211 | 4 - 10 Desember 2017
Catatan Jelang Satu Dasa Warsa
Berbagai Pencapaian Perkuat Visi Bali Mandara
RP 20.000
D A F TA R I S I OPINI lGuru dan Gerakan Pendidikan Akar Rumput 6 BALI SEPEKAN lKabel Listrik Terbakar, Warga Geger 7
LAPORAN UTAMA l Catatan Jelang Satu Dasa Warsa Berbagai Pencapaian Perkuat Visi Bali Mandara 8 POLITIK l Pemimpin Bali Harus Atasi Anomali Ekonomi 16 l Pengusaha Lokal Minim Perhatian 17 KIPRAH l Bayu Nirwana
Kolaborasikan Rindik, Gitar dan Cajon 18
MANCANEGARA l Vonis Berat Bagi Mladic 20 DAERAH l Senderan Jembatan
LENSA l Taman Median 26
OLAHRAGA l Kampanye Antikekerasan pada Perempuan 27 PENDIDIKAN l Lindungi Siswa Korban ”Bully” 32 PARIWISATA l Membidik Wisatawan Minat Khusus 38
Cepik-Tunjuk Amblas 22
TRADISI l ’’Ngeredag Desa’’ di Peliatan
Menetralisir Unsur-unsur Dasar Alam 39
KESEHATAN l”Bullying” dan Kesehatan Mental pada Anak 24
PROPERTI l Aktivitas Galian C di Sebudi Tetap Jalan 40
4 - 10 Desember 2017
3
DARI PEMBACA
Berharap Politisi Bijak B
elakangan ini wacana soal pembangunan ekonomi kalah saing dengan berita politik. Bahkan berita politik untuk pemilihan presiden yang masih dua tahun lagi sudah ramai mulai sekarang. Ini membuat sepanjang tahun di negeri ini menjadi tahun politik. Kesannya, dunia ini hanya penuh dengan kegiatan politik. Saya sebenarnya senang dan mengapresiasi semua wacana dan agenda politik. Tetapi ketika ekonomi lagi lesu dan rakyat nyaris sulit mempertahankan daya belinya, politisi hendaknya ambil bagian. Politisi setidaknya tidak ikut menjadi penyumbang kegaduhan. Politisi hekdanya ikut membicarakan terobosan ekonomi dan melakukan langkah-langkah yang kongkrit untuk menguatkan ekonomi. Saya berharap politisi mengambil langkah-langkah yang efektif dalam penyusunan regulasi ekonomi yang memberikan ruang kepada pengusaha untuk bisa bertahan. Terlebih serbuan pasar bebas membuat kita tak siap melindungi produk lokal. Untuk itulah, politisi setidaknya jangan menjadi figur yang menyumbang kegadungan di negeri ini. Salah satunya terkait dengan kasus e-KTP. Figurfigur negarawan bahkan sudah mendapat gaji dari negara hendaknya ikut proses hukum yang ada. Jangan karena kekuatan politik dan kekuasaan, semua mau disesuaikan untuk membela kepentingan personal. Sebagai rakyat, kami tentu tahu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Termasuk di dalamnya kemampuan membedakan pejabat politik yang membela kepentingan bangsa dan membela kepentingan pribadi. Wayan Suparsana Gianyar, Bali
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Dira Arsana Redaktur Pelaksana Diah Dewi Redaksi Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Sugiartha, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada Bangli: Ida Ayu Swasrina, Eka Parananda Buleleng: Sosiawan, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya Karangasem: Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra Negara: IB Surya Dharma Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
4 - 10 Desember 2017
4
Penguatan SDM Bali Harus Jadi Prioritas generasi muda Bali yang memiliki keeunggulan masih rendah. Pemerintah mestinya melakukan terobosan pengelolaan anggaran dengan melihat fenomena dan tantangan pewarisan budaya Bali ke depan. Pemimpin Bali harus menjadikan peningkatan daya saing SDM Bali sebagai salah program prioritas. Di pihak lain, terdapat 7.32 persen responden tak memberikan jawaban pasti antara sudah dan belum. Mereka justru mengaku prihatin dengan perkembangan generasi muda termasuk karakter manusia Bali. Diprediksi, generasi muda Balai akan terjebak pada perkembangan jaman dan teknologi. Ini akan membuat mereka abai terhadap tantangan pewarisan budaya Bali. Keluarga harus segara menjadi ruang bagi pembentukan daya saing SDM Bali. Tanggung jawab pemerintah dalam hal ini harus dipikul juga oleh masyarakat Bali. Pemimpin dalam hal ini harus banyak mendengar jangan memaksakan program yang tak direspon masyarakat. l Dira Arsana
PREDIKSI bahwa Bali tinggal satu generasi sudah dilontarkan setahun lalu. Pengamat budaya dan peradaban Bali menilai peralihan jaman dan perkembangan teknologi akan mempercepat hal ini. Di lain pihak, rendahnya keberpihakan dalam membangun daya saing SDM Bali menguatkan potensi terdegradasinya kemandirian dan ketahanan ekonomi Bali. Ini akan berimbas pada lemahnya kepedulian generasi muda terhadap budaya Bali. Hidup zaman now diyakini akan menjadi gaya dan identitas mereka. Mencermati kekhawatiran terhadap daya saing SDM Bali dan kesiapannya mengawal budaya Bali, Pusat Data Bali Post melakukan jajak pendapat terkait hal ini di seluruh Bali. Jajak dilakukan dengan wawancara via telepon. Responden dipilih dengan tetap mempertimbangkan pendidikan, usia dan profesinya. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden terkait dengan investasi penguatan dan membangun daya saing SDM Bali, terdapat 47,21 persen responden yang mengatakan kepedulian terhadap
genarasi muda Bali sudah dilakukan namun belum optimal. Ini dibuktikan dengan adanya pemberian dana-dana stimulus oleh pemerintah untuk membangun SDM Bali. Salah satunya dalam bentuk bea siswa dan dana pasraman untuk desa adat. Pemerintah juga sudah mendirikan sekolah unggulan yang memberikan ruang kepada generasi muda Bali berjuang untuk menuju kualitas diri yang memadai. Namun, dalam hal memfasilitasi berbagai kegiatan yang bisa menjadi media kreativitas, kompetisi dan ajang asah keterampilan masih rendah. Belum ada kegiatan-kegiatan rutin yang bisa menjadi ikon dan memberikan ruang kepada generasi muda Bali tertantang meningkatkan kualitas dirinya. Di lain pihak, 45,47 persen responden mengatakan program kepedulian untuk menjadikan SDM Bali memiliki daya saing dan profesional belum menjadi program strategis. Ada kesan pemerintah masih terjebak rutinitas dan hanya berorientasi pada target-target pertumbuhan ekonomi. Anggaran bea siswa untuk memfasilitasi
Sumber daya manusa (SDM) Bali ke depan menjadi salah satu tolok ukur berlangsungnya pewarisan budaya Bali. Menurut Anda apakah keberpihakan terhadap SDM Bali sudah mendapat prioritas pemerintah? Tidak tahu
7,32%
47,21%
45,32%
Belum
Sudah 4 - 10 Desember 2017
5
5
OPINI
Guru dan Gerakan Pendidikan Akar Rumput
K
EREN! Demikianlah penampilan guru saat ini. Maka, potret mereka dalam Guru Umar Bakri telah jadi masa lalu. Kini sulit membedakan seorang guru dengan profesi lain, seperti pegawai bank, pengusaha, atau dokter, hanya dari segi penampilannya. Di samping dengan penampilan keren, guru masa kini juga penuh rasa percaya diri. Menyatakan diri menjadi seorang guru, tidak merupakan beban sosial atau malu karena profesi guru saat ini sangat terhormat. Masuk fakultas keguruan (FKIP) juga bukan karena pilihan terakhir atau pilihan bagi mahasiswa miskin dari kota-kota terpencil. Fakultas keguruan tidak lagi menerima mahasiswa “sisa”. Itulah gambaran fajar cerah pendidikan di negara kita. Tentu lahirnya guru keren tidak terlepas dari kebijakan atau regulasi, seperti Undang-undag Guru dan Dosen. Undang-undang ini terbukti telah berhasil mengangkat tinggi citra guru, juga secara finansial yang berdampak pada naiknya prestise sosial seorang guru. Bangga jadi guru. Sementara itu, di balik penampilan keren seorang guru, ada sejumlah persoalan dan harapan. Guru masih berhadapan dengan masalah kemandirian yang belum sepenuhnya ada di tangan mereka. Hal ini terkait dengan sistem atau pengelolaan kerja di sekolah yang terpusat pada kepala sekolah, sebagai perpanjangan tangan birokrasi. Karena itu, seorang kepala sekolah sangat Para guru keren itu pada akhirnya tidak mampu berkarya lebih secara mandiri karena berbenturan dengan sistem yang ada. Maka tata kekola yang memusat pada seorang kepala sekolah, yang bercampur dengan kepentingan politik lokal, hanya menimbulkan “ketakutan” pada diri guru dalam melakukan terobosan-terobosan baru. Dewasa ini, tata kelola yang memusat tersebut harus diubah atau disikapi secara lentur atau adaptif guna mengakomodasi segala potensi guru keren. Jika sistem atau tata kelola kerja di sekolah membelenggu maka, potensi besar memajukan pendidikan di sekolah yang menjadi misi dan visi guru-guru keren itu, tidak akan memberi
6
Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.
kemaslahatan bagi pendidikan siswa. Pendidikan akan stagnan. Inovasi pembelajaran pun sebatas retorika. Ketika generasi atau angkatan guru keren telah mulai bekerja di sekolah, maka harus ada dukungan sistem atau harus ada perubahan tata kelola, yang pada prinsipnya memberi peluang yang semakin besar terhadap kemandirian, keberanian inovatif, serta secara mendasar adalah kemerdekaan para guru. Saat ini dengan tata kelola yang berpusat pada otoritas kepala sekolah, menimbulkan banyak frustrasi guru-guru inovatif dan kreatif karena mereka menjadi “salah” di mata kepala sekolah. Ketimbang membuat banyak masalah yang menyulitkan, guru-guru keren itu pun apatis. Maka kembali pendidikan tergelincir ke titik bawah. Maka, tuntutan atau harapan lebih tinggi yang dibebenkan pada guru keren adalah sikap proaktif dan perjuangan mereka menghadapi sistem tata kelola sekolah yang tidak akomodatif. Tantangan pendidikan dewasa ini, terutama yang harus terjadi di dalam genggaman guru, adalah bagaimana guru lebih mandiri dan berani berinisiatif dalam memajukan pendidikan di sebuah sekolah tempatnya bertugas. Menjujung tinggi filosofi dan tujuan pendidikan nasional sebagai landasan kerja, maka dengan itulah guru keren sebagai generasi baru guru di sekolah mau berderap langkah untuk melakukan perubahan pendidikan dari bawah. Tujuan gerakan ini adalah untuk menciptakan ruang kebebasan, kemandirian kerja guru atas nama inovasi dan terobosan pendidikan. Dalam skala makro pemerintah telah melakukan berbagai pembaruan pendidikan, misalnya dalam perubahan kurikulum menjadi Kurikulum 2013. Namun di bawah, di tingkat sekolah, inisiatif para guru untuk menyongsong perubahan skala nasional, hampir-hampir tidak ada. Saat ini, dalam momen merayakan hari PGRI, tulisan ini diajukan guna mengingatkan para guru, terutama barisan guru
keren, agar menyambut inovasi atau pembaruan pendidikan bangsa dari bawah, dari kelas-kelas, dari sekolah-sekolah tempat mereka bekerja. Guru yang patuh dan hanya menunggu perintah” atau instruksi tidak relevan lagi atau sama sekali tidak keren. Generasi guru keren diharapkan bisa menjadi motor untuk melakukan inovasi, terobosan, atau pembaruan pendidikan dari akar rumput. Gegap gempita pembaruan pendidikan dari pusat juga harus bersambut dengan riak-riak inovasi atau terobosan di sekolah-sekolah, yang dimotori oleh para guru. PGRI sebagai lembaga organisasi profesi guru harus menuntut anggotanya untuk berani, mandiri, emiliki rasa merdeka dalam melakukan inovasi atau terobosan pendidikan dari bawah. Organisasi guru ini tidak hanya bersuara lantang ketika merespons kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada anggotanya. Tanggung jawab PGRI juga adalah dalam menuntut para anggotanya untuk berani mandiri dalam melakukan inivasi atau terobosan pendidikan dari akar rumput. Lembaga ini, bahkan harus membela guruguru yang mandiri dan bersikap merdeka dalam memajukan pendidikan bangsa, bukan malah sebaliknya, menjadi perpanjangan atau mitra kerja birokrasi pendidikan, yang justru banyak mengerdilkan guru. Seiring dengan lahirnya guru-guru keren, sebagai konsekuensi dari adanya peralihan generasi, dan dukungan regulasi dalam bidang pendidikan, PGRI juga harus memetakan anggotanya untuk menentukan guru-guru inti yang menjadi motor pergerakan guru untuk melakukan perubahan, inovasi, atau terobosan pendidikan secara horisontal. Yang masih terasa kurang dalam kerangka pembaruan pendidikan di Indonesia adalah gerakan inovasi pendidikan di tataran sekolah, melalui inisiatif sendiri dan semangat kemandirian para guru atau insan-insan sekolah. Penulis Dosen Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja,Bali
4 - 10 Desember 2017
6
BALI SEPEKAN
Kabel Listrik Terbakar, Warga Geger
MBP/nik
WARGA Banjar Abianbase Kelurahan Abianbase, Gianyar, digegerkan dengan kebakaran jaringan kabel listrik dekat simpang tiga Jalan Mulawarman, Senin (20/11). Penyebab kebakaran diduga kabel listrik yang sudah tua. Informasi dihimpun, insiden ini pertama kali diketahui sekitar pukul 09.30 wita. Kala itu, terdengar suara menyerupai ledakan petasan. ‘’Suaranya kayak petasan. Baru dengar sekitar tiga kali, pas tengok ke luar, api sudah besar,’’ jelas Ketut Widiana, warga Banjar Dinas Abianbase Kaja Kauh. Pria yang membuka bengkel di sekitar lokasi kejadian tersebut menuturkan, saat itu dia langsung mematikan listrik di tempat usahanya. Hal ini dilakukannya lantaran khawatir, kebakaran tersebut akan berimbas pada aliran listrik sekitar. Tidak berselang lama, sejumlah petugas PLN Rayon Gianyar mendatangi lokasi kejadian guna melakukan penanganan. Dalam beberapa menit, api sudah bisa dipadamkan dengan menggunakan lap basah. Manajer Area PLN Rayon Gianyar Anggoro Fajar Gandajati yang dikonfirmasi hal ini menjelaskan, penyebab kebakaran dikarenakan usia kabel yang sudah tua. l Manik
Kapal Dicegat di Tengah Laut SAT Polair Polres Karangasem kembali memperketat pengamanan di tengah laut. Kapal-kapal yang melintas di perairan Karangasem itu langsung dicegat, dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan secara seksama. Bukan saja kapal pencari ikan, dan kapal dicurigai lainnya juga termasuk kapal penuh wisatawan asing. Kapal penuh muatan turis itu rencananya berlayar dari Pulau Serangan menuju kawasan pariwisata Tulamben. Kasat Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama mengatakan, setelah Gunung Agung mulai tenang, kunjungan wisatawan mulai ramai lagi. Pihaknya tidak mau kecolongan terhadap situasi ini, sehingga patroli di tengah laut pun terus diperketat. Patroli itu sesungguhnya
untuk mencegah hal-hal negatif masuk ke wilayah Karangasem. Seperti halnya terkait ancaman terorisme, peredaran gelap narkoba maupun hal buruk lainnya demi amannya penduduk Bali dan sekaligus dunia pariwisatanya. Patroli dilakukan dari pagi pukul 07.30 Wita hingga pukul 12.15 Wita. Sat Polair mengerahkan tujuh personel untuk memeriksa kapal-kapal yang melintas. Seperti kapal Yeat Bali Dream 2. Kapal ber-ABK 5 orang ini mengangkut penuh wisatawan asing. Kapal dengan nakhoda I Ketut Kartika ini hendak menuju objek wisata Tulamben, yang dikenal dengan wisata alam bawah lautnya. l Bagiarta
Enam Bulan, Nunggu Cetak E-KTP PENUNGGALAN data kependudukan yang dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri akhir-akhir ini tersendat. Hal tersebut menyebabkan masyarakat Klungkung harus menunggu sampai enam bulan untuk pencetakan e-KTP. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Klungkung, Komang Dharma Suyasa, Senin (20/11). Penunggalan data itu telah berlangsung sejak sekitar delapan bulan lalu. Informasi masyarakat harus menunggu enam bulan untuk pencetakan e-KTP mencuat dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) beberapa waktu lalu. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan sebelumnya, masyarakat sudah bisa memegang fisik eKTP satu atau dua hari setelah melakukan perekaman. Munculnya kondisi demikian karena adanya persoalan teknis di pusat. Ketersediaan blangko yang tak menentu juga menjadi pemicu lambatnya prosesnya pencetakan. Supaya pelayanan administrasi masyarakat tetap berjalan, untuk sementara waktu fisik e-KTP masih digantikan dengan surat keterangan sudah melakukan perekaman. Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Klungkung ini menyatakan penunggalan itu sangat penting untuk menjaga keakuratan data, terlebih saat menjelang pemilihan umum. Menindaklanjuti hal ini, pemerintah desa diminta untuk melakukan pendataan ulang. Bahkan ini akan dilengkapi surat dari bupati. l Sosiawan 4 - 10 Desember 2017
7
7
LAPORAN UTAMA
Catatan Jelang Satu Dasa Warsa
Berbagai Pencapaian Perkuat Visi Bali Mandara
P
elaksanaan Visi Bali Mandara yang diusung Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam dua periode masa jabatannya saat ini telah memasuki babak akhir. Telah berjalan selama hampir satu dasawarsa (2008-2013;2013-2018), Bali Mandara dengan berbagai program unggulannya mencatat berbagai capaian dan prestasi gemilang yang makin memperkokoh eksistensi dan menguatkan pondasi untuk mewujudkan cita-cita besar yaitu Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. membeber sejumlah catatan terkait pelaksanaan berbagai program unggulan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan. Bali Mandara bukanlah sebuah cita-cita instan yang bisa dicapai dalam waktu singkat. Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Provinsi Bali, dibutuhkan setidaknya 5 fase (jilid) atau satu setengah dasawarsa lagi untuk benar-benar merealisasikan visi ini. Namun, semua pihak tentunya sepakat bahwa dalam sembilan tahun pelaksanaannya, Bali Mandara terbukti mampu mengakselerasi dan memberi sentuhan dinamis pada pembangunan di Pulau Dewata. “Pembangunan Daerah Bali dalam satu dasawarsa terakhir menerapkan model manajemen pembangunan yang bersifat transformatif. Dalam artian, paradigma pembangunan diwujudkan melalui usaha keras menuntaskan pengentasan kemiskinan serta mengatasi kesenjangan antar sektor dan antar wilayah,� ujar Mahendra. Usaha keras dalam pengentasan kemiskinan diaktualisasikan dalam sederet program unggulan antara lain Bedah Rumah, Gerakan Pembangunan Desa Terpadu Mandara (GERBANGSADU Mandara/GSM), Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) dan Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida). Sejalan dengan itu,
8
MBP/ist
Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat berkunjung ke RSUD Bali Mandara.
