155 |3 - 9 Oktober 2016
Bali “Dikloning” 10 RP 20.000
DAFTAR ISI OPINI lMetamorfosis Perjuangan Menolak Reklamasi Teluk Benoa 6 BALI SEPEKAN lTim Yustisi Jaring Empat Wanita 7 LAPORAN UTAMA l Kejar 20 Juta Wisman Bali ”Dikloning” 10 8 l Bali sebagai “Gateway” 9 l Tak Perlu Khawatir, Bali Punya Pariwisata Budaya 10
POLITIK lBali Jadi Inspirasi Dunia 16 lApi Semangat Puputan Badung Wujudkan Kota Cerdas dan Tolak Reklamasi 17 KIPRAH REMAJA l Damai Band
Ajegkan Bali Lewat Bahasa Bali 18
MANCANEGARA l Kerusuhan Rasial Kembali Terjadi 20 DAERAH l Senderan Pengaman Pantai Yehembang Jebol 22
LENSA l Kerajinan 26
OLAHRAGA l Bermimpi Menjadi Bintang Lagi 27 PENDIDIKAN l Siswa DO Dikembalikan ke Sekolah 32 PERTANIAN l Bongkar ’’Mafia’’
yang Rugikan Petani 36
PARIWISATA l Kearifan Lokal Bali
Menginspirasi Dunia 38
BUDAYA l Filosofi ”Matatah”
Untuk Mengendalikan ”Sad Ripu” dalam Diri 44
PROPERTI l Sejuta Rumah Tersendat
REI Harapkan Skema FLPP Tahap Dua 46
HIBURAN l Film Iko Uwais
Dapat Penghargaan di Paris 48 3 - 9 Oktober 2016
3
DARI PEMBACA
Mengatasi Macet di Depan Pasar Beringkit J
alan di depan Pasar Beringkit, Mengwi, Badung sering macet apalagi jika pasaran setiap hari Minggu dan Rabu. Di depan pasar yang terbesar di Bali tersebut adalah jalur kendaraan yang datang dari Singaraja dan datang dari Jawa. Bayangkan macetnya luar biasa. Saya punya usul semoga pemerintah Badung, Bali dan Pusat ada kepeduliannya. Saran saya agar ada jalan tembus dimulai dari Terminal Mengwi menuju ke timur lewat depan Polres Badung terus lurus ke timur terakhir sampai di jalan umum antara Desa Anggungan dan Desa Penarungan. Saya perhatikan tanah persawahan yang nantinya kena jalan panjangnya sekitar 3 km perlu dibangun dua buah jembatan. Nah, sampai di Anggungan kendaraan bisa belok kanan (ke selatan) menuju Desa Lukluk dan terus ke Denpasar. Bagi kendaraan menuju Gianyar di Anggungan belok kiri menuju Penarungan selanjutnya ke Gianyar dan seterusnya atau bisa dari perempatan Anggungan ke timur tembus di Desa Sibang, dari Sibang ke selatan bisa menuju Denpasar, atau dari Sibang ke timur bisa tembus di Gianyar. Jika pemerintah mau dan tentunya ada dana alangkah baiknya bangun jalan tembus atau lanjutkan jalan dari Anggungan dimaksud terus menuju Sakah – Gianyar. Jalan dari Terminal Mengwi tembus di Desa Sakah ini memang direncanakan pemerintah sejak lama, tetapi sementara untuk mengatasi kemacetan di depan Pasar Beringkit bangun jalan tembus hanya sampai di utara Desa Anggungan tersebut. Saat ini karena setiap harinya kendaraan bertambah banyak ke Bali maka perlu bangun jalan alternatif guna mengatasi kemacetan di jalan nasional. Namun, tanah sawah jadi korban, tetapi ada untungnya sepanjang jalan baru tersebut di kiri-kanan bisa dibangun tempat usaha dagang dan lain-lain yang mengakibatkan ekonomi masyarakat bisa berkembang. Wayan Beratha Yasa Br. Langon, Kapal, Badung
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana Sugiartha Redaksi Dira Arsana, Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Diah Dewi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada, . Bangli: Ida Ayu Swasrina, Sosiawan. Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
3 - 9 Oktober 2016
4
Menata Irigasi Teknis Pertanian Kemandirian pangan bagi Bali makin jauh dari harapan. Tingginya kebutuhan produk pangan di Bali sebagai dampak dari tak terkendalinya laju penduduk membuat banyak ruang beralih fungsi. Tak hanya pangan, Bali juga memasuki babak krisis air bersih. Irigasi teknis untuk perswahan juga bermasalah. Pembangunan embung untuk menampung limpahan air dan perbaikan irigasi teknis tak banyak membantu. Menyikapi hal ini, Pusat Data Bali Post mengelar jajak pendapat terkait tata kelola air di Blai. Merespon pertanyaan, apakah pemerintah kabupaten/kota di Bali sudah melakukan langkah strategis mengatasi tata kelola air dan kekeringan, tercatat 82,57 persen responden mengaku belum merasakannya. Pada jajak yang dilakukan di seluruh Bali selama sepakan terkahir ini, responden mengatakan tindakan dan penyikapan terhadap sejumlah subak di seluruh Bali yang mengalami kekeringan tidak dilakukan secara efektif. Kerusakan saluran irigasi tak ditangani dengan segera. Kuat kecenderungan tata kelola air dan pengelolaan sektor pertanian untuk mengantisipasi kekeringan tidak berorientasi pada kesejahteraan petani. Pemerintah
masih mengelola pertanian dan tata kelola air irigasinya berdasarkan pendekatan proyek. Pembangunan irigasi teknis yang dilakukan secara partial belum efektif untuk mengatasi dampak kekeringan. Sementara itu, 14,61 persen responden mengakui pemerintah kabupaten/ kota telah berupaya maksimal mengatasi dampak kekeringan dengan melakukan tata kelola air irigasi. Proyek-proyek irigasi teknis sudah dianggarkan. Selain itu, pemerintah juga telah melakukan kajian untuk membatasi pengelolaan sumber air petani untuk dijadikan lahan bisnis oleh PDAM dan pengusaha air kemasan. Pembangunan embung untuk menyangga sumber air pertanian juga telah dilakukan. Responden mengatakan kalaupun kini kekeringan masih mengancam pertanian, hal itu akibat adanya beragam kepentingan yang menyandera sektor pertanian. Penyelamatan sektor pertanian harus dilakukan terintegrasi tak bisa hanya berdasarkan pada pengelolaan sumber air. Sementara 2,82 persen responden tak memberikan respons terkait hal ini. Responden hanya berharap Pemerintah Bali komit melakukan pengawalan terhadap pertanian. Untuk mengatasi dampak kekeringan,
responden berharap pemerintah mencari terobosan, salah satunya dengan melakukan konservasi di kawasan sumber mata air. l Dira Arsana
3 - 9 Oktober 2016
5
5
opini
Metamorfosis Perjuangan Menolak Reklamasi Teluk Benoa
P
erjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa, bergulir da terus menguat di Bali. Saat ini aspirasi yang diperjuangkan oleh ForBALI di bawah pimpinan Pasubayan Desa Adat/Pakraman Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa telah bermetamorfosis menjadi sebuah perlawanan terhadap kekuasaan. Terjadinya eskalasi perjuangan yang lebih kepada perlawanan itu akibat dari sikap apatisme pemerintah dalam memberikan solusi yang cerdas dan berpihak pada kepentingan krama Bali (baca-Umat Hindu). Alhasil aspirasi penolakan itu menemui kebuntuan ataupun jalan buntu. Akar permasalahannya tentu saja sikap Pemerintah Propinsi Bali yang bersikukuh mempertahankan pendapatnya dengan tidak bersedia mengajukan rekomendasi baru kepada Presiden agar mengembalikan status kawasan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi perairan. Tindakan politik hukum yang senyatanya menjadi biang kerok dari “konflik� yang kini sulit dibendung hanya dengan logika lingkungan. Desa adat dengan segala otortasnya telah menyatakan menolak rencana investasi dengan menguruk Teluk Benoa. Model komunikasi politik yang demikian tentu menyebabkan kebuntuan saluran aspirasi dan jika pembiaran kondisi ini berkepanjangan maka perlawanan Pasubayan Desa Adat/Pakraman bersama krama adatnya akan menjadi perlawanan jalanan atau kerap disebut dengan pembangkangan sipil. Inilah puncak eskalasi yg sesungguhnya harus dihindari oleh pemerintah. Sama seperti ketika terjadi kerusuhan di tahun 1998 dengan gerakan reformasinya.
6
Oleh Nyoman Dhamantra
Saat itu hukum menjadi lumpuh akibat gelombang perlawanan telah melahirkan pembangkangan sipil. Rakyat dipaksa menempuh caranya sendiri karena pemerintah membiarkan kesewenang-wenangan terus terjadi dengan menggunakan kekuasaannya. Ketika situasi seperti itu terjadi, saya yakin Pasubayan Desa Adat/Pakraman ataupun aparat penegak hukum sudah tidak akan efektif lagi mengendalikan kontraksi massa untuk tertib hukum. Kontraksi sosial seperti itu pada akhirnya akan berujung pada keadaankeadaan yang dalam hukum adat Bali disebut panca bhaya atau lima keadaan bahaya yang wajib diantisipasi secara adat yakni agni bhaya (bahaya akibat api), Toya Bhaya (bencana akibat air), Ripu Bhaya (bahaya dari serangan musuh), Corah Bhaya (bahaya yang ditimbulkan dari perbuatan orang jahat), Jiwa Bhaya (keempat bahaya yang berujung mengancam keselamatan jiwa). Bahaya-bahaya tersebut dapat menimpa warga adat atau disebut kapancabhaya, sehingga adanya Jiwa Bhaya (terancamnya keselamatan jiwa) sehingga berlaku pemukulan kentongan tanda bahaya (kulkul bulus). Kulkul bulus adalah tanda bahaya yang digunakan untuk membentengi dan memberikan perlindungan terhadap warga adat yang terancam keselamatannya. Dalam konteks ini, terancam akibat melaksanakan keputusan rapat desa adat yang telah memutuskan menolak reklamasi Teluk Benoa. Dalam praktiknya, masyarakat adat akan berupaya membentengi dirinya dng
Rakyat dipaksa menempuh caranya sendiri karena pemerintah membiarkan kesewenang-wenangan terus terjadi dengan menggunakan kekuasaannya. Ketika situasi seperti itu terjadi, saya yakin Pasubayan Desa Adat/Pakraman ataupun aparat penegak hukum sudah tidak akan efektif lagi mengendalikan kontraksi massa untuk tertib hukum. menjadikan bale desa adat ataupun bale banjar sebagai basis perjuangan dan kulkul bulus (kentongan tanda bahaya) sebagai alat mobilisasi perlawanan secara tradisional yang tersedia, yang sewaktu-waktu dapat disuarakan ataupun dipukul oleh siapa saja. Secara adat pemukulan kulkul ataupun kulkul bulus itu telah menjadi tanggung jawab kolektif masyarakat adat di desa adat masing-masing bukan lagi merupakan tanggung jawab personal atau perorangan dari oknum pemukul kulkul itu sendiri karena merupakan bentuk perlindungan hukum adat terlebih krama/warga adat yang sedang berjuang mempertahankan hak-hak tradisional mereka. Itulah keunikan hak adat yang melekat dalam tradisi desa adat Bali serta telah menjadi warisan budaya leluhur di Bali. Sepatutnya menjadi refleksi bersama agar pemerintah menghormati hak-hak masyarakat adat yang secara tegas telah dijamin dan dilindungi oleh pasal 18B UUD RI 1945.
3 - 9 Oktober 2016
6
BALI SEPEKAN
Tim Yustisi Jaring Empat Wanita
MBP/nik
Sampah Menggunung
Warga Keluhkan Bau Menyengat
PENINGKATAN volume sampah pascahari raya khususnya Kuningan sudah menjadi momen rutin. Namun di Desa Blahbatuh, tumpukan sampah sisa perlengkapan upacara tampak dibiarkan dan tidak diangkut hingga Selasa (20/9). Alhasil, gunungan sampah pun berderet di pinggir jalan hingga menimbulkan aroma menyengat yang mengganggu kenyamanan warga. Tumpukan sampah sisa upacara terlihat di sejumlah titik di Jalan Serma Derya, Blahbatuh. Padahal di kawasan tersebut terlihat dua bak sampah, namun tidak cukup menampung hingga sampah meluber ke
pinggir jalan. Kondisi lebih parah ditemukan di Jalan Kapten Japa, Blahbatuh. Di lokasi itu, gunungan sampah dibiarkan terus menumpuk berderet di pinggir jalan. Tumpukan sampah dikeluhkan warga. Selain bau menyengat, kondisi ini sangat merusak estetika kawasan. Perbekel Blahbatuh A.A. Ngurah Kapidada yang dikonfirmasi hal ini menjelaskan, tumpukan sampah yang belum tertangani disebabkan sejumlah faktor seperti armada kebersihan Desa Blahbatuh yang juga libur selama rangkaian hari raya. lManik Astajaya
TIM Yustisi Pemkab Kabupaten Klungkung menjaring empat wanita yang diduga PSK dalam sidak yang digelar, Selasa (20/9). Tim yang berjumlah 34 orang yang dipimpin Kasatpol PP Nyoman Sucitra menciduk keempat PSK itu di bekas galian C di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. PSK yang berasal dari Jawa Timur dan Lombok (NTB) tersebut diamankan ketika sedang bersantai menunggu pelanggan di rumah mirip kos-kosan. Mereka adalah Mariam, Nurmaeni, Marinah dan Iin. Keempatnya telah menghuni rumah kos-kosan sejak lama, namun hingga tim Yustisi melakukan penggerebekan, mereka belum melengkapi diri dengan Kartu Identitas Penduduk Sementara (KIPS). Tim juga melakukan penertiban pedagang dan pengguna kendaraan di sepanjang Jalan Diponegoro ke arah Tukad Unda, Desa Satria, Sampalan dan Gunaksa, Jalan Flamboyan, Jalan Raya Takmung, Banjarangkan hingga By-pass Ida Bagus Mantra. “Ke-12 orang yang melanggar ketertiban umum dan empat PSK yang tidak melengkapi diri dengan KIPS akan kami sidik di markas Satpol PP,� ujar Kasi Operasional Nyoman Kariyasa. l Dewa Farendra
Diduga Masalah Utang-piutang, IRT Dibunuh KASUS pembunuhan terjadi di Jalan Gunung Lebah IV nomor 43E, Denpasar Barat, Selasa (20/9). Ibu rumah tangga (IRT) Suyani (39) asal Kebumen, Jawa Tengah diduga ditusuk di dalam rumahnya dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS BaliMed, Denpasar. Sementara anaknya yang nomor dua, Jafar (11), kritis karena mengalami luka tusukan di dada hingga tembus ke punggung.
Diduga pelakunya berinisial To dan informasinya sering pinjam uang kepada suami korban, Joko (45). Di TKP terlihat ceceran darah di teras rumah hingga depan rumah. Kedua korban dibawa ke rumah sakit naik sepeda motor oleh tetangganya. Menurut Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana didampingi Kasat Reskrim Kompol Reinhard, berdasarkan keterangan saksi, kejadiannya pukul 12.30 Wita. Pelaku
menganiaya korban hingga meregang nyawa karena lukanya parah. Sementara tetangga korban, Ketut Aryawan (38), mengaku mendengar suara gaduh di TKP. Saat itu ia melihat seorang pria pakai topi keluar dari rumah tersebut sambil menenteng pisau. Aryawan berusaha mengejar ke arah timur, namun keburu menghilang. l Kerta Negara 3 - 9 Oktober 2016
7
7
LAPORAN UTAMA
Kejar 20 Juta Wisman
Bali ”Dikloning” 10
B
ali sudah menjadi ikon pariwisata Indonesia. Hal ini tidak lepas dari fakta, sekitar 40 persen wisatawan mancanegara (wisan) yang masuk Indonesia melalui gerbang pintu Pulau Dewata. Di sisi lain, pemerintah menargetkan kunjungan 20 juta turis asing (wisman) pada 2019. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah menargetkan dapat mengembangkan sepuluh daerah wisata tahun ini. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan, Indonesia memiliki 88 Kawasan Startegis Pariwisata Nasional (KSPN) di mana di dalamnya terdapat 222 Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN). Sebagai tahap awal, pemerintah memutuskan untuk fokus terhadap sepuluh lokasi wisata yang dianggap paling potensial dan cepat mendatangkan turis asing. Dalam mengebangkan 10 detinasi wisata ini, Arief Yahya menggunakan ikon Bali dengan menyebut 10 destinasi prioritas itu sebagai “10 Bali Baru”. Meskipun menggunakan istilah “10 bali Baru”, Arief Yahya menyebut tidak serta merta “mengkloning” Bali menjadi 10 yang benar-benar mirip seperti Bali. Melainkan, mengebangkan masing-masing daerah tersebut sesuai karakteristiknya sendiri. Istilah “10 Bali Baru” itu, katanya merupakan makna kiasan dan lebih untuk memberi tekanan agar “performance” masing-masing daerah itu bisa menyamai Bali yang setahun bisa mendatangkan empat juta wisman. “Sepuluh Bali Baru” tersebut masing-masing Danau Toba (Sumatera Utara), Belitung (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten, Jawa Barat), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo (Jawa Timur), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).
Tak Cukup Bermodal Keindahan Alam Apakah “kloningan” ini akan mengncam keberadaan pariwisata Bali, atau paling tidak menjadi pesaing baru di dalam negeri sementara Bali juga harus “berperang” melawan pesaing dari luar seperti Thailand, Maladewa dan lain? Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, A.A. Ngurah Alit Wiraputra, pembuatan destinasi wisata yang menamakan “Bali Baru” tidak akan efektif apabila struktur dan budaya masyarakatnya tidak dibentuk seperti masyarakat Bali yang ada saat ini. “Kloning Bali menjadi Bali Baru tidak akan bisa dibuat hanya dengan keindahan alam saja. Sebab, struktur dan budaya masyarakat masingmasing daerah berbeda, tidak seperti masyarakat Bali,” ungkapnya. Dia mencontohkan di daerah Nusa Tenggata Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Danau Toba. Struktur Budaya masyarakat dari ketiga destinasi ini tidak memiliki kesamaan. “Jadi Bali Baru harus dibangun dengan kearifan lokal yang mirip seperti di Bali,” ujarnya. Menurutnya, sistem keamanan masyarakat setempat juga harus menjadi perhatian. Sebab, bicara pariwisata tidak terlepas dari sistem keamanan. Selama ini, di Bali sendiri memiliki desa adat dan perangkat keamanan yang disebut pecalang sebagai benteng keamanan setelah aparat penegak hukum. “Seperti di Bali, dengan adanya pecalang dan kekuatan desa adatnya juga harus mendapat perhatian,” katanya. l Parwata/Sugiarta
8
MBP/dok
Bali mengandalkan pariwisata budaya, bukan semata keindahan alam. Hal ini membawa Bali mampu menarik banyak kunjungan wisatawan mancanegara hingga dijadikan sebagai ikon pariwisata nasional.
3 - 9 Oktober 2016
8
Bali sebagai “Gateway” PENGEMBANGAN 10 destinasi wisata baru oleh pemerintah pusat yang diistilahkan dengan “Bali Baru”, dinilai bagus bagi kenyamanan di Bali. “Kalau ini terjadi tentu bagus untuk Bali, dalam arti Bali bisa mendistribusikan wisatawan ke daerahdaerah lain supaya beban Bali berkurang. Daripada semua ke Bali, sumpek, macet,” papar Prof. Nyoman Darma Putra, M.Litt., akademisi pariwisata Unud. Jika wisatawan datang ke Indonesia melalui Bali lalu menyebar ke daerah lain di Indonesia, menurutnya hal itu bagus bagi Bali. Oleh karena itu, pembangunan destinasi baru mestinya disambut baik oleh Bali untuk pengembangan pariwisata secara merata di Indonesia. Tujuan pemerintah pusat melakukan pengembangan destinasi wisata baru agar pariwisata di Indonesia berkembang secara merata. Kedua, untuk mengantisipasi target kunjungan 20 juta wisatawan pada tahun 2019. “Turis yang datang pasti akan mengatakan saya sudah pernah ke Indonesia, sudah pernah ke Bali, apa lagi yang bisa saya lihat? Wisatawan bisa lihat Toba, Mandalika, Wakatobi, Raja Ampat,” bebernya. Jadi, kata Darma Putra, pengembangan 10 destinasi wisata baru menyediakan destinasi wisata baru yang sama fasilitas dan daya tarik dengan Bali. “Jangan sampai ingin 20 juta tapi tidak ada destinasi baru, tidak ada fasilitas, tidak ada penerbangan. Jadi, pengembangan yang dilakukan adalah pengembangan holistik untuk mengundang wisatawan datang ke Indonesia,” harapnya. Ia masih ingat, sebelumnya ada paket tour terkenal di kalangan turis Jepang yaitu turis datang ke Bali, tinggal di Bali, lalu tur ke Jogjakarta 1-2 hari, terus kembali ke Bali. “Ketika mereka ke Jogja, di sini (Bali) kan agak lengang sedikit, daripada semuanya (wisatawan) ke sini saja,” tukasnya. Kecenderungan wisatawan dengan model wisata seperti itu besar, lantaran para wisatawan sudah pernah ke Bali tentu mereka ingin melihat wilayah lain di luar Bali. Beban Bali tidak akan berat dengan model pariwisata seperti itu. Jika dilihat dari target kunjungan wisatawan yaitu 20 juta tahun 2019, Bali ditargetkan setengahnya yaitu 8 juta wisatawan. “Jika 8 juta itu datang ke Bali lalu langsung didistribusikan, itu bagus, wisatawan silahkan ke Bandung, ke Jogja, ke Lombok. Silahkan, Bali hanya pintu gerbang, tapi kalau kemudian hanya ke Bali
MBP/dok
Kesibukan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Tuban. Bali menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara untuk selanjutnya menikmati berbagai keindahan dan keunikan budaya yang ada di daerah ini, termasuk di luar Bali seperti Lombok, Toba dan lainnya.
saja dan 8 juta betul datang, maka Bali akan padat sekali,” bebernya. Melihat kondisi kunjungan wisatawan saat ini yang sekitar 4 juta, sudah terasa ketidaknyamanan di Bali. Seperti lalu lintas padat, macet, sumpek, tentu hal itu menjadi bumerang bagi Bali. Turis akan mengeluh dengan kondisi padat seperti itu. Namun jika didistribusikan, paling tidak kondisi Bali masih bisa seperti saat ini. Bali pun dapat berkontribusi dengan pengembangan pariwisata yang merata di Indonesia. Kekhawatiran akan kehilangan wisatawan atau tingkat kunjungan ke Bali berkurang dengan adanya “ Bali Baru”, menurutnya tidak perlu ada karena daya tarik dan popularitas Bali masih tinggi di luar. Sepanjang, daya tariknya masih tetap bagus, kualitas pelayanannya bagus. “Kalau jumlah yang datang berkurang, mungkin nanti kualitasnya ditambah. Artinya, harga dinaikkan, turis yang datang bisa lebih lama karena enak di Bali. Daripada kondisi Bali sumpek, mereka (wisatawan) pun ingin cepat-cepat pergi, akhirnya leght of stay jadi pendek,” jelasnya. Kalaupun disaingi dengan turunnya jumlah wisatawan, maka Bali harus kreatif. “Bali tidak boleh merasa diri sangat populer, tapi harus mengembangkan daya tariknya lagi, bagaimana caranya orang pergi ke Lombok tapi tetap datang ke Bali, tidak ke Lombok saja,” ujar Kepala Prodi Pariwisata Unud tersebut. Bali pun harus menjawab tantangan
jika daya tarik “Bali Baru” yang dibangun membuat jumlah kunjungan berkurang. Sementara itu, Gufron, Director Alpha Hotel Management mengatakan, memang pihaknya akan melebarkan sayap untuk pengembangan bisnis perhotelan. “Di korporasi sudah ada plan, khususnya di Idonesia bagian timur, tidak hanya di Lombok dan Labuan Bajo, tapi juga ada di Sulawesi Tenggara dan dekat-dekat Raja Ampat,” ujarnya pada peresmian hotel Akana. Target kunjungan wisatawan sebanyak 20 juta pada tahun 2019, kata dia, tidak hanya untuk Bali, Jogja, Jakarta, Bandung tapi seluruh Indonesia. “Nanti pasti kita akan kembangkan dan beberapa investor sudah meminta itu dan akan segera kita eksekusi,” jelasnya. Menurutnya, kendala dalam pemenuhan target kunjungan tersebut tidak hanya dari jumlah kunjungan 20 juta, tapi juga persiapan Indoensia itu sendiri. Daerah lain di Indonesia yang akan dijadikan tujuan wisata baru, tantangannya adalah infrastruktut dan SDM. “Jangan sampai 20 juta tercapai, tapi tamutamu ketika kembali ke negaranya punya komentar yang tidak bagus, itu risiko,” tukasnya. Maka dari itu, perlu sinergi antara pemerintah daerah dan industri. Namun yang pasti, kata dia, di level korporasi dan manajemen sudah mempersiapkan untuk pengembangan sayap di daerah lain selain Bali. l Citta Maya 3 - 9 Oktober 2016
9
9
LAPORAN UTAMA
Tak Perlu Khawatir, Bali Punya Pariwisata Budaya
P
engembangan “Bali Baru “ yang direncanakan oleh pemerintah pusat, harus mempunyai tujuan yang jelas, terutama dari segi filosofi. Mengingat, konsep pengembangan pariwisata Bali dengan Perda Provinsi Bali, konsisten dengan pengembangan kepariwisataan budaya yang sumbernya dari nilai-nilai luhur Agama Hindu. “Program-program dan aplikasi program ‘Bali Baru’ tersebut harus jelas bagaimana konsepnya. Seandainya “Bali Baru “ tersebut ada kloningannya, bagaimana modelnya?,” ungkap Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Wilayah Bali, Drs. Ec. I Putu Anom, B.Sc., M.Par. Saat ini, dikatakannya Bali sudah komit dengan menampilkan keunikan budaya Bali, baik tangible (berwujud benda) maupun intangible (tidak berwujud benda) dan memiliki keunggulan filosofi (tatwa) yang dipraktekkan dengan etika (susila) yang mulia dan terwujud benda dengan aktivitas ritual yang unik. Hal ini ia buktikan dengan penelitian yang pernah diajukannya pada bulan Maret hingga April lalu kepada wisatawan dengan menyebar ratusan angket. Hasilnya, dikatakan sekitar 80 - 90% motivasi wisatawan tetap mengunjungi Bali. Tentu hal disebabkan karena ketertarikan wisatawan dengan keunikan budaya Bali yang terpadu dengan keindahan alam. Selain juga mereka mengisi waktu luang dengan aktivitas-aktivitas lain dalam bentuk wisata artifisial (wisata buatan). Sementara itu, Ketua PHRI Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati menilai, rencana pengambangan pariwisata “Bali Baru “ bukanlah dalam bentuk kloningan atau foto copiannya Bali. Melainkan, membangun spirit destinasi baru yang tingkat popularitasnya sama dengan Bali. Meskipun, yang menjadi inti daya tarik yang ditonjolkan berbeda. Ia mencontohkan, seperti Pulau Samosir yang ditonjolkan adalah Danau Toba yang didukung oleh budaya setempat dan Labuhan Bajo yang ditonjolkan potensi lautnya. Oleh karena itu, menurutnya Bali tidak perlu khawatir dengan rencana tersebut, selama Bali masih mempunyai keunikan dan daya tarik wisata berbasis budaya. “Jadi, Bali tidak perlu khawatir selama kita tidak keluar dari keunikan daya tarik kita serta tetap menjaga bahkan meningkatkan kualitas daya tarik pariwisata yang ada di Bali,” pungkasnya. l Winata
10
26 September - 2 Oktober 2016
10
Dengan pariwisata budaya, Bali tidak perlu khawatir dengan 10 “Bali Baru” yang dikembangkan pemerintah pusat. Salah satunya, Ngaben yang tidak ditemukan di “Bali Baru” tersebut.
26 September - 2 Oktober 2016
11
AKTIVITAS
MBP/ist
PPS UNWAR - Program Pascasarjana (PPS) Unwar layak menyandang predikat PPS terlengkap dan berkualitas di Bali. Buktinya, animo masyarakat masuk ke PPS Unwar terus meningkat. Seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk semester ganjil dilaksanakan serentak di Gedung PPS Unwar, Selasa (20/9) malam. Ketua Penmaru Dr. Dra. Ni Wayan Kasni, M.Hum. mengatakan, seleksi calon mahasiswa baru diikuti 174 peserta.
MBP/ist
AHM - Alfa Hotel Management (AHM) dengan senang hati mengumumkan peluncuran satu lagi properti bergaya modern di bawah bendera manajemennya. Sejak didirikan pada tahun 2012, AHM sudah membangun kemitraan yang langgeng dengan para pemilik hotel yang didasarkan pada visi bersama untuk sukses dan perkembangan positif dari industri pariwisata Bali.
AKBID - Saat ini jumlah tenaga medis, yakni bidan di Bali sudah banyak. Bahkan rasionya lebih dari cukup dibandingkan dengan jumlah penduduk Bali. Oleh karena itu, mereka yang kuliah di Akademi Kebidanan (Akbid) diharapkan mampu bersaing dan siap ditempatkan di mana saja, sekalipun itu di kampung maupun keluar daerah.
MBP/ist
UNWAR - Sejarawan Batara R. Hutagalung diundang khusus memberi ceramah soal sejarah dalam studium general, Rabu (21/9). Kehadiran Batara R. Hutagalung ini, menurut Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana, sangat penting untuk meluruskan sejarah dalam rangka membangkitkan rasa nasionalisme. MBP/ist
12
3 - 9 Oktober 2016
DIES NATALIS - Ribuan warga Universitas Warmadewa (Unwar) dan Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali (YKKPB) menggelar jalan sehat serangkaian Dies Natalis ke-32, Senin (19/9). Jalan sehat dilepas Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana didampingi Ketua YKKPB Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. MBP/ist
MBP/ist
FELICE JEWELLERY - Felice Jewellery menggelar pameran perhiasan emas dan berlian, mulai Jumat (16/9) hingga Minggu (18/9). Pameran dilaksanakan di Business Center, Hotel Aston Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Kali ini ada hadiah istimewa berupa handphone android yang akan diberikan kepada pelanggan yang membeli cincin black diamond 1 carat. MBP/ist
JENATEKE - Pada zaman penaklukan Majapahit di Sumbawa, pernah ada kisah bahwa salah satu dari 9 keris Majapahit disebar ke seluruh Indonesia, termasuk di Sumbawa. Keris itulah yang menjadi saksi kekuasaan waskita Majapahit dan nama kota Bima pun dipercaya sebagai bagian dari penghormatan terhadap ajaran Mahabharata. Maka dari itu, sebuah perjalanan karma telah dijalani oleh Shri I Gusti Ngurah Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang mendapatkan kehormatan mewakili Bali untuk bisa hadir di Sumbawa menjadi upasaksi agung dari prosesi penobatan putra mahkota (Jenateke) Kesultanan Bima.
MBP/ist
HKTI GIANYAR - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Gianyar menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di ruang rapat Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Gianyar, Kamis (15/9). Melalui kegiatan tersebut, Drh. Nyoman Arya Dharma terpilih sebagai Ketua DPC HKTI Gianyar yang baru, periode 2016-2021 menggantikan Dr. Ir. Pande Diah Kencana 3 - 9 Oktober 2016
13
A KT I V I TA S
MBP/ist
PEMKOT DENPASAR - Laporan keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar yang meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) empat kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, mendapatkan apresiasi dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati saat membuka Rapat Kerja Nasional Akuntabilitas dan Pelaporan Keuangan Pemerintah di Istana Negara, Selasa (20/9). Rapat kerja yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo tesebut, secara khusus mengundang 13 Pemkot se-Indonesia termasuk Kota Denpasar yang merupakan satu-satunya pemerintahan dari Bali.
MBP/ist
UNWAR - Serangkaian Dies Natalsis ke-32, Unwar mengundang Ketua BAN PT Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, S.E., M.Si. menjadi narasumber dalam kuliah umum ‘’Implementasi Penjaminan Mutu Memperkuat Kelembagaan PT dan Prodi’’, Selasa (20/9). Acara dihadiri Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana dan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali (YKKPB) Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti.
