97 |6 - 12 Juli 2015
RP 20.000
DAFTAR ISI OPINI Perkuat KPK, Cegah Penyelewengan 6 BALI SEPEKAN AMUK Demo ke Kejati dan Kejari 7 LAPORAN UTAMA Geothermal ’’Sementara’’ Tamat 8 “Satya Wacana” 9
LENSA Pohonku 26
Katakan Tidak, untuk Geothermal 11
POLITIK Mengamputasi Kewenangan KPK 16 Pilkada ’’Tersandung’’ Temuan Rp 334 Miliar 17 PENDIDIKAN Kualitas NUN ”Digugat”,
PPDB Perlu Format Baru 18
DAERAH Pemasukan PAD Pariwisata
Belum Optimal 22
OLAHRAGA Ketidakberuntungan 28 LINGKUNGAN Tercemar, Air Danau Batur
Tak Layak Konsumsi 36
PEMERINTAHAN Pemkab Badung Beri Penghargaan
kepada Wajib Pajak Terbaik 38
TRADISI Perang Pandan
Bentuk Yadnya Paling Ikhlas 46
KESEHATAN Pola Asuh Demokratis
Cocok Bangun Karakter Anak 24
PROPERTI WNA Hanya Boleh Beli
Apartemen Mewah 48
6 - 12 Juli 2015
3
DARI PEMBACA
BSM Jangan Disalahgunakan P
rogram beasiswa seperti BSM (bantuan siswa miskin) yang dikeluarkan pemerintah patut diapresiasi. Karena program tersebut sangat bermanfaat bagi siswa untuk membeli keperluan sekolah/pendidikannya. BSM bisa digunakan siswa untuk keperluan sekolah seperti membeli alat tulis, tas, sepatu dan lain sebagainya. Namun beberapa di antara siswa tidak menggunakannya dengan bijak. BSM disalahgunakan seperti untuk membeli gadget, baju bermerk, dan oleh sebagian perempuan digunakan ke salon. Program BSM diberikan pemerintah untuk mendukung keperluan sekolah. Selain itu cukup banyak juga siswa yang tidak tersentuh BSM namun sangat membutuhkannya. Bagi siswa yang merasa mendapatkan BSM, jika merasa keluarganya sudah mampu membiayai sekolah diharapkan menolak BSM tersebut. Berikanlah untuk saudara-saudara kita yang lebih memerlukan, namun jika memerlukan BSM gunakanlah sebaik mungkin. Agus Dwi Santoso Jl. Srikandi GG Durian BTN Bale Nuansa Indah Blok C 41 Singaraja
Pengelola Perpustakaan Harus Inovatif dan Kreatif S
etiap kabupaten pasti mempunyai sebuah perpustakaan daerah. Keberadaan perpustakaan daerah selama ini masih hanya sebatas nama dan seonggok bangunan yang menyimpan buku-buku tertata rapi. Pasalnya selama ini sangat sedikit masyarakat yang mengunjungi perpustakaan daerah. Perpustakaan pada umumnya sepi pengunjung. Hal ini menjadi masalah yang harus dipecahkan bersama. Seharusnya perpustakaan sebagai tempat sumber belajar dimanfaatkan oleh masyarakat semaksimal mungkin. Di sisi lain pengelola perpustakaan hendaknya lebih kreatif dan inovatif lagi dalam memaksimalkan fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar. Seharusnya pengelola perpustakaan berusaha lebih inovatif dan kreatif, dengan mengadakan event-event yang dapat menarik minat pengunjung. Pelayanan yang maksimal dan fasilitas pendukung juga sangat penting untuk diperhatikan. Apabila pengelola perpustakaan kreatif dan inovatif maka akan timbul dampak yang baik juga ke depan, dan tentunya akan menarik minat pengunjung sehingga dapat menambah minat baca masyarakat. Moh. Mahrus Jl. Kaswari No.9 Buleleng
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Dedy Sumartana Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
6 - 12 Juli 2015
4
Kecurangan Jadi Strategi POTENSI kecurangan dalam pilkada serentak mulai diantisipasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sosialisasi dan upaya mengingatkan birokrasi, aparat desa termasuk kandidat untuk tidak melanggar aturan pilkada pun terus digaungkan. Namun, langkah Bawaslu ini diyakini tidak akan efektif. Bawaslu pun diragukan berani mengambil langkah hukum terhadap pelaku kajahatan politik. Kalaupun ada rekomendasi pelanggaran hukum dalam pilkada oleh Bawaslu, publik meyakini penanganannya akan mandul di tingkat kepolisian dan kejaksaan. Publik bahkan meyakini kecurangan telah menjadi strategi politik dalam mencapai kemenangan. Pandangan ini merupakan rangkuman atas jawaban responden terhadapat pertanyaan yang diajukan dalam jajak pendapat Pusat Data Bali Post terkait efektivitas Bawaslu dalam menindak kejahatan politik dalam pilkada serentak. Pada jajak yang dilakukan di seluruh Bali ini, 63,38 persen responden tidak yakin personil Bawaslu dan Panitia Pengawas pemilu (Panwaslu) mampu mengawasi pelanggaran pilkada. Banyaknya celah dan lihainya politisi menyiasati aturan akan membuat Bawaslu kesulitan mengidentiďŹ kasi dan menindak kejahatan pilkada. Bahkan,
responden meyakini kehadiran Bawaslu hanya akan menjadi lembaga pelengkap penyelenggaran demokrasi. Selama ini, kata responden belum ada pelanggaran pilkada termasuk kejahatan politik yang ditindak sesuai aturan. Banyak kasuskasus yang direkomendasikan Bawaslu mentok di tingkat penyidikan. Responden berharap agar sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) baik itu Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan mereformasi dirinya agar lebih baik dalam menindak pelanggaran dalam pilkada. Sementara itu, 31,94 persen responden mengaku yakin Pilkada serentak akan berjalan lebih fair dan jauh dari kejahatan politik. Terlebih jajaran Bawaslu yang didanai dari APBD ini telah diminta bertindak tegas dan menggunakan kewenangannya untuk menindak pelanggaran. Responden juga berkeyakinan, Bawaslu tidak hanya menjadi lembaga pelengkap pesta demokrasi saja mengingat lembaga ini kii diberi mandata untuk menindak pelanggaran. Jajaran Panwaslu di kabupaten /kota diyakini tidak akan dintimidasi dalam menjabarkan kewenangannya dalam melakukan pengawasan. Sedangkan 2,68 persen responden tidak memberikan jawaban atas efektivitas
Bawaslu dalam menindak kecurangan pilkada. Responden mengatakan selama ini pesta politik sarat rekayasa dan sering kali kecurangan dijadikan strategi untuk menuju kemenangan. Dira Arsana Yakinka Anda kehadiran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mampu menekan dan menindak kecurangan pada pilkada?
65,38%
Tidak Yakin
31,94% Yakin
Ba w 2,68%
Tidak Tahu
as
lu N=670
grafis: tomik cahya
6 - 12 Juli 2015
5
5
OPINI
Perkuat KPK, Cegah Penyelewengan
M
asuknya rencana revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK) ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2015-2019 kini telah menjadi perhatian publik. Menurut kabar yang sudah beredar, revisi UU KPK menjadi prioritas di tahun 2015 dan yang direvisi terkait dengan kewenangan penuntutan dan penyadapan yang dimiliki oleh KPK. Menjadi menarik untuk diperbincangkan ketika tersiar kabar ternyata inisiatif dari revisi ini datangnya dari DPR RI yang merupakan perwujudan dari kedaulatan rakyat. Apakah keinginan ini sudah didasari atas keinginan seluruh rakyat atau didasari atas keinginan oknum-oknum anggota dewan yang merasa gerah dengan aksi KPK? Harus diakui bahwa lahirnya lembaga independen bernama KPK tampaknya belum mampu mewujudkan cita-cita negara yang bebas dari kejahatan luar biasa bernama korupsi. Tapi tidak boleh dinaďŹ kkan juga bahwa kehadiran KPK yang kuat masih sangat dibutuhkan. Oleh karenanya akan sangat aneh ketika ada wacana merevisi payung hukum yang justru memangkas kewenangannya atau mempersempit ruang gerak KPK, salah satunya wacana untuk mereduksi kewenangan penyadapan. Hal ini akan sangat bertentangan dengan semangat anti korupsi yang telah didengungkan sejak era reformasi. Satu hal yang perlu diingat, ketika kita berbicara tentang masa depan pemberantasan korupsi sebaiknya tidak hanya mempermasalahkan masa depan KPK, tapi sebaiknya kita menyoal pula bagaimana masa depan Polri dan bagaimana masa depan Kejaksaan ke depan. Mengingat KPK adalah lembaga adhoc, yang dibentuk karena lemahnya kedua lembaga penegak hukum tersebut dalam penanganan kasus-kasus korupsi. Maka penguatan terhadap kedua lembaga penegak hukum tersebut sebaiknya juga menjadi prioritas bukan malah KPKnya yang dilemahkan untuk memperkuat lem-
6
Oleh I Made Mulyawan Subawa
baga kepolisian dan kejaksaan. Ada hal lain yang lebih penting untuk direvisi dalam undang-undang KPK selain tentang penyadapan, yaitu dengan memperkecil peluang-peluang yang dapat menghambat proses pemberantasan korupsi yang sedang ditangani. Misalnya obyektiďŹ tas dari oknum penyidik KPK sendiri terhadap tersangka yang sedang diperiksanya. Bukan tidak mungkin penanganan kasus menjadi lambat manakala seorang penyidik KPK ternyata memiliki hubungan khusus dengan tersangka korupsi. Salah satu contoh kasus yang sempat mengundang perhatian publik adalah kedekatan salah seorang oknum anggota DPR berinisal AS dengan oknum penyidik KPK. Proses panjang peningkatan status dari saksi menjadi tersangka ketika itu ditenggarai karena hubungan spesial antara laki-laki dan perempuan yang terjalin antara keduanya (tersangka dan penyidik). Pimpinan KPK saat itupun telah mengakui bahwa ada kedekatan layaknya anak muda diantara keduanya sehingga yang bersangkutan tidak diperkenankan untuk menyidik tersangka AS
tersebut. Ironisnya, tidak selalu mudah untuk mengetahui kedekatan hubungan antara petugas KPK dengan tersangka yang sedang diperiksanya. Sedangkan Undang-undang KPK sendiri tidak secara spesiďŹ k mengaturnya. Memang ada larangan tentang kedekatan hubungan, tapi dalam hal menangani perkara tindak pidana korupsi yang pelakunya mempunyai hubungan keluarga sedarah atau semenda dalam garis lurus ke atas atau ke bawah sampai derajat ketiga dengan anggota KPK yang bersangkutan, sebagaimana diatur pada Pasal 36 Ayat (2). Selain kasus kedekatan tersangka dengan penyidik, isu tentang kriminalisasi yang sempat mendera KPK perlu diminimalisir, dengan aturan hukum yang lebih ketat. Seperti diketahui, dalam penanganan beberapa kasus yang melibatkan oknum petinggi di kepolisian RI, seringkali KPK mendapatkan counter attack yang membuat proses hukum tidak berjalan maksimal. Kewenangan khusus yang dimiliki oleh KPK diduga bisa menjadi celah bagi oknum penyidik melakukan penyelewengan atau penyalahgunaan jabatan pada saat bertugas memeriksa tersangka korupsi. Untuk mengatasi hal ini tentu tidak dengan memangkas kewenangannya, tapi dengan mempersempit peluang penyelewengan yang dimiliki oleh oknum penyidik KPK. Kekalahan demi kekalahan KPK dalam pra peradilan menunjukkan bahwa ada yang tidak beres dalam proses penegakan hukum yang dilakukannya. Hal–hal seperti diutarakan di atas mungkin bisa menjadi bagian dari masukan atau aspirasi untuk para anggota dewan yang terhormat dalam merevisi UU KPK. Jangan sampai upaya yang dilakukan malah menjadi batu sandungan dalam usaha pemberantasan tindak pidana korupsi. Padahal KPK adalah lembaga independen yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Penulis, staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Mahendradatta
6 - 12 Juli 2015
6
BALI SEPEKAN
AMUK Demo ke Kejati dan Kejari RATUSAN orang yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) Bali, Selasa (23/6) demo ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar dan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Aksi itu bertepatan pula saat pihak kejaksaan di seluruh Bali melakukan teleconference dari Kejaksaan Agung. Dalam aksinya, AMUK menuding pihak kejaksaan telah menghilangkan barang bukti (BB) kasus penyelewengan BBM bersubsidi dan minta agar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar dicopot dari jabatannya. Koordinator aksi demo Nyoman Mardika, dalam orasinya mempertanyakan soal barang bukti (BB) bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini diamankan pihak kejaksaan. Selain itu, massa AMUK yang mengenakan ikat kepala putih itu meminta supaya para penegak hukum betul-betul melawan mafia hukum dan mafia minyak dan gas (migas). Menyikapi demo itu, Kasiintel Kejari Denpasar Syahrir Sagir mengatakan, bahwa pihak kejaksaan belum bisa melakukan eksekusi terhadap perkara BBM ini. Miasa
MBP/eka
Belasan Gepeng di Ubud Diciduk MENJELANG hari raya Galungan dan Kuningan, kemunculan gelandangan dan pengemis (gepeng) semakin banyak di kawasan Gianyar khususnya di Ubud. Hal ini terbukti dari belasan gepeng yang diamankan Satpol PP dalam sidak yang digelar di Ubud, Senin (22/6). Para gepeng ini sengaja memanfaatkan bayi-bayi untuk menarik simpati para wisatawan dan masyarakat agar memberi uang. Informasi yang berhasil dihimpun, sidak gepeng ini berawal dari laporan masyarakat bahwa sejumlah pengemis
terus bermunculan di kawasan Ubud. Bahkan tidak jarang dalam melakukan aksinya, mereka memaksa sejumlah wisatawan agar memberikan uang. “Mereka berkeliaran mengemis bahkan cenderung memaksa para wisatawan yang berjalan-jalan di sekitar Ubud. Hal ini tentu sangat mengganggu kenyamanan bahkan cenderung mengganggu ketertiban umum,“ jelas Kasi Ops. dan Trantib, I Wayan Suala Susila. Manik Astajaya
Realisasi Proyek Fisik Terancam Molor HARI libur Lebaran diperkirakan akan mengganggu proses pengerjaan sejumlah proyek di Kabupaten Klungkung. Pasalnya, pekerja yang berasal dari luar Bali terutamanya Pulau Jawa kebanyakan akan mudik. Kondisi ini tentu sangat mengganggu proses pengerjaan fisik yang dimenangkan rekanan. Di sisi lain, hari raya Galun-
gan dan Kuningan juga menyebabkan pekerja asal Bali tidak bekerja. Plt. Kepala Dinas PU Kabupaten Klungkung Ketut Suayadnya mengakui libur Idul Fitri dan Galungan bersamaan. Hal ini tentu mempengaruhi jumlah tenaga kerja. Untuk itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak rekanan pemenang tender agar dapat mensiasati
tenaga kerja yang dilibatkan. Terutama pada proyek-proyek yang sudah berjalan seperti pengaspalan di Jalan Kebo Iwa dan pengerjaan parkir di Pura Kentel Gumi. “Kami harapkan waktu pengerjaan supaya sebelum habis waktu harus sudah selesai,” ujarnya, Senin (22/6) kemarin. Dewa Farendra 6 - 12 Juli 2015
7
7
LAPORAN UTAMA
Geothermal ’’Sementara’’
Tamat R
encana proyek geothermal di Bedugul tamat (sementara). Hal ini menyusul penolakan Gubernur Mangku Pastika terhadap proyek panas bumi tersebut. Alasanya, di samping pasokan listrik sudah cukup, geothermal juga tidak cocok dengan kondisi sosio-kultural masyarakat Bali. Termasuk berpengaruh pada debit air danau dan mengancam kelangsungan alam Bali. Penolakan Gubernur Bali terhadap geothermal diungkapkan Karo Humas Pemprov Bali Dewa Mahendra Putra. Kata dia, Gubernur Mangku Pastika tetap konsisten dengan sikapnya terdahulu yakni menolak geothermal. “Pada prinsipnya Gubernur tetap menolak, seperti apa yang pernah saya sampaikan dulu. Artinya kebutuhan listrik kita cukuplah. Kalau toh sekarang ada yang mau mewacanakan, kita konsisten menolak,” ujar Mahendra usai mendampingi sejumlah pegiat lingkungan bertemu dengan Gubernur, pekan lalu. Dewa Mahendra enggan berkomentar banyak terkait pernyataan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta yang mengatakan geothermal harus dilanjutkan. Ia hanya menegaskan bila keputusan terakhir untuk meneruskan atau tidak geothermal ada pada Gubernur. Sekalipun ada perubahan Undang-undang seperti yang dikatakan Wagub, tetap tidak akan bisa melanjutkan geothermal jika Gubernur sudah menolaknya. “Kalau misalkan sekarang Undang-
8
MBP/dok
Koalisi Masyarakat Sipil mendatangi kantor Bapedalda Provinsi Bali, Senin (22 Agustus 2005).Mereka menyatakan penolakan terhadap pembangunan PLTP (geothermal) Bedugul. Sayang, mereka gagal bertemu dengan kepala Bapedalda Bali.
undangnya ada perubahan, masalah jadi dan tidaknya keputusannya kan ada di Pak Gubernur. Memang itu adalah kewenangan pusat, tetapi kan harus ada rekomendasi dari kita kalau itu jadi dibangun. Tapi kalau kita tetap konsisten menolak, ya.. menolak,” tegasnya. Dewa Mahendra menambahkan, wacana untuk membangkitkan geothermal tidak saja datang dari pemerintah pusat. Ia juga mendengar wacana untuk mengkaji ulang geothermal dari kalangan DPRD Bali. Padahal kalau ingin mengembangkan energi baru, lanjut Dewa, lebih baik memanfaatkan energi matahari atau solar cell. Namun tidak demikian halnya pendapat wakil rakyat di DPRD Bali. Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, geothermal memang salah satu alternatif energi yang ramah lingkungan. Namun, alternatif ini memerlukan kajian teknologi sehingga tidak berbenturan dengan adat, budaya, dan sebagainya. “Bukan berarti saya setuju, tapi peluangnya yang ramah lingkungan adalah geothermal dan PLTG (gas, red). Gas itu untuk Bali kalau bisa nanti mendapat lex specialis alangkah baiknya, paling ramah dan paling aman. Kemudian geothermal memerlukan kajian,” ujarnya pekan lalu. Wiryatama menambahkan, geothermal dan PLTG paling berpeluang untuk diterapkan dibanding alternatif energi lain seperti angin atau air terjun. Angin misalnya, dikatakan tidak bagus untuk
pariwisata Bali. Di sisi lain, pihaknya juga menginginkan keamanan di Bali tetap terjaga. “Jadi kita inginnya, kita membangun, mendapat energi yang terbarukan untuk memenuhi kebutuhan Bali yang akan datang. Tetapi kita juga tetap ingin pariwisata terjaga, Bali tetap aman dan kondusif,” lanjutnya. Terkait pro dan kontra, mantan Bupati Tabanan ini mengakui bahwa apapun yang dibuat di Bali pasti ada yang menolak dan menerima. Pihaknya akan melihat apakah pihak kontra memiliki solusi saat Bali mengalami blackout lantaran kekurangan suplai listrik. “Kalau mati, nanti putus, gelap itu yang kontra solusinya apa, kita dengarkan. Yang pro juga kita dengarkan,” tandasnya seraya berlalu. Sementara itu, Anggota Komisi I Nyoman Tirtawan secara tegas mengaku setuju dengan geothermal. Selain ramah lingkungan, geothermal juga disebut sebagai energi gratis untuk selama-lamanya. “Negara-negara maju seperti Irlandia, Skotlandia itu memakai panas bumi semua, nggak ada dampak negatif. Justru kita disana itu mendayagunakan sumber daya alam yang betul-betul ramah lingkungan. Ini orang-orang yang menolak mungkin wawasannya belum memadai bisa mempunyai opini begitu,” ujarnya. Tirtawan menambahkan, pengeboran memang membutuhkan air dalam jumlah besar. Namun itu menurutnya hanya sementara, bukan selamanya. Pasalnya,-
6 - 12 Juli 2015
8
air hanya digunakan untuk memudahkan tabung masuk ke dalam tanah. Begitupun soal kawasan suci. “Semua kawasan suci, kalau kita ketahui di Bali setiap jengkal tanah itu suci. Tapi kalau sucinya hanya sebatas kata-kata tapi tidak memperhatikan bagaimana caranya membangun yang benar, bagaimana cara kita melihat, bagaimana itu sekarang ada… maaf ya…pembangkit listrik dengan tenaga diesel, solar itu sangat-sangat polusi. Tapi kalau geothermal, nggak ada polusinya sama sekali,” tandasnya. Pendapat senada sebelumnya juga disampaikan Ketut Sudikerta. Ketika bertemu dengan Satgas Percepatan Pengembangan Energi Baru Terbarukan (P2EBT), Sudikerta menyatakan, masyarakat Bali sejatinya tidak menolak geothermal. Apalagi geothermal bisa menghasilkan energi yang ramah lingkungan, sekaligus mampu menyokong Bali untuk mandiri secara energi. “Gas (energi ramah lingkungan, red) yang kita harapkan ada di geothermal yang ada di Bedugul tapi distop oleh sebagian kecil LSM-LSM yang ada di Bali ini. Tapi masyarakatnya sesungguhnya tidak,” jelasnya. Wacana proyek geothermal hidup lagi, pascapertemuan Wakil Gubernur Bali Sudikerta pun menyatakan bila geothermal memang harus dijalankan. Terlebih saat ini, persoalan perijinan yang dulu menghambat sudah teratasi lantaran sudah ada revisi Undang-undang No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Rindra Negara-negara maju seperti Irlandia, Skotlandia itu memakai panas bumi semua, nggak ada dampak negatif. Justru kita di sana itu mendayagunakan sumber daya alam yang betul-betul ramah lingkungan. Ini orang-orang yang menolak mungkin wawasannya belum memadai bisa mempunyai opini begitu.
Nyoman Tirtawan Anggota DPRD Bali
“Satya Wacana” Hidupnya kembali rencana proyek geothermal ternyata mengusik sikap ’’bela lingkungan’’ Putu Agus Suradnyana. Bupati Buleleng itu, menyatakan, telah mengorbankan wilayahnya untuk dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Celuklan Bawang. Bahkan PLTU itu mampu mengantisipasi kebutuhan listrik Bali sampai lima tahun mendatang. Lalu mengapa harus ada geothermal lagi? SIKAP Putu Agus Suradnyana terkait geothermal ternyata masih tetap sama seperti pertengahan 2006, saat ia menjadi anggota DPRD Bali. Ketika itu Agus Suradnyana menjadi anggota Pansus menyikapi pro-kontra proyek geothermal. Pada sidang paripurna pada 16 Mei 2006, dihadapan Gubernur Bali Dewa Made Beratha, Agus Suradnyana menyatakan, dalam membangun Bali harus ada konsep tegas yang mesti dipedomani. Salah satunya adalah Tri Hita Karana. Menurutnya, proyek geothermal melanggar tiga aspek tri hita karana. ‘’Kita bangga ajeg Bali yang sering disuarakan, tetapi tolong kesakralan pura jangan diganggu,’’ ucapnya. Diakui, sebagai putra Singaraja, dia paling dulu menerima getah proyek geothermal terutama menurunnya debit air danau. Oleh karena itu dia akan mengerahkan massa kalau geothermal disetujui. ‘’Gubernur tak perlu takut dituntut ganti rugi, mari kita urunan bersama,’’katanya saat itu. Kini setelah menjabat sebagai Bupati Buleleleng, Agus tetap satya wacana. Ia tetap menolak geothermal. Menurutnya, Buleleng telah mengorbankan diri untuk dijadikan lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Celukan Bawang. Olehkarenanya, mengungkit-ungkit lagi proyek geothermal, sangat bertentangan dengan upaya menjaga kesucian Bali dan menjaga hutan yang kian menurun luasnya.‘’PLTU Celukan Bawang dipredikasi mampu mencukup kebutuhan listrik Bali sampai lima tahun mendatang,’’ tegasnya. Kata dia, proyek PLTU Celukan Bawang, sejatinya dirancang khusus menambah pasokan listrik selama lima tahun mendatang. “Kami di Buleleng sudah merelakan tempat kami di Celukan Bawang, untuk dijadikan lokasi PLTU. Kapasitas sekitar 900 Megawatt, dengan proyeksi lima tahun ke depan masih cukup untuk kebutuhan listrik di Bali,” ujarnya. Ia mengingatkan agar dasar pertimbangan pembangunan geothermal dipikirkan matang. Bukan karena desakan kebutuhan listrik semata, tetapi kondisi lingkungan alam wajib dipikirkan. “Saya khawatir terjadi suatu perubahan topografi alam di Buleleng. Apalagi daerah kita di Buleleng tingkat kemiringannya terjal sekali. PLTU Celukan Bawang saya rasa masih relevan mencukupi kebutuhan listrik di Bali. Kalau soal ke depan ya bisa dipikirkan bersama. Ini kan lintas kabupaten, saya pribadi kurang setuju dibangun geothermal itu,” tandasnya. Dewa
Putu Agus Suradnyana
6 - 12 Juli 2015
9
9
LAPORAN UTAMA
Kawasan Danau Tamblingan, Buleleng yang menjadi salah satu pemasok air untuk wilayah Bali utamanya Bali Utara. MBP/dok
10
Katakan Tidak, untuk Geothermal Sumbangan Bali ke pusat melalui sektor pariwisata sangat besar. Triliunan rupiah dana dari Bali masuk ke pusat. Namun, pariwisata Bali selalu diganggu dengan proyek yang tak berpihak pada lingkungan dan budaya Bali. Proyek geotermal dan reklamasi Teluk Benoa, contohnya. Padahal seharusnya Bali tetap dipertahankan keasriannya, kalau memang mau mempertahankan pariwisata budaya sebagai ikon Bali.
H
aruskah kesucian pulau ini dikorbankan demi untuk hasrat Bali bisa mandiri secara energi? Tidak, kata akademisi Universitas Udayana Dr. Luh Kartini. Ia mengatakan, kesucian Bali merupakan sesuatu yang tidak bisa diganggu gugat. Pun terkait rencana geothermal yang dikhawatirkan mengganggu kawasan suci di Bedugul. “Dari sisi lingkungan juga orang bilang ramah lingkungan tapi di sana kita juga punya tempat sumber air, sekarang kita disuruh memilih air atau api? Kita mau air, Bali ini kecil karena disana ada tiga danau, mau dihabisin tiga danau itu?,” ujarnya, pekan lalu. Kartini juga mempertanyakan fungsi dibangunnya PLTU Celukan Bawang kalau geothermal akan kembali dilaksanakan. Menurutnya, proyek listrik di Celukan Bawang sudah cukup untuk Bali. Selebihnya, Bali bisa memperolehnya dari luar. Terlebih selama ini, Bali telah menyumbang banyak untuk pendapatan negara dari sektor pariwisata. “Saya mau bilang kepada Presiden dan Ketua DPR. Bali sebagai daerah pariwisata karena alam dan budayanya dan sudah membuktikan bahwa sumbangan pajak sangat besar ke pusat. Ini karena wisatawan sangat kagum akan alam dan budaya Bali, sehingga mereka tertarik datang ke Bali. Kenapa alamnya sekarang mau digerus seperti ini?,” tegasnya.
Ketua Bali Organic Association ini pun memohon agar pemerintah pusat tidak semena-mena menggelontorkan proyek ke Bali. Pulau yang kecil ini menurutnya jangan sampai rusak karena hal itu. Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Udayana, Prof. Ir. I Wayan Arthana, M.S., Ph.D. mengatakan, Bali memang perlu untuk mempersiapkan energinya sendiri agar tidak lagi bergantung pada daerah lain karena cukup riskan. Meskipun dari proyeksi nasional, Bali mestinya tidak perlu pusing-pusing memikirkan hal itu. “Karena di Paiton sudah disediakan pembangkit yang cukup untuk Bali. Cuma masalahnya kan kabel laut kita sering bermasalah, kemudian jaringan Jawa-Bali yang di atas laut itu sekarang belum jadi, jadi masih panjang prosesnya. Padahal Bali tidak boleh menjadi blackout, pemadaman, itu sih masalahnya,” ujarnya. Masalah lain, geothermal itu memakan areal hutan yang di Bali sudah kurang. Belum lagi dampak ikutannya. Akan banyak bangunan di sekitar, apabila itu nanti berkembang menjadi daya tarik untuk wisatawan lokal. ‘’Ikutannya itu yang perlu kita jaga,” paparnya. Arthana menjelaskan, dampak ikutan dari geothermal bisa saja mengancam keberlangsungan wilayah hulu dan mengganggu fungsi hutan di sana. Aktivis Lingkungan, Wayan “Gendo” Suardana menyatakan bahwa proyek energi panas bumi sudah ditolak oleh dua Gubernur Bali. Masing-masing, Gubernur Dewa Made Beratha dan Gubernur Made Mangku Pastika. Gendo juga menyatakan penolakan geothermal bukan hanya soal kawasan konservasi dan kehutanan. Di luar itu ada banyak hal yang menjadi alasan penolakan masyarakat. Mulai dari aspek sosial budaya, hingga kosmologi. Sementara itu, Guru Besar Prodi Ilmu Lingkungan Universitas Udayana Prof. I Putu Gede Ardhana mengaku bersedih ketika geothermal ingin dibangkitkan lagi oleh pemerintah. Dari prediksinya,
geothermal ke depan hanyalah untuk mensuplai energi listrik ke pulau-pulau buatan atau reklamasi Teluk Benoa. Dengan kata lain, dua rencana besar ini memang saling berkaitan. “Kerusakan ini akan nyegara gunung. Pantai sudah hancur, di gunung juga mau dihancurin. Mau jadi apa kita, umat Hindu,” ujarnya. Ardhana juga melihat, masyarakat juga pasti akan kembali bergejolak. Mengingat di kawasan Bedugul ada banyak tempat-tempat suci, belum lagi ancaman kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. “Kawasan suci itu kalau dihancurkan, jati diri kita juga akan hancur,” imbuhnya. Ardhana menambahkan, ada 43 titik lobang yang akan dibor seperti yang tergambar dalam peta yang dibuat Bali Energy Limited (BEL-tenaga dari Pertamina, red) terkait proyek geothermal. Secara keseluruhan, proyek ini minimal memerlukan 10,75 hektar lahan. Selain itu, kata Ardhana, antara satu titik dengan titik lain akan dihubungkan dengan pipa berdiameter 40 cm. “Proyek juga membutuhkan air 1.200 liter untuk setiap injeksi. Ini pasti mengambil air di danau yang ada di lokasi itu. Pihak BEL memang mengaku tidak mengambil air danau tetapi membeli dari PDAM, sedangkan PDAM mengambil air dari danau, ya.. sama saja,” tukasnya. Dengan demikian, lanjut Ardana, jelas bila proyek geothermal dilakukan maka kawasan hutan lindung terancam karena otomatis akan terjadi pembabatan hutan lindung untuk keperluan pengeboran. Disisi lain, krisis air semakin tidak terelakkan lagi karena proyek ini juga membutuhkan air yang tak sedikit untuk setiap injeksi. “Dampaknya akan ada amblesan saat operasional, biodiversitas flora dan fauna menurun, debit air danau turun, mata air hilang. Belum lagi bisa memunculkan konflik horizontal karena ada pihak yang setuju dan tidak setuju, dan kesakralan kawasan suci bagi umat Hindu juga terganggu,” tandasnya. Rindra 6 - 12 Juli 2015
11
A KT I V I TA S
MBP/ist MBP/ist
BERKAH - Bulan Bung Karno 2015 menjadi berkah tersendiri bagi keluarga besar Puri Ageng Tegeh Kori Bali, terutama bagaimana peran dari para warih tokoh PNI Bali Shri Wedastera Suyasa dapat mewujudkan sebuah Perpustakaan Agung Bung Karno di kawasan Niti Mandala Renon. Tampak dalam foto (kiri-kanan): Gusti Sukarata (Pasemetonan Tegeh Kori), AA Kresna Jaya (Puri Kaba–Kaba ), Prof. Ibrahim (Guru Besar Hukum Unud), Luh Sugianitri (Penasihat The Marhaenisme Institute), Ida Pedanda Gede Wayahan Bun, Ida Pedanda Telabah, Ida Pedanda Sunu Telaga, Gus Marhaen (Ketua Umum Yayasan Kepustakaan Bung Karno/YKBK ), Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Senator DPDRI/Dewan Penasihat YKBK), Dra. Sri Sularsih, M.Si. (Kepala Perpustakaan Nasional RI), Mayor Jenderal TNI Torry Djohar Banguntoro (Pangdam IX/Udayana), Irjen Pol Dr. Ronny F. Sompie, S.H., M.H. (Kapolda Bali), Notaris Ida Ayu Kondi, S.H. (President Bali International Women Center) di Perpustakaan Agung Renon Denpasar.
MANUNGGAL KB - Pencanangan Bhakti Sosial TNI-Polri Manunggal KB di Kabupaten Badung tahun 2015 dilaksanakan di halaman Polres Badung, Rabu (24/6). Acara diisi pemeriksaan dini kanker serviks dan papsmear dalam mobil. Acara dihadiri Bupati Badung A.A. Gde Agung, Dandim 1611/ Badung Teddy Arif Priyanto, Kapolres Badung Tony Binsar, Wakapoltabes Denpasar I Nyoman Artana, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Ny. Ratna Gde Agung, Ketua Persit Kartika Candra Kirana Kodim 1611/Badung, Ketua Bhayangkari Polres dan Polresta dan para pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung serta Camat Mengwi Gst. Ngr. Jaya Saputra. Bupati Badung dalam sambutannya menyampaikan, Pemkab Badung memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap jajaran Polri dan TNI yang telah menginisiasi kegiatan Bhakti Sosial TNI-Polri Manunggal KB ini. Nampak dalam foto Bupati Badung A.A. Gde Agung didampingi Dandim 1611/Badung Teddy Arif Priyanto, Kapolres Badung Tony Binsar, menghadiri Pencanangan Bhakti Sosial TNI-POLRI Manunggal KB di Kabupaten Badung tahun 2015 di halaman Polres Badung.
MBP/ist
PEMERIKSAAN - DSA (Digital Substraction Angiography) otak adalah pemeriksaan yang dikerjakan dengan menggunakan pesawat Angiography Radiologi yang menggunakan Sinar-X secara kontinu untuk memantau pembuluh darah dari fase arteri sampai vena dengan menyuntikkan kontras, sehingga kondisi pembuluh akan terlihat sepenuhnya dengan akurasi yang tinggi. DSA merupakan metode pemeriksaan yang dilaksanakan di Unit Cath Lab (Kateterisasi) RS BaliMéd yang beroperasi sejak tahun 2014. “Tujuannya untuk melihat kelainan pembuluh darah, baik berupa pelebaran (Aneurisma) maupun penyempitan (Stenosis). Bisa juga adanya Fistel atau AVM (Artery Venous Malformation), meningioma yakni tumor yang banyak mengandung pembuluh darah,” ujar Wakil Direktur Medik dan SDM RS BaliMéd dr. A.A. Ngurah Budiarta, MARS. saat dikonfirmasi, Selasa (23/6). Budiarta mengatakan, hasil diagnosis dari DSA otak tidak saja untuk menentukan kelainan pada pembuluh darah pasien. Namun, pemeriksaan DSA otak juga dapat dilanjutkan ke pengobatan kelainan-kelainan tersebut. Di antaranya pengobatan untuk aneurisma dengan coiling, pengobatan fistel dengan embolisasi, atau stenosis dengan balloon, dll.
12
6 - 12 Juli 2015
MBP/ist
HUT - Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Daerah Bali memperingati HUT ke-60 dipusatkan di Badung. HUT kali ini bekerja sama dengan Apotek Viva Generik diisi dengan kegiatan sosial berupa penyuluhan, Minggu (21/6) di Br. Kedampal, Abiansemal. Penyuluhan menyasar ratusan lansia tentang ‘’Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang (Dagusibu) obat dengan baik’’. Penyuluhan diikuti ratusan lansia dari tiga banjar di Desa Abiansemal, yakni Banjar Kedampal, Banjar Keraman dan Banjar Pande serta puluhan orang apoteker. Penyuluhan diawali dengan Senam Lansia Bersama. Usai penyuluhan diisi dengan potong tumpeng HUT ke-60 yang dilakukan Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Daerah Bali, I Gede Made Saskara Edi, M.PSi.,Apt. Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) obat dengan baik dan benar adalah tema organisasi profesi apoteker dalam melakukan praktik serta pengabdian pada masyarakat. Nampak dalam foto Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Daerah Bali, Gede Made Saskara Edi, saat potong tumpeng HUT ke-60 Ikatan Apoteker Indonesia bersama lansia.
MBP/ist MBP/ist
IPM - Selama ini pembangunan di Kota Denpasar telah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari indikator pembangunan, di mana indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Denpasar tertinggi di Bali, yaitu 79,41 persen. Meski pun, PAD Kota Denpasar tidak tertinggi di Bali. Ini artinya, pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Kota Denpasar telah berjalan dengan baik. Demikian disampaikan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam pengarahannya pada seluruh staf kades/lurah dan kecamatan se-Kota Denpasar, Senin (22/6) di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang. Rai Mantra mengatakan, ke depannya pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan terus ditingkatkan. Untuk itu, perlu adanya sinkronisasi terhadap program-program dalam pembangunan. Terlebih lagi, banyak program baru yang kewenangannya ada di kecamatan, desa dan lurah. Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten), juga telah dilaksanakan di masing-masing kecamatan untuk pelayanan perizinan maupun non perizinan.
KUNJUNGAN - Hampir tiga tahun lalu, dalam sebuah kunjungan kerja ke Palu Sulawesi Tengah, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III bertemu dengan Gubernur Sulawesi Tengah dan sejumlah tokoh adat di Palu untuk menyampaikan keinginannya bahwa dalam rangka mempertahankan kebudayaan asli Nusantara, maka sistem adat, sistem budaya dan sistem bahasa harus dipertahankan melalui sistem (by system), tidak sekadar dengan ketokohan atau organisasi adat belaka. Hal ini disampaikan oleh Arya Weda dan berharap di Sulawesi Tengah akan segera dibuat peraturan terkait dengan adat untuk memproteksi gempuran budaya asing yang belum tentu cocok dengan kepribadian Indonesia. Dan ternyata, saran dari Arya Weda didengar oleh pemerintah di Sulawesi Tengah, salah satu bukti dengan lahirnya Peraturan Gubernur tentang Pengadilan Adat beberapa waktu lalu. Demikian ungkap Dr. Timuddin (Ketua Majelis Adat) yang hadir bersama sejumlah rombongan adat dari Palu. Nampak dalam foto Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menjamu rombongan Majelis Adat Sulawesi Tengah di Istana Mancawarna.
MBP/ist
MBP/ist
JIWA KERELAWANAN - Untuk mengembangkan jiwa kerelawanan para remaja di Kabupaten Badung, Minggu (21/6), Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Badung menggelar latihan bersama (Latber) Palang Merah Remaja (PMR) di masing-masing sekolah se-Kabupaten Badung di Bumi Perkemahan Blahkiuh, Abiansemal. Kegiatan yang diikuti 100 orang tersebut dibuka Sekda Badung Kompyang R. Swandika yang juga sebagai Ketua PMI Kabupaten Badung. Kepala Markas PMI Kabupaten Badung TGA Adnjana mengatakan, kegiatan ini sebagi wadah pembinaan serta pengembangan jiwa kerelawanan bagi para remaja. Ia menjelaskan, Latber PMR PMI Kabupaten Badung Tahun 2015 ini dilaksanakan selama lima hari, yakni dari tanggal 21 Juni hingga 25 Juni 2015. Sekda Kompyang R. Swandika mengatakan, pembinaan PMR merupakan salah satu tugas dari Palang Merah Indonesia khususnya PMI Kabupaten Badung.
PENGEMBANGAN - Sabtu, (20/6) Biro Administrasi Kemahasiswaan Unud yang membawahi CDC dan EDC Unud menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Karier dan Program Kewirausahaan bagi mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi bertempat di Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran. Kegiatan yang bertajuk “Success in Carrier and Business with the Power of Dharma� itu pada sesi pertama menghadirkan narasumber Dr. I Gede Riana, S.E., M.M. (Ketua CDC Unud), Sayu Ketut Sutrisna Dewi, S.E., M.M., Ak. (Ketua EDC Unud), dan Drs. Aryanto Purwadi, S.E., M.M. (CEO Regional BNI Wilayah Bali, NTB dan NTT). Kegiatan tersebut menjadi the magic moment berkat kehadiran Swamiji Purnamritananda Puri, general secretary Amrita Math Embrecing the World dari Amma Organization India yang memberikan ceramah dan entrepreneurial meditation. Prof. Dr. I Nyoman Wijaya, M.S. selaku ketua panitia penyelenggara menyatakan bahwa kegiatan seminar diikuti 500 orang yang terdiri atas mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi Unud, mahasiswa wirausaha dan beberapa mahasiswa undangan dari PTN dan PTS di Denpasar dan Badung. 6 - 12 Juli 2015
13
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
UPACARA - Pimpinan ABG Center Ketut Arya Budi Giri, S.E. bersama pemangku (pakai kalung) saat upacara nyambutin, tiga bulanan dan potong gigi di Pasraman Manik Geni, Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat. Pada Minggu (21/6), ABG Center menggelar bakti sosial berupa upacara manusa yadnya, Nyambutin, tiga bulanan dan potong gigi di Pasraman Manik Geni Desa Antosari Kecamatan Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan. ABG Center mensponsori acara tersebut dengan jumlah peserta potong gigi 106 orang, nyambutin 25 peserta, tiga bulanan 62 peserta semuanya dari Kabupaten Tabanan. Empu Manik Geni Sari Made Sunada menyatakan nyambutin bermakna menyambut roh dalam jiwa sang bayi, potong gigi secara filosofi bertujuan menghilangkan enam musuh dalam diri (sad ripu). Acara ini turut dihadiri Ida Pandita Empu Ratu Bagus dari Gria Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem.
SANTUNAN - Telkomsel memberikan santunan bagi 600 anak yatim dari 10 yayasan yang berlokasi di sekitar base transceiver station (BTS) di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) di bulan suci Ramadan 1436 Hijriyah. Telkomsel juga memberikan bantuan bedah masjid bagi 12 masjid di Bali dan NTB senilai total Rp 90 juta. Di Bali, bantuan kepedulian sosial berupa paket Lebaran berisi sajadah, sarung, dan uang saku diserahkan kepada 150 anak yatim dari dua yayasan, yakni Yayasan Nurul Iman di Denpasar dan Yayasan Yatim Piatu Al Karomah di Jembrana. Sementara bantuan bedah masjid berupa renovasi fisik atau pengadaan fasilitas ibadah diberikan bagi masjid yang berada di wilayah yang sama dengan kedua yayasan senilai total Rp 15 juta. Nampak dalam foto (Kirikanan) VP Sales & Marketing Telkomsel Area Jawa Bali Herry Setiawan, GM Sales Regional Bali Nusra Ihsan, GM Channel Strategy & Development Gatot Priyo Utomo, dan GM ICT Operation Regional Bali Nusra Danny Agus Triawan bersama anak-anak yatim dari Yayasan Nurul Iman Denpasar dan Yayasan Yatim Piatu Al Karomah Jembrana.
MBP/ist MBP/ist
BEASISWA - Salah satu program andalan Pemkab Jembrana di bidang pendidikan adalah pemberian beasiswa untuk mahasiswa Jembrana yang berprestasi. Di semester pertama Tahun 2015 ini (Januari - Juni) Pemkab Jembrana menyerahkan beasiswa kepada 860 orang mahasiswa dengan total dana sebesar Rp 2.580.000.000. Penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan oleh Bupati Jembrana I Putu Artha di Gedung Kesenian Bung Karno, Minggu (21/6). Turut hadir pada penyerahan tersebut Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan, anggota DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutarmi dan sejumlah Kepala SKPD Pemkab Jembrana. Artha mengapresiasi mahasiswa Jembrana yang sudah mau belajar dengan sungguh-sungguh dan memiliki prestasi baik. Artha berharap beasiswa yang diperoleh dimanfaatkan secara tepat dan bijak untuk memenuhi kebutuhan kuliah.
14
6 - 12 Juli 2015
PERPISAHAN - TK Wipara Tuban Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali menggelar perpisahan kelompok B di aula TK Wipara Tuban tahun pelajaran 2004/2015 dengan pemberian secara simbolis SKTB dan suvenir yang diserahkan oleh Pengawas TK/SD didampingi Kepala TK Wipara Ni Wayan Dasning, S.Pd. Tahun pelajaran 2014/2015 TK Wipara melaksanakan Program Kelompok Bermain (Play Group) dan kelompok A dan B. Dana kegiatan pelepasan kelompok B murni dari Yayasan Periskapura I Bandara Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Perpisahan siswa-siswi kelompok B tahun pelejaran 2014/2015 bertema ‘’You’ re My Best Frend’’. Suasana perpisahan siswa kelompok B berlangsung sangat meriah dan kekeluargaan. Nampak dalam foto perpisahan kelompok B di aula TK setempat ditandai pemberian secara simbolis SKTB dan suvenir yang diserahkan oleh Pengawas TK/SD didampingi Kepala TK Wipara Ni Wayan Dasning, S.Pd.
MBP/ist MBP/ist
SOSIALISASI - DPRD Badung, Senin (22/6), mengikuti sosialisasi akuntansi berbasis accrual dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bali. Acara tersebut dibuka Ketua DPRD Badung Nyoman Giri Prasta, S.Sos. didampingi dua wakilnya I Ketut Suiasa dan Made Sunartha. Selain pimpinan, sosialisasi ini dihadiri mayoritas anggota Dewan. Acara ini menampilkan narasumber Ketua BPKP Bali Didik Krisdiyanto. Saat membuka sosialisasi ini, Ketua DPRD Badung Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas sosialisasi ini. Acara ini, dinilainya, akan menambah pengetahuan dalam rangka pembahasan kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) 2016, pertanggungjawaban APBD 2014, serta APBD Perubahan 2015. Nampak dalam foto Ketua DPRD Badung Nyoman Giri Prasta, S.Sos. didampingi wakilnya I Ketut Suiasa dan Made Sunartha membuka sosialisasi akuntansi.
KHAYANGAN JAGAT - Sebuah pura kuno berstatus Khayangan Jagat di Bali, Pura Batu Panes di Penebel, Tabanan, tidak memiliki penyengker tembok layaknya pura–pura umum di Bali, namun justru memiliki pembatas berupa kolam air panas yang mengelilingi pura tersebut. Pura itu terletak di zona warisan UNESCO Subak sekitaran Jati Luwih. Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III mengharapkan keunikan dan kelestarian pura ini bisa dijaga. Ia mengutarakan itu ketika mendapat kehormatan diundang oleh Panitia Karya Ageng Pura Luhur Batu Panes di Penebel. Dalam kunjungan perdananya itu, Gusti Wedakara menyatakan kekagumannya dengan Pura–Pura di wilayah Tabanan yang dinilainya masih memiliki taksu. Nampak dalam foto Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III disambut pengempon dan penglingsir Pura Batu Panes Penebel Tabanan.
MBP/ist MBP/ist
TARAWIH - Dalam rangka membina tali silaturahmi, keluarga besar Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Bali kembali menyelenggarakan berbagai kegiatan di Bulan Suci Ramadan 1436 H tahun ini. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Wilayah Denpasar menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara Shalat Tarawih bersama untuk putaran pertama yang diselenggarakan pada Rabu (24/6). Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Ayodya lantai tiga BNI Kanwil tersebut dihadiri segenap keluarga besar perbankan anggota BMPD Bali. Lebih dari 200 jamaah yang berasal dari para pegawai dan keluarga perbankan di Bali khususnya yang berada di Kota Denpasar turut menghadiri kegiatan tersebut. Sebelum pelaksanaan Shalat Tarawih berjamaah tersebut, BMPD Bali juga memberikan santunan dan bantuan alat sekolah kepada 25 anak yatim piatu yang berasal dari yayasan panti asuhan di Kota Denpasar dan sekitarnya.
PAMERAN - Konsistensi perjuangan tokoh Sukarnois muda Bali yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III terhadap sejarah proklamator Bung Karno patut diteladani. Melalui lembaga yang ia dirikan bersama Sukmawati Soekarno Putri (putri Bung Karno), ia telah meletakkan dasar–dasar di Bali dan juga di Indonesia bahwa sangatlah penting untuk merayakan Bulan Bung Karno yakni 1 Juni (Hari Lahir Pancasila), 6 Juni (Hari Lahir Bung Karno), 21 Juni (Hari Wafat Bung Karno) dan 4 Juli (Hari Lahir Partai Nasional Indonesia/ PNI) kepada generasi muda bangsa. Salah satunya dengan mendukung dan mensponsori dua seniman muda Bali yakni I Ketut Suwidiarta dan I Wayan Gede Budayana dalam menghelat pameran lukisan di Pelataran Inna Bali Hotel, Jl. Veteran Denpasar sejak 21 – 25 Juni 2015 ini. Nampak dalam foto Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III membuka pameran lukisan dan koleksi Bung Karno di Inna Bali Hotel Denpasar. 6 - 12 Juli 2015
15
POLITIK Pasal-pasal tentang penyadapan yang menjadi kewenangan KPK bakal diubah. Sebelumnya, pasal mengenai penyadapan dirumuskan DPR dapat diberikan kepada KPK apabila mendapat persetujuan dari pengadilan.
Mengamputasi Kewenangan KPK
L
egislator bersepakat melakukan ‘’amputasi’’ terhadap sejumlah kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Para wakil rakyat mengabaikan penolakan Presiden Joko Widodo atas revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Kini, rencana revisi UU KPK sudah masuk ke prolegnas 2015. Ada lima kewenangan KPK yang akan dikebiri. Sejak berdiri sekitar 13 tahun silam, KPK telah banyak menjebloskan sejumlah pejabat baik di lingkuan pemerintah maupun DPR ke balik jeruji besi. Keberhasilan KPK itu berkat sejumlah kewenangan yang mempersenjatai lembaga anti korupsi tersebut. Salah satunya kewenangan penyadapan. Namun, keberhasilan KPK itu justru dinilai menjadi penghambat kebebasan praktik suap menyuap. Pelaksana tugas (Plt.) Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji mengakui revisi UU KPK berpotensi melemahkan KPK. Itu bisa dilihat dari pasal-pasal tentang Penyadapan yang menjadi kewenangan KPK bakal diubah. Sebelumnya, pasal mengenai penyandapan dirumuskan DPR dapat diberikan kepada KPK apabila mendapat persetujuan dari pengadilan, setelah lama diprotes dan wacana revisi kembali muncul DPR
16
kembali merumuskan dengan menyebut penyadapan dapat dilakukan KPK setelah proses penyidikan, artinya setelah KPK menetapkan seseorang sebagai tersangka terlebih dahulu. Bagi Indriyanto penyadapan merupakan bagian penting untuk menemukan bukti-bukti kuat dalam pengungkapan sebuah kasus. “Penyadapan itu marwah KPK,” tegasnya. Anggota Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan dari Indonesian Corruption Watch (ICW), Lola Easter mengungkapkan, ada lima poin yang menjadi catatan ICW yang berpotensi melemahkan KPK. Kelima poin tersebut terkait pencabutan penyadapan, penghapusan kewenangan penuntutan, pembentukan dewan pengawas, memperketat rumusan kolektif kolegial, dan terakhir kewenangan mengeluarkan SP3 atau menghentikan penyidikan. Kewenangan penyadapan, menurut Lola merupakan bagian terpenting dari KPK. Oleh karena itu, apabila dihapus maka pengungkapan kasus besar akan sulit dilakukan. Begitu juga jika mekanisme penyadapan diatur terlalu ketat, misalnya dengan memasukan prosedur pelaporan ke hakim pengadilan negeri, tentu akan membuat kinerja KPK melemah karena isu penyadapan sudah bocor terlebih dahulu.
Poin kedua, mengenai penghapusan kewenangan penuntutan, ICW menilai kewenangan KPK yang dapat melakukan penyidikan dan penuntutan sekaligus sudah benar, sebab apabila kewenangan penuntutan diserahakan kepada Kejaksaan maka akan membuat kinerja KPK jadi melambat. “Jika penyidikan dan penuntutan dipisah, dikhawatirkan malah akan memperlambat kinerja KPK. Kalau dilihat mekanisme di kepolisian dan kejaksaan, itu bolak-balik dan lama. Kewenangan satu atap sebetulnya progres yang baik, kenapa dibawa mundur lagi?” tanya lola. Poin ketiga, yakni soal pembentukan dewan pengawas, ICW menilai pembentukan dewan pengawas untuk mengawasi kinerja KPK tidak masuk akal. Mekanisme kontrol yang diatur dalam UU seperti selama ini sudah cukup baik, yakni dari internal oleh Bagian Pengawasan dan Penasihat serta Komite Etik KPK. Sedangkan, eksternal yaitu DPR dan Badan Pemeriksa Keuangan. Keempat mengenai revisi untuk memperketat rumusan kolektif kolegial yang mengharuskan seluruh komisioner hadir lengkap dalam setiap pengambilan keputusan, akan mempersulit KPK. “Pimpinan KPK memiliki fungsi lain dan tidak bisa terus berkumpul semuanya setiap saat,” ujarnya. Terakhir, mengenai kewenangan untuk mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). ICW menilai jika kewenangan tersebut diberikan kepada KPK, akan sangat rawan untuk dijadikan lahan korupsi. Prestasi 100 persen conviction rate KPK yang berhasil membuktikan perkara korupsi di persidangan pun, bukan tidak mungkin akan menghilang. “Ketika UU-nya sudah baik tapi malah direvisi dengan konten yang cenderung merugikan dan membonsai kewenangan KPK,” kata Lola. Hardianto
6 - 12 Juli 2015
16
Temuan BPK Dugaan Ketidakpatuhan KPU Indikasi kerugian negara Potensi kerugian Negara Kekurangan penerimaan Pemborosan Tidak diyakini kewajarannya Lebih pungut pajak temuan administrasi
Rp 34 miliar Rp 2,2 miliar Rp 7,3 miliar Rp 9,7 miliar Rp 93 miliar Rp 1,35 miliar Rp 185,9 miliar
Husni Kamil Manik
MBP/dok
Pilkada
’’Tersandung’’ Temuan Rp 334 Miliar TEMUAN Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap pengelolaan dana KPU sebesar Rp 334 miliar tak membuat KPU mundur. Pilkada serentak yang dijadwalkan Desember mendatang tetap akan bergulir. pilkada serentak tahap pertama tahun ini tidak akan diundur untuk alasan apapun. KPU pun terus berupaya menangani semua tahapan yang telah direncanakan termasuk persoalan anggaran yang sempat menjadi hambatan. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik menegaskan hasil audit BPK yang menemukan adanya indikasi kerugian negara atas anggaran Pemilu 2014 sebesar Rp 334 miliar, tidak mempengaruhi penyelenggaraan pilkada serentak yang tetap akan dilaksanakan pada 9 Desember 2015. “Kita tetap pada jadwal yang ada, dan kita akan tetap fokus siapkan hari pemungutan 9 Desember. Kalaupun ada isu lain dalam media, itu adalah dinamika yang ada dan tak pengaruhi tahapan yang ada,” kata
Husni Kamil Manik. Ia menegaskan pilkada serentak tahap pertama tahun ini, tidak akan diundur untuk alasan apapun. Bahkan untuk calon indepeden, Husni menjelaskan,sejauh ini sudah menerima 156 calon kepala daerah dari jalur independen yang sudah mendaftar dan masih dalam tahap verifikasi. Beberapa di antaranya sudah tertolak karena tidak penuhi syarat. Di lain pihak, Ketua DPD Irman Gusman juga menegaskan tidak ada alasan penundaan pilkada serentak terkait adanya temuan BPK tersebut. “Penundaan itu mengada-ada. Agenda kebangsaan harus jadi prioritas, tidak boleh dikalahkan apa pun,” kata Irman. Irman berharap pilkada serentak tahun ini dapat diikuti lebih banyak lagi oleh calon kepala daerah independen. Meski diakuinya syarat aturan mengenai syarat calon kepala daerah dari jalur independen terlalu tinggi dan memberatkan. Namun, dia berharap hal
itu tidak mengurangi calon perseorangan untuk tetap tampil bersaing dengan caloncalon yang diusung dari partai politik. Menyikapi temuan BPK ini, Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan siap menindaklanjutinya. “Kalau BPK mau laporkan ke Polri, tentu kami akan siap tindak lanjuti,” kata Badrodin di Markas Besar Polri. Badrodin mempersilakan BPK untuk memilih institusi penegak hukum mana yang akan dipercayai untuk mengusut temuan tersebut. Dugaan ketidakpatuhan KPU ini terdiri dari tujuh jenis temuan, yakni indikasi kerugian negara Rp 34 miliar; potensi kerugian negara Rp 2,2 miliar; kekurangan penerimaan Rp 7,3 miliar; pemborosan Rp 9,7 miliar; yang tidak diyakini kewajarannya Rp 93 miliar; lebih pungut pajak Rp 1,35 miliar; dan temuan administrasi Rp 185,9 miliar. Hardianto 6 - 12 Juli 2015
17
17
PENDIDIKAN
Kualitas NUN ”Digugat”, PPDB Perlu Format Baru
P
arameter penilaian peneriman peserta didik baru (PPDB) pada SMP dan SMA/SMK negeri yang diberlakukan selama ini wajib dievaluasi alias perlu diformat. Dengan kata lain, tidak lagi sepenuhnya menggantungkan parameter penilaian dari Nilai Ujian Nasional (NUN) semata. Pasalnya, kualitas NUN para lulusan SD dan SMP saat ini rata-rata sangat tinggi bahkan terkesan fantastis sehingga kemurniannya sangat meragukan. Tidak ada jaminan apakah NUN yang tinggi itu diraih dengan cara-cara benar yang menggambarkan kemampuan akademis para siswa yang sebenarnya. “Saya sering bingung melihat nilai ujian nasional siswa-siswa sekarang yang tinggitinggi sekali. Hampir tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai siswa yang berkategori pintar, menengah maupun siswa yang kurang pintar. Apakah siswa sekarang memang pintar-pintar atau bagaimana, terus terang ini membuat saya bingung,” kata pengamat pendidikan Prof. Dr. Ir. Rumawan Salain, M.Si., belum lama ini. Ketua Dewan Pendidikan Kota Denpasar ini mengaku heran karena ada sejumlah sekolah unggulan yang rata-rata NUN siswanya justru dilangkahi oleh sekolah-sekolah yang prestasi akademisnya selama ini tergolong biasa-biasa saja. Akibatnya, menuntut ilmu di sekolah unggulan tidak lagi menjadi jaminan bisa dengan mudah mendapatkan sekolah negeri di jenjang yang lebih tinggi. “Realita yang terjadi saat ini memang seperti itu. Siswa-siswa sepertinya sangat mudah bisa mendapatkan nilai 90 bahkan 100 pada ujian akhir. Apakah siswa-siswa kita sekarang memang semuanya cerdas-cerdas atau soal-soal ujian sangat gampang ataukah karena ada sebab lain, semuanya memang membingungkan,” katanya seolah mengugat. Kendati begitu, Rumawan Salain mengaku tidak berani menvonis telah terjadi kecurangan pada pelaksanaan UN seh-
18
6 - 12 Juli 2015
MBP/yudi karnaedi
Sejumlah lulusan SMP menunggu antrean pendaftaran PPDB di salah satu SMA negeri di Denpasar.
ingga rata-rata NUN siswa membumbung tinggi. Sangat berbeda dengan hasil ujian pemantapan yang menyatakan mayoritas siswa sangat kesulitan meraih standar nilai minimal yang dipersyaratkan. Jika mengacu dari indeks integritas UN SMA/ SMK yang dirilis Kemendikbud yang menempatkan Bali pada peringkat 11 terendah, tentunya hal itu bisa dijadikan parameter untuk menakar tingkat kejujuran pelaksanaan UN di Bali. “Melihat realita itu, saya menyarankan agar parameter penilaian PPDB SMP dan SMA/SMK negeri tidak sepenuhnya lagi terpaku pada NUN. Saya lebih sreg jika formatnya menggunakan kombinasi nilai rapor, nilai akhir ujian sekolah dan NUN. Jika selama ini kita masih meragukan kemurnian NUN, kita masih bisa berharap bisa mendapatkan siswa berkualitas dari nilai rapor dan nilai ujian akhir sekolahnya. Pola ini saya nilai jauh lebih fair dan objektif karena prestasi akademis siswa dari tingkat awal diikutsertakan sebagai parameter penilaian. Tidak hanya tergantung NUN di mana pelaksanaan ujiannya hanya berlangsung
kurang dari sepekan,” katanya dan menambahkan, dirinya tidak setuju adanya tes potensi akademik (TPA) atau ujian tulis pada PPDB karena sistem itu bisa membuka potensi kecurangan baru. Lebih lanjut, Rumawan Salain juga sangat mendukung jika sekolah negeri tetap menyediakan kouta 20 persen bagi siswa-siswa yang memiliki prestasi akademis maupun non akademis tanpa harus mengikuti seleksi seperti yang dilakukan oleh calon siswa baru dari jalur umum. Tentunya, prestasi itu wajib disertai dengan bukti-bukti yang absah dan bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, level prestasi yang bisa diterima lewat jalur khusus harus ditetapkan secara ketat apakah mulai dari tingkat kabupaten, provinsi atau cukup hanya prestasi tingkat nasional saja. “Selain itu, seluruh sekolah negeri juga wajib menyediakan tempat untuk siswa-siswa dari keluarga miskin dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan,” tegasnya. Sumatika
Disdikpora Bali Koordinasikan ke Pusat USULAN Ketua Dewan Pendidikan Kota Denpasar Putu Rumawan Salain agar parameter penilaian penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada SMP dan SMA/SMK negeri tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Nilai Ujian Nasional (NUN) semata, mendapat respon positif dari Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani. Ditegaskan, pihaknya akan mengkoordinasikan usulan tersebut kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Rapat Koordinasi Nasional Pendidikan maupun Rembug Nasional Pendidikan mendatang. “Ya, kami akan sampaikan usulan ke pusat. Pada even itu, Disdikpora Provinsi se-Indonesia biasanya diberi kesempatan untuk menyampaikan usulan dan aspirasi yang berkembang di daerahnya demi peningkatan kualitas pendidikan secara umum,” kata Kusuma Wardhani. Menurut Kusuma Wardhani, usulan agar parameter penilaian PPDB diperluas dengan menyertakan nilai rapor seluruh semester dan ujian akhir sekolah memang sangat logis karena seluruh hasil proses belajar siswa dihargai. Namun, kata dia, format penilaian seperti itu juga bukannya y tanpa p kelemahan. Jika pola p itu nantinya diterapkan, bisa jadi banyak
sekolah yang mendongkrak nilai rapor dan nilai ujian akhir sekolah siswa-siswanya sejak awal dengan harapan rata-rata nilai komulatif siswa setelah digabungkan dengan NUN tetap tinggi. Dengan kata lain, selalu ada celah bagi pihak sekolah untuk melakukan kecurangan. “Makanya, saya lebih sreg jika kesadaran pihak sekolah untuk meningkatkan integritas atau kejujuran dalam penyelenggaraan UN yang perlu diprioritaskan untuk dipacu. Kesadaran itu yang harus ditumbuhkembangkan jika kita semua punya komitmen bulat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya,” tegasnya. Oleh karena itu, Kusuma Wardhani mengaku menaruh harapan besar terhadap rencana Kemendikdub untuk menerapkan UN berbasis komputer (computer based test) untuk menggantikan sistem paper based test yang diberlakukan selama ini dan dinilai rawan kebocoran dan kecurangan. Pola ini diharapkan mampu menjawab keragu-raguan masyarakat tentang kemurnian hasil NUN. Pasalnya, UN berbasis komputer dinilai mampu meminimalisasi terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan UN, menghindari terjadinya kebocoran soal UN yang biasanya terjadi saat pendistribusian naskah soal j p UN sekaligus menutup celah peserta UN men untuk bekerja sama sam karena setiap peserta UN mendapat var variasi soal yang berbeda. Namun diakuinya, penerapan UN berbasis komputer itu tidak bisa direalisasikan dengan serentak di seluruh sekolah lantaran se belum seluruh sekolah didukung dengan sek fasilitas yang memadai untuk menerapkan mem sistem tersebut. “Sebelum seluruh seko“ lah mampu melaksanakan UN berbasis mela komputer itu, mungkin usulan untuk m memperluas parameter penilaian PPDB para itu ada baiknya untuk un dikaji lebih matang. Kami akan koord koordinasikan usulan ini ke pusat,” tegasnya lagi. tega Sementara itu, Kepala Sem Disdikpora Kota DenDi pasar IGN Eddy Mulya p mengaku sepakat jika parameter penilaian PPDB SMP dan SMA/ SMK negeri dievaluasi. Termasuk memperluas T parameter penilaian dari pa
IGN Eddy Mulya
hanya menggunakan NUN ditambah nilai rapor per semester dan nilai ujian akhir sekolah. Hal ini penting guna mencari dan menemukan kekurangan serta kelebihan dari sistem tersebut. Kendati begitu, dia menegaskan pihaknya tidak bisa mengambil keputusan, mengingat selama ini Disdikpora kota menganut sistem pengikut, yakni mengikuti arahan dari Disdikpora Bali sebagaimana dengan kabupaten/kota lainnya. “Dalam konteks ini, kami setuju ada evaluasi terhadap parameter penilaian PPDB untuk mendapatkan pola yang terbaik. Namun, kamu tidak bisa mengambil keputusan karena pola apa pun yang diterapkan pada PPDB biasanya mengikuti arahan dari Disdikpora Provinsi,” kata Eddy Mulya. Menyikapi usulan evaluasi parameter penilaian PPDB tersebut, kata mantan Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Kota Denpasar ini, pihaknya berjanji akan melakukan koordinasi dengan Disdikpora Provinsi Bali. Pasalnya, pihaknya tidak punya kewenangan memutuskan karena ada instansi yang lebih tinggi. “Kami di Disdikpora Kota Denpasar hanya bisa melaporkan dan berkoordiasi ke Disdikpora Provinsi Bali. Segala format yang selama ini diberlakukan dalam proses PPDB selalui mengikuti petunjuk dari Pemprov karena system kebersamaan. Kalau usulan itu dinilai lebih logis, kenapa tidak dipertimbangkan?” tegasnya. Sumatika 6 - 12 Juli 2015
19
MANCANEGARA
Darurat Panas di Pakistan
B
anyaknya korban tewas yang jatuh akibat gelombang panas membuat pemerintah Pakistan bertindak cepat. Otoritas Manajemen Bencana Pakistan (NDMA) telah menerima perintah dari Perdana Menteri Nawaz Sharif untuk segera mengumumkan situasi darurat. Selain untuk mengumumkan situasi darurat, NDMA juga mengatakan, Sharif telah memerintahkan untuk segera menambil tindakan cepat guna mengatasi serangan hawa panas ini. Salah satu langkah yang dibuat NDAM adalah membuat pusat penanganan serangan gelombang panas. Pusat serangan panas ini dibentuk untuk merawat mereka yang kelelahan atau menderita dehidrasi akibat hawa panas ekstrim. “Kami juga telah menerjunkan tentara untuk membantu di pusat perawatan,� bunyi pernyataan NDMA. Pusat perawatan sejenis sejatinya sudah pernah dibuat oleh India ketika hawa panas juga menyerang negara tetangga
20
6 - 12 Juli 2015
Pakistan tersebut. India menyediakan obat-obatan, air bersih, dan isotonik untuk membantu mereka yang terserang hawa panas ekstrim. Jumlah korban hawa panas di Pakistan sendiri sejauh ini sudah mencapai lebih dari 1.000 jiwa. Kamar-kamar jenazah dan para penggali kubur di kota terbesar di Pakistan itu kerepotan menangani korban tewas yang terus bertambah sejak suhu ekstrem ini terjadi akhir pekan lalu. “Jumlah korban tewas sudah melebihi 1.000 orang dan kemungkinan akan bertambah hingga 1.500 orang,� kata Anwar Kazmi, juru bicara Yayasan Edhi, organisasi amal terbesar di Pakistan. Berdasarkan data dari sejumlah rumah sakit di Karachi, jumlah korban tewas mencapai 1.079 orang. Sementara itu, berbagai rumah sakit di Karachi merawat setidaknya 80.000 orang korban gelombang panas. Setelah beberapa hari suhu udara di Karachi mencapai lebih dari 40 derajat Celcius, angin laut mulai bertiup dan awan mulai menutupi matahari se-
hingga membawa sedikit kesejukan di kota tersebut. Sebagian besar korban tewas ini adalah mereka yang berusia lanjut, warga miskin dan para pekerja kasar yang harus bekerja di tempat terbuka. Selain itu, Asosiasi Dokter Pakistan (PMA) menyebut minimnya pemahamaman warga tentang gejala seseorang yang terkena gelombang panas dan cara memberi pertolongan pertama, berkontribusi atas tingginya jumlah korban. Kesulitan warga Pakistan bertambah karena terjangan gelombang panas kali ini bertepatan dengan saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa. Di tengah terjangan udara panas ini, umat Muslim Pakistan tetap berpuasa. Selain karena taat menjalankan perintah agama, undang-undang Pakistan juga melarang warga makan atau minum di tempat umum saat siang hari sepanjang bulan Ramadan. Gugiek Savindra
Ponsel, Alat Penting Dewasa Ini TELEPON seluler (ponsel) atau telepon genggam atau handphone (HP) tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari. Handphone menjadi alat yang sangat diperlukan dalam beraktivitas. Namun, apakah Anda tahu asal mula alat ini? Penemu sistem telepon genggam yang pertama adalah Martin Cooper, seorang karyawan Motorola pada tanggal 3 April 1973, walaupun banyak disebut-sebut penemu telepon genggam adalah sebuah tim dari salah satu divisi Motorola (divisi tempat Cooper bekerja) dengan model pertama adalah DynaTAC. Ide yang dicetuskan oleh Cooper adalah sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara eksibel. Cooper bersama timnya menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil tersebut untuk pertama kalinya. Namun, akhirnya sebuah telepon genggam pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua kilogram. Untuk memproduksinya, Motorola membutuhkan biaya setara dengan US$1 juta. Pada tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$4 ribu (Rp 36 juta) berhasil dibuat. Setelah berhasil memproduksi telepon genggam, tantangan terbesar berikutnya adalah mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung sistem komunikasi telepon genggam tersebut dengan menciptakan sistem jaringan yang hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia. Tokoh lain yang diketahui sangat berjasa dalam dunia komunikasi selular adalah Amos Joel Jr yang lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918. Dia memang diakui dunia sebagai pakar dalam bidang switching. Ia mendapat ijazah sarjana dan master dalam teknik elektronik dari MIT. Tidak lama setelah berhasil menamatkan studinya, ia memulai kariernya selama 43 tahun di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching. Amos E Joel Jr, membuat sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain sehingga pembicaraan tidak terputus. Karena penemuan Amos Joel inilah penggunaan ponsel menjadi nyaman. Saat itu, handphone pertama di dunia disebut sebagai 1G yang masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS, menggunakan frekuensi 825Mhz-894Mhz dan dioperasikan
pada Band 800Mhz inilah yang disebut sebagai Handphone Generasi I. Kelemahannya adalah bentuk yang terlalu besar, sehingga kurang nyaman bila digunakan. Selain itu pergerakan pengguna pun dibatasi agar jaringan dapat tetap terhubung karena teknologi saat itu belum maksimal untuk menjangkau jaringan saat pengguna berpindah tempat. Generasi II muncul pada sekitar tahun 1990-an di Amerika dengan menggunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan GSM. Analognya sudah digantikan dengan digital. Untuk Generasi III, sudah hadir koneksi 3G yang menghadirkan layanan internet. Pada generasi ini kecepatan data sudah lebih meningkat dan dapat digunakan untuk panggilan video (Video Call). Untuk tipe inilah yang saat ini paling banyak beredar di pasaran dengan berbagai macam sistem operasi seperti android, mac (apple), windows phone, blackberry, dll. Sejak generasi III ini mulailah muncul istilah smartphone untuk handphone dengan berbagai kemampuan yang sangat membantu aktivitas kita. Kemudian lahir Generasi IV yang menggunakan koneksi 4G. Koneksi 4G ini memberikan kecepatan tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan eksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Gugiek Savindra
6 - 12 Juli 2015
21
DAERAH Sejumlah wisatawan sedang menikmati indahnya pemandangan Gunung dan Danau Batur dari Desa Suter.
Pemasukan PAD Pariwisata
S
ebenarnya Bangli memiliki potensi pariwisata yang cukup besar seperti Kintamani dengan Danau Batur dan Penelokan yang memiliki panorama indah. Kekayaan pariwisata lainnya seperti desa wisata yang kini semakin banyak dikunjungi wisatawan. Namun sayangnya potensi tersebut dari sisi ekonomi belum digarap maksimal sehingga belum banyak memberikan kontribusi baik bagi masyarakatnya maupun PAD (Pendapatan Asli Daerah). PAD Bangli tahun 2014 targetnya Rp 66 miliar sedangkan tahun 2015 ini meningkat menjadi Rp 82 miliar. Sedangkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD tahun 2014 ditarget Rp 8,4 miliar dan tahun 2015 ini
22
6 - 12 Juli 2015
Rp 18 miliar. Pemkab Bangli melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata selama ini tampaknya hanya fokus menggali pendapatan dari retribusi yang dipungut melalui pos pungut yang ada di pintu masuk Kintamani dari arah Gianyar. Sementara dari arah timur tepatnya perbatasan antara KarangasemBangli, potensi pendapatanya masih terabaikan. Padahal jumlah wisatawan yang selama ini datang dari Karangasem maupun Klungkung melalui Suter cukup banyak. Menurut Ketua Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Abang Erawang Nengah Suratnata saat ditemui belum lama ini sejak berubahnya Penelokan menjadi pasar, banyak wisatawan yang enggan untuk da-
tang ke objek wisata itu. Sebagai gantinya, wisatawan khususnya yang datang dari Klungkung maupun Karangasem, kebanyakan memilih Desa Suter untuk melihat keindahan pemandangan danau dan Gunung Batur. Dalam sehari jumlah wisatawan yang menyaksikan pemandangan dari Suter cukup banyak. Bahkan bila dirata-ratakan, jumlah kendaraan pengangkut wisatawan yang datang ke Suter dari arah Karangasem dan Klungkung mencapai 70 unit. Dimana dalam satu mobil biasanya berisi 4 penumpang. “Itu saat hari-hari biasa. Kalau hari libur bisa sampai 100 unit,� terangnya. Biasanya setelah puas menyaksikan pemandangan di Suter, hampir 75 persen wisatawan tersebut
Tambah Pos Pungut
Belum Optimal langsung kembali ke arah Karangasem tanpa singgah ke Kintamani. “Hanya 25 persen saja yang melanjutkan perjalanan ke Kintamani. Sisanya balik lagi ke arah Karangasem,” ujarnya. Melihat kondisi tersebut, dia menilai sejatinya Pemkab Bangli sudah kehilangan banyak pendapatan. Semestinya, Pemkab bisa mengambil peluang pendapatan yang ada dengan membuatkan pos pungut baru di jalur masuk Bangli dari Karangasem. Sebagaimana pos pungut yang dibuat di Sekardadi Kintamani. Suratnata mengaku bahwa dirinya sempat menyampaikan hal tersebut ke Disbudpar. Dalam usulannya itu, dirinya meminta kepada Disbudpar untuk menyediakan tiga petugas pungut. Hanya saja usulan tersebut tidak pernah mendapat tanggapan. Bahkan untuk meyakinkan Disbudpar, dirinya sampai membawa data lengkap mengenai jumlah kunjungan yang masuk melalui jalur tersebut. “Tapi apa yang saya sampaikan tidak mendapat tanggapan,” ujarnya. Swasrina
USULAN yang disampaikan Ketua Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Abang Erawang Nengah Suratnata terkait perlunya Pemkab Bangli membuat pos pungut baru di pintu masuk Bangli dari arah Karangasem, ditanggapi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Wayan Adnyana. Adnyana mengatakan bahwa pos pungut di pintu masuk Bangli tersebut sudah ada sejak lama. Bahkan retribusi yang selama ini dipungut dari pos pungut Suter sudah masuk ke daerah. Dihubungi belum lama ini Adnyana menjelaskan pos pungut di pintu masuk Bangli dari arah Karangasem lokasinya berada di depan pasar Suter. Di pos pungut tersebut pihaknya selama ini sudah menugaskan dua orang petugas. Petugas yang ditugaskan tersebut, kata Adnyana, merupakan warga dari Desa Suter. “Sudah dari dulu ada pos pungutnya di sana,” tegasnya. Mantan Kepala Kantor Perizinan ini juga mengatakan bahwa sistem pemungutan yang dilakukan di pos pungut Suter sama seperti sistem pemungutan di pos Sekardadi. Dimana kendaraan yang dipunguti retribusi hanyalah kendaraan pengangkut wisatawan. Demikian juga karcis yang diberikan kepada wisatawan, tarifnya sama seperti yang dikenakan terhadap wisatawan yang masuk melalui arah Gianyar. Disinggung berapa jumlah wisatawan per hari yang masuk ke Kintamani melalui jalur Suter, Adnyana tidak bisa menyebutkan angka yang pasti. Dia hanya mengatakan pendapatan dari pos Suter selama ini digabung dengan pos pungut Sekardadi. Sebelumnya Ketua Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Abang Erawang Nengah Suratnata menilai Pemkab Bangli selama ini kurang gereget dalam menggali pendapatan dari sektor pariwisata. Menurutnya, dengan banyaknya wisatawan yang masuk melalui jalur Suter Pemkab Bangli semestinya bisa mengambil peluang untuk menggali pendapatan dengan membuatkan pos pungut baru di jalur masuk Bangli dari Karangasem. Sebagaimana pos pungut yang dibuat di Sekardadi Kintamani. Suratnata mengaku bahwa usulannya itu sebenarnya sudah sempat disampaikannya langsung ke Disbudpar Bangli, lengkap dengan data jumlah kunjungan yang masuk melalui jalur Suter. Dalam usulannya itu, dirinya meminta kepada Disbudpar untuk menyediakan tiga petugas pungut. Hanya saja dia mengaku bahwa usulan tersebut tidak pernah mendapat tanggapan sampai saat ini. Swasrina
6 - 12 Juli 2015
23
K E S E H ATA N
Pola Asuh Demokratis Cocok Bangun Karakter Anak
P
ola asuh demokratis ini cocok dalam kaitan membangun karakter anak lebih elegan dan lebih baik. Pola demokratis ini, mengapresiasi mekanisme sosial yang dinilai lebih mendatangkan kebaikan bersama bagi orang banyak. Jika dikaitkan istilah pemimpin, maka pemimpin demokratis adalah pemimpin yang memberikan penghargaan dan kritik secara objektif, positif dan proporsional. Tindakan-tindakan pemimpin demokratis, mengkondisikan anak berpartisipasi aktif pada kegiatankegiatan kelompok. Si anak diposisikan sebagai seorang kawan. Peran dan interaksinya di group sebagai sahabat. “Pola asuh demokratis ini mencerminkan nilai-nilai demokrasi seperti kebebasan, humanisme. Kebebasan yang diberikan bersifat positif-konstruktif,” papar Dokter spesialis Kesehatan Jiwa RSUP Sanglah dr. A.A. Sri Wahyuni, Sp.K. Bentuk pola asuh demokratis tergantung faktor dari dalam dan luar. Pengasuh bisa bersifat maha kuasa juga tidak berkuasa. Dalam mengasuh anak, idealnya harus
24
6 - 12 Juli 2015
seimbang. Anak tidak boleh dibiarkan bebas, sebebas-bebasnya. Dan juga anak jangan terlalu dikuasai. Dalam hal ini, mengasuh itu harus membimbing si anak ke arah perkembangan psykis anak lebih baik. “Pola asuh demokratis ditandai orangtua mengakui kemampuan anak. Anak diberi kesempatan tidak selalu tergantung kepada orangtua,” jelas dr. A.A. Sri Wahyuni, Sp.K. Orangtua memberi kebebasan kepada anak dalam hal memilih apa yang terbaik, bagi dirinya. Anak didengarkan pendapatnya. Anak juga dilibatkan dalam pembicaraan terutama menyangkut kehidupan anak itu sendiri. Anak diberi kesempatan mengembangkan kontrol internalnya, sehingga sedikit demi sedikit berlatih bertanggung jawab kepada diri sendiri. Anak dilibatkan dan diberi kesempatan berpartisipasi, mengatur hidupnya. Lain lagi pola asuh permisif. “Pola asuh ini lebih didominasi anak,” ujarnya. Pola ini bersifat longgar. Pola ini memberikan kebebasan penuh pada anak. Anak cenderung selalu diberikan materi atau hal-hal yang mereka butuhkan berkaitan harta.
Anak, tidak pernah diberikan perhatian atau kasih sayang. Orangtua yang menggunakan pola asuh ini, biasanya karena orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Para orangtua tipe ini, cenderung melupakan anak-anaknya. Anak yang diasuh dengan pola ini cen-derung tumbuh menjadi anak nakal, kurang perhatian, memiliki kemampuan sosial buruk dan kurang mampu menghargai orang lain. Pola asuh permisif ini cenderung memberi kebebasan terhadap anak untuk berbuat apa saja. Pola ini sangat tidak kondusif bagi pembentukan karakter anak. “Bagaimana pun anak tetap memerlukan arahan dari orangtua untuk mengenal mana yang baik dan mana yang salah,” jelasnya. Dengan memberi kebebasan berlebihan, apalagi terkesan membiarkan, akan membuat anak bingung dan berpotensi salah arah. “Orangtua yang demokratis lebih mendukung perkembangan anak terutama dalam hal kemandirian dan tanggung jawab,” ujarnya. Citta Maya
Otoriter, Ciptakan Agresivitas POLA asuh orangtua berbedabeda. Latar belakangan pendidikan, sosial, budaya, agama memengaruhi keberadaan anak. Pola asuh membentuk karakter anak dan masa depan seorang anak. Bisa jadi, masih banyak orangtua tidak mengerti pola asuh ideal yang mesti diterapkan kepada anaknya. Karena itu, perlu diketahui cara dan metode membentuk anak yang baik itu seperti apa. Dokter spesialis Kesehatan Jiwa RSUP Sanglah dr. A.A. Sri Wahyuni, Sp.KJ mendeskripsikan, ada pola asuh otoriter. Pola asuh ini cenderung memaksa dan harus dituruti. Orangtua yang memiliki pola asuh jenis ini selalu berusaha membentuk, mengendalikan, dan mengevaluasi perilaku serta sikap anak. Semua didasarkan serangkaian standar mutlak, nilai-nilai kepatuhan, menghormati otoritas, kerja, tradisi, tidak saling memberi dan menerima dalam komunikasi verbal. Orangtua, kata A.A. Sri Wahyuni, kadang-kadang menohok anak dengan sering menerapkan hukuman. Orangtua tipe ini sangat kaku dan tidak mengenal kompromi ketika berinteraksi dengan anaknya. “Dalam pola asuh ini orangtua lebih dominan,” imbuhnya. Pola asuh
otoriter cenderung membatasi perilaku kasih sayang, sentuhan, dan kelekatan emosi antara orangtua dan anak, sehingga antara orangtua dan anak seakan memiliki dinding pembatas, yang memisahkan “si otoriter” (orangtua) dengan “si patuh” (anak). Ada keterkaitan antara faktor keluarga dan tingkat kenakalan keluarga. Contohnya, keluarga yang broken home, kurang dalam menjalin kebersamaan dan interaksi antarkeluarga. Sedangkan, orangtua yang otoriter cenderung menghasilkan remaja bermasalah. Pada akhirnya, hal ini akan berpengaruh terhadap kualitas karakter anak. Hukuman fisik, hemat Sri Wahyuni, umumnya diterapkan dalam pola asuh otoriter. Pola ini sesungguhnya kurang efektif dalam upaya membentuk tingkah laku anak lebih baik. Alasannya, pola otoriter ini dapat mengkondisikan sifat-sifat pemarah bahkan frustasi. Hal ini sesungguhnya tidak cocok untuk perkembangan anak-anak. Pola otoriter, memunculkan perasaan-perasaan menyakitkan yang mendorong tingkah laku agresif. Akibat-akibat hukuman itu, dapat meluas sasarannya. Sementara, anak bisa menahan diri memukul atau merusak
dr. A.A. Sri Wahyuni, Sp.KJ
sesuatu ketika ada orangtuanya. Tetapi segera melakukan setelah orangtua tidak ada. Contoh tingkah laku agresif orangtua itu kemudian menjadi model bagi anak. Citta Maya
6 - 12 Juli 2015
25
LENSA
POHONKU Akhir-akhir ini kasus penebangan liar kian marak di Bali. Selain merusak alam, hal ini juga berdampak pada lingkungan yang ada di sekitarnya. Maka dari itu mari jaga alam Bali, khususnya pohonpohon yang berperan sebagai paru-paru dunia.
OLAHRAGA
Ketidakberuntungan N asib buruk menguntit siapa saja. Mantan pelari gawang Tiongkok Liu Xiang didera ketidakberuntungan secara beruntun. Kariernya terhenti karena cedera dan kini bahtera perkawinannya pun kandas, laporan Associated Press. Ironinya itu belum genap dalam setahun. Liu yang meraih medali emas lari gawang 110m di Olimpiade Athena 2004, memutuskan untuk berpisah dengan istrinya Ge Tian. Rumah tangganya yang baru berumur 9 bulan itu harus terhenti karena ketidakcocokan. “Kami mengakhiri perkawinan ini,” katanya dalam pesan yang diunggah di
media sosial. “Kami berharap bisa menjalani hidup masing-masing dengan baik dan kami saling mendukung.” Pria kelahiran Shanghai 31 tahun lalu menikahi aktris cantik Ge pada September lalu. Ia menuju pelaminan hanya empat bulan setelah memutuskan pansiun dari kariernya sebagai olahragawan. Hanya dalam hitungan dua jam setelah pesan itu diunggah, tak kurang 100 ribu pesan muncul dan sebagian besar mendukung dia. Peraih medali emas di Kejuaraan Dunia 2007 itu menjadi bintang Tiongkok di cabang atletik. Liu tiga kali berturutturut menjuarai nomor favoritnya itu di Asian Games Busan (2002), Doha (2006)
dan Guangzhou (2010). Sayangnya di saat puncak kariernya itu, ia justru menghadapi anti klimaks di Olimpiade Beijing 2008. Di depan pendukungnya sendiri di stadion Birds’ Nest, ia mengalami cedera kaki saat menjalani babak kualifikasi. Empat tahun kemudian di London, ia mengalami persoalan serupa. Ia langsung terjatuh usai melakukan start. Namun ia mendapat tepuk tangan meriah penonton di stadion Olimpiade, saat berjingkatjingkat dengan satu kaki menuntaskan lomba sambil memegang kaki lain yang cedera otot. Yudi Winanto
MBP/ap
Mantan pelari gawang Tiongkok Liu Xiang.
28
6 - 12 Juli 2015
Memaknai Kekecewaan MBP/rtr
Petinju putri asal Inggris Nicoa Adams meraih medali emas di kelas 51 kg di European Games, Baku, Azerbaijan.
Target Berikutnya SEPERTI halnya keberuntungan, sukses pun tak bisa diprediksi. Bahkan dia bisa datang berkali-kali. Itu yang dialami petinju Inggris Nicola Adam. Perempuan berusia 32 tahun itu menjadi petinju pertama asal Inggris yang menjuarai Olimpiade pada 2012 lalu. Dua tahun kemudia ia melengkapi gelarnya dengan memenangkan medali emas di Commonwealth Games di Glasgow. Pertengahan pekan ini Adams kembali menunjukan kehebatannya dengan merebut medali emas di kelas terbang di European Games di Baku Azerbaijan. Event ini seperti Olimpiade namun hanya melibatkan negara-negara di kawasan benua Eropa. Di final Admas meraih kemenangan angka atas Sandra Drabik asal Polandia. Dua juri memberikan skor 39-37 untuk dia sedangkan juri ketiga memutuskan imbang 38-38. Dengan kemenangan ini, Adams meneruskan dominasinya di kelas terbang setelah menjuarai nomor di Kejuaraan Amatir Eropa. “Over the moon,” katanya seperti diungkapkan tim Inggris kepada Associated Press. Target adam berikutnya adalah mempertahankan gelar di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Yudi Winanto
SEBAGAI legenda Anfield, Steven Gerrard tak bisa membayangkan saat dia dibangkucadangkan oleh pelatih Brendan Rodgers. Kenangan buruk di stadion Santiago Bernabeu, saat Liverpool dikalahkan Real Madrid di Liga Champions itu, bukan satu-satunya yang menghantui dia sebelum meninggalkan klub itu dan pindah ke LA Galaxy. Pemain kapten timnas Inggris itu meninggalkan Anfield pada Mei lalu setelah 17 tahun dibela dan 700 pertandingan diikuti. Gelandang berusia 35 tahun itu melanjutkan karier di benua Amerika dengan berlaga di di kompetisi MLS setelah tak lagi diperkukan di the Reds. “Saat saya diberitahu bahwa saya tidak bermain, demi tim dan skuad dan hubungan saya dengan Rodgers, saya bersedia dan menerimanya,” kata Gerrard dalam wawancara dengan mantan rekannya di timnas Inggris Rio Ferdinand di program acara televisi BT Sport. Namun Gerrard pun menyadari bahwa saat itu juga karier panjangnya di Liverpool menuju babak akhir. “Saya duduk di bangku cadangan dengan hati hancur karena saya memang ingin bermain. Semangat itu memaksa saya membuat keputusan dan mencoba sesuatu yang baru,” lanjutnya berusaha memaknai arti kekecewaan itu. Rodgers memang selanjutnya memanggil Gerrard dan masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-69. Namun Liverpool akhirnya menyerah 0-1. Musim lalu, dia bermain 41 kali namun statusnya tidak lagi sebagai pemain utama atau tim inti. Itu adalah peristiwa pertama sejak ia menjadi kebanggaan di stadion the Kop dalam 17 tahun. Gerrard yang dijuluki “greatness” dalam poster promosi LA Galaxy, juga meradang dengan hasil didapat klubnya sepanjang musim lalu. Meski musim lalu sebagai runner-up, Liverpool mengakhiri musim 2014/2016 dengan menduduki tempat ke-6, terlempar dari kompetisi Liga Champions. Dia juga mengenang peristiwa terburuk yang tidak pernah dilupakan dalam sejarh hidupnya yakni saat terpeleset di tengah lapangan saat Liverpool tinggal selangkah lagi merengkuh gelar juara kompetisi Liga Inggris pada dua musim lalu. Kenangan buruk itu terjadi pada April 2014 saat Liverpool menjamu Chelsea.
Gara-gara terpeleset, Gerrard terjatuh dan penyerang the Blues Demba Ba lepas dari pengawalannya sebelum mencetak skor pembuka. Kekalahan memalukan di depan pendukung sendiri itu, berlanjut dan the Reds tidak pernah pulih. Manchester City pun akhirnya mencuri trofi juara. “Terpeleset itu terjadi pada saat yang tidak tepat. Kejadian itu kejam bagi saya secara pribadi. Kenangan itu sangat membekas dan selalu teringat. Apa jadinya bila itu tidak terjadi,” ungkap Gerrard dalam wawancara itu. “Saya mempunyai banyak kenangan baik dan selalu saya ingat. Tapi satu kejadian (terpeleset di tengah lapangan) akan selalu menyakitkan bagi saya hingga saya meninggalkan klub ini,” katanya seperti dikutip Reuters. “Karena jika saya mendapatkan gelar juara, saya berarti mewujudkan mimpi saya bersama Liverpool. Dan sebagai seorang laki-laki, (kegagalan) itu amat menyakitkan.” Yudi Winanto
MBP/rtr
Mantan gelandang dan Kapten Liverpool Steven Gerrard. 6 - 12 Juli 2015
29
OLAHRAGA
Ni Putu Rismayanti
Bonus Juara Dunia untuk Kuliah TIGA nomor, tiga medali emas. Ini hasil yang dipetik Ni Putu Rismayanti dalam Kejuaraan Karate Lemkari Antar-Pelajar dan Mahasiswa memperebutkan Piala Dhamantra II/2015 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, 20-21 Juni lalu. Nomor-nomor itu meliputi kumite kadet (-54 kg), kata perorangan kadet, serta kata beregu kadet bersama Ni Kadek Irena, dan Komang Dita Tri Sundari. Prestasi itu merupakan kelanjutan dari kiprahnya pada Kejuaraan Dunia Terbuka Master Bassel 2013 di Swiss di mana dia merebut emas nomor kumite kadet (-48 kg) dan perak pada kata perorangan kadet. Risma, demikian karateka ini akrab disapa, juga menyabet emas nomor kumite pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Atas hasil yang ditorehkan di Swiss, Risma menerima kucuran bonus dari Menpora. Gadis ini pun tidak segan-segan membeberkan nilai bonus yang diterimanya. ‘’Untuk medali emas saya dapat Rp 12,5 juta, sedangkan perak Rp 10 juta, sehingga totalnya Rp 22,5 juta,’’ tutur putri pertama pasangan Wayan Reken dan Ketut Nyafri ini. Bonus yang didapatnya ditabung untuk biaya kuliah. Risma bercita-cita melanjutkan studi ke Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. ‘’Saya bercita-cita jadi guru olahraga,’’ sebut karateka kelahiran Banjar Kerta Buana, Batur Selatan, Kintamani, Bangli, 12 Februari 2000 ini. Atlet yang baru tamat dari SMPN 1 Kintamani, dan kini baru diterima di SMAN 1 Kintamani ini, kini menyiapkan diri mengikuti O2SN tahun depan. Targetnya adalah menjadi juara lagi sehingga kembali dipercaya mewakili Merah Putih pada Kejuaraan Dunia Terbuka Master. Untuk itu, ia harus menyantap menu latihan dari sang pelatih hampir tiap hari. Risma berlatih pukul 16.00-20.00, setelah beristirahat sepulang dari sekolah. Hanya malam ada waktu untuk belajar dan mengerjakan PR. Risma mulai belajar karate sejak duduk di bangku kelas II SDN 1 Batur. Dia mengikuti jejak sang ayah. Risma ditempa di Dojo Batur oleh kuartet pelatih Suarja, Made Lenen, Masadana, dan Sudana. ‘’Saya senang berlatih karate. Selain menyehatkan badan, jika juara dapat piala, hadiah, dan bonus,’’ ucapnya. MBP/nel
30
6 - 12 Juli 2015
Daniel Fajry
Catur Bali Bidik PON dan O2SN BALI selama ini dikenal mempunyai pecatur-pecatur andal yang mampu bersaing di tingkat nasional. Hal itu tidak pelak membuat beberapa daerah peserta PraPON nanti khawatir atletnya tidak lolos ke PON 2016 di Jawa Barat. Skenario pun disusun demi menghindari pertemuan dengan tim Pulau Dewata. Tim catur Bali yang semula berada di Grup I bersama NTB, NTT, Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara entah kenapa tiba-tiba dipindahkan ke Grup II yang berisikan NTT, NTB, Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Barat (Kalbar), Papua, dan Maluku. Percasi Bali tidak terlau memusingkan hal itu. Pecatur daerah ini yang pada dua Pra-PON sebelumnya selalu lolos, siap menghadapi siapa pun lawan demi membidik target merebut tiket ke PON XIX. Tidak peduli meski dalam satu grup hanya menyediakan satu jatah. Menurut Sekretaris Umum Pengprov Percasi Bali Agus Dei Segu di Denpasar pekan lalu, jika tidak mampu meraih tiket langsung ke PON, masih ada babak play-off untuk sampai ke Jabar. Tidak hanya pecatur senior yang bersiap menyongsong pertandingan tingkat nasional. Atlet catur pelajar Bali juga akan berlaga dalam kejuaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Makassar, Sulawesi Selatan, 1-8 Agustus. Pecatur yang dikirim disaring lewat O2SN yang diadakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali di Denpasar belum lama ini. Empat pecatur bakal diberangkatkan ke Makassar. Mereka adalah para juara pertama tingkat SD dan SMP putra-putri. Pecatur dimaksud masing-masing Made Agung Aditya Mahadev Putra asal SD 1 Baturinggit, Karangasem, Nonia Andyk Ulandari (SD 3 Gilimanuk, Jembrana), Nyoman Yoga Prananta (SMPN 1 Ubud, Gianyar), dan Gracelia Paramesthy Samekto (SMPN 1 Kuta Utara, Badung). Dari hasil di atas terlihat bahwa kekuatan catur di Bali sekarang ini tidak didominasi satu kabupaten atau kota saja, tetapi telah merata ke semua wilayah. Ini buktinya, Badung meraih 1 medali emas dan 1 perak, Gianyar mendapat 1 emas dan 1 perunggu, Jembrana kebagian 1 emas dan 1 perunggu, Karangasem
menerima 1 emas, Denpasar menyabet 2 perak, Buleleng mengoleksi 1 perak, dan Tabanan memperoleh 2 perunggu. Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Dinas Pendidikan Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Bali Gede Wirasuta, S.E., didampingi Panitia Pelaksana Ir.
I Ketut Suwita dan Ir. I Ketut Catur Muliawan menyatakan, O2SN memiliki jenjang sampai internasional, tetapi hanya dua cabor sampai ke level itu, salah satunya catur. Eka Parananda
MBP/kmb41
Ni Putu Widiari, atlet catur putri senior Bali. 6 - 12 Juli 2015
31
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
LUNCURKAN BUKU - PTS tertua di Bali Universitas Mahendradatta (d/h) yang menggunakan lambang dari Ratu Mahendradatta Gunapriya Dharmapatni yang diambil dari relief Patung Durga terbesar di Indonesia yang berstana di Pura Durga Kutri, Desa Buruan, Gianyar, akhirnya meluncurkan sebuah buku yang sudah ditunggu–tunggu masyarakat Bali. Bagaimana tidak, Pura Durga Kutri adalah satu–satu pura khayangan jagat di Bali yang secara langsung memuliakan nama Ratu Mahendradatta sebagai permaisuri dari Raja Udayana, di samping Ratu Mahendradatta sangat dikenal sebagai pemuja Durga yang taat. Maka dari itu, sebagai salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Unmar meluncurkan sebuah buku yang bertajuk ‘’Sejarah Pura Durga Kutri (Simbol Kedigjayaan Ratu Mahendradatta Bali)’’. Nampak dalam foto IGA Sri Wichaya Gangga Dewi WS, S.H., M.Kn. (Dewan Penasihat Universitas Mahendradatta) bersama Pemkab Gianyar dan tokoh Pura Durga Kutri dan peneliti FISIP Unmar di Kantor Bupati Gianyar.
PEDULI LINGKUNGAN - Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2015 dan menyambut HUT ke-59 Danamon pada 16 Juli 2015 serta mendukung perkembangan pasar tradisional, Danamon dan Adira (Danamon Group) area Bali mengadakan kegiatan peduli lingkungan di Pasar Ketapian, Denpasar, Sabtu (20/6). Dengan tema ‘’Pasarku Bersih Sehat dan Sejahtera’’, Danamon Group memberikan bantuan 10 tong sampah, 96 pot dan tanaman hias di lingkungan pasar, pengadaan petunjuk los dan papan nama pasar, pembuatan 4 taman di lingkungan pasar, dan pengadaan washtafel, juga dukungan 200 relawan yang berasal dari karyawan Danamon dan Adira area Bali. Kegiatan peduli lingkungan di Pasar Tradisional Ketapian ini merupakan pelibatan dan partisipasi Danamon Group dan masyarakat dalam membangun kesadaran bersama akan pentingnya tindakan nyata untuk membantu upaya melestarikan dan pengembangan kesehatan lingkungan di pasar. Nampak dalam foto CEO Bank Danamon I Gusti Agus Indrwawan secara simbolis menyerahkan bantuan 10 tong sampah, 96 pot dan tanaman hias kepada Kepala DKP Kota Denpasar didampingi Dirut PD Pasar Kota Denpasar I Made Westra.
MBP/ist
FBP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung kembali menggelar Festival Budaya Pertanian (FBP) ke-4 tahun 2015 di areal Jembatan Tukad Bangkung, Kecamatan Petang, mulai 4 - 7 Juli 2015 mendatang. Serangkaian kegiatan FBP tersebut, Selasa (23/6) dilaksanakan penandatanganan MoU antara pengusaha dengan petani berkaitan dengan pemasaran hasil pertanian. Dari MoU tersebut, sudah tercatat nilai transaksi Rp 8,126 miliar. Penandatanganan MoU disaksikan Bupati Badung A.A. Gde Agung, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Dandim 1611/Badung Letkol. Inf. Teddy Arifiyanto, serta pimpinan SKPD terkait. Setelah penandatanganan MoU, dilanjutkan dengan rapat teknis guna memantapkan pelaksanaan FBP. Penandatanganan MoU dilakukan 9 pengusaha dengan 9 kelompok tani. Kadis Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Badung IGAK Sudaratmaja melaporkan, FBP ke-4 ini mengangkat tema “Suksma Dresta Laksana” yang berarti berterima kasih adalah kewajiban mulia.
32
6 - 12 Juli 2015
MBP/ist
PESONA - Berlian merupakan salah satu jenis perhiasan yang memiliki pesona tersendiri bagi penggemarnya. Begitupun dengan berbagai perhiasan berlian yang kerap dipamerkan Felice Jewellery. Demi para pencinta perhiasan berlian di Bali, Felice kembali hadir di Bedugul Room, Sanur Paradise Plaza Hotel, selama dua hari. Terhitung mulai Kamis (25/6) ini hingga Jumat (26/6). Manager Exhibition Felice Jewellery, Nani Mulyani, mengatakan berlian-berlian Felice hampir semuanya dipadupadankan dengan emas putih sehingga membentuk perhiasan yang indah sekaligus berkelas. Felice Jewellery mendatangkan bahan baku berlian dari Afrika untuk menghasilkan perhiasan berkualitas. Clarity atau tingkat kejernihan berlian yang diambil dari Afrika sudah mencapai tingkat Very-very Slight (VVS1), yaitu inclusion atau berlian yang cacat di dalam sangat halus hingga sangat sulit terlihat.
MBP/ist MBP/ist
ASPIRASI - Forum Teruna Teruni (FTT) Kecamatan di Karangasem menginginkan daerahnya dipimpin ďŹ gur bupati yang punya integritas, teruji, mampu bekerja keras dan punya jaringan ke masyarakat, memperhatikan sektor dan kepentingan kaum muda, dan elektabilitasnya mesti yang tertinggi. Aspirasi tersebut muncul setelah para teruna-teruni di Kecamatan Abang dan Karangasem berdialog dengan Wayan Sudirta, bakal calon Bupati Karangasem dari PDI Perjuangan. Dialog digelar serangkaian simakrama di beberapa kecamatan, seperti Bebandem, Abang, Karangasem dan Kubu. Sebelumnya, Forum Perempuan di Kecamatan Bebandem, Abang dan Karangasem, menyuarakan pentingnya punya bupati yang mempedulikan aspirasi perempuan, peduli permasalahan kaum ibu, dan tokoh yang telah teruji diterima masyarakat.
SELEKSI - Menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) favorit, para siswa dituntut memiliki persiapan matang dan memahami potensi, daya saing serta strategi pemilihan jurusan, baik jalur SNMPTN maupun SBMPTN. Persiapan yang matang, terencana dan terprogram membuat siswa mampu menghadapi seleksi dengan baik, sehingga memberikan hasil yang optimal secara maksimal. Ketua Forum Manager Primagama Area Bali I Kadek Sudiarta, S.Si. mengatakan di SNMPTN 2015, proses seleksi penilaian dilakukan melalui indeks siswa, sekolah dan wilayah. Hal ini telah dipelajari Primagama dengan menyiapkan program Smart Consys. Smart Consys Primagama adalah sistem computerize yang disusun dari beberapa elemen sistem konsultasi siswa terpadu dalam paket Layanan Siswa Primagama. Berfungsi sebagai instrumen analisis potensi daya saing siswa dalam pola seleksi calon mahasiswa dalam kerangka SNMPTN atau SBMPTN pada level SMA/MA/SMK.
MBP/ist
BONUS - A.A. Gde Agung menyerahkan bonus kepada 3 pesilat Bali yang berhasil meraih emas dalam SEA Games di Singapura pada Pembukaan Musprov IPSI Bali yang digelar di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Sabtu (20/6) lalu. Kegiatan Musprov IPSI Bali dibuka secara resmi oleh Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi serta dihadiri Sekretaris Umum (Sekum) PB IPSI Enrical Chaniago, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Dewan Pakar IPSI Bali, Dewan Pertimbangan IPSI Bali, Ketua KONI Kabupaten/Kota se-Bali, Ketua Pengurus IPSI se-Bali, Ketua Perguruan Pencak Silat se-Bali serta peserta Musprov IPSI Provinsi Bali. Dalam kesempatan tersebut, Gde Agung yang menjabat Bupati Badung ini mengatakan, selaku Ketua Umum IPSI Bali telah berupaya sekuat tenaga untuk memajukan prestasi IPSI Bali. Gde Agung juga mengharapkan melalui Musprov ini dapat menghasilkan program-program yang dapat memacu peningkatan prestasi para pesilat melalui pembinaan pesilat secara terencana, berjenjang dan berkelanjutan dengan didukung ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan.
MBP/ist
APRESIASI - Ibu-ibu yang tergabung dalam Forum Perempuan Kecamatan Manggis mengapresiasi program serta komitmen Wayan Sudirta, bakal calon Bupati Karangasem dari DPD PDI Perjuangan. Walaupun Wayan Sudirta seorang kandidat bergender laki-laki, advokat senior itu bukanlah politisi yang bersikap diskriminatif serta membeda-bedakan perempuan dari kaum laki. Namun, perjuangan Sudirta agar perempuan memperoleh keadilan, persamaan hak di depan hukum, serta hakhak perempuan yang asasi, agar lebih ditingkatkan sosialisasi dan gaungnya ke masyarakat. Sebab, apa yang dikerjakannya sepanjang 10 tahun menjadi anggota DPD-RI, seperti memperjuangkan kaum perempuan untuk mendapatkan persamaan di depan hukum, melalui jaringan kerja KORdEM Bali, masih perlu digaungkan. Mereka juga sepakat menyosialisasikan sosok Sudirta ke kaum perempuan, sebagai kandidat Bupati Karangasem yang dibutuhkan untuk membangun Karangasem di mana perempuan mendapat keadilan dan kesetaraan. 6 - 12 Juli 2015
33
A KT I V I TA S
MBP/ist
TUAN RUMAH - Universitas Mahendradatta (Unmar) kembali menjadi tuan rumah dan pendukung kegiatan Olimpiade Bahasa Inggris ke-3 Tingkat Provinsi Bali tahun 2015. Bertempat di Kampus A (Pusat) Unmar di kawasan Lumintang Denpasar, PTS Tertua ini menyambut kehadiran 104 peserta olimpiade grand final dari tingkat SMP dan tingkat SMA/ SMK. Tampak pula hadir sejumlah guru pembina bahasa Inggris. Dalam kesempatan itu, juga hadir Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Ketua Dewan Penyantun Unmar) berserta para juri Olimpiade Bahasa Inggris. Dalam sambuatannya, Dr. Arya Wedakarna yang juga Senator DPD RI ini menekankan pentingnya jiwa “international player” yang tertanam pada anak–anak muda Bali untuk menjadi calon diplomat Bali dan Indonesia ke depan. Para Juara Olimpiade Bahasa Inggris akan mendapatkan hadiah dana pembinaan jutaan rupiah atau paket liburan ke ASEAN dan akan mengunjungi Istana Kepresidenan RI di Jakarta dan juga beraudiensi di DPD RI, MPR RI dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan RI di Jakarta. Nampak dalam foto finalis Olimpiade Bahasa Inggris ke-3 sedang mengikuti grand final.
MBP/ist
PENGUKUHAN - Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar tahun ini maju secara progresif dalam bidang akademis. Setiap bulan Unwar mampu melahirkan dosen berkualifikasi doktor. Yang istimewa, Selasa (23/6), rapat senat Unwar mengukuhkan Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum., sebagai guru besar bidang linguistik. Nyoman Kardana adalah alumni sekaligus dosen Faksas Unwar termasuk guru besar keempat yang dilahirkan lewat institusi Unwar. Hingga kini secara keseluruhan Unwar telah memiliki 11 guru besar. Gelar S-1 dia peroleh di Faksas Unwar 1992, S-2 Linguistik di Univ. Padjajaran Bandung, dan S-3 di Linguistik Unud 2004. Suami tercinta Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum., ini menyampaikan orasi ilmiah ‘’Strategi bertutur sopan dalam lintas bahasa’’. Pengukuhan guru besar Nyoman Kardana ditandai dengan pengalungan gordon oleh Rektor Unwar, Prof. Dewa Putu Widjana disaksikan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Prov, Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. dan Koordinator Kopertis VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, S.E., M.Si.
MBP/ist
PELATIHAN - Himpunan Perawat Manajer Indonesia (HPMI) Bali di bawah naungan Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Asesor Kompetensi dan Kredensial Keperawatan” di Hotel Nikki Denpasar. Pelatihan dilakukan 23-27 Juni, dibuka secara resmi oleh Ketua PPNI Provinsi Bali, Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M., Selasa (23/6). Pelatihan tersebut diikuti 25 peserta dari manajemen perawat rumah sakit pemerintah dan swasta se-Bali. Ketua HPMI Bali, Komang Ayu Mustriwati, S.Kp., M.Kes. menjelaskan, asesor adalah suatu proses menjaga dan menilai kemampuan kompetensi profesi yang dilakukan oleh asesi (proses sertifikasi profesi). Kemampuan yang dinilai diharapkan mampu menunjukkan tiga ranah yang penting yaitu kemampuan knowledge, skill, attitude. Asesi keperawatan terbentuk melalui pelatihan asesor kompetensi dan kredensial keperawatan yang menyesuaikan dengan SKKNI (Standar Kerja Kompetensi Nasional Indonesia) dan dilaksanakan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) bersama HPMI Pusat.
34
6 - 12 Juli 2015
MBP/ist
TURNAMEN - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18, Grup Hardys Holdings akan menyelenggarakan beberapa kegiatan, salah satunya yakni turnamen futsal (Hardys Futsal Championship) yang resmi dibuka Sabtu (20/6) bertempat di Lapangan Sanur Futsal, Pantai Matahari Terbit, Denpasar. Kejuaraan yang akan memperebutkan Piala Bergilir Hardys Futsal Championship dan uang tunai dengan total Rp. 25 juta ini diikuti oleh 24 tim yang merupakan perwakilan dari 9 Core Business yang ada di bawah Grup Hardys Holdings dan terbagi dalam 8 grup. Tjokorda Alit selaku Ketua Panitia HUT ke-18 Grup Hardys Holdings menyampaikan, Hardys Futsal Championship (HFC) ini merupakan agenda rutin tahunan yang mulai dilaksanakan sejak tahun 2014 lalu. Pelaksanaan HFC 2015 selain untuk memeriahkan HUT Ke-18 Grup Hardys Holdings, juga menjadi ajang untuk meningkatkan kebersamaan dan keakraban di lingkungan kerja Grup Hardys Holdings yang terdiri dari berbagai unit usaha di 9 Core Business GH Holdings. Ditambahkan Tjokorda Alit, selain kompetisi Futsal, menyambut HUT ke-18 GH Holdings juga akan diadakan kegiatan-kegiatan, seperti rafting, pesta rakyat, aksi sosial dan lainnya.
MBP/ist MBP/ist
MERIAH - Malam resepsi HUT ke-375 Kota Amlapura di Panggung Hiburan Stadion Amlapura, Senin (22/6), berlangsung meriah. Suasana semakin semarak dengan penampilan 40 penari Sekar Tunjung yang diiringi lagu Sekar Tunjung. Tarian dan lagu Sekar Tunjung merupakan maskot Karangasem. Kemeriahan kembali terasa saat digelarnya atraksi kembang api usai pemotongan tumpeng oleh Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, S.H. didampingi Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, Sekda I Gede Adnya Mulyadi dan Ketua DPRD Kabupaten Karangasem I Nengah Sumardi. Bupati Karangasem I Wayan Geredeg dalam sambutannya mengatakan, 15 hari sudah kemeriahan perayaan hari jadi kota Amlapura yang baru pertama dirayakan di usianya menginjak ke-375 tahun. Untuk itu, Bupati Geredeg sangat mengapresiasi kerja keras panitia hingga menghasilkan kemeriahan yang menghibur masyarakat.
SEMINAR - Ikatan Arsitek Indonesia bekerja sama dengan Inkindo Bali, FT Unud dan Prodi Perencanaan Wilayah Kota (PWK) Unhi, Sabtu (20/6) menggelar seminar nasional bertajuk “Konservasi Bangunan Bersejarah”. Seminar sehari menampilkan pembicara Ketua Dewan Pimpinan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia Catrini Prathari Kubon Tubuh, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain dan Dr. Erg. Wayan Kastawan, S.T., M.A. Ketua Panitia Made Agus Adi Prabawa, S.T. melaporkan, seminar diikuti 150 peserta dari berbagai komponen sebagai bukti tingginya kepedulian kita terhadap bangunan bersejarah d Indonesia. Konservasi bangunan bersejarah ini perlu dibicarakan untuk menjaga keaslian dan keberlanjutan bangunan bersejarah. Sebab, pemugaran ini melibatkan arsitek dan konsultan penyedia jasa konstruksi. Ketua DPP Inkindo Bali Ir. I Ketut Gupta mengakui Bali kaya dengan potensi bangunan cagar budaya. Memasuki 107 tahun Kebangkitan Nasional, kita harus arif dan hati-hati dalam memahami kondisi bangunan cagar budaya sebagai warisan adiluhung agar tetap terjaga.
MBP/ist
MBP/ist
KKL - Mahasiswa dan dosen Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Saraswati Tabanan mengadakan kuliah kerja lapangan (KKL) di Yogyakarta, Solo dan Malang. KKL diikuti oleh 46 orang mahasiswa semester VIII, didampingi delapan orang dosen pembimbing dan tiga orang pegawai administrasi berlangsung dari tanggal 13 – 17 Juni 2015 lalu. KKL bertujuan untuk memberikan wawasan baru kepada mahasiswa tentang permasalahan di luar kampus. Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Saraswati Tabanan Dr. Drs. I Nyoman Suaka, M.Si. didampingi Sekretaris Dekan, Dra. Ni Made Sueni, M.Hum. dan Ketua Jurusan Drs. I Wayan Subaker, M.Hum. menyatakan, KKL ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun mahasiswa semester VII sebelum mengikuti ujian skripsi. Selain bermanfaaat bagi mahasiswa, juga para dosen mendapatkan pengetahuan baru tentang kurikulum pendidikan tinggi khususnya kurikulum Bahasa Indonesia berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Dalam kunjungan ke kampus Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS Solo), mahasiswa dan dosen menyimak paparan tentang kurikulum baru, Jurusan Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi.
PELANTIKAN - Ketua Ikatan Perawat Anak Indonesia (IPANI) Pusat, Syahridal, S.Kp., MARS., melakukan pelantikan terhadap pengurus baru periode 2015-2019 pada Sabtu (20/6). Digelar pula seminar nasional “Stop HIV/ AIDS for Mother and Child”. Pembicara yang mengisi topic tersebut yaitu, Syahridal, S.Kp., MARS., Ketua IPANI Pusat, dr. Ketut Dewi Kumarawati, dokter RSUP Sanglah, Ari Kumarawati, perawat RSUP Sanglah. Sebanyak 550 peserta hadir memenuhi kursi undangan terdiri dari peserta dari seluruh Bali. Ketua Panitia, N.L.K. Sulisnadewu, M.Kep., Ns.Sp.Kep.An. mengatakan, acara tersebut untuk memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli nanti, dengan melakukan seminar seperti ini. Lanjutnya, saat ini angka HIV/AIDS tinggi seperti fenomena gunung es, tidak tampak, terpendam. Hal itu dikarenakan, pengidap HIV/ AIDS jarang mau terbuka terhadap penyakitnya. Karena angka yang tinggi, ibu berisiko menularkan virus tersebut kepada anaknya, sehingga lahirnya anak dengan HIV/ AIDS. Maka dari itu anak dengan HIV/AIDS perlu penanganan yang komprehensif karena penyakit tersebut akan terus dibawa. 6 - 12 Juli 2015
35
LINGKUNGAN
Tercemar, Air Danau Batur Tak Layak Konsumsi
D
anau Batur di Kecamatan Kintamani, Bangli merupakan danau terbesar dan terindah di Bali. Tak heran banyak pihak yang berkepentingan akan kelestarian air danau tersebut. Para wisatawan yang menggunakan boat untuk melihat keunikan di objek wisata Terunyan sangat mendambakan air danau yang bening dan udara yang sejuk dan tenang. Apalagi ketika melirik ke bawah, banyak ikan berseliweran di danau. Hal ini memberikan kesan unik di balik keindahan dan kebeningan airnya. Belum lagi wisatawan yang menghuni vila dan hotel di sekitar Danau Batur sangat merasakan adanya ketenangan begitu melihat keindahan danau dan panorama Gunung Batur. Ini salah satu daya tarik kenapa wisatawan mau menginap di sana. Sementara pembudi daya ikan keramba sangat mendambakan air danau yang tak terkontaminasi senyawa beracun. Salah satunya pestisida agar ikan dapat berkembang baik. Sementera di sekililing danau banyak petani yang memanfaatkan airnya untuk menyiram tanaman hortikultura seperti bawang merah, sayur mayur, kol, wortel, lobak dan sebagainya. Tengokklah para petani dengan gigihnya pagi sore menggunakan gembor menyemprotkan tanaman bawang atau lainnya agar pertumbuhannnya subur yang airnya diambil dari Danau Batur. Namun di balik pertumbuhan tanaman yang subur, tanaman mereka juga diintai hama dan penyakit. Salah satunya ulat pada bawang merah yang tak hanya membuat daun berguguran juga berpengaruh pada hasil umbinya. Untuk mempertahankan kehijauan daun tersebut, petani mengambil langkah
36
6 - 12 Juli 2015
cepat menyemprotkan insektisida untuk membasmi hama. Ini salah satu contoh dari begitu banyak perilaku petani guna mengamankan tanamannya dari serangan hama dan penyakit. Kondisi ini tentu saja mengundang kerawanan bagi air danau. Karena residu air beracun dari pestisida yang disemprotkan itu akan mengalir ke danau sehingga airnya tercemar pestisida. Karena itu Danau Batur dihadapkan persoalan krusial pencemaran dan menurunnya kualitas air danau. Padahal air danau tersebut tak hanya digunakan oleh masyarakat Bangli juga beberapa kabupaten lainnya di Bali. Selain itu persoalan rutin yang menerpa danau Batur adanya sendimentasi (pengendapan). Yakni endapan tanah yang berasal dari erosi tanah di atasnya. Maklum di atas danau banyak lahan digunakan untuk bercocok tanam terutama tanaman hortikultura seperti sayur. Tanah yang terus diolah intensif untuk bertanam sayur menyebabkan ikatannya menjadi lemah sehingga mudah tergerus pada musim hujan ke danau. Karena itu terjadi pendangkalan danau yang ditandai terendamnya sejumlah kawasan seperti Terunyan pada musim hujan. Masalah terakhir yang menambah kompleksitas kualitas air danau adalah buangan limbah yang berasal dari rumah tangga maupun vila atau hotel yang berada di sekitar kawasan danau yang tidak diolah. Berdasarkan data hasil uji laboratorium Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bangli terungkap, kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) air danau Batur semakin meningkat. BOD
merupakan parameter pengukuran jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk mengurai hampir semua zat organik yang terlarut dan tersuspensi dalam air buangan. Sementara COD merupakan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organik yang terdapat dalam limbah cair dengan memanfaatkan oksidator kalium dikromat sebagai sumber oksigen. BLH menyatakan BOD air danau Batur saat ini mencapai di atas 2,5 mg/liter. Angka ini lebih tinggi dari baku mutu air layak minum yang hanaya 2 mg/liter. Demikian juga halnya dengan COD yang mencapai 13,7 mg/liter, lebih tinggi dari persyaratan maksimum yang mencapai 10 mg/liter. Kepala BLH Bangli I Made Alit Parwata mengatakan, tingginya COD dan BOD air Danau Batur ini diakibatkan oleh kondisi air yang bercampur limbah. Limbah-limbah tersebut berasal dari limbah rumah tangga dan usaha jasa pariwisata. Limbah tersebut masuk ke danau tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. ‘’Pembuangan limbah tanpa diolah menjadi salah satu penyebab semakin tercemarnya air danau,’’ ujarnya. Tak hanya itu, pencemaran yang terjadi di Danau Batur saat ini juga tidak terlepas dari dampak aktivitas pemakaian pupuk kimia oleh para petani di pinggir danau. Karena kondisi tersebut, BLH menyatakan bahwa air Danau Batur saat ini kurang layak untuk konsumsi. Kalaupun harus dikonsumsi, air danau harus benar-benar dimasak sehingga steril. Swasrina
Aktivitas warga seputar danau Batur. Warga mengambil airnya untuk menyiram sayur mayur. Termasuk kemungkinan air tersebut digunakan untuk menyemprot hama dan penyakit tentu saja setelah dicampur pestisida.
MBP/ina
Hanya Bisa Lakukan Pembinaan KENDATI indikasi pencemaran air danau Batur cukup tinggi, Pemkab Bangli tampaknya tak berdaya mengambil tindakan tegas khususnya terhadap pembuang limbah. Kepala BLH Bangli Alit Parwata mengungkapkan untuk menjaga kualitas air danau ini, pihaknya selama ini hanya sebatas melakukan pengawasan, edukasi dan pembinaan kepada masyarakat yang ada di sekitar danau. ‘’Kami hanya sifatnya pengawasan. Karena kami di BLH tidak punya PPLH (pejabat pengawas lingkungan hidup). Tetapi kalau pencemaran tersebut dampaknya sudah urgen tentu akan kami tindaklanjuti. Kami harus tutup yang membuang limbah,’’ ujarnya. Selama ini pembinaan yang dilakukan BLH Bangli salah satunya menyasar forum danau lestari yang ada di 11 desa di sekitar Danau Batur. Forum ini beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat dari masing-masing desa. Selain itu karena salah satu penyebab tercemarnya Danau
Batur akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida, pembinaan juga dilakukan bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan (P3). ‘’Untuk hal ini kami di BLH juga komunikasikan dengan Dinas P3. Kami edukasi masyarakat agar bila melakukan budidaya di sekitar danau, agar mepergunakan pestisida sewajarnya,’’ kata Alit. Hanya saja, upaya pembinaan yang selama ini dilakukan BLH dan Dinas P3 Bangli diakui Alit Parwata kurang mendapat respon yang baik. Sayangnya bagaimana hasil pembinaan belum terlihat hasilnya di lapangan. Malah pencemaran air danau makin kompleks. Pihak dinas terkait beralasan kesadaran masyarakat untuk menjaga kualitas air danau masih cukup rendah. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya peningkatan kadar COD dan BOD. Mantan Kadis Peternakan dan Perikanan ini juga mengungkapkan, untuk menjaga kualitas air Danau Batur, sebenarnya
bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemkab dan masyarakat Bangli saja. Diperlukan perhatian dari Pemerintah Provinsi mengecek secara rutin kualitas air danau serta pembinaan yang lebih ‘’tegas’’. Mengingat Danau Batur selama ini menjadi penyuplai air ke sejumlah kabupaten yang ada di sekitarnya. Adapun salah satu perhatian yang bisa diberikan adalah dengan melakukan pemantauan dan pengecekan terhadap kondisi air Danau Batur secara rutin. Alit Parwata mengatakan BLH Provinsi Bali selama ini jarang melakukan pengecekan baku mutu air Danau Batur. Hanya sekali atau dua kali dalam setahun. Idealnya untuk mengecek baku mutu air Danau Batur, diperlukan pengecekan setiap tiga bulan sekali. Alit Parwata mengaku tidak bisa melakukan pengecekan sendiri, lantaran kondisi alat yang dimiliki BLH Bangli saat ini masih dalam perbaikan. Swasrina 6 - 12 Juli 2015
37
PEMERINTAHAN
Pemkab Badung Beri Penghargaan kepada Wajib Pajak Terbaik SEBAGAI wujud apresiasi dan terima kasih Pemerintah Kabupaten Badung kepada wajib pajak yang sudah patuh melaksanakan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku dan atas kontribusi yang besar kepada pendapatan daerah, maka Pemkab Badung untuk tahun ini kembali memberikan penghargaan kepada wajib pajak daerah terbaik. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Bupati Badung A.A. Gde Agung di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Jumat (19/6) malam lalu. Acara tersebut juga dihadiri Ketua Komisi III DPRD Badung I Nyoman Satria bersama anggota Alit Yandinata, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Ketua TP PKK Badung Ny. Ratna Gde Agung serta Pimpinan SKPD. Bupati Badung A.A. Gde Agung menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan kepada wajib pajak terbaik dalam upaya meningkatkan dan mempererat hubungan kemitraan antara pemerintah kabupaten badung dengan para wajib pajak dalam upaya menumbuhkembangkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sekaligus memotivasi para wajib pajak agar lebih meningkatkan partisipasi dan prestasinya dalam mendukung peningkatan pendapatan daerah badung. Bupati menegaskan bahwa untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan pajak daerah, Dispenda Badung telah melakukan upaya-upaya pembenahan dan penyempurnaan system pelaporan dan penyetoran pajak secara online. Dilakukan pula pengadaan alat pemantau transaksi online secara bertahap mulai 2012. “Kami harapkan pemasangan alat pemantau transaksi secara online ini terus dikembangkan sehingga dapat mengakomodasi sistem transaksi pajak pada wajib pajak daerah yang mempergunakan sistem web service,” tegas Gde Agung seraya mengharapkan kesadaran para wajib pajak daerah untuk membangun respect and trust di antara kita bersama serta menjawab sikap skeptis yang berkembang sementara ini. Di bagian lainnya Bupati menambahkan, ada tiga tugas yang harus dijalankan dalam melaksanakan pemerintahan yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat termasuk di dalamnya tersedianya sarana prasarana infrastruktur yang memadai dan meningkatkan daya saing daerah. Untuk mengukur seberapa jauh keberhasilan pembangunan tersebut dapat dilihat dari beberapa indikator seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mengenai IMP Badung yang didalamnya mencakup pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat, dari tahun 2005 IPM Badung 73, dan sekarang meningkat menjadi 76,80. Ini menunjukkan kesejahteraan masyarakat terus meningkat. Sementara petumbuhan ekonomi juga terus mengalami peningkatan yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat Badung itu sendiri. “Berdasarkan terori distribusi pendapatan dari world bank, di Badung pemerataan tinggi ketimpangan rendah. Sementara dengan teori gini ratio didapat bahwa Badung berada pada klaster dua yakni pemerataan
38
6 - 12 Juli 2015
tinggi dan ketimpangan rendah. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh elemen termasuk sektor pariwisata,” ungkapnya. Ditambahkan, dengan pemerataan tersebut sangat berpengaruh pada menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan di Badung. Untuk pengangguran 0,48 persen dan kemiskinan 2,46 persen. Kadispenda dan Sedahan Agung Badung I Wayan Adi Arnawa menjelaskan, penyerahan penghargaan wajib pajak terbaik, berdasarkan dua parameter yakni kepatuhan terbaik dan penyetoran pajak terbaik. Untuk kepatuhan terbaik diukur dari penyetoran surat pemberitahuan pajak daerah (SPTPD) terutang tepat waktu sebelum jatuh tempo dan ketepatan waktu menyetor pajak yakni sebelum jatuh tempo penyetoran, hasil laporan pajak dalam SPTPD sesuai dengan yang seharusnya dilaporkan, tidak memiliki utang pajak, tidak memiliki denda administrasi, jumlah setoran dan kooperatif terkait pemasangan alat online system. Sementara penyetoran pajak terbaik diukur berdasarkan jumlah utang pajak, tingkat kepatuhan dan jumlah penyetoran. Dalam kesempatan tersebut Adi Arnawa juga menyampaikan target dan realisasi pendapatan daerah tahun 2014. Target pendapatan daerah sebesar Rp 3,1 triliun lebih, realisasinya Rp 3,4 triliun lebih atau realisasi sekitar 109,14 persen. Target pajak daerah Rp. 2,1 triliun lebih, terealisasi sebesar Rp 2,3 triliun lebih (107,22%). Sedangkan perkembangan realisasi penerimaan pendapatan daerah tahun 2015 hingga bulan April, dimana target pendapatan daerah Rp 3,2 triliun lebih, terealisasi Rp 1 triliun lebih (33,15%). Target pajak daerah Rp. 2,3 triliun lebih, realisasinya baru Rp 697,5 miliar lebih (30,29%). Selain itu untuk optimalisasi penerimaan pajak daerah telah dilaksanakan system pelaporan dan penyetoran pajak secara on line. “Dengan sistem on line, sampai saat ini tingkat kepatuhan wajib pajak dalam pelaporan SPTPD meningkat dari sebelumnya hanya mencapai 60% dan saat ini sudah mencapai 90%,” jelasnya. (adv)
Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Bupati Badung A.A. Gde Agung di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Jumat (19/6) malam lalu.
PARIWISATA
MBP/edi
Sejumlah wisatawan menikmati liburan di pantai Kuta. Musim liburan yang dibarengi dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Badung juga berkontribusi terhadap peningkatan volume sampah, yakni sampah harian naik dari 252 ton per hari menjadi 275 ton per hari.
Sampah, Mimpi Buruk Pariwisata
K
unci keberhasilan pariwisata menjadi destinasi terbaik adalah kebersihan. Sayangnya, masih banyak sampah yang membayangin sektor penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Bali. Terlebih, jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang tinggal menghitung hari dikhawatirkan sektor pariwisata bakal tak dilirik wisatawan internasional. Seperti dikatakan peselancar di Kuta, Nyoman daerah seperti Bali yang menjadi destinasi wisata terpopuler Indonesia, sampah masih menjadi kendala. Padahal, kegiatan bersih-bersih rutin dilakukan, termasuk di pantai. “Kegiatan bersih-bersih itu se-
lalu ada, tetapi itu tidak memberikan solusi karena sampah akan selalu ada. Kita bersih-bersih sekarang, tetapi besok sudah kotor lagi,” ucapnya. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Badung, Putu Eka Merthawan juga mengakui, musim libur (peak season) tidak hanya mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Badung. Kehadiran wisatawan ke kabupaten belambang keris ini juga berkontribusi terhadap peningkatan volume sampah. Berdasarkan data yang ada, volume sampah harian naik dari 252 ton perhari menjadi 275 ton perhari. “Pengaruhnya sangat ada (lonjakan wisatawan -red) khususnya pada jasa pariwisata, seperti hotel dan
restoran. Indikator dari kenaikan volume sampah harian dari 252 ton perhari menjadi 275 ton perhari,” ungkapnya. Kendati demikian, lonjakan volume sampah kata Merthawan hanya terjadi di sektor perhotelan dan restoran, sedangkan volume sampah di tempat umum masih terbilang normal. “Kalau sampah di jalan masih stabil tanpa ada lonjakan, yakni perhari rata-rata 10 ton. Ini disebabkan karena semakin tertibnya masyarakat dan wisatawan tak buang sampah sembarangan,” ucapnya. Guna mengatasi lonjakan volume sampah saat peak season, pihaknya melakukan pengangkutan sampah tiga kali sehari, yaitu dimulai pukul 06.00 wita serta sore dan malam hari. “Ada langkah khusus yang kami terapkan untuk mengatasi lonjakan sampah saat musim kunjungan wisatawan, yakni pengangkutan sampah tiga kali sehari oleh tim DKP dan dilaksanakan pada tempat yang penuh sampah pada jasa pariwisata seperti sebagian daerah Kuta, sehingga tak ada sampah di jalan terlihat menumpuk,” terangnya. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung IGN Rai Suryawijaya menyebutkan, kedatangan wisatawan domestik (wisdom) ke Badung terus mengalami peningkatan. Lonjakan kunjungan wisatawan ke kabupaten berlambang keris ini mencapai 10-15 persen. “Akupansi hotel sekarang rata-rata 70 persen dari sebelumnya 60 persen. Ini dikarenakan pengaruh libur sekolah, khususnya domestik, Untuk turis mancanegara baru akan kelihatan peningkatanya mulai bulan Juli hingga Agustus depan pas summer,” ungkapnya. Menurutnya, lonjakan wisdom akan dirasakan bagi pengelola hotel bintang tiga ke bawah, seperti city hotel, vila, hotel melati, podok wisata. “Mereka yang datang dari Jakarta, Surabaya, Jawa tidak mungkin menginap di hotel bintang lima, kalaupun ada tapi presentasenya kecil,” katanya. Dikatakan, tren lonjakan wisatwan yang berlibur ke Bali, khususnya ke Kabupaten Badung terjadi setiap tahunnya, yakni mencapai 14 persen. “Namun yang kita sayangkan pertumbuhan akomodasi hotel, kondotel, vila yang meningkat 20 persen. Ini yang membuat berbahaya, karena berakibat pada perang tarif akibat supply dan demandnya tidak sejalan,” pungkasnya. Parwata 6 - 12 Juli 2015
39
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/bit
KEJUARAAN - Kejuaraan Karate Lemkari Terbuka Antar Pelajar dan Mahasiswa se-Bali, memperebutkan Dhamantra Cup II/2015, mulai digelar di GOR Lila Bhuana, sejak Sabtu (20/6) sampai dengan Minggu (21/6). Nyoman Dhamantra menjelaskan, kejuaraan yang melibatkan 400 karateka tersebut rutin digelar tiap tahun. Rencananya level kejuaraan akan dinaikkan menjadi Indonesia Open. Sementara Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Hadi Kusnan, mengakui, melalui ajang Dhamantra Cup ini, pihaknya optimis bakal muncul karateka berbakat dan bertalenta, yang mampu mengharumkan nama Bali. Pada bagian lain, Ketua Panpel Yudi Artha Giri menerangkan, tujuan event ini untuk meningkatkan prestasi karateka dari kalangan siswa SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa. Selain itu, Lemkari juga ikut mendukung program pemerintah, dalam menyiapkan karateka untuk berkiprah di kancah regional, nasional, sampai internasional. Nampak dalam foto Nyoman Dhamantra (kanan) bersama Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Hadi Kusnan.
ESTAFET - Bupati Tabanan Eka Wiryastuti secara estafet menghadiri upacara ngaben massal di empat lokasi, Minggu (21/6) pagi. Didampingi Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama, anggota DPRD Kabupaten Tabanan I Nyoman Suadiana, camat dan perbekel serta tokoh masyarakat setempat. Lokasi ngaben massal yang dikunjungi adalah Banjar Tohjiwa, Antapan Baturiti, Banjar Abing, Batunya, Baturiti, Banjar Peneng, Perean, Baturiti. Lokasi terakhir di Desa Adat Babahan, Penebel. Dalam kunjungannya ini, Bupati Eka menegaskan agar masyarakat selalu mempertahankan persatuan dan kesatuan serta tetap jaga semangat gotong royong. Ketua Panitia dari masing-masing upacara ngaben massal ini mengatakan kehadiran Bupati Eka, beserta rombongan merupakan kebahagiaan bagi masyarakanya. Nampak dalam foto Bupati Tabanan saat menghadiri empat lokasi yang menggelar upacara ngaben. Didampingi Ketua DPRD Bali serta DPRD Tabanan Bupati Eka selalu menekankan kebersamaan dan gotong royong.
MBP/ist
MBP/ist
KERJA SAMA - Taiwan International Cooperation Development Fund (ICDF) bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali menyelenggarakan seminar “Pengembangan Produk Unggulan Daerah Melalui Program OVOP” pada Senin (22/6) di Sanur. Owner Joger, Joseph Theodorus Wuliandi tampil sebagai motivator dalam acara tersebut. Asisstant Deputy for Resources Research, Kementerian Koperasi dan UMKM RI, Daniel Asnur, S.Kom., M.M. mengatakan, OVOP adalah one village one product, merupakan program Kementerian Koperasi dan UMKM dari 2010-2014 yang mencanangkan harus ada 100 OVOP di seluruh Indonesia. Daerah pertama yang masuk program OVOP yaitu Bali, Jawa Barat dan Sumatera Barat. Untuk dapat mendukung program tersebut agar dapat berjalan baik diperlukan kerjasama dari dalam dan dari luar. Kerja sama dari dalam yaitu kerjasama lintas sektor seperti dengan pertanian, perdagangan, hukum dan HAM, dan dinas provinsi/kabupaten.
PESAMUHAN - Guna menyatukan persepsi warga Pande di seluruh Indonesia, Maha Semaya Warga Pande Provinsi Bali menyelenggarakan Pesamuhan Agung V dan Paruman Sulinggih III di Museum Neka, Ubud, Minggu (21/6). Maha Semaya Warga Pande ini diharapkan mampu menyongsong masa depan dengan menguasai teknologi, seperti pendahulunya yang ahli dalam membuat persenjataan magis seperti keris. Ketua Panitia Pelaksana I Wayan Sutena mengatakan, dalam acara yang bertemakan ‘’Nelebang Ajah-ajah Padewasrayan/Tri Para Arta: Asih, Tresna/Punia lan Bhakti, Ngicalang Parisolah Durlabhaning Arta, Sulabaning Panca Klesa, Lan Duhkaning Mangraksa Kutumbha’’ ini, diselenggarakan untuk menyampaikan laporan kerja dari pengurus pada periode sebelumnya. Hingga kini dibahas program kerja untuk lima tahun ke depan, dan juga pemilihan pengurus untuk masa bakti 2015-2020. Pesamuhan ini diikuti tokoh-tokoh warga Pande seBali, utusan dari 250 Pemaksan Pura Dadia Pande se-Bali.
40
6 - 12 Juli 2015
SERAP ASPIRASI - Dua pansus yang dibentuk DPRD Badung, yakni Pansus Keuangan Desa dan Pansus Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Perbekel, Selasa (23/6), menyerap aspirasi dari sejumlah kalangan. Selain para perbekel, BPD, sekdes, dan kaur keuangan, serap aspirasi ini juga dihadiri tokoh-tokoh masyarakat se-Badung. Acara yang dipimpin Ketua DPRD Badung Nyoman Giri Prasta ini juga MBP/ist dihadiri Wakil Ketua DPRD Ketut Suiasa dan ketua kedua pansus serta anggota. Hadir pula Kepala BPMD Pemdes Putu Gede Sridana. Saat membuka serap aspirasi itu, Giri Prasta menyatakan acara ini sangat penting dalam rangka usul saran dari berbagai elemen masyarakat. Karena itu, dia berharap, masukan tak hanya bisa diterima pada saat rapat berlangsung. Menurutnya, Badung akan menggelar pilkel serentak. Pada 2015, ujarnya, akan ada pilkel serentak untuk 8 perbekel. DIKUKUHKAN - Pengurus Kabupaten Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (Pelti) Badung masa bakti 2015-2019 dikukuhkan oleh Ketua Umum Pelti Pengprov Bali I Ketut Rochineng di Lapangan Tenis Dharma Praja, Lumintang, Denpasar, Minggu (21/6). I Wayan Adi Arnawa kembali terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Cabang (Muskab) Pelti Badung yang dilaksanakan pada 26 Maret lalu. Adi Arnawa untuk kedua kalinya menakhodai Pelti Badung, karena pada masa bakti 2011-2015 ia juga dipercaya memimpin Pelti Badung. Acara pengukuhan tersebut juga dihadiri Sekda Kabupaten Badung Kompyang R Swandika, Ketua Umum KONI Badung Si Putu Raka Arnaya dan jajaran pengurus Pelti. Dalam menjalankan tugasnya lima tahun ke depan, I Wayan Adi MBP/ist Arnawa didampingi I Made Sudarsana selaku Sekretaris dan pengurus lainnya seperti Dewa Gde Joni Astabrata (Wakil Ketua I), Made Ananta Wiguna (Wakil Ketua II), A.A. Bgs. Mahaputra (bendahara) dan dibantu beberapa bidang. Usai acara pelantikan juga dilaksanakan pertandingan ekshibisi antara pengurus Pelti Badung dengan pengurus Pelti Pengprov Bali.
MBP/ist
MBP/ist
TERUNGGUL - Wayan Sudirta, kandidat Bupati Karangasem dari PDI Perjuangan, merupakan kandidat terunggul dan mendapat pilihan mayoritas ‘’rakyat Karangasem’’ sebagai Bupati Karangasem 2015-2020. Sudirta unggul baik ketika tunggal tanpa pasangan maupun saat bergandengan dengan cawabup. Sudirta juga paling kuat saat head to head maupun dipertarungkan beberapa kandidat. Demikian hasil survei SMRC (Syaiful Mujani Research Centre), yang diadakan 4-8 Juni 2015, dengan 410 responden secara multistage random sampling. Sudirta mengungguli kandidat lain, seperti Made Sukerana, Mas Sumatri, Gede Dana, Ngurah Agung, Made Sumiati. Putu Wirata Dwikora, Relawan KORdEM untuk Sudirta, membeberkan hasil survei SMRC di Denpasar, Kamis (18/6) lalu. Menurut SMRC, menjawab pertanyaan terbuka, siapa bupati Karangasem pilihan responden, muncul 6 nama. Posisinya, Sudirta 15,4%, Mas Sumatri 13,9%, Made Sukerana 6,3%, Purwa Arsana 1,2%, Ngurah Agung 0,5%, Gede Dana 0,5%, dan beberapa kandidat lain memperoleh kurang dari 0,5% dan mayoritas belum menyatakan pilihan.
INSPIRATIF - SMP PGRI 2 Denpasar pantas menyandang predikat sekolah inspiratif, kreatif, inovatif dan berkarakter. Sekolah ini memiliki sejumlah program unggulan budaya dan pendidikan karakter. Salah satunya rutin menggelar pasraman kilat bagi siswa saat libur panjang sekolah. Pasraman kilat SMP PGRI 2 Denpasar, Jumat (19/6) dibuka Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Gusti Ngurah Sudiana didampingi Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. dan Ketua Panitia Drs. I Wayan Nendra. Wayan Nendra melaporkan pasraman selama dua hari ini diisi dengan berbagai materi. Di antaranya praktik agama Hindu dalam kehidupan sehari-hari, dharma negara dan dharma agama untuk membagun karakter siswa. Selain itu soal etika yadnya, yoga, swadharma siswa dalam kehidupan sehari-hari, dharmagita dan majejahitan. Kepala SMP PGRI 2 Depasar Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. menegaskan, program pasraman ini untuk menjadikan insan SMP PGRI 2 sebagai SDM yang berkarakter, kuat landasan agamanya dan berpikir global. 6 - 12 Juli 2015
41
AKTIVITAS
MBP/ist
INTEGRITAS - Karangasem ke depan sangat perlu figur bupati yang punya integritas pribadi sangat kuat, mengingat di Karangasem berdiri sejumlah parahyangan jagat yang harus dijaga kesucian kawasannya, seperti Pura Besakih, Pura Pasar Agung, Pura Lempuyang, Pura Andakasa, Pura Silayukti dan lain-lain. Tanah-tanah di sekitar kawasan suci misalnya di lingkungan Pura-Pura Sad Kahyangan dan Dang Kahyangan, sudah banyak beralih kepemilikan ke pihak investor, yang pikirannya melulu komersial. Untuk menata kawasan suci serta parahyangan Sad Kahangan dan Dang Kahyangan yang bertebaran di Karangasem, diperlukan pemimpin tegas dan lurus. Penting juga pemimpin Karangasem ke depan tidak cacat moral dan tidak cacat dalam etika berpolitik. Persyaratan seperti ini dibutuhkan juga untuk memimpin Kabupaten Badung, Bangli, Tabanan, Jembrana dan Kota Denpasar, yang berbarengan menyelenggarakan pilkada tahun 2015 ini. Demikian dikemukakan Ida Pandita Mpu Siwa Budha Dhaksa Darmita, sulinggih Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi yang juga Wakil Dharma Adhyaksa Sabha Pandita PHDI Pusat. Penegasan serupa dilontarkan Ida Acharya Agni Yogananda, acharya yang juga duduk di Dewan Pasharaman Provinsi Bali. Nampak dalam foto Ida Acharya Agni Yogananda.
MBP/ist SOSIALISASI - Tokoh politik dan juga anggota MPR RI Drs. I Made Urip, M.Si., tidak pernah berhenti turun langsung untuk memberikan pemahaman tentang arti pentingnya empat “Pilar Kebangsaan” di tengah-tengah masyarakat. Kali ini anggota Komisi IV DPR RI dari PDI Perjuangan itu mensosialiasikan wujud nyata dari implementasi Empat Pilar yang dibangun oleh Bapak Pendiri Bangsa Bung Karno yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya di pedesaan. Salah satunya dengan menyatukan warga dari tiga Banjar di Desa Mundeh yang dipusatkan di Balai Banjar Pengedan, Desa Mundeh, Selemadeg Barat, Tabanan, Minggu (21/6) lalu. Made Urip yang turun memberikan sosialisasi disambut semarak oleh ratusan warga dari tiga Banjar yakni Pengedan kaja, Pengedan Kelod dan Nyuh Gading bersama anggota DPRD Tabanan Made Ekadana dan tokoh partai Wayan Dika Sumantra beserta jajaran Pengurus DPC dan PAC PDI-P.
MBP/ist
PROGENDER - Untuk membela perempuan agar mendapatkan keadilan, tidak mesti bupatinya bergender perempuan. Siapapun orangnya, asalkan pro-gender, perempuan pasti memilihnya. Apalagi, kalau figur itu sudah teruji nyata, maupun unggul lewat lembaga survei yang kredibel dan bisa dipercaya. Bupati Karangasem mendatang diharap memperhatikan peran perempuan sebagai tiang membangun keluarga, hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang baik, hak memperoleh pendidikan dan pekerjaan, serta hak-hak lain yang terkait keberadaan perempuan secara biologis, seperti mereka yang perlu cuti untuk melahirkan dari kantor tempatnya bekerja, libur tertentu karena kesibukan-kesibukan kerja adat dan agama, dan sebagainya. Aspirasi itu muncul dalam simakrama Wayan Sudirta dengan ibu-ibu PKK (Persatuan Kesejahteraan Keluarga) sekecamatan Bebandem, Abang dan Kota Karangasem, dari 17-20 Juni 2015 ini. Sudirta didampingi putri sulungnya, dr. Wayan Indriani Ekaputri, SPOG, yang baru saja diwisuda dan merupakan dokter FK Unud dengan nilai tertinggi secara nasional untuk 2015 ini.
MBP/ist
KERJA BAKTI - Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, Desa Pakraman Peninjoan, Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, menggelar kerja bakti di Pura Dalem Desa Pakraman Peninjoan, Minggu (21/6). Tidak hanya pada hari itu, kegiatan kerja bakti ini setiap bulan diselenggarakan oleh seluruh masyarakat Desa Pakraman Peninjoan. Sebagai ucapan terima kasih karena partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat besar, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyerahkan tempat sampah secara simbolis kepada Desa Pakraman Peninjoan. Bendesa Desa Pakraman Peninjoan Desa Peguyangan Kangin Kecamatan Denpasar Utara, I Nyoman Suweca mengatakan, selain meningkatkan kebersihan lingkungan, kerja bakti ini juga untuk menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan serta piodalan di Pura Dalem pada Umanis Galungan mendatang.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
MBP/ist
MBP/ist
BERKIBAR - Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar kian berkibar. Selain memilki SDM dosen berkualiďŹ kasi doktor terbanyak di Bali, kini ditambah kesuksesan Unwar meraih akreditasi B untuk Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT). SK AIPT dengan akreditasi B dari BAN PT langsung diserahkan Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof. Nengah Dasi Astawa kepada Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Prov. Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti,M.Si., selanjutnya diserahkan kepada Rektor Unwar, Prof. Dewa Putu Widjana. Penyerahan tersebut dilakukan di tengah-tengah acara pengukuhan Prof. Dr. I Nyoman Kardana sebagai guru besar, Selasa (23/6) lalu. Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana mengaku sangat bangga dengan turunnya akrditasi B untuk AIPT Unwar. Dengan demikian semua program studi di Unwar terakreditasi B, dan akreditasi B untuk AIPT. Turunnya akreditasi B AIPT ini sangat penting bagi universitas sebab akan menjadi dasar bagi masyarakat yang menetukan pilihyan studi lanjut ke S-1 dan S-2.
RAKOR - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Badung yang bertumpu pada sektor kepariwisataan telah menempatkan Kabupaten Badung pada posisi yang cukup membanggakan. Walaupun demikian, segenap jajaran lingkup Pemkab Badung diminta untuk terus melakukan upaya konkret serta melaksanakan action plan yang telah dirancang guna mengendalikan tingkat inasi agar tetap stabil dan terkendali. Kondisi tingkat harga yang stabil dan terkendali ini dinilai sangat berkorelasi dalam upaya mendukung perkembangan perekonomian daerah dan menyejahterakan masyarakat. Demikian terungkap saat Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika, Rabu (24/6) di Puspem Badung. Selain Sekda Badung, turut hadir di antaranya Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Suarpika Bimantoro, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dewa Apramana, serta segenap anggota TPID Pemkab Badung yang melibatkan SKPD terkait lingkup Pemkab Badung.
MBP/ist
PERTUKARAN - Sebanyak 17 mahasiswa didampimgi dua dosen Ban Somdejchaopraya Rajabbat University (BSRU) Thailand melakukan program pertukaran bahasa dan budaya di Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar sejak dua minggu lalu. Penutupan program pertukaran budaya diakhiri dengan pentas seni, Jumat (19/6). Pentas seni langsung dihadiri Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. bersama WR I Prof. IGN Alit Wistasta MP., WR II Drs. I Wayan Suandhi, M.Pd. dan WR IV Dr. Ir. I Ketut Arnawa, M.P. serta para dekan di lingkungan Unmas. Acara ini menarik dan sukses karena mahasiswa BSRU Thailand selain membawakan dua pementasan yakni Thai Boxing dan Thai Clasic Dance juga ikut menari tari Bali yakni Burat Wangi dan tari Berburu dari Papua. Ketua Panitia I Komang Budiartha, S.Pd., M.Hum. mengungkapkan, selama dua minggu mahasiswa BSRU melakukan pertukaran bahasa dan budaya.
MBP/ist
SATGAS - Kasus Engeline menyentakkan semua orang sehingga menjadi perhatian nasional sampai internasional. Mengantisipasi agar tidak terulang kasus serupa yang menimpa anak-anak, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar membentuk Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Anak mulai dari tingkat lingkungan, banjar, desa/lurah termasuk di kecamatan sampai sekolah-sekolah dari tingkat PAUD/TK, SD, SMP dan SMA/SMK. Pembentukan Satgas Perlindungan Anak Kota Denpasar dikukuhkan langsung Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Jumat (19/6) di Gedung Sewaka Dharma, Denpasar. Pengukuhan tersebut juga dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly D. Mantra, anggota DPRD Ketut Suteja Kumara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan seluruh kepala lingkungan, kades/lurah dan kepala sekolah se-Kota Denpasar.
6 - 12 Juli 2015
43
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
MURAL - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Bali melanjutkan rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno di Kota Denpasar, Minggu (21/6). Di Denpasar, tepatnya di Lapangan Puputan Badung digelar acara bertajuk ‘’Malam Seni Bulan Bung Karno’’ yang dihadiri ribuan masyarakat. Partai berlambang moncong putih ini menghadirkan hiburan rakyat seperti musik, lawak, pembacaan puisi, pidato Bung Karno, dan pemutaran film dokumenter, serta aneka stan kuliner. Tak ketinggalan, sejumlah seniman juga terlihat membuat mural Bung Karno. Ketua DPD PDI-P Bali I Wayan Koster mengatakan, rangkaian Bulan Bung Karno selama satu bulan penuh ini juga dilaksanakan di banjarbanjar seluruh kabupaten/kota se-Bali. Tujuannya untuk membumikan figur Bung Karno sebagai bapak bangsa, pemimpin serta pemikir besar yang telah berjasa bagi bangsa Indonesia. Nampak dalam foto Sejumlah seniman membuat mural Bung Karno dalam acara Malam Seni Bulan Bung Karno di Lapangan Puputan Badung, Denpasar.
GEMPITA - Kabupaten Jembrana yang telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Kementerian Pertanian sebagai sentra peternakan kambing di wilayah Bali dan NTT, kini ditarget menjadi produsen kambing terbesar se-Bali. Guna mencapai target itu, Jembrana kini fokus mengembangkan sentra peternakan kambing melalui bantuan kepada kelompok-kelompok ternak yang tersebar di sejumlah desa di Gumi Makepung. Target itu ditegaskan Wabup Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat meninjau langsung kondisi kelompok tani ternak kambing Kerta Ulangan di Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana, Selasa (23/6). Bantuan kambing melalui program Gerakan Membangun Produksi Peternakan Berorientasi Agrobisnis (Gempita) ini telah dimulai sejak tahun 2013. Sampai tahun 2014, sudah ada 20 kelompok ternak kambing yang tersebar se-Jembrana menerima bantuan paket ternak kambing itu.
MBP/ist MBP/ist
SPMB - Jumlah peserta Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar untuk gelombang I mendekati angka 2.000 tepatnya 1.908 orang. Mereka, Minggu (21/6) mengikuti tes tulis jalur reguler dan tes wawancara. Jumlah tersebut meningkat 23 persen dibandingkan tahun lalu untuk gelombang I. Pelaksanaan SPMB kemarin langsung dipantau Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. bersama para Wakil Rektor Prof. IGN Alit Wistasta, M.P., Drs. I Wayan Suandhi, M.Pd., Ir. I Made Sastra Wibawa, M.Erg. dan Dr. Ir. I Ketut Arnawa, M.P. serta para dekan. Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan serta Perencanaan Sistem Informasi (BAAKPSI) Unmas Ida Bagus Suryatmaja, S.T., M.T. melaporkan sejumlah prodi terbanyak yang mendapat pilihan masing-masing Manajemen sebanyak 702, Akuntansi (571). Kemudian disusul FKIP dengan lima prodi dengan peserta 257. Disusul FKG sebanyak 182 orang diikuti FH sebanyak 128 orang.
44
6 - 12 Juli 2015
KONSISTEN - Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIMI) Handayani Denpasar terus berupaya secara konsisten dan berkesinambungan memperbaiki kuantitas dan kualitas hasil penelitian, baik dosen maupun mahasiswa. Bahkan hasil-hasil penelitian tersebut dibukukan dalam bentuk prosiding. Demikian terungkap dalam Seminar Nasional ‘’Hasil Penelitian Dibukukan dalam Bentuk Prosiding’’ yang digelar STIMI Handayani Denpasar, Rabu (24/6). Seminar ini dihadiri Koordinator Kopertis Wilayah VIII Bali Nusra Prof. Nengah Dasi Astawa, Ketua STIMI Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Udiyana serta dosen dan mahasiswa STIMI Handayani Denpasar, Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. Nampak dalam foto Koordinator Koopertis Wilayah VIII Prof. Dr. Dasi Astawa (tengah) didampingi Ketua Yayasan STIMI Handayani Dr. Ida Bagus Radendra Suastama (tiga dari kanan), S.H.M.H dan Ketua STIMI Handayani Denpasar, Ida Bagus Udiyana (dua dari kanan) dalam seminar nasional di kampus setempat, Rabu (24/6).
MBP/ist
SADARI - Generasi muda di Bali diharap segera menyadari keberadaan Bali yang saat ini tengah dimangsa oleh predator–predator anti-Pancasilais yang setiap hari akan menggerogoti kedaulatan umat Hindu sebagai penopang budaya Bali. Di satu sisi, generasi muda Bali di desa dituntut untuk menjaga kesucian adat Bali dengan berbagai kewajiban adat dan agama, tetapi di satu sisi ketahanan ekonomi orang Bali terus digerogoti. Tanah, sawah dan aset di keluarga dan desa makin mudah digadaikan karena pemikiran pragmatis orang Bali kini, sedangkan daya saing SDM anak muda Bali selalu kalah berhadapan SDM pendatang, baik dari luar Bali dan luar negeri. Dan strategi merebut kedaulatan Bali di masa depan terus digelorakan oleh Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, khususnya ketika bertemu dengan seratusan pengurus Sekaa Teruna se-Desa Beraban, Kediri, Tabanan yang difasilitasi Karang Taruna Gapera di Kantor Desa. Nampak dalam foto Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama I Nyoman Darma, S.P. (Pjt. Perbekel), I Made Sumawa (Jro Bendesa Adat Beraban ), I Gede Putu Waisnawa (Ketua Karang Taruna Gapera Desa Beraban) di Kediri, Tabanan.
MBP/ist
MANTAP - Pascadiumumkannya hasil survei SMRC (Syaiful Mujani Research and Consulting) yang menyatakan Wayan Sudirta sebagai bakal calon bupati terunggul, apresiasi kaum muda makin kuat untuk mengusung putra kelahiran Desa Pidpid itu menjadi orang nomor satu di Karangasem. Para teruna teruni makin mantap mendukung Sudirta, karena yakin advokat senior tersebut akan konsisten menampung dan mencarikan tempat yang cocok untuk menampung potensi kaum muda. Hal itu muncul dalam simakrama dengan Teruna Teruni, Selasa (23/6). Mereka kemudian sepakat membentuk Forum Teruna Teruni Sektor I Kecamatan Karangasem, mewilayahi di Desa Seraya Timur, Seraya Barat, Seraya Tengah serta Desa Bukit. Sebagai ketua dipilih Made Marianto, Wakil Gede Murdana, Sekretaris I Gede Arto Adnyana, Sekretaris II Ni Kadek Eka Sutiyadnyani dan Bendahara Ni Made Sudiastini. Forum dibentuk secara spontan, sebagai penghubung aspirasi kaum muda dengan bakal calon bupati PDI Perjuangan tersebut.
MBP/Eka
MBP/ist
LAUNCHING - Sinergi tiga bank yaitu Mandiri, BRI, dan BNI, Jumat (19/6), melaksanakan launching e-payment Bali tol untuk pembayaran tol dengan tol card yang dapat digunakan oleh pengguna mobil dan motor. Pada acara tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU oleh Jasa Marga Bali Tol, BRI, Mandiri, dan BNI. Dalam acara tersebut juga hadir Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali Ketut Artika mewakili Gubernur Provinsi Bali. Tol card merupakan alat pembayaran berupa kartu untuk dapat melewati tol tanpa harus repot-repot mengeluarkan uang tunai. Kartu yang diluncurkan yaitu E-toll Card, BRIZZI toll card, dan E-Tap Cash. Direktur Jasa Marga Bali Tol, Akhmad Tito Karim mengatakan terdapat 44.000 kendaraan yang melewati tol per harinya. Dari angka tersebut, 44 persen merupakan kendaraan roda dua. Dari sekian kendaraan yang masuk, baru 2-4 persen yang menggunakan e-payment. Dengan adanya sinergi tiga bank ini, ia berharap pengguna e-payment meningkat.
SEMINAR - Yoga telah ditetapkan sebagai warisan intelektual universal umat manusia yang bermanfaat bagi kesehatan, kebugaran dan keharmonisan hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Sang Pencipta. PBB telah menetapkan tanggal 21 Juni sebagai International Yoga Day (Hari Yoga Sedunia). Menyambut Hari Yoga Sedunia, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar seminar yoga, Jumat (19/6) di aula Gedung Rektorat Unhi. Seminar dengan tema “Yoga Sutra Patanjali” tersebut juga dirangkai dengan peluncuran buku “Yoga Sutra Patanjali” (Terjemahan Sansekerta-Indonesia) karya Dr. IB Putu Suamba. Seminar yang menghadirkan tiga narasumber yaitu Drs. IB Agastia, Dr. IB Putu Suamba dan Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa tersebut dipandu Dr. Gusti Bagus Wirawan, M.Si. Tampak dalam foto Rektor Unhi, para narasumber, WR, dekan dan panitia seminar foto bersama usai seminar. 6 - 12 Juli 2015
45
TRADISI
MBP/bagiarta
Masyarakat Desa Tenganan saat melaksanakan tradisi perang pandan. Seikat daun pandan digunakan untuk menggores kulit lawan hingga berdarah-darah. Tidak hanya dewasa, anak-anak juga antusias mengikuti tradisi ini.
Perang Pandan
Bentuk Yadnya Paling Ikhlas ibuan pengunjung memadati Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, baru-baru ini. Mereka berdatangan guna menyaksikan tradisi Mageret Pandan atau biasa dikenal dengan sebutan Perang Pandan. Tradisi ini digelar setiap tahun. Perang Pandan dilaksanakan serangkaian Aci Usaba Sambah di Desa Tenganan Pegringsingan tepat pada Sasih Kalima. Usaba Sambah diawali dengan persembahan kerbau sebagai caru, hingga beberapa hari berikutnya dilaksanakan Perang Pandan. Seperti biasa, Perang Pandan ini dilaksanakan sebanyak dua kali. Pertama, tradisi ini dilaksanakan di Bale Patemu Kaja. Kemudian kedua dilanjutkan di Bale Patemu Tengah dengan tambahan panggung atraksi. Hari
R 46
6 - 12 Juli 2015
kedua Perang Pandan juga dikenal masyarakat setempat dengan nama Pengrame Sambah. Dalam pelaksanaannya, dua pemuda yang saling berhadapan, harus bisa menyerang lawan sambil menghindari serangan lawan. Di sana diperlukan teknik berperang yang benar dengan mengendalikan emosi tanpa ada rasa dendam. Hal ini sebagai bentuk melatih kesabaran dan melatih sportivitas. Jumlah peserta Mageret Pandan ini tidak dibatasi. Siapa pun pemuda di Desa Tenganan Pagringsingan, baik yang sudah menikah atau masih anak-anak diperbolehkan memasuki arena. Perang Pandan makin terasa seru dan menegangkan dengan iringan tiga alat musik sakral Galeman Selonding. Pelaksanaan tradisi ini berlangsung sekitar dua jam, sejak pukul 14.00 wita sampai 16.00 wita. Meski tubuh penuh luka goresan duri daun pandan, mereka mengaku tidak merasa sakit. Setiap luka akan diobati khusus dengan obat yang disakralkan. Obat tersebut sudah dipersiapkan sebulan sebelum tradisi Perang Pandan oleh para daha. Bahanbahannya berupa rempah-rempah, seperti kunyit dan lainnya yang mengandung iyodium. Seusai Perang Pandan, para pemuda setempat akan saling mengobati dengan obat khusus tersebut. Banyak warga dari luar Desa Tenganan Pagringsingan juga mau terjun dalam tradisi ini, juga karena dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit, dengan mala yang keluar dari kucuran darah mereka. Bagi masyarakat setempat, ikut dalam Perang Pandan adalah bentuk yadnya paling
MBP/bagiarta
Saat terjadi perang pandan, para daha (perempuan yang belum menikah) menyaksikan dari atas bale petemu. Para daha menjadi daya tarik tersendiri, selain pelaksanaan perang pandan.
ikhlas manusia kepada para dewa. Wayan Yasa, salah satu dari enam Bendesa Tenganan Pegringsingan, mengatakan, sebagai umat Hindu yang secara khusus menganut sekte Dewa Indra, tradisi ini sebagai bentuk pengejawantahan dari ajaran Dewa Indra yang juga dikenal sebagai dewa perang. FilosoďŹ tradisi Perang Pandan, menurutnya adalah sebagai bentuk yadnya yang paling ikhlas warga Tenganan Pegringsingan karena mengorbankan darah manusia. “Kalau kami tidak laksanakan tradisi ini, kepercayaan masyarakat kami, desa kami bisa terjadi bencana, sehingga tradisi tetap dilestarikan,â€? katanya. Sepintas pelaksanaan Perang Pandan tampak seru dan menegangkan. Bayangkan saja, duri daun pandan yang begitu tajam, digosok-gosokkan mengenai mengenai kulit wajah, leher hingga punggung hingga robek dan berdarah-darah. Dari sebuah ritual, tradisi Perang Pandan kini juga menjadi tontonan yang begitu ditunggu-tunggu masyarakat luar Tenganan Pegringsingan. Namun, tokoh masyarakat setempat Nyoman Sadra, merasakan kekhawatiran terhadap pelaksanaan tradisi ini setiap tahun. Mantan anggota DPRD Karangasem ini melihat pelaksanaan tradisi Perang Pandan sudah jauh bergeser dari aslinya. Sadra mengatakan pergeseran tersebut sudah terjadi sejak 10 tahun terakhir. Ia bercerita, dahulu pelaksanaan tradisi ini tidak seperti sekarang. Dahulu, pelaksanaannya selalu diawali dengan
tarian dalam suasana penuh suka cita. Dalam pelaksanaan perang pandan, serangannya dahulu penuh dengan teknik agar tidak sedikit pun kena goresan duri dari pandan. “Perang pandan dulu, sulit membuat lawan kita terluka. Kalau sampai luka lebih dulu, malunya luar biasanya,� katanya. Sehingga, pelaksanaannya jauh lebih seru dan menegangkan saat itu. Selain itu, tamiang (alat tangkis) di tangan kiri kata dia tidak boleh lepas saat diserang ataupun menyerang. Dan, yang paling membuatnya gusar, dulu pelaksanaan perang pandan tidak ada kesan emosional dari kedua petarung. Namun, kini pelaksanaan perang pandan di matanya justru seperti meluapkan emosi seperti orang berkelahi. Padahal, tradisi perang pandan esensinya bukan luapan emosi, tetapi sebuah ritual untuk menghormati Dewa Indra yang dikenal sebagai dewa perang. Ia melihat, perang pandan saat ini seperti orang main gulat yang mengutamakan kekuatan otot, bukan kecerdikan otak. Tak lagi memperhatikan teknik seperti awal pelaksanaan tradisi ini dibangun di Desa Tenganan Pegringsingan. Ia mengakui situasi ini akan semakin sulit diubah lagi. Sehingga, ia menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing pribadi agar bisa kembali ke pakem aslinya. Bagiarta
6 - 12 Juli 2015
47
PROPERTI
WNA Hanya Boleh Beli Apartemen Mewah
W
arga Negara asing (WNA) sebenarnya telah banyak yang memiliki rumah atau properti di Indonesia termasuk di Bali. Lihat saja di daerah Jimbaran seperti Puri Gading, atau komplek perumahan mewah lainnya, banyak sebenarnya yang dimiliki ekspatriat (WNA). Termasuk, berbagai vila yang menjamur di wilayah Badung, Tabanan, Gianyar dan lainnya. Hanya saja, selama ini mereka lebih banyak meminjam nama warga local dalam berbagai pengurusan perizinannya karena aturan masih membatasi kepemilikan rumah/property di Indonesia. Kini pemerintah mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan asing untuk memiliki rumah atau properti di tanah air. Pasar properti pun bakalan kian ramai, dimana warga lokal harus bersaing dengan para pemilik dolar. Namun Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menegaskan, kepemilikan asing terhadap properti hanya boleh dilakukan dengan membeli apartemen mewah. “Ya kalau nanti ada aturannya, asing hanya boleh
48
6 - 12 Juli 2015
membeli apartemen mewah,” katanya kepada wartawan usai acara Penandatanganan Komitmen Pengendalian Gratifikasi di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (24/6) lalu. Ia mengatakan, pemerintah harus menyiapkan terlebih dahulu regulasi untuk pembelian properti oleh orang asing. Saat ini, perkiraan harga apartemen mewah berkisar Rp 5 miliar. “Mewah itu kategorinya Rp 5 miliar,” ujarnya. Sementara terkait perpajakan terhadap properti yang akan dimiliki asing, akan diatur lebih lanjut. Pajak Penjualan Atas Barang Mewah tidak hanya untuk asing, tapi semua apartemen mewah. Pemerintah akan memperbolehkan pembelian properti oleh pihak asing, namun peraturan terkait kepemilikan asing terhadap properti dalam negeri perlu dipersiapkan dahulu. Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan mendukung penuh rencana pemerintah untuk memberikan izin bagi WNA untuk memiliki properti
di Indonesia. Namun, hanya di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus. “Kami mendukung. Kami sendiri mengharapkan untuk properti di KEK yang sudah ditetapkan untuk wilayah pariwisata, seharusnya diberikan perlakuan khusus. Salah satunya adalah kepemilikan asing untuk properti pribadi,” kata Franky. Nah, Bali sendiri merupakan daerah pariwisata internasional, sudah tentu bakalan menjadi serbuan kaum ekspatriat untuk bisa memiliki properti di sini. Jika sekarang saja mereka telah banyak memiliki properti di daerah ini--meski masih atas nama warga lokal, bisa dipastikan bagai pasar properti di daerah ini ke depan. Terlebih, dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sisi positifnya, ini peluang bagi bisnis properti. Sisi negatifnya, sudah dapat dipastikan harga tanah dan properti di Pulau Dewata ini kian meroket dan kian tak terjangkau warga lokal. Sugiarta/dari berbagai sumber
WNA Boleh Miliki Properti di Indonesia PEMERINTAH mengambil ancangancang mengeluarkan regulasi tentang izin kepemilikan hunian oleh warga negara asing (WNA). Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengizinkan (WNA) untuk memiliki properti di Indonesia dan rencananya ada revisi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1996 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia. Rencana itu tercetus setelah presiden bertemu dengan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Realestat Indonesia (REI). Bagaimana respons pengusaha properti Bali? Tino Wijaya, S.E. bersama Gede Semadi, pengusaha properti sukses di Bali mengungkapkan, itu merupakan berita yang sangat baik untuk dunia properti. Sebenarnya pengembang Indonesia khususnya Bali sudah lama merasakan propertinya dibeli oleh pihak asing dengan cara menggunakan atas nama orang lokal. “Sebenarnya hal ini merugikan pihak pajak yang seharusnya bisa mendapatkan hasil lebih dari penjualan kepada orang asing karena dibuat seolah-olah atas nama orang Indonesia. Jadi pajaknya kecil,” tegasnya. Sedangkan negara tetangga yaitu Australia dan Singapura bahkan di Jepang, Amerika dan negara lainnya, lanjut Semadi, sangat banyak orang Indonesia punya properti di sana. Jadi, uang hasil kerja di Indonesia dipakai membeli properti di negara lain. “Sebenarnya cukup lama negara kita rugi akibat aturan yang kurang mendukung kepemilikan properti oleh WNA. Dengan kata lain, uang Indonesia keluar negeri tapi uang negara lain tidak masuk ke Indonesia,” ucap Humas DPD REI Bali ini. Sekarang merupakan momentum yang baik apalagi didukung oleh Presiden Jokowi. Tinggal dikawal dengan baik proses perubahan aturannya karena informasinya ruang gerak WNA dibatasi hanya boleh memiliki unit apartemen mewah. “Kalau begini caranya yang mendapatkan kue hanya developer besar dari Jakarta saja,” tegas Semadi. Mestinya dibuat ideal juga bahwa WNA boleh memiliki unit landed house dengan catatan harus beli primary property (dari pengembang) dan tidak boleh belanja rumah second sehingga gampang kontrolnya. Misalnya, dari penerbitan
IMB dan balik nama SHM bisa dikontrol. Selain itu, tidak boleh beli tanah saja juga. Selama ini dengan UU Pertanahan Nomor 5 tahun 1960 memang WNA boleh memiliki properti dengan status Hak Pakai tapi aturan ini masih membuka potensi asing untuk memiliki hunian non primary alias rumah second sehingga sulit di kontrol. Dan, harga jual minimun juga mesti dipatok di atas Rp 5 miliar supaya market lokal tidak terganggu. Keuntungan dari rencana tersebut adalah negara dapat potensi pajak yang besar, uang WNA masuk ke Indonesia sehingga devisa naik, dan properti itu tidak bisa dibawa kemana-mana alias tetap di Indonesia. “Memang aturannya yang mesti dikawal dengan baik sehingga pengembang lokal Bali bisa tetap hidup. Supaya tidak hanya apartemen mewah yang diperbolehkan karena di Bali hunian bertingkat kan masih belum ada perdanya,” ungkap pengusaha asal Karangasem ini. Hal senada juga disampaikan Wayan Sukarja. Menurutnya soal kepemilikan asing sebenarnya udah diatur dalam undang-undang agraria, dimana dasar kepemilikan WNA yang sah adalah berdasarkan Hak Pakai selama 25 tahun dengan perpanjangan 20 tahun sehingga total hak pakai 45 tahun. Namun apabila sudah 45 tahun, dapat dilakukan pembaharuan kembali selama 25 tahun dan bisa diperpanjang 20 tahun lagi. “Wacana kepemilikan propeti oleh WNA ini menjadi menarik karena selama ini mereka dominan memilih jalan nominie. Padahal nominie itu sendiri melanggar hukum atau disebut sebagai penyelundupan hukum,” ujarnya. Hal ini terjadi akibat masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap perlu dan pentingnya sadar hukum serta menegakkan hukum di negara kita sendiri. Notaris sebagai garda depan pengurususan pembuatan akta tanah, semestinya lebih tegas menyikapi kondisi ini karena dengan adanya penggunaan nominie banyak menyimpan potensi konflik hukum dikemudian hari, antara ekspatariat dengan nominienya. Jika dibawa ke jalur hukum maka otomatis posisi WNA yang lemah karena nominie itu sendiri bukan produk hukum yang sah sesuai undang-undang. Proses nominie, lanjut Sukarja, juga
menimbulkan kerugian bagi negara dari sisi pajak. Pasalnya ekspatariat akhirnya menjadi investor ilegal sehingga banyak kontribusi yang semestikan dibayarkan kepada negara menjadi diabaikan. DPP REI memang telah getol menyuarakan agar kepemilikan asing lebih dilegalkan lagi, misalnya dengan menambah perpanjangan masa hak pakai atau mungkin bisa dibahasakan sebagai Hak Milik Khusus (bagi orang asing yang memiliki properti atau real estate di Indonesia). Seperti halnya Singapura atau Malaysia yang sudah lebih dulu menerapkan hal tersebut. Dampak positifnya akan menarik dana investasi asing ke Indonesia yang sangat berguna untuk menggerakkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “walaupun tanah kita dibeli orang asing toh tanah itu mustahil akan dipindahkan ke negeri asal mereka. Sehingga dari segi keamanan dan keutuhan negara tidak menjadi masalah,” tandasnya. Sisi negatifnya, jika kepemilikan asing dilegalkan justru sangat minim karena syarat-syarat untuk kepemilikan asing itu sudah diatur juga dalam undang-undang. Misalnya orang asing yang ingin berbisnis di Indonesia harus membentuk badan usaha dalam bentuk PMA, dimana orang asing diharuskan mengandeng mitra atau partner orang lokal. Dilihat dari sisi persaingan usaha dan bisnis sebenarnya tidak masalah. Apalagi sudah disepakati MEA 2015 ini, sehingga persaingan bisnis tingkat Asia dan global tidak bisa dihindari lagi. Semua kalangan harus siap, walau dalam keadaan terpaksa dan harus dipaksakan. Khusus disektor properti memang sudah ada beberapa pengusaha asing yang ikut bermain di sektor ini. Apalagi pemerintahan Jokowi memang secara terang-terangan mengundang investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Dengan adanya pemain asing maka pengusaha lokal dan nasional harus lebih kreatif dan inovatif agar bisa survive dan bersaing dengan pemain asing. “Secara permodalan kita kalah kuat, namun di sisi lain penguasaan karakter wilayah dan masyarakat, kita lebih menguasai sehingga ini juga bisa dijadikan sebuah keunggulan daya saing,” ucapnya. Kerta Negara
6 - 12 Juli 2015
49
AKTIVITAS
MBP/ist
MOTIVASI - Julukan Wakil Rakyat Mancing Mania sangat pas diberikan kepada salah satu anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si. Betapa tidak, anggota DPR-RI empat periode ini selalu aktif memotivasi setiap kegiatan lomba mancing mania di seluruh Bali, terutama di Tabanan yang menjadi sentra pengembangan sektor perikanan di Bali. Anggota Dewan asal Cau Marga, Tabanan ini juga menjadi pioner dari awal munculnya kegiatan Mancing Mania di Bali sekitar dasawarsa lalu. Oleh karena itu, Lomba Mancing Mania juga menjadi salah satu icon perayaan dari peringatan rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno di Bali. Kata Made Urip, Lomba Mancing Mania ini bisa menjadi salah satu ajang penggalian dana masyarakat, sekaligus mengangkat potensi perikanan di pedesaan. Selain itu juga menjadi sarana hiburan yang bisa melepas penat pikiran yang berdampak positif bagi lingkungan karena sangat mendukung program kali bersih pemerintah daerah.
MBP/ist
HADIR KEMBALI - Kini Vespa S 125 cc 3Vi.e yang memiliki tampilan dan spesiďŹ kasi teknis yang lebih segar telah hadir kembali. Vespa S 125 ini cocok untuk anak-anak muda yang dinamis dan berani tampil beda. Diposisikan sebagai pilihan entry-level, Vespa ini dibandrol dengan harga terjangkau. Jika sebelumnya Vespa S menggunakan mesin 150 cc, Vespa S kini hadir dengan mesin berkapasitas 125 cc. Mesin itu menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih irit 30 persen dibandingkan varian sebelumnya. Mesin 125 ini menggunakan mesin LEm 3 katup dengan fuel injection dan mampu menghasilkan power dan akselerasi yang spontan di tengah kepadatan jalanan di Bali. Desain Vespa S terinspirasi dari semangat Vespa 50 Special dan Vespa Primavera yang melegenda pada 1970-an atau orang Indonesia lebih mengenal di seri Vespa PTS terdahulu. Mengambil kesan lincah, kecil dan gesit serta lekukan besi yang khas di setiap bentuknya.