Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 169

Page 1

169 |23 - 29 Januari 2017

Wujudkan “One Stop Destination” RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI lEkspektasi Orangtua terhadap Pendidikan Generasi Muda Bali 6 BALI SEPEKAN lLongsor, Jalur Wangaya-Jatiluwih Tertutup 7

LAPORAN UTAMA l Wujudkan ”One Stop Destination” dan “One Island Management” Badung Bagikan Langsung Bantuan Penyisihan PHR 8 l Harus Proporsional 9 l Difokuskan untuk Infrastruktur 10 l Perbaiki Jalan ke Objek Wisata 11 POLITIK l Pembelaan ”Banteng” untuk Jokowi 16 l SDM Bali Harus Bangkit 17 KIPRAH REMAJA lBangkit dengan Usaha Print Kaos 18 MANCANEGARA l Jumlah Migran Menurun

LENSA l Lampion 26

OLAHRAGA l Lebih Berdentum 27 PENDIDIKAN l UN 2017 Terapkan PBT dan CBT 32 STABILITAS l Bali Harus Tetap Dijaga 36 PARIWISATA l Pariwisata Budaya di Persimpangan Jalan 38

tapi Kekhawatiran Tetap Tinggi 20

DAERAH l Penambangan Batu Padas Meluas 22

PROPERTI l Rumah Bersubsidi Diprioritaskan bagi MBR 46 TRADISI l “Magangsing”, Permainan Tradisional

Sarat Nilai Sportivitas 48

23 - 29 Januari 2017

3


DARI PEMBACA

Pameran Lukisan di PKB agar Adil A

jang Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2017 ini boleh dikatakan sudah dekat, sekitar 6 bulan lagi. Waktu lagi 6 bulan ini agar dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk latihan bagi para seniman yang akan memanfaatkan panggung kesenian yang ada di Taman Budaya (Art Center) Denpasar itu. Seperti para seniman tari/tabuh dan seni pentas lainnya agar latihan mulai dini supaya nanti memberi tontonan yang memuaskan bagi pengunjung. Khusus masalah pameran lukisan pada PKB yang akan datang, panitia juga mempersiapkan diri untuk penataan pameran, seniman mana yang akan berhak ikut pameran. Supaya jangan seperti PKB tahun-tahun sebelumnya, hanya orang-orang itu saja yang diajak pameran. Di Bali cukup banyak ada seniman lukis (pelukis), baik yang akademis maupun otodidak. Taman Budaya adalah milik seniman Bali. Saya punya usul setiap kabupaten/kota di Bali mempersiapkan umpama 5 (lima) seniman dengan masing-masing menyetor lukisan 1 (satu) buah. Di Bali ada 9 kabupaten termasuk kota Denpasar maka jika dihitung terkumpul lukisan 9 x 5 = 45 buah lukisan. Dan juga kita ikutkan dari kampus ISI Denpasar dan siswa SMSR Sukawati. Jadi terkumpul sekitar 50 lukisan sudah cukup. Karena gedung Kriya yang sering dipakai untuk pameran tidak begitu besar. Perlu diperluas. Nah, untuk mewujudkan ide saya yang adil ini mulai dini pihak Dinas Kebudayaan Provinsi Bali kerja sama dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten/Kota untuk turun ke lapangan guna “melacak� para seniman yang akan diajak pameran. Setelah terkumpul lukisan dan data-data identitas para seniman, dilanjutkan membuat buku (katalog) untuk para pengunjung pameran. Sebelum pameran dibuka, katalog harus sudah selesai dicetak secukupnya. Masalah dana, gubernur Bali agar mempersiapkan. Agar tidak seperti PKB yang telah lewat pernah terjadi, pameran telah dibuka, tapi katalog pameran belum selesai dicetak. Wayan Beratha Yasa Kapal, Badung

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana Sugiartha Redaksi Dira Arsana, Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Diah Dewi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Sosiawan. Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

23 - 29 Januari 2017

4


Kaderisasi Pengusaha Pribumi PENGANGGURAN terbuka dan didominasi angkatan kerja intelektual di Bali diprediksi akan terus meningkat. Pertumbuhan angkatan kerja yang tak bisa terserap lapangan kerja ini cenderung menjadi beban ekonomi. Bahkan, data terakhir menunjukkan jumlah penduduk yang bekerja di Bali hingga Agustus 2016 mencapai 2.416.555 orang dari total penduduk mendekati empat juta jiwa. Mencermati makin inteleknya angkatan kerja yang menganggur, Pusat Data Bali Post melakukan jajak pendapat terkait dengan hal ini. Solusi untuk mengatasi kondisi ini pun diharapkan efektif. Jajak dilakukan di seluruh kabupaten/kota dengan mengajukan kuesioner dan wawancara. Dengan mengajukan pertanyaan, apakah anda yakin penumpukan angkatan kerja intelektual ini bisa diurai dengan hanya membenahi sektor pendidikan? Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, hanya 41,21 persen responden yang mengaku yakin bahwa dengan melakukan perubahan model pendidikan, angkatan kerja intelektual bisa ditekan. Mereka mengaku selama ini pendidikan di Indonesia masih bersifat teoretis dan hanya beberapa fakultas yang membentuk keahlian profesi. Ke depan dengan menjadikan perguruan tinggi sebagai

pusat pelahiran tenaga terampil, maka lulusannya siap mandiri. Saat ini, kata responden, lulusan perguruan tinggi masih terobsesi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena mereka tak memiliki profesi yang jelas untuk mandiri. Di lain pihak, 56,39 persen responden mengaku tak yakin, bahwa dengan hanya menata sistem pendidikan nasional pengangguran intelektual bisa ditekan. Di negeri ini, menurut responden, ada banyak hal yang harus dibenahi untuk menjadikan generasi muda mendatang siap kerja. Pendekatan politis dan perbaikan ekonomi nasional justru menjadi hal mendesak yang harus dilakukan. Selama ini, kata responden, gaduhnya dunia politik telah berimbas pada kelesuan ekonomi. Ini jelas berdampak pada pembukaan lapangan kerja. Di lain pihak, politisi kita juga tak cerdas dalam merancang UU Ketenagakerjaan, sehingga banyak tenaga asing bisa masuk ke Indonesia. Komitmen politik terhadap penyerapan tenaga kerja nasional tergolong rendah. Jadi, menurut responden selain pemetaan masalah pendidikan, pemetaan terhadap masalah politik dan ekonomi juga harus sejalan. Sementara 2,40 persen responden tak memberikan jawaban terkait hal ini. Mereka mengaku tak tahu apakah pengang-

guran saat ini akibat kesalahan sistem pendidikan atau memang karena lapangan kerja terbatas. Mereka juga mengaku jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi juga membuat pemerintah kewalahan mengantisipasinya. Mereka hanya berharap segera ada terobosan dalam menekan pengangguran intelektual. l Dira Arsana

23 - 29 Januari 2017

5

5


opini

Ekspektasi Orangtua terhadap Pendidikan Generasi Muda Bali

P

endidikan dalam pandangan Freire (2002:12—13) merupakan alat pembebasan untuk membebaskan manusia dari berbagai bentuk penindasan, kebodohan, kemiskinan, sampai pada ketertinggalan. Berangkat dari pandangan tersebut, maka manusia harus mampu menjadikan pendidikan sebagai arena pembebasan, sehingga dirinya terhindar dari berbagai bentuk relasi kuasa yang bersifat asimetris, yakni dalam bentuk penindasan, pembodohan, dan pemarjinalan. Wacana pendidikan sebagai alat pembebasan menjadi tidak relevan, ketika di dalamnya tidak ada korelasi dengan kehidupan bersama antarmanusia. Dengan meminjam gagasan Mangunwijaya (1994:113) dan jika dikaitkan dengan wacana pendidikan sebagai alat pembebasan, maka dapat dipastikan semua negara yang beradab dan demokratis mengakui hak primer pendidikan warga negaranya. Terkait hal itu, pendidikan sebagai hak primer harus menjadi proses dialektis antarmanusia, karena sejak lahir manusia sudah diberi bekal pendidikan oleh orangtuanya di lingkungan keluarga, kemudian berlanjut dengan pendidikan di lingkungan sekolah, dan pada akhirnya manusia menemukan sendiri pendidikan dari proses interaksi sosial dengan lingkungan masyarakatnya (M. Yunus, 2007:1). Jika mengacu pada Freire (2002); Mangunwijaya (1994), dan untuk mengartikulasikan tujuan pendidikan sebagaimana diuraikan di atas, maka dibutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat untuk mendukung perkembangan pendidikan tersebut. Salah satu agen yang paling dekat dengan perkembangan pendidikan anak-anak adalah keluarga yang dalam hal ini adalah orangtua. Keluarga sebagai segmen dari unit sosial terkecil dalam masyarakat menurut Khairuddin (1985:59—60) mempunyai fungsi-fungsi tertentu yang sulit digantikan oleh orang lain. Fungsi pokok keluarga meliputi: Pertama, fungsi biologik, artinya orangtua harus bertanggung jawab terhadap

6

Oleh Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si.

pemenuhan kebutuhan fisik (kebutuhan dasar) anak-anaknya, sehingga dapat berkembang dengan wajar, sehat, dan ideal sesuai tahap perkembangan usia mereka; Kedua, fungsi afeksi, artinya, orangtua harus mampu menciptakan hubungan sosial yang harmonis di antara anggota keluarga, atas dasar cinta kasih sehingga dapat memberikan rasa aman dan sejahtera kepada semua anggota keluarganya, terutama anak-anak, baik psikhis maupun emosional; Ketiga, adalah fungsi sosialisasi, artinya, keluarga merupakan tempat bagi anak-anak untuk menikmati pendidikan yang pertama dan utama. Namun, dalam perkembangan dunia yang semakin kapitalis-materialis dewasa ini, banyak orangtua yang tidak mampu memenuhi fungsi-fungsi keluarga seperti diuraikan di atas, sebab orangtua cenderung terjebak pada upaya pemenuhan kebutuhan fisik-material anggota keluarganya semata, sehingga fungsi afeksi dan sosialisasi cenderung diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah. Akibatnya, banyak anak yang berusaha mencari rasa aman (afeksi) di luar lingkungan keluarganya, sementara pihak sekolah tidak mungkin mengambil alih sepenuhnya tugas keluarga dalam rangka memberikan rasa aman dan proses sosialisasi kepada anak-anak, mengingat waktu anak-anak berada di lingkungan sekolah hanya 6 (enam) jam setiap harinya. Bertolak dari gagasan tersebut dapat dipahami bahwa sebenarnya orangtua anak memiliki ekspektasi yang sangat tinggi terhadap capaian pembelajaran sekolah. Dalam arti setelah anak mereka menyelesaikan satu jenjang pendidikan formal tertentu, selalu disertai harapan agar anak-anak mereka kelak mempunyai masa depan yang prospektif dari aspek ekonomi. Oleh karena itu tidak berlebihan jika kemudian banyak orangtua, berlomba-lomba mencarikan sekolah anak-anaknya yang dianggap mampu memberikan harapan masa de-

pan yang lebih baik, meski pun mereka harus rela merogoh koceknya lebih dalam (baca:berani mengeluarkan uang lebih banyak). Pada hal di sisi lain idealisme pendidikan, yang tertuang dalam visi dan misi setiap lembaga pendidikan, khususnya lembaga sekolah mendapatkan tantangan hebat dari globalisasi yang di dalamnya bermuatan neo-libarilsme dan berintikan ideologi pasar. Ketika lembaga pendidikan terjebak pada ideologi kapitalisme (ideologi pasar), maka proses komodifikasi atau proses komersialisasi pendidikan dalam konteks persekolahan tidak dapat dihindari. Betapa kuatnya pengaruh neo-libralisme terhadap dunia pendidikan, tidak saja terlihat pada proses komersialisasi pendidikan, tetapi juga pada label yang disandang pihak sekolah, seperti sekolah unggulan, sekolah favorit, sekolah internasional dan lain-lain. Jika pemakaian label-label sekolah seperti itu didekonstruksi, maka di dalamnya tercermin adanya ‘’Logika Darwinisme Sosial’’. Artinya sekolah unggulan hanya menerima dan atau mencetak manusiamanusia yang unggul secara intelektual. Untuk itu dibutuhkan dana yang besar, sehingga anak-anak yang masuk ke sekolah unggulan tidak hanya harus unggul dalam hal intelektual, tetapi juga dalam hal kepemilikan modal, yakni modal ekonomi, modal sosial, modal budaya, dan modal simbolis. Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki keunggulan dalam empat modal tersebut harus rela tersisih. Dengan demikian dapat dikatakan kemajuan masyarakat dewasa ini hanya menjadi milik mereka-mereka yang unggul (Atmadja, 2009). Berangkat dari gagasan tersebut, sebaiknya orangtua tidak sepenuhnya menyerahkan proses pendidikan anak-anaknya kepada pihak sekolah, sebab menurut Ki Hajar Dewantoro keluarga adalah tempat pendidikan yang pertama dan utama. Penulis, dosen Program Doktor Pendidikan Agama Hindu, Program Pascasarjana, Universitas Hindu Indonesia

23 - 29 Januari 2017

6


BALI SEPEKAN

Longsor, Jalur Wangaya-Jatiluwih Tertutup BENCANA longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tabanan, Minggu (8/1) malam. Tegalan milik I Nengah Sumarya di ruas jalur alternatif penghubung Desa Wangaya Gede, Mengesta, dan objek wisata Jatiluwih, Kecamatan Penebel, longsor hingga menutup seluruh badan jalan. Akibatnya jalur tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Dari informasi yang dihimpun, longsor yang terjadi di Banjar Dinas Bendul

itu menutupi badan jalan sepanjang lima meter, lebar tiga meter dan ketebalan 60 centimeter. Longsor terjadi sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu hujan sangat deras,” ucap Kadus Wangaya Bendul I Wayan Budi, Senin (9/1). Sejumlah petugas dari BPBD dan warga melakukan pembersihan dengan cara manual untuk memberikan akses jalan bagi kendaraan roda dua. “Kami masih menunggu alat berat dari aparat

terkait untuk memindahkan sisa material,” katanya. Camat Penebel I Gusti Ayu Supartiwi dan Kepala BPBD Tabanan Gusti Ngurah Made Sucita, saat turun meninjau lokasi longsor mengatakan setelah menerima laporan adanya bencana longsor, pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinas PU untuk menyediakan alat berat. l Puspa Dewi

Tuntut Pemblokiran Taksi “Online”

Tanah Longsor Tutup Jalan di Penyebeh TANAH longsor terjadi di Banjar Penyebeh Desa Pengotan Kecamatan Bangli, Senin (9/1). Material tanah longsor yang menutupi badan jalan membuat aktivitas warga sekitar terganggu. Salah seorang warga, Wayan Sukarma menyatakan, tanah longsor diperkirakan terjadi sekitar pukul 07.00 wita. Material berupa tanah dan bambu nyaris menutupi seluruh badan jalan. Kondisi itu membuat kendaraan roda

MBP/bit

empat tidak bisa melintas. Sedangkan untuk roda dua terpaksa harus melintas di pinggir, itu pun cukup berbahaya karena di sampingnya terdapat jurang. ‘’Jalan ini bisa tembus ke Tampaksiring dan Kintamani. Ini merupakan jalur utama yang dilalui oleh warga di sini karena sebagian besar masyarakat melewati jalur ini untuk melakukan segala aktivitas sehari-hari,’’ ungkap Sukarma. l Eka Prananda

RATUSAN sopir taksi yang tergabung dalam Aliansi Sopir Transport Bali (Alstar-B) kembali mendatangi Kantor Gubernur Bali, Selasa (10/1). Sebelum ke Kantor Gubernur, mereka terlebih dahulu melakukan aksi di utara simpang Dewa Ruci. Tuntutan Alstar-B tetap sama, yakni meminta pemerintah memblokir taksi berbasis aplikasi online. Dalam hal ini, Grab dan Uber Taxi. Alstar-B diterima Kepala Dinas Perhubungan Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik I Nyoman Sujaya di depan Kantor Gubernur Bali. Atas tuntutan Alstar-B, Kepala Dinas Perhubungan Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana meminta waktu sampai April. Mengingat saat itu merupakan akhir dari perpanjangan masa sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan No. 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek (PM 32, red) sejak Oktober 2016 lalu. “Kami sudah mempersiapkan beberapa hal berkaitan dengan sosialisasi. Walaupun demikian, kehadiran Bapak mengingatkan kami untuk selalu mengetahui perkembangan taksi online. Akan tetapi, kami tetap memegang komitmen sampai dengan bulan April sesuai perintah Kemenhub untuk melakukan sosialisasi,” ujarnya disambut teriakan tidak puas dari massa. l Rindra 23 - 29 Januari 2017

7

7


LAPORAN UTAMA

Wujudkan ”One Stop Destination” dan “One Island Management”

Badung Bagikan Langsung Bantuan Penyisihan PHR

S

ebagai pusat aktivitas pariwisata di Bali, Kabupaten Badung memang memperoleh pemasukan dari pajak hotel dan restoran (PHR) terbesar di Bali. Tak mengherankan pula jika Gumi Keris ini menjadi kabupaten terkaya di Bali. Meski demikian, Badung tidaklah dapat berdiri sendiri dan terpisahkan dari Bali sebagai sebuah kesatuan (one stop destination). Karena itu pula, semuanya harus dikelola dalam sebuah manajemen Pulau Bali (one island management). Dalam mewujudkan One Stop Destination dan One Island Management ini, tidaklah lantas PHR itu dinikmati sendiri oleh Badung. Sebagian dari perolehan PHR itu disisihkan untuk diserahkan kepada kabupaten lain di Bali, seperti Karangasem, Klungkung, Bangli, Tabanan, Buleleng dan Jembrana. Sejak tahun 2009 hingga 2016, PHR Badung yang sudah dibagikan melalui provinsi mencapai Rp 1,6 triliun. Pemprov Bali yang mengkoordinir distribusi dana tersebut juga mendapat porsi pembagian 20 % dari total PHR Badung yang diserahkan. Namun, Pemkab Badung melihat dana yang dibagikan tersebut belum termanfaatkan dengan baik. Karena itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mempunyai pemikiran untuk membagikan langsung dana penyisihan PHR itu kepada enam kabupaten penerima tanpa melalui provinsi. Jumlah PHR tahun 2017 yang akan diserahkan Rp 342 miliar lebih. Bantuan diberikan dalam bentuk bantuan keuangan khusus (BKK) dan pembagiannya dilakukan secara merata dan proporsional. “Dari Rp 342 miliar tersebut, kami bagi Rp 50 miliar secara merata dan sisanya lagi Rp 42 miliar kami bagi secara proporsional,” tegas Bupati Giri Prasta didampingi Wakil Bupati I Ketut Suiasa dan Ketua DPRD Badung Putu Parwata pada rapat tindak lanjut rencana kerja sama tentang realokasi PHR Kabupaten Badung untuk enam kabupaten di Bali, Kamis (5/1). Menurut Bupati Giri Prasta, pembagian secara langsung ini telah dibenarkan dari segi aturan yuridis. Aspek yuridis yang dipakai dasar meliputi UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak daerah dan Retribusi Daerah, UU No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Permendagri No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Selain itu, Pemkab Badung juga telah bersurat ke Gubernur Bali yang dilanjutkan dengan Bupati Badung bersama para bupati kabupaten penerima menghadap kepada Gubernur. Pada intinya, Gubernur tidak mempermasalahkan dan diminta pembagiannya secara proporsional. Yakni, kabupaten yang memiliki rumah tangga miskin (RTM) terbanyak yang diprioritaskan. DPRD Badung sendiri telah memberikan rekomendasi, termasuk meminta legal opinion dari kejaksaan.

8

Harus Ajukan Proposal Bangli merupakan salah satu kabupaten di Bali yang rutin menerima dana bantuan penyisihan pajak PHR dari Kabupaten Badung. Tahun 2014 bantuan penyisihan PHR yang diterima Bangli mencapai Rp 17 miliar lebih. Selanjutnya tahun 2015 bantuan yang diterima nilainya mengalami kenaikan menjadi Rp 22 miliar dan tahun 2016 menjadi Rp 30 miliar. Rencananya tahun 2017 ini, Bangli bakal menerima dana serupa mencapai Rp 50 miliar lebih. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal Kabupaten Bangli I Nyoman Widiana mengatakan, dalam APBD Bangli tahun 2017, dana bantuan Penyisihan PHR yang diterima Bangli dari Pemprov Provinsi Bali sejatinya sudah dipasang Rp 30,8 miliar. Namun tanggal 5 Januari lalu, Badung mengundang Bangli dan lima kabupaten lainnya untuk menindaklanjuti kerja sama daerah tentang realokasi PHR. Sesuai rencana, dari Rp 342 miliar lebih dana bantuan penyisihan PHR yang disiapkan Badung, masing-masing kabupaten bakal diberikan merata Rp 50 miliar. Bantuan diberikan dalam bentuk BKK, sehingga untuk bisa menerima bantuan itu masing-masing kabupaten harus mengajukan proposal. Adapun proposal yang bakal diajukan nanti yakni menyangkut perbaikan dan penataan infrastruktur pariwisata, di antaranya pembangunan sentral parkir di Kintamani, penataan Penelokan, dan perbaikan jalan/akses tempat wisata. Hal sama dirasakan Tabanan. Kepala Bappeda Tabanan, I.B. Wiratmaja mengatakan, PHR Badung untuk Tabanan Tahun 2016 sebesar Rp 36.904.622.860 dan tahun 2017 direncanakan Rp 38.597.272.141. Dengan diserahkannya dana penyisihan PHR ini langsung oleh Badung tanpa melalui Pemprov, tentu jumlah yang diterima lebih besar dari perencanaan semula. Sementara Karangasem tahun 2016 lalu mendapatkan dana penyisihan PHR Rp 63 miliar lebih. Jumlah itu, bagi Karangasem termasuk besar karena pendapatan asli daerah (PAD) dari PHR di Karangasem sendiri hanya sekitar Rp 24 miliar. Kepala Badan Penelitian dan Perencanaan Pembangunan Karangasem Ketut Sedana Merta serta Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemkab Karangasem Nengah Toya mengatakan, bantuan Rp 63 miliar lebih itu diterima dalam dua tahap. Tahap pertama pada APBD induk 2016 Rp 48,227 miliar lebih, tahap kedua digelontorkan Pemkab Badung dan Kota Denpasar melalui APBD Pemprov Bali Rp 14,842 miliar lebih. l Sugiarta/Swasrina/Wira Sanjiwani/Budana

23 - 29 Januari 2017

8


Harus Proporsional

MBP/dok

Berbagai hotel mulai yang berbintang dan non-bintang sampai homestay, restoran, pub, diskotek, wisata bahari numplek di Badung Selatan. Pemasukan PHR Badung pun sangat tinggi, menjadikan daerah ini sebagai kabupaten terkaya di Bali.

KABAR terkait rencana Pemkab Badung membagikan bantuan penyisihan pajak hotel dan restoran (PHR) secara merata kepada enam kabupaten di Bali, salah satunya Bangli, mendapat respons positif dari Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma. Selaku warga Bangli, dirinya sangat mengapresiasi upaya Pemkab Badung dalam memajukan pariwisata Bali. Hanya saja jika memungkinkan, Basma mengharapkan agar Bangli yang selama ini memiliki tanggung jawab dalam memelihara hutan dan danau sebagai kawasan penyangga, bisa diberi porsi lebih dalam pembagian bantuan penyisihan PHR tahun ini. Basma menjelaskan, sebagaimana informasi yang didapatnya, Pemkab Badung tahun ini bakal membagikan bantuan penyisihan PHR secara langsung dan merata untuk enam kabupaten di Bali. Salah satu kabupaten yang mendapat kucuran bantuan penyisihan PHR tersebut yakni Bangli. Terhadap rencana tersebut, pihaknya ingin memberi masukan kepada Pemkab Badung tanpa maksud meminta-minta. Menurut Basma, Pemkab Badung di bawah kepemimpinan Bupati Giri Prasta diminta tidak membagikan bantuan penyisihan PHR dengan menggunakan satu parameter saja. Pemkab Badung hendaknya melihat potensi yang dimiliki masing-masing kabupaten. “Yang perlu diperhatikan adalah kepemilikan daerah terhadap kawasan wisata. Di Bali sesuai perda RTRW Provinsi, hanya Bangli yang tidak memiliki kawasan pariwisata, meskipun punya banyak objek wisata. Kenapa demikian, karena Bangli merupakan kawasan penyangga. Bangli punya kewajiban memelihara danau dan hutan lindung yang ada. Dengan potensi yang berbeda itu, harusnya ada perbedaan (pembagian jatah) secara proporsional,� jelasnya. Dengan adanya pembagian yang proporsional tersebut, diharapkan pariwisata Bangli ke depannya bisa lebih terawat. Agar pemberian dana bantuan penyisihan PHR bisa betul-betul bermanfaat dengan baik untuk kemajuan pariwisata, Basma juga mengharapkan Pemkab Badung agar memberikan pengawasan kepada kabupaten-kabupaten penerima. “Intinya kita tidak bermaksud mengemis. Kita harapkan agar ada kesadaran dalam membagikan scara proporsional,� tegasnya. l Swasrina 23 - 29 Januari 2017

9

9


LAPORAN UTAMA

MBP/dok

Infrastruktur jalan ke objek wisata Jatiluwih, Penebel, Tabanan, kini sudah diperbaiki. Sebelumnya, jalan ke objek wisata yang telah menjadi salah satu Warisan budaya Dunia itu sering dikeluhkan karena rusak di mana-mana.

Difokuskan untuk Infrastruktur

K

eputusan Kabupaten Badung menyalurkan bantuan PHR langsung ke kabupaten tanpa melalui provinsi lagi, disambut baik oleh Pemkab Tabanan. Bagi kabupaten dengan PAD tidak besar seperti Tabanan, adanya tambahan PHR dari Badung yang biasanya Rp 30 miliar lebih menjadi Rp 50 miliar, tentu sangat membantu pembangunan di Tabanan terutama dalam membangun infrastruktur jalan. ‘’Sebagai penerima dana, Pemkab Tabanan selalu melaksanakan kewajibannya melaporkan penggunaan dana tersebut setiap tahunnya,’’ ujar Kepala Bappeda Tabanan, I.B. Wiratmaja. Dengan distribusi langsung ini, maka bagian yang selama ini diporsikan ke Pemprov Bali dapat didistribusikan lagi ke kabupaten lain yg memiliki kemampuan keuan-

10

gan yang rendah, termasuk Tabanan. Selain itu, apabila terjadi pelampauan pendapatan PHR Kab Badung, juga bisa didistribusikan secara langsung oleh Kabupaten Badung tanpa menunggu tahun anggaran berikutnya. ‘’Sementara kalo target pendapatan tersebut tidak tercapai, maka dana tidak ditransfer. Jadi secara umum sistemnya akan lebih efektif dan efisien,’’ ujarnya. Penggunaan PHR Badung ini, dikatakan Wiratmaja, dimanfaatkan untuk memperbaiki infrastruktur di Tabanan berupa hotmik jalan. Secara rinci, penggunaan PHR Badung tahun 2017 ke Kabupaten Tabanan Rp 50 miliar sudah fix digunakan untuk memperbaiki infrastruktur hotmix jalan kabupaten. Sementara untuk sisa PHR Rp 42 miliar yang akan dibagi secara proposional oleh Kabupaten Badung ke enam kabupaten lainnya, direncanakan

penggunaannya untuk BUMdes, persampahan terkait pariwisata dan bedah rumah. “Proposalnya sudah disampaikan ke Kabupaten Badung,’’ tutur Wiratmaja. Alasan bedah rumah menjadi salah satu program pembangunan menggunakan dana PHR Badung ini, dijelaskan Wiratmaja, karena Tabanan sebagai hinterland-nya Kabupaten Badung serta sebagai bagian objek wisata Badung dalam memberikan layanan kepariwisataan. Hal ini sudah barang tentu menjadi teras dan perwajahan Badung. Untuk itu, masyarakat Tabanan memiliki hak untuk menerima perlakukan sandang, pangan dan papan dari hasil Pariwisata Badung. ‘’Program ini semua kita kaitkan dengan pariwisata dan budaya,’’ imbuhnya. l Wira Sanjiwani

23 - 29 Januari 2017

10


Perbaiki Jalan ke Objek Wisata BANTUAN dana dari penyisihan PHR yang diterima Karangasem terus meningkat. Pemberian bantuan penyisihan PHR itu, guna dipakai daerah untuk pembangunan, terutama perbaikan atau pengadaan infrastruktur yang terkait dengan pariwisata, termasuk jalan ke objek wisata. Selain itu, untuk pembangunan di desa pakraman. PHR selama ini juga dipakai untuk member insentif bagi klian banjar pakraman, bendesa/klian desa dan klian subak. Soalnya, yang menjadi daya tarik pariwisata Bali lebih pada, tradisi atau kebudayaan Bali. Denyut nadi masyarakat Bali dalam menjaga, melestarikan kebudayaan Bali itu mesti didukung dari sektor pariwisata. Di Karangasem, dengan wilayah cukup luas, memang meski setahun mendapatkan gelontoran PHR dari kabupaten/kota sampai Rp 63 miliar, masih saja ada jalan ke objek wisata yang hancur. Salah satu contohnya, jalan ke objek wisata Pantai Batu Telu di Seraya, Karangasem. Salah seorang pengelola vila di pantai setempat, Ketut Berata mengatakan, dia dan warga telah sejak lama memperjuangkan agar jalan aspal ke pantai itu diperbaiki. Aspal sudah lama rusak mengelupas. Padahal, di tepi pantai yang indah itu ada empat vila.

Sebenarnya, cukup banyak wisman yang datang ke sana, terutama dari Eropa. Umumnya mereka dalam rangka bulan madu atau sekadar beristirahat mencari objek wisata yang masih alami, bersih dan nyaman. Sayangnya, ketika wisman itu tahu akses jalan ke pantai itu hancur, kerap mereka yang sebenarnya sudah memesan vila untuk masa tinggal satu samai dua minggu, menjadi urung. ‘’Baru tinggal dua hari dari rencana seminggu, mereka sudah pergi. Memang dengan jalan hancur, wisatawan yang menginap di vila kami agak kesulitan dan lama sampai ke objek wisata Candidasa,’’ papar Berata. Dia berharap Pemkab Karangasem memperbaiki akses jalan ke objek-objek wisata, seperti ke pantai Batu Telu. Apalagi, pengusaha yakni pengelola vila sudah membayar pajak. ‘’Hendaknya pajak dari PHR digunakan memperbaiki fasilitas atau infrastruktur yang terkait dengan sektor pariwisata,’’ ujarnya memberi masukan. Ketua BPC PHRI Karangasem Wayan Tama mengatakan, selama ini bagian PHR sudah dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur serta perbaikan fasilitas pariwisata. Termasuk, pihaknya di DPRD Karangasem juga memperjuangkan agar

anggaran bantuan itu dialokasikan untuk pengadaan lampu penerangan jalan (LPJ) di jalur wisata. Namun, karena wilayah Karangasem luas, objek wisata lumayan banyak sehingga banyak pula fasilitas serta infrastruktur jalan yang memerlukan perbaikan dan pemeliharaan. Tama asal Nyuh Tebel yang juga anggota DPRD Karangasem itu menjelaskan, pemasangan lampu penerangan jalan (LPJ) mendesak diperlukan seperti di depan pasar tradisional, di persimpangan jalan serta menuju objek wisata. Anggota DPRD Karangasem lainnya, Nengah Suparta mengatakan, mendesak pemasangan LPJ di sepanjang jalan dari pertigaan Candidasa, Samuh ke timur. Selama ini, jalur itu masih gelap tanpa LPJ. Pernah ada wanita turis asal Eropa di jalan gelap itu menjadi korban jambret. Saat itu, korban hendak jalan-jalan, melihat suasana Candidasa pada malam hari. Namun apes, hendak happy-happy malah mengalami petaka. Korban terluka, ditemukan menangis di pinggir jalan. ‘’Sampai kini pelaku penjambretan itu belum terungkap,’’ ujar Suparta, mantan praktisi pariwisata di Candidasa itu. l Budana

MBP/budana

Jalan ke objek wisata Pantai Batu Telu, Seraya, Karangasem, sudah lama rusak, namun belum mendapatkan perbaikan. Praktisi pariwisata setempat minta akses jalan itu diperbaiki, karena pengusaha sudah membayar PHR. 23 - 29 Januari 2017

11


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

EF EPI - EF mengumumkan hasil survei global ‘English Proficiency Index’ (EF EPI) di Jakarta pada 8 Desember 2016, dengan skor Indonesia 52.91, berada di posisi ke-32 dari 72 negara yang disurvei secara global. EF EPI merupakan survei terbesar yang mengukur kemampuan Bahasa Inggris negaranegara di dunia dan dianggap sebagai patokan internasional untuk kemampuan Bahasa Inggris tingkat dewasa.

FELICE JEWELLERY - Felice Jewellery kembali menggelar pameran perhiasan emas dan berlian, mulai Rabu (11/1) hingga Sabtu (14/1). Pameran dilaksanakan di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Setelah sukses dengan promo–promo sebelumnya, kali ini kembali ada hadiah istimewa berupa handphone android yang akan diberikan kepada pelanggan yang membeli cincin Black Diamond Solitaire 1 karat.

WABUP BADUNG - Pasca-perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mutasi pejabat struktural, Wakil Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa bersama Kepala Inspektorat Ni Luh Suryaniti melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Badan Pendapatan Daerah/Pasedahan Agung Kabupaten Badung, Jumat (6/1). Kunjungan ini bersifat pemantauan kondisi dan situasi di Badan Pendapatan (Bapenda), karena bagaimanapun juga Badan Pendapatan merupakan “pulu”-nya (tempat uang) Badung. MBP/ist

SMK DWIJENDRA - Gedung megah SMK Dwijendra senilai Rp 11 miliar di Jl. Suradipa, Peguyangan, Denpasar, Rabu (11/1), diplaspas yang diawali dengan upacara pecaruan. Upacara dipuput Ida Rsi Bujangga Waisnawa Ganda Kusuma dan Ida Rsi Bunjangga Waisnawa Istri Gandawati dari Griya Ganda Madana Penatih. Upacara pecaruan dihadiri Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., Rektor Universitas Dwijendra (Undwi) Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., dan lainnya.

12

23 - 29 Januari 2017


MBP/ist

SENATOR WEDAKARNA - Senator DPD-RI utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyampaikan agar organisasi Sekaa Teruna Teruni (STT) di seluruh Bali segera bangkit di tahun 2017. Perlunya memberikan panggung pada STT dengan tujuan untuk membantu desa adat/pakraman dalam mengamankan status desanya dari serbuan budaya asing, pengaruh negatif pendatang (dauh tukad) dan juga membantu kinerja desa adat dan dinas. Hal ini disampaikan di sela-sela Shri Gusti Wedakarna meresmikan Taman Gumi Banten di Pura Pucak Bukit Batu Samplangan, Gianyar yang merupakan ide dari STT Sila Giri Bukit Batu.

MBP/ist

UNMAR - PTS tertua di Bali, Universitas Mahendradatta (Unmar) kembali menuai prestasi di awal tahun. Setelah menjadi 150 Besar PT Terbaik di Indonesia (gabungan dari lebih dari 3.000 PTN dan PTS), Unmar mendapatkan kado istimewa di awal 2017. Di antaranya selain diraihnya Anugerah Pers K. Nadha 2017 oleh Bali Post Group untuk Yayasan Mahendradatta, Unmar ternyata lolos 100 persen untuk akreditasi program S-1 dan S-2 dan diraihnya izin pembukaan Program Studi S-1 Kewirausahaan (KWU) dan izin Prodi S-2 Magister Ilmu Administrasi (MIA) oleh Kementerian Ristek Dikti (Kemenristekdikti) Republik Indonesia.

MBP/ist

UNWAR - Universitas Warmadewa (Unwar) secara nyata berbuat untuk melahirkan pengusaha muda mandiri lewat Galeri Investasi. Sabtu (7/1), Galeri Investasi Unwar menggelar seminar nasional “Yuk Menabung di Saham�. Seminar investor muda Warmadewa ini menghadirkan narasumber I Gusti Agus Andiyasa, S.E., M.M. dari Bursanesia Kantor Perwakilan Denpasar dan Ni Nyoman Citasti, Branch Manager BNI Securities Cabang Kota Denpasar.

MBP/ist

UNTUNG YOGA - Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol. Drs. Ketut Untung Yoga, S.H., M.M. kembali melakukan simakrama dengan mahasiswa. Rabu (11/1), Untung Yoga menjadi narasumber wawasan kebangsaan untuk meningkatkan kecerdasan mahasiswa tentang pentingnya kesatuan dan persatuan menjaga keutuhan NKRI di Universitas Warmadewa (Unwar). 23 - 29 Januari 2017

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

BUPATI KLUNGKUNG - Memasuki tahun 2017, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Klungkung memulai aktivitas yang diawali apel paripurna di Lapangan Puputan Klungkung, Senin (9/1) kemarin. Apel ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan setelah libur Hari Natal dan Tahun Baru 2017. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memimpin langsung pelaksanaan apel tersebut.

MBP/ist

MBP/ist

RS WISMA PRASHANTI - Rumah Sakit (RS) Wisma Prashanti menggelar acara serah terima jabatan direktur dari dr. I Gusti Agung Rai Widjaya kepada dr. I Made Surya Agung, Sabtu (7/1). Dalam acara sertijab tersebut, Rai Widjaya yang memimpin RS Wisma Prashanti sejak tahun 2012 berharap direktur yang baru bisa mewujudkan program-program yang belum tercapai, salah satunya meraih akreditasi C.

14 23 - 29 Januari 2017

RAI MANTRA - Kepedulian seorang Rai Mantra kepada warganya yang kurang mampu, sangat dirasakan oleh masyarakat Denpasar. Pendekatan pelayanan Pemkot Denpasar kepada masyarakat tidak saja dalam pelayanan publik, namun semua pelayanan dapat menyentuh masyarakat. Baik pelayanan dasar dalam bidang pendidikan, kesehatan hingga pelayanan di bidang sosial yang dapat menyentuh seluruh masyarakat.

BNI - Desa Wisata Kamasan segera digarap dengan model wisata yang akan mengajak wisatawan mengenal lebih dalam sejarah dan proses seni lukis wayang klasik khas Desa Kamasan, serta berbagai produk kerajinan logam seperti uang kepeng, selongsong peluru dan bokor. Bank Nasional Indonesia (BNI) yang merupakan salah satu BUMN terbesar tertarik ikut berpartisipasi dalam program terobosan dari Pemkab Klungkung ini.

MBP/ist


ARYA WEDAKARNA - Jarang ada figur politisi di Bali yang bisa diterima oleh semua partai di Bali. Selama ini, ada citra jika seorang politisi di Bali cenderung eksklusif berada di satu kelompok dan warna politik tertentu. Tapi hal itu tidak berlaku untuk sosok tokoh muda Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang memiliki hubungan begitu cair dengan partai-partai di Bali.

MBP/ist

MBP/ist

FESTIVAL DESA TISTA - Gerakan Satyagraha Sukla yang merupakan siasat orang Bali untuk menghadapi UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal kembali menggelora di tingkat desa adat. Setelah menyasar pedagang kecil dan UMKM, kini kalangan anak muda termasuk Sekaa Teruna dan Karang Taruna ikut tergerak memberdayakan ekonomi Hindu. Sebagaimana terekam dalam kegiatan Festival Desa Tista Tahun 2017 yang diadakan di Kerambitan, Tabanan yang diadakan oleh Karang Taruna Desa Tista yang didukung oleh Desa Dinas dan Desa Adat serta STT.

BANDARA NGURAH RAI - Selama libur Natal 2016 yang dilanjutkan dengan libur Tahun Baru 2017, Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat telah melayani 1,3 juta penumpang. Dengan rincian, 702 ribu penumpang domestik dan 622 ribu penumpang internasional yang datang dan berangkat melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. DEmikian disampaikan General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi, Senin (9/1).

MBP/ist

MBP/ist

WAYAN KOSTER - Anggota Komisi X DPR-RI Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M. melakukan dialog degan mahasiswa penerima bidik misi se-Bali di Kampus Unwar, Jumat (6/12). Kehadiran Wayan Koster untuk membahas “Menyonsong Generasi Emas Melalui Mahasiswa Bidik Misi�. Acara juga dihadiri Koordinator Kopertis VIII Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa, S.E., M.Si dan Ketua Yayasan Kesejahsteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. 23 - 29 Januari 2017

15


POLITIK

Pembelaan ”Banteng” untuk Jokowi

H

UT ke-44 PDI Perjuangan sarat komitmen. Setidaknya, komitmen pembelaan terhadap pemerintahan Jokowi – JK ditegaskan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarno Putri. Presiden Joko Widodo menyanjung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan menyebutnya pejuang demokrasi yang memegang teguh prinsip. “Ya kan jelas ya. Bahwa Ibu Megawati itu kan Pejuang Demokrasi. Artinya apa? Yang tidak demokratis, yang mengganggu pasti beliau lawan. Tuh prinsip itu,” kata Presiden kepada wartawan setelah menghadiri acara Hari Ulang Tahun PDI Perjuangan ke-44 di Jakarta Convention Center, Jakarta. Ia menambahkan, Megawati bahkan melindungi Presiden yang telah terpilih secara demokratis. “Begitu juga yang ingin mengganggu Presiden, karena Presiden yang sekarang terpilih konstitusional. Pasti beliau akan turun dan tadi sudah sampaikan,” kata Jokowi. Untuk bentuk nyatanya, Presiden menyerahkan kepada Megawati terkait bentuk dukungan yang akan diberikan. “Tanyakan ke Bu Mega,” kata Presiden sambil tersenyum. Megawati Soekarnoputri yang mendampingi Jokowi hanya tersenyum dan menolak memberikan pernyataan. Dalam pidato politiknya, Megawati menegaskan dia konsisten mendukung pemerintahan, bahkan dia meminta Presiden dan Wakil Presiden Jusuf Kalla melaporkan kepadanya jika ada pihak-pihak yang mencoba mengganggu NKRI dan Pancasila, termasuk menggoyang pemerintahan. Selain itu, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu mengritik MPR RI perihal proses usulan amendemen UUD Negara Republik Indonesia 1945 yang sampai saat ini belum ada kelanjutannya setelah hasil kajiannya disampaikan ke fraksi-fraksi DPR RI. “Soal konstitusi UUD NKRI 1945, PDI Perjuangan pernah menawarkan konsep arah pembangunan nasional melalui rencana pembangunan semesta berencana pada

16

MBP/ade

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan tumpeng pertama kepada Presiden Joko Widodo saat HUT ke-44 PDI-P di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10/1). HUT PDI-P itu mengambil tema “PDI Perjuangan Rumah Kebangsaan untuk Indonesia Raya”.

amendemen konstitusi yang akan dilakukan MPR RI,” kata Mega. Menurut Megawati, soal konstitusi ini penting bagi MPR RI. “Ini penting bagi Pak Zulkifli, Ketua MPR RI,” katanya. Megawati menanyakan bagaimana perkembangan usulan amendemen konstitusi karena sampai saat ini belum ada lagi perkembangannya. Kalau terlalu lama dibahas dan belum ada perkembangannya, dikhawatirkan pada akhirnya tidak ada hasil yang dicapai. “Saya belum

tahu, sampai saat ini bagaimana perkembangannya,” katanya. Pada kesempatan tersebut, ketika membuka pidatonya Megawati Soekarnoputri menyapa para tamu kehormatan, termasuk Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta. Megawati juga sempat mengucapkan selamat kepada Oesman Sapta yang terpilih sebagai Ketua Umum Partai Hanura. l Hardianto

23 - 29 Januari 2017

16


SDM Bali Harus Bangkit MEMBENTUK pengusaha pribumi tak cukup dengan melakukan pembenahan regulasi. Bagi Bali, kelahiran generasi pengusaha pribumi bisa dikondisikan dengan melakukan indentifikasi potensi dan masalah. Dalam konteks inilah diperlukan pembenahan sistem baik di sektor pendidikan, kebijakan politis termasuk pemberdayaan pedesaan dengan target membentuk mentalitas kewirausahaan di kalangan generasi muda Bali. Pandangan tersebut dilontarkan pengamat budaya Bali yang juga akademisi Unud Prof. Sutjaja dalam perbincangannya dengan majalah Bali Post, Selasa (10/1). Pandangan senada juga dilontarkan pengurus Real Estate Bali (REI) Bali Gede Semadi Putra. Prof. Sutjaja mengatakan untuk melahirkan pengusaha pribumi, Bali sebenarnya tak perlu harus berdesakan di sektor yang sudah jenuh. ‘’Pemilik modal di Bali mestinya bisa mendukung gerakan menjadikan desa sebagai episentrum pembangunan dan menyiapkan generasi muda Bali. Ada banyak potensi pedesaan yang belum digarap dan cenderung diabaikan sebagai daya dukung ekonomi,’’ ujarnya. Ia mengatakan Bali krisis pengusaha pribumi karena Bali terlalu dimanja dengan propaganda-propaganda percepatan pertumbuhan yang bertumpu hanya pada sektor pariwisata. Padahal, di luar itu ada banyak potensi dan keunikan Bali yang belum dibidik menjadi lahan usaha. ‘’ SDM Bali harus bergerak dan cerdas membaca potensi. Kuliner Bali dan minuman beralkohol produksi penduduk Bali bisa menjadi industri prosfektif jika dikelola profesional,’’ sarannya. Jepang Bisa mengelola produk pertanian menjadi sake dan popular, mengapa Bali tidak? Prof. Sutjaja yang baru pulang dari Jepang untuk kepentingan studi banding penguatan potensi lokal dan optimalisasi sektor pertanian dalam pembentukan karakter pen-

gusaha, mengatakan kuliner Bali sangat potensial menjadi lahan usaha. Ini dimungkinkan mengingat kuliner Bali memiliki keunikan. ‘’Kita jangan terlalu terjebak dengan target wisatawan manca negara sebagai pasar. Membidik wisatawan lokal dan domestik untuk kepentingan ini harus dibudayakan. Orang Bali harus mencintai kulinernya sendiri. Kita bisa mengadopsi budaya Jepang dan membangun daya tahan pengusaha lokal. ‘ Ini yang harus kita edukasi. Menggerakan daya beli konsumen lokal untuk kebangkitan ekonomi lokal,’’ sarannya. Ia berharap semua komponen di Bali bergerak dalam satu kebijakan yang terintegrasi jika ingin membentuk generasi muda Bali memiliki mental wirausaha. Kampus, pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bisa menjadi bagian untuk menyiapkan jalan lapang bagi generasi Bali menjadi tuan di tanah Bali. ‘’Bangkit atasi paceklik pengusaha pribumi harus didukung semua elemen. Ini tolok ukur k e -

mandirian Bali pada masa mendatang,’’ tegasnya. Sementara pengurus REI Bali Gede Semadi Putra mengatakan untuk menjadi generasi pekerja, krama Bali memang harus melakukan berbagai langkah inovasi. Modal, menurutnya, bukalah alasan utama untuk takut bersaing. Kini, banyak pengusaha yang tumbuh karena daya kreasi dan langkah inovatifnya. ‘’Ruang untuk generasi muda Bali menjadi pengusaha sangat terbuka. Sekarang tinggal bagaimana mengelola peluang yang ada,’’ sarannya. l Dira Arsana

Prof. Sutjaja

23 - 29 Januari 2017

17

17


KIPRAH REMAJA

Bangkit dengan Usaha Print Kaos

I

GN Erlangga Bayu Rahmanda Putra (25) dengan penuh semangat menuturkan usaha print kaos yang telah dilakoninya sebulan terakhir. Berbekal semangat dan tekad, ia memutuskan usaha print kaos dengan modal mesin print seharga Rp 260 juta. Baginya, modal mesin industri tersebut cukup tinggi sehingga mendorongnya berusaha bekerja lebih giat. Sebelum memutuskan menjadi pengusaha, Erlangga pernah melakoni berbagai kegiatan. Mulai dari bekerja di kantor pemerintahan sebagai pegawai kontrak hingga kuliah di jurusan teknologi informasi (TI). Sayang, kuliahnya terhenti di tengah jalan alias drop out (DO). Selanjutnya, ia bekerja sebagai pegawai kontrak di Pemkot Denpasar sambil menjalankan bisnis distronya. Pekerjaan sebagai pegawai kontrak mempertemukannya dengan berbagai macam pengusaha sehingga secara tidak langsung ia tertarik untuk menjadi wirausahawan. Seiring berjalannya waktu, ia kembali menempuh pendidikannya di Fakultas Ekonomi Jurusan Ekonomi Manajemen sambil bekerja sebagai pegawai kontrak. Di tengah perjalanan, ia berhenti dari pekerjaannya yang cukup nyaman dan memutuskan fokus berwirausaha dan menyelesaikan kuliah. Pria kelahiran 5 September 1991 itu telah memulai usaha di bidang tekstil khususnya sejak tahun 2012. Diawali dengan usaha baju distro dengan desain-desain etnik dan spiritual. Erlangga merupakan salah satu yang mempelopori desain gambar-gambar etnik dan spiritual di Bali. “Kaos dengan desain etnik penjualan lumayan di Bali. Dulu pemainnya masih sedikit, sekarang sudah banyak yang bikin mirip-mirip,” ujarnya. Pada awalnya, teknik menyablon untuk baju distronya

MBP/maya

Erlangga merasa makin mantap dengan usaha kaos printnya.

menggunakan teknik konvensional. Semakin hari ia mengenal teknik-teknik penyablonan, ia pun menemukan teknologi terbaru penyablonan yaitu print kaos. Teknik print kaos ini mulai dilakoni sejak sebulan terakhir. Hasilnya, cukup bagus menurutnya karena dengan print kaos lebih cepat karena seperti melakukan print kertas. “Kalau print kaos, bisa bikin satu dan full colour. Prosesnya juga cepat, tidak perlu menunggu lama,” imbuhnya. Orderannya banyak datang dari kalangan komunitas, keluarga atau pasangan, bahkan juga dari partai. Ia menyadari betul, bisnis itu ada masa naik turun. Namun konsistensi dan perjuangannya membuahkan hasil karena di akhir tahun 2016 hingga sekarang, omzet penjualan kaosnya cukup lumayan. “Ternyata setelah promosi, respons masyarakat cukup bagus. Dalam sebulan, bisa membuat kaos print 300 sampai seribu,” tandasnya. Apalagi setelah memiliki mesin print kaos, omzetnya terangkat naik. Sebelumnya dengan membuka distro, per bulan omzetnya hanya Rp 8 juta – Rp 10 juta. Namun saat mengikuti pameran omzetnya bisa naik menjadi Rp 60 juta – Rp 100 juta. “Setelah ada mesin, lebih lancar. Omzet sebulan tanpa pameran bisa Rp 20 juta,” ujarnya. l Maya

18

23 - 29 Januari 2017


AKTIVITAS

MBP/ist

STIKOM BALI - Predikat Stikom Bali sebagai sekolah tinggi IT terbaik ranking 3 nasional sesuai klasifikasi dan peringkat yang dikeluarkan Kementerian Ristek dan Dikti serta dan menempati ranking 2 nasional bidang penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai cluster madya, makin memicu para mahasiswa dan dosennya untuk terus berbuat yang terbaik. Setelah sebelumnya mahasiswa Stikom Bali meraih prestasi nasional dalam lomba hacking di Jakarta dan Palembang serta para dosennya memenangkan berbagai hibah penelitian, kini di awal tahun 2017 Stikom Bali mendapat kado istimewa, juga dari Kementerian Ristek dan Dikti RI.

MBP/ist

SENATOR WEDAKARNA - Banyak warga desa di Bali tidak menyadari bahwa sekali mereka mengizinkan adanya kompleks perumahan baru di wilayah desa, maka warga desa asli (krama nuwed) harus bersiap-siap akan melonjaknya tantangan sosial yang akan dihadapi. Salah satu cara yang ditawarkan oleh Senator Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III adalah dengan cara melindungi sawahsawah di desa untuk alih fungsi khususnya menjadi lahan perumahan.

MBP/ist MBP/ist

RSUD BADUNG - Tim Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) melakukan visitasi ke RSUD Badung (Mangusada), Jumat (6/1). Visitasi dilakukan dalam rangka melihat pelaksanaan proses pendidikan tenaga dokter bersama Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Udayana (Unud) di RSUD Badung yang mana RSUD Badung merupakan RS Pendidikan satelit FK Unud.

UNMAS DENPASAR - Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar terus melakukan perubahan dalam segala hal untuk kemajuan lembaga. Awal tahun 2017, Unmas Denpasar merombak kebinet di tingkat fakultas dan biro. Sejumlah dekan diganti oleh pejabat baru. Pelantikan pejabat struktural Unmas dilakukan Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Si. di Kampus Soka, Rabu (11/1).

23 - 29 Januari 2017

19


MANCANEGARA

Jumlah Migran Menurun tapi Kekhawatiran Tetap Tinggi

20

23 - 29 Januari 2017


J

umlah migran pencari suaka yang tiba di Jerman turun sepertiga atau sekitar 600.000 dari angka 890.000 pada 2015 menjadi hanya 280.000 pada 2016. Sekitar 80.000 migran juga diperkirakan telah pergi secara sukarela atau dideportasi. Menteri Luar Negeri Jerman Thomas de Maiziere menyatakan otoritas berharap angka migran yang pergi atau dideportasi semakin meningkat. Kedatangan migran menurun tajam karena penutupan rute Balkan pada Maret lalu dan perjanjian antara Uni Eropa (UE) dan Turki untuk membendung aliran dari Laut Aegean ke Yunani. Angka migran terbaru menunjukkan 745.545 aplikasi resmi suaka telah dibuat tahun lalu, sedangkan sekitar 268.869 dibuat pada 2015. Itu termasuk 268.866 aplikasi dari Suriah, 127.892 aplikasi dari Afghanistan, dan 97.162 orang dari Irak. Kantor Federal untuk Migrasi dan Pengungsi telah memutuskan untuk memberikan suaka kepada lebih dari 695.000 aplikasi suaka pada 2016 atau dua kali lipat dibandingkan tahun 2015. Hampir 60 persen pemohon diberikan baik status pengungsi penuh atau bentuk lebih rendah yaitu perlindungan. Badan tersebut juga memotong ratarata waktu yang dibutuhkan untuk memutuskan pemberian suaka menjadi di bawah tiga bulan. Selain itu, badan itu memperkenalkan basis data secara nasional untuk menggabungkan rekam jejak identitas untuk semua pencari suaka. De Maiziere mengatakan sekitar 55.000 pencari suaka yang menolak pulang secara sukarela tahun lalu. Angka itu lebih besar daripada tahun sebelumnya sebanyak 35.000 orang. Sementara, sekitar 25.000 migran berhasil dideportasi. Kanselir Jerman Angela Merkel yang akan menghadapi pemilu tahun ini, masih menerima kritik atas penerimaannya kepada para pengungsi dan migran. Merkel menjanjikan sebuah upaya nasional demi memastikan orang-orang yang tidak terdaftar agar pulang ke negara asalnya masing-masing. Menurut statistik, jumlah migran yang menyeberangi laut ke Eropa pada tahun 2016 memang lebih turun terbanding dengan tahun 2015, tapi jumlah orang yang tewas di Laut Tengah pada tahun 2016 telah meningkat hingga 5.000 orang, naik kira-kira 25 persen terbanding den-

gan tahun 2015. Karena adanya operasi pemburuan dan penghancuran kapal yang dilakukan organisasi-organisasi perdagangan manusia dan aktivitas-aktivitas patroli permanen di jalan-jalan laut Eropa, maka kaum migran yang menyeberangi laut masuk Eropa harus menghadapi yanglebih berbahaya. Di samping itu, prosentase anak yang pergi sendirian semakin naik, sehingga mengakibatkan sejumlah besar anak jatuh ke tangan para pedagang anak-anak. Krisis tetap terus berlangsung di kawasan-kawasan sekitar Eropa dengan kaum pengungsi asal dari Suriah, Afghanistan dan Irak yang kira-kira 90 persen dari total migran. Sementara itu, Suriah tetap terus menghadapi bentrokan secara luas, maka bentrokan di Afghanistan dan Irak juga mengalami bahaya meledak kapan-pun. Hal ini mengancam bahwa arus migran terus melanda Eropa pada waktu mendatang. Belum terhitung, teroris yang berbaur pada kaum migran telah menimbulkan banyak kerugian terhadap negara-negara anggota Uni Eropa pada tahun 2016. Pada saat, krisis migran sedang mengancam kestabilan Eropa, para pemimpin tetap masih terus melakukan perdebatan mengenai apakah negara mereka siaga atau bagaimana bisa berbagi beban “menyelamatkan migran�. Pada konferensi para Menteri Dalam Negeri Eropa yang berlangsung pada akhir November lalu di Belgia, de Maiziere mengakui bahwa Uni Eropa sedang

terpecah-belah secara serius dan masih ada banyak perbedaan pendapat dalam masalah ini. Sejak tahun 2015, negara-negara Eropa telah sepakat bahwa setiap negara anggota harus menerima sejumlah migran tertentu, akan tetapi, sampai sekarang meskipun telah mengadakan banyak perundingan tetapi semua pihak belum mendapat kesepakatan bersama. Sementara itu, negara-negara Barat mendukung pandangan tentang “kesepakatan yang luwes�, siap membuka pintu untuk menerima migran. Dua negara di Eropa Tengah yaitu Hungaria dan Slovakia mengajukan gugatan kepada Mahkamah Pengadilan Eropa untuk menentang rencana berbagi penerimaan migran Uni Eropa. Sampai sekarang, Uni Eropa masih sedang berupaya untuk melaksanakan permufakatan yang dicapai dalam mengalokasikan 160.000 migran yang bermukim sementara di Italia dan Yunani. Dalam laporan belakangan ini, Organisasi Amnesti Internasional memprakirakan hanya ada 6% diantara 66 ribu orang dari Yunani tahun 2015 yang mendapat pemukiman di negara-negara anggota Uni Eropa. Sikap takmau tahu dari negara-negara anggota Uni Eropa membuat penanganan krisis migran mangalami jalan buntu. Krisis migran telah dan akan terus menciptakan gambar suram bagi keamanan dunia. l Gugiek Savindra

23 - 29 Januari 2017

21


DAERAH

Penambangan Batu Padas Meluas

P

enambangan ilegal bukan saja terjadi di Karangasem. Kasus seperti ini juga muncul di Bangli, tepatnya di Banjar Buungan Desa Tiga, Susut. Kondisi ini berdampak pada kelestarian lingkungan, sehingga dipandang perlu untuk melakukan langkah penanggulangan secara komprehensip. Mengingat,penambangan ilegal batu padas di sungai Sangsang di banjar setempat semakin meluas. Kondisi itu membuat kerusakan lingkungan semakin parah. Padahal sebelumnya penambangan tersebut sempat dihentikan oleh pihak berwenang dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bangli dan kepolisian. Aktivitas penambangan batu padas di areal tersebut hanya sempat terhenti sesaat setelah dihentikan instansi terkait.

22

23 - 29 Januari 2017

Setelah itu, kegiatan kembali berlanjut sampai sekarang bahkan semakin meluas ke arah selatan. Berdasarkan pantauan, Minggu (8/1) sejumlah pekerja tampak melakukan aktivitas di lokasi. Lokasi penambangan yang dulunya sedikit, sekarang semakin meluas ke arah selatan. Bahkan penggalian yang dilakukan tersebut mencapai kedalaman sekitar 40 meter. Tak hanya itu, mesin yang digunakan untuk melakukan penggalian dan pemotongan batu padas itu juga bertambah, termasuk para pekerja pengangkut batu padas. Salah seorang pengangkut batu padas mengatakan, sebelumnya penggalian batu padas ini memang sempat dihentikan karena dianggap ilegal. Namun selang beberapa hari, aktivitas penggalian kem-

bali berjalan. ‘’Dulu saya memang sempat berhenti bekerja lantaran penggalian dihentikan. Tetapi itu hanya beberapa hari saja. Setelah itu aktivitas penambangan kembali berjalan,’’ ungkapnya. Dijelaskan, dengan kembalinya penggalian batu padas itu, memang sangat membantu dirinya dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. ‘’Kalau kami di sini sangat terbantu dengan adanya aktivitas ini. Karena dari sini kami mencari nafkah untuk keluarga. Masalah legal atau ilegal kami kurang tahu. Intinya, kami di sini bekerja tanpa memikirkan itu,’’ ujarnya. Dia menjelaskan, pihaknya tidak tahu secara pasti kenapa penambangan batu padas ini kembali bisa berjalan meski sempat dihentikan. Menurutnya, kemungkinan ada pembicaraan yang dilakukan oleh pemi-


Polemik Pungutan Retribusi Hantui Pariwisata Nusa Penida POLEMIK terkait pungutan retribusi memasuki Pantai Atuh, Dusun Pelilit, Desa Pejukutan, yang kini sedang diproses Polres Klungkung memaksa Bupati I Nyoman Suwirta angkat bicara. Bupati minta kasus ini bisa diselesaikan di tingkat bawah. Jika tidak segera dituntaskan akan dapat berpengaruh terhadap citra pariwisata di Nusa Penida. Keluhan demi keluhan yang timbul akibat banyaknya pungutan retribusi menuju objek wisata di Nusa Penida mulai menjadi pertimbangan wisatawan untuk mengunjungi pulau biru ini. Apalagi di sejumlah objek wisata yang dipungut retribusi tersebut sangat minim fasilitas penunjang. Meski Pemkab Klungkung berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur, keterbatasan anggaran membuat banyak objek wisata yang tidak tersentuh penataan. Bupati Suwirta menanggapi dugaan

pungli di Pantai Atuh yang sempat dikeluhkan wisatawan dan pemandu wisata di Nusa Penida. Ia mengharapkan masalah ini terlebih dahulu dituntaskan di bawah. “Saya harap isu pungli di Pantai Atuh bisa diselesaikan di tingkat bawah dulu, yakni antara pihak desa dan warga di sana. Kalau ini dibiarkan dan terus mencuat, bisa berpengaruh buruk terhadap pariwisata,” jelasnya, Minggu (8/1). Menurutnya, isu pungutan liar di Pantai Atuh bisa dimanfaatkan oleh kompetitor untuk merebut pangsa pasar pariwisata di Nusa Penida. Para pesaing menggunakan kasus ini untuk mengalihkan pariwisata yang datang ke Nusa Penida. “Jadi saya harap masalah ini bisa diselesaikan segera di tingkat desa dan masyarakat,” ujar Suwirta. l Dewa Farendra

Para pekerja saat melakukan penambangan batu padas di Banjar Buungan Desa Tiga. MBP/nan

lik dengan pihak berwenang. ‘’Kemungkinan ada main mata atau bagaimana, saya tidak tahu. Mungkin saja ada main uang karena sekarang uang bisa jadi pelicin. Kalau tidak begitu kemungkinan penggalian ini kembali distop,’’ ucapnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli Ida Ayu Gede Yudi Sutha menyatakan, pihaknya belum tahu pasti persoalan penambangan di areal tersebut karena dia baru dikukuhkan Dinas Lingkungan Hidup. l Eka Prananda

MBP/dok

Sejumlah objek wisata di Nusa Penida mulai ramai dikunjungi wisatawan, namun kini dihantui banyaknya pungutan retribusi yang bisa mengancam kelangsungan sektor pariwisata di pulau ini.

23 - 29 Januari 2017

23


K E S E H ATA N

Wanita Hamil Harus Hati-hati Minum Obat

O

bat yang diberikan pada wanita hamil umumnya dapat memengaruhi janin melalui plasenta. Beberapa senyawa kimia dan obat memiliki sifat yang mampu melewati plasenta dan masuk ke dalam sirkulasi janin sehingga memengaruhi pertumbuhan janin, menimbulkan sifat teratogenik (racun pada janin) yang dapat berpotensi menimbulkan gangguan pertumbuhan pada janin, kecacatan hingga kematian pada janin. Prevalensi angka kejadian kecacatan janin akibat obat diperkirakan sebanyak 3 persen dari seluruh kelahiran bayi cacat. ‘’Teratogen adalah senyawa kimia, virus, bakteri, faktor fisik dan obat-obatan yang bekerja pada masa embrionik dan perkembangan janin sehingga dapat menyebabkan malformasi struktur dan fungsi tubuh,’’ ungkap Made Ary Sarasmita, apoteker dan dosen Universitas Udayana, belum lama ini. Obat dengan sifat teratogenik adalah obat yang pada dosis terapi sudah mampu berpotensi menimbulkan kecacatan pada janin, seperti fokomelia (kerusakan pada bentuk kaki dan tangan), kerusakan pada mata, telinga, jantung, saluran pencernaan, sistem saraf dan saluran kemih. Pada masa kehamilan trimester pertama yaitu 12 minggu pertama kehamilan adalah masa terjadinya organogenesis atau pembentukan organ tubuh bayi. ‘’Dalam masa ini, organ penting dalam tubuh mulai terbentuk seperti susunan saraf tulang belakang, otak, mata, jantung, hati, paru dan lain-lain, dilanjutkan pembentukan kaki dan tangan,’’ jelas Ary Sarasmita. Menurut Ary Sarasmita, efek teratogenik tidak hanya dalam bentuk kecacatan fisik (malformasi), namun juga dapat menyebabkan pertumbuhan janin terganggu, gangguan fungsional, karsinogenesis dan mutagenesis. ‘’Pada masa kehamilan trimester II dan III, efek teratogenik yang dihasilkan oleh obat lebih menunjukkan pada kecacatan fungsional. Contohnya, penggunaan obat golongan ACE inhibitor seperti kaptopril, lisinopril dan ramipril sebagai antihipertensi pada wanita hamil trimester II dan III dapat menyebabkan terjadinya hipotensi pada janin,’’ ujarnya. Selain obat-obat antihipertensi, beberapa obat lainnya yang diduga memiliki efek teratogenik terhadap bayi contohnya kemoterapi kanker, obat-obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit pada maternal (ibu), penyalahgunaan alkohol, obat (narkotika dan psikotropika) dan radiasi ionisasi. ‘’Pada masa kehamilan trimester I, apabila seorang wanita hamil mengalami gejala atau keluhan simptomatis yang dapat diatasi, seperti flu, pilek, batuk, hidung tersumbat dan keluhan lain yang bukan gawat, darurat atau gawat darurat, pemakaian obat diusahakan untuk dihindari seminimal mungkin,’’ kata Ary Sarasmita menyarankan. Selain obat, kata Ary Sarasmita mengingatkan, paparan asap rokok, asap kendaraan bermotor, aktivitas berat dan konsumsi alkohol sebaiknya dihindari pada masa ini karena alkohol bersifat lipofil (larut dalam lemak) dan dapat menembus plasenta. Wanita hamil trimester I yang mengalami gejala mual, muntah atau hiperemesis, ia menyarankan penggunaan obat agar dihindari meskipun beberapa studi literatur telah banyak meneliti tentang pengaruh pemberian obat antiemesis (antimual) dalam mengatasi mual muntah pada ibu hamil. ‘’Penggunaan bahan tradisional seperti jahe dalam bentuk manisan dan vitamin dapat digunakan dan sebaiknya tetap dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ataupun apoteker,’’ imbuhnya. l Maya

24

23 - 29 Januari 2017


MBP/dok

Masyarakat antre di salah satu layanan kesehatan. Dengan adanya sistem kapitasi, layanan kesehatan didorong untuk melakukan upaya promotif dan preventif guna lebih menyadarkan masyarakat menjaga kesehatannya.

Sistem Kapitasi Dorong Upaya Promotif Preventif MASYARAKAT Bali pada umumnya sebenarnya tidak ingin Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) diintegrasikan ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) lantaran sudah berada di zona nyaman. Baik itu masyarakat maupun fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Padahal, ada keuntungan dampak yang bisa dirasakan dari sistem kapitasi dalam pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN. “Kalau kita teruskan JKBM, saya tidak sanggup menanggulangi karena sudah tampak celahnya kita membayar dengan metode fee for service. Pelayanan JKBM menjadi irasional karena apa pun yang dilakukan di rumah sakit, dibayar JKBM,” ujar Kepala UPT Jaminan Kesehatan Masyarakat Bali, Dinas Kesehatan Pemprov Bali, IGA Putri Mahadewi,

Senin (9/1) lalu. Tak salah, lanjut Mahadewi, “doa” yang muncul dari fasilitas kesehatan mengharapkan ada banyak masyarakat yang sakit. Sedikit ada upaya kesehatan masyarakat dengan pendekatan promotif dan preventif. Tahun ke-4 dan ke-5 program berjalan yang seharusnya flat atau tidak ada orang sakit, justru terjadi sebaliknya hingga klaim menjadi bocor. Klaim tertinggi yang pernah dibayarkan JKBM mencapai Rp 480 miliar. “Saya sudah menghitung 3 tahun berturut-turut, ternyata keberpihakan kepada upaya kesehatan masyarakat, paradigma sehat itu cuma 10 % penganggarannya. Harusnya 65 %, bagaimana orang mau sehat,” jelasnya. Mahadewi melanjutkan, sistem kapitasi berkonsep paradigma sehat. Hal ini akan mendorong fasilitas kesehatan untuk

melakukan upaya kesehatan masyarakat. “Mekanisme baru dengan sistem kapitasi, itu artinya dibayar di muka. Sakit tidak sakit, dibayar di muka. Ketika peserta seribu orang di faskes primer, doanya berbeda, semoga peserta tidak sakit lalu dia menjalankan promotif preventif,” imbuhnya. Bila klaim tertinggi JKBM mencapai Rp 480 miliar, lanjut Mahadewi, kini pemprov hanya membayar sekitar Rp 118 miliar untuk meng-cover masyarakat Bali sebagai penerima bantuan iuran (PBI) daerah dalam JKN. “Artinya, sisanya ini kita dorong untuk penguatan faskes, kita dorong untuk program upaya kesehatan masyarakat supaya bisa 65 %. Dulu tidak di angka 65 % karena habis kita bayar premi,” tandasnya. l Rindra 23 - 29 Januari 2017

25


LENSA

LAMPION Seorang perajin tengah menyelesaikan pembuatan lampion di Kerobokan, Badung. Sebagian besar produksi lampion ini dijual sebagai hiasan hotel, restoran maupun usaha lainnya. Terutama menjelang hari raya Imlek, lampion yang menjadi salah satu ciri khas perayaan mulai dicari pengusaha dan warga.

MBP/eka

26 23 - 29 Januari 2017


OLAHRAGA

Lebih Berdentum

A

da suasana berbeda di ruang ganti Manchester City. Musik yang berdentum-dentum akan lebih sering terdengar dibandingkan yang relaks. Apalagi jika klub sampai tertinggal gol lebih dahulu. Pelatih City Pep Guardiola mempercayai alunan musik membantu pemain mengatrol emosinya. Dengan menambah semangat mereka, diharapkan permainan tim menjadi lebih baik dan kemenangan bisa diraih. Itu bermula saat bek Gael Clichy mengumpukan sejumlah lagu dan memainkannya di ruang ganti pakaian City sebelum pertandingan. Kemampuannya sebagai seorang DJ dimanfaatkan untuk membantu menghidupkan semangat tim. Sebelum City menang 3-1 atas Swanse, pemain asal Prancis itu memutar musik hip-hp yang relaks. Irama semacam ini disukai pemain-pemain Inggris. Di luar dugaan, Guardiola

memintanya untuk memainkan lagu dengan tempo yang lebih cepat. “Dia sangat tidak suka karena dia ingin lebih banyak energi sebelum pertandingan,” katanya. “Dia kemudian mendatangi saya dan bilang “Ini terlalu pelan, kita perlu yang lebih cepat, lebih “boom, boom,” ujar Clichy mengutip omongan bosnya. Sebagai bos yang ingin kesempuranaan dan berjalan seperti rencana, ia kemudian berkeliling dan mengecek kondisi pemain apakah mereka senang dengan musik yang dimainkan atau tidak. “Jika pemain senang dan dia tahu kondisi itu, berarti pekerjaan saya berhasil,” ungkap Clichy yang timnya menjadi pesaing serius Chelsea dan Liverpool dalam berburu gelar juara Liga Utama Inggris musim ini,laporan Associated Press. l Yudi Winanto

MBP/ap

Pelatih Manchester City Pep Guardiola. 23 - 29 Januari 2017

27


OLAHRAGA

emacu ersaingan PENYERANG klub Paris Saint Germain Edinson Cavani tak bisa tenang lagi memimpin rekan-rekannya. Pasalnya klub bakalan mencari pemain anyar untuk mempertajam penampilan tim. Sejak Zlatan Ibrahimovic pindah ke Manchester United, praktis Cavani menjadi andalan utama PSG. Namun, klub dihadapkan pada sejumlah turnamen baik domestik maupun Eropa yang membuat sejumlah pemain tak bisa dimainkan terus menerus. Selain itu pelatih Unai Emery memutuskan untuk tidak terlalu tergantung sepenuhnya pada Cavani meski penyerang Uruguay itu menghasilkan 18 gol musim ini. Ketergantungan pada dia akan menjadi bumerang bila sang penyerang cedera sementara musim belum usai. Hingga setengah musim berlalu, Cavani total mencetak 24 gol di semua kompetisi. Ia paling produktif dibandingkan rekan-rekannya termasuk pemain sayap Luca asal Brazil yang baru menjaringkan 10 gol. Sementara Angel Di Maria gagal mengulang penampilan terbaiknya musim lalu dan hanya mencetak 4 gol dalam 22 pertandingan. “Kami akan mencari pemain baru untuk mempertajam serangan, ini akan menyegarkan Cavani,� kata Emery setengah memacu persaingan penampilan pemainnya. “Klub akan membuka rekruitmen yang akan memperbaiki kompetisi memperebutkan posisi (penyerang,� tambah Emery yang sebelumnya berhasil mengantarkan Sevilla juara Liga Eropa tiga kali berturut-turut. Diharapkan program itu terealisasi pada musim transfer pemain Januari ini. Setidaknya klub bis amerekrut satu atau dua pemain baru. Sebelumnya PSG juga telah mendatangkan gelandang serang Julian Draxler dari klub Liga Jerman Wolfsburg. Pemain yang memperkuat timnas Jerman pada Piala Dunia 2014 itu, telah membuktikan kehebatannya dengan menyumbang satu gol ketika PSG menang 7-0 atas Bastoia di turnamen Piala Prancis. Sejauh ini, PSG belum menyebutkan siapa pemain yang bakal dipasangkan dengan Cavani itu. Namun media Inggris mengaitkan rencana PSG itu dengan penyerang Arsenal Alexis Sanchez, laporan Associated Press. MBP/ap

Penyerang PSG Edinson Cavani.

28 23 - 29 Januari 2017

l Yudi Winanto


MBP/rtr

Mantan petinju Floyd Mayweather Jr.

Arena Berbeda LEGENDA tinju kelas menengah Floyd Mayweather Jr. punya alasan tersendiri mengapa dirinya menolak bertarung melawan juara beladiri campuran Conor McGregor di arena UFC. Kesehatan, keluarga dan yang utama adalah dirinya telah pensiun. Namun, bila arenanya diubah menjadi ring tinju, urusannya akan menjadi lain. Apalagi selama ini dia selalu menyatakan bahwa hanya mau bertarung bila bayarannya di atas 100 juta dolar AS. Jadi menghadapi McGregor yang piawai dalam urusan kuncian, membanting, bergulat dan menendang, akan tidak efektif bila hanya mengandalkan pukulan saja. “Jadi bawa saja dia ke arena tinju, saya akan tunjukan apa akan jadinya dia,” tambah pemilik gelar di lima divisi berbeda itu. Mayweather mengumpulkan kekayaan lebih dari 800 juta dolar sepanjang 19 tahun kariernya sebagai petinju sebelum pensiun dengan rekor sempurna 49-0. Ia menawarkan McGregor 15 juta dolar untuk pertarungan di arena tinju. “Ditambah persentasi keuntungan dan pay-perview,” ujar Mayweather yang benar-benar mengetahui bahwa duelnya layak jual. Kubu McGregor pun paham. Meski telah mengajukan surat

izin bertarung (tinju) di California, tak ada indikasi bahwa dia sepenuhnya akan alih profesi dari olahraga bela diri campuran ke tinju. Bahkan petinggi UFC Dana White pun tak bakalan mengizinkan duel itu akan berlangsung. Karena setelah bintang UFC lainnya Ronda Rousey yang kalah dua kali, McGregor menjadi atraksi terbesarnya. Jadi pantaslah bila dia disimpan dan tidak dihadapkan pada pertarungan yang beresiko tinggi termasuk di dalamnya bakalan dihajar habis-habisan di arena tinju. Jadi pertarungan itu tidak hanya memerlukan persetujuan dan McGregor saja namun pada UFC yang telah mengontrak atlet bela diri Irlandia itu. “Saya pelaku bisnis dan duel ini bisnis,” tantang Mayweather yang berusia 9 tahun dan pensiun dari dunia tinju sejak September 2015. Mayweather sendiri menolak memainkan tarung ulang melawan Manny Pacquiao. Meski laga melawan petinju Filipina itu juga bakalan menghasilkan uang yang tidak sedikit. “Orang-orang yang ingin saya kembali bertarung tidak pernah mempertimbangkan kondisi kesehatanku dan keluargaku,” tambahnya. Fokus dia sekarang adalah menjadi promotor untuk duel antara juara kelas menengah WBC Badou Jack melawan James DeGale, pemegang sabuk IBF, laporan Associated Press. l Yudi Winanto 23 - 29 Januari 2017

29


OLAHRAGA

Kejurnas Wushu Junior

Atlet Bali Mampu Bersaing CABANG olahraga wushu Bali menyabet dua medali emas pada Kerjurnas Wushu Junior di Bangka Belitung (Babel), 1116 Desember 2016 lalu. Medali itu disumbangkan Fransiskus Franky Hartono di nomor gun shu (toyak utara) dan Hadyan Wahyu Dewanto di qiang shu (tombak) kategori junior A (16-18 tahun). Kedua atlet berasal dari Sasana Garuda Dewata Wushu Indonesia. Franky mengaku tidak menyangka bisa mendulang emas. Apalagi statusnya di sasana sebagai asisten pelatih, sehingga latihannya kurang maksimal. Atlet wushu kelahiran Surabaya, 17 Juni 1998, ini dilatih Dedy Wahyudi. Di nomor gun shu, Franky mengalahkan atlet nasional Edgar Savier Mervelo (DKI Jakarta) yang harus puas merebut medali perak. ‘’Edgar merebut emas pada Kejuaraan Dunia Wushu 2016 di Bulgaria,’’ sebut mahasiswa semester I jurusan Restoran Kapal Pesiar di Balindi Paradiso ini. Franky belajar wushu sejak kelas I SD. Jika prospek atlet wushu menjanjikan, dirinya akan tetap menggeluti olahraga ini. Sebaliknya, kalau karier di kapal pesiar lebih terbuka, ia bakal fokus bekerja di sektor pariwisata.

Sementara Hadyan sejak awal memang optimis merebut emas di ajang Kejurnas Junior. Pasalnya, pesaing utamanya hanya Andika dari Jatim. Perolehan poin keduanya berselisih sangat tipis. ‘’Saya meraih nilai 8,86, sedangkan Andika 8,83. Hanya terpaut 0,3,’’ terang siswa kelas 1 SMAN 7 Denpasar ini. Hadyan menekuni wushu sejak duduk di bangku kelas II SD. Ia berlatih rutin tiga kali dalam sepekan. Jika menghadapi kejuaraan, latihan ditingatkan menjadi setiap hari. Ia ingin terus berkarier di wushu meski bercita-cita menjadi pengusaha Biro Perjalanan Wisata (BPW). ‘’Saya ingin menciptakan lapangan kerja,’’ kata atlet kelahiran Denpasar, 31 Oktober 2000 ini. Pelatih wushu Bali Dedy Wahyudi menilai atlet junior Bali masih bisa bersaing di level nasional, sedangkan atlet senior belum mampu berbuat banyak. ‘’Mencetak atlet wushu perlu waktu lama. Tidak bisa instan, tetapi melalui tahap demi tahap,’’ ungkapnya. Atlet junior Bali menyabet perunggu dan perak pada 2010 dan baru bisa menyabet emas sejak 2014. l Daniel Fajry

MBP/nel

Hadyan Wahyu Dewanto (kiri) dan Fransiskus Franky Hartono.

30 23 - 29 Januari 2017


MBP/wan

Salah satu pertandingan kejuaraan Piala Wali Kota Denpasar yang berlangsung di Stadion Kompyang Sujana.

Piala Wali Kota

Gebrakan PSSI Denpasar pada Awal Tahun KOTA Denpasar memang layak menyandang predikat barometernya sepak bola di Bali. Ini dipertegas Asosiasi Kota Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Denpasar lewat gebrakannya menggelar turnamen memperebutkan Piala Wali Kota pada awal tahun 2017. Mereka tidak mau menundanunda pelaksanaan kejuaraan demi kesinambungan pembinaan pemain. PSSI Denpasar tidak bisa berleha-leha meski tim Perseden sukses menjadi juara Liga Nusantara 2016. Mereka dituntut tancap gas mengingat sejumlah kompetisi siap digelar PSSI di bawah Ketua Umum Edy Rahmayadi tahun ini mulai dari Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Liga Nusantara hingga Piala Soeratin (junior). Pekan Olahraga

Provinsi (Porprov) Bali 2017 di Gianyar juga mempertandingkan cabang sepak bola. Mau tidak mau PSSI Denpasar harus mempersiapkan tim untuk diturunkan dalam semua ajang kompetisi. Tim yang tangguh hanya dapat dibentuk jika ada stok pemain berkualitas yang dihasilkan lewat pembinaan dan kejuaraan. Inilah tujuan PSSI Denpasar memutar Piala Wali Kota lebih awal. Turnamen Piala Wali Kota dibuka di Stadion Kompyang Sujana pada 29 Desember 2016, sedangkan pertandingan pertama digelar 6 Januari 2017. Menurut Sekum PSSI Denpasar Nyoman Merta, kejuaraan melibatkan enam klub yang dibagi menjadi dua pul. Grup A dihuni Pespa Padangasambian, Pemecutan Kaja (Peka) dan Putra Tresna,

sedangkan Grup B ditempati Putra Kesiman, Kundalini dan Wisnu Putra. Semula tujuh tim yang ambil bagian, namun PSAD mengundurkan diri. Panitia memberlakukan aturan ketat bagi pemain yang turun dalam turnamen awal tahun ini. Klub-klub hanya boleh menampilkan pemain berusia 30 tahun ke bawah dan memiliki KTP Bali. Ketentuan ini dijalankan untuk pembinaan demi memberikan kesempatan pemain muda menunjukkan kemampuannya di lapangan. Sebab, Piala Wali Kota merupakan salah satu ajang yang dipakai PSSI Denpasar untuk menjaring pemain potensial. Tiga pemain Kundalini menjadi korban peraturan panitia yang dipimpin Bidang Pertandingan PSSI Denpasar Wayan Suwandi. Kiper Aji

Bayu Putra, bek Imam Sujatmiko dan striker Bernardus Benny dilarang mengikuti pertandingan berikutnya. Aji Bayu dan Umam tidak mempunyai KTP Bali, sedangkan Benny usianya diduga berumur lebih dari 30 tahun. Ketiganya membela Kundalini ketika ditaklukkan Pespa Padangsambian 1-2 pada pertandingan hari kedua (7/1). l Mawa Peserta Piala Wali Kota Grup A Pespa Padangsambian Pemecutan Kaja Putra Tresna Grup B Putra Kesiman Kundalini Wisnu Putra

23 - 29 Januari 2017

31


PENDIDIKAN

UN 2017 Terapkan PBT dan CBT

U

jian nasional (UN) 2017 akan kembali menerapkan dua model ujian. Yakni, Paper Based Test (PBT) atau ujian nasional berbasis kertas dan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) atau Computer Based Test (CBT). Namun sejauh ini, Dinas Pendidikan Provinsi Bali belum memiliki data jumlah sekolah khususnya SMA/SMK yang siap melaksanakan UNBK. “Sama dengan UN tahun lalu, ada dua model ujian. Kalau sekolah tersebut memenuhi persyaratan terkait dengan penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer, nanti ada data sekolah-sekolah yang akan mengikuti UNBK. Kalau yang tidak, ya ujian nasional berbasis kertas,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani di Denpasar, belum lama ini. Menurut Kusuma Wardhani, ada tim yang mengecek kelengkapan jumlah peserta UN 2017. Termasuk mengecek sekolah mana saja yang siap melaksanakan UNBK. Tentunya sekolah yang memiliki dukungan sarana prasarana IT yang lengkap. “Kita tidak mungkin bisa menetapkan sendiri. Ada tim nanti mengecek kelengkapan berapa jumlah peserta, berapa komputer yang jadi cadangan. Jangan sampai cadangan tidak ada. Tibatiba ujian nasionalnya dilaksanakan berbasis komputer, rusak satu masak mogok satu anak tidak ikut ujian. Itu kan harus diantisipasi,” jelasnya. Kusuma Wardhani berharap data mengenai UN dapat segera dirampungkan. Kendati pihaknya saat ini memang belum membicarakan pos UN. Namun, pemerintah pusat dikatakan berkepentingan dengan data terkait penetapan sekolah yang mengikuti UN dengan komputer dan kertas. “Kenapa? Karena

yang kertas harus melalui proses tender, lelangnya itu di pusat. Ini kan semua ranah pusat karena dana UN bukan dana APBD, ini dana APBN. Provinsi tidak ada alokasikan dana untuk ini,” tegasnya. Sebelumnya, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengatakan, Pemerintah Provinsi Bali ke depannya akan terus mendorong sekolah-sekolah yang ada di Bali untuk melaksanakan UNBK karena dinilai sangat efisien dan efektif untuk menghindari kebocoran soal. Dengan menggunakan sistem komputer, soal-soal ujian dalam UNBK berupa perangkat lunak (software) harus diunduh pihak sekolah sehari sebelum soal diujikan. “Setelah berhasil, software dikunci hingga keesokan harinya, tepat saat jam ujian dimulai. Saat jam ujian dimulai, siswa diwajibkan mengambil password ke guru pengawas. Password itu hanya berlaku sebentar. Jika siswa terlambat memasukkan password ke dalam software yang sudah siap, maka status password kedaluwarsa dan siswa harus meminta password baru,” ujarnya. Sudikerta menjelaskan, UNBK sangat mengandalkan daya listrik untuk menjamin komputer yang dipakai ujian para siswa. Namun, software bekerja secara otomatis menyimpan jawaban ujian saat listrik turun, sehingga peserta tidak perlu khawatir mengulang proses pengerjaan soal. Untuk itu, pihaknya berharap sekolah-sekolah yang menggunakan sistem tersebut harus memastikan kesiapan teknis seperti daya listrik, kelengkapan komputer, kesiapan software UNBK serta kesiapan siswa dalam mengaplikasikan sistem tersebut. Dengan demikian, ujian dapat berjalan dengan tertib dan lancar. l Rindra

MBP/dok

Simulasi UNBK perlu diintensifkan guna memastikan kesiapan siswa dalam mengaplikasikan sistem tersebut.

32 23 - 29 Januari 2017


Guru Besar “Diam”, Tak Dapat Remunerasi REKTOR Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD menyatakan sepakat dengan surat edaran Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tentang produktivitas para guru besar. Yakni akan memotong tunjangan kehormatan guru besar bila malas mempublikasikan karya ilmiahnya. “Itu bagus. Menurut saya bagus karena masih banyak guru besar yang diam,” ujar Suastika, belum lama ini. Suastika menambahkan, di Unud tercatat ada sekitar 140 sampai 150 guru besar. Walaupun tidak semua, namun ada beberapa guru besar yang produktivitasnya kurang. Padahal, pihaknya sudah memfasilitasi dengan meningkatkan dana penelitian. Dari sebelumnya 5 persen dari penghasilan kampus, naik menjadi 10 persen dan kini naik lagi menjadi 15 persen atau sekitar Rp 30 miliar. “Jadi kalau tidak meneliti lagi mau apa, apa kelebihannya professor? Kan menjadi

pertanyaan. Seharusnya paling tidak dia membimbing, setelah membimbing dia kan ada publikasi,” jelasnya. Suastika melihat tidak ada yang sulit dengan hal itu. Dana riset banyak, mestinya tidak ada lagi profesor yang tidak meneliti. Paling tidak ada satu publikasi dalam setahun. “Saya jadi rektor saja banyak publikasinya, masak yang nggak jadi rektor tidak?” sindirnya. Untuk guru besar yang “diam”, Suastika mengaku sudah melakukan evaluasi. Sebetulnya, mereka sudah langsung mendapat punishment. Kalau tidak ada kreditnya, guru besar itu tidak akan mendapat remunerasi. “Aktivitas minimalnya dia, standarnya itu harus dipenuhi dulu. Nanti baru nambah remunerasi kalau dia kerja lebih, itu dibayar lagi. Jadi kalau tidak kerja, ya tidak dibayar. Itu punishment langsung sebenarnya,” tegasnya. l Rindra

MBP/dok

Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD

A KT I V I TA S

MBP/ist

RS BALIMED - RS BaliMed, salah satu rumah sakit swasta terbesar di Bali, merayakan puncak ulang tahun yang ke-9 di Lapangan Lumintang, Minggu (8/1). Berbagai kegiatan dilakukan sejak pagi seperti senam Zumba bersama, acara seremonial berupa sambutan, pemotongan tumpeng dan pelepasan balon serta diwarnai hiburan dari Bondres, band dan lagu-lagu. 23 - 29 Januari 2017

33


advertorial

”Project Sweet Tooth” Tradisi Berujung Kegiatan Mulia

B

erawal dari tradisi menjadi aksi sosial yang mulia. Mungkin kalimat ini pantas diberikan pada tiga bersaudara Madeline, Olivia DAN Beatrice Safavi. Ketiganya biasanya mendapatkan banyak permen dari tetangga dan kerabat mereka di hari “Halloween”. Mereka ingin berbagi permen tersebut dengan anak-anak lain yang tidak seberuntung mereka. “Kami tidak mungkin makan semua permen itu jadi kami ingin memberikanya pada anak-anak lain yang mungkin belum pernah diberikan permen oleh orang lain,” kata Madeline ketika ditemui, Jumat (6/1) lalu. Aksi sosial yang diberi nama Project Sweetooth itu pada awalnya hanya diikuti oleh beberapa anak. Namun kini, seluruh siswa di sekolah tempat ketiganya bersekolah di Singapura turut berpartisipasi. “Sebagian besar anak yang berusia di bawah 15 tahun ikut menyumbangkan permen. Jumlahnya sekitar 1.000 orang,” imbuh Madeline. Menurutnya, permen merupakan simbol dari hal yang sangat

disukai anak-anak. “Dengan berbagi hal yang paling berharga bagi kita maka empati kita akan muncul dan kita akan bersedia berbagi apapun dengan orang lain. Sebaliknya, bagi mereka yang menerima tentunya akan sangat berarti karena menerima sesuatu yang berharga untuk mereka,” jelas Madeline. Sedangkan Olivia menjelaskan bahwa permen tersebut disumbangkan ke beberapa tempat dan salah satunya adalah panti asuhan yang berada di Bali. Ketika ditanya kenapa memliih Bali, Olivia menyatakan bahwa sejak pertama kali datang ke pulau ini, dia kerap melihat anak-anak kecil yang terlantar. “Saya sedih melihat kenyataan tersebut dan ingin berbagi, meskipun hanya permen karena barang itulah yang kami miliki saat ini,” imbuhnya. Selain di Singapura dan Bali, pada tahun 2015 Project Sweetooth memutuskan untuk mengirim permen-permen dalam jumlah besar ke Jerman untuk diteruskan kepada anak-anak pengungsi perang Suriah. Inisiatif tersebut mendapatkan banyak pujian, bahkan, Kanselir Jerman Angela Merkel pun

secara khusus mengirimkan surat ucapan terima kasih. “Kami sangat senang. Apalagi ketika melihat wajah-wajah gembira anakanak yang sedang menikmati permen,” kata Beatrice, si bungsu. Untuk tahun 2017 ini, salah satu panti asuhan di Bangli menjadi pilihan mereka. Puluhan paket permen dibawa khusus dari Singapura untuk dibagikan disana. “Kami berharap makin banyak orang yang terinspirasi oleh kegiatan ini. Tidak harus menyumbangkan permen tapi apapun yang dimiliki dapat disumbangkan untuk meringankan beban anak-anak yang kurang beruntung ini,” kata Madeline. Project Sweetooth yang telah berjalan selama 10 tahun sudah menyumbangkan lebih dari 100 ribu permen. l Gugiek Savindra

34 23 - 29 Januari 2017


23 - 29 Januari 2017

35


STABILITAS

MBP/eka

Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose, saat audensi ke Gedung Pers Bali Ketut Nadha.

Bali Harus Tetap Dijaga

K

apolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose, bertekad tetap menjaga Bali. Alasannya, Bali menjadi beranda Indonesia. Apa saja yang dilakukannya untuk menjadikan Bali tetap kondusif? Adakah penugasannya ke Bali sebagai tugas khusus untuk menjaga Bali dari aksi terorisme? Sebelum menjabat Kapolda Bali, Golose menempati posisi sebagai Deputi Bidang Kerja sama Internasional Badan Nasional Penanggualngan Teroris (BNPT). Dengan jabatan itu, tentu kiprahnya dalam menangani terorisme sudah tak diragukan lagi. Apalagi ia terlibat langsung dalam penanganan bom Bali I dan II. “Mulai pangkat Kompol (Komisaris Polisi) saya sudah bertugas di Bali. Dari menangani Bom Bali I dan Bom Bali II serta ada operasi lain, saya bertugas di Bali dan menjaga Bali sekitar 14 tahun,” katanya saat wawancara eksklusif dengan Bali Post dan Bali TV, Rabu (11/1) kemarin. Lanjut Golose, Bali harus dijaga semaksimal mungkin. Sebab apapun yang terjadi di Bali, dampaknya mendunia. Di Bali terdapat 35 konsulat. Ditambah lagi jumlah turis domestik dan asing yang datang ke Bali sekitar 11 juta orang. “Kalau hanya mengamankan masyarakat Bali, saya rasa jumlah personel Polda dan jajarannya sangat cukup. Tapi kan ada tujuh juta turis

36

23 - 29 Januari 2017

domestik dan empat juta turis asing, sehingga kami harus kerja keras dan bersinergi dengan stakeholder serta masyarakat,” ungkapnya. Lalu apa strategi ke depan mengamankan Bali? Kapolda menegaskan pihaknya siap menerima masukan yang berkaitan dengan keamanan untuk kebaikan Bali. Ia ingin masukan berasal dari bawah sehingga murni keinginan masyarakat Bali. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu merubah penampilan dan pelayanan anggota Polri di lapangan. Ia mengerahkan seluruh personelnya tiap pagi ke lapangan mengatur lalu lintas. Dengan kehadiran polisi lebih banyak di lapangan, diharapkan masyarakat dan wisatawan lebih aman serta nyaman. “Tidak ada lagi apel pagi. Mereka langsung tugas sesuai ploting untuk mengatur lalu lintas,” tandasnya. Sementara untuk street crime, ia akan membentuk tim khusus di polres-polres supaya turis dan masyarakat merasa aman dan nyaman. Untuk menekan gerakan radikalisme, polisi akan bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan desa adat. Tujuannya agar masyarakat Bali merasa nyaman. Demikian pula para turis di Bali merasa aman. “Saya juga akan kerahkan polisi perairan dan tetap bersinergi dengan stakeholder terkait. Sinergitas sangat penting dalam menjaga Bali, tanpa itu enggak mungkin bisa. Enggak

ada polisi kayak superman, tahu semua, harus melibatkan seluruh komponen masyarakat,” ujar Golose. Ia juga menegaskan, masalah terorisme bukan terjadi di Bali saja tapi di dunia. Oleh karena itu yang terpenting adalah bagaimana mencegahnya. Makanya perlu kerja sama yang erat antara polisi dengan masyarakat termasuk dengan jajaran di pemerintah daerah serta TNI. Ia pun berencana membentuk Forum Kerja sama Pencegahan Terorisme (FKPT) bekerjasama dengan desa pakraman. Lalu bagaimana dengan kasus narkoba, premanisme dan geng motor? Lulusan Akpol 1988 ini menyampaikan, ia selalu berpikir positif saja. Generasi muda Bali ke depan akan memimpin Pulau Seribu Pura ini. Mereka berkarya untuk kebaikan dan masa depan Bali. Untuk itu masalah narkotika tidak ada toleransi lagi tapi upaya preemtif dan preventif tetap digalakkan. “Selain bidang penanggulangan teroris, sebelumnya saya tugas di bidang narkotika. Saya pernah mengungkap pabrik narkoba terbesar di Indonesia tahun 2001,” ujarnya. Demikian pula terhadap premanisme dan geng motor, polisi akan tetap mengedepankan pendekatan dan penindakan hukum kalau sudah meresehkan masyarakat. Apalagi sudah melakukan tindak kriminal. l Ngurah


Terkait Reklamasi

DPR RI akan Undang Tiga Pejabat di Bali Komisi IV DPR RI menggelar rapat dengar pendapat dengan Pasubayan Bendesa Adat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa, tokoh masyarakat dan pemerhati lingkungan se-Bali di Ruang Komisi IV DPR, Jakarta, pekan lalu. Ke depan, Komisi IV akan mengundang Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra serta Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Sebelumnya Komisi IV DPR telah mendengar masukan dari PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) selaku investor yang akan mereklamasi lahan sekitar 700 hektar di kawasan Teluk Benoa. “Kehadiran lengkap pimpinan Komisi IV setidaknya membuktikan tentang keseriusan kami mengawal persoalan ini. Jadi kami berharap jangan pernah berpikir bahwa kami berdiri di salah satu pihak,” kata Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo saat memimpin rapat. Wakil Ketua umum Partai Gerindra ini mengatakan semangat yang harus dikedepankan adalah semangat menjaga Bali menjadi lebih baik. Waktu empat tahun sejak persoalan ini bergulir, menurutnya, yang terlalu lama disikapi. Banyak waktu dan tenaga tersedot untuk masalah ini. “Kalau bisa kita sesegera mungkin menyelesaikan ini. Tentunya saya tidak menjamin ini selesai di Komisi IV, karena menyangkut bidang-bidang yang lain. Ini harus juga kita ajak bicara,” katanya. Edhy Prabowo mengakui dapat memahami penolakan para bendesa adat yang tergabung dalam pasubayan, karena bagaimanapun masyarakat Bali adalah masyarakat yang memiliki wilayah, yang menguasai sejak awal dari adanya wilayah Bali. Di sisi lain, dia juga tidak boleh menutup mata keinginan masyarakat lain untuk menanamkan modalnya. “Lalu ini bagaimana sebaiknya? Kalau tidak juga ada titik temu, ya prinsipnya harus diambil jalan terbaik untuk semua pihak. Jangan berpihak ke salah satu pihak dengan alasan yang saling tidak menyukai,” imbuhnya. Dalam rapat yang berkembang, anggota Komisi IV DPR dari daerah pemilihan Bali, A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra berharap gerakan masyarakat Bali tolak reklamasi baik yang dilakukan para bendesa adat melalui pasubayan, tokoh masyarakat dan Forum Bali Tolak Reklamasi (ForBali) harus menjadi contoh DPR dalam menyikapinya. “Gerakan masyarakat Bali harus menjadi contoh bahwa ada ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang tentang Pemda bahwa peranan masyarakat harus dilibatkan. Ini adalah payung hukumnya. Mohon kepada pimpinan, kita harus tindak lanjuti aspirasi ini,” kata Adhi Mahendra. Politisi dari Partai Golkar ini juga meminta pimpinan rapat untuk mengundang pihak terkait dalam hal ini pemerintah daerah. “Komisi IV DPR kiranya bisa mengundang Bupati Badung, Walikota Denpasar dan Gubernur Bali untuk menjelaskan agar semuanya menjadi terang benderang,” pinta Adhi Mahendra. Anggota Komisi IV lainnya I Made Urip mengatakan dirinya

percaya dan meyakini masih terjaganya komitmen di antara fraksi-fraksi di DPR untuk mengawal persoalan ini yang berpihak pada menjaga kelestarian lingkungan dan alam Bali. “Komunikasi dengan fraksi yang ada, punya komitmen yang sama ingin menyelamatkan ekosistem yang ada di Bali. Karena Bali itu sebagai ikon daerah wisata yang bertumpu pada keindahan alamnya serta aspek sosial dan budayanya,’ kata anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini. Usulan memanggil Gubernur, bupati dan walikota itupun menjadi bagian dari catatan rapat untuk ditindaklanjuti. Ketua Komisi IV Edhy Prabowo menambahkan untuk tindaklanjutnya akan dipikirkan bersama-sama. “Kalau ada waktu dan kesempatan pasti kita panggil,” kata Edhy Prabowo. Rombongan dipimpin Bendesa Adat Kuta, I Wayan Swarsa selaku Ketua Pasubayan Desa Adat Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Swarsa menjelaskan kehadiran elemen masyarakat Bali menemui wakil rakyat di DPR adalah dengan satu tujuan yaitu menyampaikan kebenaran sesuai dengan tuntunan dan ajaran Hindu yang diyakini. “Jadi kami ke sini bukan menyampaikan unek-unek Pak, tetapi kami menyampaikan kebenaran,” katanya. Menurut Swarsa, semua elemen kelompok Bali yang hadir adalah penduduk yang selama 24 jam ada di kawasan tersebut. Bahkan, para pendahulu, para pelingsir yang dituakan, dan tokoh agama meyakini bahwa tidak ada yang salah di kawasan Teluk Benoa. Mereka yang mengaku masyarakat Bali tentunya percaya bahwa meski ada banyak jalan tetapi hanya ada satu jalan yang benar yaitu berjalan sesuai dengan darma. Dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, kata dia, warga percaya di atas bendesa adat tidak ada lagi pemimpin kecuali pencipta semesta. ‘’Tidak ada materi, kedudukan politis yang kami kejar,” katanya. Bendesa Adat Tanjung Benoa, I Made Wijaya mengatakan, logika yang dipakai pengusul proyek dan investor bahwa revitalisasi dan reklamasi Teluk Benoa harus dilakukan karena adanya endapan, sedimentasi dan kawasan Teluk Benoa yang sudah kotor dan tercemar merupakan logika terbalik. “Kalau memang kondisinya seperti itu mengapa harus diurug. Kalau ada endapan ya dikeruk lautnya, kalau kotor dan tercemar ya dibersihkan,” katanya. Made Wijaya mengatakan sudah menjadi rahasia umum bahwa kawasan Teluk Benoa memang telah lama diincar untuk dijadikan lahan bisnis karena lokasinya yang stretegis. Berdekatan dengan bandara serta masuk dalam area yang sudah memiliki daya dukung untuk bisnis. “Tapi kami tegaskan, perjuangan kami menolak reklamasi akan terus kami pertahankan sampai titik darah penghabisan. Bukan kami mengancam. Kalau sampai terjadi reklamasi sudah pasti kami akan terjadi puputan,” katanya. l Hardianto 23 - 29 Januari 2017

37


PARIWISATA

Pariwisata Budaya di Persimpangan Jalan

P

ariwisata budaya di Bali kini sedang berada di persimpangan. Awalnya didefiniskan sebagai pariwisata yang berkelanjutan, berkesinambungan, berbasis budaya, berskala kecil dan menjadikan masyarakat sebagai subjek, bukan semata-mata sebagai objek. Namun kini, pariwisata Bali justru ingin mencari bentuk-bentuk baru yang belum tentu cocok dengan lingkungan dan masyarakat. “Kenapa berbasis budaya d a n berkesi-

Desa wisata merupakan salah satu upaya pemerintah menjadikan masyarakat sebagai subjek pariwisata, sehingga masyarakat dapat menikmati berkah dari sektor tersebut. Salah satunya Desa Wisata Penglipuran, Bangli.

38 23 - 29 Januari 2017

nambungan? Karena budaya itu kan tidak bisa diperbaharui, dia berjalan sedemikian rupa walaupun ada perubahan tapi tidak akan tercabut dari akar budayanya, itulah budaya harus berkelanjutan,� ujar Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace di Denpasar belum lama ini. Cok Ace melanjutkan, pariwisata budaya harus berskala kecil, karena dulu cukup mengandalkan hasil bumi dari kebun sendiri. Kendati untuk saat ini, hasil kebun sendiri tidak cukup

untuk mensuplai kebutuhan satu hotel dengan ratusan kamar. Namun, dulu tetap ada keharmonisan dan keserasian yang terbangun dengan lingkungan. “Kenapa dulu Prof. Mantra menekankan ketinggian bangunan tidak lebih daripada 3 lantai atau pohon kelapa? Kan itu maksudnya biar harmoni dia dengan lingkungan karena kita menganut paham Tri Hita Karana. Salah satu di antaranya serasi dan harmonis dengan lingkungan,� jelas Penglingsir Puri Ubud ini. Cok Ace menambahkan,


masyarakat juga harus dijadikan sebagai subjek pariwisata. Bukan sekadar objek foto ketika sedang mencangkul di sawah atau ngayah di Pura. Karena itu, masyarakat mesti dilibatkan sebagai subjek. Sebagai contoh di Ubud, banyak sekaa-sekaa kesenian yang masih bertahan bahkan tumbuh dengan hebatnya lantaran menjanjikan. “Dia mendapat imbalan dari itu. Ketika dia pentas di Pura, mendapat kepuasan spiritual. Di pariwisata, dia mendapat kepuasan material. Kalau hanya kepuasan spiritual saja dikasih, latihannya ngetiban cepok (setahun sekali). Mau odalan baru latihan seminggu sebelumnya,” imbuhnya. Menurut Cok Ace, inilah yang paling diharapkannya ke depan. Ada lebih banyak orang Bali yang ikut terlibat sebagai pelaku pariwisata sesuai maksud dari pariwisata budaya. Tapi yang terjadi sekarang, Bali justru mencari bentuk-bentuk baru lagi. Sementara konsep yang sudah ada, malah ditinggalkan. “Kita mencari bentuk-bentuk baru yang justru tidak cocok dengan lingkungan kita, tidak cocok dengan masyarakat kita, sehingga masyarakat kita sendiri akhirnya mau masuk ke dunia baru inipun mereka masih terikat oleh etika, dengan kebaliannya,” terangnya. Kepala Dinas Pariwisata Bali, A.A. Gede

Yuniartha Putra mengatakan, pariwisata Bali sebetulnya sudah jelas yakni pariwisata budaya. Mengingat Bali merupakan destinasi yang “berbeda” dibandingkan dengan daerah-daerah lain. Sebagai contoh untuk guide saja, tidak cukup hanya dengan kompetensi sebagai seorang guide. “Tapi dia harus tahu tentang budaya Bali karena dia kan kerja di sini. Istilahnya dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, itu yang harus dia lakukan terhadap budaya kita,” ujarnya. Hal lain yang memperkuat, lanjut Yuniartha, Bali memiliki Perda No.2 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan Budaya Bali. Payung hukum ini semakin memperkuat bahwa apa yang dibuat dan dilakukan di Bali, semuanya bersandar pada budaya. Dengan demikian, Bali akan tetap menjadi yang terunik di dunia dari segi budaya. Namun, ada satu hal yang disesalkan Yuniartha menyangkut arsitektur khas Bali. Arsitektur khas Bali kini lebih banyak terkikis gaya minimalis. Padahal, arsitektur merupakan salah satu media untuk menunjukkan budaya Bali kepada wisatawan. Selain itu, juga sudah memiliki payung hukum berupa Perda Provinsi Bali No.5 Tahun 2005 tentang Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung. “Orang luar datang ke sini mau lihat budaya kita, mau lihat gaya arsitektur kita. Kita lihat Perancis, Italia itu masih dengan gaya arsitektur

mereka, ngapain kita kok gaya-gayaan dengan gaya minimalis yang di negaranya dia juga mereka buat. Kalau tidak ada perbedaan, ngapain juga dia datang kesini,” sesalnya. Menurut Yuniartha, hasil survei mengatakan bahwa 65% wisatawan datang ke Bali untuk melihat budaya. Oleh karena itu, budaya harus tetap menjadi “jualan” utama pariwisata. Terkait keterlibatan masyarakat, pihaknya mengupayakan lewat pengembangan desa wisata yang ditarget ada 100 sampai dengan 2018. Sementara saat ini sudah ada 64 desa wisata yang dikembangkan. Melalui desa wisata, masyarakat Bali diharapkan dapat menikmati hasil dari pariwisata. “Itu yang saya ingin dengan desa wisata. Desa wisata kita sudah mengarah kesana, apa sih kegiatan orang-orang, itu agar memberi hasil bagi mereka. Janganlah kita merubah kontur wilayah itu. Umpamanya kontur daerah sawah, kita rubah dengan lain, itu nggak,” pungkasnya. l Rindra

23 - 29 Januari 2017

39


PARIWISATA

Hanya 50 Persen Negara BVK yang Berkontribusi Dari 169 negara Bebas Visa Kunjungan (BVK), menurutnya yang efektif terhadap program BVK yaitu sekitar 50-60 persennya. Negara-negara lain seperti Afrika menurutnya jumlah tamunya tidak ada kenaikan ataupun penambahan. “Jadi saya pikir itu yang harus dievaluasi. Saya tidak setuju bebas visa dicabut tapi setuju dievaluasi dan dicabut negara-negara mana yang tidak memberikan kontribusi pada kita,” kata Ketua Umum Asita (Association of Indonesian Tours and Travel Agencies) Pusat, H. Asnawi Bahar, S.E.,M.Si. Sejauh ini ia melihat negara yang menunjukkan peningkatan wisman cukup tajam yaitu Timur Tengah, India, Cina. Sementara Australia memang pasar tradisional Indonesia mengalami penurunan. Selain Australia, pasar tradisional Indonesia adalah Asean, Eropa. “Sekarang Cina naik jadi nomor 2, dulu Australia nomor 2, Asean nomor 1, tapi sekarang Asean tidak ada pertumbuhanan malah turun, Australia nomor 3,” bebernya. Asita meminta kepada pemerintah agar program bebas visa dievaluasi. Evaluasi yang dimaksud adalah

40 23 - 29 Januari 2017

wisatawan asal negara mana yang tidak meningkat jumlah wisatawannya, itulah yang dievaluasi. “Kalau jumlah wisatawannya naik, bukan dievaluasi, tapi bagaimana kinerja diperbaiki, pengawasan dilakukan sehingga maksud kita ini bisa berjalan dengan baik,” terangnya. Mengingat target kunjungan wisman 15 juta tahun 2017, maka perlu dibangun pasar-pasar baru karena pekerjaan mendatangkan wisman 15 juta menurutnya tidak mudah. Selain itu pengawasan terhadap program bebas visa masih lemah sehingga harus dimaksimalkan. “Oleh sebab itu pengawasan harus ditingkatkan karena ini domainnya imigrasi maka imigrasi harus siap mendukung program ini,” tegasnya. Jika sektor tersebut tidak bekerja maksimal, maka bebas visa akan menjadi persoalan-persoalan yang terus menerus. Wisman yang masuk ke Indonesia, masuk menggunakan biro perjalanan illegal. “Mereka menggunakan birobiro, entah dari mana, mungkin juga asing, tanpa mentaati aturan yang ada di dalam negeri,” katanya. Seharusnya biro perjalanan yang datang dari luar

negeri ketika masuk ke Indonesia harus bekerja sama dengan biro perjalanan lokal, karena ketika biro perjalanan Indonesia membawa tamu ke luar negeri, diharuskan menggunakan minimal guide lokal. “Kami tidak bisa leluasa membawa tamu ke negara orang dan kami ditangkap, sedangkan di negara kita, mereka itu tidak ditangkap, mereka leluasa, dan yang terjadi ketika tamunya tidak kembali, tidak masalah dan tidak terkontrol, tetapi kalau biro perjalanan kami yang bawa, itu kurang 1-2 saja sudah ribut, inilah sekarang makanya terjadi banyak masalah, diakibatkan oleh bebas visa, karena memang harapan kami untuk tidak membolehkan wisman yang menggunakan biro perjalanan ilegal atau asing masuk ke Indonesia tanpa berkoordinasi dengan kami,” bebernya. Maka dari itu menurutnya imigrasi memang harus mempersiapkan aparatnya, peralatannya, teknologinya dan bekerja maksimal. “Kalau tidak, bebas visa ini akan tetap mendatangkan masalahmasalah baru,” tandasnya. l Citta Maya


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

UNDWI DENPASAR - Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol. Drs. Ketut Untung Yoga, S.H., M.M. melakukan simakrama dengan mahasiswa dan dosen Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar, Selasa (10/1). Untung Yoga diterima longsung Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. bersama Wakil Rektor I Dr. Putu Gde Eri Suardana, S.T., M.Erg., WR II Dra. Ni Made Suarningsih, M.Si. dan WR III Drs. Ida Bagus Rai, M.Si.

MADE URIP - Potensi sektor pertanian di Kabupaten Karangasem juga menjadi perhatian serius Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. yang langsung menggelar kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat dan kelompok tani yang dipusatkan di Dusun Pateh, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem, Rabu (4/1). Setelah melewati jalan yang berliku dengan medan yang cukup berat dan curam, akhirnya Ketua DPP PDI Perjuangan itu bisa bertemu dengan ratusan petani dan krama subak yang disambut Bupati yang diwakili Asisten II Setda Kabupaten Karangasem A.A. Gde Agung Rama Putra.

MBP/ist MBP/ist

RSUD WANGAYA - Sebagai salah satu rumah sakit tertua di Bali serta satu-satunya rumah sakit milik Pemkot Denpasar, sudah selayaknya RSUD Wangaya memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat. Selain itu, RSUD Wangaya juga sudah melakukan peningkatan-peningkatan yang sangat baik dalam memberikan pelayanan dan sudah melakukan perubahan pelayanan melalui sistem digitalisasi. Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan hal itu saat menghadiri HUT ke-96 RSUD Wangaya di RS setempat, Jumat (6/1).

CAMAT DENUT - Setelah selesai melakukan renovasi, kini Kantor Camat Denpasar Utara (Denut) menempati gedung baru. Kantor yang beralamat di Jl. Mulawarman, Denpasar, diawali dengan upacara pemelaspas dan telah diresmikan pada 24 Desember 2016 lalu oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Kantor Camat Denpasar Utara ini dibangun di atas tanah seluas 14 are dengan luas bangunan utama 1.000 meter persegi.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan. 23 - 29 Januari 2017

41


A KT I V I TA S

MBP/ist

UNDIKSHA - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menggelar Pekan Dies Natalis ke-24. Pembukaannya telah berlangsung Sabtu (7/1). Acara yang rutin digelar setiap tahun ini dijadikan momentum dalam menyatukan tekad untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul, salah satunya bidang akademik. Hal ini disampaikan Ketua Panitia Acara I Nyoman Sukarta, S.Pd., M.Si.

MBP/ist

BUPATI BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung yang telah menerapkan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PNSB) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana 20162021, mendapat pengakuan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada puncak acara HUT ke-44 PDI Perjuangan yang dipusatkan di Jakarta Convention Center, Selasa (10/1). Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mendapatkan kesempatan bersanding dengan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla menerima potongan tumpeng dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

42 23 - 29 Januari 2017

MBP/ist

HUT PDIP - Puluhan pengurus ranting hingga anak ranting Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Negara, Minggu (8/1), bergotong royong memasang baliho Dirgahayu HUT ke-44 PDI Perjuangan di sejumlah titik di Negara. Pemasangan ini dilakukan serentak seluruh PAC hingga Anak Ranting DPC PDI-P Jembrana yang tersebar di sejumlah desa/kelurahan se-Jembrana.


MBP/ist MBP/ist

IKA UNDIKSHA - Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Jumat (6/1) menggelar acara kerja bakti di Pura Teratai Bang, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabuoaten Tabanan, yang beberapa waktu lalu tertimpa longsor. IKA Undiksha membantu membersihkan areal pura dari sampah dan memindahkan tanah bekas longsoran.

KBS - Sebanyak 600 mahasiswa dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Provinsi Bali menghadiri penyerahan bantuan pendidikan Bidikmisi oleh anggota Komisi X DPR-RI Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. di Auditorium Universitas Warmadewa Denpasar, beberapa waktu lalu. Pada kesempatan tersebut, KBS (Koster Bali Satu) -- panggilan untuk Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini -- memberikan motivasi kepada mahasiwa dari keluarga kurang mampu ini agar tidak berkecil hati, justru melecut semangat untuk berprestasi.

MBP/ist

MAGS - Mimbar Aksi Gema Santi (MAGS) dan Mimbar Merah Putih yang selama ini diselenggarakan di Kota Semarapura, khususnya di Lapangan Puputan Klungkung, mulai Minggu (15/1) akan digilir dan dipusatkan di ibu kota kecamatan secara berurutan, yakni di Dawan, Banjarangkan dan Nusa Penida. Tempat pelaksanaan dipindah-pindah, dimaksudkan untuk menumbuhkan motivasi sesuai spirit Gema Santi.

MBP/ist

UNDIKSHA - Pekan Dies Natalis Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) ke-24 mendapat kado istimewa. Pasalnya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Kejuruan berhasil menyelesaikan mobil dan motor tenaga listrik. Produk inovatif ini di-launching langsung Rektor Undiksha Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., Selasa (10/1). 23 - 29 Januari 2017

43


Bunga Citra Lestari

Jadi Pengisi Suara Film Animasi

P

enyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) menjadi pengisi suara dalam film animasi “Si Juki the Movie”. BCL yang mengaku baru kali pertama menjadi pengisi suara, tertantang bisa mengekspresikan emosi hanya melalui suara. Kendati dia mengakui hal ini tak mudah. “Kita harus berani membuat sesuatu yang baru, dan di luar zona nyaman. Salah satunya ini. Karena untuk mengisi suara dalam film animasi tidak mudah. Bagaimana mengungkapkan ekspresi tetapi muka kita enggak kelihatan. Bagaimana caranya memberitahukan suatu kesedihan, senang, bingung,” ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini. Selain merasa tertantang, pelantun “Sunny” itu juga tertarik bisa memajukan animasi lokal, sehingga tak kalah bersaing dengan animasi dari negara lain. “Ketika ditawari lalu baca script-nya, wah ini menarik. Kayaknya kita selama ini selalu tahu animasi-animasi dari luar negeri. Kenapa enggak kita majuin sesuatu yang lokal,” kata dia. l kmb

44 23 - 29 Januari 2017


Jessica Mila

Selalu Ditunggui Mama AKTRIS Jessica Mila Agnesia bersyukur mendapat curahan cinta dari sang ibu, yang selalu mendukung kegiatannya setiap hari. “Aku merasakan kasih sayang mama setiap hari,” kata aktris yang berperan dalam sinetron “Ganteng Ganteng Serigala” itu di Jakarta, barubaru ini. Sang ibu selalu mengantar aktris 24 tahun itu ke lokasi pengambilan gambar, dan setia menunggui dia bekerja meski kadang prosesnya berlangsung sehari semalam. “Mama selalu nemenin, walau syuting dari pagi sampai pagi lagi,” kata bungsu dari empat bersaudara itu. Jessica, yang berdarah Jawa-ManadoBelanda, sempat meminta ibunya untuk beristirahat dan menyerahkan tugas antarjemput pada supir. “Tapi mamaku menolak,” kata Jessica, yang juga kerap membintangi iklan dan video klip. Jessica Mila memulai karier di dunia hiburan lewat sinetron “Cinta SMU” pada 2002. Hingga kini ia telah membintangi belasan sinetron, termasuk “Ganteng Ganteng Serigala”, serta FTV dan beberapa film seperti “Koala Kumal” yang diadaptasi dari novel Raditya Dika. l kmb

23 - 29 Januari 2017

45


properti

R

umah sehat sederhana (RSH) bersubsidi diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan jangka waktu kredit pemilikan rumah (KPR) 20 tahun, konsumen bisa mencicilnya dengan nominal angsuran relatif ringan. Pengembang CNR, Bagio Utomo, Selasa (10/1) mengatakan, dengan kemudahan itu konsumen diharapkan mampu memanage keuangan mereka untuk memiliki rumah dengan harga Rp 141 juta tersebut. Karena itu, dalam syarat KPR RSH bersubsidi ini pendapatan konsumen mininal Rp 4 - Rp 4,5 juta.

46 23 - 29 Januari 2017

‘’Rumah bersubsidi amat dibutuhkan konsumen untuk tempat tinggal akibat padatnya penduduk perkotaan,’’ katanya. Selain itu, harga lahan di kota yang makin mahal menyebabkan program rumah murah ini hanya bisa direalisasikan di beberapa kawasan saja. ‘’Di Bali rumah bersubsidi bisa dibangun di Tabanan, Negara, Karangasem, dan Buleleng,’’ jelasnya. Target REI membangunnya 1.000 unit dengan menyebar di empat kabupaten tersebut. Dukungan infrastruktur yang memadai dari pemerintah daerah diharapkan rumah murah ini betul-

betul bermanfaat bagi masyarakat. Sebelumnya, Agustinus, salah seorang pebisnis rumah bersubsidi lainnya menyampaikan, program sejuta rumah ini selain mengatasi backlog yang setiap tahun meningkat juga mengangkat kehidupan masyarakat kecil untuk memiliki rumah yang layak huni dan nyaman. Program rumah bersubsidi harus didukung semua pihak agar sukses dalam memacu pasokannya bagi masyarakat. ‘’Model rumah ini akan menjadi tren tahun ini karena memang daya beli pasar menegah atas masih lesu,’’ tandasnya.


Rumah Bersubsidi Diprioritaskan bagi MBR

Di sisi lain, Direktur Utama Bank BTN, Maryono, menyebut 2017 akan menjadi momen untuk sektor properti kembali menggeliat dan mengalami booming seperti 2012-2013. Seperti dilansir dari housing-estate.com, salah satu indikatornya pengembang besar sudah mulai berkonsentrasi untuk menggarap segmen menengah bawah. “Kita lihat pengembang-pengembang besar seperti Lippo, Agung Podomoro, Ciputra, sudah mulai menggarap pasar yang lebih rendah. Belum lagi potensi hunian berimbang 1:2:3, kategori 2 dan 3 sangat besar,� ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta. Hunian berimbang 1:2:3 adalah kewa-

jiban membangun dengan pola setiap 1 hunian mewah diikuti dengan 2 menengah dan 3 sederhana. Pola hunian berimbang akan menghidupkan pasar properti tinggal pemerintah mengatur regulasinya sehingga pola ini bisa dijalankan pengembang. Maryono mengatakan, sudah saatnya pemerintah menerbitkan aturan penggunaan lahan untuk hunian khususnya rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Regulasi di sektor perumahan ini tertinggal dibanding kawasan industri dan perkebunan yang sudah diatur lebih dulu penggunaan lahannya oleh pemerintah. Ia menyarankan agar perizinan untuk lahan industri dan perkebunan yang sudah dikeluarkan oleh

pemerintah namun tidak digunakan sesuai ketentuan agar diambil pemerintah untuk digunakan pada sektor perumahan. Begitu juga lahan-lahan sengketa seharusnya bisa dimanfaatkan untuk perumahan dan pembangunan infrastuktur pendukung. “Kita bisa contoh Vietnam, pemerintahnya memberi tanah gratis untuk dibangun pabrik Samsung. Setelah 5 tahun sumbangan dari pabrik ini untuk perekonomian negara sangat luar biasa. Kita seharusnya bisa menerapkan cara-cara kreatif seperti ini sehingga program perumahan juga bisa lebih maju dan sustain,� tandasnya. l Gunawan

23 - 29 Januari 2017

47


TRADISI

48 23 - 29 Januari 2017


“Magangsing�, Permainan Tradisional Sarat Nilai Sportivitas

P

ermainan gangsing atau magangsing sangat terkenal di Buleleng. Bahkan KPU Buleleng melakukan sosialisasi Pilkada 2017 melalui permainan gangsing, baru-baru ini. Selain warga Desa Gesing, pertandingan gangsing itu juga diikuti masyarakat Desa Munduk, Gobleg dan Kayuputih. Acara ini ditonton ratusan masyarakat tua dan muda. Permainan gangsing dipilih sebagai media sosialisasi pilkada, sejatinya untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Karena itu langkah sosialisasi semakin digencarkan, salah satunya melalui pertandingan gangsing yang mampu menyedot perhatian masyarakat banyak. Melalui pertandingan gangsing ini diharapkan informasi yang disampaikan bisa digetoktularkan ke masyarakat lain yang tidak ikut menonton. Dengan cara itu juga akan terbangun sikap sportif pada masyarakat. Sebab permainan gangsing sarat nilai sportivitas. Hal seperti itu nantinya juga perlu diterapkan pada pemilihan bupati dan wakil bupati. Sikap sportif itu harus dibangun sejak dini. Ini juga pendidikan untuk generasi muda. Lalu, seperti apa permainan gangsing atau megangsing?Megangsing tak hanya ada di Desa Munduk, Gobleg, Uma Jero, dan Desa Gesing. Di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar yang masuk dalam tatanan Desa Bali Aga, permainan gangsing terlahir. Sejak awal berkembang, megangsing sudah menjadi permainan anak-anak hingga dewasa. Permainan ini pun dijadikan sarana hiburan, setelah masa panen kopi atau cengkeh. Sejalan dengan perkembangan, gangsing sekarang tidak sekadar hiburan, namun warisan leluhur ini dijadikan media pendukung pengembangan wisata yang kini tengah menggeliat. Desa Pedawa sendiri kini mulai dikunjungi wisatwan asing. Sejalan dengan pengembangan wisata alam, budaya, dan permainan gangsing mulai dikenalkan. Pengenaan permainan gangsing di Pedawa teranyar dilakukan saat grub band Slank berkunjung

ke desa ini beberapa waktu lalu. Tak hanya dipertontonkan, personel band terkenal ini diberikan kesempatan untuk memainkan gangsing. Bahkan, sebagai kenang-kenangan, personel band Slank membubuhkan tandatangan mereka pada salah satu permukaan gangsing. Perbekel Desa Pedawa I Putu Sudarmaja mengatakan, magangsing ada sejak lama dan dikenal sebagai warisan para leluhur. Permainan ini dulunya nyaris ditinggalkan. Atas kondisi ini, pemerintah desa bersama tokoh masyarakat Desa Bali Aga berkomitmen menjaga dan melestarikan permainan tradisional magangsing. Salah satu upaya itu adalah membangkitkan kelompok anak-anak muda atau orang dewasa untuk mencintai permainan tradisional dengan memfasilitasi tempat untuk sekadar latihan atau dalam momen tertentu digelar lomba. Upaya ini kemudian diikuti dengan mengenalkan kepada wisatawan asing atau wisatawan domestik yang belakangan mulai berkunjung ke desanya. “Magangsing sudah ada sejak saya kecil dan dulu sempat sepi karena tidak ada yang memainkan. Sekarang kami bersama Desa Bali Aga komitmen membangkitkan warisan leluhur dan mulai kami kenalkan kepada tamu yang berkunjung ke desa,� tegasnya. Selain mewariskan teknik pembuatan gangsing, tradisi magangsing juga dilengkapi dengan aturan memainkannya. Kelompok yang memainkan ada dua, beranggotakan empat orang pemain. Permainan diawali dengan memukulkan gangsing dia areal lapangan (kalangan). Seluruh gangsing putarannya diadu dan gangsing yang berputar paling lama adalah pemenang. Kelompok yang mana gangsingnya berputar paling lama mendapatkan kesempatan pertama untuk memukul gangsing lawan. Demikian seterusnya hingga seluruh anggota kelompok memukul gangsing lawan. Gangsing yang dipukul dan berhenti berputar akan dinyatakan kalah. l Mudiarta

Salah satu pertandingan gangsing di Buleleng. 23 - 29 Januari 2017

49


A KT I V I TA S GOPAKDAKAN BIMASENA - Gabungan Kelompok Pembudidaya Ikan (Gapokdakan) Bimasena yang berlokasi di Dusun Tegak Gede, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana menggelar acara syukuran pascapanen ikan hasil produksi kolam ikan setempat, Jumat (6/1). Syukuran tersebut terasa lebih istimewa karena dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana Kembang Hartawan serta Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jembrana I Made Dwi Maharimbawa.

PHR BADUNG - Bupati Badung memastikan bantuan penyisihan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Kabupaten Badung akan diserahkan secara langsung kepada enam kabupaten di Bali. Jumlah PHR 2017 yang diserahkan Rp 342 miliar lebih. Bantuan diberikan dalam bentuk keuangan khusus (BKK) dan pembagiannya dilakukan secara merata dan proporsional. Hal ini ditegaskan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup I Ketut Suiasa.

MBP/ist

BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan Piagam Sertifikat Kompetensi kepada pengelola koperasi, sekaligus membuka RAT (Rapat Anggota Tahunan) Koperasi Tahun Buku 2016 se-Kabupaten Badung, Jumat (6/1). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, anggota DPRD Badung Ida Bagus Alit Argapatra, Dekopinwil Provinsi Bali Prof. dr. Made Badra, Kadis Koprasi Provinsi Bali Gede Indra, Kadiskoperindag Badung I Ketut Karpiana.

50 23 - 29 Januari 2017

MBP/ist

SWADANA ARTA - Sebagai wujud pertanggungjawaban pengurus terhadap anggota, KSU Swadana Arta yang beralamat di Jalan Ahmad Yani I, Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), Minggu (8/1). Acara ini sekaligus untuk membudidayakan keterbukaan dan transparasi di samping media menyampaikan pertumbuhan usaha dalam satu tahun.


169 |23 - 29 Januari 2017

Wujudkan “One Stop Destination” RP 20.000


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 169 by e-Paper KMB - Issuu