Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 205 | balipost.com

Page 1

205 | 23 - 29 Oktober 2017

Bali Tingkatkan Anggaran Bencana

RP 20.000


D A F TA R I S I OPINI lInspirasi dari Pengungsian 6 BALI SEPEKAN lHujan Deras, Longsor di Sejumlah Titik 7

LAPORAN UTAMA l Antisipasi Gunung Agung Bali Tingkatkan Anggaran Bencana 8 l Karangasem Alokasikan 11,46 M 9 l Donasi Sukarela 10 POLITIK l Mencermati Dinamika Perppu Ormas 16 l Mengapresiasi Pembentukan Densus Tipikor 17 KIPRAH l Gedebong Goyang

Menyatukan Kebinekaan Melalui Seni 18

MANCANEGARA l Spanyol Tolak Catalonia Merdeka 20 DAERAH l ”Sweeping” Rumah Kos

LENSA l Perpustakaan 26

OLAHRAGA l Gagal Lolos 27 PARIWISATA l Pariwisata Badung Tergantung Gunung Agung 38 TRADISI l ”Mapeningan” di Kubutambahan, Wujud Bhakti

Terhadap Ida Ratu Hyang Sakti Pingit 39

Pelatih Surfing Simpan Ganja Ditangkap 22

PROPERTI l Antisipasi Kelangkaan

Pasir Rekanan Cari Material di Lumajang 40

KESEHATAN lNefropati Diabetik Penyakit Ginjal pada Penderita Diabetes Melitus 24

TAKSU l Pande Putu Sunarta

Teruskan Keterampilan Membuat Keris 50

23 - 29 Oktober 2017

3


DARI PEMBACA

Menyelamatkan Warisan Budaya Karangasem D

alam menanggapi situasi kebencanaan Gunung Agung, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali mengimbau kepada semua warga, klian banjar, pemangku dan para bendesa adatp yang masuk daerah rawan bencana untuk tidak lupa mengevakuasi atau menyelamatkan naskah-naskah penting, lontar-lontar, prasasti-prasasti, dan pratima-pratima serta pusaka-pusaka lainnya yang sangat penting bagi keberlangsungan Kebudayaan Bali. Demikian sepenggal isi imbauan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali tanggal 25 Sepetember 2017 terkait penanganan penyelamatan cagar budaya yang berada di pura ataupun milik pribadi yang ada di sekitar zona rawan erupsi Gunung Agung. Dalam kondisi darurat seperti ini tidak satupun orang yang sempat membawa benda pusaka seperti imbauan di atas. Alih-alih menyelamatkan benda pusaka, mereka lebih mengutamakan keselamatan jiwa keluarga dan hewan peliharaan. Bahkan ada yang tidak mengindahkan perintah pemerintah untuk mengungsi demi tetap bisa merawat hewan peliharaannya. Sudah selayaknya penyelamatan warisan budaya ini dilakukan bersamasama. Diselamatkan tidak hanya diberikan tempat yang aman tetapi bagaimana mendokumentasikannya juga. Dokumentasi menjadi kata kunci di sini untuk penyelamatan warisan budaya tersebut, bencana yang disebabkan oleh alam merupakan sesuatu yang tidak bisa kita ketahui kapan akan terjadi. Dengan adanya dokumentasi kita bisa merekonstruksi warisan budaya tersebut seperti aslinya. I Gusti Agung Gede Artanegara Pemerhati Teknologi dan Budaya

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Dira Arsana Redaktur Pelaksana Diah Dewi Redaksi Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Sugiartha, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada Bangli: Ida Ayu Swasrina, Eka Parananda Buleleng: Sosiawan, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya Karangasem: Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra Negara: IB Surya Dharma Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

23 - 29 Oktober 2017

4


Ketahanan Ekonomi Dibayangi Fesimisme HARAPAN terjadi perbaikan peluang ekonomi di semua sektor di Bali hampir disuarakan banyak pihak pada triwulan III 2017. Pada trwiluan ketiga 2017, banyak pihak optimistis Bali tetap bisa bertahan di tengah melambatnya pergerakan ekonomi nasional. Kini memasuki triwulan terkahir, harapan perbaikan ekonomi tetap disuarakan. Namun, harapan ini tampaknya akan berhadapan dengan berbagai tantangan serius yakni politik, stabalitas, dan bencana. Mencermati hal ini Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat terkait optimisme masyarakat Bali di tengah ancaman bencana terhadap potensi perbaikan ekonomi Bali di tiga bulan terakhir 2017. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon. Berbagai kalangan, baik akademisi, pengusaha dan pelaku pariwisata juga diwawancarai terkait hal ini. Bahkan sejumlah masyarakat juga dimintai pendapatnya tentang peluang perbaikan ekonomi Bali. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, ternyata 66,44 persen responden mengaku mulai fesimis ada harapan perbaikan ekonomi pada tiga bulan terkahir 2017 ini. Responden mengatakan besar kemungkinan daya tahan mereka justru akan terkoreksi menjelang pergantian tahun nanti. Peningkatan suhu politik diyakini akan berkorelasi dengan stabilitas. Aliran investasi menjelang tiga bulan

terakhir ini juga akan melambat mengingat pengusaha akan melihat pergerakan politik dan memasuki fase tutup buku. Selain itu, bagi Bali ancaman bencana sebagai dampak peningkatan aktivitas Gunung Agung akan terasakan. Kunjungan ke Bali diprediksi akan menurun. Dampaknya daya tahan pelaku pariwisata juga akan terkoreksi. Jika ini terjadi, maka pergerakan ekonomi Bali akan melambat mengingat pariwisata masih menjadi sektor penopang utama ekonomi Bali. Di lain pihak, ada 31, 27 responden yang mengaku masih optimis jika ekonomi Bali masih memiliki harapan untuk tumbuh dan bertahan. Ini dikarenakan liburan akhir tahun akan menjadi salah satu penggerak ekonomi. Selain itu, dalam tiga bulan terakhir ini proyek-proyek yang didanai Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah dan Nasional (APBD/N) Perubahan akan direalisasikan. Ini akan menjadi salah satu faktor yang tetap menggerakan ekonomi Bali. Selain itu, kegiatan politik di Bali juga akan meningkatan perputaran ekonomi karena adanya anggaran politik yang akan dicairkan baik oleh kandidat maupun pemerintah selaku pengelola Pilkada. Peluang perbaikan tetap terbuka sepanjang stabilitas tetap terjaga. Sementara 2,29 persen responden tak memberikan jawaban terkait hal ini. Mereka hanya berharap pemerintah segara

melakukan pengendalian harga. Pemerintah juga diminta lebih fokus membangun ekonomi dan jangan terus rebut urusan politik. Jika terjadi pelambatan ekonomi, responden berharap segara lakukan terobosan cerdas dan evaluasi efektivitas sejumlah paket kebijakan ekonomi. l Dira Arsana

Yakinkah Anda, daya tahan perekonomian Bali pada triwulan terakhir 2017 ini ada harapan membaik? 66,44%

Rp

Rp Responden : 734

31,27%

Rp

2,29%

Rp

Yakin Tidak Tidak Yakin Tahu grafis: tomik cahya

23 - 29 Oktober 2017

5

5


OPINI

Inspirasi dari Pengungsian

W

acana pariwisata memenuhi teks pelajaran di sekolah. Bukti, pendidikan telah berhasil menanamkan satu konsep kuat di kepala siswa: Bali identik dengan pariwisata. Karena itu, rasanya tidak lengkap jika membicarakan Bali tanpa mengaitkan dengan pariwisata. Bagi siswa, sepertinya tidak ada hal lain di Bali, kecuali pariwisata. Semuanya adalah pariwisata, dari persoalan pantai hingga upacara ngaben. Demikianlah, betapa kuatnya wacana pariwisata merasuki siswa padahal kenyataannya, keluarga mereka tidak hidup dari sektor ini. Sementara itu di masyarakat, hal yang sama terjadi karena siapapun selalu bicara pembangunan dan mengaitkan dengan pariwisata (desa wisata, agrowisata, wisata spiritual, wisata kuliner, wisata budaya, dan lain lain). Sehingga wacana pembangunan lain, seperti pertanian sama sekali tidak menarik perhatian. Pendidikan di Bali pun ternyata tidak pernah mencoba keluar dari wacana pariwisata dengan mengajukan wacana tandingan sehingga siswa sadar bahwa Bali bukanlah identik hanya dengan pariwisata. Lebih jauh lagi, sekolah tidak pernah mencoba mengurai sejarah pariwisata di Bali, yang kolonialistis. Didasari oleh pandangan kolonial bahwa Bali tidak memiliki lahan luas untuk proyek tanam paksa maka eksploitasi kebudayaan Bali sebagai gantinya. Pendidikan di Bali juga belum mampu membebaskan mental terkolonialisasi tersebut sehingga menjadi salah satu alasan, mengapa wacana pariwisata merasuki pikiran siswa dan guru. Dalam kondisi inilah pendidikan semakin menjauhkan usahanya dalam mengembangkan kesadaran siswa terhadap ancaman bencana alam. Karena itu, siswa tidak pernah belajar mengenai bencana alam, seperti gempa bumi atau erupsi gunung api, secara praktis di atas satu alasan yang tidak bisa ditampik, bahwa mereka hidup di daerah “cincin api”. Bahkan, secara geologi, pulau yang mereka tinggali ini adalah sebuah pulau vulkanik yang menyembul dari dasar samudera. Tulisan ini diilhami oleh kisah dari lapangan pengungsian anak-anak desa Jungutan di sebuah SD di Desa Sibetan,

6

Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.

Karangasem, ketika status Gunung Agung naik ke level tertinggi. Di sekolah ini anak-anak tersebut berebut masuk ruang perpustakaan. Mereka mencari atlas dan buku-buku mengenai gunung berapi di Indonesia. Kisah ini sangat inspiratif dan sekaligus mengritik pendidikan di Bali yang ternyata memang sangat abai terhadap ancaman bencana alam. Anakanak pengungsi ini mencoba memahami apa yang dialami melalui atlas dan buku gunung api. Mereka dengan cepat mafhum dan menjadi sangat arif terhadap keadaan, seperti kepanikan dan kekacauan sosial yang terjadi akibat meningkatnya aktivitas Gunung Agung, yang menjadi bagian kehidupan sehari-hari mereka di desa. Gunung Agung yang mereka kenal sejak lahir adalah gunung tertinggi di Bali, sebagaimana ditegaskan lagi oleh namanya yang “agung”. Gunung ini menjadi tujuan para wisatawan yang ingin menginjak puncak tertinggi pulau Bali. Gunung ini memiliki kompleks pura terbesar, yaitu Pura Besakih yang juga sangat terkenal ke seluruh dunia. Gunung ini juga memberi berkah pasir bagi penduduk. Singkat kata, tidak ada yang mengkhawatirkan, demikianpun anak-anak pengungsi Desa Jungutan. Tetapi pada September 2017 ini mereka berhadapan dengan kenyataan yang menjungkirbalikkan semua fakta geologi, sosial, dan mistik mengenai Gunung Agung. Mereka menyaksikan dan menjadi bagian dalam kekacauan, rasa panik, ketakutan, dan harus meninggakan rumah, anjing kesayangan, atau hewan ternak. Semua ini terjadi karena aktivitas Gunung Agung di sebelah desa mereka. Namun secara kebetulan, pengalaman mereka menjadi pengungsi, dengan menempati ruang perpustakaan SD Sibetan, lewat atlas dan buku-buku gunung api di Indonesia, menjadikan mereka mengerti, apa sebenarnya yang tengah terjadi pada Gunung Agung. Mereka belajar mengenai sumber bencana alam besar yang tidak jauh sama sekali dari halaman rumah atau sekolah mereka. Serta mencoba berdamai dengan gosip-gosip mistik di media sosial, seperti awan Naga Besuki yang menaungi puncak Gunung Agung.

Memetik tuah kisah tersebut, tulisan ini bermaksud mengajukan ide kepada masyarakat Bali dan pemerintah, agar mulai memikirkan memasukkan wacanawacana bencana alam ke dalam pelajaran sekolah. Hal ini tidak hanya dilakukan ketika terjadinya bencana tetapi secara berkelanjutan sebagai wujud kewaspadaan yang berkesinambungan karena posisi pulau Bali secara geologi memang rawan bencana. Bayangkan, dalam rentang 10 tahun saja, setelah 1963, Seririt diguncang gempa hebat. Kini Gunung Agung menunjukkan potensi bencana lagi hanya dalam waktu 50 tahun. Itulah alasan mengapa perlu memasukkan pelajaran kebencanaan di sekolah di Bali. Pelajaran bencana alam bagi siswa di Bali bukan untuk menakut-nakuti tetapi untuk mengembangkan kesadaran betapa pulau ini memang rawan bencana. Pelajaran ini diharapkan menjadikan siswa memiliki kearifan dan bersikap tenang ketika terjadi bencana sehingga bisa menyelamatkan diri untuk menghindari korban jiwa. Kisah anak-anak Sibetan dari tempat mereka mengungsi itu, juga kritik terhadap kuatnya dominasi wacana bahwa Bali identik hanya dengan pariwisata. Kisah mereka menyadarkan masyarakat bahwa Bali tidak hanya harus dikaitkan dengan pariwisata tetapi juga ancaman bencana gempa bumi atau gunung meletus. Hal ini harus dimulai di sekolah karena peranan dan akses sosiologis lembaga pendidikan ini sangat besar. Tujuan penyelenggaraan pelajaran bencana alam tentunya tidak terbatas pada pengembangan dan pemeliharaan kewaspadaan semata tetapi juga berpengaruh terhadap sikap hidup siswa kelak di masyarakat. Hal ini terkaitkan dengan sektor pembangunan, hubungan sosial, dan ekonomi. Pembangunan gedung-gedung di Bali harus memberi jaminan keselamatan jika diguncang gempa, demikian pula bangunan-bangunan perumahan atau pura. Hubungan sosial ketika terjadi bencana perlu juga dibina melalui pelajaran bencana sehingga siswa sejak dini dipersiapkan memiliki kepekaan sosial yang tulus ketika terjadi bencana. Penulis Dosen Undiksha, Singaraja

23 - 29 Oktober 2017

6


BALI SEPEKAN

Pohon Waru Tumbang

MBP/ina

Hujan Deras, Longsor di Sejumlah Titik HUJAN deras yang mengguyur wilayah Bangli, Senin (9/10), mengakibatkan longsor di sejumlah titik. Longsor terparah terjadi di jalur Tembuku-Besakih, tepatnya di sebelah timur Polsek Tembuku. Meski tak ada korban jiwa, namun material longsor yang disertai pohon tumbang di jalur tersebut sempat mengakibatkan lalu lintas (lalin) dari Tembuku menuju Besakih dan sebaliknya terganggu hingga berjam-jam. Informasi yang dihimpun, Selasa (10/10) menyebutkan, longsor disertai pohon tumbang di jalur Tembuku-Besakih terjadi sekitar pukul 22.30 wita. Akibat kejadian itu, akses lalin sempat terganggu hingga hampir 8 jam.

Tanah longsor juga terjadi di jalur Selati, Desa Bunutin menuju Tanggahan Tengah, Susut, dini hari kemarin. Longsor yang terjadi pada tebing setinggi 7 meter itu juga sempat mengakibatkan arus lalin di jalur tersebut terganggu. Di Dusun Tingkadbatu Desa Jehem, Tembuku, tebing longsor menyebabkan sebuah gudang usaha bengkel milik warga setempat rusak parah. Empat unit sepeda motor beserta berbagai peralatan bengkel yang ada di dalam gudang ikut tertimbun. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangli Ketut Agus Sutapa mengatakan, sedikitnya ada lima titik longsor yang dipicu akibat hujan deras. l Swasrina

MUSIM hujan disertai angin mulai datang belakangan ini. Bencana alam pun mengikuti. Faktanya, sejumlah pohon pun tumbang. Tidak sedikit merusak rumah warga maupun fasilitas umum. Seperti Selasa (10/10), pohon waru tumbang menimpa rumah pondokan di Banjar Pondok Kaja, Desa Gadungan, Seltim. Akibatnya, pondok milik I Wayan Suarya, pensiunan guru SMPN 2 Penebel asal Banjar Carik Kangin, desa setempat rusak. Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa itu diperkirakan terjadi Senin (9/10) sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu hampir seluruh wilayah Kabupaten Tabanan diguyur hujan deras. Tumbangnya pohon waru itu baru diketahui Selasa (10/10) dini hari oleh pemilik rumah I Wayan Suarya, ketika ia hendak memberi makan ternaknya sekitar pukul 06.00 Wita. Mengetahui kondisi rumah pondokannya tertimpa pohon, TRC BPBD Tabanan langsung menindaklanjutinya. Sekitar pukul 12.15 Wita, petugas pun melakukan pemotongan dan pembersihan. Kepala BPBD Gst. Ngurah Sucita selalu meminta kepada warga agar waspada. Pasalnya, datangnya musim hujan disertai angin kencang sangat rawan memicu bencana. l puspadewi

Polisi Sita Enam Ton Ikan Tuna Beku SATU truk berisi enam ton ikan tuna beku diamankan di Gilimanuk, Selasa (10/10). Ikan tuna beku yang dikemas dalam puluhan kardus itu dikirim dari Surabaya menuju Pelabuhan Benoa. Truk beserta sopirnya, Khoirul Azhari (23), terpaksa diamankan lantaran dari pemeriksaan dokumen pengiriman yang dibawa, tidak sesuai dengan pengiriman. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk

Kompol Nyoman Subawa melalui Kanit Reskrim AKP I Komang Mulyadi mengatakan truk boks dengan nomor polisi L 8368 VE ini sebelumnya dicurigai petugas membawa komoditi Karantina. Petugas kemudian memeriksa dan meminta kepada sopir asal Bojonegoro, Jawa Timur membuka pintu boks. Ternyata di dalamnya terdapat puluhan kardus yang isinya ikan tuna beku. Ketika ditanya terkait dokumen Karan-

tina, sopir langsung menunjukkannya. Namun dari pengecekan dokumen tersebut, tidak sesuai dengan pengiriman. “Komoditi ini dibawa menggunakan angkutan darat dari Surabaya. Tapi yang disebutkan dalam dokumen menggunakan angkutan laut dari Maumere tujuan Benoa. Jadi secara aturan, bahwa keabsahan dokumennya tidak sah,� terang AKP Mulyadi. l Suryadarma 23 - 29 Oktober 2017

7

7


LAPORAN UTAMA

Antisipasi Gunung Agung

Bali Tingkatkan Anggaran Bencana

K

ondisi siaga darurat Gunung Agung sudah berlangsung selama sebulan lebih. Jumlah pengungsi yang wilayahnya masuk KRB pun cukup banyak. Tiap hari mereka harus disuplai makanan dan minuman serta kebutuhan sandang lainnya. Nilainya pun jika dirupiahkan tentu sangat besar. Terlebih, penanganan pengungsi ini belum diketahui sampai kapan. Namun, hingga kini Pemprov Bali belum mencairkan anggaran bencana. Pasalnya, donasi masih terus mengalir untuk para pengungsi. “Belum, sekarang ini kan masih ada donasi-donasi di kabupatenkabupaten sehingga yang digunakan itu,” ujar Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Pastika justru mengkhawatirkan ketersediaan beras untuk pengungsi yang saat ini diambil dari beras cadangan kabupaten dan provinsi. Sebab, beras cadangan ini kalau terus dipakai dalam beberapa hari ke depan akan habis. “Jadi kita harus minta ke pusat, karena cadangannya gubernur, provinsi itu hanya 200 ton, cadangan kabupaten hanya 100 ton. Sehingga kalau setiap hari kita perlu 50 ton, ya cepat habis. Untung sekarang masih ada sumbangan-sumbangan,” terangnya. Di sisi lain, Pastika mengaku siap dengan adanya kemungkinan kerusakan bila terjadi erupsi. Baik itu kerusakan rumah warga di kawasan rawan bencana, lahan, maupun infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Kerusakan yang terjadi harus dibiayai oleh pemerintah, baik kabupaten, provinsi, maupun pusat. Untuk itu, sejumlah alokasi anggaran dalam rancangan APBD 2018 akan dikritisi kembali agar bisa disisihkan untuk meningkatkan anggaran bencana ke depan. “ “Angka 5 miliar untuk dana tak terduga dibuat sebelum ada bencana Gunung Agung, jadi tahun depan masih bisa revisi lagi, berapa yang diperlukan segitu kita anggarkan,” tandasnya. Ia juga akan melakukan kritisi terhadap sejumlah pos anggaran. “Mari kita lihat, hitung yang realistis dan dalam suasana yang prihatin. Kurangilah kegiatan-kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan situasi yang prihatin ini. Tapi hal yang si-

8

MBP/kmb

Anak-anak yang ada di Posko Pengungsian Desa Les antre untuk mendapatkan potong rambut gratis.

fatnya esensial langsung menyangkut kesejahteraan rakyat ya tidak boleh dikurangi. Yang lain seperti bimtek, kunjungan ke luar kota, rapat bisa diefisienkan, pameran yang tidak perlu kita tunda dulu,” jelasnya. Ketua TAPD Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun memastikan anggaran bencana akan meningkat di tahun 2018. Berkaca dari anggaran 2017, estimasi peningkatan anggaran bisa mencapai dua kali lipat. Atau maksimal hingga Rp 10 miliar karena tahun ini ada Rp 4,5 miliar yang dialokasikan untuk bencana. Kendati untuk saat ini, anggaran bencana itu sebetulnya belum dicairkan lantaran harus melalui mekanisme. Terutama bila menggunakan biaya tak terduga, anggaran bencana baru bisa dicairkan jika sudah dalam kondisi tanggap darurat bencana. “Kalau menggunakan biaya tak terduga itu memang harus ada bencana dulu. Tapi, ada mekanisme satu lagi, yaitu dengan cara membuat program kegiatan. Ini kan ada prabencana, saat bencana, dan pascabencana. Program kegiatannya apa, mungkin evakuasinya, transportasinya, termasuk tenda-tenda. Itu sudah kita kaji betul,” jelasnya. Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry mengapresiasi

respon cepat BPBD dan pihak terkait lainnya dalam peningkatan status Gunung Agung. Dewan sendiri akan mendorong peningkatan anggaran bencana di 2018, dari sebelumnya Rp 4,5 miliar di tahun 2017 ini. “Bukan mendoakan gunung meletus tapi peningkatan anggaran bencana ini merupakan satu bentuk antisipasi dari pemerintah. Nah, yang paling penting ini adalah bagaimana masyarakat itu diberikan informasi yang terus, update, kemudian dilatih cara mengevakuasi diri, dimana tempat evakuasi,” ujar Politisi Golkar ini. Sugawa Korry menambahkan, Bali perlu belajar dari Jepang yang sering mengalami bencana alam namun bisa meminimalisir jumlah korban jiwa. Ini karena negeri sakura menerapkan sistem informasi yang baik dan melakukan sosialisasi penanggulangan bencana kepada masyarakatnya. Di sisi lain, masyarakat diminta untuk terus berdoa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Termasuk lebih hatihati dalam menerima informasi, agar tidak termakan berita hoax. “Pemerintah harus proaktif, BPBD khususnya harus menjadi leading informasi sehingga berita hoax itu tidak dominan,” jelasnya. l Rindra Devita

23 - 29 Oktober 2017

8


Karangasem Alokasikan 11,46 M SEBAGAI kabupaten yang paling terdampak jika Gunung Agung erupsi, Karangasem harus benar-benar berhitung untuk mengalokasikan anggaran bencananya. Belum erupsi pun, tiga minggu pascapenetapan status awas Gunung Agung, para perbekel di Karangasem mulai mengeluhkan utang logistik para pengungsi yang diambil dari sejumlah toko sembako. Bayangkan jika sudah terjadi erupsi, tentu akan makin banyak dana yang harus dikeluarkan untuk membiayai warga. Untungnya, keluhan ini cepat dicarikan solusi. Hal ini menyusul telah disepakatinya Kebijakan Umum Anggaran Perubahan-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan (KUPA-PPASP) 2017 dalam sidang paripurna Dewan, Rabu (11/10) malam. Dana untuk membayar uang talangan itu ditempatkan di pos Dinas Sosial Rp 425 juta dan bisa dicairkan mendahului penetapan APBD Perubahan 2017. Anggaran untuk menutup uang talangan itu diambilkan dengan menggeser anggaran belanja tak terduga Rp 1,1 miliar dan sumbangan pihak ketiga Rp 200 juta. Selain itu membayar utang talangan logistik, dana itu juga diarahkan mendukung kegiatan BPBD Rp 400 juta, Dinas Kesehatan Rp 325 juta dan RSUD Karangasem Rp 150 juta. “Semuanya juga dimohonkan mendahului penetapan perubahan,” jelas anggota DPRD I Komang Sartika membacakan laporan Banggar Dewan atas pembahasan rancangan KUPA-PPASP 2017 tersebut. Secara umum dalam KUPA-PPASP 2017, Pemkab Karangasem menganggarkan Rp 11,46 miliar untuk kegiatan menyangkut aktivitas vulkanik Gunung Agung. Tambahan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) dari Pemprov Bali yang semula direncanakan mendanai kegiatan fisik di Dinas PUPR dan Pariwisata, digeser ke Dinas Perkim untuk tambahan operasional dan pengadaan sarana kebersihan. Tambahan PHR Badung Rp 2,36 miliar yang belum masuk dalam rancangan KUPA-PPASP diarahkan mendanai kegiatan penanggulangan bencana di BPBD. Selanjutnya tambahan PHR Badung Rp 2,5 miliar yang belum termuat dalam rancangan KUPA-PPASP, diarahkan mendanai kegiatan di empat OPD yakni Dinas Pariwisata 200 juta, Kebudayaan 485 juta, Lingkungan Hidup 625 juta dan Perkim Rp 1,19

MBP/dok

MBP/dok

Nengah Sumardi

IGA Mas Sumatri

miliar. Tambahan PHR Kodya Denpasar Rp 3,8 miliar yang juga belum termuat dalam KUPA-PPASP, diarahkan untuk kegiatan mitigasi bencana di lima OPD yakni BPBD Rp 100 juta, PUPR Rp 150 juta, Kesehatan Rp 230 juta, Kebudayaan Rp 300 juta dan Dinas Sosial Rp 3,02 miliar. Alokasi anggaran ke Dinas Sosial diarahkan untuk mem-back up pemenuhan logistik di Posko Induk Tanah Ampo jika stok logistik di sana habis. Di antaranya untuk pengadaan beras, minyak goreng, kopi gula, air mineral dalam kemasan termasuk kebutuhan bumbu, telor dan sayur mayor. Selain itu Pemkab Karangasem juga merasionanisasi beberapa sumber pengeluaran belanja di beberapa OPD yang besarnya Rp 1,5 miliar. Dana tersebut rencananya untuk mendanai kegiatan perencanaan pada Disdikpora Rp 250 juta dan Dinas PUPR Rp 1,25 miliar,untuk proyek fisik yang didanai DAK tahun 2018 nanti. Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi, Kamis (12/10) berharap keputusan menyangkut KUPA-PPAS agar segara ditindaklanjuti eksekutif dalam bentuk RAPBD Perubahan. Percepatan pembahasan APBD Perubahan, menurut dia, sangat urgen untuk mengakomodir kebutuhan di tengah ancaman erupsi Gunung Agung. “Pada tahap pembahasan APBD Perubahan dapat dilakukan penyesuaian pendapatan, belanja dan pembiayaan bila adapendapatan baru,” ungkapnya. Bupati IGA Mas Sumatri mengatakan

saat ini alokasi anggaran diprioritaskan untuk kegiatan penanggulangan bencana, kesehatan, sosial dan kegaitan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain itu juga untuk kegiatan pengamanan seperti Satpol PP, Infokom dan kehumasan, PUPR, Perkim dan PUPR. Untuk rasionalisasi, di antaranya dilakukan terhadap proyek-proyek fisik yang tidak bersifat urgen. “Logistik dan kesehatan yang paling penting. Kalau masyarakat pengungsi tidak sehat kan repot,” ujarnya. Logistik Hal paling vital dalam menghadapi bencana adalah ketersediaan logistik. Bila erupsi Gunung Agung terjadi, bukan cuma desa di zona awas saja kesulitan, Karangasem secara keseluruhan pasti akan lumpuh. Saat itu tiba, semua warga akan membutuhkan logistik. Oleh karena itu, pengendalian logistik penting diterapkan mulai sekarang, agar tak menyulitkan nanti bila menghadapi kondisi riil di lapangan. Demikian ditegaskan Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi, saat melihat ketersediaan logistik pengungsi di Kantor Camat Abang, belum lama ini. “Ibaratnya filmnya belum diputar (gunung belum meletus), nanti logistik malah habis. Kalau akses ini terputus, kemana harus mencari logistik. Ini tolong jadi perhatian kita bersama. Pengendalian logistik ini menentukan,” tegasnya. Pasokan logistik baru dinyatakan aman tergantung anggaran. l Suastrawan, Bagiarta 23 - 29 Oktober 2017

9

9


LAPORAN UTAMA

Donasi Sukarela

S

tatus Gunung Agung, Karangasem masih awas. Belum ada tanda-tanda penurunan. Sejalan dengan itu, warga masih bertahan di pengungsian. Sejumlah kabupaten pun menampung pengungsi yang jumlahnya mencapai seratusan ribu jiwa. Guna memenuhi kebutuhan para pengungsi sehari-hari, pemerintah kabupaten masih mengandalkan bantuan dari donasi sukarela yang mengalir ke posko-posko pengungsi. Kabupaten Klungkung merupakan salah satu kabupaten yang banyak menampung pengungsi. Jumlahnya kisaran 18.000 jiwa dengan berbagai usia. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari, dijelaskan Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra, masih menghandalkan bantuan dari warga yang hidupnya lebih beruntung. Meski intensitasnya mulai berkurang. Namun, untuk beberapa pekan ke depan masih mencukupi. Menangani pengungsi yang berasal dari sejumlah desa, Pemkab Klungkung sejatinya telah menyiapkan anggaran 1,5 miliar. Dari itu, Rp 500 juta merupakan pergeseran dari dana bansos yang terpasang pada APBD 2017. Memasuki pekan ketiga, sepeser pun dana itu belun keluar. Hal ini diakui Winastra. Alasannya, karena status kebencanaan masih siaga darurat. “Dana ini bisa dipakai jika status sudah tanggap darurat,” jelasnya. Jika status tanggap darurat terjadi, dana yang telah disiapkan itu masih bisa ditambah apabila diperlukan. Pemkab akan menggeser anggaran kegiatan lain yang sifatnya tak mendesak. “Kalau misalnya perlu, bisa digeser. Nanti kan ada catatan,” imbuhnya. Kondisi sama juga diakui Pemkab Bangli. Meski menganggarkan dana tak terduga pada 2017 sebesar Rp 1 miliar, dana tersebut belum dipakai untuk menangani pengungsi. Dari jumlah tersebut, Rp 200 juta diantaranya sudah habis terpakai untuk penanganan bencana tanah longsor yang terjadi di Kintamani Februari lalu. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli Wayan Karmawan saat ditemui Posko Penaganan Bencana Gunung Agung di Bangli belum lama ini mengutarakan dana tak terduga dianggarkan Pemkab untuk membiayai hal-hal yang sifatnya tidak terduga. Salah satunya penanganan bencana.

10

Pemakaian dana tak terduga untuk kebencanaan harus didasari adanya surat pernyataan dari Bupati mengenai status tanggap darurat bencana, seperti yang pernah ditetapkan saat terjadinya bencana tanah longsor di Kintamani beberapa bulan lalu. “Kalau dalam status siaga seperti sekarang ini tidak bisa dipakai,” terangnya. Karena dana tak terduga hanya bisa digunakan saat adanya penetapan status tanggap darurat bencana, Karmawan mengatakan untuk menjalankan kegiatan di Posko penanganan bencana Gunung Agung di Bangli selama ini pihaknya hanya memanfaatkan dana pihak ketiga dan dana sumbangan ASN. “Sumbangan ASN yang terkumpul nilainya mencapai Rp 400 juta sementara dana sumbangan dari pihak ketiga tembus sekitar Rp 25 juta,” jelasnya. Sementara itu disinggung mengenai kemungkinan penambahan dana tak terduga untuk menangani bencana Gunung Agung, Karmawan mengatakan kecil. Kemungkinan Pemkab Bangli tidak menambah menganggarkan ke pos dana tak terduga mengingat sisa dana yang ada sebelumnya masih ada lagi Rp 800 juta. “Kecil kemungkinan untuk menganggarkan lagi. Karena sisa yang tahun ini kan masih. Kalau terpakai untuk penanganan bencana ya pastinya akan dianggarkan kembali,” ujarnya. Sementara itu, kabupaten terkaya di Bali, Badung, juga belum ada rencana menganggarkan dana untuk membantu pengungsi Gunung Agung yang jumlahnya cukup banyak. Terkait pengungsi itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung, Nyoman Wijaya, mengatakan masih memanfaatkan dana swadaya atau bantuan sukarela. Datangnya dana itu dari masing-masing dinas dan kecamatan. “Masih memanfaatkan bantuan sukarela untuk membantu saudara-saudara kita dari Karangasem di Badung,” katanya. Sementara terkait penanggulangan bencana, BPBD menganggarkan Rp 7,5 miliar. Angka ini terdiri dari dana darurat Rp 1,5 miliar serta dana kegiatan rehabilitasi dan rekontruksi Rp 6 miliar. Menurut Wijaya, dana tersebut diambil dari APBD induk 2017. Diharapkan, dana yang tersedia dapat mencukupi dan membantu masyarakat di Kabupaten Badung, terutama bagi korban

bencana alam. “Di perubahan tidak ada tambahan lagi, dan penggunaanya juga kita seleksi agar dana bantuan sesuai dengan kepantasan dan kepatutan,” ujar Nyoman Wijaya, Kamis (12/10). Menurutnya, pemanfaatan dana penanggulangn bencana untuk membantu masyarakat Badung yang terkena musibah. Seperti, kebakaran, pohon tumbang, angin puting beliung dan longsor yang menimbulkan kerugian masyarakat. “Kami juga tetap bersinergi dengan pihak terkait, seperti dinas PUPR,” ungkapnya. Seperti diketahui, dari pemetaan BPBD Badung, wilayan Badung Utara seperti Kecamatan Petang dan Abiansemal tetap menempati rangking pertama dan kedua sebagai wilayah rawan bencana. Petang dengan topografi wilayah pegunungan sangat rawan terjadi tanah longsor. Wilayah ujung Badung ini bahkan tiap tahun jadi langganan longsor. Untuk mengantisipasi musiban ini, telah disiapkan tim khusus yang dinamai tim reaksi cepat (TRC) untuk mengamati semua kejadian yang ada di wilayah Badung. Selain Petang dan Abiansemal, ancaman tanah longsor juga bisa terjadi di wilayah Mengwi, seperti Desa Sading dan Penarungan. Pasalnya, wilayah ini dibelah oleh beberapa sungai dalam dan besar. “Untuk-

23 - 29 Oktober 2017

10


MBP/gik

Presiden Jokowi saat bertemu pengungsi dan menyerahkan buku bacaan kepada anak-anak di lokasi pengungsian Lapangan Ulakan, Kecamatan Manggis, Karangasem.

mengantisipasi semua bencana yang kemungkinan datang, kami sudah bekerjasama lintas SKPD. Semua SKPD terkait dilibatkan untuk penanganan bencana, baik sebelum, saat maupun setelah terjadi bencana,” pungkasnya. Antisipasi Dini Sementara itu, Buleleng yang memiliki banyak desa yang rawan dilanda bencana alam, membuat Pemkab melakukan antisipasi sejak dini. Upaya mencegah terjadinya kerugian atau kerusakan akibat bencana alam dan bencana sosial, pertengahan tahun ini, Buleleng menambah dana tidak terduga lebih dari Rp 7,189 miliar. Penyiapan dana sebesar itu, merupakan yang paling tinggi dibandingkan tambahan dana di Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) lain dalam APBD Perubahan 2017 ini. Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. mengatakan, topografi Buleleng yang “Nyegara Gunung” memiliki banyak daerah yang rawan dilanda bencana alam. Pengalaman tahun-tahun terdahulu beberapa desa di daerahnya dilanda bencana alam mulai dari tanah longsor, banjir bandang, angin

puting beliung, hingga bencana gelombang pasang. Bahkan, dampak bencana alam tidak sedikit menelan korban jiwa hingga menimbulkan kerusakan sarana infrastruktur dan fasilitas umum (fasum). Selain bencana alam, Buleleng juga kerap kali dilanda bencana sosial yang patut diantisipasi hingga dapat ditangani dengan optimal. “Seperti tahun lalu saja sederat bencana melanda beberapa daerah kita dan itu menimbulkan kerusakan parah. Nah untuk tahun ini kita predikasi mulai November hingga menginjak Januari 2018 nanti muncul cuaca ekstrim dan berpotensi bencana alam terjadi, sehingga ini harus diantisipasi sejak dini,” katanya. Selain melakukan persiapan penanganan kedaruratan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mantan Kepala Bappeda Buleleng ini menegaskan anggaran menjadi kunci utama yang tidak boleh dianggap remeh. Dalam APBD Induk 2017 yang lalu dana tidak terduga dialokasikan sebesar Rp 2,250 miliar lebih. Memasuki pertengahan tahun ini dialokasikan lagi Rp 9,940 miliar lebih, sehingga dana tidak

terduga setelah APBD Perubahan 2017 ini sebesar Rp 7,189 miliar. Selain diproyeksikan membiayai tanggap darurat bencana, dana ini nantinya dapat dimanfaatkan melakukan pemulihan pasca bencana alam yang terjadi. “Dana yang kita pasang ini merupakan aloaksi program baru dan memang tidak bisa dipisahkan dari anggaran induknya. Mengapa besar karena kita ingin agar masalah kebencanaan ini tertangani semaksimalmungkin,” jelasnya. Ketua Banggar DPRD Gede Supriatna mengatakan, penyiapan anggaran dana tidak terduga ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah yang patut diapresiasi. Kendati penambahan pada pertengahan tahun ini nilainya fantastis, sehingga dewan mendukung rancangan tersebut dengan harapan bencana alam atau bencana sosial bisa dicegah dan ditangani dengan baik. “Tambahannya memang paling tinggi dan kami dukung dan memang bencana alam yang tidak bisa diprediksi perlu diantisipasi mulai dari anggaran dan kesiapan pencegahan dan penanganan oleh instansi yang membidangi,” tegasnya. l Tim BP 23 - 29 Oktober 2017

11


Arsitektur

Sebingkai Pesona Irlandia di Bali

B

agi penikmat suasana nongkrong yang kasual, pub merupakan salah satu alternatif tempat untuk menghabiskan waktu senggang. Pub sendiri pada mulanya merupakan bagian dari budaya masyarakat Irlandia. Di sebuah Irish pub-lah warga lokal biasa berkumpul dan bersosialisasi, tidak hanya dengan sesama warga namun juga dengan wisatawan. Gelak tawa yang riuh, suasana yang hangat dan ramah merupakan karakter khas sebuah Irish pub. Dengan migrasi bangsa Irlandia di abad ke-19, kepopuleran Irish pub pun kian mendunia. Satu per satu Irish pub bermunculan di berbagai tempat, termasuk di Bali, Indonesia. Gracie Kelly’s Irish Pub bisa dibilang pelopor pub bergaya Irlandia klasik di Bali. Dibuka tahun 2001, Gracie Kelly’s

12

23 - 29 Oktober 2017

terletak di hotel Bali Dynasty Resort di Pantai Kuta Selatan. Terkenal karena menghadirkan suasana khas pub jaman dulu, Gracie Kelly’s menjadi salah satutempat tamu hotel dan masyarakat umum untuk bersosialisasi. Idealisme terhadap konsep Irish pub diterjemahkan Gracie Kelly’s lewat pilihan interiornya.Setiap elemen ruangan menggunakan material kayu solid berwarna cokelat gelap untuk menghadirkan suasana era abad ke-17. Dinding dihias dengan woodplank yang disusun berjajar lengkap dengan plinlantai (skirting). Untuk makin memperkuat suasana klasik, pengelola menambahkan pernak-pernik dan memorabilia antik yang dipajang pada dinding dan kabinet-kabinet display. Khusus untuk area langit-langit, dibuat rendah agar lebih menggiring pengunjung untuk lebih dekat satu dengan yang lain Layaknya sebuah pub, terdapat area bar sebagai tempat minum sekaligus bercengkerama dengan pengunjung lainnya. Uniknya, bar di Gracie Kelly’s difungsikan sebagai fokal point dengan lemari display minuman yang menjulang dan aksen hiasan kaca mozaik yang cantik. Konter bar dibuat rendah sehingga memudahkan interaksi antara bartender dengan pengunjung. Agar terasa lebih kasual danl uas, Gracie Kelly’s mengadopsi konsep ket-

erbukaan.Elemen ruang yang dapat menghalangi pandangan dikurangi. Sehingga meskipun bersifat indoor, ruangan terasa lebih luas dan nyaman. Tak hanya itu, interaksi antartamu juga lebih leluasa dan staf dapat dengan mudah mengedarkan pandangan ke segala arah. Pengawasan pengunjung pun jauh lebih mudah. Meski berada dalam satu ruangan pub, terdapat dua area yang berbeda di Gracie Kelly’s. Satu area berfungsi sebagai tempat makan dan minum—dengan meja dan bangku kayu gelap serta panggung mini untuk band. Area yang satunya difungsikan sebagai tempat hiburan—dengan meja bilyard dan papan darts. Pembagian teritori dibuat dengan cerdas lewat eskalasi lantai dan penggunaan material lantai yang berbeda, namun tetap sejalan dengan suasana klasik yang menjadi tema pub ini. Sebagai satu-satunya Irish pub di pusat wisata Kuta, Gracie Kelly’s terlihat sangat serius dalam membawa pengunjung menikmati suasana klasik pub jaman dulu.Identitas dan karakter Irish pub yang khas tampil dengan kuat lewat pilihan desain dan interiornya. Suasana yang hangat dengan deko rmenarikpun seolah mengundang pengunjung untuk datang, berjumpa dan berbagi cerita satu sama lain. l Dinda Indrawardani


AKTIVITAS BUPATI BADUNG - Badung berharap bisa menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara sebanyak-banyaknya. Karena itu, Badung pun senantiasa melakukan diversifikasi terhadap objek maupun atraksi wisata. Untuk inilah, rombongan Pekan Informasi Pembangunan (PIP) Badung berkunjung ke Kabupaten Purwakarta. Apa hasilnya? Sehari setelah tiba di kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat yakni Purwakarta, Rabu (11/10), rombongan PIP Badung yang dipimpin Bupati Nyoman Giri Prasta diterima Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi, S.H. di pendopo Kantor Bupati. UNWAR - Syukuran atas Kemenangan Unitas Perisai Diri (PD) Universitas Warmadewa (Unwar) dalam Kejuaraan Nasional XXVI Tahun 2017 Silat Perisai Diri AntarPerguruan Tinggi memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI di Roff Top Ruang Sidang Sri Kesari Warmadewa Mandapa, Denpasar, Jumat (6/10). Acara dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Rektor, WR I, WR III, Pembina Unitas PD, para Kepala Biro, Kabag dan staf Kemahasiswaan, serta seluruh Tim Perisai Diri Unwar.

MBP/ist

PGRI BALI - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bali Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. memimpin langsung penyerahan bantuan untuk pengungsi Gunung Agung di Posko Induk Tanah Ampo, Karangasem, Minggu (8/10). Donasi yang diserahkan berupa beras, mi instan, minyak goreng, keperluan MCK, perlengkapan bayi, obat-obatan dan pakaian layak pakai. Logistik yang diangkut dengan mobil bak terbuka tersebut diserahkan langsung kepada petugas penerima logistik di Posko Induk Tanah Ampo.

MBP/ist

PNB - Politeknik Negeri Bali (PNB) pada Senin (9/10) dan Selasa (10/10) menggelar Wisuda ke-29 yang juga sebagai rangkaian Dies Natalis ke-30 PNB. Wisuda yang merupakan rangkaian kegiatan akademik terakhir di perguruan tinggi ini, sebagai wujud rasa syukur selama proses pendidikan berlangsung. Direktur PNB Made Mudhina ditemui di sela kegiatan minta kepada lulusan agar berbekal keterampilan dan keilmuan yang dimiliki, bisa meningkatkan daya saing bangsa dalam persaingan global. 23 - 29 Oktober 2017

13


A KT I V I TA S CJF - Celuk Jewellery Festival (CJF) akan kembali digelar tahun ini. Event tahunan yang memasuki tahun keduanya ini, dikemas dengan berbagai rangkaian acara. Event ini ditargetkan mampu menyedot dua ribu pengunjung. Jumlah ini lebih besar dari pelaksanaan CJF pertama. Selain itu, pada saat pembukaan CJF yang akan dibuka Menteri Koperasi dan UKM A.A. Gede Ngurah Puspayoga Jumat, (13/10), sejumlah tokoh nasional pun direncanakan turut hadir, seperti Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri serta Rieke Diah Pitaloka.

MBP/ist

MBP/ist

STPBI - Kualitas alumni dan mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) rupanya menarik minat pelaku industri pariwisata internasional. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya mahasiswa STPBI yang diterima bekerja dan on the job training di berbagai hotel ternama di Amerika Serikat. Bahkan, perwakilan hotel jauh-jauh datang langsung dari AS untuk melakukan wawancara akhir dengan para mahasiswa STPBI. Beberapa hotel yang datang tersebut antara lain The Greenbrier America’s Resort (West Virginia), The Big Cedar Lodge (Missouri) dan The Setai Hotel (Miami, Florida).

MBP/ist

MBP/ist

14

23 - 29 Oktober 2017

FIKOM UNDWI - Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dwijendra (Undwi) Drs. I Wayan Kotaniartha, S.H., M.H., Selasa (10/10), melepas 20 Sarjana Ilmu Komunikasi. Pelepasan sarjana baru dihadiri Ketua Yayasan Dwijendra Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., Sekretaris Ir. Wayan Abdinegara, M.Si., dan Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Dekan I Wayan Kotaniartha didampingi Wakil Dekan Drs. A.A. Gede Bagus, M.Si., juga menyerahkan penghargaan kepada lulusan terbaik yang masing-masing diraih Alek Irmawan, Ni Putu Lia Listiari dan Ida Bagus Danendra Mas.

BUPATI BADUNG - Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri piodalan di Pura Antagana, Desa Adat Tegal, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kamis (5/10). Kehadiran orang nomor satu di Gumi Keris ini disambut krama Adat Tegal, Desa Darmasaba dengan dimeriahkan gong beleganjur disertai pengalungan bunga. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Camat Abiansemal I Gusti Ngurah Surya Jaya, beserta Muspika Kecamatan Abiansemal, Wakil Ketua DPC PDI-P Badung Bagus Alit Sucipta, Perbekel Desa Darmasaba I Made Taram serta tokoh masyarakat setempat.


GMIS BALI - Berbagai program rutin tahunan diselenggarakan Gandhi Memorial International School (GMIS) Bali, di antaranya Sport Day. Tahun ini Sport Day yang dilangsungkan di GOR Ngurah Rai, Jalan Melati, Denpasar Timur, Jumat (6/10), berjalan meriah. Dalam lomba tersebut, siswa mengikuti berbagai lomba, yaitu 100 meter sprint, 100 meter skipping, 200 meter dash, 400 meter dash, 4 x 100 meter relay dan 800 meter open. Guru-guru dan orangtua murid juga mengikuti perlombaan.

MBP/ist

MBP/ist

GOA LAWAH - Rencana penataan kawasan Pantai Goa Lawah Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan terus dimatangkan Pemkab Klungkung. Sebagai bentuk keseriusan untuk merealisasikan hal ini disosialisasikan ke masyarakat di Wantilan Pura Goa Lawah, Selasa (10/10). Gagasan ini digadang-gadang mampu memberikan imbas pada perrkonomian masyarakat. Kepala Kantor Pertanahan Klungkung, Sunatra, yang hadir pada sosialisasi itu mendukung rencana yang digulirkan Pemkab terkait penataan wilayah sepanjang pantai dari sekitar Goa Lawah sampai ke perbatasan dengan Kabupaten Karangasem.

GOLDEN TULIP - Bulan Oktober ini, Golden Tulip Jineng Resort Bali genap berusia satu tahun. Sebuah acara malam penghargaan yang ditujukan kepada para bisnis partner, direksi dan karyawan digelar, Sabtu (7/10). Piagam penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas kemitraan bisnis dan kontribusi yang luar biasa terhadap hotel sejak pertama resmi dibuka tahun lalu. Berbagai acara hiburan dan hidangan spesial disajikan pada malam tersebut. DEmikian dikatakan Willy Suderes selaku General Manager Golden Tulip Jineng Resort.

MBP/ist

MBP/ist

PERDIKNAS DENPASAR - Kepala SMP Nasional Denpasar dan SMK Teknologi Nasional Denpasar beserta jajarannya periode 2017-2021 resmi dilantik di Aula SMK Teknologi Nasional, Jumat (6/10). Kedua sekolah yang bernaung di bawah Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas Denpasar) tersebut kini dipimpin oleh perempuan. Pelantikan yang diawali upacara majaya-jaya ini dilakukan oleh Ketua Perdiknas Denpasar Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. 23 - 29 Oktober 2017

15


POLITIK

Mencermati Dinamika Perppu Ormas

P

engesahan Perpu Ormas masih memantik pro kontra. DPR RI beda sikap terkit hal ini. Padahal, Perpu ini diperlukan untuk menjamin keberlangsungan bangsa dan tetap ajegnya NKRI. Desakan kepada pemerintah agar lebih serius menyikapi ormas pun telah disuarakn banyak kalangan. Setidaknya Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, menyatakan pemerintah perlu lebih serius dalam membahas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, bersama-sama dengan DPR. “Kita harus serius melakukan pembahasan Perppu ini, agar jangan sampai ada anggapan pemerintah menjadi otoriter,” kata Mardani Ali Sera. Menurut dia, Perppu Ormas memiliki landasan yang lemah sehingga pemerintah perlu lebih serius dalam membahasnya dengan DPR, karena berkaitan dengan masyarakat luas. Mardani juga berpendapat bahwa UU No 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas) sebelum ada Perppu lebih maju dalam mengedepankan Hak Asasi Manusia (HAM). “Paradigma Perppu Ormas sekarang ini seyogyanya seperti ketika mengelola negara pada zaman Orde Baru,” ujarnya. Ia juga mengusulkan selain Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM dan Menteri Komunikasi dan Informasi, lembaga lainnya yang juga perlu diundang untuk dilibatkan dalam pembahasan ini adalah Kementerian Agama, TNI dan Polri. Sementara Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan dinamika pembahasan Perppu Ormas bisa berubah setiap saat, sehingga dirinya tidak bisa memastikan apakah diterima atau ditolak. “Saya tidak berani memastikan apakah Perppu disetujui atau tidak, kalau pemerintah sudah berani memutuskan optimis ya itu menjadi hal yang luar biasa karena perkembangan politik setiap saat berubah,” kata Taufik. Di lain pihak, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan pemerintah tidak mungkin membuat aturan yang bertentangan dengan konstitusi terkait Perppu Ormas dan UU Pemilu yang mensyaratkan pencalonan presiden harus memenuhi 20 persen kursi DPR RI atau 25 persen suara sah nasional. “Pemerintah bukan bodoh ya. Sudah dikaji semua aspek hukum. Pemerintah itu melanggar hukum (konstitusi) itu gak ada,” kata Tjahjo. Tjahjo berpendapat penolakan sebagian pihak adalah hal wajar. Namun demkian, menurut dia, yang berhak menentukan apakah Perppu Ormas dan UU Pemilu bertentangan dengan konstitusi adalah Mahkamah Konsitusi. l Hardianto

16

Pemerintah bukan bodoh ya. Sudah dikaji semua aspek hukum. Pemerintah itu melanggar hukum (konstitusi) itu gak ada. Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri

23 - 29 Oktober 2017

16


Mengapresiasi Pembentukan Densus Tipikor PEMBERANTASAN korupsi harus ditangani secara intensif. Sinergi antara lembaga negara dalam hal ini haruslah terbangun dan kokoh. Pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor Negara layak didukung dan diapresiasi. Negara tentu tak boleh menyerah menghadapi ancaman koruptor. Penguatan terhadap Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) atau membentuk lembaga baru tentu tetap layak dipertimbangkan. Setidaknya, upaya memperkuat penindakan koruptor harus didukung. Gagasan baru untuk membentuk Densus Tipikor layak diapresisia. Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menyampaikan rencana pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor). Selain pembentukan sampai ke daerah, ia juga memaparkan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 2,6 triliun. Berbicara pada rapat kerja dengan Komisi III DPR di ruang rapat Komisi III, Tito juga merinci anggaran yang dibutuhkan mulai dari belanja pegawai yang total mencapai 3.560 personel, dianggarkan sebesar Rp 789 miliar. Selanjutnya barang untuk operasi lidik dan sidik Rp 359 miliar, belanja modal Rp 1,55 triliun termasuk pembentukan sistem dan kantor. “Total semuanya Rp 2,6 triliun. Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan KemenPANRB dan kedua kami sudah sampaikan ke Presiden pada saat paripurna dua bulan lalu,” terang Tito. Untuk besaran gaji personel, Tito mengusulkan jumlahnya sama seperti personel Polri yang ditugaskan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Perlu dipikirkan tentang satu, penggajian kepada anggota supaya mereka sama dengan di KPK. Sistem anggaran penyidikan dan penyelidikan jangan indeks tapi adcost, ini kelebihan di teman KPK mungkin diterapkan di densus,” kata Tito. Selain meminta dukungan anggaran, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga meminnta dukungan ke Komisi III DPR untuk hal- hal yang brrsifat teknis dan administrasi. Tito berharap Komisi III mendorong dibuatnya kesepakatan antara Polri dan Kejaksaan tentang tim Kejaksaan Agung dalam rencana ini. “Kami memohon kepada Komisi III terkait pembentukan Densus Tipikor ini pertama untuk Pemerintah agar mempercepat proses pembentukan Densus Tipikor. Termasuk kemungkinan bersurat,” kata Tito. Di sisi lain, meski Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan ketidakinginannya bergabung dalam Densus Tipikor, namun Kapolri Jenderal Tito Karnavian tetap berharap Kejaksaan Agung bisa dilibatkan dalam pembentukan Densus Tipikor ini. Sebab, Densus ini membutuhkan penuntut umum yang berasal dari kejaksaan. Ia juga berharap, penuntut dari kejaksaan yang akan bergabung dengan Densus Tipikor itu bisa bekerja satu atap dengan penyelidik dan penyidik dari Polri. l Hardianto 23 - 29 Oktober 2017

17

17


KIPRAH

Gedebong Goyang

Menyatukan Kebinekaan Melalui Seni

G

rup Gedebong Goyang sukses menampilkan sesuatu yang berbeda dalam Pesta Rakyat HUT ke-69 Bali Post yang

digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali, belum lama ini. Dalam event bertajuk “Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja” tersebut, Gedebong Goyang berkolaborasi dengan beberapa seniman di antaranya Cedil dan Sekdut Junior. “Kami sangat senang diberikan kesempatan tampil dalam pergelaran kolosal ini. Apalagi, kami berada satu panggung dengan Cedil dan Sekdut Junior. Inilah pertama kali kami berkolaborasi dengan seniman lainya. Biasanya kami tampil

sendirian di atas panggung,” ujar Rucina Ballinger alias Gedebong Biyu Batu. Menurut Rucina Ballinger, tampil berkolaborasi menjadi sebuah pengalaman dan tentunya tantangan baru bagi Gedebong Goyang. “Di luar dugaan, kami bisa bekerjasama dengan baik bersama Cedil dan Sekdut Junior,” katanya. Dua anggota lainya yakni Antonella De Santis alias Gedebong Biyu Susu dan Suzan Kohlik alias Gedebong Biyu Dang Saba juga meyakini hal tersebut. Bahkan, Antonella menambahkan bahwa penampilan mereka kali ini sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya. “Ini menjadi kesempatan yang bagus bagi kami untuk mencoba berkolaborasi dan memberikan warna baru bagi Gedebong Goyang. Siapa tahu ke depan, konsep kolaborasi ini bisa sering kami tampilkan,” imbuhnya. Sementara itu, Suzan Kohlik menjelaskan bahwa konsep menyatukan kebhinekaan melalui seni adalah konsep cerita yang sangat menarik. Konsep itulah yang membuat mereka ingin ambil bagian dalam pesta rakyat kolosal itu. “Gedebong Goyang terdiri dari tiga orang wanita dari berbagai negara kemudian kami bersatu di Bali karena menikah dengan orang Indonesia. Nah, hal yang terjadi dengan kami itu sangat mirip dengan konsep sekarang. Perbedaan adalah warna yang menarik seperti pelangi yang ada untuk dinikmati,” katanya. Suzan Kohlik menegaskan, kesenian menjadi salah satu metode untuk menjembatani perbedaan-perbedaan tersebut. “Yang jelas, kesenian akan dapat mempersatukan kita. Hal ini bisa dilihat dalam pergelaran ini,” katanya. l Gugiek Savindra

18

23 - 29 Oktober 2017


AKTIVITAS BUPATI KLUNGKUNG - Layanan transportasi siswa gratis dengan memanfaatkan angkutan desa ditarget sudah berjalan paling lambat 1 November mendatang. Kini prosesnya tinggal menunggu badan pengelola. Demikian disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta usai rapat bersama sejumlah OPD di Dinas Perhubungan, Selasa (10/10). Pada rapat itu dinyatakan layanan angkutan siswa tak lagi mencakup wilayah perkotaan, namun juga seKecamatam Klungkung.

BNN BALI - Sekretaris DPRD Provinsi Bali (Sekwan) I Wayan Suarjana, S.E., M.T. belum lama ini menghadiri Rapat Kerja Pengembangan Kapasitas Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Grand Clarion Hotel Makassar, Sulawesi Selatan. Acara yang dibuka Kepala BNN Komjen Drs. Budi Waseso ini diikuti Kepala BNN Provinsi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Sekretaris DPRD Provinsi Wilayah Indonesia Timur. Demikian dikatakan Kepala BNNP Bali Kombes Pol. I Putu Gede Suastawa dan pejabat dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali.

MBP/ist

MBP/ist

TK KARTIKA - Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat Provinsi Bali melakukan penilaian terhadap TK Kartika VII-14, Senin (9/10). Taman Kanak-kanak yang berada di Lingkungan Wirasatya ini merupakan wakil Kota Denpasar dalam Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Bali. Hadir pula Bunda PAUD Kota Denpasar Nyonya I.A. Selly Dharmawijaya Mantra. Lomba sekolah sehat utamanya bertujuan mengembangkan karakter hidup bersih dan sehat dalam diri anak sejak usia dini.

SENATOR WEDAKARNA - Perhatian pemerintah daerah terhadap lembaga agama Hindu di Bali dinilai sangat kurang. Hal ini dibuktikan dengan adanya sejumlah pemda di Bali yang belum memperhatikan maksimal lembaga agama Hindu, yakni Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Majelis Desa Pakraman (MDP) baik secara fisik maupun operasional. Padahal keberadaan lembaga keumatan semacam PHDI dan MDP sangat krusial dalam pembinaan agama Hindu. Kekecewaan terhadap hal ini disampaikan oleh Senator RI DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarana Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III saat menggelar pertemuan Sosialisasi MPR-RI di Kantor PHDI Kabupaten Bangli. 23 - 29 Oktober 2017 19


MANCANEGARA

Spanyol Tolak Catalonia Merdeka

P

emerintah Spanyol menyatakan, mereka menolak dan tidak mengakui deklarasi kemerdekaan Catalonia. Deklarasi dan penandatanganan dokumen kemerdekaan Catalonia dari Spanyol dilakukan oleh Pemimpin Catalan Carles Puigdemont dan politisi wilayah otonomi Spanyol tersebut. “Kepala pemerintah Catalan Carles Puigdemont membuat situasi di kawasan tidak stabil. Pemerintah (Spanyol) tidak dapat mengakui legitimasi hukum Catalan tentang referendum, yang dibekukan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Pemerintah Catalan tidak dapat menerapkan hasil referendum 1 Oktober Ini adalah langkah ilegal,� ungkap Wakil Perdana Menteri Spanyol Soraya Saenz de Santamaria. Santamaria menyatakan bahwa mayoritas penduduk Catalan tidak ingin memiliki negara merdeka dalam bentuk republik. “Tidak ada yang bisa, termasuk Puigdemont, yang dapat menerapkan konsekuensi hukum, yang tidak ada dan referendum yang tidak sah. Tidak ada yang bisa, termasuk Puigdemont yang dapat memberlakukan mediasi tanpa kembali ke kerangka hukum. Dialog antara negaranegara demokrasi diadakan di bawah kerangka hukum, dengan menghormati aturan mainnya,� katanya. Santamaria menambahkan, pertemuan

20

23 - 29 Oktober 2017

darurat Dewan Menteri Spanyol akan berlangsung guna membahas langkah lanjutan terkait Catalonia. Menteri Kehakiman Spanyol Rafael Catala juga mengatakan bahwa pernyataan terakhir kepala pemerintah Catalan tentang kemerdekaan Catalonia tidak dapat dianggap sah, karena dibuat berdasarkan undang-undang referendum, yang dinyatakan tidak konstitusional oleh MK Spanyol. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Sosialis Catalonia, Miquel Iceta percaya bahwa Puigdemont tidak memiliki mandat untuk mengumumkan kemerdekaan wilayah tersebut dari Spanyol. Menurutnya hasil referendum 1 Oktober tidak cukup kuat untuk keputusan semacam itu. Sementara itu Puigdemont beralasan Catalonia punya hak moral, budaya, ekonomi untuk menentukan nasib sendiri. Catalonia adalah salah satu kawasan paling kaya dan produktif di Spanyol dengan ibu kota Barcelona yang dihuni 7,5 juta jiwa penduduk. Suara-suara yang menyerukan merdeka secara penuh mulai gencar pada Juli 2010 ketika Mahkamah Konstitusi di Madrid menolak perjanjian otonomi 2006 dan menyatakan tidak ada landasan hukum untuk mengakui Catalonia sebagai negara di dalam Spanyol Krisis ekonomi di Spanyol kian membuat Catalan ingin merdeka, terlebih

Barcelona adalah wilayah kaya yang menjadi pusat industri, kekuatan maritim, perdagangan, tekstil serta keuangan dan perusahaan teknologi, dibanding kawasan lain di Spanyol yang miskin. Catalan beralasan mereka berhak merdeka dari Spanyol karena apa yang mereka beri kepada pemerintah pusat tidak sepadan dengan apa yang mereka dapat. Produk Domestik Bruto Catalonia mencakup 19 persen dari PDB Spanyol. Partai konservatif Populer yang mengusung Perdana Menteri Mariano Rajoy hanya partai kelima terbesar di Catalonia dan menolak keras kemerdekaan. Presiden Catalonia Carles Puigdemont didukung oleh koalisi nasionalis dari partai CDC dan sayap kiri Esquerra Republicana de Catalunya (ERC) serta kaum sayap kiri radikal Partai CUP yang menguasai kursi mayoritas di parlemen Catalonia. Pada September 2017 suara mayoritas ini mengusulkan referendum kemerdekaan Catalonia meski Mahkamah Konstitusi menganggapnya ilegal. Pada 2014 lalu Catalonia juga menggelar referendum simbolis yang menyatakan 80 persen pemilih ingin merdeka. Meski demikian, banyak warga spanyol yang menyerukan agar kedua belah pihak segera berdialog. l Gugiek Savindra


MBP/ist

WABUP JEMBRANA - Wakil Bupati (Wabup) Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Kepala Dinas Perindagkop I Made Budiarta, mengunjungi lokasi Pasar Showroom Bersama yang terletak di Jalan Udayana, Kecamatan Negara, Jumat (6/10). Didampingi pula pengurus Pasar Showroom Bersama I Putu Arya Wahyu Widiantara, Wabup Kembang melihat dan memantau langsung kondisi pasar yang dibentuk dari hasil kerja sama Pemkab Jembrana dengan pihak Koperasi AJBM (Asosiasi Jual Beli Mobil) di Jembrana. 23 - 29 Oktober 2017

21


DAERAH

”Sweeping” Rumah Kos

Pelatih Surfing Simpan Ganja Ditangkap

R

umah kos di wilayah Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Rabu (11/10), diobok-obok puluhan anggota BNNK Badung dan instansi terkait. Alhasil diamankan enam pengguna dan satu pengedar narkoba. Pengedar narkoba jenis ganja yang ditangkap adalah pelatih surfing, Sukrisno (30), di Jalan Uluwatu, Jimbaran, Kuta Selatan. Kepala BNNK Badung, AKBP Ni Ketut Masmini, mengatakan, penertiban tersebut dilakukan dalam rangka desiminasi P4GN bersinergi dengan staf Kelurahan Jimbaran, anggota Polsek Kuta Selatan, anggota Koramil Kuta Selatan, Satpol PP dan Badan Kesbangpol Linmas Kabupaten Badung. Lurah Jimbaran I Ketut Rimbawan juga ikut dalam operasi tersebut. “Razia permukiman khususnya rumah kos ini kami laksanakan pukul 04.00 wita,” ujarnya. AKBP Masmini menyatakan dalam rangka merespons Indonesia dalam kondisi darurat narkoba, seluruh komponen bangsa dan masyarakat harus ikut berperan aktif dalam upaya penanggulangan dan pemberantasan narkoba. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menanggulangi, salah satunya adalah melalui kegiatan sweeping rumah kos yang diduga dijadikan tempat untuk menyalahgunakan dan mengedarkan narkoba secara ilegal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kepada seluruh personel yang dilibatkan, Masmini menginstruksikan agar melaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh. Selain itu, tingkatkan komunikasi dan koordinasi yang baik di lapangan sesuaikan dengan prosedur yang berlaku. Paling utama adalah utamakan faktor keamanan dan keselamatan serta menjunjung nilai-nilai etika. “Apabila ditemukan ada indikasi pelaku penyalahgunaan narkoba di koor-

22

23 - 29 Oktober 2017

MBP/ist

Personel BNNK Badung saat melakukan sweeping di rumah kos di Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan.

dinasikan dengan baik dan diarahkan ke Kantor BNNK untuk di-assessment. Namun bila ditemukan barang bukti berupa narkoba langsung dibawa ke BNNK Badung untuk dilakukan proses sesuai ketentuan hukum berlaku,” tegas Masmini. Terkait sweeping tersebut, tim I menyasar rumah kos di Lingkungan Pasalakan dan Banjar Teba. Sedangkan Tim II bergerak ke Banjar Kalang Anyar dan Banjar Jero Kuta. Setelah mengobokobok puluhan kamar kos dan melakukan tes urine terhadap 30 penghuni kos, diamankan 2 orang terindikasi pengguna sabu-sabu (SS), 2 terindikasi positif zat tetrahydrocannabinol (THC), dan 1 orang terindikasi positif pakai ekstasi, 1 orang positif zat benzodiazepines (BZO). Sedangkan di kos-kosan di Jalan Uluwatu I, ditangkap tersangka Sukrisno karena di kamarnya disita dua linting ganja yang disembunyikan di dalam kaleng. “Yang bersangkutan (Sukrisno -red) mengaku sebagai pengguna aktif ganja

dan tembakau gorilla. Selanjutnya, mereka dibawa ke Kantor BNNK Badung. Kalau penanganan kasus Sukrisno diserahkan ke Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar. Kegiatan ini akan terus kami lakukan untuk menekan peredaran narkoba,” ungkap Masmini. Operasi juga dilakukab BNNP Bali dan menyasar kos-kosan di Jalan Dewata IV, Sidakarya, Denpasar Selatan. Kabid Berantas BNNP Bali AKBP Ketut Arta mengungkapkan dari 14 penghuni kos yang dites urine, 4 positif (2 pria dan 2 wanita) menggunakan narkotika. Pengguna narkoba itu berinisial SS positif sabu-sabu, Pt positif SS dan ineks, Sk positif SS dan ekstasi, serta Es positif SS dan ineks. “Selanjutnya, empat pengguna narkotika itu diarahkan direhabilitasi di BNNP Bali. Selain itu, dilakukan assessment untuk mengetahui dari mana mendapatkan barang narkotika dan menilai tingkat kecanduan,” kata AKBP Arta. l Kertanegara


MBP/kmb

Rapat yang digelar di salah satu sekolah di Yehembang Kangin, Mendoyo, Jembrana, Senin (9/10). Rapat ini dilakukan dalam menyikapi adanya pelecehan seksual oleh oknum Kepala SD terhadap tiga siswinya.

Buntut Kasus Dugaan Pencabulan Tiga Siswi SD

Oknum Kepala SD Dicopot

MENCUATNYA kasus dugaan pencabulan terhadap tiga siswi SD di Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, tentunya tak hanya mematik orangtua mereka. Tetapi, sejumlah instansi seperti Dinas Pendidikan, Inspektorat, Komisi A DPRD Jembrana, Polsek Mendoyo, Perbekel Yehembang Kangin dan Komite Sekolah bersangkutan langsung bergerak melakukan rapat Senin lalu. Rapat yang digelar di sekolah itu memutuskan bahwa pelaku pencabulan sekaligus kepala SD setempat berinisial IBPS langsung dicopot dari jabatannya. Pencopotan jabatan pria asal Desa Yehembang Kauh ini lantaran diduga kuat telah melakukan pencabulan terhadap tiga anak didiknya. Bahkan, kasusnya sudah masuk ke meja kepolisian, dalam hal ini Polres Jembrana. Atas perbuatannya, pelaku terancam dihukum minimal 5 tahun penjara. “Pencopotan jabatan yang bersangkutan (inisial IBPS-red) terhitung sejak Senin (9/10). Dinas Pendidikan telah mencopot oknum tersebut dari jabatannya dan sementara dipindahkan ke UPT Kecamatan Mendoyo sambil menunggu proses hukum lanjutan,� kata Ketua Komisi A DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi. Sri Sutharmi mengaku sangat menyayangkan tindakan oknum Kepala SD. Apalagi, yang bersangkutan merupakan seorang pendidik yang sehar-

usnya menjaga dan melindungi anak didiknya. Untuk itu, pihaknya telah menyerahkan proses hukum ini kepada aparat kepolisian karena kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Jembrana. Sedangkan untuk kedinasan, pihaknya telah mendorong inspektorat agar segera melakukan penanganan. Dikatakan dari laporan Inspektorat, oknum Kepala SD ini telah mengakui perbuatannya. “Inspektorat sempat meminta keterangan yang bersangkutan,� ucapnya. Selain itu, Sri Sutharmi menjamin proses belajar mengajar di sekolah tersebut tetap berjalan normal, tidak berpengaruh dengan kasus tersebut. Sementara dicopotnya jabatan IBPS itu, pihak Dinas Pendidikan juga sudah menunjuk PLH Kasek yang baru yakni diambil dari guru tertua di sekolah tersebut. Tak hanya itu, fakta mencengangkan juga terungkap saat instansi terkait melaksanakan rapat menyikapi kasus pelecehan seksual tersebut. Disebutkan, IBPS sebelumnya juga pernah melakukan perbuatan yang sama terhadap salah seorang siswinya. Bahkan, orangtua siswa itu mengatakan tahun lalu IBPS melakukan pelecehan terhadap siswi kelas 6. Akan tetapi, kasusnya tidak sampai mencuat karena damai dengan orangtua siswi. Pelaku saat itu disebut-sebut juga senang menciumi bibir sambil meremas

dada siswinya. Bahkan, perbuatan tak senonoh itu dilakukan berulang-ulang oleh pelaku. Karena tidak tahan dengan perlakuan pelaku, akhirnya korban melaporkan kejadian itu kepada orangtuanya dan kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Kala itu, pelaku pernah membuat surat pernyataan dengan orangtua korban yang isinya bahwa sanggup tidak mengulangi perbuatannya. Tapi kenyataannya pelaku mengulangi perbuatan itu lagi, bahkan kepada tiga siswi. Atas informasi ini, Sri Sutharmi menambahkan telah menyampaikan perihal tersebut kepada pihak Inspektorat agar ditindaklanjuti, termasuk mencari dokumen surat pernyataan antara pelaku dan orangtua korban. Sebelumnya, oknum Kepala SD, IBPS dilaporkan ke Polres Jembrana, Minggu (8/10) karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap tiga orang siswinya. Pelecehan seksual itu dilakukan pelaku di ruang Kasek. Para korban ini dilecehkan secara bergantian dengan cara mencium bibir dan meremas-remas dada siswinya dengan disertai acaman tidak diluluskan jika mengadu. Ulah bejat pelaku ini terungkap setelah salah satu korbannya tidak tahan dengan perbuatan pelaku dan mengadukan kepada orangtuanya. l Surya Darma 23 - 29 Oktober 2017

23


K E S E H ATA N

S Penyakit Ginjal Nefropati Diabetik

pada Penderita Diabetes Melitus 24

23 - 29 Oktober 2017

eorang laki-laki, 60 tahun datang ke rumah sakit dengan membawa rujukan dari internis. Bapak itu mengeluh lemas dan sering mual. Dia memiliki riwayat penyakit diabetes melitus selama 15 tahun dengan kontrol gula darah diakui tidak baik. Dia disarankan untuk melakukan cuci darah oleh internis. Dokter mengatakan gagal ginjal disebabkan karena komplikasi dari penyakit diabetes yang dideritanya. Insiden dan prevalensi penyakit Diabetes Melitus meningkat signifikan di seluruh dunia, terutama kasus diabetes melitustipe 2. Diabetes melitus diketahui sebagai penyebab utama gagal ginjal kronik stadium terminal di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa dan Australia. Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan suatu keadaan klinis kerusakan ginjal yang progresif dan ireversibel dari berbagai penyebab salah satuny ayaitu nefropati diabetik.1,3,5 Nefropati diabetik didefinisikan sebagai sindroma klinis pada pasien diabetes melitus yang ditandai dengan ditemukannya protein albumin dalan urine pasien atau disebut dengan albuminuria menetap (>300mg/24 jam atau> 200Âľg/menit) pada minimal dua kali pemeriksaan dalam kurun waktu 3 sampai 6 bulan. Nefropati diabetik merupakan komplikasi penyakit diabetes melitus yang termasuk dalam komplikasi mikrovaskular, yaitu komplikasi yang terjadi karena adanya kerusakan pada pembuluh darah kecil di ginjal. Kerusakan pembuluh darah tersebut menimbulkan kerusakan glomerulus yang berfungsi sebagai penyaring darah (filtrasi).


Tingginya kadar gula dalam darah aka nmembuat struktur ginjal berubah sehingga fungsinya pun terganggu. Sampai saat ini, hiperfiltrasi masih dianggap sebagai awal dari mekanisme patogenik dalam laju kerusakan ginjal. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa saat jumlah nefron (unit terkecil dari ginjal yang berperan dalam filtrasi) mengalami pengurangan yang berkelanjutan, filtrasi glomerulus dari nefron yang masih sehat akan mengalami peningkatan sebagai bentuk kompensasi. Hiperfiltrasi yang terjadi pada sisa nefron yang sehat lambat laun akan menyebabkan sclerosis/ kekakuan dari nefron tersebut. Dalam keadaan normal, protein tidak tersaring dan tidak melewati glomerulus karena ukuran protein yang besar tidak dapat melewatilubang-lubang glomerulus yang kecil. Namun, karena kerusakan glomerulus, protein (albumin) dapat melewati glomerulus sehingga dapat ditemukan dalam urin yang disebut dengan mikroalbuminuria. Kelainan yang terjadi pada ginjal penyandang diabetes melitus dimulai dengan adanya mikroalbuminuria. Mikroalbuminuria umumnya didefinisikan sebagai ekskresi albumin lebih dari 30 mg per hari dan dianggap sebagai prediktor penting untuk timbulnya nefropatidiabetik. Jika tidak terkontrol, kondisi ini kemudian akan berkembang menjadi proteinuria secara klinis dan berlanjut dengan penurunan fungsi laju filtrasi glomerulus dan berakhir dengan keadaan gagal ginjal. Perlu diingat bahwa banyak penyebab mikroal buminuria di samping diabetes. Beberapa penyebab proteinuria lain yang juga sering ditemukan adalah tekanan darah tinggi, serta umur lanjut. Selain itu, kehamilan, asupan protein yang sangat tinggi, stres, infeksi sistemik atau saluran kemih, dekompensasi metabolik akut, demam, latihan berat dan gagal jantung dapat meningkatkan laju ekskresi albumin urine. Sehingga kondisi-kondisi ini harus disingkirkan terlebih dahulu. Diagnosis ditegakkan jika 2 dari 3 pemeriksaan berturut-turut dalam 3 bulan menunjukkan adanya mikroalbuminuria. Tidak semua pasien DM tipe 1 dan 2 berakhir dengan nefropati diabetik. Diperkirakan 30-40% penderita DM tipe 1 dan 20-30% penderita DM tipe 2 akan menderita komplikasi nefropati diabetik yang dapat berakhir dengan keadaan gagalginjal. Dari studi perjalanan alamiah penyakit ditemukan beberapa faktor risiko yang berkaitan dengan timbulnya nefropati diabetik yaitu faktor-faktor risiko yang dapat dimodifikasi meliputi kontrol gula darah, tekanan darah, dyslipidemia (peningkatan kolesterol darah) dan merokok. Dan faktor-faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi termasuk di dalamnya jenis kelamin, lamanya menderita diabetes, genetik keluarga danfaktor etnik.

Faktor-faktor penyebab timbulnya nefropati diabetik adalah : r Kurang terkendalinya kadar gula darah (gula darah puasa>140-160 mg/dL (7,7-8,8 mmol/l); HbAIC>7-8%). r Genetik r Peningkatan aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus (hiperfiltrasi), peningkatan tekanan intraglomerulus. r Hipertensi sistemik r Sindrom resistensi insulin (sindrom metabolik) r Peradangan kronis r Perubahan permeabilitas pembuluh darah; r Asupan protein berlebih. Pada saat diagnosa diabetes melitus ditegakkan, kemungkinan adanya penurunan fungsi ginjal juga harus diperiksa, demikian pula saat pasien sudah menjalani pengobatan rutin. Pemantauan yang dianjurkan oleh American Diabetes Association (ADA) adalah pemeriksaan terhadap adanya mikroalbuminuria serta penentuan kreatinin serum dan klirenskeatinin. Sebagian besar kasus proteinuria yang timbul pada pasien diabetes adalah nefropatidiabetik. Tetapi harus tetap disadari bahwa ada kasus-kasus tertentu yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. l dr. I Gusti Ayu Nyoman Sri Ariani Putri 23 - 29 Oktober 2017

25


LENSA

PERPUSTAKAAN

Beberapa anak pengungsi Gunung Agung melihat gambar-gambar pada buku perpustakaan keliling di Denpasar. Perpustakaan keliling merupakan salah satu upaya untuk memberikan hiburan sekaligus pengetahuan pada para pengungsi.

MBP/eka

26

23 - 29 Oktober 2017


OLAHRAGA

Gagal Lolos

A

merika Serikat mengikuti jejak Belanda dan Chile sebagai negara-negara besar yang tak mampu meloloskan timnya ke putaran final Piala Dunia 2018. Kegagalan ini tak bisa dipercaya mengingat tim Stars and Stripes itu selalu tampil di event empat tahunan ini sejak 1986. Bencana itu dimulai dengan kekalahan di dua pertandingan awal yakni melawan Meksiko dan Kosta Rika. AS gusar dan memecat pelatih Jurgen Klinsmann yang nyatanyata berhasil mengantarkan tim ini ke babak 16 besar Piala Dunia 2014. Puncaknya adalah laga pamungkas dimana AS harus bertandang ke Trinidad dan Tobago. Pada laga di stadion Ato Boldon itu AS kalah 1-2 dan pada saat bersamaan Panama menjungkalkan Kosta Rika dengan skor sama 2-1. AS melorot ke posisi kelima disalip Honduras di posisi keempat yang meraih tikey ke playoff antar benus. Di laga pamungkas Honduras menggasak juara grup Meksiko 3-2. Sebenarnya dengan hasil seri saja, AS bisa mengamankan langkahnya ke Rusia tahun depan. Namun pasukan Bruce Arena tak berdaya dan membuat pendukunynya tak bisa lagi menikmati pesta Piala Dunia. Ini menjadi kegagalan terburuk AS sejak 1986. Kolumnis Sports Illustrated Grant Wahl menulis kekalahan tersebut tak bisa dipercaya dan memalukan sepanjang sejarah sepak bola AS. Dampaknya pun bisa dirasakan. Karena event ini merupakan salah satu kunci dalam menarik generasi baru fans ini pada setiap turnamen internasionalnya. Tiga tahun lalu, jutaan warga AS tumpah ruah ke stadion di berbagai kota di AS. Mereka menyaksikan kehebatan tim kesayangannya lolos dari Grup Maut pada Piala Dunia yang digelar di Brazil. Setelah digunduli Jerman 0-4, AS mampu bangkit dengan mengalahkan Ghana 2-1 dan menahan imbang Portugal 2-2. Lolos dari neraka, AS dihadang Belgia di babak 16 besar. Kali ini tim Stars dan Stripes tak berkutik dan menyerah 1-2 setelah kiper Tim Howard melakukan 15 kali penyelamatan. Meski tersingkir, publik menyambut Howard dkk seperti pahlawan. Tiga tahun kemudian AS menelan pil pahit dengan gagal lolos di kualifikasi. Kegagalan ini menjadi tamparan tersendiri bagi Federasi sepak bola AS (USSF). Padahal AS adalah negara yang mensponsori tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko. “Kami benar-benar berharap bisa lolos ke putaran final. Jadi kegagalan ini begitu mengecewakan bagi pemain, staf, pelatih dan juga federasi,” ujat ketua USSF Sunil Gulati yang tengah menyiapkan kampanye untuk masa kedua kepemimpinannya tahun depan. Ia berjanji akan mengevaluasi seluruh program federasinya termasuk perkembangan timna dan ofisialnya. Hal serupa juga dilontarkan Arena yang ditunjuk Gulati untuk menggantikan Klinsmann. “Tak ada yang keliru dengan apa yang kami lakukan. Liga kami berkembang dan tumbuh serta menguntungkan pada program pembentukan timnas,” kata Arena yang juga mempercayai pemain-pemainnya berkembang di kompetisi-kompetisi di luar negeri.

Namun Gulati dan Arena dinilai tidak mendapat kritik tajam atas kekalahan ini. Ini berbeda dengan yang dialami Klinsmann saat dipecat setelah dua kekalahan yang diderita timnas di awal kualifikasi pada 2016. “Secara keseluruhan timnas AS tidak siap,” ujar mantan pemain timnas Taylor Twellman kepada ESPN News. “Mereka juga belum cukup bekerja keras dalam membentuk tim sehingga siap untuk bermain.” “Seharusnya AS mendapat kritik pedas setelah beberapa tahun sebelumnya. Diskusi yang berkembang setelah Piala Dunia 2014 Brazil adalah “Bisa kita mengalahkan Kolombia dan Belgia dan Argentina di Piala Dunia ?” “Anda bercanda? Kami tak bisa mengalahkan Trinidad di lapangan yang terlalu basah dan melelahkan? Apa yang kita lakukan?” katanya. Kekecewaan mendalam dialami oleh para pemain terutama yang sneior. Clint Dempsey yang berusia 34 tahun, Tim Howard (38) dan Michael Bradley (30) menyadari bahwa Piala Dunia Rusia merupakan akhir penampilan mereka di timnas. “Kami tak menyalahkan satu sama lain. Memang tam mudah membuat analisa keseluruhan dari kegagalan ini,” ujar Bradley yang sempat menenangkan bintang muda AS Christian Pulisic usai kekalahan di Trinidad, laporan afp. l Yudi Winanto

MBP/afp

Pemain muda timnas AS Christian Pulisic menangis setelah timnya tersingkir di Kualifikasi Piala Dunia 2018. 23 - 29 Oktober 2017

27


OLAHRAGA

MBP/ist

Pembalap Moto2 dan MotoGP berlaga dengan motor mini sirkuit Motegi jelang digelarnya MotoGP Jepang.

Motor Mini DELAPAN pembalap MotoGP dan Moto2 merayakan jelang digelarnya MotoGP Jepang dengan berlaga di sirkuit mini. Ini menjadi bagian dari promosi keselamatan berkendara dan memperkenalkan

28

23 - 29 Oktober 2017

dunia balap pada anak-anak. Mereka yang ambil dalam lomba ini adalah Aleix Espargaro, Alex Rins, Tito Rabat, Alvaro Bautista, Johann Zarco, Andrea Iannone, Takaaki Nakagami dan pembalap Inggris Scot Redding. Dengan tubuh yang tak seimbang dengan tunggangannya, para

pembalap semula kesulitan mengendalikan motornya. Adaptasi cepat membuat mereka segera bisa menikmati balapan. Salah satunya adalah aksi salip menyalip antara Zarco dan Redding. Urusan menikung semua pembalap tak berani melakukannya hingga 45 derajat seperti yang bisa dipertontonkan di MotoGP.

Di setengah lomba itu, para pembalap menyerahkan motor mininya ke anak-anak yang akan meneruskan lomba itu hingga usai. Pada balapan di pinggiran sirkuit Motegi itu, pemenangnya adalah Tito Rabat, laporan Daily Mail. l Yudi Winanto


Sapi dari Swiss BAGI pria yang dikenal dengan sebutan Sapi, Roger Federer memiliki pengalaman tersendiri setiap mengikuti turnamen di Tiongkok. Petenis Swiss yang berusia 36 tahun itu menikmati popularitas di dalam dan luar lapangan di negeri Tirai Bambu itu. Dikenal pribadi yang ramah dan kesuksesan luar biasa, Federer dihubungan dengan sapi yang lembut dan melow dimata publik Tiongkok. Selain itu petenis yang mengoleksi 19 trofi Grand Slam itu, juga gemar untuk membaur dan menyapa fansnya. Tentang hewan berkaki empat itu, Federer tak bisa menyalahkan mereka yang suka memanggilnya sapi. Karena dirinya

mendapat hadiah sapi setelah menjuarai turnamen di Swiss. Kemenangan pertamanya pada 2003 membuat panitia memberinya hadiah sapi bernama Juliette dan pada 2013 Desiree. Menjelang turnamen di Shanghai Masters, Federer mencoba kereta api cepat yang baru saja di resmikan. Sepanjang perjalanan ia, selalu menyempatkan diri menyapa penumpang lainnya. “Saya khawatir, saya tidak bisa menyaksikan Sapi ini di semifinal,” kata fansnya yang pesannya diunggah di jejaring sosial Weibo. Federer tak bisa dilepaskan dari kota Shanghai yang disebutnya sebagai kota

kedua setelah tanah kelahirannya di Basel. Di tempat ini ia memenangkan turnamen pada 2002 dan membawanya masuk 10 besar dunia. Dia mengulang kesuksesan itu pada di turnamen Masters Cup 2006 dan 2007 serta 2014 di stadion Qizhong. Maka tak aneh bila setiap kali dia bertanding akan ada penonton yang menggunakan kaos bertuliskan “Welcome Back.” “Menyenangkan bisa mendapatkan dukungan seperti ini,” ungkap Federer yang membandingkan dirinya seperti klub sepak bola yang memiliki pendukung fanatik, laporan AFP. l Yudi Winanto

MBP/rtr

Petenis Swiss Roger Federer. 23 - 29 Oktober 2017

29


OLAHRAGA

MBP/wan

Kesebelasan Perseden Denpasar ketika tampil di kompetisi Liga 3 Rayon Bali. Pengurus Perseden menyoroti keputusan Asprov PSSI Bali yang mengurangi denda dan hukuman Persekaba.

Asprov PSSI Bali

Kurangi Hukuman dan Denda Persekaba ASOSIASI Provinsi (Askprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bali mengurangi hukuman terhadap Persekaba Bali. Ofisialnya yang sebelumnya diskorsing tiga tahun tidak boleh terlibat dalam kompetisi Asprov PSSI Bali, dikurangi menjadi dua tahun, sedangan denda yang awalnya Rp 25 juta diturunkan menjadi Rp 20 juta. Sang pemain Noldi Saputra tetap dihukum dua tahun. Sementara kesebelasan Persekaba Bali yang menjuarai kompetisi Liga 3 Rayon Bali usai menang atas Perseden dengan skor 4-3 melalui adu penalti pada final di Stadion Dipta, Gianyar, 6 Agustus lalu, tetap berhak mewakili Pulau Dewata ke putaran nasional. Demikian putusan banding yang dikeluarkan Asprov PSSI Bali terhadap kedua tim yang bersengketa, yakni Persekaba Bali dan Perseden Denpasar. Surat putusan banding ditandatangani Ketua Komisi Banding Gede Narayana, S.H., M.H. Noldi Saputra sebelumnya memperkuat tim Liga 2, Persibas Banyumas, Jateng. Setelah mempelajari dan menganalisis bukti-bukti surat, Komisi Banding PSSI Bali memandang ada pemalsuan identitas pemain. Pihak termohon Persekaba dianggap lalai dalam mengurus administrasi yang bersangkutan, sehingga patut didenda. Ketua Asprov PSSI Bali Ketut Suardana di Denpasar pekan lalu mengatakan, hukuman bagi Noldi dan ofisial tim Persekaba tidak hanya pada kompetisi Asprov PSSI Bali. Pihaknya meminta PSSI Pusat meratifikasi putusan ini menjadi berlaku di

30

23 - 29 Oktober 2017

seluruh Indonesia. Keputusan PSSI Bali itu diprotes oleh Askot PSSI Denpasar. Humas Askot PSSI Kota Denpasar Dewa Gede Rai mempertanyakan tim yang melakukan kecurangan dengan memasukkan pemain profesional Liga 2 berhak mewakili Bali ke putaran nasional Liga 3. ‘’Apakah benar tim yang tidak menjunjung tinggi sportivitas dan tidak fair-play tetap dianggap juara,’’ kilahnya. Dewa Rai minta Asprov PSSI Bali agar melihat pasal atau dalil yang menguatkan dalam regulasi Kompetisi Liga 3 Tahun 2017. ‘’Jika benar tim yang melakukan kecurangan berhak merengkuh gelar juara sekaligus mewakili Bali, saya kira akan menjadi preseden buruk bagi pembinaan sepak bola di Bali. Putusan banding ini tidak akan membuat efek jera bagi pelanggarnya,’’ ujarnya. Menurutnya, PSSI Bali harus membuka bunyi regulasi. Jika terbukti memakai pemain tidak absah, apakah tim yang meraih gelar juara dicopot, kemudian gelarnya diberikan kepada tim runner-up atau di bawahnya. Atau bisa juga kompetisi digelar ualng. ‘’Pada prinsipnya Perseden selalu siap,’’ tegasnya. Sementara itu, Wakil Ketua Askab PSSI Badung Wayan Sugita Putra mengaku belum mengerti yang dimaksud ofisial tim. ‘’Kami menanyakan batasan ofisial tim dalam surat banding, tetapi tetap tidak dirinci,’’ ungkapnya. l Daniel Fajry


Sepak Bola Piala Pangdam

PSAD Bangkit Kembali SAAT kompetisi intern Perseden Denpasar sedang jayajayanya beberapa tahun lalu, tim Persatuan Sepak Bola Angkatan Darat (PSAD) adalah salah satu anggota divisi utama. PSAD bersaing dengan POP Polda Bali, Guntur, Kaswari, Damar Cakti, PORS Sanur, POPP Pegok dan klub-klub lainnya. Seiring meredupnya kompetisi Perseden, PSAD ikut menghilang dari peredaran bersama sejumlah tim besar lainnya. PSAD tidak terlibat lagi dalam kompetisi. Mereka hanya turun dalam kejuaraan intern TNI atau turnamen. Praktis pemainnya luput dari pantauan tim pelatih Perseden. Saat berada di puncak dulu, PSAD sangat disegani lawanlawannya. Ketahanan fisik dan disiplin tinggi merupakan keunggulan pemain PSAD dibandingkan lawan-lawannya. Mereka pernah menjadi juara divisi utama Perseden, sehingga berhak bertarung dalam kejuaraan antarklub se-Bali. Sejumlah pemainnya menjadi andalan Tim Laskar Catur Muka. Dua yang paling menonjol adalah Wayan Sukarja dan Adrianus Ngasi. Penyerang tengah dan sayap ini cukup lama mengenakan kostum kebesaran Perseden. PSAD bangkit kembali tahun ini dalam kejuaran Piala Pangdam IX/Udayana untuk memperingati HUT ke-72 TNI yang

digelar di Lapangan Makorem 163/Wira Satya, Denpasar. Tim asuhan Doni Kristian ini tampil sebagai juara setelah mengalahkan FKPPI Bali dengan skor 6-4 melalui adu penalti pada final 29 September lalu. PSAD tertinggal dua gol lebih dulu sebelum mampu memaksa FKPPI Bali bermain imbang 2-2 dalam waktu normal. PSAD dan FKPPI Bali melaju ke final setelah mencatat kemenangan besar di semifinal. PSAD menundukkan Putra Pegok 5-1, sedangkan FKPPI Bali menyingkirkan Susila Putra Sibang Kaja dengan skor 5-0. Susila Putra berhak merebut juara ketiga berkat kemenangan 3-1 atas Putra Pegok. Momen kebangkitan juga dirasakan oleh klub Susila Putra Sibang Kaja, Abiansemal, Badung. Pertama kali mengikuti turnamen HUT ke-72 TNI, tim asuhan Gede Galung Setyadi ini langsung menjadi juara tiga. Menurut Ketua Susila Putra Ida Bagus Purnaya, pembinaan sepak bola sedang menggeliat di Sibang Kaja karena mendapat dukungan penuh dari Bendesa Adat Ketut Narayana dan Perbekel Ni Nyoman Sudani. l Mawa

MBP/ist

Tim PSAD tampil sebagai juara dalam kejuaraan memperebutkan Piala Pangdam IX/Udayana. 23 - 29 Oktober 2017

31


PENDIDIKAN

J

Mengungsi, Psikologi Anak-anak Harus Diperhatikan

umlah pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Klungkung telah mencapai puluhan ribu. Dari jumlah itu, tercatat ribuan orang masih berusia balita dan anak-anak. Dihadapkan kehidupan yang sulit, psikologi generasi penerus bangsa ini harus benar-benar diperhatikan. Demikian ditegaskan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi saat berkunjung ke GOR Swecapura, belum lama ini. Pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini mengatakan, lingkungan hidup anakanak di pengungsian memiliki perbedaan dengan tempat kelahirannya. Hal tersebut berpotensi berdampak pada psikologi. Anak-anak bisa melawan atau berontak maupun diam. Mengantisipasi hal itu, perlu ada langkah-langkah yang membuatnya tenang, senang dan gembira. Mereka juga harus tetap melakukan kesi-

bukan. “Tunjukkan anak sebagai pribadi yang tangguh dan kuat,” ujarnya. Mewujudkan itu, kata Kak Seto, peran orangtua sangat diperlukan. Saat menghadapi anak harus tenang dan menunjukkan kedamaian. Orangtua harus jadi ujung tombak dan mampu menjadi psikolog pengganti. “Selain anak-anak, peran orangtua juga kami optimalkan. Orangtua harus bisa sejajar dengan anak-anak,” ujarnya. Selain itu, dalam lingkungan pengungsian juga diperlukan adanya sikap saling mengingatkan dan memberikan perhatian antarsesama. Seluruhnya harus mampu memunculkan suasana positif. “Kalau di banjar-banjar, bisa bentuk satgas. Ini bisa mengingatkan. Masyarakat lain juga demikian,” imbuh Kak Seto. l Sosiawan

MBP/sosiawan

Seto Mulyadi saat bertemu anak-anak di posko pengungsian GOR Swecapura, belum lama ini.

A KT I V I TA S BPD BALI - PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) mengumumkan kerja sama strategis dalam pengembangan jalur distribusi bancassurance dengan PT Equity Life Indonesia yang diresmikan melalui penandatanganan kesepakatan kerja sama bancassurance, Jumat (6/10). Acara penandatanganan kerja sama diselenggarakan di Rumah Makan Bendega. Direktur Kredit Bank BPD Bali Ni Nyoman Suryaningsih mengatakan, kerja sama bancassurance antara Bank BPD Bali dan Equity Life Indonesia ini dijalin karena melihat pasar asuransi jiwa di Bali yang sangat potensial.

MBP/ist

MBP/ist

32

23 - 29 Oktober 2017

BUPATI BADUNG - Keberadaan Taman Air Mancur Sri Baduga yang dirintis Bupati Dedy Mulyadi, S.H. memberikan efek ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat. Bisnis kuliner yang menjadi andalan Purwakarta menggeliat. Saat kunjungan lapangan, Selasa (10/10), Wakil Bupati Purwakarta Dadan Roswanda memaparkan, pertunjukan air mancur ini digelar pada Sabtu dan Minggu. Setelah melihat dari dekat atraksi-atraksi yang ditunjukkan oleh air mancur Sri Baduga ini, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta memastikan akan membangun taman air mancur seperti ini.


Langkah Strategis Atasi Pendidikan Pengungsi KEHIDUPAN para pengungsi mulai menjadi sorotan Dinas Pendidikan. Untuk itu perlu dirumuskan langkah-langkah strategis yang akan dilakukan Dinas Pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani mengatakan akan mengundang Kadisdik se-Bali untuk perumusannya. Pertama, yang harus dilakukan adalah membuat data akurat siswa yang mengungsi, dan siswa yang diterima di sekolah baru di dalam kabupaten atau di luar Kabupaten Karangasem. Pendataan itu harus dilakukan akurat, untuk memudahkan langkah-langkah berikutnya. Khususnya dengan kabupaten yang terdampak, seperti Karangasem, Buleleng, Bangli dan Klungkung. Ini untuk menjawab berbagai persoalan pendidikan di lapangan. Seperti kurangnya tenaga pengajar di lokasi pengungsian. Hingga, belum adanya satu bahasa bagi sekolah dalam menerima siswa pengungsi, karena masih ada sekolah yang meminta biaya tertentu untuk dapat diterima belajar di sekolah baru. Selain itu, yang masih menjadi sorotannya adalah adanya guru yang belum bertugas. Menurutnya, guru ini harus tertib diri. Ini banyak terjadi di SLB, apalagi bagi kalangan guru tenaga kontrak. Ia menegaskan, begitu perilakunya dianggap tidak mampu mengemban tugas-tugas guru, sebaiknya langsung diputus kontrak. Sikap tegas harus diambil, agar penanganan pendidikan dalam situasi ancaman bencana seperti ini, lebih tertata dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain persoalan pendidikan, ia juga mengungkapkan kehawatiran lain, antara lain adanya pergeseran perilaku warga di lokasi pengungsian. Ia menegaskan yang paling sulit diken-

dalikan warga, secara psikologis adalah birahi pengungsi, jika sampai berbulan-bulan berada di lokasi pengungsian. Ia mengaku sulit membayangkan, bagaimana kondisi psikologis para pengungsi, bila berada di lokasi pengungsian lebih dari tiga bulan. Dia ingin, jajarannya bisa mengambil peran untuk mencegah hal buruk itu terjadi. “Kalau lebih dari tiga bulan di lokasi pengungsian, perilaku warga akan bergeser. Birahinya muncul dan sulit dikendalikan. Apalagi dari pagi sampai malam tidak ada aktivitas,� ujar TIA Kusuma Wardhani. Meski demikian, dia mengaku bersyukur beberapa titik lokasi pengungsian, menunjukkan contoh baik dengan membuat berbagai kerajinan dan bentuk ekonomi kreatif lainnya. Ada yang membuat kerajinan dengan anyaman daun lontar, ada pula yang membuat sarana upacara dari daun kelapa agar bisa dijual sebagai bekal di lokasi pengungsian. Langkah-langkah ini, bisa membuat para pengungsi sejenak melupakan situasi sulit yang dialami saat ini. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Karangasem Gusti Ngurah Kartika, meminta bantuan pada Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di lokasi pengungsian. Seperti buku, tas dan pulpen, hingga tenda sekolah. Jika ada sekolah yang kekurangan ruang kelas, agar tidak menganggu sekolah lainnya. Jika kekurangan kelas, nanti dengan tenda itu siswa bisa belajar di lapangan. “Kami juga meminta agar dibantu sarana pembelajaran pada tiga mata pelajaran, antara lain pelajaran seni budaya, prakarya dan olahraga,� katanya. l Bagiarta

MBP/gik

Dinas Pendidikan Provinsi saat menggelar rapat dengan kepala sekolah di Karangasem, di Dinas Pendidikan Karangasem. 23 - 29 Oktober 2017

33


A KT I V I TA S UNDWI - Dekan FKIP Universitas Dwijendra (Undwi) Drs. I Made Sila, M.Pd., Jumat (6/10) melepas 174 sarjana. Dari jumlah itu, 77 sarjana PPKn serta 97 sarjana dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Daerah. Hingga acara yudisium kemarin, FKIP Undwi sudah menamatkan 2.692 sarjana. Made Sila didampingi Wakil Dekan Dra. A.A. Mas Darwati, M.Si. menyerahkan penghargaan kepada lulusan terbaik PPKn yang diraih Ratna Dewi (IPK 3,77), Yuliana Nggiduk (3,65) dan Teobaldus Sumardi (3,63) serta lulusan terbaik Prodi Bahasa Indonesia dan Sastra Daerah yang dicapai Meinardus Fridolin Jantur (3,84), Inne Meryanty (3,80) dan Ketut Soka Intan Sari Utami (3,77).

MBP/ist

MBP/ist

BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan dana hibah sebesar Rp 5,90 miliar untuk Desa Adat Mengwitani dan Desa Adat Beringkit. Penyerahan dana tersebut dilakukan saat menghadiri upacara panganyaran, karya ngenteg linggih di Pura Merajapati Dukuh Gong, Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Jumat (6/10). Kehadiran Bupati didampingi anggota DPRD Badung Nyoman Satria, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, Muspika Kecamatan Mengwi, Wakil Ketua DPC PDI-P Badung I Bagus Alit Sucipta, Perbekel Mengwitani Putu Sumardika, Bendesa Adat Mengwitani dan Beringkit serta tokoh masyarakat.

ARYA WEDAKARNA - Masih ingat dengan kasus pelaporan komponen umat Hindu terkait pelecehan hari raya Nyepi yang terjadi di masa lalu? Masih ingatkah laporan komponen umat Hindu terkait pelecehan pecalang oleh oknum pengurus FPI di Polda Bali? Di saat publik masih menunggu tindak lanjutnya, kini muncul laporan terkait dugaan pelecehan agama Hindu dan Pancasila oleh ES yang telah dilaporkan oleh komponen pemuda Hindu. Keprihatinan dan kekhawatiran bahwa masalah pengaduan umat Hindu yang tidak ditanggapi dengan baik oleh aparat hukum kembali diingatkan oleh Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di sela– sela pertemuan Komite III Bidang Agama, Budaya dan Kesra di Jakarta.

MBP/ist

MBP/ist

34

23 - 29 Oktober 2017

BUPATI BANGLI - Bupati Bangli, I Made Gianyar, menandatangani naskah kerja sama dengan BKSDA Bali tentang penguatan fungsi Taman Wisata Alam Penelokan dan Taman Wisata Alam Gunung Batur Bukit Payang di Gedung BMB, Kamis (5/10). Acara itu di antaranya dihadiri Direktur PIKA Ir. Listya Wardani, M.Sc., dan Kepala BKSDA Bali Suharyono, S.H., M.Si., M.Hum. Bupati Bangli I Made Gianyar dalam sambutannya mengatakan, kerja sama ini sudah direncanakan sejak dulu.


UNWAR - Program Studi Magister Ilmu Hukum (MIH) Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan kuliah umum dan seminar nasional (semnas) di Ruang Sidang Sri Ksari Warmadewa, Senin (9/10). Kuliah umum dan semnas itu mengangkat tema ‘’Dengan Kuliah Umum dan Seminar Nasional Kita Tingkatkan Kesatuan dan Persatuan untuk Mencegah Radikalisme Masuk Kampus’’. Kuliah umum mendatangkan narasumber dari Kapolda Bali yang diwakili Kombes Pol. Jefri Endolemba Torunde, S.IK., M.H. Materi yang membahas ‘’Tantangan Bali sebagai Tujuan Pariwisata Kelas Dunia’’ ini dimoderatori Dr. Simon Nahak, S.H., M.H.

MBP/ist

MBP/ist

SENATOR WEDAKARNA - Banyak generasi muda yang lahir setelah tahun 1990 yang kini banyak tersebar menjadi angkatan kerja dan intelektual Bali, belum begitu mendalam mengetahui sejarah tragedi Bom Bali I yang terjadi 12 Oktober 2002 di Kuta, Badung. Kejadian Bom Bali yang dilakukan oleh teroris Amrozy, Imam Samudra dan komplotan oknum anti-Pancasilais ini benar– benar memukul perekonomian Bali saat itu. Belum sembuh dari luka Bom Bali I, Bali kembali diguncang Bom Bali II tahun 2005 di Jimbaran. Demikian diungkapkan Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III di sela–sela rangkaian kegiatan DPD-RI di Badung.

PEMKAB KARANGASEM Rapat pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan (KUPA-PPASP) 2017 antara Banggar DPRD Karangasem dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Karangasem di DPRD Karangasem, Selasa (10/10), diwarnai insiden. Rombongan eksekutif yang dipimpin Sekda Gede Adnya Mulyadi mendadak minta rapat ditunda. Padahal saat itu sedang didaulat membacakan rincian program yang direncanakan pemkab pada APBD Perubahan 2017 ini.

MBP/ist

MBP/ist

ARYA WEDAKARNA - Satu PR besar yang belum diselesaikan bangsa ini termasuk di Bali adalah manajemen organisasi anak–anak bangsa yang seharusnya fokus menghadapi kompetisi global, akhirnya terpecah akibat habisnya energi anak muda dalam hal klasik pendanaan kegiatan. Ini terjadi baik di tingkatan ormas, sekaa teruna, karang taruna, LSM maupun unit-unit kegiatan mahasiswa di sejumlah kampus di Bali. Demikian diungkapkan Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III usai memberi sambutan pada pelepasan Marching Band Universitas Udayana (Unud) yang akan berlaga dalam kompetisi nasional di Serang, Provinsi Banten. 23 - 29 Oktober 2017

35


AKTIVITAS YPLP PGRI - Dipimpin langsung Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., YPLP Kota PGRI Denpasar mendistribusikan logistik bagi para pengungsi Gunung Agung di Posko Induk Tanah Ampo, Karangasem, Minggu (8/10). Bersama puluhan kepala sekolah, guru dan siswa di lingkungan YPLP Kota PGRI Denpasar, diserahkan bantuan berupa beras, mi instan, keperluan MCK, perlengkapan bayi, pakaian layak pakai, obat-obatan dan sejumlah uang.

BRI GIANYAR - Panen hadiah Simpedes BRI Kanca Gianyar Periode I/2017, Jumat (6/10) terasa sangat istimewa karena dilaksanakan di gedung baru Kantor BRI Cabang Gianyar, Jalan Pudak No. 19 A Gianyar yang diresmikan pada 10 Juli 2017. Acara rutin enam bulan sekali ini sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih kepada nasabah Simpedes BRI yang selalu setia dan loyal kepada BRI. Dalam acara tersebut juga diselenggarakan BRIZZI ZONE.

MBP/ist

MBP/ist

WABUP KARANGASEM - Pendataan dan langkah tanggap bencana KRB Gunung Agung melalui aplikasi Damamaya Denpasar Cyber Monitor, mendapat respons postif dari Pemerintah Kabupaten Karangasem. Respons positif ini disampaikan Wakil Bupati Karangasem Wayan Arta Dipa yang hadir di Ruang Control Room Denpasar Damamaya Cyber Monitor, Selasa (10/10). Kehadiran Wabup Karangasem itu disambut Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama OPD terkait.

36

23 - 29 Oktober 2017

NUSA DUA FIESTA - Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta 2017 dibuka secara resmi, Rabu (11/10), di Pulau Peninsula. Acara pembukaan diawali pementasan Colors of Nusantara Fashion Carnaval yang sangat spektakuler. Event ini seakan menjadi bukti bahwa pariwisata Bali masih tetap aman. Pembukaan Pesona Mandiri NDF 2017 ditandai penyalaan laser dan kembang api oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya bersama Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer, Regional CEO Bank Mandiri Bali dan Nusa Tenggara Erwan Djoko serta Wakil Direktur ITDC Jatmiko K. Santosa.


23 - 29 Oktober 2017

37


PARIWISATA

Pariwisata Badung Tergantung Gunung Agung

S

tatus awas Gunung Agung membawa dampak signifikan terhadap pariwisata Bali. Pembatalan kunjungan terus terjadi hingga berdampak terhadap Pendapatan Asli Daeah (PAD) yang 80 persen bersumber dari sektor tersebut. Kabupaten Badung, merupakan daerah tujuan pariwisata dunia yang terpukul dengan kondisi itu. Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Made Badra, mengakui pihaknya menetapkan target kunjungan turis asing sebesar 5.850.000 di 2017. Angka ini baru tercapai 4.446.437 Wisman (Januari-September) atau mencapai 76.18 persen. “Target yang telah ditetapkan akan tercapai asalkan tidak terjadi letusan Gunung Agung. Memang status Awas Gunung Agung berpengaruhnya, namun sejauh ini tren kunjungan relatif stabil, meski beberapa ada cancel,” ujarnya. Mantan Kadis Peternakan, Perikanan dan Kelautan Badung ini mengatakan tren kunjungan pariwisata saat ini tetap menujukkan angka pertumbuhan 23.18 persen, jika dibanding periode yang sama di 2016. Wisatawan yang dominan berkunjung ke Gumi Keris hingga September di dominasi oleh Tiongkok mencapai 1.217.719 kunjungan, kemudian Asutralia 853.334 kunjungan,

Jepang 204.210 kunjungan, India 203.838 kunjungan dan Inggris 148.409 kunjungan. “Setelah adanya informasi mengenai penambahan 11 rute penerbangan internasional, kami jadi makin optimis angka kunjungan terus meninggkat,” ungkapnya. Senada diungkapkan Sekda Badung Wayan Adi Arnawa. Mantan Kadispenda Badung mengatakan status awas Gunung Agung ini berdampak terhadap pariwisata di Bali dan pada akhirnya berdampak juga terhadap pendapatan Badung. Mengingat, pendapatan Badung didominasi oleh pariwisata. “Karena kita hidup di pariwisata, saya sudah meminta Bapenda untuk melakukan evaluasi, kira-kira dampaknya seperti apa. Mudah-mudahan tidak terlalu banyak dampaknya,” katanya. Melihat kondisi tersebut, dewan menyarankan eksekutif melakukan evaluasi terhadap pos belanja pada APBD. “Kami akan bahas kemungkinan terburuk yang terjadi. Tapi kalau terjadi (erupsi Gunung Agung -red), kita sarankan evaluasi pos belanja yang tidak penting. Istilahnya injak rem,” ujar Anggota Komisi IV, I Nyoman Sentana. Selain melakukan evaluasi terhadap pos belanja tidak penting, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Badung, juga menyarankan eksekutif mencari celah un-

tuk menjerat pemilik akomodasi pariwisata yang tidak berizin. Sebab, tidak dipungkiri masih banyak akomodasi yang beroperasi di Kabupaten Badung tidak mengantongi izin. “Sebetulnya kami berharap APBD yang bolong-bolong ditutupi dengan memaksimalkan pendapatan pajak. Sekarang ini banyak akomodasi, seperti restoran, vila yang tidak membayar pajak, nah sekarang bagaimana mencari celah itu,” katanya. Menurutnya, pemerintah harus melibatkan Kejaksaan untuk menjaring para pengemplang pajak, karena termasuk pelanggaran hukum. “Mengatasi penunggak pajak itu perlu kerja sama dengan Kejaksaan, karena merupakan indikasi penggelapan pajak,” katanya. Jumlah Kunjungan Wisman periode Januari- September 2017 sebesar 4.456.437 orang. Angka tersebut menunjukkan terjadi pertumbuhan 23.18 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2016. Target di kunjungan wisman di Badung tahun 2017 itu banyak 5.850.000 orang. Sementara target PAD Badung dalam anggaran perubahan 2017 sebesar Rp 5,2 triliun. Sementara pada KUA-PPAS 2017 PAD ditarget Rp 5,7 triliun dan APBD Rp 6,2 triliun. l Parwata

MBP/

Status Gunung Agung yang mengarah erupsi membuat ribuan wisatawan urung berkunjung ke Bali.

38

23 - 29 Oktober 2017


TRADISI

�Mapeningan� di Kubutambahan

Wujud Bhakti Terhadap Ida Ratu Hyang Sakti Pingit

S

etiap lima tahun sekali, upacara Mapeningan Ida Ratu Hyang Sakti Pingit digelar di Desa Pakraman Kubutambahan, Buleleng. Pada tahun ini ritual tersebut digelar bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat, Kamis (5/10) lalu. Ritual tersebut diikuti sekitar 12 ribu krama desa adat. Ritual ini diwali dengan prosesi ngamedalang Ida Ratu Hyang Sakti Pingit dari Payogan Ida di Desa Bulian. Setelah mengikuti prosesi makalahyas di Pura Bale Agung Kubutambahan, ritual dilanjutkan dengan mapeningan ke Pura Penyusuhan Penegil Dharma yang berjarak sekitar lima kilometer arah timur Pura Bale Agung. Selain pralinggan Ida Ratu Hyang Sakti Pingit, 12 pralingga yang dipercaya sebagai pangiring mengikuti prosesi ini. Kelian Desa Pakraman Kubutambahan, Jro Pasek Warkadea mengatakan upacara langka ini merupakan warisan turun-temurun yang tidak pernah absen digelar. Selain memiliki proses unik, makna upacara besar ini sebagai penghormatan dan wujud bhakti krama kepada Ida Ratu Hyang Sakti Pingit yang sekarang telah dicatatkan dalam prasasti raja-raja di Bali dengan bhiseka Batara Prameswara Sri Hyang Ning Hyang Adidewalancana. Sebelum memasuki puncak upacara, krama sudah mempersiapkan keperluan upacara sebelas hari sebelumnya, meliputi ngusaba panyanjan dan metata linggih. Tahapan awal ini menunjukkan bahwa krama desa sepakat dan berjanji ngamedalang Ida Ratu Hyang Sakti Pingit. Selanjutnya memasuki Tilem Katiga krama mulai menjalani brata desa adat dengan pantangan tidak diperbolehkan memakan daging berkaki empat dan tidak dibolehkan melaksanakan upacara ngaben selama 15 hari. Sebelas hari sebelum upacara ngamedalang Ida Hyang Ratu Pingit Sakti, kemudian dilanjutkan dengan memilih (pingitan) lima orang remaja. Lelaki muda ini dipilih untuk mamundut priligian Ida Batara yang sebelumnya mengikuti upacara penyucian diri. Proses selanjutnya pingitan.

Pemangku dan penghulu desa memohon (nunas) pralinggian Ida Ratu Hyang Sakti Pingit. Dari payogan Ida di Bulian, kemudian disambut dengan pamendak Ida Batara. Pada prosesi ini tidak diperkenankan menyalakan lampu atau sumber cahaya lain. Meski demikian, pralinggian Ida Bhatara bersama pengiringnya tiba di Pura Bale Agung, kemudian dipersembahkan atau katuran tulung sangkul dan hingga tengah malam digelar ngewangsuh pralinggian Ida Ratu Hyang Sakti Pingit. Pagi hari sekitar pukul 09.00 Wita, bertepatan pada Purnama, pemangku, penghulu desa dan krama kemudian menggelar upacara mapeningan ke Pura Penyusuhan Penegil Dharma yang berbatasan dengan pantai. Proses penting itu ketika nunas ke payogan Ida Bhatara, kemudian mendak hingga dilinggih-kan di Pura Desa. Lalu pada puncak upacara, Ida Batara mapeningan bersama 12 pralinggian Ida Batara yang ada di lingkungan Desa Pakraman Kubutambahan. Menurut Jro Pasek Warkadea, setelah satu hari digelar mapeningan, pada malam

hari Ida Hyang Ratu Sakti Pingit mantuk (kembali ke payogan). Setelah ritual itu, upacara masih berlangsung hingga tiga hari ke depan. Kesempatan ini mengundang ketertarikan umat Hindu tidak saja di Kubutambahan dan Buleleng, juga umat Hindu dari daerah lain menyempatkan diri untuk melakukan persembahyangan. Hal ini tidak lepas dari kepercayaan umat bahwa Ida Bhatara yang berstana di pura-pura besar di Kubutambahan berkaitan erat dengan wujud pemerintahan di dunia nyata. Bahkan, banyak mempercayai jika kalangan pemangku kebijakan di pemerintahan kerap kali memohon restu dengan melakukan persembahyangan dan mempersembahkan sesajen kehadapan Ida Bhatara. “Sesuai apa yang kami terima setelah Ida Bhatara mantuk, upacara masih berlangsung tiga hari dan ini banyak dimanfaatkan oleh umat kami dan umat dari daerah lain untuk ngaturang bakti ke sini dan sekaligus untuk memohon kerahayuan dan keselamatan,� tegasnya. l Mudiarta

MBP/mud

Upacara Mapeningan Ida Hyang Ratu Pingit Sakti digelar bertepatan dengan Purnama Kapat, Kamis (5/10) lalu. 23 - 29 Oktober 2017

39


PROPERTI

Antisipasi Kelangkaan Pasir

P

Rekanan Cari Material di Lumajang

enetapan status awas Gunung Agung mulai dirasakan sejumlah penggarap proyek fisik. Salah satunya pengerjaan Pasar Badung yang digarap Nindya Karya. Mengantisipasi kekurangan material, rekanan mulai merancang untuk mengambil material berupa pasir dari Lumajang, Jawa Timur. Hal ini ditegaskan Manajer Produksi Nindya Karya Wilayah VII (BaliNTB-NTT) Ari Dwi Husodo yang ditemui di sela-sela kunjungan Wali Kota Denpasar ke proyek Pasar Badung belum lama ini. Ari Dwi Husodo menegaskan saat ini realisasi proyek Pasar Badung tahap I ini telah mencapai 16 persen. Pihaknya yakin proyek ini akan bisa selesai sesuai dengan yang telah ditentukan, yakni per 22 Desember 2017 mendatang. Sejak penetapan status Gunung Agung menjadi Awas, pencarian material berupa pasir dan batu di kawasan Karanagsem mulai dihentikan. Terutama galian C yang berada di posisi kawasan rawan bencana.

40

23 - 29 Oktober 2017

Akibatnya, pasokan pasir ke sejumlah pedagang mulai berkurang., bahkan, beberapa toko bangunan menyatakan ketersediaan pasir sudah kosong. Beruntung, proyek yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Denpasar belum terdampak secara signifikan. Kepala Dinas PUPUR Denpasar I Ketut Winarta yang dikonfirmasi menyatakan, semua proyek fisik yang ditangani PUPR masih tetap berjalan. Karena sejak adanya penetapan status Gunung Agung Awas, pihaknya sudah meminta rekanan untuk mencari alternatif bila sampai berpengaruh. “Kami sudah sempat kumpulkan rekanan agar proyek tetap bisa selesai seuai kontrak yang ada,� katanya. Winarta mengatakan peristiwa Awas Gunung Agung tidak menjadi alasan bagi rekanan untuk menggarap proyek molor dari rencana. Pihaknya tetap berharap apa yang sudah disepakati dalam perjanjian kerja, tetap bisa berjalan. Dikatakan Winarta, proyek yang ditangani PUPR saat ini semua masih ber-

jalan dengan normal. Belum ada laporan dari rekanan yang mengerjakan proyek fisik yang menyatakan keberatan. Masalah material yang terdampak akibat status Gunung Agung, menjadi tanggungjawab rekanan. Artinya, masih bisa mencari material di tempat lain. Hal serupa juga diungkapkan Asisten II Ngurah Jimmy Sidharta mengatakan, seluruh proyek fisik yang ada di Denpasar tetap berjalan sesuai kontrak. Bahkan, proyek Pasar Badung juga sudah diminta untuk sesuai dengan rencana yang ada. “Sudah sempat kita rapatkan soal ini, dan semua sepakat untuk tetap jalan sesuai kontrak,� kata Jimmy. Sejumlah proyek berskala besar yang digarap Pemkot Denpasar kini sedang dalam proses pengerjaan. Seperti Pasar Badung, gedung Balai Budaya, serta pengembangan fasilitas gedung DPRD Denpasar. Dari pantaukan kemarin, semua proyek ini masih berjalan dengan baik. l Asmara Putera


23 - 29 Oktober 2017

41


HIBURAN

Prilly Latuconsina

Pilih Fokus pada Film

AKTRIS muda Prilly Latuconsina memilih fokus pada film. Biasanya ia wara-wiri di sinetron. Kesibukan kuliah di jurusan Entrepreneur Business Communication di London School of Public Relations (LSPR), membuat dia tidak bisa mengambil tawaran bermain sinetron. “Sekarang lagi fokus film sama mini series saja, hanya 21 episode,” kata Prilly pada malam pengumuman nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2017 di Raffles Hotel, Jakarta Selatan, belum lama ini. Dunia kampus terasa menyenangkan bagi Prilly, sampai setiap pulang ke rumah dia tak buru-buru tidur karena sibuk membaca buku dan menyiapkan padanan baju untuk kuliah. Dunia itu memberinya banyak hal baru. “Terlatih sama deadline dan tanggung jawab, dapat link baru dan wawasan baru,” imbuh Prilly. l Kmb

42

23 - 29 Oktober 2017


Anggy Umbara

Bikin Ulang Film Buatan sang Ayah

S

utradara film, Anggy Umbara, kembali membikin ulang film buatan ayahnya Danu Umbara berjudul ‘’5 Cewek Jagoan’’ yang populer pada era 1980-an. “Melalui film 5 Cowok Jagoan yang merupakan prekuel dari 5 Cewek Jagoan, saya ingin meneruskan warisan almarhum Papa,” ujar Anggy di Jakarta, belum lama ini. Film 5 Cowok Jagoan terinspirasi dari film lawas Lima Cewek Jagoan (1980) yang menampilkan superhero wanita. Namun, Anggy memasang para pemain pria mulai dari Ario Bayu, Dwi Sasono, Arifin Putra, Muhadkly Acho, Cornelio Sunny hingga aktris Tika Bravani dan Nirina Zubir. Anggy Umbara pun berharap film 5 Cowok Jagoan tidak hanya produksi dua generasi saja tapi juga mampu mengapresiasi film-film terdahulu. “Film-film lawas harus tetap dilestari-

kan karena karya mereka kita bisa menjadi begini. Untuk memajukan industri film ke depannya, kita harus belajar kepada yang terdahulu,” kata Anggy Umbara. Produser 5 Cowok Jagoan, Raam Punjabi, mengatakan dirinya dan ayah Anggy telah bekerja dalam delapan film. “Saya kerja sama sudah 8 film. Pertama film Senggol-Senggolan yang menampilkan Elvy Sukaesih, 5 Cewek Jagoan, 5 Cewek Jagoan Beraksi Kembali, sampai Perhitungan Terakhir. Saat itu pembuatannya dari PT Parkit Film dan di masa itu film-film Mas Danu sangat terkenal sekali serta menguntungkan perusahaan,” ujar Raam Punjabi. Danu Umbara memulai karier dimulai dengan Fadjar Ditengah Kabut (1966), 2 x 24 Djam (1967), Djalang (1970), Pengejaran ke Neraka (1971), Kerinduan (1979), sampai Lima Cewek Jagoan (1980) yang dibintangi Lydia Kandou, Yati Octavia,

Eva Arnaz, Debby Chynthia Dewi, dan Dana Chritina. Produksi berikutnya Danu Umbara kerap bekerja dengan PT Parkit Film hingga ajal menjemput. Sepeninggal Danu, Anggy Umbara meneruskan cita-citanya. Debut Mama Cake (2012) hingga Comic 8 (2014) yang merebut perhatian publik. Takdir pun mempertemukan Anggy dengan Raam Punjabi. “Hari pertama pemutaran Comic 8, saya menonton film ini bagus sekali. Saya lihat nama sutradaranya, ada hubungan apa dengan Mas Danu yang dahulu saya kenal. Saya cari tahu dan waduh saya jadi teringat pesan Beliau. Anak-anak saya bisa teruskan karya saya. Saat itu, saya nggak ngerti apa maksud Mas Danu. Berarti Beliau punya firasat bahwa anakanaknya bisa meneruskan profesi ini,” tutur Raam Punjabi. l Kmb 23 - 29 Oktober 2017

43


AKTIVITAS

MBP/ist

BUPATI KLUNGKUNG - Sinergitas pembangunan ekonomi desa harus dapat dijalankan dengan baik. Ada dua kunci keberhasilan yang memengaruhi, yakni memahami cara kerja dan melaksanakan dengan tulus ikhlas. Penyamaan persepsi ini harus berjalan dengan baik untuk kemajuan perekonomian di desa. Lakukan sinergitas antarlembaga ekonomi desa. Demikian dikatakan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat sosialisasi percepatan pembangunan ekonomi, kesehatan dan pariwisata di Kabupaten Klungkung di hadapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perbekel, bendesa, pengurus BUMDes dan koperasi se-Kabupaten Klungkung di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Semarapura, Senin (9/10).

MBP/ist

STIKES WIRA MEDIKA - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Wira Medika Bali menggelar wisuda VIII Diploma dan Sarjana di Bali Nusa Dua Convention Centre, Senin (9/10). Sebanyak 360 lulusan mengikuti wisuda kali ini. Mereka terdiri dari Diploma III Analisa Kesehatan 55 orang dan 305 orang Sarjana Keperawatan. Acara wisuda dipimpin Ketua Stikes Wira Medika Bali. Pada kesempatan tersebut, para lulusan diberikan pemaparan ilmiah tentang pemahaman konsensus berkebangsaan Indonesia dari Komandan Korem 163/Wirasatya Kolonel Arh. I Gede Widiyana, S.H.

44

23 - 29 Oktober 2017

MBP/ist

STIBA SARASWATI - Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (STIBA) Saraswati Denpasar I Komang Sulatra, S.S., M.Hum., Jumat (6/10) kemarin mewisuda 129 sarjana masing-masing S-1 Sastra Inggris 98 orang dan S-1 Sastra Jepang 31 orang. Yang membuat Komang Sulatra bangga karena 69% dari mereka telah bekerja dan 31% lagi masih pada tahap melamar pekerjaan. Tujuh wisudawan Sastra Inggris lulus dengan predikat cumlaude, 87 sangat memuaskan, sedangkan empat wisudawan Sastra Jepang lulus dengan cumlaude dan sisanya sangat memuaskan.

MBP/ist

DPRD BADUNG - Dua rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Selasa (10/10) menggelar studi banding ke Kantor DPRD Badung. Kedua tamu itu adalah rombongan DPRD Kabupaten Buleleng dan DPRD Pacitan, Jawa Timur. Mereka berkunjung serangkaian studi banding terkait sejumlah permasalahan yang sedang dibahas oleh masing-masing wakil rakyat di daerah tersebut. Kedua rombongan diterima Ketua Komisi II DPRD Badung I Wayan Luwir Wiana dan anggota Komisi III Wayan Sandra.


MBP/ist

TELKOMSEL – Pasca-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menaikkan status Gunung Agung menjadi level IV (Awas), Telkomsel sebagai bagian dari Telkom Group yang merupakan satu-satunya operator seluler milik Indonesia telah melakukan beberapa langkah antisipasi. Langkah antisipasi ini baik terhadap pengamanan alat-alat produksi, sumber daya manusia internal maupun penyiapan bantuan tanggap darurat untuk warga yang terdampak bencana. GM ICT Operation Telkomsel Regional Bali Nusra Danny A. Triawan mengungkapkan, pihaknya selalu berupaya memberikan prioritas utama terhadap pengamanan infrastruktur telekomunikasi di wilayah Bali, khususnya di lokasi terdekat dengan Gunung Agung.

MBP/ist

UBS UNHI - Utsawa Bali Sani (UBS) VIII Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar yang berlangsung sejak 2 Oktober 2017 resmi ditutup oleh Rektor Unhi Denpasar di Aula Unhi Denpasar, Minggu (8/10). Penutupan UBS VIII 2017 diisi penampilan berbagai kegiatan seni dan budaya seperti Calonarang serta kuliah umum oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dengan tema ‘’Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Berlandaskan Agama dan Budaya Hindu Bali’’. Selain itu, dilakukan pengumuman dan pemberian hadiah kepada para juara lomba.

MBP/ist

UNHI - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) menggelar lomba bapang barong pada Jumat (6/10). Lomba dalam rangkaian Utsawa Bali Sani (UBS) ini diikuti 14 pasang peserta, baik dari masyarakat umum, mahasiswa, atau siswa SMA/SMK. Lomba bapang barong kali ini merupakan perang bintang dari para juara-juara UBS Unhi sebelumnya. Perwakilan Tim Seni Unhi Ngurah Supartama, mengatakan pada lomba bapang barong kali ini menampilkan juara I dan juara II yang menang dalam UBS sebelumnya.

MBP/ist

UNMAS DENPASAR - Rektor Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar Dr. Drs. I Ketut Sukamerta, M.Pd. terus berinovasi dalam memberi pelayanan berkualitas guna menghasilkan output bermutu. Kini, Unmas memiliki sistem pelayanan administrasi tercanggih dewasa ini yang disebut Sistem Informasi Adimistrasi Kampus Terintegrasi (SIAKT). SIAKT Unmas Denpasar di-launching Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. bersama Wakil Rektor Prof. I G.N. Alit Wiswasta, M.P., WR II Drs. I Wayan Suandhi, M.Pd., WR III Ir. I Made Sastra Wibawa, M.Erg. dan WR IV Dr. Ir. I Ketut Arnawa, M.P., Sabtu (7/10).

23 - 29 Oktober 2017

45


A KT I V I TA S

MBP/ist

UNUD - Sebanyak 1.165 wisudawan Universitas Udayana dilepas dalam Upacara Wisuda ke-123 di Auditorium Widya Sabha, Kampus Unud Bukit Jimbaran, Sabtu (7/10). Wisudawan didominasi jenjang pendidikan Sarjana sebanyak 797 orang, termasuk diploma IV. Kemudian dari jenjang profesi sebanyak 146 orang, magister 144 orang, doktor 41 orang, PPDS1 32 orang dan diploma lima orang. demikian dikatakan Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K)., yang untuk pertama kalinya melepas wisudawan setelah menjadi rektor wanita pertama di Unud.

MBP/ist

WABUP BADUNG - Wakil Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa didampingi Staf Ahli Bupati serta Pimpinan Perangkat Daerah terkait kembali melakukan peninjauan terhadap pelayanan publik di Kabupaten Badung. Peninjauan kali ini menyasar pelayanan publik di wilayah Kecamatan Abiansemal, Rabu (11/10). Peninjauan diawali di Kantor Perbekel Mambal, dilanjutkan ke Puskesmas Abiansemal 1, Kantor Perbekel Sangeh dan terakhir di Kantor Perbekel Ayunan.

MBP/ist

WALI KOTA DENPASAR - Perkembangan status Gunung Agung yang berada di level IV (awas) dan belum menunjukkan tanda-tanda akan erupsi, membuat warga Karangasem yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung masih menetap di posko-posko mandiri maupun posko umum di Kota Denpasar. Keberadaan warga KRB terus mendapatkan pemantauan dari Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara bersama seluruh jajarannya. Pendekatan program Sister City dilakukan Rai Mantra dengan sinergitas seluruh jajaran Pemkot Denpasar, dari lingkungan banjar, desa, kecamatan hingga pergerakan komunitas yang ada.

MBP/ist

BUPATI TABANAN - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menularkan semangat untuk membangun daerah kepada wanita Indonesia yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) Seluruh Indonesia saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional DWP Tahun 2017 di Birawa Assembly Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (10/10). Bupati yang akrab disapa Eka ini menyebutkan, pembinaan terhadap perempuan sangatlah penting. Jika perempuan diberikan wadah untuk berekspresi, nantinya bisa menjadi partner pemerintahan dalam membangun daerahnya di berbagai sektor.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

46

23 - 29 Oktober 2017


Mbp/ist

WABUP BADUNG - Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa menerima kunjungan pelaku pariwisata Negara Pakistan di Ruang Kerta Gosana Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Senin (9/10). Kunjungan ini dilaksanakan dalam bentuk ”Gala Dinner Familiarization Trip Dubes Islamabad dan Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi”. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Republik Islam Pakistan Iwan Suyudhie Amri, Pelaksana Fungsi Sosial dan Budaya Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Karachi Muhammad Arifin, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Made Badra, Kepala Dinas Kebudayaan I.B. Anom Bhasma, Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya dan perwakilan perangkat daerah terkait.

Mbp/ist

DPRD BALI - DPRD Bali menerima audiensi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali di Ruang Rapat Badan Musyawarah, Gedung Dewan, Jumat (6/10). Ketua Bawaslu yang didampingi Kepala Sekretariat Bawaslu serta beberapa pejabat dan staf diterima langsung oleh Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry, Ketua Komisi I Ketut Tama Tenaya dan anggota Komisi I Nyoman Adnyana. Ketua Bawaslu Bali Ketut Rudia menyampaikan terima kasih atas dukungan DPRD Bali selama ini.

Mbp/ist

AKEPT - Bali menjadi tuan rumah pertemuan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKEPT) yang berkantor pusat di Malaysia. Pertemuan AKEPT kali ini terselanggara atas kerja sama Universiti Teknologi Malayasia (UTM) dengan Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Universitas Udayana (Unud), Institut Sultan Iskandar (ISI) serta United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Dalam acara yang berlangsung hingga 13 Oktober ini, dipresentasikan berbagai hasil penelitian para dosen senior antara perguruan tinggi (PT) sebagai media saling sharing dalam memberi masukan dan transformasi informasi soal pembangunan berkelanjutan.

Mbp/ist

PMHD - Pasemetonan Mahasisya Hindu Dharma (PMHD) menyelenggarakan Diklat Asta Bratha XII, Sabtu (7/10). Diklat bertemakan ‘’Menerapkan Ajaran Tri Hita Karana Berlandaskan Sapta Bayu Spirit Sri Kesari Warmadewa’’. Kegiatan ini bertujuan membentuk potensi mahasiswa yang berwawasan Hindu dan berjiwa kepemimpinan. Ketua Umum PMHD Unwar I Kadek Dwi Mahendra Putra mengatakan, diklat dilaksanakan empat kali. Pada 6 Oktober telah diselenggarakan talkshow kilas balik PMHD.

23 - 29 Oktober 2017

47


A KT I V I TA S

Mbp/ist

FP UNUD - Dalam rangka aplikasi hasil penelitian khususnya pada ternak babi, Fakultas Peternakan Universitas Udayana (Unud) melaksanakan kegiatan Diseminasi Hasil Kajian Iptek Ternak Babi di Ruang Pertemuan KUD Payangan, Gianyar, Jumat (6/10). WD I Fakultas Peternakan Unud Dr. drh. I Gusti Agung Arta Putra, M.Si. mewakili Rektor Prof. Dr. Anak Agung Raka Sudewi dalam sambutannya mengatakan, hasil-hasil penelitian yang dilakukan di perguruan tinggi semestinya mampu menyelesaikan permasalahan yang muncul di masyarakat, dan secara nyata dapat dimanfaatkan oleh peternak untuk meningkatkan pendapatan, serta mendukung program pemerintah dalam mengembangkan peternakan rakyat khususnya peternakan babi.

Mbp/ist

WALI KOTA DENPASAR - Proyek pembangunan fisik Pasar Badung di Kota Denpasar mendapatkan kunjungan dari Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita, Jumat (6/10). Kunjungan Mendag disambut langsung Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede dan Pimpinan OPD Pemkot Denpasar. Kehadiran Mendag Enggartiasto Lukita juga meninjau program revitalisasi Pasar Nyanggelan Panjer yang dibangun pada tahun 2013 lewat dana Tugas Pembantuan (TP) APBN Kementerian Perdagangan dan APBD Pemkot Denpasar.

Mbp/ist

BUPATI JEMBRANA - Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak dari status awas Gunung Agung, Bupati Jembrana I Putu Artha menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa bahan pokok seperti beras sebanyak 2 ton, air mineral, makanan ringan dan peralatan rumah tangga serta uang tunai sebesar Rp 25 juta. Penyerahan bantuan ini dilakukan di Posko Induk Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Karangasem, Sabtu (7/10). Didampingi Sekda I Made Sudiada, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Eko Susila Permana serta Kabag Humas Protokol I Komang Suparta, Artha menyerahkan bantuan selain berasal dari Pemkab Jembrana juga dari partisipasi masyarakat, pegawai, sekolah maupun pengusaha yang ada di Jembrana.

48

23 - 29 Oktober 2017

Mbp/ist

WABUP KLUNGKUNG - Warga Dusun Takedan, Desa Selat, I Komang Budiana yang rumahnya tertimpa longsor hingga rusak mendapat bantuan dari Pemkab Klungkung. Penyerahannya dilakukan langsung Wakil Bupati I Made Kasta, Senin (9/10). Wabup asal Desa Akah, Klungkung yang juga selaku Ketua PMI Kabupaten Klungkung ini menyerahkan bantuan logistik dan sembako berupa Beras 25 kg, minyak goreng 2 liter, telur 30 butir, mie instan 1 dus, family kit 1 paket. Hal tersebut diharapkan mampu meringankan beban.


Mbp/ist

BRI UBUD - Sebagai wujud rasa terima kasih dan penghargaan atas kepercayaan masyarakat yang menyimpan dananya di BRI Cabang Ubud, Kamis (5/10) diselenggarakan penarikan Panen Hadiah Simpedes periode I tahun 2017 di Banjar Pengaji, Desa Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar. Nasabah BRI Unit Payangan I Kadek Robby Astina Putra asal Banjar Begawan, Desa Melinggih Kelod, Payangan, berhasil meraih hadiah grandprize berupa Daihatsu Ayla. Pengundian Simpedes ini merupakan acara rutin yang diselenggarakan setiap enam bulan.

Mbp/ist

BRI DENPASAR - Kegiatan pengundian hadiah bagi nasabah Simpedes Bank BRI Kantor Cabang (Kanca) Denpasar Gajah Mada dan Renon digelar bersamaan, Senin (9/10). Penarikan undian tersebut memperebutkan hadiah grandprize berupa satu unit mobil Suzuki Ertiga dan satu unit Suzuki AVP serta puluhan hadiah menarik lainnya. Kegiatan yang dihadiri para nasabah Simpedes di kedua cabang itu juga disaksikan instansi terkait lainnya, seperti Dinas Sosial. Pimpinan BRI Cabang Denpasar Gajah Mada Subechan yang ditemui di sela-sela pengundian mengatakan, kegiatan ini dilakukan secara berkala setiap enam bulan sekali atau satu periode.

Mbp/ist

Mbp/ist

WABUP GIANYAR - Ratusan masyarakat Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar memadati kantor desa, guna menghadiri acara serah terima bantuan truk sampah dari Pemkab Gianyar, Minggu (8/10). Bantuan satu unit truk sampah diserahkan Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra dan diterima oleh Perbekel Bukian Made Junarta. Ramainya masyarakat Bukian yang hadir yang mencapai 250 orang bukan tanpa alasan. Masyarakat dan Pemerintah Desa Bukian sangat peduli dengan keberadaan sampah, terutama sampah plastik di wilayahnya.

BUPATI KLUNGKUNG - Pemerintah Kabupaten Klungkung pada 2018 mewajibkan setiap desa memiliki satu TK Negeri. Melalui ini, diharapkan para orangtua dapat menyekolahkan anaknya secara gratis. “Rencana besar kita untuk PAUD ini adalah masing-masing desa wajib satu TK Negeri,� ujar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di hadapan tim penilai Lomba Bunda PAUD Tingkat Provinsi Bali di Kabupaten Klungkung 2017 di ruang rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Rabu (11/10). Menurut Bupati Suwirta, lomba ini bukan semata untuk mencari juara.

23 - 29 Oktober 2017

49


TA K S U

Pande Putu Sunarta

Teruskan Keterampilan Membuat Keris TERLAHIR dari keluarga kurang mampu, tidak membuat Pande Putu Sunarta merasa rendah diri. Pria kelahiran Sidan Kelod, Gianyar tahun 1966 ini justru bangga lahir di keluarga pande. Sebab, pekerjaan sebagai pande membuat keris tidak bisa dilakoni orang lain pada umumnya. Baginya, profesi membuat keris sangatlah mulia. Selain membuat keris untuk aksesoris, suami Ppande Kadek Sri Ari ini juga membuat keris untuk pajenengan atau keris yang disucikan. Banyak keris yang berhasil dibuat khususnya untuk keris pajenengan, mulai pajenengan pura maupun pribadi. Profesi sebagai seorang pande telah diturunkan pendahulunya. Bahkan berkat pekerjaan ini, orangtuanya mampu menyekolahkan saudara saudaranya hingga perguruan tinggi. Meski ada yang beranggapan profesi pande tidak menjamin pemenuhan kebutuhan hidup, Pande Putu Sunarta bertekat untuk meneruskan proesi ini. Semangat ini bertambah saat istrinya juga mendukungnya. Selain karena lahir dari keluarga pande, keputusannya menekuni pembuatan keris tidak lepas dari sastra yang ditekuni leluhurnya. Sementara untuk elengkapi data sebelum menekuni profesi ini,

Pande Putu Sunarta juga mengambil literatur dari sumber lain. Salah satunya dari seorang sulinggih yakni Ida Sri Empu di Geria Pande Bebandem, Karangasem dan Geria Sinuwun di Taman Bali Bangli. Dari mereka ia mendapatkan berbagai pendidikan tambahan termasuk mengenai waktu yang baik dalam pembuatan keris. Menurut Pande Putu Sunarta, keris dilihat dari jenisnya dapat dibedakan menjadi dua, yakni keris yang digunakan sebagai aksesoris dan keris pajenengan atau keris yang disucikan. Proses pembuatannya pun berbeda. Keris aksesoris dibuat tidak pada hari-hari khusus atau ayuning dewasa. Sebaliknya keris pajenengan atau disucikan, harus memperhatikan berbagai hal seperti penentuan bahan hingga pengerjaan dan menentukan hari baik pun harus memakai sarana upacara. Hal inilah yang membedakan antara keris Bali dan keris dari luar Bali.

“Keris Bali sering dinilai memiliki ikatan jiwa dengan adat dan budaya Bali,� jelasnya. Ketekunan Pande Putu Sunarta dalam membuat keris, tidak lepas dari dukungan keluarga dan lingkungan terdekat. Anak dan istri menjadi kekuatan dalam menekuni profesi sebagai seorang pembuat keris. Bahkan warga Sidan Kelod yang sebagian besar berasal dari keluarga pande berusaha mengembangkan banjarnya menjadi destinasi wisata. Harapannya, sektor pariwisata dapat menggeliat tanpa harus meninggalkan historis atau profesi seorang pande. Perasaan sama dialami anaknya, Pande Putu Yogi Arista Pratama. Bahkan ia mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan warisan leluhur ini. Tentunya dengan mengadopsi kemajuan zaman tanpa harus meninggalkan pakem. Mengingat, seiring kemajuan zaman, beberapa alat bisa digantikan fungsinya sehingga bekerja lebih cepat tanpa harus menambah tenaga. Ibunya, Pande Kadek Sri Ari memang tidak pernah mengharuskan anaknya untuk menekuni profesi membuat keris. Bagi Pande Kadek Sri Ari, waktu dan alam akan menentukan langkah anaknya itu. Karena kalau dipaksakan, selain hasilnya tidak maksimal, dikhawatirkan menimbulkan masalah di kemudian hari dengan anaknya tersebut. Pande Putu Sunarta merupakan satu dari sekian tokoh masyarakat Bali yang mengabdikan hidupnya pada seni khususnya keris Bali. Meski keterampilan membuat keris ini sekaranh mungkin dipandang sebelah mata terutama dari sisi ekonomi, ia tetap menekuni salah satu warisan leluhur orang Bali ini. Hal ini tentunya bisa menjadi panutan bagi kita sebagai generasi muda untuk turut serta melestarikan seni dan budaya Bali. l Trimaja/bali tv

50

23 - 29 Oktober 2017


205 | 23 - 29 Oktober 2017

Bali Tingkatkan Anggaran Bencana

RP 20.000


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 205 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu