173 |20 - 26 Februari 2017
Meretas Dugaan Pengendalian Narkoba dari Lapas
RP 20.000
DAFTAR ISI OPINI lMenekan Pengaruh Radikalisme di Jajaran Birokrat 6 BALI SEPEKAN lDitabrak, Mobil Masuk Jurang 7
LAPORAN UTAMA l Meretas Dugaan Pengendalian Narkoba dari Lapas 8 l Sosialisasi, Manfaatkan Setiap Event Masyarakat 9 l Rendah, Kesadaran Pecandu Lapor Diri 10 l Dari “Tembakau Gorilla” Sampai “Blue Safire” 11 POLITIK lJangan Lelah Ungkap Kebenaran 16 lMengurai Masalah Klasik Bali 17 KIPRAH REMAJA lMade Wiradinata Terinspirasi Keindahan Gerak Tari Bali 18 MANCANEGARA l Nasib Tragis Sarkozy 20 DAERAH l Danau Batur Kembali
LENSA l Bersihkan Boat 26
OLAHRAGA l Pesaing Baru 27 PENDIDIKAN l SMA/SMK Laksanakan Tiga Ujian 32 PERS l ’’Bali Post’’ Raih The Best
National Newspaper IPMA 2017 36
PARIWISATA l Pengembangan Desa Wisata di Bali
Angan-angan Entaskan Kemiskinan 38
Semburkan Belerang 22
TAKSU l Ketut Murtana
Mendalang Sejak Kecil 47
TRADISI l Tradisi ‘’Mapeed’’ di Desa Kukuh
Wujud Rasa Syukur Umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa 48 20 - 26 Februari 2017
3
DARI PEMBACA
Kabel Ditarik ke Tiang Listrik D
i rubrik ini saya ingin menyampaikan keluhan soal adanya dua kabel telepon yang menekan rumah saya di Jl. WR Supratman 198 A Kesiman. Untungnya dua kabel itu oleh petugas PLN ditarik dengan tali plastik seadanya. Jika tidak ditarik, kabel ini sudah menekan atap bagian atas rumah saya. Yang saya tahu, satu kabel milik PT Tiang Bersama yang tiangnya di bagian badan dan atas berisi warna biru, sedangkan satu lagi saya tak tahu pemiliknya. Badan tiangnya berwarna hijau. Saya tanyakan ke beberapa tempat, juga tak tahu. Lalu, siapakah yang berhak mengontrol kepemilikan kabel ini? Pihak Tiang Bersama sudah sering saya hubungi, katanya itu perbuatan kontraktor pemasang kabel. Nah, sampai kapan rumah saya ditekan kabel? Mereka juga tak pernah izin saat memasang kabel yang seharusnya tak boleh memasang kabel melintangi rumah karena rumah saya lebih dulu ada dibandingkan kabel data ini. Saya mohon pihak terkait atau pemilik kabel segera berbuat sesuatu, jangan sampai menunggu tali penarik kabel putus. I Made Sueca WR Supratman 198 A
Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana Sugiartha Redaksi Dira Arsana, Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Diah Dewi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Sosiawan. Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan
Informasi Ujian Nasional
NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto
U
jian Nasional (UN) sudah dipastikan akan berlangsung. Sebagai orangtua siswa tentu ada banyak informasi yang kami perlukan agar bisa ikut mengawasi jam belajar anak. Kalau memungkinkan mengikutkan anak-anak untuk les. Mohon Dinas Pendidikan lebih banyak memberikan edukasi terkait persiapan UN ini. Informasi terbuka juga harus lebih sering disebar. Setidaknya apa yang harus dilakukan anak-anak dan orangtua siswa bisa dilakukan lebih awal. Selain itu orangtua siswa tak lagi cemas, bahwa UN bisa menjadi hambatan dan ancaman bagi nasib anak-anak kami. Putu Purnama Denpasar, Bali
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Perintis K Nadha
Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
20 - 26 Februari 2017
4
Pemerintah Harus Optimalkan Desa Wisata GERAKAN menjadikan desa sebagai salah satu lokomotif pembangunan ekonomi sedang digalakkan. Tak hanya pemberdayaan koperasi dan UKM, pemerintah juga sedang gencar mengembangkan desa wisata. Respons atas gerakan ini tergolong positif. Indikatornya dengan dikelola sejumlah objek strategis di pedesaan. Campur tangan ‘’orang desa’’ dalam hal ini juga mulai terlihat. Ini ditandai dengan menjamurnya sejumlah objek wisata di desa–desa, termasuk wisata agro dan kopi luwak. Menyikapi fenomena dan perkembangan di sektor ini, Pusat Data Bali Post melakukan jajak pendapat terkait hal ini. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon. Terkait dengan pemberdayaan desa wisata ini, 74,34 persen mengaku sangat yakin pemberdayaan desa wisata akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Tak hanya bagi warga desa, peluang ini juga bisa dinikmati warga kota mengingat makin banyaknya orang-orang yang melakukan perjalanan ke desa. Dari sisi kependudukan, desa wisata juga akan menekan urbanisasi ke perkotaan. Dengan demikian tenaga kerja terampil akan bekerja di desa sehingga bisa menjadi motivator bagi generasi lainnya. Respon-
den berharap pemerintah serius menggencarkan program ini tidak hanya dari segi dukungan modal, juga pembinaan dan pemasaran. Selebihnya, 23,22 persen responden mengaku tak yakin desa wisata akan menjadi kekuatan baru ekonomi pedesaan. Masalahnya, jika jumlah objek wisata desa terlalu banyak maka orang yang datang akan berkurang. Sebab, jumlah wisatawan akan terbagi ke sejumlah objek. Padahal, keuntungan dari pengelolaan desa wisata dari segi kunjungan wisatawan. Selain itu, responden kelompok ini juga pesimis hal ini akan optimal mengingat fasilitas di desa wisata cenderung terbatas dan minim. Kondisi ini akan membuat wisatawan cepat jenuh, sehingga dalam tempo tertentu objek di desa wisata akan sepi pengunjung. Responden berharap penunjukan desa wisata dilakukan selektif dan benar-benar terukur jika ingin menjadikan desa sebagai daya tarik wisata. Sementara 2,44 persen responden tak memberikan respons pasti terkait hal ini. Responden bahkan mengaku tak tahu persis ada objek wisata desa yang baru selain yang sudah populer saat ini yakni Desa Penglipuran, Tenganan dan desa-desa
Bali Aga lainnya. Jika program desa wisata memang benar-benar diwujudkan, pemerintah disarankan melakaukan edukasi dan melakukan langkah-langkah kreatif dan profesional bagi penduduk desa. l Dira Arsana
20 - 26 Februari 2017
5
5
opini
Menekan Pengaruh Radikalisme di Jajaran Birokrat
M
enteri Dalam Negeri mengatakan bahwa paham ISIS tidak hanya masuk ke jajaran Kementerian Keuangan, tetapi juga pada Kementerian Dalam Negeri. Beberapa waktu sebelumnya, WNI yang dideportasi dari Turki karena kedapatan menyebarkan paham ISIS konon berasal dari Departemen Keuangan. Seolah mengingatkan peristiwa tersebut, Menteri Dalam Negeri menyebutkan bahwa di jajarannya juga ditemukan fenomena demikian. Disebutkan ada beberapa pegawai yang tibatiba menghilang dan kemudian dicurigai bergabung dengan paham radikal tersebut. Meski dikatakan tidak banyak, akan tetapi terpaparnya aparatur sipil negara ke dalam paham demikian dapat dikatakan sebagai hal yang membahayakan. Dalam hal penganut ideologi radikal yang harus diperhatikan bukan sekadar jumlahnya yang banyak, akan tetapi juga sejauh mana peresapan nilai-nilai ideologis tersebut merasuk ke dalam pemahaman seseorang. Banyak sedikitnya penganut jelas harus diperhatikan. Akan tetapi, jumlah penganut sedikit juga harus diperhatikan. Bahkan penganut dengan jumlah sedikit inilah yang boleh dikatakan membahayakan. Ada dua hal yang mesti diperhatikan dalam hal ini. Yang paling awal adalah soal kedalaman pemahaman nilai. Mungkin di lingkungan birokrasi di Indonesia sedikit yang menganut paham seperti ini. Akan tetapi, apabila dilihat dari konsepsi sel yang dipakai sebagai langkah awal untuk menguasai keadaan, justru jumlah sedikit itu mesti diwaspadai. Sebab kemungkinan mereka itu adalah penganut radikalis dengan paham penafsiran yang sudah mendalam. Pengertian sel, seperti juga yang ada pada benda-benda biologis mengandung pengertian bahwa mereka merupakan pihak yang paling kuat, paling lincah, mampu berkembang dan menghidupi pihak lain. Di era sebelumnya, perjuangan melalui sel tersebut dilakukan dengan latihan tersendiri, bergerak melalui mata-mata atau dengan tindakan mandiri. Akan tetapi di zaman modern seperti sekarang, gerakan sel ini dapat dilakukan dengan cara yang berbeda. Melalui teknologi canggih seperti sekarang,
6
Oleh GPB Suka Arjawa
gerakan sel itu dapat menempel melalui lembaga pemerintah yang dalam hal ini adalah birokrasi. Tentu jika ini berhasil maka keuntungan dapat dilipatgandakan, yaitu merongrong lawan langsung dari jantung birokrasinya yang merupakan kaki-tangan pemerintahan, dan sekaligus juga dapat memanfaatkan dana ekonomi maupun sosial. Lembaga mempunyai perlengkapan untuk memberdayakan, semisal ceramah, anjang sana, instrumen dan sebagainya yang dapat juga digunakan oleh para penggerak sel ini. Jadi, jumlah sedikit tetapi menggerayangi birokrasi justru sangat berbahaya, karena kemungkinan mereka itu adalah ahlinya. Kedua, ruang lingkup pengaruh. Dengan jumlah yang sedikit bila perlu tunggal, mereka akan mampu menguasai wilayah yang lebih banyak. Menyebar ke sepuluh lembaga jelas lebih baik dibanding dengan lima lembaga. Meski mereka menjadi agen tunggal akan tetapi dengan kemampuan yang tinggi akan bisa bertindak seperti amuba dan kemudian menggerogoti lembaga pemerintah yang bersangkutan. Yang berbahaya dari pergerakan seperti ini adalah kontak mereka di berbagai lembaga tersebut. Saling kontak akan mampu memberikan informasi, dan informasi inilah kelak diubah menjadi sumber daya bagi mereka untuk bertindak selanjutnya. Ketiga, yang mesti diawasi adalah tingkat intelektualitas. Ini dapat dilihat dari kualifikasi pendidikan dan pengalaman intelektual seperti rajin seminar, menulis, sampai membuat risalah-risalah ilmiah. Ideologi akan menjadi menarik kalau ditafsirkan, dan tafsiran itu dapat membuai, apabila dikaitkan dengan fenomena sosial kekinian yang bisa menjawab segala tantangan kekinian. Dalam hal intelektualitas ini, informasi yang terbaru didapatkan bahwa ISIS kini lebih berminat pada anggota yang mempunyai kualitas intelektual yang mumpuni. Ini barangkali disebabkan oleh semakin terdesaknya kekuatan mereka di Timur Tengah, sehingga mengandalkan pengikut yang berkualifikasi intelektual yang berkualitas. Konon mereka merekrut dokter dan para professional lain
yang bertujuan jangka panjang. Dengan konteks perkembangan ini, maka kaum birokrat yang ada di Indonesia bisa jadi menjadi sasaran para simpatisan kelompok radikal karena merupakan tempat bercokolnya orang-orang professional. Dalam kultur Indonesia birokrat yang professional itu adalah mereka yang dituakan. Dalam hal penyebaran pengaruh, hal ini malah berbahaya sebab sekali birokrat yang professional itu berhasil dipengaruhi, mereka akan menyebarkannya kepada kelompok atau pihak-pihak yang dianggap atau merasa lebih rendah. Dengan strategi seperti ini kemungkinan ajaran-ajaran tersebut akan merayap untuk menyebar. Jika boleh dibandingkan, apa yang terjadi di Turki mungkin pantas dikhawatirkan juga di Indonesia. Kecurigaan terhadap Fethullah Gulen, saingan dari Presiden Menteri Turki Recep Tayip Erdogan, dimulai dari berhasilnya kelompok Gulen ini mempengaruhi birokrasi dan sampai kepada angkatan bersenjata negara itu. Itulah yang mendorong terjadinya kudeta yang gagal beberapa waktu lalu. Jadi, pengaruh di birokrasi memang harus diwaspadai. Bagaimana harus memperbaiki birokrasi di Indoensia? Harus ada hubungan antara perekrutan dan perampingan. Artinya, perekrutan pejabat harus memakai fit dan proper tes dan sistem meritokrasi. Dengan fit dan proper tes ini akan berhasil melihat pejabat yang memang bersih, kuat iman dan setia kepada ideologi Pancasila. Bahasa kalimat dan bahasa tubuh dari calon pejabat akan diketahui kesetiannya melalui fit dan proper test tersebut (wawancara). Sistem merit hanya memungkinkan kepada mereka yang berprestasi akan naik jabatan. Dan perampingan tidak saja pada jabatan struktural dibirokrasi, tetapi juga pada pegawai eselon dan non eselon. Kini banyak pegawai di instansi pemerintah yang membuat mereka banyak “menganggur� di siang hari. Faktor penganggur ini berbahaya karena akan mudah dimasuki oleh paham radikal. Utak-atik ponsel karena tidak ada pekerjaan merupakan celah yang paling berpotensial untuk itu. Penulis, staf pengajar FISIP Universitas Udayana
20 - 26 Februari 2017
6
BALI SEPEKAN
Indisipliner, Lima PNS Pemkot Dipecat PEMKOT Denpasar meminta aparaturnya untuk tetap menjunjung tinggi disiplin, terutama dalam melayani masyarakat. Oleh karena itu, kedisiplinan aparatur di lingkungan Pemkot Denpasar tetap dievaluasi oleh instansi terkait dan juga di lingkungannya bekerja. Penegakan disiplin ini juga ditunjukkan dengan melakukan tinda-
kan tegas terhadap pegawai yang indisipliner, yakni melakukan pemecatan. Setidaknya sudah ada lima Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di lingkungan Pemkot Denpasar telah dipecat. Saat apel pagi, Senin (6/2) Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengungkapkan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan
Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar telah memberhentikan lima PNS karena masalah pelanggaran disiplin. Lima PNS tersebut sebelumnya bertugas di Sekretariat DPRD (dua orang), Inspektorat, Kelurahan Sesetan dan Puskesmasman I Dentim masingmasing satu orang. l Asmara
Abrasi Ancam Kawasan Pesisir Pantai Selatan
MBP/dok
Ditabrak, Mobil Masuk Jurang NAHAS menimpa Jufairy (31), warga asal Jember yang selama ini tinggal di jalan raya Sempidi, Mengwi. Pasalnya, mobil Xenia yang disewanya jatuh ke jurang sedalam 50 meter di jalan By-pass Ir. Soekarno, tepatnya di Banjar Dukuh, Desa Dauh Pekan, Tabanan setelah terlibat lakalantas. Padahal saat itu ia mengajak lima orang keluarganya termasuk dua orang anaknya yang berumur tujuh tahun dan dua bulan. Jufairy, istri dan dua anaknya selamat, hanya mengalami luka- luka serius hingga
harus dilarikan ke rumah sakit. Nahas kakaknya, Ahmad Fahmi (33), tidak bisa diselamatkan. Ia tewas ketika hendak dilarikan ke rumah sakit umum Tabanan. Kasat Lantas AKP Ketut Mastra Budaya mengatakan pihaknya sudah memerintahkan anggotanya melakukan pengecekan CCTV untuk mengetahui identitas kendaraan Innova yang melarikan diri. “Dari penuturan saksi pedagang setempat, kendaraan tersebut sempat kabur,” pungkasnya. l Puspadewi
SELAIN “diserbu” sampah kiriman, kawasan pesisir pantai selatan di Badung kini dihantui masalah abrasi. Selama musim angin barat ini, sejumlah pantai mulai terkena dampak. Seperti di kawasan Pantai Kedonganan, Kuta dan sejumlah pantai di selatan. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung Made Badra mengatakan, saat ini sejumlah pantai mengalami abrasi. Penanganan sementara dipastikan akan dilakukan sesegera mungkin. Untuk penanganan tersebut juga tetap harus memperhatikan kondisi cuaca. “Kami masih menunggu cuaca normal dulu. Sedangkan untuk pola penanganannya, sepertinya akan serupa dengan apa yang sudah kami lakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di Pantai Kuta,” ujar Badra, Senin (6/2). Kepala Badan Pengelola Kawasan Pariwisata Pantai Kedonganan (BPKP2K) Wayan Mertha berharap pemerintah daerah bisa melakukan langkah sementara. Harapan tersebut berkaitan dengan status Pantai Kedonganan yang juga menjadi objek tujuan pariwisata internasional. l Edi 20 - 26 Februari 2017
7
7
LAPORAN UTAMA
Meretas Dugaan Pengendalian Narkoba dari Lapas
L
EMBAGA Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia belakangan menjadi sorotan. Kali ini sorotan bukan lagi masalah over cavacity atau over load (kelebihan penghuni), tetapi Lapas yang ditengarai telah dijadikan tempat untuk pengendalian peredaran narkoba. Dugaan dan kecurigaan ini tentu tidaklah mencuat begitu saja ke permukaan. Dugaan dan kecurigaan ini muncul dari beberapa kali sweeping dan sidak yang dilakukan aparat ke Lapas, juga berdasarkan pengakuan para pelaku yang ditangkap di lapangan. Kasus yang tergolong masih baru, awal Desember 2016, Viki, narapidana (napi) Lapas Kerobokan dikirimi kokain dari sesama napi asal Nikaragua yang sudah bebas. Kokain tersebut diterima Eko, anak buah Viki yang ada di luar penjara. Kasus dengan modus seperti ini bukanlah baru pertama terjadi di Lapas Kelas IIA Denpasar di Kerobokan ini. Dari beberapa pelaku yang ditangkap aparat kepolisian di daerah ini, banyak yang mengaku mendapatkan narkoba dari napi Lapas Kerobokan. Sebut saja sopir travel BE asal Desa Kunir Lor, Lumajang, Jawa Timur, yang ditangkap di kamar kosnya di Jalan Mertanadi, Kuta, Badung. BE juga mengaku transaksi SS dengan napi Lapas Kerobokan dengan cara komunikasi HP. Begitu juga pelaku yang dibekuk Dit. Resnarkoba Polda Bali di Denpasar dan di Kuta, pertengahan Juni 2016 lalu. Mereka mengaku bagian dari sindikat napi Lapas Kerobokan. Kasus lain dengan tersangka To, mengaku narkoba itu dipesan dari seorang napi Lapas Kerobokan berinisial Fr. Uang ditransfer ke rekening Fr dan paket narkobanya ditempel di suatu tempat. Waria ini menjualnya kepada pelanggannya, termasuk turis asing. Bahkan modus
8
lain diduga ditempuh jaringan narkoba Lapas Kerobokan ini, yakni dengan melempar botol berisi narkoba ke dalam lapas serta menaikkan laying-layang berisi paket narkoba untuk dijatuhkan di dalam lapas. Terkait informasi modus penyelundupan narkoba menggunakan layanglayang ke Lapas Kerobokan ini, pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali langsung menindaklanjutinya. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa memerintahkan anggotanya melakukan penyelidikan dan mengungkap kebenaran informasi tersebut. ‘’Informasi itu saya peroleh dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali. Sudah kami tindak lanjuti,’’ tegas Brigjen Suastawa. Untuk menindaklanjuti informasi itu, pihaknya berkoordinasi dengan staf lapas supaya memperketat pengawasan di sekitar lapas terbesar di Bali itu. Pengawasan dilakukan terutama terhadap orang yang diduga menaikkan layang-layang di sekitar lapas. Selain itu, akan dilakukan pendataan pemain layang-layang, apakah warga yang tinggal di sekitar lapas atau pengedar narkoba. Menurutnya, tidak sulit mengecek layang-layang yang kirakira posisinya di atas lapas dan jumlahnya terbatas. ‘’Patut dicurigai dan dilakukan pemeriksaan, apakah ada bukti narkobanya? Kalau benar, lanjut dengan proses pemeriksaan termasuk jaringan mana yang di dalam lapas sebagai pengendali. Ada juga modus melempar botol ke lapas. Itu kami dalami juga,’’ tegas mantan Karo Rena Polda Bali ini. Untuk pelempar botol itu, tentunya pelaku ada yang dituju dan tidak sembarangan melakukan itu. Apalagi melewati tembok lapas yang tinggi. Langkah awal, pihaknya perlu melakukan penyelidikan
dengan staf lapas terkait taktik dan cara melempar supaya dengan mudah menangkap pelakunya. Razia berkala secara tertutup harus terus dilakukan bersama tim gabungan. Juga, pendataan secara rutin oleh petugas lapas terhadap warga binaannya. Jika terjadi penyimpangan perilaku, diharapkan segera mendapatkan penanganan oleh tim yustisi, terlebih dicurigai sebagai bandar narkoba dalam lapas. Kecurigaan adanya narkoba di dalam Lapas Kerobokan, juga terkuak dari sweeping yang dilakukan puluhan personel dari Kodim 1611/Badung, BNNP Bali, Polres Badung, Brimob, Polresta Denpasar dan sipir lapas. Dalam sweeping itu, diamankan di antaranya 77 HP, tiga paket diduga sabu-sabu, tiga paket diduga ganja, puluhan ikat pinggang, televisi, tab, notebook, kompor gas, gunting, speaker aktif dan beberapa AC portable. SS ditemukan di Blok Danau Batur khusus pria. Selain itu, hasil tes urine tujuh orang positif narkoba. Sementara tiga paket diduga ganja ditemukan di Blok Bedudul. Di ini ditemukan dua penghuninya berinisial Dnl asal Italia dan ATN asal New Zaeland, hasil tes urinenya positif ganja. Narkoba juga ditemukan saat ratusan personel bersenjata lengkap dari Polda Bali, Kodim 1611/Badung, Polres Badung, BNNP Bali dan pegawai Kanwil Hukum dan HAM Bali menggelar Operasi Fajar di Lapas Kerobokan.
20 - 26 Februari 2017
8
Sosialisasi, Manfaatkan Setiap Event Masyarakat
MBP/dok
Lapas kerobokan
Seluruh blok disisir dan membuat napi yang awalnya tidur nyenyak kelabakan, sehingga tidak sempat menyembunyikan barang terlarang. Alhasil, diamankan puluhan paket sabu-sabu (SS) seberat 159,71 gram, 349 butir ineks, timbangan, empat bendel plastik klip, 10 bong, kotak untuk menyimpan narkoba bergambar bulan sabit serta belasan HP. Melihat indikasi ini, sudah ada transaksi narkoba yang dilakukan para tahanan di lapas. Mereka sudah terkoordinir, sudah ada pegang barang (narkoba - red), menerima uang dan ada yang menyimpan. Bahkan yang sangat luar biasa, ditemukan ada buku catatan transaksinya dengan nilainya ratusan juta rupiah. Terkait temuan tersebut, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa mengaku kecewa karena masih ada napi yang nyabu di lapas tersebut. “Saya mengapresiasi Kalapas Kerobokan sekarang mau membuka diri dengan rutin menggelar sweeping. Tetapi, saya kecewa juga karena masih banyak ditemukan barang terlarang di sana. Ditemukan bong di sana, itu berarti masih ada napi yang nyabu. Satu bong bisa dipakai banyak orang,” tegas Brigjen Suastawa dengan nada kecewa. l Kerta Negara
BADUNG paling banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara. Seiring pesatnya pariwisata di wilayah ini, juga dimanfaatkan sindikat narkoba, baik nasional maupun internasional. Terbukti, dominan pelaku narkoba ditangkap di wilayah Badung. Menyikapi hal itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung AKBP Ni Ketut Masmini, S.H., M.H. mengaku memiliki beberapa setrategi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Diawali dengan upaya pencegahan, pemberdayaan masyarakat, pemberantasan dan rehabilitasi. Dalam upaya meminimalisir penyalahgunaan narkoba, kata Masmini, pihaknya senantiasa bekerja sama dengan instansi terkait, baik pemerintah maupun swasta seperti pengelola hotel, restoran dan tempat hiburan malam. Memberikan edukasi kepada pihak manajemen, security tentang upaya-upaya yang bisa dilakukan bila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba. ‘’Mereka sebagai pelaku pariwisata jangan sampai terpengaruh, baik itu sebagai pengguna maupun pengedar. Kami juga senantiasa melakukan upaya-upaya edukasi tentang bahaya narkoba, secara berkala melakukan sweeping dan tes urine terhadap manajemen dan pengunjung,’’ ujarnya kepada Indonesia Network, Bali TV dan Bali Post. Demikian pula kampanye dan sosialisasi stop narkoba, tiada henti dilakukan. Salah satunya bekerja sama dengan Pemkab Badung sehingga diizinkan memasang sarana kampanye stop narkoba pada LED TV milik Badung. ‘’Setiap ada event yang dilaksanakan masyarakat, kami selalu hadir untuk kampanye stop narkoba. Hampir setiap momen di masyarakat kami manfaatkan, apakah itu kegiatan arisan PKK, ulang tahun sekaa teruna-teruni (STT), banjar dan desa. Kami selalu hadir untuk sosial-
MBP/dok
AKBP Ni Ketut Masmini, S.H., M.H.
isasi stop narkoba,’’ tandas mantan Kabag Sumda Polres Badung ini. Terlebih BNNK Badung memiliki mobil khusus dilengkapi audio visual, sehingga bisa memutar film tentang narkoba. Tujuannya agar masyarakat lebih memahami bahaya narkoba. Juga dipasang stiker, pamflet dan aklirik kampanye stop narkoba di tempat hiburan malam dan restoran. Tujuannya masyarakat khususnya pelaku pariwisata berkomitmen menjauhi narkoba. Dalam penegakan hukum, katanya, berkomitmen tidak pandang bulu. Siapa pun terbukti terlibat narkoba akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tentu BNNK Badung tidak bisa melakukan sendiri, perlu dukungan seluruh komponen masyarakat, instansi pemerintah dan swasta yang ada di Kabupaten Badung. l Kerta Negara 20 - 26 Februari 2017
9
9
LAPORAN UTAMA
Rendah, Kesadaran Pecandu Lapor Diri
B
erdasarkan hasil penelitian BNN bersama Pusat Penelitian dan Kesehatan (Puslitkes) Universitas Indonesia (UI) tahun 2015, jumlah penyalah guna narkotika di Provinsi Bali 61.353 orang. Terjadi kenaikan pecandu non-suntik sebesar 1.414 orang yang merupakan pengguna narkotika jenis sabu-sabu. ‘’Tahun 2017 kami berharap jumlah pengguna bisa terus ditekan dan pengungkapan ditingkatkan. Apalagi ada banyak komunitas, pelancong atau turis banyak, sehingga pangsa pasar narkoba di Bali cukup bagus. Kondisi ini harus disadari dan disikapi dengan cara mampu bentengi diri agar tidak terpengaruh atau kena narkoba,’’ tegas Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Drs. Putu Gede Suastawa, S.H. kepada Indonesia Network, Bali Post dan Bali TV. Brigjen Suastawa menyayangkan, selama 2016 kesadaran pecandu narkoba untuk melapor diri masih rendah. Dari catatan BNNP Bali, jumlah voluntary (lapor diri) yang mengikuti program rehabilitasi 172 orang dan compulsary (penindakan) 802 orang. ‘’Itu pun yang mau lapor diri bukan atas kesadaran sendiri, melainkan diajak orangtua, saudara dan teman. Jadi, pecandu yang sadar lapor diri masih rendah. Anehnya, lapor diri setelah keluarganya kewalahan menghadapi keluarganya yang pakai narkoba,’’ ujarnya. Bulan ???? BNNP menangkap delapan tersangka dan sedang diproses penyidikan. Dengan demikian, ada peningkatan dibandingan Januari 2016 yang nihil tangkapan. ‘’Sudah ada penindakan. Itu fenomena kinerja BNNP meningkat,’’ tandas mantan Direktur Binmas Polda Bali ini. Upaya pemetaan wilayah yang rawan dan belum tersentuh narkoba, sudah dilaksanakan. Selain itu, antisipasi pencegahan juga gencar dilakukan, apalagi perkembangan dan pergeseran wilayah peredaran narkoba terus terjadi. Untuk itu, sinergitas dengan desa pakraman gencar dilakukan. Apalagi 2016 saat pihaknya mengusulkan anggaran lebih besar untuk kegiatan di desa pakraman, langsung disetujui. ‘’Golongan
10
dan pangkat apa pun ada di desa pakraman. Oleh karena itu, peran desa pakraman kami kedepankan,’’ jelas jenderal bintang satu asal Gulingan, Mengwi ini. Saat ini sudah dikukuhkan pecalang sebagai relawan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) oleh Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Jumlah pecalang yang sudah dikukuhkan 1.300 orang, sementara jumlah pecalang di Bali 5 ribu orang. ‘’Sisanya lagi 3.700 akan dikukuhkan secara bertahap. Mereka kami latih dalam hal pencegahan seperti memberi informasi, memberi pengetahuan tentang P4GN. Minimal untuk diri sendiri dulu. Selama ini saat sweeping kami melibatkan pecalang karena paham wilayah dan penduduk pendatang. Sangat efektif, apalagi setiap desa pakraman pasti ada pecalangnya,’’ ujarnya. Selain itu, peran desa pakraman makin ditingkatkan dengan membentuk banjar bersih narkoba. Banjar Kertapala, Penatih, Denpasar Timur, sudah dikukuhkan sebagai banjar bersih narkoba. Selain itu, salah satu desa di Klungkung sudah membuat perarem terkait upaya yang dilakukan jika warganya terlibat barang terlarang tersebut. ‘’Jika semua banjar dan desa adat atau pakraman bisa seperti itu, kami yakin peredaran narkoba bisa diminimalisir. Apalagi jika ada kolaborasi antara pemda dan desa adat,’’ tandasnya. Dia mengakui, tantangan terberat ke depan adalah masalah penerapan Kurikulum Terintegrasi P4GN untuk SMP, SMA dan SMK. Materi narkoba untuk SMP akan disisipkan pada mata pelajaran Agama, PPKN, Bahasa Indonesia, IPS dan Penjaskes. Sedangkan untuk SMA dan SMK, disisipkan pada mata pelajaran Agama, PPKN, Bahasa Indonesia, Sejarah dan Penjaskes. Semestinya, awal tahun ini sudah optimal dilakukan dalam rangka penanganan di bagian hulu. Pelajar harus sejak dini ditanamkan antinarkoba. Oleh karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan supaya kurikulum itu terealisasi sesuai harapan. ‘’Tes urine tiap 6 bulan sekali penting dilakukan dalam upaya
Brigjen Suastawa
MBP/dok
pengawasan. Harapannya, dengan tes urine membuat karyawan atau pegawai lebih takut dan tidak berani coba-coba,’’ ujar ayah dua putra ini. Ia berharap rencana pembangunan tempat rehabilitasi di Bali bisa terwujud tahun ini. Gubernur Bali meminjampakaikan lahan seluas 1,5 hektar di dekat RSJ Bangli. ‘’Kami ingin meningkatkan sinergi dan berkolaborasi dengan semua pihak. Kalau cuma mengandalkan BNNP, hasilnya belum optimal. Justru peran serta masyarakat diharapkan sekali,’’ kata Suastawa. Menurutnya, orang yang kena narkorba tidak bisa berpikir waras dan proses penyembuhan seratus persen, perlu waktu lama. Bisa kambuh lagi jika mereka kembali ke komunitasnya. Guna mewujudkan generasi emas yaitu generasi sehat tanpa narkoba, seluruh rakyat Indonesia harus bersamasama dan bersungguh-sungguh memerangi narkoba, terutama dari kehidupan generasi muda sebagai penerus bangsa. Merekalah diharapkan menjadi penerus memimpin negara ini dan membawa kemajuan serta kejayaan bagi Indonesia. Untuk mewujudkan generasi emas, pendidikan dalam keluarga merupakan kunci utama memberikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya pola hidup sehat tanpa narkoba. ‘’Saat ini yang perlu dilindungi dan dibentengi adalah para remaja, terutama berstatus pelajar dan mahasiswa. Mereka adalah generasi penerus dan aset bangsa. Jangan sampai Indonesia terjadi lose generation,’’ tegas Suastawa. l Kerta Negara
20 - 26 Februari 2017
10
Dari “Tembakau Gorilla” Sampai “Blue Safire” TAK hanya melebarkan sasarannya, berbagai modus dan modifikasi dilakukan para bandar dan pengedar narkoba. Jika sebelumnya sasarannya kalangan the have (berduit), kini juga menyasar kaum buruh yang merupakan kalangan menengah ke bawah. Jika sebelumnya sasarannya orang dewasa, kini mulai merambah remaja bahkan anak-anak. Jika sebelumnya peredarannya lebih banyak di perkotaan, kini mulai masuk ke wilayah perdesaan. Untuk melebarkan pemasarannya, para bandar dan pengedar terus berupaya menciptakan produk-produk turunan baru narkoba. Terbaru yang juga ditengarai sudah mulai beredar di Bali, yakni tembakau gorilla. Terbukti, anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menangkap mahasiswa asal Kebayoran Jakarta Selatan berinisial AAD (23) di Terminal Keberangkatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Jumat (13/1) lalu. AAD ditangkap karena membawa satu linting ganja gorilla seberat 0,29 gram. Selanjutnya, ia dibawa ke Kantor BNNP di Jalan Kamboja, Denpasar. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, mengatakan, tersangka AAD ditangkap tim Interdiksi BNNP bekerja sama dengan security Bandara Ngurah Rai. Saat tim gabungan melakukan sweepping di Terminal Keberangkatan Bandara, tersangka AAD melewati metal detector dan seketika bunyi. Selanjutnya, petugas menggeledah saku tersangka dan ditemukan lintingan rokok bercampur ganja gorilla seberat 0,29 gram. “Lintingan itu dikemas dalam alumunium foil warna hitam. Setelah diperiksa ternyata positif AB-Fubinaca atau lebih dikenal dengan ganja gorilla,” tegas Brigjen Suastawa. Saat diperiksa di Kantor BNNP, tersangka mengaku mendapatkan ganja gorilla tersebut dari temannya di Seminyak, Kuta dan diberikan cuma-cuma. “Dia juga mengaku baru sekali mengonsumsi ganja gorilla,” ungkap mantan Dir. Binmas Polda Bali ini. Jenderal bintang satu asal Gulingan, Mengwi ini menegaskan, ganja gorilla tersebut masuk klasifikasi New Psychoactive Substances (AB-Chminaca). Zat ini merupakan salah satu jenis Synthetic Cannabinoid
MBP/dok
(SC). Sebelumnya, ganja jenis baru ini belum masuk daftar lampiran UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dalam bentuk Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). Akan tetapi, sekarang sudah masuk Permenkes nomor 2 tahun 2017 tertanggal 9 Januari 2017. “Dampaknya lebih parah dari ganja yang biasa,” ungkapnya. Biasanya serbuk SC ini disemprotkan pada sampel herbal atau bahan lain, lalu dikeringkan dan dikemas menjadi kemasan herbal ataupun rokok. Adapun ciri-cirinya, penggunaan zat ini akan membuat pemakainya diam sesaat, lalu mengalami halusinasi dan tremor atau gemetaran. “Kebanyakan mengonsumsi SC akan diabsorbsi oleh paru-paru lalu disebarkan ke organ lain, terutama otak. Efek zat ini, pemakaianya terlihat seperti orang bloon. Tapi si pengguna merasa jadi superman dan lain sebagainya,” tandasnya. Dampak lainnya, pengguna SC mengalami gangguan psikiatri seperti psikosis, agitasi, agresi, cemas, ide bunuh diri, gejala putus asa, bahkan sidrom ketergantungan. Kebanyakan mengalami kerusakan ginjal dan paru-paru yang parah. BNNP Bali juga sedang menyelidiki peredaran narkoba jenis baru berupa 4-Clorometkatinona (4-CMC) atau yang tenar disebut sebagai blue safire. Menyusul, diamankannya 50 liter blue safire oleh BNN RI beberapa waktu lalu. “Sedang diselidiki, namun sampai kini belum ada laporan atau data yang kami dapatkan. Tapi memang arahan pusat demikian, kami pun sudah menindaklanjutinya,” jelasnya. Seba-
gaimana perintah pusat, BNNP setiap daerah termasuk Bali mesti menelusuri peredaran blue safire tersebut. Kendati belum ada informasi masuk Bali, pihak BNNP Bali tetap waspada. Suastawa menjelaskan, 4-CMC merupakan senyawa sintetik turunan Katinon berbentuk kristal warna putih. Banyak pula ditemukan dalam bentuk kristal besar. Namun bentuk edarnya di Indonesia secara illegal berupa cairan berwarna biru dengan kemasan jual bernama blue safire. Mengacu Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2007 tentang perubahan penggolongan narkotika, blue safire masuk dalam daftar no 104 narkotika golongan I. “Balai Lab BNN berhasil mengidentifikasi beberapa bentuk edar lainnya yaitu cairan berwarna coklat, cairan bening dalam kemasan botol warna hijau dan cairan berwarna kuning. Senyawa tersebut dinilai sangat berbahaya bagi kesehatan karena mempunyai efek stimulant seperti halnya sabu-sabu (SS). Pengguna akan merasakan euphoria, merasa senang, dan percaya diri. Pemakai juga merasa semangat dan sangat aktif, agresif, gelisah, pusing, panik, berhalusinasi, insomnia, dan bicara ngelantur. Selain itu, terlihat pada pupil mata pemakai, mulut kering, dan tekanan darah meningkat. “Pada dosis lebih tinggi dapat menyebabkan kejang, stroke, hingga koma. Zat 4-CMC ini sering disalahgunakan dengan dicampur ke dalam berbagai jenis minuman, baik beralkohol maupun tidak guna menimbulkan efek fly. l kmb 20 - 26 Februari 2017
11
AKTIVITAS WHDI BADUNG WHDI Badung menggelar sosialisasi pendidikan pranikah di kalangan anak muda se-Kabupaten Badung di Wantilan Diklat Puspem Badung, Selasa (31/1). Sosialisasi dibuka Wakil Ketua TP PKK Badung Nyonya Kristiani Suiasa serangkaian HUT ke-31 WHDI Kabupaten Badung.
PTSL - Pemerintah pusat melalui Badan Pertanahan Nasional tahun 2017 ini mengadakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Di Kabupaten Badung, program nasional sejenis prona ini menyasar 10.800 bidang tanah masyarakat untuk mendapat pelayanan sertifikat. Hal tersebut terungkap saat sosialisasi percepatan pelaksanaan program PTSL oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Badung di Kantor Camat Petang, Kamis (2/2).
MBP/ist
KOPPAS SRINADI - Di tengah ketatnya persaingan usaha jasa keuangan, unit usaha simpan-pinjam yang dikelola Koperasi Pasar (Koppas) Srinadi masih mampu bersaing dengan usaha jasa keuangan lainnya dalam menjaring nasabah. Buktinya, dari tahun ke tahun unit usaha simpan-pinjam Koppas Srinadi selalu mendominasi dalam menyumbangkan sisa hasil usaha (SHU).
12
20 - 26 Februari 2017
MBP/ist
BUPATI KLUNGKUNG - Apel paripurna di Lapangan Puputan Klungkung, Senin (6/2) dipimpin Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Apel yang secara rutin dilaksanakan setiap Senin pada awal bulan ini berlangsung khikmat dan juga dihadiri Wakil Bupati Klungkung Made Kasta serta Sekda Gede Putu Winastra dan seluruh PNS di lingkungan Pemkab Klungkung.
MBP/ist
MBP/ist
TOYOTA - Sukses mengakhiri 2016 dengan pertumbuhan kinerja mengesankan, PT Toyota Astra Motor (TAM) mengawali 2017 ini dengan meluncurkan produk terbarunya di segmen Multi-Purpose Vehicle (MPV) yaitu New Venturer. Melalui Agung Toyota selaku founder dealer di Bali, produk ini mulai diperkenalkan di Kuta, Badung, Senin (6/2).
KADIN - Penggunaan pupuk anorganik (kimiawi) di Indonesia sejak 1969 melalui program intensifikasi massal dalam jangka pendek memberikan hasil yang spektakuler terhadap peningkatan produksi pertanian. Karenanya Indonesia pernah mendapat penghargaan dari Badan Pangan Dunia PBB (FAO) karena mampu swasembada beras pada tahun 1986. Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Bali Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan DI Grow dalam rangka menjadikan Bali sebagai pulau organik.
MBP/ist
MUSRENBANG - Meningkatkan mutu pelayanan dasar dan tata kelola pemerintahan serta optimalisasi pengelolaan potensi daerah berbasis teknologi dalam rangka mewujudkan kemandirian masyarakat merupakan tema Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Badung tahun 2018. Musrenbang tersebut untuk Kecamatan Abiansemal dilaksanakan, Kamis (2/2) di Ruang Pertemuan Kantor Camat Abiansemal dibuka Plt. Kepala Bappeda Badung I Wayan Suambara.
MBP/ist
PEMANTAUAN - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan pemantauan ke Pasar Seni Semarapura, Kamis (2/2). Kegiatan ini dilakukan menyusul akan ditatanya blok A menjadi pasar dengan konsep modern. Didampingi Plt. Kadis Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan IB Jumpung Gede Oka Wedana serta Kepala UPT Pasar Komang Widyasa Putra, Bupati Suwirta menyusuri seluruh blok yang ada di pasar meskipun dalam cuaca hujan. 20 - 26 Februari 2017
13
A KT I V I TA S ARYA WEDAKARNA - Sejumlah permasalahan dunia pendidikan di Bali dibahas oleh anggota DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dengan Menteri Pendidikan RI Muhadjir Effendy dan para Dirjen di kompleks MPR-RI Senayan, Jakarta. Agenda rapat kerja awal tahun bersama sejumlah kementerian telah menjadi agenda tetap Komite III DPD-RI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan guna mengevaluasi kinerja pusat tahun sebelumnya dan memberi masukan untuk tahun kerja berikutnya.
MBP/ist
MBP/ist
STMIK PRIMAKARA - Era digital saat ini menjadi peluang tersendiri bagi kalangan generasi muda, dengan penerapan ilmu pada lembaga pendidikan dalam penguasaan entrepreneurship dan technopreneurship menjadi sebuah tantangan. Koordinator Kopertis Wilayah VIII Bali, NTB, NTT, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa saat menghadiri Primakara Startup Expo 2017 di Kampus STMIK Primakara, Jumat (3/2) mengatakan terdapat 66 Pendidikan Tinggi Swasta (PTS) di Bali dengan keberadaan STMIK Primakara menjadi satu-satunya PTS yang baru berusia tiga tahun menjadi kebanggaan nasional.
MBP/ist
MBP/ist
14 20 - 26 Februari 2017
POLTEK BALI - Untuk mengembangkan kualitas SDM, terutama di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, Politeknik Negeri Bali atau Poltek Bali menggelar sosialisasi semua program kegiatan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) tahun 2017, Selasa (7/2). Bertempat di Gedung Widya Guna kampus setempat, acara ini diikuti ratusan dosen di lingkungan Poltek Bali.
WABUP GIANYAR - Maha Sabha merupakan paruman tertinggi dalam sebuah organisasi yang melahirkan keputusan-keputusan strategis. Keputusan yang dilahirkan murni merupakan untuk perbaikan sebuah organisasi, tidak boleh kepentingan lain masuk di dalamnya termasuk kepentingan politik. Demikian disampaikan Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra saat membuka Maha Sabha Keluarga Besar Arya Pengalasan di Jaba Pura Merajan Agung Arya Pengalasan, Bedulu, Senin (6/2).
MBP/ist
MBP/ist
JRO SUTIAWATI - Belum lama ini Jro Sutiawati menyembuhkan penyakit aneh yang dialami seseorang. Penyakit itu tidak kunjung sembuh melainkan semakin menjadijadi. Pasien tersebut telah berupaya berobat ke RS, namun penyakitnya tidak terdeteksi. Berkat informasi dari seorang teman akhirnya pasien tersebut disarankan berobat ke Jro Sutiawati.
KURANG MAMPU - Pemberitaan terkait keberadaan pasutri kurang mampu Made Suartama dan Ketut Mertasih yang menempati rumah tak layak huni di Banjar Dinas Gesing II, Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, menuai simpati Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Gubernur Pastika langsung mengutus Tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk mengecek keberadaan mereka, Kamis (2/2).
MBP/ist
dukungan - Tokoh PNI Bali yang juga Senator RI mendapat dukungan dari sejumlah kelompok di Bali untuk menjadi calon gubernur dari jalur independen. Sejak deklarasi dilakukan oleh Relawan 41 pada 31 Januari lalu di Renon, tiap hari dukungan demi dukungan mampir ke Posko Pemenangan Arya Wedakarna (AWK) yang terletak di Bundaran Renon. Harapan agar AWK segera mendeklarasikan diri sangat diharapkan oleh masyarakat, khususnya kalangan muda.
MBP/ist
WALI KOTA DENPASAR - Ragam budaya yang dimiliki Indonesia menjadi keunggulan yang luar biasa, bila dikelola dengan baik. Terlebih budaya tersebut mencakup berbagai sektor, seperti seni, kuliner, tradisi yang dilakukan masyarakat, hingga pada sektor ekonomi. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo mengharapkan seni budaya menjadi kekuatan ekonomi di negara ini. Menurut budayawan I Wayan Geriya, Minggu (5/2) keinginan Presiden Jokowi tersebut sangat match dengan program Wali Kota Denpasar Rai Mantra dan Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara.
20 - 26 Februari 2017
15
POLITIK
M
Jangan Lelah Ungkap Kebenaran
edia arus utama jangan lelah untuk mengungkapkan kebenaran. Jangan pula lelah melakukan pendalaman tanpa mengesampingkan keberimbangan. Sebab di sanalah roh dari media massa dalam membangun bangsa. Itu pula senjata melawan media sosial yang sering menimbulkan kegaduhan. Penegasan itu disampaikan Presiden Jokowi pada puncak peringatan hari Pers Nasional ke-72 di Ambon, Kamis (9/2) lalu. Kata Jokowi, media sosial menjadi kegandrungan masayarakat. Semuanya. Tak terkecuali para pejabat dari bupati sampai presdien. “Ada yang hanya melihat-lihat dan ada yang sering men-twitt,” kata Presiden disambut tepuk tangan undangan. Oleh karena itu media arus utama harus kreatif. Baik itu media cetak maupun media elektronik harus terus melakukan inovasi. Kalau tidak akan gugur. Harus diakui ada kecenderungan masyarakat berkurang membaca koran, apalagi generasi muda. Mereka semakin banyak mengakses informasi melalui media sosial. Ini tak hanya terjadi di Indonesia. Tapi di seluruh dunia. Presiden juga mengakui media sosial sering menjadi pengganggu pemerintah. “Itu yang dilaporkan oleh sejumlah menteri,” katanya. Ini tidak terlepas karena media sosial lebih mengedepankan kecepatan. Mereka sangat abai akan keberimbangan. Media sosial yang sering menimbulkan Oleh karena itu media arus utama harus kreatif. Baik itu media cetak maupun media elektronik harus terus melakukan inovasi. Kalau tidak akan gugur. Harus diakui ada kecenderungan masyarakat berkurang membaca koran. Presiden Jokowi
16
MBP/wir
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi beserta pejabat pusat dan daerah berjalan menuju tempat pameran usai upacara Hari Pers Nasional (HPN) ke-72 di Ambon.
kegaduhan merupakan cobaan yang harus dihadapi. Hal ini harus menjadikan kita akan kuat menghadapi hambatan-hambatan selanjutnya. “Sulit menghentikannya. Kita harus mulai sadarkan masyarakat agar kritis menerima informasi yang tidak jelas. Itu yang harus dilakukan,” tegas presiden. Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Praseteyo. Katanya, media sosial tidak hanya menyebar hoax, juga ada tendensi untuk saling menyalahkan dan ujaran kebencian. Oleh karena itu dewan pers mengambil sikap untuk menangkal pengaruh tersebut. Salah satunya dengan melakukan verifikasi terhadap media arus utama. Ini pula yang menjadi amanat dari undang-undang dan
piagam palembang yang ditandatangani 15 perusahaan media. Dengan verifikasi ini masyarakat akan tahu mana media yang dikelola secara profesional yang mengacu pada Undang Undang No. 40 tahun 1999. Pada peringatan ke-72 HPN di Ambon juga digelar berbagai kegiatan. Salah satunya konvensi media yang menghadirkan sejumlah menteri dan tokoh pers. Demikian pula tampil sebagai pembicara petinggi TNI dan Polri. Semuanya sepakat informasi hoax harus dilawan dengan informasi yang mengacu pada fakta dan data. Demikian pula informasi yang tersaji harus mengacu pada kaidah jurnalistik serta mendorong upaya untuk perbaikan negeri. l Wirata
20 - 26 Februari 2017
16
Mengurai Masalah Klasik Bali SISTEM pengelolaan Bali perlu ditinjau. Bali perlu melakukan pemetaan ulang terhadap beragam masalah dan potensinya. Solusi mengelola Bali ke depan layak dirumuskan bersama mengingat sampai saat ini sedikitnya ada 10 permasalahan klasik di Bali yang belum terurai. Solusi yang belakangan hangat dibicarakan adalah upaya menjadikan pengelolaan Balai berbasis One Island Management. Bagaimana program ini bisa dijabarkan? Secara geografis Bali merupakan pulau kecil yang sarat beban. Bali yang terbagi dalam 8 kabupaten satu kota ini didiami oleh 4,2 juta penduduk. Angka penduduk ini tentu bersifat tentatif mengingat faktanya ada jutaan orang yang masuk dan keluar Bali. Angka riil kependudukan Bali pun bisa dikatakan rancu mengingat Bali sebenarnya telah menjadi ruang hidup komunitas dari berbagai negara di belahan dunia ini. Menyikapi hal ini, Kadin Bali pun mengusulkan agar Bali dikelola dengan pendekatan one island management. Bali pun diharapkan menjadi otonomi daerah khusus Pariwisata dan Budaya. ‘’Dengan sistem one island management yang terpusat di Provinsi Bali maka Bali akan lebih kuat dalam menghadapi tantangan dalam mengawal tradisi dan budayanya. Selain itu, Bali juga lebih mudah mengurai 10 masalah klasik Bali,’’ ujar Ketua Umum Kadin Bali AA Ngurah Alit Wiraputra, Rabu (8/2). Ia mengatakan hal ini perlu dilakukan kerena Bali memiliki keunikan dan sumber alam pariwisata dan budaya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakatnya. Kekuatan budaya serta adat istiadat yang diberlakukan dalam kehidupan sehari- hari masyarakatnya juga telah memberikan kontribusi yang jelas terhadap pertumbuhan ekonomi Bali. Dengan pendekatan ini pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya akan dapat diatasi dengan lebih baik. ‘’Ini
dimungkinkan mengingat dengan pendekatan Bali bisa dikelola dan dikontrol oleh satu sistem management yang berpusat di Provinsi Bali,’’ ujarnya. Kadin memetakan saat ini sedikitnya ada 10 masalah klasik yang harus segera diurai. Di antaranya adalah kemacetan lalu lintas, Kamtibmas, promosi pariwisata, sampah, air bersih, energi listrik, limbah pariwisata dan abrasi pantai. Masalah lainnya terkait dengan pemerataan pembangunan, pemeliharaan dan pelestraian adat dan budaya. Alit Wiraputra mengatakan dengan pendekatan ini diharapkan Bali segera bisa merancang master plan Bali secara keseluruhan dan komprehensif. ‘’Master Plan Bali ini akan mencerminkan Bali hingga 20 sampai 100 tahun ke depan,’’ ujarnya. Dosen Fakultas Teknik Sipil Unud yang juga Pengamat Transportasi, Prof. Putu Alit Suthanaya, S.T., mengatakan, dalam penataan lalu lintas Bali memerlukan grand desain yang benar-benar bisa dijadikan acuan oleh seluruh pemangku kebijakan di Provinsi Bali. Permasalahan transportasi, tidak bisa terbatas oleh sekat-sekat otonomi daerah, namun harus diperhatikan secara holistik untuk seluruh Bali. Dalam hal ini, perlu diterapkan one island manajemen, sehingga transportasinya juga harus di-manage dengan sistem one island. “Kebijakan dari provinsi, master plan dari provinsi juga harus diikuti juga oleh kabupaten/kota yang selaras dengan master plan di provinsi,” katanya. Ditambahkannya, ke depan juga harus diperhitungkang carring capacity (daya dukung) Bali dengan kedatangan wisatawan. Karena, hal ini nantinya juga akan berpengaruh terhadap multiplier effect bagi pariwisata dan turunannya terkait perkembangan aktivitas dengan kepariwisataan yang menimbulkan pergerakan yang dilayani oleh infrastruktur transportasi.
Dengan sistem one island management yang terpusat di Provinsi Bali maka Bali akan lebih kuat dalam menghadapi tantangan dalam mengawal tradisi dan budayanya. Selain itu, Bali juga lebih mudah mengurai 10 masalah klasik Bali Alit Wiraputra
l Dira Arsana/Yudi Karnaedi 20 - 26 Februari 2017
17
17
KIPRAH REMAJA
Made Wiradinata
Terinspirasi Keindahan Gerak Tari Bali
M
Made Wiradinata
18
20 - 26 Februari 2017
MBP/ist
engekspresikan rasa cinta terhadap tari-tarian Bali tak selamanya harus diterjemahkan dengan belajar menari atau menjadi seorang penari. Hal itulah yang dilakukan Made Wiradinata, siswa kelas IX2 SMPN 4 Denpasar. Merasa tidak memiliki talenta dalam hal berolah gerak, ternyata tidak menyurutkan minat putra kedua pasangan I Wayan Sukarma dan Ni Nyoman Ras Astiti Yasa ini untuk mencintai tarian Bali. Remaja ini memantapkan rasa cintanya itu untuk mengekspresikan rasa cinta itu dengan cara melukis. Melalui goresan kuasnya di atas bentangan kertas dan kanvas, maka lahirlah beragam karya lukis dengan objek tarian Bali yang indah seperti Tari Baris, Jauk, Topeng Keras dan aneka tarian lainnya. “Saya memang suka menonton orang menari, meskipun tidak memiliki keterampilan menari. Sehabis menonton pentas tarian, biasanya saya sering terinspirasi untuk melukis. Gerak-gerakan pada tarian itu saya rekam dalam ingatan saya, kemudian saya pindahkan ke atas bentang kertas atau kanvas. Saya paling suka melukis tarian yang gerakannya cepat, dinamis dan ritmis seperti Tari Baris dan Jauk,” katanya saat ditemui di kediamannya di kawasan Jalan Wibisana Barat, Denpasar, belum lama ini. Kegemarannya “merekam” gerak tarian Bali itu ternyata telah mengantarkan remaja kelahiran Denpasar, 9 Maret 2002 ini meraih beragam prestasi yang membanggakan di bidang seni lukis. Di antaranya, Juara II Lomba Melukis di SMAN 4 Denpasar (2015), juara I Lomba Melukis Modern Tingkat SMP di ISI Denpasar (2016), Juara I Lomba Melukis di SMAN 4 Denpasar (2016) dan Juara II Lomba Melukis PKB
Tingkat SMP (2016). Khusus untuk prestasi di SMAN 4 Denpasar yang diraihnya selama dua tahun berturutturut, tampaknya akan mengantarkan Made Wiradinata bisa mewujudkan impiannya untuk melanjutkan pendidikannya di SMA negeri favorit itu selepas menamatkan pendidikannya di SMPN 4 Denpasar. “Tentunya, prestasi di SMAN 4 Denpasar itu sangat berarti bagi saya karena saya memang ingin melanjutkan pendidikan ke sana. Biasanya, siswasiswa SMP yang meraih prestasi di lomba-lomba yang digelar SMAN 4 Denpasar diberikan semacam keistimewaan atau free pass untuk diterima di sekolah tersebut. Saya ingin mengikuti jejak kakak saya yang lebih dulu masuk ke SMAN 4 Denpasar melalui jalur prestasi di bidang seni lukis,” katanya dengan mata berbinar. Made Wiradinata mengaku sudah tidak mengingat berapa koleksi piala yang sudah dimilikinya dari lomba melukis karena dirinya rajin mengikuti lomba melukis sejak usia SD. Namun satu yang pasti, dari ratusan karya lukis yang telah dibuatnya, sebagian besar mengangkat tema tarian Bali sebagai objek utama lukisan. Selain itu, dia juga tertarik untuk mengabadikan aktivitas atau gerak kehidupan seharihari masyarakat Bali seperti panorama sawah dengan aktivitas petaninya termasuk kegiatan ritual keagamaan yang di matanya terlihat sangat indah dan berwarna. “Saya ingin mengabadikan segala keindahan yang ada di Bali itu ke dalam karya-karya lukis saya. Bagi saya, ragam seni budaya Bali, keindahan alam Bali dan segala gerak aktivitas manusia Bali itu merupakan sumber inspirasi yang tidak pernah kering untuk dieksplorasi,” tegasnya. l Sumatika
AKTIVITAS
MBP/ist
BPJS KESEHATAN - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat mengelola dan mendeteksi risiko penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner sejak dini, BPJS Kesehatan Cabang Denpasar meluncurkan sekaligus menyosialisasikan layanan mobile screening kepada 10 badan usaha dari Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Tabanan di Kantor BPJS Kesehatan Divisi Regional XI Denpasar, Rabu (1/2).
MBP/ist
UNDIKNAS - Sudah menjadi budaya acara yudisium di Undiknas dilakukan secara bersamaan. Kamis (2/2), Undiknas University meyudisium 251 sarjana. Empat lulus dengan skripsi bahasa Inggrs, yakni I G.A. Prita Dewi Maharani, Doni Sugiarto Wijaya (Manajemen), Ni Made Wulan Yupita Sari dan Kadek Putri Satvika Ratnaduhita Candra (Akuntansi).
MBP/ist
BUPATI BADUNG - Guna meningkatkan sinergitas dan jalinan silahturahmi, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Sekda Badung Kompyang R. Swandika menerima Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Ngurah Rai Kolonel Penerbang Wayan Supermen yang didampingi Kadis Ops Lanud Ngurah Rai Letkol Nav. Anton Bima dan Satpom AU Mayor Pom. Yohanes Candra serta Kakum Mayor Susdedi Setyawan di Puspem Badung, Kamis (2/2).
MBP/ist
PEMKAB JEMBRANA - Perhatian Pemkab Jembrana terhadap warga kurang mampu di terus dilakukan. Selain santunan kematian, salah satu program unggulan Pemkab Jembrana pada tahun 2017 yakni dana penunggu pasien. Program ini pun akan kembali digulirkan. Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Rabu (1/2) menyerahkan bantuan dana kepada tiga keluarga kurang mampu. 20 - 26 Februari 2017
19
MANCANEGARA
Nasib Tragis Sarkozy
20
20 - 26 Februari 2017
T
ragis benar nasib mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Seorang hakim di Prancis memerintahkan Sarkozy diadili dalam kasus pendanaan kampanye yang melanggar hukum. Sarkozy menghadapi dakwaan partainya memalsukan laporan keuangan untuk menyembunyikan anggaran 18 juta Euro atau sekitar Rp 255 miliar saat kampanye 2012 lalu. Prancis menetapkan batasan penggunaan dana kampanye dan sidang diperkirakan akan mengkaji apakah Sarkozy juga mengetahui pelanggaran tersebut. Presiden Prancis sepanjang periode 2007-2012 ini sudah berulang kali membantah tuduhan dalam kasus yang dikenal dengan julukan Skandal Bygmalion. Bagaimanapun sumber di pengadilan menyebutkan banding masih bisa ditempuh atas perintah untuk sidang karena hanya ditetapkan oleh satu dari tiga hakim yang menangani kasus ini. Tuduhan atas Sarkozy terpusat bahwa partai Sarkozy, UMP, bersekongkol dengan sebuah perusahaan hubungan masyarakat, Bygmalion, untuk menyembunyikan anggaran yang sebenarnya dalam kampanye pemilihan presiden. Sarkozy berulang kali membantah tuduhan anggaran kampanye yang melanggar hukum. Para karyawan Bygmalion mengakui mengetahui kecurangan itu dan beberapa anggota sudah didakwa. Penyelidikan itu melibatkan pertanyaan apakah mendiang pemimpin Libya Moammar Gadhafi menyumbang dana ke kampanye pemilihan presiden Sarkozy pada 2007. Para penyelidik bertindak berdasarkan bukti yang dikumpul setelah penyadapan telepon Sarkozy. Sebelumnya, seorang pengusaha mengaku mengirimkan tiga koper berisi uang tunai dari pemimpin Libya untuk kampanye Sarkozy saat pertama mengikuti pemilihan presiden Prancis. Dalam sebuah wawancara dengan situs berita investigasi Mediapart, pengusaha Prancis-Lebanon Ziad Takieddine mengatakan dia melakukan tiga perjalanan dari Tripoli ke Paris pada akhir 2006 dan awal 2007 dengan membawa uang tunai untuk kampanye Sarkozy. Setiap kali membawa koper berisi antara 1,5 juta hingga dua juta euro (sekitar Rp 21,5 miliar hingga Rp 28,7 miliar) dalam pecahan uang kertas 200 dan 500 euro, kata Takieddine dalam wawancara video, menambahkan bahwa kepala intelijen militer Gaddafi, Abdallah Senussi, memberi dia uang itu. Sarkozy selama bertahun-tahun diterpa tuduhan bahwa dia menerima jutaan uang dari Gaddafi saat dia sukses memenangkan pemilihan umum pada 2007. Saat interogasi dalam kasus terpisah, Takieddine menuduh Sarkozy sangat bergantung kepada Gaddafi secara finansial pada 2006-2007, tapi dia sebelumnya tidak pernah mengaku sebagai kurir uang tersebut.
Tuduhan terhadap Sarkozy pertama kali mencuat pada Maret 2011, ketika pemimpin Prancis itu mengampanyekan intervensi militer pimpinan NATO yang membantu menggulingkan Gaddafi. “Sarkozy pertama harus mengembalikan uang yang diambilnya dari Libya untuk membiayai kampanye pemilihan umumnya,� tuntut anak lelaki Gaddafi, Seif al-Islam, yang saat ini dipenjara di Libya. Setahun kemudian, saat Sarkozy berkampanye untuk masa jabatan kedua, Mediapart menerbitkan satu dokumen yang ditandatangani oleh mantan bos intelijen Libya, Musa Kusa, mengacu pada kesepakatan dukungan dana 50 juta euro (sekitar Rp 719 miliar) dari Tripoli. Sarkozy membantah keras tuduhan itu, mengklaim dokumen tersebut palsu. Video kesaksian Takieddine muncul sepekan sebelum Sarkozy berhadapan dengan mantan perdana menteri Alain Juppe dan saingan lainnya dalam pemilihan primer. Dalam pencalonan partai untuk pemilihan presiden tahun ini, Sarkozy dikalahkan Francois Fillon, yang juga sedang menghadapi tuduhan menyalahgunakan uang negara untuk menggaji istri dan dua anaknya. Jika sidang berlangsung, maka Sarkozy menjadi mantan presiden Prancis kedua yang diadili sejak tahun 1958, setelah Jacques Chirac dihukum dua tahun percobaan karena mengalihkan dana negara dan menyalahgunakan kepercayaan rakyat. Sarkozy harus mengakui kemenangan Francois Fillon, pria yang pernah menjabat sebagai perdana menteri Prancis manakala Sarkozy menjadi presiden pada periode 2007 hingga 2012. Fillon menduduki peringkat satu dalam pemilihan pendahuluan putaran pertama. Peringkat kedua ditempati Alain Juppe, mantan perdana menteri Prancis. “Saya tidak punya kepahitan, saya tidak menyimpan kesedihan, dan saya berharap yang terbaik untuk negara saya,� kata Sarkozy. Kegagalan untuk menjadi presiden adalah yang kedua kalinya Sarkozy sejak lengser 2012 lalu. Upaya pertamanya kandas dalam pemilihan umum oleh kandidat Partai Sosialis, Francois Hollande, yang kini menjabat presiden. Dalam pemilihan umum 2017 mendatang, kandidat presiden dari Partai Republikan diprediksi akan dapat memanfaatkan kelemahan Partai Sosialis yang terpecah dan tidak populer. Beragam jajak pendapat mengindikasikan capres berhaluan kiri dari Partai Sosialis akan tersingkir pada pemilihan putaran pertama pada April 2017. Di lain pihak, seorang capres dari partai berhaluan kanan-tengah bisa memenangi pemilihan putaran kedua pada Mei 2017. l Gugiek Savindra 20 - 26 Februari 2017
21
DAERAH
Danau Batur Kembali Semburkan Belerang
MBP/ina
D
anau Batur, Kintamani kembali menyemburkan belerang sejak beberapa hari terakhir. Kondisi itu berdampak pada matinya ribuan ekor ikan yang hidup di danau. Para petani yang membudidayakan ikan di keramba jaring apung pun mengalami kerugian cukup besar. Berdasarkan pantauan, Minggu (5/2), akibat semburan belerang dari dasar danau menyebabkan terjadinya perubahan warna pada air danau. Air danau yang semula berwarna kebiruan kini berubah menjadi hijau kekuning-kuningan. Perubahan tersebut sangat terlihat jelas jika diamati dari jarak dekat. Wilayah terdampak semburan belerang yakni Kedisan, Buahan dan Seked. Di sepanjang pinggir danau dan petak keramba, milik petani banyak terlihat bangkai ikan yang mengambang di permukaan air. Salah seorang petani ikan di Desa Buahan yang juga Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangli I Made Antara mengata-
22
20 - 26 Februari 2017
Bangkai ikan di keramba jaring apung milik petani. Ikan mati akibat semburan belerang.
kan, semburan belerang dari dasar Danau Batur sudah terjadi mulai beberapa hari lalu. Wilayah yang pertama terkena semburan, yakni di Seked kemudian berlanjut ke wilayah Terunyan, Abang dan wilayah Desa Buahan. ‘’Mulai ada semburan belerangnya sudah sejak tiga hari lalu. Tapi kematian sporadis ikanikan di danau terjadi sejak Sabtu (4/2),’’ jelasnya. Menurut Antara, munculnya semburan belerang di dasar danau dipengaruhi faktor cuaca ekstrem. Akibat kencangnya angin ditambah dinginnya suhu udara yang terjadi belakangan ini menyebabkan belerang di dasar danau terangkat. Kondisi itu kemudian menyebabkan ikan yang hidup di danau kehabisan oksigen dan perlahan mati. Mantan Perbekel Desa Buahan ini mengatakan, sebagai dampak dari fenomena alam tersebut, puluhan petani ikan khususnya yang ada di wilayah Desa Buahan kini harus menanggung kerugian yang tidak sedikit. Dia menyebutkan, kematian ikan yang dialami masing-masing
petani rata-rata mencapai setengah sampai dua ton. Sebagian besar ikan milik petani yang mati terkena semburan belerang adalah ikan yang sudah siap panen. ‘’Kalau ditotal, kerugian petani ikan di wilayah Desa Buahan mencapai satu miliar rupiah,’’ terangnya. Antara mengaku tidak bisa memastikan kapan fenomena ini akan berakhir. Sebagaimana pengalaman sebelumnya, kondisi ini masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Sementara itu warga lainnya Wayan Jon mengatakan, akibat adanya semburan belerang ini hasil tangkapan nelayan kini mengalami kenaikan drastis. Jika biasanya nelayan hanya bisa menangkap ikan liar 10 kilogram, kini hasil tangkapan nelayan bisa 50 kilogram lebih. Jon mengatakan, ikan-ikan yang sekarat akibat terkena semburan belerang masih bisa dikonsumsi. ‘’Karena ikan-ikan tersebut kan tidak mati keracunan, tapi karena kehabisan oksigen,’’ ujarnya. l Swasrina
Tahun 2017
Bencana Didominasi Pohon Tumbang HUJAN deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah daerah di Bali menimbulkan bencana alam di sejumlah tempat. Selain banjir dan tanah longsor, juga puluhan pohon diketahui tumbang dan menimpa rumah warga. Kejadian ini hampir merata di seluruh kabupaten/kota di Bali. Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini. Di Klungkung misalnya, dari data yang diperoleh di BPBD setempat, sejak awal tahun 2017, sudah terjadi 21 pohon tumbang, 2 bencana longsor dan 2 bencana banjir. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada, Minggu (5/2) menyampaikan kejadian pohon tumbang merupakan jumlah paling dominan dan tertinggi di tahun 2017. Menurutnya pohon tumbang sangat berbahaya karena titik kejadiannya berada di pinggir jalan. Untung saja, sejumlah kasus pohon tumbang yang menghalangi jalan ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. “Semua pohon tumbang menghalangi akses jalan. Nihil korban jiwa. Kerugian dari semua kejadian ini belum bisa ditaksir berapa jumlahnya,” kata Widiada. Menurutnya, atas kejadian ini, pihaknya telah menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kabupaten klungkung yang bersiaga selama 24 jam. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bencana susulan di Kabupaten Klungkung. Selain tim TRC, penanganan pohon tumbang juga dilakukan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Klungkung di bawah pimpinan Kasat Lantas AKP Wayan Mudiasa. Bersama BPBD Klungkung dan masyarakat, petugas kepolisian melakukan pemotongan dan pembersihan batang, ranting dan daun pohon yang tumbang di tengah jalan. Selain mengevakuasi batang pohon, Satlantas Polres Klungkung juga melakukan pengaturan arus lalu lintas. Menurut Mudiasa pohon tumbang terjadi lantaran hujan lebat disertai angin kencang. “Setibanya di tempat kejadian, kami langsung
MBP/olo
Salah satu kejadian tanah longsor di Manggissari beberapa waktu lalu. Desa Manggissari dan delapan desa lainnya masuk peta rawan longsor yang dibuat BPBD Jembrana.
bergerak cepat dengan memotong batang dan dahan pohon lantas membersihkannya. Sebab, batang pohon itu menghalangi jalan, sehingga arus lalin sempat macet,” terangnya. Dengan terjadinya cuaca buruk belakangan ini, AKP Mudiasa mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan agar berhatihati mengendarai kendaraan bermotor ketika hujan lebat dan angin kencang. Mengingat banyak pohon perindang yang rantingnya sudah menjulur ke tengah jalan dan bahkan ada juga yang sudah lapuk. “Jika hujan lebat turun dan disertai angin kencang, lebih baik berhenti dan mencari tempat berteduh sambil menunggu reda,” imbaunya. Rawan Longsor Sementara itu, di Jembrana, cuaca buruk yang kerap terjadi belakangan ini membuat pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana memetakan sejumlah titik rawan bencana. Hampir seluruh kecamatan di Jembrana terdapat titik rawan longsor dan banjir. Kepala Pelaksana BPPD Jembrana, I Ketut Eko Susila, mengatakan ada sejumlah titik di sembilan desa yang rawan bencana longsor. Hal tersebut dikarenakan kondisi lokasi yang berupa tebing maupun perbukitan. Dari pemetaan BPBD, desa-desa yang rawan longsor paling banyak berada di Kecamatan Mendoyo dan Pekutatan. Di antaranya, Desa Penyaringan, Yeh Sumbul dan Yehembang (Mendoyo), Desa
Asah Duren, Manggissari dan Desa Gumbrih (Pekutatan). Sementara di tiga kecamatan lain, masing-masing satu desa yakni Desa Melaya (Kecamatan Melaya), Kelurahan Baler Bale Agung (Kecamatan Negara) dan Desa Batuagung (kecamatan Jembrana). “Kita juga sudah pasang rambu imbauan di titik-titik rawan longsor. Sekitar 50 rambu kita pasang,” kata mantan Camat Pekutatan ini. Pemasangan rambu itu dilakukan untuk antisipasi dan memberikan peringatan bagi warga. Sebab, di sejumlah titik rawan longsor berada di dekat jalan umum maupun permukiman warga. Selain antisipasi pemasangan rambu, pihak BPBD Jembrana bekerja sama dengan provinsi mengadakan sosialisasi tanggap bencana secara rutin ke masyarakat dan pelajar. Untuk tahun ini, pihak BPBD berencana menyosialisasikan di sekolah yang berada di wilayah rawan longsor di Manggissari. Lewat sekolah siaga bencana ini dilibatkan pelajar dan masyarakat umum agar mengetahui tindakan ketika terjadi bencana. Ditambahkan Eko, selain longsor dan banjir, bencana lain yang menjadi perhatian adalah daerah rawan abrasi. Saat ini, menurutnya, ada 14 desa yang rawan abrasi dan tsunami. Terutama wilayah desa pesisir seperti di Candikusuma, Cupel, Pengambengan, Baluk, Perancak, Air Kuning Delodberawah, Pulukan hingga Pengeragoan. l Dewa Farendra/Surya Darma 20 - 26 Februari 2017
23
K E S E H ATA N
Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi
24
20 - 26 Februari 2017
H
IV atau Human Immunodeficiency Virus menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, mengakibatkan yang terinfeksi menjadi lebih rentan untuk terserang berbagai penyakit. HIV adalah salah satu penyebab kematian wanita usia reproduktif dan bayi atau balita di banyak negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini diduga berkaitan dengan pergeseran pola penularan HIV selama beberapa tahun terakhir – yaitu perubahan dari transmisi jarum suntik ke transmisi heteroseksual. Pada akhir 2011 misalnya, sekitar 76% infeksi HIV ditularkan melalui transmisi heteroseksual, meningkat dari hanya 38% pada tahun 2006. Kondisi ini diyakini oleh berbagai peneliti berdampak pada peningkatan jumlah ibu hamil yang terinfeksi HIV.
Ibu hamil dapat tertular HIV dari pasangannya (suami), namun tidak menutup kemungkinan bahwa penularan bisa terjadi sebelum pernikahan, baik melalui hubungan seksual ataupun penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Perilaku seksual pranikah dan terbatasnya akses kondom bagi remaja, ikut berkontribusi pada peningkatan kasus HIV pada ibu hamil. Lebih dari 90% kasus HIV pada anak, ditularkan dari ibu kepada anaknya baik selama kehamilan (38.1%), saat persalinan (39%) dan saat menyusui (37.4%). Badan Kesehatan Dunia atau WHO menganjurkan empat tindakan utama untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak yaitu: (1) penguatan tindakan pencegahan primer HIV pada wanita usia produktif dan pasangannya; (2) penyediaan layanan kontrasepsi untuk meningkatkan cakupan keluarga berencana dikalangan perempuan yang terinfeksi HIV; (3) penyediaan layanan tes HIV, konseling, dan pengobatan HIV bagi ibu hamil secara tepat waktu untuk mencegah penularan ke bayi; dan (4) penyediaan dukungan psikologis, pendampingan dan pengobatan HIV yang tepat bagi ibu, anak dan keluarganya. Kementerian Kesehatan Indonesia memperkirakan pada akhir 2015 sebanyak 38.5 ribu bayi akan terinfeksi HIV dari ibunya jika tidak dilakukan upaya pencegahan yang memadai. Kondisi ini direspon melalui program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak – atau lebih dikenal dengan PPIA. Jenis layanan dan program dalam PPIA meliputi: diagnosis HIV pada kehamilan, pemberian obat antiretroviral (ARV), persalinan yang aman, tata kelola makanan bayi dan anak, mengatur kehamilan, pengobatan ARV pencegahan untuk anak dan tes HIV pada anak. Seiring peningkatan kasus HIV pada ibu rumah tangga, kebutuhan terhadap layanan PPIA juga semakin meningkat. Selama 2011 sampai 2016 telah terjadi peningkatan jumlah kasus HIV pada ibu hamil dari 14.2 ribu menjadi 19.6 ribu. Kebutuhan terhadap layanan PPIA juga meningkat dari 13 ribu menjadi 16.6 ribu pada periode yang sama. Namun, cakupan layanan PPIA pada tahun 2012 hanya mencapai 1.048 ibu hamil atau sekitar 8% dari total kebutuhan. Risiko penularan HIV dari ibu ke bayi dapat diturunkan sampai kurang dari 2% melalui implementasi layanan PPIA yang optimal. Untuk Indonesia, dari seluruh ibu hamil HIV-positif yang telah mendapatkan pengobatan tepat waktu, masih ada sekitar 7.5% bayi yang dilahirkan dengan hasil pemeriksaan HIV positif. Angka ini masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan standar
yang ditetapkan oleh WHO yaitu 2%– 2.5%. Selain mengurangi risiko penularan ke bayi, mengetahui status HIV pada masa kehamilan juga dapat mencegah penularan HIV kepada pasangan, tenaga kesehatan dan masyarakat yang lebih luas. Ibu hamil yang terinfeksi HIV dapat mengakses pengobatan ARV di rumah sakit atau satelit-satelit pengobatan ARV untuk mencegah meluasnya penularan tersebut. Layanan tes HIV sudah tersedia hampir di semua fasilitas kesehatan termasuk puskesmas, rumah sakit ataupun fasilitas laboratorium swasta. Layanan tes HIV sudah terintegrasi dengan paket pemeriksaan kehamilan di tiap-tiap puskesmas. Namun, ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan ke bidan swasta dan dokter spesialis kandungan perlu lebih proaktif untuk meminta pemeriksaan HIV. Semakin tinggi cakupan tes HIV pada ibu hamil, semakin banyak pula penularan HIV ke bayi yang dapat dicegah. Tersedianya akses yang relatif mudah bagi ibu hamil untuk melakukan tes HIV tidak secara langsung meningkatkan jumlah ibu hamil yang bersedia melakukan tes HIV. Masih banyak ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan menolak untuk menjalankan tes HIV. Kondisi ini menegaskan bahwa HIV masih dilihat oleh masyarakat sebagai bagian dari permasalahan moral dan penyimpangan perilaku. Akibatnya ibu hamil (dan pasangannya) merasa takut atau malu untuk mengetahui status HIV-nya. Mereka takut akan diasingkan dari lingkungan sosial jika ketahuan terinfeksi HIV. Sebagian besar ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di bidan swasta atau dokter spesialis juga banyak yang belum terjangkau oleh tes HIV. Beberapa hal diduga berkaitan dengan situasi tersebut yaitu: (1) tidak tersedia pemeriksaan HIV pada praktek bidan swasta atau dokter spesialis sehingga ibu hamil harus dirujuk ke puskesmas, rumah sakit atau laboratorium swasta untuk melakukan tes HIV; dan (2) banyak ibu hamil yang tidak memenuhi rujukan tersebut. Akibatnya, masih cukup banyak ibu hamil yang belum terjangkau oleh layanan PPIA. Permasalahan lain yang juga berkaitan dengan masih rendahnya cakupan tes HIV pada ibu hamil adalah peran pasangan atau suami. Dalam kultur patriarkal, keputusan untuk melakukan tes HIV ditentukan oleh pihak suami dan keluarganya. Pelibatan suami dalam
pemeriksaan kehamilan dan program PPIA sangat diperlukan khususnya dalam proses konseling sebelum dan sesudah tes HIV. Beberapa tahun belakangan juga ditemukan beberapa kasus HIV pada ibu hamil namun pasangannya ternyata HIV negatif. Pada kasus tersebut, kemungkinan besar penularan HIV terjadi sebelum mereka menikah. Untuk antisipasi terhadap kasus-kasus tersebut, suami perlu untuk terlibat dari awal pemeriksaan. Apabila keduanya ditemukan positif HIV, mereka dapat saling mendukung secara psikologis dan sosial sehingga dapat menjalankan pengobatan HIV secara optimal dan berkesinambungan. Cakupan tes HIV yang tinggi pada ibu hamil harus dibarengi pula dengan ketersediaan layanan pengobatan ARV yang mudah diakses oleh ibu hamil. Pada rantai rujukan ini seringkali terjadi lost to follow up – artinya ibu hamil yang ditemukan terinfeksi HIV tidak mendapatkan pengobatan ARV yang diperlukan. Di Indonesia, ada sebanyak 20% ibu hamil yang ditemukan HIV positif pada saat pemeriksaan kehamilan tidak mendapatkan pengobatan ARV karena berbagai hambatan sosial, ekonomi, kultural dan akses fisik. Penguatan koordinasi, pendampingan dan mekanisme rujukan antar fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan cakupan pengobatan ARV bagi ibu hamil yang terinfeksi HIV. Implementasi layanan PPIA yang optimal dapat mengendalikan penularan HIV, tidak saja dari ibu kepada anaknya, tetapi juga mencegah penularan ke pasangan, tenaga kesehatan yang membantu proses persalinan, dan masyarakat yang lebih luas. Layanan PPIA juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup ibu, anak dan keluarga yang terinfeksi HIV serta menurunkan tingkat kesakitan dan kematian akibat HIV, khususnya pada ibu dan anak. Antisipasi terhadap berbagai hambatan implementasi perlu menjadi perhatian berbagai pemangku kepentingan, mulai dari hambatan akses fisik dan geografis, hambatan sosial budaya dan faktor kesiapan sistem pelayanan PPIA meliputi sumber daya manusia, penguatan koordinasi, serta penguatan insfrastruktur pelayanan kesehatan. l Nyoman Sutarsa, MD., MPH Dosen Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas dan Pencegahan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 20 - 26 Februari 2017
25
LENSA
BERSIHKAN BOAT Dua orang warga sedang membersihkan kerak pada boat di Pantai Serangan, Denpasar. Pembersihan ini hampir tiap minggu dilakukan guna mengantisipasi tebalnya kerak pada boat.
MBP/eka
26 20 - 26 Februari 2017
OLAHRAGA
K
Pesaing Baru
ehadiran Gabriel Jesus yang direkrut pada musim transfer Januari lalu, menimbulkan persaingan sengit di tim Manchester City. Bahkan pelatih Pep Guardiola langsung memberi peranan penting bagi pemain berusia 19 tahun itu, menyisihkan seniornya Sergio Aguerro. Menurut bek Pablo Zabaleta, pemain asal klub Palmeriras itu menyuntikan kompetisi yang sehat di klub terutama dalam memperebutkan posisi ujung tombak. “Aguero pemain yang telah matang. Dan bukan kali pertama dia tidak dimainkan,” jelasa Zabaleta. “Kami perlu tim yang besar untuk memenangkan gelar.” Jesus menghasilkan tiga gol dalam empat pertandingan sejak didatangkan dari Brazil. City pun terkatorl menuju peringkat ketiga klasemen setelah 24 pertandingan. Pasukan Guardiola ter-
paut 10 poin dari pemuncak klasemen Chelsea. Aguero sendiri berjanji akan menampilkan permainan terbaiknya untuk bisa menempati posisi sebagai penyerang utama kembali. Ia telah menghasilkan 18 gol dalam 26 laga musim ini namun Guardiola sepertinya mulai memfavoritkan Jesus. “Tidak, tidak, saya tidak ingin meninggalkan klub ini. Saya harus membantu tim ini setidakanya tiga bulan ke depan. Setelah itu terserah tim apakah mau memperpanjang kontrakku atau tidak,” jelas penyerang timnas Argentina yang telah menyelesaikan kontrak selama tiga tahun. Dia juga menyadari bahwa kedatangan Jesus akan memberi dampak pada klub. “Dia pemain hebat, masih muda dan akan belajar banyak di City. Dia punya masa depan yang cerah disini,” tambahnya. Jesus langsung menjadi idola di
stadion Etihad setelah dua kemenangan hasil rekasi dan gerak cepatnya di depan gawang lawan. Namun, ia berusaha tetap merendah dan memuji kontribusi rekan-rekannya. “Semua orang di klub ini membantu saya menjadi semakin baik dan baik lagi,” ujar pemain muda itu. Guardiola pun memuji adaptasi cepat pemain barunya itu. Dengan memiliki reaksiseperti itu, City pantas mendapatkan diri. “Kami gembira memiliki dia. Gabriel Jesus memikili fisik yang kuat, cepat dan pergerakannya bagus,” kata Guardiola kepada Associated Press. Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu puas menempatkan Jesus melengkapi kuartet penyerangnya bersama David Silva, Kevin De Bruyne, Raheem Sterling dan Leroy Sane. l Yudi Winanto
MBP/ap
Pemain baru Manchester City Gabriel Jesus (tengah) dikerumuni rekan-rekannya usai mencetak gol ke gawang Swansea City.
20 - 26 Februari 2017
27
OLAHRAGA
Hitung Mundur KOREA Selatan melakukan hitung mundur tepat setahun jelang pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang. Atlet figur skating Yuna memperkenalkan Obor yang akan dipakai untuk perarakan api Olimpiade. PM Korsel Hwang Kyo-ahn dan delegasi Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang dipimpin Gunilla Lindberg, hadir dalam acara hitung mundur di kota Gangneung. Di kota ini pula nantinya akan menjadi tuan rumah sejumlah cabang olahraga. “Saya yakin Olimpiade Pyeongchang akan sukses,” ujar Hwang. “Saya percaya pula pada kehebatan orang-orang kita yang sebelumnya sukses menggelar Olimpiade 1988 dan Piala Dunia 2002.” Pada kesempatan itu Hwang, membawa obor berwrana putih dan keemasan naik ke atas panggung dari balok es dan diiringi lagu “We Are the Champions,” dari kelompok paduan suara. Presiden IOC Thomas Bach menyampaikan pidato lewat rekaman video. Hwang tampil sebagai wakil dari pemerintah. Korsel dilanda kemelut politik setelah Presiden Park Geun-hye terkena impeachment dan terpaksa lengser. Dengan persiapan telah mencapai fase akhir, paniti kini menggu partisipasi Korea Utara dan Rusia ambil bagian dalam event ini. Kehadiran kedua negara ini menjadi isu utama pergelaran Olimpiade Musim Dingin tahun depan, laporan Associated Press. l Yudi Winanto
28 20 - 26 Februari 2017
MBP/ap
Atlet figure skating Korea Selatan Yuna Kim berpose maskot Olimpiade musim dingin 2018 Pyeongchang “Soohorang.”
Perkuat Timnas AS Kiper Kalifornia Jonathan Klinsmann dipanggil masuk timnas U-20 AS. Putra mantan pelatih timnas AS Jurgen Klinsmann itu, masuk daftar 20 pemain skuat AS yang diproyeksikan untuk kejuaraan U-20 CONCACAF. Di antara 20 pemain itu 11 di antaranya tampil di kompetisi Major League Soccer (MLS). Sisanya diambil dari klub-klub di Inggris, Spanyol, Meksiko serta sekolah-sekolah di AS. Kejuaraan U-20 CONCACAF akan digelar di Kosta Rika. Bila memenangkan turnamen ini akan mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-20. Di turnamen ini, tim asuhan Tab Ramos itu akan menghadapi Panama 18 Februari dilanjutkan melawan Haiti tiga hari kemudian. Di laga pamungkas AS menghadapi Saint Kitts and Nevis pada 24 Februari, laporan Associated Press. Klinsmann senior tercatat sebagai salah satu pemain legendaris Jerman. Ia membawa Jerman menjuarai Piala Dunia 1990. Sebagai pelatih, ia mampu mengantarkan tim Panser hingga peringkat ketiga Piala Dunia 2006. Kariernya di klub dimulai dari Stuttgart Kickers dilanjutkan ke Stuttgart, Inter Milan, AS Moanco, Tottenham, Bayern Munich dan Sampdoria. l Yudi Winanto
MBP/net
Pemain tim U-20 AS Jonathan Klinsmann.
20 - 26 Februari 2017
29
OLAHRAGA
Karate Antarkan Rama Raih Duta Trisma MENGGELUTI olahraga banyak manfaatnya. Tidak hanya untuk kesehatan badan dan mengejar prestasi semata. Masih banyak keuntungan lain yang didapat melalui olahraga. Pande Made Rama Krisnananda adalah contoh orang yang menikmati hasil ketekunannya menekuni karate. Made Rama yang baru saja lulus ujian dan kini menyandang Dan 1, dinobatkan sebagai Duta Trisma di sekolahnya SMAN 3 Denpasar (Trisma). ‘’Prestasi karate cukup membantu saya untuk menyandang predikat Duta Trisma,’’ ujar pria kelahiran Denpasar, 7 Februari 2000 ini. Seleksi Duta Trisma melibatkan 16 siswa. Materi tes meliputi visi dan misi sekolah. Prestasi akademis dan nonakademis ikut menopang nilai peserta. Hasilnya, Rama dinyatakan yang berhak m e w a k i l i sekolahnya. ’’Secara kebetulan saya melampirkan prestasi karate,’’ tutur putra kedua pasangan Made Yudana dan Ni Putu Susilawati ini. Setelah dinobatkan menjadi Duta Trisma, Rama bersiap mengikuti lomba teruna-teruni atau bagus-jegeg antar-SMA se-Kota Denpasar. Untuk itu, ia berniat mempelajari kursus kepribadian termasuk modeling agar memahami tata cara beretika dalam segala hal. Ini juga penting untuk pembentukan kepribadian. Siswa kelas 11 IPA-I ini mengenal karate sejak kecil, tepatnya ketika duduk di bangku kelas I SDN 1 Tonja, Penatih, Denpasar. Ia awalnya berlatih di Dojo SMP PGRI 2 Denpasar dibina ayahnya. Rama kemudian bergabung di Dojo Tulip. ‘’Saya bersyukur menekuni karate, sebab mampu membentuk watak dan kepribadian seperti disiplin termasuk untuk menjaga diri dan meraih prestasi,’’ kata Made Rama. Sederet prestasi telah ditorehkan karateka Lemkari ini, seperti menyabet medali emas nomor kumite 76 kg dalam kejuaraan Piala Undiksha 2016 dan mendulang emas di kelas yang sama pada event Piala Margarana 2016. Di bidang akademis, langganan juara kelas sejak kelas I sampai III SMPN 8 Denpasar. Sekarang pesaingnya anak-anak pintar sehingga agak berat buat Rama untuk mengulanginya. Apalagi kelas IPA-1 di Trisma merupakan kumpulan anak-anak berprestasi akademis. Meski begitu, Made Rama akan tetap berusaha mengejar ujar karateka yang bercita-cita masuk Akpol ini. l Daniel Fajry MBP/nel
Pande Made Rama Krisnananda
30 20 - 26 Februari 2017
MBP/wan
Pertandingan Bali United (merah) melawan Sriwijaya FC pada laga pertama Grup IV Piala Presiden di Stadion Wayan Dipta, Gianyar.
Piala Presiden
Sulitnya Pertandingan Pertama PERTANDINGAN pertama selalu sulit bagi tim sepak bola mana pun dan di ajang apa pun. Ini dirasakan Bali United saat melakoni laga pembuka Grup IV turnamen Piala Presiden 2017 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (7/2) lalu. Sempat unggul 2-1, kesebelasan tuan rumah akhirnya harus puas bermain imbang 2-2 melawan Sriwijaya FG Palembang. Bali United tertinggal lebih dulu setelah gawangnya yang dikawal Made Wardana dikoyak Hilton Thon Mauro Moreira pada menit ke-6. Tim Serdadu Tridatu baru bisa menyamakan kedudukan berkat eksekusi penalti Marcos Abel Flores Benard pada menit ke-27. Tuan rumah berbalik unggul 2-1 berkat sundulan pemian belakang Abdul Rahman menjelang turun minum. Kemenangan Bali United sirna setelah Alberto Goncalves da Costa menjebol gawang Wardana pada akhir laga. Pelatih Bali United, Hans Peter Schaller, menyebut pemainnya khususnya di lini belakang kurang fokus menjelang pertandingan berakhir sehingga harus dibayar mahal. Hujan dan lapangan licin
juga berperan terhadap hasil laga ini. Ia bertekad membenahi kelemahan pasukannya menghadapi dua pertandingan berikutnya. Sementara penyerang Samsul Muhidin Pelu menilai Bali United tidak dinaungi keberuntungan. Beruntung laga lainnya antara Pusamania Borneo FC dan Barito Putera juga berkesudahan seri 0-0. Dengan demikian keempat klub mengantongi nilai sama 1 setelah melakoni satu partai. Bali United dan Sriwijaya diuntungkan karena lebih produktif mencetak gol dibandingkan dua kontestan lainnya. Nasib Bali United sama dengan tuan rumah Grup I, PSS Sleman, Yogyakarta. Klub Divisi Utama ini ditahan tim kuat Persipura Jayapura tanpa gol di hadapan puluhan ribu fansnya. Dalam laga lainnya, Mitra Kukar menundukkan Persegres Gresik 1-0 untuk memimpin klasemen sementara. Kesebelasan tuan rumah yang paling sial adalah Madura United. Bertanding di depan publik sendiri, Madura United dipermalukan Semen Padang 0-1. Tim Divisi Utama PSCS Cilacap memuncaki klasemen sementara Grup V usai menga-
tasi Perseru Seri 1-0. Pertandingan pembuka dua pul lainnya dimenangkan tuan rumah. Persib Bandung meredam ambisi PSM Makassar 1-0 dalam duel Grup C di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Gol kemenangan tim Maung Bandung dihasilkan bek tengah Vladimir Vujovic melalui sundulan kepala. Jejak Persib diikuti Persiba Balikpapan yang sukses mengatasi Persela Lamongan 1-0. Kemenangan terbesar diukir Arema FC di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pada laga Grup II ini, Arema unggul 2-0 atas tamunya Bhayangkara FC lewat gol Esteban Vizcarra dan Dendy Santoso. Pada pertandingan kedua, Persija Jakarta mengungguli PS TNI satu gol. Kemenangan pada laga pertama sangat penting, namun belum menentukan hasil akhir. Masih ada dua partai lagi yang harus dijalani ke-20 tim peserta untuk menentukan lolos tidaknya ke babak delapan besar. l Mawa 20 - 26 Februari 2017
31
PENDIDIKAN
SMA/SMK Laksanakan Tiga Ujian
S
ebelum melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN), siswa SMA/SMK juga mengikuti Ujian Sekolah (US). Materi US sepenuhnya dibuat oleh pihak sekolah. Dinas Pendidikan Provinsi Bali memberikan rentang waktu pelaksanaan US antara tanggal 6 Maret hingga 18 Maret mendatang. Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bali I Wayan Serinah menegaskan hal itu, belum lama ini. Menurut Serinah, jadwal US sepenuhnya diserahkan kepada pihak sekolah, karena ada sekolah yang melaksanakan US berbasis komputer yang perlu tiga shift. “Jadi, kami beri tenggang waktu dari tanggal 6 hingga 18 Maret 2017. Kalau US berbasis kertas dalam sehari bisa dua sampai tiga mata pelajaran, lebih banyak yang mulai tanggal 13 Maret,” ujarnya. Serinah menambahkan, US awalnya direncanakan setelah USBN yang dijadwalkan pada tanggal 20-23 Maret untuk SMA dan 20-22 Maret untuk SMK. Namun, setelah jadwal USBN itu rupanya ada Hari Raya Nyepi sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan US setelah USBN. Kendati demikian, persentase ketercapaian teori dipastikan sudah tuntas minimal 95 persen sebelum ujian berlangsung. “Sekolah-sekolah yang mungkin belum mencapai akan melaku-
kan pembelajaran, ada yang pemantapan dan lain-lain sehingga materi tuntas,” imbuhnya. Terkait USBN, lanjut Serinah, 2025 persen materi soal akan dibuat oleh pusat, sedangkan 75-80 persen dibuat oleh MGMP Provinsi. Setelah menjadi master soal lalu diserahkan ke sekolah melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), kemudian digandakan oleh pihak sekolah. Anggaran penyusunan soal disepakati dari dana APBD Provinsi. Begitu juga dana penggandaan soal setelah master sampai di sekolah, diambil dari APBD dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Pembiayaan penyusunan soal memang ada di Pemprov, tapi pelatihannya dilakukan oleh pusat. Untuk penyusunan soal, tidak ada masalah karena kisi-kisinya sudah turun,” jelasnya. Serinah menambahkan, setelah US dan USBN selesai digelar, siswa SMA/SMK bersiap lagi melaksanakan UN. Baik itu UN Berbasis Komputer (UNBK) maupun UN Pensil dan Kertas (UNPK). Jadwal UN SMK yang sedianya berlangsung tanggal 3-6 April, mundur menjadi tanggal 10-13 April atau bersamaan dengan UN SMA lantaran bersamaan dengan Hari Raya Galungan. Walaupun mundur, pihaknya memastikan tidak ada kebocoran soal. “Soal di Provinsi Bali akan berbeda dengan provinsi lain yang
melaksanakan UN SMK tanggal 3-6 April,” terangnya. Data Dinas Pendidikan Provinsi Bali, ujian nasional akan diikuti 27.854 siswa SMA negeri dan swasta serta 26.840 siswa SMK negeri dan swasta. Dari 198 SMA, sebanyak 73 sekolah melaksanakan UNBK (36,87 persen) dan dari 169 SMK, sebanyak 110 sekolah melaksanakan UNBK (65,09 persen). Ketua MKKS Kabupaten Badung Putu Jaya Kusuma mengatakan, sementara ini tidak ada kendala berarti yang dihadapi sekolah jelang pelaksanaan US, USBN dan UN. Materi pelajaran yang diberikan kepada siswa juga sudah 90 persen tuntas di pada Desember 2016 atau Januari 2017 lalu. Sementara per Februari ini, sekolahsekolah sudah mulai fokus melaksanakan pemantapan berupa pengayaan di sore hari. “Sekolah kami bahkan mulai dari Oktober lalu sudah melaksanakan pengayaan sore untuk mengejar materi dua semester menjadi satu semester,” ujar Kepala SMAN 2 Kuta ini. Jaya tak menampik, awalnya masih ada kebingungan sekolah khususnya terkait USBN dan UN. Namun setelah dijelaskan oleh Disdikpora Provinsi Bali mengenai pos USBN dan pos UN, pihaknya kini tidak menemui kendala berarti. l Rindra
MBP/dok
Tahun ini, siswa SMA/SMK akan mengikuti tiga jenis ujian sekaligus, yakni UN, US dan USBN.
32 20 - 26 Februari 2017
UNBK, Sekolah Khawatirkan Listrik dan Jaringan Internet
MBP/bagiarta
Drs. I Ketut Sutarsa
MENJELANG pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dan SMA/SMK, pihak sekolah kini disibukkan dengan berbagai persiapan. Sejumlah SMA/SMK sudah mulai memperlihatkan kesiapannya, seperti SMK PGRI Amlapura. Mengenai perangkat sudah tidak ada kendala, tapi pihak sekolah tetap khawatir dengan masalah listrik dan jaringan internet. Terlebih, di tengah cuaca buruk seperti sekarang. Kepala SMK PGRI Amlapura Drs. I Ketut Sutarsa mengatakan, pihak sekolah sudah punya 160 perangkat komputer. Jumlah ini sudah lebih dari cukup untuk menggelar UNBK secara mandiri. Bahkan, rencananya ada empat sekolah lain yang akan menggelar UNBK di SMK PGRI Amlapura. Ke empat sekolah itu, yakni SMK Saraswati, SMK Nasional, SMA PGRI Amlapura dan SMPN 2 Amlapura. “Mengenai perangkat, baik komputer dan kelengkapan lain, sudah tidak ada masalah. Kami hanya khawatir dengan dua hal, yakni terkait listrik dan jaringan internet ketika pelaksanaan ujian,” kata Sutarsa, belum lama ini. Untuk mengatasi masalah itu, dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bali dan pihak PLN agar tidak terjadi pemadaman listrik di tengah pelaksanaan ujian. Mengenai kondisi jaringan, pihaknya mengatakan sudah menggunakan jaringan internet fiber optik. Kalau kualitas jaringan, tidak diragukan. Namun, di tengah cuaca seperti ini, kedua poin masalah ini bisa saja terjadi sewaktu-waktu. “Selain kedua masalah ini, yang lain saya jamin tak akan ada kendala. Mudah-mudahan, nanti semua bisa diantisipasi,” ujarnya. Sebelum teknis pelaksanaan UNBK, dia mengatakan nanti akan ada tahap-tahap simulasi. Mulai dari tahap sinkronisasi hingga simulasi dan pelaksanaan try out. Pada tahap ini, siswa bisa mencoba lebih dulu fasilitas yang ada di sana, sebelum pelaksanaan ujian. UNBK tingkat SMA/ SMK akan digelar mulai tanggal 10 April mendatang, sedangkan untuk tingkat SMP dimulai tanggal 4 Mei. Teknis pelaksanaannya, setiap hari akan terbagi ke dalam tiga shift. Untuk jenjang SMA/SMK, shift pertama untuk siswa SMK, di mana SMK PGRI Amlapura berjumlah 101 siswa peserta UNBK, SMK Saraswati 22 siswa dan SMK Nasional 15 siswa. Sehingga shift pertama, berlangsung pelaksanaan UNBK untuk 138 siswa. Untuk shitf kedua dan ketiga, untuk seluruh siswa dari SMA PGRI Amlapura. Sebab, jumlah siswanya mencapai 260-an siswa. Sedangkan, untuk pelaksanaan UNBK SMP tidak mengalami kendala, karena total perangkat sudah memenuhi dan pelaksanaannya juga jadwalnya berbeda. “SMPN 2 Amlapura hanya minta 150 perangkat komputer, kami sudah punya 160 perangkat. Satu server untuk 40 klien,” katanya. l Bagiarta 20 - 26 Februari 2017
33
A KT I V I TA S ARYA KENCENG - Antuk asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Batara Hyang Karihinan Sira Arya Kenceng, Pratisentana Arya Kenceng-Lombok dengan tekad bulat bersama-sama berpartisipasi membangun peradaban Leluhur Batara Sira Arya Kenceng di Lombok, mengingat perjalanan panjang sejarah keleluhuran Arya Kenceng turut serta mewarnai peradaban Gumi Lombok. Sampai saat ini pratisentana Arya Kenceng tersebar di seluruh penjuru Nusa Tenggara Barat khususnya Lombok.
MBP/ist
MBP/ist
DHARMA TULA - Indonesia asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III diundang oleh Komunitas Hindu di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, untuk memberikan dharma tula bersama Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (Ketua Umum PHDI Pusat). Acara yang diadakan serangkaian piodalan di pura yang dibangun pada 2014 itu, dipenuhi oleh umat Hindu di kawasan Tangerang dan sekitarnya, terlebih panitia jauh-jauh hari menyampaikan kehadiran Senator Arya Wedakarna (AWK).
MBP/ist
MBP/ist
34 20 - 26 Februari 2017
PERDAMAIAN DUNIA - Kepala pemerintahan, senator dan parlementaria serta duta besar (dubes) perdamaian dari 120 negara hadir di Seoul, Korea Selatan, dalam rangka World Summit Universal Peace Federation (UPF) di bawah naungan PBB. Para tokoh dunia ini membahas sejumlah isu internasional, termasuk perdamaian dunia. Senator DPD-RI utusan Provinsi Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, menjadi satu-satunya pejabat negara Republik Indonesia yang diundang secara resmi oleh UPF–PBB.
BUPATI TABANAN - Angkutan Trans Serasi yang dicanangkan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti di Kabupaten Tabanan menjadi jembatan bagi Tabanan dalam rangka mempertahankan WTN (Wahana Tata Nugraha) yang telah diraih sebanyak lima kali berturut-turut dari Tahun 20122016. Pada tahun 2012, 2013 dan 2014 Pemkab Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti memperoleh WTN kategori Lalu-lintas, sedangkan Tahun 2015 dan 2016 ini mendapat Piala WTN yang merupakan penghargaan WTN Kategori Lalu Lintas yang lebih tinggi.
BPJS KESEHATAN - Diabetes mellitus, hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner adalah beberapa penyakit kronis yang gejalanya sering diabaikan masyarakat Indonesia. Oleh karenanya, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola risiko penyakit-penyakit kronis tersebut sejak dini, BPJS Kesehatan pun meluncurkan layanan mobile screening. Hal ini disampaikan Kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer BPJS Kesehatan Cabang Singaraja I Kadek Budi Astawan.
MBP/ist
MBP/ist
WAYAN KOSTER - Ujian Nasional (UN) yang selalu menjadi perdebatan, sebenarnya tidak merupakan perintah Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Yang diperintahkan undangundang adalah melakukan evaluasi secara berkala untuk pemetaan mutu pendidikan. Demikian ditegaskan Ketua Komisi X DPR-RI Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. ketika tampil sebagai pembicara dalam dialog yang bertema ‘’Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun Pelajaran 2016/2017’’ di Wantilan Desa Adat Penglipuran, Kabupaten Bangli, Sabtu (4/2).
KunjungAN - Senator DPD-RI Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama tim ahli mengunjungi Pulau Nusa Lembongan di kawasan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Dalam kunjungan sehari tersebut, terdapat agenda yang cukup padat di antaranya mengunjungi SMA Wisata Darma, SMAN 1 Atap, mengadakan sosialisasi Piagam Tantular dan RUU CSR dengan Desa Adat Lembongan dan RUU CSR dengan Desa Adat Jungutbatu, serta meninjau Jembatan Kuning yang sedang dalam perbaikan pascamusibah tahun 2016.
MBP/ist
MBP/ist
PENGHARGAAN - Pemerintah Provinsi Bali kembali mengukir prestasi tingkat nasional dengan diraihnya Predikat Kepatuhan Tinggi terhadap Pelayanan Publik Tahun 2016 yang diselenggarakan Ombudsman Republik Indonesia. Penghargaan diserahkan anggota Ombudsman RI Ahmad Suanedy kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika di ruang kerja gubernur, Kamis (2/2).
20 - 26 Februari 2017
35
PERS
’’Bali Post’’ Raih The Best National Newspaper IPMA 2017
MBP/dok
Pemimpin Redaksi Bali Post Nyoman Wirata (kanan) menerima penghargaan yang diserahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.
Tren Industri Pers dalam Teknologi Digital PERINGATAN Hari Pers (HPN) Nasional ke-69 di Ambon, juga diisi Konvensi Nasional Media. Salah satu isu yang dibahas yakni tren industri pers dalam era teknologi digital sebagai pasar untuk menarik pembaca. Pembahasan tersebut dibagi dalam tiga sesi diskusi, yakni ‘’Integritas Media Nasional dalam Lanskap Komunikasi Global: Peluang dan Tantangan’’, yang menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, CEO MNC Grup Hary Tanoesoedibjo, Pendiri Detik. Com Budiono Darsono, dan CEO Baidu Digital Indonesia Bao Jianlei sebagai pembicara. Kemudian, ‘’Demokrasi Digital, Nilai Kewargaan dan Ketahanan Budaya’’ dengan pembicara Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan, sutradara Garin Nugroho, akademi Yudi Latif, dan seniman Sudjiwo Tedjo. Sedangkan sesi ketiga mengangkat tema ‘’Hoax, Fake News dan Blokir’’ menghadirkan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Boy Rafli Amar, anggota DPR Meutya Hafid, wartawan Arswendo Atmowiloto, dan pegiat sosial media Nukman Luthfie sebagai
36
20 - 26 Februari 2017
narasumber. Sedikitnya 400 orang yang berasal dari berbagai kalangan, seperti pers, masyarakat sipil, instansi pemerintah, dan beberapa duta besar negara sahabat turut hadir dalam kesempatan tersebut. Menkominfo Rudiantara mengatakan dewasa ini teknologi digital terus berkembang dari waktu ke waktu, seiring meningkatnya kebutuhan, permintaan pasar dan masyarakat. Berbagai aplikasi dan digital multimedia dengan mengandalkan sistem jaringan internet untuk menggakses berbagai informasi, pun semakin banyak tersedia. ‘’Teknologi berkembang terus-menerus, ia juga memberikan efisiensi waktu. Preferensi pasar kita melihat dari sisi marketing, yaitu kebutuhan dan daya beli,’’ katanya. Dengan tuntutan target pasar, kata Rudiantara lagi, pers di Indonesia pun semakin banyak yang menggunakan sistem digital atau online untuk mempublikasikan pemberitaan mereka. Hal itu tentu juga berpengaruh terhadap media massa yang masih menggunakan sistem cetak. ‘’Indonesia dalam demografinya, generasi masa kini lebih terbiasa membaca berita yang disediakan dalam bentuk online. Pertanyaannya, profesionalisme pers harus ke mana, apakah melihat dari sisi medium atau bagaimana. Untuk hal ini jangan membawa-bawa pemerintah untuk masalah konten berita, Undang-undang Pers tetap dibiarkan seperti itu,’’ ucapnya.
H
arian Umum Bali Post meraih penghargaan The Best National Newspaper dalam ajang Indonesia Print Media Award (IPMA) 2017. Bali Post juga merupakan satu-satunya koran di luar Jakarta meraih award kategori koran nasional yang diserahkan di Jakarta, Jumat (3/2) malam lalu. Penghargaan yang diserahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara diterima Pemred/Penangung Jawab Bali Post Nyoman Wirata. Kompas, Republika, Koran Sindo, Koran Tempo dan Media Indonesia juga meraih penghargaan dalam kategori yang sama. Adapun sertifikat verifikasi yang diterima Bali Post bernomor 71/DP-Terverifikasi/K/ II/2017 tertanggal 9 Februari 2017. Sementara sertifikat terverifikasi Bali TV bernomor 72/DP-Terverifikasi/K/II/2017 tertanggal 9 Februari 2017. Menteri Rudiantara dalam sambutannya menyatakan perkembangan teknologi telah mengubah media komunikasi. Tak hanya di Indonesia, juga seluruh dunia. Awalnya media komunikasi adalah surat kabar berubah menjadi televisi, internet dan sekarang media sosial. Perkembangan media sosial tentu mengundang konsekuenai. Persaingan yang begitu ketat tentu menimbulkan dampak. Salah satunya muncul hoax atau ‘’berita sampah’’. Karena mereka ingin cepat sehingga sangat abai akan keberimbangan. Untuk itu media
Sertifikat Verifikasi Peringatan Hari Pers Nasional, 9 Februari 2017 di Ambon menjadi momentum peluncuran verifikasi perusahaan pers oleh Dewan Pers. Dalam acara itu akan diserahkan sertifikat kepada 74 media cetak, TV, radio dan online yang sudah terverifikasi. Bali Post adalah satu-satunya media cetak di Bali yang akan menerima sertifikat tersebut di Ambon. Dewan Pers menegaskan bahwa program verifikasi perusahaan pers yang mereka lakukan sebagai amanat Undangundang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, selain untuk mendata perusahaan pers sekaligus memastikan pelaksanaan komitmen mereka dalam menegakkan profesionalitas dan perlindungan terhadap wartawan, guna mewujudkan kemerdekaan pers. Pendataan perusahaan pers yang mengharuskan pengelola media menegakkan KEJ, kaidah jurnalistik sekaligus mensertifikasi, menyejahterakan dan melindungi wartawannya sebagai prasyarat, diyakini Dewan Pers sebagai langkah strategis ketika Indonesia
surat kabar harus berada di depan untuk melawan hoax. Isu hoax harus dilawan dengan media surat kabar yang terus menyuarakan fakta serta mengedepankan etika yang telah disepakati dan diatur dalam UU No. 40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Selain itu industri media harus kreatif dan inovatif, agar tidak ditinggalkan oleh pembacanya. Sementara itu dalam ajang tahunan SPS ini, sebanyak 792 sampul muka (cover) surat kabar, majalah, tabloid serta rubrik anak muda seluruh Indonesia ikut berpartisipasi. Di tengah perubahan tren pola konsumsi media di Indonesia yang cenderung mulai bergeser ke medium digital, media cetak memang dituntut lebih kreatif mengemas konten, salah satunya melalui tampilan cover yang menarik. Kompetisi ini merupakan wahana mengukur pencapaian karya jurnalistik media cetak melalui kerja-kerja yang inovatif dan menginspirasi. Ahmad Djauhar, Ketua Harian Serikat Perusahaan Pers (SPS), mengatakan ajang kompetisi dan penghargaan IPMA, InMA, IYRA dan ISPrima diyakini mampu merangsang lahirnya karya-karya sampul kreatif yang relevan dengan target pembaca mereka masing-masing. Selain penghargaan IPMA, InMA IYRA dan ISPrima, SPS juga memberikan penghargaan kepada 14 Tokoh Pers berusia 70 tahun ke atas yang dipandang telah berjasa dan berkontribusi nyata bagi pertumbuhan
sudah memasuki pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang membuat persaingan tidak lagi meliputi pergerakan barang tetapi juga jasa profesional, termasuk wartawan. Melalui Sertifikat Uji Kompetensi Jurnalis, wartawan Indonesia dituntut memiliki standar dan kompetensi yang siap bersaing dengan wartawan di kawasan ASEAN, sementara perusahaan pers juga diharapkan menerapkan jenjang karier wartawan yang sesuai dengan sertifikat jenjang wartawan yang sudah diperoleh. Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Perusahaan Pers Dewan Pers, Ratna Komala, mengatakan momentum peringatan HPN 9 Februari 2017 di Ambon oleh Dewan Pers digunakan sebagai kick off pencanangan komitmen perusahaan pers meratifikasi Piagam Palembang, yang berisi komitmen memenuhi standar perusahaan pers sesuai ketetapan Dewan Pers, menegakkan Kode Etik Jurnalistik dalam kegiatan jurnalistiknya, mengikutsertakan jurnalisnya dalam Uji Kompetensi Jurnalis
dan perkembangan industri media cetak nasional dan asosiasi. Sertifikat Terverifikasi Selain memperoleh penghargaan dalam ajang IPMA, Bali Post dan Bali TV, Rabu (8/2) malam juga menerima sertifikat terverifikasi dari Dewan Pers. Bali Post dan Bali TV, dua dari 74 media di Indonesia yang sudah terverifikasi yang saat itu menerima sertifikat. Sertifikat itu diserahkan saat jamuan malam yang dilaksanakan di Islamic Center, Ambon. Hadir pada acara itu Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, tokoh pers se-Indonesia dan pejabat daerah. Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dalam sambutannya mengatakan, verifikasi merupakan awal dan akan terus dilakukan. Baik terhadap pers yang terbit di ibu kota maupun di daerah. Jadi verifikasi ini akan terus dilakukan terhadap media. ‘’Jadi verifikasi ini akan terus dilakukan. Kalau ada media yang belum lolos bisa mengulang lagi dengan melengkapi persyaratannya. Jadi verifikasi ini tidak hanya untuk 74 media yang sertifikatnya diserahkan malam ini,’’ tegasnya. Pada acara tersebut selain diserahkan sertifikat, 74 pimpinan media juga menandatangani Komitmen Ambon. l Wirata
untuk mendapatkan sertifikat dan pencantuman logo verifikasi Perusahaan Pers. Pada 2010 lalu terdapat 17 pemilik grup media yang menandatangai Piagam Palembang tersebut, namun baru pada 2016 lalu Piagam Palembang mulai diratifikasi oleh perusahan-perusahaan pers di bawah naungan grup media penandatangan Piagam Palembang. Pada tahap awal program verifikasi oleh Dewan Pers terdapat 74 perusahaan pers yang dinyatakan telah terverifikasi dan akan menerima sertifikasi pada puncak perayaan HPN di Ambon. Selain menerima sertifikasi perusahaan pers terverifikasi, ke-74 perusahaan pers tersebut akan menandatangani lembar Komitmen Ambon, sebagai kelanjutan dari ratifikasi Piagam Palembang. Sebagai tanda bagi media cetak dan media online bahwa perusahaan pers sudah terverifikasi, Dewan Pers akan memberikan logo yang di dalamnya terdapat QR Code dan dapat dipindai untuk menyambung ke data Dewan Pers terkait perusahaan pers tersebut. l Wirata 20 - 26 Februari 2017
37
PARIWISATA
Pengembangan Desa Wisata di Bali
Angan-angan Entaskan Kemiskinan
K
einginan pemerintah kabupaten/kota di Bali meratakan distribusi pariwisata lewat pengembangan desa sebagai subjek melalui desa wisata, masih menjadi angan-angan belaka. Sebab, tak banyak desa wisata yang berkembang, bahkan hidup liar tanpa acuan yang jelas. Tak hayal, upaya mengentaskan kemiskinan melalui pemerataan pertumbuhan pariwisata belum dirasakan masyarakat. Lambannya perkembangan desa wisata di Bali, diakui Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ADWI), Jro Mangku Kandia. Kondisi ini tidak terlepas dari keterbatasan modal. Terbukti, banyak destinasi desa wisata yang telantar akibat terbentuk dana pengelolaan, seperti dana promosi, pengembangan infrastruktur dan lainnya, sehingga dibutuhkan investor. “Hidup desa wisata sekarang cara linuh (gempa) ramai orang bicarakan, tapi sedikit orang memperhatikan. Kebanyakan hanya lips service, tidak ada yang betul-betul memperhatikan. Kalaupun ada hanya segelitir saja,” ungkap Mangku Kandia. Menurutnya, pemerintah baru mampu sebatas mewacanakan menghidupkan desa wisata, sehingga pertumbuhan pariwisata dapat dinikmati secara merata. Namun, kenyataanya desa masih merengekrengek uluran tangan dari pemerintah. “Dana dari pemerintah pusat pun sekarang sudah dihapus. Ada dana desa yang semestinya dapat dimanfaatkan untuk kemajuan desa belum bisa terealisasi karena pemerintah desa atau perangkat desa belum siap, sehingga mau tidak mau mereka menghidupkan desa wisatanya sendiri-sendiri,” terangnya. Lantas bagaimana dengan investasi yang masuk ke Bali? Pria yang juga bergerak di bidang biro perjalanan wisata ini mengatakan investor yang ingin menanamkan modal di sektor pariwisata harus diarahkan untuk perbaikan desa menuju desa wisata. Pemilik modal yang ingin menanamkan modalnya di Bali tidak mesti membangun infrastruktur seperti hotel atau vila,
38 20 - 26 Februari 2017
tetapi yang diperlukan bagaimana upaya melestarikan budaya dan fasilitas yang telah ada di desa. “Jika pemerintah bisa mengarahkan penanam modal, pembangunan pariwisata di Bali akan langsung dinikmati oleh masyarakat. Seperti, mengemas desa wisata dengan baik, sehingga wisatawan yang mengunjungi desa wisata bisa menginap di rumah penduduk tidak di hotel berbintang. Sebab, masalah desa wisata tidak hanya modal, tapi juga SDM,” paparnya. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung IGN Rai Suryawijaya, sebelumnya mengatakan, pariwisata yang dibangun wajib bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan desa wisata. “Jangan sampai pembangunan hanya untuk gagah-gagahan yang nantinya tak berjalan dengan baik,” ujarnya. Dikatakan, pemerintah tidak hanya mengeluarkan SK dan membiarkan pengelola desa wisata berjalan sendiri tanpa bimbingan pemerintah. “Harus terus melakukan pembinaan, karena jika tidak maka akan sangat sulit berkembang. Kecuali pengelola yang sudah profesional,” katanya. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung ini mencontohkan pengembangan desa wisata di Kabupaten Badung, di mana delapan dari 11 Desa Wisata yang ditetapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Badung Nomor 47 Tahun 2010 tentang Penetapan Kawasan Desa Wisata di Kabupaten Badung, kini tinggal label. “Dari sebelas desa wisata dalam Perbup hanya tiga yang masih hidup. Delapan ini hidup segan mati tak mau. Jangan sampai membangun dan akhirnya hancur-hancuran,” ucapnya. Kepala Dinas Pariwisata Daerah (KadisParda) Badung, Cok Raka Darmawan membenarkan prihal tersebut. Namun demikian, penyakit yang di derita desa wisata telah mampu didaigonasa, termasuk formula untuk mengangkat keberadaan desa wisata sudah ditemukan.
Di antaranya, mengandeng stakeholder pariwisata seperti pramuwisata, biro perjalanan untuk mengagendakan kunjungan ke desa wisata. “Kami sudah mencoba. Desa wisata itu kamis sudah mendiagnosa dan sudah mendapat resep untuk mengaktifkan desa wisata. Ini sudah kami lakukan, dan hasilnya bagus, kunjungan jadi meningkat,” terangya. Di sisi lain, Dinas Pariwisata Bali menargetkan pulau dewata memiliki 100 desa wisata pada tahun 2018 nanti. Sejak 2014 lalu, Dinas sudah membina 12 desa dan menambah 15 desa wisata pada tahun ini. Target 100 desa wisata ini diklaim sebagai bentuk pengentasan kemiskinan ala pariwisata. Terlebih, desa wisata tersebar di seluruh kabupaten/kota sehingga tidak hanya terfokus di Bali Selatan. l Parwata
Perlu Respons Cepat Pemerintah Fenomena desa wisata patut menjadi perhatian pemerintah provinsi maupun kabupaten / kota di Bali. Upaya pengembangan desa wisata yang berakar dari masyarakat harus secara cepat direspons. Baik dengan pemetaan potensi wisata, memberikan arahan, penyuluhan, kelembagaan, pemasaran dan membuatkan surat keputusan atau peraturan bupati tentang desa wisata sebagai aspek legalitas. Hal tersebut dikemukan I Gusti Agung Oka Mahagangga. Dosen Program Studi S-1 Destinasi Pariwisata Fakultas Pariwisata Unud ini mengatakan sebenarnya sejak dua dekade lalu sudah mulai terjadi kecenderungan di negara-negara berkembang jenuh dengan mass tourism dalam dunia pariwisata. Kemungkinan fenomena tersebut disebabkan oleh pengetahuan dan pengalaman mereka, karena secara material maupun nonmaterial mass tourism secara kuantitas memang menjanjikan namun secara kualitas tidak sepadan dengan dampak yang ditimbulkannya. “Mulai dari degradasi budaya, kerusakan lingkungan, kriminalitas, kesenjangan ekonomi bahkan terjadi banyak kebocoran yang jutsru menguntungkan pihak luar selaku investor sebagai perwujudan konglomerasi atau lazim disebut sebagai neo kapitalisme,” ungkapnya. Menyadari kenyataan tersebut banyak negara yang mengandalkan sektor pariwisata mulai melirik pengembangan kepariwisataan yang kecil dalam artian secara kuantitas namun memiliki kualitas yang baik, dari segi masyarakat lokal maupun dari segi wisatawan yang dikenal sebagai pariwisata alternatif beserta ragam bentuknya (desa wisata, ecotourism, agrotourism, dll).
Permasalahannya adalah kebijakan pembangunan pariwisata pemerintah Indonesia saat ini jelas mengejar kuantitas sebagai ciri khas mass tourism. Artinya, kebijakan pemerintah pusat sebenarnya tidak sesuai dengan tipe pariwisata alternatif seperti desa wisata yang idealnya jumlah wisatawan berskala kecil namun berkelanjutan. “Desa wisata didefinisikan sebagai suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tatacara dan tradisi yang berlaku,” katanya. Sebagai pariwisata berbasis masyarakat dengan pola yang diyakini mampu memberikan keuntungan dan pemerataan ekonomi, pelestarian lingkungan, pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan masyarakatnya. Pariwisata Berbasis Masyarakat adalah pengembangan pariwisata dengan tingkat keterlibatan masyarakat setempat yang tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan dari aspek sosial, budaya dan lingkungan hidup, dengan menggunakan pendekatan kerjasama antara para pihak seperti pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, perguruan tinggi, LSM, dan lembaga-lembaga penelitian pada keseluruhan tahapannya. “Maka sudah waktunya pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten / kota menjemput bola menyikapi banyaknya desa-desa di Bali yang ingin menjadi desa wisata,” katanya. Selektivitas tetap diperlukan namun alangkah baiknya jika melihat perkembangan pariwisata nasional yang sangat antusias membangun pariwisata, Bali harus menyikapi pula dengan semangat kompetitif dan harus semakin baik kedepannya. l Parwata
AKTIVITAS
MBP/ist
KABUPATEN GIANYAR - Kabupaten Gianyar untuk ketiga kalinya menjadi peserta Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 yang berlangsung di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, dari 1 sampai 5 Februari. Beragam hasil tenun dan perak perajin Gianyar dipamerkan dalam ajang fashion terbesar seIndonesia ini.
20 - 26 Februari 2017
39
AKTIVITAS
MBP/ist
FISIP UNR - Satu lagi dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ngurah Rai (FISIP UNR) meraih gelar doktor, pada Program Studi Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) pada hari Selasan (7/2). Gede Wirata dosen sekaligus Dekan FISIP UNR berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Alih Fungsi Lahan Persawahan dan Implikasinya Pada Kehidupan Petani di Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar”, di hadapan sidang terbuka yang dipimpin langsung Dekan FIB Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, MA dengan predikat sangat memuaskan.
MBP/ist
SIMAKRAMA - Setelah sempat tertunda, Simakrama Gubernur Bali yang ke-87 akan dilaksanakan pada Sabtu (11/2). Simakrama yang akan digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali ini mengusung tema ‘Prospek Pariwisata Bali’. Informasi tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. dalam siaran persnya, Rabu (8/2).
MBP/ist
MBP/ist
FELICE JEWELLERY - Felice Jewellery kembali menggelar pameran perhiasan emas dan berlian mulai Kamis (9/2) hingga Minggu (12/2). Pameran dilaksanakan di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Kali ini kembali promo dengan hadiah istimewa berupa handphone android yang akan diberikan kepada pelanggan yang membeli cincin Black Diamond Solitaire 1 karat.
MUSRENBANG - Pembukaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Kabupaten Badung untuk Kecamatan Petang dilaksanakan, Rabu (8/2) di ruang Giri Gosana, Kantor Camat Petang. Musrenbang dibuka Plt. Kepala Bappeda Badung I Wayan Suambara didampingi Wakil Ketua TP. PKK Badung Ny Kristiani Suiasa, Camat Petang Ida Bagus Nata Manuaba beserta Muspika Kecamatan Petang.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
40 20 - 26 Februari 2017
MBP/ist
PSPS - Persatuan Seni Pencak Silat (PSPS) Bakti Negara ke-62, yang dilaksanakan di ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (31/1), dihadiri ribuan anggota PSPS Bakti Negara terdiri dari para pendekar, pengurus DPC se-Bali, para atlet serta para udangan. Pada kesempatan tersebut juga diangkat anggota kehormatan dengan penyematan sabuk hitam kepada Anggota DPR RI Dr. Ir. Wayan Koster, M.M.
MBP/ist
ISI DENPASAR - Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar pada semester ganjil 2016/2017 menggelar acara Yudisium Mahasiswa FSRD ISI Denpasar pada 6 Februari 2017, bertempat di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Konsep acara yudisium kali ini dikemas berbeda dari biasanya agar lebih efektif dan efisien terhadap waktu, kondisi dan memberi kesan agung pada acara yudisium.
UNWAR - Unwar terus menggenjot mahasiswanya untuk melahirkan proposal penelitian ke Dikti. Tahun ini Unwar menargetkan mahasiswanya memenangkan dana Dikti untuk semua jenis Penelitian Kreativitas Mahasiswa (PKM). Hal itu diungkapkan Rektor Unwar, Prof. dr. Dewa Putu Widana, ketika membuka pelatihan dan klinik PKM 2017, Rabu (8/2).
STIKES BALI - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali melakukan perombakan kabinet. Ketua Stikes Bali kini dijabat I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D., menggantikan Drs. I Ketut Widia, BN.Stud., M.M. Selain itu pemegang Pembatu Ketua (Puket) juga mengalami perubahan. Pembantu Ketua I dipegang Ns. NLP Dina Susanti,S. Kep., Pembantu Ketua II dipegang Ida Ayu Lysandari, S.E., dan Pembantu Ketua III dipegang Ns. I Ketut Alit Adianta, S.Kep. 20 - 26 Februari 2017
41
A KT I V I TA S
MBP/ist MBP/ist
SENATOR WEDAKARNA - Selama ini kebanyakan pemuda Bali bermental malas dalam merespons tawaran pendidikan tinggi di luar negeri, baik program beasiswa mancanegara maupun program studi S-1, S-2 dan S-3. Padahal banyak pihak internasional termasuk kedutaan, lembaga swadaya dan PT luar negeri yang menawarkan kemudahan, scholarship dan hibah. Demikian diungkap Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Senator DPD RI Bali) usai menerima sejumlah mahasiswa asing dari Monash University bersama Dr. Helena Studdert (Konsul Jendral Australia).
KABUPATEN BADUNG - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Badung untuk tahun 2018 di Kecamatan Mengwi dilaksanakan di ruang pertemuan Kantor Camat Mengwi, Rabu (1/2). Musrenbang RKPD dibuka oleh Plt. Kepala Bappeda Badung I Wayan Suambara, yang dihadiri juga Wakil Katua DPRD Badung I Made Sunarta, anggota DPRD Badung I Wayan Suyasa, Wakil Ketua TP PKK Badung Ny. Kristiani Suiasa dan lainnya.
MBP/ist
WALI KOTA DENPASAR - Event lari estafet perdamaian sedunia yang dikenal “Peace Run” pelaksanaan tahun ini dipusatkan di Kota Denpasar. Sebanyak 40 negara ikut ambil bagian dalam pelaksanaan ‘’Peace Run’’ Tahun ini yang dilepas secara resmi Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekda Kota Denpasar AAN. Rai Iswara dan Executive Director Sri Chinmoy Oneness-Home Peace Run Salil Wilson, Kamis (2/2) bertempat di Loby Kantor Walikota Denpasar.
42 20 - 26 Februari 2017
MBP/ist
BIRO HUMAS - Merespons pemberitaan sejumlah media tentang keberadaan warga kurang mampu Ketut Sama (57) di Banjar Kebon Kaja Desa Belega Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengutus tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk melihat secara langsung keadaan pria yang hidup sebatang kara tersebut. Di tengah guyuran hujan deras yang melanda wilayah Gianyar, Tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyambangi Ketut Sama di kediamannya, Rabu (1/2).
BUPATI KLUNGKUNG - Pelaksanaan city tour Kota Semarapura dipantau Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Jumat (3/2). Sejumlah permasalahan masih ditemui dalam pelaksanaan di lapangan. Masalah kebersihan mendapat perhatian serius Bupati Suwirta. Subterminal Kota Semarapura yang dijadikan lokasi parkir kendaraan wisatawan masih terlihat tergenang air.
BUPATI BADUNG - Menyikapi keluhan masyarakat yang berkembang pascauji coba pengalihan arus lalu lintas (lalin) di Kuta, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S. Sos., turun langsung meninjau ke Kuta, Selasa (7/2). Dengan didampingi Wadir Lantas Polda bali AKBP Sangkan Bonaparte Silalahi, S.I.K., Bupati Badung melakukan peninjauan di simpang Temacun dan persimpangan Pasar Kuta. Setelah mendengarkan penjelasan dari Wadirlantas Polda Bali, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan akan melakukan beberapa terobosan untuk mengatasi kemacetan.
BUPATI BADUNG - Setelah rampungnya perehaban palinggih dan perluasan areal Pura Prajapati Banjar Pacung, Desa Adat Selat, Kecamatan Abiansemal, Badung, masyarakat setempat melaksanakan Karya Ngenteg Linggih di pura tersebut, Sabtu (4/2). Karya yang di-puput Ida Pedanda Putra Keniten dari Geria Kediri Sangeh dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi anggota DPRD Badung Ida Bagus Sunarta dan lainnya.
PEMKOT DENPASAR - Dua penghargaan Nasional diraih sekaligus Pemkot Denpasar pada awal 2017 ini. Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Kencana tahun 2016 sebagai penghargaan tertinggi nasional dalam penataan transportasi darat yang diserahkan langsung Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Sekreatriat Wakil Presiden RI Jakarta, Selasa (31/1).
20 - 26 Februari 2017
43
A KT I V I TA S
MBP/ist
WABUP GIANYAR - Wakil Bupati (Wabup) Gianyar Made Mahayastra menyantuni korban tanah longsor di Banjar Padangsigi, Desa Sanding, Kecamatan Tampaksiring, Jumat (3/2). Kehadiran Wabup Mahayastra yang didampingi Camat Tampaksiring, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, Kepala Desa Sanding, Dinas Sosial dan prajuru desa setempat disambut keluarga korban.
MBP/ist
KABUPATEN JEMBRANA - Kabupaten Jembrana kembali diganjar prestasi tingkat nasional dengan diraihnya Wahana Tata Nugraha (WTN) untuk kategori lalu lintas. Penghargaan yang diterima oleh Kadis Perhubungan Kelautan perikanan Jembrana, Made Dwi Maharimbawa, dari Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto Iskandar, Selasa (31/1) di Jakarta itu sebagai wujud pengakuan pemerintah pusat pada pemerintah kota atau kabupaten yang sukses melakukan penataan lalu lintas.
SMP PGRI 5 DENPASAR - Tiap tahun SMP PGRI 5 Denpasar menggelar Olimpiade Sains. Olimpiade Sains 2017 yang diikuti puluhan peserta dibuka Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Dr. I Wayan Wirasa, M.M., M.Si., Rabu (1/2). Ketua Panitia Ni Wayan Aryani mengatakan, peserta datang dari siswa SD se-Kabupaten Badung dan Kota Denpasar memperebutkan piala bergilir, piala tetap dan hadiah uang pembinaan Rp 1 juta bagi juara I.
KABUPATEN BANGLI - Kabupaten Bangli berhasil meraih Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) tahun 2016. Penghargaan atas kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan oleh Direktorat Perhubungan Darat bagi kota kecil di Indonesia tersebut diterima langsung Bupati Bangli I Made Gianyar, S.H., M.Hum. di Hotel Marlyn Park Jakarta, Selasa (31/1).
44 20 - 26 Februari 2017
MBP/ist
MBP/ist
PEMKAB BADUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung akan terus berkomitmen dalam upaya meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui pembangunan ekonomi keluarga atau jemaat. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat melakukan road show di Pimpinan Dewan Badung di Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Babakan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Minggu (5/2).
KABUPATEN BADUNG - Tahun 2017 dijadikan momentum untuk pelayanan publik di Kabupaten Badung. Untuk mewujudkan hal tersebut, dinas terkait di lingkungan Pemerintahan Kabupatan Badung siap dan harus melakukan kiat-kiat yang dapat mempermudah masyarakat dalam pengurusan yang berkaitan dengan akta-akta perizinan dan lain-lain. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa di sela pelayanan jemput bola pembuatan akta kelahiran dan akta perkawinan di Kantor Perbekel Kutuh, Kuta Selatan, Selasa (6/2).
MBP/ist
MBP/ist
DPRD BADUNG - DPRD Badung menerima kunjungan DPRD Kabupaten Bekasi, Jumat (3/2). Para tamu itu diterima Ketua Komisi II DPRD Badung I Nyoman Dirga Yusa, anggota Komisi II DPRD Badung I Gede Suardika dan I Nyoman Luwir Wiana. Dirga Yusa mengatakan, tujuan kunjungan yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Bekasi H. Mustakim tersebut untuk berbagi pengalaman dan mengetahui pengelolaan infrastruktur di Kabupaten Badung terkait dengan jalan, penataan lingkungan, pariwisata, serta teknik dalam menjaga kebersihan pariwisata.
DISKES BALI - Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day/WCD) yang jatuh pada 4 Februari ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali mengajak masyarakat untuk mencegah kanker sedini mungkin. Dengan tema ‘’We Can, I Can’’, Diskes Bali mengajak masyarakat untuk menerapkan gerakan nasional peduli kanker. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM., Jumat (3/2) mengatakan ada tujuh tanda yang dapat digunakan untuk mengenali adanya tanda-tanda kanker.
20 - 26 Februari 2017
45
A KT I V I TA S UNWAR - Universitas Warmadewa (Unwar) dan Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali (YKKPB) serius mengimplementasikan kerja sama internasional dengan Maharishi University of Management (MUM), Fairfield, Lowa, AS. Rabu (1/2), pimpinan MUM yakni Dr. Tony Nader, M.D., Ph.D., Maharaja Adhiraj Rajaraam dan Dr. Bevan Morris, International President MUM, bersama tim memberi pencerahan tentang pengembangan pendidikan berbasis kesederhanaan.
MUNAS - Program Studi Magister Kenotariatan Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Forum Kerja Sama Program Studi Magister Kenotariatan Perguruan Tinggi Swasta (FK PSMKN PTS) se-Indonesia 2017 di Ruang Sri Kesari Mandapa Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Jumat (3/2). Musyawarah nasional ini diharapkan dapat membangun kesetaraan serta menghasilkan standardisasi dan uji kompetensi produk kenotariatan.
BUPATI KLUNGKUNG - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang juga Ketua Pembina RSUD Klungkung mengelar rapat evaluasi peningkatan pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung dalam capaian kinerja tahun 2016. Rapat ini dipimpin langsung Bupati Suwirta didampingi Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, dr. Ni Made Adi Swapatni, Direktur RSUD Klungkung, dr. I Nyoman Kesuma, serta para pengawas RSUD dan SKPD terkait, Rabu (1/2).
BLUE BIRD GROUP - Blue Bird Group dan Arjuna Gagapan Bali sepakat menandatangani perjanjian kerja sama (MoU). Perjanjian kerja sama antara perusahaan jasa transportasi publik dengan pusat oleh-oleh Bali ini dilaksanakan di Arjuna Gagapan Bali, Senin (6/2). Penandatanganan MoU dilakukan General Manager Area Bali Lombok, Blue Bird Group dr. I Putu Gede Panca Wiadnyana dan pemilik Arjuna Gagapan Bali Pande Nyoman Yudi Sutrisna.
46 20 - 26 Februari 2017
TA K S U
Ketut Murtana
Mendalang Sejak Kecil
S
elain dikenal sebagai daerah lumbung beras, Kabupaten Tabanan juga melahirkan banyak seniman muda berbakat. Salah satunya Ketut Murtana, seorang dalang wayang muda asal Desa Nyambu. Bakat mendalang seniman yang selalu tampil sederhana ini telah muncul sejak masih anak-anak. Hobi ngewayang Ketut Murtana telah muncul sejak umur lima tahun. Pada masa kecilnya, ia kerap memakai daun kamboja untuk memainkan wayang-wayangan dengan memakai rantasan kayu sebagai gedog. Ketut Murtana juga selalu diajak sang ayah ke tempat-tempat digelarnya pementasan wayang. Pernah pada tahun 1986 karena pementasan wayang berlangsung hingga larut malam, akhirnya ia diajak berhenti menonton dan pulang untuk t i d u r. Kecewa karena
tidak dapat menonton dan teringat terus menerus, Ketut Murtana kecil akhirnya jatuh sakit. Akhirnya setelah dapat menonton wayang kembali, sakit Ketut Murtana kecil sembuh. Beranjak dewasa, ngewayang sempat terlupakan karena ia sibuk bermain dengan teman sebaya. Niat ngewayang baru muncul kembali setelah ia menikah. Ketika itu, ia melihat kertas di pekarangan rumah yang berbentuk persis seperti kayonan. Selanjutnya kertas tersebut di-tatah menjadi wayang. Seakan sudah dituntun, suatu ketika ia diminta Dewa Aji Kakyang di Bringkit untuk mengantarkannya ke Ratu Begawan di Munggu, Badung. Ketut Murtana diakui sebagai anaknya oleh Dewa Aji Kakyang dan meminta untuk diajarkan ngewayang. Ratu Begawan menyanggupi untuk menjadikan Ketut Murtana sebagai muridnya. Namun, Ketut Murtana tidak langsung diajarkan ngewayang. Ia harus menunggu beberapa waktu sebelum diajarkan ngewayang. Selama dua tahun Ketut Murtana menempa diri untuk belajar ngewayang. Setelah ilmu yang diperoleh dirasa cukup, akhirnya ia dilepas untuk ngewayang ke tengah masyarakat. Ketut Murtana mengawali debut ngewayang di desanya sendiri. Ia mendalang ketika keponakannya melaksanakan upacara tiga bulanan. Saat tampil pertama di hadapan umum, ia mengaku sempat grogi dan takut. Apalagi menurut cerita para tetua, ngewayang rentan terkena ilmu hitam. Namun, berkat pesan sang guru, Ratu Begawan agar dharma pawayangan dipegang teguh, pementasan perdananya itu berlangsung sukses. Bahkan mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat. Setelah itu, permintaan
ngewayang pun datang dari berbagai daerah, seperti Mengwi, Kekeran, Pandak dan Kediri untuk mengisi berbagai upacara yadnya. Bagi Ketut Murtana yang kini lebih dikenal sebagain Dalang Nyambu ini, ketertarikan terhadap seni pedalangan didorong oleh kompleksnya karakteristik seni tradisi tersebut dibandingkan seni lainya serta memiliki uger-uger seni berbeda. Seni pedalangan mencakup berbagai macam kesenian yang terangkum di dalamnya, mulai dari seni tari yang diwujudkan dalam tetikesan wayang, seni sastra yang menjadi cerita lakon wayang, seni tabuh dan seni dagelan wayang. Memainkan wayang juga memiliki kesulitan yang beda. Seorang dalang harus mampu pengolah vokal, memainkan dan menghidupkan wayang serta mengingat cerita yang dibawakan sehingga mampu menarik dan memunculkan taksu dalang di hadapan penonton. Dalam perjalanan sebagai dalang wayang, Ketut Murtana mengalami suka dan duka. Sukanya, dengan mendalang ke berbagai daerah dan tempat, ia bisa mengetahui budaya setempat yang memiliki perbedaan dengan ciri khasnya masing-masing. Dukanya, saat pentas di beberapa daerah di Bali, ia bersama sekaa gamelan sempat beberapa kali mendapatkan serangan mistis seperti mengantuk ketika mendalang, panggung bergoyang dan menghirup bau seperti bau mayat. Namun berkat ajaran memegang teguh dharma pewayangan, berbagai hal negatif dapat dilalui dan pementasan dapat berjalan dengan baik. Berbagai tema cerita pewayangan yang dibawakan Ketut Murtana, tergantung jenis kegiatan upacara yang digelar. Di antaranya Bima Suarga, Bima Jadi Caru, Tirta Sudamala. Agar pementasan lebih menarik, ia pun menyelipkan guyonan dan canda segar tanpa menghilangkan pakem dan uger-uger pewayangan. Bagi Ketut Murtana, mendalang merupakan panggilan jiwa untuk bisa ngayah sekaligus ikut melestarikan seni dan budaya Bali. Menurutnya, pedalangan merupakan seni yang banyak memberikan pelajaran filosofi agar mampu menjalani kehidupan yang baik di dunia. l Bali TV/Sugiarta 20 - 26 Februari 2017
47
TRADISI
48 20 - 26 Februari 2017
Tradisi ‘’Mapeed’’ di Desa Kukuh
Wujud Rasa Syukur Umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa
M
asyarakat Bali tentu telah mengenal tradisi mapeed, yang memiliki arti berjalan beriringan. Ritual ini dilakukan sebagai perwujudan rasa syukur umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa. Jika sebelumnya dikemas dengan tampilan sederhana tanpa meninggalkan pakem Bali, tapi seiring perkembangannya, mapeed mulai dikemas lebih seragam. Peserta biasanya terdiri atas ibu-ibu rumah tangga yang menggunakan seragam berupa pakaian adat. Pada bagian rambut ditata dengan sanggul, kebaya khas Bali dengan warna seragam dan berbalut kain (kamen) diikat dengan selendang pada bagian pinggang yang juga seragam. Di Tabanan, iring-ringan ritual mapeed seperti ini bisa ditemukan ketika rangkaian pujawali di Pura Dalem Khayangan Kedaton. Perbekel Desa Pakraman Kukuh, Marga, I Ketut Budiarta, menjelaskan sudah men-
jadi tradisi tiap enam bulan sekali, ibu-ibu PKK dari 12 banjar adat yang ada di desa setempat melakukan ritual persembahan kepada Sang Pencipta sebagai ungkapan syukur dengan ritual mapeed. Kedua belas banjar tersebut yaitu Banjar Menalun, Banjar Lodalang, Banjar Mekar Sari, Banjar Amreta Sari, Banjar Tengah, Banjar Munggal, Banjar Dalem Kerti, Banjar Batan Wani, Banjar Tegal, Banjar Den Uma, Banjar Pande dan Banjar Tagtag. Diakui Budiarta, ritual ini merupakan warisan leluhur yang terus dilestarikan sampai saat ini. Sebelum dilaksanakan di Pura Dalem Kahyangan Kedaton, tradisi mapeed digelar di Pura Puseh Desa Adat Kukuh. “Sebelumnya telah ada di Pura Desa, sejak kawasan alas Kedaton mulai berkembang sekitar tahun 1978, tradisi mapeed mulai dilakukan di pura ini,” terangnya. Pada zaman itu, penampilan peserta mapeed-nya saja yang berbeda. Jika sebelumnya hanya dengan balutan
sederhana dengan tetap menjaga pakem Bali, namun saat ini lebih modern, semua serba seragam. Tradisi mapeed dimulai pukul 13.00 wita, diawali dengan iring-iringan dari kelompok PKK banjar adat yang lokasinya paling jauh dengan Pura Dalem Kahyangan Kedaton. “Waktunya kita atur. Banjar yang jauh kita dulukan, barulah nantinya banjar yang terdekat,” ucapnya. Diakuinya, seiring perkembangan zaman, tradisi mapeed ini membawa pengaruh positif bagi desa pakraman setempat. Pasalnya saat tradisi tersebut dilakukan, banyak wisatawan baik asing maupun lokal serta para fotografer yang berlomba-lomba mencoba mengabadikan momen tersebut. Ini tentu saja berpengaruh pada desa pakraman setempat. “Secara tidak langsung masyarakat di Bali akan mengenal di mana itu Desa Pekraman Kukuh. Mapeed ini bisa menjadi agenda wisata,” jelasnya. l Dewi Puspawati
Desa Adat Kukuh Marga Tabanan menggelar tradisi mapeed sebagai ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Gebogan diusung beriringan menuju Pura Dalem Kahyangan Kedaton, kemudian dihaturkan kepada Beliau. 20 - 26 Februari 2017
49
PROPERTI
Perumahan ”River Side” Diminati Konsumen
P
erumahan yang mengambil lokasi dengan view sungai yang alami saat ini tak kalah diminati konsumen. Bahkan model rumah sehat sederhana (RSH) nonsubsidi ini banyak dipermak ala vila, sehingga menambah nuansa keindahan dan privasinya. Pengembang Perum Citra Nirwana Regency, Titin Muslich, belum lama ini menyampaikan, konsep ramah lingkungan dan privasi tak kalah diminati konsumen saat ini. Karena itu, pengembangan perumahan river side tentu saja tanpa mengabaikan unsur keamanan dan aturan main pemanfaatan lahan yang ada tentu saja merupakan hal menarik. ‘’View sungai yang indah dan alami dengan penataan dan desain rumah yang modern dan menarik tentu tak hanya akan me-
50 20 - 26 Februari 2017
nambah betah penghuninya untuk tinggal di perumahan tersebut, dari sisi aspek bisnis juga takkan kalah prospektif,’’ katanya. Tak salah, lanjutnya, jika perumahan river side tetap laku. Dengan harga yang kompetitif mahal dengan model rumah menengah atas lainnya, model perumahan ini menawarkan daya tarik tersendiri karena fasos dan fasum serta ketentuan yang lainnya tetap bisa ditata rapi dalam kawasan tersebut. Menurutnya, itu merupakan bagian dari inovasi pengembang menggalakkan pemasaran di tengah lesunya minat beli. Dia optimis dengan kisaran Rp 400 juta - Rp 500 juta per unit, model perumah a n
river side akan tetap dicari karena baik untuk hunian keluarga dan investasi. Sebelumnya, salah seorang pengembang RSH Nonsubsidi, Agus Sudiana menyampaikan, bisnis perumahan yang berkembang pesat karena peluang pasar yang cerah. Namun, prediksi itu kini terganggu dengan rendahnya daya beli pasar. Untuk itu, dia setuju kalau dengan menampilkan inovasi baru proyek perumahan minat beli konsumen akan bisa dipacu kembali. ‘’Terlebih kini tersedia KPR. Dengan kemudahan tersebut bisa dimanfaatkan konsumen yang tak bisa membeli dengan uang kontan,’’ tandasnya. l Gunawan
173 |20 - 26 Februari 2017
Meretas Dugaan Pengendalian Narkoba dari Lapas
RP 20.000