Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 172 | balipost.com

Page 1

172 |13 - 19 Februari 2017

Tiga Kebijakan Reformasi Koperasi

RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI lPerdes Sawah Abadi dan Visi Ekonomi Hijau 6 BALI SEPEKAN lBelasan Duktang Tanpa KTP dan SKTS Terjaring 7 LAPORAN UTAMA l Tiga Kebijakan Reformasi Koperasi 8 l Cegah Industrialisasi Desa 9 l Disuntik Dana LPDB 10 l Kampung Inovasi 11

POLITIK lTidak Punya Ikatan dengan PKI 16 lJangan Pilih Pemimpin yang Tak Berpihak pada Bali 17 KIPRAH REMAJA lSemut Production, Berkarya dengan Semangat Kebersamaan 18 MANCANEGARA l Kontroversi Kebijakan Migran Trump 20 DAERAH l Angin Kencang,

LENSA l Bersih Sampah 26

OLAHRAGA l Tetap Pensiun 27 PENDIDIKAN l Banyak Perpustakaan Tak Terawat

Program Sabtu Membaca Dikhawatirkan Tak Maksimal 32

SOSIAL l Tinggalkan Parpol Tak Aspiratif 36 PARIWISATA l Hostel Tumbuh Subur di Gumi Keris 38

Pohon Perindang Bertumbangan 22

BUDAYA l Menelusuri Jejak Spiritual Dang Hyang Nirarta 45 HIBURAN l Ngurah Sadika, Perlu Waktu Lama

Temukan Karakter ’’Susi’’ 46

TRADISI l Usaba Kaulu di Asak, ”Nyomia Bhuta Kala”,

Menjaga Keseimbangan Alam 48

13 - 19 Februari 2017

3


DARI PEMBACA

Bupati Karangasem B

aru-baru ini terdengar kabar memilukan sekaligus mencemaskan dari Desa Seraya. Betapa tidak, peristiwa meninggalnya guru SMP karena terseret air bah yang terjadi Senin lalu (berita BP, 24/1) menambah kekhawatiran kami selaku warga Seraya. Pasalnya, selain kejadian serupa sering kali terjadi di tempat yang sama, lokasi peristiwa nahas itu juga merupakan akses satu-satunya bagi kami untuk menjalankan aktivitas sehari-harinya. Sehingga tidak ada pilihan lain bagi kami. Jalan yang sudah selayaknya disediakan infrastruktur berupa jembatan tersebut kini terasa menghantui warga kami saat musim penghujan datang. Menilik dari peristiwa yang sudah berulang kali terjadi ini, kami sangat berharap adanya atensi dari Ibu Bupati Karanagsem yang kami cintai untuk menanggapi keluhan kami. Meskipun nantinya jika jalan tersebut memang bukan tanggung jawab dari Pemkab Karangasem, setidaknya aspirasi kami bisa diperjuangkan di provinsi, agar kabar menyedihkan semacam ini tidak terdengar lagi dari ujung timur Pulau Dewata. Megantara Desa Seraya, Karangasem

Korupsi dan Kemiskinan N

egeri kita terus dilanda kasus korupsi dan kemiskinan yang berkepanjangan sehingga cita-cita bangsa tidak pernah sampai tujuan. Itu karena kita lebih mengutamakan hal-hal yang berbau dogmatis seperti pola pikir rasis, hanya berpenampilan religius tapi tidak berwatak religius. Mengutamakan lips service atau pencitraan dari hal-hal prinsip dan substantif alias pikiran logis atau personal integriti seperti mental tidak korup, kejujuran, sikap istikomah antara perkataan dengan perbuatan. Kondisi ini membuat rakyat awam terkecoh dan salah memilih pemimpin. Untuk itu, mohon negara Indonesia agar tidak melindungi koruptor supaya cita-cita bangsa bisa terwujud dan juga masyarakat bisa hidup dalam kesejahteraan. Uang negara yang notabene dari pajak rakyat agar tidak mengalami kebocoran akibat dikorup. Jika uang negara mengalami kebocoran, maka kemungkinan besar pemerintah akan menaikkan harga-harga seperti harga BBM untuk menutupi kebocoran tersebut. Dan yang akan menuai badai akibat kenaikkan harga BBM adalah seratus persen masyarakat Indonesia walaupun ada program dana BLT, tapi itu cuma sebagian masyarakat yang dapat menerimanya. Terkadang bantuan salah sasaran. Yang berhak menerima terkadang tidak memperoleh dana BLT itu karena warga miskin tidak terdata atau terjadi kesalahan data. Made Budilana Dusun Tengah, Tejakula Singaraja Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana Sugiartha Redaksi Dira Arsana, Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Diah Dewi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Sosiawan. Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

13 - 19 Februari 2017

4


Rakyat Harus Imbangi Dominasi Elite Politik WACANA regenerasi pemimpin Bali terus bergulir. Pencalonan di tingkat partai politik secara terbuka memang belum dimulai. Namun aktivitas politik ke arah itu mulai menguat. Bahkan, tarik-menarik kepentingan politik dan persaingan antarfigur semakin mengarah pada sosok yang akan menjadi kandidat. Namun di balik itu, aroma ketidakompakan dalam partai politik dalam menetapkan figur juga mencuat. Kuat dugaan ada kepentingan politik terselubung yang akan menyandera regenerasi kepentingan pemimpin Bali ke depan. Potensinya bisa didasari kepentingan ekonomi, ambisi elite politik dan gesekan di tingkat akar rumput, termasuk gesekan di tingkat elite politik. Menyikapi hal ini, Pusat Data Bali Post melakukan jajak pendapat terkait dengan budaya rekomendasi partai politik yang akhirnya menyandera aspirasi publik dalam regenerasi kepemimpinan di Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan pertanyaan; Yakinkah Anda, partai politik akan mengakomodasi aspirasi masyarakat dalam merekomendasikan calon pemimpin Bali 2018-2023? Jajak pendapat ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap langkah partai politik dalam menjaring pemimpin Bali ke depan. Berdasarkan tabulasi atas hasil jajak pendapat ini, terdapat 45,23 persen mengaku yakin partai politik akan beradaptasi dengan aspirasi masyarakat. Pengelolaan aspirasi ini biasanya dilakukan dengan survei calon kandidat di mata calon pemilihnya dan mempertimbangkan selera pemilih.

Menurut responden sangatlah berisiko bagi partai politik jika mengabaikan aspirasi publik dalam mencalonkan pemimpin Bali ke depan. Dengan logika ini, responden juga yakin partai politik akan merekomendasikan calon yang berasal dari rakyat dan bekerja untuk rakyatnya. Sementara itu, 52,61 persen mengaku tidak yakin parpol akan menempatkan aspirasi publik sebagai syarat utama dalam merekomendasikan kandidat. Responden meyakini partai politik akan memilih figur berdasarkan selera elite politiknya. Responden mengatakan kekuasaan politik dalam pencalonan gubernur Bali kecil kemungkinan berdasarkan aspirasi dari rakyat Bali saja. Kekuasaan politik ini akan dijabarkan dengan berbagai pendekatan oleh pejabat partai politik. Bahkan, responden meyakini lahirnya rekomendasi juga akan berkaitan dengan kepentingan–kepentingan bisnis dan investasi elite politiknya. Sistem pencalonan partai politik dalam menentukan pilihan calon gubernur termasuk bupati ini semestinya diimbangi oleh kekuatan publik, jika tak ingin memilih calon yang hanya berdasarkan kekuasaan elite partai. Pemilih dan krama Bali harus membangun kekuatan yang solid untuk mengimbangi budaya rekomendasi alite politik. Sementara itu, 2,16 persen responden mengaku belum terlalu tertarik bicara figur. Responden mengatakan saat ini perdebatan soal UU Pemilihan Umum, UU Pemilihan Presiden termasuk kemungkinan UU Pilkada serentak masih

bergulir. Besar kemungkinan ada keputusan politik lain yang akan dijadikan rujukan. Namun, sebagai sebuah pesta politik, responden kelompok ini berharap ada sinergi antara kekuasaan politik dan krama Bali yang akan melakukan eksekusi pilihan saat pemilihan gubernur Bali 2018. Mekanisme tentunya harus dibicarakan. l Dira Arsana

13 - 19 Februari 2017

5

5


opini

B

Perdes Sawah Abadi dan Visi Ekonomi Hijau

ali Post (24/1/2017) mewartakan bahwa ancaman mengganasnya alih fungsi lahan pertanian di kabupaten Banyuwangi Jawa Timur disikapi serius pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat. Untuk itu setiap desa di Kabupaten ini diwajibkan membuat Peraturan Desa (Perdes) yang melarang alih fungsi sawah menjadi perumahan atau bangunan lain. Bila Pemkab Banyuwangi dapat melaksanakan regulasi tersebut secara konsisten maka itu sesungguhnya merupakan bagian dari visi ekonomi hijau, suatu paradigma pembangunan berorientasi keberlanjutan. Visi ini bisa menjadi patok duga bagi daerahdaerah lain termasuk Bali guna merancang dan melaksanakan strategi tata ruang dan regulasi perdesaan yang kredibel, adil dan mampu memprediksi kebutuhan-kebutuhan elementer masa depan dengan sejumlah penyesuaian termasuk memperhatikan laju pertumbuhan penduduk. Pesan yang bisa ditangkap dari pernyataan tersebut adalah betapa pentingnya sawah untuk menjaga ketahanan pangan. Ada ungkapan, setiap buliran padi sudah ada yang berhak dan bila tidak ada buliran padi maka kelangkaan pangan menjadi suatu yang bukan mustahil terjadi. Sawah abadi menjadi persfektif baru dalam rangka mendukung program swasembada pangan. Ilustrasi lain, harga cabai yang melambung tinggi saat ini, disamping disebabkan anomali cuaca hujan hampir sepanjang tahun kemungkinan juga dipengaruhi oleh pola pikir bahwa membeli jauh lebih praktis ketimbang menanam sendiri di kebun atau pekarangannya. Pembangunan dengan mengeksploitasi sumber daya alam berlebihan paradoks dengan pembangunan berkelanjutan. Pembangunan memang telah berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Namun pertumbuhan ekonomi yang berkualitas masih perlu terus ditingkatkan. Fakta menunjukkan bahwa bersamaan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi angka kesenjangan ekonomi dan sosial dengan ukuran Rasio Gininya masih cukup tinggi. Terbaru diberitakan angka pengangguran terdidik juga cukup tinggi.

6

Oleh I Wayan Suartana

Kearifan Lokal Regulasi yang baik belum cukup. Manakala akan melaksanakan sebuah aturan terkadang menemui kendala. Kendala yang dihadapi, seperti adanya dugaan indikasi beberapa pihak yang berkepentingan untuk mengamankan sumber daya, kesempatan dan asetnya masing-masing, karena itu diperlukan keberanian sosok pemimpin menegakkan aturan, sebab bila tidak, eksploitasi alam membabi-buta bakal kerap terjadi. Dengan lahirnya Undang-Undang No. 6 tahun 2014 tentang desa, di mana salah satu dicirikan transfer langsung dana ke desa yang disebut dana desa, membawa konsekuensi logis desa mempunyai diskresi dan wewenang mengelola alamnya melalui seperangkat regulasi yang cocok dan bisa dieksekusi. Desa bertransformasi menjadi entitas yang memiliki ruang kreativitas. Pemimpin-pemimpin di desa seyogianya mempunyai visi dan strategi bagaimana tata kelola keuangannya mampu menjadi aktor penting dalam menyelamatkan dan meningkatkan kualitas lingkungan. Instrumen regulasi berupa Perdes ataupun kearifan-kearifan lokal sangat kaya kita miliki. Di Bali, kita memiliki nilai universal Tri Hita Karana yaitu konsep tiga hubungan harmoni antara manusia dengan Sang Pencipta, manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan alam semesta serta konsep masyarakat Bali dalam menjaga integritas dan mutu lingkungan dimensi keagamaan seperti Tumpek Wariga/Tumpek Bubuh. Mengaktualisasikan Tri Hita Karana diyakini akan dapat memupus konsumerisme, hedonisme berujung eksploitasi dan bisa menghadirkan kebijakan yang nol kontroversi dan gejolak. Dengan demikian, lokus masalahnya ada pada tatanan komitmen semua pihak dan optimalisasi implementasinya. Pada ranah desa pakraman, sudah saatnya setiap desa adat mengisi dan menguatkan konten awig-awig dan pararem mereka dengan esensi pembangunan berkelanjutan berbasis ekonomi hijau secara lebih operasional.

Lembaga Perkreditan Desa (LPD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi dan Subak-Subak baik persawahan maupun Subak Abian diperkuat keberadaannya dan difungsikan secara lugas sebagai agen hakiki pengembangan ekonomi hijau. Esensi ekonomi hijau sebagai alat mencapai pembangunan berkelanjutan dirancang untuk memproteksi alam perdesaan, pertanian dalam arti luas dan meningkatkan nilai basis sumber daya alam, meningkatkan efisiensi sumber daya, mendorong pola produksi dan konsumsi berkelanjutan yang ramah lingkungan. Kebijakan ekonomi dirancang untuk memperbaiki integrasi antara pembangunan ekonomi dan aspek berkelanjutannya, suatu pembangunan yang mengiriskan kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengorbankan kepentingan generasi yang akan datang. Memasuki tahun ke-3 pelaksanaan Undang-Undang Desa, komitmen semua pemangku kepentingan di desa untuk melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sudah mulai kelihatan. Di lain pihak, desa mengalami dinamika demokrasi lokal dimana banyak pihak saling berebut pengaruh dan kepentingan. Terjadi perebutan akses karena adanya persepsi raihan sumber daya. Tetapi hal itu bisa menjadi bumerang, manakala mereka tidak mengindahkkan tata kelola keuangan desa yang sehat. Kalau desa mengeksploitasi pendapatan asli desa secara ekspansif akan berhadapan dengan persoalan lingkungan. Agenda ke depan diutamakan untuk mengasah peningkatan kemampuan perangkat desa secara terus menerus untuk lebih sensitif terhadap paradigma kekinian yang berkembang tanpa mengamputasi kreativitas dan inovasi yang mereka miliki. Laba merupakan salah satu tujuan utama (ultimate goal) perusahaan yang berarti perusahaan tidak bisa hidup tanpa laba. Perusahaan akan tetap eksis menjalankan peran dan kontribusinya terhadap masyarakat sekitarnya melalui tanggung jawab sosialnya bila memeroleh laba dari hasil investasi. * Penulis adalah Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNUD

13 - 19 Februari 2017

6


BALI SEPEKAN

Temuan BBPOM Tahun 2016

Rhodamin dan Merkuri Mendominasi PRODUK makanan dan minuman (mamin) serta komestik mengandung bahan berbahaya rupanya masih banyak ditemukan di Bali. Sepanjang tahun 2016, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar terbanyak menemukan bahan berbahaya Rhodamin B dan Merkuri. Selain itu, kosmetik berbahaya menduduki peringkat tertinggi dalam temuan BBPOM, yaitu sebanyak 3.475 item. Produk-produk tersebut banyak ditemukan di Denpasar,

Buleleng dan Badung. Rhodamin B sama sekali tidak boleh ada dalam makanan, begitu juga merkuri sama sekali tidak diperbolehkan ada dalam kosmetik. Kepala BBPOM di Denpasar Dra. Endang Widowati, Apt. mengatakan, merkuri atau air raksa biasanya memberikan efek memutihkan dengan cepat, wajah terlihat bersih sehingga masyarakat pun sangat tertarik dengan hasil yang instan tersebut. ‘’Tanda-tanda adanya merkuri, efeknya wajah menjadi cepat kin-

clong,’’ ujarnya, Selasa (31/1) lalu. Selain itu, pemanis buatan juga kerap ditemukan. Hanya masih diperbolehkan dipakai dalam batas tertentu. Terutama untuk wanita hamil, usia lanjut, dan balita, tidak disarankan untuk mengonsumsi pemanis buatan. Maka dari itu, PR BBPM ke depannya adalah melakukan edukasi sebanyak-banyaknya kepada masyarakat mengenai bahan-bahan berbahaya. l Maya

Pengoperasian Kembali RPH Temesi Dikaji

MBP/olo

Belasan Duktang Tanpa KTP dan SKTS Terjaring PETUGAS trantib kecamatan, kelurahan dan anggota Babinkamtibmas, Selasa (31/1) menggelar operasi yustisi di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya. Dalam operasi ini, belasan penduduk pendatang (duktang) tanpa KTP dan SKTS (Surat Keterangan Tinggal Sementara) terjaring dan langsung dilakukan pembinaan. Operasi kependudukan ini dilaksanakan mulai pagi. Empat wilayah menjadi sasaran petugas yakni di Lingkungan Samiana, Penginuman, Arum dan Asih. Satu per satu rumah kontrakan dan kos di wilayah tersebut didatangi petugas dan kelengkapan

identitas penghuni diperiksa. Hasilnya, ada 12 penduduk yang diketahui belum mengantongi KTP dan SKTS. Lurah Gilimanuk, I Gede Ngurah Widiada, mengatakan operasi seperti ini rutin dilakukan. Tujuannya masyarakat, khususnya para duktang yang tinggal di Gilimanuk agar tertib kependudukan. Apalagi, Kelurahan Gilimanuk merupakan wilayah perbatasan dan memiliki tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi. “Para duktang yang terjaring operasi ini diberikan pembinaan dan kami sarankan untuk membuat SKTS,” pintanya. l Surya Darma

