerah mangrove ini,” ucapnya didampingi oleh Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Badung Wayan Suambara. Proyek penguatan dinding dan normalisasi muara Tukad Mati ini dipastikan bakal memberikan efek positif terhadap lingkungan, utamanya kawasan hutan mangrove di sekitarnya. Namun demikian, pengerjaannya tetap harus mengikuti prosedur yang ada. Mengingat hal tersebut dilakukan di dalam zona konservasi. “Jadi ketentuan-ketentuan yang ada harus segera ditindaklanjuti. Intinya yakni koordinasi saja,” ujarnya. Tindak lanjut mengenai surat jawaban dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber
Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) pun sempat dibicarakan langsung dalam kunjungan tersebut. Kesimpulannya, dalam waktu dekat akan diajukan mengenai pengubahan status zona perlindungan di tiga titik, yakni di Patasari, Jimbaran, dan Nusa Dua. “Jadi di ketiga titik itu akan diusulkan perubahannya sekaligus. Selain untuk mengatasi permasalahan banjir, juga untuk menjaga kelestarian hutan mangrove di sekitarnya,” sebutnya berdasarkan koordinasi antara Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Kabupaten Badung IB Surya Suamba dan Kepala UPT Tahura Ngurah Rai AA Kusumanegara. Selain penguatan dinding dan normalisasi muara Tukad Mati, dalam pertemuan tersebut juga mencuat mengenai rencana pembangunan jalan inspeksi yang menghubungkan antara wilayah Kuta, Jimbaran, dan Nusa Dua. Hal tersebut dirasa sangat diperlukan, utamanya guna mengawasi keberadaan hutan dari ulah-ulah nakal, seperti halnya penyerobotan serta pembuangan sampah ke dalam kawasan hutan. “Intinya Badung sangat komit dalam hal kelestarian lingkungan,” tegas Kepala Bappeda Kabupaten Badung Wayan Suambara menambahkan.
Proyek yang digodok oleh Pemerintah Kabupaten Badung ini mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Termasuk Bendesa Adat Kuta Wayan Swarsa yang juga hadir saat itu. Bahkan ditegaskannya, pengamanan terhadap keberadaan hutan bakal diperkuat dengan pembuatan sebuah perarem. “Jadi akan ada penguatan adat yang menegaskan mengenai batas-batas wewidangan. Sehingga ada sebuah batasan jelas antara yang mana hak milik dan mana punya negara,” ungkapnya didampingi Ketua Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari Kuta Nyoman Sukra. Setelah mengunjungi titik muara Tukad Mati, Pj. Bupati Badung bersama rombongan pun beranjak menuju hulu Tukad Mati. Tidak lain adalah dalam rangka memastikan rangkaian penanganan banjir di titik tersebut. Termasuk oleh keberadaan trash rack di titik sungai sekitaran Jalan Sunset Road. “Jadi penanganan permasalahan banjir di kampung turis ini benar-benar menjadi konsen beliau. Karena ini menyangkut masalah lingkungan, kesehatan, dan juga pariwisata secara berkelanjutan,” sebut Kabag Humas dan Protokol Setda Badung AA Raka Yuda menambahkan. (adv)
Penjabat (Pj.) Bupati Badung Ir. Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. didampingi Kepala Bappeda Litbang Wayan Suambara ketika meninjau proyek muara tukad mati, Kamis lalu.
38
7 - 13 September 2015
PARIWISATA
Ketika SDM Bali Tak Mampu Bersaing
Hanya Kebagian Jaga Budaya
P
otensi pariwisata Bali memang sudah mendunia, hal ini dibuktikan dari kunjungan wisatawan yang terus meningkat setiap tahunnya. Pemerintah pusat yang melihat kondisi ini mulai mengucurkan anggaran dengan jumlah besar untuk menjaga pulau dewata sebagai tujuan utama pariwisata. Namun di balik itu peran serta SDM (Sumber Daya Manusia) Bali justru semakin tergeser. Efek dari fenomena itu akan menjadi ancaman bagi masyarakat Bali. Sebab, sebagai orang Bali hanya bisa jaga budaya Bali agar tetap eksis. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, pariwisata di Bali memang terus mengalami peningkatan, perhatian pemerintah pusat juga semakin besar. “Di balik semua itu SDM kita justru banyak yang tergeser karena belum mampu menghadapi ketatnya persaingan, sehingga bisa saja nanti masyarakat Bali hanya menjadi penonton dari kemegahan pariwiasata ini,” ucapnya. Dikatakan, tingginya pergeseran peran masyarakat Bali di bidang pariwisata, tidak luput dari perubahan tren pariwisata yang
sebelumnya berbasis budaya, kini malah diarahkan ke pariwisata buatan. “Sekarang banyak saya lihat wisatawan diarahkan pada tujuan pariwisata buatan. Nah inilah yang saya khawatirkan akan menggeser peran SDM Bali, bahkan pariwisata Bali itu sendiri,” ucapnya. Mantan Bupati Gianyar ini kembali mengingatkan, sejak awal tombak utama pariwisata Bali adalah budaya. Sehingga masyarakat Bali kembali diajak berpikir jernih demi keberlangsugan budaya dan pariwisata untuk 50 hingga 100 tahun mendatang. “Yang menjadi daya tarik kita selama ini adalah budaya, inilah yang membedakan kita dengan objek wisata di negara lain seperti Singapura,“ terangnya. Ia menambahkan, kini pemerintah pusat sudah siap mengucurkan anggaran dengan jumlah besar untuk menjaga Bali sebagai tujuan pariwisata. Namun ia berharap anggaran tersebut bisa digunakan untuk mempersiapkan SDM masyarakat Bali, membangun pariwisata yang berbasis budaya. “Sekarang anggaran besar-besaran disiapkan pemerintah pusat untuk Bali. Nah ini harus bisa digunakan untuk membangun pariwisata budaya dengan fasilitasnya dan mempersiapkan SDM,” ujarnya. Beda halnya dikatakan Ketua Pusat
Analisis Data Ekonomi Bisnis FEB UNUD Dr. Sudjana Budhi. Peluang tenaga kerja luar merebut pasar lokal relatif kecil. Sebab, upah pekerja di Indonesia tidak lebih tinggi dibandingkan negara anggota ASEAN lainnya. “Kemungkinan penduduk ASEAN tertarik mencari kerja di pasar domestik Indonesia, karena gaji yang ditawarkan jauh lebih kecil,” katanya. Dia memprediksi tenaga kerja ASEAN akan masuk melalui kepentingan investasi yang masuk ke Indonesia yang membawa serta tenaga kerja. Sebab, pertimbangan pengamanan investasi yang sudah barang tentu lebih mendahulukan pekerja dari mereka dibandingkan dengan penggunaan tenaga kerja lokal. “Memang benar dalam pasar bebas akan terjadi persaingan antar anggota ASEAN, tetapi bersamaan dengan persaingan tersebut telah terbuka lebar pangsa pasar yang lebih besar bagi pengusaha kita,” tegasnya. Disebutkan, Indonesia dapat memanfaatkan pangsa pasar produk yang ditinggalkan oleh Tiongkok dan India. Hal ini sebagai akibat dari ASEAN free trade yang memungkinkan produk UKMK Indonesia lebih leluasa memasuki pasar ASEAN. Manik
SDM Bali dikhawatirkan tak lagi mampu bersaing ketika tenaga kerja asing leluasa masuk ke Indonesia akibat dari perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN.
7 - 13 September 2015
39
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
SERAHKAN HADIAH - Bank Antardaerah (Anda) Cabang Denpasar menyerahkan hadiah mobil Honda Brio kepada nasabah atas nama I Made Sujana di bank setempat, Selasa (18/8). I Made Sujana memenangkan undian tabungan Anda Berhadiah periode ke-35 yang diundi di Mataram, 31 Juli lalu. Pria yang telah 24 tahun menjadi nasabah Bank Anda Cabang Denpasar ini mengaku tidak menyangka telah menjadi pemenang. Pemimpin Bank Anda Cabang Denpasar I Gusti Putu Oka Gunarta, S.E. mengatakan, tabungan Anda Berhadiah diundi dua kali setahun. Nasabah dengan bunga tabungan setiap kelipatan Rp 1.000 mendapatkan satu kupon undian.
APEL - Apel Peringatan HUT ke-57 Provinsi Bali di Kabupaten Badung, digelar Jumat (14/8) di Lapangan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala. Selaku Inspektur Upacara, Penjabat Bupati Badung Ir. Nyoman Harry Yudha Saka, M.M., sementara pemimpin upacara Camat Mengwi I Gst. Ngr. Gede Jaya Saputra. Upacara bendera diikuti Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunartha, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, pimpinan SKPD, TNI/ Polri, pegawai di lingkungan Pemkab Badung serta pelajar.
MBP/ist
MBP/ist
MAHASABHA - Menyatukan seluruh keluarga besar pratisentana Shri Arya Sentong yang tersebar di seluruh Bali dan Nusantara, Senin (16/8) digelar Mahasabha I Paiketan Pesemetonan Shri Arya Sentong di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan. Dalam mahasabha selama dua hari tersebut dibahas tiga agenda utama, yakni AD/ART, program kerja, dan kepengurusan. Mahasabha dibuka Gubernur Bali Made Mangku Pastika didampingi Penjabat Bupati Tabanan Wayan Sugiada, Ketua PHDI, dan MUDP Provinsi Bali. Ketua Panitia Mahasabha, Gusti Ngurah Artawan mengatakan, sebelumnya telah dilaksanakan beberapa pertemuan yang melibatkan tokoh-tokoh trah shri arya sentong.
SPESIFIK - Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi (Atro) Bali menjadi kampus satu-satunya di Bali dan Indonesia Timur yang memiliki jurusan spesifik. Dengan jurusan spesifik ini membuat lulusan kampus tersebut banyak dibutuhkan rumah sakit pemeritah dan swasta. Pada Sabtu (15/8) lalu, Atro Bali menggelar Wisuda V di Hotel Grand Bali Beach, Sanur dan mewisuda 61 wisudawan D-3. Direktur Atro Bali dr. Bagus Gede Dharmawan, Sp.Rad. mengungkapkan, Atro Bali akan terus mempertahankan mutu lulusan. Pasalnya kualitas lulusan menjadi prioritas, bukan kuantitas.
40
7 - 13 September 2015
MBP/ist MBP/ist
PEMBUKAAN - Peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan RI di Undiknas University Denpasar Senin (17/8), dirangkaikan dengan pembukaan student week atau orientasi pengenalan kampus (ospek) bagi mahasiswa baru Undiknas. Bertindak selaku inspektur upacara Rektor Undiknas University Prof. Dr. Gede Sri Darma, DBA. Suasana student week pun jadi serba merah putih. Semua mahasiswa baru Undiknas dengan semangatnya mengibarkan bendera Merah Putih untuk menunjukkan jati dirinya bangga sebagai bangsa Indonesia. Yang menarik tahun ini Undiknas University mampu merekrut mahasiswa baru sebanyak 1.098 orang.
BODY CONTEST - Setelah sukses dengan kegiatan Bazzar dan Bakti sosial, UKM GHoST (Unit Kegiatan Mahasiswa Gymnastic and Health of Stikom Bali) menyelenggarakan Body Contest Fitness Fair GHoST Part 1 pada 16 Agustus 2014 yang bertempat di Kampus Stikom Bali Denpasar. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjalankan program kerja UKM GHoST periode 20142015, selain itu kegiatan ini bertujuan untuk lebih memperkenalkan Fitness kepada masyarakat. Pada kegiatan ini pula, UKM GHoST turut menggandeng UNIVERSAL sebagai sponsor utama, dimana Universal juga merupakan produsen suplemen untuk Body Building.
MBP/ist
MBP/ist
PERAYAAN - Tahun 2015 ini Rumah Sakit Bali Royal Hospital (BROS) telah memasuki usia yang ke-5. Puncak perayaan HUT ke-5 BROS yang mengambil tema Simplicity and Togetherness ini digelar di lapangan parkir rumah sakit setempat, Sabtu (15/8) lalu. Perayaan HUT diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan internal rumah sakit serta pemotongan tumpeng oleh Dewan Komisaris dan Direktur Utama BROS. “Sesuai dengan tema, kami memang membangun kebersamaan karena pelayanan kepada pasien itu kan dilakukan oleh tim berbagai disiplin ilmu, berbagai expert yang melakukan. Jadi kalau kita ada kebersamaan itu tentunya dapat memberikan pelayanan yang terbaik,� ujar Direktur Utama RS BROS dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes.
PAMERAN - Pameran pembangunan, hiburan rakyat, dan pasar malam dilangsungkan di Kota Singaraja. Acara yang digelar Pemkab Buleleng ini mendapat apresiasi tinggi warga secara luas. Acara yang dibuka Bupati Agus Suradnyana itu direspons luar biasa ribuan masyarakat Buleleng pada hari pertama pembukaan, Minggu (16/8) lalu. Acara yang dikaitkan HUT ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dipusatkan di kawasan Desa Pemaron kota Singaraja. Berbagai aktivitas terselenggara, yang di dalamnya melibatkan warga yang kreatif, produktif serta penuh inovatif dari berbagai bidang. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. mengatakan acara yang sama tahun lalu dipusatkan di Lapangan Bhuana Patra, kota Singaraja. 7 - 13 September 2015
41
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
DONOR DARAH - Tropical Group melakukan kegiatan sosial donor darah, Sabtu (15/8), bertempat di kantor Holding Tropical Group, Jalan Siligita, Nusa Dua. Sekitar 75 orang dari karyawan dan masyarakat umum yang melakukan donor darah pada hari itu. Ketua Panitia Acara, Benyamin Sakar, S.H., mengatakan, kegiatan ini untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Republik Indonesia (RI). Selain itu, sesuai misi sosial yang dimiliki Tropical Group, maka dijalankan kegiatan sosial donor darah.
DISERAHKAN - Hadiah untuk program Cellular World (CW) Gebyar Awal Tahun bersama XL diserahkan kepada pemenang, Jumat (14/8) di Cellular World, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Sebelumnya, pengundian hadiah ini sudah dilakukan pada Sabtu (8/8) dengan menghadirkan para pihak terkait dalam undian ini. Menurut Marketing Manager Cellular World Gede Wirakusuma, pelaksanaan program awal tahun ini merupakan bentuk apresiasi terhadap pelanggan setia Cellular World dan pengguna XL. Ia menjelaskan, program yang dimulai sejak 1 Februari hingga 10 Juli 2015 itu, memberikan kesempatan pada pelanggan yang berbelanja dalam periode tersebut untuk mengikuti undian.
MBP/ist
KHIDMAT - Upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 di Kabupaten Badung berlangsung khidmat. Apel HUT Proklamasi dipusatkan di Lapangan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, kawasan Mangupraja Mandala, Sempidi, Senin (17/8). Selaku Inspektur Upacara, Penjabat Bupati Badung Ir. Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. dan selaku Komandan Upacara Kapten Infantri Ida Komang Widnyana. Upacara diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta beserta para wakil ketua dan anggota DPRD Badung, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kab. Badung, pimpinan umat beragama, TNIPolri, pegawai Pemkab Badung, para guru serta pelajar.
MBP/ist
BERSIH PANTAI - Coca-Cola Amatil Indonesia dan Quiksilver menggelar Bali’s Big Eco Weekend 2015, Sabtu (15/8) lalu. Salah satu kegiatannya adalah membersihkan Pantai Jimbaran dan Pantai Padma, Legian, sebagai bentuk kontribusi kedua perusahaan dalam melestarikan ekosistem dan menjaga pantai-pantai di Bali agar tetap bersih dan aman. President Director Coca-Cola Amatil Indonesia, Kadir Gunduz mengatakan, Bali’s Big Eco Weekend merupakan kegiatan tahunan Coca-Cola Amatil Indonesia dan Quiksilver sebagai kilas balik dari kegiatan rutin harian Bali Beach Clean Up (BBCU). Kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran publik akan tantangan lingkungan yang dihadapi oleh Pulau Bali, serta menggerakkan lebih banyak dukungan untuk program ‘Clean and Green Bali’ yang diusung pemerintah setempat.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
42
7 - 13 September 2015
MBP/ist
MBP/ist
PEKERJAAN MULIA - Proklamator RI Dr. Ir. Sukarno kerap berkata bahwa generasi muda jika ingin mengubah nasib bangsanya, maka generasi muda itu harus segera berkuasa, karena dengan kekuasaanlah seorang pemimpin dapat menentukan hajat hidup orang banyak. Dan sesungguhnya tugas manusia menjadi seorang ksatria adalah pekerjaan yang mulia terutama dilihat dari konsepsi Raja Resi. Demikian diungkapkan Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III di sela–sela hari Kemerdekaan 70 Tahun RI di Jakarta. Nampak dalam foto Senator DPD RI Shri Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Luhut Binsar Panjaitan (Menkopolhukam dan Kepala Staf Kepresidenan RI) di Jakarta.
SEMARAK - Kegiatan orange party semarak diikuti mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undiksha Singaraja. Simbol warna orange menjadi warna kebanggaan fakultas tersebut. FEB tercatat menerima jumlah mahasiswa terbanyak di antara fakultas di Undiksha Singaraja. Ratusan peserta terlibat dalam kegiatan yang dipusatkan panitia di Gedung Mr. Ketut Pudja di Eks Pelabuhan Buleleng, Selasa (18/8). Komposisi mahasiswa baru di lima jurusan di FEB Undiksha Singaraja terdiri dari Pendidikan Ekonomi 111 orang, Akuntansi Program Diploma III 28 orang, Perhotelan Program Diploma III 26 orang, Manajemen 216 orang, Akuntansi Program S1 407 orang.
MBP/ist
MBP/ist
MELEPAS - Untuk kali pertama Fakultas Hukum (FH) Universitas Dwijendra Denpasar, melahirkan dan melepas dua sarjana Magister Ilmu Hukum (S-2). Mereka dilepas Dekan Dr. A.A. Sagung Ngurah Indradewi, S.H., M.H., bersamaan dengan yudisium sarjana hukum (S-1) sebanyak 273 sarjana, Sabtu (15/8). Dua lulusan MIH masing-masing Ni Nyiman Sri Mudani, S.H. (3,93) dan Ni Made Liana Dewi (3,82). Lulusan S-1 terbaik diraih oleh Aditya Satrya Iswara Taira (3,75). A.A. Sagung Ngurah Indradewi yang merangkap Kaprodi MIH Undwi mengungkapkan prosesi yudisium dan pelepasan calon wisudawan merupakan upacara sakral bagi dunia kampus.
PENUTUPAN - Pada Kamis malam (20/8) lalu kampus Undiknas University tampak sumringah. Bak hotel berbintang yang sedang me-ngadakan pesta besar. Lampu warna-warni menghiasi kampus ini. Itulah bagian kecil dari suasana penutupan Student Week bagi mahasiswa baru Undiknas University. Sejumlah stan yang dibuka semua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Undiknas langsung membuka pameran kewirausahaan. Sambil berjualan mereka memperkenalkan aktivitas dan kegiatan UKM. Di stage bagian barat digelar berbagai atraksi mahasiswa baru setiap kelompok. Acara ini berlangsung sejak pukul 17.00 hingga pukul 21.00 wita. 7 - 13 September 2015
43
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
BLUSUKAN - Pasangan kandidat Bupati-Wakil Bupati Karangasem dari PDI-P, Wayan Sudirta-Made Sumiati, terus blusukan dengan beragam program unggulan untuk warga Karangasem. Wayan Sudirta yang selama 10 tahun di DPD-RI memperjuangkan pengobatan gratis untuk pasien miskin, dibantu KORdEM serta relawan khusus yang diposkan di RS Amlapura (Komang Kaning Darmayasa), RS Klungkung (Ketut Nyelem Sulendra) dan RS Sanglah (Made Dewantara Endrawan, S.H.). Sudirta dan KORdEM sudah memperjuangkan pengobatan gratis dengan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) sebelum adanya program JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara) dari Pemprov Bali.
SUMMER COURSE - Pascasarjana Universitas Udayana (Unud), Rabu (19/8) menggelar summer course dengan tema ‘’International Summer Course for Practical Agriculture Sciences Toward Regional Sustainable 2015’’. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk dari kerja sama internasional antara Pascasarjana Unud dengan Collage of Agriculture, Ibaraki University, Jepang. Direktur Pascasarjana Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) dalam sambutannya mengatakan, summer course ke-9 ini adalah antara Program Studi Magister Bioteknologi Unud dengan Ibaraki University, Jepang. Selain summer course, kata Raka Sudewi, Magister Bioteknologi juga melakukan double degree dan winter course.
MBP/ist
FGD - Fakultas Hukum Universitas Borobudur Jakarta menggandeng Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai (UNR) Denpasar untuk menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Denpasar, Senin (24/8). FGD terkait harmonisasi PP No.109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan dengan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Bali. FGD diikuti Kepala Biro Hukum se-Bali, Dinas Kesehatan, dan akademisi. Dekan Fakultas Hukum Universitas Borobudur Jakarta, Prof. Dr. H. Faisal Santiago, S.H., M.H. mengatakan, masih banyak aturan yang berbicara mengenai KTR belum mengacu pada PP 109/2012.
44
7 - 13 September 2015
MBP/ist
UPANAYANAUniversitas Hindu Indonesia melaksanakan mahasiswa Upanayana pada 783 mahasiswa baru, Senin (24/8). Selama 4 hari mahasiswa baru mengikuti Mahasiswa Upanayana, diisi dengan Tirta Yatra di Pura Pusering Jagat, Tampaksiring, yoga, ceramahceramah. Unhi memiliki 6 fakultas dan 12 program studi yang terdiri dari Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan, Fakultas Teknik, Fakultas Kesehatan, Fakultas Pendidikan Agama dan Seni, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ekonomi. Mahasiswa baru berjumlah 783 orang.
MBP/ist
MAKSIMAL - Membawakan garapan Padma Hrdaya, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar tampil maksimal di Gedung Ardha Candra, Art Center Denpasar, 14 Agustus 2015 lalu. Kontemplasi pertunjukan seni yang ditampilkan dalam ajang Bali Mandara Mahalango ini merupakan puncak karya mahasiswa dan dosen Prodi Seni Kerawitan Keagamaan Hindu dan Prodi Seni Tari Keagamaan Hindu, Fakultas Pendidikan Agama dan Seni (FPAS) Unhi. Melibatkan 100 penari dan penabuh, penampilan seniman Unhi tersebut mendapat aplaus dari para penonton yang hadir hampir memenuhi tempat duduk di gedung terbuka Ardha Candra.
MBP/ist
SEJARAH - DPD-RI, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Direktorat Jenderal Bimas Hindu Kementerian Agama RI, PT Taman Wisata Candi dan PHDI Jawa Tengah akhirnya berhasil menorehkan sejarah baru perjuangan Hindu di Republik Indonesia. Atas inisiatif aktif Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, seluruh proses pendirian tempat ibadah Hindu di Zona II Candi Prambanan berhasil dituntaskan. Nampak dalam foto Arya Wedakarna, Prof. Kacung Maridjan (Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI), Prof. Ketut Widnya (Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI), Nyoman Surahatta (Ketua PHDI Jateng), Lailly Prihatiningtyas (Dirut PT Taman Wisata Candi) di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta.
PRESTASI - Dosen Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan (FIAK) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, I Putu Sastra Wibawa, S.H., M.H. berhasil meraih juara I dosen berprestasi tingkat Kopertis Wilayah VIII tahun 2015. Ia mampu mengungguli peserta dari masingmasing perguruan tinggi di Kopertis Wilayah VIII (Bali, NTB dan NTT). Penghargaan itu diserahkan Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof. Dr. Drs. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. bertepatan dengan peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan RI, Senin (17/8) lalu. Sedangkan lombanya berlangsung 22 Juni 2015. Dengan berhasil meraih juara I, Sastra Wibawa dan peraih juara II dan III, kembali berkompetisi di tingkat nasional untuk merebut posisi sebagai dosen berprestasi tingkat nasional yang pengumumannya awal Oktober mendatang.
MBP/ist
7 - 13 September 2015
45
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
PKPA - Pertama kalinya Fakultas Hukum Undiknas University menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) bekerja sama dengan DPN Peradi Pusat dan Peradi Denpasar. Kuliah perdana PKPA FH Undiknas University dibuka Wakil Ketua Umum Peradi Denpasar Dr. Simon Nahak, S.H., M.H., Kamis (20/8). PKPA perdana FH Undiknas University diikuti 20 peserta. Ketua PKPKA Undiknas University I Nyoman Ngurah Suwarnata, S.H., L.LM. menjelaskan, sebagian peserta dibiayai pemkab yakni dua orang dari Pemkot Denpasar dan dua orang dari Pemkab Karangasem.
BIROKRASI - Peran birokrasi bagi masyarakat tidaklah kecil. Hampir 90% kehidupan masyarakat diatur birokrasi. Birokrasi harus dibangun, disejahterakan, agar mereka tidak belepotan ketika berhadapan dengan masyarakat yang perlu pelayanan. Kami komit menganggarkan ULP (Uang Lauk Pauk) untuk PNS, selain TPK (Tunjangan Peningkatan Kinerja) guna mencukupi kesejahteraan para pelayan masyarakat. Rekrutmen PNS kami jamin tidak ada pungutan apa pun seperti selama ini diisukan, sehingga saat bekerja sebagai PNS tidak ada pikiran mencari tambahan dari masyarakat,’’ kata Wayan Sudirta, calon Bupati Karangasem dari PDI-P, didampingi calon Wakil Bupati Made Sumiati dalam paparan visi, misi dan program di hadapan 15 orang panelis di gedung DPD PDI-P Renon, Denpasar, Minggu (23/8).
MBP/ist
MBP/ist
PEMIMPIN CERDAS - Karangasem perlu pemimpin cerdas selain peduli, agar mampu mengelola potensi yang ada untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Tanpa kecerdasan, pemimpin Karangasem tidak akan mampu menggerakkan birokrasi maupun menggerakkan rakyat, agar mereka bekerja keras mengolah potensi sumberdaya alamnya. ‘’Bagi kami, pasangan SMS ini cerminan dari kecerdasan Karangasem ke depan, agar bisa lebih maju, lebih sejahtera dan dikelola dengan inovasi-inovasi yang lebih berani,’’ tokoh pendidikan Desa Sibetan, Made Cemeng, melontarkan hal itu, saat Sudirta-Made Sumiati mesimakrama di Desa Siladumi Kec. Selat, Rabu (19/8) lalu.
NETRAL - Kapolres Karangasem, Dandim Karangasem serta perwakilan Kejari Amlapura menegaskan dan menjamin netral dan menindak tegas siapa pun yang mengganggu Pilkada Karangasem, tanpa pandang bulu. Pejabat penting penegak hukum di Karangasem itu menyatakan hal itu saat menyambangi Sekretariat Tim Pemenangan paket SMS (Sudirta-Made Sumiati), Kamis (20/8), dalam dialog yang santai tetapi sangat berisi. Nampak dalam foto (dari kanan) Wayan Sutena, Gde Dana, Made Sumiati, Wayan Sudirta, Kapolres, Dandim, perwakilan Kejari Karangasem, bersama Tim Pemenangan SMS.
46
7 - 13 September 2015
MBP/ist
MBP/ist
HADIRI - Ribuan warga Maha Warga Arya Bang Pinatih menghadiri prosesi puncak karya Antasapa lan Pegat Sot di eks Balitex Tohpati, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Senin (24/8). Upacara yang berlangsung khusyuk ini juga dihadiri Ketua Umum Pengurus Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih Provinsi Bali IGN Jaya Negara dan Ketua Harian Maha Warga Arya Wang Bang Pinatih I Ketut Sudikerta serta sejumlah undangan. Sekretaris Umum Karya I Wayan Sudiarta mengatakan, puncak karya Antasapa lan Pegat Sot ini dipuput tujuh Sulinggih yang dipimpin Ida Wayahan Beng Griya Sanur Pejeng. Dari tujuh Sulinggih yang muput karya ini, enam Sulinggih merupakan pendeta Siwa dan satu Sulinggih merupakan pendeta Budha.
PEGAT SOT - Karya Antasapa dan Pegat Sot digelar Maha Warga Arya Wang Bang Pinatih Provinsi Bali di lahan eks Balitex Tohpati, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur. Serangkaian upacara tersebut dilaksanakan upacara Tawur Walik Sumpah, Jumat (21/8). Upacara Tawur Walik Sumpah ini di-puput oleh lima sulinggih yakni Ida Pedanda Wayahan Bun, Ida Pedanda Gede Putra Dalem Keniten, Ida Rsi Agung Sidhi Citta Sidemen, Ida Rsi Agung Wayabya Sogatha Karang dan Jero Gede Sengguhu Tamburu Wasa. Prosesi upacara ini, antara lain dihadiri Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Penjabat Wali Kota Denpasar A.A. Gede Geriya, dan Sekretaris Daerah Kota Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara.
MBP/ist
PEMBENAHAN - Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Tabanan terus melakukan pembenahan dalam hal kinerja dan memberikan pelayanan publik. Meskipun masih banyak mendapat rapor merah, ada beberapa SKPD yang melakukan perubahan secara signifikan dari rapor merah ke hijau. Hal ini mendapat apresiasi dari Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu AlKhatab saat bertatap muka dengan Penjabat Bupati Tabanan I Wayan Sugiada, Sekkab Tabanan Nyoman Wirna Ariwangsa, dan seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemkab Tabanan di kantor Bupati, Jumat (21/8).
MBP/ist
JANJI - Untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Karangasem, pasangan SMS (Sudirta-Made Sumiati) janjikan pendidikan gratis sampai SLTA, menyiapkan kursus gratis untuk siswa putus sekolah dengan keterampilan bahasa asing, komputer, mengemudi, dan sejenisnya. Karena punya visi dan kemauan politik mengikuti ajaran Bung Karno, serta cita-cita NKRI, Sudirta-Sumiati yakin bisa menjangkau rakyat miskin Karangasem, dengan APBD yang sekarang sekitar Rp 1,3 triliun per tahun, diantaranya Rp 239 miliar dari PAD (Pendapatan Asli Daerah). Sudirta-Sumiati menyampaikan hal itu sebagai keberpihakan politiknya saat paparan visi-misi dan program di depan belasan pakar dan gurubesar di Sekretariat PDIP Bali, Minggu (23/8).
7 - 13 September 2015
47
TRADISI
Para peserta ngerebeg saat berkeliling desa. MBP/ded
“Ngerebeg� di Tegallalang
Menetralisir Energi Negatif SERANGKAIAN piodalan di Pura Luhur Duur Bingin, yang puncaknya Kamis (20/8) lalu, masyarakat Desa Adat Tegallalang, Gianyar kembali menggelar ritual ngerebeg. Tradisi unik yang digelar tiap rahina Wraspati Umanis Pahang tersebut diyakini mampu menetralisir energi negatif serta menghindari bencana yang terjadi di desa setempat. Prosesi ngerebeg diikuti ratusan peserta anak dan remaja laki-laki dari 7 banjar di Desa Adat Tegallalang. Mereka menghias diri agar tampak menyeramkan layaknya bhuta kala. Pada tengah hari, peserta berkumpul di utamaning mandala Pura Duur Beringin. Sejumlah persiapan dilakukan sebelum ngerebeg dimulai seperti persembahyangan bersama. Ritual diawali dengan nunas paica berupa nasi dan lawar oleh peserta dengan cara magibung atau makan bersama. Selanjutnya mereka berkeliling desa dengan membawa hiasan dari janur. Peserta berkeliling sepanjang sekitar 10 km. Saat berkeliling, peserta diberikan
48
7 - 13 September 2015
sesajen di tiap pura dan kuburan yang dilewati. Ritual ngerebeg ini merupakan simbol kehadiran bhuta kala pada diri manusia untuk selanjutnya dinetralisir guna menghilangkan sifat buruk atau merugikan. Bendesa Pakraman Tegallalang Pande Wayan Karsa mengungkapkan, ritual ini telah dilaksanakan secara turun temurun. Pada intinya, ritual ini bermakna syukuran mengingat pada rangkaian ritual terutama pagi harinya, anak-anak menghaturkan berbagai sesajen baik berupa bunga ataupun buah. Ritual ini juga sebagai simbolis keyakinan krama desa setempat mengenai sesuhunan yang berstana di Pura Duur Bingin yakni Ida Batara Ratu Gede. Diyakini, sesuhunan setempat memiliki banyak panjak berupa wong samar. Di samping itu ada yang meyakini ritual ngerebeg ini mempunyai makna sebagai upaya untuk menetralisir enam musuh yang ada di dalam diri atau sifat negatif manusia (sad ripu) menjelang
upacara piodalan di Pura Duur Bingin. Hiasan menyeramkan yang digunakan peserta dalam ritual ngerebeg itu merupakan simbolisasi sifat keburukan yang ada pada diri manusia. Enam jenis musuh dalam diri manusia yang harus dinentralisir itu terwakili dari kreasi hiasan serta tampilan goretan topeng yang dibuat peserta. Seperti kama atau hawa nafsu yang tidak terkendali, para peserta mengekspresikan dengan tampilan orang yang hamil muda. Iktikadnya, nafsu itu harus dikendalikan, agar tidak menghancurkan dirinya sendiri dan tidak menyusahkan orang lain. Saat berkeliling desa, peserta dihaturkan sesajen di setiap pura dan kuburan yang dilewati. Pada kesempatan ini secara perlahan, sifat-sifat buruk dinetralisir. Hingga kembali ke pura, pikirannya diharapkan sudah jernih, sehingga pelaksanaan upacara terlaksana dengan niat yang tulus dan ikhlas. Dedy Sumantara
PROPERTI
Di Bali, MBR Tak Nikmati Program Sejuta Rumah PEMERINTAH mengeluarkan kebijakan menyangkut pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Program tersebut khusus kepemilikan rumah sehat tapak (bukan rumah susun/rusun) yang layak huni bagi daerah tertentu. Program satu juta rumah pun dicanangkan pemerintah pusat tahun 2015. Akan tetapi, tetap saja Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Bali tidak bisa menikmatinya. “Kondisi ini sungguh ironis. Padahal masih banyak penduduk di Bali yang belum memiliki rumah layak huni,” ungkap Direktur PT Nuansa Bali Utama Ir. Wayan Suantra. Subsidi uang muka dan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diterapkan merata di Indonesia dan dibagi berdasarkan korwil, kata Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Bali ini, tetap saja tidak bisa dinikmati MBR di Bali. Pasalnya, acuan penetapan harga Rp 135 juta
per unit rumah ibarat jauh panggang dari api. Apalagi Bali menjadi pusat pariwisata Indonesia, berimbas pada harga properti terutama nilai tanah kian meroket. “Contohnya tanah untuk perumahan di Denpasar, Badung Selatan dan Badung Tengah, harganya berkisar Rp 400 juta per are. Bahkan di Kuta dan Seminyak, harganya sampai Rp 5 miliar per are,” ujarnya. Adanya otonomi daerah, semestinya lebih dapat mengakomodir kepentingan MBR. Namun kenyataannya, malah menjadi momok yang menyakitkan. Seperti pembatasan pemecahan tanah perumahan tidak boleh kurang dari 100 meter persegi (1 are), bahkan ada kabupaten yang menetapkan minimal 2 are. Sementara undang-undang membolehkan minimal 60 meter persegi. “Tingginya penetapan nilai objek pajak sebagai acuan penetapan pengenaan pajak penjualan dan pembelian oleh Dispenda, juga menjadikan makin mahalnya harga tanah dan
semakin memberatkan MBR,” ucap Suantra. Meski demikian, transaksi jual beli tanah terus berlangsung dan akibatnya tiap tahun harus mencaplok lahan-lahan produktif serta jalur hijau yang semestinya dilestarikan. Pemanfaatan lahan, masih terjaganya lahan hijau, produktif dan hutan, sangat diperlukan sebagai resapan air, apalagi krisis air bersih semakin menghantui.Pemerintah bersama legislatif dan stakeholder lainnya bisa mengambil tindakan penyelamatan dan pencegahan dengan mengkaji ulang aturan yang ada, sehingga semua kepentingan khususnya MBR bisa lebih diakomodir. Direktur PT Ariyana Property I Made Ariyana menambahkan, jika pemerintah tidak menyikapi kondisi ini maka peluang MBR membeli dan memiliki rumah di Pulau Seribu Pura ini semakin jauh dari harapan. Kerta Negara
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
PALEBON - Pada Jumat Paing (21/8) merupakan puncak karya palebon Ida Sira Mpu Siwa Manik Candra Geni dari Geria Poh Manis, Desa Penatih, Denpasar Timur. Warga Pande yang tergabung dalam paiketan Maha Semaya Warga Pande membantu prosesi upacara dari sejak lebar-nya Ida Sira Mpu pada 19 Juli lalu hingga puncak karya Jumat (21/8), mem-back up rangkaian upacara palebon di samping juga krama banjar setempat. Ketua Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar sekaligus Ketua Harian Maha Semaya Warga Pande Provinsi Bali Wayan Pudja, S.H., M.Si. menjelaskan, Ida Sira Mpu Siwa Manik Candra Geni lahir pada 31 Desember 1944. Sebelum madiksa pada 27 Desember 1999 lalu, beliau bernama Jero Mangku Made Pande.
KUNJUNGI - Ratusan siswa SMA 1 Sukawati, Gianyar, Bali dan puluhan guru mengunjungi Gedung DPD-RI dan MPRRI di Senayan, Jakarta. Kehadiran mereka disambut Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Tidak itu saja, kehadiran siswa SMA 1 Sukawati ini juga langsung diterima di Gedung Nusantara V yang dikenal sebagai tempat sakral sidang paripurna DPD-RI. Hal ini disampaikan Wayan Suppiartha, S.H. (Staf Ahli DPD-RI di ibu kota negara) di sela-sela menerima rombongan.
MBP/ist
MBP/ist
INGATKAN - Komite III DPD-RI yang membidangi pendidikan tinggi dan pemuda mengingatkan hampir 60 PTS dan PTN di Bali untuk tidak melaksanakan kegiatan ospek secara berlebihan dan lebih mengutamakan ospek yang bersifat kebudayaan. Hal ini sebagai wujud dukungan DPD-RI atas sikap Menteri Ristekdikti M. Nasir yang telah menyampaikan bahwa ospek berlebihan bisa dikategorikan masuk ranah hukum pidana. Demikian diungkapkan Senator DPD-RI asal Bali Dr. Shri I Gst Ngrh Arya Wedakarna MWS III saat sidak Pameran Pembangunan yang dihelat Pemprov Bali di Art Center. Nampak dalam foto Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III didampingi pejabat Dishubkom Bali Ir. Ketut Artika, M.T., Ida Ayu Tantri Ardani, S.E., M.Si., I Nyoman Rembun, S.H., M.H. di Pameran Pembangunan.
SEPEDA SEHAT - Peringatan Hari Jadi Kota Negara ke-120 di Jembrana selama sebulan penuh terus berlanjut. Memasuki hari ke23 Minggu (23/8) pagi, sekitar 500-an sepeda kayuh mengikuti event sepeda sehat a menyusuri jalan nasional, jalan kabupaten hingga jalan desa sepanjang 12 kilometer. Ratusan peserta yang terdiri dari berbagai kalangan mulai anak-anak, remaja hingga orang tua dan berbagai komunitas sepeda kayuh turut memeriahkan gowes yang telah menjadi agenda tetap peringatan HUT Kota Negara. Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wakilnya I Made Kembang Hartawan bersama Sekda Jembrana Gede Gunadnya termasuk Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa, Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. Sansan Iskandar dan Wakapolres Jembrana Kompol Anak Agung Rai Laba diiringi ratusan sepeda mengawali rute perjalanan dari Gedung Ke-senian (GK) Dr. Ir. Soekarno Jembrana.
50
7 - 13 September 2015