181 |17 - 23 April 2017
Saatnya BUMDes Miliki Saham Investasi
RP 20.000
DAFTAR ISI OPINI lPenanganan Holistik Masalah Sampah 6 BALI SEPEKAN lBangun Pasar Darurat di Lapangan Sutasoma 7 LAPORAN UTAMA l Saatnya BUMDes Miliki Saham Investasi 8 l Melahirkan “Entrepreneur” Mandiri 9 l Tersisih dan Tak Berkualitas 11
POLITIK lMengkritisi Sistem Pemungutan PHR 16 lMenggandeng Desa Pakraman Perangi Narkoba 17 KIPRAH REMAJA l Menginspirasi Generasi Muda Bali 18 MANCANEGARA l Miris, Serangan Gas Beracun
LENSA l NGEREBEG 26
OLAHRAGA l Terbaik di Musim Reguler 27 PARIWISATA l Sejahterakan Rakyat,
PHR Jadi Sasaran 38
TRADISI l ”Ngoncang”, Warisan Budaya Agraris 44
Tewaskan Ratusan Orang 20
DAERAH l Antisipasi Kasus Meningitis
Distan Awasi Peredaran Daging Babi 22
HIBURAN l Jaya Pangus ”Mewali” 46 PROPERTI l Perumahan Bersubsidi Menjamur 48 TAKSU l Gusti Ngurah Putra
Pelestari Tari Cak 50
17 - 23 April 2017
3
DARI PEMBACA
Pemberdayaan Pasar Tradisional P
asar tradisional di Bali merupakan salah satu simpul perekonomian. Banyak aktivitas terjadi di pasar tradisional dan melibatkan pelaku ekonomi dari kelas kecil hingga menengah. Tak hanya itu, di sejumlah wilayah pasar tradisional malah menjadi objek wisata para wisatwan. Ini tentu merupakan salah satu kekuatan dan daya tarik pasar tradisional. Untuk itu, saya berharap agar para pejabat publik di Bali lebih memberdayakan pasar tradisional. Ini penting mendapat perhatian mengingat dominan yang berjualan di pasar-pasar tradisional adalah krama Bali. Inti sari segi pengelolaan ruang ekonomi bermanfaat bagi membangun daya tahan ekonomi krama Bali. Untuk memberdayakan pasar tradisional ini, pemerintah bisa menggerakan Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Caranya LPD agar bisa memberikan pinjaman lunak kepada para pedagang dengan anggunan yang mendekati Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu, LPD juga memberikan pelatihan kewirausahaan dan memeberikan gambaran pemetaan potensi lahan usaha. Dengan cara bersinergi ini, pemerintah bisa mengotimalkan potensi pasar trdaisional sebagai pusat kekuatan ekonomi krama Bali. Pemberdayan pasar tradisional juga bia dilakukan dengan pembatasan toko berjaringan di tingkat desa. Ini penting diperhatikan mengingat toko berjaringan menyiapkan kebutuhan dasar warga yang juga banyak dijual di pasar-pasar tradisional. Pemerintah jangan mengharapkan pemasukan kas daerah dari perizinan toko berjaringan yang pada gilirannya membuat pasar tradisional sepi dan warung-warung warga lokal menjadi mati suri. Gede Sumantara Denpasar, Bali
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Dira Arsana Redaktur Pelaksana Diah Dewi Redaksi Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Sugiartha, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada Bangli: Ida Ayu Swasrina, Eka Parananda Buleleng: Sosiawan, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya Karangasem: Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra Negara: IB Surya Dharma Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
17 - 23 April 2017
4
Melemah, Daya Tahan Ekonomi Krama Bali DAYA tahan ekonomi krama Bali diprediksi akan terus melemah seiring makin rendahnya kepemilikan investasi krama Bali. Kuat kecenderungan marginalisasi orang Bali akan makin cepat jika krama Bali tak mandiri dalam kekuatan ekonomi dan kebutuhan pangan. Pemerintah kabupaten pun didesak segera melakukan keberpihakan pada potensi pengusaha lokal dengan memberikan ruang kepada pengusaha pribumi. Penguatan etos kerja, daya saing dan memacu pertumbuhan pengusaha muda Bali juga harus dilakukan. Dalam konteks ini, pemimpin Bali hendaknya melakukan terobosan cerdas untuk mendorong tumbuhnya penguatan ekonomi krama Bali. Pandangan itu teruangkap saat Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali. Berdasarkan hasil jajak pendapat yang dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara ini, sebagian besar krama Bali mengaku belum melihat ada terobosan khusus yang dilakukan pemerintah kabupaten/ kota di Bali untuk membangun ekonomi kerakyatan bagi krama Bali. Tercatat 51,39 persen responden menilai program-program ekonomi kerakyatan dominan sebatas wacana, sehingga kebijakan yang digulirkan belum mampu membuat krama Bali mandiri dalam mengelola potensi yang ada. Pemerintah dinilai lebih fokus menggarap ekonomi berbasis investasi yang memberikan keleluasaan kepada pemodal atau investor
asing untuk mengelola Bali. Pendekatan pengelolaan ekonomi Bali dengan menjual potensi Bali kepada pihak luar ini diyakini akan mempercepat kehancuran Bali dan membuat daya tahan ekonomi krama Bali makin lemah. Sementara itu, 45,03 persen responden mengaku sudah melihat ada upaya-upaya pemerintah daerah membangun perekonomian Bali berbasis adat dan budaya lokal. Pemerintah juga menggulirkan berbagai program yang memberikan ruang kepada krama Bali ikut bersaing merebut peluang yang ada. Salah satunya dengan adanya kredit tanpa agunan bagi pengusaha kecil di Bali yang ingin mandiri. Namun, responden kelompok ini juga mengaku belum melihat ada terobosan yang sifatnya mendasar dalam menjadikan krama Bali mandiri dalam pengelolaan potensi ekonomi. Di lain pihak, ada 3,58 persen responden yang tak memberikan respons atas pertanyaan apakah pemerintah telah mendorong terjadinya penguatan ekonomi berbasis adat di Bali? Mereka umumnya juga mengaku belum tahu model ekonomi kerakyatan berbasis adat yang akan dirujuk. Namun, mereka mengingatkan ke depan agar ada terobosan yang efektif dalam kebijakan ekonomi, termasuk dalam pembangunan ekonomi dengan memberikan otoritas kepada desa pakraman. Kebijakan ini diharapkan bisa memosisikan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai otoritas jasa keuangan
yang pengelolaannya bernapaskan budaya Bali. Penguasa Bali haruslah memberi ruang proteksi kepada penguasaha lokal untuk bisa bersaing. Proteksi bukan berarti melarang persaingan, melainkan membuat ramburambu yang memberikan peluang lebih besar kepada krama Bali memenangkan persaingan. l Dira Arsana
17 - 23 April 2017
5
5
opini
Penanganan Holistik Masalah Sampah
M
asalah sampah yang selama ini menjadi momok di Bali dikritik secara tajam oleh Menteri Priwisata RI Arief Yahya. Lebih khusus lagi tumpukan sampah yang menggunung di TPA Suwung, Denpasar. Pemandangan tidak elok itu tampak jelas dari pesawat yang akan mendarat di Bandara Ngurah Rai, Tuban. Hal ini tentu saja dapat memberi kesan negatif bagi wisatawan. Sampah bila diamati secara seksama, memiliki berbagai aroma serta berbagai dimensi. Secara fisik sampah terlihat menjijikkan. Namun terkadang sampah bisa juga menampakkan wajahnya yang lain, ibaratnya tokoh Rahwana dalam cerita pewayangan. Di lain waktu juga sanggup menunjukkan wajah yang berbeda dengan penampakan sebelumnya, dimana sampah berganti rupa, menjelma menjadi sosok yang berbau duit. Jangan lupa dana iuran kebersihan yang ditarik dari masyarakat, terutama di kota-kota besar, bisa mencapai miliaran rupiah. Sudah barang tentu akan banyak pihak yang tertarik dengannya. Di sini sampah menampakkan dirinya tak ubahnya gadis cantik, yang mengundang banyak pemuda untuk mendekatinya. Mengingat sampah dengan berbagai fenomena yang melingkupinya, dalam penanganannya, kita tidak bisa melakukannya secara sepotongsepotong. Sudah saatnya kita mencari solusi dari permasalahan sampah yang ada, dimana sampah mesti
6
Oleh Drs IG Sudarmanto,B.Sc.,M.Kes
ditangani secara konseptual dan “holistik� atau menyeluruh. Penanganan sampah secara sepotong-sepotong, hanya akan menunda permasalahan, tak ubahnya bom waktu, dan cepat atau lambat permasalahan sampah akan mencekik leher kita. Pertanyaan pertama yang bisa diajukan, konsep penanganan sampah seperti apa yang bisa ditawarkan? Sampah bisa digolongkan menjadi dua kelompok besar yaitu sampah organik dan sampah non-organik. Penanganan sampah sebaiknya telah dimulai dari tingkat rumah tangga. Pada setiap rumah perlu disediakan dua tong, satu untuk menampung sampah organik, dan yang satu lagi untuk menampung sampah nonorganik. Anggota masyarakat perlu dibekali keterampilan membuat kompos. Apabila setiap rumah tangga melakukan pengomposan atas sampah organik yang dihasilkannya, maka permasalahan sampah bisa dikurangi, akan tersisa sampah non-organik saja. Ini merupakan kondisi ideal, dengan asumsi bahwa setiap rumah tangga melakukan pengomposan. Apabila ada di antaranya yang tidak melakukannya, perlu dipikirkan alternatif lain. Kita bisa melakukan kegiatan pengomposan di tingkat banjar, kelurahan ataupun kecamatan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menangani sampah yang masih tersisa dari lingkungan rumah tangga, sampah dari pasar dan sebagainya. Banyak keuntungan yang bisa dipetik dari usaha pengomposan. Keuntungan pertama, lingkungan tempat tinggal kita akan terbebas
dari gundukan sampah. Sampah yang menggunung dikhawatirkan akan menjadi sarang lalat, tikus dan sebagainya, yang pada gilirannya akan menjadi mata rantai dalam penularan penyakit. Dengan kata lain, melalui usaha pengomposan, lingkungan hidup kita akan lebih higienis. Di sisi lain, usaha pengomposan juga mempunyai nilai ekonomis. Pupuk kompos yang dihasilkan, bisa dijual, dan bisa menggantikan pupuk buatan pabrik. Sebagai langkah lanjutan, bisa diperkenalkan konsep pertanian biologis, di mana produk pertanian yang dihasilkan, diperoleh dengan memanfaatkan pupuk alami, tanpa pupuk buatan maupun pestisida. Dalam kurun waktu lama, peniadaan penggunaan pupuk buatan dan pestisida, akan menjanjikan produk pertanian maupun lingkungan yang lebih sehat. Kandungan bahan-bahan kimia yang ada diproduk pertanian yang kita konsumsi, akan masih berada di bawah nilai ambang batas yang diperbolehkan. Demikian juga dengan kualitas lingkungan tempat kita tinggal, pencemarannya masih berada dibawah nilai ambang batas yang diperbolehkan. Apabila kesadaran seperti ini sudah bisa ditumbuh kembangkan di tengah masyarakat, kita boleh berharap kehidupan masyarakat kita akan makin membaik. Minimal kita bisa berharap berumur lebih panjang. Penulis mantan Direktur Poltekes Denpasar saat ini sebagai staf pengajar
17 - 23 April 2017
6
BALI SEPEKAN
Peredaran Minyak Curah Masih Marak MESKI sosialisasi Permendag No. 80 tahun 2014 tentang Kebijakan Pelarangan Minyak Goreng Curah terus dilakukan, namun peredaran minyak curah di Pasar Kidul masih marak terjadi. Melihat kondisi itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli meminta warga mengurangi pembelian minyak goreng curah dan beralih ke minyak goreng kemasan yang dari sisi kesehatan lebih terjamin. Berdasarkan pantauan, Minggu (2/4), peredaran minyak goreng curah masih banyak dilakukan di Pasar Kidul, Bangli. Sebuah mobil tangki terlihat mondar-mandir mendistribusikan minyak curah kepada sejumlah pedagang yang berjualan di sekitar pasar untuk dijual kembali kepada konsumen. Padahal sesuai Permendag, pelarangan peredaran minyak curah dilakukan untuk melindungi konsumen terutama dari sisi kesehatan. Kepala Disperindag Kabupaten Bangli I Nengah Sudibia didampingi Kabid Perdagangan I Gede Putu Wahyuda, menyatakan sejauh ini pihaknya belum bisa melakukan tindakan karena masih dalam proses sosialisasi. l Eka Prananda
MBP/nik
Bangun Pasar Darurat di Lapangan Sutasoma PEMERINTAH Pusat hingga kini belum memberikan kepastian terkait pencairan anggaran sebesar Rp 60 miliar untuk revitalisasi Pasar Seni Sukawati. Sementara Pemkab Gianyar yang optimis dana itu cair tahun ini, tengah membangun pasar darurat tempat relokasi sementara pedagang di Lapangan Sutasoma. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar Wayan Suamba mengatakan, pembangunan pasar darurat di Lapangan Sutasoma yang dibuat untuk menampung pemindahan pedagang selama proses revitalisasi Pasar Seni Sukawati sudah mulai dilakukan 24
Maret lalu. ‘’Tidak ada tempat lain untuk menampung pedagang selama proses revitalisasi nanti selain di Lapangan Sutasoma. Dan ini sudah mulai dikerjakan,’’ ucapnya. Suamba menegaskan, pembangunan pasar darurat dengan anggaran Rp 1,5 Miliar dari APBD Gianyar 2017 itu hanya diprioritaskan untuk ditempati pedagang sementara waktu selama proses revitalisasi. Pantauan di Lapangan Sutasoma, Sukawati, Minggu (2/4), nampak sejumlah buruh sudah membersihkan areal lapangan tersebut, meski di lokasi itu belum terpampang papan keterangan proyek. l Manik Astajaya
Pemilihan Kadus Pertima Kisruh SISTEM pemilihan baru untuk merekrut klian banjar dinas atau kepala dusun (kadus) mulai menimbulkan perdebatan. Sebab, meski sistem diubah dengan proses seleksi melalui tes tulis dan wawancara, di beberapa desa belum mampu menghapus kesan kepentingan politis dalam prosesnya. Seperti yang terjadi di Desa Pertima, Kecamatan Karangasem. Perbekel yang seharusnya menunggu hasil dari panitia pemilihan yang dibentuknya, justru ikut terjun langsung dalam
proses seleksi. Keterlibatan itu sudah mulai jadi perdebatan masyarakat setempat sejak proses seleksi administrasi para calon. Bahkan, bau tak sedap mulai tercium bahwa proses pemilihan ini diduga tidak transparan. Sejumlah tokoh masyarakat di Desa Pertima, diduga ada yang melobi perbekel untuk meloloskan calon tertentu. “Perbekel kan sudah membentuk panitia pemilihan. Kenapa ikut lagi di dalam proses seleksi?, ada kepentingan
apa perbekel di dalam proses seleksi ini?, Ini kan menimbulkan kesan, perbekel memihak calon tertentu,” kata salah satu calon kadus, Nengah Wiraguna, Sabtu (1/4) lalu. Perbekel Pertima, I Gusti Ayu Biksuni, mengakui ikut terjun langsung di dalam tes wawancara. Tetapi, dia membantah kalau hal itu dinilai sebagai bentuk intervensi atau pun bentuk kepentingan politis pribadinya untuk nyalon perbekel periode kedua. l Bagiarta 17 - 23 April 2017
7
7
LAPORAN UTAMA
Saatnya BUMDes Miliki Saham Investasi
P
embangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kini digenjot pemerintah daerah. Termasuk di Bali. Banyak kabupaten/kota di Bali yang mendorong terbentuknya BUMdes. Tujuannya, untuk mempercepat pemerataan dan pertumbuhan ekonomi di desa. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, punya ide untuk memberdayakan BUMdes. Salah satunya, bisa memiliki saham dari berbagai investasi di daerah. Sehingga keuntungannya bisa untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Dengan keikutsertaan rakyat yang diwakili BUMDes dalam kepemilikan saham, maka keuntungan yang diperoleh bisa langsung dimanfaatkan,” katanya pekan lalu. Menurut Ganjar, keuntungan dari kepemilikan saham investasi oleh BUMDes itu dapat digunakan untuk berbagai pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan, atau membeli kebutuhan kelompok tani seperti mesin pengering serta perontok jagung. “Dengan begitu pengawasan dan kepemilikan bisa seiring, sehingga pembangunan swadaya bisa merata,” ujarnya. Pemprov Jateng terus mendorong pemerintah desa di setiap daerah untuk memiliki BUMDes sesuai dengan potensi di daerah masing-masing. BUMDes berupa Objek Wisata Umbul Ponggok di Kabupaten Klaten menjadi contoh nyata kesuksesan BUMDes karena bisa menyejahterakan masyarakat setempat. Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menyatakan pemerintah berinisiasi untuk membentuk holding BUMDes yang nantinya akan mengontrol seluruh BUMDes di Indonesia, baik dari segi manajemen, SDM maupun produktivitas. “Dengan adanya holding ini, ribuan jaringan BUMDes diharapkan mampu menjadi perusahaan besar setara internasional. Ada empat perusahaan bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri yang menjadi pemegang saham utama,” katanya. Menteri mengatakan BUMDes sebagai
8
MBP/dok
Kini investasi pariwisata telah merambah desa. Namun investasi itu dimiliki investor luar, sehingga masyarakat setempat hanya jadi penonton.
mesin penggerak ekonomi rakyat, dalam dua tahun terakhir jumlah BUMDes meningkat cukup tajam. Pada akhir 2015, BUMDes hanya berjumlah 1.022 unit, saat ini jumlahnya sudah mencapai 18.446 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.728 unit (36,4 persen) berada di Provinsi Aceh, selanjutnya Jawa Barat sebanyak 2.964 unit (16 persen), dan Jawa Timur sebanyak 1.424 unit (7,7 persen). Menteri mengatakan seiring meningkatnya jumlah BUMDes, dana yang dikucurkan untuk desa (Dana Desa) juga meningkat signifikan. Pada 2015, dana desa yang disalurkan sebesar Rp 20,76 triliun atau rata-rata per desa sebesar Rp280, 3 juta. Sedangkan pada tahun 2016, dana desa yang dikucurkan sebesar Rp 46,98 triliun dan rata-rata yang dikucurkan untuk desa masing-masing sebesar Rp 643,6 juta. Pada tahun 2017, jumlah dana desa yang diplot untuk desa sebesar Rp 60 triliun untuk 74.920 desa. Dan, masing-masing desa mendapatkan dana sebesar Rp 800 juta. “Dana desa terbukti telah berpengaruh
signifikan terhadap peningkatan perekonomian dan penyerapan tenaga kerja secara nasional. Pada 2016, dana desa berkontribusi sebesar 0,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), 0,04 persen dalam pertumbuhan ekonomi nasional, dan menyerap tenaga kerja sebanyak 2.331.235 jiwa,” urainya. Direktur Lembaga Gemawan, Laili Khairnur, menilai sudah saatnya masyarakat desa bangkit secara ekonomi dan salah satu caranya melalui BUMDes. Masyarakat desa harus lebih kreatif dalam menciptakan produk bernilai tambah. Dana Desa bisa dipakai untuk BUMDes, yang harus berperan dalam mengoptimalkan potensi ekonomi desa, terutama UMKM. Desa juga harus jeli melihat pasar yang menjanjikan, dan menjadi penyuplai keperluan pasar. Jika ini terwujud maka arus urbanisasi bisa ditahan. Terkait pemanfaatan Dana Desa, harus disesuaikan dengan keperluan dan potensi masing-masing desa. l KMB
17 - 23 April 2017
8
Melahirkan “Entrepreneur” Mandiri DESA selama ini digadang-gadang menjadi solusi melahirkan pengusaha muda mandiri. Terbentuknya pemerintah desa makin memberi harapan lahirnya generasi mandiri dengan kemampuan melakukan rintisan usaha. Langkah ini kini sedang dikembangkan di Kabupaten Tabanan dan di sejumlah kabupaten lainnya di Bali. Tabanan setelah fokus penuntasan masalah infrastruktur jalan, kini bergerak pada upaya pemberdayaan dan peningkatkan taraf ekonomi rakyat. Salah satunya membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMDa) yang di bawahnya terdapat BUMDes. BUMDa ini diharapkan mampu menjadi harapan dan impian untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya petani. Menurut Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, BUMDa memiliki jiwa, cita-cita dan impian untuk bisa melahirkan entrepreneur mandiri yang terlahir dari rakyat/petani. ‘’BUMDa ini harus menjadi harapan dan impian untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. BUMDa nantinya akan mengoordinir, memfasilitasi dan menjadi jembatan secara profesional baik secara bisnis dan sebagainya yang mengatur untuk bisa membeli produk olahan masyarakat untuk dipasarkan dan mempunyai nilai jual dan daya saing,’’ ujarnya. Dalam mewujudkan Tabanan Serasi jilid II ini pengembangan inovasi tentunya juga sangat perlu dilakukan ke semua sektor. Seperti pariwisata, produk ekonomi hasil produksi Usaha Kecil dan Mikro atau Ekonomi Kreatif. ‘’Tabanan juga punya sektor perikanan, peternakan, pariwisata. Ini harus dioptimalkan. Kalau soal infrastruktur, kita sudah di posisi 65 persen. Jadi bisalah kita saat ini memikirkan pengembangan ekonomi kerakyatan,’’ ucapnya. Saat ini, di Tabanan sudah terdata 58 BUMDes, dan ke depan akan ditambah lagi sebanyak 61 BUMDes. Harapannya, masyarakat bisa mengembangkan potensi kearifan lokal yang ada. Bupati asal Tegeh, Angseri, Baturiti ini juga menjelaskan banyaknya destinasi pariwisata yang ada di Tabanan dapat dimanfaatkan BUMDa untuk memasarkan produk.
Memfasilitasi Pembentukan BUMdes
MBP/dok
Ni Putu Eka Wiryastuti
‘’Tabanan punya Tanah Lot, Ulundanu, Jatiluwih, dan lainnya. Tinggal persiapan dan kesiapan produk, cara distribusi perlu dipikirkan. Harapan saya sangat besar kepada BUMDa,’’ ucapnya. Menurutnya, BUMDa tidak harus selalu di sektor pertanian, juga bisa di sektor lainnya, seperti pariwisata, asalkan dikelola dengan baik dan hasilnya kembali untuk rakyat. ‘’BUMDa ini sangat profesional, dan tentunya harus didukung dan di-support oleh warga Tabanan. Penting bagi BUMDa untuk bergerak di semua bidang. Bidang pariwisata, misalnya, dengan cara membuat destinasi pariwisata yang baru atau yang sudah ada dikelola lebih baik lagi,’’ katanya. Bupati Eka berharap dengan adanya BUMDa dan BUMDes akan terbangun suatu kemandirian wirausaha yang bisa bergerak di bidang pertanian maupun segala bidang. Untuk mewujudkan cita-cita ini, Bupati Eka juga selalu menekankan kepada semua pimpinan perangkat daerah untuk menjiwai ajaran Bung Karno. Dan jika perlu, aset pemerintah daerah yang tidak dipakai akan ditumbuhkembangkan sebagai aset wisata yang nantinya bisa dikelola BUMDa. l Dewi Puspawati
Penjabaran pembangunan ekonomi kerakyatan juga digarap di Kabupaten Gianyar. Pemkab Gianyar menargetkan tambahan pembentukan lima Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan demikian diharapkan hingga akhir tahun 2016 lalu ditargetkan terdapat 19 BUMDes di Gianyar. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Gianyar Ketut Suweta, mengungkapkan, hingga kini baru terdapat 14 BUMDes dari 64 desa di Kabupaten Gianyar. Pemkab tentunya berupaya agar BUMDes bisa dibangun di desa-desa lainnya. ‘’Fungsi BUMDes itu kan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jadi diupayakan ini terus bermunculan di tiap desa. Target kami ada tambahan lagi lima BUMDes tahun ini,’’ katanya. Mantan Asisten II Setda Gianyar ini menyebutkan, selain kendala permodalan, BUMDes juga masih ‘’barang baru’’ mengingat payung hukumnya baru turun. Untuk itu diperlukan sosialisasi terus-menerus ke masyarakat. ‘’Ini belum memasyarakat, makanya perlu sosialisasi lebih lanjut,’’ ujar Suweta. Pemerintah akan memfasilitasi pembentukan BUMDes di tiap desa mulai dari tahap musyawarah hingga pembentukan peraturan desa terkait. Petugas terkait nantinya akan datang ke desa untuk memetakan potensi hingga memfasilitasi kebutuhan desa. Potensi pembentukan BUMDes di Kabupaten Gianyar sejatinya cukup besar. Tiap wilayah memiliki karakteristik tersendiri. Hal inilah yang harus dipetakan agar BUMDes yang didirikan bisa beroperasi maksimal. l Dedy Sumartana
MBP/dok
Ketut Suweta 17 - 23 April 2017
9
9
LAPORAN UTAMA
Pedagang buah di pasar tradisional sedang menunggu pembeli. Permintaan bahan-bahan upacara seperti buah, janur, bunga, hingga kebutuhan pokok meningkat pada hari raya Nyepi, Galungan dan Kuningan. Sayangnya, bahanbahan itu mayoritas masih didatangkan dari luar Bali.
10
17 - 23 April 2017
10
Tersisih dan Tak Berkualitas
B
ali yang selama ini menjadi salah satu barometer pertumbuhan ekonomi nasional menyimpan masalah serius. Selain cenderung melemahnya daya tahan ekonomi krama Bali, pengusaha Bali sebagai salah satu penggerak ekonomi juga rapuh. Bahkan dalam menghadapi persaingan, pengusaha Bali tersisih. Pengusaha Bali kalah dalam semua sektor dalam perebutan kesempatan usaha di tanah Bali. Kajian atas potensi ini dilontarkan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., M.M., Ak. dan Ketua Umum Kadin Bali, A.A. Ngurah Alit Wiraputra. Permintaan bahan-bahan upacara seperti buah, janur, bunga, hingga kebutuhan pokok meningkat pada hari raya Nyepi, Galungan dan Kuningan. Sayangnya, bahan-bahan itu mayoritas masih didatangkan dari luar Bali. Jika dibiarkan terus menerus demikian, pertumbuhan ekonomi Bali dikhawatirkan tidak berkualitas dalam jangka panjang. Prof. Rahmantha mengatakan kebutuhan bahan-bahan pangan dan upakara yang meningkat memiliki potensi besar meningkatkan inflasi. Sedangkan inflasi yang merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi, menggerakkan perekonomian dalam artian negatif. “Kalau inflasi meningkat, berarti salah satu indikator ekonomi akan memburuk yang berarti menurun,” ujarnya. Ramantha menambahkan pertumbuhan dari sisi konsumsi yang meningkat tapi dari sisi supply tidak berarti banyak berdampak pada kualitas pertumbuhan ekonomi Bali tidak bagus. “Ini bukan persoalan ego kedaerahan atau apa. Tapi tetap dari sudut pandang ekonomi, multiflier efeknya kalau didominasi dari luar pulau, multiflier efeknya tidak berarti apa-apa,” jelasnya. Menurut
Ramantha, hal ini berarti reinvestasi tidak dilakukan di Bali, sehingga multiflier efeknya pun tidak bagus. Produktivitas masyarakat lokal akan menjadi rendah. “Oleh karena itu kita mesti dorong. Ada program yang secara kontinu yang bisa mendorong penguatan, pembinaan oleh pemerintah, penciptaan iklim berusaha yang lebih baik. Harus ada keberpihakan terhadap pelaku-pelaku lokal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus untuk pemerataan ekonomi,” bebernya. Pada akhirnya tingkat konsumsi yang bagus, namun produktivitas kurang akan berdampak bagi perekonomian makro yaitu tetap bertumbuh tapi pertumbuhan yang tidak berkualitas. Dalam jangka panjang, untuk menjaga sustainability atau kesinambungan dari pertumbuhan ekonomi tinggi yang Bali capai selama ini, tidak akan terjamin. Ketua Umum Kadin Bali, A.A Ngurah Alit Wiraputra mengatakan, pengusaha Bali di sektor komoditi konsumsi, kebutuhan pokok berada pada level ke-3 dan ke-4. Sedangkan pemain utamanya semua dari luar Bali. “Dan hanya menjadi pemain kedua atau ketiga di semua sektor usaha. Termasuk kebutuhan akan perlengkapan upacara agama,” ungkapnya. Wiraputra menambahkan, pengusaha Bali sudah ketinggalan di semua sektor usaha. Dalam sektor pariwisata yang menjadikan Bali destinasi utama dunia, pengusaha Bali hanya menjadi pemain ke-4 dan ke-5 dan sebagian besar hanya pekerja di sektor tersebut. Sehingga ia menilai perlu adanya peran pemerintah untuk memberikan dan menciptakan peluang bagi pengusaha Bali. “Selain bahan baku, semua kebutuhan kita dipasok dari luar Bali. l Maya 17 - 23 April 2017
11
AKTIVITAS BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan bantuan dana upakara sebesar Rp 500 juta kepada pangempon/peletan Pura Dalem Blambangan, Desa Adat Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Jumat (31/3). Dana ini untuk mendukung kegiatan karya Mamungkah dan Mapadudusan Agung di pura tersebut. Selain menyerahkan dana, Bupati juga menandatangani prasasti dan sembahyang bersama. Hadir Kabid Dinas Kebudayaan, Camat Abiansemal Putu Ngr Thomas Yuniarta beserta Tripika Kecamatan Abiansemal, Perbekel dan Bendesa Adat Sibangkaja GUBERNUR BALI - Program sejuta rumah melalui kegiatan penyediaan perumahan yang merupakan program prioritas pemerintah diharapkan mampu bersinergi baik antara pemerintah maupun dengan pihak stakeholder perumahan. Oleh karena itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika sangat mengharapkan adanya sinergitas antara Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) dengan pemerintah guna mewujudkan program sejuta rumah. Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Ketut Sudikerta, Sabtu (1/4).
MBP/ist
MBP/ist
SENATOR WEDAKARNA - Usaha untuk mempertahankan simbol Bali terus digelorakan oleh Senator DPD-RI asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, salah satunya membawa misi pelestarian sistem pertanian Bali yakni subak hingga ke Polandia, Eropa Timur. Dalam pertemuan dengan pimpinan University Of Life Science di Ibu Kota Warsawa, Senator Wedakarna menyampaikan kekagumannya setelah melihat sendiri bagaimana Pusat Kajian Air dan Sistem (Water System Center) di Polandia merupakan salah satu yang terbaik di Eropa. Ini menggugah pihak Indonesia untuk mengundang lembaga itu ikut memberikan pandangan akademik terhadap sistem subak di Bali.
12
17 - 23 April 2017
MBP/ist
PANCORAN SOLAS - Desa Pakraman Batur melaksanakan upacara macaru dan melaspas Tirta Pancoran Solas di Pura Pelisan, Batur, Kintamani, Senin (3/4). Upacara di-puput Jro Mangku Sukadini dan dihadiri Jro Gde Batur Alitan serta Ketua Tim Manajemen Pengelola Usaha Duwe Desa Adat Pakraman Batur I Wayan Absir, S.E., M.M. dan sejumlah krama Desa Pakraman Batur. Ketua Tim Manajeman Pengelola Usaha Duwe Desa Pakraman Batur I Wayan Absir menjelaskan, pihaknya akan melihat konteks ini dari sektor tata kelola.
WAYAN KOSTER - Anggota Komisi X DPR-RI Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiwa Sekolah Perhotelan Bali (SPB) dan Sekolah Tinggi Perhotelan Bali Internasional (STPBI) di Denpasar, Jumat (31/3). Koster yang kini lebih dikenal dengan KBS (Koster Bali Satu) memaparkan konsep penataan pembangunan kepariwisataan Bali secara komMBP/ist
REI - Memperingati hari jadi ke-45, Real Estate Indonesia (REI) menggelar bedah rumah dengan menggandeng Bank BNI dan Bank BRI. Kegiatan ditandai peletakan batu pertama oleh Ketua Umum DPP REI Sulaiman Sumawinata di lokasi bedah rumah di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan. Menurut Sulaiman Sumawinata, bedah rumah yang dilaksanakan REI dalam memeriahkan HUT ke-45 ini merupakan program Pemerintah Provinsi Bali yang disinergikan dengan program REI.
prehensif, dari hulu sampai hilir sebagai strategi pembangunan berkelanjutan.
MBP/ist
MBP/ist
BPJS KESEHATAN - Kepuasan peserta merupakan salah satu fokus utama BPJS Kesehatan pada tahun 2017. Berbagai terobosan dilakukan BPJS Kesehatan guna meraih tingkat kepuasan peserta yang tinggi. Salah satunya adalah mengembangkan cara pendaftaran bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri. Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau menginginkan kemudahan dalam mendaftarkan diri dan anggota keluarganya sebagai peserta JKN-KIS akan difasilitasi melalui perluasan kanal-kanal pendaftaran yang ada.
MBP/ist
WABUP JEMBRANA - Keberadaan pasar musiman di Pergung Kecamatan Mendoyo yang muncul tiap libur hari raya Galungan dan Kuningan kembali menjadi sorotan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Wabup meminta kepada pengelola agar pada pelaksanaan pasar musiman kali ini bisa berlangsung lebih tertib. Salah satunya dengan menyeleksi pedagang yang hendak berjualan lebih ketat sehingga memiliki kualitas lebih baik dari sebelumnya.
17 - 23 April 2017
13
A KT I V I TA S KOTA SINGARAJA - Kota Singaraja telah memasuki usianya yang ke-413 tahun. Perubahan dan juga pembangunan terus dilakukan. Terlebih lima tahun ke belakang. Banyak capaian dan juga pembangunan yang telah dilaksanakan. Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, S.T., saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-413 Kota Singaraja, Kamis (30/3) mengatakan refleksi dilakukan terhadap program-program yang sudah dilakukan.
MBP/ist
MBP/ist
PEMKOT DENPASAR - Apel rutin bulanan di jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Denpasar setiap minggu pertama di awal bulan kali ini dikaitkan dengan Peringatan HUT ke-98 Pemadam Kebakaran (damkar), Senin (3/4) di Lapangan Lumintang Denpasar. Apel yang berlangsung mulai pukul 7.30 Wita, diikuti para pejabat di lingkungan sekretariat, OPD Pemkot Denpasar, pimpinan rerusahaan daerah, perbekel/lurah, serta seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar yang dipimpin Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Tampak pula dalam apel ini Wakil Wali Kota Denpasar IGN. Jaya Negara dan Sekda Kota Denpasar AAN. Rai Iswara.
MBP/ist
MBP/ist
14 17 - 23 April 2017
PBMB JEMBRANA - Perkumpulan Bengkel Mobil Bali (PBMB) Jembrana meminta agar Bupati Jembrana I Putu Artha bisa menjadi pembina sekaligus penasihat organisasi perkumpulan bengkel mobil yang baru terbentuk satu tahun yang lalu. Saat bertemu Bupati Artha, di ruang VIP Bupati, Ketua Perkumpulan Bengkel Mobil Bali cabang Jembrana Fauziyanto menyampaikan bahwa perkumpulan bengkel mobil ini merupakan salah satu wadah yang nantinya bisa memberikan solusi terhadap masalahmasalah perbaikan kendaraan, khususnya mobil.
UNWAR - Universitas Warmadewa (Unwar) membuka Warmadewa International Programme. Pada kelas pertama, program ini diikuti 10 mahasiswa dari lima negara, yaitu Jerman, Finlandia, Prancis, Belanda dan Ceko. Sebelum mulai belajar, ke-10 mahasiswa diberikan orientasi tentang kampus Unwar yang disebut Orientation Day. Orientation Day dilakukan Senin (3/4). The Chairman Of Warmadewa International Program, Program Faculty of Letters Warmadewa University, Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum., mengharapkan dengan International Programme ada nuansa akademik yang berbau internasional di Unwar bisa terwujud.
17 - 23 April 2017
15
POLITIK
Mengkritisi Sistem Pemungutan PHR
S
MBP/dok
Nyoman Sugawa Korry
…agar UU No. 28 tahun 2009 segera direvisi oleh pemerintah pusat. Sebab, UU ini bukan saja tidak relevan dijadikan acuan soal pemungutan PHR. Namun, kontradiktif dengan sejumlah alih kewenangan dari kabupaten/kota ke provinsi sesuai amanah UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
16
istem pemungutan pajak hotel dan restoran (PHR) yang mengacu pada Undang-undang (UU) No.28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah dinilai sudah tidak relevan lagi. Ada kesan kabupaten penerima seolah-olah hanya menerima uluran bantuan. Padahal, mereka seharusnya mendapatkan pembagian PHR sebagai hak atas perkembangan pariwisata Bali. Wacana untuk merevisi sistem pungutan PHR ini disuarakan Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry. Usulan ini disuarakan berdasarkan pengamatan bahwa pemungutan PHR sekarang atas dasar UU No. 28 tahun 2009 ini sangat tidak adil. ‘’PHR ini kan ada karena ada pariwisata Bali. Jadi, orang datang ke Bali karena menikmati pariwisata Bali,’’ tegasnya. Atas kondisi itu, politisi asal Buleleng itu mengusulkan agar UU No. 28 tahun 2009 segera direvisi oleh pemerintah pusat. Sebab, UU ini bukan saja tidak relevan dijadikan acuan soal pemungutan PHR. Namun, kontradiktif dengan sejumlah alih kewenangan dari kabupaten/kota ke provinsi sesuai amanah UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. “Pendekatan sistem pemungutan PHR berdasarkan UU 28 tahun 2009 ini sangat tidak relevan karena seolah-olah kabupaten lain tidak menerima hak. Dia menerima uluran bantuan, seharusnya dia menerima dalam bentuk hak,” ujarnya. Menurut Sugawa, Bali saat ini mengalami ketimpangan parah antara kabupaten satu dengan kabupaten lain. Sebagai contoh, antara Karangasem dan Badung atau Buleleng dan Badung. Padahal, semua kabupaten itu berada dalam satu provinsi yang mengusung ikon pariwisata. Belum adilnya penerimaan PHR disebut menjadi pemicu ketimpangan tersebut. “Oleh karena itu, kalau kita konsisten dengan pariwisata Bali, pariwisata yang didukung oleh budaya Bali, dukungan masyarakat Bali, maka seharusnya apa yang menjadi penghasilan dari dikembangkannya pariwisata itu diberikan secara proporsional kepada daerah-daerah pendukung dan itu harus merupakan hak bukan belas kasihan,” tegas pria yang juga mengusulkan revisi Undang-undang No.33 tahun 2004 tentang Dana Perimbangan Pusat dan Daerah itu. Terkait dengan penyisihan PHR Badung, Sugawa Korry, penyisihan dana PHR Badung sebesar Rp 342 miliar yang diberikan kepada 6 kabupaten se-Bali: Tabanan, Jembrana, Buleleng, Bangli, Klungkung, dan Karangasem, seharusnya memiliki semangat pemerataan dan keadilan. Artinya, pembagian PHR adalah hak bagi kabupaten penerima dan kewajiban bagi yang memberikan. “Bukan atas dasar kesan belas kasihan,” tegasnya. l Rindra
17 - 23 April 2017
16
Menggandeng Desa Pakraman Perangi Narkoba NARKOBA telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Narkoba kini telah meracuni masyarakat golongan ekonomi menengah. Pemberantasan dan pencegahan pun kini tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Diperlukan kesadaran dan partisipasi seluruh komponen masyarakat khususnya prajuru desa pakraman. Solusi dan strategi perang terhadap narkoba ini dipaparkan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar AKBP Made Pastika. Ia mengatakan Kabupaten Gianyar terdiri dari tujuh kecamatan dan 270 desa pakraman. Hal ini potensi yang tidak boleh disia-siakan dalam gerakan pemberantasan, pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. BNNK Gianyar menilai peranan desa pakraman sangat strategis karena desa pakraman merupakan kesatuan dari masyarakat hukum adat di Bali. Desa pakraman memiliki satu kesatuan tradisi serta tata krama pergaulan hidup dan sosial. ‘’Kami berkolaborasi dengan Majelis Madya Desa Pakraman, Majelis Alit Desa Pakraman untuk pencegahan. Kami juga melibatkan bendesa sampai klian banjar dinas. Karena merekalah yang paling mengerti situasi lingkungan dan kondisi masyarakat. Mereka bisa mengantisipasi
peredaran narkoba di wilayah masingmasing,’’ ujar Pastika. Untuk lingkup desa dinas atau kelurahan, tahun ini sasaran kegiatan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba BNNK Gianyar adalah 15 desa/ kelurahan. Ke-15 desa/kelurahan itu yang menjadi perhatian khusus lantaran dinilai sebagai daerah rawan peredaran narkoba. Pastika tidak merinci desa/kelurahan mana yang dimaksud. Namun jika dibagi berdasarkan kecamatan, daerah rawan itu meliputi Kecamatan Gianyar, Ubud, Sukawati dan Blahbatuh. ‘’Tapi bukan berarti kecamatan lain tidak ada. Kami tetap lakukan sosialisasi atau pemantauan,’’ tegasnya. Bersentuhan langsung dengan masyarakat terlebih keluarga penyalahguna atau pengedar narkoba bukan hal mudah. Pastika mengakui menemui kesulitan. Tidak sedikit keluarga pemakai narkoba yang tidak berkenan ketika pihaknya melakukan penanganan. Tapi ada juga pihak-pihak yang antusias mendukung upaya BNNK Gianyar. ‘’Mereka yang mendukung inilah juga kami ajak untuk pendekatan ke yang lain,’’ ungkapnya.
MBP/dok
Made Pastika
Kami berkolaborasi dengan Majelis Madya Desa Pakraman, Majelis Alit Desa Pakraman untuk pencegahan. Kami juga melibatkan bendesa sampai klian banjar dinas. Karena merekalah yang paling mengerti situasi lingkungan dan kondisi masyarakat. Mereka bisa mengantisipasi peredaran narkoba di wilayah masing-masing.
l Dedy Sumartana 17 - 23 April 2017
17
17
KIPRAH
MBP/ist
Personel Harmonee Band
H
Menginspirasi Eksis dari Panggung Generasi Muda Bali ke Panggung
armonee Band bertekad terus meningkatkan kreativitas dalam berkarya di blantika musik Bali. Di usianya yang baru menjejak satu tahun pada 1 Januari 2017 lalu, grup band ini sudah mampu melahirkan beberapa single yang mampu diterima semua lapisan masyarakat, khususnya kalangan generasi muda. Tentunya, respons positif dari pecinta musik di Bali ini membuat Harmonee Band makin termotivasi untuk selalu tampil dengan karya terbaik dan mampu menginspirasi generasi muda Bali dan Buleleng pada khususnya. Grup band yang beranggotakan Apap (gitar/vokal), Dix (lead/vokal) dan Ben (drum/vokal) memiliki sebuah mimpi yaitu terus bisa bekerja sama dengan para generasi muda khususnya di Buleleng, di mana asal para personel Harmonee
18
17 - 23 April 2017
Band dalam menghasilkan sebuah karya seni. Seperti di setiap single yang telah dirilis Harmonee Band seperti “Paragat Cekrek”, “Nunas Like” dan “Inilah Cinta” selalu melibatkan para generasi muda yang kreatif. “Kami ingin mengarahkan para generasi muda ke hal-hal yang positif. Seperti di setiap single yang kami rilis, hampir semua yang kami libatkan anak-anak muda yang kreatif. Seperti director video klip dan para model juga. Nah, dari situ kami bisa ikut membantu peran pemerintah untuk menjauhkan generasi muda kita dari hal-hal negatif seperti halnya peredaran narkoba yang kini sudah merajarela,” ujar Apap, belum lama ini. Serangkaian perayaan satu tahun berkarya di dunia musik, Harmonee Band segera merampungkan klip single ke empatnya yang berjudul “Ape Pikir!!”.
Dalam penggarapan video klip single keempat ini, Harmonee Band kembali menggaet para videografi muda yang tergabung dalam 3Visual. Single “Ape Pikir!!” mengisahkan seorang kekasih yang bersikap cuek. “Kami siap menyemarakkan blantika musik di Bali dengan single keempat. Mudah-mudahan, mendapat sambutan yang baik dari para pecinta musik di Bali,” katanya penuh harap. Sebagai grup band yang tergolong baru, Harmonee Band berharap mampu memberi pengertian kepada masyarakat bahwa musik modern berbahasa daerah pun bisa disukai semua kalangan. Selain itu, Harmonee Band juga ingin membuktikan bahwa musisi atau seniman Buleleng bisa muncul dan dinikmati seluruh masyarakat bali. l Winata
AKTIVITAS
MBP/ist
STPBI - Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) menggelar kuliah umum di auditorium kampus setempat, Jumat (31/3). Kuliah umum menghadirkan pembicara anggota Komisi X DPR-RI Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. yang menyampaikan materi ‘’Strategi Pembangunan Kepariwisataan Indonesia’’. Hadir Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. serta Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Drs. Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT.
K3S DENPASAR - Hari Autis Sedunia yang diperingati setiap tanggal 2 April menjadi momen penting untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap keberadaan anak penyandang autis. Tentu peringatan ini dilaksanakan Pusat Layanan Autis (PLA) Denpasar, melibatkan orangtua dan Autis Center yang berada di Denpasar dengan menggelar berbagai kegiatan. Melalui Tema Hari Autis Sedunia Tahun ini yakni “Inclusion and Neurodiversity”, tidak ada diskriminasi dan perbedaan adalah sesuatu yang alamiah, Minggu (2/4) digelar jalan santai yang dilepas langsung Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra di depan PLA Denpasar Jalan Mataram, Nomor 3 Denpasar.
MBP/ist
MBP/ist
REI - Puncak perayaan HUT ke45 Real Estate Indonesia (REI), Sabtu (1/4), diisi penandatanganan kerja sama (MoU) dengan berbagai pihak, di antaranya dengan perbankan yaitu Bank BRI dan Bank BNI, sejumlah pengembang dan pemerintah daerah (pemda). Acara ini dihadiri Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil, Wakil Gubernur Bali serta ribuan undangan.
ARYA WEDAKARNA - Sejak tahun 2015, tokoh muda Hindu Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang juga anggota DPD-RI Utusan Provinsi Bali memulai tradisi baru di kalangan pejabat dengan menyumbangkan kurban babi atau babi guling kepada umat Hindu yang membutuhkan. Hal ini dibuktikan lewat sejumlah program acara yang digagasnya di antaranya menyerahkan babi guling untuk lembaga permasyarakatan (lapas) di sejumlah daerah dan masyarakat miskin serta mengadakan Festival Babi Guling.
MBP/ist
17 - 23 April 2017
19
MANCANEGARA
Miris, Serangan Gas Beracun Tewaskan Ratusan Orang
S
ebuah bom yang diduga berisi gas beracun terhadi di Suriah. Korban tewas akibat serangan itu mencapai seratus orang. Sedangkan 400 lain mengalami luka-luka. Korban dalam serangan yang terjadi di Provinsi Idlib barat laut, Suriah, yang masih dikuasai kelompok pemberontak tersebut bertambah karena rumah sakit yang sedang merawat korban gas beracun justru menjadi target serangan udara. Sebelumnya, serangan gas beracun di Kota Khan Sheikhoun menewaskan 35 orang. Korban serangan yang mengalami masalah tersedak atau pingsan, bahkan mengeluarkan busa dari mulut mereka, langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
20
17 - 23 April 2017
Namun nyawa mereka justru melayang setelah serangan udara pasukan pemerintah menyasar rumah sakit yang sedang merawat korban yang diduga terkena serangan gas beracun sarin. Korban tewas pun bertambah menjadi seratus orang, sebelas di antaranya anak-anak. Oposisi Suriah menuding serangan gas beracun dilakukan pasukan pemerintah ataupun Rusia sebagai sekutu Presiden Bashar al-Assad. Kelompok pemantau hak asasi manusia Suriah, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), mengatakan serangan ini diyakini dilakukan jet tentara Suriah. “Hari ini pukul 06.30, pesawat-pesawat tempur menargetkan Khan Sheikhoun dengan gas yang diyakini berisi sarin dan
klorin. Serangan itu telah menewaskan lebih dari 50 orang dan melukai 300 lain,� kata Kepala Otoritas Kesehatan Idlib Mounzer Khalil dalam konferensi pers, pekan lalu. Serangan gas ini terjadi hanya beberapa hari setelah pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad dituduh menggunakan senjata kimia dalam serangan di Provinsi Hama. Pihak oposisi menuduh pasukan pemerintah menggunakan bahan beracun dalam pertempuran menghadapi para pemberontak. Menurut Observatory, sekitar 50 orang mengalami gangguan pernapasan akibat serangan udara di Provinsi Hama utara akhir Maret lalu. Sebelumnya, serangan gas sarin me-
newaskan ratusan warga sipil di Ghouta di dekat ibu kota pada Agustus 2013. Negara-negara Barat menyatakan pemerintah Suriah bertanggung jawab atas serangan itu. Sebagian besar wilayah Provinsi Idlib dikuasai aliansi pemberontak, termasuk Fateh al-Sham Front, bekas afiliasi Al-Qaeda. Wilayah itu kerap menjadi target serangan udara rezim Suriah serta pesawat-pesawat tempur Rusia, yang merupakan sekutu utama Suriah. Idlib juga telah beberapa kali dibombardir koalisi pimpinan Amerika Serikat untuk memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Ahli senjata kimia Dan Kaszeta mengatakan bahwa untuk menentukan apakah benar Sarin digunakan hanya dengan memeriksa video klip, sangat susah. Dia menambahkan bahwa serangan itu bisa merupakan hasil dari bahan kimia apa pun karena semua zat kimia cenderung “menimbulkan efek fisiologis yang sama pada tubuh manusia.” Sarin hampir mustahil untuk dideteksi karena bening, tidak berwarna dan tidak mengandung rasa, serta dalam bentuknya yang paling murni, tidak memiliki bau. Tentara Suriah, dalam sebuah pernyataan yang diposting di kantor berita negara Sana, mengatakan tidak pernah dan tidak akan pernah menggunakan gas beracun. Gas maut tersebut, setelah diidentifikasi, merupakan gas sarin yang dikategorikan sebagai racun syaraf atau nerve agent. Senjata kimia sesunguhnya telah dilarang dan dimusnahkan oleh PBB sejak awal 1990. Namun meski 90 persen dari senjata kimia dunia telah dihancurkan, masih ada 17 negara yang memiliki senjata tersebut di gudang mereka. Laporan Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan, sarin merupakan racun syaraf yang mengandung senyawa organophosphorus. Senyawa itu hanya ditemukan dalam racun sarin, sementara gas beracun lain seperti klorin dan mustard yang pernah digunakan sebelumnya, tidak mengandung organophosphorus. Sarin mirip dengan insektisida, baik dari segi kandungan maupun cara kerjanya yang mematikan. Bedanya, racun sarin memiliki dampak kematian lebih tinggi dibandingkan dengan insektisida. Racun sarin bukan senyawa yang secara alamiah terbentuk di alam. Racun ini murni buatan manusia. Pada awalnya, sarin dikembangkan sebagai pestisida di Jerman pada tahun 1938. Namun setelah diketahui dampaknya begitu kuat, sarin mulai disalahgunakan sebagai senjata kimia saat Perang Dunia II. Racun sarin dapat diserap kulit dan paru-paru dengan cepat. Lebih mengerikan lagi, racun ini dapat bercampur dengan air secara sempurna. Karena mudah bercampur dengan air dan udara, sarin tidak berbau dan tidak mudah terdeteksi. Sarin juga tidak berasa, sehingga mereka yang menghirup atau menyecapnya tidak akan merasakan hal aneh. Racun sarin dengan mudah diserap oleh kulit dan paru-paru. Pada beberapa kondisi, racun sarin tak langsung membunuh. Namun bila dosis yang digunakan sangat tinggi, kematian sejekap menghampiri. Setelah terpapar sarin, korban akan mengalami rasa sakit dan penderitaan berkepanjangan. Bila cukup beruntung, korban dapat diselamatkan. Bila tidak, ia akan dijemput maut dalam hitungan menit. Kepala Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan besar. “Menargetkan dan menewaskan warga sipil dengan metode terlarang ini
Kesaksian uSejumlah pesawat tempur dilaporkan menyerang daerah yang dikuasai pemberontak, Khan Sheikhoun, sekitar 50km arah selatan dari kota Idlib, Selasa pagi, ketika banyak orang masih tidur. uHussein Kayal, seorang fotografer untuk Edlib Media Center (EMC) yang pro oposisi mengatakan bahwa ia dibangunkan oleh suara ledakan pada sekitar pukul 06:30 (09:30 WIB). uKetika sampai di lokasi kejadian, tidak tercium bau, katanya, dan ia menemukan orang tergeletak di lantai, tidak bisa bergerak dan dengan mata membelalak. uMohammed Rasoul, kepala lembaga layanan ambulans di Idlib mengatakan kepada BBC bahwa para petugas medisnya menemukan orang-orang di jalanan yang tersedak, sebagian anak-anak. u Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), mengutip petugas medis yang merawat orangorang pingsan, muntah dan berbusa mulutnya. uSeorang wartawan AFP melihat seorang gadis muda, seorang perempuan dan dua orang tua tewas di rumah sakit, semua dengan busa masih terlihat di sekitar mulut mereka. uWartawan juga melaporkan bahwa rumah sakit itu terkena roket pada Selasa sore, mengakibatkan jatuhnya puing-puing ke badan dokter yang sedang mengobati korban yang terluka. uSumber proyektil tidak jelas, tapi EMC dan jaringan Komite Koordinasi Lokal (LCC) yang beroposisi mengatakan pesawat-pesawat tempur menyasar beberapa klinik. uWartawan pro-pemerintah kemudian mengutip sumber militer mengatakan telah terjadi ledakan di sebuah pabrik senjata kimia al-Qaeda di Khan Sheikhoun yang penyebabnya bisa oleh serangan udara atau kecelakaan. uKementerian pertahanan Rusia, sekutu Presiden Assad, bersikeras mereka tidak melakukan serangan udara apa pun di daerah itu. dianggap sebagai kejahatan besar dan perbuatan barbar,” cetus Aboul Gheit. “Siapapun yang melakukan itu tak akan luput dari keadilan, dan harus dihukum oleh komunitas internasional sesuai hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional,” tandasnya tanpa merinci siapa yang harus bertanggung jawab. Jika memang ada tindakan yang bertentangan dengan hukum dan kemanusiaan, seyogyanya hukum harus ditegakan. l Gugiek Savindra 17 - 23 April 2017
21
DAERAH
Antisipasi Kasus Meningitis
Distan Awasi Peredaran Daging Babi
D
inas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng mengawasi peredaran daging babi di pasaran. Pengawasan ini dilakukan karena ditemukannya kasus meningitis belum lama ini, yang disebarkan melalui babi. Namun Distan memastikan peredaran daging babi bebas dari penularan penyakit yang membahayakan. Terlebih setiap hari raya Galungan dan Kuningan, sebagian besar warga mengandalkan pasokan babi dari luar Buleleng. Hanya sebagian kecil dari peternak lokal di Bali Utara. Biasanya babi dari luar daerah ini dibeli oleh pengusaha, kemudian dipotong secara rumahan. Dari lokasi pemotongan berskala mikro itu, dagingnya baru didistribusikan ke sejumlah pedagang pengecer di pasar tradisional. Kepala Dinas Pertaian (Distan) Buleleng Nyoman Swatantra, Minggu (2/4) mengatakan, pengawasan peredaran daging babi dilakukan oleh petugas dokter hewan di masing-
22
17 - 23 April 2017
masing kecamatan. Pengawasan dilakukan mulai dari kesehatan fisik babi sebelum dipotong. Dari pengawasan ini petugas akan memastikan bahwa babi yang akan dipotong itu sehat dan tidak tertular penyakit tertentu. Selain itu, pengolahan sebelum daging didistribusikan ke pedagang pengecer juga dilakukan dengan intens. Dengan demikian, daging yang akan diedarkan itu layak konsumsi. “Tidak saja karena sempat muncul temuan kasus penularan meningitis, namun karena kebutuhan daging babi dipastikan meningkat di hari raya, sehingga kami lakukan pengawasan dengan ketat, sehingga konsumen mendapatkan daging yang layak konsumsi,� katanya. Selain itu, Distan akan melakukan revit test (tes lapangan-red) daging babi dan daging ayam yang dijual pedagang pengecer di pasar tradisional. Ini mengantisipasi kemungkinan beredarnya daging yang diawetkan dengan bahanbahan kimia. Bahkan, uji lapangan ini
untuk mengidentifikasi kemungkinan masuknya daging babi oplosan dengan daging lain untuk mendapatkan keuntungan bagi pedagang itu sendiri. “Ini juga menjadi fokus pengawasan kita, karena tidak menutup kemungkinan adanya daging oplosan atau daging yang diawetkan dengan bahan-bahan berbahaya,� imbuhnya. Ditegaskannya, menjelang Galungan dan Kuningan persediaan daging di daerahnya dipastikan cukup. Ini karena ditopang dengan masuknya babi dari luar daerah ke Buleleng. Selain itu, dari peternak di Buleleng sendiri akan menambah persediaan stok babi dan daging ayam mencukupi untuk keperluan Galungan dan Kuningan mendatang. Hanya beberapa jumlah stok babi hidup, sejauh ini datanya belum masuk dan menunggu hasil pemeriksaan fisik oleh petugas dokter hewan di masingmasing kecamatan di Buleleng. l Mudiarta
Kasus DBD Menurun 50 Persen KASUS Demam Berdarah Denque (DBD) di Tabanan mengalami penurunan secara signifikan, jika dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Dari data dua bulan terakhir yaitu Januari dan Februari 2017, data DBD yang tercatat di Dinas Kesehatan Tabanan masing-masing 55 kasus dan 67 kasus. Sementara di bulan yang sama tahun 2016 lalu masing-masing tercatat 104 kasus dan 166 kasus. Jadi, kasus DBD jika dikalkulasi mengalami penurunan mencapai 50 persen. Soal fogging, Pemkab Tabanan menganggarkan Rp 220 juta untuk fogging di 110 titik. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Minggu (2/4) mengatakan, penurunan ini bisa karena adanya perubahan siklus di samping juga kesadaran masyakarat Tabanan dalam melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). PSN dilakukan setiap minggu melalui kegiatan Gertak PSN yang dicanangkan Pemkab Tabanan dengan koordinator kecamatan. ‘’Jadi masing-masing kecamatan yang mengkoordinir daerahnya untuk melakukan PSN rutin setiap hari Jumat,’’ ujarnya. Selain PSN, saat ini beberapa desa juga sudah mempunyai jumantik sendiri, dimana pembiayaannya diambil dari dana APBDes. Suratmika mengatakan faktor penyebar DBD, yaitu nyamuk aedes aigypti sangat baik perkembangannya di cuaca hujan berganti panas. Kondisi tersebut terjadi beberapa bulan terakhir. ‘’Kalau dilihat dari siklus harusnya peningkatan kasus DBD terjadi April sampai September,’’ katanya. Untuk itu, Suratmika berharap masyarakat tetap rutin melakukan PSN seminggu sekali. Selain PSN, pemkab juga tetap rutin melaku-
kan fogging terjadwal, terutama pada titiktitik rawan penularan DBD. Untuk tahun ini dianggarkan Rp 220 juta untuk fogging di 110 titik. Agar diketahui unit cost satu kali fogging memakan biaya Rp 2 juta. Besaran biaya ini adalah untuk pembelian obat pestisida, solar serta tenaga fogging harian dan uang transport. Melihat biaya per sekali fogging yang tidak bisa dikatakan murah, tidak sebanding dengan efek menanggulangi DBD. Suratmika menjelaskan, jika fogging hanya membunuh nyamuk dewasa yang terbang saat fogging dilakukan. Namun, keberadaan nyamuk bisa kembali ada, jika mereka tersembunyi saat fogging dilakukan dan jentiknya masih ada. Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Ketut Nariana menambahkan selain tempat penampungan air yang perlu diperhatikan adalah sampah yang berpotensi menampung air seperti kaleng, selokan yang tersumbat serta ban bekas yang banyak ada di usaha bengkel. ‘’Kadang hal ini luput menjadi perhatian sehingga kebanyakan jentik nyamuk berkembang di sana,’’ jelasnya. Selain di Tabanan, kondisi serupa juga terjadi di Denpasar. Pada 2017 ini, di Denpasar cenderung mengalami tren menurun setiap bulan. Kondisi ini terbalik pada tahun lalu yang mengalami peningkatan setiap bulannya. Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini ditemui di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, mengatakan, saat ini dilihat dari jumlah kasus, Denpasar berada pada rangking tujuh
dari sembilan kabupaten/kota se-Bali. Ini artinya, Denpasar sudah bisa menekan kasus DBD sehingga berhasil berada pada posisi ketujuh. “Kalau sebelumnya Denpasar selalu menduduki rangking satu, sekarang sudah pada posisi ketujuh,” jelas Sri Armini. Keberhasilan Denpasar menurunkan kasus DBD tidak terlepas dari keberadaan para juru pemantau jentik (jumatik) yang ada di setiap banjar. Para jumantik ini secara terus menerus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kasus DBD. Salah satu yang bisa dilakukan, yakni memutus mata rantai penularan DBD. Ditanya terkait penularan DBD melalui virus, Sri Armini menjelaskan, DBD memang berasal dari virus. Namun, harus ada perantara (nyamuk) kepada manusia. Berbeda dengan flu yang bisa melalui udara. “Tetap melalui perantaranya, yakni nyamuk,” jelasnya. Pemerintah terus berupaya untuk menurunkan angka kesakitan akibat penyakit menular, salah satunya, DBD, yang diharapkan hanya 49 per 1.000 penduduk. Saat ini DBD masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia terutama di wilayah tropis, termasuk Indonesia yang merupakan salah satu wilayah endemis DBD. Bahkan, sejak diketahui pertama kali pada 1968 di Jakarta dan Surabaya, angka kesakitan DBD terus mengalami peningkatan. Selain itu, wilayah penyebarannya juga semakin luas, hampir di seluruh kabupaten/kota se-Indonesia. l Wira/Asmara
K E S E H ATA N
Tantangan Anak-anak yang Hidup dengan HIV
I
nfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang sedang menjadi perhatian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Infeksi HIV adalah infeksi virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia sehingga dapat lebih mudah untuk terinfeksi oleh bakteri, jamur, atau virus lainnya akibat dari kekebalan tubuh yang terus berkurang. Kelompok gejala berbagai infeksi lain tersebut kemudian disebut sebagai Acquired Immunodeficiency Syndromes (AIDS). Virus HIV dapat menular kepada orang lain melalui cairan kelamin, yaitu cairan vagina pada perempuan dan semen (cairan sperma) pada laki-laki, serta melalui darah. Hal tersebut menyebabkan HIV paling sering menular melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik secara bergantian, dan penularan dari ibu ke anak yang sering disebut sebagai penularan perinatal. Virus HIV dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi HIV kepada anaknya selama kehamilan, saat persalinan dan saat masa menyusui. Penularan perinatal merupakan salah satu cara penularan HIV yang menjadi fokus saat ini karena dari keseluruhan anak dengan HIV, lebih dari 90% kasus terinfeksi melalui penularan perinatal. Berdasarkan data dari Yayasan Spiritia, sebuah lembaga
24
17 - 23 April 2017
non pemerintah yang bergerak dalam upaya penanggulangan HIV di Indonesia, sampai dengan Bulan Maret 2016, telah tercatat 191,073 kasus HIV dan 77,940 kasus AIDS di seluruh Indonesia dengan 2.226 kasus AIDS yang ditularkan dari ibu ke anak. Di Provinsi Bali, berdasarkan data dari Yayasan Kerti Praja sampai dengan Bulan Desember 2014, telah tercatat 10.844 kasus HIV&AIDS, dengan kejadian penularan perinatal sebanyak 354 kasus (3,3%). Jika dilihat berdasarkan pengelompokan umur, jumlah kasus HIV&AIDS untuk kelompok umur <1 tahun. 1-4 tahun dan 5-14 tahun di Provinsi Bali sampai dengan Desember 2014 adalah 73, 281, dan 66 kasus secara berturut-turut. Upaya pencegahan penularan dari ibu ke anak (PPIA) telah dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 2014 dan telah terintegrasi dengan layanan pemeriksaan kehamilan di hampir seluruh puskesmas dan rumah sakit di Bali. Upaya tersebut mencakup beberapa tahapan yaitu pelaksanaan tes HIV pada ibu hamil, pemberian pengobatan antiretroviral (ARV) pada mereka yang positif HIV, dan pencegahan penularan saat proses melahirkan serta masa menyusui. Walaupun demikian, masih banyak ibu hamil yang menolak menjalani tes HIV karena adanya rasa takut
menghadapi hasil tes yang positif. Selain itu, ibu hamil yang memanfaatkan layanan bidan swasta dan dokter spesialis kandungan harus lebih proaktif untuk meminta layanan tes HIV tersebut karena belum menjadi prosedur yang rutin sehingga tidak semua ibu hamil ditawarkan untuk menjalani tes HIV. Hal tersebut menunjukkan masih adanya risiko penularan HIV dari ibu ke anak walaupun program PPIA sudah berjalan saat ini. Adanya pengobatan ARV khusus bagi anak-anak membuat usia harapan hidup anak dengan HIV menjadi semakin tinggi. Jika mereka minum obat dengan teratur, mereka dapat hidup seperti anak-anak lain yang tidak terinfeksi HIV dan tidak menunjukkan gejala apapun. Akan tetapi, infeksi HIV pada bayi dan anak-anak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian khusus karena anak-anak dengan HIV menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang berbeda-beda sejalan dengan pertambahan usianya. Banyak anak dengan HIV yang pada akhirnya meninggal saat memasuki usia remaja karena tidak mampu untuk menjaga kepatuhan minum obat ARV. Berbagai tantangan juga dihadapi oleh orang tua atau pengasuh anak dengan HIV, baik dari segi akses layanan pengobatan maupun dampak sosial ekonomi dari infeksi
HIV tersebut. Di bawah ini adalah beberapa tantangan yang sering dihadapi anak-anak dengan HIV serta pengasuhnya. Menjalani Kehidupan Tanpa Orang Tua Kandung Banyak anak dengan HIV yang kehilangan kedua orang tuanya karena terinfeksi HIV dan terlambat terdiagnosis sehingga masuk ke dalam fase AIDS. Pada akhirnya anak-anak tersebut diasuh oleh anggota keluarga lainnya, misal paman, bibi, atau kakek neneknya. Hal ini tentunya memiliki dampak yang besar terutama kepada perkembangan psikologis anak karena tidak tumbuh dengan kasih sayang dan perhatian langsung dari kedua orang tuanya. Meskipun banyak anak dengan HIV yang anggota keluarganya bersedia untuk mengasuh saat ini, tetapi masih banyak dari mereka yang dianggap menjadi beban bagi keluarganya karena masih adanya stigma di masyarakat terkait HIV dan anak dengan HIV membutuhkan pengobatan secara rutin yang tidak boleh putus selama hidupnya. Pengasuh anak dengan HIV diharapkan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai HIV itu sendiri dan memiliki motivasi yang kuat agar mampu membantu anak untuk menjaga kepatuhan pengobatan ARV. Di samping itu, anak dengan HIV juga menjadi beban ekonomi bagi anggota keluarga yang menjadi pengasuhnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengasuh kemungkinan besar juga akan terdampak secara psikologis yang dapat mempengaruhi pola asuh mereka terhadap si anak. Tantangan dalam Memahami Infeksi HIV Pada saat usianya lebih muda, anakanak dengan HIV seringkali belum memahami bahwa mereka harus mengkonsumsi ARV seumur hidupnya karena menderita HIV, dan pemahaman mereka terkait HIV sendiri masih rendah. Seiring dengan bertambahnya umur anak, mereka cenderung akan lebih memahami situasi yang dihadapinya dan hal ini dapat berdampak positif maupun negatif pada mereka. Banyak anak dengan HIV yang mengalami putus obat kemudian meninggal karena mereka mulai memahami bahwa isu HIV masih terstigma di masyarakat dan mereka tidak mampu untuk menjaga kepatuhan minum obat. Pemahaman anak-anak tersebut dapat dipengaruhi oleh komunikasi yang terjalin dengan pengasuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa informasi yang jelas dan komunikasi yang terbuka terkait dengan
infeksi HIV sangat dibutuhkan oleh anakanak dengan HIV dan perlu diberikan baik oleh anggota keluarga maupun petugas kesehatan. Anak-anak yang hidup dengan HIV memiliki permasalahan yang kompleks terkait dengan kehidupan sosialnya terutama terkait stigma dan diskriminasi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa stigma dan diskriminasi pada anak-anak dengan HIV dapat dialami di lingkungan keluarganya, pertemanan, maupun di lingkungan sekolahnya. Walaupun untuk konteks Bali sudah jauh menurun, stigma dan diskriminasi juga dapat terjadi di layanan yang menyediakan ARV sehingga mempengaruhi kepatuhan mereka untuk mengakses ARV ke layanan tersebut. Stigma dan diskriminasi seringkali berakar dari kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penularan HIV sehingga membuat mereka merasa takut untuk berinteraksi dengan orang yang terinfeksi HIV. Oleh sebagian masyarakat, HIV masih dianggap dapat menular melalui kontak seharihari seperti berjabat tangan, berbagi makanan, berpelukan, atau menggunakan alat makan bersama. Selain itu, HIV masih erat dikaitkan dengan isu moral dan perilaku yang menyimpang dari norma. Hal tersebut pada akhirnya menciptakan adanya “label� tertentu pada anak dengan HIV yang dianggap terlahir dari orang tua dengan perilaku yang negatif. Beberapa penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa anak-anak dengan HIV yang bersekolah mengalami berbagai permasalahan terkait dengan stigma dan diskriminasi baik dari teman-temannya maupun dari pihak sekolah sendiri. Pihak sekolah seringkali tidak mampu menunjukkan bahwa mereka memiliki kepedulian pada anak-anak dengan HIV. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya stigma di masyarakat umum terkait HIV dan beberapa faktor lain seperti adanya “jarak� antara guru dengan siswa sehingga mereka tidak mau terbuka dengan guru terkait status HIV-nya, serta adanya rasa tidak mampu pada guru untuk menangani permasalahan siswa yang menderita HIV dan AIDS. Stigma dan diskriminasi yang dapat terjadi di semua lingkungan berpotensi untuk menimbulkan tekanan psikologis pada anak-anak dengan HIV, terutama pada saat mereka telah memiliki pemahaman yang cukup terkait infeksi HIV itu sendiri dan isu stigma yang masih
kuat menempel padanya. Stigma dan diskriminasi lebih jauh dikatakan dapat mempengaruhi juga kepatuhan anak dengan HIV dalam menjalani pengobatan ARV. Umumnya mereka merasa malu dan takut jika secara tidak langsung diketahui terinfeksi HIV oleh orang lain saat terlihat mengkonsumsi ARV. Ketidakpatuhan dalam mengkonsumsi ARV tentunya dapat berujung fatal karena berisiko terjadinya resistensi atau kekebalan virus terhadap jenis ARV tersebut, sehingga virus tidak mampu lagi untuk ditekan. Kesulitan dalam akses ke layanan yang menyediakan ARV bagi anak-anak dengan HIV juga menjadi salah satu tantangan besar di Bali. Saat ini layanan ARV untuk anak-anak di Provinsi Bali hanya tersedia di RSUP Sanglah, sehingga seluruh anak dengan HIV dan AIDS di Bali harus datang ke RSUP Sanglah untuk mengambil ARV secara rutin setiap bulan. Hal ini dapat menjadi penghambat yang sangat besar bagi anakanak dengan HIV dan pengasuhnya dalam menjaga kepatuhan pengobatan, terutama bagi mereka yang tinggal di luar Kota Denpasar. Selain membutuhkan waktu dan biaya transportasi yang tidak sedikit, mereka juga menghadapi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas dalam perjalanan menuju atau pulang dari RSUP Sanglah. Penelitian menunjukkan bahwa dari 140 anak yang menjalani pengobatan ARV di RSUP Sanglah, 4,3% meninggal dan 67,9% mengalami loss to follow up (putus obat) dengan alasan yang tidak jelas. Berbagai tantangan anak-anak dengan HIV tersebut menunjukkan bahwa dukungan sosial yang baik, terutama dukungan keluarga dan komunitas di sekitarnya dalam pengobatan sangat dibutuhkan, terutama saat mereka mulai beranjak remaja. Semua permasalahan di atas bukanlah permasalahan mereka sendiri. Dibutuhkan perhatian dan kerja sama berbagai pihak untuk membantu anak-anak dengan HIV menjalani kehidupan dan pengobatannya. Akses yang baik terhadap ARV bagi anak-anak juga dibutuhkan karena secara tidak langsung mampu menurunkan stigma di masyarakat terhadap HIV dan mampu meningkatkan kepatuhan pengobatan. l dr. Komang Ayu Kartika Sari, MPH Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas/ Ilmu Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana 17 - 23 April 2017
25
LENSA
NGEREBEG
Bertepatan hari raya Kuningan, krama Desa Munggu melaksanakan tradisi Ngerebeg di lingkungan Desa Munggu, Badung. Tradisi Ngerebeg atau yang sering disebut Makotek bermula dari peringatan para prajurit atas kemenangan perang pada masa Kerajaan Mengwi. Kegiatan tersebut rutin digelar, dengan tujuan untuk menetralisir hal-hal negatif dalam kehidupan dan sekaligus mempererat tali persaudaraan antarkrama desa. MBP/eka 26 17 - 23 April 2017
OLAHRAGA
Terbaik di Musim Reguler
K
ompetisi NBA musim 2016/2017 kembali menjadi milik Golden State Warriors. Menyisakan tiga pertandingan di fase reguler, Warriors menjadi tim terbaik musim ini dan untuk ketiga kalinya berturut-turut. Kepastian itu didapat setelah Stephen Curry dkk memadamkan perlawanan tuan rumah Phoenix Suns 120-111. Curry menyumbang 42 poin saat Warriors mengemas rekor menang-kalah 65-14. Dengan rekor tersebut Warriors memastikan diri menjadi juara Divisi Pasifik dan Wilayah Barat serta tak bisa dikejar lagi oleh rival terdekatnya San Antonio Spurs (60-18). Spurs masih berpredikatkan juara Divisi Southwest. “Ya, sangat impresif. Kami menang beruntun,” ucap pelatih Warriors Steve Kerr. Kemenangan di kandang Phoenix itu menempatkan Warriors tak terkalahkan dalam 13 pertandingan beruntun. Kemenangan-kemenangan itu terjadi saat bintangnya Kevin Durant absen. Curry menyebut hasil tersebut membuat Warriors menempati peringkat teratas daftar playoff. Timnya juga berhasil mewujudkan target menjadi juara musim reguler. Kemenangan di Phoenix itu diraih dengan susah payah. Warriors menurunkan pemain tanpa Draymond Green dan Andre Iguodala serta Durant yang menyisakan satu pertandingan lagi untuk bisa kembali bermain. “Kami merupakan kelompok anak muda yang penuh talenta dan mencoba menikmati momen demi momen,” ujar Kerr mengomentari kemenangan timnya. Di kuarter pertama Curry menyumbang 23 poin saat Warriors memimpin 41-18. Namun Suns mampu memangkas jarak dengan memborong 34 poin dan Warriors hanya mampu menambah 17 poin di kuarter kedua. Namun, Curry kembali menunjukan kehandalannya dalam mengekseskui bola-bola dari jarak dekat maupun jauh hingga Warriors kembali memimpin hingga selisih 13 poin memasuki kuarter keempat. Suns yang menjadi tim terburuk di Wilayah Barat dan kedua terburuk di kompetisi ini, tidak pula menyerah. Sepuluh poin beruntun di hasilkan di periode akhir dan mendekatkan jarak menjadi 101-104. Namun setelah itu, upaya tuan rumah melampau raihan Warriors tidak pernah terjadi. Warriors menjadi tim pertama dalam sejarah NBA yang memenangi kompetisi reguler sejak Boston Celtics sukses melakukannya pada musim 1983-84, ‘84-’85 and ‘85-’86. Tim lain yang sukses dengan pencapaian serupa adalah Philadelphia 76’ers. Tapi Warriors masih memiliki rekor lain yakni menjadi tim pertama yang meraih sedikitnya 65 kemenangan dalam tiga musim MBP/ap berturut-turut, laporan Associated Press. Guard Golden State Warriors Stephen Curry (kanan) melemparkan bola di l Yudi Winanto
depan pemain Phoenix Suns guard Tyler Ulis pada pertandingan kompetisi NBA. 17 - 23 April 2017
27
OLAHRAGA
Menghargai Keberanian ADA yang berbeda saat pertandingan derby Lembah Ruhr di kompetisi Liga Jerman pekan ke-26 lalu. Di deretan penonton di stadion Veltins Arena, Gelsenkirchen, markas klub Schalke terdapat seorang perempuan mengenakan seragam berwarna kuning di tengah lautan warna biru. Pemandangan itu menarik perhatian bek Dortmund Marc Bartra. Ia terpesona dengan keberanian perempuan itu duduk di antara ribuan pendukung Schalke yang berkaos biru. Ia pun mengadakan sayembara untuk mengetahui perempuan itu. Bek asal Spanyol itu ingin memberikan kaos kuning bertanda tangan dirinya untuk perempuan yang nekad itu. Impian itu terwujud beberapa hari setelah laga Dortmund vs Schalke yang berkesudahan 1-1. Perempuan yang bernama Stefanie Adam-Paap akhirnya muncul di tempat latihan Dortmund di Signal Iguna Park dan menerima kaos dari Bartra. Uniknya Stefanie justru memberi oleh-oleh kaos biru Schalke pada Bartra. Ternyata, kaos biru tersebut dari suami Stefanie, Guido Paap yang ternyata fans berat Schalke. Kepada koran WAZ, Guido menyatakan Bartra menerima kaos tersebut dan menunjukan bahwa dia anak muda yang memancarkan kebahagiaan, laporan Associated Press. l Yudi Winanto
28 17 - 23 April 2017
MBP/ap
Pembalap Formula 1 McLaren Fernando Alonso.
Lebih Suka Berkompetisi MANTAN juara dunia Formula1 Fernando Alonso mengaku tidak siap pensiun dini. Ia lebih suka bertarung demi meraih trofi dengan kondisi tim yang tidak mendukung dibandingkan menikmati hari-hari tanpa kegiatan persaingan di Spanyol. Juara dunia dua kali Alonso mengungkapkan kejengkelannya karena tak bisa tampil optimal di seri pembuka Grand Prix Formula 1 di Australia. Mobil McLarennya tak mampu bersaing dengan para rival lantaran mesin Hondanya tidak bertenaga. Isyarat itu sebenarnya telah muncul sejak sesi uji coba pra musim. Namun, hingga balapan dimulai akhir Maret lalu, sepertinya tidak ada perbaikan. Alonso yang suatu kali pernah menyebut ini sebagai fase terbaik karier membalapnya, bertarung menghindarkan diri dari posisi belakang. Setelah mengitari 50 kali sirkuit Albert Park, Melbourne, ia tak bisa melanjutkan lomba akibat kerusakan teknis pada mobilnya. Rekan setimnya, Stoffel Vandoorne, lebih beruntung nasibnya. Pembalap Belgia itu menuntaskan balapan dengan menempati posisi terakhir (13) setelah dua kali disalip sang juara Sebastian Vettel dari tim Ferrari Hasil tersebut mengaburkan harapan tim yang pernah sukses di balapan ini. Bahkan muncul spekulasi jika tim tersebut bakalan memutus kontrak dengan pembalap Spanyol berusia 35 tahun itu. Ini menjadi tahun terakhir dari kontrak tiga musim
McLaren dengan Alonso. “Iru tidak benar,” kata Alonso jelang balapan seri Tiongkok di sirkuit internasional Shanghai. “Saya lebih menyukai berada di sini dibandingkan di swalayan di kampung halaman saya.” Ia ingin terus berkompetisi dan menambah koleksi pialanya. Karena itu dia berusaha tampil sebaik-baiknya dan musim ini menjadi perjuangan terbaiknya di balapan ini. McLaren yang terakhir kali menjadi juara pada 2012, menargetkan lompatan besar musim ini menyusul musim yang buruk sejak menjalin kerjasama sebersama Honda pada 2015. Pabrik Jepang itu berjuang sekuat tenaga menghasilkan mesin V6 turbo-hybrid setelah musim lalu menempati peringkat ke-6 secara keseluruhan. Musim sebelumnya McLaren di posisi ke-9 dan mendekati juru kunci. Mantan pembalap McLaren dan juga rekan setim, Lewis Hamilton pun berharap Alonso bisa kompetitif lagi musim ini. Kalau perlu, ganti tim demi mewujudkan ambisinya meraih trofi lagi. “Tak ada yang perlu saya katakan lagi apalagi menyangkut masa depan saya. Tak ada yang tak mungkin untuk masa mendatang,” tegasnya, laporan Associated Press. l Yudi Winanto 17 - 23 April 2017
29
OLAHRAGA
Ni Komang Nadine Vergian Dinata
MBP/ist
Lahir di Keluarga Petembak
PETEMBAK belia Kota Denpasar, Ni Komang Nadine Vergian Dinatha, baru saja merebut medali emas pada nomor air rifle hunting (ARH) pompa SD pada ajang Piala Wali Kota VIII/2017 di Lapangan Tembak Bhayangkara Tohpati. Padahal, pada event serupa di nomor sama tahun lalu, ia hanya menyabet perunggu. Ini merupakan raihan emas pertama bagi saya, walaupun lawannya duduk di kelas V dan VI SD. Siswi kelas IV SD Saraswati 2 Denpasar ini mulai belajar tembak sejak setahun lalu persisnya ketika duduk di bangku kelas III SD. Ia bergabung di klub Denshoot dilatih sang ayah. ‘’Saya berlatih di Lapangan Tembak Tohpati tiap Minggu pagi,’’ ujar putri ketiga pasangan Made Sugiantara dan Verawati ini. Nadine menyukai olahraga tembak mengikuti jejak sang kakak I Kadek Rico Vergian Dinatha dan I Putu Rivan Agusdinatha. ‘’Saya menggeluti olahraga tembak ini mengikuti jejak kakak, apalagi kakak dapat juara,’ kata petembak kelahiran Denpasar, 7 Januari 2007 ini. Nadine lahir di keluarga besar atau dinasti petembak. Mulai dari sang ayah yang pelatih, dua kakaknya I Kadek Rico Vergian
30 17 - 23 April 2017
Dinatha, dan I Putu Rivan Agusdinatha, juga berprestasi di cabor tembak. Kakak kandung sang ayah Ketut Sudiana merupakan petembak andalan Bali. Putra Ketut Sudiana yang menggeluti tembak adalah Putu Angga Putra, Kadek Diana Putra, Komang Permana Putra dan Ketut Agus Sutrisna Putra. ‘’Saya bersama sepupu berlatih di klub Denshoot,’’ terang Nadine yang ingin menjadi atlet nasional. Menurutnya, olahraga tembak memerlukan konsentrasi, pikiran dan hati harus menyatu padu. Ia bangga jika tembakannya tepat mengenai sasaran. Ke depan, Nadine ingin pelan-pelan beralih ke nomor air pistol mengingat air pistol hunting (ARH) pompa jarang dipertandingkan di kejurnas. Selain rajin berlatih tembak, Nadine di sekolahnya juga aktif pada program ekstra kurikuler (ekskul) Dokter Kecil. ‘’Saya di sekolah diajari membiasakan diri hidup sehat dan higienis, misalnya tata cara cuci tangan yang benar,’’ tutur Nadine yang memang bercita-cita menjadi dokter. l Daniel Fajry
Liga 2 Indonesia
PS Badung Masuk Grup VII TIDAK lama lagi tim Persatuan Sepak Bola (PS) Kabupaten Badung berkiprah di kompetisi Liga 2 Indonesia. Tepatnya pada akhir April 2017 kesebelasan berjuluk Tim Keris ini mulai berlaga di kasta kedua sepak bola Tanah Air. PS Badung masuk Grup VII. Jika berhasil melewati babak penyisihan grup, lawan lebih berat menanti anak-anak Badung di fase berikutnya. Sambil melatih asuhannya, Pelatih Kepala PS Badung, Syahrial Effendy, masih sibuk menyeleksi pemain. Meski begitu, pasukannya sudah menjalani uji coba. Lawan latih tanding pertama mereka adalah tiim Liga 2 lainnya, Celebest FC Palu, Sulteng. Sebagai tuan rumah, PS Badung menyerah 0-1 di Stadion Samudra, Kuta. Rangkaian latih tanding berikutnya masih akan dijalani para pemain PS Badung hingga menjelang terjun di kompetisi nanti. Manajer Tim Nyoman Graha Wicaksana menguji kemampuan 25 pemainnya di Pulau Jawa. Tim-tim yang diajak uji coba adalah Persewangi Banyuwangi, PSBK Blitar dan PSS Sleman. ‘’Sepulang dari Jawa kami baru memutuskan pemain yang layak berkostum PS Badung atau tidak,’’ katanya. Optimisme meluncur dari kiper Syamsidar. Mantan penjaga gawang tim nasional ini siap membawa PS Badung promosi ke Liga 1 pada musim kompetisi tahun depan. Ia yakin setelah melihat kualitas pemain Tim Keris yang dinilainya mampu bersaing di Liga 2. Kemampuan pemain lokal dan luar daerah yang dimiliki PS Badung disebutnya merupakan modal berharga untuk berlaga di kompetisi nasional. Syamsidar yang membela timnas sejak U-18 sampai 2013
merupakan salah satu pemain luar Bali yang direkrut manajemen PS Badung. Ia bergabung bersama dua dua rekan setimnya di PSS Sleman, Elvis Nelson dan Taji Prasetyo. Syamsidar sangat dibutuhkan pengalamannya karena pernah berseragam PSM Makassar, Persija Jakarta, Semen Padang, Barito Putera, Mitra Kukar dan terakhir PSS Sleman hingga 2015. PS Badung tidak perlu berkecil hati kalah dari Celebest FC dalam uji coba. Sebab, klub Liga 1, Bali United, pun takluk 1-2 dalam uji coba di Lapangan Tri Cakti, Senin (3/4). Celebest FC yang dilatih duet Rudi Eka dan Wayan Sukadana mencetak dua gol lewat kaki Fikri dan Ari Kiswanto. Bali United mampu memperkecil kekalahan berkat sumbangan gol Martinus Novianto. Rudi Eka menyatakan bangga asuhannya mampu meladeni dua lawan di Bali dan bisa menerjemahkan hasil latihan di lapangan. Pasukannya sukses mengantisipasi dan meredam serangan PS Badung dan Bali United. Sementara Wayan Sukadana berharap timnya mampu mempertahankan tren permainan terbaik pada kompetisi Liga 2 dan kalau bisa makin meningkat dari satu laga ke laga lainnya. Pelatih Kepala Bali United Hans Peter Schaller menurunkan pemain yang selama ini menghuni cadangan seperti Ngurah Nanak, Agus Nova Sablun, Jacksen Tiwu, Syakir Sulaeman, Amrun dan Mahdi. Sementara tim utama ditampilkannya saat melawan Persib Bandung di Kota Kembang pada Sabtu (8/4). Bali United mengikuti Liga 1 Indonesia mulai 15 April. l Mawa
MBP/wan
Pemain PS Badung (biru) ketika tampil pada kompetisi Divisi Utama beberapa tahun lalu. PS Badung akan berlaga di Liga 2 Indonesia mulai akhir April 2017. 17 - 23 April 2017
31
PENDIDIKAN
Kembali Terapkan Rayonisasi PSB
M
asa penerimaan siswa baru (PSB) tiap tahun kerap menimbulkan polemik. Salah satunya, muncul ketidakseimbangan jumlah siswa yang diterima antara sekolah yang satu dengan sekolah lainnya. Tidak hanya itu, penerapan double shift oleh sekolah negeri akibat membludaknya jumlah siswa membuat sejumlah sekolah swasta gulung tikar. Mengantisipasi hal tersebut, pada tahun ajaran mendatang, PSB di Kabupaten Tabanan rencananya kembali menerapkan sistem rayonisasi. “Dalam mempersiapkan masuknya tahun ajaran baru, Dinas Pendidikan akan kembali memberlakukan sistem rayonisasi. Tujuannya agar tidak terjadi pembludakan siswa baru di sejumlah sekolah favorit,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Adnyana, belum lama ini.
MBP/dewi puspawati
I Wayan Adnyana
32 17 - 23 April 2017
Menurut Adnyana, sistem rayonisasi pada proses PSB sudah pernah dilakukan tujuh tahun silam. Hanya saja, belakangan sistem ini tidak lagi diterapkan seiring keinginan masyarakat yang cenderung ingin menyekolahkan anak-anaknya di sekolah favorit dengan beragam cara. Setelah melakukan koordinasi dengan UPTD dan MKKS, penerapan sistem rayonisasi ini cukup diterima seluruh pengajar dan kepala sekolah di Kabupaten Tabanan, mulai dari tingkat SD sampai SMP. Bahkan, mereka berharap penerapan sistem rayonisasi perkecamatan ini bukan hanya sekedar sosialisasi saja namun harus direalisasikan serta dibuktikan dengan dikeluarkannya surat edaran atau berbentuk peraturan agar bisa menjadi pegangan setiap Kepala Sekolah. “Dengan sistem ini tidak ada perbedaan jumlah murid dan diharapkan tidak sampai double shift,
sehingga jika ada siswa yang tidak tertampung di negeri bisa beralih ke sekolah swasta. Jadi, sekolah swasta tidak akan mati suri,” jelasnya. Pejabat asal Marga ini menambahkan, sistem rayonisasi ini juga harus diimbangi dengan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di masing-masng sekolah. Jadi, tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan antara sekolah negeri yang satu dengan sekolah negeri lainnya. Begitupula untuk kualitas sekolah swasta yang dituntut untuk terus menunjukkan kiprahnya mampu mendidik siswanya dengan baik. Dia mengakui, membludaknya siswa ke sejumlah sekolah negeri favorit selama ini karena melihat mutu dan kualitas pendidikan yang dianggap paling baik. “Padahal kualitas pendidikan sama, tidak ada yang beda,” tegasnya. l Dewi Puspawati
Regulasi Pengangkatan Guru Jelimet DUNIA pendidikan Bali yang di tataran luar kelihatan aman-aman saja, ternyata menyimpan sejumlah permasalahan. Salah satu di antaranya adalah Bali masih banyak kekurangan guru. Ketua Provinsi PGRI Bali Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. yang juga Kepala SMP PGRI 2 Denpasar menegaskan hal itu, belum lama ini. Dalam waktu dua tahun nanti, kata Aryasuda, kekurangan guru di Bali paling dirasakan di semua jenjang pendidikan dan di semua daerah di Bali karena guru yang dulu diangkat dengan program Inpres tahun 1965 akan menjalani pensiun massal. Sementara pengangkatan guru di daerah maupun di tingkat pusat masih seret. Sekolah masih mengandalkan bantuan guru honorer akibat calon guru sulit lulus seleksi di tingkat nasional. Aryasuda menambahkan, regulasi pengangkatan guru masih menjelimet. Dulu dengan itikad baik, kepala sekolah dan yayasan boleh menambah guru honorer dengan dana komite. Saat ini, kepala sekolah dan komite tidak boleh menambah guru lagi. Termasuk pemkab atau pemprov, kecuali dilakukan oleh pemerintah pusat. Di daerah sejak lama ‘’berteriak’’ soal kekurangan guru, sementara guru yang di-dropping ke sekolah sering tak sesuai dengan kebutuhan. Aryasuda menegaskan, pemkab/pemkot di Bali dan Pemprov Bali wajib melakukan pemetaaan kekuragan guru dan mengusulkan penambahan formasi ke pusat. Untuk langkah jangka pendek, pemkab/pemkot dan pemprov bisa mengangkat guru kontrak dengan anggaran APBD. Itupun terbatas pada aturan sesuai payung hukumnya. Misalnya, kekurangan SD dan SMP tak boleh dilakukan pemprov, sedangkan kekurangan guru SMA dan SMK tak boleh dilakukan pemkab dan pemkot karena bukan kewenangannya. “Jadi, tak ada kata lain yakni harus mengangkat guru PNS. Itu menjadi tugas negara,’’ ujarnya. Kondisi ini diperparah lagi adanya wacana pemerintah akan menarik guru PNS di sekolah swasta untuk dipindah ke sekolah negeri. Kebijakan ini, kata Aryasuda, bertentangan dengan upaya pemberdayaan sekolah swasta dan kembali memunculkan dikotomi swasta dan negeri. Padahal, keduanya berfungsi mencerdaskan anak bangsa. Jika ini dilakukan, sekolah swasta akan kelabakan karena SDM guru PNS ini sangat membantu peningkatan mutu pendidikan. Dia mencontohkan SMP PGRI 2 Denpasar yang dipimpinnya mendapat bantuan 11 guru PNS, jika dipindah mereka jelas kekurangan jam mengajar guna memenuhi syarat mendapatkan tunjangan profesi guru. Kedua, akan memunculkan sekolah negeri minded yang berarti sebuah langkah mundur untuk pemerataan akses pendidikan bagi semua warga negara Indonesia. “Mutu pendidikan sampai menurun, itu berarti kegagalan kita bersama,” katanya mengingatkan. Aryasuda menegaskan, PGRI Bali secara terus menerus memperjuangkan nasib guru. Di antaranya, setiap konvensi dan rapat di pusat mengusulkan guru swasta yang masih banyak mengabdi di sekolah diprioritaskan menjadi PNS. Kedua, mendesak pemerintah untuk membuat program yang menyentuh peningkatan profesionalisme dan kompetensi guru di Bali lewat berbagai pelatihan. Hal ini dia tekankan karena UU Guru dan PP tentang Guru mengamanahkan negara atau pemerintah berkewajiban untuk meningkatkan kualitas profesi guru agar ilmu dan keterampilannya selalu up to date. l Sueca
MBP/dok
Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. 17 - 23 April 2017
33
A KT I V I TA S KOPI BANYUATIS - Kopi Banyuatis meluncurkan produk baru yaitu Banyuatis 2 in 1 Legenda Rasa pada perayaan HUT-nya yang ke-57 di Kasa Bunga, Renon, Sabtu (1/4). Pada acara peluncuran dan perayaan HUT tersebut, hadir pula Jun Bintang, penyanyi Bali sebagai brand ambassador Kopi Banyuatis 2 in 1 Legenda Rasa. Managing Director Kopi Banyuatis I Gusti Made Adnyana Kepandean mengatakan kopi Banyuatis 2 in 1 Legenda Rasa merupakan produk 2 in 1, kopi plus gula. Selama ini produk kopi yang beredar di Bali sebagian besar berasal dari kopi luar.
MBP/ist
MBP/ist
JEMBATAN KUNING Setelah mengalami kerusakan pada 16 Oktober 2016, kini Jembatan Kuning yang menghubungkan Nusa Lembongan dengan Nusa Ceningan kembali dibangun. Peresmian jembatan ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Arie Setiadi Moerwanto didampingi Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Jumat (31/3).
MBP/ist
MBP/ist
34 17 - 23 April 2017
PEMKOT DENPASAR - Sebagai wujud apresiasi, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan Kota Denpasar memberikan paket sembako kepada para juru pemantau jentik (jumantik), koordinator jumantik dan petugas fogging fokus. Jumantik, koordinator jumantik dan petugas fogging fokus seKota Denpasar secara keseluruhan berjumlah 482 orang. Penyerahan paket sembako dilakukan di Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Jumat (31/1).
WABUP JEMBRANA - Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah OPD di lingkup Pemkab Jembrana, Jumat (31/3). Sidak ini digelar dalam upaya memastikan para pegawai Pemkab Jembrana tetap ngantor memberikan pelayanan secara optimal ke masyarakat usai libur hari raya Nyepi. Selain itu, sidak juga bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan para ASN yang ada di Kabupaten Jembrana agar mereka tetap fokus pada tupoksinya masing-masing dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
17 - 23 April 2017
35
WISATA
Cina Salip Australia
T
ak hanya Bali, wisatawan Cina juga tertarik dengan objek wisata di Indonesia timur. Jumlahnya melebih wisatawan Australia. Badan Pusat Statistik mencatat turis Cina mendominasi kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia selama Februari 2017. Wisatawan asal Cina yang mengunjungi Indonesia pada Februari sebanyak 194.365 orang atau 21,31 persen dari total 957.583 wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia selama kurun itu menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan Senin (3/4). Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia meningkat setelah pembukaan layanan penerbangan langsung dari Bandara Sam Ratulangi, Manado,
36
17 - 23 April 2017
Sulawesi Utara, ke delapan kota di Cina. ‘’Wisatawan Tiongkok banyak sekali menuju ke Sulawesi Utara di Bandara Sam Ratulangi karena telah dibuka direct flight dari beberapa kota di Cina, sehingga memudahkan mereka untuk berkunjung ke Indonesia,’’ kata Suhariyanto. Jumlah turis asal Tiongkok yang mengunjungi Indonesia pada Februari tahun ini naik 19,9 persen dari kurun yang sama tahun lalu yang tercatat 161.824 orang. Suhariyanto menjelaskan, jumlah wisatawan mancanegara yang selama Februari mengunjungi Indonesia lewat 19 pintu utama dan luar pintu utama, seperti pos lintas batas, sebanyak 957.583 wisatawan. Rinciannya 21,31 persen dari Tiongkok, 10,60 persen dari Australia, 10,48 persen dari Malaysia, 9,76 persen dari Singapura dan 4,29 persen
dari Jepang. Jika dibandingkan dengan jumlah turis mancanegara yang datang ke Indonesia pada Februari tahun 2016 yang tercatat 888,31 ribu, jumlah wisatawan luar negeri yang berkunjung ke Indonesia bulan Februari tahun ini naik 7,80 persen. Namun jika dibandingkan dengan Januari 2017, jumlahnya menurun 7,29 persen. Menurut data BPS, 863,51 ribu wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia melalui 19 pintu utama dan 94 ribu lainnya melalui luar 19 pintu utama seperti pos lintas batas. Kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi terjadi di pintu masuk utama Bandara Sam Ratulangi (233, 49 persen) disusul Bandara Husein Sastranegara di Jawa Barat (57,36 persen) dan Bandara Sultan Syarif Kasim II Riau (39,80 persen).
MBP/dok
Wiasatawan Asia saat menikmati panorama kaldera Gunung Batur, Kintamani.
Sementara itu, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Indonesia pada Februari 2017 rata-rata 52,57 persen atau naik 0,42 poin dibandingkan bulan yang sama tahun 2016 dan naik 1,91 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Selain mempromosikan objek wisata budaya, Indonesia mempromosikan wisata bahari ke komunitas pelayar di Selandia Baru, yang dikenal sebagai negeri pelayar dan daerah persinggahan pelayar dunia. Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana di Jakarta, pekan lalu, mengatakan promosi Wonderful Indonesia ke komunitas pengguna kapal pesiar juga ditujukan untuk mempromosikan Wonderful Sail2Indonesia dengan jalur layar menuju Sail Sabang 2017. Lewat kegiatan promosi wisata itu, kementerian ingin menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan jalur layar, perizinan, lama tinggal dan lokasi pilihan dan waktu-waktu yang tepat bagi para yachter untuk mengunjungi Indonesia.
Komunitas yachter biasanya tiba di Auckland, Whangarei, dan Opua pada April untuk menikmati keindahan dan kenyamanan iklim Selandia Baru. Indonesia memanfaatkan kesempatan itu untuk promosi wisata bahari. ‘’Dengan kebiasaan yang sudah berlangsung puluhan tahun ini maka kita bisa menyimpulkan bahwa kesempatan untuk melakukan promosi di Selandia Baru adalah pada Maret, April, atau Mei, karena setelah bulan ini mereka akan bergerak ke utara menuju Sidney, Cairns, dan Darwin untuk melintasi Indonesia ke Asia,’’ kata Pitana. Ia menjelaskan bahwa setelah kegiatan promosi pada 2016, animo pelayar Selandia Baru berkunjung ke Indonesia meningkat, namun tidak mengelaborasi peningkatan itu secara rinci. ‘’Oleh sebab itu Promosi dan Koordinasi Organizer Indonesia dengan Organizer Selandia Baru menjadi hal yang penting dan harus dilaksanakan sesuai dengan misi dan visi serta demi suksesnya Sail Sabang 2017,’’ katanya.
Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Asia dan Pasifik Vinsensius Jemadu mengatakan promosi Wonderful Indonesia pada komunitas yachter di Auckland, Opua, dan Whangarei dilaksanakan pada 30 Maret hingga 5 April 2017. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Selandia Baru adalah pasar wisata potensial yang belum tergarap optimal. ‘’Tahun ini kami akan semakin serius menggarap pasar di Selandia Baru karena potensi masyarakatnya yang memiliki tingkat kesejahteraan tinggi dengan jumlah outbond yang lebih besar daripada jumlah penduduk,’’ katanya. Ia menambahkan, selama ini Selandia Baru belum dianggap sebagai satu pasar, tetapi masih dianggap sebagai satu pasar dengan Australia. Pada 2015 wisatawan Australia yang berkunjung ke Indonesia mencapai 1.026.239 orang dan angka kunjungan naik hingga berkisar 1.400.000 orang pada 2016. lNikson 17 - 23 April 2017
37
PARIWISATA
MBP/dok
Pariwisata Badung terkenal hingga ke mancanegara. Bahkan, wisatawan yang berplesiran ke Bali mendaratkan kaki pertama di kabupaten ini dan menetap di seputaran Kuta, Legian, dan Nusa Dua yang selama ini menjadi destinasi favorit.
Sejahterakan Rakyat
P
emerintah Kabupaten Badung bertekad memajukan masyarakatnya dengan sejumlah program yang digratiskan. Pemberdayaan masyarakat desa, kesehatan gratis dan pendidikan gratis merupakan program yang tentunya membutuhkan banyak modal. Seperti halnya setiap desa di Badung dibantu
38 17 - 23 April 2017
PHR Jadi Sasaran melalui dana penyisihan 10 persen Pajak Hotel dan Restoran (PHR), di mana per desa bisa mendapat dana hingga Rp 14 miliar. Badung yang bertumpu pada pariwisata tentunya akan memanfaatkan sektor tersebut sebagai mesin uang untuk mewujudkan masyarakat Badung yang sejahtera. Terbukti, pada tahun 2016 APBD Badung hanya sebesar
Rp 4,1 triliun dan tahun 2017 ini meningkat menjadi Rp 5,4 triliun. Meningkatnya APBD ini tidak terlepas dari PAD yang sebagian besar bersumber dari PHR. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mendulang PHR. Pemerintah setempat pun telah memasang tapping box yang dilengkapi web service di setiap wajib pajak untuk mencegah adanya kebocoran.
AKTIVITAS Namun, teknologi itu dirasakan belum cukup. Kabupaten terkaya di Bali ini pun memanfaatkan tenaga manusia untuk mengawasi, sehingga tidak ada wajib pajak yang bermain. Kepala Badan Pendapatan Daerah dan Pasedehan Agung, Made Sutama, mengakui akan memperkuat teknologi yang telah dimanfaatkan dengan memanfaatkan tenaga manusia untuk meningkatkan pendapatan PHR. Kebijakan ini sesuai instruksi Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta. “Ya... perintah Bapak Bupati itu bagus dan tegas. Untuk menindaklanjuti perintah pimpinan kami akan mengoptimalkan dulu SDM yang telah ada sambil mengevaluasi tugas-tugas yang telah dilaksanakan selama ini,” ujarnya. Menurutnya, pengawasan langsung ke wajib pajak ini untuk memaksimalkan pemasukan Badung dari pajak hotel dan restoran. Sehingga target APBD Badung tahun 2018 sebesar Rp 6 triliun hingga Rp 7 triliun dapat terealisasi. “Tapping box dan web service sudah terbukti mampu mendongkrak PHR Badung. Untuk lebih memaksimalkan lagi akan dibackup SDM untuk mengawasi wajib pajak,” terangnya. Pejabat asal Pecatu ini optimis target peningkatan pendapatan daerah tercapai. Pihaknya akan berusaha untuk mencapai target terbut. “Kami akan koordinasikan dengan para pimpinan organisasi perangkat daerah yang ada di Kabupaten Badung, karena kami tidak bisa bekerja sendiri, dan perlu adanya koordinasi dengan instansi lain, namun kami tetap optimis target itu bisa dicapai,” ungkapnya. Sebelumnya, pada tahun 2016 APBD Badung hanya sebesar Rp 4,1 triliun dan tahun 2017 ini meningkat
menjadi Rp 5,4 triliun. Meningkatnya APBD ini tidak terlepas dari PAD yang sebagain besar bersumber dari pajak hotel dan restoran. “Tim di internal harus solid. Jika tim kompak di perangkat daerah yang kita pimpin maka, target yang ingin dicapai astungkara bisa diwujudkan,” paparnya. Disebutkan, peningkatan APBD tersebut guna memberdayakan masyarakat desa, pendidikan dan kesehatan. Setiap desa di Badung dibantu melalui dana penyisihan 10 persen PHR, di mana per desa bisa mendapat dana hingga Rp 14 miliar. Untuk Pendidikan pemerintah menggelontor anggaran hingga Rp 1 triliun lebih begitu juga dengan sektor kesehatan juga mengglontor anggaran nyaris sama dengan sektor pendidikan. Bupati Giri Prasta, dalam pelantikan pejabat eselon IIb mengintruksikan Bapeda untuk menyiapkan tenaga pengawas wajib pajak. “Kita tidak boleh hanya mengandalkan alat saja, perlu adanya tenaga pengawas,” sebutnya. Tenaga pengawas yang ditugaskan, kata pejabat asal Desa Pelaga, Petang ini akan mengawasi seluruh wajib pajak di wilayahnya. Bahkan, bupati menginginkan tidak ada wajib pajak yang terlepas dari pengawasan. “Jumlah wajib pajak dibagi jumlah pengawas, jadi mereka tidak main-main, dan harus dicek setiap saat,” tegasnya. Seperti diketahui, keterbatasan tenaga Bapenda dalam bidang pengawasan kerap dimanfaatkan oleh wajib pajak. Alat tapping box atau perekam transaksi yang dipasang di kasir pun kerap diakali dengan mencopot dan menggeser jika wajib pajak nakal. Sehingga transaksi tidak terekam. Inilah yang membuat potensi pajak melayang. l Parwata
MBP/ist
UNHI - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) menggelar temu wirasa dalam rangkaian hari raya Nyepi Tahun Çaka 1939. Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Dr. A.A. Ngurah Gede Sadiartha, S.E., M.M. bersama civitas akademika Unhi mengundang Koordinator Kopertis Wilayah VII Bali dan Nusa Tenggara, Prof Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. Hadir juga pada kesempatan ini Rektor Unhi Denpasar, Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. Kegiatan yang dipusatkan di kampus Unhi, Jumat (31/3) diisi dengan paparan dan diawali dengan ramah tamah.
MBP/ist
PEMKAB BADUNG - Menyambut hari raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung yang dipimpin Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dan Wabup Ketut Suiasa beserta segenap jajaran pimpinan Organisasi perangkat daerah dan staf di Lingkungan Pemkab Badung mengucapkan, selamat melaksanakan hari raya Galungan dan Kuningan pada tanggal 4 April 2017 dan 15 April 2017 pada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung yang merayakannya hari besar keagamaan itu. Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta mengatakan bulan Maret dan April ini merupakan bulan penuh berkah, karena umat Hindu di Bali melaksanakan hari raya Nyepi, Galungan dan Kuningan.
17 - 23 April 2017
39
AKTIVITAS
MBP/ist
BUPATI BADUNG - Bupati Badung melantik dan mengambil sumpah tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Eselon IIB di ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (3/4). Pelantikan disaksikan Wabup I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Forkompinda Badung, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Kepala Perangkat Daerah, Ketua TP PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Ketua Gatriwara Ny. Ayu Parwata dan Ketua DWP Ny. Nesya Yoga Segara.
MBP/ist
BUPATI KARANGASEM - Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa mengucapkan “Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan� untuk umat sedharma. Dalam momentum hari kemenangan dharma melawan adharma yakni Hari Raya Galungan, Rabu (5/3) dan Kuningan, Sabtu 15 April mendatang orang nomor satu dan nomor dua di Kabupaten Karangasem itu mengajak seluruh lapisan masyarakat memaknai hari raya tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kesucian dan sradha bhakti.
MBP/ist
GIRI PRASTA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menerima Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa MBP/ist
WABUP BADUNG - Menjelang perayaan hari raya Galungan dan Kuningan, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa memimpin sidak ke sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Badung, Kamis (30/3). Langkah ini guna memastikan terjaminnya persediaan pangan dan stabilitas harga. Sidak yang melibatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Badung menyasar sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Mambal, Pasar Mengwi dan Pasar Kuta.
Pemerintah (LKPP) RI di Puspem Badung, Kamis (30/3). Kunjungan LKPP ke Kabupaten Badung ini dalam rangka menindaklanjuti kerja sama yang telah dibangun antara Pemkab Badung dengan LKPP. Dalam penerimaan tersebut, Bupati didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dewa Made Apramana dan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa I Gusti Made Dwipayana.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
40 17 - 23 April 2017
PEMKAB KLUNGKUNG - Guna membantu meringankan beban masyarakat dalam memperingati hari raya Nyepi, Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung menyelenggarakan pasar murah yang diprakarsai ibu-ibu Darma Wanita Kabupaten Klungkung. Kegiatan pasar murah ini dilaksanakan di halaman belakang Kantor Bupati Klungkung, Jumat (31/3). Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Gde Putu Winastra mengatakan, tujuan dari dilaksanakannya pasar murah ini untuk membantu masyarakat dalam menghadapi hari raya Nyepi, Galungan dan Kuningan. BUPATI BULELENG - Bertepatan dengan Buda Kliwon Wuku Dungulan, Rabu (5/4) segenap umat Hindu merayakan Hari Suci Galungan dan Sabtu (15/4) Wuku Kuningan merayakan Hari Suci Kuningan. Kedua hari raya yang jatuh setiap enam bulan sekali itu membawa pesan untuk mengingatkan agar kita melihat catatan perjalanan ke belakang (mulat sarira), mengevaluasi seberapa jauh langkah kita yang telah sesuai dengan dharma. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. dan Wakil Bupati dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Senin (3/4) menyampaikan selamat merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh masyarakat Buleleng, khususnya yang beragama Hindu.
REI - Memasuki usia ke-45, Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) akan menggelar gala dinner puncak HUT di GWK pada 1 April. Mengambil tema ‘’REI Garda Terdepan Membangun Rumah Rakyat’’, rangkaian HUT REI akan diisi dengan kegiatan sosial berupa bedah rumah. Kali ini diserahkan 28 unit bedah rumah. Ketua Panitia HUT ke-45 REI Hervian Tahier didampingi Ketua Pelaksana HUT ke-45 REI yang juga Ketua DPD REI Bali Agung Ariawan, Kamis (30/3) mengatakan dalam gala dinner puncak perayaan HUT akan dilakukan sejumlah penandatanganan kerja sama.
UNDIKNAS - Undiknas University dipercaya sebagai tuan rumah workshop internasional soal pengurangan risiko bencana se-Asia Tenggara, Kamis (30/3). TWINSEA International Workshop Lesson Learnt and Outlook ini bertemakan ‘’Enching Resilienace in Indonesia and South East Asia Cities through Low Regert Adaptation Measures’’ diikuti 140 delegasi dari tujuh negara. Workshop terselenggara atas dukungan ICIAR LIPI, United Nations University (UNU)-EHS (Institute for Enviromental and Human Security) dan Udiknas, dibuka Ketua LIPI Iskandar Zulkarnain di Aula Dwi Tunggal Undiknas.
17 - 23 April 2017
41
A KT I V I TA S
MBP/ist
BANJAR PEMEDILAN - Banjar merupakan unit terkecil dari desa adat/pakraman di Bali sebagai pusat kegiatan interaksi sosial antarwarga banjar. Selain itu, banjar berfungsi sebagai benteng terakhir dalam mempertahankan adat dan budaya Bali, serta menjaga keamanan dan kenyamanan desa. Oleh karena itu, peran banjar beserta perangkat dan strukturnya sangat penting dalam menjaga keamanan. Salah satu banjar yang melakukan hal tersebut adalah Banjar Pemedilan, Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat, di bawah Klian Adat Ida Bagus Cahya Kusuma yang membawahi klian penyarikan/sekretaris, klian petengen/ bendahara, prajuru adat/bagian adat dan klian petajuh/pembantu umum Banjar Adat Pemedilan.
MBP/ist
WALI KOTA DENPASAR - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara di sela-sela kegiatan kemasyarakatan dan kepemerintahan menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar, khususnya yang beragama Hindu.
MBP/ist
P3I - Dipilihnya Bali sebagai lokasi digelarnya event internasional bertajuk Konferensi Pengusaha Periklanan se-ASIA mendapat dukungan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Hal ini disampaikan secara langsung oleh orang nomor satu di Bali ini, saat menerima audensi rombongan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) yang dipimpin oleh Ketua Umum P3I Pusat Harris Thajeb di ruang rapat Gubernur Bali, Jumat (31/3).
42 17 - 23 April 2017
MBP/ist
DPRD KARANGASEM - DPRD Karangasem sudah menjadwalkan rencana pembahasan revisi perda galian C yang drafnya sudah diterima eksekutif. Mengingat urgennya perda tersebut untuk kepentingan pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD), dewan bahkan menargetkan pembahasan perubahan perda sudah tuntas April ini. Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi, Kamis (30/3) mengatakan, draf perubahan Perda No. 10 tahun 2010 tentang Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan itu sudah dirapatkan pada forum Bapemperda.
MBP/ist
WABUP BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa menerima Laporan Evaluasi Hambatan Kelancaran Pembangunan Pada Permasalahan Pengelolaan Penerangan Jalan Umum Under Pass Simpang Dewa Ruci dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Bali, Jumat (31/3). Turut hadir Plt. Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Wayan Weda Dharmaja, perwakilan dari BPKP Bali Doso Sukendro dan Wiewie Sukma Wijaya.
MBP/ist
WABUP BANGLI - Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta membuka acara Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Çaka 1939 yang dilaksanakan di lapangan depan Kantor Bupati Kamis (30/3). Dalam kegiatan itu antara lain hadir Sekda Ida Bagus Gede Giri Putra, Ketua Dharma Wanita Bangli, Ketua WHDI Bangli, Kajari Bangli, Dandim 1626/Bangli PHDI dan para sulinggih se-Kabupaten Bangli.
MBP/ist
KOTA GIANYAR - Semarak peringatan hari jadi ke–246 MBP/ist
STIKES WIRA MEDIKA - Tahun ini Stikes Wira Medika PPNI Bali terpilih utnuk mengirimkan tiga mahasiswa berprestasi dalam mengikuti program Japan East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS), yakni program pertukaran pelajar ke Jepang yang diinisiasi oleh
Kota Gianyar Tahun 2017, kini mulai terasa. Mengawali seluruh rangkaian kegiatan, dilaksanakan Car Free Day (CFD) Special Hari Jadi Kota Gianyar, Minggu (2/4) di Taman Kota Ciung Wanara Gianyar dan Lapangan Astina. Lautan manusia nampak memadati kegiatan CFD Spesial
pemerintah Jepang dan diselenggarakan pada tanggal 28
Hari Jadi Kota Gianyar yang dimeriahkan dengan beberapa
Februari hingga 7 Maret 2017. Kegiatan JENSYS ini rutin
kegiatan, seperti jalan santai sehat, Gianyar Kuliner Festi-
diadakan setiap tahun dan diikuti oleh 10 negara di ASIA
val, Pasar Tani Murah serta lomba ketangkasan anjing dan
Pasific, salah satunya Indonesia.
pemberian vaksin gratis.
17 - 23 April 2017
43
TRADISI
”Ngoncang”, Warisan Budaya Agraris
N
goncang dikenal sebagai warisan budaya agraris. Dulu, ngoncang dilakukan saat musim panen padi. Sejalan dengan perubahan zaman dan lahan pertanian makin menyempit, tradisi ini terancam punah. Warga Banjar Adat Paketan, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng kompak melestarikan warisan leluhur ini melalui lomba ngoncang antar-Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Paket Agung bertepatan dengan hari Pangerupukan, Senin (27/3) lalu. Melalui lomba ini diharapkan ada peningkatan pemahaman tentang makna ngoncang. Dengan demikian muncul kepedulian bersama melestarikan tradisi ini dan memahami filosofinya. Tokoh masyarakat setempat, Jro Mangku Putu Gede Merta mengatakan, khusus di Banjar Adat Paketan kebiasaan ngoncang diperkirakan sudah ada sejak tahun 1876 silam. Pada masa itu ngoncang dilakukan kaum perempuan sebagai ungkapan syukur sekaligus hiburan setelah masa panen padi berlimpah. Tidak heran kala itu, warga menyimpan ketungan dan lu. Tidak saja untuk ngoncang, ketungan dan lu itu difungsikan untuk menumbuk padi secara bersama-sama. Selain fungsi aslinya, ngoncang dipercaya sebagai upaya menolak bala pada saat terjadi gerhana. Selain itu, perkembangan fungsi dan kepercayaan ngoncang mulai berkembang dengan melakukan ritual ngoncang ketika akan menggelar upacara manusa yadnya dan dewa yadnya. “Dari referensi dan penuturan tokoh di wilayah kami, ngoncang sudah ada sekitar 1876 dan waktu itu hampir semua warga memiliki ketungan dan lu. Akan tetapi sekarang tinggal sekitar 19 buah saja karena sudah banyak hilang,” kataya. Ketua panitia Gede Aria menga-
44 17 - 23 April 2017
takan, baru pertama kali pihaknya melaksanakan lomba ngoncang, bertepatan dengan Pangerupukan Nyepi. Dari lomba perdana ini ada delapan kelompok yang tampil mewakili masing-masing RT. Panitia menunjuk dewan juri yang berlatar belakang seniman dan tokoh masyarakat yakni Putu Mahendra, Made Pasca Wirasuta, dan Putu Tegeh Kertiyasa. Delapan grup ngoncang tidak saja dinilai dari lantunan irama saat memukul ketungan berukuran panjang dengan lu, tetapi juga menitikberatkan pada ketepatan waktu ngoncang selama lima menit, kekompakan, seragam dan penggunaan properti yang dibawa berkaitan dengan budaya ngoncang itu sendiri. “Sebagai generasi muda kami terpanggil melestarikan ngoncang karena tradisi ini belum banyak yang tahu. Dengan lomba ini kami yakin akan membuka ruang untuk melestarikan tradisi ngoncang yang menjadi kebanggaan kami,” jelasnya. Terkait lomba ngoncang yang digagas generasi muda di daerahnya, Jro Mangku Putu Gede Merta menyambut baik upaya itu. Melalui lomba ini dia mengajak melestarikan ketungan dan memahami filosofi ngoncang. Sementara itu, Klian Desa Pakr aman s ek alig u s K ep ala D in as pariwisata (Dispar) Buleleng Jro Nyoman Sutrisna mengatakan, tradisi ngoncang belakangan ini sudah mulai dikenal setelah dipentaskan melalui beberapa kegiatan yang digagas pemerintah daerah. Pengenalan melalui lomba atau pementasan secara massal diakuinya penting, sehingga ngoncang yang menjadi budaya masyarakat agraris itu tetap eksis. Untuk itu, lomba yang digagas Banjar Adat Paketan itu sangat tepat. l Mudiarta
Warga Banjar Adat Paketan, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng melestarikan tradisi ngoncang melalui lomba pada saat Pangerupukan, Senin (27/3) lalu.
17 - 23 April 2017
45
HIBURAN
Jaya Pangus ”Mewali”
N
ama Jaya Pangus di belantika musik pop Bali sudah tidak asing lagi. Ia pernah booming dengan beberapa karyanya yang hingga kini masih menjadi ingatan di kalangan penikmat musik pop Bali. Beberapa karyanya yang masih diminati seperti “Togog Batu”, “Suwir Wir Mesuwir”, “Metepuk Asibak Lima”. Setelah sekian lama tak terdengar kabarnya, kini di tahun 2017, Jaya Pangus kembali hadir menyapa para penggemarnya dengan merilis single terbarunya yang berjudul “Mewali”. “Astungkara setelah sekian lama saya absen dalam berkarya karena masih fokus dalam merintis usaha keluarga, akhirnya saya bisa kembali menyapa penggemar musik pop Bali dan juga para penggemar saya dengan single “Mewali” ini. Jadi yang selama ini menantikan kehadiran saya di belantika musik pop Bali bisa kembali terobati,” ungkap Jaya Pangus belum lama ini. Single “Mewali” diciptakan sendiri menggandeng Dek Artha untuk mengaransemen singlenya tersebut. Single “Mewali” menceritakan tentang kembalinya seorang Jaya Pangus untuk meramaikan belantika musik pop Bali setelah sekian lama vakum. Kembalinya seorang Jaya Pangus tidak lepas dari perkembangan musik pop Bali yang cukup pesat, sehingga memunculkan kembali semangat berkarya. “Perkembangan musik pop Bali saat ini sangat positif dan juga kreatif. Hal itu membuat saya tergerak kembali untuk meramaikan belantika musik pop Bali saat ini,” ujar pria kelahiran Badung, 23 Maret 1983 ini. Ia pun berharap ke depan bisa terus berkarya serta menghibur para penggemar. “Saya sangat senang bisa kembali berkarya. Semoga saja kehadiran saya kembali berkarya bisa menghibur penggemar musik pop Bali, khususnya para penggemar setia saya,” pungkas pemilik nama lengkap I Ketut Pasek Jaya Saputra tersebut. Sekadar diketahui, Jaya Pangus telah merilis tiga album solo seperti “Suwir Wir Mesuwir”, “Sasih Karo” dan “Puputan Renon”. Selain itu beberapa album kompilasi pernah ia dukung di bawah naungan Januadi Record. l Winata
46 17 - 23 April 2017
MBP/ant
Dian Sastrowardoyo bersama Christine Hakim dalam konferensi pers film “Kartini” di Jakarta, belum lama ini.
Perankan Kartini
Dian Sastro Sempat Khawatir RASA khawatir bisa menyerang siapa saja, termasuk aktris Dian Sastrowardoyo. Dian tak menampik munculnya kekhawatiran kala harus memerankan tokoh Kartini. “Aku penggemar beratnya (sosok) Kartini. Memang ini tugas yang sangat besar buat siapapun. Hanya, kalau aku terlalu mengkhawatirkan apa yang membuat aku panik, itu enggak terlalu produktif jadinya,” ujar Dian dalam konferensi pers di Jakarta, belum
lama ini. Namun, alih-alih terjebak rasa khawatir, dia memilih menenangkan diri sembari berdoa dan mempersiapkan berbagai hal yang menunjang perannya. “Jadi akhirnya, aku tenang saja, berdoa, jalani apa yang harus aku lakukan untuk mempersiapkan diri,” kata Dian. Belum lama ini Dian bersama sejumlah aktor dan aktris tanah air seperti Acha Septriasa, Ayushita Nugraha,
Christine Hakim, Djenar Maesa Ayu, Reza Rahadian, Denny Sumargo, dan lainnya, terlibat dalam film terbaru besutan sutradara Hanung Bramantyo, berjudul “Kartini”. Memerankan tokoh Kartini, Dian mengaku mempersiapkan diri secara serius, salah satunya membaca semua referensi pustaka soal Kartini. l Kmb 17 - 23 April 2017
47
PROPERTI
Perumahan Bersubsidi Menjamur
48 17 - 23 April 2017
D
i sejumlah desa dan kelurahan di Jembrana, banyak bermunculan perumahan bersubsidi. Di antaranya berada di atas lahan pertanian yang masih produktif. Maraknya alih fungsi lahan dengan tujuan untuk perumahan bersubsidi diharapkan menjadi perhatian pemerintah. Pengendalian daerah permukiman ini harus mengacu pada Peraturan Daerah (perda) nomor 5 tahun 2015 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B). Dalam Perda ini tertuang luas areal lahan pertanian ditetapkan untuk menjaga ketahanan pangan. Anggota Komisi B DPRD Jembrana, I
Ketut Catur, Minggu (2/4) lalu mengatakan perkembangan permukiman tidak menggerus lahan produktif. Apalagi perlindungan lahan itu telah dipayungi dengan Perda sejak tahun 2015 lalu. Dengan adanya penetapan luas lahan pertanian pangan berkelanjutan, dapat mengerem alih fungsi lahan terutama untuk permukiman. Kendati saat ini Jembrana masih swasembada beras, tetapi diharapkan pemerintah tidak lengah. Optimasi lahan pertanian juga perlu digembleng melalui upaya intensifikasi, eksentifikasi dan diversifikasi lahan pertanian pangan. Dewan asal Lelateng ini juga mengapresisasi sejumlah subak yang secara tegas menetapkan batasan lahan agar
tidak tergerus alih fungsi lahan. Namun, semestinya upaya subak ini juga mendapat sokongan dari pemerintah. Jangan ada kebijakan bertentangan antara Subak dan pemerintah. Tertuang di Perda PLP2B itu luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan sesuai Rencana Tata Ruang dan Wilayah seluas 7.498,12 hektar yang tersebar di lima kecamatan. Rincian lahan inti itu, di Kecamatan Melaya seluas 1.201,56 Ha, Kecamatan Negara kurang lebih 1.508,49 Ha, Kecamatan Jembrana seluas 1.304,14 Ha, Kecamatan Mendoyo 2.641,50 Ha dan Kecamatan Pekutatan seluas 842,43 Ha. l Surya Darma
Salah satu pembangunan perumahan bersubsidi di Desa Yehsumbul, Mendoyo. Sebelumnya, di sekitar lahan ini merupakan lahan pertanian.
17 - 23 April 2017
49
TA K S U
Gusti Ngurah Putra
K
Pelestari Tari Cak
abupaten Gianyar memang dikenal sebagai daerah seni. Seniman-seniman kawakan banyak berasal dari daerah ini. Salah satunya, Gusti Ngurah Putra, seniman pelestari seni tari cak. Bakat seni yang dimiliki seniman kelahiran Desa Bona ini sudah muncul sejak kecil. Seniman yang selalu berpenampilan sederhana dan santun ini mengaku, kemampuan menguasai tari cak didapatnya dari belajar secara informal. Bagi Gusti Ngurah Putra, hidup berkesenian merupakan panggilan jiwa untuk bisa ngaturang ngayah sebagai wujud pengabdian dan kontribusi dalam melestarikan seni dan budaya. Ia mulai belajar seni tari cak Bona dari gurunya, almarhum Gusti Gede Mundeh dan Gusti Lanang Rai. Ketertarikan pada seni tari cak karena seringnya melihat pementasan tari cak di tempat kelahirannya, Desa Bona, Gianyar. Selain itu, ia senang melihat gerak tari cak yang indah dengan suara riuh keluar dari para penari yang jumlahnya banyak. Hampir setiap hari selepas pulang sekolah ia dilatih menari cak berikut dengan kilitan suara cak dari sang guru. Setelah mendapat gemblengan yang intensif, tanpa membutuhkan waktu lama akhirnya ia berhasil menguasai tidak hanya tarian cak, tetapi tarian Rahwana, Rama, Sita dan Anoman yang mengiringi setiap pementasan tarian cak. Setelah mantap dengan kemampuan dan keahliannya, akhirnya Gusti Ngurah Putra tumbuh menjadi seorang seniman yang memiliki pakem dan karakteristik yang kuat. Sejak saat itu pula Gusti Ngurah Putra bergabung dengan kelompok cak di Desa Bona. Bagi Gusti Ngurah Putra, ketertarikannya terjun sebagai seniman cak bukan semata-mata didorong oleh keinginan diri untuk meneruskan warisan kesenian para leluhur di Desa Bona. Ada hal lain yang membuat ayah tiga anak ini jatuh cinta pada kesenian cak. Gerakan dan karakter suara yang bervariasi yang timbul serta nilai filosofi tinggi yang terkandung di dalamnya, menggugah ketertarikannya untuk mendalaminya. Dari aspek sosial, Gusti Ngurah Putra juga dapat ngaturang
50 17 - 23 April 2017
ayah kepada Tuhan sekaligus sebagai media sosialisasi untuk lebih mendekatkan dirinya dengan masyarakat. Tentu hal tersebut menjadi kepuasan batin tersendiri bagi Gusti Ngurah Putra. Sejak tahun 1970, Gusti Ngurah Putra mulai mengembangkan tari cak ke luar Desa Bona. Diawali dengan mengajar tari cak di Banjar Pande, Kuta. Permintaan tersebut datang dari tokoh masyarakat Kuta, almarhum Made Sumer. Pada saat itu Gusti Ngurah Putra mengajar tari cak bersama sang mertua hingga mampu melahirkan sekaa cak di Kuta. Tidak hanya di Kuta, permintaan mengajar tari cak terus datang dari Legian, Mengwi, Ubud, Singakerta, Tabanan dan daerah lainya di Bali sehingga dapat melahirkan puluhan sekaa cak. Untuk ini, kerap kali Gusti Ngurah Putra diberikan punia sebagai bentuk balas jasanya sebagai seorang pengajar. Namun ia menolaknya. Bagi Gusti Ngurah Putra, mengajar seni yang dilakoninya semata-mata berlandaskan pengabdian dan semangat ngayah kepada masyarakat agar kesenian tari cak bisa tetap lestari ke depannya. Gusti Ngurah Putra menuturkan, tari cak muncul di Desa Bona, Gianyar pertama kali tahun 1917. Kesenian yang dimainkan banyak penari ini lahir ketika warga Bona di serang wabah penyakit. Atas petunjuk sastra, maka dihaturkan sesajen di Pura Puseh, Bona. Ketika itu banyak warga kesurupan dan menari di atas api sehingga menimbulkan suara gaduh riuh. Dari suara tersebut diambil kesimpulan pada satu titik, yaitu suara cak dan terus berkembang menjadi kesenian tarian cak. Pada zaman itu, tari cak juga berfungsi menghambat penjajahan karena pada waktu itu banyak penjajah yang ikut terlena menyaksiskan tari cak, bahkan sampai memberikan saweran kepada penari. Tahun 1940, terjadi penjajahan Jepang dan cak Bona pun mati suri. Baru tahun 1945 tari cak kembali bangkit, dimana kerap tampil menyambut tamu di Istana Presiden Tampak Siring. Tahun 1960 tari cak Bona mengalami pergeseran ke tari janger dan drama gong. Tahun 1967 tari cak mulai muncul dengan sekehe cak pertama, yaitu Ganda Wisma.
Proses sebelum menjadi seorang seniman di Bali, erat hubungan dengan upacara pewintenan. Sesuai keyakinan dan kepercayaan, Gusti Ngurah Putra pun menjalankan proses tersebut dengan tulus ihklas. Dia menjalani pawintenan dari tingkat nista hingga utama dengan sebelumnya malukat ke segara dan Tampak Siring. “Proses secara niskala sangat penting untuk membersihkan diri sehingga seniman memiliki kekuatan taksu dalam diri. Pawintenan mutlak dilakukan agar dalam melakoni kegiatan seni tidak mendapatkan halangan apapun,� jelasnya dan mengaku merasakan kekuatan dan energi positif muncul ketika menjalankan aktivitas berkesenian setelah menjalani proses pawintenan. Setelah berpuluh puluh-tahun ngayah, Gusti Ngurah Putra sangat berharap agar tarian cak tetap lestari. Generasi muda dan masyarakat diharapkan mau belajar tarian cak karena begitu banyak manfaat dan nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya. Tidak hanya itu, pemerintah pun diminta menyediakan banyak wadah dan event pegelaran agar kesenian cak bisa terus berkembang dan ajeg sebagai warisan budaya adiluhung Bali bersama kesenian Bali lainnya. l Gus Artha/Bali TV
181 |17 - 23 April 2017
Saatnya BUMDes Miliki Saham Investasi
RP 20.000