Skip to main content

Majalah balipost edisi 103

Page 1

103 |31 Agustus - 6 September 2015

Aspirasi Bali Diabaikan

RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI Setelah ”Reshuffle” Berlalu 6 BALI SEPEKAN Sepuluh Ruangan SMPN 2 Sawan Terbakar 7 LAPORAN UTAMA Aspirasi Bali Diabaikan 8

Aspirasi Umat Hindu Mesti Didengar 9 SDM Bali Tergeser dan Tergusur 10 POLITIK Pusat Harus Ikut Jaga Bali 16 Berpotensi Jadi Bumerang 17 PENDIDIKAN Kinerja Pengawas Sekolah

LENSA NORMALISASI SUNGAI 26

OLAHRAGA Raja Kelas Menengah 28 LINGKUNGAN Debit Air Embung

Telaga Tunjung Menyusut 36

Tak Maksimal 18

MANCANEGARA Benjamin Franklin,

Pria Cerdas Penuh Talenta 20

DAERAH Dampak Kemarau

Krisis Air Ancam Peternakan 22

KESEHATAN Nutrisi pada BBLR,

Perlu Dikoreksi 24

PEMERINTAHAN Dari “Launching” Telepon

Sahabat Anak, 129 di Badung Yudha Saka: Penuhi Hak Anak Diawali dari Keluarga 38 TRADISI “Usaba Sumbu”

Warga Haturkan Ratusan Babi Guling 48 31 Agustus - 6 September 2015

3


DARI PEMBACA

Ajak Siswa Wujudkan Bank Sampah P

enggunaan plastik untuk berbagai keperluan dalam kehidupan nampaknya telah menyisakan dampak yang luar biasa khususnya bagi lingkungan. Bisa dilihat dengan jelas bagaimana masyarakat menggunakan plastik kemudian membuangnya tanpa terlalu banyak berpikir tentang dampak lingkungan yang ditimbulkan. Memang dampaknya tidak secara instan terasa namun memerlukan waktu yang cukup panjang. Ini bisa menjadi bom waktu bagi kita. Oleh karena itu perlu kesadaran bersama untuk memerangi sampah plastik. Ada komunitas yang sudah bergiat sehingga plastik bisa memiliki nilai jual meskipun tidak banyak. Sudah ada bank sampah. Dan nampaknya sangat baik jika ide ini bisa dibawa ke sekolah dimana anak tidak saja dimobilisasi memerangi sampah plastik tapi mereka mendapatkan semacam tabungan dari kegiatan mengumpulkan sampah plastik. Uang yang terkumpul bisa dimanfaatkan untuk membeli keperluan sekolah. Paling tidak bisa meringankan beban orang tua membiayai sekolah putra dan putri mereka. I Wayan Sutarsa Br. Piakan, Desa Sibangkaja Kec. Abiansemal Badung

Evaluasi Kinerja Kabinet K

eputusan reshufe yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dianggap tepat oleh beberapa pengamat politik Indonesia. Hal ini mengingat, bahwa beberapa waktu yang lalu terdapat penilaian dari hasil survei maupun pendapat para ahli, tentang kinerja beberapa menteri di kabinet kerja. Sudah semestinya nilai kinerja menjadi patokan untuk melakukan reshufe. Selain itu, komunikasi yang terbangun antara presiden dengan menteri juga menjadi salah satu poin penting perlunya reshufe. Bagaimana bisa memaksimalkan kinerja apabila komunikasi yang dibangun tidak baik? Permasalahan ekonomi, politik, dan keamanan yang dihadapi oleh pemerintah saat ini, dianggap menjadi salah satu bentuk masalah yang belum dapat ditangani dan dikelola secara baik oleh para menteri Kabinet Kerja Jokowi. Seperti melemahnya rupiah, kasus di Tolikara, sengketa beberapa partai politik, dan beberapa masalah lain. Ari Pranata Jl. Angsana Raya No.42 Pasar Minggu, Jaksel

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Dedy Sumartana Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

31 Agustus - 6 September 2015

4


Mendesain Penyangga Ekonomi Alternatif MELEMAHNYA ekonomi nasional membuat sejumlah sektor melambat, termasuk pelambatan pertumbuhan ekonomi Bali. Pemerintah daerah Bali pun disarankan segera merealisasikan penyerapan APBD 2015 dan menjaga stok serta distribusi bahan baku. Langkah ini diyakini bisa menjaga pertumbuhan ekonomi dan membuat agar sektor informal tetap berdenyut. Bali juga diyakini bisa bertahan menghadapi tantangan ekonomi menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, Bali juga disarankan segera memperkuat pilar penyangga ekonomi alternatif tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata. Pandangan ini merupakan rangkuman dari jawaban responden terkait daya tahan ekonomi Bali menghadapi pelemahan ekonomi nasional. Pada jajak pendapat yang dilakukan Pusat Data Bali Post di seluruh Bali ini terdapat 67,60 persen responden meyakini Bali mampu menghadapi tekanan ekonomi nasional yang makin kuat. Daya tahan ini akan makin kokoh jika Bali memiliki terobosan–terobosan kreatif dalam mengelola APBD. Selama ini, kata responden, belanja pemerintah menjadi stimulus bagi ekonomi daerah. Realisasi APBB Bali mendukung beberapa sektor seperti akomodasi tumbuh

positif dan berpeluang membantu pertumbuhan ekonomi. Selain itu, daya tahan ekonomi Bali selama ini sudah teruji dan pertumbuhan ekonomi Bali cenderung di atas rata-rata nasional. Digulirkannya sejumlah program pemberdayaan ekonomi kerakyatan juga diyakini akan membuat Bali mampu menghadapi ancaman keterpurukan ekonomi. Di lain pihak, 29,10 persen responden mengaku tidak yakin akan bisa bertahan menghadapi gejolak ekonomi global. Bali yang mengandalkan pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisataakan terdampak. Penurunan kualitas pariwisata akan membuat industri kreatif pendukung pariwisata juga melemah. Selain itu, lambatnya Bali menyiapkan pilar penyangga ekonomi alternatif selain pariwisataakan membuat Bali rapuh menghadapi tantangan ekonomi global. Terlebih, perilaku konsumtif telah menjadi salah satu identitas krama Bali. Sementara itu, 3,30 persen responden tidak memberikan respons terkait hal ini. Responden kelompok ini umumnyamengaku tidak tahu-menahu soal gejolak ekonomi nasional dan dampaknya bagi Bali. Responden hanya berharap pemerintah menjaga distribusi barang kebutuhan

pokok masyarakat agar tidak menimbulkan gejolak. Pemerintah juga diingatkan untuk menekan lonjakan harga barang agar daya beli masyarakat terjaga. Dira Arsana Indonesia dibayangi keterpurukan ekonomi, Indikasinya daya beli menurun dan nilai tukar rupiah terus merosot. Mencermati hali ini, yakinkah anda Bali mampu meghadapi tekanan ekonomi ini?

Tidak Yakin 67,60%

Yakin 29,10%

N=756

Tidak 3,30% Tahu grafis: tomik cahya

31 Agustus - 6 September 2015

5

5


OPINI

Setelah ”Reshuffle” Berlalu

P

asca-Presiden Jokowi melakukan reshuffle terhadap sejumlah kementerian yang dinilai memiliki kinerja buruk, kita berharap kabinet baru dapat memperbaiki kinerja kementerian lama yang dianggap sebagai salah satu kegagalan dalam bidang ekonomi. Maka dari itu, publik juga memiliki tugas untuk mengawal kabinet Jokowi yang baru menggantikan kementerian lama. Oleh sebab itu, keterlibatan publik penting dilakukan oleh Jokowi agar bisa mengontrol dan mengawal kebinet baru. Pertama, Jokowi melibatkan relawan politiknya untuk mengontrol dan mengawal kinerja kebinet baru. Relawan Jokowi yang bergemuruh ketika pemilihan presiden beberapa bulan lalu harus dioptimalkan untuk mengawal dan mengevaluasi secara berkala. Kedua, keterlibatan masyarakat juga harus dlakukan. Dalam hal ini, organisasi kemasyarakatan yang harus diberi ruang oleh pemerintah untuk lebih intens mengontrol kinerja kebinet Jokowi. Apabila kedua hal tersebut berjalan dengan lancar, maka kinerja para pembantu presiden akan terus terpantau secara intens. Dengan begitu, kebinet kerja Jokowi benar-benar terkontrol siapa yang berkerja untuk rakyat dan siapa yang belum optimal melaksanakan amanah rakyat. Patut dipahami bahwa perombakan kabinet ini bermula dari ekspektasi publik terhadap kebijakan ekonomi. Kebijakan ekonomi yang tidak kunjung strategis memaksa menteri yang bercokol di bidang ekonomi harus diganti. Bisa jadi, pergantian menteri ini berawal dari faktor lain seperti evaluasi mata uang Tiongkok, ditambah rupiah yang semakin terjun bebas menyentuh angka Rp 13.800. Belum lagi Indeks Harga Saham Gabungan (ISHG) terpental ke level 4.500. sedangkan di bidang pangan, kelangkaan daging sapi juga menjadi catatan hitam kementerian perdagangan. Kebijakan me-reshuffle kabinet kerja Jokowi memang bukan perkara mudah. Pasalnya, kabinet Jokowi

6

Oleh Aminuddin

masih menjadi catatan kritis karena bercokol aktor-aktor politik. Namun, situasi ekonomi yang saat ini dalam keadaan sulit, bisa menjadi alasan kuat untuk menghilangkan stigma negatif yang dianggap sebagai kebijakan politik. Stigma negatif tersebut patut dilontarkan ke publik. Pasalnya, masih ada pos-pos kementerian yang memiliki catatan merah dalam kinerjanya selama satu tahun. Sebut saja Kementerian Pemuda dan Olahraga yang belum bisa memulihkan polemik persepakbolaan Indonesia. Sedangkan di bidang hukum, kisruh partai Golkar dan PPP yang dianggap menghambat kebijakan pemerintah juga tidak tersentuh dan seperti melindungi salah satu pihak. Belum lagi polemik yang melanda Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lalu, apakah mereka masih layak menduduki pos kementerian tersebut dan tidak layak untuk di-reshuffle? Tentunya, pemerintah Jokowi sudah memiliki penilaian tersendiri dalam mengevaluasi dan mendiskualifikasi menteri-menteri yang dinilai gagal

menjalankan amanah. Publik sangat paham bahwa jabatan kementerian merupakan jabatan politik yang sangat kumuh dengan berbagai kepentingan politik. Ada kecenderungan, untuk mereshuflle kabinet dari calon non partai lebih gampang ketimbang dari partai. Kendati kinerjanya kurang memuaskan, kementerian dari partai lebih sukar untuk diganti. Ini berdeda dengan kementerian yang tidak memiliki kekuatan partai atau non partai. Mereka mudah untuk diganti, terlebih lagi kalau sudah ada desakan dari publik. Apabila menilik hasil survei di berbagai lembaga, kementerian perekonomian memang menjadi sorotan utama. Ditambah lagi, pos kementerian tersebut bukan dari partai politik. Maka, presiden Jokowi lebih leluasa untuk menggantinya. Dalam sistem presidensial seperti yang ada di Indonesia, mengevaluasi kementerian hingga melakukan reshuffle memang menjadi tantangan tersendiri bagi presiden. Mengabaikan kepentingan politik sama saja dengan bunuh diri politik. Meski begitu, mengganti menteri yang dinilai kurang baik meski dari partai politik semestinya dilakukan karena tugas pemimpin menempatkan orang-orang yang berkualitas dan mau berkerja keras tanpa harus takut dengan desakan politik. Model seperti itu dapat kita amati di negara-negara tetangga. Misalnya PM Malaysia Najib Tun Abdul Razak yang mengambil langkah politik me-reshuffle kabinet dalam semester pertama kepemimpinannya. Itu dilakukannya karena ada kegagalan dalam kinerja menteri tertentu, misalnya Menteri Transportasi Ong Tee Keat yang diganti Kong Cho Ha sebagai menteri yang baru. Tidak hanya di Malaysia, PM Thailand Abhisit Vejjajiva misalnya, saat itu pun mengambil langkah reshuffle ketika di negerinya terjadi kekacauan (Ismatillah A. Nu’ad, 2015) Penulis, alumnus UIN Sunan Kalijaga dan pegiat di Forum Kolumnis Muda Yogyakarta

31 Agustus - 6 September 2015

6


BALI SEPEKAN

Ribuan Warga Tempati RTH WARGA di Kabupaten Bangli masih banyak yang memiliki rumah tak layak huni (RTH). Padahal, pemerintah gencar mengucurkan program pengentasan kemiskinan termasuk bantuan program bedah rumah. Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Bangli, I Nengah Sukarta menjelaskan berdasarkan data terakhir, rumah tak layak huni mencapai 3.000 unit yang tersebar di seluruh kecamatan. “Rumah tak layak huni paling banyak ada di daerah Kintamani. Ini menyesuaikan dengan jumlah RTM,” jelasnya, Selasa (18/8). Disampaikan, jumlah RTH ini diperkirakan akan mengalami peningkatan,

mengingat ada sejumlah pengurus desa yang belum menyetorkan data ke Disosnakertrans. Akan tetapi, peningkatnnya diperkirakan tidak terlalu banyak. Sosiawan

MBP/sos

Hotel Kempinsky Langgar Sempadan Jurang JAJARAN wakil rakyat di Komisi II DPRD Badung, Selasa (18/8) menggelar sidak proyek pembangunan Hotel Kempinsky yang terletak di kawasan Pantai Sawangan, Nusa Dua. Dari hasil tinjauan langsung itu, tim menemukan adanya pelanggaran sempadan jurang dan ketinggian bangunan. “Kalau sepintas hasil pengamatan kami, ketinggian memang melampui. Namun, sekarang harus ditentukan titik nol untuk mengukur ketinggian karena kontur tanah memang miring,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Badung, I Nyoman Dirga Yusa di sela-sela sidak.

Menurut Dirga Yusa, lantaran bentuk bangunan menyerupai terasering, maka untuk menentukan tinggi bangunan perlu menentukan titik nol. Sedangkan terkait adanya dugaan pelanggaran sempadan jurang, memang nampak sangat jelas karena pembangunan memang dilakukan tepat di bawah jurang. “Semetinya jarak antara jurang dan bangunan adalah tinggi jurang di kali dua. Itulah jarak bangunan antara jurang. Misalnya kedalaman jurang 100 meter, jarak bangunan dengan jurang 200 meter, baru boleh membangun,” terangnya. Parwata

Puluhan Warga Suwat Datangi Mapolres PULUHAN warga dari Desa Pakraman Suwat mendatangi Mapolres Gianyar, Rabu (19/8). Kedatangan warga ini untuk melaporkan adanya dugaan penggelapan dana yang terjadi di LPD Desa Pakraman Suwat, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 miliar lebih. Puluhan warga yang mengenakan pakaian adat madya sudah mendatangi Mapolres Gianyar sekitar pukul 09.00 wita. “Sekarang, saya bersama puluhan warga melaporkan pengurus LPD Desa Pakraman Suwat yang diduga telah melakukan penggelapan dana LPD mencapai Rp 1 miliar lebih,“ ucap Ngakan Putu Sudibia, seorang perwakilan warga. Dia menuturkan kasus ini berawal dari kesulitan likuiditas yang dialami oleh LPD Desa Pakraman Suwat. Hingga saat rapat tahunan yang digelar pertengahan Juli 2015, para pengurus tidak bisa menyampaikan laporan keuangan secara transparan termasuk nama-nama nasabah. “Berdasarkan hasil rapat pertengahan Juli lalu, pihak desa memutuskan untuk membentuk tim pemeriksa. Namun, keputusan ini malah ditentang oleh pengurus LPD,“ ujarnya. Manik Astajaya

Sepuluh Ruangan SMPN 2 Sawan Terbakar KEBAKARAN dahsyat menimpa SMPN 2 Sawan, Buleleng, Senin (17/8). Kebakaran menghanguskan sepuluh ruangan penunjang aktivitas kegiatan di sekolah setempat. Pihak sekolah tidak mampu berbuat banyak. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Kepala SMPN 2 Sawan Drs. Wayan Ariasa, M.Pd., mengaku pasrah atas kebakaran yang menimpa sepuluh ruang kelas dan menghanguskan surat-surat penting di sekolah itu. Tak ada yang menyangka kejadian itu, padahal ia bersama operator dan penjaga sekolah masih bekerja lembur mendata siswa

calon penerima dana BOS. ‘’Api tibatiba muncul ketika baru saja pulang menyelesaikan tugas di sekolah malam itu,’’ ujar Wayan Ariasa. Sejumlah perangkat belajar mengajar SMPN 2 Sawan, menjadi sasaran api. Kata Ariasa, buku-buku di ruangan perpustakaan, dan buku pelajaran milik anak-anak kelas VII, komputer, hingga televisi di ruangan seluruhnya ikut ludes dilalap si jago merah. Bahkan, sarana olahraga di gudang olahraga terbakar habis, termasuk isi di ruangan UKS, dokumen penting buku BK milik kelas VIII dan IX hangus terbakar. Dewa Kusuma

MBP/dgk

31 Agustus - 6 September 2015

7

7


LAPORAN UTAMA

Aspirasi Bali Diabaikan

S

udah dua tahun lebih masyarakat Bali berjuang untuk menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun, hingga kini belum berbuah manis. Tuntutan agar Perpres 51/2013 dicabut tidak jua dikabulkan. Namun penolak reklmasi yang tergabung dalam ForBALI tidak surut berjuang. Mereka tetap menyuarakan ketidaksetujuannya dengan rencana menguruk laut 700 hektar di Teluk Benoa. Demikian pula soal KSPN Besakih. Tokoh-tokoh Bali yang tergabung dalam Tim 11 KSPN menolak Besakih masuk KSPN. Rekomendasi itu merupakan aspirasi masyarakat yang diserap dalam berbabagi diskusi. Namun lacur lagi-lagi aspirasi itu diabaikan. Menteri pariwisata tetap pada keputusan bahwa pemerintah tidak mencabut Besakih dari KSPN. Alasannya KSPN menguntungkan Bali. Kini nasib KSPN Besakih ada di tangah DPRD Bali. Lembaga wakil rakyat tersebut sudah mengkomunikasikan hal itu dengan pemerintah pusat. Lalu bagaimana dengan reklamasi teluk Benoa? Di tengah-tengah kesendirian menolak reklamasi, muncul amunisi baru. Dua anggota DPRD Bali langsung menyatakan sikapnya. Mereka menolak reklamasi. Alasasnya rencana itu melanggar dua peraturan sekaligus. Pertama melanggar PP 50 tahun 2011 tentang rencana induk pengembangan pariwisata nasional (Ripparnas) dan UU No.10 Tahun 2009 tentang Pariwisata. Mereka yang menemui massa yang menggelar aksi di halaman DPRD Bali, pekan lalu adalah anggota Komisi I Ida Gede Komang Kresna Budi dan anggota Komisi II A.A. Ngurah Adhi Ardhana. Kedua anggota dewan yang sama-sama baru ini dengan tegas menyatakan menolak rencana mengurug Teluk Benoa seluas 700 hektar itu. “Saya pribadi tentu saja menolak reklamasi,” ujar Adhi Ardana disambut teriakan tolak reklamasi dari massa ForBALI. Politisi PDI-P ini mengatakan, dirinya bersama anggota dewan yang lain pada intinya selalu ingin melangkah berdasarkan aturan-aturan yang ada. Selama aturan-aturan tersebut tidak dipenuhi maka rencana reklamasi tidak akan bisa dilakukan.

8

“Beberapa hal yang dilanggar dalam reklamasi Teluk Benoa adalah PP No.50 Tahun 2011 tentang Ripparnas dan juga Undang-undang No.10 Tahun 2009 tentang Pariwisata,” lanjutnya. Adhi Ardana menambahkan iming-iming 250.000 tenaga kerja yang ditawarkan investor justru akan menimbulkan ketimpangan sosial di Bali. Pasalnya, Gubernur Bali dalam laporan pertanggungjawaban pada 2014 menyebut jumlah pengangguran di Pulau Dewata hanya 44 ribu orang. “Yang kita takutkan apa yang terjadi, industrialisasi pariwisata juga akan merubah pola-pola pariwisata budaya yang ada. Ujung-ujungnya adalah menyingkirkan masyarakat Bali sendiri,” jelasnya. Adhi Ardana mengaku sudah pernah menyampaikan aspirasi masyarakat yang menolak reklamasi ke Kementerian Pariwisata. Pihak Kementrian menyarankan agar kelanjutan Perpres No.51 Tahun 2014 yang memuluskan reklamasi ditanyakan saja kepada Presiden RI. “Hal tersebut juga sudah ditindak lanjuti dan mudah-mudahan selama belum dijawab oleh Bapak Presiden maka reklamasi Teluk Benoa seharusnya dalam posisi status quo, jadi tidak bisa dilaksanakan. Walaupun hal-hal yang saya berikan pandangan ini memang masih terjadi perdebatan, namun apapun hal tersebut tetap harus kami perjuangkan,” tegasnya. Sementara itu, Kresna Budi mengatakan, pemimpin Bali sudah semestinya mendengarkan suara rakyat bila keinginan investor mereklamasi Teluk Benoa justru meresahkan masyarakat. Terlebih lagi rencana ini juga menyangkut hajat hidup orang banyak. “Investor yang baik adalah investor yang tidak meresahkan. Kita mohonkan nanti kepada Bapak Gubernur supaya masalah ini dipending dulu, distatusquokan dulu. Mudah-mudahan reklamasi ini tidak terlaksana,” ujar Politisi Golkar ini. Di akhir orasinya, Koordinator ForBALI Wayan Gendo Suardana menyerahkan pernyataan sikap ForBALI kepada dua anggota DPRD Bali itu. Meski tidak diberikan secara formal

TOLAK REKLAMASI - Massa ForBALI menggelar aksi tolak reklamasi Teluk Benoa.

ataupun dibungkus map, kedua anggota dewan tetap menerima dengan senang hati untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai bidang masing-masing. Proses Amdal Sementara itu dalam aksinya yang juga digelar di depan kantor Gubernur, ForBALI tetap menuntut Presiden Joko Widodo mencabut Perpres No.51 Tahun 2014. Termasuk meminta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk segera membatalkan proses Amdal karena prosesnya mengabaikan aspirasi penolakan masyarakat Bali. Begitu juga Menteri Kelautan dan Perikanan diminta segera mencabut izin lokasi yang telah diberikan kepada PT TWBI pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam pernyataan sikapnya, ForBALI menyatakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan jangan memaksakan proses Amdal reklamasi Teluk Benoa. Jangan sampai proses Amdal yang saat ini berlangsung di pemerintah pusat menggunakan dasar izin prinsip penambangan pasir laut yang diterbitkan oleh Bupati Lombok Timur. Sebab bupati kini tidak lagi diberikan kewenangan untuk menerbitkan izin di wilayah perairan laut karena kewenangan perizinannya berada di pemerintah provinsi. Itu artinya, izin yang diterbitkan Bupati Lombok Timur melanggar undangundang. Rindra

31 Agustus - 6 September 2015

8


Aspirasi Umat Hindu Mesti Didengar KEKHAWATIRAN akan kehancuran Bali makin menguat. Pelestarian lingkungan banyak diabaikan. Hotel tak lagi memperhatikan sempadan pantai, jurang dan DAS. Semuanya dilabrak. Sementara pemerintah daerah tak berdaya. Pelanggaran yang masif hanya ditindaklanjuti dengan surat peringatan. Tak ada yang sampai ditutup. Padahal jelas-jelas sudah melanggar aturan. Kalau ini terus terjadi maka kehancuran Bali jadi kenyataan.

Harus diakui, sektor pariwisata bertahun-tahun menjadi roda penggerak perekonomian Bali. Percepatan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan di sektor tenaga kerja juga tinggi. Percepatan pertumbuhan berbanding lurus dengan kerusakan yang ditimbulkannya. Tidak jelasnya keberpihakan regulasi dan pengambil kebijakan dalam memandu pertumbuhan pariwisata Bali, membuat sektor ini tumbuh liar. Kontribusi pariwisata dalam mempercepat kehancuran Bali bisa dicermati dari penjamahan ruang resapan air untuk kepentingan investasi. Sungai, danau dan laut juga dijarah untuk kepentingan investasi. ‘’Pengelolaan pariwisata yang tak berbasis lingkungan hanya akan mempercepat kehancuran Bali. Pelan-pelan kehancuran ini akan membunuh kearifan dan pendukung budaya Bali,’’ ujar pengamat Lingkungan Universitas Udayana Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S. akhir pekan lalu. Menurutnya Pengelolaan pariwisata yang mengingkari identitas Bali, patut segera dievaluasi. Pendekatan budaya harus kembali menjadi acuan. Pariwisata mestinya memberdayakan orang Bali dan kebudayaan Bali dan alam Bali. Karenanya, tingginya dampak perkembangan pariwisata terhadap ekosistem alam Bali harus disikapi dengan kebijakan yang berorientasi pada penyelamatan lingkungan. Menteri Pariwisata (Manpar) Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc. selaku pengelola kebijakan pusat di bidang pariwisata wajib hukumnya ikut menjaga Bali. Menpar jangan hanya berorientasi menjual Bali. Target–terget peningkatan kunjungan pariwisata dan investasi dalam mengelola pariwisata Bali harus diimbangi dengan komitmen menjaga alam dan budaya

Bali. Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bali Ir. I Nengah Manumudita, M.M., mengkritisi kebijakan pengelolaan pariwisata selama ini yang cenderung menjual dan mengeksploitasi Bali. Pencapaian target keuntungan yang tinggi dan investasi yang tinggi, faktanya hanya sebagian kecil dinikmati orang Bali. Orientasi pengelolaan pariwisata berbasis pasar akhirnya memicu kerusakan ekosistem alam Bali. Bahkan, dalam jangka panjang laju pariwisata tanpa kendali akan memarginalkan manusia Bali sebagai penyangga budaya Bali. ‘’Menteri Pariwisata harus melakukan reorientasi kebijakan dalam mengelola pariwisata Bali,’’ sarannya. Desakan agar pemerintah pusat khususnya Menteri Pariwisata peduli Bali juga dilontarkan Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat Putu Wirata Dwikora. Ia mendesak Menpar mendengar aspirasi Bali dalam mengelola pariwisata di Bali. ‘’Penolakan Menpar mencabut kawasan Besakih dari KSPN cenderung kurang memperhatikan aspirasi umat Hindu,’’ ujarnya. Pengakuan Menpar memahami Tri Hita Karana mestinya dijabarkan secara benar. Karena itu, sikap Menteri Pariwisata yang menolak aspirasi umat Hindu dan masih ingin bermusyawarah lagi untuk memasukkan Besakih dan sekitarnya sebagai KSPN, dinilai sebagai sikap yang tidak berpihak pada pengelolaan pariwisata Bali berbasis budaya dan krama Bali. Sebelumnya, Prof. Sutjaya menegaskan kini pariwisata Bali tak hanya dinikmati orang Jakarta, melainkan telah lari ke luar negeri. Modernisasi pengelolaan pariwisata Bali telah mengaburkan peranan orang

Bali dalam menjaga tanah leluhurnya. Mestinya, kebijakan pengelolaan pariwisata Bali sebanyak mungkin melibatkan orang Bali. Dominasi kepentingan pusat atas Bali dalam berbagai kebijakan patut dicatat sebagai upaya memarginalkan krama Bali di tanah Bali. Mantan Sekretaris Tim Pengkaji 11 KSPN Drs. Ec. I Putu Anom, M.Par., berharap Menteri Pariwisata mendengarkan aspirasi umat Hindu. Dengan demikian, Menpar yang sebelumnya menolak usulan tim pengkaji bisa menerima rekomendasi tersebut. “Penyusunan rekomendasi tersebut sudah melalui proses panjang menjaring aspirasi masyarakat Bali serta sudah dilakukan berkali-kali FGD dengan tokoh-tokoh Bali. Jadi, Bali cukup terima 9 KSPN dari 11 KSPN yang tercantum dalam Lampiran PP No.50 Tahun 2011,” tegasnya. Pengamat tata ruang Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si. juga mendesak Menpar mendengar aspirasi umat Hindu. ’’Kalau ini sudah menyentuh keyakinan, mohonlah mengerti orang-orang di luar Bali. Jangan lagi orang-orang di Jakarta atau siapa pun berpikir merancang Bali bukan oleh orang Bali. Mari hormati sikap dan hak masyarakat Bali yang berkeyakinan Hindu ini untuk menyatakan sikapnya. Bila tidak, saya berpikir harus ada perlawanan,” ujarnya. Menurut Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Udayana ini, penolakan itu sangat melukai hati rakyat Bali yang sejatinya tidak menginginkan kawasan suci yang sangat disakralkan itu dimasukkan ke dalam KSPN. Rindra 31 Agustus - 6 September 2015

9

9


LAPORAN UTAMA

SDM Bali

Tergeser dan Tergusur

P

otensi pariwisata Bali memang sudah mendunia. Hal ini dibuktikan dari kunjungan wisatawan yang terus meningkat. Namun, di balik itu peran serta SDM (Sumber Daya Manusia) Bali justru semakin tergeser. “SDM Bali banyak yang tergeser karena belum mampu menghadapi ketatnya persaingan, sehingga bisa saja nanti masyarakat Bali hanya menjadi penonton dari kemegahan pariwiasata ini,” tegas Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati pekan lalu. Dikatakan, tergesernya SDM Bali di bidang pariwisata tidak luput dari perubahan tren pariwisata yang sebelumnya berbasis budaya kini diarahkan ke pariwisata buatan. “Nah inilah yang saya khawatirkan akan menggeser peran SDM Bali, bahkan

10

pariwisata Bali itu sendiri,’’ ucapnya. Mantan Bupati Gianyar ini kembali mengingatkan tombak utama pariwisata Bali adalah budaya. Masyarakat Bali kembali diajak berpikir jernih demi keberlangsungan budaya dan pariwisata untuk 50 hingga 100 tahun mendatang. Sementara itu Prof. Sutjaya mengkhawatirkan posisi Bali di tengah laju pariwisata. ‘’Bali telah dieksploitasi secara liar. Tidak jelasnya regulasi untuk melindungi Bali membuat pariwisata dikelola dengan pendekatan kepentingan dan kolusi. Ini menjadi masa-masa suram peradaban Bali,’’ sindirnya. Mantan guru besar Unud ini mengoreksi persepsi publik yang selama ini tercekoki pemikirannya, bahwa pariwisata telah memacu pertumbuhan perekonomian Bali. Pemahaman ini sengaja dihembuskan agar

manusia Bali tidak mengkritisi dampak dari pertumbuhan pariwisata di wilayahnya. Padahal sejalan dengan pertumbuhan pariwisata, kehancuran alam Bali juga menguat. Tak hanya itu, kekhawatiran terhadap punahnya budaya Bali juga akan menjadi kenyataan. Dia mengatakan, selama ini Bali terjebak pada kenikmatan semu pariwisata. Dikatakan semu karena pertumbuhan pariwisata Bali hanya sebagian kecil yang dinikmati orang Bali. Kini pariwisata Bali dikuasai orang luar Bali dan kapitalis dari luar negeri. Bali benar-benar telah dieksploitasi. “Eksploitasi alam Bali dan budaya Bali sudah melewati ambang batas. Rendahnya penikmatan orang Bali terhadap kemajuan pariwisata membuat orang Bali makin terpinggirkan. Daya tahan orang Bali akan terus melemah-

31 Agustus - 6 September 2015

10


karena daya tahan ekonominya rapuh,’’ ujarnya. Ia memprediksi orang Bali yang benar-benar paham budaya dan memiliki tanggung jawab moral menjaga Bali, tinggal satu generasi. Prediksi akan menjadi kenyataan jika kesadaran orang Bali untuk menjaga wilayahnya dari cengkraman kapitalis dan serbuan tuyul tidak segera dibangun. Dia mengatakan kapitalis telah menguasai sektor-sektor strategis dan ruang ekonomi yang ada. Sedangkan para tuyul memperdaya Bali dengan melakukan pencucian uang, memperdagangkan narkoba dan prostitusi. Prof. Sutjaya menegaskan, kini pariwisata Bali tak hanya dinikmati orang Jakarta, melainkan telah lari ke luar negeri. Modernisasi pengelolaan pariwisata Bali juga makin menguat. Terabaikannya arsitektur Bali, dipinggirkannya manusia Bali dalam merebut peluang kerja serta tingginya aliran urban ke Bali akan membuat manusia Bali terjepit.

Di lain pihak, para tuyul atau para broker yang datang ke Bali difasilitasi dengan berbagai dalih dan strategi. Pencucian uang dengan kedok investasi membuat orang Bali terjebak untuk menjual tanah. Orang Bali pun makin akrab dengan budaya materialistis dan konsumtif. Orang Bali lambat laun akhirnya digiring melakoni peradaban modern. Prof. Sutjaya mengatakan pesatnya pertum-

buhan pariwisata juga telah menjadikan Bali sebagai pasar narkoba strategis. Narkoba menjerat generasi muda Bali, gerenasi yang akan mewarisi kebudayaan Hindu di Bali. Kenikmatan ini akan menggiring generasi Bali berperilaku pragmatis yang mengutamakan kenikmatan semu. Laju pariwisata dan terbukanya pasar narkoba di Bali juga telah menyuburkan praktik prostitusi. Praktrik prostitusi yang menjamur ini kini justru tanpa pengawasan. Dampaknya, AIDS menjadi ancaman serius di kalangan generasi muda Bali. Deretan ancaman yang mengitari orang Bali ini akan membuat daya tahan manusia Bali rapuh. Orang Bali juga akan makin lemah ketika daya saing ekonomi dan SDM-nya lemah. Untuk itu, orang Bali patut waspada. ‘’Orang Bali jangan larut dalam penikmatan kesenangan sekala (alam) dan mengabaikan tanggung jawab niskala,’’ sarannya. Manik Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati 31 Agustus - 6 September 2015

11


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

HUT - Perayaan HUT ke-18 SMKN 5 Denpasar, Sabtu (15/8), berjalan meriah. Berbagai prestasi nasional dicetak sekolah ini yang membuat masyarakat semakin percaya dengan kualitas sekolah favorit tersebut. Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala SMKN 5 Denpasar, Drs. I Ketut Sumerta, serta penyerahan hadiah pemenang lomba. Yang menarik, Kepala SMKN 5 Denpasar Ketut Sumerta juga mengundang 10 veteran anggota LVRI Denpasar Timur sekaligus menyerahkan sumbangan kepada para veteran. Ketut Sumerta mengatakan agenda ini menjadi program rutin ultah SMKN 5 Denpasar untuk memberikan penghargaan perjuangan para veteran dan keteladanannya dalam menyelamatkan alam Bali.

PERLENGKAPAN SEKOLAH - Pada Sabtu (15/8) bertempat di lapangan Serma Mudera Desa Luwus, Baturiti, Tabanan, Rotary Club of Bali Denpasar bersama Rotary Club of Swan Valley, Rotary Club of Ellenbrook serta Rotary Club of Boulder Australia Barat menggelar Distribution Day 2015. Pada acara itu 650 anak asuh tingkat Sekolah Dasar itu terjaring melalui porgram Bali School Kids Sponsorship Program, mereka menerima paket perlengkapan sekolah di antaranya tas, sepatu, seragam serta alat tulis. Tidak hanya itu, anakanak juga mendapatkan multivitamin, penyuluhan cara merawat kesehatan gigi dan mulut. Acara itu juga diikuti pemberian sikat beserta pasta gigi serta penyuluhan tentang pentingnya menggunakan helm ketika berkendara di jalan raya. Juga pada kesempatan itu dibagikan helm kepada anak-anak.

MBP/ist

PENGOBATAN - Bertepatan dengan puncak peringatan HUT ke-70 RI, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gianyar menggelar pengobatan gratis untuk para veteran, pegawai dan masyarakat, di Balai Budaya Gianyar (17/8). Para veteran sebelum mengikuti apel detik-detik proklamasi, sebagian besar diantaranya memanfaatkan pengobatan gratis tersebut. Pada pengobatan gratis kali ini, IDI menurunkan 46 anggotanya yang terdiri dari dokter umum dan dokter spesialis seperti, spesialis syaraf, penyakit dalam, jantung maupun spesialis kandungan. Ketua IDI Cabang Gianyar dr. Nyoman Rudi Susantha S.POG (K), mengungkapkan, pelayanan yang diberikan pada para veteran dan masyarakat tersebut mulai dari pengobatan penyakit ringan, periksa gula darah hingga EKG.

12

31 Agustus - 6 September 2015

MBP/ist

YUDISIUM - Dekan Fakultas Pendidikan Matematika dan IPA (FPMIPA) IKIP PGRI Bali Dra. Ni Nyoman Parnithi, M.M., Sabtu (15/8), melepas 90 sarjana. Sarjana yang dilepas masing-masing 46 orang dari Prodi Pendidikan Matematika dan 44 Prodi Pendidikan Biologi. Acara yudisium kemarin dihadiri Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum., Ketua Yayasan PT IKIP PGRI Bali Dr. IGB Artanegara, S.H., M.H., M.Pd., Sekretaris Yayasan Ngurah Oka, PR I Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si. dan PR II Drs. Dewa Putu Juana, M.Pd.


MBP/ist

MBP/ist

DISELESAIKAN - Satu per satu masalah di Bali khususnya di bidang ekonomi kerakyatan diurai dan diselesaikan oleh Senator DPD- RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Setelah mengawal anggaran hampir Rp 23,5 miliar untuk revitalisasi pasar di sejumlah kabupaten di Bali pada tahun 2015 ini, serta meresmikan Pasar Desa Sidan, Gianyar sebagai pasar sukla, kini anggota DPD-RI termuda asal Bali ini menyasar salah satu masalah krusial yang terjadi di kawasan suci Besakih, yakni semrawutnya tata kelola pasar rakyat di saat upacara Batara Turun Kabeh, termasuk belum terciptanya kenyamanan dari umat Hindu hadir setiap tahunnya di Pura Agung Besakih.

PELUNCURAN - PT Toyota Astra Motor melalui Agung Toyota melakukan penyegaran produk andalannya dengan meluncurkan produk terbaru, yakni Grand New Avanza dan Grand New Veloz di Mall Bali Galeria (MBG) Kuta, Sabtu (15/8) malam lalu. Penampilan yang lebih kokoh dan menawan dalam konsep desain terbaru Toyota, serta didukung teknologi mesin dual VVT-i dan ďŹ tur keamanan terlengkap yang dibenamkan di dua produk anyar ini, membuat tampilannya semakin mantap. Bahkan ďŹ tur keamanan yang ada di dua produk terbaru Toyota itu diklaim menjanjikan kepuasan jauh lebih baik kepada pelanggan.

MBP/ist

MBP/ist

SEMINAR - Serangkaian wisuda ke-26 dan HUT ke-70 Proklamasi Kemerdekaan RI, FKIP Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar, Sabtu (15/8) lalu menggelar seminar akademik bertema Membangun Semangat Nasionalisme Melalui Pemahaman Kebahasaan dan Ideologi Bangsa. Seminar diikuti 300 orang mahasiswa dan dosen FKIP Undwi. Seminar tersebut dibuka oleh Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H.,M. Hum., dihadiri Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, M.S. Chandra Jaya. Tampil sebagai pembicara Prof. Dr. Made Sutama, M.Pd., dari Prodi Bahasa Sasinda dan Prof. Dr. Wayan Sukadi, M.Pd., M.Ed., dari Prodi PPKn Undiksha. Seminar dipandu Dr. A.A. Semadi, M.Si. Rektor Dr. Putu Dyatmikawati, S.H.M.Hum. menyebutkan, rasa nasionalisme bisa dicerminkan tak adanya sikap membedakan ras, suku dan budaya. Disinilah diperlukan pengorbanan demi rasa persatuan.

HUT - Untuk memperingati ulang tahun tidak selalu dilakukan dengan berpesta pora atau hiburan. Seperti halnya yang dilakukan Bupati Jembrana I Putu Artha. Kegembiraan dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-120 Kota Negara yang dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-57 Provinsi Bali dan Peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Artha justru memperingatinya dengan mendatangi dan berbagi dengan sejumlah warganya yang mengalami sakit menahun di lima kecamatan yakni Melaya, Negara, Jembrana, Mendoyo dan Pekutatan. Ditemui saat berkunjung di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Rabu (12/8) Bupati Artha menyebutkan, warga Jembrana yang mengalami sakit menahun dan dirawat di rumahnya juga punya hak untuk mengetahui bahwa bulan ini merupakan bulan yang penuh sejarah bagi daerahnya, Jembrana, Bali dan Indonesia. 31 Agustus - 6 September 2015

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

LOGO - Meski baru dilestarikan sekitar tahun 1970-an, objek wisata Mandala Suci Wenara Wana sudah terkenal hingga ke mancanegara. Kini untuk menegaskan identitas, manajemen objek wisata Monkey Forest yang berlokasi di Desa Padangtegal, Ubud ini meluncurkan logo baru yang mencerminkan konsep Tri Hita Karana. General Manager objek wisata Mandala Suci Wenara Wana, Ir. I Nyoman Buana, Kamis (13/8), mengatakan logo baru ini diperoleh dari lomba desain logo yang diadakan beberapa bulan lalu. Hingga penutupan lomba pada 30 Mei 2015, terkumpul 29 karya dari peserta warga Desa Pakraman Padangtegal, mahasiswa Unud, Undiksha, ISI, IKIP PGRI Bali, dan Stikom Bali.

DIPERJUANGKAN - Harapan rakyat Bali agar memiliki Pahlawan Nasional (Perintis Kemerdekaan) terus diperjuangkan Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Salah satunya dorongan agar Ida Betara I Gusti Ngurah Made Agung atau lazim dikenal dengan Cokorda Mantuk Ring Rana yang merupakan tokoh sentral Puputan Badung ditetapkan pemerintah sebagai Pahlawan Nasional. Melalui Rekomendasi DPD RI Nomer : 01102014 / 099 - B.65/DPDMPR RI/Bali/VII/2015 tanggal 29 Juli 2015, Gusti Wedakarna mendorong Presiden RI dan Menteri Sosial RI agar dapat menetapkan I Gusti Ngurah Made Agung sebagai Pahlawan Nasional.

MBP/ist

MBP/ist

BINGKISAN - Penjabat Bupati Badung Ir. Harry Yudha Saka, M.M. menyerahkan bingkisan kepada anggota paskibraka dan para veteran saat syukuran seusai apel penurunan bendera HUT ke-70 RI di Jaba Pura Lingga Bhuana Puspem Badung. Dalam malam syukuran tersebut, juga dilaksanakan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Penjabat Bupati Badung Ir. Harry Yudha Saka, M.M. didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Badung I Made Sunarta dan diserahkan kepada salah seorang legiun veteran.

SIMAKRAMA - Pasangan Bacabup-Bacawabup IGA Mas Sumatri, S.Sos., M.AP. – I Wayan Artha Dipa, S.H., M.H. (MasDipa) terus masimakrama dalam rangka mendekati masyarakat untuk menyampaikan program kerjanya. Pasangan yang diusung Koaliasi Karangasem Hebat (KKH) itu bahkan sampai malam hari menemui masyarakat, seperti di Desa Pakraman Kertasari, Karangasem, Rabu (12/8) malam. Di Kertasari, MasDipa menemui masyarakat petang hari, karena warga setempat banyak dari kalangan petani dan pekerja swasta.

14

31 Agustus - 6 September 2015


MBP/ist

MBP/ist

TERIMA - Rektor Unud Prof. Dr. dr Ketut Suastika menerima buket bunga dari Ketua Umum MPB dr. Bagus Ngurah Putu Arhana, Sp.A (K) didampingi Aster Kasdam IX/Udayna Kolonel Inf. Yudiartono.

MERIAH - Kemeriahan detik-detik proklamasi di Kabupaten Badung tidak saja terlihat pada saat upacara pada pagi hari, tapi juga tampak pada sore harinya. Sejumlah kesenian dihadirkan sebelum upacara penurunan bendera dimulai. Kesenian tersebut melibatkan masyarakat hingga Kodim 1611/Badung. Untuk marching band mulai tingkat TK hingga SMA, sedangkan tari kolosal berupa tari Pendet dan tari Wira Yuda diikuti 70 penari. Sementara dari Kodim 1611/Badung menyumbangkan drama tari kolosal Wira Satya. Juru bicara Pemkab Badung A.A. Gede Raka Yuda, Senin (17/8) mengatakan, kegiatan ini dilakukan tidak hanya untuki memeriahkan Hari Kemerdekaan, tapi juga sebagai ajang para siswa menunjukkan potensi yang dimilikinya sehingga generasi muda terus terpacu dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya.

MBP/ist

CALONARANG - Setelah sukses dengan pementasan Wayang Calonarang di Setra Sempidi, Kamis (6/8) lalu, Perguruan Siwa Murti Bali kembali menggelar pentas Calonarang. Pentas itu mengambil lakon Bahula Duta. Acara itu dirangkaikan pujawali di Pura Gede Dalem Pauman, Padang Sambian Kaja. Pada kesempatan yang sama dilaksanakan pawintenan 50 Pamangku Sangging dan Pawintenan Usadha, terutama kepada para sisya yang telah lulus proses pembelajaran di Perguruan Siwa Murti ini. Perguruan Siwa Murti, ini merupakan wadah bagi masyarakat Bali yang ingin belajar agama dan menjaga keajegan Bali. Telah banyak kegiatan terlaksana sebelumnya, di antaranya ngayah ke berbagai pura yang ada di Bali, bedah rumah, penanaman pohon, masangih massal, pemberian bantuan sarana pendidikan dan kegiatan pengobatan medis- non medis gratis.

MBP/ist

TANDA KEHORMATAN - Ketua Pengurus Koperasi Pasar Srinadi sekaligus Ketua Dekopinda Klungkung Drs. Ngakan Made Nata meraih tanda kehormatan Satyalancana Wirakarya dari Presiden RI Joko Widodo. Peraihan prestasi pada 2015 ini berkat pengabdiannya selama 28 tahun di dunia koperasi. Penghargaan diberikan karena telah memberikan darma baktinya kepada Nusa dan Bangsa hingga dapat dijadikan teladan bagi orang lain. Penyematan Satyalancana Wirakarya dilaksanakan pada HUT Provinsi Bali di Lapangan Puputan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Jumat (14/8). 31 Agustus - 6 September 2015

15


POLITIK

Pusat Harus Ikut Jaga Bali

T

ingginya dampak perkembangan pariwisata terhadap ekosistem alam Bali harus disikapi dengan kebijakan yang berorientasi pada penyelamatan lingkungan. Pemerintah Pusat khususnya Menteri Pariwisata (Menpar) selaku pengelola kebijakan pusat di bidang pariwisata wajib hukumnya ikut menjaga Bali. Menpar jangan hanya berorientasi menjual Bali. Target–terget peningkatan kunjungan pariwisata dan investasi dalam mengelola pariwisata Bali harus diimbangi dengan komitmen menjaga alam dan budaya Bali. Pandangan ini dilontarkan Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bali Ir. I Nengah Manumudita, M.M., Rabu (19/8). Ia mengkritisi kebijakan pengelolaan pariwisata selama ini cenderung menjual dan mengeksploitasi Bali. Pencapaian target keuntungan yang tinggi dan investasi yang tinggi, faktanya hanya sebagian kecil dinikmati orang Bali. Orientasi pengelolaan pariwisata berbasis pasar akhirnya memicu kerusakan ekosistem alam Bali. Bahkan, dalam jangka panjang laju pariwisata tanpa kendali akan memarginalkan manusia Bali sebagai penyangga budaya Bali. ‘’Menteri Pariwisata harus melakukan reorientasi kebijakan dalam mengelola pariwisata Bali. Eksploitasi atas alam Bali merupakan bentuk ketidakpahaman dalam menjabarkan Tri Hita Karana. Idealnya, Menpar memiliki tanggung jawab moral menjaga Bali, bukan menjadikan Bali sebagai objek pasar,’’ sarannya. Ia juga berharap pengelolaan pariwisata berbasis lingkungan dan budaya Bali membuat pariwisata Bali berkelanjutan. Ia mengingatkan agar Manpar lebih arif mengelola aspirasi krama Bali, sebagai penyangga budaya Bali. Ini penting dibudayakan agar pengelolaan pariwisata Bali menguntungkan

16

semua komponen dan memberikan jaminan terjaganya keutuhan dan keseimbangan ekosistem alam Bali. Manumudita mengatakan saat ini pengelolaan pariwisata yang berbasis pesisir nyata-nyata telah membuat puluhan ribu bendega atau nelayan di Bali tergusur. Ia mengatakan krama bendega di Bali yang jumlahnya hampir 30 ribu orang kini terus terdesak investasi. Dampaknya, para krama bendega –yang memiliki tanggung jawab moral secara budaya, soisal- kultural dan lingkungan—terjepit oleh proyekproyek fisik,’’ ujarnya. Desakan agar Mempar peduli Bali juga dilontarkan Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat Putu Wirata Dwikora. Ia mendesak Menpar mendengar aspirasi Bali dalam mengelola pariwisata di Bali. ‘’Penolakan Menpar mencabut kawasan Besakih dari KSPN cenderung kurang memperhatikan aspirasi umat Hindu,’’ ujarnya. Pengakuan Menpar memahami Tri Hita Karana mestinya dijabarkan secara benar. Karena itu, sikap Menteri Pariwisata yang menolak aspirasi umat Hindu dan masih ingin bermusyawarah lagi untuk memasukkan Besakih dan sekitarnya sebagai KSPN, dinilai sebagai sikap yang tidak berpihak pada pengelolaan pariwisata Bali berbasis budaya dan krama Bali. Sebelumnya, Prof. Sutjaya menegaskan kini pariwisata Bali tak hanya dinikmati orang Jakarta, melainkan telah lari ke luar negeri. Modernisasi pengelolaan pariwisata Bali telah mengaburkan peranan orang Bali dalam menjaga tanah leluhurnya. Mestinya, kebijakan pengelolaan pariwisata Bali sebanyak mungkin melibatkan orang Bali. Dominasi kepentingan pusat atas Bali dalam berbagai kebijakan patut dicatat sebagai upaya memarginalkan krama Bali di tanah Bali.

MBP/dok

Menteri Pariwisata harus melakukan reorientasi kebijakan dalam mengelola pariwisata Bali. Eksploitasi atas alam Bali merupakan bentuk ketidakpahaman dalam menjabarkan Tri Hita Karana. Idealnya, Menpar memiliki tanggung jawab moral menjaga Bali, bukan menjadikan Bali sebagai objek pasar.

Ir. I Nengah Manumudita, M.M. Ketua DPD HNSI Bali

Dira Arsana

31 Agustus - 6 September 2015

16


Berpotensi Jadi Bumerang MENTERI Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan ke Bali 10 juta orang. Target ini diharapkan terealisasi 2019. Saat ini, Bali baru kedatangan wisatawan 4 ribu orang per tahun. Target kunjungan wisatawan ke Bali -yang diungkapkan saat Menpar berkunjung ke Nusa Lembongan ini patut diapresiasi dengan berbagai pendekatan. Selain sangat fantastis target ini berpotensi menimbulkan masalah baru bagi Bali. Bagi Bali target Menpar ini bisa menjadi bumerang. Dengan melimpahnya kunjungan wisatawan sementara kosentrasi pariwisata hanya di Bali Selatan, maka Bali akan menghadapi masalah serius dalam tata ruang. Kepincangan pengelolaan ruang dan daya tahan ekonomi yang dipicu pertumbuhan sektor pariwisata ini akan menguat di Bali. Kondisi ini juga akan menimbulkan ‘’persaingan baru’’ dalam merebut fasilitas kehidupan baik itu air bersih, ruang hidup dan transportasi. Meskipun dari sisi kesiapan bandara, kamar hotel dan pelabuhan memadai namun kunjungan wisatawan yang mencapai 10 ribu/tahun jelas akan menimbulkan beban baru bagi Bali. Menyikapi target-target pusat dalam pengembangan pariwisata Bali, pengamat

Lingkungan Anak Agung Ngurah Arwata mengingatkan agar semua komponen di Bali tanggap. Kini, tidak zamannya lagi orang Bali terjebak paradigma membangun Bali hanya dengan pendekatan ekonomi. Jauh yang lebih penting dan strategis untuk dilakukan adalah bagaimana caranya membentengi alam Bali agar tetap bisa menjadi tempat hidup yang nyaman dan aman. ‘’Bali harus memiliki kajian yang kuat untuk mengakomodasi limpahan wisatawan. Bali juga harus belajar dari fakta-fakta dan risiko dari kesalahan mengelola alam Bali. ‘’Pemetaan terhadap potensi dan daya dukung Bali harus menjadi acuan dalam merancang target dan mengelola investasi. Kita jangan terjebak pada pembangunan yang muaranya untuk mendapatkan keuntungan ekonomis semata,’’ sarannya saat berbicara di Bale Banjar Bali Global Shankara, baru–baru ini. Di lain pihak, Pengamat Lingkungan Ir. Ida Bagus Bintana, M.T. mengingatkan pengembangan pariwisata ke depan multak memperhatikan kajian terhadap daya dukung Bali. Pengelolaan investasi harus tetap memperhatikan manfaat dan risikonya bagi Bali. Langkah ini, kata dia

diharapkan bisa meminimalkan dampak buruk pariwisata, alam dan perilaku manusia terhadap alam Bali. Dosen Politeknik Negeri Bali ini mengatakan kerusakan alam yang terjadi di Bali memang tak bisa dibebankan hanya pada kesalahan pengelolaan pariwisata semata. Namun, pariwisata jelas membawa imbas. Menurutnya ada banyak faktor yang membuat Bali mengalami pergeseran wajah. Salah satunya adalah lemahnya regulasi terhadap perlindungan dan penggelolaan potensi Bali itu sendiri. Ia mencontohkan, dalam pengelolaan air bersih. Bali nyaris tak memiliki rujukan yang jelas. Akibatnya air menjadi salah satu penyangga kehidupan yang beroptensi menjadi barang mahal karena persediannya terus menyusut. Untuk itu, ia berharap pembangunan pariwisata Bali ke depan harus berdasarkan pertimbangan dan pemetaan daya dukung Bali sebagai penyangga. Jika hal ini diabaikan, pembangunan pariwisata yang tanpa kendali juga akan memicu masalah sosial lainnya. Tremasuk di dalamnya adalah perebutan air bersih dan ruang untuk kehidupan. Dira Arsana

Pembangunan Hotel di Bali selatan MBP/dok

31 Agustus - 6 September 2015

17

17


PENDIDIKAN

Kinerja Pengawas Sekolah Tak Maksimal

S

ekda Kabupaten Gianyar Ida Bagus Gaga Adi Saputra, belakangan ini gencar memantau langsung kondisi sekolah di Gianyar. Tujuan utamanya memastikan lingkungan sekolah aman dan nyaman bagi peserta didik. Yang menarik, dalam beberapa kali pemantauan ditemukan indikasi belum maksimalnya kinerja sebagian besar pengawas sekolah, sehingga sejumlah persoalan yang menghambat upaya peningkatan mutu pendidikan tidak dapat terindentifikasi dengan baik. “Kunjungan yang kami lakukan itu juga sebagai upaya untuk memantau kinerja pengawas. Ada sinyalemen banyak pengawas sekolah yang selama ini belum melaksanakan tugas dengan baik,” ujar Gaga Adi Saputra belum lama ini. Menurut pria yang akrab disapa Gus Gaga ini semestinya pengawas lebih intensif melakukan pemantauan ke setiap sekolah agar bisa mengetahui dan segera memberikan panduan terhadap persoalan yang ada di sekolah. Jadi bukan sekadar datang ke sekolah. “Peran pengawas ini sangat penting. Upaya meningkatan kualitas dan mutu pendidikan di Kabupaten Gianyar. Hanya bisa berjalan dengan baik kalau sistemnya berjalan efektif. Masalahnya, sekarang saya indikasikan

18

31 Agustus - 6 September 2015

sistem ini tidak berjalan efektif. Walaupun tidak semua pengawas seperti itu. Kalau cuma datang, pengawas sekolah artinya belum bekerja,” tegasnya. Dengan diraihnya predikat madya dalam penghargaan Kabupaten Layak Anak, kata dia, sesungguhnya hal tersebut menjadi beban bagi semua stakeholder, khususnya di bidang pendidikan. Predikat tersebut jangan jadi predikat semu. Karena itu Pemkab Gianyar akan terus mengingatkan stakeholder pendidikan untuk tidak main-main dengan komitmen tersebut. Apalagi mengingat adanya sanksi bagi mereka yang tidak melakukan tugas dengan baik. “Saya sudah perintahkan Dinas Pendidikan agar mengingatkan para pengawas sekolah untuk menjalankan tugasnya sesuai SOP,” tambahnya. Meski demikian pihaknya juga mengakui belum maksimalnya kinerja pengawas sekolah, kemungkinan terjadi akibat kesalahan di level atas. Maka dari itu, pihaknya mengaku bakal terus turun ke lapangan guna melakukan pemantauan dan memberikan dukungan pada pihak sekolah agar terus menerus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Selain itu, Gus Gaga juga mengaku telah mewajibkan para camat untuk turun langsung setiap hari memantau sekolah,

puskesmas dan posyandu di wilayah masing-masing. “Ini bukan tambahan tugas bagi camat. Sebetulnya itu bagian dari tanggung jawab mereka sebagai perpanjangan tangan bupati. Hanya saja memang selama ini cara berpikirnya salah. Dianggapnya tugas camat itu hanya koordinasi atau kependudukan saja. Sementara masalah pendidikan atau kesehatan menjadi ranah dinas terkait. Mindset itu harus diubah pelan-pelan,” tegasnya. Dedy Sumartana


A KT I V I TA S

MBP/ist

DIES NATALIS - Stikes Bina Usada Bali, Sabtu (1/8) genap berusia 8 tahun. Puncak Dies Natalis ke-8 Stikes Bina Usada Bali digelar secara meriah di halaman parkir Stikes Bina Usada Bali yang ditandai dengan jalan santai di pagi hari. Rute dimulai dari kampus di Jalan Padang Luwih menuju Gatsu Barat tembus Jalan Mudutaki dan kembali ke kampus Stikes Bina Usada Bali, serta dilanjutkan dengan kegiatan lomba keakraban (tarik tambang, balon goyang, memindahkan sarung, dan memindahkan karet), lomba karaoke dan menghias kue.

