Bali Post 40 | 2 - 8 Juni 2014
Danau Tercemar Siapa Peduli?
RP 20.000
DAFTAR ISI KILAS BERITA l Lagi, Kudeta di Thailand 6
LAPORAN UTAMA lDanau Tercemar, Siapa Peduli? 8 lBahayanya Pestisida 10 POLITIK
Instruksi Normatif, Kader ’’Mbalelo’’ 12 EKONOMI lMemperkuat LPD dengan Hukum Adat 14 OPINI lCapres dan Koalisi Kursi 16 JAJAK PENDAPAT lProses Jelimet Memilih Legislator 17 PENDIDIKAN lTerpaksa ”Drop Out”
untuk Bantu Ekonomi Keluarga 18
MANCANEGARA lEs Mencair, Air Laut Bertambah 20
LENSA lSate Renteng 26 OLAHRAGA lWarisan Jack Brabham 28
KRIMINAL lAksi Geng Motor Terungkap Berkat CCTV
Lima Berstatus Pelajar 32
LINGKUNGAN lBekas Galian C Gunaksa
Bikin Hati Teriris 36
PARIWISATA lHotel Perhitungkan
Kenaikan TDL 38
EVENT lLoyalty Program 40 WISATA lSekar Bumi, Objek
Wisata Edukasi 42
TRADISI lJanger Kolok Bengkala
Kesenian Khas Penyandang Disabilitas 44
PROPERTI lHarga Rumah Diprediksi Naik 25 Persen 46 HIBURAN lKangen Digoda Olga 49 PROFIL lI Nyoman Buana
Tingkatkan Kunjungan 50
DAERAH lPasar Galiran Sedot Anggaran Rp 50 Miliar
Bangunan Baru, Penampilan Terkesan Lama 22
KESEHATAN lKolesterol Potensial Picu
Penyakit Batu Empedu 24 2 - 8 Juni 2014
3
DARI PEMBACA
Seks Bebas Remaja Bali ali Post edisi Minggu (18/5), menurunkan laporan tentang seks bebas yang banyak dilakoni kalangan remaja termasuk bahayanya. Disebutkan, pola pacaran remaja Bali banyak nyerempet bahaya. Walaupun belum ada hasil penelitian yang memperkuat pernyataan tersebut, sejumlah remaja wanita mengaku dirinya sudah biasa melakukan hubungan seksual. Sementara remaja putra cenderung mencari Pekerja Seks Komersial (PSK) hingga memunculkan penyakit kelamin atau secara medik disebut Infeksi Menular Seksual (IMS). Kasus IMS termuda ditemukan pada usia 14 tahun. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Bali, kasus IMS yang ditemukan pada rentang usia 15 - 19 tahun mencapai 133 orang pada tahun 2013 sementara tahun 2014 untuk tiga bulan pertama tercatat 174 orang. Miris juga membaca data tersebut. Karena itu menunjukkan remaja Bali pada usia sekolah (SMP-SMA) sudah melakukan seks berisiko tinggi. Membaca laporan tersebut, saya pikir para pelaku seks di usia dini itu bukan menjadi korban kekerasan/pelecehan seksual. Tetapi mereka melakukan seks secara dini atau seks bebas atas kesadaran sendiri. Terlepas apakah mereka tahu risiko/bahayanya atau tidak. Kalau demikian halnya, yang perlu dilakukan adalah menyadarkan kaum remaja/anak muda itu sendiri akan bahaya/risiko melakukan seks bebas/secara dini. Termasuk risiko terkena virus HIV/AIDS yang mematikan itu. Siapa pun pihak-pihak yang berpotensi melakukan penyadaran terhadap remaja/kaum muda, penting melakukan inovasi-inovasi dalam komunikasi, karena pola-pola doktrin dan perintah, bahkan ancaman tampaknya tidak ampuh lagi. Buktinya, kasus-kasus seks bebas meningkat. Buat mereka lebih care terhadap kesehatan dirinya, penyelamatan masa depannya, dan sebagainya.
B
Ibu Ayu Made Sarini Denpasar barat
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Wira Sanjiwani, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Manik Astajaya, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan
Wujudkan Pengadilan Niaga di Bali M
embaca berita Bali Post (16/5) hal. 20, tentang perlunya Pengadilan Niaga di Bali, saya sebagai salah satu supplier lokal sangat setuju. Apalagi salah satu tujuan didirikannya adalah melindungi supplier lokal dari pengusaha luar Bali yang nakal. Pengusaha luar Bali yang nakal biasanya pembayaran awal-awal bulan saja lancar/normal. Namun setelah itu bahkan ada yang sampai satu tahun belum jelas akan dibayar atau tidak. Padahal aturan administrasi yang diminta sudah diikuti. Nilai rupiahnya pun sangat berarti bagi suppplier lokal. Apabila Pengadilan Niaga sudah diwujudkan di Bali sebaiknya bersinergi dengan berbagai kalangan guna lebih meningkatkan peran dari Pengadilan Niaga tersebut. Salah satunya bersinergi dengan unsur pers yang diharapkan dapat membantu dalam proses kontrol masyarakat dan pendewasaan supplier lokal dalam menghadapi pahitnya tantangan dari pengusaha luar Bali di daerah sendiri. Saya juga berharap Pemerintah Daerah Bali nantinya turut serta menciptakan situasi selektif bagi pengusaha luar Bali dan asing yang akan mencari untung di Bali. AAGD Dharmayadnya Jl. Trijata Denpasar
4
NTB Agus Talino, Syamsudin Karim, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
2 - 8 Juni 2014
4
5
KILAS BERITA
Rumah Sakit Unik
Lagi, Kudeta di Thailand
K
udeta kembali terjadi di Thailand. kekuasaan sipil di Negeri Gajah Putih dikudeta hanya beberapa hari setelah darurat militer diberlakukan. Pengumuman pengambilalihan kekuasaan dilakukan Kepala Angkatan Bersenjata, Jenderal Prayuth Chan-ocha, yang berjanji akan memulihkan ketertiban dan melaksanakan reformasi politik. Kabinet diwajibkan untuk melapor ke pihak militer, siaran televisi dihentikan, dan pertemuan politik dilarang. Jam malam diberlakukan secara nasional dari pukul 22.00 hingga 05.00. Sosial media bisa diblok jika menampilkan konten yang dianggap provokatif. Tokoh politik kunci, termasuk pemimpin protes oposisi Suthep Thaugsuban dan pemimpin protes pro-pemerintah Jatuporn Prompan yang sedang berdialog digiring dari lokasi pembicaraan setelah tentara menutup area tersebut. Sementara, pelaksana tugas PM Thailand Niwatthamrong Boonsongphaisan yang tak ikut serta dalam dialog belum diketahui keberadaannya. Kudeta militer di Thailand memicu reaksi dunia. Amerika Serikat mengecam kudeta tersebut. Menlu AS John Kerry
6
MBP/ap
mengatakan tidak ada pembenaran terhadap tindakan tersebut. Akibat hal tersebut, Washington akan menunda pemberian bantuan bilateral sebesar US$ 10 juta. “Kami menghargai persahabatan panjang AS dengan rakyat Thailand, namun tindakan ini akan memiliki implikasi negatif bagi hubungan AS-Thailand, terutama untuk hubungan kami dengan militer Thailand,” kata Kerry. Prancis dan Jerman juga mengutuk kudeta tersebut. Kementerian Luar Negeri Jepang menyebut perkembangan terbaru ‘disesalkan’. Sementara PBB menyuarakan keprihatinannya. Sekjen PBB, Ban Ki-moon mendesak Thailand kembali menegakkan konstitusi dan pemerintahan sipil yang demokratis. Angkatan Bersenjata Thailand telah melakukan setidaknya 12 kudeta sejak berakhirnya monarki absolut pada 1932. Kudeta terakhir dilakukan menyusul pertikaian politik yang berujung kerusuhan di ibukota, Bangkok akhir tahun lalu, ketika eks PM Yingluck Shinawatra membubarkan majelis rendah parlemen. Belakangan Mahkamah Konstitusi melengserkannya atas tuduhan menyalahgunaan kekuasaan. l Gugiek Savindra
Sebuah rumah sakit di Tiongkok mencoba memberikan pelayanan yang berbeda dari tempat lain. Rumah sakit ini mempekerjakan suster cantik berpakaian pramugari. Di Rumah Sakit Lianshui di Kota Huai`an, Tiongkok Timur, hampir semua susternya berpakaian lengkap ala pramugari, lengkap dari topi, baju, celana, sampai sepatu. Kepala Unit Keperawatan Rumah Sakit Lianshui, Bu Haijuan mengatakan, kebijakan ini ia terapkan dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasien dan menjadi rumah sakit yang lain dari pada yang lain. “Tentu semua orang ingin mendapat pelayanan dengan baik. Perawat memang belajar berbagai keterampilan teknis, tetapi mereka tidak diajarkan cara bersikap baik dan santun seperti yang diajarkan kepada pramugari,” jelas Haijuan. Dia mengaku, kebijakan menerapkan suster berpakaian pramugari itu sempat dikritik oleh beberapa orang, baik dari pihak internal atau eksternal. Namun, hal itu tak membuatnya menghentikan peraturan itu. “Tak ada peraturan yang menyatakan perawat harus memakai baju putih. Kita harus berpikir out of the box,” ujar Haijuan, menanggapi protes terkait suster yang mengenakan pakaian berwarna-warni. Sebelum bekerja memakai baju pramugari, para suster ini sebelumnya diberikan pelatihan khusus, seperti yang diterapkan kepada para pramugari China Eastern Airlines. Sebelum dilatih, ‘para pramugari’ diseleksi terlebih dahulu, berdasarkan usia, tinggi badan, dan penampilan. Namun faktanya, hanya sebagian atau sedikit suster yang lolos seleksi dan bertahan mendapat pelatihan. “Awalnya saya cukup terkejut, hanya 3 perawat yang mendaftar. Tetapi lama-kelamaan bertambah. Mungkin mereka kurang percaya diri,” tutup Haijuan. l Gugiek Savindra
MBP/ap
2 - 8 Juni 2014
6
Di Buleleng
Lahan SD Belum Bersertifikat
MBP/olo
Ratusan Ayam Selundupan Diamankan Penyelundupan unggas dari Jawa ke Bali tampaknya masih saja terjadi. Tak sedikit penyelundupan yang berhasil lolos dari pemeriksaan di Pelabuhan Gilimanuk. Seperti yang terjadi Jumat (16/5), ratusan unggas yang diturunkan di depan Pasar Gilimanuk berhasil lolos dari pemeriksaan di Gilimanuk. Untungnya, pengiriman ini digagalkan oleh petugas Polsek Melaya yang melihat ratusan ekor ayam itu diangkut melintas di Sumbersari, Melaya. Total ayam yang diamankan 182 ekor dengan diangkut dua unit mobil angkutan umum sekitar pukul 04.00 wita. Dari penelusuran petugas, ayam-ayam ini turun dari kapal diangkut tukang ojek dan dikumpulkan di depan Pasar Gilimanuk. Setelah terkumpul di pasar, ratusan ayam itu diangkut kendaraan umum dengan tujuan ke Pasar Umum Negara. Dua kend-
araan umum yakni DK 8191 WE yang dikemudikan Ketut Sarjana (50) dari Pohsanten, Mendoyo, mengangkut 100 ekor ayam. Sedangkan kendaraan umum DK 9131 WE yang dikemudikan Ketut Tarma (60) mengangkut 82 ekor ayam. Mobil angkutan itu akhirnya diamankan di Mapolsek Melaya. Kapolsek Melaya Kompol Nyoman Nirman seizin Kapolres Jembrana AKBP Harry Hariyadi saat dimintai konfirmasi membenarkan penangkapan ratusan ayam selundupan itu. Dari informasi, ayam tersebut milik Supiati 50 ekor, Sutik 15 ekor, Surami 17 ekor, serta Adi Harianto dan Nur sebanyak 100 ekor. Lima orang itu berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Polsek lantas berkoordinasi dengan Karantina Gilimanuk untuk menindaklanjuti temuan ayamayam selundupan itu. l Suryadarma
Pemkab Buleleng belakangan ini gencar melakukan pemutakhiran data terhadap aset milik pemerintah daerah. Karena selama ini keberadaan aset milik pemerintah daerah di Bali Utara tampaknya masih belum tercatat dengan optimal. Buktinya, sebagian besar lahan yang dibangun gedung SD belum bersertifikat. Status lahannya masih merupakan pinjam pakai dari perorangan. Demikian terungkap dalam rapat internal Panitia Khusus (Pansus) DPRD Buleleng yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Barang Milik Daerah di ruang Komisi C DPRD Buleleng, Jumat (16/5). Rapat dipimpin Ketua Pansus, Putu Mangku Mertayasa, bersama sejumlah anggota pansus. Putu Mangku Mertayasa usai memimpin rapat mengatakan, banyaknya areal tanah gedung SD di Buleleng statusnya masih merupakan milik perorangan yang dipinjamkan kepada pemerintah untuk mendukung pendidikan dasar. Kondisi ini jika dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan akan mengganggu proses pembelajaran yang dipicu oleh masalah tanah gedung SD jika sewaktu-waktu pemiliknya akan meminta kembali tanah tersebut. Dampak lainnya adalah ketika Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan terhadap laporan kekayaan milik daerah, bisa saja masalah aset sekolah ini menjadi temuan karena tidak tercatat dengan baik. l Mudiara
MBP/dok
2 - 8 Juni 2014
7
7
LAPORAN UTAMA
A Siapa Peduli? Danau Tercemar
da empat danau relatif besar di Bali yang menjadi sumber kehidupan masyarakatnya. Empat danau tersebut yakni Beratan (Baturiti Tabanan, Batur (Kintamani Bangli), Tamblingan (Banjar Buleleng) dan Danau Buyan di Sukasada Buleleng. Air danau sebagai sumber air irigasi yang mengalir sepanjang tahun menjadikan Bali juga terkenal dengan subaknya organisasi tradisional-danau tersebut menjadikan Bali tekenal memiliki Subak. Subak sebagai organisasi tradisional dalam pengelolaan air irigasi menjadikan sektor pertanian Bali juga termasuk maju. Sebagai sumber kehidupan, tentu saja danau menjadi sangat penting untuk dijaga kelestariannya. Terpeliharanya danau akan terus memberikan kemakmuran bagi masyarakat. Demikian sebaliknya akan membahayakan bagi kehidupan manusianya termasuk bedampak luas pada budaya Bali. Terus, siapa peduli atas lestarinya danau-danau kita? Faktanya saat ini danau-danau di Bali tercemar limbah. Kekhawatiran akan
8
kondisi tersebut sudah lama didengungkan banyak pihak. Mengingat di tengah kemajuan pariwisata dan tuntutan akan kebutuhan ekonomi masyarakat semakin besar, menjadikan danau sebagai objek “teraniaya�. Airnya diambil untuk kebutuhan sehari-hari, minum, cuci pakaian, keramba, irigasi, boat lalu lalang dll. Dampak banyak kegiatan itu, membuat air danau tercemar seperti masuknya sisa-sisa pestisida yang digunakan petani menyemprot tananam di sekitar danau, bahan bakar minyak (BBM) akibat perahu atau boat untuk jalan-jalan di danau, sampai limbah domestik seperti mandi cuci kakus yang dihasilkan rumah tangga masyarakat sekitar. Danau Batur sebagai salah satu contoh. Saat ini Danau Batur tengah mendapat prioritas penanganan dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Mengingat danau yang disebut-sebut memiliki kaldera terbesar di dunia ini didera permasalahan lingkungan yang cukup kompleks. Tak hanya mengalami masalah sedimentasi (pendangkalan), tetapi airnya sudah tercemar limbah. Data pada Badan Lingkungan Hidup
(BLH) Kabupaten Bangli (2014), Danau Batur yang luas permukaannya sekitar 1.605 hektar dengan kedalaman rata-rata 50,8 meter dan kedalaman maksimal 70 meter. Angka kedalaman tersebut menurun dari hasil pengukuran tahun 60-an sebelumnya yang mencapai kedalaman 200 meter. Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup BLH Bangli Gusti Laksana mengemukakan, selain pendangkalan, limbah domestik buangan dari rumah tangga hasil kegiatan mandi, cuci dan kakus serta akibat pemakaian pupuk kimia oleh petani yang berada di pinggir danau. Hasil uji laboratorium ada beberapa senyawa kimia yang terkandung dalam air Danau Batur telah melebihi baku mutu. Kandungan klorin yang angkanya mencapai 2,1 mg/l melebihi standar baku mutu yang standarnya 0,03 mg/l. Tingginya kandungan klorin disebabkan karena buangan limbah hasil cucian, limbah dapur yang selama ini langsung dialirkan ke danau. Juga kandungan nitrit mencapai 0,16
mg/l. Tingginya kandungan nitrit dampak aktivitas pemakaian pupuk kimia oleh para petani. Ketika kini pihak Pemkab Bali bersama BLH Provinsi di bawah Kementerian Lingkungan Hidup RI berupaya menormalisasi Danau Batur, patut diapresiasi. Program yang dimulai 2014 ini hingga lima tahun ke depan dengan pengendalian pencemaran mesti didukung semua pihak. Pencemaran air danau semakin laus dan gawat sangat merugikan masyarakat luas. Adanya pengerukan sedimentasi dasar danau termasuk pengembangan sabuk hijau melalui reboisasi di pinggir danau, penerapan konservasi lahan dan sistem budi daya perkebunan tanaman pangan dan holtikultura, serta penerapan keramba jaring apung (KJA) yang ramah lingkungan, sudah sepatutnya dilakukan. Artinya, tidak perlu menunggu pencemaran semakin parah baru berbuat, apalagi sifatnya sesaat saja tanpa orientasi ke depan dalam penyelamatan lingkungan demi kelangsungan hidup anak cucu. l Dayu Swasrina
9
LAPORAN UTAMA
B
Bahayanya Pestisida
ali adalah tamuku. Barang siapa tidak membayar upeti, akan sulit rezekinya. Bhisama yang pernah dilontarkan Ida Pedanda dari Payangan ini selayaknya dicamkan betul oleh masyarakat Pulau Dewata. Apalagi bhisama ini menyangkut danau, yang berfungsi vital sebagai penyuplai air bersih. Dalam arti luas masyarakat diminta ikut memelihara danau, tidak saja seenaknya mendapat air untuk diminum atau dipakai mandi setiap hari. Empat danau di Bali yang harus dipelihara yakni Danau Batur, Danau Bulian (Buyan, red), Danau Beratan dan MBP/dok Danau Tamblingan. Dr. Luh Kartini “Memang ada bhisama seperti itu. Kita harus ke danau untuk ngaturang bhakti, berterima kasih dan membantu memelihara di situ. Makanya ada sari taun dan semua orang yang tinggal di Bali seharusnya membayar sari taun itu. Tapi sekarang sudah sedikit sekali yang ingat, jadi mau enak saja semua mendapat air setiap hari untuk minum, mandi. Lihat saja Danau Bulian, rusak. Puranya lama tidak selesai,” ujar pemerhati lingkungan Dr. Luh Kartini. Ketua BOA ini menambahkan, minimnya perhatian masyarakat terhadap keberlangsungan danau bisa dilihat dari pencemaran yang terjadi di Danau Batur, Danau Bulian, dan Danau Beratan. Dibanding ketiganya, Danau Tamblingan masih tergolong aman karena dilindungi Catur Desa. Menurutnya, pencemaran di Danau Batur terjadi akibat limbah domestik dari aktivitas MCK (mandi, cuci, kakus), sampah plastik, hingga pestisida. “Sistem pertanian di sana menggunakan banyak sekali pestisida dan pupuk kimia. Dalam tiga hari, petani bisa sampai dua kali menyemprotkan pestisida sehingga ikut mencemari danau,” jelasnya. Pencemaran serupa juga terjadi di Danau Bulian. Sementara di Danau Beratan, pencemaran lebih banyak berasal dari pemukiman dan bahan bakar boat untuk menunjang pariwisata di kawasan itu. Kartini menegaskan, pencemaran air danau jelas membahayakan kesehatan sekaligus keberlangsungan danau itu sendiri. Apalagi PDAM turut mengambil air dari danau untuk dialirkan kepada masyarakat. “Sangat berbahaya sebenarnya. Makanya sekarang ini harusnya setiap enam bulan sekali dianalisis layak tidak itu untuk diminum, dipakai mencuci, atau mandi. Karena pencemaran ini sudah bertahun-tahun dan terakumulasi,” ujarnya.
Danau Buyan
Danau Tamblingan
l Rindra Devita
10
2 - 8 Juni 2014
Danau Beratan 10
Data Danau di Bali No Nama Danau 1. Beratan
2. Tamblingan 3. Batur 4. Buyan
Lokasi
Luas (km2)
Desa Candi Kuning Baturiti, Tabanan Desa Munduk
Kedalaman (Meter)
3,8
1,9
Kintamani Bangli
16,5
Desa Pancasari Sukasada, Buleleng
3,9
22
90
50,8 87
Sumber Pencemaran Danau - Pestisida, digunakan petani untuk palawija ditanam di sekitar danau. - Bahan Bakar Minyak (BBM), digunakan pelaku wisata/masyarakat untuk boat/perahu bermesin untuk mengantar wisatawan. - Limbah rumah tangga seperti air cucian, mandi, kakus yang dialirkan ke danau. - Pedangkalan karena eceng gondok, dampak pembuatan keramba ikan dll.
Danau Batur
POLITIK
Prabowo dan Hatta Rajasa MBP/dok
P
ilpres 2014 menjadi sejarah buruk bagi perjalan Partai Golkar. Partai yang lekat dengan kekuasaan ini, pada pilpres kali ini gagal menjagokan ketua umumnya, Aburizal Bakrie yang akrab dengan julukan ARB sebagai kandidat presiden. Padahal, jauh sebelum pilpres, ARB getol melakukan kampanye publik. ARB, harus wara-wiri mencari mitra koalisi. Mirisnya pada ujung jalan, ARB malah hanya menjadi pendukung PrabowoHatta. Meskipun jabatannya diturunkan dari capres menjadi cawapres, ARB tetap tak membuat elite parpol lainnya tertarik untuk membangun mitra koalisi. Perjalanan Partai Golkar membangun kolaisi sebenarnya juga nyaris serupa dengan parpol lainnya. PPP bahkan dilanda konflik awal sebelum mengambil keputusan memihak Prabowo – Hatta. Bahkan, Partai Demokrat tak menentukan pilihan sampai paket kandidat presiden dan wakil presiden didaftarkan. Di sisi lain, kini pilihan politik para elite partai membangun koalisi juga terancam tak diikuti oleh kader partai. Perpecahan internal partai dalam membangun dukungan politik dalam pilpres sulit dihindarkan. Fakta ini, menurut politisi Partai Golkar IB Udiyana, merupakan realita lapangan.
12
Instruksi Normatif, Saat ini, kata dia, sulit mencari kader partai yang patuh tanpa koreksi terhadap elite partainya. ‘’Instruksi elite partai yang bersifat normatif kadang-kadang tidak dijabarkan secara utuh oleh akar rumput. Kader politik sering mbalelo menjalankan instruksi elite partai,’’ ujarnya. Inilah yang akhirnya menimbulkan riak-riak politik dan blok pada partai politik. Anggota DPRD Bali ini mengatakan pilpres kali ini dalah momentum regenerasi kepemimpinan. Dalam konteks ini pilihan politik publik tak hanya sebatas ikut kata elite politik. Publik sudah punya kreteria pemimpin yakni jujur dan merakyat. ‘’Masyarakat pemilih pasti sudah punya pilihan politik. Kreterianya pun sudah jelas yakni pemimpin jujur dan merakyat,’’ jelasnya. Mencermati fakta ini, maka sangat sulit bagi elite di daerah untuk melakukan pembelokan pilihan politik publik hanya bermodalkan janji-janji yang sifatnya lip service. ‘’Intinya, kata dia, besar kemungkinan instruksi elite akan bias saat pilpres digelar. Rakyat sudah tak bisa dikibuli dengan janjijanji semu yang mendewakan modernisasi. Yang diperlukan publik pemimpin jujur. Siapa yang mencerminkan harapan publik itu yang akan dipilih,’’ ujar I.B. Udiyana, politisi Asal Sanur, Denpasar ini.
Sementara itu, Pengamat Politik Unud IGP Suka Arjawa mengatakan perlawanan kader partai dalam menjabarkan instruksi elite partai merupakan ekses dari koalisi kepentingan. Selama ini, koalisi yang dibangun tidak murni untuk kepentingan bangsa dan negara. ‘’Elite berkoalisi hanya untuk membidik kekuasaan. Mereka menyatukan ambisi politik sebatas untuk kepentingan personal,’’ ujarnya. Ia menilai koalisi partai politik belum tentu diikuti oleh suara akar rumput. Ia menilai, koalisi yang terbentuk saat ini adalah koalisi kepentingan yang mengedepankan untung rugi dan peluang mendapat jabatan. Koalisi semacam ini mengesampingkan unsur kedekatan ideologi partai. ‘’Koalisi saat ini lebih memprioritaskan kalkulasi untung rugi partai dalam pilpres,’’ ujarnya. Ia mengatakan, belajar pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2009, pilpres saat ini juga kemungkinan besar masih akan ditentukan pada sosok calon presiden (capres). Sehingga bentuk peranan parpol dalam berkoalisi tidak mutlak menentukan arah suara masyarakat. Koalisi hanya sebatas pemenuhan dukungan politik bisa mendaftarkan paket kandidat. Pilihan politik tetap akan bersandarkan pada figur bukan instruksi elite partainya. l Dira Arsana
2 - 8 Juni 2014
12
Joko Widodo dan Jusuf Kalla
Kader ’’Mbalelo’’
MBP/dok
13
EKONOMI
Memperkuat LPD dengan Hukum Adat
K
eberadaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) menjadi salah satu penggerak ekonomi pedesaan. LPD juga menjadi salah satu penyangga eksistensi desa adat, sehingga melalukan penguatan LPD menjadi hal mutlak bagi krama Bali. ‘’Masyarakat Bali cukup beruntung memiliki lembaga keuangan bukan bank yang selama ini penopang setiap kegiatan adat dan b u daya.
LPD telah menjadi penopang setiap kegiatan adat dan budaya di Bali. Bayangkan berapa uang yang mesti dikeluarkan untuk menjaga budaya kita di era global yang serba memerlukan uang ini,” ujar Ketua Lembaga Pekreditan Desa (LPD) Kedonganan, Ketut Madra. Untuk itu, ia berharap desa pakraman segera melakukan langkah-langkah yang konkret untuk membentengi LPD. Lahirnya UU LKM 2012 telah mengecualikan LPD dan Lumbung Pitih Nagari sebagai lembaga keuangan. Lembaga ini diakui keberadaannya berdasarkan hukum adat. Itu artinya LPD bukan lagi lembaga yang sama seperti koperasi, perbankan yang dimiliki oleh perseorangan. Hal ini menegaskan kedudukan LPD dikembalikan sebagai duwe (milik) desa adat. “Desa adat diberikan ruang yang sangat luas dengan disahkannya UU itu. Contohnya, kami di Kedonganan menghidupkan budaya mapatung saat panampahan Galungan. Budaya ini jarang dilakukan lagi oleh masyarakat, namun kami berhasil membangkitkannya kembali tanpa membebani masyarakat,” katanya. Tokoh Kedonganan ini menyatakan, budaya mapatung atau memotong babi dan dibagi secara merata memerlukan biaya yang tidak sedikit. Namun, dengan dukungan LPD, pihaknya mampu menghidupkan budaya tersebut. Bahkan, apa yang menjadi program LPD selama ini, tidak saja pembagian daging babi, program lain yang sudah dirasakan masyarakat sudah cukup banyak. Sebut saja di bidang yadnya, ketika orang meninggal, piodalan di masingmasing dadia, orang menikah masyarakat sudah menikmatinya. “Untuk itu, LPD keberadaannya harus diperkuat di bawah hukum adat. Kita kembalikan LPD ini sebagai milik desa pakraman, dan ini harus dipahami oleh desa pakraman dalam hal ini para bendesanya,” tandasnya. l Parwata
14
2 - 8 Juni 2014
Ekspansi BUMN Lumpuhkan UMKM Langkah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang membentuk banyak anak usaha di daerah menjadi ancaman serius bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Perusahaan pelat merah yang seharusnya bertugas untuk memfasilitasi usaha mikro kecil menengah (UMKM) justru menjadi pesaing, bahkan mematikan usaha kerakyatan. “Ekspansi BUMN telah menjadi ancaman bagi pelaku UMKM. Bukan liberalisasi ASEAN yang menakutkan, tetapi negara yang melumpuhkan potensi usaha pengusaha lokal dengan membuka ruang ekspansi berlebihan kepada BUMN akan menjadi ancaman serius bagi pengusaha kecil. Kondisi ini diperparah oleh ketidakjelasan sikap pemerintah daerah,” kritik Ketua Pusat Analisis Data Ekonomi Bisnis Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Dr. Sudjana Budhi, S.E., M.Si. Menurutnya, saat ini perusahaan milik negara ini terus ekspansi ke berbagai daerah dengan membuka anak perusahaan baru. Bahkan, Bali yang merupakan pulau kecil tidak luput dari serbuan BUMN. “Bali pulau yang kecil ini dimasuki oleh 31 BUMN, jadi sesak napas bagi UMKM,” sebutnya. Karena itu, Sudjana Budhi menyarankan, pemerintah daerah terutama Pemprov
”Ekspansi BUMN telah menjadi ancaman bagi pelaku UMKM. Bukan liberalisasi ASEAN yang menakutkan, tetapi negara yang melumpuhkan potensi usaha pengusaha lokal dengan membuka ruang ekspansi berlebihan kepada BUMN akan menjadi ancaman serius bagi pengusaha kecil. Kondisi ini diperparah oleh ketidakjelasan sikap pemerintah daerah,” Dr. Sudjana Budhi, S.E., M.Si. Bali meminta perusahaan BUMN sebagai bapak angkat bagi pelaku UMKM dengan membantu dalam akses permodalan yang selama ini menjadi kendala dalam mengembangkan sektor tersebut. “Pertama pemprov lakukan pendataan dan lakukan langkah konkret untuk merintis temu usaha di mana BUMN dapat diposisikan sebagai bapak angkat. Kedua, BUMN dapat membuka akses permodalan dan pemberdayaan bagi usaha lokal dan ketiga pemprov saatnya berani bersikap tegas terhadap BUMN yang masuki wilayah bisnis UMKM, sehingga mereka tidak gulung tikar,” jelasnya.
Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Undiknas Prof. Dr. I.B. Raka Suardana, S.E., M.M. berpendapat, seluruh BUMN dan perusahaan pusat yang ada di daerah, termasuk Bali, dana CSR-nya agar dimaksimalkan untuk kesejahteraan lingkungan sekitarnya. Jangan sampai keberadaan perusahaan tersebut menunjukkan secara nyata terjadinya ketimpangan atau gap. Kendati demikian, yang terpenting harus disikapi pemerintah adalah Bali yang hanya memiliki sumber daya nonperut bumi yakni pariwisata selama ini tidak sepenuhnya dinikmati masyarakatnya. Padahal, pulau ini berkontribusi 46 persen dari pencapaian devisa nasional 8,47 miliar dolar AS. Untuk itu, Bali sudah selayaknya mendapat bagi hasil yang ekuivalen dengan daerah yang selama ini memperoleh bagi hasil sumber daya alam (SDA). “Itu menunjukkan cara pandang yang subjektif dan tidak holistik. Padahal, sejauh ini pariwisata yang sejatinya juga merupakan potensi SDA di muka bumi dengan devisa cukup besar, namun tampak luput dari perhatian UU tersebut,” ujarnya. l Parwata
2 - 8 Juni 2014
15
OPINI
Capres dan Koalisi Kursi
D
i tengah riuh rendah kegiatan dan ‘kegentingan’ caprescawapres membangun kekuatan dukungan lewat koalisi, rakyat menikmati ‘tontonan’ tersendiri. Lalu lalang statemen, kampanye hitam, pecah kongsi, pilih-pilih kubu, lengkap dengan argumen dan dalihnya. Semuanya berujung pada kursi kekuasaan? Begitulah kira-kira. Tapi, selalu dibantah-bantah lewat berbagai kalimat. Mendukung kandidat tanpa syarat, tidak minta jabatan, posisi, bebas transaksi dan negosiasi, katanya. Soal rakyat percaya atau tidak, terserah. Ini ‘pesta’ demokrasi lima tahunan. Semua sah, semua dibikin ‘meriah’, sampai tiba hari penentuan nanti. Pemilu merupakan amanat konstitusi sebagai perwujudan dari komitmen sebuah negara yang menganut sistem demokrasi. Di negara-negara maju kualitas demokrasi tidak semata-mata hanya diukur dari kebebasan rakyat untuk berlomba-lomba mendirikan partai politik (parpol). Tetapi tolok ukur maju-mundur maupun tinggi-rendahnya kualitas demokrasi ditentukan paling tidak oleh tiga aspek utama. Pertama, sejauh mana rakyat secara bebas mengekspresikan pilihannya tanpa adanya unsur tekanan atau intimidasi dari pihak mana pun. Aspek kedua berkaitan dengan independensi, profesionalisme serta kejujuran penyelenggara pemilu. Sedangkan aspek ketiga adalah sejauh mana parpol sebagai peserta pemilu mampu memunculkan kandidat politisi yang benar-benar terukur dari perspektif loyalitas, kapabilitas, integritas serta kecerdasan dalam memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai seorang anggota parlemen. Dari fakta penyelenggaraan pemilu di Indonesia selama ini, semakin panjang pengalaman bangsa melakukan pesta demokrasi, nampaknya rakyat disuguhkan sebuah kontestasi politik yang pelaksanaannya semakin jauh dari asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (luber-jurdil). Alokasi anggaran pemerintah yang cukup besar untuk melaksanakan pemilu se-
16
2 - 8 Juni 2014
I Nyoman Rutha Ady, S.H., M.H.
harusnya mampu mendorong terciptanya pemilu yang benar-benar sesuai dengan asas luber-jurdil sehingga melahirkan kualitas sumber daya manusia (SDM) politisi yang memahami dan menguasai persoalan bangsa dan negara. Tetapi dengan kenyataan wujud pesta demokrasi yang berlumuran praktik money politics (politik uang), harapan untuk munculnya legislator jujur, bersih dan bebas korupsi yang sungguh-sungguh membela kepentingan rakyat nampaknya hanya tinggal sebagai slogan semata. Aroma bisnis politik dalam penyelenggaraan pemilu terutama yang terjadi tahun ini tidak bisa ditutupi akibat cara-cara dan praktik jual-beli suara berlangsung sangat terbuka. Belum lagi adanya praktik kotor yang juga beraroma bisnis politik terstruktur mulai dari oknum-oknum penyelenggara pemilu yang bertugas di tingkat paling bawah (tempat pencoblosan), kemudian penyelenggara di tingkat desa, selanjutnya kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga pada puncak rekapitulasi suara pada Komisi Pemilihan Umum di pusat. Praktik penggelembungan suara terjadi secara masif, akibat adanya oknum-oknum caleg maupun penyeleng-
gara pemilu yang ‘main mata’ dengan kompensasi pemberian sejumlah uang. Tidak mengherankan apabila berkembang rumor adanya rumus: curang + uang = menang. Apabila rumor ini menjadi acuan para politisi maju bertarung untuk memperebutkan kursi parlemen pada pelaksanaan pesta demokrasi di masa yang akan datang, muncul pertanyaan besar, mau dibawa kemana demokrasi Indonesia? Para kandidat calon presiden harus memahami bahwa fenomena zaman sekarang, alur informasi politik itu kemungkinan telah berubah. Arah pencerdasan juga bisa jadi berubah. Apabila di masa lalu, terutama di zaman Orde Baru, generasi dewasa (orang tua) yang memberikan informasi pilihan politik kepada anakanak muda, sekarang kemungkinan itu telah berbalik. Kemampuan anak-anak muda mengakses informasi melalui gadget, memungkinkan mereka membantah pilihan politik orang tuanya dan akhirnya membuat pilihan politik orang tua juga ikut terbawa dari anak muda. Anak-anak muda ini bisa saja ‘menceramahi’ orang tua mereka mengenai pilihan politik. Kegagalan mewujudkan pemilu demokratis dengan asas luber-jurdil harus menjadi pelajaran bagi elite birokrasi (eksekutif dan legislatif) maupun petinggi parpol untuk mengevaluasi secara menyeluruh produk hukum atau perundangundangan tentang pemilu dimasa yang akan datang. Menjelang 69 tahun usia kemerdekaan, bangsa Indonesia harus semakin dewasa melihat fenomena yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, harapan untuk terwujudnya demokrasi yang sehat dan bermartabat harus didukung oleh seluruh elemen bangsa. Urgensi pendidikan politik untuk rakyat menjadi sesuatu yang perlu serius dilakukan oleh suprastruktur politik. Penulis, pemerhati masalah sosialpolitik, alumnus Program Pascasarjana Universitas Udayana, tinggal di Legian - Kuta
J A J A K P E N DA PAT
Proses Jelimet Memilih Legislator
P
emilu 2014 mendapat catatan khusus dari berbagai kalangan. Selain ribet dan jelimet, pemilu untuk memilih calon legislator ini juga sarat masalah. Hasil pemilu khususnya dalam pemilihan legislator banyak digugat. Setidaknya lebih dari 700 gugatan Pileg mampir ke Mahkamah Konstitusi (MK). Fakta ini, membuktikan bahwa Pemilu 2014 masih jelimet dan membingungkan. Tak hanya pemilih yang jelimet, KPU juga keteteran dalam pendistribusian surat suara. Tertukarnya surat suara di sejumlah Dapil membuat KPU memutuskan melakukan coblos ulang di sejumlah TPS. Banyaknya caleg dan jumlah partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2014 juga membuat pemilih kesulitan menentukan pilihan politik. Mencermati fakta politik dan reaksi pemilih mengelola Pileg 2014, Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuisioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, ternyata 73 persen responden menilai pelaksanaan Pemilu 2014 sangat jelimet dan membingungkan. Pemilih harus berada di bilik TPS lebih dari 15 menit. Bahkan, banyak pemilih yang salah mengidentifikasi calon wakilnya karena surat suara tak dilengkapi foto caleg. Responden pun berharap agar DPR dan pemerintah menyederhanakan proses pemilihan legislator dengan merancang surat suara yang lebih praktis. KPU juga harus membatasi caleg yang bertarung. Seleksi caleg mestinya dilakukan sejak dini oleh partai politik. Bukti jelimetnya Pileg 2014 juga terungkap ketika banyak KPPS salah melakukan pendataan dan pentabulasian hasil pileg. Prosesnya yang molor juga membuktikan Pileg 2014 tidak praktis dalam hal penghitungan hasil pencoblosan. Selebihnya, 21 persen responden mengaku pileg 2014 tidak jelimet mengingat KPU sudah melakukan sosialisasi. Dari sisi surat suara, lembar surat suara, pemilih sudah bisa dengan jelas menentukan pilihannya walaupun tanpa foto caleg. Kolom caleg dan partainya sudah jelas. Walaupun tidak begitu ribet, responden tetap menyarankan agar prosesnya 52% lebih disederhanakan. Jika memungkinkan, KPU merancang Rapuh surat suara yang lebih praktis dan jelas. Selebihnya, 6 persen responden tidak memberikan respons atas pertanyaan apakah Pileg 2014 membingungkan pemilih. Terkait dengan jumlah Parpol peserta Pemilu, 64 persen responden berharap agar dilakukan pembatasan. Partai yang tidak lolos harus dicoret kepesertaannya. Dengan cara ini, ke depan jumlah parpol peserta pemilu akan menyusut. Responden menilai banyaknya parpol peserta pemilu berdampak pada direkrutnya caleg yang berulang kali gagal tampil lagi. Banyaknya peserta parpol peserta pemilu membuat anggaran verifikasi partai politik juga mahal.
Sementara, 34 persen responden mengatakan tidak perlu ada pembatasan partai politik. Dengan 12 partai politik, demokrasi Indonesia akan lebih akomodatif, sebab bisa mewadahi aspirasi banyak kepentingan. Yang perlu disempurnakan adalah UU Parpol. Ke depan Parpol harus benar-benar transparan dalam merekomendasikan figur calon pemimpin. Parpol yang merekomendasikan figur berdasarkan banyaknya setoran ke partai politik harus ditindak. Dengan cara ini, parpol diharapkan merekomendasikan pilihan calon pemimpin yang lebih berkualitas kepada publik. Selebihnya, 2 persen responden tidak memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Responden hanya berharap Pemilu harus digelar secara demokratis, jujur dan rahasia, sehingga intimidasi dan transaksi dukungan bisa ditekan. l Dira Arsana
Menurut Anda,perlukah dilakukan pembatasan partai politik lagi pada pileg 2019 mendatang?
Partai B
Partai A Partai C 64%
34%
N= 721 Grafis/Tomik Cahya
Perlu Tidak Perlu Tidak Tahu
2% 2 - 8 Juni 2014
17
PENDIDIKAN
Terpaksa ”Drop Out” untuk Bantu Ekonomi Keluarga
P
erkembangan dunia pendidikan di Kabupaten Buleleng tampaknya masih mengalami sejumlah hambatan serius. Hingga kini, permasalahan yang belum terselesaikan seperti masih adanya kerusakan infrastruktur sekolah, kurangnya tenaga pendidik (guru) dan persoalan lain. Satu lagi permasalahan yang juga belum terpecahkan adalah siswa putus sekolah alias drop out (DO) yang angkanya cukup tinggi. Siswa yang terpaksa berhenti melanjutkan proses pendidikan karena mereka mencari pekerjaan untuk membantu tanggungan beban ekonomi keluarga. Data dihimpun di lapangan menyebutkan, tahun 2014 angka siswa DO di Bumi Panji Sakti mencapai 64 siswa. Jumlah itu terdiri dari tingkat SMA dan SMP masing-masing 23 orang siswa DO. Sementara itu, di tingkat SD siswa yang menghentikan pendidikannya tercatat 18 orang. Siswa ini tersebar di beberapa sekolah baik sekolah di perkotaaan hingga di desa. Mereka putus sekolah pada saat mengikuti proses belajar-mengajar (PBM) maupun menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Menyikapi tingginya angka siswa DO tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Buleleng telah menelusuri penyebab siswa tersebut hengkang dari sekolah. Hasil penelusuran itu, sebagian besar penyebab siswa ini DO karena mereka bekerja di luar daerah. Jenis pekerjaan yang mereka geluti pun tergolong pekerjaan kasar seperti menjadi buruh bangunan, pembatu rumah tangga (PRT), berjualan, dan sejumlah pekerjaan kasar lainnya. Penghasilan yang mereka dapat untuk meringankan beban tanggungan ekonomi keluarga. Selain karena alasan mencari pekerjaan, hasil penelusuran Disdik Buleleng menyatakan siswa DO ini karena mereka ikut orangtua mencari pekerjaan ke luar daerah. Bahkan, ada sejumlah siswa memilih DO karena harus menikah pada usai dini.
18
2 - 8 Juni 2014
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Buleleng Dewa Ketut Manuaba mengatakan, selama ini pemerintah daerah sudah melakukan upaya mengatasi angka siswa DO. Upaya yang dilakukan itu adalah penyadaran kepada orangtua agar mereka memahami bahwa pentingnya pendidikan dasar yang harus dituntaskan sesuai dengan program pemerintah. Selain itu, para kepala sekolah dan guru juga diminta tetap memberikan bimbingan pendidikan budi pekerti kepada siswa, sehingga mereka juga memahami bahwa begitu pentingnya pendidikan dasar yang harus dituntaskan sebagai modal untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi, ataupun menjadi modal untuk mencari pekerjaan yang lebih layak. Manuaba menambahkan, pemerintah juga terus berupaya mengucurkan dana bantuan beasiswa kepada siswa miskin maupun siswa yang berprestasi. Selain itu, melalui program bantuan operasional sekolah (BOS) juga membantu pemerintah untuk mengatasi operasional sekolah seperti buku pelajaran dan operasional lain, sehingga bisa meringankan biaya pendidikan. Sedangkan menyangkut infrastruktur sekolah, pemerintah juga sudah melakukan perbaikan gedung sekolah melalui alokasi dana APBD Buleleng dan memanfaatkan dana bantuan dari Pemprov Bali maupun pemerintah pusat. Sementara untuk mendekatkan pelayanan pendidikan, pemerintah juga mengupayakan dengan membentuk sekolah satu atap (satap- red). Upaya ini dilakukan untuk menjangkau peserta didik yang tinggal di pedesaan dan selama ini tidak bisa menjangkau sekolah di pusat desa. Di samping itu, anak yang sudah memutuskan DO tersebut akan dirangkul untuk menempuh pendidikan melalui program kesetaraan bekerja sama dengan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang sudah dibentuk di tiap-tiap kecamatan. “Anak yang sudah terlanjur bekerja atau menikah ini bisa mengikuti
pendidikan seperti layaknya anak-anak yang menempuh pendidikan melalui jalur formal. Seperti itu upaya yang kami lakukan tetapi masih saja ada anak-anak yang berhenti sekolah. Kami harapkan juga peran orangtua melalui komite sekolah untuk lebih memahami lagi pentingnya pendidikan sesuai amanat undang-undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional red),” ujar Manuaba. Tingginya angka siswa DO ini mendapat sorotan serius dari kalangan DPRD Buleleng. Menurut Ketua Komisi D I Gede Ardika, penanganan siswa DO ini tidak bisa ditangani sendiri oleh Disdik saja, tetapi perlu kerja sama dengan instansi teknis lainnya. Ardika mencontohkan, walau pemerintah sudah memberikan bantuan beasiswa miskin, perbaikan sarana sekolah dan bantuan buku pelajaran melalui dana BOS, namun masih saja ada siswa yang DO. Pemberian beasiswa bagi siswa miskin ini juga perlu ditingkatkan lagi terutama dalam hal pendataan siswa calon penerima beasiswa. Hal ini karena fakta di lapangan menyatakan bahwa siswa penerima beasiswa masih terjadi ketimpangan ketika program pemberian beasiswa sudah dijalankan. “Kalau pemberian bantuan beasiswa sudah banyak. Saran kami, program beasiswa perlu ditingkatkan lagi karena antara data dengan pelaksanaannya masih timpang. Ke depan pemberian beasiswa ini menjadi kebutuhan dan bukan karena kepentingan,” tegasnya. Sementara menyangkut penanganan ekonomi, kata dia, orangtua siswa miskin ini perlu juga digarap melalui program bantuan bagi warga miskin. Penanganan ini bisa dilakukan dengan pemberian bantuan program untuk meningkatkan usaha ekonomi. Dengan upaya ini, persoalan ekonomi keluarga ini akan bisa tertangani, sehingga orangtua tidak mesti mengorbankan anak-anak mereka untuk ikut memikul beban ekonomi keluarga. l Mudiarta
MBP/mudiarta
Angka siswa drop out (DO) hingga kini masih tinggi di Buleleng. Disdik Buleleng tetap merangkul siswa DO melalui program pendidikan kesetaraan.
Sukamerta
Dari “Guide� Sampai Jadi Rektor Unmas Univ. Mahasaraswati (Unmas) Denpasar kini dipimpin rektor baru Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. Sukamerta menggantikan posisi Tjok. Istri Sri Ramaswati, S.H. M.M., yang telah 16 tahun memimpin Unmas. Made Sukamerta memenangkan pemilihan rektor lewat pemungutan suara mengalahkan pesaingnya A.A. Putu Agung dan Utari Vipriyanthi. Pelantikan rektor baru 2014 - 2018 dilakukan Pjs. Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. usai pelantikan rektor, langsung diumumkan kabinet baru Unmas. Wakil Rektor (WR) I dipercayakan kepada Prof. IGN Alit Wistasta, M.P. menggantikan Dr. A.A. Putu Agung, M.Si., WR II dipegang Drs. I Wayan Suandhi, M.Pd. menggantikan Ir. Nengah Subagia, M.T. sementara WR III dipimpin Ir. I Made Sastra Wibawa, M.Erg. menggantikan I Made Suryawan, S.H., M.H., dan WR IV kini dipegang Dr. Ir. I Ketut Arnawa, M.P. menggantikan Dr. Ir. Ni Nyoman Utari Vipriyanti, M.Si. Pelantikan WR ini dilakukan Rektor Made Sukamerta. Hal yang menarik Rektor Unmas Made Sukamerta adalah berkarier dari seorang guide. Sambil menjadi dosen, Sukamerta menekuni dunia pemandu wisata dengan kerja keras dan disiplin yang tinggi. Dia akhirnya sukses menjadi pengusaha transportasi pariwisata, Komala Grup. Sementara karier akademiknya dimulai memimpin Akademi Bahasa Asing Saraswati yang kini menjadi STIBA Saraswati.
Dua periode menjadi ketua akademi dan dua periode memimpin STIBA Saraswati. Ini semua berkat kemampuan bahasa asing yang dimilikinya menjadikan dua lembaga ini go internsional. Bahkan, kini setelah memimpin Unmas Denpasar dia berjanji akan menghantarkan Unmas lebih maju lagi dengan program internasionalnya. Belum lama ini Sukamerta masimakrama dengan Pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB) Satria Naradha. Pertemuan ini dilakukan untuk mempertajam komitmen bersama menjadikan Unmas kampus milik rakyat Bali. Membantu masyarakat Bali mendapatkan akses pendidikan tinggi yang merata untuk pemberdayaan SDM Bali. Sukamerta juga berjanji untuk menjalankan kepemimpinan yang fokus pada pelayanan berkualitas, rekrutmen input yang berkualitas, menyiapkan sarana pendidikan berkualitas dan output berkualitas. Komitmen ini sesuai dengan harapan Plh. Ketua Yayasan PR Saraswati Ir. Bagus Ketut Lodji yakni menjadikan Unmas sebagai PTS unggulan dalam Tri Darma PT. Rektor dan wakil rektor harus siap kerja keras guna mampu menghantarkan Unmas lebih maju lagi. Dia mengakui pergantian pimpinan di Unmas Denpasar selalu berjalan tertib dan damai. Hal ini perlu menjadi panutan ke depan. Rektor selain sebagai administratur lembaga juga menjembatani kepentingan kampus dengan masyarakat. Salah satu fokus yang perlu diper-
hatikan rektor baru yakni agar lulusan Unmas bermutu dan berdaya saing. Rasio dosen dan mahasiswa ditingkatkan, apalagi ke depan makin banyak dosen yang memasuki masa pensiun. Jumlah dosen bergelar doktor perlu ditambah dan perbanyak anggaran beasiswa dosen studi lanjut ke doktor. Tingkatkan kekompakan, jalin mitra kerja. l Sueca
Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. 2 - 8 Juni 2014
19
MANCANEGARA
Es Mencair, Air Laut Bertambah
P
emanasan global mengakibatkan es di Antartika Barat meleleh. Kondisi ini dapat memicu kenaikan permukaan laut hingga tiga meter dalam waktu cepat di luar perkiraan sebelumnya. “Bagian besar dari lapisan es di Antartika Barat meleleh dan tak bisa kembali,� ucap Eric Rignot, profesor di University of California. Eric menjelaskan kondisi es yang meleleh tersebut tak dapat dihentikan. Tak ada bukit besar di balik lapisan es yang bisa menahan air dari es yang meleleh untuk tak mengalir ke laut. Rignot, yang merupakan peneliti es kutub di Jet Propulsion Laboratory, menggali data satelit mengamati dengan pesawat dan kapal, serta menyurvei langsung es Antartika. Hasil riset mengungkapkan, pelelehan es di Pine Island melambat beberapa tahun terakhir. Pine Island merupakan sebuah lapisan es besar yang mencakup sekitar 10 persen dari total es di wilayah tersebut. Namun, itu terjadi karena pelelehan cepat telah terjadi bertahun-tahun sebelumnya. Di sisi lain, berdasarkan data sejak 2006, pelelehan di Thwaites, bongkahan es di dekat Pine Island yang dulunya memiliki luas lebih dari 2 km berlangsung semakin cepat. Hal ini terkait perubahan iklim yang tak terlepas dengan ulah manusia, yang di antaranya menggunakan bahan bakar. Hal senada juga diungkapkan oleh
20
2 - 8 Juni 2014
Thomas P. Wagner, kepala program NASA untuk Antartika. Menurutnya, penyebab mencairnya lapisan es Antartika karena terjadi peningkatan suhu di kedalaman laut akibat pemanasan global. “Tidak ada yang menghentikannya sekarang. Tetapi Anda masih bisa memperkirakan seberapa cepat es mencair dengan ilmu fisika,� jelas Thomas. Global warming memang makin berdampak buruk. Akibat semakin menjadinya perilaku manusia yang merusak lingkungan seperti pembalakan liar dan pembuangan gas berbahaya ke udara
membuat suhu semakin tinggi. Melelehnya es di kutub juga akibat hal ini. Indonesia pun akan terkena dampaknya apabila hal ini terus terjadi. Menurut Dinas Perikanan dan Kelautan, Diperkirakan dalam 25 tahun ke depan lebih dari 2.000 pulau akan tenggelam. Ini tentu saja sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu setiap manusia di dunia harus berkontribusi untuk mengurangi pemanasan global yang terjadi saat ini. l Gugiek Savindra
Teror Boko Haram di Nigeria Konflik di Nigeria seakan tidak ada habisnya. Sekali lagi Boko Haram adalah biang keladinya. Kelompok ekstremis bersenjata tersebut meledakan bom di tiga desa dan menewaskan 48 orang. Salah satu desa berada dekat dengan Chibook, lokasi penculikan terhadap lebih dari 200 siswi sekolah asrama. “Kami melihat desa kami habis terbakar. Kami hanya bisa bersembunyi di semaksemak hingga fajar. Kini kami kehilangan segalanya,� kata Apagu Maidaga seorang warga Desa Alagarno. Warga hanya bisa pasrah dan melihat dari jauh bagaimana pada militan Boko Haram membakar rumah mereka yang beratap jerami. Sebelumnya dua ledakan menghantam Pasar Terminus di Kota Jos. Sebanyak 118 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Pemerintah juga menyalahkan militan Boko
Haram sebagai dalang serangan ini. Baru-baru ini Boko Haram menjadi sorotan dunia setelah menculik lebih dari 200 anak sekolah. Kelompok tersebut menculik 276 anak perempuan dari sebuah sekolah di Chibok, sebelah timur laut Nigeria. Puluhan siswa berhasil melarikan diri, tetapi lebih dari 200 anak perempuan masih hilang. Presiden Nigeria Goodluck Jonathan, memerintahkan pejabat tinggi keamanan agar melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk membebaskan anakanak perempuan itu. Dalam pidatonya, Jonathan menjanjikan bahwa di mana pun anak-anak perempuan itu berada, pemerintah akan membebaskan mereka. Presiden menggambarkan situasi ini sebagai masa yang sulit dan menyakitkan, dan meminta kerja sama orangtua, wali dan komunitas setempat dalam usaha
penyelamatan. Pemimpin kelompok Boko Haram menawarkan pembebasan lebih dari 200 siswi yang diculiknya untuk ditukar dengan pembebasan para anggotanya yang dipenjara. Sang pemimpin mengunggah sebuah video di YouTube yang berisi permintaan tersebut. Sebuah video berdurasi 17 menit memperlihatkan antara lain keberadaan 100 gadis sedang berdoa di sebuah lokasi yang tidak disebutkan. Pemerintah setempat pun mengaku telah mengupayakan berbagai cara untuk membebaskan para sandera termasuk meminta bantuan kepada negara asing seperti Amerika Serikat, Inggris, Israel dan Prancis. Tentunya hal ini dilakukan untuk sesegera mungkin mengembalikan anakanak tersebut ke pelukan orangtuanya. l Gugiek Savindra
2 - 8 Juni 2014
21
DAERAH
Pasar Galiran Sedot Anggaran Rp 50 Miliar
Bangunan Baru, Penampilan Terkesan Lama
K
eberadaan Pasar Umum Galiran, Kabupaten Klungkung, cukup sentral dalam perkembangan ekonomi mikro di wilayah Bali Timur. Setiap hari, pasar ini penuh sesak di dalam maupun luar gedung pasar. Terlebih menyambut hari raya Galungan lalu, pasar ini krodit, akibat penataan pasar masih kacau dan amburadul. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta yang sempat sidak menjelang Galungan, juga mengakuinya. Pasar Galiran dibangun sejak tahun 2012 melalui dana APBD senilai Rp 50,8 miliar dan baru rampung pada akhir tahun 2013. Pasar Galiran menjadi penyumbang terbesar dalam penerimaan retribusi pelayanan pasar Kabupaten Klungkung. Tahun ini, hingga April, pasar Galiran sudah menyumbang pendapatan Rp 1.097.206.000. Jumlah ini jauh dari penerimaan retribusi pasar lainnya, seperti Pasar Grosir Rp 107.510.000, Pasar Semarapura Rp 510.994.430, Senggol Semarapura Rp 109.133.000, Pasar Kusamba Rp 54.382.000, Senggol Kusamba Rp 6.042.000 dan Pasar Mentigi Rp 61.644.000. Pasar ini dibangun satu lantai dengan lima blok. Di pasar ini ada sebanyak 209 kios, 1.535 los dan 32 lokal untuk pedagang grosir. Total ada 1.744 pedagang tetap di seluruh blok. Belum lagi termasuk pedagang lancuban, contekan dan pedagang musiman. Dengan total pedagang sebanyak itu, jelas pasar ini cukup padat dengan ribuan konsumen setiap hari. Menjelang hari raya Galungan, Bupati Suwirta mengaku khawatir, situasi pasar bakal krodit lantaran tidak diatur. Bupati sempat mendatangi Pasar Galiran. Situasi di lapangan, Pasar Galiran ternyata masih kacau. Dinas terkait dinilai tidak siap mengantisipasi situasi di areal pasar menjelang
22
2 - 8 Juni 2014
Galungan. Sebab, kondisi di dalam kian krodit, karena tidak yang mengatur. Awalnya, bupati banyak menerima pengaduan dari masyarakat menjelang hari raya Galungan. Baik masalah di dalam pasar maupun di luar pasar. Sebelum masuk ke dalam pasar, situasi sudah terasa krodit, lantaran tidak ada yang mengatur lalu lintas. Setelah masuk ke areal pasar, bupati menyoroti situasi parkir yang kian krodit, tanpa diatur oleh petugas. “Sejak awal sudah saya wanti-wanti, menjelang Galungan segera turun ke pasar. Parkir tidak bisa mencukupi, seharusnya bisa diarahkan langsung ke terminal,” jelasnya. Bupati juga menemukan tower penampungan air dari sisi timur pasar bocor dan sangat membahayakan warga. Belum lagi areal pasar yang terkesan tak terawat, akibat pengelolaan yang belum maksimal dan kurangnya tenaga kebersihan. “Pasar Galiran bangunannya baru, tapi terkesan pasar lama,” ujarnya. Di dalam gedung pasar, penataan seluruh pedagang, masih belum sesuai harapan. Sehingga, pihaknya berencana akan menata ulang letak setiap pedagang. Pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar. Hasil pantauannya, pihak berencana menambah sejumlah tenaga kebersihan, sekaligus menertibkan tata letak barangbarang milik pedagang. “Kesimpulannya, pasar ini harus ditata ulang,” katanya. Bupati juga menyayangkan, menjelang Galungan, dinas terkait tidak melakukan sidak pasar. Padahal itu sangat diperlukan, agar tidak terjadi lonjakan harga barangbarang di luar batas kewajaran. Selain itu, juga guna mencegah ada makanan yang dijual namun sudah kedaluwarsa dan berbagai pertimbangan lainnya. Seharusnya dinas terkait seperti Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, hingga DKP bisa saling
bersinergi mempersiapkan diri menghadapi berbagai persoalan menjelang hari raya Galungan. Sayangnya hal itu, tidak dilakukan. Bupati juga mendapati cukup banyak pedagang di dalam gedung pasar, justru berjualan di luar, khususnya para pedagang janur, kelapa dan bahanbahan upakara lainnya. Jika ini dibiarkan, akan kembali menimbulkan gejolak. Pihaknya meminta pengelolaannya segera diperbaiki. Sementara hal-hal yang bersifat prinsip, seperti menata ulang sirkulasi pedagang, akan dilakukan setelah ada evaluasi secara menyeluruh. Bupati juga meminta segera mempersiapkan areal terminal untuk parkir cadangan Pasar Galiran. Sementara tumpukan dasar bangunan sementara yang belum dibereskan, segera dikeruk oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar areal parkir lebih luas. Tidak hanya untuk parkir, tetapi juga akan dijadikan tempat bongkar muat pedagang, untuk mengurangi krodit yang ditimbulkan di areal pasar. Kepala UPT Pasar I Komang Widyasa Putra mengakui di Pasar Galiran ada sejumlah masalah sebagaimana yang ditemukan Bupati. Pihaknya juga sependapat, usai hari raya, pihak pasar akan berupaya menata ulang lagi. Namun, yang terkait penataan lintas sektoral, pihak pasar akan menunggu petunjuk lebih lanjut dari bupati dan Diskop, UKM, Perindag. Pihaknya berharap, koordinasi lintas sektoral (antardinas) dapat ditingkatkan lagi. Sehingga, pasar selalu siap setiap saat, khususnya saat hari raya seperti Galungan dan Kuningan. Karena, masalah lonjakan kedatangan konsumen dan pedagang saat hari raya, kebersihan, bongkar muat barang dan tata kelola pedagang, membutuhkan kerja sama yang baik antarlintas sektoral. l Bagiarta
Pedagang di dalam gedung Pasar Galiran, justru memilih berjualan keluar, lantaran terpancing dengan pedagang musiman yang lebih ramai mendapat pelanggan di luar. Hal ini terjadi karena lemahnya kontrol petugas pasar.
Pedagang contekan menyerahkan hasil pertaniannya kepada pedagang tetap di dalam Pasar Galiran. Menjelang Galungan, cukup banyak pedagang contekan berdatangan. 2 - 8 Juni 2014
23
K E S E H ATA N
Kolesterol Potensial Picu Penyakit Batu Empedu
J
angan pernah memandang remeh sakit batu empedu. Masalahnya sering terjadi pada saluran cerna atau digestive. Salah satunya menyebabkan terjadinya sakit batu empedu pada manusia. Tidak banyak alternatif memecahkan secara elegan penyakit ini. Karena itu, jika penyakit ini sudah muncul, solusinya harus ditangani secara operasi. Di RS Sanglah kasus batu empedu ini, memang tidak terlalu banyak. Tercatat dalam satu bulan terjadi lima tindakan operasi.
dr. Ketut Sudartana, Sp.B-KBD
Konsultan Bedah Digestive RS BaliMed, dr. Ketut Sudartana, Sp.B-KBD memaparkan penyakit batu empedu ini merupakan penyakit yang ditimbulkan oleh timbunan kristal pada kantong empedu atau saluran empedu. Kantong empedu merupakan kantong kecil menyerupai pir yang berada di bawah hati. Kantong empedu ini berfungsi menyimpan empedu yang dihasilkan sel-sel hati. Cairan empedu terdiri dari air, kolesterol, garam empedu, protein, dan bilirubin (pigmen empedu).
24
2 - 8 Juni 2014
Saat lemak masuk ke dalam saluran pencernaan, cairan empedu membantu proses pencernaan lemak. Jika jumlah kolesterol atau bilirubin berlebihan dalam tubuh kata Sudartana, hal itu dapat menyebabkan pengkristalan yang akhirnya membentuk batu. Kaum wanita sendiri lebih besar kemungkinannya terkena batu kantung empedu. Hal ini dikarenakan adanya hormon ekstrogen dan progesteron pada wanita. Hormon ekstrogen mempercepat pengendapan kolesterol dan hormon progesteron menghambat pergerakan kantung empedu dalam proses mengolah kolesterol. Sebagian besar kasus batu empedu hemat Sudartana, hadir tanpa gejala sama sekali. Gejala dapat dikenali, biasanya penderita merasakan nyeri pada bagian kanan atas perut. Sakitnya menyebar hingga ke punggung atau bahu. Bahkan sakit kolik sering juga dirasakan, jika penderita mengonsumsi makanan berlemak tinggi. Sebab, lemak dapat merangsang kantong empedu berkontraksi, yang pada akhirnya memaksa empedu yang tersimpan masuk ke dalam usus duabelas jari. Batu di dalam kantong empedu itu, dapat menghambat aliran empedu yang akhirnya menimbulkan rasa nyeri. Gejala lain yang mungkin timbul dari batu empedu ini adalah mual dan muntah. Gejala ini sering dianggap sebagai gangguan maag. Secara keseluruhan, ada tiga jenis batu yang bisa menimbulkan batu empedu yaitu kolesterol. Memang, kolesterol berpotensi memicu paling utama, penyakit batu empedu ini. Batu empedu ini terbentuk dari jumlah kolesterol yang melebihi jumlah garam empedu. Akibatnya, kolesterol mengkristal dan lama kelamaan menjadi batu. Sekitar 80 persen, kasus penyakit batu empedu ini disebabkan karena batu kolesterol. Jenis ke dua adalah batu bilirubin. Itu terjadi saat jumlah bilirubin dalam empedu melebihi batas normal. Batu bilirubin biasanya berukuran lebih kecil dari batu kolesterol. Batu itu berwarna hitam. Karena warnanya ini, batu bilirubin juga dikenal dengan sebutan batu hitam. Jenis ketiga adalah batu campuran. Itu merupakan campuran dari kedua batu di atas. Batu empedu dapat memicu peradangan dan infeksi. Saat keluar dari saluran empedu, batu empedu juga dapat menimbulkan penyumbatan pada saluran lain. Beberapa infeksi dapat terjadi antara lain infeksi saluran empedu (kolangitis), infeksi pankreas (pankreatitis) dan infeksi hati. Batu empedu dengan ukuran kecil, khususnya batu bilirubin, memiliki peluang mutasi ke bagian tubuh lain lebih besar. Itulah sebabnya, batu empedu yang ukurannya relatif kecil itu, dianggap lebih berbahaya dibanding batu empedu ukuran besar. Namun batu empedu ukuran besar secara perlahan akan mengikis dinding kantong empedu. Batu itu akan masuk ke usus halus. Akibatnya akan terjadi penyumbatan pada usus halus. l Wira Sanjiwani
Teknik “Minimally Invasive Surgery� Timbulkan Sayatan Tipis Penanganan penyakit batu empedu, efektifnya dengan cara pengangkatan kantung empedu. Saat ini sudah ada teknik operasi yang tidak memerlukan pembukaan organ secara luas. Teknik ini disebut minimally invasive surgery alias operasi dengan luka operasi minimal. Teknik operasi ini menurut dr. Ketut Sudartana, Sp.B-KBD menggunakan alat yang disebut laparoskopy. Alat tersebut sudah ada di beberapa RS pemerintah maupun RS Swasta di Bali. Untuk mengoperasikan alat itu diyakini sudah ada operator alias SDM yang kompeten. Dengan teknik minimally invasive surgery ini, kata Sudartana luka operasi menjadi lebih kecil. Keuntungannya pasien lebih cepat sembuh. Upaya ini juga dapat menekan biaya pengobatan baik pasien yang rawat inap maupun hanya sebatas menggunakan obat-obatan. Dari segi kosmetik, teknik ini sangat bagus. Alasannya, dengan cara itu tidak menyebabkan bekas luka operasi menjadi tergurat panjang. “Teknik ini juga meminimalkan terjadinya infeksi. Sebab tangan dokter bedah tidak langsung menyentuh organ-organ pasien yang menjalani operasi,� paparnya. Operasi pengangkatan kantung empedu, dengan metode Laparoskopy ini digunakan sebagian besar untuk tujuan operasi. Utamanya operasi di rongga perut, baik usus buntu, pengangkatan indung telur maupun rahim hingga pengangkatan pada tumor pankreas. l Wira Sanjiwani 2 - 8 Juni 2014
25
LENSA
SATE RENTENG Umat Hindu sedang membuat sate renteng untuk keperluan upacara keagamaan. Pembuatan sate renteng memerlukan ketelitian, kesabaran, dan ingatan yang kuat. Pasalnya, masing-masing sate memiliki nama dan penempatannya pun tidak boleh sembarangan.
MBP/Eka
OLAHRAGA
MBP/ap
Pembalap Australia Jack Brabham mengikuti kejuaraan balap di Oulton Park, Cheshire, Inggris pada 3 April 1965.
Warisan Jack Brabham
”
Setiap tahun 25 pembalap berada di garis start untuk memulai lomba (Grand Prix Formula 1) dan 2 orang mati setiap tahunnya. Manusia macam apa yang mau melakukan pekerjaan seperti ini? Jelas bukan manusia normal. Pemberontak, orang gila dan pemimpi.” Kalimat pembuka pada film “Rush” (2013) itu menjadi jembatan untuk memahami betapa ada kelompok manusia yang nekad melewati batas-batas demi untuk memuaskan diri. Itu tercermin pada persaingan sengit antara legenda F1 Niki Lauda dan James Hunt. Dua pribadi yang bertolak belakang masing-masing berusaha memenuhi ambisinya merebut gelar juara dunia di tahun 1976. Namun tak semua “manusia penggilan kecepatan itu” terobsesi menjadi terkenal, diakui, menjadi panutan atau flamboyan. Tak sedikit di antara mereka lebih suka berada di balik layar dan menjauhi sorotan media meski prestasinya berhasil mewariskan pengaruh yang luar biasa besar. Jack Brabham adalah salah satunya. Mantan pilot Angkatan Udara Australia, itu dikenal sebagai juara dunia F1 pada
28
2 - 8 Juni 2014
1959, 1960 dan 1966. Sepanjang 15 tahun, ia mengikuti 126 balapan, 31 kali naik podium dan 14 kali menjadi pemenang. Dan melengkapi pencapaiannya itu, dia menghasilkan 13 pole position dan 12 kali mencatat rekor lap tercepat. Pria kelahiran New South Wales 2 April 1926, memulai balapan di GP Inggris 1955 dan seri terakhir yang diikuti adalah GP Meksiko 1970. Keberhasilannya menjadi juara dunia pada 1966 dengan menggunakan mobil buatan sendiri, menjadikan dia satu-satunya pembalap yang memiliki predikat seperti itu. Itu bisa dipahami karena sejak kecil Brabham menyukai mesin dan mekanikanya. Bahkan setelah keluar dari Angkatan Udara Australia pada Perang Dunia II, ia membuka bengkel dan membuka bidang usaha permesinan sebelum rekannya dari AS Johnny Schonberg mengajaknya menyaksikan balapan mobil mini. Brabham diberi keyakinan bahwa pada dasarnya semua pembalap “gila” namun yang ia lebih yakin bahwa diperlukan sarana yang tepat untuk menyalurkan “kegilaan” itu. Bila dikemudian hari ia menjadi
pembalap dan menyadari arti kegilaan itu, ada alasan yang mendasari. “Diperlukan reflek cepat yang sebagai akibatnya Anda akan selamat, atau mungkin Anda akan tewas karena hal itu pula,” kata Brabham. Meski menjadi pria pertama dengan predikat juara dunia F1, itu tidak membuat Brabham menyukai publikasi berlebihan seperti halnya para jawara-jawara lainnya. “Saya lebih suka berada di belakang seseorang dibandingkan berdiri di depan mereka. Saya memang seperti itu sejak dahulu,” tulis Brabham dalam buku otobiografinya “When The Flag Falls”. “Ini bukan perasaan malu yang sebenarnya. Saya hanya tidak suka sorotan lampu yang mengarah langsung padaku. Da bukan alasan itu pula yang membuat saya berkecimpung di dunia balap ini,” katanya seperti dikutip Reuters. “Sejak awal saya mengendarai mobil balap, apa yang dipikirkan orang atau bagaimana mereka memandang saya, itu tidak penting bagi saya. Saya hanya tertarik pada mengendarai mobil dan jika tak ada penonton sama sekali, itu pun tidak mempengaruhi cara saya mengendarai mobil.”
MBP/ap
Jack Brabham
Ia dipaksa beradaptasi dengan cepat dan cerdas setelah pindah ke Inggris untuk menekuni balapan F1 1955. Diperlukan waktu hingga empat tahun sebelum ia mulai menapaki masa keemasan salah staunya dengan memenangkan GP Monaco. Ia menjadi pembalap pertama Australia yang berhasil merebut gelar juara dunia F1 bersama tim Cooper. Selain sebagai pembalap, ia juga memberi sumbangan besar dalam rekayasa mesin. Ia berhasil meyakinkan Cooper untuk memindahkan mesin dari bagian depan ke belakang mobil yang mengubah trend saat itu. Ide brilian itu juga melicinkan dia kembali menjadi juara dunia setahun berikutnya. Ia kemudian bertemu dengan Ron Tauranac untuk mengerjakan proyek rahasia yang menjadi cikal bakal lahirnya tim Brabham. “Kejeniusannya merupakan kemampuan langka dalam menembus hal-hal yang tak masuk akal, menunjuk dengan tepat pada inti persoalan pada mobil dan sekaligus
menyelesaikannya,” kenang mantan juara dunia F1 Jackie Steward dalam bukunya “Winning is not enough”. Tim Brabham yang didirikan pada 1962 mulai menunjukkan hasil meski Brabham sendiri gagal menjadi juara di masa-masa awal. Baru pada 1966, ia kembali menjadi juara dunia setelah ia empat kali naik podium. Bahkan rekannya Denny Hulme membawa tim ini juara konstruktor setahun berikutnya. Kemenangan terakhir Brabham terjadi pada 1970 dengan menjuarai GP Afrika Selatan. Ia memutuskan pensiun pada usia 44 tahun dan menjual tim itu pada Bernie Ecclestone yang kini menjadi bos F1. Brabham kembali ke Australia sedangkan timnya masih mampu bertahan hingga 1992. Semangat berlomba Brabham ini kemudian diwariskan pada penerusnya di mana muncul pembala-pembalap hebat dari Negeri Kanguru itu seperti Alan Jones, Mark Webber atau Daniel Ricciardo. “Dia menjadi inspirasi anak-anak muda
yang ingin mengadu nasib menyeberangi lautan dan membalap,” jelas Alan Jones, yang menjadi pembalap kedua Australia yang menjadi juara dunia F1 pada 1980. “Dia adalah pria panutan yang ingin mereka tiru,” tambah Jones dalam wawancara dengan Sky News. Jack Brabham menjadi pembalap pertama yang mendapat gelar kebangsawanan di Australia. Pria yang memiliki tiga putra Geoff, Gary, dan David, meninggal 19 Mei lalu dalam usia 88 tahun di kediamannya di Gold Coast, Australia. Dalam pesannya, PM Australia Tony Abbott menyatakan pujiannya pada warisan yang ditinggalkan Brabham. “Australia kehilangan salah satu legendanya. Dengan semangat kepeloporannya, Sir Jack Brabham melambangkan karater hebat warga Australia. Dia dihargai dan dipuji karena semangatnya dan skill luar biasanya sebagai seorang insinyur,” kata PM Abbott. l Yudi Winanto 2 - 8 Juni 2014
29
OLAHRAGA
I Ketut Ariana
Berlatih Bergantian Angkat besi termasuk salah satu cabang olahraga (cabor) andalan Bali dalam mendulang medali di ajang nasional dan internasional. Ironisnya, prestasi membanggakan yang diukir untuk daerah selama ini dihasilkan lifter Bali melalui arena latihan yang tidak didukung sarana dan prasarana yang memadai. Hal itu bisa dilihat dari sedikitnya peralatan yang ada di tempat berlatih lifter Bali di sebelah timur GOR Ngurah Rai, Kerenang, Denpasar. Jumlah atlet lebih banyak dibandingkan alat yang ada. Kondisi itu mengharuskan mereka memanfaatkan fasilitas latihan secara bergantian. Hal ini jelas mengurangi kenyamanan atlet dalam menjalani latihan. ‘’Tempat latihan di GOR sudah jauh dari layak. Gedungnya rusak, lantainya hancur, kurang penerangan dan tidak ada kamar kecil untuk atlet. Dengan keadaan seperti itu, sulit bagi atlet agar bisa fokus menjalani latihan,’’ papar lifter putra andalan Bali I Ketut Ariana. Syukurlah sekarang ia dan kawan-kawan sudah pindah ke tempat latihan baru yang berlokasi di Ubung, Denpasar Utara. Pria kelahiran Melaya, Jembrana, 6 September 1990 itu, berharap pihak KONI Bali lebih memperhatikan angkat besi dengan memberikan bantuan peralatan berlatih dan kebutuhan atlet lainnya.
MBP/nan
30
2 - 8 Juni 2014
Nama
Tempat/Tgl. Lahir Orangtua
Apalagi, cabor ini diproyeksikan sebagai ladang emas Bali pada PON Remaja di Surabaya, Desember mendatang. Untuk memenuhi target tersebut, dibutuhkan dukungan guna memenuhi kebutuhan atlet akan asupan vitamin dan suplemen. ‘’Selama saya berlatih tidak ada bantuan dari KONI Bali, apalagi untuk memenuhi kebutuhan keseharian atlet seperti uang pembinaan, suplemen, dan vitamin. Selama ini yang memenuhi semua kebutuhan tersebut adalah atlet sendiri dan pelatih,� kilahnya. Ariana pertama kali menggeluti angkat besi saat duduk di bangku SMP. Ajang pertama yang diikutinya pada 2005 di Semarang dengan meraih medali perunggu untuk Pulau Dewata. Setelah sempat paceklik medali di kategori junior, ia kembali merebut medali di kelompok senior. Pada 2009 di Jakarta mendapat perak, dan menembus peringkat 11 dalam Kejuaraan Dunia 2010 di Turki. Pretasinya melejit pada Pra-PON 2011 di Bandung dengan sukses mendulang satu emas, satu perak, dan satu perunggu untuk Bali. Pada PON 2012 di Palembang menyabet perunggu dan dalam Kejuaraan Asia 2013 di Kazakstan memperoleh perak buat Indonesia. Ariana gagal meneruskan raihan medalinya tahun lalu karena tidak lolos ke SEA Games di Myanmar. l Eka Parananda
: I Ketut Ariana : Melaya, 6 September 1990 : I Ketut Sukita : Ni Wayan Manis
KRIMINAL
Aksi Geng Motor Terungkap Berkat CCTV Lima Berstatus Pelajar
D
elapan remaja ini pasti tak mengira kalau aksi mereka melempari beberapa truk yang melintas di Jalan Dr. Ir. Soekarno, Tabanan, bakal terungkap. Tetapi berkat rekaman CCTV di lokasi kejadian, aksi tersangka I Putu ASBA (17) alias Saras, I Gusti Agung AKA (16) alias Kacuk, NS (16) alias Tias, I Made WPS (17) alias Tarzan, I Komang
RS (14) alias Stun, I Made RADP (14) alias Rai, Nyoman Roi Lesmana (24) alias Lojon, dan I Putu Bayu Candra Ardana (22) alias Baber alias Bayu ini, akhirnya ketahuan. Mereka kemudian digeber di Polres Tabanan, Sabtu (17/5) lalu. Ironisnya, dari kedelapan yang ditangkap dan resmi sebagai tersangka ini, lima di antaranya masih berstatus pelajar. Kelima
pelajar yang terlibat geng motor itu terdiri atas tiga siswa SMK dan dua siswa SMP. Mereka terlibat aksi pelemparan sejumlah truk sejak 5 Mei di beberapa tempat di sepanjang Jalan Dr. Ir. Soekarno Kediri, Tabanan. Bahkan, dari hasil rekaman CCTN, beberapa di antaraya juga terlibat aksi dua kali pelemparan Pos Polisi Simpang Kediri.
MBP/gagah prahadita
Kedelapan anggota geng motor yang selama ini melempari truk yang melintas di Jl. Dr. Ir. Soekarno, Tabanan, diamankan di Polres Tabanan. Aksi mereka terungkap berkat rekaman CCTV.
32
2 - 8 Juni 2014
Menariknya, geng motor tanpa nama resmi ini mengaku, setiap kali beraksi, didahului dengan minum-minuman keras (miras). Mereka biasanya nongkrong di dekat warnet atau beberapa tempat lainnya untuk merencanakan aksinya. Bukan hanya melempari truk yang melintas, mereka ternyata juga menebar pecahan beling botol minuman ke jalan. Ketika ditanya motif aksinya tersebut, mereka hanya mengaku iseng. “Aksi para tersangka, selain mengganggu ketertiban umum, juga membahayakan truk yang melintas dan bisa berakibat fatal. Meskipun ada di antara mereka yang masih di bawah umur, tetapi tetap kami proses sesuai UU Perlindungan Anak. Ini bukan lagi masalah kenakalan remaja, sebab perbuatan mereka bisa berakibat fatal bagi orang lain. Bagi mereka yang masih berstatus pelajar, kami koordinasikan dengan Kadisdik Tabanan,” beber Kapolres Tabanan AKBP Dekananto Eko Purwono. Kasatreskrim AKP I Wayan Arta Ariawan menambahkan, Polres Tabanan menggeber para tersangka berikut sejumlah barang buktinya berupa dua sepeda motor (satu motor masih dalam pencarian), pecahan sejumlah botol, batu, dan pecahan kaca kendaraan yang jadi korban pelemparan. Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Sehari setelah digeber untuk diperlihatkan kepada wartawan, para orangtua geng motor ini mendatangi Polres Tabanan, Minggu (18/5) lalu. Mereka memenuhi panggilan polisi terkait ulah nakal anak mereka yang terlibat
kasus pelemparan truk. Dalam pertemuan yang dipimpin Kanit II Satreskrim Ipda Nengah Widia itu, para orangtua mendapat pemahaman mengenai perbuatan anak-anak mereka, yang mesti mendapat tindakan hukum dari polisi. Ipda Widia menjelaskan, polisi terpaksa menahan lima tersangka. Sedangkan tiga lainnya dipulangkan, namun tetap wajib lapor. Kelima tersangka yang ditahan lantaran terlibat langsung pelemparan truk yang melintas di Tabanan sejak 5 Mei. Tiga lainnya menebar pecahan beling botol di jalan. Kelima tersangka yang ditahan yakni I Putu ASBA (17) alias Saras, I Gusti Agung AKA (16) alias Kacuk, NS (16) alias Tias, I Komang RS (14) alias Stun, I Made RADP (14) alias Rai. Sedangkan tiga yang dipulangkan dan wajib lapor yakni I Made WPS (17) alias Tarzan, Nyoman Roi Lesmana (24) alias Lojon, dan I Putu Bayu Candra Ardana (22) alias Baber alias Bayu. “Lima pelaku yang ditahan itu karena memenuhi unsur dua alat bukti. Sementara itu, tiga yang dipulangkan itu belum terpenuhinya unsur dua alat bukti, namun akan kami dalami lebih lanjut. Jika suatu saat nanti ada bukti yang menerangkan keterlibatan mereka, maka tidak menutup kemungkinan mereka diperiksa,” tegas Ipda Widia. Para orangtua geng motor didampingi Perbekel Desa Dauh Peken I Komang Sanayasa dan mantan Perbekel Desa Dauh Peken yang kini caleg terpilih, I Gusti Komang Wastana, menyampaikan keprihatinan atas perbuatan anak-anak mereka. Kendati demikian mereka minta polisi
supaya memberikan kelonggaran kepada anak-anak itu, terutama mereka yang masih melanjutkan sekolah. Lima orangtua geng motor ini sempat mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan untuk anak-anak mereka yang mendekam di ruang tahanan Polres Tabanan. Namun surat yang diajukan itu mesti jadi bahan pertimbangan polisi untuk dikaji lebih lanjut. Kasatreskrim AKP I Wayan Arta Ariawan mengatakan, bahwa pihaknya masih mempelajari permohonan yang diajukan para orangtua dari masingmasing tersangka. “Kami tidak bisa sertamerta meluluskan permohonan tersebut, karena ada beberapa hal yang jadi kajian. Penangguhan itu memang hak tersangka, namun semua itu ada pertimbangan yang akan dikaji lebih lanjut,” ungkapnya. Terkait hal itu, kepolisian akan menghadirkan para sopir truk yang jadi korban pelemparan. Untuk itu memerlukan waktu dan proses sesuai ketentuan. Termasuk rencana untuk melakukan rekonstruksi. “Penindakan tegas yang kami lakukan ini sekaligus peringatan bagi siapa pun agar tidak menggampangkan setiap perbuatan pidana. Apalagi jika hal itu bisa berakibat fatal bagi orang lain,” tegas AKP Arta. l Gagah Prahadita
KRIMINAL
Tantangan Duel Berujung Pembunuhan Sadis
Perbuatan tersangka Marito Jelson Suares Farera (25) benar-benar pengecut nan sadis. Ketika ditantang berkelahi satu lawan satu, Marito malah menombak wajah lawannya, Erwin Ariyadi (25), di depan halte bus di Jalan Surapati, Denpasar Timur (Dentim), Kamis (15/5) malam lalu. Pemuda yang sebelumnya tinggal di Jalan Maruti, RT 6, Kampung Jawa, Denpasar ini, akhirnya tewas mengenaskan bersimbah darah. Kasus pembunuhan ini sejatinya berawal dari hal sepele. Tersangka Marito Jelson Suares Farera dituduh mendatangi tempat kos Erwin di Jalan Maruti. Kapolresta Denpasar Kombes Djoko Hariutomo didampingi Kapolsek Dentim, Kompol M. Ikhwan Lazuardi, Jumat (16/5) lalu, menyebutkan tersangka Marito juga sempat diteror Erwin melalui HP-nya untuk berkelahi. Merasa tak pernah datang ke tempat kos Erwin, tantangan tersebut sempat tak dihiraukan Marito. Walau demikian, Erwin rupanya ngotot menuduh Marito, sehingga mengajaknya duel. Jengkel dituduh dan diteror, tersangka Marito akhirnya menerima tantangan Erwin. Kedua pemuda yang sudah saling kenal ini sepakat bertemu di depan halte
bus di Jalan Surapati, Dentim. Dalam perjalanan, Marito yang mengendarai motor Kawasaki KLX nopol DK 6644 CE mengambil tombak di Jalan Kenanga. Setibanya di Jalan Surapati, dia sempat berkeliling di Lapangan Puputan Badung untuk mencari Erwin. Akhirnya Marito melihat Erwin di halte bus Jl. Surapati. Pria yang penuh tato di lengan ini segera menghampiri Erwin. Tanpa basa-basi lagi, dia menghujamkan tombak ke wajah Erwin dua kali. Pada serangan pertama, Erwin berhasil menghindar. Namun pada serangan kedua, tombak itu mengenai rahang kiri Erwin. Setelah tertancap di rahang kiri, Erwin memegang tombak tersebut. Tetapi Marito lalu melepas tombak itu, dan kabur menaiki motornya meninggalkan korban dalam kondisi terluka. Setelah itu, Marito bekeliling tanpa tujuan jelas. “Usai menusuk korban, tersangka tidak berani pulang. Akhirnya sekitar pukul 02.00 dini hari, dia menyerahkan diri,� kata Kapolsek Dentim, Kompol M. Ikhwan Lazuardi. Tersangka Marito akhirnya diamankan di Polsek Dentim untuk diperiksa. Dari hasil oleh TKP, polisi kemudian mengamankan barang bukti di antaranya satu tombak sepanjang 1,5 meter, HP Black-
berry hitam berisi bercak darah, sandal jepit, pisau bergagang, termasuk sarungnya, motor Honda Vario milik korban nopol DK 8308 AX, dan motor Kawasaki KLX milik tersangka. Kapolsek Dentim Kompol M. Ikhwan Lazuardi didampingi Kanit Reskrim Iptu Dicky Firmasyah menambahkan, tersangka Marito merupakan pelaku tunggal dalam pembunuhan Erwin. Walau demikian, pihaknya terus melakukan penyelidikan terutama mendalami keterangan tersangka dan saksi-saksi. Iptu Dicky menambahkan, usai duel dengan Erwin, tersangka Marito sempat dilihat saksi dibonceng orang lain dengan motor Honda Scoopy. Pihaknya sudah mengantongi identitas orang yang diduga membonceng Marito usai kejadian. Akibat ulahnya itu, tersangka Marito dijerat Pasal 351 ayat 3 dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. l Wiadnyana
Kapolresta Denpasar Kombes Djoko Hariutumo (paling kanan) didampingi Kapolsek Dentim Kompol M. Ikhwan Lazuardi saat menginterogasi tersangka Marito Jelson Suares Farera (25) lantaran membunuh Erwin. MBP/wiadnyana
34
2 - 8 Juni 2014
Narkoba Miliaran Rupiah Diselundupkan Dalam Lukisan Semakin hebat dan canggih saja cara sindikat narkoba menyelundupkan barang-barang haramnya ke Bali. Setelah dengan cara menelan, menempatkan di celana dalam, hingga menaruh di lipatan koper, kini ada cara lain lagi yang dilakukan sindikat narkoba yakni menyelundupkan lewat lukisan. Syukur petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai yang bertugas di Kantor Pos Besar (bagian Lalu Bea) Renon, Denpasar, berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu (SS) itu pada Rabu (14/5) lalu. Barang haram seberat 715 gram ini diselundupkan dari Afrika Selatan (Afsel) menuju Bali melalui paket kiriman pos. Pemilik SS dengan nilai miliran rupiah itu adalah tersangka I Nyoman Suputra yang tinggal di Jalan Kosambi, Pondok Rahayu No. 9, Banjar Kancil Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Menurut Kakanwil Bea dan Cukai Bali, NTB dan NTT Rahmat Subagio, Jumat (16/5) lalu, penyelundupan itu berhasil digagalkan lantaran kecurigaan petugas mengenai hasil pencitraan mesin X-Ray paket kiriman Pos Besar Renon yang bernomor kartu alamat CN 028 557 978 ZA. Petugas kemudian memeriksa paket kiriman berupa lukisan dari Afrika Selatan itu. “Hasilnya mereka menemukan bungkusan alumunium foil berisi kristal putih yang disembunyikan di lukisan. Setelah dilakukan pengujian dengan narcotics test, ternyata SS itu seberat 715 gram,” tegas Subagio. Selanjutnya petugas gabungan Bea Cukai dan Polda Bali melakukan penelusuran. Berbekal dokumen karal, diketahuilah kalau penerima paket adalah Gede Putu Juliantara yang beralamat di Jalan Tangkuban Perahu Gang Merta Sedewa No. 5, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung. “Setelah didatangi ke rumahnya (Putu Juliantara), paket kiriman itu ternyata milik saudaranya I Nyoman Suputra,” imbuh Subagio. Tersangka Suputra ternyata meminjam alamat keponakannya tersebut hanya untuk mengelabui petugas supaya belangnya tak ketahuan. Tapi petugas lebih jeli. Berdasarkan keterangan keponakannya, petugas akhirnya meringkus Suputra di rumahnya. Tersangka mengaku bahwa SS senilai miliaran rupiah yang dipesan dari Afrsel ini rencananya diedarkan di Bali. Mengenai sudah berapa kali Suputra berhasil menjalankan aksinya, Subagio mangaku masih mendalami keterangan tersangka. “Tetapi berdasarkan keterangan tersangka, hal itu baru sekali dilakukannya. Pengakuan tersangka terus dikembangkan,” tambahnya. Untuk diketahui, peredaran narkotika jenis SS di pasar gelap diperkirakan mencapai Rp 2 juta per gram. Dengan demikian nilai barang yang disita dari Suputra itu mencapai Rp 1,5 miliar. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 113 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati. Pascapenangkapan ter-
sangka Suputra, petugas Bea dan Cukai kembali menangkap tersangka Arsain Bin Anwar (84). Kakek ini diciduk pada Jumat (16/5) siang lalu sekitar pukul 13.30. Arsain yang asal Sampang, Madura ini, diamankan sesaat setelah mendarat dengan pesawat Malindo Air OD 306 rute Kuala LumpurDenpasar. Dari tangannya, petugas menemukan SS seberat 2,5 kilogram dengan nilai Rp 5 miliar. Namun sayang, petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai, BNN Bali, dan Dit. Narkoba Polda Bali, mengalami kesulitan mengungkap jaringan penyelundup itu. Seperti diungkapkan Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai Made Wijaya, pascamenangkap Arsain di Terminal Kedatangan International Bandara Ngurah Rai, ternyata ada anggota jaringannya yang berinisial R ikut dalam rombongan penumpang pesawat. Saat mendarat di Bandara Ngurah Rai, R yang juga berasal dari Sampang, Madura ini, melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sambil terus memantau Arsain. Saat kakek berusia 84 tahun ini ditangkap petugas, R langsung kabur dan menyebarkan informasi penangkapan kepada anggota jaringannya. “Mereka merupakan jaringan yang telah terorganisir,” ungkap Wijaya. Meski demikian, sambungnya, petugas Bea Cukai bersama Polda Bali dan BNN Bali terus memeriksa Arsain yang mengaku baru sekali dititipi SS oleh teman sekampungnya ini. l Wiadnyana
MBP/wiadnyana
Tersangka I Nyoman Suputra (baju oranye, duduk) saat diamankan petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai yang bertugas di Kantor Pos Besar Renon, gara-gara menyelundupkan sabu-sabu senilai miliaran rupiah dari Afsel. 2 - 8 Juni 2014
35
LINGKUNGAN
Bekas Galian C
Gunaksa
Bikin Hati Teriris
S
iapa yang tak teriris hatinya saat melintasi jembatan panjang di bekas galian C, Desa Gunaksa, Klungkung. Kerusakan lingkungan di areal bekas galian C itu begitu parah. Sebagian besar lahan di lokasi, kini berubah menjadi kubangan besar seperti danau pascagalian dan aliran air Tukad Unda yang semakin liar. Begitu banyak kubangan di eks galian C menyerupai danau. Belum lagi nasib warga yang semakin tak jelas setelah galian C itu ditutup Desember 2002 dan alih fungsi lahan semakin tak jelas. ‘’Setelah galian C itu ditutup, apa yang mereka perbuat untuk menyambung hidup?’’ tanya Gubernur Bali Mangku Pastika saat simakrama beberapa bulan lalu di Klungkung. Pertanyaan itu dijawab Bendesa Adat Gunaksa Ir. Nengah Ariyanta bahwa warganya yang selama ini hidup dari galian C sudah beralih profesi sebagai pedagang musiman atau petani penggarap. Hanya penghasilannya kembangkempis. Areal bekas galian C seluas 290 hektar itu memang perlu dicarikan solusi agar lebih bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Gunaksa dan Klungkung umumnya. Muncul usulan bekas galian C dijadikan danau buatan. Secara teknis ide tersebut memungkinkan karena pemerintah hanya perlu membangun tanggul di bagian selatan areal bekas galian C tersebut. Selanjutnya, air Tukad Unda yang debitnya sekitar 200 liter/detik dapat ditampung. Air yang tertampung, sangat bermanfaat untuk persediaan air irigasi maupun air bersih. Manfaat lainnya, danau buatan bisa untuk memelihara ikan air tawar. Lingkungan sekitar danau ditata, diban-
36
2 - 8 Juni 2014
gun restoran dengan menu utama ikan. Tentu ini menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat. Tugas Berat Namun upaya merealisasikan ide tersebut memang tidak mudah. Pemkab Klungkung dihadapkan tugas berat karena status lahan eks galian C belum jelas. Karena itu tim Inventarisasi Kepenguasaan dan Kepemilikan ditugaskan memperjelas status lahan di areal 300,955 hektar, dengan bagian yang tergali 290,48 hektar. Mampukah tim tersebut menunaikan tugasnya? Sekda Klungkung Ketut Janapria, menguraikan pembentukan tim ini sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2013, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2013-2033. Di dalam Perda itu dinyatakan lahan eks galian C, diperuntukan sebagai lahan pelabuhan dan pengembangan fasilitas kepariwisataan karena di Klungkung saat ini hanya Nusa Penida sebagai kawasan pariwisata. Dalam upaya mengembangkan sesuai dengan peruntukannya, masalah status tanah mutlak harus diselesaikan. Sehingga, investasi bisa masuk dan memberikan multiplier effect terhadap masyarakat dan ekonomi daerah. Sebagai syarat untuk pertimbangan lahan dalam berinvestasi, perlu campur tangan pemerintah daerah untuk menginvetarisasi kepemilikan atau penguasaan lahan di sekitarnya. Tim inventarisasi yang dibentuk dibagi menjadi dua. Yakni tim pengarah yang melibatkan unsur muspida dan tim pelaksana yang terdiri dari Pemkab Klungkung dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klungkung. Tim pelaksana ini, terbagi
dalam tiga pokok kerja (pokja), seperti pokja sosialisasi, pokja inventarisasi data yuridis dan data fisik serta pokja penyelesaian masalah. Selain itu juga melibatkan desa pakraman dan klian subak yang wilayahnya menjadi bagian dari lahan eks galian C itu. Sekda berharap tim dapat merampungkan pekerjaaannya tahun ini. ‘’Inilah masalah terbesar dalam mengawali upaya alih fungsi ratusan hektar lahan di eks galian C. Sebab, tidak mudah memperjelas statusnya, dimana di antaranya banyak yang menjadi lahan kepemilikan,’’ ujarnya. Bahkan, upaya memperjelas status ini juga bisa mengundang konflik dengan warga, jika tim ini tidak bekerja dengan profesional dan adil.
Ratusan hektar lahan masih telantar di eks galian C, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.
Selain itu, sebagian besar warga yang memiliki lahan di sana, cukup antipati terhadap upaya pemerintah sebelumnya yang tidak serius melakukan alih fungsi. Jika kerja tim ini serius, maka tugas memperjelas status lahan harus dibarengi dengan penyelesaian normalisasi Tukad Unda. Sebab, sejak puluhan tahun silam, hanya menjadi wacana, tak kunjung terealisasi. Sekda mengakui, memperjelas status lahan guna memberikan kepastian dalam berinvestasi tidak mudah. Asalkan tim ini mampu bekerja dengan baik, pihaknya optimis dapat mengakhiri polemik alih fungsi ini. Sebab, Pemkab wajib memberikan pintu masuk investasi yang aman kepada para investor. Apalagi, kini para investor makin serius ingin
berinvestasi di tempat ini. Sayangnya, pihaknya masih enggan membeberkan para investor yang sudah menawarkan diri. Namun, Janapria menegaskan investasi yang akan disepakati pemerintah daerah, tidak boleh jauh melenceng sesuai peruntukannya sebagai kawasan pelabuhan dan pengembangan fasilitas kepariwisataan. Sekda mengisyaratkan izin prinsip baru dikeluarkan asal tim sudah merampungkan tugasnya. Bupati sendiri, dikatakan sangat berhati-hati soal ini, agar tidak menimbulkan persoalan baru. Kegiatan penambangan galian C di Klungkung dihentikan sejak 24 Desember 2002 melalui Instruksi Bupati Klungkung No. 3 Tahun 2002, atas dasar makin besarnya degradasi lingkungan.
Sementara sejumlah anggota dewan meminta kawasan eks galian C serius digarap eksekutif. Sebab, wilayah itu diyakini akan menjadi embrio perkembangan ekonomi makro dan mikro Kabupaten Klungkung. Anggota DPRD Klungkung A.A Gede Bagus minta eksekutif harus fokus. Tidak hanya soal alih fungsi, juga pembangunan Dermaga Gunaksa. Anggota lainnya, Wayan Baru pekan lalu juga menilai alih fungsi ini sangat mutlak dan mendesak, sebagai pertanggungjawaban daerah terhadap kerusakan lingkungan sekaligus membangun pondasi ekonomi Klungkung. l Bagiarta 2 - 8 Juni 2014
37
PARIWISATA
Hotel Perhitungkan Kenaikan TDL T
arif dasar listrik (TDL) resmi naik terhitung 1 Mei 2014. Bagi emiten yang masuk ke kategori konsumen 1 - 3, kenaikan tarif listrik diberlakukan 8,6 persen per dua bulan sekali. Sehingga, sampai akhir tahun, kenaikannya bisa mencapai 38,9 persen. Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Ngurah Wijaya mengatakan, pengusaha yang bergerak pada sektor pariwisata di Pulau Dewata telah memperhitungkan kenaikan TDL. “Kami sudah memperhitungkan inflasi, termasuk harga listrik sudah diperhitungkan. Khususnya pengusaha perhotelan, mereka sudah memperhitungkan kenaikan harga kamar berdasarkan prediksi inflasi itu,” ujarnya. Menurutnya, kenaikan TDL tidak terlalu berdampak bagi sektor pariwisata, karena Perusahaan Listrik Negara su-
38
2 - 8 Juni 2014
dah beberapa kali melakukan kenaikan secara bertahap sehingga menjadi tidak begitu terasa. Pengusaha hotel menaikkan harga kamar pun bukan dalam bentuk bulan per bulan ataupun hari per hari, tetapi rata-rata dalam setahun. Bisa saja dalam kondisi musim ramai kunjungan (high season) kenaikannya lebih besar dan dalam kondisi sepi wisatawan (low season) kenaikannya lebih kecil. “Yang jelas selama bisa menutupi semua biaya dan sudah memenuhi laba atas investasi yang ditanam. Masing-masing perusahaan tentu mempunyai perhitungan yang berbeda-beda,” ujarnya. Di sisi lain, rata-rata okupansi hotel saat ini masih sekitar 50 persen yang artinya masih pembeli (wisatawan) yang menentukan harga. Kalau okupansi di atas 70 persen baru pengusaha yang lebih berperan dapat menentukan harga. “Jika
masih berada dalam kondisi buyers market atau pembeli yang menentukan harga, tarif harga kamar hotel bisa menjadi sangat rendah,” sebutnya. Karena itu, kata dia, tidak sedikit pengusaha yang mulai melirik wisata minat khusus. Dengan segmen khusus ini cenderung tidak mengenal adanya kondisi resesi, sehingga otomatis relatif lebih stabil. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Bali Perry Markus mengatakan, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) akan berpengaruh terhadap sewa hotel. “Saat ini hotel sudah mulai melakukan penghitungan akibat kenaikan TDL. Hotel berencana menaikkan tarif hotel untuk menambal pengeluaran, karena kenaikan TDL ini akan menambah beban biaya operasional hotel,” ucapnya.
Menurut Perry, kenaikan TDL ini akan memberikan dampak langsung dan tidak langsung bagi industri perhotelan. Dampak langsung kenaikan TDL adalah membengkaknya pengeluaran untuk energi. Sementara dampak tidak langsungnya adalah kenaikan harga-harga konsumsi hotel, seperti bahan makanan dan minuman. “Kita harus berhitung dan mencari formulasi. Apakah mau menaikkan sewa kamar hotel atau efisiensi,” terangnya. Menurutnya, jika menaikkan tarif, berapa besaran yang pas sehingga hotel tetap kompetitif. Sebab, tidak mungkin menaikkan tarif secara ekstrem jika hanya mengorbankan daya saing. Tarif dasar listrik (TDL) empat pelanggan tersebut naik hingga ke harga keekonomiannya. Kenaikan tarif tersebut akan diberlakukan bagi golongan rumah tangga besar (R-3) dengan daya 6.600 Volt Ampere (VA) ke atas, pelanggan bisnis menengah (B-2) dengan daya 6.600 200.000 VA, pelanggan bisnis besar (B-3) dengan daya di atas 200.000 VA, dan pelanggan kantor pemerintah sedang (P-1) dengan daya 6.600 - 200.000 VA. l Parwata
Lemahkan Daya Saing SELAIN industri perhotelan, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) akan semakin membebani industri dan melemahkan daya saing nasional. Terlebih, Industri kecil dan padat karya merasakan beban berat menyusul kenaikan tarif dasar listrik. Alhasil, kalangan pengusaha di Bali memprotes keras rencana penaikan tarif dasar listrik (TDL) yang dipastikan bakal memicu ekonomi biaya tinggi dan besarnya beban biaya produksi. Pengusaha juga menilai masih buruknya pelayanan PLN akibat pemadaman listrik yang masih sering terjadi yang sangat menghambat pencapaian target produksi dan meningkatnya biaya energi. Seperti diakui Ketua Badan Pengurus Provinsi Asosiasi Pertekstilan Indonesia (BPP API) Bali Ir. Dolly Suthajaya, N MCom. Pihaknya, khawatir kenaikan TDL akan berpengaruh besar terhadap usaha tekstil. Bahkan, banyak industri yang akan bangkrut akibat kebijakan tersebut. “Jika pemerintah kembali menaikkan TDL industri, maka dipastikan industri akan terhantam persoalan lagi. Masalah kenaikan TDL tentunya juga memberatkan industri TPT di Bali, karena biaya energi listrik adalah salah satu komponen utama biaya produksi TPT,” ujarnya. Menurutnya, kenaikan TDL untuk industri golongan III yang akan naik 38,9 persen dan golongan IV kenaikannya 64,7 persen akan mengurangi daya saing produk TPT Bali, baik di pasar lokal, nasional dan pasar internasional. “Industri TPT Bali yang dalam kondisi berat saat ini, akan makin terpukul akibat kenaikan TDL. Sebelum rencana kenaikan TDL terealisasi, kami menghendaki tarif
Kalangan industri pariwisata terutama bisnis perhotelan sudah terbiasa menghadapi kenaikan TDL yang setiap bulannya terjadi peningkatan. Mereka justru fokus pada antisipasi dampak ikutan yang ditimbulkan dari kebijakan MBP/dok
tersebut.
dasar yang adil antara industri dan rumah tangga, terkait subsidi listrik PLN,” ucapnya. Dia mengakui, daya saing Indonesia kini terus menurun. Jangan sampai tren ini terjadi terus-menerus, sehingga ekonomi Indonesia semakin terpuruk. Dampak terburuk yang diprediksi akan terjadi dengan kenaikan TDL ini. “TDL Industri sebenarnya sudah cukup tinggi, jika kami bandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Jangan lupa diujung tarif TDL ini adalah daya saing, karena produk kami harus bersaing dengan negara lain,” sebutnya. “Kalau bisa TDL Industri jangan naik. Karena TDL-nya sudah tinggi, dan pertumbuhan industri yang mempergunakan TDL ini juga sangat rendah, terutama di Bali,” harapnya. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah III Bali-Nusa Tenggara Benny Siswanto mengatakan, terkait dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 09 Tahun 2014 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh PT PLN (Persero) terjadi kenaikan untuk rumah tangga besar dengan daya 6.600 VA ke atas, kantor pemerintah, bisnis skala menengah dan bisnis skala besar. Kenaikan tarif listrik untuk golongan industri dan bisnis diperkirakan akan berimbas pada kenaikan barang dan jasa lainnya. Karena itu, pelaku usaha diimbau untuk melakukan penyesuaian melalui penghematan pemakaian listrik. Dia menilai, banyaknya hari libur di penghujung Mei termasuk libur sekolah akan meningkatkan aktivitas pariwisata khususnya di Pulau Dewata. Peningkatan aktivitas pariwisata yang hampir bersamaan dengan kenaikan TDL pada awal Mei lalu itu diperkirakan akan memicu peningkatan aktivitas konsumsi dan berimbas ke sektor lainnya. Pada tahap selanjutnya, imbuhnya, diperkirakan akan mengakselerasi harga barang dan jasa, terutama pada kelompok bahan makanan dan transportasi. l Parwata 2 - 8 Juni 2014
39
MBP/ist
LOYALTY PROGRAM - Memanfaatkan momentum liburan usai ujian anak-anak SMA, Astra Motor Main Dealer Bali mengundang anak muda pengguna sepeda Motor Honda Beat untuk mengikuti acara Loyalty Program Honda. Acara yang digelar tepat pada malam minggu, 17 Mei 2014, mendapat sambutan yang sangat antusias dari peserta, terbukti dari banyaknya peserta yang hadir tepat waktu sehingga acara berjalan lancar.
MBP/Parwata
SERTIFIKAT ICP - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) menerima Sertifikat Interoperability Compliance Program (ICP) dari Wireless Broadband Alliance (WBA). Telkom menjadi WiFi Service Provider pertama di Indonesia, dan ke-2 di Regional Asia Tenggara, yang berhak untuk mendapatkan sertifikat ICP.
40
2 - 8 Juni 2014
MBP/Martawan
KUNJUNGAN - SPS melakukan kunjungan ke kantor Bali Post, Jl. Kepundung No. 67A, Denpasar belum lama ini. Rombongan diterima Pemimpin Redaksi Bali Post Nyoman Wirata. Dalam kesempatan itu rombongan mendapatkan penjelasan dan mengunjungi ruang redaksi Bali Post.
Pemkab Bantul melakukan studi banding ke Redaksi Bali Post di Jalan Kepundung 67A Denpasar, beberapa waktu. Agendanya, menggelar diskusi peran media dalam pengembangan pariwisata. “Kami memiliki sektor pariwisata yang bisa diandalkan. Media sangat berperan dalam promosi wisata. Ini yang ingin kami pelajari di Bali Post,� kata Asisten Ekonomi Pembangunan Pemkab Bantul Dr. Drs. Suyoto, M.Si., M.MA. Ikut dalam rombongan, Kabag Humas Pemkab Bantul Heni Purwanto dan Kadisbudpar Bantul Bambang Legowo serta puluhan jurnalis di Bantul.
MBP/Suryawan
RAPAT TEKNIS - Sejumlah peserta Kejuaraan Bulu Tangkis Bali Post - PB Anugrah menghadiri rapat teknis persiapan kejuaraan yang diselenggarakan serangkaian HUT Bali Post ke-66 di Warung Bali Coffee 63, Jalan Veteran, Denpasar.
Raih sukses dengan men g i n f o r m a s i k a n k e g i a t a n / u s a h a , t a n g g u n g j a w a b sosial perusahaan (CSR), p e l u n c u r a n p r o d u k , d a n p r o m o s i l a i n n y a m e l a l u i r ubr ik E vent dengan me ng h u b u n g i b a g i a n I k l a n Ba l i P o s t - ( 0 3 6 1 ) 2 2 5 7 6 4 . Peny a mpa ian ma teri d i l a k u k a n d u a m i n g g u s e b e l u m p e n e r b i ta n .
2 - 8 Juni 2014
41
WISATA
Sekar Bumi, Objek Wisata Edukasi
A
nda belum pernah ke tempat ini? Sayang sekali, Anda rugi. Sekar Bumi tak hanya menjadi Daya Tarik Wisata (DTW) alam yang sejuk, tetapi juga sebagai tempat edukasi. Bagaimana
42
2 - 8 Juni 2014
tidak, daerahnya merupakan hutan yang kaya dengan tanaman langka dan obat di samping memiliki berbagai jenis tanaman bunga potong jenis heliconia. Suasana dan atraksi wisata yang ada, tidak kalah jauh dengan Bedu-
gul. Fasilitas jalan sudah bisa dilalui kendaraan pariwisata berukuran besar. Maka tak heran, Sekar Bumi kini sebagai pusat perkebunan yang memasok berbagai bunga di berbagai hotel dan restoran di Pulau Dewata.
Pengelola dan pemilik Sekar Bumi I Ketut Subagai mengatakan, lebih dari 200 jenis bunga ada di sini. Di antaranya pisang obor, pisang kapur, karabia, seksiping, dan yellow dancer dengan berbagai macam warna. Dari luas areal sekitar 18 hektar itu, sekitar 12 hektar untuk pengembangan bunga potong tropikal. Sisanya merupakan pengembangan out bond dan agrowisata sebagai tempat berwisata. Permainan yang ada, seperti flaying fox, fine ball, tracking, cycling, dan out door sebuah tempat bermain dengan jumlah peserta banyak. “Sekar Bumi tak hanya baik untuk bersantai, tempat wisata asri ini juga sebagai tempat edukasi bagi anak-anak,� kata Subagia. Lewat program tour kebun mereka bisa mendapatkan pelajaran tentang lingkungan seperti merangkai bunga potong, belajar bertani, menanam pohon, memupuk, memetik hasil kebun, mengenal pohon langka hingga membuat pupuk kompos. Bagi yang suka hidup dengan alam, juga bisa
melakukan kemah. Sekar Bumi juga menjadi pusat budaya Bali karena sistem pengairan di Bali yaitu subak masih lestari. Subak ini memiliki mata air sendiri yang bersih dan siap diminum. Air ini mengalir lewat terowongan, sebuah cara masyarakat zaman dulu dalam mengaliri sawahnya. Namun, air ini masuk ke kolam yang berisi ikan. Kencing dan kotoran ikan itu kemudian menjadi pupuk organi mengalir ke sawah. Aktivitas petani di Bali seperti matekap (membajak sawah dengan binatang sapi), bercocok tanam padi, mencari belut dan ikan masih bisa dilakukan di sini. Sawah di sini begitu subur, di tepinya terdapat rumah tua dan areal parkir yang luas. Subagai yang juga merupakan Ketua Gapoktan Desa Kerta menegaskan, pada awalnya ia melakukan pengembangan bunga sendiri. Namun, berkembang menjadi delapan kelompok tani. Semuanya masih merupakan binaannya serta dinas-dinas yang ada di Provinsi Bali. Semua kelompok menggeluti per-
tanian bunga potong hias tropikal. Karena itu, Sekar Bumi meraih berbagai penghargaan. Di antaranya meraih penghargaan Pelaku Usaha Agribisnis Hortikultura dari Direktorat Jendral Hortikultura RI yang diserahkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai terbaik III Nasional Kontes Pohon Sengon, meraih penghargaan dari LeSOS (Lembaga Sertipikasi Organik Seloliman). Menerima Lencana Wana Lestari pada lomba penghijaun dan konservasi alam oleh Departemen Kehutanan dan Cipta award dari Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif. l Budarsana
www.bali-travelnews.com
TRADISI
Janger Kolok Bengkala
MBP/mud
li Bisu ban Warga Tu Ketua Paguyu ela I Ketut Kanta. Desa Bengk
D
esa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, terkenal dengan Janger Kolok. Disebut Janger Kolok karena para pemain kesenian ini adalah penyandang disabilitas sosial. Memang, di desa ini cukup banyak warganya yang menderita tuna rungu (tuli) dan dan tuna wicara (bisu). Walau mengalami kekurangan fisik, penyandang disabilitas sosial di desa ini ternyata mampu menunjukkan bakat dan prestasi yang mereka miliki, salah satunya adalah menarikan kesenian janger. Penari dan penabuhnya yang semuanya menderita tuli dan bisu, tidak pernah merasa malu memberikan nama sekaa (kelompok - red) Janger Kolok Desa Bengkala. Kesenian unik ini pun kini mampu bersaing dengan kesenian janger yang dilakoni warga normal dan juga kesenian lain seperti drama dan kesenian lain. Janger Kolok Desa Bengkala memiliki sejarah yang cukup panjang. Sebelumnya kesenian ini dikenal dengan sebutan Kecak Kolok Desa Bengkala. Seiring perkembangannya sebutan itu diubah dan hingga kini banyak masyarakat luas mengenal dengan sebutan Sekaa Janger Kolok. Sekaa janger ini tercipta secara tidak sengaja. Kala itu sekitar tahun 1967 silam salah seorang warga Desa Bengkala I Wayan Nedeng (alm) yang membuka warung kecil-kecilan menjual bubur. Dia sering meminta bantuan warga penyandang tuli bisu untuk mencarikan air untuk kebutuhan warungnya. Semakin lama penyandang tuli bisu ini semakin banyak yang menjual air bersih ke warung Nedeng. Waktu itu ada enam orang yang semuanya mengalami tuli bisu setiap hari menjual air bersih kepada pemiliki warung
44
2 - 8 Juni 2014
Kesenian Khas Penyandang Disabilitas itu. Melihat kemauan dan kekompakan penyandang tuli bisu itu, dia mencoba untuk mengajak mereka belajar menarikan janger. Dengan kemauan latihan yang rutin, ternyata penyandang tuli bisu itu mampu menunjukkan bakat menari janger. Mereka pun tampak kompak menari dengan bakat terpendam yang dimiliki. Setelah hafal dengan gerak, kelompok yang dibina Nedeng kemudian pertama kali pentas pada acara tiga bulanan cucu Pak Suela, seorang warga Desa Jagaraga, Kecamatan Kubutambahan sekitar tahun 1971. Tidak disangka, penampilan Janger Kolok hasil binaan Nedeng mampu memukau penonton. Sejak itu perkembangan Sekaa Janger Kolok ini berkembang dan banyak yang mementaskan untuk upacara yadnya dan juga untuk membayar kaul (naur sesangi). Bahkan, wisatawa mancanegara pun mulai banyak yang tertarik untuk menyaksikan pementasan Sekaa Janger Kolok Desa Bengkela. Ketut Kanta (57) salah seorang tokoh yang kini ditunjuk menjadi Ketua Paguyuban Warga Tuli Bisu Desa Bengkala menuturkan, sejak penggagas pertama Wayan Nedeng (alm), perkembangan Sekaa Janger Kolok ini sempat dibina oleh salah seorang seniman bondres Nyoman Durpa. Dia ditugaskan oleh pemerintah daerah kala itu untuk membina Sekaa Janger Kolok. Dari pembinaan yang telah dilakukan Durpa berhasil menambah kreasi baru untuk menambah penampilan Sekaa Janger Kolok. Salah satu penambahan kreasi itu adalah adanya pemain yang bertugas memberikan penjelasan kepada penonton tentang isyarat yang ditampilkan oleh penari Janger Kolok. Setelah cukup lama di bawah binaan Durpa, Sekaa Janger Kolok ini kemudian tampil mewakili
Buleleng dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Sejak itu, sekaa ini semakin dikenal oleh masyarakat luas dan bahkan kini mulai bersaing dengan penampilan kesenian serupa yang dilakoni oleh sekaa dengan fisik normal. “Kalau perjalanannya panjang sekali dan memang Janger Kolok ini ada berkat gagasan Wayan Nedeng (alm). Kemauan Nedeng membina Sekaa Janger Kolok ini untuk menanamkan semangat kepada penyandang tuli bisu di desa ini untuk berkreasi sesuai dengan bakat yang dimiliki dan sejak itu para kolok ini bisa menghimpun diri dalam sebuah sekaa kesenian dan kini bisa bersaing dan tetap eksis,� katanya. Menurut Kanta, sejak digagas oleh Wayan Nedeng, Janger Kolok ini secara umum tidak berbeda jauh dari janger pada umumnya. Hanya saja, karena semua penarinya mengalami keterbelakangan fisik (tuli dan bisu), sehingga pada saat tampil mereka menggunakan bahasa isyarat yang mereka ciptakan sendiri. Dalam setiap pementasannya, satu pemain yang bertugas sebagai penabuh kendang memberikan isyarat kepada seluruh penari. Setiap ketukan suara kendang ini sudah diciptakan dan berisi isyarat yang diikuti oleh penari. Dengan isyarat khusus seperti ini, ternyata mampu membuat penari ini kompak menampilkan kesenian janger. Kekompakan ini sekaligus menunjukkan kepada penonton dan masyarakat luas bahwa meski mengalami keterbatasan fisik, tetapi mereka bisa berkesenian dan tidak kalah dengan orang normal. “Uniknya karena satu pemain kendang yang memberi isyarat kepada penari, sehingga mereka mampu berkesenian dan tidak kalah dengan penari dengan fisik yang normal,� imbuhnya.
MBP/mud
Kesenian janger dibawakan oleh Sekaa Jangger Kolok Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.
Namun Kanta mulai resah jika kesenian unik di desanya ini tidak ada yang meneruskan. Apalagi, dari 16 penari yang ada saat ini kebanyakan berusia tua dan hanya ada satu pemain yang berusia 19 tahun bernama I Gede Arta. Mencegah kesenian Janger Kolok punah karena tidak ada yang meneruskan, Kanta mencoba untuk menanamkan kesenian janger kepada anak-anak usia sekolah
dasar di Desa Bengkala. Di sekolah dasar ini ada beberapa anak yang juga mengalami tuli dan bisu, sehingga Kanta mulai membimbing anak-anak tuli bisu ini untuk berkesenian tidak hanya janger, tetapi juga seni drama termasuk keahlian bela diri (silat). Sebab, itu merupakan potensi yang amat besar dan harus dikembangkan. “Memang kalau tidak ada yang meneruskan mustahil
rasanya Janger Kolok ini tetap eksis. Kami coba rangkul anak-anak SD yang juga menderita tuli bisu untuk menanamkan kepercayaan diri mereka dan tetap semangat untuk belajar dan berkesenian yang notabena menjadi potensi besar di desa kami ini untuk dikembangkan,� imbuhnya. l Mudiarta 2 - 8 Juni 2014
45
ER TPRRAODPI S I TI
Harga Rumah Diprediksi Naik 25 Persen
B
ank Indonesia (BI) tahun 2014 ini diprediksi kembali akan menaikkan suku bunga acuan (BI rate). BI pertama kalinya menaikkan BI Rate tahun 2013 dari 5,75 % menjadi 6 %. Hingga kini, BI sudah menaikkan BI rate hingga 5 kali melalui rapat dewan gubernur (RDG) BI, yakni naik 175 basis poin (bps) menjadi 7,5 persen. Kondisi ini diprediksi memengaruhi berbagai sektor ekonomi termasuk properti. Diprediksi, harga jual properti (rumah) hingga akhir 2014 akan merangkak naik 10 - 25 persen. Akibat harga rumah kian melambung, masyarakat kecil dipastikan semakin tersingkir untuk bisa memiliki rumah. Menurut pengamat properti John Sadewa, akibat naiknya BI rate menyebabkan bahan baku properti dan biaya pembangunan naik, termasuk upah tenaga kerja. ‘’Misalnya, rumah tipe 45/100, awalnya dibandrol Rp 450 juta, tetapi kini naik menjadi Rp 500 juta hingga Rp 525 juta. Harga bahan bangunan akan naik
sekitar 3 - 5 persen,’’ ujarnya. Namun menurut pria asal Petang, Badung ini, kondisi ini tidak bakalan membuat pengembang di Bali waswas. Pasalnya, pengembang punya konsumen di setiap segmen, baik segmen kelas bawah, menengah, dan juga kelas atas yang selalu bertumbuh. Apalagi dengan akan diberlakukannya MEA 2015, banyak pekerja asing kelas supervisor dan manajer akan masuk ke Indonesia utamanya Bali. Mereka akan membutuhkan tempat tinggal atau rumah. ‘’Biaya produksi unit naik, suku bunga juga naik karena pileg lancar dan aman. Oleh karena itu, developer optimis bisa menjual produk dengan harga lebih tinggi untuk menghindari kerugian usaha akibat tekanan LTV (loan to value) yang diterapkan BI untuk menekan pertumbuhan kredit properti (perumahan),’’ tandasnya. Kebijakan LTV yang diterapkan BI ini, diprediksi berdampak pada menurunnya minat beli perumahan. Namun menurut
pengurus REI Bali, Gede Semadi Putra, harga properti tidak bisa digeneralisir. Apabila ada prediksi harganya naik hingga Rp 25 persen, mungkin di beberapa wilayah saja. Harga properti pasti naik seiring dengan terbentuknya infrastruktur di lingkungan properti tersebut. ‘’Pola developer, biasanya harga properti dibagi beberapa tahap seiring terbentuknya lingkungan. Harga puncaknya saat lingkungan sudah terbentuk. Jadi kalau ada developer ingin menaikan harga khususnya untuk proyek di Bali, saya kira wajar sekali. Lingkungannya sudah terbentuk. Kalau mau jadi pembeli properti yang baik, belilah saat harga awal,’’ ujar Semadi sembari memprediksi, kenaikan harga properti khususnya di Bali sulit ditahan. Selain karena permintaan yang pasti terus meningkat, juga didongkrak harga tanah yang terus melambung akibat sulitnya pengembang mendapatkan lahan untuk perumahan. l Ngurah Kertanegara/Sugiarta
MBP/ist
46
2 - 8 Juni 2014
MBP/ist
Minat Beli Rumah Turun, Pengembang Bingung
K
ementerian Perumahan Rakyat mengeluarkan kebijakan harga jual rumah sederhana untuk masyarakat berpenghasilan rendah sebesar Rp 118 juta. Namun, Kementerian Keuangan belum mengeluarkan surat keputusan tentang kebijakan seputar program fasilitas likuiditas pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dampaknya, pengembang pun dibuat bingung karena kebijakan itu dapat menghambat pembangunan perumahan khususnya untuk kelas menengah ke bawah. Dampak dari kebijakan itu, pajak sebesar 10 persen akan dibebankan kepada para calon pembeli sehingga mereka mengurungkan niatnya membeli rumah. Karenanya, para pengembang berharap pemerintah segera melakukan evalu-
asi terhadap kebijakan tersebut sehingga keinginan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah bisa terpenuhi. Di pihak lain, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) pada 2014 mengalokasikan bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) seperti jalan lingkungan dan penerangan jalan untuk 38.000 unit rumah tapak dan rumah susun sederhana sewa di seluruh Indonesia. “Tahun 2014 ini Kemenpera memiliki kegiatan bantuan PSU untuk 38.000 unit rumah yang terdiri atas 27.000 unit rumah tapak dan 11.000 unit Rusunawa,� kata Deputi Bidang Pengembangan Kawasan Kemenpera Agus Sumargiarto dalam rilis Humas Kemenpera, Sabtu pekan lalu. Bantuan PSU tersebut diharapkan bisa mewujudkan lingkungan perumahan yang
nyaman dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat. Kemenpera telah menyusun jadwal pelaksanaan bantuan PSU dengan kegiatan verifikasi lokasi dan lelang konsultan manajemen konstruksi telah dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2014. Sedangkan bulan Maret hingga Mei, akan dilaksanakan proses lelang fisik serta penunjukan langsung developer pelaksana. “Pelaksanaan pembangunan fisik PSU diharapkan dapat terlaksana pada bulan Mei sampai September mendatang,� ujar Agus Sumargiarto. Untuk melaksanakan kegiatan itu, Kemenpera total mengalokasikan anggaran bagi satker pengelolaan kawasan tahun 2014 senilai Rp 371,1 miliar. l Sugiarta/dari berbagai sumber 2 - 8 Juni 2014
47
HIBURAN
Kangen Digoda Olga O
lga Syahputra sudah beberapa minggu tak menyapa penggemarnya. Komedian ini terbaring sakit. Ia dirawat di salah RS di Singapura. Lantaran tak bisa tampil, rekan kerjanya pun mengaku kangen. Salah satunya Ayu Dewi. Banyolan dan usilnya Olga dirindukan Ayu. Itu sebabnya, ibu satu anak ini tak henti-henti mendoakan kesembuhan sahabatnya. “Kangenlah, kangen godaan dan celoteh dia,’’ ungkap Ayu. Ayu sempat pergi ke Singapura menuju rumah sakit di mana Olga dirawat. Tujuan awal kepergiannya itu guna menjenguk mertua yang juga dirawat di rumah sakit yang sama. Rasa khawatir Ayu atas kondisi Olga sedikit terobati lewat penjelasan yang dipaparkan Billy Syahputra, adik Olga. Menurut Billy keadaan sang kakak sudah mulai membaik. “Saya ke Singapura nengok orangtua. Saya ngobrol sama Billy dan manajernya, katanya membaik. Saya akan tunggu mereka cerita, enggak mulukmuluk. Kan keluarga sakit itu sedih ya, beban,” paparnya. Sampai saat ini, O l g a
masih harus mendapat perawatan intensif di RS Singapura. Olga sempat divonis dokter mengidap penyakit radang selaput otak atau meningitis. Tidak hanya Ayu, Jessica Iskandar juga mengalami hal serupa. Bahkan, presenter centil yang sempat dikabarkan dekat dengan Olga itu mengaku ingin pulang untuk menjenguknya. Saat ini, Jessica Iskandar tengah berada di Amerika Serikat. Karena itulah, perempuan yang akrab disapa Jess itu hanya bisa mengikuti perkembangan terbaru dari Olga melalui berita. Tidak hanya sedih lantaran tidak bisa bertemu dengan Olga, Jessica juga mengaku kalau dia kangen pada presenter Dahsyat tersebut. Tapi sayang, jarak yang jauh membuatnya tidak bisa menemui Olga. l Ade Irawan
2 - 8 Juni 2014 49
PROFIL
I Nyoman Buana
Tingkatkan Kunjungan
D
aya Tarik Wisata (DTW) Monkey Forest Banjar Tegal Ubud, Gianyar, kini memiliki general manager yang baru. Namanya I Nyoman Buana, seorang insinyur yang merupakan alumnus Fakultas Pertanian Universitas Udayana Bali. Bermodal dari pengalaman sebagai pekerja di bidang pertanian pada perusahan asing selama puluhan tahun akan bertekad menyulap Monkey Forest menjadi destinasi unggulan. Nyoman Buana mengatakan, sebagai langkah awal dirinya akan menyiapkan tiga program utama yaitu melengkapi organisasi dengan membuat menambah petugas bagian pemasaran dan konservasi. Karena arah ke depannya adalah mengembangkan kawasan hutan sehingga mampu meningkatkan kunjungan. Sekarang ini, jelasnya, jumlah kunjungan sudah baik, namun pihaknya berharap mampu meningkatkan jumlah tersebut sesuai dengan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali. Baik yang sudah biasa ke Bali ataupun yang belum. “Hal itu dapat dilakukan dengan meningkatkan kerja sama dengan travel agent, meningkatkan promosi lewat internet dan media pariwisata,” katanya. Sementara promosi ke dalam, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas sumber manusia dengan melakukan studi banding ke objek wisata khususnya yang memiliki daya tarik yang sama. Selain belajar cara memelihara binatang sebagai daya tarik utama, pelayanan juga belajar tentang manajeman pengelolaannya, sehingga mampu menciptakan DTW yang handal. Dalam menjaga kesehatan kera, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan Universitas Udayana Denpasar. Hal ini untuk menjaga kesehatan kera, melatih perilaku serta untuk menjaga populasi sehingga tidak berkembang terlalu pesat. “Kami sudah melakukan berbagai upaya agar pertumbuhan kera
50
2 - 8 Juni 2014
itu tak melebihi hutan sebagai tempat tinggal mereka,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga bermaksud menciptakan hutan langka dengan berinovasi menyiapkan bibit tanamannya. Dalam penanamannya memberikan kesempatan wisatawan untuk ikut melestarikan hutan dengan melaksanakan program penanaman pohon. Bibitnya disiapkan, dan dalam penanaman itu anak diisi nama dan asal wisatawan itu sendiri. “Cara ini untuk menciptakan kunjungan kembali. Karena mereka akan tertarik melihat pohon hasil tanamannya,” jelasnya. lBudarsana www.bali-travelnews.com
Bali Post 40 | 2 - 8 Juni 2014
Danau Tercemar Siapa Peduli?
RP 20.000