MBP/ist
BOOSTER REJEKI - Pernahkan Anda gagal dalam berbisnis, ditipu, memiliki utang, susah menagih utang, susah mendapat pekerjaan, susah mendapatkan kepercayaan dan selalu sial dalam hidup? Apakah yang telah anda lakukan untuk mengatasi semua permasalahan tersebut? Pada Sabtu, 17 September 2016, bertempat di Fave Hotel Lombok telah dilaksanakan acara ‘’Booster Rejeki’’ yang diikuti 15 peserta dari berbagai kalangan.
14 3 - 9 Oktober 2016
MBP/ist
PURA PAKENDUNGAN - Pura Luhur Pakendungan merupakan Pura Dang Khayangan yang dipuja sebagai pusat kemakmuran bagi seluruh subak yang ada di Tabanan. Pura ini berlokasi di kawasan Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan. Dalam Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul, Pura Luhur Pakendungan disebutkan dibangun pada Isaka Warsa 1330 Tahun 1408.
MBP/ist
FAPET UNUD - Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Udayana (Unud) bekerja sama dengan Pertamina dalam program integrasi ternak sapi kepada Kelompok Ternak Sapi Putra Yasa, Tenganan Dauh Tukad, Manggis, Karangasem. Corporate social responsibility (CSR) TBBM Manggis itu diserahkan bersama perwakilan TBBM Manggis, Ari dan Dekan Fapet Unud Dr. Ir. Ida Bagus Gaga Partama, M.S., di kandang koloni kelompok ternak itu, Rabu (14/9) lalu.
MBP/ist
CSR TBBM - CorporateSocial Responsibility (CSR) TBBM (Terminal Bahan Bakar Minyak) Manggis, melalui perwakilannya, Yulian Ari Pyandani, bekerja sama dengan Fakultas Peternakan Unud, menyerahkan bantuan berupa enam ekor sapi dan kandang untuk Kelompok Ternak Sapi Putra Yasa di Dusun Tenganan Dauh Tukad, Manggis, Karangasem, Rabu (14/9) lalu.
MBP/ist
PEMKAB BADUNG - Dinamika pembangunan di Kabupaten Badung demikian cepat dan dinamis, sehingga berbagai ekses dan dampak dari dinamika pembangunan yang tinggi ini juga membutuhkan adanya penanganan dengan respons yang cepat pula. Menyadari kondisi ini, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung di bawah kepemimpinan Bupati Giri Prasta dan Wakil Bupati Ketut Suiasa telah berkomitmen untuk menyuguhkan pelayanan yang cepat, murah dan pasti.
MBP/ist
STIBA SARASWATI - Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (STIBA) Saraswati Denpasar, Rabu (21/9), menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKK Maba). PKK Maba diikuti 365 mahasiswa baru. PKK Maba dibuka Pelaksana Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. didampingi Ketua STIBA Saraswati Denpasar I Komang Sulatra, S.S., M.Hum. ditandai dengan penyematan atribut PKK Maba. 3 - 9 Oktober 2016
15
POLITIK
Bali Jadi Inspirasi Dunia
MBP/dok
B
ali dikenal dunia karena keunikan budayanya. Budaya pula yang membuat Bali menjadi salah satu destinasi pariwisata terbaik di dunia. Budaya yang membuat Bali memiliki “warna” berbeda ini tentu harus dijaga dan dipertahankan. Bukan malah sebaliknya, menganggap budaya justru sebagai beban. “Kearifan lokal bukan kemudian menjadi hal yang kuno, tapi apa yang tetap dipertahankan masyarakat Bali bisa menjadi inspirasi bagi belahan dunia lain. Jangan melihat budaya itu sebagai suatu beban,” ujar Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Diah Pitaloka di sela-sela International Conference of Progressive Alliance di Legian, Badung. Diah menyebut salah satu budaya sekaligus kearifan lokal Bali adalah subak. Sistem pengairan tradisional pada sektor pertanian ini dinilai bisa menginspirasi dunia. Itu sebabnya, penutupan
16
Diah Pitaloka
International Conference of Progressive Alliance yang diselenggarakan PDI Perjuangan juga diisi dengan kunjungan ke subak. Peserta dari puluhan negara di dunia sengaja diperkenalkan dengan subak yang juga warisan budaya dunia UNESCO tersebut. “Semoga subak bisa menjadi solusi masalah pengairan di negara lain. Khususnya negara yang juga mengandalkan pertanian,” imbuhnya. Koordinator Social Democracy in Asia, Marie Chris Cabreros mengatakan, kearifan lokal yang ada di masyarakat mestinya terus ditumbuhkan. Bagaimana agar kearifan lokal tersebut dapat mengakar di tiap-tiap sendi kehidupan. Namun sayangnya, kearifan lokal yang sebetulnya sangat menarik ini kerap terlupa untuk dibahas. “Pilar ekonomi dan politik sudah sering sekali dibicarakan. Tapi ada yang terlupa ketika bicara tentang cultural. Kita lupa bagaimana kearifan lokal, apa itu terkait seni, musik, mengelola sawah
itu menjadi suatu yang yang menarik dan seharusnya tumbuh secara mengakar di dalam masyarakat,” jelasnya didampingi Koordinator Progressive Alliance, Konstantin Woinoff. Peserta seminar dari PDI Perjuangan Bali, A.A. Ngurah Adhi Ardhana mengatakan, pemerintah di Bali sebetulnya telah membuat perlindungan terhadap nilai-nilai budaya bahkan nilai-nilai religius di pulau dewata. Perlindungan itu diaplikasikan di dalam peraturanperaturan yang dibuat eksekutif dan legislatif. Antara lain terkait desa pakraman, subak, dan lainnya. “Beberapa peraturan sudah kita buat, tapi kembali ke tataran pelaksanaan memang masih membutuhkan penguatan. Dalam artian, support dari masyarakat, pengawasan dari legislatif, itu perlu,” ujar Anggota DPRD Bali ini. l Rindra
3 - 9 Oktober 2016
16
Api Semangat Puputan Badung
Wujudkan Kota Cerdas dan Tolak Reklamasi Acara peringatan Puputan Badung tahun 2016, Selasa kemarin, berlangsung istimewa. Tepatnya juga istimewa, di catuspata Jalan Veteran, Banjar Tainsiat, Denpasar. Di lokasi itu, 110 tahun lalu berlangsung perang puputan Badung. Peristiwa heroik itu dipimpin langsung I Gusti Ngurah Made Agung atau Cokorda Mantuk Ring Rana yang kini bergelar pahlawan nasional. Lokasi itu menjadi saksi sejarah bagaimana semangat yang berkobar mempertahankan tanah leluhur meski sampai mempertaruhkan jiwa raga. Menteri Puspayoga, cucu dari pahlawan nasional ini yang hadir dalam perayaan Puputan Badung, Selasa (20/9 minta api semangat Puputan Badung bisa dijadikan landasan untuk mewujudkan smart city. Selain itu, api semangat Puputan Badung dalam perjuangan sekarang ini, yakni menolak reklamasi. “Saya bersama pak wali (Wali Kota Denpasar Rai Mantra,red) dari awal sudah menolak reklamasi. Spirit
perjuangan ini tidak jauh berbeda dengan semangat Puputan Badung, hanya bentuknya saja yang berbeda,” ujar Puspayoga. Pada saat perayaan Puputan Badung ke-110 ini, Puspayoga juga menyerahkan album Puputan Badung yang berisi fotofoto perjuangan Cokorda Mantuk Ring Rana kepada Wali Kota Denpasar Rai Dharmawijaya Mantra. “Foto ini bisa menambah api semangat langkah wali kota untuk mewujudkan Denpasar sebagai smart city, kota cerdas,” ujar Menteri Koperasi. Dikatakan Puspayoga, momen peringatan ini, harus dijadikan landasan oleh masyarakat Denpasar, Bali dan juga Indonesia. Karena saat ini Cokorda Mantuk Ring Rana sudah bergelar pahlawan nasional. “Api semangat Puputan Badung itu harus menjadi panduan dalam menata kota,” ujar mantan Wali Kota Denpasar ini. Ditanya soal pencalonan Wayan Koster
dalam Pilgub Bali mendatang, Puspayoga mengatakan, itu masalah biasa. Karena itu sebagai bentuk tes pasar. Masing-masing partai mempunyai cara sendiri untuk mencalonkan kadernya. Terlebih, saat ini Koster sebagai Ketua DPD PDI-P. Tes pasar ini, yang dimaksud Puspayoga, yakni mengetahui respon masyarakat. Bagaimana suara-suara masyarakat, PDI-P harus merespons suara-suara masyarakat, baik di pasar, di warung, di pinggir pantai, bagaimana respons di medsos, semua itu harus diakomodir. Apa pun umpatannya, kritiknya, dan sarannya harus direspons. “Untuk mengetahui posisi produk kita, secara intern, kekuatannya apa, kelemahan apa, secara eksternal peluangnya dan tantangannya bagaimana. Orang lain jangan diintervensi, Kalau tidak setuju, ya jangan dipilih,” ujar mantan ketua DPRD Denpasar ini. l Asmara
MBP/wan
Menteri Puspayoga mengepalkan tangan bersama Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Ketua DPRD Denpasar, sebagai wujud semangat menolak reklamasi. 3 - 9 Oktober 2016
17
17
KIPRAH REMAJA
Damai Band
B
Ajegkan Bali Lewat Bahasa Bali
ermula dari hobi yang sama, mereka bertemu dan berkumpul. Maka, terbentuklah grup band ”Damai”. Grup band yang baru berdiri April lalu ini dimotori anak-anak dari SMKN 1 Amlapura. Semula mereka tergabung dalam ekstrakurikuler musik di sekolahnya ”Gita Pertiwi”. Berkat dukungan guru, kepala sekolah dan juga orangtua mereka, mereka juga ngumpul latihan bareng di luar jam sekolah. Saking semangatnya, mereka bahkan seringkali latihan sampai larut malam. ”Ya, kami suka lupa waktu kalau lagi serius-seriusnya latihan,” ujar Juliawan ”Simon” yang bertindak sebagai pemain gitar melodi. Band ini diawaki dua vokalis Dewa
18
3 - 9 Oktober 2016
Ayu Devi Wulandari dan Dewa Gede Agus Ari Saputra. Sementara bass dipegang Gede Ardana Putra dan Mamat bertindak sebagai penggebuk drum. Sementara gitar oleh ”Abag” Gede Kertiyasa, gitar melodi Wayan Putu Juliawan ”Simon’’ dan Dewa Gede Sutrisna Putra ”Nopith’’ bertindak sebagai manajer. Nopith mengatakan, band yang baru mereka bentuk sudah belasan kali manggung. Untuk sementara, mereka fokus manggung di Kota Amlapura dan sekitarnya, karena mereka masih lebih fokus kepada pendidikan. Lagi pula, saat ini mereka juga lebih berkonsentrasi mengasah talenta bermusik, termasuk menciptakan lagu. Saat ini, mereka sudah mulai menggarap single pertama.
Mereka sepakat dengan kegelisahan mayoritas masyararakat Bali yang mengkhawatirkan kelestarian Bahasa Bali karena generasi muda terkesan ”meninggalkan” bahasa ibunya. Melalui kiprah bermusik ini, Band Damai mengentalkan komitmen bahwa Bali dengan manusia dan kebudayaannya mesti dijaga dan diajegkan. Salah satunya, Bahasa Bali mesti tetap diusung. Karena itu, grup band yang mengusung aliran alternatif ini fokus menyanyikan lagu pop Bali. ”Ya, kami ingin ikut aktif mengajegkan Bali dengan cara melestarikan Bahasa Bali. Ini salah satu aksi nyata yang bisa kami persembahkan,” tegas Nopith yang diamini oleh rekanrekannya. l Budana
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
BUPATI JEMBRANA - Sehari setelah perayaan hari raya Kuningan Bupati I Putu Artha ngaturang bhakti panganyar di Pura Agung Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (18/9). Bupati didampingi istri, Ari Sugianti Artha, Ketua DPRD I Ketut Sugiasa, Sekda Gde Gunadnya serta para pejabat di Lingkungan Pemkab Jembrana, diterima Ketua PHDI Kecamatan Muncar, Biso Warno dan Ketua Pangempon Pura Agung Blambangan, Marsaid.
SENATOR WEDAKARNA - Di sela-sela muhibah resmi mewakili Forum Raja Nusantara menghadiri pelantikan Jenateke (Putra Mahkota) Kesultanan Bima, tokoh Hindu Indonesia yang juga Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III mengadakan kunjungan kerja ke sejumlah situs Hindu di Kota Bima dan Dompu di Sumbawa. Di antaranya di Pura Udaya Parwata di Gunung Tambora, Pura Watugunung Kota Bima termasuk situs Hindu Wadu Paa di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima.
MBP/ist
MBP/ist
PEGADAIAN - Tahun 2016 ini, PT Pegadaian (Persero) kembali mengadakan program Undian Kemilau Emas Pegadaian Periode I 2016, yang ketiga kalinya sejak 2014 silam kepada para nasabahnya. Pada tahun ini, hadiah undian pun ditambah. Untuk pemenang pertama mendapatkan 1 keping emas 500 gram dan 1 keping emas 250 gram.
AFS DENPASAR – Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Akademi Farmasi Saraswati (AFS) Denpasar 2016 dilakukan di luar kampus. Sebanyak 179 mahasiswa baru mengikuti PKKMB sejak Selasa (20/9). PKKMB Akademi Farmasi Saraswati Denpasar dibuka Pelaksana Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. ditandai dengan penyematan atribut peserta didampingi Direktur Akademi Farmasi Saraswati Denpasar Drs. I Gede Made Saskara Edi, M.Psi., Apt.
3 - 9 Oktober 2016
19
MANCANEGARA
Kerusuhan Rasial Kembali
P
Terjadi
enembakan dua pria kulit hitam memicu kembali kerusuhan rasial di Amerika Serikat (AS), khususnya di Charlotte, North Carolina dan Tulsa, Oklahoma. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyerukan seluruh pihak tetap tenang. Kerusuhan dalam unjuk rasa memprotes kematian warga kulit hitam di tangan polisi AS, pertama terjadi di Charlotte, North Carolina sejak awal pekan lalu. Demonstran melempari polisi dengan batu dan menyerang mobil polisi, yang memicu tembakan gas air mata dari polisi. Kerusuhan di Charlotte diwarnai aksi kekerasan dan penjarahan yang melukai 16 polisi dan beberapa demonstran. Belakangan, seorang warga sipil terkena tembakan dalam kerusuhan yang berlanjut. Otoritas kota Charlotte menegaskan, warga sipil itu terkena tembakan seorang warga sipil lainnya. Tidak dijelaskan kronologi penembakan itu. Pria yang tak disebutkan namanya itu, sempat dikabarkan tewas. Namun belakangan, otoritas setempat meralat dengan menyebut pria itu masih hidup dan tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit, dengan mendapat bantuan alat penyokong hidup. atusan demonstran berkumpul di dekat kompleks apartemen Kota Charlotte. Kompleks apartemen itu merupakan lokasi penembakan Keith Lamont Scott, warga keturunan Afrika-Amerika, oleh polisi setempat.
20
3 - 9 Oktober 2016
Demonstran membawa poster bertuliskan ‘Black Lives Matter’ sambil meneriakkan ‘Tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian!’ seperti ditayangkan televisi lokal. Bentrokan tak terhindarkan saat polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang marah. “Sekitar 12 personel kepolisian lukaluka. Salah satu polisi terkena lemparan batu di wajahnya,” tutur Departemen Kepolisian Charlotte-Mecklenberg melalui akun Twitter-nya. Laporan media lokal menyebut sejumlah warga sipil juga luka-luka dalam bentrokan itu. WSOC-TV melaporkan, polisi antihuru-hara menggunakan gas air mata terhadap demonstran yang disebut menyerang dan merusak sejumlah mobil polisi. Bentrokan ini terus berlanjut, dengan jumlah massa lebih sedikit, hingga Rabu (22/9) dini hari. Sementara itu, polisi yang terlibat penembakan Lamont Scott, Brentley Vinson, kini sedang cuti. Laporan televisi lokal menyebut penembakan itu berawal ketika Vinson dan sejumlah polisi lainnya mencari seorang tersangka kriminal, dengan berbekal surat perintah penangkapan. Aksi protes juga terjadi di Tulsa, Oklahoma, setelah penembakan seorang pria kulit hitam lainnya bernama Terence Crutcher yang terjadi lebih dulu, yakni pada Jumat (16/9) lalu. “Kedua Wali Kota (Charlotte dan Tulsa) memberikan laporan perkembangan situasi di lapangan dan unjuk rasa di kota masing-mas-
ing kepada Presiden (Obama),” terang pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya. Pejabat itu menyebut, Presiden Obama sudah menghubungi langsung Wali Kota Charlotte Jennifer Roberts dan Wali Kota Tulsa Dewey Bartlett. Dalam telepon itu, Obama meminta semua pihak tetap tenang. “Presiden dan kedua Wali Kota menekankan bahwa setiap aksi protes harus dilakukan dalam cara penuh perdamaian dan agar penegak hukum setempat menemukan cara untuk menangani aksi protes secara tenang dan produktif,” sebut pejabat Gedung Putih itu. “Presiden menyampaikan belasungkawa kepada kedua Wali Kota atas peristiwa tragis ini dan memastikan komitmen pemerintah untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan,” imbuhnya. Kerusuhan rasial yang dipicu serangkaian penembakan warga kulit hitam oleh polisi, seperti di Baton Rouge, Louisiana dan St Paul, Minnesota, merajalela beberapa waktu lalu. Maraknya insiden penembakan terhadap warga keturunan Afrika-Amerika memicu seruan reformasi penegak hukum di AS. Angka yang dirilis Bureau of Justice Statistics, sedikitnya 400 orang tewas setiap tahun ketika ditangkap polisi dan 6 dari 10 kematian itu karena pembunuhan. Tidak sedikit kasus yang menyisakan pertanyaan. Pada 2013, misalnya, seorang remaja asal Durham, North Carolina, AS, bernama Jesus Huerta meninggal dunia akibat luka tembak di kepala saat sedang diborgol di
belakang mobil polisi. Pada 9 Agustus 2014, polisi menembak mati remaja berkulit hitam, Michael Brown (18), di kota Ferguson berpenduduk 21.000 jiwa di Negara Bagian Missouri. Brown disebutkan ditembak beberapa kali setelah berkelahi di sebuah mobil polisi. Namun, seorang saksi mengatakan, Brown ditembak dalam keadaan mengangkat kedua tangannya, tanda menyerah. Penembakan itu memicu aksi kekerasan dan kerusuhan. Setelah polisi penembak dinyatakan tidak akan didakwa, kerusuhan di Ferguson pecah lagi. Kasus-kasus rasial antara warga berkulit putih dan berkulit hitam masih terus terjadi di AS meskipun negara demokrasi ini dipimpin seorang presiden berkulit hitam. Kondisi ini menunjukkan bahwa perilaku diskriminasi masih belum dapat dihapuskan dari negeri ini. Namun, seperti kata pejuang hak asasi manusia Martin Luther King, ”kekerasan bukanlah jalan untuk mencapai keadilan rasial karena kekerasan merupakan perbuatan tak bermoral dan tak berguna, yang pada akhirnya merusak semuanya. Hukum lama yang menyebutkan mata diganti dengan mata menyebabkan banyak orang menjadi buta. Itu hanya mempermalukan lawan daripada memahami lawan. Kekerasan merupakan perbuatan tak bermoral karena hanya menebar kebencian dan menghancurkan masyarakat.” l Gugiek Savindra 3 - 9 Oktober 2016
21
DAERAH
Senderan Pengaman Pantai Yehembang Jebol
A
brasi menjadi ancaman serius di Jembrana. Setelah sebelumnya warga Cupel resah akibat abrasi yang kian mengganas, kini giliran warga Yehembang mengalami nasib serupa. Terlebih, akibat abrasi, senderan pengaman di pesisir Pantai Yehembang, Mendoyo, jebol. Peristiwa ini terjadi setelah ada terjangan gelombang pasang, Selasa (20/9). Sejumlah warga sekitar mengatakan gelombang pasang muncul sejak dua hari belakangan ini. Senderan beton sepanjang 100 meter lebih ini hancur. Begitu juga dengan batu amor yang digunakan untuk melindungi muara sungai Yehembang juga berserakan akibat gempuran ombak itu. Hancurnya senderan itu mengancam bangunan palinggih Dewa Segara, lantaran di bagian bawah sudah jebol. Diameter lubang
22
3 - 9 Oktober 2016
yang jebol itu sekitar 20 meter. Selain jalan menuju parkir Pura Rambut Siwi, rusaknya senderan itu juga mengancam tanah setra (kuburan) Desa Pakraman Yehembang. Dari pengamatan, daratan yang tersisa batas setra dengan bibir pantai hanya sekitar 10 meter. Made Suarma, warga setempat mengungkapkan rusaknya senderan beton itu karena terjangan gelombang pasang sejak dua hari belakangan ini. Menurutnya, kejadian ini harus segera ditangani. Jika tidak, maka akan mengancam lahan setra. Senderan jebol karena tanah di bawahnya dirongrong ombak. Senderan beton yang terlihat kuat, tiba-tiba roboh. “Tinggi ombak mencapai lima meter lebih. Airnya sampai masuk melewati tanggul,� tukasnya. Perbekel Yehembang I Made Semadi
MBP/olo
mengaku telah mengecek ke lokasi abrasi yang menyebabkan tanggul roboh itu. Pihaknya juga telah melaporkan kondisi itu ke Pemkab Jembrana. Pihaknya berharap senderan ini segera ditangani, agar tidak mengancam tanah setra dan tanah penduduk. Selain di Yehembang, abrasi juga mengancam setra di Yehembang Kangin. Bendesa Yehembang Kangin, Ida Bagus Ketut Gunarta, mengatakan abrasi di wilayah ini sudah terjadi sejak dua tahun. Adanya gelombang pasang dua hari belakangan ini, tanah yang amblas semakin bertambah. Pihaknya khawatir setra Yehembang Kangin ini juga ikut terdampak karena lokasinya yang dekat dengan pantai. Apalagi jarak dari bibir pantai hanya lima meter. l Surya Dharma
Kawasan Tanpa Rokok
Tabanan Gelar Sidak, Denpasar Tipiringkan Pelanggar SEJAK diberlakukan Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sejumlah kabupaten/kota di Bali semakin sering melakukan penertiban pelanggar. Terlebih, di masing-masing kabupaten/ kota di Bali, juga sudah memiliki perda serupa. Bahkan, di Denpasar tim yustisi sudah beberapa kali menyidangkan para pelanggar KTR ke sidang tindak pidana ringan. Puluhan pelanggar telah dijatuhi denda mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 500.000 lebih. Sementara di Tabanan, mengawalinya dengan melakukan sidak ke sejumlah intansi. Seperti yang dilakukan, Selasa (20/9) lalu, Tim Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kabupaten Tabanan melakukan sidak untuk menertibkan warga yang melanggar kawasan KTR. Tim KTR yang dipimpin Kasi Penyidik Satpol PP Tabanan Wayan Kinten menyasar 10 lokasi layanan publik di wilayah Selemadeg Barat. Hasilnya, ditemukan pelanggaran berupa asbak di empat lokasi. “Empat lokasi kedapatan menyediakan asbak, yaitu Kantor Camat Selbar, Kantor Perbekel Desa Antasari, Kantor Perbekel
Desa Antap dan Kantor Desa Tiying Gading,” ujar Kinten didampingi Kasatpol PP Tabanan I Wayan Sarba. Atas temuan tersebut, penanggung jawab kantor diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi pelanggaran di Kantor Satpol PP Tabanan. “Sifatnya masih nonyustisi. Baru sebatas pembinaan, belum sampai penerapan sanksi. Sidang di tempat diterapkan mulai 2017,” tambah Sarba. Penegakan Perda KTR akan selalu diterapkan dengan menyasar tempat/ layanan publik dengan harapan aparatur pemerintah bisa memberikan contoh yang baik pada masyarakat. “Kalau mereka tidak bisa memberi contoh yang baik bagaimana dengan masyarakatnya. Dari sidak selama ini, masih ada yang belum memahami tentang KTR,” ucapnya. Perda KTR yang berlaku saat ini masih bisa menerapkan pasal 11, yakni pengelola, pimpinan dan atau penanggung jawab tempat kerja dan tempat umum dapat menyediakan tempat khusus merokok. Namun, Perda KTR tengah direvisi
khususnya pasal 11 yang sepakat dihapus, yakni tidak ada kewajiban bagi instansi untuk menyiapkan tempat merokok. Penghapusan ini sedang dibahas dalam rapat kerja. Sementara itu di Denpasar digelar sidang tipiring di Taman Kota Denpasar di Lumintang. Sidang menghadirkan 29 pelanggar KTR. Semua perokok tersebut terbukti melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) karena telah merokok di tempat umum. Pada sidang yang dipimpin hakim Gusti Ngurah Putra Atmaja, S.H., M.H. tersebut, para pelanggar didenda masing-masing Rp 120 ribu. Menurut Kabid Penegakan Perda Satpol PP Denpasar I Wayan Wirawan, sidang tipiring ini untuk memberikan efek jera kepada masyarakat agar tidak merokok lagi di sembarangan tempat. Dengan menggelar sidang ini bukan berarti melarang orang merokok, namun harus merokok pada tempat yang telah ditentukan. l Puspadewi/Asmara
MBP/ara
3 - 9 Oktober 2016
23
K E S E H ATA N
Lebih Banyak Pemakai Sabu, Pasien Metadon Berkurang
P
emakaian heroin yang tinggi dulu diterapi dengan terapi metadon yang merupakan derivat dari opiate. Namun terapi untuk kecanduan obat terlarang jenis heroin, tidak hanya dengan terapi metadon namun juga bisa dengan suboxone, detoksifikasi, simptomatis. dr. Luh Nyoman Alit Aryani, Sp.KJ., dokter konsultan di bidang psikiatri adiksi RSUP Sanglah, menjelaskan, dulu heroin banyak dipakai, maka untuk mengurangi
dampak dari pemakaian heroin seperti HIV/AIDS dibuat terapi metadon. “Tapi sekarang sudah beralih bukan hanya heroin tapi sabu,” ujarnya. Sejak pemakaian heroin mulai berkurang, pasien metadon di Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM) Sandat RSUP Sanglah pun kini berkurang. Pada awalnya tahun 2003, jumlah pasien yang terdaftar 500-an orang namun perlahan pasien metadon menyusut menjadi 80, 70 hingga saat ini tinggal 40 orang dan tetap rutin melakukan terapi setiap harinya. Selain karena pengguna heroin yang mulai sedikit, pengguna heroin juga kini ditangani oleh beberapa satelit PTRM Sandat RSUP Sanglah yaitu puskesmas Kuta, lapas Kerobokan, puskesmas Abiansemal, dan Puskesmas Ubud, ada yang sudah sembuh dan ada yang beralih ke terapi lain. Kecenderungan pasien pecandu heroin untuk beralih terapi ke BNN menurutnya tidak karena pecandu heroin merasakan nyeri (sakaw) yang hebat sehingga untuk dilakukan terapi detoksifikasi yang dilakukan BNN, sulit. “Mereka tidak pindah ke BNN, kecuali tertangkap harus direhabilitasi, tapi mereka (pecandu heroin) malah pindah ke suboxone,” tandasnya. Namun untuk terapi metadon hanya bisa dipakai oleh pecandu heroin. Terapi suboxone, sejenis metadon berupa serbuk ada juga berupa pil, terkadang disalahgunakan dengan disuntikkan, namun terapi itu hanya ada di pelayanan kesehatan swasta. “Disini (RSUP Sanglah) yang resmi belum ada, kita tidak melayani karena dari pemerintah tidak ada saluran untuk suboxone,” ujarnya. Sepengatahuannya, terapi suboxone ada di Band-
ung dan Jakarta. Berkurangnya pasien metadon dikatakan belum bisa dihitung apakah beralih ke terapi lain seperti suboxone, yayasan, detoksifikasi atau simptomatis, karena pecandu heroin tidak hanya diterapi dengan metadon tapi juga bisa dengan terapi yang lain. “Metadon untuk mengurangi dampak buruknya saja, yang mau berhenti cepat, bisa dengan detoksifikasi,” imbuhnya. Diakui, meski pasien metadon berkurang, namun terapi ini masih berjalan bahkan di luar Provinsi Bali, terapi metadon masih banyak digunakan. “Bahkan di Hasan Sadikin pasiennya ratusan, di Jakarta ratusan,” tukasnya. Hal itu lantaran pasien lama pengguna heroin hingga sekarang masih menjalani terapi. Mengingat waktu terapi tidak bisa ditentukan dan ditargetkan, karena tergantung kondisi pasien dan bersifat individual. “Jenis pasien macam-macam, ada yang mau berhenti sekaligus, dia menggunakan detoksifikasi, dia pergi ke Lido, disana dia tidak boleh memakai sama sekali termasuk kontak dengan siapapun. Kalau nyeri dikasi analgetik. Ada juga jenis pasien, dengan detoksifikasi tidak bisa, malah kemungkinan memakai narkoba yang lain lebih besar, jadi untuk mengurangi dampak buruknya saja dulu, pakai derivatnya heroin, tapi lebih terkontrol dan legal,” bebernya. Ada juga pasien yang terapi seumur hidup, ada yang 1020 tahun melakukan terapi tapi terkontrol dalam arti bisa beraktivitas hanya saja belum bisa lepas dari pemakaian zat. Pengobatan metadon pun gratis karena dulu terapi metadon mendapat bantuan dari HCPI. Namun bantuan dari HCPI telah berhenti, dan kini terapi ini dibiayai oleh pemerintah.
dr. Luh Nyoman Alit Aryani, Sp.KJ
l Citta Maya
A KT I V I TA S FELICE - Felice Jewellery menggelar pameran perhiasan emas dan berlian mulai Selasa (20/9) hingga Kamis (22/9). Pameran dilaksanakan di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Kali ini ada hadiah istimewa berupa handphone android yang akan diberikan kepada pelanggan yang membeli cincin black diamond 1 karat.
MBP/ist
FE UNWAR - Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Unwar Dr. I Made Sara, S.E., M.P., Kamis (15/9), meyudisium 167 sarjana. Dari jumlah itu, seorang dari Jurusan IESP, 42 orang dari Jurusan Manajemen Reguler dan 16 orang dari Manajemen reguler B. Sebanyak 81 orang dari Jurusan Akuntansi Reguler A dan 27 orang dari Jurusan Akuntansi Reguler B. Di samping itu juga diyudisium 13 lulusan Pendidikan Profesi Perpajakan setara D-1.
MBP/ist
MBP/ist
FOURSMA - Siswa SMAN 4 Denpasar (Foursma) kembali mengukir sejumlah prestasi. Kali ini para siswa sekolah di bawah kepemimpinan Dr. I Wayan Rika, M.Pd. meraih juara International Relation English Competition (IREC) 2016, yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2-4 September 2016.
DPRD TABANAN - Lima Fraksi di DPRD Kabupaten Tabanan memberikan pandangan umum mengenai tiga buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dalam sidang paripurna di Ruang Sidang DPRD Tabanan, Selasa (20/9). Secara umum kelima fraksi sepakat melanjutkan pembahasan sesuai dengan mekanisme di Dewan.
3 - 9 Oktober 2016
25
LENSA
KERAJINAN Seorang perajin tengah mengerjakan kerajinan asbak dari batok kelapa dan bambu di Kuta. Sebagian besar bahan baku tersebut merupakan limbah dari penjualan minuman kelapa muda yang telah dikeringkan. Selain mampu mendatangkan uang, kreativitas tersebut juga secara tidak langsung mampu menekan limbah organik khususnya batok kelapa.
MBP/eka
26 3 - 9 Oktober 2016
OLAHRAGA
Bermimpi Menjadi Bintang Lagi
M
ario Balotelli menjadi sosok fenomenal di kompetisi Liga Prancis musim ini. Setelah tersia-siakan di Liga Inggris dan Italia, ia membuktikan diri masih bermanfaat dan memiliki andil besar membawa klubnya Nice ke papan atas klasemen sementara L1. Dalam enam pertandingan, pemain berusia 26 tahun itu telah menyumbang 4 gol yang seluruhnya dicetak dalam dua pertandingan saja. Musim lalu, ia mengakhiri masa peminjaman di AC Milan dan balik ke di klub lamanya Liverpool. Di Milan ia tidak mendapat tempat di skuad utama dan hanya menghasilkan 1 gol saja. Sementara di Liverpool, pemain berdarah Ghana ini juga mendapati nasibnya tak berubah. Bahkan pelatih Juergen Klopp menegaskan dirinya tak masuk skema untuk permainannya musim ini. Tepat jelang batas akhir transfer pemain, Balotelli memutuskan pindah ke Prancis untuk mencari peruntungan baru. Ia ingin membuktikan bahw akariernya belum tamat Sebagai pemain, Balotelli tak bisa diremehkan kualitasnya. Ia mengantarkan Manchester City juara Liga Utama Inggris. Inter Milan pun dibawa ke tangga juara Serie A dan Liga Champions. Timnas Italia pun menikmati jasanya saat mencapai final Piala Eropa 2012. Sayangnya dipartai puncak, Gli Azzurri dibantai Spanyol 0-4. Balotelli yang gagal lolos masuk tim muda Barcelona, mengakui masa terburuk dalam kariernya adalah bersama Liverpool. “Saya bergabung dengan Liverpool pada 2014. Ini keputusan terburuk sepanjang hidup saya,” ungkap pemain yang dikenal dengan tulisan di kaos “Why Always me?” Terlepas dari fans yang fantastis, katanya, sebagai pemain dengan rapor yang bagus, dirinya tidak suka dengan klub. Meski memiliki dua
pelatih hebat, Brendan Rodgers dan Jurgen Klopp, mereka tidak memberi kesan baik. “Saya tidak bisa menyatu dengan mereka,” tegas pemain yang berjuluk Super Mario itu. Karena itu dirinya bersyukur bisa diterima di Nice. Ia mengharapkan bis amemberikan kontribusi terbaik termauk harapanya bisa mertaih gelar Pemain Terbaik : Ballon d’Or. “Saya kira belum terlambat. Saya kira saya telah memenangkannya sekarang ini. Tpai dengan bekerja keras selama latihan, saya pikir bisa memenangkan gelar itu satu atau dua tahun mendatang,” tambahnya. Seperti diketahui Majalah Sepak Bola Prancis berencana mengubah kriteria untuk penghargaan Ballon d’Or, menyusul berakhirnya kerjasama dengan FIFA. Rencana itu diumumkan setelah kedua belah pihak menyatukan pemberian penghargaan Pemain Terbaik Dunia selama enam tahun terakhir. Salah satunya soal penjurian dan pemilihan pemain. Dalam lima tahun terakhir, pemain terbaik dipilih oleh panel juri yang terdiri dari wartawan, kapten tim dan pelatih. Di era baru nanti, wartawan yang menjadi juri utama. Pemenang Ballon d’Or dipilih dari daftar 30 pemain yang diajukan. Selama ini, daftar itu itu diseleksi selama beberapa tahap sebelum diumumkan tiga finalis. Enetah berefek atau tidak, sejak 2008 penghargaan ini dimonoploi oleh dua pemain Lionel Messi (Barcelona) dan Cristiano Roanldo (Real Madrid). Kedua pemain itu selalu difavoritkan dan berujung menjadi pemenang. Barangkali dengan aturan baru Balotelli bisa bersaing dengan mereka untuk menjadi pemain bintang lagi kawasan Eropa. Atau publik Prancis akan menjagokan Antonie Griezmann (Atletico Madrid) menjadi sosok favoritnya, laporan Associated Press. l Yudi Winanto Penyerang klub Liga Prancis Nice, Mario Balotelli.
3 - 9 Oktober 2016
27
OLAHRAGA
Tepati Janji
HANYA sebulan setelah gagal meraih medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro, Juni lalu, petinju kelas bantam Irlandia Michael Conlan langsung pindah ke jalur profesional. Usai bergabung dengan Promotions untuk dipromosikan menjadi bintang ring dunia. Petinju berusia 24 tahun itu, mengejutkan publik setelah dinyatakan kalah di babak perempatfinal saat menghadapi
Vladimir Nikitin dari Rusia di Olimpiade lalu. Ia tidak terima dengan keputusan itu lalu merobek kaosnya di atas ring dan mengejek dewan juri. Tidak hanya itu, Conlan juga sempat melontarkan tuduhan adanya korupsi di badan tinju amatir dunia AIBA. Melengkapi ocehannya, ia berjanji tidak akan bertarung di dunia amatir lagi. Conlan yang meraih medali perunggu di
Olimpiade 2012 London, memang diunggulkan di laga itu. Pemenang medali emas Pesta Olahraga Persemakmuran 2014, itu juara menempati peringkat pertama AIBA serta menjadi juara dunia 2015, laporan Associated Press. Ia menepati janjinya dan memilih pindah di AS untuk fokus menjadi petinju profesional. l Yudi Winanto
MBP/net
Petinju Irlandia Michael Conlan.
28 3 - 9 Oktober 2016
Petinju legendaris dunia Muhammad Ali.
Penghargaan untuk Sang Legenda MEMPERINGATI 80 tahun keberhasilan atlet legendaris AS Jesse Owen di Olimpiade Munich, sebuah penghargaan yang bernama Jesse Owens Olympic Spirit Award akan diberikan kepada sosok yang pantas dianggap sebagai panutan publik. Uniknya, pemenangnya langsung bisa ditebak : Muhammad Ali, petinju legendaris yang dikenal dengan julukan the Greatest. Ali merupakan peraih medali emas pada Olimpiade 1960 di Roma yang saat itu bernama Cassius Marcellus Clay Jr. Atlet yang lahir 17 Januari 1942 tersebut menjadi juara di kelas berat ringan dengan status masih
sebagai petinju amatir. Kariernya meroket saat beralih ke tinju profesional. Ia tercatat menjadi juara dunia tiga kali pada 1964, 1974 dan 1978. Nama besarnya tak tergantikan di ring tinju karena pertarungannya yang menghebohkan melawan rival top seperti Sonni Liston, Joe Frazier atau pun George Foreman. Gaya bermainnya juga memikat karena sering berkoar-koar di atas ring atau pun di luar ring. Dan yang utama adalah penolakannya masuk wajib militer dan ambil bagian dalam perang Vietnam. Ali yang meninggal 3 Juni 2016 lalu juga dikenal sebagai pembela Hak-Hak Asasi.
Owens sendiri merupakan atlet kulit hitam yang namanya meroket saat Olimpiade 21938 di Munich. Meski dilecehkan, Owen mampu membuktikan dirinya lebih bermartabat dengan meraih empat medali emas. Ia menjuarai nomor prestisius lari 100m, 200m, estafet 4x100m dan lompat jauh. Cucu Owen, Marlene Dortch menyerahkan penghargaan Owens Award kepada mendiang Ali yang diterima jandanya Lonnie dalam acara pengharagaan Best of the Games, laporan Associated Press. l Yudi Winanto 3 - 9 Oktober 2016
29
OLAHRAGA
Eko Saputro
Dongkrak Prestasi Taekwondo Badung SIKAPNYA merendah dan bersahaja. Akan tetapi di balik semua itu, ia bertangan dingin dan piawai memoles atlet, sehingga mampu melahirkan taekwondoin berbakat. Inilah sosok Eko Saputro, sarjana Kepelatihan Olahraga alumnus Univesitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah. Eko Saputro sebenarnya akan membela tim taekwondo tuan rumah Riau pada PON XVIII/2012 silam. Namun, kesibukan mondar-mandir Riau-Solo menjelang wisuda membuat dirinya batal tampil pada hajatan multievent antarprovinsi empat tahunan tersebut. Pasca-PON di Riau, dia menginjakkan kakinya di Bali dengan melatih di Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Kota Denpasar. Berkat polesannya, tim taekwondo Denpasar berhasil menjadi juara umum pada Porprov Bali 2013 di kandang sendiri dengan mendulang 12 medali emas. Eko Saputro selanjutnya hengkang dan melatih Pengkab TI Badung. ‘’Awalnya banyak orangtua atlet yang meragukan saya melatih di Badung, sebab dianggap sudah lengket dengan Denpasar. Kemampuan saya juga diremehkan,’’ ucap pria kelahiran Empang Pandan, Riau, 4 Juli 1988 ini di Denpasar pekan lalu. Tangan dinginnya kembali bertuah ketika dipercaya menangani tim SD, SMP, dan SMA Badung. Pada Porsenijar Bali 2015, tim
taekwondo Badung meraup 9 emas untuk menduduki peringkat kedua di bawah juara umum Denpasar yang merebut 11 emas. Tim taekwondo Badung akhirnya menjadi juara umum pada Porprov Bali 2015 di Buleleng dengan meraih 10 emas dan Porsenijar Bali 2016 di Denpasar menyabet 16 emas. Dari sukses itu, Eko Saputro selanjutnya dipercaya melatih pelatcab Badung di GOR Purna Krida Kerobokan dan tim PON Bali. Di pelatcab Badung, suami Putri Mayang Marhamah ini memiliki atlet lapis pertama, kedua dan ketiga. Sesuai program Pengkab TI Badung yang dinakhodai Tjhin Johannes, atlet lapis pertama diberi kesempatan dua kali tampil pada kejuaraan di luar provinsi dan menjalani pemusatan latihan di provinsi lain selama dua pekan. Sementara atlet pelatda Bali disiapkan berlaga pada Pra-PON Remaja di NTB akhir Oktober. ‘’Saya optimis Bali meloloskan taekwondoin ke PON Remaja, utamanya di sektor putri,’’ sebut pemegang DAN III Kukkiwon ini. Ia mengusulkan Bali memiliki PPLP taekwondo seperti hanya cabor atletik dan pencak silat. Menurut ayah dari Hana AHS (11 bulan) ini, NTB dan NTT saja memiliki PPLP taekwondo, mengapa Bali tidak. l Daniel Fajry
A KT I V I TA S
MBP/ist
WORKSHOP - Sapi Bali saat ini menjadi perhatian publik di negeri ini. Selain kualitas yang super, sapi Bali juga bebas dari penyakit. Untuk mengembangkan pembibitan dan paduan wisata, Pusat Kajian Sapi Bali Unud menyelenggaran seminar dan workshop dengan tema “Pengembangan Nusa Lembongan Sebagai Kawasan Agro-Ekowisata Berbasis Sapi Bali”. Seminar yang dihadiri Bupati Klungkung Nyoman Suwirta ini berlangsung di Lantai IV Gedung Nusantara, Kampus Agrokomplek Fakultas Pertanian Unud, Senin (19/9).
30 3 - 9 Oktober 2016
MBP/ant
Karateka putri Bali Cokorda Isri Agung Sanistyarani (kiri) merebut medali emas sekaligus mengukir sejarah di PON Jawa Barat.
PON XIX di Jawa Barat
Karate dan Kriket Bali Ukir Sejarah PEKAN Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat dibuka Presiden Joko Widodo di Gelora Bandung Lautan Api pada 17 September lalu. Sebanyak 9.249 atlet dari 34 provinsi ambil bagian dalam ajang olahraga empat tahunan yang berlangsung hingga 29 September. Mereka bertanding di 16 kabupaten/kota guna memperebutkan 756 medali emas. Bali termasuk di antara kontingen yang turun di Jabar. Atlet Pulau Dewata tampil dalam 36 dari 44 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dengan target membawa pulang 20 medali emas. Sebelum berlaga di PON, duta olahraga Bali itu menjalani TC sentralisasi selama sebulan di Hotel Batukaru, Ubung, Denpasar. Perjuangan keras atlet Bali akhirnya berbuah hasil manis. Sejumlah medali baik emas, perak dan perunggu dihasilkan dari arena pertandingan. Dari deretan emas yang diraih, dua merupakan sejarah baru, yakni dari karate dan kriket. Karateka putri Cokorda Istri Agung Sanistyarani yang turun di kelas -55 kg mempersembahlan emas usai mengatasi Novita Sinaga (Sumatera Utara) di final. Sementara tim kriket putra berjaya setelah menundukkan DKI Jakarta di nomor super eight. Medali emas yang disabet atlet karate
Bali merupakan sejarah lantaran baru pertama terjadi di ajang PON. Ini membuat bangga dan senang Sanistyarani. Pelatih Putu Dedy Mahardika berharap prestasi ini bisa dipertahankan pada PON 2020 di Papua. Sementara manajer tim Armand Setiawan sampai kehabisan kata-kata mengungkapkan sukses asuhannya. Kriket juga menyabet emas pertamanya di PON. Pelatih Made Erawan menyebut ini sebagai pencapaian luar biasa yang dihasilkan lewat perjuangan keras. Cabor kriket baru pertama kali dipertandingkan secara resmi di PON dan Bali langsung mendulang juara. Menurut Erawan, prestasi ini sesuai target, sedangkan tim putri baru mampu memetik perunggu. Karate dan kriket boleh bangga bisa membuat rekor, namun judo tetap terdepan dalam hal kecepatan. Judo menjadi cabor penyumbang emas pertama buat kontingen Bali, bahkan dua sekaligus. Emas ini dipersembahkan Kadek Adi Wirawan (66-73 kg) dan Kadek Anny Pandini (52-57 kg). Keduanya samasama mengalahkan rekan sedaerah. Adi Wirawan menundukkan Komang Adiarta, sedangkan Anny Pandini mengatasi Ni Putu Prapti Virgynia Wedayanti. Tim taekwondo Bali yang dilatih Made Antika Kowara otomatis mendapat
perak dari Adiarta dan Virgynia bersama Gede Ganding Kalbu Soethama (90-100 kg) dan tim beregu putra. Sementara Ni Kadek Ayu Intan Lestari (47-63 kg), Putu Wiradamungga Adesta (73-81 kg) dan I Kadek Rakyanda Adyatama (81-90 kg) menorehkan perunggu. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali I Ketut Suwandi menilai hasil dua emas dari judo sesuai target. Sementara Wakil Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Bali I Nengah Sudiartha menyebut keberhasilan Adiarta menembus final sebagai kejutan, sebab kurang diunggulkan disbanding lawan-lawannya. Emas berikutnya datang dari perjuangan lifter putri Ni Luh Sinta Darmariani (63 kg). Sinta menyabet emas setelah mengumpulkan total angkatan 192 kg, sedangkan Ketut Ariana (77 kg) meraih perak dengan total angkatan 319 kg. Sinta Darmariani sangat puas perjuangan kerasnya mendatangkan emas. Ini menjadi emas ketiganya di kancah PON setelah 2008 di Sumsel dan 2012 di Riau. Pelatih Joko Hanggono dan Ketua PABBSI Bali Eka Wirawan menyambut gembira prestasi yang ditorehkan Sinta. l Mawa 3 - 9 Oktober 2016
31
PENDIDIKAN
P
Siswa DO Dikembalikan ke Sekolah
endataan anak-anak usia sekolah yang dikategorikan putus sekolah alias drop out (DO) oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Buleleng membuahkan hasil. Dari 311 anak yang dikategorikan DO, tercatat 95 anak dapat dirujuk kembali melanjutkan sekolah. Tak hanya dikembalikan ke sekolah, Disdik bersama pihak swasta juga meluncurkan bantuan perlengkapan sekolah, pemberian uang transportasi dan mengusulkan mereka sebagai penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM). Berdasarkan data yang dikumpulkan di lapangan, dari total anak yang dikategorikan DO itu, ada 200 anak terlanjur bekerja di luar Kabupaten Buleleng. Selain itu, puluhan anak terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya akibat penikahan dini. Sedangkan beberapa anak lagi tidak ada niat bersekolah karena menderita cacat fisik. Ironisnya, ada anak yang terpaksa tidak melanjutkan pendidikan lantaran orangtuanya sendiri mengarahkan anaknya bekerja untuk menopang perekonomian
keluarga. Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Buleleng Gede Suyasa, pendataan anak putus sekolah itu merupakan terobosan pemerintah untuk mengetahui angka putus sekolah secara riil di wilayah Buleleng. Dari hasil pendataan itu, pihaknya selanjutnya menyusun program penanganan agar angka putus sekolah itu dapat ditekan seminimal mungkin. Sejak mengawali tahun ajaran 2016/2017, posko DO di masingmasing Unit Pelaksana Pendidikan (UPP) melakukan pendataan langsung ke rumah anak bersangkutan. Selain mendata, Disdik berupaya untuk merujuk agar anakanak tersebut bisa melanjutkan sekolah sesuai jenjangnya. Dari pendataan itu ditemukan sebanyak 311 anak putus sekolah. Jumlah angka putus sekolah itu sebagian besar ditemukan di Kecamatan Gerokgak, Tejakula, Sukasada dan Seririt. ”Kami sudah melakukan pemetaan dan membujuk langsung anak-anak termasuk menemui orangtua mereka. Hasilnya dari
MBP/mudiartha
Gede Suyasa
32 3 - 9 Oktober 2016
311 anak yang tercatat, hanya 95 anak yang bisa kita rujuk dan kembali melanjutkan sekolah,” katanya. Menurut Suyasa, 95 anak yang bisa melanjutkan pendidikan terdiri dari 30 lulusan SD yang akan melanjutkan ke SMP, 39 lulusan SMP yang melanjutkan ke jenjang SMK dan 26 lulusan SMP akan melanjutkan ke tingkat SMK. Anak yang bersedia melanjutkan sekolah ini mendapatkan bantuan mulai dari uang transportasi dan uang saku yang bersumber dari APBD Kabupaten Buleleng. Bantuan transportasi ini karena jarak tempuh dari rumah ke sekolah cukup jauh. Selain itu, bantuan seragam sekolah dibantu oleh pihak sekolah bersangkutan dan bantuan perlengkapan sekolah lainnya dibantu pihak swasta. ”Setelah kita dapatkan data yang mau bersekolah dan kendala yang dihadapi, kita bantu mereka mulai transportasi, pakaian dan perlengkapan sekolah. Bantuan ini juga ada dari pihak sekolah dan swasta. Menghindari bantuan disalahgunakan, kita fasilitasi pihak donator menyerahkan kepada siswa,” jelasnya. Suyasa menegaskan, Disdik tetap berpaya mengembalikan anak-anak yang terlanjur bekerja agar bisa kembali melanjutkan pendidikan. Ini akan dilakukan bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Anak anak yang bekerja itu akan dirujuk tetap bersekolah tanpa meninggalkan pekerjaanya. Ini dilakukan melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Upaya lanjutan yang juga dilakukan, lanjut Suyasa, anak yang bersedia dirujuk sekolah ini akan diprogramkan untuk mendapat BSM melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Sesuai program yang diluncurkan, BSM akan bersumber dari APBN. ”Kami akan rekomendasi anak-anak yang sudah bekerja ini melanjutkan sekolah melalui program PKH. Tanpa meninggalkan pekerjaanya, anak-anak ini tetap melanjutkan sekolah sehingga anak yang pada usia bersekolah ini bisa menamatkan pendidikannya,” tegasnya. l Mudiartha
Penyerahan Kewenangan SMA/SMK
Persoalan Aset Belum Ada Solusi SETELAH melalui proses panjang, penyerahan kewenangan pengelolaan SMA/SMK se Bali akhirnya dijadwalkan, Selasa (27/9). Sementara persoalan aset sekolah hingga kini belum ada solusi. Meski demikian dengan dipastikanya penyerahan ini, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gianyar pun menyerahkan persoalan tersebut ke Pemprov Bali. Kadisdikpora Gianyar Made Suradnya membenarkan penjadwalan penyerahan kewenangan SMA/SMK tersebut pada 27 September di Pemprov Bali. ”Untuk penandatangan MOU pengalihan kewenangan SMA/SMK di kabupaten/kota nanti disaksikan sejumlah petinggi Bali di Pemprov Bali,” ujarnya, belum lama ini. Menurut Suradnya, di Kabupaten Gianyar proses pengalihan kewenangan ke Pemprov Bali, khususnya terkait dokumen dan personel sudah tuntas sejak lama. Namun, ia akui sampai saat ini permasalahan aset belum tuntas sama sekali. ”Kalau kendala aset, saya kira bukan hanya di Gianyar saja. Tapi, juga kabupaten/kota lainnya mengalami hal serupa,” jelasnya. Melalui acara penandatanganan pada 27 September, kondisi ini akan ditangani dengan penyerahan urusan aset. Artinya, segala bentuk urusan pengalihan aset sekolah akan diselesaikan oleh Pemprov Bali. ”Jadi, setelah penandatangan tersebut, nanti Pemprov yang akan melakukan sosialisasi dan meneruskan penyelesaian masalah aset ini karena aset sekolah juga memang bukan milik pemerintah kabupaten,” katanya. Disinggung persoalan kedepan yang bsia timbul terkait aset sekolah ini, Suradnya menjelaskan bahwa pihaknya tidak bsia berbuat banyak. Pasalnya, kebijakan ini sudah dilaksanakan sesuai aturan perundangan-undangan. ”Kedepan kita tidak bisa memprediksi, tapi sampai saat ini belum ada laporan keluhan terkait aset yang sampai ke saya. Intinya setelah penandatanganan nanti, ini sudah tanggung jawab provinsi,” tandasnya. Seperti diketahui, pengalihan kewenangan ini didasarkan pada Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004, menjadi Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Namun karena proses pendataan yang cukup banyak, kebijakan ini baru bisa terealisasi pada tahun 2017. Selama proses pengalihan ini, Disdikpora Gianyar yang saat itu di komando Dewa Alit Mudiarta langsung membentuk tim untuk melakukan pendataan sekolahsekolah. Tim tersebut terdiri dari petugas dari Disdikpora, Bagian Aset Pemkab Gianyar, BKD dan Inspektorat Pemkab Gianyar. Bahkan, tim langsung terjun ke sejumlah sekolah untuk mendata personalia, pendanaan, prasarana dan pengawasan. Pengecekan ini dilakukan terhadap 43 sekolah di Kabupaten Gianyar yang kewenanganya akan dialihkan ke Pemprovi Bali, meliputi tujuh SMA negeri, delapan SMK negeri, delapan SMA swasta dan 20 SMK swasta. l Manik Astajaya
MBP/manik astajaya
Made Suradnya. 3 - 9 Oktober 2016
33
A KT I V I TA S
MBP/ist
STIMI HANDAYANI - Melepas 150 orang mahasiswa yang terdiri dari 146 orang program S-1 Manajemen Bisnis dan 4 orang dari D-3 Kesekretariatan, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Handayani Denpasar menggelar wisuda ke-33 di Grand Inna Bali Beach Hotel, Selasa (20/9). Acara wisuda dalam rangka Dies Natalis ke-37 ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan STIMI Handayani, Ketua STIMI Handayani, Ketua Ikatan Alumni STIMI Handayani (Ikamida) Drs. Tjokorda Gde Putra Sukawati dan lainnya.
MBP/ist
SMP PGRI 9 - Kepala SMP PGRI 9 Denpasar Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M., M.Si. banyak memiliki ide memberi penguatan pendidikan berkualitas di sekolahnya. Setiap tahun, sekolah ini melakukan review K-13, menekankan pendidikan humanis dan setiap empat tahun memiliki program studi banding ke luar negeri. Setelah mengunjungi India, pada 12-17 September lalu, guru-guru SMP PGRI 9 Denpasar diajak studi banding ke Thailand.
MBP/ist MBP/ist
FT UNWAR - Untuk pertama kalinya di Bali, Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Warmadewa (FT Unwar) mengadakan Kompetisi Tugas Akhir. Peserta untuk kompetisi ini adalah mahasiswa tugas akhir yang memperoleh nilai memuaskan (A) untuk tugas akhirnya, sehingga memunculkan pemenang yang terbaik dari yang baik.
34 3 - 9 Oktober 2016
TRISMA - Siswa SMAN 3 Denpasar (Trisma) kembali meraih prestasi pemuncak di tingkat nasional. Tim Trisma meraih juara umum nasional di Nasional Avicena Competition bidang kefarmasian. Dengan demikian Trisma berhak atas piala bergilir Gubernur Bali untuk yang kelima kalinya. Di ajang yang digelar F-MIPA Unud tersebut tim Trisma meraih juara I LKTI.
MBP/ist
MBP/ist
FT UNR - Rabu (21/9), Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai (FT UNR) mengadakan acara Pelepasan Sarjana Strata 1 di Auditorium UNR Denpasar. Acara tersebut dihadiri para pejabat di lingkungan Yayasan Jagadhita Denpasar, Rektor UNR Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si., para pejabat dan dosen dari masing-masing fakultas di lingkungan UNR serta perwakilan alumni FT UNR.
MBP/ist
PUPUTAN BADUNG - Momentum peringatan Puputan Badung yang ke-110 ini harus dimaknai dengan ketulusan hati dan semangat yang tulus ikhlas. Historis Puputan Badung ini akan dipergunakan untuk penyemangat dalam meningkatkan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan serta untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat pada daya saing daerah dalam masyarakat global.
PEMKAB BADUNG - Pemkab Badung tak henti-hentinya melakukan inovasi dan terobosan terutama terkait dengan pelayanan publik. Yang terbaru, bayi yang baru lahir (minimal keesokan harinya-red) sudah mengantongi akte kelahiran. Hal ini terungkap dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pembuatan akta kelahiran antara RSUD Mangusada Badung dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil(Disdukcapil) Kabupaten Badung di RSUD Badung, Selasa (20/9).
MBP/ist
POSYANDU - Posyandu Paripurna di Kabupaten Badung diselenggarakan serentak di seluruh kecamatan Kabupaten Badung, Selasa (20/9) lalu. Posyandu paripurna merupakan kegiatan Posyandu yang mengarah pada kemandirian. Pemerintah bersinergi dengan tim Penggerak PKK untuk konsisten melaksanakan kegiatan Posyandu Balita dan lansia dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan hingga ke desa-desa. 3 - 9 Oktober 2016
35
PERTANIAN
Bongkar ’’Mafia’’ yang Rugikan Petani
I
Kegiatan bongkar muat beras impor di pelabuhan.
mpor selalu menjadi solusi mengantisipasi kekurangan stok pangan. Gula, beras, kedelai, daging dan garam, empat komoditi yang selalu menjadi primadona untuk impor. Banyak kritik atas kebijakan tersebut. Namun pemerintah, selalu menerapkannya. Termasuk pemerintahan Jokowi. Alasannya sangat klise. Salah satunya untuk menjaga stok pangan terutama saat hari hari raya. Padahal pemerintah telah mencanangkan kedaulatan pangan. Berbagai terobosan telah dilakukan. Dana untuk mendukungnya sudah pula dianggarkan. Namun hasilnya, tetap saja impor. Ternyata ada ‘’target’’ lain di balik gencarnya impor tersebut. Salah satunya fee. Seperti terungkap pada impor gula. Ketua DPD Irman Gusman pun harus mendekam di sel. Gara-gara ia tertangkap tangan menerima suap dari importir gula. Rupanya, KPK tak cukup sampai Irman Gusman. Ada rencana yang lebih luas lagi direncanakan KPK untuk membongkar mafia yang merugikan sektor pertanian. Komisaris PTPN XI, Dedy Mawardi, meminta agar KPK membong-
36
3 - 9 Oktober 2016
kar mafia gula dan bersih-bersih direksi BUMN yang suka bermain mata dengan mafia gula dan pejabat pemerintah. “OTT KPK itu menjadi momen bagi KPK untuk membongkar dugaan mafia gula yang berkolaborasi dengan kekuasaan dalam mengatur tata niaga gula kita. Selanjutnya KPK bisa bersih-bersih BUMN dari para Direksi yang suka ‘main mata’ dengan mafia gula dan oknum penguasa,” kata Dedy Mawardi. Ia pun mengungkap adanya informasi ada oknum direksi BUMN yang diduga menerima suap dari fee impor gula yang kejadian penyuapannya dilakukan di Singapura. KPK sebelumnya menerima informasi dari lembaga antikorupsi Singapura (CPIB -Corruption Practices Investigation Bureau) bahwa direksi BUMN penerima suap itu diduga telah membuka rekening di Singapura untuk menampung fee dari perusahaan sebesar 50 US dolar per ton dari 100 ribu ton raw sugar yang diimpor sehingga total mencapai 5 juta dolar AS atau setara Rp 65 Miliar. Apa yang diungkap Dedy rupanya sudah diendus KPK. Wakil Ketua Komisi
MBP/dok
Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengisyratkan akan mengembangkan kasus ini ke instansi lain. Laode mengatakan saat ini pihak penyidik KPK juga akan menyeret pejabat Badan Urusan Logistik (Bulog). Dalam kasus ini Irman ini, pejabat Bulog diduga menerima suap atas pemberian rekomendasi yang disampaikan secara lisan Irman kepada Bulog. “Tergantung hasil pengembangan. Kalau ada buktinya ke arah sana harus dilakukan penyelidikan yang lebih lengkap,” kata Laode. Dia menjelaskan Irman ditangkap karena adanya pembicaraan bahwa yang bersangkutan memberikan rekomendasi kepada pejabat di Bulog untuk memperoleh jatah impor gula kepada CV Semesta Berjaya di Sumatera Barat. “Ini sudah materi penyelidikan, tapi yang bisa mengantar ke KPK ke situ (Irman) ya karena ada pembicaraan. Salah satunya itu, adanya rekomendasi,” ujarnya. l Hardianto
Krisis Regenerasi Pertanian MBP/pusat data
Petani Bali yang sebagian besar sudah berusia tua.
Paradigma pemuda saat ini masih memadang sektor pertanian sebagai profesi yang tidak banyak memberi harapan. Hal ini dikarenakan minimnya kesejahteraan para petani dan berada di garis kemiskinan. Apabila, memori ini terus ada dalam ingatan pemuda maka penurunan jumlah keluarga petani akan semakin berkurang. Ini tentu menimbulkan kerisauan bahwa umur pertanian di Indonesia tidak akan berlangsung lama lagi. Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis mengatakan, salah satu kekhawatiran di sektor pertanian dalam jangka panjang adalah tidak adanya regenerasi petani. Padahal generasi muda merupakan sumber daya manusia yang menjadi pelaku utama maju tidaknya pengembangan pertanian di tanah air. Kekhawatiran tersebut menjadi perhatian serius. Fary mengatakan harus ada insentif yang cukup, untuk dijadikan trigger bagi generasi muda agar mau ikut berpartisipasi di sektor pertanian. “Kami di Komisi V melalui MoU telah mendorong Kementerian Desa dan PDTT memanfaatkan dana desa yang sekarang
besarnya mencapai Rp 750 juta sampai Rp 1 miliar untuk pengembangan infrastruktur pertanian, tahun lalu besarannya mencapai Rp 350 juta sampai Rp 500 juta. Kita berharap di Kementerian Desa ini jadi prioritas,” ujarnya. Kekhawatiran yang sama juga terjadi di Bali. Di pulau yang menempatkan pertanian sebagai akar budaya Bali, juga krisis regenerasi. Akibatnya, untuk mencukupi pangan, Bali tergantung dengan daerah luar. Karenanya, kemandirian Bali di sektor pertanian harus segera diwujudkan. Utamanya dalam memenuhi sejumlah komoditi untuk kebutuhan upacara agama Hindu. Mengingat selama ini, Bali masih sangat tergantung dari pasokan luar daerah seperti Jawa. “Asal sekarang serentak seluruh Bali bergerak menanam, tahun depan pisang sudah bisa diproduksi sendiri alias mandiri, tidak perlu tergantung lagi dari luar Bali. Demikian juga kelapa, asal tahun ini bergerak menanam serentak, 4 tahun lagi kita tidak perlu lagi mendatangkan dari daerah lain,” ujar praktisi pertanian, I Wayan Supadno, di Denpasar belum lama ini.
Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba juga menyarankan masyarakat agar mulai menanam tanaman untuk kebutuhan upacara. Mulai dari yang sederhana, seperti menanam bunga jepun atau yang lebih besar menanam pohon kelapa. Dengan demikian ke depan, uang masyarakat tidak perlu habis hanya untuk membeli janur atau bunga saja. “Setiap KK minimal menanam pohon 5 biji, untuk kebutuhan diri sendiri saja dulu karena ini kaitannya dengan ajeg Bali. Kalau tidak begitu 5-10 tahun akan hilang, apakah kita bisa ganti itu kebutuhan sarana upacara dengan kertas? Tidak bisa kan,” tandasnya. Sementara itu, akademisi Pertanian Universitas Udayana Dr. Luh Kartini mengatakan, pertanian Bali menghadapi sejumlah tantangan. Pertama menyangkut ketersediaan air mengingat 3 dari 4 danau yang ada dalam kondisi sekarat. Selain air, juga dihadapkan pada masalah alih fungsi lahan pertanian yang mencapai hampir 1.000 hektar per tahun. l Rindra
3 - 9 Oktober 2016
37
pa r i w i s ata
Perayaan Nyepi merupakan salah satu kearifan lokal di Bali yang menginspirasi dunia, karena erat kaitan dengan isu lingkungan hidup yang terus berkecamuk akhir-akhir ini. Dengan adanya Nyepi, polusi yang membebani planet ini dapat berkurang.
Kearifan Lokal Bali Menginspirasi Dunia
D
i dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan. Bali juga dikenal dengan sebutan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura. Ini dikarenakan keunikan Bali budayanya. Budaya pula yang membuat Bali menjadi salah satu destinasi pariwisata terbaik di dunia. Kearifan lokal ini menginspirasi dunia.
38 3 - 9
Oktober 2016
Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Diah Pitaloka mengakui, budaya yang membuat Bali memiliki “warna” berbeda ini tentu harus dijaga dan dipertahankan. Bukan malah sebaliknya, menganggap budaya justru sebagai beban. “Kearifan lokal bukan kemudian menjadi hal yang kuno, tapi apa yang tetap dipertahankan masyarakat Bali bisa menjadi inspirasi bagi belahan dunia lain. Jangan melihat budaya itu sebagai
suatu beban,” ujarnya. Menurutnya, salah satu budaya sekaligus kearifan lokal Bali adalah subak. Sistem pengairan tradisional pada sektor pertanian ini dinilai bisa menginspirasi dunia. “Semoga subak bisa menjadi solusi masalah pengairan di negara lain. Khususnya negara yang juga mengandalkan pertanian,” imbuhnya. Koordinator Social Democracy in Asia, Marie Chris Cabreros mengatakan,
kearifan lokal yang ada di masyarakat mestinya terus ditumbuhkan. Bagaimana agar kearifan lokal tersebut dapat mengakar di tiap-tiap sendi kehidupan. Namun sayangnya, kearifan lokal yang sebetulnya sangat menarik ini kerap terlupa untuk dibahas. “Pilar ekonomi dan politik sudah sering sekali dibicarakan. Tapi ada yang terlupa ketika bicara tentang cultural. Kita lupa bagaimana kearifan lokal, apa itu terkait seni, musik, mengelola sawah itu menjadi suatu yang yang menarik dan seharusnya tumbuh secara mengakar di dalam masyarakat,” jelasnya didampingi Koordinator Progressive Alliance, Konstantin Woinoff. Peserta seminar dari PDI Perjuangan Bali, A.A. Ngurah Adhi Ardhana mengatakan, pemerintah di Bali sebetulnya telah membuat perlindungan terhadap nilai-nilai budaya bahkan nilai-nilai religius di pulau dewata. Perlindungan itu diaplikasikan di dalam peraturanperaturan yang dibuat eksekutif dan legislatif. Antara lain terkait desa pakraman, subak, dan lainnya.
“Beberapa peraturan sudah kita buat, tapi kembali ke tataran pelaksanaan memang masih membutuhkan penguatan. Dalam artian, support dari masyarakat, pengawasan dari legislatif, itu perlu,” ujar Anggota DPRD Bali ini. Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Wilayah Bali, I Putu Anom, mengatakan Bali sudah menjadi icon dunia sebagai salah satu tujuan utama berwisata bukan karena keindahan alam dan budaya semata, namun Bali yang dianggap mampu menjaga kearifan lokal yang menjadi taksu. Namun, aura holistik dengan konsep Tri Hita Karana (THK) ini kini mulai terusik sebagai akibat dari pariwisata massal. Bahkan, kondisi itu kini menimbulkan bisnis pariwisata kanibalisme alias yang besar menyingkirkan yang kecil. Kini para pemimpin Bali harus diingatkan untuk menutup pulau ini sebagai mega proyek. Karena itu, kata dia Bali tidak cocok mengembangkan pariwisata secara masif melalui pembangunan hotel baru atau menambah jumlah kamar hotel yang sudah
ada. Moratorium akomodasi pariwisata semestinya tidak sebatas wacana. Sayangnya, pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah tidak pernah tegas menegakkan kebijakan itu. Anggota BPPD Badung ini juga mengatakan, motivasi wisatawan ke Bali adalah mencari kesenangan dan ketenangan. Wisatawan juga terancam kehilangan daya tarik dari aktivitas budaya religi Hindu Bali yang unik. “Karena semakin masifnya pengembangan pariwisata juga akan membuat penduduk lokal Bali terutama umat Hindu kecewa. Mereka akan merasa terusik dan tidak nyaman lagi menjalankan upacara keagamaan,” ucapnya. Dia berpendapat, investor tentu mengutamakan keuntungan ekonomi tanpa peduli akan kerusakan alam, lingkungan, serta sosial budaya masyarakat. Sebagai pendukung budaya Bali, masyarakat lokal akan semakin terpinggirkan. Ditambah lagi dari kehidupan ekonomi, dan sosial budaya masyarakat akan terdegradasi. l Rindra
3 - 9 Oktober 2016
39
TRADISI
Tarian Baris Cina saat dipentaskan.
Baris Cina
MBP/agus suyawan
Tarian Sakral dengan Gerakan Pencak Silat
M
asing-masing daerah di Bali memiliki tradisi unik atau seni sakral yang hingga kini tetap dilestarikan masyarakatnya. Salah satu kesenian sakral yang unik dan lestari di wilayah Denpasar adalah Tari Baris Cina. Baris Cina merupakan sebuah kesenian sakral yang khas di Desa Pakraman Renon, tepatnya di wilayah Br. Kelod, Renon Denpasar. Tarian itu sangat erat kaitannya dengan keberadaan Pura Baris Cina lan Gong Beri di desa tersebut. Menurut pemangku pura setempat, Jero Mangku Wayan Daniawan, Pura Baris Cina merupakan sthana atau palinggih Ida Ratu Tuan. Tarian tersebut merupakan sesolahan dari Ida Ratu Tuan yang diiringi dengan gambelan Gong Beri. Gong Beri itu terdiri atas kendang besar atau yang disebut bebedug, tetawa, bir, bende, bung, bor-ber atau yang disebut beri dan ditambah dengan sungu atau terompet kerang. Ditambahkannya, penari Baris Cina berjumlah 18 orang. Mereka berpakaian seragam seperti tentara Cina kuno, bertopi dan membawa kelewang. Saat menari mereka membagi diri menjadi dua kelompok yaitu 8 orang prajurit berpakaian serba hitam dengan satu komandannya yang berpakaian jas hitam, celana dan topi merah dengan jenggot yang berwarna hitam. Kemudian kelompok satunya lagi yaitu 8 orang penari prajurit berpakaian serba putih dan satu komandannya berpakaian mirip dengan
40 3 - 9
Oktober 2016
prajuritnya hanya saja memakai selendang dan selempod poleng serta rerawis putih. Gerak tarian itu berupa pencak silat dengan memakai kelewang atau pedang. Ini yang membedakan dengan tari baris pada umumnya. “Keunikan lainnya adalah saat panyungsung Ida Ratu Tuan kerauhan, maka beliau akan berbicara dengan sesamanya dalam bahasa Cina yang sama sekali tidak dimengerti oleh masyarakat, pamangku bahkan panyungsung-nya sendiri. Akan tetapi, ketika Ida Ratu Tuan menyampaikan sesuatu atau mangandika kepada masyarakat yang ngiring maka tetap akan memakai bahasa Bali,� ujarnya. Jero Mangku Wayan Daniawan menyampaikan, pementasan tarian yang sering disebut dengan Ida Ratu Tuan kaaturang mapajar ini biasanya dilakukan saat ada masyarakat Desa Pakraman Renon membayar sesangi atau kaul. Saat itulah Baris Cina akan kasolahang oleh krama pamaksan. Akan tetapi, justru saat pujawali di Pura Baris Cina lan Gong Beri yakni pada Buda Umanis Wuku Prangbakat, Baris Cina sama sekali tidak boleh kasolahang. Sebab, diyakini Ida Batara sedang melaksanakan upacara. Karena itu tidak diperbolehkan mementaskannya termasuk untuk membayar kaul. Selain itu secara rutin Ida Ratu Tuan kaaturang lunga dan mapajar saat Kuningan di Pura Dalem Desa Renon, kemudian pada Umanis Kuningan paginya di Dalem Sakenan, kemudian sore atau malamnya di Pura Puseh Renon.
Selanjutnya pada Paing Kuningan Ida Ratu Tuan kaaturang mapajar di Pura Blanjong, Sanur. Selain itu Ida juga kaaturang lunga ke pura lainnya yaitu ke Dalem Sakenan, Mertasari, Dalem Petitenget, Rambutsiwi, Maspahit termasuk ke Besakih. Jero Mangku mengatakan, prosesi tarian tersebut diawali dengan pasukan baju hitam serta komandannya mesolah. Setelah itu dilanjutkan dengan pasukan putih beserta dengan komandannya. I Nyoman Sutana, salah seorang pamaksan yang juga panyungsung Ida Ratu Tuan menambahkan, setelah masolah dilanjutkan dengan magatek atau berperang antara pasukan yang putih beserta komandan dengan pasukan yang hitam beserta komandannya. Magatek ini pada dasarnya simbol pertempuran kekuatan hitam dengan kekuatan putih yang melahirkan keseimbangan. Nyoman Sutana mengatakan, siapapun bisa memerankan komandan pasukan dalam tarian ini. “Yang memerankan pasukan, tidak harus panyungsung Ida Ratu Tuan saja. Akan tetapi, saat menarikannya panyungsung Ida Ratu Tuan cenderung akan kerauhan. Dalam kondisi tidak sadar, panyungsung tersebut akan mengambil panyeneng Ida Ratu Tuan masing-masing berupa pedang atau kelewang tersebut untuk kemudian ditarikan,� pungkas Nyoman Sutana. l Wayan Agus Suryawan
A KT I V I TA S
MBP/ist
PEMKOT DENPASAR - Beberapa gubuk di kawasan Jalan Himalaya, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, yang disinyalir menjadi tempat prostitusi, mendapat respons dari Pemkot Denpasar. Setelah mendapat pengaduan dari masyarakat, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar sebagai penegak perda untuk langsung melakukan pembongkaran.
MBP/ist
IBIT - International Bali Institute of Tourism (IBIT) kembali menunjukkan kebolehannya di kancah internasional. Empat mahasiswa IBIT semester akhir bersama Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) mengadu kebolehannya dalam acara MICE Forum di Taipei. Mereka berhasil meraih lima kategori award dari delapan kategori award.
MBP/ist
IIK MEDIKA - Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Per-
MBP/ist
sada Bali yang terletak di Jalan Tantular Barat No. 9 Renon,
FE UNMAS - FakultasEkonomi Universitas Mahasaras-
Denpasar menggelar kuliah perdana bagi mahasiswa baru
wati (FE Unmas) Denpasar setiap tahun melepas sarjana
tahun ajaran 2016/2017, Senin (19/9). Perkuliahan per-
terbanyak di Unmas. Pada pelepasan sarjana, Selasa (20/9),
dana yang diawali dengan upacara bendera dan sekaligus
Dekan FE Unmas Wayan Sujana didampingi WD I Dr.
pembukaan kerudung papan nama IIK Medika Persada Bali
Nengah Landra, S.E., M.M., WD II Dr. Putu Kepra Marini,
dibuka langsung Rektor IIK Medika Persada Bali Prof. Dr.
S.E., M.M. dan WD III Luh Kadek Budi Martini, S.E., M.M.
dr. I Made Bakta, Sp.PD.(KHOM).
melepas 653 sarjana. MBP/bud
3 - 9 Oktober 2016
41
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
JRO SUTIAWATI - Sutiawati, paranormal muda yang bergelut dalam dunia pengobatan tradisional menuturkan baru-baru ini dirinya menyembuhkan pasien lumpuh yang tidak bisa berjalan. Sebelumnya Jro Sutiawati menggunakan minyak pawisik sebagai media obat. Kini Jro Sutiawati memiliki minyak pawisik untuk mengurut seperti mengurut tulang yang patah. Hal itulah yang dilakukannya pada pasien yang baru disembuhkan.
PERTEMUAN - Salah satu wewenang dari DPD-RI secara konstitusi adalah sebagai pengawas pelaksanaan UU dan Polri sebagai institusi penegak hukum di Indonesia yang dijamin keberadaannya oleh UU. Tugas DPD-RI selalu memberikan masukan bagi Polri terutama bagaimana memaksimalkan kinerja aparat dalam penanganan sejumlah kasus dan kamtibmas. Hal ini terekam dalam pertemuan Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dengan Jenderal Polisi Tito Karnavian di Gedung DPD-RI kompleks Senayan, Jakarta.
LOMBA KT – Karang Taruna (KT) Wisma Remaja Desa Menanga, Rendang, Karangasem, mewakili Bali dalam lomba KT tingkat nasional. KT Wisma Remaja ini dinilai tim penilai tingkat nasional, Selasa (20/9). Tim penilai terdiri dari lima orang dipimpin Sekjen KT Kemensos RI H. Deden didampMBP/ist
WABUP JEMBRANA - Wakil Bupati (Wabup) Jembrana I Made Kembang Hartawan merespons ungkapan Presiden Jokowi terkait pembangunan infrastruktur sebagai faktor terpenting dan strategis dalam membangun perekonomian bangsa. Menurut Kembang, pembangunan infrastruktur merupakan kunci utama untuk menggerakkan roda perekonomian di daerah.
ingi Wakil Ketua Budi Stiawan.
MBP/ist
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
42 3 - 9
Oktober 2016
MBP/ist
MBP/ist
STIKES - Mahasiswa baru pada dasarnya merupakan individu yang tengah berproses menuju pada pendewasaan diri dan kematangan mental. Proses ini wajib dilewati, melalui proses pengenalan dan penyesuaian (adaptasi). Dalam rangka mendewasakan pola pikir calon mahasiswa baru ini pula yang tengah dilaksanakankan oleh Stikes Wira Medika PPNI Bali dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).
HKTI BADUNG - Memilih Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Badung periode 2016-2021, HKTI Badung menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Balai Penyuluhan Pertanian, Blahkiuh, Abiansemal, Badung, Rabu (21/9). Muscab dipimpin Ketua DPD HKTI Provinsi Bali Prof. Dr. Nyoman Suparta, dihadiri Kadis Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung Ir. I Gusti Agung Sudaratmaja, M.S., DPC dan komponen pertanian se-Kecamatan Badung.
MBP/ist
PKKMB - Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Art Center, Kamis (15/9). Tema PKKMB pertama itu adalah ‘’Membentuk Generasi Muda Bidang Kesehatan yang Tangguh dan Mandiri Melalui Pendewasaan serta Wawasan Kebangsaan’’.
FE UNWAR - Jumlah mahasiswa baru Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa (FE Unwar) mendominasi jumlah mahasiswa di Unwar tahun ini yakni melebihi angka 50 persen. Tahun ini, FE Unwar menerima 1.000 lebih mahasiswa baru, 352 orang adalah mahasiswa kelas reguler B. Mahasiswa baru reguler B mendapat kuliah perdana dari Dekan FE Unwar Dr. I Made Sara, S.E., M.P., Kamis (15/9) malam, bertajuk ‘’Kiat Sukses Bekerja dan Belajar’’.
MBP/ist
3 - 9 Oktober 2016
43
B U DAYA
Filosofi ”Matatah”
Untuk Mengendalikan ”Sad Ripu” dalam Diri
S
alah satu upacara yang wajib dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali adalah upacara mapandes, matatah atau masangih. Upacara ini dilaksanakan oleh seorang mangku sangging yang memahat gigi secara simbolis, yaitu empat gigi seri dan dua gigi taring bagian atas. Kemudian melakukan pemotongan gigi (mengasahnya) dengan mempergunakan kikir, sehingga menjadi rata dan rapi. Dr. Drs. I Made Surada, M.A., dosen Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar mengatakan, sangging adalah orang yang memilki kemampuan tertentu dalam upacara, seperti orang yang piawai membuat banten, wadah, merajan, ukir, lukis dan lainnya. Orang yang sudah berge-
44 3 - 9
Oktober 2016
lar sangging memiliki kemampuan profesional. “Menjadi seorang sangging bukan sembarang orang, melainkan harus melewati proses upacara pawintenan sesuai dengan tingkatan upacara yang dilakukan,” katanya. Seorang sangging tak hanya piawai membuat hasil karya, tetapi juga mampu melaspas (memberikan jiwa secara niskala terhadap hasil karya). Sangging tak hanya bisa menyelesaikan secara sekala (nyata), tetapi juga bisa menyelesaikan secara niskala (alam tak nyata). “Sangging juga mampu harus mampu mengucapkan mantra-mantra, sehingga seorang sangging wajib melakukan pawintenan sesuai dengan nabe (gurunya),” tegasnya. Seorang pamangku
dan sulinggih biasanya langsung menjadi sangging. Bisa juga seorang sulinggih itu mengajak sangging sehingga memperlancar proses upacara tersebut. Mula-mula mengupacarai pahat, kikir dan permata yang memiliki makna agar gigi yang akan ditatah menjadi cemerlang. Sumber lontar yang menjelaskan tentang upacara matatah adalah lontar Kala Tatwa, Puja Kala Pati, Semaradahana, dan Tutur Sanghyang Yama. Belakangan ini, pejabat juga banyak yang menjadi sangging. Hal itu boleh saja asal mereka melakukan pawintenan. Jika tak pernah mawintenan sebaiknya hanya menyaksikan saja, karena ada banyak mantra yang mesti dilakukan. Jika tak ada mantra, itu sama seperti meratakan gigi disalon. “Meski bukan sulinggih bisa juga menjadi sangging, asal melaksanakan pawintenan terlebih dahulu,” tegasnya. Beda halnya kalau masangih dilakukan pada orang yang sudah meninggal. Orang yang bertindak sebagai sangging adalah ibu kandungnya. Hal tersebut tersurat dalam lontar Sastra Proktah. Alat yang digunakan untuk motong gigi adalah anggapan. (alat potong padi katik jaman dulu). Dan jika tidak ada anggapan, karena sudah langka bisa memakai bunga tunjung. “Sangging yang belum melakukan pawintenan hukumannya dipercaya akan berpengaruh pada keturunan berikutnya,” jelasnya. Surada mengatakan, masyarakat Hindu di Bali selalu melaksanakan upacara mapandes bagi putra dan putrinya yang telah cukup umur. Upacara ini bertujuan untuk mengendalikan pengaruh Sad Ripu dalam diri anak. sebab, anak yang sudah menginjak dewasa masa indria (keinginan) lebih memberikan kesempatan Sad Ripu untuk menggodanya. Jika itu terjadi akan menyusupi perilaku seseorang menjadi rusak.
Oleh karena itu dibuatkan upacara mapandes yang pelaksanaannya dilengkapi dengan seperangkat banten upacara secara simbolis gigi. Mapandes pada enam buah gigi, ujungnya sebagi lambang pengaruh adharma yang kemudian di-tatah agar terbentuk ujung gigi yang rata lambang dharma. Dengan begitu, dharma tetap mengendalikan hidup seseorang anak yang telah melaksanakn upacara matatah tersebut. Mapandes, merupakan upacara yang bermakna untuk menemukan hakikat manusia sejati yang terlepas dari belenggu kegelapan dari pengaruh Sad ripu dalam diri manusia. Sad ripu adalah enam jenis musuh yang timbul dari sifat-sifat asubha
karma atau perbuatan yang tidak baik dalam diri manusia, yaitu: Kama (sifat penuh nafsu indriya), Lobha (sifat loba dan serakah), Krodha (sifat kejam dan pemarah), Mada (sifat mabuk dan kegilagilaan), Moha (sifat bingung dan angkuh) dan Matsarya (sifat dengki dan irihati). Orang yang boleh mengikuti upacara masangih bila ciri-ciri secara fisik sudah menginjak remaja. Ciri-cirinya, pada wanita dapat dilakukan setelah mendapatkan menstruasi yang pertama dan pada pria dapat dilakukan setelah mengalami perubahan suara. Tujuannya untuk menghilangkan kotoran diri dalam wujud kala, bhuta, pisaca dan raksasa dalam arti jiwa dan raga
diliputi oleh watak sad ripu sehingga dapat menemukan hakikat manusia yang sejati. Tujuan lain juga untuk dapat bertemu kembali dengan bapak dan ibu yang telah berwujud suci, untuk menghindari hukuman di dalam neraka nanti yang dijatuhkan oleh Batara Yamadipati berupa mengigit pangkal bambu petung yang tertera dalam Lontar Atmaprasangsa serta dapat memenuhi kewajiban orang tua kepada anaknya untuk menjadi manusia yang sejati. l Budarsana LAPORAN 3 - 9 Oktober 2016
45
PROPERTI
Sejuta Rumah Tersendat
REI Harapkan Skema FLPP Tahap Dua
P
rogram sejuta rumah dari pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) guna mengatasi backlog kini perjalanannya kian tersendat. Apa penyebabnya? Faktor mahalnya harga lahan atau tanah dan lamanya perizinan yang memicu ekonomi biaya tinggi dinilai sebagian salah satu penyebabnya. Untuk itu, pelaku usaha yang tergabung di Real Estat Indonesia (REI) meminta pemerintah segera meluncurkan program subsidi perumahan melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) tahap kedua. Hal ini untuk mengantisipasi tingginya permintaan perumahan subsidi dari MBR, namun tidak diimbangi dengan ketersediaan dana yang cukup dan bisa diakses oleh pengembang dalam membangun rumah untuk MBR. Ketua Umum REI, Eddy Hussy mengatakan, skema FLPP tahap kedua diharapkan segera bergulir, mengingat masih banyak masyarakat yang bukan dikategorikan MBR yang belum memiliki rumah. “Selama ini skema FLPP untuk MBR dengan besaran gaji maksimal Rp 4 juta. Kami usul ada FLPP paket dua yang diberikan ke MBR yang gajinya Rp 4 juta-Rp 8 juta. Itu tergolong MBR dan mereka tinggal di kota,” katanya. Lanjutnya, pada skema FLPP untuk MBR dengan gaji maksimal Rp 4 juta per bulan, mereka yang gajinya antara Rp 4 juta-8 juta tidak bisa mengajukan program itu, padahal saat ini banyak masyarakat pada segmen itu yang belum memiliki rumah. MBR yang dimaksud Eddy itu adalah mereka dengan profesi PNS, TNI atau Polri dan yang menghabiskan waktu kerja dan hidupnya di area perkotaan. “Masyarakat perkotaan atau warga di Bali, rata-rata gajinya sudah di atas Rp 4 juta per bulan. Ini yang perlu ada skema FLPP tahap dua. Bukan hanya dari gajinya, FLPP ini juga mematok harga jual rumah yang tentunya lebih mahal dibanding rumah subsidi yang ada saat ini. Kalau ini tidak dipikirkan, suplai perumahan akan berkurang,” ungkapnya. Sekarang ini harga rumah subsidi saat ini berkisar Rp 115 juta sampai Rp 180 juta
46 3 - 9
Oktober 2016
tergantung provinsinya. “Maka harganya mungkin bisa ditambah dari rentang Rp 180 juta-Rp 250 juta dan Rp 250 juta ke Rp 400 juta. Bagi mereka ini tinggal pilih sesuai gaji yang mereka terima,” jelasnya. Eddy Hussy meyakini realisasi paket kebijakan itu akan dapat mendorong masyarakat kalangan menengah yang menetap di perkotaan mampu membeli rumah tinggal. Dijelaskannya, jumlah masyarakat berpengasilan dalam rentang penghasilan tersebut jumlahnya sangat banyak di perkotaan. Selama ini, karyawan tersebut tidak mampu membeli rumah akibat tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah dan masuk kategori tidak mampu. Selain itu, sektor informal selama ini belum mendapatkan fasilitas pinjaman kredit pembiayaan rumah (KPR), meskipun seperti BTN sudah sedikit demi sedikit menyentuh. Salah satu penyebabnya, kata dia, data yang dimiliki perbankan untuk pekerja informal berpengasilan Rp 4 juta – Rp 7 juta tidak ada. Selain itu, REI juga mengusulkan ada bantuan pemerintah? dalam bentuk suku bunga murah 5 persen, dengan tenor 20 tahun dan uang muka dengan suku bunga 1-5 persen. Jadi masyarakat bisa membeli rumah tanpa harus membayar suku bunga 12 persen, dan cicilan 20 tahun yang kenaikannya terlalu tinggi. Kecuali, pemerintah dalam hal ini mampu membuat perbankan menurunkan suku bunga satu digit, subsidi rumah ini dapat ditinjau kembali. Dia menegaskan usulan ini sekaligus menjawab keluhan dari sejumlah wilayah yang menilai penetapan harga rumah subsidi saat ini dinilai terlalu rendah, salah satunya Bali. Eddy menegaskan apabila usulan ini disepakati, maka dapat membantu wilayah seperti Bali yang saat ini meminta kenaikan plafon rumah subsidi seharga Rp 180 juta per unit. “Kalau terjadi, di Bali yang harga tanahnya tinggi, tetapi pendapatan masyarakatnya menurut survai banyak di atas Rp3 juta, bisa menggunakan fasilitas itu dari bantuan pemerintah,” tandasnya. Hal senada diungkaapkan Ketua
DPD REI Bali I Gusti Made Aryawan. Katanya, rumah bersubsidi susah direalisasikan di destinasi internasional ini, karena mahalnya harga tanah. Dia menegaskan, dengan harga yang ditentukan oleh Kementerian PU Pera saat ini untuk Bali, yakni Rp 135 juta per unit, tidak mungkin membangun rumah FLPP di Kota Denpasar dan Badung. “Mudah-mudahan bisa dinaikkan plafon harga rumah subsidi untuk di Bali, sehingga bisa dialihkan ke daerah penunjang seperti Kabupaten Tabanan atau Klungkung,” pintanya. Dengan harga sekarang ini, FLPP di daerah ini harus mencari daerah-daerah pinggiran bahkan jauh dari pusat industri, seperti di Kabupaten Jembrana dan Buleleng. Itupun kondisinya, lokasi tanahnya sudah masuk pelosok dan jauh dari ideal. Namun, apabila plafonnya dinaikkan menjadi minimal Rp180 juta per unit, pengembang masih memiliki ru?ang gerak untuk membangun di Tabanan dan Klungkung. Meskipun dengan syarat, lokasinya sudah jauh dari syarat minimal 12 km dari kota. Pihaknya menuturkan, banyak pegawai negeri sipil tidak bisa membeli rumah di Kota Denpasar. Dia menyatakan idealnya pemerintah membuat kawasan zonasi untuk bangunan vertikal sehingga akan membantu menahan laju kenaikan harga tanah. Sementara itu, Penasihat DPD REI Bali yang juga sebagai Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengatakan, pengembangan rumah bersubsidi di Bali akan berhasil apabila infrastruktur terbangun dengan baik. Saat ini, akses ke Bali Selatan ke Utara belum terbangun ideal sehingga jarak tempuhnya panjang. Lanjutnya, apabila disediakan fasilitas infrastruktur jalan lurus akan dapat membantu pengembangan rumah subsidi ke daerah lain. Menurutnya, masyarakat Buleleng memiliki daya beli untuk membeli rumah sehingga rumah untuk MBR tidak akan lesu dan tersendat. l Suarjaya/kmb
MBP/dok
3 - 9 Oktober 2016
47
HIBURAN
Film Iko Uwais Dapat Penghargaan di Paris
F
ilm laga nasional “Headshot” yang dibintangi Iko Uwais berhasil meraih penghargaan The Grand Nouveax Genre Award pada L’Etrange Festival Paris 2016. Melalui keterangan tertulis di Jakarta, belum lama ini, Screenplay Infinite Films menyebutkan LEtrange Festival Paris 2016 menjadi festival pertama yang memberi penghargaan kepada film Headshot. L’Etrange Festival mengkhususkan peserta film-film unik seperti horor, fantasi, laga hingga film-film eksperimen. Selain Headshot, dalam penyelenggaraan tahun ke-22, LEtrange memberikan penghargaan The Grand Nouveax Genre Award kepada “They Call Me Jeeg Robot” karya sutradara Italia Gabrielle Mainetti yang keduanya berdasarkan pilihan juri. Sementara pilihan penonton, jatuh pada film “Endless Poetry” karya sutradara Alejandro Jodorowsky. Selain di L’Etrange Festival Paris 2016 “Headshot” diputar di Beyond Fest, di Los Angeles 30 September - 11 Oktober 2016. Pemutaran “Headshot” sebagai West Cost Premiere berlangsung pada 4 Oktober 2016. Beyond Fest hampir mirip seperti LEtrange yang memutar film-film unik seperti horor, laga, fiksi ilmiah hingga fantasi. Kemudian “Headshot” juga akan dibawa ke Mayhem Film Festival 2016, di Inggris dan diputar sebagai UK Premiere pada 13 Oktober 2016. Sebanyak 17 film internasional akan bersaing di Mayhem Film Festival tahun ini. Headshot adalah film bergenre laga, drama dan thriller Indonesia yang disutradarai oleh Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto. Dibintangi Iko Uwais, Julie Estelle dan Chelsea Islan bercerita tentang pria bernama Ismail (Iko Uwais) yang terluka parah sampai hilang ingatan. Setelah dirawat dokter Rika (Julie Estelle), ingatan Iko kembali pulih. l kmb
Iko Uwais
48 3 - 9
Oktober 2016
Bali Post/ist
MBP/ist
“Warkop DKI Reborn” Film Terlaris FILM “Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 1” berhasil menarik lima juta penonton pada hari ke-14 penayangannya, dan menggeser posisi “Laskar Pelangi” sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa. “Saat kita telah melampaui perolehan penonton ‘Laskar Pelangi’ itu sesuatu yang luar biasa buat kami. Tapi, ketika apresiasi masih terus diberikan untuk film ini, saya merasa ini sebuah bonus besar dan prestasi
yang sangat luar biasa,” kata Frederica, Produser Falcon Pictures, dalam siaran pers, belum lama ini. Aktor Vino G Bastian juga bersyukur film yang dia bintangi menarik banyak penonton. “Kita seneng banget. Untuk menjadi film dengan penonton terbanyak sepanjang masa itu seperti bonus. Tapi ketika mengerjakan film ini dengan sepenuh hati, saya rasa kontribusi sekecil apapun terasa,”
ujar Vino. Sementara Indro Warkop mengatakan yang terjadi pada “Warkop DKI Reborn” pernah dirasakan saat film Warkop DKI tayang dulu. “Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah. Terima kasih ya Tuhan, terima kasih penonton, terima kasih atas cinta yang diberikan kepada kami,” ungkap Indro. l kmb
3 - 9 Oktober 2016
49
A KT I V I TA S
MBP/ist
DHARMA WACANA - DPD-RI menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam terkait dengan kondisi Kuta Utara yang dianggap mulai darurat terhadap serbuan pendatang. Ia menilai keberadaan warga asli pribumi (Hindu) sudah semakin mundur. Sedangkan krama pendatang (tamiu) dauh tukad dan dangin tukad sudah semakin menjamur dan menempati lahan-lahan strategis. Jika tidak segera ditanggulangi, maka Kuta Utara akan mengulangi kegagalan Denpasar dalam mengelola wilayah urban. Demikian diungkapkan Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, saat bertemu dengan masyarakat Desa Adat Tandeg, Kuta Utara, saat diundang memberikan dharma wacana.
PHDI BALI - Sosialisasi program Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali ke kabupaten/kota se-Bali tahun 2016, dipusatkan di wantilan Sasana Budaya Kota Singaraja. Kerja sama jaminan sosial dijalin PHDI Provinsi Bali bersama BKS LPD Bali dan BPJS Ketenagakerjaan. Pengelolaan mencapai 169 LPD di Buleleng dengan aset Rp 1,7 triliun, menunjukkan perkembangan signifikan.
MBP/ist
INDONESIA POWER - PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali sebagai salah satu pembangkit listrik yang berada di wilayah Bali sangat mendukung program yang dicanangkan Provinsi Bali yaitu Bali Clean and Green Province melalui tindakan nyata dengan membangun pembangkit yang ramah lingkungan menggunakan bahan MBP/ist
YUDISIUM - Direktur Program Pascasarjana (PPS) Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., Kamis (15/9) malam, meyudisium dan melepas 40 sarjana S-2 atau magister. Dari jumlah itu, 12 orang dari Magister Manajemen (MM), 16 orang dari Magister Ilmu Hukum (MIH), 9 orang Magister Linguistik (ML) dan tiga orang dari Magister Administrasi Publik (MAP). Hingga yudisium ke-7, alumni PPS Unwar menjadi 207 orang yang tersebar di berbagai bidang pekerjaan, baik sebagai PNS 31 orang, pegawai swasta 138 orang, wirausaha 16 orang, pegawai bank 15 orang dan advokat 7 orang.
50 3 - 9
Oktober 2016
bakar gas.
MBP/ist
155 |3 - 9 Oktober 2016
Bali “Dikloning” 10 RP 20.000