220 | 19 - 25 Februari 2018
Revisi Perda RTRWP Kelapa Melambai Jangan Dilampaui
RP 20.000
D A F TA R I S I OPINI lBagaimana Kompetensi Siswa pada Abad XXI? 6 BALI SEPEKAN lDinding Tanggul Waduk Titab - Ularan Longsor 7 LAPORAN UTAMA l Revisi Perda RTRWP Kelapa Melambai Jangan Dilampaui 8 l Akomodir Investor? 10
POLITIK l Keputusan MK Soal Hak Angket Tak akan Ubah Rekomendasi DPR 16 l Perhatikan Daya Dukung Bali 17 KIPRAH l Mata Production
Persembahkan “Harapan” untuk Anak Jalanan 18
MANCANEGARA l Masalah Bertubi-tubi Dera Venezuela 20 DAERAH l Senderan Pura Bukit Sari Amblas
LENSA l Terminal Ubung 26
OLAHRAGA l Kampanye Menumpas Malaria 27 PENDIDIKAN l Cabut Moratorium Rekrutmen Guru PNS 32 TRADISI l Makepung Lampit
Suka Cita Sebelum Tanam Padi 38
Satu Warga Tewas Tertimbun 22
KESEHATAN lMengenal dan Peduli Autisme 24
HIBURAN l Dewa Budjana dan Heny Janawati
Garap Lagu ”Ida Dewa Agung Istri Kanya” 46
19 - 25 Februari 2018
3
DARI PEMBACA
Ogoh-ogoh Saat Nyepi A
pakah ogoh-ogoh harus dibakar? Kasihan saudaraku I Kadek Dwijanegara, Denpasar, Bali. “Paling maidehan matakon�, bingung bertanya tidak mendapat jawaban yang jelas dan tegas dari yang sepatutnya memberikan pencerahan kepada umat Hindu Dharma, masalah ogoh-ogoh. Apapun bentuk, tema, judul dari ogoh-ogoh yang dibuat adalah karya kreatif generasi muda semata, tak terkait dengan rangkaian perayaan Nyepi. Ogoh-ogoh sebagai bentuk kreativitas seni budaya, selamanya tidak akan bisa untuk diluruskan, dirujukkan sehingga nantinya rangkaian hari suci agama Hindu tidak ternoda oleh keberadaan ogoh-ogoh. Karena dari mulai munculnya ogoh-ogoh tahun 1966 sampai dengan 2018, ada berbagai kepentingan dari berbagai pihak. Pelaksanaan pawai ogoh-ogoh tahun 2018 ini akan paling meriah, semarak karena 1. Rutin setiap tahun, menjadi proyek di tingkat provinsi, kota/kabupaten, bahkan masuk dalam APBDes. 2. Ditambah unsur politik terselubung, agar mendapat dukungan para calon berlomba-lomba menyumbang, memberikan dukungan dana yang cukup lumayan besar kepada kelompok/sekaa ogoh-ogoh. (hanya imbauan agar tidak membuat ogoh-ogoh berbau politis, kalau diselipkan tidak masalah). 3. Sumbangan masyarakat paksa rela tidak bisa dihindari/berkelit (karena takut). 4. Situasi ekonomi masyarakat Bali sampai saat ini sedang kaya raya, mumpung sugih. 5. Dan lain-lain kepentingan bisnis dengan dalih kemajuan, promosi pariwisata Bali dan lain-lainnya. 6. Yang diuntungkan akan mendukung sepenuhnya keberadaan ogoh-ogoh dengan berbagai bentuk, kreasi, tidak terbatas ogoh-ogoh bhuta kala saja. Bagi warga yang dirugikan hanya dapat mengeluh, ke mana harus protes tidak tahu. Titian lahir, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, sampai sekarang seng kauh, tua (umur 66 tahun), setiap perayaan hari raya ogoh-ogoh selalu berada di pusat Kota Denpasar (sebelum dan sesudah pemekaran kota Denpasar). Sedikit saran saya mengenai hal tersebut, ogoh-ogoh jangan digusur, tetapi digeser waktunya. I Bagus Putu Sudarmaya Jl. Sentanu No.20A Banjar Ben Biyu, Peguyangan Kaja, Denpasar Utara
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Dira Arsana Redaktur Pelaksana Diah Dewi Redaksi Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Sugiartha, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada Bangli: Ida Ayu Swasrina, Eka Parananda Buleleng: Sosiawan, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya Karangasem: Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra Negara: IB Surya Dharma Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
19 - 25 Februari 2018
4
NASIONAL
MBP/ira
Pemred Bali Post menerima trofi IPMA kategori Koran Nasional dari Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo.
Penghargaan IPMA Koran Nasional Diraih �Bali Post� BALI POST sebagai koran tertua di Bali, kembali meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Print Media Award (IPMA) kategori koran nasional. Dalam ajang yang dirangkaikan dengan Hari Pers Nasional (HPN), Bali Post merupakan satu-satunya media cetak di luar Jakarta yang meraih penghargaan untuk kategori koran nasional. Adapun media yang juga meraih penghargaan serupa di antaranya Kompas, Koran Tempo, Sindo. Penghargaan diserahkan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo. Selain penghargaan untuk media kategori nasional, juga diserahkan penghargaan
untuk regional. Dalam penghargaan regional ini, diserahkan per kategori yakni Sumatera, Jawa, Bali dan Nusra serta regional Indonesia Kalimantan dan Sulawesi. Pada malam penghargaan ini juga diserahkan award untuk majalah dan tabloid serta media kampus. Hadir dalam penyerahan penghargaan ini Ketua SPS Pusat Dahlan Iskan dan Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah. Dalam sambutannya Ansharullah menyatakan peran media massa dalam era milenial ini sangatlah penting. Apalagi banyak berita hoax yang menyebar melalui media sosial.
Tentunya, peran media mainstream sangatlah diharapkan, untuk memberi informasi yang berimbang. Sementara dalam rangakaian Hari Pers Nasional yang dipusatkan di Padang, Sumatera Barat, digelar berbagai acara menyangkut diskusi perkembangan media di era milenial, literasi media dan kegiatan lainnya bekerja sama dengan pemerintah daerah Provinsi Sumatera Barat. Puncak HPN dilaksanakan Jumat (9/2). Presiden Joko Widodo hadir dalam acara yang akan dipusatkan di Muaro Lasak Padang kawasan Danau Cimpago itu. l Wirata 19 - 25 Februari 2018
5
5
OPINI
Bagaimana Kompetensi Siswa pada Abad XXI?
M
enghadapi abad 21 ini, anakanak Indonesia dibanjiri informasi, yang masuk ke area pribadi di kamar-kamar tidurnya melalui televisi dan gadget. Dunia sungguh-sungguh berada dalam genggaman mereka. Pengaruh keterbukaan informasi yang tidak dikelola dengan bijak menjadi penyebab dari fenomena penurunan kualitas relasi sosial dan rendahnya akhlak saat ini, yang sering dipertontonkan di media massa. Peristiwa yang disebut sebagai “extra ordinary crime� dalam perbuatan a-susila kepada anak-anak yang dilakukan secara keji baik oleh orang dewasa maupun oleh sesama anak di bawah umur sungguh mengguncang sendi-sendi martabat kemanusiaan. Adanya fenomena sosial yang mengemuka seperti perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, kecurangan dalam berbagai jenis ujian, dan gejolak sosial. Tiada pilihan bagi para orang tua dan pendidik saat ini selain membekali keimanan, ketahanan mental dan akhlakul karimah dan imtek yang kuat. Lembaga pendidikan dasar dan menengah adalah salah satu institusi yang disiapkan pemerintah dalam mewujudkan cita-cita pendidikan nasional yang ingin “memanusiakan manusia�. Namun keberadaan berbagai lembaga pendidikan belum mampu menjawab berbagai permasalahan di atas. Berdasarkan hasil penelitian yang termuat di beberapa jurnal terlihat proses pembelajaran di sekolah masih kurang efektif. Guru masih menempatkan dirinya sebagai sumber utama pengetahuan. Hal ini dilakukan oleh guru, karena mengejar target materi pelajaran yang ditetapkan oleh kurikulum. Guru hanya berfokus pada hasil belajar sebagai indikator ketuntasan belajar siswa. Siswa kurang diberikan kesempatan untuk menggali pengetahuan dan mengaitkan konsep yang dipelajari ke dalam situasi yang berbeda sehingga konsep-konsep yang diajarkan menjadi kurang bermakna dan hanya bersifat hafalan saja. Hal ini berdampak pada pemahaman konsep siswa yang masih rendah serta keterampilan proses siswa yang dilandasi pada kemampuan ber-
6
Oleh Yusnaini, S.Si.,M.Pd.
pikir kritis belum bisa diberdayakan. Selain itu penumbuhan karakter juga masih sangat sedikit dilakukan karena guru masih sibuk dengan menyelesaikan materi pelajarannya. Adanya dampak globalisasi padaperubahan masyarakat mendorong paraahli pendidikan untuk menganjurkanagar pendidikan melakukan upaya-upayaadaptasi dengan perubahan global.Dalam kaitan inipendidikan dituntut harus mampumenyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampumenghadapi tantangan globalisas tanpakehilangan nilai-nilai kepribadian danbudaya bangsa.Pendidikan di abad 21 harusmenjadi pondasi utama dan tempatbersemainya kebaikan untukmentransformasi individu danmemperbaharui masyarakat. Oleh sebabitu, guru dan siswa harus melakukankolaborasi sebagai pasangan demikeadilan dan kelangsungan kehidupan. Di abad ke-21 ini, pendidikan menjadi semakin penting untuk menjamin peserta didik memiliki keterampilan belajar dan berinovasi, keterampilan menggunakan teknologi dan media informasi, serta dapat bekerja, dan bertahan dengan meng-
gunakan keterampilan untuk hidup dan berkarir.Keterampilan hidup dan berkarir meliputi fleksibilitas dan adaptabilitas, inisiatif dan mengatur diri sendiri, interaksi sosial dan budaya, produktivitas dan akuntabilitasdan kepemimpinan serta tanggungjawab. Keterampilan belajar dan berinovasi meliputi berpikir kritis dan mengatasi masalah, komunikasi dan kolaborasi, kreativitas dan inovasi. Keterampilan teknologi dan media informasi meliputi literasi informasi, literasi mediadan literasi ICT. Perlu disadari bahwa dalam pembelajaran abad ke-21 maka peran guru dalam menghasilkan manusia Indonesia yangproduktif, kreatif, inovatif, dan afektifmelalui penguatan sikap (tahu mengapa),keterampilan (tahu bagaimana), danpengetahuan (tahu apa) yang terintegrasi sangat penting. Penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dan terus bervariasi diharapkan dapat mendorong peserta didik mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar,dan mengkomunikasikan sesuatu sehingga kompetensi Abad XXI dapat terlatih dari dini. Di samping itu penumbuhan karakter harus terus menerus dilakukan baik yang terintegrasi dalam pembelajaran maupun yang ditumbuhkan melalui budaya sekolah dan lingkungan siswa. Karena bangsa besar adalah bangsa yang memiliki pengetahuan yang tinggi, keterampilan yang baik dan karakter yang kuat. Kompetensi yang tinggi berdampingan dengan karakter kuat, dapat tumbuhdan berkembang dari pendidikan yang menyenangkan dan lingkungan yang menerapkan nilai-nilai baik dalam seluruh sendi kehidupanberbangsa dan bernegara. Hanya dengan kompetensi yang tinggi dan karakter yang kuatlah jati diri bangsa menjadi kokoh,dan berdaya saing tinggi sehingga mampu menjawab berbagai tantangan era abad 21. Untuk itu, lembaga pendidikan harus berfokus pada pembentukan kompetensi dan penguatan karakter. Penulis Widyaiswara Muda LPMP Provinsi Aceh
19 - 25 Februari 2018
6
BALI SEPEKAN
Dinding Tanggul Waduk Titab–Ularan Longsor TINGGINYA curah hujan akhir-akhir ini menimbulkan tanah longsor di kawasan Waduk Titab–Ularan. Konstruksi tanggul penahan tanah di hilir waduk longsor pada Selasa (6/2) sekitar pukul 14.45 Wita. Kejadian ini membuat warga di sekitar waduk waswas. Pasalnya, di daerah genangan waduk sudah menampung air sungai dengan volume tinggi. Informasi dikumpulkan di lapangan menyebutkan, sebelum kejadian curah hujan cukup tinggi melanda beberapa desa di kawasan Waduk Titab– Ularan. Karena derasnya air, volume air di waduk terus bertambah. Di tengah situasi itu, dinding tanggul penahan tanah di sisi barat waduk tepatnya pada bagian bawah tiba-tiba ambruk. Runtuhnya material konstruksi senderan beton di waduk tersebut memicu kepanikan warga yang tinggal di sekitar waduk. Namun beruntung, kejadian ini tidak sampai menimbulkan banjir bandang yang mengancam keselamatan warga di sekitar waduk. Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Bandungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali– Penida Ir. Putu Sudana ketika dihubungi membenarkan kejadian tersebut. Sudana mengatakan, longsornya dinding tanggul
penahan tanah itu merupakan konstruksi di hilir dan di luar dari bangunan inti. Selain itu, longsornya tanggul tersebut tidak berpotensi genangan air di waduk memicu banjir bandang ke daerah hilir. Dugaan sementara, tanggul tersebut tidak kuat menyangga tanah asli yang memang tinggi. Selain itu, dugaan sementara saluran drainase di bawah tanggul kurang bagus, sehingga memicu konstruksi dinding itu ambruk. l Mudiarta
WARGA Dusun Kepuh, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Selasa (6/2) digegerkan dengan penemuan mayat membusuk di salah satu rumah di dusun setempat. Mayat tersebut teridentifikasi bernama Ida Bagus Made Dadung Sudana (65). Korban ditemukan membusuk di kamar mandi. Belum diketahui pasti penyebab kematian korban. Dari informasi yang dihimpun di lapangan kemarin menyebutkan penemuan mayat korban ini ketika saksi Ketut Londen dan istrinya Ni Made Artini, warga Banjar Tengah Desa Yehkuning, Jembrana datang ke rumah korban hendak mencari bunga. Begitu berada di pekarangan rumah korban, mereka mencium bau tak sedap. Bahkan, mereka juga melihat ada lalat begitu banyak.
Karena takut, mereka memberitahukan kondisi itu kepada tetangganya dan petugas Bhabinkamtibmas. Tak berselang lama, sejumlah petugas kepolisian tiba di TKP dan langsung melakukan pemeriksaan.Tubuh korban dilihat sudah membusuk di bak kamar mandi. Menurut keterangan tetangganya dan pihak keluarga, korban selama hidupnya menderita penyakit diabetes, tensi tinggi dan kaki agak lemah.Korban hidup seorang diri di rumah itu, sementara istri dan anaknya tinggal di Denpasar. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat korban di kamar mandi tersebut. l Suryadarma
MBP/mud
Mayat Membusuk Gegerkan Warga Mendoyo
Paguyuban Bus AKAP Datangi DPRD PAGUYUBAN AKAP Bali yang terdiri atas sopir, kondektur, penjual tiket bus AKAP, tukang ojek, pedagang, hingga masyarakat umum menggelar aksi demo di DPRD Bali, Senin (5/2). Mereka menuntut agar Terminal Ubung dikembalikan fungsinya seperti dulu lagi sebelum turun menjadi terminal tipe C. Pasalnya, Terminal Mengwi yang kini menyandang predikat terminal tipe A terlalu jauh untuk dijangkau oleh calon penumpang. “Kami di lapangan sangat menderita dengan pindahnya Terminal Ubung ke Mengwi karena kami dipindahkan tidak difasilitasi sesuatu (jaringan trayek atau feeder, red) yang memadai,” ujar Ketua 3 Paguyuban AKAP Bali, Ida Bagus Wiriada. Menurut Wiriada, konsumen bus AKAP banyak yang mengeluh setelah diturunkan di Terminal Mengwi. Mereka umumnya kesulitan mengakses angkutan umum seperti angdes/angkot maupun AKDP. Kalaupun ada taksi, para penumpang harus mengeluarkan ongkos lebih mahal dua kali lipat. Sementara bila mengandalkan bus Trans Sarbagita, terbatas oleh waktu dan seringkali terlambat. Keluhan yang sama juga muncul ketika penumpang hendak menuju ke Terminal Mengwi. Ketua Organda Bali, Ketut Eddy Dharmaputra, membenarkan banyak penumpang yang melayangkan komplain ke PO (Perusahaan Otobus) AKAP. Padahal, belum adanya simpul jaringan trayek yang menjadi kelemahan dalam pelayanan di Terminal Mengwi. Pihaknya khawatir, pendapatan PO AKAP yang terus berkurang akan memicu terjadinya kebangkrutan. Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan segera mengeluarkan rekomendasi agar Terminal Ubung bisa difungsikan seperti dulu. Pertama-tama dengan meminta Wali Kota Denpasar untuk mencabut status tipe C. Kendati, pihaknya menyadari jika pemindahan Terminal Ubung ke Mengwi dulunya sudah didasari oleh kajian. Salah satunya, ada keluhan masyarakat terkait kroditnya Terminal Ubung dan masalah kriminal. l Rindra 19 - 25 Februari 2018
7
7
L A P O R A N U TA M A
MBP/dok
MBP/dok
Kariyasa Adnyana
Rumawan Salain
Revisi Perda RTRWP
Kelapa Melambai Jangan Dilampaui
R
evisi Perda No.16 Tahun 2009 telah diajukan oleh Pemprov Bali dan sedang digodok Pansus di DPRD Bali. Pansus sendiri masih mempelajari setiap pasal dalam Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali Tahun 2009-2029 itu. Namun, sudah muncul sebuah pemikiran untuk merubah ketinggian bangunan di dalam perda. Kendati hanya terbatas pada rumah sakit dan kantor pemerintahan saja. Ketua Pansus Revisi Perda RTRWP Bali I Ketut Kariyasa Adnyana mengatakan, revisi perda salah satunya menyangkut pembangunan Bali yang dinamis. Politisi PDIP ini mencontohkan Rumah Sakit Sanglah yang kini terbilang sangat padat. Untuk parkir sulit, kemudian pasien harus dirawat di lorong-lorong rumah sakit karena tidak kebagian kamar. Sementara untuk menambah kamar, ada kendala pada keterbatasan lahan. “Ada pemikiran, beberapa mesti dipelajari juga. Apakah nanti dibangun secara vertikal. Nanti kita atur di rumah sakit dan kantor pemerintah. Kalau selama ini kan yang kita tahu (tinggi bangunan) 15 meter
8
atau setinggi pohon kelapa,” ujarnya. Menurut Kariyasa, nama rumah sakit ataupun kantor pemerintah yang bisa dibangun vertikal akan ditulis langsung di dalam perda. Dengan demikian, ketinggian bangunan tertentu hanya akan berlaku di sana dan tidak bisa diikuti oleh bangunan lain. Hal ini diklaim sebagai bentuk komitmen Pansus untuk tetap menjaga Bali yang terkenal karena adat istiadat dan budayanya. Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Bali, I Nyoman Astawa Riadi mengaku masih menunggu pembahasan lebih lanjut dengan Pansus mengenai pemikiran tersebut. Pihaknya tak menampik bila memang ada banyak hal dalam perda yang akan diperbaiki. Utamanya agar menyesuaikan dengan peraturan-peraturan yang ada. “Jadi, tata ruang kita dulu sudah keluar. Kemudian sekarang ada aturan-aturan, itu akan kita sesuaikan. Selain juga usul-usul daripada masyarakat,” ujarnya. Menyangkut ketinggian bangunan, Astawa menyebut sudah tercantum dalam Perda RTRWP. Kendati masalah ketinggian bangunan secara lebih detail telah diatur
dalam perda tersendiri yakni Perda tentang Ketinggian Bangunan. Kalau memang dalam revisi perda RTRWP disepakati untuk diubah terkait ketinggian rumah sakit dan kantor pemerintahan, maka perubahan tetap harus mengacu pada Perda Ketinggian Bangunan. “Bagian mana yang perlu, artinya zonazona tertentu saja, itu nanti kan dibicarakan bersama antara eksekutif dan legislatif. Jelas kalau RS Sanglah lahan sudah terbatas, ketinggian sesuai perda kan sudah dilakukan maksimal. Jadi sekarang kondisinya begitu masuk rumah sakit saja susah, itu nanti yang perlu dibicarakan,” paparnya. Sementara itu, Pengamat Tata Ruang Putu Rumawan Salain mengatakan, revisi perda RTRWP setiap lima tahun sekali memang diperbolehkan dari segi aturan. Namun, tetap harus disertai dengan kajian akademis yang mendukung perlu tidaknya revisi itu. “Memang ada beberapa alasan yang dipandang kuat oleh yang berkepentingan. Tapi menurut saya masih belum begitu signifikan karena kan implementasi perda tata ruang belum maksimal dilakukan,” ujar-
19 - 25 Februari 2018
8
MBP/dok
Salah satu bangunan hotel bertingkat di kawasan Sanur. Persoalan ketinggian bangunan menjadi salah satu isu penting dalam revisi Perda RTRWP Bali.
akademisi Universitas Udayana ini. Menurut Rumawan, perlu ada pengimplementasian perda yang lebih benar. Kemudian pengawasan yang lebih tegas dan memberikan efek jera bagi para pelanggar. Sementara ini dari pandangannya, implementasinya justru masih berpihak kepada penguasa dan pengusaha. Sebagai contoh mengenai masalah ketinggian bangunan. “Saya sebagai arsitek dan dosen, sudah pernah mengusulkan pada jaman Pak Dewa Beratha untuk mengijinkan bangunan itu melebihi daripada 15 meter dengan ada kajian-kajian akademis yang mendukung. Permasalahannya sekarang, permintaan itu besar. Saya lalu berpikir, yang perlu ini siapa sebenarnya,” jelasnya. Rumawan mencontohkan harga rumah yang sekarang relatif mahal sehingga tidak terjangkau bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Kalau misalnya diambil solusi dengan membangun rumah vertical setinggi 10 hingga 15 lantai, tentu akan
muncul pertanyaan. Benarkah rumah ini menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat atau hanya investasi saja? Oleh karena itu, perlu ada kajian mengenai berapa jumlah penduduk yang memerlukan rumah. Hal yang sama pun berlaku untuk pembangunan rumah sakit dan kantor pemerintahan. “Sekarang misalkan rumah sakit boleh, pertanyaannya kita harus punya catatan dulu. Rumah sakit yang akan dibangun itu untuk menampung berapa orang? Umpama hotel atau perkantoran untuk berapa orang? Masak terus saja orang membangun rumah sakit, berarti kita tidak merencanakan orang sehat, karena orang terus saja sakit biar butuh kamar lebih banyak. Ini dulu yang diselesaikan konsepnya,” paparnya. Rumawan menambahkan, pembangunan rumah sakit juga harus melihat dimana lokasi yang tepat untuk membangun. Kemudian dengan jarak berapa dari rumah sakit yang sudah ada, tipe rumah sakit apa, termasuk mengatur dimana saja rumah sakit swasta bisa beroperasi. Sama ketika hendak
ada pembangunan SPBU atau bioskop dan tempat-tempat umum lainnya. Sebab, tata ruang pada prinsipnya adalah mengatur sehingga kesejahteraan bisa diterima dengan merata. “Saya setuju bangunan dibuat tingggi tetapi harus jelas untuk apa bangunan itu, apa fungsinya dan kapan. Kalau sekarang saya belum bisa terima,” tegasnya. Menurut Rumawan, hotel Bali Beach merupakan kesalahan yang terlambat disadari oleh para cerdik cendekia di Bali. Sebab, panorama Bali memang tidak seharusnya dipenuhi bangunan dengan ketinggian melebihi 15 meter. Kalau Bali selatan khususnya Denpasar dan Badung sudah dirasa cukup padat, maka pembangunan mestinya digeser ke daerah lain. “Dari kesalahan Bali Beach, lahirlah Perda Bangunan Gedung (ketinggian bangunan, red) tahun 1974. Sejak itu dianggap bahwa pohon kelapa yang melambai ramah jangan dilampaui,” imbuhnya. l Rindra Devita 19 - 25 Februari 2018
9
9
L A P O R A N U TA M A
Akomodir Investor?
R
encana Revisi Perda No. 16 tahun 2009 tentang rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Pemprov Bali di awal tahun 2018, nyaris sepi tanggapan. Berbeda halnya ketika wacana revisi perda digulirkan di tahun 2011 lalu, dimana suara penolakan demikian dahsyat. Suara penolakan mencuat karena revisi terindikasi diarahkan untuk kepentingan investor. Hampir semua komponen masyarakat, baik akademisi, LSM, mahasiswa hingga PHDI hampir selama kurun waktu setahun melakukan penolakan keras. Alhasil, rencana revisipun ketika itu batal dilaksanakan mengingat kuatnya penolakan. Kini, rencana revisi Perda RTRW kembali digulirkan. Pada senin (29/1) Gubernur Mangku Pastika telah menyampaikan usulan Ranperda RTRW pengganti Perda RTRW No 16 tahun 2009. Pihak DPRD Bali pun telah membentuk Pansus dengan Ketua I Ketut Kariyasa Adnyana dan mulai bekerja sejak Senin (5/2) dengan menentukan jadwal dan menyepakati pengangkatan staf ahli. Sejumlah alasan dipergunakan sebagai landasan pengajuan revisi perda yang berusia 9 tahun tersebut. “Setelah sekian tahun sejak 2009 mulai terasa ada keperluan-keperluan baru untuk Bali ini. Misalnya, kita perlu lagi bendungan, embung, dan jalan tol. Wacananya kan sudah, kita akan buat jalan bebas hambatan dari
10
utara ke selatan atau ke arah Jembrana. Ini belum ada dalam perda yang lama, ini harus kita masukkan lagi,” jelas Mangku Pastika saat rapat paripurna di DPRD Bali (29/1). Banyak hal yang sepertinya ingin diakamodir melalui perubahan perda RTRW tersebut selain untuk jalan tol. Salah satunya yang sempat mengemuka adalah rencana pembangunan jalur kereta api lintas Mengwi–Singaraja. Menurut keterangan gubernur, tahun 2018 ini sudah akan dilakukan studi trase untuk menentukan jalur kereta api tersebut. Nantinya pembangunan jalur kereta api ini akan dibiayai dari APBN. Yang tidak ketinggalan adalah dipertimbangkannya untuk melakukan revisi adalah demi kepentingan pengembangan pariwisata. Namun secara umum, bahwa revisi dilakukan untuk memberikan dukungan bagi mudahnya investor berinvestasi di Bali. Hal ini terlontar dari pernyataan gubernur dimana Perda No 16 tahun 2009 dikatakan bisa saja membuat investasi terhambat jika Perda RTRWP yang telah ada ini tidak mengakomodir perubahan dalam tiga substansi yakni rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan ketentuan peralihan. “Bisa saja, orang kan mempertimbangkan dari aspek normanya dulu. Sebelum kita mengeluarkan rekomendasi, harus kita lihat dulu di perda terutama di RTRW itu, ada apa tidak. Kalau tidak ada, tidak boleh,” katanya.
Sudah Ideal Pada saat gencarnya penolakan revisi Perda RTRW di tahun 2011 lalu, banyak penilaian dikemukan mengenai sudah idealnya perda No. 16 tahun 2009 tersebut dalam menjaga kelestarian lingkungan di Bali. Ke-ideal-an ini tercermin dalam pasal 3 perda RTRW Bali yang secara tegas mendudukan tujuan perda ini adalah mewujudkan ruang wilayah Provinsi Bali yang berkualitas, aman, nyaman, produktif, berjati diri berbudaya Bali, dan berwawasan lingkungan berlandaskan Tri Hita Karana. Ada 3 hal utama yang diatur dengan tegas dalam perda lama yakni pengaturan radius kesucian pura berdasarkan Bhisama PHDI, ketinggian bangunan serta batas pantai adalah sebuah keniscayaan. Dosen Fakultas Teknik Universitas Warmadewa I Nyoman Gede Maha Putra, S.T., M.Sc., Ph.D. yang mempelajari mengenai Urban Planning menyebutkan, seringkali revisi mengenai tata ruang tidak benar-benar dilakukan melalui kajian mendalam. Revisi, kata Maha Putra dilakukan hanya untuk mengakomodir kepentingan investasi. Bahkan patut dicurigai, bahwa revisi perda seringkali ditunggangi kepentingan investor. Jajaran pemerintah, dinilai Maha Putra, memiliki kemalasan dalam berpikir terutama dalam melakukan kajian-kajian mendalam dan komprehensif sebelum menetapkan perlu tida-
19 - 25 Februari 2018
10
MBP/dok
Bali difoto dari udara. Rencana revisi Perda RTRWP Bali yang kini mulai digulirkan diharapkan tidak sampai memperparah rusaknya tatanan lingkungan alam Bali yang sudah mulai tergerus abrasi, kerusakan lingkungan, dan alih fungsi lahan.
knya revisi terhadap perda tata ruang dilakukan. Kepentingan-kepentingan pragmatislah yang lebih utama mempengaruhi pembuatan perda tata ruang. Implikasinya kata Maha Putra adalah aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam perda tidak dapat benar-benar relevan sesuai periodenya. Misalnya, perda No. 16 tahun 2009 tentang RTRW yang berumur 20 tahun, baru hanya 2 tahun setelah ditetapkan yakni di tahun 2011 sudah diusulkan direvisi. Kini, tahun 2018 yang berarti belum genap 10 tahun, revisi kembali diusulkan. Ini menunjukkan jika Perda RTRW tahun 2009 tidak disusun berdasarkan kajian yang baik. Keinginan mengakomodir kepentingan investorlah yang paling terlihat dari rencana revisi tersebut. Seperti wacana revisi perda RTRW yang menyinggung masalah pembatasan ketinggian bangunan. “Tidak tertutup kemungkinan, revisi Perda RTRW ini menjadi pintu masuk investor-investor
properti besar untuk menjadikan Bali seperti Singapura� tegas Maha Putra. Bali yang menjadi destinasi pariwisata dunia, dipastikan akan membuat investor properti mengincar lahan untuk dibangun dengan bangunan vertikal seperti apartemen atau hotel. Pada tahun 2011 lalu, revisi perda RTRW ditolak dengan keras salah satunya oleh Ketua Dewan WALHI Daerah Bali ketika itu Wayan Suardana. Seringkali revisi tata ruang dilakukan demi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Padahal perubahan tata ruang, kata Suardana justru dapat mengakibatkan meningkatnya kemiskinan akibat lingkungan yang makin rusak. Investasi yang masuk dengan leluasa menimbulkan eksploitasi ruang yang semakin hebat. Sudah banyak contoh di Bali bagaimana investasi yang awalnya disebutkan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat justru membuat rakyat kehilan-
gan mata pencaharian. Reklamasi Pulau Serangan adalah contoh nyata betapa proyek tersebut telah menghancurkan ekosistem laut, mulai dari habisnya habitat penyu, hancurnya terumbu karang, berkurangnya lahan Bakau termasuk hilangnya mata pencaharian asli masyarakat sekitar sebagai nelayan dan petani rumput laut. Kekerasan yang secara singkat melahirkan kemiskinan. Realitanya, wacana revisi perda RTRW di tahun 2018 ini, tidak disambut dengan pro dan kontra yang riuh. Keinginan pemerintah Bali merevisi nampak berjalan lancar. Pansus sudah terbentuk dan langkah selanjutnya akan segera dilakukan. Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama memang mengakui revisi perda akan berjalan cukup panjang. Setidak-tidaknya diperlukan 2 kali masa persidangan. Semoga saja revisi perda RTRW membawa kebaikan, tidak justru membuat Bali semakin merana. l Nyoman Winata 19 - 25 Februari 2018
11
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
BNI - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mendukung program Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI) milik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Dukungan ini sebagai bentuk upaya mengakselerasi perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, dimana melalui program PERISAI, BPJS Ketenagakerjaan mengadopsi sistem keagenan dengan memberdayakan masyarakat sebagai perpanjangan tangannya. Program PERISAI BPJS Ketenagakerjaan dijalankan dengan sistem aplikasi digital berbasis internet yang dioperasikan melalui smartphone yang dihubungkan dengan sistem pembayaran yang dikembangkan BNI.
WALI KOTA DENPASAR - Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra kembali melantik Dokter Ahli Utama RSUD Wangaya Kota Denpasar, Senin (5/2) bertempat diruang pertemuan rumah sakit setempat. Kali ini dr. Ketut Jayadi dilantik langsung Walikota Rai Mantra yang sebelumnya juga melantik dr. I Ketut Suryana sebagai dokter ahli utama RSUD. Wangaya. Pelantikan pejabat fungsional Ahli Utama kepada dokter di Rumah Sakit Umum Daerah merupakan Keputusan Presiden Republik Indonesia, tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Ahli Utama. Hadir dalam pelantikan tersebut Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar I Ketut Mister, dan Kadis Kesehatan dr. Luh Putu Sri Armini.
UNUD - Universitas Udayana (Unud) menerima kunjungan Gubernur Provinsi Kumamoto dan President Sojo University Japan, Senin (5/2) di Ruang Sidang Fakultas Kedokteran Kampus Sudirman Denpasar. Kunjungan ini terlaksana setelah beberapa bulan sebelumnya delegasi dari Sojo University melakukan kunjungan dan pertemuan dengan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama dan Informasi Unud dalam rangka inisiasi kerja sama antar kedua perguruan tinggi. Rektor Unud, Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K) merasa bangga karena Sojo University berkenan memilih Unud sebagai partnerkerja sama. BROS - BROS mengumumkan Direktur Bali Royal Hospital (BROS) yang baru pada Senin (5/2). Direktur BROS yang sebelumnya dijabat dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes mengundurkan diri dan kini dijabat oleh dr. Dwi Ariawan. Direktur PT Putra Husada Jaya Ir. IB Indrajaya mengatakan, keputusan pengangkatan Direktur ini melalui fit and proper test. Melalui rapat dewan komisaris, dari tiga kandidat diputuskan dr. Dwi Ariawan sebagai Direktur BROS.
12
19 - 25 Februari 2018
DPRD BADUNG - Pembahasan proses pencairan hibah antara DPRD dengan pimpinan daerah Pemkab Badung yang berlangsung di Gedung Rapat Pimpinan DPRD mulai berlangsung, Senin pagi, dalam upaya mencari solusi dalam proses pencairan hibah untuk masyarakat di daerah setampat. Dalam acara dengar pendapat antara legislatif dan eksekutif yang dipimpin Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Wakil Ketua I DPRD Badung I Nyoman “Koprok� Kariana dan Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Sunarta beserta beserta anggota DPRD setempat yang mengundang Sekertaris Daerah Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa. KOMBATAN BALI - Memasuki tahun politik 2019, Indonesia akan kembali menggelar hajatan besar pesta demokrasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Sudah dipastikan suhu politik di Indonesia semakin memanas dan semakin sengit. Dukungan terhadap Presiden Incumbent Jokowi terus mengalir. Tidak hanya dari berbagai partai elit politik, namun relawan-relawan Jokowi juga mendesak untuk mengusung Jokowi kembali menjadi Presiden periode ke-2 di tahun 2019 mendatang. Termasuk dari relawan militan Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan) Provinsi Bali. 19 - 25 Februari 2018
13
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
BUPATI KLUNGKUNG - Tumpukan sampah di sepanjang Pantai Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung dibersihkan masyarakat setempat, Minggu (4/2). Bupati I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta juga turut terlimbat. Ditegaskan, tahun ini pemkab akan melakukan penataan pantai tersebut. Melalui itu, kunjungan wisatawan diharapkan bisa menggeliat yang memberikan imbas pada perekonomian masyarakat. Bupati Suwirta menyampaikan, aksi bersih-bersih ini akan mampu meningkatkan semangat gotong royong di desa dan mampu mempercepat penanganan sampah yang memunculkan kesan kumuh.
BANTUAN - Menindaklanjuti bedah Desa Sulang dan Sampalan Tengah, Kecamatan Dawan, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat, Jumat (2/2). Melalui itu, beban hidupnya diharapkan bisa lebih ringan. Bantuan tersebut diserahkan melalui jajarannya. Bupati Suwirta menyebutkan penyerahan bantuan sudah secara rutin dilaksanakan setelah pelaksanaan bedah desa. Itu mengacu pada hasil pemantauan. “Setelah melalui program Bedah Desa, dari data yang didapat dilapangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan langsung akan ditindaklanjuti dan diberikan bantuan,� ungkapnya.
MBP/ist
MBP/ist
BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta selaku Manggala Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Provinsi Bali menghadiri upacara Tawur Balik Sumpah, Manawa Ratna di Pura Luhur Puncak Gunung Kawi Desa Pupuan, Tegallalang, Gianyar, Selasa (6/2). Kehadiran Giri Prasta disambut oleh Perbekel Desa Pupuan Wayan Sumatra, Perbekel Desa Sebatu Pasek Yusa Bawa, Klian Dadia Pasek Gelgel, Banjar Calo Pasek Kadek Agus Sudianta, Manggala Dulang Mangap Provinsi Bali, Krama Pasek Gelgel Pakraman Calo, Pupuan, Tegallalang, Gianyar.
14
19 - 25 Februari 2018
WABUP KLUNGKUNG - Peningkatan produksi komoditas pangan terus digenjot pemerintah pusat. Hal tersebut sebagai salah satu cara untuk mewujudkan swasembada. Program nasional ini pun diterapkan di Kabupaten Klungkung, tepatnya di Tempek Bias, Subak Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan melalui upaya khusus (Upsus). Panennya oleh Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta bersama Penanggung Jawab Upsus Provinsi Bali, Kresno Suharto berlangsung, Rabu (7/2). Di sela-sela itu, Wabup Kasta menyatakan untuk menyukseskan Upsus, sistem pengairan sawah harus benar-benar mendapat perhatian dari petani dan subak.
MBP/ist
PEMKOT DENPASAR - Serangkaian HUT ke-230 Kota Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar menggelar seminar bertajuk ‘’ASN dan Kita di Era Disruption’’ di Gedung Cita Kelangen ISI Denpasar, Rabu (7/2). Seminar sehari ini menghadirkan Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. sebagai pembicara yang juga merupakan founder Rumah Perubahan. Acara ini dibuka Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, DPRD Kota Denpasar dan seluruh jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Sesuai dengan tema yang diambil, yaitu ‘’Akselerasi Implementasi Padmaksara Berbasis Tri Hita Karana Mewujudkan Kebahagiaan Masyarakat Kota Denpasar’’, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata budaya yang sangat kuat yang memberikan dampak positif terhadap pembangunan.
MBP/ist
WABUP BADUNG - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri acara syukuran HUT ke-63 Persatuan Seni Pencak Silat (PSPS) Bakti Negara di Pusat Pelatihan Wiyata Mandala Bakti Negara, Batumekaem, Denpasar Utara, Rabu (31/1). Selain Wabup Suiasa, HUT PSPS Bakti Negara itu juga dihadiri Ratu Peranda Nyoman Temuku, Ketua Lembaga Dewan Pendekar Pusat PSPS Bakti Negara Bali I Bagus Alit Sucipta, S.H., Ketua Harian DPD Bakti Negara I Bagus Jagra Wibawa, S.H., Sekretaris Lembaga I Wayan Runa, Pengurus DPD, Lembaga, DPC, Korwil Lembaga Dewan Pendekar Kabupaten dan Kota se-Bali serta sebanyak 1.000 orang kader dari seluruh Bali.
MBP/ist
ISI DENPASAR - Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar melantik dan mengambil sumpah pejabat struktural, Jumat (2/2). Keempat pejabat tersebut masing-masing Ni Luh Made Suwaryati, S.E. sebagai Kepala Bagian Keuangan pada Biro Umum dan Keuangan, I.A. Putu Sujanawati, S.E. sebagai Kepala Subbagian Anggaran pada Biro Umum dan Keuangan, I Ketut Adi Sugita, S.Sos., M.M. sebagai Kepala Subbagian Akademik pada Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerja Sama serta I Made Darmiyasa, S.Sos. sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan.
MBP/ist
UNDIKSHA - Mensosialisasikan peraturan tentang ketentuan kenaikan pangkat dan jabatan guru besar, Jumat (2/2) lalu Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menggelar sosialisasi Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti). Sosialisasi di ruang rektorat kampus setempat itu diikuti para dosen di lingkungan Undiksha dengan menghadirkan narasumber Direkrur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tingi Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D. 19 - 25 Februari 2018
15
POLITIK
Keputusan MK Soal Hak Angket
Tak akan Ubah Rekomendasi DPR
M
ahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak uji materi Pansus Angket yang diajukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam pertimbangannya, MK menyatakan meski KPK bersifat independen namun lembaga antikorupsi itu termasuk dalam lingkup lembaga eksekutif karena melaksanakan tugas dan wewenang pemerintahan. Oleh karena itu, KPK tetap masuk sebagai salah satu objek yang bisa diperiksa DPR yang merupakan mitra kerja pemerintah. MK memutus bahwa Pansus Angket KPK DPR RI memiliki legalstanding untuk bisa menjadikan KPK sebagai objek pemeriksaan. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPR Bambang Soesatyo memastikan DPR tidak akan memperpanjang lagi masa kerja Pansus Angket KPK meskipun MK telah memutuskan DPR berhak menjadikan KPK objek pemerikasaan Pansus Angket. Selain itu Bamsoet juga memastikan DPR tidak akan mengubah rekomendasi yang telah disusun. “Enggak (diperpanjang). Karena kita sudah sampai pada keputusan di ujung jalan bahwa pansus ini sudah berhenti dan kita sudah siapkan laporannya dalam bentuk kesimpulan rekomendasi,” kata Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (8/2) kemarin. Dia berharap DPR tidak terjebak pada putusan MK yang memutus bahwa Pansus Angket DPR bisa memanggil KPK untuk dimintai keterangannya. Bamsoet juga berharap pembacaan hasil kesimpulan rekomendasi Pansus Angket KPK bisa dilakukan sesuai dengan kesepakatan yang sudah diputuskan. Politisi dari Partai Golkar ini menegaskan sudah saatnya menghentikan ketegangan antara DPR dengan KPK. “Harapan saya, sudahlah jangan adu-
16
MBP/ant
Bambang Soesatyo
adu lagi DPR dengan KPK terhadap putusan MK. Tugas saya saat ini perbaiki hubungan DPR-KPK agar suasana kondusif dan adem karena kita akan hadapi agenda politik nasional, Pilkada, Pileg dan Pilpres,” tandasnya. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang dikenal keras terhadap KPK menilai wajar dan normal dalam tradisi presidensialisme bahwa, lembaga pengawas tertinggi di republik ini adalah DPR RI. Karena DPR diposisikan sebagai lembaga pengawas tertinggi, maka memiliki seluruh hak dalam pengawasan dan menggunakan hak-hak pengawasan yang dimiliki termasuk penggunaan hak angket. “Keputusan ini menegaskan sikap semua lembaga negara agar mau diawasi DPR tanpa terkecuali. Dan penggu-
naan hak angket adalah penggunaan hak tertinggi yang harus dihormati sampai kapanpun selama kita menganut sistem demorkasi presidensialisme,” ujarnya. Dalam persoalan ini, penggunaan hak angket oleh DPR dalam mengawasi kinerja KPK merupakan kewenangan penyelidikan dan penyidikan DPR yang dalam perpektif hukum tata negara tidak ada satupun lembaga bebas dari kontrol pengawasan DPR, termasuk lembaga peradilan. “Sekali lagi, sebagai mekanisme penyelidikan dan penyidikan tertinggi, hari ini hak angket mendapatkan basis legitimasi konstitusionalnya yang tidak dapat diragukan lagi oleh siapapun,” tegas Fahri. l Hardianto
19 - 25 Februari 2018
16
Perhatikan Daya Dukung Bali MACET merupakan salah satu permasalahan besar yang dihadapi Bali, terutama Bali bagian Selatan. Hal ini dikarenakan pesatnya pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke Bali. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mengantisipasi kemacetan tersebut. Di antaranya, membangun underpass, jalan toll dan perluasan bahu jalan. Upaya ini tentu untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, terutama bagi wisatawan. Kendati demikian, pembangunan perluasan jalan ternyata menimbulkan dampak baru bagi lingkungan di Bali. Ketua PPLH Unud Dr. I Made Sudarma, M.S., mengatakan semakin banyak jalan yang dibangun maka kecenderungan pemukiman-pemukiman baru akan muncul, terutama pembangunan jalan sebidang. Pemukimanan-pemukiman baru ini mucul disebabkan adanya kebutuhan rumah akibat terjadinya migrasi yang besar-besaran datang ke Bali. Oleh karena itu, untuk meminimalisir agar tidak terjadinya pertumbuhan pemukiman baru, pemerintah harus bisa membuat regulasi yang tegas, bahwasanya tidak boleh ada pemukiman baru di areal pembangunan jalan baru tersebut. Meskipun jalan baru tersebut memanfaatkan lahan produktif. Selain itu, pembangunan jalan baru sebaiknya dibangun tanpa menyentuh tanah. Sebab,
dikatakan, apabila pembangunan jalan baru bersentuhan dengan tanah secara langsung, otomatis akan memunculkan pemukiman baru. “Bisa gak pembangunan jalan baru itu ditinggikan sedikit (bukan jalan layang) dari badan jalan, sehingga tidak memungkinkan adanya pemukiman-pemukiman yang baru,” tandasnya. Selain itu, pembangunan jalan baru yang sedikit tinggi dari badan jalan juga lebih bagus dampaknya terhadap lingkungan, karena tidak mengurangi tutupan lahan. Sehingga, absobsi air untuk masuk ke dalam tanah juga tinggi dan banjir tidak akan terjadi. “Apabila setiap jengkal lahan ini dibangun dengan jalan-jalan yang dipaving, di-hotmix dan seterusnya, tentu resapan air akan semakin terbatas dan banjir pun akan terjadi, seperti halnya di pertigaan Kampus Unud Jimbaran dan di Jalan Pantai Pandawa. Siapa sangka daerah itu mengalami banjir, padahal daerah itu langka air. Jawabannya sederhana, karena air tidak bisa masuk ke bawah tanah, akibat terhalang oleh jalan dan pemukiman,” ujarnya. Di sisi lain, banjir
yang terjadi akibat pembangunan jalan baru juga diperburuk dengan tidak adanya fasilitas drainase yang memadai. Sebab, drainasi yang dibuat tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan beberapa hal. Salah satunya, banyak sampah yang dibuang oleh penduduk di sekitar jalan baru akibat banyaknya pemkiman baru yang bermunculan. Sudarma, mengatakan bahwa upaya pemerintah membangun jalan baru merupakan kebijakan yang terlalu memanjakan demand (permintaan). Pihaknya menyarankan agar pemerintah tidak selalu memenuhi apa yang diinginkan oleh demand. Sebab, hal tersebut akan memunculkan permasalahan baru ke depannya. Sebab, daya dukung Bali tidak akan mampu memenuhi kebutahan yang begitu banyak diinginkan oleh peminta. “Jangan setiap ada penambahan kendaraan di Bali dibuatkan jalan baru, hal itu tidak akan pernah bisa menutupi banyaknya jumlah kendaraan di Bali. Kendalikan jumlah kendaraan di Bali, sehingga suplay yang kita berikan kepada demand sesuai dengan daya dukung Bali. Sebab, Bali tidak sama dengan daerah lainnya di Indonesia. Bali mempunyai sosial budaya yang menjadi ciri khas Bali dan kekuatan Bali itu sendiri,” pungkasnya. l Winata
Untuk meminimalisir agar tidak terjadinya pertumbuhan pemukiman baru, pemerintah harus bisa membuat regulasi yang tegas, bahwasanya tidak boleh ada pemukiman baru di areal pembangunan jalan baru tersebut.
I Made Sudarma 19 - 25 Februari 2018
17
17
KIPRAH Salah satu adegan dalam koreografi tari “Harapan” yang ditampilkan Mata Production dalam event J’Fess di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar, belum lama ini.
MBP/sumatika
Persembahkan ”Harapan” untuk Anak Jalanan
M
omentum Hari Anak Jalanan Internasional yang diperingati setiap tanggal 31 Januari menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa Semester V Program Studi Seni Tari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar untuk menciptakan karya seni yang spektakuler. Komunitas seniman akademis yang tergabung dalam Mata Production ini mempersembahkan koreografi tari berjudul “Harapan” yang khusus dipersembahkan untuk anak jalanan di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar, belum lama ini. Melalui garapan tari ini, penikmati seni di Bali seolah disadarkan bahwa begitu banyak anak-anak di belahan dunia ini, termasuk di Bali, yang hidupnya tidak beruntung. Belenggu kemiskinan telah memaksa mereka “terlempar” ke jalanan. Kehilangan keceriaan masa kanak-kanaknya karena waktunya habis untuk mengais rezeki demi bertahan hidup dan terpinggirkan dari kesempatan meraih pendidikan yang layak. Namun di balik potret buram tersebut, tidak sedikit anak jalanan yang berupaya tetap tegar, membangun
18
19 - 25 Februari 2018
semangat dan harapan untuk menggapai kehidupan yang lebih baik. Meskipun, semua itu harus ditebus dengan perjuangan, kerja keras dan penuh derai air mata. “Koreografi tari Harapan ini memang khusus kami dedikasikan untuk komunitas anakanak jalanan di seluruh dunia, khususnya di Bali. Di bawah himpitan kemiskinan dan segala keterbatasan yang mereka miliki, anak-anak jalanan tetap punya hak untuk hidup layak. Mereka berhak punya mimpi dan harapan serta merealisasikan harapan itu untuk menggapai masa depan yang gemilang,” kata Ketua Mata Production Bagus Sukamara saat memaparkan ide penciptaan koreografi tari ”Harapan” kepada Bali Post. Menurut Bagus Sukamara, koreografi tari “Harapan” sejatinya diciptakan untuk karya tugas akhir pada mata kuliah Tata Kelola Seni Pertunjukan. Pada mata kuliah ini, seluruh mahasiswa Semester V diwajibkan membentuk sebuah tim produksi untuk mengimplementasikan teori ke dalam bentuk praktik yang diajarkan pada mata kuliah tersebut. Di akhir mata kuliah ini, mereka diwajibkan menggelar sebuah
pertunjukan dan dipertontonkan kepada publik sebagai bahan penilaian utama. Menariknya, mereka dituntut mempersiapkan pertunjukan itu secara mandiri dan profesional. Mulai dari aspek pembiayaan, administrasi, manajemen sekaligus memproduksi karya dengan matang sehingga mampu menjelma menjadi sebuah pertunjukan yang layak jual sekaligus pantas diapreasiasi oleh penikmat seni di Bali dari segi kualitas. “Dengan mengusung bendera Mata Production, kami mencoba mengimplemasikan teori itu ke dalam sebuah pertunjukan dengan tagline J’Fess : Januari Festival Seni yang berdurasi sekitar tiga jam lebih. Garapan seni ini juga kami manfaatkan untuk menggugah kepedulian penikmat seni di Bali terhadap keberadaan anak-anak jalanan yang sangat memerlukan bantuan agar mereka bisa menggapai masa depan yang lebih baik,” katanya seraya menambahkan, sebagian keuntungan dari pertunjukan tersebut didonasikan untuk salah salu komunitas anak jalanan di Bali. l Sumatika
AKTIVITAS
MBP/ist
PEMKAB BADUNG - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kabupaten Badung tahun 2019 untuk Kecamatan Abiansemal dilaksanakan, Senin (5/2) di ruang pertemuan Kantor Camat Abiansemal. Musrenbang Kecamatan yang diawali di Kecamatan Abiansemal ini mengangkat tema pembangunan badung tahun 2019 yakni “Peningkatan Investasi dan Kualitas SDM serta Pemantapan Infrastruktur untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas�, dengan 9 (sembilan) prioritas pembangunan. Musrenbang Abiansemal dibuka oleh Kepala Bappeda Badung I Made Wira Dharmajaya serta dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Camat Abiansemal I Gst. Ngurah Surya Jaya, Ketua Dekranasda Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Perangkat Daerah, Perbekel, BPD, Organisasi Wanita se-Kecamatan Abiansemal.
MBP/ist
BUPATI KLUNGKUNG - Peningkatan kualitas layanan RSUD Klungkung terus digenjot Pemkab. Tak hanya melalui penambaham fasilitas. Namun juga melalui penerapan program Gerakan Peningkatan Ramah Lanjut Usia dan Sulinggih (Geni Rasiasih) dan Gerakan Peningkatan Pelayanan Sayang Bunda (Geni Yasanda). Ini di-launching langsung Bupati I Nyoman Suwirta, Sabtu (3/2). Direktur RSUD Klungkung I Nyoman Kesuma menjelaskan, penerapan program Geni Rasiasih berdasarkan kondisi lansia yang rentan sehingga perlu mendapat pelayanan kesehatan yang ramah.
MBP/ist
WALI KOTA DENPASAR - Pembangunan fisik Pasar Badung tahap I dengan anggaran Rp 75.010.998.000, pengerjaannya dinyatakan tuntas 100 persen pada 21 Desember lalu. Rabu (31/1) seusai peresmian Taman Kumbasari Tukad Badung, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar Eko Supriadi didampingi OPD terkait lainnya kembali meninjau hasil pembangunan fisik tahap I Pembangunan Pasar Badung untuk memastikan seluruh pekerjaan diselesaikan sesuai prosedur. Dalam kunjungannya, Wali Kota Rai Mantra mengatakan bahwa secara keseluruhan dan volume pekerjaan pembangunan tahap I Pasar Badung telah selesai 100 persen.
MBP/ist
BUPATI BANGLI - Kabupaten Bangli berhasil meraih peringkat B (Baik) dalam penilaian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 2017. Penghargaan atas penilaian LAKIP diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Republik Indonesia Asman Abnur kepada Bupati Bangli I Made Gianyar di Nusa Dua Convention Center, Rabu (31/1). Atas capaian ini, Bupati Made Gianyar berharap jajarannya tidak cepat berpuas diri. Penghargaan ini harus dijadikan pemacu untuk lebih meningkatkan kinerja Pemerintah Daerah untuk kemajuan Kabupaten Bangli. 19 - 25 Februari 2018 19
MANCANEGARA
Masalah Bertubitubi Dera Venezuela
P
engadilan Pidana Internasional (ICC) tengah memeriksa tuduhan kekerasan berlebihan dan pelanggaran lainnya oleh pemerintah Venezuela dalam menanggapi demonstrasi anti rezim yang berujung kematian. Hal tersebut dikatakan oleh jaksa penuntut internasional. Pemeriksaan pendahuluan oleh pengadilan yang berbasis di Belanda adalah langkah pertama untuk meluncurkan penyelidikan terhadap apa yang oleh jaksa ICC Fatou Bensouda disebut sebagai tuduhan kekuatan berlebihan oleh pasukan keamanan negara terhadap lawan Presiden Nicolas Maduro. Jaksa ICC mengatakan, kantornya juga memeriksa perang brutal Presiden Filipina Rodrigo Duterte terhadap obat-obatan terlarang. “Keputusan tersebut muncul setelah melakukan peninjauan yang hati-hati, independen dan tidak memihak atas dugaan kejahatan oleh pemerintah Maduro untuk menghentikan demonstrasi dan kerusuhan politik sejak April 2017,� kata Bensouda dalam sebuah pernyataan.
20
19 - 25 Februari 2018
“Sebagai tambahan, ICC akan memeriksa penangkapan terhadap ribuan anggota oposisi yang terbaru atau yang mengetahui, termasuk beberapa yang diduga mengalami penganiayaan serius dan perlakuan buruk dalam penahanan,� menurut pernyataan tersebut. Bensouda mencatat bahwa pengadilan tersebut juga telah menerima laporan bahwa kekerasan oleh pemrotes telah mengakibatkan kematian atau cedera pada aparat keamanan. Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab membela pemerintah, dengan menyebut informasi yang diandalkan Bensouda untuk meluncurkan pemeriksaan biasa. Dalam serangkaian tweet, Saab mengatakan bahwa Venezuela siap untuk membela tindakannya dan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia. Direktur Amerika untuk Human Rights Watch, Jose Miguel Vivanco, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jaksa penuntut internasional mengirimkan pesan yang kuat bahwa kantornya melacak pelanggaran mengerikan pemerintah Ma-
duro. Kelompok hak asasi manusia tersebut mengatakan bahwa Venezuela secara sistematis menggunakan perlakuan brutal, termasuk penyiksaan, terhadap pemrotes anti-pemerintah dan lawan politik. Pada bulan Agustus, kantor hak asasi manusia PBB menuduh pasukan keamanan Venezuela menggunakan kekuatan yang berlebihan dan dengan sewenang-wenang menahan ribuan orang. Lebih dari 120 orang tewas dalam insiden yang berkaitan dengan demonstrasi sejak musim semi lalu. Para kritikus menuduh Maduro secara tidak sah mengkonsolidasikan kekuasaan, termasuk memasukkan para loyalisnya ke Mahkamah Agung dan mengadakan pemilihan untuk majelis legislatif baru yang sebenarnya hanya diikuti oleh para pendukungnya. Bulan lalu, Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada tujuh pemimpin Venezuela. Mereka dituding telah merongrong demokrasi. Uni Eropa juga melarang penjualan senjata ke Venezuela pada bulan November. Pemerintahan Trump juga telah memberi sanksi kepada sejumlah pemimpin
Venezuela. Pada bulan Agustus, Amerika Serikat juga menerapkan sanksi keuangan yang ketat kepada Venezuela. Hal ini telah membuat negara tersebut menderita krisis ekonomi. Inflasi yang mencapai 2.600 persen berakibat pada mata uang Venezuela Bolivar tidak lagi bernilai di masyarakat. Negara yang sebelumnya berkelimpahan ini akhirnya harus masuk ke jurang kekacauan. Perekonomian negara Amerika Latin tersebut berada di ambang kehancuran , banyak ekonom dan bankir bank sentral menyebut kondisi inflasi yang dialami Venezuela sebagai hiperinflasi. Istilah ini biasanya digunakan untuk mendeskripsikan kondisi di mana harga konsumen naik setidaknya 50 persen dalam sebulan. Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan inflasi Venezuela mencapai sekitar 13.000 persen pada tahun 2018. Lalu, apa sebenarnya penyebab kondisi inflasi yang mencengangkan yang terjadi di Venezuela tersebut? Rendahnya harga minyak, menurunnya produksi minyak, serta kesalahan pengelo-
laan ekonomi secara umum telah membebani pemerintah Venezuela. Defisit anggaran negara tersebut mencapai 20 persen dari produk domestik bruto (PDB). Nilai tukar mata uang bolivar juga merosot tajam. Pada tahun lalu, uang kertas dengan denominasi tertinggi pun dinaikkan menjadi 100.000 bolivar. Di pasar gelap, nilai tukar bolivar melemah 99,6 persen terhadap dollar AS sejak awal tahun 2016. Meski uang kertas baru telah dialirkan ke ekonomi secara deras, namun produksi barang domestik telah anjlok dan biaya impor dalam mata uang lokal meroker, kombinasi inilah yang membuat konsumen tidak bisa mengimbangi harga barang yang terus melesat naik. Hiperinflasi dapat membuat hidup terasa sangat berat dan menjalankan bisnis tidak nyaman. Kondisi ini pun biasanya tidak bisa ditoleransi dalam jangka waktu lama, kerap berujung pada perubahan dalam pemerintahan atau setidaknya penerbitan kebijakan ekonomi baru. Namun, Presiden Nicolas Maduro tampaknya tak bergeming dengan kondisi
inflasi Venezuela yang kian mengkhawatirkan. Ia malah terus bertahan di tampuk pemerintahan, lebih lama dibandingkan yang dibayangkan banyak orang. Dari beberapa episode hiperinflasi yang pernah terjadi di seluruh dunia, sekitar separuhnya berakhir dalam jangka waktu setahun. Selain itu, hanya sepersepuluhnya yang berlangsung selama lebih dari enam bulan. Kasus hiperinflasi terlama yang pernah terjadi adalah di Nikaragua. Kala itu, kenaikan harga secara ekstrim terjadi selama hampir 5 tahun, yakni dari tahun 1986 sampai 1991. Alhasil, warga Venezuela harus melakukan berbagai upaya untuk bisa bertahan hidup. Harga kebutuhan pokok yang melambung membuat tak sedikit warga Venezuela menempuh cara terbilang miris untuk bisa mengisi perut dan menjauhkan diri dari kelaparan. Ada yang sampai memulung barang-barang kotor di sungai. Solusi harus segera ditemukan untuk hal ini. l Gugiek Savindra 19 - 25 Februari 2018
21
DAERAH
Senderan Pura Bukit Sari Amblas
Satu Warga Tewas Tertimbun
S
uasana gotong-royong di jaba Pura Bukit Sari, Lingkungan Roban Kelurahan Bitera, Gianyar, Senin (5/2) berubah menegangkan. Pasalnya, senderan di sebelah utara pura tersebut amblas dan menimbun sejumlah krama setempat. Satu orang warga bernama Wayan Suaska (48) tewas tertimbun material senderan. Sementara satu warga lainnya, Made Runda (51) mengalami luka berat. Ratusan krama desa setempat memadati jaba pura Bukit Sari sekitar pukul 15.30 Wita. Sebagian warga bersama petugas BPBD Gianyar bergotong-royong membantu proses evakuasi korban tertimbun material.
MBP/nik
Petugas melakukan evakuasi terhadap korban yang tertimbun material senderan Pura Bukit Sari yang amblas.
22
19 - 25 Februari 2018
Saksi mata yang selamat saat kejadian itu Ketut Ruta, menerangkan pengerjaan senderan itu dilakukan oleh puluhan warga di Lingkungan Roban sejak pagi. Warga ada yang mengangkat batu dan menyiapkan material. Sebelum kejadian, Ruta mengaku sempat mengecek dasar senderan. Senderan yang dikerjakan ini tepat bersebelahan dengan senderan lama. Ruta menyebutkan, saat penggalian untuk senderan baru itulah posisi dirinya berada di sebelah Wayan Suaska dan Made Runda. Sekitar pukul 15.00 Wita, secara tiba-tiba senderan lama amblas. ‘’Tidak ada kode apa-apa, tiba-tiba saja amblas,’’ bebernya. Akibat kejadian itu, bagian kanan tubuh Ruta terjepit beton yang sebelumnya merupakan senderan lama pura tersebut. ‘’Sebenarnya saya mau menarik teman yang di sebelah, tapi tidak kesampaian hingga saya juga terjepit,’’ ucapnya. Warga lainnya yang ikut ngayah di lokasi itu pun bergegas melakukan evakuasi, menarik tubuh Ruta. Untungnya Ruta bisa selamat tanpa ada luka serius. Sementara Suaska dan Runda tertimbun material. Warga setempat lantas melakukan evakuasi bersama petugas BPBD Gianyar. Runda yang tertimbun material berhasil diselamatkan sekitar pukul 15.15 Wita. Ketika dievakuasi, darah segar mengucur dari kepala kirinya. Dia pun lantas dilarikan ke RSUD Sanjiwani Gianyar. Kepala kiri Runda dijahit cukup panjang dari bagian jidat kiri hingga pipi atas. Tak berhenti di situ, petugas BPBD Gianyar bersama warga setempat masih harus berjibaku melakukan evakuasi terhadap Suaska yang masih tertimbun material senderan. Proses evakuasi ini berlangsung dramatis, sebab korban tertimbun material berupa beton. Selain itu, posisi korban juga cukup menyulitkan petugas karena mepet dengan bagian selatan bangunan saka nem di jaba pura tersebut. Diperlukan mobil derek untuk mengangkat beton yang menimpanya. Petugas juga melakukan pengeboran terhadap beton. Kepala BPBD Gianyar Anak Agung Oka Digjaya menyatakan, posisi korban cukup menyulitkan untuk dilakukan evakuasi. Itu karena korban berada di bawah galian.
Kemudian jasadnya tertimbun di antara senderan dan bale saka nem (bale dengan enam tiang). ‘’Posisinya di bawah sekali. Petugas harus mengambil bebatuan yang menimbun dulu, menyisihkan tanah baru mengangkat korban,’’ ujarnya. Evakuasi terhadap Suaska berlangsung sekitar dua jam lebih. Sekitar pukul 17.00 Wita, bagian tubuh Suaska sempat terlihat. Ketika akan diangkat dan menyisihkan bebatuan, ternyata senderan di atasnya kembali longsor. Saat evakuasi secara manual dilakukan, tubuh Suaska kembali tertimbun. Ratusan warga yang menyaksikan proses evakuasi pun gelisah lantaran lamanya proses evakuasi. ‘’Alat berat sulit masuk kemari, karena posisinya sulit,’’ jelas Oka Digjaya. Proses evakuasi baru tuntas sekitar pukul 17.30 Wita. Ironisnya, saat berhasil diselamatkan korban yang mengenakan baju merah ini sudah tidak bernyawa. Ambulan yang sudah berjaga di lokasi tersebut lantas membawa jasad korban ke RSUD Sanjiwani Gianyar. Menurut Wakil Panitia Pembangunan Pura, Wayan Sukerta, saat gotong-rotong membangun senderan tebing baru sudah ada tanda aneh berupa angin kencang yang menerpa areal pura. ‘’Saya sudah sarankan berhenti kerja dulu, istirahat. Kita lanjutkan merancang besi untuk beton cor,’’ jelas Sukerta. Terkait insiden ambruknya senderan ini, warga setempat akan berembuk dengan prajuru desa setempat. ‘’Kami akan rembuk dulu. Ini juga keluarga saya. Apakah akan dilanjutkan lagi atau menggelar upacara dulu,’’ ujar Sukerta. Dijelaskan Sukerta, kejadian itu memang di luar dugaan. Sukerta mengakui proses pengerjaan sudah sesuai rencana. Pengerjaan sebelumnya pada senderan yang di bagian timur sudah jadi, dilakukan dengan cara yang sama, yakni di bawah senderan digali dulu lalu dibuat beton. Ditegaskannya, saat senderan di bagian timur dibangun, tidak ada masalah. ‘’Yang di timur itu karena retak makanya dibenahi. Lalu kami lanjutkan di sebelah baratnya. Tapi begini jadinya,’’ jelasnya. l Manik
MBP/nik
Pengungsi di Posko Lapangan Sutasoma yang bersiap untuk pulang, Selasa (6/2).
Pengungsi di Bangli dan Gianyar Pulang, Posko Kosong PULUHAN pengungsi asal Banjar Daya Desa Ban, Kubu, Karangasem yang mengungsi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kayuambua, Susut, Senin (5/2) pulang ke kampung halaman secara mandiri. Pengungsi yang pulang sebanyak 36 orang atau 11 Kepala Keluarga (KK). Demikian pula pengungsi yang tinggal di Posko Lapangan Sutasoma, Sukawati memilih pulang. Posko pun mulai dikosongkan. Para pengungsi pulang atas permintaan sendiri karena melihat aktivitas Gunung Agung terus menurun. Proses pemulangan pengungsi difasilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli I Ketut Agus Sutapa seizin Komandan Posko Letkol Cpn. Andy Pranoto mengungkapkan, dengan kepulangan puluhan pengungsi tersebut, jumlah pengungsi yang masih bertahan di Gedung SKB saat ini tercatat 207 jiwa. ‘’Sekarang ini tidak ada lagi warga dari Banjar Daya yang mengungsi di SKB. Sekarang warga yang masih bertahan di pengungsian di SKB adalah warga dari Banjar Bonyoh Desa Ban. Mereka sudah ada rencana untuk tetap bertahan di pengungsian sampai hari raya Nyepi, Maret mendatang. Jika memang nantinya aktivitas Gunung Agung menurun dan status diturunkan, kemungkinan mereka bisa kembali ke kampungnya,’’ kata Agus Sutapa. Untuk pengungsi di Posko di TK/SD International di Kelurahan Kubu, kata Agus Sutapa, sampai saat ini jumlah yang masih
bertahan sebanyak 341 jiwa yang berasal dari Dusun Kesimpar Desa Besakih, Dusun Daya dan Dusun Pura, Desa Sebudi serta Dusun Keladian Desa Pempatan. ‘’Sebenarnya memang ada warga yang wilayahnya di luar radius 6 km yang bertahan di pengungsian. Karena mereka masih dilanda rasa was-was, akhirnya mereka memutuskan untuk tetap mengungsi seiring aktivitas Gunung Agung masih tinggi dan status masih level IV. Jadi, kalau dijumlahkan, pengungsi di Bangli sebanyak 548 jiwa,’’ jelasnya. Di sisi lain, salah seorang pengungsi, Komang Mariani bersama anggota keluarganya mengaku memutuskan pulang karena melihat pengungsi lainnya sudah banyak kembali ke Karangasem. ‘’Pengungsi lainnya semua pulang, jadi kami memutuskan pulang ke rumah di Desa Buana Giri Kecamatan Bebandem,’’ ucapnya, Selasa (6/2). Lantaran hampir seluruh pengungsi sudah pulang, Mariani pun mengaku tidak enak menempati posko pengungsian bersama pengungsi lainnya yang jumlahnya tidak seberapa. Mereka tidak mau lebih lama memberatkan petugas posko. ‘’Kalau hanya harus melayani kami, kan kami jadi tidak enak. Apalagi petugas di sini baik sekali. Kami sangat berterima kasih, sekarang kami pulang pun dibekali minyak, beras dan beberapa barang lainnya diberikan kepada kami untuk dibawa pulang,’’ katanya. Pengungsi yang tinggal di Posko Lapan-
gan Sutasoma sejak lima bulan lalu ini juga ingin melepas rindu akan kampung halaman. Disinggung kekhawatiran meningkatkanya aktivitas Gunung Agung, Mariani mengaku hanya bisa pasrah. Apabila aktivitas Gunung Agung meningkat, dia mengaku akan mengungsi ke posko pengungsian terdekat. ‘’Kalau kemarin gempanya membuat kami takut. Kami berdoa saja semoga tidak ada aktivitas gunung lagi,’’ ujarnya. Hal senada disampaikan pengungsi lainnya, Ni Wayan Nurji. Dia berharap Gunung Agung kembali normal sehingga aktivitas warga bisa berjalan seperti biasa. Pengungsi yang sejak dua bulan lalu tinggal di Posko Lapangan Sutasoma ini pun mengaku bahagia bisa pulang ke Desa Karangsari, Kecamatan Selat. ‘’Ya bahagia sekali bisa pulang, bisa berkumpul lagi seperti dulu,’’ katanya. Sementara itu, Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya mengungkapkan, sebelumnya sisa pengungsi di Posko Lapangan Sutasoma hanya tercatat 23 orang. Namun semuanya memutuskan untuk pulang. ‘’Kalau memang mereka ingin pulang, kita fasilitasi. Kita antar mereka ke Karangasem,’’ ungkapnya. Terkait tidak adanya pengungsi di posko yang berdiri sejak 23 September 2017 itu, pihaknya pun turut serta berkemas. Sejumlah barang yang sebelumnya digunakan sudah dibersihkan. l Ekananda/Manik 19 - 25 Februari 2018
23
K E S E H ATA N
Mengenal dan Peduli Autisme
B
aru-baru ini kita mendengar terjadi aksi bullying terhadap salah satu mahasiswa penyandang disabilitas lebih tepatnya autisme di sebuah Universitas besar di Jakarta. Mendengar berita ini, sangat miris rasanya mengingat kita berada di dalam suatu negara yang dikenal tingkat toleransinya tinggi. Namun, hal ini memang terjadi dan kemungkinan tidak hanya di satu tempat bahkan di tempat-tempat lain yang tidak terekspos. Berkaitan dengan hal ini, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, termasuk upaya penyadaran masyarakat terhadap permasalahan yang berkaitan dengan kaum disabilitas. Wujudnya adalah dengan memperingati Hari Disabilitasi Internasional pada tanggal 3 Desember 2017 kemarin. Tema Hari Disabilitas Internasional 2017 di Indonesia yaitu menuju masyarakat inklusif, tangguh dan berkelanjutan sesuai UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang
24
19 - 25 Februari 2018
Disabilitas. Pemilihan tema ini berdasarkan masih banyaknya persoalan-persoalan yang dihadapi kaum disabilitas, seperti perlakuan diskriminatif dan rendahnya tingkat kesejahteraan mereka. Menurut Konvensi Hak Penyandang Disabilitas/Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD), yang menjadi penyandang disabilitas adalah orang/anak dengan kebutuhan khusus (ABK), salah satunya Autisme. Autisme berasal dari kata “autos� yang berarti segala sesuatu yang mengarah pada diri sendiri. Dalam kamus psikologi umum, autisme berarti preokupasi terhadap pikiran dan khayalan sendiri atau dengan kata lain lebih banyak berorientasi kepada pikiran subjektifnya sendiri daripada melihat kenyataan atau realita kehidupan sehari-hari. Autis merupakan gangguan neurobiologis yang berat sehingga gangguan tersebut mempengaruhi bagaimana anak belajar, berkomunikasi, keberadaan anak dalam
lingkungan dan hubungan dengan orang lain (The Association for Autistik Children in WA, 1991). Data United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menunjukkan pada tahun 2011 rata-rata 6 dari 1000 orang mengidap autisme dengan jumlah 35 juta orang penyandang autisme di seluruh dunia. Ini berarti rata-rata enam dari 1000 orang di dunia mengidap autis. Kelainan autisme di Amerika Serikat sebesar empat kali lebih sering ditemukan pada anak lelaki dibandingkan anak perempuan dan lebih sering banyak diderita anak-anak keturunan EropaAmerika dibandingkan yang lainnya. The Centre for Desease Control (CDC) telah melaporkan 2-6 per 1000 anak-anak. Selama tahun 2000-2001 terdapat lebih dari 15.000 anak-anak berusia 3-5 tahun dan lebih dari 78.000 anakanak berusia 6-21 tahun di Amerika Serikat adalah autistik sebagaimana didefinisikan
dalam Individual with disability Education Act (IDEA). Jumlah ini termasuk rendah dari jumlah kenyataan karena para siswa sekolah khusus atau home schooling tidak termasuk. Isu anak autis di Indonesia muncul sekitar tahun 1990-an. Angka penderita autis di Indonesia mencapai angka 7000 orang pada tahun 2004. Diperkirakan jumlah autis setiap tahunnya akan mengalami peningkatan sebesar 5%. Jumlah penderita autis di Indonesia pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 2,4 juta orang. Hal itu berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah kasus autis mengalami peningkatan yang signifikan, di tahun 2012 terjadi peningkatan yang cukup memprihatinkan dengan jumlah rasio 1 : 88 orang anak yang mengalami autis. Pada tahun tersebut jumlah penduduk Indonesia mencapai 237,5 juta orang dengan laju pertumbuhan 1,14%. Pada tahun 2013 diperkirakan terdapat lebih dari 112.000 anak yang menderita autisme dalam usia 5-19 tahun (Syahrir, 2012).Angka kejadian autisme di Provinsi Bali mencapai 5,8% tiap tahunnya dan peningkatan jumlah anak yang menderita autisme di kota Denpasar mencapai 0,15% setiap tahunnya (Putra, 2014). Angka ini tentu akan terus meningkat jika tidak dilakukan penanganan dengan baik. Peningkatan jumlah penderita autisme yang tajam menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai penyebab gangguan tersebut. Hingga saat ini ada beberapa penyebab autisme yang dikemukakan oleh beberapa ahli yaitu faktor psikogenik dan faktor biologis dan lingkungan. Faktor psikogenik ditemukan tahun 1943 oleh Leo Kanner, autisme diperkirakan disebabkan pola asuh yang salah. Kasus-kasus perdana banyak ditemukan pada keluarga kelas menengah dan berpendidikan, yang orang tuanya bersikap dingin dan kaku pada anak. Kanner beranggapan sikap keluarga tersebut kurang memberikan stimulasi bagi perkembangan komunikasi anak yang akhirnya menghambat perkembangan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak. Penelitian tentang faktor organik menunjukkan adanya kelainan/keterlambatan dalam tahap perkembangan anak autis sehingga autisme kemudian digolongan sebagai gangguan dalam perkembangan (developmental disorder) yang mendasari pengklasifikasian dan diagnosis autisme. Kondisi lingkungan seperti kehadiran virus dan zat-zat kimia/ logam dapat mengakibatkan munculnya autisme. Zat-zat beracun seperti timah (Pb)
dari asap knalpot mobil, pabrik dan cat tembok; kadmium (Cd) dari batu baterai serta turunan air raksa (Hg) yang digunakan sebagai bahan tambalan gigi (Amalgam). (Autism Society of America, 2000 dalam Handojo, 2003). Gejala autisme timbul sebelum anak mencapai usia 3 tahun. Pada sebagian anak gejala gangguan perkembangan ini sudah terlihat sejak lahir. Seorang ibu yang cermat dapat melihat beberapa keganjilan sebelum anaknya mencapai usia satu tahun. Yang sangat menonjol adalah tidak adanya kontak mata dan kurangnya minat untuk berinteraksi dengan orang lain. Perkembangan yang terganggu pada anak yang mengalami autisme, meliputi gangguan komunikasi, gangguan interaksi sosial timbulnya gangguan kualitas interaksi sosial, gangguan perilaku, gangguan sensoris, gangguan pola bermain, dan gangguan emosi. Gangguan perkembangan tersebut, tidak semua muncul pada setiap anak autisme, tergantung dari berat ringannya gangguan yang diderita anak (Saragih, 2011). Tipe-tipe autisme, meliputi: berdasarkan perilaku yaitu Aloof; anak autis yang berusaha menarik diri dari kontak sosial dengan orang lain dan lebih suka menyendiri, Passive; anak autis yang hanya menerima kontak sosial tapi tidak berusaha untuk menanggapinya, dan Active but odd; anak autis yang melakukan pendekatan tapi hanya bersifat satu sisi saja dan bersifat aneh. Berdasarkan tingkat kecerdasan, meliputi: Low functioning (IQ rendah); Anak autis tipe low functioning tidak dapat mengenal huruf dan membaca. Tuntutan yang paling penting adalah kemandirian yang bersifat basic life skills, misalnya cara menggunakan sabun, menggosok gigi dan sebagainya, dan High functioning (IQ tinggi); Anak autis tipe high functioning memiliki komunikasi yang baik, pintar, sangat senang dan berminat pada satu bidang, tetapi kurang berinteraksi sosial (tidak bisa bersosialisasi). Berdasarkan munculnya gangguan, meliputi: Autisme klasik; autisme yang disebabkan kerusakan saraf sejak lahir. Kerusakan saraf disebabkan oleh virus rubella (dalam kandungan) atau terkena logam berat (merkuri dan timbal), dan Autisme regresif; autisme yang muncul saat anak berusia antara 1224 bulan. Perkembangan anak sebelumnya relatif normal, namun setelah usia dua tahun kemampuan anak menjadi merosot (Autism Society of America, 2000 dalam Handojo, 2003). Hasil kajian implementasi penanganan
anak berkebutuhan khusus yang dilakukan di 4 (empat) provinsi (Kalimantan Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan DKI Jakarta) tahun 2010, menunjukkan keberadaan anak berkebutuhan khusus termasuk anak autisme masih merupakan beban bagi keluarga (Kemeneg PP dan PA, 2011). Penanganan anak autisme memerlukan kerjasama dari berbagai pihak. Penanganan tidak berpusat pada upaya pengobatan saja namun telah dimulai secara dini melalui upaya deteksi dan intervensi dini. Orang tua sebagai pengasuh utama menjadi kunci dalam pemenuhan hak anak penyandang autisme sejak terdeteksi mempunyai gejala autisme sampai mencapai kesembuhan yang optimal. Jenis-jenis penanganan autisme, meliputi: mengikuti terapi perilaku (terapi okupasi, terapi wicara, dan sosialisasi dengan menghilangkan perilaku yang tidak wajar), terapi biomedik (obat, vitamin, mineral, food supplements), sosialisasi ke sekolah regular, dan sekolah (pendidikan) khusus. Sekali lagi, sangat perlu dipahami oleh para orang tua, bahwa terapi harus dimulai sedini mungkin sebelum usia 5 tahun. Perkembangan paling pesat dari otak manusia terjadi pada usia sebelum 5 tahun, puncaknya terjadi pada usia 2-3 tahun. Oleh karena itu, penatalaksanaan terapi setelah usia 5 tahun hasilnya berjalan lebih lambat. Pada usia 5-7 tahun perkembangan otak melambat menjadi 25% dari usia sebelum 5 tahun. Peluang kondisi anak autisme untuk “membaik� cukup besar, oleh karenanya para orang tua harus selalu bersikap optimis. Suatu catatan penting yang sangat perlu diperhatikan: Kiranya jangan sampai terjadi bahwasanya seorang anak yang seharusnya masih memiliki peluang untuk “membaik� menjadi hilang peluangnya hanya disebabkan oleh pilihan orang tua yang salah menentukan penanganan anaknya dan kurangnya dukungan lingkungan sekitar. Mari kita bersama tingkatkan kepedulian dengan penyandang Autisme dengan mulai mengenal AUTISME. l Ni Wayan Suarniti, SST., M.Keb1, Politeknik Kesehatan Denpasar Jurusan Kebidanan l dr. Wayan Citra Wulan Sucipta Putri, MPH2 Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas Ilmu Kedokteran Pencegahan (IKKIKP) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 19 - 25 Februari 2018
25
LENSA
TERMINAL UBUNG
Beberapa warga duduk-duduk di kursi tunggu di Terminal Ubung, Denpasar. Aktivitas warga di terminal ini terlihat minim, semenjak naik turun penumpang bus AKAP dipindahkan ke Terminal Mengwi.
MBP/eka
26
19 - 25 Februari 2018
OLAHRAGA
Mantan pemain sepak bola David Beckham berdiri di dalam kotak kaca yang berisi ribuan nyamuk. Adegan ini merupakan penggalan dari sebuah film pendek Inggris untuk kampanye antipenyakit Malaria : ‘Malaria No More UK.’
Kampanye Menumpas Malaria
M
alaria masih menjadi momok. Penyakit yang penyebarannya lewat gigitan nyamuk itu, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menewaskan sekitar 445 ribu jiwa setiap tahunnya, meski upaya penanggulangan telah dilakukan berulangkali. “Ini benar-benar tidak bisa diterima,” kata David Beckham, anggota dewan kelompok ‘Malaria No More UK’ dan Duta UNICEF. Aksi ‘Malaria No More UK’ adalah memproduksi film pendek yang dibintangi Beckham. Dalam film berjudul
“Malaria must die - so millions can live,” mantan pemain Manchester United dan Real Madrid itu, dimasukan dalam kotak kaca yang berisi ribuan nyamuk. Tidak hanya Beckham, sejumlah pesohor juga ambil bagian dalam kampanye melawan penyakit mematikan itu. Film tersebut utamanya akan disebar di 52 anggota negara Persemakmuran yakni bekas koloni Inggris. Diharapkan mereka mengandopsi kebijakan yang lebih tegas lagi dalam mengeliminasi penyakit itu. Tahun lalu WHO melaporkan kampanye terhadap penyakit ini terhenti akibat
dana yang tidak mencukupi dan penyakit ini diyakini tak lagi menjadi ancaman. Padahal dalam laporan sebelumnya yakni 2016, penyakit yang banyak melanda daerah tropis, itu diderita hampi 216 juta jiwa di 91 negara. Angka itu meningkat 5 juta kasus dibandingkan sebelumnya. Ironinya yang paling banyak menjadi korban adalah anak-anak dibawah usia lima tahun terutama di daerah-daerah miskin di wilayah Sahara Afrika, laporan Reuters. l Yudi winanto 19 - 25 Februari 2018
27
OLAHRAGA
Pendamping Pembalap Jelang Start KERAMAIAN di belakang garis start jelang lampu hijau menyala di Grand Prix Formula 1 mulai musim ini ditandai tidak adanya Grid Girls. Sebagai gantinya federasi otomotif internasional (FIA) akan mengerahkan Grid Kids untuk mendampingi para pembalap. Ini bukan tanpa alasan. Ini berkaitan dengan relevansi dan kepentingan fans yang dalam hal ini adalah generasi muda pembalap. Nantinya, anak-anak itu dipilih berdasarkan prestasi atau pilihan asosiasi nasional olahraga otomotif setempat. Lebih diutamakan pada anak-anak yang
MBP/rtr
Ritual jelang balapan Formula 1.
28
19 - 25 Februari 2018
berlaga di kompetisi gokart atau seri balapan junior. Presiden FIA Jean Todt menjelaskan tampil di Formula 1 merupakan mimpi bagi semua anak-anak yang berkompetisi di balapan gokart di seri junior. “Dari balapan gokart menuju F1,� jelas Todt Direktur Pelaksana Divisi Komersial F1 Sean Bratches menyebut keputusan menggunakan anak-anak sebagai pendamping pembalap jelang start menjadi pengalaman baru yang tak terlupakan bagi yang bersangkutan dan keluarganya. Secara tidak langsung ini akan menginspirasi mereka menjadi pehlawan-pahlawan
masa depan F1. “Inspirasi untuk terus membalap, berlatih dan belajar. Jadi mereka bisa bermimpi suatu hari akan menjadi pembalap sebenarnya,� tambahnya. Balapan FormulaE juga telah memutuskan tidak lagi menggunakan perempuan-perempuan model untuk membawa payung dan mendampingi pembalap. Balapan mobil listrik itu menggunakan anak-anak atau pembalap junior sebagai pendamping pembalap seperti halnya terjadi di cabang olahraga sepak bola, laporan Reuters. l Yudi winanto
MBP/rtr
Mantan pembalap MotoGP Loris Capirossi hadir saat peluncuran motor baru untuk balapan MotoE World Cup Championship. Balapan motor listrik ini akan dimulai 2019.
Balapan yang Tak Berisik TAK hanya Formula 1 yang memiliki pesaing di arena balapan jet darat. Di balapan sepeda motor MotoGP juga akan menghadapi rival sejenis di musim 2019. Formula 1 yang mengandalkan bahan bakar konvensional, dihadapkan dengan balapan masa depan dengan hadirnya Formula E yakni kompetisi menggunakan mobil bertenaga listrik. Meski popularitas belum melejit, Formula E mampu memberi tawaran lebih futuristik soal adu kecepatan di darat dengan menggunakan kendaraan roda empat ini. Federasi balap motor (FIM) baru-baru ini di Roma meluncurkan jenis balapan baru : ‘FIM Enel MotoE World Cup.’ Balapan dikelas utama ini setara dengan MotoGP hanya saja menggunakan sepeda motor listrik. Kompetisi ini akan dimulai pada 2019. Dalam sekali seri akan ada 18 pembalap beradu cepat dengan menggunakan model motor serupa keluaran Energica. Soal kecepatan, motor ini cukup membanggakan. Motor dengan kekuatan 147 hp, mampu mencapai kecepatan 100km dari 0 hanya perlu 3 detik saja. Kecepatan maksimal motor ini mencapai 250
km/jam. Bagaimana dengan sistem penyimpanan tenaganya yakni baterai ? MotoE yang kini juga fokus untuk menurunkan berat kendaraan, memiliki baterai yang bisa di-charge 0-85 persen dalam kurang dari 30 menit. Setiap motor diprediksi mampu melaju dan bertahan hingga 10-12 putaran per lombanya. Mantan pembalap MotoGP Loris Capirossi yang hadir saat peluncuran, turut membantu proses pengembangan sepeda motor masa depan ini. Ini menjadi pengalaman baru sepanjang kariernya sebagai pembalap sepeda motor. “Sangat berbeda, karena saya mengendarai berbagai model sepeda motor. Saya memulai dari motor 2 tak hingga 4 tak dan kini elektrik,” ujar pembalap Italia itu yang senang dengan tenaga, tarikan gas dan juga suara tak berisik yang dihasilkan motor baru itu. Selain Capirossi, mereka yang hadir dalam peluncuran MotoE itu adalah Presiden FIM Vito Ippolito, CEO Dorna Carmelo Ezpeleta dan Enel CEO Francesco Starace. Sekitar tujuh tim MotoGP masingmasing akan menurunkan dua pembalap
untuk berlaga di MotoE musim depan. Sedangkan empat tim sisa diisi oleh pembalap Moto2 dan Moto3. Balapan diselenggarakan di seri tertentu gelaran MotoGP. Setidaknya, dengan diperkenalkan sepeda motor listrik ini akan menarik pengembang-pengembang teknologi masuk ke paddock serta sponsor yang saat ini diasosiasikan oleh pandangan umum sebagai penyokong balapan dengan bahan bakar yang ‘kotor dan berisik.” Salah satu pejabat yang terlibat dalam proyek MotoE menjelaskan pada website Crash.net bahwa sinyal kepindahan menuju balapan elektrik sudah nampak dan bila tidak segera disikapi akan diserobot pihak lain. “Sekali MotoE hadir dan mapan, dan ada permintaan, kami akan membuka kejuaraan dengan brand mesin listrik berbeda. Produsen baterai merupakan pabrikpabrik terbesar di dunia, tapi tak banyak masyarakat yang tahu keberadaannya. MotoE tergolong murah dan mudah bagi mereka untuk mengakses penonton global,” katanya. l Yudi Winanto 19 - 25 Februari 2018
29
OLAHRAGA
Made Yunita Dwiartini
Geluti Motocross dan Tari Modern DAUN jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah ini pas dengan sepak terjang Made Yunita Dwiartini dan sang adik I Nyoman Agus Denny Triartana Putra yang sama-sama menekuni grasstrack dan motocross. Bakat menunggang motor putri dan putra pasangan Kadek Suatana dan Ni Ketut Eko Widiani ini mengalir deras dari ayahnya. Yunita mulai belajar balap motor sejak duduk di bangku kelas V SDK Anugerah Denpasar. Ia dilatih bapaknya di Sirkuit Wahana Bali Adrenaline, Sidakarya. ‘’Saya memang suka tantangan dan olahraga yang memacu adrenalin yang biasa dilakukan kaum lak-laki. Tiap kali mengikuti lomba, saya pasti bersaing dengan kroser laki-laki,’’ ujar mahasiswa semester II Jurusan Manajemen FE Unud ini di Denpasar pecan lalu. Belajar balap setahun, Yunita sudah menjadi juara minimoto terbuka 110 cc di Sirkuit Tulikup, Gianyar. Ini berkat teori dan teknik balapan yang diajarkan oleh ayahnya. Batinnya merasa puas jika materi yang diajarkan sang papa bisa dipraktikkan di sirkuit dalam menaklukkan halangan dan rintangan yang becek dan berlumpur. Bakat Yunita di arena balap motor makin kelihatan saat duduk di bangku SMPN 3 Denpasar. Meskipun bersaing dengan kaum lelaki, ia berhasil merebut juara III pada kejuaraan motocross International Sport Week kelas special engine (SE) 85 cc di Sirkuit Pecatu. Selanjutnya gelar juara I direbutnya pada Kejuaraan Piala Bupati Tabanan di Sirkuit Kepuh. Yunita juga pernah menjadi juara III pada Kejuaraan Grasstrack di Sirkuit Bukit Sandik, Lombok, NTB, serta sempat mengikuti kejuaraan di Bondowoso, Jatim dan Lombok. Kecelakaan yang menyebabkan lengan kirinya patah dialaminya di Sirkuit Bukit Sandik ketika melintasi rintangan triple jumping dan masuk jurang. Musibah itu tidak membuatnya kapok. Ia bahkan mengikuti kejuaraan terbuka grasttrack dan motocross terbuka di Sirkuit Wahana Bali Adrenaline, 3-4 Februari lalu. ‘’Saya sekarang fokus turun dalam kejuaraan di Bali saja,’’ terangnya. Selain piawai menungang motor,
30
19 - 25 Februari 2018
Yunita juga hobi tari modern (modern dance). Ketika duduk di bangku SMAN 1 Denpasar (Smansa), ia menjadi ketua grup tari Capoerra Smansa Crew. Di bawah kepemimpinannya, Capoerra Smansa Crew berkali-kali merebut gelar juara I seperti Equilibrium Basketball League yang dihelat FE Unud. Sampai sekarang pun Yunita masih tetap menekuni tari modern bergabung
dalam grup di kampusnya, Sukit Dance Crew. Sejak duduk di bangku TK sampai SD, Yunita sebenarnya diarahkan oleh ibunya mengikuti peragaan busana. ‘’Dulu waktu kecil saya jadi model. Saya pernah merebut gelar juara pada Lomba Fotogenic,’’ kenangnya. l Daniel Fajry
MBP/ist
Made Yunita Dwiartini
PJSI Bali Jaring Atlet Junior PERSATUAN Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Bali menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Junior 2018 memperebutkan Piala KONI Bali di GOR Lila Bhuana, Denpasar, 26-28 Januari lalu. Ajang ini diikuti 365 pejudo putra dan putri dari Pengurus Kota (Pengkot) dan Pengurus Kabupaten (Pengkab) PJSI seluruh Bali serta 10 klub. Peserta berasal dari Pengkot PJSI Denpasar, Pengkab PJSI Badung, Tabanan, Buleleng, Karangasem, Klungkung, Bangli, Gianyar dan Karangasem. Satu-satunya pengkab yang absen adalah Jembrana. Para pejudo turun di empat kelompok umur (KU) masing-masing 10 tahun ke bawah, 13 tahun ke bawah, 16 tahun ke bawah dan 21 tahun ke bawah. Menurut Wakil Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PJSI Bali Nengah Sudiartha, Kejurprov Junior ini merupakan ajang rutin yang digelar setiap
awal tahun. Lewat event ini dijaring atlet muda atau pelapis tim utama yang ada sekarang. Pihaknya juga ingin memiliki database para atlet junior seperti halnya atlet Primada KONI Bali, juara Porprov Bali XIII/2017 dan pejudo yang biasa terjun di kejurnas. Para juara kejurprov merupakan tim lapis ketiga di judo Bali. Mereka diproyeksikan menggantikan atau meneruskan prestasi seniornya di ajang tingkat nasional. Selama ini atlet judo Bali disegani oleh daerah lainnya karena sering menjadi juara dalam kejurnas dan kejuaraan lainnya. Karena itulah anakanak tersebut akan dibina dalam Pelatda PJSI Bali. Salah satu ajang yang akan diikuti tahun depan adalah Kejurnas Piala Kartika yang mempertandingkan kategori junior dan senior. Kontingen Kota Denpasar tampil sebagai juara umum dengan mengoleksi 23
medali emas, 11 perak dan 6 perunggu. Kabupaten Badung membayangi di posisi kedua mendulang 8 emas, 4 perak dan 7 perunggu. Juara umum III direbut Klungkung yang menyabet 4 emas, 4 perak dan 9 perunggu. Atlet judo Denpasar memimpin perolehan medali sejak hari pertama (26/1). Mereka langsung mendulang 11 emas, 3 perak dan 2 perunggu, disusul Badung yang menyabet 4 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Enam emas Denpasar dihasilkan pejudo U-21. Selanjutnya Bangli dan Akeno Sport Judo (ASJ) sama-sama menggaet dua emas, diikuti Klungkung, Gianyar dan RBG yang masing-masing kebagian satu emas. Dominasi Denpasar berlanjut pada hari kedua dan ketiga, sehingga akhirnya keluar sebagai juara umum. l Mawa
MBP/wan
Dua pejudo cilik bertarung dalam Kejurprov Junior 2018 memperebutkan Piala KONI Bali di GOR Lila Bhuana, Denpasar. 19 - 25 Februari 2018
31
PENDIDIKAN
A
Cabut Moratorium Rekrutmen Guru PNS
da kabar baik bagi calon guru. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dikbud segera mencabut moratorium rekrutmen guru PNS. Hal ini terungkap pada Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PGRI di Batam, belum lama ini. Saat itu Konkernas PGRI mendesak agar pemerintah segera mengangkat guru PNS dan mencabut moratorium pengangkatan guru PNS. Termasuk mengangkat pegawai administrasi di sekolah. Menurut Ketua PGRI Bali Dr. Drs. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., saat ini Mendikbud sedang membuat regulasi untuk pengangkatan guru baru. Pada Konkernas PGRI yang digelar tanggal 1 - 4 Februari
lalu, Bali mengirim 78 guru dan pengurusnya. Konkernas V ini adalah forum organisasi setingkat di bawah kongres. Konkernas bertugas menilai pelaksanaan program kerja PGRI selama setahun, menyusun program berikutnya dan membahas isu aktual menyangkut guru dan pendidikan. Salah satu isu penting yang menjadi rekomendasi PGRI adalah soal pengangkatan guru PNS dan pegawai tata usaha (TU) di sekolah. Bahkan, PGRI Bali mendesak segera diadakan rekrutmen guru PNS baru mengingat adanya pensiun massal guru di daerah. Keluh kesah anggota PGRI di Konkernas ini, kata Aryasuda, akhirnya direspons positif oleh Mendikbud, Muhadjir Feffendy. Mendikbud mengakui kekurangan
MBP/dok
Dr. Drs. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd.
32
19 - 25 Februari 2018
guru secara masif. Tahun 2018 ini saja, kata dia, 70 persen guru akan pensiun. Kondisi ini membuat Kemendikbud segera membuat rancangan regulasi pengangkatan guru dengan rumus mengangkat sejumlah guru yang pensiun plus 50 persen yang dilakukan secara bertahap. Tiap tahun akan diangkat 100-150 ribu guru. Misalnya jika tahun ini jumlah guru yang pensiun 100 orang, yang diangkat adalah 150 orang guna mengisi kekosongan tahun lalu. Wenten Aryasuda mengaku merespons positif kebijakan ini. Bahkan, PGRI Bali setiap tahun menyuarakan aspirasi ini. Apalagi, Bali kini kekurangan banyak guru di semua jenjang pendidikan. Sementara pengangkatan tenaga administrasi pendidikan baru dilakukan oleh Pemkot Denpasar. “Usulan PGRI ini sudah lama, sekarang baru direspons dengan membuat regulasinya,� ujarnya. Wenten Aryasuda menyadari untuk mengimplementasikan pengangkatan guru PNS alias mencabut moratorium rekrutmen guru memerlukan waktu dan regulasi. Namun, Konkernas tetap mendesak agar pengangkatan guru baru sudah bisa dilakukan mulai tahun 2018 ini. Jika ini bisa dijalankan, kata dia, salah satu masalah penting pendidikan sudah mampu diatasi. Selain itu, kata Wenten Aryasuda, PGRI Bali juga merespons positif kebijakan Kemendikbud untuk merivisi aturan bahwa guru wajib mengajar dengan tatap muka 24 jam/minggu. Kini Mendikbud mengakui dan mengkonversikan tugas guru di luar mengajar. Misalnya, sebagai wali kelas dan pembina esktrakurikuler. Mendikbud menegaskan kewajiban guru 24 jam per minggu bukan hanya tatap muka, juga dikonversi dengan kegiatan guru lainnya pada sekolah yang kekurangan jam. Full day school akan menutupi kekurangan jam bagi guru. “Dengan demikian, tugas guru bukan hanya mengajar, tapi mendidik dan mengevaluasi,� katanya. l Sueca
MBP/rindra
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dan Kepala SMA/SMK negeri/swasta se-Bali saat diundang oleh Komisi IV DPRD Bali untuk memberi masukan tentang peningkatan kualitas pendidikan, belum lama ini.
Dewan Gulirkan Wacana Pendidikan Gratis DPRD Bali melalui Komisi IV tiba-tiba menggulirkan wacana pendidikan gratis. Khususnya di tingkat SMA/SMK negeri dan swasta yang kini menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah serta Kepala SMA/ SMK negeri dan swasta se-Bali bahkan diundang untuk memberi masukan di Wantilan DPRD Bali, beberapa waktu lalu. Seluruhnya memang menyatakan setuju dengan pendidikan gratis. Akan tetapi, wacana itu masih perlu dikaji secara cermat agar realistis dari segi anggaran dan tidak sampai membinasakan sekolah swasta. “Cita-citanya kan memang perintah undang-undang. Jadi ketika pemerintah mewajibkan wajib belajar 12 tahun, artinya ketika orang tidak mempunyai uang kan harus dibiayai. Dengan dibiayai pemerintah, semua orang bisa sekolah,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta.
Parta mengaku mendapatkan banyak masukan yang luar biasa dari Ketua MKKS maupun kepala sekolah dari 354 SMA/SMK negeri dan swasta di Bali. Utamanya mengenai kebutuhan anggaran untuk menyelenggarakan pendidikan gratis, termasuk klasifikasinya. Baik uang operasional, uang personal, uang untuk kegiatan lomba maupun biaya lainnya. “Untuk biaya operasional, usulan mereka kurang lebih sekitar Rp 7,2 juta per siswa kali jumlah siswa SMA/SMK seluruh Bali per tahun. Berapa APBD Bali harus menyiapkan, kita akan mulai tonggaknya dari APBD Perubahan 2018. Kalau tidak bisa seluruhnya, kita melangkah ke 2019 dan selanjutnya,” imbuh Politisi PDI-P ini seraya mengatakan segera membuat Perda tentang Pendidikan sebagai payung hukum dari kebijakan tersebut. Sementara saat pertemuan berlangsung, kepala sekolah maupun Ketua MKKS
secara umum sepakat dengan wacana pendidikan gratis. Hanya saja, nomenklatur gratis harus dibuat secara jelas dan jangan sebatas di sekolah negeri saja. Artinya, pemerintah juga harus membantu sekolah swasta untuk mewujudkan pendidikan gratis. “Pada prinsipnya, kami sangat setuju. Dengan catatan bahwa pemerintah dalam hal ini membiayai semua komponen yang harus dikeluarkan sekolah swasta. Kalau sekolah gratis, apa yang kami gunakan untuk membiayai sekolah, membayar guru dan memelihara gedung,” ujar Pengurus SMA Wisata Dharma Nusa Penida, Ngurah Surya Hadinata. Menurut Surya Hadinata, pendidikan gratis harus dirancang dengan jelas. Dalam hal ini, pemerintah mesti membina sekolah swasta, bukan malah membinasakannya. l Rindra 19 - 25 Februari 2018
33
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
WABUP KLUNGKUNG - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Klungkung, Rabu (31/1) hingga Kamis (1/2) dini hari tak hanya mengakibatkan tanggul Tukad Unda yang dibangun Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali– Penida tergerus. Namun juga banjir di Banjar Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan yang menggenangi rumah sejumlah warga. Hal tersebut ditinjau Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta. Sesuai pantauannya, Wabup asal Desa Akah, Klungkung ini menyatakan banjir tersebut disebabkan pendangkalan pada saluran irigasi Subak Kusamba yang berlokasi sangat dekat dengan kawasan permukiman.
PEMKOT DENPASAR - Pembangunan perekonomian dan perkembangan penduduk harus diikuti dengan pemeliharaan kelestarian lingkungan. Masalah sampah merupakan masalah klasik yang perlu diperhatikan dan segera diatasi. Begitu juga di Kota Denpasar, di mana jenis sampah yang dikeluarkan oleh industri maupun masyarakat adalah jenis organik dan nonorganik. Untuk itu, dalam membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan terutama dalam mengelola sampah yang benilai ekonomis, Pemerintah Kota Denpasar di bawah kepemimpinan Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara terus-menerus berupaya menanggulangi sampah terutama memerangi sampah plastik.
MBP/ist
MBP/ist
SMK TI BALI GLOBAL - Program unggulan SMK TI Bali Global Denpasar yakni WEP Competition 2018 tingkat SMP se-Bali semakin berkualitas. Selasa (6/2), WEP Competition 2018 dibuka Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd. Kasek Murjana mengungkapkan, WEP Competition merupakan agenda rutin tahunan OSIS SMK TI Bali Global Denpasar untuk memotivasi kreativitas generasi muda yang kini dikenal sebagai generasi milenial dalam mengaplikasi software serta menuangkan gagasan, ide kreatif dan SDM yang melek di bidang IT.
34
19 - 25 Februari 2018
STIKOM BALI - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Prof. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. mengungkapkan kekagumannya atas produk inovasi startup teknologi karya mahasiswa dan dosen STIKOM Bali. “Saya sangat bangga bisa datang di STIKOM Bali, kampusnya bagus, karya-karya mahasiswa dan dosen yang tadi diperlihatkan bagus-bagus. capain-capaiannya juga bagus dan bermanfaat bagi Indonesia. Bermanfaat bagi Indonesia lho, tidak hanya bagi Bali,” kata Prof. Mohamad Nasir dalam kuliah umumnya dengan tema “Membangun Start-up Menuju Revolusi Industri” di Kampus STMIK STIKOM Bali, Jumat (2/2).
MBP/ist
WABUP GIANYAR - Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra mengapresiasi lomba yel-yel mengawali lomba Jambore PKK peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-46 di Kabupaten Gianyar. Lomba yang diikuti oleh anggota PKK dari tujuh kecamatan di Gianyar, mengundang decak kagum penonton. Pasalnya, yel-yel yang menyampaikan 10 program pokok PKK ini disajikan dalam kemasan menarik. Mahayastra yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra nampak tertawa menyaksikan lomba yang digelar di depan Open Stage Balai Budaya Gianyar, Jumat (2/2).
MBP/ist
PEMKAB JEMBRANA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana kembali menorehkan prestasi positif berupa penghargaan terkait penyusunan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2017 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Asman Abnur. Penghargaan tersebut diterima langsung Asisten I, I Made Wisarjita di Nusa Dua, Badung, Rabu (31/1). Pemkab Jembrana menerima penghargaan predikat B dengan nilai 62,23. Penilaian ini lebih baik dari tahun sebelumnya hanya memiliki nilai CC.
MBP/ist MBP/ist
BUPATI KARANGASEM - Kerja sama perguruan tinggi (PT) dan pemerintah daerah pada era ini sudah menjadi tuntutan zaman. Demikian diungkapkan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat memberi sambutan sebelum menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (5/1) di Yogyakarta. Di hadapan Rektor UNY Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. dan jajaran pimpinan UNY, Dekan dan Ketua Program Studi, serta tamu dan undangan lainnya, IGA Mas Sumatri menegaskan Pemkab Karangasem sangat menaruh harapan besar pada kerja sama itu. Menurutnya, Kabupaten Karangasem ini sangat ingin untuk maju, mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan.
UNDIKNAS - Undiknas Graduate School (UGS) secara rutin menggelar acara bugar dan pemilihan Top 3 menjelang mulainya semester baru. Yang menarik, penyerahkan Top 3, Minggu (4/2), diawali jalan sehat dan bugar lewat senam yoga. Direktur UGS Undiknas yang juga Rektor Undiknas University Prof. Gede Sri Darma, DBA. Mengungkapkan, bugar bersama ini sebagai wahana untuk meningkatkan pasemetonan, sehat bersama serta memotivasi kerja dalam tim. Saat itu juga diperkenalkan mahasiswa MAP UGS dari Afrika Barat, Nigeria, Elele Emmanuel C. 19 - 25 Februari 2018
35
AKTIVITAS
Revisi majalah edisi 218
MBP/ist
UNUD - Universitas Udayana (Unud) memperkenalkan buku hasil karya akademisi Unud, Jumat (2/2) kemarin. Hasil karya ini merupakan hasil pemikiran dan riset para dosen dan guru besar yang ada di Unud. Launching buku karya akademisi tahun 2018 ini juga diisi pemaparan singkat isi buku yang disampaikan penulis. Acara peluncuran dibuka Rektor Unud yang diwakili Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan Kerja dan Informasi Prof. Dr. I.B. Wyasa Putra, S.H., M.Hum. Prof. Wyasa juga salah satu penulis buku yang karyanya masuk dalam potensi HKI (Hak Kekayaan Intelektual).
MBP/ist
BUPATI GIANYAR - Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra memberi selamat pada istri Sekda Gianyar. Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata melantik Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya, MM., sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gianyar di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Jumat (19/1). Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Gianyar No 821.2/06/BKPSDM tentang Pengangkatan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar.
BUPATI GIANYAR - Apel di Halaman Kantor Bupati Gianyar, Senin (5/2) terasa istimewa. Pasalnya apel yang dipimpin Bupati Gianyar A.A Gde Agung Bharata merupakan apel terakhir dirinya menjabat sebagai Bupati Gianyar. Karena pada tanggal 21 Pebruari nanti, Bupati Agung Bharata akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Gianyar periode 2013- 2018. Kesempatan terakhir ini digunakan Bupati Agung Bharata untuk berterimaksih pada seluruh ASN dan pimpinan OPD di Lingkungan Pemkab. BUPATI KLUNGKUNG - Aparatur Sipil Negara (ASN) kabupaten Klungkung dituntut untuk lebih inovatif dalam bekerja. Hal ini penting untuk menciptakan pembangunan daerah yang lebih baik. Demikian disampaikan Bupati I Nyoman Suwirta saat apel paripurna di Lapangan Puputan Klungkung, Senin (5/2). Pada apel yang dihadiri Wakil Bupati I Made Kasta dan Sekda I Gede Putu Winastra itu, orang nomor satu di bumi seombotan ini menegaskan beberapa tahun terakhir, pemkab telah melahirkan sejumlah program inovatif.
36
19 - 25 Februari 2018
19 - 25 Februari 2018
37
TRADISI
Makepung Lampit
Suka Cita Sebelum Tanam Padi
M
akepung lampit atau yang dikenal dengan makepung bawah (betenan) merupakan kesenian kuno di Jembrana yang belakangan kembali dikembangkan sejumlah masyarakat di Peh, Kaliakah, Kecamatan Negara. Selain berfungsi sebagai ajang latihan sebelum Makepung di sirkuit, Makepung Lampit ini juga menjadi daya tarik wisata yang agak jarang di Jembrana. Dibanding dengan makepung konvensional yang menggunakan cikar di sirkuit, makepung betenan atau akrab disebut makepung basah ini lebih ramah. Karena tidak berpacu/balapan, para joki cenderung jarang memecut kerbau hingga terluka. Atraksi ini pun lebih dapat diterima wisatawan mancanegara khususnya dari Benua Eropa. Makepung lampit sengaja mengambil lokasi di areal persawahan menjelang musim tanam padi. Menurut para tetua di Desa Peh, Kaliakah, konon, makepung betenan ini merupakan cikal bakal dari makepung yang dikenal saat ini dengan dasaran tanah berpasir atau kering. Karena berada di air dan lumpur, medan-
nya lebih sulit sehingga kerbau-kerbau lebih terkuras energinya ketika dipacu. Makepung ini mulai berkembang di Peh sekitar tahun 1920-1925, saat para petani di subak-subak akan mulai menanam padi. Dengan memanfaatkan sejumlah petak sawah, sepasang kerbau dengan seorang jokinya beradu sepasang kerbau lainnya dengan panjang lintasan 200-300 meter. Sepasang kerbau itu disatukan terikat dengan lampit (alat bajak) yang telah dimodifikasi lebih tipis dan landai. Pakaian para joki pun tidak mutlak memakai busana lengkap seperti makepung konvensional, bahkan kadang hanya memakai kamben dan bertelanjang dada. Namun, yang membedakan para joki tetap menggunakan penutup kepala (udeng) khas makepung. Begitu juga sepasang kerbau yang dipacu, aksesorinya lebih sederhana yakni hanya rumbing (aksesoris di kepala kerbau) dan bendera. Salah seorang penglingsir setempat, Mangku Ketut Lega, sempat mengatakan sejatinya makepung betenan ini hanya bisa digelar dengan tekstur tanah sawah yang tidak terlalu dalam.
Sehingga kerbau-kerbau bisa leluasa dipacu dan tidak terjerembab di lumpur. Tekstur sawah yang seperti itu baru didapati di sekitar Peh, Kaliakah dan memungkinkan untuk digelar makepung itu. Kegiatan ini sejatinya rutin digelar para petani dan pemilik kerbau sekitar Peh dan Manistutu sebagai latihan sebelum bertanding. Terutama saat menjelang musim tanam padi di subak-subak itu. Lomba juga sering digelar tapi saat musim tanam saja. Namun, berbeda dengan Makepung dengan sirkuit di mana yang dinilai adalah kecepatan, untuk Makepung lampit ini lebih ke keindahan gerakan kerbau dan joki. Sepasang kerbau itu harus berjalan lurus dan gaya kepala kerbau serta si joki saat bertanding. Atraksi kuno ini ternyata belakangan juga menarik minat para wisatawan dari luar negeri. Sehingga memacu semangat kelompok warga di Manistutu dan Peh untuk mengembangkan kesenian khas masyarakat agraris Jembrana ini. l Surya Darma
Salah satu peserta lomba Makepung Lampit sedang mempersiapkan kerbau yang akan dipacu di lumpur areal persawahan.
38
19 - 25 Februari 2018
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
MESIN APPO - Saat sebagian masyarakat Kabupaten Karangasem terpuruk atas musibah erupsi Gunung Agung, pihak Pertamina justru menggenjot peternak untuk meningkatkan produktivitas guna meningkatkan kesejahteraan mereka. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, salah satu yang dilakukan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina (Persero) TBBM Manggis, Kamis (1/2) lalu adalah memberikan bantuan mesin Alat Pembuat Pupuk Organik (APPO). Menurut Operational Head PT Pertamina TBBM Manggis Umayah AZ, pemberian mesin APPO pada peternak di Dusun Tenganan, Dauh Tukad, Manggis, Karangasem, ini untuk meningkatkan integritas ternak sapi.
WABUP BADUNG - Pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Badung Tahun 2019 terus bergulir. Rabu (7/2), giliran Kecamatan Mengwi yang menggelar Musrenbang Kecamatan di Kantor Camat Mengwi. Musrenbang Kecamatan Mengwi dibuka Kepala Bappeda I Made Wira Dharmajaya dan dihadiri Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa serta perbekel/lurah, BPD, Ketua Forum Pekaseh, Ketua Listibiya Kecamatan Mengwi, Ketua Karang Taruna dan Kepala Puskesmas. Musrenbang Mengwi mengangkat tema pembangunan Badung 2019 yaitu peningkatan investasi dan kualitas SDM serta pemantapan infrastruktur untuk percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
MBP/ist
BUPATI KLUNGKUNG - Pasar Semarapura sangat strategis untuk mendukung perputaran perekonomian masyarakat Kabupaten Klungkung. Sejalan dengan itu, tahun ini pemkab merencanakan revitalisasi pada blok A dengan anggaran belasan miliar rupiah. Hanya, di kalangan pedagang, beredar isu, bangunan tersebut akan diperkecil. Bahkan hal ini dikabarkan menuai keresahan. Menanggapi hal itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung Wayan Ardiasa dan Kepala UPT Pasar Kabupaten Klungkung Komang Widyasa Putra menyatakan ukuran bangunan masih tetap mengacu sebelumnya dan perencanaannya tengah dalam proses.
MBP/ist
BUPATI BANGLI - Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dalam tata kelola keuangan desa, perbekel se-Bangli melaksanakan studi tiru ke Desa Pasirsari Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (6/2). Kegiatan yang dikoordinatori Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bangli I Dewa Agung Riana Putra itu dipimpin langsung Bupati Bangli I Made Gianyar. Dalam kunjungan itu, rombongan diterima Wakil Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, S.H. didampingi Kepala DPMD Kabupaten Bekasi Dra. Hj. AAT. Barhaty K, M.M., Camat Cingkareng Sopian Hadi dan Kepala Desa Pasirsari H. Lamjah Hertansyah. 19 - 25 Februari 2018
39
PROPERTI
Rumah Vertikal Terbentur Perda
S
alah satu solusi dari minimnya lahan untuk perumahan adalah dengan membangun rumah vertikal. Rumah vertikal juga diharapkan dapat menekan alih fungsi lahan. Di Bali, desain rumah vertikal terbentur dengan perda di mana bangunan tidak boleh lebih dari 15 meter. Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Bali Kadek Pranajaya mengatakan, rumah susun dengan apartemen sedikit abu-abu dari sisi perizinan. Berbicara desain rumah susun, di Bali terbentur dengan perda ketinggian bangunan yang tidak boleh lebih dari 15 meter. ‘’Dengan 15 meter ini apakah REI bisa berinvestasi untuk hal itu atau memang diubah aturannya? Idealnya untuk 10-20 tahun seperti apa? Apakah itu kita harus ubah perda atau memang ada kajian-kajian lain mengenai kebutuhan rumah saat ini,’’ bebernya. Ia juga mengemukakan tentang konsep rumah tumbuh. Karena 10-20 tahun mendatang, kebutuhan rumah akan berkembang seiring jumlah anak dan usia anak. Maka dari itu, perlu dipikirkan konsep rumah yang bisa direnovasi, tapi tidak mengganggu aktivitas lain. ‘’Ini perlu dikaji. Saya kira itu diatasi secara bersama seperti apa rumah tumbuh,’’ ujarnya. Desain perumahan juga harus memperhatikan tata ruang. Sehingga harus ada fasilitas lain di lingkungan rumah itu seperti tempat peribadatan, tempat pendidikan, ruang terbuka hijau perlu diadopsi dalam rumah susun. Desain rumah dan perumahan juga harus menerjemahkan fungsi-fungsi dari rumah. Rumah tidak hanya untuk tempat berlindung tetapi juga sebagai tempat berinteraksi sosial. Tidak hanya sebagai tempat tinggal saja tetapi tercakup semuanya. Jadi mereka bisa berinteraksi, berkomunikasi, bergaul dengan tetangga. Ketua Umum Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputa, S.H., M.H. mengatakan, membangun rumah harus memikirkan untuk membuat desain dan kebijakan mengurangi alih fungsi lahan. Jika konsep rumah susun menjadi solusi, Kadin meminta agar dibuatkan zonasi untuk hunian vertikal. ‘’Kalau boleh dalam zonasi itu, tidak hanya tinggi 15 meter tapi sudah lantai 10. Ini penting kita lakukan sehingga harga bisa lebih murah,’’ tandasnya. Selain itu juga harus diperhitungkan terkait transportasi. Karena kerugian yang diakibatkan dari transportasi jika karyawan hotel atau perusahaan jauh dari tempat bekerja jauh lebih banyak kerusakan yang ditimbulkan daripada tinggal di sekitar tempat bekerja.
40
19 - 25 Februari 2018
Dalam beberapa penelitian, aktivitas dan kinerja kerja mereka yang tinggal jauh menurun drastis. Daya kerja mereka sangat lamban dan kurang efektif. Kecelakaan yang ditimbulkan akibat tempat kerja yang jauh juga cukup tinggi. Mereka yang berusia 45 tahun ke atas, mulai mengkhawatirkan tempat bekerja yang jauh di atas 10 km. Di sisi lain, dewan diharapkan bersikap hati-hati dalam melakukan revisi Peraturan Daerah (Perda) RTRW, terutama menyangkut rencana penetapan wilayah yang diperbolehkan melampaui batas ketinggian bangunan 15 meter. Diperbolehkannya bangunan di atas 15 meter meski dibatasi, di masa datang dapat memicu perubahan secara luas. Selain itu, bangunan dengan tinggi maksimal 15 meter dianggap sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Pemerintah didorong untuk melakukan kajian mendalam, sebelum melakukan revisi Perda RTRW. Demikian disampaikan dosen Teknik Sipil Universitas Warmadewa Nyoman Gede Maha Putra, S.T., M.Sc., Ph.D., Selasa (6/2). Maha Putra mengatakan, hingga saat ini belum ada kajian yang benar-benar menyeluruh mengenai berapa sesungguhnya kebutuhan akan bangunan, baik untuk permukiman maupun perkantoran. ‘’Belum ada kajian yang menghitung dengan jelas berapa daya tampung maksimal yang tersedia dan berapa sebenarnya kebutuhan bangunan untuk masyarakat terutama di Bali Selatan,’’ kata dosen yang baru saja menyelesaikan doktoralnya di Oxford Brooks University Inggris bidang Urban Design. Dengan melakukan kajian, akan dapat ditentukan apakah bangunan vertikal di atas 15 meter benar-benar dibutuhkan. Saat ini saja, lanjut Maha Putra, belum banyak bangunan yang dibangun dengan tinggi pada batas atas yakni 15 meter. ‘’Kenapa tidak dibangun saja dengan batas maksimal yang sudah ada saat ini, sehingga tidak perlu sampai mengubah aturan baru melalui perda yang membolehkan bangunan di atas 15 meter,’’ katanya. Memperbolehkan adanya bangunan meski hanya bangunan tertentu saja di atas 15 meter, dalam jangka panjang akan menjadi acuan bahwa bangunan lainnya di Bali boleh melampaui 15 meter. Maha Putra lalu mengingatkan pemerintah bahwa dalam hal Perda RTRW yang diperlukan adalah ketegasan penegakan hukumnya. Saat ini penegakan Perda RTRW misalnya dalam hal ruang terbuka hijau sangat lemah. Banyak kawasan yang sebelumnya adalah jalur hijau diam-diam berubah menjadi kawasan permukiman. ‘’Yang perlu dilakukan mendesak adalah ketegasan dalam pemanfaatan ruang. Jangan sampai ruang terbuka hijau terus menyusut,’’ kata mantan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Unud ini. Selain itu, pemerintah perlu juga mewaspadai adanya agenda-agenda terselubung dari pengembang-pengembang besar yang ingin memanfaatkan Pulau Bali. ‘’Tidak tertutup kemungkinan, revisi Perda RTRW ini menjadi pintu masuk investor-investor properti besar untuk menjadikan Bali seperti Singapura,’’ tegas Maha Putra. Bali yang menjadi destinasi pariwisata dunia, dipastikan akan membuat investor properti mengincar lahan untuk dibangun dengan bangunan vertikal seperti apartemen atau hotel. l Maya/Winata
A KT I V I TA S
MBP/ist
STPBI - Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) sekaligus merangkap Direktur Sekolah Perhotelan Bali (SPB) Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. melepas mahasiswa untuk melaksanakan program internship di hotel-hotel mewah di Amerika Serikat. Sebagai permulaan, pada awal tahun 2018 STPBI memberangkatkan empat orang mahasiswa ke The Hyatt Regency Tamaya di New Mexico. Hyatt Regency Tamaya yang berlokasi di New Mexico, AS, merupakan resort yang mengombinasikan fasilitas mewah, budaya, sejarah dan pemandangan yang menakjubkan, sehingga mampu menciptakan sebuah pengalaman di resort dan spa.
MBP/ist
BUPATI GIANYAR - Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata memberikan penghargaan tertinggi di bidang seni, yaitu penghargaan Parama Satya Budaya dan Parama Satya Citra Kara kepada tiga tokoh seniman Gianyar yakni (alm) Tjokorda Gde Rai, (alm) Anak Agung Gde Ngurah Mandera dan I Ketut Budiana. Peyerahan penghargaan kepada seniman atau perwakilan, dilangsungkan di Balai Budaya Gianyar, Rabu (31/1). Penghargaan Parama Satya Budaya dan Parama Satya Citra Kara adalah penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemkab Gianyar kepada tokoh seniman, pelaku seni dan masyarakat yang layak diberikan penghargaan sesuai kriteria yang telah ditetapkan. 19 - 25 Februari 2018
41
A KT I V I TA S
MBP/ist
DEKRANASDA BADUNG - Sebagai mitra kerja Pemkab Badung, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung di bawah pimpinan Istri Bupati Badung Ny. Seniasih Giri Prasta terus mengambil peran optimal dalam rangka menyukseskan pembangunan, peningkatkan taraf hidup dan mensejahterakan masyarakat khususnya di sektor kerajinan. Hal ini sebagai upaya mendukung kebijakan Pemkab Badung yang berkomitmen dalam melaksanakan pembangunan secara menyeluruh dan terpola melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). Demikian kata Ketua Dekranasda Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, saat menghadiri Rapat Koordinasi Dekranasda Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinnaker) dengan perajin Badung di Puspem Badung, Jumat (2/1).
MBP/ist
KABUPATEN KARANGASEM - Kabupaten Karangasem kembali mendapat kesempatan emas untuk membangkitkan dunia pariwisata. Kesempatan mengkampanyekan Bumi Lahar aman itu melalui even International Cycling Marathon Tour De Indonesia GFNY 2018. Walaupun aktivitas Gunung Agung masih berada di level awas, namun kawasan rawan bencana kini hanya 6 km dari puncak Gunung Agung. International Cycling Marathon Tour De Indonesia GFNY 2018 ini untuk pertama kalinya sukses digelar level Asia di Lombok, Nusa Tenggara Barat dua tahun lalu pada GFNY 2016.
MBP/ist
PNB - Dari tahun ke tahun kinerja Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali (PNB) terus meningkat. Ke depannya kinerja ini diharapkan bisa semakin baik lagi, mengingat banyak dosen dan peneliti mulai ketagihan untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Tahun 2017, dari aspek penelitian dan publikasi peringkat PNB yang sebelumnya 156 naik menjadi ranking 9 Politeknik Indonesia. Peringkat ini diharapkan bisa ditingkatkan lagi tahun 2018. Menurut Direktur PNB Ir. Made Mudhina, M.T., kegiatan penelitian merupakan salah satu fokus di PNB untuk meningkatkan kinerja institusi. Untuk itu diharapkan semua dosen di PNB paham betul apa yang dicanangkan tahun 2018 terutama skema penelitian.
MBP/ist
BUPATI BANGLI - Bupati Bangli I Made Gianyar membuka Adventure Bayung Gede (ABG) 2018 di lapangan Desa Bayung Gede Kecamatan Kintamani, Sabtu (3/2). Kegiatan ini diselenggarakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bayung Gede dan bertujuan memperkenalkan objek wisata di Bayung Gede. Di antaranya hadir pada acara tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bangli, perwakilan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali, Dinas Pariwisata, Camat Kintamani, Kapolsek dan Danramil setempat. Bupati Made Gianyar dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada panitia ABG yang telah melaksanakan kegiatan ini.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
42
19 - 25 Februari 2018
MBP/ist
IPAI - Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) bekerja sama dengan Stikes Bali melaksanakan temu ilmiah nasional pada Sabtu (3/2). Tema yang diangkat dalam temu ilmiah kali ini adalah “Profesionalisme Penata Anestesi dengan Dokter Anestesi Dalam Pelayanan Anestesi yang Berlandaskan Regulasi Pemerintah�. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diprogramkan oleh DPP IPAI. Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Turut hadir dalam acara itu Ketua Stikes Bali, MTKI, IPAI Bali, staff ahli bidang hukum kesehatan Kementerian Kesehatan, dll.
MBP/ist
PEMKAB KLUNGKUNG - Bentuk penghormatan untuk pejuang Kabupaten Klungkung, salah satunya Ida Dewa Agung Istri Kanya terus bermunculan. Setelah patung lengkap dengan pagelaran festivalnya oleh Pemkab pertengahan 2017, kini dibuatkan lagu oleh musisi nasional, Dewa Budjana bersama Heny Janawati. Sekilas, liriknya menggambarkan perjuangannya melawan Belanda saat zaman penjajahan. Di hadapan panglingsir Puri Agung Klungkung Ida Dalem Semaraputra dan tokoh puri di Puri Agung Klungkung, Jumat (2/2), Dewa Budjana didampingi Heny Janawati memaparkan pembuatan lagu tentang pejuang wanita asal Klungkung ini.
MBP/ist
UNWAR - Dalam rangka meningkatkan kualitas institusi yang unggul, Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Unwar, Kamis (1/2). Semiloka yang berlangsung di Ruang Sidang Sri Kesari Unwar tersebut mengundang narasumber Ir. I Nengah Sujaya, M.Arg., Sc., Ph.D. yang dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota se-Bali. Penyusunan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Unwar melibatkan seluruh civitas akademika Unwar serta stakeholder internal dan eksternal terkait.
MBP/ist
WABUP KLUNGKUNG - Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Klungkung dalam bidang atletik maupun kesenian cukup besar. Bahkan beberapa di antaranya sudah mampu tampil dalam berbagai kejuaraan dan event hingga menorehkan prestasi gemilang. Hal tersebut menjadi perhatian untuk terus diberikan pembinaan. Demikian disampaikan Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Banjarangkan di Balai Banjar Pagutan, Desa Banjarangkan, Selasa (6/2). Wabup asal Desa Akah, Kecamatan Klungkung ini menyatakan Porsenijar menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap atlet maupun seniman. 19 - 25 Februari 2018
43
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
FKIK UNWAR - Kampus Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar) selalu dikejar calon mahasiswa baru. Tahun ini pola seleksi penerimaan calon mahasiswa baru dibuka lewat jalur PMDK dan jalur reguler. Pendaftaran calon mahasiswa baru FKIK Unwar gelombang I dibuka 5 Februari - 28 Maret dan gelombang II diadakan 7 Mei - 27 Juni 2018. Dekan FKIK Unwar dr. I Gusti Ngurah Anom Mhurdana, Sp.FK. didampingi Wakil Dekan III dr. I Made Sarmadi, MARS., Jumat (2/2), mengungkapkan tahun ini FKIK Unwar total menerima 100 mahasiswa dalam rekrutmen dua gelombang. Dari jumlah itu 50 persen diterima lewat jalur PMDK.
ARYA WEDAKARNA - Kerja sama mutual antara Bali dan India sesungguhnya dimulai sejak zaman kemerdekaan saat Bung Karno mengundang Perdana Menteri India Pandit Jawaharlal Nehru ke Tampaksiring, Gianyar. Sampai kapan pun kita tidak bisa melupakan jasa India yang merupakan salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI hingga dukungan India pada Konfrensi Asia Afrika, KTT Nonblok dan GANEFO. Sejak zaman keluhuran hubungan Nusantara dan India (Bharat) sudah sangat erat terutama saat penyebaran agama Hindu pada abad IV hingga Bali kini sebagai basis agama Hindu di Indonesia. Pesan Bung Karno yakni Jas Merah ingin diteladani oleh Senator DPD-RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III saat berbicara tentang pentingnya hubungan Indonesia dan India di masa kini dan masa depan.
MBP/ist
PERDIKNAS DENPASAR - Seminar nasional bertajuk ‘’Pengembangan Karakter Sumber Daya Manusia (SDM) yang Good Trust Smart (GTS) Melalui Pendidikan Keluarga’’ digelar di Auditorium Perdiknas Denpasar, Jumat (2/2) kemarin. Seminar ini terselenggara atas kerja sama Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar, Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum & Masalah Keluarga (YLBH MK) Kowani. Sedikitnya 200 peserta hadir dalam acara serangkaian HUT ke-49 Perdiknas Denpasar dan HUT ke-55 BKOW Provinsi Bali tersebut. Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. yang didaulat menjadi keynote speaker mengatakan, pemberdayaan SDM adalah sesuatu yang sangat vital dan utama serta mendesak untuk dituntaskan kalau betul-betul ingin mewujudkan masyarakat madani.
44
19 - 25 Februari 2018
MBP/ist
UNDHIRA - Belum banyak yang mengetahui jika area kerja Disc Jockey (DJ) telah masuk dalam daftar Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No.77 Tahun 2014. Dalam Peraturan Kemenakertrans tersebut yang pemberlakuannya ditetapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diputuskan bahwa SKKNI DJ berlaku nasional serta menjadi acuan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan profesi, uji kompetensi dan sertifikasi profesi. Melihat hal tersebut, Universitas Dhyanapura (Undhira) DJ Academy Bali membuka pelatihan sertifikasi profesi DJ untuk masyarakat umum yang memiliki hobi dan bakat DJ.
MBP/ist
STIKOM BALI - Sebanyak 19 mahasiswa dari tiga universitas di Prefektur Kumamoto, Jepang, mengunjungi Stikom Bali untuk pertukaran informasi di bidang pendidikan, IT dan budaya. Selain mendengarkan penjelasan tentang profil Stikom Bali, mahasiswa asal Negara Matahari Terbit ini mengikuti workshop tentang seni dan budaya Bali di Stikom Bali. Kehadiran 19 mahasiswa Jepang yang merupakan agenda dari Japan East Asia Network of Exchange For Students and Youth atau JENESYS 2017 Exchange Programme itu diterima oleh Konsul Jenderal Jepang di Bali Mr. Hirohisa Chiba, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti (Yayasan WDS-yang menaungi Stikom) Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., Ketua Yayasan WDS Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., Ketua Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan, pejabat struktural dan mahasiswa Stikom Bali.
MBP/ist
SENATOR WEDAKARNA - Aspirasi SMA Negeri 2 Denpasar terkait permohonan peminjaman lahan di atas tanah negara milik Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI yang terletak di dekat sekolah setempat yang ditunjukkan kepada Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa berbuah hasil dengan disetujuinya peminjaman sementara. Aspirasi yang disampaikan beberapa bulan lalu saat kunjungan kerja Komite III DPD-RI B65 Bidang Pendidikan ke SMAN 2 Denpasar, langsung ditindaklanjuti dengan rapat bersama Kantor Kemenkeu RI di DPD Bali dan surat rekomendasi persetujuan dari Senator Shri Arya Wedakarna pun dikirimkan ke Menteri Keuangan RI.
MBP/ist MBP/ist
FH UNDWI - Fakultas Hukum Universitas Dwijendra (FH Undwi) Denpasar bekerja sama dengan Universitas Surakarta menggelar seminar nasional bertajuk ‘’Restrukturisasi Hukum Adat Dalam Pembangunan Hukum Nasional’’, Jumat (2/2). Seminar yang diikuti 450 mahasiswa FH Undwi dan FH Universitas Surakarta itu dibuka Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Tampil sebagai pembicara Rektor Undwi Putu Dyatmikawati yang menyampaikan tentang ‘’Perkawinan Pada Gelahang’’.
RSU BROS - RSU Bali Royal (BROS) melebarkan sayap ke Buleleng. Rumah sakit terkenal di Bali Selatan itu, sejak Juli 2017 lalu mengelola RS Karya Dharma Husada (KDH) Singaraja. Eks RS KDH di Jalan Yudistira Singaraja ini dilebur menjadi RS KDH BROS Singaraja. Dengan perubahan menjadi RS KDH BROS sepenuhnya akan menerapkan manajemen pengelolaan seperti di RSU Bali Royal (BROS) Denpasar. Mengawali pengelolaan RS baru, Jumat (2/2) RS KDH BROS diresmikan oleh Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.O.G. di aula rumah sakit setempat.
19 - 25 Februari 2018
45
HIBURAN
Dewa Budjana dan Heny Janawati
Garap Lagu ”Ida Dewa Agung Istri Kanya”
SETELAH patung Ida Dewa Agung Istri Kanya kelar lengkap dengan pagelaran festivalnya, musisi nasional asal Klungkung, Dewa Budjana membuat sebuah lagu berjudul Ida Dewa Agung Istri Kanya. Lagu ini liriknya digarap oleh Heny Janawati, penyanyi opera dari Nusa Penida. Di hadapan Ida Dalem Semaraputra dan tokoh Puri Klungkung, di Puri Agung Klungkung, Dewa Budjana dan Heny Janawati memaparkan pembuatan lagu tentang pejuang wanita asal Klungkung ini. Pembuatan lagu ini terinspirasi dari semangat perjuangan tokoh wanita dalam perang Kusamba, Ida Dewa Agung Istri Kanya. Menurut Dewa Budjana, ide mengangkat nama Ida Dewa Agung Istri Kanya ke dalam sebuah lagu, setelah sekitar dua tahun lalu sempat bertemu Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Saat itu, menurut Budjana, Bupati Suwirta sempat memintanya untuk membuat sebuah karya
Dewa Budjana (kiri) dan Heny Janawati (dua dari kanan) saat bertandang ke Puri Agung Klungkung yang diterima tokoh Puri, Ida Dalem Semaraputra (tengah).
Vanesha Prescilla
Eksplorasi Seni Peran AKTRIS pendatang baru Vanesha Prescilla sebelumnya dikenal dari pemilihan model majalah remaja Gadis Sampul 2014. Sudah banyak jebolan Gadis Sampul yang akhirnya menjadi aktris-aktris terkemuka, seperti Sigi Wimala, Acha Septriasa dan Dian Sastrowardoyo. Akankah Vanesha mengikuti jejak mereka? Adik aktris Sissy Prescillia ini mengaku masih mengeksplorasi dunia seni peran. “Saat ini aku lagi enjoy banget di
46
19 - 25 Februari 2018
film,” katanya usai syukuran empat juta penonton “Dilan 1990” di Jakarta, belum lama ini. Ketika mendapatkan kesempatan berperan jadi Milea di film yang diadaptasi dari novel Pidi Baiq, aktris 18 tahun ini masih mencari tahu apakah dia sanggup memasuki dunia akting yang juga membesarkan nama kakak perempuannya, Sissy. Datang lagi tawaran kedua bermain film “Teman Tapi Menikah”, juga diadap-
tasi dari buku, namun penulisnya adalah Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion. “Buat aku, film kedua ini memang membuat ajang membuktikan kalau ini ‘Beneran film itu buat gue enggak sih?” Gadis yang sebelumnya jadi model iklan shampo dan sebuah merek mobil ini sama-sama menikmati proses pembuatan film pertama dan kedua. Meskipun terpaksa kurang tidur karena proses pengambilan gambar kerap berlangsung hingga pagi buta, sementara dia pun harus
(lagu) tentang Klungkung. Selanjutnya, dalam perbincangannya dengan Heny Janawati, gitaris Band Gigi ini tertarik dengan tokoh pejuang wanita asal Klungkung, Ida Dewa Agung Istri Kanya, yang hingga saat ini belum diangkat namanya sebagai pahlawan nasional, walaupun tokoh tersebut sangat layak. “Bersamasama seniman Klungkung juga, saya coba bikin lagunya,” ujar Dewa Budjana beum lama ini. Heny Janawati menambahkan, setelah sempat membaca beberapa informasi tentang Ida Dewa Agung Istri Kanya, ia berharap dapat membuat garapan drama musikal yang mencampurkan musik tradisional dengan Style Broadway Musical. Namun, kata perempuan yang juga peduli tentang feminisme (sebuah gerakan dan ideologi yang memperjuangkan kesetaraan bagi perempuan dalam politik, ekonomi, budaya, ruang pribadi dan ruang publik) ini, karena terbentur waktu dan dana, maka diputuskan untuk menulis sebuah lagu bertema Ida Dewa Agung Istri Kanya. “Hal ini disambut dan di support dengan baik oleh Bapak Bupati, maka digaraplah lagu ini dengan mengkolaborasikan beberapa musisi dan penyanyi asal Klungkung yang bersedia untuk diajak ngayah,” imbuh Heny Janawati. Musisi ini berharap, dengan digarapnya lagu yang melukiskan tentang kepahlawanan dan peran Ida Dewa Agung Istri Kanya sebagai seorang Rakawi dalam sejarah Klungkung, akan dapat mengangkat nama tokoh pejuang perempuan ini ke tingkat nasional.
“Semoga dengan digarapnya lagu ini akan mengangkat nama beliau ke nasional dan akhirnya gelar sebagai Pahlawan Nasional dapat tercapai,” harapnya. Sementara, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, mengatakan pembuatan lagu ini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Ida Dewa Agung Istri Kanya melawan Belanda dalam perang Kusamba. Selain dalam bentuk karya lagu, penghormatan terhadap jasa tokoh wanita ini juga dituangkan dalam bentuk patung yang telah berdiri kokoh di bundaran jalan By-pass Prof. IB Mantra, wilayah Tihingadi, Kecamatan Dawan. “Harapan menjadikan beliau sebagai pahlawan nasional agar gayung bersambut dengan lagu ini.
Saya melihat secara lirik sudah tegas menjelaskan bagaimana sejatinya perjuangan beliau melawan penjajah Belanda dan beliau juga tokoh perempuan Bali yang juga sebagai sosok sastrawan yang tidak kalah dengan jajaran pahlawan nasional lainnya yang sudah ada,” ujar Bupati asal Ceningan, Nusa Penida tersebut. Ida Dalem Semaraputra menyambut baik pembuatan lagu ini. Sebab, lagu ini sebagai pengingat dan penghormatan atas perjuangan dalam melawan penjajah dalam perang kemerdekaan silam. “Saya sangat berterima kasih dengan pemerintah daerah yang sudah sangat paham akan perjalanan sejarah Klungkung, belum lagi Lapangan Puputan Klungkung yang ditata model bencingah, dan lengkap dengan patungnya,” pungkas Ida Dalem Semaraputra. l Winatha
kembali bersiap dalam kurun beberapa jam, semua dijalaninya dengan hati bahagia. Di luar akting dan model, ada satu lagi hal yang disukai Vanesha yaitu bernyanyi. Kemampuannya sudah terlihat dalam iklan mobil, di mana dia menyanyikan jingle-nya. “Aku bisa dan suka nyanyi, tapi belum se-PD itu untuk nyanyi,” imbuh dia. l kmb
19 - 25 Februari 2018
47
A KT I V I TA S
MBP/ist
WALI KOTA DENPASAR - Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali menjadi pusat pemerintahan, perekonomian dan pendidikan dengan problematika kota yang tak terlepas dari permasalahan sosial, kebersihan hingga kesehatan. Pengelolaan anggaran Kota Denpasar diarahkan Pemkot Denpasar pada program inovatif dan pro rakyat yang membangkitkan partisipasi masyarakat di berbagai sektor yang ada. Hal tersebut terus ditegaskan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dalam Rapat Evaluasi Tahun Anggaran 2018, yang melibatkan seluruh OPD Pemkot Denpasar dari tanggal 2-4 Februari 2018 di Hotel Candi Beach Karangasem, Bali. Rapat evaluasi yang melibatkan unsur kelompok ahli dan staf ahli Pemkot Denpasar itu juga dihadiri Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan seluruh pimpinan OPD Pemkot Denpasar.
MBP/ist
UNMAR - Pada 17 Januari 1963, tepat satu tahun setelah merestui pendirian Universitas Negeri Udayana di Bali, Presiden Pertama Republik Indonesia Dr. Ir. Soekarno memberikan mandat kepada (alm) Shri Wedastera Suyasa, tokoh Marhaenisme Bali dan sahabat karibnya, untuk mengimplementasikan idenya mendirikan sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Bali. Bertepatan dengan 55 Tahun Jubileum Universitas Mahendradatta (Unmar) Bali, keluarga besar Unmar meresmikan Kampus B Unmar di Jalan Pegangsaan Timur, Niti Mandala Renon (sebelah Kantor BPJS Kesehatan) yang merupakan kerja sama dengan Yayasan Kepustakaan Bung Karno dalam mendirikan Pusat Kajian Hukum Ilmu Pemerintahan pada 31 Januari 2018.
MBP/ist
MADE URIP - Selama empat periode menjabat anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si. dikenal sangat rajin turun ke masyarakat. Tidak saja membawa berbagai program dan bantuan langsung, tetapi juga selalu hadir menyerap dan memperjuangkan aspirasi berbagai kegiatan masyarakat dari kegiatan adat sampai sosial kemasyarakat termasuk kegiatan generasi muda. Sebagai salah satu anggota MPR RI, politisi asal Cau Marga ini juga terus menggenjot pemahaman Empat Pilar Kebangsaan yang kali ini dipusatkan di Banjar Puseh, Desa Perean, Baturiti, Tabanan, Jumat (2/2).
48
19 - 25 Februari 2018
MBP/ist
SRI WHICAYA - Notaris I Gusti Ayu Sri Whicaya Gangga Dewi Wedasteraputri Suyasa, S.H., M.Kn. telah resmi dilantik sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) wilayah kerja Kabupaten Badung. Gangga Dewi adalah lulusan sarjana hukum (SH) Universitas Tri Sakti Jakarta dan lulusan Magister Kenotariatan (M.Kn.) Universitas Indonesia (UI) Jakarta yang kini kandidat doktor dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Dalam sejarah ia tercatat sebagai salah satu notaris termuda di Indonesia dan peraih gelar Cumlaude S-2 Hukum UI dan pernah menjabat sebagai Ketua Badan Penjamin Mutu (BPM) Universitas Mahendradatta Bali. Notaris dan akademisi mempunyai banyak perbedaan.
MBP/ist
MBP/ist
PEMKAB KLUNGKUNG - Pelaksanaan bedah desa terus digulirkan Pemkab Klungkung. Setelah Desa Tegak, Kecamatan Klungkung, Kamis (1/2) menyasar Desa Sulang dan Sampalan Tengah, Kecamatan Dawan. Bupati I Nyoman Suwirta yang memimpin langsung menyoroti sejumlah persoalan. Salah satunya penanganan limbah yang belum berjalan maksimal. Persoalan limbah, oleh bupati asal Nusa Ceningan ini ditemukan di Dusun Gerombong, Desa Sulang. Di antaranya peternakan babi, pabrik tempe tahu, pencelupan/pewarnaan benang yang belum dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
PEMKAB KLUNGKUNG - Pembangunan infrastruktur di Kecamatan Nusa Penida terus digenjot Pemkab Klungkung setiap tahun. Hal tersebut mendapat acungan jempol dari masyarakat. Pasalnya, banyak sektor yang tertopang, salah satunya pariwisata yang beberapa tahun belakangan semakin berkembang. Itu terungkap saat temu wirasa di Banjar Punduk Kaha Desa Bunga Mekar, Nusa Penida Selasa (6/2). Ketua Majelis Alit Desa Pakraman Kecamatan Nusa Penida Wayan Supartawan mengungkapkan selain sektor pariwisata, infrastruktur yang semakin memadai telah mampu mempercepat pendistribusian barang-barang yang menjadi kebutuhan masyarakat.
MBP/ist
PEMKAB KLUNGKUNG - Belasan Taman Kanak-kanak (TK) swasta dinegerikan Pemkab Klungkung tahun ini. Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan angka partisipasi anak-anak untuk menempuh pendidikan sejak dini. Melalui kebijakan ini, tak ada lagi pemungutan biaya alias gratis. Penegerian salah satunya dilakukan pada TK Dharma Wanita, Kelurahan Semarapura Kangin. Penyerahan Surat Keputusannya dilaksanakan langsung Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Jumat (2/2). Ia yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dewa Gde Darmawan menjelaskan, sesuai hasil evaluasi, Angka Partisipasi Kasar (APK) anak-anak menempuh pendidikan TK baru menyentuh 61 persen.
MBP/ist
PKK KLUNGKUNG - Penghargaan tingkat nasional kembali diraih Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klungkung Ny. Ayu Suwirta. Kali ini berupa Citra Perempuan Penggerak Pembangunan Indonesia dari Yayasan Penghargaan Indonesia (YPI) sebagai Figur Perempuan Indonesia Berprestasi Tahun 2017-2018 se-Indonesia. Penyerahan penghargaan tersebut bertempat di Jennis Ballroom, Hotel Ibis Asia Afrika Bandung, Jumat (2/2). Ayu Suwirta mengaku sangat terkejut dengan penghargaan yang diterimanya. Ini disebabkan, YPI menggunakan tim khusus dalam penilaian dan tidak memberitahukan kepada seluruh ketua tim penggerak PKK di seluruh Indonesia. 19 - 25 Februari 2018
49
TA K S U
Made Tangkas
Dokter Spesialis Kandungan dan Seni
M
enjadi dokter spesialisasi kandungan, bukanlah berarti tidak bisa menekuni profesi lainnya, terutama di bidang seni. Hal ini dibuktikan dr. Made Tangkas, Sp.Og., MPH. Ayah empat anak kelahiran Singaraja, 12 Oktober 1928 itu semasa kecil, perjalanan hidupnya tidak jauh berbeda dengan anak-anak lain seusianya. Balai banjar menjadi salah satu tempat bermain bagi dirinya bersama teman-temannya. Di balai banjar pula suami dari dr. Ni Made Sumiartini, Spa. Ini belajar menari dan menabuh bersama-sama temannya. Dari sinilah
ia sempat berkenalan dan berguru pada seniman legendaris Bali, almarhum Nyoman Durpa. Sempat vakum belajar menari saat menempuh pendidikan SMA di Denpasar, ia mulai aktif kembali setelah kuliah di Fakultas Kedokteran Unud. Bahkan dia sering diikutsertakan dan mendapat kehormatan untuk pentas dalam acara kampus maupun upacara lainnya. Selesai kuliah, ia pun mendapatkan tugas menjadi dokter PTT di Sulawesi Tenggara. Bersama para transmigran asal Bali, di sini ia berkesempatan juga belajar dan pentas tabuh di sejumlah tempat. Selesai PTT dan kembali ke Bali, ia pun kembali menekuni seni tari khususnya seni tari Topeng Sidakarya. Keputusan menekuni tari Topeng Sidakrya, bukanlah tanpa alasan. Almarhum gurunya, Nyoman Durpa telah melihat bakat dr. Made Tangkas menarikan tari Topeng Sidakarya ini. Bagi sebagian orang, menjalani dan melaksanakan dua profesi yakni sebagai dokter spesialis kandungan sekaligus sebagai penari Topeng Sidakarya mungkin merupakan hal yang sangat kontras. N a m u n d r. Made Tangkas melihat keduanya memiliki hubungan yang erat, yakni sama-sama dijadikan
sebagai media untuk melaksanakan yadnya. Ketika menekuni seni tari, ia berpedoman dapat melaksanakan yadnya dan ngaturang ayah. Sedangkan saat menekuni profesi dokter, ia berusaha untuk membantu seorang ibu melaksanakn persalinan dan melahirkan sehingga anaknya nanti menjadi anak yang berbakti. Selain menjadi seorang dokter dan penari, ia juga memiliki tanggung jawab menjadi seorang pemangku. Memiliki banyak tugas dan tanggung jawab, tidak serta merta membuat ia lupa diri sebagai kepala keluarga maupun tugas lainnya. Bersama istrinya yang juga seorang dokter spesialis anak, ia menjalankan tugasnya dengan baik. Disiplin, jujur dan bisa membagi waktu menjadi hal yang ia tanamkan pada keluarganya. Bahkan di tengah kesibukannya menekuni profesi sebagai dokter dan seniman tari, ia tidak lupa membagi waktunya bersama keluarga sehingga kedekatan antaranggota keluarga tetap terjaga. Dokter Made Tangkas tidak memaksakan anak-anaknya mengikuti bakat yang ia miliki. Sebagai seorang ayah, ia hanya bisa mengajari dan memberikan pemahaman. Selanjutnya, keputusan dikembalikan kepada anakanaknya. Empat anaknya yakni Luh Putu Widya Saraswati Tangkas, Made Refika Widya Apsari Tangkas, Nyoman Krisnanda Widya Pradnya Dewi Tangkas dan Ketut Kesawa Widya Wiweka Tangkas, diberikan kebebasan dalam menekuni seni. “Sebuah profesi tidaklah menjadi penghalang seseorang untuk bekarya dan mengabidkan hidupnya di dalam dunia seni. Karena, seni juga dapat dijadikan sebagai media untuk mengabdikan dan mendekatkan diri dengan Tuhan dalam melaksanakan swadarmaning agama dan negara,� jelasnya. l Trimaja/Bali TV
50
19 - 25 Februari 2018
220 | 19 - 25 Februari 2018
Revisi Perda RTRWP Kelapa Melambai Jangan Dilampaui
RP 20.000