SEJAK tahun 2013, Rumah Potong Hewan (RPH) Margantaka Mandala yang berlokasi di Desa Temesi Kecamatan Gianyar terbengkalai. RPH tersebut tidak pernah digunakan sehingga terkesan mubazir. Terkait hal ini, Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra pun berencana menghidupkan kembali RPH tersebut. Pantauan Selasa (31/1) lalu, pintu gerbang di bagian selatan RPH itu terkunci rapat. Saking lamanya tidak ada aktivitas, rantai dan gemboknya pun telah berkarat. Semak belukar bisa dengan mudah ditemukan di seputaran areal RPH tersebut. Dikonfirmasi hal ini, Wabup Made Mahayastra menyatakan pihaknya berencana menghidupkan kembali RPH Temesi. Untuk itu, pihaknya akan melakukan peninjauan RPH yang diresmikan Gubernur Bali tahun 2005 tersebut dalam waktu dekat. ‘’Saya akan cek ke lokasi dulu. Takutnya alat di dalam ada yang hilang. Kami akan agendakan melakukan pengecekan ke lokasi,’’ tegasnya. Dijelaskan Mahayastra, peralatan di RPH Temesi merupakan bantuan dari pusat yang nilainya miliaran rupiah. Sedangkan untuk status lahannya merupakan milik Pemkab Gianyar. ‘’Kalau bangunannya dibangun menggunakan dana provinsi,’’ ungkapnya. Lebih lanjut, dia menuturkan, saat masih dikelola dengan baik, RPH tersebut bisa berjalan lancar, bahkan setiap hari bisa memotong antara 10 sampai 25 ekor sapi. Bahkan hasil dari pemotongan dari RPH itu, langsung ada yang memesan. l Manik Astajaya 13 - 19 Februari 2017

7

7


LAPORAN UTAMA

Tiga Kebijakan Reformasi Koperasi

M

enjadi salah satu soko guru perekonomian Indonesia. Itulah julukan yang diberikan pada koperasi. Namun dalam perjalanan panjangnya, stigma negatif seakan sulit dihilangkan dari gerakan ekonomi kerakyatan ini. Karena itu, saat acara Hari Koperasi di Palangkaraya beberapa waktu lalu, Presiden RI Joko Widodo berpesan mengenai reformasi koperasi secara total. Arahan ini kemudian dijabarkan oleh Menteri Koperasi dan UKM RI A.A. Ngurah Puspayoga dalam tiga kebijakan. Ketiga kebijakan reformasi koperasi itu, pertama melakukan rehabilitasi koperasi, kedua melakukan reorientasi dan ketiga melakukan pengembangan. ‘’Kebijakan yang pertama adalah bagaimana rehabilitasi koperasi. Terutama Pak Menteri menekankan bagaimana kita membenahi data koperasi yang selama ini masih perlu ditingkatkan keakuratannya, kebenarannya,’’ ujar Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI Agus Muharam kepada Indonesia Network, Bali TV, dan Bali Post. Untuk itu, Kemenkop lantas melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian, lembaga dan juga dinas yang membidangi koperasi, baik di provinsi maupun kabupaten/kota. Data koperasi terbaru dapat dihitung sekitar 212.000 koperasi. Namun yang aktif hanya sekitar 150.000 koperasi. ‘’Aktif ini melakukan aktivitas usaha dan juga melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Dari 150.000 koperasi ini, ada sekitar 25 juta anggota termasuk di dalamnya koperasi fungsional dan koperasi-koperasi karyawan. Nah, ini hasil rehabilitasi dan paling penting adalah pendataan ini sekarang sudah dilakukan secara ODS (Online Data System),’’ paparnya. Menurut Agus, koperasi yang aktif dan melakukan RAT ada sekitar 82.000 dari 150.000. Koperasi-koperasi itulah

8

yang kemudian diberikan Sertifikat NIK (Nomor Induk Koperasi) oleh Menteri Koperasi dan UKM. NIK ini akan dijadikan satu sarana untuk mempermudah mendapatkan data tentang koperasi yang dibutuhkan. ‘’Misalnya, oleh lembaga keuangan perbankan, itu salah satu fase rehabilitasi. Kemudian, Pak Menteri juga mengamanatkan adanya reorientasi terhadap koperasi. Jadi, beliau menginginkan koperasi ini jangan dilihat hanya dari jumlah, Tetapi yang paling penting adalah kualitas koperasi,’’ jelasnya. Agus mencontohkan, koperasi misalnya harus sudah go international atau sudah akan melaksanakan bisnis lewat e-commerce. Pihaknya akan mendorong koperasi melakukan pengembanganpengembangan dalam hal manajemen. Sebagai contoh, manajemen koperasi akan diperbaiki dengan berbasis IT. ‘’Jadi jargonnya salah satunya ‘tiada koperasi tanpa IT’. Terus kemudian Bapak Menteri juga meminta kepada koperasi-koperasi untuk selalu melakukan pelatihan-pelatihan, jadi ‘tiada koperasi tanpa pelatihan’. Beliau juga mengamanatkan supaya anggota ini berpartisipasi dalam bertransaksi dengan koperasi, jadi ‘tiada koperasi tanpa transaksi’,’’ imbuhnya. Agus menambahkan, koperasi ini harus dilihat tidak dari jumlah lembaganya tetapi jumlah anggotanya yang semakin hari semakin bertambah. Dengan jumlah anggota yang bertambah, berarti transaksi semakin tinggi sehingga omzetnya akan semakin besar. Dengan demikian, kontribusinya terhadap koperasi maupun terhadap perekonomian setempat bahkan perekonomian nasional akan terus meningkat. ‘’Itu kira-kira reorientasinya, sehingga ke depan koperasi ini lebih modern, menjadi koperasi yang sehat, kuat, mandiri, tangguh dan dapat dipercaya,’’ tegasnya. Agus melanjutkan, Menteri Puspayoga mengharapkan pula adanya

MBP/dok

Agus Muharam

pengembangan. Konsep pengembangan ini, baik secara internal maupun eksternal. Contohnya, bagaimana Kementerian Koperasi melakukan pembangunan koperasi atau pemberdayaan koperasi melalui kerja sama dengan berbagai Kementerian, lembaga lain dan asosiasi serta gerakan koperasi. ‘’Misalkan dalam hal pembiayaan, kita sudah tahu berkat kerja sama kita bisa meningkatkan plafon KUR yang tadinya Rp 20 triliun bisa menjadi Rp 100 triliun dengan bunga yang tadinya 22 % bisa diturunkan menjadi 7 %. Itu hasil kebijakan pengembangan dalam rangka memberdayakan koperasi,’’ jelasnya seraya mengatakan, dari segi koperasinya sendiri juga harus melakukan pengembangan. Jadi, koperasi secara internal juga harus bermitra dengan lembaga-lembaga usaha lainnya. Koperasi pun didorong melakukan holding, misalnya koperasi pertanian bergabung, koperasi simpan pinjam bergabung supaya lebih kuat. l Rindra

13 - 19 Februari 2017

8


Cegah Industrialisasi Desa BANYAK potensi sebenarnya bisa digarap gerakan koperasi terutama yang basis anggotanya masyarakat desa, misalnya Koperasi Unit Desa (KUD). Jika sebelum-sebelumnya KUD ini identik dengan penyaluran saprodi (sarana produksi padi) seperti pupuk, pestisida dan sejenisnya, kini terbuka peluang menggarap sektor wisata. Yakni, mengelola desa wisata yang kini gencar dikembangkan pemerintah daerah. Terkait hal ini, Komisi II DPRD Bali akan merancang suatu peraturan daerah agar desa wisata ke depan ditangani oleh koperasi. Demi mematangkan rencana ini, Komisi II bahkan berkonsultasi langsung ke Kementrian Koperasi dan UKM RI di Jakarta. “Koperasi nanti yang menangani desa wisata itu semua. Itu dibolehkan oleh kementerian, ada aturannya. Kita minta kementerian untuk mendampingi, sebagai pendamping nanti untuk pelaksanaan itu,” ujar Ketua Komisi II DPRD Bali, I Ketut Suwandhi. Hanya saja menurut Suwandhi, mengusahakan adanya koperasi di setiap desa

wisata bukanlah pekerjaan mudah. Hal itu harus dilakukan agar kue pariwisata betul-betul dinikmati oleh masyarakat Bali. Tidak seperti sekarang, cenderung dikuasai investor. Selain itu, penanganan oleh koperasi juga mencegah masuknya industrialisasi pariwisata hingga ke desa. Imbasnya, alih fungsi lahan juga dapat ditekan untuk keperluan pembangunan akomodasi pariwisata dan kepentingan ekonomi umumnya.Politisi Golkar ini menilai, pelaksanaan desa wisata selama ini perlu ditingkatkan supaya masyarakat desa menjadi tuan di rumah sendiri. Hal senada disampaikan Anggota Komisi II, A.A. Ngurah Adhi Ardhana. Koperasi dinilai dapat memberikan keuntungan yang sama rata. Sekaligus, dapat meminimalisasi persaingan secara bisnis di dalam satu desa yang akan dapat membawa dampak industrialisasi desa. “Kita konsul dan aspirasi agar mendapatkan keseriusan Kementerian dalam membina sektor tersebut sehingga Bali mendapatkan berkah kue pariwisata secara lebih merata dan betul merata komunal desa,

bukan personal di desa,” jelasnya. Terlebih, lanjut Adhi Ardhana, dengan adanya penyaluran dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dengan bunga 8 % bagi koperasi. Hal itu merupakan suatu hal yang sangat prospektif mendorong program penanganan desa wisata oleh koperasi. “Saat ini Bali telah menyerap Rp 450 miliar untuk 193 koperasi dana LPDB,” tandasnya. Sementara itu, Dinas Pariwisata Bali menargetkan pengembangan 100 desa wisata hingga 2018. Hingga 2016, sudah ada 64 desa wisata yang dikembangkan. Melalui desa wisata, masyarakat Bali diharapkan dapat menikmati hasil dari pariwisata. “Itu yang saya ingin dengan desa wisata. Desa wisata kita sudah mengarah ke sana, apa sih kegiatan orang-orang, itu agar memberi hasil bagi mereka. Janganlah kita mengubah kontur wilayah itu. Umpamanya kontur daerah sawah, kita ubah dengan lain, itu nggak,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali, A.A. Yuniartha Putra. l Rindra

MBP/eka

Salah satu koperasi yang masih eksis dan berkembang baik di Bali. Keberadaan koperasi sebagai bagian ekonomi kerakyatan ini akan mampu mencegah masuknya industrialisasi ke desa. 13 - 19 Februari 2017

9

9


LAPORAN UTAMA

Disuntik Dana LPDB

MBP/dok

Kemas Danial

BERBAGAI upaya dilakukan pemerintah untuk membangkitkan koperasi serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tanah air sehingga ekonomi kerakyatan benar-benar bergerak. Salah satunya, dengan menyuntikkan dana bergulir melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Bahkan selama ini, LPDB telah menyalurkan kurang lebih Rp 8,1 triliun dana bergulir yang tersebar di seluruh Indonesia. Ada kurang lebih 6 ribu pelaku koperasi dan UKM yang mengakses dana bergulir dari salah satu Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Koperasi dan UKM RI ini. Tahun 2017, Menteri Koperasi dan UKM RI A.A. Ngurah Puspayoga bahkan telah memperjuangkan adanya tambahan dana bergulir sebanyak Rp 500 miliar. ‘’Tahun lalu hanya sekitar Rp 1 triliun, jadi tahun 2017 ini ada Rp 1,5 triliun yang akan kita berikan kepada seluruh pelaku koperasi dan UKM seluruh Indonesia. Dana LPDB ini bukan dana hibah, tetapi bentuk kredit lunak yang mana bunganya disubsidikan kepada para pelaku koperasi dan UKM,’’ ujar Direktur Utama LPDB, Kemas Danial kepada Indonesia Network, Bali TV, dan Bali Post. Menurut Kemas, ada program menarik yang ditawarkan Menteri Puspayoga tahun ini. Yakni, bunga pinjaman yang tadinya diturunkan dari 9 % menjadi 8 %, sekarang diturunkan

10

lagi menjadi 7 %. Terobosan ini dilakukan karena LPDB ingin men-support pertumbuhan ekonomi agar tercapai 5,1 % sesuai target pemerintah melalui pelaku koperasi dan UKM. Bunga 7 % itu pun kalau dirata-ratakan hanya 3,5 % saja per tahun. ‘’Kalau kita bagi 12 (satu tahun), itu kurang lebih hanya 0,3 % saja per bulan. Ini satu informasi yang sangat-sangat menarik buat para pelaku koperasi dan UKM khususnya simpan-pinjam,’’ jelasnya. Kemas menambahkan, penyerapan tertinggi dana bergulir ada di Pulau Jawa yang masyarakatnya paling besar. Setelah itu, barulah Bali yang sampai saat ini terserap kurang lebih hampir Rp 650 miliar dengan NPL (non performen loan/tunggakan/macet) hanya 0,26 %. Pelaku koperasi dan UKM di Bali dinilai sangat konsisten dalam mengembalikan dana bergulir. Selain itu, pertumbuhannya juga luar biasa. ‘’Tahun ini ada target kami kurang lebih Rp 350 miliar untuk Bali, dapat dimanfaatkan untuk para pelaku koperasi dan UKM yang ada di Bali. Kami sangat berharap dana bergulir ini bisa tumbuh yang agak agresif di Bali ini,’’ imbuhnya. Kemas mengaku sudah sangat sering mempromosikan dana bergulir ini, baik melalui media TV, radio maupun melalui kepanjangan tangan Kementerian Koperasi dan UKM yang ada di daerah yaitu dinas tingkat I dan tingkat II. Pihaknya juga sering melakukan acara-acara temu mitra di Bali, sebagai salah satu program memperkenalkan produk LPDB ini kepada para pelaku koperasi dan UKM yang ada di Pulau Dewata. ‘’Sudah kita kerjakan, makanya penyerapan di Bali ini sangat tinggi. Kalau tidak kita batasi, mungkin lebih dari Rp 350 miliar yang mengajukan kepada kami, tetapi kami juga akan ada subsidi silang,’’ terangnya. Artinya, lanjut dia, kalau nanti dana bergulir ini di daerah-daerah tertentu tidak terserap maka akan diberikan ke daerah lain. Pasalnya, LPDB dalam mengatur jumlah dana yang akan diberikan ke setiap provinsi, dibagi berdasarkan pertumbuhan koperasi yang ada di setiap provinsi. ‘’Nah kalau seandainya nanti ada provinsi yang di luar Jawa-Bali misalkan tidak terserap, ini bisa saja kami berikan ke Bali karena penyerapannya lebih tinggi, karena dana ini betul-betul harus terserap 100%. Sebagai contoh 2017 ini ada Rp 1,5 triliun, itu harus habis Rp 1,5 triliun,’’ paparnya. l Rindra

13 - 19 Februari 2017

10


Kampung Inovasi SELAIN memberi suntikan dana LPDB, pemerintah juga membantu pemasaran berbagai produk dari koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satunya, peluncuran satu gerai baru di Gedung SMESCO, Jakarta yang dilakukan Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP KUKM). Gerai baru yang diberi nama Kampung Inovasi itu disiapkan untuk produk-produk terbaik, khususnya di bidang fashion industri dan kulit. Kampung Inovasi nantinya akan menambah fasilitas yang sudah ada yakni Galeri Indonesia Wow dan 34 paviliun provinsi. ‘’Saat ini proses konstruksi sedang berjalan, mudah-mudahan akhir bulan ini selesai dan siap diluncurkan. Satu fasilitas baru yang ini memang lebih eksklusif karena memang di sini didukung oleh para desainer, maka Kampung Inovasi disebut dengan designer outlet,’’ ujar Direktur Utama LLP KUKM Ahmad Sabadi kepada Indonesia Network, Bali TV, dan Bali Post. Ahmad menjelaskan, rencana peluncuran Kampung Inovasi merupakan salah satu upaya pengembangan untuk memastikan produk UKM mendapatkan pasar. Baik pasar domestik (dalam negeri) maupun luar negeri. Secara khusus, Kampung Inovasi ini menyediakan fasilitas bagi para desainer yang kreatif untuk menghasilkan produk-produk etnik dan produkproduk yang lebih berkualitas. Selain Kampung Inovasi, juga direncanakan suatu peluncuran ekspor oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, A.A. Ngurah Puspayoga. ‘’Kita akan melakukan suatu peluncuran ekspor untuk produk-produk rumah berbahan dasar bambu, ini akan kita ekspor ke Jerman dan Prancis,’’ jelasnya. Ahmad menambahkan, di Gedung SMESCO saat ini sudah ada kurang lebih 8 kategori produk. Mulai dari fashion, kulit, spa, makanan dan minuman, furniture, hingga kerajinan.

MBP/dok

Produk kerajinan patung dari Bali. Berbagai produk kerajinan dari berbagai daerah nantinya akan dibantu pemasarannya di gerai baru Kampung Inovasi di Gedung SMESCO, Jakarta.

Pihaknya memang mengembangkan, memfasilitasi pemasaran dari produkproduk yang dihasilkan oleh para UKM di seluruh Indonesia. ‘’Apa pun yang mereka tekuni dalam rangka mengembangkan kreativitas mereka, memberikan nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka, kemudian produk-produknya ini mendapatkan sambutan pasar, baik dalam maupun luar, tentu akan terus kita fasilitasi,’’ paparnya. Ahmad mencontohkan di Galeri Indonesia Wow, produk-produk yang saat ini di-display di sana adalah representasi dari keunggulan produk-produk UKM Indonesia. Ada proses kurasi untuk mendapatkan produk-produk unggulan dari seluruh Indonesia, yang kemudian didukung proses promosi dan pemasarannya. Pihaknya bekerja sama dengan Mark Plus dan didukung oleh para ekspert untuk mengutus satu tim kurasi yang melakukan kurasi produk di seluruh Indonesia. ‘’Tahun 2016, kami melakukan kurasi di 18 kota di seluruh Indonesia untuk mendapatkan produk-produk unggulan Indonesia. Jadi boleh dikatakan yang saat ini di-display di Galeri Indonesia Wow,’’ imbuhnya. UKM yang belum lolos dalam proses kurasi, lanjut Ahmad, tetap mendapatkan pendampingan agar mampu membuat satu produk yang sesuai dengan pasar. Di sisi lain, UKM bisa melakukan self assessment untuk memastikan bahwa kontinuitas produk mereka terjamin. Selain menjaga kualitas, keberlangsungan produksi juga penting agar UKM bisa memenuhi ketika ada permintaan pasar. Secara khusus, Ahmad mengucapkan terima kasih atas dukungan dari masyarakat Indonesia karena tahun 2016 kemarin mencapai pemenuhan target cukup bagus yakni 109% atau melampaui 9%. Ini menunjukkan bahwa masyarakat peduli dengan produkproduk yang dihasilkan oleh UKM, dan juga sudah mulai mencintai dan menggunakan produk-produk dalam negeri. Agar pasar para pelaku UKM bisa lebih luas lagi, pihaknya mengembangkan pula digital economy. l Rindra 13 - 19 Februari 2017

11


AKTIVITAS BUPATI KLUNGKUNG Menyikapi kejadian tenggelamnya seorang pelajar SMK saat merayakan Banyupinaruh di Pantai Goa Lawah beberapa hari lalu, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta melakukan tatap muka dengan pengurus dan anggota Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) di Pantai Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (26/1). YAYASAN DWIJENDRA Yayasan Dwijendra Denpasar tak pernah berhenti melakukan revitalisasi kelembagaan dan SDM di lingkungan Yayasan Dwijendra. Senin (30/1), Ketua Yayasan Dwijendra Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. melantik dan mengambil sumpah Kepala SMA Dwijendra yang baru dan Rektor Undwi. Acara pelantikan dihadiri Sekretaris Ir. I Wayan Abdi Negara, M.Si., Ketua Pembina dr. Ketut Karlota dan Ketua Pengawas I Made Karmajaya.

MBP/ist

PERTAMINA - Pertamina menyerahkan bantuan CSR berupa 1 unit motor cikar (MoCi) kepada Bank Sampah Abukasa, Selasa (31/1). Bantuan telah diberikan sekitar 2 bulan lalu, sebagai bantuan tahun 2016. Selain itu, Pertamina juga membantu dalam memberikan perlengkapan seperti meja dan peralatan untuk membuat barang-barang recycle selama 1 tahun.

12

13 - 19 Februari 2017

MBP/ist

YAYASAN DWIJENDRA - Puncak HUT ke- 64 Yayasan Dwijendra Denpasar dilakukan secara meriah di panggung terbuka Ardhan Candra, Taman Budaya, Sabtu (28/1). Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk tokoh religius, seperti Ida Pedanda Gede Sebali Tianyar Arimbawa, Nyonya Bintang Puspayoga dan Nyonya Antari Jaya Negara, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Muliawan Arya dan lainnya.


DPD RI - Masih ingat dengan kasus perkawinan sejenis yang diduga dilakukan di sebuah hotel di Ubud yang sampai menjadikan pejabat hotel sebagai tersangka beberapa waktu lalu? Atau sejumlah kasus mencuat akibat protesnya umat Hindu dengan paket hotel seperti malukat, mabayuh atau ritual blessing ceremony yang dijual begitu saja sebagai paket wisata. Atas aspirasi dari sejumlah pimpinan hotel di Bali, pihak DPD-RI Provinsi Bali khususnya Komite III Bidang Agama, Budaya, Pariwisata, Tenaga Kerja dan Kesra menindaklanjuti dengan mengadakan seminar Simbol Hindu dari Perspektif Pariwisata Bali.

SENATOR WEDAKARNA - Kasus dugaan pelanggaran pakem tari Tari Bali yang rencananya dipentaskan dalam ajang Bali Democracy Forum IX di Pondok Pesantren Bali Insani Meliling, Tabanan pada akhir tahun 2016, akhirnya dirapatkan oleh Komite III DPD-RI utusan Provinsi Bali dalam masa reses awal tahun 2017. Bertempat di Museum Subak Tabanan, Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPD-RI Provinsi Bali digelar dengan fasilitasi Pemkab Tabanan.

BUPATI KARANGASEM - Setiap sasih kapitu di Pura Dalem Puri, Besakih diselenggarakan upakara Ngusaba Kapitu. Seperti biasa setiap tahun menjelang ngusaba ini terkendala persoalan sampah, sarana komunikasi, insfrastruktur jalan dan fasilitas terminal. Untuk mengetahui lebih jelas hal itu, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama manajemen pengelola Pura Besakih dan pejabat perangkat daerah terkait di jajaran Pemkab Karangasem turun langsung ke lokasi memantau situasi serta arus lalu lintas menjelang ngusaba di Pura Dalem Puri Besakih, Sabtu (28/1).

BUPATI JEMBRANA - Ribuan umat Hindu memadati Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo yang berdiri di kawasan Balai Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Rabu (25/1). Kegiatan ini serangkaian pujawali yang juga bertepatan dengan hari raya Pagerwesi. Turut hadir menghaturkan bakti persembahyangan yang dirangkaiakan dengan kegiatan bhakti panganyar hari itu, Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Plt. Sekda Jembrana I Made Sudiada serta jajaran pejabat dan pegawai di lingkup Pemkab Jembrana.

13 - 19 Februari 2017

13


A KT I V I TA S BUPATI KLUNGKUNG - Air bersih menjadi persoalan serius masyarakat Kabupaten Klungkung terutama di Nusa Penida. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memerintahkan Dinas PU dan PDAM mencari solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Kedua institusi ini diminta segera melakukan langkah-langkah kongkret. Hal itu dikatakannya pada kunjungan kerja (kunker) melihat pengelolaan air bersih di Desa Karang Rejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Senin (30/1).

MBP/ist

MBP/ist

WABUP KLUNGKUNG - Kabupaten Klungkung berhasil meraih piala Anugerah Wahana Tata Nugraha (WTN) Presiden Republik Indonesia tahun 2016. Penghargaan bidang perhubungan darat bagi kota kecil di Indonesia ini diterima Wakil Bupati Klungkung Made Kasta. Penghargaan WTN diserahkan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Puji Hartanto di Hotel Marlynn Park, Jakarta, Selasa (31/1). Acara penyerahan dihadiri gubernur dan bupati/wali kota se-Indonesia.

MBP/ist

MBP/ist

14 13 - 19 Februari 2017

BUPATI KLUNGKUNG - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menerima Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LHE AKIP) dari Menteri PANRB, Asman Abnur di Kantor Gubenur Jawa Timur, Surabaya, Selasa (31/1). Hasil laporan tersebut menjadi evaluasi kinerja agar lebih fokus dan selektif pada kegiatan yang benarbenar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

SAMSUNG - Samsung meresmikan kembali Samsung Experience Store (SES) terbaru di Cellular City, Teuku Umar, Denpasar. Peresmian ini langsung dilakukan Presiden Samsung Korea Mr. Jae Hoon Kwon bersama Mr. Dijen Gien So serta Samuel Kevin, pemilik retail store handphone Cellular City. Samsung Store ini dinobatkan sebagai tempat penjualan serta pelayanan purnajual Samsung terbesar di Indonesia.


DPRD BULELENG - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Gesing yang dilanda banjir hingga mengakibatkan proses belajar mengajar siswa tak berlangsung, ditinjau anggota DPRD Buleleng, Putu Mangku Mertayasa, S.H., Selasa (31/1). Supaya aktivitas sekolah kembali normal, pemkab melalui instansi terkait diharapkan mempercepat pelaksanaan penanganan. Demikian juga dengan perbaikan kerusakan yang ada.

MBP/ist

MBP/ist

PEMKAB KLUNGKUNG Untuk meningkatkan nilai jual kerajinan Kabupaten Klungkung, perlu adanya inovasi agar diminati konsumen dan terserap maksimal di pasaran. Pemkab Klungkung akan memberikan motivasi dan pelatihan kepada perajin gerabah. Lewat pelatihan ini diharapkan karya yang dihasilkan tidak hanya cobek dan caratan untuk upakara, namun juga memiliki nilai seni dan ciri khas.

PEMKAB TABANAN - Upaya Pemkab Tabanan untuk selalu berbenah diri dan meningkatkan kinerja, utamanya menyangkut akuntabilitas, terus dilakukan. Hal tersebut rupanya mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB). Penyerahan LHE AKIP tersebut berlangsung di Ruang Rapat Hayam Wuruk Kantor Gubernur Jawa Timur, Selasa (31/1).

MBP/ist

MBP/ist

BANK MANTAP - Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) menghelat ajang tahunan Festival Mantap Indonesia sebagai puncak rangkaian HUT ke-2 perseroan serta meningkatkan engagement kepada pensiunan dengan mengundang Persatuan Werdatama Republik Indonesia (PWRI) dan Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) dan persatuan purnawirawan dari PNS dan TNI/Polri. 13 - 19 Februari 2017

15


POLITIK

Tidak Punya Ikatan dengan PKI

P

olitik sarat dengan isu-isu kontraproduktif. Melakukan degradasi atas pencitraan lawan politik pun sering dilakukan. Menyikapi hal ini DPP PDI Perjuangan mengeluarkan penjelasan dan instruksi mengenai isu dan propaganda yang mengkaitkaitkan partai ini dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ajaran komunisme. Langkah ini tentu ingin menegaskan kepada kader Banteng untuk selalu bergerak menjadi pangawal NKRI. Penjelasan dan instruksi yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto membantah isu itu, sekaligus menegaskan bila PDI Perjuangan merupakan partai yang berasaskan Pancasila. Segenap anggota, kader dan pengurus partai hingga tingkat bawah juga diminta mensosialisasikan itu ke masyarakat. “Instruksi Ketua Umum itu untuk memberikan penegasan kepada masyarakat secara umum bahwa PDI Perjuangan itu tidak ada kaitannya dengan PKI dan juga tidak ada kaitannya

Megawati

16

dengan ajaran-ajaran komunisme,� ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Dr.Ir. Wayan Koster, M.M. Di internal partai sendiri, lanjut Koster, seluruh jajaran partai baik pengurus, kader dan simpatisan agar memahami bila PDI Perjuangan berasaskan Pancasila. Situasi ini harus dipahami sehingga bisa menjelaskan pula kepada masyarakat. Menurutnya, isu yang dilemparkan pihak-pihak tertentu dan tidak bertanggung jawab itu hanya ingin memperkeruh suasana kehidupan bermasyarakat. “Tujuannya untuk mengacaubalaukan secara politik, tentunya tidak terlepas dari adanya pemilihan kepala daerah serentak 15 Februari,� jelasnya. Koster meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan isu yang mengkait-kaitkan PDI Perjuangan dengan PKI dan ajaran komunisme. Sebab, isu itu dihembuskan hanya untuk membuat bangsa ini tidak kondusif. l Rindra

PDI Perjuangan adalah partai yang beras askan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembentukan UUD 1945. PDI Perjuangan tidak memiliki kaitan apapun dengan PKI maupun ajaran komunisme karena PDI Perjuangan partai nasionalis yang menjujung tinggi dan melaksanakan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, demokrasi dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila.

13 - 19 Februari 2017

16


Jangan Pilih Pemimpin yang Tak Berpihak pada Bali BALI harus melakukan terobosan nyata dalam mengawal budaya dan tantangan investasi ke depan. Basa-basi dan retorika dalam pengelolaan Bali ke depan jangan lagi menjadi model. Pemimpin Bali ke depan hendaknya cakap, profesional mengawal budaya Bali dan berpihak pada kepentingan pelestarian budaya, alam, dan manusia Bali. Pemimpin Bali ke depan jangan menjadi perpanjangan kepentingan-kepentingan personal yang hanya menjadikan keuntungan ekonomi sebagai tujuan strategis. Dalam memilih pemimpin Bali ke depan yang paling penting adalah track record atau rekam jejaknya. Rangkuman pemikiran ini diutarakan anggota DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Nyoman Dhamantra kepada Indonesia Net Work, Bali TV dan Bali Post di Jakarta, baru-baru ini. Putra Bali yang telah lama bergelut dengan kebijakan–kebijakan politis di Senayan ini mengatakan, kondisi Bali saat ini hendaknya menjadi bahan evaluasi untuk menentukan arah pembangunan Bali ke depan. Kebijakan pengelolaan ruang, pendekatan budaya dan kebijakan ekonomi Bali harus menjadi bahan rujukan. ‘’Bali yang sarat retorika, basa-basi telah membuat manusia Bali berada dalam posisi yang termarginalisasikan. Bali harus dijaga oleh rakyat dan pemimpinnya. Bali jangan lagi dikelola dengan cara-cara yang bertentangan dengan kearifan lokalnya,’’ ujarnya. Pemimpin Bali harus memfasilitasi terjadinya pengawalan hak-hak adat oleh krama Bali. Pemimpin Bali tak boleh abai dalam hal ini. Ilustrasi yang disampaikannya pun tergolong rasional. Ia memband-

ingkannya dengan Betawi. Ia mengatakan ketika penduduk Betawi terpinggirkan pembangunan Jakarta tetap masif dan kencang. Ini karena Jakarta merupakan pusat pertumbuhan ekonomi dan pusat kebijakan politik. Gesekan dan persaingan profesionalisme terjadi di Jakarta mencakup segala lini. Namun, hal itu tidak akan terjadi di Bali. Jika masyarakat Bali atau penduduk Bali sebagai pengusung budaya Bali dipinggirkan, jangan harap Bali bisa tumbuh dan berkembang. Investasi akan hancur dan terus merugi. Bali itu memiliki karakteristik yang jelas dan beda. Untuk itulah haruslah lebih arif dalam mengelola Bali. Untuk itu diperlukan pemimpin yang paham terhadap Bali dan siap mengawalnya. ‘’Saya pihak pertama yang menentang jika pembangunan Bali dilakukan dengan cara-cara merusak alam. Ini cara–cara yang harus dihindarkan jika ingin berivestasi di Bali. Jangan serakah, jangan rakus, dan jangan hanya berorientasi pada keuntungan dalam mengelola Bali,’’ tegasnya. Dhamantra juga mengatakan penempatan kearifan lokal dengan daya dukung manusia Bali yang berdaya saing merupakan langkah yang harus dijabarkan ke depan. Pemimpin Bali ataupun calon pemimpin Bali saat ini hendaknya menakar diri terlebih dulu. Potret diri ini penting ditunjukkan calon pemimpin Bali kepada publik agar pemilih Bali tahu kualitas calon pemimpinnya. Dengan kondisi ini diharapkan pemilih tepat dalam menentukan pilihan. Dhamantra juga mengatakan track record pemimpin Bali da-

lam dunia politik dan birokrat harus jelas. Jika merasa diri tak bersih dan dinilai memiliki kontribusi terhadap terjadinya pelanggaran terhadap hak-hak adat masyarakat Bali, semestinya berpikir untuk menjadi pemimpin yang diharapkan Bali ke depan. ‘’Jujur, bersih, dan memiliki keberpihakan yang jelas terhadap budaya Bali, alam Bali, dan manusia Bali, haruslah menjadi tolok ukur kepemimpinan Bali,’’ sarannya. Dari sisi kebijakan ekonomi, ia juga mengingatkan agar pemimpin Bali masa depan tak menjadikan Bali sebagai pasar. Artinya, jangan menjadikan Bali sebagai lahan investasi yang bisa dikelola dengan cara-cara yang melawan kearifan lokal. ‘’Jangan jadi pemimpin yang menjual semua kekayaan Bali hanya demi kepentingan-kepentingan ekonomi. Ingat, tanggung jawab pemimpin Bali adalah melakukan pewarisan yang terukur agar generasi muda Bali ke depan bisa tetap hidup nyaman dan sejahtera di tanah Bali,’’ sarannya. Untuk itu, ia pun berharap ke depan ada langkah yang jelas dari pemimpin Bali dalam menyiapkan generasi muda Bali sebagai SDM yang memiliki daya saing. Program-program strategis yang memberikan ruang lahirnya generasi profesional harus disiapkan. ‘’Bali harus tetap memiliki keberpihakan terhadap generasinya. Jangan hanya mengedepankan kepentingan ekonomi tanpa melihat siapa penikmatnya dan sejauh mana keterlibatan krama Bali,’’ ujarnya lagi. Dhamantra juga mengingatkan pemilih di Bali juga harus cerdas jangan lagi terjebak basa-basi. Lihat kinerja para kandidat, lalu putuskan pilihan terbaik untuk Bali. l Dira Arsana

’’Bali yang sarat retorika dan basa-basi telah membuat manusia Bali berada dalam posisi yang termarginalkan. Bali harus dijaga oleh rakyat dan pemimpinnya. Bali jangan lagi dikelola dengan cara-cara yang bertentangan dengan kearifan lokal.’’ Nyoman Dhamantra 13 - 19 Februari 2017

17

17


KIPRAH REMAJA

Semut Production

S

Berkarya dengan Semangat Kebersamaan

emut Production. Itulah komunitas seni yang dibentuk 40 orang mahasiswa Semester V Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Gerak komunitas seni berlogo semut sedang menari ini memang terinspirasi dari aktivitas kehidupan koloni semut yang lekat dengan semangat gotong royong dan kebersamaan. “Kami sepakat mengusung nama Semut Production sebagai nama komunitas kami karena kelahiran komunitas ini memang dilandasi semangat gotong royong dan kebersamaan. Melalui wadah ini, kami ingin berkarya bersama-sama dengan teman-teman seangkatan di ISI Denpasar, berproses dan maju bersama-sama dalam menyemarakkan panggung seni pertunjukan sesuai kompetensi keilmuan yang kami miliki,” Ketua Semut Production I Nyoman Krisna Satya Utama. Menurut Krisna Satya Utama, pembentukan Semut Production sejatinya ditujukan untuk mengimplementasikan teori ke dalam bentuk praktik yang diajarkan pada mata kuliah Tata Kelola Seni Pertunjukan. Di akhir mata kuliah ini, dia bersama rekan-rekannya diwajibkan menggelar sebuah pertunjukan dan dipertontonkan kepada publik sebagai bahan penilaian utama. Menariknya, mereka dituntut mempersiapkan pertunjukan itu secara profesional. Mulai dari aspek administrasi, manajemen sekaligus memproduksi karya dengan matang sehingga mampu menjelma menjadi sebuah pertunjukan yang layak jual sekaligus pantas diapreasiasi oleh penikmat seni di Bali dari segi kualitas. “Sebagai kiprah perdana Semut Production, kami sudah menggulirkan pertunjukan bertajuk “D’Janus : Januari Ungkap Seni” yang berdurasi sekitar tiga jam lebih, Sabtu (21/1) lalu,” ujarnya. Sebagai kandidat sarjana seni tari, kata Krisna Satya Utama, pihaknya tidak hanya dituntut piawai menari dan mencip-

18

13 - 19 Februari 2017

MBP/wayan sumatika

Salah satu adegan dalam koreografi tari “Rta” yang merupakan karya perdana Semut Production.

takan karya tari sesuai kompetensi keilmuan yang diajarkan di bangku kuliah. Namun, pihaknya juga ditantang untuk mampu membiayai sendiri pertunjukan tersebut, mencari artis pendukung acara sekaligus menjual pertunjukan itu kepada publik. “Tentunya, ini pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Di sini, konsentrasi kami tidak hanya terfokus untuk menari dan membuat karya tari semata. Tapi, berjuang sendiri untuk mendanai pertunjukan, menata panggung dan lighting termasuk menyakinkan kepada publik bahwa event yang kami gelar memang layak diapresiasi secara kualitas. Yang terpenting lagi, di sini kami dituntut mampu bekerja dalam team work yang kompak karena seluruh rangkaian proses pertunjukan itu harus ditangani secara mandiri,” ujarnya. Menurut Krisna Satya Utama, “D’Janus : Januari Ungkap Seni” ini menampilkan pertunjukan seni musik, lawak dan seni tari. Khusus untuk materi musik dan lawak, pihaknya menampilkan bintang tamu Bayu Cuaca dan Balawan (seni

musik) serta Kartono cs (lawak). Sementara untuk seni tari, Semut Production secara khusus menggarap koreografi tari “Rta” yang mengusung tema Tri Hita Karana dan Karmaphala. Ikut tampil juga Gung Dalem cs yang mempersembahkan sebuah karya tari kontemporer. “Divisi Produksi Semut Production hanya menggarap sebuah koreografi tari saja. Sementara untuk materi musik dan lawak, kami mengundang seniman-seniman Bali yang memang sudah eksis di bidangnya. Tantangan terberat kami dalam menggelar event ini adalah dari segi pendanaan. Kami harus mampu menyakinkan pihak sponsor agar mau mem-back up pertunjukan ini dari segi pendanaan. Selain itu, kami juga dituntut profesional dan bertanggung jawab dari segi kualitas pertunjukan karena penonton yang menikmati pertunjukan ini dikenai tiket masuk alias berbayar. Jadi, penonton harus mendapatkan kepuasan yang sepadan dengan biaya yang telah mereka keluarkan,” tegasnya. l Wayan Sumatika


AKTIVITAS

MBP/ist

SENATOR WEDAKARNA - Senator DPD-RI utusan Provinsi Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menunjukkan ketegasannya pada pemerintah pusat terkait dengan program Pariwisata Indonesia tahun 2017. Salah satunya penolakan digunakan istilah “10 Bali Baru� yang dipakai oleh pemerintahan Jokowi untuk menyebut 10 wilayah destinasi wisata baru di Indonesia yakni Danau Toba, Kepulauan Seribu, Kota Tua Jakarta, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Mandalika, Borobudur, Bromo Tengger, Wakatobi, Pulau Morotai dan Labuan Bajo.

MBP/ist

PEMKAB BADUNG - Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) atas kinerja tahun 2016, nilai akuntabilitas kinerja Pemkab Badung mengalami peningkatan positif dari 75,89 menjadi 76,37 dengan meraih predikat BB gemuk. Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PAN dan RB Asman Abnur, S.E., M.Si. didampingi Gubernur Jawa Timur Sukarwo, Deputi BPKP Pusat serta Deputi Akuntabiltas dan Pengawasan Muhamad Yusuf Ateh di Kantor Gubernur Jawa Timur, Selasa (31/1).

MBP/ist

LEVEL 21 MALL - Kota Denpasar yang menyandang predikat sebagai kota tujuan wisatawan mancanegara sudah selayaknya menjaga citranya yang bersih dan asri. Level 21 Mall sebagai perusahaan swasta yang berkedudukan di jantung Kota Denpasar turut berpartisipasi aktif dalam program Clean and Green Kota Denpasar melalui Corporate Social Responsibility (CSR) yang diterapkan dalam bentuk kerja sama pengelolaan sampah di depo sampah Jalan Pulau Seram bersama dengan banjar setempat dan Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup.

MBP/ist

FELICE JEWELLERY - Setelah sukses dengan pameranpameran sebelumnya, Felice Jewellery kembali menggelar pameran perhiasan emas dan berlian mulai Jumat (27/1) hingga Senin (30/1). Pameran dilaksanakan di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Kali ini kembali ada promo untuk cincin Black Diamond Solitaire 1 karat. 13 - 19 Februari 2017

19


MANCANEGARA

Kontroversi Kebijakan Migran Trump

S

epak terjang Presiden As Donald Trump mengundang kecaman dari banyak pihak. Kebijakan sang Presiden untuk melarang warga negara dari 7 negara masuk ke AS agaknya membuat banyak warga dunia berang. Meski banyak yang menentang, namun ternyata ada pula yang setuju dengan hal itu. Menteri Luar Negeri (Menlu) Uni Emirat Arab (UEA) Abdullah bin Zayed al-Nahyan membela kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang membatasi dan melarang imigran asal tujuh negara Muslim yang dianggap berbahaya. Menlu UEA menyebut kebijakan Trump itu tak ditargetkan pada agama dan bukan Islamofobia. Tujuh negara Muslim Timur Tengah dan Afrika yang terkena dampak kebijakan

20

13 - 19 Februari 2017

imigrasi Trump adalah Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman. Kebijakan Trump itu telah memicu protes di seluruh wilayah AS dan di luar negeri. Empat negara bagian AS telah mengajukan gugatan atas keputusan Presiden Trump yang mereka anggap diskriminatif. Menlu Abdullah mengatakan kebanyakan warga Muslim dan negara-negara Muslim tidak termasuk dalam daftar larangan tersebut. Negara-negara yang terkena dampak, kata dia, memang sedang menghadapi tantangan yang harus diatasi. ”AS telah mengambil keputusan di dalam (wilayah) Amerika yang berdaulat,” katanya pada konferensi pers bersama dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov di Ibu Kota Abu Dhabi. ”Ada upaya untuk memberikan kesan

bahwa keputusan ini ditargetkan terhadap agama tertentu, tetapi apa yang dibuktikan pada pembicaraan ini tidak benar, seperti apa yang pemerintah AS sendiri katakan bahwa keputusan ini tidak ditujukan pada agama tertentu,” lanjut Abdullah. Seperti diketahui, Presiden Trump pada hari Jumat pekan lalu menandatangani perintah eksekutif yang membatasi dan melarang imigran asal tujuh negara Muslim tersebut untuk memasuki wilayah AS. Tujuannya, untuk meningkatkan keamanan nasional AS. Sebuah jajak pendapat menunjukkan lebih banyak warga Amerika Serikat yang mendukung perintah eksekutif Presiden Donald Trump tentang larangan masuk bagi warga negara mayoritas Muslim, meskipun tak sedikit pula kritik dan kecaman yang


Poin-poin Kebijakan Trump

menghujani peraturan tersebut. Survei yang dilakukan 30-31 Januari itu menunjukkan sekitar 49 persen warga Amerika usia dewasa menyambut baik kebijakan Trump ini. Sementara 41 persen responden lainnya menentang dan 10 persennya tidak merespons aturan kontroversial tersebut. Di sisi lain, jajak pendapat ini juga hampir dilakukan pada seluruh tingkatan partai besar AS. Sekitar 53 persen anggota Demokrat “sangat tidak setuju” dengan aksi Trump memblokir warga dari tujuh negara Muslim untuk masuk ke AS. Sementara, 51 persen Partai Republik mengaku “sangat setuju.” Hampir serupa, survei yang dilakukan Reuters/lpsos menemukan sekitar 31 persen warga Amerika merasa “lebih aman” dengan adanya aturan imigrasi ini. Sementara 26 persen responden lain justru merasa “kurang aman” dengan larangan tersebut. Sekitar 38 persen warga merasa AS telah memberikan contoh yang benar dalam menghadapi terorisme. Sementara 41 persen responden lain menganggap Amerika sebagai contoh negara yang buruk dalam menghadapi isu ini. Sebagian besar Partai Demokrat mengatakan bahwa “AS harus terus menerima imigran dan pengungsi masuk.” Di sisi lain, sebagian besar Partai Republik justru menganggap “pelarangan ini diperlukan Amerika untuk mencegah penyebaran terorisme.” Sementara itu sebagian negara-negara Teluk Arab absen untuk mengecam larangan dari Pemerintah Trump tersebut. Dari lima negara sekutu dekat AS—Arab Saudi, Kuwait, UEA, Qatar dan Bahrain, hanya Qatar yang menyatakan tidak setuju dengan kebijakan Trump. Qatar berharap Washington akan meninjau ulang larangan bagi imigran tujuh negara Muslim itu untuk memasuki AS. ”Ketika muncul dalam kerangka Muslim, saya pikir ini adalah sesuatu yang akan kita lawan,” kata Menlu Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani. Hal senada diungkapkan Sekretaris Jendral Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. Dia menyerukan agar kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dicabut. Guterres menyebut kebijakan itu tidak akan mencegah terorisme masuk ke AS. “Saya pikir langkah ini (kebijakan imigrasi Trump) seharusnya dihapus segera, bukannya nanti-nanti,” tutur Guterres. “Langkah ini melanggar prinsip dasar kita dan saya pikir itu tidak efektif jika memang tujuannya adalah untuk, sungguh-sungguh, menghindari teroris masuk ke Amerika Serikat,” imbuhnya. Guterres menjabat Sekjen PBB menggantikan Ban Ki-moon

p Menangguhkan Program Penerimaan Pengungsi AS selama 120 hari. p Larangan tidak terbatas untuk pengungsi Suriah. p Penangguhan 90 hari berlaku bagi setiap orang yang berasal dari tujuh negara mayoritas Muslim - Irak, Suriah, Iran, Libia, Somalia, Sudan, dan Yaman. p Sejumlah kategori visa, seperti diplomatik dan PBB, tidak termasuk dalam penundaan ini. p Prioritas akan diberikan kepada minoritas agama yang menghadapi penyiksaan di negara mereka. Dalam sebuah wawancara Trump menyebutkan penganut Kristen di Suriah. p Sekitar 50.000 pengungsi akan diterima di AS pada 2017, berkurang drastis dari jumlah yang telah ditetapkan Presiden Barack Obama. p Penangguhan Visa Interview Waiver Program, yang mengizinkan pejabat konsular untuk membebaskan sejumlah pendaftar dari wawancara tatap muka, jika mereka tengah berupaya mengajukan visa sementara yang kedaluarsa dalam satu tahun. p Pengecualian akan diberlakukan berdasarkan kasus per kasus. p Larangan juga berlaku bagi orang dengan dua kewarganegaraan -yang salah satunya masuk dalam tujuh negara tersebut. p Pengadilan AS memutuskan penundaan deportasi pengungsi p Trump batasi jumlah pengungsi demi lindungi AS dari ancaman teroris Islam radikal.

sejak 1 Januari lalu. Menurutnya, melarang warga dari negaranegara mayoritas muslim tidak akan mencegah organisasi teroris melancarkan serangan terhadap AS. “Kita berhadapan dengan organisasi teroris yang sangat canggih. Jika organisasi teroris global akan menyerang negara seperti Amerika Serikat, mereka tidak mungkin datang dengan orang berpaspor negara-negara yang menjadi titik panas konflik saat ini. Mereka mungkin datang dengan paspor dari negara yang paling kredibel dan maju di dunia, atau mereka mungkin memanfaatkan orang-orang yang sudah ada di AS,” tandas Guterres. Akankah kebijakan ini menjadi bumerang bagi AS. l Gugiek Savindra 13 - 19 Februari 2017

21


DAERAH Sejumlah petugas BPBD Kabupaten Badung melakukan pemotongan batang pohon perindang yang menimpa sebuah mobil di Jalan By-pass Ngurah Rai, Jimbaran, Selasa (31/1) lalu.

Angin Kencang, Pohon Perindang Bertumbangan

C

uaca yang kurang bersahabat beberapa hari terakhir, membuat beberapa bencana melanda. Tidak hanya badai pasir di kawasan Kuta, hujan disertai angin kencang juga menyebabkan banyak pohon tumbang. Pohon perindang bertumbangan di wilayah Badung maupun Denpasar, Selasa (31/1) lalu. Akibat kejadian ini, sejumlah mobil tertimpa pohon tumbang. Bukan hanya itu, tiga orang yang tertimpa pohon saat melintas di Jalan Hasanudin (dua orang) dan jalan ke Serangan (seorang), mengalami luka-luka. Di kawasan Jalan By-pass Ngurah Rai, Jimbaran, sebuah mobil Suzuki Swift hitam dengan nomor polisi DK 890 IQ tertimpa pohon perindang. Beruntung, tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. Namun saat proses evakuasi dan pemotongan batang pohon, arus lalu lintas dari arah Nusa Dua sempat mengalami kemacetan. Pemilik mobil Anthony A. Tanuwidjaja menuturkan, saat kejadian dirinya sedang menuju sebuah toko di dekat mobilnya diparkir. Sekitar pukuk 15.18 Wita saat hujan disertai angin kencang, tiba-tiba pohon perindang yang berada di dekat mobilnya parkir tumbang. Pohon tersebut menimpa bagian depan mobil, sehingga kaca dan bagian atap mobil mengalami kerusakan parah. Untuk menanganinya, Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung dibantu pihak kepolisian melakukan evakuasi dan pembersihan kawasan tersebut. Hujan disertai angin kencang juga melanda kawasan Denpasar dan sekitarnya, menyebab-

22

13 - 19 Februari 2017

kan sejumlah pohon perindang tumbang. Akibatnya, dua orang yang sedang melintas di Jalan Hasanudin tertimpa pohon tumbang. Dua orang tersebut yakni Nengah Sudiarti (39) yang mengalami luka robek di dahi dan bengkak di bibir. Satunya lagi Gede Parwita (40) mengalami lecet di kaki. Keduanya dilarikan ke RSUP Sanglah untuk mendapatkan penanganan. Plt. Kepala BPBD Kota Denpasar I Made Prapta mengatakan, akibat hujan lebat dan angin kencang yang melanda Denpasar, menyebabkan sejumlah pohon perindang tumbang. Tim BPBD Denpasar bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan segera turun untuk melakukan evakuasi pohon tumbang. Dari laporan BPBD Denpasar, selain di Jalan Hasanudin, pohon tumbang juga terjadi di Jalan Mertasari, Sanur. Pohon yang tumbang menghalangi arus lalu lintas. Sementara di Jalan Badak Agung XI, pohon tumbang menimpa kabel listrik. Di tempat ini tidak sampai menutup badan jalan, karena posisinya di pinggir. Di tempat lain, yakni Jalan A. Yani, sebuah pohon tumbang menimpa sebuah mobil. Beruntung, kerusakan kendaraan warna putih tersebut tidak terlalu berat. Hanya bagian depan yang penyok, tetrimpa dahan pohon. Pohon tumbang juga terjadi di Renon, tepatnya di depan rumah jabatan Gubernur Bali. Petugas BPBD Posko Renon juga telah melakukan penanganan. Sementara di Kesiman, sebuah pohon cukup besar juga roboh melintang di Jalan Waribang. l Tim MBP

Hujan deras yang mengguyur Buleleng, Minggu malam, mengakibatkan longsor di Desa Sekumpul.


Longsor di Sekumpul Sawan

Jalan Amblas, Warga Empat Desa Kesulitan Air Bersih TINGGINYA curah hujan yang melanda Kabupaten Buleleng tak hanya mengakibatkan longsor di wilayah Desa Munduk Kecamatan Banjar hingga menimpa salah satu rumah warga. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan objek wisata air terjun Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan. Jalan setapak yang menjadi jalur pengunjung amblas. Tak hanya itu, pipa yang mengalirkan air bersih ke empat desa juga terputus. Kepala Desa Sekumpul, Made Suarta, Selasa (31/1) mengungkapkan longsor tersebut diperkirakan terjadi Minggu (29/1) malam. Lokasinya berada di dua titik. Hal tersebut mengakibatkan pipa yang mendistribusikan air bersih ke Desa Sawan, Desa Menyali, Desa Bebetin dan Desa Sudaji putus. Sebagai dampaknya, ribuan KK terancam krisis air. “Longsor juga menyebabkan jalan di objek wisata amblas,” terangnya. Dampak longsor itu, kata dia sampai kemarin belum selesai tertangani. Supaya prosesnya lebih cepat, pemerintah daerah pun diharapkan bisa memberikan bantuan. Sementara itu, Kepala Desa Sawan, I Nyoman Wira mengatakan berdasarkan hasil pengecekannya

ke lapangan, pipa ke wilayahnya juga putus sekitar 20 meter. Dampaknya dirasakan oleh warga di Dusun Kanginan sekitar 300 KK dan di Kawanan 100 KK. Supaya tak terus krisis, pemenuhan air bersih bagi warga tersebut dilakukan dengan sistem bergilir. Air yang didistribusikan berasal dari sumber lain. “Sementara pembagian air secara bergiliran. Itu untuk kebutuhan minum warga,” ucapnya. Dampak serupa juga dirasakan sekitar 800 KK di Desa Menyali. Pascaputusnya pipa, mereka harus antre mendapatkan air dari sumber di Desa Bebetin. Akibat kebutuhan mendesak, beberapa juga terpaksa memanfaatkan air sungai. “Upaya perbaikan sudah kami koordinasikan dengan PU dan BPBD. Namun, karena terkendala cuaca, pengecekan sedikit terhambat,” kata Perbekel Menyali Gede Jayaharta. Kepala BPBD Buleleng, Made Subur mengaku belum menerima laporan pipa yang putus itu. “Yang kami terima hanya longsor. Untuk pipa putus, akan kami cek,” tandasnya. l Sosiawan

13 - 19 Februari 2017

23


K E S E H ATA N

Minim Pengetahuan Seksual Picu Kehamilan Tak Diinginkan 24

13 - 19 Februari 2017

R

emaja adalah masa transisi dari anak ke masa dewasa, di masa ini remaja dapat mengalami masalah. Banyak faktor yang dapat berpengaruh terhadap perilaku remaja, terutama faktor lingkungan, pergaulan termasuk dampak buruk perkembangan teknologi telepon pintar yang tidak terbendung dan cenderung di konten tertentu memicu pergaulan dan seks bebas. Salah satu dampak buruk akan kebebasan yang ‘kebablasan’ itu adalah Kehamilan tidak diinginkan/unwanted pregnancy atau yang disingkat KTD. KTD menggambarkan adanya kehamilan oleh suatu sebab yang keberadaannya tidak diinginkan atau tidak diharapkan oleh calon orang tua bayi tersebut atau ibu hamil dan/atau lingkungan sekitarnya. Dijumpai tidak hanya pada remaja yang belum menikah, juga pada perempuan berstatus menikah yang tidak ingin anak lagi atau ingin menjarangkan kelahiran berikutnya tetapi tidak menggunakan kontrasepsi (unmeet need). Hidup sebuah pilihan, konsekuensi dari kondisi kehamilan yang tidak direncanakan, atau “karena bencana� ada dua pilihan. Pertama, tetap melanjutkan kehamilannya. Kedua, tidak melanjutkan kehamilannya atau melakukan upaya menggugurkan kandungannya (tidak dianjurkan). KTD berakibat pada usaha-usaha menghentikan proses kehamilan (dengan sengaja). Klasifikasi KTD dibedakan menjadi mistimed pregnancy (kehamilan tidak berada dalam waktu yang tepat) dan unwanted pregnancy (kehamilan yang tidak diinginkan).


Kehamilan tidak pada waktu yang tepat ini dikenal sebagai kehamilan yang tidak direncanakan (unplanned pregnancy). Keduanya dibedakan karena alasannya. Kehamilan jenis pertama bukan persoalan tidak menghendaki kehamilan, tetapi waktunya yang tidak tepat. Ada kebutuhan ruang dan waktu untuk si ibu hamil dan melahirkan. Sementara itu, kehamilan tidak diinginkan sebenarnya lebih pada persoalan keberadaan kehamilannya. Pada remaja KTD terjadi karena ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat mengakibatkan kehamilan, dan/atau karena pemerkosaan. Dampak KTD dapat menimbulkan masalah bagi remaja, keluarga, maupun lingkungan sosial, di antaranya dampak fisik-status kesehatan fisik rendah, perdarahan, komplikasi dan kehamilan bermasalah; psikologis-tidak percaya diri, stres, malu; sosial-prestasi sekolah rendah atau drop out dari sekolah, penolakan atau pengusiran oleh keluarga, dikucilkan oleh masyarakat, tingkat ketergantungan keuangan yang tinggi, bahkan kemiskinan, sedangkan dampak bagi anak yang dilahirkan akan mengalami status kesehatan yang rendah, keterlambatan perkembangan intelektual dan masalah sosial lainnya. Perilaku hubungan seksual pranikah dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, sosial, dan ekonomi bagi remaja itu sendiri maupun keluarganya. KTD dapat memicu aborsi, pengakhiran atau pengguguran kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu, sebelum janin dapat hidup di luar kandungan secara mandiri. Tindakan aborsi tentu mengandung risiko yang tinggi. Kehamilan yang disebabkan oleh hubungan seksual pranikah dapat memicu aborsi spontan atau buatan pada remaja. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, kehamilan remaja adalah hamil di usia 10-19 tahun. Sedangkan menurut kementerian Kesehatan kehamilan remaja terjadi pada usia 10-20 tahun. Di Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 persentase nikah dini usia 15-19 tahun sebesar 41,9% dan usia 10-14 tahun sebesar 4,8%. Masalah ini dipengaruhi beberapa faktor antara lain: socialbudaya, psikologis, pendidikan, ekonomi, kesejahteraan, dan lingkungan. Risiko yang harus dihadapi remaja yang mengalami kehamilan berupa: masalah tanggung jawab belum mampu menyelesaikan masalah, organ fisik-biologis, dan psikologis belum matang, belum siap memiliki anak, berisiko KTD, persalinan prematur, dan

bayi berat lahir rendah (BBLR), kesulitan persalinan akibat belum berkembangnya tulang panggul. Risiko KTD meliputi: risiko medis, aborsi tidak aman berkontribusi pada kematian ibu dan bayi, dan gangguan Kesehatan lain. Risiko psikologis, rasa bersalah, depresi, marah, agresi, tidak ingin dan tidak siap hamil. Risiko psikososial, ketegangan mental, dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba berubah, tekanan masyarakat yang mencela dan menolak keadaan tersebut, dikucilkan dari masyarakat dan hilang kepercayaan diri. Risiko bagi masa depan dan janin, terganggunya kesehatan, risiko kelainan janin dan kematian tinggi, risiko pernikahan dini dan pengguguran kandungan, putus sekolah, jika bayi dilahirkan masa depan anak terlantar, perkembangan bayi terhambat, BBLR. Pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan merupakan salah satu peran keluarga berencana (KB), dimana menunjang tercapainya Kesehatan ibu dan bayi melalui kehamilan yang diinginkan dan berlangsung pada saat yang tepat. Pelayanan KB bertujuan untuk menunda dan menjarangkan kehamilan pada keluarga. Prioritas pelayanan KB adalah pasangan usia subur yang kondisi ibu yang terlalu muda (usia kurang 20 tahun), terlalu banyak anak (lebih dari 3 orang), terlalu dekat jarak kehamilan (kurang dari 2 tahun) dan terlalu tua (lebih dari 35 tahun). Keluarga Berencana (KB) tidak semata-mata berbicara masalah kontrasepsi juga untuk perannya menciptakan keluarga sehat berkualitas dengan rencana, bukan karena bencana. Berdasarkan definisi organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan anak adalah mereka yang berusia 0 tahun sampai dengan 18 tahun. Usia 18 tahun bukan sebagai pembenaran bahwa seorang wanita ataupun laki-laki siap untuk menikah dan melahirkan atau melanjutkan keturunan. Ada banyak faktor yang harus dipersiapkan bagi seorang wanita untuk melanjutkan keturunan di antaranya kesiapan fisik, mental, emosional dan sebagainya. Faktorfaktor tersebut akan membantu orang tua mempersiapkan keturunannya (baca anak) agar menjadi manusia seutuhnya. Orang tua yang melahirkan pada usia muda memiliki kecenderungan di kemudian hari juga akan melahirkan pada usia yang muda. Banyak sekali risiko yang akan terjadi jika seorang wanita melahirkan pada usia yang muda, di antaranya bayi lahir muda dengan berat bayi lahir rendah, bahkan kematian janin dalam kandungan. Jika

kemudian bayi bisa bertahan hidup maka dikemudian hari anak berisiko mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Gangguan pertumbuhan yang sering terjadi adalah berat badan tidak bertambah, anak pendek, gangguan nutrisi dsb. Gangguan perkembangan yang bisa terjadi diantaranya gangguan belajar, kecerdasan yang rendah, gangguan perilaku dsb. Ada baiknya orang tua senantiasa mendiskusikan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini serta mengenalkan pendidikan seks sehingga kedepannya dapat menghindari pernikahan dan kehamilan usia muda. Pendidikan seks dapat dimulai kapan saja. Lebih baik bagi orang tua untuk menjelaskan secara rinci tentang pendidikan seks kepada putra putri mereka dibandingkan jika mereka mendapatkan dari sumber yang tidak dipercaya seperti teman seusianya atau melalui media-media sosial lainnya. Jika merasa tidak mampu maka orangtua dapat menghubungi guru di sekolah untuk membahas permasalahan ini dan tentu saja tanpa memojokkan anak. Atau bisa juga menghubungi dokter kejiwaan (psikiater) atau dokter kandungan atau dokter anak. Sekolah yang baik adalah sekolah yang memberikan ruang bagi murid-muridnya untuk belajar segala sesuatu yang akan dihadapi mereka di masa depan dengan didukung oleh guru-guru yang berwawasan serta memiliki standar moral. Organisasi kesehatan Dunia dan Ikatan dokter anak di Amerika bahkan merekomendasikan penggunaan alat kontasepsi kepada remaja dengan berbagai bentuknya. Rekomendasi diberikan dengan persyaratan yang sangat ketat dan bertujuan untuk mencegah kehamilan dan penularan penyakit menular seksual.Ingat persyaratan untuk menggunakan kontrasepsi bagi remaja apalagi yang belum menikah sangat ketat. Di Indonesia penggunaan kontrasepsi pada remaja masih menjadi polemik mengingat kuatnya adat istiadat, budaya, norma agama, serta relasi orangtua dan anak. Keputusan ini tidak mudah namun kita senantiasa memiliki pilihanpilihan dalam hidup ini.Sebelum hal yang buruk terjadi maka persiapkan anak-anak kita untuk menghadapi masa depannya. Siapakan mereka untuk menghadapi tantangantantangan di depan mata. Dan semuanya bermula di rumah.Bermula dari keluarga di rumah. Jika ikatan keluarga kuat dan baik maka negara pun akan kuat dan maju. l I Gusti Ngurah Made Bayuningrat/dr. I Nyoman Arie Purwana, M.Sc., Sp.A 13 - 19 Februari 2017

25


LENSA

BERSIH SAMPAH

Seorang petugas PU membersihkan sampah di waduk muara Nusa Dua, Denpasar. Upaya pengangkatan sampah di waduk ini rutin dilakukan untuk menghindari menumpuknya sampah terutama pada cuaca penghujan. 26 13 - 19 Februari 2017

MBP/eka


OLAHRAGA

MBP/ap

Tim lari estafet Jamaika (dari kiri ke kanan) Usain Bolt, Michael Frater, Asafa Powell dan Nesta Carter di Olimpiade Beijing 2008.

L

Tetap Pensiun

egenda lari Jamaika Usain Bolt memutuskan tak akan tampil di Pesta Olahraga Persemakmuran (Commonwealth Games) 2018 di Australia. Meski ada waktu setahun untuk mempersiapkan diri, Bolt menyatakan dirinya akan pensiun usai Kejuaraan Dunia di London tahun ini. Bolt melengkapi ‘treble treble’ yakni memenangkan nomor lari 100m, 200m dan 4x100m di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu. Namun ia harus merelakan

medali emasnya di Olimpiade Beijing 2008 dikembalikan ke Komite Olimpiade Internasional (IOC) karena rekan setimnya Nesta Carter terbukti doping setelah dilakukan penelitian ulang terhadap sampelnya. Bolt yang total menghasilkan 8 emas Olimpiade, menjadi bagian dari tim estafet Jamaika yang memenangkan medali emas di Commonwealth Games 2014. Dia diharapkan melanjutkan kariernya dan tampil di Gold Coast saat digelarnya

Commonwealth Games 2018. “Tampil di sini dengan latihan keras hingga mencapai level bisa menang, itu tidak mungkin terjadi,” ujar Bolt kepada wartawan di Melbourne. Atlet berusia 30 tahun itu akan memimpin tim internasional “All Star” melawan tim dari Inggris, Tiongkok, Selandia Baru dan Jepang dalam seri Nitro Athletics, laporan Associated Press. l Yudi Winanto 13 - 19 Februari 2017

27


OLAHRAGA

Demi Tampil di Olimpiade PETINJU Kuba sudah dikenal seantero dunia di kancah Olimpiade. Mereka diklaim sebagai pengumpul medali emas terbanyak. Hanya sayangnya itu terjadi di tim putra. Generasi petinju Kuba ini menghadirkan tim putri. Mereka menargetkan diri tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Dukungan pemerintah diperlukan karena sejauh ini Federasi Tinju Kuba belum memberikan jawaban pasti. Idamelys Moreno dan selusin rekannya berlatih keras untuk membuktikan bahwa perempuan Kuba tidak hanya bisa memperlihatkan kecantikannya saja. “Saya mengharapkan diri saya tampil di Olimpiade Jepang 2020. Itu impian saya,” tegas Moreno. Olimpiade musim panas untuk pertama kali mempertandingkan cabang olah raga tinju pada 2012 di London. Moreno pun tampil di pesta olahraga multievent itu. Ia dan rekan-rekannya mengikuti program lari beberapa km setiap hari, angkat beban, memukul karung pasir dan sparring dengan rekan-rekannya. Ironinya itu terjadi setelah mereka disingkirkan dari sebuah gym karena sang pemilik bersikeras bahwa tinju perempuan tidak diizinkan. Akibatnya mereka mencari gym di luar kota untuk berlatih sendiri. Mereka dibantu Emilio Correa Jr, peraih medali perak Olimpiade, dalam mencari tempat latihan itu. Tinju menjadi cabang unggulan Kuba di Olimpiade. Sejauh ini tak kurang 72 medali emas berhasil diraih negeri di Karibia ini. Bintang-bintang tinju Kuba diantaranya Felix Savon, Teofilo Stevenson, Emilio Correa Sr., Julio Cesar La Cruz, Arlen Lopez dan Robeisy Ramirez. Tidak adanya tim tim putri di timnas Kuba itu mengundang keprihatinan banyak kalangan, tak terkecuali Namibia Flores Rodriguez. Bertahun-tahun dia berlatih tinju namun tak bisa tampil di Olimpiade. Ia sempat berlatih di AS dan membuat film dokumenter terkenal “Boxeadora” (2014) untuk mengkampanyekan hak petinju putri disamakan dengan putra yakni bisa ditampil di Olimpiade, laporan Associated Press. l Yudi Winanto

MBP/ap

Petinju Kuba Idamelys Moreno.

28 13 - 19 Februari 2017


Alih Profesi

GENERASI EMAS Inggris satu per satu mengundurkan diri. Inggris telah lama kehilangan David Beckham disusul kemudian Steven Gerrard. Terakhir the Three Lions harus merelakan salah satu gelandang terbaiknya Frank Lampard. Pekerja keras di lapangan tengah itu akhirnya gantung sepatu setelah 21 tahun berkiprah sebagai pemain yang atraktif dalam memberikan umpan dan juga menciptakan gol. Klub yang pernah dibela di antaranya West Ham United, Swansea, Manchester City di Liga Utama Inggris dan New York City (MLS). Karier terbaik ditunjukan saat menjadi gelandang Chelsea selama lebih dari satu dekade. Ia bermain 429 kali dan menghasilkan 147 gol dan menjadikan dirinya sebagai pemain tengah yang produktif. Dikenal dengan profesionalisme, kerja keras dan ketepatan menjemput bola di area penalti, pemain kelahiran 20 Juni 1978 itu, total bermain 649 kali dan

mencetak 211 gol sepanjang kariernya. Lampard bersama Chelsea menghasilkan tiga gelar Liga, empat piala FA dan satu Liga Champions pada 2012. Ia tak berbeda dengan penyerang Alan Shearer, Wayne Rooney dan Andy Cole untuk urusan mencetak gol. Lampard juga tak kalah lincah bila dibandingkan Ryan Giggs dan Gareth Barry dalam menggiring bola dan memberikan umpan. Di timnas, kariernya tidak begitu cemerlang. Ia tampil dalam 106 pertandingan menghasilkan 29 gol. Ia harus bersaing dengan Gerrard and Paul Scholes untuk mendapatkan posisi di tengah. Pelatih pun tak kalah pusing dalam menerapkan keseimbangan strategi bila mendapati tiga gelandang cemerlang di timnya. Ia juga menyulitkan sejumlah pelatih timnas untuk membuat keseimbangan “Saat menerima tawaran-tawaran menarik dari dalam dan luar negeri untuk terus bermain dalam usia 38 tahun, saya merasa inilah saatnya untuk memulai bab baru dalam hidup,� ujar Lampard seperti dituturkan kepada Associated Press.

Usai gantung sepatu, tidak berarti kariernya selesai di lapangan hijau. Ia kini akan berkutat dengan banyak buku dan rekaman pertandingan. Menjadi pelatih, kini menjadi fokusnya, meneruskan jejak bapaknya, Frank Lampard Sr. Lampard tak bisa melupakan jejaknya bersama Chelsea. Pada 2005, klub London itu untuk pertama kalinya menjadi juara Liga Utama Inggris di bawah kendali pelatih Jose Mourinho. Pada musim itu pula, Lampard menempati peringkat kedua dalam pemilihan Pemain Terbaik Dunia FIFA. Ia dikalahkan oleh Ronaldinho. “Jelas, sebagian besar hati ini dimiliki Chelsea. Klub ini memberiku begitu banyak kenangan indah,� kata Lampard yang mengakui dirinya tak bisa melupakan kesempatan bermain di Stamford Bridge. FA memberinya kualifikasi untuk mengikuti kursus kepelatihan. Ini artinya profesi baru terbentang di hadapannya yang tak jauh dari lapangan hijau yakni sebagai pelatih. l Yudi Winanto

MBP/ap

Gelandang Chelsea Frank Lampard memegang trofi Liga Champions. 13 - 19 Februari 2017

29


OLAHRAGA

Komang ’’Lolak’’ Sastrawan

Ingin Jadi Brimob PRESTASI luar biasa ditunjukkan karateka belia Komang Sastrawan. Ia mengawinkan dua medali emas di nomor kata dan kumite pada Kejuaraan Dunia 2016 di Luksemburg. Pada tahun yang sama, Sastrawan kembali menyabet dua emas pada Kejurnas Lemkari di Kalsel. Terakhir, ia merebut tiga emas di nomor Kata Perorangan, Kata Beregu, dan kumite (prapemula -35 kg) untuk tim Buleleng A pada Indonesia Lemkari Open Tournament 2017 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, 27-29 Januari lalu. Sastrawan mulai belajar karate sejak duduk di bangku kelas 3 SDN II Tamlang, Kubutambahan, Buleleng. Ia pernah ditantang duel oleh kakak kelasnya. ‘’Saya memang pernah berkelahi melawan kakak kelas. Hasilnya imbang, sama-sama kena pukul,’’ kenang karateka yang akrab disapa Lolak ini. Lolak berlatih di Dojo Kubutambahan yang dilatih Sensei Niscara, Ketut Suanda dan Ketut Sudra. Pretasinya cepat meroket. Ia menjuarai Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Bali, O2SN di Jakarta dan masuk pelatnas ditangani duet pelatih Ridik dan Prima. Pada final Kejuaraan Dunia, Lolak meladeni karateka Prancis yang postur tubuhnya lebih tinggi. ‘’Pokoknya saya serang saja mengandalkan kecepatan. Pukulan saya banyak masuk hingga unggul 4-0,’’ sebut atlet kelahiran Banjar Pudeh, Desa Tajun, Kubutambahan, 26 Februari 2006 ini. Saat Kejurnas Lemkari 2016 di Kalsel, siswa kelas VI SD ini didampingi sang kakek Made Mayong yang berdinas di Brimob Kalsel. ‘’Saya mengidolakan kakek dan saya ingin menjadi anggota polisi Brimob. Kakek memompa motivasi saya agar berjuang dengan semangat tinggi dalam tiap kejuaraan,’’ terang putra ketiga pasangan Wayan Sukarta dan Ni Kadek Manisyoni yang berniat melanjutkan ke SMPN 3 di Tajun melalui jalur prestasi karate ini. Sang pelatih Wayan Suanda menilai bakat Lolak tampak sejak kecil. Ia awalnya ragu menekuni bala diri karate, sebab sang kakak Kadek Sukreni yang menjadi juara kelompok SMP -40 kg Porjar Bali sering terkena pukulan. Namun, dirinya dan ayahnya selalu meyakinkan Lolak bahwa berprestasi di bidang karate bisa mempermudah mencari sekolah dan pekerjaan. Berdasarkan pengamatan dosen Undiksha, Wasti, Lolak kelak bakal menjadi karateka ternama. Benar saja, Lolak yang baru kelas III SD langsung menyabet emas saat berlaga pertama kali pada Piala Bupati Buleleng dan ketika kelas IV mendulang emas pada Piala Undiksha. ‘’Lolak cepat menangkap gerakan jurus karate walaupun melalui video. Sekarang dia tinggal mengontrol volume dan intensitas latihan,’’ papar Suanda. Ketua Harian Pengprov Lemkari A.A. Nanik Suryani memuji prestasi Lolak yang konsisten. Dia mengingatkan Lolak supaya tetap menggeluti karate tanpa mengorbankan sekolah. ‘’Biasanya siswa dituntut bisa berprestasi di bidang akademis dan karate,’’ kata cucu Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai ini. MBP/nel

Komang ‘’Lolak’’ Sastrawan

30 13 - 19 Februari 2017

l Daniel Fajry


Bali United Berpisah dengan Indra Sjafri KEJUARAAN sepak bola memperebutkan Piala Presiden 2017 dibuka di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DIY, Sabtu (4/2) lalu, sedangkan acara penutupan digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jabar, 12 Maret mendatang. Turnamen melibatkan 20 klub terbaik di Tanah Air, yaitu 18 tim Indonesia Super League (ISL) dan dua tim teratas Torabika Soccer Championship (TSC) B. Ke-20 peserta berjanji menampilkan tim terbaiknya plus mengusung target masing-masing. Persipura Jayapura jauh-jauh hari mematok target juara. Tim Mutiara Hitam bertekad melanjutkan tren positif setelah menjuarai TSC A tahun lalu. Sementara tim-tim lainnya tidak mau terbuka terkait prestasi yang ingin dicapai. Sejumlah pelatih dan pemilik klub menyatakan timnya mengincar hasil terbaik. Bali United termasuk kontestan yang mengincar prestasi terbaik di Piala Presiden 2017. Akan tetapi, misi mereka sedikit terusik dengan perginya sang arsitek Indra Sjafri. Pelatih asal Padang, Sumatera Barat, ini dipercaya Ketua Umum PSSI Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi menukangi Timnas Indonesia U-19 yang

akan berlaga pada Piala AFF di Myanmar, September mendatang. Indra Sjafri bertugas untuk kedua kalinya setelah sukses membawa Timnas U-19 menjadi juara Piala AFF pada 2013 lalu. Pergantian pelatih merupakan hal lumrah dalam sepak bola. Meski begitu, perpisahan dengan Indra Sjafri tentu ada pengaruhnya bagi pemain Bali United. Masalahnya, pelatih ini menukangi Tim Serdadu Tridatu sejak 2014 lalu. Dengan kata lain Indra Sjafri sudah tahu betul isi dapur klub ini. Siapa pun penggantinya harus mampu melanjutkan hasil kerja pelatih berkumis itu. Indra Sjafri mengaku sangat menikmati melatih Bali United. Meski begitu, panggilan dari timnas tidak bisa ditolak oleh pelatih 54 tahun ini. Apalagi sudah ada asistennya Eko Purdjianto dan Made Pasek Wijaya yang dinilainya pantas menggantikan posisinya. Kendala yang dihadapi Eko hanyalah lisensi pelatih AFC A yang harus dimiliki pelatih klub ISL. Saat ini ia baru memegang lisensi pelatih AFC B. Piala Presiden menjadi ujian pertama Bali United tanpa Indra Sjafri sebelum melangkah ke kompetisi ISL atau Liga 1 Indonesia 2017. Turnamen ini sekaligus

sebagai tantangan perdana buat Eko dan Pasek, apakah pantas melatih Bali United atau tidak. Sebagai gambaran, Indra Sjafri membawa Bali United menempati peringkat ke-12 dalam TSC 2016. Beruntung Bali United menjadi tuan rumah babak penyisihan Grup 4 yang dihuni bersama Sriwijaya FG Palembang, Pusamania Borneo FC dan Barito Putera Banjarmasin. Paling tidak Fadil Sausu dan kawan-kawan mempunyai modal dukungan lebih dari penonton dibandingkan tim-tim lainnya. Sementara itu, Arema FC Malang menjuarai turnamen Trofeo Cup 2017 setelah mengalahkan Persija Jakarta 1-0 dan bermain imbang 0-0 melawan Bhayangkara FC 0-0 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah. Bhayangkara menjadi runner-up disusul Persija di posisi juru kunci. Kejuaraan ini digelar dalam rangka peluncuran tim Bhayangkara FC yang akan mengikuti kompetisi ISL 2017. Peresmian kesebelasan dilakukan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian sebelum laga melawan Persija. Arema FC kini dilatih Aji Santoso, sedangkan Bhayangkara FC dipoles Simon M.C. Menemy. l Mawa

MBP/nan

Indra Sjafri

13 - 19 Februari 2017

31


PENDIDIKAN

Banyak Perpustakaan Tak Terawat

Program Sabtu Membaca Dikhawatirkan Tak Maksimal

R

encana Program Sabtu Membaca yang didengungkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga mendapat apresiasi kalangan Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan. Hanya saja dua lembaga pemerhati pendidikan ini mengkhawatirkan program tersebut tidak bisa berjalan maksimal karena dari hasil monitoring, sejumlah perpustakaan di tingkat SD maupun SMP di Kabupaten Tabanan dalam kondisi kurang maksimal. “Kami apresiasi ide Dinas Pendidikan dalam upaya meningkatkan minat baca para pelajar, namun yang masih menjadi kendala saat ini yakni masih adanya ruang perpustakaan yang kurang terawatt. Begitu pula dengan koleksi buku yang dipajang,” ujar Ketua Dewan Pendidikan Tabanan Wayan Madra Suartana, belum lama ini. Dari hasil monitoring, kata Madra Suartana, pihaknya menemukan masih banyak kondisi perpustakaan di jenjang SD dan SMP yang kurang terawat. Bahkan, diakuinya ada ruang perpustakaan yang selalu dalam keadaan terkunci. Begitupula sejumlah buku yang semestinya dipajang justru masih tampak terbungkus rapi dan menumpuk begitu saja di sudut ruangan. MBP/dok Berdasarkan data yang dilansir Dinas I Wayan Madra Suartana Pendidikan Tabanan, dari 328 SD di Kabupaten Tabanan, baru 185 sekolah yang

A KT I V I TA S

PEMKAB BULELENG - Di awal tahun 2017, Pemkab Buleleng meraih dua penghargaan sekaligus. Penghargaan pertama di bidang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) dan Wahana Tata Nugraha (WTN) Kategori Mantap Tahun 2016. Penghargaan ini diserahkan terpisah, Selasa (31/1).

32 13 - 19 Februari 2017

memiliki perpustakaan. Untuk pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) di sekolah dasar, pihak Dinas Pendidikan akan terus menggenjot penyediaan ruang perpustakaan di masing-masing sekolah. Seiring upaya dinas pendidikan tersebut, kata Madra Suartana, rencananya Maret depan pihaknya akan menggelar workshop bagi para petugas perpusatakaan. Kegiatan ini bertujuan agar nantinya tidak hanya penyiapan ruang perpustakaan yang representatif menarik siswa untuk berkunjung. Kesiapan petugas dalam melayani peminjaman dan pengaturan literatur atau buku juga sangat diperlukan. “Kemas perpustakaan sesuai era kekinian hingga menarik siswa untuk menghabiskan jam istirahatnya di perpustakaan,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan Ketua Klinik Pendidikan I Wayan Kawi. Dikatakan, tahun 2016 lalu Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan telah membagikan buku masatua Bali di masing-masing sekolah. Hal serupa akan kembali dilakukan di tahun 2017. Pembagian buku masatua Bali ini juga salah satu bentuk dukungan lembaga pemerhati pendidikan ini untuk meningkatkan jumlah kunjungan siswa ke perpustakaan. l Dewi Puspawati

MBP/ist


Siswa Sekolah Swasta Dijatahkan Beasiswa dari APBD

KOMISI IV DPRD Bali berkoordinasi dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta terkait rencana pembentukan Perda Kependidikan di Jakarta, belum lama ini. Komisi IV yang dipimpin I Nyoman Parta diterima para Pimpinan Komisi E yakni Hasan Basri (Nasdem), H. Mualif ZA (PKB), Johan Musyawa (Demokrat) dan Ichwan Jayadi (PPP). “Di DKI Jakarta sudah ada Perda Sistem Pendidikan sejak 11 tahun lalu dengan Perda Nomor 8 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta. Menurut Parta, ada banyak hal yang diatur di dalam perda tersebut. Mulai dari pendidikan formal, pendidikan nonformal hingga pendidikan informal. Termasuk di dalamnya pendidikan madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah dan madrasah alawiyah. “Mereka juga sudah merevisi Perda Nomor 8 Tahun 2005 ini, khususnya akan dimasukkan bahwa siswa di sekolah swasta juga dapat beasiswa dari APBD. Bukan hanya siswa yang sekolah di sekolah negeri saja,” imbuh politisi PDI-P ini. Parta menambahkan, hal tersebut lantaran Kartu Jakarta Pintar (KJP) merupakan program unggulan DKI Jakarta di Bidang Pendidikan. Urusan pendidikan tidak mengenal negeri atau swasta, tapi yang dikenal adalah hak seluruh rakyat memakai uang APBD yang bersumber dari pajak rakyat. “Kalau nanti kita di Bali membuat Perda Pendidikan juga bahwa siswa di sekolah swasta harus dapat beasiswa juga,” tegasnya. Kendati Pemprov DKI Jakarta sudah memiliki Perda Kependidi-

kan, lanjut Parta, ternyata masih banyak yang perlu disempurnakan. Terkait hal itu, Komisi E DPRD DKI Jakarta justru belajar ke Bali tepatnya ke SMAN Bali Mandara. “Hasil dari kunker mereka ke SMAN Bali Mandara justru sedang diadopsi atau diujicobakan penerapannya pada salah satu SMK di Jakarta Utara,” ujarnya. l Rindra

MBP/dok

I Nyoman Parta

13 - 19 Februari 2017

33


A KT I V I TA S WALI KOTA DENPASAR - Penataan kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru di lingkungan pemerintah telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar. Dengan dikukuhkannya OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, ada beberapa pelayanan publik mengalami penyesuaian yang tak terlepas dari amanat Peraturan Mendagri No. 061/2911/SJ Tahun 2016 tentang Tindak Lanjut PP No. 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra melaksanakan rapat evaluasi program bersama seluruh pimpinan OPD dan melibatkan Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar yang berlangsung selama tiga hari dari 2729 Januari di Royal Tulip, Baturiti, Tabanan.

MBP/ist

MBP/ist

KABUPATEN KARANGASEM - Kabupaten Karangasem kembali meraih penghargaan tingkat nasional. Penghargaan untuk Pemerintah Kabupaten Karangasem kali ini diterima Sekdakab Karangasem I Gede Adnya Mulyadi atas prestasi dalam bidang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 2016 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) Republik Indonesia, di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan No. 110 Surabaya, Selasa (31/1).

MBP/ist

MBP/ist

34 13 - 19 Februari 2017

PMI GUNA BAKTI - Korps Sukarela (KSR) PMI Guna Bhakti Unwar selama delapan hari menggelar pendidikan dan latihan dasar (Diklatdas) ke-17. Diklatdas dipusatkan di Bumi Perkemahan Blahkiuh, Badung, Jumat (27/1). Diklatdas tersebut dibuka Rektor Unwar diwakili Wakil Rektor III, Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T. Menurut Ketua Panitia, I Wayan Agus Grahadi Putra, Diklatdas ini diikuti 35 peserta. Mereka adalah anggota muda KSR-PMI Guna Bhakti Unwar.

BUPATI BADUNG - Keberhasilan dan terobosan-terobosan yang diambil Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam bidang pendidikan, mendapat pengakuan tingkat nasional. Pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017, Bupati Giri Prasta mendapat kehormatan sebagai salah satu pimpinan daerah yang menjadi pembicara, dengan tema yang dibawakan ‘’Strategi Implementasi UU No. 23 Tahun 2014 untuk Meningkatkan Pemerataan dan Kualitas Pendidikan dan Kebudayaan’’.


PEMKOT DENPASAR - Keberhasilan Pemkot Denpasar dalam menata sistem transportasi secara berkelanjutan, mendapat apresiasi Pemerintah Pusat. Penghargaan Tertinggi Bidang Transportasi Darat berupa Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) Kencana Tingkat Nasional Tahun 2016, diraih Pemkot Denpasar yang diserahkan langsung Wakil Presiden RI, H. Muhammad Jusuf Kalla dan diterima Wakil Wali Kota I G.N. Jaya Negara, Selasa (31/1) di Sekretariat Wakil Presiden, Jalan Kebon Sirih Jakarta.

MBP/ist

MBP/ist

IWANWAR - Ikatan Wanita Warmadewa (Iwanwar) mendapat posisi strategis di bawah Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali (YKKPB). Iwanwar bukan sekadar tempat berkumpulnya kalangan karyawati dan istri para karyawan, juga dijadikan lembaga yang mandiri dengan disiapkan unit usaha. Untuk menjadi organisasi yang kuat, Selasa (31/1) Iwanwar menggelar raker di Auditorium Widya Sabha di gedung YKKPB untuk melakukan perubahan AD/ART Iwanwar serta menyusun program kerja.

IKIP PGRI BALI Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) IKIP PGRI Bali, Selasa (31/1), menggelar acara yudisium secara bersamaan. Saat itu, Dekan FPOK Dr. Drs. I Wayan Adnyana, M.M., M.Erg. meyudisium 34 sarjana dan Dekan FIP Drs. I Nyoman Waga, M.Si. meyudisum 4 sarjana.

MBP/ist

MBP/ist

SMK PGRI 4 DENPASAR Program unggulan SMK PGRI 4 Denpasar yakni Fourgriska IT Competition (FITC) tingkat SMP se-Bali semakin berkualitas. Rabu (30/1). FITC 2017 yang ke-8 dibuka yang ditandai dengan penekanan tombol dan penyerahan piala bergilir dari Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. yang selanjutnya diserahkan kepada Sekretaris YPLP Kota PGRI Denpasar IGN Wiadnyana, M.M., M.Pd. 13 - 19 Februari 2017

35


SOSIAL

Tinggalkan Parpol Tak Aspiratif

Bali selalu menjadi tempat pertemuan internasional. Bahkan sejak era Orde Baru. Jadi keamanan dan kenyamanan merupakan hal penting untuk diperhatikan.

36

13 - 19 Februari 2017


Keinginan rakyat untuk mewujudkan pemimpin yang mau nindihin gumi Bali, makin mengerucut. Slogan dari kita, oleh kita dan untuk kita pun, semakin mengemuka. Karenanya, desakan kepada parpol untuk mencalonkan pemimpin yang merakyat, semakin menguat. Bila tidak, konsekuensinya, mereka ditinggalkan. Rakyat punya cara untuk menentukan pemimpinnya.

Menjadi pemimpin Bali ke depan sebaiknya memahami betul tentang apa yang menjadi aspirasi masyarakat Bali. Terutama masalah ekonomi, sosial, budaya, termasuk pemahaman akan adat istiadat yang mengacu pada ajaran agama Hindu. Oleh karena itu, peran masyarakat dalam menentukan pilihannya diharapkan benarbenar selektif. Begitu juga dengan partai politik. Para pemimpin partai harus lebih selektif dan transparan dalam menentukan kader-kadernya menjadi calon pemimpin. Sehingga tidak tidak timbul kesan, rakyat ‘’dipaksa’’ untuk memilih calon yang tak jelas rekam jejaknya. Pandangan ini diungkapkan Bendesa Adat Desa Pakraman Sanur, Ida Bagus

Paramartha, S.H., M.M., dan akademisi Dewa Gede Sudika Mangku, S.H.,LL.M., Minggu (29/1). Ida Bagus Paramartha yang secara konsisten menolak rencana reklamasi Teluk Benoa ini, mengatakan, pemimpin Bali hendaknya orang yang berdarah Bali dan mengerti tentang agama dan budaya Bali. Selain itu, menjadi pemimpin Bali harus mengerti dan memahami apa yang menjadi aspirasi rakyat. Selain itu harus berada di tengah-tengah masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan. Sehingga menemukan jalan keluar yang terbaik untuk Bali. Diakui, menentukan calon pemimpin, peran partai politik masih dominan. Oleh karena itu, pimpinan partai politik seharusnya tidak memaksakan kehendak untuk mencalonkan kadernya yang belum tentu menpunyai kemampuan untuk memahami budaya dan aspirasi masyarakat Bali. Hal senada diungkapkan Dewa Gede Sudika Mangku, S.H.,LL.M. Ia mengatakan, pemimpin Bali ke depan harus mengedepankan kepentingan masyarakat Bali, mampu menjaga kebhinekaan dan mengawal Pancasila, adat istiadat Bali, memberikan rasa aman, serta antikorupsi. Oleh karena itu, ia menghimbau masyarakat Bali agar cerdas memilih pemimpin Bali kedepan. Salahsatunya melihat rekam jejaknya. Sehingga tidak ada penyesalan dikemudian hari. Apalagi, masyarakat Bali memiliki kedaulatan penuh untuk menentukan pemimpin yang diinginkan dalam memajukan Bali. Tentu hal ini harus didengarkan oleh partai politik supaya di dalam menjaring kader-kadernya benarbenar mempersiapkan calon-calon pemimpin Bali yang memiliki visi dan misi mensejahterakan rakyat Bali. Sehingga, pemimpim yang diharapkan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat hadir untuk memimpin Bali ke depannya,” pungkas kandidat calon doktor

UGM tersebut. Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama di Denpasar, menyatakan, Bali membutuhkan pemimpin yang visioner. Mengingat, Bali sebagai pulau pariwisata memiliki permasalahan yang sangat kompleks. Siapapun yang memimpin Bali kedepan harus tetap menjaga Bali aman dan kondusif karena pulau ini hidup dari pariwisata. “Pariwisata itu sangat rentan dengan masalah keamanan, keamanan itu adalah harga mati bagi Bali. Siapapun pemimpinnya, apapun program-programnya kalau keamanan tidak bisa dijaga niscaya tidak akan berhasil memimpin Bali,” tegas Mantan Bupati Tabanan dua periode ini. Wiryatama sendiri termasuk salah satu tokoh yang menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap masterplan pembangunan Bali secara keseluruhan kalau ingin menjadi pulau yang eksis di bidang pariwisata. Harus ada perbaikan akses dari Bali Selatan ke Bali Utara, Timur, dan Barat. Bali juga harus mandiri dalam hal energi, serta mampu mengatasi kesediaan air minum yang mulai langka. Tak ketinggalan, masalah sampah juga harus menjadi perhatian utama. Mengingat, pariwisata sangat rentan bila menyangkut masalah lingkungan. Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Bali, Ketut Tama Tenaya, mengatakan, Bali membutuhkan figur pemimpin pekerja keras. Mengingat banyaknya persoalan yang dihadapi pulau ini ke depan. Baik itu masalah pendidikan, kesehatan, keamanan, maupun adat dan budaya. “Yang jelas figur yang siap kerja keras, untuk menuntaskan masalah Bali,” ujar Tama Tenaya, Senin (30/1). Tama menambahkan, narkoba menjadi salah satu ancaman serius bagi Bali. Karenanya, harus ada komitmen pemimpin untuk memberantas barang haram itu. Senada disampaikan Ketua Komisi II DPRD Bali I Ketut Suwandhi. Ia mengatakan Bali butuh pemimpin pekerja keras, bebas korupsi (KKN), dan paham betul tentang Bali secara menyeluruh. Suwandhi menambahkan, Bali masih harus menuntaskan persoalan dari segi infrastruktur, sektor pendidikan, dan sektor kesehatan. l Winata/Rindra

13 - 19 Februari 2017

37


Hostel Tumbuh Subur di Gumi Keris

PARIWISATA

B

ukan hanya city hotel yang dituding sebagai biang kerok perang tarif, diam-diam ternyata beroperasi akomodasi jenis lainnya yang kerap disebut hostel di Kabupaten Badung. Hostel menjual dengan harga yang sangat murah kisaran antara Rp 75 ribu – Rp 100 ribuan. Jumlah hostel diperkirakan puluhan yang menyebar di Gumi Keris, seperti Badung Selatan dan sebagian di Kuta Utara seperti Canggu dan Kerobokan. Berbeda dengan hotel pada umumnya, hostel menjual per tempat tidur bukan per kamar. Satu ruangan minimal ada empat tidur dengan posisi bertingkat. Bahkan ada satu ruangan besar dengan belasan tempat tidur bertingkat mirip asrama. Hostel bisa ditemukan di Kuta, Legian, Seminyak bahkan kini sampai

38 13 - 19 Februari 2017

di Canggu. “Harganya gila-gilaan, ada yang menjual Rp 75 ribu untuk semalam. Ini jelas merusak pasar. Untuk hostel yang lebih bagus biasanya menjual Rp 100 ribu per tempat tidur per malam,” ungkap tokoh masyarakat I Made Ponda Wirawan dan I Made Subawa. Fasilitas yang disediakan memang sangat sederhana. Kamar mandinya dipakai terbatas, juga kadang disediakan dapur. Hostel biasanya menyasar turis-turis dengan kemampuan keuangan pas-pasanya

atau sering disebut backpaker. Kadang turis yang tinggal dalam satu kamar tidak saling mengenal. Ponda menyebut jumlah hostel di Badung diperkirakan mencapai puluhan, dan sama sekali tidak memiliki izin. “Saya sudah konfirmasi (dinas terkait–red) bahwa belum pernah mengeluarkan izin hostel,” tegasnya. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, A.A. Ngurah Alit Wiraputra, juga mengakui, akomodasi yang dijual


murah itu menyasar wisatawan backpacker, di mana mereka hanya berbekal tas ransel dengan budget yang rendah. “Kehadiran rumah kos-kosan, tapi beroperasi layaknya hotel ini jelas merugikan pengusaha. Selain juga pemeritah, karena mereka tidak membayar pajak,” ujarnya. Dia mengatakan, keberadaan koskosan yang beroperasi layaknya hotel ditawarkan dengan harga yang fantastis murah, yakni dikisaran Rp 1 Juta hingga Rp 4 juta per bulan. Pratik seperti ini, sangat mempengaruhi anjloknya akupansi hotel di Badung.

“Secara akumulasi wisatawan asing ke Bali naik, namun karena adanya koskosan, vila bodong dan pertumbuhan kamar hotel yang tidak terkendali akibatnya okupansi hotel jeblok,” ungkapnya. Dikatakan, anggota Kadin Badung yang bergerak di sektor perhotela sangat terbebani dengan kondisi tersebut. Sebab, di tengah tingginya tingkat kunjungan wisatawan asing akupasi hotel justru mengalami kemunduran. “Tingkat hunian sekarang rata-rata di bawah 30 persen, sehingga untuk membayar karyawan dan

operasional hotel saja kurang,” keluhnya. Untuk itu, dia berharap pemeritah segera mengambil langkah tegas, sebelum citra pariwisata Bali semakin hancur lantaran berkembangnya akomodasi tak berizin tersebut. Kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, I Made Sutama, mengaku belum pernah mengeluarkan izin hostel. “Sepengetahuan saya, belum pernah menertibkan izin hostel,”ujarnya seraya menyebutkan untuk akomodasi wisata hanya berupa hotel bintang, hotel non bintang, pondok wisata dan rumah sewa. l Parwata

Kos-kosan mewah kini menjadi incaran para turis yang ingin berlibur di Bali dengan biaya murah.

13 - 19 Februari 2017

39


AKTIVITAS

MBP/ist

BUPATI KARANGASEM - Sebagai sebuah bentuk penghargaan atas prestasi kerja yang selama ini diperlihatkan dan juga untuk mendapat wawasan serta pengalaman baru dalam pengembangan kariernya, Bupati Karangsem IGA Mas Sumatri mengambil sumpah jabatan dan melantik 47 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrasi di Lingkungan Pemkab Karangasem, di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Selasa (31/1).

MBP/ist

LEVEL 21 MALL - Serangkaian dengan terpilihnya Kota Denpasar dalam nominasi kota sehat yang diadakan oleh pemerintah pusat dalam rangka Hari Kesehatan Nasional. Level 21 Mall sebagai sarana dan prasarana umum yang merupakan salah satu kawasan dari sembilan kawasan yang menjadi bagian dari penilaian kota sehat, mendukung salah satu program kreatif generasi muda Denpasar yaitu Merpati Bali Women Basketball Challenge 2017.

MBP/ist

TELKOMSEL - Telkomsel terus berupaya memberikan yang terbaik untuk pelanggannya. Kali ini pelanggan setiap nada sambung pribadi (NSP) yang mendapatkan apresiasi. Pelanggan yang melakukan Copy Paste NSP (CPNS) rekannya berhak memperoleh kesempatan mengikuti program apresiasi yang berhadiah utama sebuah Honda Beat. Senin (30/1) lalu, hadiah utama diserahkan kepada pemenangnya.

MBP/ist

GUBERNUR BALI - Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang diwakili Wakil Gubernur Ketut Sudikerta melepas peserta Sri Chinmoy Oneness-Home Peace Run yang ke 30 di Lapangan Timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Selasa (31/1). Pelepasan ditandai dengan penyerahan obor perdamaian kepada peserta.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

40 13 - 19 Februari 2017


MBP/ist

SING BAKKUT TEH - Dihadirkan langsung dari Singapura, dengan resep dan rasa khas sejak 1976. Pada perayaan Imlek kali ini, hadirnya SING Bakkut Teh sangat cocok sebagai tempat untuk menikmati moment special bersamasama dengan keluarga. Di Singapura, Bakkut Teh dengan mudah menjadi kuliner favorit dan wajib bagi para turis.

MBP/ist

FELICE JEWELLERY - Setelah sukses dengan pameranpameran sebelumnya, Felice Jewellery kembali menggelar pameran perhiasan emas dan berlian, mulai Selasa (31/1) hingga Jumat (3/2). Pameran dilaksanakan di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Kali ini kembali ada promo untuk cincin Black Diamond Solitaire 1 karat.

BPR LESTARI - Bulan pertama di tahun 2017 ini, BPR Lestari kembali menjalankan komitmennya dalam rangka realisasi misinya, yakni ‘’Make an Impact’’. Pada Kamis (26/1) hingga Jumat (27/1), tim manajemen dan karyawan BPR Lestari melakukan pendistribusian 4 ton beras kepada 20 panti asuhan yang menjadi binaannya sejak 2010 silam.

LEVEL 21 MALL - Dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek 2017, Level 21 Mall menggelar event “Chinese Cultural Festival” yang bekerjasama dengan Mave Magazine dengan dukungan dari berbagai komunitas yang ada di Denpasar. Rangkaian acara ini diadakan sejak 23 Januari 2017 sampai dengan 6 Februari 2017 dengan puncak perayaan pada 29 Januari 2017 dengan penampilan barongsai keliling mall oleh Barongsai Naga Hijau Klungkung.

13 - 19 Februari 2017

41


A KT I V I TA S IALF YCL - IALF Young Learners Centre (YLC) yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan 190, Denpasar, tahun ini genap berumur satu tahun. Dirancang bersama dengan PT MJA (Multi Jaya Agung) yang berpengalaman dalam pembangunan fasilitas dan ruang belajar, YLC didirikan khusus untuk program Young Learners English yaitu pembelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak SD dan SMP.

UNDHIRA - Rektor Universitas Dhyana Pura (Undhira) Dr. dr. Made Nyandra Sp.Kj, M.Repro. FIAS, melantik fungsionaris sistem pemerintahan mahasiswa periode 2016-2017 di aula Undhira pada Selasa (24/1). Rektor Made Nyandra mengajak fungsionaris mahasiswa mewujudnyatakan visi Undhira sebagai perguruan tinggi teladan dan unggulan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai optimisme, kreativitas dan pemikiran progresif serta kepemimpinan yang melayani.

MBP/ist MBP/ist

BUPATI KLUNGKUNG - Prospek budi daya buah naga amat tinggi bila di tanam di Nusa Penida. Pasalnya buah yang kulitnya berwarna merah ini tidak membutuhkan banyak air untuk proses pertumbuhannya. Untuk dapat mengembangkan budi daya ini, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengunjungi budi daya buah naga di Pantai Pandan Sari, Desa Gading Sari, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogjakarta, Minggu (29/1).

42 13 - 19 Februari 2017

UNUD - Persaingan ketat pada industri perbankan di Indonesia membuat variabel kunci seperti service quality, value dan customer satisfaction bertujuan merebut loyalitas pelanggan. Hal itu disampaikan I Gusti Agung Eka Teja Kusuma saat ujian terbuka promosi doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unud) dengan disertasi Tri Hita Karana (THK) sebagai Dasar Pengembangan Model CSR serta Dampaknya Terhadap Loyalitas Pelanggan, Selasa (31/1).


KLINIK SADA JIWA - Kepopuleran Klinik Sada Jiwa terdengar hingga ke mancanegara. Hal itu terbukti dari beberapa kali kunjungan berbagai pihak dari Australia, Belanda, Inggris, Amerika dan lain-lain, baik dari kalangan praktisi maupun akademisi. Belum lama ini, Klinik Sada Jiwa kembali dikunjungi praktisi dari Belanda, yaitu Indonesian Diaspora Network The Netherlands, akademisi dari University of Melbourne dan Stichting Nusantara Zorg.

UNMAS DENPASAR - Dosen Kopertis Wilayah VIII DPK pada Unmas Denpasar Drs. I Ketut Setia Sapta, S.E., M.Si., Senin (30/1) memaparkan disertasi dalam promosi doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Pria asal Kintamani, Bangli ini mengambil subak sebagai bahan disertasi. Disertasi itu mengangkat “Peran Komitmen Organisasi Memediasi Hubungan Nilai Kepemimpinan dan Budaya Tri Hita Karana (THK) dengan Kinerja Subak di Bali�.

STIKI - Bertempat di Kampus STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) Denpasar, Kesatuan Mahasiswa Hindu (KMH) STIKI, menyelenggarakan Gebyar Budaya Hindu Ke-1, Minggu (29/1). Pada Gebyar Budaya Hindu tersebut diadakan lomba-lomba seni budaya bernafaskan Hindu seperti lomba makekawin, lomba nyurat lontar, lomba satua Bali, dan lomba melukis tradisi tingkat SMP dan SMU/SMK Se-Provinsi Bali.

BUPATI KLUNGKUNG - Dalam rangka promosi Desa Wisata Kamasan, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta menghadiri acara Lompatan Budaya Wastra Kamasan bertempat di Banjar Gria, Desa Kamasan Jumat, (27/1). Bupati Suwirta sangat mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh BNI yang diharapkan kedepannya dapat memberikan nilai tambah serta support untuk Desa Wisata Kamasan. 13 - 19 Februari 2017

43


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

PLN - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno meresmikan Rumah Kreatif BUMN (RKB) milik PLN yang ada di Denpasar, tepatnya di Jalan Raya

SMKN 1 SUKAWATI - SMKN 1 Sukawati menyelenggarakan perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-50, Sabtu (28/1). Perayaan yang digelar di aula sekolah tersebut merupakan puncak dari berbagai kegiatan yang sudah terselengara

Sesetan, No 13, Denpasar, Bali Sabtu (28/1). Rumah

sejak awal Januari. Memasuki usia setengah abad, SMKN

kreatif itu merupakan bagian dari peran serta PLN untuk

1 Sukawati yang awalnya bernama Sekolah Seni Rupa

memperkuat dukungan sektor Usaha Mikro, Kecil dan

Indonesia (SSRI) ini diharapkan terus mencetak SDM

Menengah (UMKM) di Indonesia.

berprestasi dan berkompeten.

POLTEK BALI - Awal tahun 2017, Politeknik Negeri Bali (PNB) atau Poltek Bali, memperoleh kado istimewa. Ya, dengan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Denpasar, PNB berhasil memenangkan hibah Nasional pengabdian kepada masyarakat dalam skema Iptek bagi Wilayah (IbW).

UNWAR - Perhimpunan warga Tirossa NTT di Bali mengadakan perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 bersama di kampus Unwar, Mingu malam (29/1). Perayaan natal dihadiri Wagub Bali Drs. I Ketut Sudikerta berlangsung khidmat. Ibadah sabda disampaikan Romo Rony Bere, pr. Dia mengungkapkan umat Kristinai Tirossa tak boleh sombong melainkan dipakai momentum untuk belajar rendah hati.

44 13 - 19 Februari 2017


B U DAYA

Menelusuri Jejak Spiritual Dang Hyang Nirarta

MEMPERKENALKAN kepada masyarakat luas terkait denga perjalanan suci Dang Hyang Nirartha, Forum Diskusi dan Doa Bersama menggelar diskusi, Minggu (29/1) lalu, di Pura Parerepan Dalem Sakenan, Kelan, Kuta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, selain mengadakan doa bersama juga diisi paparan membahas Dharma Yatra Dang Hyang Nirartha di Bali Selatan dari Desa Tuban sampai ke jagat Badeng dan sekitarnya. Prosesi doa bersama di-puput Ida Padanda Agung Putra Kemenuh dari Geria Agung Tegal, Denpasar. Ketua Panitia Made Darmaja mengatakan, semua ini dilakukan sebagai wujud eling, bhakti dan terima kasih kepadaNya. ‘’Kami yakin banyak nilai-nilai luhur dan suci yang dapat dipetik dari dharma yatra beliau. Mulai dari Daha, Pasuruan, Blambangan, Bali, Lombok, dan bahkan sampai ke Sumbawa dan kembali ke Gelgel (Bali) yang akhirnya mengalami parama moksa di Uluwatu,

untuk dijadikan pegangan dalam kehidupan sehari-hari,’’ katanya. Menurutnya, di era globalisasi dan modernisasi ini, sangat bagus menengok ke masa lalu dan mempelajari kisah perjalanan seorang tokoh besar di bidang spiritual yang telah membuat sejarahnya sendiri. Ini patut dijadikan upaya peningkatan kualitas etika, moral, dan spiritual dalam kehidupan. ‘’Kiranya kegiatan ini dapat dijadikan media dialog untuk mengetahui tentang napak tilas Dang Hyang Nirartha bersama pemangku, warga, dan penekun spiritual,’’ sambung Darmaja. Sementara penulis perjalanan Dang Hyang Nirartha, Ida Bagus Suamba Bhayangkara, menyampaikan dalam tulisan yang dibuat tersebut, pihaknya ingin menegaskan bahwa betapa pentingnya mengetahui perjalanan spiritual yang dilakukan. Yaitu dari Tuban, Kelan, Buagan sampai Pura Sari Tegal Denpasar. Sementara dipilihnya Pura Parerepan

Dalem Sakenan, Kelan sebagai lokasi diskusi, karena kebetulan berdekatan dengan perairan Teluk Benoa. ‘’Karena ada juga perjalanan beliau di wilayah Teluk Benoa,’’ ucapnya. Dijelaskan, dari 16 pura yang dibicarakan, merupakan perjalanan dari Dang Hyang Nirartha sebagai tempat memohon kerahajengan dan perlindungan serta kesejahteraan. Pura yang dimaksud yaitu Pura Cedok Waru di Pantai Jerman Kuta, Taru Agung Tuban, Pura Karangasem Tuban, Pura Pesinggahan Kelan, Pura Segara Ulun Tanjung, Kelan, Bundaran Tiban, Simpang-siur. Selain itu, ada juga Pura Dalem Ulun Suan, Banjar Abiantimbul, Telaga Waja Banjar Buagan, Simpang Empat, Pura Sedahan Banjar Buagan. Pura Dalem Suniantar Banjar Batan Nyuh, Pura Sari Banjar Tegal Gede, Pura Sakenan di Serangan dan Pura Petitenget di Kerobokan. l Edi

MBP/edi

Penulis perjalanan Dang Hyang Nirartha, Ida Bagus Suamba Bhayangkara, menyampaikan materi di Pura Parerepan Dalem Sakenan, Kelan. 13 - 19 Februari 2017

45


HIBURAN

Demi Chrisye, Vino Bastian Belajar Bass dan Piano DEMI memerankan penyanyi legendaris Chrisye dalam film bioptiknya berjudul “Chrisye”, aktor Vino G Bastian harus mempelajari alat musik piano dan bass. “Chrisye bisa bermain bass dan piano, dan itu PR buat saya. Saya harus belajar tapi itu tantangan bagi saya sebagai aktor,” kata dia dalam temu media di Jakarta, belum lama ini. “Saya tidak pernah bersentuhan dengan piano, saya tidak pernah bermain bass, alat musik yang saya kuasai hanya drum,” sambung dia. Untungnya, Vino melanjutkan, alat musik drum yang dia kuasai membantu dirinya saat harus memainkan bass karena

46 13 - 19 Februari 2017

memiliki ketukan yang mirip. Hal tersebut dilakukan untuk membuat Vino merasuki sosok Chrisye saat adegan proses berkarya mencipta lagu. “Latihannya hanya sebulan. Itu waktu yang sangat singkat, tapi itu cara terbaik yang diberikan kepada aktor untuk menyelami Chrisye,” ujar Vino. Vino mengaku kesulitan memerankan Chrisye. Pasalnya, tidak banyak dokumentasi mengenai kehidupan pribadi dan keseharian Chrisye. “Kesulitannya mempelajari dia pribadi yang introvert, dia enggak pernah cerita ke orang tentang dirinya,” kata Vino. “Keluarga sendiri cuma punya sedikit dokumentasi

tentang keseharian Chrisye,” lanjut dia. Untuk lebih mendalami karakter Chrisye, Vino banyak berbincang dengan teman dan keluarga. Selain itu, dia juga mempelajari lirik dari lagu-lagu karya Chrisye yang menggambarkan perasaannya saat itu. l Kmb


Ngurah Sadika

Perlu Waktu Lama Temukan Karakter ’’Susi’’

PENAMPILANNYA yang nyentrik selalu membuat penonton gemas, geli, bahkan terpingkal-pingkal dengan suaranya yang manja ala anak baru gede. Bahkan, untuk menarik rasa penasaran penonton, pemeran Susi selalu menyesuaikan materi lawakannya dengan apa yang dialami dan yang sedang berkembang di masyarakat. Tentu, tujuannya agar penonton tidak merasa jenuh dengan aksinya. Ia juga sering menyuguhkan pesan-pesan moral kepada masyarakat agar bisa introspeksi diri sebelum bertindak. “Agar tetap eksis di panggung yang berbeda, saya selalu menyesuaikan dengan apa yang saya alami di lapangan. Kemudian saya bawakan dengan ciri khas saya. Saya memerankan Susi sebagai seorang wanita yang kontras dengan

perilaku, sok cantik dan centil,” ujar Drs. I Made Ngurah Sadika, pemeran Susi, beberapa waktu lalu. Made Ngurah Sadika mengaku membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa menemukan ide dan karakter menjadi seorang Susi yang secara fisik sangat bocok (jelek), pendek, dan jantuk. Namun, kekurangan tersebut ditutupi dengan cara banyak gaya, aksi genit hingga penampilan yang nyentrik. Ia juga mengaku karena taksu, bisa memerankan Susi dan bisa tetap eksis menghibur krama Bali hingga saat ini. “Semua ini juga karena taksu, tanpa taksu saya tidak akan berhasil hingga saat ini,” ungkap pria kelahiran 22 Agustus 1964 silam tersebut. Bukan cuma laris di Bali saja. Suami dari Luh Rening ini sudah beberapa kali diundang pentas di Jakarta. Yang lebih

membanggakan, Susi bersama grup Bondres Dwi Mekarnya yang dulu (sebelum Sanggar Susi Bondres) juga sempat melawat ke Korea dan ke Jerman. Di tengah gempuran budaya era globalisasi saat ini, pihaknya berharap agar temanteman yang bergelut di dunia bondres tidak mudah puas dengan apa yang telah dicapainya saat ini. Sebab, masih banyak hal yang harus dipelajari. Ia pun mengimbau kepada teman sejawatnya agar mengurangi materi-materi porno dalam aksinya menghibur masyarakat Bali. “Mari kita koordinasikan dengan baik, sehingga masyarakat tidak tersinggung dan apa yang kita bawakan yang tujuannya untuk menghibur juga bisa untuk mendidik masyarakat,” pungkasnya. l Winata

Demi Film, Reza Rahadian Belajar Bahasa Hungaria IKUT membintangi film “Surga yang Tak Dirindukan 2” yang proses pengambilan gambar salah satunya dilakukan di Budapest, membuat Reza Rahadian harus mempelajari bahasa Hungaria. “Yang menarik, lebih kepada proses reading di mana dituntut ada beberapa line berbahasa Hungaria,” kata Reza, dalam temu media peluncuran “Surga Yang Tak Dirindukan 2” di Jakarta, belum lama ini. “Untuk beberapa waktu saya diberikan

guru bahasa Hungaria,” sambung dia. Reza yang menjadi orang keempat dari tiga karakter utama di “Surga Yang Tak Dirindukan”, yakni Fedi Nuril, Laudya Cynthia Bella dan Raline Shah, mengaku tidak kesulitan menjalin chemistry. Pasalnya, dia pernah terlibat dalam satu proyek film dengan Laudya Bella dan Raline. “Ini pertama kali (beradu akting) dengan Fedi Nuril. Untungnya saya bertemu dengan teman main yang asyik dari reading sampai syuting,” ujar dia. “Enggak ada jarak, sering kali kalau waktu istrihat kami ngobrol,” tambah dia. l Kmb

MBP/ant

13 - 19 Februari 2017

47


TRADISI

Usaba Kaulu di Asak

”Nyomia Bhuta Kala”, Menjaga Keseimbangan Alam

48 13 - 19 Februari 2017


S

uasana berbeda nampak sejak pagi, di Desa Adat Asak, Pertima, Karangasem. Akses jalan menuju desa dari segala arah ditutup. Di sepanjang jalan desa adat, berdiri batang pohon pisang terbalik, lengkap dengan hiasan reringgitan, lamak memanjang dan banten pajegan. Warga dengan mengenakan pakaian adat, tumpah ruah ke tengah jalan, di tengah hujan gerimis sejak pagi, menunggu puncak ritual sebelum melaksanakan persembahyangan. Itulah suasana Usaba Kaulu yang digelar warga Desa Adat Asak dengan ritual pacaruan agung dengan sarana upakara seekor sapi. Usaba Kalulu itu kembali digelar Kamis (1/2) lalu. Setelah diupacarai, sapi dilepas kemudian dikejar lalu ditebas seluruh sinoman truna adat. Seluruh rangkaian pelaksanaan ritual menjadi tanggung jawab truna adat. Bendesa Adat Asak, Jero Dukuh Ketut Suta, ditemui di sela-sela persiapan ritual, menyampaikan ritual ini murni dilaksanakan sepenuhnya oleh truna adat. Persiapan ritual sudah dilakukan sejak dua minggu sebelum acara puncak dengan mempersiapkan sarana caru berupa sapi jantan. Sapi itu lantas diserahkan kepada penyarikan truna dan ditempatkan di areal Pura Patokan Truna dan setiap hari dimandikan di Beji Yeh Inem. Setiap malam sapi itu dijaga oleh sinoman truna (makemit). Dari pelaksanaan sepenuhnya oleh truna adat, desa adat setempat ingin melatih warga menjadi mandiri sejak dini atau truna. Bahkan, di saat bersamaan truna adat juga diajarkan bertindak jujur. Truna adat di Desa Adat Asak berjumlah sekitar 110 orang. Mereka semua adalah para remaja yang belum menikah. Lebih dari 80 persen di antaranya, tinggal merantau keluar desa ikut orangtua maupun bekerja. Dari jumlah itu, ada enam klian dan satu penyarikan. Masing-masing klian punya peran berbeda-beda. Mereka bertanggung jawab terhadap pelaksanaan aci ini, mulai dari menyiapkan sapi untuk ritual caru ini. Harganya bisa mencapai belasan juta. Mereka memperoleh uang itu dari kas truna adat dari bakat-bakatan (denda)

truna adat dan hasil mengolah lahan pelaba pura seluas lima hektar dari sekitar 70 hektar lahan di Desa Adat Asak. Uang yang terkumpul inilah dipakai membiayai pelaksanaan usaba. “Jadi sejak masuk truna adat kita sudah diajarkan agar mandiri. Sehingga setelah beranjak dewasa (menikah) tidak lagi menyusahkan orangtua,” katanya. Demikian juga saat wewayonan (sehari setelah puncak ritual), usai menyelesaikan tugas mengolah daging sapi itu, seluruh truna adat maketis (matirta) khusus, saat melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Patokan. Saat maketis itu, truna adat harus berkata jujur, ketika ditanya apakah ikut menebas sapi saat ritual berlangsung atau tidak. Sebab, truna yang ikut menebas dikenakan denda Rp 150 ribu. “Pada kesempatan itu, tidak ada satu pun truna adat yang berani berbohong. Karena bila berbohong, mereka percaya truna adat yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi secara niskala dari leluhur di Desa Adat Asak,” kata salah satu Klian Truna Adat, Kadek Agus Heriawan. Jujur dan mandiri menjadi dua aspek yang harus ditanamkan sejak dini. Karena keduanya akan membuat masa tua nantinya menjadi lebih mudah dijalani. Penanaman dua aspek ini pula yang membuat truna adat di Desa Asak berbakti kepada orangtua dan jarang terlibat masalah ketika memutuskan merantau ke luar kota mencari pekerjaan berbaur dengan krama Bali lainnya. Menegangkan Tiba saat puncak ritual, pinanggal ping 6 Sasih Kaulu nuju beteng, sarana caru sapi ini dihias memakai wastra putih kuning. Kemudian tepat di dahi sapi itu juga matorek pamor lambang suastika. Sebelum puncak ritual berlangsung, sapi itu diupacarai. Demikian juga seluruh sinoman truna adat melakukan persembahyangan. “Sebelum puncak ritual penyarikan truna mengumumkan aturan main nyepegin sapi. Kalau nyepegin di depan banjar adat, truna dikenakan denda Rp 250 ribu. Kalau sudah di palemahan desa adat denda Rp 150 ribu,” kata bendesa.

Sapi ini lantas diarak mengelilingi Pura Patokan berbentuk palinggih kecil di areal Banjar Adat Kanginan. Palinggih ini dilambangkan sebagai lingga Dewa Siwa. Tebasan pertama diberikan kesempatan kepada saya truna yang paling kelih, sebagai tanda mingetin sapi. Proses menebas-nebas sapi ini setiap tahun berlangsung menegangkan. Setelah itu, barulah sapi itu dilepas keluar Pura Patokan. Seluruh sinoman truna berupaya menebasnya agar jatuh. Sapi dalam keadaan terluka dan mengeluarkan darah terus dikejar keliling desa dan ditebas bersamasama menggunakan pisau khusus truna adat. Darah yang tercecer di areal desa adat itulah, dimaksudkan sebagai pertanda pecaruan agung telah dilaksanakan. Di mana pun nantinya sapi itu mati, dipercaya akan membawa kesuburan dan berkah. Pada proses ini, truna adat paling dilarang menebas bagian ekor dan kepala sapi. Karena kalau ekor sapi terpotong, maka sapi itu dinilai sudah cacat. Truna adat yang berani melakukannya akan dikenakan sanksi ganti rugi, seharga sapi itu. Ketika prosesi ini selesai, warga setempat mulai melaksanakan persembahyangan di sejumlah pura setempat. Bendesa Asak menambahkan, prosesi selanjutnya akan dilanjutkan keesokan harinya. Warga setempat menyebutnya dengan istilah wewayonan. Seluruh sinoman truna adat, deha dan perangkat desa adat mengolah daging sapi itu menjadi sarana upacara dan sisanya untuk megibung bersama. Tradisi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk nyomia bhuta kala. Agar, tercipta keseimbangan alam di Desa Adat Asak pada khususnya dan jagat Bali pada umumnya. Arah lari sapi ini pun mempunyai makna tersendiri. Bila lari ke arah timur pertanda kesuburan dan kemakmuran. Ke arah selatan tanda kebijaksanaan. Ke arah timur cahaya terang terhindar dari segala bahaya dan arah barat pertanda buruk, berupa kegelapan. Dengan lari arah sapi ke arah selatan, warga setempat berharap desa mereka penuh dengan kebijaksanaan. l Bagiarta

Truna adat saat melaksanakan prosesi ritual, berkeliling mengitari desa sebanyak tiga kali, sebelum dilaksanakan puncak ritual Usaba Kaulu. 13 - 19 Februari 2017

49


PROPERTI

Pemasaran Rumah Masih Sulit RENDAHNYA daya beli pasar menyebabkan sebagian pengembang masih sulit menjual produk rumah baru maupun sisa penjualan tahun lalu. Langkah menurunkan harga pun telah dilakukan namun tak banyak respons konsumen. Demikian diungkapkan salah seorang bagian marketing perusahaan properti, Dewi Andini, Minggu (29/1). Dikatakan, rumah tipe 36/100 m2 finishing yang awalnya dijual Rp 550 juta per unit, kini karena penjualan lesu ditawarkan hanya Rp 425 juta per unit. Langkah menurunkan harga dilakukan untuk memberi kemudahan bagi konsumen yang berniat membeli rumah awal tahun ini. Selain potongan harga, disediakan pula fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) dengan suku bunga kompetitif rendah. Ini bertujuan konsumen tak terlalu beban memenuhi cicilan tiap bulannya dengan uang muka yang ditentukan perbankan. ‘’Saat ini uang muka masih 30 persen dengan syarat dan ketentuan lainnya oleh perbankan,’’ jelasnya. Menurutnya, masih perlu waktu ke depan memulihkan daya beli konsumen karena harga- harga kebutuhan pokok lainnya juga serba mahal. Rumah sebagai kebutuhan mendesak bagi sebagian orang memang tak semudah yang diucapkan untuk membelinya.

50 13 - 19 Februari 2017

‘’Diperlukan kesiapan matang agar bisa mampu menempuh KPR dengan bebas dari rasa khawatir akibat gagal bayar,’’ tandasnya. Sebelumnya, salah seorang spekulan, Agustinus, menilai lesunya perekonomian turut membuat konsumen hati-hati membelanjakan uang mereka terutama untuk membeli rumah. ‘’Ini mesti bisa dibaca untuk meningkatkan kualitas layanan,’’ katanya. Spekulan tak bisa memacu atau melambung-tinggikan harga produk properti seenaknya karena pasar kian selektif. ‘’Ini akan memberi pengalaman berharga bagi mereka karena bisnis properti tak selalu naik tapi dalam masa tertentu ada kondisi turunnya,’’ tandasnya. Harus Tepat Sasaran Sementara itu, menjamurnya perumahan murah hingga ke desa di Jembrana diharapkan bisa dikendalikan. Selain harus menyesuaikan tata ruang, juga harus mengikuti aturan di daerah. Jangan sampai program untuk penyediaan tempat tinggal masyarakat menengah ke bawah ini justru menimbulkan masalah baru di wilayah tersebut. Anggota Komisi C DPRD Jembrana, I Wayan Suardika, belum lama ini mengatakan tujuan pembangunan perumahan murah memang bagus, namun yang terpenting adalah tepat sasaran. Di samping itu, tempat yang dipilih usaha properti harus sesuai tata ruang wilayah. Jangan

memaksakan di daerah hijau hanya karena harga tanah yang murah. Kemudian sosialisasi kepada masyarakat lokal sekitar perumahan itu juga sangat penting. Jangan sampai masyarakat sekitar justru tidak mengetahui sehingga mereka yang sejatinya memerlukan tidak tersisih. “Perumahan itu bisa dimanfaatkan masyarakat lokal. Bagaimana mereka bisa terlibat, ketika tidak tahu persyaratan apa? Karena itu sosialisasi ke masyarakat sekitar penting,” kata Ketua Fraksi Golkar Jembrana ini. Pihak pengembang juga harus memperhatikan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Agar tertata dan tidak menimbulkan permasalahan baru yang akan merugikan nantinya. “Jangan murah lantas kumuh, ujung-ujungnya mangkrak. Ini harus dikendalikan dan tepat sasaran,” tambahnya. Jembrana menjadi salah satu daerah sasaran untuk perumahan murah di Bali. Program dari pemerintah pusat ini memberikan subsidi kepada masyarakat untuk memiliki rumah dengan sasaran PNS dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) seperti buruh dan nelayan. Saat ini, menjamur perumahan hingga ke desa-desa yang harga tanahnya masih rendah. Seperti di Sangkaragung, Dauhwaru, Baluk, Tegalbadeng Barat, Lelateng hingga Melaya. l Gunawan/Surya Dharma


172 |13 - 19 Februari 2017

Tiga Kebijakan Reformasi Koperasi

RP 20.000


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 172 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu