Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 161 | balipost.com

Page 1

161 |14 - 20 November 2016

Denpasar Rancang Subak Lestari RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI lPenghapusan LKS dan Gerakan Literasi Nasional 6 BALI SEPEKAN lPasar Yadnya Minim Aktivitas 7 LAPORAN UTAMA l Denpasar Rancang Subak Lestari 8 l Gianyar Rancang “One Day River Tour” 9 l Badung Tunggu Perda RDTR 10 l Tekan dengan Jalur Hijau 11

LENSA l Bumbu 26

OLAHRAGA l Berita Gembira 27 PENDIDIKAN l Puluhan Guru

Non-PNS Gagal Terima TPG 32

POLITIK lDiplomasi Politik Lewat ’’Berkuda’’ 16 lDitantang Kotak Kosong 17 KIPRAH REMAJA l Widya Etnik Menggebrak Panggung Nasional 18 MANCANEGARA l ”Karoshi”, Ekses Disiplin Tinggi 20 DAERAH l Longsor di Yehsumbul Timpa

LINGKUNGAN l Soal Reklamasi, KPK Pertanyakan

DPRD dan Gubernur Tak Bersikap 36

PARIWISATA l Kemajuan Pariwisata Bali

Gusur Sektor Pertanian 38

Dua Rumah Warga 22

TRADISI l Zayn Malik

Alami Gangguan Makan 46

PROPERTI l ”Broker” Properti, Ditantang Jual Produk 48

14 - 20 November 2016

3


DARI PEMBACA

M

Saran Buat Calon Pemimpin Bali

embangun Bali tak bisa dilakukan hanya oleh kekuasaan. Rakyat harus hadir dan memberikan kontribusi dalam menjaga dan menentukan arah Bali ke depan. Untuk itulah, saya lewat surat pembaca ini sangat berharap Bali bisa menjaga diri dari berbagai ancaman baik itu ekonomi, kriminalitas dan ancaman krisis air. Saya juga berharap agar partai politik di Bali melakukan komunikasi politik yang sehat dengan warga Bali sehingga dalam pemilihan kandidat calon pemimpin Bali ke depan benar-benar aspiratif, sehingga tak ada upaya jual beli suara untuk memenangkan kandidat. Ini juga akan membuat Pilkada Bali 2018 akan murah dan demokratis. Bagi kandidat, yang namanya sudah beredar di masyarakat—Wayan Koster, Sudikerta dan Wisnu Bawa Tenaya --saya juga berharap agar lebih komunikatif dengan calon pemilihnya. Kegiatan-kegiatan publik akan menjadi tolok ukur sejauh mana mereka diterima masyarakat. Dan ini tentu akan menjadi salah satu tolok ukur kualitas kandidat di tengah-tengah masyarakat. Saya juga mendengar kandidat telah melakukan survai lapangan untuk menentukan potensi diri. Ini saya nilai langkah positif dan penting. Namun akan lebih realistis hasilnya jika kandidat menunjukkan kualitas diri dengan mengabdi kepada masyarakat Bali. Fokus dan bobotnya tentu pada pendekatan ritual, budaya, alam dan komitmen menjaga Bali. Ini perlu dipertegas agar calon pemilih sejak awal tahu kandidat yang paling pas mengawal Bali lima tahun mendatang. Mudah-mudahan Bali bisa memilih pemimpin dengan arif dan bijak, sehingga konflik politik tak membuat kekuatan Bali terbelah. Wayan Sudarsa Gianyar, Bali

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana Sugiartha Redaksi Dira Arsana, Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Diah Dewi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada, . Bangli: Ida Ayu Swasrina, Sosiawan. Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

14 - 20 November 2016

4


Mendesain Pemberdayaan Generasi Muda Momentum Sumpah Pemuda mestinya menjadi penguatan dan daya dorong untuk memacu generasi muda terlibat dalam pembangunan ekonomi nasional. Harapan itu tampak sulit dijabarkan mengingat gaung sumpah pemuda tak lagi keras. Bahkan, kuat kecenderungan pelibatan generasi muda dalam membangun daya tahan ekonomi nasional dan mewujudkan kemandirian pangan tak terpolakan. Generasi muda masih terobsesi menjadi Pegawai Negeri Sipil di tengah peluang kerja yang bisa dikelola. Menyikapi hal ini, Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat terkait pemberdayaan generasi muda dalam membangun daya tahan ekonomi. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, hanya 42,11 persen responden yang mengaku sudah merasakan ada upaya terobosan dari pemerintah untuk memberdayakan generasi muda dalam penguatan ekonomi nasional. Hal ini bisa dilihat dari dikembangkannya pendidikan profesi lewat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dilakukannnya program-program pelatihan lewat Balai Latihan Kerja (BLK). Pendidikan berbasis komunitas juga memiliki target untuk menyiapkan generasi muda terampil dan inovatif. Tak hanya itu, kemandirian pemuda juga telah difasilitasi dengan member-

dayakan karang taruna. Pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya dalam mengedukasi pemuda untuk menenuki dunia pertanian. Bahkan, akses kerja untuk mengikuti peluang kerja ke luar negeri juga terus dikembangkan. Di lain pihak, 56,72 persen responden mengaku belum melihat langkah nyata pemerintah dan lembaga terkait dalam mendorong bangkitnya generasi muda dalam penguatan profesi. Ini ditandai dengan tak adanya program-program unggulan yang bisa memfasilitasi generasi muda bergerak untuk menjadi wirausaha. Pemuda masih cenderung bermental priyayi dan ingin menjadi PNS. Peran pemerintah dalam mengoptimalkan partisipasi generasi muda dalam penguatan daya tahan ekonomi juga tak jelas. Bahkan, dalam upaya menjadikan pertanian sebagai basis dan kekuatan ekonomi dengan melibatkan pemuda peran pemeriantah juga tak jelas. Pemerintah belum terlihat hadir dalam membangun dan menggerakan generasi muda untuk bertani. Padahal, dengan melakukan terobosan dan pemberdayaan generasi muda dalam pembangunan ekonomi nasional dan ketahanan pangan nasional, Indonesia bisa menguatkan basis ekonomi mandiri. Selebihnya 1,17 persen responden tak memberikan jawaban terkait hal ini. Responden hanya menyarakan agar pemerintah lebih fokus memberdayakan pemuda dalam

mengelola potensi yang ada. Pelibatan generasi muda hendaknya diimbangi dengan kemampun mengedukasi dan memfasilitasi pelatihan kewirausahaan. Informasi prospek pasar juga harus disajikan secara meraton. l Dira Arsana

14 - 20 November 2016

5

5


opini

Penghapusan LKS dan Gerakan Literasi Nasional

L

embaran kerja Siswa (LKS) murahan, tak ubah junk food atau makanan sampah, teks serba pendek, dangkal menjadi “menu” bacaan siswa dan guru, selama puluhan tahun. Tamatan semua jenjang sekolah tidak memiliki budaya literasi atau keberaksaraan (baca, tulis) karena seluruh kegiatan belajar disajikan lisan, sehingga guru tidak memiliki pengalaman literasi yang ditularkan kepada murid. Perpustakaan sekolah pun mati suri. Siswa dan guru sama-sama phobia buku. Kini, kejayaan LKS diberangus oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Gayung bersambut dengan Gerakan Literasi Nasional. Lewat Gerakan Literasi Nasional, siswa dikondisikan agar membaca dan membaca secara otentik, berkelanjutan. Pada momen ini literasi harus mampu menggantikan LKS dengan mengintegrasikannya ke dalam setiap pembelajaran. Saat ini gerakan literasi tampaknya hanya “barang gandengan”. Mengingat pentingnya keterampilan membaca dan menulis gerakan ini seharusnya terintegrasi dengan pembelajaran. Semua guru mengimplementasikan dalam pembelajarannya. Terciptalah pengalaman belajar yang paling pokok atau mendasar, yaitu kegiatan membaca teks. Melalui membaca teks yang otentik siswa memperoleh informasi. Informasi ini bisa dijadikan bahan diskusi atau materi tanya jawab, bisa dipresentasikan, dan bisa pula dijadikan bahan laporan. Dari semua jenis kegiatan belajar itulah siswa memperoleh konsep yang telah terolah dan mengalami internalisasi. Siswa menjadi subjek belajar. Penghapusan LKS mengembalikan kebebasan guru dalam menyusun materi pelajaran sendiri, dari berbagai sumber, dengan sejumlah pertimbangan. Materi pelajaran yang “diracik” guru jauh lebih bermakna ketimbang materi “junk food” dalam LKS karena membumi. Dalam waktu yang bersamaan dengan sendirinya pendekatan kontekstual

6

Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M. Hum.

terimplementasi secara natural. Untuk menyambut kembalinya kemandirian guru, guru harus membangun literasi untuk dirinya terlebih dahulu, yang diberangus oleh LKS. Selama belasan hingga puluhan tahun, LKS menjadikan guru bergantung kepada “buku tipis kertas buram kejar tayang” karena agen pemasaran buku melakukan persekongkolan dengan pejabat pendidikan kabupaten. Pejabat dinas pendidikan, setelah disogok mobil terbaru atau perjalan wisata ke luar negeri, memaksa guru di wilayahnya menggunakan LKS tertentu. Guru pun kecipratan komisi dan karenanyalah ia juga memaksa siswa membeli buku LKS hampir seluruh mata pelajaran yang ada. LKS memang ringkas namun tidak selamnya teks yang ringkas atau buku tipis tanpa kualitas. Tidak begitu halnya dengan LKS. Semua LKS tidak bermutu karena niat semula menerbitkan atau memassalkan “buku pelajaran” ini untuk meraih untung pengusaha percetakan dan penerbitan. Niat inilah yang kini diberangus oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. LKS, niat buruk berdampak buruk. Dalam rangka mengintegrasikan gerakan literasi ke dalam pembelajaran, semua guru bertanggung jawab dalam gerakan ini, harus memulai membaca teks otentik atau asli. Memang tidak cukup hanya membaca tetapi harus mengerti wawasan bacaan, menyangkut bahasa, gaya pengungkapan, dan materi bacaan. Mungkin menemukan materi pelajaran yang “seratus persen klop” dengan materi yang diajarkan, sulit. Tapi guru harus tahu, bacaan atau teks asli yang berhubungan dengan materi yang akan diajarkan. Dengan demikian, guru tidak berkomentar, “tidak ada bacaan yang cocok.” Di dalam keluasan belantara teks, melintasi semua zaman, pasti ada bahan bacaan yang berkaitan dengan

materi pelajaran. Kemampuan menera hubungan materi pelajaran dan sumber bacaan atau teks otentik, memang membutuhkan akar literasi yang dalam. Karena guru pada umumnya tidak memiliki akar literasi ini, pasti guru mengalami hambatan. Hambatan ini terjadi karena soal kurang terbiasa. Karena itu, pada diri guru juga harus muncul kesadaran untuk menjadi bagian atau sasaran Gerakan Literasi Nasional. Kini guru tidak boleh tinggal diam seperti era LKS karena pihak penerbit telah menyediakan materi “siap saji”. Mulailah membaca kamus atau ensiklopedi berbahasa Indonesia. Jangan takut ketebalan buku kamus atau ensiklopedi karena tidak semua harus dibaca, cukup membaca bagian atau entry (kata kepala) yang dicari. Lalu bergantilah membaca surat kabar, usahakan bagian esai, tajuk rencana, opini, atau berita kisah. Baca pula karya sastra, seperti cerpen untuk menemukan ragam bahasa teks yang khas. Buku, tidak perlu dibaca dengan beban “harus habis” dan mulai dari awal hingga akhir. Membaca buku bergantung keperluan karena yang berkuasa atas bacaan tentu saja para pembaca. Temukan halaman mana yang bisa dimanfaatkan sebagai teks sumber belajar siswa. Temukan juga buku yang “cocok” bagi diri sendiri namun buku tersebut termasuk bacaan standar. Mengenai hal ini bisa meminta rekomendasi orang lain yang memiliki akar literasi yang kuat atau lewat ulasan buku di surat kabar. Bisa pula memilih buku karena kepakaran penulis atau kredibilitas penerbit. Membaca buku sastra, hindari sinopsis ceritanya. Bacaan atau teks yang dipilih tidak perlu panjang. Silakan guru menakar sendiri. Yang penting ada hubungannya dengan materi dan kalau bisa menarik (awalnya menurut selera guru), sehingga siswa tergerak membaca. Penulis Dosen Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Bali

14 - 20 November 2016

6


BALI SEPEKAN

Ditemukan, Vila Melanggar RTRWK

MBP/nik

Pasar Yadnya Minim Aktivitas MASYARAKAT sangat mengharapkan Pasar Yadnya, Blahbatuh, bisa beroperasi penuh. Namun sejak berdiri 2014 lalu, hanya dua pedagang yang berjualan di pasar ini. Kondisi ini diduga terjadi lantaran Pemkab Gianyar belum meresmikan pasar tersebut. Sementara Disperindag menyebut ditundanya peresmian lantaran menunggu hibah tahap III dari Kementerian Perdagangan RI. Pantauan Senin (31/10), bangunan di Pasar Yadnya tampak masih baru dan bersih. Dari puluhan los yang ada hanya terlihat dua los yang beroperasi yakni milik Ni Wayan Nuri yang menjual peralatan upacara keagamaan dan Ketut Sariyono, penjahit pakaian.

‘’Sebenarnya di sini semua los sudah ada yang kontrak tetapi memang belum ada yang mau buka. Mungkin karena masih menunggu peresmian dan melaspas,’’ ucap Ni Wayan Nuri. Kepala Disperindag Gianyar Wayan Suamba menjelaskan, proses pengerjaan Pasar Yadnya yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 9,5 miliar ini berlangsung dalam tiga tahap. Pemkab Gianyar sudah menerima hibah untuk dua tahap pembangunan dari Kementerian Perdagangan. ‘’Tinggal tahap ketiga ini yang belum dihibahkan sehingga pihak desa pakraman juga belum berani menggunakan,’’ jelasnya. l Manik Astajaya

PEMBANGUNAN akomodasi wisata di Buleleng tampaknya masih ada yang melanggar aturan. Seperti, vila di Banjar Dinas Brongbong Desa Celukan Bawang Kecamatan Gerokgak dibangun tanpa dilengkapi izin. Selain itu, vila dengan kapasitas 8 kamar tidur, 1 kolam renang, bar, dan kantor depan ini lokasinya menyalahi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) Buleleng. Pelanggaran ini ditemukan setelah Komisi II DPRD Buleleng melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi vila, Selasa (1/11). Sidak dipimpin Ketua Komisi II Putu Mangku Budiasa bersama anggotanya. Rombongan diterima pemilik vila Nengah Wita. Dari pengamatan itu, lokasi vila tidak sesuai dengan peruntukan kawasan yang sudah diatur dalam Perda RTRWK. Sesuai amanat perda, Banjar Dinas Brongbong masuk sebagai zona industri. Faktanya, vila ini dibangun pada zona yang tidak diatur dalam perda. Ketua Komisi II Putu Mangku Budiasa mengatakan, keberadaan vila di Banjar Dinas Brongbong itu diketahui tanpa izin berdasarkan informasi dari warga. Pemilik vila Nengah Wita mengaku vila yang dibangun bertahap sejak tiga tahun oleh anaknya Kadek Redika, belum memiliki izin. Sejak awal pembangunannya, pihaknya belum mengurus izin. l Mudiarta

Pelabuhan Gunaksa Kurang Fasilitas PEMKAB Klungkung melalui Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi akan kembali melakukan uji coba sandar Kapal Roro Nusa Jaya Abadi di Pelabuhan Gunaksa pada awal November 2016. Rencana uji coba kedua ini telah dirapatkan bersama pihak Balai Lalu Lintas Angkutan Jalan Sungai dan Penyeberangan (LLAJSDP). Menurut Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Klungkung Nengah Sukasta, dalam

rapat dibahas persiapan dan apa yang perlu dilengkapi di Pelabuhan Gunaksa. Pada uji coba pertama lalu, Pelabuhan Gunaksa yang berada di kawasan eks galian C kekurangan bolder atau tempat menambatkan kapal di dermaga. ‘’Kami juga perlu jadwal pasti uji coba mengingat ini erat kaitannya dengan cuaca. Semuanya dibahas, termasuk fasilitas yang perlu dilengkapi di pelabuhan,” katanya, Senin (31/10). Jalannya uji coba sama seperti uji coba

sandar sebelumnya. Kapal Nusa Jaya Abadi akan bersandar di pelabuhan sampai proses turunnya rump door (jembatan penghubung kapal). Saat uji coba pertama, Kapal Roro gagal menurunkan rump door karena bergoyang selama setengah jam akibat dihantam gelombang. “Yang jelas proses uji coba sama seperti sebelumnya. Kapal tidak mengangkut penumpang,” tegas Sukasta. l Dewa Farendra 14 - 20 November 2016

7

7


LAPORAN UTAMA

Denpasar Rancang Subak Lestari

S

UBAK di perkotaan semakin terkikis. Alih fungsi lahan pertanian, terutama sawah sulit dibendung. Meski demikian, Pemkot Denpasar masih memiliki semangat untuk tetap mempertahankan keberadaan lahan pertaniannya. Mengingat, sistem subak yang ada sudah menjadi warisan dunia, sehingga perlu dijaga kelestariannya. Langkah strategis dalam menjaga kelestarian subak, Denpasar telah merancang keberadaan subak lestari. Sebagai langkah awal ditetapkan lima subak sebagai pilot project, antara lain Subak Umadesa, Subak Anggabaya, Subak Umalayu, Subak Intaran Barat dan Subak Intaran Timur. Tim ahli Pemkot Denpasar, Wayan Windia, dalam sebuah pertemuan yang melibatkan SKPD di lingkungan Pemkot Denpasar beberapa waktu lalu mengatakan, subak telah diakui UNESCO sejak tahun 2012 melalui Cultural Heritage of Bali Province: Subak as Manifestation of THK Philosophy. “Kota Denpasar memiliki sawah seluas 2479 ha dan alih fungsi sawahnya sebesar 3,0 ha/tahun, maka dari itu perlu adanya program subak lestari dan Kota Denpasar dapat berperan sebagai pelopor. Maraknya alih fungsi lahan karena faktor ekonomi maupun pariwisata menghancurkan eksistensi sistem subak. “Prioritas yang harus dilakukan adalah perlindungan dan peningkatan kesejahteraan petani, pelestarian dan promosi jasa ekosistem, pelestarian budaya materi/fisik, pengembangan pariwisata yang terarah, dan pembangunan infrastruktur serta

fasilitas,” ujar Wayan Windia. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan sistem subak harus dipertahankan agar ajeg dan lestari. Wilayah persawahan dijadikan zona edukasi serta dibangun berbagai fasilitas seperti jogging track. “Selama ini ada laporan petani di Kota Denpasar konsisten setiap tercium ada indikasi alih fungsi lahan di wilayahnya maka langsung membongkar bahkan bila baru sebatas patok kecil. Ini merupakan modal dasar bagi Pemkot menyikapi komitmen dari badan-badan pertanian. “Wali kota Denpasar telah berkomitmen melalui Perda Pelestarian Budaya yang dapat mempertajam peran Sabha Uphadesa dalam melindungi masyarakat di semua unsur seni budaya. Dengan segala potensi ini sudah sepantasnya program subak lestari segera dilaksanakan,” ujar Jaya Negara. Larangan Alih Fungsi Masuk Awig-awig Di Denpasar beberapa subak telah memiliki awig-awig untuk mempertahankan lahannya. Tiga subak itu, yakni subak Anggabaya, Umalayu, dan Umadesa. Kepala Dinas Pertanian, Tamanan Pangan dan Hortikultulra Denpasar, I Gede Ambara Putra, beberapa waktu lalu mengatakan, secara hukum pihaknya belum memiliki peraturan tentang sawah abadi. Terlebih, sampai saat ini perda di provinsi juga belum ada. Meski demikian, kata dia, di Denpasar sudah diimplementasikan oleh tiga subak yang ada di Denpasar. Mereka telah memi-

liki awig-awig tentang pembelian tanah di wilayah tersebut. Dalam ketentuan, setiap warga boleh membeli lahan pertanian di kawasan itu, namun tidak dibenarkan untuk merubah fungsi. Luas ketiga subak ini mencapai 81 hektar. “Artinya, sawah yang dijual di kawasan tiga subak itu tidak boleh diubah peruntukannya,” kata Ambara Putra. Kebijakan pemerintah Kota Denpasar dalam mempertahankan keberadaan sawah cukup banyak. Misalnya saja, pemberian bibit kepada petani, bantuan alat, serta sarana dan prasana lainnya. Bahkan, untuk lahan pertanian di jalur hijau di Denpasar sudah bebas dari pajak. “Beberapa instansi terkait, seperti Dinas Kebudayaan dan Dinas Pendapatan juga ikut dalam usaha untuk mempertahankan keberadaan sawah di Denpasar,” katanya. Sebelumnya, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Denpasar I.B. Mayun Suryawangsa mengatakan, luas sawah saat ini sekitar 2.506 hektar. Sawah tersebut tersebar di 43 subak yang ada. Dalam setahun musim tanam di Denpasar sebanyak dua kali. “Jadi sasaran luasan areal yang tertaman mencapai 4.938 hektar,” ujar Suryawangsa. Ditanya soal produksi, Suryawangsa mengatakan, tingkat produktivitas petani di Denpasar cukup tinggi. Bahkan, bisa mengalahkan petani di daerah kabupaten lainnya di Bali. Dari luas sawah yang ada, mampu menghasilkan sebanyak 27.000 ton padi per tahun. l Asmara Putera

MBP/dok

Salah satu lahan subak di kawasan Kota Denpasar kini terhimpit bangunan. Pesatnya laju pembangunan di Kota Denpasar berdampak pada tingginya alih fungsi lahan di kota berwawasan budaya ini.

8

14 - 20 November 2016

8


Gianyar Rancang “One Day River Tour”

MBP/manik

Pembangunan Museum Subak di Pantai Masceti masih dalam proses finising.

SUBAK merupakan warisan yang wajib untuk terus dijaga. Namun kini, areal subak terus mengalami penyusutan. Kondisi ini pun hampir terjadi di seluruh daerah di Bali. Sementara di Kabupaten Gianyar, alih fungsi lahan paling tinggi terjadi pascapembuatan jalan By-Pass Prof. I.B Mantra. Kadis Kebudayaan Kabupaten Gianyar, Gusti Ngurah Wijana, Rabu (2/11) tidak menampik tingginya alih fungsi lahan di Gianyar selatan pascadibangunnya Jl. By-Pass Prof. I.B. Mantra yang membentang dari Denpasar, Gianyar hingga Klungkung. “Saya kira kondisi ini juga terjadi di daerah lain. Setelah ada dibangun jalan biasanya akan mulai berdiri pemukiman atau tempat industri,” katanya. Dari kondisi ini, ia juga tidak menampik terjadi penyusutan signifikan kawasan subak pascadibangunnya Jl. By-Pass I.B. Mantra. Sementara untuk total jumlah subak di Kabupaten Gianyar, saat ini terdapat 575 Subak, terdiri dari 524 Subak Yeh dan 51 Subak Abian.

“Jumlah subak saya kira masih tetap 575. Nah dari sekian subak itu, mungkin ada yang dialih-fungsikan. Misalnya, di awal 100 hektar, mungkin menyusut menjadi 15 hektar. Jadi, jumlah subaknya tetap tetapi lahan yang digarap berkurang,” jelasnya. Disinggung terkait kompensasi untuk subak, dikatakannya, dari Disbud Gianyar rutin memberikan pembinaan dan anggaran upacara untuk 575 subak yang ada di Gianyar. “Itu kalau dari Disbud saja memang sudah rutin dianggarkan,” katanya. Dalam pelestarian subak, kata dia, Pemda Gianyar lebih fokus pada tiga subak di sepanjang DAS Pakerisan yang mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia (WBD) dari Unesco. Seperti Subak Pulagan, Subak Kulub Btas dan SUBAK Kulub Bawah. “Kompensasi untuk tiga subak ini melibatkan SKPD terkait, misalnya Dinas PU dengan perbaikan saluran irigasi, Pertanian pemberian bibit dan pupuk gratis, dan lainya,”

katanya. Selain itu, Museum Subak di Pantai Masceti yang sedang dalam proses pengerjaan, juga disebut sebagai upaya Pemda Gianyar dalam pelestarian dan pendidikan tentang subak. “Nanti berbagai konten terkait subak akan dimuseumkan di sana sehingga ada proses pendidikan dan pelestarian subak,” jelasnya. Selanjutnya, museum ini dirancang akan menjadi bagian dari One Day River Tour, yang nantinya dikelola Dinas Pariwisata Pemkab Gianyar. Dalam rancangan tersebut, pengunjung akan berwisata sehari di Kabupaten Gianyar. Diawali kunjungan di Museum Subak, menikmati kuliner di Kota Gianyar, hingga kunjungan ke sepanjang DAS (Daerah Aliran Sungai) Pakerisan yang sudah mendapat lebel WBD dari Unesco. “Tugas terakhir kami di Disbud menyiapkan konten museum ini, selanjutnya pengelolaan akan diserahkan ke Dinas Pariwisata,” tandasnya. l Manik Astajaya 14 - 20 November 2016

9

9


LAPORAN UTAMA

Badung Tunggu Perda RDTR

S

ebagai daerah pariwisata, lahan pertanian/subak di Kabupaten Badung telah lama terdesak pembangunan akomodasi dan berbagai sarana penunjangnya. Bahkan sejalan pesatnya pembangunan sektor pariwasata, pembangunan permukiman juga tak kalah masifnya. Tak dapat dipungkiri lagi, alih fungsi lahan di Gumi Keris ini pun kian tak terbendung. Untuk mengeram laju alih fungsi lahan ini, pemerintah mewacanakan pembangunan pertanian abadi dan atau subak lestari. Sayang, laju wacana ini malah terganjal belum adanya peraturan daeran (Perda) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Badung. Padahal, kebijakan ini menjadi kunci mengerem alih fungsi lahan akibat pembangunan yang tidak terkendali. Ironisnya, Rancangan Perda RDTR Kabupaten Badung ini ternyata hingga saat ini masih nyangkut di meja dewan. Ketua DPRD Badung Putu Parwata yang dimintai konfirmasi hal ini, Kamis ( 3 / 11 ) , b e r d a l i h masih melakukan pemetaan terhadap zona-zona yang ada di Kabupaten Badung sehingga tidak terjadi tump-

Putu Parwata

10

ang tindih antara kondisi di lapangan dengan rancangan perda yang tengah digarap. ‘’Ini yang memerlukan waktu cukup panjang, karena dilakukan per blok. Misalnya, Desa Dalung potensinya apa, masing-masing banjar apa. Jadi kita maping betul dan disesuaikan jangan sampai kawasan penduduk dijadikan kawasan limitasi. Ini yang perlu proses,’’ tegasnya. Sejauh ini, pihaknya masih melakukan pemetaan di beberapa wilayah, seperti di Kuta Selatan dan Kuta. Di sisi lain, Kapala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Badung I Gusti Agung Ketut Sudaratmaja mengaku menunggu turunnya Perda RDTR untuk membendung alih fungsi lahan di Gumi Keris. ‘’Sudah ada pendekatan yuridis dan pendekatan teknis. Pendekatan yuridis ini ada RDTR yang belum selesai, karena dalam aturan itu kami akan menetapkan pertanian abadi atau berkelanjutan. Hanya, RDTR belum selesai, masih di DPRD,’’ terangnya. Adanya Perda RDTR, katanya, sebagai dasar menetapkan lahan pertanian abadi. Aturan ini nantinya akan diperkuat dengan perbup, sehingga bisa melindungi lahan pertanian, baik lahan kering maupun basah untuk tidak bisa diutakatik. Dengan adanya lahan abadi, petani akan mendapat hak-haknya. Seperti insentif, keringanan pajak, sarana produksi, jaringan infraktruktur, informasi dan teknologi, jaringan

MBP/dok

pemasaran serta asuransi. ‘’Kalau itu bisa diwujudkan, petani bisa terjamin sehingga alih fungsi lahan bisa teratasi,’’ pungkasnya. Sementara itu, dalam kurun waktu lima tahun rata-rata alih fungsi lahan di Kabupaten Badung mencapai 45 hektar pertahun. Luas lahan pertanian di Badung pada 2011 mencapai 10.243 hektar, mengalami penyusutan menjadi 10.195 hektar pada tahun 2012. Penyusutan juga terjadi tahun 2013 yakni sebesar 51 hektar, sehingga luas lahan yang tersisa mencapai 10.144 hektar. Sementara tahun 2014, lahan pertanian di Gumi Keris tinggal 9.984 hektar. Beruntung tahun 2015 terdapat penambahan luas fungsi sawah, sehingga tahun 2015 lahan pertanian mencapai 10.006 hektar. l Parwata Lahan Pertanian di Badung Tahun

Luas

2011 10.243 hektar 2012 10.195 hektar 2013 10.144 hektar 2014 9.984 hektar 2015 10.006 hektar.

I Gusti Agung Ketut Sudaratmaja

14 - 20 November 2016

10


MBP/san

TERANCAM - Subak Bakbakan Desa Wanasari, Tabanan saat mengalami gagal panen. Selain gagal panen, keberadaan subak di Tabanan kini mulai terancam alih fungsi untuk kepentingan pembangunan permukiman.

Tekan dengan Jalur Hijau DESAKAN pembangunan permukiman kini mulai merambah daerah pinggiran luar Denpasar dan Badung, seperti wilayah Tabanan dan Gianyar. Alih fungsi lahan pertanian/subak untuk kepentingan pembangunan permukiman pun mulai merambah pinggiran wilayah ini. Berbagai upaya dilakukan masyarakat dan pemerintah setempat untuk membendung alih fungsi lahan pertanian ini. Pemda Tabanan misalnya, berupaya menekan alih fungsi ini dengan menerapkan kawasan jalur hijau. Berdasarkan Perda Nomor 11 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK), Tabanan memiliki kawasan hijau cukup luas. Kawasan ini terdiri atas hutan lindung, taman wisata alam, Kebun Raya Ekakarya Bedugul, pertanian berupa lahan basah beririgasi, perkebunan, ruang terbuka hijau perkotaan, jalur hijau dan lapangan. Khusus jalur hijau, luasnya 10.137 hektar. Jalur hijau berada di jalur jurusan Denpasar-Singaraja seluas 387,3 hektar, Senganan-Jatuliwih 3.800 hektar, Penebel-Senganan 190 hektar, MengwiKediri-Tanah Lot 1.650 hektar, DenpasarPengeragoan 2.830,6 hektar, AntosariPupuan 1.100 hektar dan Pesiapan-Yeh Gangga 180 hektar. Kawasan jalur hijau merupakan salah

satu langkah Pemkab Tabanan untuk menekan alih fungsi lahan pertanian dan kawasan hijau menjadi bangunan. Kekuatan hukum dari jalur hijau tertuang dalam Perda Nomor 6 Tahun 2016 mengenai kawasan jalur hijau. Dalam peraturan ini berisi sanksi bagi pelanggar atau yang membangun di kawasan jalur hijau. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tabanan I Gusti Ngurah Anom Anthara, tindakan tegas yang akan dilakukan berupa pembongkaran bangunan, sanksi penjara dan denda. ‘’Namun, kami berikan teguran lebih dulu. Ada teguran pertama, kedua dan ketiga. Jika masih tidak patuh akan diterapkan sanksi berupa pembongkaran bangunan,’’ ujarnya beberapa hari lalu. Pelanggaran di sepanjang jalur hijau tidak tertutup kemungkingan ada. Terlebih, Tabanan belum memiliki Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) atau perda zonasi yang mempertegas wilayah-wilayah mana yang boleh dibangun atau masuk kawasan jalur hijau. ‘’Karena belum memiliki RDTR, kami harus menghitung dulu luasnya, mencari secara manual. Kalau sudah ada RDTR, tinggal klik dan akan tahu zona-zona wilayah dengan cepat,’’ jelas Anom. Saat ini, RDTR Tabanan masih dalam

proses penyusunan. Kepala Bappeda Tabanan Ida Bagus Wiratmaja memaparkan, hingga saat ini belum ada program khusus untuk mempertahankan jalur hijau yang ada. Pemkab hanya melakukan pengendalian melalui RTRW dan perizinan. Pihaknya tidak akan memberikan IMB jika yang bersangkutan membangun di jalur hijau. Mengenai pelanggaran di kawasan jalur hijau, Kepala Satpol PP Tabanan Wayan Sarba mengakui ada, meski tidak sampai berlanjut ke pembangunan permanen. Selama ini pihaknya melakukan penindakan preventif berupa pembinaan begitu mendapat laporan ada pembangunan di kawasan jalur hijau. Tindakan preventif dijalankan sebelum pembangunan berlangsung lebih lanjut, sehingga meski ada pelanggaran tidak sampai ada pembongkaran bangunan. “Kami tegur dari awal sehingga pelanggaran masih sebatas pengurukan atau pembuatan pondasi,” ujarnya. Dalam penegakan perda kawasan jalur hijau, pihaknya memerlukan perda zonasi atau RDTR yang hingga saat ini belum ada. “Kalau ada RDTR tentu kami sebagai tim penegak yustitusi memiliki landasan yang kuat. Semoga RDTR segera ada,” tandas Sarba. l Wira Sanjiwani 14 - 20 November 2016

11


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

PERDA - Peraturan Daerah (Perda) tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana ditetapkan dalam Sidang Paripurna IV masa Persidangan I, Rabu (2/11) di Kantor DPRD Jembrana. Sidang dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha, Ketua DPRD Ketut Sugiasa, para Wakil Ketua DPRD, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, 33 anggota DPRD dari 34 orang anggota. HUT BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengundang masyarakat untuk menikmati hiburan rakyat serangkaian HUT ke-7 Ibu Kota Kabupaten Badung, Mangupura. Selain dihibur artis lokal dan seniman tradisional Bali, HUT kali ini juga dipastikan akan dimeriahkan dua artis Ibu Kota yakni Dewi Persik dan Cita Citata, Sabtu (12/11) di Lapangan Mangupraja Mandala, Mangupura.

ODS - Ni Made Runding, seorang lansia dari Lingkungan Banjar Tengah Kelurahan Renon Kecamatan Denpasar Selatan, mengalami lumpuh dengan keseharian tinggal bersama dua orang anak, Made Urip dan Nyoman Ayu, yang mengalami ODS (Orang Dengan Skizofenia). Mendengar kondisi keluarga Made Runding ini, Kamis (27/10) Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra langsung mendatangi rumah Made Runding.

MBP/ist

UNDIKSHA - Grand Final Pemilihan Remaja Berbudipakerti (PRB) XII Tingkat Provinsi Bali mencari remaja cerdas dan berakhlak mulia melalui seleksi ketat. Remaja dijaring hingga memasuki ke sepuluh besar. Kegiatan PRB digelar rutin Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Undiksha Singaraja.

12

14 - 20 November 2016


A kt i v i ta s SUMPAH PEMUDA - Apel Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 di Kabupaten Badung digelar di Lapangan Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala Kabupaten Badung, Jumat (28/10). Bertindak selaku Inspektur Upacara yakni Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Upacara diikuti Ketua DPRD Kabupaten Badung I Putu Parwata, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika, para Kepala SKPD, Ketua TP PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Ketua Dharma Wanita Persatuan Badung Ny. Kompyang R. Swandika serta para pemuda dan pelajar.

MBP/ist

MBP/ist

FKUB BANGLI - Penduduk di Kabupaten Bangli sangat beragam, tidak hanya terdiri dari satu umat. Guna menjaga kerukunannya, langkah yang diambil Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bangli tak hanya melalui kegiatan silaturahmi setiap waktu. Tetapi juga mengadopsi cara-cara yang diterapkan FKUB lain, salah satunya Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

MBP/ist

BUPATI TABANAN - Pemimpin merupakan jembatan bagi rakyat untuk bisa maju dalam menghadapi kesulitan. Untuk itu pemimpin harus turun ke lapangan, mendengar dan melihat keluhan masyarakat. Demikian pernyataan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat mengisi acara Forum Inspirasi ‘’Air untuk Semua’’ di Epicentrum Wall, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (26/10). Acara ini digelar Jejaring Kelompok Kerja (Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) dengan menghadirkan inspirator yang terlibat langsung dalam pencapaian target Akses Universal.

MBP/ist

SMAN 6 DENPASAR - Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) SMAN 6 Denpasar yang keren disebut Paksi (Paskibra Sixma) kini menjadi tim tangguh dalam Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) di Bali. Paksi selalu menjadi juara I di event LKBB. Belum lama ini, Paskibra SMAN 6 Denpasar sukses meraih juara umum I LKBB di Unhi. Ini berarti, Paksi sukses mempertahankan piala bergilir Rektor Unhi untuk kedua kalinya. 14 - 20 November 2016

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

PPK BLUD - Sejak diluncurkannya Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) tahun 2011 lalu oleh pemerintah pusat, Kabupaten Gianyar seakan rutin mendapat kunjungan pemerintah kabupaten/ kota dari seluruh Indonesia. Seperti pada Kamis (27/10), Gianyar mendapat kunjungan dari Pemkab Blitar dan Pemkab Aceh Barat.

WABUP GIANYAR - Setelah hampir sebulan penuh pelaksanaan Bulan Bhakti Pemuda 2016 serangkaian Hari Sumpah Pemuda yang ke-88, pada Minggu (30/10) kegiatan ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra di Pantai Masceti, Blahbatuh. Penutupan ditandai penyerahan hadiah kepada pemenang lomba sekaligus penutupan acara ulang tahun ke-21 Dewata Scooter Club (DSC) Bali.

PEMKAB GIANYAR - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar telah menyepakati kerja sama untuk mengembangkan e-commerce (marketplace) untuk mendukung pemasaran produk-produk UMKM. Pembukaan situs online ini merupakan salah satu bentuk dukungan BNI untuk meningkatkan akses pelaku UMKM ke jalur pemasaran secara online atau e-commerce sehingga akan membantu para pelaku usaha tersebut mengembangkan pasar bagi produk-produknya.

MBP/ist

MBP/ist

14 14 - 20 November 2016

BPD - Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali Cabang Gianyar melakukan penandatanganan kerja sama dengan Monarch Bali Cabang Gianyar, Jumat (28/10). Melalui kerja sama ini BPD Bali Cabang Gianyar akan memberikan kemudahan kepada sekolah perhotelan dan kapal pesiar tersebut dalam proses pembayaran SPP secara online.


BUPATI BANGLI - Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap warga Bangli yang menjadi transmigran, Bupati Bangli I Made Gianyar, S.H., M.Hum. melakukan kunjungan ke daerah transmigrasi, yakni di Desa Arongo dan Desa Amahola Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Selain memberikan motivasi, Bupati Made Gianyar juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga transmigran untuk membuat tempat suci serta kebutuhan lainnya.

MBP/ist

MBP/ist

TOYOTA - Segudang prestasi nasional dan internasional terus disabet SMAN 1 Gianyar. Yang teranyar, tim dari sekolah yang populer dengan sebutan Dosman ini berhasil masuk 25 besar setelah bersaing dengan 2.543 sekolah se-Indonesia dalam kompetisi Toyota Eco Youth (TEY) ke-10. Tahap penilaian yang berlangsung hingga Desember 2016. Sekolah ini pun optimis bisa menyabet juara 1.

MBP/ist

PNB - Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Bali (PNB) Ir. I Ketut Gde Juli Suarbawa, M.Erg. berhasil meraih gelar Doktor dalam ujian terbuka Program Pascasarjana Universitas Udayana (unud), Senin (31/10) kemarin. Promovendus Gde Juli Suarbawa mengangkat soal perapen bagi kalangan keluarga pande dalam disertasinya. Judul disertasi yang diteliti adalah ‘’Perbaikan Stasiun dan Lingkungan Kerja Perapen Melalui Pendekatan Ergonomi Total Meningkatkan Kualitas Produk, Produktivitas dan Pendapatan Perajin Pada Proses Nguwad Trompong di Desa Tihingan, Klungkung’’.

MBP/ist

BEASISWA - Saat memberikan amanat pada upacara bendera peringatan Sumpah Pemuda, Jumat (28/10) Drs. I Nyoman Windia memberikan suatu apresiasi yang sangat luar biasa kepada siswa dan guru yang berprestasi. Apresiasi itu diberikan dalam bentuk beasiswa. Pada masa kepemimpinan Drs. I Nyoman Windia, ia senantiasa menekankan kepada siswa dan guru untuk menggali potensi dirinya secara optimal, baik di bidang akademik maupun non akademik dengan semangat sumpah pemuda. 14 - 20 November 2016

15


POLITIK

Diplomasi Politik Lewat ’’Berkuda’’ Suhu politik bisa dicairkan lewat beragam cara. Tak hanya strategi politik meja makan, komunikasi politik juga bisa dilakukan lewat jalan lain. Naik kuda, misalnya. Dan pilihan cara komunikasi politik ini pun dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

K

ehadiran Jokowi di Hambalang bersama Prabowo sempat memancing berbagai penafsiran. Masalahnya saat itu, suhu politik lagi panas. Demo membayangi Jakarta. Suhu panas ini pun ingin dicairkan lebih awal. “Kami bicara banyak hal yang makro

16

tentang bangsa dan kebangsaan kita, makro politik kita, beliau banyak sekali masukan dan pemerintah kita sangat menghargai apa yang disampaikan Pak Prabowo,” kata Presiden Jokowi. Pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu juga diwarnai suasana santai termasuk jamuan makan nasi goreng dan berkuda. Jokowi sendiri mengaku kedatangannya ke kediaman Prabowo merupakan upayanya untuk memenuhi janji yang pernah disampaikan kepada mantan rivalnya dalam Pilpres 2014 itu. Presiden membantah kedatangannya ke kediaman Prabowo terkait antisipasi aksi demonstrasi pada 4 November 2016. Pada kesempatan itu, Presiden mengimbau kepada seluruh masyarakat termasuk para tokoh agama dan tokoh politik untuk turut serta mendinginkan suasana dan mem-

MBP/dok

berikan kesejukan. “Saya kira kita di dalam sampai tertawa bareng, rivalitas ada pada saat Pilpres, itulah demokrasi. Setelah itu bersama-sama bahu-membahu membangun negara dari segala sisi,” katanya. Ia juga menambahkan sampai pada saatnya nanti pada 2019 kembali ada rivalitas dalam demokrasi untuk kemudian bahu-membahu membangun bangsa. Dalam pertemuan itu, Jokowi mengaku menikmati kesempatan menunggang kuda bersama Prabowo. “Ya kan kudanya besar sekali, saya kan ringan kudanya senyum-senyum, senang,” kata Jokowi yang didampingi Prabowo saat memberikan keterangan pers. Ia juga mengaku mendapatkan hadiah istimewa berupa topi dari Prabowo. l Hardianto

14 - 20 November 2016

16


Ditantang Kotak Kosong Pilkada Buleleng dipastikan diikuti satu calon pasangan bupati dan wakil bupati yaitu pasangan incumbent Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra (PAS-Sutjidra). Nantinya mereka akan menghadapi kotak kosong dalam pemilihan yang berlangsung 15 Februari 2017. Komisioner KPU Pusat Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan aturan mengenai persoalan itu sudah ada. “Sudah ada aturannya di PKPU 14 tahun 2016,” kata Ferry. Ferry menegaskan setelah masa perpanjangan pendaftaran ditutup, KPU tidak akan memperpanjang pendaftaran untuk keduakalinya. Berdasarkan PKPU tersebut, nantinya di surat suara terdapat foto pasangan calon dan kotak kosong. Pencoblosan tidak berbeda jauh dengan pemilihan lainnya yakni pencoblosan harus berada di salah satu gambar. Jika di luar itu, berarti dianggap tidak memilih. “Di 2015 kemarin, setuju atau tidak setuju. Sekarang calon berhadapan dengan kotak kosong setelah adanya revisi PKPU No. 14 tahun 2015 ke PKPU 14 tahun 2016,” kata Ferry. Untuk bisa menang dalam pilkada, calon pasangan bupati dan wakil bupati harus meraih suara minimal 50 persen. Bila tidak mencapai suara sebesar itu, maka pemilihan akan dilakukan ulang pada pilkada serentak gelombang berikutnya. Mengenai kampanye, Ferry menjelaskan selain pasangan calon bupati yang melakukan kampanye, sebaliknya masyarakat juga bisa melakukan kampanye yang berlawanan. Masyarakat yang ingin mengampanyekan kotak kosong dibolehkan. Pilkada Buleleng hanya memiliki satu pasang calon yaitu pasangan incumbent Putu Agus SuradnyanaNyoman Sutjidra (PAS-Sutji). Keduanya diusung Nasdem-Hanura-Gerindra-PPP dan PDI Perjuangan. Sementara calon independen Dewa Nyoman Sukrawan-I Gede Dharma Wijaya (Surya) tidak lolos verifikasi. Sementara partai politik yang memiliki peluang untuk mengusung calon di pilkada Buleleng yakni Partai Demokrat dan Golkar lebih memilih tidak mengajukan calonnya. Hingga masa perpanjangan

pendafaran kembali dibuka Partai Golkar tetap pada pendiriannya. Sikap kekeh Partai Golkar membuat Partai Demokrat tidak bisa berbuat banyak karena tidak memiliki dukungann suara yang cukup. Wakil Rektor II Undiksha Singaraja, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., menilai budaya politik dibutuhkan agar mampu membangun demokrasi yang benar-benar merepresentasikan kedaulatan rakyat. Menurutnya masyarakat daerah sudah harus memiliki sikap tanggap memadai terhadap proses politik yang sedang berlangsung di Pilkada 15 Februari 2017 mendatang. Dia memaparkan, munculnya calon tunggal di Pilkada Buleleng semestinya mampu dicegah penyelenggara dan partai calon kontestan. Hal tersebut untuk menciptakan proses Pilkada sebagai ajang pembelajaran dan pemodelan berdemokra-

si yang santun, bermakna, dan akhirnya melahirkan pemimpin yang berposisi sebagai agen of transpormation. “Fakta empiris menunjukkan bahwa sikap dan orientasi politik masyarakat daerah selama ini masih tersandera dalam simbolisme politik sehingga masih jauh dari agent of transpormation,” ujar Lasmawan. Menurutnya sebagian masyarakat masih mudah dipengaruhi dan ikut dalam pragmatisme politik yang menyandera demokrasi. Mereka begitu mudah tersulut dan terperangkap agregat politik sectarian yang pragmatis. Berkaca pada fakta tersebut, mestinya muara demokratisasi dalam Pilkada Buleleng tidak terpolarisasi dalam representasi figure dan life service yang pragmatis. l Dewa Kesuma/Hardianto

Untuk bisa menang dalam pilkada, calon pasangan bupati dan wakil bupati harus meraih suara minimal 50 persen. Bila tidak mencapai suara sebesar itu, maka pemilihan akan dilakukan ulang pada pilkada serentak gelombang berikutnya. 14 - 20 November 2016

17

17


KIPRAH REMAJA

MBP/ist

Personel Widya Etnik

Widya Etnik Menggebrak Panggung Nasional

M

engawali karier dari banjar, akhirnya go national. Inilah yang dialami Widya Etnik (WE), grup musik yang belum lama ini menjadi runner-up di ajang kompetisi Banteng Music Festival di Jakarta. Tak hanya meraih gelar juara dan hadiah yang sepadan dengan jerih payahnya, grup ini pun mendapat kesempatan untuk rekaman yang hasilnya akan diedarkan secara nasional. “Untuk Indonesia”, lagu garapan WE akan ada di album kompilasi Banteng Music Festival yang direncanakan bisa rilis akhir tahun ini. Menurut Made Adi, vokalis sekaligus pemain gitar WE, sejatinya rencana untuk membuat grup ini sudah ada sejak 2014. Namun, baru terwujud tahun 2015. Tahun ini kesempatan bagi mereka ikut kompetisi Banteng Music Festival, hasilnya langsung juara I di tingkat wilayah Bali. Kemenangan inilah yang mengantarkan

18

14 - 20 November 2016

mereka maju ke tingkat nasional, hingga mencuri perhatian juri dan penonton dengan paduan musik modern dan gamelan. Mereka pun direkrut Rodinda Music Indonesia untuk mengisi album kompilasi para pemenang yang akan dirilis secara bergiliran dan siap menggebrak panggung musik nasional. ”Awalnya, kami memang bermula dari kelompok musik dan tabuh Widya Bakti di Banjar Pegok. Ketika akan ikut kompetisi, kami sepakat untuk tidak membawa nama banjar, karenanya nama kami pilih Widya Etnik,” jelas Adi beberapa waktu lalu. Selain lagu Untuk Indonesia yang bertema nasionalisme yang sudah direkam, WE juga sudah menggarap lagu lainnya seperti Merindukan Cahaya. Mereka juga menggubah kembali lagu Janger Pegok yang merupakan lagu tradisional, pengiring tarian Janger di Banjar Pegok yang hanya dipentaskan saat Purnama

Kapat. Selain beberapa kali dibawakan saat tampil, tak menutup kemungkinan lagu ini nantinya akan direkam. Untuk langkah awal, WE saat ini tengah fokus dan bersemangat untuk single ”Untuk Indonesia”. Tiga musisi WE, Adi, Dwi, dan Icux bukanlah orang baru di bidang musik di Bali. Adi (vokal, gitar) dan Dwi (bass) sudah lama bergelut di band indie dan angkat nama bersama Gecko. Sedangkan Icux saat ini dikenal sebagai drummer Band Bintang. Mereka bertiga didukung empat penabuh, Wahyu, Dewa, Mang Arya dan Zola. Ketertarikan Rodinda Music Indonesia mengangkat WE, karena grup ini mengambil corak musik modern bergenre punk yang dipadukan dengan instrumen etnik Bali sehingga diharapkan membawa warna baru dalam industri musik Indonesia. l Winatha


AKTIVITAS PLN - PLN Area Bali Selatan mengumumkan pemenang undian Program Kejutan Semarak tahap III di Kantor PLN Area Bali Selatan, Jalan PB Sudirman, Jumat (28/10). Pengundian ini disaksikan Dinas Sosial Provinsi Bali, Badan Perizinan dan Penanaman Modal, Notaris Ni Luh Ary Widiasuthi, S.H., M.Kn., perwakilan dari Polsek Denpasar Barat, perwakilan pelanggan serta Manajemen PT PLN (Persero) Distribusi Bali dan PT PLN (Persero) Area Bali Selatan.

SMPN 1 KUTA - Untuk 2016 ini, di bulan Oktober yang merupakan Bulan Bahasa menjadi kebanggaan untuk SMPN 1 Kuta. Karena anak-anak yang berlomba bisa mengumpulkan 36 medali baik tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Tentu ini merupakan prestasi yang luar biasa, karena semua prestasi itu diraih dalam waktu kurang dari satu bulan. Ini merupakan satu kebanggaan, untuk itu pihak SMPN 1 Kuta menyampaikan terima kasih kepada siswa-siswinya yang tidak mengenal lelah berjuang mengutamakan prestasi.

MBP/ist

PPLP PANSOPHIA - Memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2016, Kampus Humanis PPLP Pansophia Singaraja kembali membukukan prestasinya dengan menggelar Uji Kompetensi Nasional untuk Bidang House Keeping. Perhelatan berskala nasional yang digawangi Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) yang dilaksanakan di Hotel Puri Sharon Lovina, Singaraja tanggal 28-30 Oktober 2016 menghadirkan empat orang penguji nasional yang dipimpin langsung Ketua Lembaga Sertifikasi Kompetensi Nasional bidang Perhotelan Dr. Nurmawati Napitupulu, M.Pd.

MBP/ist

UNWAR - Belum genap berusia setahun, Program Studi Magister Kenotariatan (MKn) Unwar sudah memberi penguatan akademik kepada civitas akademika. Sebanyak 17 dosen bersama pimpinan MKn Unwar diajak melakukan studi banding dan diskusi bersama di PPS Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, 28-30 Oktober lalu. Rombongan dimpipin Kaprodi MKn Unwar Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum. 14 - 20 November 2016

19


MANCANEGARA

�Karoshi�, Ekses Disiplin Tinggi

B

erbicara mengenai kedisiplinan kerja, nampaknya Negeri Matahari Terbit sudah tak perlu diragukan lagi. Jepang memang tersohor dengan kedisplinan dan tingkat produktivitas yang tinggi. Berkat budaya kerjanya itu maka mereka menjadi bangsa yang tingkat ekonominya sejajar dengan negara-negara maju di Eropa dan Amerika. Tingkat kedisiplinan Jepang ini sudah terbilang cukup ekstrem. Hanya 33 persen karyawannya yang mau memanfaatkan jatah cutinya untuk berlibur, sedangkan sisanya lebih memilih untuk tetap bekerja. Namun tahukah Anda, di balik itu semua ada fakta tersembunyi yang sangat mengerikan. Pada tahun lalu, para ahli percaya, ribuan orang Jepang telah meninggal karena karoshi, walaupun menurut data dari kementrian tenaga kerja yang didokumentasikan, hanya ada 189 kasus orang mati karena karoshi. Karoshi adalah kematian yang disebabkan karena kerja berlebih terus-terusan. Karoshi pertama kali terjadi pada tahun

20

14 - 20 November 2016

1969. Waktu itu, seorang pria berusia 29 tahun, sudah menikah, bekerja di departemen pengiriman surat kabar terbesar di Jepang. Dia meninggal karena mendadak terserang stroke di kantornya. The Workers Compensation Bureau of Japan’s Ministry of Labor menganggap bahwa kerja berlebihan adalah penyebab kematian pria tersebut. Salah satu kasus karoshi yang cukup fenomenal adalah Kenichi Uchino yang pingsan dan kemudian meninggal ketika bekerja. Kejadian tersebut dikarenakan Uchino yang bekerja lembur 80 jam setiap bulan tanpa gaji tambahan. Padahal pria tersebut tergolong masih muda, usianya baru 30 tahun. Tahun 2002 lalu, di Jepang terjadi rekor kematian akibat kerja berlebihan. Sedikitnya 300 orang pekerja kantor dan pabrik di Jepang mati karena overdosis kerja. Menurut penuturan Koji Morioka, Profesor dari Universitas Kasai, karoshi dapat menyebabkan serangan jantung, stroke atau bahkan penyebab bunuh diri yang disebabkan karena stres kerja. Karoshi banyak terlihat pada laki-laki, namun jumlahnya juga

semakin meningkat di kalangan perempuan. Kebanyakan mereka yang terserang adalah umur 20-an tahun. Budaya workaholic adalah salah satu upaya untuk memaksimalkan penghasilan. Namun sayangnya, budaya itu lama kelamaan mempunyai dampak yang mengerikan. Negeri Sakura mempunyai standar kerja 40 jam dalam seminggu, tetapi banyak karyawannya lebih memilih lembur untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Penelitian yang disurvei dengan jumlah 19.583 karyawan dari 1.743 perusahaan antara bulan Desember 2015 hingga Januari 2016, ditemukan sedikitnya 23 persen melakukan kerja lembur lebih dari 80 jam kerja. Dari 23 persen, 11 persenya melakukan jam kerja antara 80 hingga 100 jam, sedangkan 12 persennya menghabiskan lebih dari 100 jam kerja. Dalam sehari mereka harus bekerja 12 hingga 15 jam, wow. Jam kerja ekstrem inilah yang membuat pekerjanya banyak terserang karoshi, mulai dari serangan jantung hingga stroke dan meninggal.


Menurut Sakura Ijuin, salah seorang pekerja seni dari Jepang, pengusaha di negara tersebut memilih untuk membuat pekerjanya bekerja lembur daripada membagi beban kerja dengan menambah tenaga kerja. Penambahan tenaga kerja tentu akan meningkatkan biaya produksi dan ini sangat dihindari. “Dalam kondisi perekonomian yang sedang sulit, perusahaan tentunya ingin berhemat. Memang secara perhitungan, memberikan uag lembur lebih murah daripada menggaji pegawai baru,� ujarnya. Menurut Sakura, praktik ini umumnya terjadi dalam industri menengah dan kecil yang meliputi 99% perusahaan di Jepang. Pada aturannya setiap keluarga yang ditinggalkan berhak mendapatkan kompensasi, tetapi sebagian besar yang mengajukan permohonan berakhir gagal. Pengusaha yang tidak etis, mengiming-imingi pelamar dengan tawaran kerja fulltime dengan jam kerja yang masuk akal.Setelah berhasil, kandidat diberikan kontrak yang tidak sesuai dan mengharuskan kerja lebih lama. Nah, apakah fenomena ini akan terjadi juga di negara kita? l Gugiek Savindra 14 - 20 November 2016

21


DAERAH

Longsor di Yehsumbul Timpa Dua Rumah Warga

B

encana kembali terjadi di Jembrana. Kali ini menimpa warga di di Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo. Peristiwanya terjadi Minggu (30/10) lalu. Dua rumah warga, yakni Made Rai (60) di Banjar Pangkung Languan Mekar dan Gusti Putu Arya Wedagama (45) di Banjar Pangkung Languan Kelod, tertimpa longsoran tebing. Akibat kejadian tersebut, dua rumah warga yang tertimpa longsoran mengalami kerusakan cukup berat. Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut. Kedua keluarga penghuni rumah, sempat diungsikan guna menghindari adanya longsor susulan. Selain menimpa rumah, longsoran itu juga menutup akses jalan ke rumah Made Rai. “Longsor terjadi saat hujan deras pada Minggu lalu,� kata istri Made Rai, Komang Tantri, Selasa (1/11). Komang Tantri yang bekerja sebagai petani ini mengatakan saat longsor terjadi, ia berada di kamar. Tebing setinggi 50 meter di timur rumahnya itu longsor. Suara gemuruh pun terjadi. Longsoran itu menimpa dua kamar rumah yang merupakan bantuan bedah rumah dari pemerintah provinsi pada tahun 2012 lalu. Akibatnya, tembok rumah rusak berat. Reruntuhan tembok dan tebing berupa batu padas bercampur tanah masuk ke kedua kamar tidur. Kejadian longsor di lokasi tersebut merupakan yang kedua kalinya. Dua tahun lalu rumahnya juga mengalami hal serupa. Di samping karena dekatnya jarak antara rumah dengan tebing, juga tidak adanya penahan tebing baik berupa senderan maupun pepohonan. Melihat kondisi rumah korban yang sudah tidak memungkinkan lagi dijadikan tempat tinggal, maka Perbekel Desa Yehsumbul menyarankan kepada pihak korban agar pindah tempat dari lokasi tersebut. “Ya kami akan mengungsi ke lokasi lain. Nantinya akan tinggal di dekat sungai. Di sana ada tanah warisan yang belum dibagi,� jelasnya. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian cukup besar. Sebab, korban baru membuat pondasi untuk dibangun rumah dan ditempati oleh anaknya. Sementara itu, bencana longsor juga menimpa rumah dan dapur milik keluarga Arya Wedagama di Pangkung Languan Kelod. Sayu Asri, istri dari Arya Wedagama mengatakan kejadiannya hampir bersamaan. Longsoran tebing hingga ke jalan. Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami kerugian belasan juta rupiah. Perbekel Yehsumbul, I Komang Dentra, menjelaskan rumah milik Made Rai yang tertimpa longsor itu memang diakui merupakan bantuan bedah rumah tahun 2012 lalu. Beberapa tahun lalu, di lokasi itu juga sempat terjadi longsor tetapi tidak separah ini. Untuk sementara, Made Rai terpaksa diungsikan dan tinggal di tenda. l Surya Dharma

22

14 - 20 November 2016


MBP/ara

Petugas Satpol PP melakukan pembongkaran gubuk-gubuk liar di Jalan Himalaya, Denpasar Utara, beberapa waktu lalu.

Satpol PP Berangus Bangunan Kumuh di Jalan Himalaya GUBUK-gubuk liar yang mencemari Kota Denpasar mendapat perhatian jajaran aparat penegak Perda. Puluhan petugas melakukan penertiban bangunan liar di kawasan Jalan Himalaya, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara. Penertiban itu dilakukan dengan membongkar sekaligus membakar bahan bangunan yang dibongkar tersebut. Tindakan tegas ini dilakukan setelah mendapat laporan dari warga sekitar yang mengeluhkan berdirinya bangunan gubukgubuk yang diduga menjadi tempat prostitusi itu. Pembongkaran sejumlah bangunan semipermanen yang berupa gubuk di Jalan Himalaya Utara III itu, dilakukan, Selasa (1/11) lalu. Sejumlah bangunan tersebut diratakan dengan tanah. Penertiban yang dilaksanakan tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kota Denpasar, Kepolisian serta aparat

desa setempat langsung menyisir gubukgubuk kumuh. Sayangnya, petugas tidak menemukan satu pun penghuninya di lokasi itu. Petugas menemukan banyak botol miras yang sudah kosong dan dua jeriken minuman yang diduga jenis tuak. Kasatpol PP Kota Denpasar I.B. Alit Wiradana yang ditemui di sela-sela pembokaran mengatakan, tindakan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang diadukan kepada Satpol PP. Warga melaporkan banyaknya gubuk kumuh yang disinyalir menjadi tempat prostitusi terselubung yang mengganggu warga sekitar. ‘’Setelah beberapa waktu lalu dibongkar dan pemilik masih membandel. Maka hari ini kami ratakan dengan tanah,’’ ujarnya. Disebutkan, Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum, kata

Alit Wiradana, secara fisik pembangunan ini sudah melanggar perda, tempat ini juga dijadikan tempat prostitusi. ‘’Karena ini gubuk-gubuk kumuh yang mengganggu warga, kami ambil langkah pembongkaran sesuai dengan peraturan daerah yang ada,’’ kata Alit Wiradana. Ia meminta perbekel/lurah di masingmasing kecamatan serta masyarakat untuk bisa membantu di dalam mendata keberadaan gubuk-gubuk kumuh, agar ke depannya Kota Denpasar bersih dari permukiman kumuh dan jorok. ‘’Kami mengimbau kepada masyarakat agar ikut mengawasi apabila ada bangunan liar agar segera dilaporkan, sehingga bisa lebih cepat diantisipasi dan tidak membuat kumuh Kota Denpasar,’’ ujar Alit Wiradana. l Asmara Putera 14 - 20 November 2016

23


A KT I V I TA S

MBP/ist

RPKD - Merayakan HUT ke-14, Radio Pemerintah Kota Denpasar (RPKD) 92.6 FM menggelar bakti sosial dengan menyerahkan batuan sembako kepada Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya Denpasar, Senin (31/10). Setelah menyerahkan bantuan, dilanjutkan menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Karaoke, Lagu Bali dan Keroncong. Setelah itu, baru pelaksanaan potong tumpeng sebagai tanda RPKD telah menginjak usia ke-14 tahun.

D’TIK FESTIVAL - Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (D’TIK) Festival 2016 yang memamerkan berbagai karya kreatif dalam teknologi informasi, secara resmi dibuka Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara didampingi Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Jumat (28/10) di Graha Sewaka Dharma, Lumintang.

MBP/ist

MBP/ist

MBP/ist

GANDHI MEMORIAL - Gandhi Memorial International School-Bali kembali melaksanakan Hari Olahraga atau Sports Day yang dilaksanakan di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (28/10). Kegiatan yang sudah masuk ke-11 kalinya ini diikuti sekitar 200 siswa dari 4 House yang ada di sekolah tersebut.

24

14 - 20 November 2016

SENATOR WEDAKARNA - Eksistensi Hindu sangat tergantung pada bagaimana generasi mudanya memandang sebuah perubahan dan harapan akan pemuda di desa atau yang biasa di Bali disebut dengan Sekaa Teruna Teruni (STT), melanjutkan kaderisasi kepemimpinan desa adat menjadi perhatian Komite III Bidang Pemuda DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Demikian diungkapkan Senator Arya Wedakarna (AWK) saat hadir di Desa Gitgit, Sukasada, Buleleng dan bertatap muka dengan komponen STT.


MBP/ist

TOYA DEVASYA - Toya Devasya Natural Hot Spring dan Ayurvedic Spa memperoleh penghargaan The Winner Indonesia Awards 2016. Penghargaan bergensi dari lembaga Rekor Prestasi Indonesia dan Majalah Penghargaan Indonesia ini, untuk kategori favorit hotel, villa dan resort. Penyerahan penghargaan berlangsung di Aston Hotel dan Convention Center, Bali, Jumat (28/10).

KABUPATEN BADUNG - Masyarakat Kabupaten Badung memadati kawasan Pura Taman Ayun, Mengwi untuk menyaksikan pawai kesenian dalam rangka pembukaan Festival Seni Budaya ke-10 Kabupaten Badung 2016. Mesti sedang dalam keadaan hujan gerimis, acara tahunan yang kali ini mengusung tema ‘’Sarwatra, Sanni Buddhaya Uttama Jayamahe’’ yang berarti di mana pun seni budaya merupakan kejayaan utama, dibuka Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Selasa (1/11) , ditandai dengan pelepasan panah yang berkalaborasi dengan Sanggar Pancer Langit.

MBP/ist

UNTAB - Rektor Universitas Tabanan (Untab), I Gede Made Rusdianta melantik 13 pejabat struktural akademik di lingkungan Untab masa bakti 2016-2020 di auditorium kampus setempat, Jumat (28/10) lalu bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Pada kesempatan itu juga ikut dilantik pendukung pelaksana akademik.

UNWAR - Jajaran pimpinan dan karyawan Unwar, Kamis (27/10) mendapat pelatihan peningkatan motivasi kerja menuju pelayanan prima. Saat itu ditampilkan narasumber Direktur SDM Legian Hotel Ketut Mudy. Kabiro Umum dan Keuangan Unwar I Made Wijaya, S.IP., M.AP. mengungkapkan, pelatihan peningkatan motivasi kerja diikuti 56 orang dari pejabat struktural tingkat administrasi sampai tingkat kasubag.

14 - 20 November 2016

25


LENSA

BUMBU

Seorang pembeli tengah memilih bahanbahan bumbu di Pasar Kumbasari, Denpasar. Fluktuasi harga bumbu-bumbu khususnya cabai dan bawang di pasaran sebagian besar dipengaruhi kesinambungan pasokan dari para petaninya.

MBP/eka

26 14 - 20 November 2016


OLAHRAGA

Berita Gembira

T

im Formula 1 Williams resmi mengumumkan ‘line up’ pembalapnya untuk musim 2017 yakni Valtteri Bottas dan Lance Scroll. Namun ada yang berita yang lebih menggembirakan dibandingkan pengumuman tersebut, terutama bagi Wakil Ketua tim Claire Williams. Frank Williams, Ketua Tim sekaligus pendiri tim tersebut, keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh dari sakit pneumonia. “Saya senang dan antusias untuk mengabarkan bahwa dia (Frank) telah pulang dan kembali ke pabrik lagi bersama kami,” kata Claire saat pengumuman skuad Williams di markasnya di Grove, Inggris. Frank setengah badannya mengalami kelumpuhan menyusul kecelakaan pada 1986 di Prancis. Ia terkena pneumonia tak lama setelah Grand Prix Italia pada September lalu. Akibatnya putrinya Claire harus mendampingi si Tua Frank dan tak bisa mendampingi tim saat berlomba di beberapa seri musim ini. “Proses penyembuhannya memang lambat, tapi saya cukup gembira untuk mengatakan bahwa si Tua Frank itu telah kembali. Jadi sangat menyenangkan dia bersama kami lagi,” tambah Claire menyebut bapaknya yang berusia 74 tahun itu. Frank membentuk tim Williams pada 1970-an dan memenangkan gelar juara dunia tujuh kali dan sembilan kali berkuasa di katagori konstruktor, laporan Associated Press. l Yudi Winanto

MBP/afp

Wakil Ketua Tim F1 Williams Claire Williams. 14 - 20 November 2016

27


OLAHRAGA

Menuju Karier Pelatih MANTAN pemain timnas Jerman Miroslav Klose memutuskan untuk pensiun sebagai pemain profesional. Ia memilih untuk melanjutkan karier sebagai pelatih sepak bola. Pemain berusia 38 tahun itu sebelumnya pensiun dari timnas Jerman usai memenangkan Piala Dunia 2014. Pada putaran final di Brazil itu, ia mencetak dua gol. Total 16 gol ia ciptakan di empat Piala Dunia. Klose menghasilkan 71 gol dalam 137 kali pertandingan internasional. Ia menjadi pemain Jerman paling produktif dalam mencetak gol. Musim lalu, kontraknya sebagai pemain klub Italia Lazio berakhir. Federasi sepak bola Jerman, menjelaskan dalam pembicaraan dengan pelatih timnas Joachim Loew dan direktur teknis Hansi Flick, Klose kini menjalani program pelatihan secara individual. Ini menjadi langkah awal bagi karier pelatihan. “Kami kini menunggu Miro sekarang,” kata Loew kepada Associated Press. “Dia tidak hanya hadir di lapangan namun juga memberikan pandangan-pandangan untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan dan analisa video.” l Yudi Winanto

MBP/ap

Penyerang timnas Jerman Miroslav Klose.

28 14 - 20 November 2016


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

FISIPOL UNWAR - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unwar, Kamis (27/10), mengadakan seminar nasional soal human trafficking (perdagangan manusia). Seminar dibuka Rektor Unwar diwakili WR I Ir. I Nyoman Kaca, M.Si., dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si.

SEMINAR PERTANIAN - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Pertanian (FP) Universitas Dwijendra (Undwi) berkolaborasi, Jumat (28/10) menggelar seminar akademik bertajuk ‘’Pembangunan Pertanian Berkelanjutan’’. Seminar menghadirkan Direktur Pascasarjana Universitas Andalas Prof. Ir. Rudy Febriamansyah, M.Sc., Ph.D.

MBP/ist

PEMKAB BADUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung bersama Komisi Pananggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Badung memiliki kesungguhan dan komitmen yang kuat dalam menanggulangi kasus HIV/AIDS di Kabupaten Badung. Sebagai wujud kesungguhan tersebut, tahun 2017 Pemkab Badung akan mengangkat satu petugas setiap desa/kelurahan yang bertugas melakukan penjangkauan HIV/ AIDS.

JOURNALISTIK CLUB Untuk ke-11 kalinya, Hindu Student Journalistik Club menggelar kembali pelatihan jurnalistik dan lomba mading tingkat SMP/SMA/SMK se-Bali. Ajang yang dianggap mampu berperan penting dalam peningkatan minat siswa dalam menekuni dan mengenal lebih luas dunia jurnalistik di Bali ini mendapatkan respons positif dari seluruh SMP/SMA/SMK se-Bali.

MBP/ist

14 - 20 November 2016

29


OLAHRAGA

FORKI Denpasar Remajakan Atlet MEREMAJAKAN atlet menjadi fokus Pengurus Kota (Pengkot) Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) Kota Denpasar sejak beberapa tahun lalu. Program ini ditempuh mengingat sejumlah atlet karate andalan Denpasar sudah berada di akhir kariernya. Di sisi lain, persaingan pada cabang olahraga (cabor) bela diri ini khususnya di Bali semakin ketat. Peremajaan atlet itu mulai menampakkan hasil pada event kejuaraan karate memeperebutkan Piala Bupati Klungkung III/2016 di GOR Swecapura, Gelgel, Klungkung, yang berlangsung 22-23 Oktober lalu. Tim FORKI Denpasar tampil sebagai juara umum dalam ajang yang mempertandingkan nomor kata dan kumite usia dini, prapemula, pemula, kadet, dan junior tersebut. Kejuaraan melibatkan 517 karateka putra dan putri dari seluruh kabupaten dan kota se-Bali, Kota Mataram dan NTB. FORKI Denpasar menjadi juara umum dengan merebut 18 medali emas, 22 perak dan 11 perunggu. Denpasar jauh meninggalkan para pesaingnya dalam pengumpulan medali. Tabanan di posisi kedua menyabet 7 emas, 10 perak dan 21 perunggu disusul Badung (7-5-16), Klungkung (5-6-25), Buleleng (5-5-8), NTB (4-0-7), Mataram (2-0-5) dan Karangasem (1-1-4). Denpasar memunculkan karateka bertalenta seperti Agastya Revananda, Mohammad Dappa Saputra, Obin Shaddaimar Abirawa, Ade Ryan (usia dini), Shandy, Agung Alit (prapemula), Angga, Mahardika (pemula), Ratih (kadet), Dea, Ridho, Dinda

Savitri, Ratrinia, Yocty dan Agung Shinta (junior). Menurut Sekretaris Umum FORKI Denpasar Krisna Karang, semestinya timnya bisa menambah delapan emas lagi lewat enam karateka andalannya yang turun di nomor kata dan kumite. Akan tetapi mereka tidak boleh berlaga karena terganjal persyaratan. ‘’Atlet yang juara nasional 2106 dilarang tampil,’ jelasnya. Tiga di antaranya adalah Dedek, Yuli Kristina dan Wira. Kontingen Denpasar menurunkan 70 karateka di Klungkung. Mereka adalah juara satu dan dua Porsenijar Denpasar dan Porsenijar Bali yang dipersiapan selama sebulan. Karateka ini diterjunkan berlaga pada event lokal untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding. FORKI Denpasar yang dinakhodai Ida Bagus Alit Wiradana selanjutnya menyiapkan atletnya untuk mengikuti kejuaraan Piala Mangupura di Badung yang digelar 9-11 Desember. Dojo dan perguruan karate di Denpasar juga disarankan menurunkan atletnya karena Piala Mangupura bersifat terbuka. Dojo dan aliran karate di Denpasar sering menerjunkan atletnya ke kancah nasional atas biaya sendiri seperti kejuaraan di Jombang, Yogyakarta dan Solo. Sasaran lainnya karateka muda Denpasar adalah ajang tingkat nasional. Sejumlah atlet kini bersiap menghadapi selekda Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Bali, Popnas dan PON Remaja. l Daniel Fajry

MBP/dok

Ida Bagus Alit Wiradana

30 14 - 20 November 2016


A KT I V I TA S

MBP/ist

HPI BALI - Perhelatan lima tahunan Musyawarah Daerah (Musda) ke-9 DPD HPI Bali diselenggarakan di Hotel Nikki Denpasar pada 26 Oktober 2016, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Yuniartha Putra, S.H., M.H. mewakili Gubernur Bali. Musda yang mengusung tema ‘’Melalui Musda IX DPD HPI Bali Kita Tingkatkan Sinergitas Kelembagaan dan Kesejahteraan Anggota’’ dihadiri Dinas Pariwisata kabupaten/kota, GIPI Bali dengan seluruh stakeholder-nya, DPD HPI NTB, DPD HPI Jawa Timur dan sesepuh HPI N. Adi Wiryatama yang menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Bali.

MBP/ist

ISI DENPASAR - Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar seminar nasional, Jumat (28/10). Seminar yang dihadiri Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Bupati Badung yang diwakili Kadisparda, Rektor ISI Yogyakarta serta pejabat teras ISI Denpasar dan juga perwakilan dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia itu juga merupakan serangkaian 50 Tahun Pendidikan Tinggi Seni di Bali.

MBP/ist

MBP/ist

KLINIK SADA JIWA - Dalam rangka peningkatan mutu, Klinik Sada Jiwa bekerja sama dengan HAN University Belanda dalam pengembangan layanan rehabilitasi stroke. Penderita stroke pasca mendapat perawatan di rumah sakit, setelah melewati fase emergensi selanjutnya harus mendapatkan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang disebut fase rehabilitasi.

BPJS KESEHATAN - Kadek Puspayasa Saputra, warga Banjar Dinas Pasek, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng merupakan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) BPJS Kesehatan. Saat ditemui di kediamannya ditemani istrinya, Luh Eni Tantria Dewi, dan ayahnya, Jero Mangku Gede Nyoman Sara, Luh Eni Tantria Dewi menceritakan keadaan suaminya saat ini. Suaminya terserang penyakit kanker rektum/kanker usus yang diketahui sejak 2013 lalu. 14 - 20 November 2016

31


Puluhan Guru Non-PNS Gagal Terima TPG

PENDIDIKAN

T

ercatat 47 orang guru yang berstatus non-PNS dinyatakan gagal mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG-red) dari pemerintah pusat. Puluhan guru ini kesulitan memenuhi jam mengajar. Akibatnya, persyaratan mendapat TPG gagal terpenuhi. Sebenarnya, peluang mendapatkan TPG terbuka lebar. Namun, faktanya masih ada guru yang tidak optimal memanfaatkan peluang itu sehingga syarat jam mengajar tidak terpenuhi. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Buleleng Gede Suyasa, belum lama ini. Menurut Suyasa, kebijakan pemerintah pusat memberikan penghargaan bagi profesi guru belum dimanfaatkan dengan baik oleh guru non-PNS di Buleleng. Apalagi, guru yang berstatus non-PNS telah memiliki Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP). Dengan bukti ini, guru non PNS layak mendapatkan

32 14 - 20 November 2016

TPG. Sayang, guru non-PNS ini masih terkesan malas memenuhi jam mengajar yang dipersyaratkan, sehingga TPG gagal diterima. Dari jumlah total guru non PNS, pihaknya mencatat ada 47 guru non-PNS yang gagal menerima TPG. ”Tugas dan tanggung jawab besar tersebut kini telah dihargai oleh pemerintah berupa TPG, tapi masih ada jam mengajar yang tidak terpenuhi, sehingga mereka gagal dapat TPG,” katanya menyesalkan. Suyasa menambahkan, TPG untuk guru non-PNS dibayarkan oleh pemerintah pusat dengan mentrasnfer ke rekening guru bersangkutan. Disdik hanya memfasilitasi dengan mengajukan kebutuhan anggaran kepada pemerintah pusat. Setelah permohonan anggaran TPG lengkap, pemerintah pusat kemudian mentransfer dana TPG melalui rekening guru bersangkutan. ”Guru non-PNS yang sudah memenuhi syarat mendapat TPG

kita bertugas mengajukan amprah anggarannya dan setelah dinyatakan lengkap, dananya akan dicarikan melalui rekening guru bersangkutan,” jelas Mantan Kepala Bappeda Buleleng ini. l Mudiarta

MBP/dok

Gede Suyasa


Transportasi Nyaman untuk Pelajar MENGATASI permasalahan transportasi khususnya masalah angkutan umum bagi kalangan pelajar, Pemkab Tabanan merancang terobosan angkutan siswa yang disebut program Trans Serasi. Program ini telah berjalan sukses di Tabanan, karena manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat kususnya kalangan pelajar. Namun, jumlah armada angkutan umum berupa angkot yang mengangkut siswa di Tabanan dirasa masih kurang, meski belum lama ini Pemkab Tabanan mendapat bantuan tiga armada bus dari pusat. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, tambahan bantuan tiga armada bus dari pusat merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan khususnya masalah angkutan umum bagi kalangan pelajar di Tabanan. Menurutnya, program Trans Serasi ternyata mendapat sambutan yang sangat baik bagi pelajar di Tabanan. Selain mengurangi kemacetan lalu lintas, program ini juga bisa meringankan beban orangtua yang tidak perlu antar jemput anaknya ke sekolah. ”Program Trans Serasi ternyata mendapat respons positif, namun kapasitas angkutan kita masih kurang,” ujarnya. Dengan adanya fasilitas angkutan

umum ini, Eka Wiryastuti berharap para siswa bisa memanfaatkan sebaik mungkin dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di jalan raya bagi anak di bawah umur. Selain untuk mengurangi kemacetan, angkutan umum juga bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas dan tentunya bisa mengurangi polusi udara. ”Banyak manfaat bisa kita ambil dengan memanfaatkan kembali sarana angkutan umum. Selain mengurangi kemacetan, kita juga bisa menekan angka kecelakaan dan polusi udara di jalan raya,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Tabanan Made Agus Harta Wiguna mengatakan, pihaknya akan terus memperluas jangkauan layanan Trans Serasi yang digelar Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo). Tidak hanya itu, program angkutan gratis bagi pelajar SMP ini juga akan memperbanyak jumlah siswa yang terlayani. ”Saat ini, estimasi pelajar SMP di Kota Tabanan sebanyak empat ribu orang. Karena dalam sehari para pelajar ada yang masuk pagi dan siang sehingga ada dua round trip. Jadi dengan jumlah 80 angkot tersebut hanya mampu melayani 1.600 orang per hari,” jelas Agus Harta

Wighuna. Kapasitas yang terlayani oleh angkot tersebut akan diperkuat lagi dengan adanya tiga unit bus yang satu unitnya memiliki kapasitas penumpang sebanyak 27 siswa. Dengan penambahan tiga bus yang siap beroperasi itu akan menambah jumlah penumpang lebih banyak. Bahkan belum lama ini angkutan siswa ini juga mulai menyasar sekolah di kecamatan, yakni SMPN 2 kerambitan. Trayek dan armada yang disiapkan baru menyasar pelajar di wilayah Desa Batuaji. Agus Hartawiguna menegaskan, upaya ini untuk memperluas cakupan layanan Trans Serasi. Karena selama ini untuk angkutan siswa baru mengcover sekolah di wilayah kota seperti SMPN 1, SMPN 2 dan SMPN 3 Tabanan serta SMPN 1 Kediri. Kini sasaran cakupan menyasar wilayah kecamatan. Pejabat asal Penebel ini menambahkan, ke depan cakupan layanan angkutan siswa akan menyasar kecamatan lainnya, namun semuanya harus melalui kajian. ”Perluasan layanan di tahun 2017 sesuai dengan arahan pimpinan diprioritaskan di Kecamatan Baturiti. Saat ini masih dalam kajian terkait kebutuhan armada, trayek dan besaran subsidi,” katanya. Namun pihaknya menegaskan, sesuai dengan perencanaan RPJMD 2021, seluruh kecamatan harus tercover layanan angkutan siswa. ”Tentu harus bertahap, karena harus ada kajian dan anggaran,” ujarnya. l Dewi Puspawati

MBP/dewi puspawati

Pengoperasian angkutan siswa Trans Serasi diharapkan mampu menekan jumlah lakalantas di kalangan pelajar. 14 - 20 November 2016

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

KADIN BALI - Peduli terhadap permasalahan krisis air bersih di Bali, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali bekerja sama dengan PT Moya Indonesia dan Maynilad Water Philippines menggelar seminar bertajuk ‘’Konservasi Air Bersih untuk Industri Pariwisata di Bali’’. Seminar yang dibuka Kadis PU Provinsi Bali Ir. I Nyoman Astawa Riadi, M.Si. mewakili Gubernur Bali ini menghadirkan tiga pemateri, yaitu dari PDAM Tirta Mangutama Badung, Mayland Water Philippines dan PT Moya Indonesia.

IIK - Baru setahun Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali (IIK Bali) beroperasi tetapi kiprahnya sudah dirasakan oleh masyarakat. Selain itu, sinergitas dengan komponen masyarakat sebagai stakeholders terus dilakukan guna mewujudkan masyarakat Bali yang sehat. Minggu (30/10) lalu IIK Bali bekerja sama dengan Kuta Sehat dan Desa Adat Kuta menyelenggarakan bakti sosial pemeriksaan dan skrining kesehatan, skrining gigi dan pengobatan gratis di Open Stage Jaba Pura Segara, Kuta.

MBP/ist

BANK MANTAP - PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada Senin (31/10) untuk merealisasikan right issue tahap I yang akan diambil bagian oleh pemegang saham eksisting perseroan di Sheraton, Kuta. Dalam rangka mencapai corporate plan, Bank Mantap telah menyusun strategi, salah satunya adalah dengan pengembangan jaringan kantor untuk dapat menjangkau dan mengakuisisi kantong-kantong pensiun secara nasional.

34 14 - 20 November 2016

PERBARINDO DKP - Dalam rangka meningkatkan literasi keuangan konsumen/ masyarakat, Perhimpunan Bank Perkreditan Indonesia (Perbarindo) DPK Badung bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan edukasi literasi. Kegiatan edukasi kali ini menyasar siswa SMAN 2 Mengwi, yang merupakan kegiatan lanjutan dari program yang dicanangkan oleh Perbarindo DPK Badung untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khusunya generasi muda untuk lebih memahami jasa keuangan dan produk-produknya.

MBP/ist


MBP/ist

MBP/ist

SD SARASWATI TABANAN - Sekolah Dasar Saraswati Tabanan menjadi salah satu SD swasta yang mewakili Bali dalam lomba budaya mutu di Balikpapan, Kalimantan Timur. Lomba bertaraf nasional ini berlangsung 11-14 Oktober lalu. Dalam perlombaan tersebut SD Saraswati berhasil meraih juara harapan II kategori perpustakaan.

MONARCH BALI - Dies Natalis VII Monarch Bali 2016 diselenggarakan serentak di semua cabang Monarch yang ada di Bali seperti Monarch Dalung, Monarch Gianyar, Monarch Candidasa, Monarch Singaraja dan Monarch Negara. Dies Natalis VII Monarch Bali khususnya di Dalung dilaksanakan mulai tanggal 26 sampai 28 Oktober 2016, di mana untuk kompetisi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) seperti tenis meja, bulu tangkis dan futsal telah diselenggarakan dari tanggal 1 Oktober 2016.

MBP/ist

UNWAR - Satu lagi dosen Fakultas Sastra (Faksas) Universitas Warmadewa (Unwar) meraih gelar doktor. Drs. I Made Mardika, M.Si. sukses meraih doktor setelah lulus ujian terbuka di Program Doktor Prodi Kajian Budaya PPS Unud, Selasa (1/11) . Suami tercinta Ni Wayan Yuniati, S.E. ini menyelesaikan studi S-1 di Arkeologi Unud dan S-2 Kajian Budaya Unud.

ANDIKA JANA - RJ Steel dengan konsep bisnis franchise yang dikeluarkan oleh PT Andika Jana Bhumi Sejahtera (AJBS) merupakan franchise langka mur dan baut. Franchise pertama di Indonesia itu kini hadir di Bali, tepatnya di Jalan Diponegoro No. 182, Desa Dauh Puri Klod, Denpasar. Peresmian outlet ke-16 itu berlangsung, Kamis (27/10).

MBP/ist

14 - 20 November 2016

35


LINGKUNGAN

Soal Reklamasi

KPK Pertanyakan DPRD dan Gubernur Tak Bersikap

P

enolakan reklamasi Teluk Benoa telah berlangsung dua tahun lebih. Beragam tuntutan disuarakan rakyat melalui ForBali maupun pasubayan Desa Adat Tolak reklamasi. Salah satunya meminta agar Presiden mencabut Perpres 51/2013. Mereka juga meminta agar Gubernur dan DPRD Bali merekomendasikan dan mengusulkan agar Perpres yang menjadi landasan hukum reklamasi tersebut dicabut. Rupanya tuntatan tersebut tak mendapat tanggapan. Baik Gubernur maupun DPRD tidak mau mengeluarkan rekomendasi memohon kepada presiden agar Peppres tu dicabut. Kedua lembaga itu hanya menyatakan bahwa ada sejumlah penolakan terhadap reklamasi di Bali. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun menilai aneh ketika Gubernur dan DPRD Bali tidak berani berpendapat terkait reklamasi Teluk Benoa. Mengingat, proyek pembangunan tersebut akan dilakukan di provinsi yang dipimpinnya. Gubernur dan DPRD mestinya bisa merepresentasikan keinginan masyarakat. “Kalau DPRD Bali dan Gubernur Bali tidak berani berpendapatan tentang sebuah proyek pembangunan yang ada di dalam provinsinya, ini tidak wajar. Aneh saja,” ujar Pimpinan KPK, Laode M. Syarief saat menjadi pemateri Lokakarya Jurnalis Antikorupsi di Denpasar, pekan lalu. Menurut Syarief, kalau masyarakat Bali menginginkan pencabutan Perpres No.51 Tahun 2014 yang memuluskan reklamasi, pemerintah daerah seharusnya merepresentasikan keinginan masyarakat itu. Sudah saatnya, gubernur dan DPRD memberikan penjelasan yang runut dan komprehensif kepada masyarakat mengapa reklamasi itu dilakukan atau tidak dilakukan. “Kalau itu di luar kewenangan beliau karena ini ranahnya peraturan Presiden, maka sekurang-kurangnya gubernur dan DPRD itu memberikan pertimbangan sebelum keputusan Presiden itu keluar. Jadi gubernur tidak bisa tergantung Presiden. Bagaimana caranya, orang provinsi saya yang mau dibangun,” paparnya. Syarief menegaskan, gubernur dan DPRD Bali harus memberikan pendapat walaupun Presiden yang memutuskan. Apa yang menjadi keinginan masyarakat Bali harus disuarakan, tidak boleh diam saja. Kalau diam saja, sikap itu bisa dipertanyakan. KPK sendiri sudah menyadari bahwa proyek-proyek seperti reklamasi khususnya, mempunyai potensi korupsi. Namun untuk reklamasi Teluk Benoa, pihaknya masih dalam tahap kajian dan memberikan rekomendasi. “Ya kami melakukan kajian-kajian itu termasuk pada reklamasi ini memang karena kami melihat rawan korupsi, misalnya antara pengembang dengan pemerintah dan itu terbukti di Jakarta ada penyuapan yang dilakukan terhadap anggota DPRD. Kami tidak mencurigai, tetapi kami berharap bahwa kajian-kajian atau sebuah proyek pembangunan yang terjadi di daerah itu harus akuntabel dan transparan. Kalau misalnya disembunyikan, itu bisa menjadi poin-poin rawan korupsi dan kami tidak mau itu terjadi di Bali,” tandasnya. Laode M. Syarief

36

14 - 20 November 2016

l Rindra


IGB Alit Putra

Jangan Jadi ’’Tukang Pos’’ Pernyataan Pimpinan KPK, Laode M. Syarief yang menyebut aneh bila pemerintah di Bali tak bersikap soal reklamasi ditanggapi Alit Putra. Wakil Ketua DPRD Bali itu, kembali menegaskan sudah bersikap terkait rencana reklamasi Teluk Benoa. Kendati masyarakat sebelumnya menilai DPRD Bali hanya menjadi “tukang pos”. Mengingat dewan hanya meneruskan aspirasi masyarakat dalam Pasubayan Desa Adat/Pakraman Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa ke Presiden. Sementara tidak ada rekomendasi DPRD Bali kepada Presiden agar mencabut Perpres No.51 Tahun 2014 dan mengembalikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi. “Waktu yang lalu kan sudah itu sikap DPRD. Jadi aspirasi itu ditampung yang kemudian langsung dilanjutkan kepada presiden karena kaitannya pada Perpres,” ujar Wakil Ketua DPRD Bali, IGB Alit Putra ditemui di gedung dewan, pekan

lalu. Alit Putra menambahkan, DPRD Bali memang tidak berbicara pro atau kontra reklamasi karena kewenangan lebih lanjut ada di pemerintah pusat. Namun yang jelas, aspirasi Pasubayan yang menolak reklamasi sudah ditampung dan diteruskan ke presiden. Saat ini tinggal menunggu saja, bagaimana keputusan presiden terkait reklamasi. “Kita tidak larut kepada konflik, jadi apa aspirasi, semua aspirasi kan kita tampung, kita teruskan kepada yang berwenang. Bagaimana keputusan yang berwenang, kan gitu. DPRD kan tugasnya itu, menampung aspirasi tugas pokoknya. Kemudian mengawal aspirasi, meneruskan kepada yang berwenang,” tandasnya. Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menggelar simakrama di Wantilan DPRD Bali, pekan lalu telah meminta Bappeda dan Dinas Kehutanan untuk bersurat kembali ke pusat. Dalam hal ini, Menteri Lingkungan

Hidup dan Kehutanan dengan tembusan ke Menko Maritim kemudian Menteri Kelautan dan Perikanan dan yang bersangkutan tentang permohonan keputusan mengenai reklamasi. Terkait reklamasi, lanjut Pastika, pihaknya telah dua kali bersurat namun belum juga ada keputusan. Itu sebabnya, Bappeda dan Dinas Kehutanan kembali diminta bersurat untuk yang ketiga kalinya menyusuli dua surat sebelumnya. Mantan Kapolda Bali ini mengaku capek didemo terus menerus. “Saya tidak punya wewenang untuk membatalkan Perpres (No.51 Tahun 2014,red) itu, bagaimana gubernur membatalkan Perpres. Jadi harus yang membatalkan ya presiden. Saya sudah dua kali ngomong ke presiden, untuk segera ada keputusan. Saya tidak ingin ada konflik apapun di Bali, karena akan berpengaruh pada pariwisata,” tandasnya. l Rindra 14 - 20 November 2016

37


pa r i w i s ata

K

Kemajuan Pariwisata Bali Gusur Sektor Pertanian

onsep pembangunan pariwisata di Bali sejatinya untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat sekitarnya. Konsep tersebut kini tinggal angan-angan. Pasalnya, pesatnya pertumbuhan pariwisata Bali justru menimbulkan dampak negatif, seperti alih fungsi lahan. Tak hanya itu, masyarakat juga semakin tergerus moral dan nilai-nilai budayanya, sehingga dalam membangun sarana pariwisata mengesampingkan adat dan budaya serta kepercayaan yang dimiliki oleh masyarakat Bali. Praktisi Pertanian Unwar, IB Komang Mahardika, sempat mengatakan sinergi antara pariwisata dengan pertanian masih jauh panggang dari api. Pertumbuhan pariwisata yang menghasilkan devisa miliaran dolar AS cenderung memarjinalkan sektor pertanian. “Pariwisata dan pertanian selama ini belum bersinergi dengan baik. Bahkan sebaliknya lahan pertanian dirubah menjadi fasilitas pariwisata. Padahal, untuk membuat lahan pertanian perlu berpuluh-puluh tahun,” ujarnya. Menurutnya, industri pariwisata dan

sektor pertanian selama ini terus saling menyalahkan. Polemik itu terjadi akibat tidak adanya aturan yang jelas. Untuk itu, Dia mendorong pemerintah untuk memasukan sinergi antara pariwisata dan pertanian dalam sebuah aturan yang jelas. “Para petani sesungguhnya mampu menghasilkan produk berkualitas untuk pariwisata, namun problem utama bukan itu, tapi bagaimana mendistribusikan hasil-hasil yang diperoleh pariwisata agar dinikmati petani, sehingga mereka bisa bertahan di sektor itu. Karena itu diperlukan regulasi yang jelas,” sebutnya. Sementara Anggota Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI), Nyoman Kandia menyatakan, ketimpangan ekonomi dan sektor pertanian dengan pariwisata yang belum bersinegi menjadi masalah besar yang dihadapi Bali. Namun demikian, masalah tersebut dapat teratasi dengan pengembangan desa wisata. “Pengembangan desa wisata dapat memadukan sektor pertanian sebagai basis ekonomi masyarakat Bali dengan sektor

pariwisata. Ini dapat menjadi solusi yang sangat efektif untuk mengatasi masalah ketimpangan ekonomi. Sebab, pengembangan desa wisata akan memberikan dampak langsung secara ekonomi ke masyarakat desa,” tegasnya. Diterangkan, desa wisata merupakan salah satu implementasi wujud dari kosep kepariwisataan. Di mana manusia merupakan subjeknya, masyarakat yang menghasilkan budaya. Jadi masyarakat yang menghasilkan budaya itulah yang harus menjadi utama dalam kegiatan kepariwisataan. “Itu yang harus jadi sasaran sehingga kepariwisataan mempunyai fungsi untuk pemerataan pembangunan dalam rangka ikut mengentaskan kemiskinan,” pungkasnya. Ditambahkan, pengembangan wisata desa akan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Seperti, memanfaatkan perangkat desa sebagai manajemen, mengkemas rumah penduduk menjadi penginapan, memanfaatkan hasil pertanian lokal untuk memenuhi kebutuhan wisatawan serta program lainnya. l Parwata

MBP/dok

Kolaborasi antara sektor pariwisata dengan pertanian belum terjalin dengan baik. Justru pesatnya kemajuan pariwisata menimbulkan alih fungsi lahan.

38 14 - 20 November 2016


A KT I V I TA S made urip - Komitmen anggota MPR-RI Drs. I Made Urip, M.Si. untuk menstransfer pemahaman 4 Pilar Kebangsaan bagi seluruh lapisan masyarakat di Bali terus berlanjut. Kali ini anggota DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu kembali mensosialisasikan 4 pilar penyangga kehidupan berbangsa dan bernegara, turun bersama Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Nurcahyadi, bersama dua narasumber I Wayan Dika Sumantra dan I Wayan Gunadi di Wantilan Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Tabanan, Senin (31/10) MBP/ist

SOSIALISASI - Anggota MPR-RI Drs. I Made Urip, M.Si. kembali menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan secara maraton di Kabupaten Tabanan. Setelah di Desa Lalanglinggah, Selemadeg Barat, sosialisasi berlanjut di Banjar Adat Carik Padang, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Kamis (27/10). Kehadiran Made Urip langsung memberikan pemaparan 4 Pilar Kebangsaan yang dihadiri ratusan krama banjar beserta ibu PKK dan Sekaa Teruna-Teruni (STT) Banjar Carik Padang dengan dua narasumber yang juga kader lumutan PDI-P di Tabanan, I Wayan Gunadi dan I Wayan Dika Sumantra. MBP/ist

MBP/ist

PILAR KEBANGSAAN - Anggota MPR-RI Drs. I Made Urip, M.Si. kembali road show menyosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan secara maraton yang kali ini dipusatkan di Bale Genta Winangun Banjar Mekayu, Desa Lalanglinggah, Selemadeg Barat, Tabanan, Rabu (26/10). Kehadiran anggota DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu dihadiri ratusan masyarakat dari dua banjar, yakni Banjar Mekayu dan Yeh Bakung yang diterima Bendesa Adat Yeh Bakung Made Darma Darsana bersama Ketua PAC PDI-P Selemadeg Barat I Ketut Sukabrata.

MBP/ist

PROPERTI HARMONI - Bila kita berbicara tentang bisnis vila, hal ini identik dengan modal besar. Untuk itulah pelaku bisnis ini dimonopoli oleh orang-orang yang bermodal besar. Melihat fenomena ini, saya I Gede Dermawan merasa tertantang untuk mencari solusi bagaimana caranya agar banyak orang bisa menjadi pemilik vila. Dengan modal keberanian saya mendirikan PT Pengembang Properti Harmonis dengan brand Harmonis Land.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan. 14 - 20 November 2016

39


AKTIVITAS

MBP/ist

SEMINAR UNWAR - Universitas (Unwar) Denpasar, Jumat (28/10) menggelar seminar nasional bertajuk ‘’Tata Kelola Lingkungan Kepariwisataan Terintegrasi Berbasis Budaya’’. Seminar diikuti 140 peserta dari unsur mahasiswa dan dosen Unwar, Poltek Bali, Wira Wacana Sumbawa dan Akbid Kartini Bali. Wakil Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali I Ketut Sugihantara memberi apresiasi atas kegiatan akademik ini untuk memberi warna pembangunan kepariwisataan Bali.

MBP/ist

WABUP KLUNGKUNG - Wakil Bupati (Wabup) Klungkung I Made Kasta beserta rombongan SKPD terkait, melaksanakan kunjungan kerja ke Pemkot Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/10). Rombongan diterima Wakil Wali Kota Bogor Ir.Usmar Hariman didampingi Asisten II Bidang administrasi Pemerintahaan, H. Ari Mustofa beserta jajaran SKPD Pemkot Bogor di gedung Paseban Sri Baduga Balai Kota Bogor.

40 14 - 20 November 2016

MBP/ist

BEM UNWAR - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Warmadewa (Unwar) melakukan pengabdian masyarakat di Desa Sangketan, Penebel, Tabanan, Sabtu dan Minggu (30/10). Pengabdian masyarakat dibuka Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana didampingi Wakil Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Prov. Bali, Ketut Sugihantara.

MBP/ist

BRC 2016 - Pencanangan Buleleng “Bebas Sampah Plastik” dengan sendirinya mendorong minat warga untuk melakukan pengolahan sampah menajdi bahan yang berguna. Untuk membuka ruang kompetisi sekaligus menjadi wadah edukasi kepada pelajar dalam mengolah sampah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Buleleng menggulirkan Buleleng Recycle Carnaval (BRC) 2016 Sabtu (29/10) akhir pekan lalu di lapangan Taman Kota Singaraja.


MBP/ist

BUPATI TABANAN - Perjalanan spiritual di Pura Penataran Ped yang dirangkaikan dengan kegiatan sosial berupa pengobatan sekala niskala oleh Yayasan Siwa Murti di Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, MBP/ist

SMK PENERBANGAN - SMK Penerbangan Cakra Nusantara sebagai pelopor pendidikan formal di bidang penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan di Bali, berkomitmen untuk meregenerasi, meningkatkan dan menciptakan generasi muda yang Unggul, Tangguh, Mandiri. Oleh karena itu setiap aspek yang mendukung komitmen tersebut haruslah ditingkatkan. Salah satunya adalah aspek ilmu teknologi yang setiap waktu berkembang, selain itu teknologi tidak pernah lepas dari dunia penerbangan.

Kabupaten Klungkung Sabtu (29/10) menyimpan kesan mendalam bagi Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Pasalnya, seorang dadong atau nenek dari desa setempat yang kebetulan ikut menjadi peserta pengobatan niskala dengan gemas memeluk dan mencium Bupati Eka yang kebetulan menjadi Ketua Dewan Yayasan Siwa Murti.

MBP/ist

SUKMAWATI - Sikap berani seorang srikandi Indonesia yakni Sukmawati Sukarno dalam membela Pancasila dan nama baik Proklamator Bung karno ditunjukkan saat melaporkan Habib Riziq (Imam Besar Front Pembela Islam) ke Bareskrim Mabes Polri di Jakarta. Didampingi pengurus teras DPP PNI Marhaenisme Sukmawati Sukarno melaporkan dugaan pelecehan simbol negara yakni Pancasila dan Proklamator Presiden Bung Karno, yakni berdasarkan rekaman video Habib Rizieq yang marak beredar terkait Pancasila Sukarno VS Pancasila Piagam Jakarta.

MBP/ist

PKK GUWANG - Kabupaten Gianyar kembali meraih prestasi tingkat nasional. Kali ini lewat keterampilan ibuibu PKK Desa Guwang, Kecamatan Sukawati dalam mengolah berbagai kreasi cipta menu non beras, berhasil meraih juara 1 katagori Kreasi Beragam dalam lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman berbasis Sumber Daya Lokal. Lomba ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pangan Se-dunia ke 36, yang dipusatkan di Kabupaten Boyolali Jawa tengah (29/10).

14 - 20 November 2016

41


A KT I V I TA S

MBP/ist

BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos, Sabtu (29/10) memberikan pengarahan kepada 1.789 kelompok masyarakat di Badung calon penerima dana hibah pada anggaran Perubahan APBD Badung tahun 2016, di Ruang Sidang Uttama Gosana, Kantor DPRD Badung, Puspem Badung. Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta menegaskan bahwa penggunaan dana hibah harus sesuai dengan yang dibantu (by name by dress).

MBP/ist

UNMAS - BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Mahasaraswati ( Unmas) Denpasar untuk keempat kalinya menggelar Law Faculty Festival (LFF) BEM FH Unmas. LFF 2016 dibuka Rektor Unmas, Dr. Drs. I Made Sukamerta,M.Pd. didampingi para wakil rektor. LFF Unmas 2016 diisi dengan saresehan bertajuk ‘’ Membangun idealism pemuda sebagai penyangga jati diri bangsa’’.

MBP/ist

MBP/ist

TELKOMSEL - Sebagai upaya menyediakan wadah bagi anak muda untuk berkreasi dan berekspresi di bidang musik, Telkomsel menggelar LOOP Musik di SMAN 1 Gianyar. Festival pentas seni musik yang melibatkan para pelajar setingkat SMP dan SMA ini juga digelar di 49 kota lainnya hingga akhir Oktober 2016 ini.

42 14 - 20 November 2016

PERTAMINA - Sebagai bentuk rasa syukur atas penerimaan konsumen dan masyarakat terhadap produk LPG non subsidi Pertamina serta ajang apresiasi untuk mitra dan stakeholders yang telah memberikan support dalam pemasaran produk LPG non subsidi Pertamina khususnya Bright Gas di Provinsi Bali, PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region V Jatim Balinusa menggelar acara malam apresiasi dan penghargaan Bright Gas Celebration dan Awarding Night pada hari Jumat (28/10) di Aston Hotel, Bali.


MBP/ist

MGPSSR - Warga Pasemetonan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) diminta meningkatkan persatuan, kesatuan dan rasa persaudaraan. Warga Pasek diminta ikut berperan aktif dalam pembangunan. Hal ini disampaikan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dihadapan pengurus pasemetonan MGPSSR se-Kabupaten

MBP/ist

IIK MEDIKA PERSADA - Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Yayasan Bunga Bali, di Jalan By Pass Ida Bagus Mantra, pada Sabtu (29/10). Dalam kesempatan tersebut, IIK memberikan bantuan alat kesehatan dan sembako kepada para tuna daksa. dr. Lanang Rudiartha, Wakil Rektor III IIK Medika Persada Bali men-

Badung, di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung,

gatakan, kegiatan PKM merupakan rangkaian kegiatan

Minggu (30/10).

menyambut Dies Natalis IIK Medika Persada Bali yang I.

MBP/ist

PNB - Dalam rangka membangun sinergi dan merancang mekanisme kolaborasi antar P3M dan UP2M, Politeknik Negeri Bali (PNB) bersama Piliteknik Negeri di Indonesia, Minggu (30/10) menggelar workshop, di Hotel Sovereign, Tuban. Dengan mengambil tema, “kolaborasi potensi P3M dan UP2M menuju Politeknik Indonesia yang profesional dan berdaya saing global�, workshop ini diikuti sebanyak 25 Politeknik Negeri di Indonesia.

MBP/ist

K3S BADUNG - Aksi sosial Ketua K3S Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta terus berlanjut. Sabtu (29/10), Ny. Giri Prasta yang didampingi Ny. Kristiani Suiasa, Ny Kompyang R Swandika serta rombongan lainnya, mengunjungi kediaman Ni Ketut Lempung (70), warga Banjar Selat, Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi. Ni Ketut Lempung adalah warga miskin yang mengalami gangguang kesehatan kulit gatal hingga melepuh, dan juga gangguan pengelihatan 14 - 20 November 2016

43


A KT I V I TA S

MBP/ist

WALI KOTA DENPASAR - Kota Denpasar sebagai kota metro dalam melaksanakan pembangunan tentunya menghadapi berbagai tantangan. Tantangan-tantangan tersebut seperti kependudukan, keamanan dan kekumuhan harus dapat diselesaikan dengan melakukan berbagai program dan pengawasan. Hal ini diungkapkan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka Rapat Kerja Sabha Upadesa sekaligus melantik Sabha Upadesa tingkat kecamatan, Sabtu (29/10) di Bali Handara, Buleleng.

MBP/ist

TEMU ALUMNI - Ratusan alumni Program Studi Pendidikan Bahasa dan Daerah FPBS IKIP PGRI Bali, Minggu (30/10) mengikuti temu alumni dan seminar bertajuk’’ Meraih sukses dengan modal Bahasa Indonesia dan daerah’’. Acara temu alumni juga dihadiri Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd., PR I Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si., dan PD II Drs. Dewa Putu Juana, M.Pd.

MBP/ist

NIRMALA GROUP - Pimpinan dan staf Nirmala Group, Senin (31/10) melakukan bakti sosial berupa kunjungan ke Panti Asuhan Semara Putra di Klungkung. Baksos dipimpin Presiden Direktur Nirmala Group Made Sujana dan diterima pengelola panti Made Gunasih. Menurut Made Sujana, kunjungan ke panti asuhan kali ini dilakukan serangkaian HUT ke-14 Nirmala Group, yakni perusahaan yang kini memiliki divisi dengan seribu orang karyawan.

44 14 - 20 November 2016

MBP/ist

OJK - Tahun 2016, bagi industri perbankan Indonesia merupakan tahun yang cukup sulit dibandingkan tahuntahun sebelumnya. Buktinya OJK pun harus mengkoreksi pertumbuhan kredit perbankan yang awalnya di target tumbuh 10 persen – 11 persen di akhir tahun ini, menjadi 7 persen – 9 persen. Sedangkan berdasarkan data yang dirilis OJK dalam Statistik Perbankan Indonesia (SPI) per Agustus perbankan Indonesia hanya mampu tumbuh 4,04 persen dan industri BPR tumbuh 6,23 persen.


MBP/ist

BUPATI KARANGASEM - Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, Kamis (27/10), mendampingi 625 nelayan dari 224 kelompok nelayan di Karangasem. Para nelayan itu tahun ini menerima converter kit untuk peralihan mesin nelayan dari sebelumnya menggunakan bahan bakar minyak (BBM) menjadi mesin bahan bakar gas (BBG). Penyerahan bantuan converter kit secara simbolis itu dilakukan Dirjen Migas Kemen ESDM, Prof. Dr. IGN Wiratmaja Puja, di balai masyarakat Jasri.

MBP/ist

ARYA SENTONG - Istana Mancawarna Tampaksiring menjadi simbol persatuan tokoh-tokoh muda Hindu di Bali, khususnya dari berbagai trah (soroh). Setelah dihadiri oleh penglingsir dari pasemetonan maupun dadia dari trah arya, surya, pasek, bendesa, senggu, bujangga dan lainnya, beberapa saat lalu Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menerima audiensi Pengurus Paiketan Pasemetonan Trah Shri Arya Sentong.

SENATOR WEDAKARNA - Sikap konsistensi sosok Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang merupakan senator termuda dari Bali akan ideologi menjaga adat Bali tetap dijalankan tanpa pengaruh dan intervensi dari sikap politik pragmatis. Itu terekam dalam pidato Dr. Arya Wedakarna (AWK) saat menghadiri pengukuhan pengurus STT dan Banjar Adat Anyar Kuta.

BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan bantuan sebesar Rp 908.200.000 untuk pemugaran Pura Khayangan Dalem Panglan, Desa Adat Kapal, Kelurahan Kapal, Selasa (1/11). Penyerahan bantuan ini bertepatan dengan upacara Ngingsirang/Nuntun Ida Batara di Pura Khayangan Dalem Panglan.

14 - 20 November 2016

45


HIBURAN

Zayn Malik

Alami Gangguan Makan

P

enyanyi Zayn Malik mengungkapkan pernah mengalami gangguan makan saat masih berada dalam grup One Direction. Penyanyi “Piilowtalk” itu mengungkapkan itu di buku barunya. “Saya merasa tidak punya kontrol apa-apa dalam hidup, kecuali makanan, jadi saya mengontrolnya.” Zayn melanjutkan, “Berat badan saya turun banyak sekali dan saya jatuh sakit. Pekerjaan yang menumpuk dan ritme hidup di jalan ditambah tekanan dan ketegangan atas apa yang terjadi dalam band telah berpengaruh buruk pada kebiasaan makan saya.” “Saat saya melihat fotofoto dari sekitar November 2014, sebelum tur terakhir, saya bisa melihat seberapa sakit saya waktu itu,” katanya seperti dilansir Ace Showbiz. “Sesuatu yang saya tidak pernah bicarakan di depan umum bahwa saya mengalami gangguan makan.” l kmb MBP/rtr

46 14 - 20 November 2016


Tiga Tarian Nusantara Tarik Perhatian di Acapulco SEBANYAK tiga tarian Nusantara, yakni Rantak, Jaipong, dan Rejang, yang ditampilkan kelompok Grupo Tari Bali berhasil menarik perhatian penonton Festival La Nao 2016 yang diadakan di Fuerte de San Diego, Kota Acapulco, Meksiko. “Sekitar 200 orang memadati Fuerte de San Diego menikmati aneka sajian multibudaya yang ditampilkan,” demikian Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Meksiko Febby Fahrani kepada Antara London, belum lama ini. Pertunjukan tari Nusantara tampil bersama dengan musik tradisional dari Argentina, tari floklor dari Meksiko, dan musik perkusi dari Kolombia. Festival yang berlatar belakang perjalanan Kapal La Nao ke Acapulco pada era abad ke-16 itu, memperingati kejayaan perjalanan kapal tersebut serta memperkenalkan secara langsung budaya negara-negara yang dilalui Kapal La Nao yang turut mewarnai budaya masyarakat Acapulco. Kepala Kanselerai KBRI untuk Meksiko Serikat Aji Setiawan mengatakan

tentang partisipasi Indonesia dalam festival yang telah diadakan selama 10 kali itui. Indonesia pernah menjadi Negara Tamu Festival La Nao pada 2013 Aji Setiawan kepada Wali Kota Acapulco Jesus Evodio Velazquez Aguirre mengatakan penampilan tarian Indonesia mewakili keragaman budaya Asia yang dibawa Kapal La Nao pada masanya. Selain tampil di Fuerte de San Diego, benteng yang sekaligus musium sejarah Kota Acapulco, kesenian Indonesia juga ditampilkan di hadapan civitas academica Universitas Americana Acapulco (UAA) dengan Tari Rantak menutup Seminar Beasiswa Indonesia di UAA, yang diadakan KBRI dengan Kantor Pariwisata (Secretaria de Turismo) Kota Acapulco. Seminar dibuka Sekretaris Pariwisata Acapulco Alejandro Gonzalez Molina dan Rektor UAA Mario Mendoza Castaneda, dihadiri Wali Kota Acapulco. Wali Kota Evodio Velazquez menyambut baik tawaran beasiswa Pemerintah Indonesia kepada pemuda Acapulco. Menuntut ilmu di Indonesia merupakan

kesempatan baik bagi pemuda Acapulco untuk menimba ilmu dan membuka wawasan. Febby Fahrani mewakili KBRI Mexico City menyampaikan mengenai beasiswa Darmasiswa dan manfaat mengikuti program beasiswa di Indonesia dalam seminar yang dihadiri sekitar 180 civitas academica UAA tersebut. Kepada mahasiswa UAA, disampaikan informasi mengenai Indonesia. Alumni Darmasiswa dari Meksiko, Graciela Lopez dan Jessica Gamez, menyampaikan informasi mengenai alasan dan cerita pengalaman mengikuti Darmasiswa di Indonesia dan menjadi duta Darmasiswa di Meksiko. “Rasa cinta mereka akan Indonesia yang mulai tumbuh saat mengikuti Darmasiswa di Indonesia diharapkan semakin menumbuhkan minat kalangan seni Meksiko untuk mengenal Indonesia melalui partisipasi dalam Darmasiswa,” ujar Laksi Pensosbud KBRI Mexico City. l kmb

Nicholas Saputra

Festival Film Tempat Berdialog FESTIVAL film adalah tempat untuk berdialog antara para pembuat film dan penontonnya dari seluruh dunia. “Kalau buat saya, ini tempat sharing, berdialog melalui medium film,” kata aktor Nicholas Saputra di sela-sela Festival Film Internasional Tokyo (TIFF) ke-29, belum lama ini. Menurut Nicho, banyak hal yang bisa didapat melalui festival, misalnya pengetahuan tentang budaya atau sejarah suatu negara yang terangkum dalam satu film. Saat ditanya film dari negara mana yang ingin ditontonnya, pemeran Rangga dalam film Ada Apa Dengan Cinta itu mengatakan, ia ingin melihat film-film dari Arab Saudi.

“Saya mau tahu, bagaimana kehidupan di Arab Saudi itu,” ujarnya. Sementara itu, hingga hari keempat pelaksanaan TIFF, Nicho mengaku belum banyak menonton filmfilm yang tayang di festival tersebut karena ia fokus untuk menghadiri sesi tanya jawab tentang film yang dibintanginya “Someone’s Wife in The Boat of Someone’s Husband”. Film garapan sutradara Edwin tersebut terpilih untuk tayang di TIFF melalui program Crosscut Asia #03: Colorful Indonesia. “Mungkin weekend ini (nonton) karena kemarin banyak sesi Q&A (tanya jawab),” ujarnya. l kmb

MBP/ant

Nicholas Saputra 14 - 20 November 2016

47


PROPERTI

48 14 - 20 November 2016


”Broker” Properti Ditantang Jual Produk

L

esunya penjualan produk properti (rumah dan tanah) merupakan tantangan bagi para broker meningkatkan gereget penjualan. Ayu Andira, salah seorang agen pemasaran properti, belum lama ini mengungkapkan selain daya beli lesu persaingan yang ketat antarbroker juga menuntut profesionalisme tinggi pebisnis broker. Strategi pemasaran online yang selama ini ampuh juga tak selalu berbuah hasil. Karena itu broker juga melibatkan larangan perantara untuk layanan pemcarian produk properti baik oleh pemodal dalam maupun luar negeri. Dia optimis fluktuasi bisnis properti ke depan akan membaik dan peran broker properti sangat diharapkan. Karena guna memberikan layanan yang kompetensi legalitas broker sangat penting. Sebab belakangan maraknya penipuan dan kasus broker ilegal telah mencoreng image positif jasa broker yang sesungguhnya. Umumnya broker legal bernaung di bawah asosiasi profesi yang diakui pemerintah. Ini sangat diperlukan dalam kompetisi global dan ampuh menangani persoalan yang terjadi antara broker dan pengguna jasa. Sebelumnya, spekulan properti Agustinus menyampaikan, bisnis broker potensial karena memudahkan pemodal mendapatkan produk properti untuk investasi. Namun demikian, kehati - hatian para pengguna jasa tetap diperlukan agar tak mudah ditipu. Dia menilai broker lokal lebih berpeluang karena mereka lebih paham akan situasi dan kondisi lahan maupun produk properti yang dijual atau yanh disewakan. Selain itu, fee broker yang menjanjikan bila usaha ini sukses bisa mendatangkan manfaat optimal bagi para pelaku jasa.

MBP/dok

Properti Murah Di sisi lain, saat ini produk properti murah bertebaran digeber para pebisnis agar cepat laku. Hal ini bukan karena produk yang dijual tak berkualitas namun lebih kepada upaya agar roda usaha dapat terus berputar. Salah seorang pelaku

bisnis properti, Agustinus mengatakan pada dasarnya tak ada properti Bali jatuh. Sektor properti Bali tetap berkibar. Terbukti, harga dasar lahan makin menggila. Terutama di kawasan radius kota/zone pariwisata harga-harga lahan maupun perumahan elite makin melangit. ‘’Namun demikian perlu disadari seiring fluktuasi bisnis padat karya dan modal ini terjadi akibat situasi ekonomi nasional yang belum pulih pasca mengalami perlambatan 2015 silam. Imbasnya kini masih kami rasakan dengan melesunya penjualan,’’ katanya. Menurutnya, pasar jadi selektif untuk menggunakan uang mereka karena inflasi yang cukup tinggi. Imbasnya untuk membeli produk properti pun mereka masih wait and see. Namun demikian, katanya, bukan berarti sebagian konsumen tak punya keberanian menangkap peluang yang ada. Sejumlah properti murah yang dilempar pebisnis dengan sigap disikat (dibeli) sebagian investor. Mereka berkeyakinan, seperti pepatah habis gelap terbitlah terang, begitu pula bisnis properti saat ini yang lagi lesu, namun diyakini beberapa tahun ke depan akan kembali booming. ‘’Dasarnya dari prediksi tersebut adalah kebutuhan akan rumah maupun produk properti lainnya makin pesat dan tak tergantikan, sehingga ketika didukung daya beli yang baik maka saatnya nanti para pebisnis menuai untung,’’ jelasnya. Sebelumnya, praktisi bisnis properti, Dr. Dewa Putu Selawa menyampaikan, strategi bisnis berbasis efisiensi perlu diterapkan dalam kondisi penjualan yang melesu. ‘’Kecuali itu inovasi dan peningkatan kualitas produk adalah hal mutlak untuk mampu menciptakan produk yang berbeda dibandingkan pesaing,’’ katanya. Dengan dukungan marketing yang handal, lanjutnya, niscaya roda usaha properti masih bisa berputar walaupun tak sekencang 2012 -2014 silam ketika bisnis properti berada di posisi booming. l Gunawan 14 - 20 November 2016

49


TRADISI

BPM/dok

Krama Banjar Bongan, Tabanan berebut uang dalam tradisi masuryak yang digelar rutin tiap hari raya Kuningan.

’’Masuryak’’ di Bongan

Antarkan Roh Leluhur ke Surga

M

asuryak, sebuah tradisi unik di Kabupaten Tabanan. Tradisi itu digelar saat hari raya Kuningan atau sepuluh hari setelah Galungan. Krama Hindu di Desa Pakraman Bongan, Tabanan rutin melaksanakan tradisi masuryak setiap enam bulan sekali. Tradisi yang dilakukan secara turun-temurun ini bertujuan untuk mengantarkan roh leluhur kembali ke surga. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 wita sampai dengan sekitar pukul 11.00 wita. Tradisi ini diawali dengan persembahyangan di merajan dilanjutkan di Pura Khayangan Tiga. Setelah itu tradisi masuryak pun dimulai. Seluruh keluarga besar melangsungkan persembahyangan di merajan memohon keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Begitu juga kepada para leluhur yang

50 14 - 20 November 2016

berada di rumah sejak hari raya Galungan hingga Kuningan. Masuryak kemudian dilanjutkan dengan membawa segala perlengkapan upacara seperti banten atau sesajen ke depan pintu masuk rumah masing-masing. Selanjutnya, para pemangku atau yang dituakan melantunkan doa-doa yang ditutup dengan masuryak. Masing-masing keluarga memberikan bekal berupa uang logam mapun kertas. Uang tersebut dilemparkan ke udara kemudian disambut warga lainya. Anak-anak maupun orang dewasa pun berebut saling dorong untuk mendapatkan uang. Suasana masuryak semakin semarak dengan penampilan barong ngelawang yang turut serta mengiringi tradisi ini. Wakil Bendesa Adat Desa Pakraman Bongan Puseh I Made Arya Sutamba yang ditemui di sela-sela pelaksanaan tradisi ma-

suryak pada hari raya Kuningan Sabtu (17/9) lalu, mengatakan tradisi masuryak merupakan tradisi turun-temurun yang ada di banjarnya. “Masuryak bertujuan mengantarkan roh leluhur kembali ke surga. Karena sebelumnya yakni pada hari raya Galungan para leluhur berada di rumah. Setelah sepuluh hari tepatnya di hari raya Kuningan kami antarkan leluhur kembali ke surga. Kami antar dengan suka cita bergembira dengan bersorak sambil melemparkan uang ke udara yang diperebutkan banyak orang,” tandasnya. Besarnya uang yang digunakan dalam masuryak bervariasi tergantung kemampuan ekonomi warga. “Tradisi ini sudah ada sejak Agama Hindu ada di Bali, dan kami gelar setiap enam bulan sekali,” jelasnya. l Dewi Puspawati


161 |14 - 20 November 2016

Denpasar Rancang Subak Lestari RP 20.000


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 161 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu