45 | 7 - 13 Juli 2014
Bali Krisis Air
RP 20.000
DAFTAR ISI KILAS BERITA l Sepuluh Kamar Kos Ludes Terbakar 7 LAPORAN UTAMA lBali Krisis Air 8
lSemua Harus Berhemat 9 lSektor Pariwisata di Bali Menyedot dan Mencemari 10 POLITIK
Debat Capres Minim Korelasi 12 ADVERTORIAL l“Karya Mamungkah Lan Padudusan Agung
Utama Ring” Puri Ageng Mengwi 14
OPINI lGeopolitik dan Komitmen Capres 16 JAJAK PENDAPAT lBersatu Menggugat Perpres Reklamasi 17 PENDIDIKAN l2015, Pendanaan Sekolah Eks RSBI
Dikembalikan ke Kabupaten/Kota 18
MANCANEGARA lChernobyl, Bencana Nuklir Mengerikan 20 DAERAH lKaji Ulang, Status Pantai Klotok
sebagai Objek Wisata 22
KRIMINAL lBisnis ’’Trading’’,
Kerugian Rp 11,8 Miliar 34
LINGKUNGAN lWarga Terusik 36 PARIWISATA lMenyasar Turis
Kantong Tebal Asal Inggris 38
EVENT lPERKENALKAN
DILAGO 40 BUDAYA lGender,
Seni Klasik dari Seniman Cilik 42
TRADISI lDrama Gong Puspa
Anom Bertahan di Tengah Derasnya Hiburan Modern 44
PROPERTI l Rupiah Melemah,
Sektor Properti Terancam 46
KESEHATAN lDeteksi Dini Asma pada Anak 24 LENSA l Pasar Kaget 26 OLAHRAGA l 12-0-3-9 28
GAYA HIDUP l Pengguna ’’Smartphone’’
Dibayangi Kerusakan Retina 48
PROFIL l Ni Wayan Yumeri
Cinta Budaya Bali 50 7 - 13 Juli 2014
3
DARI PEMBACA
S
Banyak Jalan Hancur, Tak Ada Respons
aya seringkali miris membawa keluhan-keluhan masyarakat mengenai jalan yang rusak, hancur, benyah latig, tidak bisa dilalui. Padahal tidak jarang jalan tersebut merupakan jalur utama atau urat nadi bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-harinya, atau memperlancar perekonomian warga. Kondisi jalan yang rusak selain sering menimbulkan kecelakaan lalu lintas juga sangat memengaruhi kondisi kendaraan. Padahal infrastruktur jalan yang baik akan sangat mendukung kelancaran jalannya roda perekonomian di masyarakat terutama masyarakat di pedesaan. Namun belum mendapat perhatian pihak pemerintah maupun dinas yang bertanggung jawab menangani. Padahal, penghasilan penduduk sebagian besar petani, sangat tergantung dari jalan ini. Mereka mengharapkan jalan ini diperbaiki dalam upaya meningkatkan perekonomian para petani. Keluhan-keluhan mengenai jalan rusak semacam ini bukan yang pertama. Tetapi sudah sangat sering disampaikan masyarakat di berbagai wilayah di Bali. Pemerintah atau Dinas yang menanganinya agar lebih tanggap dalam merespons keluhan masyarakat ini, karena jalan merupakan kebutuhan urgan guna kelancaran aktivitas keseharian dan perekonomian masyarakat. Putu Agus Rudrakarsika Denpasar
M
Model Pilbup yang Efektif dan Efisien
embaca harian Bali Post, 23 Juni 2014 tentang anggaran Pilbup Bangli dirancang Rp 14 miliar, wah demikian besar dana tersedot di saat Bangli masih banyak berbenah. Kalau saja semua pihak ada iktikad baik dan positif, akan ada jalan yang lebih irit, aman, nyaman dan damai dalam penyelenggaraan pilbup. Salah satu contoh bahwa pemasangan gambar kontestan diadakan oleh KPU setempat yang hanya dipasang pada kantor desa/kelurahan, kantor camat dan kantor bupati. Diatur dan dilarang pemasangan gambar di luar kantor-kantor pemerintah tersebut. Hal ini akan menjaga kebersihan desa dan kota dari pemasangan yang tidak bertanggung jawab dan merusak keindahan. Apalagi Bali sebagai destinasi pariwisata mancanegara. Di samping itu, juga sebagai alat ukur tingkat ketokohan para calon di hati masyarakat. Upaya ini juga meringankan pembiayaan pada kontestan sehingga tidak ada alasan lagi untuk mencari pengembalian di saat terpilih dan tidak menjadi beban berat bagi yang tidak berhasil terpilih. Kampanye/pengerahan massa agar ditinggalkan saja, karena lebih banyak rusuhnya daripada terwujudnya rasa damai di masyarakat. Jadikan Bangli model pilbup yang efisien, efektif dan konstruktif. Jangan takut tidak dapat ceperan dari proyek pilbup, utamakan terlebih dulu pembangunan dari, oleh dan untuk kesejahteraan masyarakat Bangli. Semoga menjadi pertimbangan semua pihak. Drs. I Ketut Suharthana, M.Pd. Jl. Dewata IA/8 Sidakarya Denpasar
4
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Wira Sanjiwani, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Manik Astajaya, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
7 - 13 Juli 2014
4
5
KILAS BERITA
Tertibkan 46 Bangunan Tanpa IMB KASUS pelanggaran tata ruang dan bangunan di Denpasar terbilang masih cukup tinggi. Buktinya, selama lima bulan pertama tahun ini, puluhan pelanggar ditertibkan Dinas Tata Ruang dan Perumahan (DTRP) Kota Denpasar. Terutama, bangunan tanpa IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Selama lima bulan (JanuariMei2014), tercatat 46 buah bangunan tanpa IMB yang ditertibkan pihak DTRP Kota Denpasar. Kabid Pengendalian dan Penataan Kota Dinas Tata Ruang dan Perumahan (DTRP) Kota Denpasar Dewa Made Wesnawa Wedagama, S.T., Jumat (20/6), mengatakan pelanggaran yang ditertibkan dari awal hingga akhir Mei lalu, tercatat yang paling menonjol adalah bangunan tanpa IMB dan melanggar jalur hijau, sempadan garis bangunan (SGB). Pelanggaran yang ditangani paling banyak di Kecamatan Denpasar Selatan 18 pelanggaran, yakni 14 bangunan tanpa IMB, dua pelanggaran garis sempadan, dan jalur hijau. Disusul Denpasar Utara (Denut) 11 pelanggar, 7 bangunan tanpa IMB, melanggar garis sempadan, dan melanggar ruang terbuka hijau kota (RTHK). Denpasar Barat 10 buah, seluruhnya tanpa IMB. Denpasar Timur hanya 7 pelanggar, yakni 4 tanpa IMB, 2 melanggar jalur hijau dan satu melanggar garis sempadan. l Asmara
MBP/dok
6
Diprotes Warga, Penginapan di Cupel Ditutup LANTARAN diprotes warga, sebuah penginapan di Dusun Rening Desa Cupel akhirnya ditutup. Bahkan informasi yang meluas, warga hendak demo apabila penginapan Kubu Alit masih beroperasi. Sejumlah aparat dari Polsek Kota Negara, Jumat (20/6), ikut berjaga di sekitar lokasi. Namun lantaran penginapan ditutup, akhirnya protes ke penginapan urung dilakukan. Dari informasi, warga memprotes penginapan lantaran memicu keributan. Orang yang keluar dari penginapan mabuk hingga terjatuh. Selain itu informasi penginapan untuk tempat mesum pasangan selingkuh. Selain itu disinyalir, penginapan ini belum memiliki izin namun sudah beroperasi. Penginapan yang lokasinya jauh dari jalan raya dan sepi itu juga sudah beberapa kali didatangi Satpol PP dan aparat desa setempat. Akhirnya penginapan yang lebih mirip home stay itu ditutup oleh pihak desa, Kamis (19/6). Pengelola penginapan Ketut Sukadana
Pastika mengatakan, telah menutup penginapan setelah ada imbauan dari aparat desa. Pihaknya mengakui bahwa izin masih dalam proses. Penginapan yang memiliki enam kamar itu menurutnya baru promosi dan ia membantah sering memicu keributan. l Surya Darma
MBP/olo
7 - 13 Juli 2014
6
Sepuluh Kamar Kos Ludes Terbakar
P
eristiwa kebakaran menggegerkan warga Jalan Bedahulu XVII, Denpasar Barat (Denbar), Jumat (20/6). Si jago merah melalap 10 kamar kos milik I Made Redana (50). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Ahmad Saunidin yang menempati kamar kos nomor 7 mengatakan, kejadian berawal saat ia sedang menyortir ban bekas. Tiba-tiba dari kamar nomor 6 yang sedang ditinggal pemiliknya, keluar asap dari ventilasi dan bawah pintu. ‘’Dari kamar sebelah keluar kepulan asap, saya terkejut lalu minta tolong dan langsung
mengambil air,’’ katanya. Penghuni lain yang mendengar teriakan Ahmad, juga bergegas mengambil air. Namun saat kembali, api sudah melahap tembok kos-kosan tersebut. Bahkan, api melalap deretan 10 kamar kos dengan cepat. Tiga truk pemadam kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar yang tiba di lokasi, langsung memadamkan api. Akhirnya sekitar pukul 09.30 wita, api berhasil dipadamkan. Namun, deretan kamar kos yang terbuat dari gedek itu sudah rata tanpa sisa. l Manik
Peralatan Penyulingan Daun Cengkeh Disita MESKI Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana melarang usaha penyulingan daun cengkeh, pelaku usaha tetap melakukan penyulingan sejak beberapa bulan terakhir. Polisi Pamong Praja (Pol. PP) Jumat (20/6), melakukan pengawasan dan menemukan usaha penyulingan tetap beroperasi. Petugas menyita sejumlah peralatan penyulingan sebagai barang bukti. Pantauan di lapangan, usaha penyulingan daun cengkeh tetap beroperasi di Desa Padangbulia Kecamatan Sukasada. Satu usaha penyulingan milik Gede Tandur di Dusun Widarba Sari dan satu usaha yang sama juga ditemukan beroperasi milik I Made Weda, warga Dusun Padangbulia. Petugas memberikan penjelasan bahwa usaha penyulingan daun ceng-
MBP/mud
keh dilarang. Pemilik usaha penyulingan di desa ini tidak terima kalau usaha mereka ditutup. Bahkan, pemilik usaha mengklaim penyulingan ini belum ada dampaknya terhadap lingkungan maupun terhadap tanaman cengkeh yang diambil daunnya. Mereka meminta agar petugas menjelaskan alasan mengapa pemerintah melarang usaha penyulingan. l Mudiarta
Lingkungan Rusak Akibat Galian C
MBP/dok
TURIS di Karangasem sedih melihat kerusakan lingkungan akibat galian C tanpa kendali. Turis itu minta menutup galian C penghancur lingkungan, kalau Karangasem tetap ingin memiliki daya tarik wisata. Hal itu disampaikan anggota DPRD Karangasem I Nyoman Sadra dan sejumlah praktisi pariwisata peduli lingkungan dari wilayah Kecamatan Abang, Senin (23/6). Sadra mengatakan, beberapa hari lalu pihaknya mengajak temannya empat turis asal Australia makan di sebuah restoran di Lingkungan Gelumpang, Amlapura. Kebetulan dari restoran itu, bopeng lereng tenggara Gunung Agung di Butus yang merupakan lokasi galian C paling merusak lingkungan, dilihat turis. Turis Australia itu langsung mencak-mencak dan meminta pemerintah menutup galian C perusak lingkungan itu. “Saya tak bisa berkutik, terkesan dimarahi turis itu. Katanya kenapa saya tak bisa menutup galian C perusak lingkungan itu, padahal saya anggota dewan. Saya katakan sudah sering ngomong, agar galian C liar tanpa izin dan merusak lingkungan ditertibkan, tetapi pejabat di Karangasem tak menggubris,” katanya. Selain empat turis Australia itu, kata Sadra, sudah banyak orang asing yang peduli lingkunan mendatanginya, dan menyayangkan pemandangan alam di Karangasem yang indah justru dihancurkan. Sementara itu, sejumlah praktisi pariwisata dari Abang, juga menyampaikan banyak turis protes. Soalnya, keindahan alam yang tak ternilai harganya seperti di lereng gunung di Butus, di Nangka dan Bukit Pawon dan sekitarnya termasuk sampai ke dekat Pura Pasar Agung di Sebudi, hancur. Padahal, turis suka melihat keindahan alam Karangasem baik dengan berjalan kaki maupun dengan bersepeda. l Budana 7 - 13 Juli 2014
7
7
LAPORAN UTAMA
Bali Krisis Air
M
araknya pembangunan akomodasi pariwisata seperti hotel dan vila di Bali tidak saja mengeksploitasi penggunaan air permukaan tetapi juga air bawah tanah. Koordinator Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali Wayan Gendo Suardana mengatakan, bahwa penggunaan air di Bali kini telah melebihi kapasitas siklus hidrologi, sehingga secara kuantitas volume dan kualitas air, Bali telah mengalami krisis. Bukti lapangan yang dapat menjadi petunjuk awal adalah mengeringnya beberapa sungai di Bali dan tingkat intrusi air laut yang semakin parah. “Data Badan Lingkungan Hidup (BLH) menunjukkan bahwa 200 lebih atau 60 persen daerah aliran sungai mengering dan itu potensi air permukaan. Data BLH juga yang menyatakan bahwa daerah Kuta dan daerah Suwung itu sudah mengalami intrusi, satu kilometer di daerah Sanur sampai ke Suwung dan 8 meter di daerah Kuta intrusi itu terjadi, artinya ada penggunaan air bawah tanah yang sifatnya eksploitatif,� kata Gendo. Ia pun mengusulkan kepada pemerintah Provinsi Bali untuk memberlakukan kuota pembatasan penggunaan air bagi akomodasi pariwisata. Penelitian yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup pada 1997 silam menyebutkan jika Bali akan mengalami krisis air pada 2013 sebanyak 27 miliar liter. Ahli hidrologi lingkungan Universitas Udayana Wayan Sunartha, memperkirakan Bali akan mengalami defisit air 26,7 miliar meter kubik pada 2015. Sebenarnya, Bali terancam krisis air telah diwacanakan sejak lama dan oleh banyak pihak pula. Namun, tak banyak yang melakukan upaya-upaya untuk menjaga sumber air agar tetap memberi manfaat kepada bumi dan umat manusia. Mereka juga tak melakukan langkah-langkah untuk mengefisienkan pemanfaatan air, utamanya di hotel-hotel dan fasilitas pariwisata lainnya. Di hampir seluruh hotel di Bali, rupanya juga tak melakukan hal tersebut. Dari pengamatan Bali Post di beberapa hotel
8
di Kuta, Nusa Dua dan Sanur, belum ada terpasang imbauan kepada tamu hotel untuk melakukan efisiensi air. Sangat berbeda dengan hotel-hotel di luar negeri yang memasang imbauan di kamar mandi atau tempat lainnya agar tamu-tamu hotel menggunakan air secara efisien. Di kawasan BTDC, air sepenuhnya dipasok oleh PDAM yang didatangkan dari Badung Utara dan Tabanan. Dengan kebijakan ini, air yang dulu digunakan untuk sektor pertanian pun telah dibagi. Akibatnya pasokan air untuk sektor pertanian berkurang. Akhirnya, petani mengeluhkan kesulitan air, dan itu telah berlangsung bertahun-tahun. Di kawasan ini terdapat sekitar 15 hotel yang terdiri atas 12 hotel bintang lima dan sisanya boutique hotels, apartemen dan lapangan golf. Saat ini sekitar 5.000 kamar (rooms) yang tersedia. Kawasan ini membutuhkan air cukup besar. Dengan rumus tiga m3/room/ day dikalikan tingkat hunian (occupancy), maka total pemakaian air per hari mencapai 10.500 meter kubik dengan rata-rata tingkat hunian 70 persen. Dalam setahun kebutuhan air di kawasan ini sekitar 3,8 juta m3. Kebutuhan air sebesar itu sepenuhnya dipasok dari hulu melalui pipa-pipa PDAM. Sudah sekitar sepuluh tahun lalu para pakar pertanian dan pakar lingkungan, baik di Unud maupun Walhi Bali, sudah menyuarakan agar segera dilakukan antisipasi terhadap krisis air. Ada beberapa langkah yang mesti dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Pertama pihak hotel harus mengimbau kepada tamu-tamu yang menginap agar efisien menggunakan air. Kedua, pihak hotel harus melakukan tanggung jawab sosialnya untuk mengingatkan masyarakat secara bersama-sama menjaga sumber mata air, baik melalui kegiatan sosial maupun iklan layanan masyarakat. Ketiga, sebagai tanggung jawab sosial pula, kalangan pariwisata harus ikut memelihara hutan dan lingkungannya sehingga tetap lestari. Keempat, harus pula memberi perhatian kepada masyarakat kecil yang selama ini berperan dalam menjaga taksu Bali.
Salah satu sungai di Bali yang mengering.
l Pusat Data
7 - 13 Juli 2014
8
Semua Harus Berhemat AIR Bali mesti diselamatkan. Hal ini menyusul makin menyusutnya mata air di Bali sehingga membuat sejumlah sungai mengering. Selain itu, air bawah tanah (ABT) khususnya di Denpasar telah mengalami penurunan lima meter. Hal ini terjadi di wilayah di Sesetan dan Sidakarya. Solusi mengatasi kekuranga air itu, sejumlah masyarakat harus mengeruk lagi sumur bor-nya sedalam lima meter. ‘’Kalau tidak diperdalam, air tidak bisa naik,’’ jelas seorang warga yang sumurnya kini sedalam 40 meter. Kondisi ini semestinya telah menjadi perhatian semua pihak. Pemerintah daerah semestinya mengambil langkah tepat dan cepat. Penghijauan di kawasan
hulu, merupakan langkah jangka panjang yang juga harus dilakukan mulai saat ini. Namun yang lebih cepat dari itu adalah penghematan pemanfaatan air baik oleh masyarakat maupun pengusaha. Keduanya harus berhemat. Selain itu langkah yang juga dinilai jitu untuk memelihara air adalah mengurangi pembuatan sumur yang memanfaatkan air bawah tanah. Demikian pula pengadaan sumur resapan, juga hal yang urgen untuk segera dilakukan. Pembangun sumur-sumur resapan di seluruh kabupaten/kota akan mampu menangkal terjadinya krisis air bersih di Bali. Program ini sangat mendesak direalisasikan mengingat luasan hutan di Bali terus meny-
MBP/dok
usut sehingga limpahan air yang bisa ditangkap saat musim hujan sangat terbatas. Selain itu pemanfaatan air permukaan yang terbuang percuma ke laut, semestinya juga menjadi alternatif untuk diolah menjadi air minum. Salah satunya air Tukad Unda di Klungkung. Air Tukad Unda merupakan potensi yang sangat besar untuk memasok air di wilayah Gianyar, Denpasar, dan Badung. Kalau mengharapkan Pemda Klungkung untuk berinvestasi sendiri mengolah air di tukad itu, tentu sangat lama. Jadi harus dijadikan program pemerintah daerah Bali bersama kabupaten/kota menuju Bali yang bebas krisis air. l Pusat Data 7 - 13 Juli 2014
9
9
LAPORAN UTAMA
Sektor Pariwisata di Bali
Menyedot
dan
Mencemari
10
M
enyedot air tanah dan membuang limbah cair ke sungai dan laut, mejadi ‘’kebiasaan’’ apara investor di Bali. Tak terkecuali para pengusaha yang bergerak di sektor pariwisata. Seperti di kawasan wisata Amed sampai ke Jemeluk dan Bunutan Kabupaten Karangasem. Sebagian besar pengusaha di kawasan itu menyedot air tanah. Alasannya, tidak ada sambungan air bersih yang melayani wilayah mereka. Akibatnya, mereka menyedot air tanah baik untuk mengisi kolam renang maupun untuk keperluan tamu hotel restoran. Sejumlah pengusaha di kawasan itu menyatakan, sebenarnya pengusaha menginginkan menggunakan layanan air bersih dari PDAM atau aliran pipa. Namun, pelayanan PDAM belum menjangkau. Akibatnya, pengusaha terpaksa mengebor untuk mencari air tanah. Pengusaha yang peduli lingkungan tentu merasa bersalah. Namun disatu sisi dia harus menyediakan air untuk tamu hotel, walaupun harus mengeluarkan biaya mahal. Bahkan dalam jangka panjang dikhawatirkan kualitas air dari sumur bor itu akan terus menurun sebagai akibat masuknya air laut. Ratusan investor di Amed sampai ke Bunutan ngebor untuk mendapatkan air, karena jaringan pipanisasi baik dari proyek empat kecamatan senilai Rp 29 miliar belum sampai ke wilayah mereka. Sementara, proyek pipanisasi air Telaga Waja juga belum mengalir, meski proyek itu sudah dikerjakan lima tahun lalu. Bupati Karangasem I Wayan Geredeg minta masyarakat dan pengusaha menghindari pembuatan sumur bor di daerah yang tak diizinkan yakni di wilayah yang sudah terjangkau pelayanan air bersih dari pipa baik pipa PDAM maupun pipa yang dikelola desa. Soalnya, penggunaan sumur bor sudah diperketat. Pemprov Bali bahkan sudah menaikkan tarif penggunaan sumur bor sampai 600 persen, tiga tahun lalu. Geredeg mengatakan, PDAM Karangasem bahkan sudah menghentikan penggunaan sumber airnya dari sumur bor dan sudah menghentikan 32 mesin pompa air. Kini, air bersih dilayani dengan pipanisasi dari sumber mata air permukaan seperti sumber mata air Telaga Waja untuk memasok kebutuhan air masyarakat di Manggis, Kubu. Sementara mata air yang disadap yakni dari Yeha dan Embukan di Desa Ababi. Tak hanya menyedot air tanah yang akan merusak lingkungan, tidak jarang pengusaha hotel juga membuang limbah sembarangan. Seperti terjadi kawasan Kuta. Puluhan ho-
Tak hanya menyedot air tanah yang akan merusak lingkungan, tidak jarang pengusaha hotel juga membuang limbah sembarangan. Seperti terjadi di kawasan Kuta.
tel dan restoran di kawasan itu terindikasi melakukan pencemaran lingkungan. Dari hasil pengawasan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Badung, puluhan usaha tersebut diindikasikan tidak mengikuti aturan dan kaidah pengelolaan limbah sehingga limbah yang dibuang membahayakan kondisi lingkungan sekitar. Kepala BLH Kabupaten Badung I Ketut Sudarsana, pekan lalu, mengungkapkan, saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap 40an usaha hotel dan restoran di Kuta. “Puluhan usaha di bidang pariwisata tersebut terindikasi tidak mengikuti kaidah dalam pengolahan limbah,” terangnya. Jika dalam pemeriksaan tersebut ada usaha pariwisata yang terbukti tidak mengikuti aturan pengelolaan limbah, maka pihak pengusaha terancam sanksi. Sanksi dapat berupa sanksi administratif hingga sanksi pidana apabila sanksi administratif tidak diindahkan. “Kalau mereka tidak mengikuti arahan, baru akan kami lanjutkan ke sanksi pidana,” kata Sudarsana. Pemkab Badung, kata dia, telah berupaya maksimal dalam menangani masalah limbah. Akan tetapi, permasalahan tidak sesederhana yang dibayangkan. Meskipun pemberian sanksi administratif bagi usaha yang melanggar sudah diterapkan, namun hal itu masih belum maksimal. Tidak sedikit pengusaha membandel tak mengikuti aturan, bahkan tidak memiliki sistem pengolahan limbah. BLH Badung pun menilai perlu adanya tindakan lebih tegas lagi yakni penindakan secara hukum, di mana saat ini upaya untuk itu tengah dipersiapkan. Ia juga mengungkapkan, BLH Badung sudah intens melakukan pengawasan. Tetapi mengingat keterbatasan tenaga pengawas di lapangan yang hanya berjumlah enam orang, membuat tidak semua pelanggaran dapat dipantau. Pihaknya pun berharap para pengusaha khususnya yang belum memiliki sistem pengolahan limbah untuk mengikuti program DSDP. Hal tersebut sebuah upaya efektif untuk membebaskan Badung dari limbah khususnya yang berasal dari industri pariwisata. Menurut rencana, minggu depan BLH Badung akan menggelar rapat dengan pihak DSDP untuk melakukan pemetaan lebih rinci baik mengenai jalur DSDP maupun pelanggan dari usaha pariwisata. “Karena beberapa pengusaha sudah memiliki instalasi pengolahan limbah, sehingga ada kemungkinan tidak ikut DSDP. Tetapi, kami upayakan mereka sedapat mungkin ikut program DSDP,” katanya. l Budana/Dedy
MBP/dok
7 - 13 Juli 2014
11
POLITIK
Debat Capres Minim Korelasi
Calon presiden pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan calon presiden pasangan nomor urut dua Joko Widodo (tengah) disaksikan moderator Hikmahanto Juwana (kanan) pada acara Debat Capres 2014 putaran ketiga.
12
T
ayangan debat calon presiden (capres) di layar kaca kini menjadi perhatian publik. Adu paparan visi dan misi diharapkan memberikan pemahaman kepada publik terkait dengan agenda pemerintahan ke depan. Sayangnya, debat capres yang kini dipolakan KPU untuk menakar komitmen kandidat tak sepenuhnya efektif untuk mempengaruhi pemilih. Yang menguat justru perang analisis dan komentar dari pengamat politik. Perang analisis ini cenderung memiliki keberpihakan tergantung stasiun televisi yang menyajikan analisis. Namun, pengamat independen menilai debat capres tak signifikan mempengaruhi elektabilitas. Debat capres
MBP/ant
minim korelasi dengan peningkatkan elektabilitas kandidat. Minimnya korelasi diakibatkan pertama, jumlah penonton televisi di Indonesia tak terlalu besar, apalagi jumlah orang yang menonton acara debat kandidat juga tak terlalu tinggi. Acara debat calon presiden dan wakil presiden tidak berdampak signifikan terhadap elektabilitas calon. Oleh karena itu, pengaruh terhadap elektabilitas calon tidak signifikan. Pandangan ini dilontarkan Peneliti Pusat Data Bersatu (PDB) Agus Herta. Ia menilai bahwa naik turunnya elektabilitas kandidat tidak dipengaruhi oleh satu atau dua momen saja. Di lain pihak, peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin-
7 - 13 Juli 2014
12
Muhtadi mengatakan isu yang diangkat dalam debat capres diyakini tidak akan terlalu banyak memengaruhi pemilih. Apalagi bagi mereka yang sudah mantap menentukan pilihan. “Pengaruhnya tidak akan besar,” katanya. Ia mengatakan dua isu yang paling menarik perhatian masyarakat adalah ekonomi dan korupsi. Itupun, kata dia, terbukti tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap pemilih. Mantan Komisioner KPU Bali yang juga dosen Fisip Universitas Ngurah Rai Dr. Luh Riniti Rahayu mengatakan debat capres bermanfaat sebagai ajang pendidikan politik bagi masyarakat. Melalui debat ini diketahui visi misi dan program-program konkret yang akan dijalankan nanti bila terpilih. Sehingga debat ini menjadi penting untuk menentukan pilihan 9 Juli nanti. “Hanya
kemasan debat harusnya memberi ruang adu program secara riil. Adu argumen secara langsung tentang implementasi program bila mereka terpilih kelak. Bukan hanya retorika yang bersifat normatif,” tandas Riniti yang juga Ketua LSM Bali Sruti itu. Sementara itu akademisi Dr. Ida Bagus Radendra Suastama S.H., M.H., berpendapat sesungguhnya filosofi dari debat capres dan cawapres ini adalah mengkomunikasikan visi-misi dan rencana aksi dari kandidat. Debat juga memang bisa memberi lebih banyak informasi tentang para calon. “Tapi ada beberapa topik yang tidak perlu jadi topik debat karena memang perlu dirahasiakan, terutama kepada negaranegara lain,” kata dosen politik Hindu Unhi Denpasar itu. Debat, imbuh Ketua Yayasan STIMI
Handayani Denpasar itu, cocok untuk masyarakat yang sudah dewasa dalam politik. Kalau masyarakat masih suka hanya pada gaya retorika dan bukan substansi visi misi atau rekam jejak capres dan cawapres, maka debat bisa hanya menjadi sarana pencitraan dan beretorika. “Debat memang baik jika esensi dan filosofi debat terwujud. Yaitu mencari perbedaan cara pandang perspektif para kandidat atas suatu masalah. Tapi harus dilihat konsistensi dan track record kandidat di dalamnya. Bukan cuma retorika untuk menutupi kelemahan atau mencari suara pemirsa. Namun yang lebih penting adalah implementasinya,” pungkas Dosen Fikom Universitas Dwijendra ini. l Dira Arsana/ Widana/Hardianto
13
ADVERTORIAL
Bupati Badung yang juga panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung mendem padagingan di Pamerajan Puri Ageng Mengwi Kabupaten Badung.
“Karya Mamungkah Lan Padudusan Agung Utama Ring” Puri Ageng Mengwi Bupati Badung A.A. Gde Agung mendem padagingan di Pemerajan Puri Ageng Mengwi Kabupaten Badung, Minggu (22/6) Dalam upacara yang dipuput Ida Pedanda Putra Pemaron Griya Sidemen ini dihadiri para Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, semeton Puri seluruh Bali, pemangku adat Kabupaten Badung dan Belambangan Banyuwangi, Jawa Timur, masyarakat yang merupakan angga Puri Mengwi. Upacara Mendem Padagingan ini merupakan rangkaian dari upacara Dewa Yadnya yaitu korban suci yang tulus ikhlas ke hadapan Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa dengan menjaga keharmonisan ciptaan-Nya, lingkungan dan manusianya diawali dengan melak-
14
7 - 13 Juli 2014
sanakan mendem padagingan di beberapa palinggih yang ada di Pemerajan Puri Ageng Mengwi oleh para semeton puri se-Bali yang didampingi sulinggih. Bupati Badung Anak Agung Gde Agung yang juga merupakan panglingsir Puri Ageng Mengwi melaksanakan mendem padagingan di palinggih padmasana dan meru tumpang telu (tiga) yang didampingi Ny. Ratna Gde Agung beserta anak, cucu dan semeton puri. Setelah melaksanakan mendem padagingan acara dilanjutkan dengan persembahyangan bersama di pemerajan Puri Ageng Mengwi memohon keselamatan ke hadapan Hyang Maha Kuasa agar pelaksanaan upacara yang berlangsung hikmah ini diberikan kelancaran seperti apa yang diharapkan bersama. Dalam kes-
empatan itu, Gde Agung menyampaikan rasa syukur yang sedalam-dalamnya ke hadapan Hyang Prama Kawi/Tuhan Yang Maha Esa serta kepada seluruh semeton, Angga Puri dan masyarakat Mengwi yang telah ikut memberikan doa dan tenaganya untuk kelancaran upacara ini Dewa Yadnya tersebut. Lebih Lanjut Gde Agung menyampaikan, tujuan dari upacara tersebut merupakan rasa bakti ke hadapan Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa atas apa yang diberikan selama ini. “Semoga dengan berjalannya prosesi upacara Dewa Yadnya karya mamungkah dan padudusan agung untuk menjaga keharmonisan ciptaannya, lingkungan dan manusianya dapat memberikan berkah kepada masyarakat Mengwi dan Badung,” tegasnya. adv
“Leladan�, Tradisi Unik Masyarakat Mengwi Serangkaian Piodalan, Tawur, Memungkah, Padudusan Agung di Puri Ageng Mengwi yang puncaknya dilaksanakan Buda Kliwon Pahang, 25 Juni 2014, dilaksanakan berbagai rangkaian yadnya. Salah satunya prosesi leladan. Prosesi ini merupakan tradisi turun temurun yang telah dilaksanakan sejak abad ke-17 sejak berdirinya kerajaan Mengwi pada Tahun 1734. Maleladan yang merupakan tradisi unik di Puri Mengwi, dimana masyarakat di wilayah Kecamatan Mengwi akan datang ke puri dengan
membawa haturan berupa bahan-bahan upacara yadnya yang akan dipersembahkan oleh keluarga puri kepada pencipta alam semesta ini sehingga keseimbangan dan harmoni dapat terwujud. Menurut Anak Agung Mayun Eman, selaku panitia sekaligus juga merupakan kerabat Puri Ageng Mengwi leladan merupakan ungkapan rasa bhakti masyarakat sekaligus sebagai simbolik menyatunya pemimpin dengan rakyatnya akan dilaksanakan sejak 13 Juni. Masyarakat sangat meyakini, yad-
nya yang dilakukan tersebut bertujuan menciptakan keseimbangan serta keselamatan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Badung bahkan alam semesta. Oleh karenanya Yadnya yang dilaksanakan di Puri Ageng Mengwi ini sepenuhnya mendapat dukungan serta dilaksanakan oleh masyarakat. Prosesi leladan merupakan dresta yang telah dilaksanakan sejak dahulu. Setiap ada kegiatan puri, krama desa adat selalu dilibatkan baik dalam prosesi leladan maupun pembuatan upakara. adv
Iring-iringan masyarakat Desa Gulingan menuju Puri Ageng Mengwi sebagai bagian prosesi Leladan. 7 - 13 Juli 2014
15
OPINI
Geopolitik dan Komitmen Capres
I
ndonesia sebagai negara kepulauan dengan garis pantai sepanjang 81.900 kilometer, memiliki wilayah perbatasan dengan banyak negara baik darat (kontinen) maupun laut (maritim). Wilayah Republik Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia, Papua New Guinea, dan Timor Leste. Sedangkan wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini. Kondisi geografis di atas merupakan potensi sekaligus tantangan dan ancaman bagi kedaulatan negara. Tantangan dan ancaman dapat berbentuk sengketa perbatasan wilayah, hubungan bilateral, serta hubungan multilateral. Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mesti dioptimalkan untuk melahirkan kepemimpinan kuat demi jaminan kedaulatan negara dan kejayaan bangsa. Salah satu kebutuhan pemimpin mendatang dalam menguatkan kedaulatan negara adalah kemampuan manajerial politik berbasis pendekatan geografis atau dikenal sebagai geopolitik. Arah kebijakan geopolitik lima tahun ke depan tercermin dalam nalar capres kita sekarang. Teropong nalar tersebut dapat dilakukan dengan menelaah secara kritis visi-misi, dan agenda kebijakan kedua kontestan Pilpres 2014. Manifestasi Geopolitik Indonesia adalah wawasan nusantara. Wawasan nusantara dimaknai sebagai cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sesuai dengan geografi wilayah nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan dan cita-cita nasionalnya (Kaelan, 2003). Pemimpin ke depan bertanggung jawab penuh atas terealisasikannya wawasan nusantara yang mengarah kepada kuatnya eksistensi bangsa dan kesejahteraan rakyat. Eksistensi bangsa akan terwujud dengan perpaduan kemampuan survive dan power. Survive dan power terwujud dengan pemahaman utuh dan integral tentang geopolitik, baik positioning
16
7 - 13 Juli 2014
Oleh Ribut Lupiyanto
maupun ruang. Positioning merupakan kesadaran tentang lokasi Indonesia yang berada pada posisi sangat strategis, berada di antara dua benua dan dua samudra. Indonesia harus memaknai positioning maupun ruang dengan memandang dunia internasional dan mengondisikan relasirelasinya dalam dunia internasional itu. Pemimpin wajib menampilkan diplomasi internasional yang memiliki posisi tawar kuat dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu penentu kebijakan internasional. Pemimpin juga wajib melindungi rakyatnya dari efek ekspansi ekonomi negara asing. Kepemimpinan bangsa Indonesia akhir-akhir ini terlihat lemah dalam teropong geopolitik. Pemerintahan terkesan berjalan datar dan miskin geostrategi. Kewibawaan Indonesia di mata dunia internasional semakin sirna. Indonesia seakan tidak berdaya menghadapi manuver negara adidaya, bahkan negeri tetangga. Dinamika seputar klaim budaya nusantara, lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan, kasus TKW, kasus Corby, ekstradisi koruptor kelas kakap, dan lainnya.
Gelaran fakta tersebut menunjukkan rapuhnya geopolitik dan mandulnya politik internasional Indonesia selama ini. Politik internasional tanpa daya dan wibawa akan semakin mengantarkan Indonesia pada derajat rendah dalam percaturan global. Kepemimpinan ke depan keras guna membalikkan keadaan menjadi kekuatan. Visi dan misi geostrategi mesti dikeluarkan para capres dalam rangka meyakinkan publik terkait revitalisasi geopolitik Indonesia. Pertama, memasukkan secara eksplisit aspek geopolitik dan geostrategi internasional dalam visi dan misi. Janji untuk tegas dalam diplomasi dengan negara asing penting ditambahkan. Misi geostrategi yang dibutuhkan antara lain terkait kualitas perjanjian internasional, langkah tegas jika berpolemik hingga bersengketa dengan negara lain, dan lainnya. Kedua, memberikan prioritas penanganan masalah internasional. Prioritas yang mesti dijanjikan penuntasannya misalnya terkait sengketa wilayah dan TKW dengan Malaysia, ekstradisi koruptor dengan Singapura, imigran gelap dan penyadapan dengan Australia, dan seterusnya. Perjanjian bilateral dan multilateral penting diagendakan kembali dan dituntaskan selama kepemimpinan lima tahun mendatang. Ketiga, menyajikan geostrategi menghadapi arus globalisasi mendatang. Langkah konkrit penting dijabarkan terkait pemberlakuan pasar bebas ASEAN 2015, keterbukaan tenaga kerja asing, globalisasi, dan lainnya. Geopolitik Indonesia yang strategis hendaknya memberikan posisi tawar kuat. Kemampuan capres menuangkan visi dan misi geostrategi menjadi investasi berharga bagi revitalisasi geopolitik ke depan. Komitmen geopolitik juga dapat menjadi bahan penilaian publik sebelum menjatuhkan pilihan pada pilres mendatang. Penulis, peneliti di UII-Yogyakarta; Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)
J A J A K P E N DA PAT
Bersatu Menggugat Perpres Reklamasi
K
ekecewaan terhadap langkah Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerbitkan Perpres 51/2014 menguat di Bali. Semua elemen bersatu untuk melakukan pelawanan hukum terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Perlawanan kini tertuju pada desakan kepada Presiden SBY untuk mencabut Perpres No. 51/2014. SBY, selaku Presiden RI pada 31 Mei 2014, mengeluarkan perpres baru yang mengakomodasi perubahan wilayah konservasi menjadi kawasan penyangga. Sejumlah kegiatan diperbolehkan di kawasan itu termasuk mereklamasi 700 hektar Teluk Benoa. Menyikapi perpres ini aspirasi penentangan pun menguat di Bali. Komitmen untuk melakukan gugatan hukum menyeruak dan mempersatukan berbagai elemen di Bali untuk melakukan penyikapan. Krama Bali menuding langkah pemerintah mengabaikan komitmen menjaga alam dan budaya Bali. Menyikapi perpres ini, Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuisioner dan wawancara kepada responden. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, ternyata 69 persen krama Bali setuju dan mendukung agar dilakukan langkah hukum terhadap produk pemerintahan SBY ini. Responden berpandangan, reklamasi hanya akan menguntungkan segelintir orang dan investor yang mengendalikan kebijakan pemerintah. Ada beberapa alasan krama Bali menolak reklamasi ini. Antara lain, karena Teluk Benoa kawasan konservasi dan terhambat hutan mangrove seluas 1.373 hektar. Kawasan ini juga rumah habitat perairan seperti ikan, padang lamun, rumput laut, terumbu karang, dan lain-lain. Selain itu, Teluk Benoa juga muara bagi lima daerah aliran sungai (DAS) di Bali Selatan yaitu DAS Badung, DAS Mati, DAS Sama, DAS Bualu, dan DAS Tuban. Teluk Benoa berfungsi sebagai penampung bagi air-air dari kelima DAS ini. Sementara itu 28 persen responden memandang tidak perlu melakukan gugatan hukum terhadap keputusan Presiden SBY ini. Perpres yang diteken SBY ini tentunya sudah berdasarkan pertimbangan hukum dan kajian. Namun, sebelum perpres ini diterapkan, presiden harus memberikan penjelasan secara terbuka kepada krama Bali terkait motivasi di balik penerbitan perpres ini. Selebihnya, 3 persen responden tak memberikan respons atas langkah hukum terhadap Perpres No. 51/2014. Sedangkan, terkait dengan apakah terbitnya perpres ini mencerminkan ketidakberpihakan pemerintah terhadap lingkungan? Merespons pertanyaan ini 82 persen menyatakan ya. Responden menilai perpres ini mengabaikan berbagai isu lingkungan dan aspirasi krama Bali terkait dengan penyelamatan Teluk Benoa. Perpres ini pun dituding sebagai bukti nyata pengingkaran terhadap isu-isu lingkungan yang mengancam kehidupan manusia. Presiden, kata responden, mestinya segera
melakukan kajian ulang terkait perpres ini dan mengedepankan keberpihakan pada menjaga kawasan konservasi. Selebihnya, 17 persen responden mengatakan perpres ini tidak serta-merta bisa dikonotasikan bahwa pemerintah mengabaikan keberpihakan terhadap lingkungan. Justru dengan langkah ini ada langkah nyata yang bisa digulirkan untuk menjaga tata ruang di kawasan Teluk Benoa. Sedangkan 1 persen responden lainnya tidak memberikan respons. Responden hanya berharap pemerintah mendengar aspirasi rakyatnya, bukan mengedepankan kepentingan pemilik modal dan pejabat pragmatis yang kebijakannya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi tanpa menghitung beban lingkungan yang terjadi. l Dira Arsana
Menurut Anda, apakah terbitnya PP 51/ 2014 mencerminkan ketidakberpihakan pemerintah terhadap lingkungan?
82%
17% 1% Tidak
Ya
Tidak Tahu
N= 601
Grafis/Tomik Cahya
7 - 13 Juli 2014
17
PENDIDIKAN
2015, Pendanaan Sekolah Eks RSBI Dikembalikan ke Kabupaten/Kota
P
MBP/dok
TIA Kusuma Wardhani, S.H., M.H.
18
7 - 13 Juli 2014
emerintah kabupaten/kota yang memiliki sekolah eks Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) mulai tahun anggaran 2015 ini harus mendanai penuh sekolah eks RSBI tersebut. Untuk itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bali meminta khususnya pemerintah Kabupaten Klungkung dan Bangli dari sekarang untuk memikirkan bagaimana pendanaan sekolah eks RSBI di wilayahnya yang mana sebelumnya dan tahun ini masih dibiayai dari APBD Pemprov Bali. ”Tahun 2014 ini, sekolah-sekolah eks RSBI masih dibiayai APBD Pemprov Bali. Tapi mulai tahun 2015 sudah harus dibiayai masing-masing pemerintah kabupaten/kota,” kata Kepala Disdikpora Bali TIA Kusuma Wardhani, S.H., M.H., belum lama ini. Di Klungkung ada dua sekolah eks RSBI yakni SMPN 2 Semarapura dan SMAN 2 Semarapura. Sementara di Bangli ada SMPN 1 Bangli, SMAN 1 Bangli dan SMKN 1 Bangli. Kusuma Wardhani menjelaskan pengembalian pendanaan sekolah eks RSBI itu ke pemerintah kabupaten/kota bersangkutan sebagai tindak lanjut atas amar putusan MK (Mahkamah Konstitusi) yang menyatakan bahwa status sekolah SBI dan RSBI dihapus dan sekolah tersebut kembali berstatus sekolah regular yaitu Sekolah Standar Nasional (SSN). Dasar hukum lainnya adalah sesuai PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, urusan pemerintah
bidang pendidikan khususnya sub bidang kebijakan penyelenggaran pendidikan dasar dan pendidikan menengah, kewenangannya berada pada pemerintah kabupaten/kota. ”Terkait pengembalian kewenangan eks RSBI ini ke pemerintah kabupaten/kota kami sudah sampaikan surat edaran ke pemerintah Kabupaten Klungkung dan Bangli. Sambil menunggu proses administrasi penyerahan pengelolaan yang menyangkut personel, pembiayaan dan aset secara resmi, pemerintah kabupaten ini kami mohon menyiapkan anggaran untuk sekolahsekolah eks RSBI ini dalam KUA dan PPAS Tahun Anggaran2015,” kata Kusuma Wardhani. Saat disodok soal bisa saja Pemkab Bangli dan Klungkung tidak mampu sepenuhnya membiayai sekolah eks RSBI ini karena APBD dua daerah ini tergolong kecil dan bisa saja hal itu berpengaruh pada menurunnya kualitas sekolah bersangkutan, Kusuma Wardhani mengaku pihaknya sudah memikirkan hal tersebut. Kendati pembiayaan sekolah eks RSBI ini menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota, Pemprov Bali tidak serta merta lepas tangan. Pemprov masih bisa membantu lewat dana hibah atau BKK (Bantuan Keuangan Khusus) misalnya untuk perbaikan atau peningkatan kapasitas gedung sekolah dan lainnya. Namun, tentu hal itu mesti didahului dengan pengajuan proposal. “Jadi kami tidak serta merta lepas tangan. Tapi tetap ikut konsen nantinya membantu sesuai porsi anggaran yang ada,” tandasnya. l Widana
MBP/dok
Jangan Asal Teken RAPBS SETIAP tahun pelajaran baru, keluhan para orangtua siswa terkait biaya pendidikan yang ”mencekik leher”, khususnya di sekolah-sekolah negeri, seolah menjadi lagu wajib. Meminimalisasi hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali Ketut Kariyasa Adnyana, S.P. dan pengamat pendidikan Drs. Putu Sarjana, M.Si. meminta para kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) kabupaten/kota se-Bali memeriksa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) yang disampaikan pihak sekolah secara cermat dan ketat. Jangan sampai Kadisdikpora memerankan diri sebagai tukang stempel atau asal main teken saja sehingga banyak program-program kegiatan sekolah yang pembiayaannya sangat memberatkan orangtua siswa namun kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pendidikan tidak jelas bisa lolos. ”Apabila ada program kegiatan sekolah yang terlalu rakus anggaran, apalagi jika urgensi kegiatan itu dinilai tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, Kadisdikpora harus punya keberanian untuk memangkas bahkan mencoret program
kegiatan tersebut. Jangan asal main teken saja,” kata Kariyasa Adnyana dan Sarjana kepada Bali Post, Jumat (20/6) lalu. Keduanya mengingatkan, pemeriksaan RAPBS secara ketat dan cermat bersifat wajib guna mengontrol dan membatasi pembebanan biaya pendidikan di sekolahsekolah negeri. Apalagi, Pemprov Bali sudah mencabut pemberlakuan Surat Edaran Gubernur Bali No: 421/1037/Dispendik yang mengatur tentang standar biaya dan penyelenggaraan pendidikan. Mengingat patokan biaya maksimal sudah tidak ada lagi, jangan sampai ketiadaan aturan tersebut dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk mematok pungutan iuran komite bulanan yang sangat memberatkan para orangtua siswa. “Jangan sampai pungutan iuran komite bulanan itu dijadikan kompensasi oleh pihak sekolah untuk menggantikan sumber pendapatan yang hilang akibat kebijakan penghapusan segala jenis biaya pendidikan awal tahun tersebut. Di sini, Kadisdikpora kabupaten/kota harus ekstra cermat dan teliti dalam memeriksa RAPBS masing-masing sekolah,” kata Sarjana mengingatkan. Kariyasa Adnyana dan Sarjana men-
yarankan Pemprov Bali maupun pemkab/ pemkot di Bali kembali membuat Standarisasi Biaya Pendidikan yang wajib ditaati secara ketat oleh sekolah-sekolah negeri seperti halnya yang pernah diberlakukan beberapa tahun lalu. Dengan begitu, ada batasan pembiayaan pendidikan yang tegas dan wajib ditaati oleh pihak sekolah. Keberadaan regulasi atau peraturan yang tegas ini diharapkan mampu menekan terjadinya praktek-praktek pembebanan pembiayaan pendidikan yang memberatkan masyarakat lantaran pemerintah daerah sudah menetapkan standar yang pasti sehingga tidak ada celah lagi bagi pihak sekolah untuk bertindak sewenang-wenang. “Standarisasi biaya pendidikan itu saya nilai jauh lebih efektif ketimbang harus membatasi partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pembangunan kependidikan. Jika ada sekolah yang berani melanggar standarisasi biaya pendidikan itu, pejabat terkait di masingmasing kabupaten/kota wajib harus berani bertindak tegas mencopot kepala sekolah dari jabatannya,” tegas Kariyasa Adnyana yang dibenarkan oleh Sarjana. l Sumatika 7 - 13 Juli 2014
19
MANCANEGARA
Chernobyl, Bencana Nuklir Mengerikan
B
encana Chernobyl merupakan salah satu bencana yang paling mengerikan di dunia. Ledakan nuklir di Chernobyl, Ukraina, terjadi pada 26 April 1986, di mana reaktor keempat meledak pada pukul 01.23 dini hari. Ledakan itu diikuti kebakaran hebat yang menyebarkan gelombang radiasi ke wilayah Eropa. Tak ada penjelasan mengenai penyebab ledakan, selain klaim adanya sebuah eksperimen yang juga tak dijelaskan terperinci. Tragedi ini menyebabkan kontaminasi radiasi meluas di Ukraina, hingga sampai ke Belarus dan Rusia. Ledakan Reaktor tersebut juga menciptakan awan radioaktif yang sangat besar yang terdeteksi di seluruh Eropa dan bahkan sampai ke Irlandia dalam bentuk cahaya. Meskipun peristiwa tersebut telah terjadi lebih dari dua dekade yang lalu, dampak dari bencana Chernobyl masih terasa di Kepulauan Inggris hingga sekarang. Menurut sebuah studi baru yang dilaku-
20
7 - 13 Juli 2014
kan oleh Departemen Kesehatan Inggris, 369 peternakan dan 190.000 domba di Inggris masih mengandung jejak samar radioaktif dari bencana Chernobyl. Beruntungnya, jumlah domba yang terkena kontaminasi turun hampir 95 persen dari tahun 1986. Butuh dua hari bagi Uni Soviet untuk membeberkan informasi mengenai ledakan ini kepada publik. Tragedi ini juga membuka mata dunia, melalui Badan Energi Atom Internasional (IAEA), bahwa dunia perlu menjalin kerja sama dan berbagai informasi dalam penggunaan energi nuklir. Hingga saat ini, rehabilitasi untuk korban-korban Chernobyl masih terus berlanjut. Rusia, Ukraina dan Belarus masih terus dibebani dengan biaya dekontaminasi dan perawatan kesehatan bagi korban. Korban tewas tragedi ini 50 orang, terdiri dari para staf reaktor dan tim penyelamat. Namun dampak dari paparan radiasi Chernobyl sangat luas. Badan Kesehatan
Dunia (WHO) menyatakan sembilan ribu orang terkena radiasi. Sedangkan aktivis lingkungan hidup Greenpeace menyatakan jumlah yang terpapar mencapai 93 ribu orang. Mereka mengalami berbagai penyakit seperti kanker dan bayi-bayi dilahirkan cacat karena mutasi gen. Salah satu dari korban bencana ini adalah Kapten Timnas Bulgaria Stiliyan Petrov. Petrov divonis mengidap kanker darah (leukemia) akut, dan harus mengakhiri kariernya sebagai pemain sepak bola. Ia kini menjalani perawatan di Sofia, ibu kota Bulgaria. Dr. Iliev memeriksa riwayat kesehatan keluarga Petrov, dan tidak menemukan salah satu di antara mereka pernah menderita leukemia. “Kami berkesimpulan Stiliyan adalah korban Bencana Chernobyl,� ujar Dr Iliev. “Ia juga korban rejim komunis, yang menutup informasi ketika reaktor nuklir Chernobyl meledak dan menyebarkan awan radiokatif ke Bulgaria,� lanjutnya.
MBP/rtr
Solis, Presiden yang Ogah Narsis MBP/rtr
Petrov masih berusia enam tahun ketika Bencana Chernobyl terjadi. Saat itu rejim komunis di Eropa Timur masih terlalu kuat. Ukraina masih menjadi bagian Uni Soviet, dan Bulgaria adalah salah satu negara satelit Uni Soviet yang tergabung dalam Pakta Warsawa. Sofia, tempat Petrov dilahirkan, berjarak 650 mil dari Chernobyl. Saat reaktor nuklir meledak, pemerintah Uni Soviet mengevakuasi seluruh warga yang bermukim dalam radius 200 kilometer dari pusat reaktor. Sedangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengevakuasi ratusan ribu orang, meski dinyatakan sekitar tujuh juta jiwa masih hidup di wilayah berbahaya karena tingkat radiasinya di atas batas aman. Reaktor terakhir ditutup pada 2000 lalu, 14 tahun setelah tragedi. Bencana ini mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati untuk menggunakan energi besar yang sangat berbahaya tersebut. l Gugiek Savindra
Biasanya, menjadi suatu kebanggaan tersendiri bila melihat foto maupun banner menampakkan wajah diri sendiri. Kebiasaan narsis ini bisa kita lihat di negara kita khususnya menjelang pemilihan wakil legislative. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Presiden Kosta Rika, Luis Guillermo Solis. Orang nomor satu di negara yang terletak di Amerika Tengah tersebut malah melarang hal ini. Tentu hal ini cukup aneh sebab di beberapa negara, memasang foto presiden dan wakilnya merupakan suatu keharusan. Solis mengambil langkah ini melalui pengesahan undang-undang yang melarang namanya dicantumkan dalam plakat negara. Bahkan menampilkan foto dirinya di seluruh kantor pemerintahan. “Pemujaan atas gambar dari presiden telah berakhir, setidaknya berakhir di masa pemerintahan saya. Apresiasi atas setiap pekerjaan seharusnya di berikan kepada negara, bukan pemerintahan,� katanya. Solis merupakan sosok yang dikagumi oleh warga Kosta Rika. Hal ini terlihat dari banyaknya dukungan yang mengalir padanya ketika pemilu
berlangsung. Saking dicintai oleh warga Kosta Rika, saingan dari Solis dalam pemilu memilih menghentikan kampanye dan pasrah terhadap hasilnya. Benar saja, ketika pemilu digelar, hasil mengejutkan didapat Solis. Pria dari Partai beraliran KiriTengah, Citizen Action Party (PAC), merengkuh kemenangan 78 persen. Pria 56 tahun itu telah bersumpah akan mereformasi secara luas sosial dan politik saat dia mengambil alih negara dengan masalah infrastruktur yang parah, utang 60 persen dari PDB, meningkatnya kesenjangan sosial dan ketegangan perbatasan dengan tetangga Nikaragua. Solis lulus dari Universitas Kosta Rika dan memiliki gelar Master di bidang politik. Selama 30 tahun, Solis malang melintang sebagai tenaga pendidik di seluruh dunia termasuk di University of Michigan dan University of Florida. Mudah-mudahan sang presidan mampu mewujudkan perubahan yang diucapkanya. l Gugiek Savindra
7 - 13 Juli 2014
21
DAERAH
P
Kaji Ulang, Status Pantai
esisir pantai Kabupaten Klungkung memiliki potensi luar biasa. Potensi itu sangat berpeluang dikembangkan menjadi objek dan daya tarik wisata. Belakangan kawasan pesisir Klungkung kian menjadi incaran investor. Setelah Pantai Lepang, Pantai Klotok belakangan ini juga menjadi bidikan investasi. Meski sudah diketahui, wilayah ini adalah pantai terpilih oleh leluhur sebagai kawasan suci. Pantai Klotok membentang dari timur ke barat sepanjang 1.500 meter. Sebagai kawasan suci, pantai ini sudah nampak jelas dari berdirinya Pura Watu Klotok. Pura ini salah satu pura kahyangan jagat di Bali. Pantainya sejak lama telah menjadi lokasi
mengembangkan potensi pariwisata Pantai Klotok. Sebab, pantai ini belum tersentuh pengembangan pariwisata. Padahal statusnya telah menjadi salah satu objek dan daya tarik wisata. Status itu tertuang dalam Keputusan Bupati No. 335 tahun 1993 tentang penetapan objek-objek pariwisata. Total, ada 17 objek wisata dan daya tarik wisata. Selain Pantai Klotok, ada Kertha Gosa, Museum Semarajaya, Monumen Puputan Klungkung, Lingkungan Taman Sari dan Penataran Agung, Desa Kamasan, Lingkungan Desa Gelgel, Kawasan Tukad Unda, Kawasan Tukad Melangit, Panti Timbrah, Pantai Kusamba, Lingkungan Goa Lawah, Goa Peninggalan Jepang, Pantai Lepang,
Tanggul di Pantai Klotok saat ini sedang diperbaiki melalui anggaran dari Kementerian PU.
masucian terbesar di Bali. Ribuan umat Hindu memanfaatkannya untuk kepentingan berbagai ritual keagamaan. Dengan fungsi itu, kabar adanya investasi berkedok kepentingan pariwisata telah mengusik kepentingan umat. Kekhawatiran itu, tidak terlepas dari pengalaman buruk masyarakat Bali, terhadap perkembangan pariwisata yang telah mengorbankan segala hal. Tidak terkecuali kawasan suci. Pelaksana harian (Plh.) Bupati Klungkung Made Kasta saat ditanya pekan lalu, mengakui wilayah itu mendapat perhatian serius dari sejumlah investor asing. Para investor kata dia ingin
22
7 - 13 Juli 2014
Lingkungan Pura Kentel Gumi, Desa Tihingan dan Kawasan Pariwisata Nusa Penida. Kasta mengatakan, sudah ada beberapa investor lokal dan asing mendatanginya di Pemkab Klungkung. Rencananya ingin berinvestasi membangun akomodasi pariwisata. Selain itu, juga ingin mengembangkan paket pariwisata selancar, yang kini mulai ramai di sekitar garis pantai Klungkung, khususnya di wilayah Pantai Klotok. Sayangnya, identitas investor itu masih dirahasiakan. “Kami tidak mau grasagrusu. Kami harus matangkan RDTR dulu, dan melakukan kajian-kajian,” katanya.
Kasta khawatir jangan sampai, pihaknya menerima dan mengizinkan, sementara aturannya belum ada. Pemkab sedang memperjelas dan memperkuat aturan, sebelum menerima berbagai tawaran dari investor. Dengan kondisi demikian, pihaknya belum berani memastikan, apakah menerima atau tidak berbagai tawaran tersebut. Kabar Pantai Klotok telah diintai investor, membuat sejumlah tokoh agama angkat bicara. Salah satunya, Dewa Soma, pekan lalu meminta pemerintah daerah menolak kehadiran investor di kawasan suci. Bahkan, dia meminta status Pantai Klotok sebagai salah satu objek wisata dihapus. Menurutnya, kawasan suci jangan dijual untuk kepentingan investor dan pariwisata. Sebab, hal itu akan berdampak buruk terhadap eksistensi kawasan suci. Pantai ini disucikan umat Hindu. Bahkan, Ida Batara di Pura Agung Besakih pada setiap ritual keagamaan melaksanakan melasti ke pantai ini, seperti saat Panca Wali Krama dan Eka Dasa Rudra. “Sulit dibayangkan, jika umat Hindu saat melakukan ritual suci, sementara di tempat itu justru nantinya banyak turis dan akomodasi pariwisata. Jangan semua dijual untuk kepentingan pariwisata,” katanya. Disinggung Pantai Klotok adalah salah satu objek wisata di Klungkung, Dewa Soma justru mempertanyakan lahirnya status itu. Dia meminta status tersebut dikaji ulang. Radius kesucian Pura Kahyangan Jagat apeneleng mesti dijaga bersama. Saat ini, Pantai Klotok lebih membutuhkan penataan alam dan lingkungannya. Perbaiki segera tanggultanggul yang jebol akibat abrasi ganas dan pikirkan cara untuk melindungi keberadaan Pura Watu Klotok dari ancaman abrasi. Persoalan ini juga mendapat perhatian serius Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta. Sepulang lemhanas, dia menegaskan akan mengkaji ulang status objek wisata Pantai Klotok. Di sisi lain, Bupati masih menunggu final rencana detail tata ruang (RDTR) wilayah Klungkung. Tahun ini RDTR itu sudah masuk dalam perencanaan. Jelasnya, pihaknya akan tetap berupaya menjaga kawasan suci di Kabupaten Klungkung. l Bagiarta
Klotok sebagai Objek Wisata Alat berat yang mengangkut batu-batu besar sebelum disusun di garis Pantai Klotok.
Sekarang Compang-camping Pantai Klotok dulu dikenal memiliki panorama alam yang menawan. Garis pantainya indah dengan lingkungan alam yang masih asri. Pasirnya hitam dan berdiri megah pura kahyangan Watu Klotok menambah daya tarik tempat ini. Selain itu, aktivitas umat Hindu saat masucian, semakin membuat disebut-sebut sebagai pantai terpilih sebagai kawasan suci. Sebab, selain memesona juga memunculkan aura positif terhadap warga yang datang. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kelestarian garis pantai di Desa Tojan Klungkung tersebut mengalami tantangan berat. Tantangan itu, berawal dari aktivitas pencarian batu sikat. Awalnya, hanya dilakoni segelintir orang akibat imbas dari ditutupnya eks galian C Klungkung. Namun, proses pembiaran di lapangan telah membuat warga lain ramai-ramai mengeksploitasi batu sikat di garis pantai ini. Semakin lama, eksploitasi itu kian
berkembang menjadi sebuah industri. Kemudian makin liar menjadi aktivitas pertambangan. Akibatnya, eksploitasi besar-besaran itu mengakibatkan pemerintah daerah kian sulit mengendalikannya. Akibatnya, bencana abrasi kian tak terhindarkan. Namun para pencari batu sikat merasa aktivitas mereka tak merusak lingkungan. Bahkan, sejumlah warga sering menantang pemerintah daerah, apa korelasinya antara pencarian batu sikat dengan terjadi abrasi. Hingga, sekarang alasan itu dipakai sejumlah warga untuk tetap bertahan melakoni profesi sebagai pencari batu sikat. Memasuki era baru kepemimpinan kepala daerah di Klungkung, aktivitas pencarian batu sikat sempat kembali menjadi sorotan. Bahkan, Bupati Suwirta sempat datang langsung dan berbincang-bincang dengan seluruh warga pencari batu sikat. Bupati meminta kesadaran warga, bahwa aktivitas mereka telah menjadi salah satu
faktor kerusakan lingkungan yang terjadi di Pantai Klotok. Bahkan, Bupati menyarankan warga untuk segera mencari pekerjaan lain, sebelum aktivitas ilegal itu benarbenar ditutup paksa pemerintah daerah. Namun, faktanya hingga saat ini pencarian batu sikat masih tetap jalan. Kini, abrasi sudah semakin parah. Sepanjang tanggul di garis pantai sudah nyaris hancur. Setelah beberapa tahun hancur, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI akhirnya turun tangan. Kementerian PU tahun anggaran 2014 menggelontor Rp 18,8 miliar untuk pembangunan prasarana pengamanan pantai di Pantai Jumpai dan Pantai Klotok. Situasi di lapangan, tiga alat berat eskavator nampak beraktivitas memindahkan material batu-batu besar. Sementara pencegahan abrasi nampaknya masih buntu. Sehingga, kondisi Pantai Klotok saat ini masih compang-camping. l Bagiarta 7 - 13 Juli 2014
23
K E S E H ATA N
Deteksi Dini Asma pada Anak
A
sma merupakan penyakit saluran pernapasan menahun dan berulang yang paling sering dijumpai pada anak. Berdasarkan data pengamatan penyakit didapatkan angka kejadian asma pada anak yang terus meningkat dari waktu ke waktu baik di negara maju maupun negara sedang berkembang. Peningkatan tersebut diduga berkaitan dengan perubahan pola hidup disertai perubahan faktor lingkungan saat ini terutama berbagai polusi yang menurunkan kualitas kebersihan udara. Angka kejadian asma pada anak di Indonesia sekitar 10% pada usia sekolah dasar dan sekitar 6,5% pada usia sekolah menengah pertama. Para orang tua sering menganggap bahwa tatalaksana asma semata mata hanya dengan pengobatan secara medis, tanpa pernah menyadari bahwa asma merupakan penyakit mulifaktorial yang dipengaruhi banyak faktor. Alergi merupakan faktor utama yang mendasari terjadinya asma yang menyebabkan sensitivitas berlebihan (hipersentivitas) yang selanjutnya terjadi reaktivitas berlebihan (hipereaktivitas) dari saluran pernapasan. Alergi merupakan suatu kondisi yang bisa diturunkan secara genetik pada seorang anak dari garis keturunannya (orang tua ataupun kakek nenek). Penurunan bakat alergi ini secara medis dikenal dengan istilah atopi. Dalam penanganan asma pada
anak sangat penting adanya pemahaman yang baik dan terpadu tentang berbagai faktor tersebut yaitu, adanya bakat alergi (atopi), identifikasi penyebab alergi (alergen), sensitisasi dini oleh alergen dan faktor pencetus gejala (polusi, infeksi virus, lingkungan dan psikologis) Identifikasi adanya faktor keturunan dalam keluarga yang atopi sangat penting untuk penanganan lebih awal penyakit alergi seperti asma. Salah satu metode deteksi dini risiko alergi pada anak yang sangat mudah dilakukan di rumah oleh para orang tua adalah dengan skor keluarga (Family Score Assesment) dengan menggunakan kartu skor khusus. Secara garis besar implementasi metode ini sangat sederhana. Bila ayah atau ibu atau saudara kandung si anak ada yang menderita penyakit alergi yang sudah terkonfirmasi secara medis maka poinnya 2 (dua). Bila ayah atau ibu atau saudara kandung si anak menunjukkan gejala gejala alergi tapi tidak terkonfirmasi secara medis maka poinnya 1 (satu). Bila ayah atau ibu atau saudara kandung tidak menunjukkan gejala alergi maka poinnya 0 (nol). Kemudian poin yang didapat dari setiap anggota keluarga ini diakumulasikan dalam nilai skor. Jika skor 4 atau lebih maka risiko alergi pada anak tersebut sangat kuat, jika skor 1 – 3 maka kemungkinan besar akan menderita penyakit alergi, dan jika skor 0 maka kemungkinannya minimal sekali.
Gejala klinis utama asma anak pada umumnya adalah suara napas berbunyi “ngik� (mengi/suara napas seperti siulan) yang terjadi berulang disertai sesak napas. Akan tetapi ada satu hal yang perlu mendapat perhatian dari orang tua yaitu tidak jarang batuk lama dan berulang dapat merupakan satusatunya gejala klinis yang ditemukan pada asma yang sering tanpa disertai keluhan mengi dan sesak napas. Hal ini yang sering diabaikan oleh orang tua dan menganggap hal ini hanya berhubungan dengan infeksi saluran napas atas semata. Selain itu harus dipikirkan pula kemungkinan asma pada anak bila terdapat penurunan toleransi terhadap aktivitas fisik atau gejala batuk yang sering kumat di malam hari. Pertanyaan umum yang sangat sering dihadapi oleh para orang tua terkait dengan keluhan batuk pada anak di antaranya “Anak sudah minum obat tapi masih batuk� atau “Anak sembuh hanya bila minum obat tapi jika obat habis maka dia batuk lagi�. Dalam hal ini sangat penting dilakukan pengkajian ulang tentang keluhan batuk tersebut untuk diketahui apakah penyebabnya suatu infeksi saluran napas yang umum ataukah merupakan suatu kelainan alergi dalam hal ini gejala awal dari asma. Ada tiga kelompok penyebab alergi (alergen) yang perlu dikaji ulang pada saat keluhan yaitu jenis makanan yang dikonsumsi sebelumnya (food alergen), adanya paparan bulu binatang (pet alergen) dan paparan tungau debu rumah (house dust mite). Di samping itu juga perlu diidentifikasi dua kelompok faktor pencetus munculnya gejala yaitu pencetus fisik (seperti kelelahan, kepanasan kedinginan aktivitas berlebihan) dan pencetus psikis (emosi, tertawa / menangis berlebihan, marah atau ketakutan). Deteksi sejak dini faktor risiko asma pada anak nantinya sangat membantu upaya pencegahan. Kontrol perilaku sehat dan lingkungan merupakan upaya pencegahan untuk menghindari paparan faktor alergen dan faktor pencetus. l Dr. I Gusti Ngurah Twi Adnyana, Sp.A.
24
7 - 13 Juli 2014
LENSA
PASAR KAGET Selama bulan puasa, pasar kaget yang menjajakan berbagai panganan berbuka puasa digelar di Kampung Jawa Dusun Wanasari, Denpasar. Pasar kaget ini hanya buka sekitar pukul 14.30 Wita atau setiap menjelang buka puasa, dan mulai tutup saat memasuki waktu isya’, namun biasanya waktu maghrib, semua jajanan dan makanan sudah habis terjual.
MBP/Eka
OLAHRAGA
A
12-0-3-9
sia terhenyak saat satu per satu wakilnya rontok di putaran pertama Piala Dunia 2014. Puncaknya adalah saat Korea Selatan tak berkutik menghadapi tim favorit Belgia dan menyerah 0-1 di pertandingan akhir penyisihan Grup H. Kekalahan tersebut melengkapi kegagalan perjuangan 3 tim lainnya yang wakil benua ini yakni Jepang, Australia dan Iran. Korsel dianggap sebagai tim terbaik Asia meski menjalani kualifikasi tidak mengesankan. Jepang, juara Asia dan tim pertama yang lolos dari konfederasi Asia. Australia juga tak bisa dipungkiri kekuatannya meski menjalani masa transisi setelah satu per satu pemain dari generasi emasnya mundur. Sedangkan Iran, memiliki semangat bertarung yang gigih namun tetap kesulitan mengimbangi permainan lawan dari benua lain. Korsel menjadi harapan Asia karena
keberhasilannya mencapai babak semifinal pada Piala Dunia 2002 yang kebetulan digelar di negara sendiri dengan Jepang. Bersama Jepang pula, Laskar Taeguk dipandang sebagai kekuatan utama sepak bola Asia khususnya di Timur Jauh. Jepang memiliki sederet pemain yang tersebar di kompetisi di benua Eropa. Tim Samurai Biru mampu mencapai putaran kedua di Piala Dunia 2002. Kendati empat tahun lalu di Afrika Selatan, mereka dan tetangganya, Korsel, terhenti di putaran pertama. Prestasi serupa juga dibukukan Socceroos yang mencapai fase serupa pada 2006 meski mengawali kualifikasi dari zona Oseania kemudian pindah ke Asia (AFC). Sedangkan si Chetah Asia, Iran, dalam tiga kali penampilannya di putaran final Piala Dunia pada 1978, 1998 dan 2006, selalu terhenti di putaran pertama. Pelatih Korsel Hong Myung-bo yang menjadi kapten tim pada 2002, menjelaskan bahwa sepak bola Asia berada pada periode transisi dimana Piala Dunia 2014 secara individu kemampuan pemain menanjak dengan drasGrup B tis. Namun di kontribusi mereka 1. Belanda 3 3 0 0 10 - 3 9 di timnas belum memberikan 2. Chile 3 2 0 1 5 -3 6 dampak yang siginifikan.”Setiap ---------------------------------------------------------tim tampil dengan gaya berbeda 3. Spanyol 3 1 0 2 4 -7 3 namun secara keseluruhan ban4. Australia 3 0 0 3 3 -9 0 yak sekali kekurangannya pada ---------------------------------------------------------tim-tim Asia. Kami tak mampu Grup C mencapai standar,” katanya 1. Kolumbia 3 3 0 0 9-2 9 mengakui penampilan timnya 2. Yunani 3 1 1 1 2-4 4 belum bagus. ---------------------------------------------------------Terlepas dari prestasi menge3. Pantai Gading 3 1 0 2 4-5 3 sankan Korsel dua belas tahun 4. Jepang 3 0 1 2 2-6 1 lalu, tim-tim Asia juga belum ---------------------------------------------------------memiliki banyak pengalaman Grup F mencapai kesuksesan di level 1. Argentina 3 3 0 0 6- 3 9 dunia.Pemain-pemain Asia yang 2. Nigeria 3 1 1 1 3- 3 4 berlaga di kompetisi top Eropa ---------------------------------------------------------juga kalah banyak dibandingkan 3. Bosnia 3 1 0 2 4- 4 3 mitranya dari benua Afrika atau 4. Iran 3 0 1 2 1 -4 1 dari Amerika khususnya dari ---------------------------------------------------------Selatan. Grup H Kompetisi internasional di 1. Belgia 3 3 0 0 4- 1 9 wilayah Asia minim padahal itu 2. Aljazair 3 1 1 1 6- 5 4 memberi kontribusi pada pemer---------------------------------------------------------ingkatan yang dilakukan FIFA. 3. Rusia 3 0 2 1 2- 3 2 Tahun lalu peringkat tim-tim 4. Korea Selatan 3 0 1 2 3 -6 1 terus menerus Asia menurun. ---------------------------------------------------------Di Brazil, Iran menjadi negara
28
7 - 13 Juli 2014
Asia yang paling tinggi peringkatnya yakni 43 sedangkan Australia terendah dengan ranking 62. Korsel dan Jepang difavoritksn lolos ke putaran kedua, menjalani turnamen ini dengan buruk dan melanjutkan kegagalan mereka empat tahun lalu di Afrika Selatan. Kedua negara Asia Timur itu tak sekali pun meraih kemenangan dalam 3 pertandingan yang mereka mainkan, Tak berbeda dengan Iran, mereka masing-masing meraih 1 poin hasil dari skor imbang sekali. Australia masih mampu mengimbangi permainan finalis 2010, Belanda meski akhirnya tim asuhan Ange Postecoglou menyerah 2-3. Namun setidaknya pertandingan yang berjalan menegangkan itu, penonton masih terhibur dengan gol spektakuler pemain veteran Tim Cahill. Saat Asia gagal mengantarkan satu pun wakilnya, Afrika masih mampu menempatkan dua timnya di babak 16 besar sedangkan Meksiko Kosta Rika dan AS mewakili wilayah Amerika Utara Tengah dan Karibia. Padahal Meksiko menjalani kualifikasi dengan buruk dan harus menjalani playoff antar benua untuk bisa maju ke Brazil ini. Presiden Konfederasi Sepak bola Asia (AFC) Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa mengakui tim-tim dari wilayahnya rata-rata masih muda dan berpacu dengan waktu dalam proses menuju ke level yang lebih baik. “Asia harus menyadari keterbatasannya. Tapi pada saat bersamaan kami harus percaya pada kemampuan kami sendiri. Kami harus mampu menuju level yang lebih baik,” katanya dalam pernyataan tertulisnya kepada Associated Press. “Sepak bola tidak berjalan dengan lamban demikian pula yang terjadi di belahan dunia yang lain,” tambahnya. Setidaknya itu mengakui bahwa sepak bola Asia tengah mengejar saudarasaudaranya di benua lain yang bergerak lebih cepat. Di Brazil keempat wakil Asia menghasilkan 3 kali seri dan 9 kali menalan kekalahan . Artinya dalam 12 pertandingan penyisihan Grup itu tak satu pun tim Asia meraih kemenangan. Secara keseluruhan rekor Asia di Brazil ini adalah 12-0-3-9 dengan menghasil 3 poin plus gol 9-25. l Yudi Winanto
MBP/rtr
Kapten tim Australia Mile Jedinak (tengah) merayakan gol bersama rekanrekannya pada pertandingan melawan Belanda.
MBP/rtr
Penyerang Iran Ashkan Dejagah (kanan) berebut bola dengan rivalnya dari Nigeria Ramon Azeez.
MBP/rtr
Penyerang Korsel Son Heung-min (kiri) menangis setelah timnya tersingkir di putaran pertama.
MBP/rtr
Gelandang Jepang Keisuke Honda berjalan dengan lesu keluar lapangan setelah timnya menelan kekalahan melawan Kolumbia.
7 - 13 Juli 2014
29
OLAHRAGA
MBP/nan
30
7 - 13 Juli 2014
Ida Bagus Sutasoma
Geluti Bisnis Obat Natural Atlet tidak hanya berkecimpung di dunia olahraga. Ada yang kemudian beralih profesi menjadi PNS, tentara, polisi, pengusaha dan masih banyak lagi pekerjaan lainnya. Seperti mantan lifter andalan Bali Joko Honggono yang memilih mundur dari dunia olahraga untuk melanjutkan bisnis kue milik sang ayah Sidji Honggono bersama keluarganya. Kini perjalanan serupa ditempuh Ida Bagus Sutasoma. Atlet biliar papan atas Bali ini memutuskan berhenti sodok menyodok bola demi menjalankan bisnis obat natural. Keputusan yang diambilnya tidak salah, karena bisnis yang telah dijalankan selama tiga tahun mampu mengubah kehidupan diri dan keluarganya menjadi lebih baik dari sebelumnya. ‘’Itu saya lakukan karena saya tahu penghasilan menjadi atlet tidak begitu besar. Sejak saya terjun di bisnis ini barulah saya bisa menikmati hidup. Tubuh saya menjadi lebih segar serta keuangan saya menjadi lebih baik dan terjamin,’’ katanya di Denpasar, pekan lalu. Sutasoma menggeluti bisnis obat natural sejak 2010 lalu. Setelah menjalani usaha tersebut, apa yang tidak pernah dibayangkannya atau hanya sebatas angan-angan belaka, sekarang seakan menjadi anugerah terbesar. ‘’Gara-gara bisnis ini, hidup saya berubah dan semakin bermakna. Saya mendapat penghasilan cukup besar setiap bulannya sehingga bisa jalan-jalan ke luar negeri keliling tiga benua,’’ ujarnya. Sutasoma menggeluti biliar sejak duduk di bangsu SMA. Ia menekuni olahraga ini karena mengutamakan kefokusan yang membuatnya senang berlama-lama memainkannya. Tidak hanya itu, dari biliar dia juga mendapat pelajaran kesabaran dalam menjalankan hidup ini. Beberapa prestasi pernah diraihnya antara pada Kejurnas Biliar 2006 di Jakarta saat turun di nomor snoker tunggal putra meraih medali perak. Setelah itu Sutasoma dipanggil KONI Pusat mengikuti Kejuaran Asia di Yordania,
namun tidak mendapatkan medali bagi Indonesia karena hanya mampu masuk 16 besar. Membela Kabupaten Gianyar pada Porprov Bali 2007, Sutasoma sukses menyabet medali emas. Prestasi itu diulanginya pada
Porprov Bali 2009 di Badung. Akan tetapi pada Porprov Bali 2011 di Jembrana dan 2013 di Denpasar, ia hanya memperoleh perak. l Eka Parananda
KRIMINAL
Bisnis ’’Trading’’, Kerugian Rp 11,8 Miliar
H
ati-hati mengikuti setiap bisnis yang menjanjikan keuntungan berlipat, seperti halnya bisnis trading (jual beli valas lewat media internet) di Karangasem ini. Sang pelaku bisnis, Gede Armandika, dilaporkan ke Polres Karangasem dengan tuduhan penipuan. Setelah Kelapa Kantor Perpustakaan Daerah Karangasem Made Laba Erawan
dan seorang kabidnya, Made Mintaka, melapor ke polisi, giliran seorang pengawas sekolah di Disdikpora Karangasem Drs. I Wayan Darma M.Si. (53), melapor ke Mapolres Karangasem, Selasa (24/6) lalu. Pria ini mendatangi ruang Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) lantaran mengaku tertipu Rp 200 juta setelah ikut bisnis trading yang dijalankan Gede Armandika. Padahal bisnis ini menjadi berita heboh
di Karangasem. Heboh bukan karena kemajuannya, tetapi karena bisnis yang mengarah money games itu mendadak kolaps. Ratusan miliar rupiah uang nasabah tak jelas juntrungannya setelah Armandika mengaku lose (kalah trading). Ceritanya menjadi makin seru karena sejak sekitar setahun lalu Armandika yang notabene berstatus guru di SMPN 5 Amlapura ini tak jelas rimbanya.
MBP/Suastrawan
Wayan Darma (kanan) melapor ke Polres Karangasem akibat tertipu bisnis trading Rp 200 juta. Belasan korban lainnya juga mengalami hal yang sama.
32
7 - 13 Juli 2014
Sebelum kolaps, bisnis trading yang dijalankan pria asal Tabanan ini berjalan sekitar dua tahun. Sedangkan I Wayan Wayan Darma mengaku baru bergabung 13 Mei 2013 lalu. PNS asal Banjar/Desa Muncan, Selat, Karangsem ini, rela menguasakan uangnya karena kepincut bunga besar yang dijanjikan Armandika. ‘’Saya dijanjikan profit (keuntungan/bunga) delapan persen per bulan. Sesuai saran dari Pak Armandika, saya transfer uang melalui Bank Mandiri ke rekening istrinya Rp 200 juta,’’ jelas I Wayan Darma, sambil menunjukkan bukti transfer yang dimaksud. Dia mengaku tertarik dengan usaha trading ini bukan hanya karena menjanjikan keuntungan yang luar biasa, tetapi secara lisan, Armandika pernah memberikan jaminan bahwa sewaktu-waktu uang setorannya bisa ditarik kembali. Namun baru satu kali menikmati profit, usaha trading itu mendadak kolaps. Darma mengaku terpaksa melapor polisi karena Armandika tak bisa dihubungi, baik lewat HP, apalagi bertemu langsung. Kasat Reskrim Polres Karangasem AKP Dewa Anom seizin Kapolre AKBP Gede Adhi Mulyawarman mengatakan, laporan atas usaha trading Armandika tak hanya
berupa laporan pidana, tetapi juga ada laporan perdata. Semua laporan termasuk yang baru masuk masih didalami polisi. Penyidik juga masih menggali informasi di lapangan dan untuk tindak lanjutnya memerlukan penjelasan dari ahli di bidang trading. ‘’Perlu proses, mungkin cukup panjang. Semuanya masih kami dalami, baik perdata mapun pidananya,’’ jelas AKP Dewa Anom. Soal keberadaan Armandika, Kasat Reskrim mengatakan, masih dalam penyelidikan. PNS yang sejak lama tidak ngantor ini baru dilakukan setelah bukti-bukti dari kasus yang dituduhkan sudah lengkap. Sebelumnya, Armandika yang yang berkantor di Jalan Untung Surapati, Amlapura ini, juga diadukan ke Polres Karangasem, Selasa (13/5) lalu, oleh partner bisnisnya yakni Gede Mintaka, Wayan Wiranata, dan Wayan Putu Laba Erawan. Ketiganya mengaku sebagai wakil dari 18 nasabah dengan kerugian total Rp 11,8 miliar. Mintaka mengatakan bahwa tahun 2010 lalu Armandika mempromosikan perjalanan usaha trading-nya dengan melibatkan dana masyarakat. Dengan iming-iming bunga besar, banyak warga akhirnya tertarik untuk meng-
investasikan dananya di sana, termasuk Mintaka dan beberapa temannya. ‘’Itu ada perjanjiannya. Jika usaha trading berjalan normal, masyarakat dijanjikan keuntungan 8 sampai 10 persen. Tetapi jika terjadi lose (kalah), dana akan dikembalikan utuh tanpa profit,’’ jelasnya. Mintaka diamini Laba Erawan. Dia mengaku tertarik bergabung selain karena ada perjanjian resmi, juga karena fasilitas gedung trading-nya representatif. Tetapi pada Juni 2013 Armandika mendadak mengaku bangkrut karena mengalami lose yang sangat besar. Nasabah terpaksa melapor polisi karena sejauh ini tak pernah ada penjelasan terkait perkembangan kondisi bisnis trading tersebut. “Dia hanya menyampaikan dirinya kalah, tetapi tidak menjelaskan kronologi kekalahan yang dialaminya. Kasus ini terpaksa kami bawa ke polisi karena dia tidak memenuhi perjanjian terkait pengembalian uang pokok dana masyarakat yang dikelolanya,’’ tandas Mintaka. l Suastrawan
KRIMINAL
MBP/wiadnyana
Wakapolresta Denpasar AKBP I Nyoman Artana (kanan) didampingi Kapolsek Kuta Kompol I Nyoman Sebudi (kiri) saat menginterogasi tersangka pencuri motor.
Lawan Polisi, Tiga Pencuri Ditembak POLISI yang menjalankan patroli wilayah di Sunset Road, Kuta, Rabu (18/6) dini hari lalu, tiba-tiba melihat dua pria menuntun sepeda motor dengan gelagat mencurigakan. Saat itu juga polisi menghentikan mereka. Begitu ditanya, keduanya mengaku bernama Mulyadi dan Ningsur. Tetapi ketika ditanya perihal sepeda motor yang dituntut tersebut, keduanya seketika panik. Mungkin takut ketahuan belangnya, Mulyadi dan Ningsur melakukan perlawanan dengan cara mendorong polisi yang menanyainya. Setelah itu keduanya kabur. Polisi yang tak ingin kehilangan jejak, terpaksa menembak kaki kedua tersangka. Mereka selanjutnya digiring ke Polsek Kuta. “Saat diinterogasi, kedua tersangka mengaku bahwa motor yang dituntun itu dicuri di areal parkir biliar di Kedon-
34
7 - 13 Juli 2014
ganan, Kuta Selatan,” ujar Wakapolresta Denpasar AKBP I Nyoman Artana. Dari pengakuan tersangka Mulyadi dan Ningsur, polisi akhirnya berhasil mengantongi identitas lima tersangka pencuri motor lainnya yakni Dewa, Sugi, Budi, dan Udin. Mereka kos di Jl. Imam Bonjol Gang Trisakti No.12, Denpasar. Polisi segera menggerebek tempat kos tersebut dan kembali menembak kaki tersangka Dayak. Sedangkan di tempat kos tersebut, polisi mengamankan 14 sepeda motor curian. “Semua tersangka dan barang bukti ke-14 motor itu diamankan ke Polsek Kuta,” tambah AKBP Ardana. Tersangka Mulyadi di hadapan polisi mengaku bahwa dalam sebulan, dia dan rekan-rekannya berhasil menggasak 14 motor dari 16 tempat. TKP itu di antaran-
ya Denpasar 8 sepeda motor, Badung 3 motor, Gianyar 3 motor, dan Tabanan 2 motor. “Kami selalu beroperasi pada malam hari,” kata Mulyadi. Motor-motor hasil curian itu rencananya dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 5 juta atau tergantung merek motor. Biasanya motormotor itu dijual di Bali atau di luar Bali yakni di Sumenep, Madura, Jawa Timur. “Uangnya saya pakai hidup sehari-hari dan hura-hura,” tandas Mulyadi. l Wiadnyana
Pepaya Isi Narkoba Dilempar ke Rutan Bangli PENGEDAR narkoba tak pernah kehabisan akal berbisnis barang haram ini. Untuk melancarkan bisnisnya, pengedar tak segan-segannya memasok narkoba ke rumah tahanan. Pada Rabu (18/6) lalu, tiga paket sabu-sabu (SS) dilempar orang tak dikenal ke Rumah Tahanan (Rutan) Bangli. Untuk mengelabui petugas, paket barang haram itu dimasukkan ke dalam buah pepaya muda, kemudian dilemparkan dari luar tembok tahanan rutan. Modus melempar SS dalam pepaya ini kemudian terus dikembangkan aparat Sat. Resnarkoba Polres Bangli, Kamis (19/6) lalu. Menurut polisi, pepaya muda yang di dalamnya berisi tiga paket SS terbungkus beberapa plastik itu dilemparkan orang dari luar tembok tahanan. Tetapi gerak-gerik mencurigakan orang tersebut berhasil dipantau petugas rutan sehingga barang haram itu akhirnya diamankan. Setelah diserahkan ke Satuan Narkoba Polres Bangli, diketahuilah bahwa SS berwarna putih dan kekuningan (madu)
memiliki berat masing-masing 0,88 gram, 0,63 gram dan 0,009 gram (kotor). Ketiga klip paket itu berat totalnya 1,60 gram. Kasat Narkoba Polres Bangli AKP Agung Buwono seizin Kapolres AKBP Suswanto saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya laporan kejadian itu. Menurut dia, gagalnya barang haram itu jatuh ke pemesan di Rutan Bangli berawal dari kecurigaan petugas rutan yang berjaga di tower utara-timur. Ketika itu, petugas yang enggan disebut identitasnya melihat seseorang mengendarai sepeda motor Honda Supra menuju Rutan Bangli. Orang tersebut tidak menuju pintu masuk, tetapi berbalik arah, lalu melemparkan sesuatu ke dalam rutan. Selanjutnya petugas yang melihat orang mencurigakan itu menghubungi temantemannya untuk mencari barang tersebut. Tak lama kemudian, ditemukanlah benda berupa buah papaya muda yang di dalamnya berisi tiga paket SS, jatuh tepat di bawah tower air antara blok B dan blok C.
Blok tersebut, menurut informasi, banyak dihuni terpidana kasus narkoba. Menurut AKP Agung Buwono, modus melempar sesuatu ke dalam rutan merupakan modus lama yang kembali diterapkan di Bangli. ‘’Dulu biasanya bola tenis dilempar ke dalam rutan. Di dalamnya berisi narkoba,’’ kata mantan Kasat Reskrim Polres Jembrana itu. Setelah benda yang diduga SS tersebut ditemukan, pihak Rutan Bangli segera menyampaikannya ke Polres Bangli. Barang tersebut sudah diamankan. Sedangkan dari sweeping yang dilakukan petugas, berhasil disita beberapa handphone (HP) merek Blackberry (BB) dan Nokia, yang diduga menjadi sarana berkomunikasi. ‘’Kasus ini masih kami kembangkan,’’ tandas AKP Agung Buwono. l Puspajingga
MBP/puspajingga
Kasat Narkoba menunjukkan buah pepaya muda yang berisi tiga paket SS yang dilempar orang tak dikenal ke Rutan Bangli. 7 - 13 Juli 2014
35
LINGKUNGAN
Warga Terusik
A
ksi pelemparan bus dan truk kembali terjadi akhir-akhir ini di Jembrana dan Tabanan. Persoalan ini tak bisa dianggap enteng. Bukan sekadar ulah orang ugal-ugalan. Ibarat fenomena gunung es, persoalan di balik itu sangat kompleks. Ketua Komisi III DPRD Bali IGM Suryantha Putra melihat ada tiga persoalan. Pertama dari sisi kriminal, terus berulangnya pelemparan kendaraan karena tidak ada tindakan tegas aparat. Kedua, dari sisi ketentraman dan ketenangan, warga merasa terusik gangguan suara bising terutama di malam hari dan ulah sopir ugal-ugalan. Khususnya di wilayah yang tak ada green belt (sabuk hijau-red), gangguan suara bising sangat terasa. Di wilayah yang kurang ditanami penghijauan, raungan suara bus atau truk sangat mengganggu karena tak ada yang meredam. Belum lagi emisi gas buang yang mengandung karbon monoksida membuat udara di sekitarnya tercemar. Paling tidak di wilayahwilayah sasaran hendaknya diperbanyak tanaman penghijauan untuk menangkap gas buang atau meredam kebisingan suara terutama pada malam hari saat warga tidur nyenyak. Ketiga, karena banyaknya rumah dan toko mepet jalan yang melanggar aturan roi jalan. Merujuk perda RTRWP atau RDTR kabupaten/kota, paling tidak 20 meter dari pinggir jalan tak boleh dibangun rumah atau toko. Namun di sejumlah kawasan banyak rumah atau toko berjejer di tepi jalan. Akibat lebih jauh, bangunan, rumah atau toko kerap menjadi korban bus atau truk nyelonong entah karena sopirnya ngantuk atau menghindari kendaraan lain. Dari catatan, paling tidak ada sejumlah kasus pelemparan batu oleh ulah orang ugal-ugalan di kawasan Jembrana dan Tabanan. Sejumlah bus Gunung Harta dilempari di wilayah Selabih Selemadeg Barat. Bus Gunung Harta DK 9176 GH yang membawa rombongan SD 2 Pulukan, Kecamatan Pekutatan, dilempari Sabtu (21/6). Awalnya bus yang dikemudikan Suharto asal Banyuwangi ini membawa rombongan siswa hendak melakukan perjalanan menuju arah barat. Namun tiba di Pengeragoan bagian depan bus dilempar orang tak dikenal. Beruntung, lemparan tersebut tidak menyebabkan kerusakan. Namun sekitar pukul 22.00 wita ketika bus yang hendak balik dari Pulukan ini, kembali menjadi sasaran pelemparan saat tiba di Banjar Selabih, Wanasari. Lemparan kedua
36
7 - 13 Juli 2014
ini, mengakibatkan kaca depan pecah. Geram akan aksi oknum yang tak bertanggung jawab, sopir bus melaporkan pelemparan ini ke Polsek Selbar. Selain itu sebuah truk dari Surabaya menjadi sasaran pelemparan di Selabih, Minggu (22/6) dini hari. Menurut pengakuan seorang penumpang, truk tersebut membawa 30 orang penumpang yang akan mengikuti sebuah kejuaraan di Bali. Namun, ketika melintas di wilayah Selabih, sekitar pukul 02.00 wita, truk dilempari batu. Akibatnya, kaca depan truk rusak. Di sekitar hutan Cekik Gilimanuk, sejumlah bus pariwisata dilempar batu oleh orang tak dikenal. Akibatnya kaca bus pecah. Namun kasus pelemparan ini tidak dilaporkan ke Polsek Kawasan Laut Gilimanuk dan PJR Gilimanuk. Petugas di sana mengaku tidak menerima laporan tersebut. Sebelumnya Jumat (20/6) malam bus malam Gunung Harta juga dilempari batu. Kaca belakang bus pecah. Beberapa menit setelah kejadian di Cekik, aksi pelemparan truk dengan batu terjadi dekat Rest Area Rambut Siwi tepatnya Banjar Tembles, Penyaringan. Sedikitnya tiga truk paket kiriman dilempari batu. Dua truk kaca depan pecah dan satu mengenai bodi depan truk. Seorang kernet dilempari batu. Sopir truk Tasmun (58) mengendarai truknya dari arah Gilimanuk. Saat itu tiga truk beriring-iringan melintas di TKP termasuk truknya. Tiba-tiba dari arah berlawanan muncul sepeda motor dengan pengendara berboncengan dan melempar batu ke truk. Dua di antaranya terkena di bagian kaca depan, dan satu batu mengena di bodi hingga penyok. Tasmun mengaku melihat pelaku yang dibonceng dengan ciri tubuh tinggi, dan mengenakan jaket merah. Sopir asal Banyuwangi ini yakin pelaku sengaja mempersiapkan aksinya. Selain mengakibatkan kaca bus pecah, kernetnya juga mengalami luka gores di bagian muka terkena serpihan kaca. Para sopir lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Mendoyo. Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sinaryasa membenarkan telah menerima laporan pelemparan batu pada kendaraan di wilayah hukumnya. Polisi, menurutnya, masih melakukan penyelidikan. Kasus ini diduga lantaran anak muda kesal aksi trek-trekan dibubarkan petugas. l Suana/Surya Dharma
Kondisi kaca depan truk bolong setelah menjadi sasaran pelemparan di Rambut Siwi, Jembrana.
Truk dan bus yang juga sempat menjadi korban pelemparan orang tak dikenal, beruntung tidak sampai menimbulkan kerusakan parah. 7 - 13 Juli 2014
37
PARIWISATA
Menyasar Turis Kantong Tebal Asal Inggris
W
isatawan Eropa terutama Inggris termasuk dalam kategori wisatawan berkantong tebal, Bahkan, pengeluaran mereka selama melakukan perjalanan wisata melebihi wisatawan Australia. Kendati, turis asal Negeri Kanguru ini menempati posisi pertama dari sepuluh pasar potensial pariwisata Pulau Dewata. Ketua Asosiasi Biro Perjalanan (Asita) Bali Ketut Ardana mengatakan, wisatawan Inggris memiliki pengeluaran dan penggunaan hotel yang lebih baik dibandingkan dengan wisatawan Australia. “Sebab, wisatawan asal Australia kebanyakan sudah berkali-kali datang ke Indonesia. Jadi sudah tahu di mana saja harus mencari yang murah. Kemudian harus ke mana. Mereka sudah tahu itu,” ujarnya. Menurutnya, potensi wisatawan Inggris ke Indonesia terutama Bali cukup tinggi. Hanya saja, akibat minimnya penerbangan langsung, sedikit warga Inggris yang mau berlibur ke Indonesia. Padahal, tahun 80an kedatangan wisatawan Eropa, seperti Inggris sempat melejit karena banyaknya penerbangan asing ke Indonesia. “Indonesia, khususnya Bali di Inggris sudah cukup populer. Sekarang wisatawan dari Inggris saya rasa belum termasuk dalam 10 besar wisatawan mancanegara yang datang ke Bali. Saya bersyukur, Garuda Indonesia mau terbang kembali ke Inggris,” katanya. General Manager Garuda Indonesia for UK and Ireland, Jubi Prasetyo mengakui, setelah sempat ditutup sepuluh tahun yang lalu, Garuda Indonesia mulai membuka kembali rute Jakarta-London, London Jakarta. Dibukanya kembali rute langsung ke Inggris tersebut, kata Jubi karena negara tersebut dinilai merupakan pasar yang potensial bagi Indonesia. “Kami sedang melakukan promosi gencar-gencaran untuk mulai penjualan. Bagaimana mengisi pesawat dengan penumpang dan meme-
38
7- 13 Juli 2014
nangkan kompetisi di Eropa,” ujarnya. Dikatakan, negara-negara di Asia Tenggara, seperti Thailand dan Vietnam telah melakukan promosi ke negara tersebut, bahkan bisa eksis dan gencar berpromosi dengan negaranya. “Indonesia juga jangan mau kalah. Maka, jemput bola merupakan salah satu strategi Garuda Indonesia dalam merambah pasar,” sebutnya. Seperti diketahui, United Kingdom (UK) adalah persatuan negara-negara Britania Raya yang terdiri dari Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia. Sejak bergabungnya Irlandia Utara, maka nama perserikatan ini menjadi United Kingdom of Great Britain and Nothern Ireland, dengan Inggris merupakan salah satu negara yang tergabung di dalamnya. “Jadi kami tidak hanya menyasar Inggris saja. Tapi juga seluruh negara yang tergabung dalam UK ini,” tegasnya. Dijelaskan, market UK merupakan potensi yang sangat besar bagi Indonesia. Karena ada sekitar 350 ribu penumpang per tahun dari Eropa ke Indonesia. “Minat wisatawan di UK ke Indonesia dan Australia sangat besar,” katanya. Hanya saja, kata dia yang menjadi kendala adalah kalau mau ke Indonesia mereka harus singgah dulu ke negara lain, baru terbang ke Jakarta. “Sekarang dengan adanya rute langsung dari London menuju Jakarta, begitu juga sebaliknya, kami yakin bisa mendongkrak kembali jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia,” pungkasnya. l Parwata
Inggris adalah sebuah negara yang merupakan bagian dari Britania Raya. Warga negara ini merupakan pasar potensial pariwisata Indonesia, khususnya Bali.
Mencari Wisatawan Berkualitas Bukan Kuantitas Secara umum pariwisata Bali masih sebatas pariwisata massal yang unggul di kuantitas belum pada pariwisata berkualitas. Pelaku pariwisata harus melakukan perubahan paradigma dari massive tourism (wisata massal) menjadi special interest tourism (wisata minat khusus). “Tidak perlu lagi yang dikejar kuantitas, tetapi yang kita kejar kualitas. Walau cuma sedikit, tetapi kualitasnya yang dihitung,” ungkap Nyoman Kandia, Anggota Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI). Dia menyatakan, untuk menjaring wisatawan berkualitas, para pelaku pariwisata jangan menjual pariwisata Bali terlalu murah. Bali sebagai destinasi dunia harus meninggalkan promosi dengan cara memberikan potongan yang cenderung membawa dampak negatif. “Pariwisata Bali memiliki banyak keunikan yang membedakan dengan dengan kawasan pariwisata lain di dunia. Untuk itu, pelaku pariwisata tidak boleh menjual murah paket-paket wisata di Bali,” ujarnya. Dikatakan, biro perjalanan di Bali dengan pasar domestik sudah memasarkan paket wisata sesuai dengan harga yang wajar. Ini tentunya pelaku pariwisata di pasar domestik seperti pramuwisata, termasuk partner biro perjalanan wisata (BPW) domestik di Bali mendapatkan fee yang wajar. “Hanya saja ada BPW pasar lain, seperti pasar Korea yang diantara belum menjual paket wisata secara wajar. Ini tentunya memunculkan pemberian fee yang tidak wajar kepada guide termasuk partner BPW Korea yang lain di Bali,” katanya. Menurutnya, pengaturan harga paket tour merupakan ranah bisnis. Dalam ranah bisnis ditentukan sepenuhnya oleh pengusaha/pelaku pariwisata. Kendati tidak ada campur tangan pemerintah dalam penentuan harga paket tour, BPW di Bali wajib menjalankan usaha berdasarkan etika bisnis. “Tata krama berbisnis mesti ditegakan, pemerintah juga tidak setuju, Bali di jual murah,” ucapnya. Dikatakan, Asita Bali wajib memanggil anggota yang menjual paket tour dengan tidak mengindahkan tata krama Asita yang menyangkut kode etik BPW. Asita juga memiliki kewenangan menegur BPW anggota Asita yang menjual paket tour secara murah di luar kewajaran. Sementara President of World Marketing Hermawan Kertajaya sebelumnya menyatakan, promosi pariwisata harus tetap dijalankan dengan mengacu pada human spirit, bukan dengan cara diskon-diskon. Kalau dengan diskon-diskon yang datang juga orang-orang yang kepingin diskon saja bukan yang berkualitas,” ucapnya. Dikatakan, Bali yang bertumpu pada pilar pariwisata masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Hanya saja pembangunan pariwisata Bali tidak boleh hanya terfokus di Bali Selatan. “Pemerintah maupun stakeholder pariwisata Bali harus menata agar pembangunan pariwisata bisa merata,” sebutnya. Ia juga berpendapat, pemerataan pariwisata bisa dicapai dengan meninggalkan promosi cara lama. Seperti menggunakan cara horizontal yang hanya menggandalkan melalui promosi periklanan menghabiskan banyak anggaran. “Ini termasuk meninggalkan cara negatif saat penghandelan wisatawan selama di Bali seperti menjual penghandelan wisatawan dengan praktik jual beli kepala,” tandasnya. l Parwata MBP/doc
7- 13 Juli 2014
39
MBP/Ist
Gadget FLASHtival: (kiri-kanan) GM BTC Mobile Phone Tony Wijaya, Manager Telkomsel Branch Denpasar Kusnandar, dan Manager Resources Performance Assurance Telkomsel Regional Bali-Nusra Yulius Hery meluncurkan promo Gadget FLASHtival di BTC Teuku Umar, Denpasar (20/6).
PERKENALKAN DILAGO - Manajemen SIS dan UIB menghadirkan Karimun Wagon R Dilago dalam acara “Jalanjalan Karimun Wagon R” yang berlangsung di Kebun Raya Bedugul, Tabanan pada Minggu (22/6). Nama Dilago berasal dari bahasa daerah Maluku, yang berarti “menjadi yang terbaik”.
MBP/Ist
MBP/aya
SERAH TERIMA - Serah terima jabatan dari Kepala Cabang United Indobali (UIB) Ariadi (kanan) kepada Fie An (kiri) dilakukan pada Kamis (19/6) malam di UIB Imam Bonjol.
MBP/iah
FUTURE LEADERS - Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi (tengah) saat memaparkan tentang pelaksanaan XL Future Leaders 3 pada Kamis (19/6) lalu.
MBP/Wawan
MBP/Wawan
BERKUNJUNG - Siswa jurusan multimedia SMKN 1 Sragen mengadakan kunjungan ke Bali Post, Rabu (25/6). Siswa yang berjumlah 90 orang dan didampingi 4 orang guru itu bermaksud untuk lebih mengenal dunia jurnalistik. Rombongan diterima Redaktur Pelaksana Bali Post I Gusti Alit Purnata beserta jajarannya.
40
7- 13 Juli 2014
BERKUNJUNG - National Sales Manager PT Roche Indonesia Diabetes Care, Bena Sokhun bersama Bussines Unit Head PT Roche Indonesia Diabetes Care Jopie Leksmana berkunjung ke Bali Post, Rabu (25/6). Turut hadir mendampinginya, Area Sales Manager Indonesia Timur PT Roche Indonesia Diabetes Care Eri Susanto, Sarma Dahita, PR Consultan untuk Accu-Check Active Eka Sophiani dan distributor PT Roche Indonesia Diabetes Care. Mereka diterima jajaran Redaksi Bali Post.
NONTON BARENG - Perhelatan Piala Dunia yang berlangsung 4 tahun sekali disambut antusias para penggemar bola. Kelompok Media Bali Post menggelar acara nonton bareng di 3 lokasi, yakni di Bali Cafe Warung Tenda Tuban, Bali Pizza Shankara Resto Sanur, dan Bali Coffee Warung 63 Denpasar.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
7- 13 Juli 2014
41
BUDAYA
Gender, Seni Klasik dari Seniman Cilik
M
enyaksikan permainan gender tanpa dibarengi dengan pertunjukan wayang kulit, sudah tak membosankan lagi. Bahkan, penampilan gamelan tergolong klasik itu kini menjadi tontonan segar dan bagus untuk terapi jiwa. Apalagi, dikemas apik serta pemainnya dilakukan penabuh
Seniman cilik beraksi dalam memainkan gamelan gender wayang di PKB Ke-36.
42
7- 13 Juli 2014
anak-anak setingkat SD, sungguh menjadi tontonan yang atraktif. Gak percaya? Lihat saja penampilan mereka dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB), Sabtu (21/6). Lewat program lomba gender wayang anak-anak, para seniman cilik merupakan perwakilan dari empat kabupaten yaitu Klungkung, Tabanan, Bangli dan Kota Denpasar
saling beraksi adu kepiawaian menabuh. Kalangan Ratna Kanda, tempat mereka tampil sontak menjadi lautan manusia. Penampilan pertama adalah anakanak dari Sanggar Seni Kembang Bali yang merupakan duta dari Kabupetan Tabanan berdampingan dengan Sanggar Guna Widya Kumara duta Kabupetan Klungkung.
Duta Tabanan menampilkan penabuh masih belia. Mereka tak hanya memainkan gending-gending kuno dengan teknik pukulan yang benar, tetapi juga menampilkan ekspresi gerak tari. Panggul yang biasanya sebagai pemukul bilah gangse, sering berfungsi menjadi properti mendukung gerak tarian mereka. Penampilan mereka sering mendapat tepuk tangan pengunjung, ketika menampilkan gerak tari sesuai irama lagu yang ngembang ngisep. Senyum mereka menjadi bumbu lantunan gending-gending klasik yang berjiwa. Mengawali aksinya, panabuh cilik ini menampilkan Gending Sekar Sungsang yang menggambarkan keindahan Bunga Kecubung. Kemudian menampilkan Gending Jejogedan
dengan judul Padaringan sesui dengan tema PKB yakni “Kertha Masa” dan diakhiri dengan menampilkan Gending Seririt yang menggambarkan keceriaan dunia anak. Kemudian, penampilan duta Kota Denpasar yang mempercayakan Sanggar Sekar Mas Banjar Kayu Mas Kaja berdampingan dengan Sanggar Pulo Cendani Banjar Selat Peken duta Kabupaten Bangli. Kedua duta anakanak ini juga menyajikan karya seni yang menarik. “Sajian penabuh cilik ini sangat menarik, sehingga mampu memberi imbas pada anak-anak lain untuk melakoninya,” kata I Wayan Suendra, salah seorang penggemar musik klasik. Hal senada juga dikatakan I Wayan
Sutarta. Guru Seni dari sekolah seni Kokar Bali itu mengatakan, ajang ini dapat memberikan imbas kepada anakanak lain, di samping sebagai upaya pelestarian seni budaya Bali. Panitia PKB seharusnya lebih sering memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk unjuk kebolehan sehingga mereka merasa tertantang untuk melakoninya. “Program lomba gender anak-anak ini sangat bagus yang dapat membangkitkan semangat generasi untuk belajar kesenian klasik,” pungkasnya. image l Budarsana LAPORAN www.bali-travelnews.com
7- 13 Juli 2014
43
TRADISI
Drama Gong Puspa Anom
Bertahan di Tengah Derasnya
”
Sampek Ing Tay” merupakan lakon cerita drama gong yang sudah sangat identik dengan Drama Gong Puspa Anom, Banyuning, Singaraja. Drama gong ini berjaya dari tahun 1965 hingga 1982. Generasi tahun 1965 hingga awal 1980-an di Bali hampir dipastikan mengenal Drama Gong Puspa Anom, Banyuning. Kelompok kesenian satu ini memang terkenal sampai ke pelosok desa di Bali dan bahkan hingga ke Lombok. Apalagi kalau teringat cerita ‘’Sampek Ing Tay’’, pasti langsung terkenang dengan salah satu tokoh pemainnya Wayan “Jedur” Sujana (alm). Drama Gong Puspa Anom dibentuk tahun 1965 silam. Terbentuknya sekaa drama gong ini diawali dengan kecintaan beberapa pemain yang ketika itu masih berusia remaja, terhadap pementasan drama gong yang dibawakan oleh sekaa drama gong dari desa lain. Melihat pementasan itu, mereka terinspirasi untuk membentuk drama gong.
Seperti diungkapkan I Nengah Wijana, salah satu pemain Drama Gong Puspa Anom Banyuning. Kata dia, tahun 1965 dia dan teman-temannya seperti Wayan “Jedur” Sujana (alm), Gede Mangku, Nyoman Sueca (alm), Nengah Pandra (alm), Nyoman Dastra (alm) dan Made Sariani mencoba membentuk sekaa drama gong. Karena kesukaan dengan seni drama tradisional, akhirnya Drama Gong Puspa Anom Banyuning terbentuk. “Waktu itu saya bersama teman-teman nonton Drama Gong Desa Tamblang. Ternyata pementasannya sangat bagus dan banyak penontonnya. Dari situ kami terinspirasi untuk membuat Drama Gong Puspa Anom. Kata puspa berarti bunga dan anom artinya remaja,” katanya. Sejak saat itu Wijana dan teman-temannya mulai mementaskan drama gong dengan beberapa judul seperti ‘’Uwug Payangan’’, ‘’Wiraguna Wiranata’’, ‘’Dukuh Suladri’’, ‘’Teruna Jaya’’, ‘’Panji Semirang’’ dan
‘’Sampek Ing Tay’’. Pertama kali pentas sekaligus upacara pamelaspasan di Pura Gede Pemayun, Banyuning, drama gong ini menampilkan lakon ‘’Uwug Payangan’’. Tidak disangka, pementasan itu disaksikan penonton dalam jumlah yang banyak. Penontonnya sampai membludak. Sejak saat itu Drama Gong Puspa Anom Banyuning mulai dikenal. Tak saja pentas di Buleleng, Drama Gong Puspa Anom juga sempat merambah sejumlah daerah di Bali dan luar Bali. Tak hanya itu, di era kejayaannya, pementasan Drama Gong Puspa Anom mulai direkam dalam bentuk kaset yang kemudian banyak diburu warga pada masa itu. “Saya tidak menyangka ternyata taksu pada waktu pentas di Pura Gede Pemayun itu mengantarkan drama gong ini memasuki masa tenar dan bahkan permintaan pentas tidak pernah sepi. Pemain tidak pernah bisa pulang ke rumah karena harus pentas ke beberapa daerah di Bali dan di Lombok,” jelasnya.
Salah satu adegan dalam pementasan drama gong, serangkaian HUT ke-63 Bali Post.
BPM/dok
44
7- 13 Juli 2014
Hiburan Modern Setelah berjalan beberapa tahun, Drama Gong Puspa Anom Banyuning mulai mengalami fase buruk. Pementasannya mulai berkurang, hingga munculnya perpecahan di intern pemainnya. Fase buruk ini juga terjadi karena munculnya drama gong dari daerah lain, sehingga memunculkan banyak saingan. Meski kelompok pemainnya silang pendapat, namun Drama Gong Puspa Anom Banyuning hingga kini masih tetap ada. Hanya saja, pemantasannya tidak seramai seperti pada masa jayanya. Kini, pementasannya ketika ada warga yang akan membayar kaul ataupun dipentaskan pada waktu pergelaran Pesta Kesenian Bali (PKB). “Saya mempercayai selain karena persaingan yang ketat dengan drama gong dari daerah lain, secara niskala saya yakini taksu-nya mulai pudar. Sekarang drama gong kami masih ada dan tidak ada istilah punah,� imbuhnya.
Kondisi drama gong yang kian memburuk ini, bukan hanya dialami oleh Drama Gong Puspa Anom, Banyuning saja. Menurut Wijana, drama gong dari daerah lain pun mengalami hal serupa. Ini terjadi karena tren hiburan modern seperti siaran TV dan hiburan lain digandrungi oleh masyarakat. Selain itu, pihak yang mau menjadi sponsor atau mementaskan drama gong sangat jarang dan bahkan tidak ada sama sekali. Jika drama gong tetap pentas, Wijaya meyakini tidak akan ada penonton karena kesenian ini dianggap tidak menarik untuk ditonton. “Sekarang kalau mau pentas siapa yang akan nonton, karena siaran TV atau hiburan lain lebih menarik ditonton oleh warga. Apalagi dipungut karcis, saya yakin tidak akan ada yang nonton.,� imbuhnya. l Mudiarta
MBP/mud
Nengah Wijana, salah satu tokoh pemain Drama Gong Puspa Anom, Banyuning.
e rti TpRrAoDpI S I
Rupiah Melemah, Sektor Properti Terancam
N
ilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (25/6), melemah tiga basis poin menjadi 12.085 per dolar AS dibandingkan sebelumnya di posisi 12.082 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini dipicu meningkatnya harga minyak dunia. Jika rupiah terus melemah, menurut beberapa pengamat, maka akan dapat membahayakan sektor properti. Atas kondisi ini, para pengembang di bidang properti berharap melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar hanya berlangsung sementara sehingga tidak sampai memengaruhi harga properti. Mengingat, masih banyak bahkan sebagian besar bahan material pembangunan properti menggunakan barang dari impor. Misalnya, besi, rangka baja, kusen dan komponen yang mengandung unsur metal. Kalau rupiah terus melemah maka kenaikan harga untuk komponen-komponen impor ini tidak bisa dihindari. Akibatnya, bisa dipastikan akan terjadi peningkatan harga properti. Jika harga properti mengalami kenaikan maka kondisi tersebut akan memberatkan konsumen. Bahkan yang dikhawatirkan, bisa mengganggu pertumbuhan sektor properti. Meski diakui sebetulnya nilai tukar mata uang tidak berpengaruh banyak terhadap perumahan. Namun, fluktuasi nilai mata uang akan sangat terasa untuk pembangunan gedung-gedung bertingkat, salah satunya apartemen yang saat ini sedang banyak diminati masyarakat perkotaan. Harga rumah tetap terpengaruh, tetapi tidak banyak. Sebab, untuk rumah, pemakaian besi beton tidak dalam jumlah banyak. Di sisi lain, sektor properti Indonesia harus siap bersaing ketika diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2015. Pertanyaannya, sejauh mana kesiapan sektor properti kita utamanya para pengembang di tengah persaingan MEA tersebut sementara nilai rupiah terus merosot. Jelas, pengembang dari luar negeri akan lebih diuntungkan dengan kondisi ini mengingat mereka hitung-hitungannya menggunakan dolar. Belum lagi soal permodalan, mereka lebih kuat.
46
7- 13 Juli 2014
“Pertanyaannya, sejauh mana kesiapan kita. Indonesia harus siap bersaing termasuk di sektor properti,” kata Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Eddy Hussy dalam seminar nasional “Peningkatan Peran Indonesia Menghadapi MEA 2015 dan Daya Saing Properti” di Jakarta, Rabu (25/6). Eddy mengingatkan bahwa Indonesia telah menjadi pasar yang menarik bagi negaranegara Asia Tenggara lainnya, antara lain karena pertumbuhan ekonomi yang nisbi sta-
bil yang ditunjang dengan peningkatan kelas menengah. Kekuatan sektor properti dalam negeri juga akan diuji dengan masuknya pesaing dari negara tetangga. “Setelah pasar bebas ASEAN berlaku, Indonesia tidak bisa menutup diri lagi,” ucapnya. l Sugiarta/dari Berbagai Sumber
Properti Bali Jadi Ajang Spekulasi LEDAKAN pertumbuhan properti di Indonesia terjadi karena pertumbuhan kelas menengah seiring dengan kemajuan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Ledakan kelas menengah yang mengakibatkan semakin tingginya biaya hidup itu juga diakibatkan ledakan jumlah penduduk di Indonesia. Sementara, jumlah lahan terlebih di kota besar, sangat terbatas dan kondisi infrastruktur tidak memadai. Kondisi ini berdampak pada kenaikan harga lahan yang mencapai 100 persen lebih
setiap tahunnya. Kondisi ini juga terjadi di Bali. Karenanya, Bali sendiri dalam perkembangan bisnis properti nasional termasuk salah satu wilayah yang cukup diperhitungkan. Bahkan, sebagai salah satu destinasi pariwisata internasional terkenal di jagat raya ini, Bali kini malah menjadi incaran investor. Tak hanya itu, bisnis properti di Bali kini menjadi ajang spekulasi para investor. Ini terlihat dari pengembangan perumahan terutama untuk kelas menengah
atas serta ekspatriat di Pulau Dewata ini tak sedikit dilakukan investor luar. Walaupun harga lahan di Bali makin melambung, para pemain properti kelas kakap dari luar tak mengurungkan niatnya untuk membeli. Hal ini ditunjang kemampuan manajemen bisnis serta marketing mereka yang andal dan mumpuni. Ini tentu saja menjadi tantangan bagi pengembang di Bali. Mereka tak hanya dituntut meningkatkan kemampuan permodalannya, tetapi juga marketing sehingga pasar yang dituju makin luas. Kenyataan ini diakui salah satu pengembang di Bali, Dewa Putu Selawa yang menjadi Direktur PT Sepa Karya Buana. “Itulah fenomena Bali kini. Bali dengan harga propertinya yang makin menggila, tetap saja dicari investor,� katanya baru-baru ini. Diakuinya, Bali yang kini telah menjadi ajang spekulasi dan investasi para pemodal besar. Menyikapi persaingan bisnis properti yang begitu dahsyatnya di Bali ini, pengembang lokal Bali perlu banyak belajar dari pemain kakap. Sebab, dalam persaingan bebas sekarang ini tidak berlaku lagi yang namanya proteksi. Dengan cara patungan permodalan, pengembang lokal akan lebih kuat dan proyek-proyek besar pun akan bisa digarap. Pemain properti Bali juga diharapkan tak hanya berkiblat di daerah sendiri, tetapi lebih berdaya saing dengan merambah daerah luar Bali seperti Surabaya, Yogyakarta, NTB, NTT dan daerah lain di Tanah Air. l
Sugiarta/kmb
7- 13 Juli 2014
47
GAYA HIDUP
Pengguna ’’Smartphone’’
Dibayangi Kerusakan Retina
M
enggunakan telepon gengam tanpa batas dan dengan konsentrasi yang penuh bias mengundang masalah. Selain kelelahan pikiran, kerusakan paling fatal yang akan terjadi adalah rusaknya retina mata. Kerusakan retina bisa terasakan segera setelah kelelahan dan jika tidak ditangani bias memicu cacat permanen. Retina adalah bagian mata yang sensitif terhadap cahaya dan mengirimkan pesan ke otak melalui saraf optik. Kerusakan retina terjadi karena lapisan tipis di bagian belakang mata seseorang mulai menarik diri dari pembulu darah yang memasok oksigen dan nutrisi. Kondisi tersebut biasanya menyerang orang berusia antara 50-70 tahun. Namun, para ilmuwan mengatakan ada peningkatan jumlah penderita pada orang-orang yang masih muda, dan penggunaan smartphone terusmenerus sebagai salah satu penyebabnya. Seorang ahli mata bernama Yu Bin mengatakan pada Want China Times bahwa kondisi tersebut adalah kasus yang ekstrem. Akan tetapi, Yu Bin juga mengatakan seseorang bisa saja mengalami ablasi retina akibat penggunaan ponsel yang berlebihan. Para ahli mata
mengatakan menatap layar perangkat elektronik, seperti ponsel dan komputer tablet, dapat menyebabkan ketegangan pada mata seseorang. “Mata kita telah dirancang untuk melihat secara tiga dimensi,” Kata Andrea Thau, seorang dokter mata di New York City kepada NBC News. “Jadi, sekarang ini mata kita cenderung dipaksa lebih fokus karena kita harus mencoba menemukan bentuk tiga dimensi (3D) pada layar dua dimensi
secara dekat,” ungkapnya. Tahun lalu seorang ahli bedah mata memperingatkan bahwa terjadi lonjakan kasus rabun dekat di kalangan anak muda akibat penggunaan smartphone. Pendiri Focus Clinics, David Allamby mengatakan, telah terjadi peningkatan 35 persen pada jumlah orang yang menderita rabun dekat sejak peluncuran smartphone pada 1997. l Pusat Data BP
Rata-rata 181 Menit per Hari Orang Indonesia adalah pengguna ponsel pintar nomor satu di dunia dengan waktu pemakaian rata-rata 181 menit per hari. Survei menyasar lebih dari 12.000 pengguna ponsel yang berusia antara 16 dan 44 tahun di 30 negara untuk mengetahui tingkat konsumsi berdasarkan iklan di televisi, laptop, ponsel pintar dan komputer tablet. Survei juga menyimpulkan bahwa untuk pertama kalinya masyarakat di AS menghabiskan waktu lebih banyak dengan ponsel mereka dibandingkan menonton televisi. Survei ini menunjukkan ponsel pintar telah muncul sebagai ‘layar’ utama di seluruh dunia, tetapi riset juga menemukan bahwa pengguna ponsel kerap menonton layar ganda (ponsel dan televisi) secara bersamaan. Di Asia, konsumen ternyata lebih cenderung melakukan apa yang disebut dengan meshing, yaitu melihat dua layar sekaligus (televisi dan ponsel) sambil mencari konten yang terkait misalnya mencari informasi di internet
48
7- 13 Juli 2014
tentang tokoh yang muncul di acara favorit mereka di TV. l Pusdat BP
HIBURAN
Stop Pembajakan Musisi nasional sedang hangat-hangatnya mendukung salah satu capres dan cawapres. Bahkan mereka pun berlomba-lomba membuat lagu untuk jagoannya masingmasing. Bagaimana dengan musisi Bali? Vokalis band Bari and Friends, Bari Hamdani mengungkapkan, dirinya tidak terlalu terpengaruh dengan situasi pilpres yang semakin menghangat. “Bagi saya, sah-sah saja kalau teman-teman musisi mendukung salah satu capres dan cawapres. Tetapi bagi saya pribadi tidak mau bohongi hati nurani. Kalau tidak suka kandidatnya, walau ditawari manggung nggak saya ambil,” kata Bari, sebelum tampil di acara Samatra Artis Bali BaliTV di Balai Banjar Internasional Shankara Resto, Sanur, Sabtu (21/6) lalu. Band yang awalnya digawangi Bari (vokal), Patra Sasangka (bass), dan Agus Sedana (gitar), kini semakin mematangkan diri dalam balantika musik Bali setelah bergabungnya Sinyo (drum). “Mudah-mudahan band kami bisa berkiprah ke nasional,” ujarnya. Pertengahan tahun ini, kata Bari, lumayan dapat tawaran job manggung. Band yang baru berusia 3 tahun ini sudah menandatangani kontrak dengan salah satu perusahaan selama setahun. Selain itu, tahun ini terlibat penggalian dana pembangunan pura di Bandung. “Tetapi manggung di Bandung itu sifatnya ngayah. Di sana kan ada komunitas Hindu dan kami ditawari ngayah manggung di sana,” kata Bari, sembari menambahkan saat tampil di Shankara Resto,
ia membawakan 8 lagu. Bagaimana dengan pembajakan semakin menggila? “Saya salah satu musisi Bali yang capek ngomongin pembajakan. Punya wakil di DPD juga tidak bisa ngapa-ngapain. Kalau dibajak, ya… pasrah saja. Kalau bisa, nanti pemeritah stop pembajakan. Padahal harganya yang asli nggak mahal, cuma Rp 25 ribu,” ucap pentolan band beraliran blues dan rock n’ roll ini. l Ngurah
MBP/Wawan
PROFIL
Ni Wayan Yumeri
Cinta Budaya Bali
S
ebagai perempuan Bali yang berkarier di bidang pariwisata, perempuan kelahiran Singaraja, 26 Agustus ini kerap kali menjumpai hal glamor yang identik dengan budaya barat. Namun, dia tidak ingin terlalu tergiur lantas melupakan budaya lokal. Dia justru memperkenalkan budaya Bali kepada wisatawan asing dengan selalu menjaga adat-istiadat, tradisi dan ciri khas sebagai perempuan Bali. Itulah sosok Ni Wayan Yumeri yang kini menjadi Director of Sales & Marketing di Santrian Resorts and Villa. Mengawali perbincangan, pecinta rafting yang akrab disapa Mery ini mengungkapkan, sebagai perempuan Bali yang bersentuhan langsung dengan pariwisata, ada baiknya kalau perempuan-perempuan tersebut tidak hanya mengerti tentang pariwisata. Tetapi juga budaya dan adat-isitiadat lokal. Perempuan Bali yang berkecimpung di dunia pariwisata, katanya, ada baiknya membekali diri dengan pengetahuan budaya dan adapt-istiadat lokal. Sebab, dengan mengerti hal tersebut seseorang bisa menjadi penyambung lidah dan berbagi cerita tentang Bali kepada wisatawan asing. “Kebudayaan itu adalah landasan dan kepribadian suatu daerah. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke Bali bukan karena objek pantainya tetapi juga budaya dan adat-istiadat,” jelasnya ramah. Karenanya, lanjut Mery, di sinilah perempuan Bali yang bekerja di pariwisata turut serta menyampaikan budaya lokal kepada kepada wisatawan asing. Caranya mudah, cukup dengan memberikan contoh. “Perempuan Bali terkenal sopan santun, murah senyum dan pekerja keras. Jadi, hal itulah yang harus dipertahankan dan kita harus bangga. Cobalah juga ceritakan hal-hal menarik dan sisi unik Bali di sela-sela percakapan dengan wisatawan,” ungkap sosok yang gemar menari Bali dan membuat Gebogan ini. Sebagai perempuan Bali, Mery menyampaikan, dia tidak serta-merta menolak perkembangan zaman yang modern. Namun, menurutnya, semua ada tempat dan waktunya. “Saya senang hal modern tetapi saya tidak akan meninggalkan ciri khas dan adat-istiadat lokal. Bahkan beberapa wisatawan asing yang sudah akrab dan menjadi teman saya, senantiasa saya ajari menari Bali,” tuturnya. Nah, penting sekali bukan kalau perempuan Bali atau perempuan luar yang bekerja di Bali mengerti Budaya? “Kita lahir di Bali, jadi mari aliri darah dengan mengenal dan mempelajari budaya sendiri. Apalagi kita bekerja di pariwisata, jadi mari kita bersama-sama menempatkan dan mempertahankan budaya sebagai hal penting dan istimewa untuk mendukung pariwisata,” imbuhnya. l Ocha www.bali-travelnews.com
50
7- 13 Juli 2014
45 | 7 - 13 Juli 2014
Bali Krisis Air
RP 20.000