K H I D M AT - Perayaan HUT ke-70 Proklamasi Kemerdekaan RI di lingkungan Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar berlangsung khidmat, Senin (17/8). Suasana peringatan proklamasi kemerdekaan RI di Yayasan Dwijendra sangat kental dengan semangat patriotisme. Sejak pukul 05.00 wita sudah dikumandangkan lagu-lagu perjuangan dan semua sudut bercirikan Merah Putih. Tampil sebagai pembina upacara Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar M.S. Chandra Jaya, pembacaaan teks Proklamasi Kemerdekaan oleh Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., dan pembacaan UUD 45 oleh Sekretaris Yayasan, Ir. Wayan Abdinegara, M.Si.

MBP/ist MBP/ist

MEDIASI - Antara pencari kerja (lulusan perguruan tinggi) dan pihak pengguna (user) calon tenaga kerja sering tidak nyambung. Ada beberapa hal penyebabnya. Pertama, kemungkinan para pencari kerja tidak mengetahui bahwa suatu perusahaan memerlukan dirinya, sementara penyebab yang lain sering terjadi lantaran pihak yang membutuhkan tenaga kerja kurang mengetahui siapa dan di mana pencari kerja berada. Atas dasar ini pihak Unit Bimbingan Konseling (UBK) Undiksha bermaksud memediasi kedua pihak tersebut dapat bertemu muka dan bertemu kepentingan. Gagasan yang direncanakan oleh UBK Undiksha itu dikemas ke dalam suatu acara Bursa Kesempatan Kerja (Job Fair).

PRESTASI - Juara pertama, ketiga dan kelima dipersembahkan HardysLand Racing Team (HRT) Bali pada HUT ke-18 GH Holdings serta HUT ke-70 Republik Indonesia. HardysLand Racing Team (HRT) Bali. Tim Offroad Nasional Grup Hardys Hodings melalui core business HardysLand mampu berprestasi memborong gelar juara pada Kejurnas Offroad Indonesia Xtreme Adventure Individual (IXAI) 2015 Seri kedua yang berlangsung di Sirkuit Tembong Jaya, Serang, Banten 15-16 Agustus 2015. Wahyu Lamban selaku Pembalap Utama HardysLand Racing Team yang bertanding di kelas G4 (4000 cc ke atas) berhasil menjadi juara 1 (pertama) setelah tampil konsisten di 6 special stage (SS) selama dua hari, Sabtu – Minggu (15-16/8). Hasil memuaskan juga diraih pembalap HRT lainnya, Aan. 31 Agustus - 6 September 2015

19


MANCANEGARA

Benjamin Franklin, Pria

N

ama Benjamin Franklin tentu lebih dikenal sebagai Presiden pertama Amerika Serikat. Namun, ternyata dia adalah seseorang yang telah menemukan berbagai hal berguna. Benjamin memiliki ayah bernama Josiah Franklin yang menikah dua kali. Josiah adalah pembuat sabun dan lilin yang lahir di Northamptonshire, Inggris. Dia menikah dengan istri pertamanya, Annie Child pada tahun 1683, dan beremigrasi ke Boston. Mereka berdua memiliki tujuh anak sebelum kematian Annie. Setelah kematian Annie, Josiah menikah dengan wanita lain, Abiah Folger dan mereka memiliki sepuluh anak. Benjamin Franklin lahir pada tanggal 17 Januari 1706, di Milk Street di Boston, Massachusetts. Dia merupakan anak kelima belas Josiah dan kedelapan dari Abia. Josiah ingin memberikan pendidikan yang baik untuk Benjamin, tetapi kondisi keuangan pas-pasan hanya membuat Benjamin bersekolah selama dua tahun. Dia lantas berusaha meneruskan belajar di Boston Latin School, tapi tidak berhasil lulus pula. Benjamin membantu pekerjaan ayahnya selama beberapa waktu dan kemudian magang ke saudaranya, James, yang memiliki sebuah percetakan.

20

31 Agustus - 6 September 2015

James mendirikan New-England Courant, yang menjadi surat kabar pertama independen bagi koloni Amerika. Benjamin memiliki keinginan untuk menulis di koran tersebut, namun ditolak James. Dia lantas mengirimkan tulisan ke surat kabar James dengan nama samaran ‘Mrs. Silence Dogood’, menyamar sebagai seorang janda. Ketika diterbitkan, tulisan-tulisan tersebut memicu kegemparan. James akhirnya mengetahui bahwa penulis asli artikel adalah Benjamin dan menyuruhnya berhenti menulis. Merasa kesal, Benjamin meninggalkan surat kabar dan menuju Philadelphia, Pennsylvania, pada usia 17 tahun. Di tahun 1727, Benjamin membentuk ‘Junto’, sebuah asosiasi orang-orang yang memiliki keinginan memperbaiki masyarakat. Junto menyediakan wadah bagi orang-orang untuk mendiskusikan isu-isu sehari-hari. Membaca adalah salah satu perhatian utama anggota organisasi tersebut. Namun, harga buku saat itu mahal serta langka. Hal ini membuat para anggota memutuskan membuat perpustakaan dengan menyumbangkan buku-buku mereka sendiri. Untuk membiayai perpustakaan, peminjam dikenakan uang sewa. Perpustakaan ini di kemudian hari berubah menjadi Library Com-

pany of Philadelphia. Benjamin lantas mempekerjakan pustakawan pertama di dunia, Louis Timothee. Pada tahun 1728, Benjamin mendirikan percetakan sekaligus menjadi penerbit surat kabar ‘The Pennsylvania Gazette’. Surat kabar tersebut menjadi sebuah platform untuk reformasi lokal dan kebangkitan masyarakat. Esai dan artikel yang ditulis oleh Benjamin membuatnya mendapatkan banyak rasa hormat, dan orang-orang mulai mempertimbangkannya sebagai cendekiawan. Pada tahun 1781, dia turut terlibat menegosiasikan perjanjian damai dengan Inggris. Franklin juga menjadi salah satu penandatanganan perjanjian damai setelah revolusi dimenangkan Amerika. Franklin merupakan satu-satunya orang dalam sejarah Amerika yang menandatangani semua empat dokumen yang menjadi fondasi Amerika Serikat yaitu Deklarasi Kemerdekaan, Perjanjian Paris, Perjanjian Aliansi dengan Perancis, dan Konstitusi Amerika Serikat. Benjamin Franklin meninggal pada tanggal 17 April 1790, pada usia 84 tahun. Ribuan orang tercatat menghadiri pemakamannya. Namanya diabadikan dalam mata uang AS, perangko, dan berbagai institusi pendidikan yang memakai namanya. Gugiek Savindra


Beberapa Penemuan Benjamin Franklin Glass Armonika Pada tahun 1761, Franklin menciptakan alat musik armonika menggunakan kaca yang ditiup untuk menciptakan nada yang tepat. Armonika cukup populer di Inggris dengan komposer besar seperti Beethoven dan Mozart menggubah musik menggunakan alat musik tersebut. Kompor Franklin Kompor ini ditemukan pada tahun 1742. Alat memasak ini dinilai lebih aman dan menghasilkan panas dua kali lipat dari kompor kayu biasa. Kompor Franklin memiliki seperti cerobong di puncaknya dan kotak udara di bagian belakang.

Penangkal Petir Eksperimen penangkal petir dilakukan oleh Franklin pada tahun 1752 dengan bantuan layang-layang yang diterbangkan pada awan gelap yang berpotensi mengeluarkan halilintar. Penangkal petir buatan Franklin mampu membantu mengurangi kebakaran yang sering terjadi akibat sambaran petir. Lensa Bifokal Terganggu karena sering mengganti kacamata untuk membaca dan meilhat benda jauh, Benjamin Franklin menciptakan lensa dengan dua titik fokus pada tahun 1784. Lensa bifocal memuat dua lensa untuk membaca sekaligus melihat jauh yang dipasang pada satu frame kacamata. Lensa untuk melihat jauh

ditempatkan di bagian atas, sedangkan lensa untuk membaca ditempatkan di bagian bawah. Odometer Odometer (alat untuk mengukur jarak) diciptakan oleh Franklin pada tahun 1775. Menjabat sebagai Postmaster General, dia berpikir tentang menemukan rute terbaik untuk mengirimkan surat. Odometer membantu dalam mengukur jarak tempuh kereta kuda yang membawa surat. Kateter untuk Berkemih Ketika kakaknya menderita batu ginjal, Franklin mengembangkan kateter urin untuknya. Kateter ini adalah yang pertama diproduksi di Amerika.

Cerdas Penuh Talenta

MBP/ist

PASARKAN - Sipoa LegacyLand yang telah sukses memasarkan Project Bali Berbinar Royal Mutiara Village 2, kembali akan mengadakan acara Open House mulai tanggal 15 sampai 22 Agustus 2015, dengan penawaran menarik untuk lokasi Hi-Rise Villa Royal Sunset Village di Jl. Bidadari (Gunung Athena) Seminyak, Sunset Road dan Royal Dancing Tower di kompleks Hotel Harris Sunset Road, Kuta. Royal Sunset Village merupakan Hi-Rise Villa hunian apartment 1,5 lantai (mezzanine) dengan Full Furnish yang dilengkapi dengan beautiful garden, big swimming pool, ďŹ tness centre, cafĂŠ and resto, lobby dan parking basement. 31 Agustus - 6 September 2015

21


DAERAH

Dampak Kemarau

Krisis Air Ancam Peternakan

M

emasuki musim kemarau, krisis air tidak hanya menimpa masyarakat yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari dimana sebagian warga terpaksa harus membeli air dengan harga cukup tinggi. Dampak kekeringan juga menimpa petani dan peternak. Seperti yang terjadi di Desa Suter Kintamani. Sejak beberapa bulan terakhir, konsumsi air puluhan sapi setiap harinya mulai berkurang. Tak pelak, kondisi ini menyebabkan pertumbuhan sapi kurang maksimal. Ketua kelompok Simantri setempat, I Nengah Nyeneng, belum lama ini menuturkan sulitnya mencari air untuk minum sapi sudah terjadi sejak dua bulan yang lalu. “Sapi minum air setiap harinya sangat banyak. Sejak musim kemarau tiba, kami mulai kesulitan mendapatkan air. Kondisi ini sudah terjadi sejak dua bulan lalu,” jelasnya. Dikatakan Nyeneng lagi, saat ini kelompoknya memelihara 31 ekor sapi yang terdiri dari 21 ekor induk dan 10 ekor anakan. Setiap harinya, per ekor sapi

menghabiskan sekitar 20 liter air. Tingginya kebutuhan air ini membuat peternak terpaksa mengurangi jumlah air untuk minum sapinya. Sebagai dampak, berat sapi pun menjadi turun. Agar kondisi sapi tetap terjaga, sejumlah peternak terpaksa membawa air dari rumahnya yang merupakan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli maupun Provinsi Bali. Di samping itu, Kepala Desa Suter juga dikatakan turut memberikan suplai air. Padahal, air tersebut sesungguhnya digunakan untuk konsumsi masyarakat. “Beberapa peternak ada yang membawa air dari rumahnya, mereka khawatir dengan sapinya kalau tidak minum,” ungkapnya. Nyeneng menambahkan, sebelum krisis air melanda, peternak mengandalkan air hujan yang ditampung dalam dua tangki yang isinya 3.300 liter per tangki. Melihat kondisi yang ada saat ini, ia berharap suplai air yang dilakukan pemerintah tidak hanya terfokus untuk pemenuhan konsumsi masyarakat, melainkan

juga untuk peternakan. Selain krisis air, peternak juga dibuat kelimpungan dengan persediaan pakan ternak yang semakin menipis. Rumput gajah yang dijadikan pakan utama, kini sudah mulai mengering. Demikian juga dengan jenis rumput yang lain. “Persediaan pakan juga mulai menipis. Hal ini memungkinkan berat sapi menjadi turun,” tambahnya. Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (P2) Bangli I Wayan Sukartana membenarkan sejumlah peternak di beberapa daerah, terutama kelompok Simantri mulai kesulitan mencari air untuk minum ternak. Atas kondisi itu, ia mengaku akan berkoordinasi secepatnya dengan BPBD Bangli dan Dinas Sosial. Kedua instansi ini memiliki mobil tangki untuk mengangkut air. Sebelumnya, Kepala BPBD Bangli I Wayan Karmawan mengakui suplai air ke Desa Suter beberapa waktu lalu, diutamakan untuk konsumsi masyarakat. Sedangkan untuk kebutuhan ternak akan menyusul. Sosiawan

Puluhan Hektar Sawah Gagal Panen MUSIM kemarau panjang di Buleleng belakangan ini bertambah parah. Situasi ini mengakibatkan sawah seluas 42 hektar mengalami gagal panen. Benih padi yang baru berumur satu hingga dua bulan setelah tanam kekurangan air, sehingga diprediksi

22

31 Agustus - 6 September 2015

tidak bisa menghasilkan. Data di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) setempat menyebutkan, sejak musim kering ini sawah sudah banyak yang kering. Sawah yang sudah telanjur ditanami padi kondisinya rusak. Benih tampak kerdil dan daunnya kuning kemerah-merahan. Sementara pasokan air tidak ada dari jaringan irigasi akibat dampak musim kemarau panjang. Total lahan sawah yang sudah kering dan padinya gagal panen tercatat seluas 42 hektar. Sawah yang mengalami gagal panen ini tersebar di Kecamatan Kubutambahan, Sawan, Sukasada, dan Busungbiu. Dari pengamatan petugas di lapangan lahan sawah yang gagal panen akibat kekeringan ini luasnya bervariasi antara satu hingga dua hektar. Selain padi yang mengalami gagal panen akibat kemarau panjang, Distanak Buleleng juga mencatat kekeringan

tanaman jagung di Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada. Tanaman ini kering karena pasokan irigasi dari sumber air yang ada tidak mencukupi. Apalagi, debit air yang kecil harus dibagi untuk mengairi lahan sawah di daerah ini. Tak pelak, situasi ini pun mengancam kalau budi daya tanaman jagung yang merupakan Gerakan Pengembangan dan Pengolahan Tanaman Terpadu (GPPTT) Jagung. Penanaman yang digulirkan melalui program pemerintah pusat ini pun terancam gagal panen jika tidak mendapat pasokan air yang mencukupi. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Buleleng Nyoman Swatantra membenarkan dampak kemarau pajang tahun ini telah mengakibatkan 42 hektar sawah gagal panen. Mudiarta


Debit Air Turun 70 Persen Kekeringan yang menjadi siklus tahunan berdampak pula pada sumber air PDAM. Memasuki bulan Agustus hingga Desember, debit air permukaan hulu mengalami penurunan hingga 70 persen. Bahkan hampir 70 persen pula, PDAM mengandalkan sumber air dari pompa (gravitasi). Direktur PDAM Jembrana, Ida Bagus Kertha Negara mengatakan sumber air yang diambil PDAM lebih banyak sistem gravitasi (pompa). Produksi air pun belum memenuhi kebutuhan total hingga 77 liter per detik. Terbagi di masing-masing kecamatan paling tinggi di Jembrana-Negara kurang 41 liter per detik, disusul Mendoyo 23 liter per detik, Melaya kurang 9 liter per detik dan Pekutatan 3 liter per detik. “Dari semuanya itu, di Mendoyo paling banyak sumber air dari air permukaan di hulu dan hilir. Dan sekarang ini debit turun,” terangnya. Sumber mata air itu di antaranya di Yehembang Kauh, Mendoyo, Yehembang dan Pangkung Apit. Sehingga di daerah itu ada dua wilayah yang rawan kurang air, seperti di Banjar Kaleran dan Banjar Jati. “Siklus tahunan, (debit air turun) terus terjadi dan mencapai 70 persen,” terangnya. Namun, PDAM telah berupaya secara bertahap untuk memenuhi sumber air tersebut. Di antaranya dengan pengusulan penambahan bantuan pompa ke Pemerintah Pusat dan adanya Penyertaan Modal dari Pemerintah Daerah Jembrana. Bantuan penyertaan modal itu nantinya akan digunakan untuk memaksimalkan produksi air, khususnya sumur-sumur pompa. Karena sudah bertahun-tahun, menurutnya banyak mesin pompa yang perlu perawatan. Begitu pula adanya penyusutan air di dalam

sumur sehingga pipa perlu diperpanjang. Dengan adanya bantuan itu diharapkan ada suplai tambahan 20 liter per detik di sejumlah lokasi. Sumur pompa bantuan yang diajukan menurutnya untuk di Dangin Tukadaya, Tegalcangkring dan Pendem. “Kita tidak bisa lagi mengandalkan sumber air dari air permukaan, karena memang terus menyusut. Beda dengan di Bogor misalnya yang masih bsia mengandalkan sumber air permukaan,” terangnya. Dengan mengandalkan sumber air dari sistem gravitasi (pompa air), maka berdampak pula pada biaya produksi seperti biaya listrik. Suryadharma

Sungai yang mengalir di Gelar, Palungan Batu, Batuagung masih alami, namun dari tahun ke tahun debit air berkurang.

ANTUSIASME - Sipoa Legacyland, setelah Sukses memasarkan project Bali Berbinar telah terjual hampir 1500 unit hi rise villa (apartemen) yang berlokasi di Nusa Dua, Kampial, Royal Mutiara Village2. Melihat antusiasme masyarakat Bali akan project Bali Berbinar maka diadakan kembali open house mulai 14 Agustus sampai dengan 16 Agustus, dengan penawaran menarik, lokasi yang sangat strategis di Jl Bidadari, (Athena) kawasan Sunset Road, “Royal Sunset Village”.

DIKUKUHKAN - Bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI, Senin (17/8), pengurus Maha Semaya Warga Pande (MSWP) hasil Pasamuhan Agung V, dikukuhkan serta mejayajaya di Pedharman Catur Lawa Ida Betara Ratu Bagus Pande di kompleks Pura Agung Besakih. Upacara tersebut dipuput Ida Sira Mpu Dharma Dasi, Sira Mpu Nabe Sinuhun Griya Taman Bali Bangli. Upacara mejaya-jaya dihadiri pengurus MSWP tingkat kabupaten, beberapa Penasihat Walaka MSWP di antaranya Jero Mangku Pande Suteja Neka (Koordinator), Dr. (HC) Pande Ketut Krisna (Wakil Koordinator), disaksikan tamu kehormatan Putu Wirata Dwikora, Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat. Pengurus yang dilantik melalui proses mejaya-jaya tersebut merupakan hasil Pasamuhan V MSWP di Ubud.

31 Agustus - 6 September 2015

23


K E S E H ATA N

Nutrisi pada BBLR, Perlu Dikoreksi

B

erat badan bayi lahir rendah (BBLR) adalah salah satu penyebab utama kematian bayi di Bali bahkan Indonesia. Dari data di Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2014, kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM, menunjukkan angka BBLR. Angka itu terdistribusi di Denpasar tercatat tertinggi yakni sebanyak 142, Gianyar 123, Tabanan 88, Bangli 62, dan Badung 33. Namun, Bali patut berbangga, pasalnya Bali berada di urutan ke-8 terbaik kasus BBLR di Indonesia. “Rata-rata nasional BBLR 10,2 persen, sedangkan di Bali pada 2013 masih di bawah 9 persen. Kalau dilihat riskesdas 2010, angka BBLR di Bali masih di atas 12 persen. Jadi ada tren penurunan,” ujarnya. BBLR, itu dominan disebabkan asupan gizi ibu hamil kurang, sehingga terjadi anemia pada ibu hamil serta penyakit kronis yang diderita ibu hamil. Upaya yang harus dilakukan untuk mengurangi kasus BBLR dengan program ANC (ante natal care). Dengan cara itu, memungkinkan ibu hamil itu berkualitas, sehingga dapat terpantau ibu hamil yang kurang asupan makanan/KEK (kurang energi kronis) ataupun ibu anemia yang mengidap penyakit kronis. Solusi yang harus dilakukan, yakni dengan pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil KEK dan memastikan semua ibu hamil mendapatkan tablet penambah darah. Minimal 90 tablet selama masa kehamilannya. Selain itu harus mengobati ibu hamil yang menderita penyakit kronis itu sedini mungkin. Tahun depan, Kemenkes juga akan melaksanakan program pemberian tablet penambah darah, untuk semua siswa remaja putri SMP maupun SMA sekali dalam seminggu dan selama masa haid. “Hal ini untuk mencegah anemia pada remaja putri, sebab jika pengobatan tidak disiplin,

24

31 Agustus - 6 September 2015

dikhawatirkan berlanjut ketika mereka menikah dan hamil,” jelasnya. Program dari pemerintah tersebut bertujuan mencegah terjadinya BBLR. Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp.A (K), spesialis anak konsultan nutrisi dan metabolic RSUP Sanglah, mengatakan untuk mengembalikan BBLR menjadi normal, mau tidak mau harus dilakukan perbaikan/koreksi pemberian nutrisi pada bayi. Pemberian nutrisi pada BBLR berbedabeda, hal itu tergantung jenis kasus BBLR yang dialami. Ada dua jenis BBLR yaitu, BBLR akibat usia kehamilan kurang (prematuritas), dan BBLR yang usia kehamilannya cukup bulan namun berat badan bayi kurang (dismaturitas). Dengan adanya perbedaan jenis BBLR itu dampak nutrisinya juga berbeda. “Kebutuhan nutrisi pada prematuritas lebih tinggi dibandingkan dismaturitas, karena masih membutuhkan energi tinggi selama dalam kandungan,” ujarnya. Sedangkan dismaturitas menyesuaikan diri, akibat kekurangan nutrisi ketika di dalam kandungan, sehingga bayi yang seperti itu memiliki metabolisme lebih rendah waktu lahir. Jenis BBLR juga membedakan suplemen/nutrisi dukungan pada kedua jenis bayi BBLR itu. ASI tetap merupakan gizi terbaik untuk bayi. “ASI pada bayi dismaturitas spesifikasinya berbeda dengan prematuritas,” ujarnya. Pada bayi prematuritas, ASI yang keluar adalah ASI prematur. ASI ini memiliki energi lebih tinggi daripada yang cukup bulan. “ASI premature yang dimaksud adalah ASI yang sesuai bayi prematur, bukan berarti lebih baik daripada ASI biasa,” jelasnya. Ciri ASI prematur memiliki spesifikasi kalori lebih tinggi. ASI diberikan hingga sesuai pertumbuhan bayi yang diharapkan. Cara memonitor pertumbuhan bayi premature, dengan bayi dismatur pun

berbeda. “Harus dikoreksi pemberian nutrisinya,” ujarnya. Contoh koreksi/ perbaikan berat badannya hingga bayi itu berusia 24 bulan. Jika dilihat dari lingkar kepalanya sampai usia 18 bulan. Sedangkan tinggi badannya hingga usia 36 bulan. “Kalau bayi lahir prematurenya 4 minggu, berat badan kronologinya dua bulan. Kalau mau monitor harus kurangi 4 minggu, setelah itu tidak perlu koreksi lagi,” jelasnya. Bayi yang belum mencapai berat badan dua kg, harus dilakukan perawatan. Ibu yang tidak memiliki ASI cukup untuk bayinya, dapat memberikan fortifikasi ASI yang dicampurkan ke dalam ASI yang dipompa. Sedangkan ibu yang tidak bisa keluar ASI-nya, dapat memberikan susu prematur (susu BBLR). “Susu prematur memiliki energi lebih tinggi dibanding susu biasa. Setiap 100 cc susu prematur, memiliki 81 kalori, sedangkan susu biasa memiliki 67 kalori,” jelasnya. BBLR dikatakan memang memiliki risiko tinggi menderita penyakit lainnya seperti hipoglikemia, hipotermia, infeksi seperti meningitis. Cittamaya


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

PERAYAAN - Perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di Sekolah Bali Kiddy melibatkan seluruh anak-anak Bali Kiddy dan orangtuanya. Kepala SD Bali Kiddy Ni Rai Yunitasari, S.Pd. menyampaikan bahwa Sekolah Bali Kiddy memiliki tujuan dengan perayaan Hari Proklamasi ini agar anak-anak mengetahui perjuangan para pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekaan dari penjajah. Perayaan dilaksanakan Jumat (14/8). Selain upacara bendera yang dilaksanakan para siswa SD, Sekolah Bali Kiddy juga melaksanakan berbagai lomba tradisional khas perayaan tujuh belas Agustusan.

SIMAKRAMA - Dalam dua hari, pasangan Bacabup/Bacawabup I Made Sukerana-Komang Kisid (SuKSes) masimakrama di berbagai desa atau banjar di Kecamatan Selat, Karangasem. Puluhan keluarga dadia dengan ribuan anggota itu menyambut antusias, mendukung dan menyatakan siap memenangkan SuKSes. Pasangan yang diusung koalisi Partai Golkar dan Gerindra itu, Kamis (13/8) bertemu dengan sejumlah keluarga dadia dari tiga klan di Pesangkan Anyar, Duda Timur, Selat. SuKSes didampingi Ketua Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Karangasem I Gede Pawana. Di desa itu, SuKSes bertemu krama perwakilan 37 dadia Pasek.

MBP/ist

TUNTAS - Setelah bekerja maraton, DPRD Karangasem menuntaskan pembahasan kebijakan umum APBD (KUA) dan prioritas dan plafon anggaran sementara APBD (PPAS) tahun 2016. Tuntasnya pembahasan itu ditandai dengan rapat paripurna dan penandatanganan MoU antara pimpinan Dewan dan Penjabat Bupati Karangasem Drs. Ida Bagus Ngurah Arda, Jumat (14/8) di DPRD Karangasem. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, S.E., M.Si. didampingi pimpinan Dewan kemarin mengatakan, Badan Anggaran (Banggar) di DPRD Karangasem juga sudah menuntaskan pembahasan kebijakan umum perubahan APBD (KUPA) dan prioritas dan plafon anggaran sementara perubahan APBD 2015.

MBP/ist

YUDISIUM - Dekan FPBS IKIP PGRI Bali Dr. I Ketut Yarsama, M.Pd., Jumat (14/8) meyudisium 209 sarjana baru. Dari jumlah itu, 64 orang sarjana bidang ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 101 orang bidang ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Bali, 12 sarjana Program Studi Pendidikan Seni Rupa dan 32 orang Prodi Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik. Acara yudisium juga dihadiri Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., Ketua Yayasan PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. beserta Sekretaris Ngurah Oka. 31 Agustus - 6 September 2015

25


LENSA


NORMALISASI SUNGAI

Ekskavator digunakan untuk pengerukan lumpur yang mengendap di aliran sungai. Pengerukan ini dilakukan untuk menormalisasi aliran air sungai sebagai antisipasi meluapnya air saat musim hujan.

MBP/I Nyoman Suyoga


OLAHRAGA

Raja Kelas Menengah T iga tahun lalu namanya tidak terlalu terdengar di kancah kelas menengah. Namun dalam dua bulan ke depan dia menjadi sosok yang dijagokan menjadi penguasa divisi ini. Petinju karismatik dari Kazakhstan itu adalah Gennady Golovkin. Petinju berusia 33 tahun itu merupakan pemegang sabuk IBO dan WBA. Dia akan menjalani duel penyatuan gelar melawan David Lemieux dari Kanada pemilik sabuk IBF. Laga yang dihelat HBO di Madison Square Garden, New York pada 17 Oktober itu diyakini akan dipenuhi sekitar 15 ribu penonton dan menjadi tontonan yang menarik. Golovkin memiliki rekor impresif

tak terkalahkan dalam 33 pertarungan. Bahkan 30 diantaranya berhasil diselesaikan lewat kemenangan KO. Dua sabuk kebanggaan itu dilengkapi dengan status sebagai juara interim WBC. Sementara calon lawannya juga tak kalah tangguh. Dengan rekor 34-2, Lemieux yang lebih muda 7 tahun mencatat kemenangan KO sebanyak 31 kali. “Saat ini merupakan waktu yang menarik bagi saya,” ungkap Golovkin yang mengaku tak kehilangan motivasi meski menghadapi lawan lebih muda. “Target saya adalah menguasai seluruh gelar divisi ini. Ini adalah tahun terbaik saya dan tahun-tahun berikutnya akan menjadi lebih baik lagi,” tegas pemegang

medali perak kelas menengah Olimpiade Athena 2004. Meski memiliki rekor tak terkalahkan dan populer di seluruh dunia, Golovkin berusaha untuk menjauhi pujian-pujian yang dialamatkan padanya. Pujian itu seringkali terlontar saat ia kembali ke kampung halamannya. “Saya bukan pahlawan. Saya manusia biasa. Hanya saja saya seorang petinju,” ujar petinju dengan julukan ‘GGG.’ Pada kunjungan terakhir ke rumah ibunya di Kazakhstan, Golovkin dihentikan oleh kerumunan orang dan dibawa ke sebuah stadion dimana 30 ribu orang telah menunggu kedatangannya. Dia kemudian baru menyadari sudah begitu besar popularitasnya. Tak berbeda dengan di markas barunya di Los Angeles, dia juga mudah dikenali dan akrab dengan fansnya. Kendati demikian dia mudah segera mengacuhkan segala pujian-pujian yang diterimanya. Dia bisa menyadari bahwa perhatian publik pada akhirnya tidak bisa dielakan. “Saya mengantarkan anak ke sekolah, pergi ke tempat kebugaran. Itu saja, tak ada masalah,” jelas atlet yang meninggalkan Kazakstan ke Stuttgart, Jerman pada 2006 dan menuju Los Angeles bersama anak dan istrinya pada 2014. Lemieux tak gentar dengan popularitas lawanya. Bahkan dia yakin bisa menghadirkan ribuan fans ke stadion legendaris itu dengan menampilkan pertarungan yang menarik. Dia telah membuktikan itu saat merebut gelar juara yang lowong IBF pada Juni lalu. Lawannya Hassan N’Dam empat kali dirubuhkan sebelum dia meraih kemenangan angka plus sabuk juara. Itu menandai kekuasaannya sebelum menjadi raja di kelas menengah. “Apa yang lebih baik dibandingkan sekarang ini. Inilah waktu terbaik saya. Saya percaya dengan kemampuan saya. Meski dia cerdas, saya tidak takut padanya,” ungkap Lemieux kepada Associated Press. “Dia tahu lawan yang dihadapinya. Hanya saja dia akan terkejut dengan kekuatan saya.” Yudi Winanto

Penguasa sabuk kelas menengah IBO dan WBA Gennady Golovkin.

28

31 Agustus - 6 September 2015


A KT I V I TA S

MBP/ist

PASKIBRAKA - Sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sang Merah Putih, merupakan sebuah kehormatan. Tidak semua orang mendapat kesempaMBP/ist

MERIAH - Perayaan HUT ke-70 Republik Indonesia di Kota Denpasar dimeriahkan berbagai lomba sebagaimana dilakukan Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Denpasar. Peringatan HUT RI tersebut dipusatkan di Sungai Tukad Badung, Buagan, Pemecutan Kelod, Denpasar, Minggu (16/8) bekerjasama dengan ST. Tenaya Kusuma Br. Buagan. Kegitan itu dibuka Camat Denpasar Barat Ida Bagus Joni Ariwibawa ihadiri Kepala Desa Pemecutan Kelod, dan sejumlah tokoh di Banjar Buagan, Pemecutan Kelod. Penjabat Wali Kota Denpasar A.A. Gede Geriya dalam sambutannya yang dibacakan oleh Camat Denpasar Barat I.B. Joni Ariwibawa menekankan, lomba ini agar mampu memotivasi kepedulian masyarakat dalam pelestarian Tukad Badung.

tan mengemban amanah selaku paskibraka, karena hanya putra-putri terbaik yang akan terpilih sekaligus mendapat kehormatan sebagai pengibar bendera sang Merah Putih pada peringatan detik-detik Proklamasi 17 Agustus mendatang. Penjabat Bupati Badung Nym. Harry Yudha Saka mengukuhkan anggota Paskibraka Kabupaten Badung 2015, bertempat di Wantilan Jaba Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung, Jumat (14/8).

MBP/ist

MBP/ist

DIBUKA - Penjabat Bupati Badung, Nyoman Hari Yudha Saka, secara resmi membuka Legian Beach Festifal (LBF) Jumat (14/8) sore. Pembukaan ini ditandai dengan pelepasan balon ke udara disertai pelepasan burung perkutut di Pantai Padma, tempat lokasi acara dihelat. Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh marching band SDN 1 Legian dan tarian pendet dari seluruh anak-anak putri desa adat Legian. Dalam acara tersebut, Yudha Saka memberikan apresiasi sinergi panitia LBF, masyarakat, LPM dan stakeholder pariwisata. Di mana ajang tersebut merupakan wadah pengembangan kesenian budaya Legian pada khususnya, Badung pada umumnya.

PESTA - Pesta Akbar Kemerdekaan yang digelar untuk memperingati HUT ke-70 Republik Indonesia telah ditutup Minggu (16/8). Acara yang digelar selama seminggu atas kerja sama Polres Tabanan bersama pemuda-pemudi Cinta Patriotisme Tabanan ini menarik perhatian masyarakat selama kurang lebih satu minggu sepanjang kegiatan diadakan. Hal ini tampak dari ramainya warga yang memadati Gedung Mario tempat kegiatan dilaksanakan. Sebagai penutupan, Kapolres Tabanan AKBP Komang Suartana memberikan donasi dan bantuan sembako kepada Veteran, Minggu (16/8) lalu. Ketua Pelaksana Putu Dwi Eka Jaya Giri, Senin (17/8) memaparkan selain memberikan donasi dan sembako pada para Veteran, pada kesempatan itu pula Kapolres Tabanan memberikan bantuan sembako kepada warga yang tidak mampu sekaligus memberikan bantuan 100 kaca mata gratis. 31 Agustus - 6 September 2015

29


A KT I V I TA S

MBP/ist

PKKMB - Universitas Udayana melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Senin (17/8) bertempat di Gor Lila Buana, Denpasar. PKKMB tahun 2015 ini bertemakan, “Melalui Kegiatan Akademik Kita Budayakan Karakter Jujur, Peduli, Tangguh dan Cerdas�. PKKMB diikuti 2.812 mahasiswa yang dibagi menjadi 18 gugus, dimana setiap gugus terdiri dari 150 orang. Jumlah tersebut meliputi Fakultas Sastra Budaya (FSB) 255 orang, Fakultas Kedokteran (FK) 386 orang, Fakultas Hukum (FH) 212 orang, Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) 329 orang, Fakultas Pertanian (FP) 200 orang, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) 159 orang, Fakultas Teknik (FT) 411 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 266 orang, Fakultas Peternakan (FAPET) 86 orang, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 91 orang, Fakultas Pariwisata (FPAR) 155 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 168 orang, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FKP) 94 orang.

MBP/ist

PERGURUAN TINGGI - Pada 10 Agustus 2015 lalu, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STMIK) Stikim Bali atau dikenal dengan Stikom Bali genap berusia 13 tahun. Dalam rentang waktu yang relatif singkat, Stikom Bali telah menunjukkan jati dirinya sebagai perguruan tinggi di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yang tak hanya dikenal di Indonesia melainkan dunia. Bermula dengan 40 mahasiswa baru, memulai kuliah di sebuah ruko di Jalan Pulau Kawe, kini Stikom Bali berdiri megah berlantai empat di kawasan elite Niti Mandala, Renon, Denpasar. Saat ini jumlah mahasiswanya mencapai 6.200 orang. Di antaranya 150 orang adalah mahasiswa kelas internasional yang bakal memperoleh dua gelar sekaligus (dual degree) yakni Sarjana Komputer (S.Kom) dari Stikom Bali dan Bachelor of IT (BIT) dari Help University Malaysia.

MBP/ist

REVISI - Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram melakukan revisi kurikulum, Jumat 14 - Minggu 16 Agustus 2015. Revisi dilakukan dalam rangka mendorong peningkatan kualitas mutu pendidikan melalui lulusan sekolah tinggi tersebut. Ketua STAHN Gde Pudja Mataram Dr. Ni Putu Listiawati, S.E., Ak., M.M. menerangkan, arti penting perubahan kurikulum sebuah lembaga pendidikan menyangkut masalah kualitas lulusan. Relevansi kurikulum yang digunakan oleh lembaga terhadap perkembangan ilmu pengetahuan ini diyakini mampu menjamin peningkatan mutu pendidikan, khususnya pendidikan agama Hindu.

30

31 Agustus - 6 September 2015

MBP/ist

PELANTIKAN - Yayasan Pendidikan Lembaga Pendidikan (YPLP) Dikdasmen PGRI Badung kini dipimpin oleh Dr. I Made Gede Putra Wijaya, S.H., M.Si. Pelantikan pengurus baru YPLP Dikdasmen PGRI Badung berlangsung, Selasa (18/8) oleh Ketua YPLP Dikdasmen PGRI Provinsi Bali Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. di SMK PGRI 3 Badung. Pengurus YPLP Dikdasmen PGRI Badung masa bakti 2015/2020 selengkapnya: I Made Gede Putra Wijaya sebagai Ketua, Wakil Ketua Drs. I Made Sudirga, Sekretaris Drs. I Gusti Ketut Sukadana M.Pd., Bendahara Drs. I Made Tambun dan anggota Drs. I Nyoman Mudana, S.T.


MBP/ist

MBP/ist

RAPAT - Untuk pertama kalinya, rapat konsultasi gabungan DPRD Kabupaten Klungkung dihadiri oleh Bupati I Nyoman Suwirta, Kamis (13/8). Bertempat di Ruang Rapat Saba Mandala Kantor DPRD Klungkung, Bupati Suwirta yang didampingi Wabup Made Kasta menjawab seluruh pertanyaan yang dibacakan semua fraksi. Para perwakilan fraksi menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Suwirta, yang bersedia hadir pada rapat penting semacam ini.

RAYAKAN - Masyarakat Sanur tahun 2015 ini kembali merayakan HUT RI ke-70, Senin (17/8). Peringatan detikdetik Proklamasi menjadi sebuah tradisi dan kebanggaan bagi warga Sanur. Bahkan menjadi momentum penting bagi warga Sanur. Tak mengherankan perayaan HUT RI selalu meriah dan mendapat respons dari masyarakat, tokoh dan wisatawan. Masyarakat Sanur memiliki cara yang unik dalam menyambut HUT RI. Upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus sudah dilakukan sejak terbentuknya Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) sekitar tahun 1965 lalu.

MBP/ist

PELATIHAN - Rumah Sakit (RS) BaliMed Denpasar menggelar pelatihan disaster melibatkan seluruh lini rumah sakit, Jumat (14/8) dan Sabtu (15/8). Pelatihan disaster merupakan amanat Undang-undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Kepmenkes RI No.432 Tahun 2007 tentang Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah sakit, serta Kepmenkes RI No.1087 Tahun 2010 tentang Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit. Ketua Panitia Dr. Ida Bagus Tibu Bening mengatakan, pihaknya melibatkan Tim Disaster RSUP Sanglah sebagai pemateri. Di hari pertama, peserta dari dokter, perawat, ahli gizi, logistic, ahli obat-obatan, front ofďŹ ce, hingga security diberikan materi tentang penanggulangan bencana.

MBP/ist

TERATAS - Kabupaten Gianyar, tahun 2014 lalu telah dinobatkan sebagai kabupaten/kota tersehat se-Indonesia, berdasarkan penelitian yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Kabupaten Gianyar berada di posisi teratas sebagai kabupaten tersehat menyisihkan 497 kabupaten/ kota di Indonesia. Penelitian dilakukan berdasarkan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM). Selain berpredikat sebagai kabupaten/kota tersehat, Gianyar juga menyandang predikat Padapa (pemantapan) untuk Lomba Kabupaten/Kota Sehat Kementerian Kesehatan RI tahun 2013-2015. 31 Agustus - 6 September 2015

31


A KT I V I TA S

MBP/ist

INTENSIF - SMP PGRI 3 Denpasar yang beroperasi di Jalan Gunung Agung selama ini dikenal sebagai sekolah yang paling intensif mengisi HUT Proklamasi Kemerdekaan RI secara meriah dan berbasis budaya. Sabtu (15/8), warga sekolah ini menggelar “Jalan Sehat Merah Putih Berkarakter dan Berbudaya”. Jalan sehat Merah Putih, Sabtu (15/8), berlangsung semarak dipimpin langsung Kepala SMP PGRI 3 Denpasar Dr. I Made Suada, M.Si. Jalan sehat mengambil start di depan Pura Jagatnatha menuju Jalan Hasanuddin, Gunung Agung dan finish di sekolah SMP PGRI 3 Denpasar.

KUKUHKAN - Bacabup yang diusung Partai Golkar dan Gerindra, I Made Sukerana, Minggu (16/8) mengukuhkan tim relawan pemenangan di Kecamatan Selat. Sedangkan pasangannya, Bacawabup Komang Kisid, didampingi mantan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg dan sejumlah kader Partai Golkar di DPRD Karangasem/Bali, blusukan (nyeluksuk) di berbagai wilayah di Kecamatan Manggis. Di Padangbai, Komang Kisid menghadiri perayaan HUT Karang Taruna desa setempat. Mantan Wabup Karangasem I Made Sukerana berpaket dengan adik kandung mantan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg sebagai pasangan SuKSes (Sukerana -Kisid Yes). Kisid selain didampingi Geredeg, juga Ketua Tim Kampanye Nengah Sumardi, anggota Fraksi Partai Golkar Wayan Tama dan Ni Putu Yuliartini.

PEDULI - Pemimpin setingkat kepala daerah yang memimpin kabupaten, kota maupun provinsi, tak boleh cacat secara sosial, moral, apalagi spiritual. ‘’Rakyat menginginkan pemimpin yang peduli pada masyarakat, sekaligus berbakti kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Pengasih. Bila dia peduli pada rakyat, logikanya dia tidak punya cacat sosial, dan bila berbakti secara tulus secara vertikal, dia juga tidak cacat secara spiritual,’’ ucap Ida Sira Mpu Dharma Sunu, sulinggih Warga Pande yang duduk di Paruman Pandita PHDI Bali dalam dharma wacana di Pura Lempuyang Luhur, Minggu (9/8).

SERIUS - Program sembako peduli, menjenguk penderita cacat dan sakit permanen serta bantuan rutin untuk mereka, termasuk program air bersih untuk warga di daerah kritis air, agar menjadi program tahunan Pemkab Karangasem bila nanti Wayan Sudirta-Made Sumiati terpilih. Begitu juga bantuan sosial untuk Teruna-Teruni dan Ibu-ibu PKK di banjar-banjar, pendidikan gratis sampai SLTA, agar dianggarkan dalam APBD, disertai pembinaan dan pemberdayaan untuk kalangan pedesaan tersebut. Sementara di bidang ekonomi, SMS diminta serius membangun koperasi di Karangasem.

MBP/ist

32

31 Agustus - 6 September 2015

MBP/ist


MBP/ist

MBP/ist

LEPAS - Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali Drs. I Ketut Widia, BN.Stud., M.M., Selasa (18/8) melepas 579 lulusan tenaga kesehatan. Dari jumlah itu, 195 dari Program Sarjana (S-1) Keperawatan, 183 orang dari Prodi D-3 Keperawatan dan 201 orang Prodi D-3 Kebidanan. Istimewanya pelepasan kemarin dihadiri Kadiskes Bali dr. Suarjaya dan Ketua YP3LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka beserta pengurus pleno. Wakil Ketua Bidang Akademik Stikes Bali Ns. NLP Dina Susanti S.Kep., M.Kep. melaporkan lulusan Stikes Bali sudah memenuhi syarat akademik masing-masing untuk S-1 Keperawatan sebanyak 144 SKS, D-3 Keperawatan 115 SKS dan D-3 Kebidanan 116 SKS.

APRESIASI - Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali Prof. Dr. IGN Sudiana, M.Si. dan jajarannya memberi apresiasi tinggi atas kiprah Stikom Bali meningkatkan kecerdasan masyarakat, khususnya generasi muda Bali dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tanpa melupakan akar budaya Bali serta berperan aktif menyelamatkan warisan budaya Bali, memanfaatkan kemajuan TIK yang dimilikinya. Hal itu disampaikan Prof. IGN Sudiana sebagai kesimpulan hasil audiensi manajemen Stikom Bali dengan pengurus PHDI Bali di kantor PHDI Bali, Jl. Ratna No. 71 Denpasar, Rabu (12/8).

MBP/ist

MBP/ist

SEMINAR - Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali (STPNB) terus menyiapkan mahasiswanya agar mampu menjadi tenaga kerja siap bersaing tingkat nasional dan internasional. Untuk itu STPNB menggelar Seminar Revolusi Mental di aula kampus di Nusa Dua, Bali, Selasa (18/8), dengan narasumber dari alumni dan Ikatan Orangtua Mahasiswa (IOM) STPNB. Ketua STPNB Drs. Dewa Gede Ngurah Byomantara, M.Ed. mengungkapkan, kegiatan revolasi mental ini sudah dicanangkan pemerintah pusat. Sekarang ditekankan kembali Presiden Jokowi dengan harapan untuk terus merevolusi mental.

PELEPASAN - Politeknik Kesehatan (Poltekes) Denpasar melakukan acara pelepasan lulusan Keperawatan angkatan ke-27, Selasa (18/8) di Poltekes Denpasar. Sebanyak 114 lulusan dari D III Keperawatan dan S1 Keperawatan dilepas Ketua Jurusan Keperawatan, Ners. Ni Putu Yunianti, S.Kep., M.Pd. dan Kepala Program Studi D III Keperawatan, I Made Merta, S.Kp., M.Pd. Sehingga total lulusan Keperawatan yang telah dicetak mencapai 2.730 orang. Pembantu Direktur (Pudir) I Poltekes Denpasar, Gusti Ayu Marhaeni, SKM., M.Biomed., mengatakan, setelah acara pelepasan tersebut, lulusan masih akan memiliki beberapa jadwal untuk memiliki STR sebagai bekal mengabdikan profesinya di institusi kerja. Dari 2.730 total lulusan, hampir semua telah memiliki STR, hanya beberapa tamatan baru yang masih diproses STR-nya. Sedangkan dari hasil uji kompetensi, sebanyak 98,6 persen mahasiswa telah dinyatakan lulus. 31 Agustus - 6 September 2015

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

YUDISIUM - Dekan Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra (FP Undwi) Denpasar Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., Kamis (13/8) malam meyudisium 21 sarjana pertanian. Bersamaan dengan itu Dekan Fakultas Teknik (FT) Undwi Frysa Wiriantari, S.T., M.T. meyudisium lima sarjana teknik. Di hadapan para sarjana baru dan Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar M.S. Candra Jaya dan Rektor Unversitas Dwijendra Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., Dekan FP Gede Sedana mengungkapkan para sarjana yang dilepas dibekali ilmu kewirausahaan. Kondisi tersebut sangat perlu dilakukan mengingat masalah dan tantangan sektor pertanian ke depan makin kompleks. Seperti alih fungsi lahan dan sempitnya lahan baik di pedesaan maupun perkotaan.

MBP/ist

LAYANAN - Penjabat Wali Kota A.A. Gede Geriya didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Asisten II Nyoman Ngurah Jimy Sidharta dan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I.B. Rahoela serta Direktur RSUD Wangaya dr. Setiawati Hartawan, Selasa (18/8), meninjau fasilitas layanan RSUD Wangaya. RSUD Wangaya menjadi salah satu pusat pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Penjabat Wali Kota A.A. Gede Geriya dalam kesempatan tersebut minta kepada seluruh jajaran RSUD Wangaya untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

MBP/ist MBP/ist

TOKOH - Bertepatan dengan HUT Provinsi Bali, 14 Agustus, rakyat Bali khususnya kaum Marhaenis memperingati hari lahir (harlah) ke-86 salah seorang tokoh politik yang paling dikenal di Bali khususnya pada zaman perjuangan PNI dan di zaman Bung Karno yakni Shri I Goesti Ngoerah Wedastera Soeyasa atau yang lazim dikenal sebagai Shri Wedastera Suyasa. Tokoh besar asal Puri Tegeh Kori Penyaringan, Mendoyo, Jembrana ini dikenal sebagai pimpinan Partai Nasional Indonesia (PNI) di Bali yang dikenal dekat dengan Presiden Soekarno.

34

31 Agustus - 6 September 2015

SEDERHANA - HUT ke- 58 Yayasan Taman Pendidikan 1945 (TP 45) Pusat Denpasar diperingati sederhana, Minggu (16/8) dalam sebuah apel bendera. Sekalipun sederhana suasana kekeluargaan dan nuansa perjuangan sangat kental pada perayaan tersebut. Pembina upacara Ketua Yayasan TP 45 Pusat Denpasar, I Gede Ngurah Ambara Putra,S.H. Sedangkan doktrin TP 45 dibacakan Sekretaris Yayasan Drs. Dewa Nyoman Dana. Puncak HUT diisi pemotongan tumpeng oleh I Gede Ngurah Ambara Putra bersama Wakil Ketua IB Sanjaya ,S.E., M.M., dan Pembina Ir I. Made Udaswanta.


MBP/ist

ORIENTASI - Sebanyak 978 orang calon mahasiswa baru Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali mengikuti orientasi kegiatan kampus (OKK) di kampus setempat, Selasa (18/8). OKK yang bertema “A Blessing in Diversity atau Menjadi Berkat dalam Kemajemukan� tersebut berlangsung selama empat hari, hingga Jumat (21/8). OKK dibuka Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra, Sp.K.J.,ditandai dengan pelepasan burung. Hadir saat itu di antaranya Pengurus Yayasan Dhyana Pura, Wakil Rektor I Undhira Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E, M.M.A, M.A., Wakil Rektor II Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi, S.E.,M.A., Direktur PPLP Dhyana Pura I Gede Agus Mertayasa, S.E., M.M., Dekan Fakultas Ekonomi dan Humaniora Dr. Jaya Pramono, S.Pd., M.Par., Dekan Fakultas Kesehatan Sains dan Teknologi dr. Bambang Hadi Kartiko, MARS dan Kaprodi di lingkungan Undhira.

MBP/ist

APEL - Peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan RI di Unwar (Universitas Warmadewa) dilakukan lewat apel bendera Senin (17/8). Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana bertindak selaku pembina upacara. Sementara perangkat upacara dan pasukan pengibar bendera dipercayakan pada UKM Menwa Unwar. Suasana peringatan 17 Agustus di Unwar tambah semarak karena apel diiringi Marching Band Laskar Shri Kesari Warmadewa berkekuatan 90 orang. MB Unwar ini juga menampilkan lagu-lagu nasional dan perjuangan. Peringatan kali ini oleh Unwar dijadikan momentum istimewa untuk menghargai dan menghormati prestasi sivitas akademikanya.

MBP/ist

MBP/ist

GRATIS - Apresiasi dihadirkan Telkomsel untuk pelanggannya yang menggunakan Kura-kura Bus. Seluruh pelanggan Telkomsel, baik pascabayar (KartuHalo) maupun prabayar (SimPATI, Kartu AS, dan LOOP) bisa menggunakan WiFi secara gratis selama berada dalam Kura-kura Bus. Menurut GM Sales Telkomsel Regional Bali Nusra, Ihsan, WiFi Telkomsel di Kura-kura Bus disediakan untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan, terutama wisatawan di Bali untuk tetap terkoneksi dengan internet selama perjalanan. GM Sales Telkomsel Regional Bali Nusra Ihsan (kanan) menunjukkan cara kerja akses WiFi gratis di Kura-kura Bus pada Presiden Direktur Kura-kura Bus Michiya Mizukoshi.

PENGIBARAN BENDERA - Setelah menyelenggarakan berbagai kegiatan menjelang HUT Proklamasi Kemerdekaan ke-70 RI, puncak kemeriahan, Senin (17/8) sangat dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia khususnya masyarakat di kawasan Gianyar. Upacara pengibaran bendera di lapangan Astina Kabupaten Gianyar ini disaksikan dengan antusias oleh masyarakat di kawasan lumbung seni ini. Upacara pengibaran bendera pusaka dilaksanakan di lapangan Astina, Gianyar, dengan dikomandoi Wakil Bupati Gianyar, I Made Mahayastra sebagai inspektur upacara. Dalam upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri Ketua DPRD Kab. Gianyar beserta jajarannya, mantan Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Sekda Kab. Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra, anggota Forkopinda, ketua Pengadilan Negeri Gianyar, Ketua LVRI, dan pimpinan SKPD Pemkab. Gianyar. 31 Agustus - 6 September 2015

35


LINGKUNGAN

Air embung Telaga Tunjung di Timpag terus menyusut karena pasokan terus berkurang akibatmusim kemarau. MBP/kmb24

Debit Air Embung Telaga Tunjung Menyusut

D

i sejumlah daerah di Indonesia termasuk Tabanan, sumber air untuk keperluan mengairi tanaman salah satunya bersumber dari embung, di samping dari sungai yang berada di daerah tersebut. Hujan yang semakin jarang turun, tentu saja membuat tinggi permukaan air embung semakin menyusut. Memasuki musim kemarau ini, debit air yang masuk ke embung Telaga Tunjung terus mengecil sehingga ketinggian permukaan air menyusut 4 meter. Jika kondisi ini terus terjadi, maka tidak menutup kemungkinan lahan pertanian yang airnya berasal dari embung Telaga Tunjung terutama yang berada di hilir akan kekurangan air. Dari pengamatan Perbekel Desa Timpag, I Gusti W Sukewehana, menyusutnya air di embung yang sumber airnya berasal dari Tukad Yeh Mawa dan Yeh Ho ini mulai terjadi sejak Mei. Dampak kemarau panjang ini ke depan akan membuat debit air ke Embung Telaga Tunjung akan terus mengecil.

36

31 Agustus - 6 September 2015

Dampak selanjutnya tanaman padi yang ditanam petani di sekitar wilayah Embung akan terganggu. Tak hanya itu, pasokan air yang menurun membuat kualitas hasil panen merosot. Embung Telaga Tunjung yang dibangun di era pemerintahan Bupati Ady Wiryatama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian disamping air bersih untuk masyarakat Tabanan. Embung Telaga Tunjung yang berlokasi di Desa Timpag Kerambitan ini memiliki tinggi maksimal 33 meter dengan daya tampung 1.260.000 meter kubik air. Air dari bendungan ini digunakan untuk mengairi irigasi di Meliling seluas 570 ha, dI Gadungan seluas 485 hektar dan di Sungsang seluas 430 ha. Selain untuk irigasi pertanian, air embung ini juga digunakan sebagai bahan baku PDAM unit Kerambitan. Berdasarkan perhitungan awal, debit air yang mengalir ke embung Telaga Tunjung adalah 1500 liter per detik dengan alokasi untuk irigasi adalah 1200 per

detik dan PDAM sekitar 120 per detik. Namun dari target tersebut, PDAM baru memakai jatah ini sebesar 20 liter per detik. ‘’Sisa dari debit air ini akan ditampung di bendungan,’’papar Perbekel Desa Timpag, I Gusti W Sukewehana. Selain berfungsi sebagai penampung air untuk irigasi dan kebutuhan air bersih masyarakat, embung Telaga Tunjung juga berpotensi untuk kunjungan wisata. Namun, badan pengelola yang dibentuk menurut Sukewehana hingga saat ini masih mandeg disebabkan belum jelasnya MoU mengenai kepastian batas wilayah pengairan dan batas kawasannya. ‘’Daerah pengairan dikelola oleh PU Propinsi sementara daerah kawasan oleh kabupaten. Batas-batas ini belum jelas sehingga badan pengelola belum bisa mengelola embung Telaga Tunjung sebagai tempat wisata,’’ jelas Sukewehana. Di sisi lain sumber dana untuk menyediakan fasilitas penunjang seperti toilet belum tersedia. Wira Sanjiwani


A KT I V I TA S

MBP/ist

MERAPAT - Sejumlah tokoh penting dan berpengaruh mulai merapat ke kubu I Made Sudiana-Nyoman Sutrisno untuk memenangkan Pilkada Badung, 9 Desember mendatang. Tokoh karismatik dari Puri Carangsari, IGN Alit Yudha memberikan waktu spesial kepada Sudiana untuk bertemu di Vila Ayung, Banjar Beng, Carangsari yang notabena vila milik Puri Carangsari. Sebelumnya, Made Sudiana dan Sutrisno juga menerima sejumlah tokoh lain di Dalung, seperti Pak Penting. Sementara di Sekretariat Badung Bagus, Sudiana menerima sejumlah Ketua Pengurus Desa (PD) Partai Golkar Mengwi. Di Kecamatan Petang, Made Sudiana juga ditunggu sejumlah tokoh, seperti tokoh dari umat Kristiani Barus serta mantan Perbekel Pangsan, Made Suadnyana serta seorang paranormal.

MBP/ist

SERAP ASPIRASI - Kegiatan reses anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., diisi tatap muka menyerap aspirasi masyarakat, terutama para petani dan Krama Subak. Kedatangan wakil rakyat empat periode di DPR RI itu didampingi Ketua DPRD Gianyar, Drs. I Wayan Tagel Winarta bersama sejumlah SKPD Pemkab Gianyar disambut ratusan petani dan krama Subak di Wantilan Pura Tirtha Empul Tampak Siring, Gianyar, Minggu (9/8) lalu. Politisi asal Tabanan ini juga menyerahkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) di Gianyar yang berhasil diperjuangkan Made Urip, setelah Bangli dan Tabanan.

MBP/ist MBP/ist

SIKAP - Sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Provinsi Bali telah menyatakan sikapnya terkait sejumlah ide dari ormas agama tertentu di Indonesia agar membentuk BPJS Syariah. Penegasan atas penolakan ide ini disampaikan oleh anggota DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III di Jakarta. Ia berpendapat, sistem kesehatan BPJS merupakan program nasional yang berbasis Pancasila, dan tidak sepatutnya ditarik untuk kepentingan kelompok tertentu. Ia menghargai iktikad pemerintah pusat yang mengadakan dialog dengan sejumlah ormas agama di Jakarta, sehingga dapat menemui titik temu.

NARASUMBER - Kedua kalinya Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menjadi narasumber di Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar. Sabtu (8/8) lalu orang nomor satu di Kota Denpasar itu tampil sebagai narasumber kuliah umum ‘’Leadership in Entrepreneurship’’. Kuliah umum diikuti 500 peserta dari unsur OSIS, mahasiswa, guru, karyawan, dosen dan pejabat di lingkungan Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar. Saat itu Wali Kota disambut Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar M.S. Chandra Jaya bersama anggota, pembina dan pengawas bersama Rektor Universitas Dwijendra Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Kuliah umum diadakan serangkaian wisuda sarjana Universitas Dwijendra 2015. 31 Agustus - 6 September 2015

37


PEMERINTAHAN

Dari “Launching” Telepon Sahabat Anak, 129 di Badung

Yudha Saka: Penuhi Hak Anak Diawali dari Keluarga POLA pengasuhan yang berkualitas harus menjadi konsep utama dengan memberikan pemenuhan hak anak dan membangun komunikasi yang baik antar anggota keluarga. Di lingkungan keluargalah sesungguhnya dimulai pembangunan kecerdasan anak-anak kita,” Demikian disampaikan Penjabat Bupati Badung Ir. Nym Harry Yudha Saka, M.M. pada Launching Telepon Sahabat Anak (Tesa) 129 di Badung, Rabu (19/8) lalu di Jaba Pura Lingga Bhuwana Puspem Badung. Launching Tesa dilaksanakan serangkaian dengan Peringatan Hari Anak Nasional Indonesia. Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika, Plt. Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Dezire Mulyani Yudha Saka, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Kompyang R. Swandika, Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, IWAPI Badung para guru TK, SD, Bunda Paud

dan anak-anak Tk/SD se-Badung serta orang tua murid. Pj. Bupati Badung Harry Yudha Saka lebih lanjut menyampaikan setiap anak seyogyanya dapat mengakses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas tanpa diskriminasi. Untuk itu perlu diciptakan sekolah yang ramah anak dengan mengaplikasikan konsep disiplin tanpa kekerasan dan rute aman dan selamat ke sekolah dimana guru dan pendidik memiliki peran yang besar dalam pendidikan anak. “Mari kita berikan perhatian kepada anak- anak kita yang memerlukan perlakuan khusus. berikanlah anak-anak kebebasan untuk memilih dan menentukan masa depannya serta memilih jalan yang ditempuh untuk menuju ke masa depan itu dengan tetap dalam pengawasan orang tua,” ujar Yudha Saka. Pada kesempatan tersebut Pj. Bupati Badung Yudha Saka me-launcing layanan telepon sahabat anak (Tesa)

129 yang dapat memberikan pelayanan dalam melindungi dan membantu anak yang mengalami masalah darurat maupun anak yang memerlukan layanan konseling. “Semoga layanan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh masyarakat, terutama anak-anak di Kabupaten Badung sehingga kita dapat segera membantu mencari solusi terhadap permasalahan anak-anak dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak,” harap Pj. Bupati. Sementara itu, Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung Ida Ayu Yutri Indah Gustari selaku Ketua Panitia melaporkan Perayaan Hari Anak Nasional yang dilaksanakan di Kabupaten Badung sudah dimulai sejak pagi diawali dengan beberapa lomba antara lain melukis menggambar, mewarnai, pasang bendera serta lari trompak yang diikuti oleh anak-anak TK dan SD se-Badung. (adv)

Penjabat Bupati Badung Ir. Nym Harry Yudha Saka, M.M. didampingi Sekretaris Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika, Plt. Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Desire Yudha Saka pada Launching Telepon Sahabat Anak (Tesa) 129 di Badung, Rabu (19/8) di Jaba Pura Lingga Bhuwana Puspem Badung.

38

31 Agustus - 6 September 2015


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

KESEPAKATAN – Wali Kota Rai Mantra melakukan kesepakatan kerja sama dengan Ketua Badan BNSP, Sumarna F. Abdurahman pada Deklarasi Kota Kompeten di Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Senin (10/8). Deklarasi ini dihadiri langsung Ketua Badan Nasional SertiďŹ kasi Profesi (BNSP) Sumarna F. Abdurahman yang mengapresiasi langkah Wali Kota Rai Mantra telah mendeklarasikan Denpasar sebagai Kota Kompeten. Dari deklarasi ini, Denpasar menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang pertama mendeklarasikan diri sebagai Kota Kompeten yang tak terlepas dari persiapan diri masyarakat Denpasar dalam menghadapi MEA dan WTO.

SIMARKRAMA - Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur dan sarana-prasarana di pedesaan, bisa dilakukan dengan mengombinasikan swadaya masyarakat dengan bantuan APBD sebagai insentif. Pembangunan jalan di dusun, jembatan kecil, dan infrastruktur lainnya, bisa dengan swadaya masyarakat, dilengkapi bantuan APBD serta bimbingan teknis dari instansi berkompeten. Demikian terungkap dalam simakrama serangkaian roadshow di Kecamatan Abang dihadiri 850-an kader PDI-P serta Relawan Sudirta dan Sumiati Center, Forum Teruna Teruni, Forum Perempuan. Roadshow di Kecamatan Kubu, Minggu (9/8) ini dihadiri 1.500-an massa.

MBP/ist

MBP/ist

KONSISTENSI - Sebelum usai masa jabatan tanggal 9 Agustus, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menunjukkan konsistensi peduli aspirasi masyarakat, dengan melakukan kunjungan ke desa-desa, Kamis (6/8). Kali ini, desa yang mendapat perhatian di antaranya Desa Wanasari, yaitu Rumah Pintar dan Program Gerbang Indah Serasi (GIS) dan Desa Denbatas juga meninjau program GIS serta melakukan Persembahyangan di Desa Kubontingguh. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, I Made Urip Anggota DPR RI, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga, Camat Tabanan, Perbekel se-kecamatan Tabanan dan tokoh masyarakat setempat.

KERJA SAMA - Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar, Badan Penyelenggara STIMI Handayani Denpasar (Handayani Management School), telah berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama berskala internasional dengan berbagai pihak luar negeri dari berbagai negara. Pada Jumat (31/7) lalu Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar telah menandatangani nota kesepahaman (MoU --Memorandum of Understanding) dengan Konsulat Jenderal Republik Demokratik Timor Leste, yang dihadiri dan diwakili langsung oleh Ibu Konsul Jenderal Republik Demokratik Timor Leste Mrs. Teresa Maria de Carvalho, sedangkan pihak Yayasan Pendidikan Handayani langsung diwakili oleh Ketua Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. 31 Agustus - 6 September 2015

39


AKTIVITAS

MBP/ist

SHORT COURSE - Kegiatan Studi Tur Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu dari Pemsea (Partnerships in Enviromental Management for the Seas of East Asia) dan Pemerintah Kota Dili Timor Leste di Bali. Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa bekerja sama dengan Pemsea yang berkedudukan di Manila, Filipina menggelar short course dan kunjungan lapangan dengan fokus materi “Mekanisme Kelembagaan Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu, Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Mata Pencaharian Alternatif, serta Pengembangan dan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan”. Peserta short course dan studi tur ini sebanyak 24 orang, terdiri dari Pemsea yang berkedudukan di Manila dan Pemerintah Kota Dili Timor Leste.

MBP/ist

SUKSES - Budaya berprestasi sukses diterapkan di SMAN 3 Denpasar (Trisma). Semua warga sekolah berlomba untuk memberikan yang terbaik bagi sekolah. Pada lomba penelitian inovasi guru dan siswa SMA di Kota Denpasar belum lama ini, para uru dan siswa Trisma memborong juara I dan II. Juara I penelitian guru kategori terapan diraih Made Adi Sukariawan, S.Pd., sedangkan juara II diperoleh Kadek Adiana Putra juga di kategori terapan. Made Adi Sukariawan sudah dua kali meraih juara I di ajang serupa. Dia memaparkan hasil inovasi ‘’Identifikasi Pengaruh Emosi Melalui Studi Ekspresi Wajah terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XII IPA Trisma’’.

MBP/ist

PERBAIKI - Selama ini Karangasem masih terbawah dalam banyak hal. Indek Pembangunan Manusia (IPM) terendah di MBP/ist

ANGKAT SUMPAH - Keenam kalinya Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali melepas dan mengangkat sumpah profesi ners. Pengangkatan sumpah 122 ners angkatan ke-6 dilakukan Ketua Stikes Bali Drs. I Ketut Widia, BN. Stud., M.M., disaksikan Ketua YP3LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka, Senin (10|8). Pengambilan sumpah lulusan ners juga dihadiri Koordinator Kopertis VIII Prof. Nengah Dasi Astawa yang menyerahkan surat akareditasi institusi (AIPT) dan akreditasi program studi. Tampil sebagai lulusan terbaik masing-masing Ni Wayan Kesari Darmapatni (4,0), Ni Luh Gede Dwi Rakasiwi (4,0) dan Kadek Sriuniari Purnama (4,0).

40

31 Agustus - 6 September 2015

Bali atau nomor sembilan dari 76. Angka buta huruf tertinggi dan rata-rata lama sekolah terendah hanya 5,8 tahun. Atas kenyataan itu, pasangan Bacabup/Bacawabup IGA Mas Sumatri-I Wayan Artha Dipa (MasDipa) maju menjadi calon agar bisa ngayah (mengabdi) memperbaiki keadaan di Karangasem. Hal itu disampaikan MasDipa, saat masimakrama di Balai Masyarakat depan Pura Puseh, Ulakan, Manggis, Rabu (12/8).


MBP/ist

BERTEMU MEDIA - Setelah dilantik menjadi Penjabat Bupati Badung, I Nyoman Harry Yudha Saka, Senin (10/8), mendatangi ruangan Press Room Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Badung. Kehadiran penjabat asal Singaraja ini guna bertemu dengan sejumlah awak media massa di Badung. Harry Yudha yang didampingi jajaran humas dan protokol dalam acara ramah tamah itu berharap awak media tetap menjadi garda terdepan dalam menginformasikan program-program Pemkab Badung kepada masyarakat. Menurutnya, peran media massa dalam membangun Badung sangat diperlukan.

MBP/ist

RESPON BAIK - Mesin ATM Sampah yang di-launching Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota I G.N. Jaya Negara mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat. Bahkan, siswa sekolah pun ikut membawa sampah plastik ke ATM Sampah. Seperti yang terlihat Kamis (6/8), puluhan siswa Raj Yamuna berbondong-bondong membawa sekitar 25 kantong besar sampah plastik ke ATM Sampah di Pasar Kreneng. Dengan diantar guru sekolah Ni Kadek Puspadewi, anak-anak sekolah dengan antusias memasukkan sampah plastik yang telah mereka bawa. Satu-persatu botol plastik dan kaleng aluminium yang mereka bawa dimasukkan ke mesin ATM Sampah. Hasilnya, dari 25 kantong yang dibawa, siswa mendapatkan voucher senilai 75.000 rupiah.

MBP/ist

DIMINATI - Penggunaan Teknologi Informasi dalam manajemen sekolah makin diminati para sekolah, tak terkecuali di Gianyar. Hal ini terbukti dengan makin banyaknya sekolah di Kabupaten Gianyar yang mempercayakan sistem manajemen berbasis TI kepada Bimasakti School. Sebagai wujud kerja sama dan kepercayaan menggunakan sistem TI, Bimasakti School pun menyerahkan lima buah mobil operasional kepada lima sekolah di Kabupaten Gianyar, Minggu (9/8) lalu. Penyerahan dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar Ida Bagus Gaga Adi Saputra di sela-sela acara Car Free Day di Jalan By-pass Buruan, Gianyar.

MBP/ist

MERIAH - Grand Opening Duta Intika Kawasaki di Jl. Teuku Umar Barat 999, Denpasar berlangsung meriah, Sabtu (8/8) malam lalu. Komunitas rider Kawasaki melemparkan serbuk warna ke udara untuk menandai dibukanya dealer resmi Kawasaki itu. Selain komunitas rider, grand opening juga dihadiri Marketing Director KMI, Mr. Toshio Kuwata dan Presdir Duta Intika, Mr. Jurgen Limbunan. Assistant Sales Manager Joko Prihardian mengatakan, Duta Intika Kawasaki Teuku Umar kini memiliki tempat yang lebih luas dan nyaman. Pihaknya menyediakan fasilitas 3S yakni Sales, Service, dan Spare Part. Dealer semakin menarik untuk dikunjungi dengan adanya ruang tunggu, CafĂŠ 27, meja bilyard, accessories, dan apparel.

31 Agustus - 6 September 2015

41


AKTIVITAS

MBP/ist MBP/ist

GSS - Tidak sampai satu bulan diresmikan, Gerakan Satyagraha Sukla (GSS) sudah menjalar ke seluruh penjuru Bali. Salah satunya dengan diluncurkannya Pasar Baru Desa Sidan Gianyar sebagai Pasar Sukla oleh Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Kehadiran Gusti Wedakarna disambut Perbekel Sidan, prajuru adat, tokoh desa dan wirausaha ekonomi Hindu. Terhadap hal ini, Gusti Wedakarna mengatakan Bali hanya bisa diselamatkan jika ekonomi rakyat bertahan salah satunya dengan adanya pasar tradisional. Dalam kesempatan itu, Senator Wedakarna didampingi Widia Adnyana (Ketua GSS) menyerahkan sertiďŹ kat Sukla untuk para pedagang Hindu.

MBP/ist

DITUTUP - Perhelatan seni budaya dan pariwisata pada Buleleng Festival (Bulfest) 2015 akhirnya resmi ditutup Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Minggu (9/8), setelah lima hari digelar dan mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat. Momentum event tahunan Bulfest ini begitu dinanti masyarakat Buleleng, khususnya pelaku kesenian. Itu ditunjukkan dengan generasi muda Buleleng, silih berganti menunjukan talenta terbaiknya di depan panggung kehormatan Bulfest termasuk Puri Seni Sasana Budaya, dan Puri Kanginan.

KONSOLIDASI - Pascadilantik sebagai Penjabat Bupati Badung Ir. Nyoman Harry Yudha Saka, M.M. diawali dengan melakukan konsolidasi internal dengan bertatap muka bersama segenap pejabat utama dilingkungan pemerintah Kabupaten Badung. Pertemuan Penjabat Bupati di ruang pertemuan Krya Gosana Puspem Badung tersebut dipandu langsung oleh sekretaris daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika, S.H., M.H., Kamis (6/8). Tatap muka yang pertama kalinya antara Penjabat Bupati dengan Kepala SKPD Kabupaten Badung tersebut berjalan penuh keakraban dan kekeluargaan. Penjabat Bupati Badung Yudha Saka menegaskan bahwa sejak acara serah terima jabatan, sudah merasakan bahwa rasa dan suasana kebersamaan di Badung sangat kental, dan ini merupakan salah satu modal penting terwujudnya berbagai prestasi dan keberhasilan yang diraih.

MBP/ist

UJI KOMPETENSI - Pusat Pendidikan dan Latihan Pariwisata (PPLP) Dhyana Pura merupakan sebuah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di bidang perhotelan. Dalam meningkatkan daya saing dan kemampuan mahasiswa di bidang perhotelan, diselenggarakan kegiatan uji kompetensi bagi seluruh mahasiswa PPLP Dhyana Pura yang akan tamat tahun 2015 ini. Uji kompetensi ini dilaksanakan di kampus PPLP Dhyana Pura oleh Lembaga SertiďŹ kasi Profesi (LSP) Pariwisata Indonesia/Parindo Bali dari 3–7 Agustus 2015. Jumlah mahasiswa yang mengikuti uji kompetensi sebanyak 264 orang dari beberapa bidang keahlian.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

42

31 Agustus - 6 September 2015


MBP/ist

PENTING - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki peranan sangat penting dalam dunia perbankan. Hal tersebut disampaikan I Gusti Agung Rai Wirajaya, S.E., M.M., anggota DPR-RI, dalam sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan yang dilaksanakan Otoritas Jasa Keuangan bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Pemuda Antar Agama (DPP FKPAA) dan Rektorat Kampus Universitas Ngurah Rai, Sabtu (8/8). Lebih lanjut anggota Komisi XI ini mengatakan, undang-undang tentang Otoritas Jasa Keuangan pada dasarnya memuat ketentuan tentang organisasi dan tata kelola (governance) dari lembaga yang memiliki otoritas pengaturan dan pengawasan terhadap sektor jasa keuangan.

MBP/ist

TITIK NOL - Masyarakat Bali dan juga para wisatawan yang berkunjung ke Bali mungkin belum mengetahui tentang dimana titik nol perhitungan jarak di Pulau Bali. Ternyata perhitungan jarak tersebut ada di titik nol kilometer yang terletak di Kota Denpasar, tepatnya di depan patung Puputan Badung, Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Kota Denpasar. Titik nol kilometer yang sudah ditetapkan pada zaman Belanda, kini kembali direvitalisasi oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dengan melakukan penataan dan mempercantik serta mempertegas tulisan titik nol tersebut dengan lingkaran berbahan tembaga yang bertuliskan Km. 0. Pada Sabtu (8/8) Wali Kota Rai Mantra berkesempatan meresmikan titik nol perhitungan jarak di Pulau Bali yang dimulai di Kota Denpasar.

MBP/ist

OKK - Masa Orientasi Kegiatan Kampus (OKK) di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, dilaksanakan 10 – 14 Agustus. Sekitar 2.768 orang mahasiswa baru tercatat mengikuti kegiatan apel pembukaan OKK yang dipimpin Rektor Undiksha Singaraja, Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. Apel dipusatkan di lapangan upacara kampus tengah, Senin (10/8). Sejumlah kegiatan dirancang eksklusif dan sistema tis dalam kaitannya mendidik mahasiswa baru. Panitia OKK dan dosen, memberi pemahaman kepada mahasiswa-mahasiswi untuk lebih cepat beradaptasi bersama lingkungan dan mahasiswa baru lainnya. 31 Agustus - 6 September 2015

43


AKTIVITAS

MBP/ist MBP/ist

SUSUL - Menyusul Batch I yang sudah sukses menyelesaikan pendidikan Pilot di American Aviation Academy San Diego – Amerika Serikat, pada 14 Agustus 2015 akan menyusul beberapa siswa Pilot lainnya dari Batch II ke Amerika, demikian disampaikan oleh Agung Eka Martini, student counselor A.H.A. Aviasi Indonesia yang berkantor di Sudirman Agung , Jalan P.B. Sudirman , Denpasar – Bali. Salah satu siswa yaitu Nicko Phaustinus yang berasal dari Papua menyampaikan bahwa dia memilih American Aviation Academy sebab banyak kelebihan yang dimiliki oleh sekolah ini seperti lisensi dari Federal Aviation Administration (FAA) yang diakui di seluruh dunia dan bersifat lifetime.

KEGIATAN - Posyandu Mandiri Wijaya Kusuma yang berlokasi di BTN Sanggulan Indah, Kamis (6/8) genap berusia 15 tahun. Beragam kegiatan digelar dengan harapan para orangtua aktif datang ke posyandu memeriksakan kesehatan putra-putrinya. Menggandeng Milna, salah satu produk makanan ternama untuk bayi ini, pihak posyandu juga menggelar seminar edukasi MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) yang lebih menekankan tentang peranan MPASI dalam 1.000 hari pertama perkembangan si kecil. Pendiri sekaligus pemilik Posyandu Mandiri Wijaya Kusuma, Modesta Martin, A.Md. Keb., S.H., M.H. mengatakan, 1.000 hari pertama kehidupan pada bayi merupakan periode emas dimana otak, otot dan tulang rangka mengalami perkembangan yang sangat cepat.

MBP/ist

MBP/ist

PELATIHAN - Guna mengimplementasikan IAI Affiliated Campus Program, Prodi Akuntansi Unwar sejak Minggu hingga Selasa (11/8) menyelenggarakan Train for Trainer Ujian Sertifikasi Keahlian Akuntansi Dasar (USKAD) dan Ujian Sertifikasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (USPSAK). Pelatihan untuk pelatih ini digelar selama dua hari dengan menghadirkan narasumber Yakub, S.E., M.Si., Ak., C.A. selaku Direktur Pengembangan Kompetensi dan Implementasi Standar IAI. Pelatihan ini dibuka Dekan Fakultas Ekonomi Unwar I Gusti Lanang Putu Tantra, S.E., M.Si. dan diikuti seluruh akuntan pendidik Prodi Akuntansi Unwar serta beberapa akuntan pendidik Prodi Akuntansi PTS lainnya di Denpasar.

44

31 Agustus - 6 September 2015

DOKTOR BARU - Program Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali melahirkan doctor, Sabtu (8/8). Doktor baru itu atas nama Drs.I Nyoman Temon Astawa, M.Pd. yang dosen IHDN DenpasarMempertahankan disertasi berjudul “Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Orangtua, Interaksi Teman Sebaya dan Konsep Diri dengan Perilaku Keagamaan Siswa Hindu SMA Swasta di Kota Denpasar,” Temon dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dalam rapat senat Ujian Terbuka Promosi Doktor Unhi, sabtu di aula Gedung Rektorat Unhi. Selaku Ketua Dewan Penguji Dr.IB Dharmika, M.A. dan Sekretaris Prof.Dr.Putu Gelgel, S.H, M.Hum. serta Promotor Prof. Dr. I Wayan Maba dan Ko-Promotor Prof. Dr. Ida Ayu Gde Yadnyawati.


MBP/ist

MENGABDI - Pada Selasa (11/8), tepat 10 tahun IB Rai Dharma Wijaya Mantra mengabdi di Kota Denpasar, tiga tahun sebagai wakil wali kota dan tujuh tahun sebagai Wali Kota Denpasar sejak tahun 2005 lalu saat mendampingi wali kota sebelumnya A.A. Puspayoga. Selama pengabdian sebagai wakil wali kota dan wali kota, beragam program pembangunan digulirkan dan sederet prestasi diraih baik yang berskala daerah, regional, nasional bahkan internasional. Dengan mengusung visi Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan, pasangan pemimpin Kota Denpasar I.B. Rai Dharma Wijaya Mantra - IGN Jaya Negara selalu melahirkan ide-ide cerdas dalam membangun Kota Denpasar.

MBP/ist

RAKER - Jajaran PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar, Sabtu (8/8) menggelar rapat kerja (raker). Raker dibuka Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Wali Kota Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengungkapkan guru adalah cahaya penghapus kegelapan. Makanya dia sering bertemu dengan guru karena di tangan guru (pendidikan) inilah menentukan karakter bangsa. Untuk itu bersyukurlah menjadi guru karena memiliki rekening akhirat. Dalam Raker PGRI ini, Wali Kota minta jajaran PGRI harus melihat kasus, tantangan dan ada aksi yang empati. PGRI diharapkan mampa melahirkan generasi yang inovatif, bukan imitatif.

MBP/ist

SETUJUI - Setelah melewati proses yang alot, DPRD Karangasem akhirnya menyetujui dua ranperda dari tiga ranperda, untuk disahkan menjadi perda dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Karangasem, Kamis (6/8). Dua ranperda itu, antara lain ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2014 dan penambahan penyertaan modal daerah kepada PDAM Karangasem. Sedangkan, satu ranperda lagi, tentang penyertaan modal daerah kepada perseroan terbatas (PT) Karangasem Sejahtera, ditolak empat fraksi dari enam fraksi di DPRD Karangasem. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, dihadiri Penjabat Bupati Karangasem Ida Bagus Ngurah Arda, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Karangasem, pimpinan dan anggota DPRD Karangasem dan jajaran SKPD Karangasem.

MBP/ist

KESEPAHAMAN - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Denpasar dan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Bali membuat dan menandatangani nota kesepahaman atau MoU tentang kerja sama dalam pemberian kredit kepada anggota REI Bali. MoU ditandatangani oleh Pimpinan Cabang PT BTN (Persero) Tbk Cabang Denpasar Agus Susanto serta Ketua DPD REI Bali I Gusti Made Aryawan, S.E. dan Sekretaris DPD REI Bali Pande Agus Permana Widura, S.H., MBA. penandatanganan MoU bertujuan meningkatkan kinerja BTN dan REI Bali, sekaligus membantu program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan perumahan.

31 Agustus - 6 September 2015

45


AKTIVITAS

MBP/ist

SERIUS - Keberadaan populasi sapi Bali belakangan ini mulai mendapat penanganan serius, baik oleh pemerintah MBP/ist

ROAD SHOW - Pasangan Cabup-Cawabup Badung Made Sudiana, S.H., M.Si. dan Drs. Nyoman Sutrisno, Minggu (9/8) kemarin melakukan road show politik ke sejumlah desa di Kecamatan Abiansemal dan Mengwi. Kegiatan diawali di Banjar Delod Bale Agung, Desa Mengwi, menghadiri undangan Sekaa Teruna Dharma Kumara membuka kegiatan jalan santai. Ribuan krama yang ikut jalan santai memeriahkan HUT Sekaa Teruna Dharma Kumara, mengelu-elukan kehadiran Cabup Made Sudiana. Bahkan krama yang hadir ketika sudah dilepas tak segera beranjak. Mereka berebut ingin bersalaman dengan cabup Made Sudiana.

MBP/ist

ULTAH - Koperasi Pinang Sari merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-25 pada Sabtu (8/8) bertempat di Banjar Batan Buah, Desa Dauh Yeh Cani, Abiansemal. Keberadaan Koperasi Pinang Sari sudah dapat dirasakan karena dapat meringankan beban masyarakat, sehingga pihaknya sangat berbahagia. Awal berdiri koperasi ini hanya bermodalkan Rp 1,5 juta, namun saat ini asetnya telah mencapai Rp 21 miliar.

46

31 Agustus - 6 September 2015

maupun kalangan akademisi. Bahkan pihak luar negeri belakangan ini termotivasi untuk ikut “membentengi� populasi sapi Bali dari ancaman kepunahan, termasuk menjaga kualitas dan keaslian bibit sapi Bali itu sendiri. Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah penelitian terkait pertumbuhan dan kualitas bibit sapi Bali. Penelitian ini dilakukan Pusat Pembibitan Sapi Bali Unggul (PPSBU) Universitas Udayana (Unud). Penelitian yang sudah berjalan sejak tiga tahun itu, dipusatkan di Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

VERIFIKASI - Tim Kabupaten/Kota Sehat Pusat melakukan veriďŹ kasi di Kabupaten Badung. Kedatangan Tim Pusat diterima langsung Penjabat Bupati Badung Ir. I Nyoman Harry Yudha Saka di Ruang Teratai, Kantor Bappeda Litbang, Puspem Badung, Selasa (11/8). Hadir pula Kepala Bappeda Litbang Badung I Wayan Suambara, Kadis Kesehatan dr. Gede Putra Suteja, Tim Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Bali, Ketua Dharma Wanita Persatuan Badung Ny. Kompyang R. Swandika serta instansi terkait. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Forum Komunikasi Kabupaten/Kota Sehat Kabupaten Badung Gusti Ngurah Tirta Yusa menyerahkan dokumen laporan kepada Ketua Tim Pusat.


MBP/ist MBP/ist

PASKIBRAKA - Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas pada peringatan HUT ke-70 Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 2015 mendapat pengarahan dan motivasi dari Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika didampingi kepala SKPD terkait, di sela-sela latihan di Lapangan Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala, Senin (10/8). Dalam arahannya, Sekda Badung Kompyang R. Swandika memberikan apresiasi kepada anggota paskibraka yang telah dipilih atau dipercaya mengemban tugas mulia sebagai pengibar bendera Merah Putih pada HUT ke-70 Proklamasi Kemerdekaan RI nanti. ASTA BERATHA Syarat penting kualitas kepala daerah ke depan, agar rakyat sejahtera dan terayomi dengan baik, pantang hukumnya dan harus hati-hati agar tak memilih calon kepala daerah punya cacat moral, cacat spiritual dan cacat sosial. Sebab, pemimpin cacat, hampir dipastikan kepemimpinannya tak akan sesuai konsep Asta Beratha, seperti adil, peduli, punya integritas moral tinggi, dan lain-lain, serta konsisten menerapkan ďŹ losoďŹ Tri Hita Karana, di mana pemimpin menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan manusia, Tuhan hubungannya dengan alam lingkungan. Pemimpin yang punya tiga cacat cenderung korup, tak adil, kolusi dan nepotisme. Karena itu, dalam perhelatan pilkada di Karangasem tahun 2015, rakyat diharapkan cerdas memilih kandidat.

EKSPOSE - Pemerintah Kabupaten Badung menggelar ekspose dalam rangka Implementasi Standar Akuntansi Pemerintah Daerah (SAPD) Berbasis Akrual di Kabupaten Badung. Ekspose SAPD berbasis akrual ini disampaikan oleh Sekda Badung Kompyang R. Swandika di hadapan Tim Pemeriksa Kinerja Pemerintah dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali yang dipimpin Ketua Tim Pengendali Teknis Pemeriksa BPK-RI Perwakilan Bali Amri Lewa, M.Adv., Acc., CA. di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Mangupraja Mandala, Selasa (11/8). Kegiatan tersebut dihadiri para asisten, staf ahli, pimpinan SKPD, para camat dan lurah se-Badung.

MBP/ist

MBP/ist

HUT RI - Dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke 70 Kemerdekaan RI, Penjabat (Pj) Bupati Bangli I Dewa Gede Mahindra Putra mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Bangli agar menghias dan memasang umbul-mumbul merah putih, bendera merah putih atau pun penjor merah putih di masing-masing kantor, depan pekarangan rumah, toko atau warung serta di gang-gang menuju lingkungan tempat tinggal. Himbauan ini juga dipertegas dengan surat edaran Panitia Permanen Peringatan HUT Kemerdekaan RI Kabupaten Bangli. Dalam surat edaran tersebut, Pj. Bupati meminta seluruh perangkat desa, perangkat kelurahan, klian dinas agar meneruskan imbauan pemasangan pelengkungan, umbul-umbul, dan bendera merah putih kepada seluruh masyarakat di derahnya masing-masing. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Ida Bagus Gde Giri Putra didampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Bangli Cok Bagus Gaya Dirga usai apel pagi, Senin (10/8). 31 Agustus - 6 September 2015

47


TRADISI

“Usaba Sumbu�

Warga Haturkan Ratusan Babi Guling

W

arga Desa Adat Timbrah, Desa Pertima, Karangasem, kembali melaksanakan Aci Usaba Sumbu Kelod, Jumat 14 Agustus 2015. Prosesi ini merupakan rangkaian sepekan Aci Usaba Sumbu di desa setempat. Saat Aci Usaba Sumbu Kelod, warga setempat menghaturkan ratusan babi guling. Persembahyangan bersama Aci Usaba Sumbu Kelod dilakukan sore sekitar pukul 18.30 wita. Sementara, babi guling dihaturkan pada malam hari. Dalam Aci Usaba Sumbu Kelod, juga didirikan panggungan dan sarana sumbu sebanyak dua buah di depan Pura Bale Agung. Kedua Sumbu ini dipersembahkan kepada Ida Batara Sri Rambut Sedana. Demikian juga ratusan babi guling yang dipersembahkan oleh warga setempat. Sebagian besar, warga yang menghaturkan babi guling pada Usaba Sumbu Kelod, sebagai bentuk naur sesangi.

Meski demikian, jumlahnya bisa mencapai ratusan hingga memenuhi sisi timur Pura Bale Agung. Malam hari saat Aci Usaba Sumbu Kelod, juga dilaksanakan tradisi ngundangin. Tujuannya, sesuai namanya untuk mengundang Ida Batara, hadir ke tengah-tengah masyarakat sebelum sarana upakara dalam Aci Usaba Sumbu Kelod dipersembahkan. Ritual ngundangin dimulai dari Pura Peninjauan atau biasa juga disebut Pura Segara yang terletak sekitar 200 meter di sebelah tenggara Pura Bale Agung. Pura ini dianggap suci dan memiliki fungsi sesuai dengan pelaksanaan upacara ngundangin. Karena letaknya lurus dengan laut atau segara yang nantinya akan mempermudah untuk mengadakan hubungan antara masyarakat dengan Ida Sang Hyang Widhi dan segala Ista Dewata-Nya di Segara. Tokoh masyarakat setempat Nengah

Supartha dalam sebuah penelitian oleh warga setempat berkaitan dengan ritual ini, mengatakan pura ini pada akhirnya difungsikan sebagai tempat pemujaan Ida Batara Baruna. Dengan demikian dalam prosesi ngundangin, Ida Batara Sri Rambut Sedana yang katur piodalan saat Usaba Sumbu Kelod melaksanakan ritual ngundangin ke Pura Peninjauan. Di pura ini Ida Batara Sri Rambut Sedana mengundang seluruh Ida Batara yang berstana di laut, sekaligus ngelungsur tirta amerta yang diberi nama tirta kamandalu yang diambil dari tengah samudera. Tirta inilah selanjutnya dituntun menuju ke lokasi upacara Usaba Sumbu Kelod, di depan Pura Bale Agung dan palinggih Ida Batara Sri Rambut Sedana atau di panggungan. Bagiarta


Sumbu Setinggi 15 Meter, Simbol Turunnya Amerta USABA Dasa di Desa Adat Timbrah, Pertima, Karangasem, lebih dikenal dengan Usaba Sumbu. Hal itu tidak terlepas dari sarana sumbu yang dibangun sangat megah, unik dan rumit hingga setinggi sekitar 15 meter. Sumbu ini banyak menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan. Kemegahan sumbu itu, melambangkan peristiwa pemutaran gunung mandara giri untuk memprebutkan amerta (anugerah). Sumbu diartikan sebagai pusat. Ada juga menyebutnya dengan poros bumi. Sebagian warga lainnya, menyebut sumbu sebagai lambang buana agung. Setidaknya hal itu dapat dilihat dari komponen di dalamnya yang memuat beberapa unsur yang menyerupai isi buana agung. “Jika dilihat dari sejarahnya, sumbu adalah lambang buana agung yang di dalamnya berisi segenap makhluk hidup dan unsur alam lainnya,” kata salah satu pembuat sumbu I Ketut Merti. Sumbu dibuat menyerupai gunung dengan unsur–unsur yang ada di gunung dibuat dengan menggunakan ental. Unsur– unsur yang ada dalam sumbu meliputi, tiying petung, robrob, kukur, rerenteng, bungan langkuas, reringgitan naga sari, sesapi buduh, dan paku pidpid. Selain itu juga ada gantungan yang menyerupai burung, kapal, sesapi kempes, sesapi kembung, baling, pepijetan, pipisan, salang, tapung meringgis, tapung buah, kampid, janggar, dan kedis manuk dewata. Di atasnya terdapat bungan plendo, wayang, jekjekan wayang, kulung-kulung, bongli, anjel dan senjata gada yang terletak paling ujung pada sumbu. Wayang yang terdiri dari lima tumpang itu sebagai simbol tokoh–tokoh pewayangan dari cerita Baratayuda dan Ramayana dalam kepercayaan hindu. Tokoh masyarakat lainnya, seperti Wayan Candra juga pernah mengungkapkan sumbu ini dibangun terinspirasi dari perisitiwa pemutaran gunung mandara giri. Sumbu dibangun dalam ritual tertinggi di Desa Adat Timbrah, yakni Usaba Sumbu. Konsep ini menurutnya terlihat dari peristiwa sebelum Sumbu didirikan, ada prosesi nyulubin sumbu yang dilakukan oleh remaja yang berkewajiban membuat sumbu. Sumbu diputar ke kiri oleh truna adat yang di dalamnya masih ada remaja putri yang kena ayahan Sumbu. Dalam proses ini, remaja putri tersebut diibaratkan sebagai Dhanwantari yang keluar dengan membawa kendi berisi tirta amerta dalam cerita pemutaran gunung mandara giri, yang diceritakan bisa membuat hidup abadi para dewa maupun raksasa. Pada intinya sumbu adalah persembahan yang tulus ikhlas dari warga kepada Ida Batara, ketika Ida Batara di Desa Adat Timbrah turun kabeh dalam Usaba Dasa. Untuk diketahui, sumbu dibangun saat Usaba Sumbu Kaja maupun Usaba Sumbu Kelod. Tiga sumbu untuk usaba sumbu kaja sudah diturunkan, setelah jempana atau joli Ida Batara katur manggingsir dari panggungan Pura Panti Kaler menuju Pura Bale Agung. Selanjutnya, dua buah sumbu lagi didirikan di depan Pura Bale Agung, tepatnya di depan panggungan Ida Batara pada Usaba Sumbu Kelod. Bagiarta

MBP/bagiarta

SUMBU - Salah satu bagian sumbu saat sumbu dibangun pada Usaba Sumbu Kaja. Sumbu ini dibangun setinggi sekitar 15 meter dengan komponen yang rumit.

31 Agustus - 6 September 2015

49


AKTIVITAS

MBP/ist

SIMAKRAMA - Pascamendaftar dan memantapkan tim pemenangan, pasangan Bacabup Made Sukerana dan Bacawabup Komang Kisid terus melakukan simakrama. Pendekatan ke masyarakat guna mendapatkan dukungan pada pilkada Desember itu, dalam beberapa hari ini dilakukan secara ngegara-gunung yakni dari pesisir sampai ke pegunungan. Bacabup Made Sukerana, Minggu (9/8) melakukan simakrama di Banjar Seledumi, Desa Peringsari, Selat, yang berada di pegunungan. Di Seledumi oleh masyarakat setempat, Sukerana asal Juntal Kelod, Kubu didaulat membuka lomba serangkaian memeriahkan HUT RI. Lomba digelar Sekaa Teruna Sila Dharma Laksana Banjar Seledumi.

BANTUAN - Bacabup I Made Sukerana, S.H. dan istrinya, Ni Ketut Sumawati, Selasa (11/8) di Banjar Tanah Barak, Desa Seraya Timur, Karangasem, menyerahkan bantuan kepada keluarga I Nyoman Tambir (70). Sukerana mengaku sangat prihatin. Soalnya, dari 14 anak kakek Tambir yang petani itu empat orang di antaranya tunanetra atau buta. Petani di lahan tandus itu memiliki 14 anak dari dua istrinya, Ni Nyoman Gadon (65) dan Ni Nyoman Latri (55). Sukerana, bacabup asal Juntal Kelod, Kubu itu, selain menyerahkan santunan berupa uang dan sembako, dan secara spontan juga berencana mengontrakkan bangunan rumah tempat membuka praktik pijat bagi dua anak tambir yang buta itu.

SUKACITA - Warga beberapa dusun di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, menyambut sukacita kandidat bupati Karangasem Wayan Sudirta saat Senator Bali 2004-2014 itu membawa dan menyiapkan tiga truk tangki air untuk ditampung dalam bak milik warga, Selasa (4/8). Sudirta membawa tangki air tersebut memenuhi permintaan warga yang disampaikan dalam simakrama dengan calon bupati PDI-P itu beberapa hari sebelumnya. Istri Sudirta, dr. Sulili Indawati, ikut mendampingi, selain sejumlah relawan. Beberapa desa di Karangasem mengalami krisis air bersih sepanjang musim kemarau ini. Untuk itu, Sudirta sudah lama menyiapkan tangki air tersebut, selain program kursus gratis untuk mengemudi dan bahasa asing, khususnya bagi teruna-teruni yang putus sekolah, serta menjenguk warga miskin dan sakit permanen, langsung ke rumah-rumahnya.

BERTAMBAH - Bertambah dosen Universitas Hindu Indonesia (Unhi) bergelar doktor. Kali ini dosen Unhi yang mantan Wakil Rektor II Unhi Ni Made Indiani meraih gelar doktor di Program Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang pada 6 Juli 2015 lalu. Ia telah mengikuti ujian doktor dengan mempertahankan disertasi berjudul “Pelayanan Sekolah yang Humanis untuk Peningkatan Mutu Pendidikan pada SMA (Studi Multi Situs pada Tiga SMA Negeri di Denpasar)�. Dengan demikian, sampai saat ini dosen Unhi menyandang gelar doktor sudah tercatat 32 orang. Dr. Ni Made Indiani, M.Si. saat ditemui, Sabtu (8/8), menyatakan ia mampu menyelesaikan studi S-3-nya dalam waktu delapan semester.

MBP/ist

50

31 Agustus - 6 September 2015


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah balipost edisi 103 by e-Paper KMB - Issuu