217 | 29 Januari - 4 Februari 2018
Swasembada Pangan Baru Sebatas Angan RP 20.000
D A F TA R I S I OPINI lTantangan Ekonomi di Tahun Politik 6 BALI SEPEKAN lPelajar Tabrak Pohon 7 LAPORAN UTAMA l Swasembada Pangan Baru Sebatas Angan 8 l Tak Setuju Impor Beras 10
l Ciptakan Spesies Beras Baru 11 EKONOMI l Tersandera Stok dan Harga Beras 16 l Mendesain Sinergi Pariwisata - Pertanian 17 KIPRAH l Karya Inggi Indrayana Kendra Mendunia 18 MANCANEGARA l Ancaman Rudal Palsu Turunkan
LENSA l Wisatawan 26
OLAHRAGA l Tanggal Peluncuran 27 PENDIDIKAN l Pelajar Rentan Alami Stres 32 PARIWISATA l Pariwisata Badung Dirundung
Sampah 38
Pengunjung Situs Dewasa 20
DAERAH l Diguyur Hujan Lebat
”Panyengker” Ambrol, Rumah dan Pura Terancam Longsor 22
KESEHATAN lCegah Difteri dengan Imunisasi 24
PROPERTI l Dongkrak Penjualan Rumah Melalui Pameran 40
29 Januari - 4 Februari 2018
3
DARI PEMBACA
Mentalitas Positif Menghadapi Ujian Nasional K
ebocoran mata uji saat Ujian Nasional 2018 hendaknya diwaspadai. Peluang bocornya UN tetap terbuka terlebih kini zaman teknologi canggih. Hal ini saya sampaikan untuk mengingatkan karena saat UAS I 2017 lalu, saya mencermati ada indikasi kebocoran soal. Ini saya dapat dari pengakuan anak saya yang mengaku rekan-rekanya dari salah satu bmbingan belajar mendapat suplai soal sebelum ujian dilangsungkan. Bahkan, ada indikasi kunci jawaban beredar. Untuk itu, saya berharap untuk UN 2018 mendatang pengawasan dilakukan secara lebih serius jika memang benar-benar ingin mencetak generasi cerdas dan berbudi pakerti. Untuk apa anak mendapat nilai tinggi namun dengan cara-cara yang tidak membuat mereka tekun belajar. Bimbingan belajar hendaknya menjalankan programnya dengan bermartabat dan tetap menjunjung tinggi azas pembelajaran. Jangan meracuni anak dengan memberikan bocoran soal terlebih memberikan kunci jawaban. Ini meracuni siswa. Mari kita jaga mentalitas positif anak-anak kita agar untuk menghadapi UN mereka belajar secara serius. Bimbingan belajar hendaknya dilakukan secara terukur jangan dibisniskan. Para orang tua siswa hendaknya juga ikut menjadi pihak yang mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas dan bermutu. Awasi jam belajar anak dan berikan mereka pemahaman yang benar. Tanggung jawab guru juga harus ditingkatkan menjelang UN tahun ini. Prestasi akademik siswa dan nama baik sekolah harus dicapai dengan cara-cara yang sehat. I Wayan Sudana Gianyar, Bali
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Dira Arsana Redaktur Pelaksana Diah Dewi Redaksi Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Sugiartha, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada Bangli: Ida Ayu Swasrina, Eka Parananda Buleleng: Sosiawan, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya Karangasem: Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra Negara: IB Surya Dharma Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
29 Januari - 4 Februari 2018
4
INSPIRASI
Aqua Dwipayana
Senyum Tulus Ikhlas Bahagiakan Orang
MBP/wan
Aqua Dwipayana
MEMBERIKAN motivasi kepada banyak orang sudah biasa dilakukan Aqua Dwipayana. Berbagai kalangan mulai perbankan hingga militer pernah mendapat kiat sukses berkomunikasi. Selasa (16/1), penulis buku “The Power of Silaturahim. Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” ini membagikan kiatnya di hadapan mahasiswa Universitas Mahendradata (Unmar) di Museum Agung dan Perpustakaan Agung Bung Karno, Denpasar. Sebelum mengadakan sharing dengan para mahasiswa, Aqua diajak berkeliling Museum Agung dan Perpustakaan Agung Bung Karno oleh Gus Marhen, pemilik museum. Koleksi berbagai buku tentang Bapak Proklamator RI ini ada di museum. Baginya ini hal yang mengagumkan dan sangat luar biasa. “Pak Gus Marhen ini “orang gila” yang luar biasa. Koleksi buku-buku dan lukisan tentang Bung Karno lebih banyak dibanding yang ada di Blitar. Bung Karno boleh wafat tetapi nilai-nilai Bung Karno tetap hadir di hati masyarakat Indonesia. Saya salut dengan apa yang dilakukan Gus Marhen dan saya mohon izin agar Gus Marhen menjadi guru saya,” ungkapnya. Ia menambahkan mahasiswa yang hadir di acara tersebut beruntung karena ada orang seperti Gus Marhen dan beruntung mendapat kesempatan untuk mendapat tambahan ilmu motivasi khususnya tentang komunikasi. Dari hasil penelitian, dalam sehari, orang rata-rata berkomunikasi 80%. Dari persentasi itu, 93% menggunakan komunikasi nonverbal dan 7% komunikasi verbal. “Tuhan memberi waktu yang sama untuk semua orang, 24 jam. Pertanyaannya, mengapa ada yang sukses dan tidak sukses. Yang membedakan orang sukses dan tidak sukses adalah manajemen waktu,” tegasnya. Ia memaparkan dalam hidup ini harus punya sifat menjadi pemenang. Kalau jadi pecundang salahkan diri sendiri. Sejak terjadi pembuahan, kita sudah menjadi pemenang. Dari jutaan sel sperma, hanya satu yang jadi. Karena itu, dalam kehidupan ini jadilah pemenang.
Kalau mau sukses, harus jadi pemenang dan lebih dari yang lain. Pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, 23 Januari 1970 ini memaparkan ada tiga nilai yang wajib dimiliki manusia sukses yakni 3K, Kredibilitas, Komitmen, dan Konsisten. Selain 3K tersebut, orang sukses juga rendah hati. Bagi Aqua, orang sukses itu memiliki rezeki yang berupa kesehatan baik, punya banyak teman, dapat amanah dari banyak orang, dan memiliki materi. Materi disebutkan terakhir karena materi itu hanya titipan. Orang mati tidak akan membawa materinya, tetapi membawa amal dari perbuatannya. “Jangan pernah merasa takut tidak dihargai manusia. Yang perlu kita takutkan adalah tidak dihargai Tuhan. Seringkali logika Tuhan tidak sama dengan logika manusia. Orang dihargai karena bisa menghargai diri sendiri. Lalu, hargai orang lain. Jangan menyepelekan orang lain karena sama dengan menyepelekan Tuhan,” ungkap suami dari Retno Setiasih dan ayah dari Alira Vania Putri Dwipayana (Ara) dan Savero Karamiveta Dwipayana (Ero) ini. Dalam berkomunikasi, diingatkan untuk saling menghargai orang. Apapun latar belakang orang itu tidak masalah. Intinya adalah, kita harus menjaga hati tetap bersih, jangan pernah balas dendam, dan selalu berpikiran positif. Berkomunikasi yang baik juga harus dibarengi dengan senyum tulus ikhlas karena senyum itu membahagiakan orang. Aqua yang selalu mengutamakan silaturahim ini berpesan, berkomunikasi itu jangan hanya saat perlu saja. “Sesuai dengan hasil disertasi saya yang kemudian menjadi buku, silaturahim itu sangat penting. Karena itu jaga, pelihara, kembangkan, dan tingkatkan silaturahim. Jangan pas ada perlunya saja baru menghubungi. Bagi saya, semua orang adalah guru bagi saya. Guru itu harus dihormati. Guru itu punya nilai lebih karena tiap saat belajar, belajar, dan belajar,” tegas doktor komunikasi lulusan Universitas Padjajaran, Bandung ini. l Ngurah Budi/Tokoh 29 Januari - 4 Februari 2018
5
5
OPINI
I
Tantangan Ekonomi di Tahun Politik
su tentang tahun politik belakangan ini semakin banyak dibicarakan orang diberbagai kesempatan.Tahun 2018 dijadikan tahun politik dalam rangka pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan tahun 2019 dijadikan tahun politik dalam rangka pemilihan Legislatif, Presiden dan Wakil Presiden (Pileg dan Pilpres) secara serentak di Indonesia. Kondisi tersebut dapat dijadikan sebagai tantangan dan peluang bagi pelaku ekonomi rakyat seperti; usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah dan koperasi (UMKMK) dalam memenuhi kebutuhan pesta demokrasi politik. Secara realita pelaku ekonomi rakyat sudah dipastikan akan menghadapi tahuntahun politik. Disamping itu ekonomi rakyat juga akan menghadapi perdagangan bebas (ekonomi global) pada tahun 2020. Sedangkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini pertumbuhannya masih sangat lambat, hal tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 mencapai 5,25 persen dan pada tahun 2017 diproyeksikan pertumbuhannya mencapai 5,3 persen sedangkan pada tahun 2018 diproyeksikan pertumbuhannya mencapai 5,4 persen. Ini berarti pertumbuhan ekonomi masih berjalan ditempat, bahkan dampaknya yang sudah dirasakan oleh pelaku ekonomi rakyat yaitu menurunnya daya beli masyarakat. Pascareformasi ini tahun politik sangat berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan ekonomi rakyat. Adapun tantangan dan peluang adalah dua hal yang selalu bergandengan dan keduanya juga selalu melekat dengan strategi entrepreneurship. Tantangan akan menghasilkan pesimisme dan optimisme. Sikap optimis akan membuahkan kreativitas, dinamika, inovasi, produktivitas, dan persiapan. Dengan demikian persiapan inilah yang akan mengubah tantangan menjadi peluang, jika persiapan yang matang bertemu dengan peluang maka akan menghasilkan kesuksesan. Dalam hal ini, agar suatu persiapan dapat menangkap peluang potensi ekonomi yang terjadi pada kondisi tahun-tahun politik dan perdagangan bebas dunia, maka persyaratan yang paling mendasar adalah membangun
6
Oleh Bambang Gede Kiswardi
jiwa dan potensi kewirausahaan bagi pelaku ekonomi rakyat. Apabila pelaku ekonomi rakyat tidak menguasai jiwa dan potensi kewirausahaan serta demokrasi ekonomi dan demokrasi politik, akan menjadi tantangan yang cukup strategis diantaranya, lambatnya pertumbuhan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat telah menyebabkan turunnya daya beli masyarakat dan turunnya produksi bagi ekonomi rakyat, yang pada gilirannya menyebabkan masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya. Di samping itu, daya beli masyarakat yang menurun menyebabkan mundurnya usaha atau bisnis masyarakat karena dampak dari berkurangnya konsumen atau pembeli. Selain itu, adanya kekhawatiran dan ketakutan atas keadaan demokrasi politik yang carut marut sehingga membawa pergeseran terhadap demokrasi ekonomi yang sekaligus berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi kita. Karena telah memilih demokrasi untuk meniti masa depan yang lebih memberikan harapan, maka dengan memilih demokrasi sebagai kekuatan dalam membangun ekonomi yang penuh kesadaran, karena meyakini bahwa demokrasi adalah pilihan terbaik untuk ekonomi jangka panjang. Sekalipun tersedia pilihan lainnya, seperti yang dikehendaki oleh sejumlah elemen masyarakat dengan tuntutan bahwa sudah saatnya pemerintah memperbaiki kebijakan dalam bidang ekonomi. Karena melalui perbaikan kebijakan ekonomi akan membawa peran politik sebagai kedok demokrasi, sehingga terjadi tarik ulur kepentingan dalam membangun ekonomi yang berkeadilan. Ketergantungan yang tinggi terhadap luar negeri, baik berupa pinjaman maupun investasi sangat ditentukan oleh situasi dan kondisi perkembangan politik pada saat pesta demokrasi politik di negara kita. Maka dari itu, diperlukan struktur ekonomi yang memiliki pondasi yang kuat dan kokoh dengan asas tolong menolong dan gotong royong sesuai dengan jiwa dari pasal 33 Undang-Undang Dasar Republik
Indonesia 1945. Secara konstitusi kedudukan demokrasi ekonomi sangatlah kuat dan mampu menata masa transisi selama terjadinya pesta demokras politik, supaya managemen dan kontrol dalam kebijakan ekonomi betul-betul terjamin dan pada akhirnya, akan menapaki era demokrasi yang kian solid dan matang setelah melalui tahapan konsolidasi dan pendalaman demokrasi yang berkelanjutan sesuai falsafah budaya Indonesia. Tantangan lainnya adalah, adanya persaingan tidak sehat diantara pelaku-pelaku ekonomi yang membawa kepentingan politik dalam menggapai keuntungan atau profit, sehingga akan menyebabkan terjadinya ketidak stabilan ekonomi baik secara mikro ekonomi maupun makro ekonomi. Di samping itu, persaingan tidak sehat dalam situasi dan kondisi pesta demokrasi politik akan mempersulit tumbuhnya bisnis-bisnis baru karena kecendrungan akan mengganggu dan memperlambat pertumbuhan ekonomi kita. Dengan tantangan tersebut diatas, maka dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas perekonomian kita, sehingga pembangunan ekonomi nasional dipastikan mengalami pertumbuhan ekonomi yang melambat dan berdampak terhadap daya beli masyarakat yang semakin menurun. Adapun peluang yang bisa dimanfaatkan bagi ekonomi rakyat dalam menghadapi tahun-tahun politik diantaranya, kerangka pikir pemberdayaan usaha bagi ekonomi rakyat, bahwa dalam era pesta demokrasi politik dan perdagangan bebas, kegiatan ekonomi akan mengarah pada mekanisme pasar, sehingga diharapkan akan mampu meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi barang dan jasa, dengan demikian dapat memenuhi kebutuhan pesta demokrasi politik dan sekaligus kebutuhan perdagangan bebas dunia. Karena semua pelaku ekonomi rakyat bebas bersaing antara yang satu dengan yang lain, dan akan menciptakan pemusatan-pemusatan sesuai dengan kekuatan yang dimiliki oleh setiap pelaku ekonomi. Penulis pemerhati masalah ekonomi kerakyatan
29 Januari - 4 Februari 2018
6
BALI SEPEKAN
Cuaca Buruk, Nelayan Tetap Melaut CUACA buruk rupanya tak menyurutkan nelayan untuk melaut. Beberapa nelayan di Buleleng tetap beraktivitas menangkap ikan. Mereka umumnya menggunakan perahu kapasitas kecil dengan jarak pelayaran relatif dekat dari daratan. Aksi nekat ini dilakukan di tengah cuaca kurang bersahabat. Sebab kalau tidak melaut, nelayan tidak memiliki penghasilan untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Apalagi, kebanyakan nelayan tidak memiliki pekerjaan sampingan. Pantauan di Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Gunung Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng Selasa (16/1), sejumlah jukung berukuran kecil tetap ditambatkan
di daratan. Jukung-jukung ini digunakan melaut untuk mancing atau menjaring ikan. Terkadang digunakan mengantar rombongan wisatawan yang akan melihat atraksi dolfin dan snorkeling. Biasanya mereka melaut pada sore hari sekitar pukul 19.00 wita dan baru kembali keesokan harinya. Salah seorang pengempul ikan, Komang Sudi, menuturkan, tangkapan nelayan belakangan ini sulit diprediksi. “Tidak semua nelayan berani melaut karena sekarang cuacanya sulit ditebak. Ini baru dapat dua kuintal dan lumayan untuk menambah pasokan ikan ke pedagang pengecer di pasar,” katanya. l Mudiarta
Pelajar Tabrak Pohon USAI merayakan malam Siwaratri, seorang siswa SMA berinisial AP (18) yang mengendarai mobil Suzuki Swift, Selasa (16/1) menabrak pohon hingga tumbang di Jalan Raya Batuan, Sukawati. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang berlangsung di depan Pura Dalem Puri Desa Batuan tersebut. Hanya mobil berwarna hitam itu ringsek. Kecelakaan tunggal yang menyebabkan pohon perindang tumbang ini menyedot perhatian warga setempat. Bagaimana tidak, kondisi mobil rusak parah. Kaca depan hancur, pelek patah dan bagian samping mobil rusak berat. Hanya bagian jok yang tampak masih utuh. ‘’Saya masih tidur,
MBP/nik
dengar suara keras. Penasaran, langsung lihat ke luar rumah. Mobil sudah ringsek,’’ ujar Made Vino, salah satu warga setempat. Saat kejadian, AP yang mengemudikan mobil itu diduga mengantuk setelah semalaman begadang mengikuti persembahyangan Siwaratri. Selain AP, di dalam mobil juga ada empat penumpang. Semuanya masih berstatus pelajar dari sekolah berbeda. Baik pengemudi maupun penumpang selamat. Kapolsek Sukawati Kompol Pande Sugiharta memastikan bahwa kecelakaan tunggal ini murni karena kelalaian pengemudi. l Manik
Pondasi Ruang Kelas TK Ambles TK Negeri Pembina Kintamani yang berlokasi di Desa Bayunggede kini hanya bisa memanfaatkan empat dari lima ruang kelas yang ada. Hal itu lantaran satu ruangan kelas yang berada di ujung timur cukup membahayakan untuk ditempati karena pondasi dan lantainya mengalami ambles cukup parah. Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (16/1), pondasi ruang kelas paling timur mengalami ambles. Kondisi itu menyebabkan lantai keramik yang berada persis di depan pintu kelas jebol dan hancur. Amblesnya pondasi ruangan itu juga terancam membuat tembok kelas roboh. Salah seorang guru di sekolah setempat, I Nyoman Lara, mengatakan amblesnya pondasi ruang kelas itu sudah terjadi sejak 2015 lalu. Atas kondisi itu, proses belajar siswa menjadi terganggu. Agar tidak membahayakan, siswa yang sebelumnya menempati kelas itu dipindahkan ke ruang lainnya yang ada di sebelah barat. Menurut Lara, amblesnya pondasi ruang kelas itu disebabkan karena tanah yang ada di bawahnya tidak padat. Sebelum dibanguni ruang kelas, lokasi itu dulunya merupakan jurang yang diuruk tanah. Kerusakan pondasi semakin diperparah adanya guncangan gempa yang beberapa kali terjadi akibat peningkatan aktivitas Gunung Agung di Karangasem. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar yang sempat meninjau langsung kondisi kerusakan bangunan sekolah tersebut mengatakan, karena menjadi kewenangan Pemkab, maka pihaknya siap akan segera melakukan perbaikan. l Swasrina 29 Januari - 4 Februari 2018
7
7
L A P O R A N U TA M A
Swasembada Pangan Baru Sebatas Angan
K
enaikan harga beras kembali menjadi topik perbincangan yang hangat. Tak hanya ibu-ibu rumah tangga yang pusing karena naiknya harga beras ini, pemerintah juga ikut turun tangan. Isu beras memang jadi isu yang sensitif di Indonesia. Ironis sebenarnya, di saat Indonesia menyatakan negara agraris, tiap tahunnya impor beras tidak bisa dibendung. Swasembada pangan hanya jargon yang terus didengungkan setiap kali akan pemilihan kepala daerah, wakil rakyat, maupun presiden. Kenyataannya, target itu sulit sekali diwujudkan. Swasembada pangan baru sebatas angan. Menurut Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali, Prof. I Nyoman Supartha, sulit terwujudnya swasembada pangan karena bermacam tantangan yang hingga kini belum bisa dicarikan solusinya. Pertama soal pengelolaan tanaman padi yang belum baik. Upaya telah dilakukan untuk menuju hal tersebut namun datanya tidak mendukung 100 persen. Banyak data yang salah atau keliru di masyarakat. Hal itu karena dalam penghitungan luas tanah, alih fungsi lahan berubah-ubah setiap waktu. Sehingga luasan lahan berubah-ubah, tidak persis sama dengan tahun sebelumnya. Kedua, produktivitas padi juga terganggu alam dan lingkungan. “Ketika alam menunjukkan hujan terus menerus seperti ini, biasanya dalam kondisi lembab dimungkinkan berkembangbiaknya penyakit tanaman padi seperti wereng. Sehingga ada kemungkinan besar pada musim-musim seperti ini ada banyak padi yang tidak bagus produktivitasnya. Bahkan ada yang gagal panen baik karena penyakit maupun banjir,” bebernya. Data terkait prediksi cuaca ini yang belum bisa ditentukan sebelumnya. “Faktor-faktor ini yang sesungguhnya belum diperhitungkan oleh pemerintah kita. Oleh karena itu, ini menjadi ancaman bagi swasembada pangan kita,” ujarnya.
8
MBP/may
MBP/dok
I Wayan Mardiana
Prof. I Nyoman Supartha
Ketiga, terjadinya peningkatan industrialisasi seperti dibangunnya pabrik-pabrik. Selain dibangunnya pabrik, juga menyebabkan lahan di sekitarnya tergerus, beralih fungsi menjadi perumahan dan sebagainya. Keempat, berkembangnya pariwisata juga membuat alih fungsi lahan semakin deras terjadi. “Berkembangnya itu bukan hanya pada hotel dan restaurant sebagai fasilitas pariwisata. Tapi juga perumahan, fasilitas sosial juga berkembang. Akibatnya tanah itupun banyak yang beralih fungsi,” ujarnya. Maka cita-cita swasembada pangan harus memperhitungkan kemungkinankemungkinan terjadinya faktor-faktor tersebut. Yaitu penyakit, alih fungsi lahan karena industry, dan alih fungsi lahan karena pariwisata.
diterapkan di lapangan. Akibatnya di lapangan terjadi banyak masalah sehingga alih fungsi lahan belum dapat tegas ditindak. “Sampai dengan saat ini dalam kondisi sudah terjadi cukup deras alih fungsi lahan, bila dihitung-hitung dari luasan lahan yang ada dikalikan dengan produktivitas padi, lalu produk beras dari gabah dibandingkan penduduk yang makan nasi, sampai sekaran masih bisa swasembada. Masih cukup tapi tipis sekali. Salah sedikit bisa kekurangan,” bebernya. Jika produksi rata-rata 6 ton per ha menurutnya itu masih mencukupi dengan kebutuhan. “Itu pun jika cuaca normal, tidak ada penyakit maka sampai saat itu kita yakini swasembada bisa dilaksanakan. Tapi bila terjadi penyakit, cuaca tidak bagus, RTRWP belum selesai, sehingga alih fungsi lahan tidak terkontrol, saya pesimis swasembada pangan bisa,” pungkasnya. Sementata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana,
RDTR Terganjal RTRWP Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) nampaknya juga terganjal Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) yang belum mencerminkan dapat
29 Januari - 4 Februari 2018
8
MM optimis Bali bisa swasembada pangan. Tahun 2017 luas panen 142.321 ha. Produksi gabah kering giling (GKG) kurang lebih 836.911 ton. Dengan GKG tersebut, produksi beras menjadi 486.747 ton. Sementara ketersediaan beras 870.539 ton. Kebutuhan dengan jumlah penduduk 4,2 juta, 415.149 ton, sehingga masih ada surplus beras. Karena konsumsi beras 276,31 gram per kapita per hari. Ditambah stok beras Bulog sampai 3 bulan ke depan yaitu 8.970 ton, tidak termasuk rastra. Tahun 2018, produksi padi dipredik-
sikan 842.123 ton. Januari 2018, diprediksikan hanya 31.607 ton padi yang dihasilkan. Sedangkan pada Februari lebih sedikit lagi yaitu hanya 28.872 ton. Namun menginjak bulan Maret sampai April produksi padi diprediksikan meningkat 3 kali lipat yaitu 97.463 ton padi dan April 108.997 ton padi. Peningkatan produksi padi ini terjadi karena bulan Maret dan April merupakan panen raya. Begitu juga pada panen raya Oktober dan November tahun 2018 yang diprediksi mencapai 90.000-an ton. “Dilihat dari data ini, saya rasa Bali
masih berkecukupan, swasembada. Walaupun ada beras dari luar kita masih cukup kok tidak sampai terjadi rawan pangan. Bali tidak perlu impor. Bahkan Menteri Pertanian pun tidak menghendaki impor karena saat ini petani bisa menikmati harga yang layak,� ujarnya. Bali bisa saja swasembada, asal pada saat panen raya semua gabah terserap. “Kita harus punya bargaining position antara Bulog dengan Perpadi. Berapa persen yang diserap oleh Bulog pada saat panen raya, berapa yang diserap Perpadi,� katanya. l Citta Maya
29 Januari - 4 Februari 2018
9
9
L A P O R A N U TA M A
Tak Setuju Impor Beras MBP/eka
M
elonjaknya harga beras terjadi hampir seluruh provinsi di Indonesia, termasuk di Bali. Sejatinya kondisi ini sudah mulai terasa sejak akhir tahun lalu menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemicunya, harga jual gabah di tingkat petani melonjak naik. Sehingga sejumlah pabrik penyosohan beras mengikuti kenaikan harga tersebut. Memasuki bulan pertama di tahun 2018 ini, harga beras semakin menjulang naik. Mengenai kenaikan harga beras medium menurut Ketua Perpadi Tabanan, I Ketut Sukarta dipengaruhi oleh hukum pasar dimana produksi tidak mencukupi kebutuhan saat ini. Ia melanjutkan kurangnya produksi beras ini dikarenakan panen yang tidak banyak di Tabanan khususnya maupun Bali pada umumnya. “Tidak hanya Bali saja, daerah pemasok beras untuk Bali yaitu Jatim dan NTB juga tidak ada panen. Sehingga bisa dikatakan produksi beras menurun dan tidak sesuai kebutuhan. Karenanya harganya pun naik di atas HET,� ujar Sukarta. Ia melanjutkan kebutuhan beras di
10
Seorang petani tengah menata lahan pertaniannya di Canggu, Badung.
Bali tidak hanya untuk masyarakat Bali tetapi juga untuk pendatang musiman maupun wisatawan. Terlebih saat ini sudah mulai banyak wisatawan yang datang ke Bali usai erupsi Gunung Agung. Jadi dengan turunnya produksi padi Bali serta tidak adanya beras yang dikirim dari daerah penunjang, otomatis harga beras menjadi naik. Meski terjadi kenaikan harga beras medium, lanjut Sukarta, keuntungan yang didapatkan pengusaha penggilingan padi seperti dirinya juga tidak banyak karena harga bahan baku dalam hal ini gabah ditingkat petani juga mengalami peningkatan. Saat ini harga gabah naik dari Rp 4.500 per kilo menjadi Rp 5.200 per kilo. Meski di Tabanan setiap kecamatan ada panen namun diakui Sukarta kualitasnya juga tidak terlalu bagus karena musim hujan. Padi yang hendak dipanen mengandung banyak air dan akhirnya rebah dan sulit untuk dikeringkan. Meski beberapa perusahaan penggilingan padi memiliki alat pengering, namun hal tersebut tidak banyak membantu. “Memang ada panen tetapi hasilnya juga
tidak begitu bagus sehingga ini juga menyumbang penurunan produksi,� ujarnya. Tak hanya Bali, kondisi ini terjadi di seluruh Indonesia. Pemerintah didesak mengambil kebijakan melakukan impor beras untuk menjaga stabilitas harga. Namun, rencana kebijakan itu mendapat tentangan dari sejumlah pelaku produksi beras. Salah satunya dari Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (Perpadi) Jembrana. Ketua Perpadi Jembrana I Putu Sentana belum lama ini mengatakan diperkirakan pada bulan Februari ini sudah mulai banyak subak-subak yang panen,termasuk di Kabupaten Jembrana. Dengan situasi seperti itu, pihaknya kurang setuju bila pemerintah melakukan impor beras. Bila dilakukan, dikhawatirkan akan berdampak pada anjloknya harga beras saat panen sebulan ke depan ini. Pada bulan Februari itu, tepat dengan musim panen. Ketika produksi melimpah dan disisi lain ada pasokan beras dari luar negeri membuat harga tidak stabil. l Wira Sanjiwani, Surya Dharma
29 Januari - 4 Februari 2018
10
Ciptakan Spesies Beras Baru PRODUKSI beras tak bisa hanya mengandalkan luas baku tanam. Sebab, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Tanaman Pangan, Hortikulturan dan Perkebunan Provinsi Bali, luas tanam padi terus mengalami penurunan. Pada 2017, periode Januari-Oktober, terjadi penurunan sebesar 6,12 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Untuk itu diperlukan terobosan-terobosan lain yang bisa meningkatkan hasil produksi tanpa meningkatkan luas tanam padi. Misalnya seperti yang yang dilakukan Tabanan. Tabanan memiliki luas baku tanam 21.452 hektar. Untuk tahun 2017 saja target tanam yang diberikan kepada Tabanan adalah 48.861 hektar. Meski belum tercapai namun di tahun 2017, Tabanan dipastikan surplus beras. Kepala Bidang Pengembangan Produksi dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan, I Wayan Suandra, mengatakan jika dilihat dari luas baku tanam Tabanan yang hanya 21.452 hektare sebenarnya kemampuan Tabanan untuk menanam adalah kurang dari 42.904 hektare. Hitungan ini berdasarkan asumsi periode tanam dua kali dalam setahun yaitu April-Oktober dan November-Maret. Lahan baku pun tidak sepenuhnya bisa tertanam padi dalam satu tahun tersebut karena ada yang menjadi kebun ataupun dibiarkan tidak ditanami saat musim kemarau. Karenanya, Dinas Pertanian tidak menargetkan luas tanam tercapai 100 persen melainkan 85 persen. Untuk tahun 2017 sendiri target tanam Tabanan yang terealiasasi adalah 24.524 hektar atau kurang lebih 50 persen. Target tanam ini diharapkan bisa tercapai di bulan periode tanam yang tersisa yaitu Januari hingga Maret 2018 ini. Meski target tanam hanya 85 persen menurut Suandra, Tabanan dalam beberapa tahun terakhir selalu surplus beras. Meski belum ada angka resmi, di tahun 2017 tercatat surplus beras sebanyak 50 ton. Untuk meningkatkan produksi beras ini, Kepala Dinas Pertanian Tabanan, Nyoman Budana mengatakan pemkab Tabanan tidak hanya tergantung pada luas lahan baku tetapi juga berusaha menciptakan spesies beras baru yang menghasilkan produksi lebih baik. Langkah ini sudah dijalankan sejak tahun 2015 lalu, Dinas Pertanian Tabanan bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dalam menciptakan spesias beras merah cendana baru. Spesies yang dicari adalah beras yang sifat fisik sama dengan beras merah cendana. “Dengan usia tanam lebih pendek, Petani bisa menanam lebih dari dua kali dalam satu tahun. Produksinya pun bisa lebih meningkat,� jelas Budana. Saat ini setalah melakukan uji tanam keseragaman di dataran tinggi dan rendah, dari puluhan klon yang diuji, Dinas Pertanian mendapatkan dua klon unggulan yang masih memerlukan beberapa percobaan lagi sebelum dipilih salah satunya untuk dijadikan spesies baru. Tidak hanya sebatas beras merah cendana, menurut Budana pihak Dinas Pertanian juga hendak mengembangkan beras putih dengan Batan yang saat ini sampelnya sudah siap di Batan untuk dikembangkan. l Wira Sanjiwani
Dinas Pertanian Tabanan bekerja sama dengan Batan untuk mendapatkan spesien beras merah yang unggul. MBP/san
29 Januari - 4 Februari 2018
11
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
DPRD KARANGASEM - Pemkab Karangasem sejauh ini sudah melakukan beragam terobosan dan inovasi utamanya untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakatnya. Pembangunan pusat-pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama juga sudah dimodernisasi lebih memadai. Meski begitu, Dewan tetap mendorong partisipasi dan peran pihak swasta di bidang tersebut. ‘’Bahwasanya saat ini Karangasem masih membutuhkan tempat-tempat pelayanan kesehatan yang bersifat mendukung program pemerintah,’’ ungkap Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi di sela-sela menghadiri hari jadi ketiga RS BaliMed Karangasem, di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Minggu (14/1).
FIB UNUD - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) melaksanakan ujian promosi doktor pada Efron Erwin Yohanid Loe. Disertasinya membahas tentang Morfologi Bahasa Rote Dialek Dengka, kajian orfologi generatif. Pada ujian tertutup, disertasinya diuji oleh Prof. Ketut Artawa, Prof. Sutjiati Beratha, Prof. Dharma Laksana, Prof. Wayan Pastika, Prof. Nengah Sudipa, Prof. Aron Meko, Dr. Made Sri Satyawati dan Dr. Jeladu Kosmas. Efron Erwin mengatakan, tujuan penelitian yang berlangsung selama setahun tersebut adalah untuk menemukan dan menjelaskan proses morfologis Bahasa Rote Dialek Dengka yang difokuskan pada tiga masalah pokok yaitu bagaimana proses afiksasinya, proses reduplikasinya dan proses pemajemukannya.
FBS UNDIKSHA - Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja menggelar International Seminar Cum Literary Festival and Cultural Exchange, Senin (8/1) di ruang pementasan teater FBS Undiksha. Seminar diikuti para civitas akademika, dan 35 orang peserta asal India. Seminar dibuka Wakil Rektor IV Undiksha Drs. I Wayan Suarnajaya didampingi Dekan FBS Prof. Dr. Putu Ketinitiasih. Sementara peMBIcara yang tampil dalam siminar ini dari Bodo Writers Academy yang dipimpin Mr. Rajen Basumatary. WABUP BADUNG - Sampah merupakan masalah yang sangat pelik, bukan hanya di Kabupaten Badung, melainkan juga di Bali bahkan di dunia. Untuk itu, perlu suatu teknologi yang dapat untuk mengolah sampah yang bersifat ramah lingkungan. Hal ini terungkap saat Wakil Bupati Badung Suiasa menerima rombongan dari Al-Sharif Energy Company yang dipimpin He Al-Sharif Faiz di ruang Wakil Bupati Badung, Kamis (11/1). Turut hadir dalam kesempatan tersebut President The Soekarno Center Bali, Miss Gosde Dizdar dari Turki.
12
29 Januari - 4 Februari 2018
MBP/ist
MBP/ist
DPRD BADUNG - DPRD Badung mendorong terbentuknya lembaga pengawas kesehatan makanan (healthy food). Dengan begitu, kalangan wisatawan tak ragu-ragu lagi dalam menyantap makanan di kawasan Badung. Hal ini dikemukakan oleh Ketua DPRD Badung Putu Parwata, didampingi Wakilnya Made Sunarta kepada sejumlah media di DPRD Badung, Kamis (11/1). “Kami dorong terbentuknya lembaga ini sehingga ada yang mengawasi dan memberikan sertifikasi atau standardisasi terhadap produk makanan,� katanya.
BUPATI KLUNGKUNG - Pembangunan sektor perekonomian terus digenjot Pemkab Klungkung. Salah satunya dengan melakukan pembangunan Pasar Rakyat Semarapura yang sudah tuntas akhir 2017. Peresmiannya dilakukan langsung Bupati I Nyoman Suwirta, Jumat (12/1) ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Pasar Rakyat yang terletak di sebelah selatan Pasar Seni Semarapura ini dibangun dengan dana APBN sebesar Rp 5.557.157.000. Ini merupakan pasar kedua milik pemerintah yang telah diresmikan Bupati Suwirta, selain enam pasar desa yang telah berhasil dibangun.
MBP/ist
MBP/ist
PEMKOT DENPASAR - Inovasi Pemerintah Kota Denpasar menyasar segala lini, tak terkecuali pada bidang kesehatan. Damakesmas (Denpasar Mantap Kesehatan Masyarakat) secara resmi diluncurkan pada tanggal 24 November 2017, bertepatan dengan Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53. Petugas Perkesmas (Perawat Kesehatan Masyarakat) Kota Denpasar terus melakukan kunjungan dan pemeriksaan kepada masyarakat. Damakesmas hadir di tengah masyarakat Kota Denpasar sebagai program home care, di mana pelayanan kesehatan langsung jemput bola ke rumah masyarakat.
K3S DENPASAR - Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan jajaran Pemerintah Kota Denpasar. Kali ini terlihat dalam kegiatan penyaluran sumbangan berupa kursi roda dan tongkat kepada salah seorang warga yang membutuhkan. Meskipun hujan deras mengguyur, tak menyurutkan niat Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra bersama Wakilnya Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara mendatangi masyarakat untuk menyerahkan bantuan. Dalam kesempatan itu dilaksanakan penyerahan kursi roda di Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan dan tongkat untuk berjalan di Banjar Jematang, Kecamatan Denpasar Barat, Jumat (12/1). 29 Januari - 4 Februari 2018
13
A KT I V I TA S
MBP/ist
PEMKAB BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung telah tiga kali berturut-turut berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Untuk pemeriksaan tahun 2018 terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2017, ditegaskan kembali agar dapat mempertahankan opini WTP. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat memberikan pengarahan kepada pimpinan perangkat daerah, termasuk bendahara dan pengurus barang, terkait persiapan pemeriksaan dari BPK RI terhadap LKPD Tahun 2017 di Ruang Rapat Inspektorat, Puspem Badung, Rabu (10/1).
MBP/ist
MANTRA- KERTA - Keseriusan sikap paket MantraKerta (I.B. Rai Mantra – I Ketut Sudikerta) yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) dalam menolak Reklamasi Teluk Benoa rupanya tak hanya isapan jempol. Sehari setelah melakukan pendaftaran dan penandatanganan Sikap Politik Tolak Reklamasi, pada Rabu (10/1), Calon Gubernur Rai Mantra langsung melakukan pertemuan dengan Ketua Pasubayan Desa Pakraman/Adat Bali Tolak Reklamasi (BTR), I Wayan Suarsa, bersama beberapa anggota Pasubayan lainnya di Kawasan Pantai Kuta, Badung.
MBP/ist
MBP/ist
PEMKOT DENPASAR - Revitalisasi pasar tradisional atau pasar rakyat di Kota Denpasar getol dilakukan Pemkot Denpasar dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Secara keseluruhan terdapat 23 pasar tradisional yang telah direvitalisasi dari 33 pasar tradisional yang ada. Dalam waktu dekat ini Pemkot juga mendukung revitalisasi Pasar Phula Kerti yang berada di Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat yang kini dikelola Banjar Kaja, Desa Pakraman Sesetan, Denpasar Selatan. Komitmen ini juga terus dilakukan lewat tahapan pembangunan Pasar Badung yang segera rampung pada tahun 2018 ini.
14
29 Januari - 4 Februari 2018
BUPATI BADUNG - Bantuan hibah berupa ambulans siaga diberikan langsung oleh Bupati Badung Nyoman Giri Prasta kepada keluarga Paguyuban Urang Sunda (Pusunda) di Sekretariat Pusunda Jalan Sunset Road, Minggu (7/1). Ditegaskan, hibah tersebut merupakan bentuk pengamalan sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Dalam artian, Pemerintah Kabupaten Badung ikut merasakan apa yang dialami saudara Pusunda di Bali. ‘’Jadi, kita harus merasakan apa yang dialami saudara kita warga Pusunda. Mobil ambulans ini merupakan sebuah kebutuhan, sehingga kesehatan mereka ini terjaga, sehingga tali silaturahmi ini bisa terjalin dengan baik,’’ terang Giri Prasta.
MBP/ist MBP/ist
BUPATI KARANGASEM - Memasuki tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Karangasem kembali serius mengelola bidang pariwisata demi kemajuan daerah dengan membangun dari desa. Salah satu langkah awal yang dilaksanakan adalah proses mediasi dengan Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem terkait pengelolaan Pantai Virgin Beach atau Pantai Pasir Putih. Untuk itu, Bupati Karangasem didampingi Forkopimda, Asisten I, staf ahli, Kadis Kesbangpolinmas, Kadis Pariwisata, Kadis Kebudayaan, Kabag Tapem serta Kabag Humas dan Protokol Setda Karangasem duduk bersama dalam sebuah pertemuan dengan Prajuru Desa Bugbug yang dipimpin Klian Desa Mas Suyasa, Rabu (10/1), di Ruang Rapat Bupati Karangasem.
STIKES BALI - Sebanyak 41 mahasiswa Program Ners (B) Stikes Bali, sejak Kamis (11/1) diterjunkan di Banjar Tamansari, Kelurahan Sanur, Denpasar. Mahasiswa yang sudah bekerja ini melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) hingga 18 Februari 2018. Pembukaan PKL ditandai penyerahan mahasiswa oleh Ketua Stikes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D., kepada Kadiskes Kota Denpasar diwakili Kabid P2P Dr. I.B. Ekaputra dilanjutkan kepada Camat Densel I Wayan Buda dan Lurah Sanur I.B. Raka Jisnu. Penyerahan mahasiswa dihadiri unsur kepala lingkungan, klian banjar, PKK, STT dan jumantik se-Kelurahan Sanur.
MBP/ist
GUNG WIDIADA - Kader Partai NasDem yang juga anggota DPRD Kota Denpasar A.A. Ngurah Gede Widiada bergerak cepat menyerap aspirasi masyarakat Denpasar terkait diusungnya Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta (Mantra-Kertha) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2018 oleh Partai NasDem bersama partai lain dalam Koalisi Rakyat Bali (KRB). Minggu (7/1), politisi yang akrab disapa Gung Widiada ini menyerap aspirasi kelompok nelayan di Serangan yang mendeklarasikan dukungan kepada paket Mantra-Kertha. Penyerapan aspirasi dan acara deklarasi dukungan terhadap Mantra-Kertha ini juga dihadiri Ketua DPD Partai NasDem Kota Denpasar I Dewa Nyoman Budiasa.
MBP/ist
BPR GROUP - Seluruh direksi, PSP, staf dan karyawan/ wati BPR Group Sri Partha Pusaka yang terdiri atas BPR Sri Partha, BPR Ashi, BPR Pusaka, BPR Tish, BPR Antenk, Koperasi Mustika, Omatta, Parta Sedana dan Pusat Perbelanjaan Boby 76, Sabtu (13/1) melaksanakan aksi sosial donor darah. Acara juga melibatkan komisaris seluruh BPR Group Sri Partha bekerja sama dengan PMI Bali di Gedung BPR Sri Partha, Jalan Moh. Yamin, Renon, Denpasar. PengaMBIlan darah dilakukan oleh dr. I Nyoman Artana bersama timnya. Ketua Panitia Donor I Ketut Kadi dan Ni Made Aryawati mengungkapkan, SDM BPR Group Sri Partha termasuk para direksi dan komisaris sudah mendonorkan darahnya lebih dari 100 kali sejak tahun 1978. 29 Januari - 4 Februari 2018
15
EKONOMI
Tersandera Stok dan Harga Beras
H
arga beras belakangan ini memicu perdebatan. Harga beras sangat mahal ditengah wacana swasembada pangan. Impor pun menjadi. Namun penolakan terdengar dimana-mana. Tak hanya soal harga, stok beras juga dipertanyakan. Ada ketidaksinkronan data dengan fakta. Pemeraintah pun diminta jujur. Terkait dengan kebijakan di sektor pangan ini, di Bali kebijakan mengkhawatirkan juga terjadi. Terhitung mulai Maret mendatang, pemerintah menghentikan penyaluran dana LUEP (Lembaga Usaha Ekonomi Perdesaan). Kebijakan tersebut tentu akan memengaruhi keterserapan hasil pertanian, khususnya gabah. Apalagi pada Maret-April akan terjadi panen raya di Bali. Jumlahnya tiga kali lipat dari gabah yang dihasilkan pada Januari ini. Pada bulan Januari 2018 diprediksi 31.607 ton padi yang dihasilkan petani Bali. Sedangkan pada Februari lebih sedikit lagi yaitu hanya 28.872 ton. Namun menginjak bulan Maret sampai April produksi padi diprediksi meningkat tiga kali lipat yaitu 97.463 ton padi dan April 108.997 ton padi. Peningkatan produksi padi ini terjadi karena bulan Maret dan April merupakan panen raya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Mardiana, M.M. mengatakan, tahun 2017 luas panen 142.321 hektar (ha). Produksi gabah kering giling (GKG) kurang lebih 836.911 ton. Dengan GKP tersebut, produksi beras menjadi 486.747 ton. Sementara ketersediaan beras 870.539 ton. Kebutuhan dengan jumlah penduduk 4,2 juta 415.149 ton, sehingga masih ada surplus beras. Karena konsumsi beras 276,31 gram per kapita per hari. Diharapkan dua bulan ke depan, Maret dan April yang merupakan panen raya dapat menambah stok beras Bali. Sementara stok beras Bulog sampai tiga bulan ke depan yaitu 8.970 ton, tidak termasuk rastra. Kebutuhan beras hanya 2.300 ton per bulan. Sehingga ada stok untuk tiga bulan ke depan. Menurutnya, harga beras naik karena memang belum terjadi panen raya, dan iklim ekstrem yang memengaruhi produksi. Namun yang menjadi kekhawatirannya saat panen raya dua bulan lagi adalah tidak terserapnya gabah petani
16
MBP/dok
Di Bali, terhitung mulai Maret mendatang pemerintah menghentikan penyaluran dana LUEP (Lembaga Usaha Ekonomi Perdesaan). Kebijakan tersebut tentu akan memengaruhi keterserapan hasil pertanian, khususnya gabah. Tampak buruh tani menjemur Gabah.
karena dana LUEP dihentikan. Perpadi (Perusahaan Penggilingan Padi) dikhawatirkan tidak mampu menyerap gabah petani. Sehingga Dinas Ketahanan Pangan dengan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dapat menyerap gabah petani sesuai dengan harga komersial. Saat ini harga Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani Bali yaitu Rp 5.100 - Rp 5.200 per kilogram. Harga tersebut sudah di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 4.600. Harga GKG tersebut juga dikhawatirkan tidak mampu dibeli Bulog, sehingga petani akan menjadi korban. ‘’Semua gabah petani diharapkan bisa diserap oleh Perpadi dan bisa diserap oleh Bulog, tidak sampai gabah kita keluar. Itu harapan kita. Mudah-mudahan Dinas Ketahanan Pangan disediakan anggaran untuk membeli gabah petani pada saat panen raya. Karena sekarang dana LUEP tidak ada, dimoratorium. Mudah-mudahan ke depan itu bisa mengatasi sehingga ke depan petani mendapatkan harga yang layak,’’ ujarnya. Di lain pihak, sata ini data yang dirilis pemerintah tentang stok beras sangat tidak sinkron. Kementerian Pertanian (Kemen-
tan) menyebutkan stok cukup untuk beberapa bulan kedepan. Bahkan diyakini tahun 2018 tidak impor, karena segera panen raya. Namun Kemdag malah berencana impor. Tujuannya untuk mengamankan stok. Atas dua data tersebut, Anggota Komisi IV DPR, Ichsan Firdaus, meminta Kementerian Pertanian jujur soal data pangan. Pemerintah mengklaim ada surplus produksi pangan padahal harga beras naik cukup tinggi di atas harga eceran tertinggi. “Saran saya, jujurlah dengan data. Jangan ada akrobatik yang menciptakan ‘hantuhantu’ yang tidak selesai,” katanya dalam diskusi Pusat Kajian Pertanian Pangan & Advokasi, bertajuk “Mudah Mainkan Data Pangan”, di Jakarta. Dia menjelaskan, selama tiga tahun terakhir, saat ada gejolak harga beras dan kebijakan impor, selalu ada “hantu” yang bergentayangan dalam masalah itu. Hantu yang dimaksud yakni klaim surplus, spekulan, dan mafia beras. Menurut politisi Partai Golkar itu, selama tiga tahun terakhir, masalah itu kerap kali muncul namun belum ada upaya pemerintah mengatasinya, terutama terkait spekulan. l Maya
29 Januari - 4 Februari 2018
16
Mendesain Sinergi Pariwisata - Pertanian KORELASI sektor pariwisata terhadap pertanian selama ini selalu diperdebatkan. Menyalahkan sektor pariwisata cenderung dominan. Namun, argumen atas ini juga perlu dicermati. Lalu, apakah pertanian Bali tak hidup tanpa pariwisata? Pertanyaan terbalik ini juga perlu diuji. Peningkatan peredaran produk pertanian di tengah menguatnya pariwisata tentu adalah kepastian. Namun, perdebatan ini tak mesti mengarah pada siapa yang menang dan yang kalah. Bali harus segera melakukan redesain sinergi pariwisata dan pertanian. Ini penting dijabarkan dalam pembangunan Bali di zaman now. Pengamat dan pakar ekonomi pembangunan Universitas Udayana Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa mengatakan Bali harus menuju pembangunan ekonomi yang benar-benar dinikmati rakyatnya. ‘’Bali harus menuju ke situ. Mewujudkan ekonomi yang inklusi itu,’’ tegasnya. Selama ini, ada kesan Bali begitu mengagungagungkan pariwisata. Namun, Murjana Yasa justru mempertanyakan apakah pariwisata itu sudah menyejahterakan rakyat Bali? Apakah pemilik-pemilik hotel dan input pariwisata yang digunakan di hotel-hotel, akomodasi termasuk makanan, minuman dan sebagainya yang konon menyumbang pendapatan terbesar sudah dinikmati masyarakat Bali yang notabene sebagai penopang pariwisata tersebut? ‘’Kalau itu belum, maka kita harus restart. Pariwisata Bali harus menuju ke arah itu,’’ katanya lagi. Ia berharap Bali membangun pariwisata dari pertanian karena sejatinya di situlah rohnya. Membangun pariwisata dari adat dan budaya dengan menggerakkan kreativitas UMKM dan usaha kecil masyarakat Bali. Pasalnya, ketika pertanian Bali yang merupakan roh pariwisata maju, sektor UMKM maju dan kreativitas sosial budaya yang berbasis budaya Bali maju, maka di situlah akan lahir produk-produk unggulan yang berjati diri kuat. Misalnya, produk-produk kopi Kintamani dan kopi Pupuan yang
berdaya saing serta produk-produk khas Bali lainnya yang luar biasa. ‘’Kreativitas ini muncul dari situ. Ketika pertanian dan UMKM maju, dengan sendirinya saya yakin bahwa pariwisata juga akan maju,’’ ujarnya. Yang menjadi persoalannya kembali, bagaimana membangun pertanian Bali? Menurut Murjana Yasa, kita tidak boleh lagi berpikir tentang usaha tani yang berskala usaha tani rumah tangga. Yang harus digulirkan sekarang adalah usaha tani subak atau beberapa subak bahkan sekian banyak subak. ‘’Kita jangan berpikir usaha tani kecil-kecil lagi, itu tidak penting. Yang harus kita kedepankan adalah usaha tani berbasis subak atau beberapa subak. Sebenarnya, konsep di era Presiden Soeharto dengan Koperasi Unit Desa itu bagus. Tapi sayang, implementasi yang tidak bagus,’’ ujarnya. Ketika Bali membangun pariwisata dari pertanian sebagai basis budayanya, kata dia, lantas SDM pertanian itu di mana? Ia mengaku sempat observasi ke desa-desa. Ternyata, aspek penduduk dari sisi demografi di daerah pedesaan pada orang-orang tua dan anak-anak kecil. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar Bali kembali mengoptimalkan pemanfaatan dana desa untuk benarbenar membangun infrastruktur desa. Baik infrastruktur dari segi pendidikan, kesehatan dan khususnya ekonomi. Selanjutnya, bangun agro-industri di desa. ‘’Itu baru memungkinkan. Sebab, yang sekarang terjadi adalah ketimpangan dalam infrastruktur tersebut. Orang mencari sekolah orientasinya masih ke kota. Orang mencari kesehatan masih ke kota urusannya. Bagaimana mungkin kita menahan SDM-SDM kita yang muda-muda dan produktif itu di desa, jika kondisinya tetap seperti itu? Jadi, pembangunan infrastruktur di pedesaan itu harus benar-benar diperhatikan. Tentunya, ini butuh proses dan perubahan mindset yang panjang. Sejatinya, inilah restart kita. Restart Bali,’’ tegasnya.
Bali harus segera melakukan redesain sinergi pariwisata dan pertanian. Ini penting dijabarkan dalam pembangunan Bali di zaman “now”
l Sumatika 29 Januari - 4 Februari 2018
17
17
KIPRAH
Salah satu kostum rancangan Inggi Indrayana Kendra.
M
enjadi seorang desainer tidak mesti harus berlatar belakang pendidikan fashion. Namun, orang awam terhadap dunia fashion juga bisa menjadi desainer asalkan mempunyai karakter yang kuat dan memiliki inovasi berkarya tiada henti. Karakter dan inovasi inilah yang melatarbelakangi salah seorang desainer muda Bali tasal Jembrana, I Nyoman Inggi Indrayana Kendra. Bahkan, karya-karya desainnya tidak hanya tampil di tingkat lokal dan nasional, tapi telah berhasil mengharumkan nama Bali dan Indonesia di ajang kontes busana kelas dunia. Terbukti, berbagai prestasi terbaik pernah diraihnya dalam kompetisi kostum internasional, yakni menyabet Best National Costume Miss Intercontinental 2015 di Jerman, Best National Costume Miss Metropolitan World 2016 di Malaysia, Best National Costume Miss Supermodel International 2017 di India, Best National Costume Miss Chinesse World 2017 di Malaysia, Best National Costume Miss Cosmopolitan World 2017 di Malaysia dan masih banyak lainnya. Untuk tingkat nasional, pemuda kelahiran Negara, 15 Oktober 1994 ini pernah meraih Best Regional Costume Mister Teen Indonesia 2014 di Surabaya, Juara II National Costume Mister Teen Indonesia 2016 di Surabaya dan pernah mewakili Bali untuk Tradisional Costume di ajang Mister Indonesia yang diadakan di Kintamani, Bangli. Menurut Inggi, dirinya menekuni dunia desain berawal dari ketertarikannya terhadap dunia seni. Dimulai dari menekuni dunia melukis sejak taman kanak-kanak, lalu tertarik terhadap seni kriya dan belanjut kepada seni tari dan teater yang mengantarkannya kepada posisi di mana ia menggabungkan hal-hal tersebut ke dalam dunia desain. “Tertarik di dunia desain sebenarnya bisa dibilang setahap demi setahap, dari cuma suka gambar saja sampai akhirnya memadukan menggambar ke menggambar tari Bali, lalu berlanjut tertarik memggambar kostum tari Bali. Akhirnya, waktu SMA punya kesempatan untuk membuat kostumnya secara nyata karena mengikuti ekstrakulikuler teater di SMAN 1 Negara. Sewaktu kuliah di Politeknik Negeri Bali (PNB), saya tetap melanjutkan hobi saya itu,� ujarnya, belum lama ini. Menurut putra pasangan I Nyoman Kendra, B.E. dan Ni Luh Putu Eka Yanthi ini, ketertarikannya terhadap dunia desain karena dunia desain bersifat borderless yang akan selalu berkembang tanpa memandang usia dan semua orang butuh desain. Apalagi, seperti saat ini mode/fashion seakan-akan menjadi kebutuhan bagi semua orang. “Perkembangan desain saat ini sangatlah pesat. Dimana banyak orang yang dulunya awam kini makin mengerti tentang dunia desain. Seperti yang kita lihat di Bali, dunia desain termasuk pelaku desain di Bali kini sudah mulai semakin berkembang. Walaupun mereka bukan berlatar pendidikan fashion seperti saya, mereka tetap memperlihatkan apa yang menjadi karakter dari setiap desian-desainnya,� tegas mantan Duta Anak Indonesia Tahun 2011 ini. l Winatha
18
29 Januari - 4 Februari 2018
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
GRIASTA - SMP PGRI 8 Denpasar tidak habis-habisnya meraih prestasi. Di awal tahun 2018, Griasta kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Bali. Sekolah yang beralamat di Jalan Cokroaminoto, Gang Angsoka No.12, Ubung, Denpasar ini merebut juara II dalam lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) Tingkat Provinsi Bali. Dalam lomba bergengsi ini, juara I disabet SMPN 1 Bangli, juara II untuk SMP PGRI 8 Denpasar dan juara III diperoleh SMPN 4 Kuta Selatan, Badung.
MBP/ist
BUPATI JEMBRANA - Kabupaten Jembrana ternyata merupakan daerah yang sangat potensial untuk berinvestasi. Pasalnya, selain dukungan serta komitmen pemerintah daerah untuk mempermudah iklim investasi dengan adanya Perda No. 2 tahun 2017, juga memberikan dukungan yang luas kepada para investor, terutama di sektor pariwisata dengan beragam destinasinya bersinergi dengan berbagai kebijakan yang saat ini diprioritaskan pemerintah. Tak hanya itu sektor ekonomi juga patut dilirik karena memiliki potensi yang sangat menjanjikan. Hal itu diungkapkan Bupati Jembrana I Putu Artha saat meresmikan pengoperasian salah satu bank milik BUMN di Kota Negara, Kamis (11/1).
UNDIKSHA SINGARAJA - Perayaan Dies Natalis XXV Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja semakin meriah. Memasuki perayaan ke-14, Minggu (14/1) kemarin, perguruan tinggi berjuluk Kampus Seribu Jendela ini melakukan pencatatan Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk kategori pagelaran tari Pendet oleh penyandang cacat tunarungu terbanyak yakni 130 penari. Pergelaran ini merupakan kegiatan baru pertama di Indonesia. Rektor Universitas Pendidikan Gansesha (Undiksha) Singaraja Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. mengatakan, jumlah penyandang disabilitas yang mengikuti pagelaran tari Pendet ini sebanyak 130 orang.
MBP/ist
BANK SHINHAN - Tepat pada tanggal 10 Januari 2018, Bank Shinhan Indonesia mengadakan Opening Ceremony Cabang Bali. Bank Shinhan Indonesia sebenarnya telah memiliki satu kantor fungsional, namun kantor ini dialihfungsikan menjadi kantor cabang dan direlokasi ke Jalan Sunset Road Nomor 18 Kuta dengan harapan dapat mengakomodasi seluruh transaksi nasabah. Dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari Bank Indonesia, Causa Iman Karana selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rochman Pamungkas selaku Deputi Direktur Pengawasan OJK 2, Ambrocius Gerrit L. selaku Kepala Bagian Perizinan serta tamu undangan lain. 29 Januari - 4 Februari 2018 19
MANCANEGARA
Ancaman Rudal Palsu Turunkan Pengunjung Situs Dewasa
R
ibuan warga Hawaii terdeteksi sedang menonton film dewasa saat alarm tentang serangan rudal balistik ke wilayah itu diumumkan. Data lalu lintas pengunjung website Pornhub mengungkapnya. Alarm itu telah mengacaukan kesenangan mereka dengan ramai-ramai meninggalkan situs dewasa tersebut untuk menyelamatkan diri. Namun, alarm itu ternyata palsu yang dipicu tindakan staf manajemen darurat yang salah pencet. Pada pekan lalu, situs berbagai video dewasa terbesar itu mengungkap data anjloknya pengunjung pada hari di mana peringatan palsu soal serangan rudal balistik. Peringatan itu disebar ke setiap ponsel warga Hawaii. ”Ancaman rudal balistik masuk ke Hawaii. Carilah tempat perlindungan segera,
20
29 Januari - 4 Februari 2018
ini bukan latihan,” bunyi peringatan tersebut. Menurut pihak Pornhub, lalu lintas pengunjung situsnya turun sekitar 77 persen dari jumlah biasa, pada pekan lalu. Pengelola website itu menduga, ribuan warga Hawaii yang menjadi pengunjung telah siap-siap menunju bunker penyelamat. ”Berdasarkan tampilan halaman realtime, per menit, dan dibandingkan dengan level pada dua Sabtu sebelumnya, statistik kami menemukan penurunan lalu lintas yang terjal pada pukul 08.07 segera setelah peringatan dikirim. Pada pukul 08.23, lalu lintas anjlok drastis 77 persen di bawah angka pada hari Sabtu seperti biasa,” kata pihak Pornhub. Namun, kebutuhan akan film dewasa segera melonjak pada pukul 08.45 atau sesaat setelah pihak berwenang meyakinkan orang-orang Hawaii bahwa alarm yang
disebar sebenarnya alarm palsu. Menjelang pukul 09.00, terjadi peningkatan pengunjung secara dramatis yang didominasi publik Hawaii. ”Lalu lintas mulai kembali normal dan orang Hawaii secara kolektif menarik napas lega. Mereka yang mencari bantuan lebih lanjut kembali ke Pornhub di mana tampilan halaman melonjak 48 persen di atas tingkat tipikal pada pukul 09.01,” kata pihak Pornhub. Memang, alarm palsu tersebut telah membuat geger seisi Hawai. Baru setelah 18 menit pesan peringatan itu menyebar, kesalahan itu diketahui. Untuk meredam kepanikan, petugas mencoba mengirimkan pemberitahuan kembali jika pesan itu hanya sebuah kesalahan dan Hawaii dalam kondisi aman. Namun sayangnya, pemberitahuan informasi yang sesungguhnya itu disebarkan melalui email.
Bukan melalui telepon seluler seperti peringatan pertama. Reaksi masyarakat pun beragam. Sebagian besar panik, ada yang mencoba berlindung di bathtub atau bersembunyi sembari pasrah dan merenungkan apa yang mungkin terjadi di momen terakhir mereka. Hassan Deen, seorang mahasiswa Hawaii Pacific University mengatakan peringatan itu memicu kegilaan dan membuatnya dikurung selama 47 menit di sebuah ruangan yang berisi tempat sampah. Wajar saja jika warga berusaha mencari perlindungan secepat mungkin. Karena alarm peringatan itu diatur berbunyi 12 sampai 13 menit sebelum insiden terjadi. Artinya jika rudal balistik benar-benar diluncurkan mereka hanya punya waktu kurang dari 15 menit untuk menyelamatkan diri. Selain warga, para turis juga tidak kalah paniknya. Mereka mengira hidupnya akan segera berakhir. Alarm palsu juga membuat pegolf di PGA Tour panik. Setelah mengetahui kesalahan ini, pejabat negara bagian Hawaii sangat menyesal. Gubernur David Ige menyampaikan permohonan maafnya atas kepanikan yang ditimbulkan. Ia mengaku kekacauan ini terjadi karena ada kesalahan pada standar prosedur saat pergantian shift. Seorang karyawan salah memencet tombol. “Saya juga sangat marah dengan hal ini,” ujarnya.
Investigasi federal juga dilakukan. Mereka berusaha memastikan alarm palsu itu tidak akan terjadi lagi. Vern Miyagi, Administrator Hawai Emergency Managemeny Agency juga meminta maaf atas kesalahan yang tidak disengaja. Masyarakat mempercayai peringatan itu karena selama ini hubungan antara Amerika Serikat dan Koreta Utara tidak begitu baik. Apalagi Korea Utara memang sedang sukasukanya menguji coba rudal balistiknya. Jadi tidak menutup kemungkinan jika alarm peringatan itu benar adanya. “Saya melihat itu sebagai ancaman yang sangat nyata,” ujar salah seorang warga, Amy. Seorang pejabat federal Amerika Serikat menyebut Hawaii tampaknya tidak punya sistem perlindungan memadai untuk mencegah kesalahan peringatan serangan peluru kendali. Kepala Komisi Komunikasi Federal (FCC) Ajit Pai mengatakan para pejabat pemerintah mesti bekerja untuk mencegah insiden serupa. Dia mengatakan pihaknya “akan berfokus pada langkahlangkah yang diperlukan untuk mencegah insiden sama terjadi lagi.” Para pejabat di semua tingkat pemerintahan mesti bekerja sama “mengidentifikasi kelemahan apapun yang bisa berujung pada kesalahan peringatan dan melakukan apa yang diperlukan untuk memperbaikinya,” kata Pai sebagaimana dikutip Reuters.
Peringatan yang dikirim ke telepon seluler dan disiarkan di televisi dan radio pada sekitar 8.00 waktu setempat itu dikeluarkan di tengah ketegangan terkait pengembangan senjata nuklir dan rudal Korea Utara. Tak diralat hingga 38 menit, peringatan itu berbunyi “peringatan darurat ancaman rudal balistik menuju Hawaii. Segera cari perlindungan. Ini bukan latihan.” “Peringatan salah di Hawaii kemarin benar-benar tidak bisa diterima,” kata Pai. “Itu mengakibatkan gelombang kepanikan di seluruh penjuru negara bagian ... belum lagi, kesalahan peringatan meruntuhkan kepercayaan publik atas sistem peringatan yang ada dan mengurangi efektivitasnya dalam keadaan darurat sungguhan,” imbuhnya. “Koreksi harus diterbitkan segera ketika salah peringatan terjadi,” kata Pai. Penyelidikan FCC sejauh ini menunjukan Hawaiii tidak punya sistem perlindungan atau pengawasan proses yang mencukupi. Audit pemerintah 2013 lalu menyebut Badan Penanggulangan Darurat Federal telah meningkatkan sistem peringatan federal yang bernama Sistem Peringatan dan Kewaspadaan Publik, “tapi masih ada halangan untuk mengemplementasikan sistem terintegrasi secara penuh.” Sistem itu bisa menerima dan mengotentikasi peringatan berbasis internet dari badan pemerintah negara bagian dan lokal dan menyebarkannya ke publik.Sejumlah negara bagian masih ragu mengimplementasikan sistem itu. Mudah-mudahan hal serupa tidak terjadi lagi. l Gugiek Savindra 29 Januari - 4 Februari 2018
21
DAERAH
MBP/wit
Diguyur Hujan Lebat
�Panyengker� Ambrol, Rumah dan Pura Terancam Longsor
H
ujan lebat yang mengguyur Kabupaten Jembrana sejak Senin (15/1) malam hingga Selasa (16/1) mengakibatkan bencana di Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Panyengker rumah milik Ketut Tunas sepanjang 15 meter ambrol hingga menutupi jalan penghubung Yehembang- Pangkung Telupus. Ambrolnya pagar rumah itu membuat pemilik rumah waswas. Sebab, bangunan rumah dan pura miliknya juga terancam longsor. Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, peristiwa longsor itu terjadi ketika hujan lebat melanda kawasan tersebut. Lamanya hujan turun membuat panyeng-
22
29 Januari - 4 Februari 2018
ker rumah Tunas ambrol. “Untuk kejadian longsor itu terjadi pada Senin malam. Pagar sepanjang 15 meter itu tergerus, hingga materailnya menutupi jalan raya,� kata salah satu warga. Penghuni rumah yang mengetahui hal itu langsung melakukan pengecekan. Akan tetapi, pembersihan baru dilakukan pada keesokan harinya. Aparat desa dan warga pun berharap adanya bantuan alat berat untuk membersihkan material longsoran yang sempat menutup badan jalan poros desa tersebut. Setelah dibersihkan, jalan itu kembali bisa dilalui kendaraanm, khususnya sepeda motor. Klian Dusun Munduk Anggrek Desa
Yehembang Kauh Ketut Agus Ambara saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD untuk tindakan selanjutnya. Karena material sangat banyak, maka perlu adanya alat berat untuk pembersihan. Sebab, jika tidak ditangani, maka akan mengganggu arus lalu lintas dari dan menuju Desa Yehembang Kauh. Sembari menunggu alat berat datang, warga dan aparat desa terlihat membersihkan material itu dengan peralatan seadanya. Mereka bergotong royong mengevakuasi materail tersebut. l Witari
Dinsos ’’Gabeng’’
Bulog Menyerah Urus Pengungsi PERSOALAN logistik pengungsi Gunung Agung, semakin runyam. Lemahnya koordinasi Dinas Sosial (Dinsos) Karangasem dengan lembaga terkait, seperti Bulog, membuat ketersediaan logistik kembali terganggu. Bulog menilai Dinas Sosial Karangasem sejak awal sangat gabeng bertanggung jawab mengamankan urusan logistik beras itu. Situasi ini akhirnya memuncak, setelah Bulog tak mau lagi membantu penanganan pengungsi di Karangasem. Situasi ini dibenarkan Koordinator Bulog Karangasem, Putu Winarta. Saat dihubungi Senin (15/1), dia menyampaikan permohonan maaf, karena sudah tak sanggup membantu distribusi logistik kepada pengungsi. “Kami sudah meminjamkan beras sebanyak 65 ton. Lebih dari itu, sama saja mempertaruhkan pekerjaan dan masa depan kami di Bulog,” kata Winarta. Dia mengaku masih bingung sikap Dinas Sosial Karangasem. Karena awalnya meminjam, kapan beras ini akan dikembalikan, belum ada kejelasan. Apakah akan diganti menggunakan uang. Hal itu juga tidak jelas. Saat Bulog berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial Karangasem, dikatakan tak ada pagu anggaran untuk mengganti beras Bulog yang dipinjam itu. Persoalan itu belum jelas sejak tahun lalu, kini Dinas Sosial Karangasem kembali mengajukan peminjaman beras untuk penanganan pengungsi. Tetapi, gabeng-nya sikap Dinas Sosial itu membuat Bulog mengambil sikap tegas. Caranya untuk sementara tidak akan memenuhi permintaan tersebut. Kabid Pengadaan dan Distribusi Bulog Bali, I Made Agustama, mengatakan dalam hal penanganan bencana, seharusnya prinsip-prinsip koordinasi mesti dikedepankan. Sejak awal penetapan status tanggap darurat di Karangasem, dia mengaku sudah berusaha kooperatif dan pro-aktif membantu pemerintah daerah, baik di Karangasem maupun Klungkung. Tetapi, belakangan ini, Dinas Sosial dinilai sudah bertindak keterlaluan. Seperti yang terjadi belum lama ini, unit kerja gudang memerlukan waktu menyediakan tenaga buruh untuk memuat logistik. Bulog sebelumnya telah meminta
MBP/gik
Relawan ketika membantu memasak nasi untuk para pengungsi. Saat ini, stok beras sudah semakin menipis. Bulog mengambil sikap menghentikan sementara distribusi beras, karena kendala koordinasi.
Plt. Kabid Linjamsos via telepon agar beras tersebut diambil tanggal 31 Desember 2017 pagi. Karyawan Gudang Batubulan dan buruh pada hari itu menunggu sampai siang, namun tidak ada pemberitahuan lebih lanjut dari pihak Dinsos Karangasem. Kemudian, tanpa koordinasi dan pemberitahuan terlebih dahulu sehari sebelumnya, tiba-tiba pihak Dinsos datang ke gudang Bulog di Batubulan untuk mengambil beras jatah Desa Peringsari sebanyak 7.695 kg. “Mohon maaf, hal tersebut tidak bisa ditolerir,” tegasnya. Beras rastra yang dipinjam untuk keperluan penanganan pengungsi di Karangasem, selama ini diambil dari beberapa gudang. Antara lain, dari Gudang Sempidi, jatah rastra untuk Desa Dukuh 7.740 kg, Amerta Buana 5.445 kg, Duda Utara 13.680 kg, Besakih 6.030 kg dan Menanga 10.755 kg. Sementara dari Gudang Kauripan, jatah rastra milik Desa Besakih sebanyak 6.930 kg dan Dukuh 7.740 kg. Satu lagi, jatah beras rastra dari gudang Batubulan untuk Desa Peringsari sebanyak 7.965 kg. Total yang sudah dipinjam Dinsos Karangasem dari Bulog Bali sebanyak 58.545 kg. Sedangkan sebanyak 7.740 kg lagi dipinjam penanganan pengungsi untuk di Klungkung. Jadi, total beras yang dipinjamkan sudah 66.285 kg, setara harga tebus rastra Rp 106.056.000, atau setara harga pembelian pemerintah Rp. 611.147.700. “Jumlah uang tersebut, sudah melebihi kemampuan dan kapasitas kami untuk mempertanggungjawabkannya,” katanya. Belum Ada Jaminan Senada dengan Putu Winarta, Agustama
juga menegaskan, sampai saat ini belum ada yang menjamin siapa yang akan mengganti beras sejumlah tersebut dan atau membayar biaya tersebut. Sehingga, sementara Bulog Bali akan memotong CBP Karangasem sejumlah tersebut di atas sebagai penggantinya. Selain persoalan di atas, pihaknya mengaku masih memiliki tanggung jawab melayani penyaluran rastra desa-desa di KRB II dan III. Seharusnya, hal itu menjadi tanggung jawab bersama antara Perum Bulog dengan Pemkab Karangasem. Sebab, program rastra adalah program jaring pengaman sosial untuk KPM. Sehingga saat KPM yang mengungsi kembali ke daerah asal masing-masing, masih tersedia pangan pokok untuk dimakan. Atas dasar itu, Satker Rastra Karangasem, tidak lagi bersedia meminjamkan beras untuk keperluan penanganan logistik pengungsi Gunung Agung, sampai ada kejelasan mengenai penggantian biaya dan atau berasnya. “Kami mempersilakan Bupati Karangasem langsung bertemu pimpinan kami di Denpasar guna membahas ini lebih lanjut,” tegasnya. Kepala Dinas Sosial Karangasem Puspa Kumari, dimintai konfirmasi terhadap persoalan ini, Senin (15/1) memilih bungkam. Demikian juga Sekda Karangasem I Gede Adnya Muliyadi. Sementara Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, saat dimintai konfirmasi menegaskan akan membahasnya lebih lanjut dengan Kepala Dinas Sosial Karangasem bersama Bulog Bali. “Sudah saya teruskan ke Ibu Kadis Sosial,” ujar Wabup Artha Dipa. l Bagiartha 29 Januari - 4 Februari 2018
23
K E S E H ATA N
Cegah Difteri dengan Imunisasi
D
ifteri merupakan penyakit yang serius, sangat menular, dan dapat menimbulkan kematian. Penyakit ini disebabkan oleh toksin (racun) yang dibuat oleh bakteri bernama Corynebacterium diptheriae. Difteri dapat menyerang semua golongan umur, terutama mereka yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap difteri dan anak-anak. Difteri menular melalui droplet (partikel air liur, dahak atau ingus) yang mengandung bakteri, misal saat penderita batuk atau bersin. Penyakit ini sangat cepat menular jika terjadi kontak yang cukup dekat dengan penderita. Penderita yang tidak mendapat pengobatan, dapat menularkan difteri selama 2 minggu setelah terjadi infeksi. Pada umumnya penderita difteri menga-
24
29 Januari - 4 Februari 2018
lami gejala dan tanda berupa demam yang tidak begitu tinggi (sekitar 38°C), munculnya pseudomembran/selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan yang mudah berdarah jika dilepaskan, kadangkadang disertai pembesaran kelenjar getah bening leher dan pembengkakan jaringan lunak leher yang disebutÊbullneck, serta sakit waktu menelan. Gejala lain yang dapat muncul adalah sesak napas dan suara mengorok. Penderita yang menunjukkan gejala-gejala di atas harus segera mencari pertolongan dokter. Difteri dapat menimbulkan kematian karena toksin bakteri Corynebacterium diptheriae dapat menimbulkan sumbatan saluran nafas dengan komplikasi miokarditis (perangan pada otot jantung), gagal ginjal, gagal nafas, dan
gagal sirkulasi. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menunjukkan bahwa dari Bulan Januari sampai dengan November 2017, terdapat 591 kasus difteri yang dilaporkan dari 95 Kabupaten di 20 provinsi di Indonesia, dengan 32 orang (6%) diantaranya meninggal dunia. Sebagian besar kasus (sekitar 80%) dilaporkan dari tujuh provinsi yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bangka Belitung, Jambi, Lampung. Beberapa kasus juga dilaporkan dari Ibu Kota Jakarta. Sementara dari Bulan Oktober sampai November 2017 terdapat 11 provinsi yang melaporkan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) atau wabah Difteri di wilayah kabupaten/kota-nya, yaitu Sumatera Barat, Jawa Tengah, Aceh,
Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Sebagian besar kasus berusia di bawah 18 tahun, yang tidak pernah divaksinasi difteri sebelumnya atau vaksinasinya tidak lengkap. Di Provinsi Bali, pada Bulan Desember 2017 terdapat tiga orang kasus yang dicurigai difteri, tetapi pemeriksaan menunjukkan hasil yang negatif. Selama ini Provinsi Bali berstatus bebas difteri, sehingga jika ada satu orang saja yang terdiagnosis menderita difteri maka akan dicatat sebagai KLB. Walaupun sampai saat ini belum ada kasus yang terdiagnosis difteri di Bali, kewaspadaan bersama semua pihak tetap dibutuhkan dalam rangka deteksi dini kasus dan pencegahan penularan. Kewaspadaan bersama ini sangat dibutuhkan karena mobilitas penduduk keluar masuk Provinsi Bali yang sangat tinggi, sehingga meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit menular, termasuk difteri. Difteri merupakan penyakit yang ada sejak lama, yang seharusnya sudah mampu untuk ditanggulangi dengan program imunisasi, karena imunisasi merupakan upaya pencegahan yang paling utama untuk difteri. Di Indonesia sendiri, mulai tahun 1990-an kasus difteri telah jauh menurun, tetapi mulai meningkat lagi sejak tahun 2000-an. Menurut data survey Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi di Indonesia pada tahun 2013 hanya sebesar 59,2%, sedangkan cakupan imunisasi difteri-pertusis-tetanus (DPT) hanya mencapai 75,6%. Agar mampu mencegah penularan difteri di masyarakat, seharusnya imunisasi DPT minimal mencapai 95%. Tidak berhasilnya program imunisasi di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, yang salah satunya adalah adanya penolakan terhadap program imunisasi oleh kelompok tertentu di masyarakat. Menurut beberapa studi terkait penerimaan program imunisasi di Indonesia, penolakan masyarakat terhadap imunisasi dilatarbelakangi oleh beberapa hal yaitu adanya pertimbangan terkait kepercayaan tertentu; adanya persepsi negatif terhadap dampak kesehatan imunisasi pada anak, baik dampak jangka pendek (demam, bengkak di area suntikan dan lain-lain) maupun dampak jangka panjang; adanya persepsi negatif terhadap efektivitas vaksin; dan adanya kekhawatiran terhadap kandungan bahan vaksin yang dilarang oleh agama/keyakinan tertentu. Selain adanya penolakan, rendahnya cakupan
imunisasi di beberapa daerah di Indonesia juga dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan dan akses terhadap layanan imunisasi yang tersedia. Sebagai respon berbagai penolakan karena adanya keraguan masyarakat di banyak negara terhadap efektivitas vaksin DPT, organisasi kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) mendanai beberapa penelitian yang dilakukan di Bangladesh, Burkina Faso, Indonesia, dan Papua New Guinea. Hasil penelitian tersebut menunjukkan penurunan angka kematian pada anak-anak yang menerima vaksinasi DPT, dan tidak terdapat efek negatif dari pemberian vaksin tersebut. Hasil penelitian tersebut memberikan bukti yang cukup untuk menolak pendapat sebelumnya yang menyatakan adanya peningkatan kejadian kematian setelah anak menerima vaksin DPT. Imunisasi merupakan salah satu cara pencegahan penyakit menular tertentu yang dapat diberikan tidak hanya pada bayi dan balita, tetapi juga pada remaja dan orang dewasa. Imunisasi dilakukan dengan cara memberikan suatu zat yang disebut antigen, yang berasal dari bakteri atau virus tertentu yang telah dilemahkan atau dimatikan, untuk merangsang terbentuknya kekebalan (imun) tubuh terhadap bakteri atau virus tersebut. Imunisasi merupakan cara investasi kesehatan yang paling murah (cost-effective) karena mampu untuk mencegah kejadian sakit, cacat dan kematian akibat penyakit menular tertentu yang diperkirakan sebesar 2-3 juta kematian setiap tahunnya. Hak anak untuk mendapat imunisasi telah dicantumkan dalam Undang-undang Kesehatan No. 36 tahun 2009 yang menyatakan bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh imunisasi dasar yang sesuai dengan ketentuan untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi, dan pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap pada semua bayi dan anak. Di Indonesia, terdapat 3 jenis vaksin untuk imunisasi difteri, yaitu sebagai bagian kombinasi vaksin DPT-Hepatitis B (HB)-Haemofilus influenza b (Hib), vaksin DT, dan vaksin Td yang diberikan pada usia berbeda. Imunisasi difteri pada bayi usia di bawah usia 1 tahun diberikan melalui imunisasi dasar sebanyak 3 dosis vaksin DPT-HB-Hib. Vaksin kombinasi tersebut diberikan dengan jarak 1 bulan saat bayi berusia 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan. Selanjutnya, diberikan imunisasi
lanjutan (booster) pada anak umur 18 bulan sebanyak 1 dosis vaksin DPT-HB-Hib; pada anak sekolah dasar kelas 1 diberikan 1 dosis vaksin DT, lalu pada siswa kelas 2 diberikan 1 dosis vaksin Td, dan pada murid kelas 5 diberikan 1 dosis vaksin Td. Sebagai respon terhadap kejadian luar biasa difteri di beberapa wilayah di Indonesia, pemerintah telah mengambil berbagai langkah, salah satunya adalah pemberian imunisasi serentak yang disebut sebagai outbreak response immunization (ORI). ORI diberikan kepada anak-anak yang tinggal di daerah berisiko tinggi untuk mengurangi kesenjangan imunisasi di wilayah tersebut, melalui pemberian dosis tambahan vaksin difteri. Berbagai kampanye pemberian vaksin difteri juga telah dilakukan sejak Desember 2017. Jenis vaksin yang diberikan dalam program ORI adalah Vaksin Pentavalent untuk anak-anak berusia di bawah 5 tahun, vaksin DT untuk anak-anak berusia 5-7 tahun, serta vaksin Td untuk anak-anak usia 8-19 tahun. Vaksinasi tambahan tersebut diberikan secara gratis sejak tanggal 11 Desember 2017 melalui puskesmas, posyandu dan rumah sakit. Program ORI juga akan dilakukan di daerah berisiko lainnya secara bertahap. Seluruh masyarakat diharapkan untuk memastikan seluruh anggota keluarga telah menerima vaksin difteri secara lengkap beserta booster-nya sesuai dengan yang rekomendasi pemerintah. Karena imunitas setelah vaksinasi dapat menurun sesuai dengan berjalannya waktu, dosis booster dibutuhkan setiap 10 tahun sekali untuk menjaga tingkat kekebalan tubuh terhadap difteri. Selain memastikan kelengkapan imunisasi anak dan anggota keluarga lainnya, masyarakat diharapkan mampu untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker bila sedang batuk atau pilek, segera mencuci tangan setelah membersihkan hidung atau menutup mulut saat batuk, membuang semua tisu yang digunakan untuk membersihkan hidung atau menutup mulut ke tempat sampah, dan segera berobat ke pelayanan kesehatan terdekat jika anggota keluarganya ada yang mengalami demam disertai nyeri menelan, terutama jika didapatkan selaput putih keabuan di tenggorokan. l dr. Komang Ayu Kartika Sari, MPH Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas dan Ilmu Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana 29 Januari - 4 Februari 2018
25
LENSA
WISATAWAN
Sejumlah wisatawan mancanegara mengunjungi objek wisata Pura Taman Ayun, Badung. Kunjungan wisatawan mancanegara ke tempat ini didominasi dari benua Eropa dan Asia.
MBP/eka
26
29 Januari - 4 Februari 2018
MBP/afp
Pembalap McLaren Fernando Alonso menyelesaikan sesi latihan di Grand Prix Formula 1 Azerbaijan di sirkuit Baku City.
T
Tanggal Peluncuran
im-tim Formula 1 mulai memperlihatkan kesiapannya menghadapi Grand Prix musim 2018. Mereka merilis tanggal peluncurnya mobil barunya terutama jelang sesi uji pada Februari mendatang. Tim McLaren memilih 23 Februari sebagai hari peluncuran mobil MCL33. Setelah tiga musim menjalani musim yang sulit bersama Honda, McLaren memilih untuk mengganti mesin mereka. Untuk musim mendatang dipilih Renault sekaligus mengakhiri kerjasama dengan pabrikan Jepang itu. Mobil Renault MCL33 rencananya diperkenalkan pada publik tiga hari jelang
sesi uji coba pra musim di Circuit de Catalunya, Barcelona. McLaren menargetkan bisa mencapai podium pada musim ini setelah paceklik gelar sejak 2014. Sementara itu, juara bertahan Mercedes memilih tanggal 22 Februari. Ironinya itu bersamaan dengan rival utamanya Ferrari yang juga berniat merilis mobil barunya pada hari tersebut. Sang juara dunia Lewis Hamilton dan rekan setimnya Valtteri Bottas akan hadir saat peluncuran mobil W09 itu di Silverstone. Sedangkan Ferrari memilih meluncurkan mobil penantang sang juara dunia via online. Mercedes memastikan bahwa acara itu
tidak akan berbenturan dengan rivalnya dan akan menayangkan secara langsung peluncuran mobil tim Italia di Silverstone. “Kami akan menyaksikan secara dekat mobil itu,’ kata tim Inggris itu. Setelah berpisah dnegan McLaren, Honda selanjutnya memasok mesin pada tim Toro Rosso. Rencananya tim saudara Red Bull itu, akan merilis mobil barunya pada 25 Februari di Barcelona. Tim-tim lain tidak membuat acara istimewa untuk mobil baru mereka. Mobil tersebut secara langsung bisa diperlihatkan saat memulai latihan pada 26 Februari, laporan Reuters. l Yudi Winanto 29 Januari - 4 Februari 2018
27
OLAHRAGA
Pengumuman Pra Musim
HANYA sepekan jelang sesi uji coba pra musim MotoGP, tiba-tiba pembalap Jonas Folger mengumumkan akan absen sepenuhnya pada kompetisi musim 2018 ini. Pembalap Monster Yamaha Tech3 ini diyakini belum pulih secara sempurna dari masalah kesehatan yang membelitnya pada musim lalu. Pembalap Jerman berusia 24 tahun itu tampil brilian musim lalu. Ia mampu menjadi runner-up pada seri di Sachsenring yang dimenangkan Marc Marquez. Tapi di debutnya di kelas tertinggi, MotoGP ini dia diyakini kembali terjangkit virus Epstein Barr yang membuat fisiknya tak pernah bugar. Folger pun absen sejak balapan di Motegi. Dalam pemeriksaan pada November lalu, pembalap bernomor 94 itu didiagnosa menderita sindrom Gilbert. Akibatnya ia harus menjalani diet khusus. “Saya akan kembali dan lebih tangguh lagi,” katanya saat itu. Diperkiarakan ia akan kembali naik sadel pada sesi uji coba pra musim di sirkuit Sepang, Malaysia 28-30 Januari. Ternyata harapan Folger untuk mencapai level bugar 100 persen tidak tercapai dan dia membuat keputusan drastis dengan absen sepanjang musim ini. “Dengan teramat sedih saya mengatakan ini, saya tidak bisa membalap MotoGP 2018,” kata Folger yang juara tiga seri Moto2, 1 seri Moto3 sebelum naik ke MotoGP. Virus yang menjangkitinya sejak 2011, itu tidak bisa dipastikan akan menyebabkan karier Folger runtuh seketika. Namun dia tetap berharap dukungan dari semua pihak yang selama ini memberinya semangat membalap. Manajer tim Tech3 Herve Poncharal mnengaku terkejut dnegan keputusan Folger itu. Bahkan pihaknya belum menyiapkan pembalap pengganti untuk mendampingi Johann Zarco menghadapi musim balapan nanti. “Sulit bagi saya untuk mempercayai hal ini bahwa dia tidak bis membalap bersama kami pada 2018. Dia merupakan pembalap kepercayaan saya.” kata Poncharal usai menerima telfon dari Bob Moore, manajer Folger yang memberitakan keputusan itu. “Saya menghargai keputusan itu kendati susah untuk menerimanya.” Keputusan Folger itu memaksa Poncharal harus kerja keras mencari pembalap pengganti. Pasalnya kebanyakan pembalap sudah diikat kontrak dan telah mempersiapkan diri menghadapi musim ini. Tech 3 merupakan tim satelit sejak 2017. Namun label itu tidak berati apa-apa karena baik Folger dan Zarco menunjukan performa hebatnya dan tak kalah dengan tim-tim utama. Zarco tercatat tiga kali naik podium dan dua kali merebut pole. Ia menutup musim dengan menempati peringkat ke-6 klasemen pembalap. Dengan absennya Folger musim lalu, tim kemudian menunjuk Kohta Nozane, Broc Parkes dan Michael van der Mark. Namun ketiganya tak mampu menyumbang poin. Sementara Folger yang tampil di 13 seri menghasilkan 84 poin dengan sekali naik podium. Alex Lowes menempati peringkat ke-13 saat tampil bersama Tech3 pada 2016. Musim ini Lowes dan van der Mark akan membela tim Yamaha di WorldSBK. Incaran lainnya adalah Stefan Bradl. Tapi pembalap Jerman itu masih terikat kontrak sebagai pembalap penguji tim Honda
28
29 Januari - 4 Februari 2018
di Sepang nanti, seperti dilansir website crash.com. Sylvain Guintoli yang memiliki banyak pengalaman di MotoGP termasuk di Tech 3, masih bersama tim Suzuki. Kandidat lainnya adalah Xavi Vierge namun dari tim Tech3 Moto2. Namun dia pun kini bersama tim Dynavolt Intact. l Yudi Winanto
MBP/net
Pembalap tim MotoGP Monster Yamaha Tech3 Jonas Folger.
Seragam Tim Netral
MBP/rtr
Desain kostum atlet Rusia di Olimpiade musim dingin Pyeongchang Februari mendatang. Desain itu dibuat ZASPORT, pemasok seragam tim Rusia. Negeri itu terkena sanksi akibat skandal doping dan akan mengenakan seragam netral berwarna abu-abu.
SEJUMLAH atlet Rusia masih diizinkan tampil pada Olimpiade musim dingin di Pyeongchang, Korea Selatan bulan depan. Namun mereka tidak mewakili negaranya dan berlaga dari tim netral. Sebagai penandanya, para atlet tersebut akan mengenakan seragam yang didominasi warna abu-abu dan tanpa bendera nasional. ZASPORT yang selama ini menjadi pemasok seragam bagi tim Olimpiade Rusia, merilis desain seragam tersebut setelah mendapat krietria dari Komite Olimpiade Internasional (IOC). Komite Olimpiade Rusia menyebutkan sebagai pengenalnya di seragam para atlet tersebut akan diberi tanda “Atlet Olimpiade dari Rusia.� “Seragam netral berarti tanpa simbol-simbol, yakni bendera atau lambang negara Rusia,� jelas ZASPORT dalam pernyataannya. IOC menjatuhkan sanksi larangan bertanding bagi Rusia karena dugaan melakukan manipulasi secara sistematis terhadap aturan antidoping. Rusia menolak tuduhan penggunaan obat terlarang untuk meningkatkan performa atlet tersebut. Kendati demikian, IOC masih membuka pintu bagi atlet-atlet yang memiliki trek rekor bersih dari skandal doping. Namun pada Olimpiade musim dingin nanti, mereka akan berlomba dengan bedera Olimpiade. Untuk keputusan itu, pemerintah Rusia sepakat dan mendukung undangan IOC serta mengizinkan atletnya berlaga di Korea Selatan, laporan Reuters. l Yudi Winanto 29 Januari - 4 Februari 2018
29
OLAHRAGA
I Putu Takahide Valentino
Berobsesi Asuhannya Tampil di Olimpiade MANTAN perenang andalan Bali I Putu Takahide Valentino gagal tampil pada hajatan multievent empat tahunan sejagat yakni Olimpiade. Untuk menebus itu, Takahide yang kini berprofesi sebagai pelatih di Takahide Swimmming Centre (TSC), berobsesi meloloskan perenang asuhannya ke Olimpiade 2024 di Prancis. Takahide mempunyai keinginan demikian mengingat sang kakek Sato Takanao tercatat dua hingga tiga kali berlaga di Olimpiade mengusung bendera Jepang. Karena itu pula ia sengaja memberi nama klubnya TSC sebagaimana klub sang kakek, Tokyo Swimming Centre (TSC). ‘’Kakek saya pemain polo air Jepang di ajang Olimpiade,’’ terang pria kelahiran Denpasar, 14 Februari 1992 ini. Ia memakai Singapura sebagai patokan untuk mengejar prestasi. Negara tetangga ini mempunyai perenang Joseph Scholing yang sukses mendulang medali emas pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil, di nomor 100 meter kupu setelah mengalahkan Michael Phelps (AS. Takahide yang memiliki ibu asli Jepang Mizuna Sato hanya sampai peringkat keempat nomor 200 meter gaya punggung pada PON XVII/2008 di Kaltim. Ia sejak kecil menekuni tari, karate, aikido dan renang, namun hanya dalam olahraga air mampu mengukir prestasi. Setahun sekali tiap libur Galungan dan Kuningan, Takahide berlibur ke Negeri Sakura menemui sang kakek. ‘’Sejak kelas I SDK Harapan, saya naik pesawat sendiri dari Bandara Ngurah Rai ke Jakarta, kemudian ke Jepang. Saya berani sebab diberi hadiah game,’’ kenangnya. Prestasi lainnya juara di kejurnas Eagle Cup di Surabaya sekaligus atlet terbaik, juara Kejuaraan Renang Antar-Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) dan mewakili Bali pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD dan SMP. Takahide melanjutkan studi ke SMPN 1 Denpasar dan SMAN 4 Denpasar melalui jalur prestasi renang. Setelah menamatkan kuliahnya di jurusan Pariwisata Unud, ia bekerja di spa. Akan tetapi faktor hobi membuatnya lebih enjoy menjadi pelatih renang. Apalagi dirinya didukung orangtuanya, sehingga bisa mengukir prestasi. Sederet perenang andal asuhannya antara lain Made Ananda Raditia, Ni Putu Pande Lisa Primasari, Ni Luh Putu Satya, Galang Indra Suranto, I Gusti Ayu Made Nadia Saraswati, Satria Andrew Tan, Gusti Ngurah Panca dan Gusti Ayu Komang Sri Natasya. Satria Andrew Tan menyabet 1 emas nomor 200 meter gaya ganti, 3 perak dan 4 perunggu pada kejuaraan kelompok umur bertajuk SEA Age Group di Brunei Darussalam. ‘’Saya ingin di antara mereka bisa lolos ke Olimpiade di Prancis,’’ tegasnya. Takahide yang mengantongi lisensi D hasil kursus yang diadakan Pengkab PRSI Buleleng, sering menimba ilmu renang ke Jepang dan sharing dengan beberapa pelatih. Ia berniat mengajak orangtua bersama atlet yang mampu menyaksikan langsung bagaimana serunya lomba renang Olimpiade di Jepang pada 2020 mendatang. l Daniel Fajry
30
29 Januari - 4 Februari 2018
MBP/nel
I Putu Takahide Valentino
Kualifikasi Liga Champions Asia
Kalah Dalam Uji Coba Bawa Hasil Positif KALAH dalam suatu pertandingan tidak selalu jelek. Apalagi kalau sifatnya hanya uji coba. Jauh lebih baik takluk dalam uji coba daripada saat pertandingan resmi. Lewat partai persahabatan, pelatih tahu kelemahan timnya untuk kemudian dibenahi agar tidak terulang dalam pertandingan sesungguhnya. Hasil pahit dialami Bali United dalam persiapan menghadapi babak kualifikasi Liga Champions Asia. Fadil Sausu dan kawan-kawan dipermalukan PSIS Semarang dengan skor 0-1 dalam uji coba tanpa disaksikan penonton di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar. Kekalahan ini membuat kecewa fans setia Bali United. Mereka gusar karena melawan tim promosi Liga 1 Indonesia saja kalah, apalagi menghadapi Tampines Rovers (Singapura) di Liga Champions Asia. Kekalahan itu ternyata berbuah positif. Pelatih Widodo Cahyono Putro tahu kelemahan asuhannya, terutama di lini belakang yang mampu dimanfaatkan PSIS. Ia juga meningkatkan koordinasi antarpemain terutama dua legiun asing baru, Demerson (belakang) dan Kevin Brands (tengah). Para pemain pun termo-
tivasi untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama saat menjamu Tampines Rovers. Mereka berlatih serius agar mendapat poin maksimal dari klub asal Singapura ini. Hasilnya pun mujarab. Tampines Rovers dibekap 3-1 di Stadion Dipta pada 16 November lalu. Didukung Semeton Dewata yang memenuhi stadion, Fadil Sausu dan kawan-kawan memborbardir benteng pertahanan lawan sejak awal hingga akhir laga. Hanya karena keberuntungan tim tamu, gawang Muhammad Syazwan Bin Buhari hanya kebobolan tiga gol. Tembakan jarak jauh Fadil Sausu membuka kemenangan Bali United pada menit ke-16. Tetapi salah pengertian antara kiper Wawan Hendrawan dan pemain belakang membuat Tampines Rovers dapat mengejar ketinggalan melalui sundulan Shannon Stephen pada menit ke-41. Semangat tinggi untuk memenangkan pertandingan sekaligus melaju ke fase berikutnya memacu pemain Bali United makin agresif di babak kedua. Dua gol kemenangan akhirnya tercipta lewat kaki Ilija Spasojevic pada menit ke-63 dan Hanis Saghara saat injury time.
Pemilik Bali United, Pieter Tanuri, memuji kerja keras pelatih dan asisten pelatih dalam menyiapkan timnya menghadapi Tampines Rovers. Ia juga salut atas perjuangan tidak kenal lelah para pemain di lapangan yang licin akibat hujan. Seluruh punggawa Bali United berjuang gigih, sehingga poin penuh bisa direbut. Hasil ini membawa Tim Serdadu Tridatu melaju ke babak kedua menantang Chiangrai United (Thailand) pada 23 Januari. Ini adalah laga sulit mengingat pertadingan dimainkan di kandang lawan. Tetapi setangguh-tangguhnya lawan tetap harus dihadapi karena hanya kemenangan yang akan mengantarkan Bali United melaju ke fase ketiga melawan klub Cina, Shanghai SIPG, pada 30 Januari. Bermain tandang sudah pasti berbeda dibandingkan tampil di kandang sendiri. Widodo dan asistennya serta para pemain sudah mengantisipasi hal itu. Bali United dipastikan tidak akan bermain menyerang seperti di Stadion Dipta. ‘’Kami tak mungkin bermain ofensif melawan Chiangrai,’’ ujar Widodo. l Mawa
MBP/kmb
Bali United (merah) memetik kemenangan atas Tampines Rovers setelah sebelumnya dikalahkan PSIS Semarang dalam uji coba. 29 Januari - 4 Februari 2018
31
PENDIDIKAN
MBP/kertanegara
Suasana seminar Pemberdayaan Lingkungan Sekolah Guna Peningkatan Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Jiwa Remaja yang dihadiri perwakilan siswa SMA/SMK dan guru.
Pelajar Rentan Alami Stres
P
elajar zaman sekarang mengalami rentan stres karena banyaknya beban di bidang pendidikan, pergaulan dan lingkungan. Potensi stres itu bertambah lagi dengan adanya kecenderungan gaya hidup remaja sekarang yang mengarah ke glamor. Oleh karena itu, perlu diantisipasi oleh para pendidik dan orangtua dengan menanamkan pola hidup sederhana kepada anak-anak sejak usia dini. “Tentang kesehatan jiwa, banyak pelajar sekarang ini mengalami stres terutama terkait pendidikan. Belum memikirkan kebutuhan pendidikan, apalagi zaman sekarang ini banyak kebutuhan diinginkan sehingga acap kali merubah perilaku siswa,” ujar Direktur Akper KesdamIX/Udayana Letkol Ckm. Dr. Arsana, Sp.P.D., seusai membuka seminar Pemberdayaan Lingkungan Sekolah
32
29 Januari - 4 Februari 2018
Guna Peningkatan Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Jiwa Remaja, belum lama ini. Seminar tersebut dihadiri perwakilan siswa SMA/SMK dan guru dari Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar. Supaya hal itu tidak terjadi, kata Letkol Arsana, harus sering diberikan penyuluhan. Kegiatan ini telah dilakukan Akper Kesdam IX/Udayana bahkan menjadi kegiatan rutin. Seberapa rentan pelajar mengalami gangguan kesehatan jiwa? Menurut Arsana, kondisi ini sering terjadi di kota besar. Terutama, pelajar dari ekonomi pas-pasan dan ingin meniru temannya dari keluarga mampu. “Akhirnya mereka salah pergaulan. Faktor stress muncul karena tidak mampu memenuhi kebutuhannya. Apabila gejala stres tidak bisa ditanggulangi atau dikendalikan, mulailah muncul gangguan jiwa, jadi pendiam, cemas dan mengarah ke depresi. Hal ini yang harus
kita antisipasi,” tegasnya. Arsana menegaskan, pengetahuan tentang kesehatan, sangat penting diberikan kepada pelajar. Dengan begitu, mereka memahami hal-hal yang dilarang seperti seks bebas dan tahu dampaknya. Selain berdampak pada diri sendiri, juga lingkungan dan sosial, termasuk ekonomi. “Dengan hadirnya perwakilan masingmasing sekolah, nantinya kami harapkan mereka menyebarkan pengetahuan yang diperoleh dalam seminar ini kepada teman-teman sekolahnya,” katanya. Dari hasil beberapa penelitian, remaja di atas 16 tahun sampai usia 25 tahun sangat rentan masalah reproduksi dan pergaulan bebas. Oleh karena itu, harus diantisipasi. Apalagi, sekarang banyak kasus HIV/AIDS. l kertanegara
Teknologi Picu Kejahatan Anak-anak TEKNOLOGI selalu melahirkan pembaharuan yang keniscayaannya bukan sebuah hukum ilmu pengetahuan dan perkembangannya selalu tumbuh dan berkembang dengan berbagai varian, sehingga setiap insan diharuskan untuk memilih dan mengikutinya. Ketika pilihan dan penggunaannya benar, maka akan mendapatkan manfaat yang benar pula. Namun jika teknologi dimanfaatkan dan disalahgunakan, maka akan mendapatkan aib atau kesalahan dalam pemanfaatannya. Apalagi jika disalahgunakan oleh mereka yang belum waktunya untuk mendapatkan informasi tersebut. “Inilah salah satu penyebab maraknya tindakan kejahatan yang terjadi yang melibatkan anak-anak di bawah umur, baik menjadi korban maupun pelaku kejahatan,”ujar praktisi hukum Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., belum lama ini. Radendra memaparkan, makin banyaknya kejahatan yang melibatkan anakanak, tidak terlepas dari makin terbukanya akses anak pada internet atau media sosial (medsos) yang bisa diakses dari genggaman tangan/gadget. Sementara, isi dari internet dan medsos tidak selalu baik dan mendidik. Bahkan, internet/medsos lebih banyak memiliki pengaruh buruk daripada baiknya. Sebab, penggunaan intenet masih minim digunakan untuk mencari ilmu pengetahuan, itupun karena diarahkan orangtua dan guru. “Internet yang diakses secara bebas tanpa batas, akibat orangtua hanya sebatas membelikan gadget dan pulsa tanpa mengawasi apa yang diakses menyebabkan banyak inspirasi buruk dan jahat yang merasuki anak-anak yang memang belum punya daya saring atau filtrasi atas informasi yang diterimanya,” tegasnya. Secara hukum, kata Radendra, pelaku kejahatan yang masih di bawah umur tetap diproses, namun diperlakukan berbeda dengan penjahat dewasa. Hal ini dilakukan dengan dasar pemikiran bahwa anakanak lebih lemah, rentan dan berpotensi tereksploitasi. Sehingga, jangan sampai perlakuan yang keliru justru menjadikan anak bersangkutan menjadi kandidat penjahat kawakan sepanjang hidupnya. “Peran orangtua menjadi terpenting di sini. Sekedar membelikan gadget untuk anak tanpa mengambil tanggung jawab untuk mendampingi dan mengawasi penggunaannya secara sehat, pada hakikatnya se-
dang meracuni anak kita sendiri. Maksudnya ingin menyayangi, tapi efeknya justru meracuni mental anak sendiri,” imbuhnya. Oleh karena itu, Radendra menyarankan agar para orangtua bisa membatasi anaknya dalam menggunakan HP/gadget di rumah. Sebab, HP/gadget bisa menjadi candu bagi anak-anak, seperti narkoba. “Mungkin mereka akan protes dan menangis saat diberlakukan demikian, tetapi itu tidaklah masalah. Sama seperti rehabilitasi pecandu narkoba, maka harus dibuat lepas secara paksa dan mereka sampai menangis-nangis. Tapi itu pasti terlewat dan demi kebaikan. Daripada efek buruk melanda anak-anak kita ke depannya. Apapun yang mencandu atau kecanduan adalah buruk. Termasuk kecanduan gadget,” katanya mengingatkan. Sementara itu, pengamat pendidikan Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si. mengatakan, kecanggihan teknologi tidak dapat dipungkiri. Bahkan, teknologi didapatkan dengan harga yang tidak terlalu mahal, sehingga memudahkan setiap insan yang tidak dibatasi oleh umur, jenis kelamin maupun posisinya sebagai siswa maupun mahasiswa untuk memiliki kesempatan yang sama untuk mencari berbagai informasi yang diperlukan. Rumawan mencontohkan, seorang guru berhadapan dengan siswa, yang tentunya mempunyai ikatan emosional tertentu, baik marah maupun tertawa di dalam kelas yang akan dikenang dan diingat oleh siswa. Namun, pada saat siswa berhadapan dengan komputer ataupun gadget, siswa tersebut tidak ada ikatan emosi dengan orang-orang di sekitarnya. Bahkan, kalau komputer dianggap sebagai “dewanya”, berarti itulah yang dianggap informasi yang paling benar. Hal itulah yang menjadi masalah yang harus dihindarkan terhadap anak. “Tetapi saya menyarankan, apapun yang ada di dalam informasi tersebut kalau kita belum cukup umur jangan coba-coba untuk mengambil informasi itu. Karena semua informasi yang didapat belum tentu semuanya benar,” ujarnya. Rumawan berharap, para guru memberitahukan atau mensosialisasikan dampak positif dan negatif dari teknologi informasi setiap saat kepada siswanya. Bahkan, bila perlu instansi terkait mengadakan sweeping, jika hal itu menyangkut keselamatan anak-anak di bawah umur. Instansi terkait
jangan segan-segan untuk melakukan hal yang tidak tegas demi untuk menyelamatkan generasi muda bangsa. Sebab, moral dan etika merupakan tameng yang kuat untuk melindungi para siswa agar terhindar dari pengaruh kejahatan. “Jadi, manfaatkan teknologi informasi ini dengan sebaikbaiknya. Instansi terkait saya harapkan jangan segan-segan bertindak tegas untuk meyelamatkan bangsa ini,” tegasnya. l Winatha
MBP/dok
Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.
MBP/dok
Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. 29 Januari - 4 Februari 2018
33
POLITIK
Tolak Reklamasi Teluk Benoa
Jangan Sekadar Janji Politik
F
orBALI (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa) melayangkan surat terbuka kepada para bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang akan bertarung dalam Pilgub Bali 2018 dan Partai Politik penyokong kedua kandidat. Surat setebal 7 halaman tersebut merupakan upaya untuk melihat keseriusan paslon soal penolakan reklamasi Teluk Benoa. Menurut Koordinator Umum ForBALI, Wayan Gendo Suardana, surat terbuka tersebut mereka layangkan agar isu tolak reklamasi Teluk Benoa dan pembatalan Perpres 51 tahun 2014 tidak hanya menjadi komoditas politik untuk menaikan elektabilitas semata. “Perjuangan ini merupakan perjuangan rakyat yang serius yang sudah berjalan lima tahun. Dan menurut kami dengan surat ini kami sah untuk menguji keseriusan mereka dalam menolak reklamasi.
MBP/ist
Massa aksi tolak reklamasi Teluk Benoa menggelar pementasan seni di Renon.
34
29 Januari - 4 Februari 2018
Sebab perjuangan ini sudah berjalan 5 tahun. Terlalu banyak sebetulnya yang bisa mereka lakukan dalam kurun waktu 60 bulan ini. Tapi mereka tidak berbuat apa,” papar Gendo. Meskipun mengapresiasi sikap para kandidat Pilgub Bali 2018 yang tiba-tiba serius dengan janji jika terpilih akan menolak reklamasi Teluk Benoa, namun Gendo menilai sikap tersebut harus tetap diuji untuk benar-benar menunjukkan keseriusan. “Sikap penolakan reklamasi Teluk Benoa yang dikumandangkan oleh para kandidat Pilgub 2018 dengan segala motifnya tetap kami apresiasi. Namun pernyataan penolakan reklamasi Teluk Benoa dan upaya pembatalan Perpres 51 tahun 2014 tersebut wajib juga diuji agar pernyataan tersebut tidak hanya menjadi retorika politik semata dan komoditas politik semata. Rakyat jangan disuguhi lagi janji-janji politik hanya sekedar menaikan elektabilitas politik para calon,” ujarnya. Surat terbuka kepada para kandidat Pilgub Bali 2018 dan partai pendukungnya juga didasarkan pada hasil penelurusan ForBALI atas sikap mereka selama ini dalam isu reklamasi Teluk Benoa. Kalaupun itu harus diterima dan dipercaya menolak reklamasi Teluk Benoa, menurut ForBALI, itu dilakukan bukan setelah terpilihnya menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur. “Tidak perlu rasanya menunggu Para Cagub dan Cawagub menang Pilgub 2018 untuk membuktikan janji politik mereka guna menolak reklamasi Teluk Benoa, termasuk memperjuangkan pembatalan Perpres Nomor 51 tahun 2014. Perjuangan ini kan masih berlangsung mestinya jika mereka serius menolak reklamasi Teluk Benoa, saat inipun mereka bisa membuktikan komitmennya,” sebutnya. Ia menyarankan berbagai opsi langkah nyata untuk menolak reklamasi Teluk Benoa ini. “Tulis saja surat kepada Presiden jokowi dalam kapasitas sebagai pejabat publik, minta Presiden menolak reklamasi Teluk Benoa dan membatalkan Perpres Nomor 51 tahun 2014. Tulis surat kepada ketua umum masing-masing minta agar seluruh kader terasuk fraksi-fraksi di semua level kekuasaan baik DPR RI. DPRD Bali dan DPRD Kabupaten/kota se-Bali segera memperjuangan penolakan reklamasi dan pembatalan Perpres Nomor 51 tahun 2014,” ujarnya. Di dalam surat terbuka yang dilayangkan, ForBALI mendesak agar para kandidat agar sebelum memasuki masa cuti dari jabatan politik yakni I Wayan Koster sebagai anggota DPR RI, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra sebagai Wali Kota Depasar dan I Ketut Sudikerta sebagai Wakil Gubernur Bali agar menyampaikan surat kepada Presiden Joko Widodo supaya menolak rencana reklamasi Teluk Benoa yang diajukan oleh PT TWBI serta agar Presiden RI membatalkan Perpres Nomor 51 Tahun 2014. Sebagai pimpinan partai di Bali, I Wayan Koster selaku Ketua DPD PDIP Provinsi Bali dan Ketut Sudikerta selaku Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali juga diminta agar bersurat kepada Ketua Umum DPP partai politiknya masingmasing. Meminta agar partainya mengeluarkan sikap politik menolak reklamasi Teluk Benoa dan meminta pembatalan Perpres Nomor 51 Tahun 2014 kepada Presiden RI, Joko Widodo.
MBP/ist
Massa menggelar aksi Tolak Reklamasi Teluk Benoa.
Selanjutnya ketua umum DPP PDIP dan Ketua Umum DPP Partai Golkar agar memerintahkan Fraksi-Fraksi di DPR RI melakukan upaya-upaya politik untuk tujuan menghentikan reklamasi Teluk Benoa dan meminta pembatalan Perpres Nomor 51 Tahun 2014. Hal yang sama berlaku pula bagi seluruh fraksi-fraksinya pada DPRD Bali dan seluruh DPRD Kabupaten/kota di Bali. “Logikanya adalah yang mengeluarkan rekomendasi kan DPP partai politiknya masing-masing, tidak bisa dilepaskan tanggung jawab mereka sebagai satu kesatuan dari struktur partai. Ketika DPP mengeluarkan rekomendasinya lalu calon yang direkomendasikan
menyatakan penolakan reklamasi Teluk Benoa, maka itikad politik itu juga itu berlaku bagi para pemberi rekomendasinya. Apalagi beberapa partai politik telah membuat pakta integritas terkait sikap mendukung penolakan reklamasi Teluk Benoa. Sebab kasus ini kan kebijakannya level nasional. Sekarang untuk reklamasi Teluk Benoa, yang memutuskan kan komisi IV DPR RI, nah Ketua Umumnya mereka seharusnya bisa memerintahkan fraksi-fraksinya menghentikan rencana reklamasi Teluk Benoa dan bersurat kepada Presiden,� tandasnya. l kmb 29 Januari - 4 Februari 2018
35
AKTIVITAS
MBP/ist
WABUP JEMBRANA - Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPN Satya Bhakti tahun buku 2017 dilangsungkan di Wantilan Pura Jagatnatha, Jembrana, Sabtu (13/1). Selain SHU, berbagai hadiah serta door prize dihadiahkan kepada ratusan anggota yang notabena berasal dari kalangan PNS dan pegawai kontrak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana. RAT dibuka oleh Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan dihadiri Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan I Made Gede Budhiarta, Ketua Dekopinda Gede Gunadnya, Ketua PKP-RI, pengawas, pengurus dan ratusan anggota.
MBP/ist
BPJS KETENAGAKERJAAN - BPJS Ketenagakerjaan Bali Gianyar menyerahkan klaim meninggal dunia sebesar Rp 24 juta atas nama Desak Made Rai selaku pemangku di Beng Gianyar, Bali. Penyerahan dilakukan Senin (8/1). Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bali Gianyar AA Karma Krisnadi mengatakan, BPJS Bali Gianyar sangat peduli dengan perlindungan jaminan sosial. Terbukti BPJS Bali Gianyar menjadi pelopor kepesertaan tenaga kerja penyandang disabilitas. Para seniman di gianyar juga sudah mendapatkan perlindungan yang sama. Sekarang para pemangku juga menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
MBP/ist
MBP/ist
MANULIFE INDONESIA - Kondisi pasar asuransi di Indonesia masih sangat potensial. Karenanya, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) meMBIdik pertumbuhan dua digit tahun ini. “Pertumbuhan dua digit jelas kami incar. Kami sudah lebih dari 30 tahun di Indonesia, sudah melewati banyak masa, jadi tahun politik tidak akan terlalu berpengaruh. Kami tetap optimistis trend penjualan Manulife tidak lesu,� ujar Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Jonathan Hekster di sela-sela acara peluncuran produk baru Manulife Education Protector (MEP) di Jakarta, Selasa (9/1).
36
29 Januari - 4 Februari 2018
BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Minggu (7/1) menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H di Hotel Puri Saron Denpasar. Hadir pada kesempatan tersebut Ketua PC GP Ansor Badung Imam Bukhori, S.Ag, Ketua GP Ansor Bali Amron Sudarmanto, M.A., Ketua PC NU Kabupaten Badung H. AAP Syafrudin Muslikh, DPRD Badung Anom Gumanti, Kabag Perwat I Wayan Puja, Kabag Humas Setda Kabupaten Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, BPBD Badung dr. Ermy setiari, Kabid Kedaruratan dan Logistik, Camat Kuta Utara A.A. Ngurah Arimbawa, Sekcam Kuta Utara Pt Eka Permana, Perbekel Desa Dalung I Gede pt Arif Wiratya, anggota GP Ansor dan NU Se-Provinsi Bali.
MBP/ist
WABUP BADUNG - Dalam rangka recovery Pariwisata Bali akibat dampak erupsi Gunung Agung, Pemerintah Kabupaten Badung bekerja sama dengan PT Garuda Indonesia akan melakukan promosi pariwisata dengan mendatangkan artis top Korea ke Bali. Kedatangan artis top Korea ini diharapkan berdampak positif bagi perkembangan pariwisata di Bali dan Badung khususnya. Hal tersebut terungkap saat Wakil Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa menerima audiensi PT Garuda Indonesia di Puspem Badung, Jumat (12/1). Pada kesempatan tersebut, Wabup Suiasa didampingi Kadis Pariwisata I Made Badra.
MBP/ist
DPRD BADUNG - Upaya Badan Pendapatan Daerah dan Pasedehan Agung untuk meningkatkan keamanan agar tidak terjadi kebocoran pajak, mendapat respons positif dari Pimpinan DPRD Badung. Bahkan Dewan merestui memberikan stimulus untuk pemasangan cash register sebesar Rp 10 miliar. Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Minggu (7/1) mengatakan pihaknya di lembaga DPRD Badung mendukung kegiatan Bapenda. Selain itu, pihaknya mendorong serta menggenjot agar pendapatan daerah bisa ditingkatkan yang salah satunya adalah dengan pemasangan cash register di hotel dan restoran serta tempat hiburan.
FIB UNUD - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana (Unud) menggelar ujian promosi doktor untuk Dian Rahmani Putri, Jumat (12/1). Dalam disertasinya, Dian Rahmani mengungkap Kata (Bahasa) Kolok di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Rupanya, rasa penasarannya terhadap bahasa kolok ini telah membawanya melakukan observasi sejak tahun 2012, jauh sebelum ia melanjutkan studi program doktor. Dian Rahmani yang sehari-harinya dosen ini mengatakan bahasa yang disepakati di desa tersebut sebagai alat untuk berkomunikasi yaitu kata kolok. Desa yang dihuni sekitar 2.800 orang tersebut, sebanyak 1.200 orang merupakan penutur bahasa kolok.
PB ISSI - Keindahan daerah pariwisata Pulau Dewata yang sering disebut Gubernur Bali Made Mangku Pastika sebagai Pulau Cinta, biasanya tak bisa dilewatkan oleh para penyelenggara event internasional. Hal ini tampaknya yang membuat panitia lomba balap sepeda Tour de Indonesia (TdI) 2018 memasukkan Bali sebagai salah satu wilayah yang dilalui. Untuk memastikan hal tersebut, panitia TdI 2018 yang dipimpin Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari menemui Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Kantor Gubernur Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar, Selasa (9/1). 29 Januari - 4 Februari 2018
37
PA R I W I S ATA
Pariwisata Badung Dirundung Sampah 38
29 Januari - 4 Februari 2018
P
ariwisata Badung, Bali terkenal keseluruh dunia belakangan dirundung masalah sampah. Kondisi inilah yang membuat kawasan ini kotor dan bau, sehingga banyak warga mengeluhkan hal ini. Setidaknya, sejak November hingga minggu pertama di Januari 2018 mencapai 3.561 ton. Sedangkan, sampah kiriman yang telah dibuang ke TPA Suwung mencapai 1.928 ton. Kondisi tersebut akibat hujan disertai angin kencang yang mengguyur Gumi Keris dan sekitarnya memicu terjadinya gelombang air laut. Alhasil, berton-ton sampah terhempas kelombang hingga membanjiri sepanjang pantai di Badung, seperti sepanjang pantai Cemagi dan Mengening, Kuta, Legian, Seminyak. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Badung, I Putu Eka Merthawan, mengaku telah mengerahkan ratusan personil guna membersihkan sampah berupa kayu dan ranting pohon yang memenuhi bibir pantai.
Badung yang terkenal hingga ke mancanegara kini menghadapi masalah sampah yang memenuhi sepanjang bibir pantai.
“Kepada seluruh masyarakat dan wisatawan yang akan beraktivitas di pantai lebih berhati-hati. Diprediksi sampah kiriman akibat fenomena angin siklun barat ini akan berlangsung hingga April 2018 mendatang,” katanya. Lantas bagaimana dengan kondisi Pantai Kuta? birokrat asal Sempidi, Mengwi itu mengaku tidak jauh berbeda dengan di Pantai Cemagi. “Hampir seluruh kawasan pesisir termasuk Pantai Kuta langsung ditetapkan status siaga,” ucapnya. Dalam rangka menjaga kebersihan pantai akibat siklun angin barat yang dimulai sejak 25 November 2017, mantan Kabag Humas Badung itu mengatakan di Minggu pertama 2018 saja sampah kiriman mencapai 337,5 ton. Ini terdiri dari sampah kiriman di pantai wilayah Mengwi 52,5 ton, wilayah Pantai Kuta 193,5 ton, dan pantai di wilayah Kuta Selatan 915,5 ton. Kepala Dinas Lingkungan Hidup
Provinsi Bali, Gede Suarjana, menyebutkan sampah di Bali penting untuk dikelola dengan baik mulai dari tingkat rumah tangga. Secara sederhana, masyarakat bisa menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Reduce berarti mengurangi timbulan sampah yang dibuang ke TPA. Reuse, bagaimana menggunakan kembali sampah seperti dengan menjadikannya pupuk. Kemudian recycle adalah melakukan daur ulang sampah. “Bila sampah sudah dikelola dengan 3R, berarti hanya tinggal sekitar 13 persen sampah saja yang masuk ke TPA,” ujarnya. Setiap orang menghasilkan sampah 2 sampai 2,5 kg per hari. Setiap kg sampah menghasilkan 0,37 gram CO2. Setiap harinya, produksi sampah mencapai hampir 12 ribu meter kubik. Dari jumlah itu, 70 persen adalah sampah organik dan 30 persen sampah anorganik.
“Dari keseluruhan sampah anorganik yang ada, 11 persennya adalah sampah plastik yang menjadi momok karena jika dibakar menghasilkan dioksin. Sementara bila ditanam, lama sekali terdegradasi,” imbuhnya. Oleh karena itu, lanjut Suarjana, upaya pemilahan sampah perlu dilakukan di rumah tangga masing-masing. Di samping menerapkan konsep 3R yang sebetulnya paling efektif dalam upaya penyelesaian sampah. Jangan lagi memakai sistem “buang, angkut, buang” seperti sekarang, karena hanya akan memperpendek umur TPA. “Sampah yang dibuang masyarakat lalu diangkut kendaraan untuk dibuang ke TPA tidak akan bisa menyelesaikan masalah tumpukan sampah. Sebaliknya, tumpukan sampah justru semakin meninggi dan memperpendek umur TPA,” tandasnya. lParwata
29 Januari - 4 Februari 2018
39
PROPERTI
Dongkrak Penjualan Rumah Melalui Pameran
K
ondisi ekonomi yang stagman, berimbas besar terhadap bisnis properti. Daya beli masyarakat akan kebutuhan properti mengalami penurunan. Kondisi tersebut memicu para pelaku bisnis property untuk kembali menggairahkan minat masyarakat membeli rumah tinggal. Salah satu caranya, yakni melalui pameran atau expo. Seperti yang dilakukan DPD Real Estate Indonesia (REI) Bali di penghgujung tahun 2017 lalu. Organisasi ini sempat mengadakan pameran pembanguanan (REI Bali Expo) yang di gelar di Mall Bali Galeria. Dalam lima hari pameran tersebut, pengembang tersebut mampu menjual 80 persen dari 125 unit rumah yang ditargetkan. “Sejak digelar 13-17 Desember 2017 lalu, kami mampu menjual 80 persen dari 125 unit yang ditargetkan. Rumah yang mampu dijual tersebut merupakan non subsidi,” ujar Ketua PanitiaREI Bali Expo 2017, Gede Semadi Putra. Rumah yang berhasil dijual tersebut, kata dia, dengan harga Rp 148 juta hingga Rp 700 juta per unit. Dari harga tersebut, rumah yang paling banyak laku yakni kisaran Rp 500 juta – Rp 600 juta. Adapun
40
29 Januari - 4 Februari 2018
lokasinya yakni di Kabupaten Gianyar, Badung Selatan dan Denpasar. “Penjulan rumah Rp 500 juta ini mendominasi hampir 80 persen dari kalangan masyarakat menengah dan sudah berkeluarga (menikah),” katanya. Melihat penjualan di akhir tahun tersebut, pihaknya mengaku optimis permintaan akan rumah di bali masih sangat tinggi. Pasalnya, setiap orang atau pasangan yang sudah menikah tentunya akan membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal. “Animo masyarakat kami lihat saat tinggi saat pelaksanaan pameran. Itu dapat kami lihat dari kunjungan yang ada setiap harinya bahkan dihari kerjapun tetap ramai,” jelasnya sembari mengatakan, capaian tahun 2017 ini lebih tinggi dibandingkan 2016 lalu yang tidak mencapai 80 persen dari target yang sama atau sekitar 50 unit. Dengan tingginya animo masyarakat tahun ini mengunjungi pameran dan dilihat dari relaisasi penjualan perumahan, ke depan atau tahun 2018 ini pihaknya berencana menggelar pameran tiga kali dalam setahun (empat bulan sekali). “Kami rencanakan tahun ini dan seterusnya pameran serupa dapat digelar empat bulan
sekali yang berlokasi masih diseputaran Denpasar,” jelasnya. Disinggung terkait penjualan rumah subsidi dengan skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Peruamahan) saat pameran tersebut, Semadi mengakui memang tidak ada. Hanya saja, penjualan terjadi setelah pameran ditutup. Hal tersebut dikarenakan, rumah bersubsidi lokasinya ada di liuar Denpasar seperti Karangasem, Tabanan, Negara dan Singaraja. “Tentu mereka yang ingin membeli rumah ini harus memihat fisiknya sebelum melakukan transaksi, karena lokasi jauh dari Denpasar secara otomatis penjualan tidak bisa langsung saat pagelaran pameran. Justru transaksi terjadi setalah pameran ditutup,” jelasnya. Diakui, dalam kegitan tersebut adapun bank yang diajak bekerjasama untuk pembiyaan perumahan yakni BTN, Mandiri dan BPR Lestari. Kedepan dengan optimisme penjulan di tahun 2018 ini pihaknya berharap ada lebih banyak lagi bank yang mampu bekerjasama untuk membiayai kredit perumahan di Bali baik itu rumah subsidi maupun non subsidi. l Desi
TRADISI
Usaba Muhu-muhu di Desa Timbrah
Pupuk Kebersamaan, Warga ’’Magibung’’
A
da momen unik yang terjadi hanya setahun sekali di Desa Pakraman Timbrah, Kecamatan Karangasem. Ini hanya terjadi saat pelaksanaan Usaba Muhu-muhu di desa tua ini. Pada pelaksanaan ritual caru desa tersebut, juga diisi dengan momen memupuk kebersamaan dan memupuk tali bersaudaraan seluruh krama desa yaitu magibung, tradisi khas Karangasem. Pihak desa pakraman setempat pun menyiapkan lebih dari 100 gibungan untuk seluruh krama desa setempat, mulai dari anak-anak, remaja sampai orangtua. Tradisi unik itu dilangsungkan Selasa (16/1) lalu. Sebelum magibung bersama, sejak pagi krama dari empat banjar setempat disibukkan dengan berbagai persiapan, mengolah berbagai macam bumbu-bumbuan alias mebat. Setiap banjar punya tugas masing-masing. Ada yang mengolah bumbu, ngikih, ngarang, murak daging sapi hingga memanggangnya. Pembagian tugas ini dilakukan secara bergantian, sehingga tiap tahun tugas warga banjar berbeda-beda. Sedangkan, untuk kelengkapan sarana caru dan upacara lainnya, disiapkan oleh kelompok Undagi. Dalam sehari, masyarakat ke empat banjar dan dua banjar sesabu ini, disibukkan dengan berbagai persiapan ini, sebelum pelaksanaan sembahyang bersama di Pura Dalem Tengah berlangsung. Klian Desa Pakraman Timbrah, Wayan Sukerta mengatakan, sebelum pelaksanaan magibung bersama, krama desa yang perempuan menghaturkan banten pajegan dan melakukan sembahyang bersama di pura itu. Sedangkan, krama laki-laki, sudah berangkat dari rumah lengkap dengan sebotol air minum untuk magibung bersama. Pelaksanaan tahun ini kembali seperti pelaksanaan dari tahun-tahun sebelumnya, setelah tahun lalu sempat dipusatkan di Wantilan Sekaa Truna-truni. Warga magibung bersama, memanfaatkan ke empat Bale Pauman, Bale Sekaa Gong, Bale Lantang Bale Sanggar hingga Wantilan. Sehingga, seluruh tempat ini penuh dengan warga yang magibung. “Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun. Ini salah satu cara memupuk kebersamaan,” kata Sukertha.
Gibungan ini diolah dari sisa sarana sapi yang dipakai sarana caru. Ini menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu masyarakat setempat. Tidak hanya krama yang setiap hari tinggal di desa, tetapi juga seluruh krama yang hidup merantau ke daerah lain. Mereka secara khusus pulang kampung, agar dapat magibung bersama dengan warga yang lain. Ada lebih dari 100 gibungan disiapkan krama yang bertugas sebagai “saya”, “malun saya” dibantu prajuru desa. Setiap satu gibungan, ditempati enam sampai delapan orang. “Krama baru boleh memulai magibung, setelah pelaksanaan sembahyang bersama di Pura Dalem Tengah selesai,” tegas Sukertha. Bagaimana kalau ada krama yang tidak boleh makan daging sapi? Ini juga sudah diantisipasi dengan menyiapkan enam gibungan dari daging ayam. Proses penyiapannya hampir sama, cuma krama yang dilibatkan mengolah gibungan jauh lebih sedikit. “Seluruh warga agar dapat ngelungsur bersama. Jadi, gibungan dari daging ayam juga sudah disiapkan,” katanya. Nyomia Bhuta Kala Ritual usaba muhu-muhu ini, dilaksanakan dalam bentuk caru desa, untuk
nyomia bhuta kala menjadi bhuta hita. Sehingga, warga setempat senantiasa hidup harmonis, di antara keharmonisan alam semesta. Pelaksanaan tradisi ini, diawali dari ritual nyaga. Seminggu sebelum usaba muhu-muhu, warga melaksanakan ritual ini untuk nyomia bhuta kala dalam tingkatan yang lebih kecil, agar tidak mengganggu pekarangan warga. Saat ritual ini, juga disebut dengan matuun buah. Pada saat usaba muhu-muhu, ritual nyomia dilakukan dalam tingkatan yang lebih tinggi oleh desa adat, dengan sarana caru seekor kerbau. Prosesi undagi saat menyembelih sapi sebagai sarana caru ini, selalu menyedot perhatian warga sekitar. Sapi yang diikat di sebuah tiang beton, ketika disembelih undagi berlangsung menegangkan. Sapi yang meronta-ronta saat disembelih membuat warga sekitar tegang. Namun, prosesi ini lebih aman ketimbang ritual serupa di Desa Asak, desa tetangga dari Desa Timbrah, di mana sapinya dilepas, lantas baru dihujani pedang, golok dan sajam lainnya, saat Usaba Kaulu di desa itu. Usaba Kaulu dilaksanakan Rabu (21/1). Pada intinya, tujuan pelaksanaanya serupa, yakni sebagai bentuk caru di desa. l Bagiarta
Ratusan warga Desa Pakraman Timbrah magibung bersama.
29 Januari - 4 Februari 2018
41
LINGKUNGAN
Lindungi Hutan, Setahun Dianggarkan Rp 7,5 Miliar
K
etersediaan air merupakan hal yang penting. Dalam menjaga ketersediaan air ini, perlindungan kawasan hulu, utamanya hutan, mutlak dilakukan. Bali sendiri memiliki kawasan hutan dengan luas total 136.831,66 Ha. Setiap tahunnya, anggaran untuk menjaga keberadaan hutan mencapai kurang lebih Rp 7,5 miliar. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali, IGN Wiranatha dikonfirmasi, Rabu (17/1) mengatakan kawasan hutan di Bali terbagi dalam 8 jenis. Yakni, hutan lindung seluas 97.407,95 Ha, Taman Wisata Alam seluas 4.113,19 Ha, Cagar Alam seluas 1.773,80 Ha, Taman Nasional seluas 23.143,86 Ha, Taman Hutan Raya (Tahura) seluas 1.129,19 Ha, hutan produksi tetap seluas 1.872,80 Ha, hutan produksi terbatas seluas 7.204,09 Ha, dan hutan produksi konversi seluas 186,78 Ha. “Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjaga kawasan hutan, pertama, melakukan penataan hutan sesuai kaidah Kehutanan,” ujarnya. Wiranatha menambahkan, pemanfaatan hutan salah satunya memakai pola perhutanan sosial. Selain itu, penggunaan kawasan hutan juga dilakukan sesuai dengan aturan demi menjaga ketersediaan air. Sebagai contoh untuk pembangunan embung. “Pemerintah juga melakukan perlind-
ungan hutan, serta melakukan rehabilitasi hutan dan lahan. Rata-rata anggaran setiap tahun kurang lebih Rp 7,5 miliar,” jelasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Gede Suarjana mengatakan, kawasan hulu tidak saja wajib dijaga oleh pemerintah. Namun, semua pihak mencakup akademisi, kalangan bisnis, dan masyarakat secara umum. DLH khususnya bertugas melakukan evaluasi dan monitoring, serta pengawasan. “Pemerintah khususnya DLH, bagaimana menjaga agar jangan sampai ada kegiatan yang bertentangan dengan tata ruang di kawasan hulu. Kalau sudah bertentangan dengan tata ruang, itu namanya pelanggaran,” ujarnya. Suarjana menambahkan, DLH juga berkewajiban untuk menjaga sempadan danau, sungai, dan pantai dari pelanggaran. Oleh karena itu, segala ijin tidak boleh dikeluarkan sebelum ada persetujuan dari tata ruang. Apabila dari pantauan DLH ditemukan ada pelanggaran, maka akan disampaikan kepada instansi terkait seperti misalnya Dinas Kehutanan. “Tidak ada anggaran khusus di Dinas Lingkungan Hidup, di Dinas Kehutanan atau BKSDA, itu yang punya (anggaran menjaga kawasan hulu, red),” imbuhnya. Menurut Suarjana, DLH selama ini lebih banyak fokus pada kegiatan pengawasan dan
pemantauan kualitas air. Sementara kegiatan pemeliharaan dilakukan oleh instansi lain seperti Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Balai Wilayah Sungai Bali Penida, dan Dinas PU. “Kita kan memantau, misalnya kalau ada yang membuang sampah. Kemudian, menetapkan status mutu sungai dan kelas air,” ujarnya. Terkait sungai di Bali, lanjut Suarjana, ada satu dari 22 sungai lintas kabupaten yang masuk dalam katagori cemar berat yakni Tukad Mati. Selanjutnya, Tukad Badung dari segi kualitas termasuk cemar sedang, dan sisanya cemar ringan. “Terjadinya cemar sedang atau cemar berat artinya bahwa beberapa parameter ada yang melampaui baku mutu. Katakanlah seperti BOD (Biochemical Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), kemudian TSS (berkaitan dengan kekeruhan air, red),” ujarnya. Suarjana melanjutkan, air sungai yang mengalami cemar itu sebetulnya masih bisa diolah untuk air minum. Namun, biaya pengolahan akan semakin besar tergantung tingkat pencemarannya. “Sungai itu semuanya bisa diolah, tidak ada yang tidak bisa diolah. Tapi semakin tercemar, akan semakin besar biaya pengolahannya,” tandasnya. l Rindra Devita
MBP/dok
Kawasan hutan baku terlihat di tepi Jalan Tol Nusa dari arah Nusa Dua menuju Denpasar - Tuban.
42
29 Januari - 4 Februari 2018
MBP/rin
Pokja Ayung Lestari Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Badung menggelar pertemuan membahas “One River, One Management” di Kantor P3E Bali Nusra, Kamis (11/1).
Matangkan ”One River, One Management”
P
ematangan konsep “one river, one management” terus digodok. Pokja Ayung Lestari Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Badung kembali melakukan pertemuan terkait hal ini di Kantor P3E Bali Nusra, Kamis (11/1). Khususnya mengenai keberadaan sungai atau Tukad Ayung yang melewati 5 kabupaten/kota. “Sungai ini lintas kabupaten, tetapi kalau dikelola oleh satu provinsi juga berat sekali tanggung jawab Forum DAS Bali. Sekarang bagaimana agar dalam satu sungai itu ada satu pengelola yang bisa berkoordinasi dengan kabupatenkabupaten yang dilewati,” ujar Ketua Pokja Ayung Lestari I Made Sudarma. Menurut Sudarma, tidak perlu ada lagi Forum DAS berdasarkan kabupaten/ kota. Namun yang ada hanya Forum DAS Ayung untuk Tukad Ayung, Forum DAS Saba untuk Tukad Saba, atau Forum DAS Unda untuk Tukad Unda. Dalam Forum DAS Ayung misalnya, siapa yang memanfaatkan Tukad Ayung juga harus
berkontribusi untuk sungai ini. Termasuk hotel-hotel yang membeli air dari PDAM, selain PDAM yang mengambil air dari Tukad Ayung. “Misalnya PDAM memanfaatkan air itu, apa yang bisa dilakukan oleh PDAM biar air itu tetap berkelanjutan. Rafting juga begitu, walaupun dia tidak konsumsi air tapi dia perlu debit air. Kalau debit air kecil dia tidak bisa lewat, apa yang dia bisa lakukan. Kemudian, apa yang dia bisa kontribusikan,” jelasnya. Sudarma menambahkan, air Tukad Ayung selama ini dijaga oleh masyarakat hulu supaya bisa tetap berkelanjutan. Oleh karena itu, apapun kontribusi dari pihakpihak yang mengambil manfaat dari sungai ini harus dikembalikan lagi kepada pihak yang menjaga dan memelihara. Sebab, kalau daerah hulu atau DAS rusak maka yang rugi adalah pihak-pihak yang memanfaatkan. Mekanisme inilah yang akan dikembangkan terkait pengelolaan one river, one management. “Kasus di Tukad Unda beda lagi, kasus di Tukad Saba atau Yeh Ho beda lagi. Kita
jangan dulu menggarap semua sungai. Kita prioritaskan dulu dua, mungkin start di Ayung karena pemanfaatnya paling banyak dan lintasan kabupatennya juga paling banyak,” imbuhnya. Masalah berikutnya, lanjut Sudarma, semua pihak umumnya sudah paham bila kawasan hutan di hulu harus dikonservasi demi kelangsungan air. Akan tetapi, mereka kerap terpecah dalam upaya konservasi itu. Perusahaan atau dinas-dinas lebih banyak menanam, namun tidak pernah mengevaluasi berapa jumlah tanaman yang ditanam, apa jenisnya, dan berapa yang berhasil hidup. “Harus ada monitoring dan evaluasi, dilaporkan tanaman yang ditanam seribu yang hidup sekian, mati sekian, kenapa mati karena kurang air atau dimakan ternak harus dilaporkan kepada pihak yang menanam sehingga semua pihak bertanggungjawab. Ini harus ada yang memanage, rumah yang mengelola ini yang badannya sedang kita kaji lagi,” tandasnya. l Rindra Devita 29 Januari - 4 Februari 2018
43
A KT I V I TA S
MBP/ist
ARYA WEDAKARNA - Pemimpin masa depan Indonesia, itulah gelar yang disematkan oleh Gozdie Dizdar (Director GD Global) yang bermarkas di Ankara, Turki saat menyerahkan penghargaan dan plakat pengakuan kepemimpinan kepada Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III di Jakarta. Di sela-sela kunjungan kerja ke Indonesia, termasuk bertemu dengan Wakil Presiden RI dan sejumlah menteri kabinet di ibu kota, rombongan delegasi Turki dan Arab Saudi yang dipimpin Al Sharif Faiz (Chairmann Al Sharif Company), Al Sharif Nawaf dan Saud Alsharif Fayez berkesempatan menjadi saksi penyerahaan GD Award kepada Shri Gusti Wedakarna berempat di Four Seasons Hotel Jakarta.
MBP/ist
KBS-ACE - Ribuan krama se-Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan menghadiri deklarasi kebulatan tekad mendukung pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. – Dr. Ir. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-ACE) di Wantilan Pura Puncak Padang Dawa Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Minggu (14/1). Mulai dari bendesa adat, pakaseh, sekaa teruna, PKK, pecalang, sekaa gong hingga lansia menyatakan siap memenangkan pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) serta didukung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
MBP/ist
BUPATI TABANAN - Kemitraan yang dibangun Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kerja sama yang dibangun kedua negera ini merambah ke dalam beberapa bidang. Satu di antaranya menyangkut pengembangan sumber daya manusia. Terkait kerja sama itu, Kabupaten Tabanan rupanya menjadi salah satu wilayah yang diperhitungkan pemerintah pusat. Kabupaten Tabanan dinilai cukup potensial sebagai daerah pelaksanaan kerja sama antardua negara tersebut. Khususnya pembangunan Technopark. Hal ini mengemuka saat Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti diundang dalam sebuah diskusi grup di The Sakala Resort, Badung, Jumat (5/1).
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
44
29 Januari - 4 Februari 2018
TA K S U
Dewa Gede Adnyana
Tekuni Sastra Bali Sejak Muda
S
eni sastra yang dulunya dominan dilakoni kalangan tua, kini sudah banyak ditekuni seniman muda. Salah satunya Dewa Gede Adnyana, penekun sastra Bali dari Desa Srokadan, Bangli. Meski masih muda, kemampuannya dalam seni sastra patut diberikan apresiasi. Seniman yang juga berprofesi sebagai seorang guru ini, terjun ke dunia seni sastra hanya semata-mata ingin ngayah untuk melestarikan seni sastra Bali agar tidak punah sehingga tetap bisa dinikmati anak cucu kelak. Dewa Gede Adnyana sejak kecil sudah senang dengan seni sastra Bali. Kecintaannya pada sastra Bali muncul setelah melihat sang ayah yang juga berkecimpung dengan dunia sastra. Dewa Gede Adnyana kecil dengan naluri seninya kemudian belajar seni sastra Bali nyurat lontar dan ngerajah. Mungkin karena keturunan darah seni, ia dengan cepat menguasai berbagai pengetahuan seni sastra yang diberikan sang ayah. Dewa Gede Adnyana dikenal sebagai seorang yang tidak pernah puas. Ia pun kembali belajar dari penekun dan guru sastra yang lain. Di bawah bimbingan sang guru, ia mendapatkan berbagai wawasan kesusastraan Bali. Ketika memasuki sekolah menengah atas (SMA) di SESRI Bali, ia memilih jurusan seni lukis. Di seni lukis ini, kemampuan menulis sastra Bali ia tuangkan dalam karya seninya dengan memadupadankan gambar pewayangan. Selepas SMA, ia melanjutkan ke IHDN Denpadar. Di sini Dewa Gede Adnyana kembali menekuni sastra hingga ke jenjang srata dua (S-2). Setelah cukup lama menekuni sastra Bali, akhirnya kesempatan menerapkan kemampuan pertama datang untuk Dewa Gede Adnyana. Ia pun diminta terjun ngayah nyurat sastra dan ngerajah ketika ada karya di pura agung di desa Srokadan. Tanpa berpikir panjang, ia kemudian menuangkan segala kemampuannya dengan ngerajah berabagai alat dan sarana upakara untuk karya. Meski baru pertama kali, hasil karyanya mendapatkan apresiasi positif dari para tokoh serta masyarakat setempat. Dewa Gede Adnyana mengakui banyak manfaat ia dapatkan dalam menekuni sastra. Terjun dunia sastra membuatnya merasa bangga karena tidak semua pemuda terjun dan melakoni seni ini. Selain itu, dengan menekuni sastra ia banyak dapat belajar dan mengetahui arti tentang nilai. Misalnya, tentang piteket dan pantangan serta dedauhan ayu yang ada dari lontar yang ia baca. “Dalam dunia sastra kita pernah mendengar istilah aje wera, kaum muda tidak diperbolehkan belajar sastra karena lontar merupakan barang tenget,� jelasnya. Namun, bagi Dewa Gede Adnyana hal demikian merupakan sesuatu yang salah dan harus diluruskan. Aje wera itu adalah tidak boleh nuturin sastra kepada orang yang bukan sastrawan. “Misalnya membicarakan sastra kepada penjudi, itu merupakan hal yang salah dan tidak tepat. Kalau lontar di-tengetin maka budaya Bali akan semakin terkikis,� ujar Dewa Gede Adnyana. Sebagai penekun sastra, Dewa Gede Adnyana dalam menjalankan profesinya tidaklah berjalan mulus. Terkadang ia juga menemukan beberapa kendala, salah satunya dalam menyalin
lontar yang rapuh dengan bagian yang hilang. Di sini Dewa Gede Adnyana harus mencari pembanding lontar yang sama agar makna yang terkandung di dalamnya tidak salah. Untuk mengerjakan lontar yang rapuh, dibutuhkan mood dan ketenangan pikiran yang mendalam sehingga pengerjaan dapat berjalan dengan baik. Selain sebagai penekun sastra, Dewa Gede Adnyana memiliki kemampuan dalam dunia lain yaitu sebagai penari topeng. Bahkan ia sudah pentas ke berbagai tempat di Bali. Melihat sang anak yang telah melanjutkan tradisi seni sastra di keluarga, ayahnya pun sangat bangga. Mengingat Dewa Gede Adnyana di usia muda sudah menjadi seorang penekun sastra. Ia berharap Dewa Gede Adnyana tetap terus mengasah diri dengan belajar seni sastra karena begitu besar manfaat yang diperoleh bagi kehidupan. l Suparyana/Bali TV
Dewa Gede Adnyana
MBP/kmb
29 Januari - 4 Februari 2018
45
HIBURAN
Ayu Saraswati dan Ayu Astra
Ayu Saraswati
Luncurkan Video Klip ”Siwa Ratri”
P
enyanyi pop Bali, Ayu Saraswati merilis video klip berjudul “Siwa Ratri”. Proses rekaman hingga syuting terbilang serba kilat dan penuh cerita menarik. Keinginan Ayu untuk mempersembahkan lagu ini sebelum Siwa Ratri Senin (15/1) lalu akhirnya tercapai. Ayu mengatakan, kecintaannya terhadap Dewa Siwa, membuatnya semangat merampungkan project spontan ini. Selain itu, dorongan kuat dari putra semata wayang, Sathya, juga mendorong semangatnya menyelesaikan lagu bertema sosial kerohanian tersebut. “Anak saya selalu bilang, Mama rekaman saja, lagunya bagus, nanti musiknya dibuat modern, kan pas mau dekat hari raya Siwa Ratri. Saya bilang kerjaan banyak, belum bisa ngurusin yang lain, apalagi rekaman. Dia terus bilang, nanti keburu lewat hari Siwa Ratri,” ujar wanita kelahiran Denpasar, 27 Mei 1979 ini. Lebih lanjut dikatakan, pembuatan video klip single “Siwa Ratri” semuanya bermula saat Ayu Astra dan Arick yang menggarap lagu “Siwa Ratri” memperdengarkan draf rekaman kepadanya. Bahkan, hingga lagu
46
29 Januari - 4 Februari 2018
itu jadi direkam dan dibuatkan musik oleh Gung Dea, perempuan yang menjabat manager di Holding Krisna Company ini mengaku sudah tertarik dengan lagu tersebut. Bahkan siap untuk menyanyikannya. “Saya sampaikan, saya mau, tapi semuanya akan berubah. Karena rekaman semula nuansa musiknya mandarin, vokal agak India, jadi kalau saya yang membawakan, saya pikir harus dirombak total, musiknya juga diaransemen ulang. Sempat sih agak ragu, tapi akhirnya Astra setuju dan menyerahkan ke saya,” tandas wanita lulusan S1 jurusan pedalangan ISI Denpasar ini. Proses mulai bergulir, Ayu menghubungi Dek Artha untuk menggarap musik dan proses rekaman. Setelah rekaman tahap awal jadi dan berulang kali didengarkan, Ayu berpikir akan bagus jika ada tambahan vokal sesendon, dan ia tidak mau bahasanya yang umum atau biasa-biasa saja. Merasa hal ini penting dan tak mau asal jadi, ia pun menghubungi seniman tradisional senior yaitu Anom Ranuara. Setelah mencoba menyanyikan, ia malah merasa kurang pas, kalah bagus jika dinyanyikan oleh Nik Swasti. Perlu perjuangan bagi Ayu untuk dapat menemukan dan meminta tokoh ini untuk mau mengisi suara
sesendon. Bak gayung bersambut, semuanya berjalan mulus. Namun, setelah mendengarkan hasil akhir, Ayu merasa masih ada bagian yang kosong saat interloude. Akhirnya muncul ide mengisinya dengan palawakya. Lewat proses cukup unik, campur tangan Anom Ranuara dan Nik Swasti sekali lagi menyempurnakan semuanya. Lagu yang sarat dengan pesan moral mendalam, tentu akan lebih bagus lagi jika divisualisasikan ke dalam gambar yang tak kalah bagusnya. Ayu Saraswati pun tak mau sembarangan dan menggarap video klipnya. Setelah bertimbang-timbang, akhirnya ia menjatuhkan pilihan kepada Mas Nyo, videografer senior yang sudah cukup banyak menggarap video klip penyanyi pop Bali di awal 2000-an. Proses suting juga dikebut di dua lokasi, di Sangeh untuk mengambil adegan Lubdaka, sembahyang dan lip sync, serta di Bali traditional house di Gianyar untuk mengambil gambar kegiatan masyarakat Bali kuno. “Target saya simpel saja, semoga lagu ini bisa menjadi inspirasi saat merayakan Siwa Ratri,” pungkas pemilik nama lengkap Ni Wayan Ayu Yuni Lestari. l Winatha
Herjunot Ali
Bintangi Drama “Takut Kawin” AKTOR film Herjunot Ali yang biasa berperan dalam film-film bergenre drama, kini merambah ke film drama komedi berjudul “Takut Kawin”. Film garapan sutradara Syaiful Drajat AS yang diproduksi Amanah Surga Production (ASPro) tersebut mengangkat kisah dari fenomena di masyarakat mengenai banyaknya para lajang yang kesulitan mendapatkan pasangan hidup. Dalam peluncuran triler dan poster “Takut Kawin” di Jakarta, belum lama ini, Herjunot Ali yang menjadi pemeran utama tersebut mengatakan, kisah dalam film tersebut sangat sama seperti apa yang dia rasakan. “Pas pertama baca ceritanya di skrip (terasa) saya banget nih. Saya tanya kenapa ceritanya begini,” ucap lelaki yang membintangi film “Di Bawah Lindungan Kabah” itu. Film “Takut Kawin” yang dibintangi oleh Herjunot Ali dan Indah Permatasari sebagai pemeran utama menggambarkan pasangan yang ragu untuk memutuskan menikah. Sutradara Syaiful Drajat mengatakan, meskipun terdengar serius dari judul filmnya, namun “Takut Kawin” lebih banyak bumbu komedi. “Ceritanya perjalanan anak manusia yang galau menentukan sebuah komitmen. Genrenya drama komedi romantis,” ucapnya. Menurut dia, terkadang menikah atau kawin merupakan pilihan sulit bagi seseorang dalam hidupnya, dan fenomena serta problem sulitnya mengambil keputusan menikah itulah yang diangkat menjadi ide produksi film “Takut Kawin”. Nasrul Wahid, selaku produser eksekutif mengatakan, rencananya pada pemutaran perdana film “Takut Kawin” nantinya pihaknya siap mengajak mereka yang ingin menikah untuk mendaftarkan diri bersama pasangannya. “Kami akan merayakan perkawinan dengan saksi para pemain film “Takut Kawin”, selain itu juga menyediakan penghulu berikut uang saku untuk bulan madu bagi peserta yang mengikuti acara nikah massal tersebut,” katanya. Film yang rencananya ditayangkan di bioskup mulai 8 Maret 2018 tersebut juga dibintangi Deni Chandra, Asri Welas, Junior Liem dan Babe Chabita.“Kami berharap “Takut Kawin” sebagai salah satu film box office di tahun 2018,” kata Nasrul Wahid. l Kmb 29 Januari - 4 Februari 2018
47
A KT I V I TA S
MBP/ist
PRADNYA KERTHI - Koperasi Pegawai Negeri (KPN) “Pradnya Kerthi” Kopertis Wilayah VIII Denpasar menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-33 di Gedung Kopertis Wilayah VIII Bali-Nusra, Kamis (11/1). Pada RAT kali ini disampaikan beberapa laporan pertanggungjawaban kepengurusan kepada anggota, di antaranya laporan keuangan seperti Sisa Hasil Usaha (SHU), Neraca, Ikhtisar Perubahan Kekayaan Bersih, Laporan Arus Kas, SHU Komparatif dan Neraca Komparatif tahun buku 2017. Tahun 2017, besaran SHU KPN “Pradnya Kerthi” Kopertis Wilayah VIII Denpasar mengalami peningkatan 22,58% dari Rp 521.079.984 pada tahun 2016 menjadi Rp 638.717.769.
MBP/ist
UNWAR - Universitas Warmadewa (Unwar) melepas 82 mahasiswanya untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Tematik Kebencanaan di Karangasem. Mereka terdiri atas 80 mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan serta dua mahasiswa Fakultas Sastra. Kegiatan dilaksanakan 13-26 Januari 2018 di delapan posko yang ada di tiga desa di Kecamatan Rendang. Pada KKN ini pihak Unwar berencana menyalurkan sembako yang dititikberatkan pada makanan sehat. Pelepasan peserta KKN dilakukan oleh Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park. di Auditorium Widya Sabha Utama Unwar, Denpasar, Jumat (12/1).
MBP/ist
MBP/ist
DPRD TABANAN - Pemerintah Kabupaten Tabanan, Kapolres, dan Kejari setempat menandatangani nota kesepahaman atau MoU guna pencegahan penyalahgunaan dana desa yang dilaksanakan di ruang rapat Kantor Bupati Tabanan, Rabu (10/1). Pada acara penandatanganan MoU tersebut juga hadir Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi, Sekda Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, Camat, Kapolsek, perwakilan Bhabinkamtibmas, Forum Perbekel Kabupaten dan Kecamatan, dan sejumlah perangkat daerah yang terkait. Kesepahaman ini bertujuan untuk terwujudnya pengelolaan dana desa agar bisa digunakan secara efektif, efisien, dan akuntabel.
48
29 Januari - 4 Februari 2018
UNDIKSHA - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja tahun 2018 ini berusia XXV. Segenap civitas akademika perguruan tinggi negeri di Bali Utara itu merayakan tradisi yang dikenal dengan dies natalis. Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jampel, M.Pd., membuka Dies Natalis XXV di lapangan kampus tengah Jalan Udayana Singaraja, Sabtu (6/1) pekan lalu. Hadir mendampingi Rektor saat pembukaan dies natalis tersebut, para wakil rektor, dosen, pegawai dan utusan mahasiswa dari masing-masing fakultas. Dalam pidatonya, Rektor mengatakan kampus yang dipimpinnya itu memiliki sejarah panjang hingga kedudukan terakhir menjadi perguruan tinggi yang berjuluk “Kampus Seribu Jendela”.
A KT I V I TA S
MBP/ist
UNHI DENPASAR - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar dipimpin rektor baru untuk masa bakti 2018-2022. Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. terpilih menjadi Rektor Unhi Denpasar setelah mengalahkan tiga pesaingnya, yaitu Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum., Prof. Dr. I.B. Gde Yudha Triguna, M.S. dan Dr. I Wayan Muka, S.T., M.T. Terpilihnya Prof. Damriyasa menjadi rektor setelah melalui tahapan penjaringan, penyaringan, konsultasi dan pemilihan yang melibatan tiga organ Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Unhi Denpasar yang berjumlah 10 orang terdiri atas Ketua PeMBIna beserta lima anggotanya, Ketua Pengawas beserta satu anggotanya dan Ketua Dewan Pengurus beserta sekretarisnya di Jakarta, Sabtu (6/1).
MBP/ist
BPR GROUP - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Group Sri Partha yang terdiri atas BPR Sri Partha, BPR Tish, BPR Pusaka, BPR Ashi, BPR Antenk, Koperasi Mustika, Omatta, Parta Sedana dan Boby 76, melaksanakan pendidikan dan pelatihan (diklat) ‘’Membangun Karakter Sukses Karyawan’’ selama dua tahun yang dimulai Sabtu (6/1) lalu. Diklat diawali pembacaan doa oleh Jro Mangku Wayan Tama, S.E. (Direktur BPR Pusaka) di Gedung Sri Partha, Jalan Moh. Yamin, Renon, Denpasar. Diklat untuk SDM/karyawan/wati BPR Group Sri Partha diisi penandatanganan kerja sama (MoU) yang dilaksanankan oleh masing-masing direksi BPR Group Sri Partha.
MBP/ist
MBP/ist
ARYA WEDAKARNA - Putri Bung Karno yang juga Ketua DPP PNI Marhaenisme Sukmawati Soekarno memberikan amanat kepada Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III agar memimpin Tim Pemenangan Front Marhaenis Untuk Jokowi 2 Periode. Amanat ini disampaikan di sela-sela kedatangan Sukmawati di Bali saat berkunjung ke Tampaksiring, Gianyar. Menurut Sukmawati, sosok Arya Wedakarna (AWK) adalah orang yang tepat untuk menggalang kekuatan agar suara kemenangan Jokowi di Bali bisa dipertahankan di Pemilu 2019.
SENATOR WEDAKARNA - Senator DPD-RI Dr. Shri Ngurah Arya Wedakarna MWS III dipercaya oleh sejumlah kalangan internasional yang dipimpin oleh beberapa konglomerat dunia yang peduli tentang lingkungan, untuk memfasilitasi pembentukan Konsorsium Energi Bali dalam rangka transfer teknologi di bidang penanganan sampah dan teknologi terbarukan khususnya di bidang tenaga surya. Hal itu disampaikan oleh Ms. Gozde Dizdar (Director GD Global) yang berbasis di Ankara, Turki, saat hadir bersama delegasi internasional bertemu Gubenur Bali Made Mangku Pastika di Kantor Gubernur, Niti Mandala, Renon, Denpasar.
29 Januari - 4 Februari 2018
49
A KT I V I TA S
MBP/ist
BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan hibah seperangkat gamelan kepada krama Banjar Adat Sidan dan Desa Adat Kiadan, Kecamatan Petang, Kamis (11/1). Penyerahan bantuan ini sebagai wujud komitmen Pemkab Badung dalam melaksanakan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB), salah satunya dalam upaya pelestarian seni, adat, agama dan budaya di Kabupaten Badung. Penyerahan hibah gong diawali di Banjar adat Sidan, Desa Belok Sidan yang diterima Klian Banjar Adat Sidan I Wayan Wira dan Perbekel Belok Sidan I Made Rumawan.
MBP/ist
LPD PADANGTEGAL - Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Pakraman Padangtegal, Ubud, Gianyar, tahun 2017 meraup laba Rp 6.081.748.693 dengan total aset Rp 250.647.966.119. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, di mana tahun 2016 LPD ini meraih laba Rp 5.456.597.176 dengan aset Rp 195.563.177.201. Hal tersebut disampaikan Ketua LPD Desa Pakraman Padangtegal I Wayan Artana, S.E., pada acara Laporan Akhir Tahun LPD Desa Pakraman Padangtegal yang digelar di ruang pertemuan LPD setempat, Sabtu (6/1).
MBP/ist
MBP/ist
UNMAR - Fakultas Hukum Universitas Mahendradatta (Unmar) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘’Saber Pungli dan Eksistensi Desa Adat’’ di Gedung DPD-RI, Niti Mandala Renon, Denpasar. Hadir sejumlah narasumber, yakni Jero Putus Upadesa (Bendesa Agung MUDP Bali), Kompol Gusti Ngurah Astawa, S.H., M.H. (Saber Pungli Polda Bali), Nyoman Kantun, S.H., M.H. (Dosen FH Universitas Mahendradatta) dan MUDP se-Bali. Datang pula pihak kejaksaan, anggota Asosiasi Profesi Hukum Indonesia (APHI) serta hampir 100 undangan dari kalangan akademisi.
50
29 Januari - 4 Februari 2018
BUPATI JEMBRANA - Gerbong mutasi di lingkup Pemkab Jembrana kembali digulirkan, Kamis (11/1). Bupati Jembrana I Putu Artha memutasi 73 pejabat eselon II, III dan IV (2 eselon II/b, 6 es III/a, 9 es III/b, 46 es IV/a, 8 es IV/b). Pelaksanaan mutasi juga dihadiri Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan, Sekda Jembrana I Made Sudiada serta jajaran pejabat pemkab Jembrana. Dari jajaran eselon II, Kadis Pertanian dan Pangan dijabat oleh I Wayan Sutama yang sebelumnya Sekretaris Badan Kepegawaian dan SDM serta I Made Aryana diangkat menjadi staf ahli pemkab Jembrana yang sebelumnya menjabat Kabag Perlengkapan. Keduanya merupakan hasil seleksi jabatan tinggi pratama untuk eselon II.
217 | 29 Januari - 4 Februari 2018
Swasembada Pangan Baru Sebatas Angan RP 20.000