228 | 23 - 29 April 2018
Ni Putu Eka Wiryastuti
Kartini Masa Kini, Pintar dan Bertabur Prestasi RP 20.000
D A F TA R I S I OPINI lWanita dan Kepemimpinan 6 BALI SEPEKAN lAir Sungai Kaliakah Meluap 7 LAPORAN UTAMA l Ni Putu Eka Wiryastuti Kartini Masa Kini, Pintar dan Bertabur Prestasi 8
l Dianggap “The Second Netizen” 11 POLITIK l Membangun Kemitraan Ekonomi Indonesia – Afrika 16 KIPRAH l Karya Inovasi Siswa SMPN 3 Denpasar
Casing HP Antiradiasi dari Jerami Padi 18
MANCANEGARA l Pekerja Mogok, Ratusan
Penerbangan Dibatalkan 20
DAERAH l Proyek Pasar Badung
Tahap II Tunggu Proses Hibah 22
LENSA l Tukang Suun 26
OLAHRAGA l Balapan Dramatis dan Aneh 27 PENDIDIKAN l Hasil UNBK Tak Gambarkan
Kualitas Pendidikan 32
LINGKUNGAN l Gelorakan Peduli Lingkungan 34 PARIWISATA l Menggarap Potensi Wisata Pulau-pulau Kecil 38
KESEHATAN l Mengenal dan Mencegah Penyakit Chikungunya 24
23 - 29 April 2018
3
DARI PEMBACA
Pentingnya Informasi Tentang Jurusan PT K
ini anak-anak sekolah memasuki tahap ujian nasional. Caranya pun sudah maju yakni berbasis komputer. Ini merupakan peningkatan dalam hal sistem dan sarana pembelajaran. Saya berharap peningkatan fasilitas pendidikan di kemudian hari terus dilakukan. Namun, dalam kesempatan ini, saya mengusulkan agar pascaujian, sekolah memberikan pembekalan khusus tentang jurusan perkuliahan di perguruan tinggi. Pengenalan jurusan dan prosfeknya pada masa depan sangat perlu diberikan kepada anak-anak SMA/SMK. Ini penting agar anak-anak tak memilih jurusan sesuai dengan potensi intelegensi, ekonomi dan peluangnya kerjanya di masa depan. Saya meyakini selama ini masih banyak anak-anak yang tidak paham betul prosfek jurusan yang ditawarkan di perguruan tinggi. Perlu juga mereka diperkenalkan tentang sekolah-sekolah kedinasan yang dikelola lembaga negara. Pemahaman secara utuh terkait hal ini, saya yakini akan membantu generasi muda kita memilih jurusan yang sesuai dengan kemampuan dan kecerdasan mereka. Dalam hal ini, guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) harusnya banyak berperan. Jika perlu undang lembaga pendidikan tinggi untuk memberikan penjelasan secara utuh di hadapan siswa. I Dewa Gede Murtika Denpasar, Bali
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Dira Arsana Redaktur Pelaksana Diah Dewi Redaksi Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Sugiartha, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada, Citta Maya Bangli: Ida Ayu Swasrina, Eka Parananda Buleleng:Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya Karangasem: Bagiarta Klungkung: Sosiawan Negara: IB Surya Dharma Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
23 - 29 April 2018
Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
PA R I W I S ATA
WAN-Ifra Gelar Pertemuan di Bali
Promosi Efektif Pariwisata WORLD Association Newspaper and News Publishers (WAN-Ifra) akan menyelenggarakan pertemuan Publish Asia 2018 di Bali pada 24 hingga 26 April. Pertemuan para pemimpin media tingkat Asia Pasifik ini tentu akan memberikan implikasi bagi pariwisata Bali. Terlebih, pariwisata Bali belum pulih benar karena diguncang erupsi Gunung Agung di akhir 2017. Keberadaan para pelaku di industri media massa ini merupakan promosi gratis jika bisa dikelola dengan baik oleh stakeholder pariwisata Bali. Dalam situs resmi WAN-Ifra, pelaksanaan Publish Asia selama 3 hari akan diikuti sekitar 400 pemimpin media di Asia Pasifik. Dalam tiga hari tersebut akan ada banyak event yang dilangsungkan, termasuk workshop, konferensi, dan membangun jejaring. Wakil Ketua Umum I DPP Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA. mengatakan, melalui event besar ini secara otomatis akan dapat mempromosikan Bali. Karena calon wisatawan yang notabene merupakan peserta event, dapat merasakan langsung pengalaman berwisata ke Bali. Setelah itu, peserta akan menceritakan pengalamannya kepada teman atau saudara. Perbincangan-perbincangan positif tentang Bali merupakan salah satu cara promosi. “Mereka merasakan secara langsung, tidak lagi mendengarkan cerita sehingga lebih pasti infonya,” ujarnya Selasa (10/4). Yang jelas, promosi dari mulut ke mulut ini akan mampu membentuk pasar, dimana buyer dan seller itu akan bertemu. Promosi bisa berbentuk Business to Consumen (BtC) atau Business to Business (BtB). “BTC langsung ke konsumen kalau BTB kita bertemu dengan partner bisnis. Misalnya kita bertemu dengan partner bisnis di luar negeri untuk mempromosikan paket-paket kita secara langsung di negaranya,” jelasnya. Event yang diselenggarakan di Bali dinilai juga lebih efektif untuk berpromosi. “Karena mereka langsung datang. Itu lebih efektif daripada kita masih mencari di luar yang belum pasti. Tapi kalau di luar ajang eventnya, kita yang perlu, kita yang harus datang kesana dan mempromosikan produk pariwisata kita,” jelasnya. Dari pengalaman event yang diselenggarakan di Bali seperti APEC, BBTF, Ka-
rangasem Travel Mart termasuk Publish Asia 2018 yang akan datang, memiliki dampak kunjungan wisatawan, dengan segmentasi market. “Namun kegiatan apapun yang dilakukan dengan mempertemukan buyer dan seller, itu akan terbentuk pasar dan bisa terjadi transaksi,” tegasnya. Pemerintah Badung yang PAD nya banyak berasal dari sektor pariwisata pun melihat peluang promosi di Publish Asia 2018. Kepala Dinas pariwisata (Dispar) Badung, I Made Badra, mengatakan kegiatan tahunan tersebut merupakan sebuah momentum yang harus dimanfaatkan dengan baik untuk mempromoikan pariwisata Badung secara holistik. Terlebih, peserta yang hadir sebagian besar merupakan pemilik media atau CEO dari beberapa Negara se Asia Pasifik. “Kami sangat senang dan akan mendukung kegiatan itu, karena kesempatan bagi kami untuk mempromosikan pariwisata Bali, khususnya Badung kepada asing,” ujar Made Badra, Rabu (11/4). Selama ini, pariwisata Badung yang dikenal oleh wisatawan mancanegara hanya wilayah Kuta dan Nusa Dua. Untuk itu, dengan adanya pertemuan ini, diharapkan memberi dampak promosi jika Badung memiliki sejumlah keunikan dan keindahan alam lainnya yang dapat dinikmati pengunjung. “Kami berharap dalam pertemuan nanti Badung diberikan kesempatan memaparkan pariwisata Badung secara holistik, baik dari akomodasi yang tersedia objek wisata dari Selatan hingga Badung Utara serta keamanan dan kenyamanan wisatawan,” jelasnya. Lebih jauh diterangkan, Pemerintah Kabupaten Badung menggenjot lagi 11 desa wisata yang ada saat ini. Upaya ini untuk lebih menghidupkan lagi keberadaan desa wisata.
Pihaknya, mengaku telah melakukan koordinasi dengan 36 stake holder desa wisata, meliputi pengelola desa wisata itu sendiri, PHRI, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), serta melibatkan ASITA (Association of the Indonesian Tour & Travel Agencies) atau Asosiasi Perjalan Wisata Indonesia. Dijelaskan Badra dalam konsep yang sedang dimatangkan, pihaknya memetakan desa wisata menjadi tiga kawasan. “Karena desa wisata ada di Badung Utara, makanya kami petakan tiga wilayah yakni Kecamatan Petang, Abiansemal, dan Mengwi,” katanya. Sesuai arahan bupati, lanjut pejabat asal Kuta ini, bagaimana menjadi tiga wilayah di Badung utara tersebut menjadi motor penggerak pariwisata di Badung selatan. Kawasan Petang sendiri telah memiliki lima desa wisata, yakni dimana titik poinnya di Puri Carangsari, kemudian kawasan Abiansemal juga telah memiliki dua desa wisata yang titik poinnya di Puri Bongkasa, serta kawasan Mengwi juga telah memiliki empat desa wisata yang dengan Pura Taman Ayun. Menurut Badra, program yang ingin dikembangkan untuk menggenjot desa wisata ini adalah mengintegrasikan satu sama lain. Konsepnya menggunakan tiket terusan, artinya satu tiket untuk mengunjungi sejumlah kawasan, tidak seperti sekarang dengan tiket parsial. “Dengan tiket terusan ini memungkinkan wisatawan akan berkunjung selama dua hari di Desa Wisata. Sehingga peluang wisatawan menginap di kawasan Desa Wisata akan semakin besar,” terang mantan Kepala Disnakanlut Badung sembari menyatakan tak menutup kemungkinan akan ada tambahan desa wisata baru. l Citta Maya, Parwata
MBP/wan
Wisatawan menghabiskan liburannya di Pantai Kuta, Badung. 23 - 29 April 2018
5
OPINI
Wanita dan Kepemimpinan
W
anita sering diidentikkan dengan karakter yang lemah, lebih menggunakan perasaan, sensitif, dan kurang rasional. Karakteristik tersebut yang menyebabkan wanita sering tidak mendapatkan posisi yang setara dengan kaum laki-laki dalam kepemimpinan. Adat dan tradisi yang merupakan bagian dari budaya juga mendukung ketidaksetaraan gender tersebut sejak lama, misalnya wanita memiliki peran untuk mengatur dan melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga, melakukan upacara agama, ‘menyama braya’, dan yang utama adalah mendidik anak. Dengan label-label tersebut, wanita menjadi lebih terbatas gerak langkahnya sebagai pemimpin. Jumlah populasi wanita dan laki-laki di dunia menurut sumber data menegaskan bahwa diantara 101 laki-laki terdapat 100 wanita, itu berarti jumlah wanita dan laki-laki hampir sama. Berdasarkan data tersebut, mestinya wanita mendapatkan kesempatan yang sama dalam melakukan berbagai hal seperti para laki-laki. Pemimpin (leader) yaitu seseorang yang memiliki kemampuan untuk memimpin atau mengatur orang lain. Dalam memimpin, seorang pemimpin harus mampu menggerakkan dan mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kepemimpinan (leadership) adalah proses menggerakkan dan mempengaruhi agar orang yang dipimpinnya agar mau melakukan sesuatu yang sesuai dengan yang diniati oleh pemimpin. Dalam ajaran Hindu seorang pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang disebut Asta Brata (8 ciri pemimpin yang baik) antara lain (1) mengabdi kepada masyarakat, (2) menegakkan keadilan tanpa pandang bulu, (3) memberikan penerangan, (4) mempunyai perilaku yang menyejukkan, (5) memberikan kekuatan, (6) menanggulangi berbagai permasalahan, (7) mengatasi musuh yang datang, dan (8) memberikan kesejahteraan. Merujuk pada kedelapan ciri pemimpin tersebut, menjadi pemimpin tidaklah mudah. Belakangan ini kita banyak disuguhi tontonan di media massa yang menunjukkan berbagai sikap pemimpin yang
6
23 - 29 April 2018
Oleh Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.
bahkan kurang tepat dan kurang terpuji, seperti mengadu domba, membakar kemarahan, menumbuhkan kebencian yang lebih disebabkan oleh alasan politis taktis untuk mengalahkan orang yang tidak disukai, tanpa melihat bukti kinerja. Dengan tugas utamanya mengabdi kepada keluarga pada tataran informal, seorang wanita juga dapat dipastikan mampu mengabdikan dirinya pada lingkup yang lebih luas. Kebiasaan dalam melakukan pekerjaan yang tulus di dalam rumah tangga mampu menginisiasi seorang wanita untuk menggunakan caracara yang baik dan benar dalam melakukan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar. Wanita dengan karakteristiknya yang lebih menggunakan perasaan dapat menjadi sebuah kekuatan. Agar dapat memberikan penerangan, wanita tentu juga harus pintar. Pendidikan merupakan salah satu fondasi untuk kemampuan memimpin pada tataran yang luas. Jaman sekarang ini, sudah banyak wanita yang memiliki pendidikan tinggi mulai dari srata 1 sampai dengan srata 3. Dengan latar belakang pendidikan yang relevan, wanita mampu bersaing dengan laki-laki dalam menjadi pemimpin. Berbeda dengan laki-laki, wanita dilahirkan memiliki sifat yang lemah lembut, seperti layaknya Dewi Saraswati. Dengan karakter tersebut, tentu dalam berkomunikasi wanita memiliki kekuatan interpersonal yang lebih baik daripada laki-laki. Dalam mempengaruhi orang lain, kemampuan komunikasi memegang peran sentral, maka dari itu wanita akan mampu memberikan kesejukan hati dalam berkomunikasi dan berkolaborasi, sehingga wanita akan mampu lebih mendengarkan siapa yang diajak berbicara, lebih apresiatif, dan akomodatif. Mampukah wanita menjadi pemimpin yang memberikan kekuatan bagaikan “Dewa Bayu�? Wanita dilahirkan untuk menjadi ibu. Sebagai ibu, wanita ditakdirkan membawa kandungan sampai dengan 9 bulan, beban berat dengan waktu yang tidak singkat selama proses sampai dengan melahirkan bukanlah tugas yang mudah.
Dalam urusan memecahkan berbagai masalah dan mengatasi musuh yang datang, tentu wanita juga harus mampu berpikir solutif, adaptif, dan kontekstual. Kemampuan berpikir solutif ini didukung oleh karakter wanita yang sensitif. Sensitivitas menjadikan wanita lebih tanggap dalam usaha memecahkan masalah. Adaptif bermakna bahwa wanita harus mampu beradaptasi dengan konteks apa, mengapa, dan bagaimana mensolusi permasalahan yang ada dimasyarakat. Tentu wanita juga harus mampu bersikap kooperatif yaitu mampu bekerjasama dengan sesama wanita maupun dengan para laki-laki dalam memahami suatu kasus, mengapa kasus tersebut ada, dan bagaimana menentukan cara yang tepat untuk memecahkannya. Seorang pemimpin harus mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Akankah wanita bisa mensejahterakan? Tentu jawabannya ‘Ya’. Wanita hendaknya memiliki representasi sifat seperti Dewi Laksmi, yang memberikan kesejahteraan dan kemakmuran. Orang yang sejahtera adalah orang yang terpenuhi kebutuhannya baik fisik dan non fisik. Dalam usaha untuk mengatur harus memiliki berbagai kompetensi yang memadai. Selamat Hari Kartini, semoga wanita bisa berkiprah lebih banyak dalam menciptakan peradaban masyarakat, bangsa, negara dan dunia. Penulis Dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Ganesha
Dalam urusan memecahkan berbagai masalah dan mengatasi musuh yang datang, tentu wanita juga harus mampu berpikir solutif, adaptif, dan kontekstual. Kemampuan berpikir solutif ini didukung oleh karakter wanita yang sensitif.
BALI SEPEKAN
Tabrak Pohon Perindang, Pengendara Motor Tewas
MBP/olo
Kantor KPU Jembrana di Jalan Udayana, Negara yang kena dampak banjir akibat sungai Kaliakah meluap.
Air Sungai Kaliakah Meluap HUJAN deras yang terjadi pada Selasa (10/4) mengakibatkan sejumlah titik di Jembrana mengalami banjir. Salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir yakni di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara. Puluhan rumah dan perkantoran di sekitar Jalan Udayana tergenang. Seperti kantor KPU Jembrana dan anjungan jual-beli mobil bekas. Selain itu, permukiman warga di Jalan Sedap Malam, tepatnya di perbatasan Kaliakah dan Kelurahan Baler Bale Agung juga kebanjiran. Tinggi air bahkan hingga lutut orang dewasa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana turun ke lokasi bersama Tagana dan langsung melakukan penanganan awal. Dari
informasi, luapan air ini merupakan dampak dari sungai yang mengalir di bendungan Kaliakah meluap. Kendati pintu bendungan sudah dibuka semuanya namun air tetap meluber. Alhasil, rumah warga di sekitar pinggir aliran sungai terkena dampak. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, namun puluhan rumah warga terendam. Salah Seorang warga, Gusti Lanang, mengatakan banjir ini merupakan yang kesekian kalinya terjadi di wilayah ini. Debit air yang tinggi mengakibatkan air tidak tertampung di sungai sehingga meluber hingga ke rumah warga. “Ini sudah keempat kalinya air sungai meluap,” terangnya. l Surya darma
WARGA dikejutkan dengan insiden kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di Jalan Raya Batuan, Banjar Griya Ciwa, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Selasa (10/4). Akibat lakalantas ini, pengendara sepeda motor Honda DK 8228 KA, I Nyoman Wilastra (36) tewas. Sementara I Komang Sugiarta (32) yang dibonceng mengalami patah tulang kaki. Kapolsek Sukawati Kompol Pande Putu Sugiharta yang dikonfirmasi, membenarkan adanya lakalantas tunggal. Dia menyebut lakalantas terjadi akibat out of control. ‘’Pengendara motor ini meninggal dunia. Untuk kondisi korban yang dibonceng mengalami patah kaki kanan. Saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit,’’ imbuhnya. Informasi dihimpun, korban berkendara sekitar pukul 05.00 wita. Kala itu kedua korban datang dari selatan menuju tikungan Pura Dalem Sukaluwih. Setelah menikung dan melaju ke arah barat, Wilastra dikagetkan dengan gundukan material di sisi selatan jalan hingga akhirnya lepas kendali. Sepeda motor sempat melewati gundukan lalu oleng dan menabrak pohon perindang. Akibat kejadian itu, bagian depan sepeda motor ringsek. Kedua korban langsung dilarikan ke RS Ari Canti, Mas, Ubud. Saat dicek di IGD, Wilastra sudah tak bernyawa. l Manik
Sidak Duktang di Eks Galian C PULUHAN Penduduk Pendatang (Duktang) yang tinggal di sekitar eks galian C terjaring sidak administrasi kependudukan yang dilaksanakan Tim Yustisi Kabupaten Klungkung, Selasa (10/4). Mereka yang sebagian besar bekerja sebagai buruh tidak mengurus surat lapor diri ke pemerintah desa. Sidak yang dipimpin Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Klungkung I Putu Suarta itu
menyasar eks galian C di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan dan Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung. Lokasi ini berada di selatan jembatan By-pass Ida Bagus Mantra. Duktang yang tengah beraktivitas langsung dikumpulkan dan diminta untuk mengeluarkan dokumen kependudukan. Sesuai hasil pemeriksaan, ditemukan 52 duktang yang belum melaporkan diri ke aparat desa setempat. “Kami temukan
puluhan duktang yang belum lapor diri,” jelas Suarta. Warga yang sebagian besar berasal dari Lombok itu telah tinggal di lokasi tersebut lebih dari seminggu. Atas dasar ini, Tim Yustisi yang terdiri dari Satlpol PP, Kepolisian, TNI, kejaksaan dan OPD terkait melakukan sidak dan selanjutnya didata serta diberikan surat panggilan untuk dibina. l Sosiawan 23 - 29 April 2018
7
L A P O R A N U TA M A
Ni Putu Eka Wiryastuti
Kartini Masa Kini, Pintar dan Bertabur Prestasi
N
i Putu Eka Wiryastuti sudah dua periode menjabat sebagai Bupati Tabanan. Kiprahnya sebagai Bupati Tabanan memang banyak menorehkan prestasi. Ia pun menjadi seorang perempuan inspiratif yang mampu menyuarakan emansipasi wanita di kancah politik dan kepemimpinan. Seorang Kartini di era kekinian. Tokoh perempuan asal desa Angseri, Kecamatan Baturiti ini pernah mendapatkan penghargaan International Women’s Day serangkaian peringatan hari Wanita Dunia oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada para tokoh masyarakat yang dianggap berjasa dalam kemajuan wanita di Indonesia. Bupati Eka dianggap berhasil meningkatkan kesadaran publik mengenai isu peran wanita dalam ekonomi, sosial, budaya dan politik. Tidak hanya itu saja, sejumlah penghargaan dan prestasi juga terus mengalir sejak kepemimpinannya. Sebut saja beberapa penghargaan, di antaranya penghargaan Government Award tiga kali berturut-turut sejak tahun 2016. Penghargaan ini diraih atas program pelayanan
8
23 - 29 April 2018
administrasi berbasis teknologi. Terbaru, layanan Taman Serasi yang sukses diterapkan di Kecamatan Kerambitan Tabanan. Program pelayanan publik sistem administrasi berbasis teknologi merupakan cara Pemkab Tabanan mendata masyarakat lebih akurat dan lebih baik lagi dan program ini sangat bermanfaat. “Meskipun dengan sistem teknologi yang sederhana, program ini sangat bermanfaat untuk mendapatkan data yang akurat. Secara anggaran memang baru implementasikan di tiga kecamatan, namun ke depannya akan secara bertahap ke kecamatan lainnya”, jelas Eka. Selain itu Bupati Eka juga meraih penghargaan Anugerah Dana Rakça 2017. Anugerah itu merupakan penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo atas daerah-daerah yang dinilai memiliki kinerja baik dalam pengelolaan keuangan daerah, pelayanan dasar publik, kesejahteraan masyarakat, dan pelayanan pemerintahan umum. Dan kabupaten Tabanan masuk sebagai daerah kabupaten penerima anugerah bersama tiga kabupaten di Bali dan enam kabupaten dari luar Bali. Capaian ini tentu saja tidak terlepas
dari tekad yang kuat seluruh jajaran Pemerintah Daerah untuk mengantarkan kabupaten Tabanan lebih baik kedepan. Terlebih, Pemkab Tabanan sejauh ini terus berupaya mengembangkan setiap program pemerintahan dengan anggaran yang terbatas lewat inovasi dan terobosan. “Kalau ditanya soal tantangan dan kesulitan, tentu ada saja. Tapi kita harus selalu siap dalam situasi dan medan seperti apapun. Apalagi anggaran kita di Tabanan kecil. Tetapi bagaimana caranya agar (anggaran) yang kecil itu bisa dikelola secara maksimal,” ujar Bupati Eka. Di sektor pertanian, sosok Kartini masa kini ini juga mendapat penganugerahan Satya Lencana Pembangunan Bidang Ketahanan Pangan dan Pertanian oleh Presiden. Pemberian tanda kehormatan tersebut sebagai penghargaan tertinggi sekaligus apresiasi atas kepedulian, niat, serta kerja keras Pemkab Tabanan untuk memperhatikan, melindungi, serta mempertahankan wilayahnya sebagai lumbung pangan Bali. “Untuk anugerah satya lencana ini merupakan hasil kerja keras semua pihak terutama para petani dan nelayan yang setia pada profesinya,” ujarnya.
Menurutnya petani dan nelayan adalah kaum Marhaen yang harus diutamakan kehidupannya. Terlebih, hal tersebut sudah diamanatkan Bapak Bangsa serta Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno atau Bung Karno. “Amanat Bung Karno sudah jelas, mengyomi dan mengangkat derajat hidup mereka. Petani dan nelayan adalah nafas saya,” ujarnya. Begitupun keberhasilan Kabupaten Tabanan selaku wakil Provinsi Bali berhasil meraih peringkat pertama Anugerah Pangripta Nusantara (APN) 2017 kategori penyusunan Perencanaan Terbaik. Di bidang ekonomi, kerja keras dan perhatian Bupati Eka juga telah membuahkan hasil dan prestasi khususnya dalam memberdayakan koperasi dan UMKM di Tabanan. Belum lama ini di Yogyakarta tepatnya di Ramayana Ballet Candi Prambanan, Bupati Eka kembali meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah dengan Organisasi Perangkat Daerah Bidang Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Terbaik tahun 2017. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Koperasi dan UKM kepada Kepala Daerah atas kinerja dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM di wilayahnya masing-masing. Penghargaan diserahkan langsung Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga. “Penghargaan ini merupakan wujud perhatian kepada usaha perkopera-
sian kita, khususnya di Tabanan. Karena memang kita komit untuk berubah ke arah yang lebih baik,” ungkap Eka. Terkait beragam prestasi yang diraih selama dua periode kepemimpinannya, hanya satu kata yang selalu diucap-
kannya, yakni bersyukur. Selain itu, yang penting untuk dilakukan dibalik penghargaan yang selama ini diperoleh ada amanat dan pesan untuk terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Tabanan. 23 - 29 April 2018
9
L A P O R A N U TA M A Bupati Eka juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak, baik di jajaran eksekutif maupun legislatif, serta semua komponen masyarakat yang sudah mengisi semangat perubahan di Kabupaten Tabanan. “Mari sama-sama berjuang dan jangan pernah berhenti melahirkan hal-hal baru untuk membangun Kabupaten Tabanan ke arah yang lebih positif,” ucapnya. Dukungan itu, sambungnya, telah banyak melahirkan berbagai program yang membantu pembangunan Kabupaten Tabanan sejauh ini. Mulai dari Trans Serasi, BUMDes, Gerbang Indah, serta yang paling mengusung semangat gotong royong yakni program partisipatif dalam membangun infrastruktur daerah. Rejang Segara Berjibaku dengan urusan pemerintahan dan politik tidak serta merta membuat Bupati
10
23 - 29 April 2018
Eka meninggalkan jiwa seni dan budayanya sebagai sosok perempuan Bali. Salah satu yang sedang dirancangnya yakni tari kontemporer ‘Rejang Sandat Ratu Segara’. Rencanannya tarian ini untuk Festival Tanah Lot II, Juli 2018 mendatang. Tabuh pengiring dan gerakan tari Rejang Sandat Ratu Segara saat ini sedang digarap seniman yang juga Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Tabanan I Wayan Muder. Berbeda dengan tari Bali umumnya, para penari ‘Rejang Sandat Ratu Segara’ nantinya akan mengenakan busana khusus berupa baju kebaya warna putih, kamben (kain) warna hijau, dan selendang warna hijau, sesuai dengan kesukaan Ratu Segara. Penari juga menggunakan hiasan bunga mawar dan memakai ronce sedap malam, ciri khas Ratu Segara (penguasa laut). Bupati Eka mengatakan, tari kontemporer Rejang Sandat Ratu Segara me-
mang dibuat khusus sebagai bentuk cinta akan seni dan persembahan kepada Ratu Segara. Sedangkan bunga sandat adalah maskot Kabupaten Tabanan. “Saya harap dengan adanya tarian ini, kaum ibu dan anak muda akan mencintai seni budaya. Sebab, seni itu harus bermetamorfosis dengan zaman, tanpa meninggalkan pakemnya,” jelasnya. Saat ini, kata Bupati Eka, persiapan pentas kolosal Rejang Sandat Ratu Segara masih dalam persiapan konsep gamelan dan tariannya. Bahkan Bupati Eka Wiryastuti sendiri rencananya juga ikut menari dalam atraksi Rejang Sandat Ratu Segara yang akan digelar di pelataran Pura Tanah Lot, Juli 2018 mendatang. Pentas kolosal yang melibatkan ribuan penari ini akan didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia (Muri). l Puspawati/adv
L A P O R A N U TA M A
Dianggap “The Second Netizen” DI era emansipasi, perempuan masih saja mengalami diskriminasi. Terlebih di bidang politik. Kiprah perempuan dalam politik sampai saat ini masih belum optimal. Sebagian masyarakat bahkan masih menganggap perempuan sebagai “The Second Netizen”. Diskriminasi juga masih terjadi di dunia pendidikan, meskipun Raden Ajeng Kartini yang memelopori gerakan emansipasi perempuan ini telah menjadi Pahlawan Nasional dan kiprahnya diperingati tiap 21 April. Soal dunia politik, perempuan seperti warga negara lainnya, memiliki hak politik yang sama sesuai asas pemilu. Yakni, bisa menggunakan hak pilih secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. “Sebagian dari kita, sebagai dari masyarakat masih menganggap perempuan sebagai the second netizen, warga negara kelas dua. Siapa yang melabel itu? Kadang kita sendiri yang melabel diri kita seperti itu. Ah, nanti biarkan lakilaki dulu. Kita segala sesuatunya harus tanya dulu pada suami. Padahal, asas pemilu sudah jelas,” ujar Komisioner KPU Bali, Ni Wayan Widiastini saat Peringatan Hari Perempuan Internasional beberapa waktu lalu. Dalam asas langsung misalnya, lanjut Widiastini, perempuan tidak boleh mewakilkan atau diwakilkan pada saat menggunakan hak pilihnya. Jangankan hanya karena malas datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sedang dalam kondisi sakit di rumah sakit pun, seorang perempuan maupun warga negara lainnya tidak boleh sampai diwakilkan oleh orang lain. “Kemudian bebas, perempuan bebas menentukan pilihan. Sudah dijamin kebe-
MBP/ist
TIA Kusuma Wardhani
basannya, dan perempuan tidak usah nanya sampai di rumah, confirm lagi ‘Pak, tadi saya milih ini, salah tidak ya?’ Tidak usah nanya,” jelasnya. Menurut Widiastini, perempuan dalam politik bisa berperan sebagai penyelenggara pemilu, peserta pemilu, dan sebagai pemilih. Peran sebagai pemilih inilah yang perlu diatensi lebih jauh. Bagaimana agar perempuan bisa menjadi agen-agen sosialisasi. Dalam hal ini, menjadi agen KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih. “Partisipasi pemilih di Bali dari tahun ke tahun biasanya cenderung tinggi. Target nasional adalah 77,5 persen. Tentu kita tidak menginginkan target kita nanti dibawah target nasional, karena ini adalah gelaran pilkada serentak, maka targetnya sama dengan capaian nasional 77,5 persen. Tinggi memang target yang harus kita capai,” terangnya. Sebagai seorang perempuan yang berperan menjadi penyelenggara pemilu, Widiastini secara pribadi menganggap peran ini sebagai anugerah. Mengingat, seorang perempuan terutama yang telah menjadi ibu memiliki kompleksitasnya masing-masing. Termasuk dirinya yang kini menyandang status ibu dari empat orang anak. “Kalau orang menanyakan, apa sih fungsi, tugas kita yang utama. Ya…ibu rumah tangga. Porsi kedua baru di KPU. Porsi ketiga, akademisi,” katanya. Ketangguhan perempuan Bali sepertinya sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat. Sesulit apapun tantangan yang dihadapi, perempuan Bali terbukti sanggup bertahan. Bahkan seringkali menunjukkan kekuatan yang tidak pernah diduga sebelumnya. Di dunia pendidikan Bali, perempuan masih mengalami diskriminasi. Namun, hal itu justru membuat mereka menjadi semakin “jengah” untuk maju. Sama seperti spirit Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi pada zamannya. “Kalau kita melihat peringatan Hari Kartini yang dilaksanakan setiap tahun, satu contoh riil yang bisa kita lihat dengan keberadaan SMA/SMK Bali Mandara. Beberapa kali kita menerima siswa, ternyata jumlah anak-anak yang perempuan lebih banyak dibanding laki-laki,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani.
Padahal, lanjut TIA, beberapa jurusan yang ada di SMK Bali Mandara khususnya, lebih lekat dengan laki-laki. Seperti jurusan teknik gambar dan bangunan, teknik kendaraan ringan, dan teknik komputer jaringan. Di lapangan, justru anak-anak perempuan yang lebih banyak tertarik dengan jurusan-jurusan “maskulin” itu. Dari 6 kali penerimaan siswa baru, hanya sekali sekolah milik Pemprov Bali ini menerima siswa dengan komposisi berimbang antara laki-laki dan perempuan. Selebihnya, komposisinya 3 berbanding 1 atau didominasi perempuan. “Artinya di sini kita melihat daya juang anak-anak perempuan, di SMK Bali Mandara mereka berangkat dari keluarga yang sangat-sangat miskin. Artinya seperti itulah ketangguhan perempuan Bali dalam menikmati pendidikan,” jelasnya. TIA menambahkan, perempuan memiliki kekuatan luar biasa untuk maju. Terlebih dalam perjalanannya, ternyata anak lakilaki justru lebih ringkih. Tak sedikit yang memilih mundur dari SMK Bali Mandara lantaran tidak siap dan didera home sick atau rindu rumah. Hanya saja, TIA menyayangkan masih ada perempuan Bali yang didiskriminasi karena masalah kultur. Masih ada anak perempuan yang tidak diprioritaskan untuk mendapat pendidikan hingga ke jenjang lebih tinggi. Meski TIA percaya, rasa jengah dan daya tahannya yang terbukti lebih kuat dari laki-laki, pasti akan membuat para perempuan Bali tetap berdiri tegak di tengah gempuran zaman. l Rindra
MBP/ist
Ni Wayan Widiastini 23 - 29 April 2018
11
AKTIVITAS
MBP/ist
BUPATI BADUNG - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta akan menjadikan catatan, saran serta evaluasi DPRD Badung terhadap laporan keterangan pertanggungjawabannya (LKPJ)-nya sebagai referensi dalam merancang program pembangunan pada tahun-tahun berikutnya. Hal itu dikemukakannya saat memberikan sambutan dalam rapat paripurna istimewa DPRD Badung, Kamis (5/4). Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Badung Putu Parwata juga dihadiri dua wakilnya Nyoman Karyana dan Made Sunarta tersebut serta segenap anggota Dewan. Hadir pula Wabup Badung Ketut Suiasa dan pimpinan perangkat daerah di Pemkab Badung.
MBP/ist
BUPATI TABANAN - Kerja keras dan perhatian Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam memberdayakan koperasi dan UMKM di Tabanan terbukti membuahkan hasil. Setelah meraih sederet penghargaan nasional, kali ini atas kerja kerasnya tersebut Bupati Eka meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah dengan Organisasi Perangkat Daerah Bidang Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Terbaik tahun 2017. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Koperasi dan UKM kepada Kepala Daerah atas kinerja dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM di wilayahnya masing-masing.
12
23 - 29 April 2018
MBP/ist
BUPATI GIANYAR - Penjabat Bupati Gianyar, I Ketut Rochineng menyampaikan 7 buah Raperda dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Gianyar, di Ruang Sidang DPRD, Kamis (5/4).Sidang yang dihadiri 23 anggota dewan, menyampaikan perubahan raperda yang diusulkan badan eksekutif. Dari 22 Raperda yang diagendakan, hanya 7 raperda yang menjadi prioritas untuk dapat dilakukan pembahasan.Tujuh raperda yang dimaksud adalah, Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah Kabupaten Gianyar no 6 tahun 2015 tentang pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian perbekel.
MBP/ist
COK ACE - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Bali yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Cokorda Artha Ardana Sukawati, menggelar kunjungan pada empat puri di Tabanan. Kunjungannya berlangsung pada Rabu (4/4) hingga malam hari tersebut diawali di Puri Agung Kerambitan, Puri Anyar Kerambitan, Puri Kaleran Tabanan dan Puri Penebel. Usai di Puri Penebel, tokoh yang dikenal dengan panggilan akrab Cok Ace tersebut juga berkesempatan hadir di Pura Puseh lan Desa Wongaya Betan, Penebel yang sedang berlangsung karya ngenteg linggih.
MBP/ist
PEMKAB KARANGASEM - Rencana Pemkab Karangasem mendirikan Mal Pelayanan Publik (MPP) menjadi kenyataan. Kini, setelah dilakukan ujicoba sejak 2 April lalu, MPP semakin mendapat respons baik dari masyarakat Karangasem. Sebab, seluruh pelayanan dalam satu atap, membuat masyarakat lebih mudah mengurus administrasi publik, maupun keperluan lain. Dari pemantauan yang dilakukan Kabag Humas dan Protokol Setda Kab. Karangasem I Gede Waskita Suta Dewa beserta staf, Kamis (5/4), MPP Karangasem yang dipusatkan di Gedung UKM Center Amlapura tersebut, ramai dikunjungi masyarakat untuk melakukan kegiatan pelayanan administrasi.
MBP/ist
DPRD BADUNG - DPRD Kabupaten Badung kembali menggelar sidang paripurna, Kamis, (5/4). Sidang paripurna kali ini beragendakan penyampaian rekomendasi DPRD Badung atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung tahun 2017. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi kedua Wakilnya I Nyoman Karyana dan I Made Sunarta. Hadir Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dan seluruh pimpinan OPD Pemkab Badung.
MBP/ist
MBP/ist
BUPATI JEMBRANA - Puluhan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana melaksanakan rangkaian Bhakti Panganyar, dalam Tawur Tabuh Gentuh lan Karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, Sabtu (7/4). Dilanjutkan Bhakti Panganyar pada Pujawali Ngusabha Kadasa Pura Ulun Danu Batur yang bertempat di Pura Ulun Danu Batur, Kecamatan Kintamani. Rombongan dipimpin langsung Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Ny. Ari Sugianti Artha. Tampak hadir dalam upacara Bhakti Panganyar itu, Sekda I Made Sudiada dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Jembrana.
BUPATI BADUNG - Badung Giri Prasta menghadiri Konferensi Cabang V Nahdlatul Ulama (NU) di Ballroom 100 Sunset Road Kuta, Minggu (8/4). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Badung Putu Parwata, anggota DPRD Badung Gusti Anom Gumanti, Kepala Kantor Departemen Agama Badung A.A. Manguningrat, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, Sekcam Kuta Gede Arta, Lurah Kuta Wayan Daryana, Rais Syuriyah PWNU Bali KH Nur Hadi Al-Hafidz, Ketua PWNU Bali H Abdul Aziz serta keluarga besar NU Badung. Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi kepada tokoh umat muslim terutama keluarga NU di Badung yang sudah ikut menjaga dan membangun kerukunan antarumat beragama di Badung. 23 - 29 April 2018
13
A KT I V I TA S
MBP/ist
UNWAR - Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Yudisium X Periode April 2018 di Agung Room Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Sabtu (7/4). Sebanyak 78 orang calon wisudawan dilepas yang terdiri atas 18 orang dari Prodi Magister Manajemen, 52 dari Prodi Magister Ilmu Hukum dan 8 orang dari Prodi Magister Ilmu Linguistik. Acara dihadiri Sekretaris dan Bendahara Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Rektor Unwar, WR I, WR II, Direktur dan Sekretaris Program Pascasarjana, anggota Badan Perwakilan Program Pascasarjana (BPPs), Dekan di lingkungan Unwar, Ketua dan Sekretaris Prodi di lingkungan Program Pascasarjana Unwar dan lainnya.
MBP/ist
FH UNWAR - Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) bekerja sama dengan FH Universitas 17 Agustus-1945 (Untag) Semarang menggelar seminar nasional di Ruang Auditorium Widya Sabha Universitas Warmadewa, Denpasar, Senin (9/4). Tema yang diambil sangat relevan dengan hajatan pilkada pada tahun politik saat ini yakni ‘’Peran Pemerintah Daerah Dalam Mencegah Korupsi dan Menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)’’. Dekan Fakultas Hukum Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. mengatakan, seminar ini terselenggara atas kerja sama FH Unwar dengan FH Untag.
MBP/ist
MBP/ist
UNWAR - Roadshow Seminar Motivasi bertajuk ‘’Spirit Of Indonesia’’ kembali digelar. Sabtu (7/4), seminar motivasi yang digagas organisasi kepemudaan Kami Indonesia bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Warmadewa (BEM Unwar) ini menyambangi kampus Unwar Denpasar. Sebanyak 500 mahasiswa antusias memenuhi Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar. Seminar motivasi menghadirkan tiga narasumber yaitu Abraham Samad, S.H., M.H. (Ketua KPK 2011-2015), Tubagus Dedi Suwendi Gumelar (anggota DPR-RI 2009-2014) dan I Kadek Arimbawa alias Lolak (anggota DPD-RI Dapil Bali 2014-2019).
14
23 - 29 April 2018
ARYAWEDAKARNA - Doktor Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III menunjukkan kesetiaannya pada pimpinannya yakni Ibu Sukmawati Soekarno Putri. Itu dibuktikan sosok pemuda yang dikenal paling idealis terhadap ajaran Bung Karno di Bali ini mendampingi Ibu Sukmawati terkait dinamika dan kontroversi puisi ‘’Ibu Indonesia’’ yang dibacakannya saat Indonesia Fashion Week 2018. Arya Wedakarna yang juga President The Sukarno Center dan Direktur The Marhaenisme Institute saat ini di Jakarta selalu mendampingi Ibu Sukmawati menghadapi tantangan kebangsaan termasuk adanya sekelompok masyarakat yang merasa keberatan terhadap puisi ‘’Ibu Indonesia’’ yang dianggap menyinggung agama tertentu.
MBP/ist
MBP/ist
SENATOR WEDAKARNA - Langkah Senator RI termuda asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III untuk membawa nama Bali dan Indonesia ke pentas dunia kembali dibuktikan dengan perjuangan diplomasi cerdas. Hal ini terekam saat kunjungan Senator Arya Wedakarna di sejumlah kota di Inggris, diantaranya Oxfor dan London. Kunjungan Senator Wedakarna ini dalam rangka tugas negara terkait rencana pembahasan sejumlah RUU yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat (kesra).
WABUP BADUNG - Pelatihan mahasiswa peduli AIDS se-Kabupaten Badung di Kampus STIKES Bina Usada Bali, Banjar Padang Luwih, Dalung dibuka secara resmi Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Badung yang juga Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Rabu (11/4). Pelatihan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan KPA Kabupaten Badung bahkan di Provinsi Bali. Suiasa menyambut baik pelatihan mahasiswa Peduli AIDS ini sebagai salah satu upaya dalam penanggulangan HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan perguruan tinggi negeri dan swasta di Kabupaten Badung.
MBP/ist
DHYANAPURA - Puncak perayaan HUT ke-31 PPLP Dhyanapura dilaksanakan Rabu (11/4). Perayaan HUT tahun ini mengusung tema ‘’Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang’’. Perayaan HUT PPLP Dhyana Pura dilaksanakan dalam bentuk Ibadah Syukur. Ibadah dipimpin oleh Pendeta I Nyoman Agustinus, M.Th. Dalam renungannya, Pendeta menyampaikan bahwa apa yang sudah dilalui oleh PPLP Dhyana Pura baik dalam meraih kesuksesan maupun dalam menjalani segala tantangan, semua itu tidak terlepas dari kasih Tuhan.
MBP/ist
UNHI DENPASAR - Program Studi Doktor (Prodi S-3) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar ujian terbuka Promosi Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan Program Pascasarjana I Wayan Arta Dipa, S.H., M.H. di Gedung Rektorat Kampus Unhi Denpasar, Rabu (11/4). I Wayan Arta Dipa merupakan Doktor ke-50 Program Pascasarjana Unhi Denpasar. Ujian Terbuka Promosi Doktor ini dipimpin Rektor Unhi Denpasar sekaligus selaku Ketua Sidang Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. Selaku Promotor Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum., Ko-Promotor Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. serta delapan dewan penguji lainnya. 23 - 29 April 2018
15
POLITIK
Membangun Kemitraan Ekonomi Indonesia – Afrika
I
ndonesia dan negara-negara di Afrika telah menjalin persahabatan sejak lama. Sebagai sesama negara berkembang, kerja sama ekonomi di antara Indonesia dan negara-negara Afrika dapat membentuk kekuatan ekonomi baru dunia. Demikian disampaikan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat membuka Indonesia-Africa Forum 2018 di BNDCC, Nusa Dua, Selasa (10/4). IndonesiaAfrica Forum digelar hingga Rabu (10/4). JK mengatakan, persahabatan antara Indonesia-Afrika yang dibentuk sejak 1955 harus dikuatkan kembali. Yakni dengan membangun kemitraan baru untuk menghadapi tantangan saat ini. “Hari ini kita harus bekerjasama untuk memperkuat ekonomi antara Indonesia dan Afrika,” ujarnya. Seperti halnya Afrika, Indonesia saat ini juga tengah gencar membangun infrastruktur agar pertumbuhan ekonomi dirasakan oleh seluruh rakyat. “Apabila Indonesia dan Afrika berhasil dalam memajukan kerjasama, maka kita dapat
menyampaikan kepada dunia khususnya negara-negara berkembang, bahwa kerja sama di antara negara-negara berkembang bisa dilakukan dan menghasilkan kekuatan ekonomi,” tandasnya. Menurut JK, Afrika seperti negara fiktif Wakanda di film Black Panther yang memiliki potensi, namun tidak diketahui dunia luar. Kerjasama dengan Afrika saat ini bahkan menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Mengingat, Afrika merupakan benua dengan pertumbuhan ekonomi tercepat kedua di dunia. Afrika menyimpan potensi besar, termasuk dalam hal sumber daya alam. Sementara Indonesia saat ini menjadi kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Indonesia juga merupakan anggota G20, dan negara berpenduduk terbesar keempat di dunia. “Dalam dua hari ini, saya harap Indonesia dan Afrika dapat memetakan kerjasama ekonomi di masa depan,” jelasnya. JK menambahkan, nilai perdagangan antara Indonesia dan Afrika memang masih terhitung kecil. Namun menunjuk-
kan tren pertumbuhan yang positif dan signifikan. Belum lagi dengan adanya dukungan 400 juta kelas menengah di Indonesia dan Afrika serta jumlah penduduk usia produktif. Hal ini menumbuhkan optimisme akan masa depan ekonomi yang sangat cerah di Indonesia dan Afrika.“Dari sisi Indonesia, komitmen kami tidak perlu dipertanyakan lagi,” imbuhnya. Capaian perdagangan di 2017, lanjut JK, sebesar 8 miliar dolar AS atau naik sekitar 15 persen dibanding tahun 2016. Nilai perdagangan dengan sejumlah negara tercatat naik, dari rata-rata 100 persen sampai diatas 200 persen. Antaralain dengan Liberia, Komoro, Gabon, Togo, Burundi, dan Tanjung Verde. Indonesia memerlukan kapas, minyak mentah, dan kakao dari Afrika.“Sedangkan Afrika memerlukan minyak sawit, kendaraan bermotor dan yang populer, mie instan dari Indonesia,” katanya. JK melanjutkan, lebih dari 30 perusahaan Indonesia juga telah beroperasi di Afrika. Diantaranya perusahaan farmasi, tekstil, dan energi. Sementara nilai investasi Afrika di Indonesia sudah mencapai sekitar 1,28 miliar dolar AS. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengatakan, IAF yang digelar pertama kali ini merupakan bentuk komitmen Indonesia yang cinta Afrika. Indonesia ingin menjadi bagian pembangunan di Afrika, dan Indonesia juga ingin Afrika menjadi bagian pembangunan di Indonesia. “Kami telah mempelajari visi Afrika 2063 dan sudah memonitor progres Perdagangan Bebas di Benua Afrika,” ujarnya. l Rindra
MBP/edi
Wapres Jusuf Kalla meninjau lokasi pameran dalam IAF 2018, yang salah satunya diikuti oleh GMF.
16
23 - 29 April 2018
Afrika merupakan benua dengan pertumbuhan ekonomi tercepat kedua di dunia. Afrika menyimpan potensi besar, termasuk dalam hal sumber daya alam. Sementara Indonesia saat ini menjadi kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Menyangkut materi atau substansi Ranperda Atraksi Budaya yang ketika dicermati banyak mengadopsi Perda No.2 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan Budaya Bali. Akibatnya, terjadi tumpang-tindih pengaturan sehingga disarankan untuk melakukan revisi terhadap Perda No.2 Tahun 2012 dengan memasukkan materi atau substansi ranperda tentang Atraksi Budaya.
’’Perda Tajen’’
Perlu Kajian Mendalam PERDA atraksi budaya yang mengakomodasi keberadaan tajen perlu kajian mendalam. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan perlu ada pengkajian yang lebih mendalam untuk menyempurnakan aspek substansi ranperda tersebut. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan ada tiga hal yang menurut Pastika perlu kajian mendalam. Pertama, menyangkut materi atau substansi ranperda Atraksi Budaya yang ketika dicermati banyak mengadopsi Perda No.2 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan Budaya Bali. Akibatnya, terjadi tumpang tindih pengaturan sehingga disarankan untuk melakukan revisi terhadap Perda No.2 Tahun 2012 dengan memasukkan materi atau substansi ranperda tentang Atraksi Budaya. Kedua, Pastika mengatakan perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Diantaranya, PHDI, Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP), serta tokoh-tokoh seni dan budayawan. Khu-
susnya pada penyebutan simbol-simbol dalam Agama Hindu. Ketiga, perlu dilakukan kajian materi teknis terhadap materi-materi lain, yang sangat bersentuhan dengan wilayah atau konsep Agama Hindu dan adat Bali. “Namanya kan atraksi budaya, saya kan nggak nyebutin ada tajen. Saran saya, kaji lebih jauh, dengar pendapat semua pihak. Apakah MUDP, PHDI, para budayawan, dan lain-lain, semua harus didengar. Jadi dikaji dulu lebih jauh,” ujarnya selepas Rapat Paripurna. Mengenai adanya materi tentang sabungan ayam dalam ranperda inisiatif dewan itu, Pastika menyatakan tergantung bagaimana masyarakat menerima dan menyikapi hal itu. Namun demikian, keberadaan ranperda dikatakan urgent karena terkait dengan aturan mana yang boleh dan tidak boleh. Begitu juga, mana yang harus didukung anggaran dan mana yang tidak usah. “Terus bagaimana mengatur obyekobyek wisata. Seperti tari-tarian, mana yang boleh, mana yang tidak. Kapan
boleh, kapan tidak. Misalnya rejang dewa, itu kan hanya untuk di pura. Ada yang tidak boleh dipertontonkan di luar, untuk cari duit. Ini kan harus jelas dan tegas, supaya sama di seluruh Bali,” jelasnya. Menurut Pastika, beberapa unsur budaya Bali telah diakui sebagai warisan budaya tak benda nasional, bahkan ada yang diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Hal ini sebetulnya menjadi peluang promosi yang akan sangat laku untuk dikelola menjadi produksi atraksi pariwisata. Keberadaan ranperda diharapkan bisa mengelola lebih baik lagi dan lebih tepat guna. “Misalnya sawah di Jatiluwih sudah diakui UNESCO, tapi kan kita belum bisa memanfaatkan optimal untuk kesejahteraan rakyat. Orang kesana cuma lihat, kemudian pulang lagi. Apa yang didapat petani? Sebenarnya kan petani itu ‘pragina’-nya, tapi tidak dapat honor. Bagaimana kita mengaturnya,” imbuhnya. l Rindra 23 - 29 April 2018
17
KIPRAH
MBP/suryawan
Pelajar SMP Negeri 3 Denpasar yang berhasil memanfaatkan limbah jerami padi sebagai casing antiradiasi pada HP.
Karya Inovasi Siswa SMPN 3 Denpasar
K
Casing HP Antiradiasi dari Jerami Padi
egairahan siswa-siswa SMPN 3 Denpasar untuk menggeluti aktivitas penelitian sangat tinggi. Berbagai prestasi membanggakan telah berhasil diraih siswa-siswa di sekolah favorit ini, mulai dari kompetisi di tingkat lokal Bali, nasional hingga yang berskala internasional. Salah satu prestasi fenomenal diukir siswa-siswa SMPN 3 Denpasar di ajang Malaysian Association of Research Scientists (Mars) pada Februari lalu. Pada kompetisi bergengsi tingkat internasional itu, lima siswa sekolah yang sempat menyandang predikat Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) ini menampilkan karya inovasi “Biomaterial Casing Telepon Seluler (HP) AntiRadiasi”. Karya inovasi yang memanfaatkan limbah jerami padi (Oryza sativa) sebagai bahan utama casing telepon seluler antiradiasi ini sukses meraih medali emas di ajang bergengsi tersebut. Karya inovasi ini diciptakan oleh lima
18
23 - 29 April 2018
siswa, yakni I Gede Adhie Kinandana, I Made Dika Damanata, Gede Aryana Saputra, I Putu Aryana Saputra dan I Putu Mahendi Krisna Massudana. Menurut I Putu Mahendi Krisna Massudana, ide pembuatan Biomaterial Casing HP Antiradiasi ini bermula dari keprihatinannya kepada masyarakat yang semakin ketergantungan dengan HP, namun tidak menggunakannya dengan baik. Sebab, dalam penggunaannya, mereka sering menaruh HP di saku celananya. Padahal, kebiasaan ini sangat berefek buruk bagi organ vitalnya. Pasalnya, HP mempunyai gelombang radio frekuensi yang dapat berpengaruh pada kerusakan sel-sel dalam organ tubuh. “Selain berguna mengurangi limbah jerami padi, biomaterial casing ini juga dapat menghambat gelombang radiasi HP, sehingga orang tidak perlu takut lagi meletakkan HP-nya di saku celana. Sebab, biomaterial casing ini dapat menyerap gelombang radiasi HP
sebesar 70,7 persen yang dikeluarkan dari HP tersebut. Jadi sangat aman,” katanya memaparkan penelitian tersebut. Krisna Massudana berharap, hasil penelitian ini bisa disempurnakan lagi sehingga kemampuan penyerapan gelombang radiasi bisa dioptimalkan. Berbekal prestasi di tingkat internasional tersebut, dia bersama-sama teman-temannya makin tertantang dan termotivasi untuk menciptakan karya-karya inovatif lainnya melalui jalur penelitian. “Tentunya, kami sangat bangga dengan prestasi ini. Selain mampu mengharumkan nama sekolah, Bali dan Indonesia di kancah internasional, hasil penelitian ini tentunya juga sangat bermanfaat bagi kesehatan para pengguna HP. Jadi, mereka bisa tetap menggunakan HP yang merupakan salah satu gaya hidup di zaman now, dengan risiko terpapar gelombang radiasi yang dapat diminimalisasi,” ujarnya. l Winatha
AKTIVITAS
MBP/ist
ARYA WEDAKARNA - Presiden RI Ir. Joko Widodo berkenan menerima pengurus Yayasan Kepustakaan Bung Karno (YBK) Jakarta, Yayasan Kepustakaan Bung Karno (YKBK) Bali dan The Sukarno Tampaksiring di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut hadir Guruh Soekarno Putra (Ketua Umum YBK), Sukmawati Soekarno Putri (Penggagas Taman Proklamator Renon, Denpasar), Halida Hatta (putri Proklamator Bung Hatta), Gusti Ayu Menur (YBK), Gus Marhaen (Ketua Umum YKBK Bali), Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (President The Sukarno Center Tampaksiring/Senator DPD-RI), Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS, S.E., M.M. (anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI-P), Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry WS, S.Sos., S.H., M.H. (Ketua Umum Yayasan Unmar) dan sejumlah pengurus lainnya.
MBP/ist
FAENA HOTEL - Untuk kesekian kalinya Faena Hotel yang berlokasi di Collins Avenue, Miami FL, kembali melakukan perekrutan mahasiswa perhotelan di Kampus SPB-STPBI untuk melaksanakan internship di hotel mereka. Hotel-hotel yang sebelumnya sudah melaksanakan kunjungan ke Kampus SPB-STPBI adalah The Setai Miami dan The St. Regis Bal Harbour Miami, Amerika Serikat. Pada 19 Maret 2018 lalu, Faena Hotel melaksanakan kunjungan keempat di Kampus SPB-STPBI Denpasar. Kunjungan mereka kali ini diwakili oleh Andrea Ramos Forte yang menawarkan posisi F&B Service. FIKOM UNDWI - Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dwijendra (Undwi) Drs. I Wayan Kotaniartha, S.H., M.H., Senin (9/4) malam melepas 37 sarjana Ilmu Komunikasi. Hingga kini Fikom Undwi telah meluluskan 731 sarjana. Pelepasan sarjana baru dihadiri Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya dan Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Dekan I Wayan Kotaniartha didampingi Wakil Dekan Drs. A.A. Gede Bagus, M.Si. juga menyerahkan penghargaan kepada lulusan terbaik. Lulusan terbaik masing-masing diraih Renata Lusibara Siringoringo (IPK 3,59), Puguh Pujiarso (IPK 3,57) dan Rizky Anggraeni (IPK 3,55).
PEMKOT DENPASAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melakukan Bhakti Panganyar di Pura Agung Besakih, Selasa (10/4). Pelaksanaan Bhakti Panganyar dipimpin Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Denpasar. Pelaksanaan upacara tersebut diawali dengan persembahan tari wali dan tarian Topeng yang diiringi Sekaa Gong Wahana Gurnita Kecamatan Denpasar Timur. Dalam kesempatan tersebut, Kecamatan Denpasar Timur juga membawakan tari Rejang Renteng. 23 - 29 April 2018 19
MANCANEGARA
Pekerja Mogok, Ratusan Penerbangan
L
ebih dari 1.100 penerbangan dibatalkan di Jerman setelah para pekerja bandara menggelar aksi mogok menuntut kenaikan gaji pekan lalu. Pejabat bandara memastikan hampir 700 penerbangan di Bandara Frankfurt dibatalkan. Sebanyak 400 penerbangan lain yang terdampak aksi mogok buruh terjadi di Muncih, dan puluhan penerbangan lainnya yang dibatalkan terjadi di Cologne dan Bremen. Maskapai penerbangan Jerman, Lutfhansa terpaksa membatalkan 800 penerbangan, separuh dari jadwal hariannya,. Pembatalan itu mempengaruhi lebih dari 90 ribu penumpang. Pekerja sektor publik, termasuk sopir bus dan staf rumah sakit telah menggelar aksi mogok selama beberapa minggu sebelumnya di Jerman, tetapi pekerja ban-
20
23 - 29 April 2018
Dibatalkan
dara baru melakukannya, Selasa. Verdi, serikat pekerja yang mewakili 2,3 juta pekerja sektor publik di Jerman menyatakan bahwa staf bandara, termasuk penjaga keamanan dan petugas pemadam kebakaran menggelar aksi mogok di sedikitnya empat bandara. Serikat pekerja tersebut menyerukan kenaikan enam persen atas pekerjanya, dan menggunakan aksi mogok untuk mendorong tujuannya menjelang negosiasi. Hal yang sama juga terjadi di Munich, Colonge, dan Bremen. Mogok kerja tersebut tidak hanya memukul sektor penerbangan, karena diikuti juga oleh para perawat kesehatan, pemungut sampah, dan penjaga kolam renang umum di sejumlah negara bagian Jerman. “Kami ingin menyampaikan pesan yang jelas kepada para pemberi pekerjaan dengan
aksi mogok besar ini,” kata Frank Bsirske, kepala Verdi yang merupakan serikat pekerja terbesar di Jerman untuk sektor layanan umum. “Kami berharap tawaran yang masuk bagi perundingan putaran ketiga adalah tawaran yang masuk akal sehingga kami bisa mengupayakan solusi yang baik,” kata Bsirske. Dia mengatakan bahwa serikat pekerja yang dipimpinnya akan memperbesar aksi jika para pengusaha tidak menyampaikan tawaran sampai pekan depan. Perundingan putaran ketiga akan dimulai pada 15 April mendatang. “Perekonomian sedang marak dan penerimaan pajak federal dan negara sudah lama tak setinggi ini,” kata Serikat Pekerja dalam sebuah pernyataan. Mereka menyatakan pekerja sektor publik juga perlu
menikmati perkembangan ekonomi yang menguntungkan tersebut agar menciptakan perasaan adil dan mengamankan masa depan sektor publik. Serikat pekerja mewakili jutaan pekerja jerman mendapatkan kenaikan gaji yang lebih besar awal tahun ini. Mereka juga mendapatkan jaminan jam kerja yang lebih fleksibel. Jerman, yang kini menjadi negara dengan perekonomian terbesar di Eropa, memang tengah mengalami masa yang baik, dengan peningkatan penerimaan pajak tertinggi dan surplus anggaran. Penurunan tingkat pengangguran, kenaikan upah, dan rendahnya biaya kredit membuat daya beli masyarakat di sana semakin tinggi. Sementara itu di sektor industri, sebanyak 3,9 juta buruh telah menyepakati kenaikan tingkat upah sekitar 4 persen per tahun sampai 2019 dan jam kerja fleksibel pada Ferbuari lalu. Di sisi lain, inflasi masih tertahan pada level 1,5 persen Maret ini. Bank Sentral Eropa kini memantau perundingan upah di Jerman, mengingat kenaikan pendapatan berpotensi memicu inflasi sehingga bank sentral harus mulai mengurangi program stimulus mereka. Namun, Perhimpunan Bandar Udara Jerman (ADV) mengecam pemogokan itu sebagai
tidak sebanding. “Apa yang disebut pemogokan peringatan, yang segara mengarah kepada kerugian ekonomi dalam jumlah jutaan euro buat perusahaan penerbangan dan bandar udara, serta penundaan lama dan bahkan pembatalan massal penerbangan, tidak sebanding sama sekali,� kata Direktur ADV Ralph Beisel. Fraport, perusahaan yang mengoperasi-
kan Bandara Frankfurt mengatakan pembatalan penerbangan sangat jarang terjadi, tapi bukan belum pernah. Setiap tahunnya bandara tersebut melayani lebih dari 64 juta penumpang. Aksi pemogokan cukup besar yang terakhir di Bandara Frankfurt, Jerman terjadi dua tahun lalu. l Gugiek Savindra
23 - 29 April 2018
21
DAERAH
MBP/eka
Sebuah crane masih terpasang di kawasan proyek Pasar Badung, Denpasar. Setelah pengerjaan tahap awal, proyek pembangunan Pasar Badung tahap II menunggu hibah.
Proyek Pasar Badung Tahap II Tunggu Proses Hibah
P
embangunan fisik proyek Pasar Badung tahap I sudah rampung per 20 Desember 2017 lalu. Kini Pemkot Denpasar berencana melanjutkan pembangunan pasar tradisional terbesar di Bali, namun pengerjaan fisik bangunan tahap II tersebut masih terkendala dengan proses hibah yang masih berlangsung. Sedangkan proses lelangnya sudah selesai dilakukan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Denpasar. Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Denpasar A.A.Gede Risnawan mengatakan, proses tender yang dilakukannya terhadap Pasar Badung sudah rampung. Pihaknya sudah berhasil melakukan proses tender dengan menghasilkan PT Nindya Karya sebagai pemenang. “Rekanan yang menang dulu yang kembali mengerjakan (PT Nindya Karya-red),� kata mantan Camat Densel ini, Senin (9/4). Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindag Denpasar yang dalam proyek Pasar Badung tahap I sebagai Pejabat
22
23 - 29 April 2018
Pembuat Komitmen (PPK) IGA Laxmi Saraswaty mengakui proses hibah dari Kementerian Perdagangan masih dalam proses. Dikatakan, proses hibah ini sudah dilakukan di Kemendag-RI. Bahkan beberapa kali telah dilakukan pertemuan antarlembaga terkait. Kini tim di Kemendag telah membawa proses ini ke Kemenkeu. Pihaknya kini masih menunggu proses selanjutnya, karena hibah dengan nilai di atas Rp 10 miliar harus mendapatkan persetujuan Presiden. Seperti diketahui, mekanisme hibah untuk pembangunan fisik Pasar Badung mengacu kepada Pemerkeu Nomor 111/PMK.06/2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemindahtanganan Barang Milik Negara. Pada pasal 8 ayat b menyebutkan, hibah bangunan yang nilainya di atas Rp 10 miliar harus mendapat persetujuan Presiden. Pembangunan Pasar Badung tahap pertama ditangani Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Sedangkan untuk tahap berikutnya yang diperkirakan dilaksanakan tahun 2018 ini akan
ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Pembangunan Pasar Badung tahap I ini meliputi pembuatan dua lantai basement dan lantai dasar. Pola ini dilakukan menindaklanjuti rekomendasi Kementerian Perdagangan, terkait penggunaan dana tugas perbantuan (APBN) sebesar Rp 75 miliar. Sedangkan pagu dana pendampingnya dialokasikan sebesar Rp 15 miliar. Namun, dalam realisasinya pembangunan Pasar Badung tahap I ini menelan dana APBN sebesar Rp 65.512.784.000 dan APBD sebesar Rp 12.498.214.000, sehingga totalnya menelan dana Rp 75.010.998.000. Proyek tahap I tersebut dikerjakan PT Nindya Karya (Persero), konsultan pengawas PT Mitra Tri Saksi, konsultan perencana PT Gaharu Sempana. Pasar ini menampung 1.698 pedagang, yang terdiri dari pedagang di kios 311 orang dan los sebanyak 1.387 pedagang. l Asmara Putera
Pembangunan Pasar Agro Belum Dapat Restu RENCANA pembangunan Pasar Agro di Abiansemal, Badung yang sempat digulirkan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Badung, masih mengambang. Pasalnya, pasar yang rencananya memanfaatkan lahan Pasar Kertha Sari atau Latu ini belum mendapat persetujuan Bupati Badung. Dikonfirmasi Senin (9/4), Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Badung I Made Sutarma membenarkan jika usulan pembangunan Pasar Agro belum mendapat restu dari orang nomor satu di Badung. ‘’Ya, kami masih menunggu petunjuk Bupati. Rencana itu (pembangunan Pasar Agro–red) sudah kami usulkan tahun 2017 lalu,’’ ujarnya. Menurut Sutarma, lahan Pasar Latu menjadi ‘’rebutan’’ banyak pihak. Seperti diusulkan untuk Taman Lansia dan lokasi pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri. ‘’Semuanya itu belum pasti. Masih menunggu keputusan Bapak Bupati,’’ katanya. Sutarma menegaskan, pihaknya akan berupaya menindaklanjuti kembali ren-
cana Pasar Agro hingga terealisasi. Terlebih pengelolaan Pasar Latu masih di bawah DP Pasar, meski selama ini masih merugi. ‘’Kami akan follow-up lagi usulan kami agar bisa dibangun Pasar Agro,’’ tegasnya. Pantauan beberapa waktu lalu, suasana di Pasar Latu tampak sepi. Ruko-ruko yang terletak di kawasan ini pun terlihat tertutup rapat. Kawasan ini juga masih dimanfaatkan sebagai lahan parkir truk-truk besar. Hingga saat ini bangunan tersebut masih belum jelas. Pasalnya, pemerintah sejak dua tahun lalu menjanjikan bangunan itu menjadi kawasan yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah seorang warga setempat mengatakan, status bangunan saat ini masih belum jelas. Namun sudah ada beberapa informasi pasar ini akan dijadikan Taman Lansia. ‘’Katanya mau dijadikan Taman Lansia, tapi masih belum pasti. Tidak tahu mau jadi apa nanti,’’ ujar Yanto. Dia mengharapkan bangunan ini agar
segera diperbaiki dan dapat difungsikan kembali. Pasalnya, sangat disayangkan bangunan sebesar ini dibiarkan begitu saja. ‘’Seperti tak terurus. Jadinya, harus segera difungsikan lagi. Kalo nggak, kan kasihan bangunannya segede gini,’’ harapnya. Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Badung I Made Wira Dharmajaya mengatakan semua rencana terkait pemanfaatan Pasar Latu masih dilakukan pembahasan. Namun pihaknya belum mengetahui arah pemanfaatannya. Sebab, pemanfaatan bangunan yang berdiri di atas lahan sekitar satu hektar lebih tersebut harus dilakukan dengan kajian yang komprehensif, sehingga nantinya bangunan tersebut sesuai dengan letaknya dan peruntukkannya. ‘’Yang jelas, masih dilakukan pembahasan dan harus ada kajian yang komprehensif,’’ tegasnya. l Parwata
MBP/eka
Beberapa los pedagang yang sedang buka di Pasar Kertasari Latu, Abiansemal, Badung, minim pengunjung. 23 - 29 April 2018
23
K E S E H ATA N
C
Mengenal dan Mencegah Penyakit Chikungunya
hikungunya adalah penyakit zoonotic yang ditularkan dari hewan yang telah muncul di berbagai negara termasuk Indonesia. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi penyakit virus chikungunya (CHIKV). Penyakit ini awalnya ditemukan di Tanzania, Afrika pada tahyn 1960-an. Awalnya penyakit ini mewabah di berbagai negara Asia sepert India, Sri Langka, Myanmar dan Thailand; lalu virus ini menyebar ke Indonesia dan pertama kali ditemukan sekitar ahun 1982-1985. Wabah Chikungunya sering muncul di daerah urban, bersifat sporadic dengan karakteristik yang eksplosif. Chikungunya termasuk dalam genus Alphavirus dari famili Togaviridae. Nama ‘chikungunya’ berasal dari kata dalam bahasa Kimakonde, yang berarti “menjadi berkerut� dan menggambarkan penampilan penderita penyakit sendi yang bungkuk. Virus chikungunya adalah virus yang ditularkan ke manusia melalui gigitan beberapa spesies nyamuk betina yang terinfeksi. Vektor utama penyakit ini yaitu nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, dua spesies yang juga dapat menularkan
24
23 - 29 April 2018
virus nyamuk lain, termasuk DBD. Nyamuk ini bisa ditemukan menggigit sepanjang siang hari, umumnya mulai pagi hari pukul 09.00-10.00 dan petang hari pukul 16.0017.00. Setelah menghisap darah, nyamuk akan beristirahat pada tempat yang gelap dan lembab di dalam atau di luar rumah, berdekatan dengan habitat perkembangbiakannya. Pada tempat tersebut nyamuk menunggu proses pematangan telurnya. Setelah beristirahat dan proses pematangan telur selesai, nyamuk betina akan meletakkan telurnya di atas permukaan air, kemudian telur menepi dan melekat pada dinding-dinding habitat perkembangbiakannya. Pada umumnya telur akan menetas menjadi jentik/larva dalam waktu kurang lebih dua hari. Telur di tempat yang kering tanpa air dapat bertahan sekitar enam bulan, jika tempat-tempat tersebut kemudian tergenang air atau kelembabannya tinggi maka telur dapat menetas lebih cepat. Sehingga pada musim hujan populasi Aedes sp. akan meningkat karena telur yang tadinya belum sempat menetas akan menetas ketika habitat perkembangbiakannya mulai terisi air hujan. Nyamuk Aedes sp. dapat mengandung virus chikungunya pada saat menggigit
manusia yang sedang mengalami viremia, yaitu dua hari sebelum demam sampai lima hari setelah timbul demam. Virus yang berada di kelenjar liur berkembang biak dalam waktu 8-10 hari sebelum dapat ditularkan ke manusia pada saat gigitan berikutnya dan virus memerlukan waktu masa tunas 4-7 hari dalam tubuh manusia sebelum menimbulkan penyakit. Gejala Virus Chikungunya dapat menyerang anak-anak atau dewasa. Masa inkubasi dari virus Chikungunya adalah 2-4 hari yang berartiuntuk menimbulkan gejala waktunya dalah 2-4 hari sejak tergigit nyamuk yang terinfeksi virus ini. Gejala akan muncul selama 3-10 hari. Gejala awal utama penderita yang terinfeksi virus Chikungunya adalah merasakan deman mendadak disertai linu di persendian. Khasnya tanda linu atau pegal pada tulang, menyebabkan banyak yang menamai penyakit ini dengan demam tulang atau flu tulang. Tapi terkadang ada juga penderita yang terinfeksi tanpa menimbulkan gejala atau silent virus chikungunya. Demam biasanya terjadi selama lima hari dimana awalnya demam tidak terlalu
tinggi salama 2-3 haru kemudian meningkat selama 1-2 hari. Nyeri persendian sering dikeluhkan sebelum timbul demam dan biasanya terletak pada pergelangan kaki, pergelangan tangan, siku, jari, lutut, dan pinggul. Sebagian besar nyeri sendi dapat pulih sepenuhnya, namun dalam beberapa kasus dapat berlanjut selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Ruam bisa terjadi pada seluruh tubuh berbentuk makulopapular, sentrifugal, dan sering muncul pada hari ke 4-5 demam. Tanda dan gejala umum lainnya termasuk menggigil, muka kemerahan (flushed face), nyeri di belakang bola mata, mata kemerahan, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan kelelahan. Komplikasi serius umumnya tidak terjadi, namun pada orang tua, penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Sesekali kasus komplikasi mata, neurologis dan jantung serta keluhan gastrointestinal telah dilaporkan. Gejala lain umumnya ringan dan infeksi sering kali tidak diketahui atau salah didiagnosis di daerah endemik demam berdarah. Penyakit Chikungunya tidak sampai menimbulkan kematian dan nyeri pada persendiannya juga tidak akan menyebabkan kelumpuhan. Gejala akan mereda setelah 5 hari meskin pada beberapa kasus rasa nyeri masih tertinggal selama berhari-hari atau berbulan-bulan. Biasanya hal ini terhadi pada penderita yang sebelumnya memiliki riwayat sering nyeri tulang dan otot. Sampai saat ini Chikungunya belum ada obat antiviral khusus ataupun vaksinnya. Pengobatan hanya bersifat simtomatis dan suportif berhubung penyakit ini merupa-
kan self limiting disease(sembuh dengan sendirinya) Meski virus Chikungunya ditularkan oleh nyamuk yang sama dengan demam dengue, namun sifat penyakitnya berbeda karena tidak sampai ada tanda perdarahan hebat, syok maupun kematian. Setelah penderita terinfeksi virus ini makan akan terbentuk kekebalan terhadap penyakit ini di kemudian hari yang membuat penderita relatif imun terhadap virus Chikungunya. Mengenal faktor risiko untuk dapat mencegah dan mengendalikan Chikungunya. Kejadian penyakit Chikungunya erat kaitannya dengan factor lingkungan terutama terkait pengendalian vector nyamuk. Selain itu juga erat kaitannya dengan perilaku manusia dalam menghindari gigitan nyamuk. Hal ini dikarenakan nyamuk penyebar virus Chikungunya suka hidup di permukaan air, lokasinya lembab dan gelap. Upaya pencegahan penyakit ini utamanya adalah untuk memotong rantai penularan dengan mendorong masyarakat untuk ikut memberantas sarang nyamuk dan menghindari gigitan nyamuk. Untuk memutuskan rantai penularan penyakit maka dilakukan penyuluhan intensif, penggerakan masyarakat untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M plus, larvasidasi massal, dan fogging. Pencegahan perkembangbiakan nyamuk dapat dilakukan melalui kegiatan 3M plus
dapat diaplikasikan di masyarakat, yaitu: (1) Menguras dan menyikat tempat penampungan air seminggu sekali (M1); (2) Menutup rapat tempat penampungan air (M2); (3) Mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan (M3). Selain itu ditambah (plus) dengan cara lain menabur larvasida (misalnya abate) di semua tempat penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik, mengganti air vas bunga dan minuman burung seminggu sekali. Menghambat pertumbuhan vektor juga dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan rumah serta mengurangi tempat-tempat yang gelap dan lembab di lingkungan rumah. Keberhasilan kegiatan ini dapat diukur dengan Angka Bebas Jentik (ABJ), apabila ABJ lebih atau sama dengan 95% diharapkan penularan chikungunya dapat dicegah. Untuk menghindari gigitan nyamuk, masyarakat dapat disarankan untuk menggunakan pakaian yang meminimalkan paparan kulit terhadap vektor, menggunakan kelambu atau obat nyamuk, jangan membiasakan menggantung pakaian di dalam kamar, dan menggunakan penangkal nyamuk (repelen). Penangkal nyamuk dapat berupa losion yang dioleskan pada kulit yang terpapar dan harus mengandung DEET (N, N-dietil-3-metilbenzamida), etilester asam nitrit IR3535 (3-[N-asetil-Nbutil]-aminopropionat) atau icaridin (asam 1-piperidinecarboksilat, 2-(2-hidroksietil)1-metilpropilester). Pengendalian vektor secara kimiawi juga dapat dilakukan menggunakan larvasida/ insektisida dengan sasaran vektor stadium dewasa dan pra-dewasa. Untuk sasaran nyamuk dewasa menggunakan organophospat (Malathion, pirimiphos), pyrethroid (Cypermethrine, lamda-chyalotrine, cyflutrine, Permethrine & S-Bioalethrine) yang dapat diaplikasikan dengan cara pengabutan panas (fogging) fokus dua siklus dengan interval satu minggu atau pengabutan dingin (ULV) untuk stadium dewasa. Untuk sasaran jentik dapat menggunakan larvasida golongan organophospat (Temephos). Sedangkan penerapan pengendalian biologis ditujukan terhadap jentik pada sasaran berskala kecil dengan memelihara ikan pemakan jentik atau dengan bakteri. l dr. Wayan Citra Wulan Sucipta Putri, MPH Staf dosen di Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. suciptaputri@unud.ac.id 23 - 29 April 2018
25
LENSA
Seorang tukang suun (angkut barang) menjunjung buah nenas di Pasar Kumbasari, Denpasar. Sebagian besar buruh angkut barang di pasar ini digeluti kaum perempuan. Mereka terpaksa melakoni profesi yang mengandalkan kekuatan fisik ini untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang makin meningkat.
OLAHRAGA
Balapan Dramatis dan Aneh MBP/net
S
Pembalap Inggris Jack Miller menengok ke belakang dimana sejumlah grid kosong pada start MotoGP Argentina.
eri kedua MotoGP 2018 yang berlangsung di sirkuit Termas de Río Hondo, Argentina berlangsung lebih menarik dari biasanya. Selain memunculkan banyak insiden dan ketegangan, balapan ini juga berjalan tidak seperti biasanya. Jack Miller diluar dugaan menempati start terdepan. Ia terbengong-bengong mengetahui tiga grid di belakangnya kosong melompong sebelum mulai balapan. Marc Marquez susah payah menyalakan motornya yang mati mendadak sebelum bendera hijau dikibarkan. Ketegangan di awal balapan meningkat saat Dani Pedrosa tersingkir dini setelah bersenggolan dengan Johann Zarcoo. Puncak dari drama ini adalah saat Marquez menabrak musuh bebuyutannya Valentino Rossi hingga terperosok di pinggir trek. Marquez yang semula finish diurutan kelima, terkena penalti 30 detik dan posisi melorot hingga tempat ke-18. Sementara Rossi tertinggal jauh dan mengakhiri balapan di posisi ke-19.
Miller yang memimpin hingga separo lebih balapan, posisinya tergeser setelah disalip rombongan di belakangnya, 7 lap sebelum bubaran. Carl Crutchlow (LCR Honda) akhirnya memenangi lomba ini diikuti Zarco ( Yamaha Tech 3) dan Alex Rins (SUZUKI ECSTAR). Miller (Pramac Racing) sendiri finish di posisi ke-4. Balapan ini ditandai dengan ketidak berhasilan tiga tim utama (Honda, Yamaha, Ducati) mencapai panggung. Maverick Vinales (Movistar Yamaha) hanya di posisi ke-5. Bos MotoGP Carmelo Ezpeleta menjelaskan perubahan cuaca di awal lomba membuat persiapan balapan menjadi kacau. “Balapan MotoGP dan lainnya berlangsung dalam situasi yang sulit karena berhubungan dengan cuaca. Moto2 berjalan dalam kondisi kering sedangkan Moto3 digelar dalam kondisi basah,” kata petinggi DORNA, operator MotoGP itu. Miller menjadi satu-satunya pem-
balap yang berada di start terdepan karena karena telah mengubah ban basahnya menjadi slick. Sementara rival-rivalnya memilih masuk pit dan berganti kendaraan. Mereka baru bergabung kembali setelah fase ‘warm-up.’ Kekacauan muncul karena pembalap yang berganti kendaraan mencapai 23 orang. Akibatnya start dimundurkan dan formasi baru start dibuat ulang. Hasilnya Miller sendirian di depan dengan sejumlah grid dibelakangnya kosong. Ezpeleta menjelaskan pembalap yang membuat keputusan tepat tidak diubah posisi startnya, persis seperti semula. Sementara lainnya memulai balapan mundur dari posisi sebenarnya. “Kami membuat keputusan dengan alasan keamanan. Dan keputusan itu tepat,” kata Ezpeleta yang enggan mengomentari juara bertahan Marquez yang terkena penalti tiga kali, laporan Crash. net. l Yudi Winanto 23 - 29 April 2018
27
OLAHRAGA
Olahragawan Masa Depan
W
ales memiliki olahragawan masa depan. Di usianya yang ke-11 tahun, Anna Hursey telah mewakili negerinya di pesta olahraga Persemakmuran Commonwealth Games 2018 di Gold Coast, Queensland, Australia. Ia diklaim sebagai olahragawan termuda di event empat tahunan tersebut. Hursey tampil mengejutkan saat ia melakoni nomor perorangan tunggal putri pada babak penyisihan grup. Dia hanya memerlukan waktu 17 menit saja untuk me-
28
23 - 29 April 2018
nyingkirkan Halima Nambozo dari Uganda. Lawannya yang berusia 19 tahun, tak kuasa meladeni permainan cepat Hursey yang akhirnya memenangkan laga dengan ‘straight set.’ Sayangnya, langkah Hursey terhenti di putaran kedua setelah ditaklukan Li Sian Alice dari Malaysia yang akhirnya mewakili grup itu untuk maju ke babak selanjutnya. Di laga sebelumnya di nomor beregu, Hursey yang
menimba ilmu tenis meja hingga ke Tiongkok, juga tercatat dua kali meraih keme-
nangan. Meski petualangannya berakhir, Hursey telah mencatatkan diri sebagai olahragawan profesional termuda yang tampil di event internasional mewakili Wales di level senior. Hursey belajar olahraga tenis meja ini sejak usia lima tahun. Tahun lalu saat, dia menjadi pemain termuda yang mewakili Wales saat turun di Kejuaraan Tenis Meja Eropa. Saat itu usianya baru 10 tahun, laporan bbc.co.uk. l Yudi Winanto
MBP/net
Penyerang Manchester United Marcus Rashford mendapat kado sepatu Nike Air Max 97 CR7 berwarna merah dari Cristiano Ronaldo.
Kado dari Sang Bintang KADO istimewa diterima penyerang Manchester United Marcus Rashford. Pengirimnya kolega yang juga bintang utama Real Madrid Cristiano Ronaldo. Kado tersebut berupa sepatu merah Nike Air Max 97 CR7. Ronaldo menjadi idola Rashford sejak lama. Pemain Portugal itu meninggalkan MU menuju Real Madrid saat Rashford berusia 12 tahun. Tidak hanya sebagai mantan pemain MU, Ronaldo juga diidolakan karena kepribadian dan prestasinya meski pemain itu tidak terlalu akrab dengan Rashford saat di Old Trafford. MU tampil menawan saat menggagalkan tetangganya City meraih gelar juara Liga Utama Inggris teramat dini. Kemenangan 3-2 itu semakin bersejarah karena diraih di stadion Etihad, kandang City. Rashford tampil sebagai pemain pengganti Alexis Sanches di babak kedua. Ia tampil habis-habisnya untuk
mempertahankan gol yang dibuat Paul Pogba dan Chris Smalling hingga MU bisa pulang membawa tiga poin. Bisa jadi, Rashford tampil penuh semangat setelah menerima kado istimewa itu. Ronaldo sengaja memilihkan warna merah karena MU memang kostum utamanya merah. Ronaldo bekerjasama dengan perusahaan peralatan olahraga Nike untuk memproduksi sepatu Nike Air Max 97 CR7 yang berwarna keemasan. Sepatu seharga 145 pound itu dikenal dengan sebutan ‘Portugal Patchwork.’ Ini bukan sembarang sepatu, karena menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan hidup sang bintang Real Madrid itu. Sepatu dengan logo CR7 di bagian tumit itu sebagai persembahan pada ibunya yang dedikasinya tiada tara pada Ronaldo. Sewaktu kecil, Ronaldo sering merusakan sepatu yang dipakainya. Namun ibunya senantiasa menambal lubang pada sepatu tersebut agar biasa dipakai kembali, laporan Daily Mail. l Yudi Winanto
23 - 29 April 2018
29
OLAHRAGA
Mitra Devata Himpun Mantan Pesepak Bola Pro
MANTAN pesepak bola profesional di Bali memiliki wadah tempat bernaung bernama Legend Mitra Devata. Klub ini didirikan pada 15 Januari 2015 oleh Purwanto Iman Santoso untuk ajang reuni, temu kangen dan bersilaturahmi antara mantan pemain bola profesional di Pulau Dewata. Eks pemain papan atas Bali yang bergabung dalam komunitas ini tercatat Ida Bagus Nyoman Mahayasa, Komang Mariawan, Wayan Sukadana, Erick Ibrahim, Made Pasek Alit, Muhammadan, Johan Charles, Wayan Gangga Mudana, I G.N. Bayu Sutha, Made Soni Kawiarda, Nyoman Rafik Armawan, Edy Supriono, Wayan Kartadnya, Nengah Repot Sulendra dan Made Mutram. Kegiatan Mitra Devata antara lain latih tanding meladeni tim-tim lokal Bali dan siap memberikan pelatihan (coaching clinic) kepada tim lawannya. ‘’Skuad kami berusia gaek, tetapi skill bermain bola masih cukup mumpuni,’’ jelas Purwanto di Denpasar pekan lalu. Mitra Devata juga melakukan lawatan ke luar Bali seperti ke Jateng, DIY dan NTB guna meladeni tim-tim asal daerah tersebut. Purwanto rela merogoh kocek dalam-dalam guna membiayai Mitra Devata bertandang ke daerah lain. Biaya yang dikeluarkan mulai transportasi pergi-pulang, akomodasi, konsumsi sampai transportasi lokal. ‘’Saya ikhlas mengeluarkan biaya agar para pemain bisa merasakan suasana berbeda,’’ ujar pria kelahiran Magelang, 12 Juli 1954 ini yang mengagendakan Mitra Devata mengadakan lawatan ke Jateng pada awal Mei nanti. Purwanto adalah pengusaha kontraktor yang menangangi terminal Bandara I Gusti Ngurah Rai dan pembangunan hotel di kawasan Sunset Road. ‘’Saya ingin membagikan sebagian rezeki yang saya dapat,’’ tuturnya. Saat masih aktif bermain bola, ia pernah bermain di klub Divisi Utama Persija Jakarta dan Uni Makes Strength (UMS). UMS satu pemilik dengan UMS 80, tim kontestan Liga Sepak Bola Utama (Galatama). Pada bagian lain, Koordinator Mitra
30
23 - 29 April 2018
Devata Made Soni Kawiarda menjelaskan terkait makna nama klubnya. Mitra artinya rekan, sedangkan Devata sama dengan bersinar. Jadi, klub ini adalah kumpulan para pemain atau komunitas yang pernah bersinar pada masa jayanya. Selain membagikan ilmu bermain bola, Mitra Devata juga berfungsi sebagai penggodok mental bertanding pemain muda. Keponakan Soni yaitu Made Andhika Wijaya yang akrab disapa Otong dan kini berkostum Bali United, merupakan salah satu hasil penggemblengan
Mitra Devata. Teknik bermain dan mental bertanding Otong banyak diasah oleh para pemain Mitra Devata. Mitra Devata terus berupaya merangkul mantan pesepak bola pro utamanya yang berasal dari Bali. ‘’Kami dengar mantan kiper Persebaya Surabaya dan penjaga gawang timnas Gusti Putu Yasa sudah pensiun dan pulang ke Bali. Saya ingin mengajak dia bergabung bersama Mitra Devata,’’ ungkap Soni. l Daniel Fajry
MBP/ist
Purwanto Iman Santoso
MBP/wan
Pertandingan final Piala Soeratin U-17 tahun 2017 antara kesebelasan Perst Tabanan dan PS Badung di Stadion Dipta, Gianyar.
Bali Diramaikan Perhelatan Piala Soeratin PUBLIK sepak bola di Tanah Air kini disuguhi tontonan kompetisi Liga 1 Indonesia. Ajang yang digulirkan sejak 22 Maret 2018 ini merupakan kompetisi strata tertinggi di seantero Nusantara. Sebanyak 18 klub terbaik dari Sabang sampai Merauke terlibat di dalamnya. Sebagai kompetisi profesional, ajang ini mampu memanjakan pencinta sepak bola karena menampilkan pemain asing dan lokal berkualitas serta mengetengahkan pertandingan bermutu. Liga 1 memang sangat menghibur penonton, namun sepak bola amatir tidak boleh dilupakan. Sepak bola amatir harus diperlakukan sama karena merupakan cikal bakal pemain pro. Terlebih pembinaan pemain muda, sangat penting sebab mereka akan menjadi pemain masa depan Indonesia. Kompetisi amatir terlebih junior adalah ajang pembibitan, pembinaan den penggemblengan pemain muda sebelum merangkak ke senior dan kompetisi kasta lebih tinggi. Oleh karena itulah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) rutin mengelar kompetisi Piala Soeratin. Asosiasi
Pengurus Provinsi (Asprov) PSSI Bali sebagai kepanjangan tangan PSSI Pusat memutar kompetisi tersebut mulai April. Lewat pertemuan teknik di Kantor KONI Bali, Denpasar, pada 1 April lalu, PSSI Bali dipastikan memutar Piala Soeratin U-15, Piala Soeratin U-17 dan kejuaraan putri memperebutkan Piala Kartini. Piala Soeratin U-15 dan Piala Kartini diputar mulai 14 April dengan acara pembukaan di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar. Piala Soeratin U-15 melibatkan 16 tim yang dibagi menjadi empat grup. Grup A beranggotakan Perst Tabanan, Mandala United, Singaraja FC dan Bali FC. Grup B dihuni Putra Kapal, Pro Kundalini, Putra Pegok FC dan Bali United FC. Badak Putra Buduk, Garuda Sakti Bali, Putra Tresna Bali FC dan FSK Klungkung mengisi Grup C. Sementara PS Badung, Putra Pemenang Bali FC, Putra Dewata Bali dan dan Bebek Bengil menghuni Grup D. Piala Kartini hanya menampilkan tiga kontestan yaitu IMAPA Bali, PFA Bali dan dan Putri Pemenang Bali. Karena melibatkan tiga tim, kompetisi ini me-
makai sistem setengah kompetisi. Piala Soeratin U-17 diperebutkan 11 kesebelasan yang dipecah menjadi dua grup. Grup A dihuni PS Badung, FSK Klungkung, Putra Pemenang Bali FC, Persibu Buleleng, Perst Tabanan dan Putra Tresna Bali. Sementara Grup B menampilkan Perseden Denpasar, Bali FC, Pro Kundalini, Bali United dan Porba FC. Ajang ini dihelat di Stadion Kompyang Sujana mulai 15 April hingga 1 Mei. Sementara itu, penyelengaraan Piala Soeratin U-13 belum dipastikan jadwalnya karena PSSI Bali masih menunggu regulasi dari PSSI Pusat . Menurut Direktur Kompetisi Asprov PSSI Bali Made Gde Anom Prenatha, PSSI Pusat masih menggodok ajang untuk pemain usia dini ini terkait jumlah pemain yang ditampilakan di lapangan apakah 7 melawan 7 atau 11 melawan 11. Jika event ini digelar dapat ditebak akan ramai peserta mengingat menjamurnya Sekolah Sepak Bola (SSB) di Bali khususnya di Denpasar dan Badung. l Mawa 23 - 29 April 2018
31
PENDIDIKAN
Hasil UNBK Tak Gambarkan Kualitas Pendidikan
U
jian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) belum bisa dikatakan menggambarkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Hasilnya hanya sebatas untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa berkaitan dengan nilai akademik. “UNBK adalah salah satu tolak ukur saja. Untuk ukuran kualitas pendidikan secara keseluruhan harus diukur pula dari kecerdasan emosi dan sosial,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta menegaskan hal itu, belum lama ini. Menurut Parta, ujian nasional tetap harus berintegritas meski tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Mengingat, program pemerintah pusat ini dirancang untuk meningkatkan objektivitas dalam pelaksanaannya dengan hasil yang lebih terukur. Di samping, untuk meningkatkan kompetensi siswa. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Wirya mengatakan, UNBK justru merupakan sarana untuk membangun integritas siswa. Sebab, kelulusan siswa saat ini tidak hanya bergantung dari hasil UN saja. Tapi juga
ditentukan oleh ujian sekolah. “Paling tidak memulai dengan momen teknologi kan sudah terarah, tidak bisa kerjasama karena kalau kerjasama dia akan tertinggal. Tidak cukup waktunya untuk menyelesaikan. Kalau dengan teknologi, dia akan kerja sendiri,” jelas Politisi Golkar asal Tabanan ini. Hanya saja, lanjut Wirya, masih ada kendala terkait perangkat komputer sebagai sarana UNBK. Walaupun UNBK di Bali menjadi prioritas, namun belum semua sekolah siap dengan perangkat komputer milik sendiri. Artinya, masih ada sekolah yang meminta bantuan kepada orangtua siswa ataupun meminjam dari sekolah lain. “Pemprov Bali belum siap memenuhi semuanya. Karena tanggung jawab kita sudah jelas, SMA/SMK menjadi kewenangan provinsi, kita wajib menyiapkan peralatannya. Terutama komputer dan server atau internetnya, karena di daerah tertentu banyak masalah internetnya,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani mengatakan, pelaksanaan UNBK di sekolah negeri dan swasta sama-sama
bertujuan untuk menghasilkan sekolah dan siswa yang berintegritas. Mengingat, kesempatan untuk mencontek dan kerjasama antarsiswa sudah hampir tidak ada. Begitu juga dengan kemungkinan soal bocor atau beredarnya kunci jawaban seperti pada saat UN masih berlangsung dengan memakai pensil dan kertas. Dengan kata lain, UNBK membuat siswa berusaha menjawab soal dengan kemampuannya sendiri. “Tujuan kita yang utama, bagaimana kita melahirkan anak-anak yang berintegritas. Yakni, anak yang adil, jujur dan bertanggungjawab. Intinya, anak-anak yang penuh dengan kemuliaan,” jelasnya. TIA menyadari, tidak semua sekolah memiliki komputer sendiri untuk melaksanakan UNBK. Namun, instruksi dari Kemendikbud ini tetap harus diterjemahkan oleh provinsi maupun sekolah. Bagi SMA yang belum memiliki komputer dengan jumlah cukup, bisa bekerjasama dengan sekolah lain seperti SMK atau SMP terdekat. l Rindra
MBP/dok
Suasana pelaksanaan UNBK di salah satu SMA di Bali.
32
23 - 29 April 2018
BMP/dok
PPDB - Suasana pendaftaran PPDB di salah satu SMA di Denpasar.
PPDB 2018
Denpasar Tetapkan Empat Zonasi SECARA prinsip, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang akan diterapkan pada tahun pelajaran 2018/2019 mendatang masih sama dengan tahun lalu, yakni melalui online. Hanya, sesuai dengan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), maka daerah wajib menerapkan sistem zonasi. Pola ini akan melengkapi pola yang sudah diterapkan sebelumnya, yakni jalur nilai Ujian Nasional (UN), prestasi, penghargaan serta siswa miskin. “Untuk Denpasar, kami akan tetapkan menjadi empat zonasi. Tiap zonasi akan ada tiga sekolah. Tiap sekolah memiliki beberapa wilayah desa/kelurahan,” ujar Kabid Pendidikan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar A.A. Gede Wiratama, belum lama ini.
Menurut Wiratama, ada beberapa perubahan yang akan dilakukan pada tahun ini. Penerapan kuota nilai UN, siswa miskin, prestasi dan penghargaan masih tetap. Hanya, seorang siswa harus tetap memilih di zona yang telah ditentukan. Misalnya, lulusan SD di Peguyangan yang zonanya di SMPN 5 Denpasar, maka mereka wajib sekolah di sana. “Kalau pindah zona, masih bisa, tetapi kuotanya hanya tiga persen. Zona 1 misalnya, ada SMPN 3, SMPN 8 dan SMPN 12. Nanti kita juga tentukan, desa/kelurahan yang masuk zona 1, siswa yang ada di desa bersangkutan harus masuk di sekolah yang ada di zona itu,” katanya. Sementara yang mengalami perubahan, yakni pola prestasi. Semua prestasi akan ada skornya, sehingga memudah-
kan siswa untuk melihatnya. Misalnya, prestasi yang berjenjang akan memiliki skor lebih banyak dibandingkan dengan satu prestasi saja, meski di tingkat nasional. Untuk yang prestasi ini, kata dia, tidak akan perlu ada tes lagi karena sudah terlihat dari skor yang ada. “Pola ini akan kita sosialisasikan setelah final. Sosialisasi akan dilakukan kepada masing-masing perbekel/lurah serta dengan dewan,” katanya. Sedangkan pada tahun lalu, PPDB menggunakan jalur nilai ujian sekolah (US) (48 persen), prestasi 20 persen, penghargaan 10 persen, siswa miskin 12 persen dan bina lingkungan terzonasi 10 persen. l Asmara 23 - 29 April 2018
33
LINGKUNGAN
MBP/eka
Deretan sepeda tua Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Bali yang akan berpartisipasi dalam IVCA.
Gelorakan Peduli Lingkungan
I
nternational Veteran Cycle Association (IVCA) yang diikuti oleh delegasi dari 30 negara, akan digelar di Denpasar, 12-15 April 2018 ini. Selama empat hari tersebut, puluhan ribu penggemar sepeda tua akan numplek di Sanur. Berbagai kegiatan akan dilangsungkan di kawasan wisata tersebut. Bahkan, pada Minggu (15/4) mendatang, akan digelar parade sepeda tua yang diikuti oleh lebih dari 10.000 peserta. Mereka ini akan mengelilingi beberapa objek menarik di Denpasar. Sebagai tuan rumah, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Bali pun dibuat lebih sibuk. Lalu, seperti apa kegiatan komunitas ini selama ini. Kosti Bali terbentuk pada 11 April 2012 lalu. Kini, anggota penggemar sepeda tua sudah mencapai 2000-an
34
23 - 29 April 2018
lebih. Komunitas ini terdiri dari 22 club penggemar sepeda tua yang ada di Bali. Kemudian mereka bergabung menjadi anggota Kosti Bali. “Meski komunitasnya penggemar sepeda, namun kegiatan kami juga lebih banyak ke sosial dan lingkungan,” ujar Ketua Kosti Bali Wayan Kuning Darmawan, Rabu (11/4). Kuning menjelaskan, komunitas sepeda ini tidak melulu main sepeda saja. Banyak agenda yang dilakukan terkait dengan aksiaksi kebersihan maupun sosial lainnya. Salah satunya, komunitas yang dipimpinnya ini pernah melakukan aksi kebersihan di seputaran lapangan Renon. Karena areal tersebut sering menjadi tempat nongkrong penggemar sepeda tua. “Banyak sekali sampah plastik yang ada di sekeliling kita, sehingga muncul ide untuk melakukan aksi kebersihan yang melibatkan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Bukan hanya soal kebersihan, saat Gunung Agung erupsi beberapa waktu lalu, komunitas ini juga menjadi relawan. Mereka membantu warga yang sedang mengungsi, semampu yang mereka berikan. Selain itu, pihaknya juga ikut menjaga lingkungan sekitar agar bisa lebih baik. Misalnya saja, paku yang ada di pohon perindang mereka bersihkan. “Banyak paku yang masih tertancap di pohon bekas spanduk atau sejenisnya yang harus kita cabuti,” katanya. Terkait dengan kegiatan komunitas, secara periodik mereka tetap melakukan pertemuan. Paling tidak dalam tiga bulan sekali, pertemuan dengan anggota pasti ada. Belum lagi saat car free day, sering kumpul bersama anggota komunitasnya. l Asmara
EKONOMI
Kembangkan Komoditas Bernilai Ekonomi
P
asar induk buah Pasar Anyar Sari per harinya menerima kiriman buah dan janur dari luar Bali berton-ton volumenya. Truk, pick-up dan kendaraan L-300 kerap terlihat menurunkan buah pada pagi hari. Pedagang buah di Pasar Anyar Sari Jiono (40) mengatakan, pepaya dan buah naga yang ia jual berasal dari Banyuwangi dan Lumajang. Pepaya datang per harinya sebanyak 2 mobil L-300. Satu L-300 berkisar 2 ton. Buah di sana dibeli oleh pengecer-pengecer dari pasar lainnya. Seperti Pasar Kreneng, Pasar Badung, dll. Rudi (38), pedagang buah yang lain menimpali. Buah dari Bali yaitu manggis, jeruk. Buah lain dari itu seperti semangka, nanas, mangga, termasuk buah naga dipasok dari luar Bali. Kebanyakan dari Banyuwangi, Jember dan daerah Jawa lainnya. Komang Indah (41), pedagang buah semangka mengaku lebih banyak membeli semangka dari Banyuwangi dan Jember. Namun ia lebih senang menjual produk asal Bali. Karena kualitasnya lebih bagus, lebih awet dan harganya lebih murah. Meski harga buah dari Jawa lebih murah, namun karena ongkos pengiriman membuat harganya bersaing dengan buah lokal Bali. Jika di Bali ketersediaannya ada, biasanya ia membeli di Negara, Gianyar, dan Tabanan. “Pasokan dari Banyuwangi dan Jember lebih banyak, jadi saya membelinya dari sana,” ujarnya saat ditemui Selasa (11/4). Setiap hari ada satu truk yang menurunkan semangka di depan kiosnya. Satu truk isinya sekitar 7 ton semangka. Sebelumnya pengamat ekonomi dari Universitas Udayana Prof. Wayan Ramantha mengatakan, ketergantungan Bali akan produk dari luar Bali membuat pertumbuhan ekonomi Bali tidak berkualitas. Untuk mengurangi ketergantungan Bali akan produk dari luar Bali, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali IB Wisnuardhana mengatakan telah melakukan upaya pengembangan beberapa komoditi. Meski Bali memasok komoditi pertanian dari luar Bali utamanya Pulau Jawa, namun sejatinya Bali tidak kekurangan pisang. “Karena masyarakat terkadang membudidaya pohon pisang untuk diambil daunnya sehingga buahnya berkurang. Begitu juga kelapa. Masyarakat juga memanfaatkan janur sehingga produksi buahnya berkurang,” tandasnya. Tahun ini ia melakukan peremajaan pohon kelapa di Buleleng seluas 280 ha, di Jembrana seluas 200 ha dan Karangasem 250 ha. Ia juga menyediakan benih kelapa siap tanam sebanyak 17.600. Ia juga melatih petani membuat benih kelapa. Benih ini nantinya juga akan disebarkan ke lahan-lahan yang ada dengan memperhatikan ketersediaan lahan. “Setiap tahun secara bertahap kita melakukan pengembangan. Pengembangan ini termasuk perluasan tanam,” imbuhnya. Tidak hanya kelapa yang difasilitasi, juga ada komoditi lain yang dikembangkan, seperti kopi di Kintamani dan Pupuan Tabanan, tebu di Gerokgak, Singaraja, intensifikasi jambu mente di Kubu Karangasem. “Tembakau juga komoditi yang diupayakan petani. Luas tanam tembakau saja mencapai 700 ha,” ungkapnya. Bali juga memiliki pemetaan wilayah untuk suatu komoditi. Misalnya dataran tinggi, komoditi yang difokuskan sayuran, kopi. Di Karangasem fokus pada pengembangan salak. Di Buleleng lebih banyak komoditi buah yang bisa dikembangkan seperti durian, mangga, dll. Di Tabanan fokus manggis, di Badung utara banyak dikembangkan sayur dan buah.Yang jelas, komoditi yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan diupayakan petani, itulah yang menjadi prioritas pengembangannya. l Citta Maya
MBP/wan
Pembeli memilih-milih pisang di Pasar Anyar Sari. Pasar induk buah Pasar Anyar Sari per harinya menerima kiriman buah dan janur dari luar Bali berton-ton volumenya.
A KT I V I TA S
MBP/ist
SUKMAWATI SOEKARNO - Ada hal menarik yang diungkapkan oleh putri bungsu Bung Karno yakni Sukmawati Soekarno Putri saat pertemuan dengan jajaran The Marhaenisme Institute, The Sukarno Center dan DPP PNI Marhaenisme usai melakukan press conference terkait kontroversi puisi ‘’Ibu Indonesia’’ yang dianggap melecehkan agama tertentu. Puisi itu dibuat atas keprihatinan Sukmawati terhadap jati diri bangsa Indonesia yang semakin memudar, salah satunya bagaimana budaya kebaya, konde dan kidung banyak tidak diketahui lagi oleh generasi muda bangsa. 23 - 29 April 2018
35
AKTIVITAS
MBP/ist
BUPATI TABANAN - Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali meraih penghargaan Government Award 2018 yang diselenggarakan oleh Majalah Sindo Weekly, Kamis (5/4) di Hotel Pullman Thamrin Jakarta. Penghargaan diserahkan secara langsung Hary Tanoe Soedibjo selaku chairman MNC Group kepada Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Prestasi ini merupakan yang ketiga kalinya diraih Pemkab Tabanan setelah sebelumnya meraih penghargaan yang sama tahun 2016 dan 2017. Tahun ini penghargaan ini diraih atas program pelayanan administrasi berbasis teknologi yang sukses diterapkan di Kecamatan Kerambitan, Tabanan yakni Taman Serasi.
MBP/ist
BIMC KUTA - Mendukung Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) yang merupakan program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, RSK Bedah BIMC Kuta, melaksanakan pengabdian masyarakat di Banjar Temacun, Kuta Badung, Bali, Kamis (5/4). RSK Bedah BIMC Kuta memberikan penyuluhan kesehatan dan pelayanan kesehatan berupa konsultasi kesehatan, pemeriksaan gula darah, tensi darah serta pengobatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur RSK Bedah BIMC Kuta Dr. I Made Indra Wijaya, MARS, bersama Kepala Lingkungan Banjar Temacun, Kuta, Ida Bagus Rai Santra, S.H.
KABUPATEN GIANYAR - Tak percuma Desa Sukawati dikenal sebagai rohnya kesenian di Kabupaten Gianyar. Pada penilaian perlombaan desa tahun 2018 Kabupaten Gianyar yang diwakili oleh Desa Sukawati, begitu sarat dengan nuansa seni. Begitu tiba di lokasi penilaian, di Wantilan Pura Desa Desa Sukawati tim penilai yang diketuai oleh Kadis PMD Provinsi Bali I ketut Lihadnyana disuguhkan dengan berbagai atraksi seni, dan pameran berbagai produk UKM unggulan masyarakat setempat,pada Kamis (5/4). Seperti ditegaskan oleh Kades Sukawati, Dewa Gede Dwi Putra saat menyambut tim penilai.
PMI BADUNG - Dalam rangka terus meningkatkan kesehatan masyarakat Badung, PMI Kabupaten Badung mengadakan safari kesehatan di Kantor Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (10/4). Selain mengadakan safari kesehatan, PMI Badung juga melaksanakan donor darah sukarela dan sosialisasi Undang-undang No.1 Tahun 2018 tentang kepalangmerahan kepada masyarakat sekitar. Hal itu tidak lain sebagai salah satu implementasi tugas pokok dan fungsi PMI pada penanggulangan bencana dan transfusi darah dalam pelayanan kepada masyarakat khususnya masyarakat Badung.
36
23 - 29 April 2018
23 - 29 April 2018
37
PA R I W I S ATA
Menggarap Potensi Wisata Pulau-pulau Kecil
P
ariwisata Bali selama ini hanya cenderung terpusat di Bali Selatan, khususnya Badung, Denpasar, dan Gianyar. Padahal, daerah lain di Bali seperti Bali Barat, Nusa Penida, dan Nusa Lembongan memiliki potensi pariwisata yang sama. Pulau-pulau kecil ini memiliki potensi pariwisata, hanya saja butuh perencanaan yang matang untuk bisa mendatangkan wisatawan-wisatawan berkualitas ke daerah-daerah itu. “Kalau kita berbicara tentang diversifikasi
38
23 - 29 April 2018
maupun pemerataan, maka diperlukan tempattempat yang belum tergarap secara maksimal. Tapi kalau kita berbicara juga tentang kualitas, Nusa Penida dan Nusa Lembongan kalau cara penanganannya benar, luar biasa itu dikembangkan,� ujar Praktisi Pariwisata, Bagus Sudibya. Menurut Bagus, hal terpenting yang harus ada di sana adalah menyangkut ketersediaan air. Air harus memadai dan mencukupi untuk masyarakat maupun untuk pengembangan pariwisata. Kalaupun sudah ada sumber air disana,
pemerintah mesti mengupayakan untuk bisa dialirkan dengan biaya murah. Setelah air, hal penting berikutnya yang harus tersedia adalah listrik, akses penyeberangan, serta jembatan. “Jembatan yang bisa dipakai untuk sepanjang tahun dengan keberangkatan dan kedatangan setiap jam terjadwal dengan baik,� imbuhnya. Setelah semua hal itu tuntas, lanjut Bagus, barulah ditentukan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Antaralain menyangkut peruntukan dan potensi yang ada di daerah itu selain pariwisata yang bisa dikembangkan.
Lembongan dan Nusa Penida memiliki potensi pariwisata yang belum tergarap maksimal, namun demikian perlu perencanaan yang matang untuk bisa mendatangkan wisatawan-wisatawan berkualitas ke daerah-daerah itu.
“Umpamanya pertanian lahan kering, peternakan, perikanan, dan home industry. Kalau disana cocok ditanami pohon jati, jangan jati-nya yang dijual. Tapi kerajinan dari jati-nya,” jelasnya. Bagus menambahkan, faktor keamanan juga mesti dipersiapkan disana. Terlebih, Nusa Penida dan Nusa Lembongan merupakan pulau kecil. Kalau masyarakat disana sudah seluruhnya memiliki KTP elektronik, maka akan lebih mudah untuk diidentifikasi dan ditertibkan. “Jadi keamanan nyaris bisa dijamin. Sekarang keamanan menjadi salah satu aspek paling penting di dunia, terutama pariwisata. Dimana ada kenyamanan dan keamanan, wisatawan pasti kesana. Kalau kita bisa memberikan security assurance itu pasti akan luar biasa,” terangnya. Menurut Bagus, pariwisata berkualitas hanya bisa ditunjang oleh infrastruktur
pariwisata yang berkualitas. Termasuk SDM, alam, dan produk pariwisata yang berkualitas untuk bisa mendatangan wisatawan berkualitas pula. Hal ini sangat tergantung dari perencanaan seperti apa yang dirumuskan untuk kedepan. Kalau bisa dibuatkan perda, tentu perencanaan yang terdiri dari beberapa tahapan pembangunan akan terus dapat dilanjutkan oleh siapapun pemimpin Bali berikutnya. “Kita tergantung dari apa yang kita mau, apa yang kita pahami dan kemana tujuan kita. Kalau sudah jelas tahu itu, berapa biaya yang dibutuhkan. Itu harus dihitung dan dibuat skala prioritas dengan benar sehingga bisa secepatnya mendatangkan income. Dengan income itu kita bisa lanjut untuk membangun,” tandasnya. Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra
mengatakan, gubernur sudah mengusulkan ke Bappenas terkait pengembangan Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Mengingat, daerah tersebut juga termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sehingga menjadi prioritas untuk mendapatkan alokasi anggaran dari pusat. “Tinggal kita mau membangun apa disana. Itu kan sudah ada jalan lingkar, kemudian ekowisata, termasuk pariwisata spiritualnya,” ujarnya. Ika Putra menambahkan, Pemprov Bali juga telah memberikan bantuan keuangan khusus untuk ketersediaan air. Disamping mendorong pula dari APBD Kabupaten Klungkung. Itu sebabnya, angka kemiskinan di Klungkung khususnya Nusa Penida kini bisa turun secara signifikan. l Rindra 23 - 29 April 2018
39
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
BRI DENPASAR - BRI Kanca Denpasar Gajah Mada dan Kanca Renon menggelar pengundian tabungan Simpedes Periode II Tahun 2017, Senin (9/4). Pengundian ini disebut Panen Hadiah karena ada tujuh jenis hadiah dengan total 43 hadiah yang diberikan BRI Kanca Denpasar Gajah Mada dan Renon. Hadiah grandprize yaitu 1 unit mobil Suzuki Ertiga dan 1 unit mobil Suzuki APV. Hadiah utama I yaitu 4 buah sepeda motor Scoopy, 4 Honda Vario, 3 Honda BeAT, 11 TV LED Samsung 32 inci dan 13 unit TV LED 24 inci. Sementara hadiah dari Kanca Renon sebanyak 10 sepeda motor Honda Beat.
MBP/ist
BUPATI BANGLI - Bupati Bangli I Made Gianyar, S.H., M.Hum. membuka Seminar Akbar Scholarship Expo 2018 bertajuk ‘’Cara Mudah, Cepat, dan Bermartabat ke Kapal Pesiar’’ yang digelar di GOR SMAN 1 Susut, Jumat (6/4). Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli bekerja sama dengan Queen International tersebut bertujuan memberikan informasi dan referensi mengenai tempat pendidikan yang tepat bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan setamat sekolah. Seminar dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Bangli Nyoman Suteja, Perbekel se-Kabupaten Bangli serta pelajar SMA/SMK se-Bangli.
40
23 - 29 April 2018
BUPATI KLUNGKUNG - Dharma Santi Nyepi diselenggarakan Pemkab Klungkung di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Senin (9/4). Acara tahunan ini dijadikan momentum untuk menjalin hubungan semakin baik antarumat beragama.Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Klungkung I Wayan Sugiada dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Administrasi Umum I Wayan Sumarta menyampaikan, acara ini sebagai rangkaian tak terpisahkan dari hari raya suci Nyepi yang sudah disambut dengan suasana hening dan juga damai. Itu telah mampu membangun semangat kerohanian yang baru untuk menatap masa depan yang lebih baik.
MBP/ist
BRI TABANAN - Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan BRI kepada nasabahnya, dalam hal ini nasabah Simpedes, BRI Cabang Tabanan menggelar Penarikan Undian Tabungan Simpedes Periode II 2017. Penarikan undian itu dilangsungkan di Desa Kukuh, Marga, Jumat (6/4). Adapun nama-nama pemenang hadiah itu adalah sebagai berikut. Pemenang Grand Prize Mobil Suzuki Ertiga 1.4 MC DX MT diraih nasabah BRI Unit Perean Tabanan atas nama Ni Ketut Sami. Sedangkan hadiah utama I berupa sepeda motor Honda New CB150R direbut Putu Budi Wibawa S, dari nasabah unit Pupuan dan juga I Made Sudana nasabah unit Denbantas.
MBP/ist
KOTA GIANYAR - Kemeriahan peringatan HUT ke-247 Kota Gianyar mulai terasa. Hal itu lantaran berbagai lomba dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj.) Bupati Gianyar I Ketut Rochineng di areal Car Free Day (CFD), Taman Kota Gianyar, Minggu (8/4). Pelaksanaan CFD pun terlihat sedikit berbeda dari biasanya. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Minggu pagi itu, kemarin semarak dengan berbagai atraksi seni yang ditampilkan pelajar Kabupaten Gianyar. Jalan sehat berhadiah juga disambut antusiasme warga.
MBP/ist
UNDIKSHA - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja terus berbenah untuk mencapai target menjadi universitas unggul berlandaskan falsafah Tri Hita Karana (THK). Salah satu langkah untuk mencapai target itu adalah membentuk karakter dan sikap mental mahasiswa. Mencapai tujuan itu, Sabtu (7/4) sebanyak 104 mahasiswa yang merupakan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Rema Undiksha, BEM Fakultas Undiksha, Ketua Himpunan Jurusan (HMJ) dan perwakilan Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mengikuti Pendidikan dan Latihan Revolusi Mental.
MBP/ist
PEMKAB BADUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melalui Bagian Humas Setda setempat menggelar Pelatihan Kehumasan bagi aparatur pada masing-masing Perangkat Daerah Teknis dan Kecamatan yang menangani pelayanan informasi di ruang pertemuan Inspektorat, Puspem Badung, Senin (9/4). Pelatihan Kehumasan dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Ida Bagus Agung Yoga Segara didampingi Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta. Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta melaporkan, tujuan pelatihan untuk melatih tenaga-tenaga kehumasan pada masing-masing perangkat daerah menjadi lebih profesional yang nantinya akan mampu mempublikasikan setiap kegiatan pada masing-masing perangkat daerah, sehingga dapat memberikan pelayanan informasi publik secara akurat, benar, dan transparan kepada masyarakat.
MBP/ist
DISPAR DENPASAR - Tantangan yang dihadapi dunia pariwisata semakin berat, terlebih dengan munculnya berbagai destinasi pariwisata baru, baik dalam maupun di luar negeri. Selain itu, faktor alam sangat memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan. Sebagaimana akitivitas vulkanik Gunung Agung beberapa bulan yang lalu menyebabkan menurunnya kunjungan wisatawan ke Bali secara signifikan.Hal itu tentu memerlukan upaya-upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tidak saja dari luar negeri, namun juga wisatawan domestik. Menyikapi kondisi ini, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Denpasar telah melakukan kegiatan sosialisasi sekaligus promosi di Kota Surakarta yang dikemas dalam acara Table Top pada 27 Maret 2018.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan. 23 - 29 April 2018
41
TRADISI
Ritual Tanam Padi
Dari ”Matur Piuning” Hingga ”Mantenin”
42
23 - 29 April 2018
M
asyarakat Hindu Bali yang tinggal di wilayah perdesaan yang masih menekuni dunia pertanian, tentu sangat akrab dengan budaya agraris yang sarat dengan nilai spiritual. Setiap tahapan bertani, khususnya tanam padi, ada ritualnya. Apa saja itu? Jero Mangku Made Suweda, Pemangku Pura Ulun Carik Ganda Natar Sari Nyelati, Kuwum Badung belum lama ini mengatakan, prosesi upacara dimulai dari proses ngurit bulih atau membuat bibit padi. Biasanya, para petani mengawali dengan upacara matur piuning ring dugul (Pura Subak) dengan menghaturkan banten pras daksina. Sedangkan di masingmasing sawah akan dihaturkan banten kojong dengan toya menggunakan yeh entipan dari nasi bubur. Kemudian pada saat mulai menanam bibit padi (mamula atau nandur), digelar upacara pacaruan ayam brumbun, kemudian mapakeling ring Ida Batara Sri yang berstana di Pura tersebut. Sedangkan di masing-masing sawah dihaturkan banten pamubuhan. Selanjutnya ketika padi sudah mulai berbuah, akan dilaksanakan upacara nyungsung dengan upakara berupa tumpeng agung, tipat bantal akelan, soda putih kuning, salaran, menggunakan juga sanggah catu yang ditancapkan sebagai tempat tipat sesapi 1 buah dan di bawahnya berisikan tipat pusuh satu buah. “Saat itu juga biasanya akan dilaksanakan pula mabanten Miseh yang menggunakan penjor berupa papah salak dengan banten berupa tumpeng pitu, gebogan, soda, sajangkepnyane, pisehan, tipat blayag, cau dan pangulapan,” ujarnya. Jero Mangku menambahkan, menjelang musim panen akan dilaksanakan upacara Musaba atau Ngusaba. Pelaksanaannya dilakukan di tiga lokasi yaitu di dugul carik, di bale timbang dan juga di sawah masingmasing petani. Di dugul dilaksanakan oleh pihak banjar dengan upakara berupa caru ayam 5, byakaonan, pangulapan, prayascita, durmanggala, pulagembal, plaspas, byasan manyi, jaja kukus 11 tanding yang kemudian diikuti dengan banten munggah duur serta nancebang sanggah surya. Kemudian di bale timbang, banten yang dihaturkan yaitu banten plupuhan, pras daksina suci, tumpeng pitu. Sedangkan di sawah masingmasing akan dihaturkan banten pesaban, berisikan tipat blayag serta soda putihkuning. Juga pasang penjor yang dibuat dari bambu. Di masing-masing pelinggih sawah
juga dihaturkan pras daksina. Kemudian setelah saat panen tiba, maka dua atau tiga hari sebelumnya, akan dilaksanakan prosesi upacara nuduk dewa nini dengan menggunakan sarana berupa penjor dari carang dadap. Sedangkan bantennya berupa banten kelanan, cau, tumpeng pitu, pangulapan, daksina satu buah dan tidak lupa akan membuat dewa nini dari padi yang dirangkai dan dihias dengan indah dan kemudian akan disthanakan di pelinggih selama panen berlangsung dan baru akan “kapunut budal” untuk disthanakan di palinggih dan lumbung sanggah pada saat padi sudah dibawa pulang. Ketika padi sudah siap untuk disimpan di jineng atau klumpu sebagai cadangan, terdapat pula upacara yang harus dilaksanakan. Menurut Ni Ketut Mayoni, ibu rumah tangga yang juga petani penggarap di Br. Nyelati, Kuwum disebut dengan mantenin. Tentu sebelumnya diawali dengan prosesi menaikkan atau menyimpan padi ke jineng pada harihari tertentu juga seperti Kajeng Umanis maupun Sukra Umanis. Pada saat itu juga dewa nini tersebut akan dihaturkan segehan cacahan atau segehan panca warna untuk kemudian disthanakan di dalam jineng atau klumpu. Setelah tiba hari baik untuk mantenin, maka diawali dengan ngias Dewa Nini dengan mengganti wastra yang sebelumnya dipakaikan pada Dewa Nini tersebut diganti dan Dewa Nini tersebut akan dihias ulang baik itu dengan bunga dan sebagainya sedangkan wastra yang sudah dipakaikan ketika di sawah itu bisa disurud. Selain itu jineng atau klumpu atau lumbung akan dihias atau mapayasin dengan wastra, diisikan penjor dan bahkan ada juga yang akan menggunakan tedung pada saat itu serta keluarga pemilik lumbung akan bersembahyang juga di sana. Prosesi mantenin tersebut akan terlaksana selama tiga hari. Di mana keesokan harinya yang bisa disurud hanya gebogannya sedangkan untuk banten lain serta wastra pepayasan-nya baru akan disurud tiga hari kemudian yang saat itu disebut dengan nganyarin. “Pada saat nganyarin tersebut biasanya akan dihaturkan tipat kelanan 1 tamas dan kemudian tipat mewarna atau rangkaian tipat bagia, tipat sari dan tipat genep di pelangkiran jineng, di dewa sri, di tumpukan gabah dan di manik galih berupa pulu berisikan beras yang merupakan hasil dari panenan padi tersebut masing-masing 1 tamas,” ujarnya. l Agus Suryawan 23 - 29 April 2018
43
A KT I V I TA S
MBP/ist
DLHK BADUNG - Ribuan relawan dari unsur PNS OPD Badung, TNI, Polri, komponen Pariwisata serta siswa sekolah, Jumat (6/4) ramai-ramai turun membersihkan Pantai Kuta. Aksi yang dikoordinir Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung ini dilaksanakan serangkaian komitmen Badung menyukseskan International Monetary Fund (IMF) Annual Meeting World Bank yang akan digelar di Nusa Dua, Oktober mendatang.Saat dihubungi terkait aksi bersih-bersih tersebut, Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan mengungkapkan, kegiatan ini mengusung tema aksi “Pantai Kuta Bersih Tanpa Plastik�.
MBP/ist
PEMKAB JEMBRANA -Program bedah rumah yang memiliki tujuan mempercepat penanggulangan kemiskinan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana dan sudah dimulai sejak 2012 lalu, hingga saat ini efektif turunkan KK miskin di Jembrana. Terbukti dengan turunnya KK miskin pada 2010 yang berjumlah 17.623 jiwa, kini turun menjadi 10.326 jiwa di tahun 2017. Sebanyak 7.293 KK miskin di Jembrana sudah mendapat bantuan bedah rumah. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan pada peresmian bedah rumah yang ditandai dengan penyerahan kunci secara simbolis kepada penerima di salah satu rumah warga milik I Gede Wele asal Desa Kaliakah, Jumat (6/4).
MBP/ist
MBP/ist
PEMKAB KLUNGKUNG - Pemkab Klungkung terus berinovasi dalam menanggulangi sampah, utamanya plastik. Setelah diawali program Perangi Sampah Plastik, kali ini melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan mencanangkan Satu Hari Tanpa Kantong Plastik. Program ini diluncurkan bersamaan dengan aksi bersih-bersih pantai untuk memperingati Hari Puputan ke-110 dan HUT Kota Semarapura ke-26 tahun 2018, serta lanjutan dari peringatan hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Jumat (6/4).
44
23 - 29 April 2018
BUPATI KLUNGKUNG - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tingkat SMA hari kedua, Selasa (10/4) dipantau Penjabat Sementara Bupati Klungkung I Wayan Sugiada. Pelaksanaannya berjalan tanpa ada hambatan. Ujian tahunan ini didorong bisa menumbuhkan kejujuran dan lulusan yang berintegritas. Pemantauan diawali di SMAN 1 Semarapura, kemudian berlanjut ke SMAN 2 Semarapura dan terakhir SMA Pariwisata Saraswati Klungkung. Sugiada mengatakan pada ujian ini, peserta hadir seratus persen. Hal tersebut mendapat respons positif dan diharapkan berlangsung sampai hari terakhir.
MBP/ist
MBP/ist
ASKRINDO - PT (Persero) Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Cabang Denpasar merayakan HUT ke-47, Minggu (8/4). Pada HUT ini Askrindo ingin lebih memperkenalkan Askrindo kepada masyarakat. Melalui senam massal zumba, Askrindo menjelaskan tentang Askrindo dan manfaatnya. Pemimpin Cabang Askrindo Denpasar Bobby Cahyadi mengatakan, kegiatan ini merupakan acara pertama sejak Askrindo berdiri, dalam rangka memperkenalkan Askrindo. Rencananya satu atau dua bulan ke depan ia juga memperkenalkan aplikasi digiAsk sambil melihat respons masyarakat Bali.
POLSEK PETANG - Kantor Mako Polsek Petang yang baru selesai dibangun, Jumat (6/4) diresmikan. Peresmian gedung bantuan dari Pemerintah Kabupaten Badung ini langsung dilakukan oleh Kapolda Bali Irjen. Pol. Dr. Petrus R. Golose bersama Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Acara tersebut dihadiri Kejari Badung, anggota DPRD Nyoman Suka, Kapolres se-Bali beserta pejabat utama Polda Bali, Camat Petang I.B. Nata Manuaba beserta Tripika Kecamatan Petang, Perbekel se-Kecamatan Petang dan Pangelingsir Puri Petang.
MBP/ist
BUPATI JEMBRANA - Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jembrana digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Jembrana, Senin (9/4). Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Jembrana Ketut Sugiasa, dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha, 27 dari 35 anggota dewan (termasuk 3 pimpinan), anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jembrana. Pada rapat tersebut Bupati Artha menyampaikan pendapat terhadap Ranperda Tentang Desa Wisata.
MBP/ist
UNHI DENPASAR - Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar menggelar ujian terbuka promosi doktor Drs. I Wayan Suarda, M.Pd., Jumat (6/4). Disertasinya berjudul ‘’Kinerja Guru Pendidikan Agama Hindu Bersertifikat Pendidik di Sekolah Menengah Pertama Kota Denpasar’’. Promovendus I Wayan Suarda mengatakan, kinerja guru pendidikan agama Hindu di SMP Kota Denpasar belum menunjukkan kinerja yang optimal, padahal sudah bersertifikat pendidik. Konsep tentang guru pendidik khususnya guru pendidikan agama Hindu dan budi pekerti sudah sangat jelas, bahwa guru yang baik wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi guru, sertifikat pendidik serta sehat jasmani dan rohani. 23 - 29 April 2018
45
HIBURAN
”Ngetohang Jiwa Premana”
S
ukses dengan single kedua yang dirilis pada tahun 2017 yang berjudul “Cegut Ubuhan Pedidi”, kini Gus Yudha kembali menyapa para pencinta musik pop Bali. Bahkan, karya terbarunya ini telah dirilis pada Maret 2018 lalu. “Ngetohang Jiwa Premana”, itulah judul single terbarunya yang diciptakan oleh penyanyi pop Bali senior Lingga Jaya dan diarransemen apik oleh Gusti Sudarsana. Gus Yudha pun merasa bangga bisa membawakan sebuah karya musisi senior yaitu Lingga Jaya. Sebab, melalui karya tersebut, ia banyak mendapatkan masukan dari seniornya itu untuk bisa berkarya lebih baik lagi ke depannya. “Ini merupakan single ketiga semenjak saya berkarya. Dalam single ini sangat spesial, karena saya banyak mendapat masukan dari Bli Lingga Jaya selaku musisi senior di belantika musik pop Bali. Ini tentunya menjadi modal saya untuk lebih baik lagi ke depannya,” ujar pemilik nama lengkap I Komang Suastika. Single terbarunya ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang jatuh cinta terhadap perempuan atau kembang desa yang masih lugu. Memiliki paras cantik dan juga rajin, sehingga membuat banyak laki-laki yang menggodanya. Namun, laki-laki tersebut tidak pantang menyerah untuk mendapatkan cinta wanita tersebut. Meskipun saingannya sangat banyak. Selain dirilis dalam bentuk MP3, Gus Yudha juga sudah merampungkan video klip untuk single terbarunya ini yang dikerjakan oleh De Lingga. “Klipnya sudah rampung yang semuanya dikerjakan oleh De Lingga. Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan beliau,” imbuh pria kelahiran Karangasem, 16 September 1983 ini. Dalam meniti kariernya di belantika musik pop Bali, Gus Yudha tidak menargetkan apa-apa. Ia pun menyerahkan semua penilaian kepada masyarakat selaku penikmat musik pop Bali. Apalagi, ia mengawali karier bermusik lewat ajang menghibur dari acara-acara yang diselenggarakan STT, sehingga Gus Yudha memiliki pengalaman yang matang untuk terjun secara profesional dan bersaing di belantika musik pop Bali. “Masyarakat saat ini sudah bisa menentukan mana yang baik dan mana yang tidak. Jadi semua itu saya serahkan kepada masyarakat dan saya hanya bisa berusaha untuk menghasilkan karya terbaik saya. Mudah-mudahan single saya ini bisa diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat dan juga bisa menghibur,” pungkasnya. l Winatha
46
23 - 29 April 2018
“
uksma ampun Nresnain”
“MENATAP indah muan beline, kalem mewibawa. Ne ngaenang hatine milih beli, milih dadi kurenan beli, Ne seken sayang, Perhatian beli ne ngeluluhin hati”... Begitulah sepenggal lirik single terbaru dari penyanyi pop Bali Tias Ananda yang berjudul “Suksema Sampun Nresnain”. Single keduanya itu diciptakan oleh Widhi Wikan dan didukung garapan musik dari Dek Artha Hartapro. Menariknya, single ini menjadi kebahagiaan sendiri bagi Tias Ananda. Pasalnya, single keduanya ini dirilis tepat dihari ulang tahun pernikahannya yang ke 14 tahun. Tias Ananda mengatakan bahwa dirinya sengaja merilis single keduanya ini tepat di hari ulang tahun pernikahannya sebagai kado spesial untuk dirinya dan sang suami. Selain itu, Tias pun ingin merayakan hari bahagianya itu lewat karya musik pop Bali. “Saya memang sudah mempersiapkan lagu ini jauh-jauh hari sebelumnya. Saya ingin memiliki momen yang spesial diusia pernikahan saya yang sudah menginjak usia 14 tahun. Semoga kedepan makin langgeng dan tetap bersama hingga kakek nenek,” ungkap Tias Ananda. Perempuan yang memiliki nama lengkap Ni Made Sariasih,S.Pd.,M.Pd., dan mengajar di SMAN 2 Mengwi itu menjelaskan cerita dari single terbarunya itu yaitu mengisahkan seorang laki-laki yang berwibawa dan memiliki cinta yang tulus. Ketulusan itulah yang membuat hati si perempuan luluh dan mencintai si laki-laki tersebut. “Lagu ini bisa dibilang menjadi momen spesial saya untuk merayakan hari ultah perkawinan saya. Cerita lagu ini pun berdasarkan apa yang saya rasakan,” ungkapnya. Dengan dirilisnya single “Suksema Sampun Nresnain”, perempuan kelahiran Singaraja, 11 September itu berharap singlenya tersebut bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu ia juga berharap lagunya ini bisa menginspirasi banyak orang untuk bisa terus menjaga usia pernikahannya. “Saya berharap lagu ini bisa menjadi inspirasi. Bagaimana bisa kita menjaga sebuah pernikahan agar tetap utuh dan bertahan. Saya juga berharap lagu ini bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat pencinta musik Bali di manapun berada,” pungkasnya. l Winatha 23 - 29 April 2018
47
PROPERTI
Hati-hati, Banyak Pengembang Nakal Garap Rumah Subsidi
P
rogram Presiden RI Joko Widodo satu juta rumah bersubsidi khusus untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), banyak dimanfaatkan pengembang nakal. Selain itu, dengan uang muka Rp 5 juta sampai Rp 7,5 juta dan cicilan Rp 800 ribu hingga Rp 900 ribu, membuat konsumen gelap mata. Konsumen asal beli tanpa mengecek legalitas pengembangnya. Ida Bagus Dedy Darmawan, Direktur PT Sejahgad Indi Perkasa, Senin (9/4) membenarkan banyak pengembang nakal ikut menggarap program tersebut. Tak hanya di Bali, kondisi ini terjadi di daerah lain. Kata Dedy, ada beberapa faktor yang memicu pihak-pihak tak bertanggung jawab menggarap proyek ini. ‘’Harga murah jadi konsumen gelap mata tanpa peduli apakah pengembangnya sudah punya jam terbang atau belum. Rumah ini kan disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya bisa murah,’’ tegasnya. Selain itu, pengembang
48
23 - 29 April 2018
nakal tidak paham mekanisme Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sehingga dikira gampang. Mereka mengira dengan mendapat uang muka dari konsumen dan jumlahnya banyak sudah aman. Padahal aturannya sangat ketat. Adanya program ini, lanjut Dedy, asosiasi perumahan selain REI, bermunculan dan menerima anggota tanpa ada screening sehingga berisiko pembangunan asal. Pasalnya di pertengahan jalan pemerintah membuat aturan semua bermain FLPP harus berasosiasi. Sedangkan peraturan dan kebijakan pemerintah juga berubah-ubah mengikuti keadaan di lapangan. ‘’Contohnya ada pembangunan yang asal-asalan dan roboh. Seketika itu juga pemerintah melakukan rapat untuk mengadakan persyaratan tambahan,’’ ungkapnya. Menurutnya, rumah FLPP (subsidi) ini benar-benar padat modal, bukan seperti sekadar jual kapling. Pasalnya, selain rumah harus berdiri baru bisa diakad. Untuk proses akad saja ada banyak persyaratan yang harus dilengkapi konsumen. Hingga saat ini baru Bank BTN yang serius dan concern support program ini.
‘’Pengembang nakal ini biasanya hanya menggarap lahan sendiri atau kerja sama dari hasil spekulasinya. Mereka kebanyakan tidak paham prosedurnya dan akibatnya proyek macet. Yang dirugikan pasti konsumen,’’ kata Dedy. Menyikapi kondisi tersebut, Ketua DPD REI Bali Pande Agus Permana Widura mengatakan, pihaknya tetap berharap konsumen lebih jeli lagi dalam memilih developer. Sebelum membeli agar dapat mengecek ligalitas dari perusahaan tersebut, dikarenakan belakangan ini banyak organisasi developer berkembang di Bali. Di mana setiap organisasi memiliki persyaratan berbeda. Namun DPD REI Bali, kata Permana, sangat selektif dalam memilih anggota. Bahkan pihaknya melakukan penyaringan sebelum menerima anggota baru. Tujuannya untuk menjaga daripada kualitas developer itu sendiri, apalagi PUPR membuat suatu sistem yang sangat bagus untuk menjaga agar tidak ada pengembang-pengembang liar terkait rumah subsidi. ‘’Sekarang bagaimana kita para organisasi dapat memanfaatkan ini dengan bijak, bukan sebaliknya sekadar menerima pengembang baru tanpa ada seleksi yang ketat,’’ tegas Agus. l Kertanegara
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
UNMAS DENPASAR - Mengimplementasikan Tri Darma Perguruan Tinggi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mahasaraswati Denpasar menggelar Bakti Sosial Terpadu yang diikuti mahasiswa dan juga dosen. Bakti sosial terpadu yang mulai dilaksanakan di Desa Beraban Kediri, Tabanan, Sabtu (7/4). Turut hadir pada acara itu Ketua LPM Unmas Denpasar Dr. Ir. I Ketut Widnyana, M.Si. Baksos diisi kegiatan fisik dan nonfisik. Seperti penataan lingkungan di pantai Nyanyi, Tanah Lot dan juga di areal sekitar wantilan Desa Beraban.
GRIASTA - Tidak salah lagi SMP PGRI 8 Denpasar yang lebih dikenal dengan nama Griasta ditunjuk sebagai duta SMP se-Kota Denpasar dalam acara ‘’Sosialisasi Antinarkoba, Pornografi serta Kekerasan pada Perempuan dan Anak’’ yang dihadiri oleh Ibu Negara RI Iriana Joko Widodo, istri Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla, beberapa istri para menteri yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja, Nyonya Ayu Pastika serta 1.500 peserta yang datang dari seluruh komponen masyarakat. Melihat sepak terjang sekolah ini pada tahun 2017 dan awal 2018 yang begitu banyak meraih prestasi di tingkat daerah dan nasional, wajar Griasta ditunjuk menjadi satu-satunya sekolah yang mewakili SMP di Denpasar dari 74 SMP negeri dan swasta yang ada.
MBP/ist
MBP/ist
FE UNWAR - Fakltas Ekonomi Universitas Warmadewa (FE Unwar) menggelar Yudisium dan Lepas Pesan Calon Wisudawan ke-57 di Agung Room Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Denpasar, Jumat (6/4). Sebanyak 292 calon wisudawan dilepas, terdiri atas 11 orang Prodi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP), 91 Prodi Manajemen Reguler A, 59 Prodi Manajemen Reguler B, 84 Prodi Akuntasni Reguler A dan 47 orang Prodi Akuntansi Reguler B. Dari jumlah tersebut, 108 (37%) lulus dengan predikat Cumlaude (lulus dengan pujian).
PEMKAB KARANGASEM - Kebijakan Pemkab Karangasem menjadikan Gedung UKM Center sebagai Mal Pelayanan Publik (MPP) mendapat kritik dewan. Dalam rapat kerja (raker) gabungan komisi, Senin (9/4) itu para wakil rakyat di Bumi Tanah Aron itu bahkan bereaksi keras. Mereka menuding kebijakan itu bukan hanya mendobrak aturan, tetapi juga telah melupakan prinsip-prinsip pelaksanaan pemerintahan yang diatur UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Suasana raker sudah panas sejak awal. Ketua DPRD I Nengah Sumardi yang memimpin rapat itu langsung menyodok masalah mekanisme. 23 - 29 April 2018
49
TA K S U
Ajik Matahari
Seniman Sekaligus ”Pengusada”
B
agi masyarakat Desa Kedonganan, nama Ajik Matahari tidaklah begitu asing. Pria yang mempunyai nama asli Anak Agung Made Suarsana ini memiliki perjalanan hidup yang begitu kelam semasa kecilnya. Sama seperti anak kecil di daerahnya, pemuda kelahiran 5 Oktober 1970 ini tumbuh dan berkembang di daerah tandus yang belum berkembang seperti saat ini. Meski demikian, suami Jero Sulasih ini di masa kecilnya mencintai seni, baik seni tabuh maupun tari. Bakat seni ini juga diperoleh dari para pendahulunya yang cukup terkenal, Anak Agung Putu Kaler. Meski tidak sepenuhnya mengenyam pendidikan formal, tidak lantas menyurutkan kecintaan Ajik Matahari terhadap dunia seni. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya sanggar seni Surya Art tahun 1990. Sanggar ini diperuntukkan khusus kepada para seniman untuk melatih dan memperdalam seni secara gratis. Sedangkan untuk para tenaga pendidik, diambil dari sesama pencinta seni. “Saling bantu membantu menjadi landasan berdirinya sanggar ini,” jelas Ajik Matahari. Bagi Ajik Matahari, taksu seorang penari akan muncul apabila dia bisa membawakan sebuah tarian ataupun tabuh penuh penghayatanan yang keluar dari hati. Hal inilah yang menjaidkan seseorang akan dapat mengeluarkan auranya sebagai seniman sehingga apapun yang dihasilkan akan metaksu. “Tidak semua seniman memiliki taksu, namun semua seniman bisa menguasai seni. Begitu pula tentang polemik dan pandangan miring terhadap istilah mebayah dan ngayah. Tidak dipungkiri, untuk memenuhi kebutuhan hidup, semua orang termasuk seniman memerlukan uang yang didapat melalui pekerjaan yang dilakoninya. Namun demikian, seorang seniman harus bisa membedakan antara mebayah dan ngayah sehingga antara pemenuhan kebutuhan hidup dengan pengabdian terhadap seni dapat berjalan dengan lancer,” paparnya. Sebagai kepala keluarga dan seniman, Ajik Matahari tidak pernah memaksakan anak-anaknya untuk ikut menekuni seni. Begitu pula dalam hal pendidikan dan
50
23 - 29 April 2018
usaha yang dijalani anak-anaknya. Hal sama dilakukan istrinya, Jero Sualsih yang memberikan kebebasan terhadap anak-anaknya untuk menentukan keputusan, apakah menekuni seni atau tidak. Pandangan bahwa seniman tidak bisa menjamin hidup pun dibantahnya. Karena, banyak seniman Bali terkenal saat ini berangkat dari keputusan untuk menekuni seni secara sungguh sungguh. Meski tidak semahir dirinya, ketiga anak Ajik Matahari kini meneruskan bakat ayahnya. Terlebih ada sarana pendukung yang dimiliki di rumah untuk belajar seni. Di tengah kesibukannya sebagai seniman, Ajik Matahari juga melaksanakan pengobatan secara non medis. Awal menekenuni profesi ini bukanlah karena kemauna sendiri. Namun, dinilai sebagai bagian dari karma dan tugas yang harus dipikulnya. Hal ini berawal dari berbagai kejadian termasuk kecelakaann yang dialaminya bersama keluarga. Akhirnya, keluarga besar mengambil keputusan untuk menanyakan kepada sulinggih. Hasilnya, Ajik Matahari diwajibkan untuk ngiring sebagai pengusada. Meski minim pengetahuan tentang usada, semua ini dilakoninya sejalan dengan waktu. Meski profesi sebagai pengusada dini-
laii memiliki resiko yang cukup tinggi, namun Ajik Matahari tidak gentar dan takut. Karenba tujuan utamanya menolong sesama dan berbuat baik. Ia sepenuhnya menyerahkan semuanya kepada Sesuhunan yang telah mempercayakan dirinya untuk melakoni hidup sebagai pengusada. Bahkan, juga kepada wisatawan yang sakit dan mau menekuni pengusada. Memasuki usia senja, Ajik Matahari berkeinginan dapat mengabdikan hidupnya pada dunia seni yang telah dilakoninya sejak kecil. Baginya, seni adalah belahan jiwa yang dapat menenangkan diri di tengah kesibukanya untuk menajalani hidup. Sedikit demi sedikit usaha yang dimiliki telah diserahkan kepada anak-anaknya. Namun, dirinya tetap melalukan pengawasan. Pihaknya berharap kepada pemerintah agar ikut memperhatikan seni lebih banyak, baik dengan membangkitkan sekeha semal atau sekeha tari di maisngmasing banjar maupun memberikan uang pembinaan. l Yana/Bali TV
228 | 23 - 29 April 2018
Ni Putu Eka Wiryastuti
Kartini Masa Kini, Pintar dan Bertabur Prestasi RP 20.000