159 |31 Oktober - 6 November 2016
Ekspor Produk Kayu Terganjal SVLK
RP 20.000
DAFTAR ISI OPINI lDemokrasi Tanpa Isu SARA 6 BALI SEPEKAN lLaporkan Dugaan Pungli Warga Datangi Polres 7 LAPORAN UTAMA l Ekspor Produk Kayu Terganjal SVLK 8
l Cegah “Illegal Logging” 9 l Bahan Baku Terbatas 10 l Mekanisme Rumit Limbah Kerajinan pun Diaudit 11 POLITIK lBeras Bulog untuk Pilkada? 16 lBenahi Manajemen Pariwisata Nasional 17 KIPRAH REMAJA l Keindahan Bahari Nusa Penida dalam Mural 18 MANCANEGARA l Usaha Mengakhiri Konflik Ukraina 20 DAERAH l Ikon Nusa Lembongan
LENSA l Liburan 26
OLAHRAGA l Foxes Berduka 27 PENDIDIKAN l Puluhan Guru Kontrak Disebar
ke Luar Kecamatan Buleleng 32
BIROKRASI l Dua Tahun Pemerintahan Jokowi
Ekonomi Sulit 36
PARIWISATA l Ketika Lama Tinggal Wisatawan di Bali Turun
Berharap Imbas dari ”Sport Tourism” 38
Jembatan Kuning Ambruk 22
TRADISI l Serangkaian Usaba Gumang, Prosesi Mabiasa,
”Temu Kangen” Ida Batara Catur Desa 46
HIBURAN l Ita Purnamasari
Kangen Manggung 48 31 Oktober - 6 November 2016
3
DARI PEMBACA
Pengelolaan SMA/SMK S
ebagai orangtua siswa, saya berharap perpindahan pengelolaan SMA/ SMK dari kabupaten /kota ke Provinsi Bali memberi manfaat yang lebih jelas dalam pengelolaan dunia pendidikan. Perpindahan ini juga setidaknya memberikan harapan agar biaya pendidikan untuk anak-anak kami bisa lebih murah. Artinya, perpindahan ini lebih memberikan fasilitas pembelajaran yang lebih lengkap kepada siswa. Saya juga berharap agar dana-dana yang ada untuk pendidikan orientasinya jangan hanya untuk kesejahteraan guru dan tunjangan kepala sekolah. Selama ini, kami sebagai orangtua sudah tahu betul penghasilan guru sudah sangat memadai. Sertifikasi guru yang diberikan pemerintah, saya juga belum rasakan memberikan manfaat yang lebih maksimal dalam pembelajaran. Untuk itu, ke depan saya berharap ada profesionalisme yang terukur dalam dunia pendidikan. Guru-guru juga harus menjaga citra profesi dengan tidak menjadikan dunia pendidikan sebagai lahan bisnis dengan beragam dalih. Selama ini buku-buku bahan ajar juga masih menjadi beban orang tua siswa. Untuk itu, reformasi total dalam dunia pendidikan agar dijabarkan dengan menjadikan pendidikan murah dan berkualitas. Drs. I Dewa Ngurah Suwitrayasa Denpasar, Bali
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana Sugiartha Redaksi Dira Arsana, Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Diah Dewi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada, . Bangli: Ida Ayu Swasrina, Sosiawan. Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
31 Oktober - 6 November 2016
4
Berantas Pungli, Mungkinkah?
P
raktik pungutan liar (pungli) kini dibidik. Pelakunya pun diisyaratkan langsung dipecat. Pernyataan perang terhadap pungli yang dilontarkan Presiden Joko Widodo memberi harapan segar lahirnya birokrat bersih dan sistem layanan publik yang transparan. Isyarat presiden ini pun berhembus kencang. Sejumlah kepala daerah dan jajaran Kepolisian juga ikut menyatakan perang terhadap praktik pungli. Menyikapi hal ini, Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat seminggu belakngan ini. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon kepada responden. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, dominan responden menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah memberantas pungli. Tercatat 79,02 persen responden menyatakan setuju dan mendukung pemerintah langsung memecat pelakunya. Responden menilai pungli telah menjadi budaya birokrat yang selama ini jarang tersentuh. Praktik pemerasan terselubung dengan imbalan pecepatan proses dan kemudahan administrasi ini nyaris terjadi di semua lembaga pelayanan publik. Sayangnya, rakyat dan pengusaha sebagai korban pungli juga jarang mengadu. Rakyat, menilai itulah sistem yang berlaku pada massanya. Kini, dengan langkah nyata pemerintah menangkapi dan memecat
birokrat pungli, responden yakin gerakan ini akan berhasil. Pemerintah juga diingatkan agar transparan kepada warganya dalam pengurusan berbagai syarat administrasi baik untuk kepentingan usaha, sekolah termasuk bekerja. Di lain pihak, 17,69 persen responden mengaku pesimis gerakan ini akan berhasil. Masalahnya baik pengawasan dan pelaku praktik pungli selama ini nyaris satu jaringan. Bahkan, sistem pungli pun nyaris sudah menjadi kesepakatan bersama sehingga alurnya pun jelas. Ironisnya praktik pungli berlangsung bertahun-tahun dan tak tersentuh. Responden mengatakan gerakan ini berpotensi gagal jika pemerintah tak membenahi model pengawasan internal di masing-masing institusi. Selama ini, pengawasan internel melibatkan orang dalam sehingga ada kesan ragu, rikuh dan malas mengambil langkah tegas terhadap sistem pungli di institusinya. Hal lain, perang terhadap pungli tak akan efektif jika calo masih gentayangan. Sering kali praktik pungli ini melibatkan calo yang berkoneksi dengan birokrat pemegang kuasa terhadap layanan publik. Sementara itu, 3,29 persen responden mengaku belum bisa memberikan sikap terkait hal ini. Selain gerakannya belum masif, sistemnya pun belum jelas. Responden menilai, pungli tak bisa hanya ditindak dengan menangkapi pelakunya
melainkan harus ada pembenahan sistem dan mentalitas birokrat. Responden berharap pemberantasan pungli ini harus dijabarkan oleh birokrat dan ada ruang bagi rakyat untuk mengadu langsung ke pihak berwenang. l Dira Arsana
31 Oktober - 6 November 2016
5
5
opini
Demokrasi Tanpa Isu SARA
Demokrasi bersifat mulia, karena demokrasi bertujuan mensejahterakan. Demokrasi adalah moralitas karena dalam demokrasi prinsip kebebasan, keseteraan dan bersaudaraan terkandung di dalamnya. Pemilu adalah tempat bersemayamnya roh demokrasi. Sehingga dalam pemilu (baca:Pilkada Serentak 2017) seharusnya asas Luber dan Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil) patut kita jaga untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita.
I
su SARA pada Pilkada Serentak 2017 pada akhir-akhir minggu ini hangat dibicarakan. Diskusi di media ramai memperbincangkannya. Aksi saling lapor pun tidak terhindarkan. Kegaduhan yang terjadi dikhawatirkan mengancam Pilkada serentak yang aman dan damai. Menanggapi maraknya isu SARA menjelang Pilkada serentak 2017, Ketua Komisi Pemilihan Umum Juri Ardiantoro mengingatkan para kandidat calon kepala daerah dan tim pendukungnya untuk tak mengeksploitasi isu terkait SARA untuk kepentingan apapun. Isu SARA sangat berpotensi memunculkan kegaduhan dan konflik horizontal di masyarakat. Seharusnya isu SARA seperti itu tidak ada lagi jika kita menjiwai semangat sumpah pemuda. Sumpah pemuda adalah puncak sejarah kesadaran dan semangat Nasionalisme akan ke-Indonesiaan kita yang dikumandangkan pada tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah pemuda merupakan roh pemersatu Nusantara yang menjadi roda penggerak semangat pemersatu menuju tujuan bersama mencapai Indonesia Merdeka dari cengkraman kolonialisme. Bercerita sejarah sumpah pemuda (dikutip dari Victor Silaen, 2015) mulai dari Jalan Kramat 106 Jakarta, pada tanggal 28 Oktober 1928 para pejuang pemuda saat itu mengumandangkan sumpah yang kemudian kita kenal sebagai Sumpah Pemuda. Sejak itu berdirilah organisasi-organisasi baru. Di Bandung, para pemuda yang tergabung dalam kelompok studi umum mendirikan organisasi Jong Indonesia pada 20 Februari 1927. Organisasi ini dimotori oleh Mr Sunario, RM Joesoepadi Ganoehadiningrat, Soegiono, dan Mr Sartono. Ke-
6
Oleh I GN Agung Darmayuda
mudian berdiri pula Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927, dengan tokoh utamanya Ir Soekarno, serta Permoefakatan Perhimpoenan-Perhimpoenan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) pada 17 Desember 1927. Sebelumnya berdiri Tri Koro Dharmo (Tiga Tujuan Mulia) pada 7 Maret 1915 dengan motor utama Satiman Wirjosandjojo. Lalu Jong Sumatranen Bond pada 9 Desember 1917 dengan tokoh utama Tengkoe Mansoer, Muhammad Anas, Abdul Moenir Nasution, Kamun, dan Muhammad Amir. Sementara di Belanda sendiri Indische Vereeniging berubah menjadi Indonesische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia) pada 1 Maret 1924 dengan tokoh utama Mohammad Hatta. Akan halnya Tri Koro Dharmo, pada kongres pertama di Solo, 12 Juni 1918, berubah menjadi Jong Java. Momentum Hari Sumpah Pemuda tahun ini yang bertepatan dengan pelaksanaan tahapan Pilkada Serentak 2017 tentu memiliki makna tersendiri untuk menjiwai semangat merawat demokrasi. Merawat Demokrasi dengan semangat sumpah pemuda perlu disemai disetiap sanubari insan bangsa, agar tidak terjebak pada kepentingan sesaat. Kesadaran itu terpatri pada setiap perhelatan pemilu atau pilkada yang merupakan pengejawantahan proses demokrasi. Kalau kita melihat kebelakang saat awal-awal masa reformasi saat dilangsungkannya pemilu legislatif, pemilu presiden maupun pilkada, semangat kebebasan saat itu sering lepas kontrol sehingga tak jarang berujung pada anarkis. Semangat kebebasan yang diterjemahkan dalam setiap tindakan sebagai bagian dari demokrasi sering kali berujung bentrok demi memperjuangkan kepentingan sesaat. Demokrasi saat itu cenderung disalah artikan sebagai kebebasan tanpa aturan sehingga saat itu muncul istilah Demo Crazy. Tindakantindakan anarkis saat itu justru mencederai demokrasi itu sendiri. Perjalan demokrasi kita merupakan perjalanan sejarah kebangsaan kita yang merupakan eksperimen demokrasi kita. Seiring berjalannya waktu rupanya kesadaran
masyarakat mulai meningkat. Pelaksanaan pemilu-pemilu akhir-akhir ini sudah sangat jarang adanya gesekan-gesekan yang mengarah tindakan anarkis. Pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014, Pemilu Presiden 2015, kemudian Pilkada serentak 2015 kejadian anarkis yang mengkawatirkan hampir tidak ada. Sungguh menunjukan kedewasaan cara berdemokrasi kita telah dibuktikan oleh Bangsa Indonesia. Namun walaupun demikian kewaspadaan harus tetap kita jaga. Gesekan yang mengarah kepada SARA sangat mudah meletup bila kita tidak dewasa menyikapinya. Isu SARA sering digunakan sebagai senjata ampuh untuk memenangi persaingan tentu sangat jauh dari semangat Demokrasi itu sendiri. Demokrasi harus dirawat sehingga berdaya menghadapi ini dengan momentum sumpah pemuda sebagai pilar penyangga keberlangsungannya. Semangat sumpah pemuda adalah landasan terjadinya integrasi nasional yang terbangun sampai saat ini merekat kesadaran sebagai satu bangsa. Integrasi nasional dapat berjalan seiring dengan kebebasan rakyat secara politik. Suatu saat Indonesia bisa menjadi Negara maju yang disegani sekaligus menjadi Negara yang dewasa berpolitik. Kualitas demokrasi kita terus kita tingkatkan dengan menyemai semangat sumpah pemuda secara terus menerus melalui berbagai cara sesuai jamannya. Apabila hal ini kita lakukan demokrasi kita semakin modern, sekaligus integrasi kita sebagai bangsa semakin kuat dengan semangat sumpah pemuda 28 Oktober 1928. Dengan semangat sumpah pemuda semua orang memiliki hak yang sama dalam berdemokrasi. Latar belakang identitas tertentu tidak bisa membatasi seseorang untuk dapat menjadi kepala daerah. Betapa moderennya demokrasi kita jika perdebatan yang muncul jelang Pilkada adalah adu ide dan adu program ketimbang mengandalkan hal-hal bersifat identitas primordial. Mari kita sukseskan dan kita kawal Pilkada Serentak 2017 dengan semangat sumpah pemuda sehingga menjadikan warisan Demokrasi yang indah dan moderen untuk generasi berikutnya. Indahnya Demokrasi tanpa isu SARA dan kekerasan. Penulis, Komisioner KPU Kota Denpasar
31 Oktober - 6 November 2016
6
BALI SEPEKAN
PDAM Kesulitan Buka Jaringan Baru PDAM Gianyar sudah memperoleh pendapatan hingga Rp 3 miliar setiap tahunnya. Meski pemasukan sudah demikian besar, namun 55.640 pelanggan di Kabupaten Gianyar tetap tidak bisa memperoleh pelayanan prima. Kondisi ini terjadi karena sejumlah kendala yang dialami PDAM Gianyar. Direktur Utama (Dirut) PDAM Gianyar, Made Sastra Kencana, Senin (17/10),
menjelaskan pemasukan yang diperoleh PDAM Gianyar setiap tahunnya memang cukup besar. Meski demikian, PDAM Gianyar tetap belum bisa maksimal dalam memberikan pelayanan salah satunya akibat kesulitan membuka jaringan baru. ‘’Jaringan baru ini seharusnya dibangun dengan pemotongan sedikit badan jalan. Namun, ini sangat sulit kami laku-
kan terlebih tidak ada koordinasi dengan Dinas PU baik itu kabupaten, provinsi, atau pusat,’’ ungkapnya. Dikatakan, sejak lama pihaknya sudah berupaya membangun koordinasi dan kerja sama dengan Dinas PU, bahkan hal ini sudah dikomunikasikan dengan pusat. Namun hingga kini belum ada balasan dari pihak terkait. l Manik Astajaya
Ular Berkaki Empat Gegerkan Warga Pendem
MBP/dgk
Laporkan Dugaan Pungli
Warga Datangi Polres
Dugaan pungli dalam pengurusan sertifikat prona 2015 di Buleleng, semakin terbuka. Menyusul, warga Desa Alasangker beramai-ramai mendatangi Polres Buleleng. Puluhan warga ini ingin menyampaikan adanya dugaan pungli yang dilakukan oleh aparat desa setempat. Warga membawa bukti rekaman berbentuk kepingan CD melapor ke SPKT Polres Buleleng, Senin (17/10). Keluhan warga bermula ketika mengurus prona dikenakan biaya tambahan Rp 300 ribu per orang. Masyarakat Desa Alasangker sempat bertanya terhadap biaya tambahan mengurus prona. Laporan dan saksi berdasarkan bukti 144 warga desa yang sudah mengurus sertifikat prona tahun 2015. “Dalihnya untuk dipakai biaya administrasi. Kan
kita tahu bersama kalau mengurus sertifikat prona gratis atau tidak dipungut biaya. Sudah terjadi sejak tahun 2015 lalu. Warga mengurus sertifikat prona ada 144 orang. Ada biaya tambahan administrasi Rp 250 ribu per sertifikat dan biaya patok kisaran Rp 50 ribu, kalau ditotal sampai Rp 300 ribu per orangnya,” ujar Ketut Sandiarta, perwakilan warga. “Kami sudah terima laporan warga mengenai pungli sertifikat prona. Mereka ada yang dipungut dana Rp 250 ribu – Rp 500 ribu per orang. Laporan ini akan kami tindak janjuti. Kasat Reskrim sudah kami arahkan memeriksa kasus ini,” ucap Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si. l Dewa Kusuma
SEEKOR hewan melata mirip ular berkaki empat gegerkan warga Kelurahan Pendem, Kecamatan, Jembrana, Senin (17/10). Hewan tersebut ditemukan di rumah I Ketut Sukarta (49), warga setempat. Sukarta menemukan hewan itu ketika dirinya hendak olahraga. Ia sempat terkejut melihat hewan tersebut. Tetapi setelah dilihat secara seksama, dirinya semakin terkejut karena hewan mirip ular itu terlihat aneh. Di badan hewan bersisik itu terdapat empat kaki. Bahkan saat didekati, ular itu lari menggunakan kakinya. Karena penasaran, Sukarta menangkap hewan kecil itu dan menaruhnya di ember plastik. Secara kasat mata, panjang hewan melata itu sekitar 20 cm dan berwarna hitam kecoklatan. Drh. I Gusti Putu Suasnawa, dokter hewan yang juga pecinta reptil mengaku belum bisa memastikan jenis hewan apa yang ditemukan itu. Apakah termasuk jenis ular atau kadal. Namun, dari ciri-ciri yang didapati, panjang tubuh, jarak antarkaki depan dan belakang, ia menduga hewan itu adalah ular. l Surya Darma 31 Oktober - 6 November 2016
7
7
LAPORAN UTAMA
Ekspor Produk Kayu Terganjal SVLK
MBP/wan
Bali juga mengekspor rumah jadi dengan sistem knock-down. Dengan berlakunya FLEGT, ekspor rumah ini pun harus memenuhi ketentuan SVLK.
P
er 15 November tahun 2016, produk kayu Indonesia yang diekspor ke Uni Eropa harus memenuhi ketentuan-ketentuan yang disyaratkan di dalam Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT). Suatu ketentuan yang dibuat dan diberlakukan di negara-negara Uni Eropa untuk semua jenis produk yang terbuat dari kayu. Sementara di Indonesia, aturan yang dibuat tentang legalitas kayu, harus memiliki Sertifikasi Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). “SVLK ini nanti akan dipadukan dengan FLEGT. Jika tidak punya SVLK, ya tidak bisa ekspor ke negara itu. Tapi kalau negara di luar Eropa, masih bisa,” kata Ketut Dharma Siadja, Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indoensia (Asephi) Bali. Sebelumnya, para eksportir yang tidak memiliki SVLK masih bisa melakukan ekspor ke negara tersebut. Namun dengan adanya peraturan baru ini, mau tidak mau para eksportir harus memiliki SVLK. Sebanyak 130-an anggota Asephi Bali, 50-an di antaranya adalah pengusaha
8
dengan menggunakan bahan baku kayu dalam produknya, seperti furniture, kipas dari kayu, barang-barang kerajinan, tas kayu, dll. Bahan baku kayu lebih banyak didapatkan dari Bali sendiri, di antaranya kayu sengon (albesia). Kayu lain yang biasa digunakan yang didatangkan dari luar Bali seperti kayu jati, pinus, kayu suar dan kayu mahegoni. Dari 50-an anggota itu, 30 di antaranya merupakan eksportir. Anggota yang tidak mengurus SVLK karena ada yang sebagai produsen saja, tidak melakukan ekspor. Ada juga yang tidak mengurus karena penjualannya hanya di dalam negeri. Sedangkan jumlah eksportir barang-barang dari kayu, pihaknya belum memiliki data yang valid terkait anggota yang telah memiliki SVLK. Namun, salah satu alasan yang diungkapkan anggotanya enggan mengurus SVLK karena mahal dan banyak persyaratan yang harus dipenuhi. “Mungkin karena banyaknya persyaratan ini sehingga tidak bisa dipenuhi,” ungkapnya. Pihaknya pun mendorong anggotanya agar memiliki SVLK dengan mengajukan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan
(Disperindag). Dari Disperindag pun dapat membantu terutama anggota dari IKM (industry kecil dan menengah) dalam pengurusan SVLK dengan cara berkelompok. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Ni Wayan Kusumawathi, S.H., M.Si. mengatakan, produk yang harus memiliki SVLK adalah komponen rumah jadi dan kerajinan. “SVLK tidak semua kena, ada beberapa HS saja yang kena,” ujarnya. Ia menyebutkan, ada 67 eksportir produk kayu yang memiliki V-legal artinya telah semua eksportir di Bali memiliki SVLK. Sertivikasi V-Legal merupakan pembinaan di hilir dalam rangka peningkatan daya saing. Sedangkan langkahlangkah yang telah dilakukan di hulu pada pengerajin yaitu pembinaan, pendampinan. “Ada 80 perajin yang sudah difasilitasi, 19 perajin difasilitasi penuh. Difasilitasi dalam arti pendampingan dan pembiayaan untuk mendapatkan V-legal,” jelasnya. SVLK sangat penting untuk produkproduk yang diekspor ke Uni Eropa. Para perajin dalam mendapatkan sertifikasi, mendapatkan pendampingan dari pemerintah. “Setelah pembinaan dilakukan, baru kita mulai untuk mendapatkan SVLK ke lembaga sertifikasi, bukan ke dinas. Dinas hanya mendampingi dan memfasilitasi,” tegasnya. Pihaknya mengaku melakukan upaya agar para perajin siap dalam mengikuti sertifikasi karena menurutnya semua perajin ingin maju dengan memiliki sertifikat. “Itu penting dalam rangka peningkatan daya saing,” ujarnya. Sebelumnya, para perajin mengeluhkan biaya untuk mendapatkan SVLK dengan alasan mahal. Hal itu kemudaian disampaikan pada saat rapat di pusat sehingga pemerintah pun mengeluarkan dana untuk pendampingan dan fasilitasi. “Itu ada anggarannya,” tandasnya. Kendalanya, kelompok perajin yang didampingi terkadang belum siap mengikuti sertifikasi sehingga pihaknya melakukan pembinaan lagi. l Citta Maya
31 Oktober - 6 November 2016
8
Cegah “Illegal Logging” JUMLAH pelaku industri yang bergerak dalam bidang pengolahan kayu di Kabupaten Bangli selama ini cukup banyak. Kendati demikian, hanya sedikit dari mereka yang sudah mengantongi sertifikat Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, tercatat baru dua kelompok perajin yang sudah mengantongi sertifikat SVLK. Kabid Perindustrian Disperindag Bangli Ketut Sadia didampingi Kasi Evaluasi dan Pelaporan Putu Sarkaya menjelaskan, SVLK kini menjadi sebuah kewajiban yang harus dipenuhi oleh para pelaku usaha industri kayu untuk bisa menjual produknya. Terutama, untuk bisa menembus pasar ekspor. Aturan ini sudah diberlakukan oleh pemerintah sejak beberapa tahun terakhir. Tujuannya adalah untuk mencegah dan menekan terjadinya illegal logging. “Adanya SVLK ini pada dasarnya tujuannya adalah untuk mencegah terjadi pencurian kayu. Dengan sudah memiliki sertifikat SVLK ini, maka kayu yang dijadikan bahan baku kerajinan jelas karena sudah melalui sertifikasi, ” terangnya. Dijelaskan Sarkaya, untuk bisa mendapatkan sertifikat SVLK ini, ada sejumlah mekanisme yang harus dilalui. Pelaku industri kayu yang ingin mendapat sertifikat ini terlebih dahulu mengajukannya ke Disperindag Bangli untuk selanjutnya diproses di Provinsi. Oleh provinsi, nantinya akan diturunkan tim khusus untuk melakukan verifikasi terhadap asal usul kayu yang digunakan sebagai bahan baku kerajinan. “Apakah bahan bakunya menggunakan kayu hutan atau bagaimana, ini dicek asal usulnya oleh tim independen,” ujarnya. Sukarya mengatakan, waktu yang dibutuhkan untuk proses verifikasi ini cukup lama, sekitar tiga bulanan. Tak hanya itu, untuk bisa mendap-
MBP/swarina
Kerajinan sanggah dari Bangli. Bahan baku untuk pembuatan sanggah ini kebanyakan dari kayu ketewel (nangka) dan kayucempaka.
atkan sertifikat SVLK perajin juga diharuskan mengeluarkan sejumlah biaya. Diakuinya, biaya yang harus dibebankan kepada perajin cukup mahal antara Rp 20 hingga 50 juta rupiah, tergantung kapasitas produksinya. Menurut Sukarya, tingginya biaya yang harus dikeluarkan para pelaku industri kayu untuk bisa mendapatkan sertivikat SVLK menjadi salah satu penyebab minimnya minat mereka untuk mengurus SVLK. Di samping juga karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya sertivikat SVLK. Sukarya mengatakan, agar jumlah pelaku industri di Bangli yang men-
gantongi SVLK bertambah banyak, Pemkab Bangli selama ini diakuinya baru bisa sebatas memberikan sosialisasi ke para pelaku industri kayu. Sementara untuk pemberian subsidi, dikatakan Sukarya, belum bisa. “Kita terus lakukan sosialisasi dengan harapan agar semua pelaku industri yang bergerak dalam bidang pengolahan kayu bisa ikut sertifikasi SVLK. Walaupun sekarang hanya memenuhi pasar lokal, tapi siapa tahu ke depannya ada permintaan dari pasar ekspor, sehingga bisa langsung siap melakukan pengiriman,” imbuhnya. l Swasrina 31 Oktober - 6 November 2016
9
9
LAPORAN UTAMA
MBP/san
Perajin jukung di Pantai Yeh Gangga, Tabanan. Mereka menghadapi kendala keterbatasan bahan baku kayu.
Bahan Baku Terbatas
S
aat ini belum banyak pelaku industri kecil menengah (IKM) yang bergerak di sektor pengolahan kayu di Tabanan memiliki Sertifikat Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Selain kendala SVLK, perajin di daerah ini juga terbentur keterbatasan bahan baku kayu. Kepala Disperindag Tabanan, IB Made Wirawan, mengungkapkan saat ini di Disperindag Tabanan tercatat hanya tiga unit usaha yang mengantongi sertifikat SVLK dari 231 unit usaha industri kayu. Unit usaha tersebut bergerak di bidang pembuatan rumah knock down dan mebel tempat sembahyang yang merupakan salah satu komoditi yang diekspor Kabupaten Tabanan saat ini. Sementara itu, unit usaha industri kayu di Tabanan terdiri atas usaha penggergajian kayu dengan jumlah usaha 153 unit, industri kerajinan ukiran dari kayu bukan mebel mencapai 55 unit usaha dan industri furnitur dari kayu mencapai 21 unit usaha. Selain itu, terdapat juga industri wadah dari kayu 1 unit usaha dan industri barang bangunan dari kayu sebanyak 1 unit. Sementara total keseluruhan IKM yang bergerak di segala sektor usaha tercatat di Disperindag Kabupaten Tabanan mencapai 752 unit, dengan mempekerjakan 6.382 orang tenaga kerja. Wirawan melanjutkan, terhadap IKM yang belum mengantongi SVLK pihaknya terus melakukan sosialisasi di lapangan dan mengarahkan agar bergabung membentuk kelompok yang tujuannya untuk menghemat biaya dalam pengurusan SVLK
10
karena memang untuk pengurusan sertifikat tersebut cukup mahal. Terlebih para pelaku usaha kerajinan kayu yang belum kantongi SVLK ini dominan merupakan kalangan usaha kecil dengan orientasi pasar domestik. ‘’Faktor pangsa pasar yang menyasar dalam negeri ini yang menjadi alasan keengganan pengusaha untuk mengurus SVLK. Sebab, SVLK memang difokuskan pada produk kayu yang diekspor,’’ ujarnya. Sementara itu, realisasi nilai ekspor Januari - September hasil indsutri kayu dalam bentuk furnitur produksi IKM Kabupaten Tabanan mencapai total Rp 9.500.000.000, dengan pangsa pasar Alaska, Turki, Yunani, Australia dan Jepang. Di sisi lain nilai ekspor periode sama dalam bentuk rumah jadi total mencapai Rp 3.500.000.000 dengan pangsa pasar Thailand dan Taiwan. Selain masalah SVLK, perajin kayu di Tabanan juga menghadapi kendala keterbatasan bahan baku kayu. Hal ini salah satunya dirasakan perajin jukung (perahu tradisional) di Banjar Yeh Gangga Desa Sudimara Tabanan. Salah satu pengrajin jukung, Nyoman Suamba memaparkan, dirinya melanjutkan pekerjaan ayahnya. Dulu sebelum menjadi pengrajin, ia bekerja serabutan. “Tidak ada yang cocok sampai akhirnya meneruskan usaha bapak membuat jukung,” ujarnya. Permintaan jukung yang ia kerjakan tidak sebatas untuk dipakai nelayan saja. Tetapi, ada juga permintaan jukung untuk wisata. Setiap harinya ia mendapatkan dua sampai tiga pesanan. Tidak hanya jukung kayu,
Suamba juga mendapatkan pesanan jukung dari fiber. “Tetapi jukung fiber tidak sekuat jukung kayu. Tidak cocok juga dipakai melaut di Pantai Yeh Gangga,” ujarnya. Saat ini selain kekurangan tenaga, pihaknya mengaku kesulitan mendapatkan bahan baku yaitu bambu berkualitas sehingga sering diganti dengan paralon. Sementara untuk bahan baku utama jukung, Suamba menggunakan kayu waru. “Kayu Waru juga sulit didapat, terutama yang berbentuk bengkok. Saat ini harganya mahal bisa Rp 6 juta per pohon,” tuturnya. Perajin lainnya, I Nyoman Windia (65) telah menggeluti pekerjaan menjadi perajin jukung selama 28 tahun. Bahan dasar untuk membuat jukung yang digunakan Windia adalah kayu ganggangan. Untuk satu buah perahu dengan ukuran standar yakni dengan panjang 9 meter, Windia mematok harga Rp 10 juta hingga Rp 12 juta. Harga tersebut tentu tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan Windia serta kemahiran tangan Windia yang mampu menciptakan karya yang luar biasa tersebut. Ke depannya, Windia berharap agar pemerintah dapat membantu sedikit kekurangannya tersebut untuk dapat meneruskan usaha pembuatan perahu yang kini tinggal satu-satunya di Banjar Yeh Gangga. Saat ini pun peminat perahu Windia tidak hanya berasal dari Banjar Yeh Gangga, melainkan juga banyak dari Soka, Klecung, dan Lalanglinggah. l Wira Sanjiwani
31 Oktober - 6 November 2016
10
Mekanisme Rumit
Limbah Kerajinan pun Diaudit SEJAK awal disosialisasikan hingga mulai diterapkan per 2016 ini, ternyata hingga kini penerapan SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) di Kabupaten Gianyar masih tergolong minim. Kondisi ini terjadi lantaran rumitnya mekanisme memperoleh SVLK. Sementara Disperindag menyebutkan, pemerintah pusat sedang berupaya melakukan penyederhanaan terhadap persyaratan SVLK. Salah seorang pengrajin dan eksportir, Wayan Balika mengaku sudah memiliki SVLK sejak Agustus 2014. Ia pun tidak menampik mekanisme memperoleh SVLK cukup rumit, karena mewajibkan memasukan data audit terkait kayu yang digunakan, dari tempat memperoleh, penggunaan hingga pemanfaatan limbah kayu sisa kerajinan. “Kelengkapan datanya memang sangat detail terkait kayu yang digunakan, sebagai bukti hasilkera-
jinan kita legal,” terangnya. Dari pemenuhan data yang rinci tersebut, ia tidak menampik rekan seprofesinya belum semua bisa memperoleh SVLK. Alhasil, mereka yang belum memiliki SVLK harus mengirim hasil kerajinan melalui eksportir yang sudah memiliki SVLK. “ Kalau awal saya mengurus dulu, di Bali saja hanya ada 17, mungkin sekarang sudah bertambah, “ tandasnya. Kadisperindag Gianyar I Wayan Suamba mengungkapkan, mereka yang memiliki SVLK di Kabupaten Gianyar kini tercatat sebanyak 22 perajin atau koperasi. “Proses mengurus SVLK ini memang cukup rumit. Tetapi hasil koordinasi saya ke pusat kemarin, ini sedang disederhanakan lagi, sehingga nanti para perajin tidak terbebani,” ucapnya. Dikatakannya, tanpa SVLK ini para perajin tidak bisa mengekspor hasil
kerjainan ke negara yang menerapkan SVLK, seperti sejumlah negara di seputaran benua Eropa, Amerika dan Australia. “ Sebenarnya LSM di negara-negara yang menerapkan SVLK ini mengeluhkan pemerintah mereka yang menerapkan sistem ini, sebab mereka sendiri membutuhkan kerajinan kita,” bebernya. Suamba pun menduga, penerapan sistem ini oleh sejumlah negara maju sebenarnya hanya taktik menjatuhakn Indonesia dalam persaingan kerajinan kayu. “ Ini hanya taktik persaingan negara maju. Tapi berganti pemerintah, negara-negara tersebut tidak menutup kemungkinan sistem ini berubah, “ katanya seraya menambahkan, hasil kerajinan kayu Gianyar tetap bisa diekspor ke negara lain yang tidak menerapkan SVLK. l Manik Astajaya
MBP/dok
Kabupaten Gianyar paling terkenal sebagai penghasil aneka kerajinan dari bahan kayu. Sayangnya, baru 2 perajin di daerah ini yang mengantongi SVLK. 31 Oktober - 6 November 2016
11
AKTIVITAS
MBP/ist
UNHI – Dalam rangka melepas 294 orang calon wisudawan yang terdiri dari wisudawan Program S-1 sebanyak 242 orang, S-2 sebanyak 47 orang dan S-3 (doktor) 5 orang, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) menggelar upacara Majaya-jaya di Pura Maha Widya Mandira, Kampus Unhi Denpasar, Minggu (16/10). Upacara yang di-puput oleh Ida Pedanda Istri Raka dari Geria Mundeh Kesiut Kawan, Kerambitan, Tabanan itu dihadiri oleh seluruh civitas akademika Unhi dan seluruh calon wisudawan.
MBP/ist
DIKSA - Sejak 17 tahun silam setelah lebar-nya Ida Pedanda Istri Oka, praktis di Geria Gde Timbul Selat, Kecamatan Selat, Karangasem tidak lagi ada pedanda. Baru pada Saniscara Pon Pahang yang bertepatan dengan rahina Purnama Kapat, digelar upacara padiksan (dwi jati) dari salah satu pangelingsir geria yang memiliki nama welaka Ida Ayu Ngurah (55). Hal tersebut disampaikan Prawartaka Karya Ida Bagus Oka Gunastawa di sela-sela prosesi upacara, Sabtu (15/10).
DHARMA BAKTI – Paruman sulinggih tahun ini digelar di Balai Gajah, Puri Gede, Amlapura, Kamis (13/10). Dari 50 sulinggih yang diundang sebanyak 41 pandita lanang-istri yang hadir. Saat itu, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri mengharapkan para sulinggih terus-menerus, tanpa merasa lelah melakukan dharma baktinya melayani, mengayomi, dan membina umat, khususnya umat Hindu di Karangasem.
MBP/ist
DPRD KARANGASEM Gara-gara terlambat disetor ke DPRD Karangasem, ranperda dan nota keuangan APBD-P itu dibahas secara lembur. Hal itu memaksa siding digelar dari siang hingga malam hari. Demikian disampaikan Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi, S.E., M.Si., Rabu (19/10) usai memimpin siding dewan, mendengarkan jawaban Bupati IGA Mas Sumatri. MBP/ist
12
31 Oktober - 6 November 2016
SEMINAR INTERNASIONAL - Seminar internasional tentang kebijakan terhadap kerja sama internasional antara perguruan tinggi (PT) dipusatkan di Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar. Senin (17/10) seminar menghadirkan narasumber internasional. Mereka adalah Prof. Hunsa Punnapaayak dari Chulongkom University Thailand, Prof. Seung Wook Kim dari Korsel, Prof. I Wayan P. Windia dan Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. dari Unud dan Undwi, serta Anton Muhbiddin dari Unawaha.
MBP/ist
MBP/ist
MBP/ist
FELICE JEWELLERY – Felice Jewellery kembali menggelar pameran perhiasan emas dan berlian mulai Jumat (14/10) hingga Senin (17/10). Pameran dilaksanakan di Business Center, Hotel Aston, Jl. GatotSubroto, Denpasar. Setelah sukses dengan promo sebelumnya, kali ini kembali ada hadiah istimewa berupa handphone android yang akan diberikan kepada pelanggan yang membeli cincin Black Diamond Solitaire 1 karat.
AERO PARK – Diawali dengan Charity With The Star yang dilaksanakan Sabtu (15/10) pukul 13.00 Wita, yakni pemberian 100 paket sembako kepada 100 masyarakat kurang mampu di dua desa yakni Desa Keramas dan Desa Medahan, Inflight Restaurant By The Sea pertama di Indonesia siap Take Off. Hal ini disampaikan Budi Gautama dan I Made Abdi Negara selaku pendiri sekaligus Owner Keramas Aero Park di lokasi, Jalan By-pass Ida Bagus Mantra Km 28, Keramas, Gianyar, Kamis (13/10).
MBP/ist
SMAPAN – Siswa SMAN 8 Denpasar (Smapan), Mawariska Kartika Putri (XI-IPS-1) sukses meraih juara II lomba Video Blog tingkat nasional. Lomba diadakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI bertajuk “Sehari Mejadi Menteri” dengan tema Indonesia “Tanpa Pekerja Anak”. Piala, plakat dan piagam kebanggaan diserahkan Mawariska saat apel bendera, Senin (17/10) lalu kepada Kepala SMAN 8 Denpasar Drs. Ida Bagus Ngurah, M.Si., bersamaan dengan sejumlah prestasi lainnya. 31 Oktober - 6 November 2016
13
A KT I V I TA S
MBP/ist
PPNI BALI - Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Bali berlangsung di Desa Wisata Kertalangu, Kesiman, Minggu (16/10). Pada pengurus DPW PPNI Bali yang baru ini, I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes. terpilih menjadi Ketua DPW PPNI Provinsi Bali masa bakti 2016-2021.
MBP/ist
WALI KOTA DENPASAR - Surat Keputusan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra terkait Rahina atau hari khusus berbahasa Bali bagi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Perusahaan Daerah Kota Denpasar hingga sekolah, mulai diterapkan. Dalam surat keputusan tersebut, sebagai penguatan dan pelestarian bahasa Bali ditetapkan hari Rabu, Purnama dan Tilem sebagai Rahina Mabasa Bali. Pembukaan Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar, Rabu (19/10) di Graha Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, mengawali Rahina Mabasa Bali di lingkungann Pemkot Denpasar.
14 31 Oktober - 6 November 2016
MBP/ist
BPPD BALI - Meskipun sering memenangkan banyak anugerah pariwisata dunia dan mencatat 22,76 persen pertumbuhan di tahun 2016 (Januari hingga Agustus), Bali tetap konsisten untuk terus berpromosi. Kamis (6/10) lalu di Jakarta, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali mengundang puluhan business partner Jakarta untuk makan malam bersama sambil mendapatkan informasi terkini tentang destinasi di Bali, konektivitas penerbangan, atraksi wisata baru, hotel dan restoran yang sedang populer diminati wisatawan.
MBP/ist
JAGA KEBERSIHAN - Kebersihan lingkungan termasuk menjaga kebersihan sungai-sungai di Kota Denpasar, menjadi konsentrasi dan komitmen Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Beberapa kawasan sungai telah mendapatkan sentuhan program penataan, seperti di kawasan Sungai Tagtag Lumintang, Sungai Bindu Kesiman, Sungai Pengembak Sanur, hingga kawasan bantaran Sungai Badung di Jalan Taman Pancing. Dari program ini, Wali Kota Rai Mantra memiliki mimpi besar dalam keberlanjutan program pembangunan kota khusunya membawa kawasan hulu dan hilir sungai menjadi kawasan yang bersih.
MBP/ist
MBP/ist
BUPATI BADUNG - Setelah sebelumnya menyerahkan dana bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan bedah rumah/peningkatan kualitas rumah sehat tahun 2016 di Kecamatan Petang dan Abiansemal, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa dan Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta kembali menyerahkan bantuan serupa kepada masyarakat yang masuk kategori Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Kecamatan Mengwi, Senin (17/10), bertempat di GOR Mengwi.
PPNSB - Program perlindungan sosial yang dicanangkan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, yang merupakan implementasi Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB), akan memberikan jaminan sosial bagi krama Badung dalam seluruh siklus kehidupan dari lahir, hidup, mati. Bantuan peningkatan kualitas rumah sehat dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS) adalah bagian dari program perlindungan sosial tersebut.
MBP/ist
MBP/ist
YAYASAN TTB - Setelah sukses menyelenggarakan Pemilihan Teruna Teruni Bali (TTB) sebagai satu–satunya Duta Wisata Indonesia yang diakui oleh Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO), Yayasan Teruna Teruni Bali bersama Teenagers Project Indonesia, Jakarta menggelar acara Seleksi Putra Putri Sekolah Ajeg Bali (PPAB) untuk kedelapan kalinya. Tujuan dari digelarnya PPS ini untuk menemukan generasi muda sebagai Duta Pendidikan Bali. Demikian ungkap Luh Putu Wisma Aprianti (Ketua Panitia PPS Bali ke-8 Tahun 2016).
BRI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (Kanca) Denpasar Gatot Subroto (Gatsu) menggelar undian hadiah Simpedes semester I/2016 periode Maret hingga Agustus 2016 di Pasar Agung Peninjoan, Denpasar, Rabu (19/10) . Peserta yang berhak mengikuti program ini adalah nasabah Simpedes BRI Kanca Denpasar Gatsu. 31 Oktober - 6 November 2016
15
POLITIK
Beras Bulog untuk Pilkada?
K
ampanye Pilkada belum bergulir. Namun, kandidat mulai melakukan persiapan logistik untuk kampanye. Tak tanggung-tanggung, untuk kampanye dalam Pilkada Buleleng, kandidat memesan beras Bulog 10 ton. Beras ini pun diakui Partai Golkar. Pengiriman 10 ton beras Bulog yang dititipkan di rumah warga Dusun Karang Sari, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, mulai menunjukan titik terang. Ternyata beras premium itu ditujukan kepada Dewa Nyoman Sukrawan. Bakal calon bupati Buleleng itu mengakui, bahwa beras tersebut dibeli Partai Golkar. Dewa Nyoman Sukrawan, Senin kemarin mengatakan, beras Bulog yang dikirim ke wilayah Gerokgak itu adalah beras premium untuk kepentingan kampanye Partai Golkar. “Itu beras kami beli di Bulog dan resmi. Beras itu untuk acara Golkar. Iya memang untuk itu (acara safari kesehatan-red). Ya namanya kampanye pasti saja kami memberi sesuatu,” kata dia. Sementara itu Ketua DPD Partai Golkar Buleleng Putu Singyen berjanji akan mengupayakan dokumen kelengkapan beras yang mengundang kegelisahan di tengah masyarakat tersebut. Kiriman beras Bulog tidak hanya di Kecamatan Gerokgak, juga dilakukan di kecamatan lain di Buleleng. Seluruh beras tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat dalam rangka menyambut HUT Partai Golkar akhir bulan ini. Sekretaris DPD Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry juga menyatakan hal senada. “Iya, itu beras dibeli dari Bulog. Rencananya diberikan kepada masyarakat dalam rangka HUT Golkar di Kabupaten Buleleng,” ujarnya. Ketika ditanya soal dokumen pendukung beras itu, Sugawa mengaku diselesaikan oleh staf yang ditugaskan. Namun dirinya tidak menyebut secara rinci siapa staf yang dimaksud. Sementara mengenai tempat untuk menyimpan beras itu di rumah warga, menurutnya, sudah diatur oleh kader Partai Beringin
16
MBP/dok
di kecamatan. “Tentang tempat, yang mengatur adalah kader di kecamatan sesuai dengan kondisi ketersediaan tempat di lapangan,” jelasnya. Kepala Gudang Bulog Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt Gusti Bagus Muliawan, menjelaskan, pada Sabtu lalu atasannya menugaskan untuk memfasilitasi pengiriman beras bulog ke Desa Banyupoh. Dari informasi itu, beras bulog sebanyak 10 ton dikirim dari Bulog di Kediri (Tabanan) sekitar pukul 13.00 wita. Mendapat perintah itu, dia kemudian menunggu dan truk akhirnya tiba di Seririt. Sopir truk kemudian diantarkan untuk menuju lokasi penitipan beras di Desa Banyupoh. Dari dokumen surat jalan dia melihat bahwa beras
itu ditujukan kepada Dewa Nyoman Sukrawan. Sedangkan dokumen transaksi jual beli tidak bisa ditunjukkan oleh sopir truk. Melihat dokumen itu, Muliawan kemudian berusaha menghubungi pihak penerima seperti yang tertera pada surat jalan. Oleh penerima kemudian diminta untuk menitipkan di rumah warga di Dusun Karang Sari, Desa Banyupoh. “Kalau di gudang kita di Tangguwisia tidak ada beras komersial. Hanya ada di Bulog Tabanan. Saya lihat di surat jalan beras itu dikirm kepada Dewa Sukrawan dan saat saya hubungi disuruh menitipkan di rumah warga di Banyupoh,” katanya. l Tim MBP
31 Oktober - 6 November 2016
16
Benahi Manajemen Pariwisata Nasional Pariwisata nasional belum dikelola secara terkoordinasi. Masih terjadi beda persepsi dalam mengelola, kebijakan pariwisata secara lintas instansi. Bahkan saat ini ada dua masalah serius yang harus ditangani secara politik dan profesional di lintas kementerian dan departemen terkait dalam mengelola kebijakan pariwisata nasional. Pandangan itu dipaparkan Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali Dr. I Gusti Kade Sutawa. Bahkan, ia secara khusus menyatakan penolakannya atas usulan peninjauan kebijakan bebas visa. ‘’Indonesia masih memerlukan kebijakan ini,’’ tegasnya. Ia menegaskan komponen pariwisata Bali menolak usulan agar kebijakan bebas visa ditinjau ulang. Saat ini, kata dia sebenarnya ada dua masalah strategis yang sering dilupakan pemerintah. Pertama blue print pembangunan pariwisata hingga ke daerah tak jelas. Yang kedua manajemen kepariwisataan, termasuk di dalamnya kebijakan bebas visa belum sinkron. ‘’Ini termasuk dari manajemen kepariwisataan yang tidak singkron antara Kemeterian Pariwisata dengan kementrian lainnya termasuk DPR. Kebijakan bebas visa hemat saya harus tetap dipertahankan. Indonesia masih butuh wisatawan,’’ ujarnya. Ia berharap politisi ikut mencermati
visi pariwisata negara lain dipahami semua lini. ‘’Saat ini di Indonesia pemahaman pariwisata tak sama. Ini perlu disingkaronisasi. Visi pemerintah juga harus visa legislatif, plus pemerintah segera membentuk Indonesia Tourism Board. Saat ini hanya ada gabangan industri tanpa melibatkan pemerintah. ‘’Mestinya pemerintah terlibat dalam hal ini dengan indikator ada pendanaan dan melibatkan semua steakholder,’’ tegasnya. Sebelumnya Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah meninjau ulang Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa karena berdampak negatif terhadap keamanan, ekonomi dan kebudayaan dalam negeri. Namun, usulkan ini dimintakana komentar kepada komponen masyarakat Bali, mereka menyatakan penolakannya. Kebijakan bebas visa merupakan bentuk lain dari strategi membangun kepariwisataan nasional. ‘’Kami berkali-kali secara lugas menyampaikan dalam rapat kerja bersama Menteri Pertahanan, Menteri Luar Negeri, BIN dan Panglima TNI agar masalah bebas visa dikaji ulang karena dampaknya sangat negatif terkait masalah ekonomi, apalagi keamanan dan budaya,” kata Hidayat di ruang kerjanya di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, baru baru ini.
Ia menekankan kebijakan bebas visa kunjungan ke Indonesia untuk 169 negara tidak respirokal atau timbal balik karena orang Indonesia harus membuat visa jika akan mengunjungi negara lain yang bebas visa datang ke Tanah Air. “Ini tidak resiprokal. Dalam hubungan antara negara ada timbal balik. Kalau kita memberikan bebas visa untuk warga Tiongkok harusnya kita juga bebas visa ke sana,” katanya. Ia menimpali, “Ini kondisi yang merugikan Indonesia secara materi, martabat, keamanan negara dan budaya.” Petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap pemerintah bisa melakukan moratorium sambil mengevaluasi kebijakan bebas visa. “Sebaiknya dicabut dulu, semacam moratorium, untuk dikaji mana yang perlu bebas visa, bebas visa bersyarat, dan mana yang tidak bisa diberikan,” katanya. Ia pun menilai bahwa kebijakan bebas visa memang bisa mendatangkan banyak turis, namun mereka yang berkunjung hanyalah dari kalangan berbiaya rendah atau backpackers. “Kalau tujuannya memperbanyak turis, ya memang banyak, tapi kelasnya cuma backpackers atau bahkan ada yang jadi tenaga kerja dan merugikan Indonesia,” demikian ujar Hidayat Nur Wahid. l Dira Arsana/Hardianto 31 Oktober - 6 November 2016
17
17
KIPRAH REMAJA
MBP/ist
Siswa SMA Negeri 1 Nusa Penida membuat mural di tembok sekolah untuk memperingati Bulan Bahasa.
Keindahan Bahari Nusa Penida dalam Mural
D
alam memeriahkan bulan bahasa yang jatuh tiap bulan Oktober ini, SMA Negeri 1 Nusa Penida menggerakkan siswa untuk mengembangkan bakat seni mereka pada bidang tembok. Mural, seni melukis pada sebuah tempat publik khususnya di sekolah baru pertama kali dilakukan. Ide mural tembok sekolah datang dari seorang guru yang senang terhadap seni mural. Pencetus ide mural ini I Wayan Oka, guru Bahasa Inggris di SMA tersebut. Ia mengajak para siswa untuk ikut memainkan kuas menggoreskan berbagai warna di media tembok. Ekspresi pelajar sangat antusias untuk mengisi warna pada gambar yang didominasi biru sesuai dengan tagline Nusa Penida Festival 2016 Exploring The Blue Paradise Islands. “Ide ini sudah ada sejak tahun 2009, tapi baru kali ini bisa diwujudkan. Rasanya bangga
18
31 Oktober - 6 November 2016
setelah ide itu betul-betul bisa diwujudkan diimbangi kemampuan siswa, menghasilkan gambar yang menarik,” ujarnya. Pihaknya mengaku kegiatan mural di tembok sekolah ini untuk memperingati Bulan Bahasa yang menurutnya sangat tepat dalam memberikan ruang seni kepada siswa. Dengan kegiatan ini, selain dapat menyalurkan bakat seni, tembok sekolah juga terlihat lebih indah. Tembok sepanjang 50 meter ini digarap siswa yang tergabung dalam extrakurikurer melukis. Karya mural tersebut menyampaikan pesan keindahan bahari Nusa Penida sebagai tumpuan wisata bahari tetap lestari. Pada mural tersebut juga disampaikan edukasi kepada semua pelajar untuk senantiasa menjaga lingkungan pesisir agar terawat dengan baik demi kelangsungan alam. Selain tema selaras dengan festival, pada gambar tersebut juga di-
masukkan unsur budaya. Selain mural, SMA Negeri 1 Nusapenida juga menyelenggarakan perlombaan pidato, pidarta bahasa Bali, pasatian, nyurat aksara Bali, musikalisasi puisi dan english story telling. Bulan Bahasa diselenggarakan selam tiga hari efektif dari 17-19 Oktober. “Kriteria mural kesesuaian tema, komposisi, kerapian serta mengedepankan estetika,” kata Oka. Salah satu peserta mural Yogi Kertayana, siswa kelas XII IPA, merasa sangat antusias karena diberikan ruang berekspresi dalam kegiatan sekolah tersebut. Pihaknya mengaku baru kali ini menggambar di tembok. “Ketimbang corat-coret ngga jelas, mending mural lebih baik dan edukasi kepada siswa lainya,” ujarnya. l Dewa Dedy
AKTIVITAS FKIK UNWAR – Departemen Kajian Strategis BEM Lembaga Mahasiswa Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) padatanggal 16 Juli 2016 menyelenggarakana cara talkshow yang bernama Meet The Expert 2016. Acara ini mengangkat isu kesetaraan gender yang berkaitan dengan target pencapaian dunia dalam Sustainable Development Goals (SDG’s) poin ke-5, di mana dalam pelaksanaannya juga bekerja sama dengan pihak United Nation (UN).
BPPD DENPASAR – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar menggebrak kantong-kantong wisatawan nusantara sebagai bukti serius memaksimalkan kunjungan wisatawan domestik. Ketua BPPD Kota Denpasar Ida Bagus Sidharta Putra mengatakan Denpasar memiliki beragam potensi yang bisa dimaksimalkan untuk menggarap wisatawan nusantara itu, baik keindahan alam, heritage, atraksi seni budaya, kuliner dan pusat perbelanjaan.
SENATOR WEDAKARNA – Kecurigaan adanya scenario besar yang semakin lama menjauhkan orang Bali terhadap sejarah kejadian Bom Bali 2002 kian terbukti. Mengingat setiap tahun peringatan Bom Bali I makin redup. Padahal, tragedi yang terjadi 14 tahun lalu itu bukan sekadar tragedy kemanusiaan atau masalah kegagalan intelijen dan aparat dalam menjaga Bali. Demikian diungkapkan Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di sela-sela acara World Culture Forum 2016 di Nusa Dua.
RSI GANA – Ratusan krama tampak antusias mengikuti karya di Pura Penataran Arya Wang Bang Pinatih, Banjar Padang Tegal, Ubud, Kamis (13/10). Karya Rsi Gana, Mupuk Pedagingan, Melaspas, dan Padudusan Alit ini diselenggarakan setelah dilakukannya renovasi total terhadap bangunan pura sejak dua tahun lalu. Ketua Panitia Karya I Gusti Ngurah Sudiarta menjelaskan bahwa pura ini merupakan pura penataran yang diusung oleh 47 KK. 31 Oktober - 6 November 2016
19
MANCANEGARA
Usaha Mengakhiri Konflik Ukraina 20
31 Oktober - 6 November 2016
P
ara pemimpin dari Jerman, Rusia, Prancis dan Ukraina menyepakati road map untuk menghidupkan kembali rencana perdamaian yang tersendat-sendat untuk Timur Ukraina. Kesepakatan itu didapat setelah keempat negara melakukan pertemuan di Berlin, Jerman. “Perjanjian tersebut meliputi penarikan pasukan di empat area tambahan di wilayah konflik Donbass dan perluasan misi pemantauan OSCE,� kata Kanselit Jerman Angela Merkel dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Francois Hollande. Merkel juga mengungkapkan, selanjutnya para menteri luar negeri dari empat negara akan membahas road map tersebut secara lebih rinci dalam sebuah pertemuan dibulan November. Sedikit kemajuan telah dibuat dalam pelaksanaan gencatan senjata di Timur Ukraina sejak kanselir Jerman, Presiden Perancis, Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu setahun lalu dalam format yang sama. Menurut Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE), gencatan senjata di Timur Ukraina dilanggar hampir setiap hari. Selain itu, ketegangan baru-baru ini diperparah dengan
pembunuhan kontroversial komandan pemberontak pro-Rusia Arsen Pavlov, dijuluki Motorola, yang tewas dalam ledakan bom di Donetsk, Minggu. Kamp Pavlov dengan cepat menyalahkan presiden Ukraina atas kematiannya, sementara para pejabat Kiev menuduh pihak Rusia. Pertemuan tersebut berlangsung sehari sebelum para pemimpin Uni Eropa ditetapkan untuk bersidang di Brussels untuk membahas sanksi baru terhadap Rusia untuk tindakannya di Suriah, yang pengamat mengatakan memperburuk situasi kemanusiaan yang mengerikan di Aleppo. Keputusan ini datang di tengah meningkatnya kekhawatiran eskalasi ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat. Memang perang tidak benar-benar berakhir. baku tembak tetap berlanjut di Donbass dan hal tersebut sering kali memakan korban jiwa. Sejak September 2015, intensitas baku tembak telah menurun, tapi hal tersebut bukan berarti tidak ada sama sekali. Beberapa waktu lalu, terjadi pertikaian di pinggir Donetsk, Marinka, selama tiga jam. Setidaknya, tiga orang mengalami luka-luka. Memasuki tahun kedua peperangan di Ukraina, banyak orang yang terperangkap di dalamnya melihat konflik ini membeku dan dilupakan oleh seluruh dunia. Dengan gagalnya upaya-upaya diplomatik sejauh ini, banyak yang melihat peningkatan per-
tempuran atau pelepasan wilayah sebagai satu-satunya alternatif untuk mengakhiri perang. Ketika rumah Olga Aleshychkina di kota Horlivka di Donetsk terkena granat tahun 2014 dan usahanya hancur, keluarganya telah mencoba untuk menata kembali hidup mereka. Mereka pergi ke Kramatorsk, kota yang waktu itu ada di pinggir daerah yang dikuasai Ukraina, menemukan apartemen dan membuka restoran. “Tentu saja saya paham bahwa kami tidak bisa membawa apa
yang kita punya sebelumnya, itu jelas. Tapi setidaknya jangan membuat keadaan lebih buruk,” ujarnya. Aleshychkina terutama ingin melindungi anak-anaknya dan membuat mereka merasa seaman mungkin. Kemudian granat mulai mendarat di Kramatorsk juga. “Saya takut di sana dan di sini, neraka yang sama terjadi,” ujarnya. “Kami kira tempat ini damai tapi kemudian proses yang sama mulai lagi di sini.” Memasuki konflik tahun kedua, Aleshychkina mengatakan keluarganya hanya bertahan dan yang inginkan hanyalah agar perang berakhir. Ia menganggap dirinya beruntung bisa menemukan apartemen dan tidak perlu tinggal di tempat penampungan pengungsi, karena ribuan orang lainnya harus tinggal di sana. Untuk beberapa orang, pergi meninggalkan rumah merupakan satu-satunya alternatif dari bergabung dengan kelompokkelompok separatis, menurut Olexander Petrov, pekerja sukarela yang rutin pergi ke daerah-daerah pertempuran untuk mengevakuasi warga sipil. Konflik mengalami kebuntuan, demikian juga hidup orang-orang. “Kita tidak perlu konflik yang membeku di Ukraina,” ujar Petrov. “Mustahil untuk menunda perang ini. Kita hanya bisa menang atau kalah,” ujarnya, dan ia berharap para tentara pemerintah akan akhirnya mendapat perintah untuk mengalahkan para separatis. Memang perang tidak akan menghasilakn sesuatu yang baik. l Gugiek Savindra
31 Oktober - 6 November 2016
21
DAERAH
MBP/dwa
Ikon Nusa Lembongan
Jembatan Kuning Ambruk
B
encana kali ini terjadi di Nusa Lembongan. Ironisnya, bencana kali ini memakan delapan korban jiwa. Bukan hanya itu, 35 orang lainnya mengalami luka-luka. Penyebabnya, jembatan yang menghubungkan Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan, ambruk. Tragedi ambruknya Jembatan Kuning itu terjadi bertepatan dengan Nyepi Segara di Nusa Penida, Minggu (16/10) lalu. Ambruknya jembatan yang dibangun tahun 1994 itu diduga akibat tidak kuatnya menahan beban warga yang melintas secara bersamaan pada saat piodalan di Pura Bakung dekat jembatan tersebut. Perbekel Desa Jungut Batu Made Gede Suryawan membenarkan hal itu. Ada puluhan orang melintas saat jembatan tersebut ambruk. Dari informasi di lapangan, warga yang jatuh dari jembatan tersebut beberapa di antaranya melintas dengan sepeda motor. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat dikonfirmasi mengakui telah mendengar in-
22
31 Oktober - 6 November 2016
formasi tersebut. Pihaknya pun sebelumnya sudah melakukan pengecekan terkait kondisi Jembatan Kuning karena mendapatkan informasi bahwa sejumlah tali sling jembatan telah putus. Ia juga sudah mengingatkan warganya agar tidak melewati jembatan tersebut secara bersamaan. Menurut informasi dari Kepala BPBD Kabupaten Klungkung Putu Widiada, sedikitnya ada delapan orang meninggal dunia. Ditambah lagi sedikitnya ada puluhan orang mengalami luka-luka yang dirawat di Puskesmas Nusa Penida II. Jembatan Kuning merupakan ikon Nusa Lembongan. Jembatan sepanjang 100 meter dan lebar 1,5 meter dibangun tahun 1994. Tidak ada yang tahu pasti makna warna kuning jembatan ini. Namun warga sekitar mengidentikkannya dengan warna Partai Golkar yang saat itu menjadi partai penguasa. Saking uniknya, Jembatan Kuning sering dijadikan tempat selfie baik oleh wisatawan asing maupun nusantara. Bahkan
tidak jarang generasi muda setempat yang pulang kampung dari merantau sering berselfie ria di tempat itu. Jembatan ini merupakan akses satusatunya menuju Nusa Ceningan. Jembatan ini hanya dapat dilalui satu sepeda motor saja. Bila berpapasan, salah satu pengendara harus mengalah dengan berhenti di bibir jembatan. Ada dua buah tali sling utama disambungkan dengan sekitar 80 tali sling serabut yang menghubungkan antara tali sling utama dan badan jembatan. Alas jembatan terdiri dari balok kayu ditopang dengan rangka besi. Bila melalui jembatan ini menggunakan sepeda motor sangat dirasakan suara kayu bergesekan dan sepeda motor terasa bergoyang. Saat Nusa Penida Festival II yang diselenggarakan tahun 2015, sempat terjadi tali sling terputus akibat warga beramai-ramai berada di atas jembatan untuk berfoto. l Dewa Farendra
MBP/sos
Adipura Masih Dihantui Kurangnya Kebersihan Pasar RANGKAIAN lomba Adipura 2017 sudah dimulai. Penilaian tahap I akan berlangsung sekitar akhir bulan ini. Menghadapi ajang bergengsi tingkat nasional ini, kondisi Pasar Kidul yang menjadi salah satu sasaran penilaian masih sangat memprihatinkan. Kesan kumuh tak terelakkan. Hal itu menjadi tantangan terberat yang dihadapi Pemkab Bangli. Berdasarkan pantauan, Senin (17/10), tumpukan sampah di pasar tersibuk di Bangli ini salah satunya berada di bangunan bekas ruko yang berada di sisi utara. Selain masih segar, sampah juga ada yang sudah membusuk dan berair. Tak pelak, bau tak sedap tercium menyengat. Parahnya lagi, bangunan tersebut juga dijadikan tempat buang air kecil oleh sejumlah pedagang. Kepala Dinas Tata Kota Bangli Ida Ayu Yudi Sutha tak menampik kondisi
pasar yang demikian. Dia berdalih, persoalan tersebut akibat kesadaran pedagang dalam menjaga lingkungan masih sangat rendah. ‘’Sampai saat ini masih ada pedagang yang membawa sampah ke pasar,’’ katanya. Kondisi yang demikian, diakui masih menjadi tantangan terberat dalam mengahadapi lomba Adipura 2017. Penilaian tahap I diperkirakan akan mulai pada akhir bulan ini atau awal November mendatang. ‘’Sampai sekarang kebersihan pasar masih menjadi tantangan terberat dalam menghadapi lomba ini,’’ ungkapnya. Mantan Kabag Ortal Setda Bangli ini mengatakan supaya nilai yang didapatkan pasar tak anjlok, langkah penanganan sampah sudah terus diintensifkan. Hal ini juga sudah dikoordinasikan dengan dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satpol PP, Dishubkominfo, Badan Lingkungan
Hidup serta Mantri Pasar untuk secara bersama-sama memberikan pembinaan kepada pedagang, terlebih di tengah proses penilaian yang berlangsung mendadak dan tersembunyi. ‘’Untuk tenaga (kebersihan-red) juga sudah kami ganti. Awalnya perempuan jadi laki, supaya lebih kuat saat mengangkut. Tempat sampah juga sudah disediakan,’’ ujarnya. Persiapan menghadapi lomba tahunan itu juga dilakukan pada lingkungan kota. Program penataan taman terus digulirkan. Demikian juga pembersihan secara rutin. Selain kebersihan lingkungan, penilaian nantinya juga akan menyasar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) skala kota. ‘’TPST induk sudah disediakan. Begitu juga bank sampah. Ini nilainya paling tinggi,’’ terangnya. l Sosiawan
31 Oktober - 6 November 2016
23
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
BUPATI GIANYAR – Guna meningkatkan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata dengan Negara sahabat, Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Pakistan Iwan Suyadhie Amri berkunjung ke Kabupaten Gianyar, Senin (17/10). Iwan Suyadhie Amri diterima langsung Bupati Gianyar A. A. Gde Agung Bharata di Puri Agung Gianyar.
WAYAN KOSTER – Krama Desa Adat Benawah Desa Petak, Kecamatan Gianyar, Jumat (15/10) melaksanakan upacara macaru, melaspas dan mendem padagingan bangunan wantilan desa adat setempat. Kegiatan ini dihadiri Anggota Komisi X DPR-RI Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., Wakil Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra dan panglingsir Puri Gianyar A.A. Ngurah Mayun. Wantilan Desa Adat Benawah bisa terwujud berkat perjuangan Wayan Koster.
MBP/ist
MBP/ist
WABUP BANGLI – Upacara Mapepada Agung serangkaian Karya Pengurip Pala Bungkah Pala Gantung lan Pala Sarina di Bali Kabeh di Pura Pucak Penulisan Gunung Wangun Urip Kintamani, Sabtu (15/10) lalu tak hanya dihadiri masyarakat setempat. Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta juga turut ngaturang bhakti di pura setempat.
24
31 Oktober - 6 November 2016
PENDIDIKAN HINDU – Wakil Bupati (Wabup) Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Selasa (18/10), menerima audiensi Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama untuk menindaklanjuti program Kementerian Agama yang berencana menjadikan Kabupaten Bangli sebagai pusat pendidikan Hindu terintegrasi. Pertemuan yang digelar di ruang pertemuan Bupati Bangli ini turut dihadiri sejumlah dosen dari IHDN Bangli.
MBP/ist
STIKES TABANAN – Memasuki usia ke-7, banyak hal yang telah dicapai Stikes (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Advaita Medika Tabanan. Namun, menurut Ketua Yayasan Cipta Karya Dharma, I Dewa Gede Ary Wirawan, S.S., pencapaian tidak berhenti hanya sampai di sana tetapi harus ditingkatkan lagi sehingga Stikes Advaita Medika Tabanan mampu meluluskan tenaga kesehatan yang unggul dan berdaya saing global.
KARANG TARUNA – Membangun daerah tak hanya bertumpu pada peran pemerintah. Sebagai penerus bangsa, generasi muda juga memiliki kewajiban untuk itu. Demikian ditegaskan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat mengukuhkan Karang Taruna Semara Jaya Taru Menyan, Desa Terunyan, Kintamani, Minggu (16/10).
MBP/ist
PMHD UNWAR – Setelah menggelar upacara Mahasisya Upanayana bagi mahasiswa baru yang beragama Hindu, Pasemetonan Mahasisya Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa (Unwar), Sabtu (14/10) menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) Asta Brata. Pelatihan selama tiga hari ini dipusatkan di Wantilan Pura Sakenan, Denpasar. Pelatihan diawali dengan persembahyangan bersama, dipimpin Wakil Ketua Umum PMHD Unwar Kadek Dwi Mahendra Putra.
BUPATI KARANGASEM – Forum Pasemetonan Karangasem (Sekar) menyatakan mendukung langkah Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri-Wabup Wayan Artha Dipa menertibkan galian C tanpa izin. Dukungan itu disampaikan penasihat yang juga mantan Ketua Forum warga perantauan asal Karangasem Prof. Dr. Ir. Nyoman Suparta, M.S. dan rombongan saat ditemui usai audiensi dengan Bupati-Wabup di Amlapura, Kamis (13/10).
31 Oktober - 6 November 2016
25
LENSA
LIBURAN
Puluhan anak menikmati keindahan objek wisata Taman Air Tirtagangga, Karangasem. Saat liburan sejumlah objek wisata di Bali banyak dikunjungi wisatawan domestik.
Bali Post/eka
OLAHRAGA
Laga Para Pesohor
MBP/ap
Penyerang Leicester City Jamie Vardy (kiri) dan kiper Chelsea Thibaut Courtois di pertandingan kompetisi Liga Inggris.
Foxes Berduka
J
uara bertahan Liga Utama Inggris Leicester City mencatat sukses dengan meraih tiga kemenangan beruntun di kompetisi Liga Champions. Namun klub milik pengusaha Srivaddhanaprabha asal Thailand tengah dalam masa perkabungan. Seperti halnya warga Thailand lainnya, keluarga besar Srivaddhanaprabha berduka dengan wafatnya Raja Thailand Bhumibol Adulyadej yang meninggal beberapa pekan lalu. Sebagi bentuk simpatinya, pemain-pemain The Foxes mengenakan pita hitam di lengan pada pertandingan kompetisi Liga Inggris sebagai ungkapan duka cita mereka, laporan Associated Press. Namun sesuai aturan UEFA, itu tak boleh dilakukan di Liga Champions saat melawan FC Copenhagen lalu. Kendati demikian, kinerja pasukan Claudio Ranieri tak buruk dan mengalahkan klub Denmark itu 1-0 melalui gol Riyad Mahrez. Di stadion King Power, manajemen juga menempatkan buku duka cita. Fans the Foxes bisa menyampaikan ucapan bela sungkawanya kepada keluarga pemilik klub dan warga Thailand yang mencintai Rajanya itu. l Yudi Winanto
SETELAH didera serangkaian permasalahan, petenis kontroversial Nick Kyrgios mendapatkan katarsis usai diperbolehkan absen dari turnamen di Belanda. Atlet Australia berencana di tampil di event bola basket NBA All Star. Richard Krajicek, juara Wimbledon 1996 yang juga direktur turnamen ANB Amro event di Rotterdam, merilis pernyataan di Twitter tentang pembatalan Kyrgios tampil di dari turnamen. Absen dinilai sebagai keputusan yang tepat bagi petenis berusia 21 tahun setelah dijatuhi hukuman larangan bermain selama 8 pekan tak boleh bertanding oleh asosiasi tenis ATP karena perbuatannya yang tak pantas pada turnamen di Tiongkok. Menurut Karjicek keputusannya itu dengan mempertimbangkan bahwa Kyrgios merupakan penggemar berat olahraga bola basket. Jadi dia bisa menyaksikan pertandingan yang mempertemukan pemain-pemain top NBA dan tampil pada laga antar pesohor pada 19 Februari, hari dimana final turnamen di Rotterdam itu dilangsungkan. ATP tidak hanya menjatuhkan hukuman larangan bertanding. Kyrgios juga didenda 25 ribu dolar AS karena sikapnya yang sportif pada pertandingan melawan Mischa Zverev di turnamen Shanghai Masters. Petenis nomor 12 dunia itu sama sekali tidak memperlihatkan perlawanan saat melawan Zverev sebelum kalah 3-6, 1-6. Sikap yang tak pantas itu diperparah dengan umpatan-umpatan pada penonton yang membuat dirinya didenda 16.500 dolar. Hukumannya akan berakhir 15 Januari, sehari sebelum dimulainya grand slam Australia Terbuka 2017. Namun bila Kyrgios sepakat menjalani program yang dijalankan psikolog olahraga, hukumannya akan dipangkas tiga pekan. Kyrgios yang telah melontarkan permintaan maaf atas kelakuannya, tidak sekali ini saja bertingkah. Tahun lalu ia mengejek Stan Wawrinka dengan tindakan yang kasar yang membuat ATP menjatuhkan denda 12.500 dolar dan larangan bertanding selama 28 hari. Dia juga pernah berseteru dengan rekan senegaranya di tim Olimpaide Australia, laporan Associated Press. l Yudi Winanto
MBP/ap
Petenis Australia Nick Kyrgios. 31 Oktober - 6 November 2016
27
OLAHRAGA
I Gusti Made Oka Sulaksana
Wujudkan Dinasti Peselancar NAMA beken I Gusti Made Oka Sulaksana menjadi ikon Bali di cabang olahraga (cabor) selancar pada berbagai hajatan multievent baik tingkat nasional (PON), Asia Tenggara (SEA Games), Asia (Asian Games), sampai tingkat dunia (Olimpiade). Prestasi terakhir yang ditorehkan Oka pada usianya yang ke-45 tahun adalah menyabet dua medali emas nomor RSX open (maraton) dan trapisuit pada PON XIX di Jawa Barat, September lalu. Bali juga menambah tiga emas yang dipersembahkan Nyoman Suartana di RS one man maraton dan trapisuit serta Gede Bangli Subagiasa di nomor one mistral design trapisuit. Selain itu, Bali mendapat satu perunggu melalui Gusti Candra Pertiwi Sulaksana (19) di RS one open woman trapisuit. Candra Pertiwi adalah putri pertama Oka yang mewarisi sang ayah menekuni selancar. Langkahnya diikuti kedua adiknya, Gusti Bagus Gopala Sulaksana (16) dan Gusti Putra Padantya Sulaksana
(6). Jadi, Oka sudah membentuk dinasti selancar di keluarganya. Bukan hanya ketiga putra Oka Sulaksana yang akan meneruskan kiprah atlet selancar Bali di ajang nasional dan internasional. Atlet junior Bali lainnya juga potensial. ‘’Bali punya banyak atlet selancar potensial. Namun, dalam perkembangannya mereka lebih memilih mengais rezeki pada profesi lain, walaupun sudah pernah juara. Misalnya menjadi pemandu wisata atau sopir boat, sebab menghasilkan duit tiap hari,’’ papar Oka di Sanur, Denpasar, pekan lalu. Kendati menjelang memasuki usia setengah abad, pria kelahiran Sanur, 29 Agustus 1971 ini mampu mengalahkan pesaingnya berusia 19-20 tahun di PON Jabar. ‘’Yang saya kalahkan atlet muda yang berlatih di Thailand atau Hongkong,’’ sebut suami A.A. Made Dwi Arini ini. Oka awalnya adalah pedagang acung di Pantai Sanur. Namun, talentanya pada olahraga layar mengetuk Ketua
Porlasi Bali kala itu, Ida Bagus Ngurah Wijaya. Usai mengikuti kejuaraan Bali Terbuka 1983 di Pantai Sanur pada era kepemimpinan Gubernur Ida Bagus Mantra, Oka menjadi juara dua U-20 pada Kejuaraan Internasional Terbuka 1984 di Singapura. ‘’Saat itu usia saya baru 13 tahun. Segala biaya mulai transportasi, paspor, hotel, sampai uang saku ditanggung pemilik Hotel Segara Village, Ida Bagus Ngurah Wijaya,’’ kenangnya. Setelah berlaga di Singapura, Oka Sulaksana kembali mengikuti Kejuaraan Internasional di Prancis. Fisik dan stamina Oka sudah jauh menurun. Meski begitu, Ketua Pengprov Porlasi Bali ini tetap dipanggil masuk tim SEA Games 2017 di Malaysia dan Asian Games 2018 di Indonesia. ‘’Saya menolak sebagai atlet. Saya pilih jadi pelatih saja,’’ ucapnya. l Daniel Fajry
Widiasih Lanjutkan Sukses di Peparnas BERAKHIRNYA Pekan Olahraga Nasional (PON) pada akhir September lalu tidak otomatis membuat Jawa Barat khususnya Kota Bandung sepi dari kegiatan olahraga. Atlet dari 33 provinsi di seluruh Tanah Air kembali datang ke Bandung untuk mengikuti Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 yang berlangsung 15-24 Oktober. Peparnas 2016 dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (15/10), ditandai penekanan tombol sirene bersama Gubernur Jabar H. Ahmad Heryawan, Wagub Jabar Deddy Mizwar dan Kapolda Jabar Irjen Pol. Bambang Waskito. Ajang untuk atlet disabilitas ini mempertandingkan 605 nomor dari 13 cabang olahraga. Sebanyak 1.983 atlet yang terlibat memperebutkan 605 medali emas, 605 perak dan 935 perunggu. Mereka bertanding di 13 venue yang disediakan tuan rumah Jabar. Pertandingan dipimpin
28 31 Oktober - 6 November 2016
3.440 wasit, juri dan petugas lainnya. Event ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi atlet paralimpik Indonesia menuju ASEAN Para Games 2017 di Malaysia dan Asian Paragames 2018 di Indonesia. Sukses kontingen Bali yang mampu menembus peringkat keenam pada PON coba diikuti atlet disabilitas Pulau Dewata. Ni Nengah Widiasih berhasil merebut medali emas pada kelas 41 kg cabor angkat berat putri setelah mencatat angkatan terbaik 96 kg. Ini memperbaiki rekor lama atau sebelumnya yang tercatat 95 kg. Widiasih meneruskan prestasi perunggu yang disabetnya untuk Indonesia pada Paralympiade 2016 Rio de Jeneiro, Brazil. Keberhasilan Widiasih mendulang emas sudah diprediksi sebelumnya. Pasalnya, angkatan dara Bali ini masih tertinggi dan jauh dari angkatan atlet lainnya. Ia tampil penuh percaya diri untuk melakukan angkatan. Lifter putri ini sudah menjadi bintang pada acara pembu-
kaan dengan menjadi salah satu atlet yang membawa obor api Peparnas. Seperti halnya atlet yang berlaga di PON 2016, atlet difabel juga berlombalomba mengukir rekor baru di Peparnas. Pada hari kedua dipecahkan 11 rekor Peparnas dan lima rekor Paragames, sedangkan pada hari keempat berhasil dipecahkan 44 rekor yang terdiri atas satu rekor Paralympik, 15 rekor Paragames dan 28 rekor Peparnas. Menurut Menpora Imam Nahrawi, tidak ada perbedaan perlakuan bagi atlet difabel dengan atlet lainnya. Atlet disabilitas tidak boleh dipandang sebelah mata karena mereka telah berjuang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Keterbatasan bukan penghalang bagi mereka untuk menghadirkan prestasi, tetapi justru menjadi semangat untuk memotivasi diri, berdiri bersama dan memberi kebanggaan bersama bagi Indonesia. l Mawa
A KT I V I TA S
MBP/ist
AGEN WISATA - Meroketnya jumlah kedatangan turis India ke Bali, negara tetangga Sri Lanka kini mulai melirik Bali sebagai destinasi pilihan. Baru tiba Selasa (18/10), enam pimpinan agen wisata terkemuka Sri Lanka melakukan kunjungan perdana ke Bali melihat potensi wisata apa saja yang disuguhkan di Bali, sehingga bisa begitu populer dan mampu menyedot ratusan ribu turis India di tahun 2016 ini.
MBP/ist
STP NUSA DUA - Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali meluncurkan program “Hospitality and Tourism Capability Development”, Jumat (14/10). Program ini merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Pariwisata yang menangani pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan Temasek Foundation melalui Republic Polytechnic Singapore. Ketua STP Nusa Dua Bali DGN Byomantara mengatakan, kegiatan ini adalah peluncuran program Hospitality and Tourism Capacity Development, di mana kerja sama ini dalam rangka pengembangan sumberdaya manusia khususnya dan sumber daya pada umumnya.
MBP/ist
FT UNUD - Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Udayana (Unud) kembali mengadakan konferensi internasional bertajuk “International Conference on Smart-Green Technology in Electrical and Information Systems 2016 (ICSGTEIS 2016)”, yang telah terlaksana pada 6-8 Oktober 2016 bertempat di Swiss-Belresort Watu Jimbar. ICSGTEIS 2016 ini merupakan konferensi internasional yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali oleh Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Unud.
MBP/ist
UNHI - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) melaksanakan lomba Temu Karya Ilmiah (TKI), Kamis (13/10) kemarin. Lomba tersebut serangkaian Utsawa Bali Sani (UBS) dan Dies Natalis Unhi yang merupakan kegiatan rutin di Unhi. Ada 21 jenis lomba yang diikuti dosen dan mahasiswa Unhi. 31 Oktober - 6 November 2016
29
A KT I V I TA S
MBP/ist
UNDHIRA - Sebanyak 71 delegasi dari 39 perguruan tinggi di 10 negara mengikuti konferensi internasional ACUCA MBP/ist
THE SUKARNO CENTER - Pada zaman orde baru yang mengkudeta Bung Karno banyak sejarah bangsa dibelokkan begitu saja, termasuk sejarah Bung Karno dengan tokohtokoh Bali. Hal ini mendapatkan perhatian dari lembaga internasional The Soekarno Center yang berbasis di Banjar Mancawarna, Sanding, Tampaksiring. Salah satunya dengan adanya pengakuan dari The Soekarno Center terhadap sejarah Puri Tampaksiring, terutama kaitannya hubungan Bung Karno dengan penglingsir Puri Tampaksiring pada zamannya.
yang berlangsung Kamis-Minggu, 13-16 Oktober 2016 di Universitas Dhyana Pura Bali (Undhira). Delapan negara yang terwakili dalam konferensi dwi tahunan ini adalah Jepang, Taiwan, India, Hongkong, Thailand, Filipina, Korea, Australia, Amerika Serikat, dan Indonesia.
MBP/ist
UNDIKSHA - Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Undiksha bertujuan untuk menciptakan guru yang profesional, berkarakter mendidik dan cerdas. PLPG bertujuan meningkatkan kualitas guru. PLPG dilangsungkan berdasarkan rayon dari beberapa perguruan tinggi. PLPG dilaksanakan sepuluh hari meliputi ujian tulis lokal dan ujian tulis nasional.
30 31 Oktober - 6 November 2016
MBP/ist
UNHI - Respons masyarakat atau generasi muda pencinta seni terhadap perhelatan Utsawa Bali Sani (UBS) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) sangat membanggakan. Perhelatan budaya yang rutin digelar setiap tahun serangkaian Dies Natalis Unhi itu semakin diminati. Hal itu paling tidak tampak dalam lomba mapang barong dan kendang tunggal.
MBP/ist
MADE URIP - Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. kembali turun menyerap aspirasi ke daerah dengan bertatap muka dengan para penyuluh perikanan di Bali yang mengadukan nasibnya, akibat status PNS-nya akan ditarik ke pusat. Aspirasi itu disampaikan saat audiensi para penyuluh perikanan seluruh Bali yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Perikanan Indonesia (IPKANI) DPD Provinsi Bali di Volkano III Toya Bungkah, Kintamani, Bangli, Sabtu (15/10).
MBP/ist
USB UNHI - Penutupan Utsawa Bali Sani (UBS) Unhi diakhiri dengan pementasan Calonarang pada Selasa (18/10). UBS yang merupakan gelaran seni dan budaya yang merupakan ikon Unhi digelar rutin setiap tahun. UBS yang telah berjalan selama kurang lebih 7 hari dan dibuka pada tanggal 12 Oktober di depan kantor Bupati Bangli ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba mulai dari lomba di bidang karya ilmiah, olahraga maupun di bidang kesenian.
MBP/ist
XL - Layanan data kini menjadi kebutuhan mutlak bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk menjawab kebutuhan pelanggan ini, XL meluncurkan 4G Mobile Broadband di Bali, Selasa (18/10) di Stimik Stikom Bali. Menurut GM Sales Operation Bali Nusra Hiasinta H. Paembonan, XL berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia. Dalam kesempatan dua dekade XL ini, ungkapnya diperkenalkan XL Go dan XL Home.
MBP/ist
IIK MEDIKA PERSADA - Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali, Minggu (16/10) menggelar pengabdian kepada masyarakat di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Bali, Jimbaran. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari Dies Natalis I IIK Bali. Wakil Rektor III dr. I Gusti Lanang Made Rudiartha, MHA. yang ditemui usai menyerahkan bantuan mengatakan, pada pengabdian kepada masyarakat ini, pihaknya juga mengajak para mahasiswa dan dosen di lingkungan kampus. 31 Oktober - 6 November 2016
31
PENDIDIKAN
Puluhan Guru Kontrak Disebar ke Luar Kecamatan Buleleng
U
nit Pelaksana Pendidikan (UPP) Kecamatan Buleleng terpaksa mendistribusikan guru kontrak yang belum mendapat jam mengajar ke luar Kecamatan Buleleng. Pemicunya karena jam mengajar di sekolah di wilayah ini penuh. Atas kondisi ini, 39 guru kontrak yang akan mengisi kuota di Kecamatan Buleleng didistribusikan ke Kecamatan Sawan, Kubutambahan, Seririt dan Banjar. Penugasan ke luar Kecamatan Buleleng ini sepertinya belum diterima oleh guru kontrak yang baru saja diangkat. Bahkan, beberapa diantaranya belum memutuskan pilihannya dan ada yang memilih untuk mengundurkan diri. Guru kontrak yang belum menerima keputusan untuk ditu-
gaskan di luar Kecamatan Buleleng, salah satunya Ayu Permana Dewi semula menjadi guru pengabdi di SDN 8 Banyuning. Setelah diangkat menjadi guru kontrak jam mengajar di sekolah asalnya itu penuh. Dia kemudian ditawarkan mengajar di SDN 2 Tamblang. Atas keputusan itu, Ayu belum memutuskan karena jika dipaksakan dikhawatirkan akan menyulitkan dalam bertugas. Apalagi, dia sendiri masih terikat kuliah, sehingga untuk sementara belum memberikan keputusan. “Masih antara mundur atau mau mengajar di Tamblang, kalau saya tetap terima takutnya megajar tidak efektif apalagi masih melanjutkan kuliah,” teranggnya. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Gede Suyasa didampingi Kepala Bidang (Kabid)
MBP/mudiarta
Sejumlah guru kontrak hasil rekrutmen tahun 2016 ini masih ada yang belum mendapat jam mengajar. Atas kondisi ini, guru kontrak ini disebar ke luar Kecamatan Buleleng.
32 31 Oktober - 6 November 2016
Tenaga Pendidik (Tendik) Nyoman Darta menjelaskan, dari proses rekrutmen guru kontrak memakai indikator kualifikasi pendidikan, masa pengabdian kouta dan kebutuhan di masing-masing kecamatan. Dari proses panjang itu, ditetapkan seribu guru kontrak untuk diangkat kemudian didistribusikan berdasarkan kouta di kecamatan bersangkutan. Dalam proses itu, ada beberapa guru kontrak yang tidak mendapat jam mengajar. Ini terjadi karena guru kelas mengajar sebagai guru kelas, sehingga terjadi selisih jam mengajar. Situasi ini membuat guru pengabdian yang bukan guru kelas ini tidak mendapat jam mengajar. Atas kondisi ini, UPP sudah melakukan upaya mencari sekolah yang masih kekurangan guru kelas. Semula guru kontrak yang tidak mendapat jam mengajar ini akan didistribusikan di Kecamatan Buleleng, namun karena jam mengajar sudah penuh, sehingga guru kontrak yang baru diangkat ini disebar ke beberapa kecamatan yang membutuhkan. “Ini hanya perseoalan distribusi dan setelah kita petakan guru yang tadinya tidak dapat jam mengajar di Kecamatan Buleleng itu disebar ke kecamatan lain. Kita juga mempertimbangkan jarak ke sekolah dan pertimbangan teknis seperti kondisi guru bersangkutan, sehingga bisa mengajar tanpa beban psikologis,” katanya. Terkait guru kontrak yang belum memberikan keputusan untuk menerima ditugaskan di luar Kecamatan Buleleng, Suyasa mengatakan, Disdik tidak bisa memaksa dan sepenuhnya menyerahkan kepada guru kontrak yang bersangkutan. Jika pengaturan yang ditawarkan tetap tidak diterima, maka Disdik akan menawarkan kepada guru kontrak yang saat ini masih tercatat dalam daftar tunggu. “Kalau tawarannya tidak diterima, kita tawarkan kepada guru kontrak yang masih dalam cadangan. Termasuk yang tidak mendaftar kembali pun sudah kita tutupi dari guru kontrak yang masuk daftar cadangan,” jelasnya Suyasa. l Mudiarta
Anggaran SMA/SMK Dialokasikan untuk Peningkatan BSM DINAS Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung memastikan tidak akan lagi mengajukan anggaran untuk SMA/SMK di Kabupaten Klungkung. Hal ini dilakukan setelah dilaksanakan penandatanganan berita acara serah terima pembiayaan, personel, prasarana dan dokumen (P3D) SMA/SMK dari Kabupaten Klungkung ke Provinsi Bali pada bulan Oktober ini. Keputusan ini membuat Disdikpora mampu menghemat anggaran Rp 2 miliar yang nantinya diharapkan dapat dialokasikan untuk peningkatan bantuan siswa miskin (BSM), mutu pendidikan dan juga sarana prasarana. Kepala Disdikpora Kabupaten Klungkung I Nyoman Mudarta menyampaikan, pihaknya telah resmi menyerahkan pengelolaan SMA/SMK ke Provinsi Bali. Hanya saja, hingga akhir tahun pihaknya tetap menggunakan anggaran Pemkab Klungkung yang telah dialokasikan di APBD Induk tahun 2016 untuk SMA/SMK hingga akhir tahun. Namun, pada APBD Induk tahun 2017, pihaknya memastikan tidak lagi akan mengalokasikan anggaran untuk SMA/SMK di Kabupaten Klungkung. Mudarta mengakui, dengan pengalihan wewenang tersebut pihaknya merasa lebih ringan terutama masalah pembiayaan. Mengingat, dengan tidak mengurus kembali SMA/SMK ini, Disdikpora dapat menghemat anggaran Rp 2 miliar. Hanya saja, pihaknya berharap agar anggaran yang sebelumnya dialokasikan di SMA/SMK tetap dikucurkan ke Disdikpora untuk peningkatan pendidikan. “Masih banyak yang perlu kita tingkatkan untuk pengembangan pendidikan di Klungkung,� tuturnya, belum lama ini. Rencananya alokasi anggaran tersebut akan disalurkan ke bantuan siswa miskin, mengingat saat ini sudah ada tanda-tanda Pemprov Bali akan menghentikan dana bantuan siswa miskin di Pemkab Klungkung. Tahun ini, bantuan siswa miskin dari Pemprov Bali telah diterima 2.855 siswa SD dan 1.175 siswa SMP. Untuk siswa SD per orang mendapatkan bantuan Rp 620 ribu setahun dan siswa SMP mendapatkan bantuan Rp 890 ribu setahun. Sementara Pemkab Klungkung tahun ini hanya dapat membantu dengan nominal Rp 500 ribu untuk 300 siswa dan SMP Rp 600 ribu untuk 200 siswa. Pihaknya berharap dengan adanya penghematan sebesar Rp 2 miliar ini, minimal dapat menutupi bantuan siswa miskin yang sebelumnya dibantu oleh Pemprov Bali atau bahkan dapat menanggung siswa miskin lebih dari itu. Selain itu, pihaknya juga menekankan kepada sekolahsekolah untuk tidak mengenakan uang komite kepada siswa di tingkat SD dan SMP demi terwujudnya wajib belajar sembilan tahun.
MBP/ist
I Nyoman Mudarta
l Dewa Dedy 31 Oktober - 6 November 2016
33
A KT I V I TA S
MBP/ist
RELAWAN KBS - Relawan Koster Bali Satu (KBS) terus melebarkan sayapnya. Deklarasi relawan yang siap mengawal dan memenangkan I Wayan Koster pada pemilihan Gubernur Bali tahun 2018 terus bermunculan. Minggu (16/10) puluhan warga di Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang Karangasem, mendeklarasikan dirinya menjadi Relawan KBS. Deklarasi Relawan KBS di Karangasem ini menjadi menarik, mengingat Karangasem menjadi salah satu dari dua kabupaten yang bupatinya bukan kader PDI Perjuangan.
MBP/ist
AGUNG BALI - Di tengah lesunya perekonomian Bali, Agung Bali yang merupakan pusat rumah kaos dan oleholeh khas Bali tetap berkembang pesat dan kini melebarkan sayapnya lebih luas lagi. Pasalnya, pada tahun 2004 Agung Bali membuka usaha Agung Bali 1 di objek wisata Tanah Lot dan Agung Bali 2 di Sunset Road Kuta, Minggu (16/10) Agung Bali menggelar Grand Opening Agung Bali 3 yang terletak di Jalan Dewi Sri, Kuta, Badung.
MBP/ist
PEMKAB BADUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung di bawah pimpinan Bupati I Nyoman Giri Prasta dan Wabup I Ketut Suiasa, mengambil kebijakan strategis tahun 2017 khususnya bagi dunia pendidikan. Kebijakan strategis tersebut berupa pemberian seragam gratis kepada seluruh murid baru kelas 1 SD dan murid baru kelas 1 SMP, yang akan direalisasikan pada APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2017. Demikian ditegaskan Kepala Bappeda dan Litbang I Wayan Suambara mewakili Bupati Badung.
34 31 Oktober - 6 November 2016
MBP/ist
STPBI - Sekolah Tinggi Pariwisata Bali International (STPBI) kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Aktif menjadi anggota Himpunan Pariwisata Indonesia (HMPI) membuat STPBI dapat berpartisipasi dalam event bergensi Kongres HMPI ke-6 dan Pekan Ilmiah Mahasiswa Pariwisata Indonesia (PILMAPI) di Makassar, Sulawesi Selatan. Sabtu (15/10), karya tulis berjudul “Pengadaan Fasilitas dan Pelayanan Wisata untuk Wisatawan Disabilitas dan Lansia di Bali Bird Park, Gianyar Bali� berhasil meraih juara II.
MBP/ist MBP/ist
RDP - Komite III DPD-RI Bidang Agama turun ke Desa Baturiti, Tabanan terkait adanya aspirasi dari umat Hindu yang mempertanyakan renovasi Masjid Murobithin yang berada di dalam perumahan warga. Didampingi Camat Baturiti, Kapolsek Baturiti, Perbekel Baturiti, Kementerian Agama Tabanan dan MUI Tabanan, pihak DPD-RI langsung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan masyarakat yang keberatan. Dalam RDP tersebut terungkap sejumlah fakta, diantaranya keberadaan renovasi masjid ternyata belum mengantongi izin IMB dari Pemkab Tabanan.
ISI DENPASAR - Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar seminar nasional, dengan tema “Seni Pertunjukan Unggul Berbasis Kearifan Lokal Berwawasan Universal”. Seminar ini bertujuan mengasilkan konsep, metode, model, maupun karya baru dalam rangka memperluas wawasan dan pengetahuan.
MBP/ist
SMART CITY - Pemkab Badung tak mau hangat-hangat tahi ayam dalam hal penerapan smart city atau kota pintar. Penerapan smart city diyakini akan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik serta ditunjang transparansi yang memadai. Untuk memperdalam smart city termasuk aplikasi apa saja yang mendesak diterapkan di Badung, Bupati Nyoman Giri Prasta, Rabu (19/10) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah. “Selain aplikasi, MoU ini mengatur soal instruktur,” kata Giri Prasta. 31 Oktober - 6 November 2016
35
BIROKRASI
Dua Tahun Pemerintahan Jokowi
Ekonomi Sulit Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla (Jokowi-JK) genap berusia dua tahun. Selama kurun waktu tersebut, banyak muncul ketidakpuasan atas kiberja maupun sikap pemerintah dalam membela kepentingan rakyat. Oleh karena itu, pemerintah pusat diingatkan tentang adanya pembangkangan publik apabila aspirasi masyarakat tidak kunjung diakomodir. Saat ini banyak ketidakpuasan masyarakat di sejumlah daerah karena merasa tidak adanya keberpihakan pemerintah pusat kepada masyarakat setempat. Demikian terungkap dalam diskusi dialektika demokrasi bertajuk ‘Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK’ di Gedung DPR, Jakarta, pekan lalu.
D
irektur Eksekutif IndoBarometer M. Qodari mengakui ada dua cara pandang rakyat terhadap pemerintahan Jokowi. Pertama berdasarkan konsolidasi politik di tingkat elite. Kedua, konsolidasi publik. Dia mengakui konsolidasi di tingkat publik berjalan dinamis. “Kalau konsolidasi publik memang banyak ketidakpuasan, terutama masalah ekonomi,” imbuhnya. Sedangkan, di tataran konsolidasi elite, relatif telah dapat diselesaikan dengan baik oleh Presiden Jokowi yaitu partai-partai yang berada dalam barisan Koalisi Merah Putih (KMP) yang berada di luar pemerintah, kini banyak yang bergabung menjadi bagian pendukung pemerintah. Hal itu bisa terlihat dari dukungan di parlemen dari semula 30 menjadi 60 persen. “Itu artinya keputusan atau kebijakan pemerintah bisa berjalan lancar,” kata Qadari. Direktur Eksekutif INDEF Enny Sri Hartati menilai soal ekonomi memang dunia mengalami penurunan. Seperti Amerika, 3 persen dan Eropa 4 persen. Tetapi India bisa mencapai 7 persen, dan Vietnam 7,5 persen. Nah, Indonesia yang tumbuh 5,18 % ini bersifat semu. Yaitu, tidak menghasilkan tenaga kerja.
36
31 Oktober - 6 November 2016
Juga inflasi terendah 3 persen dibanding pemerintahan sebelumnya, tapi daya beli masyarakat justru menurun 5,5 persen. “Celakanya ekspor kita menurun, sehingga mikro prudentialnya hancur,” katanya. Wakil ketua DPR Fadli Zon mengingatkan benih ketidakpuasan rakyat pada saatnya bisa meledak dan bisa membahayakan bagi stabilitas pemerintahan sendiri. “Hukum harusnya menjadi pilar yang sangat penting. Tapi banyak keputusan hukum dipermainkan,” kata Fadli Zon. Dia mencontohkan, putusan pengadilan yang telah memutuskan penghentian proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Tetapi putusan pengadilan tersebut diabaikan pemerintah pascareshuffle kabinet. “Dalam persoalan reklamsi sudah jelas keputusan pengadilannya. Tapi, kenyataannya antarsatu menteri dengan menteri lainnya tidak seragam sikapnya. Soal penggusuran juga. Tentu ini sangat membahayakan,” kata Fadli Zon. Menurutnya, apabila kondisi terus dibiarkan maka pada titik tertentu ketidakpuasan masyarakat tersebut dapat meledak. “Ini dipastikan akan meledak. Dan ini bisa terjadi di semua daerah yaitu terjadinya pembangkangan massal. Tentu tidak kita inginkan,” katanya. Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Maruarar Sirait berpendapat selama dua tahun pemerintahan Jokowi-JK, telah mengalami perkembangan kondusif. Itu bisa dilihat kalau sebelumnya terjadi konflik antara KPK dan Polri kini tidak ada lagi. Selain itu, semua lembaga penegak hukum berjalan baik dan sinergi untuk menegakkan keadilan. “Pemberasantas Pungli, adalah contoh yang baik, meski jumlahnya kecil, namun pungli ini terjadi secara massif di seluruh sektor kehidupan masyarakat, dari pusat sampai daerah. Ekonomi pun tumbuh 5,4 persen,” ujarnya. Maruarar menegaskan sebaliknya jika pemerintahan saat ini berjalan lebih efektif dengan DPR RI. Hal itu dibuktikan dengan proses pembahasan RUU. Seperti RUU Pilkada, Tax Amnesty, pengangkatan Panglima TNI, Kapolri, komisioner KPK, Kepala BIN, dan lain-lain. ‘’Semua berjalan efektif dan terukur, juga tidak ada rapatrapat antara KMP dan KIH. Kita memang ingin terwujudnya check and balances. Sehingga, Golkar, PAN, dan PPP, yang semula di KMP, saat ini semua mendukung pemerintah,” jelasnya. l Hardianto
Berantas Pungli Makin ’’Seksi’’ Pemerintah mencanangkan perang terhadap pungli. Gerakan itu akan sampai ke daerah. Itu ditegaskan oleh Presiden Jokowi ketika raker dengan Gubernur. Langkah ini dilakukan, dikarenakan masifnya pungli. Bahkan ada kesan masyarakat sudah permisif dengan pungutan liar yang selama ini berlangsung. Tentu ini harus dicegah. Jangan sampai menjadi bagian dari budaya. Itu tujuannya. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur telah menerbitkan Surat Edaran Kemenpan-RB Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pemberantasan Pungli. SE yang diterbitkan Selasa (18/10) merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Joko Widodo terkait pemberantasan pungli di lingkungan instansi pemerintah. Tidak hanya bersifat internal Kemenpan RB, SE tersebut juga ditujukan kepada para Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala LPNK, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, pimpinan Kesekretariatan LNS, Gubernur, Bupati dan wali kota. Melalui surat tersebut, Menteri meminta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) agar berkoordinasi dan bersinergi dengan Aparat Internal Instansi Pemerintah (APIP) kementerian, lembaga dan pemda melakukan quality assurance atas kegiatan APIP terkait pemberantasan pungli. Diharapkan, seluruh pimpinan instansi pemerintah untuk secara tegas melaksanakan langkah-langkah pemberantasan pungli sebagai bagian dari upaya konkret pelaksanaan reformasi birokrasi. Pemberantasan Pungli tentu tidak bisa sebatas SE apalagi himbauan. Harus ada upaya pemerintah untuk melakukan langkah-langkah mengurangi bahkan meniadakannya. Salah satunya, pemerintah harus mengembangkan sistem pelayanan berbasis teknologi informasi (TI). Gunanya untuk mengurangi pertemuan langsung antara pemberi dan penerima layanan. Seluruh penyelenggara pelayanan publik harus memberi akses seluas-luasnya kepada masyarakat terhadap standar
pelayanan serta persyaratan perlayanan secara transparan. Dari segi pengawasan, tentu saja pimpinan harus meningkatkan sistem pengawasan internal untuk mencegah terjadinya praktik pungli. Selain itu harus dilakukan upaya meningkatkan integritas aparatur sipil negara di lingkungan masing-masing. Demikian pula masyarakat harus berani melaporkan apabila ada tindakan aparat yang mengarah kepada pemerasan yang biasanya dilakukan secara terselubung. Perang terhadap pungli ini tentu bukan sebatas wacana seperti yang dilakukan pemerintahan sebelumnya. Jokowi dengan kabinet kerjanya, juga telah mengambil langkah kongkret. Presiden langsung memerintahkan Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, untuk melakukan operasi pemberantasan pungutan-liar (OPP). Bahkan pasca OTT di Kemnehub Presiden langsung membentuk Satgas Sapu Bersih (Saber) Pungli. Komandannya yang ditunjuk adalah Kemenkumham Wiranto. Langkah cepat Polri melaksanakan perintah langsung Presiden patut diapresiasi karena perilaku korup dengan berbagai modus semakin marak yang butuh tindakan cepat. Beragam cara dilakukan oleh oknum penyelenggara negara dan pegawai negeri sipil (PNS) untuk mendapatkan uang tambahan tidak halal. Tak hanya di jajaran birokrasi, ternyata polisi juga melakukan pemberantasan korupsi di lingkungan Polri. Sudah ratusan oknum polisi yang terjerat pungli. Sebagian besar adalah mereka yang bertugas di lalu lintas. Langkah ini tentu berefek ganda. Pertama akan mampu menekan prilaku curang di kalangan birokrasi. Kedua, akan memulihkan kepercayaan masyarakat bahwa Polri juga bertekad menjadi penegak hukum yang lancip ke dalam maupun ke luar. Selama ini pencegahan dan penindakan belum mampu menimbulkan rasa takut. Sekaranglah momennya untuk membersihkan pungli yang selama ini bersarang di berbagai instansi. l Hardianto
31 Oktober - 6 November 2016
37
pa r i w i s ata
Ketika Lama Tinggal Wisatawan di Bali Turun
Berharap Imbas dari ”Sport Tourism”
P
eningkatan kunjungan wisatawan ke Bali yang dibarengi dengan lama tinggal menurun menjadi dilema bagi pariwisata Bali. Turunnya lama tinggal para pelancong ini diakibatkan beberapa faktor, salah satunya pasar potensial pariwisata Bali yang bergeser. Kegiatan sport tourism, diharapkan menjadi alternatif untuk meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan mancanegara (wisman). Bali sebagai destinasi wisata yang memiliki lima lapangan golf bertaraf internasional bisa memanfaatkannya untuk mendongkrak lama tinggal wisman. Dari data Kementerian Pariwisata (Kemenpar), golf merupakan sport tourism yang sangat diminati kalangan berduit. Selain lama tinggal yang cukup panjang, umumnya wisatawan ini pun memiliki pengeluaran yang di atas rata-rata. Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bali, Panudiana Kuhn, wisman yang datang bermain golf di Bali cukup banyak. Kuhn yang juga hobi bermain golf ini menyebutkan Bali saat ini sudah memiliki 5 lapangan. Kelimanya tersebar di sejumlah kabupaten. Untuk Denpasar ada Bali Beach Golf dengan 9 hole di Sanur. Sedangkan di Tabanan ada dua, yakni Bali Handara Golf Club di Bedugul dan Nirwana Bali Golf yang ada di Tanah Lot dengan masing-masing 18 hole. Untuk Badung, wisatawan bisa menjajal Bali National Golf Club di Nusa Dua, New Kuta Golf di Pecatu, dan Bukit Pandawa Golf and Country Club di Kutuh. “Keseluruhan lapangan golf di Bali ini dilengkapi hotel berbintang lima dan pemandangan yang sangat indah,” ungkapnya. Ia menilai olahraga golf yang kini menjadi hobi kalangan atas tersebut bisa digunakan memperpanjang lama tinggal wisman. Multiplier effect dari sport tourism ini pun, diakuinya cukup besar. Sebab, bermain golf cukup mahal, bisa menghabiskan ratusan dolar AS untuk sekali main. Bahkan, umumnya club golf ini menjual keanggotaan dengan nilai ratusan juta rupiah yang berlaku 30 tahun sampai seumur hidup. “Golf di Bali masih sangat menguntungkan, di setiap lapangan rata-rata 150 orang tiap hari
38 31 Oktober - 6 November 2016
main golf. Pemain golf ini juga makan minum dan juga beri tip untuk caddy minimum Rp 100 ribu sekali main,” katanya. Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani, mengatakan tren saat ini banyak wisman yang rela menghabiskan 5.000 dolar AS sampai 6.000 dolar AS dalam satu kunjungan ke Indonesia karena negeri ini punya banyak lapangan golf berkelas dunia. Lima tahun lalu, wisata golf di Indonesia hanya menjaring sekitar 900 orang wisatawan asing dalam setahun. Saat ini, jumlah tersebut sudah naik menjadi sekitar 3.000 orang per tahun. “Untuk standar wisatawan mancanegara, biaya main golf di Indonesia tergolong murah sekali. Itu sebabnya kami dorong sport tourism golf ke Indonesia,” kata Rizky. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyampaikan sport event dan sport tourism itu sangat erat kaitannya. Hasil survei menunjukkan bahwa 60 persen peserta sport event, datang kembali ke Indonesia untuk menjadi wisman. “Kembangkan terus sport tourism seperti golf ini,” kata Arief belum lama ini. Golf, disebutnya, salah satu pilihan sport tourism yang pas untuk menjaring wisman Singapura, Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan serta wisatawan lainnya. Olahraga ini sangat populer dan mahal di negara mereka. Jadi mereka akan berbondong-bondong untuk datang ke sini di kemudian hari. Ketua BPPD Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, juga mengakui telah membentuk divisi olahraga (Sports Division) untuk fokus membidik pasar olahragawan sebagai sasaran. Namun, dia meminta setiap perhelatan olahraga yang digelar tidak menyimpang dari pariwisata budaya. “Pariwisata Bali tetap harus berakar pada pariwisata budaya,” tegasnya. Dikatakan, BPPD Bali membidik pasar-pasar sasaran yang bisa dikemas dalam konteks tetap kepada pariwisata budaya. Pangsa pasar olahraga mendapat lirikan khusus, karena pangsa ini bisa diolah dan dikelola tetap dalam koridor budaya. l Diah/Parwata
Sport tourism menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan lama tinggal wisatawan di Bali.
31 Oktober - 6 November 2016
39
A KT I V I TA S
MBP/ist
UNDIKSHA - Seminar kebijakan pengelolaan hak karya intelektual, luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Undiksha terpusat di Gedung Mr. Ketut Pudja, Eks Pelabuhan Buleleng, Kota Singaraja. Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat
MBP/ist
SMP PGRI 2 DENPASAR – SMP PGRI 2 Denpasar kini makin lengkap dalam hal penyiapan sarana dan prasarana. Bertepatan dengan Purnama Kapat, Sabtu (15/10), keluarga
Kemenristekdikti, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc.,
besar SMP PGRI 2 Denpasar melaspas gedung C. Upacara
mengatakan, inovasi dari hasil riset perlu dikembangkan
pamelaspas alit di-puput Jero Mangku Nendra. Saat itu juga
Undiksha dan perguruan tinggi lain di tanah air menge-
ditandatangani prasasati gedung baru oleh Ketua YPLP
jar ketertinggalan penelitian dari negara lain.
Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M.
MBP/ist
SMK PGRI 5 DENPASAR - Sekolah PGRI di Kota Denpasar kini berlomba memberi pelayanan yang terbaik. SMK PGRI 5 Denpasar yang dikenal sebagai sekolah favorit swasta di Bali kini memiliki gedung baru di Jalan Kenyeri senilai Rp 6 miliar. Gedung baru tersebut di-pelaspas bersamaan dengan upacara piodalan
MBP/ist
GEGER SINGASARI - Pertama kalinya Desa Adat Blahkiuh Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung menggelar sebuah pagelaran seni kolosal bernuasa magis dan religius yang mengangkat judul ‘’Geger Singasari’’. Pergelaran yang dikemas dalam drama tari ini melibatkan seluruh komponen masyarakat Blahkiuh. Semua Tapakan Barong dan Rangda termasuk Tapakan Barong Landung
di parahyangan SMK PGRI 5 Denpasar pada purnama
dari masing-masing Pura Dalem di Desa Adat Blahkiuh
kapat, Sabtu (15/10).
tedun masolah/napak pertiwi.
40 31 Oktober - 6 November 2016
MBP/ist
BUPATI BADUNG - Menyadari penyusunan KUA
MBP/ist
(Kebijakan Umum Anggaran) PPAS (Prioritas Plafon
PEMKAB JEMBRANA - Pemkab Jembrana dibantu
Anggaran Sementara) Tahun Anggaran 2017 mesti
Kementerian PUPR berencana mempercantik Taman
selaras dengan Organisasi Perangkat Daerah yang baru
Makam Pahlawan (TMP) Kesatria Kusuma Mandala,
sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor
yang berlokasi di jalan Sudirman, Kelurahan Pendem,
18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, Bupati Ba-
Jembrana. Nantinya TMP itu akan dilengkapi dengan
dung I Nyoman Giri Prasta memimpin penyusunan dan
beberapa taman tematik serta ruang terbuka hijau
pembahasan Struktur Organisasi dan Perangkat Daerah
sehingga kesan “angker” bisa dihilangkan. Selain itu,
bersama segenap Satuan Kerja Perangkat Daerah
Sungai Ijogading yang bersebelahan langsung dengan
(SKPD) di Kabupaten Badung.
TMP juga akan ditata.
LOMBA BAHASA JEPANG - “SAYA akan menjadi juara dan membawa pulang pialanya”. Demikian yang disampaikan Komang Rio Purbadi, sehari sebelum keberangkatannya mewakili Provinsi Bali dalam ajang lomba bahasa Indonesia dan bahasa asing siswa SMK Tingkat Nasional Tahun 2016 di Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Siswa yang akrab disapa Rio, di bawah binaan Yunita Wawondatu mengukir prestasi gemilang sekaligus membuktikan janjinya berhasil meraih juara I dalam ajang lomba bahasa Jepang tingkat nasional.
UNHI - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) menggelar Wisuda Sarjana ke-50, Magister ke-22 dan Doktor ke-10 di Westin Nusa Dua, Senin (17/10). Wisuda ini juga serangkaian dengan Dies Natalis ke-53 Unhi yang dihadiri Dirjen Binmas Hindu. Rektor Unhi Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. mengatakan, wisuda ini diikuti sebanyak 294 wisudawan, yang terdiri dari enam fakultas serta satu program studi pascasarjana S-2 maupun S-3.
31 Oktober - 6 November 2016
41
A KT I V I TA S
MBP/ist
UNWAR - Unwar kembali diaudit untuk mempertahMBP/ist
UNIVERSITAS MAHENDRADATTA - Sejak pertama kali diselenggarakannya pada tahun 2005 lalu oleh The Hindu Center Of Indonesia dan Forum Intelektual Muda Hindu Dharma (FIMHD), di mana dalam setiap penyelenggaraannya selalu mendapatkan dukungan dari Universitas Mahendradatta Bali. Hampir 10 tahun diselenggarakan, kini Olimpiade Agama Hindu telah menjadi ajang favorit di kalangan siswa Hindu (Shindu) di seluruh Bali.
ankan sertifikasi ISO 9001-2008 dari TUV Rheinland Indonesia. Kini Unwar memasuki periode kedua setelah meraih ISO tahun 2016. Sejak Senin (17/10) Unwar menjalani audit penilikan atau surveillance audit. Masa ISO Unwar berlakunya sampai September 2017. Setelah itu Unwar harus menuju ISO 9001-2015.
MBP/ist
WABUP BADUNG - Para Kepala SKPD, PPK, PPTK, dan pejabat pengadaan di lingkungan Pemkab Badung MBP/ist
KBS - Koster Bali Satu (KBS) gaungnya tak hanya di Bali, melainkan telah merambah hingga gedung Parlemen, Senayan Jakarta. Hal tersebut terjadi saat anggota Komisi X DPRD RI Wayan Koster menerima rombongan SMAN 2 Tabanan melakukan kunjungan ke gedung wakil rakyat. Ia langsung ditanya oleh salah satu siswa SMAN 2 Tabanan apa yang diperbuatnya selama menjadi wakil rakyat dan apa yang akan dilakukan bila terpilih menjadi orang nomor satu di Pulau Dewata.
turut ambil bagian mengikuti sosialisasi program antikorupsi. Acara yang diselenggarakan Inspektorat Kabupaten Badung tersebut, dibuka Wakil Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa di Ruang Kertha Gosana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala, Selasa (18/10).
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
42 31 Oktober - 6 November 2016
MBP/ist
MBP/ist
E-KTP - Setelah menghadiri beberapa kegiatan, guna memastikan pelayanan terhadap masyarakat berjalan dengan baik, Wakil Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa, Minggu (16/10) meninjau pelayanan perekaman e-KTP oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Badung di Desa Kutuh, Kuta Selatan. Hadir pada kesempatan tersebut, Perbekel Desa Kutuh Wayan Purja, Camat Kuta Selatan, Kepala Disdukcapil Badung I Nyoman Soka, beserta para Klian Desa Kutuh.
UNDIKNAS - Pendiri utama Undiknas Denpasar dan Perguruan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Drs. I Ketut Sambereg, M.M. (84) dan Ni Nyoman Kunderi (71) memasuki usia pernikahan 59 tahun. Golden wedding anniversary Sambereg-Kunderi diperingati di Kampus Undiknas, Senin (17/10). Acara dihadiri Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Koordinator Kopertis VIII Prof. Nengah Dasi Astawa dan Ketua Perdiknas Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M.
MBP/ist
RESMIKAN - Pada zaman mengisi kemerdekaan, Presiden Soekarno mencurahkan kasih sayangnya pada kaum marhaen dengan membangun berbagai pusat kesehatan rakyat, salah satuya pendirian rumah sakit milik pemerintah pusat di seluruh Indonesia. Bali sebagai daerah kesayangan Bung Karno, beliau mendirikan RS Sanglah pada tahun 1959 sebagai wujud dari kecintaan pada rakyat Bali. Setelah enam tahun berselang, di bawah kepemimpinan manajemen yang komunikatif, diresmikanlah Prasasti Sukarno yang dilakukan oleh Kanjeng Ibu Sukmawati Soekarno Putri didampingi Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Presiden The Sukarno Center).
MBP/ist
BPJS KETENAGAKERJAAN - Bertempat di Hard Rock Kuta, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banuspa (Bali, Nusa Tenggara, Papua) meneken MoU dengan Kejati Bali, Selasa (18/10). Penandatanganan Kesepakatan Bersama BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banuspa ini lebih spesifik pada bidang hukum perdata dan tata usaha negara. Sehingga MoU ini diberi judul “Melalui Kesepakatan Bersama Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara Terwujud Peningkatan Kesadaran dan Kepatuhan Hukum dalam Penyelenggaraan Program BPJS Ketenagakerjaan�. 31 Oktober - 6 November 2016
43
A KT I V I TA S
MBP/ist
OBAT HERBAL - Perputaran uang dalam bisnis obat herbal di Bali mencapai puluhan miliar rupiah setiap bulannya. Namun sayang, produk yang beredar sebagian besar masih produk impor. Pengusaha obat herbal asal Bali Drs. I Wayan Sudiara, M.Ph. alias Pak Herbal mengatakan, pasar bisnis obat herbal di Bali saat ini sangat besar. Nilainya mencapai puluhan miliar rupiah tiap bulannya.
MBP/ist
UNDWI - Universitas Dwijendra (Undwi) semakin menunjukkan eksistensinya ikut berperan dalam meningkatkan SDM dosen, termasuk dalam penelitiannya. Tahun ini Undwi Denpasar dipercaya sebagai penyelenggara dan tuan rumah Seminar Internasional Online Journal System (OJS). Seminar dan pelatihan OJS ini kerja sama Undwi Denpasar dengan Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (P-ADRI), UMAHA dan UNWAHA serta tujuh PT lainnya di Indonesia.
MBP/ist
PHDI - Digelarnya Lokasabha PHDI Badung menjadi MBP/ist
PNB - Seluruh rangkaian “Open House 2016 Teknik Sipil�, Politeknik Negeri Bali (PNB), Jumat (14/10) secara resmi ditutup. Penutupan tersebut juga diisi dengan pengumuman dan penyerahan hadiah kepada juarajuara seluruh lomba. Sebelumnya pada pagi harinya rangkaian Open House diisi dengan kegiatan gathering yang dihadiri Ikatan Orangtua Mahasiswa (IOM) semester I, D-3 Teknik Sipil dan D-4 Manajemen Proyek Konstruksi, dengan jumlah peserta sebanyak 203.
44 31 Oktober - 6 November 2016
titik balik setelah bertahun-tahun terkesan ada matahari kembar pada lembaga umat ini. Selama bertahun-tahun pula masyarakat bingung atas keberadaan dua lembaga dengan nama yang serupa ini. Upaya untuk menyatukan lembaga ini pun telah dilakukan oleh PHDI Bali. Tim penyelamat PHDI Badung yang disebut Tim 7 pun telah terbentuk. Hal ini disampaikan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat membuka Lokasabha PHDI Badung di Puspem Badung, Jumat (14/10).
MBP/ist
BANDARA NGURAH RAI - Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali terlihat lebih sibuk dari biasanya. Beberapa mobil pemadam kebakaran lalu lalang dengan sirene berbunyi kencang. Menyusul di belakangnya mobil ambulans yang juga melaju. Tampak kobaran api di ujung landasan yang keluar dari Pesawat Angkasa Air jenis Airbus A-330 seri 300 PK – DPS dengan nomor penerbangan DPS 089 rute Australia menuju Denpasar mengalami gangguang teknis ketika landing. Kejadian tersebut merupakan bagian dari Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Raharja ke-89, PT Angkasa Pura I (Persero) yang dilaksanakan di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
MBP/ist
SENATOR WEDAKARNA - Siapa yang bilang tugas seorang Senator DPD-RI hanya mengurus hal–hal besar saja? Setidaknya hal ini ditunjukkan oleh anggota DPD-RI wakil Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang langsung menindaklanjuti laporan masyarakat terkait program garansi “GASS” yang diadakan oleh toko Planet Gadget. Dalam kesempatan tersebut, Komite III DPD-RI Bidang Kesra dan Ekonomi Kreatif meminta penjelasan dari manajemen terkait dengan program garansi GASS dan pihak Planet Gadget sudah menyatakan bahwa program tersebut dihentikan.
MBP/ist
PMI BADUNG - Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan darah di RSUD Badung Mangusada, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Badung bersinergi dengan RSUD Mangusada akan membentuk Bank Darah di RSUD Mangusada. Kerja sama ini akan dituangkan dalam penandatanganan kerja sama (MoU) antara PMI Badung dengan RSUD Mangusada tentang pembentukan Bank Darah. Hal tersebut ditegaskan Ketua PMI Badung Kompyang R. Swandika saat memimpin rapat PMI di Puspem Badung, Kamis (13/10).
MBP/ist
INDONESIAN POWER - Menyambut Hari Listrik Nasional ke-71 dan HUT ke-21 PT Indonesia Power Unit Pembangkit (UP) Bali, digelar aksi tanam pohon jenis flamboyan di bantaran Tukad Badung, Jalan Taman Pancing, Pemogan, Jumat (14/10). Kegiatan tanam pohon ini merupakan program PT Indonesia Power dalam mendukung Bali Clean and Green serta Denpasar Clean and Green dengan menanam 3.500 pohon. Kegiatan ini juga dihadiri Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.
31 Oktober - 6 November 2016
45
TRADISI
Serangkaian Usaba Gumang
Prosesi Mabiasa, �Temu Kangen� Ida Batara Catur Desa
SETELAH malinggih selama sehari di Pura Gumang, seluruh pralingga Ida Batara Catur Desa (Desa Bugbug, Ngis, Bebandem dan Jasri) menuruni bukit, memargi menuju perempatan Desa Adat Bugbug, Jumat (14/10) lalu. Pada hari kedua serangkaian Usaba Gumang ini, terdapat prosesi mabiasa. Prosesi ini berlangsung dalam suasana magis, di antara belasan pangiring yang kerauhan dan belasan ribu umat Hindu yang memenuhi seluruh sudut Desa Adat Bugbug. Sejak pagi seluruh akses jalan menuju Desa Bugbug ditutup total. Umat Hindu menyemut di setiap sudut tempat
46 31 Oktober - 6 November 2016
teduh, agar bisa menyaksikan iring-iringan pralingga Ida Batara Catur Desa. Pralingga Ida Batara Desa Jasri memargi lebih dulu, disusul pralingga Ida Batara Ngis, kemudian pralingga Ida Batara Desa Bebandem. Suasana perempatan Desa Adat Bugbug, mulai terasa magis, kala belasan warga pangiring masing-masing pralingga Ida Batara karauhan. Sambil menghunus keris, dalam kondisi tidak sadar, mereka menancapkan ke dada dengan sekuat tenaga. Semakin siang, ritual mabiasa ini semakin memperlihatkan kesakralannya. Satu per satu pralingga Ida Batara Desa Bebandem
dengan ribuan pangiring berusaha mendekati pralingga Ida Batara Desa Jasri yang berhadap-hadapan. Tetapi, setiap jempana yang hendak mendekati pangiring pralingga Ida Batara Desa Jasri, dihalangi pralingga Ida Batara dari Desa Adat Bugbug dari arah samping. Pada saat itulah puncak prosesi mabiasa, yang mempertemukan pralingga Ida Batara Desa Bebandem dengan pralingga Ida Batara dari Desa Bugbug. Pada saat itu, kedua pangiring terlihat saling dorong, menggambarkan suka cita di antara pangiring, setelah terjadi pertemuan dua jempana tersebut.
Prosesi ini berlangsung berulangbulang pada beberapa jempana, selama hampir satu jam di bawah panas terik matahari. Setiap jempana yang hendak mendekati pralingga Ida Batara Desa Jasri, tak bisa menembus hadangan dari pralingga Ida Batara Desa Bugbug. Usai mabiasa, jempana yang runtuh, langsung diarahkan menuju Pura Bale Agung Desa Adat Bugbug. Sementara, ritual sakral mabiasa ini kemudian diakhiri dengan kemunculan jempana Ida Batara Gede Gumang, di sebelah kanannya didampingi pralingga Ida Batara Ayu Ketut dari Desa Adat Ngis dan Ida Betara Gede Puseh atau Ida Batara Gede Bandem di sebelah kirinya. Kemunculan tiga pralingga Ida Batara di tengah kerumunan pangiring ini, disambut suka cita oleh belasan ribu warga yang memadati Desa Adat Bugbug. Tidak ada perasaan dendam di antara warga. Ini menjadi sebuah proses, memelihara hubungan kasih sayang, welas asih, di antara warga catur desa. Klian Desa Adat Bugbug, Jero Wayan
Mas Suyasa, ditemui usai ritual mabiasa, mengatakan prosesi mabiasa ini seharusnya memang hanya antara pralingga Ida Batara Desa Bebandem dengan Desa Jasri. Dalam legenda, Ida Batara dari Desa Adat Jasri, seharusnya marabian ke Bebandem. Tetapi, karena suatu sebab, akhirnya justru marabian ke Jasri. Sehingga, seolah-olah, jika dilihat secara sekala Ida Batara dari Bebandem marah dan kecewa. Rasa kecewanya ini, ingin dilampiaskan kepada Ida Batara Desa Adat Jasri. Tetapi, sebelum itu terjadi, upaya tersebut dihalangi oleh Ida Batara dari Desa Adat Bugbug, sebagai Aji Ida Batara dari Ngis, Bebandem dan Jasri. “Pertemuan pralingga Ida Batara dari Desa Bugbug dengan Bebandem, terkesan hangat dan penuh suka cita. Secara niskala, ritual mabiasa ini juga dapat dimaksudkan sebagai temu kangen, di antara Ida Batara Catur Desa,� katanya. Sedangkan, Ida Batara dari Ngis tidak ikut mabiasa, karena tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan antara Ida Batara Bebandem dengan Jasri. Sedangkan,
khusus untuk Datah yang juga berkaitan erat dengan Bugbug, tidak diundang secara khusus. Hanya nuur dari luhur. Khusus Ida Batara dari Datah, baru diundang khusus saat Usaba Kaja. Dalam ritual mabiasa ini, ketika Ida Batara Gede Gumang (Bugbug) dengan putranya di Ida Batara Gede Bandem istilahnya sudah rujuk, berarti ritual mabiasa ini sudah somia. Artinya, ritual selanjutnya sudah bisa dilaksanakan. Setelah prosesi mabiasa, dilanjutkan dengan ritual tatebahan di Pura Bale Agung. Rencananya, serangkaian Usaba Gumang ini, Ida Batara katur mantuk ke desa masing-masing, Sabtu (15/10). Antusias warga setiap Usaba Gumang sangat tinggi. Ini tidak terlepas dari kemahakuasaan Ida Batara Gede Gumang, yang dikenal maha pemurah bagi warga yang punya permintaan khusus dalam berbagai hal duniawi. “Ajegkan, adat, tradisi dan budaya. Kita harus tetap kokoh, dari pengaruh budaya luar. Ini merupakan jati diri kita,� tegasnya. l Bagiarta
MBP/gik
Pralingga Ida Batara Desa Adat Bebandem saat melakukan prosesi mabiasa di perempatan Desa Adat Bugbug. 31 Oktober - 6 November 2016
47
HIBURAN
Ita Purnamasari
Kangen Manggung PENYANYI Ita Purnamasari selama beberapa tahun belakangan kerap tampil dalam misi budaya Indonesia di mancanegara bersama suaminya, musisi Dwiki Dharmawan. Namun ia tetap merindukan tampil di panggung luar ruangan. “Saya merindukan panggung outdoor,” kata Ita, istri musisi Dwiki Darmawan, itu kepada wartawan, di Jakarta, belum lama ini. Misi kebudayaan membuatnya lebih sering tampil di dalam gedung dan menuntut keahlian yang berbeda, misalnya membawakan lagu-lagu daerah. “Kemarin di Belanda sempat nyinden, tapi, nyinden jazz. Itu kan pengalaman baru buat saya,” kata dia. Meskipun wawasannya tentang bermusik selalu bertambah melalui misi kebudayaan, ia tetap merindukan tampil di panggung terbuka dengan keriuhan penonton. Apa yang membuat Ita kangen manggung? “Suasananya. Euforia penonton, energi yang meledakledak dan bawain lagu rock sambil teriak-teriak banget,” jawab Ita bersemangat. Pada 18 November, Ita menjadi bintang tamu dalam konser salah satu teman sekaligus idolanya Atiek CB, di Balai Sarbini, Jakarta. l kmb
48 31 Oktober - 6 November 2016
Phil Collins
Manggung Lagi MUSISI Inggris Phil Collins kembali ke panggung lewat konser langsung pertamanya dalam hampir sepuluh tahun terakhir. Dia menyatakan anak-anaknya telah membantunya memangkas masa pensiunnya. Collins, yang pada 2011 mundur dari musik, akan tampil selama lima malam di Royal Albert Hall, London, Juni mendatang sebelum menuju Cologne dan Paris di mana dia akan menggelar dua konser sebagai bagian dari tur “Not Dead Yet: Live”. Collins (65) mulai terkenal sebagai drummer dan kemudian vokalis utama untuk band rock progresif Genesis dan terkenal
lewat lagu-lagu solonya yang hit seperti “Another Day in Paradise” dan “In the Air Tonight”. Dia terakhir kali menggelar tur pada 2007. “Anak-anak berkata ‘Ayah mesti keluar, ayah harus keluar sana dan terus bernyanyi’. Mereka menganggap kepensiunan saya agak prematur dan saya juga sungguh ingin berhenti demi anak-anak dan menjadi ayah. Sekarang saya seorang bapak,” kata Collins kepada Reuters. “Orang-orang berbicara kepada saya pada tahun-tahun belakangan dan bilang ‘Kami rindu padamu, tak ada yang bernyanyi sepertimu dan akan bagus sekali jika kamu kembali dan menggelar konser ’. Pernyataanpernyataan semacam ini telah menguatkan
saya.” Collins telah menikmati sukses dalam karir solonya dengan memenangkan banyak penghargaan Grammy, British Music Award, dan juga sebuah Oscar. “Saya kira para penggemar akan bahagia mendengarkan lagu-lagu yang familiar dengan mereka,” kata Collins. Collins tampil tahun lalu pada sebuah acara untuk Yayasan Little Dreams miliknya dan juga menyanyi pada AS Terbuka Agustus lalu. Collins yang juga merilis memoarnya “Not Dead Yet: The Autobiography” pernah membuat haru banyak orang setelah dia mengaku baru menjalani operasi punggung dan terapi. Dia juga mengaku harus berperang melawan kecanduan alkohol, demikian Reuters. l kmb
31 Oktober - 6 November 2016
49
PROPERTI
Ada Apa dengan Arsitektur di Bali? PERKEMBANGAN arsitektur di Bali, khususnya di wilayahwilayah yang berada pada pusat pariwisata banyak mengalami perkembangan jika tidak ingin dikatakan berubah. Perubahan yang berlangsung sepertinya mengharapkan kebebasan dimana pakem tradisi yang dengan jelas dan tegas dikedepankan dalam peraturan dilanggar. Pelanggaran demi pelanggaran berlangsung, terkesan ada pembiaran, ketidakpedulian ataupun juga kurangnya pemahaman tentang norma yang telah ditetapkan. Pakar Arsitektur Unud Prof. Dr. Ir.Putu Rumawan Salain, M.Si., mengatakan, sesuai dengan ketetapan yang termuat dalam Perda Nomor 5 Tahun 2005 tentang Arsitektur Bangunan Gedung pada ketentuan umum yang dimaksud dengan arsitektur di Bali ada empat, yaitu pertama arsitektur setempat adalah arsitektur yang telah mentradisi/berakar/mapandalam budaya masyarakat di suatu satuan lingkungan tradisi dari tradisi kecil sampai lingkungan tradisi besar di Provinsi Bali. Kedua arsitektur warisan adalah, arsitektur peninggalan masa lampau di Provinsi Bali, baik dalam keadaan terawat/ dimanfaatkan sesuai fungsinya atau tidak terawat/tidak digunakan sesuai fungsi, bergerak atau tidak bergerak, berupa kesatuan atau kelompok atau bagian-bagiannya atau sisanya, yang dianggap memiliki nilai-nilai penting bagi ilmu pengetahuan,sejarah, kebudayaan, dan nilai-nilai signifikan lainnya, seperti yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Ketiga, arsitektur tradisional Bali adalah tata ruang dan tata bentuk yang pembangunannya didasarkan atas nilai dan norma-norma baik tertulis maupun tidak tertulis yang diwariskan secara turun temurun. Keempat arsitektur non tradisional Bali adalah arsitektur yang tidak menetapkan normanorma arsitektur tradisional Bali secara utuh tetapi menampilkan gaya arsitektur tradisional Bali. Persoalan yang berlangsung di Bali kini khususnya dalam perkembangan Arsitektur adalah pemahaman dan atau implementasi pada bidang arsitektur non tradsional Bali. Banyak fungsi-fungsi baru yang bukan merupakan fungsi tradisi diejawantahkan dengan sesuka hati dan dapat pula disebut sebagai perlawanan terhadap peraturan “kekuasaan� atau dalam interpretasi yang berbeda dapat juga diartikan sebagai penghinaan dimana orang lokal menyebutkannya dengan kata nunggingin jit. Kenapa? Karena arsitektur bangunan gedung yang telah diatur dalam Peraturan Daerah tidak diterapkan dengan utuh! Pertanyaannya adalah bahwa adakah arsitek yang merancang bangunan tersebut tidak memahami peraturan setempat ataukah pihak pemberi izin lalai dan tidak mengerti tentang isi dan makna peraturan daerah dimaksud? Jika ada dalih bahwa desain berubah setelah perizinan, seharusnya eksekutor yang sangat berwenang adalah konsultan pengawasnya dan dinas yang terkait. “Jika ketiga aktor tersebut tidak mampu berbuat apa-apa, maka boleh pula kita tanyakan peran masyarakat ada dimana? Bukankah peran masyarakat juga dapat melaporkan penyimpangan-penyimpangan yang sedang dan akan berlangsung? Adakah ini semuanya pembiaran,� ujarnya penuh tanya. l Asmara Putera
50 31 Oktober - 6 November 2016
Putu Rumawan Salain
159 |31 Oktober - 6 November 2016
Ekspor Produk Kayu Terganjal SVLK
RP 20.000