Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 150 | Balipost.com

Page 1

150 |22 - 28 Agustus 2016

Penyelundupan Sapi Bali Terus Terjadi RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI lMenjaga Toleransi, Mengawal Kebhinekaan 6 BALI SEPEKAN lDewan Soroti Tower di Gilimanuk 7 LAPORAN UTAMA l Terus Terjadi, Penyelundupan Sapi Bali 8

l Di Bangli Populasinya Meningkat Dua Persen Per Tahun 10 l Miliki Bibit Kualitas Tinggi Klungkung akan Kembangkan Sapi Bali 11 POLITIK lJokowi Harus Banting Setir 16 lMenggugat Serapan APBD 17 KIPRAH REMAJA l ”Keep on Smiling”

LENSA l Bebean 26

OLAHRAGA l Tentang Pemain No.10 28 PENDIDIKAN l Angka Buta Aksara Tembus 5.494 Orang 32 FULL DAY SCHOOL l Jangan Sekadar Sensasi 36 PARIWISATA l Mengamankan Kampung Turis Kuta dari Teror 38

Ajak Generasi Muda Berbuat Positif 18

MANCANEGARA l Bocornya Penyiksaan di Nauru 20 DAERAH l UU Desa Picu Keresahan Kadus 22

HIBURAN l Lala Karmela

Gugup Jadi “Istri” Chicco Jerikho 44

TRADISI l ”Usaba Puseh” Desa Ngis

Unik, Berlangsung Enam Hari Lima Malam 46

PROPERTY l Dinding Rumah dari Batu Alam

Memberi Kesan Natural 48

22 - 28 Agustus 2016

3


DARI PEMBACA

Dana Punia Umat Pura Kerta Jaya Tangerang Tak Punya Jalan Masuk P

ura Kerta Jaya, Tangerang di Jalan KS Tubun 108 Tangerang terus ditata. Pura yang dibangun tahun 1982 ini hingga saat ini belum memiliki akses masuk yang memadai dan pintu gerbang utama. Selama ini, umat yang hendak tangkil menggunakan lahan sempit yang merupakan gang. Untuk pembuatan jalan dan pintu gerbang utama ini, pangemong berencana akan membebaskan lahan seluas 2.200 m2 dengan harga sekitar Rp 10 miliar. Saat ini kami sudah mengumpulkan dana Rp 4 miliar untuk membebaskan tanah guna jalan masuk ke pura. Untuk menutupi kekurangan dana ini, kami mohon dana punia umat. Pura yang berlokasi di Kota Madya Tangerang ini prosesi ngenteg linggih-nya dilakukan tahun 1989. Luas areal pura saat ini mencapai 2.200m2. Pangemong mencapai 550 KK atau 2.000 jiwa dibagi dalam enam tempek. Punia bisa disalurkan ke redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 a Denpasar atau rekening Dharma Dana BNI 0297130144 a/n Dharma Dana pura Kerta Jaya Tangerang atau Rekening Panitia Vidya Kerta Jaya BRI 201101000074307. Untuk mendukung kelancaran pembebasan lahan untuk pembangunan pintu gerbang ini, kami berharap dukungan para umat dan bhakta. I Gusti Made Artha Klian Banjar Tangerang

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana Sugiartha Redaksi Dira Arsana, Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Diah Dewi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada, . Bangli: Ida Ayu Swasrina, Sosiawan. Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

22 - 28 Agustus 2016

4


Dominan Bela Penyandang Dana BANTUAN keuangan untuk partai politik (parpol) belakangan kembali menguat. Selama ini bantuan keuangan partai politik dominan datang dari kader dan partisipan atau donator yang memiliki kepentingan strategis dengan partai politik. Bantuan ini juga kerap dijadikan jembatan untuk melakukan komunikasi politis ekonomis ketika partai yang diberi sumbangan berkuasa. Dengan cara ini juga parpol diyakini lebih membela kepentingan penyandang dananya, bukan mengedepankan idealismenya. Untuk menguatkan dan menjadikan parpol benar-benar mandiri negara pun berencana meningkatkan kontribusi kepada partai politik. Kemandirian parpol ini pun diharapkan menekan korupsi dan memangkas uang mahar partai saat pilkada. Menyikapi hal ini, Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban yang masuk, responden yang mendukung dan menolak nyaris seimbang. Tercatat 49,27 persen menyatakan dukungannya, sedangkan yang tak setuju mencapai 47,32 persen. Responden menilai, negara memang harus berkontribusi pada penguatan pilar pembangunan demokrasi. Bantuan keuangan ini harus menjadi alat kontrol pengelolaan partai politik dan membuat partai politik tertib menggunakan ang-

garan. Selama ini pelaporan keuangan partai politik sering tak transparan. Oknum politisi sering menggali dana partai lewat jalan yang salah. Ke depan, bantuan keuangan untuk parpol ini juga harus diimbangi dengan langkah strategis untuk membatasi jumlah parpol. Jumlah partai politik yang amat banyak membuat kekuatan politik tak terkonsentrasi sehinga konflik lebih dominan. Di lain pihak, 47,32 persen responden mengaku tak setuju jika partai politik dibiayai negara. Dalam memperjuangkan ideologi dan kepentingan partainya membangun negara, partai politik harus mandiri. Campur tangan negara dalam pemberian anggaran atau bantuan keuangan akan menyuburkan fungsi partai sebagai lapangan pekerjaan. Dengan menjadi bagian partai politik, seseorang tentu punya peluang mengelola anggaran negara. Partai harus diberikan rambu-rambu yang jelas dalam mencari dana partai dan melaporkannya secara terbuka. Sanksi terhadap pelanggaran juga harus jelas. Responden meyakini bantuan keuangan bagi parpol tak akan menjamin berkurangnya korupsi. Masalahnya, politisi di negeri ini tak semuanya menjadikan partai sebagai media perjuangan ideologis, tetapi menjadikan parpol sebagai media mengaktualisasikan keinginan untuk berkuasa. Sementara 3,41 persen responden tak bersedia memberikan pernyataan setuju

atau tidak. Responden kelompok ini dominan mengaku sudah tak percaya pada partai dan apriori dengan pesta demokrasi. Responden justru menyarankan agar pemerintah meninjau kembali UU Partai Politik agar tak setiap pemilu jumlah partai bertambah namun orang-orangnya tetap sama. l Dira Arsana

22 - 28 Agustus 2016

5

5


opini

I

Menjaga Toleransi, Mengawal Kebhinekaan

ndonesia yang dikenal dengan Bhineka Tunggal Ikanya sedang mengalami kepiluan yang tak tertahankan. Gema yang memilukan datangnya dari corong berita-berita di negeri ini dengan pertunjukkan yang sifatnya serius menggambarkan kritisnya semboyan bangga tanah air yang berarti “berbeda-beda tetapi satu jua.� Popularitasnya hampir-hampir punah dihimpit oleh keadaan tak bersahabat yang ditimbulkan oleh oknum-oknum tertentu yang dibungkus dengan semangat kepentingan terselubung berwajah menjanjikan harapan kosong sebuah kedamaian semu. Setiap mata melihat keadaan yang melukai sendisendi kebhinekaan di negeri ini. Penyakit radikalisme memberi andil yang cukup besar mengobrak-abrik kesatuan bangsa. Isu etnis yang cepat membara menjadi seruan-seruan yang menambah pilunya keadaan negeri ini. Aspek agama yang seharusnya menjadi lumbung rohani turut menjadi korban saat dikendarai oleh orangorang tertentu. Menyulut perbedaan sebagai topik yang harus membuat satu sama lain tidak dapat berdampingan hidup. Seruan “satu nusa, satu bangsa� terhimpit oleh gerakan-gerakan yang mengedepankan perbedaan hakiki masing-masing pencari Tuhan dan kebenaran. Sekalipun lahir dan dibesarkan dari negara yang sama, menggunakan bahasa yang sama, tercatat sebagai warga negara yang sama, namun terkesan membuat sebuah perbedaan dari sisi hak untuk menjalankan kehidupan di tanah air yang sama, termasuk hasrat hati untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta pun menjadi pemikiran serius yang harus diurusi oleh aturan bersifat diskriminatif. Kemerdekaan yang dulunya dicapai bersama oleh semua unsur di negeri ini, mulai tergeser menjadi hak-hak kelompok tertentu yang seolah-olah menganggap sebagian dari rakyat Indonesia tidak pantas untuk menikmati jerih lelah para pendahulu bangsa ini. Kemerdekaan seolah hanya menjadi milik orang-orang tertentu. Tak terkecuali koruptor-koruptor menghianati kepentingan rakyat banyak demi kepentingan pribadinya. Hak yang semestinya harus dinikmati oleh rakyat justru dirampas oleh kepentingan-kepentingan yang

6

Oleh Suardin Gaurifa

hanya tertuju pada diri sendiri. Bukankah ini memperlihatkan sebuah keadaan yang kompleks bagi bangsa ini? Sampai kapan ini harus dipertontonkan di negeri yang di bangun di atas dasar “kebhinekaan� ini? Kesalingcurigaan dan kesan punya hak lebih dari pada yang lain sepertinya sudah menjadi sesuatu yang sangat legal. Di beberapa tempat pendirian rumah ibadah menjadi kerja keras yang sangat sulit direalisasikan. Munculnya penolakanpenolakan tertentu dengan berbagai alasan. Pengrusakan tempat-tempat ibadah seolah tindakan biasa yang hampir setiap saat dipertontonkan tanpa perasaan bersalah. Hukum seolah tak berdaya membendung tindakan-tindakan anarkis yang menciderai hak hidup sebagian orang di negeri ini. Intimidasi terhadap hak hidup sebagian orang sudah terang-terangan disuarakan di depan umum. Semangat untuk menghambat orang tertentu dalam mendapatkan hak asasinya seolah menjadi makanan sehari-hari setiap kita di berbagai media yang tersedia. Bukankah ini menunjukkan tanda-tanda yang kuat bahwa bangsa kita sedang mengalami kemunduran yang sangat besar dari sisi toleransi nya? Hak hidup banyak orang di negri ini sedang dihianati oleh sikap intoleran yang datangnya dari berbagai aspek kehidupan. Seluruh lini sedang terinveksi virus intoleran. Mulai dari hak pendidikan, hak memperoleh kesehatan, hak untuk membangun kehidupan iman, hak untuk menjadi pemimpin di negeri sendiri, dan sebagainya justru masing-masing memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Bangsa Indonesia sudah terbiasa menghadapi medan-medan tersulit dalam sejarah kehidupannya. Masa kelam yang pernah menghantui negeri ini melalui para penjajah yang silih berganti menjadi pengalaman terbaik yang mendidik bangsa kita untuk bertahan dan keluar dari masa-masa kritisnya. Kalau dengan penjajah bangsa ini mampu melepaskan diri dan tampil sebagai pemenang menghancurkan kerasnya kekuatan penjajahan, maka dengan penjajah-penjajah

berwajah intoleran juga akan masuk dalam bilangan-bilangan tantangan besar yang sebelumnya mampu diatasi oleh negara kesatuan Republik Indonesia. Setiap penyakit selalu ada obatnya menjadi secerca harapan yang baik bagi negeri kita untuk meninggalkan masa-masa kritis intoleran kepada masa yang baru seperti sediakala yang dikenal dengan kebhinekaannya, keramahannya, kesatuannya, tepa selironya dan semboyan sambung-menyambung menjadi satu itulah Indonesia. Saling menghargai perbedaan, menghormati hak-hak orang lain, bangga menjadi bangsa yang besar dengan suku bangsa, agama dan ras yang berbedabeda namun disatukan dalam kerangka mulia Pancasila. Muatan materi pendidikan yang diselenggarakan secara formal maupun non formal harus diagendakan secara serius untuk diawasi. Hal ini akan menjadi filter yang baik bagi upaya pencegahan indoktrinasi radikalisme terhadap penerus bangsa ini. Gerakan pembersihan radikalisme dan provokasi pengacau bangsa ini harus digulirkan dari tingkat pusat sampai kepada tingkat terendah wilayah bangsa ini. Demikian juga pemerintah dan aparat harus mampu membangun sistem rekruitmen aparatur negara yang kapabel untuk membentengi bangsa dari kelompok-kelompok radikalisme yang bisa saja menyusup pada tempat-tempat yang strategis di negeri ini. Terlebih aparat keamanan seperti TNI dan Polri harus memikirkan cara untuk menyeleksi calon-calon pasukan baru dari kelompok masing-masing sebagai upaya antisipatif bagi strategi kaum radikalisme yang bisa saja mencoba untuk masuk pada titik-titik kekuatan bangsa ini. Ketegasan hukum bagi siapapun pelaku kekerasan, provokasi dan penyebar radikalisme menjadi salah satu upaya strategis untuk memerangi kekacauan di negeri ini. Penyelenggaraan hukum yang konsisten sangat menambah kekuatan dalam membasmi musuh yang tidak pernah bisa dimaafkan tersebut. Ketika hukum dilaksanakan dengan semestinya maka dengan sendirinya memberikan pendidikan yang baik bagi segenap warga negara. Penulis dosen dan konsultan

22 - 28 Agustus 2016

6


BALI SEPEKAN

Sindikat Pengedar Dolar Palsu Ditangkap

Dewan Soroti Tower di Gilimanuk MENJAMURNYA pendirian tower di Kelurahan Gilimanuk menjadi sorotan DPRD Jembrana. Penempatan tower itu dinilai tidak sesuai dengan peruntukan tanah di Gilimanuk. Dewan menyesalkan pihak terkait bisa mengeluarkan izin berdirinya tower-tower tersebut. Ketua DPRD Jembrana, I Ketut Sugiasa, Rabu (10/8) mengatakan selama beberapa tahun terakhir ini, jumlah tower yang berdiri terus bertambah. Bahkan hingga ke permukiman dan kawasan pariwisata yang saat ini sedang gencargencarnya ditata pemerintah. “Ini sudah tidak sesuai dengan peruntukkannya, di sini (Gilimanuk) untuk pariwisata, spiritual, kuliner. Bukan untuk tower,”

MBP/olo

tegasnya saat mengecek proyek pembangunan Terminal Kargo, Lingkungan Penginuman, Gilimanuk. Banyaknya tower yang berdiri ini menurutnya tidak sejalan dengan rancangan awal menata Gilimanuk. Namun faktanya, beberapa tower yang baru dibangun itu ternyata sudah mengantongi izin. Karena itu, pihaknya menyoroti kinerja Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Hubkominfo) yang memiliki kajian teknis pendirian tower. Sejak dari awal, kawasan yang saat ini dibangun Terminal Kargo ini memang untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), bukan untuk tower. l Surya Dharma

KOMPLOTAN pengedar dolar AS palsu yakni Edi Efendi Tjhin alias Hilip, Lim Fo Khuan alias Aliong (42), Jarot alias Akim alias Aming (46) dan Ng Neng Tju alias Merry (62) ditangkap anggota Polsek Denpasar Selatan (Densel) di hotel wilayah Denpasar dan Kuta, Selasa (9/8) lalu. Barang bukti yang diamankan dolar AS senilai Rp 7,6 miliar. Mereka beraksi dengan modus mengajak korban berjudi. ‘’Sindikat asal Jakarta ini pura-pura mau beli tanah korban bernama Darwin Iskandar di Jalan Sedap Malam seluas 3 are dan harganya Rp 6 miliar,’’ tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo didampingi Kapolsek Denpasar Selatan AKP Aris Purwanto. Saat diperiksa di Polsek Densel, Philip berperan sebagai milioner. Dalam aksinya dia mengaku sebagai warga negara Malaysia. Pelaku juga berperan membawa dolar Amerika 580.000 palsu pecahan 100 dolar. Selanjutnya Buser Polsek Densel menangkap Akim dan Aliong di Hotel Taman Wisata di Jalan Nangka Selatan, Denpasar pada Selasa pukul 01.30 Wita. Selain itu, polisi mengamankan 10 HP berbagai merek. Sedangkan Aliong berperan sebagai pencari target. Selanjutnya pukul 03.00 Wita, petugas mengamankan Merry di Hotel J di Jalan Raya Tuban, Kuta. Tersangka berperan sebagai bibi Philip dan merayu agar korban mau diajak berjudi. l Kerta Negara

Diterjang Gelombang

Belasan Jukung Nelayan Pantai Ujung Rusak CUACA buruk tak kunjung reda di perairan Karangasem. Situasi ini membuat belasan jukung nelayan saat diparkir di tepi pantai setempat mengalami kerusakan lantaran diterjang ombak ganas. Seperti yang terjadi di sepanjang garis Pantai Ujung, rusaknya perahu nelayan membuat sebagian nelayan tak bisa melaut dalam waktu yang cukup lama. Salah satu nelayan, Artawan, Selasa

(9/8) mengatakan cuaca buruk sudah terjadi sejak dua pekan terakhir. Gelombang tinggi memaksa mereka tertahan di tepi pantai dan harus berpikir keras mencari alternatif pekerjaan lain. Ombak tinggi di tepi pantai juga memaksa nelayan harus mengamankan perahunya. Masalahnya, halaman parkir perahu nelayan makin sempit. Berdasarkan pantauan Majalah Bali Post di garis pantai ini, ratusan jukung

tengah parkir hampir sejauh satu kilometer ke barat. Belasan jukung di antaranya masih terbengkalai karena rusak. Meski mayoritas nelayan tak melaut, beberapa nelayan lainnya ada juga yang nekat melaut karena tuntutan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu nelayan lainnya, Lalu Mahsyur, mengatakan, dirinya terpaksa melaut karena tuntutan ekonomi. l Bagiarta 22 - 28 Agustus 2016

7

7


LAPORAN UTAMA

Terus Terjadi, Penyelundupan Sapi Bali

P

enyelundupan Sapi Bali keluar Bali masih terus terjadi. Kendati Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan kuota pengiriman Sapi Bali, namun tetap saja masih ada upaya penyelundupan. Belum lama ini, diamankan puluhan bibit sapi Bali yang dikirim melalui pelabuhan Ketapang. Tak heran, dari tahun ke tahun, jumlah sapi Bali yang keluar Bali lebih banyak dari kuota yang ditentukan. Dari penelusuran Majalah Bali Post, aksi penyelundupan ini dilakukan dengan berbagai cara. Tidak hanya melalui pinggir-pinggir pantai pesisir Jembrana dan Buleleng saja. Jalur tikus juga bisa dilalui lewat pelabuhan besar, di Gilimanuk. Dari pengakuan “pelaku” penyelundupan, selain di jalur tikus pesisir Melaya, penyelundupan juga biasa dilakukan secara “legal”. Modusnya dengan memalsukan surat jalan, sehingga bisa leluasa jalan. Aksi ini biasanya dilakukan pada malam atau dinihari. Satu ekor sapi, dihargai Rp 500 ribu dan dikoordinir oknum yang menyelundupkan lewat jalur resmi tersebut. Modus lain adalah dengan mengekor truk yang hendak mengirim resmi sapi. Sehingga semestinya dua truk misalnya, bisa tiga atau empat truk melintas. “Sapisapi Bali ini diselundupkan lintas pulau. Tidak hanya sampai di Jawa (Jakarta), tapi sampai Kalimantan,” aku narasumber yang enggan disebutkan ini. Tak heran, selama kurun waktu tiga tahun terakhir banyak sapi Bali yang keluar Bali termasuk bibit sapi melebihi kuota yang ditentukan. Tarif penyelundupan menurutnya juga berbeda antara di jalur tikus (pesisir pantai) dengan di pelabuhan resmi. Adapula yang melintasi jalur penyeberangan dari Bali langsung ke Madura.

8

Permintaan yang tinggi Sapi Bali ini yang menjadi pemicu penyelundupan terus terjadi. Kendati pemerintah daerah provinsi sudah berupaya melindungi dengan membatasi jumlah sapi yang keluar Bali, tidak dapat menjamin. “Permintaan di Jawa tinggi, daging sapi Bali ini juga paling diminati,” tambah sumber ini. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Jembrana I Ketut Wiratma ditanya terkait kuota sapi Bali ini menyebutkan dari koordinasi tahun ini di Bali ditetapkan 45 ribu ekor setahun. Itupun juga harus diseleksi (berat dan jenis). Sapi betina produktif tidak boleh dikirim keluar. Dari tahun ke tahun diakuinya kuota terus menurun karena populasi sapi Bali yang semakin memprihatinkan. Ia mencontohkan di Jembrana saja, dari tahun 2011 hingga saat ini terus merosot rata-rata 1.000 ekor per tahun. Saat ini populasi khusus di Jembrana (data 2015) mencapai 51.825 ekor. Turun dibandingkan tahun 2011 yang sebanyak 54.134 ekor sapi. “Yang paling parah tahun 2012, populasi sapi Bali di Jembrana anjlok drastis. Ya banyak faktor, selain lambat berkembang, juga adanya dugaan banyak sapi yang keluar Bali,” tandas Wiratma. Seperti saat pengiriman bibit beberapa tahun lalu ke salah satu kabupaten di Kalimantan. Dari kuota enam ribu bibit sudah terpenuhi sebelum kuota pengiriman habis. Sehingga menjadi sorotan, dari mana sapi-sapi itu didatangkan sedangkan kuota pengiriman bibit Sapi di Bali saat itu masih tersisa. Namun, terkait penyelundupan, pihaknya tidak mengetahui pasti. Yang jelas, menurutnya, sapi Bali ini harus dijaga populasinya. l Surya Dharma

22 - 28 Agustus 2016

8


Sapi Bali yang memiliki ciri tersendiri sangat diminati untuk sapi pedaging. Namun upaya pemerintah untuk mengendalikan populasi sapi di Bali dirongrong aksi penyelundupan yang marak.

MBP/olo

15 - 21 Agustus 2016

9

9


LAPORAN UTAMA

Di Bangli

Populasinya Meningkat Dua Persen Per Tahun

S

api Bali merupakan salah satu jenis sapi di Indonsia yang banyak dibudidayakan petani. Banyaknya keunggulan yang dimiliki yakni dari segi kualitas daging dan daya adaptasi lingkungannya yang baik, membuat pengembangan sapi Bali selama ini merata di hampir seluruh wilayah di Bali salah satunya Bangli. Di kabupaten berhawa sejuk ini, jumlah populasi sapi Bali tergolong cukup tinggi. Berdasarkan data terakhir yang dimiliki Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bangli, tercatat jumlah populasi sapi di Bangli tahun 2015 mencapai 72.780 ekor. Jumlah tersebut tersebar di empat kecamatan yakni 42.140 ekor di Kecamatan Kintamani, 9.870 ekor di Kecamatan Tembuku, 10.683 di Kecamatan Susut dan 10.187 di Kecamatan Bangli. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bangli Wayan Sukartana mengatakan, sebenarnya sesuai pengembangannya, Bangli bukan merupakan pusat pengembangan sapi Bali melainkan babi. Namun demikian, populasi sapi Bali di Bangli selama ini diakuinya cukup tinggi bahkan cenderung mengalami peningkatan hingga dua persen setiap tahunnya. Banyaknya jumlah populasi sapi Bali di Bangli dikarenakan hampir semua petani di Bangli memelihara rata-rata dua hingga tiga ekor sapi. “Oleh sebagian besar masyarakat Bali dijadikan sebagai komponen pendukung usaha tani. Hampir setiap petani yang memiliki lahan yang cukup memelihara sedikitnya satu hingga dua ekor sapi,” terangnya. Sukartana mengatakan, adapun alasan dipilihnya sapi Bali sebagai pendukung usaha tani di samping karena keunggulannya juga dikarenakan permintaan pasar terhadap hewan berkaki empat ini tidak pernah surut. Tak hanya itu harga sapi Bali di pasaran juga cukup tinggi sehingga cukup menguntungkan bagi petani.

10

Sukartana mengatakan, selama ini para petani banyak yang mengembangkan sapi dengan sistem penggemukan. Dimana dengan kurun waktu pemeliharaan 1,5 tahun sapi sudah bisa dijual. Sementara itu, dalam upaya untuk menggenjot jumlah populasi sapi di Bangli, Sukartana mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah upaya. Salah satunya yakni melakukan gertak birahi inseminasi buatan (GBIB). Dimana, dalam menyukseskan program ini pihaknya menerjunkan petugas penyuluh lapangan (PPL) peternakan untuk membantu petani. Dalam program ini peternak tidak dipunggut bayaran, dari merangsang, kawin suntik hingga pengecekan kebuntingan. Selain itu pihaknya juga berupaya meningkatkan

SDM peternak dengan memberikan pelatihan baik dalam membuat pakan, pemeliharaan hingga perbaikan menajemen/pola pemeliharaan. Sementara itu untuk mempertahankan kelestarian sapi Bali, Sukartana mengatakan bahwa pihaknya selama ini juga melakukan beberapa upaya salah satunya yakni dengan menghidarkan petani untuk menjual sapi betina. “Kami sangat mengindari petani agar tidak menjual sapi betinanya. Kecuali jika sapi betina yang dimiliki memang kurang produktif,” terangnya. Disamping itu pihaknya juga memperbaiki kualitas umur dengan memperhatikan cara pemeliharaan dan mutu pakan. l Swasrina

MBP/ina

Sapi Bali di Pasar Hewan Kayuambua, Susut, Bangli.

22 - 28 Agustus 2016

10


ADVErTORIAL

Miliki Bibit Kualitas Tinggi

Klungkung akan Kembangkan Sapi Bali SELAIN mengembangkan pertanian, Kabupaten Klungkung berupaya untuk mengembangkan peternakan khususnya ternak sapi. Mengingat saat ini Kabupaten Klungkung sangat terkenal dengan bibit sapi Nusa Penida yang dijual ke berbagai kabupaten lainnya untuk penggemukan. Untuk mengembangkan ternak sapi tersebut, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta berupaya untuk mengembangkan penggemukan di daerah-daerah yang memiliki pakan sapi melimpah. Bupati Suwirta saat dihubungi Kamis (11/8) mengungkapkan, perhatiannya terhadap ternak sapi di Kabupaten Klungkung. Pasalnya, Kabupaten Klungkung telah memiliki nilai plus dengan hasil bibit sapi unggul. Untuk itu pihaknya berupaya untuk mempertahankan bibit unggul sapi Nusa Penida ini agar tetap bisa dikembangkan di Klungkung. Pengembangan bibit unggul sapi Bali ini sejalan dengan diraihnya sertifikat dari Kementrian Pertanian sebagai wilayah pembibitan sapi Bali di Nusa Penida. “Kita telah meraih sertifikat untuk pembibitan sapi Bali, untuk itu harus dikembangkan terus,” bebernya. Selama ini, Nusa Penida dikenal sebagai penjual terbesar bibit Sapi Bali yang didistribusikan ke kabupaten lain salah satunya Karangasem. Bupati Suwirta berupaya untuk mengembangkan terus bibit sapi Bali ini agar dapat menguntungkan saat dilakukan penggemukan. “Dengan kualitas yang unggul, harga dari bibit sapi ini memiliki harga yang cukup tinggi untuk para peternak yang melakukan pembibitan,” tuturnya. Sementara itu, di Nusa Penida usaha penggemukan masih terbatas mengingat jumlah pakan yakni rerumputan dan tanaman lainnya masih terbatas. Apalagi, Nusa Penida sangat merasakan dampak dari kekeringan saat musim kemarau. Untuk itu diperlukan sistem penggemukan yang terintegrasi di seluruh Klungkung sehingga upaya pengembangan ternak sapi bisa maksimal. Mengingat di keca-

MBP/ist

Bupati Suwirta mengecek ternak sapi yang ada di Kabupaten Klungkung.

matan lainnya seperti Banjarangkan dan Dawan memiliki potensi untuk pengembangan ternak sapi. Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (PPK) Kabupaten Klungkung I Gusti Ngurah Badiwangsa mengakui hingga saat ini penjualan anak sapi di kalangan peternak tetap terjadi. Pihaknya mengaku tidak dapat menahan keinginan peternak untuk menjual anak sapinya. Meski begitu, peternak sapi lebih memilih untuk menjual sapi jantan dibandingkan betina. “Sapi jantan yang dijual di Kabupaten Klungkung dan sapi betina dipelihara,” bebernya. Keterbatasan jumlah pakan menyebabkan penggemukan sulit dilakukan di Klungkung. Berbagai upaya telah dilakukan para peternak seperti memberikan bunut hingga memberikan konsentrat pada sapi. Namun tidak semua anak sapi

dapat dilakukan penggemukan di Kabupaten Klungkung. “Tidak semua bisa digemukan di Klungkung. Kebanyakan dikirim ke kabupaten lain. Kita tidak bisa menahan peternak untuk menjualnya,” ujar Badiwangsa. Meski begitu pihaknya meminta agar bibit-bibit unggul Nusa Penida tidak dijual keluar sehingga Kabupaten Klungkung dapat mempertahankan kualitas sapi yang dihasilkan. Bibit sapi unggul itu diberikan perlakuan khusus untuk mendapatkan pertumbuhan sapi yang terbaik. “Program ini sudah kita lakukan sejak tiga tahun terakhir. Nusa Penida memang terkenal dengan kualitas sapinya sehingga banyak dikirim ke luar kabupaten. Kita akan tetap pertahankan kualitasnya dengan mengembangkan sapi bibit unggul,” imbuhnya. l Dewa Farendra 22 - 28 Agustus 2016

11


AKTIVITAS

MBP/ist

YADNYA MASSAL - Bendesa adat dan prajuru adat saat kegiatan upacara yadnya massal di Wantilan Desa Adat Bedha. Desa Pakraman Bedha menggelar yadnya massal untuk kedua kalinya di wantilan desa setempat, Sabtu (6/8). Upacara ini diikuti krama dari 38 banjar adat, enam desa dinas, dan tiga kecamatan yang ada di wilayah Desa Pakraman Bedha dan menghabiskan dana lebih dari Rp 450 juta yang disubsidi oleh LPD Bedha. Kegiatan yadnya massal ini terdiri atas empat upacara, yakni ngaben massal diikuti 64 orang, ngelungah 50, matatah 30, dan nyambutin delapan orang. “Ini mandat dari saba desa yang diadakan tiap tiga tahun sekali. Total biaya lebih dari Rp 450 juta dari iuran krama dan sebagian besar subsidi LPD Bedha,� ungkap Jero Bendesa Adat Desa Pakraman Bedha, Ir. I Nyoman Surata, M.T. Kegiatan ini sebagai bentuk penyeimbangan antara prahyangan (Tuhan), pawongan (manusia), dan palemahan (lingkungan) serta meringankan beban krama.

MBP/ist

PENGHARGAAN - I Made Setiabudi (satu dari kiri) meraih penghargaan kepala sekolah berprestasi dan I Nyoman Adnyana (dua dari kiri) menempati ranking satu mengintensifkan penggunaan dana BOS. Permasalahan pengelolaan dana BOS yang pernah menimpa kepala sekolah di Kabupaten Klungkung membuat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga tidak tinggal diam. Salah satu upayanya adalah melaksanakan bimtek dan pelatihan terkait pengelolaan dana BOS. Melalui pelatihan dan motivasi yang diberikan oleh Dinas Pendidikan, kepala sekolah bangkit dan termotivasi. Ini terbukti dengan penghargaan yang diraih Kepala SMPN 2 Banjarangkan Drs. I Nyoman Adnyana, S.Pd., sebagai ranking satu tingkat Provinsi Bali terkait penggunaan dana BOS dan sebagai wakil Bali ke tingkat nasional, serta Kepala SMKN 1 Semarapura Drs. I Made Setiabudi yang menjadi kepala sekolah berprestasi tingkat nasional.

MUSRENBANG –Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kota Denpasar Tahun 2016-2021 dibuka secara resmi oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Jumat (5/8). Pelaksanaan Musrenbang RPJMD ini dihadiri kelompok ahli Kota Denpasar dan seluruh pimpinan SKPD Pemkot Denpasar dengan melakukan pembahasan tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dengan penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan terhadap rancangan RPJMD. Walikota Rai Mantra mengatakan, musrenbang RPJM dapat membahas dan menyusun program pokok-pokok pemikiran ke depan dalam pembangunan Kota Denpasar. Di samping itu, penyusunan program-program dalam menangani solusi terhadap tantangan pembangunan di Kota Denpasar. Hal ini tentunya diarahkan pada uraian visi dan misi Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan. Musrenbang kali ini sebagai tahapan dari rangakain proses penyusunan RPJMD 2016-2021, sehingga dokumen perencanaan yang telah disusun bisa menjadi fokus, terarah, efektif, efisien dan akuntable serta mampu menjawab isu-isu atau permasalahan yang ada.

MBP/ist

12

22 - 28 Agustus 2016

MBP/ist

KUKUHKAN - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti (tengah) mengukuhkan seni dan budaya okokan di Banjar Delod Puri, Kediri. Kabupaten Tabanan memiliki beragam seni dan budaya yang mampu mendongkrak sektor pariwisata. Oleh karena itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berkomitmen melestarikannya salah satunya dengan mengukuhkan Okokan Brahma Diva Kencana, Desa Adat Kediri, Banjar Delod Puri, Tabanan, Senin (8/8) malam. Hadir anggota DPRD Tabanan I Made Suartha, Camat Kediri I Gusti Agung Alit Adiatmika, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata I Wayan Adnyana, unsur muspika, penglingsir puri, dan tokoh masyarakat Kediri. Bupati Eka dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas semangat warga Banjar Delod Puri. Ia berharap semangat dan persatuan yang dimiliki mampu membangun dan mengembangkan tradisi turuntemurun yang ada di Desa Adat Kediri.


MBP/ist

MBP/ist

WISUDA - Direktur BPLE Tiara Course Made Ernita Kurniawati (kanan) bersama Kadisnaker Bali serta lulusan terbaik foto bersama saat acara Wisuda XXIII, Senin (8/8). Balai Pendidikan dan Latihan Engineering (BPLE) Tiara Course kembali mewisuda lulusan, Senin (8/8). Pada Wisuda XXIII tahun akademik 2015-2016, diwisuda sebanyak 116 orang lulusan, di mana 95 persennya telah bekerja. Mereka berasal dari jurusan D-1 dan D-2 Engineering Mechanical and Electrical, Engineering Automotive, Engineering Computer, Administrasi Teknik dan Marketing Teknik. Direktur BPLE Tiara Course Made Ernita Kurniawati, BBA., MBA. mengatakan, ujian akhir para mahasiswa sangat ketat. Itu dilakukan untuk menghasilkan lulusan yang betul-betul kompeten dan siap menghadapi persaingan dalam dunia kerja.

RAKORNAS - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta (lima dari kiri) menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-7 Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2016. Presiden Joko Widodo membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-7 Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2016 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (4/8). Rakornas melibatkan jajaran Menteri Kabinet Kerja serta seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur hingga bupati dan wali kota. Sebanyak 34 gubernur dan 455 bupati/wali kota mewakili TPID di daerahnya. Tidak ketinggalan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta hadir pada Rakornas TPID yang dipimpin langsung Presiden Jokowi dengan mengambil tema “Memperkuat Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah Guna Mempercepat Infrastuktur dan Tata Niaga Pangan” itu. Menanggapi arahan Jokowi, Bupati Suwirta akan secepatnya mengambil langkahlangkah guna mengendalikan inflasi. Salah satu program unggulan yang dilakukannya adalah memberdayakan petani dengan membeli beras lokal melalui koperasi.

MBP/ist

MBP/ist

UPACARA BENDERA - Memperingati HUT ke-55, SMAN 1 Tabanan menggelar serangkaian kegiatan yang dimulai 10 Juli lalu. Acara puncak digelar, Jumat (5/8), diisi upacara bendera dan syukuran. Dalam rangkaian kegiatan HUT, Kepala SMAN 1 Tabanan, I Made Jiwa, menitipkan pesan kepada seluruh jajaran di sekolahnya baik guru maupun siswa untuk tetap mencetak prestasi. Dalam acara kuliah umum yang digelar alumni serangkain HUT beberapa waktu lalu, beberapa pesan juga disampaikan kepada siswa. Antara lain soal peluang kerja yang saat ini terbuka di bidang teknik salah satunya migas. Informasi ini bisa menjadi pegangan dan tujuan siswa ke depan dalam memilih universitas. ‘’Saat ini peluang kerja yang terbuka lebar adalah di bidang teknik,’’ ujarnya.

PAMERAN – Felice Jewellery masih menggelar pameran perhiasan emas dan berlian mulai hari Jumat (5/8) hingga minggu (7/8). Pameran dilaksanakan di Business Center, Hotel Aston, Jl. Gatot Subroto, Denpasar. Hadiah istimewa berupa handphone android masih diberikan kepada pelanggan yang membeli cincin black diamond 1 carat dan cincin solitaire. ‘’Untuk cincin black diamond 1 carat dan cincin solitaire, kami beri harga promo Rp 1,999 juta, mendapatkan hadiah langsung handphone android,’’ ujar Sales Felice Jewellery, Ahmad Bazari. Menurut Ahmad, cincin black diamond atau berlian hitam menjadi salah satu produk unggulan Felice saat ini. Black diamond ini didatangkan langsung dari Afrika yang sudah dikenal menghasilkan berlian kualitas terbaik. Dipadukan dengan emas putih, cincin black diamond 1 carat ini pun tampil mewah sekaligus elegan. 22 - 28 Agustus 2016

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

KOMPETISI - Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jampel., M.Pd., melepas mahasiswanya mengikuti kompetisi di IPB Bogor dan Vietnam, Jumat (5/8). Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja memantapkan kiprah mahasiswa-mahasiswinya untuk tampil di kancah perlombaan tingkat nasional dan internasional. Terbukti tiga kelompok mahasiswa Undiksha lolos sebagai peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa (Pimnas) di Bogor dan tiga mahasiswa mengikuti kompetisi internasional di Vietnam. Menurut Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jampel, M.Pd., keterlibatan mahasiswa-mahasiswinya dalam lomba tersebut merupakan cerminan pembelajaran di kampus berjalan optimal.

HAN - Bupati Giri Prasta menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Kamis (4/8). Pemerintah berkomitmen menjadikan Kabupaten Badung sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). Untuk mencapai hal tersebut, maka semua pihak diminta terlibat untuk memberikan kebutuhan dan hak-hak dasar anak, misalnya mendapatkan pendidikan yang baik. Tugas seluruh lapisan masyarakat juga memberikan pengayoman kepada anak dan mencegah segala bentuk kekerasan terhadap anak. Hal tersebut diungkapkan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Kamis (4/8). Turut hadir, anggota DPRD Badung A.A. Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung I.A. Yutri Indahgustari dan Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Badung.

MBP/ist

HADIAH - Bupati Giri Prasta didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung I Nyoman Karyana dan Sekda Kompyang R. Swandika menyerahkan hadiah dan piagam kepada para pemenang lomba desa/kelurahan, lomba 10 Program Pokok PKK dan lomba Pasar Desa tahun 2016 di Puspem Badung, Senin (8/8). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dengan dukungan DPRD Kabupaten Badung telah berkomitmen menjadikan seluruh desa yang ada di Kabupaten Badung maju dan berkembang secara merata dalam satu tatanan pembangunan desa berdikari. “Guna mewujudkan kondisi ini maka pembangunan fasilitas, sarana dan prasarana dan infrastruktur desa termasuk pengembangan 10 program pokok PKK Kabupaten Badung mesti terus didorong dan dibina secara berkelanjutan,� kata Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. saat menyerahkan hadiah dan piagam kepada para pemenang lomba desa/kelurahan, lomba 10 Program Pokok PKK dan lomba Pasar Desa tahun 2016, Senin (8/8) di ruang Kriya Gosana Puspem Badung. Turut hadir Wakil Ketua I DPRD Kab Badung I Nyoman Karyana, Sekda Kab. Badung Kompyang R. Swandika, Ketua TP PKK Kab Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta, Ketua Gatriwara Kab Badung Nyonya Parwata, Ketua DWP Kab Badung Nyonya Kompyang R. Swandika.

14 22 - 28 Agustus 2016

MBP/ist

SERAHKAN BANTUAN - I Gusti Agus Indrawan, Regional Head Danamon Bali Nusra saat menyerahkan bantuan CSR Bank Danamon. Dalam rangkaian perayaan HUT ke-60, PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. dan anak perusahaannya Adira Finance, Adira Insurance serta Yayasan Danamon Peduli memperkuat komitmennya untuk terus mendukung perkembangan pasar rakyat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yaitu kegiatan Peduli Lingkungan. Tahun ini kegiatan dipusatkan di Pasar Gunung Agung pada Sabtu (6/8). Kegiatan Peduli Lingkungan tersebut berupa kegiatan bersih-bersih di lingkungan pasar, pemeriksaan kesehatan gratis bagi pedagang pasar dan penyerahan bantuan perbaikan fasilitas WC/kamar mandi, 1 buah papan nama pasar, 30 unit papan nama kios/toko, 160 unit petunjuk los, 6 unit tong sampah, 1 buah alat pemadam api ringan (APAR), dan 14 pot tanaman hias.


MBP/ist

MEDIASI – Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat hadir memediasi kasus PHK warga pribumi bersama Kadis Tenaga Kerja Badung di PT Karya Tangan Indah, Abiansemal, Badung. Komite III DPD-RI bidang ketenagakerjaan Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kembali membantu kaum marhaen yang mengalami masalah di dunia kerja. Kali ini di perusahaan PT Karya Tangan Indah (KTI) yang terletak di Desa Mambal, Abiansemal, Badung. Berdasarkan laporan masyarakat bernama I Nyoman Rai Mudita yang merupakan eks karyawan menyampaikan kepada DPD-RI perihal cara pemberhentian (PHK) dirinya yang dianggap tidak adil. ‘’Saya ingin melaporkan ke DPD-RI terkait dengan proses PHK saya yang tidak pantas. Saya sudah bertahun-tahun bekerja, tapi suatu hari saya diberhentikan dengan cara yang mengejutkan. Ini yang saya laporkan. Karena sangat berbeda perlakuan manajemen lama dengan manajemen kali ini,’’ kata I Nyoman Rai Mudita di hadapan DPD-RI.

MBP/ist

BERSAMA - Wali Kota Rai Mantra foto bersama Paiketan Puri se-Bali serta para delegasi peserta Konferensi Strategic Meeting OWHC di Hotel Grand Bali Beach Sanur, Minggu (7/8). Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik di mana Kota Denpasar selaku tuan rumah, mendapat dukungan dari Paiketan Puri se-Bali. Beberapa raja atau panglingsir puri tampak hadir, seperti Panglingsir Puri Agung Klungkung Ida Dalem Semara Putra, Ida Agra Pemayun dari Puri Girinatha Payangan, A.A. Ngurah Putra Dharmanuraga dari Puri Pemecutan Badung, AAN Panji Astika dari Puri Anom Tabanan, A.A. Gde Eka Putra dari Puri Kilian Bangli, A.A. Gde Bharata dari Puri Agung Gianyar, A.A. Ngurah Joko Pratidnya dari Puri Jro Kuta, Tjokorda Putra Sukawati dari Puri Ubud, Tjokorda Gede Putra Nindya dari Puri Peliatan dan Kanjeng Harri Djojonegoro dari Keraton Surakarta.

MBP/ist

MBP/ist

NGABEN MASSAL - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. (paling kanan) didampingi Cok Oka Ratmadi bersama Made Dirga saat ngaben massal di Desa Pakraman Bedha. Agenda reses anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. berlanjut secara maraton. Sebelumnya wakil rakyat empat periode itu juga sempat menyerahkan bantuan program pertanian yang dialokasikan Made Urip di Tabanan dan Badung. Kali ini juga diundang menghadiri ngaben massal di Desa Pakraman Bedha, Tabanan, Sabtu (6/8). Kehadiran Ketua DPP PDI Perjuangan itu juga didampingi anggota DPD-RI Perwakilan Bali Cok Oka Ratmadi bersama anggota Fraksi PDI-P DPRD Tabanan I Made Dirga. Selain itu, Made Urip juga mengunjungi kegiatan lain masyarakat, di antaranya perayaan 100 tahun SDN 1 Wongaya Gede, Penebel, Tabanan yang berlangsung sangat meriah.

WISUDA - Ketua Stikes Bali Ketut Widia saat mewisuda 195 sarjana keperawatan, Rabu kemarin. Ketua Stikes Bali Drs. Ketut Widia, BN.Stud., M.M., Rabu (10/8) kemarin mewisuda dan mengambil sumpah 195 sarjana S-1 Keperawatan. Dari jumlah itu, 12 orang lulus dengan predikat cumlaude, 91,8 persen lulus dengan predikat sangat memuaskan dan 2,1 persen lulus dengan memuaskan. Tampil sebagai lulusan terbaik I Ida Ayu Made Ari Santi Trisnasari (3,87), terbaik II Ni Putu Yunita Sari (3,69) dan terbaik III Ni Luh Wayan Rita Sri Wahyuni (3,63). Acara pengambilan sumpah kemarin juga dihadiri Ketua YP3LPTK Bali Drs. Ida Bagus Arka, Ketua Aptisi Bali Dr. I Made Sukamerta, M.Pd. dan Kopertis Wilayah VIII. Ketua Stikes Bali Ketut Widia menekankan, usai meraih sarjana keperawatan harus dilanjutkan dengan pendidikan profesi ners selama setahun lagi. Dengan lulus profesi ners, barulah lulusan S-1 Keparawatan memiliki legalitas dalam memberi asuhan kepada pasien sesuai dengan kententuan PPNI.

22 - 28 Agustus 2016

15


POLITIK

Jokowi Harus Banting Setir

K

epemerintahan Jokowi kini getol mempercepat pembangunan di daerah. Salah satu caranya dengan menggejot pembangun infrastruktur. Kebijakan tersebut pun dikritisi Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua DPD Irman Gusman dan Direktur Eksekutif INDEF Enny Sri Hartati. Fadli Zon mengingatkan pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah seharusnya banting stir mengalihkan kebijakan penganggaran yang berorientasi dari infrastruktur ke sektor pertanian. Fadli menilai, pemerintah terlalu ambisius dalam membangun infrastruktur yang akhirnya memaksa pemerintah memangkas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Pemerintah harusnya banting setir pada sektor pertanian, UKM, dan mendorong tumbuhnya industri-industri kecil. Karena itulah sebenarnya ekonomi kerakyatan sesungguhnya,’’ kata Fadli Zon dalam diskusi bertajuk “Postur APBN dan Pajak 2016” di Gedung DPR, Jakarta. Menurut Fadli, porsi penganggaran yang sangat besar ke sektor infrastruktur pada postur APBN 2016 menunjukkan pemerintah tidak cakap dalam mengelola anggaran. Pengelolaan anggaran yang tidak kompeten membuat pemerintah memangkas APBN Perubahan hingga sekitar Rp 133 triliun. Pemangkasan itu akhirnya berdampak juga secara keseluruhan pada ekonomi kerakyatan. Fadli juga mempertanyakan pembangunan infrastruktur yang besar-besar akhirnya menimbulkan pertanyaan, bahwa sebenarnya siapa yang menikmati proyek-proyek pembangunan infrastruktur tersebut. Sebab proyek-proyek besar yang dilaksanakan pengembang dari luar negeri ternyata diikuti dengan syarat harus membawa pekerja asing ke tanah air. “Sehingga dampak dari proyek infrastruktur untuk membuka lapangan kerja bagi rakyat dirasakan kecil. Di sisi lain, pembangunan jalan tol telah makin membuka pintu bagi kran impor masuknya mobil-mobil dari luar negeri,” katanya. Meski menilai niat pemerintah baik, namun Fadli menilai sebenarnya pemerintah belum siap memacu percepatan pembangunan infrastruktur dengan kondisi perekonomian yang masih terlalu rendah saat ini. Tata kelola pemerintahan dinilainya terlalu banyak keinginan. Bernafsu besar ingin membangun di sana sini, tetapi tenaga lemah akhirnya terjebak pada persoalan utang dan dikorbannya anggaran di sektor lain melalui pemotongan anggaran secara besar-besaran. “Mestinya pemerintah evaluasi, terutama Presiden yang sangat ambisius bangun infrastruktur. Infrastruktur

16

bagus kalau ada uangnya. Kalau enggak, kita utang terus,” ujarnya. Fadli juga mempertanyakan efek langsung dari berbagai pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat. Dia menilai, dari kunjungannya ke daerah pemilihan, keadaan ekonomi rakyat justru semakin sulit. “Sekarang pemerintah harus banting setir. Karena ambisi mempercepat infrastruktur ternyata belum tentu juga memberi dampak positif di masyarakat,” tegasnya. Ketua DPD RI Irman Gusman menyatakan, pembangunan infrastruktur juga harus realistis, yaitu mendorong ekonomi dan pendidikan terutama masyarakat di daerah dan pedesaan. “Kebijakan pemerintah pusat juga harus sesuai dengan daerah masing-masing. Baik sumber daya manusia, sumber daya alam dan khususnya di luar Jawa. Karena itu kita harus menciptakan gerakkan sejuta intrepreneur di daerah agar tidak berpihak pada kapitalis,” kata Irman. l Dira Arsana

22 - 28 Agustus 2016

16


Menggugat Serapan APBD MEMASUKI bulan Agustus, serapan APBD Bali masih berada di bawah 50 persen tepatnya baru 37 persen. Ini berimbas pada besarnya dana yang terparkir di Bank BPD Bali. Kendati dana itu sewaktu-waktu dapat digunakan untuk membiayai belanja-belanja yang telah dianggarkan dalam APBD, namun langkah mendepositokan APBD dalam jangka panjang layak dikritisi. Langkah ini pun dinilai sebagai bentuk komersialisasi anggaran dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi di daerah. Rendahnya serapan ini juga mengindikasikan tidak tanggapnya birokrat dalam membaca pergerakan ekonomi di masyarakat. Pemerintah juga bisa dinilai gagal melakukan perencanaan pembangunan yang efektif. Lambatnya proyek membuat aliran dana di masyarakat tersendat dan membuat pelaku usaha mati suri. Pengamat ekonomi Viraguna Bagoes Oka dan Anggota DPR RI Nyoman Dhamantra lambatanya realisasai APBD ini merupakan indikasai adanya komersialisasi anggaran. Ini dikhawatirkan menjadi upaya untuk mencari manfaat komersil yang dapat mengkapitalisasi pagu anggaran yang ada. Sasaran akhirnya justru akan berdampak negatif terhadap efektivitasnya. Kesan itu bisa dihindari apabila pengendapan dana anggaran tidak ditempatkan dalam sertifikat berjangka seperti deposito. Deposito dengan jangka waktu tertentu, apalagi relatif panjang dengan semangat mendapatkan suku bunga yang

lebih tinggi, kata dia akan melegitimasi kesan adanya upaya sistimatis dengan perencanaan yang matang untuk sengaja mengendapkan dana tersebut guna adanya pendapatan tambahan dari pagu anggaran yang dimiliki. Viraguna Bagoes Oka mengatakan APBD sumbernya ada yang berasal dari pendapatan asli daerah dan ada yang berasal dari droping APBN. Dana ini merupakan dana perimbangan. Ia mengatakan apabila dana yang berasal dari APBD yang didepositokan untuk sementara waktu dapat dipahami. Sasarannya, agar idle dana sebelum dimanfaatkan untuk pembangunan atau operasional bisa dioptimalkan. Tapi apabila dana dropping dari APBN ke APBD tidak dioptimalkan penggunaannya sesuai tujuan pembangunan/ produktivitas namun semata-mata didepositokan di bank, hal ini yang tidak tepat dan sangat tidak patut. ‘’Langkah mendepositokan APBD

dalam jangka panjang menutup peluang atau menghambat pergerakan dan tumbuhnya ekonomi masyarakat di daerah,’’ ujarnya. Langkah-langkah seperti ini tak sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi. Bali yang masuk katagori provinsi dengan dana belum terserap dan parkir di bank relatif tinggi mestinya melakukan terobosan dan evalusi. ‘’Saat ini pelaku usaha sedang mati suri. Dana-dana yang ada mestinya digulirkan untuk memacu tumbuhnya ekonomi kerakyatan dan dunia usaha bergerak. Dengan cara ini banyak sektor ekonomi yang bisa bergulir,’’ ujarnya. Kepala Biro Keuangan Setda Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda mengatakan saldo kas dalam bentuk deposito dan giro itu bisa dikatakan sebagai dana idle atau belum dimanfaatkan. Namun, dana dalam bentuk deposito khususnya, bukanlah dana berjangka seperti pada umumnya. Dalam satu bulan saja, bunga yang didapat dari deposito itu sudah dapat digunakan. Data per hari Jumat lalu, total dana idle mencapai Rp 1.218.205.669.102,54 yang tersimpan di BPD Bali sebagai bank persepsi. Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Bali I Nengah Laba mengatakan, serapan APBD Bali saat ini baru mencapai 37 persen lebih. Pihaknya mengklaim, serapan ini jauh lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. l Dira Arsana/Rindra

Viraguna Bagoes Oka

22 - 28 Agustus 2016

17

17


KIPRAH REMAJA

”Keep on Smiling”

B

Ajak Generasi Muda Berbuat Positif

ermula dari hobi dan kumpul-kumpul sejak di SMAN 1 Amlapura, mereka terus berkreativitas dalam musik. Mereka yang tergabung dalam band “Keep On Smilling” lewat musik mengajak generasi muda untuk berbuat positif. Salah satu personel ‘’Keep On Smilling’’ Nyoman Oka Dharma Putra menyampaikan itu mewakili rekan-rekannya, saat tampil pada acara Widyakustik Radio SWiB FM, belum lama ini. Oka yang digrupnya bertugas menggebuk drum itu mengatakan, banyak anak muda yang terjerumus kegiatan negatif seperti menjadi

pemakai dan pengedar narkoba. Realita ini tentu sangat menyedihkan. Sebab, kalau sudah terjerumus, hal ini tentunya akan menghancurkan masa depan sendiri. Grup band ini diperkuat empat personel. Selain dirinya di drum, Made Gunadi Arta alias Gun di bass dan vokal, Wayan Krisna Ariputra alias Krisna di vokal dan guitar serta manajer Made Krisna A Perdana alias Bimbim. “Kami berteman dan kumpul sejak di SMAN 1 Amlapura. Kebetulan kami dari satu sekolah angkatan 2012,” ujar Bimbim. Meski kini sama-sama sibuk dengan kuliah masing-masing, kata Bimbim, pihaknya

masih menyempatkan diri untuk berkumpul. Tiap minggu, ada saja yang mengajak untuk tampil mengisi acara. Sementara itu, lebih fokus untuk pentas di tingkat lokalan di Karangaem. Dari hasil berkreativitas itu, sampai kini grup ini sudah menciptakan empat single yakni Senyum Indah, My Friend, Bukals Day dan Lupakan Kisah Ini. Tahun ini, Keep on Smiling menargetkan bisa merilis albumnya. Personel band yang mengusung aliran musik pop punk itu bercita-cita bisa menembus pasar musik nasional. l Budana

Grup Band Keep On Smilling

18

22 - 28 Agustus 2016


A KT I V I TA S

MBP/ist

BERSAMA - Wali Kota Rai Mantra berfoto bersama Wakil Wali Kota Gyeongju, Korea, Lee Sang-Wook, bersama ICHCAP Huh Kwon dan Sekretariat Regional OWHC Asian-Pasiffic JaHyun Jang serta para delegasi OWHC Asia Pasifik serangkaian Farewell Dinner Bonty Cruise, Benoa, Selasa (9/8). Denpasar sebagai tuan rumah pelaksanaan Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik, tak terlepas dari potensi pelestarian pusaka kota yang ada di ibu kota Provinsi Bali ini. Pelaksanaan Strategic Meeting menjadi kesempatan Kota Denpasar untuk menunjukkan potensi pelestarian budaya yang telah dilakukan pemerintah, masyarakat dan unsur puri di Kota Denpasar. Berlangsung selama empat hari dari tanggal 7 hingga 10 Agustus di Inna Grand Bali Beach Denpasar, pelaksanaan Strategic Meeting mendapat apresiasi dari para delegasi peserta konferensi kota-kota anggota OWHC Asia Pasifik yang disampaikan pada Selasa (9/8), serangkaian Farewell Dinner Bonty Cruise, Benoa.

MBP/ist

JUARA - Para juara KDKW 2016 berfoto bersama dengan panitia. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran dan llmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) secara rutin menggelar Kompetisi Dokter Kecil Warmadewa (KDKW). KDKW 2016, Sabtu (6/8) lalu dibuka Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali (YKKPB) Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Lomba kali ini diikuti 36 tim anak-anak SD seluruh Bali. Ketua YKKPB Wisnumurti memberi apresiasi atas terselenggaranya lomba ini untuk memberi edukasi kesehatan sejak dini lewat dokter cilik. Mereka ini diharapkan menjadi SDM panutan dalam hidup sehat dan bersih di lingkungan anak-anak, keluarga dan warga sekolah. Wisnumurti mengharapkan adanya sinergitas seluruh stakeholder agar lomba dokter cilik gaungnya lebih besar lagi. Sebab, lewat lomba ini peserta dan orangtuanya mengetahui keunggulan FKIK Unwar.

DUTA WISATA - Kadisparda Kota Denpasar Wayan Gunawan, berfoto bersama dengan Duta Wisata Kehormatan Kota Denpasar di Kantor Dinas Pariwisata Kota Denpasar Gedung Sewaka Dharma Lumintang, Jumat (5/8). Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Jumat (5/8) menerima kunjungan Duta Wisata Kehormatan Kota Denpasar di ruang pertemuan Dinas Pariwisata Kota Denpasar. Kunjungan duta wisata ini diterima langsung Kadisparda Kota Denpasar Wayan Gunawan. Duta wisata kehormatan adalah gelar yang diberikan oleh Dinas Pariwisata Kota Denpasar kepada tamu duta wisata dari berbagai daerah di Indonesia yang hadir pada pemilihan Teruna Teruni Denpasar. Duta Wisata Kehormatan ini juga telah ikut serta mempromosikan objek wisata dan daya tarik Kota Denpasar. Dalam kesempatan yang baik tersebut, Kadis Pariwisata Kota Denpasar Wayan Gunawan atas nama Pemerintah Kota Denpasar menyampaikan ucapan selamat datang dan menerima dengan senang hati kehadiran para duta wisata kehormatan Kota denpasar dalam suasana yang penuh dengan keakraban tersebut.

MBP/ist

MOU - Dekan FH Unmas Nengah Susrama berfoto bersama Sudiantara beserta pengurus dan Sekjen KAI Apolos Jarabonga usai menandatangani MoU. Fakultas Hukum (FH) Unmas Denpasar dipercaya oleh DPP Kongres Advokat Indonesia (KAI) sebagai tuan rumah seleksi tes advokat untuk KAI. Hasilnya 40 peserta dinyatakan lulus, 37 orang mulai, Jumat (5/8) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Khusus Profesi Advokat (PPKPA). PPKPA angkatan IX dibuka Sekjen DPP KAI Apolos Jarabonga, S.H., M.H. Saat itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara FH Unmas dengan DPD KAI Bali. Naskah kerja sama dilakukan Dekan FH Unmas Nengah Susrama, S.H., M.H. dan Ketua DPD KAI Bali Gede Sudiantara, S.H. Ketua Panitia Ika Nedy Wahyudi, S.H. menjelaskan, PPKPA diikuti 37 peserta. PPKPA berlangsung hingga 20 Agustus mendatang di Kampus FH Unmas. Dekan FH Unmas I Nengah Susrama, S.H.,M.H., mengungkapkan rasa bangganya karena KAI menjalin kerja sama dengan FH Unmas untuk melakukan seleksi anggota sekaligus mendidik lewat PPKPA. 22 - 28 Agustus 2016

19


MANCANEGARA

Bocornya Penyiksaan

di

20

22 - 28 Agustus 2016

Nauru


M

engungsi dari negeri asalnya, ribuan orang dari Myanmar hingga Timur Tengah mengharapkan nasib yang lebih baik di negeri orang. Australia pun jadi tujuan favorit. Namun, justru bak keluar mulut harimau, masuk mulut buaya. Nasib mereka tidak lebih baik, lantaran oleh otoritas Negeri Kanguru, mereka dibuang ke Pulau Manus di Papua Nugini dan negara pulau terkecil di Pasifik Tengah, Nauru. Sejak 2013, gelombang pengungsi yang dibuang ke Nauru dimulai. Namun berbagai pelecehan, kekerasan, hingga penganiayaan mulai dialami para pengungsi sejak 2014. Hal itu sempat terpendam hampir dua tahun, sebelum akhirnya satu tim jurnalis, membocorkan lebih dari dua ribu laporan berbagai kasus yang mendera para pengungsi. Nauru sebagaimana Papua Nugini, seolah jadi negara “klien” buat Australia. Negara ini menyuplai berbagai bantuan dan menggunakan bisnis jasa pemerintah maupun perusahaan swasta, demi bergeraknya roda ekonomi Nauru. Jika di Pulau Manus ada sekitar 854 pengungsi pria yang dibuang, di Nauru berdasarkan data akhir Juni lalu, Australia menahan 442 pengungsi, 338 di antaranya pria, 55 wanita dan 49 anak-anak. Mereka ditahan di Regional Processing Centre Nauru dengan pengamanan dari perusahaan keamanan swasta, Wilson Security. Pelecehan, kekerasan dan penganiayaan terhadap ratusan pengungsi itu pun kemudian bocor. Sebanyak 2.116 laporan diungkap satu tim jurnalis dengan alasan, warga Australia harus tahu bahwa 1,2 miliar dolar Australia yang berasal dari pajak mereka, digunakan untuk menahan para pengungsi di Manus dan Nauru dengan cara yang tak berperikemanusiaan. Sebagaimana dilansir, dari 2.116 laporan, 51,3 persen atau 1.086 kasus melibatkan anak-anak, meski hanya 18 persen dari anak-anak pengungsi yang berada dalam penahanan. Contoh kasus pelecehan seksual anak yang terjadi di Nauru adalah, adanya laporan dari seorang guru lokal di Nauru. Dia menyatakan sering melihat petugas keamanan yang memerintahkan bocah perempuan maupun laki-laki mandi di tempat terbuka, agar bisa ditontonnya dengan jelas. Laporan ini berasal dari kesaksian sang guru pada September 2014. Kasus lainnya yang bocor dari ribuan laporan itu adalah, pada Juli di tahun yang sama, seorang bocah perempuan berusia di bawah 10 tahun dicabuli sekelompok orang, di mana pria-pria dewasa diundang para petugas keamanan setempat. Selain pelecehan, pemerkosaan juga jadi ancaman bagi para pengungsi wanita. Beberapa kasus melukai diri sendiri atau upaya bunuh diri, juga terdapat dari laporan-laporan yang bocor tersebut, di mana mereka memilih ingin bunuh diri agar tidak dicabuli atau diperkosa. Di samping itu juga terdapat sejumlah kasus trauma dan gangguan kejiwaan para pengungsi yang berada dalam tahanan. “Menyakiti diri sendiri atau upaya bunuh diri meningkat setelah pengungsi ditahan selama enam bulan. Hal ini didorong perasaan ketidakberdayaan mereka. Beberapa di antara mereka juga menjahit bibir sendiri, sebagai ekspresi pembelengguan mereka,” tutur Dr.

Peter Young, eks Direktur Kesehatan Mental di Pusat Penahanan Imigrasi Australia. Badan PBB urusan Pengungsi (UNHCR) mengecam praktik penyiksaan sejumlah migran di kamp pengungsian Nauru. Menurut UNHCR, terungkapnya laporan tersebut bukan hal yang mengejutkan karena sejak 2012 UNHCR telah memonitor situasi di kamp Nauru. “Dokumen yang dipublikasikan konsiten dengan kekhawatiran kami selama ini terkait kesehatan mental dan kondisi lainnya yang dialami para pengungsi serta pencari suaka di Nauru,” demikian pernyataan UNHCR dikutip Guardian. Australia membangun kamp pengungsian di Nauru setelah kebijakan imigrasi di negara multikultural tersebut berubah sejak 2012 lalu yang menentang keberadaan manusia perahu di wilayahnya. Jika mereka tetap nekat datang ke Australia, imigrasi Australia mengirim manusia perahu tersebut kembali ke negara asal atau ditampung ke kamp pengungsian di Nauru dan Pulau Manus. Kebijakan imigrasi Australia yang keras ini telah dikecam aktivis HAM karena menempatkan pendatang ilegal di Nauru sama saja dengan membuat para migran tersebut hidup tanpa masa depan. Padahal, para pendatang yang mayoritas berasal dari Timur Tengah dan Asia Selatan tersebut mengarungi samudera supaya bisa mendapatkan hidup lebih baik di Australia. Australia pada Kamis (11/8) menuduh laporan penyerangan seksual pada pencari suaka yang ditahan di kamp-kamp tahanan Pasifik palsu. Pernyataan ini diungkapkan pemerintah setelah dokumen itu bocor. Menteri Imigrasi Peter Dutton pada Kamis mengatakan, pencari suaka berbohong tentang pelecehan seksual. “Saya menyadari beberapa insiden yang telah melaporkan tuduhan palsu kekerasan seksual karena pada akhirnya, orang telah membayar uang kepada penyelundup dan mereka ingin datang ke negara kami,” ujar Dutton dalam sebuah wawancara di radio Australia. Apapun itu, pengungsi juga memiliki hak yang sama dengan warga negara. l Gugiek Savindra

22 - 28 Agustus 2016

21


DAERAH

UU Desa Picu Keresahan Kadus

P

emberlakuan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa menimbulkan keresahan di kalangan kepala dusun (kadus). Terutama, soal usia yang diperbolehkan menduduki posisi kepala dusun. Karena dalam UU Desa terdapat dua pasal dengan pengertian yang berbeda. Kondisi itu menimbulkan keresahan di kalangan perangkat desa. Atas kondisi tersebut, puluhan kadus dari berbagai desa di Denpasar, Senin (8/8) mendatangi Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMD) Kota Denpasar. Mereka meminta penjelasan terkait kerancuan Pasal 50 dan Pasal 53 UU No. 6 Tahun 2014. Puluhan kadus tersebut diterima Kepala Bagian Pemerintah Desa BPMD A.A. Wiadnyana. Kepala Dusun Dangin Peken, Sanur Kauh, I Made Kartika, yang ikut mendatangi Kantor BPMD menyebutkan pihaknya merasa ada keraguan dalam menyikapi UU tersebut. Terutama masalah usia seorang kadus. Ada kerancuan antara Pasal 50 ayat 1 hurup B yang menyatakan usia kepala

dusun antara 20 tahun sampai 42 tahun. Sedangkan pada Pasal 53 ayat 2 hurup A menyebutkan, perangkat desa yang diberhentikan karena telah genap berusia 60 tahun. ‘’Ini yang membuat kami dan rekanrekan bingung,’’ katanya. Dikatakannya, sejatinya banyak persoalan yang harus diberikan penjelasan oleh pemerintah. Karena itu, pihaknya berinisiatif untuk meminta penjelasan agar kadus yang sebelumnya disebut perangkat desa ini bisa lebih paham dan ada kejelasan. Usai melakukan pertemuan tertutup, A.A. Wiadnyana mengatakan aspirasi para kepala dusun di Denpasar ini sebenarnya sudah diminta penjelasan ke Mendagri, yakni Dirjen Pemerintahan Desa. ‘’Kita tunggu dulu penjelasan dari pusat, setelah itu baru akan kita rancang perdanya sehingga lebih jelas. Suratnya sudah kita kirim, tetapi jawabannya belum turun,’’ ujar Wiadnyana. Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira mengungkapkan, pihaknya akan mendukung

apa yang menjadi aspirasi kepala dusun karena posisi mereka sangat strategis dalam menunjang pembangunan di suatu wilayah. ‘’Peran mereka sangat besar. Kalau tanpa mereka, data masyarakat akan kacau. Kami mendukung para kepala dusun ini untuk mempertanyakannya ke pusat,’’ kata politisi Golkar tersebut. Hal yang sama juga diakui Ketua Fraksi Hanura DPRD Denpasar I.B. Ketut Kiana. Ia meminta pemerintah harus melihat kondisi riil di masyarakat, terhadap kinerja kepala dusunnya. Sepanjang kinerja mereka dipercaya warga, dan dapat bekerja sama dengan kepala desa (perbekel), bisa dilanjutkan. Meskipun usia mereka melebihi usia 43 tahun. ‘’Di lapangan, banyak kadus yang usianya sudah lebih dari 40 tahun, kalau kita saklek menerapkan Pasal 50 UU No. 6 Tahun 2014, akan menimbulkan kegaduhan. Karena itu, penerapan pasal 53 UU Desa, masih memungkinkan dilakukan di Denpasar,’’ kata politisi asal Sanur Kaja ini. l Asmara Putera

Para kadus di Kota Denpasar mendatangi Kantor BPMD, Senin (8/8), mempertanyakan kejelasan soal usia seorang kadus.

22

22 - 28 Agustus 2016

MBP/ara


Salah satu kawasan permukiman kumuh di Denpasar.

Program Kota Tanpa Kumuh

MBP/dok

Upaya Peningkatan Kualitas Permukiman TINGGINYA laju urbanisasi, secara signifikan telah menumbuhkan kawasan permukiman miskin dan kumuh baru di berbagai sudut perkotaan. Ini tidak lepas dari kecepatan laju urbanisasi yang tidak dibarengi dengan ketersediaan ruang, prasarana dan sarana serta utilitas yang cukup. Akibatnya, suatu kawasan permukiman menjadi over capacity atau kumuh. ‘’Dalam menanggulangi masalah permukiman yang kumuh dan kemiskinan yang terjadi di Indonesia, khususnya pada kota ataupun daerah-daerah yang ada di Bali, maka diperlukan upaya peningkatan kualitas permukiman secara komprehensif dan melaksanakan pembangunan yang partisipatif,’’ ujar Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta di Denpasar, Selasa (9/8). Pembangunan yang partisipatif, lanjut Sudikerta, yakni melibatkan rakyat tidak hanya sebagai objek semata. Rakyat juga harus menjadi subjek dengan cara membangun kesadaran, kekritisan dan kemandirian mereka agar sejahtera. Sebab, masyarakat yang tinggal di daerah kumuh sebagian besar adalah masyarakat berpenghasilan rendah. ‘’Mengingat kemampuan pemerintah secara rutin melalui APBN dan APBD yang sangat terbatas dalam penanganan perumahan dan permukiman kumuh, maka pemerintah mengambil keputusan untuk melaksanakan penanganan perumahan dan permukiman kumuh melalui program Kota Tanpa Kumuh,’’ imbuhnya.

Sudikerta menambahkan, program Kota Tanpa Kumuh didesain oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya sebagai pengelola program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) sejak tahun 2007. Pihaknya berharap, masalah penanganan permukiman kumuh akan cepat tertangani melalui peningkatan kapasitas pemerintah dan masyarakat secara sinergis di bidang perumahan dan permukiman dalam program tersebut. ‘’Pelaksanaan Kota Tanpa Kumuh juga merupakan upaya mewujudkan lingkungan permukiman di perkotaan yang layak huni dan berkelanjutan melalui prakarsa 100-0-100 (seratus-nol-seratus), yaitu dengan mencapai 100% akses air minum, artinya mengurangi kawasan kumuh hingga 0% dan menghasilkan 100% akses sanitasi untuk masyarakat Indonesia sampai pada akhir tahun 2019,’’ tandasnya. Banyaknya titik permukiman kumuh di Denpasar telah menjadi perhatian serius jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar. Sayangnya, akar persoalan yang memicu permukiman kumuh belum bisa diselesaikan. Karena itu, Dinas Tata Ruang dan Perumahan (DTRP) yang membidangi masalah bangunan fisik, telah lama merancang peraturan daerah (Perda) atau peraturan wali kota (perwali) yang akan bisa mengatur tentang pembangunan rumah semipermanen. Kepala DTRP Denpasar I Kadek Kusuma Diputra mengatakan, keberadaan permukiman kumuh telah menjadi perhatiannya untuk ditangani. Berbagai hambatan yang

ada untuk menata permukiman kumuh, menjadikan masalah ini “PR” bagi instansi yang dipimpinnya. Kini, setelah melakukan berbagai kajian, pihaknya mulai merancang perda yang bisa mengatur tentang bangunan semipermanen di Denpasar. Acuannya, yakni UU tentang Bangunan Gedung yang sudah berlaku. Dikatakan, dalam perda tersebut akan memuat larangan untuk membangun rumah semipermanen di Denpasar. Bila ada bangunan seperti itu, pihaknya akan menerapkan sanksi tegas, berupa pembongkaran. Karena bila tanpa ada tindakan tegas, maka pelanggaran akan tetap marak. Bukan hanya itu, pihaknya juga merancang pemilik lahan yang ada bangunan kumuh juga bisa dikenai sanksi. “Langkah ini untuk bisa meminimalisasi munculnya permukiman kumuh di Denpasar,” jelas mantan Kadis Capil Denpasar ini. Sejumlah program untuk menanggulangi permukiman kumuh di Denpasar, tidak bisa jalan, karena terbentur dengan peraturan di atasnya. Misalnya saja, rencana penataan rumah kumuh yang ada di lahan desa pakraman, akhirnya tidak bisa terealisasi. Karena pihak Kementrian Perumahan tidak mengizinkan pembangunan rumah di atas lahan milik desa. “Kementrian hanya bisa membangun di atas lahan pemerintah. Sementara Pemkot Denpasar tidak memiliki lahan untuk membangun rumah seperti program tersebut,” katanya. l Rindra/Asmara 22 - 28 Agustus 2016

23


A KT I V I TA S PENMARU - Rektor Unwar Dewa Putu Widjana bersama Wakil Rektor dan panitia saat meninjau Penmaru Unwar gelombang II. Tahun 2016 adalah tahun prestasi bagi Universitas Warmadewa (Unwar). Hal ini dibuktikan banyak agenda nasional dan internasional digelar di kampus swasta terbesar di Bali ini. Jumlah mahasiswanya terus meningkat tajam. Ketua Umum Penmaru Unwar Dr. Ir. I Ketut Irianto, M.P. mengatakan, peserta Penmaru Gelombang II terbanyak di FE yakni 527 orang disusul FH (191), Teknik (170), sisanya di fakultas lain.

MBP/ist

MBP/ist

MBP/ist

RUANGAN - Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu Saba, Gianyar akhirnya membuka pelayanan secara resmi, Senin (8/8) pagi. Rumah Sakit Umum dengan bangunan megah nan artistik yang terletak di sebelah utara Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar ini diresmikan langsung oleh Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata. Dalam peresmian itu disaksikan Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta, Konsul Jepang dan negara sahabat lainnya, Komandan Kodim (Dandim) 1616/Gianyar Letkol (Kav) Berto Capah, Ketua BPD PHRI, Panglingsir Puri, direktur rumah sakit daerah maupun swasta seluruh Bali serta undangan lainnya. Bupati Gianyar Gung Bharata dalam sambutannya berharap RSU Kasih Ibu Saba ini dapat meningkatkan kesehatan masyarakat Gianyar.

24

22 - 28 Agustus 2016

SARJANA BARU - Dekan Fakutas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) IKIP PGRI Bali Dr. I Ketut Yarsama, M.Hum., Selasa (9/8) melepas 144 sarjana baru. Dari jumlah itu, 57 sarjana bidang ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 53 orang bidang ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Bali, 9 sarjana Program Studi Pendidikan Seni Rupa dan 25 orang Prodi Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik. Dekan I Ketut Yarsama didampingi PD I Drs. I Nyoman Astawan, M.Hum., PD II Dr. I Wayan Gunartha, M.Pd., PD III Komang Indra Wirawan, S.Sn., M.Fil.H. dan Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia I.A. Agung Ekasridi, S.Pd., M.Hum. juga menyerahkan penghargaan kepada lulusan terbaik. Acara yudisium juga dihadiri Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. beserta wakil rektor dan Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. dan Sekretaris Ngurah Oka.

UJIAN TERBUKA - Program Pascasarjana Universitas Udayana (Unud) menggelar ujian terbuka Promosi Doktor, Ni Wayan Sitiari, S.E., M.M., Jumat (5/8). Ni Wayan Sitiari dari Program Studi Ilmu Manajemen mengangkat disertasi yaitu Peran Orientasi Kewirausahaan dalam Memediasi Pengaruh Nilai-nilai Budaya Lokal Bali terhadap Kinerja Organisasi (Studi pada Koperasi Non KUD di Bali). Sitiari tertarik mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi orientasi kewirausahaan untuk masyarakat Bali. Orientasi kewirausahaan mempunyai kapasitas di dalam meningkatkan kinerja organisasi dengan latar belakang budaya Bali.


MBP/ist

YUDISIUM - Dekan FKIP Undwi Drs. I Made Sila, M.Pd. bersama Made Sutika dan A.A. Mas Darwati mengalungkan gordon saat meyudisium 131 sarjana. Dekan FKIP Universitas Dwijendra (Undwi) Drs. I Made Sila, M.Pd., Senin (8/8) melepas 131 sarjana. Dari jumlah itu, 63 sarjana PPKn dan 68 sarjana dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Daerah. Hingga acara yudisium kemarin, FKIP Undwi sudah menamatkan 2.218 sarjana. Saat itu Made Sila didampingi Pembantu Dekan Drs. I Made Sutika, M.Si. dan Dra. A.A. Mas Darwati, M.Si. menyerahkan penghargaan kepada lulusan berprestasi. Acara Yudisium FKIP Undwi kemarin juga dihadiri Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar M.S. Chandra Jaya beserta pengurus dan Pembina, serta Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum.

KOLOSAL – Rabu (10/8), digelar genjek kolosal di Taman Soekasada Oejoeng (TSO), Karangasem. Saat menyampaikan sambutannya, Bupati Karangasem IGA Mas S u matr i me nyanyikan lagu Bali “Bebeke Putih Jambul”. Lagu itu dalam rangka mempersatukan warga Karangasem yang menjadi peserta magenjekan. Tujuannya dalam rangka mempersatukan dan mengompakkan warga. Bupati wanita pertama di Karangasem itu mengakhiri sambutannya juga mengajak ribuan peserta dan penonton pergelaran itu memekikkan “Merdeka” sebanyak tiga kali. Pekik merdeka oleh ribuan peserta anak–anak sampai kakek-nenek itu disambut dengan lambaian bendera Merah Putih ukuran kecil yang dibawa tiap peserta genjek.

MBP/ist

BANTUAN - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. menyerahkan secara simbolis salah satu bantuan Alsintan dan UPPO tahun 2016 di Kabupaten Badung. Wakil rakyat pusat dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. itu kali ini menggelar kegiatan reses dengan ratusan krama subak di Kabupaten Badung. Selain bertatap muka langsung, Ketua DPP PDI-P ini juga mengalirkan bantuan Program Pertanian di Bale Subak Tanah Yeng, Desa Sedang, Abiansemal, Badung, Kamis (4/8). Tatap muka serta penyerahan secara simbolis bantuan Program Pertanian senilai total Rp 2,033 miliar yang diperjuangkan oleh Made Urip, berupa Alsintan dan Kelompok UPPO tahun 2016 juga disaksikan Dinas Pertanian dan Perkebunan Badung, Dinas Peternakan dan Perikanan Badung, Perbekel Desa Sedang, Pekaseh bersama ratusan petani dan krama subak.

MBP/ist

BERTEMU – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti (kanan) bertemu Ni Wayan Sri Yuliantari saat pamlaspasan Merajan Gede Kebayan Wangaya. Perjalanan spiritual yang dilakukan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dengan menghadiri pamlaspasan Merajan Gede Kebayan Wangaya di Banjar Belimbing Anyar, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Rabu (3/8), mempertemukannya dengan Ni Wayan Sri Yuliantari (14), anak yatim piatu yang hidup serba kekurangan. Pertemuan diselimuti keharuan karena sang anak langsung menitikkan air mata ketika didatangi Bupati Eka. Menurut Eka, pertemuannya dengan Yuliantari mungkin telah diatur oleh yang di Atas. Dirinya juga memantapkan tekad untuk menjadikan Sri Yuliantari sebagai anak asuh dengan menanggung seluruh biaya pendidikannya. 22 - 28 Agustus 2016

25


LENSA

BEBEAN Sejumlah krama Bali menerbangkan layanglayang Bebean di Padang Galak, Denpasar. Lomba layang-layang digelar untuk melestarikan tradisi dan budaya Bali di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

MBP/eka


OLAHRAGA

L

Tentang Pemain No.10

upakan Neymar, penyerang top Barcelona dan anggota timnas Brazil di Olimpiade. Ada sosok yang lebih hebat dan juga bernomor punggung 10, namanya : Marta Vieira da Silva. Warga Brazil cemas setelah tim sepak bola kesayangannya terseok-seok di penyisihan grup dan baru bisa lolos ke perempatfinal di pertandingan ketiga. Dua kali ditahan imbang tanpo gol dan laga terakhir menang 4-0 melawan Denmark. Neymar belum juga menghasilkan gol. Tapi di katagori putri, Marta tampil gemilang. Caranya menggiring bola, memotivasi rekan setim serta selebrasi golnya, menarik hati warga Brazil. “Dia lebih hebat dibandingkan Neymar,” teriak penonton di stadion Olimpiade Rio de Janeiro setelah tim putri Brazil mencukur Swedia 5-1. “Dia membuat pertandingan menjadi hidup. Penuh antusiasme. Saya kira teman-temannya pun tampil penuh gairah karena dirinya,” puji kiper timnas AS Hope Solo. Marta yang berusia 30 tahun, terdidik lewat sepak bola jalanan bersama anak-anak laki-laki di kota Dois Riachos, jauh di utara kota Rio de Janeiro. Dia membela timnas pada 2002 dan setahun kemudian tampil di Piala Dunia 2003 di AS hingga sekarang. Total dia tampil 105 kali dan menghasilkan 104 gol. Pada 2006 ia untuk pertama kali mendapat gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA. Total lima kali penghargaan itu berhasil dia rebut. Dengan julukan ‘Pele Pakai Rok,’ Marta memborong tujuh gol saat Brazil menjadi runner-up pada Piala Dunia 2007 di Tiongkok. Di final Marta dkk harus mengakui keunggulan Jerman 1-2. Sementara di Olimpiade 2004 Athena dan 2008 Beijing, Marta dkk. meraih medali perak. Pertarungan paling sengit terjadi pada final Olimpiade Beijing. Brazil seharusnya unggul lebih dahulu namun penalti Marta berhasil dihentikan Solo. AS akhirnya menjadi juara setelah Carli Lloyd mencetak gol di babak perpanjangan waktu. AS bertemu lagi dengan Brazil di Piala Dunia 2011 di Jerman. Marta memang dua kali menjebol gawang Solo namun skor tetap imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu. Solo justru menjadi pahlawan setelah menghentikan tembakan Daiane di drama adu penalti dan AS maju ke final. “Menghadapi Marta, Anda harus ekstra hati-hati meski lini pertahanan kita bagus dan terorganisasi dengan baik. Ini pujian buat dia,” tegas Solo yang pernah meremehkan kehadirannya di pertandingan sebelumnya dan kemudian timnya menelan kekalahan. Kehebatan Marta secara individual ternyata tidak cukup untuk membawa Brazil menuju prestasi internasional. Bahkan meski Marta menyumbang 15 gol di turnamen Piala Dunia, Brazil tak sekali pun mencicipi gelar juara. Di Olimpiade ia mengoleksi 10 gol dan menempati peringkat ketiga bersama Amy Wambach dalam daftar pemain yang produktif di event itu Meski pendukung Brazil mencaci maki Neymar yang tak banyak memberi kontribusi poda timnas, Marta menilai itu hak penonton dan dirinya tetap memberi dukungan pada tim putra. Hal serupa juga dilakukan pelatih timnas putra Rogerio Micale yang bangga dengan penampilan tim putri dan pemain nomor 10-nya, laporan Associated Press. l Yudi Winanto

28 22 - 28 Agustus 2016

MBP/ap

Pemain timnas Brazil Marta.


Ekspresi Diri

MBP/ap

Lifter Tiongkok Long Qingquan

Terkuat di Dunia

Lifter Tiongkok Ling Qingquan memecahkan rekor dunia kelas 56 Kg dengan total angkatan 170kg. Rekor sebelumnya dibukukan Halil Mutlu pada Olimpiade 2000 di Sydney dengan angkatan total 305 Kg. Rekor tersebut dibukukan setelah dia mengangkat barbel ‘clean’ 137 Kg dan ‘jerk’ 170 Kg. Medali perak menjadi milik Om Yun Chol (Korea Utara) dengan total angkatan 303 Kg. Medali perunggu direbut Sinphet Kruaithong (Thailand) dengan 289 Kg. Saat ditanya wartawan tentang kemampuannya mengangkat beban 3 kali dari berat badannya, ia mengakui dirinya sebagai manusia terkuat di dunia. “Sebagai manusia ya,” ujarnya setelah merenung sejenak. “Namun dalam dunia binatang, tidak. Karena, anda tahu semut mampu mengangkat beban jauh melebihi berat badannya,” katanya penuh filosofi. Sukses Long tidak diikuti sukacita Kruithong, atlet kedua Thailand yang berhasil meraih medali di Olimpiade ini. Kruithong itu justru menerima kabar neneknya meninggal dunia sesaat sebelum ia menerima medali perunggu. Keluarga besar Kruithong menyaksikan siaran langsung lomba angkat besi itu dalam sebuah televisi layar lebar di desanya di Provinsi Subin, timur laut Thailand. Sayangnya Subin Khongthap yang berusia 82 tahun ditemukan jatuh pingsan sesaat setelah cucunya mampu mengangkat barbel di babak penyisihan. Sungbin sempat dilarikan ke rumah sakit Chumphon Buri namun nyawanya tak tertolong. Bahkan ia tidak sempat menyaksikan cucunya menerima kalungan medali perunggu, laporan Associated Press. l Yudi Winanto

Perenang Tiongkok Fu Yuanhui tiba-tiba menjadi selebriti di dunia maya. Atlet berusia 20 tahun itu menjadi perbincangan bukan karena prestasinya tapi lebih pada ekspresinya. Itu bermula saat ia mencatat waktu terbaik 58,95 detik pada semifinal nomor 100m gaya punggung putri Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Saat diwawancarai stasiun televisi CCTV, Yuanhui memperlihatkan ekspresinya yang menawan di depan kamera. “Saya puas dengan penampilan saya, saya kira saya membukukan waktu 59 detik,” katanya setengah tidak percaya saat diberitahu catatan waktunya. Ketika ditanya apakah dia akan mempertahankan penampilannya di final, Yuanhui dengan sigap menjawab, “Tidak, saya menggunakan kekuatan pra sejarahku.” Final nomor ini dimenangkan the Iron Lady Katinka Hosszu dari Hungaria dengan waktu 58,45 detik. Posisi kedua ditempati Kathleen Baker (AS) dengan 58,75 untuk mendapatkan medali perak dan medali perunggu menjadi milik Kylie Masse (Kanada) dengan 58,76 detik dan Yuanhui (Tiongkok) 58,76 detik. Meski hanya mendapatkan medali perunggu, Yuanhui dengan cepat menjadi sorotan publik terutama karena ekspresinya yang tidak memperlihatkan perasaan kecewa. Kalimat ‘kekuatan pra sejarah” pun menjalar secara viral. Atlet bertinggi badan 1,79 m itu mengakui dirinya memang ekspresif. “Saya orangnya memang suka gembira. Saya memang begini sejak kecil,” ungkapnya. “Jika anda tidak bahagia, sebanyak apapun prestasi yang anda raih, pencapaian itu tidak akan ada gunanya sama sekali,” tambah atlet yang suka berkelakar itu, laporan the China Daily. l Yudi Winanto

MBP/ap

Perenang Tiongkok Fu Yuanhui. 22 - 28 Agustus 2016

29


OLAHRAGA

Anny Pandi dan Prapti Virgynia Wedayanti

Berharap ’’All Bali Final’’ di PON BALI mempunyai dua pejudo putri yang menghuni pelatnas jangka panjang persiapan ke SEA Games 2017 di Malaysia dan Asian Games 2018 di Indonesia. Mereka adalah Ni Kadek Anny Pandini dan Ni Putu Prapti Virgynia Wedayanti yang turun di kelas -57 kg. Keduanya lolos ke PON XIX/2016 di Jawa Barat, September mendatang. Anny dan Prapti bisa saja bertemu di PON 2016, namun tidak di babak awal, sebab dipilah oleh grupnya. Tiap kelas pesertanya berkisar delapan sampai sembilan pejudo. ‘’Saya ingin bertemu Prapti di partai pamungkas, sehingga terjadi all Bali final,’’ tutur Anny di Denpasar pekan lalu. Sebelum mencapai itu, keduanya harus melewati sejumlah lawan berat. Anny, anggota Kowad yang berdinas bersama Prapti di Dinas Jasmani Angkatan Darat (Disjasad) Cimahi, Bandung, Jabar, mewaspadai dua lawan berat, yakni Diah Pitaloka (Jabar) dan Tasya (DKI). Diah Pitaloka pernah tinggal di pelatnas, sedangkan Tasya yang merupakan atlet debutan menolak bergabung di pelatnas. Anny yang menghuni pelatnas sejak duduk di bangku SMP mempunyai resep guna mewujudkan obsesinya, yakni berlatih keras. ‘’Saya tak punya strategi khusus untuk mencapai final,

yang penting berlatih keras diiringi doa. Semoga saja terwujud,’’ papar pejudo kelahiran Denpasar, 10 Mei 1993 yang meraih emas pada SEA Games 2015 di Singapura dan PON 2012 di Riau. Sementara Prapti dipanggil ke pelatnas berkat prestasinya merebut perunggu kelas -52 kg pada Olimpiade Militer 2015 di Korea Selatan. Pejudo yang akrab disapa Egy ini Egy ini menekuni olahraga bela diri judo berkat dorongan sang ayah. ‘’Mulanya sempat ragu, tetapi menyaksikan rekan-rekan juara bisa naik podium, saya jadi terpacu,’’ ujar putri pertama pasangan Wayan Widia dan Ayu Putu Parwati ini. Meskipun baru duduk di bangku SMP, Egy sudah merebut perak pada Porprov Bali 2007 dan emas pada Kejurda Judo di Tabanan. Pejudo kelahiran Buleleng, 16 September 1994 ini, dibesarkan di Dojo Neo Judo Club Bangli. ‘’Kami berlatih judo sambil bongkar pasang matras sendiri,’’ kenangnya. Pejudo Bali yang turun pada kelas yang sama bukan hanya Anny dan Prapti. Masih ada Ayu Intan Lestari dan Yudi Aditya Putri di kelas -63 kg, Komachi Amano Lubis dan Ayu Sri Handayani di kelas -70 kg, serta Adi Wirawan dan Komang Adhiarta di kelas -73 kg. Ini sesuai keputusan PB PJSI bahwa satu provinsi maksimal mempunyai dua pejudo di kelas yang sama. l Daniel Fajry

MBP/nel

Ni Kadek Anny Pandini (kiri) dan Ni Putu Prapti Virgynia Wedayanti.

30 22 - 28 Agustus 2016


Liga Nusantara Rayon Bali

Perseden dan Tunas Muda Tebar Ancaman KOMPETISI sepak bola Liga Nusantara (Linus) Rayon Bali 2016 diputar mulai 7 Agustus lalu. Pertandingan pembuka digelar di Stadion Wayan Dipta, Gianyar. Ajang ini melibatkan 10 kontestan yang terdiri atas tim perserikatan dan klub dari seluruh Pulau Dewata. Ke-10 peserta adalah Tunas Muda Ubud, Putra Pegok, Pro Kundalini, PS Gianyar, Bali All Star (Grup A), Perseden Denpasar, Perst Tabanan, Putra Tresna, Undiksha Singaraja, dan Putra Pemenang (Grup B). Empat kabupaten tidak mengirimkan wakilnya, yaitu Jembrana, Karangasem, Bangli, dan Klungkung. Sulit memprediksi kekuatan tim-tim peserta mengingat kompetisi sepak bola di Tanah Air vakum lebih dari setahun akibat dibekukannya PSSI oleh Menpora Imam Nahrawi. Selama periode ini praktis tim-tim jarang bertanding di ajang resmi karena tidak mendapat izin keamanan dari pihak kepolisian. Para pemain lebih banyak berlaga dari turnamen ke turnamen untuk menyalurkan hasil latihan dan mencari tambahan penghasilan. Kevakumam itu baru sirna setelah SK pembekuan PSSI dicabut, sehingga bisa menggelar Liga Nusantara. Kondisi itu membuat tim-tim peserta buta kekuatan lawan. Meski begitu, melihat hasil pertandingan pertama, Perseden dan Tunas Muda pantas diunggulkan. Masih terlalu dini memang karena kompetisi masih panjang dan melelahkan, namun kedua tim pantas ditempatkan sebagai kandidat juara. Kedua kesebela-

san langsung menebar ancaman lewat kemenangan besar. Perseden yang dilatih Nyoman Ambara dan diperkuat sejumlah pemain terbaik di Bali berturut-turut mencukur Perst dengan skor 5-0 di Dipta pada laga pertama (7/8) dan membantai Putra Pemenang 7-0 dalam pertandingan kedua (11/8) di Lapangan Yoga Perkanthi, Jimbaran, Badung. Tunas Muda tidak mau kalah dengan memukul Putra Pegok (Denpasar) 6-1. Akan tetapi dua kemenangan awal belum memuaskan kubu Perseden. Bukan soal hasil, melainkan penyelenggaraan pertandingan. Manajer Tim Eko Supriadi mengaku kecewa dengan pelaksanaan Linus Rayon Bali yang berskala nasional, tetapi panitia tidak menyiapkan tenaga medis dan anak gawang di lapangan. Ini tentu berisiko jika ada pemain yang mengalami cedera serius dan harus cepat mendapat penanganan dari petugas kesehatan. Sebaliknya hasil kurang meyakinkan dipetik juara bertahan Pro Kundalini yang ditahan PS Gianyar dengan skor 2-2 di Lapangan Yoga Perkanthi (10/8). Beruntung kemudian Kundalini mampu merebut poin penuh setelah mengatasi Bali All Star 2-0. Pelatih Pro Kundalini, Arif Rizal, menyebut asuhannya masih perlu banyak perbaikan khususnya di lini belakang dan penjaga gawang. l Mawa

22 - 28 Agustus 2016

31


PENDIDIKAN

MBP/wiadnyana

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengajari warga cara membaca, menulis dan menghitung (calistung) di Banjar Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh, belum lama ini.

A

Angka Buta Aksara Tembus 5.494 Orang

ngka buta aksara di wilayah Klungkung masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung, jumlah angka buta aksara di Bumi Serombotan ini mencapai 5.494 orang. Dari jumlah itu, paling banyak terdapat di wilayah Nusa Penida yakni sebanyak 3.311 orang. Disusul Kecamatan Dawan 1.019 orang, Kecamatan Klungkung 878 orang dan Kecamatan Banjarangkan sebanyak 786 orang. Kadisdikpora Klungkung Nyoman Mudarta tidak menampik angka buta aksara di Klungkung masih tinggi. Menurut dia, data tersebut diperoleh dari tim yang turun langsung ke lapangan dengan melibatkan kadus, perbekel, camat dan petugas statistik. Pendataan mulai dilakukan dari tahun 2014 – 2015 dengan cara mencantumkan nama dan alamat warga yang buta aksara. Namun, dari jumlah angka buta aksara tersebut, sebagian sudah digarap. Pemkab sendiri dalam hal ini Disdikpora telah melaksanakan program pendidikan dasar keaksaraan fungsional dasar sejak tahun 2015 untuk membarantas buta aksara. Program ini didanai dari APBN untuk 1.000 orang dan pembelajarannnya dipusatkan di Nusa Penida dan Desa Paksebali, Dawan. Disamping dana APBN, program tersebut juga didanai

32 22 - 28 Agustus 2016

dari APBD I untuk 150 orang. Sedangkan dari dana APBD kabupaten sebanyak 140 orang. Program ini juga berlanjut pada tahun 2016. Ada 470 orang yang mengalami buta aksara disasar untuk mengikuti program pendidikan dasar keaksaraan fungsional yang meliputi pembelajaran membaca menulis dan menghitung (calistung). “Setelah mengikuti program tersebut, mereka juga mengikuti program keaksaraan formal mandiri berupa pemberian keterampilan,” ujar Mudarta. Mudarta menambahkan, program pemberantasan buta aksara dibagi per kelompok. Satu kelompok yang terdiri dari 10 orang diberikan dana sebesar Rp 4,5 juta. Pemkab sendiri juga menganggarkan dana sekitar Rp 300 juta untuk mendukung program tersebut. Tapi, anggaran tersebut digunakan untuk administrasi. Sedangkan usia rata-rata warga yang mengalami buta aksara di Klungkung antara 15 sampai 59 tahun. “Selain memberikan pelatihan antara tiga bulan sampai enam bulan, nanti juga ada ujian. Bahkan, yang lulus ujian nantinya akan dapat sertifikat berupa surat keterangan melek akasara (Sukma),” terangnya. * l Wiadnyana


ADVERTORIAL

MBP/ist

SUBAK - Pemerintah Kota Denpasar yang komit melestarikan keberadaan ruang terbuka hijau, salah satunya subak yang telah diakui badan PBB, UNESCO, menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia internasional. Seperti Subak Sembung, yang berada di Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara menjadi salah satu destinasi wisata yang dikemas menjadi ekowisata sekaligus telah ditata dan dilestarikan oleh Pemerintah Kota Denpasar. Terkait mempromosikan pelestarian subak tersebut, Pemerintah Kota Denpasar mengajak delegasi Organisation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik mengunjunginya. Kunjungan delegasi OWHC diterima Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara beserta instansi terkait dan tokoh masyarakat, Selasa (9/10). Setelah mengunjungi Subak Sembung, para delegasi OWHC juga mengunjungi Banjar Pulugambang Kelurahan Peguyangan untuk menyaksikan aktivitas di banjar, salah satunya latihan menari.

AKREDITASI - Kasek I Ketut Suarya dan Nyoman Badra menerima asesor saat SMK PGRI 4 Denpasar divisitasi BAP Bali. Warga SMK PGRI 4 Denpasar sejak seminggu ini disibukkan dengan akreditasi dari Badan Akreditasi Provinsi (BAP) Bali Sekolah/Madrasah. Senin (8/8), semua unsur pimpinan dan bagian administrasi, guru dan alumni divisitasi asesor. Sebanyak enam asesor melakukan visitasi dan penilaian di SMK PGRI 4 Denpasar sejak seminggu ini. Drs. I Nyoman Putu Astawa dan Drs. I Nyoman Tegteg untuk akreditasi program keahlian Tata Boga. Drs. Nyoman Samba dan Drs. I Made Darwis Wibawa, M.M., mengakreditasi program keahlian Multi Media dan Drs. I Made Bira, M.Pd., dan Dewa Made Wija, S.Pd., M.Pd., mengakreditasi program keahlian Akomodasi Perhotelan (AP). Tim juga diterima pengurus pleno dan Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. Nengah Madiandyana, M.M., dan Ketua Komite SMK PGRI 4 Denpasar Drs. IGB Wiadnyana, M.M., M.Pd. Tim SMK PGRI 4 Denpasar tampil allout saat diakreditasi, karena sebelumnya sekolah favorit di Denpasar ini sudah meraih akreditasi A.

PAMERAN - Kota Denpasar yang ditunjuk sebagai tuan rumah pada Strategic Meeting Organitation World Heritage City (OWHC), akan memamerkan karya 31 perupa. Pameran karya seniman lukis ini akan dipajang selama empat hari dari tanggal 7 sampai 10 Agustus di Grand Bali Beach Sanur. Pameran dengan tajuk ‘’Heritage Note’’ ini akan disaksikan langsung para delegasi 41 kota anggota OWHC dari sembilan negara se-Asia Pasifik. Pemeran terbuka untuk umum ini dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Minggu 7 Agustus bertepatan dengan pembukaan Strategic Meeting OWHC. Para perupa yang terlibat dalam pameran ini yakni David Brophy (Australia), Dayu Bulan Oka, Debora Teo Linang (Malaysia), Galung Wiratmaja, Hutomo Ishii (Jepang), Ida Bagus Purwa, Imam Nurofiq, Jango Paramartha, Janiz Chan (Malaysia), Loka Sura, Made Duatmika, Made Gunawan, Made Kaek, Made Mahendra Mangku dan Made Supena. Di samping itu, turut juga terlibat Made Wianta, Made Wiradana, Natisa Jones, Noella Rose (Belanda), Nyoman Gunarsa, Nyoman Sujana Kenyem, Pande Alit Wijaya Suta, Paul Trinidad (Australia), Putu Bambang Juliarta, Romi Sukadana, Stephan Sphicer (Swiss), Suklu, Teja Astawa, Uuk Paramahita, Wayan Redika, dan Wayan Suastama.

PDSP - PPLP Dhyana Pura menggelar kegiatan PDSP 2016 yang berlangsung mulai Selasa (9/8) hingga Jumat (12/8) mendatang. Tampak Direktur PPLP Dhyana Pura I Gede Agus Mertayasa dan Ketua Panitia PDSP I Ketut Suartana beserta mahasiswa saat pembukaan PDSP. Sebanyak 572 mahasiswa baru Pusat Pendidikan dan Latihan Pariwisata Dhyana Pura (PPLP Dhyana Pura) mengikuti kegiatan Pembinaan Dasar Sikap Profesi (PDSP) 2016 di Kampus Hijau Dhyana Pura. Kegiatan tersebut berlangsung mulai Selasa (9/8) hingga 12 Agustus 2016 mendatang. Pembukaan kegiatan PDSP yang bertemakan ‘’Membangun Sumber Daya Manusia yang Kompeten dalam Bidang Pariwisata dan Perhotelan’’ tersebut ditandai dengan pelepasan burung merpati ke udara. Hadir saat pembukaan Pengurus Yayasan Dhyana Pura, Direktur PPLP Dhyana Pura I Gede Agus Mertayasa, S.E., M.M., para instruktur dan staf PPLP Dhyana Pura.

MBP/ist

MBP/ist

22 - 28 Agustus 2016

33


A KT I V I TA S

BMP/ist

BEDAH BUKU - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar melakukan kegiatan bedah buku karya I Gde Samba berjudul “Mengenalkan Hindu, sebagai Satu Budaya, Sikap dan Perilaku (A Way of Life)” di kampus setempat, Selasa (9/8). Kegiatan itu dibuka Rektor Unhi Dr. IB Dharmika, M.A., dihadiri para dekan, wakil dekan dan dosen. Buku tersebut dibedah dosen FPAS Unhi Drs. Gusti Ketut Widana, M.Si., dipandu dosen FIAK Unhi Drs. Putu Sarjana, M.Si. Rektor Unhi IB Dharmika didampingi Humas Unhi Ida Bagus Samba menyampaikan, kegiatan ini merupakan implementasi dari tri dharma perguruan tinggi. Kegiatan seperti ini akan terus digiatkan ke depan. Dengan demikian diharapkan atmosfer akademik makin mantap. Melalui acara bedah buku ini diharapkan dapat meningkatkan budaya baca tulis insan akademis. “Kegiatan ini juga serangkaian diesnatalis Unhi yang puncaknya Oktober mendatang, salah satunya bedah buku, selain kegiatan Bali Sani, seminar, pengabdian pada masyarakat, penelitian dan sebagainya,” ujarnya.

BMP/ist

BAKTI SOSIAL – Civitas akademika Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai saat mengadakan kegiatan bakti sosial dan penghijauan di areal Pura Pucak Candri Manik, Dusun Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut Kabupaten Bangli. Sabtu (30/7) lalu, Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai (FT UNR) mengadakan kegiatan bakti sosial dan penghijauan yang mengambil tempat di areal Pura Pucak Candri Manik, Dusun Serokadan, Desa Abuan Kecamatan Susut Kabupaten Bangli. Acara tersebut diikuti mahasiswa Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur serta dihadiri pula oleh seluruh dosen dan pegawai di lingkungan FT UNR dengan total peserta sebanyak 171 orang.

BMP/ist

BMP/ist

ANGKATAN 81 - Angkatan 81 Arsitektur Unud berfoto bersama sebelum melepas 35 ekor tukik penyu di Pantai Werdhapura, Sanur. Setelah melaksanakan reuni ke-1 tahun 1991, reuni ke-2 tahun 2010, Angkatan 81 Arsitektur Unud melaksanakan reuni ke-3 pada Sabtu (6/8) dan Minggu (7/8) yang bertempat di Werdhapura Sanur dan Nusa Lembongan. Setelah sekian lama sibuk dengan urusan keluarga masing-masing dan sibuk mengabdi demi bangsa dan negara di berbagai pelosok Nusantara tercinta ini, melalui kegiatan reuni ke-3 ini mereka diharapkan dapat saling melepas rindu. Dengan belajar dan mengingat masa lalu, mencermati masa kini secara seksama, maka diharapkan keluarga besar Angkatan 81 Arsitektur Unud dapat merancang masa depan bangsa dan negara yang lebih baik.

34 22 - 28 Agustus 2016

BEDAH WARUNG – Wali Kota Rai Mantra meresmikan bedah warung di Banjar Tegal Kauh, Desa Ubung Kaja, Rabu (10/8). Pemerintah Kota Denpasar di bawah kepemimpinan Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan wakilnya, IGN Jaya Negara, terus melakukan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam mewujudkan program pro-rakyat tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menggandeng semua stakeholder untuk turut mengambil bagian dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Seperti yang dilakukan Gerakan Koperasi Kota Denpasar yang telah melaksanakan bedah warung di tiga kecamatan, yaitu Denpasar Timur, Denpasar Selatan dan Denpasar Utara berkaitan dengan hari ulang tahunnya yang ke-69. Salah satu warung yang telah dibedah di Banjar Tegal Kauh, Desa Ubung Kaja, diresmikan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Rabu (10/8).


MBP/ist

MBP/ist

PADA 2017 mendatang, Badung dipastikan akan membangun gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung. Lokasinya ada di Terminal Mengwi seluas sekitar satu hektar. Untuk tujuan ini, Selasa (9/8) peninjauan lokasi gedung dilakukan. Peninjauan bersama dilakukan Kepala Biro Perencanaan Kejaksaan Agung RI Amir Yanto didampingi Kajati Bali Dr. H. Abdul Muni, S.H., M.H. dan Kajari Denpasar Erna Normawati Widodo Putri, S.H., M.H. Dari Pemkab Badung hadir Bupati Nyoman Giri Prasta, S.Sos. didampingi Wabup Drs. I Ketut Suiasa, Sekkab Kompyang R. Swandika dan pimpinan sejumlah SKPD di lingkup Pemkab Badung.

OWHC - Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage City (OWHC) Asia Pasifik di Kota Denpasar resmi dibuka di Hotel Grand Bali Beach Sanur, Minggu (7/8) kemarin. Pembukaan dilakukan Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Indonesia Y.B. Satya Sana Nugraha bersama Direktur General of Intangible Culture Heritage of Asia Pasific Region Kwon Huh, Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional ketimbung. Agenda pembukaan juga dimeriahkan dengan pameran foto, lukisan dan karikatur dengan tema heritage serta dan pentas budaya. Beberapa kepala daerah di Bali dan Indonesia yang masuk dalam Jaringan Kota Pusaka se-Asia Pasifik tampak hadir pada konferensi yang berlangsung selama empat hari dari tanggal 7 sampai 10 Agustus.

MBP/ist

DEKLARASI - Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik yang berlangsung selama empat hari dari tanggal 7 sampai 10 Agustus di Kota Denpasar yang melibatkan seluruh anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dan anggota OWHC Asia Pasific, Senin (8/8) berhasil melahirkan Deklarasi Denpasar. Poin penting dari deklarasi ini adalah penguatan jaringan segitiga pelestarian kota pusaka yang berkaitan dengan kerja sama dari siswa sekolah dan menguatkan jaringan dalam peningkatan partisipasi generasi muda. Keputusan ini dilakukan pembahasan secara mendalam dengan moderator Direktur General of ICHCAP Huh Kwon dan Sekretariat Regional OWHC Asian-Pasiffic Ja-Hyun serta diikuti para anggota JKPI dan angota OWHC. Deklarasi Denpasar yang dibacakan Direktur General of ICHCAP Huh Kwon juga menghasilkan 10 rekomendasi. Di antaranya, Petinget Tumpek Landep diakui sebagai warisan budaya dunia.

MBP/ist

MAKET - Gambar maket pagelaran genjek kolosal di Taman Soekasada Oejoeng (TSO), Karangasem, Rabu (10/8) sore. Festival ini sudah direncanakan cukup lama, dalam rangka mengangkat martabat seni magenjekan. Hal itu disampaikan penanggung jawab pagelaran IGM Tusan dan Ketua Panitia Ir. Ida Made Alit, Minggu (7/8). Kesenian khas masyarakat pedesaan di Karangasem itu perlu diangkat martabatnya, karena selama ini seni magenjekan masih dicap miring atau negatif. Masalahnya, selama ini seni magenjekan kerap hanya sebagai nyanyian dan tarian para pemabuk di arena minum miras. Ketika anggota atau mereka yang berpesta minum tuak sudah setengah mabuk sampai mabuk berat, guna meluapkan energi yang berlebihan, barulah magenjekan. Karena itu, pihak Gerakan Masyarakat Terpadu (GMT) melalui tokoh-tokohnya berupaya mengangkat martabat seni magenjekan. 22 - 28 Agustus 2016

35


FULL DAY SCHOOL

Jangan Sekadar Sensasi Full day school ide baru yang diwacanakan Mendikbud Muhadjir Effendy. Alasannya, sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak. Bisa menjadi tempat yang menyenangkan. Ide sekolah sehari penuh untuk mengimplementasikan Nawa Cita pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Banyak yang berpendapat program ini cocok diterapkan, apabila didukung kesiapan guru, fasilitas sekolah serta program baku yang mempertimbangkan berbagai aspek. Jangan sampai, siswa berada di sekolah tetapi tidak mendapat bimbingan dan fasilitas yang memadai. Sebab kondisi itu akan memunculkan ketertekanan bagi siswa.

Harus Holistik Wacana “Full day school” tak banyak direspons di Bali. Alasannya, banyak sekolah tak memiliki fasilitas yang lengkap. Demikian pula jumlah guru yang terbatas. Retno IG Kesuma, psikolog RSUP Sanglah, berpendapat, program tersebut perlu dilihat dari berbagai sudut pandang dan dari sisi positif dan negatif. Jika dilihat dari sisi negatif, beberapa orang beranggapan bahwa full day school akan membatasi keleluasaan anak dalam hal memilih kegiatan yang ingin dilakukannya. Namun, jika dilihat dari sisi positif juga banyak memberikan manfaat. Dengan bersekolah seharian tentu akan lebih mudah memantau dan mengontrol anak. “Kalau saya lihat sisi positifnya anak-anak menjadi lebih terkoordinir ketika pulang sekolah bahkan diperlukan tapi perlu pengawasan lagi,” jelasnya. Program full day school kembali lagi pada kesiapan fasilitas dan sumber daya sekolah tersebut dalam melakukan program tersebut. Mengingat setiap sekolah mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda begitu juga kebutuhan siswa berbeda-beda. Wakil Ketua DPRD Bangli I Nyoman Basma, pekan lalu menjelaskan, full day school akan menjadi beban bagi siswa utamanya di pedesaan.

36

22 - 28 Agustus 2016

Selain itu orangtua juga terbebani. Beban ekonomi yang selama ini dipikul akan semakin meningkat. Hal ini berpotensi akan menurunkan tingkat kesejahteraannya. “Sekolah dari pagi sampai siang saja sudah lumayan pengeluarannya. Apalagi sampai sore, pasti bertambah,” katanya. Hal senada juga disampaikan Perbekel Siakin, Kintamani I Gede Disi. Selama ini, anak-anak di desanya masih banyak yang harus berjalan kaki ke sekolah dan harus menempuh jarak yang cukup jauh. Selain itu, mereka juga banyak yang harus membantu orangtuanya untuk meningkatklan ekonomi keluarga. ‘’Kalau sekolah seharian, anak pasti akan terbenani. Banyak hal yang sebelumnya mereka geluti bersama orangtuanya akan pudar,” tuturnya. Sekdisdikpora Bangli I Nyoman Sedana mengungkapkan wacana itu akan dibicarakan dengan kepala sekolah saat rapat rutin berlangsung. Sebagai gambaran awal, kata dia, program itu harus dikaji secara mendalam. Siswa yang berada di kondisi geografis sulit perlu juga dipikirkan. Demikian juga dengan kesejahteraan tenaga pendidik. Kadisdik Gianyar Made Suradnya menyatakan dukungan terhadap program tersebut. Namun sebelum diterapkan masih banyak hal yang perlu dikaji secara matang. “Kalau ini menjadi arahan dari pemerintah tentu kami akan menjalankan, namun sebelum itu ada sejumlah pertimbangan yang harus dibahas, dari pola


R

Siswa sedang melaksanakan persembahyangan. Hal itu juga merupakan bagian dari pembentukan karakter. MBP/dok

pembelajaran dan teknis lainya. Sekarang kan ini yang belum kita ketahui,” ucap Made Suradnya. Senada disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Gianyar Dewa Nyoman Bawa. Pola pembelajaran ini perlu dibahas lebih dalam. Namun, secara teknis pihaknya mengaku siap melaksanakan program ini. “Kalau teknis sepertinya kami memungkinkan melakukan program ini, tetapi untuk lebih pastinya masih perlu dikaji bersama orangtua siswa,“ ucapnya. Gede Putu Surya Wirawan, S.ST.Par., M.Par, Kepala Sekolah SMA Wisata Dharma, Lembongan, menyatakan, full day school bagi sekolah yang sudah mapan tentu tidak ada hambatan. Tetapi bagi sekolah yang tidak mapan (fasilitas kurang, keuangan morat-marit, iklim masyarakat tradisional, SDM guru kurang bahkan mengajar lebih dari satu mata pelajaran) tentu berdampak negatif. Bahkan menjadi beban bagi sekolah, karena memerlukan sumber daya yang banyak, uang banyak, prasarana yang lengkap, serta kurikulum juga harus menyesuaikan. l Tim MBP

ektor IKIP Saraswati Tabanan, Dr. Drs Nyoman Oka, MPD, menilai full day school akan sulit dalam pelaksanaannya. Terlebih jika fasilitas dan SDM belum siap untuk itu. ‘’Itu yang harus dipikirkan. Jika semuanya tidak disiapkan matang maka tentu membuat siswa tidak nyaman dan bosan. Hal ini justru mengganggu proses belajar dan mengajar,’’ ujarnya, pekan lalu. Oka tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa ‘’satu hari di sekolah’’ hanya menimbulkan efek negatif. Dari pandangannya, juga ada sisi positif dalam penerapannya. Misalkan, sekolah tidak bisa lagi menerima siswa dengan kapasitas berlebih dan akhirnya menerapkan double shift. Guru juga bisa lebih full memberikan perhatian bagi siswanya dalam memberikan materi pembelajaran. Hal serupa juga diakui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali. TIA Kusuma Wardhani mengatakan, full day school harus diterapkan selektif. Artinya harus melihat wilayah dan kondisi sekolah, kesiapan guru, infrastruktur dan paling utama adalah kemampuan siswa dan keadaan ekonomi para orangtua siswa. Sebab, selama siswa di sekolah tentu akan membutuhkan tenaga yang lebih, teru-

tama makanan. Mau tidak mau siswa harus membawa uang saku yang lebih. Sementara, keadaan ekonomi orangtua siswa bervarisasi. “Hal inilah yang harus dicermati lebih dalam lagi, karena tidak semua orangtua siswa berada dalam keadaan ekonomi menengah ke atas. Tetapi juga ada keadaan ekonominya menengah ke bawah, bahkan sangat miskin. Di samping juga keadaan sekolah tidak semuanya sama. Begitu juga dengan para guru. Sebagai pemandu pendidikan di daerah, ia akan tetap mendukung apa yang menjadi program pemerintah. Kendati demikian, ia juga meneginginkan agar rencana itu dikaji secara mendalam sebelum diterapkan dan diberlakukan di sekolah. Sementara itu, Akademisi Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, SH.,MH., mengatakan, ada beberapa aspek yang harus jelas terlebih dahulu sebelum memutuskan full day school diterapkan di sekolah. Ia pun berharap, wacana full day school tidak sekadar sensasi semata dari menteri baru agar terlihat beda. Tetapi program tetsebut perlu kajian mendalam dan tidak boleh dilaksanakan terburu-buru. l Tim MBP

MBP/ist

Sejumlah siswa sedang berkebun. Kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk mengenal serta pelestarian lingkungan.

22 - 28 Agustus 2016

37


pa r i w i s ata

Mengamankan Kampung Turis Kuta dari Teror

O

bjek wisata Kuta, Bali memang sangat terkenal hingga ke kancah internasional. Selain dikenal karena keindahan pantai dengan pasir putihnya, destinasi yang kerap disebut kampung turis ini memiliki panorama matahari tenggelam serta deburan ombaknya yang menjadi surga bagi peselancar dunia. Tak heran Kuta yang terletak di selatan Pulau Bali, tepatnya di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berlibur ke Pulau Dewata. Popularitas Kuta juga dibarengin dengan tingkat kriminalitas lumayan mengkhawatirkan. Perampokan, jambret hingga berujung pembunuhan kerap mewarnai kawasan ini. Guna mengamankan kampung turis dari

38 22 - 28 Agustus 2016

teror kejahatan, pemerintah setempat memasang alat perekam Closed-circuit television (CCTV) yang ditempatkan di titik strategis. Rencana Pemerintah Kabupaten Badung setempat akan memasang 100 unit CCTV di 72 titik wilayah kecamatan Kuta. Pemasangan CCTV ini baru bisa terpasang di sejumlah jalan protokol saja dan baru bisa terkoneksi hingga kantor Polsek dan Dishubkominfo Badung. Melihat fasilitas keamanan yang dipasang pemerintah Kabupaten Badung di Kecamatan

Kuta, mendapat apresiasi sejumlah warga Kuta, bahkan warga siap merelakan lahannya dipasangi tiang untuk pemasangan CCTV tersebut. Anggota DPRD Badung Daerah Pemeilihan kecamatan Kuta, I Gusti Anom Gumanti, mengatakan meski sempat terjadi hambatan dalam pelelangan, namun pemasangan CCTV di Kuta sebagai salah satu alat keamanan di Badung akhirnya teralisasi juga.


“Kami bersama klian dinas dan adat di Kecamatan Kuta memberikan apresiasi terhadap pemerintah atas realisasi program pemasangan CCTV di Kuta untuk menjaga keamanan wilayah pariwisata di Badung, namun kami berharap pemasangan 100 CCTV ini bisa dipasang hingga ke Gang-gang, tidak hanya di jalan protokol saja,” ujarnya. Menurutnya, pemantauan dengan CCTV hingga ke gang-gang di Kuta ini penting, karena tindak kejahatan sering terjadi di gang-gang sempit di kawasan Kuta. “Di gang-gang tersebut banyak rumah kost, di sana kita bisa mendeteksi dini adanya teror bom,” terangnya. Politisi PDI Perjuangan ini juga berharap, koneksi pemantauan CCTV tidak hanya di Polsek dan Puspem saja. “Kami ingin CCTV ini bisa dilihat dan terkoneksi di commend center-nya

Polresta, hingga Polda Bali. Selain itu, untuk kedepannya setelah Kuta dijadikan proyek percontohan CCTV ini, kami juga harapkan dikawasan lain seperti Kuta Selatan, Kuta Utara hingga Petang bisa juga dipasang alat serupa, sehingga program kota pintar di badung bisa terwujud,” paparnya. Pemkab Badung memasang anggaran yang cukup besar untuk pengadaan CCTV yang bersumber dari APBD tahun 2016. Setelah melalui proses pelelangan, nilai kontrak pengadaan CCTV dengan pemenangan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebesar Rp 16.629.178.500 dari HPS (harga perkiraan sementara) Rp 18.175.138.197,94. “Saat ini sedang proses pemasangan, a d a 79 titik dikawasan strategis Kecamatan Kuta dengan 100 kamera CCTV,” terang Kepala Dishubkominfo I Made Weda Dharmajaya. K a m e r a C C T V yang di-

pasang kali ini memiliki spesifikasi cukup canggih, selain bisa mantau hingga 360 derajat, kemampuan pembesarannya atau zoom sangat kuat. Kabarnya hingga bisa melihat nomor kendaraan, hingga wajah pengemudi. Pejabat asal Desa Sembung, Mengwi ini mengungkapkan, pihaknya meminta rekanan bekerja siang dan malam, agar target penyelesaian bisa tercapai yaitu pada bulan Oktober tahun ini. Saat ini lanjut dia, sedang dilakukan pengerjaan pondasi tiang CCTV yang nanti tingginya sekitar 15 meter. Tambahan 100 CCTV ini akan melengkapi 15 CCTV ATCS (Area Traffic Control System) pada persimpangan jalan yang sebelumnya sudah terpasang. Jadi total ada 115 CCTV yang mengawasi Kuta. Jika sebelumnya kamera CCTV ATCS lebih pada pengaturan lalu lintas, 100 kamera CCTV yang akan terpasang ini fungsinya lebih diutamakan untuk pemantauan keamanan kawasan, akan tetapi bisa juga untuk mengetahui kondisi lalu lintas. “Bupati, wakil bupati dan sekda, nantinya dapat memantau langsung hasil pemantauan CCTV di kawasan Kuta, melalui monitor yang akan dipasang di masing-masing ruang kerjanya,” pungkasnya. l Parwata

Monumen Ground Zero Bali menjadi sejarah kelam bagi Bali, khususnya Kuta, Bali. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Badung akan melengkapi sistem keamanan di wilayah kampung turis dengan pemasangan CCTV. 22 - 28 Agustus 2016

39


A KT I V I TA S

MBp/ist

MBp/ist

PARANORMAL MUDA - Jro Sutiawati memutuskan menjadi paranormal muda lantaran ingin membantu masyarakat, khususnya dalam hal pengobatan. Pengalaman mistis dan aneh sudah dialaminya sejak masih kecil. Sejak kecil Jro Sutiawati telah dibekali dengan indra keenam. Pada awalnya, ia terlahir dengan kondisi kecacatan fisik pada kakinya (pincang). Saat remaja ia juga pernah mengalami sakit dan sempat dikira mengalami gangguan jiwa. Berbagai cobaan ia alami, seperti sakit dalam waktu lama. Memutuskan menjadi paranormal adalah ketika ia mengalami mati suri saat masih remaja. Sejak saat itu ia mulai mengobati orang, baik sakit medis maupun nonmedis. Jro Sutiawati juga membantu membuka cakra, ilmu kebatinan, cara belajar meditasi, menenangkan diri, mengobati diri sendiri, membantu pasien darurat dengan datang ke rumah sakit, tempat pasien berobat atau ke rumah pasien.

JUARA KADARKUM - Denpasar kembali meraih prestasi tingkat nasional setelah sebelumnya meraih Anugerah Adipura dan Trofi Pakarta Utama I Bidang Lingkungan Bersih dan Sehat. Kini, Tim Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) Banjar Karang Suwung, Pedungan, Denpasar Selatan yang mewakili Bali mengikuti Lomba Kadarkum Tingkat Nasional di Jakarta dari tanggal 1 hingga 4 Agustus 2016, berhasil meraih juara I dan gelar terbaik tingkat Nasional. Peserta Lomba Kadarkum Tingkat Nasional 2016 merupakan perwakilan dari 34 provinsi dan satu kontingen tingkat pusat. Keberhasilan Tim Kadarkum Denpasar meraih juara I setelah pada babak final mengalahkan tim Kadarkum dari Provinsi Banten. Wali Kota Rai Mantra foto bersama dan memberikan support kepada Tim Kadarkum Kota Denpasar.

MBp/ist

SMANSA - SMAN 1 (Smansa) Denpasar dalam menyongsong HUT ke-56 yang jatuh Senin (8/8), mendapat kadokado istimewa dari para siswanya berupa prestasi. Kado istimewa itu dipersembahkan Agung Krishna Nugraha. Siswa kelas XI-MIA.5 ini berhasil meraih medali perak pada ajang International Mathematics Contest yang diselenggarakan di Singapura dari tanggal 29 Juli 2016 hingga 1 Agustus 2016 lalu. Putra dari pasangan Surya Nugraha dan Yenie yang lahir tanggal 9 September tahun 2000 ini memang mumpuni pada bidang matematika. Bahkan, Agung Krishna Nugraha telah beberapa kali memenangkan kompetisi internasional bidang matematika. Kepala SMAN 1 Denpasar Nyoman Purnajaya bersama Agung Krishna Nugraha yang meraih prestasi di ajang International Mathematics Contest 2016.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

40 22 - 28 Agustus 2016


MBP/ist

PERINGATAN - Kepala SMAN 1 Denpasar memotong tumpeng serangkaian peringatan HUT ke-56 SMAN 1 Denpasar. Sebelumnya SMAN 1 Denpasar telah melaksanakan 32 kegiatan atau lomba yang bersifat edukatif dan promotif. Kegiatan tersebut di antaranya, donor darah, fun bike, lomba karya tulis ilmiah, lomba bina kepramukaan, bina kepalangmerahan, lomba tari Jauk Manis dan Truna Jaya, lomba di bidang sastra, olimpiade Fisika, Matematika, Biologi, Komputer, debat Bahasa Inggris, lomba lagu pop solo, paduan suara dan lain-lain. Kegiatan atau lomba yang melibatkan guru dan staf juga diadakan, seperti lomba lagu pop dan magegitan, lomba bulu tangkis. Kegiatan yang melibatkan alumni yaitu pertandingan tenis lapangan. Rangkaian HUT SMAN 1 Denpasar juga akan diakhiri dengan gelaran Gempita Karmany Smansa (GKS) di bulan Oktober.

MBP/ist

FUN BIKE - Sekda Adnya Mulyadi saat melepas peserta fun bike. Semntara Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri melepas peserta gerak jalan pelajar SD, di selatan Pura Jagatnatha, Karangasem, Senin (8/8) kemarin. Regu gerak jalan putra-putri itu mencapai lebih dari 60 regu dan menempuh jarak 8 kilometer keliling Kota Amlapura. Peserta gerak jalan ini tampak bersemangat. Ribuan warga pun berjejer di kiri-kanan jalan menyaksikan kebolehan anak SD itu barisberbaris dengan berbagai padu padan kostum.

MBP/ist

STIKOM - Konjen Jepang Hiroshi Chiba (tiga dari kiri) dan wakilnya Koichi Ohashi (paling kanan) bersama manajemen Stikom Bali. Setelah sebelumnya Stikom Bali mengangkat mantan Konsul Jenderal Jepang sebagai visiting professor di Stikom Bali, kali ini Stikom Bali kembali mendapat dukungan penuh dari Konjen Jepang dalam rangka pembentukan pusat studi Jepang Stikom Bali. Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat Stikom Bali akan melaksanakan kegiatan Kick Off Seminar dengan mendatangkan langsung pembicara dari Jepang. Konsul Jenderal Jepang di Bali Hiroshi Chiba menyatakan kesiapannya membuka Kick Off Seminar Green Technology for the Better Living yang digelar oleh Stikom Bali sekaligus meresmikan hadirnya Pusat Studi Jepang di Stikom Bali. Hal itu terungkap dalam audiensi Ketua Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan dengan Hiroshi Chiba di kantornya, Konsulat Jenderal Jepang Jalan Raya Puputan No, 170 Renon, Denpasar, Selasa (2/8).

MBP/ist

JOGED BUMBUNG - Setelah berlangsung selama dua bulan setengah (dari 14 Juni hingga 6 Agustus 2016), Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menutup secara langsung ’’Rekonstruksi Seni Tari Joged Bumbung’’ di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Sabtu (6/8) lalu. Ketua Panitia Ida Ayu Trisnawati, S.ST., M.Si. mengatakkan, kegiatan Rekonstruksi Seni Tari Joged Bumbung di Desa Pujungan merupakan salah satu implementasi dari program Tri Dharma Perguruan Tinggi ISI Denpasar. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah melakukan rekonstruksi dan revitalisasi kesenian Joged Bumbung Desa Pujungan, sehingga bisa tetap lestari.

22 - 28 Agustus 2016

41


A KT I V I TA S

MBp/ist

KUPA - Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Klungkung Tahun 2016 ditandatangani Bupati I Nyoman Suwirta bersama Ketua DPRD Wayan Baru di Gedung DPRD, Selasa (9/8). Rapat paripurna diikuti 27 anggota Dewan, Forkompinda Klungkung, kepala SKPD, dan undangan lainnya. Bupati Suwirta menyampaikan banyak hal sebelum penandatangan bersama. Ia sangat mengapresiasi segala upaya yang dilakukan Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah agar rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggran Sementara Perubahan APBD Tahun 2016 dapat seoptimal mungkin mengakomodir berbagai kepentingan masyarakat. Dengan demikian, dalam pelaksanaannya nanti yang tertuang dalam APBD tidak mengalami kendala atau terjadi kesalahan pengalokasian anggaran.

MBp/ist

KUNJUNGAN - Sebanyak 23 Siswa Mengenal Nusantara Kalimantan Tengah (Kalteng) mengunjungi SMAN 3 Denpasar, Selasa (9/8). Program dari Kementerian BUMN ini sengaja memilih SMAN 3 Denpasar karena melihat prestasinya yang go national dan go international. Rombongan Kalteng dipimpin Nyono dari Dinas Pendidikan Kalteng dan guru berprestasi Dra. Siti Farida Oktaria, M.Pd. Mereka diterima langsung Kepala SMAN 3 Denpasar Drs. I Ketut Suyastra, M.Pd., dan para wakasek Putu Gede Subrata, Made Mertana dan Luh Suratni. Program Siswa Mengenal Nusantara ini adalah untuk memperkenalkan generasi muda akan keragaman sosial budaya dan potensi alam Nusantara. Selama di Trisma Siswa Mengenal Nusantara Kalteng mengagumi Trisma karena sukses meraih prestasi dan piala.

MBp/ist

MBp/ist

PERTEMUAN - Atas aduan masyarakat ke Komite III DPD-RI Bidang Tenaga Kerja terkait dengan sejumlah masalah yang dialami oleh karyawan Dreamland Villa di Ungasan, ditanggapi cepat oleh Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Dalam pertemuan yang difasilitasi Perbekel Ungasan di aula setempat, hadir kurang lebih seratusan peserta RDP baik dari unsur pemerintah desa, Bendesa Adat Ungasan, Jamsostek, manajemen Dreamland dan wakil karyawan serta unsur TNI/Polri. Terdapat sejumlah tuntutan dari karyawan, diantaranya tentang keluhan kerapnya gaji yang dibayarkan terlambat, tidak disetorkannya dana Jamsostek walau sudah dipotong langsung dari honor karyawan, tidak adanya serikat pekerja serta perhatian akan kesejahteraan karyawan.

42 22 - 28 Agustus 2016

RDP - Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kasus Q-Rak yang dihadiri Bendesa Agung MUDP, Dirintel Polda Bali, Intel Kejati Bali, Kanwil Agama Provinsi Bali, Kesbanglinmas dan Polres se–Bali, Jro Gede, Jro Alit Desa Adat Batur di Kantor DPD-RI, Renon. Kasus penanaman tulang ilegal dari keluarga yang juga orangtua dari pendiri Q-Rak berinisial RI di wilayah Desa Adat Batur, ditanggapi serius Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Dalam rapat dengar pendapat yang diadakan di Kantor DPD-RI di Renon atas aspirasi dari mantan aktivis dan praktisi Q-Rak, Komite III Bidang Agama dan Budaya menggandeng Bendesa Agung MUDP, Dirintel Polda Bali, Intel Kejati Bali, Kanwil Agama Provinsi Bali serta Kesbanglinmas se–Bali. Tampak hadir undangan Polres se–Bali, Jro Gede dan Jro Alit Desa Adat Batur.


MBp/ist

JUARA - Main Dealer Astra Motor Bali berhasil membawa prestasi di Final AHM Best Student 2016. I Gede Febriana perwakilan siswa dari SMKN 1 Petang meraih prestasi yang membanggakan sebagai juara III dalam ajang kompetisi yang memaparkan ide dan kreativitas yang berjudul HIRUTA “Hidroponik Rumah Tangga Menjaga Ketahanan Pangan Keluarga dan Usaha Bangkitya Kelompok Pemuda Tani Hidroponik dalam Meningkatkan Produk Pertanian” dalam AHM Best Student yang diadakan PT Astra Honda Motor tersebut. I Gede Febriana adalah peserta yang telah mengikuti seleksi karya tulis di Region, yang bertemakan Young Entrepreneur. Dengan melakukan penelitian yang dikerjakan selama dua tahun, I Gede Febriana ingin mengajak generasi muda untuk menyenangi aktivitas bercocok tanam dan dengan semangatnya tersebut telah berhasil mengalahkan 69 peserta dari siswa-siswi terbaik tingkat SMA yang tersebar di Indonesia.

MBp/ist

MENANAM POHON - General Manager PT Indonesia Power Unit Pembangkit Bali I GAN Subawa Putra bersama Kepala BLH Badung menanam pohon di Desa Adat Munduk Damping, Petang, Jumat (5/8). Mendukung program kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) IHDN Denpasar periode XIII kelompok X Desa Adat Munduk Damping, PT Indonesia Power Unit Pembangkit Bali bekerjasama dengan masyarakat Desa Adat Munduk Damping melakukan penanaman bibit pohon upacara di Desa Adat Munduk Damping, Kecamatan Petang, Badung, Jumat (5/8). Penanaman bibit pohon tersebut dihadiri General Manager PT Indonesia Power Unit Pembangkit Bali I GAN Subawa Putra dan disambut oleh Kepala BLH Badung I Ketut Sudarsana, Perbekel Desa Adat Munduk Damping I Wayan Suryantara, Kepala Pusat LPM IHDN Denpasar Drs. I Gusti Ketut Dalem, M.Si, kepala dinas se-lingkungan Desa Adat Munduk Damping, Sekaa Truna-Truni dan seluruh mahasiwa KKN kelompok X Desa Adat Nunduk Damping.

MBp/ist

PKM - Civitas Akademika FE Unwar bersama perwakilan warga Yangbatu saat pembukaan kegiatan PKM FE Unwar. Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa (FE Unwar) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Pura Dalem Nyanggelan, Desa Yangbatu, Kecamatan Denpasar Timur, Minggu (7/8). PKM tersebut bertemakan ‘’Mewujudkan Kepedulian terhadap Masyarakat sebagai Stakeholder Berdasarkan Tri Hita Karana’’. Dekan FE Unwar Dr. I Made Sara, S.E., M.P. mengatakan, PKM merupakan dharma ketiga dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia sendiri sangat mendukung kegiatan tersebut karena sebagai masyarakat kampus harus peduli terhadap lingkungan. ‘’Apalagi jika dilakukan di lingkungan dekat dengan kampus Unwar,’’ tukasnya.

MBp/ist

HUT XXII - Serangkaian peringatan HUT XXII, PT BPR Bank Kertiawan berkomitmen meningkatkan kepercayaan masyarakat dengan mendulang prestasi dan meningkatkan kesehatan bank. Memasuki usia XXII tahun, PT BPR Bank Kertiawan berupaya terus meningkatkan kepercayaan masyarakat dengan mendulang prestasi dan meningkatkan kesehatan bank. Beragam kegiatan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat juga dilakukan, seperti edukasi masyarakat dalam rangka meningkatkan literasi keuangan dan sosialisasi produk. Dirut Bank Kertiawan Emic Dwi Setyawati GS., S.E., MBA memaparkan, dengan semangat 22 tahun, pihaknya meningkatkan layanan sebagai cerminan kualitas, demi penguatan kelembagaan dan peningkatan reputasi.

22 - 28 Agustus 2016

43


HIBURAN

Lala Karmela

Gugup Jadi “Istri” Chicco Jerikho

AKTRIS Lala Karmela mengaku gugup sekaligus senang diberi kesempatan berperan dalam film berjudul “Bukaan 8” produksi Visinema Pictures yang disutradarai Angga Dwimas Sasongko. “Senang sekali bisa dapat kesempatan bermain di film ini. Tapi, sampai sekarang masih ngerasa gugup main bareng pemeran-pemerannya yang sudah senior, salah satunya Chicco,” kata pemeran Mia dalam “Bukaan 8 “ ini di Jakarta, belum lama ini. Dalam perannya sebagai istri Alam yang diperankan Chicco, Lala dituntut untuk menampilkan sosok perempuan cuek, idealis, realistis dan memiliki tekad yang kuat untuk melahirkan secara normal. Perempuan berusia 31 tahun ini pun memiliki cara tersendiri untuk memuluskan perannya sebagai perempuan hamil dan melahirkan dalam film tersebut. “Saya ban-

44 22 - 28 Agustus 2016

yak nanya teman yang sudah pernah melahirkan, itu sakitnya kayak apa waktu bukaan tujuh, delapan, lalu jalannya ibu hamil gimana, posisi duduknya,” tutur Lala, yang memiliki nama lengkap Karmela Mudayatri Herradura Kartodordjo. Pendatang Baru Wanita Terbaik versi penghargaan perfilman Tanah Air IBOMA 2016 ini berharap lewat aktingnya, para penonton nantinya bisa ikut merasakan bagaimana proses melahirkan. l kmb


Glenn Fredly

Gelar Konser untuk Ruth Sahanaya

M

usisi Glenn Fredly menggelar konser untuk mengapresiasi 30 tahun Ruth Sahanaya berkarya di dunia musik Indonesia, “Tanda Mata Glenn Fredly untuk Ruth Sahanaya�. “Musik Indonesia itu tidak lepas dari ekosistem,� kata Glenn kepada wartawan baru-baru ini di Jakarta. Glenn, yang sudah sejak lama penggemar Ruth Sahanaya, berpendapat tidak berarti tribute ditujukan untuk musisi yang sudah berpulang saja, mereka yang masih terus berkarya pun pantas dianugerahi sebuah persembahan.

Ia menjelaskan dunia musik di Indonesia ada sistem yang telah terbentuk dan setiap musisi yang lahir telah didahului oleh musisi lainnya sebelumnya. Apalagi, Glenn memang memilki misi khusus dalam konser ini, yaitu menjaga ekosistem dunia musik Indonesia. Glenn ingin generasi yang lebih muda tidak hanya mengetahui karya lawas Ruth, namun juga orang-orang yang terlibat di balik sebuah lagu, mulai dari produser, komposer hingga tim teknis. Orang-orang yang berada di balik layar adalah para pelaku di industri musik yang

turut membentuk karakter musik di Indonesia. Konser yang akan digelar di Balai Sarbini pada 30 September ini akan menampilkan musisi lintas genre maupun generasi, seperti Bob Tutupoly, Yovie Widianto, Aminoto Kosin, Yura, GAC dan Kunokini. Konser ini sedianya juga akan menampilkan Mike Mohede, yang berpulang pekan lalu. Tak hanya musisi, Glenn juga menggandeng komikus Hari Prast untuk membuat mural konser ini. l kmb 22 - 28 Agustus 2016

45


TRADISI

”Usaba Puseh” Desa Ngis

Unik, Berlangsung Enam Hari Lima Malam

46 22 - 28 Agustus 2016


U

saba Puseh di Desa Adat Ngis, Manggis, Karangasem memiliki keunikan. Keunikan yang dimiliki itu membedakan dengan pelaksanaan usaba di desa pakraman yang lain. Apa itu? Usaba Puseh, Desa Ngis berlangsung setiap setahun sekali bertepatan dengan Sasih Kasa matemu Purnama Kajeng. Rangkaian karya dilaksanakan selama enam hari lima malam.

MBP/yan

Prosesi Usaba Puseh di Desa Ngis, Karangasem.

Menurut salah satu panglingsir Desa Ngis I Wayan Witha Raga yang juga dikenal sebagai Jero Kubayan menuturkan, pada hari pertama rangkaian Usaba Puseh dinamakan Usaba Mping. Saat Usaba Mping tersebut seluruh pralinggan Ida Batara kalinggihang di panggung tepat di depan Bale Agung dan dirangkaikan dengan persembahyangan bersama. Selanjutnya di hari kedua Usaba Puseh dinamakan Pamahbah. Kegiatan diisi dengan merias palinggih oleh truna-truna desa selain itu juga dilaksanakan rangkaian makiis ke segara di Desa Sengkidu. Di hari ketiga dinamai Pabantenan. Kala itu masyarakat desa memotong babi empat ekor. Pada hari keempat Usaba Puseh disebut Pangraméan. Saat itu dipotong satu ekor babi oleh masyarakat yang disebut krama pamaksan. Selain itu masyarakat lain desa di hari itu juga biasanya tangkil menghaturkan bhakti. Sedangkan di hari kelima disebut Panyangjangan. Saat itu sekitar pukul 15.00 upacara dimulai. Ida Batara diiring ke Pura Sumuh. Datang dari Pura Sumuh sampai di perempatan atau catus pata Ida Batara disambut oleh dua orang daha yang sudah siap menarikan tarian yang dinamakan Daha Malom. Kemudian sesampainya di Pura Puseh, para pimpinan secara bersamaan budal ke rumahnya masing-masing. Tempat keluar para pimpinan juga berbeda-beda. Jero Pasek keluar melalui pamedal sebelah Barat. Jero Mangku Puseh melalui pamedal sebelah uutara. Jero Kubayan keluar melalui pamedal sebelah timur dan Jero Penyarikan keluar melalui pamedal sebelah selatan. Keempat pimpinan tersebut pulang untuk berganti busana menggunakan busana warna serba putih. Selanjutnya keempat pimpinan kembali berkumpul di Balé Agung. Setelah itu datang dua orang daha yang menarikan tarian Daha Malom. Di hari keenam Usaba Puseh disebut Parejangan. Kala itu seluruh pemuda atau daha laki-laki dan wanita diwajibkan ngayah menghaturkan tarian rejang dan pendet. Keunikan lainnya di Pura Puseh, Desa Ngis, seluruh masyarakat saat tangkil memasuki Pura Puseh tidak diperkenankan menggunakan alas kaki. Alas kaki ditaruh di luar kawasan pura. “Kebiasaan yang diwarisi turun temurun itu bertujuan mengingatkan agar selalu ingat akan setiap bentuk kehidupan berasal dari bumi,” jelasnya. Jero Kubayan menuturkan, masingmasing desa memiliki keunikannya

tersendiri. Begitu juga Desa Ngis. Keunikan yang dimiliki Desa Ngis salah satunya adalah Desa Adat Ngis dipimpin oleh empat orang pimpinan yang mengemban tugas dan fungsi paling utama di desa tersebut. Keempat orang pimpinan desa tersebut dinamai Jero Pasek, Jero Kubayan, Jero Nyarikan dan Jero Mangku Puseh. Jero Pasek memiliki fungsi memberikan keputusan yang berkaitan dengan desa. Jero Kubayan memiliki fungsi sebagai bendahara, melaksanakan segala upacara serta berfungsi menyelesaikan berbagai permasalahan termasuk memberikan tuntunan. Sedangkan Jero Penyarikan memiliki fungsi sebagai juru tulis. Selanjutnya Jero Mangku Puseh fungsinya sudah pasti bertugas muput upacara. Selain itu, menurut Jero Kubayan yang sudah menjabat sejak tahun 1977 ini, masih banyak keunikan lain yang berlangsung pada saat dilaksanakannya Usaba Puseh. Seperti tradisi membagi atau ngedum guling sesudah dihaturkan. Bagian kepala guling sampai leher dibagi menjadi tiga bagian. Bagian kepala guling diberikan kepada Jero Pasek, bagian cadik atau rahang guling diberikan kepada Jero Kubayan, dan bagian leher guling diberikan kepada Jero Mangku Puseh. Bagian ekor guling menjadi hak Jero Penyarikan. Sedangkan bagian tubuh guling diberikan kepada prajuru-prajuru yang berperan dalam karya. “Itu mencirikan jika leluhur sejak dulu sudah memikirkan membagi tugastugas dalam pelaksanaan Usaba Puseh,” katanya belum lama ini. Busana yang dikenakan keempat pimpinan desa juga menjadi daya tarik tersendiri. Keempatnya memakai busana serba putih. Panjang kamben yang terlilit di tubuh masing-masing pimpinan sekitar lima meter, dilengkapi dengan saput serta slémpod. Busana serba putih yang dikenakan para pimpinan desa ini hanya digunakan di hari kelima pelaksanaan Usaba Puseh atau puncak karya. Sebagai Jero Kubayan mewakili panglingsir lainnya, ia berharap, keberadaan simbol-simbol tradisi yang ada bisa mengingatkan generasi penerus tidak akan melupakan tugas-tugas di desa. “Agar tetap bisa menyeimbangkan bhuwana agung dan bhuwana alit,” harapnya. l Sulendra 22 - 28 Agustus 2016

47


PROPERTI

MBP/eka

48 22 - 28 Agustus 2016


Dinding Rumah dari Batu Alam Memberi Kesan Natural PENGGUNAAN batu alam sebagai dinding rumah maupun tembok pekarangan rumah, semakin digemari. Sejak beberapa tahun belakangan ini, penggunaan batu alam semakin meningkat. Terlebih, bentuk dan corak batu alam semakin beragam dijual ke masyarakat. Keunggulan lainnya, yakni rumah terlihat semakin asri dan menjadi terlihat natural, ramah lingkungan dibandingkan bahan lainnya. Salah seorang arsitek jebolan Universitas Warmadewa, Gede Prawira mengatakan, material dari batu alam, semakin banyak digunakan dalam pembangunan rumah. Selain tampak lebih elegan, penggunaan batu alam lebih bervariasi dan bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitarnya. “Batu alam dapat digunakan dimana saja. Baik pada bangunan utama, tembok, bahkan untuk panyengker tempat suci,” katanya. Dikatakan, dinding batu alam dapat membuat rumah hunian sejuk dan alami. Penggunaan batu alam ini tidak harus dilakukan secara menyeluruh. Sebagai ornamen saja juga sangat memungkinkan. Bahkan, akan menambah kesan asri. “Beberapa panel yang dijual juga banyak terbuat dari batu alam. Jadi tidak harus digunakan seluruhnya bahan dari batu alam. Cukup ornamennya saja sudah bisa,” jelasnya. Saati ini banyak dijumpai rumah dengan konsep alam yang semua bahannya natural, seperti batu alam. Karena penggunaan batu alam ini, tidak perlu lagi menggunakan cat. “Inilah yang menciptakan kesan natural dan alami pada rumah hunian , penerapan batu alam sebagai hiasan eksterior sangat populer saat ini karena dapat memberikan kesan kokoh dan kuat dalam rumah hunian,” katanya . Sementara itu, pada sebuah artikel di desainrumah.com menyebutkan, tekstur dan pola batu alam dapat dipilih sesuai dengan selera dan kebutuhan. Tekstur batu alam termasuk , garis , kotak , dan motif lain yang sesuai dengan tekstur bebatuan . Menggunakan batu alam dalam desain rumah dapat menambah estetika sebuah hunian . Yang perlu diperhatikan, yakni untuk dind-

ing dan lantai harus dibedakan dalam desain rumah . Dinding luar dan dinding dalam rumah juga harus dipertimbangkan berdasarkan nilai estetika , kelayakan dan keselamatan . Lantai batu alam biasanya dapat digunakan pada dinding rumah , tetapi untuk dinding batu alam tidak dapat selalu digunakan untuk lantai rumah. Batu alam dengan tekstur kasar dapat diaplikasikan pada dinding. l Asmara Putera

Jenis-jenis Batu Alam Batu Alam Andesit Penggunaan batu alam ini sangat banyak di terapkan pada rumah,motif atau coraknyapun terbilang banyak. Batu Candi Jika anda sudah berkunjung ke borobudur pastinya anda sudah kenal betul dengan jenis batu yang satu ini, mamang seperti itulah jenis batu candi, yaitu batu yang memang di pergunakan untuk pembuatan sebuah candi. Batu Marmer Jenis batu yang satu ini saya yakin semuanya sering mendengar, kesan mewah dan elegan yang di bawa batu ini akan memberi kesan yang megah pada rumah. Batu Templek Batu jenis ini biasanya digunakan untuk pagar rumah, kesan yang di dapatkan dengan menggunakan batu alam yang satu ini adalah lebih natural. Sebenarnya masih banyak lagi jenis batu alam ini, namun ke empat jenis batu alam di atas adalah jenis batu yang banyak digunakan untuk sebuah dinding. 22 - 28 Agustus 2016

49


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

LOMBA MANCING – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta secara resmi membuka lomba mancing air deras di Sungai Yeh Poh Banjar Jambe Kelurahan Kerobokan Kaja Kecamatan Kuta Utara, Minggu (7/8), ditandai dengan pelepasan ikan lele secara simbolis. Hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Badung I Putu Parwata beserta anggota AAN Ketut Agus Nadi Putra dan I.B. Sunarta, Camat Kuta Utara A.A. Putu Yuyun Hanura Eny, Lurah Kerobokan Kaja I Made Adnyana, Bendesa Adat Kerobokan A.A. Putu Sutarja serta tokoh masyarakat Banjar Jambe Desa Adat Kerobokan. Ketua Panitia Pelaksana Lomba Mancing A.A. Indrasena mengatakan, lomba mancing ini dalam rangka menyambut peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-72. Prajuru Banjar Jambe Kerobokan Kaja besinergi bersama pemerintah, para pengusaha dan masyarakat menjaga lingkungan sungai dengan Prokasih (program kali bersih) untuk bersama-sama mencintai lingkungan.

AKSI SIMPATIK - Aksi simpatik generasi muda untuk dukungan pengumpulan koin pembangunan patung Wisnu Murti di Denpasar. Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) menyampaikan pertanggungjawaban terkait pengumpulan koin untuk Wisnu Murti yang digalang sejak 2014 hingga batas waktu Hari Pancasila, 1 Juni 2016 silam. Dari receh demi receh, akhirnya terkumpul dana yang cukup lumayan. ‘’Kami sudah menyerahkan bantuan pengumpulan koin untuk pembangunan Wisnu Murti sebesar Rp 10.710.400 kepada Bapak A.A. Ngurah Gede Panji Wisnu (Bendesa Adat Kediri) untuk patung Wisnu Murti, sudah termasuk sumbangan anggota DPD-RI Gusti Wedakarna juga ikut memberi sumbangan Rp 5.000.000. Kami berharap dana tersebut berguna dan silakan dipergunakan oleh desa adat. Tetapi, penggalangan moral untuk patung Wisnu Murti akan tetap kami lakukan. Kami sudah matur piuning di Tanah Lot sebelum menghadap ke Jero Bendesa, astungkara responsnya sudah cukup baik. Kami titipkan dana ini untuk dimanfaatkan desa adat. Gerakan kami adalah gerakan sederhana yang dilakukan mahasiswa, sekaa teruna dan aktivis Hindu. Walau jumlahnya tidak seberapa, tetapi kami harap ini berguna,’’ kata Ketua GPM Putu Warmasada.

MBP/ist

GALANG DANA - Aksi penggalangan dana punia yang digalang Aliansi Hindu Muda Indonesia (AHMI) terkait solidaritas Hindu Budha terhadap pembakaran wihara klenteng di Tanjung Balai, Medan, Sumatra Utara, resmi berakhir. Hasil penggalangan selama satu minggu itu terkumpul dana sebesar Rp 137.524.700. Demikian diungkap Putu Aditya Adiguna (Korlap AHMI) dalam press rilisnya di Denpasar, Minggu (8/8). Adapun tujuan dari penggalangan dana ini lebih pada menggugah kepedulian orang Bali sebagai bagian bangsa Indonesia.

50 22 - 28 Agustus 2016

MBP/ist

TERBAIK - Kadis DKP Badung Eka Merthawan menerima penghargaan sebagai peserta Diklatpim Tk. II lulus terbaik dari Kepala LAN RI Dr. Adi Suryanto, M.Si. didampingi Kaban Diklat Bali Di. I.B. Sedhawa, S.E., M.Si., Sabtu lalu. Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Provinsi Bali mencatat sejarah baru dalam pelaksanaan Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat II Angkatan I Tematik Pariwisata tahun 2016. Badan Diklat Bali menjadi badan Diklat yang pertama kali mandiri dan sukses melaksanakan diklat tematik pariwisata angkatan 1 yang diikuti 55 peserta dari 8 provinsi serta 17 kabupaten se-Indonesia. Diklatpim II ini dilaksanakan mulai 6 Mei 2016 dan ditutup pada 6 Agustus 2016.


150 |22 - 28 Agustus 2016

Penyelundupan Sapi Bali Terus Terjadi RP 20.000


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 150 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu