Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 171 | balipost.com

Page 1

171 |6 - 12 Februari 2017

Menata DAS Jadi Tempat Wisata

RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI lMasihkah Orang Bali Berbahasa Bali? 6 BALI SEPEKAN lPaus Terdampar di Pantai Matahari Terbit 7

LAPORAN UTAMA l Denpasar Tata DAS Jadi Tempat Wisata 8 l Di Gianyar DAS Ditumbuhi Usaha Rafting 9 l DAS pun Kini Jadi Tempat Rekreasi Asri 10 l Tukad Unda Jadi Objek “Prawedding” 11 POLITIK lRegenerasi Pemimpin Bali (1) Diskualifikasi, Kandidat yang Tak Pro-Komitmen Rakyat Jaga Alam 16 lMenjadikan Desa Kekuatan Ekonomi 17 KIPRAH REMAJA lAyu Lestari Dewi Kerap Jadi Juara 18 MANCANEGARA l Tiongkok Coba Rekayasa Cuaca 20 DAERAH l Rayakan Banyupinaruh

LENSA l Pakan Babi 26

OLAHRAGA l Urusan Polisi Lagi 27 PENDIDIKAN l Tak Penuhi Jam Mengajar

Puluhan Guru Kontrak Kebingungan 32

PETERNAKAN l Mengulang Sejarah Bali 36 PARIWISATA l Pariwisata Bali Terjebak Kuantitas 38

Terseret Ombak, Siswa SMK Tewas 22

PROPERTI l Pengembang Sasar Lahan PrOduktif 44 TRADISI l ”Mamunjung” Saat Pagerwesi

Wujud Penghormatan kepada Leluhur 46

HIBURAN l Adi Bing Slamet Kembangkan Lawakan 48

6 - 12 Februari 2017

3


DARI PEMBACA

Keluhkan Layanan Telkom T

elkom sangat berjasa dan sangat kami perlukan bukan hanya untuk komunikasi, tetapi juga untuk mencari nafkah. Jasa Telkom bukan hanya diperlukan sejak tahun 70-an, tetapi tetap kami perlukan sekarang maupun yang akan datang. Kerusakan telepon telah kami laporkan 147 pada tanggal 22 Desember 2016, No. laporan IN 11518547. Setelah itu kami laporkan juga secara langsung, dengan mendatangi kantor Telkom sebanyak dua kali. Pada tanggal 6 Januari 2017 teknisi Telkom akhirnya menelepon menanyakan lokasi kami tapi tidak ada muncul. Tanggal 12 dan 13 Januari 2017 kami mencoba telepon 147 tapi tidak bisa dihubungi. Telepon kami rusak dan belum diperbaiki oleh Telkom. Tetapi ketika kami coba hubungi dengan telepon tembaga lain, jawabannya ‘’telepon tidak bisa digunakan atas permintaan pemilik’’ yang mana tidak sesuai dengan realitas. Kami tidak pernah memutuskan jasa telepon kami, tetapi telepon rusak dan belum diperbaiki oleh Telkom. Betapa banyak nomor telepon tembaga yang rusak karena galian atau sebab lain tetapi dibiarkan Telkom. Kabel diganti optik tetapi pemberitahuan di media hanya sekali kami baca di Bali Post untuk area Sanur dan tanpa penjelasan lebih baik/jeleknya optik. Sesudah diganti optik susah dihubungi/rewel/rusak untuk dihubungi melalui HP maupun telepon tembaga. Kami yang perlu internet saja dipaksa berlangganan Indi Home dengan kabel TV yang tidak kami perlukan. Pernah juga telepon rumah kami tanpa persetujuan dan sepihak dijadikan pelanggan Indi Home yang tidak kami perlukan dan merepotkan harus datang ke kantor Telkom untuk pemutusannya. Teknisi Telkom sekarang setelah memakai pihak ketiga tidak mengerti teknologi telepon lama dan tidak setangkas dan bersemangat kerja seperti karyawan Telkom yang lalu. Seyogianya Telkom bisa lebih cekatan, komunikatif dan melayani seperti layanan PLN 123 dalam berkarya dan berusaha. Yinna Sungkono Jl. Suli No.59, Denpasar

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana Sugiartha Redaksi Dira Arsana, Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Diah Dewi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Sosiawan. Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

6 - 12 Februari 2017

4


Harus Jelas, Rekam Jejak Cagub Bali WACANA regenerasi kepemimpinan Bali mulai bergulir. Nama–nama kandidat telah beredar ke masyarakat. Bahkan, sosialisasi kandidat secara personal, baik didukung partai maupun kelompok mulai dilakukan. Poster, baliho dan promosi diri kandidat bisa dilihat di media massa, termasuk media sosial. Menyikapi hal ini, peran aktif masyarakat Bali sebagai pemegang hak pilih tentu patut didengar. Setidaknya, pemilih harus tahu kualitas, komitmen dan kinerja calon pemimpinnya. Rekam jejak calon gubernur (cagub) Bali bahkan menjadi keharusan untuk dipahami masyarakat. Berdasarkan fakta dan asumsi ini, Pusat Data Bali Post melakukan jajak pendapat di seluruh Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden ketika disodori pertanyaan; Menurut Anda, apakah penetapan kandidat pemimpin Bali ke depan perlu memperhatikan trak record-nya? Terdapat 81,51 persen responden menyatakan sangat perlu. Responden menilai potret diri kandidat dari berbagai sektor harus jelas. Ini merupakan standar kelayakan untuk memimpin Bali. Dari sisi politik, kandidat hendaknya figur yang bersih dan berani mengambil kebijakan politis yang berpihak pada kepentingan Bali. Politisi atau birokrat yang mencalonkan diri saat pilgub

nanti harus terbukti memiliki keberpihakan terhadap aspirasi krama Bali dalam mengawal budaya dan alam Bali. Sedangkan dari konteks sosial budaya, pemimpin Bali juga harus memiliki karakter cakap dalam melakukan pengawalan terhadap budaya Bali. Figur yang memiliki kecakapan dalam mengawal budaya Bali tentu layak diberikan kesempatan. Tak hanya itu, menurut responden, calon pemimpin Bali hendaknya berani berseberangan dengan kepentingan-kepentingan investasi yang ditentang masyarakat Bali. Di lain pihak, terdapat 16,11 persen responden mengatakan potret diri pemimpin Bali bukan hal yang mendasar untuk diperdebatkan pada saat ini. Yang perlu dilakukan adalah membuat mentalitas positif di kalangan pemilih. Ini penting dilakukan, sebab banyak figur yang layak memimpin justru tak dapat kendaraan atau kalah karena masih kuatnya transaksi dukungan. Rekayasa atau kejahatan politik juga layak diwaspadai. Artinya, ketika pemilih benar-benar menggunakan hati nurani dalam memilih, maka calon pemimpin yang terseleksi tentu terbaik dari figur yang ada. Artinya, kualitas calon dan mentalitas calon pemilih harus sejalan. Kualitas calon baik, namun pemilihnya bermental transaksi hasilnya juga tak akan efektif bagi Bali. Sementara itu, 2,38 persen responden

tak memberikan tanggapan atas pertanyaan ini. Mereka mengaku tak tertarik bicara politik. Sebagian lainnya, juga mengaku hak rakyat dalam menentukan figur tak jelas. Bahkan, responden mengatakan kepemimpinan Bali ke depan bukan menjadi hal strategis untuk dibahas saat ini. Yang lebih penting untuk disuarakan justru strategi mengatasi tekanan ekonomi. l Dira Arsana

6 - 12 Februari 2017

5

5


opini

Masihkah Orang Bali Berbahasa Bali?

S

ALAH satu persoalan kebudayaan orang Bali adalah pada bahasa Bali-nya. Sebagai sebuah persoalan kebudayaan, bahasa Bali kini berlumuran kekhawatiran, pesimisme, dan ujung dari semua itu hanyalah kepunahan bahasa Bali. Cara pandang tersebut nampaknya akan selamanya dikaitkan dengan fakta-fakta sosiolinguistik di lapangan seperti abrasi ranah pemakaian bahasa Bali, menurunnya loyalitas pemakai bahasa Bali, dan kegagalan pengajaran bahasa Bali di sekolah-sekolah. Pertanyaannya kini adalah apakah orang Bali masih mempunyai rasa memiliki pada bahasa Bali-nya? Persoalan utama dalam bahasa Bali tampaknya tidak berbeda jauh dengan persoalan-persoalan yang telah dihadapi oleh orang Bali. Persoalan ketika mereka merasakan ruang ekologis dan ruang kebudayaannya semakin sesak. Sebuah peminggiran terselubung, ketika kapitalis-kapitalis membeli tanah-tanah indah di Bali. Dengan kesadaran akan hal itu orang Bali lebih berhati-hati menjual tanahnya kepada para investor. Jadi, dengan itulah orang Bali telah mulai mendirikan bentengbenteng yang akan melindunginya dari usaha-usaha marginalisasi terselubung. Apakah kesadaran seperti itu telah dimiliki oleh orang Bali, ketika bahasa Bali-nya berhadapan dengan bahasa-bahasa asing dan juga bahasa nasional yang semuanya mendesaknya? Keterdesakan bahasa Bali tampaknya belum menjadi kesadaran kolektif di kalangan orang Bali. Hal ini ditunjukkan dengan adanya sikap pro dan kontra masyarakat Bali dalam mempertahankan bahasa Bali. Misalnya, masyarakat yang tergiur dengan perkembangan modern cenderung meremehkan dan bahkan menilai masyarakat yang tetap mempertahankan tradisi sebagai masyarakat yang tidak mengikuti perkembangan zaman alias kuno. Sebaliknya, masyarakat yang mempertahankan tradisi berbahasa Bali menilai masyarakat yang mengikuti perkembangan modern tanpa diimbangi nilai-nilai budaya adalah masyarakat yang lupa diri atau sok gaul.

6

Oleh I Made Nuryata, S.Pd., M.Pd.

Hampir kebanyakan orang memahami bahasa Bali hanya sebatas sarana komunikasi, baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam kehidupan masyarakat daerah Bali. Padahal, masih ada hal lain yang lebih bernilai dalam bahasa Bali yaitu bahwa dengan menggunakan bahasa Bali, gaya tutur atau mimik, sikap dan perilaku antara pasangan bicara akan terpola dengan sendirinya. Tingkatantingkatan yang ada dalam bahasa Bali (anggah-ungguh ing basa Bali) mampu memberikan rasa bahasa yang berbeda saat digunakan dalam berkomunikasi. Lalu, pertanyaannya adalah apa yang bisa dilakukan agar bahasa Bali mampu bertahan dan tetap lestari? Ada beberapa pemikiran praktis yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam melestarikan bahasa Bali, yaitu: Pertama, upaya mempertahankan bahasa Bali melalui filosofi Bali, misalnya menanamkan nilai-nilai filosofi lewat ungkapan Bali seperti: De ngaden awak bisa depang anake ngadanin. Ungkapan– ungkapan ini merupakan kearifan filosofis yang benar-benar mendasar dan dapat menjadi sumber semangat bangga berbahasa Bali. Kedua, usaha mempertahankan bahasa Bali melalui lomba dan festival kebudayaan Bali. Lomba atau festival sekarang ini menjadi sarana yang ampuh dan efektif untuk mendorong masyarakat untuk berbahasa Bali. Kegiatan semacam ini sudah sangat banyak dilaksanakan namun tentunya harus terus ditingkatkan baik intensitasnya maupun kualitasnya. Pesta Kesenian Bali (PKB) yang dilaksanakan setiap tahun juga merupakan wahana berkesenian di samping untuk melestarikan dan pengembangan budaya Bali. Pesta Kesenian Bali di tahun 2016 nampaknya sangat sejalan dengan upaya mempertahankan bahasa Bali di mana PKB ini mengusung tema “Karang Awak” yang dimaknai sebagai “mencintai tanah kelahiran”. Tanah memiliki arti penting dalam kehidupan masyarakat Bali. Ikatan yang kuat pada tanah (pertiwi) memunculkan rasa cinta orang Bali kepada

tanah kelahiran, tanah pelekadan. Orang bali dikenal sebagai etnis yang memiliki ikatan kuat terhadap tanah kelahirannya. Di mana pun mereka tinggal, di luar Bali bahkan di luar negeri, kecintaan pada tanah kelahiran tiada pernah surut. Malah, jarak geografis dalam rentang waktu yang lama menyebabkan kecintaan pada Bali semakin bertambah. Ketiga, mempertahankan bahasa Bali dapat dilakukan melalui pengembangan kesenian tradisional, misalnya wayang kulit. Pada akhir-akhir ini wayang kulit kembali digemari masyarakat bali karena tampil dengan sentuhan teknologi dan cerita-cerita yang banyak mengandung unsure humornya. Tentu saja ini menjadi wahana yang sangat baik untuk melestarikan bahasa Bali. Keempat, mempertahankan bahasa Bali dengan cara “sehari berbahasa Bali” di sekolah-sekolah atau di kantor-kantor pemerintah. Di sekolah misalnya, di hari sabtu semua siswa dan guru pada jam istirahat berkomunikasi dengan bahasa Bali. Mungkin pada awalnya kegiatan ini terasa berat terlebih lagi di sekolah perkotaan namun lama-kelamaan hal ini akan menjadi biasa dan kegiatan ini merupakan bentuk nyata dalam mendorong pelestarian bahasa daerah Bali. Melalui refleksi ini tentu saja kita berharap bahwa kita sebagai masyarakat Bali sudah seharusnya untuk menentukan sikap yaitu “kembali berbahasa Bali”. Mari kita kembali berbahasa Bali dan bangga berbahasa Bali. Marilah kita bijak menyikapi globalisasi dengan memberikan ruang yang proporsional untuk melestarikan bahasa Bali yang merupakan bahasa ibu dan warisan leluhur yang menunjukkan identitas diri kita sebagai orang Bali. Dan yang tidak bisa dilepaskan perannya dalam melestarikan bahasa Bali adalah orangtua. Semoga saja bahasa bali merupakan bahasa pertama yang diperkenalkan orangtua kepada anak, dan juga merupakan bahasa pertama bagi anak untuk berkomunikasi dengan orangtua dan teman-temannya. Penulis, Guru SMKN 1 Manggis Karangasem

6 - 12 Februari 2017

6


BALI SEPEKAN

Eks Kantor Camat Mengwi Kumuh

EKS Kantor Camat Mengwi yang dibiarkan kosong, kembali menjadi sorotan dari warga sekitar. Mereka mengatakan, kantor yang berada di sebelah utara Puri Ageng Mengwi dan dibiarkan terbengkalai tersebut menimbulkan kesan kumuh. “Seharusnya pemerintah memikirkan untuk apa gedung itu. Apalagi, lokasinya berada di kawasan pariwisata yang ibaratnya wajah Badung. Kalau dibiarkan begitu, sama saja mengotori wajah Badung,” ujar salah seorang warga saat

ditemui di lokasi. Kepala Bagian Perlengkapan dan Perawatan (Perwat) Setda Kabupaten Badung, I Wayan Puja saat dimintai konfirmasi, Senin (23/1) mengaku, pascaoperasional Kantor Camat Mengwi pindah lokasi ke Banjar Gambang, Mengwi, eks Kantor Camat Mengwi tak lagi dimanfaatkan. Pihaknya tengah menunggu proses penilaian dari DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara). “Ada keinginan dari program pemerintah bersama dengan desa

adat akan dipercantik karena itu daerah pariwisata, berkaitan dengan kekurangan parkir serta diperindah untuk taman,” ungkapnya. Berkaitan dengan hal itu, ia mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak desa adat agar tidak ada tindakan sebelah pihak. Sebab, bangunan atau gedung kantor camat adalah milik pemerintah. Gedung tersebut masih diproses untuk penghapusan oleh pihaknya. l Parwata

Tabrakan, Ajudan Bupati Cedera

MBP/edi

Paus Terdampar di Pantai Matahari Terbit SEEKOR ikan paus jenis pygmy sperm whale (paus sperma kerdil) terdampar di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Senin (23/1). Meski sempat mendapat perawatan, paus tersebut akhirnya mati. Staf Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Yudis menuturkan, sebelumnya Tim BPSPL Denpasar menerima laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar. Sekitar pkl. 06.00 Wita, terlihat ada paus berkeliling di pinggir Pantai Matahari Terbit. ‘’Paus ini berjenis pygmy sperm whale dengan ukuran panjang 1,5 me-

ter,’’ katanya. Ketika ditemukan pertama kali, paus ini masih dalam kondisi hidup. Pihak BPSPL berencana melakukan observasi. Karena kondisi paus terluka, pihaknya melakukan evakuasi untuk dilakukan perawatan di sebuah keramba di Pantai Mertasari, Sanur. ‘’Namun, ketika beberapa menit tiba di tempat observasi, paus tersebut mati,’’ ucapnya. Pihaknya bersama mahasiswa Kedokteran Hewan Unud akan melakukan nekropsi atau bedah bangkai untuk mengetahui penyebab kematian paus tersebut. l Edi

KECELAKAAN lalu lintas (lakalantas) beruntun terjadi di Jalan By-pass I.B. Mantra, Banjar Rangkan, Desa Ketewel, Sukawati, Senin (23/1). Kecelakaan disebabkan kelalaian pengemudi Toyota Kijang Innova DK 1022 SP, I Gusti Made Putra (30). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun penumpang mobil tersebut, A.A. Gede Wirasatriana yang merupakan ajudan Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata, mengalami patah tulang pada pergelangan tangan kiri. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan ini berawal saat mobil yang dikemudikan Gusti Made Putra meluncur dari arah timur di By-pass I.B. Mantra sekitar pukul 05.30 wita. Setiba di kawasan Desa Ketewel, tiba-tiba mobil tersebut oleng ke kiri hingga menghantam bagian kanan belakang truk nopol DK 9498 SF yang parkir di sebelah selatan jalan. Tak berhenti di situ, pengendara sepeda motor Honda DK 6332 LZ, I Ketut Wiartana, turut menabrak bagian belakang Innova. Akibat kecelakaan beruntun ini, Agung Wirasatriana mengalami patah tulang pada pergelangan tangan kiri. Sementara Ketut Wiartana mengalami luka robek pada kaki kiri. Kedua korban selanjutnya dilarikan ke RS Kasih Ibu, Desa Saba, Blahbatuh. Kasat Lantas Polres Gianyar AKP I Gede Eka Putra Astawa mengatakan, kecelakaan ini terjadi akibat mobil yang dikemudikan Gusti Made Putra oleng ke kiri sehingga menabrak truk yang sedang parkir. l Manik 6 - 12 Februari 2017

7

7


LAPORAN UTAMA

M

Denpasar Tata DAS Jadi Tempat Wisata

usim hujan hampir selalu membuat warga terutama di perkotaan dan lebih utama lagi di kota metro seperti Denpasar was-was. Maklum, tiap kali hujan turun cukup deras dalam waktu cukup panjang, bencana banjir muncul di mana-mana. Hal ini lebih banyak akibat saluran drainase atau got yang tersumbat sampah, sementara aliran sungai juga dipenuhi sampah yang dibuang sembarangan masyarakat. Untuk meminimalisir hal ini, pemerintah berupaya menata daerah aliran sungai (DAS) agar menjadi bersih, bahkan bisa menjadi tempat wisata. Upaya menjaga kebersihan aliran sungai di Denpasar dilakukan dengan berbagai cara. Setelah melakukan penataan bantaran sungai, kini muncul gebrakan menjadikan DAS sebagai tempat wisata baru bagi warga. Gagasan menjadikan DAS sebagai tempat wisata ini sebenarnya bukanlah ide baru. Ide ini sebelumnya pernah dilontarkan mantan Wakil Wali Kota Denpasar Ketut Robin untuk menjadikan Tukad Badung sebagai objek wisata. Kini, ide tersebut diteruskan Wali Kota I.B. Rai Dharmawisaja Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, melalui Dinas Pariwisata setempat. Penataan sejumlah bantaran sungai di Denpasar yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Tahun ini, program penataan bantaran sungai terus berlanjut. Hal ini untuk meminimalisir pembuangan sampah ke sungai serta membuat aliran sungai berfungsi dengan baik. Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Denpasar I Gusti Ngurah Putra Sanjaya, S.T., pada 2016 bantaran sungai yang telah ditata meliputi Tukad Loloan, Tukad Tagtag, serta Tukad Badung (di bawah Jembatan Jalan Gajah Mada). Sedangkan penataan lainnya juga dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Perumahan-DTRP (kini Di-

8

nas Perumahan dan Kawasan Permukiman/ DPKP). Bantaran yang ditata oleh DDTRP yakni bantaran Tukad Bindu. Sementara untuk bantaran Tukad Punggawa, ditata oleh Desa Sidakarya. Menurut Putra Sanjaya, tahun ini sudah ada agenda untuk melanjutkan penataan sejumlah bantaran sungai dengan menggunakan dana pusat. Bantaran yang akan ditata kembali yakni melanjutkan penataan di Tukad Badung, Tukad Tagtag (di bawah Yout Park), serta Tukad Badung bagian hilir (kawasan Taman Pancing). Selain itu, bantaran Tukad Mati juga akan menjadi agenda penataan tahun ini. Untuk mewujudkan bantaran sungai yang lebih bersih dan indah, Pemkot melalui DPUPR telah melakukan penataan. Bantaran sungai yang telah ditata, yakni Tukad Bindu di Banjar Ujung, Kelurahan Kesiman, bantaran Tukad Badung yang dimulai dari bawah jembatan Jalan Gajah Mada dan Tukad Tagtag di sebelah timur SMPN 10 Denpasar. Tahap awal penataan ini, masing-masing digarap sepanjang 80 meter di sebelah kanan dan kiri alur sungai. Selain pemasangan paving dipadu dengan hiasan batu sikat, di kawasan tersebut juga dilengkapi lampu taman. ‘’Penataan berupa pemasangan paving dan batu sikat di sisi bantaran ini untuk menghilangkan kesan sungai yang kumuh, angker dan jorok, menjadi sesuatu yang menarik, indah dan bersih,’’ ujar Kepala DPUPR Kota Denpasar Ir. I Ketut Winarta. l Asmara Seorang pekerja sedang menyelesaikan pemasangan batu sikat di bantaran Tukad Badung dekat jembatan di Jalan Gajah Mada, Denpasar. Pemasangan batu sikat ini dalam rangka penataan DAS Tukad Badung agar menjadi bersih dan indah untuk dijadikan tempat wisata baru.

6 - 12 Februari 2017

8


Di Gianyar

DAS Ditumbuhi Usaha Rafting

MBP/dok

PANORAMA alam daerah aliran Sungai Ayung banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata, salah satunya rekreasi arung jeram (rafting). Usaha rafting baik yang berdiri di wilayah Kabupaten Gianyar maupun Badung tumbuh menjamur. Bahkan, diduga pertumbuhan usaha rafting sudah tak terkendali dan dikhawatirkan menimbulkan persoalan lingkungan. Arus Sungai Ayung punya kekhasan tersendiri. Di beberapa titik, arusnya cukup besar. Didukung bebatuan alami sungai, mengarungi jeram sungai ini dapat memicu adrenalin. Bahkan beberapa titik seperti di Kupu-Kupu Barong, berbahaya dilintasi oleh pemula tanpa pendampingan instruktur berpengalaman. Sementara di titik lainnya, terbilang datar dengan kedalaman sekitar dua meter. Menurut Kadisparda Gianyar A.A. Ari Brahmanta, potensi itulah yang membuat banyak kalangan tertarik mendirikan usaha rafting. Di Gianyar saja terdapat 12 unit usaha. Itu baru yang terdata. Selebihnya, diduga tak berizin alias bodong atau usaha yang secara administratif terdaftar di Badung namun lokasi tempat usahanya di Gianyar. ‘’Ini memang usaha tanpa banyak biaya. Makanya banyak orang tertarik. Misalnya karyawan di satu perusahaan, lalu dia keluar, kemudian mendirikan usaha sendiri,’’ katanya. Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar ini menyebutkan, jumlah usaha rafting di Gianyar dan Badung yang memanfaatkan Sungai Ayung sudah overload. Hal ini jelas sangat mempengaruhi daya dukung sungai. Resiko kerusakan lingkungan pun sulit dihindari. Kerusakan lingkungan bisa muncul dari berbagai faktor, mulai dari limbah yang tidak dikelola dengan baik hingga aturan pendirian bangunan di sempadan sungai yang dilanggar. Pengendalian perlu dilakukan. Namun, cukup sulit bagi pemerintah kabupaten untuk melakukannya mengingat kewenangan ada di tingkat provinsi. Pemkab hanya sebatas memberikan rekomendasi. ‘’Sebenarnya sudah diupayakan pengendalian dan pembinaan yaitu dengan membuat kesepakatan antarpengusaha. Dalam kesepakatan, dicantumkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi usaha rafting seperti SOP usaha rafting, pengelolaan lingkungan baik dengan menjaga kebersihan, penghijauan maupun menggelar upacara keagamaan di sungai secara bergilir hingga masalah keamanan. Kesepakatan inilah yang harus ditindaklanjuti di tingkat provinsi,’’ kata Ari Brahmanta. Meski kewenangan ada di tingkat provinsi, dia menyebutkan, Pemkab Gianyar juga tidak akan berpangku tangan. Pihaknya mengaku tengah menyusun payung hukum berupa Peraturan Bupati tentang pengendalian akomodasi pariwisata. Usaha rafting salah satunya yang akan diatur secara khusus. Perbup yang sempat mandek penyusunannya itu ditargetkan tuntas tahun ini. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar I Wayan Kujus Pawitra mengatakan, pengelolaan daerah aliran sungai memang membutuhkan partisipasi semua pihak terutama para pengusaha. Sebab, sungai yang terjaga kelestariannya adalah daya tarik utama bagi wisatawan. ‘’Sungai manfaatnya untuk semua. Jadi saya harap aksi pencemaran sungai dapat ditekan seminimal mungkin,’’ katanya. DLH Gianyar ke depan juga akan memperketat pengawasan usaha di kawasan sungai. Pelaku pencemaran lingkungan akan ditindak tegas dan dikenakan sanksi berat. l Dedy 6 - 12 Februari 2017

9

9


LAPORAN UTAMA

DAS pun Kini Jadi Tempat Rekreasi Asri

M

asalah sampah memang telah menjadi momok bagi kota metropolitan termasuk Denpasar. Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar pun terus berupaya mewujudkan Denpasar bebas dari sampah. Salah satunya, memanfaatkan sampah sehingga memiliki nilai ekonomi dengan membentuk bank sampah dan pengelolaan sampah secara mandiri di tiap desa/banjar. Tak hanya itu, Pemkot Denpasar juga menata daerah aliran sungai (DAS) agar terbebas dari sampah. Mengingat, sampah yang terbawa arus sungai tidak hanya membuat DAS kotor dan jorok, tetapi juga memicu bencana banjir tiap kali hujan mengguyur. Untuk mewujudkan hal ini, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara menata dan merancang DAS menjadi tempat rekreasi baru di Kota Denpasar. Sungai yang tadinya kotor sehingga masyarakat jarang yang datang ke bantaran sungai, kini telah ditata menjadi sebuah taman rekreasi baru. Seperti yang telah dilaksanakan DAS di Pengembak, Sanur. Bantara sungai tersebut ditata menjadi tempat rekreasi baru bagi warga Kota Denpasar dan sekitarnya, dan diharapkan bisa menjadi objek wisata baru ke depannya. Hasilnya, kini

banyak masyarakat yang berkunjung dan berekreasi bersama keluarga ke bantaran sungai ini. Selain di Pengembak, Sanur, penataan juga telah dilakukan di Sungai Bindu, Banjar Ujung Kelurahan Kesiman Kecamatan Denpasar Timur. Sungai yang tampak begitu asri dan dihiasi lampu taman, menjadi tempat rekreasi air dan tempat jogging bagi masyarakat yang berkunjung. Di samping itu, juga disediakan tempat mainan bagi anak-anak, seperti ayunan dan perosotan serta mainan lainnya. Bahkan, banyak anak-anak mandi, bermain di air sambil berlompatan. “Kebersihan dan keasrian sungai ini harus tetap dijaga. Untuk itu, setiap rumah di bantaran sungai diharapkan pintu gerbangnya ke arah sungai,� ujar Wali Kota Rai Mantra. Kini, Tukad Bindu telah bukan hanya menjadi tempat rekreasi baru bagi masyarakat sekitar, tetapi juga telah dijadikan objek wisata baru di Kota Denpasar. Beberapa event kini banyak digelar di bantaran sungai ini, seperti lomba mincing dan sejenisnya. Tentunya, hal ini akan memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, kesadaran untuk memelihara dan menjaga kebersihan sungai ini akan terus meningkat. l Asmara

MBP/dok

Warga berekreasi bersama keluarga di Sungai Pengembak, Sanur. Bantara sungai ini kini tampak asri.

10

MBP/dwa

6 - 12 Februari 2017

10


Tukad Unda Jadi Objek “Prawedding” KABUPATEN Klungkung memiliki beberapa sungai, yang terbesar yakni Tukad Unda di Desa Paksebali. Kini, Tukad Pemerintah Kabupaten Klungkung menata dan mengembangkan Tukad Unda sebagai objek wisata. Hal ini dilakukan dengan menambah fasilitas secara bertahap, salah satunya permainan air bebek dayung yang dapat disewa para pengunjung. Perbekel Desa Paksebali, I Putu Ariadi menjabarkan, tiga potensi yang dimiliki Desa Paksebali telah menjadi bekal sebagai desa wisata. Untuk alamnya, Desa Paksebali memiliki Tukad Unda yang sudah terkenal sebagai objek untuk melaksanakan prawedding. Selain itu, Desa Paksebali juga memiliki kerajinan yang tersohor yakni pembuatan tedung dan prada. Untuk budaya, Desa Paksebali memiliki tradisi melaksanakan Dewa Mesraman di Pura Panti atau lebih terkenal dengan sebutan Dewa Mapalu. “Kami memiliki gagasan untuk menjadikan Desa Paksebali sebagai desa wisata. Potensi sudah ada untuk menjadi desa wisata,” tuturnya. Putu Ariadi mengungkapkan, untuk menunjang gagasan desa wisata ini pihaknya telah melakukan penataan Tukad Unda. Selain itu, pihaknya telah mengalokasikan anggaran Rp 300 juta digunakan untuk membangun restoran. Selain itu, akan dibuatkan tempat juga untuk menampilkan hasil kerajinan di Paksebali yang dapat dibeli pengunjung sebagai kenang-kenangan. Terkait dengan pengelolaan desa wisata ini, pihaknya akan menyerahkan kepada badan usaha milik desa (BUMDes). Upaya penataan yang dilaksanakan Desa Paksebali ini sangat terlihat dengan perubahan kondisi di Tukad Unda. Kawasan Tukad Unda di Desa Paksebali yang sebelumnya kumuh, kini apik sehingga ramai dikunjungi wisatawan. Pada hari libur, Tukad Unda ini pun ramai didatangi wisatawan hingga mencapai ratusan orang. Desa Paksebali pun akan mengembangkan penataan sehingga dapat dikunjungi baik Permainan air untuk menunjang Desa Wisata Paksebali.

pada siang hari hingga malam hari. Ramainya kunjungan wisatawan ini pun menjadi pendapatan asli desa yang mengalir ke Desa Paksebali. Setiap harinya Tukad Unda selalu dikunjungi wisatawan yang melaksanakan foto prawedding. Tiap hari ratarata ada satu hingga dua wisatawan yang melakukan prawedding. Sedangkan pada saat hari libur, wisatawan yang melaksanakan prawedding bisa mencapai lima rombongan. Sejak dilakukan penataan, wisatawan yang melakukan prawedding dikenai retribusi Rp 250 ribu. Biaya tersebut sudah termasuk karcis kendaraan termasuk pemandu wisata. Sedangkan untuk wisatawan asing yang akan mengambil foto dikenai Rp 10 ribu. Untuk wisatawan lokal, hanya dikenai karcis parkir untuk sepeda motor Rp 2 ribu dan parkir mobil Rp 5 ribu. Retribusi ini ditetapkan sesuai Peraturan Desa (Perdes) No. 04 tahun 2014 dan peraturan Perbekel No. 1 tahun 2014 tentang retribusi. Penataan kawasan Tukad Unda yang memiliki luas 15 are ini dilaksanakan sejak tahun 2015 lalu. Hal ini dilakukan agar kondisi kumuh yang selama ini tergambarkan oleh bangunan terbengkalai bisa diubah menjadi lebih baik. Saat ini, kesan kumuh sudah tidak terlihat lagi. Bangunan cafe yang sebelumnya terbengkalai, diratakan dan dibangun fasilitas toilet dan tempat ganti baju. Setiap hari, kawasan ini juga dibersihkan sehingga tidak ada sampah dedaunan yang menumpuk. Sayangnya, sampah plastik yang berasal dari hulu masih mengotori aliran air. Putu Ariadi menambahkan, selain penataan taman yang dilaksanakan tahun 2015, juga disiapkan kolam renang dan shower untuk berbilas setelah berenang. Di tempat ini juga sudah diisi dengan permainan air seperti bebek air dayung. Untuk malam hari telah dipasang lampu penerangan jalan di delapan titik dan masih dipersiapkan lampu LED yang akan membuat air terjun Tukad Unda menjadi bersinar. “Objek ini akan dikelola oleh Desa Paksebali dengan leading sector badan usaha milik desa,” bebernya.

Meski bukan menjadi prioritas desa wisata di Kabupaten Klungkung, ternyata Paksebali menjadi satu-satunya desa yang siap untuk mengemban nama tersebut. Selain telah mendisain ulang kali unda, Paksebali kini mulai merambah wisata agro dengan membuat jalur trekking perbukitan. Hanya saja, minimnya fasilitas membuat Desa Paksebali, Kecamatan Dawan harus mengeluarkan biaya cukup banyak untuk menyediakan fasilitas yang memadai. Putu Ariadi menyampaikan, pihaknya bersama masyarakat Desa Paksebali mulai membuka jalur trekking di kawasan perbukitan Desa Paksebali. Jalur yang melalui tiga bukit yakni Bukit Mandean, Bukit Tangkib Putih, Bukit Mas ini menampilkan pemandangan alami persawahan dan Gunung Agung. Selain itu dapat dilihat juga pemandangan lautan beserta Pulau Nusa Penida. Trekking perbukitan ini juga melalui sungai yang masih alami. Menurut Putu Ariadi untuk membuka jalur trekking ini diperlukan waktu berminggu-minggu mengingat jalur tersebut jarang dilewati masyarakat dan ditutupi semak belukar. Setelah membuka jalur trekking, Desa Paksebali berencana untuk menyiapkan rest area seperti gasebo untuk tempat peristirahatan wisatawan yang melaksanakan trekking. Keberadaan trekking di perbukitan Paksebali ini akan memperkuat posisi desa tersebut sebagai Desa Wisata. Selain keberadaan jalur trekking, pihaknya juga telah menata kawasan Tukad Unda menjadi tempat wisata air. Pihaknya berharap dengan adanya restoran ini, pengusaha rafting dapat kembali memanfaatkan kawasan tersebut sebagai garis finish permainan rafting. Selain itu pihak desa juga telah menjalin hubungan dengan travel agar dapat memanfaatkan restoran tersebut sebagai tempat makan siang wisatawan yang berkunjung ke Klungkung. Diharapkan juga suport Pemkab Klungkung untuk mempromosikan sekaligus memanfaatkan restoran ini sebagai tempat rapat kegiatan pemerintah. l Dewa Farendra 6 - 12 Februari 2017

11


AKTIVITAS DWIJENDRA - Sehat jasmani dan spiritual. Itulah kesimpulan yang bisa diambil dari jalan sehat HUT ke-64 Yayasan Dwijendra Denpasar, Minggu (22/1). Jalan sehat diikuti 10 ribu warga Dwijendra dan alumni, mulai dari siswa TK, SD, SMP, SMA dan SMK hingga mahasiswa diawali dengan Tari Tirtha Amerta Dwijendra.

BUPATI KARANGASEM - Bupati Karangasem melakukan monitoring pelaksanaan perekrutan pegawai kontrak guru untuk mengisi posisi guru kelas dan guru penjas Sekolah Dasar di Kabupaten Karangasem yang dilaksanakan di tiga tempat berbeda yaitu SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 5 Karangasem, Kamis (19/1).

MBP/ist

BPR LESTARI - Rapat Umum Pemegang Saham MBP/ist

UNMAS DENPASAR - Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar kembali menerjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke desa, Senin (23/1). Pada KKN periode ke-40 ini, Unmas menerjunkan 952 mahasiswa KKN. Masing-masing KKN reguler sebanyak 357 mahasiswa dan KKN alternatif sebanyak 595 mahasiswa. KKN reguler dipusatkan di Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

12

6 - 12 Februari 2017

(RUPS) PT BPR Sri Artha Lestari menyetujui penambahan modal disetor tahun ini sebesar Rp 64,5 miliar. Hal ini disepakati dalam RUPS Tahunan yang diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center, Sabtu (21/1). Hal ini diungkapkan oleh Alex P Chandra, Komisaris Utama BPR Lestari.


PEMKOT DENPASAR - Youth Park atau Taman Pemuda yang berlokasi di kawasan Lumintang, Denpasar, akan segera dibuka dan diresmikan, Februari 2017 mendatang. Sebelum di-launcing, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Bagian Ekonomi Kota Denpasar bersinergi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Denpasar dan para Wirausaha Muda Kota Denpasar rencanannya akan mengisi Youth Park ini dengan ragam kreativitas terutama yang bermanfaat untuk anak-anak muda Denpasar.

STIKES WIRA MEDIKA - Menutup rangkaian Dies Natalis IX Stikes Wira Medika Bali, digelar final pemilihan Jegeg Bagus Kampus yang diikuti 10 pasangan Jegeg dan Bagus dari mahasiswa seluruh tingkatan dan program studi yang ada di Stikes Wira Medika Bali. Kegiatan ekstra ini menjadi agenda rutin salah satu unit kegiatan mahasiswa di bawah Badan Eksekutif Mahasiswa Bidang II yang telah berlangsung sejak dua tahun yang .

BUPATI KLUNGKUNG - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta benar-benar ingin segera mewujudkan apa yang menjadi visi dan misi di masa pemerintahannya bersama Wakil Bupati Klungkung Made Kasta, yaitu menjadikan Klungkung yang unggul dan sejahtera. Hal ini disampaikan Bupati Suwirta saat merapatkan seluruh jajaran stafnya guna mengambil langkah-langkah lebih lanjut terkait pelaksanaan kegiatan pada tahun anggaran 2017 di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Jumat (20/1). MKN UNWAR - Program Studi Magister Kenotariatan (MKn) Unwar terus bergeliat. Setelah menyusun kurikulum terbaik, MKn segera memiliki lab kenotariatan terbaik di Indonesia Timur. Untuk merumuskan model dan fasilitas lab tersebut, jajaran MKn Unwar mengadakan workshop Pembentukan Laboratorium Kenotariatan Prodi Magister Kenotariatan Program Pascasarjana Universitas Warmadewa, Senin (23/1) kemarin hingga Selasa (24/1).

6 - 12 Februari 2017

13


A KT I V I TA S BANYUPINARUH - Sudah menjadi tradisi sehari setelah hari suci Saraswati umat Hindu di Bali mendatangi pesisir pantai untuk melaksanakan ritual Banyupinaruh. Di Tabanan, Minggu (22/1) Banyupinaruh terasa sedikit berbeda, khususnya di pesisir Pantai Yeh Gangga. Pasalnya, di sana dilakukan upacara panglukatan Banyupinaruh dan Baruna Astawa.

MBP/ist

MBP/ist

SENATOR WEDAKARNA - Anggota DPD-RI Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III merespons cepat terkait pengaduan masyarakat adat di kawasan Bedugul terhadap sejumlah permasalahan yang terjadi, khususnya sehubungan dengan kinerja Kepala Kebun Raya Eka Karya yang berada di bawah naungan Lembaga Penelitian Ilmu Pengetahuan (LIPI). Dalam kunjungan kerjanya, Senator Dr. Arya Wedakarna menggelar rapat dengar pendapat dengan sejumlah unsur yakni Dr. Bayu Adjie (Kepala Kebun Raya Eka Karya), Dr. Hiskia (Inspektorat LIPI dari Jakarta), I Made Yasa (Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan), I Made Susila Putra (Bendesa Adat Candi Kuning), I Gusti Ngurah Arta Negara, S.H. (Ketua BPD Desa Candi Kuning) serta pihak aparat keamanan TNI dan Polri.

MBP/ist

MBP/ist

14 6 - 12 Februari 2017

SEMEN GRESIK - Distributor Semen Gresik terbesar di Bali, PT Surticon Buana Perkasa, menyerahkan hadiah “Semen Gresik Extra Bonus� di Kantor Pusat sekaligus Gudang Denpasar, Jl. Raya Cargo No. 298, Sabtu (21/1). Hadiah ini merupakan bentuk apresiasi terhadap usaha dan kerja keras pelanggan dalam mencapai target extra bonus penjualan produk semen Gresik tahun 2016. Antara lain berupa dua mobil pick up Colt T.120, 2 NMax Yamaha, 1 KLX Kawasaki, 1 Ninja Kawasaki, 1 Viar Roda 3 dan 31 Honda Beat.

MADE URIP - Bukti perhatian dan perjuangan Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. memperhatikan para petani, khususnya tani ternak di Bali patut diacungi jempol. Dalam waktu singkat, semua usulan dan aspirasi yang disampaikan oleh petani dan krama subak bisa direalisasikan. Untuk itu, Ketua DPP PDI Perjuangan itu langsung menyambangi salah satu Kelompok Ternak Kerja Banteng Paniron di Banjar Nyanyi, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Minggu (22/1).


WABUP BADUNG - Dengan menaiki helikopter, Wakil Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa didampingi Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta dan Direktur RSUD Mangusada Badung dr. I Nyoman Gunarta melakukan simulasi pelatihan evaluasi medis udara, Selasa (24/1) dari Puspem Badung menuju ke helipad RSUD Mangusada Badung. Pelatihan evakuasi ini merupakan sinergi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dengan Basarnas sebagai wujud nyata untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan pada saat terjadi kecelakaan atau bencana. Hadir dalam kesempatan tersebut Kasatpol PP I Ketut Marta, Kabag Humas I Nyoman Sujendra.

MBP/ist

MBP/ist

PUJAWALI - Serangkaian pujawali di Parahyangan Universitas Warmadewa (Unwar) dan upacara pamelaspasan gedung baru dan lobi rektorat, Jumat (20/1) warga besar Unwar menggelar Wayang Cenk Blonk dengan dalang Ketut Nardayana. Pementasan ini terbuka bagi warga Unwar dan masyarakat sekitarnya. Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana didampingi Dekan FT Unwar Prof. Dr. I Wayan Runa, Kamis (19/1) kemarin mengungkapkan, program ini untuk memberi warna lain pujawali Pura Kampus Warmadewa yang bertepatan dengan piodalan Sang Hyang Aji Saraswati nanti.

STP NUSA DUA - Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali melakukan penandatanganan kerjasama dengan Ubud Home Stay Asosiasi (UHSA) dalam bidang pengembangan home stay di wilayah Ubud. Kegiatan yang dibarengi sarasehan dengan narasumber Ketua PHRI Bali Tjokorda Arta Ardhana Sukawati, Kadisparda Gianyar A.A Bagus Ari Brahmanta dan Ketua STP Nusa Dua Bali Drs Dewa GN Byomantara M. Ed diselenggarakan di Musium Puri Lukisan, Ubud, Jumat (20/1).

MBP/ist

MBP/ist

GIZ GMBH - Dalam mewujudkan Nawacita pemberdayaan penyandang disabilitas secara inklusif, BPJS Ketenagakerjaan bersama dengan Tokopedia dan Social Protection Programme yang diimplementasikan oleh Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH menyelenggarakan serangkaian kegiatan pelatihan bagi penyandang disabilitas di Yayasan Annika Linden, Bali, Selasa (24/1). 6 - 12 Februari 2017

15


POLITIK

Regenerasi Pemimpin Bali

Diskualifikasi, Kandidat yang Tak Pro-Komitmen Rakyat Jaga Alam

Babak baru kepemimpinan Bali akan bergulir 2018 mendatang. Pemetaan terhadap potensi dan ancaman Bali tentu menjadi indikator utama yang harus diurai pemimpin Bali. Ini menjadi wacana sangat strategis bagi krama Bali untuk mendapatkan pemimpin ideal bagi Bali. Setidaknya, pemimpin Bali ke depan haruslah figur bersih, berani, visioner dan berpihak pada kepentingan Bali. Syarat itu tentu tak cukup, masih banyak indikator lain yang harus dipenuhi calon pemimpin Bali.

V

italnya peran kepemimpinan dalam menentukan nasib peradaban Bali ke depan, maka kontribusi dan pemikiran semua komponen harus didengar. Partai politik sebagai pemegang mandat untuk mengajukan kandidat tak boleh memaksakan kehendak. Aspirasi masyarakat Bali haruslah menjadi tolok ukur utama. Dalam konteks ini ada banyak pihak yang harus didengar pemikiran dan kontribusinya dalam menjaga peradaban Bali. Menjaga Bali tak cukup dengan merebut kekuasaan, melainkan harus mempertanggungjawabkan kekuasaan bagi rakyat Bali. Pemikiran ini dilontarkan pengamat politik Undiksha Prof. Dr. Wayan Lasmawan, M.Pd. dan Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali Dr. I Gusti Kade Sutawa, S.E., M.M., MBA., Senin (23/1) kemarin. Prof. Lasmawan mengatakan, pemimpin Bali ke depan haruslah figur yang memiliki track record positif dalam membela kepentingan Bali. Dalam konteks ini calon pemimpin Bali harus bersih sehingga berani mengambil langkah tegas dalam mengelola birokrat. ‘’Syarat pemimpin Bali tentu harus jujur dan memiliki etika yang mencerminkan adat dan tradisi Hindu. Ini penting dijadikan syarat mengingat pemahaman pemimpin Bali terhadap wilayah dan rakyat yang dipimpinnya juga harus jelas,’’ tegasnya. Ia juga mengingatkan agar rakyat Bali mempertimbangkan investasi sosial kandidat. Dalam hal ini, interaksi kandidat

16

dengan konstituen dan masyarakat Bali harus jelas. ‘’Figur yang muncul hanya saat perebutan kekuasaan tentu harus diwaspadai. Motifnya menjadi pemimpin juga harus dipertanyakan,’’ ujarnya. Lasmawan mengatakan, investasi sosial budaya kandidat menjadi kekuatan dalam menggerakkan pembangunan Bali. Pembangunan dalam hal ini tentu bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dan investasi, tetapi sanggup mengawal peradaban Bali dan kearifan lokalnya. ‘’Investasi sosial, penguasaan kewilayahan dan interaksi sosial kandidat dalam menjaga dan mengawal budaya Bali haruslah menjadi pertimbangan utama. Mengawal peradaban Bali di tengah menguatnya ancaman terhadap Bali harus menjadi identitas diri pemimpin Bali. Pemimpin Bali jangan sampai krisis identitas akibat berbagai kasus yang membelitnya,’’ tegasnya. Selebihnya, I Gusti Kade Sutawa mengatakan pemimpin Bali selain jujur dan berani juga harus visioner. Tak cukup hanya berani dan dipilih partai. Kandidat juga harus lolos uji di masyarakat. ‘’Jujur, berani dan beretika tentu menjadi hal penting yang harus dipertimbangkan,’’ tegasnya. Praktisi pariwisata ini juga mengingatkan agar kandidat juga introspeksi diri. Jangan merasa diri mampu lalu melakukan pendekatan politik dengan segala cara. ‘’Kandidat jangan hanya membidik kekuasaan melainkan harus mengukur potensi diri,’’ tegasnya. Sutawa menggarisbawahi, visioner

dalam kepemimpinan Bali harus dijabarkan dalam aksi nyata dalam mengatasi berbagai persoalan klasik Bali. Masalah kemacetan, lingkungan, abrasi, sampah dan potensi krisis air harus diurai pemimpin Bali. ‘’Jika tak memiliki solusi mengatasi masalah ini sebaiknya jangan membidik jabatan gubernur Bali,’’ ujarnya. Tak hanya itu, ancaman marginalisasi manusia Bali dan tergerusnya budaya Bali juga harus menjadi perhatiannya. ‘’Kandidat yang tak pro-komitmen rakyat Bali menjaga alamnya, semestinya didiskualifikasi sejak awal. Calon yang tak memahami kepentingan Bali hanya akan menjadi beban bagi Bali,’’ ujarnya. Dalam konteks ini partai politik harus peka dalam merekomendasikan kandidat. ‘’Keberanian menolak investasi yang berpotensi merusak alam Bali harus menjadi identitas kandidat. Bagi kami, ini menjadi syarat penting jika Bali ingin memiliki pemimpin ideal pada masa mendatang,’’ ujarnya. l Dira Arsana ’’Kandidat yang tidak pro-komitmen rakyat Bali menjaga alam dan budayanya semestinya didiskualifikasi sejak awal. Calon yang tak memahami kepentingan Bali hanya akan menjadi beban bagi Bali.’’ Dr. Kade Sutawa

’’Figur yang muncul hanya saat perebutan kekuasaan tentu harus diwaspadai. Motifnya menjadi pemimpin juga harus dipertanyakan.’’ Prof. Lasmawan

6 - 12 Februari 2017

16


Menjadikan Desa Kekuatan Ekonomi SEJAK tahun 2015, pemerintah pusat menggelontorkan dana desa untuk seluruh desa yang ada di Indonesia. Besaran dana desa terus meningkat dari tahun ke tahun. Mulai dari Rp 20,8 triliun di tahun 2015 menjadi Rp 46,96 triliun di tahun 2016, dan Rp 60 triliun di tahun 2017 ini. Sejalan dengan itu, desa-desa kini mulai diminta untuk menjadikan dana desa sebagai motor pertumbuhan ekonomi desa. ‘’Bapak Presiden melalui Nawacita, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka NKRI. Sebagai bentuk komitmennya, desa tak hanya diberikan kewenangan untuk mengelola pemerintahan, juga diberikan kewenangan untuk mengelola pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat,’’ ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi Eko Putro Sanjoyo dalam wawancara eksklusif dengan Indonesia Network, Bali TV dan Bali Post di Jakarta. Menurut Eko Putro, kewenangan kepada desa untuk mengelola pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat adalah yang pertama di dunia. Negara-negara lain yang melihat Indonesia, bahkan kelihatannya akan mencontoh bangsa ini. Padahal di tahun 2015, Indonesia sebetulnya masih terkena dampak krisis global. Namun, di tengah ketatnya keuangan negara, Presiden tetap mengalokasikan dana sebesar Rp 20,8 triliun langsung diberikan ke desa. ‘’Langkah konkret Presiden ini ternyata cukup sukses. Ekonomi Indonesia yang pertumbuhannya turun di 2014 6% menjadi 4,8%, tahun 2015 bisa naik lagi menjadi 5%. Sementara negara-negara tetangga kita pertumbuhan ekonominya menurun semuanya. Dan yang membanggakan, desa menjadi salah satu faktor pertumbuhan ekonomi nasional kita,’’ jelasnya. Desa-desa yang basisnya masih rendah saja, lanjut Eko Putro, pertumbuhan ekonominya rata-rata 12%. Bahkan ada satu desa di Kabupaten Morowari,

Sulawesi Tengah karena sebelumnya tidak pernah tersentuh dengan dana desa, pertumbuhan ekonominya di tahun 2015 mencapai 63%. Ia mengakui dana desa masih memiliki banyak persoalan. Ini dikarenakan program baru pemerintah, sehingga desa belum terbiasa mengelola uang cukup besar. ‘’Tahun 2015, penyerapannya hanya sebesar 80%. Walaupun begitu kita melihat dampaknya luar biasa dan meningkatkan daya beli masyarakat di desa. Lalu Presiden menaikkan lagi dana desa di 2016 menjadi Rp 46,96 triliun, dua kali lipat lebih,’’ imbuhnya. Marwan menambahkan, penyerapan dana desa tahun 2016 sudah lebih bagus karena telah belajar dari pengalaman 2015. Penyerapan dari Kemenkeu ke kabupaten 99% lebih, dan dari kabupaten ke desa-desa 95%. Itu sebabnya, di tahun 2016 desa-desa banyak membangun jalan, PAUD, atau membangun MCK, yang mungkin belum pernah ada di dalam sejarah Indonesia. Jalan desa saja yang dibangun tahun 2016, tercatat lebih dari 50 ribu kilometer. ‘’Itu enggak mungkin kalau kita lakukan dari pusat tanpa memberdayakan masyarakat desa. Tahun 2017, dana desa naik lagi Rp 60 triliun dan tahun depan Rp 120 triliun,’’ terangnya. Lantaran ekonomi sudah mulai membaik, Marwan mengatakan, program unggulan tahun 2017 adalah mulai membuat dana desa bukan sebagai sumber utama pembangunan desa. Tetapi menjadi pengungkit pertumbuhan desa, sehingga desa itu bisa mandiri dan bisa membiayai pembangunannya sendiri. Nomor satu adalah mengembangkan program produk unggulan desa. ‘’Kenapa sih desa perlu produk unggulan? Desa kita ini kan sebanyak 74.754 desa tahun lalu, tahun ini dimekarkan menjadi 74.954 desa. Tetapi setelah diverifikasi desa yang berhasil dimekarkan menjadi 74.910 desa. Mayoritas di desa-desa itu hidup dari sektor pertanian, 80% lebih,’’ paparnya. Menurut Eko Putro, separuh dari

’’Karena produksinya kecil, tidak mungkin sarana pascapanen ditaruh di desa-desa tersebut. Akibatnya pada saat panen, menjualnya juga melalui mata rantai yang sangat panjang, jadi harganya rendah. Makanya kita minta desadesa itu supaya fokus menanam komoditi tertentu.’’ Eko Putro Sanjoyo Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi

desa-desa itu sebetulnya sudah terintegrasi secara vertikal. Artinya, masyarakatnya sudah fokus menanam produk komoditi tertentu, sehingga ada skala produksi yang besar. Pada akhirnya, desa-desa tersebut bisa terintegrasi dari hulu sampai hilir, sehingga pendapatan masyarakatnya relatif baik. Sementara separuhnya lagi masih belum fokus. Sarana produksi menjadi mahal karena kecil dan harus melalui jalur distribusi yang panjang, jadi harganya tinggi. ‘’Karena produksinya kecil, tidak mungkin sarana pascapanen ditaruh di desa-desa tersebut. Akibatnya pada saat panen, menjualnya juga melalui mata rantai yang sangat panjang, jadi harganya rendah. Makanya kita minta desa-desa itu supaya fokus menanam komoditi tertentu,’’ jelasnya. l Rindra 6 - 12 Februari 2017

17

17


KIPRAH REMAJA

Ayu Lestari Dewi

Kerap Jadi Juara

A

yu Lestari Dewi telah berhasil menyumbangkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional untuk sekolahnya. Berpegang pada moto hidupnya, Talk Less Do More, berjuang, berusaha dan berdoa, ia pun meraih sejumlah prestasi. Kesederhanaan yang dimiliki tak menghalanginya untuk mengumpulkan berbagai macam prestasi, baik tingkat kabupaten, provinsi sampai ke tingkat nasional. Bahkan, tiap semester ia kerap meraih juara umum, baik Juara Umum I maupun Juara Umum II di sekolah tempatnya bernaung kini. Baru-baru ini, siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar ini mampu meraih juara III Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Kesehatan bidang Keperawatan tingkat Nasional di Yogyakarta. Tentunya, prestasi ini dapat membanggakan sekolahnya pula. Putri dari pasangan I Made Sukranis Saputra dan Ni Kadek Sucitawati ini mampu menyisihkan lawannya dari perwakilan SMK Kesehatan dari masing–masing provinsi se-Indonesia. Dewi, begitu ia kerap dipanggil, merupakan salah satu contoh remaja yang pantang menyerah untuk selalu belajar dan belajar agar bisa meraih prestasi. Sekolah di desa tak menghalangi upayanya berprestasi di bidang akademik. Hal itu tak lepas dari dukungan dan motivasi orangtuanya. ‘’Saya bersyukur memiliki orangtua dan juga keluarga yang selalu memberikan dorongan, motivasi kepada saya untuk tidak selalu menyerah. Di samping itu juga dari pihak sekolah yang selalu men-support saya belajar,’’ terangnya ketika ditanya siapa yang selalu berperan dalam prestasinya itu. Sejak di Sekolah Dasar (SD), dia sudah meraih berbagai prestasi. Pada tahun 2010, siswa asal Wates Kangin, Desa Duda Timur,

18

6 - 12 Februari 2017

MBP/ist

Dewi saat meraih juara III Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Kesehatan bidang Keperawatan tingkat Nasional di Yogyakarta.

Kecamanan Selat, Karangasem ini meraih juara II Olimpiade IPA SD se-Kabupaten Karangasem. Selain itu, ia juga meraih juara III Siswa SD Berprestasi Kecamatan Selat, Karangasem 2010 dan Peserta Lomba Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam tingkat SD se-Bali 2010. Di bidang nonakademis, alumnus SMP Negeri 2 Selat, Karangasem ini berhasil meraih juara I Lomba Puisi tingkat SMP 2013 dan pada 2014 sebagai peringkat ke-7 Lomba Matematika Tingkat SMP Kabupaten Karangasem. Untuk mewujudkan cita-citanya yang ingin menjadi seorang dokter ataupun tenaga di bidang kesehatan, adik dari I Gede Okie Saputra ini melanjutkan sekolah di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar. Prestasi yang berhasil dikumpulkan di tingkat SMK adalah juara II Olimpiade Sains Terapan Kota Denpasar Tahun 2015. Juara III Lomba Mading 3 Dimensi tingkat SMA/SMK se-Bali 2015 di Fakultas Kedokteran Hewan Unud dan di tahun 2016 mampu meraih juara II pada jenis lomba yang sama. Juara Favorit Lomba Jurnalistik tingkat SMA/SMK se-Bali 2016 di Politeknik Negeri Bali. Sebagai peserta Olimpiade Biologi SMA/SMK se-Bali Tahun 2015, Olimpiade Sains Terapan Nasional SMK Provinsi Bali 2015 dan mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah National Avicena Competition 2015 tingkat SMA/SMK se-Indonesia. Meskipun ada sedikit keraguan karena faktor ekonomi untuk bisa melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran, namun sesuai dengan moto hidupnya, gadis kelahiran 5 Maret 1999 ini tak pernah menyerah, terus berjuang belajar dan berdoa untuk meraih citacitanya. ‘’Karena tiada hasil yang mengkhianati usaha,’’ tegasnya. lAriningsih


AKTIVITAS

MBP/ist

K3S DENPASAR - Berbagi kasih antarsesama tak hanya dilakukan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar dalam memberikan bantuan, namun juga dilakukan dengan kegiatan mengajak difabel dan anak-anak yatim mendapatkan kesempatan yang sama. Dalam kegiatan rutin Nonton Bareng (Nobar) yang kali ini dilaksanakan dengan kegiatan Bioskop Berbisik, dipimpin langsung Ketua K3S Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra dan Wakil Ketua K3S Ny. Antari Jaya Negara serta Ny. Kerti Rai Iswara, Minggu (22/1).

MBP/ist

DLHK BADUNG - Setelah dikukuhkan menjadi Organisasi Perangkat Daerah baru, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung siap melakukan action untuk menangani permasalahan pencemaran lingkungan di Kabupaten Badung. Bahkan, Senin (23/1) staf DLHK Badung melakukan penandatanganan pakta integritas melawan perusak lingkungan.

MBP/ist

SMAN 2 MENGWI - Kepala SMAN 2 Mengwi Drs. I Nyoman Windia mewujudnyatakan visi dan misi sekolah dengan melangkah bersama berlandaskan Tri Hita Karana. Dia bersama staf pegawai, guru dan siswa dalam wadah sebagai keluarga besar SMAN 2 Mengwi telah melaksanakan suatu ritual yang sangat luar biasa dengan tujuan untuk meningkatkan keharmonisan hubungan khususnya di SMAN 2 Mengwi, yaitu keharmonisan antarmanusia dengan Tuhan, manusia dengan antarsesama manusia dan manusia dengan lingkungan alamnya.

MBP/ist

DPRD BADUNG - Menindaklanjuti rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung yang akan merancang peraturan daerah tentang satgas anti-narkoba, DPRD Badung mulai mencari masukan dari berbagai pihak. Bahkan, Ketua DPRD Badung Putu Parwata beberapa waktu lalu melakukan audiensi ke Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose untuk meminta arahan terkait rencana pembentukan perda tersebut. 6 - 12 Februari 2017

19


MANCANEGARA

Tiongkok Coba Rekayasa Cuaca

20

6 - 12 Februari 2017


B

adan Perencana Ekonomi Tiongkok telah menyetujui proyek senilai 1,15 miliar yuan atau sekitar Rp 2,2 triliun untuk menurunkan hujan di wilayah barat laut yang kering. Proyek ini merupakan salah satu yang terbesar di antara sejumlah proyek kontrol cuaca yang dijalankan Beijing. Hasil penelitian Badan Meteorologi Tiongkok mengungkapkan, melalui proyek tersebut, hujan dan salju akan dapat ditingkatkan dalam area seluas 960 ribu kilometer persegi (km2). Investasi tersebut disetujui oleh Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional (NRDC) untuk digunakan membeli empat pesawat baru, meningkatkan delapan pesawat yang telah ada, membuat 897 alat peluncur roket, dan menghubungkan 1.856 alat ke sistem kontrol digital. Disebutkan, proyek ini akan memakan waktu selama tiga tahun. Proyek yang baru disetujui ini diharapkan dapat membantu meningkatkan keamanan ekologi, alokasi sumber air, dan mencegah kekeringan serta kebakaran hutan di daerah Gansu, Shaanxi, Qinghai, Ningxia, Xinjiang, serta Mongolia. Kontrol cuaca biasanya dilakukan dengan menyebarkan katalis yang berfungsi sebagai benih hujan ke awan untuk memicu turunnya hujan. Belakangan ini modifikasi dengan menembakkan bahan kimia ke awan menjadi semakin sering digunakan untuk mencerahkan cuaca pada perayaanperayaan besar atau untuk membuat suhu lebih dingin di musim panas. Cara ini juga digunakan untuk menurunkan hujan guna mengatasi masalah asap yang terjadi di kota-kota besar. Masalah asap menjadi isu utama di

Tiongkok. Negara Tirai Bambu mengeluarkan peringatan merah, level tertinggi dari sistem peringatan polusi udara untuk kabut asap yang tengah menyelimuti Negeri Tirai Bambu itu. Status darurat pada level itu merupakan yang pertama kalinya diterapkan untuk masalah tersebut. Observatorium nasional Tiongkok mengeluarkan peringatan kabut asap sejak Selasa 3 Januari 2017 untuk sejumlah daerah utara dan timur. Diikuti sekitar 24 kota lainnya. “Pada Rabu, kabut tebal di bagian wilayah Beijing-Tianjin-Hebei akan mengurangi visibilitas kurang dari 500 meter, serta di Provinsi Henan, Shandong, Anhui dan Jiangsu,� kata Pusat Meteorologi Nasional setempat. Dalam kasus ekstrem, visibilitas yang terjadi kemungkinan akan berada di bawah 50 meter di daerah tersebut. Badan itu juga memperbarui peringatan level oranye untuk kabut asap pada periode yang sama di utara, wilayah timur dan tengah China karena polusi yang terus memburuk sejak Jumat 30 Desember 2016. “Kabut dan asap di beberapa wilayah akan mulai menipis seiring kedatangan

gelombang dingin,� jelas badan itu. Sebelumnya pada hari pertama tahun 2017 di Beijing, konsentrasi partikel kecil yang masuk ke paru-paru meningkat menjadi 24 kali lipat dari yang direkomendasikan Badan Kesehatan PBB (WHO). Setidaknya lebih dari 100 jadwal penerbangan dibatalkan. Sama halnya dengan perjalanan bus antarkota yang berangkat dari bandara utama di Beijing. Di kota pelabuhan Tianjin, lebih dari 300 penerbangan terpaksa dibatalkan.Tak hanya itu, seluruh jalan raya di kota itu juga mengalami jarak pandang pendek sehingga memicu bahaya bagi para pengemudi. Jutaan orang di China pun tak bisa menikmati perayaan Tahun Baru 2017 dengan nyaman. Sebabnya adalah tingkat polusi udara yang mengkhawatirkan. Pencemaran udara juga telah menyebabkan penutupan jalan dan pembatalan penerbangan menyusul peringatan bahaya yang dikeluarkan oleh sejumlah kota di Tiongkok. Negara itu sendiri memiliki tradisi untuk memulai proyek-proyek besar yang bertujuan memengaruhi dan mengontrol alam yang memunculkan hasil yang bervariasi. Proyek-proyek semacam ini dinilai tidak terlalu kontroversial dibandingkan proyek di darat seperti membendung sungai-sungai besar atau membuat penguat hujan buatan. l Gugiek Savindra

6 - 12 Februari 2017

21


DAERAH

Rayakan Banyupinaruh

Terseret Ombak, Siswa SMK Tewas

S

ehari setelah hari raya Saraswati, umat Hindu di Bali menggelar upacara Banyupinaruh. Upacara ini memiliki makna penyucian diri. Meski sempat diguyur hujan, warga Kota Denpasar serta Badung dan sekitarnya tetap menyerbu sejumlah sumber air, salah satunya pantai. Hal ini terlihat di beberapa objek wisata air seperti Pantai Sanur dan Taman Mumbul di Sangeh. Kondisi serupa juga terjadi di hampir semua kabupaten di Bali. Sayangnya, saat Banyupinaruh kali ini, terjadi musibah di Klungkung. Satu orang terseret ombak di Pantai Goa Lawah, Dawan, Klungkung. Nasib nahas menimpa I Kadek Ariana (17). Remaja ini ditemukan tewas setelah terseret ombak di pantai depan Pura Goa Lawah, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Minggu (22/1). Pelajar kelas XI SMK Manggis, Karangasem, asal Bukit Sangluh, Dusun Belatung, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan ini tenggelam saat merayakan Banyupinaruh. Korban diketahui pergi ke pantai untuk berenang bersama sejumlah temannya, di antaranya I Kadek Eka jaya (18) dan I Putu Budiasa (18) asal Banjar Pakel, Desa Gegelang, Karangasem, serta I Gde Ariawan (18) dari Desa Pesingahan, Dawan. Kapolsek Dawan AKP Kadek Suadnyana di lokasi kejadian mengatakan korban berenang bersama rekan-rekannya dalam rangka merayakan Banyupinaruh sekitar pukul 07.00 Wita. Semuanya sempat tenggelam, namun berkat bantuan warga mereka berhasil diselamatkan. Hanya Ariana yang tidak bisa ditolong karena tubuhnya dengan cepat tenggelam ke dasar laut. “Petugas dan warga sekitar berupaya melakukan pencarian. Sekitar pukul 07.45 Wita, korban berhasil ditemukan,” jelasnya. Menurut penuturan warga sekitar, Nen-

22

6 - 12 Februari 2017

gah Krebek (60), korban masih mengenakan pakaian lengkap. Ia berusaha menolong korban ke dasar laut, namun tidak bisa menjangkau akibat kehabisan napas. Pria yang sehari-harinya ngayah di Pura Segara Goa Lawah ini bersama warga lainnya kemudian mencoba menjangkau korban dengan bantuan kail pancing dan menariknya. “Kail tersebut saya lempar ke laut dan nyangkut di pakaian korban,” ujarnya. Peristiwa itu menjadi catatan Pemkab Klungkung. Bupati Nyoman Suwirta menyatakan Klungkung yang mempunyai wilayah pantai cukup panjang perlu mempunyai tim penyelamat yang didukung SDM dan peralatan untuk menangani kejadian seperti ini. “Sebagai catatan juga bagi BPBD, Polri dan TNI, Klungkung perlu tim selam,” katanya di sela-sela pencarian korban. Selain itu, Bupati Suwirta minta pangempon pura dan prajuru adat mensteril areal pantai di depan Pura Goa Lawah dari kegiatan berenang untuk menghindari terulangnya kejadian serupa. Sementara itu di Denpasar serta Badung dan sekitarnya tetap menyerbu sejumlah sumber air, salah satunya pantai. Hal ini terlihat di beberapa objek wisata air seperti Pantai Sanur dan Taman Mumbul di Sangeh. Sejak pagi hari umat Hindu ramai untuk melakukan penyucian diri dengan cara mandi di sumber-sumber air tersebut. ‘’Meski sempat hujan, kami tidak mengurungkan niat untuk mandi di sini (Pantai Sanur-red) karena sudah direncanakan sejak lama,’’ ujar Made Suadi, warga Kesiman, yang datang bersama keluarganya. Menurut Suadi, air laut yang tidak terlalu besar lebih nyaman untuk mandi bersama. Usai melakukan persembahyangan, mereka bersama warga lainnya langsung mandi di laut. Suasana ramai juga terlihat di pantai lain kawasan Sanur, seperti Matahari

Dua korban terseret arus di Pantai Goa Lawah dirawat di RSUD Klungkung, Minggu (22/1).

MBP/kmb

Terbit, Segara, Sindu, Mertasari sampai Padanggalak, Kesiman. Tidak hanya pantai, objek wisata spiritual seperti pangelukatan Pancoran Solas di Taman Mumbul Desa Sangeh Kecamatan Abiansemal, Badung juga dipadati umat Hindu. Putu Andani, salah seorang pengujung asal Tabanan yang datang bersama rombongan, mengaku rela antre saat masuk ke tempat panglukatan yang memiliki sebelas pancuran itu. ‘’Inginnya sih sudah dari dulu mau ke sini, tapi belum sempat. Hari ini kan Banyupinaruh, jadi disempatin aja ke sini,’’ katanya. Andani yang baru kali pertama mengunjungi objek wisata tersebut tak menyangka bila akan seramai itu. Pasalnya, pancuran solas yang ada di objek wisata tersebut masih terbilang baru dikenal masyarakat luas. Ketua Pengelola Taman Mumbul Ida Bagus Made Bawa yang ditemuai di lokasi mengatakan, pengunjung sudah ramai sejak pagi hari pukul 05.00 Wita saat hari Saraswati, Sabtu (21/1). Pangelukatan sendiri, kata pemilik Restoran Mang Boo ini, dibuka 24 jam. Pengunjung bisa datang kapan saja, baik sendiri maupun ingin dituntun oleh pemangku. ‘’Pemangku selalu siap. Kalau misalnya ingin melakukan pangelukatan pada malam hari, pemangku bisa dipanggil (telepon), sendiri juga boleh,’’ katanya. Objek Wisata Taman Mumbul yang dikelola Desa Adat Sangeh melibatkan pemuda setempat yang tergabung dalam STA (Sangeh Tradisional Aktiviti). Taman Mumbul juga dijadikan lokasi upakara agama, khususnya upacara melasti oleh 10 desa adat yang ada di Kecamatan Abiansemal dan Petang. Air dalam kolam Bebengan Taman Mumbul juga difungsikan untuk mengairi Subak Sangeh atau sekitar 250 hektar sawah. l Tim MBP


MBP/kmb

Abrasi di pesisir Pantai Pebuahan, Banyubiru, Negara, kondisinya semakin parah.

Abrasi Pantai Pebuahan Makin Parah Rumah Penduduk Tergerus ABRASI di Pantai Pebuahan Banyubiru, Negara, semakin parah. Apalagi kondisi ini sudah berlangsung sejak tahun 2010. Abrasi tersebut tidak hanya meluluhlantahkan tepi pantai hingga 2 kilometer, juga menggerus bangunan sekolah madrasah, rumah penduduk, termasuk warung ikan bakar dan tempat penambatan perahu nelayan. Parahnya lagi, dampak kerusakan yang terjadi di daerah pesisir selatan Bumi Makepung ini, hingga kini belum mendapatkan penanganan cepat dari pemerintah. Penanganan yang dilakukan selama ini belum maksimal dan menyeluruh. Akibatnya kerusakan akibat gempuran gelombang air laut semakin menggerus dan menghanyutkan daratan serta mengancam kehidupan masyarakat pesisir. Dari pengamatan di lapangan, Minggu (22/1), kondisi tersebut membuat sejumlah bangunan warung ikan bakar milik warga setempat roboh. Demikian pula senderan yang dibangun para pemilik warung untuk melindungi bangunan, saat ini rusak akibat disapu ombak. Apalagi setiap bulan Purnama dan Tilem, dipastikan air laut naik ke darat dan jalan desa yang baru diaspal teran-

cam hanyut. Ketika memasuki pintu masuk kawasan kuliner ikan bakar, sebagian jalan sepanjang pantai ini sudah tergerus dan hanya tinggal 2 meter dari tepi pantai. Warga Pebuahan, Suyanto mengaku gazebonya sebanyak 4 buah sudah lenyap ditelan ombak. Terakhir pada saat Tilem beberapa waktu lalu, air kembali naik. Padahal ia sudah memasang beton berikut ban bekas untuk menahan laju ombak, tetap saja warungnya hancur. Ia berharap penanganan abrasi di pantai tersebut segera dilakukan. Warga sudah berupaya membuat penahan ombak seadanya, namun tetap saja karena derasnya ombak, semuanya jadi sia-sia. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Permukiman Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Merthadana dikonfirmasi mengatakan, kendati pemerintah daerah telah mengajukan proposal permohonan penanganan terhadap seluruh pantai yang mengalami abrasi di Kabupaten Jembrana ke pemerintah pusat, namun hingga kini belum ada jawaban dari pihak PU Pusat, khususnya Balai Wilayah Sungai Bali-Penida. Dikatakannya, penanganan terakhir

terhadap abrasi dilakukan pada tahun 2015 yaitu di Pantai Desa Cupel dan Baluk. Ia menduga karena di daerah lain di Bali juga mengalami abrasi dan penanganan abrasi memerlukan biaya yang besar, pihaknya hanya bisa menunggu giliran untuk mendapatkan penanganan kembali. Ia juga mengungkapkan untuk penanganan abrasi di pesisir Pebuahan, telah diajukan beberapa tahun lalu dan telah dilakukan beberapa kali studi oleh pihak Balai Wilayah Sungai Bali-Penida. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai penanganannya. Pihaknya tahun ini akan kembali mengirim proposal-proposal penanganan abrasi dan diajukan kembali ke pusat. Ia berharap penanganan abrasi pesisir Pebuahan bisa direalisasikan tahun ini juga. Sepanjang 72 kilometer pantai di Jembrana, dari Gilimanuk hingga Pengeragoan terdapat 22 titik kerusakan akibat abrasi. Kerusakan itu juga terjadi di beberapa kawasan wisata seperti di wilayah Medewi, Pekutatan dan Pebuahan. l Witari 6 - 12 Februari 2017

23


K E S E H ATA N

Fokuskan Upaya Promotif dan Preventif

B

ila berbicara mengenai kesehatan apalagi layanan kesehatan, disadari atau tidak terkadang pikiran langsung saja mengarah pada pengobatan suatu penyakit. Jarang pikiran mengarah pada upaya pencegahan sebagai langkah awal dalam upaya pemeliharaan kesehatan. Padahal kata orang bijak, mencegah lebih baik dari mengobati. Karena itu, ke depan pihak terkait utamanya Dinas Kesehatan akan lebih mendorong lagi upaya preventif (pencegahan) ini. Tentunya, ini harus diawali dengan upaya sosialisasi maupun promosi (promotif). Dalam rangka menyamakan persepsi tentang program promosi kesehatan yang akan dilakukan pada tahun 2017, Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali menggandeng media dalam penyebarluasan informasi. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. menyampaikan tentang permasalahan kesehatan yang ada di Bali

serta upaya penyebarluasan informasi yang akan dilakukan. Ia juga menyampaikan tentang perlunya dukungan semua pihak termasuk media dalam upaya pemecahan masalah kesehatan tersebut. Tahun ini, Diskes Bali memfokuskan pada program pembangunan kesehatan. Program prioritas yaitu penurunan AKI dan AKB (Kesehatan Ibu dan Anak termasuk Imunisasi), perbaikan gizi khususnya stunting, pengendalian penyakit menular (HIV/AIDS, tuberkulosis dan malaria), pengendalian penyakit tidak menular (hipertensi, diabetes melitus, obesitas dan kanker). ‘’Prioritas kegiatan diutamakan kepada upaya promotif dan preventif, termasuk kegiatan proaktif menjangkau sasaran ke luar gedung Puskesmas,’’ ujar Suarjaya, belum lama ini. Sementara fokus utama pada pelayanan kesehatan yaitu pada pelayanan kesehatan dasar (primary care) dengan cara menjangkau sasaran utamanya melalui strategi pendekatan keluarga Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Gerakan Masyarakat Hidup Sehat merupakan suatu tindakan yang terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Tujuannya, menurunkan beban penyakit, meningkatkan produktivitas penduduk, menurunkan beban biaya pelayanan kesehatan dan menekan peningkatan beban finansial untuk pengeluaran kesehatan. Tema Germas yang akan dilakukan di antaranya, melakukan aktivitas fisik, konsumsi gizi seimbang, meningkatkan lingkungan sehat, mengurangi konsumsi rokok dan alkohol, mengelola stres, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), memeriksa kesehatan secara berkala, intervensi gizi 1.000 HPK. Sedangkan fokus tema Germas tahun ini adalah aktivitas fisik, makan sayur dan buah, memeriksakan kesehatan secara berkala, mengurangi konsumsi rokok dan alkohol serta pemberantasan jentik nyamuk. l Citta Maya

24

6 - 12 Februari 2017


MBP/dok

Bali yang penduduknya banyak memelihara sapi dan babi, harus mewaspadi kemungkinan penyebaran anthrax. Mengingat, pulau ini diapit oleh Pulau Jawa dan Lombok (NTB) serta NTT yang merupakan provinsi endemis Anthrax.

Bali Harus Waspadai Anthrax PULAU Bali diapit oleh Pulau Jawa khususnya Jawa Tengah, NTB dan NTT yang merupakan provinsi endemis Anthrax. Makanya Bali perlu waspada terhadap penularan bakteri ini. Apalagi setelah meninggalnya seorang bocah di Yogyakarta yang diduga karena anthrax. ‘’Mencermati arus barang yang begitu padat dari provinsi tersebut, maka sangat berpotensi masuknya kuman anthrax karena produk hewan sebagai media pembawa penyakit menular. Karenanya diperlukan langkah-langkah strategis guna membentengi daerah Bali dari masuknya penyakit dari luar. Salah satunya adalah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2011,’’ ujar Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali drh. IKG Nata Kesuma, M.MA., Senin (23/1). Pergub tersebut mengatur tentang pelarangan pemasukan ternak, hewan dan produk ikutannya ke Provinsi Bali dari daerah tertular, seperti Provinsi DIY, NTB dan NTT. Anthrax yang me-

nyerang berbagai jenis hewan pemamah biak seperti sapi, babi, kambing, domba, kuda sebenarnya memiliki tiga bentuk tanda-tanda klinis. Pertama, bentuk preakut dengan kematian hewan yang terjadi secara mendadadak. ‘’Terjadi perdarahan di otak, hewan berputar-putar, gigi gemeretak, dalam beberapa menit sudah mati,’’ terangnya. Kedua, bentuk akut. Ditandai dengan demam, gelisah, depresi, sesak napas dengan waktu kematian 1-3 hari setelah terinfeksi. Ketiga adalah bentuk kronis, waktu kematiannya 2-5 hari bahkan 2-3 bulan. ‘’Tapi kita harus waspada terhadap bentuk kronis karena penyakit tersebut 2-3 bulan baru muncul, sehingga kita harus mewaspadai ternak-ternak yang berasal dari daerah tertular seperti Yogyakarta, Jawa Barat, NTB, dan NTT,’’ imbaunya. Sementara itu, penularan pada manusia bisa terjadi karena mengonsumsi daging ternak yang terkontaminasi kuman anthrax. Penularan melalui makan atau

minum, luka di kulit, juga melalui pernapasan. Sedangkan penularan anthrax pada hewan biasanya melalui spora anthrax dalam tanah bercampur dengan rumput. Kabid P2PL Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Gede Wira Sunetra, MPPM. menjelaskan, Bali merupakan daerah yang secara historis bebas anthrax, baik pada manusia ataupun pada hewan. Sejak berdirinya Bali, tidak ada bakteri anthrax di Bali. Namun mengingat Bali diapit oleh NTB dan Jawa yang endemis terhadap kasus anthrax, maka Bali perlu waspada terhadap lalu lintas hewan berkuku genap seperti sapi, kambing, babi yang potensial menularkan anthrax. Secara teori gejala anthrax adalah nyeri pada kuku dan sendinya. ‘’Jadi karena anthrax penyakit zoonosis, selama tidak ada kasus pada hewan, maka manusia pasti juga tidak ada,’’ tandasnya. Selain itu, anthrax juga tidak menular dari orang ke orang. l Citta Maya 6 - 12 Februari 2017

25


LENSA

PAKAN BABI Beberapa warga tengah mengumpulkan makanan dan sayuran sisa di Depo sampah Monang-Maning, Denpasar. Makanan sisa tersebut nantinya dimasak untuk dijadikan pakan ternak babi.

26 6 - 12 Februari 2017

MBP/eka


OLAHRAGA

Urusan Polisi Lagi

T

ak sedikit petinju kecanduan minuman keras. Mantan petinju top Oscar De La Hoya harus berurusan dengan polisi setelah ia ditangkap karena mengemudikan kendaraan dalam pengaruh alkohol di Pasadena, California. Polisi menghentikan pria berusia 43 tahun yang memacu mobil Land Rover di Del Mar Boulevard. Saat polisi memeriksan de La Hoya, di dalam mobilnya tercium bau minuman keras. Ia kemudian diperintahkan untuk menjalani sejumlah tes namun gagal, laporan ESPN. De La Hoya kemudian diringkus California Highway Patrol. De La Hoya yang meraih medali emas Olimpiade 1992 dan 10 kali menjadi juara dunia, akrab dengan minuman keras. Ia menjalani rehabilitasi pada 2011 setelah mengakui menggunakan kokain dan alkohol akibat depresi. Dua tahun kemudian, dia kembali menjalani program serupa, laporan Associated Press. De La Hoya yang kini beralih profesi menjadi promotor tinju, dalam kariernya pernah meraih kemenangan atas Julio Cesar Chavez Sr. (dua kali), Pernell Whitaker dan Arturo Gatti. Dia juga pernah menjalani laga melawan petinju hebat lainnya seperti Felix Trinidad, Hector Camacho Sr., Bernard Hopkins, Floyd Mayweather Jr., Shane Mosley (dua kali) dan Manny Pacquiao. Ia memutuskan gantung sarung tinju dengan rekor 39-6 dan 30 KO. l Yudi Winanto

MBP/ap

Mantan juara dunia tinju Oscar De La Hoya. 6 - 12 Februari 2017

27


OLAHRAGA

Komentar Rasis MULUTMU harimaumu. Hanya karena bilang ‘uh-uh’ seorang pendukung klub Bastia dilarang menyaksikan secara langsung pertandingan di stadion Armand Cesari. Klub Korsika itu mengumumkan pria berusia 40-an dan memiliki tiket semusim itu, akhirnya mengaku aksi memalukannya itu. Bastia langsung bergerak melakukan penyelidikan setelah stasiun televisi lokal memberitakan kasus rasis terhadap penyerang Mario Balotelli pada laga Bastia vs Nice itu. Balotelli juga mengunggah pesan

di Instagram tentang kasus itu setelah timnya bermain imbang 1-1. “Memalukan. Saya mempunyai pertanyaan kepada warga Prancis. Apakah normal pendukung Bastia membuat suara seperti monyet dan ‘uh-uh’ sepanjang pertandingan dan tak seorang pun dari Komisi Displin angkat suara” pesan pemain yang dipinjamkan dari dari Liverpool itu. “Jadi rasisme, LEGAL di Prancis ? Atau hanya di Bastia saja.” “Sepak bola olahraga yang luarbiasa , mereka ,seperti pendukung Bastia, membuat olahraga ini jadi mengeri-

kan,” keluh Balotelli kepada Associated Press. Menyusul kasus itu Federasi sepak bola Prancis FFF akan melakukan penyelidikan termasuk dengan meminta rekaman pertandingan dari stasiun televisi BeIN Sport TV. Bastia pernah menghadapi persoalan serupa. Pada musim 2007-2008 klub itu dikurangi dua poin karena pendukungnya membuat komentar rasis terhadap pemain Libourne St Serin pada kompetisi Ligue 2. l Yudi Winanto

MBP/ap

Penyerang klub Liga Prancis Nice Mario Balotelli.

28 6 - 12 Februari 2017


MBP/ap

Tim lari estafet 4x100m Jamaika (dari kiri ke kanan) Michael Fraser, Usain Bolt, Nesta Carter dan Asafa Powell.

Tanggung Jawab Tim USAIN BOLD harus merelakan salah satu medali emas Olimpiadenya dilucuti karena kasus doping. Meski kasus itu bukan menyangkut dirinya secara pribadi, Ia turut bertanggung jawab bila kasus itu menimpa timnya. IOC melaporkan rekan setim Bold di tim estafet Nesta Carter terbukti positif doping. Sampel yang diambil pada Olimpiade Beijing 2008 dan setelah diuji ulang ternyata ditemukan jejak zat terlarang methylhexaneamine. Aturan Olimpiade menyebutkan seluruh anggota tim estafet didiskualifikasi dan dilucuti medalinya jika salah satu di antaranya terbukti doping. Carter dan Bold menjadi satu tim saat memenangkan lari estafet 4 x 100 m di Olimpiade Beijing. Bahkan tim Jamaika itu membukukan rekor baru 37,10 detik.

Carter menjadi atlet pertama pembawa tongkat dan Bold ketiga. Sedangkan anggota lainnya di tim itu adalah Michael Frater dan Asafa Powell. “Tim Jamaika didiskualifikasi,” tegas Komite Olimpiade Internasional (IOC) dalam pernyataannya. “Medali, pin dan sertifikat seluruhnya ditarik dan harus dikemnalikan.” Ini berarti Bold kehilangan salah satu dari sembilan koleksi medali emasnya. Olimpiade Beijing menempatkan Bold untuk pertama kalinya menyapu bersih nomor bergengsi 100m, 200m dan estafet. Bold juga membukukan rekor dunia di ketiga nomor prestisius yang diciptakan di stadion Bird’s Nest. Ketiga nomor itu berhasil dipertahankan di Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016. Carter

dan Bolt juga satu tim saat tampil di Kejuaraan dunia 2011 di Daegu. Kala itu tim Jamaika berhasil membukukan waktu 37,04 detik. Keduanya juga tampil di tiga Kejuaraan Dunia secara beruntun dari 2011 - 2015 dan menghasilkan medali emas. Methylhexaneamine tidak dimasukan dalam daftar zat terlarang pada 2008. Namun zat tersebut secara umum tergolong terlarang karena masuk dalam katagori stimulan, laporan Associated Press. Carter bisa mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga. Namun, pihak IOC telah mendapat argumen yang menguatkan bahwa jejak zat yang ditemukan pada sampel Carter termasuk katagori pelanggaran. l Yudi Winanto 6 - 12 Februari 2017

29


OLAHRAGA

Porprov Bali

Tuan Rumah Gianyar Incar Juara Tiga KONTINGEN Kabupaten Gianyar menduduki peringkat keempat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2015 di Buleleng. Atlet Gianyar menyabet 31 medali emas sehingga harus puas bercokol di bawah Badung, Denpasar, dan tuan rumah Buleleng. Padahal pada hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali di Denpasar tahun 2013, Gianyar menduduki urutan ketiga dengan merebut 39 emas di bawah Badung dan Denpasar. Pada Porprov Bali 2017 di kandang sendiri, September mendatang, Gianyar mematok target juara ketiga seperti di Denpasar empat

MBP/nel

Ketut Jagrasunu

tahun lalu. ‘’Kami tinggal mengembalikan 8 emas yang diraih di Denpasar,’’ ucap Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gianyar Ketut Jagrasunu pekan lalu. Untuk merealisasikan prestasi tersebut, ia minta para pelatih dan ofisial yang menangani atlet fokus pada peningkatan prestasi, bukan lagi sibuk menyiapkan atau merenovasi fasilitas pertandingan (venue). Konsentrasi penuh pada prestasi diharapkan dapat meningkatkan raihan medali. Apalagi atlet Gianyar bertanding di kandang sendiri, sehingga mendapat dukungan lebih dari para suporter dan lebih mengenal medan pertandingan dibandingkan lawan. Dia meyakinkan Gianyar sudah siap menjadi tuan rumah. Salah satu venue yang dibangun adalah lapangan cabang olahraga (cabor) tembak di Mawang, Lodtunduh, Ubud, di atas lahan milik desa adat. ‘’Kami ingin lapangan tembak multifungsi, bisa dipakai atlet dan dapat digunakan desa adat,’’ ujarnya. Lahan milik desa adat di Silekarang, Singapadu Kaler, disulap menjadi arena karate dan taekwondo. Sementara gedung koperasi di Bedulu difungsikan cabor catur dan bridge. Kempo dipertandingkan di SMKN 1 Sukawati dan kriket di Lapangan Astina Raya. Cabor lainnya seperti panjat tebing, tenis, bola basket, panjat tebing, bola voli, tarung derajat, dan pencak silat dipusatkan di Sport Centre Kebo Iwa. Hanya cabor renang yang bakal bertanding di luar Gianyar tepatnya di Kolam Renang Tirta Arum, Blahkiuh, Badung. Jagrasunu akan memaparkan persiapan tuan rumah di hadapan KONI kabupaten dan kota dan KONI Bali, Maret mendatang. Pasalnya, kucuran dana Rp 11 miliar dari APBD Gianyar diharapkan cair Maret. ‘’Bupati dan Ketua DPRD Gianyar sudah ketok palu, tinggal verifikasi. Saya kurang tahu berapa nominal bersih yang kami terima nanti,’’ ucapnya. Pihaknya selaku tuan rumah juga mengajukan dana Rp 6,5 miliar ke Pemprov Bali melalui KONI Bali. Jumlah ini dinilai wajar karena dua tahun lalu Buleleng dibantu Rp 4,5 miliar. Sejauh ini KONI Gianyar masih berpatokan pada pelaksanaan Porprov di Buleleng yang mempertandingkan 31 cabor dan nomor-nomornya mengacu pada PON 2016 di Jabar. Logo dan maskot belum diluncurkan, namun tidak jauh melenceng dari burung kokokan dan bunga pucuk bang. l Daniel Fajry

A KT I V I TA S ARYA WEDAKARNA Sikap dari sosok putra Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa yang juga seorang Senator DPD-RI utusan Provinsi Bali terhadap dunia internasional, memang kerap berbeda dengan politisi lainnya di Indonesia. Kepentingan Bali disuarakan dengan cukup lantang dalam bingkai kepentingan nasional Indonesia (national interest).

30 6 - 12 Februari 2017

MBP/ist


Piala Presiden

Ujian Pertama Jelang ISL KLUB-klub sepak bola papan atas di Tanah Air kini fokus menghadapi kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang akan diputar mulai 23 Maret mendatang. Akan tetapi sebelum sampai ke sana, ada ajang lain yang mesti diikuti sebagai arena pemanasan. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memutar kompetisi pra-musim memperebutkan Piala Presiden 2017 mulai 4 Februari yang wajib dilakoni. Piala Presiden yang diluncurkan Direktur Event PSSI Erlangga Arya di Jakarta, Selasa (24/1) lalu, merupakan ajang pertama sebelum tampil di ISL. Turnamen ini diikuti 20 klub yang terdiri atas 18 tim ISL serta tim juara dan peringkat kedua Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Peserta dibagi lima grup yang bermain di lima stadion yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Grup 1 dimainkan di Stadion Maguwaharjo, Sleman, Grup 2 bertanding di Stadion Kanjuruhan, Malang, Grup 3 bermain di Stadion Jalak Harupat, Bandung, Grup 4 berlaga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali dan Grup 5 bertempur di Stadion Gelora Bangkalan, Madura. Para juara grup ditambah tiga runner-up terbaik berhak lolos ke babak delapan besar. Pertandingan perempatfinal sampai semifinal dilaksanakan dalam format kandang dan tandang. Sementara babak final digelar sekali atau pertandingan tunggal. Bali United termasuk sangat serius mempersiapkan diri baik untuk menghadapi Piala Presiden maupun ISL. Pelatih Indra

Sjafri menggembleng asuhannya termasuk sejumlah muka baru di Lapangan Trisakti Legian, Kuta, dan Stadion I Wayan Dipta, Gianyar. Ia menargetkan timnya memetik hasil terbaik di Piala Presiden dan masuk papan atas di ISL. Kans Bali United melenggang ke babak kedua Piala Presiden cukup besar. Salah satu modal tim Serdadu Tridatu adalah keuntungan bermain di kandang sendiri. Dukungan suporter sangat berarti buat perjuangan Irfan Bachdim dan kawan-kawan di lapangan. Terlebih fans setia sangat menunggu penampilan dan formasi pemain yang ditampilkan Indra Sjafri. Akan tetapi perjuangan Bali United untuk menapak babak delapan besar tidaklah ringan. Lawan-lawannya di Grup 4 tidak bisa dianggap enteng. Sriwijaya FC Palembang, Pusamania Borneo FC dan Barito Putera merupakan tim-tim tangguh. Sebagai gambaran, Sriwijaya bercokol di peringkat keempat klasemen akhir turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, Pusamania di posisi kesembilan, Bali United di ranking ke-12 dan Barito di tempat ke-16. Di luar itu, hasil yang dipetik Bali United di Stadion Dipta tidak begitu mulus. Pada ISC 2016 lalu, mereka bisa mengalahkan atau paling tidak menahan tim-tim besar, namun dipecundangi klub-klub papan bawah. Salah satu tim yang mempermalukan Bali United adalah PSM Makassar. Jadi, selamat berjuang para pemain Bali United! l Mawa

Piala Presiden 2017 Grup 1 PSS Sleman Persipura Jayapura Mitra Kukar Persegres Gresik Grup 2 Arema FC Bhayangkara FC Persija Jakarta PS TNI Grup 3 Persib Bandung PSM Makassar Persiba Balikpapan Persela Lamongan Grup 4 Bali United Sriwijaya FC Pusamania Borneo Barito Putera Grup 5 Madura United Semen Padang Perseru Serui PSCS Cilacap Hadiah Juara I : Rp 3 miliar Juara II : Rp 2 miliar Juara III: Rp 1 miliar Juara IV : Rp 500 juta

MBP/wan

Pemain Bali United akan tampil dalam ajang pramusim Piala Presiden 2017 sebelum berlaga di kompetisi Indonesia Super League.

6 - 12 Februari 2017

31


PENDIDIKAN

Tak Penuhi Jam Mengajar

Puluhan Guru Kontrak Kebingungan

B

elum jelas nasib sebagian guru tidak tetap (kontrakred) pascadiambil alihnya kewenangan SMA/ SMK oleh Pemprov Bali. Pasalnya, sampai saat ini Pemprov Bali belum juga menerbitkan surat keputusan terkait status jumlah guru kontrak yang terakomodasi sesuai dengan syarat yang ditentukan yakni harus memiliki jam mengajar 24 jam per minggu untuk mendapatkan gaji standar di provinsi. Jika tidak, maka guru kontrak hanya dibayar Rp 50 ribu per jam mengajar. Bahkan, sebagian guru kontrak tampaknya mulai pesimis bisa memenuhi ketentuan jam mengajar tersebut. Terbukti sampai saat ini sudah ada puluhan guru kontrak yang berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan agar mereka bisa menjadi guru kontrak di Tabanan dan sudah mencari tempat mengajar. “Ada puluhan, tapi jumlahnya saya tidak hapal. Mereka minta agar bisa menjadi guru kontrak di Tabanan. Bahkan, sebagian sudah mencari lokasi mengajar (sekolah-red),” ujar Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Adnyana, belum lama ini. Jika surat keputusan tersebut sudah ada, kata Adnyana, tentu saja pihaknya akan menanyakan kembali kesanggupan sejumlah guru kontrak yang tidak memenuhi jam mengajar. Karena untuk mendapatkan gaji standar guru tidak tetap provinsi, mereka harus memiliki jam mengajar 24 jam per minggu. Sementara kalau jam mereka kurang dari 24 jam, maka mereka harus legowo turun kasta menjadi guru abdi atau guru honor yang gajinya tidak ada standarisasinya. Karena kewenangan SMA/SMK menjadi tanggung jawab Provinsi, maka guru tidak tetap ini jika ingin kembali mengabdi ke daerah harus berkualifikasi PGSD. Karena nantinya bisa diperuntukkan untuk mengisi kekurangan guru kelas di SD. “Mereka bisa belajar kembali untuk mendapatkan status PGSD-nya. Di Tabanan sudah ada perguruan tinggi yang sudah bekerjasama dengan Universitas Terbuka untuk jenjang tersebut,” jelasnya. Mantan Kadisbudpar Tabanan ini juga mengimbau bagi guru kontrak yang belum terakomodasi di Provinsi Bali untuk ke SD dengan membuat surat pernyataan. “Mundur secara otomatis balik lagi ke Tabanan, cari tempat yang membutuhkan,” ujarnya. Lebih lanjut dijelaskan, Pemkab Tabanan selama ini merekrut guru tidak tetap lantaran adanya kekurangan guru. Perekrutan ini demi lancarnya proses belajar mengajar di sekolah. Setelah direkrut, guru tidak tetap ini ditempatkan tersebar di sejumlah sekolah, termasuk SMA/SMK dengan gaji Rp 1,1 juta per bulan.

MBP/dewi puspawati

I Wayan Adnyana

32 6 - 12 Februari 2017

l Dewi Puspawati


Pelaksanaan UN SMA dan SMK Bersamaan

UNBK Jadi Korban di Sekolah Swasta SETELAH jadwal pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMK diprotes karena jatuh bertepatan dengan rangkaian hari raya Galungan, kini pelaksanaan UN SMA dan SMK jatuh bersamaan yakni 10-13 April mendatang. Kebijakan ini juga memimbulkan masalah di lapangan. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., mengungkapkan rasa syukurnya karena usulannya untuk mengevaluasi jadwal SMK yang jatuh bertepatan hari raya Galungan disetujui pemerintah pusat untuk diubah. Namun, jadwal UN SMK dimajukan sehingga bersamaan dengan ujian SMA. Kebijakan ini, kata dia, akan mengorbankan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sekolah swasta. Sebab, sejumlah SMK dan SMA swasta sudah siap menyelenggarakan UNBK dengan cara meminjam perangkat komputer di SMA lainnya. ‘’Sejumah SMK dan SMA PGRI dan sekolah lain awalnya sudah siap UNBK. Dengan kebijakan baru ini sejumlah sekolah tak bisa UNBK,’’ tegasnya. Hal senada juga dilontarkan pengamat pendidikan yang juga Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. Dikatakan, jadwal UN SMA dan SMK yang jatuh bersamaan akan mengorbankan UNBK. Pasalnya, pola ini mempersulit sekolah saling pinjam perangkat komputer. “Namun, SMK Dwijendra sudah mendaftar untuk melaksanakan UNBK secara murni karena sarana komputer mencukupi untuk semua siswa,” ujarnya.

MBP/dok

Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M.

Lebih lanjut, kedua pengelola sekolah swasta ini juga mengomentari soal pendidikan SMP negeri gratis dan SMA/SMK negeri dengan biaya murah. Menurut Madiadnyana, kebijakan itu justru menguntungkan sekolah swasta. Dikatakan demikian, karena siswa di sekolah negeri hanya mendapat pelayanan minimal. Kedua, kouta sekolah negeri tetap dibatasi seperti sekarang. ‘’Dan tak ada lagi jalur belakang,’’ tegasnya. Sementara itu, Chandra Jaya mengharapkan SMP, SMA dan SMK negeri tidak merekrut siswa double shif atau dua kali lipat dari sekarang dengan dalih memberi peluang seluas-luasnya kepada anak bangsa untuk menuntut ilmu di sekolah negeri. Ditegaskan, pemerintah tidak boleh demikian karena itu sama artinya dengan mematikan sekolah swasta. Padahal, sebenarnya tugas pemerintah adalah memberdayakan sekolah swasta. Program sekolah gratis bagi SMP negeri, kata dia, justru menjadi peluang bagi sekola swasta untuk menunjukkan keunggulannya. Namun sekolah negeri harus meneriam jumlah siswa baru sesuai tahun lalu. ’‘Nah, kalau jumlah siswa ditambah apakah gurunya mencukupi?” ujarnya. Chandra Jaya menambahkan, pemerintah seharusnya merasa diringankan jika banyak siswa masuk sekolah swasta. APBD tak banyak disedot karena sekolah swasta sudah terbiasa mandiri. Namun demikian, dia tetap menginginkan agar pemerintah tak lagi melakukan dikotomi sekolah negeri dan seoklah swasta baik dalam prasara dan SDM guru. Makanya, dia tak setuju kouta SMP, SMA dan SMK negeri ditambah akibat pendidikan gratis tersebut. Bahkan, dia mengusulkan pendaftaran sekolah negeri dilakukan setelah proses penerimaan siswa baru di sekolah swasta berakhir. MBP/dok

Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum.

l Sueca 6 - 12 Februari 2017

33


A KT I V I TA S BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menerima kunjungan Bupati Garut Rudy Gunawan beserta rombongan pejabat terkait Kabupaten Garut di Puspem Badung, Jumat (20/1). Kunjungan Bupati Garut ke Badung ini, selain meningkatkan jalinan tali silahturahmi juga ingin bertukar pemikiran dan pengalaman mengenai pengelolaan pemerintahan serta upaya meningkatkan sumber pendapatan daerah untuk kesejahteran masyarakat.

MBP/ist

MBP/ist

UNDIKSHA - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai salah satu lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan di Indonesia menggelar yudisium dan melantik puluhan calon guru profesional peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T), Kamis (19/1).

MBP/ist

MBP/ist

34 6 - 12 Februari 2017

DPRD BADUNG - Guna menyosialisasikan kebijakan pemerintah yang benarbenar bermanfat untuk masyarakat, tidak hanya kalangan eksekutif saja yang sibuk melakukan sosialisasi program pemerintah yang saat ini dijalankan, namun kalangan legislator Badung, juga sibuk ikut melakukan sosialisasi program pemerintah untuk tahun 2017 ini. Seperti yang dilakukan Ketua DPRD Badung, Putu Parwata. Minggu (22/1), anggota DPRD Badung daerah pemilihan Kuta Utara ini melakukan road show ke sejumlah gereja yang ada di Kuta utara.

SMK PGRI 3 - Selasa (24/1), SMK PGRI 3 Denpasar yang lebih akrab dikenal dengan Trigriska genap berusia 17 tahun. Ibarat gadis yang sedang berkembang, SMK PGRI 3 Denpasar kini menjadi sekolah bersih, disiplin, berprestasi dan berbudaya. Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun oleh Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. didampingi Kadisdikpora Provinsi Bali diwakili Kabid SMK Ketut Merta Dana, Ketua Provinsi PGRI Bali Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., Ketua Kota PGRI Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum., Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada, M.Si. dan para wakasek Trigriska.


UNUD - Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan kuliah tamu di Universitas Udayana (Unud), Jumat (20/1). Topik yang dibahas yaitu “Membangun Pondasi untuk Pertumbuhan yang Berkelanjutan”. Rektor Unud Prof. Dr. dr. I Ketut Suastika, Sp. PD-KEMD. mengatakan, Menteri Keuangan sedang memberikan kuliah di beberapa universitas termasuk Unud.

MBP/ist

MBP/ist

MKN UNWAR - Magister Kenotariatan (MKn) Unwar, Jumat (20/1) genap berusia satu tahun. Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng serta diisi seminar “Problematika hukum perjanjian kawin pasca-putusan MK No. 69/PUUU-XIII/2015”. Seminar menampilkan tiga pembicara yakni Prof. Dr. H. Mohc. Isnaeni, S.HM.S., guru besar Unair, soal “Palu godam hakim MK menafikan hakikat perjanjian perkawinan”.

UNWAR - Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar terus membangun dan menata diri. Sejak dipimpin Rektor Prof. Dewa Putu Widjana dan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., pembangunan di Unwar maju pesat. Jumat (20/1), Unwar mlaspas ruang rektorat, pembangunan gedung timur dan perpustakaan.

MBP/ist

MBP/ist

WALI KOTA DENPASAR Untuk kali pertama kunjungan Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra ke sekolah langsung terlibat dalam kegiatan ngelawar. Serangakaian HUT ke-17 SMK PGR 3 Denpasar, Jumat (20/1), Wali Kota IB Rai Dharmawijaya Mantra tak hanya meninjau stand kuliner dan membuka lomba seni dan budaya namun juga terlibat ngelawar. 6 - 12 Februari 2017

35


PETERNAKAN

Ratusan sapi ‘’berburu’’ makanan di tumpukan sampah di TPA, Suwung, Denpasar.

36

6 - 12 Februari 2017

Mengulang Sejarah Bali


S

api Bali kini dikembangkan di sebagian wilayah Indonesia. Alasannya, sapi Bali bertahan dalam segala cuaca. Sapi Bali juga bisa hidup dengan kondisi pakan pas-pasan. Bahkan sapi Bali bisa hidup dari tumpukan sampah. Contohnya di TPA Sarbagita, Suwung, Denpasar. Ratusan sapi hidup dari sampah. Bahkan mereka ‘’berebut’’ lahan dengan mencari barang rongsokan. Walaupun mengundang kontroversial, faktanya, ratusan sapi masih diliarkan di tempat tersebut. Tak hanya di Suwung, peliaran sapi juga terjadi di kawasan pasar Buah Batukandik. Jumlahnya puluhan ekor. Sama dengan di Suwung, di Batukanding, sapi juga menyasar sampah. Utamanya siswa makanan dan buah yang sudah tak laku dijual. Terlepas dari kondisi itu, peternakan Bali pernah menjadi unggulan. Sekitar tahun 1970an, Bali pernah berjaya dalam urusan pengembangan sapi. Bahkan ketika itu, Bali mengeskpor sapi ke sejumlah negara ASEAN. Kini hal tersebut tinggal sejarah. Bali tak lagi mampu mengekspor sapi. Bahkan Bali mendatangkan daging sapi dari luar untuk memenuhi kebutuhan hotel. Ironis memang. Tapi itulah fakta. Rupanya, itu disadari oleh pejabat di Kementerian Pertanian yang juga putra Bali. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI Drh. I Ketut Diarmita, MP telah memprogramkan mengembalikan sejarah kejayaan sapi Bali. Sejak Akhir 2016, Kementerian Pertanian mulai mensimulasikan upaya khusus sapi indukan wajib bunting atau Upsus Siwab. Harapannya, program yang juga ditujukan untuk kerbau dan sapi perah ini sudah siap dilaksanakan di tahun 2017. Upsus Siwab muncul lantaran pemerintah tidak ingin bangsa ini terus ketergantungan dengan impor sapi. Tapi sebaliknya bisa mengulang sejarah mengekspor hewan pemamah biak itu ke berbagai negara. “Petani yang mempunyai ternak sapi 2-3 ekor itu, menganggap bahwa beternak adalah sebagai sambilan. Kita sekarang ingin merubah paradigma peternak itu jangan sebagai sambilan, tetapi profit,” ujar Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI Drh. I Ketut Diarmita. Menurut Diarmita, peternak selama ini memang tidak berpikir sapinya akan bunting atau tidak. Bagi mereka, yang terpenting adalah bisa menyekolahkan anak dan ketika dia membutuhkan uang bisa memiliki uang dengan menjual sapinya. Oleh karena itu, Kementerian akan melakukan intervensi untuk memastikan sapi-sapi

betina itu bunting kalau memang harus bunting. Populasi sapi didorong terus meningkat sehingga pada saatnya nanti bisa menekan impor, dan bahkan bisa mengekspor. Mengingat, cita-cita bangsa ini sebenarnya adalah bagaimana Indonesia kedepan menjadi lumbung pangan dunia. “Kita selalu bicara impor, impor, impor. Sebenarnya bahasa itu kan sangat kurang enak, saya sebagai seorang Dirjen kalau kerja saya hanya impor begitu. Berarti kita harus mempunyai mimpi ke depan bahwa suatu saat Indonesia itu jangan sampai impor. Karena dulu sejarah kita, dari Bali saja dulu ekspor babi dan sapi ke Hongkong. Kenapa sejarah ini tidak terulang, kita ingin mengulang itu tentu harus dilakukan upaya khusus,” paparnya. Diarmita menambahkan, Upsus Siwab dibagi menjadi 3 kluster yakni kluster intensif, kluster ekstensif, dan kluster semi intensif. Bali, Jawa dan Lampung yang merupakan kantong-kantong ternak atau daerah penyangga peternakan di Indonesia masuk dalam kluster intensif. Di sini, umumnya petani ternak sudah paham dengan inseminasi buatan. Mereka juga mengerti bahwa ketika sapinya sakit harus mencari dokter, atau ketika sapinya birahi, mereka akan mencarikan pejantan atau memanggil mantri. Sementara provinsi yang masuk kluster semi intensif, seperti Sulawesi Selatan, Riau, Pekanbaru, dan Sumatera Barat. Lalu, kluster ekstensif adalah daerah yang belum begitu familiar dengan program inseminasi buatan. “Jadi kita perlu mengintervensi mereka mulai dari gangguan reproduksi, kemudian tentang inseminasinya. Tentu disana kita akan memberikan mereka transformasi ilmu pengetahuan bagaimana para inseminator ini kita bisa didik dengan baik. Kemudian bagaimana kita bisa mengetahui berapa sesungguhnya ada sapi-sapi inseptor yang siap untuk diseminasi,” jelasnya. Diarmita berharap dari upaya khusus ini terjadi lonjakan populasi sapi. Supaya berhasil, ada tiga langkah yang harus diambil. Pertama, bagaimana agar sapi-sapi betina produktif tidak dipotong secara illegal oleh RPH. Langkah ini melibatkan pula TNI/Polri. Kedua, meningkatkan inseminasi buatan yang reseptornya kira-kira ada 4 juta. Dari 4 juta itu diharapkan lahir 70% saja, untuk bisa mendapatkan 3 juta anak sapi atau pedet yang lahir hidup. Ketiga, percepatan penambahan populasi dilakukan dengan mengimpor indukan. “Dari hasil hitung-hitungan, 2026 kita sudah mulai prepare langkah-langkah untuk ekspor,” pungkasnya. l Rindra 6 - 12 Februari 2017

37


PARIWISATA

Pariwisata Bali Terjebak Kuantitas

M

engembangkan pariwisata Bali merupakan salah satu cara membangun daerah menjadi lebih baik. Sebab, pariwisata membawa berbagai keuntungan yang banyak bagi daerah dan warganya, baik itu secara langsung ataupun melalui proses yang panjang. Namun demikian, keberhasilan daerah mengembangkan pariwisata tidak melulu dilihat dari peningkatan jumlah kunjungan. Justru lonjakan kunjungan tanpa dibarengi dengan kualitas wisatawan yang datang akan menimbulkan dampak negatif. Pada akhirnya, Bali yang digenjot untuk menghasilkan devisa yang melipah tinggal menunggu lonceng kematian berbunyi akibat pariwisata Bali terjebak kuantitas. Hal itu tercermin dari lama tinggal atau length of stay wisatawan mancanegara belakangan menjadi persoalan dalam pariwisata Bali. Sebab, telah terjadi penurunan lama tinggal bila dibandingkan dulu. Kendati sebetulnya ada peningkatan angka kunjungan wisatawan. Seperti tahun 2016 kemarin yang sudah melebihi target hingga 30 persen di bulan November. “Lama tinggal masih 3 hari, jadi sampai dengan November itu sudah melebihi target 4,4 juta. Menunggu data Desember saja. Sampai November ada peningkatan 30 persen. Jadi prediksi saya sekitar 4,8 juta sampai Desember,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali, A.A. Gede Yuniartha Putra. Yuniartha mengakui lama tinggal wisatawan mancanegara di Bali memang tidak seperti dulu, hingga 5 bahkan 7 hari. Bali sendiri juga tidak bisa menutup diri untuk tidak menyebarkan wisatawan ke provinsi-provinsi yang lain. Artinya, wisatawan yang datang ke Bali saat ini juga pergi ke luar Bali, hingga mengurangi lama tinggalnya di pulau dewata. “Mereka mau ke mana lagi, itu dari Bali. Sekarang kita sedang berusaha untuk meningkatkan destinasidestinasi yang ada di Bali. Jadi menambah destinasi, kemudian memperbaiki infrastruktur, sudah gitu memperbagus yang sudah ada. Itu yang kita coba nanti untuk memperpanjang length of stay,” jelasnya. Upaya ini, lanjut Yuniartha, memerlukan kerja sama dengan kabupaten/kota karena destinasi ada di kabupaten/kota. Melalui rapat koordinasi, pihaknya sudah menekankan pada kabupaten/kota untuk menambah destinasi dan memperbaharui destinasi yang sudah ada. “Promosinya nanti selain ada bantuan dari Kemen-

38 6 - 12 Februari 2017

terian Pariwisata, juga bekerja sama dengan travel agent. Kemudian IT juga saya coba kembangkan, agar destinasi kita bisa dipromosikan lewat youtube dan website,” ujarnya. Praktisi pariwisata Unud, Ir. Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D., menyarankan, pemerintah perlu mengubah paradigma dari pariwisata kuantitas menjadi pariwisata kualitas dengan tidak lagi menargetkan pertumbuhan kedatangan wisatawan per tahun. Namun, fokus pada peningkatkan kualitas destinasi dan daya tarik wisata sehingga dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi. Dikatakan, pengembangan pariwisata ke depan mesti lebih difokuskan pada back to nature dalam skala kecil dan menengah. Dengan begitu ada peluang yang besar bagi pemodal lokal atau masyarakat setempat untuk ikut berpartisipasi dalam penyediaan fasilitas akomodasi dan atraksi pariwisata, sehingga community based tourism development dapat direalisasikan. Sehubungan dengan tren pariwisata alternatif back to nature, Suryawan menilai sudah seharusnya pengembangan pariwisata ke depan amat memperhatikan kelestarian lingkungan karena wisatawan akan semakin tertarik dengan ecotourism, agrotourism, desa wisata, pariwisata spiritual, dan wisata bahari. “Skala usaha pariwisata yang dikembangkan adalah skala kecil dan menengah, karena umumnya peminat wisata alternatif ini akan datang dalam jumlah kelompok yang terbatas dan bahkan banyak yang wisatawan perseorangan, bukan mass tourism,” ungkapnya. Tak hanya itu, pengembangan pariwisata di Bali perlu diseimbangkan antara Bali Selatan dan Bali Utara, Barat dan Timur. Ini akan terwujud bila ada kemauan politik dari pemerintah untuk mengatur investasi baru bidang pariwisata agar ditempatkan di luar wilayah Badung, Denpasar dan Gianyar. Pemerintah telah mengeluarkan moratorium sejak 2004 untuk menghentikan pembangunan hotel berbintang. Sayangnya, kebijakan tersebut belum mampu membendung pembangunan akomodasi ditiga kawasan tersebut. l Rindra/Parwata Selain mengejar kuantitas, pariwisata Bali juga harus meningkatkan kualitas wisatawan yang datang, sehingga keberadaan sektor ini betul-betul memberikan dampak positif bagi masyarakat di Pulau Dewata.


6 - 12 Februari 2017

39


AKTIVITAS

MBP/ist

SENATOR WEDAKARNA – Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III mengadakan kunjungan kerja ke Desa Tamanbali di Kabupaten Bangli. Kunjungan kerja ini untuk merespons audiensi Karang Taruna Desa Tamanbali Bangli di Istana Mancawarna Tampaksiring sekitar akhir 2016. Kunjungan Senator Wedakarna ini disambut oleh I Dewa Gede Ngurah Oka (Perbekel Desa Tamanbali), Dewa Made Oka (Bendesa Adat Tamanbali) dan Putu Suarsana (Bendesa Guliang Kangin) serta lainnya.

MBP/ist

PT KOMINDO - PT Komindo Bizolusi yang merupakan Premier Distributor produk-produk Kyocera kini hadir di Bali untuk memperkenalkan produk dan master dealernya yaitu PT Aneka Sarana Grafika. Perkenalan produk baru dan Kyocera Document Solutions dilaksanakan di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Sabtu (21/1). Hadir pula Hideki Ito, Managing Director Kyocera Document Solution Singapore, Setiadi Rahardja pimpinan PT Komindo Bizolusi dan lainnya.

MBP/ist

UNMAS DENPASAR - Unmas Denpasar terus menggalang kerja sama dengan perguruan tinggi atau kampus luar negeri. Salah satu kiprah Unmas yakni menggandeng Messiah College, Pennsylvania, AS dalam pengembangan pengajaran bahasa Inggris. Untuk keempat kalinya, pihak Messiah College mengirim mahasiswa dan dosennya ke Unmas. Senin (23/1), sebanyak 15 mahasiswa dari Messiah College, AS ini terlibat dalam program bersama.

MBP/ist

KARYA AGUNG - Krama Desa Pakraman Beng menggelar Karya Agung Mupuk Padagingan, Ngenteg Linggih, Panyegjeg Jagat, Tawur Agung Pedanan, Saba Desa lan Saba Nini yang puncaknya akan dilakukan pada Soma Kliwon Landep, 30 Januari. Sementara itu, bertepatan dengan rerainan Pagerwesi, Buda Kliwon Sinta, Rabu (25/1), digelar karya tawur agung pedanaan yang dihadiri Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Gianyar, DPRD Provinsi dan Kabupaten, PHDI Pusat dan PHDI Provinsi serta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Gianyar.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

40 6 - 12 Februari 2017


MBP/ist MBP/ist

BPD - Untuk meningkatkan penetrasi dan layanan keuangan di daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginginkan adanya sinergi antara bank BUMN dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Sejalan dengan keinginan tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI)

SRI NAHHUNA DHANTHA - Ilmu pengetahuan merupakan cahaya penuntun kita dalam mengarungi gelombang ujian kehidupan. Umat Hindu merayakan turunnya ilmu pengetahuan pada hari raya Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung. Ada yang berbeda dengan perayaan hari suci Saraswati di awal tahun 2017 ini. Generasi muda Pasraman Sri Nahhuna Dhantha yang tergabung dalam Yowana Sri Semara Ratih menyeleng-

dan PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali)

garakan lomba cerdas cermat agama Hindu tingkat SMP

baru-baru ini telah menyepakati kerja sama terkait penye-

antar Kecamatan Baturiti, Penebel dan Marga, Kabu-

diaan beberapa layanan perbankan.

paten Tabanan, Minggu (22/1).

KEJARI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar melaksanakan sosialisasi terkait terbentuknya Tim Pengawalan dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) di Pemkab Badung, Kamis (19/1) di ruang pertemuan Kertha Gosana Puspem Badung. Sosialisasi disampaikan langsung Kajari Denpasar Erna Normawati Widodo Putri, S.H., M.H. bersama Tim TP4D Kejari Denpasar. Tim yang dibentuk Kejari Denpasar ini guna membantu dan mengawal pemerintah dalam setiap pembangunan di daerah.

SMK PGRI 3 DENPASAR – SMK PGRI 3 Denpasar selain memperkuat bidang keilmuan kepada siswanya, kini menekankan pada pendidikan moralitas dan etika. Untuk itu, serangkaian HUT ke-17 SMK PGRI 3 Denpasar, Senin (23/1) dilaksanakan dharma wacana dengan narasumber Ida Pandita Dukuh Acarya Daksa.

6 - 12 Februari 2017

41


A KT I V I TA S

MBP/ist

DWIJENDRA - Kampus Dwijendra selama dua bulan MBP/ist

BUPATI BANGLI - Bupati Bangli I Made Gianyar

ini tak pernah mati dari aktivitas, baik di bidang seni,

beserta segenap pimpinan OPD (Organisasi Perangkat

olahraga dan sosial. Kamis (19/1) diadakan donor darah

Daerah) melakukan kunjungan ke Kabupaten Mojok-

diikuti ratusan warga Dwijendra yang sudah berusia 17

erto, Minggu (22/1). Dalam lawatannya tersebut, Bupati dan rombongan berkesempatan mengunjungi beberapa

tahun serangkaian HUT ke-64 Yayasan Dwijendra Den-

situs Hindu di Mojokerto, di antaranya situs Siti Inggil,

pasar. Aksi donor darah warga Dwijendra ini diikuti para

Makam Raden Wijaya dan Situs Pemandian Jolotundo.

siswa, guru, dosen dan pejabat di lingkungan Dwijendra.

MBP/ist

MBP/ist

BUPATI KARANGASEM - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya Bapak I Ketut Merta, S.Pd. salah seorang guru yang mengajar di SMPN 6 Amlapura, Senin (23/1). Mas Sumatri menilai peranan seorang guru di Kabupaten Karangasem itu sangatlah besar jasanya dalam membangun Kabupaten Karangasem dari ketertinggalan.

42 6 - 12 Februari 2017

PEGADAIAN - Senyum bahagia terus terpancar dari wajah Ni Luh Putu Kartini. Betapa tidak, wanita asal Sukawati, Gianyar ini menjadi pemenang 2 Kemilau Emas Pegadaian dan berhak atas hadiah mobil Honda Mobilio. Hadiah itu diserahkan oleh Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar Hermawan Aries Andi, didampingi Asisten Manager Humas Made Mariawan dan Deputy Administrasi dan Supporting Tutyk Indrawati di Kantor Pegadaian Kanwil Denpasar, Renon, Rabu (25/1).


MBP/ist

FE UNWAR - Fakultas Ekonomi (FE) Unwar, Kamis (19/1) melepas 243 mahasiswa kelas reguler B untuk menjalani Program Magang Mahasiswa (PMM) di 235 perusahaan swasta dan instansi pemerintahan di Bali. Mahasiswa magang dilepas Dekan FE Unwar Dr. I Made Sara, S.E., M.P. Sebelum dilepas, mahasiswa magang diberikan pembekalan, baik soal etika magang maupun teknik penulisan laporan.

MBP/ist

FELICE JEWELERY - Setelah sukses dengan pameranpameran sebelumnya, Felice Jewellery kembali menggelar pameran perhiasan emas dan berlian mulai Senin (23/1) hingga Kamis (26/1). Pameran dilaksanakan di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Kali ini kembali ada promo untuk cincin Black Diamond Solitaire 1 karat.

MBP/ist

PEMKAB BADUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menyerahkan hibah tanah dan bangunan untuk Gedung Pengadilan Anak kepada Pengadilan Negeri Kelas I A Denpasar. Penyerahan hibah tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh Bupati Badung diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika, S.H., M.H. bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Badan Pengadilan Umum Mahkamah Agung (MA) H. Herri Swantoro, S.H., M.H. di ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Senin (23/1).

MBP/ist

ISI DENPASAR - Institusi Seni Indonesia (ISI) Denpasar membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN. Sebelumnya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir telah meluncurkan secara resmi dimulainya kegiatan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2017. Selain melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN, juga melalui jalur Seleksi Mandiri.

6 - 12 Februari 2017

43


PROPERTI

Pengembang Sasar Lahan PrOduktif

A

danya pengurukan lahan di areal sawah produktif di Lelateng, Negara, menunjukan pembangunan perumahan mulai menyasar lahan pertanian. Sejumlah petani dan warga, Minggu (22/1) mengatakan, pengurukan lahan yang akan dijadikan proyek perumahan. “Lahan produktif seperti ini dibiarkan untuk diuruk dan dibangun. Lama-lama akan mempengaruhi lahan sawah di sini,� kata seorang petani di wilayah Lelateng. Wayan Sudiarsa, penggarap sawah mengatakan areal perumahan dan pabrik tahu yang ada di hulu sawah, sudah sangat terpengaruh dengan kualitas dan perkem-

44 6 - 12 Februari 2017

bangan padi. Areal persawahan kembali dialihfungsikan. “Kalau lahan nonproduktif sebenarnya tidak masalah, namun di sini sawahnya masih produktif,� tandasnya. Sementara itu dari papan proyek yang dipasang di sawah diuruk tersebut tanah tersebut dikapling. Sejumlah pengurus subak di Kecamatan Jembrana dan Negara yang ditemui belum lama ini, mengakui godaan untuk alih fungsi lahan pertanian sangat menggiurkan. Namun, di beberapa subak sudah menerapkan awig-awig batasan lahan sawah agar tidak alih fungsi. Seperti di Subak Mertasari, Kelurahan Loloan Timur, dikepung permukiman. Anggota subak ber-

harap ada kebijakan penyetopan penjualan lahan pertanian yang akan dialihfungsikan. Subak tidak mempermasalahkan bila lahan dijual, asalkan tetap untuk pertanian dan tidak berubah menjadi bangunan. Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jembrana Ketut Catur, belum lama ini mengatakan lahan pertanian yang terancam alih fungsi lahan diharapkan menjadi perhatian serius. Apalagi sejak tahun 2015 lalu, sudah ditelurkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2015 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B). Dalam Perda ini tertuang luas areal lahan pertanian ditetapkan, tinggal implementasi jaminan kepada para petani.


MBP/kmb

DIURUK - Pengurukan lahan sawah terjadi di wilayah Lelateng, Negara, untuk lahan perumahan.

Pihaknya mengharapkan agar Perda itu bukan hanya sebatas peraturan di atas kertas, namun pelaksanaannya kosong. Pihaknya berharap dengan penetapan luas lahan pertanian pangan berkelanjutan, dapat mengerem alih fungsi lahan yang begitu deras. Begitu juga, pengendalian lahan pertanian ini pun disokong untuk produktivitas petani. Kendati saat ini kondisi daerah masih swasembada beras, namun pihaknya berharap agar tidak lengah. Optimasi lahan pertanian juga perlu digembleng melalui upaya intensifikasi, eksentifikasi dan diversifikasi lahan pertanian. Dalam Perda ditetapkan bahwa luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan sesuai Rencana Tata Ruang dan Wilayah seluas 7.498,12 hektar yang tersebar di lima kecamatan. Rincian lahan inti itu, di Kecamatan Melaya seluas 1.201,56 Ha, Kecamatan Negara kurang lebih 1.508,49 Ha, Kecamatan Jembrana seluas 1.304,14 Ha, Kecama-

tan Mendoyo 2.641,50 Ha dan Kecamatan Pekutatan seluas 842,43 Ha. Sementara itu, Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Ketut Wiratma, mengatakan alih fungsi lahan memang sangat berpengaruh pada perkembangan subak dan mempengaruhi produksi padi. Namun perlu upaya untuk meningkatkan indek pertanian dengan pola tanam sehingga mampu memenuhi kebutuhan beras lokal. Pihaknya juga sudah menyarankan subak untuk ikut mengawasi alih fungsi lahan. “Diharapkan alih fungsi lahan tidak membabi buta,” harapnya. Adanya pengurukan lahan untuk kepentingan perumahan dan kaplingan disikapi Lurah Lelateng, Kadek Suardana. Suardana mengatakan sudah menegur pihak pengembang agar jangan melakukan pengurukan dulu sebelum adanya izin. “Kami sudah sempat menegur dan mengingatkan jangan sampai ada pengurukan sebelum ada izin. Itu sepertinya juga

baru dilakukan pembuatan jalan saja. Belum semua lahan diuruk. Itu juga di samping-sampingnya lahan produktif,” jelasnya. Pihaknya juga sudah mengingatkan agar alih fungsi lahan tidak merusak saluran irigasi dan kini pihak pengembang sudah berupaya membuat saluran irigasi lebih besar. Dikatakan, pihaknya tidak tahu pengembang di sebelah selatan sawah tersebut. Sementara yang di sebelah utara milik LPD. “Memang kami tidak dilibatkan di LPD. Namun, karena itu usaha LPD demi kemajuan, kami dukung tapi dengan catatan agar saluran irigasi diperbaiki,” tandasnya. Pihaknya juga berharap sebelum memulai aktivitas, pengembang sosialisasi dan berkoordinasi ke desa/lurah, termasuk subak sehingga tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. l Witari 6 - 12 Februari 2017

45


TRADISI

MBP/mudiarta

Saat hari Pagerwesi, warga di Buleleng melaksanakan tradisi mamunjung. Tradisi ini ada sejak dahulu dan tidak banyak yang mengetahui asal mulanya, namun warga tetap mempercayai tradisi ini.

�Mamunjung� Saat Pagerwesi

Wujud Penghormatan kepada Leluhur

P

agerwesi di Buleleng selalu dirayakan dengan istimewa oleh Umat Hindu di daerah ini. Tidak hanya di pura khayangan jagat dan sanggah merajan, Umat Hindu di Bali Utara juga mendatangi kuburan (setra) dan taman makam pahlawan (TMP). Persembahyangan di setra dan TMP ini sudah menjadi tradisi yang dijalankan umat Hindu sebagai bentuk penghormatan dan wujud mengungkapkan rasa suka cita di hari raya dengan leluhur yang telah meninggal dunia. Tradisi turun-temurun ini dikenal dengan mamunjung. Ini karena sesajen (banten) yang dihaturkan jenis punjung atau di daerah lain dikenal dengan istilah banten soda. Sejak pagi hari umat Hindu mulai melakukan ritual persembahyangan. Lalulalang kendaraan didominasi oleh umat Hindu yang akan mendatangi lokasi Pura Khayangan Jagat atau sanggah merajan masing-masing. Sehabis menggelar persembahyangan di Pura-pura umum atau sanggah merajan, umat melanjutkan persembahyangan di setra atau TMP. Salah satunya di TMP Curastana Jalan Pahlawan Singaraja. Di tempat ini umat Hindu menghaturkan banten untuk leluhur yang telah meninggal. Luh Marini saat ditemui sehabis meng-

46 6 - 12 Februari 2017

gelar persmbahyangan di TMP Curastana menuturkan, setiap hari raya Pagerwesi selalu membawa banten untuk dipersembahkan di atas makam leluhurnya. Dia mengaku melalui sarana banten untuk mengungkapkan rasa bhakti terhadap para tetuanya yang sudah meninggal. Selain itu, momen ini juga sebagai bentuk ungkapan untuk merayakan hari raya yang sangat disucikan. “Keluarga kami rutin sembahyang bukan hanya saat Pagerwesi tetapi saat Galungan dan Kuningan juga sembahyang ke sini. Tujuannya ya untuk menghormati leluhur dan merayakan hari raya bersama, sekaligus memohon tuntutan dan kerahayuan,� jelasnya. Hal yang sama juga terlihat di sejumlah setra di Kota Singaraja. Hampir semua setra di Kota Singaraja juga ramai didatangi umat Hindu untuk melangsungkan persembahyangan Pagerwesi. Persembahyangan biasanya dipimpin oleh perwakilan keluarga. Keunikan persembahyangan di setra saat Pagerwesi ini adalah sehabis persembahyangan umat Hindu umumnya melaksanakan pesta kecil di setra. Banten yang sudah dipersembhakan itu disantap bersama seluruh anggota keluarga. Tidak banyak yang mengetahui makna makan bersama di setra sehabis persembahyangan di setra. Meski

demikian umat Hindu tetap mempercayai ritual ini sebagai warisan leluhur yang patut dilestarikan. Sementara itu dari berbagai refrensi menyebutkan, hari raya Pagerwesi jatuh setiap Rabu Kliwon Wuku Sinta. Hari ini dirayakan untuk memuliakan Ida Sanghyang Widhi Wasa dengan manifestasinya sebagai Sanghyang Pramesti Guru (Tuhan sebagai guru alam semesta). Pagerwesi berasal dari kata pager yang berarti pagar atau pelindung, dan wesi yang berarti besi. Pagar Besi ini memiliki makna suatu sikap keteguhan dari iman dan ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia, sebab tanpa ilmu pengetahuan kehidupan manusia akan mengalami kegelapan (awidya). Pada era 1980-an, munjung biasanya dilakukan mulai pukul 04.00 dini hari. Saat itu suasana semarak sangat terasa. Yang datang ke setra tak hanya kalangan orang tua, tetapi juga anak-anak. Selain banten, mereka juga membawa lilin dan kembang api. Namun, memasuki era 1990-an sampai sekarang, suasana mulai pudar. Pelaksanaannya baru dimulai sekitar pukul 06.00 Wita. Jika dulu umat menggunakan lilin saat pergi ke setra, sekarang tak ada lagi ditemukan. l Mudiarta


LINGKUNGAN

Pembangunan dan Rehabilitasi Pura Diprediksi Telan Biaya Rp 5 M Lebih

P

ascabencana banjir dan tanah longsor yang memporakporandakan Pura Pucak Teratai Bang hampir sebulan lalu, kini kondisi pura di bagian terluar (jaba sisi) tampak telah diratakan dengan alat berat. Meskipun kondisi jalan menuju jaba tengah masih tampak berlumpur, bahkan dibuatkan tangga agar dapat naik menuju area jaba tengah pura, namun pura ini masih menunjukkan taksu-nya. Bau belerang menyeruak ketika mulai memasuki area jaba tengah pura. Jalanan yang dulunya beraspal pun tampak tertutupi lumpur. Pura Teratai Bang terdiri dari beberapa areal yaitu Beji, Penataran dan Siwa Lingsir/Ratu Lingsir. Areal Ratu Lingsir letaknya di bagian atas kiri pura yang terdapat sumber air disebut dengan Tirta Masem karena mengandung belerang. Masyarakat sekitar percaya tirta ini dapat digunakan untuk pengobatan. Pantas saja pura tersebut terkenal dengan pura dengan bau belerang yang khas.

Hal itu lantaran, di dekat pura terdapat sumber air yang mengandung belerang. “Letaknya di kiri, di bawah kayu besar,� ungkap Bendesa Bukit Catu, Wayan Puja. Sedangkan beji letaknya di bagian atas kanan yang juga terdapat sumber air. Air inilah yang biasanya dipakai untuk tirta bagi yang tangkil ke pura tersebut. Di kiri dan kanan pura serta di bagian hulu pura merupakan tebing dengan banyak monyet yang berkeliaran. Ia menuturkan, pada tahap pertama pembangunan, akan dibangun Beji, Gedong dan Padma terlebih dahulu menggunakan sumbangan dari PLN Distribusi Bali. Sedangkan di Penataran, Gedong Kori, Gedong Brahma, tugu akan dibangun selanjutnya menggunakan bantuan dari PU Provinsi Bali. Selain itu, Pemkab Tabanan yang mewacanakan bantuan Rp 3 miliar untuk rehabilitasi pura akan dipergunakan untuk pembangunan terasering dan irigasi. “Yang paling parah itu beji, jaba tengah, umah gong, pamendal

agung, bale kulkul, dan panyengker,� ungkapnya. Sementara itu, bangunan utama yang terdiri dari Gedong, Padma, yang letaknya di bagian atas tidak terlalu berdampak akibat musibah banjir dan tanah longsor tersebut. Ia memprediksi, untuk rehabilitasi pura dan pembangunan bangunan baru menelan biaya Rp 5 miliar lebih. Meskipun akses masuk ke areal Pura Teratai Bang melalui Kebun Raya Bedugul, namun sebenarnya pura itu tidak berada di dalam areal kebun raya, melainkan berada di perbatasan antara hutan dengan kebun raya Bedugul. Piodalan Pura Teratai Bang yang diempon 200 KK tersebut jatuh pada Tumpek Landep. Mengingat pihaknya belum dapat memastikan kapan pembangunan dan rehabilitasi pura tersebut rampung, maka untuk piodalan terdekat kemungkinan akan digelar piodalan alit. l Citta Maya

6 - 12 Februari 2017

47


HIBURAN

Adi Bing Slamet

Kembangkan Lawakan

A

ktor sekaligus komedian Adi Bing Slamet mengaku terus mengembangkan lawakannya agar lebih unik dan bervariasi. “Memang komedi banyak, tetapi juga harus berpikir mengembangkan komedi lebih unik, kaya lagi,” ujar Adi dalam konferensi pers film komedi “Generasi Kocak: 90-an Vs Komika” di Jakarta, baru-baru ini. Adi mengatakan berdiskusi bersama sutradara dan sesama komedian, termasuk pemain dan sutradara bisa menjadi cara mengembangkan lawakannya. “Selalu berusaha mencari (komedi) yang baru, yang belum pernah seperti apa. Kami selalu berdiskusi bersama sutradara, pemain (yang terlibat dalam film),” tutur dia. Beberapa waktu lalu, Adi bersama komedian senior lainnya seperti Jaja Miharja, Mandra dan Kadir terlibat dalam film bergenre komedi lintas era, “Generasi Kocak: 90-an Vs Komika”. Film ini memiliki konsep membandingkan dua generasi yang populer di Indonesia, yakni di era 90-an dan Komika yang diwakili Arafah Rianti, Anyun Cadel dan Afif Xavi. Selain masing-masing karakter mewakili dua era tersebut, berbagai simbol khas dua generasi juga dimunculkan, semisal permainan dan barangbarang lainnya. Film besutan Wishnu Kuncoro itu rencananya akan tayang pada 15 Februari mendatang. kmb

48 6 - 12 Februari 2017


Slank Rilis Album Baru

MBP/ant

Ada Lagu Terinspirasi dari Chairil Anwar GRUP band Slank akan merilis album baru tahun ini. “Tanggal 1 Februari album baru beredar,” kata Bimbim Slank dalam sebuah diskusi di basecamp Slank, Gang Potlot, Jakarta, belum lama ini. Bimbim menguak salah satu lagu dalam album berjudul “Pala Lu Peyank” itu. Dia mengatakan akan ada lagu yang terinspirasi dari penyair Chairil Anwar. “Lagu “Orang Merdeka” terinsipirasi

dari Chairil Anwar,” ujar dia. Lagu itu berbicara tentang kebebasan berekspresi saat ini. Menurut Bimbim, orang seperti Chairil Anwar akan susah jika lahir di era sekarang ini. “Bicara sedikit haters-nya banyak. Punya ide beda sedikit yang sirik banyak,” kata dia. Bimbim kemudian membocorkan penggalan lirik dalam lagu tersebut. “Sok

kritis dan sinis...” Dia menjelaskan bahwa “kritik bukan sirik, kritis bukan sinis.” “Orang yang enggak sirik itu bukan berarti kehilangan kritik,” ujar Bimbim. “Slank kritik, kita harus memberikan solusi. Kritik harus membangun, kalau salah mestinya begini, seperti itu,” tambah dia. l kmb 6 - 12 Februari 2017

49


A KT I V I TA S OSIS SIXSMA - OSIS SMAN 6 Denpasar alias Sixsma, Jumat (20/1) , menggelar lomba budaya nyanggra piodalan di parahyangan SMAN 6 Denpasar. Puncak piodalan dilakukan, Sabtu (21/1) bertepatan dengan Hari Raya Saraswati. Untuk persiapan piodalan, OSIS Sixsma menggerakkan semua siswa. Menurut Ketua OSIS periode 2016-2017 I Gusti Agung Ngurah Wirdana Putra, semua kelas wajib mengikuti lomba membuat lawar dan membuat gebogan.

MBP/ist

MBP/ist

KPN PRADNYA KERTI - Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Pradnya Kerthi Kopertis Wilayah VIII Denpasar menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-32 di Gedung Kopertis Wilayah VIII Bali-Nusra, Jumat (20/1). RAT yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini dihadiri oleh Ketua KPN Pradnya Kerthi Kopertis Wilayah VIII Denpasar Dr. IB. Gede Udiyana, SE., M.Si., Ak., Bendahara Dr. Putu Kepramareni, S.E., M.M., Sekretaris I Gusti Ayu Intan Saputra Rini, S.E., M.Si., Ak., CA., Dewan Pembina dan Badan Pengawas serta anggota KPN Pradnya Kerthi yang saat ini beranggotakan 825 orang.

SIA KOK SIANG - Pengobatan alternatif Sia Kok Siang telah terkenal di berbagai kalangan. Pengobatan dengan mendeteksi aura pasien tersebut telah menyembuhkan ribuan pasien mulai dari masyarakat menengah ke bawah, pemuka agama hingga pejabat tinggi sekalipun. Ditemui Kamis (19/1), Sia Kok Siang menuturkan bahwa keinginan membantu masyarakatlah yang mendorongnya untuk menunjukkan diri bahwa ia mampu mengobati pasiennya dengam instan.

MBP/ist

MBP/ist

50 6 - 12 Februari 2017

BUPATI KARANGASEM Menindaklanjuti surat edaran Menpan No. D/636/KSN/7/2015 serta sesuai undang-undang ASN (Apartur Sipil Negara), pelaksanaan mutasi JPT Pratama atau pejabat Eselon II harus membentuk Pansel yang memiliki kompetensi dan pertimbangan oleh Komite Aparatur Negara (KASN). Setelah disetujui baru kemudian dikeluarkan Surat Keputusan Bupati Karangasem.


171 |6 - 12 Februari 2017

Menata DAS Jadi Tempat Wisata

RP 20.000


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 171 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu