Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 202 | balipost.com

Page 1

202 | 2 - 8 Oktober 2017

RP 20.000


D A F TA R I S I OPINI lPerbankan Bali di Persimpangan Jalan 6 BALI SEPEKAN lGedong di Pura Dalem Bubunan Terbakar 7

LAPORAN UTAMA l Jangan Ulangi Sejarah 8 l Mitos dan Fakta 10 l Ternak Didiskon Setengah Harga 11 POLITIK l OTT dan Budaya ’’Fee’’ 10 persen 16 l Jangan Adu Domba Polri-KPK 17

LENSA l Jala 26

OLAHRAGA l Wujudkan Mimpi 27 PARIWISATA l Desa Wisata Bali Jangan ”Copy Paste” 38

KIPRAH l Sekdut Junior

Merasa Sangat Tertantang 18

MANCANEGARA l Meksiko Diguncang Gempa Dahsyat 20 DAERAH l Cegah Penyebaran Virus Flu Burung

Semprot Pasar Hewan 22

TALENTA l Amanda Dahlia Latif Harumkan Bali

Berjaya pada Grand Champion Indonesia School Idol 2017 40

HIBURAN l Momo Geisha

Bertutur Peran Penting Ayahnya 41

PROPERTI l Realisasi Rendah, Rumah

Bersubsidi Mesti Digenjot 42

KESEHATAN lKecelakaan Lalu Lintas, Tanggung Jawab Kita Bersama 24

TAKSU l Made Widiarta

Jadi Pelatih Tabuh Sejak SMA 50

2 - 8 Oktober 2017

3


DARI PEMBACA

Investasi dan Lingkungan H

arapan terjadi pengawalan dan penjagaan terhadap lingkungan tumbuh setelah saya membaca penegasan Presiden Jokowi di harian Bali Post terkait investasi dan lingkungan. Saya sangat sependapat jika pembangunan investasi jangan sampai mengorbankan aspek lingkungan. Terlebih lingkungan itu berkorelasi dengan adat dan budaya penduduk lokal. Artinya, menurut saya ke depan pemerintah dan pemberi izin memang harus melakukan kajian terhadap perkembangan dan pertumbuhan ekonomi terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan. Dalam hal ini, lingkungan bukan hanya berarti alam dan penyangga juga penduduknya. Untuk itu, izin investasi juga perlu memperhatikan kesempatan bagi penduduk lokal tetap memiliki peluang ekonomi. Akan sangat ironis jika investasi justru mematikan peluang usaha penduduk lokal sebagai penyangga ekonomi kerakyatan. Dalam hal ini izin toko berjaringan tetap harus memperhatikan peluang ekonomi masyarakat. Harapan terjadinya keberpihakan juga dimungkinkan dengan ditetapkany Perda Bendega. Perda ini memiliki ruang terjadinya penyelematan lingkungan demi keseimbangan kearifan lokal di Bali. Dengan Perda Bendega ini krama Bendega di Bali diharapkan tak tergusur kepentingan investasi. I Gede Sulendra, S.E. Buleleng-Bali

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Dira Arsana Redaktur Pelaksana Diah Dewi Redaksi Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Sugiartha, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada Bangli: Ida Ayu Swasrina, Eka Parananda Buleleng: Sosiawan, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya Karangasem: Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra Negara: IB Surya Dharma Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

2 - 8 Oktober 2017

4


BUMDes Belum Merakyat PEMBANGUNAN ekonomi kerayatan berpotensi gagal jika tak ada keberpihakan dan kebijakan politis. Komitmen membangun ekonomi kerakyatan dan membangun kekuatan ekonomi di pedesaan juga sarat tantangan ketika pengambil kebijakan tak memiliki inovasi dan kepekaan dalam mengembangkan potensi desa. Kondisi ini akan makin parah ketika izin-izin pengelolaan kawasan ekonomi strategis lebih banyak dikuasai pemilik modal. Indikatornya maraknya toko berjaringan ke wilayah pedesaan, sehingga potensi kematian pelaku ekonomi kerakyatan makin menganga. Terbentuknya sejumlah usaha dengan wadah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan bisa menjadi model baru pengembangan potensi pedesaan. Namun, pengelolaan BUMDes belum begitu merakyat akibat rendahnya kepedulian kekuasaan terhadap pengembangan usaha ini. Menyikapi hal ini, Pusat Data Bali Post melakukan jajak pendapat terkait dengan persepsi publik terkait dengan efektivitas dan produktivitas BUMDes dalam pembangunan ekonomi kerakyatan di pedesaan. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, 57,34 persen responden yakin BUMDes bisa menjadi kekuatan ekonomi pedesaan. Badan usaha yang dikelola pelaku ekonomi pedesaan memiliki kekua-

tan karena dekat dengan wilayah pasarnya dan umumnya usahanya dekat dengan kepentingan profesi warga desanya. BUMDes juga bisa menjadi bentuk pengimbang dominasi investasi pemilik modal di pedesaan sepanjang dikelola dengan manajemen yang jelas. Pemerintah dan pemberi izin hendaknya berpihak pada pelaku ekonomi pedesaan dengan membatasi izinizin sejenis yang dikelola pemilik modal. Artinya, kata responden, BUMDes adalah terobosan baru dalam mewadahi kekuatan ekonomi pedesaan. Dengan wadah ini kuat kemungkinan masyarakat pedesaan bisa menjadi pelaku usaha di desanya tanpa harus meninggalkan desa untuk mencari pekerjaan. Sementara itu, 39,22 persen responden mengaku fesimis BUMDes bisa menjadi kekuatan ekonomi pedesaan. Responden mengaku badan usaha dalam era persaingan ketat saat ini harus benar-benar inovatif dan produknya diperlukan masyarakat. Kalau hanya mengadalkan proteksi dan dukungan modal dari pemerintah untuk bisa eksis, maka BUMDes tak akan bisa menghadapi persaingan. Selain itu, pengelolaan BUMDes selama ini juga belum begitu bergaung. Ada kecenderungan usaha pedesaan ini hanya hadir sebagai bentuk kelengkapan usaha pemerintahan desa. Artinya, kata responden, tanpa membangun jaringan, relasi dan kualitas produk dan daya saing kehadiran BUMDes sulit diharapkan menjadi kekuatan

ekonomi untuk menghadapi serbuan investasi. Di lain pihak, 3,44 persen responden mengaku tidak tahu-menahu soal BUMDes. Bahkan, jenis usaha yang dikembangkan BUMDes mereka juga tak tahu. Responden mengatakan pemberdayaan BUMDes hendaknya dilakukan lebih profesional. Mengedukasi masyarakat desa untuk menjadikan BUMDes sebagai bentuk kegiatan usaha milik desa juga harus dibudayakan. l Dira Arsana Yakinkah Anda, BUMDes bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi kerakyatan? 39,22% Tidak Yakin

BUMDes

2,52% Tidak Tahu

57,34% Yakin

Responden : 745 grafis: tomik cahya

2 - 8 Oktober 2017

5

5


OPINI

P

Perbankan Bali di Persimpangan Jalan

erbankan di Bali di masa lalu memiliki catatan sejarah yang suram dan cukup memprihatinkan kita semua. Berguguran dan menyusutnya jumlah Bank Umum dan BPR di masa lalu telah menyimpan catatan tersendiri terhadap karakter, kompetensi, kredibilitas dan kepercayaan publik tentang gambaran umum/ karakter masyarakat Bali dibidang keuangan dan perbankan yang prinsipnya wajib menjunjung tinggi prinsip kehati hatian dan prinsip tata kelola yang terpercaya(trusted). Pada masa lalu publik di Bali dibuat terhenyak dan prihatin atas keadaan ini.Masih segar dalam ingatan kita Bank Perniagaan Bali(cikal bakal perbankan milik masyarakat Bali), Bank Aken, BDB, Bank Sinar Harapan Bali,Bank Sri Partha maupun Balido Grup (BPR) adalah contoh bank bank yang semula dimiliki putra putra terbaik perbankan Bali telah bertumbangan dalam 15 tahun terakhir.Apa sebetulnya yang telah terjadi? Permasalahannya antara lain bermuara pada persoalan-persoalan karakter, komitmen, kompetensi, konsistensi, integritas dan kepemimpinan yang handal,kredibel dan terpercaya sesuai dengan value/nilai dasar yang harus dimiliki oleh banker yang sangat “khusus” persyaratannya dibandingkan pola pikir (mind set) Perusahaan swasta atau perusahan daerah pada umumnya. Saat ini Bank Umum yang dimiliki warga Bali hanya tinggal Bank Pembangunan Daerah Bali. Sedangkan Bank Umum Sri Partha (telah berganti kepemilikan konsorsium asing dan berganti nama menjadi Bank Andhara telah pindah Kantor Pusatnya ke Jakarta). Sementara itu, Bank Sinar Harapan Bali yang menjadi satu satunya bank umum harapan kepemilikan warga Bali juga telah dimbil alih oleh Bank Mandiri, Taspen dan Pos dan berganti nama menjadi Bank Mantap yang juga dalam proses pemindahan kantor pusatnya ke Jakarta. Siapa yang perduli dengan keadaan ini? Pemerintah Bali (Pemprov, Pemda/Pemkot)? Sepertinya tidak ada yang perduli terhadap habisnya Bank Umum krama Bali yang berdomisili di Bali, termasuk perpindahan kantor –kantor pusat Bank Andhara dan Bank Mantap tersebut ke Jakarta yang telah

6

Oleh Viraguna Bagoes Oka

menghapus sejarah cikal bakal sejarah bank umum yang dimiliki karma Bali serta hilangnya pendapatan (opportunity income) bagi Pemerintah Bali saat ini sebesar minimal Rp 120 miliar/tahun (penerimaan pajak kedua bank tersebut dengan ber pindahnya kedua Kantor pusat Bank Mantap dan Bank Andhara ke Jakarta). Saat ini Bali praktis tinggal memiliki Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali sebagai satu-satunya bank setingkat bank umum yang kepemilikannya adalah Pemprov/Pemda/Pemkot Bali . Sehubunga dengan itu, maka BPD Bali yang mengemban fungsi utama sebagai “bank” dan “agen pembangunan daerah” serta sebagai satu satunya bank lokal yang masih eksis patut untuk mengambil hikmah atas semuanya ini sekaligus bertekad keras dan berupaya untuk terus melakukan transformasi,peningkatan kinerja dan kepedulian semua pihak baik stake holder,pengurus bank beserta semua jajarannya, DPRD dan masyarakat luas untuk turut mengawal dan mendukung suksesnya BPD Bali sekaligus dapat menjadi “role model” bagi BPD lainnya di Indonesia. Pilar Penentu Sukses Keberhasilan dan kegagalan BPD Bali ke depan dalam menghadapi persaingan perbankan yang semakin tajam ditengah melemahnya ekonomi global, era digital/ media sosial yang tumbuh dahsyat dan tuntutan/harapan pelayanan jasa perbankan oleh masyarakat akan sangat ditentukan oleh 3 pilar penentu suksesnya BPD Bali yaitu:|Pertama, Kepemilikan atau pemegang saham wajib memiliki satuan komando dalam karakter,komitmen, konsistensi tinggi yang dapat menjamin berlangsungnya usaha bank yang terpercaya , kredibilitas , dan panutan yang berorientasi “First Thing First (jemput bola), Professional services (service excellence) and entrepreneurship serta menghilangkan budaya birokrat dan mental/budaya raja. Kesatuan visi dan misi serta komando dalam pengambilan keputusan dalam RUPS yang telah disepakati hendaknya

dapat berjalan dengan baik yang terbebas dari intervensi yang dapat melemahkan komitmen yang telah disepakati. Selain itu Pemegang Saham dapat memberikan cukup ruang kreativitas berbasis profesionalisme kepada Direksi bank dan konsisten/konsekuen terhadap komitmen berlandaskan “manajement Contract” (target yang ditetapkan oleh Pemegang saham. Kedua, Dewan Komisaris bank harus terdiri dari figure atau orang-orang pilihan yang telah memiliki reputasi dan prestasi dibidangnya atau yang dianggap “kredibel” dan “terpercaya” di bidang perbankan. Rekam jejak, pengalaman, kompetensi, komitmen, integritas dan moral Dewan Komisaris harus telah sesuai dengan kaedah yang dipersyaratkan sebagai lembaga kepercayaan. Selain itu, Dewan Komisaris BPD harus memiliki kompetensi yang memadai sehingga mampu menjadi jembatan antara pemilik bank yang umumnya berorientasi/ pandangan”birokrat” dengan manjemen bank yang lebih berorientasi “business and development bank” semata.Alangkah indahnya bila Dewan Komisaris juga terdiri dari orang-orang yang tidak hanya silau dengan jabatan/kedudukan atau pencari nafkah semata namun seyogyanya punya semangat pengabdian dan hendaknya memandang jabatan sebagai amanah yang wajib dipertanggung jawabkan. Ketiga, Pengurus Bank (Direksi Bank) dilain pihak secara internal bank harus mampu menggerakkan semua komponen dibawahnya untuk bekerja efisien dan produktif sehingga kinerja BPD tidak tersandera oleh SDM yang “tidak kompeten”. Upaya terus menerus dalam peningkatan profesionalisme dalam pengelolaan SDM mulai dari entry policy atau rekruitmen pegawai baru,penilaian berbasis kinerja atau KPI (Key Performance Indicator) dan exit policy dalam effisiensi dan effektifitas kinerja SDM yang transparan, akuntabel, responsible, independen dan fair. Budaya kerja atau pola pikir “kerja biasa-biasa” dan “kerja susah-susah” harus segera dibenahi. Penulis Praktisi Keuangan/Perbankan dan Pemerhati UMKM

2 - 8 Oktober 2017

6


BALI SEPEKAN

Gedong di Pura Dalem Bubunan Terbakar

MBP/mud

Palinggih gedong di Pura Dalem Bubunan, Kecamatan Seririt terbakar Senin (18/9).

PALINGGIH gedong di Pura Dalem, Desa Bubunan, Kecamatan Seririt terbakar Senin (18/9) sekitar pukul 09.30 wita. Api membakar atap palinggih yang terbuat dari ijuk hingga mengalami kerusakan parah. Diduga, kebakaran ini akibat percikan api yang diterbangkan angin dari lokasi pembakaran sampah yang tidak jauh dari kawasan pura. Perbekel Desa Bubunan, Ketut Sudarmawan Duniaji, menjelaskan, sebelum kejadian, di sekitar pura terdapat tumpukan sampah. Karena tidak ada yang mengangkut, sampah itu kemudian dibakar. Diduga api dari pembakaran sampah di areal pelaba pura itu diterbangkan angin dan mengenai atap palinggih. Dalam waktu singkat, api menghanguskan seluruh atap palinggih tersebut. Dia bersama warga berusaha memadamkan api dengan air keran milik pura. Upaya pemadaman itu kemudian dibantu dengan dua mobil pemadam kebakaran. Setelah menghabiskan tujuh tangki air, petugas berhasil memadamkan api hingga tidak merembet ke bangunan lain. Akibat kejadian ini, kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta. Selain kerugian secara fisik bangunan palinggih, pralingga lanang istri, kotak ampilan dan daksina linggih dan rantasan juga ikut terbakar. l Mudiarta

Koper Misterius Jalan di Banjar Gegerkan Warga Ubud Mukus Rusak Parah KOPER misterius menggegerkan warga di Banjar Penestanan Kaja Desa Sayan, Ubud, Senin (18/9). Koper berwarna hitam tersebut diletakkan di depan pelang nama sebuah hotel. Polisi yang melakukan pengecekan, memastikan tidak ada benda mencurigakan di dalam koper. Informasi dihimpun, koper merk HCNDA tersebut pertama kali dilihat warga setempat sekitar pukul 08.00 Wita. Lantaran khawatir, seorang Security I Ketut Mardika, lantas melaporkan temuan tersebut ke Polisi. Menerima laporan itu, aparat Polsek Ubud lantas melakukan pengecekan ke lokasi. Pengamanan awal sesuai SOP langsung dilakukan polisi. Beberapa menit melakukan pen-

gamatan dan menelusuri informasi sekitar TKP, polisi memutuskan mengecek isi koper yang kondisinya sudah rusak. Setelah dicek, dipastikan koper hitam itu kosong, tidak berisi benda mencurigakan. Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Wirajaya yang dikonfirmasi, membenarkan adanya temuan koper hitam itu. Dikatakannya, koper yang kondisinya rusak itu milik seorang wisatawan asal Australia. Wirajaya menyatakan, sejumlah barang milik wisatawan itu sudah dipindahkan ke koper lain, sehingga koper hitam tersebut kosong. Koper itu pun ditinggal begitu saja, selain juga akibat kondisinya sudah usang dan rusak pada pegangan samping. l Manik

KONDISI infrastruktur jalan di Kabupaten Bangli masih banyak yang rusak. Salah satunya, akses jalan dari Banjar Mukus Desa Terunyan, Kintamani menuju Banjar Penaga Desa Landih. Kerusakan jalan di kawasan tersebut menghambat aktivitas warga. Warga pun meminta pemerintah segera melakukan perbaikan. Berdasarkan pantauan, Senin (18/9), aspal jalan sudah banyak mengelupas. Bahkan batu geladak mulai muncul ke permukaan. Panjang jalan yang rusak sekitar 1 km. Meski jalan masih bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, pengendara harus ekstra hati-hati ketika melintas. Kepala Dusun Mukus I Wayan Rubah mengatakan, jalan penghubung menuju Landih itu panjangnya sekitar 1,5 km. Tetapi yang kondisinya rusah parah hampir sebagian. Sebelumnya, jalur tersebut berstatus jalan desa. Tetapi jalan penghubung itu diserahkan ke kabupaten sehingga sekarang wewenang perbaikannya ada pada Pemkab Bangli. Rubah mengungkapkan, akibat kondisi jalan yang rusak parah, warga kesulitan ketika hendak menjual hasil pertanian. Maka dari itu, pihaknya berharap jalan itu bisa segera diperbaiki pemerintah. l Eka Parananda 2 - 8 Oktober 2017

7

7


LAPORAN UTAMA

T

Jangan Ulangi Sejarah

rauma. Mungkin itu kata yang tepat menggambarkan perasaan warga di Karangasem jika mengingat erupsi Gunung Agung. Pasalnya ketika gunung tertinggi di Bali itu meletus pada 1963 silam, ribuan orang meninggal dunia. Letusan yang dimulai pada 18 Februari 1963 itu berakhir pada 27 Januari 1964. Sifatnya magmatis hingga menelan korban jiwa mencapai 1.148 orang dan 296 lukaluka. Dalam sejarah letusan Gunung Agung, tercatat sudah terjadi sejak tahun 1808. Saat itu Gunung Agung memuntahkan batu dan abu vulkanik dalam jumlah besar. Letusan kembali terjadi pada tahun 1821, terjadi letusan normal. Letusan dahsyat kemudian kembali terjadi tahun 1843, saat itu letusan didahului dengan gempa bumi. Material yang dimuntahkan berupa abu, pasir dan batu apung. Selanjutnya pada tahun 1908, 1915 dan 1917 di berbagai tempat di dasar kawah dan pematangnya tampak tembusan fumarola. Hingga terakhir kali meletus tahun 1963. Melihat catatan dari dokumen rencana kontinjensi menghadapi erupsi Gunung Agung, dari sejarah letusan itu, ternyata periode istirahat Gunung Agung berbedabeda. Mulai dari periode terpendek 16 tahun hingga periode terpanjang mencapai 120 tahun. Selama hampir setahun dalam letusan terakhir saat itu, Bali khususnya Karangasem lumpuh total. Seluruh aktivitas pemerintahan dan ekonomi warga terhenti. Semuanya fokus pada penanganan para korban di tengah gempa bumi yang tidak pernah berhenti, suara gemuruh dari dalam kawah Gunung Agung hingga hujan abu yang terus menerus turun. Sejak aktivitas gempa mulai terasa 16 Februari 1963, masyarakat Karangasem terus dihantui gempa gumi, gumpalan asap hingga bau gas belerang. Hari-hari berikutnya, masyarakat semakin dibuat panik dengan suara letusan, gerakan api pada mulut kawah di tengah kilat sambungmenyambung di atasnya. 24 Februari, hujan lumpur lebat sempat terpantau turun di Besakih, mengakibatkan beberapa bangunan Eka Dasa Rudra saat itu roboh. Penduduk Temukus kala itu mengungsi ke Besakih. Awan panas letusan turun lewat Tukad Daya hingga di Blong. 17 Maret 1963

8

menjadi puncak aktivitas Gunung Agung. Tinggi awan letusan saat itu mencapai klimaks pada pukul 05.32 wita. Suara letusan terdengar rata-rata setiap lima detik. Hujan abu makin deras hingga penglihatan sama sekali terhalang. Sejak saat itu, wilayah Subagan dan Kota Amlapura dilanda lahar hujan hingga jatuh ribuan korban. Itu terjadi sampai 21 Maret 1963. Setelah puncak letusan inilah, letusan dan seluruh aktivitas Gunung Agung semakin berkurang. Suara gemuruh pun perlahan lenyap. Lelehan larva ke arah utara juga terhenti pada jarak 7.290 meter dari puncak Gunung Agung. Keadaan ini kemudian terus menerus menurun hingga aktivitas Gunung Agung benar-benar terhenti pada 27 Januari 1964. Kini, ketika Gunung Agung kembali menunjukkan tanda-tanda aktif, bahkan naik hingga level III, warga pun menanggapinya dengan panik. Sebagian mungkin karena pernah mengalami letusan gunung tersebut 54 tahun lalu, sebagian warga lainnya tak ingin sejarah kelam itu kembali terulang. Salah satu yang trauma adalah Made Sudiarsa. Sembari beristirahat, pria 70 tahun ini menceritakan betapa pahit dan sulitnya hidup yang dialami 54 tahun yang lalu ketika ditemui di tempat pengungsian GOR Swecapura. Ia mengatakan saat itu semburan lahar telah menyebar ke sejumlah desa. Tak hanya menimbulkan kerugian materi, namun juga korban jiwa. Saat itu, untuk bertahan hidup, ia sempat beberapa kali mengungsi, mulai ke Sidemen, Selat, Kabupaten Buleleng hingga Jembrana. “Khawatir sekarang seperti itu lagi,” ucapnya. Ia hanya berharap situasi segera kembali tenang. “Mudah-mudahan tidak terjadi apa,” imbuhnya. Tak jauh berbeda dengan yang diungkapkan Ni Ketut Kembang. Warga Desa Sebudi yang mengungsi di salah satu asram di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan. Ia ingat betul kejadian memilukan letusan terakhir gunung terbesar di Bali itu. Bahkan, situasi yang sangat mencekam mengharuskannya untuk juga mengungsi. “Sampai sekarang masih ingat. Saya waktu itu masih kecil,” ucapnya. Tak hanya kedua orang ini, ribuan warga Karangasem juga sudah dievakuasi, ada yang ditampung di Buleleng, Klungkung,

hingga Gianyar. Mereka terutama yang ada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. KRB III adalah kawasan zona merah yang berpotensi menerima dampak letusan paling parah. Adapun wilayah yang masuk KRB III yakni desa-desa yang ada di sekitar Gunung Agung. Sementara yang masuk sebagai KRB II yaitu daerah-daerah yang lokasinya agak jauh dari Gunung Agung namun berpotensi terkena dampak letusan. Sedangkan KRB I adalah kawasan yang di luar radius Gunung Agung namun tetap berpotensi terkena dampak letusan. Sejauh ini, aktivitas gempa di Gunung Agung terus menunjukkan peningkatan. Gempa yang tercatat oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus bertambah dari hari ke hari. Bahkan PVMBG kembali menambah satu alat yakni Tiltmeter untuk memonitor perkembangan yang dilakukan Gunung Agung yang dipasang di Pura Pengubengan Besakih. “Kita memang pasang satu alat lagi. Pemasangan alat itu sebagai tambahan alat yang sudah ada. Nanti alat itu akan memonitoring atau mendeteksi kegiatan yang dilakukan Gunung itu sendiri apakah aktivitas gunung mengalami inflasi atau deflasi,” ungkap Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani, Kamis (21/9). Kasbani menambahkan, sekarang ini pemasangan alat masih terus dilakukan. Temasuk setting alat juga masih berjalan. Mengingat, untuk menge-set alat itu harus mencari data pembanding sebelumnya. Sementara itu Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG/BG KSDM I Gede Suartika menyatakan, dengan dipasangnya alat Tiltmeter ini pihaknya bisa memantau perkembangan aktivitas Gunung seperti apa. Sehingga data yang didapat dari alat lebih akurat lagi. Bersiap Menghadapi bencana ini, pemerintah pun bersiap. Tak ingin mengulang sejarah, Pemkab Karangasem bahkan sudah mengeluarkan surat edaran terkait evakuasi. Warga diminta untuk melakukan evakuasi berdasarkan arahan dari instansi terkait. Langkah evakuasi akan dilakukan bertahap

2 - 8 Oktober 2017

8


MBP/ist

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika (tengah) memeriksa kondisi di tempat pengungsian untuk mengantisipasi erupsi Gunung Agung.

sehingga tidak menimbulkan kepanikan. Tak hanya itu, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengatakan Bali siap menghadapi kemungkinan terburuk. Pastika langsung memerintahkan agar segera membangun tenda pengungsian dan mempersiapkan segala keperluan menghadapi hal terburuk terjadi. Untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana, Pastika melakukan kunjungan ke beberapa lokasi penampungan pengungsi diantaranya GOR Sweca Pura Klungkung, Lapangan Ulakan Kecamatan Manggis, Pos Komando Induk di Pelabuhan Tanah Ampo, Kamis (21/9). Setelah melihat secara langsung, Pastika memastikan Bali siap menghadapi kondisi terburuk apabila terjadi erupsi Gunung Agung. “Kesiapan kita dari dua (lokasi) ini saja, yang di Buleleng di Desa Les, Desa Sambirenteng dan Desa Tembok saya dengar juga sudah siap. Oleh karena itu kita laporkan kepada seluruh warga baik Bali maupun Indonesia termasuk dunia internasional, bahwa kita sudah siap untuk menghadapi kemungkinan terburuk walaupun kita semua berdoa berharap tidak pernah terjadi. Tapi kita sudah siap untuk menghadapi yang terburuk. Hope for the best prepare for the worst,” kata Pastika.

Lebih lanjut Pastika menjelaskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) seluruh Bali sudah dikerahkan dibagi dalam zona-zona. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan dalam koordinasi dan pelaksanaan tugas kegawatdaruratan, dan juga telah ditetapkan Pos Komando Tanggap Darurat Bencana di Pelabuhan Tanah Ampo yang dipimpin langsung oleh Bupati Karangasem. Kesiapan lainnya dari segi peralatan seperti tenda-tenda pengungsi, dapur umum, fasilitas kesehatan dan juga dukungan bahan logistik bagi pengungsi. “Kepala BNPB sudah bertemu saya, menyatakan kesiapannya untuk mendukung operasi ini. Kalau kurang biaya mereka siapkan, kurang peralatan mereka siapkan, kemampuan teknis juga mereka siapkan. Oleh karena itu sekali lagi tidak perlu khawatir,” ujar Pastika. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar mengungsi demi meminimalisir adanya korban jiwa. Pastika juga meminta agar para lansia, ibu hamil, orang cacat, orang dengan gangguan jiwa, anak-anak atau balita diharapkan mereka dengan sukarela untuk mau dievakuasi. “Tempat evakuasinya nyaman kok, anak-anak sekolah kita titipkan di sekolah

terdekat, yang sakit kita rawat, semua sudah siap. Kita optimis bisa meminimalisir sekecil mungkin kerusakan yang terjadi,” katanya. Gubernur Pastika didampingi Bupati Karangasem, IGA Mas Sumantri juga mengunjungi pengungsi di Wantilan Pura Puseh Banjar Tabola Desa Sidemen. Sampai siang ini, menurut Bupati Karangasem Mas Sumantri, terdata pengungsi dari desa-desa pada radius 6 kilometer dari kawah Gunung Agung yang mengungsi di Kecamatan Sidemen mencapai 507 orang berada di Desa Tabola dan Desa Sangkan Gunung. Pada kesempatan tersebut Pastika memastikan ketersediaan matras, selimut, makanan bayi, MCK, air minum, dan tim kesehatan. Pihaknya juga memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk melaksanakan Safari Kesehatan di lokasi-lokasi pengungsian untuk memaksimalkan dan mendekatkan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Pastika menyempatkan bersantap siang sajian yang dimasak tim dapur umum bersama-sama para pengungsi di Wantilan Pura Puseh Banjar Tabola. l Tim BP 2 - 8 Oktober 2017

9

9


LAPORAN UTAMA

Mitos dan Fakta

S

ejak Gunung Agung kembali menunjukkan peningkatan aktivitas, warga di sekitarnya pun waspada. Namun, mereka ada yang percaya bahwa ketika gunung tertinggi di Bali ini akan erupsi, ada tandatanda sekala dan niskala yang muncul. Entah itu merupakan mitos atau fakta, kepercayaan tersebut dipegang masyarakat. Sehingga, selain menyimak informasi berdasarkan fakta dari instansi terkait, seperti PVMBG, hingga menggelar ritual pun dilakukan. Desa Adat Besakih belum lama menggelar ritual Bhakti Panglempana, yang bermakna sebagai upacara peneduh. Memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi agar Gunung Agung tidak meletus lagi. Ritual ini sebagai bentuk kegiatan pangrastiti, yang akan dilaksanakan pada Rabu (20/9) besok, bertepatan dengan Tilem Sasih Ketiga. “Upacara bakti panglempana ini, juga bertepatan dengan pelaksanaan Upacara Aci Pengurip Bhumi di Pura Ulun Kukul, Besakih,� kata Bendesa Adat Besakih, Jero Mangku Widiartha, saat dihubungi Senin (18/9). Lokasi pelaksanaan upacara panglempana ini dipusatkan di enam titik, yaitu di Pura Dalem Puri, Pura Bangun Sakti, Pura Goa Raja, Pura Basukian, Pura Penataran Agung dan Pura Pangubengan. Ritual ini melibatkan seluruh Krama Desa Adat Besakih. Ia juga menegaskan berdasarkan pengalaman yang bersifat tradisi dalam masyarakat Besakih, ada tanda-tanda khusus bila Gunung Agung memang akan meletus. Sesuai penuturan para tetua yang sudah pernah mengalami erupsi Gunung Agung, biasanya didahului tanda-tanda layunya pepohonan di area lereng gunung. Selain itu, binatang-binatang yang ada di hutan Gunung Agung akan turun ke tegalan atau kebun masyarakat yang ada di sekitar lereng gunung. Tanda-tanda ini dibenarkan pula Mangku Wayan Badra warga Banjar Palak, Desa Besakih. Ia yang juga merupakan pemandu pendaki Gunung Agung mengatakan secara kasat mata

10

MBP/gik

MBP/nan

Jero Mangku Widiartha

Mangku Wayan Badra

di Gunung Agung tidak ada perubahan yang terjadi saat ia naik ke puncak Gunung Agung yang berstatus level III. Ia pun mengatakan warga Besakih memang memiliki beberapa kepercayaan jika Gunung Agung benar akan meletus. Salah satunya hewan yang ada di Gunung Agung semuanya turun ke bawah dan masuk ke rumah-rumah penduduk. Lebih lajut dikatakannya, meskipun secara kasat mata belum merasakan ada perubahan di atas Gunung Agung, akan tetapi dirinya tetap mengikuti instruksi yang diberikan pemerintah. “Saya sudah menginformasikan kepada warga saya agar tetap tenang dan wasapada. Saya juga sudah minta warga untuk mengemasi barang-barang berharga yang bisa dibawa jika nantinya diinstruksikan untuk mengungsi. Tapi sebelum ada perintah evakuasi warga sudah saya minta untuk diam dulu di rumah masing-masing. Kalau ada perintah untuk mengungsi, saya akan panggil semua warga untuk diajak mengungsi,� jelasnya. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan pentingnya prosesi ini untuk memohon keselamatan dari ancaman bencana meletusnya Gunung

Agung. Ia berharap letusan itu tidak terjadi. Ia menambahkan, pemerintah sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi dan apa saja yang harus dilakukan untuk meminimalisir dampak jika situasi buruk terjadi. Ia juga sudah meminta seluruh BPBD di Bali untuk membantu kesiapan logistik dan sejauh ini semuanya sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan 50 ribu jiwa masyarakat yang mungkin terdampak di radius 6 km. Sedangkan untuk wisatawan menurutnya tak akan terganggu mengingat dalam kondisi terburuk daerah terdampak sejauh 10 km. Terakhir ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik. Menurutnya kepanikan justru akan membuat masyarakat terhanyut dengan berita tidak jelas. Ia juga meminta jangan memukul kulkul bulus sebelum ada informasi yang jelas. Ia berharap harus jelas siapa yang memukul kulkul bulus dan siapa yang memerintahkan. Selain itu sebagai langkah awal kelompok rentan seperti orang tua renta, ibu hamil, balita dan penderita sakit jiwa menjadi prioritas untuk diungsikan. l Bagiarta, Eka Parananda

2 - 8 Oktober 2017

10


Warga Karangasem memberikan makan ternak sapinya yang dibawa ke pengungsian di Desa Taro, Gianyar. Sejumlah warga terpaksa menjual murah hewan ternak mereka, salah satunya sapi karena tidak ada yang merawat saat ditinggal mengungsi.

MBP/dok

Ternak Didiskon Setengah Harga SEJAK proses evakuasi berlangsung, warga Karangasem, terutama yang ada di kawasan rawan bencana (KRB) III resah. Mereka bimbang akan mengungsi. Sebab, hewan ternak mereka tidak ada yang menjaga dan memberi makan. Akibatnya, “obral” sapi dan babi pun dilakukan. Contohnya warga di Banjar Kaja, Desa Muncan, Selat mereka terpaksa “mengobral” hewan peliharaan mereka, seperti sapi dan babi, didiskon hingga setengah harga normal. Hal ini pun dimanfaatkan saudagar sapi untuk berbondong-bondong membeli. Salah satu warga di Banjar Kaja, Desa Muncan, Selat, Karangasem Ni Wayan Sudiarti mengungkapkan, dirinya dengan warga lainnya memang telah menjual sapi dan babi yang dipeliharanya dengan harga yang sangat murah. Kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa hari belakangan ini pasca status Gunung Agung dinaikkan dari level waspada ke siaga. “Saya sudah jual beberapa sapi dan babi dengan harga murah. Sapi yang biasanya harganya Rp 10 juta saya jual Rp 5 juta. Begitu juga dengan babi dari harga Rp 3,5 juta saya jual Rp 1,5 juta. Jadi setengah harga saya jual,” ucap Sudiarti. Sudiarti menjelaskan, pihaknya terpaksa menjual sapi dan babi dengan harga yang murah karena takut jika Gunung Agung benar erupsi hewan peliharaan

semuanya akan mati. Kata dia, meski dijual dengan harga murah, setidaknya uang dari hasil berjualan itu dipergunakan sebagai bekal untuk mengungsi. “Uang hasil jual sapi dan babi saya pakai bekal mengungsi. Kalau tidak dijual, dan nanti Gunung Agung benar erupsi kan semuanya akan mati dan tidak dapat apa-apa. Jadi mendingan saya jual murah saja. Yang penting dapat uang sedikit,” terangnya. Hal senada juga disampaikan I Wayan Rimpi asal Banjar Kesimpar, Desa Kesimpar, Rendang, Karangsem. Dia mengungkapkan memang sejumlah warga di desanya mulai menjaual hewan ternaknya semenjak adanya isu Gunung Agung akan erupsi. “Sudah banyak warga yang menajual hewan peliharaan mereka. Tapi ada juga yang belum menjualnya. Harga jual nanya memang sedikit lebih murah dari harga normalnya,” kata Rimpi. Sejak situasi genting seperti ini, mayoritas warga di desa-desa yang ada di Karangasem juga memilih segera menjual hewan ternaknya. Ternak-ternak yang dirawat sejak kecil hingga besar, dijual hingga separuh harga, dari harga normal Rp 14 juta sampai Rp 15 juta terjun bebas hingga Rp 6 juta sampai Rp 7 juta. Bahkan, warga di Banjar Dinas Galih, terpaksa menjual sapi hingga Rp

2 juta sampai Rp 3 juta. Para saudagar sapi sudah berkeliaran di daerah-daerah KRB III di sekitar wilayah itu, seperti di Banjar Dinas Untalan, Galih maupun Yeh Kori untuk membeli sapi-sapi warga dengan harga murah. Ini tentu sangat merugikan warga sekitar. Warga mengaku mestinya dalam situasi begini pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian Karangasem yang membidangi peternakan, bisa hadir agar situasi ini tidak dimanfaatkan saudagar sapi untuk membeli ternak warga dengan harga murah. Warga setempat di Banjar Galih seperti Ketut Simpen mengatakan sudah menjual empat sapinya seharga Rp 3 juta. Dia sendiri mengaku sudah siap-siap untuk mengungsi. Tetapi, mau mengungsi kemana, dia mengaku masih bingung. Tapi, informasi yang dia terima dari warga lainnya tempat pengungsian untuk warga setempat diungsikan ke Sibetan atau ke Lapangan Rendang. Soal penjualan ternak ini, Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta masyarakat tidak menjual ternak murah atau mengambil uangnya di LPD. Untuk ternak, menurutnya sudah ada tempat penitipan. Sedangkan uang sudah dalam kondisi aman karena berada di Bank. l Eka Parananda, Bagiarta 2 - 8 Oktober 2017

11


AKTIVITAS MAHASISWA UPANAYANA UNWAR - Pasemetonan Mahasisya Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan upacara Mahasisya Upanayana pada Kamis (21/9). Pada Mahasisya Upanayana juga dilakukan upacara majaya-jaya dan pemasangan karawista pada 2.000-an mahasiswa baru (maba) sebagai simbol telah dilakukannya Upacara Mahasisya Upanayana. Dipuput oleh Ida Pedanda Putra Bajing. Ketua Umum PMHD Unwar, I Kadek Dwi Mahendra mengatakan, tema Mahasisya Upanayana kali ini adalah Dwara Kapertama Maring Widya Sedya Mahottama yang artinya gerbang pertama menuju ilmu yang utama. AXA MAMDIRI - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) kembali tekankan pentingnya perencanaan keuangan demi mewujudkan masa depan sejahtera. Penekanan tersebut dikemas dalam diskusi bertema “Pastikan Masa Depan Keuangan dangan Kelola Kesehatan Lebih Baik� yang digelar, Selasa (19/9) lalu di Kuta. Pada acara yang dibuka oleh President Director AxA Mandiri Jean-Philippe Vandenschrick, hadir pula Director of In Branch channel AXA Mandiri Tisye Diah Retnojati dan Executive Vice President Intermediary PT Schroders, Renny Rahardja sebagai pembicara. Dari rencana pelaksanaan di 12 kota di Indonesia sepanjang tahun 2017, Bali merupakan kota ke enam yang diikuti sebanyak 150 konsumen.

MBP/ist

DP SERANGAN - Desa Pakraman Serangan menyelenggarakan upacara atiwa-tiwa atau ngaben masal. Upacara yang pertama kali di Serangan ini disambut antusias oleh warga desa setempat. Bukan hanya ngaben masal, upacara berlanjut dengan menggelar Atma Wedana yang diikuti oleh 76 puspa lingga. Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Denpasar I.B.Rai Dharmawijaya Mantra, Rabu (20/9) lalu, saat pelaksanaan ngajum.Ketua Panitia Atma Wedana I Made Yatna didampingi Bendesa Desa Pakraman Serangan I Made Sedana ditemui disela-sela ngajum, mengungkapkan, pelaksanaan upacara ini berdasarkan pada awig-awig desa setempat. Sebenarnya sejak 1991 lalu, sudah tertuang dalam awig-awig terkait pelaksanaan upacara ngaben masal. Namun, baru kali ini bisa terealisasi.

12

2 - 8 Oktober 2017

MBP/ist

ATLET BINARAGA - Atlet Kabupaten Badung kembali menambah 1 emas pada ajang Pekan Olah Raga Propinsi (Porprov) Bali XIII/2017 di Gianyar. Kali ini melalui cabang olahraga (Cabor) Binaraga. Emas Badung disumbangkan Made Dwija yang turun di kelas 80 kg setelah unggul di final yang berlangsung di Wantilan Banjar Kalah Peliatan Ubud, Gianyar, Kamis (21/9). Tidak hanya emas, atlet binaraga Badung mampu mempersembahkan 6 perak. Masing –masing di nomor 55 kg, 60 kg, 70 kg, 75 kg, 85 kg, dan 85 kg plus.Ketua Umum PABBSI Badung, Ida Bagus Wisnawa Kesuma, SE MM, saat ditemui seusai pertandingan mengatakan, target yang Badung tetapkan dengan tiga emas meleset dari perkiraan. Hal ini lantaran perkembangan Binaraga di ajang Porprov ini sangat merata dan ketat.


2 - 8 Oktober 2017

13


A KT I V I TA S SMP DWIJENDRA- Siswa SMP Dwijendra Denpasar setiap minggu mempersembahkan piala dan juara kepada sekolahnya, baik di ajang akademis dan non akademis. Di antaranya meraih juara II Olimpiade Biologi se- Bali dan juara I dan II membaca berita. Prestasi itu dipersembahkan I Komang Putra Wijaya. Siswa kelas VIII-A ini meraih juara II Olimpiade Biologi se- Bali. Anak ketiga pasangan I Nyman Suta dan IA Putu Candrawati ini adalah prestasi pertamanya di ajang olimpiade. Siswa binaan Desak Ketut Krisnayanti,S.P., ini akan dipersiapkan di Olimpiade Biologi di Undiksha serta ajang OSN Kota Denpasar.Putra Wijaya juga termasuk siswa berotak cerdas. Dia termasuk kelas unggulan dan meraih juara umum I di kelas VII.

MBP/ist

MBP/ist

BANTUAN GAMELAN - Sebuah pura Khayangan Jagat selayaknya memiliki fasilitas yang baik, serta mendapatkan perhatian dari pemerintah dengan baik. Namun harapan sejumlah umat Hindu di Bali tidak selamanya sama dengan selera pemerintah, salah satunya contoh di Pura Gunung Kawi, Tampaksiring Gianyar. Bagaimana mungkin Pura Gunung Kawi yang merupakan perabuan dari Raja Udayana bisa tidak memiliki seperangkat Gamelan selayaknya sebagai pura besar lainnya. Itulah yang menjadi perhatian sosok tokoh Hindu Indonesia Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Suyasa III yang juga Senator DPD RI asal Bali. Berkat perjuangannya mengawal aspirasi masyarakat Tampaksiring, akhirnya Gusti Wedakarna berhasil mengawal pengajuan seperangkat Gamelan Gong di Pura Gunung Kawi dari pemerintah pusat.

MBP/ist

14

2 - 8 Oktober 2017

DESA WISATA KAMASAN- Desa wisata di Kabupaten Klungkung semakin berkembang. Sejalan dengan itu, Pemkab terus menggenjot peningkatan fasilitas. Hal tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan maupun sebagai bentuk dukungan terhadap program city tour. Demikian disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat meninjau Desa wisata Kamasan, Selasa (19/9). Pada kesempatan tersebut, Bupati Suwirta didampingi Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta mengecek fasilitas terutama kamar.

MBP/ist

SIAP MENANGKAN KBS – Setelah terbentuk di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, Semeton Gus Bota (GB) kini melebarkan sayapnya ke Kabupaten Tabanan. Bertempat di kediaman tokoh masyarakat Nyoman Mulyadi di Desa Nyitdah, Kediri, Semeton GB Kabupaten Tabanan dikukuhkan. Pengukuhan Semeton GB Tabanan tersebut sekaligus mendeklarasikan dukungan kepada Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. atau yang dikenal dengan KBS (Koster Bali Satu) sebagai Gubernur Bali tahun 2018. Kegiatan yang dihadiri sekitar 800 simpatisan ini dihadiri Penasihat Semeton GB Bali I Nyoman Giri Prasta yang juga Bupati Badung, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya sekaligus Penasihat Semeton GB Tabanan, Ketua DPRD Tabanan I Ketut ‘’Boping’’ Suryadi, I Bagus Alit Sucipta alias Gus Bota, Ketua Semeton GB Bali I Bagus Jagra Wibawa (Gus Ari) serta sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Tabanan. Sebelum pengukuhan pengurus Semeton GB Tabanan oleh Ketua Semeton GB Bali Gus Ari, acara diawali dengan atraksi dari pesilat-pesilat Bakti Negara.


INNER BEAUTY GHANTA – Grand opening Klinik Kecantikan Inner Beauty Ghanta ditandai pemotongan pita oleh istri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar Dewi Jimmy Sidharta, Minggu (17/9). Klinik yang berlokasi di Desa Budaya Kertalangu ini menerapkan sistem penyaluran energi inner beauty Ghanta melalui sentuhan jari-jari tangan untuk mempercantik wajah. ‘’Klinik kecantikan ini berlandaskan yoga untuk menjawab bahwa cantik alami itu bisa kita dapatkan dengan cara sederhana. Cantik alami itu juga bukan sebatas bahasa kiasan, tapi riil dan bisa dirasakan,’’ ujar Ketua Yayasan Taman Bukit Pengajaran Dr. Eng. I GAB Wirajati, S.T., M.Eng. bersama Pembina Yayasan Ida Bagus Putu Adriana.

MBP/ist

MBP/ist

KULIAH UMUM FH UNWAR – Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menyelenggarakan kuliah umum dengan tema ‘’Hakikat Tirtayatra Dalam Meningkatkan Sradha Bhakti Kehidupan Beragama’’, Sabtu (16/9). Pembicara dalam kuliah umum ini adalah Acarya Rasa Prabu Dharmayasa. Kuliah umum dirangkaikan dengan ceramah akademik mahasiswa reguler B FH Unwar. Wakil Dekan I FH Unwar Ida Ayu Putu Widiati, S.H., M.Hum. didampingi Wakil Dekan II A.A. Sagung Laksmi Dewi, S.H., M.H. mengatakan, FH secara rutin menyeleggarakan kuliah umum paling tidak setahun dua kali. Ada empat hal yang melatarbelakangi dipilihnya tema tirtayatra, yaitu spirit Warmadewa, Sapta Bayu. Salah satunya Ketuhanan Yang Maha Esa. Foto: kuliah

FORKOMPINDA BANGLI – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Bangli melakukan studi tiru ke Pemkot Pekanbaru, Riau, Kamis (14/9). Kunjungan dipandu Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta serta diikuti Ketua Pengadilan Negeri Bangli I Gusti Ayu Susilawati, S.H., Kajari Bangli Ida Ayu Retnasari, S.H., Dandim 1626/Bangli Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung, Kapolres Bangli AKBP I G.N. Panji Anom, Asisten I dan II Setda Bangli, serta sejumlah pejabat di Pemkab Bangli. Kedatangan rombongan Forkompinda Bangli disambut Asisten Administrasi Umum Pemkot Pekanbaru Dr. Hj. Mutia Eliza, M.M. yang saat itu didampingi Forkompinda dan Kepala Badan Kesbangpolinmas setempat.

MBP/ist

MBP/ist

SMPN 9 Denpasar Dinilai- Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) Provinsi Bali menilai perwakilan Kota Denpasar yaitu SMPN 9 Denpasar, Senin (18/9). Tim diterima Kepala SMPN 9 Denpasar didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar mewakili Wali Kota dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar. Tema LSS Kota adalah ‘’Melalui LSS Kita Wujudkan Warga Sekolah yang Sehat Jasmani dan Rohani, Berkarakter, Berprestasi serta Berwawasan Budaya Lingkungan’’. Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Sri Armini, M.Kes. mengatakan, sektor pendidikan dan kesehatan sangat perlu mendapatkan perhatian serius karena merupakan aset atau investasi dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, sehat dan berbudi luhur. 2 - 8 Oktober 2017

15


POLITIK

OTT dan Budaya ’’Fee’’ 10 persen

P

terang terhadap koruptor dan narkoba harus terus digalakkan di negeri ini, Dua ancaman serius ini selaian melibatkan anak bangsa juga birokrat negeri. Bahkan pejabat publik yang terbe;enggu buday fee 10 persen menjadi aktor utama korupsi. Maka, upaat Operasi tangkap tangan dan menembak Bandar pengedar narkoba layak menjadi pilihan. Setidaknya, menurut Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyatakan fee sebesar 10 persen dari anggaran proyek menjadi norma umum terkait tindak pidana korupsi kepala-kepala daerah. ‘’Ada pesan khusus yang ingin disampaikan KPK bahwa dari serentetan OTT yang dilakukan KPK dalam beberapa bulan terakhir, motivasi atau halhal mengapa orang-orang itu melakukan penerimaan suap itu terjadi, kebanyakan itu memotong uang dari proyek itu rata-rata 10 persen,’’ kata Syarif di Gedung KPK. Dia bilang itu di sela-sela konferensi pers penetapan tersangka terhadap Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dan dua orang lain sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2017. ‘’Jadi 10 persen ini kelihatannya menjadi norma umum dari setiap anggaran pemerintah,’’ kata Syarif.

16

Ia mengatakan Syarif menyatakan pada kasus Rumpoko itu terdapat total fee 10 persen dari nilai proyek sebesar Rp 5,26 miliar. ‘’Oleh karena itu, jangan dilihat jumlah uang transaksinya tetapi bagaimana menyelamatkan proyek yang besar itu agar sesuai dengan yang direncanakan oleh pemerintah, karena yang rugi nantinya juga masyarakat secara umum,’’ ucap Syarif. Sementara itu, agresivitas KPK menyasar para pejabat di daerah dalam melakukan OTT mengundang pro dan kontra. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan, tertangkapnya para kepala daerah, pejabat pemerintahan daerah maupun anggota DPRD harus menjadi perhatian para kepala daerah lain untuk menjadi shock therapy agar tidak bermain-main dengan jabatan yang diamanatkan kepadanya. ‘’Kita harus dukung KPK sepanjang ada hal-hal yang menyimpang kita serahkan pada law enforcement (penegakan hukum) KPK,’’ kata Taufik Kurniawan. Soal seringnya pejabat di daerah yang tertangkap dalam OTT KPK akhir-akhir ini, Taufik meyakini masuknya radar KPK memantau akfivitas korupsi para penyelenggara negara di daerah, baik pejabat pemerintahan, anggota DPRD di lembaga parlemen maupun jaksa dan hakim di lem-

baga peradilan tidak lepas dari informasi dan laporan masyarakat. Taufik menampik anggapan penangkapan pejabat negara di daerah oleh KPK karena tebang pilih. ‘’Masuk ke radar KPK tentunya menjadi domain dari kewenangan penyidik. Mengaksesnya itu semua tidak lepas dari informasi masyarakat,’’ katanya. l Hardianto

Tertangkapnya para kepala daerah, pejabat pemerintahan daerah maupun anggota DPRD harus menjadi perhatian para kepala daerah lain untuk menjadi shock therapy agar tidak bermain-main dengan jabatan yang diamanatkan kepadanya. Taufik Kurniawan Wakil Ketua DPR

2 - 8 Oktober 2017

16


Jangan Adu Domba Polri-KPK KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri diharapkan tetap solid mengawal menindak para koruptor. Hubungan kedua lembaga ini jangan sampai retak karean ada kepentingan pplitis, provokasi terlebih adu domba. Solidaritas dua lembaga ini pun diharapkan menjadi harapan baru dalam mengawal pemerintah bersih dengan aparatur yang berwibawa. Harapan itu dilontarkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo. Ia menegaskan menegaskan hubungan pimpinan KPK dan Polri tetap solid. “Hubungan kami tidak pernah tidak harmonis,” kata Agus di Mabes Polri. Dia mengakui, terjadi dinamika hubungan KPK dengan anggota Polri sehingga harus mencari jalan keluar. “Dinamika yang ada, kami terus mencari win win solution di kedua belah pihak,” katanya. Sementara Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyatakan Polri berkomitmen terus membina hubungan baik dengan KPK. “Hubungan pimpinan kedua lembaga sangat baik. Saya selalu tegaskan bahwa Polri komitmen untuk bangun hubungan dengan

KPK, sinergi dengan KPK,” tegas Tito. Tito berharap ke depannya jangan ada lagi pihakpihak yang mencoba mengadu domba Polri dengan KPK. Kapolri menegaskan, Polri tak ingin berbenturan dengan KPK. “Khusus dengan KPK, Polri tidak ingin institusi ini berbenturan dengan KPK karena tidak baik untuk negara,” katanya. Sinergi antara Polri dan KPK diinginkan agar semakin baik. Jika ada persoalan, maka harus dibangun mekanisme komunikasi antara pemimpin dua lembaga ini. Terpenting juga bagi Kapolri ialah komunikasi antar penyidik sehingga tidak muncul persoalan seperti saat ini. “Komunikasi yang paling penting. Kalau komunikasi antar pimpinan sudah. Kalau di KPK sendiri sepenuhnya tergantung daripada leadership dari komisioner KPK. Kita sangat mengharapkan beliau-beliau itu bisa menjadi bapak-bapak dan ibu-ibu yang baik karena semua adalah anak-anaknya,” kata Tito.

Hubungan pimpinan kedua lembaga sangat baik. Saya selalu tegaskan bahwa Polri komitmen untuk bangun hubungan dengan KPK, sinergi dengan KPK. Jenderal Pol Tito Karnavian Kapolri

l Hardianto

2 - 8 Oktober 2017

17

17


KIPRAH

Sekdut Junior

Merasa Sangat Tertantang

G

rup Bondres Sekdut Junior mengaku merasa sangat tertantang ketika dilibatkan mendukung pergelaran kolosal “Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja” serangkaian peringatan HUT ke-69 Bali Post di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali. Apalagi, peran dan tanggung jawab yang diembannya pada pergelaran ini sangat vital dan sentral. Sejatinya, ketiga punggawa Sekdut Junior inilah yang berperan sebagai perangkai cerita yang memandu para penonton “menjelajahi” adegan demi adegan sehingga penonton bisa memahami alur cerita dalam pergelaran tersebut secara utuh. “Terus terang, pergelaran ini sangat menantang sekaligus pengalaman baru bagi Sekdut Junior. Kami dituntut mampu berimprovisasi di atas panggung sehingga pesan perdamaian dalam pergeleran ini mampu tersampaikan dengan baik kepada penonton,” kata Ketua Sekdut

Junior Tilem Pastika saat ditemui seusai pergelaran. Pada pergelaran itu, Tilem Pastika yang dalam bondres dikenal sebagai Suklit menggandeng rekannya Sang Nyoman Adhi Santika (Omen) dan I Gusti Gede Dharma (Alex). Guna bisa tampil dengan prima di atas panggung, mereka sudah melakukan serangkaian latihan, baik bersama rekannya satu grup maupun latihan gabungan dengan ratusan seniman lainnya yang ikut dalam pergelaran yang memadukan unsur dramatari, musik, komedi dan kostum karnaval tersebut. “Kekompakan yang terjalin di antara sesama pendukung pergelaran ini membuat beban yang dipikul Sekdut Junior menjadi lebih ringan. Ini kolaborasi yang serius karena melibatkan begitu banyak pendukung,” katanya. Menurut Tilem Pastika, Grup Bondres Sekdut Junior tercetus pada tahun 2016 yang merujuk pada kriteria bentuk sajian dari kategori bondres dalam kegiatan Bali

Mandara Nawa Natya 2016. Dikatakan, even itu memberikan kebebasan ruang kreatif untuk menginovasi dan menciptakan gaya tampilan baru bagi pertunjukan bondres dengan tetap mengadopsi nilai, elemen dan gaya tradisi Bali. Dalam setiap penampilannya, Bondres Sekdut Junior berupaya mengemas fenomena dan isu-isu kekinian sehingga materi yang ditampilkan terasa dekat dengan penonton. “Kebetulan tema kebhinekaan yang diangkat dalam pergelaran ini merupakan isu yang tengah ‘booming’ di kalangan masyarakat Indonesia. Makanya, Sekdut Junior langsung merespons undangan Bali Post untuk bergabung dalam pergelaran kolosal ini. Ini sebentuk perhargaan sekaligus menyodorkan tanggung jawab yang berat bagi Sekdut Junior untuk berupaya seoptimal mungkin untuk menyukseskan pergelaran ini,” tegasnya. l Sumatika

Bali Post/ist

18

2 - 8 Oktober 2017


AKTIVITAS

MBP/ist

BAKSOS STIMI HANDAYANI- Guna meningkatkan kesadaran, kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan dan masyarakat desa akan pentingnya kebersihan, STIMI Handayani Denpasar menggelar bakti sosial dan penanaman pohon kembang kertas dan sawo kecik di Pantai Mertasari, Desa Sanur Kauh, Denpasar, Minggu (17/9). Kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan ini diadakan dalam rangkaian penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2017 yang berlangsung tiga hari. Acara bakti sosial dan penanaman pohon dibuka Kabid Akademik Kemahasiswaan dan Kerja Sama Kopertis Wilayah VIII Bali-Nusra A.A. Gede Agung Sukthayana. Hadir Ketua Yayasan Pendidikan STIMI Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., Ketua STIMI Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Gede Udiyana, S.E., M.Si., Ak., Bendesa Adat Sanur Kauh, BUMDes dan 400 peserta yang terdiri atas 342 orang mahasiswa baru 2017/2018, BEM, dosen, dan seluruh karyawan STIMI Handayani Denpasar.

MBP/ist

BALITBANG JALIN KERJASAMA -BADAN Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Badung menjalin kerja sama Kelitbangan dengan Universitas Udayana (Unud). Komitmen kerja sama ini dibuktikan dengan pertemuan Kepala Balitbang Badung I Wayan Suambara, SH., MH., dengan Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K)., didampingi Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja sama dan Informasi Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, SH., M.Hum., di Gedung Pascasarjana Unud, Jalan Sudirman, Denpasar, Jumat (15/9). Pada kesempatan tersebut, Kepala Balitbang Badung I Wayan Suambara menjelaskan bahwa kehadirannya ke Unud untuk melanjutkan jalinan kerja sama yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Badung selama ini, maupun pada saat dirinya menjabat sebagai Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Badung.

MBP/ist

MBP/ist

LULUSAN FT UNMAS - Dekan FT Unmas, Ir. I Made Letra,M.Si., Sabtu malam ( 15\9) meyudisium 12 sarjana teknik sipil. Yang membanggakan 90 persen meraih kelulusan dengan predikat sangat memuaskan. Ketua panitia yudisium Ir. I Wayan Diatma Jaya,M.T., didampingi Kaprodi Teknik Sipil I Gusti Agung Ayu Istri Lestari,S.T.,M.T., mengungkapkan sebelum digelar yudisium, pengumuman kelulusan dilakukan Sabtu pagi ditandai dengan penyiraman air bunga. Mereka ini dinyatakan memenuhi syarat akademik dengan masa studi rata-rata 4,2 tahun.Dari 12 sarjana yang dilepas, kata dia, empat orang lulus tepat waktu yakni empat tahun. Lulusan terbaik dengan IPK tertinggi dan tepat waktu diraih Kemas Tasnim Firdausi (3,46).

BANTUAN WABUP GIANYAR- Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra menyerahkan dana bantuan sosial (bansos) tak terduga tahun 2017, kepada warga kurang mampu. Sebanyak 15 warga kurang mampu yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Gianyar menerima dana bantuan berupa tabungan di Bank BPD Bali. Bantuan direalisasikan mulai, Selasa (19/9) kepada empat warga di Kecamatan Sukawati dan Tegallalang. Keempat warga tersebut yakni I Wayan Lisig dari Banjar Kutri, Buruan, Blahbatuh yang mengalami cacat fisik kaki polio, Dewa Ayu Jyoti Kharisma Dewi dari Banjar Mancingan, Manukaya Tampaksiring yang menderita hydrochaephalus, Gusti Ngurah Karbawa dari Banjar Pengembungan, Pejeng Kangin, Tampaksiring yang menderita gangguan jiwa serta I Nyoman Budiana dari Banjar Cagaan Kelod, Pejeng Kangin, Tampaksiring yang juga mengalami gangguan kejiwaan. 2 - 8 Oktober 2017 19


MANCANEGARA

Meksiko Diguncang Gempa Dahsyat

20

2 - 8 Oktober 2017

D

ua gempa bumi dahsyat dalam jangka 12 hari telah mengguncang Meksiko untuk meruntuhkan bangunan-bangunan, membuat orang-orang panik berlarian ke jalan, dan menewaskan ratusan orang yang tidak bisa menyelamatkan diri dari timbunan gedung-gedung ambruk. Pada 7 September gempa dahsyat 8,1 magnitudo yang merupakan gempa terdahsyat yang menghajar Meksiko dalam seratus tahun terakhir itu mengguncang negeri itu dan meluluhlantakkan bagian selatannya yang berdekatan dengan pusat gempa yang terletak di Samudera Pasifik.


Lalu Selasa 19 September gempa bumi 7,1 magnitudo yang berpusat di 100 mil dari tenggara Mexico City menciptakan kerusakan hebat di ibu kota Meksiko itu. Gempa itu terjadi bertepatan dengan peringatan gempa bumi 1985 yang menewaskan 10.000 orang di Meksiko. Mengapa Meksiko terus diguncang gempa dahsyat? Lokasi Meksiko membuatnya rentan diguncang gempa bumi dahsyat karena nagara ini berada di zona subduksi. Zona subduksi adalah bagian Bumi di mana satu lempeng kerak bergeser pelan satu sama lain di bawahnya. Pada kasus Meksiko, sebuah lempeng Pasifik, yakni Cocos, perlahan-lahan bergerak ddi bawah lempeng benua Amerika Utara. Dari waktu ke waktu, tekanan tercipta karena friksi antara lempeng satu dengan lempeng lainnya, dan pada satu tahap tertentu tegangan itu menjadi demikian besar sehingga melepaskan energi besar dalam bentuk gempa bumi. Zona subduksi bertanggung jawab atas dua gempa bumi yang belakangan terjadi di sepanjang pantai barat Amerika Tengah, dari Meksiko Tengah sampai Panama, kata Gavin Hayes, pakar geofisika dari Survei Geologi AS (USGS). Subduksi-subduksi lain ditemukan di seluruh dunia dan dipercaya sebagai pemicu gempa-gempa bumi paling dahsyat di dunia. Kenyataannya, gempa bumi berkekuatan 9,0 magnitudo atau lebih tinggi lagi, hanya terjadi di zona subduksi itu, kata Hayes. Contoh-contohnya adalah gempa 9,1 magnitudo di Jepang pada 2011, gempa 9,1 magnitudo di Aceh pada 2004, gempa 9,2 magnitudo di Alaska pada 1964 dan gempa 9,5 magnitudo di Chile pada 1960. Biasanya, satu kali gempa bumi berkekuatan 8 magnitudo atau di atasnya terjadi di

dunia setiap tahun. Menurut Dr. Hayes, lusinan gempa berkekuatan 7 magnitudo ke atas terjadi setiap tahun di dunia. Dr. Hayes mengatakan 2017 adalah relatif lebih jarang terjadi gempa. Mengapa? Karena, berdasarkan catatan USGS, “baru terjadi” 4.200 gempa bumi berkekuatan 4,5 magnitudo ke atas di seluruh dunia sepanjang tahun ini. Bandingkan dengan dua tahun sebelumnya, 2016 dan 2015, di mana masing-masing terjadi 5.100 gempa bumi dengan kekuatan relatif sama. Bahkan pada 2014, terjadi sekitar 6.000 gempa bumi. Korban Berjatuhan Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto, mengatakan bahwa setidaknya 27 bangunan telah runtuh di ibu kota. Tak hanya itu, juga ada laporan bahwa beberapa orang terjebak di bawah reruntuhan yang roboh atau terbakar. Menurut konfirmasi yang dilakukannya, setidaknya ada 22 mayat yang telah ditemukan dari sebuah sekolah yang telah runtuh di Mexico City. Kemudian, di negara bagian Morelos, dilaporkan ada 42 orang tewas. Total semua korban meninggal yang telah ditemukan menurut laporan Daily Mail ada 248 orang. Para korban yang dirawat di rumah sakit hanya dirawat di luar. Mereka takut apabila ada gempa besar yang terjadi dan meruntuhkan rumah sakit. Saluran listrik dan telepon di beberapa kota terputus. Bandara pun berhenti beroperasi. Sementara itu, Bursa Efek Meksiko menghentikan kegiatannya. Beberapa video yang menggambarkan suasana gempa itu pun beredar. Dalam video tersebut terlihat sebuah ledakan yang belum diketahui dengan jelas penyebabnya. Selain itu, juga terekam detik-detik orang-orang yang akan keluar dari sebuah

kantor. Mereka saling berimpitan satu sama lainnya. Dalam video lain, tampak pula para turis yang sedang menaiki kano terombang-ambing di sebuah kanal. Mereka tampak panik karena air di kanal yang menjadi berombak. Pada hari Rabu pagi, para pekerja mengatakan seorang guru dan dua siswa telah mengirim pesan teks dari dalam reruntuhan di bawah sekolah Enrique Rebsamen. Para orangtua murid masih berharap bahwa anak-anak mereka masih hidup. Gempa berskala 7,1, yang menewaskan setidaknya 93 orang di ibu kota, melanda tepat peringatan 32 tahun gempa dahsyat pada 1985 yang menewaskan ribuan orang. Meksiko juga masih terhuyung dari getaran dahsyat yang menewaskan hampir 100 orang di bagian selatan negara tersebut kurang dari dua pekan lalu. Pada hari Rabu sore, para pejabat mengatakan kepada para saksi untuk kembali dari gedung Plaza Condesa yang merupakan rumah sebuah gedung konser terkenal yang sering dikunjungi oleh artis internasional yang terkenal dan bar populer di lingkungan kelas atas Condesa. Perintah tersebut memicu kekhawatiran bangunan masif itu bisa runtuh, seperti blok apartemen sekitar 100 meter jauhnya dimana kru darurat menghabiskan waktu untuk menyaring puing-puing sekalipun. Sepanjang ibu kota, kru bergabung dengan relawan dan saksi yang menggunakan anjing, kamera, detektor gerakan dan peralatan mencari panas untuk mendeteksi korban yang mungkin masih hidup. Sementara itu, bala bantuan mulai berdatangan dari sejumlah negara termasuk Panama, Israel dan Cile, media lokal melaporkan. Dalam sebuah pernyataan, Badan Pembangunan Luar Negeri AS (USAID) mengatakan bahwa pihaknya mengirim Tim Tanggap Bantuan Bencana untuk membantu permintaan pemerintah Meksiko. “Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk membantu tetangga kita selama masa sulit ini,” kata pernyataan tersebut. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara panjang lebar dengan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto pada hari Rabu, kata Gedung Putih. “Tuhan memberkati orang-orang Mexico City. Kami bersama Anda dan akan berada di sana untuk Anda,” tweet Trump. Tentunya banyak bantuan yang diperlukan untuk memulihkan kembali kondisi negeri sombrero tersebut. l Gugiek Savindra 2 - 8 Oktober 2017

21


DAERAH

Cegah Penyebaran Virus Flu Burung

Semprot Pasar Hewan

A

danya warga yang meninggal akibat terkena virus flu burung di Klungkung membuat daerah lainnya waspada. Seperti halnya langkah yang diambil pihak berwenang di Kabupaten Jembrana. Pihak Karantina Pertanian Kelas I Denpasar Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk, meningkatkan pengawasan lalu lintas keluar masuk pengiriman unggas melalui Pelabuhan Gilimanuk. Sementara tim Kesehatan Hewan dari Bidang Keswan dan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana melakukan penyemprotan (spraying) ke sejumlah pasar yang tersedia kandang-kandang unggas. Penanggung jawab Karantina Gilimanuk Ida Bagus Eka, Senin (18/9) mengatakan sudah melakukan pengawasan ketat terhadap pengiriman unggas melalui Pelabuhan Gilimanuk. Sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 44 tahun 2005, tentang larangan sementara keluar masuk unggas hidup

22

2 - 8 Oktober 2017

(kecuali DOC) ke Bali masih berlaku hingga saat ini. Selain itu, pengawasan juga dilakukan terkait daging olahan tanpa dokumen karantina asal. “Walaupun sebenarnya risikonya kecil, tetapi kita juga awasi masuknya daging (unggas). Apalagi ketika tanpa dilengkapi dokumen karantina,� ujarnya. Dokumen berupa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Karantina asal. Surat itulah untuk memastikan kondisi daging sehat segar. Di sisi lain, dinas terkait juga melakukan antisipasi pencegahan flu burung (H5NI) di wilayah Jembrana. Salah satunya dengan spraying di kandang-kandang unggas yang dijual di pasar. Kabid Keswan dan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Anak Agung Mahadikara mengungkapkan penyemprotan itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus flu burung. Penyemprotan dilakukan rutin setiap tiga bulan sekali. “Sebenarnya (spraying) ini

untuk edukasi ke masyarakat agar menjaga kesehatan hewan termasuk unggas,� ucapnya. Penyemprotan teranyar dilakukan pada Jumat (15/9) lalu di kandang unggas di Pasar Umum Negara. Hingga kemarin, kata dia, belum ada laporan terkait kejadian unggas yang banyak mati. Namun, petugas tetap siaga untuk mengambil tindakan ketika muncul indikasi ada kondisi tersebut. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk aktif melaporkan bila ada unggas mati massal. Tahun 2006 lalu, Jembrana sempat terjadi kasus flu burung hingga menelan korban jiwa tepatnya di Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana. Bahkan saat itu dilakukan pemusnahan unggas secara massal di sekitar lokasi. Namun, selama 10 tahun terakhir, kejadian ayam mati masih banyak ditemui, namun belum mengarah ke flu burung. l Surya Darma


MBP/ara

Sejumlah petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar saat melaksanakan monitoring ke salah satu tempat usaha di sekitar Jalan Taman Pancing, Sabtu (16/9) lalu

Buang Limbah, DLHK Peringati 17 Pemilik Usaha MENINDAKLANJUTI pengaduan masyarakat terkait limbah kiriman yang mengakibatkan aliran sungai di kawasan Jalan Taman Pancing, Pemogan, Denpasar tampak “bersalju” karena dipenuhi busa, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar melaksanakan monitoring serta evaluasi turun langsung ke lapangan. Sebanyak 17 usaha yang diduga membuang limbahnya ke sungai didatangi langsung petugas DLHK, Sabtu (16/9) lalu. Para pemilik usaha tersebut juga langsung diberikan peringatan. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, sejumlah tempat usaha yang terdiri dari usaha pencelupan, sablon, laundry, pabrik tempe dan tahu di kawasan tersebut, ternyata hanya memiliki tempat penampungan saja. Tentunya sistem penanganan limbah tersebut belum op-

timal dan masih perlu dievaluasi. “Kami melihat penanganan dan pengolahan limbah tersebut sudah cukup, namun perlu adanya evaluasi kembali, mengingat masih ada limbah yang dibuang ke sungai. Melalui kegiatan ini, akan ada pemanggilan terhadap para pemilik usaha terkait untuk menanda tangani surat pernyataan untuk melakukan optimalisasi pengolahan limbah cairnya, serta diproses sesuai dengan peraturan yang ada,” ujar Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLHK Kota Denpasar I.B. Putra Wirabawa, saat mendatangi salah satu tempat usaha di seputaran Jalan Taman Pancing. Agar kasus pencemaran lingkungan itu tidak sampai berlarut-larut, kata Putra Wirabawa pihaknya mengajak semua kegiatan usaha yang berpotensi mence-

mari lingkungan agar tidak langsung membuang limbah usahanya ke sungai. Namun wajib diolah terlebih dahulu secara baik. “Semua pihak kami harapkan ikut berperan aktif dan berpartisipasi dalam menata dan menjaga lingkungan di sekitarnya,” ujarnya. Putra Wirabawa mengatakan, kegiatan ini akan terus dilakukan untuk pencegahan dini agar Kota Denpasar terbebas dan bersih dari penyakit. Ia mengingatkan, limbah yang dibuang ke sungai tanpa proses pengolahan sangat potensial menjadi sarang penyakit dan membuat lingkungan tampak kumuh dan jorok. “Ya, kami akan intensifkan sidak ke lapangan untuk menekan pembuangan limbah secara langsung ke aliran sungai,” tegasnya. l Asmara Putera 2 - 8 Oktober 2017

23


K E S E H ATA N

Kecelakaan Lalu Lintas, Tanggung Jawab Kita Bersama

K

ecelakaan lalu lintas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus karena menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan bahwa kematian akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia mencapai 1,2 juta kasus setiap tahunnya, dengan jutaan kasus kecelakaan berat yang mengakibatkan difabilitas atau permasalahan kesehatan jangka panjang lainnya. Lebih jauh disebutkan bahwa kecelakaan lalu lintas juga merupakan penyebab kematian tertinggi pada kelompok usia 15-29 tahun di seluruh dunia. Di Indonesia, data WHO menunjukkan bahwa angka kematian karena kecelakaan lalu lintas terus meningkat sejak tahun 2005. Berdasarkan data Balai Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2015

24

2 - 8 Oktober 2017

tercatat jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas mencapai 98.970 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 26.495 orang dan kerugian ekonomi diperkirakan sebesar 272,3 milyar rupiah. Di Bali sendiri, jumlah kecelakaan lalu lintas pada tahun 2014 mencapai 1.737 kasus dengan kejadian meninggal dunia sebanyak 584 orang dan luka berat 386 orang. Perkiraan kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas di Bali pada tahun tersebut adalah sebesar 4 milyar rupiah. Kerugian ekonomi tersebut terjadi karena banyak keluarga yang kehilangan satu orang atau beberapa orang anggota keluarga yang menjadi tumpuan ekonomi mereka. Selain itu, diakibatkan oleh tingginya biaya perawatan intensif yang dibutuhkan korban dengan cedera berat atau besarnya beban keluarga yang menanggung korban dengan difabilitas

sebagai akibat kecelakaan lalu lintas.Jika dilihat lebih jauh pada data BPS Provinsi Bali tahun 2015, diketahui bahwa pelanggaran lalu lintas mengalami peningkatan tajam pada tahun 2014 yaitu sebanyak 93.338 kasus, dibandingkan dengan tahun 2013 yaitu sebanyak 69.101 kasus. Pelanggaran ini menunjukkan semakin besarnya risiko pengguna jalan untuk mengalami kecelakaan atau mengalami cedera berat dan kematian akibat kecelakaan. Berbagai data survey menunjukkan bahwa kelompok pengguna jalan yang memiliki angka kecelakaan dan kematian tertinggi adalah pengendara sepeda motor, diikuti dengan pengguna mobil, serta pejalan kaki. Sepeda motor merupakan jenis kendaraan bermotor yang saat ini paling banyak digunakan oleh masyarakat dengan proporsi lebih dari 70%.Pengendara sepeda motor dikatakan memiliki risiko yang jauh


lebih tinggi untuk mengalami cedera berat dan kematian dibandingkan pengguna mobil karena badan motor tidak memiliki pelindung bagi penggunanya dan lebih mudah untuk kehilangan keseimbangan, sehingga pengendara motor sangat berisiko untuk terjatuh dan mengalami benturan kepala dengan permukaan jalan. Tetapi, pengguna mobil dan pejalan kaki tetap memiliki risiko yang cukup tinggi untuk mengalami cedera berat serta kematian karena kecelakaan lalu lintas. Walaupun pengguna mobil berada relatif lebih aman di dalam mobil daripada pengendara motor, mereka masih berisiko untuk mengalami benturan kepala dengan setir atau bagian mobil lainnya, dalam situasi mobil yang berhenti mendadak atau adanya benturan dengan kendaraan lain. Pejalan kaki juga memiliki risiko yang cukup tinggi terutama saat menyeberang jalan, dan walaupun mereka berjalan di tepi jalan raya, kemungkinan kecelakaan masih bisa terjadi, karena sewaktu-waktu kemungkinan terdapat kendaraan bermotor yang kehilangan kendali ke tepi jalan. Berbagai faktor yang terkait dengan kecelakaan lalu lintas telah diidentifikasi oleh banyak penelitian di dunia, yang diantaranya adalah faktor infrastruktur, perilaku pengguna jalan, dan kebijakan pemerintah. Faktor infrastruktur yang dimaksud disini adalah kondisi jalan raya, trotoar, rambu lalu lintas dan tingkat kepadatan jalan raya. Kondisi jalan raya yang berbelok-belok atau lurus dalam jarak yang jauh, berlubang, licin atau curam memiliki risiko yang tinggi untuk menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Trotoar yang sempit, tidak rata atau berlubang juga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan terutama pada pejalan kaki. Selain itu, rambu lalu lintas yang kurang jelas terlihat atau tidak tersedianya rambu lalu lintas yang sesuai juga meningkatkan risiko kecelakaan. Studi menunjukkan bahwa jalan raya yang terlalu padat dengan kendaraan pribadi karena terbatasnya angkutan umum atau justru terlalu lengang sehingga meningkatkan kemungkinan pengemudi untuk mengantuk atau melamun, memiliki risiko yang tinggi untuk terjadinya kecelakaan lalu lintas. Selain kondisi jalan, studi juga menunjukkan bahwa perilaku pengguna jalan merupakan faktor penting dalam terjadinya kecelakaan lalu lintas. Beberapa perilaku pengguna jalan yang meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah mengemudikan mobil atau motor dengan kecepatan tinggi atau melebihi aturan lalu lintas yang ada, mendahului (menyalip)

kendaraan lain dengan mengambil haluan orang lain, mengemudi sambil menggunakan telepon genggam/handphone, mengemudi dalam kondisi mengantuk atau mabuk, mengendarai sepeda motor dengan penumpang lebih dari satu orang, dan melanggar rambu lalu lintas. Kebijakan pemerintah yang tepat dan mampu mengatur berbagai aspek secara komprehensif sangat dibutuhkan untuk menurunkan kejadian kecelakan lalu lintas. Kebijakan yang dibutuhkan diantaranya mencakup kebijakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur;kebijakan dalam mengatur kepemilikan kendaraan (terutama saat ini adalah pengaturan kepemilikan sepeda motor yang terlalu mudah melalui sistem uang muka rendah); penyediaan kendaraan umum yang dapat diandalkan sampai ke daerah pelosok; dan pemberian sanksi pelanggaran secara tegas oleh pihak kepolisian. Semua kebijakan tersebut harus dilaksanakan secara simultan agar dapat berhasil. Penyediaan transportasi umum tanpa dibarengi dengan upaya menekan kemudahan kepemilikan kendaraan pribadi dan pembangunan infrastruktur yang baik (misal: pembangunan trotoar yang kuat dan layak bagi pejalan kaki), tidak akan efektif untuk menurunkan kecelakaan lalu lintas karena tingkat kepadatan jalan masih tetap tinggi oleh kendaraan pribadi. Selain upaya untuk menurunkan kejadian kecelakaan lalu lintas, dibutuhkan juga upaya untuk menurunkan risiko cedera berat dan kematian pada korban kecelakaan. Dalam hal ini, kembali dibutuhkan kebijakan pemerintah dan partisipasi masyarakat terkait penggunaan pelindung diri saat berkendara. Bagi pengguna sepeda motor, telah ada peraturan pemakaian helm yang baik dan benar, tapi peraturan tersebut seringkali dilanggar oleh pengguna sepeda motor dengan berbagai alasan. Hal tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman masyarakat terkait besarnya risiko cedera kepala jika berkendara tanpa menggunakan helm, sedangkan kecelakaan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja tanpa diduga. Cedera kepala,karena tidak menggunakan helm atau menggunakan helm yang tidak sesuai aturan, merupakan penyebab kematian tertinggi pada kecelakaan lalu lintas. Studi menunjukkan bahwa helm mampu menurunkan risiko kematian hingga 40% dan menurunkan risiko cedera kepala berat hingga 70%. Peraturan pemerintah yang tegas disertai sanksi sangat dibutuhkan dalam permasalahan ini, karena sanksi yang tegas

telah terbukti efektif di berbagai negara untuk meningkatkan kepatuhan pengguna kendaraan bermotor. Pengguna sepeda motor di banyak negara maju bahkan diharuskan menggunakan jaket, sarung tangan, sepatu, celana panjang dan helm yang tertutup hingga ke dagu, dimana aturan ini belum berlaku di Indonesia sampai saat ini. Bagi pengguna mobil, telah ada peraturan yang mewajibkan penggunaan sabuk pengaman yang baik dan benar, baik bagi pengemudi maupun bagi penumpang. Tapi peraturan tersebut juga seringkali dilanggar karena rendahnya pemahaman pengguna kendaraan terkait risiko kecelakaan bagi mereka. Pelanggaran yang umum terjadi adalah hanya pengemudi yang menggunakan sabuk pengaman, sedangkan penumpang tidak, atau sabuk pengaman mobil dalam kondisi yang longgar/rusak. Selain sabuk pengaman bagi orang dewasa, tempat duduk/tempat tidur khusus bagi bayi dan anak yang lengkap dengan sabuk pengamannya juga dibutuhkan, walaupun saat ini peraturan tentang hal tersebut belum ada di Indonesia. Perlindungan khusus tersebut dibutuhkan karena ukuran tubuh bayi dan anak berbeda dengan orang dewasa, sehingga sabuk pengaman orang dewasa tidak sesuai untuk mereka. Bayi dan anak juga sebaiknya tidak digendong atau dipangku selama berkendara karena jika kecelakaan terjadi, mereka dapat terlepas dari gendongan atau pangkuan dan meningkatkan risiko benturan dengan benda sekitar. Melihat berbagai penyebab kecelakaan lalu lintas yang telah diuraikan di atas dan upaya pencegahan yang dapat dilakukan, terlihat jelas bahwa kecelakaan lalu lintas merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk pemerintah dan kita sebagai pengguna jalan. Pemerintah diharapkan dapat menyediakan infrastruktur yang menunjang keamanan dan kenyamanan pengguna jalan serta kebijakan yang komprehensif terkait pengaturan kepemilikan kendaraan bermotor dan pemberian sanksi bagi pelanggaran aturan lalu lintas. Di lain pihak, kita sebagai pengguna jalan seharusnya mematuhi aturan yang telah dikembangkan pemerintah demi keselamatan kita sendiri dan orang-orang yang kita sayangi. l dr. Komang Ayu Kartika Sari, MPH Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas dan Ilmu Kedokteran Pencegahan Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Udud 2 - 8 Oktober 2017

25


LENSA

JALA 26

2 - 8 Oktober 2017

Seorang nelayan menarik jala ikannya di Pantai Sanur, Denpasar. Sambil mengisi waktu senggang, sejumlah nelayan setempat kerap menangkap ikan di pantai ini. Ikan hasil tangkapan tersebut nantinya dijual langsung pada pembeli dengan harga berfariasi. MBP/eka


OLAHRAGA

Hasrat Bertarung

MBP/instagram

Pembalap F2 Charles Leclerc dari Prancis.

Wujudkan Mimpi

M

impi tampil di balapan paling bergengsi Formula 1, seperti akan cepat terwujud bagi Charles Leclerc. Pembalap kelahiran Monaco 16 Oktober 1997 mendapat promosi saat diminta menguji mobil Sauber saat sesi latihan di enam seri tersisa musim ini. Leclerc sejauh ini berlaga di Formula 2. Pembalap Prancis ini cukup mengundang perhatian setelah lima kali meraih gelar juara dan 7 kali naik podium pada musim ini. Pada debutnya di F2 ini, mobil bernomor 1 yang dikemudikannya tercatat 7 kali menempati posisi terdepan saat start. Mantan juara F3 itu kini memimpin klasemen pembalap dengan empat seri tersisa. Musim lalu, ia sempat empat kali menguji mobil tim Haas. Musim ini ia mencatat waktu tercepat empat kali di sesi uji coba pasca Grand Prix Hungaria dengan mobil Ferrari. Ferrari mendukung penampilan pembalap Prancis itu di F1 pada musim depan. Apalagi penyuplai mesin asal Italia itu juga dekat dengan tim Sauber. Team Principal Sauber Fred Vasseur menyebut mobil timnya cocok dengan karakter Leclerc dan segala input yang diberikan pembalap Prancis itu akan membantu tim dalam mengembangkan mesin untuk balapan selanjutnya. Rencananya, Leclerc akan menguji mobil C36 di Malaysia, AS, Meksiko dan Brazil. Di Malaysia, dia menggunakan mobil yang selama ini dikendarai Marcus Ericsson di sesi latihan pertama. Tapi mobil itu kemudian dikembalikan kepada pembalap Swedia itu untuk dipakai balapan akhir pekan. Sejauh ini, Leclerc dipandang sebagai pengganti yang tepat untuk Pascal Wehrlein atau Ericsson di Sauber. Disisi lain, Leclerc juga diuntungkan karena memiliki manajer Nicolas Todt. Dia merupakan putra mantan bos Ferrari dan Presiden Federasi Automobil Internasional (FIA), Jean Todt. Bahkan dia juga disebut-sebut bakal mengendarai mobil Si Kuda Jingkrak itu suatu hari nanti, laporan Reuters. l Yudi Winanto

USIA 30-an tahun konon menjadi masa keemasan bagi para petinju profesional memoles prestasinya di atas ring. Tapi bagi Andre Ward, bila tak ada lagi hasrat bertarung dalam diri seorang petinju, maka pensiun dari ring menjadi solusinya. Sempat dijuluki sebagai petinju terbaik di kelasnya, Ward mengaku tak bisa memungkiri kondisi fisiknya hingga keputusan pensiun itu harus diambil. Tinju tidak hanya memerlukan kondisi tubuh yang benar-benar prima namun juga semangat bertarung yang amat kuat. “Saya pensiun karena tubuh saya tidak bisa menerima tuntutan olahraga keras ini. Jadi hasrat saya untuk bertarung pun tidak lagi ada disana,� jelas petinju yang pada 2009-2015 menyatukan sabuk kelas berat ringan WBA, IBF dan WBO. Dalam pernyataan yang diunggah di website pribadinya, petinju AS ini juga mengungkapkan bahwa jika dirinya tak bisa tampil total di atas ring demi keluarga, tim dan fans maka menghentikan karier adalah opsinya. “Seharusnya saya tidak bertarung lagi,� ujarnya. Ward yang memenangkan medali emas Olimpiade Athena 2004 saat sebagai petinju amatir, mencatat penampilan sempura di jalur profesional. Dalam 32 pertarungan ia tak terkalahkan alias rekornya 32-0. Bahkan 16 pertarungan berhasil dikuasai dengan kemenangan KO. Penampilan terakhirnya terjadi Juni lalu. Ia menghentikan perlawanan Sergey Kovalev pada ronde ke-8 dan menyatukan tiga gelar kelas berat ringan yang sebelumnya dimiliki petinju Rusia itu, laporan reuters. l Yudi Winanto

MBP/instagram

Mantan juara Olimpiade dan pemegang sabuk kelas berat ringan Andre Ward. 2 - 8 Oktober 2017

27


OLAHRAGA

MBP/rtr

Pembalap legendaris WRC Carlos Sainz (kanan) bersaing dengan putranya, Carlos Sainz Jr. yang masih sebagai pembalap aktif Formula 1 di tim Scuderia Toro Rosso.

Duel: Sainz Vs Sainz SEBUAH areal perbukitan di Cebreros, Avila, Spanyol diubah menjadi arena sirkuit. Di sinilah pertemuan dan persaingan antara anak dan bapak yang sama-sama mencintai dunia kecepatan dan keduanya ambisius menjadi juara. Carlos Sainz menjadi pembalap yang disegani saat dua kali menjadi juara dunia reli (WRC) pada 1990 dan 1992. Bekal pengalaman berlaga di WRC (1987-2005) dibawa saat turun di Reli Dakar hingga menjuarai balapan maut ini pada 2010. Sementara Sainz Junior mulai menapakan kakinya di balapan jet darat Formula 1 setelah sukses menjadi juara F3. Ia mencatat prestasi terbaik saat menempati posisi ke-4 di Grand Prix Singapura dan musim 2018, pemilik mobil bernomor 55 itu dilaporkan sejumlah media akan membela tim F1 Renault. Keduanya kemudian mengadu kehebatan meski usia mereka terpaut 32 tahun. Sainz senior yang berusia 55 tahun merancang mobil khusus untuk berbagai medan demi bersaing melawan putranya.

28

2 - 8 Oktober 2017

Duel antar anggota keluarga Sainz itu menjadi menu untuk meningkatkan keahlian mereka terutama untuk sang Junior. Mobil seberat 300kg, perlu sopir khusus untuk melewati tikungan berbatu dengan kecepatan tinggi di sirkuit Cebreros. “Kami memiliki waktu untuk berkompetisi. Saat kami melakukannya, kami tahu batas-batasnya, menghargai satu sama lain dan tak ada niatan untuk mencederai rival,” jelas Sainz Jr. yang pertama kali tampil di F1 pada GP Australia 2015. “Anda memerlukan rasa saat mengendari mobil seperti ini. Anda akan mengetahuinya pada kemudi yang anda pegang, di tempat duduk dan bagaimana bagian belakang mobil bergerak. Ini sangat berbeda dengan yang selama ini saya lakukan (di F1). Tapi saya menikmati ini,” jelasnya menyebut drift yang terjadi mobilnya dalam lintasan reli. Memuji skil bapaknya yang jawara di lintasan reli, Sainz Jr. menambahkan tanpa talenta khusus kemampuan melakukan drift itu tak mungkin bisa terjadi dengan baik. Namun apa yang membuat

Sainz senior menjadi hebat adalah hasrat untuk selalu ingin menang, ketekunan dan mengetahui bagaimana menyiapkan sebuah mobil dan mengetahui hingga hal terperinci dari mobilnya sendiri. Sementara Sainz Sr. juga mengungkapkan kekagumannya pada kemampuan anaknya yang mampu memacu mobil di lintasan yang bukan favoritnya. Dengan talenta semacam ini bukan tak mungkin di kemudian hari dia akan menjadi pembalap terkenal. “Dia pembalap yang cepat, memiliki talenta besar. Dia tidak pernah berhenti belajar. Diusianya sekarang ini dia telah memiliki pengalaman yang luar biasa,” ucap Sainz Sr. yang dimasa kejayaannya dijuluki El Matador, laporan Reuters. Talenta memerlukan latihan dan ujian untuk membuktikan kualitasnya. Demikian pula dengan Sainz Sr. yang melakukan segala cara agar apa yang diwariskan pada Juniornya tidak sia-sia memang bisa terbukti kualitasnya. l Yudi Winanto


A KT I V I TA S JURUSAN AKUNTANSI PNB – Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bali (PNB) kembali menggelar Seminar Nasional Akuntansi dan Lomba Akuntansi Perpajakan Tingkat Nasional. Kegiatan yang berlangsung dua hari mulai Kamis (14/9) hingga Jumat (15/9) itu dibuka Pembantu Direktur I PNB I Putu Mertha Astawa, S.E., M.M. didampingi Ketua Jurusan Akuntansi PNB I Made Sedana Yasa, S.E., M.MA., Ak., CA. Mengambil tema ‘’Patuh, Tanggap Pajak dan Akuntansi Ciptakan Sumber Daya Manusia yang Berintegritas Menuju Era Keterbukaan Informasi Tahun 2018’’, kegiatan ini digelar dalam rangka peningkatan kompetensi Assesor Kompetensi Teknisi Akuntansi (TA).

MBP/ist

MBP/ist

PASAR BAYUNG GEDE - Dalam rangka meningkatkan pergerakan ekonomi masyarakat di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten Bangli membangun pasar desa di Desa Bayung Gede, Kintamani. Sebagai tanda dimulainya proses pembangunan pasa desa Bayung Gede, Bupati Bangli I Made Gianyar melakukan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan Rabu (20/9). Acara peletakan batu pertama dihadiri oleh Camat Kintamani, Kabag Humas Protokol Setda Kabupaten Bangli, Perbekel Desa Bayung Gede Perwakilan Dinas Koperasi UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli serta tokoh dan masyarakat setempat. Perbekel Desa Bayung Gede Wayan Suarjaya menyampaikan pembangunan Pasar Desa Bayung Gede ini merupakan hasil dari usulan Desa Bayung Gede kepada Pemerintah Kabupaten Bangli dalam hal ini Dinas Koperasi UKM, Tenaga Kerja dan Trasmigrasi yang diteruskan ke Kementerian Koperasi.

PUPUTAN BADUNG- Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta memimpin Upacara Peringatan Puputan Badung ke-111 Tahun 2017 yang dirangkai dengan Pengukuhan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Desa/Kelurahan se Kabupaten Badung, Rabu (20/9) di Lapangan Puspem Badung. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunartha dan Nyoman Kariana, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, Dandim 1611 Badung, Ketua TP. PKK Ny. Seniasih Giri Prasta, Wakil Ketua TP. PKK Ny. Kristiani Suiasa serta para pejabat dilingkungan Pemkab Badung.Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya menyampaikan, Peringatan peristiwa heroik Puputan Badung merupakan momentum untuk mengenang sekaligus melestarikan nilai-nilai dan jiwa kepahlawanan para pejuang, khususnya pada peristiwa Puputan Badung 111 tahun lalu.

MBP/ist

MBP/ist

PLN SERAHKAN CSR - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Unit Pelaksana Proyek Jaringan Jawa Bagian Timur dan Bali III (UPP Ring JBTB III), memberi apresiasi warga Banjar Bongan, Desa Tegalmengkeb, Selemadeg Timur Tabanan. Wujud kepedulian PLN itu dengan cara menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa satu kendaraan sepeda motor pengangkut sampah dan sepuluh unit tong sampah.Acara penyerahan bantuan CSR itu dilangsungkan Jumat (15/9), di Balai Banjar setempat oleh Manager PT PLN Persero UPP Ring JBTB III Hendrawan Suko R, kepada Perbekel Tegalmengkeb Dewa Made Widarma. Program itu disaksikan langsung perwakilan PLN Distribusi Bali I Gusti Ketut Putra dan Manager PT PLN Persero Rayon Tabanan I Made Jiwa. 2 - 8 Oktober 2017

29


OLAHRAGA

Dewi Ayu Agung Kurniayanti

Pelatnas di Daerah Bisa Bersaing MENJALANI pelatnas selama sebulan menghadapi Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) ASEAN 2016 di Palembang, Dewi Ayu Agung Kurniayanti yang turun di cabang olahraga (cabor) nomor lari 4 x 400 meter bersama Sri Mayangsari, Ilang Lismawati dan Anjasari Dewi, berhasil mendapatkan medali perunggu. Pelari yang akrab disapa Ayu Agung ini kembali dipanggil masuk pelatnas, namun ditolaknya. Ia juga tidak berlaga pada Pomnas 2015 di NAD, tetapi dipanggil masuk timnas POM ASEAN. ‘’Catatan waktu lari saya dipantau pada ajang kejurnas,’’ kenangnya. Ia tak mempermasalahkan berlatih di daerah, yang penting merasa nyaman dan enjoy. ‘’Saya ingin membuktikan bahwa pelatnas di daerah lebih unggul dan mampu bersaing,’’ tutur wanita kelahiran Denpasar, 12 November 1994 ini. Ayu Agung sudah membuktikan seniornya Maria Natalia Londa yang senantiasa menjalani pelatnas di daerah di bawah pengawasan langsung pelatih Ketut Pageh, mampu mendulang emas pada hajatan multievent Asian Games (AG). Putri kedua pasangan Supriyanto (anggota TNI-AD) dan A.A. Ayu Trisna Dewi ini beranggapan fasilitas lebih bukan jaminan bisa mengukir prestasi tinggi. ‘’Ibarat pepatah, tak ada rotan akar pun jadi. Fasilitas olahraga di Bali serba terbatas, tetapi bisa mencetak atlet sekelas Maria Londa,’’ papar mahasiswi semester VII FPOK IKIP PGRI Bali ini. Ayu Agung mengaku lebih nyaman ditangani pelatih Ketut Pageh sebagaimana Maria Londa. Baginya, Ketut Pageh bukan

sekadar pelatih, tetapi juga sebagai orangtua dan teman. Figur Pageh segalanya buat dirinya. Talenta Ayu Agung di cabor atletik sudah tampak sejak kecil. Saat menekuni lompat jauh ketika duduk di bangku SDN 24 Pemecutan, ia dipantau pelatih A.A. Alit Ardana. Ayu kemudian beralih ke nomor lari saat di SMPN 2 Denpasar. ‘’Sejak SMP (2008) saya masuk Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Atletik hingga 2013,’’ tutur alumnus SMAN 2 Denpasar (Resman) ini. Prestasi Ayu Agung saat SMP dan SMA langganan juara Porjar Kota Denpasar dan Bali, utamanya di nomor lari 400 dan 800 meter. Ia juga mendulang medali emas di nomor 200 meter pada Porprov Bali XIII/2017 di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, dengan catatan waktu 25,52 detik. ‘’Sejak ditangani pelatih Ketut Pageh, saya bisa mempertajam catatan waktu secara signifikan,’’ sebutnya. Prestasi terakhirnya di event nasional mendulang dua emas nomor lari 200 meter dan 400 meter pada Jateng Terbuka di Stadion Sriwedari, Solo, 19– 22 Agutus lalu. Ayu Agung tengah menyiapkan diri mengikuti Pomnas di Makassar, Sulsel, yang digelar 13-22 Oktober. Ia turun pada nomor 200 meter dan 400 meter dengan mematok target emas. ‘’Partisipasi saya di ajang Pomnas ini mungkin pertama dan terakhir kalinya. Pada pelaksanaan Pomnas berikutnya saya sudah tamat,’’ ujar Ayu Agung yang berobsesi menjadi pelari nasional, namun pelatnas tetap di daerah. l Daniel Fajry

Porprov Bali 2017

Gianyar dan Badung Berebut Emas Sepak Bola MEDALI emas cabang olahraga (cabor) sepak bola selalu menjadi impian setiap kontingen dalam ajang multievent mulai dari Pordes hingga Olimpiade. Menjadi juara umum atau sebagai tuan rumah rasanya tidak lengkap tanpa menjadi juara sepak bola. Peringkat boleh rendah yang penting medali emas sepak bola bisa direbut. Itu pula yang terjadi dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XIII/2017 yang berlangsung di Gianyar, 17-23 September lalu. Kesembilan kontingen peserta berambisi menyabet medali emas sepak bola yang pada akhirnya diperebutkan oleh kesebelasan tuan rumah Kabupaten Gianyar dan Badung pada Jumat (22/9) lalu. Sebagai gambaran, pada Porprov Bali 2015 di Buleleng, medali emas sepak bola digapai Denpasar setelah menundukkan Badung di final. Badung menjadi juara umum Porprov, sedangkan Denpasar di peringkat kedua. Apa pun hasil final sepak bola Porprov Bali 2017 sangat bermakna bagi Gianyar dan Badung. Kontingen Gianyar bercokol di peringkat ketiga klasemen akhir, sedangkan Badung dan Denpasar bersaing menjadi juara umum. Ditambah medali emas sepak bola, lengkaplah sukses Gianyar selaku tuan rumah dan kiprah Badung atau Denpasar sebagai juara umum.

30

2 - 8 Oktober 2017

Tim sepak bola Gianyar melangkah ke babak final setelah mengalahkan Buleleng dengan skor 1-0, sedangkan Badung mengatasi perlawanan Kota Denpasar 2-0 di semifinal. Kedua pertandingan ini digelar di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (21/9) sore. Gol kemenangan Gianyar atas Buleleng dihasilkan Balya Gustopa, sedangkan kemenangan Badung atas Denpasar ditentukan melalui gol Ketut Bagaskara dan Sony Rismawan. Duel Badung kontra Gianyar di final merupakan ulangan babak penyisihan Grup B beberapa hari sebelumnya. Ketika itu kedua tim berbagi angka 0-0. Sementara duel perebutan medali perunggu antara Denpasar dan Buleleng adalah babak penyisihan Grup A yang dimenangkan Buleleng dengan skor telak 4-0. Keinginan Gianyar dan Badung membawa pulang medali emas tampak jelas dari ucapan pelatihnya usai pertandingan semifinal. Pelatih Gianyar Kadek Swartama mengatakan timnya mengincar medali emas karena bermain di kandang sendiri. Di kubu Badung, pelatih Kadek Loco Ediana mengemukakan obsesi pasukannya untuk meraih hasil terbaik. l Mawa


A KT I V I TA S DUA PERAK DI INDIA –Setelah meraih medali perak di Korsel lewat nasi jinggonya, kini siswa SMAN 6 Denpasar kembali mengukir prestasi menyabet dua perak pada ajang internasional di India. I Gede Arjun Mulia Mahardika (kelas XI-IPA-5) bersama Nusan Bagus Wibisana (XII-IPA-7) sukses merebut perak dalam ajang International Inovation Invention Association belum lama ini. Arjun yang mewakili RI di ajang itu juga mendapat Sri Lanka Gold Awatda for Invention. Di Indonesia hanya dua yang meraih gold award special, yakni Arjun dan UII. Pertimbangannya, Arjun yang masih muda bisa membuat riset luar biasa.

MBP/ist

MBP/ist

OMARU UNIVERSITAS DWIJENDRA – Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar dikenal sebagai PTS favorit bagi lulusan SLTA di Bali, NTB dan NTT. Ini dibuktikan jumlah mahasiswa baru yang mengikuti Orientasi Mahasiswa Baru (Omaru) Undwi 2017 sebanyak 404 orang. Jumlah itu disesuaikan dengan rasio dosen dan mahasiswa. Omaru Undwi kali ini bertemakan ‘’Aktualisasi Pendidikan Karakter Dalam Membangun Generasi Emas yang Cerdas, Berintegritas dan Unggul’’ dibuka Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., Sabtu (16/9). Saat itu juga Rektor Undwi didampingi WR III Drs. Ida Bagus Rai, M.Si. melantik pengurus BEM dan UKM Undwi 2017-2018. Ketua Umum BEM Undwi Chokro Wisnu Raindra.

HADIRI NGABEN MASSAL – Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III mendapatkan kehormatan menghadiri acara ngaben massal kinembulan yang digelar oleh semeton di Banjar Semaon Desa Puhu Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar. Disambut langsung oleh Bendesa Adat sekaligus Ketua Panitia I Wayan Tempo dan masyarakat, Senator RI ini berkeliling melihat lokasi acara. Menurut Wayan Tempo, karya ini merupakan rangkaian dari acara Pitra Yadnya 2017 yang dilanjutkan agar bisa dikatakan tuntas.

MBP/ist

MBP/ist

KARANGASEM TRAVEL MART – Kabupaten Karangasem memiliki peninggalan sejarah dan kekayaan budaya yang agung. Salah satunya adalah Kawasan Taman Soekasada Ujung dan sekitarnya. Taman ini terletak di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem. Lokasi yang strategis ini menjadi pilihan digelarnya acara Karangasem Travel Mart (KTM) Kamis (14/9). Acara KTM ini tidak pelak mendapat apresiasi penuh Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri. Ia berharap event ini bisa jadi momen strategis memperkenalkan pariwisata yang ada di Kabupaten Karangasem. 2 - 8 Oktober 2017

31


A KT I V I TA S STIMI HANDAYANI GELAR PKKMB – Untuk menekankan wawasan kebangsaan guna menangkal paham radikalisme dan menumbuhkembangkan karakter generasi muda dalam melawan paham radikalisme, STIMI Handayani Denpasar menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Mengangkat tema ‘’Melalui PKKMB Kita Tingkatkan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Berbasis 4 Konsensus Kebangsaan, meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika’’ acara diadakan di Aula Kampus STIMI Handayani Denpasar, Jumat (15/9). Acara PKKMB kali ini diikuti 352 mahasiswa baru berlangsung selama tiga hari.

MBP/ist

MBP/ist

ANGKUTAN SEKOLAH GRATIS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung merancang program angkutan sekolah gratis untuk para siswa. Rencananya, fasilitas angkutan sekolah gratis itu mulai bisa dinikmati para siswa pada Oktober 2017 mendatang. Sebagai tahap awal, angkutan sekolah gratis dirancang beroperasi di wilayah Kecamatan Klungkung. Sudah ada puluhan kendaraan umum yang telah disiapkan untuk melayani rute yang ditentukan. Kondisi fisik dan kelayakan kendaraan menjadi salah satu syarat angkutan siswa tersebut. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di sela-sela kegiatannya mengecek kesiapan kendaraan angkutan umum di Terminal Semarapura, Senin (18/9) mengatakan secara fisik dan perawatan masih banyak kendaraan angkutan umum yang bisa dimanfaatkan.

MBP/ist

MBP/ist

32

2 - 8 Oktober 2017

PKKMABA STIBA SARASWATI - Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (STIBA) Saraswati Denpasar, Selasa (19/9) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMaba). PKKMaba diikuti 403 mahasiswa. Dari jumlah ini, 335 orang memilih Prodi S-1 Sastra Inggris dan sisanya Prodi S-1 Sastra Jepang. PKKMaba dibuka Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. didampingi Ketua STIBA Saraswati Denpasar I Komang Sulatra, S.S., M.Hum. serta Ketua APTISI Bali yang juga Penasihat STIBA dan Rektor Universitas Mahasaraswati (Unmas) Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd.

CIPTA SENI NUSANTARA – Keunggulan budaya lokal merupakan aset bangsa Indonesia dalam ranah kekayaan intelektual (property right). Ini perlu mendapatkan perhatian pemerintah untuk dikembangkan menjadi sumber kesejahteraan. Salah satu caranya dengan mengembangkan keunggulan lokal tersebut melalui pendidikan untuk melahirkan insan-insan yang cerdas, terampil dan kompetitif. Hal tersebut disampaikan Ketua Program Studi (Prodi) Penciptaan dan Pengkajian Seni Pascasarjana (S-2) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Dr. I Ketut Sariada, S.ST., M.Si. pada pembukaan seminar nasional di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar, Senin (18/9) lalu.


DUKUNG BALI UNITED –Ada yang menarik dalam pertandingan antara Bali United dengan Persija, Jumat (15/9). Di antara puluhan ribu penonton yang memenuhi Stadion Dipta, Gianyar, terlihat bakal calon wakil bupati Gianyar Pande Istri Maharani Primadewi (Gek Rani). Perempuan energik itu larut dalam suasana yang penuh semangat. Dengan antusias, dia pun bertepuk tangan dan sesekali berteriak memberi semangat. Gek Rani menyatakan sepak bola bukanlah sekadar kegiatan berolahraga, tetapi juga merupakan pendidikan mental untuk terus berjuang, tak gampang patah semangat dan kekompakan tim.

MBP/ist

MBP/ist

ROMBONGAN DPRD DKI JAKARTA – Sebanyak 30 orang anggota DPRD DKI Jakarta yang tergabung dalam Badan Pembentukkan Peraturan Daerah DPRD Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gianyar. Rombongan yang dipimpin H. Abraham Lunggana, SH., itu diterima Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra di ruang sidang utama kantor Bupati Gianyar, Jumat (15/9). Pimpinan rombongan H. Abraham Lunggana atau yang biasa dipanggil Haji Lulung, menyampaikan maksud kedatangannya bersama rombongan adalah untuk mengetahui pengelolaan pasar tradisional di Kabupaten Gianyar.

WISUDA STP Bali – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali, Selasa (19/9) menggelar Wisuda XXIII. Bertempat di aula Gedung Joop Ave kampus setempat, di Nusa Dua, Badung, wisuda kali ini diikuti 602 wisudawan. Ketua STP Bali Drs. Dewa Gede Ngurah Byomantara, M.Ed. dalam sambutannya menyampaikan, dari 602 lulusan, sebanyak 234 atau 39 persen sudah bekerja sebelum diwisuda. Selain menargetkan 100 persen terserap di dunia kerja, pihaknya juga mendorong lulusan STP Bali untuk berani, kreatif dan inovatif berwirausaha.

MBP/ist

MBP/ist

YUDISIUM UNDHIRA - Universitas Dhyana Pura (Undhira) mengukuh 342 mahasiswanya pada yudisium ke-6 di Aula Undhira, Badung, Jumat (15/9) kemarin. Mereka terdiri dari mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Humaniora (FEH) serta Fakultas Kesehatan, Sains dan Teknologi (FIKST). Prosesi yudisium dilakukan oleh dekan masing-masing fakultas, diikuti penyerahan penghargaan pada para mahasiswa berprestasi. Menurut Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undhira Dr I Gusti Bagus Rai Utama, SE MMA, MA, bahwa yudisium ini merupakan yang ke -6 sejak berubahnya status Sekolah Tinggi Ilmu Managemen (STIM) Dhyana Pura menjadi Universitas Dhyana Pura pada 2011. 2 - 8 Oktober 2017

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

DIES NATALIS UNWAR - Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar merayakan puncak Dies Natalis ke-33 yang juga diisi Wisuda ke-56 di kampus setempat, Selasa (19/9) ini. Wisuda ke-56 diikuti 719 orang, terdiri atas 672 orang dari Program Sarjana dan 47 orang dari Program Pascasarjana. Untuk Program Sarjana, 88,87 persen memiliki indeks prestasi di atas 3,00 dan 81,36 persen lulus tepat waktu. Sementara di Program Pascasarjana, 82,98 persen lulus tepat waktu dan seluruhnya meraih indeks prestasi di atas 3,00. “Lulusan yang sekarang sebetulnya masih memakai kurikulum lama, karena Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) baru di-launching 2015,’’ ujar Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E. Sp.PARK, dikonfirmasi, Senin (18/9).

PUNYA VILLA DI UBUD - Bila kita berbicara tentang bisnis Villa, hal ini identik dengan modal besar. Untuk itulah pelaku bisnis ini dimonopoli oleh orang-orang yang bermodal besar. Melihat penomena ini saya I Gede Dermawan merasa tertantang untuk mencari solusi bagaimana caranya agar banyak orang bisa menjadi pemilik villa. Dengan modal keberanian saya mendirikan PT Pengembang Properti Harmonis dengan brand Harmonis Land. Villa Harmonis yang berlokasi di Ubud Bali ini berbasis ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan prinsip gotong royong. Konsep villa Harmonis ini memungkinkan setiap orang bisa menjadi pemilik villa.

MBP/ist

MBP/ist

KARANGASEM TRAVEL MART – Untuk lebih menggairahkan dan mempromosikan berbagai potensi wisata kepada wisatawan domestik dan mancanegara, Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Pariwisata menggelar lomba lari Karangasem Half Marathon, Minggu (17/9) di Taman Soekasada Ujung, Amlapura. Lomba lari Karangasem Half Marathon yang diikuti sebanyak 500 orang peserta itu dilepas Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri didampingi I Gusti Made Tusan, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi, perwakilan Kementerian Pariwisata RI Ni Putu Gayatri, Staf Ahli dan para kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Karangasem.

34

2 - 8 Oktober 2017

MBP/ist

MAKSIMAL ANTISIPASI BENCANA -Menyikapi adanya informasi maupun kejadian belakangan ini yakni flu burung, kekeringan termasuk peningkatan status Gunung Agung yang kini berada di level II (waspada), Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengumpulkan beberapa dinas terkait di ruang kerjanya, Senin (18/9). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Suwirta menugaskan seluruh dinas terkait untuk mengambil langkah preventif. Bupati Suwirta juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Klungkung untuk tidak resah.


SUMPAH PROFESI – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wira Medika Bali, Rabu (13/9) lalu melaksanakan Angkat Sumpah Ners X Program Studi Profesi Ners reguler angkatan VI dan nonreguler angkatan VII. Bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center, kegiatan ini juga diisi orasi ilmiah oleh Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dasi Astawa yang membawakan tema ‘’Strategi Menjadi Perawat yang Unggul, Profesional dan Mandiri serta Berkarakter’’. Pada orasi ilmiah tersebut, Dasi Astawa mengajak seluruh tamatan perawat apabila ingin suskses harus unggul, profesional, berdaya saing, mandiri dan berkarakter.

MBP/ist

MBP/ist

WISUDA IHDN Denpasar – Institut Hindu Darma Negeri (IHDN) Denpasar, Jumat (15/9) kemarin menggelar Wisuda XXIV di Goodway Hotel, Nusa Dua, Badung. Wisuda kali ini mengambil tema ‘’Kita Kukuhkan Semangat Kebangsaan Melalui Empat Konsensus Nasional Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika’’. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. ditemui di sela kegiatan mengatakan, Wisuda XXIV ini diikuti 389 orang dari Program Doktor (S-3), Pascasarjana (S-2) dan Strata Satu (S-1).

FESTIVAL SUBAK KARANGASEM – Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri secara resmi menutup Festival Subak Karangasem (FSK) tahun 2017 yang berlangsung sukses. Ada 11 jenis perlombaan pada event FSK itu yakni, Lomba Carvingpruit yang juara pertamanya diperoleh Kecamatan Karangasem, Lomba Merangkai Bunga juaranya Kecamatan Selat, Lomba Petakut kembali Kecamatan Selat, sedangkan Lomba Karya Tulis diperoleh Kecamatan Sidemen, Lomba Stan Terbaik direbut Kecamatan Selat, Lomba Parade Budaya terbaik dimenangkan Kecamatan Manggis, Lomba Gebogan dimenangkan no peserta 60, Lomba Gapoktan diperoleh Gapoktan Amerta Asih Kecamatan Selat, juara Lomba Subak Abian adalah Subak Abian Buana Kusuma Kecamatan Kubu, Lomba Subak Sawah dimenangkan Subak Sawah Kecamatan Bebandem dan Lomba Gapoktan Ternak Sapi juaranya digapai Satya Loka Paramasidhi Kecamatan Rendang. Penyerahan hadiah itu bertempat di Lapangan Mamed, Desa Sinduwati, Sidemen, Sabtu (16/9).

MBP/ist

2 - 8 Oktober 2017

35


AKTIVITAS AKREDITASI INTERNASIONAL ABEST21 – Semakin intensnya interaksi antarnegara seiring arus globalisasi yang semakin pesat mengakibatkan lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual. Dewasa ini lulusan perguruan tinggi harus mempunyai kompetensi lintas budaya (cross-cultural skill) untuk bisa memahami perbedaan lingkungan sosial antarnegara, sehingga mereka bisa berkiprah di bidang bisnis atau profesi pada tataran global.Hal ini diungkapkan Profesor Fumio Itoh, Presiden Badan Akreditasi Internasional ABEST21 yang berbasis di Jepang, ketika menjadi keynote speech di kampus Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) di Denpasar. Prof. Fumio Itoh hadir di Undiknas untuk mengikuti acara farewell party (pelepasan) mahasiswa Program Pascasarjana Undiknas Graduate School, Selasa (12/9).

YUDISIUM UNHI – Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan Universitas Hindu Indonesia (Unhi) melaksanakan yudisium periode II, Jumat (15/9). Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi melepas 11 mahasiswa, enam orang dari Program Studi (Prodi) Ilmu Filsafat Hindu dan lima dari Prodi Hukum Agama Hindu. Dekan Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi Dr. I Wayan Subrata, M.Ag. mengatakan, dari 11 orang calon wisudawan, delapan meraih predikat cumlaude. Selain itu, mahasiswa didukung proses belajar di kampus yang intensif serta pihaknya melaksanakan try out, pengabdian kepada masyarakat dan penelitian melibatkan mahasiswa dan dosen. Dengan demikian, terjadi interaksi yang baik antara dosen dan mahasiswa.

MBP/ist

MBP/ist

HUT PMI - PERINGATAN HUT ke-72 Palang Merah Indonesia (PMI) di Kabupaten Bangli tahun diisi dengan kegiatan apel di halaman Kantor Bupati Bangli, Minggu (17/9). Apel dipimpin Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Selain apel, peringatan HUT PMI juga diisi berbagai kegiatan lomba gembira yang diikuti pengurus dan anggota PMI serta PMR se-Kabupaten Bangli. Wakil Bupati Sedana Arta menyampaikan, PMI lahir tepat sebulan setelah kemerdekaan RI. Namun dalam kenyataannya, saat ini kemerdekaan masyarakat masih terhalang oleh berbagai peristiwa bencana.

36

2 - 8 Oktober 2017

API PORPROV DISERAHKAN - Kirab Api Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali ke-XIII yang terselenggara di Kabupaten Gianyar, telah memasuki Kabupaten Klungkung. Serah terima Api Porprov ini sebelumnya diarak di Kabupaten Karangasem dan diterima langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, di depan areal Pura Goa Lawah, Kabupaten Klungkung, Jumat (15/9). Bupati yang sebelumnya berkiprah di dunia perkoperasian ini mengungkapkan, kirab obor yang rutin berlangsung saat perhelatan porpov tak hanya sebatas seremonial.


2 - 8 Oktober 2017

37


PA R I W I S ATA Desa wisata di Bali terus berkembang pesat. Namun demikian, harapan untuk memeratakan kue pariwisata ini harus dirancang bervariasi bukan copy paste.

Desa Wisata Bali Jangan �Copy Paste� 38

2 - 8 Oktober 2017


P

ulau Dewata kini tengah marak melakukan pengembangan desa wisata untuk pemerataan ekonomi. Tahun ini saja, desa di Bali yang akan dikembangkan menjadi desa wisata sebanyak 87. Masing-masing kabupaten hampir semua dilakukan pengembangan desa wisata. Kabupaten Badung misalnya, telah membentuk 17 desa wisata. Namun demikian, desa wisata yang berkembang diharapkan memiliki ciri khas masing-masing tanpa meniru alias copy paste dari desa wisata yang telah berkembang. Desa wisata dapat memanfaatkan telling story, cerita kehidupan masyarakat Bali mulai dari bangun pagi, menjalankan kehidupan sehari-hari. Setiap daerah memiliki kehidupan sehari-hari yang berbeda. Ada yang ke laut, ke kebun, sawah, membuat kerajinan, dan lainnya. Pelaku Pengembang Desa Wisata, Made Mendra Astawa, mengakui desa wisata adalah suatu hal yang menjanjikan karena pembagian kue pariwisata menjadi merata. Harapan pembagian ini dapat mensejahterakan masyarakat desa dan penduduk bisa menjadi pengusaha. “Ini tidak mudah karena ini diperlukan mental enterpreneur yang dikembangkan kepada pengelola desa wisata. Sehingga potensi yang dimiliki, bisa terangkat dari masing-masing desa yang memiliki perbedaan, keanekaan masing-masing,” ungkapnya. Desa wisata harus mempunyai ciri khas. Maka dari itu perlu peran pemerintah di dalam regulasi terkait pengembangan desa itu sendiri. Karena pariwisata itu ada dua sisi yaitu positif dan negatif. Dari sisi positif tentu akan memberikan dampak ekonomi. Namun dari sisi negatif, akan memberikan pengaruh pengembangan yang akan mengikis budaya setempat. Karena itu, pemerintah perlu membuat suatu aturan untuk membina desa wisata, baik dilakukan oleh pemerintah itu sendiri atau stakeholder swasta. Pembinaan yang diberikan agar dapat membangun desa wisata berdasarkan konsep ke-Bali-annya yaitu berdasarkan tradisi dan budaya Bali. Selama ini, desa wisata masih memiliki kendala pada SDM. Semua orang ingin menjadikan desanya sebagai desa wisata karena adanya dana yang masuk ke desa. Namun, hal itu perlu badan pengelolaan agar ada pertanggungjawaban, arah dan tujuan serta blue print dari desa yang akan dikembangkan. SDM juga perlu diberikan tambahan knowledge tentang cara mengemas suatu produk. “Tidak copy paste dari yang lain, tapi mengambil dari kearifan lokal,” katanya. Hal itu perlu bantuan dari stakeholder yang ada di Bali seperti Asita dan para pelaku pariwisata yang lain sehingga didapatkan

produk unggulan. Selain SDM, yang terpenting adalah promosi desa wisata itu. “Setelah produk ada, desa wisata itu mau dibawa kemana karena begitu banyak desa wisata. Disinilah peran pemerintah membuatkan promosi melalui website atau bekerja sama dengan stakeholder lainnya,” ungkapnya. Hampir semua desa wisata mengalami kendala pada promosi sehingga beberapa desa wisata setelah terbentuk tidak berkembang. Ia mengatakan ada desa berpotensi dan desa yang berkembang. Sementara desa wisata di Bali yang sudah berkembang atau mandiri, baru Desa Panglipuran. “Itu pun pada penjualan tiket karena dampaknya pada jumlah kunjungan. Tapi wisatawan tidak mendapatkan experience padahal wisatawan datang ke Bali bukan karena pilihan hotel tapi pengalaman apa yang didapat di masyarakat desa. Inilah yang membuat wisatawan betah dan tinggal lebih lama,” sebutnya. Ia berharap, pemerintah bisa mencari model pengembangan desa wisata. Contohnya model Desa Wisata Tabanan, Singaraja, Denpasar, dan lainnya. “Harus ada modelnya sehingga mereka punya ciri khas sendiri dan inilah yang di-copy untuk masing-masing kabupaten, jangan sama,” ucapnya. Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, mendukung program pemerintah pusat dalam upaya pengembangan desa wisata untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Tanah Air. “Dalam pengembangan desa wisata ini, memang ada program dari pemerintah pusat untuk membangun 20.000 rumah penginapan (homestay) lebih banyak lagi di desa wisata,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Bali, Made Badra. Untuk pembangunan 20.000 homestay ini akan disebar di seluruh provinsi di Indonesia dan Bali mendapat jatah untuk membangun 600 rumah tinggal di desa wisata di masingmasing kabupaten/kota di Pulau Dewata. Upaya ini, diakuinya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik agar lebih berlama-lama dapat tinggal di desa wisata, sehingga mendongkrak pendapatan asli daerah di sektor pariwisata. Untuk anggaran pendukung sarana dan prasarana pendukung di desa wisata ini, Dispar Badung merancang anggaran Rp 17 miliar Tahun 2018. Wisatawan yang menginap di desa wisata juga akan dapat berbaur dengan komunitas masyarakat untuk belajar menari Bali, belajar majejaitan, belajar adat, budaya, kesenian gamelan dan lain sebagainya. l Citta Maya 2 - 8 Oktober 2017

39


TA L E N TA

Amanda Dahlia Latif Harumkan Bali Berjaya pada Grand Champion Indonesia School Idol 2017

A

manda Dahlia Latif (13), belia asal Denpasar baru-baru ini berhasil mengharumkan nama Bali di kancah nasional. Pasalnya, putri semata wayang dari Wanda Somdani yang mewakili SMPN 4 Kuta Selatan-Badung ini berhasil menyabet gelar juara Grand Champion Indonesia School Idol 2017 yang diselenggarakan di Gedung RRI Kota Semarang, Sabtu (16/9) lalu. Amanda (panggilan akrabnya) berhasil menjadi juara 1 dikategori penyanyi dewasa mengalahkan para pesaingnya dari tingkat SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Bahkan, ia berhasil meraih voting terbanyak dan menjadi juara Grand Champion mengalahkan voting dari juara 1 kategori penyanyi tingkat anakanak (SD). Amanda yang lahir di Denpasar, 27 Februari 2004 ini tumbuh dan berkembang tidak hanya mandiri, namun juga penuh semangat dan bertalenta di bawah asuhan sang ibu (Wanda Somdani-red). Bakat menyanyi yang dimilikinya tumbuh sejak ia mempunyai hobi karaoke pada saat masih duduk di kelas 6 SD.

Sebelumnya, ia menggeluti dunia model dan fashion show kategori anak-anak. Bahkan, Amanda pernah menjadi juara nasional dibidang modeling dan fashion. Wanda Somdani saat ditemui, Rabu (20/9) lalu, mengatakan Amanda berhasil lolos dan masuk babak grand final Indonesia School Idol 2017 setelah melewati beberapa babak penyisihan. Dijelaskan, Indonesia School Idol 2017 diikuti oleh 400 siswa dari seluruh Indonesia. Dari 400 peserta tersebut disaring menjadi 200 peserta setelah mengirim video rekaman lagu lewat instagram. Setelah itu, dari 200 peserta disaring lagi dalam babak semifinal yang menyisihkan peserta sebanyak 80 siswa dan melakukan rekaman di Studio JP di Semarang, kemudian mengupload ke Youtube dan dilakukan voting terhadap video masing-masing peserta. “Kebetulan anak saya yang mewakili SMPN 4 Kuta Selatan menjadi satu-satunya peserta dari Bali yang lolos ke babak semifinal dan menjadi peserta dengan voting nomor 3 tertinggi di youtube sehingga masuk babak grand final,”terang Wanda Somdani. Pada babak grand final, lanjut dia, dii-

MBP/win

Amanda Dahlia Latif bersama kepala sekolah dan ibunya.

40

2 - 8 Oktober 2017

kuti oleh 28 peserta, yang terdiri atas 14 peserta anak-anak (kategori SD) dan 14 peserta kategori dewasa, di mana keseluruhan peserta harus menyanyi secara live di hadapan dewan juri dan para penonton. Penilaian dilakukan dengan dua sistem, 60 % dinilai oleh Juri dan 40% dipilih oleh penonton secara langsung. “Anak saya akhirnya berhasil keluar menjadi juara 1 dikategori dewasa dan menjadi juara grand champion setelah mengalahkan juara 1 kategori anak-anak. Saya sangat bangga dan semoga ini menjadi keberhasilan Amanda, sehingga bisa memberikan support dan semangat bagi teman-temannya yang lain, baik di Bali maupun di Kabupaten Badung untuk selalu berprestasi disegala bidang,” ungkapnya dengan bangga. Kepala Sekolah SMPN 4 Kuta Selatan, Drs. I Wayan Tur Adnyana, merasa sangat bangga atas prestasi dan talenta yang dimiliki anak didiknya. Sebab, talenta dan bakat yang dimiliki siswa mencerminkan karakter anak tersebut. Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung dan terus memberikan ruang bagi anak didik untuk terus mengasah potensinya, terutama yang mempunyai bakat yang bisa mengharumkan nama keluarga, sekolah, bahkan daerahnya dikancah nasional. “Semoga Amanda menjadi motivator bagi teman-temannya di sekolah, sehingga tidak malu untuk mengeluarkan bakatbakat yang dimiliki dan mau mengeluarkan potensinya untuk bersaing dikancah nasional,”ujar Adnyana penuh harapan. Sementara itu, Amanda merasa sangat bangga bisa meraih juara dalam ajang pencarian bakat menyanyi tersebut. Awalnya, gadis belia yang mengidolakan Katy Perry ini tidak percaya bisa keluar menjadi juara Indonesia School Idol 2017. “Saya tidak menyangka dapat juara 1, apalagi pada saat pengumuman yang juara 3 dan 2 dipanggil duluan dan namanya bukan saya. Tentu saya bangga, dan ke depan saya akan terus mengasah suara saya sehingga saya bisa menjadi penyanyi ternama seperti Raisa, Tulus, dan bisa menjadi penyanyi go internasional seperti idola saya Katy Perry,” ungkap Amanda. l Winata


HIBURAN

Momo Geisha

Bertutur Peran Penting Ayahnya

V

okalis grup band Geisha, Narova Morina Sinaga, atau dikenal sebagai Momo Geisha, mengungkapkan peran penting sang ayah, Jabonar Sinaga, dalam keberhasilan karier musiknya. Momo menuturkan bagaimana sang ayah, yang meninggal dunia pada usia 69 tahun pada Selasa malam (19/9) lalu, sudah menempa dia sejak kecil. Menurut Momo, ketegasan dan disiplin yang ditanamkan sang ayah kepadanya sejak kecil punya peran besar dalam pencapaiannya di dunia musik. Dia juga mengenang bagaimana ayahnya sering secara tidak langsung memuji dan membanggakan prestasinya. “Dari kecil kalau ada tamu datang saya dipanggil, dikenalin. Bapak ceritain aku ke temannya, lalu aku disuruh salam, ‘Morina juara satu ia... Ini kata Uda,” katanya kepada Antara. “Bapak dari aku waktu kecil selalu banggain aku ke temannya, saudaranya, walaupun di depan kita enggak pernah ngomong dan langsung memuji, karena Bapak orangnya gengsian untuk memuji, tetapi aku tahu dia bangga atas karierku,” ujar Momo. Dia tidak menyangka bapaknya pergi begitu cepat, dan mengungkapkan rencana-rencananya untuk sang bapak yang belum sempat terwujud. “Saya sangat ingin membawa ayah jalan-jalan tetapi ia memang belum dan tidak pernah mau, almarhum orangnya pekerja keras dan gigih dalam mencari hidup,” tutur Momo, matanya terlihat berkaca- kaca. Momo mengatakan dia pernah mengajak ayahnya berlibur ke Bali, namun gagal karena sang ayah memilih menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sebagai penasihat dan pekerja di harian Riau Pos. Momo memulai karier musik dari grup band bernama Jingga, yang personelnya meliputi Febri (drummer), Robby Satria (gitaris), Ahmad Rasyid atau Aan (gitaris), Rahmad Ramadhan atau Amek (keyboardist) dan Ashari Aulia atau Nard (bassis). Nama Jingga melambung setelah menjadi finalis ajang A Mild Live Wanted di

2007, dan sempat meluncurkan beberapa single seperti “Untuk Selamanya”, “Sya La La”, “Cinta Lama Bersemi Kembali” (CLBK) dan “Cintaku Hilang”. Setelah Febri pindah ke kota lain untuk studi dan meninggalkan grup, personel Jingga memutuskan untuk menggunakan nama Geisha. “Kita mengambil sisi positifnya, yaitu penghibur, karena tujuan Geisha untuk menghibur penggemar, yang kita anggap raja,” kata Momo. Geisha mengawali karir dari panggung ke panggung, melalui perjalanan keras sebelum sukses seperti sekarang. “Kita pernah dibayar pakai nasi sama es teh manis doang,

dibayar pakai beras juga pernah. Itu waktu di Pekan Baru,” kata Momo. Geisha meneken kontrak dengan Musica Studios pada 2009. Album pertama mereka, “Anugrah Terindah”, keluar September 2009 yang meliputi single “Jika Cinta Dia”. Album ini menjadi album Indonesia terlaris ketiga sepanjang 2010. Album kedua mereka yang berjudul “Meraih Bintang” juga menempati posisi puncak album terlaris sepanjang 2011 selama tujuh minggu. Single “Cinta dan Benci” dari album ini berhasil masuk top 25 lagu 2011. Selang dua tahun, Geisha hadir dengan album ketiga “Seleksi Hits”, menampilkan lagu hit seperti “Jika Cinta Dia” dan “Kamu yang Pertama”. l kmb

2 - 8 Oktober 2017

41


PROPERTI

Realisasi Rendah, Rumah Bersubsidi Mesti Digenjot

P

rogram rumah bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat kecil. Karena itu, baik dari sisi syarat dan suku bunga kredit juga terbilang khusus. Bagaimana realisasi rumah bersubsidi guna mengantisipasi backlog perumahan yang dari tahun ke tahun meningkat? Rumah bersubsidi juga menjadi idaman masyarakat yang selama ini memang belum pernah punya rumah. Itu menjadi salah satu syarat konsumen yang berhak mengakses rumah murah senilai Rp 141 juta ini, selain persyaratan lain seperti berpenghasilan tetap Rp 4 juta per bulan. Kemudahan dari rumah bersubsidi adalah mendapat fasilitas kredit dengan persentase relatif rendah, selain uang muka relatif rendah yakni Rp 5 juta per unit. Realisasi rumah bersubsidi masih rendah, disebabkan masih adanya sejumlah kendala. Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatat, perolehan hasil program sejuta rumah selama kuartal I/2017, yakni 34.860 unit untuk rumah subsidi dan 7.272 unit untuk rumah komersial. Mengutip Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin menyadari perolehan tersebut masih jauh dari target 700.000 unit rumah subsidi dan 300.000 unit rumah komersial tahun ini. Terkait hal itu pemerintah masih melakukan sejumlah upaya untuk mendorong seluruh

42

2 - 8 Oktober 2017

pihak terkait dalam pelaksanaan program strategis nasional ini. Pemerintah berupaya memberikan jaminan suku bunga pada kredit konstruksi hingga digit tunggal pada tahun ini. Saat ini suku bunga kredit konstruksi masih berkisar pada angka 12 persen. Pemerintah menghitung idealnya bisa diberikan dengan kisaran 7,5-7 persen. Praktisi bisnis properti Bali Dr. Dewa Putu Selawa menyampaikan, program rumah murah memang dibutuhkan guna mengurangi backlog yang mencapai 14 juta beberapa tahun terakhir. Di Bali salah satu objek potensial rumah bersubsidi yakni di Kabupaten Buleleng. Sebelumnya Direktur PT Skiland Development, Gede Semadi Putra menyampaikan, rumah bersubsidi pasarnya yang potensial yang berpeluang digarap maksimal oleh pengembang. Namun dalam realisasinya bukan berarti tak ada hambatan. Tak hanya menyangkut pembebasan lahan, perizinan, dan lainnya. Inilah beberapa indikator penyebab rendahnya pasokan rumah bersubsidi. Tak hanya Bali beberapa daerah di Indonesia juga masih adea terkendala harga lahan. Owner Perum Citra Nirwana Regency, Bagio Utomo menyampaikan rumah bersubsidi saat ini memang paling prospektif walaupun berbagai kendala masih dihadapi pengembang. Sinergi dengan k e - bi-

jakan daerah penting agar pelaksanaannya bisa maksimal. Dibandingkan realisasi 2016, menurut data PUPR, capaian program satu juta rumah hingga 30 Desember 2016 sebanyak 805.169 unit rumah. Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan, untuk mendorong pelaksanaan program satu juta rumah ini, pihaknya menggandeng berbagai pemangku kepentingan bidang perumahan. Realisasi pembangunan rumah tersebut terbagi menjadi rumah MBR mencapai angka 569.382 unit. Rumah non-MBR terbangun 235.787 unit rumah. Setiap tahun capaiannya meningkat. Pada 2015 lalu capaiannya hanya 699.770 unit, pada 2016 pembangunan rumah mengalami peningkatan sekitar 100.000. Pada program ini pemerintah melalui Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR juga berhasil membangun 113.422 unit rumah bagi MBR yang terdiri atas rumah susun sewa (rusunawa) 7.860 unit, rumah khusus 6.048 unit, rumah swadaya sejumlah 97.888 unit (rumah baru 1.007 dan peningkatan kualitas rumah 96.881 unit). l Gunawan


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

BEDAH UU ARSITEK - Undang-Undang (UU) Arsitek yang dirancang oleh DPR-RI sudah disahkan pemerintah Juli lalu dalam sidang pleno DPR-RI dan ditandatangani Presiden RI pada 8 Agustus 2017. Lahirnya UU No. 6 Tahun 2017 tentang Arsitek tersebut dinilai sangat menguntungkan puluhan ribu arsitek karena sudah dilindungi oleh hukum. Lahirnya UU Arsitek Tahun 2017 itu juga dibahas Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Bali di lantai empat Kampus Teknik Unud, Denpasar, Jumat (15/9). Hadir Ketua Umum IAI Pusat Ahmad Djuhara, Ketua Panja UU Arsitek DPR-RI Sigit Sosiantomo, Ketua IAI Bali Kadek Pranajaya, sejumlah ahli perarsitekan dan ratusan undangan lainnya.

MBP/ist

KEMBANGKAN BIOSILIKA- Kementrian Pertanian melalui Balai Besar Badan Penelitian Pengembangan Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPPP) memanfaatkan sekam padi menjadi pupuk. Sebab, dalam sekam padi terdapat silika dengan unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman. Badan ini kemudian berhasil membuat produk dengan nama Biosilika, produk yang didaftarkan dan diberi nama BioSINTA. Teknologi ini akan diterapkan oleh petani di Denpasar. Kepala Balai Besar Penelitian Pengembangan Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian Prof (Riset) Dr. Ir. Risfaheri, M.Si., usai bertemu Sekda Kota Denpasar A.A.N. Rai Iswara, Selasa (19/9), mengungkapkan, sekam padi di Indonesia sangat besar. Dari produksi padi 79 juta ton gabah kering giling pada tahun 2016 diperkirakan terdapat limbah sekam padi sekitar 15 juta ton (kandungan sekam padi kurang lebih 20% GKG).

WISUDA STIKES BINA USADA -SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bina Usada Bali mewisuda 274 mahasiswanya di Hotel Inna Grand Bali Beach, Denpasar, Sabtu (16/9) kemarin. Para lulusan tersebut terdiri atas tiga program studi (prodi), yakni Ahli Madya Kebidanan, Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners. Sidang senat terbuka Stikes Bina Usada Bali tahun akademik 2016/2017 ini dipimpin Ketua Stikes Bina Usada Bali dr. I Putu Santika, MM. Dalam kesempatan itu pula dilakukan upacara pengangkatan sumpah tenaga kesehatan. Ketua Stikes Bina Usada Bali dr. I Putu Santika, MM., melaporkan bahwa 1 Agustus 2017 Stikes Bina Usada Bali genap berusia sepuluh tahun.

MBP/ist

INKUBATOR BISNIS FE UNMAS –Untuk program yang berurusan dengan mencetak wirausaha muda, Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Mahasaraswati (Unmas) jagonya. Program Inkubator Bisnis yang diterapkan secara konsekuen menjadikan lulusannya berperan ganda, yakni siap bekerja dan berwirausaha mandiri. Hal itu diungkapkan Dekan FE Unmas Denpasar Dr. Putu Kepra Marini, S.E., M.M., Jumat (15/9), saat melepas 82 Sarjana Ekonomi. Dari jumlah itu, 59 dari Program Studi (Prodi) Akuntansi dan 23 dari Prodi Manajemen. Lulusan terbaik di Akutansi diraih Nida Zulkharina (3,72) dan di Prodi Manajemen dicapai A.A. Istri P. Dewi Dalem (3,42). Putu Kepra Marini menjelaskan, FE Unmas tak mau dicap sebagai fakultas mencetak pengangguran di Bali. Makanya program kewirausahaan yang digembeleng lewat lembaga Interprenuer Development Centre (IDC) yang diketuai Dr. I Wayan Sujana diterjemahkan lebih detail di prodi.

2 - 8 Oktober 2017

43


A KT I V I TA S

MBP/ist

BERTEMU GUBERNUR BALI - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei secara khusus menemui Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Rabu (20/9). Pertemuan yang berlangsung di ruang tamu gubernur itu membahas situasi terkini Gunung Agung dan langkah antisipasi yang telah dilaksanakan. Mengawali pertemuan, Willem menyampaikan bahwa saat ini aktivitas Gunung Agung sedang tenang. “Dari hasil pantauan seismograf, sekarang lagi dalam tahap deselerasi (perlambatan aktivitas,red) atau tenang,” bebernya. Namun menurutnya apa yang akan terjadi selanjutnya masih sulit ditebak, bisa langsung turun berangsur-angsur, namun bisa juga bisa sebaliknya. Bertolak dari analisa tersebut, BNPB, BPBD Provinsi dan Kabupaten telah melakukan sejumlah langkah antisipasi sesuai dengan SOP yang berlaku.

MBP/ist

KUMPULKAN ORGANISASI BUDDHA –Ribut-ribut masalah Rohingya akhirnya membuat Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III turun tangan, khususnya bagaimana mengamankan Bali sebagai wilayah yang penuh perdamaian. Hal ini ditengarai sudah mulainya aksi-aksi di Bali dalam menyikapi kasus Rohingya yang dinilai mengkhawatirkan masyarakat adat Hindu sebagai mayoritas di Bali. Diharapkan masalah Rohingya tidak dipolitisasi menjadi isu SARA sebagaimana terjadi di luar Bali.Demikian terekam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Senator DPDRI Bali Komite III Bidang Agama dengan komponen umat Buddha se-Bali di Kantor Kementerian Agama RI. Hadir unsur Walubi, Majelis Umat Buddha, Pimpinan Wihara se-Bali, Wanita Buddhis serta tokoh umat Buddha Bali.

MBP/ist

MBP/ist

PEMBUKAAN PORPROV BALI XIII – Kabupaten Gianyar yang dipercaya menjadi tuan rumah ajang Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Bali menunjukkan kapasitasnya sesuai dengan julukannya sebagai Gumi Seni. Ribuan penari terlibat dalam tarian kolosal yang menandai dibukanya secara resmi Porprov Bali XIII tahun 2017 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Blahbatuh, Gianyar, Minggu (17/9).Pembukaan diawali performa dari KIS Band, selanjutnya tarian kolosal bertema Brahma Murthi selama 45 menit. Ketua Panitia Porprov XIII Pande Made Purwata mengatakan, konsep yang disiapkan dalam ajang pembukaan ini mengkombinasikan unsur seni dengan olahraga. Bertemakan ‘’Mewujudkan Patriot Olahraga yang Sportif, Berkompetisi Fair Play’’ dengan motto ‘’Meraih Prestasi di Bumi Seni’’.

44

2 - 8 Oktober 2017

BRI E-PORT CARD - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo III menggandeng Bank BRI untuk meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan di Pelabuhan Benoa. Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Dedi Sunardi mengungkapkan, dengan adanya inovasi kartu e-Port pengguna jasa pelabuhan tidak perlu lagi melakukan pembayaran saat masuk pelabuhan secara tunai. Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Bisnis BRI Bali Nusa Tenggara, Yoyok Mulawarman, mengatakan e-Port Card merupakan realisasi komitmen Bank BRI dalam mendukung program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).Penerapan e-Port Card merupakan salah satu sistem pembayaran terintegrasi (Integrated Payment System) yang dibangun Bank BRI untuk Pelindo III. Ini merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN yang dapat membantu pengembangan bisnis kedua perusahaan.


MBP/ist

DELEGASI ICNT – Hari ke-4 pelaksanaan konferensi internasional organisasi kota pusaka dunia atau International Conference of National Trusts (ICNT), selain diisi workshop tentang perubahan iklim di Hotel Wana Ubud, 200 delegasi dari 31 negara juga mengunjungi Kebun Raya Gianyar yang terletak di Banjar Pilan, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar, Kamis (14/9). Kedatangan para peserta ICNT di Kebun Raya Gianyar (KRG) disambut Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra. Kehadiran organisasi dunia yang peduli pada kelestarian warisan budaya, termasuk kelestarian lingkungan di KRG itu merupakan wujud dukungan mereka kepada Gianyar untuk menjaga kelestarian habitat hutan dan segala jenis makhluk hidup di dalamnya.

MBP/ist

DIES NATALIS UNUD – Ribuan mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang terdiri atas 13 fakultas tumpah ruah mengikuti Dies Natalis Unud yang ke-55, Minggu (17/9). Hadir dalam pembukaan Dies Natalis Udayana yang mengusung tema ‘’Cita Metamorfosa Udaya’’ pagi kemarin adalah Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)., wakil rektor, dekan, wakil dekan dan pejabat lainnya di lingkungan Udayana serta perwakilan dari masingmasing fakultas. Cita Metamorfosa dilatarbelakangi sebuah pencapaian universitas tertua di Bali ini, untuk konsisten mengedepankan prinsip kebersamaan dan kekeluargaan dilandasi kebudayaan lokal yang ada.

MBP/ist

DIES NATALIS UNWAR - Universitas Warmadewa (Unwar) merayakan Dies Natalis ke-33 pada Selasa (19/9) di area parkir Kampus Unwar. Perayaan HUT dilakukan pemotongan tumpeng dan hiburan-hiburan. Pada Dies Natalis Unwar ke-33 juga dirangkaikan dengan Wisuda ke 56. Selain itu juga diumumkan pemenang lomba-lomba antar fakultas. Rektor Unwar, Prof. Dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park., mengatakan, Dies Natalis ini penting dirayakan.Dalam waktu dekat, tahun 2018 pihaknya menargetkan masuk 50 besar perguruan tinggi terbaik di seluruh Indonesia. Saat ini Unwar berada di urutan ke-74 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

MBP/ist

KBS MOHON DOA RESTU - Doktor Ir. Wayan Koster, M.M. yang lebih dikenal dengan KBS (Koster Bali Satu) mendapat sambutan sangat antusias dari warga di daerah kelahirannya, Desa Sembiran Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng. Sabtu (16/9), KBS masimakrama sekaligus memohon doa restu dan dukungan untuk dirinya yang akan maju dalam Pilgub Bali 2018. Di hadapan ribuan krama Desa Sembiran, KBS menyatakan siap lahir batin untuk ngayah secara total sekala niskala dengan tulus ikhlas dan selurus lurusnya untuk krama Bali. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng yang juga Bupati I Putu Agus Suradnyana yang hadir pada acara tersebut menegaskan, kemenangan KBS di Kabupaten Buleleng menjadi tanggung jawabnya. 2 - 8 Oktober 2017

45


A KT I V I TA S

MBP/ist

LOMBA DOKTER KECIL - Dinas Kesehatan Provinsi Bali menggelar lomba dokter kecil 2017 di kantor dinas setempat, Sabtu (16/9). Lomba diikuti sembilan dokter kecil perwakilan masing-masing kabupaten/kota. Mereka antara lain mengikuti tes kesehatan, tes akademik, praktek dan penyuluhan. “Lomba dokter kecil tujuannya adalah mempersiapkan anak-anak di tingkat SD untuk mengetahui bagaimana mereka menerapkan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah, red) di sekolahnya yang ada trias UKS. Yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan lingkungan sekolah sehat,” ujar Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. Kadek Iwan Darmawan, MPH. Iwan Darmawan menambahkan, hal yang paling dominan dalam trias UKS adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah. Dalam hal ini, dokter kecil diharapkan mampu menjadi motivator di sekolah untuk melakukan PHBS.

MBP/ist

UNHI LAHIRKAN DOKTOR – Program Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) kembali melahirkan doktor, Senin (18/9) kemarin. Doktor kali ini adalah Gusti Ngurah Yoga Semadi, S.Ag., M.Si. Promovendus yang seniman ini mempertahankan disertasi berjudul ‘’Kreativitas Ida Wayan Oka Granoka Dalam Seni Pertunjukan Bali’’. Dalam sidang senat terbatas dengan agenda ujian terbuka promosi doktor dipimpin Dr. I.B Dharmika, promovendus dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Sebagai promoter Prof. Dr. I Wayan Dibia dan kopromotor Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa. Dewan penguji Prof. Dr. I B.G. Yudha Triguna, Prof. Dr. I Putu Gelgel, Dr. Ketut Sumadi, Dr. I Wayan Budi Utama, Dr. Gusti Bagus Wirawan dan Dr. I Gusti Ayu Wimba. Dalam disertasinya, Gusti Ngurah Yoga Semadi menyampaikan, proses kreatif Ida Wayan Oka Granoka adalah olah rasa melalui proses yoga.

MBP/ist

YUDISIUM FAKSAS UNWAR – Fakultas Sastra (Faksas) Universitas Warmadewa (Unwar) yang mengelola Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris meyudisium 94 mahasiswa. Yudisium ke-56 ini sebagai pertanda mahasiswa bersangkutan resmi menyandang gelar sarjana sastra. ‘’Kami tetap menjaga kualitas dsan kuantitas lulusan. Dari 94 mahasiswa yang sekarang diyudisium, sebagian besar sudah bekerja. Kami tidak ingin mencetak pengangguran,’’ ujar Dekan Fakultas Sastra Unwar Prof. Dr. I Nyoman Kardana usai melaksanakan acara yudisium yang berlangsung di Inna Hotel Bali Beach, Sanur, Denpasar, Jumat (15/9). Menurutnya, lulusan Sastra Inggris Unwar siap bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain, karena Faksas Unwar tetap menjaga mutu sesuai visi dan misi universitas menjaga mutu supaya berkualitas dan berintegritas. Dari lulusan yang sekarang diyudisium, untuk lulusan reguler B sebanyak 26 orang sudan bekerja.

MBP/ist

KULIAH UMUM FDD – Muncul isu berbagai gerakan sosial yang merongrong stabilitas negara, termasuk gerakan yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Oleh karena itu, pemerintah dan perguruan tinggi berupaya melakukan pencegahan dan kembali menanamkan nilai-nilai Pancasila guna mencegah terjadinya disintegrasi bangsa. Fakultas Dharma Duta (FDD) Jurusan Hukum Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Selasa (19/9) menggelar stadiun general atau kuliah umum dengan menghadirkan pembicara Guru Besar Fakultas Hukum Undiknas Profesor Dr. I Nyoman Budiana, S.H., M.Si. Menurut Prof. Budiana, tantangan yang ada saat ini adalah ujaran kebencian di medsos hingga memunculkan paham radikalisme. Jika itu dikelola oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, bisa menyebabkan disintegrasi bangsa.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

46

2 - 8 Oktober 2017


MBP/ist

MBP/ist

PENELITIAN BAHASA AUSTRONESIA – Prodi Linguistik S-1 dan S-2 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unud, Jumat ( 15\9) mengadakan seminar internasional. Seminar mengambil tema ‘’ Dispora bahasa Austronesia dan non Austronesia di Indonesia’’ dibuka Rektor Unud, Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi. Sp.S(K). Menurut Ketua Panitia Seminar Ni Ketut Widya Purnawati , S.S.M.Hum., seminar internasional Prodi Linguistik S-1 dan S-2 FIB Unud diikuti 300 peserta dari sejumlah peneliti dari Indonesia, India, Tiongkok, Korea, Thailand dan Malaysia. Seminar dua hari ini menampilkan pembicara Dr. Cho Tae Young (Korse), Prof. Dr. Oktvianus (Andalas), Prof. Dr. Fransiskus Bustan ( Nusa Cendana) dan Prof.Dr. Aron Meko Mbete (Unud).

BEDAH BUKU FIB UNUD - Dalam rangka HUT Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) ke-59 dan Badan Kekeluargaan (BK) FIB Unud ke-36, serta Dies Natalis Unud ke-55, FIB Unud menggelar peluncuran buku buah karya para dosen dan Guru Besar FIB Unud dan orasi ilmiah oleh Dr. I Putu Gede Suwitha, SU., yang berjudul “Dari Persahabatan Sampai Puputan : Makna Hubungan Antara Kerajaan di Bali Dengan Belanda Abad 19” di Gedung Widya Sabha Mandala Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Rabu (20/9). Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MOA antara Dekan Unud, Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, MA., dengan Dekan FIB Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Wening Udasmoro, M.Hum.,DEA., yang disaksikan oleh para wakil Dekan FIB Unud, Kaprodi S-1, S-2, dan S-3 dilingkungan FIB Unud.

MBP/ist

MBP/ist

YUDISIUM FISIP WARMADEWA - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas (FISIP) Warmadewa menyelenggarakan Yudisium dan Pelepasan Sarjana ke-56 pada Jumat, 15 September 2017, bertempat di ruang siding Sri Ksari Mandapa Universitas Warmadewa. Acara dihadiri oleh seluruh dosen dan pegawai di lingkungan FISIP Unwar, ketua alumni FISIP Unwar, lembaga mahasiswa FISIP Unwar serta yudisiawan dan yudisiawati beserta keluarga. FISIP Unwar secara resmi melepas 24 orang sarjana baru yang terdiri dari sarjana Ilmu Pemerintahan sebanyak sebelas orang dan sarjana Ilmu Administrasi sebanyak 13 orang. Jumlah tersebut enam orang berasal dari kelas Reguler B, adapun IPK tertingi di Prodi Ilmu Pemerintahan 3,53 yang diraih oleh Kadek Ade Wira Putra dan Prodi Ilmu Administrasi 3,66 yang diraih oleh Ni Wayan Suwindri.

YUDISIUM FT UNHI - Fakultas Teknik Universitas Hindu Indonesia (FT) UNHI melepas 18 orang lulusan pada acara Yudisium Sarjana, Rabu (13/9) lalu. Lulusan tersebut terdiri atas 14 orang dari Program Studi Teknik Sipil dan empat orang lulusan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Lulusan terbaik Program Studi Teknik Sipil diraih I Wayan Dena Arie Sanjaya dengan IPK 3,76, sedangkan lulusan terbaik Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota dicapai Kadek Ayu Pradnya Sari dengan IPK 3,81. Sampai tahun ini Fakultas Teknik Unhi telah memiliki 99 lulusan dan semuanya telah terserap di dunia kerja.Menurut Dekan Dr. I Wayan Muka, S.T., M.T., Fakultas Teknik Unhi selalu mengutamakan kualitas dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

2 - 8 Oktober 2017

47


A KT I V I TA S

MBP/ist

TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN - Peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Klungkung yang memiliki keterkaitan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus digenjot Pemkab. Hal itu salah satunya diwujudkan dengan memberikan pembinaan kepada tenaga pendidik secara berkelanjutan. Seperti halnya yang berlangsung Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Jumat (15/9). Pada pembinaan yang menyentuh kepala sekolah dan guru-guru pengajar tingkat SMP di tiga kecamatan, yaitu Klungkung, Kecamatan Dawan dan Kecamatan Banjarangkan ini, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menekankan pentingnya pemahaman terhadap informasi teknologi. Sebab, melalui itu berbagai hal dapat terakses secara mudah, di samping akan memberikan kemudahan dalam proses belajar-mengajar. “Mari kita perkuat diri di bidang informasi teknologi, agar mampu membuat sistem yang kuat di dalam sekolah,” tegasnya.

MBP/ist

DPRD GARUT DAN TUBAN – Dua rombongan DPRD, Selasa (19/9), berkunjung ke DPRD Badung. Dua rombongan tersebut adalah DPRD Garut, Jawa Barat, dan DPRD Tuban, Jawa Timur. Kedua rombongan wakil rakyat ini diterima Wakil Ketua I DPRD Badung I Nyoman Karyana dan Ketua Komisi III I Putu Alit Yandinata di lantai 3 Gedung Dewan Badung. Wakil Ketua I DPRD Garut Yogi Yodawibawa mengatakan, kunjungan rombongan DPRD Garut ini serangkaian silaturahmi sekaligus konsultasi sejumlah persoalan yang dihadapi di daerahnya. Wakil Ketua I DPRD Badung I Nyoman Karyana menjelaskan, Pemkab dan DPRD Badung sejauh ini sudah menetapkan APBD Perubahan 2017 termasuk perda yang menyangkut PP 18/2017.

MBP/ist

MBP/ist

SEMETON GB KLUNGKUNG – I Bagus Alit Sucipta alias Gus Bota meminta seluruh anggota Semeton GB yang ada di seluruh Bali bekerja bahu-membahu dan bergotong-royong dalam memenangkan Dr. Ir. Wayan Koster, MM., sebagai Gubernur Bali tahun 2018. Gus Bota menilai sosok Wayan Koster yang kini lebih dikenal dengan KBS (Koster Bali Satu) memiliki komitmen yang jelas untuk membangun Bali dengan tatanan dan kultur masyarakat Bali. Hal ini ditegaskan Gus Bota saat menghadiri pengukuhan Semeton GB Kabupaten, Klungkung yang di dilaksanakan di Gedung KNPI Kabupaten Klungkung, Jumat (15/9).Kehadiran Dewan Penasehat Semeton GB Bali ini didampingi Ketua Semeton GB Bali Bagus Jagra Wibawa alias Gus Ari, disambut antusias pengurus dan ratusan Semeton GB Kabupaten Klungkung.

48

2 - 8 Oktober 2017

HADIRI WISUDA UNDIKNAS- Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri wisuda Sarjana (S-1) dan Magister (S-2) Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar di Auditorium Dwi Tunggal Undiknas, Sabtu (16/9). Bupati Badung dalam kesempatan tersebut hadir sebagai tamu kehormatan, sekaligus menjalin hubungan kerja sama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan pihak Undiknas. Komitmen kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dengan Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma, D.B.A. Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma dalam sambutannya menyampaikan, kedatangan Bupati Badung merupakan suatu kehormatan bagi Undiknas. Dengan dilaksanakannya penandatanganan MoU ini, kata dia dapat menjadi awal kerja sama yang baik antara Pemkab Badung dengan Undiknas. Kesepakatan ini berlaku untuk jangka waktu 12 bulan.


MBP/ist

DESA ADAT KEKERAN- Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri karya manusa yadnya yang diselenggarakan krama Desa Adat Kekeran, Kecamatan Mengwi, Selasa (19/9). Dalam runtutan karya manusa yadnya tersebut, Selasa kemarin dilaksanakan upacara ngangget don bingin yang di-puput oleh Ida Pedanda Gede Ketut Putra dari Gria Timbul. Saat menghadiri upacara tersebut, Bupati Giri Prasta berkesempatan menyerahkan dana hibah untuk kegiatan upacara tersebut sebesar Rp 430 juta lebih. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Mengwi IGN Jaya Saputra, Perbekel Desa Kekeran Nyoman Suarda, Bendesa Adat Kekeran I Wayan Sukandiadan sejumlah tokoh masyarakat di desa setempat. Ketua Panitia Karya Nyoman Udiana mengatakan, pada kegiatan upacara manusa yadnya ini dilakukan sejumlah upacara, seperti kegiatan mapetik yang diikuti 63 orang, ngaben satu sawa, ngeraja sewala 68 orang, ngelungah 81 sawa, matatah 35 orang, mamukur 52 sekah.

MBP/ist

UNDIKNAS HADIRKAN PENELITI- Undiknas Denpasar selalu menghadirkan peneliti asing setiap acara wisuda. Pada acara wisuda, Sabtu (16/9), Undiknas mendatangkan dosen peneliti Dr. Andrew Carruthers dari University of Bradford, Inggris. Andrew Carruthers memaparkan orasi ilmiah berjudul ‘’Challenges and opportunities Facing the Global Economy a Personal Reflection’’. Pada acara itu juga ditandatangani naskah kerja sama antara Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA. dan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dalam pendampingan konsultan untuk BUMDes. Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma usai mewisuda Sarjana S-1 serta Magister MM dan MAP menegaskan, sudah menjadi budaya Undiknas setiap wisuda mendatangkan peneliti asing guna memberi penguatan pendidikan go global dan digital.

MBP/ist

INTERNETBAIK 2017 -Telkomsel resmi memulai kampanye #InternetBAIK 2017 di wilayah Bali dan sekitarnya, khususnya di Kota Denpasar dan Kabupaten Klungkung, Selasa (19/9). Kampanye kali ini dibuka Kadisdikpora Kota Denpasar I Wayan Gunawan bersama GM Sales Telkomsel Regional Bali Nusra Anandoz Bangsawan di Hotel Neo, Denpasar. Kampanye #InternetBAIK yang merupakan bagian dari Program CSR Telkomsel tahun 2017, khusus diarahkan pada seruan penggunaan internet secara Bertanggung Jawab, Aman, Inspiratif dan Kreatif (BAIK). Program ini akan menyasar setidaknya 650 orang penerima manfaat meliputi guru, orangtua murid dan anak-anak di setiap kota.

MBP/ist

REKONSTRUKSI JOGED PINGITAN- ISI Denpasar menggelar pembukaan rekonstruksi seni pertunjukan Joged Pingitan di Banjar Apuan Desa Singapadu Kecamatan Sukawati, Jumat (15/9) malam. Rekonstruksi yang melibatkan sejumlah dosen di kampus seni ini akan mengangkat kembali kesenian Joged Pingitan yang sempat dilupakan sejak puluhan tahun lalu. Ketua LP2M ISI Denpasar I Gusti Ngurah Ardana yang hadir pada kesempatan itu menerangkan, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab ISI Denpasar dalam membangun kembali setiap kesenian yang hampir atau pun sudah punah.

2 - 8 Oktober 2017

49


TA K S U

Made Widiarta

Jadi Pelatih Tabuh Sejak SMA

S

ebagai kota berwawasan budaya, Denpasar banyak mencetak seniman muda yang memiliki talenta luar biasa. Salah satunya Made Widiarta, seniman asal Banjar Pegok, Desa Sesetan, Denpasar Selatan. Sebagai seniman muda, Made Widiarta hampir setiap hari mencurahkan hidupanya dengan aktivitas seni karawitan. Terjun ke dunia seni tabuh telah dilakoninya sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Hal tersebut di dorong penuh oleh orang dan keluarga besarnya yang memang merupakan keluarga seniman di Desa Sesetan. Made Widiarta kecil belajar pertama kali seni karawitan dan seni tari di Banjar pegok. Bersama teman sebayanya ia dilatih dan dibina selepas belajar di sekolah. Memiliki bakat dan talenta seni dari keluarga, Made Widiarta kecil mampu dengan cepat menangkap semua yang diajarkan kepadanya. Setelah dilatih selama kurang lebih tiga bulan, ia bersama teman sebayanya tampil pertama kali menabuh di Banjar Pegok. Meski baru pertama kali, penampilan tersebut mendapatkan sambutan positif masyarakat. Sejak saat itu pula ia berasama temannya selalu diminta mengisi kegiatan dari banjar ke banjar. Bahkan beberapa kali ikut Lomba Bleganjur Puputan Badung dan berhasil meraih juara. Saat duduk di sekolah menengah atas (SMA), Made Widiarta diberi kepercayaan untuk melatih tabuh di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Denpasar. Kepercayaan tersebut diberikan kepadanya lantaran pelatih sebelumnya yang juga pamannya, pergi ke luar negeri. Mendapat kepercayaan begitu besar, tentu menjadi sebuah beban dan tantangan baginya. Apalagi Made Widiarta menjadi seniman bukan secara akademik, tetapi secara otodidak. Namun berbekal kemampuan seni yang dimilikinya, ia mampu melaksanakan dan membina tabuh karawitan dengan baik. Bahkan berkat gemblengannya, anak-anak didiknya beberapa kali meraih juara. Didorong agar seni dan budaya bali bisa tetap lestari, Made Widiarta dengan didukung keluarga dan tokoh masyarakat akhirnya mendirikan sanggar seni 3 tiga tahun lalu. Sanggar seninya diberi nama Sanggar Kekeran Budaya Kesumasari. Di

50

2 - 8 Oktober 2017

sanggar seni ini Made Widiarta bersama istri dan anak-anaknya melatih dan membina anak-anak dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK). Anak-anak yang belajar di sini tidak dipungut biaya, karena sanggar seni ini murni didirikan dengan semangat ngayah. Dia bersama keluarga sangat senang dan terbuka apabila ada yang menitipkan anak-anaknya untuk belajar di sanggar seninya ini. “Seni harus terus disebarluaskan sehingga bisa dinikmati anak cucu kelak,� ungkapnya seraya mengatakan, belajar seni dari sejak dini juga mampu menangkal anak-anak dari hal-hal negatif di tengah kemajuan moderinisasi. Lurah Sesetan, Ketut Srikaryawati mengatakan, selain memang dikenal memiliki semangat ngayah, sosok seniman muda Made Widiarta merupakan seniman yang memiliki talenta dan inovasi tinggi. Hal itu dibuktikandengan tampilan garapan seninya yang memukau pada ajang tujuh belas Agustusan di Desa Sesetan beberapa waktu lalu dengan mengajak anak-anak di Sesetan. Selaku lurah, dirinya mendukung terus aktivitas seni Made Widiarta, baik secara moril maupun materiil. Sehingga, lewat tangan dinginnya, Made Widiarta mampu terus berkarya dan menghasilkan karya-karya terbaiknya demi kemjauan seni dan budaya Bali di Sesetan. Ungkapan senada disampaikan Anak Agung Ayu Adnyawati, istri Made widiarta. Ia mengaku bangga me-

miliki suami seorang seniman. Sebagai suami, Made Widiarta dikenal tegas dan sayang pada keluarga. Dirinya sangat mendukung secara moril aktivitas suaminya itu dalam berkesenian. Anak Agung Ayu Adnyawati berharap sang suami bisa menjaga kesehatan dan terus mendidik keluarga dan anak-anak di Sesetan sehingga nantinya mampu melahirkan seniman-seniman dengan talenta seni baru yang handal yang bisa mengharumkan nama Desa Sesetan, Kota Denpasar bahkan Bali dan Indonesia. Salah seorang sahabat Made Widiarta, Dudik Mahendra mengatakan, seniman muda Made Widiarta merupakan seniman yang lahir dari keterpanggilan hati serta kecintaan terhadap seni dan budaya Bali. Dengan didasari semangat ngayah tanpa pamrih, Made Widiarta juga merupakan salah satu seniman yang telah mampu menjaga taksu Bali yang dijiwai adat dan budaya Bali. Ia berharap sosok Made Widiarta mampu menjadi panutan seniman lain. Berkarya secara maksimal tanpa memperhitungkan hasilnya . l Yana/bali tv


202 | 2 - 8 Oktober 2017

RP 20.000


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 202 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu