Skip to main content

Majalah bali post edisi 88

Page 1

88 |4 - 10 Mei 2015

30 JUTA WISMAN, BALI ‘‘OVERLOAD’’

RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI l Kembali pada Demokrasi ala Indonesia 6 BALI SEPEKAN lPengurukan Pantai Belum Kantongi Izin 7

LAPORAN UTAMA lPP 50/2011, Selamatkan Teluk Benoa? 8 lRiparda Bali Vs Perpres 51/2014 9 lTarget Wisman 30 Juta, Bali ’’Over Load’’ 11 POLITIK lKonflik Partai Membayangi Pilkada 16 lIkut Kampanye Perbekel Terancam Dipenjara 17 PENDIDIKAN l Soal UN Bocor,

LENSA lDijual 26

OLAHRAGA l Antara Bapak dan Anak 28 LINGKUNGAN l Musim Panen

Penebas Luar ”Panen” 36

Dunia Pendidikan Ternoda 18

MANCANEGARA l Misteri Dyatlov Pass 20 DAERAH l Belasan Tahun Terbengkalai

Nasib Kolam Renang Seganing Tak Jelas 22

PARIWISATA l Bali Primadona Negeri Tirai Bambu 38 TRADISI l ‘’Nyepeg Sampi Ngusaba Kawulu” di Asak

Pengorbanan untuk Keseimbangan Alam 46

KESEHATAN l Hentikan Kebiasaan Merokok

Perlu Kesungguhan Niat 24

FASHION l Gaya Androgini, Berani dan Menarik 48 SOSOK l Ni Luh Rinun, S.Pd., M.Pd.

Tingkatkan Kualitas Program 49

4 - 10 Mei 2015

3


DARI PEMBACA

Besakih dan Pedagang S

etelah beberapa kali datang ke Pura Besakih, ternyata hal yang sama masih terjadi. Di areal madya mandala dipenuhi dengan para pedagang dadakan yang ingin mengais rezeki. Padahal tempat berjualan sudah ada di jaba sisi. Nampaknya para pedagang berusaha menjemput bola agar begitu pamedek datang mereka langsung bisa menawarkan dagangannya. Kondisi ini menjadikan Pura Besakih layaknya pasar malam. Seharusnya kondisi seperti itu tidak perlu terjadi jika pihak terkait mau bertindak tegas. Dan kondisi seperti ini sudah tentu berdampak buruk bagi kenyamanan dan kesucian pura. Hal ini patut juga menjadi bahan evaluasi bagi krama pangarep dan pemerintah Kabupaten Karangasem dalam pelaksanaan piodalan berikutnya. Potret tentang kesucian dan kenyamanan tempat ibadah umat Hindu harus dimulai dari Besakih yang menjadi pura terbesar dan kebanggaan umat Hindu. I Wayan Sutarsa Br. Piakan, Desa Sibangkaja Abinsemal, Badung

Apakah Upacara Harus Berbiaya Besar? Setiap akan diadakan upacara besar di Pura yang berskala durasi sekali dalam tiga atau empat puluh tahun, mesti topik pokok biaya besar yang perlu dianggarkan. Mengenai anggaran yang berkaitan dengan pelaksanaan yadnya di Pura sering terdengar ada pangempon/pamaksan yang negung (tidak sanggup membayar). Malah ada yang mapamit (berhenti) dan yang lebih parah sampai menjual pelaba Pura. Apakah memang upacara itu mesti dengan biaya yang besar? Tidakkah ada plutuk (pedoman pelaksanaan upacara di Pura), yang apresiatif mengantarkan umatnya menghaturkan bhakti dengan tulus penuh kedamaian dan ketenangan tanpa keluhan? Seandainya sekarang pelaksanaan upacara yadnya itu sanggup dilaksanakan besar dengan biaya besar kita bisa lakukan dengan segala upaya, bagaimana dengan generasi kita ke depannya yang menghadapi persoalan hidup dengan biaya tinggi, biaya pendidikan tinggi, sulit mencari pekerjaan, sulit mempunyai tempat tinggal yang layak. Seandainya sampai mereka mengeluh dan menimbulkan keengganan, apakah akan kita tetap canangkan warisan plutuk berproporsal membengkak yang menyusahkan mereka dalam kehidupan beragama? Semoga tulisan ini sebagai sebuah rekaman yang mengharap setiap upacara bisa dilaksanakan dengan kemampuan berlandaskan tulus bakti yang hakiki. Nyoman Manda Br. Teges Kaja Gianyar

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

4 - 10 Mei 2015

4


Bali Menuntut Dispensasi Pengaturan dan pengedalian pemasaran minumam beralkhohol (mikol) golongan A termasuk di dalamnya bir memicu kontroversi. Sejumlah elemen menentang Permedag No.6 Tahun 2015 ini. Aturan yang diterapkan per 16 April 2015 ini berpotensi mematikan pelaku usaha di sektor pawisata. Pelaku ekonomi kerakyatan di sektor pariwisata bergejolak. Menyikapi kontroversi Permedag ini, Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, 51,23 persen responden menyatakan tidak setuju perdagangan mikol golongan A diatur pemerintah dengan membatasi tempat penjualannya. Responden berdalih, sebagai kawasan pariwisata Bali sangat tergantung dengan mikol golongan A. Mikol ini merupakan kebutuhan pokok dalam menunjang sektor kepariwisatan. Banyak pelaku ekonomi kerakyatan di Bali yang menggantungkan hidup dari perdagangan mikol golongan A khususnya bir. Responden mengatakan untuk menekan dampak buruk mikol golongan A, mestinya bukan tempat penjualannya

yang dibatasi melainkan pengawasannya yang diperketat. Selama ini, penyimpangan konsumsi dan peredaran mikol golongan A karena banyaknya penyelundupan. Cukai label edar sering dipalsukan. Sementara itu, 46,82 persen responden mendukung langkah Kemendag mengendalikan peredaran mikol golongan A. Terlebih, Permedag ini sudah ada tolerensi khusus bagi daerah pariwisata. Responden berharap dengan pengedalian penjualan mikol golongan A, tata niaga miras lebih transfaran dan penyelundupan bisa ditekan. Selain itu, dampak buruknya bisa diminimalkan. Dengan pembatasan dan pengendalian ini, mikol produk lokal bisa dikembangkan. Responden kelompok ini juga mengingatkan agar pengendalian ini jangan dijadikan ajang untuk melakukan kolusi terlebih Bali mendapat pengecualian. Kontrol harus tetap dilakukan agar mikol golongan A ini tak dikonsumsi generasi muda. Selebihnya, 1,95 persen responden mengaku tidak tahu menahu soal pengaturan mikol golongan A. Responden mengaku tidak mengenali pengelompokan mikol dan tata niaga mikol di pasaran. l Dira

Setujukah Anda kebijakan pemerintah melakukan pengaturan tempat penjualan/pembatasan peredaran mikol?

51,23% Tidak Setuju

46,82% Setuju

N=769

1,95% Tidak Tahu grafis: tomik cahya

4 - 10 Mei 2015

5

5


opini

A

Kembali pada Demokrasi ala Indonesia

khir-akhir ini kita melihat ada kebijakan, bahwa pegawai pajak yang banyak terbukti korup, ternyata income-nya ditambah lagi. Mungkin dengan tujuan agar mereka tidak korup. Kemudian di tengah-tengah kader parpol yang korup, ternyata ada wacana Mendagri, bahwa parpol harus diberikan bantuan senilai 1 triliun. Belum pernah ada penelitian atau kajian yang mendalam, tentang kenapa banyak pegawai pajak dan kader parpol menjadi manusia korup. Lalu tiba-tiba sudah diterapi, karena gajinya/ keuangannya kurang. Karenanya, mereka harus diberikan tambahan keuangan. Dalam konsep kebudayaan, nafsu korup adalah bagian dari wujud nilai-nilai/pola pikir, yang dipengaruhi oleh transformasi budaya. Bagaimana pun, nafsu korup manusia akan terus terjadi, kalau tidak ada sistem yang tegas dan keras yang memungkinkan mereka bisa menjadi jera. Para pegawai pajak sudah beberapa kali gajinya dinaikkan, namun tetap saja mereka menghasilkan generasi yang korup. Sudah pernah ada kebijakan bahwa gaji pegawai pajak sembilan kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan PNS biasa. Namun sekarang tetap saja mereka menghasilkan generasi seperti Gayus. Sekarang justru karena banyak pegawai pajak yang korup, lalu justru gajinya dinaikkan lagi (dengan alasan untuk meningkatkan pendapatan negara dari pajak). Lho, kenapa bukan sistem manajemennya yang harus diperbaiki dan ditata, agar mereka tidak menjadi korup? Kebijakan khusus untuk pegawai pajak seperti ini, tampaknya hanya akan menimbulkan iri dan apatisme di kalangan pegawai yang lainnya. Kita trenyuh dengan kalangan TNI dan Polri yang harus mengorbankan jiwa-raga dalam bertugas, tetapi hidupnya banyak yang sangat miskin. Demikian juga guru-guru yang menempa pendidikan generasi penerus bangsa, yang hidupnya sangat miskin, jauh di alam sana, di pelosokpelosok yang terpencil. Lalu, kondisi para petani (tulang punggung negara) yang sangat miskin dan sangat terpinggirkan. Dapatkah pegawai pajak itu menarik

6

Oleh Wayan Windia

pajak kalau penduduk Indonesia sangat bodoh (dan kemudian miskin)? Atau, kalau negara ini kacau-balau, karena tidak ada TNI dan Polri yang mengabdi dengan tulus kepada negaranya? Atau, kalau tidak ada bahan makanan, petani-petani menjual sawahnya, karena penghasilannya yang sama dengan pengemis jalanan. Menyimpang Menurut pandangan saya, suasana korup yang sekarang terjadi, karena sistem politik kita yang menyimpang jauh dari jati diri bangsa, nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 (yang asli). Lalu kita terbuai dan kalah melawan arus global yang menawarkan konsep-konsep Barat. Konsep itu mungkin saja terasa indah di Barat, tetapi belum tentu cocok di Timur (Indonesia) pada saat ini. Dalam pertarungan Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih telah pernah dimenangkan suatu kondisi politik, yang memungkinkan kita bisa kembali kepada jati diri bangsa, Pancasila, dan UUD 1945. Disepakati bahwa, pemilihan kepala daerah (dan juga seharusnya nanti

pemilihan Presiden) harus dilakukan oleh lembaga perwakilan. Namun manuver yang dilakukan oleh LSM, dan adanya kepentingan politik praktis di kalangan KMP, maka dengan mudah saja keputusan (UU) itu dianulir melalui Perppu. Hal ini tampaknya menandakan bahwa parpol hanya mementingkan kepentingan politik-praktis, dan tidak punya platform ideologis yang harus diperjuangkan. Kalau masih seperti itu watak parpol kita, dan masih seperti ini sistem politik kita, tampaknya tidak perlu kalau pihak parpol harus dibantu keuangannya. Parpol seharusnya merupakan kumpulan orang-orang (kader) yang memiliki ideologi yang sama, di mana mereka harus memperjuangkannya, kalau mereka nanti memegang kekuasaan. Untuk itu mereka harus siap berkorban. Parpol bukan kumpulan orangorang dengan tujuan politik untuk merebut kekuasaan semata, dan kemudian untuk “mencari korban�. Parpol-parpol yang pecah seperti sekarang ini menunjukkan bahwa para kader tampaknya hanya bertujuan untuk mencari kekuasaan politik, dan bukan untuk memperjuangkan ideologi. Apakah parpolparpol seperti ini masih wajar diberikan bantuan keuangan dari negara? Kader parpol yang korup, bukan karena parpolnya yang kekurangan dana. Tapi karena kader parpol itu yang harus merogoh koceknya dalam-dalam, tatkala mereka sedang kampanye. Sistem politik uang dalam sistem demokrasi di Indonesia saat ini, sudah menjadi rahasia umum. Sistem one man-one vote ala Barat, di negara yang belum siap berdemokrasi ala Barat, tampaknya adalah penyebab utama, kenapa korupsi merajalela di Indonesia. Oleh karenanya, mari kita kembali pada sistem demokrasi ala Indonesia, ala Pancasila, dan ala UUD 1945 (yang asli). Saya kira pendiri bangsa dan negara ini, sangat visioner dalam memandang masa depan politik dan kenegaraan di Indonesia. Karena ketika mereka menyusunnya, telah terlepas dari kepentingan kelompok, suku, agama, dan ras. Penulis, dosen Universitas Udayana

4 - 10 Mei 2015

6


BALI SEPEKAN

Bantuan Mesin Pengurukan Pantai Belum Pengolahan Buah Mangkrak Kantongi Izin

MESIN pengolahan buah bantuan pemerintah pusat melalui Pemerintah Kabupaten Bangli yang diterima Kelompok Usaha Manik Pertiwi di Desa Batur Utara, Kintamani, mangkrak. Sejak tahun 2011 lalu, mesin yang terdiri dari sebelas unit alat pengolahan itu sudah tidak pernah lagi digunakan. Mesin yang memiliki kapasitas produksi setengah ton per satu jam tersebut kini dibiarkan nganggur dalam sebuah gudang di desa setempat. Ketua Kelompok Usaha Manik Pertiwi Wayan Tinggal saat ditemui di Desa Batur Utara, Senin (20/4), membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan bahwa mesin pengolah buah tersebut diterima tahun 2007. Mesin tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang difasilitasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli. Hanya, di luar dugaan mesin bantuan yang diterima kelompok itu ternyata memiliki kapasitas produksi yang cukup besar, yakni setengah ton per satu jam. Setelah berjalan, Kelompok Manik Pertiwi kekurangan bahan baku produksi. Hingga akhirnya pada tahun 2011, kelompok ini memutuskan untuk menghentikan kegiatan produksi. Tinggal mengatakan, karena sudah tidak beroperasi lagi, mesin pengolah buah tersebut kini dibiarkan nganggur. Mesin tersebut disimpan dalam sebuah gudang dekat sekolah PAUD setempat. l Sosiawan

PROYEK penataan Pantai Melasti yang terletak di Desa Ungasan Kecamatan Kuta Selatan, telah mendekati rampung, bahkan siap dioperasikan pertengahan tahun mendatang. Namun ternyata, proyek yang juga menyertakan pengurukan sekitar 100 meter lebih dari bibir pantai yang diperuntukkan sebagai fasilitas anjungan, belum mengantongi izin dari pemerintah pusat. Kenyataan itu dibenarkan Perbekel Desa Ungasan, Wayan Sugita Putra, saat dimintai konfirmasi Senin (20/4). Menurutnya, penataan pantai tersebut akan dijadikan daya tarik wisata, sedangkan pengurukan pantai akan dimanfaatkan sebagai tempat menggelar upacara adat masyarakat setempat. “Karena untuk kebutuhan desa adat, jadi untuk perizinan belum kami urus.

Panjangnya ada sekitar 80 meter menjorok ke laut. Itu nantinya difungsikan untuk nganyut-nganyut sekah saat upacara ngaben, mendem pakelem. Sebab, kalau tidak dibuat begitu, kami biasanya nyewa perahu atau minta bantuan Basarnas,” ungkapnya. Kepala Dinas Cipta Karya (DCK) Kabupaten Badung Ni Putu Dessy Darmayanti saat dimintai konfirmasi hal ini, mengaku belum mengetahui keberadaan proyek tersebut. Bahkan, pihaknya tidak mengetahui persis proyek penataan pantai yang kerap dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat menggelar ritual melasti bagi umat Hindu. l Parwata

TERSANGKA pencuri burung, Qodriadi alias Qodri (25) warga Banjar Dinas Kubu Tumpang Desa Pegayaman, Sukasada, tewas ditembak polisi. Ia ditembak di dekat jembatan Sangket perbatasan Kelurahan Sukasada dengan Sambangan. Polisi melepaskan tembakan, karena tersangka mencoba kabur saat hendak ditangkap. Polisi meminta kedua pelaku menyerahkan diri. Akibat tidak digubris dan para pelaku bersikukuh melarikan diri, tembakan peringatan dilepaskan ke atas.

Pelaku kembali tidak mengindahkan lalu bersikeras kabur, polisi akhirnya menembak kaki pelaku. Sayangnya karena gerak tubuh pelaku berkelit, peluru justru mengenai pinggang tersangka Qodri. Satu pelaku lainnya menceburkan diri kabur melewati jembatan Sangket di sisi utara. “Kalau dipikir dengan logika, dari ketinggian sekitar 15 meter pelaku melompat tanpa pengaman pasti cedera,” ujar Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi di Polsek Sukasada, Selasa (21/4). l Dewa Kusuma

MBP/edi

Curi Burung, Tewas Ditembak

Rawat Inap Puskesmas Vakum Setahun PUSKESMAS Baturiti I terpaksa tidak mengoperasikan (vakum) layanan rawat inapnya secara maksimal selama kurang lebih satu tahun. Akibatnya tingkat hunian atau angka BOR di puskesmas ini pada tahun 2014 lalu sangat kecil dan jauh dari ideal atau 3,2 persen dari yang harusnya 60-80 persen. Vakumnya pelayanan rawat inap di puskesmas itu, akibat ruangannya

sering diterjang angin kencang. Sedikitnya sudah empat kali ruang rawat inap tersebut rusak diterjang angin kencang. Kini, puskesmas kemudian merelokasikan ruangan tersebut ke ruangan yang lebih aman. Kepala Puskesmas Baturiti I dr. Made Kencana, Selasa (21/4) memaparkan angin yang kencang menyebabkan atap ruang rawat inap selalu rusak, bahkan sempat sampai

terangkat. Hal tersebut terjadi 4 kali yaitu pada bulan Januari dan Oktober 2012, Maret 2013 dan Juni 2014. Kini, pihaknya merelokasi ruang rawat inap ke ruang poliklinik. “Posisi ruang rawat inap dulu sepertinya pusat angin sehingga ketika ada angin kencang atapnya selalu rusak. Akhirnya kami relokasikan ke poliklinik,” tutur Kencana. l Wira Sanjiwani 4 - 10 Mei 2015

7

7


LAPORAN UTAMA

PP 50/2011, Selamatkan Teluk Benoa? Pansus Ranperda Riparda Bali telah berkonsultasi ke Kementerian Pariwisata di Jakarta. Hasilnya, revitalisasi yang terakomodasi dalam Riparda bertentangan dengan Perpres 51/2014. Demikian pula Perpres 51/2014 tak sejalan dengan PP 50/2011 tentang Riparnas dan undang-undang No 10/2009 tentang kepariwisataan. Kini konsultasi akan dilanjutkan ke Presiden Jokowi. Penegasan dari Presiden sangat penting sebagai bagian dari hak prerogatif. Pasalnya, Perpres 51/2014 menunjukkan kontradiktif pada saat membahas makna revitalisasi.

Silang pendapat antara Gubernur Bali Mangku Pastika dan Sekretaris Pansus Rencana Induk Pariwisata Daerah (Riparda) Bali Adhi Ardhana rupanya akan terus berlanjut. Sebab dari hasil konsultasi Pansus Riparda DPRD Bali ke Kementerian pariwisata didapat hasil bahwa terdapat kontradiksi antara Perpres 51/2014 dengan Ranperda Riparda yang kini dibahas di DPRD Bali Panitia Khusus Riparda 20142029 DPRD Bali berkonsultasi dengan Kementrian Pariwisata di Jakarta, Kamis (23/4) lalu. Sekretaris Pansus Ripparda A.A. Ngurah Adhi Ardhana, S.T. mengungkapkan hasil konsultasinya dengan Sekretaris Ditjen Destinasi Lokot Ahmad Enda. Lokot merupakan salah satu perancang Undang-undang No.10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan PP No.50 Tahun 2011 tentang Riparnas. “Sekretaris Ditjen Destinasi setuju Perda No.2 Tahun 2012 tentang Pariwisata Budaya dimasukkan dalam mengingat dan pada pasal-pasal di batang tubuh Raperda, karena beliau melihat roh kepariwisataan belum masuk,” ujar Ardhana via telepon. Lokot Ahmad Enda juga dikatakan setuju untuk memasukkan pasal tambahan terkait pekerja pariwisata. Dimana pekerja pariwisata harus mengerti dan tahu budaya Bali. Tidak saja orang Bali, tapi juga pendatang dan orang asing.

8

Apakah itu artinya Perpres 51/2014 secara otomasi gugur? ‘’Namanya konsultasi tidak bisa memutuskan, dan pemahaman biro hukum selama bertentangan dengan hukum diatasnya maka otomatis gugur. Tanjung Benoa sebagai kawasan pariwisata yang di dalam kawasan tersebut ada daya tarik wisata dalam sudut pandang geografis termasuk teluk harus berpatokan kepada UU pariwisata dan pp 50. Apabila ada yang bertentangan maka otomatis gugur. Politisi PDI-P ini menambahkan, Kemenpar juga menyarankan untuk meminta penegasan dari Adhi Ardhana Presiden sebagai bagian dari hak prerogatif. Pasalnya, Perpres Sekretaris Pansus Riparda Bali 51/2014 diakui memang menunjukkan kontradiktif pada saat membahas makna revitalisasi. Selain dua poin penting itu, pihak Kemenpar juga disebut memberikan Untuk itu, Ketua DPRD Bali, Nyoman masukan terkait Perpres No.51 Tahun Adi Wiryatama yang juga ikut berkon2014 yang selama ini disebut kon- sultasi akan bertanya secara resmi ke tradiktif dengan Riparda Provinsi Bali. Presiden Joko Widodo. “Revitalisasi “Biro Hukum Kemenpar berpendapat, yang dimaksud dalam PP 50 dalam Perpres No. 51 Tahun 2014 apabila bayangan penyusun adalah sebagai merunut dari Perda RTRW Bali yang contoh untuk kawasan seperti Toraja berdasar pada RTRW Nasional, ka- dan Danau Toba yang mengalami wasan Tanjung Benoa masuk kawasan degradasi kunjungan. Sementara Bali pariwisata. Maka yang berlaku adalah dan khususnya Tanjung Benoa dalam Undang-undang No.10 tahun 2009 laporan LKPJ Gubernur menunjukan tentang Kepariwisataan dan PP No.50 peningkatan kedatangan tamu baik Tahun 2011 tentang Ripparnas sehingga asing maupun domestik,” ujar Adhi aturan yang tak sejalan dengan itu dapat menambahkan. dikatakan gugur dengan sendirinya,” l Rindra papar Adhi.

Revitalisasi yang dimaksud dalam PP 50/2011 dalam bayangan penyusun adalah sebagai contoh untuk kawasan seperti Toraja dan Danau Toba yang mengalami degradasi kunjungan. Sementara Bali dan khususnya Tanjung Benoa dalam laporan LKPJ Gubernur menunjukan peningkatan kedatangan tamu baik asing maupun domestic.

4 - 10 Mei 2015

8


Riparda Bali Perpres 51/2014 Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Riparda) Provinsi Bali Tahun 2014-2029 sedang digodok untuk menjadi Peraturan Daerah. Riparda yang nantinya akan menentukan nasib Bali selama 15 tahun dari sektor pariwisata, rupanya mengabaikan bahkan bertentangan dengan Perpres No.51 Tahun 2014 yang lebih dikenal dengan Perpres Reklamasi. “Tentu kontradiktif dengan penetapan kawasan pariwisata di Tanjung Benoa. Secara geografis Kawasan Tanjung Benoa memiliki laut Nusa Dua dan Teluk Benoa. Tentu yang bisa dilakukan Tanjang Benoa adalah mengembalikan situasi dari Teluk Benoa tersebut,” ujar Sekretaris Pansus Riparda, A.A. Ngurah Adhi Ardhana, ST usai menggelar Rapat Pembahasan Ranperda Provinsi Bali tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Provinsi Bali Tahun 2014-2029, pekan lalu. Adhi menjelaskan, pertentangan antara Riparda dengan Perpres 51 berada dalam batang tubuh dan penjelasan. Disana dinyatakan bahwa kawasan pariwisata dan daya tarik wisata hanya bisa direvitalisasi pengembangannya dengan mengembangkan dan mengembalikan sesuai dengan kondisi semula. Selain itu, Perpres 51 juga dikatakan kontradiktif dengan Perda RTRWP Bali yang dijadikan lampiran terkait peta pariwisata. “Oleh karena itu Pansus menyepakati untuk bertanya kepada Presiden melalui konsultasi dulu dengan Kementerian Pariwisata karena hubungannya adalah kontradiktif antara Perda, Perpres, PP dan Undang-Undang. Kecuali daerah Tanjung Benoa dicabut dari kawasan pariwisata. Maka dia tidak kontradiktif dengan Perpres itu,” tandasnya. Adhi menambahkan, pertentangan antara Perpres dan Riparda juga bisa dihindari jika Perpres 51/2014 dikembalikan lagi menjadi Perpres No.45 Tahun 2011. Selain persoalan kontradiktif, pihaknya juga mengingatkan Dinas Pariwisata Bali agar memasukkan Perda No.2 Tahun 2012 tentang Pariwisata

VS

“Bukan saya ingin membandingkan terus dengan Singapura. Singapura itu sepertujuh Bali luasnya, tapi turisnya 37 juta sekarang ini. Kenapa kita tidak bisa tahun 2029 itu 30 juta? Harusnya bisa, tentu saja kita harus membangun infrastrukturnya, kita juga harus menambah destinasi pariwisata yang baru, jangan itu-itu aja,” tandasnya. Atas tanggapan Gubernur itu, Ngurah Adhi Ardhana, ST kembali mempertanyakan pernyataan Gubernur yang menyebut tidak ada kontradiksi antara Ranperda Riparda dan Perpres 51/2014. Tidak ada, justru sejalan. Padahal kontradiksi jelas terlihat Kenapa sejalan? Karena dalam Pasal 21 Ranperda Riparda yang kita ingin menghidupkan lagi mengisyaratkan perlindungan dan perbaikan kondisi apabila daerah wisata apa yang ada dan kemudian itu mengalami degradasi. Sementara mengembangkannya, tentu saja pasal 63 point a Perpres 51/2014, jusdalam konsep hijau yang tidak tru merubah zona konservasi menjadi merusak lingkungan. zona pemanfaatan. “Bagaimana bisa daya tarik wisata tersebut yang ada dalam satu geografi Mangku Pastika ternyata dirubah peruntukannya sehGubernur Bali ingga bukannya memperbaiki kondisi yang awal tapi malah merubah menjadi daerah pemanfaatan yang tentu akan pun menanggapi pernyataan Adhi Ardhana. merubah fungsi daya tarik wisata tersebut,” Bahkan Gubernur membantah adanya tandasnya. Terlepas dari pro dan kontra revitalisasi kontradiksi antara Rancangan Peraturan Daerah Rencana Induk Pembangunan atau reklamasi Teluk Benoa, Adhi menKepariwisataan Daerah (Riparda) Provinsi egaskan reklamasi bukanlah solusi yang Bali Tahun 2014-2029 dengan Perpres tepat untuk mengembalikan Teluk Benoa No.51 Tahun 2014. Khususnya terkait ren- ke kondisi awal. Selain itu, dalam Pasal 22 cana revitalisasi Teluk Benoa dengan cara Ranperda Riparda juga disebutkan bahwa mereklamasi seluas 700 hektar. pengembangan pariwisata dibatasi kepada “Tidak ada, justru sejalan. Kenapa daerah-daerah yang belum berkembang. sejalan? Karena kita ingin menghidupkan Sementara Tanjung Benoa termasuk Teluk lagi apa yang ada dan kemudian mengem- Benoa didalamnya merupakan daerah yang bangkannya, tentu saja dalam konsep hijau sudah sangat berkembang. yang tidak merusak lingkungan,” ujarnya “Itu kan (Tanjung Benoa, red) sudah pekan lalu. Pastika menilai kawasan Teluk jelas daerah yang sudah berkembang dan Benoa hampir mati lantaran ketinggian air sudah bahkan mencapai titik jenuh, itu jelas hanya satu meter. Saat surut, Teluk Benoa kontradiktif. Ini bukannya penafsiran, ini penuh lumpur dan sampah. Oleh karena itu, adalah bahasa undang-undang yang medaerah yang dulunya kawasan konservasi mang normatif bahasanya. Kalau kita tafsir, itu mesti direvitalisasi. Disisi lain, Pastika lain lagi ceritanya,” tandasnya. juga ingin memenuhi target kunjungan 30 juta wisatawan di tahun 2029. l Rindra Budaya kedalam tor “mengingat”. Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Bali A.A. Gede Yuniartha Putra, S.H., M.H. mengatakan, Riparda nantinya untuk mengembangkan bagaimana pariwisata Bali kedepan. Termasuk akan ada program destinasi wisata mana saja yang bisa dikembangkan, setelah Riparda resmi menjadi Perda. Gubernur Bali Made Mangku Pastika

4 - 10 Mei 2015

9

9


LAPORAN UTAMA

Objek wisata Tirtagangga di Karangasem, tidak banyak dikunjungi wisatawan. Kawasan Karangasem belum diminati investor untuk mengembangkan akomodasi. Berbeda dengan kawasan Tanjung Benoa. Walaupun telah padat tetap menjadi incaran, bahkan ada rencana membuat pulau baru dengan menguruk laut seluas 700 hektar.

10

4 - 10 Mei 2015

10


Target Wisman 30 Juta, Bali ’’Over Load’’

Bali Post/dok

Statemen Gubernur Bali Made Mangku Pastika soal target kunjungan wisatawan asing ke Bali 30 juta pada 2029, dinilai Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata (AMP) Bali Gusti Kade Sutawa terlalu berlebihan. Pasalnya, target tersebut tidak sejalan dengan daya dukung Bali yang padat. Apalagi, target tersebut bagian dari upaya membuat destinasi baru di Teluk Benoa. “Target sih boleh berapa saja, tapi lihat dulu daya dukung Bali memungkinkan tidak. Karena kita tahu yang dibutuhkan Bali sekarang adalah pemerataan bukan destinasi baru,” ungkap pria yang akrab disapa Gusde. Menurutnya, reklamasi berkedok revitalisasi untuk pengembangan destinasi pariwisata baru, hanya akal-akalan untuk meloloskan reklamasi Teluk Benoa. “Lebih baik batalkan niat tersebut, jangan buat pariwisata Bali kian terpuruk,” sarannya. Dia juga menyebutkan, menjadikan negara lain, seperti Singapura sebagai pembanding pariwisata Bali sangatlah melenceng. Sebab, Bali bukan negara, namun bagian dari Indonesia. Terlebih, Bali jelasjelas merupakan pariwisata budaya, bukan mass tourism. “Jangan samakan Bali dengan negara lain. Kita adalah pariwisata berbasis budaya, yakni masyarakat, jadi tidak perlu membuat yang baru, karena yang ada saja belum digarap maksimal,” tegasnya. Apa yang diisyaratkan Sutawa sejalan dengan Ranperda Riparda (Rancangan Induk Pariwisata Daerah) Provinsi Bali yang harus menjadi pedoman kepariwisataan daerah Bali. Dua dari empat tujuan pembangunan kepariwisataan daerah dalam pasal 9 mengarah pada kearifan lokal daerah. Seperti pada poin a, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas destinasi pariwisata serta keragaman daya tarik pariwisata berdasarkan potensi lokal. Kemudian pada poin c untuk mewujudkan industri pariwisata yang mampu menggerakkan perekonomian daerah. Dalam pasal 22 disebutkan, mengembangkan DTW baru yang potensial di destinasi pariwisata yang belum berkembang dan memperkuat upaya pengelolaan potensi

kepariwisataan dan lingkungan dalam mendukung upaya perintisannya. Strategi pengembangan DTW salah satunya memperkuat konservasi potensi kepariwisataan dan lingkungan dalam mendukung intensifikasi DTW. Strategi pemantapan DTW dan revitalisasi DTW bahkan sama, dengan memperkuat upaya penataan ruang wilayah dan konservasi potensi kepariwisataan dan lingkungan dalam mendukung diversifikasi atau revitalisasi DTW serta kawasan di sekitarnya. Dekan Fakultas Pariwisata Unud Drs. I Made Sendra, M.Si., pekan lalu, mengungkapkan, dalam penyusunan Riparda, pihak terkait harus tetap berpegangan bahwa pariwisata Bali adalah pariwisata budaya. Hal itu telah tertuang pada Perda No. 2 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan Budaya Bali. Dan pengembangan pariwisata budaya masih sangat relevan untuk dipertahankan. Kemudian, zonasi pengembangan kepariwisataan juga patut diperhatikan. Jangan sampai wilayah-wilayah yang selama ini disucikan atau menjadi publik area untuk kegiatan keagamaan atau adat di Bali justru dikorbankan demi kepentingan pembangunan sektor pariwisata. Harus ada batasan yang jelas mengenai zonasi pengembangan akomodasi pariwisata. “KSPN misalnya. Jangan sampai simbol Hindu Bali disentuh untuk upaya-upaya mengarah ke komersialisasi. Besakih misalnya harus tetap dibentengi. Demikian pula wilayah pantai yang pada dasarnya menjadi tempat aktivitas masyarakat Bali untuk melaksanakan kegiatan keagamaan, mohon dilindungi agar tidak habis dijadikan tempat pendirian hotel. Jangan sampai wilayah publik diklaim pihak hotel,” katanya. Selanjutnya, daerah konservasi di Bali harus dipertahankan. Daerah konservasi tidak boleh dikorbankan atau diubah menjadi kawasan untuk mendirikan akomodasi pariwisata. Ini menjadi poin penting mengingat carrying capacity Bali sudah over load. “Moratorium sudah dikeluarkan, tapi kenyataannya, sekarang justru marak berdiri hotel,” tegasnya. l Parwata/Deddy 4 - 10 Mei 2015

11


A KT I V I TA S

MBP/ist

DOKTOR - Promovendus Ida Ayu Ketut Surya Wahyuni, S.Sos., M.Si. berhasil meraih gelar doktor di Program Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan Program Pascasarjana Unhi (Universitas Hindu Indonesia) Denpasar, Jumat (17/4). Dalam ujian terbuka promosi doktor kemarin, Surya Wahyuni dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Dalam ujian promosi doktor yang diuji 13 penguji tersebut, Surya Wahyuni mempertahankan disertasinya berjudul “Pemberdayaan dan Partisipasi Politik Perempuan Hindu dalam Partai Golkar dan PDI-P Provinsi Bali”. Selaku promotor yakni Prof. Dr. Ida Bagus Yudha Triguna, M.S. dan kopromotor Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si. Nampak dalam foto Dosen Kopertis Wilayah VIII Dpk. Unhi Denpasar Ida Ayu Ketut Surya Wahyuni, S.Sos., M.Si. didampingi keluarga berfoto bersama dengan sejumlah tim penguji seusai mengikuti ujian terbuka promosi doktor.

MBP/ist

HUT - PT Taspen (Persero) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-52 pada Jumat (17/4). Acara dimulai pagi hari dengan upacara bendera yang juga dihadiri oleh PWRI, LVRI, Korpri, Pepabri, Perpentas. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Kepala Cabang PT Taspen (Persero) Denpasar Ahmad Iskandar Jaya. Tumpeng pertama diberikan kepada karyawan tertua dan termuda. Tradisi tersebut dimaksudkan agar yang tua memberi contoh yang baik kepada yang muda, dan yang muda dapat mencontoh yang tua. Di usia yang ke-52, Kepala Cabang PT Taspen (Persero) Denpasar Ahmad Iskandar Jaya berharap agar Taspen tetap eksis, selalu dipercaya pemerintah untuk melaksanakan program-program amanah dari ASN, baik jaminan kecelakaan kerja. Pihaknya juga terus berupaya melakukan advokasi ke pemda seluruh Bali tentang keberadaan Taspen, selalu meningkatkan sarana dan prasana, serta meningkatkan kemampuan SDM.

12

4 - 10 Mei 2015

MBP/ist

BANTUAN - Dalam rangka merayakan HUT ke-52 PT Taspen (Persero) yang jatuh pada 17 April, PT Taspen (Persero) memberikan bantuan berupa bubuk abate dan obat fogging kepada Desa Ubung Kaja pada Kamis (16/4) di Kantor Kepala Desa Ubung Kaja. Tema HUT tahun ini adalah ‘’Memperkuat Eksistensi PT Taspen (Persero) sebagai Penyelenggara Program Kesejahteraan ASN dan Pejabat Negara Melalui Transformasi Nilai-nilai Taspen’’. Kepala Cabang PT Taspen (Persero) Denpasar Ahmad Iskandar Jaya didampingi Kepala Bidang Umum Pala Durman dan Pengelola PKBL Taspen I Wayan Sutasma mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk bakti sosial Taspen atas kepeduliannya terhadap lingkungan dan masyarakat, terutama kesehatan masyarakat.

KARTINI - Tanggal 21 April, menjadi momen penting bagi kaum perempuan di Indonesia. Setiap tahunnya, tanggal di bulan keempat ini diperingati sebagai Hari Kartini. Sebuah simbol untuk mengenang peran seorang Kartini yang di masa hidupnya pada pengujung abad ke-19 sempat dihinggapi kegelisahan mengenai kesamaan hak antara kaumnya dan kaum laki-laki yang terantuk adat dan tradisi. Kini, gagasan Kartini yang tertuang dalam buku kumpulan suratnya yang berjudul ‘’Habis Gelap Terbitlah Terang’’ itu telah menjadi sumber inspirasi para perempuan. Emansipasi perempuan yang menjadi roh tulisannya itu telah menjelma dan berkembang dari masa ke masa. Dalam pandangan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, emansipasi perempuan di masa sekarang telah jauh maju dibandingkan awal kemunculannya. Dia contohkan dalam dinamika kehidupan sekarang yang tidak lagi didominasi kaum laki-laki.


MBP/ist

MBP/ist

PRAKTIK - Dalam meningkatkan kompetensi lulusan dalam menghadapi pasar bebas (MEA 2015), mahasiswa PPLP Dhyana Pura tiga kali secara berturut–turut menggelar kegiatan praktik buffet yaitu Dinner Party oleh mahasiswa Program Pelatihan di bidang Tata Hidangan (Food & Beverage Service) dan Tata Boga (Food Production) jenjang pelatihan 2 tahun. Kegiatan ini dilaksanakan 3 kali yaitu tanggal 7 April, 10 April dan 16 April, di kampus PPLP Dhyana Pura. Pada dasarnya ini merupakan kegiatan praktik mahasiswa, di mana mereka dipersiapkan minimal sebagai supervisor di hotel. Mereka sudah mendapatkan teori–teori di kelas dan pengalaman training di hotel selama 6 bulan. Untuk itu mereka sekarang mampu membuat event Dinner Party, mulai dari perencanaan, persiapan dan proses pelayanan kepada tamu.

KEBANGSAAN - Anggota MPR-RI Drs. I Made Urip, M.Si., salah satu wakil rakyat dapil Bali, makin gencar memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan di tengah masyarakat. Di antaranya dengan melakukan sosialisasi “Empat Pilar Kebangsaan” di wantilan Kantor Perbekel Desa Pupuan Sawah, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Minggu (19/4) lalu. Hadir Ketua PAC PDI-P Selemadeg I Nengah Wisnawa, Perbekel Pupuan Sawah I Made Subandi bersama klian adat dan dinas serta sekaa teruna se-Desa Pupuan Sawah, yang dihadiri ratusan warga desa. Perbekel Pupuan Sawah I Made Subandi mengungkapkan, Made Urip selalu aktif turun ke masyarakat termasuk menyosialisasikan wawasan kebangsaan sekaligus menyerap aspirasi warga.

MBP/ist

VAKSINASI - Pencanangan vaksinasi massal kanker serviks pada siswi SMP negeri se-Kota Denpasar tahun 2015 dilaksanakan, Selasa (21/4), bertepatan dengan Hari Kartini. Bertempat di SMPN 8 Denpasar, program tersebut diresmikan oleh Wali Kota Denpasar yang diwakili Wakil Wali Kota I G.N. Jaya Negara. Di antaranya hadir pada acara tersebut, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, pimpinan SKPD di Pemkot Denpasar dan Camat se-Kota Denpasar. Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes. mengatakan, vaksinasi massal kali ini menyasar siswi SMP negeri kelas I se-Kota Denpasar yang jumlahnya 2.464 orang. Vaksinasi diberikan sebanyak 3 kali yaitu pada 0 bulan, 2 bulan dan 6 bulan. Kegiatan berlangsung mulai 21 April hingga 30 April 2015. Anggaran berasal dari APBD Kota Denpasar tahun 2015.

MBP/ist

PENGHARGAAN - Sebanyak 14 seniman menerima penghargaan Wija Kusuma dari Pemerintah Kabupaten Gianyar pada resepsi perayaan HUT ke-244 Kota Gianyar di Balai Budaya Gianyar, Minggu malam (19/4). Penghargaan diserahkan langsung Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata dan dihadiri Konjen Jepang untuk Indonesia, Bupati Purwakarta, Deputi Sumber Daya Iptek Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dan Direktur Eksekutif JKPI Pusat. Bupati Agung Bharata mengatakan penghargaan Wija Kusuma merupakan wujud apresiasi pemerintah kepada para seniman yang telah berjasa dalam melestarikan seni budaya dan telah menunjukkan darma baktinya kepada pemerintah, masyarakat dan seni itu sendiri. 4 - 10 Mei 2015

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

KUNJUNGAN - Sekitar 20 mahasiswa dari program Magister Manajemen Rumah Sakit (MMR) Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan kunjungan ke RSU Kasih Ibu Tabanan, Selasa (21/4). Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk studi lapangan mengenai managemen RS yang diterapkan salah satu RS Swasta di Tabanan ini. Direktur Akademik dan Pengembangan Program Magister Managemen RS UGM, dr. Andreasta Meliala memaparkan, ada beberapa poin yang menyebabkan RSU Kasih Tabanan menjadi tempat studi lapangan para mahasiswanya. Poin pertama, RSU Kasih Ibu Tabanan merupakan RS swasta yang tumbuh dengan baik di era berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional. Menurutnya banyak yang masih berpikir RS swasta yang melayani JKN tidak bisa hidup tetapi RS Kasih Ibu Tabanan justru bertahan dan malah berkembang. Selain itu RSU Kasih Ibu merupakan rumah sakit milik investor lokal asli Bali yang bisa mengembangkan layanannya ditengah kepungan layanan rs swasta lainnya terutama koorporate besar yang berasal dari luar Bali maupun luar negeri.

DIAPRESIASI - Sosok pemuda Bali Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry Wedasteraputra Suyasa, S.Sos., S.H., M.H. mungkin tak sepopuler kakandanya, Gusti Ngurah Wedakarna. Tetapi kiprahnya di bidang kepemudaan, olahraga dan sejarah di Bali sudah mulai diapresiasi banyak kalangan. Salah satunya dengan kehadiran Presiden kelima RI Megawati Soekarno Putri ke Museum Agung Bung Karno di kawasan Niti Mandala Renon, Denpasar usai Kongres PDI-P. Atas hal ini Gung Wira (sapaan akrabnya) menyatakan kebanggaannya atas keberadaan museum yang menjadi pusat untuk melestarikan peninggalan leluhurnya, terutama berkaitan dengan perjuangan Bung Karno. Selain sebagai Pembina Yayasan Kepustakaan Bung Karno (YKBK), sebagai seorang yang mencintai dunia olahraga Gung Wira pun menuangkan kreativitasnya di dunia olahraga dengan membangun Sport Center di kawasan Denpasar Barat. Sport Center ia bangun dengan fasilitas dua lapangan futsal berstandar internasional, dan fasilitas fitness center, dan sejumlah tokoh pun telah berkunjung ke fasilitas ini.

MBP/ist

MBP/ist

TINJAU - Setelah Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra melakukan presentasi tentang inovasi pelayanan drive thru “Kir 26 menit” di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) beberapa minggu lalu, Jumat (17/4), Tim Panelis Inovasi Pelayanan Publik meninjau langsung ke lapangan pelayanan drive thru ‘’Kir 26 menit’’ di Suwung, Kecamatan Denpasar Selatan. Sebelum berkunjung ke lapangan, Tim Inovasi Pelayanan Publik terdiri dari Prof. Drs. Komarudin, M.A., APU. dan Aris Samson diterima Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekda Kota Denapasar AAN Rai Iswara, Asisten I Ketut Mister, Kadis Perhubungan Gede Astika dan Kabag Organisasi Desak Nyoman Widiasih. Prof. Drs. Komarudin, M.A., APU. saat diterima Wali Kota Rai Mantra mengatakan ingin mengetahui lebih banyak tentang entrepreneurship dari Wali Kota Denpasar. Mengingat, latar belakangnya seorang entrepreneur. Tentunya, seorang entrepreneur memiliki ide-ide kreatif, salah satunya drive thru ‘’Kir 26 menit’’.

DOKTOR - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar ujian terbuka program doktor salah satu mahasiswa Pascasarjana Progam Studi Ilmu dan Kebudayaan Drs. I Made Lanus, M.Si., Selasa (21/4). Made Lanus dalam disertasinya mengangkat ‘’Komodifikasi Sarana-Prasarana Upacara di Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung’’. Setelah memaparkan ringkasan disertasinya tersebut dan menjawab pertanyaan dari Dewan Penguji terdiri atas 12 orang dipimpin Ketua Senat Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A., Made Lanus berhasil meraih predikat sangat memuaskan dan berhak menyandang gelar doktor. Dewan penguji tersebut yakni Prof. Dr. Ida Bagus Gunadha, M.Si. (selaku promotor), Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si. (selaku kopromotor), Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum., Prof. Dr. A.A. Ngurah Anom Kumbara, M.A., Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, M.S., Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si., Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si., Dr. Wayan Paramartha, S.H., M.Pd., Dr. A.A. Ngurah Gede Sadiartha, S.E., M.M., Dr. Ir. Euis Dewi Yuliana, M.Si., Dr. I Wayan Subrata, M.Ag. dan Dr. I Gusti Bagus Wirawan, M.Si.

14

4 - 10 Mei 2015


MBP/ist

MENGABDI - Tanggal 19 April merupakan hari bersejarah bagi Klinik Quantum Sarana Medik, klinik yang beralamat di Jalan Sesetan No. 20 Denpasar. Dua puluh sembilan tahun mengabdi bagi kesehatan masyarakat, menjadikan Klinik Quantum sebagai leader di seantero Bali dan makin matang melayani masyarakat sekitar, baik yang menetap di Bali atau para pelancong yang kebetulan singgah di Bali. Klinik yang terdepan dalam pelayanan ini telah memiliki standar mutu layanan dengan telah disertifikasi ISO 9001:2008. Selain itu kelengkapan dan mutu alat yang digunakan juga telah mendapatkan status akreditasi SNI ISO 15189:2009. Semua ini menjadikan Klinik Quantum Sarana Medik salah satu laboratorium rujukan kedokteran dan penunjang kesehatan yang komprehensif bagi dokter dan rumah sakit di Bali. Melayani pasien rata-rata sehari sebanyak 200 orang, Klinik Quantum juga dilengkapi dengan apotek yang ditangani oleh dua apoteker. Nampak dalam foto Acara outbound Klinik Quantum Sarana Medik dan syukuran perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-29 di Kubu Strawberry Bedugul, Minggu, 19 April 2015.

MBP/ist

MENDUKUNG - Pasangan bakal calon Bupati Badung dan bakal calon Wakil Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa - I Putu Alit Yandinata (Adinata) hadir dalam Paruman Desa Adat Kelan, Kelurahan Kelan, Kuta. Meski masih bakal calon, keduanya menunjukkan kesungguhan ngayah untuk krama Badung. Dalam pertemuan tersebut, krama Desa Adat Kelan menyatakan siap mendukung duet Adi ArnawaAlit Yanditana dalam Pilkada Badung, 9 Desember tahun ini. Paruman Desa Adat Kelan yang dilaksanakan di Wantilan Pura Puseh, Desa Adat Kelan, Minggu (19/4), dihadiri ratusan krama. Bendesa Adat Kelan I Made Sugita didampingi Penyarikan Desa Adat I.B. Ngurah Agung Candra Jaya serta seluruh prajuru, langsung memperkenalkan kedua bakal calon pemimpin Badung lima tahun ke depan.

MBP/ist

SUKSES - Perjuangan dan diplomasi Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III dalam mengawal aspirasi rakyat Bali, utamanya kaum pedagang kecil di tempat pariwisata terkait larangan penjualan minuman berakohol (mikol), akhirnya menuai sukses besar. Bagaimana tidak, kontroversi akan larangan Permendag No. 6/2015 yang sejatinya berlaku pada 16 April 2015 itu, berhasil diselesaikan berkat diplomasi anggota DPD-RI Gusti Wedakarna dengan mengundang Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel ke Bali untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat Bali melalui pertemuan di Kantor DPD-RI pada 11 April 2015. Selanjutnya, Wedakarna mengusulkan pertemuan dengan Disperindag Bali ke Jakarta pada 14 April 2015, menindaklanjuti usulan DPD-RI terkait perlakuan khusus untuk Bali terutama bagaimana membela kaum marhaen para pedagang kecil. Akhirnya Menteri Perdagangan RI menerbitkan Peraturan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri No. 04/PDN/Per/4/2015 tanggal 15 April 2015 tentang Juknis Pengendalian, Peredaran dan Penjualan Minuman Berakohol Golongan A.

SUMBANGAN - Perayaan Natal Nasional tahun 2014 dirayakan oleh Presiden RI H. Joko Widodo di bumi Cendrawasih, Papua, 27 Desember lalu di Lapangan Mandala Jayapura. Pada perayaan tersebut ada nuansa berbeda dari biasanya. Kemeriahaan perayaan Natal selain dihiasi dengan kerlapkerlip lampu dan pernakpernik Natal, lapangan yang luas tersebut juga dihiasi oleh dekorasi berupa patung berbentuk burung Cendrawasih, penjor, tedung, dekorasi pelengkungan dan kain prada. Adalah Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata, S.H. sebagai penggagas yang memberikan sumbangan kepada masyarakat Papua. Bupati Gianyar ikut berpartisipasi dalam memeriahkan perayanan Natal di Papua dengan memberikan bahan baku untuk mendekorasi panggung utama dan Lapangan Mandala Jayapura. Untuk manghasilkan karya cipta fenomenal tersebut, Bupati Gianyar juga mendatangkan instruktur dekorasi langsung dari Gianyar, Bali bernama Yantu yang dibantu oleh Made Cidra. Selama proses pengerjaan dekorasi tersebut dikoordinir oleh Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua Prof. Dr. I Wayan Rai S, M.A. 4 - 10 Mei 2015

15


POLITIK

Konflik Partai Membayangi Pilkada Sengketa partai politik membayangi pilkada serentak. Konflik dikhawatirkan berkembang ke daerah-daerah. Gesekan pada masa pendaftaran diprediksi akan berlanjut pada masa kampanye.

I

syarat kuatnya potensi konflik atau sengketa pilkada ini dilontarkan Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) M Nasrullah. Masalah internal partai dan masa kampanye yang paling berpotensi menimbulkan konflik di daerah selama pelaksanaan pilkada serentak. “Semua tahapan punya titik rawan. Tetapi sekarang, soal pencalonan dan kampanye paling berpotensi menimbulkan konflik. Karena ada dualisme kepengurusan, KPU dan Bawaslu harus cermat menghadapi masalah ini. Kalau tidak cermat, maka bisa fatal,” ujar Nasrullah. Dijelaskannya dualisme kepengurusan seperti yang terjadi pada Golkar dan PPP dikhawatirkan akan menimbulkan konflik di daerah. Pasalnya, pendaftaran pencalonan kepala daerah akan terganggu dengan legalitas kepengurusan partai. Ia mengatakan, untuk mengantisipasi masalah tersebut, masing-masing partai politik yang bermasalah dengan dualisme kepengurusan sebaiknya segera melakukan konsolidasi kepada kader-kader di tingkat daerah. Namun, hal tersebut harus diawali dengan kesepakatan islah antar pengurus pusat partai. Sementara itu, terkait kampanye, meski aturan menjelaskan bahwa penyelenggara memfasilitasi partai untuk melaksanakan kampanye, masalah persaingan antar kandidat kepala daerah, menurut Nasrullah bisa saja terjadi. Di lain pihak, untuk meradam potensi konflik pada pilkada seretak

16

dilakukan Ketua DPC PDI-P Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Jika sebelumnya ia melakukan komunikasi politik dengan menemui mantan tokoh-tokoh PDI-P Tabanan yang telah “tersingkirkan”, Sanjaya kembali melakukan komunikasi politik. Kali ini dengan sejumlah tokoh dari partai rival PDI-P yang juga partai penguasa Orde Baru, yakni partai Golkar. Sanjaya bersama pengurus plt. DPD II Partai Golkar Tabanan membahas berbagai fenomena politik di Tabanan. Harapannya, komunikasi politik ini bisa memberikan angin baru bagi masyarakat Tabanan, bahwa dunia politik Tabanan tidak lagi bernuansa “panas”. “Komunikasi semacam ini saya harapkan mampu memberi vibrani teduh bagi masyarakat Tabanan bahwa dunia perpolitikan Tabanan semakin demokratis dan kondusif”, sebutnya. Tak hanya dengan partai Golkar, lanjut disampaikan Sanjaya, pihaknya juga

akan melakukan komunikasi serupa dengan partai lain seperti Nasdem, Hanura dan lainnya. Sanjaya menegaskan, komunikasi politik yang dilakukannya ini untuk membangun harmonisasi antar partai di Tabanan. Selain juga untuk membangun kerja sama dalam membangun Tabanan ke depan. Plt. Ketua DPD Golkar Tabanan I Made Rasma mengatakan, komunikasi politik antara DPC PDI-P dan DPD II Golkar Tabanan ini merupakan langkah modern dan sejarah baru bagi dunia perpolitikan Tabanan. Ia mengakui, sebagai partai politik tidak menampik komunikasi politik ini terjadi deal-deal di antara kedua belah pihak. “Deal-deal yang terjadi dalam komunikasi politik ini wajar terjadi. Yang terpenting nasib rakyat dan masa depan Tabanan dikedepankan,” ungkapnya. l Hardinato/Puspadewi

4 - 10 Mei 2015

16


Ikut Kampanye

Perbekel Terancam Dipenjara PILKADA serentak akan digulirkan pertengahan tahun ini. Aroma politik dan tarik menarik dukungan pun mulai menguat. Perbekel yang mestinya netral pun ditengarai mulai terjebak kepentingan politik. Panwaslu memastikan akan menjerat perbekel yang tak independen. Ancaman penjara ditebar. Indikasi adanya penggalangan dukungan melibatkan perbekel mulai diantisipasi di Tabanan. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) pun sejak awal mengingatkan kepala desa dan perangkatnya agar netral dalam pilkada, khususnya pada masa kampanye. “Jika ada yang melanggar bisa dikenakan sanksi, karena hal itu sudah jelas diatur dalam pasal 189 UU nomor 8 tahun 2015 tentang pilkada,” ujar Ketua Panwaslu Tabanan Made Rumada. Dikatakannya, dalam peraturan tersebut jelas berisi tentang peringatan kepada kepala daerah agar tidak ikut berkampanye kepada calon bupati maupun wakil bupati. Jika nantinya terbukti kepala desa dan perangkat desa ikut kampanye, dapat dikenai pidana penjara minimal 1 bulan dan maksimal 6 bulan dan denda minimal Rp 600 ribu dan maksimal Rp 6 juta. “Terakhir saya dengar ada isu jika kepala desa sudah mulai digiring mengarah ke pelaksanaan pilkada Tabanan. Untuk itu, peringatan ini saya sampaikan jauh hari sebelumnya sebagai bentuk antisipasi,” ujarnya. Di tingkat nasional, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengakui sulit untuk mengawasi tiap wilayah dari kecurangan pemilu. Untuk mengatasinya, Bawaslu menggandeng insititusi lain untuk penguatan pengawasan. “Bawaslu tidak bisa tegur lembaga

penyiaran, maka digandeng KPI. Bawaslu tidak bisa sadap seseorang, maka KPK yang kita ajak kerja sama. Lalu periksa rekening orang dan alur transaksi, maka diajaklah PPATK,” kata anggota Bawaslu Nasrullah. “Kita hadiri KPK, PPATK, bukan maksud menakut-nakuti,” tegas dia. Ia mengatakan bila koordinasi antarinstitusi dalam bidang pengawasan pemilu berjalan baik, maka kecurangankecurangan akan jauh terminimalisir. Sebab, ia yakin tidak ada kandidat kepala daerah yang mau ditangkap KPK. “Kalau bagus tata kelola, maka orang tak mau ditangkap sama KPK. Kalau besok Bawaslu minta KPK buat sadap semua aktor pemilu, penyelenggaranya, pemerintah daerah yang ikut bermain untuk memobilisasi PNS atau manfaatkan BOS, bisa terminimalisir kecurangan,” ungkap Nasrullah. Meski demikian, Nasrullah mengakui hal tersebut sulit dilakukan. Sebab, masing-masing institusi memiliki tugas sendiri dan bukan fokus utama mereka mengurusi pemilu. S elain itu, keterlibatan para masyarakat atau relawan diharapkan membawa keuntungan bagi Bawaslu sendiri. Masyarakat bisa jadi kontributor bagi Bawaslu untuk menyediakan data pilkada, seperti surveyor dalam hitung cepat yang dilakukan lembaga survei.

MBP/pus

Jika nantinya terbukti kepala desa dan perangkat desa ikut kampanye, dapat dikenai pidana penjara minimal 1 bulan dan maksimal 6 bulan dan denda minimal Rp 600 ribu dan maksimal Rp 6 juta. Made Rumada Ketua Panwaslu Tabanan

l Puspadewi/Hardianto 4 - 10 Mei 2015

17

17


PENDIDIKAN

Adanya dugaan kebocoran soal mewarnai pelaksanaan UN SMA/SMK tahun ini. Tampak, sejumlah petugas tengah memilah soal untuk didistribusikan ke sekolahsekolah peserta UN.

Soal UN Bocor, Dunia Pendidikan Ternoda

U

jian Nasional (UN) SMA dan SMK telah berakhir, Kamis (16/4) lalu. Namun di lain pihak, masih ada pula informasi perihal kebocoran soal, termasuk adanya laporan Kemendikbud di Mabes Polri yang menduga kebocoran soal UN SMA melalui Google Drive ada di Percetakan Negara. Kebocoran soal UN ini sangat mencoreng dunia pendidikan di tanah air dan menodai pelaksanaan UN yang mestinya mengedepankan prinsip kejujuran dan transparansi. “Soal UN bisa bocor dan diunggah di Google ini sangat mencoreng citra dunia pendidikan dan menodai pelaksanaan UN. Kami harapkan Kemendibud dan pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini,” kata anggota Komisis IV DPRD Bali yang membidangi pendidikan Wayan Rawan Atmaja, Kamis (16/4) belum lama ini. Untuk di Bali, sampai hari terakhir UN, memang belum ditemukan adanya informasi kebocoran soal. Jika pun ada, proses pengusutan wajib dilakukan. Tidak saja bisa menggunakan KUHP tetapi juga dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). “Naskah Ujian Nasional termasuk informasi rahasia negara, yang dalam UU KIP disebut informasi dikecualikan, sehingga jika

18

4 - 10 Mei 2015

sampai bocor, bisa dijerat dengan UU KIP,” ujar Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Bali I Gede Agus Astapa, S.Sos., M.M., secara terpisah. Menurut Agus Astapa, dengan mengacu pada UU KIP khususnya pasal 17, naskah UN merupakan informasi yang dikecualikan. Konsekuensinya adalah bagaimana informasi tersebut tidak sampai bocor. Bila bocor, maka yang membocorkannya akan dijerat dengan pidana, yakni pasal 54 UU KIP, dengan ancaman 2 tahun penjara atau denda 20 juta. “Jadi mereka yang mengakses informasi dengan cara yang tidak sesuai UU, maka bisa dijerat dengan UU KIP, dan polisi bisa langsung menggunakan UU tersebut,” tegasnya. Untuk itulah, dia berharap kasus dugaan kebocoran soal UN 2015 ini diusut tuntas. Bila tidak, akan menjadi preseden buruk karena penegakan hukum menjadi lemah, terutama dalam mengimplementasikan UU nomor 14 tahun 2008 tentang KIP yang mulai berlaku 2010 silam. Tidak saja mereka yang membocorkan informasi rahasia negara yang bisa dijerat, mereka yang menggunakan informasi bersifat rahasia atau dikecualikan tersebut juga bisa dijerat UU KIP. “Dalam pasal-pasal KIP, ketentuan pidana bisa dikenakan kepada

MBP/dok

pengguna informasi yang tidak mengikuti ketentuan UU dalam mendapatkan informasi, mulai dari denda Rp 5 juta hingga Rp 30 juta atau pidana 1 tahun hingga 3 tahun,” tegas Agus Astapa. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali Tjok Istri Agung (TIA) Kusuma Wardhani, S.H.,M.H., mengakui sejauh ini belum ada laporan kebocoran soal UN di Bali baik dari pihak percetakan maupun sekolah. Ia pun yakin kebocoran soal UN yang terjadi di pusat dan beberapa daerah lain tidak sampai terjadi di Bali. “Sejauh ini kami di Bali belum ada laporan kebocoran soal. Laporan dari Ombudsman RI Perwakilan Bali juga belum ada. Memang ada disebutkan temuan siswa masih membawa HP saat UN, tapi hal itu tidak sampai pada kebocoran soal,” ujarnya. Dia berharap, Kemendikbud mampu menangani persoalan dugaan bocornya soal UN tingkat SMA di Google itu dan menjadi bahan evaluasi pelaksanaan UN ke depannya. “UN mestinya berjalan dengan prinsip kejujuran dan transparansi. Jadi kalau ada kebocoran soal, ini akan menjadi bahan evaluasi kita bersama,” tegas Kusuma Wardhani. l Widana


Masih Marak Pelanggaran MASIH banyak pelanggaran, kecurangan dan kelemahan terjadi dalam pelaksanaan UN SMA/SMK tahun ini. Pengawasan pelaksanaan UN di sekolah dari para pengawas juga masih kendor. Banyak pelanggaran terjadi misalnya saat siswa membawa handphone, tablet, Ipad dan produk smartphone lainnya ke dalam kelas, hal tersebut malah dibiarkan oleh para pengawas. Untuk itu Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Provinsi Bali meminta pengawasan dalam UN ke depan lebih ketat dan pengawas mesti tegas terhadap kecurangan atau pelanggaran yang ada. “Kelemahan dan kecurangan dalam pelaksanaan UN SMA/SMK jangan sampai terulang lagi pada UN berikutnya,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakikan Bali Umar Ibnu Alkhatab, belum lama ini. Umar Ibnu Alkhatab menegaskan, pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan UN di sejumlah sekolah yang tersebar di kota Denpasar. Ditemukan masih banyak siswa peserta UN yang menggunakan telepon seluler (ponsel), tablet, Ipad dan produk smartphone lainnya. Pihaknya pun sudah meminta para pengawas untuk menindak pelanggaran itu dengan menarik alat

komunikasi tersebut dari siswa. “Kami minta pengawas menindak, jangan sampai dibiarkan. Ini mesti menjadi evaluasi dalam pelaksanaan UN SMP. Pengawas juga mesti lebih ketat dan tegas,” kata Umar Ibnu Alkhatab. Sejak hari pertama pelaksanaan UN, kata dia, timnya sudah melakukan pemantauan sebanyak 13 sekolah secara acak di Kota Denpasar. Tim Ombudsman Perwakilan Bali juga melakukan pemantauan serupa di beberapa kabupaten lainnya seperti di Badung, Tabanan, Gianyar dan Buleleng. “Semua data, fakta dan informasi dari hasil pantauam UN kami kumpulkan, rangkum dan akan kami laporkan ke beberapa pihak terkait sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan UN,” ujarnya. Ia juga menyayangkan adanya kejadian kebocoran soal UN yang diunggah ke Google Drive yang diduga kebocoran itu berasal dari Percetakan Negara. Baginya, kasus ini merupakan pelanggaran berat dengan secara sengaja membocorkan naskah UN yang merupakan rahasia negara. Kebocoran soal ini bisa mengganggu stabilitas nasional dan membuat kondisi kegamangan di kalangan siswa antara mereka harus percaya atau tidak pada

MBP/dok

bocoran soal itu. Pihaknya pun berharap Kemendikbud dan pihak kepolisian bisa memastikan kebocoran soal UN SMA ini terulang pada pelaksanaan UN SMP awal Mei mendatang. “Kemendikbud mesti bisa mengantisipasi jangan ada kebocoran soal lagi di UN SMP,” tandasnya. Ia menambahkan, kewajiban bersama semua pihak terutama pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Provinsi dan Kabupaten/Kota hingga Kemendikbud memastikan UN berjalan dalam spirit kejujuran, transparansi dan akuntabel. Siswa juga diharapkan tidak mudah percaya dengan bocoran soal dan kunci jawaban yang diedarkan oknum-oknum tak bertanggung jawab. “Pihak sekolah juga mesti memegang teguh pakta integritas pelaksanaan UN, jangan malah dilanggar,” tegasnya. l Widana

UN SMA/SMK telah berakhir. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan UN tahun ini juga diwarnai berbagai pelanggaran.


MANCANEGARA

Misteri Dyatlov Pass

F

ebruari, 55 tahun yang lalu, bagian utara Pegunungan Ural, Rusia, menjadi tempat bagi salah satu misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini. Misteri tersebut dikenal sebagai Insiden Dyatlov Pass. Dari sepuluh pendaki, sembilan tewas di tengah perjalanan yang sulit dan dalam kondisi yang mencapai 30 derajat Celcius. Tapi rincian peristiwa tersebut, yang sebagian besar didasarkan pada buku harian mereka yang terlibat mencari para korban serta catatan dari para peneliti Soviet, sungguhsungguh mengerikan. Pada malam tanggal 2 Februari 1959, para pendaki ini tampaknya merobek tenda mereka dari dalam, dan bergerak ke area pepohonan tanpa mengenakan apa-apa kecuali apa yang mereka kenakan saat mereka berangkat tidur. Tiga minggu kemudian, lima mayat ditemukan oleh tim pencari, ratusan meter di bawah lereng dari kamp tempat para korban bermalam. Butuh waktu dua bulan lagi bagi para pencari untuk menemukan empat mayat lainnya. Anehnya, sebagian dari mereka memakai pakaian milik teman mereka yang mayatnya telah ditemukan sebelumnya. Setelah diselidiki lebih lanjut, pakaian tersebut terkena radiasi tingkat tinggi. Mereka juga

20

4 - 10 Mei 2015

menderita cedera, termasuk tengkorak retak dan patah tulang rusuk. Namun penyelidik Rusia (Sovyet saat itu) melaporkan bahwa mereka tidak bisa menemukan bukti tindak pidana dan dengan cepat menutup kasus ini. Kelompok pendaki ini terdiri dari mahasiswa dan alumni dari Ural State Technical University, yang semuanya berpengalaman dalam ekspedisi ke pedalaman. Ekspedisi yang dipimpin oleh Igor Dyatlov (23 tahun) ini juga diikuti oleh Lyudmila Dubinina, Zinaida Kolmogorova, Alexander Kolevatov, Alexander Zolotarev, Nicolai Thibeaux-Brignolle, Rustem Slobodin, Yuri Krivonischenko, Yuri Doroshenko dan Yuri Yudin. Ekspedisi ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi lereng gunung Otorten di bagian utara dari pegunungan Ural. Mereka berangkat pada tanggal 28 Januari 1959. Yury Yudin yang merupakan satu-satunya anggota ekspedisi yang selamat jatuh sakit sebelum mereka berhasil sepenuhnya masuk ke pedalaman dan tetap tinggal di desa yang paling akhir yang mereka temui. Sembilan lainnya melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki dan sesuai dengan foto-foto yang ditemukan oleh tim pencari, kelompok Dyatlov ini mendirikan tenda di sore hari tanggal 2

Februari di lereng gunung Ortoten. Keputusan para pendaki untuk berkemah di lereng gunung dianggap tidak masuk akal. Kelompok ini dilaporkan hanya sekitar satu mil atau 1,6 km dari pepohonan, di mana mereka bisa menemukan setidaknya sedikit perlindungan dalam kondisi di bawah nol derajat celcius. Mereka tampaknya tidak ingin membuang waktu, dan mendirikan tenda di lereng gunung daripada di dalam hutan yang berada lebih di bawah. Setelah dirasa cukup lama tidak ada kabar berita dari tim tersebut maka sekitar tanggal 20 Februari tim pencari pun dikirim untuk mencari mereka dan pada tanggal 26 Februari, bekas tenda mereka ditemukan oleh tim relawan. Tenda tersebut masih dipenuhi dengan semua pakaian dan seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup selama sisa perjalanan. Ketika penyelidik resmi tiba, mereka menyatakan bahwa tenda telah dirobek dari dalam dan menemukan jejak-jejak kaki dari delapan atau sembilan orang meninggalkan tenda yang mengarah ke lereng bawah ke arah pepohonan. Menurut penyelidik, sepatu dan peralatan para pendaki tertinggal di dalam tenda. Jejak kaki mereka mengisyaratkan beberapa orang


bertelanjang kaki atau tidak memakai apa-apa kecuali kaus kaki. Dengan kata lain, mereka semua tergesagesa keluar dari tenda mereka dan berlari melalui salju yang sedalam lutut. Anehnya tidak ada bukti orang lain atau rencana jahat di antara para pendaki. Dua mayat pertama ditemukan di pepohonan, di bawah pohon pinus besar. Perlu diingat bahwa pepohonan ini lebih dari 1 km jauhnya dari tenda mereka. Penyelidik menulis bahwa jejak kaki menghilang sekitar sepertiga jalan menuju ke tempat dua mayat ini, meskipun hal ini bisa saja karena cuaca. Dua mayat ini hanya mengenakan pakaian dalam mereka, dan keduanya bertelanjang kaki. Menurut laporan, cabang-cabang yang patah di pohon tersebut menunjukkan ada orang yang mencoba untuk memanjatnya. Sisasisa api tergeletak di dekatnya. Tiga mayat lagi, yang salah satunya adalah Dyatlov, ditemukan tegeletak di tempat-tempat antara tenda dan pohon pinus besar tersebut. Posisi mereka seolah-olah mereka ingin kembali ke tenda. Salah satunya, Rustem Slobodin, tengkoraknya retak, meskipun dokter menyatakan itu tidak berakibat fatal. Investigasi kriminal ditutup setelah dokter memutuskan kelimanya meninggal karena hipotermia. Dua bulan berlalu sampai empat mayat yang tersisa ditemukan terkubur di bawah salju setebal 4 meter di sebuah liang beberapa ratus kaki di bawah lereng dekat pohon pinus besar yang sama. Dibandingkan lima mayat yang telah ditemukan sebelumnya, kondisi empat mayat ini lebih mengerikan. Keempatnya mengalami kematian yang tragis, meskipun tidak ada luka luar yang tampak. Ada kemungkinan bahwa empat orang ini mencari bantuan dan kemudian mereka jatuh ke liang. Tapi itu tidak menjelaskan lidah dan mata Dubinina dan Zolotariov yang hilang. Beberapa orang pada saat itu berpendapat para pendaki ini telah diserang oleh suku Mansi, namun laporan pada saat itu menyatakan bahwa untuk membuat luka seperti yang ditemukan pada korban, dibutuhkan kekuatan lebih besar dari kekuatan manusia, terutama mengingat tidak ada luka luar yang menyertainya. “Itu sama dengan efek dari kecelakaan mobil”, kata Boris Vozrozhdenny, salah satu dokter pada kasus ini. Dan anehnya lagi, empat mayat yang ditemukan terakhir ini memakai pakaian/ peralatan lebih lengkap daripada lima mayat yang ditemukan sebelumnya. Jadi tampaknya mereka telah mengambil pakaian dari teman mereka yang mungkin telah mati lebih dahulu dari mereka, dan kemudian melanjutkan perjalanan tanpa tujuan yang jelas.

Zolotariov, misalnya, ditemukan mengenakan mantel dan topi Dubinina, sedangkan Dubinina sendiri kakinya dililit potongan celana wol dari yang dipakai temannya yang mayatnya ditemukan di pohon pinus. Dan anehnya, pakaian-pakaian yang dikenakan oleh keempat orang ini mengandung radioaktif. Radioaktivitas yang ditemukan pada pakaian memang sulit untuk dijelaskan, tapi selebihnya, kasus ini dapat dijelaskan dengan penjelasan yang lebih masuk akal daripada penjelasan yang melibatkan alien atau percobaan nuklir yang sering dikaitkan pada peristiwa ini. Penjelasan yang paling mungkin adalah longsoran salju menimpa tenda mereka dan mengubur mereka dalam longsoran salju. Ini akan menjelaskan mengapa tenda dirobek dari dalam dan sangat mungkin beberapa pendaki mendapat luka akibat longsoran. Pertanyaannya adalah mengapa 4 orang lainnya tidak kembali ke tenda untuk mengambil peralatan yang diperlukan? Sekali lagi, tanpa memperhitungkan adanya radioaktivitas yang ditemukan, skenario di atas adalah yang paling masuk akal. Namun radioaktivitas yang ditemukan benar-benar aneh, seperti penyelidikan itu sendiri. Dokumen yang berkaitan dengan kasus itu disegel setelah kasus tersebut ditutup dan tidak pernah dibuka sampai sekitar tahun 1990-an. Penyebab insiden tersebut masih spekulatif, dan wawancara terhadap peneliti utama insiden itu, Lev Ivanov malah memperlihatkan betapa aneh dan misteriusnya kasus ini. Ivanov adalah orang yang pertama kali menemukan bahwa tubuh dan pakaian yang ditemukan mengandung radioaktif, dan mengatakan bahwa detek-

tor radiasi yang dibawanya berbunyi sangat keras di lokasi sekitar perkemahan. Dia juga mengatakan bahwa para pejabat Soviet mengatakan kepadanya pada waktu itu untuk menutup kasus tersebut, meskipun ada laporan bahwa penampakan”bola terbang terang” telah dilaporkan di daerah tersebut pada bulan Februari dan Maret tahun 1959. “Saya menduga pada saat itu dan saya hampir yakin sekarang bahwa bola terbang terang tersebut memiliki koneksi langsung terhadap kematian para pendaki itu”, kata Ivanov. Ada kemungkinan bahwa salah satu anggota melihat beberapa cahaya yang menakutkan di langit dan semua orang panik, kemudian lari, tapi tidak pernah ada bukti ledakan di daerah tersebut. Hal ini mengesampingkan semacam uji coba nuklir atau sesuatu yang sejenis. Tapi meskipun demikian, itu tidak menjelaskan patah tulang dan tengkorak retak. Beberapa luka memang dapat dijelaskan oleh jatuh ke dalam liang, tapi Slobodin tengkoraknya retak dan ditemukan terbaring menghadap kembali ke tenda. Skenario yang lebih sederhana dan mungkin terbaik adalah para pendaki terkubur di longsoran salju, dan dalam keadaan hipotermia, bergegas pergi mencari bantuan. Longsoran salju yang sangat kuat, kemungkinan bisa mengakibatkan jenis luka yang beberapa dari pendaki tersebut alami. Namun, kurangnya kejelasan dari penyelidikan awal karena begitu cepatnya kasus ini ditutup, telah membuat insiden ini sebagai target favorit dari teori konspirasi dan pemburu alien. Memang insiden ini cukup aneh dan misterius. l Gugiek Savindra

4 - 10 Mei 2015

21


DAERAH

Belasan Tahun Terbengkalai

Nasib Kolam Renang Seganing Tak Jelas

K

eberadaan kolam renang Seganing yang berlokasi di Kelurahan Kawan, Bangli menjadi salah satu bukti aset daerah yang tidak terkelola dengan baik. Sudah belasan tahun terakhir, kolam renang yang telah mengering dan ditumbuhi semak itu dibiarkan terbengkalai begitu saja. Untuk memanfaatkan bekas kolam renang itu kembali, Pemerintah Kabupaten mengaku akan menyesuaikannya dengan Perda Tata Ruang Bangli. Kepala Bagian Umum, Perlengkapan dan Aset Setda Bangli I Made Mahindra Putra belum lama ini mengakui bahwa kolam renang Seganing yang berdiri di atas tanah seluas 5.956 m2 itu memang sudah lama tidak dimanfaatkan. Kurang lebih sudah 15 tahunan. Dia mengatakan, pada awal berdirinya kolam renang yang terdiri dari dua unit kolam renang yakni kolam

dewasa dan kolam anak-anak itu sempat ramai pengunjung. Namun, setelah terjadi beberapa kejadian orang tewas tenggelam, sejumlah masyarakat menganggap kolam tersebut angker. Lambat laun, kunjungan ke kolam renang tersebut akhirnya sepi hingga akhirnya ditutup. Meski diakuinya sempat ramai, namun Mahindra Putra mengaku kurang tahu terkait siapa pengelolanya saat itu. Dia hanya mengatakan, kolam renang itu adalah milik Pemkab Bangli. “Soal siapa yang mengelolanya dulu saya kurang tahu. Yang jelas yang membangunya Pemkab Bangli,” terangnya. Dia mengatakan, sebenarnya pihaknya sangat berkeinginan aset tersebut bisa termanfaatkan kembali. Untuk pemanfaatan ke depan, pihaknya akan menyesuaikan dengan Perda Tata Ruang Bangli. “Apakah nantinya tempat itu nantinya akan dikem-

bangkan menjadi taman kota atau tempat rekreasi lainnya, masih akan kita lakukan kajian,” ujarnya. Selain menyesuaikannya dengan Perda Tata Ruang tentunya pihaknya juga akan menyesuaikan dengan kekuatan anggaran yang dimiliki Pemkab Bangli. Sebagaimana yang diketahui pascaditutup bangunan kolam renang Seganing yang dibangun semasa kepemerintahan Bupati Bangli Winaya dibiarkan terbengkalai. Kedua unit kolam yang telah mengering kini menjadi tempat tumbuhnya semak dan rumput liar. Selain bangunan kolam, satu unit bangunan kamar mandi dan satu unit wantilan yang ada di sekitarnya pun terlihat tidak terurus. Atap genteng kedua bangunan itu sudah banyak yang copot dan nyaris ambruk. l Swasrina

Telanjur Dianggap Angker

Kolam Renang Seganing Sebaiknya Dihapus ADANYA keinginan Pemkab Bangli untuk memanfaatkan kembali kolam renang Seganing sebagai tempat rekreasi atau taman kota dinilai kurang tepat oleh anggota DPRD Bangli Made Sudiasa. Menurutnya kolam renang yang sudah terbengkalai belasan tahun itu sebaiknya dihapuskan saja. Sebab jika dibangun, dipastikan akan sia-sia karena keberadaan kolam renang yang pernah memakan korban jiwa itu sudah telajur dianggap angker oleh banyak masyarakat. “Menurut saya sebaiknya dihapuskan saja. Kembalikan saja sebagai lahan pertanian. Sebab kalaupun dibangun menjadi tempat rekreasi atau dikembalikan ke kondisi awal menjadi kolam renang, sepertinya

22

4 - 10 Mei 2015

akan percuma karena selama ini di sana sudah terlanjur berhembus isu angker,” kata Sudiasa. Menurutnya, selama ini memang sangat sulit untuk menghilangkan isu yang sudah telanjur berhembus di masayarakat. Termasuk isu soal keangkeran kolam renang Seganing yang sudah tersebar dari mulut kemulut. Isu keangkeran itu menjadi semakin dipercaya masyarakat lantaran di kolam renang tersebut memang pernah terjadi musibah orang tewas tenggelam. Sudiasa mengatakan, selain karena isu keangkeran yang selama ini berhembus, hal lainnya yang menurutnya menjadi penyebab tidak cocoknya kolam renang seganing diman-

faatkan kembali adalah karena lokasinya yang cukup jauh dari jalan raya. Dimana untuk menuju lokasi kolam renang, pengunjung harus melalui jalan kecil yang menurun dan cukup terjal. Namun, kalaupun ke depan pemerintah akan melakukan kajian untuk memanfaatkan kolam renang itu kembali Sudiasa menyarankan agar sebaiknya juga dilakukan semacam survei ke masyarakat. Ini dilakukan untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap kolam renang tersebut. “Ini dilakukan agar investasi yang ditanamkan untuk kolam renang itu menjadi tidak sia-sia,” imbuhnya. l Swasrina


A KT I V I TA S

MBP/ist

SINOVIK - Ketua YKI Badung Ny. Ratna Gde Agung menerima kunjungan Tim Penelis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Tingkat Nasional tahun 2015 dari Kementerian PAN RB. Kunjungan itu dalam rangka evaluasi terhadap tiga inovasi Badung yang masuk nominasi Kemen-PAN RB, Kamis (16/4) lalu di Klinik Ratna, kawasan Puspem Badung, Mangupraja Mandala. Kehadiran Tim Sinovik Kemen-PAN RB yang dipimpin Prof. Dr. Komarudin dan Aris Samson di Klinik Ratna diterima Ketua YKI Cabang Badung Nyonya Ratna Gde Agung bersama Asisten Bidang Administrasi Umum I Gst. Ngr. Oka Darmawan, Kadis Kesehatan dr. Gede Putra Suteja dan jajaran pegawai Klinik Ratna. Menurut Ny. Ratna Gde Agung, satu dari tiga inovasi Badung yang masuk Sinovik Kemen-PAN RB yakni inovasi dari Dinas Kesehatan Badung dengan judul “Cegah Kanker Seviks, Perempuan Senyum�.

MBP/ist

MELASPAS - Bertepatan dengan Budha Umanis Wuku Dukut, Rabu (22/4), Koperasi Serba Usaha Sidi Unit Usaha Otonom Simpan Pinjam Madu Sedana yang beralamat di Jalan Batur Sari Sanur Kauh, mengadakan upacara melaspas, mendem padagingan, macaru dan peresmian gedung baru di kantor setempat. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota (Wawali) Denpasar I G.N. Jaya Negara, Bendesa Adat Intaran A.A. Kompyang Raka, tokoh adat desa setempat serta pejabat terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Wawali Jaya Negara melakukan pengguntingan pita sebagai tanda peresmian gedung Koperasi Madu Sedana. Ketua KSU Sidi, I Wayan Mudana ditemui di sela-sela acara mengatakan, upacara ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Manuaba dari Geriya Kutat Sanur dengan sarana pecaruan gempong asu, panca sata lan bebangkit.

MBP/ist

MBP/ist

FESTIVAL - Desa Kamasan yang dikenal sebagai sentra usaha seni lukisan dan ukiran tradisional Bali di Kabupaten Klungkung, sejak tahun 2012 lalu telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi program Kampoeng BNI, yaitu program kemitraan BNI dengan konsep pengembangan usaha kecil suatu kawasan berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kampoeng BNI Seni Desa Kamasan yang diresmikan pertama kali pada tahun 2012 lalu oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari E Pangestu, merupakan salah satu bentuk kepedulian BNI dalam pengembangan dan pemberdayaan usaha rakyat, lebih khusus lagi pengembangan industri kreatif. Sebagai salah satu dukungan BNI kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Klungkung dalam mengembangkan Desa Wisata Kamasan, pada 1 - 2 Mei, BNI menggelar serangkaian kegiatan yang dikemas dalam acara Festival Kamasan di Lapangan Bina Karya Desa Kamasan.

PENGARAHAN - Sekkab Badung Kompyang R. Swandika bersama Asisten Administrasi Umum I Gusti Ngurah Oka Darmawan mendampingi Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhatab saat pengarahannya terkait pelayanan publik di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung, Rabu (22/4). Umar Ibnu Alkhatab menyampaikan, dari sisi pelayanan, ke depan pelayanan publik akan menjadi isu Ham gelombang ke tiga. Gelombang pertama terkait dengan politik dan yang kedua terkait dengan lingkungan hidup. Dalam pelayanan publik yang baik, peningkatan kapasitas governability sangat penting. Governability itu sebuah kapasitas untuk mengelola dan mengatur kepentingan bersama dalam menyelesaikan masalah-masalah publik. Dalam konteks governability, pemerintah daerah sebagai aparatur pelaksana UU 25 Tahun 2009 tentu harus pro-aktif mengupayakan suatu pelayanan publik yang adil dan transparan. 4 - 10 Mei 2015

23


K E S E H ATA N

Hentikan Kebiasaan Merokok Perlu Kesungguhan Niat

M

enghilangkan kebiasaan merokok memang susah. Kebiasaan merokok cukup pelik untuk ditangani. Kelihatannya sederhana, menyetop orang merokok, tetapi sesungguhnya kebiasaan itu tidak mudah dihentikan. Beberapa orang perokok mengaku tidak bisa secepatnya menyetop apa yang dilakoninya itu. Bagaimanakah solusi efektif meng-hentikan kebiasaan merokok? Kepala Instalasi Rawat Inap RSUP Sanglah dr. I Wayan Wartawan, mengatakan menyetop kebiasaan merokok, sejatinya bukanlah susah. Dengan catatan ada kesungguhan dan niat dari orang tersebut. Kebiasaan merokok itu memang bukan tidak dapat dihilangkan sama sekali. Ada beberapa orang berusaha menghentikan kebiasaan merokok itu dengan kompensasi merokok elektrik. Cara ini dipandang solusi cukup efektif. Tetapi ada juga dengan makan permen. Menggantikan rokok konvensional dengan rokok elektrik, itu sebetulnya cukup bagus, walau material pada rokok elektrik itu tidak beda dengan rokok konvensional. Kecanduan rokok itu bisa dihentikan dengan niat yang kuat. Hanya, masalahnya, apa mereka itu mau disiplin atau tidak. Sungguh-sungguh tidak niatnya. Itulah sebetulnya telak masalah sesungguhnya. “Benar, untuk menghentikan itu perlu kesadaran yang kuat. Jika sudah ada niat dan komitmen, maka kebiasaan merokok itu pasti bisa distop. Bukan tidak bisa sama sekali. Bisa tetapi perlu kesadaran dan agar lebih mudah dimunculkan rasa malu misalnya dikaitkan dengan agama dan spiritualitas, pada orang yang ketagihan merokok itu,’’ ujarnya Senin (20/4). Rokok konvensional dengan rokok elektrik sebenarnya tidak berbeda dalam komposisi. Pada rokok elektrik, itu juga ada zat yang mengandung bahan material yang terdapat pada rokok konvensional. Jadi, antara rokok elektrik itu dari segi

24

4 - 10 Mei 2015

material memang komposisinya relatif tidak berbeda dengan rokok konvensional. “Kalau mau berhenti merokok, ya berhenti saja. Janganlah melakukan kebiasaan baru dengan maksud yang sama,” ujarnya. Biasanya orang akan berhenti merokok itu jika sudah mengalami masalah dengan kesehatannya atau uangnya mulai habis untuk beli rokok, Ketika itu mereka akan berhenti merokok untuk sesaat. “Toh,setelah mereka sehat, setelah punya uang maka ia akan kembali ke kebiasannya semula merokok konvesional. Pasalnya, rokok elektrik itu kan mahal,” ujarnya. Ia menyarankan, kepada seorang yang ingin menghentikan kebiasaan merokok itu untuk memiliki motivasi kuat dalam diri, agar kebiasaan tidak baik itu dapat distop. Munculnya, pengetahuan dengan merokok akan menularkan zat lebih jahat kepada orang yang tidak merokok, yang disebut istilah perokok pasif juga penting. Manakala, si perokok ada pada kerumunan orang yang tidak merokok. Perokok pasif, orang yang tidak merokok itu akan menerima resiko bahaya jauh lebih besar dari pada dari si perokok aktif yang

sudah kebal. ‘’Dengan adanya pengetahuan itu, si perokok bisa lebih mengontrol dirinya untuk tidak merokok sembarangan, apalagi dekat anak bayi, si ibu menyusui termasuk di kerumunan orang yang tak merokok. Nah pengetahuan itu perlu disampaikan agar motivasi untuk menghentikan kebiasannya merokok, bisa lebih kuat,’’ saranya. Mencari pelarian ke kebiasaan serupa dengan benda yang berbeda dikatakan kurang efektif. Terpenting, adalah niat dan kesungguhan itu. Selain itu mengalihkan perhatian dengan melakukan hal-hal yang positif seperti berolahraga, melakukan kegiatan positif yang dapat bermanfaat untuk diri sendiri dan juga orang lain. “Agar lebih cepat proses menghentikan merokok itu, jangan ada mekanisme mengurangi merokok itu sebatang demi sebatang. Apalagi dengan usaha lainnya dengan mengatur jadwal merokok. Seperti sekarang tanggal ganjil merokok, sedangkan besok tanggal genap tidak. Cara seperti ini, sama dengan bohong,,” ujarnya. l Citta Maya


Aturan Pelarangan Merokok Peraturan pemerintah yang mengatur tentang orang tidak boleh merokok sembarangan dirasa sudah baik. Perda, Kawasan Tanpa Rokok (KTR) juga cukup membantu orang bebas merokok. Apalagi, ketika ada seseorang memasuki Kawasan Tanpa Rokok itu, kemudian diam-diam ia merokok di sana. Jika demikian halnya, baiknya aparat yang berwenang memberikan sanksi cukup berat, ketika memang mendapatkan orang merokok di areal terlarang tersebut. Dengan begitu masyarakat otomatis dapat menahan keinginan merokok sembarangan. Dan sampai saatnya ia tiba pada tempat yang diperbolehkan yakni pada area khusus merokok. Namun, menurutnya pengawasan untuk menegakkan Perda Tanpa Rokok tersebut kurang ketat. ‘’Perlu dukungan berbagai pihak menghentikan kebiasan itu. Selain juga harus ada kesadaran yang muncul dari dalam dirinya,’’ ujarnya. Perda KTR, dirasa belum efektif diterapkan. Jika pun pemerintah memang konsen terhadap Perda tersebut, pengawasannya harus betul-betul diketatkan. Selain itu pemberian sanksi juga harus benar benar diberlakukan secara keras. “Misalnya setiap tiga bulan awasi, dan dilakukan secara simultan,terus menerus. Di RSUP Sanglah saja, seperti di parkir masih ada orang merokok. Padahal itu KTR,” ujarnya. Perda sih sudah oke. tetapi pengawasan perlu lebih diperketat . Pada tempat suci seperti pura juga sama sekali tidak ada pengawasan. Di kantor-kantor juga sedikit pengawasannya. “Kayanya penerapan atas Perda KTR itu masih setengah hati,’’ imbuhnya .Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Unud, dr. Putu Ayu Swandewi Astuti, M.PH., mengatakan kebijakan Perda KTR cukup baik,Tepi perlu implementasi dalam kaitan kontrol dan pemberian sanksi bagi yang melanggar. Walaupun Perda KTR itu bervariasi antar kabupaten/kota itu tidak masalah. Terpenting, pemerintah sudah memiliki rasa care terhadap larangan merokok melalui Perda yang dibuat tersebut. Masyarakat umum pun sudah mulai mengerti tentang adanya Perda KTR itu. Perlu sosialisasi untuk lebih memasyarakatkan lagi. Perbaikan ke arah yang lebih baik itu sudah bagus. Hanya, penerapannya harus dengan komitmen yang baik dan proporsional. Seperti dapat dilihat di kantor-kantor, sekolah sudah lebih baik. Tetapi, di tempat-tempat umum sep-

erti restauran masih rendah kepatuhannya. Yang perlu ditingkatkan adalah kesadaran dan komitmen pengelola untuk menerapkan perda itu. Kesadaran masyarakat mematuhi aturan demi peningkatan kesehatannya secara pribadi dan orang lain. Selain itu, kesadaran tidak merokok sembarangan. Dengan cara itu diharapkan dapat menciptakan, good will –niat baik -- terkait perilaku tidak merokok di ruangan dan di tempat-tempat suci, umum dan strategis lainnya. l Citta Maya

4 - 10 Mei 2015

25


LENSA


DIJUAL Seorang ibu sedang menghaturkan banten di sebuah lahan perkebunan bunga yang akan dijual sebagai lokasi pembuatan vila.

MBP/I Made Adi Dharmawan


OLAHRAGA

Antara Bapak dan Anak

T

ak ada yang lebih mengenal anak dibandingkan sebagai petinju hebat dengan rekor tak terkalahkan dalam bapaknya. Peribahasa ini tepat bagi Floyd May- 47 pertarungan, tidak sepenuhnya hasil dari didikannya. weather yang putranya, Mayweather yunior tengah Pertarungannya dengan Pacquiao yang diklaim berharga 180 mempersiapkan diri menghadapi duel terbesar dan juta dolar AS, pun diakui bukan hasil kerjanya namun dari termahal di dunia. Atau barangkali yang terbaik dan terakhir sang yunior sendiri. Mantan petinju kelas welter itu lebih banyak menghadalam kariernya, melawan Manny Pacquiao awal Mei. Floyd senior mengenang putranya yang sejak kecil telah biskan waktu jauh dari putranya. Bahkan saat Mayweather menunjukkan bakat sebagai seorang petinju. Ia teringat ketika yunior berlaga di Olimpiade 1996, ia justru berada dibalik berdiri di depannya dan mengepalkan kedua tangan serta jeruji penjara Michigan karena kasus obat terlarang. Ia baru berlagak seperti seorang yang sedang bertinju. Bayi berumur bebas pada 1998. Namun pada beberapa laga, ia membantu putranya 9-10 bulan, memandangi dengan seksama. “Suatu hari kemudian, saya masuk kamar. Di terlentang mengembangkan strategi bertarung. Pada duel melawan di atas bantal dan melalukan apa yang pernah aku lakukan Pacquiao di MGM Grand Arena, dia akan berada di samping sebelumnya,” kenang Mayweather senior pada buah hatinya putranya. Ia yakin akan kemampuan putranya bisa bertinju yang meniru tindakannya. “Saya bilang “Benar kan? Dia dengan baik seperti saat dilakukan ketika masih bayi. Suatu ketika mereka pernah berpisah selama satu dekade akan menjadi seorang petinju,” tuturnya kepada Associated dan Mayweather senior menjadi pelatih. Bahkan dia nyaris Press. Tak berapa lama kemudian keduanya mengalami peristiwa menerima pekerjaan sebagai pelatih legenda tinju Oscar de besar yang nyaris merenggut nyawa mereka. Mayweather La Hoya pada 2007 yang kala itu dalam persiapan melawan senior diancam dan ditodong saudara iparnya dengan senjata anaknya. Tapi dalam empat pertarungan terakhir, anaknya dalam sebuah konflik keluarga di Grand Rapids, Michigan. lebih suka menggunakan jasa bapaknya sebagai pelatih. Sebagai seorang petinju ia tak mudah gentar menghadapi ger- Mayweather yunior meninggalkan pelatih lamanya, Roger takan semacam itu. Namun, yang menjadi persoalan adalah karena merasa penampilannya tidak efektif saat menghadapi Miguel Cotto. Mayweather yunior ada di gendongannya. Di mata Mayweather yunior, kontribusi bapaknya amat “Saya ingin menaruh bayiku. Saya tidak ingin dia tewas dalam kejadian ini,” katanya seperti diungkapkan pada besar. “Saya mungkin tidak akan menjadi seorang petinju jika itu bukan karena koran Los Angeles bapakku,” ungkap Times 2012. “Saya petinju berusia 38 tahu dia tidak akan tahun itu. “Sejauh menembakan senjayang dia tahu, saya tanya. Tapi kemumengasihi dia. Saat dian dia menurunkan saya bertarung, saya moncong senjata itu tidak hanya memikirdan diarahkan ke kan diri saya sendiri, kakiku.” saya melakukannya Senjata itu meuntuk kami berdua. ledak dan mengSaya pikir dia banghancurkan kaki kiri ga dengan hal itu.” Mayweather senior. Dan memang, Karier bertinjunya Mayweather senior pun seketika berantabangga akan hal itu. kan. Ia pernah men“Dia yang terbaik coba untuk berlatih selamanya,” ujarnya lagi, namun bekas yang kini berusia 61 luka itu terlalu fatal tahun dan baru saja untuk menjadikansembuh dari sakit nya sebagai petinju paru-paru. “Dan itu handal. yang bilang MaySebagai manusia weather senior, labiasa, Mayweather ki-laki dibelakang senior pun mengakui dia.” tidak sempurna. BPM/ap Floyd Mayweather senior (kiri) dan yunior (kanan) usai pertarungan melawan RoMayweather yunior bert Guerrero pada 4 Mei 2013. l Yudi Winanto yang kini menjelma

28

4 - 10 Mei 2015


Kampanye Terselubung

MBP/AFP

Pebiliar Inggris Ronnie O’Sullivan.

Sepatu Baru Sebagai seorang pebiliar, seharusnya mengenakan dasi, rompi dan celana panjang saat bertanding untuk menunjukan diri berlaga di salah satu olahraga cerdas. Namun Ronnie O’Sullivan merusak citra itu kala mengikuti kejuaraan dunia di Sheffield, Inggris. Juara dunia lima kali memicu kontroversi saat berlaga di Crucible Theatre. Di putaran pertama melawan Craig Steadman, O’Sullivan mencopot sepatu dan bermain dengan hanya mengenakan kaos kaki saja. Ia mengaku sepatu barunya itu tidak pas dan mengganggu penampilannya. Ini jelang pelanggaran dress code dan O’Sullivan baru bisa melanjutkan pertandingan mendapat pinjaman sepatu dari direktur pertandingan. “Saya dipinjami sepasang sepatu tua dan bau dari Mike Ganley. Dan apa yang Anda ketahui? Ternyata sepatu itu cocok,” ujar pebiliar kelahiran Essex, Inggris, 39 tahun lalu itu. Tindakan O’Sullivan yang tak lazim itu membuatnya berhadapan dengan aturan permainan dari World Professional Billiards and Snooker Association (WPBSA). Pelanggaran atas aturan itu akan didenda 377 dolar AS. Namun Nigel Mawer, Ketua WPBSA, menyebut O’Sullivan tidak melakukan pelanggaran setelah bermain lagi dengan sepatu pinjaman. O’Sullivan sebelumnya mengungkapkan kehilangan sepatu lamanya di hotel dan terpaksa harus membeli yang baru beberapa pasang. “Saya salah membeli. Sepatu-sepatu itu terlalu keras di kaki dan saya harus melepaskannya. Saya tidak bisa memakai sepatu itu.” “Saya memang tidak boleh bermain dengan memakai kaos kaki saja. Tapi saya juga tidak ingin bermain dengan sepatu ini,” katanya seperti dikutip Agence France-Presse. l Yudi Winanto

UEFA dan juga FIFA telah mengingatkan agar pemain sepak bola tidak membuat ulah aneh-aneh termasuk melakukan kampanye politik atau hal-hal yang ofensif dan provokatif di lapangan. Namun, itu dirasa tidak cukup menghentikan mereka berekspresi yang sering dimanfaatkan untuk kampanye terselubung. Kali ini malah pelatih Bayern Munich Pep Guardiola. Pelatih yang membawa Barcelona menjadi klub paling sukses di dunia, potensial diganjar denda karena mengenakan kaos hitam dengan tulisan #JusticiaParaTopo sata konferensi pers untuk pertandingan perempatfinal Liga Champions. Dia mendukung upaya investigasi atas kematian seorang wartawan Argentina yang tewas mencurigakan saat meliput Piala Dunia 2017 di Brazil. Panel juri UEFA akan bersidang pada 21 Meei untuk membahas kasus ini. Guardiola dinilai melanggar aturan yang melarang pernyataan yang bernada politik, ofensif dan provokatif. Selain itu insiden di Brazil itu tidak ada kaitannya dengan olahraga, laporan Reuters. Kalaupun Guardiola dijatuhi hukuman denda, maka ini akan menjadi pelik lagi dan memicu opini publik. Ini dikarenakan kasus yang terjadi di kota Sao Paulo itu pada Juli tahun lalu, dinilai kontroversial. Jorge “El Topo Lopez” mendapat tugas meliput Piala Dunia 2014. Saat kembali ke hotel, taksi yang dinaiki bertabrakan dengan sebuah mobil. Ternyata mobil tersebut tengah digondol maling dan dalam pengejaran pihak kepolisian. l Yudi Winanto

MBP/ap

Pelatih klub Bayern Munich Pep Guardiola mengenakan kaos bertuliskan #JusticiaParaTopo untuk mengenang wartawan Argentina yang tewas saat meliput Piala Dunia 2014 di Brazil. 4 - 10 Mei 2015

29


OLAHRAGA

Nyoman Wahyu Perdana

Kalah Kontroversial di Kejurnas

MBP/nel

BALI memiliki petinju berbakat. Dia adalah Nyoman Wahyu Perdana. Siswa kelas II Jurusan IPS-2 SMAN 6 Denpasar (Sixma) ini baru saja menekuni tinju. Dia belum pernah turun pada event lokal dan regional, namun langsung tampil dalam Kejurnas Tinju Amatir di Tangerang, Banten, September 2014. Wahyu yang berlaga di kelas bulu (57 kg), harus puas mendapatkan medali perak setelah kalah kontroversial dari petinju Jateng Joko Santoso di laga final. ‘’Saya merasa menang angka di atas ring. Jadi, saya ingin revans dengan Joko, baik di Popnas maupun Kejurnas 2015. Kalau bertemu lagi, target saya memukul roboh Joko agar diakui sebagai juara nasional,’’ tegas petinju kelahiran Denpasar, 22 April 1998 ini. Ronde pertama pertarungan berjalan berimbang. Pada ronde kedua dirinya mendominasi dan melancarkan beberapa kali pukulan yang mengenai telak bagian tubuh Joko. Di ronde ketiga, praktis stamina dan fisik Joko terkuras. ‘’Dia hanya merangkul saya,’’ ungkap Wahyu. Putra ketiga pasangan Nyoman Sapta dan Endang ini lolos ke final setelah memukul KO petinju Bengkulu di babak penyisihan dan menang angka atas lawan dari Papua di semifinal. Tidak puas dengan hasil itu, Wahyu makin gencar berlatih. Ia masuk Sasana Cakti Gibbor di Jalan Tukad Batanghari, Denpasar, ditangani pelatih Marco, Daniel Bahari (alm), dan sekarang Pino Bahari. Wahyu berlatih enam kali dalam sepekan. ‘’Saya hanya libur berlatih hari Minggu,’’ jelasnya. Daniel Bahari banyak memberikan bekal teknik tinju demi masa depannya. Dia masih ingat nasihat mendiang Daniel Bahari agar dirinya rajin berlatih dan tidak mudah patah semangat. ‘’Saya merasa kehilangan sejak Pak Daniel meninggal. Sekarang tak ada lagi yang menasihati dan memotivasi saya,’’ terangnya. Wahyu mempunyai obsesi masuk tim tinju Indonesia pada SEA Games 2017, Asian Games, dan Olimpiade. Sebelum sampai ke sana, ia mematok target medali emas untuk kontingen Badung pada event lokal Porprov Bali XII di Buleleng, September mendatang. Itulah misinya selama berkarier di tinju amatir, sebelum berpikir terjun ke kancah tinju profesional suatu saat nanti. l Daniel Fajry

30

4 - 10 Mei 2015


I Made Pasek Wijaya

Bangga Latih Arema Cronus SEMUA pelatih pasti mempunyai keinginan melatih tim besar. Apalagi bisa menangani klub sepak bola sekelas Arema Cronus Indonesia Malang yang berlaga di Indonesia Super League (ISL). Itu akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Ini dirasakan asisten pelatih Arema Cronus asal Bali, Made Pasek Wijaya. Bertugas di tim berjuluk Singo Edan sejak 2012, sudah banyak prestasi yang dirasakannya yang membuatnya sudah menyatu dengan pelatih kepala Suharno. “Arema sudah sering meraih juara ISL dan kejuaraan pramusim. Tanpa mempunyai kualitas kepelatihan yan bagus, sangat sulit bisa menjadi asisten pelatih di tim besar sekelas Arema Cronus,” ungkapnya dihubungi dari Denpasar pekan lalu. Mantan pemain tim nasional Indonesia kelahiran Denpasar, 5 Juli 1970, ini sebenarnya berkeinginan melatih kesebelasan di Bali. Ia sempat digadang-gadang akan memoles tim Persatuan Sepak Bola (PS) Badung yang berkompetsi di Divisi Utama Liga Indonesia. Hanya, Pasek tidak mendapat izin meninggalkan Arema Cronus. “Pengurus klub di Jakarta bilang jangan dulu pindah dari Arema Cronus. Tenaga saya masih dibutuhkan untuk melatih Arema. Itulah yang membuat saya bertahan sampai saat ini dan batal melatih PS Badung,” paparnya. Terkait larangan Arema Cronus berkiprah di ISL Qatar National Bank (QNB) 2015 lantaran tidak lolos verifikasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), eks pemain dan pelatih Persekaba Badung ini berharap Arema Cronus bisa kembali berlaga di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. Jika Arema tidak diikutkan, sepak bola di Tanah Air kehilangan salah satu tim tangguh dan disegani. Banyak pihak yang dirugikan mulai dari pemain, pelatih, penonton, anak gawang, pedagang hingga sponsor. Oleh karenanya, Pasek minta Arema diperbolehkan turun di ISL. Karier kepelatihan Pasek Wijaya dimulai saat menjadi asisten pelatih Persekaba Badung pada 2006. Suami Ni Putu Indah Yuli Karisma Dewi ini selanjutnya menjadi pelatih Perst Tabanan yang dibawanya naik dari Divisi II ke Divisi I. Sempat melatih di Pontianak (Kalimantan Barat) dua musim, ayah dari Made Andika Pradana Wijaya dan Ni Made Nadin Praba Cinta Wijaya ini balik ke Bali pada 2010. Mulai 2012, ini menjadi asisten pelatih Pelita Jaya Jakarta sebelum berlabuh di Arema Cronus sampai sekarang. l Eka Parananda

MBP/nan

4 - 10 Mei 2015

31


A KT I V I TA S

MBP/ist

PRIHATIN - Keprihatinan Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III terhadap kalah bersaingnya pedagang pribumi Bali, khususnya di Pasar Sukawati, Gianyar mencapai puncaknya saat mengunjung Pasar Umum dan Pasar Seni Sukawati. Keprihatinan yang mendalam ini akibat kalah saingnya pasar tradisional ini dengan pasar oleh–oleh modern. Tidak tanggung–tanggung, Senator Wedakarna langsung turun tangan dengan mengajak Rachmat Gobel (Menteri Perdagangan RI) untuk turun blusukan ke Pasar Sukawati. Disambut oleh Bupati Gianyar dan jajaran, Gusti Wedakarna menyampaikan bahwa apa yang sudah dialami pedagang di Pasar Sukawati merupakan bentuk penjajahan ekonomi baru oleh kaum kapitalis, yakni dengan keberadaan pasar oleh–oleh modern. Meski demikian pihaknya tetap memita semua pihak berintrospeksi diri.

MBP/ist

PAWAI - Gianyar dikenal memiliki ribuan peninggalan seni dan budaya yang tersebar di seluruh kecamatan. Warisan tersebut harus tetap hidup selamanya, dijaga, dilestarikan, demi menjaga taksu pusaka budaya leluhur. Hal tersebut tergambar dalam pementasan pawai budaya “Dira Jagadhita” yang digelar serangkaian HUT ke-244 Kota Gianyar, Jumat (17/4) kemarin. Tujuh kecamatan ambil bagian dalam pawai tersebut, mempersembahkan totalitas seni budaya yang mereka miliki. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, Gusti Ngurah Wijana, menerangkan, pawai budaya pada tahun ini dikemas dengan konsep mengenalkan pusaka–pusaka daerah yang di dalamnya terdapat peninggalan bangunan kerajaan, tempat–tempat bersejarah yang disucikan, dan lainnya.

MBP/ist MBP/ist

PKM - Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Denpasar sebagai perguruan tinggi di bawah Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemenkes mempunyai potensi besar dalam membentuk sumber daya manusia untuk ikut berperan dalam pembangunan desa. Kali ini Poltekkes Denpasar mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam bentuk desa binaan di Kabupaten Klungkung. Kegiatan PKM tersebut dibuka Jumat (17/4) lalu di Balai Banjar Kayehan Desa Dawan Kaler. Lokasi kegiatan PKM ini bertempat di dua desa binaan yaitu Desa Dawan Kaler dan Desa Dawan Klod, Kecamatan Dawan, Klungkung. Direktur Poltekkes Denpasar Anak Agung Ngurah Kusumajaya, S.P., MPH. menyampaikan, program ini dimaksudkan untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan dan mendorong tumbuhnya inisiatif dan kreativitas masyarakat.

32

4 - 10 Mei 2015

WORKSHOP - Ditlittabmas Ditjen Dikti Kemenristek bekerja sama dengan LP2M Unmas Denpasar mengadakan workshop penulisan proposal Program Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) kepada para dosen PTN dan PTS di Bali. Workshop dibuka Rektor Unmas Denpasar Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., Jumat (17/4) hingga Sabtu (18/4). Ketua LP2M Unmas Dr. Ir. I Ketut Widnyana, M.Si. melaporkan workshop diikuti 80 dosen dari 28 PTN dan PTS di Bali. Workshop menghadirkan pembicara nasional Mulyadi, Mulyono, Wisnu Nurcahyo dan Irama Badrianti. Dia mengatakan semua peserta sudah siap dengan draf proposal masing-masing. Dengan demikian pergurun tinggi (PT) tak menjadi menara gading yang jauh dari masyarakat. Apalagi penelitian pengabdian masyarakat berkaitan dengan pengembangan institusi. Nampak dalam foto Rektor Unmas Made Sukamerta (kiri) bersama Ketua LP2M Unmas Ketut Widnyana di sela-sela workshop proposal penelitian PPM.


MBP/ist MBP/ist

MISI SOSIAL - Pimpinan ABG Center Ketut Arya Budi Giri (ABG) terus menjalankan misi sosialnya untuk membantu masyarakat Tabanan. Aktivis Rotary Club 27 tahun ini membantu di bidang kesehatan kepada masyarakat tidak mampu. Seperti bantuan kursi roda, kacamata, ambulans, pengobatan geratis dan operasi gratis. Selain itu, sekarang ABG Center mengepakkan sayap sosialnya merambah kegiatan di bidang keagamaan dan kebudayaan. Seperti menyelenggarakan kegiatan sapuh leger, ngenteg lingih. Belum lama ini Ketut Arya Budi Giri memberi punia untuk membantu merenovasi Pura Dalem Desa Pakraman Bajra, Selemadeg. Pura Dalem ini meliputi Banjar Kaja, Banjar Tengah, Banjar Kelod, Banjar Jeno, Banjar Sari, dan Banjar Saraswati dengan 780 kepala keluarga (KK).

PUNCAK PERINGATAN - Peringatan Hari Puputan Klungkung ke-107 dan HUT ke-23 Kota Semarapura, puncaknya jatuh 28 April berlangsung spesial. Pasalnya peringatan hari Puputan kali ini tidak hanya dirangkai dengan Festival Semarapura akbar pertama 2015 juga Silahturahmi Nasional (Silatnas) Raja dan Kesultanan. Peringatan Puputan yang mulai digelar 25 April ini juga disemarakan artis dan penyanyi nasional, Astrid. Kedatangan pelantun lagu “Tentang Rasa” dan “Tak Ingin Dicintai” ini disampaikan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Selasa (21/4). Kata Bupati Suwirta, yang membedakan peringatan Hari Puputan Klungkung dan HUT Kota Semarapura dari tahun tahun sebelumnya, tampak dari kegiatan special yang ditampilkan. Pada peringatan kali ini juga akan menampilkan tari kebesaran Dalem Watu Renggong.

MBP/ist

MBP/ist

INDIKATOR - Pemkab Gianyar merumuskan indikator sebuah pusaka berdasarkan umur, keunikan, nilai sejarah dan nilai ekonomi, sedangkan dalam pelestarian subak, Pemkab Gianyar akan melaksanakan penelitian, pelestarian, dan meningkatkan tingkat partisipasi pelbagi kalangan terkait subak. Hal tersebut terungkap saat pelaksanaan Sarasehan Kota Pusaka yang dilaksanakan di Balai Budaya Gianyar, Kamis (16/4). Ketua Tim Ahli Kota Pusaka I Wayan Geriya mengatakan, dalam perkembangannya Kota Pusaka mencakup kota dan kabupaten, sehingga yang diterima menjadi anggotanya merupakan kota dan kabupaten di Indonesia, namun bupatinya tidak otomatis menjadi wali kota. Terkait hal ini Pemkab Gianyar merespons Deklarasi Surakarta 2008 dan mendaftarkan diri menjadi Kota Pusaka bersama empat kabupaten/kota di Bali.

JUARA - HardysLand Racing Team (HRT) Pobaepo Bali dipastikan meraih juara I, II dan III untuk kelas Rokiee perorangan sekaligus mengawinkan gelar juara I di seri tim dalam Kejurnas IOF 2015 di Balikpapan. Ketut “Boncel” Tirtayasa selaku manager tim mengonfirmasi hasil tersebut kepada HardysNews tepat setelah panitia rampung menyampaikan hasil final pertandingan Kejurnas IOF 2015 di Sirkuit Offroad Balikpapan yang berlangsung dari 18-19 April 2015. Tim dari Bali lainnya yakni Dasico Umadui Bali juga berhasil mengekor HardysLand dengan meraih juara III di seri tim. Sedangkan juara II diraih Tim SOC Surabaya. Ir. Gede Agus Hardyawan dikonfirmasi via telepon mengaku surprise dengan hasil akhir di mana HRT Pobaepo Bali berhasil mengawinkan gelar juara I, II dan III di seri perorangan sekaligus juara I di seri tim. 4 - 10 Mei 2015

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

DOKTOR - Promovendus Dra. Ni Nengah Rustini, M.Ag., berhasil meraih gelar doktor di Program Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan Program Pascasarjana Unhi (Universitas Hindu Indonesia) Denpasar, Selasa (8/4). Dalam ujian terbuka promosi doktor kemarin, Rustini dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan setelah mampu mempertahaknan disertasinya yang berjudul “Konversi Agama pada Masyarakat di Kabupaten Klungkung, Sebab, Proses dan Implikasi” di hadapan tim penguji. Selaku promotor yakni Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum., dan kopromotor Prof. Dr. I Ketut Rai Setia Budi, S.H.,M. Hum. Ujian promosi doktor ini disaksikan banyak undangan seperti pejabat, teman sejabat dan akademisi, sulinggih dan para tokoh masyarakat.

BANTUAN - Pada Kamis (16/4), BPR Lestari menyerahkan bantuan matras kepada Perguruan Seni Pencak Silat Bakti Negara Bali sebanyak 150 matras. Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian BPR Lestari terhadap perkembangan seni bela diri asli Indonesia ini. ‘’Pencak silat sebagai salah satu bentuk seni bela diri asli Indonesia harus tetap dilestarikan, khususnya di Bali,’’ kata I Made Wenten Budiada, Direktur BPR Lestari. Perguruan pencak silat yang berada di daerah Ubung ini, telah berdiri sejak 60 tahun yang lalu. ‘’Kami sangat berterima kasih atas bantuan matras yang diberikan oleh BPR Lestari ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam rangka meningkatkan presetasi kami, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional,’’ kata I Bagus Alit Dira sebagai guru besar perguruan tersebut.

MBP/ist

MBP/ist

SKP - Serangkaian memuluskan guru mengisi Sasaran Kerja Pegawai (SKP), SMAN 6 Denpasar mengadakan workshop penyusunan SKP dan Penilain Kinerja Guru (PKG). Workshop dibuka langsung Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, Kamis (16/4) di aula sekolah setempat. Saat itu Kadisdikpora IGN Eddy Mulya langsung membeberkan cara benar mengisi SKP. Sebab, sejak SKP diberlakukan dia banyak disibukkan akibat kesalahan guru dalam penulisan yang prinsip. Bahkan banyak kasek yang bingung siapa yang meneken SKP-nya. Salah satu kesalahan guru yakni salah dalam menulis pangkat dan golongan. Ini menandakan bahwa banyak guru masih belum mengetahui perbedaan antara pangkat dan golongan.

34

4 - 10 Mei 2015

INOVASI - Ketiga inovasi pelayanan publik Badung dinilai layak untuk dilanjutkan ke tingkat berikutnya, setelah diadakan evaluasi tahap kedua di Kementerian PAN-RB Jakarta, beberapa waktu yang lalu. Tahapan yang harus ditempuh berikutnya adalah adanya kunjungan tim panelis kompetisi inovasi pelayanan publik (Sinovik) tingkat Nasional Tahun 2015 yang dilakukan secara maraton. Tim panelis yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Komarudin, APU dan Aris Samson, didampingi oleh Asisten Administrasi Umum Setda Badung Oka Darmawan, S.H., Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Badung Nyonya Ratna Gde Agung dan Kabag. Organisasi Drs. I Wayan Wijana, M.Si. Adapun ketiga inovasi pelayanan publik yang dievaluasi adalah Inovasi Gerakan Berkelanjutan Anti Sampah Plastik (Gelatik) dari DKP Badung, “Musibah Membawa Berkah” dari Dinas Kesehatan, dan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan dengan “Pengembangan Potensi Pertanian di Badung Utara (Asparagus Ditanam Ekonomi Mapan)”.


MBP/ist

SUKSES - Direktorat Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sejak tahun 2011 telah sukses melaksanakan Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T). Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja kembali diberi mandat untuk kelima kalinya melaksanakan Program SM-3T. Pemberian mandat tidak terlepas dari kesuksesan Undiksha dalam menyelenggarakan Program SM-3T pada empat angkatan sebelumnya. Bahkan program lanjutannya berupa Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Undiksha, telah sukses dilakukan dalam dua angkatan dan satu angkatan lagi sedang mengikuti PPG di Undiksha. Tercatat angkatan ke-4 SM-3T pada saat ini sedang bertugas di beberapa sekolah di Kabupaten Belu, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur. Menurut Rektor Undiksha Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., program ini sangat prospektif memberdayakan lulusan Undiksha dan bermanfaat bagi setiap sarjana kependidikan.

MBP/ist

SEMINAR - Pada Sabtu (18/4), STIKI Indonesia menyelenggarakan seminar nasional serangkaian acara Dies Natalis VII STIKI Indonesia bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Denpasar, bertempat di aula Gedung Sewaka Dharma Pemerintah Kota Denpasar. Seminar nasional ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar I Dewa Made Agung, S.E., M.Si. Antusiasme peserta dalam acara seminar tersebut nampaknya sangat positif dan memiliki nilai guna, hal ini dibuktikan dengan membludaknya jumlah peserta seminar yang mencapai 363 orang. Seminar nasional kali ini menghadirkan Pakar Teknologi Informasi Indonesia Onno W. Purbo dan D. Setiawan, CEO RAIHAN Teknologi.

MBP/ist

BERDIALOG - Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa mengunjungi Kampus STIMI Handayani belum lama ini. Dalam kesempatan itu, Prof. Dasi, demikian panggilan akrabnya, menyempatkan diri untuk berdialog dan bersambung rasa dengan segenap dosen STIMI Handayani dan pegawai Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar bertempat di Aula Kampus STIMI Handayani, di Jalan Tukad Banyusari 17 B, Panjer, Denpasar. Dalam penyampaiannya di hadapan para dosen dan pegawai di STIMI Handayani, yang dipandu langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar, Dr. Ida Bagus Radendra S., S.H., M.H., Prof. Dasi Astawa antara lain menyampaikan bahwa menjalani profesi dosen merupakan suatu profesi yang bukan hanya mulia dan luhur tetapi juga menuntut komitmen untuk selalu menjaga kualitas dan integritas sebagai seorang dosen. Nampak dalam foto (kiri ke kanan) Drs. W Suputra Gumi, M.M., Dr. I.B. Radendra, S.H., M.H., Prof. Nengah Dasi Astawa, IB Gede Udiyana, S.E.,M.M. dan Drs. Wayan Wardita, M.M.

MBP/ist

KETAHANAN PANGAN - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dengan Komando Distrik Militer 1610 Klungkung yang dilakukan oleh Letkol Inf. Andree Saputro menandatangani kesepakatan bersama peningkatan ketahanan pangan di Balai Subak Dlod Bakas Banjarangakan, Senin (20/4). Kesepakatan ini menindaklanjuti kesepakatan bersama Menteri Pertanian dan Panglima TNI, Gubernur Bali dengan Pangdam IX/Udayana selanjutnya dilakukan secara berjenjang sampai di tingkat kabupaten. Program pelaksanaan peningkatan ketahanan pangan ini merupakan arahan Presiden RI pada sidang paripurna dalam program upaya khusus bahwa Presiden menugaskan agar pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai dapat dicapai dalam waktu segera. Nampak dalam foto Bupati Klungkung Suwirta para petani dan Babinsa dari TNI Kodim 1610 melakukan penanaman padi bersama di Subak Dlod Bakas. 4 - 10 Mei 2015

35


LINGKUNGAN

Musim Panen

Penebas Luar

”Panen” B ali tak hanya mengalami krisis generasi muda yang menggeluti profesi sebagai petani, para penebas pun semakin langka dan sulit dicari. Tak heran para petani sering kelimpungan ketika panen padi. Tak jarang karena kesulitan penebas, petani membiarkan padinya lewat dari umur panen. Kondisi ini di sejumlah kabupetan di Bali, setiap musim panen raya dimanfaatkan para penebas dari luar. Muncul tenda-tenda dadakan yang dibangun sementara disepanjang lahan persawahan milik petani. Istilah tenda biru kerap diberikan pada rumah sementara yang dihuni oleh penebas padi dari luar Bali ini selama mereka memanen padi di sawah. Hebatnya mereka tak mengenal siang atau malam. Jika pekerjaan memanen padi tak selesai siang harinya, mereka pun bisa ngelembur kerja sampai malam. Daerah lumbung beras Bali, kabupaten Tabanan yang selama ini dikenal sebagai gudangnya petani pun tak luput dari krisis penebas. Keterbatasan tenaga penebas sangat dirasakan petani di Tabanan saat musim panen raya yang berlangsung secara serentak di sejumlah daerah. Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura dan Tanaman Pangan, Nyoman Budana tak memungkiri di musim panen raya seperti saat ini, Tabanan mengalami kekurangan tenaga penebas padi. Kekurangan ini karena daerah Jawa dan Jembrana sedang musim panen. Padahal jika tak panen disana, kedua daerah tersebut menjadi pemasok utama tenaga penebas di Tabanan. Sementara generasi penerus tenaga penebas lokal Tabanan semakin terbatas. Yang tersisa hanya segelintir generasi tua yang masih melanjutkan memanen padi. Sementara generasi mudanya kurang berminat. Mereka takut

36

4 - 10 Mei 2015

‘’bermandikan’’matahari. Apalagi seharian di sawah sampai sore hari. Meski tidak banyak lagi warga Tabanan yang berprofesi sebagai penebas, beberapa daerah masih memiliki tenaga penebas, salah satunya Baturiti. Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDIP, Suadiana memaparkan Baturiti memang daerah yang masih memiliki tenaga penebas padi seperti di Desa Tegeh Angsri. Setidaknya ada dua sekeha Manyi yang beranggotakan 40 orang ada di desa tersebut. “Saya berasal dari sana dan masih ada yang berprofesi sebagai tenaga penebas dan perontok padi,” ujarnya. Dengan begitu anggapan, tenaga penebas padi di Tabanan nyaris tidak ada terbantahkan. Di sejumlah kecematan, kata dia, keberadaan tenaga penebas padi masih eksis. Jika tidak panen secara serentak, tenaga penebas padi lokal masih bisa mengerjakan lahan pertanian yang ada di Tabanan. “Kalau panen yang serentak memang tidak akan memenuhi kebutuhan karena jumlahnya tidak seimbang antara tanaman padi yang mesti dipanen dengan jumlah penebas. Tetapi kalau bertahap masih bisa diambil oleh tenaga penebas yang ada di Tabanan,” tuturnya. Tidak banyaknya profesi tenaga penebas padi ditekuni warga Tabanan terutama generasi muda, kata Suadiana lantaran gengsi. Pekerjaan ini memang membutuhkan tenaga dan harus mampu berjemur diterik panas matahari. “Generasi muda terutama yang berpendidikan tentu memilih kerja di pariwisata dibandingkan menjadi penebas padi,” tuturnya. Padahal dari segi pendapatan, menjadi penebas padi memberikan keuntungan yang lumayan. Saat ini jasa penebas padi dihargai Rp 60 ribu per kuintal. Selain itu daerah di Tabanan yang

juga masih memiliki sekaa Manyi adalah Marga. Menurut Ida Ayu Candrawati dari fraksi Gabungan DPRD Tabanan, sekeha Manyi di daerahnya kebanyakan kaum perempuan. Usianya pun tidak muda lagi yaitu rata-rata 40 tahun ke atas. Diakuinya profesi penebas ini tidak terlalu diminati generasi muda. Selain sibuk dengan sekolahnya, setelah lulus, kebanyakan generasi saat ini memilih profesi lain. Jika Marga dan Baturiti masih memiliki sekaa Manyi, berbeda dengan Kediri, keberadaan penebas sudah mulai langka. Hal ini seiring dengan semakin berkurangnya lahan persawahan disana diganti dengan bangunan hotel dan vila. Generasi muda tentu merasa malu kalau dilihat temannya hanya sebagai penebas padi. Hal itu diakui A.A. Ngurah Mayun anggota DPRD dari fraksi PDIP, daerah Kediri. Karena kelangkaan penebas di daerahnya, para petani di Kediri mendatangkan tenaga penebas padi dari luar Bali. “Untuk di Kediri sudah tidak ada warganya yang menekuni profesi ini sehingga saat panen tergantung dari tenaga luar,” akunya. l Wira Sanjiwani


MBP/dok

Tenda darurat berjejer di tengah sawah saat panen raya. Saat Bali krisis penebas pada musim panen padi, para penebas dari luar ini mendirikan tenda memanen padi petani.

Sistem Gotong Royong Memudar? Kelangkaan para penebas di sejumlah daerah di Tabanan memunculkan kesan sistem gotong royong mulai rapuh di kalangan petani khususnya kaum mudanya. Sekehe manyi yang dulunya ada di setiap desa bahkan setiap dusun kini mulai meredup. Hilangnya sekaa manyi jelas mencerminkan kebersamaan dalam sistem gotong royong dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan yang amat berat makin memudar. Akankah sistem gotong royong yang selama ini hidup di kalangan pertanian mulai menjalar ke seluruh Tabanan. Tampaknya jika dicermati lebih jauh, kenyaataan tersebut mulai terjadi di tengah glamor pariwisata di sejumlah kecamatan. Kediri Tabanan yang bersentuhan dengan kawasan wisata Tanah Lot, sekaa manyi mulai hilang. Itu berarti generasi muda tak lagi mau ‘bermandikan’ lumpur dan matahari di sawah. Mereka lebih nyaman bekerja di daerah ber AC walau sekadar menjadi cleaning service. Syukur masih ada wilayah yang tak tergantung penebas padi dari luar. Keter-

gantungan petani Tabanan akan tenaga penebas padi dari luar tidak dialami petani di Desa Belimbing Pupuan. Dalam memanen padi di Desa Belimbing, menurut Gusti Nyoman Omardani, anggota DPRD asal Pupuan ini, warga di Desa Belimbing menerapkan sistem gotong royong setiap musim panen. “Jadi untuk memanen padi, petani di Desa Belimbing bergotong royong mengerjakan lahan petani secara bergantian,” ujarnya. Menurut Omardani, tidak ada aturan yang mengharuskan warganya membantu petani secara bergantian untuk memanen padinya. Tetapi kebiasaan ini sudah ada sejak dulu. Lewat sistem gotong royong, selain menghemat biaya sewa tenaga untuk panen, para petani di desa Belimbing juga tidak mengalami kebingungan soal tenaga penebas yang dikeluhkan sulit dicari. Jika Desa Belimbing menerapkan gotong royong, maka beda lagi dengan Desa Tegal Mengkeb Selemadeg Timur. Desa yang subaknya merupakan salah satu subak dengan lahan pertanian paling luas

di Tabanan ini mulai membentuk sekaa manyi agar bisa memenuhi kebutuhan petani di daerahnya akan tenaga penebas padi. Perbekel Desa Tegal Mengkeb, Dewa Made Widarma memaparkan saat ini di desanya telah dibentuk 17 sekaa manyi beranggotakan 15 hingga 20 orang. “Tujuan membentuk sekaa manyi ini agar bisa memenuhi tenaga penebas padi di desa kami. Apalagi subak di desa ini termasuk yang terluas di Bali,” ujarnya. Agar sekaa manyi di daerahnya bisa eksis menurut Widarma pihak desa memberikan bantuan berupa mesin panen sehingga tidak kalah teknologinya dengan tenaga luar. Sayangnya, kata Widarma jumlah sekaa manyi di desanya belum menjangkau seluruh Tabanan dan hanya bisa melayani panen di Desa Tegal Mengkeb. “Tapi kami akan terus mengembangkan sekaa manyi hingga tahun 2018 nanti bisa melayani panen di seluruh Bali,” ujarnya. l Wira Sanjiwani

4 - 10 Mei 2015

37


PARIWISATA

Bali Primadona Negeri Tirai Bambu

W

isman dari Tiongkok (Cina) sebagian besar memilih Bali sebagai tujuan wisata utamanya. Bali merupakan tempat primadona berlibur mereka, sebagaimana hasil polling Beijing People’s Broadcasting 2011. Bali merupakan salah satu dari 10 tujuan wisata dunia terfavorit masyarakat Negeri Tirai Bambu, selain Australia, Cape Town, Edinburgh, Hawaii, Madrid, Mesir, Air Terjun Niagara, Paris, dan Swiss. Wisatawan Cina selama berlibur di Indonesia rata-rata memiliki lama tinggal 4 hingga 5 hari dengan pengeluran sekitar 100 dolar AS hingga 110 dolar AS per hari. Waktu berlibur mereka juga umumnya memilih pada musim liburan panjang. Seperti hari raya Imlek, Hari Buruh, Liburan Sekolah (Juni - Juli), dan Golden Week pada bulan Oktober. Terlebih, dengan adanya kebijakan bebas visa diyakini, mereka akan semakin banyak ke Indonesia khususnya Bali. Tentu kondisi ini membawa implikasi meningkatkan kebutuhan terhadap tour guide atau pramuwisata berbahasa mandarin. Karenanya, Kementrian Pariwisata fokus menargetkan menambah jumlah guide Mandarin di Bali dan melakukan sertifikasi sehingga kualifikasi dan komptensi mereka meningkat sehingga juga lebih siap menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015 ini. “Untuk Bali yang kurang ada guide berbahasa Mandarin. Ini yang sedang kami garap untuk sertifikasi dan penambahan jumlah guide ini,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Parekraf Kementrian Pariwisata, Prof. I Gde Pitana. Menurutnya, saat ini guide Mandarin yang aktif di Bali mencapai 800 orang. Sementara berdasarkan perhitungan Kementrian Pariwisata, kebutuhan terhadap guide Mandarin total mencapai 1.300 orang sehingga Bali kekurangan sebanyak 500 orang guide Mandarin. “Kekurangan itu akan kami penuhi. Terlebih dengan adanya kebijakan bebas visa, jumlah wisatawan Tiongkok pasti akan terus meningkat sehingga ini perlu kita antisipasi dengan ketersedian guide Mandarin,” ujarnya. Tidak hanya berupaya menambah jumlah guide Mandarin, tambah Pitana, tahun ini Kementrian Pariwisata menggandeng

38

4 - 10 Mei 2015

STP Nusa Dua Bali menargetkan melakukan pelatihan dan setifikasi bagi 600 lebih guide Mandarin di Bali. “Sertifikasi ini kami prioritaskan dulu untuk guide Mandari. Yang lainnya bertahap kami kerjakan,” ucapnya. Dia menegaskan, semua tenaga kerja di bidang pariwisata harus mengantongi sertifikat sebagai alat quality control (pengontrol kualitas SDM). Dengan mengantongi sertifikat ini, tenaga kerja di bidang pariwisata sudah mempunyai kemampuan dan kompetensi di bidangnya, sehingga layanan kepada wisatawan akan memenuhi standar. Namun, karena pemberlakuan sertifikasi ini masih dalam masa transisi, kata Pitana Kemenpar masih menetapkan pola prioriotas dan sementara ini tenaga kerja pariwisata yang diprioritaskan untuk disertifikasi adalah tenaga kerja di hotel, restoran dan travel agen. “Tapi untuk guide belum. Namun karena guide ini merupakan front liner atau garda terdepan dalam membawa citra pariwisata maka kami tengah merancang melakukan sertifikasi terhadap guide secara bertahap,” ungkapnya. Ketut Sudar, salah seorang guide di Sanur mengakui, karakter turis Tiongkok berbeda dengan pasar lain, seperti Taiwan. Apalagi mereka yang tinggal di kota-kota besar seperti Beijing. Tipikalnya hampir sama dengan wisatawan Jepang, yakni bisa berbahasa Inggris. “Ini beda dengan wisatawan Taiwan yang umumnya tak bisa berbahasa Inggris,” ucapnya. Diterangkan, wisatawan Tiongkok umumnya suka wisata petualang, seperti rafting. Mereka tidak terlalu suka diajak berbelanja, kecuali untuk produk kerajinan yang benar-benar khas. Mereka sangat memperhatikan kualitas, karena di negara mereka sudah ada banyak sekali pilihan produk.Meningkatnya minat masyarakat Tiongkok untuk melakukan perjalanan keluar negeri ini dipengaruhi oleh semakin terjangkaunya harga paket wisata karena meningkatnya ekonomi masyarakat. Selain itu juga dipicu oleh kebijakan pemerintah setempat yang memudahkan warganya untuk melakukan perjalanan outbound. “Tren berwisata keluar negeri di kalangan masyarakat Tiongkok khususnya di wilayah perkotaan ini sudah menjadi bagian gaya hidup baru dengan tujuan berlibur dan rekreasi,” sebutnya.

Kemenpar bersama pelaku bisnis pariwisata dan stakeholder pariwisata lainnya tahun lalu gencar melakukan promosi ke China di antaranya dengan menyelanggarakan pameran pariwisata di mall kota-kota besar antara lain Shanghai, Guangzhou, Shenzhen, Ningbo, Hangzhou, dan Nanjing. Melakukan promosi dengan menyelenggarakan Pekan Promosi Kuliner Indonesia, pagelaran gamelan Indonesia pada Beijing Modern Music Festival. Selain itu melakukan promosi media digital (online) serta media cetak dan elektronik (televisi dan radio) serta berpartisipasi dalam bursa pariwisata internasional di China antara lain International Travel Expo (ITE) di Hong Kong, dan China International Tourism Mart (CITM) yang tahun lalu berlangsung di kota Guangdong. l Widana

Bali Post/edi

Sejumlah wisatawan mancanegara menikmati wisata air Parasailing di pantai Tanjung Benoa.


PEMERINTAHAN

Mendagri Apresiasi Layanan BPPT dan Pengolahan Sampah

“Kalau Studi Banding Cukup ke Badung Saja” “Kalau melakukan studi banding cukup ke Badung saja”. Kata-kata ini terlontar dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo saat berkunjung secara khusus ke Kabupaten Badung. Kehadiranya untuk membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Badung untuk tahun 2016, Sabtu (28/3) lalu itu didampingi oleh Bupati Badung A.A. Gde Agung, Wabup. I Made Sudiana dan Pimpinan DPRD Badung. Dalam lawatanya, Mendagri juga sempat meninjau layanan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Badung, perkembangan pengolahan sampah “Rumah Hijau” dan menanam pohon jepun di kawasan Puspem. Dari kunjungan tersebut, Mendagri sangat mengapresiasi Pemkab. Badung yang telah mampu sebagai pelopor secara nasional, baik dalam penyelenggaraan perizinan satu pintu maupun pengelolaan sampah termasuk berbagi pendapatan dengan provinsi dan kabupaten di Bali. “Kami akan informasikan kepada daerah lain kalau melakukan study banding cukup ke Badung saja,” jelasnya. Terkait dengan penanganan sampah, kata Mendagri meskipun baru dalam skala kecil, namun karya ini yang perlu dicontoh oleh semua instansi dan semua daerah sehingga ada proses yang akan berkembang, karena sampah menjadi masalah utama disetiap daerah dan perlu penanganan yang terpadu sehingga semua daerah dapat mengelola lingkungan dengan baik. “Nantinya kami juga akan usulkan kalau inovasi badung dalam penanganan sampah ini menjadi salah satu pilot projek nasional,” pungkasnya. Kehadiran Mendagri di BPPT langsung disambut oleh Kepala BPPT Badung I Made Sutama beserta seluruh pegawai BPPT. Mendagri sempat berkeliling di lantai I Gedung BPPT yang baru tersebut guna melihat satu per satu jenis layanan perijinan yang diberikan kepada masyarakat. Sambil berkeliling Kepala BPPT Made Sutama juga menjelaskan tentang alur pelayanan perijinan yang dilaksanakan BPPT. Sementara Bupati Gde Agung menjelaskan bahwa sesuai dengan sembilan agenda pembangunan nasional, salah satunya yakni dalam mengembangkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya, Badung mewujudkannya melalui penyelenggaraan pelayanan perizinan se-

cara terpadu oleh BPPT. Selain itu Badung juga telah mengadakan pengadaan barang dan jasa secara elektonik (e-procurement) melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang terus dioptimalkan. “Khusus berkenaan dengan ULP ini, kami bahkan telah mempersiapkannya untuk menjadi unit kerja tersendiri sesuai dengan harapan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), namun tentunya harus menyesuaikan dengan perangkat peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang organisasi dan perangkat kerja daerah,” jelas Bupati. Dari BPPT, Mendagri bergerak menuju Rumah Hijau yang juga berada di kawasan Puspem Badung. Di rumah hijau ini Mendagri disambut Kadis DKP Badung I Putu Eka Merthawan. Disana Mendagri melihat langsung proses pemilahan sampah organik dan an organik, proses pengolahan termasuk adanya bank sampah. Dalam proses pengolahan, sampah organik diolah menjadi kompos dan sampah plastik menjadi barang daur ulang seperti tas dan lainnya. Selain diolah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis, sampah plastik juga diolah menjadi bahan bakar minyak yang dimanfaatkan khusus untuk operasional rumah hijau. Kadis DKP Eka Merthawan menyatakan bahwa salah satu inovasi DKP Badung da-

lam menanggulangi sampah plastik adalah melalui Program Gerakan Berkelanjutan Anti Sampah Plastik (Gelatik). Bahkan Gelatik menjadi salah satu dari tiga inovasi Badung yang masuk nominasi inovasi pelayanan publik KemenPAN RB tahun 2015. Dijelaskannya, Program Gelatik menjadi solusi utama dalam mengatasi sampah plastik, dengan pola terintegrasi bekerjasama dengan seluruh sekolah, PKK dan pasar. “Sampah plastik kami tangani dari sumbernya. Dari tahun 2011, Gelatik berhasil mengumpulkan sampah plastik sebanyak 170 ton dengan bekerjasama dengan bank sampah dan dukungan dari TPST. Kebijakan Bupati Badung tahun 2014 yaitu dengan membuat 16 TPST melalui bantuan hibah dan tanahnya disiapkan oleh desa sendiri,” jelasnya. Kunjungan terakhir, Mendagri berkesempatan menanam pohon jepun di Taman Jepun Dunia di Kawasan Puspem. Jepun yang ditanam Mendagri berjenis Plumeria Rubra “pink hibrid” asal Thailand. Selesai menanam jepun Mendagri menuju loby kantor Bupati untuk menulis dalam sebuah prasasti. Kalimat yang ditulis yakni “Setiap keputusan politik pembangunan daerah harus mampu mengimplementasikan, 1 berdaulat dibidang politik, 2 berdikasi dibidang ekonomi, 3 berkepribadian Indonesia Raya”. l adv

Mendagri Tjahjo Kumolo didampingi Bupati Gde Agung, Wabup I Made Sudiana dan Pimpinan DPRD Badung meninjau layanan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Badung, perkembangan pengolahan sampah “Rumah Hijau” dan menanam pohon jepun di kawasan Puspem. 4 - 10 Mei 2015

39


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

RAKOR - Rapat Koordinasi Ormas Baladika yang diadakan Minggu (19/4) di Restoran ABG, Jalan Soka Desa Antosari Kecamatan Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan, dihadiri 350 anggota Baladika Selemadeg Raya dan Pupuan. Saat itu juga hadir Wayan Gindara, Ketua DPC Baladika Tabanan yang juga Wakil Ketua DPRD Tabanan dari Partai Golongan karya. Rapat bersama empat kecamatan ini diprakarsa oleh Koordinator Baladika Selemadeg Barat Dewo Gede Putu Nuryasa, S.Sos. bersama tiga koordinator dari Kecamatan Pupuan, Selemadeg, dan Selemadeg Timur. Tampak hadir Ketut Arya Budi Giri (ABG), tokoh masyarakat asal Desa Antap Selemadeg, yang digadang-gadang menjadi salah satu bakal calon bupati (bacabup) Tabanan periode 2015-2020. Arya Giri mengaku sangat senang bisa bertemu dan berkenalan dengan pengurus dan anggota Baladika Selemadeg Raya dan Pupuan.

PAMERAN - Pelaksanaan pameran UMKM dan pertanian serta pelayanan administrasi kependudukan serangkaian HUT ke-244 Kota Gianyar di Lapangan Astina Gianyar dari tanggal 8 – 15 April, ditutup Kamis (16/4). Animo masyarakat Gianyar dan luar Gianyar yang berkunjung ataupun bertransaksi dalam kegiatan ini sangat tinggi. Sekda Kabupaten Gianyar Ida Bagus Gaga Adi Saputra, mengatakan hal itu di ruang kerjanya. Gus Gaga menjelaskan, berdasarkan hasil laporan yang diterima, pada stan pelayanan administrasi kependudukan yang dibuka Disdukcapil Kabupaten Gianyar, tercatat sebanyak 329 e-KTP dan 84 KK telah tercetak. Selain itu, seperti yang telah diketahui, dalam waktu dan tempat yang sama juga digelar berbagai pameran seperti pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pameran pertanian. Pada pameran UMKM yang diikuti oleh 41 perajin dengan produk unggulan seperti perak, tenun, lukisan, spa, fotografi, kayu, wayang.

MBP/ist MBP/ist

ARSIP - Bupati Gde Agung bersama Kepala ANRI Mustari Irawan menunjukkan dua arsip warisan budaya Taman Ayun dan arsip patung Dewi Saraswati di Washington D.C., usai penyerahan dokumen dan arsip, Selasa (21/4) di ruang Pertemuan ANRI Jakarta. Turut mendampingi Bupati, Sekkab Badung Kompyang R. Swandika, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Putu Eka Merthawan serta Kepala Kantor Arsip Kabupaten Badung A.A. Arimbawa. Mustari Irawan mengungkapkan, arsip kawasan Taman Ayun yang merupakan warisan budaya dunia serta patung Dewi Saraswati yang dibuat oleh seniman patung asal Bali dan pengerjaannya dilakukan langsung di sudut KBRI Wasington D.C. Amerika Serikat, di mana sudah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada 25 September 2014 merupakan arsip yang sangat spesial bagi ANRI.

40

4 - 10 Mei 2015

MAHASABHA - Pratisantana Sira Arya Kanuruhan pada Minggu, 26 April 2015 menggelar Mahasabha II di Wantilan Kesari Warmadewa, Pura Agung Besakih, Rendang, Karangasem. Hal itu disampaikan Ketua I Panitia Penyelenggara Mahasabha II Pratisantana Sira Arya Kanuruhan Seluruh Indonesia 2015 Prof. Dr. Ir. Nyoman Suparta, M.S., M.M. dalam jumpa pers, Minggu (19/4) di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Mahasabha II Pratisantana Sira Arya Kanuruhan akan diikuti sekitar 500 orang. Mereka terdiri dari peserta masing-masing kabupaten/ kota di Bali, pengurus dan perwakilan beberapa daerah di luar Bali. Selain itu, juga diundang Sabha Pandita yang ada tujuh saat ini. Nampak dalam foto I Wayan Gredeg, S.H., M.AP. didampingi Prof. Dr. Ir. Nyoman Suparta, M.S., M.M. dalam jumpa pers persiapan Mahasabha II Pratisantana Sira Arya Kanuruhan.


MBP/ist

MBP/ist

SIBUK - Dua bulan terakhir ini ada kesibukan yang cukup meningkat di Istana Mancawarna Tampaksiring. Sejumlah duta besar (dubes) negara sahabat berdatangan menemui sosok pemuda Bali yang saat ini paling berpengaruh di dunia internasional, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Setelah kunjungan Dubes Filipina, Dubes Mesir, Dubes Slovakia dan pertemuan khusus dengan Dubes Amerika Serikat, Dr. Wedakarna kali ini disambangi oleh utusan resmi pemerintah Republik Sudan yang merupakan negara afrika nomor dua terkaya di benua hitam itu. Kehadiran Dubes HE Abd Alrahim Alsiding Mohamed Omer yang mewakili negara Islam dan anggota KAA ini makin menjadikan Bali bertambah dekat dengan Afrika. Nampak dalam foto Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (President The Sukarno Center) menyambut HE Abd Alrahim Alsiding Mohamed Omer (Dubes Republik Sudan) di Istana Mancawarna Tampaksiring.

PERHATIAN - Harapan dukungan pemerintahan Presiden Joko Widodo khususnya kepada umat Hindu Indonesia terekam dalam postur anggaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia yang mencapai Rp 731 miliar tahun 2015. Dan harapan agar anggaran pembinaan umat Hindu mendapat perhatian lebih, terus diperjuangkan oleh parlemen pusat, terutama dukungan dari lembaga Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI). Sebagaimana disampaikan Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III di sela-sela Rapat Kerja Nasional Bimas Hindu Kemenag RI seluruh Indonesia yang berlangsung di Palembang. Nampak dalam foto Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Komite III DPD RI Bidang Agama) bersama Prof. Ketut Widnya (Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI) di Wisma Atlet Palembang, Sumatera Selatan.

MBP/ist

MBP/ist

KEJUTAN - R.A. Kartini adalah sosok perempuan yang menjadi pelopor emansipasi wanita di Indonesia. Beliau berjuang untuk mengangkat derajat perempuan Indonesia terutama di bidang pendidikan. Untuk mengenang dan menumbuhkan semangat Kartini di era saat ini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI 46 memberikan kejutan kepada para nasabah wanita yang melakukan transaksi pada Selasa (21/4). Sebuah gift berupa cokelat dan bunga yang dikemas menarik khusus diberikan kepada nasabah wanita yang bertransaksi saat itu. Pemberian apresiasi tersebut juga secara serentak dilakukan di seluruh outlet BNI dengan berbagai kreasi yang berbeda-beda. “Khusus di Hari Kartini seluruh pegawai BNI juga mengenakan baju adat dan daerah masing-masing,� ungkap Aryanto Purwadi, CEO BNI Wilayah Denpasar.

PRODI KEDOKTERAN - Pengembangan pendidikan di Bali Utara, semakin dipercepat dengan perencanaan matang pendirian Program Studi (Prodi) Kedokteran di Kampus Undiksha Singaraja. Hal tersebut menyikapi pertumbuhan penduduk Buleleng semakin meningkat yang membutuhkan tenaga-tenaga profesional di bidang kedokteran. Hal itu sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dengan mengendepankan semboyan sebagai kota pendidikan. Pendirian Prodi Kedokteran disampaikan langsung Rektor baru Undiksha Singaraja periode 2015-2019 Dr. Nyoman Jampel, M.Pd., yang menggantikan rektor sebelumnya Prof. Dr. Nyoman Sudiana, M.Pd. Pihaknya menilai kampus Undiksha memiliki kemampuan mendirikan Prodi Kedokteran. Undiksha telah mengirimkan proposal ke Dikti. Kini tinggal menunggu visitasi. 4 - 10 Mei 2015

41


AKTIVITAS

MBP/ist

BIMTEK - Terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), merupakan ketentuan pelaksanaan sebagaimana diamanatkan pada UndangUndang Nomor 1 Tahun 2004. Dalam pasal 2 (1) PP No 60 Tahun 2008 dinyatakan untuk mencapai pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, transfaran, dan akuntabel, menteri/pimpinan lembaga, gubernur dan bupati/walikota wajib melakukan pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan Pemerintahan. Untuk itu Pemkab. Karangasem melalui jajarannya diminta dapat mewujudkan tata kelola keuangan yang baik menuju pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Pernyataan ini disampaikan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, S.H. saat membuka Bimbingan Teknis Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) bagi Pejabat Eselon IV di Lingkungan Pemkab. Karangasem, di Gedung UKM Senter Amlapura, Senin (20/4).

MBP/ist

BERKUNJUNG - Bupati Gde Agung bersama Sekda Kompyang R. Swandika mendampingi Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) Mirawati Sudjono, Ak., M.Sc. saat berkunjung ke RSUD Badung, Minggu (19/4). Kunjungan ini guna melihat dari dekat pelayanan publik yang diberikan RSUD Badung kepada masyarakat, sekaligus menunjuk RSUD Badung sebagai piloting pelayanan publik utamanya sistem informasi di rumah sakit. Dalam kunjungan tersebut, Deputi Mirawati Sudjono diterima Bupati Badung A.A. Gde Agung didampingi Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Kadis Kesehatan Badung Gede Putra Suteja, Kabag Organisasi dan Tata Laksana I Wayan Wijana, Direktur RSUD Badung Agus Bintang Suryadi beserta pegawai RSUD Badung.

MBP/ist

PERDA - Dalam rapat paripurna, Selasa (21/4), empat fraksi di DPRD Badung menyetujui tiga ranperda menjadi perda. Ketiga ranperda tersebut adalah Ranperda tentang Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Ranperda Perubahan atas Perda No.17 Tahun 2013 tentang Penyertaan Modal Daerah pada PT BPD Bali, dan Ranperda Perubahan atas Perda No.25 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Nampak dalam foto Ketua DPRD Badung menyerahkan pemandangan umum fraksi kepada Wabup Sudiana sebaga referensi dalam penyusunan jawaban pemerintah pada Sidang Paripurna DPRD Badung tentang tiga buah ranperda. Dalam pemandangan umumnya yang dibacakan I Gede Suardika, Fraksi PDI Perjuangan memberikan catatan agar BUMDes jangan sampai mematikan usaha rakyat yang telah ada selama ini.

Bali Post/kmb

DHARMA SHANTI - Suasana perayaan Dharma Shanti Nyepi Çaka 1937 di halaman rumah jabatan Bupati Tabanan. Sebagai rasa syukur atas terciptanya kedamaian, aman dan lancar dalam melaksanakan Catur Brata Panyepian, Pemkab Tabanan mengadakan Dharma Shanti perayaan hari raya Nyepi, Jumat (17/4) di halaman rumah jabatan bupati setempat. Acara dengan tema melalui “Dharma Santhi Nyepi tahun Baru Çaka 1937 kita tingkatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan” ini, dibuka dengan tarian yang merupakan maskot Kabupaten Tabanan, yaitu Tari Bungan Sandat Serasi. Setelahnya dilakukan penyerahan punia kepada para sulinggih oleh Bupati Eka yang didampingi Wabup Sanjaya, Sekda Wirna dan Wakil DPRD Kabupaten Tabanan Sri Labantari dan I Wayan Gindra.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

42

4 - 10 Mei 2015


MBP/ist

MBP/Eka

DETEKSI - Hari Kartini, Selasa (21/4), dimanfaatkan Rumah Sakit (RS) BaliMéd Denpasar untuk mengedukasi pasien dan penunggu pasien tentang cara mendeteksi dini kanker payudara. Kegiatan promotif rumah sakit ini dilakukan oleh Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) yang semuanya perempuan. Tim PKRS yang bertugas mengenakan kebaya ini khususnya menyasar pasien dan penunggu pasien perempuan. ‘’Kenapa kanker payudara kaitannya dengan Hari Kartini, karena payudara kan lekat dengan wanita. Kita sih inginnya menjadi Kartini yang emansipatif tetapi jangan melupakan kesehatan,’’ ujar Wakil Direktur Umum dan Keuangan RS BaliMéd dr. Ni Nyoman Mulyani, M.M. Menurutnya, kanker payudara menyumbang 16 persen dari semua jenis kanker yang menyerang wanita. Persentase kematian akibat kanker payudara sebesar 18,2 persen. Itu artinya, 80 persen pengidap kanker payudara masih bisa disembuhkan dengan deteksi dini.

DHARMA SHANTI - Perhimpunan Umat Hindu BRI Denpasar menggelar Dharma Shanti Nyepi Tahun Caka 1937 di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar, Kamis (16/4) malam. Selain sebagai peringatan Hari Raya Nyepi, acara tersebut juga bertujuan meningkatkan jalinan silaturahmi antarumat beragama di lingkungan BRI Denpasar. Dharma Shanti dibuka secara resmi oleh Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Widodo Januarso. Hadir pada acara tersebut, di antaranya Panglingsir Umat Hindu BRI Denpasar yang juga Wakil Pemimpin Wilayah BRI Denpasar bidang dana Ida Bagus Ketut Suamba Manuaba serta seluruh jajaran pejabat dan karyawan Hindu di BRI Denpasar. Dharma Shanti kali ini mengusung tema ‘’Melalui Dharma Shanti Kita Tingkatkan Rasa Kebersamaan Membangun Jati Diri Menuju Insan BRI yang Profesional, Harmonis dan Sejahtera’’.

MBP/ist

MBP/ist

VAKSINASI - Mewaspadai penyebaran rabies, Dinas Peternakan Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kabupaten Karangasem melakukan vaksinasi dan sterilisasi massal terhadap ratusan anjing lokal maupun ras yang rawan terjangkit rabies. Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, S.H. menghadirkan Tim Surveilans dan Investastigasi Balai Besar Veteriner Denpasar drh. I Gede Yudi serta paramedis I Gusti Ardana dan Made Sujana, di halaman Kantor Dinas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Jumat (17/4). Kepala Dinas Peternakan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karangasem drh. I Ketut Artama, M.Si. mengatakan, ada lima penyakit bersumber dari binatang yang masih menjadi ancaman di Indonesia. Di antaranya flu burung, leptospirosis, antraks, pes dan rabies.

EVALUASI - Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Sekda Kota Denpasar dan Aisiten I Ketut Mister dan Asisten II Jimmy Sidartha pada pelaksanaan evaluasi triwulan I program kegiatan pembangunan Kota Denpasar Tahun 2015 dengan percepatan realisasi program atau kegiatan APBD 2015, Senin (20/4) di ruang Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar. Rapat evaluasi ini dihadiri Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara beserta seluruh pimpinan SKPD Pemkot Denpasar. Dalam rapat tersebut, juga diungkapkan capaian dari masing-masing SKPD lebih baik dari tahun sebelumnya, yang rata-rata hampir mencapai 20 peren dari target tahunan. Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengharapkan, dalam mencapai target-terget tersebut sebagai hal penting. 4 - 10 Mei 2015

43


PROPERTI

Siasati Kelesuan, Developer Bolehkan Nyicil DP

H

arga tanah yang kian meroket, sementara penghasilan tidak cukup, mengakibatkan masih banyak masyarakat Indonesia termasuk di Bali yang tak memiliki rumah sendiri. Beberapa ada yang terpaksa menyewa atau mengontrak rumah, tinggal di kos-kosan, dan sejenisnya. Kalaupun ada yang mempunyai rumah sendiri, namun banyak yang tidak layak huni. Dalam artian, terpaksa tinggal di rumah yang tidak memenuhi syarat. Kondisi ini juga sangat berpengaruh terhadap bisnis properti, karena banyak konsumen mengurungkan niatnya untuk memiliki hunian. “Sebenarnya pembeli rumah selalu ada karena rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok. Tapi sekarang jumlahnya menurun. Itu disebabkan investor tahun-tahun sebelumnya dimanjakan dengan DP (uang muka) murah. Semenjak ada aturan LTV (loan to value), investor tidak bisa lagi menikmati investasi lewat KPR dengan DP murah,” kata Direktur PT SKI Land Development Gede Semadi Putra.

44

4 - 10 Mei 2015

Menyikapi kondisi bisnis properti seperti sekarang ini, lanjut Semadi, developer harus fleksibel dengan pasar yang ada. Menurutnya, aturan LTV itu pun seharusnya bisa mulai dilunakkkan. Pasalnya, tradisi orangtua di Indonesia biasanya ketika anaknya menikah pasti akan diusahakan dibelikan rumah. “Jadi menurut saya, LTV itu mestinya berlaku setelah rumah ketiga. Biasanya satu keluarga anaknya 2, jadi saat KPR rumah orangtuanya belum lunas tapi mau beli rumah lagi untuk anaknya lagi 2 unit, masih bisa via KPR dengan DP mudah dan lunak,” ujarnya. Hal senada disampaikan Operation Director PT Grha Giri Kencana Ir. I Made Suardana. Menurutnya, sekarang investor harus bermodal tebal dan tidak bisa jual gambar saja. Selain itu, pembeli juga dituntut mampu menyerahkan DP minimal 30 persen. “Menurut saya, cari material yang tidak memerlukan waktu panjang dan finishing lama. Kita harus cari terobosan alternatif lain. Dari sisi biaya tukang, kita juga ditekan. Kemudian, semua

produk rumah diasuransikan sehingga si konsumen punya pengembalian berupa cash back dan seakan rumah dijual dengan harga murah,” ujarnya. Di samping itu, untuk meringankan beban konsumen, uang muka untuk beli rumah bisa dibayar dengan cara dicicil. Dengan cara itu, konsumen merasa terbantu. “Misalnya rumah dengan harga Rp 1 miliar. Kalau DP minimal 30 persen, jadi 300 juta, pasti akan sulit. Oleh karena itu, kita berikan kebijakan nyicil 3 sampai 12 kali. Kami melakukan terobosan tersebut,” tegas Suardana. Bila sudah lancar pembayaran cicilan uang muka 4-5 kali, lanjut dia, baru bisa mulai dibangun rumahnya. Jika sudah 100 persen rumahnya dibangun, pihak bank akan lebih mudah memberikan kreditnya. Dengan demikian, pembeli rumah pun senang. “Sekarang konsumen mesti dimanja dulu, baru pengembang yang dapat menikmati enaknya,” ujarnya. lKerta Negara


Harga Tanah di Jembrana pun Terdongkrak JIKA bisnis properti secara umum lesu tahun ini, di Buleleng dan Jembrana malah tampak menggairahkan. Bergairahnya bisnis hunian di Buleleng dikatrol oleh adanya rencana pembangunan bandara internasional di wilayah Bali Utara tersebut. Lantas, bagaimana dengan yang di Jembrana. Bisnis properti di Jembrana meroket pada dua tahun terakhir ini. Daerah yang paling pesat perkembangannya ada di Sawe, Kelurahan Dauhwaru, Pengambengan dan Desa Pekutatan. Bisnis properti di Jembrana ini menggeliat, menyusul adanya rencana pembangunan fenomenal Sirkuit Formula 1 (F-1) dan Minapolitan. Rencana tersebut mendongkrak harga tanah dan bisnis lahan di sekitar lokasi. Seperti di Pekutatan, ada wacana pembangunan Sirkuit Formula 1 (F1) di perkebunan Pulukan yang dikelola Perusda. Rencana itu membuka keran

investasi tanah di sekitar lokasi. Harga tanah pun meroket hingga dua kali lipat pascawacana pemanfaatan kebun Pulukan untuk pengembangan F-1 dan juga pengembangan wisata itu. Dari beberapa kecamatan di Jembrana, Kecamatan Pekutatan paling produktif mendongkrak harga properti. Harga tanah khususnya di Desa Pekutatan, kini melonjak tajam. Harga di sana menyalip daerah lain, bahkan dari Kota Negara. Salah satu faktor penyebab adalah peluang investasi ke depan yang dinilai sangat menjanjikan. Lahan di sana memang potensial, selain bagus view-nya, luas, murah. Soal realisasi dari rencana mercusuar itu, tinggal menunggu persetujuan pemerintah. “Tanah yang rencananya digunakan itu kan kebun. Selain itu, di sekitarnya masih luas dan kosong. Tetapi itu masih menunggu keputusan pemerintah. Yang pasti, harga tanah di sekitar perkebunan saat ini sudah

naik drastis,” tandas salah seorang warga Pekutatan. Bukan hanya di sekitar perkebunan, di sekitar Desa Pekutatan pun ikut terkena dampak wacana tersebut. Dari awal harganya Rp 18 juta per are tahun lalu, kini sudah dipasarkan Rp 40–75 juta per are. Tak heran, lahan-lahan di sana kini banyak mulai dikapling untuk keperluan investasi. Perbekel Pekutatan I Gede Silagunada membenarkan kondisi tersebut sudah terjadi selama setahun ini. Adanya wacana sirkuit dan bandara itu sangat memengaruhi harga jual tanah di desa yang dipimpinnya tersebut. Apalagi desa ini juga sudah diplot menjadi salah satu desa wisata di Jembrana. “Anggapan investor di sini paling memungkinkan untuk pengembangan bandara atau sirkuit, walaupun memang belum ada kepastian,” tandas Silagunada. lSurya Darma


TRADISI

‘’Nyepeg Sampi Ngusaba Kawulu” di Asak

Pengorbanan untuk Keseimbangan Alam

S

alah satu tradisi unik di Desa Pakraman Asak, Karangasem, yakni prosesi Ngusaba sasih Kawulu. Salah satu prosesi penting pada ngusaba itu, kata Klian Desa Pakraman Asak Nyoman Winata, yakni nyepeg sampi (menebas sapi caru). Pada ngusaba itu, dimulai dengan majaga-jaga, yang bermakna menjaga diri dan lingkungan desa, agar tiada halangan dalam rangka ngusaba kawulu. Saat mulai majaga-jaga, tiap rumah tangga menggelar persembahyangan dengan banten di depan rumah atau di pintu masuk rumah. Beberapa hari sebelumnya, krama sudah membuat batang. Batang semacam sanggah cucuk (di desa lain). Namun batang di Asak dibuat dari batang pohon pisang. Batang pisang ini ditancapkan terbalik, yakni pangkal di atas. Pangkal batang pisang ini dilubangi dan dihiasi dengan janur aneka bentuk atau jejahitan. Di bawah hiasan diisi tempat banten. Pagi hari, menjelang membuat banten caru yakni sebagai puncak ngusaba kawulu, sapi jantan sempurna (tanpa cacat) dihias. Teruna desa sudah siap berkumpul di Pura Patokan. Sapi caru yang dipakai sudah cukup dewasa berbulu hitam dan sudah bertanduk sekitar 15 cm. Sapi ini disiapkan beberapa hari sebelumnya. Hewan korban (caru) itu dijaga dan dirawat teruna desa. Sapi dimandikan di pesucian. Saat disiapkan, sapi itu dihias, lalu diajak berjalan (mapepada) mengelilingi desa arah murwa daksina (kanan). Berikutnya, sapi ini diajak masuk ke Pura Patokan. Di sana diajak sembahyang, dan selanjutnya ‘’saya paling kelih’’ (teruna adat tertua) memberi tanda dengan tebasan pertama dengan pisau. Tujuan memberi tanda, kata Winata, agar saat lari dan masuk kandang sapi milik warga, teruna desa yang mengejar dan menyembelih sapi caru itu jangan sampai keliru dengan menebas ternak sapi lainnya. Ada sejumlah ketentuan yang mesti diperhatikan teruna desa saat nyepeg sapi caru itu. Nyepeg dilakukan setelah di luar batang terdekat Pura Patokan. Kalau nyepeg di luar ketentuan, apalagi nyepeg sampai ekornya putus, maka si

46

4 - 10 Mei 2015

panyepeg itu kena denda yang sudah ditentukan. Ratusan teruna desa selanjutnya mengejar dan menebas sapi itu. Sapi lari dan meneteskan darah di wilayah desa. Sapi caru yang sudah mati itu langsung di-rencah (dipotong-potong) di sana dan dibuat untuk banten caru. Di lain pihak, deha desa (para wanita atau gadis desa) juga ke Pura Patokan. Mereka mengenakan pakaian adat khas deha Asak, tanpa baju. Namun kemben menutupi dada, dengan warna dominasi kuning. Sedangkan kain yang dikenakan dominan berwarna hitam atau gelap. Winata yang juga Ketua Majelis Alit Desa Pakraman Kecamatan Karangasem itu mengatakan, ke mana arah sapi lari dan di mana kehabisan darah dan mati, sudah diketahui sebelumnya. Hal itu dari nunas bawos (minta petunjuk dari orang pintar). ‘’Ke mana arah larinya dan di mana sapi caru itu mati, selalu benar sesuai hasil maluasan,’’ katanya. Winata mengatakan, dulu sempat ada kalangan penyayang binatang yang memprotes soal cara prosesi penyembelihan yang terkesan sadis seperti itu. Namun, tradisi secara turun-termurun di desanya itu tak ada yang berani mengubah.

desa itu, Jero Ketut Suta mengatakan dari sumber lontar embat-embatan di desa itu, sapi caru itu sebagai simbol dari pengorbanan lembu nandini. Di mana nandini dikenal sebagai abdi setia Dewa Siwa. Saat Dewa Siwa khusyuk bersemadi, datang penggoda atau pengganggu yang merupakan bhutabhuti. Sebagai bakta atau pengikut paling setia Dewa Siwa, nandini menghadang dan menghadapi bhuta-bhuti yang mengancam Dewa Siwa. Nandini rela mengorbankan dirinya sampai mati kehabisan darah tercabik-cabik para bhuta-bhuti. Pengorbanan nandini itu, menjadikan Dewa Siwa tak terganggu, dalam rangka menjaga keseimbangan di alam semesta ini. Selain hewan sapi dikorbankan untuk pacaruan, batang pohon pisang juga sama. Dia dipakai prasarana tempat persembahan banten, untuk bisa berfungsi sebagai tempat banten itu, batang pisang yang lunak itu harus didirikan dengan terbalik. Di mana, bagian yang keras di pangkalnya menghadap ke atas. Selain prosesi menjaga keseimbangan alam dan nyomya bhuta kala, prosesi itu mengajarkan agar umat manusia senantiasa berkorban menjaga keseimbangan alam, dimulai dari rumah tangga di desa selanjutnya di lingkungan yang lebih luas.

Lontar “Embat-embatan” Di lain pihak, seorang tokoh spiritual di

l Budana

MBP/bud

Teruna desa siap nyepeg sapi caru, disaksikan ratusan krama.


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

TUAN RUMAH - Fakultas Hukum Universitas Udayana tahun ini menjadi tuan rumah Konferensi Nasional Hukum Perdata II. Konferensi dibuka Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.P.D. KEMD, Kamis (16/3) dan berlangsung hingga Jumat (17/3). Konferensi yang mengangkat topik “Karakteristik Hukum Perikatan Indonesia: Menuju Pembaharuan Hukum Perikatan Nasional” ini juga dirangkai dengan pertemuan tahunan Asosiasi Pengajar Hukum Keperdataan (APHK) 2015. Ketua APHK Prof. Dr. Y. Sogar Simamora, S.H.,M.Hum. mengatakan, konferensi dan pertemuan APHK tahun lalu digelar di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Tahun ini bekerja sama dengan FH Unud, konferensi utamanya menampung pemikiran para dosen anggota APHK untuk membangun hukum perikatan nasional Indonesia.

FOOT - Lelah setelah seharian beraktivitas dan ingin merelaksasikan tubuh? Ada baiknya mengunjungi Refresh Foot Reflexiology and Massage yang baru saja di-grand opening di Bali. Berlokasi di Jalan Sunset Road, Kuta (sebelum Carrefour), Refresh Foot Reflexiology and Massage utamanya menyasar wisatawan nusantara yang berlibur di Pulau Dewata. ‘’Refresh Foot Reflexiology and Massage bergerak di bidang usaha perawatan tubuh memberikan treatment guna mencapai kesegaran dan kesehatan tubuh para pelanggan, seperti pemijatan kaki, pemijatan tubuh, shiatsu dan thai massage,’’ ujar Pemilik Refresh Foot Reflexiology and Massage, Bambang Sutiyono, S.E. Lebih lanjut dikatakan, Refresh Foot Reflexiology and Massage merupakan pengembangan usaha dari Bali Ratu Spa.

MBP/ist

TERTINGGI - Universitas Mahendradatta Bali kembali meraih penghargaan tertinggi dalam gelaran Aptisi Award 2015 tingkat nasional yang berlangsung di Batam, Kepulauan Riau dalam bidang Kampus Bebas Asap Rokok. Tidak tanggung–tanggung, PTS tertua di Bali ini langsung meraih posisi nomor 1 dan mengungguli 14 kampus lainnya di Indonesia. Demikian diungkapkan Dewa Usadha mewakili Universitas Mahendradatta meraih piala dan plakat penghargaan di Batam. Serah terima penghargaan dari Unmar ke yayasan diserahkan bersamaan dengan kedatangan Komisi X DPR-RI di bidang pendidikan tinggi di Kampus Unmar. Nampak dalam foto Dr. I Gst. Ayu Diah Werdhi Srikandi WS, S.E., M.M. (Ketua Umum Yayasan Mahendradatta), Drs. Abdul Samad Assaf (WR III) menyambut Ir.H. M Ridwan Hisyam (Komisi X DPR-RI/Fraksi Partai Golkar) dan IB Putu Sukarta (Fraksi Partai Gerindra) di Kampus Unmar.

MBP/ist

SAPU BERSIH - Setiba di Bali, official dan pembalap HardysLand Racing Team (HRT) Pobaepo Bali langsung menuju ke Head Office GH Holdings, Jalan Tukad Pakerisan 100 X Denpasar untuk melakukan penyerahan secara simbolis piala hasil menyapu bersih gelar 3 besar di kelas perorangan dan juara I Team Seri I Kejurnas IOF 2015 di Balikpapan. Official dan pembalap yang disambut oleh Presiden Direktur GH Holdings Ir. Gede Agus Hardyawan tersebut tampak sumringah sekaligus optimistis bisa meraih prestasi di seri berikutnya. Ketut “Boncel” Tirtayasa selaku manager tim yang didampingi pembalap I Nyoman ‘’Mangbe’’ Birawan - Nyalik, I Gede ‘’Delem’’ Wianta - Rah Aya, dan Kadek Yudhi R - Putu Santika dalam keterangannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada HardysLand, yang memberikan kesempatan untuk merasakan atmosfir Kejuaraan Nasional yang diselenggarakan oleh Indonesia Offroad Federation tersebut. 4 - 10 Mei 2015

47


FASHION

Gaya Androgini, Berani dan Menarik

G

aris dan konsep rancangan yang identik dengan kontemporer edgy dan gaya androgini, menjadikan nama Weda Githa, salah seorang desainer Bali asal Singaraja ini semakin melambung. Apalagi gaya tersebut sering digunakan sebagai identitas setiap rancangannya, khususnya untuk koleksi busana ready to wear. Melalui merek Xunder G, lulusan LPTB Susan Budhihardjo, Surabaya tahun 2005 ini mempersembahkan karyanya untuk pria dan wanita yang memahami fashion, modern, dinamis, percaya diri, dan tidak takut untuk menjadi berbeda dari yang lain. Belum lama ini juga hasil rancangan pengajar pada Angelica Wu Fashion Design Course Bali ini, juga sempat mengisi pagelaran show hari pertama pada ajang “Indonesia Fashion Week 2015”, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Deretan karya merepresentasikan toleransi atas perbedaan budaya melalui tema “Shades of Tolerance”. Weda Githa menunjukkan gaya androgini yang mengeksplorasi unsur feminin dan maskulin dalam perspektif yang berbeda. Suguhan yang berani dan menarik. l Sri Ardhini

Laporan

48

4 - 10 Mei 2015


SOSOK

Ni Luh Rinun, S.Pd., M.Pd.

Tingkatkan Kualitas Program Sekolah Cipta Dharma Denpasar terkenal kedisiplinannya. Itu pula yang kini terus ditingkatkan oleh Ni Luh Rinun, S.Pd., M.Pd., Kepala SD Cipta Dharma yang sebelumnya menjabat Wakasek bagian Kurikulum dan wali kelas 6 ini. Sebagai Kasek baru menjabat tahun ajaran 2014/2015, programnya masih meneruskan program lama yang belum terselesaikan dan tentunya meningkatkan kualitas program-program yang sudah berjalan. Yang paling utama dibenahinya adalah kedisiplinan warga sekolah karena itu merupakan kunci dari semua keberhasilan. Ini dimulainya dari para guru, karena guru wajib digugu dan ditiru (sebagai contoh). Sistem absensi yang dulunya memakai sidik jari diubah ke manual. Alasan Rinun, jika seandainya ada guru yang tidak disiplin waktu, bisa langsung dipanggil, sehingga tidak harus menunggu hasil print absensi sidik jari sebulan kemudian. “Jadi, semuanya bisa cepat ditanggulangi,” ujar istri I Dewa Putu Lendrayana ini. Di Cipta Dharma, sesuai tata tertib, guru harus datang paling lambat pukul 07.00 sedangkan siswa pukul 07.10. Pukul 07.15, siswa sudah di kelas melakukan meditasi lebih kurang 15 menit sebelum jam pelajaran formal dimulai. Siswa dari kelas 4 sampai kelas 6 baru akan keluar kelas pukul 12.45. Namun, tiap Jumat usai jam pelajaran formal, mereka lanjut mengikuti ekstra wajib pramuka selama 2 jam pelajaran. Sabtu diisi dengan pengembangan diri/ pembinaan ekstra kurikuler. Di sekolah ini, ada 19 ekskul pilihan, yang meliputi seni sastra (puisi, teater), seni musi (musik, vokal), seni tabuh (gender, gong), dan hampir semua jenis olahraga. Namun cabang olahraga yang paling menonjol dan kerap meraih prestasi adalah basket, renang, bulutangkis, taekwondo, karate, dan catur. Tak hanya di bidang nonakademis, di akademis prestasinya juga tak kalah. Prestasi teranyar yang cukup membanggakan adalah siswa SD Cipta Dharma berhasil lulus seleksi Olimpiade IPA tingkat Ka-

bupaten/Kota tahun 2015. Untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan kualitas capaian programprogram sekolah ini, Luh Rinun berharap semua warga sekolah mendukungnya, baik itu guru, siswa, orangtua siswa dan yayasan. “Saya didukung sebagai kepala sekolah. Jadi apapun program saya untuk kebaikan sekolah ini tentunya harus didukung pula,” ucap Guru Berprestasi tingkat Kota Denpasar tahun 2010 ini. Karena itu, para guru wajib memberikan masukan. Ia tak mau jabatan kepala sekolah yang disandangnya lantas membuat para guru enggan dan merasa ada batas. Jikalaupun ada kendala, semua bisa disampaikan dalam forum dan duduk bersama mencari jalan terbaik. “Saya sama dengan yang lain, semua saya anggap seperti keluarga,” ucapnya merendah. Ke depan, ibu dari Dewa Ade Ryan Hendrayana ini mengatakan ingin meningkatkan karakter siswa melaui pembiasaan-pembisaan dan kedisiplinan,

menumbuhkan kepercayaan diri anak, meningkatkan prestasi dan kualitas akademik dan nonakademik. Bahkan, sekolah ini pun sempat menyabet juara 5 tingkat nasional untuk pendidikan karakter. Pembinaan-pembinaan terhadap guru seing dilakukan, termasuk meninjau bagaimana guru mengajar di kelas. Semua permasalahan yang dihadapi dalam proses belajar-mengajar itu kemudian dievaluasi dalam rapat staf yang dihadiri Kasek, Wakasek, Kepala Urusan (Kurikulum, Sarana, Humas) serta koordinator kelas, yang dilakukan sebulan sekali. Untuk memantapkan persiapan anakanak kelas 6 yang akan segera melanjutkan ke SMP, Luh Rinun yang juga mengajar Matematika di kelas 6 ini mengatakan, tiap Selasa, Rabu, Jumat memberikan jam ke nol yang dimulai pukul 06.30. Perempuan kelahiran 3 April 1968 ini mengatakan semua seberapa pun susahnya pelajaran, jika guru memiliki trik khusus, siswa pasti bisa mengikutinya dengan senang. Dalam mengajarkan Matematika misalnya, Luh Rinun memberikan soal-soal yang gampang dulu agar anak tidak takut duluan. Perlahan baru kemudian meningkat ke yang lebih berat, dan diberikan lebih banyak latihan. Khusus pelajaran Matematika, ia memiliki standar di kelas 2 dan kelas 3 harus sudah hapal perkalian 1 s.d. 10. “Jika belum hapal, raport di-pending. Itu salah upaya kami untuk memotivasi siswa agar ada usaha,” jelasnya. Sementara, untuk anak-anak yang bermasalah, biasanya akan lebih banyak dilakukan pendekatan karena pada umumnya tak terlepas dari masalah atau hubungan siswa dengan orangtua atau keluarganya. Karena itu pula, buku penghubung tetap ada mulai dari kelas 1 s.d. kelas 6. Hanya saja kelas 4-6 diisi sendiri oleh siswa. Buku penghubung ini menjadi jembatan komunikasi antara guru, siswa, dan orangtua siswa. lInten Indrawati Laporan

4 - 10 Mei 2015

49


AKTIVITAS

MBP/ist

HIBAH - Pemberian hibah oleh Pemkab Badung termasuk yang diarahkan kepada lembaga pembina umat (PHDI), telah mengacu pada prinsip-prinsip tata kelola keuangan daerah yang baik, yakni dengan senantiasa memegang prinsip normatif, efektif, efisien serta berorientasi kepada asas manfaat sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Berkenaan dengan pengeloaan hibah di daerah, sesungguhnya secara tegas telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Kabag Humas dan Protokol Pemkab Badung Anak Agung Gede Raka Yuda di Puspem Badung, Senin (20/4) menjelaskan dalam Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 pada Bab III pasal 5 menyebutkan, hibah dapat diberikan kepada pemerintah, pemerintah daerah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat dan/ atau organisasi kemasyarakatan.

MBP/ist

BANTUAN - Tergerak melihat kerusakan jalan di Desa Mambang, khususnya Banjar Mambang Kaja dan Mambang Kelod, Wayan Sarjana, anggota DPRD Tabanan tiga periode, ini turun ke lapangan dan memberikan bantuan berupa batu koral untuk memperbaiki jalan di kedua banjar yang penuh lubang tersebut. Bantuan ini disambut antusias warga. Dalam perbaikan jalan dengan bantuan batu koral dari Wayan Sarjana, masyarakat turun bergotong royong menambal ruas jalan yang berlubang cukup dalam, Minggu (19/4). Wayan Sarjana yang mendaftar sebagai bakal calon Bupati Tabanan di Koalisi Rakyat Tabanan (KTR) ini mengaku terketuk untuk memberikan bantuan bahan uruk berupa batu koral, setelah mendengar krama di Desa Mambang akan bergotong royong memperbaiki jalan rusak.

MBP/ist

PORSENIJAR - Salah satu program unggulan Pemkot Denpasar, Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar), terus digulirkan. Porsenijar 2015 langsung dibuka Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si., Senin (20/4), ditandai dengan pelepasan balon bersama Ketua DPRD I Gusti Ngurah Gede, S.H. Pembukaan Porsenijar juga dimeriahkan dengan senam pramuka dan morse oleh SMP Dwijendra, MB Swara Smansa Manggala Dara, dan tari Gabor SMKN 5 Denpasar. Hadir pada upacara itu Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Sekkot Rai Iswara, pimpinan Muspida dan SKPD Kota Denpasar. Ketua Umum Porsenijar yang juga Kadisdikpora Kota Denpasar Ir. IGN Eddy Mulya, S.E., M.Si. menjelaskan, Porsenijar kali ini melibatkan 8.000 atlet dan seniman dari SD, SMP, SMA dan SMK. Ajang ini dipakai untuk menggali atlet dan seniman berprestasi di Kota Denpasar untuk mempertahankan gelar juara umum Porsenijar Bali tahun lalu.

50

4 - 10 Mei 2015

MBP/ist

JUMBO WOW - BPR Lestari terus berupaya memberikan apresiasi kepada para nasabahnya. Hal ini diwujudkan dengan kembali menggelar Pengundian Tabungan Jumbo Wow 2015 Periode I, yang telah dilakukan penarikannya Kamis (16/4) di BPR Lestari WR Supratman. Pengundian tersebut dihadiri sekitar 50 nasabah BPR Lestari dan dari jajaran manajemen dan karyawan BPR Lestari. Seperti tahun sebelumnya, hadiah dari Undian Tabungan Jumbo Wow 2015 periode pertama mengundi 56 hadiah yang terdiri dari 1 unit mobil Toyota Kijang All New Grand Innova, 5 paket couple amazing tour Hongkong – Shen Zhen - Macau dan 50 unit Samsung LED TV. ‘’Ini merupakan hadiah terbanyak yang kami undi dalam sekali pengundian,’’ kata Erry Yoga Sugama, Public Relations Manager BPR Lestari.


88 |4 - 10 Mei 2015

30 JUTA WISMAN, BALI ‘‘OVERLOAD’’

RP 20.000


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah bali post edisi 88 by e-Paper KMB - Issuu