Pemprov Bali juga memperkuat komitmen pada pembangunan sektor sektor pendidikan, kesehatan, pelestarian adat, seni dan budaya hingga pembenahan infrastruktur. Dalam pelaksanaan Bedah Rumah, Pemprov menargetkan program ini benarbenar tuntas di tahun 2018 sehingga nantinya tak ada lagi krama Bali yang tinggal di rumah tak layak huni. Hingga tahun 2016, Pemprov Bali telah menuntaskan 10.468 bedah rumah yang tersebar di sembilan Kabupaten/Kota. Dalam pelaksanaannya, Pemprov Bali juga bersinergi dengan kalangan pengusaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan telah menyumbang 1.273 unit bedah rumah. Tak hanya itu, bedah rumah dilaksanakan pula oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian terkait dan Pemerintah Kabupaten. “Sehingga kalau ditotal, kita telah berhasil membangun 22.164 unit bedah rumah bagi keluarga kurang mampu,� terangnya.
Lampaui Estimasi Meski jumlahnya telah melampaui estimasi awal yang diperkirakan di kisaran 20 ribu, namun data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2015 menyebut masih ada 1.682 rumah tak layak huni yang butuh perbaikan melalui program bedah rumah. Berpedoman pada data BPS, Gubernur Pastika dikatakan bertekad dapat merampungkan bedah rumah. Guna mewujudkan komitmen tersebut, pada tahun 2017 ini Pemprov Bali melalui Dinas Sosial mengalokasikan anggaran untuk merampungkan 1.100 unit bedah rumah. 1.000 unit diperuntukkan bagi RTS berdasarkan basis data terpadu BPS yang telah diverifikasi Dinsos Bali. Sementara 100 unit diperuntukkan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung. Mengacu validasi data yang terus dilakukan berkoordinasi dengan BPS Bali, pada tahun anggaran 2018, Pemprov mengalokasikan anggaran untuk menggarap 723 unit bedah
4 - 10 Desember 2017
8
rumah. Didukung pemerintah pusat yang mengalokasikan 2.000 unit bedah rumah, Gubernur Pastika optimis program ini memenuhi target RPJMD. “Setelah kebutuhan rumahnya terpenuhi, kita perlu jamin peningkatan kesejahteraan mereka dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan potensi wilayah di mana mereka tinggal,� ujar Dewa Mahendra. Salah satu upaya Pemprov untuk menggerakkan ekonomi kreatif di wilayah pedesaan adalah dengan mengoptimalkan pelaksanaan program GSM. Saat ini, ujar Dewa Mahendra, Pemprov telah membentuk 217 unit GSM di desa-desa yang menjadi kantong kemiskinan. Berikutnya ada program Simantri. Selain untuk membangkitkan sektor pertanian, program ini juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan sentuhan teknologi, Simantri diharapkan dapat menggugah minat generasi muda untuk menekuni bidang pertanian. Hingga tahun ini, Pemprov Bali telah membentuk 701 unit Simantri yang tersebar di sembilan kabupaten/kota. Untuk membangkitkan usaha ekonomi produktif, Pemprov membentuk PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara pada 2011. Hingga akhir tahun 2016, PT JBM telah menjamin 25.713 nasabah dengan plafon kredit yang dijamin mencapai Rp 1.231.195.178.781. Dari jumlah tersebut, 65% persen nasabah yang menerima penjaminan adalah sektor produktif dan sisanya 35% merupakan sektor non produktif. Megaproyek RS Bali Mandara Berikutnya capaian di bidang kesehatan, tahun ini Pemprov berhasil merampungkan megaproyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara. Mulai dikerjakan sejak pertengahan bulan September 2015, pengerjaan fisik RSUD Bali Mandara telah rampung 100 persen dan mulai beroperasi akhir Oktober 2017. Dengan layanan berstandar internasional, Gubernur Made Mangku Pastika berkomitmen menjadikan rumah sakit ini sebagai kebanggaan masyarakat Bali dan bisa menjadi fasilitas kesehatan terbaik di Kawasan Timur Indonesia. Masih di bidang kesehatan, Pemprov juga memperluas gedung layanan Rumah Sakit Mata Bali Mandara. Tahun anggaran 2018 merupakan tahap akhir implementasi RPJMD Provinsi Bali sehingga anggaran yang
MBP/ist
Gubernur Bali Made Mangku Pastika, bertandang ke rumah lansia di Karangasem untuk memberikan bantuan.
disusun berorientasi pada akselerasi penuntasan program dengan tetap berpegang pada prinsip efektivitas dan efisiensi, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. RAPBD Provinsi Bali tahun anggaran 2018 dirancang sebesar 5,590 triliun rupiah. Sedangkan belanja daerah direncanakan sebesar 6,633 triliun rupiah. Alokasi anggaran untuk fungsi pendidikan sebesar 30,42 persen atau 1,987 triliun dan untuk fungsi kesehatan sebesar 11,22 persen atau 632,043 triliun. Keseriusan Gubernur Pastika dan jajarannya dalam mengawal pelaksanaan berbagai program unggulan Bali Mandara telah mengantarkan Bali sebagai provinsi dengan tingkat pengangguran terendah secara nasional dan proporsi penduduk miskin terendah kedua secara nasional setelah DKI Jakarta. Selain berpacu dengan upaya pengentasan kemiskinan, pelaksanaan berbagai program unggulan Bali Mandara diarahkan pula untuk mewujudkan keseimbangan pembangunan antara wilayah Bali Selatan, Utara, Timur dan Barat. Namun faktanya kesenjangan antar sektor, antar wilayah dan pendapatan perkapita masih membutuhkan kerja keras dan penanganan lebih optimal. Persoalan kesenjangan yang masih sulit terpecahkan antara lain dipenga-
ruhi faktor demografi. Mengutip buku ‘Bali Mandara Estafeta untuk Generasi Muda’ yang dirilis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Provinsi Bali, Mahendra menjelaskan bahwa secara demografi Bali bagian selatan meliputi wilayah Denpasar dan Badung dengan luas 2.067 km2 dengan jumlah penduduk 2.393.154 jiwa serta kepadatan 1.158 orang/km2. Sementara wilayah Utara, Timur dan Barat meliputi Kabupaten Buleleng, Karangasem, Bangli dan Jembrana luas wilayahnya jauh lebih besar yaitu 4.089 km2 dengan akumulasi kepadatan 366 orang/km2. Pergerakan ekonomi kurang lebih 70 persen berada di bagian selatan karena konsentrasi fasilitas pemerintahan, pendidikan, pariwisata dan perekonomian berada di bagian selatan, khususnya Denpasar dan Badung. Kondisi demografis dan sebaran sumber-sumber ekonomi yang tidak merata menyebabkan indeks gini ratio (ketimpangan kesejahteraan) di Provinsi Bali pada periode 2012 hingga 2014 sempat menyentuh angka 0,4 atau cukup memprihatinkan. Namun, Bali Mandara dengan berbagai program unggulannya berhasil menurunkan angka tersebut. Pada tahun 2015, indeks gini ratio bisa ditekan pada angka 0,399 dan menurun lagi di tahun 2016 menjadi 0,366. 4 - 10 Desember 2017
9
9
LAPORAN UTAMA
MBP/ist
Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengunjungi salah satu Gerbangsadu Bali Mandara/ GSM di Desa Bukian, Kabupaten Gianyar.
Efektif Atasi Kesenjangan Data makro ini merupakan indikator bahwa program Bali Mandara cukup efektif mengatasi kesenjangan. Namun capaian tersebut tak lantas membuat Gubernur Pastika beserta jajarannya berpuas diri dan menutup mata terhadap kesenjangan yang masih terjadi. Pada pertemuan
10
dengan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Bali beberapa waktu lalu, Gubernur Pastika kembali menyinggung masalah ketimpangan. Data menunjukkan bahwa kesenjangan pendapatan perkapita antar wilayah masih terjadi. “Pendapatan perkapita penduduk di Denpasar dan Badung timpang dengan
wilayah lain,� terangnya. Tak hanya itu, ketimpangan juga terjadi antar sektor, dimana sektor jasa dan lainnya berkembang meninggalkan sektor pertanian. Di samping itu, Pastika juga mengamati adanya kesenjangan manajemen dan kemampuan birokrasi di tiap Kabupaten/Kota. Menurutnya, kondisi ini punya andil dalam upaya mewujudkan pemerataan antar wilayah. Banyak potensi di sejumlah wilayah yang belum tergarap optimal akibat kesenjangan manajemen. Sejatinya, dua fase pelaksanaan program unggulan Bali Mandara telah diarahkan pada upaya pemerataan pembangunan. Misalnya program Simantri, dimaksudkan untuk menggugah minat masyarakat menekuni kembali bidang agraris sehingga sektor ini tak makin tertinggal. Ada pula program Gerbangsadu yang diarahkan pada kantong-kantong kemiskinan, dengan harapan pemerataan ekonomi dapat tercapai. Ada pula penguatan bidang pendidikan, salah satunya melalui pendirian SMAN/SMKN Bali Mandara yang berlokasi di Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Menurut Dewa Mahendra, pemilihan lokasi sekolah juga tak lepas dari semangat pemerataan yang diusung dalam Visi Bali Mandara. Di bidang kesehatan, Pemprov mendekatkan fasilitas
4 - 10 Desember 2017
10
MBP/ist
Seorang peternak anggota Simantri 096 Gapoktan Tumang Sejahtera, Blangsinga, Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar sedang memberikan pakan pada sapi. Simantri ini mendapat penghargan Simantri terbaik tahun 2012 dan tetap eksis dalam menjalankan kegiatannya.
kesehatan dengan masyarakat melalui pembangunan sejumlah RS Pratama di sejumlah wilayah. Sementara untuk mengatasi kesenjangan manajemen dan kemampuan birokrasi, Pastika menggagas kegiatan asistensi manajemen ke sejumlah kabupaten. Gagasan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh Badan Pendapatan Provinsi Bali dengan mengundang Badan Pendapatan Kabupaten/Kota se-Bali. Pertemuan itu membahas upaya optimalisasi penggalian potensi pendapatan di tiap Kabupaten/ Kota sehingga kesenjangan dapat teratasi. Selain melalui asistensi manajemen, Pemprov menggenjot pembangunan infrastruktur seperti peningkatan kualitas jalan. Dinas Pekerjaan Umum menargetkan pada tahun 2018, 83 persen jalan
provinsi dalam kondisi mantap. Dinas PU juga memberi perhatian pada upaya ketersediaan air bersih melalui optimalisasi operasional SPAM yang sudah dibangun. Sejalan dengan apa yang sudah dan sedang terlaksana, Pemprov serius mengawal sejumlah mega proyek bidang transportasi antara lain pembangunan bandara baru di wilayah Bali Utara, shortcut hingga kereta api keliling Bali. Pemenuhan kebutuhan insfrastruktur ini diharapkan dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk mengimbangi dan memecah kepadatan aktivitas perekonomian di kawasan Bali Selatan. Di samping itu pula, upaya memerataan juga dilakukan melalui penyaluran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ke-
pada Pemerintah Kabupaten/Kota. BKK antara lain disalurkan untuk memperkuat keberadaan Desa Pakraman dan Subak sebagai benteng Budaya Bali. Pada tahun 2017 ini total realisasi dana BKK mencapai Rp 404.800.000.000. Dana tersebut direalisasikan kepada 1.385 Desa Pakraman, 1.438 Subak dan 1.118 Subak Abian yang ada di 607 desa se-Bali. Dengan alokasi dana sebesar itu, tiap Desa Pakraman memperoleh bantuan sebesar Rp 200 juta, sementara subak dan subak abian dibantu Rp 50 juta. Bahkan, di tahun 2018, bantuan untuk tiap Desa Pakraman ditingkatkan menjadi Rp. 225 juta. Lebih dari itu, BKK juga dialokasikan untuk sektor strategis lainnya seperti pengendalian penduduk pendatang, pendidikan dan kesehatan. l adv 4 - 10 Desember 2017
11
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
RS BALIMED - RS BaliMéd menyelenggarakan seminar bayi tabung pada Sabtu (18/11). Seminar ini digelar dalam rangka menyambut HUT RS BaliMéd pada Januari 2018. Selain itu, RS BaliMéd yang merupakan RS tipe C, tahun depan akan membuka klinik bayi tabung. Peserta yang kebanyakan masyarakat umum sangat antusias mengikuti seminar ini. Semua kursi terisi penuh dan peserta aktif bertanya terkait bayi tabung. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Infertilitas RS BaliMéd dr. I Putu Gde Wardhiana, Sp.OG. (K) mengatakan, masih ada pasangan yang belum memiliki keturunan.
GUBERNUR BALI - Provinsi Bali menjadi satu dari enam provinsi yang diundang pada acara Konferensi Bilateral antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok. Selain Bali, provinsi yang diundang antara lain Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Sumatera Utara. Guna memenuhi undangan tersebut, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menghadiri pertemuan yang dibuka Presiden China Development Bank (CDB) Mr. Zhinje Zheng di Kantor Pusat CDB, Beijing, Senin (20/11). Demikian disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. dalam siaran persnya dua hari lalu.
MBP/ist
MBP/ist
BUPATI KARANGASEM - Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri turun langsung memantau pembangunan lanjutan Dermaga Cruise Tanah Ampo, Kecamatan Manggis Karangasem, Senin (20/11). Orang nomor satu di bumi lahar itu tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 Wita. Kedatangan Bupati didampingi Kadis Perhubungan Ida Bagus Putu Suastika serta kepala OPD terkait lainnya. Kunjungan ke lapangan untuk melihat langsung pengerjaan proyek penanaman tiang pancang pembangunan pelebaran dermaga sepanjang 100 meter. Selain itu juga ada pembangunan Jetty dengan sistem Rampdoor.
12
4 - 10 Desember 2017
SEISEN UNIVERSITY - Bali–Jepang perlu melebarkan sayap hubungan bilateral di berbagai bidang di luar yang telah ada selama ini. Hal ini tentu saja seiring perkembangan zaman yang tidak sama tuntutannya. Hal ini juga sesuai dengan dinamisasi para generasi mudanya yang tentu saja akan membawa nasib bangsanya masing-masing. Demikian terungkap dalam pertemuan Pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB) Satria Naradha dengan Prof. Dr. Shun Ohno dari Seisen University, Tokyo, Jepang, belum lama ini. Pertemuan yang berlangsung akrab di Kantor Bali Post itu semakin meyakinkan kedua belah pihak, bahwa ada semacam rasa saling ketergantungan antara kedua belak pihak. Antara Bali- Jepang dalam skup yang lebih kecil, serta IndonesiaJepang dalam konteks yang lebih luas.
ARYA WEDAKARNA - Orang-orang bijaksana dahulu sering berkata bahwa jika ingin melihat karakter seseorang, maka lihatlah dari cara mereka berbicara, dengarlah seksama bagaimana mereka berorasi dan amati sikap konsitensi akan pikiran perkataan perbuatan dari masa ke masa. Hal ini terekam saat tokoh politik muda bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedastera Putra Suyasa III didaulat bersanding dengan sejumlah tokoh nasional diataranya Maruarar Sirait (Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan / ketua umum DPP taruna merah putih), Bima Arya (Walikota Bogor), Burhanuddin M (Direktur Eksekutif Indikator Politik) berbicara Dalam Forum Diskusi Kamisan yang digelar di Markas TMP di Bilangan Menteng Jakarta Pusat. STIBA - Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati terus menambah dosen berkulifikasi doktor. I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini,S.S.M.Hum., sukses meraih doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka Program Doktor Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Unud, Senin (20/11). Bahkan Jayantini dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude atau istimewa dengan masa studi tiga tahun. Jayantini termasuk dosen muda di STIBA Saraswati Denpasar. WALIKOTA DENPASAR - Memasuki musim hujan, ancaman demam berdarah dengue (DBD) semakin besar. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan lebih intensif melakukan pencegahan penularan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk itu. Dalam upaya meminimalisasi kasus DBD, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Denpasar mencanangkan bulan bakti Gerakan 3M Sebelum Musim Penularan Penyakit (G3M SMP) DBD di Lapangan Letda Made Pica, Sanur Kaja, Jumat (17/11). Pencanangan G3M SMP DBD dilakukan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kadis Kesehatan dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes. ditandai penguburan barang-barang yang bisa menjadi tempat nyamuk aedes aegipty bersarang melibatkan siswa SD di Sanur Kaja. STPBI DENPASAR - Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) Denpasar karena mampu menjadi bagian dari Himpunan Mahasiswa Pariwisata Indonesia (HMPI). Setelah sukses mengikuti Kongres Nasional VII HMPI di Politeknik Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, 10-15 November lalu, kali ini STPBI didaulat sebagai tuan rumah Kongres Nasional VIII HMPI yang akan diselenggarakan tahun 2018 mendatang. Kesuksesan Kongres Nasional VII HMPI di Banyuwangi memberikan semangat yang begitu besar bagi STPBI, untuk mengorganisasikan segala sesuatu demi terselenggaranya kongres nasional yang lebih sukses dan meriah daripada sebelumnya.
4 - 10 Desember 2017
13
A KT I V I TA S
MBP/ist
ARYA WEDAKARNA - Setiap tanggal 10 November, Nusantara memperingati Hari Lahirnya Kerajaan Hindu Majapahit yang lahir pada tahun 1293. Kerajaan Hindu ini didirikan oleh Raden Wijaya dan akhirnya tumbuh berkembang sampai memengaruhi budaya bangsa Indonesia. Hingga kini, 11 November juga diperingati sebagai hari sakral dengan dinobatkannya Ratu Tri Bhuwana Tungga Dewi (ibunda Raja Hayam Wuruk) yang akhirnya melahirkan sejarah Majapahit bersama Mahapatih Gajah Mada, termasuk di masa keemasan Majapahit hingga ekspedisi menaklukkan Bali. D Bali, satu-satunya putra daerah yang setiap tahun menyelenggarakan dan konsisten memperingati hari leluhur ini adalah sosok Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III.
MBP/ist
WALI KOTA DENPASAR - Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra tak pernah absen jika berhubungan dengan aktivitas guru. Minggu (19/11), Wali Kota berpenampilan kalem ini memimpin jalan bersih serangkaian HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2017. Wali Kota bersama jajaran PGRI dipimpin Ketua PGRI Kota Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum. ikut jalan sehat sekaligus memungut sampah di Jalan By-pass Ngurah Rai menuju Pantai Segara Sanur hingga finis di Pantai Matahari Terbit. Rai Mantra berbaur dengan guru sambil menanyakan problema soal pendidikan.
MBP/ist
MBP/ist
PDAM BADUNG - PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung menargetkan penambahan pelanggan sebanyak 2.000 sambungan rumah (SR) tahun 2018 mendatang. Guna menunjang pasokan air bersih bagi seluruh pelanggan, sejumlah persiapan dilakukan khususnya terkait penambahan kapasitas produksi air. Direktur Utama PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung Ketut Golak, Kamis (23/11), menjelaskan saat ini kapasitas produksi PDAM Tirta Mangutama per bulannya rata-rata 1.432 liter per detik.
14
4 - 10 Desember 2017
WABUP BADUNG - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan jawaban pemerintah atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Badung terhadap sembilan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pada Rapat Paripurna DPRD Badung masa persidangan ketiga tahun 2017 di Ruang Sidang Uttama Gosana, Gedung DPRD, Puspem Badung, Jumat (17/11). Sidang dipimpin Wakil Ketua DPRD Badung I Nyoman Karyana bersama I Made Sunarta, serta dihadiri anggota DPRD Badung, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Badung.
MBP/ist
WHDI DENPASAR - Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar dan kabupaten se-Provinsi Bali mengikuti dharmayatra ke Pura Jagatkartta, Gunung Salak, Bogor, usai penutupan Munas IV WHDI Pusat di Jakarta, Minggu (19/11). Mereka di antaranya Nyonya Antari Jaya Negara selaku Ketua WHDI Kota Denpasar, Nyonya Selly Dharmawijaya Mantra (Penasihat WHDI Kota Denpasar), Nyonya Bintang Puspayoga (Ketua WHDI Provinsi Bali) dan Nyonya Putriningsih Wirna (Ketua WHDI Tabanan). Sebelumnya, di sela-sela berlangsungnya munas, WHDI Kota Denpasar berkesempatan pula melaksanakan dharmayatra ke dua pura yang ada di Jakarta.
MBP/ist
STPBI - Tim Research Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, tim yang beranggotakan Ni Made Ayu Natih Widhiarini, Ni Nengah Ariastini dan Putu Eni Oktaviani di bawah bimbingan I Made Trisna Semara, S.T., M.Par., berhasil meraih juara I dalam Scientific Paper Contest Pekan Ilmiah Mahasiswa Pariwisata Indonesia (PILMAPI) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pariwisata Indonesia (HMPI) di Politeknik Negeri Banyuwangi, 10-15 November lalu.
MBP/ist
MBP/ist
BUPATI KARANGASEM - Bertepatan Anggara Kasih Kliwon Medangsia Sasih Kaenem, Selasa 21 November 2017, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa menghadiri prosesi majaya-jaya Panitia Pembangunan Pura Penataran Agung Nangka. Pura Penataran itu merupakan Linggih Ida Batara Gunung Agung yang berada di Desa Adat Nangka Desa Bhuana Giri, Bebandem, Karangasem. Pada kesempatan itu, Bupati Mas Sumatri bersama Wabup Artha Dipa juga melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan pura tersebut.
IHDN DENPASAR - Guna mendapatkan pemahaman dan pola-pola penerapan Silabus dan RPS, Program Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menggelar Workshop Penyusunan Silabus dan RPS di Aula Kampus Program Pascasarjana IHDN Denpasar, Kamis (23/11). Kegiatan yang diikuti oleh dosen IHDN Denpasar ini menghadirkan empat narasumber. Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd. menyajikan materi ‘’Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi’’, Prof. Dr. Wayan Maba, M.Pd. dengan materi ‘’Peran dan Strategi Penyusunan Silabus dalam Meningkatkan Mmutu Lulusan’’, Prof. Dr. A.A. Istri Ngurah Marhaeni, M.A. menyampaikan materi ‘’Pengembangan Perangkat Pembelajaran di Perguruan Tinggi’’ dan Dr. Wayan Paramartha, S.H., M.Pd. dengan materi ‘’Desain RPS dan Kontrak Kuliah dalam Capaian Pembelajaran’’. 4 - 10 Desember 2017
15
POLITIK
Pemimpin Bali Harus Atasi Anomali Ekonomi
B
ali harus segera melakukan evaluasi terhadap anomali pertumbuhan ekonomi. Fakta terbalik dari predikat Bali mengindikasikan ada yang salah dalam pengelolaan Bali. Di sektor pariwisata, investasi yanag mengalir justru menguatkan potensi marginalisasi budaya Bali. Sedangkan di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi justru membuat sejumlah orang Bali masih terdata menjadi peserta trasmigrasi. Pengangguran juga meningkat. Ini bentuk anomali yang harus dituntaskan pemimpin Bali ke depan. Pandangaan terhadap kondisi Bali terkini dilontarkan pengamat Tata Ruang Universitas Udayana Prof. Rumawan Salain dan Praktisi Perbankan Dr. Made Gde Sadguna, ketika diwawancarai Majalah Bali Post secara terpisah. Prof. Rumawan Salain mengatakan, pertumbuhan pariwisata dengan target kunjungan mencapai 5,5 juta- 6 juta orang adalah bentuk proyeksi yang mengabaikan potensi dan daya dukungan Bali. ‘’Proyeksi kunjungan wisatawan ini justru berpotensi menimbulkan masalah lingkungan dan tata ruang yang nantinya akan berimbas kepada pewarisan budaya. Jumlah wisatawan yang diproyeksikan masuk Bali jauh melebihi penduduk Bali. Ini tidak sehat secara populasi kependudukan,’’ ujarnya. Ia menyarankan target kunjungan wisatawan ke Bali harus dievaluasi dan realistis. Bali jangan ikut mengejar angka kunjungan, melainkan harus membidik wisatawan berkualitas. Di sinilah perlunya ada kebijakan dan keberpihakan birokrasi dalam mengelola investasi pariwisata. Birokrat dan praktisi pariwisata harus mengukur daya dukung Bali dan menyelaraskannya dengan kebutuhan riil penduduk Bali. ‘’Pariwisata tetap harus memberikan kenyamanan hidup bagi krama Bali. Selama ini kemacetan, termasuk tingginya aliran pendatang telah memicu perubahan perilaku bagi krama Bali,’’ ujarnya. Ia menduga kecenderungan perilaku krama Bali menjadi beringas dan tingkat kriminalitas juga mulai banyak melibatkan krama Bali
16
karena mereka terdesak oleh pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Bali,’’ ujarnya. ‘’Save Bali haruslah menjadi dasar kajian dan kebijakan ke depan,’’ tegasnya. Sementara itu, Dr. Sadguna mengatakan pertumbuhan pariwisata dan investasinya memang telah membuat Bali mengalami pertumbuhan ekonomi lebih baik dari daerah lainnya. Sayangnya, pertumbuhan ini menimbulkan anomali bagi krama Bali. Pengangguran di Bali justru dilaporkan meningkat. ‘’Saya meyakini ada yang salah dalam mengelola Bali dalam konteks pemerataan ekonomi. Kuat kecenderungan pertumbuhan investasi yang menimbulkan lapangan kerja dinikmati oleh pendatang yang tak terigistrasi. Artinya, di Bali saat ini ada penumpukan tenaga kerja pendatang yang tak teregistrasi secara baik dalam data kependudukan,’’ ujarnya. Kondisi ini, kata dia adalah bencana yang berpotensi menjadi letupan sosial. Letupan sosial bisa berdampak negatif di berbagai sektor karena efeknya berimbas pada stabilitas dan daya tahan ekonomi. ‘’ Pemimpin Bali ke depan harus mendesain pembangunan Bali dengan mengkorelasikan berbagai variabel. Kenyamanan dan kepastian berjalannya pewarisan budaya dan alam Bali harus menjadi tolok ukur,’’ sarannya. Menurutnya salah satunya variabel yang harus mendapat prioritas pembangunan adalah sosial dan budaya. ‘’Jika ini diabaikan, dengan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, Bali saya yakini hanya menunggu waktu kehancuran,’’ tegasnya. Untuk itu, ia mengajak masyarakat Bali cerdas memilih pemimpin Bali ke depan. Pemimpin Bali harus didengar komitmennya dalam hal ini. Kemampuannya memetakan masalah Bali dan mencari solusi atas masalah harus dipaparkan secara jelas kepada masyarakat Bali. ‘’Kita jangan terjebak propaganda politik semata. Bali harus kita selamatkan dengan mencermati anomali pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini,’’ tegasanya. l Dira
Saya meyakini ada yang salah dalam mengelola Bali dalam konteks pemerataan ekonomi. Kuat kecenderungan pertumbuhan investasi yang menimbulkan lapangan kerja dinikmati oleh pendatang yang tak terigistrasi. Artinya, di Bali saat ini ada penumpukan tenaga kerja pendatang yang tak teregistrasi secara baik dalam data kependudukan.
Pariwisata tetap harus memberikan kenyamanan hidup bagi krama Bali. Selama ini kemacetan, termasuk tingginya aliran pendatang telah memicu perubahan perilaku bagi krama Bali,’’ ujarnya. Ia menduga kecenderungan perilaku krama Bali menjadi beringas dan tingkat kriminalitas juga mulai banyak melibatkan krama Bali karena mereka terdesak oleh pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Bali
4 - 10 Desember 2017
16
Pengusaha Lokal Minim Perhatian
MBP/dok
Adhi Ardhana
INVESTASI pariwisata di Bali selama ini kurang berpihak kepada masyarakat lokal. Kondisi ini menguatkan potensi makin lemahnya daya tahan masyarakat Bali. Potensi terdegradasinya ketahanan ekonomi masyarakat Bali makin kuat. Ke depan harus ada regulasi yang jelas dalam memberikan ruang pada pengusaha lokal dalam mengakses peluang ekonomi di Bali. Keberpihakan kebijakan politik harus mengarah pada kemandirian krama Bali sebagai pengusung budaya Bali. Hal itu dilontarkan Anggota Komisi II DPRD Bali, A.A. Ngurah Adhi Ardhana kepada Majalah Bali Post. Ia mengakui telah terjadi salah kaprah terhadap korelasi antara peningkatan perekonomian Bali dengan investasi pariwisata. Kendati, 60 persen dari perekonomian Bali memang masih terkait dengan pariwisata. “Investasi pariwisata yang digenjot secara terbuka, kalau tidak cerdas mengelolanya justru akan menjauhkan industri pariwisata dari masyarakat Bali,’’ ujarnya. Menurut Adhi Ardhana, di sektor pariwisata kemampuan krama Bali berinvestasi hanya dalam bentuk UMKM, atraksi, serta hotel dan restoran menengah bawah. ‘’Ketika dihadapkan pada persaingan dengan investasi luar Bali, mereka juga tidak mendapatkan perhatian yang cukup. Terutama dari sudut pasar atau pemasaran oleh pemerintah yang mungkin tidak mengikuti perkembangan perubahan pasar,’’ ujarnya. Ia mengatakan saat ini wisatawan dunia yang berwisata sudah lebih mengarah ke private tourism atau FIT (Foreign/Fully free Independent Traveler) dilihat dari perkembangan market share OTA (Online Travel Agents) yang semakin menanjak dan sekarang sudah kurang lebih 50 persen,” imbuh Politisi asal Puri Gerenceng, Denpasar ini. Adhi Ardhana menambahkan, FIT adalah wisatawan yang menentukan waktu dan kunjungan sesuai dengan keinginan sendiri. Keberadaan mereka yang bergerak bebas ini justru bersentuhan langsung dengan UMKM lokal. Namun pemerintah belum memberikan perhatian dalam bentuk kebijakan politis untuk meningkatkan FIT. Sebab, FIT juga tergolong pasar yang sangat rentan. “Coba dilihat saat ini, apakah dengan peningkatan kunjungan wisatawan yang diklaim pemerintah juga meningkatkan daya beli masyarakat? Kan jauh panggang dari api,” jelasnya. Adhi Ardhana khawatir, ekonomi masyarakat lokal Bali justru akan semakin terdegradasi. Terlebih ditengah situasi siaga darurat bencana Gunung Agung. Wisatawan dengan grup yang sudah selesai di-handle dari hotel, restoran dan UMKM, 90 persen pasti lari ke luar Bali. l Rindra 4 - 10 Desember 2017
17
17
KIPRAH
Bayu Nirwana
B
Kolaborasikan Rindik, Gitar dan Cajon
erinovasi dalam berkarya untuk menghasilkan suguhan karya musik yang menarik wajib dilakukan para musisi. Selain agar karyanya berbeda dengan karya musisi lainnya, hal ini juga untuk mencuri perhatian para pendengarnya. Sehingga, karya yang dihasilkan diminati banyak penggemar. Hal inilah yang dilakukan penyanyi asal Karangasem, Bayu Nirwana dalam single terbarunya “Ngelau”. Selain mengangkat minuman tradisi khas Bali yaitu lau, dalam singlenya ini ia juga mengkolaborasikan alat musik tradisional rindik, gitar dan cajon. Hal ini dilakukan agar karya musiknya mempunyai ciri khas musik Bali. Bahkan, singlenya ini telah disebar di sosial media lengkap dengan video klip dalam format karaoke. Single “Ngelau” sendiri diciptakan dan
18
4 - 10 Desember 2017
diaransemen oleh Dek Artha Hartapro serta video klipnya dikemas apik oleh Yasa Sega yang juga seorang penyanyi pop Bali. Bayu Nirwana mengatakan, single “Ngelau” sebenarnya sudah rampung dan sempat dinyanyikan pada acara Gema Shanti setahun lalu di Kabupaten Klungkung. Namun karena terkendala sesuatu, akhirnya baru dirilis tahun ini. “Single ini saya balut dengan konsep musik sederhana yaitu rindik, gitar dan cajon sehingga membuat single ini asyik untuk dinikmati karena ada suara musik rindiknya,” ujar Bayu Nirwana, belum lama ini. Dalam penggarapan video klip “Ngelau”, ia melibatkan keluarganya dan juga model penari joged bumbung asal Badung yaitu Gek Merry. Video klip single ini dikemas dalam format karaoke untuk
memanjakan para penggemarnya. “Single ini lengkap mengangkat tradisi yang ada di Bali. Mulai dari minuman lau, alat musik rindik dan tari Joged Bumbung yang semuanya merupakan tradisi khas Bali,” tegasnya. Bayu Nirwana yang juga aktif sebagai Ketua LPM Desa dan Ketua Koperasi Giri Sedana ini berharap belantika musik pop Bali semakin beragam dan bisa memberikan pilihan kepada penggemar musik Bali. “Saya harap single ini bisa diterima. Mari bersama-sama memajukan musik Bali. Jangan gengsi dan malu untuk mendengarkan lagu Bali. Kini, lagu Bali sudah semakin variatif dengan genre musik yang beragam. Maju terus musik Bali,” pungkasnya. l Winata
AKTIVITAS
MBP/ist
FPAS UNHI - Fakultas Pendidikan Agama dan Seni (FPAS) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali melaksanakan pengabdian masyarakat. Kali ini pengabdian masyarakat diselenggarakan di Desa Pakraman Tegal Wangi, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Sabtu (18/11). Kegiatan ini diikuti dosen, pegawai, senat mahasiswa dan mahasiswa semester III semua program studi (prodi). Tema yang diangkat ‘’Melalui Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Pakraman Tegal Wangi, Kita Tingkatkan Sinergisitas Pengetahuan Kehinduan dengan Praktik Keagamaan di Masyarakat’’.
MBP/ist
SMKN 2 SUKAWATI - SMKN 2 Sukawati menyelenggarakan seminar Penelitian Tindakan Kelas (PTK) selama tiga hari. Seminar di sekolah yang beralamat di Desa Batubulan, Sukawati ini diikuti puluhan guru. Selain untuk memenuhi persyaratan kenaikan pangkat, melalui seminar ini diharapkan para guru meningkatkan profesionalisme dan pengembangan keprofesian sebagai tenaga pengajar. Seminar bertema ‘’Dalam Rangka Bulan Bahasa Kita Tingkatkan Profesionalitas Guru dengan Kegiatan Seminar Penelitian Tindakan Kelas’’ ini dibuka I Putu Sudibawa selaku perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali yang juga tim penilai angka kredit guru Provinsi Bali.
MBP/ist
MELASPAS -Krama pangempon Pura Penataran/Kawitan Pande, Padukuhan Pande Munggu, Banjar Dukuh Pandean, Desa Adat Pande Munggu, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung melaksanakan karya caru balik sumpah, melaspas dan mendem padagingan, Kamis (16/11), yang di-puput lima sulinggih (sri mpu). Karya ini digelar serangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mapeselang lan Mapedanan Madasar Caru Balik Sumpah-Mayama Raja di Pura Kawitan Pande yang puncaknya dilaksanakan pada Anggara Kliwon Medangsia, Selasa (21/11).
MBP/ist
MANGUPURA - Perayaan malam syukuran HUT ke-8 Mangupura tahun 2017, Kamis (16/11), semarak dan penuh inovasi. Adapun momentum malam syukuran ini adalah acara penganugerahan Mangupura Award kepada 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang meraih predikat Survei Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik, di antaranya Camat Mengwi, DLHK, Camat Abiansemal, Disparda, Diskominfo, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Pertanian dan Pangan, Inspektorat, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas PMD, Bappeda, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM, Diskes, Diskop UKM dan Perdagangan, Disdukcapil dan Camat Kuta. 4 - 10 Desember 2017 19
MANCANEGARA
P
engadilan kejahatan perang PBB menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup bagi Ratko Mladic akibat dinilai terbukti melakukan genosida terhadap 8.000 pria dan anak laki-laki muslim di Srebrenica, Bosnia. Vonis tersebut sesuai dengan tuntutan jaksa terhadap pria berusia 74 tersebut. Mantan jenderal Serbia itu didakwakan memerintahkan pembantaian warga muslim Bosnia saat perang 1992-1995. Selain itu, Mladic pun didakwa akibat tindakan melanggar HAM dalam pendudukan Sarajevo di mana 11.000 warga sipil tewas akibat tembakan atau ledakan bom. Pembantaian di Srebrenica adalah yang terburuk di Eropa setelah Perang Dunia II. Srebrenica adalah daerah di dekat perbatasan Bosnia dengan Serbia di daerah
20
4 - 10 Desember 2017
timur. Dalam perang Bosnia, kawasan tersebut telah dijadikan ‘area aman’ oleh PBB dan dipertahankan pasukan perdamaian PBB. Namun, mereka tak berdaya saat pasukan Mladic menyerang pada 11 Juli 1995. Para pasukan perdamaian PBB yang saat itu berasal dari Belanda tak bisa berbuat apa-apa ketika pasukan Mladic memisahkan warga pria dan perempuan. Para warga pria, termasuk anak-anak laki-laki itu lalu digiring ke bus dan di bawa ke suatu tempat guna ditembak mati. Salah seorang perempuan dari Srebrenica, Munira Subasic, memberikan kesaksiannya. Saat itu kenang Subasic, juru kamera merekam kedatangan Mladic ke kamp pengungsi lalu memberi cokelat atau permen kepada anak-anak. “Setelah kamera tak merekam, dia
memberikan perintah untuk membunuh siapapun yang bisa dibunuh, memerkosa siapapun yang bisa diperkosa, dan terakhir dia memerintahkan kami semua diusir dari Srebrenica, sehingga dia bisa melakukan pembersihan etnis di kota,� kata Subasic. Putra dari Subasic, Nermin, dan suaminya, Hilmo adalah korban keekejaman dari perintah Mladic kala itu. Tubuh keduanya ditemukan di pemakaman massal oleh Komisi Internasional Orang-orang Hilang (ICMP). Dari total diduga 8.000 korban, ICMP baru mengidentifikasi sekitar 6.900 korban di Srebrenica lewat analisis DNA. Persidangan atas Mladic ini di Hague, Belanda, ini berjalan maraton, yakni hampir empat tahun karena persoalan-persoalan kesehatan sang terdakwa. Atas vonis yang diterimanya, Mladic lewat pengacaranya
Dragan Ivetic menyatakan akan banding. “Tentu, kami akan mengajukan banding, dan banding itu akan sukses,” ujar pengacara Mladic, Dragan Ivetic, kepada jurnalis usai sidang vonis. Sementara itu, putra dari Mladic, Darko mengatakan, “Selama persidangan kami tidak melihat bukti apapun yang bisa memberatkannya. Apa yang kami khawatirkan sekarang adalah kondisi kesehatannya.” Kekejaman yang dilakukan Mladic berawal pada 1992, ketika Muslim Bosnia dan warga Kroasia memilih merdeka dalam referendum yang diboikot oleh warga Kroasia. Yang terjadi kemudian adalah perang terbuka antara Muslim Bosnia dan Kroasia di satu sisi dan Serbia Bosnia di kubu lain. Bersama pemimpin politik Serbia, Radovan Karadzic, Mladic adalah tokoh kunci pembersihan etnik yang menyebabkan puluhan ribu orang tewas dan ratusan ribu lainnya mengungsi. Peristiwa ini banyak digambarkan sebagai kekejaman terburuk di Eropa pasca-Perang Dunia.Mladic aktif hadir di berbagai garis depan dan membawahi tak kurang dari 180.000 tentara yang pada fase awal perang menguasai lebih dari 70% wilayah Bosnia. Pada 1995, tentara Mladic memasuki kota ini dan menangkap remaja dan ribuan laki-laki Muslim berusia antara 12 hingga 77 tahun. Dalam kurun lima hari, di satu lapangan di luar kota, lebih dari 7.000 Muslim Bosnia dieksekusi, dilaporkan dengan menggunakan senapan mesin, sebelum dibuang dengan menggunakan buldoser di kuburankuburan massal. Insiden ini disebut sebagai eksekusi massal paling kejam setelah kejahatan Nazi di Eropa pada Perang Dunia. Perang berakhir tak lama sesudah pembantaian Srebenica ini. Ratusan ribu warga non-Serbia diusir dari rumah-rumah mereka dalam upaya untuk mendirikan negara Kroasia dan Bosnia yang murni dihuni oleh etnik Serbia saja. Bagi Mladic, perang ini ia anggap sebagai upaya untuk meneguhkan keberadaan negara Serbia. Ia melihat perang sebagai balas dendam terhadap pendudukan Muslim Turki selama lima abad. Ia menyebut Muslim Bosnia sebagai ‘orang-orang Turki’ sebagai bentuk penghinaan. Pada akhir 1995, mahkamah kejahatan perang PBB mendakwa Mladic melakukan dua genosida berupa pembantaian di Srebenica dan pengepungan Sarajevo. Sejumlah kombatan lain juga dikenai dakwaan kejahatan perang termasuk tentara Kroasia dan Bosnia. Mladic tak langsung ditangkap dan ia hidup sebagai buronan. Dalam status sebagai terdakwa, ia terang-terangan didukung dan didukung oleh Presiden Yugoslavia ketika itu, Slobodan Milosevic. Ia dengan bebas bisa menikmati hidangan di restoran di Beograd dan dengan didampingi pengawal pribadi, ia bisa menonton pertandingan sepak bola. Jatuhnya Milosevic dari tampuk kekuasaan pada tahun 2000 yang diikuti dengan penahanannya membuat Mladic tak leluasa tampil di depan umum. Dalam satu dekade berikutnya ia pindah dari satu persembunyian ke persembunyian lain di Serbia, dengan bantuan kelompok-kelompok kecil yang masih setia dengannya. Ia ditangkap pada 26 Mei 2011 di satu rumah di Lazarevo. Ketika polisi memasuki rumahnya, Mladic yang pernah bersumpah tak akan menyerahkan diri dalam keadaan hidup-hidup, tak memberikan perlawanan sama sekali. Dua senjata berisi peluru yang ia siapkan untuk membela diri, tak ia sentuh. Ia ditangkap pada usia 69 tahun. Hilang sudah wajah tegar dan fisik yang kuat akibat stroke. Lengan kanannya tak bisa digerakkan akibat stroke ini. “Jika mau, saya bisa menembak mati sepuluh polisi (yang akan menahan saya) ... tapi mereka hanya perwira-perwira muda yang menjalankan tugas,” kata Mladic kepada tim polisi yang menahannya. Kekejaman sang Jendral memang sangat tidak terbayangkan. l Gugiek Savindra
RIWAYAT HIDUP RATKO MLADIC 1942 : Lahir di Bosnia Selatan, 12 Maret 1942. Orang tuanya dibantai Pasukan Ustasha Kroasia yang pro-NAZI pada 1945. 1961 : Masuk Akademi Militer Yugoslavia di Beogard. Satu dari tiga lulusan terbaik. 1965 : Setelah lulus ia lama bertugas di Makedonia 1991 : Memimpin Korps ke-9 Tentara Rakyat Yugoslavia selama berperang melawan Kroasia. 1992 : Presiden Serbia-Bosnia Radovan Karadzic menunjuk Jenderal Ratko Mladic sebagai Kepala Staf Angkatan Darat Republika Srpska (Serbia-Bosnia) 1994 : Putrinya, Ana Mladic, bunuh diri memakai pistol milik ayahnya. Ratko terguncang jiwanya. Ia menjadi tambah bengis. 1995 : Pasukannya mengepung Bosnia dan menduduki Sarajaveo selama 43 bulan. Lebih dari 8.000 jiwa rakyat Bosnia, yang muslim, dibantai di Srebrenica. 2010 : Lama menghilang, keluarganya mendesak Pemerintah Serbia mengumkan bahwa Ratko telah wafat. KEJAHATAN PERANG 1995 : Mahkamah Kejahatan Perang Perserikatan Bangsa Bangsa mendakwa Ratko melakukan genosida di Sarajevo dan Srebrenica. 1996 : Presiden Republik Serbia-Bosnia Biljana Plavsic memberhentikan Jenderal Ratko. Ia menerima uang pensiun sampai November 2005. 1998 : Mahkamah Kejahatan Perang mendesak pemerintah Federasi Yugoslavia untuk menyerahkan Ratko Mladic. 2001 : Ratko tiarap dan menghilang menyusul kejatuhan dan penangkapan atas Presiden Federasi Yugoslavia Slobodan Milosevic. 2006 : Ditangkap di Beograd dan dibawa ke Tuzla, Bosnia, untuk dikirim ke Mahkamah Kejahatan Perang di Den Haag, Belanda. Pemerintah Serbia membantah. 2008 : Bekas bosnya, Presiden Serbia-Bosnia (Srpska) Radovan Karadzic yang juga didakwa melakukan kejahatan perang, ditangkap di Beograd. 2011 : Ratko Mladic ditangkap agen Dinas Intelijen Serbia (BIA) di Lazarevo pada 26 Mei, seiring dengan syarat Serbia untuk masuk Uni Eropa. 4 - 10 Desember 2017
21
DAERAH
MBP/bit
Kondisi senderan amblas di jembatan Cepik-Tunjuk.
M
Senderan Jembatan Cepik-Tunjuk Amblas
usim hujan yang mulai datang, telah menimbulkan kerusakan. Salah satunya, jembatan yang menghubungkan Desa Cepik, Penebel - Desa Tunjuk, Tabanan. Padahal, jembatan tersebut baru sebulan diserahterimakan rekanan kepada Pemkab Tabanan setelah proyek itu rampung dikerjakan, namun senderan jembatan itu kembali amblas, Minggu (19/11) lalu. Amblasnya senderan itu ditengarai oleh hujan dengan intensitas relatif tinggi terjadi saat itu. Hujan juga membuat limpahan air menggenangi sejumlah sawah warga. “Ya pelaksanaan serah terima proyek itu baru Oktober lalu,” ujar Plt. Kepala Dinas PU Tabanan I Made Judiana. Terkait amblasnya senderan itu, petugas Teknis Bina Marga diterjunkan ke lapangan untuk mengecek tingkat kerusa-
22
4 - 10 Desember 2017
kan yang terjadi. “Yang jelas secepatnya senderan yang amblas itu ditangani,” janjinya. Walau sudah sebulan, pejabat asal Baturiti ini menegaskan tanggung jawab perbaikan itu tetap pada rekanan. Alasannya sesuai regulasi, setelah proses serah terima dilanjutkan masa pemeliharaan selama enam bulan. “Saya sudah kontak rekanan untuk senderan amblas itu agar secepatnya diperbaiki,” tegasnya. Ia pun mengakui, struktur tanah di lokasi itu memang sangat labil. “Debit dan arus sungai meningkat akibat hujan lebat seharian, sehingga menggerus tanah di sekitar senderan itu,” terangnya. Tergerusnya lahan di sekitar jembatan ini tidak hanya terjadi Minggu lalu. Sebelumnya, Februari 2017 silam, jembatan ini juga pernah ambruk malah saat itu
sedang proses pengecoran badan jembatan. Beruntung tidak ada korban jiwa saat kejadian itu. Peristiwa itu terjadi lantaran stager penyangga cor-coran itu tidak mampu menahan badan dan lantai jembatan setelah selesai dicor yang beratnya berton-ton. Diduga salah satu stager amblas setelah dasarnya terkikis air sungai yang airnya cukup deras. Seperti diketahui, jalan yang menghubungkan Desa Tajen, Penebel dengan Desa Tunjuk, Tabanan ini ambles Oktober 2016 silam. Saat itu tidak ada hujan. Tetapi gorong-gorong di bawahnya tersumbat sehingga air meluap ke jalan dan akhirnya amblas sepanjang 15 meter. Pemkab Tabanan memutuskan membuat jembatan itu menggunakan dana tidak terduga. Estimasinya mencapai Rp 1,79 miliar. l Puspadewi
Puluhan Are Sawah Tertimbun Longsor PULUHAN hektar lahan pertanian milik warga di Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Sabtu (18/11), rusak akibat tertimbun bencana longsor. Sekitar 30 are sawah siap panen tersapu material longsoran berupa tanah bercampur batu. Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung Ni Nyoman Ermy Setiari atas seizin Kepala Pelaksana BPBD Badung I Nyoman Wijaya mengatakan, longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Badung dan sekitarnya. Beruntung, bencana alam ini tidak menelan korban jiwa. “Tiga ekor sapi milik warga hilang. Ternak ini diketahui milik I Ketut Laba dan sawah siap panen yang tertimbun longsor milik I Wayan Budiarta,” ujar Ermy Setiari, Minggu (19/11). Ermy Setiari menambahkan, bencana tersebut diperkirakan terjadi pukul 15.30 Wita. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, longsor disebabkan karena terganggunya aliran air di subak desa setempat, sehingga mengakibatkan tanah secara perlahan tergerus. “Longsor mengakibatkan sekitar 30 are lahan persawahan milik warga tertimbun,” katanya. Terkait kerugian, perempuan berkacamata itu mengaku masih dilakukan pendataan. “Yang jelas, kerugiannya tiga ekor sapi dan padi siap panen kurang lebih 3,5 ton,” ujarnya. Ermy Setiari seraya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa waspada dan berhatihati. Pasalnya, bencana bisa terjadi setiap saat. “Kami harap masyarakat meningkatkan kewaspadaan, karena intensitas hujan cukup tinggi,” katanya mengingatkan. Pesan serupa juga disampaikan Camat Petang I.B. Nata Manuaba. Ia mengimbau masyarakat Petang terutama yang berada di daerah rawan longsor agar lebih waspada. “Kita ketahui tupografi wilayah Petang memang rawan longsor. Jadi, kami sudah wanti-wanti masyarakat untuk lebih waspada selama musim penghujan,” ujarnya. Nata Manuaba juga mengimbau warga agar tidak membangun pemondokan atau tempat ternak mereka di kebun, karena khawatir terjadi longsor. Apabila, terjadi bencana, masyarakat diminta secepatnya berkoordinasi dengan aparat desa atau BPBD Badung. Dengan begitu, bisa mendapatkan penanganan segera. l Parwata Hujan yang mengguyur Kabupaten Badung dan sekitarnya telah mengakibatkan longsor di Desa Sulangai, Petang. 4 - 10 Desember 2017
23
K E S E H ATA N
�Bullying� dan Kesehatan Mental pada Anak
B
eberapa tahun terakhir ini, kejadian bullying telah menjadi masalah yang mendapat perhatian di bidang kesehatan di banyak negara, terutama di bidang kesehatan mental/jiwa. Bullying merupakan masalah perilaku yang, secara umum dapat didefinisikan sebagai perilaku yang agresif yang dapat menimbulkan tekanan emosional dan kerugian lainnya, menunjukkan adanya perbedaan kekuatan atau kekuasaan (power difference), dan dilakukan secara berulang. Selain itu, bullying juga didefinisikan sebagai perilaku verbal maupun non-verbal yang bersifat dinamis dan berulang, yang dilakukan oleh satu atau beberapa anak terhadap anak lain yang bertujuan untuk menaklukkan secara fisik, verbal, maupun emosional dan ditunjukkan dengan adanya perbedaan kekuatan atau kekuasaan. Perilaku bullying tidak termasuk anak-anak yang sekedar tidak suka satu sama lain, anak-anak yang berkelahi dengan kekua-
24
4 - 10 Desember 2017
tan yang sama (perkelahian tidak selalu menunjukkan adanya perilaku bullying), dan anak-anak yang saling menggoda/ mengejek sebagai suatu permainan. Bullying dapat terjadi dalam bentuk perilaku fisik maupun verbal. Manifestasi perilaku fisik dapat berupa memukul, menendang, meminta uang, merusak barang milik orang lain, atau mempermalukan orang lain dengan cara menarik pakaian dan sebagainya. Bullying dalam bentuk verbal dapat berupa mengancam, mengejek, menghina, memfitnah, membuat seseorang bermusuhan dengan orang lain, atau menyisihkan seseorang dari pergaulan di sekolah. Bullying merupakan masalah perilaku yang umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja dengan kejadian yang bervariasi di beberapa negara. Suatu penelitian di Irlandia menunjukkan bahwa sekitar 76.8% remaja menyebutkan bahwa ada teman mereka yang mengalami bullying di sekolahnya sedangkan penelitian lain pada siswa kelas
9 sampai 12 di Massachusetts, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa hampir 30% remaja pernah mengalami bullying di sekolahnya. Di Indonesia sendiri, kejadian bullying pada siswa sekolah di kota-kota besar bisa mencapai 67%. Kejadian bullying di Indonesia termasuk di Bali dapat menjadi seperti fenomena gunung es (banyak kasus tersembunyi dan tidak terlaporkan) karena siswa maupun pihak sekolah mungkin tidak menganggap kejadian bullying sebagai hal yang serius dan belum membutuhkan usaha pencegahan atau penanggulangan. Bullying juga tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah atau pergaulan anak sehari-hari, tetapi dapat juga terjadi melalui internet atau sering disebut sebagai cyberbullying. Sebuah penelitian menunjukkan sebesar 16% anak pernah mengalami cyberbullying melalui media sosial seperti facebook, instagram, youtube dan sebagainya. Kejadian bullying dapat terjadi selama masa sekolah anakanak, tetapi kejadian tertinggi umumnya
terjadi di tingkat sekolah dasar (SD) dan di masa sekolah menengah pertama (SMP) yaitu sekitar umur 11-14 tahun. Terlepas dari bagaimana tanggapan masyarakat terhadap kejadian bullying, banyak penelitian menunjukkan bahwa kejadian bullying memiliki dampak yang sangat serius. Bullying dibuktikan berkaitan dengan banyaknya kejadian bunuh diri dan depresi pada anak-anak dan remaja yang menjadi korban bullying. Sebuah review dari berbagai artikel penelitian yang terkait dengan dampak bullying terhadap kejadian bunuh diri menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami bullying memiliki risiko yang cenderung lebih tinggi untuk memiliki ide bunuh diri atau pernah mencoba untuk bunuh diri. Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan korban bullying memiliki tingkat tekanan mental yang lebih tinggi, dengan kejadian depresi dan keinginan bunuh diri masing-masing sebesar 4.38% dan 5.35%. Korban bullying juga disebutkan mengalami penurunan prestasi belajar di sekolah karena kesulitan dalam berkosentrasi dan lebih sering absen dari sekolah karena berusaha menghindari pelaku bullying. Beberapa penelitian menyebutkan kejadian bullying berhubungan dengan berbagai faktor. Menurut sebuah studi di Belanda, kejadian bullying di sekolahsekolah bervariasi dan berhubungan dengan variasi etnis dan tingkat sosial ekonomi siswa di sekolah tersebut. Siswa dengan etnis minoritas di sekolah dengan proporsi etnis minoritas yang besar cenderung untuk melakukan bullying terhadap anak-anak dengan etnis mayoritas. Faktor internal seperti karakteristik kepribadian anak yang antisosial dan faktor eksternal seperti kebiasaan orang tua mendisiplinkan anak dengan keras juga berpengaruh terhadap perilaku bullying. Faktor eksternal lainnya adalah pengaruh media seperti acara televisi yang menunjukkan kekerasan seperti perkelahian antar kelompok remaja, upaya mempermalukan atau mengintimidasi dan mengucilkan teman sekolahseperti yang ditayangkan dalam sinetron remaja, film layar lebar, dan komedi situasi juga meningkatkan risiko remaja untuk meniru perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Permainan video games yang mengandung kekerasan juga disebutkan dapat mempenaruhi emosi dan perilaku anak. Banyaknya siswa sekolah yang telah memiliki telepon genggam dan berkomunikasi melalui sosial media dinilai meningkatkan risiko mereka untuk mengalami bullying melalui internet.
Lebih jauh disebutkan bahwa pelaku bullying cenderung meneruskan perilakunya secara berulang jika melihat tidak ada respons atau tindakan tegas dari orang tua atau guru sekolahnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pelaku bullying sering menganggap diri mereka memiliki kekuatan dan kekuasaan yang lebih tinggi daripada korban. Hal ini dikatakan sebagai dampak dari ketidakmatangan anak tersebut secara emosional. Lebih jauh ditemukan bahwa ketidakmatangan emosional pada pelaku bullying tersebut umumnya justru dilatarbelakangi oleh rasa tertekan, rasa tidak aman, kesepian, kecemasan, depresi, kecemburuan dan rasa penolakan. Jadi umumnya ada latar belakang situasi tidak menyenangkan yang dialami anak tersebut sehingga mempengaruhi emosinya dan menjadi pencetus perilakunya. Pelaku bullying umumnya adalah anak yang populer atau terkenal di sekolahnya, yang menggunakan kemampuannya untuk melakukan kekerasan terhadap anak lain. Anak yang memiliki karakteristik tersebut umumnya menjadi pemimpin dari kelompok yang melakukan bullying. Pihak sekolah dan orang tua anak seringkali tidak menyadari adanya kejadian bullying, tetapi peran pihak sekolah dan orang tua merupakan salah satu kunci pencegahan dan penanganan bullying. Pihak sekolah dan orangtua harus mampu mengidentifikasi kejadian bullying, memahami latar belakang atau penyebabnya, dan berusaha mengatasi kejadian tersebut. Beberapa negara di dunia seperti Australia, Canada, Italia, dan Jepang telah memiliki program pencegahan dan penanganan bullying secara resmi di semua sekolah di negara tersebut. Pada umumnya program yang ditawarkan mulai dilakukan sedini mungkin, saat anak-anak berada pada usia prasekolah. Anak-anak usia prasekolah dimonitorsecara rutin untuk melihat adanya perilaku yang mengarah kepada perilaku bullying, kemudian orang tua diberikan penjelasan terkait perilaku anak-anaknya. Tindakan yang tegas bagi pelaku bullying juga diberlakukan untuk memberikan penekanan pada siswa, orang tua dan staf sekolah bahwa bullying tidak diterima di lingkungan sekolah. Program lainnya adalah pelatihan secara rutin staf sekolah dan orang tua siswa mengenai cara mencegah perilaku bullying di sekolah dengan cara memberikan contoh perilaku anti-bullying di antara orang dewasa (staf sekolah, orang tua) serta di antara orang dewasa dengan anak-anak. Setelah
pelatihan, dibuatkan juga sebuah kelompok anti-bullying yang terdiri dari staf yang telah terlatih tersebut di masing-masing sekolah. Kelompok anti-bullying tersebut bertugas untuk memberikan informasi terkait bullying kepada komunitas, serta mencegah dan menangani kejadian bullying di sekolah. Program lain yang terbukti efektif untuk mencegah kejadian bullying di sekolah adalah adanya diskusi mengenai bullying di dalam kelas bersama siswa. Diskusi tersebut dapat diselipkan di dalam mata pelajaran tertentu yang relevan, misal sejarah, budi pekerti atau ilmu pengetahuan sosial lainnya. Dalam program tersebut, siswa yang menjadi korban juga dimotivasi untuk menulis apa saja yang dialami olehnya setiap kali mengalami kejadian bullying. Tulisan tersebut selain dapat membuat korban lebih tenang, mereka juga dapat membawa tulisan tersebut kepada orang tua, guru yang dipercaya, atau yang ditunjuk untuk mengatasi kejadian bullying untuk mendapat pertolongan. Anak-anak juga perlu memperoleh pelatihan untuk meningkatkan self esteematau rasa percaya diri mereka sehingga lebih mampu untuk percaya diri dan memiliki motivasi dalam belajar dan bergaul. Anak-anak yang memiliki rasa percaya diri yang baik cenderung lebih mampu untuk menghadapi, melakukan pembelaan diri dan bahkan melawan pelaku bullying. Anak-anak perlu dilatih agar dapat mengambil sikap yang tepat jika melihat kejadian bullying dialami oleh anak lain. Mereka sebaiknya diajarkan untuk “tidak diam saja�. Karena mereka tidak akan mampu menghadapi dan mencegah kejadian bullying tersebut seorang diri, maka sebaiknya anak-anak dilatih untuk berani dengan segera memberitahu guru, staf sekolah, orang tua mereka atau orang dewasa yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk membantu menghentikan kejadian tersebut. Hal ini dibutuhkan untuk mengurangi kemungkinan kejadian serupa terulang lagi kepada anak yang sama atau anak lainnya. Anak-anak harus diyakinkan bahwa mereka akan dilindungi dan bahkan akan sangat dihargai jika bersedia saling membantu untuk mencegah dan menangani kejadian bullying. l dr. Komang Ayu Kartika Sari, MPH Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas dan Ilmu Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana 4 - 10 Desember 2017
25
LENSA
TAMAN MEDIAN Beberapa petugas tengah menata dan membersihkan taman median jalan terminal Mengwi, Badung. Kegiatan ini secara berkala dilakukan untuk menjaga kerapian dan keindahan taman.
MBP/eka
26
4 - 10 Desember 2017
OLAHRAGA
Kampanye Antikekerasan pada Perempuan
MBP/afp
B
egitu banyak elecehan terhadap perempuan di Mesir, membuat pesepak bola Mohamed Salah tergerak untuk ambil bagian dalam kampanye mencegah berkembangnya kasus tersebut. Pemain yang merumput di kompetisi Liga Utama Inggris itu, mendukung kampanye yang disponsori oleh Persatuan Bangsa-Bangsa demi terciptanya kesetaraan hak bagi perempuan. Salah satunya dengan membagikan video animasi tentang kampanye itu secara online. Ratusan ribu menyaksikan video animasi itu yang mengajarkan bagaimana seorang laki-laki menghargai perempuan dan juga hak-haknya. “Karena saya laki-laki yang memahami bahwa seorang laki laki dan perempuan memiliki hak dan tanggungjawab yang sama. Saya memutuskan untuk mendukung kampanye “Karena Saya Seorang Laki-Laki,” ujar pemain dengan julukan MoSalah dalam pesan yang diunggah ke jejaring sosial Facebook, Twitter dan Instagram. Salah kini menjadi ikon nasional
Penyerang Liverpool Mohamed Salah.
olahraga Mesir. Dari kaki pemain yang memebla klub Liverpool, itu tercipta banyak yang mengantarkan dirinya menjadi pencetak gol terbanyak Liga Inggris hingga pertengahan November. Dari golnya pula Mesir akhirnya meraih tiket ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Ini menjadi penampilan pertama negeri Afrika Utara itu di event empat tahunan sejak 1990. Popularitasnya di Liga Inggris dan juga di kancah internasional, mengatrol namanya masuk dalam daftar nominator penghargaan Pemain Terbaik Afrika tahun ini. Tentang video animasi garapan Lembaga PBB untuk Perempuan Mesir dan didukung oleh kantor Dewan Nasional untuk Perempuan, memperlihatkan gambar-gambar tentang seorang laki-laki yang menolak stereotipe peran perempuan di negeri yang masyarakatnya masih konservatif itu. “Karena saya laki-laki yang sopan, maka saya menentang kekerasan terhadsap perempuan,” pesan dalam video animasi itu.
Perlakuan terhadap perempuan menjadi masalah utama di Mesir. Studi PBB pada 2013 menunjukan 99,3 persen perempuan mengalami sedikitnya sekali bentuk-bentuk pelecehan itu. Bahkan 82,6 persen perempuan Mesir merasa tidak aman di jalanan. Dengan mendapat dukungan dari sosok yang begitu populer seperti Salah, menjadi kunci bagi penyebarluasan kampanye itu secara viral. Lembaga PBB untuk Perempuan Mesir mengirim pesan khusus untuk Salah yang isinya ucapan terima kasih karena telah menjadi salah satu pendukung kampanye itu. Sukses Salah membawa Mesir ke Piala Dunia, memicu negaranya membuat perayaan secara nasional. Selama berharihari, media cetak dan elektronik mengulas kesuksesan itu. Bahkan di kampung halaman Salah, Basyoun, sebuah sekolah membuat perayaan khusus untuk menghormati lulusannya yang paling sukses itu. Sekolah itu dinamai Mohamed Salah. l Yudi Winanto 4 - 10 Desember 2017
27
OLAHRAGA
Perenang Terbaik 2017 CAELEB Dressel dan Katie Ledecky dinobatkan sebagai Perenang Terbaik AS 2017 serta menerima trofi Golden Goggles. Keduanya menunjukan penampilan fantastis saat mengikuti Kejuaraan Dunia di Budapest Juli lalu. Dressel mengikuti jejak legenda renang AS michael Phelps dengan menjuarai tujuh nomor di Kejuaraan Dunia itu. Dalam pemilihan itu Dressel menyisihkan Chase Kalisz yang merebut dua gelar di yakni nomor gaya berganti. Sementara Ledecky melanjutkan penampilan sensasionalnya. Ia untuk kelima kalinya berutut-turut dinobatkan sebagai perenang terbaik. Perenang dengan spesialis gaya bebas itu mengalahkan juara dunia 100m Simone Manuel dan juara dunia gaya dada Lilly King dalam perebutan gelar ini. Saat tampil di Budapest, Ledecky meraih medali emas untuk nomor 400m, 800m dan 1500m serta estafet 4x100m and 4x200m yang seluruhnya gaya bebas.Sementara untuk nomor 200m ia hanya mendapatkan medali perak. Atlet berusia 20 tahun itu yang total mengoleksi 14 gelar, menerima trofi Golden Google yang bawa pembawa acara Phelps dan mantan bintang NBA Kobe Bryant. Acara penganugerahan Perenang Terbaik in digelar di Los Angeles. Dressel yang berumur 21 tahun, keluar dari bayang-bayang Phelps di Budapest lalu. Ia menjadi perenang pertama yang mampu mengoleksi tiga medali emas dalam satu hari. Tujuh medali yang dikoleksi termasuk nomor perorangan 50m dan 100m gaya bebas, 100m gaya kupu-kupu serta tiga nomor estafet. Secara keseluruhan raihannya menyamai rekor Phelps saat berjaya di Kejuaraan Dunia 2007. Dressel dan Kalisz menjadi nominator untuk yang terbaik putra. Kalisz yang untuk pertama kalinya terjun di Kejuaraan dunia, memenangkan nomor 200m dan 400m gaya ganti perorangan. I amenjadi perenang pertama yang mampu mengawinkan kedua gelar itu sejak Ryan Lochte pada 2011 di event selevel Kejuaraan Dunia, laporan AFP. MBP/afp
Perenang AS Katie Ledecky menerima trofi Golden Goggle.
28
4 - 10 Desember 2017
l Yudi Winanto
Serial Dokumenter PERJALANAN hidup seorang anak SMA yang ingin menjadi bintang bola basket NBA akan diangkat ke layar kaca lewat sebuah sebuah serial dokumenter yang diproduksi YouTube. Pembuatan film ini akan melibatkan pemain Cleveland Cavaliers LeBron James yang bertindak sebagai executive producer. “Film dokumenter sepanjang delapan episode itu diberi judul “Best Shot,”” laporan jaringan video milik Google itu. Serial ini akan disutradarai Michael John Warren yang dikenal dengan tayangan “Fearless,” dan “Jay-Z Fade to Black.” Film ini juga menampilkan mantan bintang NBA Jay Williams yang kariernya sebagai pemain profesional terhenti mendadak pada 2003 akibat kecelakaan lalu lintas. James dan sahabat serta pebisinis Maverick Carter bertindak sebagai executive producer dari SpringHill Entertainment, Boardwalk Pictures dan Warner Bros. Television Group’s digital studio Blue Ribbon Content, set to be released in 2018. “Kami tertarik dengan cerita ini karena ini tentang kisah nyata seorang siswa SMA yang menghadapi tantangan hidup,” ungkap Carter. “Yang diperlukan dalam hal ini adalah sebuah dorongan menuju arah yang benar dengan dukungan mentor seperti Jay Williams yang bisa menuntun mereka. Dengan demikian mereka akan mendapatkan peluang nyata untuk mengubah jalan hidup mereka selamanya.” “Serial ini sangat menginspirasi, ini bergerak , ini nyata,” tambahnya. Serial ini akan menjalani tayang perdana di YouTube Red, kanal layanan streaming dari Google yang berbayar bagi yang berlangganan. Hanya saja YouTube Red bisa disaksikan di AS, Meksiko, Selandia Baru dan Korea Selatan, laporan AFP. l Yudi Winanto
MBP/afp
Bintang Cleveland Cavaliers LeBron James. 4 - 10 Desember 2017
29
OLAHRAGA
Kejurnas Dansa
Atlet Bali Dulang 18 Emas TIM Dansa Bali yang berkekuatan 45 atlet, sukses menjadi juara umum pada Kejurnas Dansa 2017 di GOR Perjuangan, Makassar, Sulsel, 28-29 Oktober lalu. Atlet dansa Pulau Dewata pulang membawa 18 keping medali emas, 16 perak dan 14 perunggu. Pasangan Cisya/Satria menyumbangkan lima emas pada kategori novice A dan B, free for all (FFA) wals, FFA tango dan under 16 tahun. Duet Agus Wind/Cintya juga menyabet lima emas di nomor beginner cha-cha, beginner jive, beginner rumba, beginner samba dan beginner pasadouble. Medali emas lainnya dihasilkan Adi/Fera di nomor novice B latin, Okto/Putri di nomor beginner SF dan beginner W, Aditya/Ayu Marista di nomor beginner tango dan QS, Surya Rama/Ryan di nomor singkronice wals serta Agit/Adi Guna di nomor hip-hop, Adit/Ayu di nomor beginner VW. Ketua Umum Pengprov Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Bali Ni Made Suparmi memberangkatkan 45 atlet, ditambah pelatih, ofisial dan orangtua atlet yang totalnya berjumlah 74 orang. ‘’Para orangtua antusias berpartisipasi ikut membiayai putra putrinya berlaga di kejurnas,’’ tutur mantan pesilat nasional dari Bali ini. Dansa tergolong olahraga baru di Bali, namun atletnya getol berlatih, banyak ada kejuaraan serta sering terjun pada kejuaraan nasional dan internasional. Meskipun tidak ada event, pedansa Bali berlatih rutin di Studio Sanur minimal tiga kali dalam sepekan. Hal ini membuat mereka percaya diri tampil di kejurnas. ‘’Untuk skala nasional, prestasi pedansa Bali makin diperhitungkan daerah lain,’’ ucap Suparmi yang berniat mengikuti kursus kepelatihan silat. Kejuaraan dansa di Bali dimulai dari kota/kemudian hingga tingkat provinsi. Dalam waktu dekat ini Karangasem mengagendakan kejuaraan, sedangkan IODI Bali akan mengadakan Bali Terbuka di GOR Lila Bhuana, Denpasar. Provinsi lain yang sudah memastikan ikut adalah DIY, Jatim dan NTB. Pada kejurnas di Makassar, pedansa Bali mampu menggeser prestasi atlet dansa PON dari provinsi lain. ‘’Kami bisa mengalahkan pedansa daerah lain, sebab anakanak ini rutin berlatih keras,’’ ucapnya. Suparmi berharap pedansa Bali kembali menorehkan prestasi gemilang pada Kejurnas Dansa di Medan, Sumut, Agustus 2018. Sasaran puncaknya adalah PON XX di Papua pada 2020 mendatang. Pelatih dansa Bali Bayu Sarifudin menyebut dulu atletnya susah sekali merebut medali perunggu di event nasional. ‘’Tetapi sekarang medali emas bisa diborong. Ini merupakan hasil kerja keras para atlet dalam berlatih,‘’ terangnya. l Daniel Fajry
30
4 - 10 Desember 2017
MBP/ist
Atlet dansa Bali, Archisya Anandari Wandira (kiri) dan I Wayan Satria Wibawa, memborong lima medali emas pada Kejurnas Dansa 2017 di Makassar, Sulsel.
Liga 3 Indonesia
Persekaba Harapan Terakhir Bali KOMPETISI sepak bola Liga 1 Indonesia sudah berakhir awal November lalu dengan memunculkan Bhayangkara FC sebagai juara. Jagoan Bali, Bali United FC, harus puas bercokol di peringkat kedua klasemen akhir akibat kalah head to head, disusul PSM Makassar, Persija Jakarta dan Madura United. Perhelatan Liga 1 sebagai ajang tertinggi di Indonesia memang sudah tuntas, namun bukan berarti sepak bola di Tanah Air sepi dari kegiatan. Masih ada dua ajang lagi yang belum ada juaranya, yaitu Liga 2 dan Liga 3. Liga 2 memasuki babak delapan besar yang digelar di Gelora Bandung Lautan Api, Jawa Barat, sedangkan Liga 3 berlangsung mulai 28 November. Babak delapan besar Liga 2 melibatkan Persis Solo, PSMS Medan, Kalteng Putra, Martapura FC (Grup X), PSIS Semarang, PSPS Riau, Persebaya Surabaya dan PSMP Mojokerto Putra (Grup Y). Hasilnya, PSIS melawan PSMS dan Martapura menjajal Persebaya pada semifinal yang diputar 25 November. Final perebutan
juara dan juara ketiga digelar 28 November. Tiga tim teratas Liga 2 berhak promosi ke Liga 1 mengisi tempat yang ditinggalkan Semen Padang, Persiba Balikpapan dan Persegres Gresik yang degradasi ke Liga 2. Begitu Liga 2 tuntas, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) langsung memutar kompetisi Liga 3. Di kompetisi pamungkas musim ini, Pulau Dewata menaruh harapan pada Persekaba Badung yang keluar sebagai juara Rayon Bali setelah menyisihkan juara bertahan Perseden Denpasar. Persekaba harus melakoni babak playoff lebih dulu melawan Persijam Jambi dan Sakai Sambayan Lampung pada laga Grup 7 di Lapangan Bumi Kartini, Jepara, Jateng, 28-29 November. Hanya juara grup yang berhak lolos ke putaran nasional 32 besar yang dipentaskan mulai awal Desember. Sesuai syarat berlaga di fase 32 besar, pelatih Persekaba Kadek Loco Ediana menargetkan timnya menjadi juara Grup 7. Untuk merealisasikan ini, ia memilih
pemain terbaik hasil pantauan dan seleksi. Sebagian besar pemain itu membela Persekaba saat menjuarai Liga 2 Rayon Bali. Mereka berasal dari klub-klub di Badung, Bali dan luar daerah. Setelah menjalani seleksi yang disesuaikan dengan kebutuhan tim, 26 pemain dinyatakan lolos dan dibawa bertolak ke Jepara pada 23 November. Skuad Persekaba antara lain Alit Juniawan, Iqbal, Dicky Kurnia, Ridwan, Soni, Ega, Wisnu, Lutfi, Wisnu, Pande Andika, Dedy, Gede Paramartika, Widnyana, Juni Antara, Pasek Mediana, Hendra Giri dan Dwiki Jimbaran. Sebelumnya, pesepak bola Bali juga berkiprah di level junior nasional. Adalah tim PS Badung U-17 dan Perseden U-15 yang menjadi tumpuan Pulau Dewata. Akan tetapi kedua kesebelasan masa depan ini gagal menjadi juara. Tim PS Badung U-17 melangkah hingga delapan besar, sedangkan tim Perseden U-15 sampai babak 16 besar. l Mawa
MBP/nel
Pemain Persekaba Badung berlatih di Stadion Samudra Kuta dalam persiapan tampil di kompetisi Liga 3 Indonesia. 4 - 10 Desember 2017
31
PENDIDIKAN
MBP /manik astajaya
Komisioner KPPAD Bali Kadek Ariyasa saat menjadi narasumber pada seminar memperingati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2017 di Balai Budaya Gianyar, belum lama ini.
Lindungi Siswa Korban ”Bully”
K
asus pelecehan seksual dan bully masih marak terjadi di dunia pendidikan, termasuk di Kabupaten Gianyar. Jika dibiarkan, anak yang terlibat kasus ini bisa depresi, berhenti sekolah atau bunuh diri. Oleh karena itu, siswa yang tersangkut kasus ini harus dibina dan dilindungi. ‘’Jangan sampai akibat segelintir kasus, anak jadi korban bully,’’ ujar K o m i s i o n e r K P PA D B a l i K a d e k Ariyasa pada seminar memperingati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2017 di Balai Budaya Gianyar, belum lama ini. Ariyasa mengatakan, ada beberapa kasus yang tidak begitu heboh di publik,
32
4 - 10 Desember 2017
namun membuat beberapa siswa tertekan karena kondisi di sekolah mereka. Ia mencontohkan, kasus anak SMP yang kabur dan hilang dari rumahnya. Anak tersebut sempat dicari menggunakan gong oleh keluarganya. ‘’Ternyata setelah ditelusuri, anak ini sering diolok-olok oleh teman sekolahnya. Makanya, sikapnya begitu, meninggalkan rumah,’’ ujarnya. Kasus yang kini menjadi perhatian KPPAD adalah masalah video porno di sebuah sekolah di Kabupaten Gianyar. Informasi yang diterima Ariyasa, pemeran video porno adalah siswa bersama seorang yang sudah lulus sekolah dan bekerja. ‘’Kami bukannya mau mengungkit masalah itu. Tapi informasinya
sekarang, anak pemeran video itu berhenti sekolah. Ini yang kami lindungi,’’ jelasnya. Sesuai aturan yang ada dan demi tumbuh kembang anak, seharusnya anak tersebut tetap sekolah. ‘’Sepatutnya dia harus dilindungi dan menuntaskan pendidikan. Ini harus disikapi oleh seluruh elemen masyarakat,’’ ujarnya. Penyelesaian masalah terhadap anak semacam itu, lanjut Ariyasa, perlu adanya pembinaan dan perlindungan khususnya untuk menuntaskan pendidikan anak bersangkutan. ‘’Ini pembinaan, bukan penghukuman,’’ tegasnya. l Manik Astajaya
Seluruh SMP Ditargetkan Ikuti UNBK DINAS Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli menargetkan jumlah sekolah SMP yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada UN 2018 mendatang bertambah dari sebelumnya. Bahkan jika anggaran mendukung, Disdikpora menargetkan UNBK bisa diikuti seluruh SMP di Bangli. Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja mengatakan, pihaknya memiliki keinginan agar seluruh sekolah SMP di Bangli bisa melaksanakan UNBK tahun 2018 mendatang. Untuk merealisasikan hal itu, diakuinya perlu dukungan anggaran hingga Rp 8.425.000.000 yang akan diusulkan tahun ini. “Rencananya seperti itu. Apabila di tahun 2018 bisa difasilitasi lewat APBD seperti yang kami usulkan, alangkah bagusnya. Lebih cepat lebih baik,” ujar Suteja, belum lama ini. Apabila anggaran untuk mendukung pelaksanaan itu ternyata belum memungkinkan di tahun 2018, kata Suteja, maka target itu diundur untuk dilaksanakan di tahun berikutnya. Sementara untuk pelaksanaan UN pada tahun 2018 mendatang, pihaknya menargetkan ada lima SMP yang bisa mengikuti UNBK. Jumlah itu bertambah tiga sekolah dibandingkan UNBK sebelumnya yang hanya diikuti dua sekolah. “Mengenai lima sekolah itu belum bisa saya sebutkan. Nantilah, masih validasi,” katanya. Disinggung mengenai pelaksanaan ujian sekolah termasuk UN bagi siswa pengungsi dalam waktu dekat ini, Suteja mengatakan akan dilaksanakan di sekolah tempat mereka belajar saat ini. Hal itu disesuaikan dengan arahan dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Nanti nilai hasil ujian sekolah siswa pengungsi akan dikirim Disdikpora Bangli ke sekolah asal mereka masing-masing yang ada di Karangasem. Seperti diketahui, dari seluruh sekolah yang menyelenggarakan UN April 2017 lalu, hanya ada dua SMP yang sudah bisa melaksanakan UNBK, yakni SMPN 1 Bangli dan SMPN 3 Bangli. Salah satu hal yang masih menjadi kendala minimnya sekolah di Bangli bisa menyelenggarakan UNBK saat itu adalah ketersediaan sarana komputer yang masih belum memadai. Sesuai ketentuan pusat, sekolah bisa menyelenggarakan UNBK kalau jumlah komputernya minimal 30 persen dari jumlah siswa peserta ujian nasional. l Dayu Rina
MBP/dok
Nyoman Suteja 4 - 10 Desember 2017
33
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
SENATOR WEDAKARNA - Salah satu perjuangan Provinsi Bali dalam mendapatkan hak atas tanah desa adat kembali berhasil di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, yakni dengan terbitnya Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 276/KEP–19.2/X/2017 tentang Penunjukan Desa Pakraman di Provinsi Bali sebagai Subjek Hak Kepemilikian Bersama (Komunal Atas Tanah). Apresiasi atas respons positif atas usulan Provinsi Bali ini disampaikan oleh Senator RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III di sela-sela masa sidang DPD-RI pada November 2017 ini.
BUPATI BANGLI - Buku “Merdeka Seratus Persen” Kapten TNI A.A. Gde Anom Mudita resmi diluncurkan di Balai Banjar Desa Penglipuran, Kamis (23/11). Peluncuran buku biografi yang mengupas perjalanan perjuangan pahlawan asal Puri Kilian, Bangli itu dihadiri langsung Bupati Bangli I Made Gianyar. Buku karya penulis asal Jawa Tengah, Satria Mahardika itu diharapkan dapat memberi nilai positif dan menjadi spirit generasi muda dalam membangun bangsa. Acara peluncuran buku “Merdeka Seratus Persen” Kapten TNI A.A. Gde Anom Mudita juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, Ketua DPRD Kabupaten Bangli Ngakan Kuta Parwata dan lainnya.
MBP/ist
UNUD - Universitas Udayana (Unud) menggelar Sidang Senat Upacara Akademik Pengukuhan Guru Besar Tetap di Auditorium Widya Sabha, Kampus Bukit Jimbaran, Sabtu (18/11). Rektor Unud mengukuhkan enam guru besar tetap masing-masing empat dari Fakultas Teknik (FT), satu dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan satu dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Pascadikukuhkan, para guru besar secara bergantian melakukan orasi ilmiah sesuai bidang ilmu masing-masing. Demikian dikatakan Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).
34
4 - 10 Desember 2017
MBP/ist
DPRD BALI - Seluruh fraksi di DPRD Bali menyampaikan Pandangan Umum (PU) terkait revisi dua perda tentang retribusi, yaitu Ranperda tentang Perubahan Kedua atas Perda No.3 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha dan Ranperda tentang Perubahan Ketiga atas Perda No.6 Tahun 2011 tentang Retribusi Perizinan Tertentu, di Ruang Sidang Utama DPRD Bali, Selasa (21/11). Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama bersama Wakil Ketua I Nyoman Sugawa Korry dan I G.B. Alit Putra.
MBP/ist
BUPATI KARANGASEM - Demi menciptakan kesadaran masyarakat pentingnya keamanan pangan maka perlu diperhatikan tiga hal berbahaya yakni bahaya kimia, mikrobiologi dan fisika. Masyarakat diharapkan ada kesadaran agar pangan itu aman dari bahan-bahan berbahaya itu. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) lalu mengadakan acara Gebyar Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) dan Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA). Pada acara yang dipusatkan di Wantilan Puseh Tebola, Sidemen, Karangasem, Minggu (19/11) itu dihadiri Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa.
MBP/ist
ARYA WEDAKARNA - Pernah mendengar teori mendapat 100 tapi hilang 1.000? Hal ini mungkin bisa berlaku dalam konstelasi politik di mana pun, terutama ketika seorang kandidat mendapatkan dukungan dari sebuah kelompok, namun efeknya justru akan hilang banyak dukungan dari kelompok lainnya. Ini dikarenakan adanya gerakan politik minoritas yang dianggap tidak sesuai dengan kepentingan kelompok mayoritas. Itu terjadi dalam ajang Pilgub 2013 saat kandidat cagub yang diusung oleh partai besar justru kalah alias kehilangan suara banyak ketika ada partai-partai berbasis agama mendeklarasikan diri mendukung kandidat tersebut. Demikian diungkapkan tokoh gaek Sukarnois, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, saat diminta pendapatnya terkait konstelasi Pilgub 2018.
MBP/ist
KLINIK SADA JIWA - Hadir sebagai fasilitas kesehatan untuk lansia (senior living), Klinik Sada Jiwa (Bali Healthy Aging Facility) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya dan penanganan pasien dengan mengadopsi program pelayanan kesehatan lansia dari Jepang. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada lansia. Baru-baru ini Founder & CEO Klinik Sada Jiwa dr. Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes. berkunjung di salah satu klinik di Osaka, Jepang, yaitu Klinik Yawaraginosato Morita, untuk meningkatkan hubungan kerja sama di bidang penanganan pasien lansia, rehabilitasi stroke dan kanker. Dirut RS Bross ini diterima langsung oleh Founder & CEO Klinik Yawaraginosato Morita, Kazuyo Koga. 4 - 10 Desember 2017
35
AKTIVITAS UNWAR - Pengembangan karakter karyawan dipandang cukup penting oleh Universitas Warmadewa (Unwar). Pasalnya, karakter yang baik akan sangat memengaruhi kualitas dan kinerja karyawan dalam memajukan institusi pendidikan ini. Itu sebabnya, sejumlah karyawan baru di Unwar dibekali pelatihan pengembangan karakter di Ruang Sri Kesari Warmadewa, kampus setempat, Kamis (23/11). Pelatihan pengembangan karakter bagi karyawan Unwar tahun 2017 menghadirkan dua narasumber utama, yakni Direktur Hamarta Trainers and Consultants Paul Suardi dan Motivator Rurin Hamarta.
STPBI - Prodi D-4 Manajemen Perhotelan STPBI menyelenggarakan seminar Wine Knowledge pada Sabtu (18/11). Seminar ini mengangkat tema elevate local wine into international flavor dengan pembicara dari President of ISA (Indonesia Sommelier Association) Bali Chapter Ni Nyoman Kertawidyawati dan Sababay executive marketing Vania Dorothea. Ketua Panitia I Wayan Bayu Maharditya mengatakan, tema elevate local wine into international flavor diangkat karena wine semakin populer dan diminati banyak orang di Indonesia.
MBP/ist
SENATOR WEDAKARNA - Tingkat kejujuran krama Bali masih bisa diadu di Indonesia ini, karena sebagian kalangan masih percaya bahwa jika orang Bali diberi kepercayaan dalam kredit usaha atau dibantu permodalan, maka sebagai krama adat akan lebih mudah bagi lembaga perbankan atau lembaga imikro sesuai UU No.1/2013 seperti LPD dalam resiko kredit macet. Selain faktor keterikatan sebagai krama adat di desa masing-masing, juga akibat orang Bali masih percaya dengan hukum karma.Demikian diungkap Senator RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat ditanya apakah pantas bagi LPD untuk membantu memberikan kredit bagi pengusaha Hindu terutama anakanak muda di desa.
36
4 - 10 Desember 2017
MBP/ist
UNMAS - Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah dan hasil penelitian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar pelatihan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Sabtu (18/11) di gedung Widyasabha Unmas. Kegiatan yang diselenggarakan selama satu hari ini diikuti para mahasiswa FKIP dari semester 3 ke atas. Acara yang digelar Badan Eksekutive Mashasiswa (BEM) FKIP Unmas ini dibuka Dekan FKIP Unmas Dr. Drs. I Nyoman Suparsa, MS. Nyoman Suparsa mengungkapkan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan budaya menulis pada mahasiswa.
4 - 10 Desember 2017
37
PARIWISATA
Membidik Wisatawan Minat Khusus
P
ariwisata telah menjadi bagian dari kebutuhan hampir seluruh manusia. Peluang inilah yang dimaksimalkan kalangan pelaku pariwisata di Bali untuk mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya dengan memperhatikan keselarasan alam dan lingkungan. Salah satu strategi mendatangkan wisatawan tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan potensi wisata minat khusus. Terlebih, Pulau Dewata memiliki potensi alam yang luar biasa, seperti pantai yang panjang, gunung yang banyak, bahkan budaya dan kekayaan kuliner yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi wisata minat khusus. Dosen MICE STPBI Komang Trisna Pratiwi Arcana, mengakui wisata minat khusus tengah digandrungi. Saat ini wisatawan milenial sangat menyukai kegiatan-kegiatan yang khusus, sesuai dengan hobi mereka. Seperti eko tourism, wisata perkebunan. Wine tourism pun akhirnya menjadi salah satu wisata baru yang diminati. Bentuk wisatanya dengan mengajak wisatawan berkeliling perkebunan anggur, diterangkan tentang tumbuhan anggur, proses pengolahan wine, kemudian mencicipi wine. “Seperti di Perancis, mungkin kita mengeluarkan 2-3 euro untuk menikmati tur. Jadi tur itu dari
perkebunan sampai ke pembuatannya. Jadi tur itu diterangkan proses penyulingannya, berapa lama prosesnya, kemudian testing,” katanya. Wisata minat khusus berupa tur wine ini pun telah ada di Bali. Seperti Hatten Wine dan Sababay. Perusahaan wine dengan brand lokal itu memiliki perkebunan di Singaraja dan proses pembuatan wine di Denpasar dan Ketewel. Sejak tahun 1990, wine dengan brand lokal bermunculan. Namun sebelum wine brand lokal muncul,untuk memenuhi kebutuhan, wine diimpor dari Perancis, Australia dan Amerika. Bibit dan teknik membuat wine diadopsi dari Perancis, namun ditanam di Bali dengan memanfaatkan lokal farmer yang ada. Kebutuhan akan wine terutama untuk restoran dan bar yang menyediakan fine dinning pun tinggi. Kini, potensi industri wine sangat tinggi mengingat perkembangan pariwisata juga sangat pesat. “Tamu-tamu luar negeri yang datang ke Indonesia pasti akan menanyakan lokal wine yang dimiliki. Sehingga pada dasarnya, itu juga yang menumbuhkan wine dengan lokal brand,” ujarnya. Menurutnya, wine lokal diminati turis karena turis ingin menikmati pengalaman yang belum pernak dirasakan dan edukasi tentang pembuatan wine menjadi daya tarik. Wine tourisma pun menurutnya sangat prospektif untuk mendatangkan wisa-
tawan. Terutama wisatawan internasional yang memiliki budaya minum wine. Fraktisi pariwisata, Firmansyah Rahim mengatakan setiap daerah di Indonesia memiliki potensi wisata minat khusus sesuai dengan kondisi alam dan masyarakat setempat. Karena itu, fokus pengembangan wisata minat khusus perlu dilakukan. Seperti pengembangan wisata bahari yang difokuskan pada pengembangan wisata yacht, cruise, dan diving. “Wisata minat khusus yang juga berpotensi dikembangkan adalah wisata kuliner. Hanya perlu ada standarisasi masakan Indonesia, sehingga memudahkan promosi wisata kuliner kepada wisatawan mancanegara,” katanya. Mengenai wisata kuliner yang juga termasuk wisata minat khusus yang telah berkembang diakui Firmansyah Rahim bahwa kuliner merupakan salah satu daya tarik pariwisata yang kelihatannya kecil, namun memiliki dampak besar bagi pengembangan pariwisata Indonesia. “Budaya berwisata sudah mulai hadir dalam kehidupan masyarakat, namun jumlahnya masih terbilang sedikit. Untuk itu, kita bersama pemerintah harus saling membahu untuk melakukan promosi wisata yang juga berdampak pada peningkatan citra Indonesia,” tambahnya. l Citta Maya
Mbp/dok
Wisata minat khusus kini menjadi salah satu daya tarik wisata Bali. Seperti eko tourism, wisata perkebunan. Wine tourism pun akhirnya menjadi salah satu wisata baru yang diminati.
38
4 - 10 Desember 2017
TRADISI
MBP/nik
Tradisi Ngeredag Desa di Desa Pakraman Peliatan, Ubud.
’’Ngeredag Desa’’ di Peliatan
Menetralisir Unsur-unsur Dasar Alam
M
engenakan seragam unik, iring-iringan warga mengelilingi desa dengan memukul kentongan. Mereka mengenakan topi kukusan, maseselet siyut serta matapak dara menggunakan kapur sirih. Ribuan krama Desa Pakraman Peliatan, Ubud tersebut, mengikuti tradisi ngeredag desa, Sabtu (18/11) lalu. Tradisi yang dilangsungkan sore hingga tengah malam itu diawali dengan iring-iringan puluhan bala ngeredag yang berseragam unik dan memukul kentongan, disusul puluhan barong sakral mengelilingi desa yang diupacarai di setiap perbatasan. Iringan-iringan yang mengikuti prosesi ngeredag desa itu mulai bergerak menuju perbatasan desa pakraman, tepatnya di depan Bebek Tepi Sawah sekitar pukul 18.00 Wita.
Beragam rupa barong sakral juga diarak serangkaian tradisi ini. Barong sakral tersebut meliputi Topeng Rangda, Garuda, Barong Landung, Barong Ket, Babi Jantan dan Barong Macan. Setelah berjalan mengelilingi desa, rangkaian upacara ini lantas terhenti sejenak di Pura Dalem Puri, Ubud. Hingga malam, prosesi terus berlanjut menuju titik tengah desa. Sebagai prosesi puncak, digelar upacara lebih besar yang disebut caru sambleh. Bendesa Pakraman Peliatan I Ketut Sandi menyampaikan, ritual rutin tahunan itu disebut dengan Sasuhunan nguya nyatur desa atau istilah lama disebut ngeredag desa. Upacara unik ini dimaksudkan untuk menetralisir unsur-unsur dasar alam, sehingga memberi kedamaian dan kesejahteraan. Apalagi mengingat
saat purnama kaenem dalam kalender Bali, diyakini sangat keramat, di mana segala macam penyakit dan hama sedang mewabah. Tanda-tandanya, hujan mulai turun, ditambah angin laut yang berembus kencang serta lalat dan hama tanaman sedang berbiak. Sementara itu, sasuhunan barong yang disertakan dalam tradisi ini sebagai simbol kekuatan penolak bala, dimohonkan agar senantiasa mengendalikan aura negatif yang masuk ke wilayah desa. Seiring itu pula, warga dituntun untuk menyadari dan memahami kondisi tubuh masing-masing. ‘’Jadi harus secara bersama-sama pula memahami kondisi alam lingkungan agar keseimbangan tetap terjaga,’’ katanya. l Manik Astajaya 4 - 10 Desember 2017
39
PROPERTI
Aktivitas M Galian C di Sebudi Tetap Jalan
eskipun masuk zona merah, aktivitas galian C di Desa Sebudi, Selat, Karangasem tetap berjalan. Padahal, warga yang zona wilayahnya masuk 7,5 kilometer dihimbau tidak boleh melakukan aktivitas. Bahkan galian C Sebudi berada di kaki Gunung Agung yang jakarnya sekitar 5 kilometer dari kawah Gunung Agung tetap beraktivitas seperti biasa. Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan truk pengangkut pasir terlihat ramai di jalan menuju Sebudi. Truk tersebut ada yang menuju ke selatan setelah mencari
Galian C yang berada di Desa Sebudi, Selat Karangasem tetap melakukan aktivitas meski berada di zona merah.
40
4 - 10 Desember 2017
pasar. Sementara banyak juga truk yang baru datang menuju ke utara untuk mencari pasir di galian C Sebudi. Terlihat sejumlah anggota polisi yang masuk ke lokasi untuk melihat aktivitas galian C tersebut. Setelah beberapa menit meninjau aktivitas itu, anggota polisi kembali pergi dari tempat tersebut. Tak hanya galian C saja yang tetap beraktivitas, sejumlah warga juga melakukan aktivitas. Terlihat warga yang menebang kayu di pinggr jalan. Dan mobil cary dan truk terlihat membawa kayu. Termasuk satu warung di Sebudi terlihat buka.
Sementara sejumlah warga juga masih terlihat berada di rumahnya. Salah seorang warga yang enggan namanya ditulis mengungkapkan, memang banyak truk yang akan mencari pasir di galian C. Bahkan jumlahnya mencampai puluhan mobil setiap harinya. “Setiap hari truk pencari pasir memang tidak pernah sepi. Kalau dulu saat awas sempat sepi sebentar. Setelah status turun ke siaga kembali ramai truk untuk mencari pasir,” ucapnya. Sementara warga mengungkapkan, dirinya paginya memang kembali ke rumahnya. Namun, setelah sore hari sekitar pukul 15.00 Wita, dirinya kembali ke tempat pengungsian di GOR
Sweca Pura, Klungkung. “Saya sudah dua bulanan tidak pernah tidur di rumah. Saya mengungsi. Sebentar lagi saya akan kembali ke pengungsian. Saya tidak berani tidur di rumah,” jelasnya. Sebelumnya Kabid Mitigasi Gunung Api Gede Suantika, menegaskan aktivitas galian C yang lokasinya dekat dengan Gunung Agung memang sangat mengganggu dari perekaman asal seismograf dalam mendeteksi kegempaan. Sebab,dengan adanya aktivitas galian C ini, antara kegempaan yang benar terjadi di gunung dan getaran dari galian C menjadi menumpuk dengan gempa-gempa yang lainnya.
“Galian C memang sangat menggangu perekaman kegempaan yang direkam alat seismograf. Karena dengan adanya aktivitas galian C ini, kegempaan tremor yang direkam alat menjadi menumpuk. Sehingga menjadi gempa campuran antara dari aktivitas gunung dan getaran aktivitas dari galian. Jika lokasi aktivitas galian C memang masih berada di radius 6 kilometer dan perluasan sektoral 1,5 kilometer sejatinya harus tidak boleh beraktivitas. Karena jika masih masuk zona bahaya, memang seharusnya tidak melakukan aktivitas lagi. Kalau di luar itu silakan,” tegas Suartika. l Bagiarta
4 - 10 Desember 2017
41
HIBURAN
Mr. Botax Rilis Single ”Serdadu Tridatu”
M
r. Botax yang bernama asli Lanang ini memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bali United yang telah berjuang mengharumkan nama Bali di kancah sepak bola nasional. Lanang memberikan persembahan spesial berupa sebuah karya lagu bertajuk “Serdadu Tridatu”. Uniknya, lagu ini muncul tepat di hari saat PSSI menjatuhkan sanksi kepada Mitra Kukar. Mendengar kabar tersebut, sontak dirinya langsung menulis lagu “Serdadu Tridatu”, dan menggarapnya
secara serius dalam kurun waktu 1 hari saja. Hasilnya pun maksimal dan kini sudah bisa dinikmati oleh para suporter maupun para pemain Bali United sebagai penyemangat. “Lagu ini saya buat setelah tahu Bali United dicurangi. Saya hanya butuh waktu 10 menit untuk menulis liriknya. Setelah itu saya menelepon produser saya dan menyampaikan ide saya untuk merekam lagu tentang Bali United di hari yang sama,”ujar Mr. Botax, Selasa (14/11) lalu. Sebagai seorang seniman, Lanang yang merupakan salah satu personil Lolot Band ini, mengaku tidaklah berlebihan jika dirinya memberikan penghargaan kepada Bali United yang telah berjuang hebat mengharumkan nama Bali. Lagu ini pun dijelaskannya sebagai doping agar para pemain dan suporter Bali United tetap semangat menatap berbagai laga ke depannya. Ide membuat lagu untuk Bali United ini sebenarnya sudah direncanakannya sejak lama. Namun, saat ini dianggapnya menjadi momen paling tepat untuk membuat rencana tersebut menjadi nyata. Lagu yang berdurasi lebih dari 3 menit ini kental dengan nuansa reggae. Hal ini sangat kontras dengan ciri musik yang diusungnya selama ini sebagai seorang Mr Botax yang lekat dengan khas rock. Saat ditanya terkait hal tersebut, dirinya mengaku jika dipilihnya genre reggae ini karena dirinya sedang ingin membuat gaya bermusik dengan sesuatu yang beda. “Karena di Lolot kan sudah rock. Jadi lucu dong kalau saya juga bikin karya dalam bentuk rock. Saya ingin nuasanya berbeda dengan rock,” tandasnya. l Winata
42
4 - 10 Desember 2017
‘’Konon Katanya’’
Single Terbaru Kunto Aji KUNTO Aji menjanjikan karya berbeda dalam album kedua yang akan rilis tahun depan, cuplikannya bisa didengar lewat single baru “Konon Katanya”. Lagu tersebut dipilih jadi single perdana dari album kedua yang dipersembahkan untuk publik karena mewakili kejutan yang disiapkan Kunto Aji. “Musiknya sangat berbeda, seperti membuka pintu ‘ini lho, album kedua seperti ini’,” kata Kunto dalam peluncuran single “Konon Katanya” di Jakarta, Kamis. Dalam lirik lagu tersebut, Kunto Aji
berbicara tentang apakah seseorang sudah benar-benar membuat pilihan sesuai kata hati mereka. Kunto Aji mengatakan pendekatannya dalam membuat lagu seperti berbicara dengan diri sendiri. Bagaimana dia memotivasi dan mempertanyakan soal hidupnya sendiri. “Kayak saya curhat, ditulis dan didengarkan orang,” ujar penyanyi berambut keriting itu. Album kedua ini adalah karya pertama setelah Kunto Aji memutuskan untuk bekerjasama dengan label
rekaman Juni Records yang menaungi Raisa, Barasuara, dan Dengarkan Dia. Sebelumnya ia mengerjakan semuanya sendiri untuk album “Generation Y” yang berisi hits seperti “Terlalu Lama Sendiri”, “Ekspektasi”, “Akhir Bulan” serta “Mercusuar”. Kali ini Kunto Aji tidak hanya mengandalkan medium fisik sebagai senjata utamanya, tetapi melangkah lebih dalam di ranah digital. Karya terbarunya sudah tersedia di beragam platform musik digital. l Kmb 4 - 10 Desember 2017
43
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
BUPATI KLUNGKUNG - Bayi kekurangan gizi dan kelainan genetik yang menjalani pemeriksaan medis di Ruang Poli Anak RSUD Klungkung dijenguk Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Jumat (17/11). Kehadirannya juga sekaligus memberikan motivasi kepada orangtua bayi, Gusti Ngurah Murjaya dan Gusti Ayu Suciati asal Banjar Kawan, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan. Saat ditemui Kondisi bayi bernama Gusti Ngurah Juliana tampak sangat berbeda dari lainnya. Dipangku oleh ibunya, badannya nampak lemas dan suhu badan yang tinggi.
BUPATI KLUNGKUNG - Program aksi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) harus ada implementasi nyata di masyarakat. Gerakan ini tidak boleh berhenti begitu saja dan dinas terkait harus bisa melindungi dan memberi ruang gerak kepada nelayan agar harga ikan tetap stabil saat tangkapan berlimpah. Demikian diungkapkan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menghadiri Peringatan Hari Ikan Nasional ke-IV Tahun 2017 di Balai Banjar Kawan Desa Besan, Kecamatan Dawan, Rabu (22/11). Menurut orang nomor satu di Klungkung ini, terpilihnya desa yang jauh dari kawasan pesisir sebagai tempat peringatan dikarenakan pendistribusian ikan lebih sedikit.
MBP/ist
LESTARI GROUP - Begitulah janji 14 mahasiswa penerima Beasiswa Generasi Lestari angkatan kedelapan saat mengucap janji pada acara Inagurasi Penerima Beasiswa Generasi Lestari di Kampus Akubank, Rabu (22/11). Janji ini kemudian ditandatangani pada piagam janji disaksikan oleh Chairman Lestari Group Alex P. Chandra, Direktur Kepatuhan BPR Lestari Citarasmini, perwakilan dari Universitas Udayana, orangtua mahasiswa dan para penerima Beasiswa Generasi Lestari angkatan sebelumnya.
MBP/ist
PEMKAB KARANGASEM - Pemkab Karangasem kini memiliki sistem berbasis teknologi informatika untuk urusan pengungsi dan segala tetek bengeknya. Sistem TI itu digerakkan melalui aplikasi Sigmal. Aplikasi itu dapat diunduh pada sistem android yang diluncurkan Bupati IGA Mas Sumatri di Posko Induk Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Agung, di Pelabuhan Tanah Ampo, Manggis, Senin (20/11). Sigmal itu merupakan singkatan dari Sistem Informasi Geografis Manajemen Pengungsian dan Logistik.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
44
4 - 10 Desember 2017
MBP/ist
MBP/ist
IHDAN DENPASAR - Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar kembali mengadakan Gelar Kreasi Seni Intelektual Muda di Wantilan Desa Adat Sedang, Abiansemal, Badung. Acara ini menampilkan berbagai kreativitas seni budaya mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IHDN Denpasar. Gelar Kreasi Seni Intelektual Muda IHDN Denpasar di Desa Sedang mendapat sambutan meriah masyarakat setempat. Ratusan warga sangat menikmati berbagai penampilan seni budaya yang dibawakan oleh mahasiswa IHDN Denpasar.
LPD - Sosok almarhum Prof. Dr. I.B. Mantra tidak bisa dilepaskan dari sejarah berdirinya Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali. Pembentukan LPD sebagai ekonomi berbasis komunitas masyarakat Bali itu memberi inspirasi sosok I.B. Mantra (alm) yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Bali. Pada tahun 1983, pucuk pimpinan Pemerintah Daerah Provinsi Bali ini merumuskan gagasan membentuk sebuah lembaga keuangan berbasis adat dengan mengadopsi konsep sekaa, banjar dan desa adat yang telah tumbuh di tengah-tengah masyarakat Bali. Atas jasa-jasa tersebut, Badan Kerja Sama (BKS) LPD Provinsi Bali memberikan penghargaan kepada almarhum Prof. Dr. I.B. Mantra sebagai Perintis LPD di Bali.
MBP/ist MBP/ist
SMAN NEGARI - Segudang prestasi yang luar biasa kembali disumbangkan anak-anak SMA Negeri 1 Tabanan dari bulan Agustus hingga November 2017. Memang siswa siswa yang masuk di sekolah favorit berstandar internasional itu senantiasa mengukir prestasi membanggakan bagi sekolahnya. Bukan saja prestasi akademik, juga prestasi non-akademik menjadi bagian raihan anak-anak berprestasi di SMA yang berdiri pertama di Tabanan itu. Prestasi itu diawali raihan juara pertama lomba pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan 2017 yang dimenangkan Made Suda Cakra Wibawa.
STP BALI - Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali menggandeng Kementerian Luar Negeri menggelar International Training on Ecotourism for Pasific Countries di Gedung MICE Widyatula, kampus setempat, Senin (20/11). Dalam kegiatan pelatihan internasional ini, hadir peserta perwakilan negara-negara di kawasan Pasifik. Acara dibuka resmi oleh Staf Ahli Manajemen Kementerian Luar Negeri Wajid Fauzi. Menurut Pembantu Ketua 1 STP Bali Dr Ni Made Eka Mahadewi, M.Par., CHE, pelatihan diikuti oleh perwakilan yang terjun sebagai pemberi kebijakan di bidang pariwisata serta pelaku pariwisata dari masing-masing negara. 4 - 10 Desember 2017
45
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
WABUP JEMBRANA - Tanggul jalan subak di Lingkungan Mertasari, Kelurahan Desa Loloan Timur, Kecamatan Jembrana jebol beberapa waktu lalu akibat tergerus air sungai. Namun, perbaikan dilakukan, Senin (20/11). Perbaikan secara bergotong royong itu melibatkan warga, TNI dan Pemkab Jembrana. Bahkan, Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan pun turun langsung dan berbaur dengan masyarakat serta TNI dalam proses perbaikan. Menurut Kembang inilah bentuk gotong royong yang merupakan kekuatan ideologi Pancasila yang dicetuskan oleh founding father Bung Karno 1 Juni 1945.
WHDI - Setelah menginjak masa bakti selama lima tahun kepengurusan, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Pusat pada 17-19 November 2017 mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) IV WHDI di Grand Cempaka Hotel, Jakarta Pusat. Munas yang membahas sejumlah agenda di antaranya Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum masa bakti 2011-2016 dan Rencana Program Kerja lima tahun ke depan, Sabtu (18/11), dibuka secara resmi oleh Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama I Ketut Widnya. Pembukaan munas dihadiri sejumlah tokoh Bali seperti Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, Ketua WHDI Bali Nyonya Bintang Dharmawati Puspayoga dan Sang Nyoman Suwisma.
MBP/ist
UNUD - Kunjungan wisatawan Cina ke Bali setiap tahun mengalami peningkatan. Melihat kondisi ini, Universitas Udayana (Unud) melalui Fakultas Pariwisata menyiapkan kursus bahasa Mandarin bagi mahasiswa. Untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran bahasa Mandarin, Unud menerima undangan untuk berkunjung ke Nanchang Normal University dan Nanchang University di Cina untuk mempromosikan kerja sama internasional dan membicarakan kerja sama dalam hal magang mahasiswa, pengembangan karier mahasiswa, pelatihan bahasa dan kebudayaan Cina, pertukaran mahasiswa, penelitian serta kolaborasi penelitian.
46
4 - 10 Desember 2017
MBP/ist
PGRI - Sudah dijadikan tradisi program rutin tahunan peringatan HUT PGRI di Kabupaten Tabanan diisi aneka kegiatan. Baik kegiatan yang bertujuan mencari solusi beragam permasalahan pendidikan lewat kegiatan seminar, bedah buku selain kepedulian sosial. Untuk program pedulian sosial dikemas dengan cara menyerahkan bantuan sekaligus di empat titik Rabu (22/11). Mengawali kegiatan itu dilaksanakan prosesi tabur bunga di Taman Pancakatirta Tabanan. Perwakilan PGRI Tabanan, I Putu Santika, mengatakan untuk kegiatan kepedulian sosial itu dilakukan dengan menyerahkan bantuan sembako.
MBP/ist
STIKES BALI - Sejak mengantongi izin Prodi D-4 Keperawatan Anastesiologi setahun lalu, mahasiswa D-4 Keperawatan Anastesiologi sudah merekrut 115 mahasiswa baru. Hal ini disebabkan Stikes Bali yang pertama mengantongi izin Prodi D-4 Keperawatan Anastesiologi di Indonesia. Namun, sejak 2017 Dikti mengubah nama prodi ini menjadi Sarjana Terapan Keperawatan Anastesiologi. Untuk memberi penguatan pelayanan anestesi yang profesional, Sabtu (18/11), Stikes Bali menggelar kuliah umum menghadirkan Direktur Pembelajaran Dirjen Belmawa Kementerian Ristek Dikti Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardari, M.P., Ketua Ikatan Penata Anastesi Indonesia (IPAI) Pusat Dra. Dorce Tandung, M.Si., Kadiskes Bali dr. Made Suarjaya, Prof. Wiryana dan Dr. Gede Budiarta.
MBP/ist
BAKTI NEGARA - Usainya pembangunan palinggih dan wantilan serbaguna di Pura Wiyata Mandala Pusat Bakti Negara Bali di Banjar Batu Mekaem, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, seluruh pengurus dan anggota PSPS Bakti Negara Bali melaksanakan karya upacara padudusan alit dan pecaruan Rsi Gana, Sabtu (18/11). Kegiatan yang bertepadan dengan rahine Tilem Kalima tersebut di-puput oleh Ida Pedanda dari Griya Balun, Denpasar. Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pengukuhan Ketua Lembaga Dewan Pendekar PSPS Bakti Negara Pusat angkatan ke-3.
MBP/ist
MBP/ist
WABUP TABANAN - Menjelang Peringatan HUT ke-71 Puputan Margarana, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menggandeng perkumpulan Bali Willyz Club (BWC) Bali yakni menggelar konvoi bersama, Minggu (19/11). Hebatnya, konvoi itu menggunakan baju kebesaran layaknya seorang pejuang kemerdekaan terdahulu. Wabup Sanjaya dengan penuh semangat melakukan konvoi itu diiringi 34 riders BWC. Meski terik mentari pagi cukup menyengat, hal itu tidak menggetarkan sedikit pun semangat orang nomor dua di Tabanan itu.
MONARCH BALI - Lembaga pelatihan kerja di bidang perhotelan dan kapal pesiar Monarch Bali yang bernaung di bawah Yayasan Widhi Sastra Nugraha, melaksanakan Dies Natalis VIII yang diisi berbagai aktivitas di seluruh kampus, yaitu Monarch Dalung, Monarch Candidasa, Monarch Gianyar, Monarch Singaraja dan Monarch Negara. Serangkaian kegiatan Dies Natalis VIII Monarch Bali diawali berbagai aktivitas nonakademik pada Oktober 2017 dilanjutkan CSR Program Jalinan Kasih sebagai bentuk komitmen sosial Monarch Bali terhadap masyarakat yang dilaksanakan secara rutin di setiap tahun.
4 - 10 Desember 2017
47
AKTIVITAS
MBP/ist
UNUD - Universitas Udayana (Unud), Senin (20/11), menggelar acara penyumpahan 207 PNS di Gedung Auditorium Widya Sabha, Kampus Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, diawali upacara majaya-jaya. Upacara ini dipimpin Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K) dan disaksikan para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Program Pascasarjana serta undangan lainnya. Penyumpahan ini merupakan bagian pembinaan PNS di awal mereka secara resmi diangkat menjadi abdi negara. Selain itu, saat menjalankan tugas sehari-hari harus selalu setia kepada Pancasila dan UUD 1945, mempunyai integritas dan tanggung jawab tinggi, berjiwa bersih dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
MBP/ist
BPJS KESEHATAN - Visi BPJS Kesehatan terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah terwujudnya jaminan kesehatan semesta (Universal health Coverage/UHC) bagi seluruh rakyat Indonesia pada 1 Januari 2019 mendatang. Pada tahun ini, salah satu fokus utamanya adalah keberlangsungan finansial, guna menjamin sustainibilitas program tersebut. Strateginya dengan meningkatkan rekrutmen peserta potensial dan meminimalkan adverse selection. Untuk mendukung ini, dalam hal upaya meningkatkan kolektabilitas iuran peserta JKNKIS, dikembangkan Program Tabungan Sehat yang bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero).
48
4 - 10 Desember 2017
MBP/ist
WALI KOTA DENPASAR - Berbagai kemudahan serta kenyamanan dalam pelayanan publik Pemerintah Kota Denpasar kini bisa dinikmati masyarakat. Seiring dengan percepatan teknologi informasi dan komunikasi diikuti Pemkot Denpasar dalam percepatan dan integrasi pelayanan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Pelayanan santunan kematian online kini diintegrasikan bersama desa/ kelurahan yang di-launching Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Rabu (22/11) di Kantor Perbekel Dangin Puri Kangin. Kegiatan ini juga tampak dihadiri Sekda AAN Rai Iswara, Kepala OPD, Camat, Perbekel dan Lurah se-Kota Denpasar.
MBP/ist
BUNDA PAUD KLUNGKUNG - Kepedulian terhadap dunia pendidikan khususnya Anak Usia Dini (PAUD) mengantarkan Bunda PAUD Klungkung Ny. Ayu Suwirta meraih penghargaan tingkat nasional dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Penghargaan ini juga diraih setelah sebelumnya keluar sebagai juara I dalam Lomba Bunda PAUD tingkat Provinsi Bali Tahun 2017. Mendapat penghargaan bergengsi itu, Ayu Suwirta menyampaikan terima kasih dan rasa syukur. Menurutnya, ini diraih berkat dukungan dan kerja sama semua pihak yang ikut bersama-sama dan mempunyai kepedulian terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Klungkung.
EKONOMI
Kemajuan LPD Ditentukan Krama Bali
K
e m a j u a n L e m b a g a P e rkreditan Desa (LPD) sangat ditentukan oleh krama Bali sendiri. Khususnya krama Bali di desa adat/pakraman dimana LPD itu berada. Saat ini tercatat ada 1433 LPD di Pulau Dewata, dengan total aset Rp 17,875 triliun di seluruh Bali. Sementara jumlah tabungan mencapai Rp 7,030 triliun, jumlah deposito Rp 7,898 triliun, jumlah kredit Rp 13,018 triliun, dan jumlah laba Rp 427,503 miliar. “Untuk memajukan LPD Bali, memajukan krama Bali untuk menjadi tuan rumah di desanya sendiri,” ujar Ketua BKS LPD Provinsi Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., dalam acara Temu Wirasa LPD dan Bendesa Adat Se-Bali di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Denpasar, Senin (20/11) lalu. Cendikiawan tak memungkiri bila masih ada LPD yang masih perlu untuk dibina dari 1.433 LPD yang ada. Pembinaan dilakukan bersama Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD melalui kegiatan pelatihan serta sertifikasi untuk kepala LPD, bendesa adat, dan pengurus LPD lainnya. Sebab, dalam menghadapi persaingan dewasa ini, persatuan dan kebersamaan saja tidak cukup. “Kita juga bersaing dan bersanding. Dengan perkembangan teknologi yang ada, micro finance sudah mengarah ke financial inclusion yang sudah mengarah ke desa-desa. Kita tidak bisa bendung, yang jelas kita menguatkan diri kita sendiri,” jelasnya. Menurut Cendikiawan, hal itu sudah diantisipasi dengan adanya aplikasi LPD mobile di smartphone android. Pada HUT ke-33 tahun ini, LPD diharapkan dapat mewujudkan kemandirian Bali di bidang ekonomi. Kemudian membangun dari desa sesuai dengan cita-cita Nawacita. “Untuk bisa mandiri dalam ekonomi, mari kita kuatkan desa pakraman kita,” tandasnya. Pakar Ekonomi, Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., MM.Ak., mengatakan, peran LPD dalam perekonomian Bali
MBP/eka
MBP/eka
Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si.
Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., MM.Ak.
lebih besar dari BPR maupun usaha simpan pinjam koperasi. Terlebih, 20 persen dari laba LPD setiap tahunnya disetorkan kepada desa adat. Ditambah lagi, 5 persen dari laba dikontribusikan untuk dana sosial. Total 25 persen dari laba ini tentu saja mendukung segala aktivitas masyarakat. “Pembagian laba di LPD diimplementasikan pada tujuan hidup agama Hindu atau yang disebut Catur Purusa Artha, yaitu artha untuk dharma, artha untuk artha dan artha untuk kama,” ujarnya. Ramantha menjelaskan, artha untuk dharma dituangkan melalui 25 persen keuntungan LPD yang diperuntukan untuk pembangunan desa adat baik secara fisik maupun mental. Artha untuk artha diimplementasikan melalui 60 persen dari keuntungan LPD yang dipergunakan untuk modal demi keberlangsung LPD kedepan. Artha untuk kama yakni 10 persen dari laba yang diperuntukkan sebagai bonus pengurus, pengawas dan karyawan. Hal
inilah yang dinilai akan membuat LPD tetap ajeg kedepannya. “Dengan demikian, kontribusi LPD tidak hanya untuk kemajuan ekonomi dalam hal pembangunan semata. Namun lebih dari itu, LPD juga berkontribusi terhadap pelestarian budaya,” imbuhnya. Selanjutnya, lanjut Ramantha, budaya ini akan mendukung sektor pariwisata. Ujungnya tentu saja kembali lagi pada penguatan ekonomi masyarakat. Artinya, sektor pariwisata untuk menguatkan perekonomian masyarakat tidak lain berlandaskan budaya dan budaya itu terus dilestarikan oleh LPD. Jadi, tidak ada salahnya masyarakat Bali berterima kasih pada perintis LPD, alm. Prof. Ida Bagus Mantra. “LPD sebagai lembaga keuangan mikro berbasis budaya masih hidup dan tidak hanya bisa dinimkati saat ini, namun juga dinikmati hingga jauh waktu ke depan,” tandasnya. l Rindra Devita 4 - 10 Desember 2017
49
TAKSU
I Made Kartika
Seniman Selonding yang Pengacara
S
ebagai ibu kota Provinsi Bali, Kota Denpasar me� miliki banyak seniman handal. Salah satunya, I Made Kartika asal Banjar Ke� daton Desa Kesiman, Denpasar Timur. Sebagai seniman tabuh, Kartika mengaku bakat dan tal� enta seni yang dimilikinya sudah muncul sejak kecil. Seni tabuh gender dan selonding yang dikua� sainya didapat langsung secara informal dari keluarga. Bagi I Made Kartika, hidup berksenian yang dijalaninya merupakan panggilan jiwa untuk dapat ngaturang ayah sekaligus ikut melestarikan seni dan bu� daya Bali sebagai warisan budaya yang adi luhung. Pria kelahiran tahun 1972 itu mengawali ter� jun ke dunia seni khsususnya seni gender ketika masih duduk bangku sekolah dasar (SD). Keter� tarikannya pada gembelan gender tidak terlepas dari pengaruha kuat keluarganya yang memang secara turun temurun sebagai seniman gender kenamaan di Desa Kesiman. S��������������������������� ebagai seniman, I Made Kar� tika termasuk tipikal orang yang tidak cepat berpuas diri. Dia terus mengasah kemampuannya dengan belajar style tabuh gen� der lain selain khas Desa Kesi� man. Misalnya gaya Kayumas, Sukawati dan daerah lainnya di Bali. Berkat bakat dan naluri seni yang dimiliki, Kartika den� gan cepat menguasai berbagai jenis gending tetabuhan gender. Kemampuan mengusai tetabuhan gender membuatnya lebih percaya diri. Ia pun kemudian mengapli� kasikan kemampuan yang dimi� likinya untuk ngayah di berbagai kegiatan yadnya di masyarakat.
50
4 - 10 Desember 2017
Made Kartika menyebutkan, saat memainkan dan menghayati suara tetabuhan gender, dirinya seperti merasa trance. “Tiba-tiba muncul perasaan senang dan nya� man yang menjadi kebahagiaan jiwa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata. Kartika meya� kini, tabuh gender yang dicipta� kan tetua Bali dulu merupakan hasil perenungan luar biasa yang berimpilkasi memberikan energi positif kepada mereka yang me� mainkan gender tersebut. Tahun 2006, ketika menjadi kelian sekeha gong, muncul ke� inginan Made Kartika untuk membangkitkan seni selonding di Desa Kesiman. Akhirnya, ia bers� ama teman-temannya di Sanggar Buda Kecapi yang didirikannya
mulai belajar tabuh selonding dengan mendatangkan pelatih seorang seniman. Di tengah menjalani aktivitas sebagai seorang seniman, Made Kartika juga memiliki profesi lain sebagai seorang pengacara. Meski aktivitasnya begitu padat, ia selalu menyempatkan diri untuk mengajar anak-anak dan ngayah. Baginya, berkesenian merupakan obat mujarab dalam menyegarkan pikiran di tengah penatnya men� jalani rutinitas sebagai pengacara. “Perlu dibuat kebijakan dan aturan untuk membuat seniman lebih sejahtera lagi karena banyak seni� man yang berada dalam keterba� tasan ekonomi,” ujarnya prihatin. l MBP/yana/bali tv
211 | 4 - 10 Desember 2017
Catatan Jelang Satu Dasa Warsa
Berbagai Pencapaian Perkuat Visi Bali Mandara
RP 20.000