145 |4 - 10 Juli 2016
Pendirian Koperasi Meredup
RP 20.000
DAFTAR ISI OPINI lGlobalisasi Ekonomi Menjadi Lonceng Kematian Demokrasi 6 BALI SEPEKAN lAkses ke Terminal Mengwi Jadi TPS Liar 7
LAPORAN UTAMA l Perizinan Ditangani Pusat Pendirian Koperasi Diprediksi Meredup 8 l Macet Sejak Bertahun-tahun Diskopdagprin Buleleng Bekukan 114 Koperasi 9 l Daerah Tak Lagi Keluarkan Akta Pendirian Koperasi 10 l Pemerintah Berperan Besar Tumbuhkan Koperasi Sejati 11 POLITIK lMenjabarkan Komitmen Mengawal Lingkungan 16 lTerancam Digeser Ideologi Sesat 17 KIPRAH REMAJA l Aksara Bali, Aset Bali yang Harus Dijaga 18 MANCANEGARA l Pemilu Terus Tertunda,
LENSA l Pedagang Telur 26
OLAHRAGA l Baju yang berkibaran 27 PENDIDIKAN l Memetik Pelajaran dari Seniman Tradisi 32 SOSIAL BUDAYA l Pengusaha Pariwisata Harus
Berkontribusi Majukan Pertanian 36
PARIWISATA l Bali Dalam Incaran Investor Asing 38
Haiti Tanpa Pemimpin 20
DAERAH l Petani Terhimpit Harga
Obat Pembasmi Hama 22
PROPERTI l Hemat Biaya Pemeliharaan Hotel
Abaikan Bangunan ”Style” Bali 46
TRADISI l ”Makandal” di Palaktiying
Syarat Bisa Masuk ke ”Wewidangan” Pura Bale Agung 50 4 - 10 Juli 2016
3
DARI PEMBACA
Menekan Kecurangan Pilkada S
ebagai warga Bali saya berharap Pilkada 2018 lebih berkualitas dan transparan. Hak-hak politik dan kinerja lembaga pengelola Pilkada harus transparan dan berpihak untuk kepentingan pengelolaan Pilkada yang berkualitas. Untuk itu, pengelolaan pilkada di Bali dan sejumlah kabupaten lainnya di Bali tahun 2017 dan 2018 agar bebas dari campur tangan kekuasaan dan kecurangan. Pilkada juga harus dikelola pemilih di Bali dengan lebih bijak untuk mendapatkan pengelola jabatan publik yang lebih berpihak kepada kepentingan Bali. Saya berharap pemilih hendaknya jangan lagi terjebak dikotomi partai yang terlalu kaku. Pilihan politik pun tak harus kaku pada calon yang diajukan partai politik. Kini ruang independen juga bisa dijadikan pilihan. Dalam mengelola pesta politik, Parpol juga jangan terpaku pada pencalonan yang wajib dari kader partai. Jika ada calon yang aspiratif dari luar partai politik mestinya tetap dijaring dan difasilitasi. Dengan cara ini, saya yakin partisipasi pemilih dalam Pilkada akan meningkat dan lebih bernurani. Untuk mengelola Pilkada, saya juga ingin sekali ada relawan politik yang bekerja ikhlas dan bernurani bukan karena dibayar. Jangan sampai relawan politik bekerja mempengaruhi pemilih dengan serangan fajar. Calon hendaknya mulai melakukan investasi politik lebih awal sehingga lebih awal dikenali publik. Jangan melakukan langkah politik jual beli terlebih dengan melakukan intimidasi. Calon juga hendaknya lebih sering bersosilisasi baik lewat media maupun kunjungan ke lapangan. Gede Swastika, S.H. Buleleng, Bali
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana Sugiartha Redaksi Dira Arsana, Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Diah Dewi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada, . Bangli: Ida Ayu Swasrina, Sosiawan. Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
4 - 10 Juli 2016
4
Menunggu Komitmen Parpol Pesta demokrasi untuk pemilihan Gubernur Bali dan Wakil Gubenur Bali 2018 mulai hangat di masyarakat. Sejumlah nama pun mulai berembus. Ada dari kalangan partai politik, independen birokrat, TNI termasuk Polri. Merespons mulai hangatnya isu Pilkada 2018, Pusat Data Bali Post melakukan jajak pendapat di seluruh Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon. Tujuannya untuk menjaring persepsi dan harapan publik terhadap mekanisme penjaringan calon gubernur dan wakil gubenur. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, responden justru khawatir partai politik sebagai pintu utama calon maju menjadi kandidat tidak akan mengelola proses politik secara aspiratif. Tercatat 62,34 persen responden mengaku tidak yakin partai politik akan mengelola pencalonan secara aspiratif. Kuat kecenderungan partai politik melalui elite politiknya akan menggunakan kekuasaan dan budaya restu serta rekomendasi dalam menetapkan figur. Kuat kemungkinan figur yang aspiratif dan diakomodasi publik tak akan lolos lewat jalur parpol. Partai-partai politik yang memiliki hak mengajukan calon secara mandiri tanpa harus koalisi diprediksi akan menggu-
nakan kekuatan politiknya untuk mengelola pencalonan. Otoritas elite partai akan dominan pada tahapan ini. Dalam ranah ini, aspirasi krama Bali walaupun diserap namun tak akan dikelola sebagai pertimbangan strategis dalam menentukan figur. Di lain pihak, 34,41 persen responden masih yakin parpol akan mengelola proses pencalonan secara aspiratif. Langkah ini akan dikelola secara berjaringan. Survai awal yang dilakukan partai politik juga mengindikasikan masih ada ruang aspiratif dalam tahapan pencalonan. Umumnya, partai-partai berkuasa dan partai koalisi pada tahap awal tetap mempertimbangkan bobot dan popularitas sejumlah figur untuk diseleksi. Namun, tahapan ini hanya akan menjadi aksesoris untuk membangun citra bahwa parpol aspiratif. Responden mengatakan reskomendasi dan restu elite politik hanyalah semacam budaya politik di internal parpol masingmasing. Sementara, 3,25 responden mengaku tak tertarik merespons pertanyaan terkait dengan pengelolaan pencaloann dalam pilkada apakah apiratif atau tidak. Responden kelompok ini mengatakan masing-masing parpol sudah memiliki strategi tersendiri untuk mengelola
tahapan politik ini. Bahkan, kata responden banyak parpol malah menjadikan hak politik pencalonanannya transaksi. Bahkan, responden kelompok ini berkeyakinan transaksi masih menjadi strategi dalam proses pencalonan. l Dira Arsana
4 - 10 Juli 2016
5
5
opini
Globalisasi Ekonomi Menjadi Lonceng Kematian Demokrasi
G
lobalisasi itu sendiri bukanlah suatu fenomena baru dalam sejarah peradaban dunia. Sebelum kemunculan negarabangsa, perdagangan dan migrasi lintas benoa telah sejak lama berlangsung. Jauh sebelumnya perdagangan regional telah membuat interaksi antar suku bangsa terjadi secara alamiah. Sejak masa sejarah modern, khususnya sebelum memasuki abad ke-20 ini, globalisasi dipandang sebagai gelombang masa depan yang menjanjikan. Gelombang globalisasi juga mengalami pasang surut. Salah satu kekuatan yang melatarbelakanginya adalah tarik ulur atau tarik menarik antara paham internasionalis dengan paham nasionalis. Gelombang globalisasi yang melanda dunia sejak dekade 1980 sampai dengandekade 1990-an jauh berbeda dari segi intensitasnya dan cakupannya. Proses konvergensi yang terjadi sampai saat ini akibat dari globalisasi dewasa ini praktis telah menyentuh hampir seluruh sendi kehidupan, yang tidak saja di segala bidang ekonomi, bisnis, budaya, politik dan ideologi, juga termasuk bidang lainnya. Sekalipun demikian, tidak berarti bahwa prosesnya berlangsung dengan mulus. Banyak kalangan memandang bahwa globalisasi merupakan keniscayaan sejarah dan oleh karena itu tidak dapat dihentikan. Pandangan ini sebagai reaksi dari pendapat sementara kalangan yang sangat prihatin terhadap kecenderungan perkembangan ekonomi dunia yang kian tak menentu dan rentan gejolak, terutama sebagai akibat dari arus finansial global yang semakin “liar”. Padahal, tidak semua negara memiliki daya tahan yang tangguh untuk terlibat di dalam kancah lalu lintas finansial global maupun produk perdagangan barang dan jasa global, yang tidak lagi mengenal batas-batas negara dan semakin sulit
6
Oleh Bambang Gede Kiswardi
dikontrol oleh pemerintah negara yang berdaulat, termasuk negara-negara maju, apalagi negara-negara berkembang. Globalisasi ekonomi bagi negara-negara berkembang bukan merupakan peluang ekonomi yang menjajikan, melainkan kehancuran ekonomi termasuk kehancuran demokrasi. Para pendukung globalisasi meyakini kemakmuran masyarakat terwujud bila mekanisme pasar menjadi satu-satunya aturan main dalam perekonomian. Negara harus dibatasi peranannya pada tiga tugas pokok seperti: menyediakan infrastruktur, menjamin penegakan hukum dan keamanan. Dan lima kata kunci bagi pemerintah adalah pasar bebas, perdagangan bebas, pajak yang rendah, deregulasi dan privatisasi. Dengan demikian bahwa pasar harus bebas di mana-mana dengan menggunduli peran negara, inilah yang menjelama menjadi ajaran “neoliberalisme”, ekonomi yang haluannya berseberangan telah membantah kisah sukses globalisasi dan neoliberalisme (Chang dan Grabel, 2004). Adapun penyokong atau pendukung globalisasi ekonomi dari perusahaan multinasional atau multinational corporation (MNC), lembaga keuangan internasional (IMF, World Bank dan WTO) dan negara-negara maju merupakan pendukung utama globalisasi pada era ekonomi saat ini. Di mana kerjasama antara negara-negara maju, lembaga keuangan internasional, dan perusahaan multinasional menekan negara berkembang untuk membuka akses pasarnya, yang sekaligus menggeser nilai-nilai dan prinsip demokrasi ekonominya (negara berkembang). Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di dunia yang sudah menjalani demokrasi yang cukup “unik” . Mengapa demikian?
Karena menurut (Emil Salim, 1990) demokrasi adalah konsep yang value loaded sehingga sistem nilai mempengaruhi persepsi kita terhadapnya. Banyak rumusan bisa diberikanpada istilah demokrasi, maka dari itu (adapun) ciri-ciri pokok demokrasi menurut beliau sebagai berikut: (1) ciri kedaulatan rakyat, rakyatlah yang berdaulat dan berhak bersuara. Hak bersuara ada yang bersifat langsung dan ada yang bersifat tidak langsung melalui badan-badan perwakilan yang anggotanya dipilih rakyat (representative democracy). Indonesia memilih yang terakhir ini seperti tersimpul dalam Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945, “Kerakyatan dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”, (2) ciri musyawarah untuk mufakat, bisa dengan suara bulat (consensus), bisa pula dengan suara terbanyak (mayority vote), tersimpul di sini kesempatan mengungkapkan pikiran rakyat dan memperjuangkan aspirasinya. Untuk memungkinkan rakyat mengungkapkan aspirasi dan pikirannya dibutuhkan suasana keterbukaan. Keterbukaan untuk menerima informasi yang seluas mungkin bagi pengembangan aspirasinya, keterbukaan dalam mengungkapkan pikiran dan keterbukaan dalam kesempatan mewujudkan prakarsa dan aspirasi masyarakat, (3) ciri pemikulan tanggung jawab, atas pikiran dan perbuatan (accountability). Orang harus memikul tanggung jawab atas ungkapan dan perbuatannya. Rasa tanggung jawab ini tumbuh tidak halnya terhadap diri sendiri tetapi juga terhadap masyarakat, bangsa, negara dan Tuhan. Sehingga kebebasan mengungkap dan bertindak dilaksanakan dalam ruang lingkup rasa tanggung jawab yang luas ini. Penulis pemerhati koperasi, dosen Universitas Warmadewa
4 - 10 Juli 2016
6
BALI SEPEKAN
Ilegal, Asram Kingdom of Q-Rak Ditutup
Akses ke Terminal Mengwi Jadi TPS Liar KESADARAN masyarakat Badung menjaga kebersihan lingkungan masih rendah. Mereka cenderung memanfaatkan lahan kosong sebagai tempat pembuangan sampah (TPS). Tak ayal, TPS liar bermunculan seiring hadirnya penduduk pendatang yang bermukim di Gumi Keris. Seperti halnya di sepajang jalan utama menuju Terminal Mengwi. Akses menuju terminal yang akan diambil alih pemeritah pusat ini tampak kumuh oleh sampah plastik berserakan dan menumpuk di pinggir jalan. ‘’Dulu tak seperti ini (kumu, red), tetapi sejak muncul warung-warung dan permukiman di sekitarnya, sepanjang jalan ini jadi kotor,’’ ujar Dewa Ari, salah seorang pengguna jalan yang kerap melintas di kawasan tersebut, Senin (20/6) lalu. Ditemui terpisah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Badung Putu Eka Merthawan membenarkan terkait kondisi tersebut. ‘’Keberadaan sampah di sana telah dilaporkan oleh staf saya di lapangan,’’ ujarnya.
KEBERADAAN asram Kingdom of Q-rak di Banjar Masem Desa Batur Selatan, Kintamani akhirnya ditutup tim gabungan dari kepolisian, Satpol PP serta TNI. Penutupan ini dilakukan lantaran keberadaan asram yang selama ini dihuni Grand Master Q-Rak Roni Irianto dan beberapa pengikutnya tersebut tidak mengantongi izin alias ilegal. Kepala Badan Kesbangpollinmas Kabupaten Bangli Nyoman Terus Arsawan, Senin (20/6) lalu mengatakan, penutupan asram dilakukan pihaknya siang. Asram yang berdiri sejak hampir dua tahun terakhir ini ditutup lantaran tidak mengantongi izin. Terus Arsawan mengaku sebelum penutupan dilakukan pihaknya sempat berkomunikasi dengan salah seorang praktisi Q-Rak di asram setempat yang bernama Bayu. Ketika diajak bernegosiasi praktisi tersebut mengaku Q-Rak memiliki akta notaris. Tapi ketika diminta, mereka tidak bisa menunjukkan akta dimaksud sehingga aktivitasnya dianggap ilegal. ‘’Kami sempat tanyakan apa bentuk organisasinya, apakah ormas atau aliran kepercayaan. Ternyata dia (pihak Q-Rak, red) tidak bisa menyatakan bentuk kegiatannya,’’ terangnya. l Swasrina
l Parwata MBP/eka
Abrasi di Pengambengan Kian Parah WILAYAH pesisir di Desa Pengambengan dan Desa Banyubiru kini kondisinya hancur akibat tergerus abrasi. Hal ini menjadi sorotan pihak DPRD Jembrana ketika melakukan sidak, Senin (20/6). Wakil rakyat ini menilai kepala desa (Kades) setempat tak tanggap menangani abrasi. Kades terkesan cuek terhadap masyarakatnya dan tidak melakukan langkah antisipasi pascaabrasi.
Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa mengaku sangat prihatin dengan kondisi permukiman warga nelayan yang hancur akibat abrasi yang semakin parah. Apalagi akses jalan aspal desa kini sudah putus. “Kenapa desa tidak tanggap? Paling tidak ada upaya gotong royong pasang tumpukan kaping. Ini dibiarkan saja,” ujar Sugiasa. Ia menjelaskan, minimal ada upaya sementara untuk membantu warganya.
Jangan dibiarkan hingga memakan badan jalan sampai akses terputus. Ketua DPRD semakin kecewa lantaran Kades tidak turun ke lokasi saat wakil rakyat hendak berkoordinasi. Justru kepala dusun (Kadus) setempat yang datang dan menyampaikan keluh kesah warga sekitar. Warga sejatinya sangat berharap ada bantuan dari pemerintah karena rumah mereka hancur. l Surya Darma 4 - 10 Juli 2016
7
7
LAPORAN UTAMA
Perizinan Ditangani Pusat
Pendirian Koperasi Diprediksi Meredup
I
zin pendirian koperasi dan pembubarannya, sejak April lalu kewenangannya sudah berada di tangan pemerintah pusat. Hal ini secara otomatis mengakibatkan pekerjaan pemerintah daerah berkurang. Langkah yang diambil kini lebih fokus dalam kegiatan pembinaan, penyuluhan dan pengawasan koperasi, terutama yang kondisinya kurang sehat. Di Bangli, potensi pendirian koperasi masih terbuka lebar. Hal ini tak lepas dari pesatnya perkembangan usaha yang cenderung membutuhkan suntikan modal. Adanya kebijakan baru, terutama dalam izin pendirian yang diambil pusat, dikhawatirkan keinginan untuk mendirikan koperasi menjadi redup. Sebab, proses pengurusannya lebih panjang. “Meskipun pengurusan izinnya secara online, tapi itu cukup berpotensi mengurungkan minat untuk mendirikan koperasi karena birokrasinya lebih panjang. Berbeda dengan dulu, yang bersangkutan cukup mengurus sampai tingkat kabupaten saja,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bangli I Dewa Gede Suparta. Meskipun kondisinya demikian, Suparta menegaskan tetap mengikuti regulasi yang dibuat pemerintah pusat. Pihaknya siap untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin mendirikan koperasi. Diyakini, kebijakan baru itu sebagai salah satu langkah penataan. “Kami siap memfasilitasi pengurusan izin itu sampai ke pusat,” tegasnya. Kabupaten Bangli sendiri memiliki ribuan Usaha Kecil Menengah (UKM). Beberapa di antaranya berada di Banjar Tanggahan Peken Desa Sulahan, Susut. Dalam perkembangannya, usaha tersebut banyak yang mengalami kendala dalam permodalan. Persoalan tersebut perlu mendapatkan solusi, salah satunya melalui partisipasi koperasi. Seperti halnya yang dilakukan Koperasi Industri Kerajinan (Kopinkra) Kriya
8
MBP/sos
Koperasi Industri Kerajinan (Kopinkra) Kriya Bambu Sedana di Desa Sulahan, Susut, Bangli
Bambu Sedana di Desa Sulahan, Susut, Bangli. Ketua Kopinkra Kriya Bambu Sedana, I Nyoman Diartha menuturkan, awal berdiri pada 31 Agustus 1998, koperasinya hanya memiliki modal Rp 2 juta. Lantaran di daerahnya banyak terdapat pengusaha kerajinan bambu yang mengalami kesulitan modal, maka uang tersebut dipinjamkan. “Saya ingin membantu pengusaha yang ada di desa. Awal koperasi ini berdiri, asetnya tak banyak. Tapi terus itu dipinjamkan,” ujarnya didampingi Manager Kopinkra Kriya Bambu Sedana, I Wayan Risma. Delapan belas tahun berjalan, modal awal koperasi tersebut berkembang menjadi 4,9 miliar. Anggotanya pun telah mencapai 192 orang. Selain memberikan pinjaman modal, koperasi ini juga sering memberikan pembekalan ilmu keterampilan untuk sejumlah pengusaha yang dikerjasamakan dengan Dinas Koperasi maupun Perindustrian. “Kami komitmen supaya koperasi ini fokus memperhatikan pengusaha lokal. Layanan cepat juga kami terapkan. Sekarang minta pinjam,
hari itu juga keluar,” ucap Diartha. Di samping meringankan beban pengusaha, kata Diartha, kualitas koperasi yang memiliki pengurus delapan orang ini juga tak perlu diragukan. Terbukti, sejumlah juara tingkat kabupaten dan provinsi kategori koperasi produsen berhasil disabet. “Sejumlah prestasi sudah berhasil kami raih,” tandasnya. Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangli ini menyebutkan, berdasarkan data terakhir, koperasi di Bangli mencapai 246 unit, 229 di antaranya wajib melaksanakan Rapat Akhir Tahunan (RAT). Jumlah ini lebih banyak yang bergelut pada sektor simpan pinjam. Seluruhnya diklaim masih tergolong sehat. “Untuk yang sakit sudah dibubarkan pada 2015 lalu, jumlahnya 41 unit. Yang sekarang seluruhnya sehat,” ucapnya. Melihat perkembangan usaha yang cukup gemilang, ke depannya diharapkan pendirian koperasi lebih besar mengarah ke sektor serba usaha. l Sosiawan
4 - 10 Juli 2016
8
Macet Sejak Bertahun-tahun
Diskopdagprin Buleleng Bekukan 114 Koperasi DI tengah pertumbuhan yang semakin pesat belakangan ini, tidak bisa dihindari adanya koperasi yang bermasalah hingga tidak mampu menjalankan unit usahanya. Persoalan ini muncul sejak beberapa tahun silam dan belum mendapatkan perhatian serius dari instanasi pemerintah. Namun kini, pemerintah di daerah tegas untuk membekukan koperasi yang bermasalah tersebut. Seperti dilakukan Dinas Koperasi Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagprin) Buleleng, dalam dua tahun terakhir ada 114 koperasi terpaksa dibekukan dengan mencabut izin Badan Hukum (BH-red)-nya. Pembekuan ratusan koperasi ini karena setiap evaluasi koperasi bermasalah ini menyumbangkan data perkembangan tidak bagus. Pasca pembekuan itu, di daerah ini kini tercatat 297 koperasi yang aktif. Koperasi ini selain yang baru saja mengantongi izin BH, ada beberapa yang mengantongi izin BH sejak 1976 silam dan hingga kini masih eksis. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi Perdagangan, dan Perindustrian (Kadiskopdagpri) Ida Bagus Geriastika mengatakan, perkembangan koperasi di daerahnya tergolong pesat. Hal ini menunjukkan kalau koperasi menjadi lembaga yang bisa membangkitkan perekonomian di tengah masyarakat. Hanya saja, di tengah persaingan belakangan ini, banyak koperasi yang tidak mampu bersaing hingga usahanya bangkrut. Sebagian besar pemicu koperasi yang bangkrut itu karena lemahnya manajemen yang dikuasai oleh pengurus. Selain itu, di internal koperasi itu sendiri kerap kali terjadi konflik sehingga usaha koperasi menjadi tidak jelas. “Data menyebutkan kalau koperasi yang bermasalah dan sudah dicabut izin BH-nya tidak aktif sejak beberapa tahun silam. Dari penelusuran
dan kajian yang kita lakukan, sebagian besar pemicunya SDM yang lemah dan adanya persoalan internal,” katanya. Sejak beberapa tahun terakhir, koperasi yang bermasalah ini sepertinya dibiarkan. Bahkan, hanya menyisakan nama koperasinya saja. Sedangkan pengurus termasuk dokumen lainnya, sudah tidak ditemukan. Meski tidak ada aktivitas, namun keberadaan koperasi bermasalah ini tetap tercatat secara permanen. Imbasnya, ketika evaluasi kinerja koperasi di seluruh Bali, koperasi bermasalah ini kerap kali menyumbangkan persentase pelanggaran undang-undang yang cukup tinggi. Gerah dengan situasi ini, mulai tahun 2015 lalu Diskopdagprin membekukan 23 koperasi. Hal yang sama dilakukan tahun ini dengan membekukan 91 koperasi, sehingga dalam dua tahun saja ada 114 koperasi di daerah ini telah dibekukan dengan mencabut izin BH-nya. Imbas setelah kebijakan ini, kini Buleleng mulai memiliki data koperasi yang riil sebanyak 297 dengan kategori aktif. “Terus terang kalau ada evaluasi, koperasi
yang bermasalah itu selalu menyumbangkan persentase koperasi yang tidak melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT). Sekarang setelah dibubarkan, persentase RAT semakin meningkat dan kini tercata persntasenya sebesar 65 persen dari total 297 koperasi yang aktif,” jelasnya. Di sisi lain, Geriastika mengatakan, pertumbuhan koperasi baru di daerahnya tergolong tinggi. Ini dibuktikan dengan koperasi yang baru mengantongi izin BH dari pemerintah tahun 2015 tercatat 31 koperasi. Bahkan, tahun ini masih ada permohonan izin BH untuk 22 koperasi belum diterbitkan karena menunggu pengesahan oleh bupati. Sekarang penerbitan izin BH koperasi masih di daerah, namun nanti akan diambil alih pemerintah pusat. “Karena itu berkas yang masuk kami cek dengan teliti. Lebih baik punya koperasi sedikit namun mampu bertahan lama dibandingkan punya banyak namun belum beberapa tahun beroperasi sudah bangkrut lagi,” imbuh Geriastika. l Mudiarta
Produk kerajinan merupakan salah satu yang dominan digeluti masyarakat, termasuk anggota koperasi di Bali. Ekspor kerajinan dari Bali menyumbang devisa cukup besar bagi pendapatan daerah. MBP/dok
4 - 10 Juli 2016
9
9
LAPORAN UTAMA
Daerah Tak Lagi Keluarkan Akta Pendirian Koperasi
K
ELUARNYA Peraturan Menteri Koperasi UKM Nomor 10 Tahun 2015 dan dipertegas dengan surat edaran dari Deputi Bidang Kelembagaan yang mengatur tentang kelembagaan koperasi di Indonesia, mulai 8 April 2016 akta pendirian koperasi, perubahan anggaran dasar koperasi, dan pembubaran koperasi yang kolaps ditarik ke pusat. Dengan demikian, daerah tidak lagi memiliki kewenangan untuk mengeluarkan akta pendirian koperasi. Menurut Kepala Dinas Koperasi UKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.Si., Wali Kota Denpasar sebelumnya diberi kewenangan mengesahkan pendirian dan pembubaran koperasi. Namun, kewenangan tersebut sekarang dicabut sehingga wali kota/bupati serta gubernur tidak bisa lagi mengeluarkan akta pendirian koperasi. Dengan dikeluarkannya surat edaran tersebut dari Deputi Kelembagaan Kemenkop UKM, maka kewenangan semua diambil pusat. ‘’Kalau masyarakat ingin mendirikan koperasi, izinnya sekarang dikeluarkan pusat. Namun, psosesnya tetap melalui Dinas Koperasi di masing-masing kabupaten/ kota,’’ kata Erwin Suryadarma. Erwin Suryadarma mengemukakan, permohonan izin pendirian koperasi sekarang ini melalui online. Karena itu, pengajuan izin ke pusat dilakukan oleh notaris yang membuat akta pendirian koperasi dan mengirim data koperasi ke pusat. Di samping itu, notaris yang menangani koperasi harus ada kerja sama dengan ikatan notaris di pusat. Notaris yang sudah ada kerja sama ditunjuk membuat proses pendirian koperasi. ‘’Sejak dikeluarkannya surat edaran itu, kepala daerah seperti wali kota/bupati dan guberrnur tidak berhak lagi mengeluarkan akta pendirian koperasi maupun pembubaran koperasi,’’ tegas mantan Kadisnaker
10
Data Koperasi di Kota Denpasar Jumlah Anggota 1.090 334.279
Aktif Tidak Aktif 1.004 86
Jenis Koperasi di Kota Denpasar Jenis Jumlah KUD
MBP/dok
Kadiskop UKM Made Erwin Suryadarma Sena
Kota Denpasar ini. Sementara itu, dari 1.090 koperasi yang ada di Kota Denpasar, 81 koperasi tidak jelas alamat dan kepengurusannya. Bahkan, 81 koperasi itu sudah direkomendasikan ke pusat untuk dibubarkan. ‘’Setiap tahun kami merekomendasikan 20 koperasi untuk dibekukan izinnya. Karena, pembuaran koperasi tersebut tetap minta petunjuk pusat. Kami sudah pastikan ke-81 koperasi tersebut pasti akan dibubarkan, mengingat pengurus dan alamatnya itu tidak ada,’’ jelasnya. Hasil monitoring yang dilakukan petugas Diskop UKM maupun bidang pengawasan, ditemukan nama-nama koperasi itu sudah tidak ada. Baik nama koperasi maupun alamat kantornya tidak jelas. ‘’Entah ke mana pengurusnya dan alamatnya, dicari juga tidak ketemu. Kami sudah melayangkan surat panggilan kepada koperasi itu. Namun, tidak ada pengurus muncul ke kantor, sehingga semua koperasi itu dianggap sudah tidak ada lagi,’’ paparnya. l Asmara
4
Kop Pertanian
1
Kopti
1
Kopinkra
5
Koppontren
1
Kopkar
163
Kop Angkatan Darat
19
Kop Angkatan Laut
1
Kop Kepolisian
4
Kop Serba Usaha
371
Kop Pasar
Kop Simpan Pinjam Kop Telkom
9 219
2
Kop Pegawai Negeri
109
Kop Wanita
12
Kop Veteran
2
Kop Wredatama
1
Kop Pepabri
1
Kop Mahasiswa
4
Kop Pemuda
1
Kop Pedagang Kaki Lima
2
Kop Jamu Gendong
1
Kop lainnya
137
Sumber: Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar
4 - 10 Juli 2016
10
Pemerintah Berperan Besar Tumbuhkan Koperasi Sejati DINAS Koperasi, Usaha Kecil, Menengah (UKM) dan Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Klungkung tahun 2016 ini memiliki program unggulan untuk dapat menumbuhkan koperasi yang sehat di Kabupaten Klungkung. Program dengan sebutan Koperasi Sejati merupakan implementasi dari Pro-
gram Gema Shanti yang dicetuskan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Kepala Dinas (Kadis) Koperasi, UKM dan Perindag Klungkung Drs. I Gede Kusumajaya menjelaskan, pemerintah sangat berperan besar dalam menumbuhkan koperasi dengan baik. Selain melaksanakan pembinaan di bidang kelembagaan organisasi, diperlukan juga penguatan SDM untuk mengembangkan aspek manajemen pengelolaan usahanya. Keberpihakan Pemkab Klungkung dalam menunjang koperasi tercermin dari dana penyertaan oleh pemerintah daerah kepada koperasi. Menurut Kusumajaya, besaran dana pernyertaan yang diberikan mencapai Rp 125 juta per koperasi. Pada Tahun 2014, pihaknya telah memberikan dana penyertaan kepada lima koperasi sebagai wujud keberpihakan pemda kepada gerakan koperasi. Hanya saja, program dana penyertaan ini tidak bisa dinikmati seluruh koperasi karena pemberiannya selektif dan memerlukan verifikasi sesuai dengan persyaratan. “Ada fasilitas KUR dengan bunga 9 persen per tahun yang bisa dimanfaatkan koperasi. Hanya, kendalanya masalah a g u -
nan,� tuturnya. Pihaknya mengakui, hingga saat ini masih saja ada koperasi yang bermasalah. Menurutnya, ada 21 koperasi saat ini dalam pengawasan dan pembinaan karena dalam kondisi sakit. Lima koperasi lainnya siap-siap dibubarkan karena pengurusnya tidak aktif dan tidak lagi beroperasi. Koperasi yang siap dibubarkan yakni, Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Prasetya milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan, KPRI Arta Murti milik Kantor Camat Dawan, KPRI Melati milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Koperasi Tani (Koptan) Manik Sari Desa Nyanglan dan Komas Bumi Putra milik Asuransi Bumi Putra. Terkait dengan koperasi sakit, Kusumajaya mengatakan, pihaknya akan melakukan pembinaan sampai koperasi itu benarbenar sehat. Pembinaan ini sudah dilakukan sejak koperasi itu didirikan. “Kalau badan usaha lain, begitu mereka dapat izin bisa saja pembinaannya terputus. Tapi kalau koperasi, sejak awal (pendirian) hingga kegiatannya berjalan lancar tetap ada pembinaan,� imbuhnya. Data yang dimiliki Dinas Koperasi Klungkung, pertumbuhan koperasi dalam kurun waktu 2012-2015 cukup bagus. Pada tahun 2012, terdapat 125 koperasi dengan besaran SHU Rp 5.695.621.516. Pada tahun 2013 meningkat menjadi 126 koperasi dengan besaran SHU Rp 6.531.379.598. Pada tahun 2014 jumlah koperasi kembali bertambah menjadi 129 koperasi dengan jumlah SHU Rp 7.649.984.303. Sedangkan per Agustus 2015, jumlah koperasi masih tetap 129 koperasi dengan SHU Rp 8.728514.918. Sedangkan tahun 2016 ini, jumlah koperasi di Kabupaten Klungkung telah mencapai 136 unit. l Dedy Farendra
Kadis Koperasi, UKM dan Perindag Klungkung Drs. I Gede Kusumajaya
4 - 10 Juli 2016
11
AKTIVITAS
MBP/ist
RPJMB SB TABANAN - Rangkaian penetapan draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana (RPJMD SB) Kabupaten Tabanan Tahun 2016-2021 menjadi perda terus digelar Pemerintah Kabupaten Tabanan. Jumat (17/6), rangkaian tersebut sudah sampai pada tahap pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) RPJMD SB yang juga diisi penandatanganan berita acara kesepakatan.
MBP/ist
PEMKAB BULELENG - Setelah sebelumnya masuk dalam nominasi peraih Nirwasita Award Tahun 2016, kali ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng kembali masuk nominasi sebagai peraih Adipura 2016. Dengan masuknya Buleleng dalam nominasi tersebut, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T., melakukan presentasi di Tambora Room Hotel Sultan Jakarta, Senin (20/6).
BRI AMLAPURA - Penarikan undian Panen Hadiah Simpedes Periode II BRI Kanca Amlapura tahun 2015, berlangsung meriah, Sabtu (28/6) malam. Pelaksanaan tahun ini terasa lebih istimewa karena bersamaan dengan Festival Karangasem, HUT ke-376 Kota Amlapura dan HUT ke-70 Bhayangkara yang dipusatkan di lapangan Stadion Padangkerta, Amlapura. Periode kali ini hadiahnya sangat spektakuler, yakni grand prize berupa satu unit mobil Toyota Agya. MBP/ist
MBP/ist
12
4 - 10 Juli 2016
BPPTD BALI - Balai Pendidikan dan Pelatihan Trasportasi Darat (BPPTD) Bali menggelar penutupan Diklat Teknis Pengemudi Profesional Angkatan XXVI, XVII, XXVIII, dan XXIX, Selasa (21/6). Kepala BPPTD Bali Drs. Subroto, menjelaskan latar belakang pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ini untuk mendukung visi dan misi Kementerian Perhubungan menciptakan zero accident tertib berlalu lintas, meningkatkan keselamatan, pelayanan angkutan massal yang lebih baik, prima, profesional, dan beretika.
MBP/ist
LPPM UNUD - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana (Unud) menggelar Workshop Material Transfer Agreements (MTA) di aula Kampus Pascasarjana, Jalan Sudirman, Denpasar, Kamis (16/6). Workshop diikuti sekitar 200 peserta, terdiri dari peneliti Unud dan utusan LPPM perguruan tinggi negeri dan swasta se-Bali, International Office Unud, Biro Hukum Unud, Balitbangda dan Bappeda Bali. Tema yang diangkat dalam acara yang dibuka Pembantu Rektor II Unud Prof. Dr. Ir. I Ketut Budi Susrusa, M.S. ini adalah ‘’Be a World Class Researcher Knowing Material Transfer Agreement’’.
MBP/ist
WALI KOTA DENPASAR - Berbagai upaya dalam mewujudkan kebersihan di Kota Denpasar, terus digencarkan seluruh stakeholder di Kota Denpasar. Dari penyiapan sarana-prasarana, regulasi hingga penerapan sanksi yang cukup berat. Selain itu, sosialisasi juga terus digencarkan sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan. Hal ini disampaikan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menyerahkan motor cikar (moci) di Desa Dangin Puri Kangin Kecamatan Denpasar Utara, Jumat (17/6).
MBP/ist
MBP/ist
AKADEMI AKUNTANSI - Direktur Akademi Akuntansi Denpasar I Wayan Wetra, S.E., M.M., Kamis (16/6) mewisuda 16 ahli madya akuntansi. Hingga kini, Akademi Akuntansi Denpasar sudah menamatkan 476 ahli madya. Yang membanggakan, Akademi Akuntasi Denpasar sejak 2013 meraih akreditasi B. Kedua, semua tenaga ahli madya yang diwisuda kemarin, 96 persen sudah mendapat pekerjaan. Dengan demikian, tak ada kata menganggur bagi lulusan Akademi Akuntansi Denpasar.
PEMKOT DENPASAR - Pendidikan karakter pada anakanak sejak usia dini tidak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dalam melakukan pendidikan berpatokan pada Kurikulum tahun 2013. Mengingat, dalam kurikulum ini pendidikan karakter merupakan hal yang utama untuk kualitas pendidikan pada anakanak. Demikian disampaikan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di depan Tim Penilai Bunda PAUD (Pendidikan AnakUsia Dini) dan Gugus PAUD Provinsi Bali yang diketuai Komang Merta Danadi Gugus Jepun Denpasar Selatan, Selasa (20/6). 4 - 10 Juli 2016
13
A KT I V I TA S
MBP/ist
TSC - The Sukarno Center (TSC) kembali menuntaskan dokumentasi sejumlah sejarah Bung Karno yang tercecer. Setelah meluncurkan buku tentang kisah Luh Putu Sugianitri (ajudan terakhir Bung Karno), di tahun 2016 ini The Sukarno Center meluncurkan buku tentang kisah Desak Ayu Karna (putri angkat Bung Karno) asal Tampaksiring, Gianyar. Peluncuran ini langsung di hadapan pejabat pusat dan di depan ribuan kaum Marhaenis yang memadati Ampitheater Blitar, Jawa Timur. Tampak hadir Sukmawati Soekarno Putri (Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme/Pembina The Sukarno Center).
MBP/ist
SMP TUNAS HARAPAN - Kerja keras serta kerja cerdas yang ditunjukkan SMP Tunas Harapan Jaya yang berlokasi di Desa Pemogan, Denpasar membuahkan hasil manis. Prestasi ini tentu saja merupakan sinergi apik dari siswa, kepala sekolah, guru, staf, Yayasan El Samaritan dan tentu saja dukungan penuh dari para orangtua siswa yang mempercayakan masa depan anak mereka di sekolah yang terus mengukir prestasi setiap tahunnya.
UNDHIRA - Dosen Universitas Dhyana Pura (Undhira) yang bergelar doktor kini bertambah. Kali ini dosen tetap Undhira pada Program Studi Sastra Inggris Ni Made Diana Erfiani, S.S., M.Hum. meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya, Rabu (15/6) pada Ujian Terbuka Program Doktor, Program Studi Linguistik, Program Pascasarjana, Universitas Udayana (Unud). MBP/ist
UNHI DENPASAR - Memperingati Hari Yoga Internasional, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali menggelar seminar yoga di kampus setempat, Selasa (21/6). Seminar nasional bertema ‘’Yoga dalam Teks dan Praktik Agama Hindu di Bali’’ itu menghadirkan narasumber Drs. IB Agastia, Dr. IB Putu Samba dan Prof. Dr. Wayan Suka Yasa, dipandu I Wayan Westa. MBP/ist
14 4 - 10 Juli 2016
MBP/ist
MBP/ist
FKIK UNWAR - Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar sejumlah agenda untuk memperingati Hari Tanpa Tenbakau Sedunia (HTTS) 2016. Puncak HTTS 2016 yang jatuh 31 Mei lalu diisi dengan kegiatan edukasi dan aksi damai untuk mengajak semua komponen masyarakat menyadari bahaya merokok.
BEM UNWAR - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIK Unwar secara rutin menggelarWarmadewa Saince Competition (WSC). WSC ke-4 dibuka 11 Juni lalu olehDekan FKIK diwakili Wakil Dekan II dr. Agus Santosa. Ketua Panitia WSC Ida Ayu Laxmi Ananda Dewi Manuaba mengungkapkan, WSC ke-4 diikuti 43 tim dari SMA se-Bali. Tema yang dipilih kali ini‘’Develop Critical Thinking Through Science Competition (PengembanganPola Berpikir Kritis Melalui Kompetisi Ilmiah’’.
MBP/ist
YOGA – Yoga merupakan ajaran Hindu yang diyakini telah diwahyukan oleh Dewa Siwa ribuan tahun yang lalu. Namun saat ini, yoga telah menjadi bagian dari gaya hidup yang dianggap modern oleh masyarakat umum. Seperti halnya ajaran suci Hindu yang bersifat universal, yoga pundemikian. Apalagi sejak 11 Desember 2014, Majelis Umum PBB mengabulkan usulan Perdana Menteri India Narendra Modi dan kemudian mendeklarasikan bahwa setiap tanggal 21 Juni akan diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia (International Day of Yoga).
MBP/ist
BRISAT - Sabtu sore, 18 Juni 2016 waktu Kourou, Guyana Prancis atau Minggu dini hari, 19 Juni 2016 waktu Indonesia, Satelit milik BRI atau BRIsat meluncur menuju orbitnya dengan sukses. Sebelumnya sempat terjadi 3 kali penundaan akibat adanya kendala teknis di roket peluncur Ariane 5 dan kendala cuaca. Demikian disampaikan Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam yang saat ini berada di Kourou, Guyana Prancis melalui sambungan langsung internasional. 4 - 10 Juli 2016
15
POLITIK
Menjabarkan Komitmen Mengawal Lingkungan
P
enguasa wajib mendedikasikan kebijakannya untuk menjaga kesinambungan alam. Sebagai ruang penyangga kehidupan, kita wajib menjalankan swadharma menjaga keberlanjutan keseimbangan ekosistem alam. Ini mestinya menjadi tanggung jawab semua elemen ketika dunia berhadapan dengan anomali musim dan anjloknya fondasi ekonomi global. Pandangan ini dilontarkan Guru Besar Unud Prof. Rahyuda, Praktisi Perbankan IB Kade Perdana dan Ketua DPD Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali I Nyoman Astama. Prof. Rahyuda bahkan sangat mengapresiasi semua kebijakan yang berorientasi pada lingkungan. ‘’Dunia usaha tak bisa mengabaikan lingkungan. Itu kata kuncinya. Bahkan, bagi Bali kebijakan berbasis lingkungan akan menguatkan kesadaran untuk mengelola bisnis dengan pendekatan budaya dan alam. Bali itu butuh sosial bisnis, bukan kapitalis,’’ tegasnya. Prof. Rahyuda mengatakan pidato Menkop Puspayoga di PBB juga akan menjadi momentum bagi Bali, bahwa ada putra Bali yang bisa menyuarakan kepentingan-kepentingan pengelolaan alam walaupun itu dalam konteks membangun dunia usaha. ‘’Ini sangat positif bagi saya. Putra Bali bicara di forum PBB dan menyuarakan lingkungan. Berpihak pada lingkungan itu berarti mengakomodasi semua kepentingan yang bersinggungan dengan hak-hak rakyat,’’ tegasnya. Guru Besar Fakultas Ekonomi Unud ini mengingatkan ke depan keberpihakan terhadap lingkungan harus menjadi roh pembangunan nasional. Kekuasaan tak bisa mengabaikan suara rakyatnya hanya demi mengelola kepentingan kapitalis. Sementara itu IB Kade Perdana dan I Nyoman Astama juga mengatakan sangat mengapresiasi langkah strategis Menteri Koperasi dan UKM A.A. Pus-
16
payoga dalam menjabarkan tugasnya dalam membangun sektor usaha, namun tetap konsisten menguatkan keberpihakan terhadap lingkungan. ‘’Apa yang dijabarkan Menkop Puspayoga dalam mengelola tugasnya mengembangkan dunia usaha dengan tetap berpihak pada lingkungan adalah terobosan strategis. Sangatlah wajar jika komitmen putra Bali ini diapresiasi oleh International Council for Small Business (ICSB),’’ ujar IB Perdana. Tokoh yang juga peduli dengan perkembangan dunia usaha di Bali ini mengatakan kebijakan publik ke depan harus berorientasi pada upaya-upaya penyelamatan lingkungan. Manusia tak bisa hanya mengejar keuntungan finansial jika ingin hidup nyaman. Jika lingkungan diabaikan maka rasa aman dan nyaman dalam melakukan usaha akan terancam. ‘’Pelaku usaha juga harus memiliki komitmen yang sejalan dengan hal ini jika ingin usahanya sustainable di Bali,’’ sarannya. Bahkan, Nyoman Astama yang kini mengomandani para general manager hotel di Bali ini mengaku sangat mendukung komitmen Menkop Puspayoga dalam mengelola pengembangan dunia usaha dengan tetap berpihak pada lingkungan. ‘’Kami para pelaku pariwisata sangat mengapresiasi langkah ini. Ini membuktikan masih ada putra Bali mampu menjabarkan Tri Hita Karana dalam mengelola perkembangan UKM. Penghargaan ICSB Presidential Award atas kinerja Menkop Puspayoga ini patut dijadikan tolok ukur bangkitnya keberpihakan terhadap alam dalam mengelola kekuasaan,’’ ujarnya. Ia bahkan mengaku kalangan pariwisata sangat mengharapkan adanya tolok ukur yang jelas, termasuk dalam mengelola investasi. ‘’Kami berharap langkah ini menjadi identitas pemerintahan Kabinet Kerja. Ke depan pengelolaan kekuasaan jangan sampai menjadi ancaman terhadap alam,’’ ujarnya.
Ini sangat positif. Putra Bali bicara di forum PBB dan menyuarakan lingkungan. Berpihak pada lingkungan itu berarti mengakomodasi semua kepentingan yang bersinggungan dengan hak-hak rakyat. Prof. Rahyuda Seperti diketahui, International Council for Small Business (ICSB) memberikan penghargaan kepada Menteri Koperasi dan UKM A.A. Puspayoga atas komitmennya melaksanakan prinsip human entrepreneurship dalam pengembangan UKM di Indonesia. Penghargaan diserahkan Presiden ICSB Prof. Ki-Chan Kim di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat. l Dira Arsana
4 - 10 Juli 2016
16
Terancam Digeser Ideologi Sesat Kekhawatiran terhadap adanya potensi ancaman bangsa di masa depan dengan rapuhnya atau lumpuhnya peran Pancasila menguat. Bukan hanya isu kebangkitan ideologi komunis melalui Partai Komunis Indonesia (PKI) yang saat ini dianggap sebagai ancaman, tetapi juga akan berkembang ideologi atau paham-paham sesat lainnya yang akan menggeser Pancasila sebagai pedomon hidup bernegara. Bahkan, banyak kalangan mulai memprediksi bisa saja suatu ketika akan dirangkul ideologi atau paham sesat seperti kelompok homoseksual dan lesbian, karena atas nama demokrasi. Itu bisa terjadi karena konstitusi dan Pancasila yang menjadi pedomannya tidak dihayati dan diamalkan secara baik. Setidaknya anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha menegaskan bercermin dari sejumlah negara yang menganut nilai-nilai demokrasi, adalah pemerintahan yang memberikan pengakuan terhadap kelompok homseksual dan lesbian yang keberadaannya dijamin oleh sebuah undang-undang. ‘’Bukan tidak mungkin, pemilihan presiden di masa mendatang demi mengejar kemenangan, harus bernegosiasi dengan kelompok atau komunitas kaum gay dan lesbian seperti di negara-negara yang menjunjung tinggi demokrasi. Ini bisa saja terjadi di negara kita,’’ katanya. Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengakui Pancasila sebagai pedoman hidup bernegara secara ideologi, saat ini telah rapuh. Dia juga mengakui demokrasi yang dijalankan saat ini seolah tanpa ada nilai-nilai yang menjadi pengikat karena diabaikannya Pancasila. ‘’Kita berdemokrasi tanpa nilai-nilai yang mengikat, sehingga bangsa ini seperti orang yang sempoyongan. Tidak mampu berdiri tegak, karena tercerabut dari akar ideologinya. Seharusnya Pancasila menjadi nilai-nilai pengikat dalam kehidupan bernegara, dan harus dijunjung tinggil bahwa inilah ideologi bernegara kita,’’ kata Siti Zuhro. Akibatnya, kata Siti Zuhro, masyarakat di lapangan dengan mudahnya disusupi berbagai macam isu dan dengan mudahnya pula menerima isu tersebut sebagai sebuah kebenaran. Seperti isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) akhir-akhir ini. ‘’Saya berpandangan bukan komunis yang mengancam kita, tetapi sebenarnya ancaman terbesar bangsa ini adalah kemunafikan,’’ katanya. l Hardianto Kita berdemokrasi tanpa nilai-nilai yang mengikat. Sehingga bangsa ini seperti orang yang sempoyongan. Tidak mampu berdiri tegak, karena tercerabut dari akar ideologinya. Seharusnya Pancasila menjadi nilai-nilai pengikat dalam kehidupan bernegara, dan harus dijunjung tinggi bahwa inilah ideologi bernegara kita. Siti Zuhro Peneliti LIPI
4 - 10 Juli 2016
17
17
KIPRAH REMAJA
T
Aksara Bali, Aset Bali yang Harus Dijaga
ertarik menulis aksara Bali ketika duduk di bangku kelas IV, I Made Wahyu Putra Candra untuk kedua kalinya tahun ini dipercaya mewakili Bumi Makepung, Jembrana ke tingkat Provinsi Bali, mengikuti lomba menyalin huruf latin ke aksara Bali. Tahun lalu, remaja belia yang akrab dipanggil Wahyu ini berhasil menjadi yang terbaik di Kabupaten Jembrana untuk lomba menyalin huruf latin ke aksara Bali. Ditemui seusai lomba yang bertempat di SMAN 3 Denpasar, belum lama ini, bungsu dua bersaudara buah hati pasangan I Made Mahardika Teja-Ni Komang Suarmini ini menceritakan jika awal masuk SD dia kurang tertarik menulis aksara Bali. Apalagi menyalin huruf latin ke dalam aksara Bali. ‘’Mungkin seperti kebanyakan teman-teman sebaya saya, banyak yang tidak tertarik menulis aksara Bali. Termasuk membaca aksara Bali,’’ ujarnya. Berkat motivasi guru Bahasa Balinya I Gusti Ayu Nariati, Wahyu jadi tertarik untuk menekuni aktivitas menulis akasara Bali. Untuk dapat menyalin huruf latin ke aksara Bali, Wahyu harus pandai membaca aksara Bali. Dia pun bertekad untuk sungguh-sungguh mempelajarinya. Hasilnya sangat luar biasa. Dalam hitungan beberapa minggu, Wahyu yang lahir di Negara, 2 Juni 2004 sudah lancar membaca aksara Bali. Menyadari potensi dirinya, Wahyu jadi makin bersemangat. Terlebih lagi Wahyu mendapat banyak dukungan dari kedua orangtua, guru-gurunya di SD No. 3 Lelateng serta teman-teman satu kelasnya, membuatnya makin bersemangat. Ditanya tantangannya serta kendala mempelajari aksara Bali, bagi Wahyu sepenuhnya tergantung pribadi bersangkutan. Jika sejak SD sampai SMP tidak tertarik mempelajarinya, jangan harap akan dapat membaca aksara Bali dengan lancar. Termasuk mampu menulis aksara Bali dengan baik. Menyikapi tantangan tersebut, Wahyu selalu bertanya pada gurunya. Dia pun lebih intens mempelajarinya sendiri. Terutama pangangge aksara yang sering menimbulkan kesalahan dalam menyalinnya ke dalam aksara Bali. Bagi Wahyu, pe-ngalaman ikut lomba tahun sebelumnya pada lomba yang sama, membuatnya sudah mengetahui langkah-langkah yang akan diikuti. Mulai dari mengenal huruf dengan baik, membaca serta menerapkan dalam bentuk komunikasi aktif dalam kesehariaan. “Pendapat saya soal Bahasa Bali terkesan tak banyak peminatnya, membuat takut pelajar karena rumitnya pasang aksara Bali. Belum lagi faktor pedukung lainnya dan kurangnya motivasi,’’ kata Wahyu. Dia pun menyarankan agar di masa mendatang lebih banyak diterbitkan buku-buku cerita menggunakan aksara Bali, sehingga pelajar tertarik belajar Bahasa Bali. Selain itu lomba-lomba sejenis lebih sering diadakan untuk memberikan kesempatan anak-anak mengevaluasi kemampuannya membaca dan menulis aksara Bali. Wahyu yang jauh-jauh datang dari Kota Jembrana berharap jadi juara. Apalagi, dia sudah ikut lomba dari tingkat gugus sampai tingkat Provinsi Bali. Soal cita-cita, Agus dengan malu-malu menyampaikan jika dirinya bercita-cita menjadi guru Bahasa Bali. Dia ingin anak-anak maupun remaja terbiasa menggunakan Bahasa Bali dalam kesahariannya. Bahasa Bali diyakini Wahyu aset Bali yang harus ditetap dijaga dan dikembangkan. l Astra Prayoga
18
4 - 10 Juli 2016
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
SENATOR WEDAKARNA - Jelang tahun ajaran baru 2016, Komite III DPD-RI Bidang Pendidikan mengumpulkan kepala SD, SMP, SMA/SMK negeri dan swasta di Kabupaten Badung. Bertempat di Gedung Pertemuan Mangupura Puspem Badung, Senator Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menginventarisir sejumlah permasalahan dunia pendidikan yang ada di Badung.
RESTORAN BST - Usai membuka Pesta Kesenian Bali (PKB), Sabtu (11/6) lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertandang ke Restoran Bebek Tepi Sawah (BTS) cabang Tuban untuk berbuka puasa. Tercatat, Jokowi telah berulang kali menikmati menu BTS yang terkenal dengan bebek gorengnya. ‘’Sejak masih menjadi Wali Kota Solo, Bapak Jokowi sering makan di sini,” kata Nyoman Sumerta, owner BTS, Kamis (16/6).
RSUD WANGAYA - RSUD Wangaya Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama pada Minggu (19/6) dalam rangka pujawali di Pura Dharma Udyana RSUD Wangaya yang jatuh pada Purnama Sasih Sadha. Acara persembahyangan yang dimulai pukul 09.00 Wita di-puput Ida Pedandadari Geria Balun, Denpasar berlangsung khusyuk dan khidmat.
MBP/ist
MBP/ist
STIKES BULELENG - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Buleleng yang beralamat di Jalan Raya Air Sanih KM. 11 Bungkulan, Singaraja, telah mengantongi sertifikat akreditasi peringkat B pada program studi profesi ners dan program studi S-1 Keperawatan pada 22 Mei 2016. Demikian diungkapkan Dr. I Made Sundayana, M.Si., Ketua Stikes Buleleng.
4 - 10 Juli 2016
19
MANCANEGARA
Pemilu Terus Tertunda, Haiti Tanpa Pemimpin 20
4 - 10 Juli 2016
H
aiti mengadakan pemilihan presiden (pilpres) ulang pada 9 Oktober 2016. Hal ini dilakukan setelah pemilu pada Januari lalu dinilai telah dinodai oleh penipuan besar-besaran. Sedikitnya 24 orang telah mendaftarkan diri menjadi kandidat presiden dalam pemilihan ulang ini. Jumlah tersebut telah terpangkas lebih dari setengah jumlah capres pada pemilu sebelumnya, yakni 54 orang. Meski begitu, hanya ada empat kandidat yang dijagokan. Pertama, Jovenel MoĂŻse atau Manusia Pisang. Pria yang satu ini disebutsebut merupakan kandidat favorit pilihan Mantan Presiden Michel Martelly. Ia adalah seorang pebisnis serta pemula dalam perpolitikan, dan
hingga saat ini masih bekerja dalam bidang pertanian, terutama penanaman pisang. Dari situlah datangnya julukan tersebut. Kandidat unggulan kedua, yakni Mantan Kepala Agensi Konstitusi Nasional Jude CĂŠlestin. Ia sudah mendaftar sejak Selasa 21 Juni 2016, dan segera merayakan pencalonannya itu dengan berdiri di atas kap depan mobilnya yang terparkir, sambil melambaikan tangan dan menyalami para pendukungnya. Di posisi ketiga ada Mantan Senator MoĂŻse Jean-Charles, yang datang ke tempat pendaftaran bersama para pendukungnya dengan menunggangi kuda. Sementara pada posisi keempat, adalah Dr Maryse Narcisse, rekan separtai dari Presiden demokratis pertama Haiti Jean-Bertrand Aristide dari Partai Fanmi Lavalas. Partai PHTK bersumpah untuk tidak ikut dalam bursa persaingan presiden tahun ini. Sebab pemimpin mereka, presiden interim Jocelerme Privert masih menduduki kekuasaannya. Setelah menggantikan Presiden Martelly yang mundur tiba-tiba, Privert yang saat itu menjabat sebagai wakil, otomatis menggantikan posisi tersebut. Namun dia dianggap gagal menyelenggarakan pemilu pada Mei karena telah diatur dalam kesepakatan dengan banyak pihak. Privert masih menjabat sebagai presiden negeri itu, meskipun masa jabatannya sudah lewat 120 hari, sejak 5 Februari 2016. Ia seharusnya sudah lengser pada Selasa 14 Juni 2016 lalu. Walanya, Pemilu
negara sebelumnya diadakan akhir tahun lalu. Namun ditemukan banyak kecurangan. Masalah yang ditemukan tim independen antara lain surat suara yang dicoret, kesalahan penghitungan, dan perbedaan dalam identifikasi pemilih. Pemerintah sementara kala itu akhirnya memutuskan agar pemilu diadakan pada tanggal 24 April namun kembali gagal. Otoritas pemilu Haiti mengatakan, negaranya tidak akan bisa mencapai batas waktu untuk melakukan pemilihan presiden pada 24 April. Seharusnya pemilu dilaksanakan 24 April. Namun, pelaksanaan kembali ditunda. “Jelas bahwa pemilu tak akan bisa dilaksanakan pada 24 April, tapi kami tetap menilai mesin pemilu sebagai keputusan yang akan terus maju ke depan,� kata Kepala Dewan Pemilu yang
baru diangkat, Leopold Berlanger. Terus tertundanya pemilu di Haiti membuat situasi politik di negara tersebut memanas. Unjuk rasa terus terjadi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk calon pendukung presiden. Hal ini mengudang keprihatinan PBB. “Sekretaris Jenderal menegaskan kembali dukungan yang kuat untuk penyelesaian, tanpa penundaan lebih lanjut, dari pemilu 2015, dan meminta semua pelaku di Haiti untuk memastikan kembalinya perintah konstitusi dengan segera, sehingga negara tidak harus melewati masa pemerintahan transisi yang berkepanjangan saat menghadapi berbagai tantangan besar sosialekonomi dan kemanusiaan,� menurut pernyataan tersebut. Memperhatikan niat pembentukan oleh komisi untuk melakukan evaluasi dan verifikasi pemilihan umum yang diselenggarakan pada tahun 2015, Ban dalam pernyataannya menekankan perlunya untuk menyimpulkan proses dengan segera. “Sekretaris Jenderal menegaskan kembali komitmen PBB untuk memperluas dukungannya secara penuh kepada masyarakat Haiti dalam memenuhi aspirasi demokratis mereka,� pernyataan tersebut menyimpulkan. Kesepakatan politik yang ditandatangani tanggal 5 Februari 2016 antara para pelaku politik utama di negara tersebut ditetapkan dalam peta jalan untuk melaksanakan dengan cepat dari proses pemilihan di Haiti. Di sisi lain, transisi politik diharapkan akan berlangsung dengan damai. Pasalnya, sebelum ini sidang parlemen diwarnai aksi saling lempar batu dan menodongkan senjata. l Gugiek Savindra 4 - 10 Juli 2016
21
DAERAH
MBP/mud
Meski harga mahal dan kualitasnya rendah, petani anggur di Desa Banjar terpaksa tetap membeli obat-obatan agar tanaman terbebas dari serangan hama penyakit.
K
Petani Terhimpit Harga
ondisi yang dialami petani semakin parah. Selain harga komoditas yang sering anjlok saat panen raya, kini kembali dihadang tingginya harga obat-obatan untuk membasmi hama dan penyakit tumbuhan. Hal ini dialami petani anggur di Buleleng. Selain mahal, kualitas obat-obatan juga sangat rendah. Para petani anggur di Kabupaten Buleleng mengeluhkan kualitas obat-obatan pembasmi hama sangat rendah. Akibatnya, petani terpaksa harus menambah dosis obat-obatan agar bisa membasmi hama yang menyerang tanaman. Bahkan, petani
22
4 - 10 Juli 2016
mencurigai kalau marak peredaran obatobatan yang palsu lantaran kualitasnya sangat rendah. Di samping itu, petani juga merasakan kenaikan harga obat-obatan memberatkan petani. Akibatnya, modal untuk membeli obat-obatan dengan harga jual anggur tidak seimbang. Informasi yang dikumpulkan di lapangan Selasa (21/6) lalu menyebutkan, keluhan petani ini muncul sejak beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya cukup menggunakan dua jenis obat-obatan saja sudah bisa membasmi penyakit mulai dari kutu, lalat, dan jamur. Belakangan, serangan penyakit itu baru bisa dibasmi setelah meng-
gunakan tujuh jenis obat-obatan. Bahkan, obat-obatan itu dicurigai palsu karena saat diaplikasikan di lapangan ternyata kualitasnya rendah. Akibatnya, penyakit tidak bisa dibasmi dengan optimal, hingga petani harus menambah dosis dari pemakaian yang seharusnya. Ketut Sumadia salah seorang petani di Desa Banjar, mengakui kalau kualitas obat-obatan yang digunakan membasmi penyakit sangat rendah. Dia mencontohkan, jika sejak awal menggeluti budi daya anggur, kualitas obat-obatan yang digunakan ampuh membasmi segala jenis penyakit yang bisa menyerang bunga, daun, atau
Delapan Perda dan Empat Perwali Dibatalkan KEBIJAKAN pemerintah Jokowi dalam mengurangi birokrasi dalam meningkatkan investasi, dilakukan dengan membatalkan sejumlah peraturan daerah (perda) yang dinilai menghambat program pemerintah. Kondisi itu juga dialami Denpasar. Sejumlah peraturan daerah (perda) yang dinilai menghambat investasi dan sudah tidak sesuai lagi, dicabut pemerintah pusat. Sedikitnya delapan produk hukum daerah, yakni perda dan empat peraturan kepala daerah (peraturan wali kota/perwali) yang dikeluarkan Pemkot Denpasar dicabut. Dari delapan perda tersebut, hanya satu yang dicabut sepenuhnya yakni Perda No. 19 Tahun 1995 tentang Sumbangan Pihak Ketiga. Hal ini ditegaskan Kabag Hukum Setda Kota Denpasar I Made Toya didampingi Kabag Humas dan Protokol I.B. Rahoela di kantornya, Senin (20/6) lalu. Dikatakan Made Toya, dari delapan perda yang dicabut, sejatinya merupakan usulan yang disampaikan Pemkot Denpasar. Sebab, beberapa perda sudah tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang ada, seperti UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi. Sementara tujuh perda yang diusulkan itu tidak semuanya dicabut. Hanya beberapa pasal yang harus direvisi. ‘’Jadi istilah dicabut itu bukan sepenuhnya, karena hanya bersifat revisi beberapa pasal. Seperti Perda Retribusi Pembuatan KTP dan Akta Kependudukan, hanya dilakukan revisi karena sekarang untuk pengurusan KTP dan akta kependudukan sudah tidak dikenakan biaya lagi,’’ jelas Toya. Disebutkan Toya, perda yang dicabut itu yakni Perda No. 5 Tahun 2005 tentang Retribusi Pemindahan Kendaraan Bertmotor di Jalan, Perda No. 6 Tahun 2005 tentang Retribusi Izin Peruntukan Tanah, Perda No. 9 Tahun 2005 tentang Retribusi Mendirikan Lembaga Pelatihan Kerja, Perda No. 4 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintah yang Menjadi Kewenangan Pemkot Denpasar, Perda No.
MBP/ara
Made Toya (kanan) didampingi I.B. Rahoela saat memberikan keterangan terkait pencabutan perda di Denpasar.
6 Tahun 2014 tentang Air Bawah Tanah, Perda No. 21 Tahun 2011 tentang Retribusi Pembuatan KTP dan Akta Kependudukan, Perda No. 18 Tahun 2011 tentang Retribusi Izin Usaha Perikanan, serta Perda No. 19 Tahun 1995 tentang Sumbangan Pihak Ketiga. Selain delapan perda itu, kini Pemkot Denpasar juga harus kehilangan Perwali tentang zonasi di empat kecamatan, yakni Perwali No. 12/2014 tentang Zonasi Denpasar Selatan, Perwali No. 13/2014 tentang Zonasi Denpasar Barat, Perwali No. 14/2014 tentang Zonasi Denpasar Utara, dan Perwali No. 15/2014 tentang Zonasi Denpasar Timur. ‘’Untuk perwali ini, kami belum menerima suratnya sehingga sampai saat ini masih tetap berlaku,’’ kata Toya. l Asmara Putera
Obat Pembasmi Hama buah anggur. Sementara, harganya juga terjangkau dan tidak pernah mengalami kenaikan. Situasinya berbeda, untuk satu jenis obat-obatan saja sudah mencapai Rp 150.000 hingga yang paling mahal mencapai Rp 900.000. Bahkan, saat itu dirinya tidak berani memanfaatkan ranting tanaman sisa pemangkasan untuk pakan ternak sapi. Tetapi sekarang, dia tidak khawatir memberikan ranting sisa pemangkasan untuk pakan ternak meski baru selesai disemprot. “Dulu cukup dua jenis obat sudah bisa membasmi semua jenis penyakit. Ranting tanaman sisa pangkasan tanaman tidak berani kita jadikan pakan ternak karena
takut dosis obatnya itu meracuni ternak. Sekarang selain jenis yang banyak kualitasnya rendah dan limbah pangkasan ini kita jadikan pakan ternak dan tidak mengganggu pertumbuhan sapi,” katanya. Atas kondisi ini, Sumiada mengaku terpaksa harus membeli obat-obatan meski kualitasnya tidak seampuh sebelumnya. Dia membeli obat-obatan di toko pertanian di Desa Banjar. Terkait keaslian obat-obatan, dia mengaku tidak dapat membedakan. Hal ini karena jenis yang beragam dan tidak ada informasi pasti terkait keaslian satu jenis obat-obatan. Pengawasan dari instansi yang terkait dan penyebaran informasi terhadap
keaslian jenis obat-obatan itu dirasakan masih kurang. Untuk itu, dia berharap sosialisasi atau penyebaran informasi keaslian obat-obatan ini perlu digencarkan, sehingga petani tidak menjadi korban dari peredaran obat-obatan yang tidak memberikan jaminan kualitas. “Dulu, ada rencana untuk membentuk organisasi petani anggur agar bisa mendapat informasi terkait keaslian obat-obatan ini. Namun, itu belum dilakukan. Kami tetap berharap diberikan informasi masalah obat-obatan yang bagus,” imbuh Sumiada sembari diiyakan petani lain, Putu Pastika. l Mudiarta 4 - 10 Juli 2016
23
K E S E H ATA N
Mengerti Lebih Dalam tentang Miss V
M
iss v merupakan organ yang sangat intim dan spesial, karena merupakan organ penting dalam kehidupan seksual dan juga reproduksi kaum hawa. Namun demikian organ penting ini dalam perawatannya agak berbeda dengan perawatan organ lainnya. Dilihat dari segi anatomi, vagina (Miss V) merupakan sebuah saluran yang terdiri dari otot dengan panjang kira-kira 7 - 10 cm, terletak memanjang dari rahim hingga ke vestibula. Lapisan otot ini di bagian atas dilapisi dengan lapisan mukosa yang berlipat-lipat secara memanjang, pada wanita yang belum pernah melahirkan lipatan ini jelas terlihat pada 1/3 bagian bawah vagina. Penonjolan mulut rahim ke dalam vagina membentuk sebuah lekukan, lekukan ini disebut G spot yang diperkirakan sebagai bagian yang paling sensitif yang dapat menghantarkan wanita ke puncak kenikmatan seksual bila dirangsang. Miss V menghubungkan antara alat kelamin bagian dalam (rahim& ovarium) dengan alat kelamin bagian luar (vulva & klitoris). Di bagian bawah vagina terdapat selaput darah (hymen), pada perawan selaput ini masih utuh dengan lubang kecil di bagian tengahnya. Pada wanita yang sudah aktif secara seksual, maka akan terjadi robekan selaput dara Vagina berperan penting dalam proses kelahiran dan berfungsi sebagai organ kopulasi dan juga sebagai tempat keluarnya darah haid. Pada saat mendekati menstruasi lapisan mukosa memproduksi cairan yang lebih banyak dengan konsistensi yang lebih kental dan memiliki Ph yang lebih basa, karena berkurangnya hormon estrogen pada saat menstruasi. Selain hormon, yang berperan dalam menjaga keasaman vagina adalah Lactobacillus (bakteri baik yang hidup dalam vagina. Jika keasaman vagina terganggu, bakteri baik tidak dapat bertahan hidup dan bakteri-bakteri lain dapat berkembang, sehingga menyebabkan infeksi pada vagina. Infeksi ditandai dengan keluarnya cairan kental, keruh, berwarna seperti susubasi, kuning ataupun hijau. Bisa juga diikuti adanya darah yang berbau busuk. Biasanya ini disalahartikan sebagai keputihan biasa. Selain keluarnya cairan ini bisa juga diikuti adanya keluhan nyeri setelah berhubungan seksual, ataupun saat berkemih, gatal ataupun sensasi panas pada vagina maupun alat kelamin luar. Pada kondisi yang lebih lanjut biasa terjadi demam, lemas, mual dan muntah. Pada wanita yang menopause kejadian infeksi terjadi lebih sering, ini dikarenakan berkurangnya hormon estrogen, sehingga Ph vagina menjadi lebih basa, oleh karenanya pada wanita menopause pemeriksaan diperlukan lebih sering dan menyeluruh. Perlu diingat vagina ini adalah organ penghubung antara organ genitalia dalam dan genitalia luar, maka infeksi yang terjadi dapat menyebar. Untuk mencegah infeksi, keasaman vagina harus tetap dijaga, jumlah lactobacillus harus dipertahankan.Untuk mencegah infeksi dalam, harus rajin membersihkan Miss V. Pembasuhan vagina tidak boleh menggunakan sabun mandi. Sabun mandi memiliki Ph yang basa, yang dapat membunuh bakteri baik dan menyebabkan berkem-
24
4 - 10 Juli 2016
bangnya organisme jahat. Dibutuhkan pembersih yang memiliki Ph yang tidak berbeda jauh dengan Ph vagina.Infeksi jamur juga sering menjangkiti vagina, seperti jamur candida (candidiasis vaginalis). Jamur ini berkembang pada lingkungan di sekitar alat kelamin yang lembab dikarnakan pengunaan celana dalam yang terlalu ketat, celana yang berbahan tebal, ataupun celana dalam yang tidak kering dikarenakan sisa urine ataupun cairan yang berlebihan. Gejala infeksi jamur adalah kulit di sekitar alat kelamin maupun mukosa di vagina kemerahan, dan terasa sangat gatal hingga tidak bisa menahan diri untuk tidak mengaruknya. Bagian yang tergaruk akan terjadi luka, dan luka ini akan menjadi pintu masuk bakteri maupun jamur ke bagian yang lebih dalam. Diperlukan pengobatan dengan obat antijamur kuranglebih 14 hari. Tricomonas juga merupakan protozoa yang cukup sering menyebabkan infeksi pada vagina. Bakteri ini menyebabkan cairan vagina yang berwarna kuning kehijauan yang bisanya juga disertai darah, dan berbau busuk. Gejala lainnya yang dialami biasanya berkaitan dengan pembengkakan pada vagina dan vulva, sehingga terasa nyeri dan terlihat kemerahan, terkadang ada sensasi rasa gatal, namun tidak sehebat pada infeksi jamur. Kebersihan vagina merupakan pencegahan paling efektif untuk infeksi, dan gunakanlah pembersih yang sesuai. l dr. Mervinna Giovanni Bagian Obstetri Ginekologi Instalasi PKRS RSUP Sanglah Denpasar
A KT I V I TA S
MBP/ist
UNDIKSHA SINGARAJA - Reuni agung dilakukan program studi (prodi) S-2 pendidikan bahasa program pascasarjana Undiksha Singaraja. Kegiatan diawali sambutan dan diisi seminar bertajuk revitalisasi kurikulum program studi S-2 pendidikan bahasa dalam konteks kekinian. Kehadiran didominasi alumni, dosen dan mahasiswa yang mengikuti acara hingga selesai. Rektor Undiksha Singaraja Dr. Nyoman Jampel, M.Pd., diwakili Wakil Rektor IV Drs. I Wayan Suarnajaya, M.A., Ph.D., mengatakan, reuni agung merupakan kegiatan positif.
MBP/ist
YPLP PGRI DENPASAR - Di hari kedua, peserta studi banding YPLP Kota PGRI Denpasar mengunjungi SMKN 6 Yogyakarta. Sekolah ini dikenal banyak melahirkan output dan juara dunia dalam bidang keahlian kompetensi siswa. Di SMKN 6 Yogyakarta rombongan yang dipimpin langsung Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. diterima Kepala SMKN 6 Yogyakarta Drs. Rustamaji, M.Pd. beserta para wakasek dan kaprodi.
MBP/ist
SMP PGRI 9 - SMP PGRI 9 Denpasar secara kontinu menggelar workshop peningkatan mutu. Kamis (16/6), semua guru dikumpulkan untuk mengikuti Workshop Review Kurikulum 2013 (K-13). Workshop dibuka Kadisdikpora diwakili Kabid Dikdas I Made Raka, S.E., M.Si.Ak. Ketua Panitia Workshop Gusti Ngurah Agung Arya, S.Pd. mengatakan, materi yang di-review meliputi RPP dan kurikulum sekolah khususnya dalam dokumen evaluasi dan KKM.
MBP/ist
BPJS - Dalam rangkaian HUT Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada 17 Juli mendatang, BPJS Kesehatan Divisi Regional XI melakukan beberapa kegiatan sosial. Kegiatan yang dilakukan, Jumat (17/6) kemarin, berupa pembagian takjil gratis di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar. Ada 300 paket takjil yang dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar lapangan dan pengendara sepeda motor. 4 - 10 Juli 2016
25
LENSA
Pedagang Telur
Seorang pedagang pasar Badung di Eks Tiara Grosir sedang melayani konsumen yang hendak membeli telur. Harga telur melonjak naik menjelang hari raya Idul Fitri (Lebaran) 1437 Hijriyah. Demikian pula harga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya, mengalami kenaikan sejak awal bulan Ramadan/puasa. Bahkan, harga daging sapi telah melonjak naik jauh sebelumnya yakni rata-rata di atas Rp 100.000 per kg. Harapan Presiden Jokowi agar harga daging sapi ini bisa sekitar Rp 85.000 per kg sepertinya tak mempan terhadap pasar. MBP/eka
26 4 - 10 Juli 2016
OLAHRAGA
Berkibaran
aju yang
P
emasok pakaian olah raga Nike mendapat keluhan seputar baju yang potensial dipakai para petenis putrinya di Grand slam Wimbledon. Baju berwarna putih itu terlalu ringan dan berkibar hingga diatas pinggang saat dipakai bergerak. Akibatnya pakaian dalam sang petenis pun terlihat. Pemandangan kurang menyenangkan ini langsung direspon Nike dengan menarik baju tersebut dari SW19. Diserukan agar baju itu dikembalikan di agen-agen di dekat lokasi turnamen di Wimbledon, untuk meminta ganti lainnya. “Kami perlu untuk membuat sedikit perubahan untuk baju yang dipakai di turnamen Wimbledon. Bisakah anda menyerahkannya ke Nike Wimbledon House,” isi pesan bagian pemasaran perusahaan itu kepada para petenis dengan disertai keterangan “Pekan ini lebih baik.” Tak kurang 20 petenis putri akan menggunakan busana yang disebut-sebut terlalu banyak mengekspose anggota badan ini. Tapi baju bernama ‘Nike Premier Slam’ seharga 75 dolar AS juga membuat sejumlah petenis berpikir kreatif. Petenis Inggris Katie Boulter saat tampil di turnamen Roehampton membuat kreasi dengan baju yang sama. Ia menggunakan pengikat kepalanya menjadi sabuk agar baju yang dikenakan itu tidak beribar kesana-kemari. Sementara petenis Rep. Ceko Lucie Hradecka, tidak lagi menggunakan celana pendek namun legging sepanjang lutut sehingga bagian tersembunyi badannya tak terlihat saat baju itu berkibaran. Panitia grand slam Wimbledon sendiri, mengizinkan penggunaan baju ini karena selain dianggap sopan juga memenuhi kriteria utama yakni berwarna putih. Bintang-bintang tenis yang bakal menggunakan baju ini di antaranya Eugenie Bouchard dan Laura Robson. Sementara bintang utama yang juga petenis nomor satu dunia Serena Williams menggunakan versi lain dengan sejumlah modifikasi : ‘Nike Women’s Premier Wimbledon Serena SW19 Dress’ seharga 100 dolar. l Yudi Winanto
Petenis Kanada Eugenie Bouchard
4 - 10 Juli 2016
27
OLAHRAGA
Sebuah Pembelaan
SEMAKIN banyak atlet yang terindikasi menggunakan obat terlarang untuk meningkatkan penampilannya jelang Olimpiade Rio de Janerio Agustus mendatang. Hal serupa menimpa mantan juara jalan cepat Olimpiade Alex Schwazer. Kali ini atlet asal Italia membantah dengan tegas tuduhan itu dan menyebut ada konspirasi yang menghalangi dirinya tampil di Brazil nanti. Empat tahun setelah terbukti positif menggunakan obat jenis EPO di Olimpiade 2012 London dan dihukum larangan berlomba selama 45 bulan, Schwazer menerima informasi bahwa ada jejak obat terlarang steroid dalam sampel darahnya. Sampel tersebut diambil pada 8 Mei dan uji ulangnya dilakukan pada 12 Mei. Schwazer menggelar konferensi pers di Bolzano dan menyatakan tak perlu meminta maaf pada publik karena tidak ada yang salah dengan dirinya atas masalah itu. “Saya tidak membuat kesalahan,” ungkap atlet yang telah mendapatkan tiket ke Olimpiade Rio kepada Associated Press. Schwazer yang meraih medali emas saat menjuarai nomor jalan cepat 50 km di Olimpiade Beijing 2008, kembali berlomba memenangkan nomor yang sama di Kejuaraan Dunia di Roma Mei lalu. Sampelnya diambil karena dia lolos dalam kualifikasi menuju Olimpiade dengan memenangkan lomba di Roma itu.
“Ini aneh,” kata pengacara Schwazer, Gerhard Brandstaetter. “Pengujian pada Januari lalu menunjukkan hasil negatif. Selanjutnya pada Mei setelah dia menang di Roma menjadi positif dengan zat anabolik yang tidak berhubungan dengan cabor ini.” “Alex tidak berkaitan dengan kasus ini. Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk mengungkapkan kebenaran kasus ini,” tambah Brandstaetter yang akan mengambil langkah hukum. Pada 2012, Schwazer menggelar konferensi pers setelah terungkap kasusnya menggunakan obat terlarang pada Olimpiade London. Diceritakan bagaimana ia menyembunyikan zat terlarang tersebut di rumah Carolina Kostner, tempat ia menginap di kediaman atlet ski es Italia itu yang juga pacarnya. Obat itu didapatkan dengan membelinya di Turki pada September tahun sebelumnya dengan harga 1.700 dolar AS. Obat itu kemudian disamarkan dalam kotak vitamin dan disimpan di lemari pendingin di rumah Kostner di Jerman. Schwazer yang saat itu tengah mempersiapkan diri menuju Olimpiade London, mengetahui tata cara penggunaan zat itu lewat internet. Ia menyuntikkan cairan itu di kamar mandi agar tidak diketahui Kostner dan orangtuanya. Tapi pada akhirnya, Komite Olimpiade Italia menjatuhi hukuman 16 bulan pada
Kostner yang dituduh membantu Schwazer menghindari tes dan pelanggaran lainnya. Atas kasus itu, Schwazer yang juga mendapat hukuman penjara delapan bulan pada Desember 2014, menyatakan mengundurkan diri dari olahraga itu. Namun belakangan ia mencabut kembali ucapannya. Ia ikut berlomba lagi awal tahun ini dan juga Mei lalu di Roma. Ini memicu kecurigaan atlet lain. Apalagi saat itu adalah masa kualifikasi menuju Olimpiade Rio. “Saya yakin, ada orang-orang yang tidak menginginkan saya tampil di Olimpiade. Tapi saya masih menyimpan keyakinan (lolos ke Rio),” tegas atlet berusia 32 tahun itu. La Gazzetta dello Sport melaporkan federasi atletik internasional IAAF menguji sampel Schwazer pada 1 Januari dnegan hasil negatif. Tapi setelah atlet bersangkutan menjuarai kejuaraan dunia di Roma dan lolos ke Olimpiade Rio pada 8 Mei lalu, lembaga itu melakukan tes ulang pada 12 Mei dan didapati adanya jejak zat steroid. “Saya terkejut. Kami berusaha memahami kasus ini,” kata Alfio Giomi, Presiden federasi atletik Italia, kepada koran itu. l Yudi Winanto
MBP/ap
Atlet jalan cepat Italia Alex Schwazer.
28 4 - 10 Juli 2016
MBP/ap
Cedera Lutut GRAND SLAM Wimbledon tak diikuti salah satu petenis unggulan, Victoria Azarenka. Cedera lutut yang didapat di Prancis Terbuka, membuat petenis putri Belarus itu urung tampil di turnamen lapangan rumput. “Victoria Azarenka mengundurkan diri dari #Wimbledon karena cedera lutut. Semoga cepat sembuh @vika7,� pesan penyelenggara Wimbledon di jejaring sosial Twitter, laporan Associated Press. Cedera ini juga membuat potensinya tampil di Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil Agustus mendatang dalam bayangbayang pembatalan. Dengan sisa waktu sebulan ia dipaksa membuat pemulihan
cepat pada kebugaran fisiknya. Ia termasuk atlet yang diandalkan meraih medali di event empat tahun itu. Saat Olimpiade London 2012, Azarenka berhasil menyumbangkan medali perunggu di nomor tunggal dan emas di nomor ganda campuran. Azarenka merupakan mantan petenis nomor satu dunia. Dua kali juara Australia Terbuka itu mencatat hasil buruk saat Prancis Terbuka lalu. Ia langsung tersingkir di putaran pertama saat ditundukan Karin Knapp di Roland Garros. Cedera lutut itu tak mampu membuatnya banyak bergerak. Azarenka sebenarnya menempati unggulan ke-6 pada di Wimbledon ini. Juara
Petenis Belarus Victoria Azarenka.
Australia Terbuka 2012 dan 2013, tengah memburu gelar ketiga grand slamnya, namun hingga kini prestasinya tak pernah bertambah di level tertinggi ini. Petenis berusia 26 tahun itu untuk kedua kalinya tak bisa tampil di Wimbledon ini. Penampilan terbaiknya di lapangan rumput ini adalah dua kali menjadi semifinalis. Pada 2013 ia mengundurkan diri karena cedera lutut akibat terjatuh saat memainnkan pertandingan pertama. Meski menempati unggulan kedua saat itu, ia terpaksa mundur setelah cedera tersebut mengkhawatirkan. l Yudi Winanto 4 - 10 Juli 2016
29
OLAHRAGA
Porsenijar Bali
Belum Lepas dari Denpasar KONTINGEN tuan rumah Kota Denpasar keluar sebagai juara umum dalam Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Bali 2016 yang berlangsung Juni lalu baik di cabang olahraga maupun seni. Gelar ini merupakan kelanjutan dominasi Denpasar sejak berpisah dengan Kabupaten Badung. Di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali, Denpasar memang diungguli Badung dalam lima penyelenggaraan terakhir. Akan tetapi di kancah Porsenijar, ibu kota Provinsi Bali ini adalah rajanya. Denpasar belum pernah melepaskan predikat juara umum kepada Badung dan kabupaten lainnya meski tidak menjadi tuan rumah. Penentuan peringkat Porsenijar Bali 2016 menggunakan sistem poin. Juara satu atau perebut medali emas dihitung 5 poin, perak 3 poin, dan perunggu dinilai 1 poin. Denpasar jauh meninggalkan Badung yang bercokol di peringkat kedua baik cabang olahraga maupun seni. Terpilih sebagai atlet terbaik SD adalah Ida I Dewa Agung Gede Gino Saputra (tenis lapangan) asal Bangli) dan Ni Putu atih Meisyani (pencak silat/Tabanan). Atlet terbaik SMP dinobatkan
kepada I Gusti Ngurah Bayu Segara (panjat tebing/Jembrana) dan Gracellia Pramesthi Samekto (catur/Badung). Sementara di tingkat SMA/SMK, gelar atlet terbaik jatuh ke tangan A.A. Alit Tri Putra (renang/Denpasar) dan Putu Eka Liana Febi Ananda (basket/Gianyar). Atlet terbaik hasil penilaian SIWO PWI Bali itu berhak mendapatkan hadiah masing-masing Rp 4 juta. Sementara kontingen Denpasar sebagai juara umum mendapatkan Rp 10 juta. Badung di peringkat kedua menerima Rp 7,5 juta, disusul Buleleng di urutan ketiga mengantongi Rp 5 juta, Gianyar di ranking keempat memperoleh Rp 3,5 juta, Bangli di posisi kelima meraih Rp 2,5 juta, dan Karangasem di empat keenam membawa pulang Rp 1,5 juta. Ketua Panpel TIA Kusuma Wardhani dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang Keolahragaan Disdikpora Bali Ni Made Suarti memuji tingginya rasa persaudaraan, persatuan, sportivitas, serta semangat para atlet dan seniman pelajar selama Porsenijar. Sementara Gubernur Bali lewat Karo Hukum dan HAM Setda Wayan Sugiada menyatakan, Porsenijar merupakan salah satu wadah interaksi sosial yang kompetitif, sehingga diharapkan memberikan muatan edukatif bagi seluruh peserta, pelajar, dan generasi muda Bali umumnya. Porsenijar menjadi wahana komunukasi sekaligus adu prestasi para atlet dan seniman muda. Kompetisi yang berlangsung ketat mencerminkan hasil dari sebuah proses pembinaan terpadu dan berkelanjutan. l Daniel Fajry
Perolehan Medali Akhir
MBP/nel
Gracellia Pramesthi Samekto, atlet terbaik putri SMP pada Porsenijar Bali 2016 di Denpasar.
30 4 - 10 Juli 2016
Bidang Olahraga 1. Denpasar 148 2. Badung 125 3. Buleleng 46 4. Gianyar 35 5. Bangli 36 6. Karangasem 26 7. Klungkung 19 8. Jembrana 26 9. Tabanan 11
135 103 52 46 35 31 28 25 19
Bidang Seni 1. Denpasar 11 2. Badung 8 3. Gianyar 5 4. Klungkung 3 5. Bangli 1 6. Jembrana 1 7. Buleleng 0 8. Karangasem 0
8 9 4 4 3 0 1 0
134 103 70 93 60 68 73 44 56
5 5 4 5 6 1 1 2
1.279 1.037 456 406 345 291 252 249 168
84 72 41 32 20 6 4 2
MBP/ant
Pemain tunggal putra Indonesia Ihsan Maulana Mustofa bertahan paling lama di turnamen Indonesia Terbuka 2016.
Bulu Tangkis
Tanpa Gelar di Kandang Sendiri SUKSES tim bulu tangkis putra Indonesia menembus babak final Piala Thomas di Tiongkok pada Mei lalu ternyata tidak berlanjut di depan pendukungnya sendiri. Pemain putra dan putri kita gagal menggapai partai puncak dalam turnamen Indonesia Terbuka 2016 di Istora Senayan, Jakarta, yang berakhir 5 Juni. Otomatis tidak ada gelar juara yang disabet wakil tuan rumah. Ini menjadi turnamen bulu tangkis tingkat super series pertama di Indonesia tanpa atlet tuan rumah pada pertandingan final sejak 1982. Sementara kegagalan meraih gelar juara di kandang sendiri merupakan yang ketiga buat pemain Merah Putih sejak Indonesia Terbuka 2014. Sebelum turnamen, Manajer Tim Pemusatan Latihan Nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pelatnas PBSI) Ricky Soebagdja mengandalkan nomor ganda putra dan ganda campuran karena para pemain pada dua nomor itu dinilai layak menjadi juara. Namun, kenyataannya tidak satu pun wakil Indonesia yang mencapai final. Bahkan, mereka kalah pada putaran-putaran awal. Ihsan Maulana Mustofa menjadi satu-satu wakil Indonesia yang mampu
menembus semifinal nomor tunggal putra. Akan tetapi usahanya merebut gelar juara dihadang Lee Chong Wei dari Malaysia dengan skor 9-21, 18-21. Kekalahannya menjadi akhir kiprah wakil Merah Putih pada turnamen Indonesia Terbuka. Hasil ini menjadi evaluasi besar Pelatnas PBSI menjelang Olimpiade Rio de Janeiro dan turnamen pada 2017. Pelatih tunggal putra PBSI Hendri Saputra menyebut semangat juang para atlet tunggal putra, khususnya Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie, dan Anthony Ginting masih kurang. Padahal dirinya selalu menanamkan kepada para pemain muda itu untuk selalu bersemangat dan ulet meladeni lawan berat dalam setiap pertandingan. Meski begitu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Rexy Mainaky mengaku gembira melihat penampilan pemain-pemain muda nasional terutama tunggal putra dan ganda putri. Mereka menyuguhkan permainan yang baik, namun kurang tenang. Ihsan dan kawankawan diharapkan belajar dari pengalaman ini. Apalagi Indonesia Terbuka 2016 merupakan rangkaian kejuaraan untuk memantapkan penampilan pemain na-
sional sebelum mencapai puncaknya saat berkiprah pada Olimpiade Rio. Lima gelar yang diperebutkan dibagi rata oleh lima negara asing. Jepang menjuarai nomor ganda putri, Tiongkok berjaya di ganda campuran, Malaysia memenangi tunggal putra, Korea Selatan merebut ganda putra, dan Taiwan menyabet juara tunggal putri. Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo (Jepang) menjuarai nomor ganda putri setelah menang atas Tang Yuanting/Yu Yang (Tiongkok) 21-15, 8-21, 21-15 di final. Xu Chen/Ma Jin (Tiongkok) mempertahankan gelar juara ganda campuran berkat kemenangan atas Ko Sung Hyun/Kim Ha Na (Korsel) 21-15, 16-21, 21-13. Lee Chong Wei (Malaysia) berhasil meraih gelar keenam tunggal putra setelah menundukkan Jan O Jorgensen (Denmark) 17-21, 21-19, 21-17. Lee Yong Dae/Yoo Yeon Song (Korsel) meraih gelar ganda putra usai menyingkirkan Chai Biao/Hong Wei (Tiongkok) 13-21, 2113, 21-16. Tai Tzu Ying (Taiwan) mengatasi Wang Yihan (Tiongkok) 21-17, 21-8 untuk menyabet juara tunggal putri. l Mawa 4 - 10 Juli 2016
31
PENDIDIKAN
Memetik Pelajaran dari Seniman Tradisi
A
da program strategis yang digulirkan SMPN 2 Semarapura untuk mengisi liburan panjang di akhir tahun pelajaran 2015/2016 ini. Selama satu pekan penuh, sekolah favorit di Kabupaten Klungkung, Bali ini menggelar kegiatan Pasraman Kilat yang bertujuan untuk memperkuat pengetahuan dan pemahaman para siswa di bidang adat, seni dan budaya Bali. Pada kesempatan itu, pihak sekolah juga mengundang sejumlah pegiat kesenian tradisi Bali untuk menceritakan kiprah berkeseniannya sekaligus memberikan pelatihan singkat terkait kesenian yang ditekuni seniman tersebut kepada para siswa. Dari interaksi langsung ini, para siswa diharapkan dapat memetik pelajaran berharga dan inspirasi dari sang seniman yang selanjutnya
mampu menggerakkan kesadaran mereka untuk lebih mencintai dan mau mempelajari kesenian tradisi itu secara intensif. Kamis (23/6) lalu, misalnya, SMPN 2 Semarapura menghadirkan Jro Dalang Nengah Becik ke sekolah. Selama sekitar lima jam, dalang wayang kulit yang juga mantan Kabag Humas Setda Kabupaten Karangasem ini menceritakan aktivitas mendalang yang sudah digelutinya semasa masih berstatus sebagai PNS di hadapan ratusan siswa. Kiprah berkesenian itu makin intensif dilakoninya begitu memasuki masa pensiun. Bagi Nengah Becik, kehadirannya di sekolah ini merupakan momentum yang sangat istimewa lantaran dirinya bisa mentransfer nilai-nilai positif dan kearifan lokal dalam kesenian wayang tersebut kepada para
siswa. Melalui kegiatan ini, dia berharap dapat membangun kesadaran generasi muda Bali untuk menjaga dan mempertahankan nilai-nilai positif dalam kesenian wayang. Di saat generasi muda Bali mulai bimbang akan jati dirinya akibat dashyatnya gempuran gelombang globalisasi yang cenderung mendewa-dewakan nikmat materi, keteladanan tokoh-tokoh sentral dalam kesenian wayang seperti Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sahadewa dan kawan-kawan diharapkan mampu menyelamatkan mereka dari “belantara” ketersesatan. “Saya berharap, generasi muda Bali tidak hanya memaknai seni pertunjukan wayang ini sebatas hiburan semata. Yang lebih penting lagi, mereka harus mampu menangkap filosofi yang terkandung dalam bangunan cerita wayang itu untuk
MBP/wayan sumatika
Sejumlah siswa SMPN 2 Semarapura mendapat kesempatan belajar memainkan wayang yang dipandu langsung seniman pedalangan Jro Dalang Nengah Becik.
32 4 - 10 Juli 2016
selanjutnya mengimplementasikan nilai-nilai positif itu dalam kehidupan sehari-hari,” kata Becik yang mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar SMPN 2 Semapasar dalam masa liburan tersebut. Nengah Becik menambahkan, penanaman nilai-nilai positif bagi pembentukan karakter anak bangsa memang sangat efektif melalui media wayang. Sebab, di dalam cerita pewayangan itu secara gamblang dijelaskan bahwa kebenaran itu pasti selalu menang. Sebaliknya, mereka yang mengembangkan sifap culas, iri, dengki dan beragam sifat negatif lainnya pasti jadi pecundang. “Dengan memperkenalkan cerita wayang kepada anak sejak usia dini, kita sebenarnya secara tidak langsung sudah mengajarkan mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang salah lewat tokoh-tokoh pewayangan itu. Secara tidak langsung, hal ini menaburkan tuntunan hidup sehingga mereka tidak salah jalan dalam melakoni kehidupan ini. Menurut saya, pengenalan kesenian wayang ini kepada generasi muda sangat konstruktif dengan gerakan pembentukan karakter anak bangsa yang beberapa tahun terakhir ini begitu gencar digelorakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujarnya. Ternyata, kehadiran pegiat seni ke sekolah ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para siswa. Hal itu terbukti dari banyaknya pertanyaan yang terlontar pada sesi tanya jawab antara seniman dengan siswa. Mereka tidak hanya bertanya seputar filosofi dan nilai-nilai positif yang terkandung dalam bangunan cerita wayang dan cara mengimplementasikannya
Kaderisasi Pegiat Seni Budaya dalam kehidupan nyata di era kekinian, namun tidak sedikit siswa yang melontarkan ketertarikannya untuk belajar mendalang secara serius tapi mengaku terkendala dengan penguasaan Bahasa Bali dan Jawa Kuna yang menjadi bahasa pengantar dalam pertunjukan wayang. Keragu-raguan para siswa itu dijawab oleh Jro Dalang Nengah Becik bahwa kendala bahasa itu pasti bisa dipelajari jika memang ada keseriusan. Bahkan, kesenian wayang itu juga sangat fleksibel karena Bahasa Indonesia juga bisa digunakan sebagai bahasa pengantar. “Semuanya pasti bisa dipelajari. Syaratnya hanya satu, ada kemauan dan semangat untuk belajar,” tegas Nengah Becik. Pada sesi pamungkas, sejumlah siswa yang tertarik untuk menekuni kesenian wayang atau pedalangan diberikan kesempatan untuk belajar memainkan wayang dengan dipandu langsung oleh Jro Dalang Nengah Becik. Tampaknya, sesi inilah yang paling ditunggu-tunggu para siswa karena bisa belajar langsung dari ahlinya. Tentunya, waktu yang singkat itu tidak cukup bagi siswa untuk menguasai tata cara memainkan wayang yang memang sangat kompleks. Sebagai solusinya, Nengah Becik mempersilakan siswa yang berminat untuk belajar mendalang datang ke rumahnya untuk belajar secara khusus. “Ini pertanda baik bagi upaya-upaya pelestarian seni pewayangan ke depan. Paling tidak, kegiatan ini sudah mampu memancing rasa ingin tahu mereka tentang kesenian wayang. Bahkan, ada sejumlah siswa yang menyatakan keinginannya untuk belajar mendalang secara khusus,” kata Nengah Becik dengan wajah sumringah. l Wayan Sumatika
PROGRAM belajar bersama seniman yang digulirkan SMPN 2 Semarapura untuk memberikan kegiatan positif kepada para siswa selama liburan sekolah, sejatinya bukan merupakan program baru. Konsep dasar dari program ini diadopsi dari program “Belajar Bersama Maestro” yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan dan sudah digulirkan sejak tahun 2015 lalu. Jika program BBM melibatkan siswa-siswa terpilih dari seluruh provinsi di Indonesia dengan menampilkan maestromaestro yang sudah memiliki reputasi di tingkat nasional maupun internasional, program yang dikembangkan di SMPN 2 Semarapura hanya bersifat lokal dengan memanfaatkan seniman-seniman Bali yang eksistensinya memang sudah diakui di bidangnya masingmasing. “Ide dasarnya memang terinspirasi dari program Belajar Bersama Maestro yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program ini kami sinergikan dengan kegiatan Pasraman Kilat yang rutin kami gelar setiap liburan akhir tahun pelajaran,” kata Kepala SMPN 2 Semarapura I Made Arnawa, S. Pd., M.M. kepada Majalah Bali Post, Kamis (23/6) lalu. Musim liburan tahun ini, kata Arnawa, pihaknya menghadirkan seniman pedalangan Jro Dalang Nengah Becik dan seniman Arja Ni Nyoman Candri serta sejumlah seniman lainnya untuk memberikan pelatihan singkat kepada para siswa. Mengingat singkatnya durasi kegiatan, tentu saja para siswa bukan belajar teknis dari kesenian itu secara utuh, tapi lebih
ditekankan pada interaksi dan inspirasi dari para seniman tersebut. “Dari interaksi itu, kami berharap para siswa mendapat inspirasi dari akumulasi pengalaman yang diceritakan oleh para seniman. Selanjutnya, mereka memiliki minat untuk mempelajari kesenian tersebut. Muaranya, kami ingin melahirkan kaderisasi penggiat seni budaya melalui kegiatan ini,” kata Arnama yang mengaku juga menghadirkan seniman di bidang sastra daerah seperti nyurat aksara Bali (menulis aksara Bali di atas daun lontar) dan membaca sloka ke sekolah. Menurut Arnawa, pihaknya akan mengembangkan program ini sebagai salah satu program unggulan dalam mengisi masa liburan sekolah dengan kegiatan-kegiatan positif. Tokoh-tokoh yang dihadirkan tidak terbatas pada mereka yang bergelut di bidang seni dan budaya semata. Tidak tertutup kemungkinan, pihaknya juga mengundang para pengusaha sukses di Bali yang mampu menginspirasi para siswa mengembangkan jiwa kewirausahawan maupun kegiatan-kegiatan produktif lainnya. “Kami menyadari potensi, minat dan talenta yang dimiliki siswa itu sangat beragam. Tidak hanya di bidang seni dan budaya. Ada juga yang memiliki potensi di bidang akademis, olah raga, bisnis dan sebagainya. Mereka juga perlu mendapat suntikan motivasi, semangat dan inspirasi dari tokoh-tokoh yang bisa mereka jadikan panutan dalam berkarya. Jadi, program ini sangat memungkinkan dikembangkan lebih luas lagi,” tegasnya. l Wayan Sumatika
MBP/wayan sumatika
Nyurat aksara Bali atau menulis aksara Bali di atas daun lontar merupakan salah satu kegiatan yang diajarkan kepada siswa SMPN 2 Semarapura dalam mengisi masa liburan sekolah.
4 - 10 Juli 2016
33
A KT I V I TA S
MBP/ist
NIRMALA TIRTA - Kejuaraan renang Nirmala Tirta Cup X, kembali digelar 23-24 Juni 2016, bertempat di kolam renang Nirmala Waterpark, Jimbaran, Badung. Berbeda dengan kejuaraan tahun-tahun sebelumnya, kali ini kejuaraan diikuti pula tim atlet dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Bahkan, ada ada tim renang dari DKI Jakarta untuk melakukan sparring. Demikian diungkapkan Ketua Panitia Putu Riawan Jono, Sabtu (18/6).
BPR KANTI - BPR Kanti melaksanakan kegiatan edukasi dan literasi keuangan serta seminar regional BPR Kanti dengan tema “Penguatan Lembaga Adat dan Budaya Bali di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN” di Hotel Nikki Denpasar, Sabtu (18/6). Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra bersama Direktur Pengawasan Jasa Keuangan OJK Wilayah VIII Regional Bali Nusa Tenggara Nasirwan Ilyas. MBP/ist
MBP/ist
KABUPATEN BADUNG - Kabupaten Badung menjadi percontohan e-katalog daerah di Indonesia besama tiga pemerintah daerah lain. Hal ini dibuktikan dengan peluncuran katalog daerah yang dilakukan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) bersama MCA-Indonesia dengan menggandeng empat pemerintah daerah, yaitu Kabupaten Badung, Provinsi Gorontalo, Kota Semarang dan Kota Yogyakarta. Peluncuran tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala LKPP Agus Prabowo dengan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan kepala daerah lainnya di Gedung LKPP, Jakarta Selatan, Jumat (17/6) lalu.
34 4 - 10 Juli 2016
MBP/ist
SENATOR WEDAKARNA - Bali seharusnya tidak boleh kalah dengan kota–kota di Jawa, semisal di Kabupaten Purwakarta, Jabar yang mana saat ini sedang giat membangun patung–patung bernuansa sejarah leluhur Nusantara dan ajaran Hindu. Selain Purwakarta, ikon kota Majapahit di Mojokerto, Jatim pun mulai berbenah dan makin bernuansa Hindu. Dukungan atas program daerah yakni pembangunan ikon Hindu yakni Patung (Tugu) Catur Bhuwana di Megati yang merupakan ibukota Kecamatan Selemadeg Timur disampaikan oleh Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III.
MBP/ist
PEMKAB BADUNG - Badung melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) kembali menggelar Festival Asparagus di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Selasa (21/6). Festival ketiga itu dihadiri istri Menteri Koperasi (Menkop) Bintang Puspayoga, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM I Wayan Dipta, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, dan sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemkab Badung.
KEBAKARAN - Warga Desa Adat Abiansemal dikejutkan oleh kebakaran yang menghanguskan sepuluh pelinggih di Pura Dalem setempat, Sabtu (18/6) pagi. Kebakaran diperkirakan terjadi pukul empat pagi. Api cepat merembet, karena semua pelinggih beratap material yang mudah terbakar yakni, ijuk dan alang-alang. Mendapat laporan warga, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, Anggota DPRD memberikan respon cepat dan langsung melihat kejadian dari dekat. MBP/ist
MBP/ist
MBP/ist
PENCABUTAN SEGEL - Pencabutan segel Hotel Crystal On The Bay di Jalan By-Pass Ngurah Rai, Nusa Dua, sudah berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengeluarkan surat perintah pencabutan segel setelah Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Badung mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Demikian disampaikan Kepala BPPT Badung I Made Sutama, Minggu (19/6).
SMP DHARMA WIWEKA - Sudah tradisi setiap tahun SMP Dharma Wiweka melepas siswa Kelas IX. Selasa (21/6), dilepas 286 orang. Sebagian dari mereka merupakan siswa berprestasi baik di bidang akademik dan nonakademik sehingga sudah diterima di SMA favorit di Denpasar. Pada kesempatan itu juga diserahkan penghargaan kepada siswa berprestasi di antaranya kepada peraih juara I Pencak Silat pekan olahraga tingkat Provinsi Bali Ahmad Najib dan juara III diraih Nia Tirtawati. 4 - 10 Juli 2016
35
sosial budaya
Pengusaha Pariwisata Harus Berkontribusi Majukan Pertanian
K
etahanan pangan, pernah menjadi program di era pemerintahan sebelumnya. Ketika itu diterjemahkan, ketersediaan pangan harus aman, entah dari mana datangnya. Impor salah satunya. Namun, sekarang di era Jokowi, beda. Programnya adalah kedaulatan pangan. Artinya dalam jangka panjang bangsa Indonesia harus mampu memenuhi sendiri kebutuhan pangannya. Ini pula yang menjadi topik diskusi ketika Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, MDA. masimakrama ke Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Rabu. Jenderal bintang dua ini didampingi Danrem 163/Wirasatya Kolonel Inf. Nyoman Cantiasa, Kapendan, dan sejumlah staf lainnya. Pangdam diterima pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB) Satria Naradha beserta jajaran redaksi. Kata Kustanto, untuk mewujudkan kedaulatan pangan tersebut, perlu terbangun sinergitas antara rakyat, pemerintah serta unsur aparat. Terlebih di Bali. Budaya gotong royong dan pengejawantahan Tri Hita Karana, akan mempercepat pemberdayaan masyarakat dalam menjaga tatanan dan budaya Bali. Selain itu, sinergitas tersebut akan mempercepat pemerataan yang didorong ekonomi kerakyatan. Untuk menuju ekonomi yang berbasis pada rakyat, maka sektor pertanian yang menjadi akar budaya Bali harus tetap terpelihara. Tanggung jawab ini, bukan semata dibebankan kepada masyarakat Bali. Apalagi kepada petani. Memajukan sektor pertanian juga tanggung jawab para investor yang menjadikan Bali sebagai ‘’sawahnya’’. Artinya, kata dia, para pengusaha di Bali utamanya yang bergerak di sektor pariwisata, harus memberi kontribusi memajukan sektor pertanian. Pengelola restoran misalnya.
36
4 - 10 Juli 2016
Mereka harus menyerap hasil pertanian yang ada di lingkungannya. Mereka juga harus memiliki tanggung jawab moral memajukan sektor pertanian di Bali. Karena langkah-langkah yang dilakukan tersebut akan mampu memperdayakan petani menuju kedaulatan pangan secara menyeluruh. ‘’Ini adalah bentuk sinergitas. Tujuannya adalah bersama-sama menikmati majunya pariwisata Bali. Kami dari TNI juga sering membantu petani, masyarakat kecil dalam hal penanaman bibit. Membantu masyarakat adalah bagian dari tugas TNI,” tandas Mayjen Kustanto. Berbicara kedaulatan pangan, tentu tidak lepas dari ketersediaan lahan. Alih fungsi lahan, tentu sangat kontraproduktif terhadap hal tersebut. Oleh karenanya, kata dia, menjaga sektor pertanian, menekan alih fungsi lahan adalah jawabannya. Bali sebagai daerah tujuan wisata, tentu tidak bisa mengabaikan lingkungan dan sektor pertanian sebagai basis dalam pengembangan pariwisata budaya. Dalam kaitan Bali sebagai daerah pariwisata, faktor keamanan juga menjadi hal utama. Sebab mereka yang datang harus merasa nyaman selama tinggal di Bali. Untuk mewujudkan keamanan Bali, tentu yang paling tahu adalah masyarakat Bali sendiri. Sementara itu praktisi Pertanian, Wayan Supadno, menilai, lahan pertanian di Bali, secara umum belum terkelola secara intensif. Hal ini disebabkan, masyarakat Bali cenderung mengagungagungkan dunia pariwisata. Akibatnya, minat generasi muda untuk bertani sangat kurang. Hal ini dikarenakan kurangnya sinergisitas antara pemilik pasar pertanian dengan para petani. Demikian pula kurangnya keteladanan petani yang sukses kepada para petani pemula di lapangan. Sementara yang paling parah adalah tidak adanya
MBP/edi
Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, MDA
penghargaan atas hasil dari pertanian lokal tersebut. Faktor lainnya yang menyebabkan kegagalan itu adalah keadaan masyarakat di pedesaan di Bali yang kurang akrab dengan para ahli pertanian dan praktisi pertanian. Sehingga, tidak bisa memutuskan dalam memilih komoditas apa yang cocok ditanam di desanya dengan kuantitas dan kualitas tanah yang dimiliki. Padahal, hampir semua tanah di Bali bisa ditanami berbagai jenis tanaman yang mampu menghasilkan buah. Bahkan, tanah bekas lahar pun bisa ditanami komuditas yang menguntungkan. “Inilah yang perlu diedukasikan dan perlu diteladankan kepada masyarakat petani di pedesaan. Sehingga, mereka mengetahui jenis komoditas tanaman apa yang cocok ditanam di daerahnya,” tandasnya. Di samping itu, kata Supadno yang juga anggota TNI-AD ini, pemerintah daerah juga harus memberikan apresiasi dan dukungannya terhadap pertanian di pedesaan. Sehingga, hasil pertanian mereka mempunyai nilai ekonomis yang dapat mensejahterakan kehidupan para petani di pedesaan. Dengan demikian, generasi muda akan tergiur untuk menjadi petani dan tidak menjadi generasi muda yang “latah” atau ikut-ikutan di sektor pariwisata. l Miasa/Winata
Puspayoga
UKM dan Pengelolaan Lingkungan Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga memaparkan kebijakan pemerintah Indonesia dalam mengembangkan UKM di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, dalam pertemuan International Council for Small Business (ICSB), pekan lalu. Puspayoga menyampaikan pidato bersama enam menteri UKM dari Amerika Serikat, Mesir, New Zealand, Korea, Argentina dan Kuwait. Dalam pidato berjudul ‘’The Role of Government in Increasing Sustainability of SMEs’’, Puspayoga mengatakan, Pemerintah Indonesia membuat sejumlah kebijakan dan program khususnya debirokratisasi dan deregulasi untuk memberikan lingkungan bisnis yang kondusif. Penumbuhan lingkungan bisnis yang kondusif ditujukan untuk mewujudkan kemudahan berbisnis di Indonesia (ease of doing business). Menteri Puspayoga juga menyampaikan, Indonesia merupakan tujuan investasi yang prospektif. Sejumlah potensi investasi di antaranya infrastruktur, energi, kemaritiman dan pariwisata. Jika program pembangunan infrastruktur, energi, kemaritiman dan pariwisata berhasil baik, maka secara otomatis UKM berkembang. Dampak selanjutnya akan meningkatkan kualitas dan produktivitas, meningkatkan penciptaan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. Apalagi melalui konsep human entrepreneurship maka wirausaha dalam
melaksanakan bisnisnya yang berbasis teknologi tidak saja bisa menyelesaikan masalah ekonomi tapi lebih penting dari itu adalah menyelesaikan masalah lingkungan. Contoh bagaimana sampah plastik bisa dibuat barang-barang yang berguna dan mempunyai nilai jual seperti sandal, tas dan bunga kering. Di Indonesia masyarakat sudah banyak membuat Bank Sampah, dan hasil olahan sampah plastik itu sangat dibutuhkan bagi destinasi pariwisata di Indonesia termasuk Bali. Dia menegaskan pemerintah Indonesia tidak hanya mendorong pengembangan UKM tapi juga meningkatkan kapasitasnya menghadapi globalisasi. Lebih lanjut, Menteri Puspayoga menyampaikan, keseriusan pemerintah Indonesia menyediakan dukungan pembiayaan bagi UKM. Ia mengemukakan, pemerintah Indonesia menyediakan pinjaman lunak melalui kredit usaha rakyat yang dulu bunga kredit 22 % sekarang menjadi 9 % dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dengan bunga hanya 0,2% per bulan. Pembiayaan ini sebagai stimulus bagi UKM, di dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas, lanjutnya. Setelah menyampaikan pidato Menteri mendapat penghargaan ICSB Presidential Award yang diserahkan oleh Prof. Ki-Chan Kim, President of ICSB. ICSB memberikan penghargaan ICSB Presidential Award kepada Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga atas komitmennya melaksanakan prinsip human enterpreneurship dalam pengembangan
UKM di Indonesia. Melalui konsep human enterpreneurship, wirausaha dalam melaksanakan bisnis yang berbasis teknologi tidak saja menyelesaikan masalah ekonomi tapi juga menyelesaikan masalah lingkungan. Contohnya, sampah plastik diolah menjadi barang berguna dan mempunyai nilai jual seperti sandal, tas dan bunga kering. Di Indonesia masyarakat sudah banyak membuat Bank Sampah dan hasil olahan sampahnya sangat dibutuhkan bagi destinasi pariwisata di Indonesia. Selain menerima penghargaan, Menteri Puspayoga juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri UKM Korea Young-Sup Joo tentang kerja sama Teknik di Bidang Pengembangan Koperasi dan UKM. Dalam kerja sama ini pemerintah Korea memberikan pelatihan bagi UKM Indonesia, pelatihan untuk memproduksi produk-produk yang dibutuhkan di Korea, peningkatan standar, kualitas, desain yang dibutuhkan dan pelatihan ekspor. Indonesia akhirnya resmi menjadi negara anggota ICSB ke-82 pada 2016 pada saat pertemuan ICSB yang berlangsung di Markas PBB, di New York. Pada pertemuan tersebut, Menteri Puspayoga memberikan pidato di hadapan para menteri UKM negara-negara anggota ICSB. ICSB merupakan organisasi nirlaba yang bergerak dalam upaya pengembangan UKM di dunia yang berdiri 61 tahun lalu dan berkantor pusat di George Washington University, Washington DC. (*) 4 - 10 Juli 2016
37
pa r i w i s ata
Bali Dalam Incaran Investor Asing P emerintah membuka tujuh bidang usaha di sektor pariwisata untuk asing dengan kepemilikan hingga 100 persen. Tujuh bidang usaha asing tersebut adalah bidang usaha restoran, bar, kafe, serta empat bidang usaha di bidang gelanggang olahraga yakni renang, sepak bola, tenis lapangan dan sport center. Tujuh bidang usaha yang akan dibuka 100 persen untuk asing tersebut merupakan relaksasi regulasi. Saat ini, rata-rata pembatasan kepemilikan bagi asing di sektor yang dilonggarkan ini maksimal 49 persen dan 51 persen untuk asing. Kebijakan terhadap kepemilikan asing hingga 100 persen dalam investasi di sektor pariwisata akan menjadi malapetaka bagi keberlangsungan ekonomi Bali. Kebijakan ini akan mengeser pengusaha pribumi, sehingga pertumbuhan yang terjadi lebih dinikmati oleh pengusaha-pengusaha dari luar Bali. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali AA Ngurah Alit Wiraputra, mengatakan, posisi orang Bali makin terhimpit dengan dibukanya ruang kepada asing untuk memiliki 100 persen saham. “Kebijakan yang memberikan kepemilikan asing 100 persen terutama di bidang pariwisata dan kuliner sangat membahayakan kelangsungan ekonomi Bali. Ini sudah pasti akan mematikan dan menyingkirkan pengusaha lokal,” ujar Alit Wiraputra. Bali sebagai destinasi pariwisata sangat diminati oleh orang asing, sehingga dampaknya kata dia akan menjadi ancaman bagi masyarakat Bali akibat kalah bersaing dengan pengusaha lokal. “Maka dampaknya adalah mereka akan berbondong-bondong berinvestasi dan pengusaha serta masyarakat Bali tidak akan mampu bersaing dengan mereka,” ungkapnya. Menurutnya, kebijakan tersebut harus disiasati oleh pemeritah daerah dengan membuat kebijakan baru. Upaya ini untuk melindungi pengusaha lokal yang modalnya tidak sekuat dan sebesar pengusaha asing. “Kami khawatir nantinya Bali akan dimiliki dan dikuasai oleh orang asing dan pengusaha luar Bali,” ucapnya. Kebijakan tersebut, kata dia harus segera disia-
38 4 - 10 Juli 2016
sati, jika tidak orang Bali hanya akan jadi pekerja dan penonton serta pemelihara adat istiadat dan budaya. “Ke depannya orang Bali akan bertambah miskin, karena beban sebagai orang Bali sangat berat. Selain beban rumah tangga, juga beban adat dan melestarikan budaya serta memelihara alam Bali,” sebutnya. Rektor Undiknas University Prof. Dr. Gede Sri Darma D.B.A., sebelumnya juga mengatakan, efek dari fenomena itu akan menjadi ancaman bagi masyarakat Bali. Sebab, tidak ada orang Bali yang punya aset di daerahnya sendiri, yang kemudian akan kehilangan jati diri atau kekhasan Bali. “Sesungguhnya itulah realita yang terjadi kini. Kita sebagai orang Bali hanya bisa jaga budaya Bali agar tetap eksis. Perlu kita sadari bahwa perubahan budaya dibawa langsung oleh kaum pendatang. Kebijakan yg ambigu itulah penyebab kehancuran budaya kita,” terannya. Dikatakan, sangatlah sulit bagi masyarakat Bali mempertahankan budaya di tengah derasnya pengaruh global. Sebab, budaya dibentuk oleh sekelompok orang atas kesepakatan bersama. Namun, jika para pendatang itu juga berkenan melestarikan budaya Bali demi pariwisata maka budaya Bali pasti lestari. Sri Darma mengakui, sejumlah properti di kawasan pariwisata, seperti Seminyak dan Kerobokan banyak dimiliki orang asing. Hanya saja nama yang tertera di notaris milik lokal atau hanya pinjam nama (just rent the name). Sebab, warga asing tidak boleh memiliki 100 persen properti di Bali. “Bali dipersepsikan surganya kehidupan, maka semua orang ingin memiliki properti di pulau ini. Berapa pun harganya pasti terjual dan dibeli oleh investor luar Bali,” katanya. l Parwata
Dibukanya investasi seluas-luasnya bagi orang asing akan mengurangi peran serta pribumi.
4 - 10 Juli 2016
39
A KT I V I TA S
MBP/ist
FKIP UNDWI - FKIP Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar langsung mengimplementasikan kerja sama Undwi dengan Asosiasi Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APBIPA) Bali. Salah seorang mahasiswa dari Unversitas California Los Angeles (UNCLA) LuRay Geddes Joy belajar bahasa Indonesia dan budaya Bali di FKIP Undwi Denpasar. Sabtu (18/6), mahasiswa tersebut diserahkan Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. kepada Dekan FKIP Undwi Drs. I Made Sila, M.Pd.
MBP/ist
BIWI GROUP - BIWI Group semakin berkembang pesat dalam berinovasi dan dikenal hampir di seluruh kapal pesiar di dunia. Tahun ini kampus SMK Pariwisata BIWI Tabanan terpilih sebagai Training Center dan Consortium Agency untuk kapal pesiar. Dari awal konsep bisnis BIWI Group, mulai dari tingkat SMK Pariwisata BIWI Tabanan, LPK BIWI Miami Talent, dan BIWI Maritime Training Center, dikemas dalam sebuah LPK pendidikan dengan konsep reqruitment, training dan placement center.
MBP/ist
BIC - Business Information Centre (BIC) merupakan komunitas bisnis beranggotakan orang-orang yang berminat untuk menjadi entrepreneur. Mereka yang sudah menjadi entrepreneur dan ingin mengembangkan terus jiwa entrepreneurship ke tingkat yang lebih tinggi. Tujuannya agar menjadi entrepreneur sejati yang sukses dan tangguh untuk waktu yang tidak terbatas lamanya.
BNI - PT Bank Negara Indonesia (BNI/ Persero) Tbk. Menyelenggarakan Gathering Money Changer dengan tema ‘’Trusth Your Banknotes With BNI’’, Sabtu (19/6) di Harris Hotel, Sunset Road. Dalam satu tahun, transaksi banknotes di Bali bisa mencapai 1 miliar dolar, baik jual maupun beli. Dengan adanya program pemerintah meningkatkan pariwisata, potensi bisnis banknotes semakin besar. MBP/ist
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
40 4 - 10 Juli 2016
MBP/ist
BROS - Bali Royal Hospital (BROS) menyelenggarakan Seminar ‘’Mendapatkan Buah Hati dengan Inseminasi dan Program Bayi Tabung’’ pada Sabtu (18/6). Seminar itu tidak hanya diikuti pelanggan BROS tetapi juga kalangan masyarakat umum dan bidan. Pembicara dalam seminar tersebut adalah orang-orang yang berkompeten di bidangnya yaitu dr. Ida Bagus Putra Adnyana, Sp.OG. (K.Fer.), dokter spesialis obsteri dan ginekologi konsultan fertilitas.
MBP/ist
BUPATI TABANAN - Masa kejayaan Kerajaan Majapahit rupanya dapat menjadi inspirasi kepemimpinan masa kini. Sumpah Palapa yang ditorehkan Gajah Mada berhasil menyatukan Nusantara yang kala itu belum menjadi Indonesia. Pengaruh Sumpah Palapa tersebutlah yang menjadikan Indonesia bersatu padu. Mengingat kejayaan pada masa tersebut, Ni Putu Eka Wiryastuti yang juga Bupati Tabanan, Bali, meresmikan Candi Leluhur Majapahit yang dibangun di Desa Sumber Tanggul, Kecamatan Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (19/6) lalu.
MBP/ist
BUPATI BANGLI - Dalam rangka menindaklanjuti penganugerahan Adipura 2016, untuk kabupaten/kota se- Indonesia, Bupati Bangli I Made Gianyar memaparkan pengelolaan lingkungan di Kabupaten Bangli di hadapan tim penguji dari Kementerian Lingkungan Hidup di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (16/6). Acara itu juga dihadiri Staf Ahli Bupati Ny. Erik Gianyar, Kepala Dinas Tata Kota Ida Ayu Yudi Sutha, Kadishubkominfo Gede Arta, Staf Ahli yang sekaligus Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan (P3) Ni Wayan Manik, Kabag Hukum dan HAM I.B. Widnyana serta Tim Adipura Kabupaten Bangli.
MBP/ist
RS BALIMED - Memperingati Hari Donor Darah Sedunia, RS BaliMed menggelar kegiatan donor darah di depan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Minggu (19/6) lalu. Tema dari Hari Donor Darah Sedunia adalah ‘’Blood Connect Us All’’. Setiap saat orang membutuhkan transfusi darah untuk bertahan hidup. Selain kegiatan donor darah juga diadakan senam massal.
4 - 10 Juli 2016
41
A KT I V I TA S
MBP/ist
JAMBORE PASRAMAN Kontingen Jambore Pasraman Duta Provinsi Bali akan berlaga dalam event Jambore Pasraman IV di Yogyakarta, 25-29 Juli mendatang. Sebelum dikirim ke Jambore Pasraman tingkat Nasional itu, para duta Bali itu mengikuti pembinaan terlebih dahulu. Kegiatan pembinaan berlangsung selama empat hari di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar pada 18-21 Juni.
DPD GOLKAR - Melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Gedung UKM Centre Amlapura, DPD Golkar Karangasem memilih “nakhoda� baru menggantikan ketua lama I Wayan Geredeg. Musda yang dipimpin Wakil Ketua DPD Golkar Bali Gusti Putu Wijaya menelurkan I Made Sukerana untuk menjadi Ketua DPD Golkar Karangasem periose 2016-2021. MBP/ist
MBP/ist
KECAMATAN BUSUNGBIU - Kecamatan Busungbiu terkenal sebagai daerah yang kaya dengan potensi pertanian dan perkebunan. Upaya pelestarian sekaligus memberikan hiburan untuk masyarakat luas, pemerintah Kecamatan Busungbiu menggulirkan Pentas Seni dan Budaya Tahun 2016. Pentas Seni dan Budaya Tahun 2016. Event ini dibuka secara resmi oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) Rabu (15/6) malam lalu di arena Desa Tista, ditandai dengan pemukulan gong.
42 4 - 10 Juli 2016
MBP/ist
FKIP UNMAS - Jajaran FKIP Unmas Denpasar, Jumat (17/6) menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum KKNI. Workshop dibuka Dekan FKIP Unms Prof. Dr. I Wayan Maba, M.Pd. diikuti 90 dosen dan puluhan alumni serta stakeholders. Ketua Panitia Workshop I Nyoman Adi Susrawan, S.Pd., M.Pd. mengungkapkan, workshop sehari ini untuk mendapat masukan dan input dari stakeholder dalam menyusun Kurikulum berbasis KKNI yang akan diterapkan bagi mahasiswa baru IKIP PGRI Bali mendatang.
MBP/ist
MBP/ist
AKBID KARTINI - Akademi Kebidanan (Akbid) Kartini Bali kembali menggelar Seminar Internasional ‘’Home Care in Midwifery Practise’’, Selasa (21/6). Seminar internasional itu bekerja sama dengan Charles Darwin University sehingga mendatangkan pembicara dari universitas tersebut yaitu Theresa Clasquin, B.Sc., M.Ph. dan Amy Rutherford, B.Sc. Seminar yang dimoderatori Ni Luh Made Mariasih, A.Md.Keb. itu juga menghadirkan pembicara dr. Kadek Iwan Darmawan, MPH. dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan dr. Putu Dian Ekawati, MPH. dari Prima Medika.
THE SUKARNO CENTER - The Sukarno Center Tampaksiring, sebuah lembaga yang didirikan oleh putri Bung Karno, Sukmawati Soekarno Putri, bersama Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (putra tokoh besar PNI Bali Shri Wedastera Suyasa) di Istana Mancawarna Tampaksiring, semakin melebarkan sayap dan pengaruhnya. Setelah berhasil mendirikan sejumlah museum dan institute berbau marhaenis di Bali dan sukses dengan President Sukarno Heritage List di sejumlah provinsi di Indonesia, kini pembina The Sukarno Center yakni Sukmawati Soekarno Putri kembali disibukkan dengan program yang cukup lama tertunda, yakni program pembuatan film Soekarno.
HUT KOTA AMLAPURA - Minggu (19/6) malam menjadi hari yang istimewa sekaligus menjadi suatu kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Karangasem. Hal itu dikarenakan, para seniman dari Amerika yang bernaung di bawah asuhan Sanggar Manik Galih Colorado Desa Baturiti, Tabanan berkunjung ke Kabupaten Karangasem dengan maksud berpartisipasi memeriahkan serangkaian HUT ke-376 Kota Amlapura. MBP/ist
PAMANGKU WERDHI - Setelah 13 tahun terbentuk, Paiketan Pamangku Werdhi Dharma Prawerthi Baturiti akhirnya memiliki kantor sekretariat yang diresmikan Jumat (17/6). Peresmian kantor yang berlokasi di Kantor Camat Baturiti, Tabanan, ini diisi undian berhadiah sebagai ucapan terima kasih bagi para penyumbang yang membantu pendanaan pembangunan.
MBP/ist
4 - 10 Juli 2016
43
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
BUPATI KARANGASEM - Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, melepas 1.000 peserta Lomba Lari 10 K dalam rangka peringatan HUT ke-376 Kota Amlapura di Stadion Padangkerta, Amlapura, Jumat (17/6). Kegiatan ini diikuti total 1.000 orang peserta yang terdiri atas 500 orang peserta dari kalangan pelajar dan 500 orang peserta dari kalangan umum.
RSUD BULELENG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng tahun ini berhasil menorehkan sebuah prestasi gemilang. Melalui akreditasi rumah sakit oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) belum lama ini, RSUD di Jalan Ngurah Rai, Singaraja ini dinyatakan Lulus Paripurna. Keberhasilan ini sekaligus membuktikan, pemerintah daerah di bawah duet pimpinan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) dan Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., memiliki komitmen tinggi membangun bidang kesehatan untuk masyarakatnya. Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes. mengatakan hal itu usai menyerahkan sertifikat lulus paripurna kepada Bupati PAS dan Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Jumat (17/6).
MBP/ist
WABUP BADUNG - Hakikat selaku abdi negara dan abdi masyarakat, harus mampu menyuguhkan pelayanan publik yang berkualitas. Mengingat, keberhasilan dalam menyuguhkan performa pelayanan publik yang baik sekaligus akan menjadi bukti bahwa pemerintah senantiasa hadir di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa saat memimpin apel bersama di Lapangan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Jumat (17/6).
44 4 - 10 Juli 2016
MBP/ist
IKIP PGRI BALI - IKIP PGRI Bali menjalankan program bakti sosial (baksos) secara sungguh-sungguh. Sebanyak 615 mahasiswa dan 150 dosen, Jumat (17/6) menginap di Desa Petang selama dua hari agar program baksos benarbenar menyentuh kepentingan rakyat bawah. Baksos IKIP PGRI Bali tahun ini dipusatkan di Desa Petang. Baksos dibuka Bupati Badung diwakili Kadisnaker Ida Bagus Dirga, ditandai dengan penyematan tanda peserta.
MBP/ist
MBP/ist
XL AXIATA - Layanan pelanggan atau customer care PT. XL Axiata Tbk (XL) telah siap sepenuhnya dalam menghadapi Lebaran. Kesiapan tersebut antara lain berupa penerapan penanganan operasional yang efektif, sistem monitoring dan penjadwalan hingga penambahan petugas. Demikian diungkapkan GM East 2 XL, Hiasinta H. Paembonan saat acara buka puasa bersama di Renon, Selasa (21/6) kemarin.
FH UNWAR - Munculnya berbagai kasus kepailitan yang dapat merugikan banyak pihak disikapi serius oleh Fakultas Hukum (FH) Universitas Warmadewa. Untuk menyamakan persepsi tentang UU Kepailitan, FH menggagas untuk melakukan seminar nasional yang bertemakan "Kepailitan terhadap Nasabah Bank". Hadir sebagai pembicara dalam seminar sehari, yang bertempat di Gedung Widya Sabha Utama Lantai IV Universitas Warmadewa, Jumat (17/6) ada enam pakar.
Baru Setahun Selesai, Trotoar di Dalung Jebol TROTOAR di Jalan Raya Dalung tepatnya di depan SDN 5 Negeri Dalung, jebol. Padahal, proyek yang menyerap anggaran APBD lumayan besar ini baru berusia sekitar setahun. Kondisi ini mendapat sorotan dari warga sekitar, lataran proyek ini baru seumur jagung. Trotoar yang mengalami kerusakan ini mencapai sekitar empat meter. “Was-was juga lihat kondisi itu. Takutnya makan korban karena dekat dengan sekolah yang banyak anak-anaknya,” ungkap Dwi, salah seorang peduduk. Menurutnya, pejalan kaki tidak bisa melewati areal trotoar yang jebol tersebut karena di bawahnya ada sungai. Di depan trotoar jebol telah diisi ban bekas dan plastik agar pejalan kaki berhatihati lewat di sana. Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Badung Sang Nyoman Oka Permana saat dimintai konfirmasi mengatakan, proyek trotoar Jalan Raya Dalung itu hanya perbaikan di bagian atas saja dan kontruksi bawahnya masih warisan bangunan yang dulu, karena memang belum diperbaiki. “Iya trotoar jebol itu penyebabnya karena gerusan air sungai yang naik, karena hujan. Airnya mengenai pondasi, makanya yang di bawah tergrus dan otomatis di atasnya ikut jebol,” katanya. Pihaknya telah mengecek ke lokasi. Proyek yang baru berumur setahun itu masih dalam pemeliharaan sehingga pihak Bina Marga Badung akan segera memperbaiki trotoar tersebut sekaligus memperbaiki fondasi di bagian bawahnya. Proyek trotoar dan drainase di sepanjang Jalan Raya Dalung dan sekitarnya sudah selesai dikerjakan tahun lalu. l Parwata
MBP/eka
JEBOL – Gambar diambil, Senin (20/6). Dua orang anak terpaksa melintas di jalan raya akibat drainase dan trotoar jebol di Jalan Raya Padang Luwih, Badung. Trotoar yang belum setahun selesai dikerjakan tersebut jebol, diduga akibat pondasi yang berada tepat di lereng sungai ambruk. 4 - 10 Juli 2016
45
PROPERTI
Hemat Biaya Pemeliharaan
Hotel Abaikan Bangunan ”Style” Bali
B
ali jadi tujuan wisata dunia sehingga investor berlomba-lomba membangun akomodasi wisata, terutama hotel khususnya di wilayah Badung Selatan. Namun, berbagai cara dilakukan investor untuk membangun hotel dengan biaya tidak terlalu mahal. Salah satunya minim arsitektur Bali bahkan tidak ada sama sekali. “Padahal almarhum Ida Bagus Mantra mencanangkan Bali yang eksklusif. Tapi pembangunan hotel saat ini tujuannya untuk wisata murah,” tegas arsitek Bali Ir. I Made Suardana. Padahal market turis yang datang ke Pulau Dewata ini, ingin menikmati hotel atau cottage bernuansa klasik Bali. Selain itu, suasana hotel yang dilengkapi taman, pohon-pohonan yang rindang sangat diminati. “Tapi sekarang kan harga tanah kian melambung sehingga investor buat hotel bertingkat. Selain itu minim arsitektur Bali. Padahal hotel nuansa khas Bali mendapat penilaian positif dari agen wisata luar negeri dan tamu itu sendiri,” ujarnya. Tapi sekarang, hotel yang dibangun dengan konsep budget. Jadi arsitektur dan konsep Bali diabaikan untuk menghemat biaya. Selain itu, menghemat biaya maintenance, pemeliharaan taman dan karyawan. “Untungnya hotel menyerap arsitektur Bali itu memiliki karakter dan tamu merasa nyaman. Selain itu kita harus mempertahankan nuansa Balinya. Tidak apa-apa dibilang ketinggalan zaman. Tapi untuk interior kamar harus dibuat modern,” tandas Manager Risata Bali Resort ini. Pengurus DPD REI Bali Made Ariyana menegaskan, wisatawan yang ke Bali itu mencari wisata budaya. Namun wisatawan yang datang ke Bali sudah bergeser ke kelas menengah bawah. Dengan demikian mereka mencari hotel yang murah. “Mereka kan hanya tidur saja di hotel karena siang hari akan traveling mencari objek-objek budaya yang ada di Bali. Lihat di Ubud siang hari pasti ramai,” tegasnya. Namun, hunian hotel saat ini tidak seramai dulu. Untuk stil Bali harus diabadikan atau dilestarikan. Dari Bandara Ngurah Rai dan hotel sepanjang Jalan By-pass Ngurah Rai mesti kental dengan nuansa Balinya. “Tapi kita harus mulai bijak style Bali itu tidak musti diaplikasikan ke lahan yang luas dan mahal. Style Bali harus bisa masuk segmen menengah ke bawah. Ini PR buat kita semua,” ujar Ariyana. Nuansa Bali harus dipertahankan dan dikembangkan oleh arsitek Bali agar menjadi tren Rumah Bali Style atau Minimalis Bali Style. l Kerta Negara
Suasana salah satu resort bernuansa Bali di Tuban, Kuta.
46 4 - 10 Juli 2016
MBP/dok MBP/rah
4 - 10 Juli 2016
47
HIBURAN
Setelah Lebaran
Raisa Gelar Tur ”Handmade”
R
aisa akan menggelar tur “Handmade”, mempromosikan album barunya yang berjudul sama, di belasan kota Indonesia selepas lebaran. “Ramadan banyak waktu untuk fokus puasa, ibadah sambil persiapkan tur,” kata Raisa usai buka puasa bersama di Jakarta, belum lama ini. Pulau-pulau besar di Indonesia akan disambangi Raisa, terutama di kota-kota yang punya basis penggemar yang besar dan kuat. “Juga tempat yang ada demand,” ujar Raisa. Ia memanfaatkan masa senggang selama Ramadan untuk mempersiapkan praproduksi tur. Mulai dari konsep panggung, pemilihan tempat konser di tiap kota, menjalin hubungan dengan para EO dijalaninya selama bulan suci ini. Raisa kini bergerak di industri musik secara independen. Diawali dari manajemen sendiri, merambah ke label sendiri dan kini menggelar tur sendiri. “Musisi pasti mau punya kontrol penuh sama karyanya,” ia beralasan. Raisa meluncurkan album ketiga berjudul “Handmade” yang disebutnya sebagai album paling personal pada April silam. Selama setahun, penyanyi kelahiran 6 Juni 1990 ini banyak terlibat dalam proses menulis lagu, mengembangkan aransemen, mixing, mastering hingga detil memilih kertas untuk sampul album. Judul “Handmade” dipilih karena ia merasa al-
MBP/ist
48 4 - 10 Juli 2016
bum itu seolah buatan tangan di mana ia benar-benar terlibat dalam semua detil. Dalam album perdana yang diluncurkan di bawah label miliknya sendiri, Raisa menawarkan nuansa cinta yang lebih dewasa dan aransemen lebih sederhana ketimbang album sebelumnya, yaitu “Raisa” (2011) dan “Heart to Heart” (2013). Hitam Putih Sementara itu aktor Nicholas Saputra akan membintangi video klip Raisa berjudul “Kali Kedua” dari album ketiganya “Handmade”. Video klip bernuansa hitam putih ini digarap oleh Davy Linggar yang kerap bekerja sama dengan Nicholas Saputra. Itulah mengapa aktor “Ada Apa Dengan Cinta” itu diajak untuk berakting dalam video klip “Kali Kedua”. “Jadwalnya kebetulan pas,” ungkap Raisa. Proses syuting video klip berlangsung relatif cepat, dimulai pukul 7 pagi dan berakhir pukul 4 sore. Lagipula, pemilik nama lengkap Raisa Andriana ini menambahkan, pasti banyak musisi yang ingin video klipnya dibintangi oleh pria berdarah Jerman-Jawa itu. “Dan aku ingin kasi statement di video klip ini, this is more advance, lebih dewasa, lebih kuat dan ini grown up Raisa,” papar gadis 26 tahun itu. Aktris “Terjebak Nostalgia” itu mempercayakan sepenuhnya proses kreatif penggarapan video klip pada Davy Linggar. “Terserah Davy bagaimana menginterpretasikan lagunya,” ujar Raisa yang mengagumi karya-karya Davy. “Video klip ini adalah karya maksimal dari semua orang terbaik di bidangnya,” pungkas Raisa. l Pusat Data
MBP/kmb
Selepas Garap ”Koala Kumal”
Raditya Dika Ingin Rehat Sejenak
RADITYA DIKA harus mengerjakan banyak tugas saat menggarap film “Koala Kumal” yang diadaptasi dari novelnya. Selain menulis skenario, berperan jadi dirinya sendiri, ia juga duduk di bangku sutradara. Memang repot, tapi juga mengasyikkan. “Jadi sutradara bisa lebih komplit menerjemahkan visi di kepala dari skenario ke layar lebar,” kata Dika kepada wartawan usai penayangan perdana “Koala Kumal” di Jakarta, belum lama ini. Ini adalah film ketiga, di mana ia bertugas sebagai aktor, sutradara dan penulis skenario sekaligus. Kali pertama dan kedua dirasa berat membagi tugas. Namun, seiring bertambah pengalaman yang didapat, Dika mengaku lebih santai menjalaninya. “Karena dari pengalaman pribadi, ingat patah hati yang dulu, terus nangis tiga hari,” gurau dia. Selepas “Koala Kumal”, Dika ingin rehat sejenak untuk membuat karya-karya baru. “Ada, tapi belum kepikiran. Mau libur dulu, mainan kucing,” imbuh pria yang kerap mengunggah foto kucing peliharaannya di Instagram itu. “Koala Kumal” berkisah tentang Dika (Raditya Dika) baru batal menikah karena pacarnya, Andrea (Acha Septriasa) selingkuh dengan James (Nino Fernandez). Patah hati hebat yang dialaminya menyulitkan Dika menulis bab terakhir bukunya. Ia kemudian bertemu Trisna (Sheryl Sheinafia) yang mengubah sudut pandang Dika terhadap dunia. Keduanya semakin akrab. Trisna mencoba membantu Dika menyembuhkan patah hatinya agar bisa lanjut menulis. MBP/kmb
l Pusat Data 4 - 10 Juli 2016
49
TRADISI
MBP/sos
Tradisi Makandal di Desa Pakraman Palaktiying.
”Makandal” di Palaktiying
Syarat Bisa Masuk ke ”Wewidangan” Pura Bale Agung
D
esa Pakraman Palaktiying, Landih, Bangli tak hanya memiliki tradisi Ngusabha Tegen sebagai simbol keseimbangan bhuana agung dan bhuana alit, daerah yang masih menganut sistem hulu apad ini juga memiliki tradisi makandal. Bagaimanakah tradisi itu dan apa maknanya? Memasuki Desa Pakraman Palaktiying belum lama ini, nampak puluhan krama sedang sibuk membawa banten. Lengkap menggunakan pakaian adat, mereka lalulalang keluar masuk ke areal Pura Puseh Bale Agung. Tak hanya itu, beberapa pasang warga berusia cukup muda yang menandakan baru menikah juga nampak bercengkrama. Tak berselang lama, mereka pun dipanggil pemangku untuk masuk ke Pura Kemulan, salah satu wewidangan Pura Puseh Bale Agung. Sang perempuan duduk bersimpuh dan laki-laki bersila nampak berbaris rapi di depan palinggih. Saat itu pula, sang pemangku memulai ritual dengan melantunkan sejumlah mantra. Saat selesai, seluruh pasangan diminta untuk menghanturkan bhakti yang prosesinya
50 4 - 10 Juli 2016
hampir sama dengan persembahyangan pada umumnya. Raut sejuk dari wajah krama ini sangat nampak saat percikan tirta menyentuh kepalanya yang terbalut udeng dan hiasan bunga. Buliran beras putih (bija) di kening juga menambah khidmat prosesi itu. Upacara itu bukanlah untuk memperingati piodalan. Melainkan sebuah upacara makandal. Bendesa Adat Palaktiying I Wayan Budikarda menuturkan Tradisi Makandal atau yang juga disebut Wiwaha Dewa Sakti sudah menjadi warisan secara turun temurun. Itu dilakukan krama yang baru menikah supaya nantinya bisa masuk ke wewidangan Pura Puseh Bale Agung. Di samping pada Kemulan, persembahyangan juga dilakukan di empat palebahan pura yang tersebar di Pura Puseh Bale Agung dan juga di rumah masing-masing. “Tradisi ini sudah kami warisi secara turun temurun. Kalau ini tak dilaksanakan, maka krama itu tak bisa masuk wewidangan pura,” ujarnya. Waktu pelaksanaan tradisi ini tak menentu. Itu menyesuaikan dengan jumlah warga yang sanggup. Meskipun demikian, tradisi ini tetap diikat aturan, yakni pesertanya minimal empat
KK yang jumlah selanjutnya merupakan kelipatan empat. “Yang boleh mengikuti minimal empat KK, kemudian delapan KK dan lanjut enam belas KK. Kenapa jumlahnya seperti itu, kami belum tahu secara pasti. Itu sudah ada dari panglingsir. Untuk hari baiknya ditentukan Jero Kabayan,” terangnya. Peserta yang mengikuti tradisi itu ratarata sudah menikah satu setengah tahun. Awalnya, tradisi ini hanya dilakukan secara perseorangan. Karena biayanya cukup besar, yakni kisaran Rp 8 juta, maka dilakukan secara massal. Demikian juga dengan pembuatan sarana upacara berupa gebogan, pelisan, peras sakapan dan lain sebagainya. “Massal sudah berlangsung sejak 2008 lalu. Ini lumayan membantu. Jadinya tradisi ini bisa dilakukan berkelanjutan,” kata Budikarda. Selain untuk bisa masuk ke Pura Puseh Bale Agung, tradisi ini juga mengandung makna yang tak kalah penting, yakni memperkuat tali persaudaraan antarwarga. “Secara otomatis rasa persaudaraan itu akan semakin kuat kalau massal,” pungkasnya. l Sosiawan
145 |4 - 10 Juli 2016
Pendirian Koperasi Meredup
RP 20.000