179 |3 - 9 April 2017
Bali ”Impor” Keperluan Upakara
RP 20.000
DAFTAR ISI OPINI lPilkada dan Demokrasi Pancasila 6 BALI SEPEKAN lKeropos, Jembatan Kuning Desa Kerta Ditutup 7 LAPORAN UTAMA l Rentetan Hari Raya Bali ”Impor” Keperluan Upakara 8
l Puluhan Ton Janur Masuk Bali 9 l Pilih Beli yang Sudah Jadi 10 POLITIK lPemilu 2019, 73 Parpol Terdaftar 16 lKritik Menyasar KPK 17 KIPRAH REMAJA lJuara Pidato Berbahasa Inggris dan Film Pendek 18 MANCANEGARA l Teror di Eropa Belum Usai 20 KESEHATAN l Problematika, Penanggulangan Rabies 24
LENSA l Mapatung 26
OLAHRAGA l Menjadi Juara Dunia 27 PARIWISATA l Sampah Selalu Jadi Masalah 38 TRADISI l ’’Siyat Sampian’’ di Pura Penataran Sasih
Rutin Digelar Tiap Padudusan 47
HIBURAN l Kiky Amalia, Bangga Jadi Penyanyi Bali 48 TAKSU l Dr. Gde Artawan, M.Pd.
Abdikan Diri Dalam Sastra Modern 50
3 - 9 April 2017
3
DARI PEMBACA
Membangun Pasar Induk Pertanian S
ebagai salah seorang pembaca Bali Post, saya tertarik menyikapi rencana dan usulan pembangunan pasar induk pertanian di Bali. Ide yang kembali dimunculkan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali ini tentu layak dipertimbangkan bersama dan secara pribadi saya menilainya sangat layak diwujudkan. Ide ini walaupun bukan tergolong baru, namun mendesak untuk diwujudkan di Bali. Saya berharap para pemimpin di Bali jangan melewatkan waktu kekuasaan hanya dengan menghitung pengelolaan anggaran dan melakukan kebijakan-kebijakan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan politik. Kini saatnya, para pemimpin duduk bersama mewujudkan pasar induk pertanian, mengingatkan pasar ini memiliki arti strategis bagi Bali. Selama ini pemasaran produk pertanian Bali tak jelas. Bahkan ada kecenderung produk pertanian didatangkan dari luar Bali. Padahal dengan jumlah hotel yang sedemikian banyak di Bali dan tingginya kegiatan upacara keagamaan yang membutuhkan produk pertanian, Bali bisa memfasilitasi hal itu. Saya sangat berharap HKTI Bali bisa melakukan pendekatan dan mengakomodasi programnya ini. Waktu kepengurusan yang baru ini hendaknya lebih fokus membangun hal-hal mendasar untuk pembangunan di sektor pertanian. Intinya, mungkin sebagaian besar warga Bali berharap ada pasar induk pertanian yang jelas, setidaknya bisa populer seperti pasar ternak Beringkit. Saya menunggu langkah nyata HKTI Bali dalam mewujudkan pasar induk pertanian di Bali. Wayan Purnama Gianyar, Bali
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana Sugiartha Redaksi Dira Arsana, Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Diah Dewi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Sosiawan. Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
3 - 9 April 2017
4
Siapkan Generasi Pemimpin Bali GERAKAN generasi muda Bali dalam berbagai hal mulai bangkit. Ini adalah momentum untuk mengawal Bali secara lebih terencana. Tak hanya dalam organisasi tingkat nasional, generasi muda Bali juga aktif di tingkat wilayah untuk membangun solidaritas. Begeraknya organisasi muda Hindu ini merupakan indikasi adanya kebangkitan dan kesadaran generasi muda Bali menjaga wilayah dan agama Hindu. Menyikapi hal ini, banyak kalangan berharap agar pemimpin Bali ke depan memiliki visi yang sama dengan generasi muda Hindu Bali. Pemimpin Bali wajib menyiapkan kaderisasi pemimpin yang memiliki mentalitas nasionalis namun tetap memiliki karakter Hindu. Tak hanya itu, calon pemimpin Bali juga harus diterima generasi muda Bali, agar perencanaan masa depan Bali sejalan dengan agenda–agenda pembangunan Bali berkelanjutan. Hal itu terungkap saat Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat terkait dengan keberpihakan kandidat pemimpin Bali ke depan terhadap generasi muda Bali. Pada jajak yang dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon ini, 79,35 persen responden mengatakan pemimpin Bali ke depan harus paham karakter dan tantangan generasi muda Bali ke depan. Dengan bekal ini, pemimpin Bali ke depan di-
harapkan tak berjalan di atas kepentingan personal. Pemimpin Bali juga diingatkan untuk melakukan langkah nyata dalam menyiapkan generasi pemimpin Bali. Kaderisasi pemimpin Bali ini bisa saja dilakukan dengan pendekatan politik, akademik dan membangun mental bersaing. Dunia wirausaha yang menjadi ruang untuk mengasah profesionalisme, pelahiran ide kreatif dan inovatif harus mendapat perhatian pemimpin Bali ke depan. Sementara itu, 15,81 persen responden menilai kaderisasi kepemimpin bukanlah tanggung jawab mutlak pemimpin Bali. Kaderisasi harus dilakukan secara berjenjang dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Tanggung jawab pemimpin Bali dalam menyiapkan kaderisasi pemimpin mestinya dikorelasikan dengan ruang politik yang ada. Artinya, kaderisasi pemimpin Bali bukan semata tanggung jawab pemimpin Bali melainkan tergantung dinamika politik yang bisa dimasuki generasi muda Bali. Dalam hal ini ruang politik dan dunia usaha termasuk dunia pendidikan (akademisi) harus tetap menjadi pilihan strategis generasi muda Bali. Sedangkan 4,84 persen responden mengaku tak tertarik membicarakan hal kaderisasi kepemimpinan. Mereka berpandangan kaderisasi pemimpin Bali bukanlah hal yang mendesak dipikirkan saat
ini. Yang penting dibahas adalah kandidat pemimpin Bali saat ini yang harus memiliki integritas dan loyalitas terhadap Bali. Kaderisasi pemimpin akan mubazir jika penentu figur pemimpin Bali adalah elite politik Jakarta yang terkadang tak paham dengan masalah dan tantangan Bali. l Dira Arsana
3 - 9 April 2017
5
5
opini
Pilkada dan Demokrasi Pancasila
D
emokrasi di Indonesia cenderung pada demokrasi kapitalis. Demokrasi yang tidak pernah menyentuh aspirasi kepentingan rakyat Indonesia. Demokrasi kita adalah oleh rakyat, dari rakyat dan untuk kepentingan partai politik. Demokrasi macam apa ini, demokrasi di Indonesia penuh dengan kemunafikan, kebohongan dan pembusukan yang terstruktur. Demokrasi dalam pilkada saat ini adalah demokrasi hanya jual-beli suara, demokrasi yang sangat tidak demokratis. Karena proses pemilihan calon kepala daerah ditentukan oleh sebesar berapa mahar yang harus diberikan kepada pucuk pimpinan Partai. Atas nama rakyat, rakyat hanya dijadikan alat dalam memperoleh kekuasaan dan kekayaan leh segelintir kelompok orang. Demokrasi sudah seharusnya mencerminkan, kepentingan Rakyat Indonesia. Segala macam pemerintahan haruslah berdasarkan kehendak rakyat. Pemerintahan adalah dari rakyat (goverment of the people), pemerintahan oleh rakyat (goverment by people), pemerintahan untuk rakyat (goverment for people). Calon kepala daerah tidak memahami betul apa itu demokrasi. Demokrasi hanya dinilai dari uang. Substansi demokrasi mulai kering dalam pelaksanaan yang harus dilakukan oleh calon-calon kepala daerah seluruh Indonesia yang ikut dalam konstelasi pilkada 2017. Demokrasi di Indonesia hanyalah demokrasi untung-rugi. Politikus-politikus cenderung menjalankan politik oportunisme belaka. Pikirnya, dengan memainkan kom-
6
Oleh Syahrul Kirom,S.Fil., M.Phil
promi, mereka bisa mempertahankan kekuasaanya. Padahal dalam demokrasi, hanya figur-figur yang kompeten menyelesaikan soal-soal masyarakatlah yang dapat mempertahankan kekuasaannya secara sah. Demokrasi kita saat ini masih sebatas pencitraan belaka, demokrasi kita mandul yang dilakukan oleh elite politik dalam menangani persoalan kebangsaan seperti kasus kenaikkan harga BBM, harga sembako, persoalan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Demokrasi memang sangat rawan, karena calon kepala daerah melupakan prinsipnya, yakni bahwa kebebasan adalah suatu tanggung jawab. Dan tanggung jawab itu menjadi konkret apabila para calon kepala daerah memilik kompeten dalam menyelesaikan persoalan bangsa Indonesia. Nalar dalam memahami demokrasi yang benar perlu juga diberikan oleh calon kepala daerah. Bahwa demokrasi bukan persoalan konspirasi politik hanya untuk kepentingan kelompok tertentu dan kepentingan partai politik tertentu. Demokrasi adalah segala kebijakan dan pengambilan keputusan haruslah mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, menyangkut kesejahteraan dan kemakmuran bagi warga negaranya. Kita hanya berharap, semoga para calon kepala daerah terpilihnya nantinya harus mampu melakukan tiga hal, yakni sesuai dengan tiga analisa dari Hannah Arendt dalam karyannya “The
Human Condition� (1958), yaitu dengan selalu berprinsip pada vita activa. Pertama, labor (kerja), yaitu calon kepala daerah yang baru harus bisa bekerja, dalam artian melakukan kerja-kerja yang nyata yang mampu memberikan sumbangan yang berarti bagi kepentingan bangsa Indonesia, tidak hanya berwacana saja. Kerja ini bisa dimaknai melalui kegiatan dari para calon kepala daerah yang memang benar-benar nyata turun ke lapangan melihat kondisi dan realitas rakyatnya secara nyata, sehingga diharapkan dapat menentukan kebijakan yang tepat bagi rakyatnya, tidak hanya melakukan kunjungan saja, tanpa memiliki makna yang berarti (meaningless) bagi rakyatnya. Kedua, work (karya) yaitu calon kepala daerah harus memiliki program yang nyata dan konkret untuk kepentingan rakyat Indonesia. Karya yang dimaksudkan adalah bahwa menteri memiliki terobosan dan inovasi program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia, sehingga dari program dan kebijakan itu mampu membawa karya yang nyata untuk kemaslahatan kehidupan rakyat kecil. Ketiga, act (tindakan), yakni calon kepala daerah harus mempunyai tindakan yang nyata, maksudnya apa yang disampaikan calon kepala daerah itu harus sesuai dengan tindakan yang nyata dilapangan, tidak hanya melalui omongan saja. Akan tetapi, yang lebih penting tindakan konkret. Penulis, peneliti dan Alumnus Program Pascasarjana Ilmu Filsafat UGM Yogyakarta
3 - 9 April 2017
6
BALI SEPEKAN
Keropos, Jembatan Kuning Desa Kerta Ditutup Jembatan Kuning di Desa Kerta Kecamatan Payangan yang selama ini menjadi tujuan wisata para remaja harus ditutup oleh Pemkab Gianyar. Hal ini dilakukan karena struktur jembatan gantung itu sudah keropos sehingga sangat berbahaya bila dilintasi masyarakat. Kini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Gianyar berencana mengajukan anggaran ke pemerintah pusat untuk perbaikan jembatan yang menjadi penghubung antara Banjar Pilan dengan Banjar Penyabangan, Desa Kerta tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Gianyar, Nyoman Nuadi, Senin (20/3), mengatakan pihaknya bersama tim dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi sudah sempat turun ke jembatan gantung yang ada di Desa Kerta
tersebut. Setelah dicek memang struktur jembatan sudah banyak yang keropos. ‘’Beberapa baja pada jembatan itu sudah keropos sehingga kami khawatir bila terus dilintas masyarakat setempat, nanti bisa roboh seperti jembatan kuning di Klungkung,’’ kata Nuadi. Berdasarkan hal tersebut, pihaknya pun kembali menggelar rapat bersama Muspika Kecamatan Payangan. Dalam rapat itu, semua sepakat untuk melakukan penutupan akses jembatan yang diperkirakan seusia dengan jembatan gantung di Klungkung tersebut. ‘’Jadi, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, semua sepakat melakukan penutupan sementara terhadap jembatan tersebut. Penutupan ini dilakukan sejak seminggu lalu,’’ ucapnya. l Dedi Farendra
Ribuan Kosmetik Berbahaya Diamankan RIBUAN kosmetik yang diduga berbahaya dari berbagai jenis tanpa label BBPOM diamankan dari sebuah bus AKAP dari Jawa ke Bali, Minggu (19/3) malam. Kosmetik yang di antaranya untuk pemutih wajah dan sabun kecantikan ini dikirim dari Jakarta tujuan Gilimanuk. Informasi yang diperoleh, penangkapan ini berawal dari pemeriksaan kendaraan di Pos II Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 19.30 Wita. Dari bagasi bus Kramat Jati nopol B 7597 TGA, polisi mencurigai tiga karung plastik yang diangkut bus tersebut. Setelah diperiksa, di dalamnya ternyata terdapat kardus warna cokelat. Ketika dibuka oleh kernet, di dalamnya ditemukan berbagai kosmetik yang diketahui tanpa label BBPOM. Polisi kemudian mengamankan tiga karung kardus isi komestik tersebut
beserta pengemudi bus untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dari informasi kru bus, kiriman paket tiga karung kosmetik berbagai jenis ini rencananya diturunkan di sekitaran Gilimanuk. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol Anak Agung Gede Arka, dikonfirmasi, Senin (20/3), membenarkan adanya penangkapan dan pengamanan kosmetik yang diduga berbahaya tersebut. Dari pengecekan barang bukti, jenis kosmetik di antaranya sabun pemutih dan krim pemutih yang disinyalir mengandung zat berbahaya. Selanjutnya, polisi berkoordinasi dengan BBPOM terkait ribuan kosmetik tersebut. Di samping kosmetik yang diduga berbahaya, polisi juga mengamankan puluhan liter minuman keras jenis arak. l Surya Darma
KSPN Labuan Amuk Tata Padangbai DEMI kepentingan penataan kawasan, pemerintah melakukan studi kemungkinan menjadikan kawasan mulai Labuan Amuk, Karangasem, sampai Goa Lawah, Klungkung sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Pada agenda itu bahkan sudah dirampungkan proses tender perencanaan. Asisten Administrasi Umum Setda Karangasem, I Wayan Purna, mengungkapkan hal itu, Selasa (21/3). Dikatakan, rencana KSPN Labuan Amuk nanti akan kembali dilanjutkan diskusi-diskusi dengan melibatkan unsur-unsur terkait. Hasilnya akan dilaporkan kepada Bupati Karangasem. Untuk Labuan Amuk sudah tidak ada permasalahan. Pihaknya tinggal menunggu kucuran dana dari pemerintah pusat. “Proses diskusi melalui forum grup diskusi yang beberapa kali dilaksanakan sudah selesai. Dan pusat sudah menetapkan KSPN Labuan Amuk dan KSPN AmedTulamben di Kecamatan AbangKubu tetap dilanjutkan,” katanya. Jika sudah seratus persen tuntas, KSPN Labuan Amuk akan segera ditindaklanjuti kucuran dana pusat melalui dana dekonsentrasi. Dana dekon itu nantinya juga diarahkan untuk penataan kawasan Padangbai. Namun, Purna yang sebelumnya menjabat Kadisbudpar mengaku belum tahu sejauh mana penataan yang akan dilakukan. Pihaknya juga mengaku belum menda pat gambaran tentang berapa dana dekon akan dikucurkan. “Yang jelas Padangbai masuk dalam perencanaan KSPN itu,” jelas Purna. l Kmb
3 - 9 April 2017
7
7
LAPORAN UTAMA
Rentetan Hari Raya
Bali ”Impor” Keperluan Upakara
R
ENTETAN hari raya bakalan menyibukkan masyarakat Hindu di Bali. Dimulai dari Pangerupukan dan Tawur Agung Kesanga, 27 Maret, sehari sebelum hari raya Nyepi yang tahun 2017 ini jatuh pada hari Selasa, 28 Maret. Selanjutnya Umat Hindu di Bali akan disibukkan dengan perayaan Galungan, Rabu, 5 April 2017, lanjut Kuningan pada Sabtu, 15 April 2017. Antara Galungan dan Kuningan ini, juga ada sejumlah upacara dan piodalan yang mesti dilaksanakan, salah satunya yang cukup besar adalah Purnama Kedasa, 11 April 2017. Selanjutnya sudah menunggu Anggara Kasih Medangsia yang bersamaan jatuhnya dengan Tilem Kedasa, 25 April 2017. Selama rentetan hari raya ini, keperluan berbagai sarana upakara dipastikan meningkat tajam. Bahkan, meningkat dari perayaan Galungan dan Kuningan atau Nyepi tahun lalu. Mengingat, tahun lalu jarak hari raya Nyepi dan Galungan cukup jauh. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, dipastikan keperluan akan aneka keperluan upakara ini dominan “diimpor” atau didatangkan dari luar Bali. Salah satunya yang paling banyak yakni dari daerah Jawa Timur (Jatim) selain Nusa Tenggara Barat (Lombok) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahan baku upacara tersebut misalnya buah-buahan, pisang, janur, daun ental (lontar). Tak hanya pemenuhan bahan baku, pembuatan upakara pun kini mulai diambil masyarakat luar Bali. Kondisi ini diakui Kepala Pasar Anyar Sari, I Nyoman Sujiana, maupun Kepala Bagian Pengawasan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Denpasar A.A. Ngurah Yuliartha, S.H., ketika dikonfirmasi menjelang Galungan yang lalu. Pasokan aneka keperluan upakara baik saat hari raya seperti saat ini maupun untuk piodalan dan sehari-hari, banyak didatangkan dari luar Bali. Seperti janur, slepan (daun kelapa tua), ambu (daun enau muda), ron (daun enau tua), pisang, aneka kembang (bunga) banyak didatangkan dari Jawa Timur. Tidak sedikit pula pisang dan janur yang didatangkan dari Sulawesi dan Ambon. “Biasanya menjelang Galungan sehari barang yang datang sampai 7 truk. Apalagi janur, saat ini biasanya sudah mulai
8
MBP/dok
Masyarakat mulai menyerbu berbagai tempat penjualan aneka sarana upakara terkait rentetan hari raya tahun ini.
ramai,” bebernya. Meski keperluan sarana upakara ini boleh dibilang melonjak serangkaian rentetan hari raya ini, diakui harganya masih terbilang stabil. Hal ini diakui beberapa pedagang di Pasar Anyar Sari, yang mengaku banyak menerima pasokan janur langsung dari distributor di Malang. Hal ini tidak lepas dari Pasar Anayr Sari sebagai pasar pertama transit berbagai keperluan tersebut di Bali. Sementara daun ental, diakui didapat dari Madura dan Sumba. Sementara untuk merangkainya menjadi sampian, dilakukan pengerajin baik warga lokal maupun warga luar Bali. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga dengan adanya rentetan hari raya ini, pemerintah telah menggelar pasar murah di beberapa daerah. Tujuan pelaksanaan pasar murah untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok menjelang hari raya Nyepi, Galungan dan Kuningan. Selain itu, untuk menjaga stabilitas inflasi. Karenanya, tak hanya bahan pokok, bahan untuk keperluan upacara seperti buah juga dijual di pasar murah. ‘’Paling tidak ini langkah antisipasi untuk menekan kenaikan harga. Yang terpenting masyarakat memiliki alternatif. Ketika mereka dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah, selisihnya bisa dipakai untuk membeli kebutuhan yang lain,’’ jelas Kabid Kerja
Sama dan Perlindungan Disperindag Kota Denpasar, Djarot Agung Iswahyudi. Ketua TPID Kota Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara mengatakan, pelaksanaan pasar murah dilakukan di empat kecamatan. Pasar murah dilaksanakan di lima desa/kelurahan mulai tanggal 20 - 23 Maret. Pasar murah melibatkan Perum Bulog Divisi Regional Bali dalam penyediaan beras, minyak goreng dan bawang merah. Selain itu juga melibatkan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Pertamina/Hiswana Migas dan distributor minyak goreng kemasan, beras, mie instan, elpiji 3 kg dengan harga HET/Rp 14.500 per tabung. Tak hanya di Denpasar, Pasar Murah juga digelar Pemkab Gianyar. Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar dra. Ni Wayan Adnyaningsih mengatakan, pasar murah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Pemkab Gianyar menjelang hari raya. Kegiatan ini bertujuan membantu meringankan beban masyarakat menjelang hari raya. Jenis barang yang dijual seperti beras, gula, telur, bawang putih, dan minyak goreng. ‘’Kegiatan ini kami harapkan bisa membuat harga sembako stabil di pasaran. Dengan demikian diharapkan tidak terjadi kenaikan harga yang melambung,’’ terang Adnyaningsih. l Citta Maya/Manik
3 - 9 April 2017
8
Puluhan Ton Janur Masuk Bali BISNIS pengiriman/penjualan janur ke Bali memang sangat menggiurkan. Apalagi, usaha ini nyaris tak ada matinya. Berapa pun permintaan bisa ludes terjual. Hal ini membuat banyak orang tertarik terjun ke usaha ini. Peluang bisnis ini pun dimanfaatkan Nur Huda (50), salah satu pengepul janur asal Desa Papring, Kalipuro, Banyuwangi. Nur Huda mengaku mulai menekuni usaha ini sejak tahun 1995. Dia mendapat kepercayaan dari seorang distributor janur janur asal Desa Pesucin, Kecamatan Giri, Banyuwangi. Menurut Nur Huda, di tingkat petani hingga pengepul harga janur ditetapkan per ikat. Dari pengepul ke distributor harga janur sekitar Rp 13.000 hingga Rp 16.000 per ikat. Sedangkan janur hijau lebih murah, hanya Rp 2.500 sampai Rp 5.000 per ikat. Dari pengepul, janur disetorkan langsung ke distributor yang akan mengirimnya ke Bali. Biasanya, pengepul harus tiba ke rumah distributor maksimal pukul 20.00 WIB. Sebab, janur harus segera ditata ke pick-up dan menyeberang ke Bali. Dalam satu pick-up, bisa mengangkut hingga 1.300 ikat. Jika ditotal, beratnya sekitar 1,9 ton. Bahkan, bisa lebih. Sesuai pengamatan Nur Huda, para
distributor janur mencapai belasan orang dengan menggunakan kendaraan pick-up menyeberanng ke Bali setiap harinya. Jika dijumlah, setiap harinya ada sekitar 20 sampai 30 ton janur segar yang masuk Bali. Meski demikian, Nur Huda mengaku tak khawatir akan kehabisan pasokan. Sebab, pohon kelapa sangat melimpah di wilayah Banyuwangi. Justru yang dikhawatirkan adalah ketatnya persaingan akibat banyaknya pedagang janur. Di Banyuwangi, ada dua lokasi pusat pengepul janur. Di kawasan Desa Sukojati, Kecamatan Kabat dan Desa Pesucen, Kecamatan Giri. Dua daerah ini adalah penghasil pohon kelapa yang melimpah sehingga pasokan janur selalu tersedia. Bisnis penjualan janur ke Bali ini, kata Nur Huda, telah membuka lapangan kerja bagi warga. Terlebih, pengiriman janur dari Banyuwangi ke Bali selama ini selalu lancarlancar saja. Bahkan, setiap hari banyak pick-up yang masuk Ketapang membawa tumpukan janur. Hanya saja, menurut Nur Huda, membuka bisnis janur ini diperlukan modal besar, utamanya para distributor. Mereka harus berani mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk menggaet para petani kelapa. Jika tidak, dipastikan petani tak mau
menjual janurnya. Tidak hanya janur, komoditi lain andalan Banyuwangi yang juga banyak dikirim ke Bali adalah buah pisang. Hanya saja, buah ini tak bisa dilakukan pengiriman setiap hari. Sebab, pasokan pisang lebih sulit disbanding janur. Komoditi pisang banyak dihasilkan di wilayah Songgon, sekitar 30 kilometer arah barat daya Banyuwangi. Jeruk dan buah naga hasil petani Bangorejo, Banyuwangi juga ikut membanjiri Bali. Namun, buah ini tetap tergantung musim. Janur yang dikirim ke Bali tersebut belum termasuk janur dari sejumlah daerah di Jawa, seperti Lumajang, Jember dan Malang. Melihat besarnya pengiriman janur ke Bali, pihak DPRD Banyuwangi berencana merevisi sejumlah Perda yang mengatur masalah distribusi janur ini karena dinilai kedaluwarsa. Pertimbangannya tiada lain, meningkatkan pendapatan asli daerah dan melindungi pertanian kelapa di Banyuwangi. Sementara hubungan ekonomi Banyuwangi dengan Bali, tak bisa dianggap enteng. Sebab, sudah menjadi penopang kehidupan warga dari dua pulau tersebut. l Budi Wiryanto/ Bisnis Banyuwangi
MBP/dok
Janur merupakan salah satu komoditi yang paling dicari tiap kali ada upacara adat maupun keagamaan di Bali. Terlebih, saat rentetan hari raya sekarang ini. 3 - 9 April 2017
9
9
LAPORAN UTAMA
Pilih Beli yang Sudah Jadi
K
ebiasaan masyarakat dalam menyambut berbagai hari raya seperti Nyepi, Galungan, Kuningan dan sejenisnya di Bali, terus mengalami pergeseran. Jika sebelum-sebelumnya masih ditemukan orang mepatung (memotong babi bersama-sama dalam kelompok-kelompok kecil) di masyarakat, kini budaya itu mulai bergeser. Masyarakat memilih membeli daging babi yang sudah siap diolah di pasar. Alasannya, biar tidak terlalu repot di tengah waktu yang terbatas. Demikian pula untuk sarana upakara seperti penjor, sampian, sanggah cucuk dan sejenisnya, masyarakat tinggal mendatangi berbagai tempat penjualan sarana tersebut. Berbagai tempat penjualan sarana upakara ini dipastikan muncul di berbagai sudut jalan secara musiman. Bahkan, kini ada yang melakukan penjualan secara online dan siap diantar. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Denpasar yang kini sudah sebagai kota metropolitan, tetapi juga mewarnai warga Kota Singaraja, Buleleng. Ini terlihat menjelang hari raya Nyepi Tahun 2017 ini, warga kota sejak jauh-jauh hari sudah memesan sarana upakara (banten-red) beserta perlengkapannya. Di sisi lain, kondisi ini mulai dimanfaatkan untuk ladang bisnis musiman. Di Buleleng bisnis penjualan banten dan perlengkapannya banyak digeluti oleh sulinggih. Tidak hanya banten untuk Nyepi, namun banten untuk hari-hari besar dan upacara manusa yadnya banyak dijual. Salah satunya penjual banten di Singaraja. Usaha ini digeluti oleh seorang sulinggih yang sering melayani Umat Hindu di Buleleng. Di tempat ini, beberapa pekerja saban hari sibuk mempersiapkan segala macam banten. Komang Sari, salah satu pekerja saat ditemui menuturkan, khusus menjelang Nyepi tahun ini warga Kota Singaraja sudah ramai memesan banten caru lengkap yang dipersembahkan pada hari Pangerupukan. Satu paket banten
10
caru ini dijual Rp 250.000. Dengan harga sebesar itu, pemesan mendapatkan banten caru ayam berumbun, banten prastista, tada-tadaan, soroan, sanggah cukcuk, dan daun kelapa kering (danyuh). “Konsumen yang mesan dengan harga itu tinggal menghaturkan saja pada saat Pangerupukan nanti. Kalau membuat sendiri memang bisa, tapi rumit. Dan kalau membikin hanya satu, itu biayanya jauh lebih mahal untuk beli perlengkapannya,” katanya. Sebenarnya, perilaku masyarakat membeli banten yang sudah jadi bukan karena alasan tidak bisa membuat. Akan tetapi, warga kota karena kesibukan pekerjaan sehingga lebih memilih untuk memesan banten caru yang sudah jadi. Menghindari banten yang tidak lengkap, konsumen memilih memesan banten caru dari sulinggih yang memang sudah menguasai teknik dan makna banten itu sendiri. Hal senada diungkapkan pekerja lain Komang Nuardi. Banten yang dijual ini sudah lengkap dan segala jenis bahannya, sudah sesuai dengan pilosofi Hindu. Dengan demikian, konsumen tidak perlu ragu, kalau membeli banten caru yang sudah jadi perlengkapannya tidak lengkap. “Karena sudah dibimbing oleh ide sulinggih, jadi banten yang kami jual ini sudah lengkap dan bahan-bahannya dibuat sesuai ajaran dan kebiasaan kita di Hindu,” jelasnya. Saking banyaknya perlengkapan yang diperlukan, Nuardi dan rekan-rekannya mempersiapkan bahan-bahan sejak sebulan sebelum Nyepi. Mengantisipasi bahan rusak, dia menggunakan daun ental yang tahan busuk. Sementara bahan lain seperti ayam berumbun yang diolah menjadi caru, dipotong pada hari Pangerupukan. “Kalau sampiannya kita buat jauh hari dan kalau ayamnya dipotomg pada hari H, dan begitu upacara bantennya sudah siap,” jelasnya. l Mudiarta
3 - 9 April 2017
10
MBP/mud
Menjelang Nyepi, banten caru mulai banyak dipesan oleh warga Kota Singaraja. 3 - 9 April 2017
11
AKTIVITAS ARYA WEDAKARNA - Gerakan Satyagraha Bali menjalar ke peternakan di Bali dengan direstuinya peresmian Paguyuban Pertenak Itik Bali (PPIB) oleh anggota DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di Kantor DPD-RI Provinsi Bali. Disaksikan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, Jero Bendesa Agung MUDP, PHDI Bali serta di hadapan Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan se-Bali, Senator RI Gusti Wedakarna menyampaikan maksud dan tujuan peresmian PPIB adalah menindaklanjuti audiensi peternak itik ke hadapan dirinya di Istana Mancawarna, Tampaksiring. STIKES BULELENG - Stikes Buleleng tak hentihentinya melakukan upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Setelah sukses menyelenggarakan seminar internasional 15 Maret 2017 lalu yang mengusung tema anatomi, dengan pembicara Dr. Pisit Poltana, Dr. Suprance,P dari Thailand, STIKes yang berlokasi di Desa Bungkulan ini kembali menyelanggarakan seminar nasional tentang kegawat-daruratan jantung, pada 18 dan 19 Maret 2017 di wantilan STIKes Buleleng. Seminar tersebut menghadirkan narasumber dr. Ali Haedar,Sp,EM. Dia adalah dokter spesialis emergency di RS dr. Saiful Anwar dan staf pengajar di FKUB serta instruktur ACLS AHA skala nasional dan internasional.
MBP/ist
MBP/ist
SIWA MURTI - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-2 Perguruan Siwa Murti Bali yang puncaknya pada tanggal 2 Mei 2017, Minggu (19/3) pengurus cabang (pengcab) Perguruan Siwa Murti Bali, menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial. Untuk Kabupaten Badung , acara bakti sosial tersebut di gelar di Banjar Kangin, Kelurahan Sempidi. Dalam kegiatan itu, panitia tidak menyangka bahwa pengobatan gratis baik medis maupun non medis yang dilakukan, mampu membuat masyarakat Sempidi dan sekitarnya tumpah untuk mengikuti pengobatan tersebut.
12
3 - 9 April 2017
PROMOSI - Tjendana Group, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park (GWK), Bali Ekajaya Fast Boat, Double-Six Luxury Hotel Seminyak, Honai Resort, Samabe Leisure Group, Grand Livio Hotel, Hard Rock Hotel Bali, Bebek Bengil Restaurant, Tropical Group, Simply Chocolate, Tijili Benoa, Warung Kubu Meca & Gelato, The Trans Resort dan Haishen Restaurant didukung Badan Promosi Pariwisata Daerah Provinsi Bali melakukan promosi ke Jakarta dan Surabaya. Strategi jemput bola para industriawan Bali ini menawarkan paket-paket diskon Lebaran dan liburan sekolah pada Juni nanti kepada 90 ribu pengunjung Garuda Travel Fair di Jakarta Convention dan Surabaya Tunjungan Plaza selama akhir pekan, Jumat (10/3) hingga Minggu (12/3) lalu.
FT UNUD - Electrical and Computer Competition (Elcco) merupakan kegiatan kompetisi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana (Unud), yang dilatarbelakangi pesatnya kemajuan teknologi yang sangat bermanfaat bagi umat manusia. ‘’Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, generasi muda dapat mengembangkan dan meningkatkan prestasi, minat dan bakatnya dalam berbagai aspek kehidupan. Penyelenggaraan kegiatan Elcco 2017 ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan menyalurkan bakat yang dimiliki, khususnya di bidang teknik elektro dan komputer. FKIP UNMAS - Sejak menjabat dua bulan lalu, untuk pertama kalinya Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar Dr. Drs. I Nyoman Suparsa, M.S. meyudisium 236 sarjana baru, Jumat (17/3). Mereka yang diyudisium masing-masing dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (5), Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (220), Prodi Pendidikan Biologi (1), Prodi Pendidikan Matematika (9) dan Prodi Pendidikan Sejarah (1). Dalam acara itu, Dekan Nyoman Suparsa didampingi Wakil Dekan I Dr. Drs. Cornelius Sri Murdo Yuwono, M.Si., Wakil Dekan II Komang Budiarta, S.Pd., M.Pd., M.Hum. dan Wakil Dekan III Drs. I Nyoman Diarta, M.Pd. akan menyerahkan penghargaan kepada lulusan yang meraih IP tertinggi dari setiap prodi. Prestasi pemuncak dicapai Ni Komang Trisna Putri (3,95) dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris.
MBP/ist
MBP/ist
BUPATI KLUNGKUNG - Usaha Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta untuk memperjuangkan usulan pembangunan ke pusat tidak sia-sia. Sebanyak lima program pembangunan tercatat dan masuk data baseline atau usulan prioritas tahun 2018 di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia. Kepastian tersebut disampaikan Bupati Suwirta usai mengikuti pertemuan Pra-Konsultasi Regional yang digelar Sekretariat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun 2017 Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
UNDIKSHA - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) berhasil menorehkan medali emas, setelah menyabet juara I pertandingan tenis lapangan kategori Eksekutif B dalam ajang Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Cup 2017, yang terselenggara di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Prestasi tingkat nasional itu berhasil menggeser posisi universitas ternama di Indonesia, yang sebelumnya bertengger sebagai juara. Rektor Undiksha Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., mengungkapkan, dalam laga final kategori Eksekutif B, tim Undiksha I Ketut Budaya Astra, S.Pd., M.Or., dan Dr. I Wayan Artanayasa, S.Pd., M.Pd., berhadapan dengan tim Universitas Negeri Jambi, Ilham dan M. Ali. 3 - 9 April 2017
13
A KT I V I TA S FKG UNMAS - Sejak dilantik dua bulan lalu, untuk pertama kalinya Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unmas Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG. melantik dan mengambil sumpah 10 dokter gigi baru, Sabtu (18/3). Lulusan terbaik diraih drg. Ida Ayu Istri Agung Krisna Kencana Dewi, S.KG. (3,65), drg. Cynthia Devi Sugianto, S.KG. (3,61) dan drg. Komang Wahyu Dwi Suspriyawan, S.KG. (3,55).
MBP/ist
MBP/ist
BUNG KARNO - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. mengunjungi Perpustakaan Agung dan Museum Agung Bung Karno di Jalan Pegangsaan Timur 56 No. 1 Denpasar, Bali, Selasa (21/3). Perpustakaan Agung dan Museum Agung Bung Karno merupakan tempat penyimpanan pernak-pernik kehiduapan dan sejarah sang proklamator kemerdekaan Replubik Indonesia Bung Karno yang diresmikan 22 November 2015 oleh Megawati Soekarnoputri.
LSP – Sebanyak 24 HR Manager dan HR Supervisor menerima sertifikat kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) MSDM Indonesia melalui LSP Pariwisata Bali di Mediterranean Bali, Senin (20/3). Sertifikat kompetensi diserahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali didampingi Ketua Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia (PMSM) DPD Bali dan Direktur LSP Pariwisata Bali. Para HR Manager dan HR Supervisor dinyatakan kompeten sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) setelah mengikuti rangkaian proses asesmen.
MBP/ist
MBP/ist
14 3 - 9 April 2017
FH UNMAS - Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati (FH Unmas) Denpasar terus menyesuaikan kompetensi lulusannya dengan tuntutan zaman. Guna menghadapi era globalisasi, FH Unmas mempersiapkan lulusannya berdaya saing internasional. Hal itu diungkapkan Dekan FH Unmas I Nengah Susrama, S.H., M.H. saat meyudisium 45 sarjana baru, Senin (20/3). FH Unmas Denpasar sudah menamatkan 2.903 sarjana.
FT UNMAS - Dekan Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati (FT Unmas) Ir. I Made Letra, M.Si. meyudisum 17 sarjana teknik sipil, Sabtu (18/3). Yang membanggakan, salah seorang lulusannya yakni I Putu Indra Yuda meraih predikat cumlaude (3,84). Ketua Panitia Yudisium yang juga Wakil Dekan I FT Unmas Ir. I Ketut Sudipta Giri, M.T. mengungkapkan, sebelum digelar yudisium, pengumuman kelulusan dilakukan Jumat lalu ditandai penyiraman air bunga.
MBP/ist
MBP/ist
FH UNR - Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai (FH UNR) melaksanakan Stadium General ‘’The Foundation of a Fee Press in America, Communication Law and The First Amandment’’, Senin (20/3). Materi tersebut dibawakan Profesor Dan Fellner, Guru Besar Arizona State University, Amerika Serikat. Ketua Panitia I W.P. Sucana Aryana, S.E., S.H., M.H. mengatakan, stadium general telah empat kali dilaksanakan.
POLTEK BALI - Politeknik Negeri Bali atau Poltek Bali sebagai pendidikan tinggi vokasi terus tumbuh dan berkembang mengikuti tuntutan zaman guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dunia industri. Untuk tahun akademik 2017-2018, Poltek Bali membuka program studi baru pada jenjang pendidikan Sarjana Terapan (Diploma Empat/D-4) dengan nama Program Studi D-4 Teknik Otomasi. Program studi ini berada di bawah Jurusan Teknik Elektro dengan SK Menristek No. 213/KPT/I/2016.
MBP/ist
MBP/ist
KLINIK SADA JIWA - Selain memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat, Klinik Sada Jiwa juga memberikan pendidikan dan pelatihan buat 310 kader dari Kelompok Bina Posyandu Lansia. Peserta pendidikan dan latihan terdiri atas 250 perwakilan lansia dan 60 orang kader. Tempat pendidikan dan pelatihan dibagi menjadi dua kelompok, yakni formal yaitu dari sekolah perawat dan fisioterapis. 3 - 9 April 2017
15
POLITIK
Pemilu 2019, 73 Parpol Terdaftar
P
emilu 2019 tampaknya akan menjadi pemilu yang dengan kepesertaan terbanyak setelah reformasi. Tak tanggung-tanggung, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menganggarkan Rp 452 miliar untuk pelaksanaan tahapan verifikasi partai politik peserta Pemilu Serentak 2019. Saat ini sudah 73 parpol terdaftar sebagai peserta di KemenkumHam. “Nilai sebanyak Rp 452 miliar itu untuk verifikasi parpol pada Pileg dan Pilpres 2019,” kata Komisioner KPU Arief Budiman. Anggaran sebesar itu untuk seluruh tahap verifikasi parpol meliputi penyusunan regulasi, sosialisasi, verifikasi administrasi, dan verifikasi faktual. Setelah itu, penyelesaian sengketa verifikasi parpol. “Sengketa itu biasanya Desember, lalu Januari kita sudah bisa ambil keputusan soal peserta pemilu,” terang Arief. Arief mengakui anggaran verifikasi parpol untuk Pemilu Serentak 2019 lebih besar daripada Pemilu 2014 lalu. Sebab jumlah parpol yang terdaftar di Kemenkum-HAM secara resmi lebih banyak, yakni 73 parpol. Sedangkan pada pemilu 2014 lalu hanya ada 46 parpol yang diverifikasi. Dengan demikian, KPU mengalokasikan anggaran verifikasi untuk 73 Parpol tersebut. Selain itu, metode yang digunakan untuk verifikasi saat inipun berbeda dibanding sebelumnya. Pada pemilu 2014, KPU melakukan verifikasi parpol dengan sistem sampling. Sedangkan metode verifikasi parpol saat ini akan menggunakan metode sensus. Metode itu menggunakan syarat keanggotaan parpol sebanyak seperseribu dari jumlah penduduk di kabupaten/ kota. Sehingga verifikasi dengan sistem ini akan lebih akurat. “Tentu akan lebih akurat karena didukung sistem informasi parpol (Sipol). Kita nanti minta data keanggotaan itu dituliskan, juga NIK, dengan begitu kita tahu kalau datanya ganda,” sebutnya.
16
Sistem Sipol dapat dioperasikan kapan saja dan dimana saja selama ada jaringan internet. Sehingga parpol dapat melakukan persiapan input data pemenuhan syarat pendaftaran tanpa harus datang ke Kantor KPU. KPU meyakini sistem Sipol menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan derajat transparansi dan akuntabilitas serta kelancaran dalam proses pendataan dan verifikasi partai politik peserta pemilu 2019. Ketua KPU Pusat Juri Ardiantoro menjelaskan KPU sudah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan uji coba SIPOL
pada tanggal 7 Maret 2017 bersama parpol. “Kami sudah berusaha menghubungi parpol yang terdaftar di Kemenkumham, tetapi terdapat 22 parpol yang belum bisa hadir,” kata Juri. Imbauan dan sosialisasi sudah dilakukan sejak awal agar parpol memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan diri dalam pendaftaran dan verifikasi. Sehingga pada saat KPU membuka pendaftaran nanti, semua parpol sudah siap, sehingga tidak ada lagi keluhan parpol yang tidak diberi ruang cukup dalam mempersiapkannya. l Hardianto
3 - 9 April 2017
16
Kritik Menyasar KPK Kasus e-KTP membuat sejumlah pihak kebakaran jenggot. Melaporkan, mengkritik dan melakukan pembelaan diri jadi langkah strategis. Namun, bagi publik kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan harapan baru. KPK dinilai mewakili rasa keperihatina publik terhadap perilaku korup sejumlh pejabat publik. Namun, pengungkapan kasus ini juga menilai kritik terhadap KPK. Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) menyarankan Ketua KPK, Agus Rahardjo berhati-hati dalam memberikan pernyataan kepada publik. Hal itu dikataknnya terkait pernyataan Agus mengenai kasus lain yang lebih besar dari dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). ICW menilai pernyataan Agus Rahardjo itu ianggap sebagai pernyataan genit yang dapat merugikan KPK. “Pimpinan KPK harus menjaga bicara dan fokus pada penyelesaian kasus, serahkan saja pada juru bicara. Menurut saya ini tidak pada tempatnya, ada pernyataan-pernyataan genit dari ketua KPK,” peneliti ICW Agus Sunaryanto. Sunaryanto menilai, pernyataan genit Agus tak hanya berpotensi buruk pada KPK, namun juga dapat menimbulkan guncangan politik. Dia menjelaskan, secara periodik ICW mengevaluasi KPK dan memberi masukan agar para pimpinan KPK dapat menjaga ucapannya demi menghindari pernyataan yang kontraproduktif.
“Pimpinan fokus saja pada hukum yang sedang berjalan,” ujarnya. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyebut KPK tak seharusnya membentuk peradilan opini di masyarakat. “Lebih baik KPK bergerak dalam senyap daripada mengumbar pernyataan menciptakan opini yang melukai banyak pihak. KPK bekerja dengan yakin, cermat, hati-hati, jangan ada kekhawatiran kriminalisasi,” ujar Masinton. Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut lembaganya akan mengungkap kasus dugaan korupsi baru yang disebutnya lebih masif dibandingkan dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP. “Indikasi kerugian keuangan negara kasus baru ini lebih besar daripada kasus e-KTP, tapi pelakunya tidak lebih besar dari yang
sekaranglah (e-KTP),” ujar Agus di Jakarta. Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Agus menyebut perkara tersebut merupakan kasus baru dan meminta publik bersabar menanti penyelesaian penyidikan. l Hardianto
Lebih baik KPK bergerak dalam senyap daripada mengumbar pernyataan menciptakan opini yang melukai banyak pihak. KPK bekerja dengan yakin, cermat, hati-hati, jangan ada kekhawatiran kriminalisasi. Masinton Pasaribu
20 - 26 Maret 2017
17
KIPRAH
Juara Pidato Berbahasa Inggris dan Film Pendek
P
restasi membanggakan kembali diraih siswa-siswi SMAN 2 Semarapura (Smadara). Setelah sukses dengan 12 medali dalam ajang Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) 2017, kini giliran Bahasa Inggris dan Film Pendek yang unjuk kebolehan. Dalam sehari, siswa Smadara sukses meraih dua tropi sekaligus, yaitu sebagai juara I lomba pidato berbahasa Inggris dan juara I lomba festival film pendek, beberapa waktu lalu. Dalam ajang lomba pidato berbahasa Inggris yang diselenggarakan Kampus Mediteranian Bali, Putu Nanda Priscilia (kelas XI Mipa 1) sukses mengukuhkan diri menjadi yang terbaik. Keberhasilannya ini juga tidak terlepas dari kegigihannya mengikuti kegiatan. Apalagi, pelajar putri yang juga peraih medali emas dalam Olimpiade Fisika tingkat kabupaten 2017 ini juga harus berbagi waktu dengan padatnya kegiatan. Maklum, selain mengikuti lomba pidato berbahasa Inggris dan olimpiade
Siswa SMAN 2 Semarapura meraih juara lomba festival film pendek di tingkat regional belum lama ini.
18
3 - 9 April 2017
Fisika, Nanda juga baru saja pulang dari Cibubur untuk mengikuti kemah kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Forum Indonesia Muda. “Satu minggu sebelum lomba, saya juga menjalani karantina dan harus melahap menu pembinaan secara penuh,” ujarnya. Pembina lomba pidato berbahasa Inggris, Ni Wayan Kartini, mengatakan, dalam ajang tersebut anak asuhnya harus berjuang keras. Maklum saja, ajang ini diikuti siswa-siswi pilihan seBali yang kemampuan bahasa Inggrisnya sudah tidak diragukan lagi. “Para peserta rata-rata sudah pernah menjadi juara dalam ajang lomba speech contest (lomba pidato berbahasa Inggris-red) di tempat lain,” ujar Kartini. Selain Bahasa Inggris, divisi Film Pendek Ekstrakurikuler Jurnalistik juga tak mau ketinggalan. Setelah mengukuhkan diri menjadi yang terbaik dalam kompetisi film dokumenter, tim berjuluk Smadara Journalism Team (SMART) kembali membuktikan diri menjadi yang terbaik di tingkat regional
(Jawa, Bali dan Nusra), yaitu melalui ajang Short Movie Festival yang diselenggarakan oleh STIKOM Bali, beberapa waktu lalu. Film berjudul “Aku Harus Tinggi” sukses mencuri hati dewan juri sekaligus peraih like penonton terbanyak. Dengan demikian, tim yang digawangi oleh Jodi Setiawan, Hermawan, Rika, Ariawan dan Wikrama ini akhirnya dinobatkan sebagai pemenang juara I. “Saingannya banyak dan bagus-bagus, tapi syukur kami masih mampu mempersembahkan yang terbaik,” kata Jodi yang ditunjuk sebagai sutradara dalam penggarapan film tersebut. Sementara itu, Kepala SMAN 2 Semarapura I Gusti Lanang Made Puji mengaku bangga dengan prestasi yang diraih anak didiknya. “Saya selalu mendukung dan mendorong seluruh guru dan anak didik saya untuk berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik,” tegasnya. l Wiadnyana
AKTIVITAS STIKOM BALI - Untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi anak bangsa di bidang informasi teknologi (IT), Senat Mahasiswa (Sema) Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STMIK) Stikom Bali kembali menggelar Fasttekno (Festival Teknologi) 2017 dengan tema ‘’Build National Technology with Creativity and Sustanainable It Competition’’. Event yang berlangsung selama tiga hari (16-18 Maret) ini dibuka Ketua STMIK Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan dengan pemukulan gong yang dihadiri seluruh civitas akademika STMIK Stikom Bali, Kamis (16/3). HARDYS - Menyambut hari raya Suci Nyepi Tahun Çaka 1939 yang jatuh Selasa, 28 Maret serta Hari Suci Galungan dan Kuningan (5 dan 15 April 2017), Hardys memanjakan pelanggan setia dengan menggeber promo ‘’Hardys Grosir’’ di area Supermarket dan ‘’Hardys Obral Besar-besaran’’ di area Dept. Store. Director of Operations Hardys Wayan Gede Suci mengatakan program ini merupakan terobosan baru Hardys untuk menyambut hari suci agama Hindu. Apalagi tahun ini perayaan tiga hari suci besar umat Hindu (Nyepi, Galungan dan Kuningan) berlangsung dalam waktu yang berdekatan.
DPRD BADUNG - Usul pemekaran Banjar Dinas Pangsan, Desa Pangsan, Kecamatan Petang, mendapat dukungan dari Komisi I DPRD Badung. Komisi yang membidangi aparatur dan pemerintahan ini, Jumat (17/3) bahkan sudah turun ke Banjar Dinas Pangsan untuk melihat langsung keberadaan banjar tersebut. Dari peninjauan tersebut, Komisi I yang dipimpin Ketua Komisi I Wayan Suyasa beserta anggotanya menilai secara aturan atau persyaratan Banjar Dinas Pangsan sangat layak untuk dimekarkan.
BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Minggu (19/3) membuka secara resmi Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) XXIV dan Festival Lasqi. Pembukaan STQ di Wantilan Jaba Pura Lingga Bhuwana Puspem Badung itu ditandai dengan pemukulan rebana. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung Nyoman Aryana, Kepala Bidang Bimas Islam Provinsi Bali H. Nur Khomiq, Ketua MUI Badung H. Maslur Mahmun, LPTQ Kabupaten Badung H. Anwar Hariyono, Ketua Baznas Badung H. Giri, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Badung H. Nur Abidin dan Ketua MUI Badung, Imam Makruf.
3 - 9 April 2017
19
MANCANEGARA
Teror
di Eropa Belum
20
3 - 9 April 2017
Usai
P
otensi serangan ke Eropa belum redup. Baru-baru ini, rencana aksi untuk menyebar teror di benua biru berhasil dibongkar. Hal ini terwujud usai Kepolisian Yunani menemukan delapan parsel yang berisi bom. Seluruh bahan peledak tersebut sudah berhasil dijinakkan. Dari keterangan Kepolisian Yunani, seluruh bom itu akan dikirim ke beberapa perwakilan keuangan Uni Eropa di beberapa negara di benua tersebut. Mereka berhasil membongkar rencana ini setelah Kepolisian Yunani menyortir paket-paket tersebut sebelum dikirim. Insiden ini terjadi kurang beberapa hari usai insiden bom amplop di kantor IMF Paris. Petugas di sana melaporkan perangkat tersebut dikirim dari Yunani. Kelompok sayap kiri Conspiracy of Fire Cells Yunani mengaku bertanggung jawab atas pengiriman perangkat peledak itu. Direktur IMF Christine Lagarde mengutuk tindakan pengecut dalam bentuk kekerasan terhadap staf IMF itu. Karyawan IMF yang membuka bom “amplop” surat itu mengalami luka pada tangan dan wajah luka. Staf di sana pun sudah dievakuasi. Ledakan bom tersebut terjadi setelah sebuah bom parsel untuk Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble berhasil dicegat pada Rabu, 15 Maret 2017. Presiden Prancis Francois Hollande mencatat kesamaan antara dua insiden pengiriman bom amplop surat itu. “Kami berusaha untuk menetapkan penyebab, sebagai bagian dari penyelidikan internasional,” kata Hollande. Lagarde mengatakan dalam
sebuah pernyataan bahwa IMF telah bekerja sama dengan otoritas Prancis untuk menyelidiki ledakan bom amplop itu. Setelah itu, sekitar 100 orang dievakuasi dari kantor jaksa penyelidik kasus-kasus penipuan keuangan di Perancis setelah menerima telepon ancaman bom, Senin (20/3) lalu. Seorang polisi melaporkan, seseorang penelepon mengabarkan bahwa ada bom di gedung yang menjadi kantor bagi para jaksa penyelidik kasus kejahatan keuangan tingkat tinggi itu. Sejumlah petugas penjinak bom pun bergegas ke kantor kejaksaan tersebut. Setelah kantor dikosongkan, petugas yang menyisir gedung itu tak menemukan bom. Kantor kejaksaan tersebut merupakan bagian dari pengadilan pidana Paris, yang saat ini sedang menyelidiki Francois Fillon, calon dari kubu konservatif untuk maju dalam Pilres Perancis pada April dan Mei 2017. Ia diduga telah menyelewengkan dana masyarakat. Instansi yang sama juga sedang me-
nyelidiki kasus dugaan penipuan tentang pekerjaan palsu yang menyeret politisi sayap kanan Partai Front Nasional, Marine Le Pen, yang juga maju untuk pilpres tahun ini. Peristiwa itu terjadi dua hari setelah serangan oleh seorang terduga teroris di Bandara Orly, Paris, yang menyebabkan evakuasi besar di terminal bandara tersibuk kedua di Perancis itu. Para jaksa bidang anti-teror Prancis tengah menyelidiki insiden penembakan terhadap seorang pria di Bandara Orly, Prancis, pada Sabtu (18/03) lalu. Menurut sejumlah pejabat Prancis, pria bernama Ziyed Ben Belgacem itu tewas ditembak aparat keamanan setelah menempelkan sepucuk pistol di kepala seorang serdadu Prancis seraya mengatakan bahwa dirinya ingin “mati untuk Allah”. Sebelumnya, pada hari yang sama, pria berusia 39 tahun tersebut disebut terlibat dalam aksi penembakan dan pembajakan mobil. Oleh aparat Prancis, Belgacem digambarkan sebagai pria yang mengalami radikalisasi di penjara dan berada dalam daftar pengawasan polisi. Berdasarkan keterangan jaksa Paris, Francois Molins, rekam jejak Belgacem mencakup dakwaan atas perampokan bersenjata dan penggunaan narkoba. Sejumlah agen intelijen menggeledah rumahnya di Garges-les-Gonesse untuk mengetahui apakah Belgacem bersimpati kepada kelompok Islam tertentu, namun mereka dilaporkan tidak menemukan apapun. Meski demikian, jejak kokain didapati dalam penggeledahan. Sebuah Al-Quran ditemukan di badan Belgacem, kata jaksa Paris, Francois Molins. Akibat insiden tersebut, sekitar 3.000 penumpang di bandara tersebut dievakuasi. Tidak hanya Eropa, Dunia pun harus lebih waspada untuk mencegah teror yang berpotansi menelan banyak korban. l Gugiek Savindra 3 - 9 April 2017
21
A KT I V I TA S EF INDONESIA - English First Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan kompetisi bakat dalam bahasa Inggris bertajuk ‘’EF Challenge’’. Kompetisi ini dilakukan secara online selama periode 6 Maret – 16 April 2017 dan terbuka untuk anak usia 4 hingga 17 tahun di seluruh Indonesia. Untuk mengikuti EF Challenge, peserta cukup mengakses www.ef.co. id/challenge17 dan memasukkan data diri. Kemudian unggah video berdurasi 2-5 menit yang berisi pertunjukan bakat menggunakan bahasa Inggris. Terdapat tiga tema video yang dapat dipilih oleh peserta, yakni hobby, review dan art.
MBP/ist
WABUP BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung mengelar apel paripurna yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-98 Pemadam Kebakaran (Damkar) dengan Inspektur Upacara Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Jumat (17/3). Apel ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Wayan Adi Arnawa, Kepala Perangkat Daerah dan karyawan-karyawati di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Wakil Bupati Badung Suiasa, dalam kesempatan tersebut memberikan ucapan selamat ulang tahun ke-98 kepada Pemadam Kebakaran Badung.
MBP/ist
STIKOM BALI - Setelah berhasil menyabet gelar juara pertama dalam lomba hacking tingkat Nasional di Palembang tahun 2016 lalu, kini STMIK Stikom Bali menggelar kompetisi teknologi informasi (TI) terbesar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) melalui event festival teknologi atau lebih dikenal dengan Fasttekno. Fasttekno 2017 yang diselenggarakan Senat Mahasiwa (Sema) STIMIK Stikom Bali selama tiga hari, 16–18 Maret lalu, diikuti 350 pelajar SMP dan SMA/SMK yang datang dari Jawa, Bali dan NTB. Mereka berlomba untuk mendapatkan predikat terbaik dalam uji kemampuan tentang pengusahaan TI.
22
3 - 9 April 2017
MBP/ist
PEMKAB BULELENG - Guna menyusun rencana strategis (renstra) yang lebih baik di tiap-tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemkab Buleleng melaksanakan berbagai upaya. Selain melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) yang mendatangkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri beberapa waktu yang lalu, pemkab melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama OPD terkait lainnya melakukan studi komparasi ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Senin (20/3).
3 - 9 April 2017
23
K E S E H ATA N
R
Problematika Penanggulangan Rabies
abies atau yang sering dikenal dengan penyakit anjing gila adalah penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus (dimana dalam Bahasa Yunani Lyssa berarti mengamuk atau kemarahan). Rabies sendiri berasal dari Bahasa latin “Rabere� yang artinya marah dan dalam Bahasa Sansekerta “Rhabas� yang artinya kekerasan. Virus ini menyerang sistem saraf pusat pada hewan berdarah panas dan manusia. Virus ini dapat menular ke manusia melalui gigitan hewan penular rabies seperti anjing, kucing dan kera. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia atau hewan melalui luka gigitan hewan penderita rabies atau
24
3 - 9 April 2017
luka yang terkena air liur hewan penderita rabies. Rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya dimana bila ditemukan gejala dan tidak tertangani dengan baik maka akan diikuti dengan kematian baik pada hewan atau manusia. Di Indonesia, Rabies pertama kali dilaporkan di Jawa Barat pada tahun 1884 pada seekor kerbau, dan pada tahun 1889 pada seekor anjing. Di Indonesia, hewan penular rabies adalah anjing (98%), monyet dan kucing (2%). Sampai tahun 2015, Rabies tersebar di 25 Provinsi. Menurut Ditjen Pencegahan dan Pengendalian (P2P), Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, terda-
pat 80.403 kasus GHPR di tahun 2015. Bali merupakan salah satu provinsi dengan kejadian rabies. Dari sejarahnya, Bali sudah sempat dinyatakan bebas rabies berdasarkan Hondsdolhed Ordonantie (Staatblad 1926, No.451 yunto stbl 1926 No.452) dimana dinyatakan bahwa beberapa wilayah keresidenan dan pulau di Hindia Belanda (Indonesia) pada masa itu bebas rabies termasuk wilayah keresidenan Bali. Namun Rabies muncul kembali di Bali pada tahun 2008 di Ungasan, Kuta Selatan, Badung. Saat itu Bali kemudian dinyatakan sebagai daerah wabah Rabies. Puncak kejadian kematian pada manusia terjadi pada tahun 2011 dimana terdapat
122 korban jiwa akibat penyakit Rabies dan sampai bulan Juli 2015 sudah ada 160 korban meninggal karena rabies. Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2016 setidaknya terdapat 41.630 kasus gigitan hewan pembawa rabies, 29.479 kasus gigitan hewan yang kemudian mendapatkan vaksin post eksposure profilaksis dan 15 kasus kematian akibar rabies. Tingginya angka kasus gigitan hewan dan meningkatnya kasus kematian akibat rabies juga berdampak pada beban ekonomi akibat penyakit ini. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Batan pada tahun 2008-2011 menunjukkan bahwa penyakit rabies di Provinsi Bali telah mengakibatkan kerugian sekitar Rp 336,5 miliar. Hingga saat ini program penanggulangan rabies oleh pemerintah di Bali terus dilakukan untuk menekan angka gigitan dan kematian akibat hewan pembawa rabies. Masih tingginya angka gigitan hewan pembawa rabies serta kematian akibatnya menunjukkan bahwa upaya penanggulangan rabies di Bali menghadapi problematika yang kompleks. Adapun beberapa problematika penanggulangan rabies di Bali meliputi aspek sosio kultural dari hadirnya anjing dalam jumlah banyak di Bali dan masih kurangnya kesadaran masyarakat Bali tentang rabies itu sendiri. Salah satu penyebab tingginya risiko penyebaran rabies di Bali adalah akibat padatnya populasi anjing di Bali. Menurut penelitian yang dilakukan Mahardika di tahun 2009, diketahui bahwa di Bali setidaknya terdapat sekitar 540.000 ekor anjing dengan kepadatan anjing sekitar 96 ekor/m2. Hal ini mengakibatkan tingginya interaksi antara manusia dengan anjing sehingga kemungkinan tergigit anjing juga sangat
tinggi. Besarnya jumlah populasi anjing di Bali tak lepas dari persepsi sosio-kultural masyarakat Bali yang unik terhadap status anjing di antara masyarakat Bali. Lebih dari 85% penduduk Bali memposisikan anjing sebagai penjaga mereka dan sekitar 75% masyarakat Bali membiarkan anjing bebas berkeliaran dikarenakan anjing telah berperan sebagai teman dan erat hubungannya dengan kegiatan-kegiatan upacara tradisional masyarakat Bali. Meskipun angka cakupan vaksinasi anjing di Bali sudah mencapai 70%, namun masih adanya kasus rabies di Bali menunjukkan bahwa masyarakat Bali perlu untuk mengetahui tindakan pencegahan terkait gigitan hewan pembawa rabies. Penelitian yang dilakukan oleh Batan pada tahun 2016 yang menyatakan bahwa sekitar 70% masyarakat Bali belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang rabies mengindikasikan bahwa pengetahuan masyarakat Bali tentang pencegahan Rabies masih kurang termasuk pengetahuan dalam deteksi dan penanganan kasus gigitan Rabies. Adapun gejala rabies pada manusia meliputi 4 fase yakni: 1. Fase Prodromal dimana penderita akan merasa demam, lemah, mual dan sakit tenggorokan selama beberapa hari 2. Fase Sensoris dimana penderita akan merasa nyeri, panas, kesemutan, cemas dan reaksi yang berlebihan terhadap rangsangan sensorik (rasa takut pada air yang berlebihan, peka suara keras dan cahaya serta udara) 3. Fase Eksitasi dimana air liur dan air mata keluar berlebihan, pupil mata membesar, fobia. Gejala ini akan terus berlangsung sampai penderita meninggal. 4. Fase Paralisis. Meskipun sebagian
besar penderita meninggal pada fase eksitasi, namun ada pula penderita yang tidak mengalami fase eksitasi namun mengalami kelumpuhan yang berat hingga meninggal. Sangat penting juga untuk diketahui bahwa semua hewan berdarah panas rentan terhadap rabies serta berpotensi menularkan rabies pada manusia. Hewan-hewan yang biasa menyebarkan penyakit rabies adalah anjing, kucing, kelelawar, kera, dan karnivora liar. Namun selama ini belum pernah dilaporkan kasus rabies pada manusia akibat penularan dari hewan selain anjing. Hewan yang tergigit hewan lain pembawa rabies baru menimbulkan gejala setelah kira-kira 2 minggu (10 hari – 8 minggu) setelah tergigit. Sementara pada manusia, jangka waktu gigitan sampai munculnya gejala adalah antara 2-3 minggu sampai 1 tahun, tergantung pada lokasi luka gigitan, derajat keparahan luka, jumlah saraf yang terkena dan tingkat keganasan virus. Apabila menemui kasus gigitan anjing pada manusia, pertolongan pertama harus diberikan dengan sesegera mungkin untuk mengurangi efek mematikan virus yang masuk ke tubuh. Adapun penanganan yang dapat dilakukan oleh masyarakat antara lain: 1. Pencucian luka. Luka dicuci dengan air mengalir dan sabun/deterjen selama 10-15 menit. 2. Pemberian antiseptik. Luka dapat diberikan alkohol 70% atau betadine, lalu dibalut bersih. 3. Membawa penderita luka gigitan ke dokter, puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan lebih lanjut (pencucian luka kembali dan mendapatkan Vaksin Anti Rabies dan/ atau Serum Anti Rabies sesuai standar prosedur yang berlaku) sambil menunggu hasil observasi hewan tersangka rabies. Anjing sudah menjadi bagian erat dalam kehidupan masyarakat Bali dan hal ini tidak bias dipungkiri dan sudah banyak dibuktikan dari beberapa penelitian di Bali. Untuk itu sangat penting bagi masyarakat Bali untuk peduli dan sadar akan aspek pemeliharaan anjing, pencegahan gigitan serta penanganan gigitan anjing pembawa rabies. l dr. Wayan Citra Wulan Sucipta Putri, MPH Dosen di Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas dan Ilmu Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana 3 - 9 April 2017
25
LENSA
MAPATUNG Menjelang hari raya Galungan, sejumlah krama Bali menggelar tradisi “mapatung” (berbagi) daging babi. Beberapa warga tengah membersihkan bulu babi di Denpasar. Dalam tradisi “mapatung”, daging babi yang telah terpotong nantinya akan dibagi rata pada semua anggota kelompoknya.
26 3 - 9 April 2017
MBP/eka
OLAHRAGA
Isu Tak Sedap
KABAR tak sedap hinggap di klub Arsenal. Pelatih Arsene Wenger dirumorkan akan pindah ke Paris Saint Germain. Tidak hanya ityu, rumor itu juga menyebutkan Wenger menyetujui kontrak selama dua musim. “Berita bohong,” ujar Wenger kepada saluran berita Beinsports Inggris menanggapi desas-desus itu. Sebelumnya Wenger memberi indikasi apakah dirinya akan tetap di Arsenal atau pindah dan kepada wartawan berkata, “Segera.” Pelatih berusia 67 tahun itu memimpin Arsenal sejak 1996. Dia kini dalam tekanan menyusul kekalahan 1-3 atas West Bromwich Albion. Kekalahan keempat dalam lima pertandingan terakhir di Liga Inggris itu memaksa The Gunners melorot ke posisi ke-6 klasemen sementara. Fatalnya, kegagalan itu diawali dengan tersingkirnya the Gunners dari babak 16 besar Liga Champions setelah dihajar Bayern Munich 2-10. Kontrak Wenger di Arsenal tuntas pada akhir musim ini. Koran Prancis L’Equipe melaporkan pihak PSG tercatat tiga kali menghubungi Wenger sejak klub itu diambil alih oleh Qatar Sports Investments sejak 2011.”Saya masih cinta Arsenal,” tegas Wenger kepada Associated Press. l Yudi Winanto
MBP/ap
Pembalap Red Bull Max Verstappen.
Menjadi Juara Dunia
P
embalap Belanda Max Verstappen akan menjadi sorotan saat Grand Prix Formula 1 dimulai di Australia akhir Maret ini. Pembalap tim Red Bull tercatat sebagai yang termuda yang berlaga pada lomba musim lalu. Dia juga mencatat penampilan mengesankan dengan melakukan 78 overtaking selama mengikuti 21 seri. Aksi spektakulernya adalah saat tampil di GP Brazil. Dalam cuaca hujan deras dan sirkuit basah, ia mampu memperbaiki posisinya dari peringkat ke-15 dan masuk finish di posisi ketiga dengan 10 putaran saja. “Inilah pembalap terbaik yang pernah saya lihat,” ungkap team principal Red Bull Christian Horner. Namun, aksi beraninya dalam menyalip mengundang kritik dari pembalap yang lebih senior Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen, laporan Associated Press. Di usianya yang baru 19 tahun, pembalap Belanda ini akan menjadi momok bagi tiga kali juara dunia Lewis Hamilton dan Vettel yang keduanya telah berusia 30 tahun. ‘Berharap menjadi juara dunia itu mudah. Yang Anda perlukan adalah tinggal menjalaninya saja,” katanya yang menginginkan mobil terbaik untuk mewujudkan impiannya itu.
MBP/ap
Manajer Arsenal Arsene Wenger.
l Yudi Winanto 3 - 9 April 2017
27
OLAHRAGA
Pensiun dengan Bahagia PELARI Marathon AS Meb Keflezighi berencana pensiun dari dunia atletik akhir tahun ini. Atlet kelahiran Afrika Utara itu, merasa cukup bahagia telah melewati masa terbaiknya sebelum perlahan mundur dari olahraga lari jarak jauh ini. Keflezighi berencana gantung sepatu setelah mengikuti Boston Marathon April mendatang dan TCS New York City Marathon pada November. Bila memenangi even itu usia 42 tahun. “Orang bilang “Kenapa berhenti, Anda masih berada pada level tertinggi. Ya, tapi itu menghabiskan banyak hal dari anda,” kata atlet yang tampil di empat Olimpiade itu kepada Asociated Press. Keflezighi lahir di Eritrea, tapi keluarganya meninggalkan negeri di Afrika Utara itu setelah diamuk perang dan dilanda kemiskinan. Mereka tinggal di San Diego. Keflezighi yang menjadi warga negara AS, menunjukan bakatnya saat masih belajar di SMA dengan memecahkan rekor UCLA. Ia selanjutnya memenangkan empat gelar NCAA sebelum beralih ke pro pada 1998. Debutnya di Olimpiade terjadi pada 2000 di Sydney dengan menjuarai nomor 10.000m . Setahun kemudian ia memecahkan rekor AS dengan waktu 27 menit 13,98 detik di nomor yang sama. Debutnya di lomba lari jarak jauh (marathon) terjadi pada di New York 2002. Keflezighi hanya menempati peringkat ke-9 dan bersumpah tidak akan mengikuti lomba seperti ini lagi. Badannya sakit luar biasa usai menyelesaikan lomba tu. Namun di Olimpiade Athena 2004, ia kembali turun di nomor ini dan medapatkan medali perak. Ia menjadi atlet pertama AS dalam 28 tahun terakhir yang memenangi medali di nomor marathon. Lima tahun kemudian, ia memenangi marathon New York 2009 dan menjadi atlet pertama AS yang memenangi kejuaraan ini dalam 27 tahun. “Dia pelari jarak jauh terbaik yang dimiliki AS,” kata Deena Kastor, pemegang rekor marathon AS. Di Olimpiade London 2012, Keflezighi hanya menempati peringkat keempat. “Berlari tidak selalu menghasilkan kemenangan,” katanya. Tak ada pelari AS yang mampu menjuarai marathon di Boston dalam tiga dekade terakhir. Lomba ini menawarkan hadiah terbesar dibandingkan lomba-lomba sejenis di seluruh dunia. Pada 2013, dua ledakan besar terjadi jelang garis akhir lomba ini yang menewaskan tiga penonton dan melukai ratusan warga. Pada April 2014, dua pekan jelang ulang tahun ke-39 Keflezighi memenangi lomba ini dengan waktu 2 jam 8 menit 37 detik. Direktur lomba Boston Marathon Dave McGillivray menyatakan Keflezighi menjadi satu-satunya atlet Olimpiade yang memenangi New York dan Boston marathon. Oleh karena itu Keflezighi berkeinginan mengakhiri kariernya dengan mengikuti dua lomba itu musim ini sebelum secara resmi pensiun dengan bahagia. Namun dia sepenuhnya tidak berhenti berlari. Ia akan mengikuti lomba lari 5K atau half-marathon. “Karena saya berlari untuk olahraga, untukl orang-orang yang mendorongku menjadi yang terbaik di dunia,” ujar bapak tiga putri itu. l Yudi Winanto
28 3 - 9 April 2017
MBP/ap
Pelari AS Meb Keflezighi saat menjuarai Boston Marathon.
3 - 9 April 2017
29
OLAHRAGA
Cabang Olahraga Renang
Lisa Primasari Resmi Bela Klungkung
P
erenang belia andalan Bali, Ni Putu Pande Lisa Primasari, memborong delapan medali emas plus dua perunggu pada Kejuaraan Asia U-10 bertajuk ’’48 th Singapore National Age Group Swimming Championship 2017’’ di Kolam Renang OCBC Aquatic Centre, Singapura, 10-12 Maret lalu. Lisa menyabet emas di nomor gaya bebas, punggung, dada (50 dan 10 meter), kupu-kupu (100 meter) dan gaya ganti (200 meter) serta perunggu pada gaya bebas (200 meter) dan kupu-kupu (50 meter). Atas prestasi ini, Lisa menyandang predikat atlet terbaik. Padahal ajang itu melibatkan perenang dari Jepang, India, Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura. Pada event serupa tahun lalu, Lisa juga dinobatkan sebagai atlet terbaik setelah mendulang 5 emas, 4 perak dan 1 perunggu. Lisa menggeluti renang sejak duduk di bangku kelas I SD atas saran dokter. ‘’Karena saya menderita sesak napas sejak kecil,’’ kenang atlet kelahiran Denpasar, 28 April 2007 ini. Bakat siswi kelas IV SD Home Schooling Primagama Denpasar ini makin tampak ketika diturunkan pada kejuaraan renang Piala Nirmala 2013 dengan merebut perunggu di gaya dada 100 meter. Pada Piala Nirmala berikutnya, Lisa menyandang perenang terbaik. Putri tunggal pasangan Putu Sudana dengan Ni Made Rai Satyani ini mengikuti training camp di Jepang pada Agustus 2016. Berkat polesan pelatih di negara Sakura, gerakan kakinya makin lincah dan stabil di kolam renang. Lisa bergabung bersama klub Takahide Swimming Centre (TSC) yang biasa berlatih di Kolam Renang Dharmaphala ditangani trio pelatih Putu Takahide Valentino, Ketut Suastika dan Andi Hermawan. Ia rencananya mengikuti training camp lagi di Jepang bersama perenang Olimpiade junior di Tokyo Swimming Centre (TSC) pada Oktober mendatang. Sang ayah Sudana yang asal Banjar Badung, Lukluk, Mengwi, memutuskan klub TSC resmi berada di bawah naungan Pengkab PRSI Klungkung. Ia sudah mengontak Ketua Umum KONI Klungkung Wayan Subamia dan siap menerima TSC. Bahkan, pada event Kejurnas Antarklub Piala Petro di Kolam Renang Tri Dharma, Petrokimia Gresik, 1-2 April, Lisa dan 11 rekannya resmi mengibarkan TSC Klungkung. ‘’TSC siap melatih perenang warga Klungkung yang dekat dengan Kolam Renang Dharmaphala,’’ ujarnya. Agenda lain yang bakal diikuti Lisa adalah Kejurnas Renang di Palembang (April), Piala Nirmala (Juni), Kejuaraan Renang Antar-Perkumpulan Seluruh Indonesia (November). MBP/nel
Ni Putu Pande Lisa Primasari
30 3 - 9 April 2017
l Daniel Fajry
Sepak Bola
PS Badung Kembali Menggeliat TIM Persatuan Sepak Bola (PS) Badung vakum sejak urungnya pergelaran kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia pada 2015 lalu akibat sanksi yang dijatuhkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). PS Badung yang dijuluki Tim Keris sampai tidak mengikuti Torabica Soccer Champioship (TSC) B yang digelar tahun lalu untuk mengisi kekosongan kompetisi di Tanah Air. Setelah dicabutnya sanksi oleh Menpora dan PSSI kini dipimpin Ketua Umum Edy Rahmayadi, kompetisi Liga Indonesia akan digelar kembali April 2017 mendatang. Liga 1 Indonesia sebagai pengganti Liga Super Indonesia diputar mulai 15 April, sedangkan Liga 2 Indonesia sebagai penerus Divisi Utama diselenggarakan akhir April. Kepastian itu mengharuskan PS Badung menggeliat lagi. Mereka mesti mempersiapkan tim untuk berlaga di Liga 1. Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana telah menunjuk Syahrial Effendy, mantan pelatih tim PON Sumut, sebagai pelatih kepala dibantu Nyoman Sujata selaku asisten. Kehadiran Syahrail berkat sumbangsih pengusaha asal Yogyakarta, Bangun Bawono, yang peduli terhadap keberadaan PS Badung. Lewat rekomendasi kedua pelatih ini dikumpulkan 28 pemain, yaitu 14 asal luar daerah dan 14 pemain lokal Bali. Pemain dari luar Bali di antaranya mantan penjaga gawang tim nasional Syamsidar dan gelandang bertahan yang bisa berposisi sebagai stoper Elvis Nelson. Kedua pemain ini membela PSS Sleman
pada 2015 lalu. Seluruh pemain dikumpulkan dan dijadwalkan berlatih usai Hari Raya Nyepi atau setelah 28 Maret. Seleksi perdana dilaksanakan di Stadion Samudra pada 30 Maret. Meskipun belum mempunyai tim, PS Badung sudah mendapat tawaran melakukan uji coba. Adalah Celebest Palu, Sulteng, yang dilatih putra Bali Wayan Sukadana, menantang PS Badung berlatih tanding di Stadion Samudra Kuta pada 2 April. Kedua kesebelasan sama-sama akan berlaga di kompetisi Liga 2 Indonesia. Khusus meladeni Celebest Palu, PSSI Badung mempercayakan kursi pelatih kepada Nyoman Sujata. Pemain yang dipanggil semuanya dari Bali. Graha Wicaksana menjelaskan, perhelatan kompetisi Liga 2 akan diawali pertemuan para manajer di Jakarta pada 23 Maret. Dalam rapat ini dipastikan tim-tim yang berkompetisi di kompetisi level kedua ini, persyaratan pemain seperti usia dan jumlah pemain asing serta persyaratan lisensi pelatih. Urusan dana yang sempat memusingkan pengurus PSSI Badung pada kompetisi sebelumnya tampaknya tidak akan terjadi di Liga 2. Pasalnya, Graha Wicaksana mengaku mendengar munculnya surat edaran Kepmendagri tertanggal 4 Februari 2017 terkait klub-klub semiprofesional yang bisa memakai dana APBD. Jika hal ini benar adanya, PSSI Badung akan berkonsultasi dengan Bupati Nyoman Giri Prasta yang cukup getol membina. Awal tahun ini, Pemkab Badung sukses menggelar kejuaraan memperebutkan Piala Bupati. l Mawa
MBP/wan
Pemain PS Badung (kanan) ketika berlaga dalam pertandingan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia beberapa tahun lalu. 3 - 9 April 2017
31
PENDIDIKAN
MBP/sosiawan
Sosialisasi Program “Penuntasan Ikut PAUD Satu Tahun Pra Sekolah Dasar” di Gedung Wanita Laksmi Graha, belum lama ini.
Wujudkan Generasi Emas
P
Anak Wajib Ikut PAUD
endidikan Anak Usia Dini (PAUD) selama satu tahun, khususnya di Kabupaten Buleleng wajib diikuti seluruh anak sebelum menempuh pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD). Hal tersebut dinilai strategis untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter. Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan hal itu seusai membuka sosialisasi “Penuntasan Ikut PAUD Satu Tahun Pra Sekolah Dasar” di Gedung Wanita Laksmi Graha, belum lama ini. Dijelaskan, pemerintah memiliki komitmen untuk mewujudkan generasi emas pada 2045. Mendukung itu, peningkatan kualitas SDM, salah satunya pembangunan karakter perlu dilakukan sejak dini melalui program penuntasan ikut PAUD satu tahun untuk anak-anak sebelum menginjak ke pendidikan SD. “Usia enam tahun ke bawah merupakan usia emas pada anak. Di usia itu saat yang tepat untuk membentuk karakter pada anak kita. Kalau di sini pendidikannya sudah baik, nanti SMP dan SMA pasti akan baik,” jelasnya. Program itu, lanjut Wabup asal Desa Bontihing ini ditargetkan sudah terlaksana pada 2018 mendatang. Bahkan, pihaknya mendorong bisa berjalan tahun ini. “Kalau bisa di tahun ajaran ini sudah berjalan. Kalau tidak, kami targetkan 2018. Itu akan bertahap. Kami sudah sosialisasikan,” ungkapnya. Mendukung program nasional itu, anak-anak yang berusia di bawah enam tahun akan didata. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah memantau perkembangannya. “Nanti
32 3 - 9 April 2017
anak-anak usia satu tahun sampai enam tahun akan diregister. Berapa jumlahnya. Ini akan ditugaskan kepada kepala desa,” ujar Sutjidra. Sampai saat ini, masyarakat, khususnya di perdesaan masih ada yang enggan mengikutkan anaknya pada Paud. Salah satu alasannya, karena jarak sekolah dan tempat tinggal cukup jauh. Menyikapi persoalan itu, Sutjidra mengaku akan terus memggenjot pembangunan TK. “Kami berupaya pembangunan TK bisa menyebar di seluruh desa. Itu salah satu cara untuk menyukseskan program ini,” imbuhnya. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng Gede Suyasa mengatakan, saat ini di Bumi Denbukit sudah ada 17 TK negeri. Tahun ini, ditargetkan ada penambahan sebanyak 10 TK. “Untuk tahun ini, kita punya target membangun 10 TK negeri lagi. Namun setelah kita lakukan verifikasi di lapangan, hanya tujuh TK yang memenuhi syarat. Mudah-mudahan, bulan depan kita bisa SK-kan menjadi TK negeri,” ujarnya. Direktur Pembinaan PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan R. Ella Yulaelawati yang turut hadir dalam sosialisasi tersebut menegaskan, menurut penelitian, pertumbuhan fisik dan otak anak yang baik ada pada usia nol sampai lima tahun. “Penyerapan informasi sangat tinggi pada usia itu,” tegasnya. l Sosiawan
Bentuk Tim Khusus untuk Jaring Siswa Miskin
S
mp 2 Amlapura punya kiat tersendiri untuk menerima siswa miskin dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018 mendatang. Agar kuota 20 persen benar-benar menjadi hak siswa miskin, SMPN 2 Amlapura terjun langsung ke rumah siswa itu untuk memastikan kondisi riil keluarganya. Langkah itu dilakukan untuk mencegah hak siswa miskin masuk lewat kuota ini, diambil siswa lain. Kepala SMPN 2 Amlapura I Wayan Gede Suastika, S.Pd., M.Si. menyampaikan hal itu saat sarasehan di ruang ceremonial sekolah setempat, dengan puluhan Kepala SD di Karangasem, belum lama ini. Berkaca dari pengalaman PPDB tahun ajaran sebelumnya, sebanyak 60 persen diambil dari rangking di UPT Disdikpora dari nilai siswa di setiap sekolah. 20 persen lagi adalah kuota siswa berprestasi dan 20 persen lainnya adalah untuk kuota siswa miskin. Suastika merasa perlu pihak sekolah melihat langsung kondisi riil siswa miskin untuk memastikan bahwa kuota ini benar-benar dimanfaatkan oleh yang berhak. Cara seperti ini sudah dilakukan saat PPDB tahun lalu. Tim yang dibentuk sekolah yang berisi beberapa guru, turun langsung ke rumah siswa, sebagaimana data awal yang terdaftar di sekolah. “Memang siswa yang mendaftar melalui jalur kuota siswa miskin sudah melampirkan surat keterangan miskin dari kadusnya. Tapi, kami tak bisa percaya begitu saja. Setidaknya ini sudah terbukti saat kami turun langsung ke rumahnya,” kata Suastika.
Saat turun ke rumah-rumah, situasi yang dilihat tim dari sekolah, sebagian besar berbeda dari surat keterangan yang dilampirkan saat mendaftar. Bahkan, ada yang berupaya mengelabui tim dari sekolah. Padahal, orangtua siswa itu tergolong mampu, tapi dia sengaja tinggal sementara di rumah kerabatnya yang miskin saat tim survei sekolah datang ke rumah. Di samping untuk memberikan kuota siswa miskin kepada siswa yang berhak, dengan data riil siswa miskin seperti itu, maka pihak sekolah bisa lebih mudah meyakinkan pemerintah pusat untuk membantu siswa miskin ini melalui beasiswa. “Kalau pun tak dibantu pemerintah pusat, bisa kami bantu nanti dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah-red),” jelasnya. Salah satu guru setempat, Dra. Sri Wahyuni, M.Pd, juga menyampaikan cara ini efektif untuk menjaga kuota siswa miskin diterima oleh yang berhak. Tahun ajaran sebelumnya, ada sekitar 80 siswa miskin yang disurvei langsung ke rumahnya. Sebagian besar medan yang dihadapi tim ke rumah siswa cukup sulit. Ada yang tinggal di pelosok, ada pula yang tinggal di perbukitan dan harus melalui beberapa anak sungai. “Yang paling saya ingat, waktu itu saat survei ke rumah siswa miskin, rumahnya memang sederhana, tapi istri bapaknya ada dua. Yang begini terpaksa kami gugurkan dari kuota siswa miskin,” cerita guru yang juga Tim MGMP IPA SMPN 2 Amlapura ini. l Bagiarta
MBP/bagiarta
Para kepala SD di Karangasem saat mengikuti sarasehan di Ruang Ceremonial SMPN 2 Amlapura, belum lama ini. 3 - 9 April 2017
33
A KT I V I TA S PPNI - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai gabungan dari berbagai organisasi perawat di Indonesia, sejak 17 Maret 1974 mendeklarasikan diri sebagai keluarga besar perawat Indonesia yang mengabdi demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Terlepas dari hiruk-pikuk dan tarikmenarik berbagai kepentingan politik, ekonomi dan sosial, profesi keperawatan Indonesia telah berkembang menjadi profesi yang profesional dan mandiri sejak mendeklarasikan diri sebagai profesi yang profesional sejak 1983.
PEMKAB TABANAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan kembali menambah koleksi penghargaan. Sejak awal 2017, satu per satu penghargaan berhasil diperoleh. Mulai dari Wahana Tata Nugraha dan Predikat B LHE-AKIP 2016 yang skalanya nasional. Koleksi tersebut semakin bertambah seiring dengan keberhasilan Kabupaten Tabanan memperoleh Anugerah Pangripta Nusantara (APN) 2017 Tingkat Provinsi Bali.
IKIP PGRI BALI - Sebagai LPTK terbaik I di Bali, IKIP PGRI Bali setiap tahun melakukan inovasi agar lulusannya berdaya saing dengan berbagai keunggulan. Selasa (21/3), Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.,Hum., akan mewisuda 95 sarjana baru. Dari jumlah itu, 39 orang dari Prodi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Pendidikan Bimbingan dan Konseling (14), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (16), Pendidikan Seni Tari Drama dan Musik (3), Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (21), Pendidikan Sejarah (1) dan Pendidikan Matematika (1). Lulusan terbaik diraih Ketut Kusuma Wardani (IPK 3,60).
LITBANG BADUNG - Keberadaan Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) di Kabupaten Badung, harus mampu mendukung pemerintah daerah untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam rangka lebih mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Demikian pengarahan Kepala Badan (Kaban) Litbang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Drs. Dodi Riyadmadji, M.M., saat menghadiri Forum Kelitbangan Kabupaten Badung di Puspem Badung, Senin (20/3)
34 3 - 9 April 2017
3 - 9 April 2017
35
LINGKUNGAN
Penyelamatan Lingkungan Nomor Satu
B
ali bopeng, Bali mengecil dan Bali tinggal satu generasi. Demikian sorotan yang disampaikan media sepuluh tahun terakhir ini. Artinya, pemerintah dan masyarakat Bali diharapkan mengambil langkah-langkah dalam penyelamatan Bali. Kalau tidak, petaka yang tidak diharapkan tentu akan semakin dekat bahkan akan terjadi di tengah perusakan alam yang massif. Kesadaran untuk menjaga alam Bali mesti terus ditumbuhkan. Sinergi pemerintah dan masyarakat harus dipadukan. Semuanya harus berpikir untuk memuliakan alam. Sejumlah pemerintah daerah telah mengambil langkah-langkah. Bangli dan Karangasem, dua di antaranya. Pemerintah Tk. I juga telah mengambil terobosan. Pemda Bali Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali telah mengusulkan Perda Pertambangan. Kepala Tenaga Kerja dan ESDM Bali I Ketut Wija mengatakan Pemprov Bali telah mengajukan rancangan Perda tentang Pertambangan Mineral Non Logam dan Batuan ke DPRD Bali. Seperti, batu pasir, batu, batu padas, tanah, tanah uruk dan batu kapur. “Perda pertambangan itu mengatur tentang kewenangan provinsi di dalam melakukan pembinaan terhadap pertambangan. Bagaimana proses perizinannya, kemudian bagaimana kita menjaga alam ini supaya tidak rusak walaupun terjadi penambangan,” ujarnya. Terkait dengan penanganan pascapenambangan, Wija mengatakan, juga telah diatur dalam Ranperda yang akan diusulkan. ‘’Memang kewajiban menaruh uang jaminan di bank pemerintah memang tidak diatur secara terang-terangan di dalam ranperda. Namun, secara implisit setiap penambang atau yang melakukan aktivitas penggalian wajib melakukan sebuah proses perbaikan,’’ jelasnya. Kata dia, walaupun izin pertambangan dikeluarkan provinsi namun tetap harus dilengkapi dengan izin lingkungan dari kabupaten. “Karena kabupatenlah yang terdampak paling besar akibat penambangan. Lingkungan yang rusak, itu kan kabupaten. Masalah pertambangan kan sangat berat, nanti kalau provinsi saja, kita disalah-salahkan terus kalau terjadi apa-apa di situ,” jelasnya. Terkait perda Kabupaten Karangasem yang mengatur batas ketinggian tempat yang bisa dilakukan penggalian, Wija mengakui memang sedang dalam proses untuk direvisi. Namun, perubahan batas ketinggian diminta tetap harus melihat kondisi topografinya. “Tergantung kondisinya, bukan masalah tinggi rendah. Kita atur nanti, mana yang boleh lebih tinggi dari 500 meter, 500 sampai 600 meter, mana yang tidak. Kita akan lihat bagaimana yang terbaik untuk lingkungan kita lah, sebab kita nomor satukan lingkungan. Jadi yang lain-lainnya nomor sekian,” tegasnya. Tidak hanya Karangasem, Wija mengaku akan meninjau pula lokasi pertambangan di kabupaten lain. Batas ketinggian maupun seberapa besar potensi tambang yang bisa diambil harus disesuaikan dengan topografi daerah itu. l Rindra
36
3 - 9 April 2017
Potensial Rusak Daerah Hulu Kegiatan galian C khususnya di Karangasem telah dibatasi tidak boleh diatas 500 meter dari permukaan laut sesuai isi Perda kabupaten setempat. Kendati ada penggalian yang melanggar, namun merevisi batas ketinggian perlu dipikirkan secara matang. Bila ditilik kembali, sebetulnya ada semacam langkah pengamanan untuk menyelamatkan Karangasem dari kehancuran. “Logikanya kalau 500 meter itu kan berarti tidak masuk daerah pegunungan. Artinya, kalau saya melihat itu ada semacam pembatasan jangan sampai galian C itu masuk ke daerah lebih ke hulu, ke daerah dekat pegunungan atau bukit. Saya melihat pengamanannya disana, buktinya kan telah terjadi perambahan juga,” ujar Kepala PPLH Universitas Udayana, Dr. Ir. I Made Sudarma, MS, pekan lalu. Menurut Sudarma, potensi pasir untuk bahan bangunan memang lebih banyak terdapat pada ketinggian diatas 500 meter. Namun, perlu juga dilihat dari segi topografi karena ketinggian diatas 500 meter umumnya sangat rawan untuk longsor. Artinya, kegiatan penambangan memang tidak mungkin dilakukan pada ketinggian diatas itu. “Itu kan struktur tanah berpasir, mudah sekali (longsor, red) dan apalagi itu pertambangan tidak berizin. Apakah penambangan liar, penambangan rakyat, ataukah penambangan pribadi, dan sebagainya. Kalau
Izin Diperketat
sudah tidak mempunyai izin berarti kan kaidah-kaidah penambangan yang benar itu tidak diikuti,” paparnya. Sudarma menambahkan, perambahan daerah hulu juga akan membuat daerah tangkapan hujan dan kawasan konservasi menjadi semakin terbatas. Aktivitas galian C juga menyisakan quarry atau lubang-lubang yang bisa menjadi sarang nyamuk di musim hujan. Hal ini tentu saja dapat membahayakan kesehatan masyarakat. “Quarry itu harus ditutupi dengan tanah (reklamasi, red). Kalau dulu ada dana reklamasi, semacam dana titipan yang diberikan oleh investor kepada Pemda. Manakala investor itu tidak melakukan kegiatan reklamasi, maka jaminan reklamasi inilah yang dimanfaatkan oleh Pemda untuk melakukan pengurukan,” jelasnya. Bila investor memenuhi kewajiban menguruk bekas galian C, lanjut Sudarma, maka dana penambangan itu bisa ditarik lagi oleh investor. Pada intinya, setiap investor atau pengusaha yang melakukan kegiatan galian C harus mengikuti kaidah-kaidah penambangan yang benar. Penambangan yang sudah berizin pun harus dipantau dan diawasi pemerintah. “Penambangan yang berizin saja tidak dikontrol oleh pemerintah, kan ini payah. Apalagi penambangan liar, dan lebih lagi kalau itu menyalahi Perda diatas 500 meter,” imbuhnya. Menurut Sudarma, Perda Kabupaten Karangasem Nomor 17 Tahun 2012 itu harus ditinjau kembali. Namun bukan soal batas ketinggian galian C. Melainkan terkait potensi yang bisa ditambang, mekanisme penambangan yang benar, dan apa yang bisa dilakukan setelah penambangan dengan dana reklamasi. “Ya…harus ditinjau lagi, dimana daerah-daerah itu yang bisa ditambang. Kalau tidak, Karangasem bisa hancur nanti sebab itu sudah masuk ke tengah hutan penambangan pasirnya,” tandasnya. l Rindra
Izin pertambangan khususnya galian C di Bali ke depan akan diperketat. Proses dari pra galian C, pelaksanaan galian C, hingga pascagalian C akan dikaji secara holistik. Utamanya untuk meminimalisir dampak lingkungan yang ditimbulkan. Jangan sampai ada celah bagi pengusaha atau investor galian C untuk “kabur” sebelum merehabilitasi bekas galiannya. “Baik di izin usaha pertambangan eksplorasi atau izin usaha pertambangan produksi, pasti ada persyaratan dari mekanisme itu. Izin akan lebih ketat,” ujar Ketua Pansus Ranperda Tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan DPRD Bali, I.B. Udiyana, pekan lalu. Udiyana menambahkan, masalah lingkungan terutama pasca tambang merupakan hal yang krusial dan perlu mendapat perhatian lebih. Harus ada semacam jaminan dari pengusaha galian C bahwa mereka akan memperhatikan masalah lingkungan yang mungkin timbul. Tidak seperti sekarang yang cenderung abai, bahkan ada yang sampai melanggar aturan. Terutama oleh pengusaha galian C tak berizin atau ilegal. “Seperti soal batas ketinggian di Karangasem. Padahal kalau dilanggar, atau melaksanakan kegiatan galian C lebih dari ketinggian 500 meter diatas permukaan laut itu kan akan terjadi eksplorasi secara besar-besaran, yang saya khawatirkan pasti berdampak kepada lingkungan,” jelas Politisi Partai Golkar ini. Dalam rancangan perda pertambangan, lanjut Udiyana, sudah tersurat mengenai kewajiban-kewajiban perusahaan atau pengusaha galian C. Sementara teknis pertambangan, ada dalam kewenangan pembinaan dan pengawasan yang dimiliki pemerintah provinsi. Dalam hal ini, penanggungjawabnya adalah gubernur. “Lewat pembinaan dan pengawasan itu akan disampaikan lebih detail,” imbuhnya. Di sisi lain, Udiyana juga meminta kabupaten/kota di Bali tidak membuat produk hukum atau perda yang kontradiktif dengan perda provinsi. Keberadaan perda tentang pertambangan nantinya diharapkan dapat memberikan ketegasan dan kepastian terhadap payung hukum pertambangan. Sehingga jelas apa yang menjadi domain provinsi, dan apa yang merupakan domain kabupaten/kota. “Kita pun mengetahui galian C secara eksisting ada di kabupaten/kota. Apa tidak ada kontribusinya kepada kabupaten/kota dimana potensi pertambangan itu ada. Kita berharap betul-betul nanti ada sinkronisasi, sinergitas antara provinsi dan kabupaten/ kota. Di samping untuk lebih tertib regulasi yang ada, karena banyak sekali usaha pertambangan yang bodong,” tandasnya. Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama mengaku sepakat dengan upaya memperbaiki lingkungan yang menjadi spirit rancangan perda tentang pertambangan. Tapi disisi lain, ada pula kepentingan masyarakat yang menggantungkan penghasilan khususnya dari kegiatan galian C. Seperti diberitakan sebelumnya, ada kurang lebih 9.000 masyarakat yang kehilangan kesempatan kerja akibat penutupan galian C beberapa waktu lalu. “Nah itu kita sedang mencari bagaimana mempertemukan kedua kepentingan itu. Di satu sisi lingkungan tidak rusak, di sisi lain masyarakat masih bisa mempertahankan hidupnya. Nanti sedang dikaji sama Komisi yang bersangkutan,” ujar Politisi PDI Perjuangan ini singkat. l Rindra 3 - 9 April 2017
37
PARIWISATA
Sampah Selalu Jadi Masalah
S
ampah selalu saja menjadi salah satu masalah utama di suatu destinasi wisata. Tak kecuali Bali yang menjadi barometer pariwisata Indonesia. Gundukan sampah yang menebar bau tak sedap mencapai belasan ton per hari. Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya pun mengkritik masalah sampah yang selama ini menjadi momok Pulau Dewata.
38 3 - 9 April 2017
Terlebih lagi tumpukan sampah yang menggunung di TPA Suwung. Pemandangan tidak elok itu tampak dengan jelas dari pesawat yang akan mendarat di bandara Ngurah Rai. Hal ini tentu saja dapat memberi kesan negatif bagi wisatawan. “Sampah nggak selesai-selesai, berkalikali saya marah, begitu mendarat sudah kelihatan sampah di bawah,” ujarnya. Arief menambahkan, momentum annual meeting IMF dan World Bank yang akan diadakan di Bali pada bulan Oktober 2018 harus digunakan untuk menyelesaikan masalah sampah. Begitu juga dengan masalah kemacetan, yang sama kritisnya dengan masalah sampah. Terlebih akan ada 15.000 peserta dari seluruh dunia yang akan hadir dalam pertemuan itu. “Core ekonomi Bali adalah pariwisata, yang kedua sepakat juga bahwa masalah utamanya ada di infrastruktur dan utilitas dasar. Jalan, air, listrik, internet, itu harus kita bangun ditambah lagi sampah,” im-
buhnya. Untuk masalah jalan, menurut Arief, Bali bisa bersurat ke Kemenko Maritim. Mengingat, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan akan menjadi koordinator terkait pertemuan IMF dan World Bank itu. Satu hal lagi, menyangkut pula bandara internasional yang baru ada satu di Bali. Menurutnya, harus segera direalisasikan bandara di Bali Utara karena pada prinsipnya Menteri Perhubungan, Menteri Pariwisata, dan Gubernur Bali sudah setuju. “Harusnya ini cepat. Lokasinya sudah tahu sebenarnya, investornya sudah ada. Terlalu kritis Bali itu dengan satu bandara, kalau ada apa-apa, disini tidak bisa mendarat,” pungkasnya. Gabungan Industri Pariwisata Bali (GIPI) Bali, menyoroti pula sampah di TPA Suwung yang menghembuskan bau tidak enak hingga wilayah Sanur terlebih saat angin barat sekarang ini. Ketua GIPI Bali, IB. Agung Partha,
Pantai Kuta yang menjadi tujuan wisata dunia tak luput dari serbuan sampah. Bahkan, pada musim angin kencang, sampah memenuhi sepanjang pantai berpasir putih.
mengatakan selain kemacetan, sampah di TPA Suwung juga menghembuskan bau saat angin barat sekarang ini. Kondisi ini berpotensi mengalihkan kunjungan wisatawan keluar Bali. Agung Partha berharap Pemkab Badung segera mengambil tindakan-tindakan strategis untuk membantu pelaku pariwisata menanggulangi masalah tersebut. “Perlu adanya sinkronisasi program, sehingga wisatawan untuk mencari tempat destinasi dari tempat menginap tidak memerlukan waktu yang lama,” ucapnya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badung, Giri Prasta, menjelaskan Pemerintah Kabupaten Badung siap menjadi garda terdepan untuk mewujudkan Pariwisata Bali, dari Badung membangun Bali. Kabupaten Badung sudah mempunyai program pengolahan sampah di tiap Desa di Kabupaten Badung. “Saat ini Kabupaten Badung sudah berusaha mengurangi pasokan sampah
untuk dibuang di TPA Suwung, dengan cara sampah dipilah oleh Desa menjadi pupuk untuk sampah organik dan anorganik dibawa ke Bank Sampah,” ujarnya. Pejabat asal Desa Pelaga, Petang ini mengatakan, promosi pariwisata Pemerintah Kabupaten Badung akan menggandeng stakeholder pariwisata dengan cara mempromosikan pariwisata. Pihaknya, ingin membuat one island management dan one stop destination yang dapat memperpanjang masa menginap wisatawan di Bali, sehingga terwujud membangun Bali dari Badung. Pemerintah Kabupaten Badung memberikan apresiasi kepada Korea Energy Agency (KEA) terkait Tindak lanjut Rencana Hibah Pemerintah Korea untuk study Kelayakan Pengembangan PLT Sampah dan Infrastruktur Energi di Kabupaten Badung yang diprakarasai Bappenas. Hal ini tentunya berdampak positif terhadap kabupaten Badung mengingat
penangan sampah di Kabupaten Badung dari hari kehari mengalami peningkatan yang luar biasa. Dengan Penandatanganan kesepakatan ini dapat memberikan jawaban yang terang bagi penangan sampah dengan teknologi yang dimiliki oleh Pemerintah Korea. Penanganan sampah dipandang sangat penting dan harus ditangani secara serius, sampah seakan menjadi momok sendiri bagi Kabupaten Badung, juga dapat mencoreng wajah pariwisata Kabupaten Badung dan Bali, mengingat kabupaten Badung merupakan destinasi pariwita Nasional Maupun Manca Negara. Dengan Penandatanganan kesepakatan ini diharapkan kedepannya penanganan sampah di wilayah Kabupaten Badung dapat berjalan sesuai harapan kita semua” tegasnya. l Rindra/Parwata
3 - 9 April 2017
39
AKTIVITAS
MBP/ist
BUPATI GIANYAR - Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata membuka forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2017 yang digelar di Ruang Sidang I Kantor Bupati Gianyar, Senin (20/3). Kegiatan antara lain dihadiri jajaran DPRD Kabupaten Gianyar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Gianyar, jajaran Pengadilan Negeri Gianyar, Staf Ahli, Pimpinan OPD dan Camat se-Kabupaten Gianyar.
MBP/ist
WABUP BADUNG - Menjelang hari raya dan hari besar lainnya, sudah menjadi tradisi harga-harga kebutuhan pokok dan kebutuhan untuk hari raya meningkat. Hal ini berdampak pada daya beli masyarakat. Untuk itu, pemerintah mempunyai kewajiban mengambil langkah-langkah preventif agar harga kebutuhan pokok dan kebutuhan hari raya tidak mengalami lonjakan kenaikan harga yang tinggi. Demikian diungkapkan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat membuka Pasar Murah di Wantilan Pura Lingga Bhuwana Puspem, Senin (20/3).
MBP/ist
PEMKAB BULELENG - Pada tahun 2018 mendatang, Pemkab Buleleng fokus menangani permasalahan sektor pertanian. Semua unsur pada sektor ini akan dikelola melalui program dan kucuran anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah. Salah satu wujud program di sektor pertanian, para klian subak dan klian subak abian yang merupakan benteng melindungi kebudayaan di Bali mulai mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
MBP/ist
BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta meresmikan Gereja Kristen Protestan Bali (GKPB) Tirta Empul Kerobokan di Banjar Semer yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, Minggu (19/3). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Camat Kuta Utara A.A. Yuyun Hanura Eny, Kabag Humas Nyoman Sujendra, Lurah Kerobokan Kelod, Klian Dinas di Lingkungan Br. Semer, Majelis Sinode, Pendeta di lingkungan GKPB serta Jemaat Gereja Tirta Empul.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
40 3 - 9 April 2017
MBP/ist
WHP - Selama hidupnya, Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Tianyar Arimbawa banyak aktif dalam berbagai aktivitas sosial, spiritual dan telah terbukti secara tulus ikhlas mengabdikan dirinya kepada umat Hindu di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Dedikasi beliau terhadap gerakan kemanusiaan, sosial dan spiritual layak mendapat apresiasi kita semua. Oleh karena itulah Ida Pedanda Sebali akhirnya dipercaya sebagai Presiden World Hindu Parisad (WHP) melalui World Hindu Summit 2012. Selain menjabat Presiden WHP, beliau pernah menjabat Dharma Adhyaksa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat pada 2001-2016.
MBP/ist
STPBI - Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. meraih penghargaan 55 Wonderful People for Wonderful Tourism bersama 54 orang tokoh nasional dan internasional seperti Arief Yahya (Menteri Pariwisata Indonesia), Syamsuddin A. Hamid (Bupati Kabupaten Pangkajenne dan Kepulauan), Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Leadership Center), Reza Sunardi (Presiden Indonesia Hotel General Manager Association) dan Kaye Chon (Founder Asia PasificCouncil on Hotel, Restaurant, and Institutional Education).
MBP/ist
MBP/ist
BWS BALI - Seratus pekerja Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Jumat (17/3) melakukan aksi bersih-bersih di Tukad Badung, Denpasar. Kepala BWS Bali-Penida Ketut Jayada, S.T. mengatakan kegiatan aksi bersih sungai ini dilakukan serangkaian Hari Air Sedunia yang puncak acaranya pada 22 Maret mendatang. Tujuan bersih-bersih ini adalah untuk kampanye bahwa BWS sebagai pengelola sumber air menyadarkan masyarakat bagaimana pentingnya usaha untuk menyelamatkan sumber air.
BALI GLOBAL - Sisi SMK TI Bali Global Denpasar belum terkalahkan pada event lomba teknologi informatika. Siswa sekolah ini kembali sukses meraih juara umum Gebyar PMHD Universitas Warmadewa (Unwar) untuk kedua kalinya. Atas prestasi bergengsi ini, siswa SMK TI Bali Global Denpasar berhak memboyong piala bergilir Rektor Unwar. Di event bergengsi SMK se-Bali itu, siswa SMK TI Bali Global Denpasar memborong tiga predikat juara lomba fotografi. Prestasi tersebut diukir Bagus Wahyu Mahardika yang meraih juara I, disusul I Gede Indra Setiawan (juara II) dan Kevin Adi Candra (juara III). Sebelumnya, siswa SMK TI Bali Global Denpasar merebut juara III Operet seBali di ISI Denpasar. 3 - 9 April 2017
41
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
STISIP MARGARANA - Kabar gembira tentunya bagi civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Margarana, Tabanan. STISIP Margarana telah berhasil meraih akreditasi institusi perguruan tinggi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dengan nilai B. Rencananya, SK Akreditasi institusi dari BAN-PT itu akan diserahkan Koordinator Kopertis Wilayah VIII kepada STISIP Margarana pada acara wisuda tanggal 28 April mendatang di Denpasar.
BIOGREEN - PT BioGreen Science merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan dan kecantikan. BioGreen Science memiliki kantor pusat di Jakarta, namun agen dan stockis-nya telah tersebar di berbagai penjuru Indonesia dan luar negeri. Untuk Bali, BioGreen Science terletak di Renon, Denpasar. BioGreen Science memiliki berbagai produk luar biasa bekerja sama dengan Mibelle Biochemistry, Swiss, perusahaan besar dan telah terpercaya dalam melakukan research berbagai produk. Salah satu produk BioGreen Science adalah Apple Stemcell yang lebih fokus pada kesehatan kulit.
MBP/ist
STPBI - Menghadapi persaingan global seperti sekarang ini, Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) secara konsisten dan berkesinambungan meningkatkan kualitas pembelajaran agar dapat mencetak lulusan mahasiswa yang terampil dan andal di bidang industri bertaraf internasional. Salah satu yang dilakukan STPBI adalah dengan cara bekerja sama dengan industri perhotelan, asosiasi profesi bidang perhotelan dan pariwisata yang dikemas dalam bentuk seminar, workshop dan demo menarik dan interaktif dalam program ‘’Industrial Day’’ yang digelar, Jumat (17/3).
42 3 - 9 April 2017
MBP/ist
BUPATI KLUNGKUNG - Meski memiliki jumlah KK miskin permanen yang minim, yakni 16 KK dari jumlah penduduk 600 KK. Desa Manduang akan mendapatkan perhatian khusus Pemkab Klungkung. Pasalnya, jumlah penyandang disabilitas di desa tersebut cukup tinggi, mencapai 18 orang. Pemkab Klungkung pun akan memberikan pembinaan dan support agar warga Desa Manduang yang memiliki kekurangan dapat tetap produktif. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta turun ke Desa Manduang sebagai kelanjutan program bedah desa pada Maret 2017.
MBP/ist
DPRD KLUNGKUNG - Komisi I DPRD Klungkung melaksanakan rapat kerja bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Klungkung untuk membahas persoalan disiplin PNS yang ada di lingkungan Pemkab Klungkung. Hadir pada rapat kerja di Kantor DPRD Klungkung, Senin (20/3) adalah Sekda Klungkung, Gede Putu Winastra serta Staf BKD Klungkung. Sedangkan Komisi I dihadiri Ketua Komisi Nengah Mudiana, serta Komang Gede Ludra, Made Jana, Putu Gede Santiasa, dan Ketut Sukirta.
MBP/ist
SENATOR WEDAKARNA - RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyampaikan, keamanan dan ketertiban saat hari raya Nyepi adalah mutlak. Toleransi dua arah merupakan kunci utama berjalannya stabilitas keamanan khususnya saat Nyepi. Terlebih pada Nyepi tahun lalu, ada sejumlah masalah distoleransi yang mengemuka di media publik di antaranya pelanggaran UU ITE terkait ujaran kebencian di medsos oleh oknum pekerja asal Indonesia Timur, kasus pembakaran sebuah toko HP karena alasan pelecehan Nyepi lewat medsos dan kasus pelecehan Nyepi di kawasan Bedugul.
MBP/ist
BENEHKAWAN - Krama pangempon Pura Dalem Majapahit, Banjar Benehkawan, Desa Blahkiuh, Abiansemal, Badung, melaksanakan upacara melaspas dan ngeratep Petapakan Barong Landung pada Wraspati Kliwon Warigadian, Kamis (16/3). Upacara ini digelar serangkaian telah selesainya perbaikan (ngodak) Tapakan Barong Landung. Upacara melaspas dan ngeratep medasar caru tersebut dipuput Ida Pedanda Istri Geria Agung Abiansemal. Upacara dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi anggota DPRD Badung I Gusti Ngurah Shaskara, I Nyoman Sentana, I Made Subawa dan Ida Bagus Sunarta.
MBP/ist
DPRD GIANYAR - Guna mencari masukan dan saran dalam upaya pengembangun pariwisata Kabupaten Gianyar ke depan, DPRD Gianyar bersama Dinas Pariwisata Gianyar menggelar diskusi umum dengan melibatkan semua stakeholder kepariwisataan di Gianyar bertempat di Desa Kemenuh Kecamatan Sukawati, Sabtu (18/3). Dalam pertemuan itu terungkap bahwa kepariwisataan Gianyar, khususnya Ubud memiliki sejumlah persoalan yang patut disikapi untuk mengantisipasi kejenuhan pariwisata.
3 - 9 April 2017
43
A KT I V I TA S
MBP/ist
UNMAS - Badan Pengkajian MPR-RI dan Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar bekerja sama mengadakan Focus Group Discussion (FGD) soal ‘’Haluan Negara sebagai Pengamalan Pancasila’’, Sabtu (18/3). FGD dibuka anggota Badan Pengkajian MPR Hj. Nurmati Dewi Bantilan, S.E., dihadiri Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. dan diikuti akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Bali. Sebagai narasumber utama Prof. Dr. I Nyoman Budiana, S.H., M.Si., Dr. Ketut Sukawati P. Prabawa, S.H., M.Hum. dan Dr. I Wayan Gde Wiryawan, S.H., M.M. dengan moderator Dr. I Wayan Sujana, M.M.
MBP/ist
BUPATI JEMBRANA - Jembrana I Putu Artha tengah mengintensifkan sosalisasi ke masyarakat melalui dinas terkait, khususnya di daerah yang merupakan sentra ternak babi. Sosialisasi ini dilakukan, guna memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang beternak babi yang baik, menjaga kebersihan serta bagaimana cara mengolah daging babi yang benar. Hal ini sekaligus guna mengimbau masyarakat tidak panik dengan merebaknya isu penyebaran bakteri pada babi penyebab penyakit meningitis streptococcus suis (MSS).
44 3 - 9 April 2017
MBP/ist
KADIN - I Made Sujana, BAE., pemilik Nirmala Group, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) periode 2017-2022 dalam Musyawarah Kabupaten (Mukab) IV Kabupaten Badung. Terpilihnya Made Sujana sebagai amanat untuk kembali melanjutkan kepemimpinannya setelah selama tiga tahun terakhir sebagai Ketua Kadin Badung antarwaktu, menggantikan Anak Agung Alit yang naik menjadi Ketua Kadin Bali. Demikian dikatakan Made Sujana, Minggu (19/3).
MBP/ist
FT UNR - Kuliah umum bertema ‘’Sustainable Tourism Development in Bali, Social and Cultural’’ diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai (FT UNR) di Gedung Auditorium UNR, Jumat (17/3). Sebagai pembicara Prof. Dan Fellner, seorang jurnalis senior dan dosen dari Arizone State University (ASU), Amerika Serikat.
DPRD BADUNG - Realisasi anggaran di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Badung Tahun 2016 mencapai 88 persen lebih. Demikian disampaikan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pada Sidang Paripurna DPRD Badung dengan agenda Penjelasan atas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Badung Tahun 2016 di Gedung DPRD Badung, Jumat (17/3).
SLUA SARASWATI - Anak-anak SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar tak pernah berhenti mengukir prestasi. Dalam seminggu ini banyak prestasi yang diraih siswanya di bidang budaya, akademik dan olahraga hingga tingkat regional (Jawa, Bali dan Lombok). Yang teranyar siswa Saraswati 1 Denpasar merebut juara I lomba majalah dinding (mading) SMA/SMK se-Jawa, Bali dan Lombok. Mereka sukses mengalahkan lawan-lawannya di Fastekno 2017 STMIK Stikom Bali.
FH UNDWI - Civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Dwijendra (FH Undwi) Denpasar, Sabtu (18/3) menggelar puncak Dies Natalis ke-31 secara sederhana, namun penuh makna. Puncak HUT dipusatkan di Aula Shadu Gocara dihadiri Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. dan Sekretaris Ir. I Wayan Abdi Negara, M.Si.
BNN BALI - Saat ini jumlah penyalahgunaan narkoba di Bali mencapai 2,01 persen atau sekitar 61.353 jiwa. Fakta itu disampaikan Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa saat menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Sosialisasi ini digelar di Kantor DPC PDI-P Tabanan, Jumat (17/3). 3 - 9 April 2017
45
A KT I V I TA S
MBP/ist MBP/ist
BNI - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar customer gathering untuk nasabah prioritas atau nasabah BNI Emerald. Dalam acara ini, BNI kembali membuka layanan baru dan istimewa yaitu layanan Global Wealth Management. BNI Emerald Customer Gathering diselenggarakan di Kota Denpasar (15/3). Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Consumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo, Pemimpin Divisi Wealth Management BNI Neny Asriany, Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali, NTB dan NTT A.A.G Agung Dharmawan serta segenap nasabah BNI Emerald yang berasal dari Denpasar dan sekitarnya.
WABUP BADUNG - Guna menyambut pemeriksaan rinci dari BPK RI Perwakilan Bali terhadap LKPD Kabupaten Badung Tahun 2016, Pemkab Badung menggelar rapat koordinasi guna memantapkan dalam menerima pemeriksaan rinci BPK nanti. Rapat Koordinasi dipimpin langsung Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa dan Inspektur Luh Suryaniti di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (16/3). Rakor dihadiri para kepala perangkat daerah termasuk sekretaris masing-masing perangkat daerah.
MBP/ist
UNDIKNAS - Sabtu (18/3) bertempat di Lapangan Tengah Kampus Undiknas, Jalan Bedugul No. 39, Sidakarya, Denpasar, diselenggarakan kegiatan Parents Gathering. Acara ini melibatkan orangtua atau wali mahasiswa angkatan 2016/2017. Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA. mengatakan acara ini merupakan realisasi dari penerapan CRM (Customer Relationship Management) sebagai wadah simakrama atau silaturahmi antara pihak kampus dan orangtua atau wali mahasiswa.
46 3 - 9 April 2017
MBP/ist
FISIP UNR - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ngurah Rai (FISIP UNR) menggelar Stadium General ‘’Post-Trump Social Political Conditions’’, Jumat (17/3). Pada stadium general kali ini, UNR mendatangkan pembicara Prof. Dan Fellner dari Arizona State University, Amerika Serikat. Dekan FISIP UNR Dr. Gede Wirata, S.Sos., S.H., M.AP. mengatakan UNR telah bekerja sama dengan Arizona State University dalam hal pertukaran dosen dan mahasiswa.
TRADISI
MBP/nik
Para peserta saling pukul dengan menggunakan sampian saat prosesi siyat sampian di Pura Penataran Sasih.
’’Siyat Sampian’’ di Pura Penataran Sasih
Rutin Digelar Tiap Padudusan
S
iyat Sampian rutin digelar tiap piodalan padudusan di Pura Penataran Sasih, Pejeng, Gianyar. Ratusan pangayah, yakni sutri (perempuan) dan juru sirat (laki-laki) kembali melaksanakan tradisi itu di areal pura tersebut. Kegiatan ini digelar tiga hari setelah puncak karya, saat Ida Batara Pura Samuan Tiga serta Ratu Manca-manca katuran budal. Seperti apa tradisi ini? Ritual siyat sampian ini sudah dipersiapkan sejak pagi hari. Sebelum dilaksanakan siyat sampian, para Jero Sutri dan Juru Sirat mengawali dengan nampyog. Pada prosesi ini para Jero Sutri dan Juru Sirat menari mengelilingi areal Pura Penataran Sasih. Selanjutnya, diikuti prosesi mabente-bentean (saling tarik). Saat prosesi ini berlangsung, para pangayah (Jero Sutri dan Juru Sirat) saling berpegangan tangan, lalu saling tarik satu sama lain. Acara dilanjutkan dengan gerakan maju mundur sedemikian rupa menyerupai
gerakan ombak dengan iringan tetabuhan gamelan. Seluruh prosesi ini dilaksanakan dengan mengelilingi areal Pura Penataran Sasih sebanyak tiga kali. Usai prosesi tersebut, para sutri dan juru sirat istirahat sejenak. Selanjutnya juru sirat dan sutri melakukan persembahyangan di hadapan pengaruman pura serta palinggih Ratu Sanghyang. Usai sembahyang dan diperciki tirta, sejumlah peserta mulai berteriak. Mereka langsung mengambil sampian yang sebelumnya telah disediakan di halaman pura. Sampian tersebut sebelumnya diambil oleh prajuru dari ratusan dangsil yang ada. Selanjutnya, para sutri tampak saling serang menggunakan sampian dengan sejumlah sutri lainnya. Begitu pula ketika hal serupa dilakukan para juru sirat. Tak satu pun dari mereka yang merasakan kesakitan setelah melaksanakan tradisi itu. Sejumlah juru sirat mengaku puas bisa
ngayah masiat sampian. Mereka sama sekali tak merasa lelah. Bahkan, mereka tampak begitu gembira dan antusias. Tak ada yang kalah atau menang, sebab tujuannya untuk mencapai keharmonisan setelah sekian hari disibukkan dengan ngayah. ‘’Tidak ada yang merasa sakit selama menjalani tradisi ini. Saya pribadi malah merasa bangga dan bahagia setelah melalui tradisi ini. Terlebih seluruh rangkaian piodalan sudah berjalan lancar,’’ ujar Oyis, salah seorang juru sirat yang mengikuti tradisi siyat sampian itu. Manggala Karya Padudusan Pura Penataran Sasih, Dewa Ngakan Nyoman Suardita, menegaskan, tradisi siyat sampian ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap piodalan di Pura Penataran Sasih. ‘’Tradisi ini harus selalu dilaksanakan setiap piodalan padudusan di Pura Penataran Sasih setiap tahunnya,’’ ucapnya. l Manik Astajaya 3 - 9 April 2017
47
HIBURAN
Kiky Amalia
Bangga Jadi Penyanyi Bali
M
engawali karier lewat lagu “Megarang Isi Tan pa Bal u ng ” d an “Beli Beten Tiang Beduur” bersama Gek Atu dalam grup duo, nama Kiky Amalia semakin dikenal. Perempuan berdarah Jawa ini kian populer di belantika musik pop Bali, sejak bergabung dengan GwK. Ketika ditanya perkembangannya bersama GwK, Kiky mengatakan projectnya kali ini masih dalam proses penggarapan video klip untuk single GwK yang belum sempat dibuatkan video klip. Selain itu, Kiky juga masih disibukkan job off air dari panggung ke panggung dan juga di beberapa hotel. Hal itu tak lain untuk mengisi kekosongan jadwalnya bersama GwK. “Bersama GwK belum ada project single terbaru, cuma masih proses menggarap video klip aja. Saya masih sibuk off air dari panggung ke panggung serta hotel-hotel. Ya hitung-hitung sambil menjaga eksistensi di dunia tarik suara,” ujar Kiky Amalia, belum lama ini. Selain bersama GwK, ke depan perempuan kelahiran Banyuwangi, 23 Juli 1992 ini juga akan berencana
48 3 - 9 April 2017
tampil solo. Ia memperkirakan akhir tahun ini keinginannya tersebut baru bisa diwujudkan, sebab saat ini Kiky masih memprioritaskan kariernya bersama GwK. Ditanya apakah merasa tersaingi dengan hadirnya para pendatang baru belakangan ini, Kiky Amalia mengungkapkan sama sekali tidak. Malahan dirinya merasa termotivasi untuk menghadirkan karya-karya yang mampu bersaing dengan pendatang baru. Tentunya dari segi kualitas dan tidak sekadar berkarya semata. Bahkan, ia berharap para pendatang baru bisa berkarya secara konsisten dan terus berusaha untuk menghadirkan karya-karya terbaik, sehingga perkembangan musik pop Bali menjadi berkelas. “Bukan orang Bali saja, seperti Kiky yang asli Jawa saja sangat cinta dengan musik Bali. Semoga saja kehadiran saya bersama GwK bisa diterima dengan baik oleh penggemar musik pop Bali. Walaupun saya bukan orang Bali asli, namun saya bangga bisa ikut meramaikan belantika musik pop Bali,” pungkasnya. l Winata
Nurfadillah Naifa
Berharap Penonton Makin Suka Film Lokal FILM “Silariang” yang dibintangi Nurfadillah Naifa berhasil menjaring penonton, meski ditayangkan di layar terbatas dan dibintangi para pemain lokal. Nurfadillah Naifa yang memerankan tokoh Ati, berharap keberhasilan “Silariang” bisa mendorong lebih banyak film lokal mendapat tempat di bioskop. “Film lokal kini kian bermunculan, kedekatan cerita yang kami usung dengan keseharian masyarakat Bugis membuat masyarakat tertarik ke bioskop,” katanya dalam siaran pers belum lama ini. Ia berharap film ‘’Uang Panai’’ dan ‘’Silariang’’ yang keduanya dibintanginya bisa menjadi titik awal bagi film lokal untuk mendapat lebih banyak perhatian masyarakat. Ia mengharapkan film lokal tidak hanya kian mendapat penonton namun juga semakin berkualitas. “Silariang” mengisahkan Cia (Dinda Surbakti) dan Ali (Jeyhan Kler), pasangan yang menghadapi jalan terjal dalam menggapai cinta mereka. Hubungan kian rumit karena tak direstui keluarga. Beruntung Cia dan Ali memiliki sahabat-sahabat yang setia. Ada Ati (Nurfadillah Naifa), Rio (Ikram Noer), dan Mamak Ramlah (Husen) yang selalu memberi nasihat dan dukungan. Akan tetapi tetap saja jalan pintas dipilih Cia dan Ali, mereka kawin lari (silariang). l Kmb
3 - 9 April 2017
49
TA K S U
Dr. Gde Artawan, M.Pd.
Abdikan Diri Dalam Sastra Modern
S
astrawan asal Dawan, Klungkung ini telah lama mengabdikan hidupnya dalam dunia sastra modern. Sastrawan yang telah menghasilkan banyak karya ini mengaku dunia sastra modern adalah bagian dari napas kehidupannya. Bagi Gde Artawan, selama ini dunia sastra menjadi media penting untuk merefleksikan dan mengekspresikan secara utuh kesejatian diri. Karena begitu besarnya makna dan manfaat yang didapatnya dalam menjalani kehidupan, Bagi Gde Artawan pun meneguhkan diri untuk terus berkarya dan mengabdi dalam dunia sastra modern. Hal tersebut menjadi bagian kontribusinya dalam membangun dan mengembangkan dunia sastra modern secara luas. Gde Artawan telah menekuni sastra sejak di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Kesenangannya pada dunia sastra semakin menguat ketika duduk di bangku kuliah. Mungkin sudah merupakan takdir Tuhan. Bagi Gde Artawan akhirnya bertemu teman-teman yang memiliki hobi sama. Di sela-sela waktu kuliah, ia sering melakukan diskusi tentang puisi. Setelah merasa yakin dengan kemampuan yang dimilikinya, tahun 1979 ia mengirimkan hasil karya puisinya ke harian Bali Post, berkompetensi dengan penyair-penyair lainnya di Bali. Karya-karyanya pun mendapatkan sambutan dan respons positif para pecinta sastra. Gde Artawan terus mengepakkan sayapnya dengan mengikuti berbagai ajang kompetisi dan parade puisi. Hal tersebut menjadi bagian rutinitas kehidupan Gde Artawan sembari terus menulis karya puisi. Tahun 2014 lalu, Gde Artawan akhirnya memiliki kumpulan puisi tunggal yang merupakan karyanya sendiri berjudul “Tubuhku Luka Pesisir, Tubuhku Luka Pegunungan. Dari sini ia meneguhkan diri menjadi seorang sastrawan modern. Tidak hanya terkandung nilai keindahan, karya sastra puisi bagi Gde Artawan merupakan sebuah komunikasi internal dan eksternal. Dalam konteks komunikasi internal, puisi merupakan media untuk merenung, merefleksikan diri dan menggugat sangkan paraning numadi. Se-
50 3 - 9 April 2017
mentara konteks eksternalnya, puisi juga menjadi media untuk berbagi pengalaman, pengamatan kepada teman-teman sehingga bisa menerima keberadaannya melalui karya puisi. Sejak awal berkarya, hingga saat ini berbagai karya sastra telah dihasilkan Gde Artawan dalam bentuk buku. Di antaranya “Kaki langit”, “Buleleng dalam Sajak”, “Kesaksian Burung Suksma”, “Puisi Penyair Bali”, “Singa Ambara”, “Raja dan Burung-burung Utara” serta “Spektrum.” Karya-karya tersebut telah tersebar di berbagai media, baik lokal maupun internasional. Tidak hanya itu, Gde Artawan yang juga seorang dosen di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja itu juga kerap tampil membawakan hasil karya sastra puisi sekaligus sebagai pembicara dalam membedah karya sastra teman-teman sastrawan lainnya. Berbagai kepercayaan dan kesempatan yang datang padanya tersebut, merupakan penghargaan sekaligus penghormatan yang tidak ternilai harganya bagi Gde Artawan. Gde Artawan mengaku tidak ada lembaga khusus tempat ia belajar puisi. Semua itu datang dari keinginan yang mengalir sedemikian rupa secara otodidak. Justru yang mengajarkannya adalah teman-teman sastrawan serta alam yang banyak mem-
berikan inspirasi dalam menghasilkan karya sastra puisi. Gde Artawan mengaku tidak pernah melakoni dunia sastra untuk memperoleh keuntungan material, tetapi lebih pada memperkaya batin. “Berbagi pengalaman dan media untuk mendapatkan kesenangan dan ketenangan bathin semata,” jelasnya. Dengan kuatnya idealisme yang ia pegang, justru menjadikannya banyak mendapatkan inspirasi dan lebih kreatif dalam membuat karya-karya puisi. Puisipuisinya selama ini lahir dari kehidupan tentang rasa sakit, rasa bersalah, kehilangan, dan utang kepada orang tua yang belum bisa terbayarkan serta berdosa terhadap alam. Gde Artawan mengatakan, berbagai karya sastra modern yang telah ia hasilkan tidak ada yang paling berkesan atau lebih baik. Semua memiliki kekhasan tersendiri yang lahir dari proses cipta rasa yang masing-masing berbeda. Semua karyanya adalah istimewa dan sangat ia senangi dan cintai, karena memiliki kekuatan dan daya tarik masing-masing. Sastrawan yang pernah meraih dua anugrah seni Wija Kusuma dalam bidang sastra di Buleleng ini, pernah membuat kumpulan cerpen “Petarung Jambul. Kumpulan cerpen diambil dari berbagai pengarang untuk kemudian diberi sentuhannya. Kumpulan cerpen ini mendapatkan penghargaan anugerah seni Widya Pataka dari Pemerintah Provinsi Bali tahun 2008. Dalam berkarya sastra modern, peran dan dukungan keluarga sangat besar dirasakannya. Sang istri dan anak banyak mengingatkannya untuk menjaga kondisi dan beristrirahat. Sementara di mata sahabatnya, Jro Mangku Gde Sukalima Aksirnaka, sosok Gde Artawan merupakan sastrawan yang menghasilkan karya sastra yang lengkap. Karyanya juga nampak jelas karena di dalamnya terkandung unsur sekala dan niskala. Sedangkan sastrawan Ngurah Parsua, mengaku mengenal sosok Gde Artawan sejak sama-sama duduk di bangku kuliah. Gde Artawan sudah dikenal aktif dalam dunia sastra di kampus. l Bali TV/Yana
179 |3 - 9 April 2017
Bali ”Impor” Keperluan Upakara
RP 20.000