Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 154 | balipost.com

Page 1

154 |26 September - 2 Oktober 2016

Bangkitkan Pertanian Bali

RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI lPariwisata dan Kosmologi Bali 6 BALI SEPEKAN lHotel Jimbarwana Memprihatinkan 7 LAPORAN UTAMA l Bangkitkan Pertanian Bali Mari Menanam, Hilangkan Ketergantungan 8 l Jangan Hanya Pencitraan 9

l Harus Buat Program Nyata 10 l Pertahankan Pertanian di Perkotaan 11 POLITIK lPetani Bali Jadi Korban Politisasi 16 lGerakan Peduli Nasib Pertanian Bali 17 KIPRAH REMAJA l Kadek Santika

Sulap Kaleng Bekas Jadi Kerajinan 18

MANCANEGARA l Dosa Duterte Diungkap 20 DAERAH l Penanganan Persoalan

Danau Batur Belum Tuntas 22

LENSA l Sangeh 26

OLAHRAGA l Tahun Penuh Kebaikan 27 PENDIDIKAN l Gianyar Rancang Sekolah

Khusus Siswa Miskin 32

LINGKUNGAN l Dampak La Nina,

Curah Hujan Meningkat 36

PARIWISATA l Krisis Air di Jantung

Pariwisata Bali 38

TRADISI l ’’Nambeng’’ di Jungsri

Wujud Bakti Krama ’’Ngayah’’ Tulus Ikhlas 40

PROPERTI l Ornamen Menambah

Nilai Estetis pada Bangunan 46

HIBURAN l Kim Kardashian

”Selfie” 6.000 Kali 48

26 September - 2 Oktober 2016

3


DARI PEMBACA

Subak Sembung sebagai Ekowisata K

ami warga Peguyangan berterima kasih kepada Pemda Kota Denpasar yang telah menjadikan Subak Sembung sebagai Ekowisata. Banyak manfaat yang didapat dari kegiatan tersebut. Tetapi masih ada wilayah Peguyangan yang mempunyai potensi yang asri seperti Subak Sembung yang perlu dikembangkan, yaitu Subak Pakel I utamanya Tempek Buaji. Areal persawahannya cukup luas, asri dan pemandangannya cukup bagus. Kami mohon dapat diprogramkan sebagai Ekowisata. Jalan usaha tani rupanya menjadi prioritas. Kalau itu dibangun dapat tembus ke Jalan Patih Nambi. I Ketut Patrem Warga Paguyangan

Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana Sugiartha Redaksi Dira Arsana, Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Diah Dewi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana.

Keputusan dan Sikap Pemerintah K

eputusan melanjutkan reklamasi Teluk Jakarta mengundang keprihatinan. Tak saja dari keberpihakan pada maritim, tetapi kebijakan pemerintahan di era Pemerintahan Jokowi. Kebijakan yang diambil ternyata tak konsisten dan terkesan tergantung pejabatnya. Dulu ketika Rizal Ramli jadi Menko Kemaritiman, reklamasi di Teluk Jakarta dinyatakan bermasalah, perlu dievaluasi dan layak dihentikan. Kini, nyaris belum tiga bulan ada pergantian pejabatnya, keputusan atas nama pemerintah berubah lagi. Reklamasi Teluk Jakarta dilanjutkan. Sebagai warga Negara, saya bertanya-tanya sebenarnya apa yang menjadi tolok ukur pejabat publik di negeri ini mengambil keputusan? Apakah kepentingan publik atau kepentingan strategis para pejabatanya? Saya hanya berharap agar ke depan pemerintah lebih konsisten dalam mengambil keputusan atas satu masalah, terlebih terkait masalah lingkungan dan bersinggungan nasib rakyat. Wayan Arsana Gianyar, Bali

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Perintis K Nadha

Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada, . Bangli: Ida Ayu Swasrina, Sosiawan. Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

26 September - 2 Oktober 2016

4


Segera Tangani Krisis Irigasi Teknis STRATEGI Bali mengatasi kekeringan nyaris tak terdengar. Kebijakan pemerintah untuk membantu petani yang terdampak krisis air juga tak dirasakan. Pembangunan embung untuk menampung limpahan air dan perbaikan irigasi teknis tak banyak membantu. Pengelolaan air permukaan untuk menyangga kebutuhan penduduk Bali juga belum menjadi terobosan. Bahkan, PDAM dan perusahaan air kemasan lebih tertarik mengelola sumber mata air dan air irigasi sebagai lahan bisnis. Pandangan ini teruangkap saat Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali terkait kekeringan. Merespons pertanyaan, apakah pemerintah kabupaten/kota di Bali sudah melakukan langkah strategis mengatasi dampak kekeringan, 82,57 persen responden mengaku belum merasakannya.

Responden mengatakan tindakan dan penyikapan terhadap sejumlah subak di seluruh Bali yang mengalami kekeringan tidak dilakukan secara efektif. Kerusakan saluran irigasi tak ditangani dengan segera. Kuat kecenderungan pengelolaan sektor pertanian untuk mengantisipasi kekeringan tidak berorientasi pada kesejahteraan petani melainkan berdasarkan pendekatan proyek. Pembangunan irigasi teknis yang dilakukan secara partial belum efektif untuk mengatasi dampak kekeringan. Sementara itu, 15,51 persen responden mengakui pemerintah kabupaten/ kota telah berupaya maksimal mengatasi dampak kekeringan. Proyek-proyek irigasi teknis sudah dianggarkan. Selain itu, pemerintah juga telah melakukan kajian untuk membatasi pengelolaan sumber air petani untuk dijadikan lahan

bisnis oleh PDAM dan pengusaha air kemasan. Pembangunan embung untuk menyangga sumber air pertanian juga telah dilakukan. Responden mengatakan kalaupun kini kekeringan masih mengancam pertanian, hal itu akibat adanya beragam kepentingan yang menyandera sektor pertanian. Penyelamtan sektor pertanian harus dilakukan terintegrasi tak bisa hanya berdasarkan pada pengelolaan sumber air. Sedangkan, 1,92 persen responden tak memberikan respon terkait hal ini. Responden hanya berharap Pemerintah Bali komit melakukan pengawalan terhadap pertanian. Untuk mengatasi dampak kekeringan, responden berharap pemerintah mencari terobosan, salah satunya dengan melakukan konservasi di kawasan sumber mata air. l Dira Arsana 26 September - 2 Oktober 2016

5

5


opini

Pariwisata dan Kosmologi Bali

Yang jelas, kekuatan kapital jangan sampai menghancurkan karakteristik pariwisata budaya di Bali. Kuasa kapital tak serta-merta dapat mendominasi dalam pengembangan budaya Bali, jika nantinya menghancurkan tatanan kosmologi Bali. Jika ingin mengembangkan pariwisata Bali, mestinya beranjak dari karakteristik pariwisata Bali yang sudah ada sekarang, yang lebih bernuansa pariwisata budaya. Jangan sekali-kali dibelokkan ke wisata hiburan semata, apalagi dengan merusak tatanan kosmologi Bali.

D

Oleh Prof.Dr. I.B.Putera Manuaba, M.Hum.

alam versi majalah Travel and Leisure, Bali di Asia mendapat peringkat pertama sebagai Pulau Wisata terbaik, mengungguli Maldives dan Phuket, Thailand. Bali juga mendapat predikat “Pulau Wisata Terbaik Kedua di Dunia�, setelah Kepulauan Galapagos, Ekuador. Pencapaian prestasi pariwisata Bali ini, bukan karena adanya megaproyek, tetapi karena Bali mempunyai keindahan alam, keunikan budaya, dan keramahtamahan penduduk. Dengan perkataan lain, keunggulan Bali sebagai Pulau Pariwisata, sangat terkait dengan kosmologi Bali. Untuk itu, jika mengembangkan pariwisata Bali, sebaiknya juga sangat mempertimbangkan kosmologi Bali. Kosmologi Bali ini sangat terkonsepkan dalam Tri Hita Karana (THK) yang sangat memperhatikan tiga keselarasan holistik yakni palemahan (hubungan manusia dengan alam), pawongan (hubungan antarmanusia), dan parahyangan (hubungan manusia dengan Tuhan). Oleh karena itu, dalam mengelola Bali, khususnya dalam pengembangan pariwisata, harus benar-benar mempertimbangkan THK. Orang Bali, yang memiliki kepercayaan penuh dengan THK, mestinya dijadikan sebagai center of change (titiktolak perubahan). Artinya, perubahan yang dilakukan dalam pengembangan pariwisata, tidak boleh melanggar kosmologi orang Bali dalam mempersepsi alam (tanah, air, dan udara). Tidak boleh melanggar kosmologi orang Bali dalam mempersepsi kohesivitas adat-istiadat, seni, budaya, dan agama Hindu. Tidak boleh melanggar kosmologi orang Bali dalam mempersepsi ritual dan kepercayaan kepada Tuhan, yang tersepresentasi dalam wilayah-wilayah dan bangunan-bangunan suci. Itu berarti, dalam pengembangan pari-

6

wisata Bali, harus ada kewajiban pihak pengembang mengkompromikan kepada masyarakat Bali, agar pengembangan yang dilakukan sejalan dengan keinginan masyarakat Bali. Pengembangan bermanfaat bagi semua pihak, dan juga tidak ada yang dirugikan. Perlu ada sikap arif dan bijak dalam mengembangkan pariwisata Bali, tidak menjalankan perubahan hanya dari keputusan pihak pengembang saja. Orang Bali memiliki karakteristik yang sangat responsif untuk maju, sepanjang perubahan dalam pengembangan pariwisata itu tidak melangar dan merusak tatanan kosmologi Bali. Bagi pihak dalam dan luar Bali yang kurang memiliki kepercayaan ini, mesti bisa bersikap lebih arif dan bija untuk mau menegosiasikan dengan masyarakat Bali, sehingga diperoleh solusi terbaik dalam mengelola pengembangan pariwisata Bali. Cara-cara hegemonik dan represif dalam pengembangan parwisata Bali, bukanlah cara yang baik saat ini. Sebab, harus ada keterbukaan dalam mengelola pariwisata Bali. Harus ada kejujuran untuk mengatakan apa tujuan utama pengembangan pariwisata Bali. Apalagi masyarakat Bali ini berakar pada budaya musyawarah yang sangat kental. Prinsipnya, dalam mengelola Bali, khususnya mengembangkan pariwisata Bali, masyarakat Bali perlu pertama kali diajak berunding sebelum bergerak ke langkah yang lebih jauh. Orang Bali yang sebenarnya nirkonflik, jangan dipaksa untuk berkonflik, sebagaimana yang kita saksikan saat ini dalam kasus reklamasi Teluk Benoa, yang terjadi berlarut-larut dan melelahkan. Di sini bagaimana masyarakat Bali dipaksa berjuang sendiri memperjuangkan keajegan kosmologi Bali. Ini bukan berarti masyarakat Bali anti pengembangan

pariwisata, tetapi masyarakat Bali yang percaya dengan THK telah melihat bahwa ada pelanggaran kosmologi Bali dalam kasus itu. Di sinilah perlunya kearifan dalam pengembangan pariwisata, agar tidak semata-mata menggunakan pertimbangan prospektif ambisisius akan meraih keuntungan besar, sementara masyarakat sebagai pemilik Bali yang sesungguhnya diabaikan dalam pengelolaannya. Pengabaian aspirasi dan persepsi masyarakat Bali, akan berdampak pada berubahnya tipologi pariwisata selama ini yang lebih sebagai pariwisata budaya ke arah pariwisata hiburan semata. Dampak ini patut diwaspadai, karena ke depan akan dapat menghilangkan karakteristik pariwisata budaya Bali, yang selama ini menjadi keunggulannya. Perlu dikatakan, di Bali banyak destinasi wisata yang belum diberdayakan. Di beberapa lokasi kabupaten di Bali, juga memiliki banyak potensi destinasi wisata yang dapat diberdayakan. Alangkah akan makin berkembangnya jika destinasi wisata itu bisa diberdayakan. Akan ada destinasi baru dan unggul yang belum terjamah sampai saat ini. Bali yang diitari pantai-pantai yang indah-indah misalnya yang belum dikelola dengan baik, menjadi destinasi yang dapat dikembangkan, sehingga akan dapat menambah zona wisata di Bali. Yang jelas, kekuatan kapital jangan sampai menghancurkan karakteristik pariwisata budaya di Bali. Kuasa kapital tak serta-merta dapat mendominasi dalam pengembangan budaya Bali, jika nantinya menghancurkan tatanan kosmologi Bali. Jika ingin mengembangkan pariwisata Bali, mestinya beranjak dari karakteristik pariwisata Bali yang sudah ada sekarang, yang lebih bernuansa pariwisata budaya. Jangan sekali-kali dibelokkan ke wisata hiburan semata, apalagi dengan merusak tatanan kosmologi Bali. Pariwisata budaya yang sudah dihargai dunia, hanya perlu ditingkatkan kualitasnya dan di mana perlu, sehingga karakteristik pariwisatanya tak berubah, tetap pada pariwisata budaya. Penulis adalah Guru Besar pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Surabaya

26 September - 2 Oktober 2016

6


BALI SEPEKAN

Senderan Jebol di Pengawan

Hotel Jimbarwana Memprihatinkan KONDISI Hotel Jimbarwana yang notabene merupakan aset Pemkab Jembrana dinilai kurang representatif. Sejumlah fasilitas dan kamar hotel, kondisinya sangat memprihatinkan. Hal ini pun perlu mendapat perhatian serius dari Pemkab. Kerusakan fasilitas dan kamar hotel ini diketahui setelah Komisi B DPRD Jembrana menggelar sidak, Selasa (13/9). Ketua Komisi B DPRD Jembrana, I Nyoman S. Kusumayasa menilai perlu adanya perawatan fisik berkala pada hotel berbintang yang berdiri sejak 2005 tersebut. Dari hasil sidak diketahui banyak kekurangan, khususnya pada fisik hotel. Sejumlah kamar bocor, AC dan lift yang tak berfungsi serta karpet yang ko-

MBP/olo

tor. Mestinya malu dengan kondisi hotel seperti itu karena sarana dan prasarananya tidak mendukung. Kabag Perlengkapan pada Sekretariat Daerah Jembrana Made Aryana saat dikonfirmasi mengatakan pemeliharaan hotel memang sudah menjadi tanggung jawab eksekutif selaku pemilik aset dan sudah dilakukan sejak tahun 2015 lalu. Sejumlah ruangan, seperti hall, kitchen, ruang rapat hingga ruangan President Suite dan restoran sudah diperbaiki. Sementara, untuk lift yang rusak, sudah ada rekanan dari Surabaya, tapi hingga sekarang masih menunggu. Tahun depan, pemeliharaan akan dilanjutkan di sejumlah kamar hotel yang perlu perbaikan. l Surya Darma

SENDERAN yang baru dibangun di Banjar Dinas Pengawan, Desa Sibetan, Bebandem, jebol, Selasa (13/9). Jebolnya senderan sepanjang sekitar 10 meter itu membuat warga setempat waswas saat melintas di jalan tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, hujan deras di sekitar wilayah setempat sempat terjadi sebentar, Senin malam. Dari pengakuan warga setempat, longsor sudah terjadi sekitar pukul 23.30 Wita. Setelah dicek pagi harinya oleh warga, rupanya senderan yang jebol cukup parah. Meski senderan setinggi empat meter tersebut jebol, akses jalan masih bisa dilalui warga setempat. Namun warga khawatir peristiwa serupa terulang pada bagian lain yang bisa membahayakan para pengguna jalan. Selain senderan jebol, dampak hujan kemarin juga membuat sejumlah pohon perindang tumbang. Seperti yang terjadi di Jalan Ahmad Yani, Subagan, dahan pohon tumbang menerjang atap depan Toko Mawar Sari hingga memutuskan kabel milik PT Telkom. Setelah ditangani, dipastikan tidak ada korban dalam peristiwa itu. BPBD juga sudah mengkomunikasikannya dengan PT Telkom untuk mengurus kabelnya agar tidak lama terlantar dan koneksi terputus karena kabelnya bermasalah. l Bagiarta

Sampah di Muara Tukad Mati Menumpuk HUJAN yang mengguyur Kabupaten Badung dan sekitarnya, Selasa (13/9), mengakibatkan sampah di muara Tukad Mati, kawasan Pata Sari, Kuta, menumpuk. Sampah kiriman yang didominasi kemasan botol plastik dan styrofoam ini juga menimbulkan bau tidak sedap. Sampah ini terbawa air hujan dari hulu dan sepanjang daerah aliran sungai (DAS). Kepala Bidang (Kabid) Pengairan

Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Kabupaten Badung A.A. Gede Dalem mengakui muara Tukad Mati selalu mendapatkan sampah kiriman pascahujan lebat. ‘’Memang setiap hujan, sampah kiriman memenuhi muara Tukad Mati. Biasanya kami lakukan pembersihan ketika hujan sudah reda,’’ katanya. Pemkab Badung, kata Gung Dalem, telah berupaya menghalau sampah kiriman

di hulu Tukad Mati dengan memperbaharui trash rack (penyaring sampah) yang ada di Sunset Road. Proyek ini diperkirakan dapat dioperasikan Desember mendatang. ‘’Kami tengah membangun trash rack di jembatan Jalan Sunset Road yang lokasinya di hulu Tukad Mati. Kalau alat itu sudah terpasang, paling tidak sampah dari hulu bisa dijaring di sana,’’ ungkapnya. l Parwata 26 September - 2 Oktober 2016

7

7


LAPORAN UTAMA

MBP/dok

Kelapa daksina, salah satu komoditi yang bisa dikembangkan untuk memupus ketergantungan Bali akan keperluan buah kelapa dan janur dari luar Bali untuk bahan upakara.

Bangkitkan Pertanian Bali

Mari Menanam, Hilangkan Ketergantungan

K

etergantungan Bali akan bahan-bahan keperluan upakara, telah banyak dibahas. Namun, formulasi solusi mengatasi masalah ketergantungan ini sepertinya belum memperlihatkan hasil maksimal. Bali masih harus mendatangkan janur, kelapa, buah-buahan seperti pisang dan sejenisnya untuk memenuhi keperluan upacara, terutama hari raya besar seperti Galungan, Kuningan, Nyepi dan sebagainya. Untuk memupus ketergantungan ini, menurut praktisi pertanian Wayan Supadno, pertanian Bali haruslah dibangkitkan. Untuk membangkitkan pertanian Bali ini, komponen masyarakat Bali harus mulai mengubah pola pikirnya (mindset) untuk menanam dan menjabarkan Tri Hita Karana. Bukan malah menebang, apalagi berlomba-lomba memasarkan tanahnya untuk kaplingan. Salah satunya, dengan terjun menjadi pengusaha muda di bidang pertanian. Hal ini telah dibuktikan sendiri Wayan Supadno, mantan anggota TNIAD yang kini menjadi petani sukses sekaligus formulator pupuk organik

8

hayati dan hormon organik ini. Pria kelahiran Banyuwangi, 49 tahun silam ini mengatakan, sangat penting untuk membangun SDM pertanian usia muda. Utamanya, yang berkarakter dan memiliki kecerdasan tinggi dalam mengadopsi inovasi perkembangan zaman. ‘’Segera ambil langkah pertama untuk menjadi pengusaha muda di bidang pertanian. Maju-mundurnya ekonomi pertanian sangat dipengaruhi oleh jumlah praktisi intelektualnya. Semakin banyak jumlahnya, tentu akan semakin maju,’’ ujarnya saat tampil menjadi pembicara pada Workshop Peluang Bisnis Agro Ajegkan Bali ‘’Kiat Cepat Menjadi Petani Sukses’’ di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Denpasar, Senin (12/9). Supadno memberikan beberapa kiat untuk membangun SDM berkarakter. Antara lain, konsistensi terhadap pikiran, perkataan dan perbuatan. Mampu mengambil ilmu atau hikmah dari kegagalan, termasuk kesuksesan diri dan orang lain, serta tahu diri dan mampu menjabarkan kebutuhan dan keinginan mitranya. Fondasi sukses terdiri atas kecerdasan

spiritual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan rasional atau mampu membuat kalkulasi logis dalam berbisnis. ‘’Pemda dan tokoh-tokoh Bali penting menyadari bahwa jalan pintas penjabaran ajaran Hindu melalui pembangunan petani dan pertanian. Penting ada gerakan massal membangun semangat kembali membangun pedesaan agar terbentuk kegiatan rutin menyibukkan anak-anak muda, sehingga punya passive income yang tak kalah dibanding di kota,’’ sarannya. Pemerintah daerah, kata Supadno, perlu membuat contoh-contoh nyata di lapangan. Bagaimana agar usaha-usaha pertanian mampu mendongkrak nilai tukar petani dan bernilai ekonomi tinggi. Termasuk, membuat taman terapan teknologi pertanian di seluruh kabupaten/kota. Dengan demikian, hal ini dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat agar gemar beragrobisnis. ‘’Sering hadirkan para praktisi dan pakar untuk menularkan semangat, ilmu, serta pengalaman suksesnya kepada masyarakat luas di daerah se-Bali,’’ tandasnya. l Rindra

26 September - 2 Oktober 2016

8


Jangan Hanya Pencitraan Masalah pertanian Bali, bukan semata alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan akan terhenti apabila petani sejahtera dengan profesinya. Masalah yang dihadapi petani adalah hama, hasil panen yang buruk atau harga rendah ketika panen raya tiba. Itu permasalahan mereka. Penanganannya tentu tidak bisa parsial. Harus serentak. Ketika petani bisa menghasilkan produk berkualitas, pemerintah harus bisa menjamin semuanya terserap dengan harga yang layak. Di sinilah diperlukan kehadiran pemerintah. Jangan dibiarkan mereka sendiri melawan tengkulak. Apalagi kapitalis. Jangan! Praktisi pertanian Wayan Supadno, tegas menyatakan pemimpin Bali harus hadir untuk menyelamatkan pertanian. Tidak bisa hanya pura-pura membangun pertanian. Pemerintah harus fokus dan nyata. Salah satu solusinya, pemerintah daerah harus membangun taman terapan teknologi pertanian. Tujuannya, pertama sebagai demplot pengembangan tanaman unggul. Kedua, mengedukasi masyarakat dalam pengembangan bidang pertanian. Mereka akan bisa belajar banyak dari taman terapan ini. Tujuannya, petani bisa melihat langsung cara dan hasil yang didapat. Jadi tidak sekadar teori dan program. Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, belum lama ini mengatakan telah menganggarkan Rp 16.947.641.065,00 dalam usaha peningkatan produksi dan populasi, baik kualitas maupun kuantitas protein hewani yang bersumber dari ternak dan ikan. “Kami memiliki lima skala prioritas. Pertama sandang, papan, dan pangan. Kedua adalah kesehatan dan pendidikan, dan ketiga adalah adat, agama dan budaya. Ke empat adalah jaminan sosial dan tenaga kerja. Sedangkan, kelima adalah pariwisata,” terangnya. Konsep tersebut, kata Bupati Giri Prasta mencangkup hulu, tengah, dan hilir dari sektor pertanian di Badung. “Kami berkomitmen menjadikan masyarakat petani bangga menjadi petani,” ucapnya. Untuk itu, Pemkab Badung berupaya

MBP/dok

Bunga gumitir kini telah dikembangkan dengan baik di daerah Badung Utara. Bunga gumitir ini banyak digunakan dalam pembuatan banten di Bali.

memproteksi lahan pertanian dengan sistem pertanian kontemporer, di mana petani diwajibkan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Selain meningkatkan produksi pertanian, Pemkab Badung juga menerapkan konsep smart city dengan menyediakan aplikasi pertanian. “Sehingga petani kami tahu harga dasar, dan pembelinya siapa. Dengan begitu tidak ada lagi tengkulak dan spekulan. Kami juga memasukan sektor pariwisata tanpa menghilangkan keaslian dari sektor pertanian,” ungkapnya. Lain Badung, lain pula Denpasar. Satu-satunya kota di Bali ini, merencanakan membentuk subak lestari. Tujuannya, agar areal pertanian tetap terjaga. Pertanyaanya, apakah kelestarian subak akan secara langsung bisa memberikan kesejahteraan kepada petani. Tentu tidak. Perlu terobosan untuk membuat mereka menghasilkan dijamin terserap pasar. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jayanegara mengatakan, subak lestari ini diharapkan dapat mempertahankan keberadaan sawah di Kota Denpasar yang luasnya mencapai 2.479 ha dengan alih fungsi sebesar 3 ha/tahun.

Jaya Negara mengatakan subak harus dipertahankan agar ajeg dan lestari. Wilayah persawahan dijadikan zona edukasi serta dibangun berbagai fasilitas seperti jogging track. “Wali Kota Denpasar telah berkomitmen melalui Perda Pelestarian Budaya yang dapat mempertajam peran Sabha Uphadesa dalam melindungi masyarakat di semua unsur seni budaya. Dengan segala potensi ini sudah sepantasnya program Subak Lestari segera dilaksanakan. Pemerintah akan mengawalnya dengan arahan tim ahli, apa yang harus kita kerjakan, kita buat tim sehingga terorganisasi satu pintu dan tidak menjadi beban bagi SKPD,” ujar Jaya Negara. Pemkot Denpasar mengalokasikan dana untuk Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura pada APBD Perubahan 2016 sebesar Rp 12.613.633.400. Dana ini terbagi untuk belanja langsung Rp 6.650917.000 dan belanja tidak langsung Rp 5.962.716.400. Alokasi di dinas ini bertambah Rp 762.577.000 dibandingkan pada APBD Induk 2016 yang dialokasikan Rp 11.851.056.400. l Parwata/Asmara 26 September - 2 Oktober 2016

9

9


LAPORAN UTAMA

Harus Buat Program Nyata

MBP/dok

Pisang menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam pembuatan sarana upakara di Bali. Selama ini, kebutuhan pisang untuk keperluan upakara di Bali banyak didatangkan dari luar Bali utamanya daerah Jawa.

P

etani Bali saat ini ibarat ‘’anak ayam kehilangan induk’’. Mereka tak tahu harus mengadu ke mana ketika harga panen anjlok. Mereka harus menanggung kerugian yang begitu besar ketika musim panen raya datang. Bahkan tidak sedikit yang membiarkan produk pertaniannya busuk di pohon, karena harga pasar rendah. Karenanya, pemerintah harus hadir di tengah-tengah petani, termasuk pascapanen. Anggota DPRD Karangasem Gede Dana, menyatakan, warga yang bergelut di sektor pertanian perlu terus didongkrak. Karena itu, mereka harus dibantu, dengan program yang langsung menyentuh. Dia meminta pihak eksekutif, yakni pihak Dinas Pertanian merancang dan mengusulkan program di sektor itu yang secara nyata menyentuh peningkatan kesejahteraan petani. ‘’Dewan bakal memperjuangkan agar program yang menyentuh sektor pertanian dalam rangka mensejahterakan petani itu jangan sampai dicoret. Sepanjang program itu dapat direalisasikan dan menyentuh kepada peningkatan kesejahteraan petani dalam arti luas, kami akan dukung,’’ katanya. Sementara itu Kasubag Umum dan Perencanaan Dinas Pertanian Tabanan, Ni

10

Ketut Yuli Aryani, Selasa (13/9) kemarin, mengatakan pada Anggaran Perubahan ini dana paling besar digunakan untuk peningkatan struktur pertanian tanaman pangan dan hortikultura sebesar Rp 3.500.000.000. Pada anggaran induk, untuk peningkatan struktur pertanian tanaman pangan dan holtikultura yang berupa jalan irigasi dan jalan usaha tani mendapatkan alokasi Rp 2.872.500.000. ‘’Sementara untuk anggaran perubahan menjadi Rp 6.372.500.000 yang artinya ada tambahan Rp 3.500.000.000,’’ ujarnya Sementara itu anggaran lainnya yang langsung menyetuh pertanian adalah untuk pelaksanaan peningkatan produksi pertanian melalui sistem pertanian teritegrasi. Adapun program ini berupa penanaman pisang unggul di daerah Penebel sebanyak 1.600 pohon. Menurut Yuli, program ini baru pertamakalinya dilakukan di tahun 2016. Dipilihnya tanaman pisang jenis Calpendis melihat potensi buah pisang di Tabanan khususnya dan Bali pada umumnya sangat besar untuk dikembangkan. Selain itu untuk memberikan petani bibit padi yang unggul dan masa periode tanam yang lebih pendek, di anggaran perubahan juga diplot dana untuk pemurnian dan adaptasi galur-galur mutan padi barak

cendana Rp 80.000.000. Nantinya, galurgalur ini akan dipilih satu yang paling unggul yang nantinya akan diberikan pada petani untuk ditanam. Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura, dan Tanaman Pangan Tabanan, Nyoman Budana, beberapa waktu lalu mengatakan setelah uji coba tanam selesai, galur yang baru ini akan ditentukan varietasnya dan menjalani proses sertifikat agar bisa ditanam oleh petani. Kepala Bappeda-PM Bangli I Nyoman Widiana, pekan lalu, menjelaskan pada APDB perubahan, rancangan anggaran yang diplot untuk Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan (P3) Bangli, khusus untuk sektor pertanian mencapai Rp 447.584.565. Rinciannya, untuk program peningkatan produksi pertanian/perkebunan berupa peningkatan kualitas bahan baku tembakau untuk enam kelompok sebanyak Rp 284.263.658. Program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan berupa penyediaan sarana-prasarana Rp 8.320.907 dan pengembangan agrobisnis berupa tanaman buah melon sebanyak Rp 155.000.000. “Itu baru sebatas rancangan. Nanti kan ada pembahasan lagi,” jelasnya. l Budana/Sosiawan

26 September - 2 Oktober 2016

10


Pertahankan Pertanian di Perkotaan PERTUMBUHAN penduduk Kota Denpasar memang tidak bisa dibendung. Termasuk, serbuan penduduk pendatang (duktang) untuk mengais rezeki di Kota Budaya ini. Kondisi ini telah berdampak berkembang pesatnya pembangunan permukiman, pertokoan dan yang lainnya. Alih fungsi lahan pun tak bisa dibendung dan lahan pertanian yang ada sulit dipertahankan lagi. Atas kondisi ini, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar I Gede Ambara Putra mengatakan, sektor pertanian di perkotaan harus mampu dipertahankan dalam upaya menjaga ketahanan pangan. ‘’Sektor pertanian di perkotaan harus mampu dipertahankan di tengah pesatnya desakan perluasan permukiman warga. Langkah tersebut sebagai upaya mempertahankan ketahanan pangan. Caranya, dengan melakukan penanaman padi jenis unggul,’’ katanya. Dengan penanaman jenis padi varitas unggul, katanya, maka hasil panennya pun akan lebih banyak di samping juga didukung dengan alat panen modern.

‘’Dengan langkah seperti itu maka kehidupan para petani akan mampu bertahan dan meningkatkan hasil panen yang diharapkan,’’ ujarnya. Ambara Putra mengatakan, memang sektor andalan Bali adalah pariwisata. Namun sektor pertanian harus diperhatikan secara serius dalam menopang ketahanan swasembada beras. Dikatakannya, jenis varietas baru Situbagendit dari hasil penelitian disebutkan tahan dengan serangan hama, termasuk juga produksinya bagus setelah dilakukan percobaan. Jenis varietas ini untuk di Kota Denpasar telah ditanam seluas 600 hektar, sedangkan yang dipanen di Subak Renon pekan lalu seluas 50 hektar. Di samping menghindari hama, katanya, jenis varietas tersebut juga tidak membutuhkan banyak air mengingat debit air di Denpasar mulai berkurang. Bahkan, semua padi jenis varietas ini yang ditanam di Subak Renon telah laku terjual dengan harga Rp 330 ribu per are. ‘’Harga padi jenis ini terjual cukup mahal dibandingkan jenis varietas lainnya,’’ ujar Ambara Putra.

Untuk mempermudah para petani melakukan panen, lanjutnya, Pemerintah Kota Denpasar telah memadukan dengan teknologi menggunakan mesin mini combine. Pihaknya akan terus melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Denpasar. ‘’Kami terus melakukan terobosan, baik penanaman varietas jenis unggul yang baru maupun penggunakan teknologi dalam memanen padi tersebut,’’ ucapnya. Pekaseh Subak Renon Made Bagiarta mengatakan, dengan adanya varietas baru itu hasilnya lebih baik dari varietas terdahulu. Memang awalnya banyak petani takut untuk menanam jenis ini, namun setelah Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian terus memberikan dorongan, akhirnya seluruh Subak Renon menanam jenis varietas ini. ‘’Bahkan dengan dipadukan pengunaan teknologi baru, lebih memudahkan para petani melakukan panen dengan tenaga manusia yang sangat sedikit,’’ jelasnya. l Asmara

MBP/eka

Lahan pertanian di Kota Denpasar terus terhimpit bangunan. 26 September - 2 Oktober 2016

11


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

DEWA GANESHA - Lebih dari 1,1 miliar umat Hindu di dunia pada September 2016 ini merayakan hari lahirnya Dewa Ganesha yang lazim disebut Ganesha Caturthi. Peringatan hari kelahiran putra Mahadewa dan Dewi Parwati ini dirayakan dengan suka cita, termasuk di Bali. Hal ini terekam dalam kegiatan yang diikuti oleh ribuan umat Hindu Buddha dari seluruh Bali, termasuk puluhan peserta dari India dan Malaysia.

PADUDUSAN AGUNG - Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa, telah memenuhi undangan krama Desa Adat Kedonganan untuk hadir di malam Puncak Karya Padudusan Agung Mamungkah lan Ngenteg Linggih Pura Puseh-Desa lan Toya Ning Desa Adat Kedonganan, Jumat (9/9) lalu. Bukan sekadar hadir, Giri Prasta secara langsung juga diberikan penghormatan untuk melakukan pemotongan tumpeng dalam rangka HUT LPD Desa Adat Kedonganan yang ke-26.

PPS UNWAR - Selama tiga bulan terakhir ini, beberapa kegiatan tri dharma PT telah dan akan dilaksanakan oleh Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP) Pascasarjana (PPS) Universitas Warmadewa (Unwar). Di antaranya, pengabdian kepada masyarakat di Bedugul pada Juli 2016. Selanjutnya melaksanakan ujian tesis pada awal Agustus 2016.

MBP/ist

12

26 September - 2 Oktober 2016

GELAR PAMIT - Marching Band Warmadewa (MBW) menyelenggarakan Gelar Pamit Marching Band Laskar Sri Ksari Warmadewa Goes to International Jember Open Marching Competition 2016 dengan tema ‘’The Chronicles of Narnia’’ di GOR Ngurah Rai Denpasar, Minggu (11/9) lalu.Acara dibuka Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali yang diwakili oleh Wakil Ketua Yayasan Korpri Provinsi Bali Ir. I Ketut Sugihantara, M.T.


MBP/ist

WALI KOTA DENPASAR - Dicanangkannya Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya unggulan, berimbas pada munculnya berbagai inovasi dan ide kreatif dari para pemuda di Kota Denpasar. Selain itu, saat ini pemuda menjadi salah satu faktor penting dalam mengembangkan sebuah industri kreatif. Untuk itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mendorong para pemuda untuk terus mengembangkan industri kreatif di Kota Denpasar.

SENATOR WEDAKARNA - Dalam sejarah bangsa, sikap konsisten akan membela kebenaran dan keberanian menyuarakan perjuangan kaum marhaen selalu menjadi trademark tokoh PNI. Hal itu terekam dalam pertemuan dua tokoh PNI Indonesia yakni Sukmawati Soekarno dan Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang merupakan petinggi The Sukarno Center saat bertemu Siti Nurbaya (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI) di Jakarta. MBP/ist

MBP/ist

PANDBTK - Ada yang istimewa di sela–sela pelaksanaan Pesamuan Agung VI Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori (PANDBTK) yang dihelat tanggal 9 September 2016 di Pura Tirta Empul Tampaksiring. Yakni hadirnya tokoh Penglingsir Puri Pemecutan Ida Cokorda Pemecutan XI bersama Prameswari.

MBP/ist

BUPATI JEMBRANA - Bupati Jembrana I Putu Artha memberikan perhatian serius terhadap beberapa pembangunan infrastruktur yang saat ini tengah dikerjakan Pemkab Jembrana. Hal itu dibuktikannya dengan terjun langsung meninjau beberapa proyek yang tengah dikebut pengerjaannya. 26 September - 2 Oktober 2016

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

SAKIP - Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) adalah rangkaian sistematik dari berbagai aktivitas, alat dan prosedur yang dirancang dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintahan. Dari pelaksanaan SAKIP ini, Rabu (14/9) Tim Kemen-PAN RB melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja dan evaluasi reformasi birokrasi di Pemkot Denpasar bertempat di Ruang Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar.

MBP/ist

FS UNWAR - Dekan Fakultas Sastra (FS) Universitas Warmadewa (Unwar) Prof. Dr. Nyoman Kardana, M.Hum. mengatakan, lulusan Fakultas Sastra Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris siap bersaing di lapangan kerja, termasuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Bukan hanya di sektor pariwisata, lulusannya juga siap di lapangan kerja lainnya karena para lulusannya sudah dibekali pengetahuan yang memadai.

MBP/ist

MBP/ist

RANPERDA – Semua fraksi di DPRD Karangasem pada sidang paripurna dipimpin Ketua Nengah Sumardi di Gedung Dewan setempat, Selasa (13/9) menyepakati membahas secara detail dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Kedua Ranperda itu, yakni Ranperda tentang Pembentukkan dan Susunan Perangkat Daerah dan Ranperda tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

14 26 September - 2 Oktober 2016

FH UNWAR - Dekan Fakultas Hukum (FH) Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiarta, S.H., M.H., Rabu (14/9) melepas 43 sarjana. Yang menarik pada acara yudisium ke-55, tujuh lulusannya meraih predikat cumlaude dan enam orang dengan predikat sangat memuaskan. Saat itu, Dekan Nyoman Putu Budiarta menyerahkan penghargaan kepada lulusan terbaik yang diraih Ni Luh Putu Kusuma Wardani (IPK 3,65).


MBP/ist

MBP/ist

STIMI HANDAYANI - Melepas 150 mahasiswa yang terdiri dari 146 orang program S-1 Manajemen Bisnis dan 4 orang dari D-3 Kesekretariatan, Sekolah Tinggi Ilmu Managemen Indonesia (STIMI) Handayani Denpasar menggelar yudisium bersama di Auditorium STIMI Handayani Denpasar, Rabu (14/9) kemarin. Acara yudisium tersebut dihadiri Ketua Yayasan STIMI Handayani Denpasar Dr. I.B. Radendra Suastama, SH.,MH., ketua STIMI Handayani, Dr. I.B. Gede Udiyana, S.E., M.Si., Ak. Dan lainnya.

WABUP BADUNG - Pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Kepegawaian Kabupaten/Kota se-Bali memiliki makna yang sangat penting dan strategis dalam rangka mempererat koordinasi, menyatukan pemahaman dan persepsi, menyusun program-program serta langkah-langkah strategis dalam rangka pembinaan kepegawaian guna mendukung program pemerintah pusat. Demikian disampaikan Wakil Bupati Badung (Wabup) I Ketut Suiasa saat membuka Rakor Kepegawaian BKD Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali yang kelima kalinya di Inna Kuta Beach Hotel, Rabu (14/9).

MBP/ist

HEWAN KURBAN - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Senin (12/9) menyerahkan hewan kurban serangkaian hari raya Idul Adha 1437 Hijriyah di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala. Hewan kurban yang diserahkan kepada PHBI (Panitia Hari Besar Islam) untuk Kecamatan Mengwi dan Abiansemal berupa 1 ekor kambing dari Wakil Bupati, 1 ekor kambing dari Bupati Badung, diserakan oleh Sekda Badung dan dari Forum Karyawan-karyawati Pemkab Badung 1 ekor kambing, diserahkan Pak Topan dan diterima PHBI Mengwi dan Abiansemal H.M. Ubet.

MBP/ist

UNDHIRA - Program Studi (Prodi) Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Dhyana Pura (Undhira) terakreditasi B. Predikat itu diraih 6 September 2016, setelah Tim Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) melakukan visitasi tanggal 14-16 Agustus 2016 ke IKM Undhira. 26 September - 2 Oktober 2016

15


POLITIK

Petani Bali Jadi Korban Politisasi

B

ali tak bisa selamanya tergantung para produk agro dari luar Bali. Gerakan menanan sudah semestinya menjadi budaya dan harus digulirkan mulai saat ini. Jika gerakan ini bisa digaungkan dan ditindaklanjuti pemimpin Bali, setidaknya dalam empat tahun lagi Bali sudah bisa mandiri dalam hal penyediaan pangan dan produk-produk pertanian yang berkaitan dengan keperluan yadnya. ‘’Selama ini pemimpin Bali gagal mengelola pertanian sebagai identitas Bali. Pemimpin Bali patut dicatat memiliki hutang kepada insan pertanian dan petani Bali,’’ ujar Wayan Supadno, praktisi dan motivator pertanian nasional kepada Bali Post, Selasa (13/9). Untuk itu, ia mendesak agar pada anggaran induk APBD 2017 pemimpin Bali dan legislatifnya tergerak untuk mewujudkan Taman Terapan Tekonologi Pertanian (T3P) di setiap kecamatan di Bali. T3P ini bisa dijadikan ruang interkasi untuk membangun hilirisasi kebijakan pertanian yang berorientasi pada kesejahteraan petani dan kemandirian Bali. ‘’Ini solusi untuk melakukan hilirisasi sektor pertanian. Saat ini petani Bali sangat miskin ilmu pertanian a p a l a g i teknologi terapan,’’ ujarnya. Ia mengingatkan dengan cara ini, pemerintah tak lagi diposisikan sebagai pihak yang gagal melakukan pendampingan kepada petani. Bahkan, pejabat publiknya juga bisa melakukan langkah profesional untuk menjadikan petani Bali mandiri. ‘’Petani Bali jangan terus dijadikan korban politisasi. Jangan lupakan mereka setelah pencoblosan,’’ ujarnya. Terkait dengan T3P, ia mengatakan bisa menjadi ruang komunikasi, pelatihan dan percontohan dalam mengelola sektor perta-

16

nian. Petani Bali hendaknya memiliki ruang yang jelas untuk melakukan interaksi dengan elemen lainnya baik itu pakar, pemimpin, politisi dan bayer produk pertanian. ‘’Selama ini penelitian akademisi yang dibiayai miliran dari dana pajak hanya menjadi penghias lemari dan jurnal. Ke depan, hasil–hasil penelitian ini harus disebar ke masyarakat dan pakarnya harus bisa bersentuhan langsung dengan pelakuknya,’’ ujarnya. Pakar mestinya bisa megedukasi petani Bali medasarkan produk turunan, tak hanya menjual bahan baku. ‘’Industri pertanian membutuhkan produk turunan untuk diolah, bukan bahan baku mentah,’’ ujarnya. Dengan kehadiran T3P ini, ia berharap petani akan lebih mudah melakukan konsultasi baik dalam hal pola tanam, perawatan dan percontohan terhadap teknik bertani yang benar. Di areal T3P ini mestinya dikelola sektor–sektor unggulan pertanian dan terapan teknologi pertanian yang bisa diaplikasikan. ‘’Kita harus lapang dada mengakui bahwa petani Bali miskin ilmu dan penggunaan teknologi terapan sektor pertanian. Selama ini, petani Bali hanya dijadikan komoditas politik dan jargon. Ini sangat ironis,’’ ujarnya. Ia berharap ke depan akumulasi APBD Bali untuk sektor pertanian bisa mencapai 20 persen. Dana–dana ini harus benar-benar dikelola dan diintegrasikan dengan langkah-langkah pemberdayaan pertanian. Ini juga akan memiliki vibrasi kuat kepada penguatan budaya dan pariwisata budaya. ‘’Pemimpin Bali patut dianggap alpaka (ingkar janji atau kuwalat) jika mengabaikan pertanian. Ia mengingatkan jangan lagi mengelola pertanian berdasarkan angka-angka rekayasa. ‘’Kadis pertanian harus turun ke petani, bukan menikmati jabatan di belakang meja. Saat ini, bertani harus turun ke lapangan dan lakukan berbagai terobosan nyata,’’ sarannya. Salah satunya adalah gerakan menanam dan membangun jaringan irigasi serta mengelola lahan–lahan telantar untuk budi daya pertanian. Supdano berharap kampus–kampus di Bali menjadi inovator dalam melakukan terobosan nyata menjaga pertanian Bali. Gerakan memandirikan sektor pertanian Bali jangan lagi dikelola dengan pendekatan politik, melainkan berorientasi pada kebutuhan dan pangsa pasar. ‘’Ini juga harus menjadi kontrak politik calon pemimpin Bali,’’ tegasnya. l Dira Arsana MBP/eka

Wayan Supadno

26 September - 2 Oktober 2016

16


MBP/manik

Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya saat melakukan panen padi Bali di Subak Belong, Pejengkaja, Gianyar.

Gerakan Peduli Nasib Pertanian Bali Tantangan dalam mengembangkan sektor pertanian di Bali semakin berat. Apalagi generasi saat ini mulai banyak yang kurang peduli terhadap sektor tersebut. Oleh karena itu, perlu ditanamkan kembali kesadaran dan tindakan nyata seluruh komponen masyarakat untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian. Pandangan itu dilontarkan Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya di sela-sela panen padi Bali di Subak Belong, Tarukan, Pejeng Kaja. Ia mengatakan untuk menjaga pertanian Bali diperlukan sinergi semua komponen baik pemerintah, petani hingga TNI. Semua pihak harus peduli nasib areal pertanian termasuk produk pertanian Bali. Mantan Pangdam IX/Udayana ini menegaskan, pemerintah saat ini harus

mengarahkan aktivitas pariwisata untuk mendukung sektor pertanian. Salah satunya dengan mendukung pengembangan agrowisata. Lebih lanjut dia juga mengingatkan pentingnya menjaga warisan leluhur. Tidak hanya sistem maupun organisasi tradisional, produknya juga harus dilestarikan. Salah satunya berupa varietas padi Bali dan berbagai macam komoditas pertanian lainnya. Mantan Danjen Kopasus ini BALI sama dengan Bantu Ayah Lindungi Ibu. Ayah adalah akasa, sedangkan ibu adalah pertiwi. Selama ini bumi pertiwi dijaga oleh petani sebagai penggerak ekosistem tanah air nasional Indonesia. Oleh sebab itu, petani adalah suatu profesi yang mulia karena membuat ekosistem ini berjalan.

‘’Mari lakukan gerakan menanam. Kelapa niki sangat penting dan berkaitan dengan segala bentuk kegiatan, baik keagamaan maupun pariwisata,’’ ujarnya. Wisnu menambahkan, Bali memang terlihat kecil tetapi sebetulnya komplit. Antara lain memiliki 17 gunung, 4 danau, ratusan sungai, pantai dan laut atau nyegara gunung. Kekayaan ini harus dijaga dari hulu ke hilir dengan konsep SUBAK (Sinergi Untuk Bali Asri Kembali). Asri sendiri bermakna aman, sejahtera, rukun dan indah. Sementara sinergitas dibangun bersama-sama para petani, para ilmuwan, cendekiawan, serta para panglingsir untuk bersatu membangun dan ngajegang Bali. l Manik Astajaya 26 September - 2 Oktober 2016

17

17


KIPRAH REMAJA

MBP/ist

Kadek Santika

Sulap Kaleng Bekas Jadi Kerajinan

P

elajar SMAN 1 Nusa Penida, Kadek Santika (16), mampu menyulap kaleng bekas menjadi kerajinan miniatur motor. Ide kreatifnya itu lahir setelah melihat sampah kaleng bekas yang berserakan. Kadek Santika menjelaskan, banyak masyarakat yang memandang sebelah mata terhadap sampah kaleng yang banyak dibuang begitu saja. Namun, tidak sedikit orang yang mengumpulkan sampah tersebut untuk dijual ke pengepul. Sayangnya, nilai jual sampah kaleng masih relatif murah. Untuk itu, ia tertantang berkreasi membuat kaleng bekas menjadi kerajian miniatur sehingga meningkatkan nilai jual. �Semula, iseng-iseng saja mengerjakan miniatur motor karena senang dunia otomotif. Sejak sekolah dasar, saya hobi membuat sesuatu yang aneh,� kata pelajar kelas II IPS ini.

18

26 September - 2 Oktober 2016

Sejauh ini, ia tidak menjual hasil karyanya karena masih fokus untuk belajar di sekolah. Tapi, hasil karyanya tersebut mampu menarik minat dari beberapa orang untuk membeli karyanya. Pelajar yang akrab disapa Dek Yos ini pun berencana membuat miniatur motor lain dan speed boat dari bahan kaleng. Sementara bahan baku masih sulit dicari karena baru mendapatkan waktu luang di sore hari selepas pulang sekolah untuk mengumpulkan bahan baku. �Bahan agak sulit dicari, mengingat terbentur waktu masih fokus sekolah. Memang perlu waktu khusus untuk mengumpulkan kaleng bekas di sela-sela rutinitas belajar,� kilah pelajar asal Dusun Batumulapan, Desa Batununggul ini. l Dewa Farendra


ADVERTORIAL

NPF 2016 Digelar

Pentaskan 1.000 Penari Baris Jangkang

P

emerintah Kabupaten Klungkung kembali menggelar Nusa Penida Festival (NPF) untuk ketiga kalinya. Kegiatan yang dihelat 7 s/d 9 Oktober ini mengambil tajuk Nusa Penida Festival 2016, Exploring The Blue Paradise Islands. NPF 2016 dipusatkan di pesisir Pantai Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida. Pembukaan diagendakan menampilkan tari Baris Jangkang Nusa Penida oleh 1.000 penari laki–laki dari kalangan pelajar dan masyarakat. NPF 2016 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dan penampilan sejumlah band asal pulau dewata. Menurut Humas NPF 2016, Nyoman Widana, tari Baris Jangkang Nusa Penida memiliki pakem yang sangat beda dari pakem tarian lainnya di Pulau Bali. Menurutnya, Baris Jangkang melambangkan kegagahan tentara masa lalu yang tercermin dari gerakan luwes namun penuh kekuatan dalam balutan nilai seni tinggi. Tentu saja tarian tersebut mampu menampilkan pakem yang berbeda dengan tarian lainnya. “Tujuan menggunakan 1.000 penari adalah untuk melakukan regenerasi dan melestarikan tarian sakral ini,” tutur Widana. Disebutkan, dalam pembukaan NFP 2016 juga akan mengundang Menteri Pariwisata dan Menteri Kelautan RI. Beberapa agenda dalam NPF 2016 antara lain Touring ke sejumlah objek wisata di Nusa Penida, baik yang sudah populer maupun yang belum populer. Seperti Rumah Pohon di Desa Pelilit dan Suana Point. Ada juga Lomba Perahu Layar, Lomba renang massal, Pameran UMKM, Lomba Photography dan Transplantasi terumbu karang. “Selain itu ada juga hiburan Wayang Joblar dan musik oleh band-band lokal,” sebutnya.

Sementara itu Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meminta Panitia NPF 2016 untuk action bekerja mulai dari sekarang. Bupati juga berencana akan melakukan monitoring ke lokasi perhelatan festival dan lokasi touring untuk mengetahui kesiapan dan situasi di lapangan. “Festival adalah salah satu ajang promosi yang terbukti dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Untuk itu mari kita persiapkan dengan matang,” ujar Bupati Suwirta. l Dewa Farendra

26 September - 2 Oktober 2016

19


MANCANEGARA

Dosa Duterte Diungkap

20

26 September - 2 Oktober 2016

S

eorang saksi membeberkan “dosa-dosa” Presiden Filipina Rodrigo Duterte di masa lalu dalam sebuah Sidang Komite Senat untuk Keadilan dan HAM. Saksi yang merupakan mantan anggota Davao Death Squad (DDS) mengaku perintah pembunuhan yang diberikan Duterte telah mengakibatkan setidaknya 1.000 orang tewas. Saksi yang mengungkap perintah Duterte itu bernama Edgar Matobato. Menurutnya, pada tahun itu Duterte masih menjabat sebagai Wali Kota Davao. Saksi itu dihadirkan oleh Senator Leila de Lima yang sebelumnya berseteru dengan Duterte. Matobato, berusia 57 tahun, mengatakan dia dulu adalah anggota Davao Death Squad, grup yang terkenal main hakim sendiri, dan diduga bertanggung jawab atas pembunuhan ratusan orang. ”Pekerjaan kami membunuh penjahat seperti pengedar narkoba, pemerkosa, penjambret,” katanya. Motabato mengatakan, kelompok “Lambada Boys” ini kemudian menjadi DDS, kelompok yang telah lama diyakini bertanggung jawab atas pembunuhan di luar hukum di Davao. ”Mereka dibunuh seperti ayam,” ujarnya. Tuduhan ini akan jadi batu sandungan bagi Duterte yang sedang gencar mengobarkan perang melawan narkoba. Perang narkoba oleh Pemerintah Duterte yang dimulai sejak Juni lalu telah menewaskan sekitar 3 ribu orang.


Matobato juga mengaku terlibat penculikan terhadap 50 orang yang dia sebut juga perintah dari Duterte. ”Tugas kami adalah untuk membunuh penjahat seperti pengedar narkoba, pemerkosa, penjambret,” kata Matobato. Selain itu, dia juga mengaku membunuh orang-orang yang dituduh teroris di Davao. Beberapa korban dia mutilasi dan dikubur dalam makam tak bertanda. Dalam sidang Komite Senat itu, saksi juga mengungkap bahwa Duterte juga pernah memerintahkan untuk membunuh jurnalis dan para lawan politiknya. Tidak hanya Duterte yang memberikan perintah terhadap DDS, namun kroni dan anggota keluarganya juga memberikan perintah ke regu jagal itu. Bahkan regu jagal diberikan kewenangan melakukan pembunuhan di luar hukum Filipina. Kepolisian Davao saat itu dipimpin oleh Ronald Dela Rosa. Menurut Matobato, Dela Rosa merupakan pemimpin unit yang membawahi DDS. Dela Rosa saat ini menjabat Kepala Kepolisian Nasional Filipina. Yang mengejutkan, Putra sang presiden, Paolo Duterte juga melakukannya dengan alasan berbeda, perempuan. Paolo terungkap pernah memerintahkan pembunuhan seorang jutawan Filipina, Richard King, pada 2014 lalu. Paolo adalah putra sulung Presiden Duterte yang kini masih menjabat Wakil Wali Kota Davao. “Paolo Duterte dan Richard King itu rival kalau soal perempuan. Pemilik McDonalds, Ochoa (nama perempuan itu). Saya tak tahu nama depannya, Bu,

tapi nama keluarganya Ochoa,” imbuh Matobato. Selain Richard King, jutawan pemilik jaringan hotel di Filipna, Matobato menambahkan Paolo memerintahkan untuk membunuh 2 orang lagi, yang merupakan lawan politiknya. “Kami juga pernah beroperasi di mana Wakil Wali Kota Paolo Duterte memerintahkan membunuh musuhnya,” jelas Matobato. Saat itu, lanjutnya, dia adalah satu dari

dua pembunuh bayaran yang diperintahkan membunuh musuh Paolo. Sedangkan seorang musuh lainnya, dibunuh di sebuah pom bensin. “Dia (Paolo) hanya marah, terus memanggil kami. Dia memerintahkan kami untuk membunuh seseorang di sana. Kami tak tahu alasan di balik itu,” tuturnya. Matubato yang mengaku bahwa kesaksiannya dibuat untuk memberikan keadilan bagi korban yang dibunuhnya, mengungkapkan bahwa dia direkrut secara pribadi oleh Duterte pada 1988. Awalnya regu jagal itu bernama Lambada Boys yang beranggotakan tujuh orang termasuk dirinya. Mereka ditugaskan dikirim untuk membunuh penjahat, pengedar narkoba, pemerkosa setiap harinya. Pihak Malacanang (Istana Kepresidenan Filipina) membantah tuduhan dari Matobato. Menteri Komunikasi Filipina, Martin Andanar, mengatakan bahwa dia percaya Duterte tidak memerintahkan hal semacam itu saat dia aktif sebagai Walikota Davao. “Komisi Hak Asasi Manusia sudah melakukan penyelidikan (beberapa) tahun yang lalu, ketika presiden masih jadi walikota, dan dakwaan tidak diajukan, mereka tidak melihat bukti langsung,” kata Andanar. Apakah tuduhan ini benar adanya? l Gugiek Savindra 26 September - 2 Oktober 2016

21


DAERAH

Penanganan Persoalan Danau Batur Belum Tuntas

K

eberadaan Danau Batur menjadi ikon tersendiri bagi Kabupaten Bangli. Keindahan alam di sekitarnya juga menjadi daya tarik wisatawan. Namun, tidak banyak yang mengetahui bila Danau Batur masih menyimpan sejumlah persoalan yang belum bisa dituntaskan. Seperti kasus pendangkalan hingga penurunan kualitas air masih menghantui danau yang banyak dikunjungi wisatawan ini. Langkah penanganan oleh Pemkab Bangli sudah dilakukan. Hanya saja itu hanya belum mampu menuntaskan segala persoalan. Supaya danau terbesar di Bali ini tak semakin sekarat, Pemerintah Pusat dan Pemprov Bali didesak segera turun tangan. Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bangli Ir. I Made Kawen, M.Pd. H.

22

26 September - 2 Oktober 2016

menjelaskan pendangkalan di Danau Batur tak hanya disebabkan endapan lumpur yang bersumber dari lahan pertanian yang ada di sekitarnya. Penggunaan pakan ikan yang tak terkendali juga menjadi pemicunya. Kondisi ini diperparah dengan adanya eceng gondok dan gulma. Persoalan lain yang juga sangat sulit dituntaskan yakni penurunan kualitas air. Kualitas air danau menurun karena terkontaminasi limbah rumah tangga maupun pestisida. ‘’Kualitas air memang ada penurunan. Tetapi itu masih berada di ambang toleransi,’’ jelasnya belum lama ini. Upaya penyelamatan danau penunjang kawasan geopark ini sudah dilakukan Pemkab Bangli. Akan tetapi, akibat keterbatasan anggaran, program yang digelontorkan baru sebatas pembersihan eceng gondok, sampah

plastik maupun gulma. Langkah ini pun sudah melibatkan masyarakat sekitar dan juga instansi terkait. Sementara untuk meminimalisasi pembuangan limbah, edukasi kepada masyarakat sudah terus digulirkan. Demikian juga dengan pengadaan Keramba Jaring Apung (KJA) yang diminta tidak meluas. ‘’Pembersihan sampah dan lainnya sudah sering dilakukan. Begitu juga dengan sosialisasi. Tapi masih ada masyarakat belum mengerti arti penting danau itu,’’ kata Kawen. Sejatinya, kewenangan pengelolaan Danau Batur itu ada di tangan Pemerintah Provinsi dan Pusat. Akan tetapi, kucuran anggaran penanganan persoalan yang menghantui Danau Batur belum ada. Sebelumnya, sempat dikabarkan danau yang bersandingan dengan Gunung Batur ini masuk


Galian C Kembali Menuai Protes

MBP/sos

sebagai salah satu dari lima belas danau di Indonesia yang masuk dalam program penyelamatan. Realitanya rencana itu tak kunjung ada tindak lanjut. ‘’Dulu sudah menjadi program pemerintah pusat. Tapi sampai sekarang belum ada kelanjutan,’’ ungkapnya. Ditegaskan Kawen, jika memang serius menuntaskan persoalan tersebut, pemerintah pusat dan provinsi perlu segera turun tangan dengan merancang program penanganan. ‘’Kemampuan keuangan daerah kan tidak begitu besar. Jadinya penyelamatan danau, terutama dalam hal pendangkalan perlu ada sentuhan dari pemerintah provinsi dan pusat,’’ tandasnya. l Sosiawan

GALIAN C sepertinya tidak pernah lepas dari masalah. Seperti yang terjadi di Jembrana dan Karangasem. Kedua masalah ini menunjukan keberadaan galian C menyimpan banyak masalah yang semestinya bisa diselesaikan dengan baik. Mengingat, galian C juga menjadi sumber penghidupan banyak orang serta hasil dari galian tersebut juga sangat diperlukan masyarakat. Langkah tepat dalam menangani masalah ini sangat diperlukan. Hal ini untuk menghindari adanya kerugian pada pihak-pihak tertentu. Kasus di Jembrana, warga kembali protes adanya galian C di Yehembang, Mendoyo. Protes warga dilayangkan warga melalui BPD Yehembang terhadap aktivitas galian C di dua banjar yang ada di Desa Yehembang Kauh, Mendoyo yang menimbulkan kerusakan jalan dan senderan serta mengotori lingkungan. Adanya protes tersebut kemudian dimediasi oleh Kapolsek Mendoyo Kompol Gusti Agung Komang Sukasana bersama para kanitnya. Pihak warga Yehembang yang keberatan terhadap aktivitas galian C tersebut diwakili oleh Ketua BPD Yehembang Gusti Ngurah Anom dan beberapa anggota BPD lainnya. Sedangkan dari pengusaha galian C, keduanya hadir yakni Ketut Artawan dan Gede Putra Wibawa. Warga melalui Ketua BPD Yehembang menuntut agar kerusakan jalan dan senderan drainase yang jebol segera diperbaiki. Pemilik galian juga diwajibkan memerintahkan para sopir truk pengangkut material galian untuk menutup bak truknya dengan terpal agar tidak mengotori lingkungan. Ketua BPD Yehembang, Gusti Ngurah Anom, mengatakan jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi dan pengusaha galian tetap membandel, maka warga melalui aparat desa dan pihak kepolisian akan menutup sementara galian C tersebut. Mendengar tuntutan tersebut, kedua pengusaha galian C berjanji memperbaiki jalan yang rusak termasuk senderan yang jebol paling lambat minggu pertama pada bulan Oktober mendatang. Sementara itu, di Karangasem kasusnya berbeda lagi. Bendesa Pakraman Beluhu, Desa Tulamben, Kubu, Karangasem Nyoman Sartika, Selasa (13/9), berharap Bupati Karangasem membatasi aktivitas di lokasi galian C sampai pukul 20.00 Wita. Sartika yang juga anggota DPRD Karangasem itu mengatakan, banyak warga yang protes. Aspirasi warga Kubu yang tak berkecimpung langsung di Galian C itu disampaikan lewat dirinya. “Aktivitas di galian C tanpa henti

selama 24 jam sudah mengganggu warga kami. Anak-anak yang rumahnya di dekat lokasi atau rumahnya di dekat jalan yang dilintasi truk galian C tak bisa belajar dengan nyaman, tak bisa konsentrasi. Soalnya deru mesin penggali dan mesin serta knalpot truk galian C sangat keras dan memekakkan telinga,” paparnya. Selain polusi debu, terutama pada musim kemarau debu selalu mengepul dan mengancam warga terpapar penyakit saluran pernafasan. Polusi suara dan getaran truk yang mengangkut beban berat itu mengancam tembok rumah warga di dekat lintasan jalur truk itu retak-retak. “Jalan raya cepat rusak akibat dilindas ribuan truk galian C melebihi kapasitas kelas jalan. Kemacetan lalu lintas, apalagi sering terjadi laka lantas akibat banyak truk, terancam merusak citra pariwisata Karangasem,” ujarnya. Dalam beberapa bulan ini, tambah Sartika, paling tidak sudah ada lima korban tewas terkait truk galian C di jalur Kubu-Candidasa. Belum lagi korban luka berat dan ringan. Korban tewas terakhir dua saudara kandung kakak–beradik asal Banjar Batudawa Kaja, Tulamben. Keduanya langsung tewas di tempat dengan kepala pecah di jalur jalan Banjar Tegallanglangan, Desa Datah, beberapa hari lalu. Ditemui terpisah, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri mengatakan belum ada rencana membatasi jam aktivitas di galian C. Namun, soal pembatasan dan penertiban kapasitas angkut, sudah ada ketentuannya maksimal sampai sembilan meter kubik. l Budana/Witari

MBP/dok

Galian C 26 September - 2 Oktober 2016

23


K E S E H ATA N

Bali Siaga Zika

PSN dan Pintu Masuk Bali Diperketat

V

irus Zika dan DBD memiliki kemiripan baik pada gejala maupun vektor penularnya. DB ditularkan melalui nyamuk begitu juga zika. Sehingga Bali yang merupakan wilayah endemis DBD juga berpotensi tertular zika. Apalagi, merebaknya kasus zika di Singapura belum lama ini semakin mengundang kekhawatiran negara tetangganya, salah satunya Indonesia. Apalagi Indonesia khususnya Bali merupakan pintu masuk warga negara asing. Kementerian Kesehatan pun telah memberikan travel warning kepada warga negara Indonesia yang akan bepergian ke luar negeri khususnya negara terpapar virus zika. “Menteri sudah menyebarkan informasi ke kepala dinas-kepala dinas kesehatan seluruh Indonesia agar siaga terhadap virus zika ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM., belum lama ini. Pihaknya juga telah berkoordinasi den-

24

26 September - 2 Oktober 2016

gan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk siaga kewaspadaan dini terhadap penularan virus zika dengan alat deteksi thermoscanner. Pihaknya juga menginstruksikan KKP melakukan surveilans terhadap virus ini agar tidak terjadi penularan mengingat virus zika sangat cepat menular. “Kita juga bagikan heart allert card untuk semua penumpang dan kita juga sudah melakukan sosialisasi,” imbuhnya. Diakui, pihaknya memiliki sistem EWARS (early warning allert response system) untuk menyebarkan informasi. “Jika ada informasi, cepat kita tahu dan kita bisa turunkan tim surveilans kita,” jelasnya. Mengingat tingginya mobilitas penerbangan di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai terutama dari Singapura ke Bali atau dari Bali ke Singapura maka pihak Angkasa Pura (AP) I Ngurah Rai mengambil tindakan cepat dalam mengantisipasi penyebaran virus zika. Per hari saja terdapat 16 kali pener-

bangan. “Itupun rata-rata menggunakan weight body dengan rata-rata penumpang 350/hari satu pesawat,” kata General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai,Yanus Suprayogi, Jumat (2/9). Selain itu, ada 8 airline yang rute penerbangannya Singapura ke Denpasar, dengan frekuensi penumpang 3.000-an per hari. Petugas aviation security (Avsec) membantu mengatur flow penumpang asal Singapura untuk menuju lokasi yang ditentukan oleh KKP di kedatangan international sebelum counter VoA. Selain itu, AMC mengupayakan parkir pesawat asal Singapura dengan parking stand 19-37. “Kita bekerja sama dengan KKP dalam hal pencegahan dengan menempatkan pesawat pada tempat-tempat tertentu,” imbuhnya. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar, Lucky Tjahyono mengatakan, langkah-langkah yang dilakukan oleh tim KKP Kelas I Denpasar dengan membagikan Heart Alert Card


Terapkan Protap DBD

yang memberikan informasi tentang virus zika. Jika ada keluhan demam dan pusing, diharapkan penumpang segera melapor, sebelum mendarat, diumumkan bagi penumpang yang ada keluhan sakit, demam dan pusing agar segera melapor ke tim kesehatan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dengan alat infra merah dapat diketahui suhu tubuh penumpang. Jika dicurigai, maka akan dibawa ke ruangan isolasi, diperdalam dengan menanyakan riwayat sakitnya. Jika masih dicurigai, maka akan dibawa ke RSUP Sanglah untuk pemeriksaan laboratorium. Pihaknya menerjunkan 5-6 orang dalam pengawasan tersebut. Sementara alat thermoscanner yang berfungsi mendeteksi adanya perubahan suhu tubuh memang rusak namun, pihaknya tetap mendeteksi dengan termometer infra merah.

INI barangkali sudah menjadi risiko menjadi salah satu daerah tujuan wisata terkenal dunia yang sangat ringkih terhadap isu keamanan (terorisme), kesehatan dan lingkungan. Kondisi ini beberapa kali sempat menghujam Bali yang menjadi destinasi pariwisata internasional. Zaman perang Teluk (Irak), pariwisata Bali boleh dibilang mati suri. Demikian pula eranya teror bom, sektor perpelancongan ini sempat melesu. Hal sama terjadi manakala belahan dunia lain terpapar wabah penyakit seperti AIDS, korela, Ebola, flu burung, Corona dan terakhir zika. Saat beberapa wisatawan Jepang yang balik dari berkunjung ke Bali menderita kolera, kontan sektor pariwisata Bali seperti diguncang hebat. Padahal, itu terjadi lantaran perbedaan kultur kuliner, yakni masakan khas Bali memang akrab dengan kepedasannya. Manakala wisatawan Jepang dengan kultur perut berbeda tiba-tiba mencicipi kultur pedasnya masakan khas Bali, jelas hal itu bisa saja terjadi. Tetapi yang namanya persaingan utamanya sektor pariwisata, isu itu pun dapat dipakai senjata melumpuhkan pesaing. Bali juga pernah kena dampak isu HIV/ AIDS karena kasus pertama ditemukan di RSUP Sanglah, meski penderitanya itu wisatawan asing. Demikian pula pada kasuskasus Ebola di Afrika Selatan, flu burung, corona dan terakhir virus zika ini, Bali dipastikan terdampak. Maklum, daerah ini (bandaranya) selain menjadi pintu gerbang wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, juga menjadi tempat transit yang mereka hendak bepergian ke Australia atau benua lainnya. Jadi, diharap maklum dan wajar saja jika beberapa pemerintah daerah (Pemda) yang menerima kunjungan wisatawan juga ikut melakukan antisipasi terhadap virus zika ini. Di antara Pemda yang melakukan langkah antisipasi yakni Banyuwangi di Jawa Timur dan Pemkab Tabanan. Maklum, dua daerah ini juga banyak menerima kunjungan wi-

sawatawan mancanegara. Untuk mencegah virus ini masuk, Dinas Kesehatan (Dikses) Tabanan menerapkan prosedur tetap (protap) penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) untuk infeksi virus zika sesuai instruksi Kementerian Kesehatan RI. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika menyatakan penerapan protap DBD terhadap virus zika dilakukan karena gejala dan vektor penular penyakit dari virus ini sama, yaitu nyamuk Aedes aigypti. Oleh karena gejala virus zika menyerupai banyak penyakit lain salah satunya DBD, maka tim kesehatan akan melakukan pemeriksaan terhadap rute perjalanan yang pernah dilakukan oleh pasien, khususnya ke areaarea yang memiliki kasus infeksi virus zika sehingga dapat membantu mempersempit diagnosis. Dokter akan menanyakan area, waktu dan aktivitas saat melakukan kunjungan ke daerah tersebut. ‘’Jika ternyata pernah berada di tempat yang ada kasus infeksi virus zika, akan dilakukan uji laboratorium yang hanya bisa dilaksanakan di Jakarta,’’ ujar Suratmika. Meski sudah melakukan protap DBD untuk virus zika, hingga saat ini belum ada ditemukan suspect dan diharapkan kasus ini tidak sampai ada di Bali. Adapun wilayah yang saat ini terinfeksi virus zika adalah negara-negara di Amerika Latin dan yang terbaru Singapura. Dikarenakan penyebar virus zika adalah nyamuk, selain protap pengobatan yang sama dengan DBD, pencegahannya pun sama, yaitu dengan penerapan perilaku hidup sehat dan bersih serta rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) setidaknya seminggu sekali di lingkungan sekitar. Sementara pihak Dinas Kesehatan juga secara rutin menggelar fogging di daerah-daerah yang didapati positif virus DBD. l Citta Maya

l Citta Maya 26 September - 2 Oktober 2016

25


LENSA

SANGEH

Dua orang wisatawan mancanegara memberikan makan pada monyetmonyet di objek wisata Sangeh, Badung. Objek wisata alam termasuk Sangeh menjadi tempat favorit dikunjungi wisatawan dalam mengisi liburan Umanis Galungan.

Bali Post/wan


OLAHRAGA

Tahun Penuh Kebaikan

M

enjadi pengungsi bukanlah hal yang membanggakan. Keinginan kembali ke Tanah Air tetap begitu besar, mengalahkan apapun. Namun perang menghalangi banyak pengungsi kembali menikmati kedamaian seperti yang pernah mereka rasakan dahulu. Ibrahim Al Hussein merasakan kekalutan perasaan seperti itu saat berlaga di Paralympic Games di Rio de Janeiro. Sayangnya ia tidak mewakili negaranya, Suriah. Laki-laki berusia 27 tahun itu berlaga dengan status pengungsi alias dalam bendera International Paralympic Committee. Meski tak berhasil meraih medali di nomor renang 50m gaya bebas S9, Al Hussein mengakui sukacitanya bisa berada di Brazil yang dianggap sebagai penghargaan tersendiri. “2016 menjadi tahun penuh kebaikan bagi saya,” katanya. Ia menceritakan peristiwa buruk yang terjadi lima tahun lalu. Saat itu ia hendak menolong temannya terluka akibat sebuah serangan. Tak ayal, dirinya pun terkena ledakan bom. Insiden itu membuat dirinya harus melupakan mimpi menjadi perenang hebat di kemudian hari. Akibat ledakan bom itu, ia kehilangan bagian bawah kaki kanannya. Sementara kaki kiri juga tak luput dari luka-luka meski tak begitu fatal. “Saya berusaha melupakan masa lalu itu,” kata pemuda yang menyukai olaharaga sejak kecil ini. Ia membangun kembali masa depannya dengan menjalani pengobatan dan mencoba peruntungan keluar dari negerinya yang diamuk perang. Keberuntungan masih berpihak padanya saat berhasil mencapai Yunani dan kini bekerja di sebuah kafe di Athena. Dunia olahraga telah dikenal sejak masih kanak-kanak. Bersama ayahnya, dia telah terbiasa berenang di pinggiran sungai Efrat meski usianya baru lima tahun. Beranjak remaja, olahraga judo ditekuninya dan mimpi besarnya adalah tampil di Olimpiade. “Tapi saya tidak pernah sekali pun membayangkan negeriku dihancurkan oleh perang di kemudian hari.” Tidak hanya perang yang menghancurkan seluruh harapannya. Ledakan

bom itu membuat salah satu kakinya diamputasi. “Targetku selanjutnya hanyalah bagaimana bisa berjalan lagi,” tutur Al Hussein. Di Yunani, ia tidak hanya bisa berjalan lagi. Mimpi-mimpinya yang telah hancur ternyata bisa dibangun lagi. Baginya inilah kehidupan baru yang bisa dijalani. “Saya bisa berenang lagi empat jam setiap hari,” katanya sambil menambahkan bahwa dihari-hari tertentu ia juga bisa bermain bola basket,” ucapnya kepada kantor berita AFP. April lalu, ia mendapat undangan untuk tampil di pesta olahraga penyandang cacat sedunia. Untuk pertama kali Paralympic Games diikuti oleh sebuah kontingen yang diperkuat oleh atlet dari berbagai negara dalam bendera pengungsi. Pada kesempatan itu, Al Hussein melontarkan seruannya untuk segera mengakhiri konflik bersenjata di Suriah.

Pertumpahan darah di kampung halamannya harus segera dihentikan. Ia juga menyerukan atlet-atlet Suriah yang tersebar di seluruh penjuru Uni Eropa sebagai pengungsi, untuk mendaftar di klub-klub setempat agar bisa berlatih kembali. “Perang menghasilkan banyak luka, orang diamputasi seperti saya. Bagi atlet Palestina, Irak atau Suriah, Paralympic adalah arena kompetisi yang tepat,” tambahnya. Sekembali dari Brazil, ia akan mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade Tokyo 2020. Namun diharapkan saat itu ia bisa mewakili negaranya sendiri. “Saya tidak akan pulang bila kondisinya masih seperti dulu, apalagi dengan kursi roda. Saya ingin berenang melintasi sungai Efrat seperti saat masih anakanak,” terangnya. l Yudi Winanto, dari berbagai sumber

MBP/ap

Perenang asal Suriah Ibrahim Al Hussein saat berlaga di Paralympic Games 2016, Rio de Janeiro, Brazil. 26 September - 2 Oktober 2016

27


OLAHRAGA

Harus Lebih Menarik

PEMBALAP Inggris Jenson Button sedikit keki saat jalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan di Singapura. Ia menyaksikan pemandangan mengerikan seperti film masa depan. Orang-orang berjalan lurus ke depan, tanpa saling menyapa dan terpaku pada ponsel yang dipegang. “Anda tahu, mengapa? Pokemon Go,” ujar pembalap tim Formula 1 McLaren-Honda itu. “Ayolah. Apakah balapan Formula 1 tidak lagi menarik seperti permainan ini?” tanya pembalap berusia 36 tahun itu.

Button yang kabarnya akan pindah ke balapan Rallycross atau Super GT Jepang, mengakui F1 kini perlu menggaet penonton muda. Maka langkah Liberty Media mengakuisisi balapan ini dari kepemilikian Bernie Ecclestone dengan harga 3,03 milyar poundsterling harus diimbangi dengan target menggaet generasi muda, laporan situs crash.net. “F1 harus lebih menarik dibandingkan Pokemon Go,” ungkap Button mengomentari kegilaan generasi masa kini atas permainan yang menggabungkan teknologi

‘real-world location’ dengan game online dalam aplikasi di ponsel. Popularitas F1 cenderung menurun menyusul serangkaian kontroversi menyusul seringnya perubahan regulasi. Drama susul menyusul kurang sering terjadi akibat dominasi tim-tim besar. Ini snagat berbeda di awal penyelenggaraan balapan ini dimana tim-tim papan tengah pun memiliki peluang meraih juara. l Yudi Winanto, dari berbagai sumber

MBP/ap

Pembalap Formula 1 Jenson Button.

28 26 September - 2 Oktober 2016


Korban Serangan Penyintas JELANG Olimpiade Rio de Janeiro Agustus lalu, dunia dikejutkan dengan kasus penggunaan obat terlarang doping yang memicu sanksi larangan bertanding bagi atlet-atlet Rusia. Perkembangan terakhir justru terjadi serangan balik dan bahkan kini menyerang atlet AS. Hal itu bermula dari serangan penyintas (hacker) pada gudang data badan antidoping internasional (WADA). Kelompok yang menamakan dirinya “Fancy Bear” itu mencuri data dan mempublikasikannya ke publik tentang tentang proses pengobatan empat atlet ternama AS. Mereka di antaranya adalah petenis veteran Serena Williams, Simone Biles (pesenam Olimpiade) dan pebolabasket Elena Delle Donne. Akibatnya mereka kelabakan sekaligus sedih akibat insiden itu. “Saya benar-benar sedih setelah mengetahui data medik saya diambil oleh penyintas dan dipublikasikan tanpa seizin saya,” kecam Williams. Data yang dipublikasikan itu mengenai proses penyembuhan yang dijalani Williams yakni therapeutic use exemptions (TUEs). Dengan proses ini dia menggunakan obat yang dilarang WADA. Memang proses tersebut merupakan praktik standar dalam bidang olahraga namun tidak dianjurkan oleh lembaga antidoping tersebut. Williams menjelaskan dirinya meminta persetujuan sebelum menjalani proses tersebut dibawah program anti doping tenis. “Saya harus mentaati aturan itu saat menjalani proses pengobatan,” tegas petenis berusia 36 tahun itu. Ia mengungkapkan bahwa dia merupakan pendukung utama kampanye perlunya level integritas tertinggi dalam olahraga yang kompetitif. Selain itu dia juga dengan displin mengikuti aturan-aturan yang dibuat badan anti doping dunia WADA, USADA (badan antidoping AS) serta ITF (federasi tenis dunia serta seluruh Progran Tenis anti doping, laporan Associated Press. l Yudi Winanto

MBP/ap

Petenis veteran AS Venus Venus Williams. 26 September - 2 Oktober 2016

29


OLAHRAGA

Piala Menpora U-14

Putra Tresna Buat Kejutan di Sidoarjo TIM sepak bola Putra Tresna mewakili Bali pada Liga Pelajar Indonesia Piala Menpora U-14 Tahun 2016 di Sidoarjo, Jawa Timur, awal September lalu. Pertandingan digelar di wilayah Kota Petis, yaitu Gedangan, Brigif, Arhanudse dan Jenggolo melibatkan wakil dari 34 provinsi. Sementara laga pamungkas antara tuan rumah Jatim yang diwakili Jember United dan Jabar digelar di Stadion Delta, Sidoarjo. Putra Tresna yang dikapteni kiper Damar Gozali membuat kejutan dengan menjadi juara ketiga bersama Jawa Tengah. Padahal postur pemainnya biasabiasa saja, sedangkan lawan rata-rata bermaterikan skuad berbodi tinggi dan tegap. Jabar keluar sebagai juara disusul Jatim di posisi kedua. Putra Tresna juga menyandang predikat tim sportif, karena sejak babak penyisihan pemainnya hanya diganjar dua kartu kuning plus menjadi tim produktif dengan mengoleksi 25 butir gol dan kebobolan sembilan kali. Prestasi ini membuat bangga pemilik klub I GAN Anom Jaksa Saputra. Pada Piala Menpora U-14 Tahun 2015,

Putra Tresna juga mewakili Bali, bahkan tiga pemainnya dipanggil mengikuti seleknas Tim U-15 di Makassar. Mereka adalah Deddy Hendrawan, Gede Aditya dan Komang Teguh Trisnanda. Dari 50 pemain seleknas, pelatih Deni Syamsuddin meloloskan 20 termasuk Komang Teguh. Siswa kelas III SMAN 9 Denpasar ini diproyeksikan mengikuti Turnaman Pelajar Asia di Kuala Lumpur, Malaysia, 19 September-1 Oktober 2016. ‘’Pada Piala Menpora U-14 Tahun 2015, Putra Tresna hanya menduduki peringkat delapan besar. Kini kami juara tiga. Harapan kami, pemain yang dipanggil seleknas dan yang lolos bertambah,’’ ucap Anom Jaksa di Denpasar pekan lalu. Langkah Putra Tresna terhenti di babak semifinal setelah dikalahkan tuan rumah Jatim 1-4. Wakil Bali ini sempat unggul 1-0 lebih dulu, tetapi lemahnya stamina memaksa Darma Gozali dan kawankawan akhirnya menyerah. Di laga perdana, Bali menekuk Kalimantan Utara yang diperkuat empat pemain Jatim dengan skor 3-1. Kemenangan ini

dipetik tidak terlepas dari masih segarnya stamina dan kebugaran anak-anak. Dede Mahatma pun mendapat aplaus dan apresiasi. Pengurus Surabaya United meneleponnya dan memberikan ucapan selamat. Pada pertandingan berikutnya kesebelasan Bali mencukur Jambi 5-0, memukul NTT 7-1 dan kalah tipis 0-1 atas Jateng. Selanjutnya di babak delapan besar, Bali menundukkan Sulawesi Barat 2-1, menggelontor Riau 7-1 dan di semifinal ditundukkan Jatim 1-4. Pelatih Dede Mahatma Darma tidak mau mencari kambing hitam atau alasan atas kegagalan timnya melangkah ke babak final. Pasalnya, pasukannya harus bertarung dua sampai tiga kali dalam sehari sehingga jelas memerlukan tenaga ekstra. ‘’Kami sarankan kepada panpel supaya jadwal jangan dipadatkan. Maksimal anak-anak bertanding sehari sekali. Coba bandingkan dengan sepak bola senior profesional yang merumput maksimal dua kali dalam sepekan,’’ kilahnya. l Daniel Fajry

MBP/wan

Pemain Putra Tresna U-14.

30 26 September - 2 Oktober 2016


PENDIDIKAN

Gianyar Rancang Sekolah Khusus Siswa Miskin

P

emkab Gianyar kini merancang pembangunan sekolah yang disiapkan khusus untuk mendidik siswa-siswa dari keluarga miskin. Rencana ini juga sudah diangarkan pada APBD induk 2017. ”Saya akan membuat sekolah khusus untuk mendidik siswa miskin di Gianyar,” ujar Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata, belum lama ini. Guna merealisasikan rencana ini, Pemkab Gianyar sudah merancang anggaran sekitar Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar. Menurut Agung Bharata, sekolah ini akan mengambil lokasi di seputaran Desa Batubulan, Sukawati. Di lokasi tersebut sudah disiapkan areal milik Pemkab Gianyar dengan gedung dan aula. ”Di lokasi ini, arealnya sudah siap untuk belajar, olah raga dan akan disiapkan seperti asrama,” katanya. Disinggung lokasi Gianyar Utara seperti Kecamatan Payangan, Tegalalang dan Tampaksiring, Agung Bharata menjawab pihaknya belum mendapat lahan di tiga kecamatan tersebut. ”Maunya di sana, tapi lokasi belum dapat. Belum lagi untuk bangun gedung hingga aula. Kalau ini sudah ada lengkap dan ini aset Pemkab. Tinggal kami siapkan pagar saja,” terangnya. Tokoh Puri Agung Gianyar ini berharap sekolah ini akan menggunakan sistem full day school. Dengan begitu, siswa betul-betul dididik

32 26 September - 2 Oktober 2016

dari pagi hingga sore dengan pola yang disesuaikan. ”Rencananya ya full day school, agar siswa benar-benar belajar,” tegasnya. Kader PDI-P ini mengaku berencana sekolah ini akan disiapkan untuk tingkat SMA. Namun, rencana itu masih akan dikaji lagi, mengingat aturan baru yang mengalihkan kewenangan pengelolaan SMA/SMK ke pemerintah provinsi. ”Inilah yang masih kami koordinasikan ke pemerintah provinsi. Boleh atau tidak, Pemkab mengelola satu sekolah tingkat SMA agar tidak terbentur dengan aturan dari pusat,” jelasnya. Sementara itu, Wakil DPRD Gianyar Ketut Jata menyambut baik rencana tersebut. Ia mengatakan akan mengawal agar rencana pembangunan sekolah khusus untuk mendidik siswa miskin ini teralisasi pada tahun anggaran 2017. ”Banyak anak didik kita yang tidak mampu, tapi memiliki keinginan dan semangat kuat untuk menuntut ilmu. Jadi, saya kira ini akan menjadi solusi yang tepat. Apalagi, rencanannya menerapkan full day school, sehingga siswa tentu akan fokus belajar tanpa terkena pengaruh luar,” ujarnya. l Manik Astajaya


MBP/budana

Karangasem Perlu SMK Jurusan Pertanian KARANGASEM terancam krisis bahkan putus generasi petaninya. Daerah ini memiliki lahan pertanian yang luas, tapi sejak dulu tidak memiliki sekolah pertanian. Ada baiknya, SMKN 1 Bebandem yang baru berdiri membuka satu jurusan di bidang pertanian. Hal itu disampaikan mantan Kepala SMA yang kini menjadi pengawas Drs. I Gede Jabang saat memberikan masukan pada pembukaan Agricultural Reserch and Development Centre di Jungutan, belum lama ini. Jabang yang mantan Kepala SMAN 1 Amlapura itu mengaku sedih, banyak anak desa di Karangasem yang hanya

lulus SMP. Mereka tidak melanjutkan sekolah dan memilih merantau ke kota menjadi buruh, pembantu rumah tangga atau pekerja kasar lainnya yang pendapatannya tidak akan lebih baik jika mereka belajar menjadi petani sukses di desa. Penyebabnya, generasi muda tidak tertarik bertani diduga karena tidak pernah diberi motivasi dan belum banyak melihat contoh pengusaha pertanian yang sukses. Menurut pendidik yang kini mengembangkan perkebunan pepaya di Nampo, Jungutan itu, Karangasem perlu membuka satu jurusan pertanian pada SMK. Jurusan itu sejak dulu sampai kini belum

Drs. I Gede Jabang

pernah ada, justru banyak yang berebut membuka jurusan komputer, pariwisata, keperawatan dan sebagainya. �Coba buka satu jurusan pertanian di Karangasem, tempat mendidik pengusaha pertanian yang sukses,� katanya. Atas ide Jabang tersebut, praktisi pertanian Wayan Supadno menyatakan sependapat dan menyampaikan sangat setuju. Pihaknya mengaku sangat siap jika sewaktu-waktu diundang menjadi motivator dan melatih generasi muda agar berjiwa wirausaha tani. l Budana 26 September - 2 Oktober 2016

33


ADVERTORIAL

Atasi Krisis Air Bukit Abah

Bupati Suwirta Bertandang ke Bupati Karangasem

W

ilayah Bukit Abah, Desa Besan, Kecamatan Dawan yang berbatasan langsung dengan Desa Gegelang, Karangasem menjadi tempat yang paling parah mengalami krisis air. Untuk mengatasi permasalahan kekeringan yang sering terjadi tiap tahunnya ini Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bertandang ke Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Kamis (15/9). Bupati Suwirta yang didampingi Kepala Bappeda Wayan Wasta dan Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gusti Lanang Agung Suratma bertandang untuk membicarakan penyelesaian krisis air di wilayah perbatasan tersebut. Kepala Bappeda Wayan Wasta menyampaikan warga yang menempati wilayah Bukit Abah didominasi oleh warga asal Karangasem. Dari 150 KK yangtinggal kawasan Bukit Abah, sebanyak 36 KK berasal dari Desa Besan, sisanya sebanyak 114 KK berasal dari Manggis dan Sidemen Kabupaten Karangasem. Selain itu ada 43 anak–anak

dari Desa Besan bersekolah di wilayah Karangasem karena lokasi sekolahnya yang mudah dijangkau. Pada pertemuan tersebut Bupati Suwirta berharap supaya sumber air yang berada di Desa Gegelang dapat ikut dinikmati warga Desa Besan yang berada di Bukit Abah. Pihaknya menjelaskan selama ini warga Desa Besan di Bukit Abah hanya menggunakan air dihilir berasal dari mata air yang mengalir dengan cara ditimba. “Bila dibuatkan reservoir, warga kami yang tinggal di Bukit Abah bisa ikut menikmati air dari mata air Gegelang,” ujar Bupati Suwirta. Selain permasalahan air, Bupati Suwirta juga menyampaikan keinginannya untuk bersama-sama melakukan perbaikan dan pengaspalan jalan antara Desa Besan bukit Abah dan desa Gegelang. Jalan rusak sepanjang 2 Km dengan kontur berbukit serta belum beraspal, mengakibatkan kondisi jalan sulit dilalui kendaraan. Apalagi saat cuaca hujan sering mengakibatkan jalan licin. Atas kondisi inilah Bupati Suwirta mengajak Pemkab Karangasem

Bupati Suwirta bertandang ke Bupati Karangasem untuk mengatasi permasalahan krisis air di Bukit Abah.

34 26 September - 2 Oktober 2016

untuk bersama-sama melakukan pengaspalan di masing-masing wilayah sehingga warga di perbatasan bisa menikmati jalan yang bagus. Saat ini Dinas PU Kabupaten Klungkung sedang proses mengirimkan material untuk memulai proyek pengaspalan di wilayah perbatasan ini. Pemkab Klungkung berharap langkah ini juga akan diikuti Pemkab Karangasem. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri yang didampingi Gusti Made Tusan dan Kadis PU I Nyoman Sutirtayasa sangat mengapresiasi kedatangan Bupati Suwirta untuk membicarakan beberapa permasalahan di perbatasan. Bupati Mas Sumantri menganggap komunikasi antarpemerintah kabupaten sangat penting dilakukan demi pembangunan di Pulau Bali. “Kerja sama antarpemkab sangat penting demi kemajuan dan pembangunan Pulau Bali. Saya berharap kerja sama ini bisa dilakukan di segala bidang,” ujar Bupati Ayu Mas Sumantri. Tekait permintaan air bersih dan pengaspalan jalan, Bupati Ayu Mas Sumantri berjanji akan menindaklanjuti dan langsung memerintahkan Kadis PU Nyoman Sutirtayasa untuk segera mengkaji ke lapangan. Selain itu pihaknya meminta agar SKPD dari masing-masing kabupaten agar saling berkoordinasi dalam menyelesaikan permasalahan ini. Bupati Suwirta di akhir acara menyampaikan terima kasih karena dalam kunjungannya ini telah disambut hangat oleh jajaran pemerintah Kabupaten Karangasem termasuk anggota Muspida yang hadir untuk mengikuti acara ramah tamah hari raya Kuningan di kediaman Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri. Bupati Suwirta berharap kerja sama antarkabupaten ini dapat berjalan permanen. “Saya harap kerja sama ini akan terus berjalan tidak hanya menyangkut masalah ini saja, bisa di bidang pertanian, UMKM maupun pariwisata,” ujar Bupati Suwirta dengan antusias. l Dewa Farendra


A KT I V I TA S

MBP/ist

SENATOR WEDAKARNA - Senator DPD-RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III mungkin satu–satunya pejabat Hindu di Indonesia yang berani datang ke lokasi pembakaran wihara klenteng milik umat Buddha di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Dalam misi khusus sebagai Duta Besar Universal Peace Federation (UPF) di bawah PBB, Senator termuda dari Bali ini hadir sebagai wujud simpati pada musibah yang mencederai rasa kebangsaan ini.

MBP/ist

PUSPEM BADUNG - Evaluasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) di Kabupaten Badung, dihadiri Aan Syaiful Ambia selaku Ketua Tim dan disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Rabu (14/9).

MBP/ist

LOVFEST - Lovina Festival (Lovfest) berlangsung lima hari 10-14 September 2016 dengan mengusung tema The Hidden of Lovina memiliki arti kecantikan Lovina yang tersembunyi. Pemerintah Kabupaten Buleleng meningkatkan kunjungan pariwisata berbeda di Bali utara. Destinasi Lovina menjadi ikon pariwisata unggulan dan kebangaan masyarakat Buleleng. Demikian dikatakan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST., Sabtu (10/9).

MBP/ist

IIK MEDIKA PERSADA - Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali menggelar workshop evaluasi dan peningkatan mutu pembelajaran program studi farmasi klinis pada Sabtu (10/9). Pada workshop tersebut mengundang pembicara dari prodi farmasi Universitas Udayana sebagai pembina prodi farmasi di IIK Medika Persada Bali, Dr. rer. nat. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si., Apt. 26 September - 2 Oktober 2016

35


lingkungan

MBP/dok

Dampak dari La Nina, curah hujan di Bali meningkat signifikan. Akibatnya, terjadi bencana alam seperti banjir dan longsor yang harus diwaspadai masyarakat dan pihak terkait.

Dampak La Nina

B

Curah Hujan Meningkat

adan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor mewaspadai peningkatan intensitas dan curah hujan pada musim hujan 2016-2017 yang diprakirakan mulai berlangsung pada bulan Oktober. Sementara untuk Bali sendiri, musim hujan diperkirakan akan dimulai September ini hingga Desember mendatang. Fenomena La Nina di Bali yaitu fenomena yang meningkatkan intensitas curah hujan pada musim kemarau yang terjadi pada bulan Mei hingga Juni lalu, menyebabkan musim kemarau basah. Bahkan, pada bulan Juli hingga Agustus lalu, intensitas curah hujan di Bali mengalami peningkatan secara signifikan. Oleh karenanya, awal musim hujan di Bali diprediksikan pada bulan September ini hingga Desember mendatang. ‘’Awal musim penghujan tahun 2016/2017 di Bali, kami prediksi dipengaruhi oleh suatu kondisi La Nina yang dapat menyebabkan meningkatnya curah hujan. Dengan meningkatnya curah hujan maka akan timbul persoalan-persoalan, di antaranya bencana alam yang berkaitan dengan hidrologi, seperti banjir dan long-

36

26 September - 2 Oktober 2016

sor. Oleh karena itu, kami BMKG selalu mempersiapkan informasi cuaca tersebut kepada masyarakat luas, sehingga semakin banyak diketahui oleh masyarakat maka masyarakat akan bisa menentukan atau mengantisipasi kondisi bencana yang terjadi dan dapat meminimalisir akibat dari bencana tersebut. Selain memberikan perkiraan awal musim, kami juga memberikan peringatan dini terkait meteorologi, iklim dan tsunami kepada masyarakat melalui sosialisasi ini,’’ ungkap Kepala BMKG Wilayah III Denpasar I Wayan Suardana, Kamis (15/9) di kantor Balai Besar MKG, Tuban. Kepala Stasiun Klimatologi Negara Nuga Putrantijo menjelaskan, awal musim hujan di Bali mengalami fluktuasi sehingga terjadi pada bulan September hingga Desember 2016. Hal ini disebabkan oleh adanya dampak La Nina yang memengaruhi musim kemarau (kemarau basah). Berdasarkan pantauannya pada musim kemarau lalu, Mei-Juni, beberapa wilayah di Bali sudah mengalami musim hujan. Bahkan pada bulan Juli-Agustus lalu intensitas curah hujan sudah meningkat secara signifikan. Puncak hujan di Bali diperkirakan

pada bulan Desember hingga Februari 2017 mendatang dan sifat musim hujan di Bali adalah normal yaitu berkisaran 11 Zom (73.3% dari 15 ZOM). ‘’Memang di awal-awal ada indeks La Nina yang menyebabkan potensi curah hujan meningkat. Tetapi indeks tersebut menjadi normal mulai bulan Juli lalu. Artinya, kemungkinan besar musim hujan 2016/2017 sifatnya adalah normal dan tidak perlu hal-hal yang signifikan yang perlu diwaspadai. Namun, gelombang tinggi dan angin kencang pada musim hujan harus diwaspadai oleh masyarakat,’’ tandas Nuga Putrantijo. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali Dewa Made Indra mengapresiasi langkah BMKG yang melakukan sosialisasi terkait dengan awal musim hujan di Bali. Sebab, dengan soaialisasi ini informasi mengenai cuaca dan iklim dapat diketahui oleh pihak BPBD Bali dan masyarakat luas. Sehingga kesiapsiagaan pihak BPBD Bali dalam menanggulangi bencana yang disebabkan oleh cuaca dan iklim (hidrometeorologi) dapat dipetakan dan diminimalisir sebaik mungkin. l Winata


Sampah Kiriman Menumpuk

MBP/edi

Genangan sampah plastik dan ranting memenuhi kawasan muara Tukad Mati, Kuta. Kondisi seperti ini selalu terjadi pascahujan di kawasan hulu. Sampah-sampah tersebut terbawa air sungai dari kawasan hulu dan menumpuk di muara Tukad Mati.

HUJAN yang mulai mengguyur wilayah Badung dan sekitarnya sejak September ini, membuat Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Badung waswas. Pasalnya, peralihan dari musim panas ke hujan ini akan berdampak pada peningkatan volume sampah yang didominasi sampah dedaunan. Guna menanggulangi bencana sampah, pihak DKP Badung melakukan perompesan ribuan pohon perindang. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi lonjakan volume sampah selama musim angin kencang yang diprediksi akan terjadi hingga Februari mendatang. Kepala DKP Badung I Putu Eka Merthawan menyebutkan, pihaknya telah merompes ribuan pohon perindang yang berada pada jalur utama, yakni Mengwi Tani-Sempidi, Abiansemal menuju perbatasan Darmasaba, dan dari Patung Rama Sinta ke utara sampai Kuum. Eka Merthawan memprediksi akan terjadi lonjakan sampah musim hujan hingga 10 persen dari rata-rata 210 ton per hari. ‘’Kurang lebih 21 ton per hari volume sampah meningkat, memang banyak sekali terutama daun-daun. Ini kan musim peralihan dari panas ke hujan, sehingga daun yang kering berguguran kena hujan,’’ terangnya sembari menyebutkan, puncak sampah di pantai biasanya terjadi di bulan Desember hingga Januari. Hujan yang menguyur Kabupaten Badung beberapa hari terakhir, telah mengakibatkan sampah di muara Tukad Mati, kawasan Pata Sari, Kuta, menumpuk. Sampah kiriman yang didominasi kemasan botol plastik dan styrofoam ini juga menimbulkan bau tidak sedap. Sampah ini terbawa air hujan dari hulu dan sepanjang daerah aliran sungai (DAS). Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Kabupaten Badung A.A. Gede Dalem mengakui muara Tukad Mati selalu mendapatkan sampah kiriman pascahujan lebat. ‘’Memang setiap hujan, sampah kiriman memenuhi muara Tukad Mati. Biasanya kami lakukan pembersihan ketika hujan sudah reda,’’ katanya. Pemkab Badung, kata Gung Dalem, telah berupaya menghalau sampah kiriman di hulu Tukad Mati dengan memperbaharui trash rack (penyaring sampah) yang ada di Sunset Road. Proyek ini diperkirakan dapat dioperasikan Desember mendatang. ‘’Kami tengah membangun trash rack di jembatan Jalan Sunset Road yang lokasinya di hulu Tukad Mati. Kalau alat itu sudah terpasang, paling tidak sampah dari hulu bisa dijaring di sana,’’ ungkapnya. Alat yang bekerja secara otomatis, yakni mulai dari penyaringan, pengambilan, dan pengangkutan sampah ke truk pembuang dilakukan oleh mesin itu, sedang dalam proses pengerjaan. ‘’Proyek ini tengah progress pengerjaan baru 50 persen. Alat-alatnya masih dibuat di pabrik,’’ ucapnya. Terkait penanganan sampah di hilir muara Tukad Mati, Gung Dalem mengatakan, masih dilakukan secara manual dengan memanfaatkan ampibi. ‘’Yang di hilir, sampah kami bersihkan dengan alat yang ada yakni ampibi. Namun, kecil kemungkinan orang buang sampah di hilir karena bangunan sekitarnya merupakan vila,’’ sebutnya. Menurutnya, pembangunan trash rack (penyaring sampah) di hilir Tukad Mati kemungkinan akan dibangun setelah pemerintah pusat melanjutkan pembangunan long storage. ‘’Mungkin kalau long storage dilanjutkan oleh pusat, baru bisa dibangun trash rack di hilir,’’ katanya seraya menambahkan, total anggaran yang disiapkan Dinas BMP Badung dalam pembangunan trash rack rotary sebesar Rp 16 miliar lebih. l Parwata 26 September - 2 Oktober 2016

37


pa r i w i s ata

Krisis Air di Jantung Pariwisata Bali

A

ir adalah sumber kehidupan, permintaan yang tinggi terhadap air bersih di Bali terutama di daerah perkotaan yang padat penduduk dan kawasan pariwisata telah mengakibatkan cadangan air bersih yang sangat vital. Krisis air bersih pun mulai mengacam lantaran kian diperparah dengan pertumbuhan akomodasi pariwisata yang tidak terkendali yang menjadi pemicu borosnya penggunaan air bawah tanah. Bayangkan saja, kamar yang tersedia di Selatan Bali tepatnya di Kabupaten Badung yang menjadi jantung pariwisata Bali hingga 2014 dari 2009 telah mencapai 61.206 kamar. Dari angka tersebut, hotel kategori berbintang jumlahnya mencapai 98 unit dengan jumlah kamar 16.360 kamar hotel berbintang. Namun, hotel non bintang dari 2009 terdapat 505 hotel dengan jumlah kamar 11.463 kamar di tahun 2014 meningkat menjadi 855 hotel dengan jumlah kamar 34.815 kamar. Masalahnya, akomodasi yang berdiri di kawasan elite ini belum sepenuhnya memanfaatkan suppli air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sehingga harus memanfaatkan air bawah tanah (ABT). Bahkan, Dinas Cipta Karya (DCK) Kabupaten Badung mencatat, penggunaan air tanah di kabupaten terkaya di Bali ini sudah melebihi ambang batas, di mana pemakaian air tanah sebesar 28 juta meter kubik setiap tahunnya.

Padahal, batas maksimal pemakaian selama setahun 25 juta meter kubik. Itu artinya ada 3 juta meter kubik kelebihan pemakaian air tanah. Kondisi itu sangat memprihatinkan. Sebab, penggunaan air tanah berlebihan tidak hanya mengancam terjadinya krisis air, namun juga menggangu keseimbangan lingkungan. Kendati, secara kuantitas pemakaian air tanah memang didominasi perumahan. Perumahan yang memakai air tanah sebanyak 20.990 perumahan. Sementara akomodasi wisata seperti hotel, restoran dan sejenisnya sebanyak 847 unit. Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung, I Putu Anom, menilai meski secara kuantitas jumlah perumahan lebih banyak dibandingkan akomodasi wisata, tapi penggunaan air sektor akomodasi wisata tetap saja cenderung lebih besar. Misalnya hotel. Satu hotel yang menyediakan ratusan hingga ribuan kamar menghabiskan air sangat besar. “Jadi, pemakaian air tanah untuk akomodasi wisata ini cukup besar juga,” ungkapnya. Untuk mendapatkan sumber air tanah memadahi, investor melakukan pengeboran. Di wilayah Kuta dan Kuta Selatan, rata-rata kedalaman pengeboran mencapai 160 meter. Dengan kedalaman 160 meter itu air tanah disedot ke permukaan dan digunakan untuk kebutuhan hotel, restoran dan sejenisnya. Dengan kedalaman 160 meter air yang

didapat adalah air payau atau campuran air laut dan tawar. Air ini kemudian diolah hotel dengan alat khusus untuk dijadikan air tawar. “Kalau sekarang saja sudah terjadi krisis air di Bali Selatan. Karena itu, pemerintah harus cermat mengeluarkan izin-izin terutama izin akomodasi yang banyak membutuhkan air dan lahan yang juga telah trjadi perang tarif hotel, persaingan tidak sehat,” ucapnya. Anggota DPRD Badung, Made Sumerta, menyatakan permasalahan air bersih sudah terjadi sejak tiga tahun lalu dan tidak tuntas sampai sekarang. “Ini bukan cukup kecewa, tetapi sangat kecewa,” ujarnya. Sumerta mengatakan, semestinya pihak penyedia air bersih, yakni PDAM fokus menangani masalah ini agar terselesaikan secara tuntas. Disinggung tentang kendala karena air baku yang tidak mencukupi, Politisi PDIP ini justru menilai kalau hal ini terbilang lucu. Karena menurutnya hal tersebut semestinya sudah diantisipasi sejak awal. “Kalau tidak salah saat pertemuan dengan kami di dewan ketika itu katanya masalah air baku tidak masalah. Karenanya tinggal menyiapkan utilitas. Sekarang kok malah air baku yang tidak ada,” ungkapnya. Walaupun dia mengakui kalau saat ini memang musim kemarau, tapi sebelumnya hujan sempat turun dan hal ini harus dimanfaatkan dengan baik. l Parwata

Pesatnya pertumbuhan akomodasi di Badung Selatan berdampak signifikan terhadap ketersedian air bersih.

38 26 September - 2

Oktober 2016


Para pengunjung sedang menikmati ayunan di atas air di Pantai Malibu Subrise Nusa Penida.

Berayun di Pantai Malibu Sunrise Jalan-jalan dan liburan, mungkin itu yang terbayang ketika menyebut Bali. Yang jelas, objek wisata di Bali seakan tak ada habisnya dan terus tumbuh berkembang dan semakin menampilkan penampilan yang baik. Pantai Malibu misalnya. Keindahan destinasi pariwisata bahari di Pulau Nusa Penida, Klungkung ini mampu memikat pengunjung. Pantai yang terletak di Dusun Semaya, Desa Suana tersebut awalnya hanya diketahui oleh masyarakat lokal saja. Namun, semenjak dibuatkan ayunan pada 24 Agustus lalu, pantai ini mulai dipublikasikan dan dikenal lewat sosial media. Sehingga, membuat orang-orang manjadi penasaran dan datang untuk mengunjungi pantai tersebut. Apalagi akses jalan menuju Pantai Malibu Sunrise sangat mudah dibandingkan dengan destinasi pantai-pantai lainnya di Nusa Penida. Selain dapat menikmati ayunan di

atas air yang menjadi ikon pantai ini, pengunjung juga dimanjakan dengan papan-papan yang berisi tulisan seperti will you merry me, i love you, i miss you, best friend, happy anniversary dan imotimot yang lucu. Untuk dapat menikmati Pantai Malibu Sunrise, pengunjung hanya membayar parkir Rp 2.000. Salah seorang pengunjung, Wayan Susmita saat ditemui dilokasi beberapa waktu lalu mengatakan, awalnya ia mengetahui Pantai Malibu Sunrise lewat sosial media. Karena melihat ada ayunan yang berdiri di atas air, ia pun menyempatkan diri datang ke pantai tersebut. “Pantai ini sangat bagus, selain ada ayunan untuk memanjakan diri, ada juga papan kayu yang berisi tulisan. Pas banget untuk mencurahkan isi hati dengan kata-kata yang ada di papan kayu tersebut sambil berselfie,” ujar Susmita. Sementara itu, penjaga Pantai, Sumadi mengatakan, semenjak dibuatkan ayunan,

Pantai Malibu Sunrise terus dikunjungi para wisatawan. Tidak hanya wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Apalagi bertepatan dengan hari raya Galungan dan Kuningan. “Dari pagi hingga sore pengunjung terus berdatangan. Mereka tidak lupa mengabadikan moment dengan berselfie. Ada juga yang bermain ayunan, meskipun airnya lagi pasang,” katanya. Selain pesona Pantai Malibu Sunrise, destinasi wisata di Nusa Penida juga memiliki sejumlah destinasi yang diburu pelancong. Diantaranya, Patai Crystalbay, Desa Sakti. Kemudian destinasi berikut tak kalah menarik dan fenomenal yakni Pantai/Pasih Uug dan Pantai Angel Billabong, Desa Bungamekar. Lokasi menjadi pilihan setelah Cryastalbay mengingat daerah ini sudah dikenal dengan keindahan pantai unik. l Winatha 26 September - 2 Oktober 2016

39


TRADISI

’’Nambeng’’ di Jungsri

Wujud Bakti Krama ’’Ngayah’’ Tulus Ikhlas

M

asih terkait dengan Ngusaba Dangsil, krama Desa Pakraman Jungsri Desa Bebandem, Kabupaten Karangasem, menggelar prosesi Nambeng atau Matambeng, Selasa (6/9) lalu. Prosesi ritual itu diselenggarakan di Pura Puseh dan depan Pura Puseh setempat. Bendesa setempat Wayan Muliastawa didampingi Prawartaka (Ketua) Karya Ngusaba Dangsil Jero Mangku Wayan Degeng, mengatakan Matambeng atau Nambeng merupakan wujud bakti seluruh krama, baik dewasa maupun teruna, ngaturang ayah ke hadapan Ida Batara secara tulus ikhlas. Usai persembahyangan, prosesi Nambeng digelar. Saat pratima Ida Batara Ayu di-pundut ke luar dari jeroan pura, di pintu jaba tengah di-tambeng (dihalangi) dengan dangsil taksu yang di-pundut krama Banjar Tohpati. Pratima Ida Batara Ayu (Batari Sri) dan Ida Batara makabehan kairing ke jaba, setelah didahului dengan prosesi Murwadaksina (diiring berjalan berputar sebanyak tiga kali ke arah kanan). Murwadaksina, wujud Ida Batara tedun dari alam Brahman. Saat prosesi Nambeng, pratima Ida Batara kapundut sekitar 40 teruna. Sementara krama banjar yang bertugas nambeng, mundut dangsil taksu. Teruna yang tak bertugas mundut pratima Ida Batara bertugas menerobos panambeng (penghalang). Penerobos diikuti teruna yang mundut pratima. Meski panambeng umumnya berbadan lebih kuat karena terdiri dari krama banjar dewasa, tetapi dalam sekejap panambeng berhasil diterobos. Pamargin Ida Batara pun lancar. Pratima Ida Batara kairing murwadaksina tiga kali mengelilingi ayunan, selanjutnya malancaran sampai ke ujung utara wilayah Desa Jungsri. Lalu berbalik menuju perbatasan selatan desa, namun di depan jaba Pura Puseh setempat sekali lagi menghadapi panambeng. Namun seperti prosesi Matambeng di candi bentar jaba pisan, teruna penerobos dengan cepat mampu membuka jalan bagi pamundut pratima Ida Batara. Sekembalinya ngiring pratima Ida Batara

40 26 September- 2

Oktober 2016

ke pangayengan Ida Batara Gunung Agung di dekat jembatan Jungsri, sesampai di Pura Puseh, krama panambeng ngaturang guru piduka. Guru piduka, kata Bendesa Wayan Muliastawa, sebagai permohonan maaf krama panambeng karena telah melakukan nambeng. Soal prosesi Nambeng itu, belum ditemukan sumber di desa itu, tapi diperkirakan prosesi itu simbol dan wujud bakti ngaturang ayah dari krama secara tulus ikhlas. Meski ada yang merintangi dan betapapun berat rintangan yang dihadapi, para pemuda yang bertugas mundut pratima Ida Batara dengan bakti tulus iklas berusaha mencarikan jalan menerobos segala halangan dan rintangan. Wayan Muliastawa mengatakan, dari tradisi yang diwarisi turun-temurun, Ida Batara di Jungsri ada kaitan, yakni putra Ida Batara Lingsir di Bungaya. Karena itu, tiap Ngusaba Dangsil di Bungaya, di Jungsri juga digelar Ngusaba Dangsil. Dangsil yang dihaturkan sebagai wujud persembahan dan rasa syukur atas hasil panen dan anugerah alam. ‘’Tiga hari usai puncak Ngusaba Dangsil di Bungaya yakni 29 Agustus lalu, disusul tiga hari kemudian puncak Ngusaba Dangsil di Jungsri yakni Kamis (1/9). Ida Batara Lingsir Desa Bungaya kairing tedun ngajengin (menyaksikan) putranya katuran saat puncak Ngusaba Dangsil di Jungsri. Seperti halnya di Bungaya saat prosesi Ngusaba Dangsil, seluruh krama yang hadir ke Pura Puseh Jungsri tak mengenakan baju dan destar. Seluruh krama hanya mengenakan kamben nangkah (sebatas dada). Warna selempot didominasi kuning dengan umpalumpal merah tua. Itu merupakan pakaian tradisi khas desa setempat. Pangayah sekaa teruna nyungklit keris. Namun, saat ngiring nambeng, keris disimpan di jeroan. l Budana Prosesi matambeng atau nambeng di Pura Puseh Desa Jungsri, Bebandem, Karangasem.


MBP/bud

26 September- 2 Oktober 2016

41


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

UNUD - ViceDirector of the International Affairs Universitas Tittori Daigaku, Jepang Prof. Reiko Ikeda, Ph.D. didampingi Associate Professor Ph.D. in Humanities Natsuho Iwata berkunjung ke Mataken Gakko Jalan Soka, Denpasar, Sabtu (10/9) lalu. Dalam kunjunganya tersebut, pihaknya ingin melakukan hubungan kerjasama di bidang pendidikan berupa pertukaran mahasiswa dengan Universitas Udayana (Unud).

SANTUNAN KEMATIAN - Realisasi program santunan kematian di Kabupaten Badung yang dinaikkan menjadi Rp 10 juta, tidak menunggu tahun depan. Pemerintah setempat memastikan program ini terealisasi September ini. Sebab, anggaran perubahan tahun 2016 ini menjadi tonggak awal dimulainya kebijakan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam melakukan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Hal itu ditegaskan Kabag Humas Pemkab Badung A.A. Gede Raka Yuda, Jumat (9/9).

MBP/ist

BUPATI KLUNGKUNG - Tidak mengajak seluruh SKPD terkait, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meninjau aset pemerintah, salah satunya Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) milik Pemerintah Kabupaten Klungkung yang berlokasi di Dusun Karangdadi, Kusamba, pada hari libur, Senin (12/9). Didampingi Kadis Peternakan, Perikanan dan Kelautan dan Kabag Humas, Bupati Suwirta meninjau seluruh bangunan yang sudah lama rusak parah akibat terjangan ombak tersebut.

FH UNWAR - Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Fakultas Hukum (FH) Universitas Warmadewa (Unwar) kini memasuki angkatan ke16. Program kerja sama FH Unwar dengan DPC AAI Denpasar ini diikuti 21 peserta dan dibuka, Sabtu (10/9) lalu. Pembukaan PKPA dilakukan Wakil Dekan I FH Unwar IA Putu Widiati, S.H., M.Hum. MBP/ist

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

42 26 September- 2

Oktober 2016


MBP/ist

UPACARA MAMUNGKAH - Krama Desa Adat Dalung, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung, melaksanakan upacara Mamungkah, Padudusan Agung dan Tawur Agung di Pura Dalem Desa Adat Dalung. Puncak karya pada Jumat (9/9) dihadiri anggota Komisi X DPR-RI I Wayan Koster bersama Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa.

MADE URIP - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. kembaliroad show turun ke bawah dengan melakukan Kundapil (Kunjungan Daerah Pemilihan) yang diawali dengan pembukaan Lomba Mancing Mania yang digelar STT Dharma Sentana di Banjar Desa Pakraman Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan, Minggu (11/9). Sehari sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan itu juga sempat menutup turnamen voli di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Tabanan. MBP/ist

UNWAR - Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar kuliah umum ‘’Diplomasi Australia Utara-Bali’’, Sabtu (10/9) lalu, dengan mendatangkan Konsul Jenderal (Konjen) RI Darwin Dr. Andre Siregar, Dh.D. Hadir juga Northern Territory Refrensentatif of Australia Mark Bruni, Presiden AIYANT Kyawnaing John Umar, Konjen Muda Protokol dan Konjen Daniel Sihombing. MBP/ist

ICNT - Internasional Conference of National Trusts (ICNT) ke-17 akan diselenggarakan di Gianyar pada 11 - 15 September 2017. Serangkaian kegiatan pendahuluan akan mulai dilaksanakan sebagai upaya membangun keterlibatan masyarakat Indonesia lebih luas. Konferensi organisasi pelestarian itu melibatkan delegasi dari berbagai negara dunia yang tergabung dalam The International National Trusts Organisation (INTO). MBP/ist

26 September- 2 Oktober 2016

43


S E N I B U DAYA

Kikuchi Isumi Pentaskan Tari Topeng Keras

W

isatawan asal Negeri Sakura Jepang, bernama Kikuchi Isumi pentaskan Tari Topeng Keras, sebuah tari tradisional milik masyarakat Hindu di Bali. Meski awalnya ada rasa ragu karena penontonnya adalah masyarakat Bali, namun setelah berada di atas panggung ia mampu mengapresiasikan tari berkarakter laki-laki itu. “Saya ingin mencoba membawakan tari laki-laki berkarakter keras,” ucapnya usai pentas dalam perayaan HUT Sanggar Seni Kembang Bali Desa Tunjuk belum lama ini. Dalam pentas itu juga diramaikan oleh seniman asing dari Amerika yang Cheko mementaskan wayang kulit serta permainan gender dari seniman asal Jepang. Orang asing itu memang sengaja datang untuk berpartisipasi ketika teman-temannya tampil dalam pentas. Sebagai warga asing mereka bergaul seperti menjadi warga asli Desa Tunjuk. “Saya senang sekali bisa bersosialisasi dengan masyarakat di sana,” katanya. Wanita yang akrab disapa Isumi ini mengaku menyiapkan waktu khusus agar bisa ikut pentas. Ia khusus datang ke Bali hanya untuk bisa pentas seni. Saat itu, ia diiringi oleh penabuh anak-anak yang merupakan anggota sanggar itu sendiri. Meski tak sesempurna penari Bali, namun Isumi mampu menghipnotis penonton dengan penampilannya penuh ekspresif itu. “Jujur, saya agak kesulitan dalam memberikan jiwa pada tapel (topeng) yang terbuat dari kayu itu,” ungkapnya. Wanita yang doyan dengan kuliner tradisional Bali itu mengatakan, dirinya sesungguhnya senang sebagai pemain gamelan Bali. Namun, untuk bisa menjadi penabuh yang baik itu mesti mengerti atau bisa menari, karena itu ia belajar khusus kepada seniman dari Desa Tunjuk yakni I Nyoman Sumandhi dan I Wayan Sutarta, anak kandungnya. “Kalau ke Bali, saya pasti menyempatkan diri mampir ke Rumah Pak Sumandhi, saya merasa sebagai rumah sendiri,” ujarnya. Isumi mengaku, belajar Tari Topeng tidak lebih dari lima bulan. Sambil belajar memainkan gender, ia juga belajar menari Bali khususnya Tari Topeng. Setelah masa beasiswa itu sudah berakhir, ia pulang ke negaranya untuk melanjutka studi. Isumi adalah salah satu Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar sebagai penerima Dharmasiswa sebuah beasiswa oleh pemerintah RI. “Mumpung ada di Bali, saya manfaatkan waktu untuk mempelajari keseniannya secara baik, termasuk ikut ngayah-ngayah di Purapura,” imbuhnya. Dalam pentasnya, ia sudah biasa membawakan Tari Panyembrana, Cendrawasih, Legong Kraton dan Trunajaya. Tari Bali ini ia pelajari di negerinya yang dilatih oleh seniman Jepang yang piawai menari Bali. “Saat itu, saya bermimpi bisa berlatih bersama orang Bali pemilik kesenian itu. Ternyata bisa juga, saya sangat bersyukur,” akunya dengan wajah senang dan bangga. l BTN/015

44 26 September- 2

Oktober 2016


Puri Kedisan Tempat Wisata Spiritual Puri Kedisan yang dibangun sekitar 1670 itu masih memiliki tatanan rumah kuno yang asri. Ada ancak saji dengan tumbuhan lokal yang menebar suasana adem. Aura magis terasa kuat yang berhembus dari Pusaka Puri berupa keris yang konon bergaya asli Blambangan (Jawa Timur). Pusaka ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan sesuwunan barong yang ada di desa itu. Pusaka ini medal (keluar) jika sesuwunan berupa barong itu masolah (menari). Di manapun barong itu malinggih (diletakkan) maka keris itu pasti ada di sana. Sesuwunan yang berupa barong ket, rangda dan topeng seperti wajah beberapa tokoh dalam cerita parwa itu medal setiap Buda (Rabu) Kliwon atau 30 hari setelah Galungan. I Gusti Ngurah Agung Mahajaya, salah satu tokoh Puri Kedisan mengatakan, Puri Kedisan sebagai pengayom kesenian yang ada di Desa Kedisan ini. Kesenian Gambuh masih lestari hingga sekarang. Begitu juga dengan Legong Leko yang ada Banjar Tangkup, topeng di Banjar Kebon, seni ukir di Banjar Bayat, seni patung di Banjar Pakudui dan anyaman. Kesenian itu juga dipentaskan setiap ada wisatawan yang berwisata ke puri. Ada tari-tarian yang disajikan jika ada wisatawan menyelenggarakan dinner di Puri Kedisan. “Belakangan ini ada saja wisatawan mancanegara yang berwisata ke Puri Kedisan. Mereka senang dengan tatanan bangunan yang masih unik, keseniannya, juga aura yang mereka rasakan,� papar Agung Mahajaya.   Puri Kedisan memang klasik dan sering dipilih sebagai tempat dinner. Dalam kegiatan ini melibatkan warga masyarakat sekitar, baik dalam menampilkan kesenian, tari, tabuh, kerajinan dan kegiatan lainnya. Menurut Agung Mahajaya, Puri Kedisan ini tergolong tua di Kabupaten Gianyar. Sejak 1600-an ketika kudeta Anak Agung Maruti, akhirnya Raja Gelgel memerintahkan leluhurnya membawa salah satu putranya bersembunyi di daerah kaja kauh (barat laut). Akhirnya sampai di Desa Timbul Tegalalang. Lalu, membuat Puri di Sukawati. Ada juga beberapa yang tinggal menetap di Timbul Tegalalang. Nah, keturunan Patih Anglurah Sideman, pangkat kepatihan pada zaman Waturenggong yang tinggal di Desa Timbul (Kedisan sekarang) kemudian membentuk kesenian, seperti gambuh, lenggong leko dan lainnya. l BTN/015 26 September- 2 Oktober 2016

45


PROPERTI

Ornamen Menambah Nilai Estetis pada Bangunan 46 26 September- 2

Oktober 2016


MBP/dok

SEBUAH bangunan akan menjadi lebih indah akan dipengaruhi dengan hiasan tambahan lainnya. Hiasan ini bisa dalam bentuk ornamen yang bisa menempel pada bangunan. Penggunaan ornamen akan memberikan kesan lebih indah pada suatu bangunan. Terlebih, bangunan tradisional sangat kental dengan penggunaan ornamen. Seperti penggunan ornamen Bali pada bangunan yang kini mulai marak dilakukan. Penggunaan ornamen Bali pada bangunan dinilai dapat memberikan nilai lebih pada bangunan. Terlebih, penggunaan ornamen Bali sangat fleksibel pada semua jenis bangunan. “Ornamen Bali sangat memungkinkan digunakan pada berbagai jenis bangunan,� ujar anggota Komisi III DPRD Denpasar I Wayan

Suadi Putra, S.T., beberapa waktu lalu. Pada sebuah blog pribadi Suryalaya, yakni Kamaludin Godebag menuliskan, perkataan ornamen berasal dari kata Ornare (bahasa Latin) yang berarti menghiasi, dalam Ensiklopedia Indonesia p. 1017, ornamen adalah setiap hiasan bergaya geometrik atau yang lainnya; ornamen dibuat pada suatu bentuk dasar dari hasil kerajinan tangan (perabot, pakaian, dsb) dan arsitektur. Dari pengertian tersebut jelas menempatkan ornamen sebagai karya seni yang dibuat untuk diabdikan atau mendukung maksud tertentu dari suatu produk, tepatnya untuk menambah nilai estetis dari suatu benda/ produk yang akhirnya pula akan menambah nilai finansial dari benda atau produk tersebut.

Dalam hal ini ada ornamen yang bersifat pasif dan aktif. Pasif maksudnya ornamen tersebut hanya berfungsi menghias, tidak ada kaitanya dengan hal lain seperti ikut mendukung konstruksi atau kekuatan suatu benda. Sedangkan ornamen berfungsi aktif maksudnya selain untuk menghias suatu benda juga mendukung hal lain pada benda tersebut misalnya ikut menentukan kekuatanya (kaki kursi motif belalai gajah/motif kaki elang). Ornamen adalah pola hias yang dibuat dengan digambar, dipahat, dan dicetak, untuk mendukung meningkatnya kualitas dan nilai pada suatu benda atau karya seni. l Asmara Putera

26 September- 2 Oktober 2016

47


HIBURAN

Kim Kardashian

”Selfie” 6.000 Kali K

im Kardashuan mengungkapkan punya 6.000 swafoto selama empat hari liburan di Punta Mita, Meksiko, bulan lalu. Penulis “Selfish” itu mengungkapkan angka tersebut diaplikasi Kendall Jenner dalam post berjudul “KimDigits: The Breakdown of My Mexico Vacation”. Setiap hari, Kim berfoto selfie sebanyak 1.500 kali. Meski Kim berganti bikini hingga sembilan kali selama liburan, dia sama sekali tidak menghabiskan waktu untuk berjemur di bawah sinar matahari. “Saya terlalu sibuk berfoto,” jelasnya. Meski demikian, bintang “Keeping Up With the Kardashians” itu bisa menyempatkan diri bermain selama empat jam dengan anak-anaknya, North dan Saint West, di pantai, seperti dilansir Ace Showbiz. Kim sebelumnya mengaku ketagihan selfie yang dialaminya itu “konyol”. Ratu selfie itu mengatakan pada AdWeek pada Maret 2015, “Banyak orang berpikir selfie itu konyol. Bagi saya, yang lucu adalah saya suka berfoto dan mengunggahnya ke media sosial untuk kenang-kenangan. Memang konyol, tapi menyenangkan. Saya melihatnya sebagai scrapbook yang menyenangkan untuk dikenang.” l kmb MBP/rtr

48 26 September- 2

Oktober 2016


MBP/ant

Gatot Brajamusti Minta Temannya Pantau “D.P.O” P E M U TA R A N p e r d a n a f i l m “D.P.O” (Detachment Police Operation) tetap berjalan meski pemeran utamanya, Gatot Brajamusti alias Aa Gatot, berhalangan hadir karena terjerat kasus narkoba dan kepemilikan senjata api. Walau tidak bisa datang ke pemutaran perdana filmnya, Gatot telah

meminta tolong rekannya, pesinetron Deden Bagaskara, menghadiri penayangan film itu. Deden sempat mengunjungi Gatot saat berada di Jakarta beberapa waktu lalu. “Dia minta saya membantu memantau proses penayangan, bagaimana aspirasi dan animo masyarakat,” kata Deden sebelum penayangan “D.P.O”

di Jakarta, belum lama ini. Gatot Brajamusti berperan sebagai Kapten Sadikin yang bertugas menumpas kejahatan, karakter yang bertolak belakang dengan apa yang sekarang sedang dia jalani di dunia nyata. l kmb 26 September- 2 Oktober 2016

49


A KT I V I TA S

MBP/ist

BPR SRI PARTHA - Para direksi, staf, komisaris dan karyawan/wati BPR Group Sri Partha Pusaka (BPR Sri Partha, BPR Antenk, BPR Ashi, BPR Pusaka dan BPR Tish), Sabtu (10/9), di BPR Ashi, Jalan Raya Sempidi, Mengwi, Badung, melaksanakan bakti sosial donor darah bekerja sama

MBP/ist

POKLAHSAR - Kabupaten Tabanan kembali menorehkan prestasi. Kali ini prestasi datang dari Poklahsar (Kelompok Pengolah dan Pemasaran) Taman Griya, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri. Poklahsar tersebut

dengan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Provinsi Bali.

berhasil menyabet juara I dalam Lomba Poklahsar Ting-

Kegiatan ini rutin digelar enam bulan sekali.

kat Provinsi Bali pada 7 Juni 2016 lalu.

FISIP UNR - Melepas 78 mahasiswa S-1 Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ngurah Rai (UNR) menggelar yudisium di Gedung Serbaguna UNR, Rabu (14/9). Acara itu dihadiri Ketua Yayasan Jagadhita, Rektor UNR, para Dekan dilingkungan UNR, Direktur Pascasarjana UNR, para dosen dan seluruh calon wisudawan. MBP/ist

FE UNWAR - Program kelas reguler B Fakultas Ekonomi (FE) Unwar memang pas bagi mahasiswa yang ingin kuliah sambil kerja atau kerja sambil kuliah. Tahun ini, kelas reguler B FE Unwar membeludak yakni diikuti 352 mahasiswa baru. Mahasiswa baru reguler B, Rabu (14/9) malam kemarin mendapat ceramah akademik di perguruan tinggi (PT).

50 26 September- 2

Oktober 2016


154 |26 September - 2 Oktober 2016

Bangkitkan Pertanian Bali

RP 20.000


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 154 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu