Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 222 | balipost.com

Page 1

222 | 5 - 11 Maret 2018

Bangun Bali dengan Keseimbangan

RP 20.000


D A F TA R I S I OPINI lKorupsi dan Politik Transaksional 6 BALI SEPEKAN lMiris, Anak-anak TK Belajar di Mes Guru 7 LAPORAN UTAMA l Bangun Bali dengan Keseimbangan 8 l Politik Bermartabat10

LENSA l IMLEK 26

POLITIK l Rakyat Bali Terus Melawan 16 l Menggugat Komersialisasi Budaya 17 KIPRAH l Ni Luh Tia Febriani

OLAHRAGA l Rumor Kepindahan 27 PENDIDIKAN l SMP Penyelenggara UNBK

Pertama Kali Lomba, Langsung Juara 18

MANCANEGARA l Senjata Merajalela di AS 20 DAERAH l Air Danau Naik, Penyeberangan

Dijatah Bantuan Komputer 32

PARIWISATA l Pengembangan Desa Wisata Badung

Harus Ada Ciri Khas, Bukan ”Copy Paste” 38

di Dermaga Kedisan Terendam 22

KESEHATAN l Pentingnya Kualitas Gizi Sejak Dini 24

PROPERTI l Daya Beli Masyarakat Terhadap Rumah

Komersil Turun 60 Persen 40

5 - 11 Maret 2018

3


DARI PEMBACA

Rakyat Bali, Mari Suarakan Solusi P

ilkada Bali, hemat saya hanya proses politik yang berulang. Boleh dikatakan rakyat sudah terbiasa mengikuti proses Pilkada. Buktinya, pada pilkada kali ini kesannya biasa-biasa saja tak ada yang terlalu reaktif. Bahkan, massa kampanye yang biasanya jalan-jalan penuh kendaraan dan kader partai sekarang justru lenggang. Itu artinya, semakin sedikit rakyat yang bisa digerakkan hanya untuk tujuan-tujuan politik. Kembali pada Pilkada, saya hanya berharap Bali tak hanya melahirkan pemimpin. Bali harus mengatasi masalah serius yang kita hadapi. Selain tantangan kependudukan yang semakin heterogin makin terkoreksinya daya tahan ekonomi krama Bali juga menjadi ancaman. Jika ini gagal dicarikan solusi, saya yakin pemimpin tak akan berdaya mengelola Bali. Pemimpin hanya akan mengakhiri masa kekuasaannya secara rutinitas tanpa terobosan. Untuk itulah, saya berharap semua rakyat Bali mari bicara dan tawarkan solusi untuk menjaga Bali. Terlalu berisiko bagi kita, jika kita hanya mempercayakan Bali hanya kepada perseorangan atau kelompok. Bali harus dijaga semua pihak. Itu bukan berarti hanya penduduk Bali yang bertanggung jawab menjaga Bali. Investor dan pemerintah pusat juga harus peduli Bali. Bali jangan hanya dijadikan lahan untuk menguatkan daya tahan ekonomi, melainkan harus dijaga. Hemat saya, pilkada kali ini jangan terjebak pada kekuasaan tetapi bagaimana rakyat Bali bersama-sama mencari solusi atas problem sosial, lingkungan, adat dan budaya termsuk energi. Semoga ruang pelibatkan rakyat Bali makin terbuka pasca Pilkada 2018. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Dira Arsana Redaktur Pelaksana Diah Dewi Redaksi Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Sugiartha, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada Bangli: Ida Ayu Swasrina, Eka Parananda Buleleng: Sosiawan, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya Karangasem: Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra Negara: IB Surya Dharma Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

5 - 11 Maret 2018

4


B U DAYA

”China In New Era”

Ratusan Foto Tentang Tiongkok Dipamerkan KONSULAT Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar menggelar pameran foto skala besar yang bertema “China In New Era” di Gedung Kriya Sembrani Occihcrawa, Bali Werdhi Budaya Art Center, Denpasar. Sebanyak 238 foto dan beberapa video dengan tiga tema dipamerkan hingga 24 Februari mendatang. Pameran foto ini merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Imlek yang dirayakan beberapa waktu lalu, sekaligus untuk mempererat hubungan antara Tiongkok dengan Indonesia. Plt. Konsulat Jenderal RRT, Chen Wei, menjelaskan ada tiga tema pokok yang diangkat dalam pemeran foto “China In New Era” ini. Tema pertama, terkait dengan foto-foto HUT ke-3 Konsulat Jenderal RRT di Denpasar. Foto-foto ini memperlihatkan bagaimana indahnya konjen RRT bergandengan tangan dengan sahabat-sahabat dari berbagai kalangan masyarakat di Bali, NTB, NTT untuk mendorong kemajuan persahabatan Tiongkok dengan Indonesia. Tema kedua, tentang foto prestasi diplomasi Tiongkok dan tema ketiga foto tentang prestasi pembangunan tiongkok dalam lima tahun terakhir. “Tujuan dari pameran foto ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mengenai Tiongkok diantara masyarakat Tiongkok di Bali, sehingga kebudayaan Tiongkok dengan kebudayaan Bali semakin erat,” ujar Chen Wei pada pembukaan pameran foto “China In New Era”, Rabu (21/2). Dipilihnya tema “China In New Era” dalam pameran foto ini, dijelaskan karena beberapa tahun belakangan ini di bawah pimpinan Presiden Xi Jinping dan Presiden Jokowi, inisiatif jalur sutra maritim abad ke-21 disinergikan dengan strategi poros maritim dunia secara komprehensif. Sehingga, hubungan Tiongkok dan Indonesia memasuki era terbaik

MBP/win

Plt. konjen RRT, Chen Wei saat meninjau pameran foto “China In New Era”

sepanjang sejarah. Oleh karena itu, tiga tahun belakangan ini Konjen RRT di Denpasar terus berupaya memperdalam komunikasi dan kerja sama di bidang politik, perekonomian, perdagangan, kebudayaan, pendidikan, dan lainnya. Pameran dibuka untuk umum dari pukul 08.30 Wita hingga 18.00 Wita dan bisa dikunjungi oleh semua kalangan masyarakat di Bali. Diharapkan pameran ini bisa memberikan informasi tentang perkembangan Tiongkok kepada masyarakat umum. Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, A.A. Komang Sapta Negara, S.E., M.M., yang mewakili Kadis Kebudayaan

Provinsi Bali, menyambut baik pameran foto “China In New Era” tersebut. Sebab, pameran foto ini akan mendorong perkembangan pertukaran kebudayaan dan kesenian antara Tiongkok dan Indonesia ke depannya, sehingga semakin mempererat hubungan kedua negara. Pihaknya berharap melalui pameran foto ini masyarakat Bali pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya akan dapat mengetahui secara lebih dekat perkembangan Negara RRT. Sehingga, dapat lebih meningkatkan hubungan antara RRT dan Bali yang selama ini telah terjalin dengan baik. l Winata 5 - 11 Maret 2018

5

5


OPINI

Korupsi dan Politik Transaksional

M

emasuki tahun Politik pemberitaan di media massa, masyarakat tidak hanya disuguhi boerita tahapan Pilkada di 171 daerah. Saling hujat menghujat di medsos dari masing-masing pendukung paslon bersaing dengan derasnya pemberitaan gencarnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan kepala daerah. Berdasarkan data, tahun 2017 ada 19 kasus OTT yang dilakukan KPK. Tahun 2017 KPK melakukan 114 kegiatan penyelidikan, 118 penyidikan, dan 94 kegiatan penuntutan, baik kasus baru maupun sisa penanganan perkara pada tahun sebelumnya. Selain itu, juga melakukan eksekusi terhadap 76 putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Bahkan tren keterlibatan kepala daerah semenjak KPK didirikan pada tahun 2002 sudah 93 kepala daerah dijadikan tersangka. Sebagai bahan pembanding lima tahun terakhir dari 2014 hingga memasuki 2018 trennya tidak terjadi penurunan signifikan. Kasus korupsi melibatkan kepala daerah di tahun 2014 sebanyak 10 orang, jumlahnya sama di tahun 2016. Yang mencengangkan publik, baru memasuki pertengan bulan Februari 2018, angka keterlibatan kepala daerah cukup fantastis yakni sebanyak 8 orang debgan rincian bulan Januari 3 kepala daerah terjerat korupsi, sisanya 5 orang kepala daerah di tetapkan sebagai tersangka oleh KPK di pertengahan bulan Februari. Tingginya kasus OTT tidak serta merta membuat jera para penyelenggara pemerintahan dan kepala daerah, termasuk dari aparat penegak hukum dan anggota legislatif. Menjadi pertanyaan, siapa yang memiliki peluang melakukan korupsi? Dan mengapa korupsi itu dilakukan? Menjawab pertanyaan pertama, peluang terbesar memungkinkan melakukan korupsi ada pada mereka yang memiliki kekuasaan atau yang dekat dengan penguasa. Lord Acton pernah membuat ungkapan yang menghubungkan antara korupsi dengan kekuasaan, yakni “Power tends to corrupt, and absolut power corrupts absolutely” bahwa kekuasaan cenderung untuk melakukan korupsi dan kekuasaan yang absolut cenderung korupsi absolut. Artinya, kekuasaan adalah bagian yang sangat rentan terhadap penyakit korupsi. Secara tidak langsung hal ini mengisyaratkan bahwa kekuasaan dapat dijadikan sebagai sarana yang dapat mempermudah bagi

6

Oleh A.A.N Oka Wiranata

pemangkunya untuk menjelma menjadi seorang koruptor. Apalagi kekuasaan itu tersebar di segala lini melalui kaki tangan orang yang dipercaya, sehingga semakin tersebar dan sistematis. Lalu dimana saja ruang yang dijadikan objek persekongkolan korupsi oleh para penguasa dan “orang kepercayaannya”. Paling tidak ada di tiga ruang yang sering dilakukan ajang korupsi yakni pengadaan barang dan jasa, perangkat daerah yang terkait dengan perizinan dan pengangkatan pejabat yang memiliki tempat strategis. Terjadinya korupsi yang dilakukan oleh para penguasa atau pejabat pemerintahan itu, salah satu alasannya untuk menutupi atau membayar utang akibat tingginya biaya politik. Tingginya biaya politik disampaikan oleh salah satu pimpinan komisioner KPK Laode Muhammad Syarif. Ia mengatakan bahwa ongkos untuk menjadi seorang bupati bisa mencapai angka Rp 50 miliar. Bahkan menjadi seorang gubernur di satu daerah tertentu bisa menghabiskan biaya politik sampai menghabiskan dana ratusan miliar rupiah. Tingginya biaya politik yang dihabiskan bukan saja untuk membiayakan ongkos para saksi, tetapi bisa lebih dari sekadar “uang saksi” yakni pemberian sambako pra hingga pasca kampanye. Berbagai pihak sudah sering mengingatkan agar oknum pejabat maupun kepala daerah untuk berhati-hati, jangan tergiur dengan kepuasan materi sesaat, meskipun sudah berulang-ulang diperingati, bahkan dari pihak KPK pun setiap melakukan penangkapan OTT juga selalu berupaya melakukan pencegahan dengan memberikan warning. Dampak dilakukannya korupsi yang melibatkan pejabat pemerintahan dan penguasa di daerah diantaranya pendapatan daerah berkurang, kualitas pengerjaan insfrastruktur tidak terjamin baik dan pelayanan publik rendah, keberlanjutan pelaksanaan pembangunan yang strategis tidak berjalan dengan baik. Bahkan yang lebih parah lagi biaya ekonomi akan menjadi tinggi yang mempengaruhi tingginya masalah kemiskinan dan terjadi ketimpangan sosial makin tak terkendali. Rantai dari korupsi inilah yang tidak dipikirkan oleh para pihak yang memiliki tempat strategis. Terjadinya korupsi yang dilakukan oleh para penguasa atau pejabat, salah satu alasannya untuk menutupi atau membayar utang akibat tingginya biaya

politik saat mengikuti hajatan pilkada. Tingginya biaya politik itu, misalnya seperti yang disampaikan oleh salah satu pimpinan komisioner KPK Laode Muhammad Syarif pada satu kesempatan bahwa ongkos untuk menjadi seorang bupati bisa mencapai angka Rp 50 milyar. Bahkan menjadi seorang gubernur di satu daerah tertentu bisa menghabiskan biaya politik sampai menghabiskan dana ratusan milyard. Tingginya biaya politik yang dihabiskan bukan saja untuk membiayakan obgkos para saksi, tetapi bisa lebih dari sekadar “uang saksi” yakni pemberian sambako pra hingga pasca kampanye. Berbagai pihak sudah sering mengingatkan agar oknum pejabat maupun kepala daerah untuk berhati-hati, jangan tergiur dengan kepuasan materi sesaat, meskipun sudah berulangulang diperingati, bahkan dari pihak KPK pun setiap melakukan penangkapan OTT juga selalu berupaya melakukan pencegahan dengan memberikan warning. Dampak korupsi yang melibatkan pejabat pemerintahan dan penguasa di daerah diantaranya pendapatan daerah berkurang, kualitas pengerjaan insfrastruktur tidak terjamin dan pelayanan publik rendah, keberlanjutan pelaksanaan pembangunan strategis tidak berjalan. Bahkan yang lebih parah lagi biaya ekonomi akan menjadi tinggi. Ini memicu tingginya kemiskinan dan terjadi ketimpangan sosial. Keterlibatan kepala daerah dalam kasus korupsi harus dengan serius disikapi bukan saja oleh para elit partai politik juga masyarakat. Masyrakat harus berperan aktif untuk menkan korupsi. Masyarakat sebagai pemegang hak suara dalam pilkada harus berani bersuara dan melaporkan apabila melihat terjadi transaksional dalam rangkaian pilkada. Pencegahan dini dapat dilakukan masyarakat melalui sikap menolak politik uang dan dengan tidak memilih bagi paslon yang terindikasi money politik. Diingatkan juga kepada para petinggi partai politik supaya tetap secara kontinu melakukan konsolidasi terutama kepada para paslon dan tim pemenangan untuk tetap untuk tidak melakukan praktek jual beli suara dan lebih mengedepankan norma politik moral. Disadari atau tidak apabila kepala daerah maupun paslon kepala daerah terlibat korupsi secara tidak langsung akan mempengaruhi elektabilitas partai politik dalam pemilu 2019. Penulis Alumni S2 Unhi

5 - 11 Maret 2018

6


BALI SEPEKAN

Polisi Amankan 7.600 Butir Pil Koplo

Miris, Anak-anak TK Belajar di Mes Guru KEBERADAAN Taman Kanak-kanak (TK) Pradnyandari II di Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, mengundang perhatian serius jajaran wakil rakyat di DPRD Badung. Tempat belajar anak-anak TK ini dinilai tidak layak. Mirisnya, anak-anak usia dini tersebut belajar di bekas mes guru SDN 5 Kerobokan Kelod. Ketua Komisi IV DPRD Badung AAN Ketut Agus Nadhi Putra mengusulkan agar TK tersebut memiliki gedung sendiri agar tidak lagi menggunakan bekas mes guru SD. Sebab, TK yang lokasinya menempel dengan SD tersebut sangat tidak layak sebagai sebuah tempat belajar. ‘’Kami minta Pemkab

MBP/ist

Badung segera membangunkan gedung baru yang lebih representatif untuk tempat belajar anak-anak TK tersebut. Kasihan, ada SD gabung dengan sekolah TK. Apalagi anakanak TK tersebut terpaksa belajar di bekas mes guru lagi,’’ ujar Agus Nadhi Putra saat turun ke lapangan, Selasa (20/2) lalu. Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikpora Badung I Made Mandi mengakui anak-anak TK Pradnyandari II belajar di bekas mes guru SDN 5 Kerobokan Kelod. Kondisi ini telah berjalan cukup lama. Namun ruangan bekas mes itu masih cukup layak dan representatif. l Parwata

POLISI menangkap tiga pemuda yang hendak menyelundupkan obat terlarang. Tidak tanggung-tanggung, total ada 7.600 butir pil merk Y (trihexyphenidyl) alias pil koplo yang diamankan polisi. Barang haram itu rencananya diedarkan untuk anak muda di Bali. Kapolsek Ubud Kompol I Made Raka Sugita menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat, bahwa pada Jumat (16/2) sekitar pukul 10.00 Wita di Mutiara Art Shop di Jalan Raya Andong, Banjar Nagi Desa Petulu akan dilakukan transaksi diduga obat-obatan terlarang. Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya berhasil meringkus dua tersangka, yakni Satrio alias Rio (25) dan Hendrik Eko Cahyono (26). Dua pria asal Jawa Timur itu tertangkap tangan saat sedang transaksi di lokasi tersebut sekitar pukul 14.30 Wita. Tim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Ubud Iptu Hadimastika Karsito Putro dan Panit II Reskrim Polsek Ubud Ipda Andika Arya Pratama, langsung melakukan penggeledahan terhadap kedua orang tersebut. Penggeledahan juga disaksikan oleh Kepala Dusun dan Pecalang Banjar Nagi, Desa Petulu. Saat itulah petugas menemukan pil koplo yang dibungkus tas plastik warna bening dan disimpan di dalam tas plastik warna hijau dalam tas pinggang warna hitam yang dibawa oleh Rio. l Manik

Empat Nelayan Situbondo Terdampar di Tejakula EMPAT nelayan asal Situbondo, Jawa Timur (Jatim) berhasil diselamatkan nelayan di perairan Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula. Keempatnya terdampar setelah perahu yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin saat berlayar menuju Madura pada 17 Februari 2018 lalu. Empat nelayan itu masing-masing Ahmad Sapei, Agus Niwardi, Arsadi dan Riliin. Keempat nelayan ini berlayar pada 16 Februari 2017 dari Sitobondo menuju Madura untuk mencari ikan. Awalnya, perahu tersebut berfungsi dengan baik dan cuaca normal.

Memasuki perairan Buleleng Timur tepatnya di Desa Tejakula sekitar pukul 02.00 Wita, cuaca tiba-tiba berubah. Gelombang tinggi disertai angin kencang mengganggu pelayarannya menuju Madura. Terjangan gelombang itu merusak mesin perahu. Dalam kondisi itu mereka hanya bisa pasrah dan berharap segera mendapat pertolongan. Setelah tiga hari bertahan dengan kebutuhan seadanya di atas perahu, Senin (19/2) lalu mereka ditemukan seorang nelayan dari pesisir Desa Tejakula, Kadek Astika. Saat dite-

mukan, nelayan itu sedang berada di atas perahu yang rusak pada jarak sekitar 35 mil dari daratan Pantai Desa Tejakula. Dengan bantuan perahu nelayan lokal, mereka dievakuasi ke daratan ditampung sementara di rumah Astika. Kejadian ini pun dilaporkan ke Polsek Tejakula. Kasat Polair AKP Putu Ariyana seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.I.K. Selasa (20/2) membenarkan telah menerima laporan nelayan terdampar di perairan Desa Tejakula. l Mudiarta 5 - 11 Maret 2018

7

7


L A P O R A N U TA M A

MBP/dok

MBP/dok

MBP/dok

Dr. I Wayan Mertha

Dr. Eng. I Wayan Kastawan, S.T.,MA

Prof. Dr. Drh. I Made Damriyasa

alam waktu 4 bulan lagi, Bali akan memilih pemimpin baru untuk periode 2018-2023. Kampanye bagi dua pasangan calon (paslon), I Wayan Koster - Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (KosterAce) dan IB Rai Dharmawijaya Mantra - Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), yang dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali oleh KPU, juga sudah dimulai. Yang penting untuk digarisbawahi adalah etika, estetika dan moralitas berpolitik harus dikedepankan dalam Pilkada Bali. Dosen STP Nusa Dua Bali Dr. I Wayan Mertha menyampaikan, dalam pemilihan pemimpin Bali, keamanan menjadi faktor utama yang harus dijaga. Betapapun tajamnya persaingan antarcalon dan pendukungnya, persaudaraan harus tetap dijaga. Bali harus tetap aman. Nanti, setelah salah satu terpilih sebagai pemimpin Bali, harus satya wacana mewujudkan janji-janjinya, terutama menjaga Bali agar anugerah Hyang Widhi ini tetap ajeg lestari. “Bangunlah Bali

agar masyarakat tidak tercerabut dari akar budayanya. Artinya, aspek sosial-budaya dan lingkungan Bali harus dibangun seimbang dengan aspek ekonominya, sehingga kesejahteraan lahir batin terwujud,” ujar Mertha yang Bendesa Adat Kedonganan, Badung ini. Dalam konteks pembangunan pariwisata ke depan, Mertha berharap lebih memberdayakan masyarakat, terutama di perdesaan. Kembangkanlah desa wisata yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang begitu beragam. Bangunlah kapasitas manusianya agar mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan sekaligus mampu juga mengelola usahanya untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke desanya. Masyarakat lokal inilah yang harus mendapat manfaat optimal dari pariwisata yang akan berkembang di desanya. Dengan demikian urbanisasi ke perkotaan tidak akan terjadi, karena mereka bisa hidup dari keseharian mereka di perdesaan yang juga menjadi daya tarik wisata. Inilah konsep Presiden Jokowi tentang

membangun dari desa, yakni mengembangkan potensi perdesaan yang ada dengan mendidik dan mengembangkan kapasitas SDM-nya. Pemerintah harus komit membangun SDM ini dengan menyusun program dan menyiapkan anggaran yang cukup, sehingga cita-cita membangun SDM yang siap bersaing di tingkat global bisa terwujud. Jika ini terjadi niscaya masyarakat lokal akan menjadi “tuan rumah” di desanya, bahkan di negaranya sendiri. Hal yang sama juga terlontar dari dosen pada Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Dr. Eng. I Wayan Kastawan, S.T.,MA. Ia menegaskan, ketika sudah terpilih menjadi pemimpin, palemahan Bali mesti mendapat perhatian. Alam fisik (alam sekala) Pulau Bali, Pulau Nusa Penida dan pulau-pulau kecil di sekitarnya seharusnya dibangun dalam bingkai keseimbangan dengan berbasis pada konservasi/pelestarian. Dalam artian pembangunan tidak semestinya mengeksploitasi alam. Rencana Tata Ruang Provinsi Bali mau

D

8

Bangun Bali dengan Keseimbangan

5 - 11 Maret 2018

8


pun RTRW Kab/Kota sudah mengatur itu semua, pengendalian dalam implementasinya perlu ditegakkan (law enforcement). Di sinilah diperlukan leadership/ kepemimpinan untuk kebijakan yang berpihak pada alam. Jangan hanya berpihak pada kebutuhan kekinian saja. Pemimpin Bali ke depan diharapkan dapat menjaga ruang-ruang tradisi yang diwariskan para leluhur dan beradaptasi dalam era teknologi serta berlanjut dari generasi ke generasi. Pemimpin Bali ke depan sudah seharusnya melakukan Rethinking of Tourism Spatial Planning bagaimana kebijakan yang lebih diarahkan pada keseimbangan Catur Loka Pala Bali, keseimbangan Utara-Selatan dan Timur-Barat. Pembangunan fasilitas kepariwisataan di Bali Selatan secara umum sudah mencapai dan bahkan melampaui ambang batas maksimum, ini terlihat dari banyaknya akomodasi terbangun yang mengakibatkan banyaknya alih fungsi lahan, kemacetan dan degradasi lingkungan akibat penurunan ketersediaan air, peningkatan volume sampah serta meningkatnya polusi lingkungan, dan lain sebagainya. Permasalahan terkait arsitektur tradisional Bali, khususnya arsitektur warisan seperti Pura, Puri, Umah dan bangunan bersejarah lainnya yang semakin banyak dibongkar oleh masyarakat baik secara komunal maupun perorangan dengan alasan restorasi, revitalisasi maupun adaptasi dengan pemakaian bahan-bahan baru yang mungkin lebih kuat dan bertahan dari kerusakan akibat pengaruh alam ataupun vandalism. Akan tetapi kita lupa atau tidak paham bahwa arsitektur warisan atau bangunan bersejarah tersebut mempunyai nilai-nilai intrinsik seperti kesejarahan, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan nilai-nilai singnifikansi lainnya yang tidak dapat dikembalikan ketika semuanya dibongkar yang menyebabkan kerusakan, kehancuran dan kehilangan. Karena itu pemimpin Bali terpilih sudah seharusnya meningkatkan upaya-upaya menjaga, melestarikan dan mengembangkan arsitektur tradisionsl Bali di era global. Partisipasi Politik Sementara itu, Rektor Unhi Prof. Dr. Drh. I Made Damriyasa menegaskan, bagi masyarakat, pilkada ini harus dipandang sebagai bentuk real dari partisipasi politik masyarakat yang indikatornya ditentukan oleh tingkat kepercayaan dan tingkat

pengetahuan masyarakat. Semakin tinggi kepercayaan dan pengetahuan masyarakat, maka semakin tinggi juga partisipasi politik masyarakat. Partisipasi politik masyarakat ini bukan hanya dalam bentuk pemberian sikap pemberian suara, tapi juga partisipasi dalam bentuk memberikan masukan dalam wujud aspirasi untuk diakomodasikan dalam program pemerintahan nanti. Aspirasi ini bisa berwujud tuntutan, kebutuhan serta kepentingan masyarakat Bali ke depan. Karena itu masyarakat Bali melalui momentum pilkada sekarang ini, seharusnya memanfaatkan hak politiknya secara rasional dalam siklus politik 5 tahunan, karena 1 suara dalam demokrasi memiliki arti yang sangat besar dan menentukan. Dalam memperjuangkan tuntutan, aspirasi dan kepentingan masyarakat, biasanya sangat terkait dengan pola dan karakter masyarakat di Bali. Pada masyarakat komunal, agraris dan terikat pada kehidupan sosial kemasyarakatan yang cukup ketat, biasanya aspirasi, tuntutan dan kebutuhan yang diperjuangkan bukanlah kepentingan yang bersifat individual dan jauh dari kepentingan kelompok atau golongan. Perilaku politik seperti ini harus tetap dipertahankan karena menyangkut Bali yang relatif kecil dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia. Pesan ini mengandung makna agar masyarakat tidak terpecah, terbelah dan tersekat pada kepentingan kelompok pendukung partai. Artinya bahwa aspirasi dan kepentingan yang diperjuangkan seharusnya adalah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Bali secara keseluruhan. Pemimpin Bali ke depan adalah figur yang mampu mengubah karakter kepemimpinan yang tidak lagi hanya berorientasi pada membawa kepentingan partai, memimpin partai, kelompok atau golongan tertentu, melainkan harus berubah menjadi pemimpin rakyat Bali. Pilkada hanyalah instrumen demokrasi yang diantarkan oleh atribut partai dan setelah proses demokrasi itu selesai, maka legitimasi kepemimpinan telah berubah menjadi pemimpin rakyat. Pemimpin harus berada di tengah rakyat dan selalu bersama rakyat untuk membangun Bali. Untuk menjadi pemimpin Bali tidak cukup hanya reaktif dan aktif dalam memberikan respons terhadap kebutuhan dan tuntutan rakyat, melainkan yang lebih penting harus mampu bersikap antisipatif

terhadap kepentingan pembangunan. Pemimpin Bali jangan terlena dengan dinamika pembangunan saat ini saja tapi harus mampu menyusun format pembangunan yang antisipatif. Hal ini sejalan dengan tantangan pembangunan Bali ke depan yang semakin ketat dengan kebutuhan yang semakin banyak dan kompleks. Dengan data yang bersifat faktual, Bali memiliki keterbatasan sumber daya alam bidang pertambangan, mineral dan budi daya kehutanan. Keterbatasan sumber daya alam dengan unggulan pada sektor pertanian dan perkebunan harus dikelola secara optimal dengan berlandaskan pada konsep tri hita karana sehingga menciptakan harmoni bagi pembangunan Bali. Demikian juga konsep pembangunan pariwisata harus dikelola secara sinergis dengan sektor pertanian sehingga pertanian di Bali berkembang karena ditunjang oleh pariwisata, demikian juga sebaliknya. Strategi lain yang juga harus dikembangkan apabila mengacu pada data faktual yang dimiliki Bali, maka pembangunan sektor pendidikan harus diberikan prioritas pada semua tingkatan baik dalam tataran kualitas maupun kuantitas. Tidak kalah pentingnya dalam membangun sumber daya manusia di Bali, kesadaran pendidikan itu bukan hanya didorong pada anak-anak usia didik, tapi juga harus diperuntukan bagi para pelaksana pelayanan public (sosial) di perdesaan, seperti para prajuru desa pekraman. Tantangan lain yang dihadapi bagi kepemimpinan Bali ke depan, adalah bagaimana mengatasi kondisi ketimpangan antarkabupaten/kota di Bali, baik ketimpangan pendapatan daerah yang sudah tentu berpengaruh terhadap ketimpangan pembangunan. Ketimpangan ini tidak bisa dianggap sepele karena akan berkaitan dengan ketimpangan pembangunan sumber daya yang tidak merata di seluruh Bali. Dalam menghadapi kondisi ini, maka seluruh pemimpin di Bali (Provinsi dan Kabupaten/Kota) harus duduk bersama merumuskan jalan keluarnya dengan melepaskan sekat-sekat asal partai pendukungnya dengan berlandaskan pada komitmen untuk membangun Bali. Bagaimana harusnya paslon dan tim sukses agar tidak pragmatis dalam hajatan politik ini? Masyarakat mesti diedukasi dengan pendidikan politik yang benar. l Subrata 5 - 11 Maret 2018

9

9


L A P O R A N U TA M A

Politik Bermartabat

B

ali adalah pulau kecil yang mengandalkan pariwisata untuk mendorong roda perekonomiannya. Sehingga, konflik maupun isu terkait keamanan sangat rentan bagi kondisi perekonomian Bali. Untuk itu, dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berlangsung di Bali pada 27 Juni mendatang, politik bermartabat harus dikedepankan. Wakil Rektor I Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Prof. Dr. Putu Gelgel menegaskan, paslon dan tim suksesnya harus mampu menciptakan pilkada yang demokratis, aman, damai dan bermartabat. “Jangan ada gesekangesekan yang bisa menyulut konflik sasama krama Bali. Kalau hal itu sampai terjadi, sangat ironis dalam pesta demokrasi yang seharusnya mengutamakan kedamaian dan persatuan, justru sebaliknya memunculkan sifat dan sikap fanatisme yang penuh emosi,” ujar mantan Direktur Pascasarjana Unhi ini. Dalam Pilkada Bali, pasangan calon harus mampu mengedepankan etika, estetika dan moralitas berpolitik. Dengan demikian, akan mampu menciptakan pilkada yang damai, jujur, adil, dan bermartabat. Kedewasaan berpolitik menjadi suatu keharusan. Hal senada disampaikan, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Hindu IHDN Denpasar, Nyoman Merta Harnaga. Jangan karena berbeda pilihan, persahabatan dan keluarga menjadi retak. “Jadikan pilkada itu sebuah atraksi yang menyenangkan. Mari berdemokrasi secara dewasa. Hormati pilihan orang lain. Masyarakat sebaiknya dididik untuk menggunakan hak pilih sesuai hati nurani. Jangan memilih karena terpaksa atau karena tekanan atau uang,” ujarnya. Kepada para calon kepala daerah, Merta menyarankan agar mampu memberikan keteladanan yang baik kepada masyarakat. Berikan pendidikan politik yang beretika, santun dan bermartabat.

10

Jangan terlalu ambisi dan menggunakan segala cara untuk menang. “Beri contoh kepada rakyat cara berdemokrasi yang baik dan bermartabat. Politik uang, intimidasi, itu kuno dan tak mendidik. Rakyat sudah cerdas,” ujarnya. Berikan kedaulatan penuh kepada rakyat untuk menentukan pilihannya sesuai asas luber jurdil. Rektor Unhi Prof. Dr. Drh. I Made Damriyasa mengatakan kegiatan parpol dalam menjaring dukungan dan simpati dari seluruh masyarakat mestinya tidak dilakukan menjelang perhelatan demokrasi, seperti pilkada dan pileg maupun pilpres. Fungsi parpol harusnya sudah dijalin interaksinya dengan masyarakat secara terus menerus sejak dulu sehingga pada waktu mengusung paslon masyarakat memberikan respons politik sebagai calon mereka juga. Demikian juga berkaitan dengan serapan aspirasi masyarakat baik secara artikulatif dan agregatif, harusnya sudah jauh-jauh hari dilakukan agar paslon yang diajukan sudah dibekali dengan tuntutan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Sebaiknya masyarakat sudah dibiasakan dengan bentuk partisipasi politik bukan hanya pada momentum politik demokrasi pada saat pilkada maupun pileg, tapi harus sudah ditumbuhkan pada penyelenggaraan pemerintahan sehari-hari. Sebaiknya kalau bisa semua parpol secara intensif terus menjalin komunikasi dan interaksi dengan semua lapisan masyarakat sesuai dengan fungsi parpol, sehingga kegiatan parpol tidak senyap setelah berakhirnya perhelatan pesta demokrasi. Sebagai calon pemimpin Bali ke depan dengan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, Paslon diharapkan dapat menjadi contoh dalam mengamalkan nilai-nilai Tri Kaya Parisuda dan Kepemimpinan Asta Berata. l Subrata

5 - 11 Maret 2018

10


MBP/wan

Pekerja memasang baliho Paslon Pilgub Bali 2018. Dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berlangsung di Bali pada 27 Juni mendatang, politik bermartabat harus dikedepankan. 5 - 11 Maret 2018

11


AKTIVITAS

MBP/ist

PKK BADUNG - Kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta bersama Ketua Tim Penilai Lomba dan evaluasi perkembangan Desa/Kelurahan Putu Gede Sridana beserta tim, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, unsur Gatriwara Kabupaten Badung, Unsur OPD Kabupaten Badung, Camat Petang Ida Bagus Nata Manuaba, Muspika Kecamatan Petang, Ketua TP PKK Kecamatan Petang, Kepala Desa Belok Sidan I Made Rumawan, Ketua TP PKK Desa Belok Sidan, tokoh masyarakat setempat di Desa Belok Sidan Kecamatan Petang, Rabu (21/2). Ny. Seniasih Giri Prasta menyampaikan, gerakan PKK sebagai gerakan masyarakat yang tumbuh dari bawah dan pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat dalam mensejahterakan masyarakat.

MBP/ist

DPRD KLUNGKUNG - DPRD Klungkung tahun ini mengagendakan untuk menggodok belasan rancangan peraturan daerah (ranperda). Itu tak hanya usulan dari eksekutif, tetap juga inisiatif. Hal ini pun disampaikan dalam rapat paripurna penetapan Program Legeslasi Daerah (Prolegda), Senin (19/2). Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru menyampaikan pada rapat paripurna di ruang Sabha Mandala itu, eksekutif mengusulkan pembahasan Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah, diajukan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, Ranperda Kearsipan diajukan melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Ranperda Penyertaan Modal diajukan melalui Bagian Perekonomian, Ranperda Kabupaten Layak Anak diajukan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

MBP/ist

WULING MOTORS - PT SGMW yang menaungi produk Wuling Motors meluncurkan produk terbarunya, Wuling Cortez. Sebelumnya pada 8 Februari, Wuling Cortez diluncurkan di Jakarta. Setelah itu, dalam rangkaian launching di beberapa kota besar di Indonesia pada Sabtu (17/2), Wuling Cortez diluncurkan di Bali, tepatnya di Mall Bali Galeria. Pengenalan produk baru Wuling Cortez ini berlangsung 16-18 Februari 2018. Pada kesempatan itu, Wuling Motors juga memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk mencoba MPV terbaru dari Wuling yaitu Wuling Cortez. Selain itu, tersedia program promo menarik bagi pelanggan yang melakukan pembelian selama acara berlangsung.

12

5 - 11 Maret 2018

MBP/ist

WABUP BADUNG - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa memimpin apel paripurna di Lapangan Puspem Badung, Senin (19/2). Dalam kesempatan tersebut, Wabup Suiasa menyampaikan apresiasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Badung yang berhasil meraih berbagai prestasi yang membanggakan. Hadir dalam apel tersebut, di antaranya Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa serta para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung dan seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab Badung.


5 - 11 Maret 2018

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

WHDI - Kota Denpasar menjadi tuan rumah peringatan puncak HUT ke-30 WHDI (Wanita Hindu Dharma Indonesia) Provinsi Bali. Puncak perayaan HUT yang jatuh pada 12 Februari lalu dilaksanakan di Gedung Natya, ISI Denpasar, Minggu (18/2). Tema yang diangkat pada HUT kali ini yakni ‘’Tingkatkan Soliditas Bersama Antar-Umat Beragama untuk Mewujudkan Kepekaan Sosial Dalam Rangka Menjaga Keutuhan NKRI’’. Peringatan HUT WHDI diawali lomba membuat gebongan diikuti pengurus WHDI masing-masing kabupaten/kota, lomba macepat remaja dan lomba tari Legong Tri Sakti.

MBP/ist

SENATOR WEDAKARNA - Dua kasus tenaga kerja di Bali dan Amerika Serikat menjadi perhatian Senator DPD-RI Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Pertama, kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang karyawan hotel di Ramada Bintang Bali Sunset Road. Kedua, kasus kematian Kadek Ayu Ratih Shinta, lulusan STPBI yang sedang dalam proses kerja magang di AS. Hal itu sempat mengemuka saat acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komite III Urusan Tenaga Kerja dan Pariwisata bersama Disparda Bali, Disparda Badung, PHRI Bali, PHRI Badung, GM Hotel Ramada dan Asosiasi General Manager di Bali.

14

5 - 11 Maret 2018

PNB - Agar tim Bahasa di Lingkungan Politeknik Negeri Bali (PNB) mengetahui hubungan antara payung PNB Green Tourism dan keberadaan bahasa, digelar Workshop Penyusunan Modul Bahasa, Rabu (21/2). Bertempat di Gedung Widia Guna kampus setempat, peserta workshop berjumlah 50 orang yang berasal dari kelompok dosen bahasa di lingkungan PNB, perwakilan dosen jurusan, pengajar lembaga kursus, praktisi dan pemerhati bahasa. Lima orang narasumber dihadirkan yaitu Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A. dan Dr. I Ketut Budarma, M.Par., MMTHRL. Untuk narasumber modul pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) didatangkan Prof. Dr. I Nengah Sudipa, M.A. dari Fakultas Sastra dan Budaya Unud serta praktisi dan penasihat APPBIPA Indonesia Muhammad Bundhowi.

MBP/ist

UNDIKSHA - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja mengikutkan 25 orang mahasiswa dalam Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Resimen Mahasiswa Tahun 2018 di Rindam IX/Udayana Tabanan. Kontingan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Menwa Undiksha ini merupakan yang paling banyak di antara perguruan tinggi lain yang mengikuti diklatsar tahun ini. Dari kegiatan ini, mereka akan digembleng dengan pendidikan semi militer dari 19 Februari sampai 3 Maret 2018 mendatang. Sebelum bertolak ke Rindam IX/Udayana Tabanan, puluhan mahasiswa UKM Menwa Undiksha mengikuti upacara pelepasan kontingen di lobi rektorat kampus setempat Senin (19/2).


MBP/ist

MBP/ist

UNDIKNAS - Undiknas University kembali melahirkan human capital yang memiliki kompetensi dan siap berkontribusi untuk pembangunan bangsa. Sabtu (18/2), Rektor Undiknas Prof. I Gede Sri Darma, DBA. mewisuda 417 sarjana S-1 dan S-2. Acara wisuda ke-78 ini dihadiri Edith Cowan University, Associate Profesor Adrian Geri Djajadikerta, pendiri utama Perdiknas Drs. Ketut Sambreg, M.M. beserta Ni Nyoman Kundri dan Ketua Umum Perdiknas Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. Hingga kini alumni Undiknas mencapai 40.876 orang.

IKIP PGRI - IKIP PGRI Bali termasuk kampus yang cepat mengantisipasi perubahan di era disruption serba digital ini. Kini, IKIP PGRI Bali mencetak guru zaman now yakni memiliki kompetensi dalam menjalankan Kurikulum 2013, menyelenggarakan PBM berbasis e-learning serta peka terhadap perubahan. Puluhan sarjana tersebut akan diwisuda Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. di The Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Kamis (22/2). Kedua, duet Rektor dengan Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. I G.B. Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. tahun ini meraih tripple sukses.

MBP/ist

MBP/ist

ARYA WEDAKARNA - Jas Merah (Jangan Sesekali Melupakan Sejarah). Untaian kalimat sederhana dari Bung Karno yang masih sangat relevan bagi Indonesia kini, ingin diteladani oleh tokoh muda Hindu Indonesia Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III saat berkunjung ke Pura Taman Narmada Bali Raja, Taman Bali, Kabupaten Bangli, di sela-sela kunjungan kerja. Kekaguman akan tempat leluhur Ksatria Taman Bali ini dilontarkan berkali-kali saat Shri Arya Wedakarna melihat pura yang dikitari oleh mata air (danau kecil) yang dikenal sangat pingit. Ia berharap salah satu pura leluhur ini dirawat untuk kepentingan Hindu yang lebih luas.

SENATOR WEDAKARNA - Merujuk pada laporan tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) khususnya di Bali tentang banyaknya target ke depan yang harus dicapai, termasuk distribusi program Kredit Usaha Rakyat (KUR), diperlukan perbaikan, penyempurnaan dan sinergi khususnya dalam menyosialisasikan salah satu program pemerintah dalam menciptakan usaha kecil dan entrepreneur di Bali. Namun, dari informasi yang didapat oleh DPD-RI Bali, realisasi penyaluran KUR di Bali belum memuaskan yakni hanya di kisaran 77,67 persen atau sekitar Rp 3,34 triliun. Khusus di PT BPD Bali bahkan realisasinya di bawah 70% yakni sekitar 68,20%. Hal ini kembali diingatkan oleh Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (anggota Komite III Bidang Ekonomi Kreatif dan Kesra) di sela-sela rapat koordinasi bidang kesra di Jakarta. 5 - 11 Maret 2018

15


POLITIK

Aksi tolak reklamasi terus disuarakan rakyat dan elemen masyarakat Bali.

Rakyat Bali Terus Melawan

P

erjuangan menolak reklamasi tak pernah surut. Menentang dan melawan rencana reklamasi Teluk Benoa terus bergulir. Bahkan, kini sejumlah seniman dengan lagu-lagu menohok juga mengispirasi perjuangan. “Pengusaha-pengusaha kongsi dengan penguasa. Walau sudah kaya masih kurang juga. Hukum direkayasa hanya buat yang kaya. Yang jadi korbannya, rakyat jelata”. Penggalan lirik lagu “Mafia Hukum” ini dikumandangkan oleh band Navicula dalam aksi tolak reklamasi Teluk Benoa di depan Kantor Gubernur Bali baru baru ini. Aksi yang dibungkus dalam bentuk parade budaya ini untuk kesekian kalinya digelar ForBALI dan Pasubayan Desa Adat/Pakraman Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa. Lagu “Mafia Hukum” sendiri ada dalam album kompilasi “Bali Bergerak”, sebagai salah satu bentuk perlawanan terhadap rencana investor menguruk Teluk Benoa seluas 700 hektar. “Perpres 51 Tahun 2014 itu adalah merekayasa hukum. Bagaimana merekayasa zona konservasi menjadi zona budidaya,” ujar Robi, Vokalis Navicula. Menurut Robi, penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa merupakan perjuangan hati nurani dan tidak melanggar hukum karena sudah sejalan dengan UUD 1945. Sebab, dasar negara itu sudah mengamanatkan tiga hal terkait pembangunan di Indonesia termasuk Bali yakni harus berdasarkan asas manfaat, asas kemandirian, dan asas

16

keberlanjutan. “Pembangunan di Indonesia seharusnya berdasarkan atas asas manfaat. Artinya lebih bermanfaat bagi banyak orang, harkat hidup orang banyak, bukan segelintir penguasa, korporat atau golongan,” jelasnya. Berkaitan dengan asas kemandirian, lanjut Robi, pesisir adalah salah satu aset terbaik yang dimiliki Indonesia karena lautnya yang begitu luas. Mestinya, bangsa ini harus melindungi segala aset terbaik yang dimilikinya untuk mewujudkan kemandirian. Tidak saja laut, tapi juga hutan dan kebijakan lokalnya termasuk masyarakat adat. “ Kalau ngomong asas keberlanjutan sudah pasti melestarikan lingkungan,” imbuhnya. Robi menambahkan, kebutuhan paling primer yang harus dipenuhi untuk mewujudkan kesejahteraan sesuai tujuan ekonomi adalah pangan. Sementara pangan semuanya berasal dari alam. Itu sebabnya, semua pihak harus menyadari bahwa alam merupakan inti dari ekonomi. “Bagaimana mungkin tujuan ekonomi itu mengorbankan alam. Sangat tidak masuk akal,” terangnya. Sementara itu, aksi tolak reklamasi Teluk Benoa diikuti ribuan massa yang mengambil start dari parkir timur Lapangan Renon, Denpasar. Massa kemudian berjalan kaki menuju Kantor Gubernur. Sesampainya di depan Kantor Gubernur, massa kemudian membentangkan kain panjang atau lelancingan sekitar 150 meter. “Di lelancingan itu kita tulis Tolak

Reklamasi Teluk Benoa On Fire, bahwa api semangat penolakan reklamasi Teluk Benoa ini terus ada diatas kepala kita dan menjadi keyakinan kita,” ungkap Koordinator ForBALI, I Wayan “Gendo” Suardana. Menurut Gendo, 25 Agustus 2018 merupakan batas akhir perpanjangan izin lokasi yang dikeluarkan Kementrian Kelautan dan Perikanan. Jika sampai 25 Agustus Amdal PT. TWBI tidak disetujui oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maka izin lokasi tersebut sudah berakhir dan investor tidak lagi bisa melanjutkan rencana reklamasi Teluk Benoa. Sejauh ini, Amdal PT. TWBI masih belum disetujui lantaran aspek sosial budaya belum terpenuhi dengan adanya penolakan dari masyarakat dan desa adat penyanding Teluk Benoa. “Secara hukum seharusnya sudah berakhir (25 Agustus 2018, red), tetapi kita tidak tahu manuver-manuver apalagi karena pengalaman kita selama 5 tahun ini ada saja cara-cara penguasa untuk memberikan peluang kepada upaya reklamasi,” ujarnya. Gendo mencontohkan Perpres 45 Tahun 2011 yang menyatakan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi diubah menjadi Perpres 51 Tahun 2014. Hal ini merupakan pelajaran politik bagi rakyat. Nanti rakyat sendiri yang akan tahu bagaimana perilaku kekuasaan ini di hadapan investasi. Apakah kekuasaan akan kalah di hadapan pemodal atau tidak. l Rindra

5 - 11 Maret 2018

16


Menggugat Komersialisasi Budaya

Nyoman Dhamantra

Kegiatan pariwisata berlangsung eksploitatif terhadap budaya, dengan kecenderungan memberikan dampak negatif, yakni menurunnya semangat serta kemampuan masyarakat ataupun krama adat untuk melakukan pelestarian, seiring dengan terpuruknya daya saing ekonomi mereka. Fakta ini dengan mudah dapat dilihat, karena semakin hari, krama merasakan semakin berat beban biaya pelestarian adat dan budaya.

UNTUK menjaga kelangsungan dan eksistensi adat, tradisi, agama dan budaya di Bali, sudah saatnya diupayakan pembaharuan terhadap keberadaan Undang Undang pembentukan provinsi Bali No 64 Tahun 1958, yang seyogyanya menjadi kesepakatan dasar; ketika bergabungnya Provinsi Bali ke dalam NKRI. Nantinya dengan UU provinsi yang baru, diharapkan Bali memiliki payung hukum di dalam mengelola pemerintahan dan pembangunan, dengan pengaturan dan tata kelola yang berorientasi ataupun sejalan dengan keberadaan adat, tradisi, agama dan budaya di Bali. Pandangan itu dilontarkan anggota Frkasi PDI Perjuangan DPR RI NYoman Dhamantra kepada majalah Bali Post. Ia mengatakan seperti halnya pelestarian budaya, pemerintah bersama pemerintah daerah dari sejak dahulu, selalu saja memberikan komitmen untuk melakukan pelestarian adat dan budaya, bahkan diikuti dengan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan hal yang sama. ‘’Namun yang terjadi jauh dari harapan. Pariwisata budaya yang seharusnya dipahami sebagai kegiatan pariwisata yang berwawasan dan sekaligus memiliki manfaat untuk kepentingan budaya dengan pelestariannya, tapi yang terjadi justru sebaliknya,’’ ujarnya. Ia mengatakan kegiatan pariwisata berlangsung eksploitatif terhadap budaya, dengan kecenderungan memberikan dampak negatif yakni menurunnya semangat serta kemampuan masyarakat ataupun krama adat untuk melakukan pelestarian, seiring dengan terpuruknya daya saing ekonomi mereka. Fakta ini dengan mudah dapat dilihat, karena semakin hari, krama merasakan semakin berat beban biaya pelestarian yang ada. Sementara peningkatan biaya pelestarian itu sendiri, tidak diikuti dengan meningkatnya pendapatan ataupun kesejahteraan krama adat sebagai agen pelestari di Bali secara proposional. Dia mengintatkan punahnya semangat gotong royong akibat hilangnya kemandirian krama adat di desanya. Ditambah lagi dengan hadirnya kebijakan saber pungli, yang berpotensi mengabaikan struktur organik pengaturan adat, yang membenarkan dilakukannya pungutan

retribusi hanya kepada krama adat lewat peturunan ataupun sejenisnya, dan melarang keras desa adat melakukan retribusi kepada krama tamiu (urban yang berasal dari luar Bali). Kondisi ini memunculkan kesan ketidak- adilan, karena pariwisata yang dinikmati oleh semua krama yang ada di Bali, tapi biaya pelestariannya hanya dibebankan kepada krama adat. Sementara pemerintah pun masih enggan berbagi fiskal dari penerimaan pajaknya di Bali yang begitu besar. Idealnya penerimaan pajak itu diutamakan untuk menanggulangi biaya pelestarian yang setiap tahunnya tidak kurang dari Rp 3 triliun untuk sekitar 1.488 desa adat. Pada akhirnya, kata dia, semua ini membuat upaya atau kegiatan pelestarian dipahami sebagai sesuatu yang akan menambah beban krama adat, yang notabene jika meminjam istilah Bung Karno, didominasi oleh kaum marhaen seperti petani, buruh dan nelayan, Begitu juga dampak dari eksploitasi budaya dibidang seni kerajinan, saat ini banyak produksi kerajinan dari luar Bali yang membanjiri pasar kerajinan di Bali, dan membuat banyak pengerajin terpaksa gulung tikar dan harus beralih profesi, karena tidak adanya ketentuan investasi yang mewajibkan bagi investasi pariwisata seperti hotel, villa ataupun resort menggunakan produk lokal. Sehingga apapun kerajinan yang dibutuhkan, dapat di-”import” dari luar Bali secara bebas. Demikian juga yang paling ironis,adalah gagalnya dunia pariwisata mengapresiasi seni kerawitan seperti seni tari dan seni tabuh yang ada di Bali, itu dibuktikan dengan sangat rendahnya nilai tukar seniman tari maupun tabuh tradisional, dibanding dengan apresiasi yang diberikan kepada seni yang berasal dari barat. Ini semua membuktikan bahwa sejatinya yang terjadi di Bali, adalah kegiatan pariwisata budaya yang realitanya, dimana budaya ternyata lebih banyak memberikan pengabdian dan pengorbanan untuk suksesnya kelangsungan pariwisata, dibandingkan dengan manfaat pariwisata untuk kepentingan budaya, rakyat dan alam Bali sendiri. ‘’Jika saja situasi itu tidak diwaspadai sejak dini, saya khawatir di Bali terjadi apropriasi budaya,’’ ujarnya. l Dira Arsana 5 - 11 Maret 2018

17

17


KIPRAH

Pertama Kali Lomba, Langsung Juara

B

ersaing dalam menulis bukan perkara mudah. Apalagi jika hal ini baru ditekuni pertama kali. Namun bagi Tia Febriani, menulis tak jadi beban bila peka melihat situasi sekitar. Siswa kelas XI IPA 3 SMAN 1 Rendang ini membuktikannya dengan langsung menjadi juara dalam lomba esai yang baru pertama kali diikutinya. Siswa asal Banjar Sekar, Desa Nongan, Rendang ini menuturkan awal ketertarikannya dalam menulis. Ini berkat pendekatan guru pembinanya I Nengah Sueca, S.Pd., M.Pd. yang jeli melihat potensi siswa binaannya. Kemudian mengarahkan dan mengembangkannya agar fokus ke dalam satu bahasan yang menarik. Didampingi guru pembinanya, Tia mengaku menangkap ide menulis dari kehidupan sehari-hari. Memang idenya

18

5 - 11 Maret 2018

terlihat sepele, tetapi ini menurutnya persoalan mendasar dengan dampak besar. Pemikiran kritisnya, menguak bagaimana keutuhan Bahasa Indonesia semakin cepat tergerus oleh kemajuan teknologi. Ide dasarnya dituangkan ke dalam esai dengan judul “Bahasaku Kelabu di Tanah Ibu”. Judul yang menarik, sebelum membaca secara utuh isi esainya. “Bahasa Indonesia tatanan penggunaannya di tengah pergaulan kita sudah semakin kacau. Remaja kita lebih tertarik mempopulerkan bahasa asing. Bahasa kita saat ini benar-benar kelabu,” kata Tia, Alumnus SMPN 1 Rendang ini. Lewat ulasan esai yang jujur dan apa adanya itu, Tia akhirnya berhasil merebut juara III dalam Lomba Esai di Unud, belum lama ini. “Kalau ada lomba esai, saya mau ikut lagi,” kata siswi kelahiran 21 Februari 2001 ini.

Tia menambahkan, banyak cara yang bisa dilakukan generasi muda dalam menjunjung bahasa persatuannya. Salah satunya dengan mengadakan lomba-lomba yang berhubungan dengan bahasa dan satra Indonesia. Gagasan ini juga dia kemukakan dalam esainya itu. Dia menegaskan, yang paling penting adalah bagaimana menumbuhkan sikap bahasa. Dia yakin, kalau remaja mau bersikap positif terhadap Bahasa Indonesia, pasti ke depan akan tetap lestari. Kuncinya adalah pemakaian Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah wujud sikap tersebut. “Kita harus mengubah pandangan terhadap Bahasa Indonesia. Harus ada rasa bangga terhadap Bahasa Indonesia yang menjadi jati diri bangsa,” tutup Tia, bersemangat. l Bagiarta


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

BUPATI BADUNG - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri peresmian Gedung Promotor Raksa Grahita dan Raksa Garwita di Markas Polisi Daerah (Mapolda) Bali, Rabu (14/2). Peresmian tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M. yang dilanjutkan dengan ramah tamah di Aula Mapolda Bali. Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Wayan Adi Arnawa, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta serta perwakilan dari perangkat daerah.

MBP/ist

PANSUS PLP2B - Kalangan legislatif Badung kembali melakukan serap aspirasi masyarakat. Acara serap aspirasi kali ini terkait Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (PLP2B) yang dipimpin Ketua Pansus I Nyoman Dirga Yusa, dihadiri Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan I Ketut Karpiana, akademisi dari Universitas Udayana, Kelompok Wanita Tani (KWT), Pekaseh Subak Yeh serta Pekaseh Subak Abian seBadung, Senin (19/2). Nyoman Dirga Yusa mengatakan, sebagai kabupaten yang mengandalkan pariwisata, perlindungan terhadap pertanian sangatlah penting.

KABUPATEN BADUNG - Pemerintah Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Selasa (20/2) dinilai oleh Tim Kabupaten dalam evaluasi perkembangan Lomba Desa Tingkat Kabupaten Badung. Desa Tibubeneng merupakan wakil dari Kecamatan Kuta Utara dalam lomba desa tingkat kabupaten. Perbekel Desa Tibubeneng Made Kamajaya mengatakan, sebagai peserta lomba desa di tahun 2018, berbagai program terobosan telah dilaksanakan pihak desa, seperti pengembangan BUMDes dengan merancang unit usaha baru yakni bisnis periklanan, pembuatan money changer dan membentuk pos keamanan terpadu yang bersinergi antara petugas Linmas, Kepolisian dan TNI untuk mengamankan seluruh kawasan Desa Tibubeneng maupun investasi-investasi yang ada di Desa Tibubenteng.

MBP/ist

KABUPATEN TABANAN - Presiden Joko Widodo telah menetapkan target penyerahan sertifikat tanah di seluruh Indonesia selesai pada 2025 mendatang. Untuk mencapai target itu, program penyerahan sertifikat tanah terus digenjot pelaksanaannya. Terkait hal tersebut, Jumat besok (23/2) Kabupaten Tabanan menjadi salah satu lokasi pelaksanaannya dan dipusatkan di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Kecamatan Margarana. Seperti kegiatan serupa yang telah terlaksana beberapa kali di wilayah lainnya, Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menghadiri langsung proses penyerahan sertifikat tanah tersebut. 5 - 11 Maret 2018 19


MANCANEGARA

Senjata

Merajalela di AS

20

5 - 11 Maret 2018


P

residen Amerika Serikat, Donald Trump, ingin guru sekolah dipersenjatai agar insiden penembakan massal seperti di Florida tidak kembali terjadi. Hal itu diungkapkannya saat bertemu dengan para siswa yang selamat dan orang tua korban pembantaian di SMA Florida di Gedung Putih. Ia lantas mengungkapkan alasan keinginannya itu. Menurutnya jika para guru dan penjaga keamanan dipersenjatai dapat menakut-nakuti pelaku dan mencegah siswa menjadi korban penembakan. “Jika Anda memiliki seorang guru yang mahir menggunakan senjata api, ini bisa mengakhiri serangan dengan sangat cepat,” kata Trump. Sedikitnya 17 siswa dan guru tewas dalam serangan di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida, pada pada 14 Februari lalu. Serangan itu dilakukan oleh seorang pria bersenjata senapan serbu semi-otomatis AR-15. Aksi penembakan massal paling mematikan kedua di sebuah sekolah umum AS itu telah menghidupkan kembali perdebatan yang berlangsung lama mengenai undangundang senjata. Konstitusi AS melindungi hak warganya untuk membawa senjata, sebuah hak yang benar-benar dipertahankan oleh orang-orang Republik. Tapi Trump berada di bawah tekanan untuk bertindak. Beberapa peserta pada pertemuan tersebut mengindikasikan dukungan terhadap gagasan Trump untuk mempersenjatai para guru. Yang lainnya menentang. Mark Barden, yang anaknya terbunuh dalam penembakan di Sandy Hook Elementary School 2012 lalu di Connecticut, mengatakan bahwa istrinya, Jackie, seorang guru. “Guru sekolah memiliki lebih dari cukup tanggung jawab sekarang daripada harus memiliki tanggung jawab yang mengagumkan ketimbang kekuatan untuk mengambil nyawa. Tidak ada yang ingin melihat baku tembak di sekolah,” tegasnya. Setelah penembakan Sandy Hook, sebuah gugus tugas yang didukung oleh NRA merekomendasikan lebih banyak penjaga bersenjata dan guru di sekolah-sekolah. Trump mendengarkan dengan saksama gagasan dari sekitar 40 orang, termasuk enam pelajar yang selamat dari penembakan di Florida. “Saya tidak mengerti mengapa saya masih bisa pergi ke toko dan membeli senjata perang, AR,” kata Sam Zeif, terisak-isak setelah ia menjelaskan mengirim SMS ke anggota keluarganya selama serangan tersebut. “Jangan pernah membiarkan ini terjadi lagi, tolong,” kata Zeif. AS adalah negara yang memiliki jumlah senjata api per kapita tertinggi di dunia. Artinya jika semua

senjata api di AS dibagi dengan jumlah penduduk maka hasilnya adalah setiap 100 penduduk memiliki 89 buah senjata api. 48% senjata api yang dimiliki oleh sipil, ada di AS. Dengan jumlah sekitar 310 juta buah (data laporan tahun 2009 dari National Institute of Justice). India menduduki posisi kedua dengan jumlah sekitar 46 juta senjata api yang dimiliki orang sipil. Lebih banyak orang yang terbunuh oleh kekerasan senjata di AS dibandingkan dengan terorisme. AS adalah negara yang terbanyak mengalami kejadian penembakan masal di dunia. Pada 2015, jumlah korban bunuh diri yang melibatkan senjata api dua kali lipat dari jumlah pembunuhan menggunakan senpi. Angka ini terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Data Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Badan Pencegahan Bunuh Diri di AS menunjukkan jumlah korban bunuh diri menggunakan senjata api mencapai setengah dari keseluruhan korban bunuh diri. Kajian yang dimuat American Journal of Public Health pada 2016 menyebutkan adanya keterkaitan kuat antara tingkat kepemilikan senpi yang tinggi di sebuah negara bagian dan taraf bunuh diri menggunakan senpi yang tinggi baik korban pria maupun perempuan. Pistol, yang dilaporkan ditemukan di kamar hotel yang diinapi Stephen Paddock, pelaku penembaka di Las Vegas beberapa waktu lalu, harganya berkisar Rp 2,6 juta dan bisa dibeli di toko senjata. Senapa serbu yang juga dilaporkan didapati aparat di kamar hotel Paddock harganya sekitar Rp 20,2 juta. Lantaran ada 23 senpi yang ditemukan di kamar hotel dan 19 pucuk lainnya di rumah Paddock, pria itu kemungkinan telah menghabiskan lebih dari Rp 943 juta untuk membeli senjata dan beragam aksesorisnya, termasuk tripod, teropong, amunisi, dan magazin. Sebuah renungan yang perlu dilakukan oleh warga AS, apakah dengan seringnya kejadian penembakan masal cukup menjadi alasan untuk memperketat aturan kepemilikan senjata api? l Gugiek Savindra 5 - 11 Maret 2018

21


DAERAH

MBP/nan

Air Danau Naik

Dermaga Kedisan yang terendam akibat air Danau Batur meluap.

Penyeberangan di Dermaga Kedisan Terendam

M

eluapnya air Danau Batur tidak hanya membuat sejumlah rumah di Desa Terunyan dan lahan pertanian sekitar danau terendam, Dermaga Penyeberangan Kedisan juga ikut terendam. Atas kondisi ini, pengelola penyeberangan terpaksa memindahkan tempat menaikkan dan menurunkan penumpang ke sebelah timur dermaga. Kepala UPTD Penyeberangan Danau Batur I Ketut Nasta, Selasa (20/2) mengungkapkan, air Danau Batur kembali naik semenjak hujan lebat yang terus mengguyur Bangli mulai awal Januari. Hal ini hampir terjadi setiap musim hujan. ‘’Dari pertama kali saya tugas di sini sekitar tahun 1995, sekarang ini air danau naiknya paling tinggi. Naiknya sudah melebihi tahun

22

5 - 11 Maret 2018

lalu,’’ ucapnya. Menurut Nasta, kembalinya meluap air danau yang merendam dermaga penyeberangan memang tidak mengganggu secara total proses penyeberangan bagi wisatawan yang ingin menyeberang ke Terunyan melalui Kedisan. Hanya saja, untuk naik turun penumpang dipindahkan ke sebelah timur dermaga. ‘’Kita buka penyeberangan di samping dermaga yang terendam. Karena boat sudah bisa nyandar langsung di pembatas dermaga,’’ katanya. Pihaknya belum bisa memastikan kapan air danau surut. Apalagi, sampai Februari ini hujan diprediksi masih terus terjadi. Jika begitu, dipastikan volume air danau akan terus bertambah. ‘’Kemungkinan Agustus

atau September air baru surut karena pada bulan itu sudah masuk musim kemarau. Air surut lebih lama karena penyerapannya di bawah tidak bagus. Lain kalau di laut, pasang surutnya lebih cepat,’’ tegas Nasta. Disinggung terkait satu boat milik Dishub yang rusak akibat ditimpa pohon beringin beberapa waktu lalu, Nasta menegaskan, boat dimaksud sudah diperbaiki. ‘’Boat selama ini memang tidak dipakai sebagai transportasi penyeberangan untuk wisatawan karena bahan bakarnya boat memakai minyak tanah. Dan minyak tanah sekarang ini sulit dicari dan mahal. Jadi, boat kita taruh saja di tempat yang aman,’’ terangnya. l Eka Prananda


“Pick-up” Masuk Jurang, Tiga Tewas KECELAKAAN maut terjadi di wilayah hukum Polres Klungkung. Mobil pick-up DK 9324 BP yang dikemudikan Lambertus Lame Tobin (51) mengalami kecelakaan, Senin (19/2) malam. Mobilnya mundur saat tanjakan lalu menabrak pembatas jembatan dan selanjutnya masuk jurang sedalam 25 meter. Akibat kecelakaan ini, selain sopir (Lambertus-red), dua penumpang lainnya, yakni I Wayan Suryadita (48) asal Banjar Mekar, Desa Perancak, Jembrana dan Komang Agus Arya Puput (38) asal Banjar Pangkung Jajang Desa Tukadaya, Jembrana juga tewas seketika di lokasi kejadian. Kasat Lantas Polres Klungkung AKP Taufik Rizaldi, menjelaskan tragedi kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 19.30 Wita. Sebelumnya, mobil pick-up ini datang dari arah Denpasar menuju BTN Semagung. Namun, saat melintas di TKP dengan jalan menanjak, mobil yang mengangkut material bongkaran bangunan itu rupanya tak kuat naik tanjakan. Akhirnya, mobil sarat muatan ini mundur dan langsung menabrak pembatas jembatan hingga ambruk. “Mobil kemudian masuk ke jurang sedalam sekitar 25 meter. Kejadian ini terbilang out of control (OC). Diduga karena mobilnya kelebihan muatan,” jelasnya. Adanya kejadian itu, pihak kepolisian, Basarnas, BPBD Klungkung dan TNI langsung terjun ke TKP. Mereka bahu membahu melakukan evakuasi korban. Para petugas ini sedikit kesulitan melakukan evakuasi. Sebab, medan untuk mencapai titik lokasi sedikit berat. Akhirnya, ketiga korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 05.00 Wita. “Dua korban tertimbun material. Medan di lokasi cukup sulit, sehingga proses evakuasinya berjalan cukup lama. Untuk mobil juga sudah berhasil dievakuasi menggunakan mobil derek,” katanya. Jenazah Lambertus dibawa ke RSUP Sanglah. Sedangkan, dua jenazah lainnya dibawa ke RSUD Klungkung. Proses pemeriksaan ini pun disaksikan keluarga korban sebelum dibawa ke ru-

MBP/sos

Salah satu korban kecelakaan mobil pick-up yang masuk jurang di wilayah Dusun Semagung, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan. Korban tengah diperiksa petugas RSUD Klungkung.

mah masing-masing. Istri korban Suryadita, Wayan Ariani, tak kuasa menahan tangis. Ia menceritakan pertemuan dengan suaminya yang merupakan mantan Kadus Mekarsari, Desa Perancak, Jembrana terakhir saat piodalan di sanggahnya pada Anggarkasih Perangbakat. “Anak yang ngasi tahu. Katanya ada kejadian ini. Itu dikabari pamannya yang mendapatkan telepon dari bosnya,” tuturnya. Sebelum maut menjemput, suaminya itu sudah beberapa kali melewati jalur TKP untuk membawa material maupun barang lain. Sebelumnya tak ada firasat buruk akan hal ini. Kepergian korban ini meninggalkan dua anak, Ni Luh Desi Pritayani (20) dan Kadek Yoga Surya Astrawan. Sementara itu, keesokan harinya juga terjadi kecelakaan lalu lintas di Desa Kusamba. Menurut Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Putu Gede Ardana, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 05.30 Wita. Berawal dari bus yang dikemudikan I Made Pasek (55) asal Dusun Puseh, Desa Tuwed, Jembrana datang dari barat. Tiba di TKP kehilangan kendali karena setir tidak berfungsi. “Karena seperti itu, kendaraan oleng menabrak pohon perindang utara jalan dan masuk ke sawah,” terangnya. Hal tersebut, mengakibatkan satu dari sem-

bilan penumpang Haerurrozi (22) asal Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah terlempar keluar. Beruntung hanya mengalami lecet pada paha kanan. Ia langsung dilarikan ke RSUD Klungkung untuk mendapat penanganan medis. Mobil Terbakar Masih berkaitan dengan insiden yang melibatkan kendaraan. Mini bus Nopol DK 1763 MB, milik I Nyoman Astawa (51) asal Desa Pikat, Kecamatan Dawan terbakar di Jalan By-Pass Ida Bagus Mantra, Kusamba. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian yang berlangsung pukul 11.30 Wita itu. Kapolsek Dawan AKP Kadek Suadnyana yang datang ke TKP menjelaskan sebelumnya mobil tersebut hendak dibawa ke bengkel yang jaraknya sekitar 100 meter dari TKP. “Tetapi belum sampai, dari bawah jok mobil tiba-tiba keluar percikan api. Tidak berselang lama langsung menyambar dan api membesar. Mobil langsung dihentikan. Pengemudi keluar,” jelasnya. Pemadaman api dilakukan dengan mendatangkan dua unit damkar. Sekitar 20 menit, api berhasil dipadamkan. l Sosiawan 5 - 11 Maret 2018

23


K E S E H ATA N

Pentingnya Kualitas Gizi Sejak Dini

S

tatus gizi yang baik merupakan komponen penentu yang sangat penting yang bila perhatian diberikan sejak dini, akan dapat mempengaruhi tidak saja kesehatan, tetapi juga kemampuan kognitif maupun produktivitas di masa yang akan datang. Sayangnya, berdasarkan laporan dari hasil penelitian kesehatan dasar di Indonesia tahun 2007, 2010 dan 2013 dinyatakan bahwa status gizi buruk dan kurang pada anak Balita yang dinyatakan berdasarkan berat badan menurut umurnya tidak berubah, begitu pula angka stunted (pendek) yang menunjukkan gangguan gizi kronis juga tetap tidak berubah dan angka ini tetap tinggi. Perbaikan status gizi pada manusia memang sebaiknya sudah harus dimulai sejak usia dini, yaitu di awal kehidupannya. Istilah umum yang sering dipakai untuk isitilah ini adalah Scale Up Nutrition pada 1.000 hari pertama kehidupan. Hal ini penting diperhatikan karena masa ini disebut juga sebagai “masa kritis� atau “masa emas� dan bank dunia menyebutkan sebagai window

24

5 - 11 Maret 2018

of opportunity. Masa ini akan menentukan kualitas hidup manusia di masa yang akan datang. Seribu hari pertama kehidupan dapat diartikan sebagai awal kehidupan atau sejak dimulainya kandungan sampai dengan anak yang dilahirkan berusia 2 tahun. Awal dari kehidupan ini penting karena pada tahap awal ini terjadi proses pembentukan dari semua organ dari tubuh manusia. Untuk menentukan kapan seorang wanita itu mulai hamil tidaklah mudah. Oleh karena itu perhatian terhadap status gizi wanita sudah harus dimulai sejak sebelum hamil. Perhatian gizi yang di maksud di sini adalah berat badannya harus proporsional terhadap tinggi badannya, tidak terlalu kurus dan tidak juga terlalu gemuk. Berat badan yang proporsional dapat dinyatakan melalui indeks masa tubuh (IMT) yang merupakan hasil pembagian dari berat badan dalam kilogram yang dibagi dengan kuadrat tinggi badannya yang dinyatakan dalam meter persegi. IMT orang Indonesia dikatakan normal bila berada di kisaran 18 sampai

dengan 23 kg/m2. IMT 16 ke bawah atau sebaliknya lebih dari 29 dinyatakan mengalami malnutrisi dan akan berisiko tinggi terhadap kandungannya bilamana hamil. Di samping berat badan, wanita tidak boleh mengalami anemia, kekurangan yodium dan mengalami kekurangan vitamin A sebelum dinyatakan hamil atau pada masa kehamilannya. Berat badan selama hamil harus meningkat. Peningkatan berat badan harus mengikuti kurva tertentu untuk dikatakan sehat. Kurva ini sangat dipengaruhi berat badan sebelum hamil. Makin gemuk seseorang di awal kehamilannya, peningkatan berat badannya akan semakin rendah. Peningkatan berat badan pada trimester pertama kehamilan tidak terlalu tinggi, bisa tetap bahkan bisa juga turun. Meningkat dengan tajam pada trimester kedua dan mulai mendatar pada trimester ketiga. Berat badan setelah bayi dilahirkan bayi harus mengalami peningkatan. Peningkatan di sini juga harus mengikuti kurva tertentu sampai dengan usia anak mencapai 5 tahun.


Dampak Malnutrisi Malnutrisi terhadap perkembangan fisik dapat terjadi sebelum hamil atau pada saat hamil. Wanita yang pendek (dan kurus), yang tinggi badannya di bawah 150 cm atau IMT-nya di bawah 17 kg/ m2 berisiko tinggi mengalami gangguan kehamilan. Di samping itu risiko janin yang dikandungnya mengalami gangguan perkembangan fisik yaitu mengalami perlambatan pertumbuhan dalam kandungan atau yang disingkat IUGR. Anak yang dilahirkan cenderung mengalami berat badan yang rendah dan memiliki kemungkinan menjadi pendek ketika berusia dewasa nanti. Ibu yang pendek memiliki kemungkinan struktur DNA yang berbeda dengan wanita yang tingginya normal pada umumnya. DNA yang merupakan cetak biru ini besar kemungkinan diturunkan kepada janin yang dikandungnya. Cetak biru inilah yang membuat tinggi badan anak yang lahir berisiko pendek juga. Alasan yang kedua adalah pada ibu yang pendek memiliki ruang yang lebih kecil untuk memungkinkan kandungannya dapat berkembang dengan baik dibandingkan ibu yang lebih tinggi badannya. Kondisi ini menyebabkan kesempatan janin yang dikandung untuk berkembang lebih kecil dan/atau terbatas dibanding ibu yang tingginya normal. Itu sebabnya wanita yang pendek cenderung melahirkan bayi yang mengalami malnutrisi juga. Untuk kasus ibu pendek seperti ini, berat badan ibu pada waktu hamil harus terus dipantau supaya peningkatan berat badan berlangsung normal sesuai dengan kurva peningkatan berat badan hamil, tidak terlalu tinggi, tidak juga kurang. Peningkatan berat badan tidak sesuai kurva tidak menguntungkan baik ibu maupun janin yang dikandungnya. Peningkatan berat badan dioptimalkan ketika bayi sudah dilahirkan. Pemberian nutrisi yang baik paska dilahirkan akan menolong tumbuh kembangnya dikemudian hari sehingga anak diharapkan akan setidaknya lebih tinggi dibanding tinggi ibunya. Dengan status gizi yang baik khususnya pada 2 tahun pertama setelah dilahirkan, maka tumbuh kembangnya akan lebih baik, dan tentu tinggi badannya akan lebih tinggi juga. Bila status gizi bayi yang dilahirkan dibiarkan tetap kurang/buruk sampai dengan usia 2 tahun kehidupannya, maka gangguan pertumbuhan ini akan cenderung menetap, dan kalaupun berat badannya bertambah anak tersebut cenderung lebih gemuk bukan tinggi. Dampak malnutrisi terhadap gangguan kognitif. Kemampuan kognisi sangat tergantung dari jumlah sel otak dan zat penghantar informasi yang dimiliki. Makin banyak jumlah sel otak yang dimiliki maka kemampuan menerima dan menyimpan informasi semakin tinggi dan jumlah informasinya bisa semakin banyak yang disimpan. Jumlah sel otak yang banyak dinyatakan dalam ukuran kepala. Bayi yang dilahirkan dengan status gizi yang baik memiliki ukuran lingkar kepala yang lebih besar dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan dengan status gizi yang buruk. Disamping itu, bila dilihat dengan menggunakan alat bantu radiologis, maka akan tampak otak tersusun lebih padat dibandingkan dengan anak yang menderita malnutrisi Di samping jumlah selnya, kemampuan otak juga sangat ditentukan oleh zat penghantar di otak tersebut. Zat-zat tersebut disebut dengan neurotransmitter berfungsi untuk menghantarkan informasi informasi tersebut ketika sel selnya bekerja. Baik selnya, maupun penghantarnya dibuat dari nutrient seperti lemak, protein, iodium dan sebagainya. Pembentukan sel otak sudah dimulai ketika terjadi konsepsi yang dimulai dari pembentukan cetak birunya. Selanjutnya penambahan sel terus berlangsung sampai anak berusia 2 tahun. Setelah

anak mencapai usia 2 tahun, tidak lagi ada penambahan jumlah sel tetapi tinggal keberlangsungan proses pengembangan yaitu aktifasi neurotranspmitter melalui pemberian rangsangan. Bila gangguan gizi pada fase awal ini tidak segera diperbaiki sampai dengan usia 2 tahun, maka jumlah sel yang sedikit menyebabkan kemampuan menyimpan informasi maupun mengolahnya menjadi lebih sedikit, anak cenderung menjadi kurang cerdas dan kemampuan berpikirnyapun menjadi lebih lemah. Kondisi ini tidak dapat dikoreksi lagi dan kemampuan berpikir hanya dapat dilakukan melalui baiknya rangsangan, tetapi tanpa penambahan jumlah sel. Dengan rendahnya kemampuan berpikir menyebabkan produktivitasnya rendah juga. Pada kelompok orang ini, kalau akalnya tidak dilatih akan sulit bersaing dengan mereka yang kemampuan berpikirnya baik. Oleh karena itu kehamilan sebaiknya dipersiapkan dengan baik supaya menghasilkan keturunan yang baik pula. Kehamilan adalah proses normal yang terjadi pada semua mahluk perempuan, tetapi kehamilan itu sendiri sangat berisiko baik kepada ibu maupun janin yang dikandungnya, apalagi kalau kejadiannya tidak dipersiapkan. l Dr. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, M.Sc, Akp., Sp.KG Departement Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

5 - 11 Maret 2018

25


LENSA

IMLEK Seorang warga merayakan Tahun Baru Imlek 2569 dengan berdoa di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Denpasar. Menyambut tahun baru anjing, warga keturunan Tionghoa dari berbagai keyakinan di Bali berdoa untuk memohon kedamaian.

MBP/eka

26

5 - 11 Maret 2018


OLAHRAGA

H

Rumor Kepindahan

anya beberapa pekan setelah ditutupnya bursa transfer pemain pada Januari, media Spanyol mulai menggunjingkan status Gareth Bale. Pemain yang dibeli Real Madrid seharga 100 juta euro dari Tottenham itu, mulai disingkirkan dari tim utama. Bahkan dikabarkan pemain asal Wales itu akan dijual musim panas nanti setelah muncul berita Manchester United an Tottenham tertarik mendatangkan dia. Rumor tak sedap itu yang juga menimpa rekan setimnya Toni Kroos, muncul setelah ia tiga kali tidak dimainkan dalam empat pertandingan di pertengahan bulan Februari. Dua laga diantaranya di kompetisi Liga Spanyol dan sekali di Liga Champions yakni melawan Paris Saint Germain. Pelatih Zinedine Zidane menempatkan lagi sebagai pemain inti pada laga melawan Real Betis. Meski Real pada akhirnya menang 3-1, namun Bale tidak banyak memberikan kontribusi dan dua kali membuang peluang emas. Akibatnya dia ditarik keluar dan digantikan di babak kedua. Bahkan gol-gol Real tercipta tidak melibatkan dirinya. “Bale bermasalah,” tulis koran Spanyol AS. “Penyerang asal Wales itu menyadari statusnya bisa berubah dan apa yang diperlihatkan dalam beberapa pertandingan merefleksikan suasana hatinya yang buruk saat ini.” Harian Marca menulis bahwa nilai Bale mulai habis dan diprediksi Real Madrid bersiap menjual pemain berusia 28 tahun itu pada akhir musim ini. Kapasitasnya terlibat dalam tim berbanding terbalik dengan kondisinya yang luar biasa. “Bale menikmati pertandingannya : tersingkir dari dunianya sendiri dan berjarak.” isi koran yang terbit di Madrid itu. Bale masuk dalam kelompok pemain dengan gaji tinggi sejak ia menandatangani kontrak pada 2016. Tapi dalam dua musim terakhir, klub tak bisa menyaksikan penampilan secara penuh akibat cedera yang dialami. Musim lalu, Bale menjalani operasi untuk memulihkan cedera pada ligamen engkel. Namun belakangan dia mengaku menerima ganjaran akibat terlalu cepat turun ke lapangan. Upayanya untuk ‘comeback’ hampir selalu diganggu dengan kambuh ulang persoalan yang sama yakni cedera otot. Ironinya ia tidak pernah mencapai kebugaran yang sempurna sejak bermain kembali pada Desember. Zidane pun tak pernah memainkan dia secara penuh dalam satu pertandingan. Tak berbeda dengan musim lalu saat Real menyapu gelar Liga Spanyol dan Liga Champions, Bale banyak duduk di bangku cadangan pada Februari ini. Pada saat bersamaan tim malah menemukan pola baru untuk bangkit termasuk dengan memenangkan empat pertandingan beruntun. Ini memberikan semangat baru bagi Zidane untuk tidak selalu menggantungkan harapan pada dia. “Saya senang dengan sia, kami harus mengatasi masalah ini pelan-palan,” jelas Zidane yang juga kelimpungan akibat timnya tertinggal jauh dari Barcelona di klasemen dan kesulitan mempertahankan gelar juara Liga. “Apa yang kita inginkan dari dia, adalah mencapai puncak kebugaran sehingga kami bisa membuat keputusan lebih lanjut, apakah dia akan bermain di pertandingan berikutnya atau tidak. Sejauh ini kami tidak menghadapi banyak persoalan dan saya

menaruh kepercayaan pada smeua orang,” lanjut Zidane yang tak menginginkan trend positif timnya terganggu dengan rotasi pemain, laporan Reuters. l Yudi Winanto

MBP/rtr

Gelandang serang Real Madrid Gareth Bale. 5 - 11 Maret 2018

27


OLAHRAGA

Yamaha Pisah dengan Tech3 TAK bisa dipungkiri jika dalam dua musim terakhir tim Yamaha kerja keras untuk mendongkel dominasi rivalnya, Honda, di arena MotoGP. Rencananya Yamaha akan berpisah dengan tim satelit Tech3 yang selama ini mendapatkan pasokan mesin. Menyiapkan musim 2018, tim Jepang ini menggelar uji coba pra musim di Thailand dengan kedua pembalapnya Valentino Rossi dan Maverick Vinales, berusaha mendapatkan hasil terbaik. Faktanya, mereka belum mendapatkan apa yang diinginkan. Namun baik Rossi maupun Vinales mengakui timnya masingmasing bekerja keras dan tengah berusaha mendapatkan setingan terbaik sebelum terjun di arena sebenarnya MotoGP pada sesi latihan di sirkuit Buriram, Thailand. Pada sesi uji coba itu, Rossi yang baru saja merayakan ulang tahun ke-39, hanya menempati posisi ke-12. Juara dunia 9

kali dari Italia itu masih belum menyatu dengan tunggangannya. Sementara rekannya dari Spanyol berada di posisi ke-8. Dalam tes selama tiga hari itu, Vinales sempat mencapai posisi ke-7 dan Rossi ke-9. Namun secara keseluruhan mereka mengakui timnya tengah berjuang menyedikan motor yang kompetitif. “Ini uji coba yang sulit, kami etrus berusaha dan kami harus memperbaiki karena musim lalu, kami tak banyak membuat perubahan,” lanjut Rossi kepada website MotoGP.com. “Khususnya untuk kelistrikan, saya kira kami harus bekerja lebih keras lagi.” Musim lalu, Vinales mengakhiri balapan dengan merebut posisi ke-3. Ia meminta Yamaha untuk memperbaiki motornya di semua bidang untuk mengimbangi Honda dan Ducati yang tampil cepat di sesi uji coba di Buriram itu. Apalagi musim lalu, Honda dan Ducati bersaing ketat dalam

perebutan gelar juara dunia. Ironinya, tim Tech3 justru tampil bagus. Pembalap Prancis Johan Zarco malah sempat menduduki posisi kedua tercepat. Rossi berharap perbaikan itu mencapai fase final pada uji coba di Qatar 1 Maret. Di tempat ini pula seri pembuka dilakukan pada 18 Maret. ‘Mungkin di Qatar, kami menjadi lebih baik,” jelas Rossi, Yamaha sendiri telah memutuskan tidak melanjutkan kerja sama dengan Tech3 usai musim 2018 ini. Rencana, malah akan membuat tim satelit baru untuk mendukung mereka. Tech3 yang bermarkas di Prancis dan dipimpin Herve Poncharal, menjadi tim non-factory di kelas utama itu sejak 20 tahun lalu. Musim ini tim ini diperkuat Zarco dan pendatang baru Hafizh Syahrin (Malaysia), laporan Reuters. l Yudi Winanto

MBP/net

Pembalap Yamaha Valentino Rossi.

28

5 - 11 Maret 2018


MBP/net

Putra legenda penyerang Chelsea Didier Drogba, Isaac (kanan) berpose dengan seragam tim Guingamp.

Mengikuti Jejak LEGENDA Chelsea Didier Drogba ternyata mewariskan darah sebagai pemain sepak bola kepada anaknya. Putranya berusia 17 tahun, Isaac, bergabung dengan tim U-19 klub Liga Prancis Guingamp. Disini pula, 17 tahun lalu, Drogba senior menempa diri sebelum menjadi striker top dunia. “Tak bisa membayangkan betapa bangganya terhadap dirimu, Isaac Drogba,� kata Drogba di jejaring sosial sambil memajang foto putranya mengacungkan seragam klub itu. Drogba mengawali karier profesionalnya di Prancis dengan membela klub Le Mans selama empat musim sebelum

pindah ke Guingamp pada 202. Selama semusim ia memperkuat klub barunya selama 45 pertandingan menghasilkan 20 gol. Ia hanya bertahan semusim sebelum pindaH ke Marseille dan di klub itu juga hanya setahun sebelum melanjutkan kariernya ke Inggris mengibarkan bendera Chelsea. Di Stamford Bridge menjadi penyerang yang disegani. Sebanyak 164 gol diciptakan dalam 381 pertandingan selama sembilan tahun pengabdiannya di klub London itu. Drogba yang kini berusia 39 tahun, membawa Chelsea memenangkan empat gelar Liga Utama dan Piala FA serta satu

trofi Liga Champions. Ia melanjutkan peruntungannya di Tiongkok dan Turki sebelum balik lagi ke London. Periode keduanya di Chelsea hanya menciptakan 7 gol dalam 39 pertandingan. Drogba yang membela timnas Pantai Gading dalam 104 pertandingan dan menghasilkan 63 gol, kini berlabuh di klub Montreal Impact sebelum menjalani masa tua dan pensiun, laporan Reuters. Sementara Isaac mencoba mengikuti jejak ayahnya dengan bermain di Liga Prancis sebagai pemain profesional. l Yudi Winanto 5 - 11 Maret 2018

29


OLAHRAGA

Haarlem Anggariva dan Teguh Trisnanda

Seleksi di BU dan Perkuat Timnas U-16 PASANGAN Nyoman Mertajiwa dan Kadek Aristawati asal Banjar Pule, Desa Kawan, Bangli, pantas disebut keluarga sepak bola. Dikaruniai tiga putra, dua anaknya piawai bermain si kulit bundar yaitu Kadek Haarlem Anggariva dan Komang Teguh Trisnanda. Sementara si sulung Putu Wira Pratama kuliah semester VIII di Stikom. Haarlem membela Bali United (BU) U-19 pada musim kompetisi 2017 lalu, sedangkan Teguh kini menghuni Timnas Indonesia U-16. Keduanya mulai belajar sepak bola di SSB Bintang Bali Centre (BBC), kemudian Guntur dan Putra Tresna. Haarlem membawa Putra Tresna U-17 juara Rayon Bali Piala Soeratin hingga babak delapan besar putaran nasional. Saat ini ia membela klub Putra Tresna yang berlatih rutin di Lapangan Celuk, Sukawati, tiap Selasa, Kamis dan Sabtu. ‘’Saya menjaga kebugaran untuk persiapan seleksi tim BU U-19,’’ katanya di Denpasar pekan lalu. Pesepak bola kelahiran Denpasar, 10 Agustus 1999 ini memperkuat Bali pada

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) ketika duduk di bangku SD. Selanjutnya membawa tim SMPN 9 Denpasar menjadi juara futsal Piala Wali Kota dan mengantarkan tim SMAN 7 Denpasar (Sisma) menjuarai Liga Pelajar Indonesia (LPI) Bali. Ia juga terpilih masuk tim Bali pada PON Remaja I/2014 di Surabaya. Pemain sayap ini menyumbang sebiji gol bagi BU U-19 ketika kalah 2-3 atas Persipura Jayapura pada babak semifinal di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. BU akhirnya finis sebagai juara III di bawah Persipura dan Persib Bandung setelah mengalahkan Pusamania Borneo (PBFC) 3-0. Jika tak lagi bisa membela tim U-19, Haarlem bertekad berkarier di sepak bola profesional. Sementara sang adik Komang Teguh Trisnanda merupakan satu-satunya pemain asal Bali yang masuk Timnas U-16. Ia memasuki pelatnas tahap kedua di Kopassus, Cijantung, Jakarta, mulai 19 Februari lalu menjelang keberangkatan mengikuti Turnamen Jenesys di Jepang, 6-15 Maret. Sang Ayah Nyoman Mertajiwa ber-

harap Teguh yang direkrut melalui Diklat Ragunan, Jakarta, lolos skuad timnas yang dilatih Fahri Husaini. Teguh merupakan anggota skuad lama yang terdiri atas 20 pemain. Ia dipanggil lagi mengikuti seleksi bersama lima pemain baru. Sebelum bertolak ke Jepang, tim akan dipangkas menjadi 18 pemain. Teguh lahir di Denpasar, 28 Oktober 2002. Ia adalah alumnus SMPN 9 Denpasar dan kini duduk di bangku kelas I SMA Ragunan. Teguh membela Indonesia saat menjadi juara dalam turnamen U-12 Singa Cup di Singapura dan dinobatkan sebagai pemain terbaik. Menempati posisi gelandang bertahan, Teguh ikut andil mengantarkan Timnas U-16 menjadi juara grup dalam kualifikasi Piala Asia di Thailand, Oktober 2017 lalu. Timnas U-16 bakal berlaga pada Piala Asia di Malaysia, Oktober mendatang. Mereka ditargetkan menembus babak semifinal agar bisa berlaga di Piala Dunia. l Daniel Fajry

MBP/ist

Komang Teguh Trisnanda (kiri) Kadek Haarlem Angariva.

30

5 - 11 Maret 2018


Bali United Kembali Jadi ’’Runner-Up’’ BALI United pantas dijuluki sebagai tim spesialis peringkat kedua. Bayangkan, dalam dua ajang besar yang diikuti tahun 2017 dan 2018, tim Serdadu Tridatu selalu menjadi runner-up. Pertama, pada kompetisi sepak bola Liga 1 Indonesia 2017 dan kedua dalam turnamen Piala Presiden III/2018. Pada Liga 1 tahun lalu, Bali United finis kedua setelah kalah head to head melawan Bhayangkara FC yang tampil sebagai juara. Padahal asa kesebelasan kebanggaan masyarakat Pulau Dewata untuk menjadi kampiun begitu besar setelah mempecundangi tuan rumah PSM Makassar. Apa daya Bhayangkara kemudian mendapat tambahan poin karena Mitra Kukar kedapatan menurunan pemain asing yang tengah menjalani skorsing. Bali United kembali bernasib sial di Piala Presiden 2018. Kali ini ambisi Fadil Sausu dan kawan-kawan membawa piala ke Pulau Dewata digagalkan oleh Persija Jakarta dalam laga final di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta pada 17 Februari lalu. Para pemain Bali United tampil antiklimaks, sehingga harus menyerah dengan skor telak

3-0. Hasil ini di luar dugaan mengingat tim Serdadu Tridatu sukses menaklukkan tim Macan Kemayoran 3-2 pada babak penyisihan Grup D di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar. Skor ini mengantarkan Bali United sebagai juara grup di atas Persija. Faktor utama kekalahan Bali United dari Persija adalah briliannya permainan Marko Simic. Ini diakui oleh Hans Peter Schaller yang menjadi pelatih di Piala Presiden 2018 dan kapten tim Fadil Sausu. Striker baru asal Kroasia itu menjadi pembeda kualitas kedua tim. Ia tampil luar biasa dalam memanfaatkan kelengahan Bali United terutama ketika situasi bola mati. Simic membuat dua gol berkelas ke gawang Bali United yang dijaga Wawan Hendrawan yang kemudian dipertegas oleh Novri Setiawan lewat sumbangan gol ketiga. Simic memang penyerang yang lengkap, memiliki fisik kuat, bisa bekerja sama dengan baik dan dapat mencetak gol dari berbagai sisi. Ditambah dukungan penuh dari puluhan ribu Jakmania, penampilannya makin menggila. Aksinya memaksa para pemain Bali United kehilangan konsentrasi

sehingga tidak bisa mengembangkan permainan. Kalah di lini tengah membuat lini pertahanan dan kiper Wawan Hendrawan lebih banyak ditekan lawan. Sebaliknya, lini serang Bali United yang dimotori Ilija Spasojevic jarang menghasilkan peluang mencetak gol ke gawang Persija yang dijaga Andritany Ardhiyasa. Meski begitu, secara individu pemain Bali United tetap menonjol di mata pelatih tim nasional. Ini terbukti dengan dipanggilnya empat pemain ke pelatnas Timnas U-23 yaitu Made Andhika Wijaya, Ricky Fajrin, Yabes Roni dan Spasojevic. Bali United juga mendapat gelar tim fair play dari panitia. Sementara Persija memperoleh tambahan titel pemain terbaik dan top skor (11 gol) yang diborong Simic serta pemain muda terbaik yang disabet Rezaldi Hehanusa. Suporter terbaik diberikan kepada Bobotoh atau pendukung Persib Bandung. Sriwijaya FC bercokol di posisi ketiga usai membekap PSMS Medan 4-0. l Mawa

A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

DPRD BADUNG - Tiga DPRD yaitu dari Surakarta dan Kota Magelang (Jawa Tengah) serta Tuban (Jawa Timur) secara serentak berkunjung ke DPRD Badung, Selasa (20/2). Ketiga rombongan DPRD tersebut diterima Ketua Komisi III DPRD Badung Putu Alit Yandinata didampingi perwakilan dari OPD terkait. DPRD Kota Surakarta yang dipimpin oleh Ketua Banggar Abdul Ghofur didampingi Wakilnya Usman Hasyim serta sejumlah anggotanya melakukan studi komparasi terkait kiat sukses peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) baik dari sisi pajak maupun retribusi dan pendapatan lainnya.

MADE URIP - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. tak henti-hentinya turun menemui masyarakat, khususnya kaum petani dan krama subak. Ketua DPP PDI-P ini menyerap aspirasi dan bertatap muka dengan krama Subak Penataran di Pura Ulun Suwi Banjar Lebah, Desa Marga, Kecamatan Marga, Tabanan, Kamis (15/2), bertepatan dengan Karya Macaru Rsi Gana di pura setempat. Kedatangan anggota Badan Anggaran (Bangar) MPR ini disambut hangat oleh ratusan krama subak yang berjejer di sekitar pura bersama bendesa adat, Bhabimkamtimas, Bimas Hindu, pekaseh dan warga Subak Penataran. 5 - 11 Maret 2018

31


PENDIDIKAN

SMP Penyelenggara UNBK Dijatah Bantuan Komputer

D

elapan SMP di Kabupaten Klungkung direncanakan menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini. Namun dibalik itu, ketersediaan komputer masih menjadi persoalan. Menyikapi hal tersebut, Pemkab menggelontorkan puluhan unit komputer untuk setiap sekolah. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Klungkung, UNBK akan diselenggarakan oleh SMPN 2 Semarapura dan SMPN 1 Banjarangkan dengan jumlah peserta 353 siswa, SMPN 2 Banjarangkan 177 siswa, SMPN 1 Semarapura 469 siswa, MTs Hasanudin 72 siswa serta SMPN 1 Dawan 249 siswa, SMPN 2 Dawan dan SMPN 1 Nusa Penida dengan jumlah peserta 172 siswa. Angka tersebut belum ideal dengan jumlah komputer

yang dimiliki. “Untuk itu, Pemkab akan memberikan bantuan. Masing-masing 40 unit untuk satu sekolah. Bantuan ini direncanakan sudah ada Februari ini. Yang penting sekolah siap dulu. Yang namanya pendidikan itu kan kerjasama, tidak bisa sendiri,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gde Darmawan, belum lama ini. Jika dalam pelaksanaan nantinya ada sekolah yang tetap kekurangan komputer, kata Darmawan, pihaknya menegaskan bisa meminjam komputer (laptop) milik siswa tentunya atas izin orangtua. Selain itu, pihak sekolah juga bisa meminjam komputer ke SMA penyelenggara UNBK. “Meminjam ke sekolah lain bisa. Kan ada zona UNBK,” katanya. Darmawan mengingatkan, kestabi-

lan jaringan internet menurutnya juga menjadi kendala dalam penyelenggaraan UNBK tersebut. Khususnya, di wilayah Kecamatan Nusa Penida. Oleh karena itu, untuk di kawasan kepulauan itu hanya ada satu SMP saja yang menyelenggarakan, yaitu SMPN 1 Nusa Penida. “Kami sangat berharap ada kerjasama provider dalam ketersediaan jaringan internet yang memadai di sana,” ujarnya. Berdasarkan data terakhir, di Kabupaten Klungkung terdapat 21 SMP negeri. Hal itu menunjukkan masih ada belasan sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK tahun ini. “Kami terus berupaya setiap tahun ada penambahan penyelenggara UNBK,” tegasnya. l Sosiawan

A KT I V I TA S

MBP/ist

IHDN DENPASAR - Menteri Agama Republik Indonesia (RI) H. Lukman Hakim Saifuddin me-launching buku ‘’IHDN Zaman Now’’ dan ‘’IHDN Press’’ secara resmi, Senin (19/2). Buku yang diluncurkan ini merupakan buku kompilasi keberadaan IHDN Denpasar, namun dengan sentuhan yang kekinian agar generasi milenial dapat dengan mudah membaca sejarah IHDN dan sejarah Hindu pada umumnya. Cara peluncuran dihadiri Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Rektor Institut Hindu Dharma Indonesia (IHDN) Denpasar, Kadis Kebudayaan Provinsi Bali, para sulinggih, para pimpinan perguruan tinggi umum dan keagamaan, para wakil rektor, dekan, direktur dan ketua lembaga di lingkungan IHDN Denpasar, para pimpinan majelis dan seluruh civitas akademika IHDN Denpasar.

32

5 - 11 Maret 2018

MBP/ist

CIGNA INDONESIA - Cigna Indonesia meresmikan kantor pemasarannya yang baru di Denpasar, Rabu (21/2). Kantor yang berada di Gedung MNC, Jalan Diponegoro 109, Denpasar ini diharapkan mampu membantu masyarakat Bali mendapatkan akses perlindungan berkelas dunia yang ditawarkan oleh Cigna. Peresmian kantor pemasaran ini juga merupakan bentuk komitmen Cigna Indonesia dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Demikian dikatakan Herlin Sutanto, Presiden Direktur Cigna Indonesia pada saat peresmian.


“Story Telling” Disambut Antusias Anak-anak TK SEBANYAK 200 anak dari 10 lembaga TK/PAUD di Kabupaten Karangasem mengikuti lomba pelayanan story telling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Karangasem, belum lama ini. Teknis layanan lomba ini, anak-anak mendengarkan cerita yang dibawakan oleh narasumber. Kemudian oleh narasumber, anakanak peserta dinilai dari aspek ketekunan mendengar cerita, mampu menjawab pertanyaan narasumber, kerapian duduk dan tampilan yel-yel. Tiga pemenang nanti baru akan memperoleh hadiah. Lomba menampilkan narasumber dari pendidik TK Ni Ketut Sukanganti dan I Made Suarta. Konten cerita terkait dengan manfaat buah apel bagi kesehatan. Menurut pencerita Ni Ketut Sukanganti, ceritanya mengandung filosofi bahwa kita dapat hidup tergantung dari alam lainnya. Dari cerita itu, anak diharapkan tergugah kesadarannya untuk melestarikan alam. Menurut Kepala TK Tunas Harapan Amlapura Ni Ketut Suriani, pihaknya menyambut antusias pelayanan story telling ini. Anak diharapkan dapat belajar dari isi cerita untuk diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Panitia lomba I Komang Pasek Antara menjelaskan, layanan story telling sudah rutin setiap tahun digelar. Dari layanan cerita ini diharapkan anak-anak memahami isi cerita dan mengamalkan dalam hidup keseharian. Karena isi cerita sarat akan makna kebajikan dan budi pakerti. “Guru-guru TK/PAUD dapat melaksanakan kegiatan bercerita di sekolah dan mengimplementasikannya,” katanya. Layanan story telling yang disambut sangat antusias oleh anak-anak TK ini dibuka Kadis Pustaka I Komang Daging. Ia

menegaskan, perpustkaan era sekarang tidak lagi hanya terkesan tempat pinjam dan baca buku saja, tetapi tempat aktivitas pendidikan dan sosial lainnya. “Saya berharap, masyarakat dan guru di berbagai jenjang sekolah mengenalkan sejak dini kepada anak-anak untuk manfaatkan perpustakaan dalam rangka mencerdaskan bangsa,” tegasnya. l Bagiarta

MBP/bagiarta

Anak-anak TK/PAUD dari TK Tunaa Harapan Amlapura saat mengikuti Lomba Story Telling.

A KT I V I TA S

MBP/ist

SMP PGRI 2 - Untuk kesekian kalinya SMP PGRI 2 Denpasar mendapat kunjungan dari lembaga pendidikan luar Pulau Dewata. Rabu (14/2), SMP PGRI 2 Denpasar dikunjungi rombongan YPLP Dasar Menengah PGRI Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kedatangan tamu YPLP Dasar Menengah PGRI Grobogan disambut meriah oleh warga sekolah dipimpin langsung Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., Ketua Kota YPLP PGRI Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M. dan Pembina yang juga Kepala SMPN 8 Denpasar Wayan Murah. YPLP Dasar Menengah PGRI Grobogan dipimpin Ketua YPLP Dasar Menengah PGRI Kabupaten Grobogan H.R. Sumitro, S.Pd.

MBP/ist

PERDIKNAS DENPASAR - Kekerasan seksual online pada anak menjadi tren baru di banyak negara, termasuk Indonesia. Praktik ini telah menyebabkan anak mengalami eksploitasi yang sistemik karena dijadikan komoditas seks komersial. Fenomena tersebut menjadi topik utama yang dibahas dalam seminar nasional bertajuk ‘’Darurat Ancaman Predator Anak dalam Dunia Maya’’ di Auditorium Perdiknas Denpasar, Rabu (14/2). Acara ini terselenggara atas kerja sama DPW Asosiasi Profesi Hukum Indonesia (APHI) Bali dengan Perdiknas Denpasar. Hal ini diungkapkan Ketua Panitia Febry Asmarani, S.H. 5 - 11 Maret 2018

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

PEMKAB JEMBRANA - Pemkab Jembrana menggelar peringatan dua tahun kepemimpinan Bupati I Putu Artha serta wakilnya, I Made Kembang Hartawan di periodenya yang kedua, bertempat di stage Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK), Sabtu (17/2). Dengan konsep sederhana, acara malam itu diisi penampilan band lokal, bondres serta bintang tamu KIS Band, doa syukur, sambutan-sambutan, dan pemotongan tumpeng. Pemotongan tumpeng pertama dilakukan Bupati Artha kepada Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa berlanjut ke wakilnya, Made Kembang Hartawan dan Sekda Jembrana I Made Sudiada. Dalam sambutannya, Bupati Artha mengatakan peringatan malam ini merupakan momen evaluasi sekaligus perbaikan terhadap berbagai kelemahan pelaksanaan sejumlah program.

MBP/ist

PERADI - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Kompartemen Akuntan Pajak dan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menggelar Seminar Full Day mengupas tuntas ‘’Aspek Hukum dan Perpajakan terhadap Nominee dan Beneficial Owner’’, Kamis (15/2). Ketua DPC Peradi Denpasar I Nyoman Budi Adnyana mengatakan, seminar ini membahas aspek hukum dan perpajakan terkait persoalan nominee (pinjam nama) dan beneficial owner. Seminar dilaksanakan karena terlalu banyak persoalan yang muncul dengan adanya nominee dan beneficial owner. Dari acara ini diharapkan keluar rekomendasi dalam menyelesaikan masalah terkait nominee.

34

5 - 11 Maret 2018

MBP/ist

BUPATI GIANYAR - Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata akan mengakhiri masa jabatannya pada Rabu (21/2) besok. Jelang berakhirnya masa jabatan tersebut, Agung Bharata mendapatkan apresiasi dari kalangan seniman di Gianyar berupa buku dengan judul ‘’Memori Pengabdian Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata’’. Buku setebal 100 halaman ini diserahkan langsung oleh penulisnya, Drs. I Wayan Geriya, Prof. DR. I Made Bandem, MA., dan Prof. DR. I Wayan Dibia kepada Bupati Agung Bharata di ruang kerja Bupati Gianyar, Senin (19/2). Di era jabatan periode kedua Bupati Agung Bharata (2013-2018), Kabupaten Gianyar banyak memperoleh prestasi di bidang seni dan budaya.

MBP/ist

FIB UNUD - Program Studi Doktor (Prodi S-3) Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) menggelar ujian terbuka Promosi Doktor Ilmu Linguistik, Drs. Mulyono, M.Hum. Ujian terbuka berlangsung dua jam di Ruang Soekarno Gedung Purbacaraka Kampus FIB Unud, Rabu (14/2). Mulyono merupakan doktor ke-36 di FIB Unud dan ke-131 di Prodi Doktor Ilmu Linguistik FIB Unud. Ujian Terbuka Promosi Doktor ini dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. Drs. Ida Bagus Putra Yadnya, M.A., Promotor Prof. Drs. Ketut Artawa, M.A., Ph.D., Kopromotor I Prof. Dr. I Wayan Pastika, M.S., Kopromotor II Dr. Agus Subiyanto, M.A. serta empat anggota penyanggah ujian lainnya.


MBP/ist

MBP/ist

BUPATI BADUNG - Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia H. Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung di Mangupura, sekaligus membuka Forum Kelitbangan Kabupaten Badung, Senin (19/2) di Ruang Rapat Kertha Gosana Puspem Badung. Menteri Agama H. Lukman Hakim Saifuddin disambut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Prof. I Ketut Widnya. Pada kesempatan itu, Menteri Agama RI H. Lukman Hakim Saifuddin bersama Bupati Giri Prasta menandatangani MoU tentang Peningkatan Kualitas Kehidupan Beragama.

MBP/ist

SENATOR WEDAKARNA - Tokoh Hindu Indonesia yang juga Senator DPD-RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menerima audiensi pengurus DPC Ansor Kota Denpasar ditemani tokoh Islam Bali Gus Yadi (pimpinan Pondok Pesantren Soko Guru Abdurahman Wahid III) di Istana Mancawarna Tampaksiring, Gianyar. Kedatangan pemuda NU ini untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan sejumlah program kebangsaan di Bali. Apresiasi atas eksistensi DPC Ansor Kota Denpasar disampaikan oleh Shri Arya Wedakarna yang juga anggota DPD-RI Komite III Bidang Pemuda dan Agama.

SMP WIDHYA BRATA - SMP Widhya Brata Mengwi melaksanakan Lomba Olimpiade Sains Matematika dan IPA ke-4 secara gratis untuk siswa kelas VI SD. Peserta tahun 2018 ini paling banyak dibandingkan sebelumnya. Jumlah peserta 80 orang, namun yang hadir 79 siswa karena seorang sedang sakit. Kegiatan ini didukung oleh Klian Desa Adat Mengwi, Perbekel Mengwi, Yayasan Widhya Brata Desa Adat Mengwi, LPD Desa Adat Mengwi dan sponsor. Lomba diadakan Sabtu (10/2) ditandai penyerahan name tag kepada peserta oleh Kepala Sekolah I Nyoman Karyana, S.Pd. Usai lomba, peserta, guru pendamping, undangan, OSIS dan staf SMP Widhya Brata Mengwi makan siang bersama. Panitia menyediakan studio mini untuk berfoto (dokumentasi) dan ruang pameran hasil karya siswa SMP Widhya Brata Mengwi.

MBP/ist

UNDIKSHA - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja merupakan institusi pendidikan tinggi negeri yang mencetak sumber daya manusia bidang kependidikan dan nonkependidikan. Dalam bidang pendidikan, Undiksha merupakan pencetak sumber daya menusia pendidik yang terbesar di Bali. Sampai saat ini, Undiksha telah menghasilkan lebih dari 33 ribu lulusan yang kebanyakan tenaga pendidik. Undiksha memiliki ketersediaan sarana prasarana pendukung perkuliahan yang sangat memadai, ruang kuliah nyaman, hotspot area, sport center, ruang teater, perpustakaan, asrama mahasiswa dan layanan akademik. 5 - 11 Maret 2018

35


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

DPRD BADUNG - Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Minggu (18/2) menyerahkan bantuan dana motivasi bagi 19 sekaa teruna di Dalung Permai, Desa Dalung. Ini wujud nyata komitmen memotivasi sekaa teruna dalam melestarikan seni budaya melalui kreativitas pembuatan ogoh-ogoh. Bantuan pribadi sebesar Rp 190 juta tersebut juga merupakan bentuk simpati kepada sekaa teruna di Dalung Permai yang tidak mendapatkan bantuan dana kreativitas seni pembuatan ogoh-ogoh Pemkab Badung akibat kesalahan nomenklatur.

BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa menghadiri pelantikan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Kedonganan masa bakti tahun 2018-2023, Selasa (20/2). Acara tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Badung diwakili anggota Putu Yunita Oktarini, Sekcam Kuta Gede Arta, Lurah Kuta Wayan Daryana, Listibia Badung serta tokoh masyarakat Desa Adat Kedonganan. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan selamat kepada bendesa yang telah terpilih dan harapannya adalah tetap bisa melestarikan hal yang baik yang telah dilakukan oleh bendesa yang sebelumnya.

BUPATI KLUNGKUNG - Maestro seni lukis Nyoman Gunarsa telah tiada. Namun karyanya tak pernah lekang termakan zaman. Lukisan yang telah menjadi koleksinya selama bertahun-tahun, tetap terpajang rapi pada museumnya di Dusun Banda Desa Takmung Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Itu masih terawat sangat apik. Kesan klasiknya sangat kuat. Pemkab Klungkung pun turut memberikan perhatian untuk itu. Belasan lukisan ditetapkan sebagai benda cagar budaya. Sebagian besar telah berumur lebih dari satu abad. Hal tersebut terungkap saat acara syukuran atas penetapannya yang dihadiri langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Selasa (13/2). WABUP BADUNG - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Badung Tahun 2019 di Ruang Rapat Kertha Gosana Puspem Badung, Selasa (20/2). Turut mendampingi Wabup Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa. Kegiatan yang mengambil Tema ‘’Peningkatan Investasi dan Kualitas SDM serta Pemantapan Infrastruktur untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas’’ tersebut dihadiri seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

36

5 - 11 Maret 2018


5 - 11 Maret 2018

37


PA R I W I S ATA

Pengembangan Desa Wisata Badung

Harus Ada Ciri Khas, Bukan ”Copy Paste”

KABUPATEN Badung kini tengah mengembangan desa wisata untuk pemerataan ekonomi. Hampir semua kecamatan mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Namun demikian, desa wisata yang berkembang belum memiliki ciri khas masing-masing, dan cenderung meniru alias copy paste dari desa wisata yang telah berkembang. Seperti halnya, penyediaan ATV, paket outbound, dan pengembangkan

38

5 - 11 Maret 2018

pariwisata spiritual, seperti menyediakan tempat pelukatan (pembersihan diri) Kondisi tersebut, diakui Kepala Bidang Daya Tarik Wisata (DTW) Ida Ayu Anggreni Puja bersama Kepala Bidang Industri Pariwisata Ngakan Putu Tri Iriawan. Dia mengakui, diversifikasi objek maupun atraksi wisata sangat diperlukan untuk menciptakan keberagaman, sehingga wisatawan yang berkunjung

tidak merasa bosan. “Tanpa diversikasi, wisatawan akan bosan dan tak mungkin mau datang lagi ke Bali,” ucapnya. Karena itu, dia sepakat, objek dan daya tarik wisata harus didiversifikasi, sehingga repeater guest tetap ingin berkunjung ke Badung. “Apalagi, pengembangan desa wisata di Badung untuk memenuhi harapan wisatawan yang datang,” ujarnya.


Ngakan Iriawan mengatakan, desa wisata harus memiliki potensi dan keunikan yang berbeda. Misalnya, potensi outbound seperti flying fox, trecking, serta fasilitas wisata unik lainnya. Sementara desa lainnya bisa mengembangkan agrowisata seperti kopi, cengkeh, atau produk hortikultura. Hal ini juga dilakukan karena ada kesan latah di kalangan pengelola desa wisata. Satu mengembangkan potensi tertentu, desa yang lain ikut-ikutan. Penetapan desa wisata harus berdasarkan potensi dan kekhasan masing-masing. “Jika itu terwujud antara satu desa wisata dengan yang lainnya, tidak akan saling menjatuhkan. Wisatawan malah belum merasa lengkap jika tidak mengunjungi semua desa wisata. Hal ini jelas karena tiap desa wisata memiliki objek serta atraksi wisata yang berbeda,” jelasnya.

Selain potensi, desa wisata harus dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang berskala internasional, salah satunya kamar kecil. Fasilitas ini begitu penting, sehingga harus ada di setiap desa wisata. Penyediaan home stay sebagai tempat beristirahat bagi kalangan wisatawan juga diperlukan. “Home stay juga berpeluang menjadi sarana akomodasi atau menginap kalangan wisatawan. Fasilitas makan dan minum berupa restoran juga harus ada, sehingga keinginan belanja mereka kian tinggi dan ini tentu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” katanya. Disebutkan, proses untuk menjadi desa wisata diawali proses pengajuan oleh pihak desa. Selanjutnya ada proses verifikasi oleh tim independen yang melibatkan Universitas Udayana. Salah satu yang harus dipenuhi ada keunikan dan kekhasan di desa tersebut. “Ini tentu saja bisa dikembangkan dan dijual untuk konsumsi pariwisata. Karena itu, penunjukan sebagai desa wisata benarbenar objektif karena memang layak menjadi desa wisata,” tegasnya. Dia berpendapat, jika satu desa wisata dengan desa wisata lainnya memiliki objek dan atraksi wisata yang sama akan menimbulkan persaingan tidak sehat antardesa wisata. “Bukan menambah objek wisata, yang terjadi justru perang tarif antardesa wisata dan ini tak boleh terjadi,” ucapnya. Setelah pengelola, pengembangan desa wisata masih perlu menggandeng pihak-pihak eksternal untuk mempromosikannya. Karena itu, Pemkab Badung menggandeng sejumlah asosiasi seperti Asita, HPI, PHRI, Bali Villa Assosiation (BVA) dan asosiasi lainnya untuk mempromosikannya. “Dengan pengembangan desa wisata ini, kami berharap lama tinggal wisatawan bisa 5-7 hari,” pungkasnya.

Pelaku Pengembang Desa Wisata, Made Mendra Astawa, mengakui desa wisata adalah suatu hal yang menjanjikan karena pembagian kue pariwisata menjadi merata. Harapan pembagian ini dapat mensejahterakan masyarakat desa dan penduduk bisa menjadi pengusaha. “Ini tidak mudah karena ini diperlukan mental enterpreneur yang dikembangkan kepada pengelola desa wisata. Sehingga potensi yang dimiliki, bisa terangkat dari masing-masing desa yang memiliki perbedaan, keanekaan masing-masing,” ungkapnya. Desa wisata harus mempunyai ciri khas. Maka dari itu perlu peran pemerintah di dalam regulasi terkait pengembangan desa itu sendiri. Karena pariwisata itu ada dua sisi yaitu positif dan negatif. Dari sisi positif tentu akan memberikan dampak ekonomi. Namun dari sisi negatif, akan memberikan pengaruh pengembangan yang akan mengikis budaya setempat. Karena itu, pemerintah perlu membuat suatu aturan untuk membina desa wisata, baik dilakukan oleh pemerintah itu sendiri atau stakeholder swasta. Pembinaan yang diberikan agar dapat membangun desa wisata berdasarkan konsep ke-Bali-annya yaitu berdasarkan tradisi dan budaya Bali. Selama ini, desa wisata masih memiliki kendala pada SDM. Semua orang ingin menjadikan desanya sebagai desa wisata karena adanya dana yang masuk ke desa. Namun hal itu perlu badan pengelolaan agar ada pertanggungjawaban, arah dan tujuan serta blue print dari desa yang akan dikembangkan. SDM juga perlu diberikan tambahan knowledge tentang cara mengemas suatu produk. “Tidak copy paste dari yang lain, tapi mengambil dari kearifan lokal,” katanya. l Parwata

11 Desa Wisata di Kabupaten Badung No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Desa Wisata Kerta Petang Pangsan Belok Sidan Carangsari Sangeh Bongkasa Pertiwi Baha Munggu Mengwi Kapal

Kecamatan Petang Petang Petang Petang Petang Abiansemal Abiansemal Mengwi Mengwi Mengwi Mengwi

Potensi Memiliki potensi wisata alam Memiliki potensi wisata alam Menawarkan keindahan panorama alam Terdapat agro wisata Bisa menikmati taman gajah Memiliki Obyek Wisata Sangeh Menawarkan lokasi untuk rafting Banyak produk kerajinan Tradisi makotek obyek wisata Pura Taman Ayun Tradisi perang ketupat 5 - 11 Maret 2018

39


PROPERTI

D

ewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Bali mencatat terjadi penurunan yang signifikan terhadap permintaan dan juga penjualan rumah komersil. Penurunan tersebut terlihat sejak tahun 2011 lalu hingga saat ini. “Berdasarkan data dari seluruh anggota REI di Bali, memang terjadi penurunan daya beli masyarakat terhadap rumah komersil sejak tahun 2011 lalu. Bahkan di tahun 2017 penurunan tersebut mencapai 60 persen,” ujar Ketua DPD REI Bali, Pande Agus Permana Widura, Minggu (18/2) di Sanur. Dikatakan, penuruNan daya beli rumah komersil tersebut salah satu faktornya karena masih tingginya suku bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) komersil yang mencapai 12 persen hingga 13 persen. Selain karena suku bunga perbankan, pemicu turunnya daya beli dan permintaan rumah komersil adalah keberadaan program rumah bersubsidi dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Pande Agus menyebut, end user atau pembeli rumah pertama lebih memilih FLPP ketimbang rumah komersil. “Tentu mereka yang ingin memiliki rumah pertama dengan kondisi ekonomi

40

5 - 11 Maret 2018

Daya Beli Masyarakat Terhadap Rumah Komersil Turun 60 Persen yang masih lesu saat ini lebih banyak yang memilih rumah bersubsidi. Alasannya karena harganya yang terjangkau, termasuk Down Payment (DP) dan cicilan yang ringan,” katanya. Dikatakan, tipe pembeli rumah komersil ada dua karakter. Pertama pembeli memang betul-betul membutuhkan rumah artinya memang untuk ditempati karena menjadi rumah pertama. Kedua adalah untuk investasi. “Nah, yang untuk investasi ini agak drop saat ini. Jadi pangsa market beralih kepada orang yang betul-betul memerlukan rumah. Ini yang harus bisa benar-benar kami kaji supaya menarik. Salah satunya adalah dengan bagaimana ketika KPR itu bisa terjangkau bagi mereka,” katanya. Di investasi, kata dia, sekarang ini terjadi penurunan yang cukup signifikan. Hal itu menurutnya karena memang krisis global yang sedang terjadi. Dengan demikian saat ini karaker pembeli adalah yang betul-betul membutuhkan rumah. “Itu yang lebih banyak di Bali. Yang rumah subsidi saja kita baru bisa di empat Kabupaten, sisanya kan masih komersil, nah inilah yang terjadi penurunan,” jelasnya. Guna membangkit gairah masyarakat dalam membeli rumah komersil ini,

lanjut dia, pihaknya tentu akan mencari terobosan-terobosan. Salah satunya berkoordinasi dengan pihak bank penyalur untuk bisa menurunkan suku bunga KPR. Dimana yang ideal dan mampu menarik minat pembeli yakni dengan suku bunga sama dengan rumah subsidi, yakni lima persen atau maksimal bisa di angka delapan persen. “Kami yakin perbankan juga ingin komersil ini berjalan, maka dengan kondisi yang serba sulit saat ini kami berharap suku bunga KPR ini bisa turun sehingga dapat menarik minat masyarakat,” harapnya. Ditambahkan, untuk bisa tetap menarik minat masyarakat membeli rumah komersil ini, developer tentunya membuat sejumlah strategi. Salah satunya menjual rumah dengan unit yang lebih kecil sehingga bisa menyesuaikan dengan budget (anggAran) yang dimiliki calon pembeli. Bahkan, ada pula pengembang yang menawarkan tanah terlebih dahulu kepada pembeli yang disesuaikan dengan anggarannya. “Untuk saat ini rumah komersil yang dicari masyarakat itu dengan kisaran harga di bawah Rp 400 juta atau sekitar Rp 300 jutaan. Hal ini karena pergeseran market,” tambahnya. l Desi


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

BUPATI JEMBRANA - Pemberdayaan masyarakat serta pengentasan kemiskinan masih menjadi prioritas Pemkab Jembrana pada tahun 2018. Salah satunya melalui program bedah rumah yang memiliki tujuan mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui kepemilikan rumah yang layak huni. Program yang sudah berjalan sejak tahun 2012, kembali digulirkan tahun ini dengan jumlah bantuan 108 KK. Menandai pelaksanaan program tersebut, Rabu (14/2), Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi wakilnya I Made Kembang Hartawan melakukan peletakan batu pertama di kediaman I Ketut Lantra, warga Banjar Delod Bale Agung, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo.

DPRD BADUNG - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Badung terus melakukan pembahasan tentang Rancangan Perda Retribusi Tera Ulang. Selasa (20/2), Ketua Pansus I Gede Aryantha bersama jajaran Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan melakukan peninjauan di dua lokasi yakni Pasar Tradisional Kuta II dan Terminal Kargo I Gusti Ngurah Rai. ‘’Kami bersama dinas terkait turun dalam rangka penyempurnaan ranperda dan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan,’’ kata Gede Aryantha, Rabu (21/2). Selain itu, pihaknya juga menyosialisasikan bahwa tengah dirancang retribusi tera ulang pada pasar tradisional tidak dipungut biaya sebagaimana yang diusulkan pansus dan disambut baik oleh pihak eksekutif.

MBP/ist

PEMKOT DENPASAR - Pemkot Denpasar terus melakukan upaya maksimal dalam memberikan layanan kepada masyarakat di segala bidang. Kali ini, dalam memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat Kota Denpasar, Pemkot Denpasar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar terus berinovasi. Setelah sebelumnya telah diluncurkan Pelayanan Antar Jemput Jenazah Gratis (Pantastis), kini BPBD Kota Denpasar membangun integrasi lintas sektor pelayanan seperti halnya layanan Denpasar Mantap Penangguangan Bencana (Damapancana) yang kini terintegrasi dengan layanan Denpasar Mantap Kesehatan Masyarakat (Damakesmas) milik Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Rabu (21/2), Kepala BPBD Kota Denpasar I.B. Joni Ariwibawa mengatakan, BPBD Kota Denpasar dengan semangat Sewaka Dharma melayani masyarakat selama 24 jam setiap hari dengan berbagai inovasi.

MBP/ist

JAKSA AGUNG - Jaksa Agung RI H.M. Prasetyo meresmikan Kantor Kejaksaan Badung di jalan Terminal Mengwi, Kamis (15/2). Pada kesempatan itu H.M. Prasetyo mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat serta Bupati Badung atas bantuan Gedung Kejaksaan Negeri Badung. Dengan pembangunan fasilitas ini akan dapat mempermudah dan mempercepat berjalannya pelayanan proses hukum terhadap masyarakat Kabupatn Badung. ‘’Mudah-mudahan dengan berdirinya Kantor Kejari Badung dapat memberikan pelayanan dan proses hukum yang berkeadilan terhadap masyarakat Badung. Pelihara terus hubungan baik dengan segenap instansi di wilayah Kabupaten Badung,’’ ungkap Jaksa Agung. 5 - 11 Maret 2018

41


A KT I V I TA S DISKOMINFO KLUNGKUNG - Pesatnya perkembangan infomasi teknologi sekarang ini menuntut akses informasi yang super cepat dan ada di mana-mana. Kebutuhan akses internet menjadi sangat penting dan tak bisa diabaikan, agar masyarakat bisa mendapat informasi dengan mudah. Pada era yang serba berbasis informasi teknologi ini semakin banyak orang atau masyarakat sudah memutuskan untuk menggunakan koneksi internet melalui wifi karena mempunyai banyak manfaat. Untuk itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klungkung kembali berinovasi dalam menyediakan layanan internet kepada masyarakat, dengan memasang wifi gratis di beberapa titik strategis. Hal ini juga untuk mendukung program smart city yang dilaunching tahun 2017.

MBP/ist

BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Ketua DPRD Badung diwakili anggota I Nyoman Satria, meresmikan Balai Banjar Delod Sema, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/2). Peresmian yang ditandai dengan pemotongan pita tersebut dirangkaikan dengan upacara pecaruan dan pamelaspasan Balai Banjar Delod Sema. Upacara juga dihadiri Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Bagus Alit Sucipta serta tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu, Bupati Giri Prasta atas nama Pemkab Badung menyampaikan apresiasi dan dukungan atas keberhasilan masyarakat Delod Sema membangun balai banjar.

MBP/ist

MBP/ist

PEMKOT DENPASAR - Dalam rangka menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali, Pemkot Denpasar mengikuti Diskusi Kelompok Terarah se-Wilayah Timur Bali Nusra di Hotel Jayakarta Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Selasa (20/2). Kegiatan ini juga dihadiri oleh para wali kota dan bupati se-wilayah timur Bali Nusra. Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah BPK dalam mewujudkan sistem tata kelola keuangan yang transparan.

BUPATI KLUNGKUNG - Program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) yang digagas Pemkab Klungkung telah membuahkan hasil berupa pellet. Itu diuji coba untuk memasak menggunakan kompor oleh Bupati I Nyoman Suwirta didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Klungkung Ny. Ayu Suwirta, Rabu (14/2). Dampaknya pun sangat positif. Sangat cocok untuk menggantikan kompor elpiji. Bertempat di halaman Kantor Bupati Klungkung, Bupati Suwirta menjelaskan produksi pellet terus digenjot di masing-masing desa yang menerapkan TOSS. Ini akan mampu menjadi sumber ekonomi masyarakat, di samping untuk memenuhi kebutuhan masak sendiri.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

42

5 - 11 Maret 2018


MBP/ist

MBP/ist

APOTEK LESTARI - Masyarakat Kabupaten Klungkung yang hendak membeli berbagai jenis obat sudah semakin mudah. Di Jalan Framboyan, tepatnya di depan RSUD Klungkung, telah dibuka Apotek Lestari Jaya, Senin (12/2) lalu. Apotek ini juga siap memberikan pelayanan cepat. Direktur Apotek Lestari Jaya, Iwan Tantrawan, S.Si., M.Farm., Apt., mengatakan kehadiran apotek ini sebagai salah satu bentuk kepedulian untuk masyarakat, terutama yang menjalani perawatan di rumah sakit. Tak hanya itu, keberadaannya juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk melayani Pasien Rujuk Balik (PRB).

BUPATI GIANYAR - Sehari sebelum mengakhiri masa jabatannya, Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata menyempatkan diri meninjau Studio Perencanaan Gianyar Satu Data di Kantor Bappeda dan Litbang Kabupaten Gianyar, Selasa (20/2). Studio Perencanaan Gianyar Satu Data ini merupakan tindak lanjut dari rencana penerapan E-Planning atau sistem perencanaan pembangunan daerah secara elektronik berbasis online yang akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini. Bupati Agung Bharata mengatakan, E-Planning dalam sistem perencanaan pembangunan daerah merupakan komitmennya bersama Tim Korsupgah KPK, BPKP Perwakilan Provinsi Bali dan BPS Kabupaten Gianyar. Tujuannya, penyusunan perencanaan pembangunan daerah yang efektif, efisien, dan akuntabel.

MBP/ist

MBP/ist

BUPATI KLUNGKUNG - Hari pertama melaksanakan tugas, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klungkung I Wayan Sugiada langsung melaksanakan pertemuan dengan seluruh pejabat di Ruang Praja Mandala, Kamis (15/2). Hal tersebut tak hanya untuk perkenalan, namun juga meminta dukungan dalam bekerja dan melaksanaan program-program pemerintah daerah untuk kesejahteraan masyarakat. Kepala Inspektorat Pemprov Bali ini menyampaikan, sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.51-237 Tahun 2018 Tanggal 13 Februari 2018 Tentang Penunjukan Penjabat Sementara Bupati Klungkung, Provinsi Bali, ada sejumlah tugas dan wewenang yang diembannya.

BUPATI BADUNG - Eks rumah jabatan (rumjab) Bupati Badung Nyoman Giri Prasta kini ditempati oleh Sekda Badung Wayan Adi Arnawa. Setelah dilakukan sedikit renovasi, bangunan rumah yang terletak di Jalan Praja, Dalung, Kuta Utara tersebut, Kamis (15/2) di-pelaspas dan dilakukan pacaruan oleh pihak Pemkab Badung melalui Dinas Kebudayan Kabupaten Badung. Hadir dalam upacara tersebut Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, Ketua Gatriwara Nyonya Ayu Parwata, Kepala OPD Pemerintah Kabupaten Badung beserta sejumlah pegawai Pemkab Badung. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Ida Bagus Anom Bhasma mengungkapkan, upacara pamelaspas di-puput oleh Ida Pedanda Gde Buruan Manuaba dari Geria Pasraman Darmasaba, Badung.

5 - 11 Maret 2018

43


A KT I V I TA S

MBP/ist

XL - Hai kamu generasi Millennials! Pasti sudah tak asing lagi mendengar kata traveling, kan? Karena menurut beberapa anak muda, traveling merupakan salah satu cara mereka bisa bebas meng-explore berbagai macam hal. Tak cuma keindahan alamnya, kamu juga bisa explore budayanya, orang-orang di sana, bahkan diri kamu sendiri. Saking lekatnya Millenials dengan traveling, sebagian dari mereka bahkan lebih rela spending untuk datang ke tempat yang belum pernah dikunjungi dibanding menabung untuk membeli rumah atau kendaraan. Karena menurut sebagian dari mereka, mumpung masih muda tenaga yang dimiliki masih banyak untuk bisa meng-explore.

MBP/ist

GUBERNUR BALI - Gubernur Bali Made Mangku Pastika melantik Dr. I Ketut Rochineng, S.H., M.H. menjadi Penjabat Bupati Gianyar. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Ruang Wiswa Sabha Utama kantor Gubernur Bali, Rabu (21/2). Rochineng akan bertugas sebagai Penjabat Bupati hingga dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Gianyar pilkada mendatang. Gubernur Pastika dalam sambutannya menyampaikan, penetapan Penjabat Bupati Gianyar mengacu ketentuan yang berlaku dan terkait dengan perhelatan pilkada serentak tahun 2018.

44

5 - 11 Maret 2018

MBP/ist

UNDIKNAS - Setelah mempunyai mahasiswa asing dan kelas internasional, kini Undiknas memiliki seorang dosen asing dari Bucharest, Rumania. Ia adalah Robert-Vasile Moisa., M.Sc. (Master in Communication Science). RobertVasile Moisa juga diberikan hadiah buku baru oleh Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA. saat acara Wisuda dan Dies Natalis ke-49 Undiknas, Sabtu (18/2). Rektor Undiknas berharap kehadiran dosen asing ini mampu memberi vibrasi positif bagi penciptaan atmosfer akademik berwawasan global. Tidak hanya untuk mahasiswa tetapi juga buat para dosen.

MBP/ist

PEMKOT DENPASAR - Dalam rangka mendukung kreativitas anak muda, Pemerintah Kota Denpasar memberikan ruang berkumpul bagi para komunitas muda kreatif Denpasar. Tidak saja menyediakan area Extreme Park untuk mereka yang menggemari olahraga ekstrem, pemerintah juga memberikan ruang bagi mereka yang menekuni seni mural (lukisan dinding). Seperti pada Rabu (14/2) bertempat di Youth Park, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara bersama Asisten Administrasi Pembangunan Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta bersama dengan para anak muda kreatif Kota Denpasar serta seniman mural Kota Denpasar melakukan pengecatan mural di areal Youth Park.


TRADISI

Ngaben di Desa Cempaga

”Sawa” Disimbolkan Banten Bangun Urip

U

pacara ngaben di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Buleleng-- satu dari empat desa yang masuk desa Bali Aga — memiliki keunikan. Dibilang unik, karena prosesi dan perlengkapan upacara tidak sama dengan ngaben pada umumnya. Warga Desa Cempaga telah mempercayai ritual ngaben dilakukan tanpa menggunakan bade. Ngaben di desa ini hanya menggunakan sarana banten bangun urip. Selain itu, puncak ngaben di Desa Cempaga tidak dilakukan di areal setra, melainkan dipusatkan di balai desa dan saat hari H (pangutangan), sarana upakara itu hanya dibuang di telutug (ujung wilayah desa). Praktis tidak ada pembakaran sarana upakara dalam ngaben di Desa Cempaga. Baru-baru ini warga di Desa Cempaga menggelar ngaben massal yang diikuti 35 sawa, berasal dari 15 dadia (keluarga). Puncak ngaben digelar Rabu (21/2) setelah pada Selasa (20/2) lalu digelar upacara mungkah, dan mesehlawang di catus pata. Malam harinya, warga sampai tengah malam mempersiapkan (nanding) banten bangun urip sebagai simbol sawa. Bangun urip ini dibuat dengan bahan nasi putih, olahan daging babi Bali (babi hitam) dan perlengkapan penting lain. Nasi berada pada susunan paling bawah sebagai perwujudan liang kubur seorang keluarga yang sudah meninggal dunia. Kemudian di atasnya ditaruh berbagai olahan seperti sate dan perlengkapan lain yang disusun sedemikian rupa. Setelah jadi, bangun urip ini terlihat seperti liang kubur dan kemudian dijejerkan di atas bale. Tidak ketinggalan setiap bangun urip diletakkan foto yang diaben. Di depan masing-masing bangun urip ini ditunggui oleh masing-masing sanak keluarga. Ketua panitia ngaben massal Desa Cempaga Made Juwika mengatakan, tradisi ngaben dengan sarana bangun urip ini warisan leluhurnya yang belum terpengaruh oleh perkembangan dan upacara ngaben di daerah lain di Bali. Dia mengatakan, bangun urip tersebut simbol sawa yang dikubur di setra. Dengan diawali ritual mungkah itu kemudian roh

yang akan diupacara kemudian di-linggihkan lewat simbol bangun urip itu. “Keunikan ngaben di desa kami dari banten yang digunakan bangun urip dan semua pelaksanaannya di balai desa. Tidak ada ke setra apalagi pembakaran juga tidak ada. Setelah puncak pengabenan, semua sarana bangun urip dan sarana lain dibuang ke telutug,” jelasnya. Juwika mengatakan ngaben massal di desanya ini tidak di-puput oleh sulinggih. Melainkan, seorang balian desa (pemangku desa). Keunikan ini menunjukkan bahwa ngaben di Desa Cempaga tidak sama dengan ngaben di daerah lain di Bali. Meskipun berbeda, warga meyakini bahwa prosesi pengabenan tujuannya mendoakan agar roh yang sudah meninggal mendapatkan tempat di sisi Tuhan dan senantiasa memberikan kerahayuan kepada keluarga atau kerabat yang ditinggalkan. Menek Pangkonan Satu lagi keunikan mewarnai prosesi ngaben massal di Desa Cempaga. Sebelum puncak ngaben, warga dan pihak yang menggelar upacara ngaben melaksanakan tradisi Menek Pangkonan. Tradisi ini juga warisan leluhur mereka yang tetap lestari hingga sekarang.

Perbekel Desa Cempaga, Kecamatan Banjar I Putu Suarjaya mengatakan, tradisi Menek Pangkonan ini memiliki makna jamuan sekaligus penyaksi dari undangan penting dan semua warga terkait digelarnya ngaben massal. Menek Pangkonan diwujudkan dengan makan nasi, dengan lauk pauk babi, dan lawar. Semua sarana ini ditempatkan di atas empat bale (angsagan) yang dijejer. Paling tinggi angsagan pangkonan tempat bagi pemangku, prajuru desa, dan undangan pejabat pemerintahan. Angsagan dua (pengesor) untuk pejabat yang lebih rendah, angsagan tiga dan empat (karangan, dan piringan) untuk warga biasa. Tradisi ini tidak saja untuk kaum laki-laki, namun perempuan pun mendapat giliran yang sama. “Ini kunikan yang tidak ada di daerah lain dan semua ada makna selain memuk persaudaranan dan persatuan, ini penyaksi dan jamuan atas undangan yang turut mendoakan pelaksanaan pengabenan di desa kami,” jelasnya. Tradisi Menek Pangkonan ini diawali dengan makan nasi bersama. Makanan ini biasanya sumbangan dari warga dan kalau tidak ada sumbangan, maka disiapkan oleh panitia ngaben. l Mudiarta

MBP/mud

Upacara ngaben di Desa Cempaga Kecamatan Banjar tergolong unik. Pasalnya, ngaben tanpa menggunakan bade dan sawa diwujudkan dengan banten bangun urip. 5 - 11 Maret 2018

45


HIBURAN

A.A. Ayu Advaita Jelantik atau yang akrab dikenal Gung Gek Vita kian serius menekuni dunia tarik suara. Hal ini dibuktikannya dengan merilis single “Desah Rayuan” ciptaan AA. Raka Sidan pada 2016 dan “Kilangan Kedis” ciptaan De Or di tahun 2017 lalu. Bahkan, pada Oktober 2017 lalu, Gung Gek Vita sempat membuat single “Gunung Agung Metangi” pada saat Gunung Agung mengalami erupsi. Tidak puas hanya dengan merilis beberapa single, istri dari I Gusti Ngurah Agung Satria Wibawa ini membuktikan keseriusannya itu dengan meluncurkan album perdananya di Happy Puppy Karaoke, Jl. Gatsu, Denpasar, belum lama ini. Album yang dikemas dengan format video karaoke ini diberi judul “Kedeng Menek Kedeng Tuwun” atau yang disingkat KMKT. Ada 9 lagu yang dipasang di album “KMKT”, selain mengangkat tema sosial juga memuat romantisme percintaan, seperti “Numitis Pang Siu” dan “Sinyal Kenceng”. Single lainnya yaitu “KMKT”, “Suntik Formalin”, “Muani Egois”, “Lempuyengan”, dan “Beli Jonson”. “Tidak ada target khusus dengan rilis album ini. Selain untuk support Gunggek Vita, ya karena kecintaan kami terhadap lagu pop Bali. Inilah wujud nyata yang kami coba lagukan, bukan sekadar ucapan saja ajeg Bali,” ujar IGN Agung Satria Wibawa dari Vita Record yang memproduseri album ini. Sementara itu, Gung Gek Vita punya alasan tersendiri mengapa albumnya ini dirilis dalam bentuk video karaoke, bukan video klip seperti kebanyakan penyanyi lainnya. Selain itu, soal judul “KMKT”, menurutnya inilah judul yang paling pas dan “menarik” dari sejumlah lagu lain yang sama-sama diunggulkan. Sebagai kependekan dari “Kedeng Menek Kedeng Tuwun”, judul lagu ini memang ‘menggoda’ dan bisa mengundang persepsi beragam. Kendati demikian, Gung Gek Vita hanya tersenyum dan mengatakan itu tergantung penilaian masing-masing orang, karena sesungguhnya lagu “KMKT” yang diciptakan Gede Pranajaya justru bermuatan kritik sosial tentang suami yang suka main togel, terlalu sibuk utak-atik rumus pasang angka, hingga malah kerap mengabaikan sang istri. “Kenapa saya memilih lagu Kedeng Menek Kedeng Tuwun sebagai judul album, selain banyol lagu ini juga menceritakan tentang kehidupan sosial di masyarakat. Di mana, sang suami tidak begitu peduli dengan istrinya atau rumah tangganya, karena dia lebih mementingkan berjudi. Melalui lagu dalam album ini saya berharap para suami sadar akan tanggung jawabnya,”tandas Gung Gek Vita. Untuk produksi album ini, Gung Gek Vita kembali menggandeng sejumlah nama yang sudah berpengalaman di bidangnya, baik untuk menggarap musik dan rekaman, maupun video klip. Sebut misalnya nama-nama, seperti AA Raka Sidan, Komang Mang Raka dan De Or yang menyertakan sejumlah ciptaan mereka. Selain itu, kehadiran penyanyi lama Gede Pranajaya yang tak hanya turut menciptakan lagu, namun juga berduet di lagu “Beli Jonson”. Sementara aransemen musik, selain digarap Gung Dea, selebihnya ditangani Dek Artha dari Hartapro. Sedangkan untuk video klip digarap Yasa Sega dan Dodik yang melibatkan pelawak Sengap sebagai model dalam video klip KMKT. l Winatha

46

5 - 11 Maret 2018


A KT I V I TA S

MBP/ist

ARYA WEDAKARNA - Siapa bilang mengundang seorang pejabat negara selevel Senator DPD-RI sulit. Setidaknya ini dibuktikan Desa Catur, Kintamani, Bangli. Hanya dengan satu pesan pendek (direct message) di Instagram @aryawedakarna yang dikirim oleh seorang pemuda di Sekaa Teruna-Teruni, Senator RI kebanggaan Bali ini langsung turun. Tentu saja kehadiran sosok karismatik ini disambut gegap-gempita oleh krama Desa Catur. Hadir pejabat Camat Kintamani, Perbekel Desa Catur, bendesa adat, tim PKK, STT, paguyuban pemangku dan unsur–unsur desa. Kehadiran Shri Arya Wedakarna selain meninjau lapangan voli milik desa sebagaimana permintaan STT, juga meninjau Pura Bukit Sari serta menyerahkan bantuan Patung Dewi Saraswati kepada TK milik Desa Catur.

MBP/ist

MBP/ist

KOPERTIS - Perayaan HUT ke-36 Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VIII Bali, NTB, NTT berlangsung meriah, Kamis (15/2). Diawali jalan santai, lalu dilanjutkan dengan beraneka lomba. Ada pula kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan, mulai dari gigi dan mulut, tensi, cek darah, kolesterol hingga asam urat. Ketua Panitia HUT Dr. Dadang Hermawan mengatakan, rangkaian HUT ke-36 Kopertis Wilayah VIII dilaksanakan sejak 9 Februari lalu, diisi kegiatan persembahyangan bersama, kerja bakti dan penanaman pohon di kawasan Pura Mertasari, Sanur.

FH UNWAR - Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) bekerja sama dengan FH Universitas Nasional Jakarta menggelar Konferensi Internasional di Gedung Widyasabha Unwar, Denpasar, Rabu (14/2). Konferensi yang bertemakan ‘’Business Law and Local Wisdom In Tourism’’ ini dilaksanakan 14-15 Februari 2018. Sembilan orang pembicara utama dihadirkan dari lima negara yakni Australia, Malaysia, India, Timor Leste dan Indonesia. Selain itu, ada presentasi partisipasi 65 makalah dari dosendosen pengajar di sejumlah universitas negeri dan swasta di Indonesia. Konferensi dibuka Menteri Koperasi dan UKM Indonesia Drs. A.A. Ngurah Puspayoga.

5 - 11 Maret 2018

47


A KT I V I TA S

MBP/ist

BUPATI BADUNG -Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri undangan simakrama dengan krama pangempon Pura Puseh Desa Adat Peneng, Baturiti, Tabanan, Kamis (15/2). Bupati Badung didampingi anggota DPR-RI I Made Urip, Camat Baturiti I Ketut Ridia, Bendesa Adat Desa Peneng I Wayan Reda dan Perbekel Desa Mekar Sari I Made Darsana. Turut hadir prajuru Desa Adat Sekar Gula, Kerobokan, Tundak Temacun dan prajuru Desa Adat Mejan beserta tokoh masyarakat setempat. Dalam simakrama tersebut, Bupati Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas undangan untuk melakukan tatap muka dengan krama pangempon Pura Puseh Desa Adat Peneng.

MBP/ist

UNUD - Program Studi (Prodi) Magister Pariwisata Fakultas Pariwisata Universitas Udayana (Unud) meluncurkan dua buku yaitu ‘’Metamorfosis Pariwisata Bali’’ karya Prof. Dr. Nyoman Darma Putra, M.Litt. selaku penulis dan editor dan buku ‘’How to Calculate Tourism Leakage Using Micro Analysis Approach’’ karya Dr. Ir. IGA Oka Suryawardani, M.Mgt., Ph.D. di aula Gedung Pascasarjana Unud beberapa hari lalu. Peluncuran buku tersebut dirangkai dengan Seminar ‘’Peluang dan Tantangan Pariwisata Millenial’’ dengan menampilkan pembicara tunggal Ida Rsi Acharya Waisnawa Agni Budha Wisesanatha (walaka Ir. Made Suryawan, M.M., CHSP., CHA).

48

5 - 11 Maret 2018

MBP/ist

BUPATI KLUNGKUNG - Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klungkung I Wayan Sugiada melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap sejumlah instansi pelayanan publik, Rabu (21/2). Hal tersebut sesuai Surat Keputusan (SK) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), yakni memimpin penyelenggaraan urusan pemeritahan daerah berdasarkan kewenangan. Dirinya wajib mendorong dan menyarankan supaya kantor perangkat daerah berubah ke arah yang lebih baik. “Meskipun saya Pjs. Namun, akan berusaha menjadikan pelayanan publik di Kabupaten Klungkung maju,” tegasnya.

MBP/ist

SPB - Sekolah Perhotelan Bali (SPB) dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) membuka kesempatan kepada mahasiswanya untuk melanjutkan studi, training dan bekerja di luar negeri. Terbukti, ribuan alumninya telah bekerja pada industri pariwisata skala nasional bahkan internasional. Sebagian tersebar hingga ke Amerika, Eropa, Australia dan Jepang. Saat ini SPB–STPBI juga membuka kesempatan untuk training, studi dan bekerja di Kanada. Hal ini terungkap dalam Seminar ‘’Study and Working in Canada’’ dan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) yang diselenggarakan oleh SPB-STPBI dan Canada–Indonesia Employment & Educational Solutions (CIEES) di Kampus STPBI, Jalan Tari Kecak 12, Gatot Subroto Timur, Denpasar, Rabu (21/2).


MBP/ist

MBP/ist

KOPERTIS - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke36, Kopertis Wilayah VIII yang mencakup Bali, NTB dan NTT menggelar upacara bendera, Senin (19/2). Bertempat di halaman depan Kantor Kopertis Wilayah VIII, Jalan Trengguli I, Denpasar Timur, apel diikuti seluruh pimpinan PTS di Bali beserta pegawainya. Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. bertindak selaku pembina upacara. Tema yang diangkat pada HUT ke-36 ini adalah ‘’Tingkatkan partisipasi dan kerja sama antarperguruan tinggi swasta dengan santai, serius dan selesai’’.

MBP/ist

RSUD SANJIWANI - Impian masyarakat Kabupaten Gianyar untuk menikmati fasilitas kesehatan prima di gedung rumah sakit yang megah dan nyaman kini telah terwujud. Pasalnya, gedung pelayanan tiga lantai RSUD Sanjiwani Gianyar yang difungsikan sebagai poliklinik dan IGD telah diresmikan Bupati Gianyar A.A Gde Agung Bharata, Kamis (15/2). Seperti dipaparkan oleh Direktur RSUD Sanjiwani Gianyar dr. Ida Komang Upeksa, RSUD Sanjiwani Gianyar sebagai pusat rujukan di empat kabupaten di kawasan Bali timur dirasa perlu berbenah di bidang infrastruktur, sarana dan SDM agar menjadi lebih baik.

UNWAR - Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan civitas akademikanya. Selain memiliki ruang belajar yang nyaman dan memadai, kini Unwar melengkapi diri dengan gedung koperasi dan wirausaha. Gedung tiga lantai tersebut diresmikan Menteri Koperasi (Menkop) dan UKM RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Rabu (14/2). Peresmian gedung ditandai pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Menkop dan UKM Puspayoga mengapresiasi langkah Unwar dalam membangun gedung koperasi dan wirausaha tersebut.

MBP/ist

STIKOM BALI - Mahasiswa Stikom Bali kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Kali ini ditorehkan oleh tiga mahasiswa semester I yakni I Made Suparsana, Eksa Pramindanata dan Zinedine Zidane Bawazir. Sebelumnya I Wayan Dharmana, Adithya Harun Tular dan I Made Suparsana yang tergabung dalam tim Colony Lab pada Oktober 2017 keluar sebagai juara dalam lomba aplikasi Asian Games 2018 dan Dharmana sebagai ketua tim mendapat hadiah mengunjungi kantor pusat Ericsson di Swedia. Lalu pada November 2017 giliran I G.M. Surya Dwipayana tampil sebagai juara Starting LINE Champion 2017 dan meraih hadiah mengunjungi kantor pusat LINE di Tokyo.

5 - 11 Maret 2018

49


TA K S U

Nyoman Sukanta

Teruskan Tradisi Ukir Kulit Telur

K

reativitas seorang seniman sering membuat kita berdecak kagum. Betapa tidak, mereka mampu mengolah sesuatu yang bagi orang kebanyakan dianggap sampah tak berguna dan sejenisnya menjadi produk seni bernilai tinggi. Salah satunya dilakukan seniman Nyoman Sukanta asal Banjar Pande, Bangli. Melalui goresan seni dan tangan terampilnya, kulit telor dapat diubah menjadi barang seni bernilai tinggi. Sukanta mewarisi seni mengukir telur dari almarhum ayahnya, Nyoman Tanggap. Dia bangga melakoni seni ukir telor ini, karena saat ini sudah sangat jarang yang menekuninya. Meskipun awalnya dia adalah seniman ukir kayu dari tahun 1976 silam. Tahun 1979 ia mencoba belajar mengukir telur

yang kebetulan digeluti sang ayah. Utu dilakukan diam-diam, saat sang ayah tidak di tempat kerjanya. Setelah berhasil membuat goresan ukiran telur, barulah sang ayah mengizinkannya menekuni seni satu ini. Lu-

lusan Jurusan Seni Rupa Universitas Udayana ini mengakui, apa yang dilakoninya ini karena ia takut jejak orangtuanya tidak ada yang meneruskan. Karenanya, iapun banting setir dari seni ukir kayu ke seni ukir telor. Desain ukiran telur Nyoman Sukanta biasanya menceritakan tema Ramayana atau Mahabarata. Dalam mengukir kulit telor ini, diakui paling sulit saat melakukan pelobangan. Sedikit saja terjadi kesalahan, akibatnya fatal, telor tidak dapat digunakan kembali. Ketekunan Sukanta berbuah manis. Pemerintah membantunya mengurus pembuatan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) karya seni ukir telur Ramayana dan Mahabarata Nyoman Sukanta tahun 2017 lalu. Ini merupakan kado istimewa baginya, karena hasil karyanya memiliki kekuatan secara hukum sehingga tidak bisa dijiplak siapapun. Hal ini semakin memacu semangatnya untuk membuat karya-karya terbaik dalam seni ukir telur. Kenangan manis yang paling berkesan bagi Sukanta, Januari 1996 ia diundang ke istana negara oleh Ibu Tien Soeharto (alm). Sebelum berangkat, hasil karyanya diseleksi di kantor gubernur. Hasil karyanya dinilai unik dan berhak mewakili Kabupaten Bangli. Karya ukir telurnya bersama barang hasil karya seni dari berbagai daerah di Indonesia, dipamerkan di istana Negara. Selain di istana Negara, hasil karya Sukanta juga pernah dipamerkan di Monas JCC tahun 2008 serta Pesta Kesenian Bali (PKB) di Art Centre. l Yana/bali tv

50

5 - 11 Maret 2018


222 | 5 - 11 Maret 2018

Bangun Bali dengan Keseimbangan

RP 20.000


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 222 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu