Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 132 | balipost.com

Page 1

132 |4 - 10 April 2016

Takkan Pernah Surut

RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI zMereaksi Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 6 BALI SEPEKAN zBelasan Hektar Sawah Kekeringan 7 LAPORAN UTAMA zTakkan Pernah Surut 8

zDiblokade dan Dijemput Polisi 10 zJokowi harus Berpihak pada Bali 11 POLITIK zMenggugat Keberpihakan Regulasi 16 zBali Process, Menindak Penyelundupan Manusia 17 KIPRAH REMAJA z Lestarikan Tradisi ”Bebantenan”,

LENSA z Melasti 26

PENDIDIKAN z UN Berbasis Komputer

Pastikan, Tak Ada Pemadaman Listrik 27

LINGKUNGAN z ”Earth Hour”

untuk Iklim Global 36

Kikis Kesan ”Nak Mula Keto” 18

MANCANEGARA z Bom Belgia Aksi Lanjutan Teror DAERAH z Waspadai Kasus DBD 22

Paris 20

PARIWISATA z Pariwisata Bali, Saatnya Pikirkan Destinasi 38 PROPERTI z Terbuka Peluang KPR Melalui”Finance” 50

4 - 10 April 2016

3


DARI PEMBACA

Perjelas Ekses Reklamasi T

olak reklamasi sudah sangat sering didengar dan dibaca di media massa oleh krama Bali. Namun, ketika saya (penulis) sempat menguping obrolan di sebuah warung kopi yang topiknya berkisar “tolak reklamasiâ€? sempat terperangah, lantaran apa yang sedang mereka diskusikan tidak seutuhnya mereka ketahui. Atas dasar itu, berikut ini saya ajukan harapan sekaligus saran agara masyarakat lebaih paham tolak reklamasi. Pertama sebaiknya diinformasikan lewat media ini (Bali Post) apa yang PHQMDGL HNVHV SUR\HN UHNODPDVL WHUVHEXW EDLN GLOLKDW GDUL VHJL JHRJUDÂżVQ\D sosial budayanya, maupun dari segi ancaman-ancaman yang lain. Kedua mega proyek reklamasi yang disebut-sebut itu sekarang ini apakah belum dikerjaNDQ VHGDQJ GLNHUMDNDQ DWDX VXGDK PHQGHNDWL ÂżQLV" .HWLJD EDJDLPDQD SRVLVL gubernur dan ketua DPRD Bali dalam proyek reklamasi tersebut. Selain itu perlu juga dijelaskan siapa sejatinya yang punya proyek tersebut (maksudnya investornya) dan kalau mungkin, disebutkan pula siapa-siapa oknum “penggedeâ€? atau pejabat di balik proyek itu. Mudah-mudahan dengan dijawabnya pertanyaan dan dipenuhi harapan saya ini krama Bali menjadi semakin paham dan cerdas tentang reklamasi, dan yang lebih penting lagi akan semakin banyak dari mereka menyatakan opini serta sikapnya berkait dengan tolak reklamasi. Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana Sugiartha Redaksi Dira Arsana, Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada, Agus Toni. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Sosiawan. Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

4 - 10 April 2016

4


Menata Ekonomi Pedesaan PEMBERDAYAAN masyarakat desa sebagai basis ekonomi kerakyatan saat ini terus digaungkan dan difasilitasi pemerintah. Sejumlah fasilitas kredit dan permodalan usaha dikucurkan. Bahkan, kucuran dana desa juga diharapkan mendorong terbangunnya penguatan ekonomi pedesaan. Namun, rendahnya pemahaman masyarakat tentang perbankan, lemahnya kreativitas dan daya saing produk usaha mikro, kecil dan menegah (UMKM) tetap menjadi kendala. Di lain pihak, pelatihan kewirausahaan bagi pelaku ekonomi kerakyatan juga masih sangat minim. Tantangan ini pun dinilai akan menjadi kendala serius dalam menjadikan desa sebagai basis bangkitnya ketahanan ekonomi regional dan nasional berbasis pedesaan. Menyikapi hal ini, Pusat Data Bali Post melakukan jajak pendapat terkait dengan tantangan pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis pelaku usaha di pedesaan. Pada jajak pendapat yang dilakukan sepekan terakhir, masyarakat masih fesimis ekonomi pedesaan bisa bangkit dalam waktu dekat. Tercatat 54,21 persen responden mengaku masih ragu jika pembangunan berbasis desa bisa diwujudkan tanpa ada upaya yang lebih kongret dari pemerintah. Menjawab pertanyaan yang diajukan via kuesioner dan wawancara via telepon ini, responden mengaku kucuran dana desa yang difasilitisi

pemerintah ke desa-desa dampaknya belum terlihat. Belum ada inovasi pengelolaan pemerintahan desa untuk membangun daya dukung ekonomi. Bahkan, kuat kecenderungan dana desa yang dikucurkan pemerintah dominan dijadikan anggaran SHPELD\DDQ 多VLN GDQ JDML SHUDQJNDW GHVD Di lain pihak, 43,39 persen responden optimis pembangunan ekonomi pedesaan bisa bangkit dalam waktu dekat. Partisipasi perbankan dan lembaga keuangan dalam pemberian kredit lunak akan mendorong bangkitnya usaha-usaha mikro di sektor kerajinan, peternakan, perdagangan, jasa dan lapangan usaha lainnya. Responden berasumsi sepanjang pemerintah konsisten memnguatkan pemerintahan desa dan mengatur pengelolaan anggaran pemerintah desa, pemberdayaan ekonomi pedesaan bisa bergulir. Responden juga berharap agar pembangunan ekonomi pedesaan jangan hanya bertumpu pada bantuan permodalan namun juga dalam hal industri krartif dan akses pasar. Sedangkan, 2,40 persen responden mengaku tak tahu menahu tentang ekonomi kerakyatan berbasis pedesaan. Mereka hanya mengatakan pemerintah harus segera membangun daya tahan ekonomi masyarakat. Pemerintah juga diingatakan agar mensosialisasikan secara lebih jelas penggunaan dana desa. Ini perlu ditegas-

kan agar kontrol terhadap penggunaan dana desa untuk pembangunan ekonomi publik bisa dilakukan banyak orang. z Dira Arsana

4 - 10 April 2016

5

5


OPINI

Mereaksi Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

M

asyarakat konsumen Indonesia tersentak mendengar kabar bahwa Iuran BPJS akan mengalami kenaikan per 1 April 2016. Kenaikan ini dikeluarkan pemerintah melalui peraturan Presiden (Perpres) nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Prepres Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Entah benar atau tidak membuat konsumen di Indonesia, termasuk konsumen di Pulau Bali kecewa dan menginginkan iuran BPJS tersebut jangan dinaikkan sebelum pelayanan benar benar maksimal. Penulis sempat mendatangai beberapa pengguna BPJS dibilangan kota Denpasar dan menanyakan secara langsung. Mayoritas konsumen menolak iuran BPJS dinaikkan. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pengguna BPJS Wayan Sudarsana, yang tinggal di seputaran Denpasar Utara, Mereka rutin bayar iuran BPJS kelas I sebesar Rp 59.500 namun sejak mendaftar sampai sekarang belum pernah menggunakan fasilitas BPJS tersebut. Wayan tidak keberatan membayar tiap bulan, karena sistim BPJS Mandiri adalah saling membantu secara gotong royong, namun ketika giliran BPJS akan dinaikkan dari semula kelas I Rp 59.500 menjadi Rp 80.000 ia mengaku berpikir mengikuti iuran BPJS yang akan datang. Penulis menyikapi rencana kenaikan iuran BPJS mulai April nanti sangat keberatan dan tetap akan menolak kebijakan tersebut. Semestinya BPJS berbenah terlebih dulu dari sisi pelayanan. Kalau pelayanan sudah bagus,sistem BPJS sudah sangat dirasakan bermanfaat baru boleh naik secara perlahan lahan. Itupun kenaikan tidak boleh terlalu tinggi. Namun jika dari sisi pelayanan kurang maksimal sedangkan iuran BPJS akan dikerek naik jelaslah masyarakat akan komplin dan sangat keberatan. Di Bali saat ini banyak masyarakat komplin ke Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Bali mengenai persoalan BPJS. Rata-rata setahun hamper 300 Orang yang mengadukan hal tersebut.

6

Harusnya Negara dalam hal ini pemerinWDK PHQVXEVLGL %3-6 DJDU WLGDN GHÂżVLW Langkah pembangunan yang dilakukan Dengan melihat kondisi seperti itu jelaslah pemerintah harusnya juga dengan diimmasyarakat sangat dirugikan bukankah bangi dengan perhatian pemerintah terhmasyarakat pengguna BPJS secara mandiri adap kebutuhan rakyatnya. Jangan sampai juga seharusnya mendapatkan pelayanan pembangunan terus berjalan, tapi rakyatnya yang maksimal. Dari sekian banyak ke- banyak mengidap banyak penyakit, Apalagi luhan, protes dan ketidakpuasan terhadap penyakit masih menebar disana sini lalu unberbagai ketidaknyamanan memakai dan tuk apa tujuan dari pembangunan tersebut? mengikuti prosedur pengobatan BPJS, Benarkah anggaran BPJS mengalami detidak bisa juga dipungkiri bahwa BPJS ÂżVLW" 'DQ .HQDSD KDO WHUVHEXW ELVD WHUMDGL" juga telah banyak membantu pasien-pasien Inilah pertanyaan yang harus dijawab pihak yang memang membutuhkan pengobatan pengelola BPJS, Bahkan menurut Pandanterhadap kondisi penyakit yang mereka gan YLKI di Pusat mengatakan kenaikan alami. Ada banyak pasien yang secara LXUDQ LQL GLODNXNDQ GHPL PHQXWXS GHÂżVLW ÂżQDQVLDO NXUDQJ EHUXQWXQJ DNKLUQ\D ELVD operasional yang mencapai lebih dari Rp 7 tertolong sembuh / bebas dari penyakitnya triliun sejak 2014 sebuah angka yang tidak oleh BPJS, hal tersebutpun sebetulnya bisa dianggap remeh. WLGDN ELVD GLQDÂżNDQ MXJD 7HUOHSDV GDUL VRDO GHÂżVLW NHELMDNDQ Dengan dikeluarkannya Peraturan pemerintah untuk menaikkan tarif iuran Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2016 BPJS untuk peserta mandiri adalah ketentang perubahan kedua atas Peraturan bijakan yang kontraproduktif dan tidak Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang mempunyai empati. Di saat sedang lesuJaminan Kesehatan, hal tersebut mem- nya pertumbuhan ekonomi dan menurunbuktikan pemerintah sama sekali tidak nya daya beli masyarakat, Konsumen di berpihak terhadap nasib rakyat. Di tengah Indonesia termasuk Bali sudah banyak situasi ekonomi global yang sedang payah, dibuat babak belur dengan berbagai keharusnya Negara hadir untuk memberikan naikan komoditas publik, Mulai harga pelayanan terbaik bagi rakyatnya bukan harga kebutuhan pokok yang sejak lama malah menciptakan teror yang lebih tidak bersahabat lagi, belum lagi kenaikan menakutkan. Apalagi kesehatan itu meru- barang dan jasa lain yang tidak terjangkau pakan aspek penting dalam kehidupan oleh masyarakat miskisn. masyarakat. Pemerintah harus menciptaAda beberapa masukan penulis buat kan suatu iklim pembangunan kesehatan pengelolaan BPJS di Bali, Pertama, Soyang memadai sebagai upaya perbaikan sialisasi masih dianggap kurang dirasakan terhadap buruknya tingkat kesehatan dan sampai kepelosok pedesaan ,nyatanya pelayanan kesehatan selama ini. Karena kepesertaan BPJS di Bali baru menyentuh dalam konstitusi telah mengamanahkan angka 2 Juta lebih atau sekitar 50 Persen bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap lebih, artinya baru separoh masyarakat individu dan semua warga Negara ber- Bali mendapatkan fasilitas BPJS tersehak memperoleh pelayanan kesehatan. but dan separohnya belum, semestinya Jika anggaran menjadi alasan walaupun kepesertaan ditingkatkan lagi untuk pehal tersebut sebetulnya tidak masuk di- layanan yang lebih maksimal di semua akal, harusnya pemerintah mempunyai lini. ,selama ini keluhan terbesar dalam terobosan. Seharusnya BPJS merupakan pelayanan BPJS adalah ditingkat pe program jaminan sosial yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Penulis Direktur Yayasan Lembaga dalam hal kesehatan. perlindungan Konsumen Bali -LND DODVDQQ\D DGDODK PHQJHQDL GHÂżVLW dan Wakil Ketua Majelis BPSK anggaran, lalu dimana fungsi Negara? Kabupaten Badung Oleh I Putu Armaya, S.H.

4 - 10 April 2016

6


BALI SEPEKAN

Polres Gandeng Desa Adat SETELAH menangkap enam orang yang menyalahgunakan obat-obatan terlarang, Kapolres Klungkung AKBP F.X. Arendra Wahyudi, S.IK., minta masyarakat tidak lagi mencoba-coba menggunakan barang haram tersebut. Polres juga menggandeng desa adat dalam mengungkap dan memberantas peredaran narkoba. Didampingi Kabag Ops. Kompol Nyoman Suarsika, Kapolres menginstruksikan seluruh personelnya turun ke desa-desa untuk mengajak para tokoh masyarakat, adat, dan agama untuk turut berperan dalam mengungkap dan memberantas penyalahgunaan narkoba. Hal ini dilakukan terkait dilaksanakannya Operasi Bersinar (Beran-

tas Sindikat Narkoba) Agung 2016. “Masyarakat Klungkung jangan pernah mencoba narkoba karena mahal dan berpengaruh terhadap mental pemakainya. Kalau sudah pernah mencoba barang-barang tersebut akan sulit bisa lepas. Narkoba bisa merusak mental generasi muda kita di masa depan,� jelasnya, Selasa (22/3). Arendra juga mengajak seluruh masyarakat Klungkung menjaga dan mengawasi putra-putrinya agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang menyimpang, seperti seks bebas dan kebut-kebutan di jalan. Para remaja sangat rentan terkena pengaruh hal-hal negatif. z Dewa Farendra

MBP/sos

Peternak Intensifkan Belasan Penyemprotan Disinfektan Hektar Sawah Kekeringan PETERNAK ayam broiler di BuleOHQJ PXODL NKDZDWLU YLUXV ÀX EXUXQJ yang merebak di beberapa daerah di Indonesia, muncul di daerah mereka. Tidak ingin virus berbahaya yang bisa menyerang ayam peliharaan itu, peternak diharapkan menjaga kebersihan dan sanitasi kandang. Selain itu, peternak juga agar menambah intensitas penyemprotan cairan disinfektan. Hal itu untuk mencegah menularnya virus yang dikenal dengan sebutan H5N1 tersebut. Gusti Putu Pariyana, salah seorang peternak ayam broiler asal Desa Sanggalangit, Gerokgak yang ditemui, Selasa (22/3) mengatakan sejak mengetahui inIRUPDVL YLUXV ÀX EXUXQJ NHPEDOL PHUHEDN

kebersihan sanitasi kandang ayam yang berkapasitas ribuan ekor itu dijaga dengan sangat baik. Hal ini dilakukan karena virus H5N1 ini menyerang dengan cepat, apabila kebersihan dan sanitasi kandang tidak terjaga baik. Areal kandang harus dijaga agar tetap steril. Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Wayan Susila seizin Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Nyoman Swatantra mengatakan, di daerahnya ada beberapa warga yang menggeluti peternakan ayam dengan skala kecil dan menengah. Untuk skala menengah ini, peternaknya sudah terbiasa membersihkan sanitasi kandang. z Mudiarta

Rumah Bambu Tak Diberikan Izin USAHA wisata yang dikenal dengan rumah bambu di Pengalon, Antiga Kelod, Manggis, Karangasem, sudah tak melakukan aktivitas lagi. Pasalnya, izin usaha itu tak mungkin diberikan. Kasatpol PP Pemkab Karangasem Iwan Suparta mengatakan hal itu Senin (21/3). Meski dari pihak investornya sudah tak melakukan aktivitas, kata Iwan Suparta, bangunannya yang terbuat dari bambu masih ada. Sementara, warga lokal atau wisatawan domestik masih ada yang berwisata ke sana. Sebelum-

nya, rumah bambu ini memang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik. Ada sejumlah alasan yang menyebabkan usaha wisata itu tak mendapatkan izin. Usaha itu sudah sempat buka atau beraktivitas sebelum ada izinnya. Padahal, usaha itu melanggar sempadan pantai dan berada di kawasan suci. Di kawasan itu memang ada sejumlah pura, bahkan dekat dengan Pura Kahyangan Jagat Goa Lawah dan Pura Andakasa, juga di timur ada Pura Silayukti. z Budana

CUACA panas beberapa hari belakangan mengakibatkan belasan hektar sawah di Subak Pengiangan Kawan Desa Pengiangan, Susut kekeringan. Para petani pun terpaksa batal menanam padi meskipun bibit sudah disiapkan. Cuaca yang tergolong ekstrem ini juga mengancam pertumbuhan padi yang baru berumur beberapa minggu. Salah satu petani I Nyoman Subagia, Selasa (22/3) menuturkan, cuaca panas mengakibatkan aliran air di saluran irigasi surut. Buntutnya, lahan persawahan yang selama ini menjadi sumber penghasilan mengalami kekeringan hingga tak bisa ditanami padi. Padahal bibitnya sudah disediakan sejak jauh hari. Kekeringan yang terjadi ini, kata dia, merupakan yang terparah sejak sepuluh tahun terakhir. Biasanya, saat musim panas tiba, setengah lahan persawahan masih bisa ditanami padi. Berbeda dengan kali ini yang sama sekali tak menghasilkan. Kondisi ini pun mengakibatkan sejumlah petani merugi. Kepala UPTD Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan Bangli Kecamatan Susut I Wayan Arimbawa membenarkan cuaca panas ini berdampak pada sektor pertanian. Hanya saja kekeringan tidak terjadi di seluruh subak. z Sosiawan 4 - 10 April 2016

7

7


LAPORAN UTAMA

Takkan Pernah Surut

S

ekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang. Pepatah itu pas untuk menggambarkan komitmen 28 bendesa adat yang terus bergerak menyuarakan penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa. Artinya krama adat Bali akan semangat maju terus pantang mundur untuk menyelamatkan gumi Bali. Sebab perjuangan menolak reklamasi DGDODK VHPDQJDW GHQJDQ ODQGDVDQ ÂżOVDIDW Tri Hita Karana. Langkah ini didasari komitmen memperjuangkan dan mempertahankan kawasan suci. Komitemen ini dipastikan akan terus berlanjut sampai aspirasi warga adat terpenuhi. Bendesa Adat Canggu Nyoman Sujapa, pekan lalu mengaku berada di posisi yang serba salah. Di satu sisi diminta menunda DNVL NDUHQD DGD NRQIHUHQVL LQWHUQDVLRQDO tapi di sisi lain ada gerakan yang murni dari hati nurani. Apalagi, warganya tetap berkomitmen untuk menyuarakan aspirasi melalui aksi damai turun ke jalan. “Posisi kami siap mengawal anak-anak untuk ke lapangan, habis itu kami dipanggil ke Polres, ternyata di Polres ada Bendesa Buduk. Hasil dari diskusi dengan Kapolres intinya adalah bagaimana kita bisa ikut menjaga keamanan agar anak-anak ini tidak anarkis dan perjuangan tidak cedera karena adanya arogansi,â€? ujarnya. Sujapa menambahkan, dirinya bersama Bendesa Buduk juga mengatakan bila perjuangan menolak reklamasi adalah VHPDQJDW GHQJDQ ODQGDVDQ ILOVDIDW Tri Hita Karana. Pihaknya betul-betul hanya ingin memperjuangkan dan mempertahankan kawasan suci. Sujapa menegaskan bila perjuangan desa adat khususnya di Canggu tidak mengenal kata surut. “Kami tidak mengenal kata menyerah atau surut sepanjang ini ada di garis kebenaran dan dilandasi oleh keyakinan bahwa itu (Teluk Benoa, red) adalah tempat suci. Kami akan menyuarakan hati nurani dari masyarakat Bali tetapi tetap dalam koridor aksi damai,â€? tegasnya. Bendesa Adat Buduk, Ida Bagus Ketut Purbanegara mengaku sangat menghargai dan menghormati kapasitas polisi untuk

8

menjaga keamanan. Walaupun, pihaknya sedikit menyayangkan kenapa koordinasi dilakukan mendadak dan di waktu yang agak mepet. “Tetapi karena kita bendesa adat itu adalah berusaha menjunjung tinggi hukum, aturan yang ada, dan tidak ingin berbenturan dengan aparat akhirnya saya mengikuti saran polisi untuk berkoordinasi di Polres,� ujarnya. Purbanegara mengaku tidak melihat dan tidak mau berpikir bahwa polisi sedang mengintimidasi ataupun menekan desa DGDW ,D WHWDS EHUSLNLU SRVLWLI WHUKDGDS polisi, kendati desa adat juga memiliki prinsip. Dalam hal ini, desa adat tidak peduli siapapun yang menghalangi. “Satu sisi bendesa adat respect terhadap aparat negara, tetapi di sisi lain apabila aparat itu sudah menunjukkan sikap-sikap yang tidak pada tempatnya, maka desa adat tidak akan pernah peduli dan itu tidak akan mengurangi, apalagi mematahkan semangat kami untuk memperjuangkan penolakan atas reklamasi ini,� tandasnya. Sementara itu, Koordinator ForBALI Wayan ‘’Gendo’’ Suardana, mengatakan, penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa dipastikan akan terus berlanjut. ‘’Rakyat akan terus bergerak,’’ tegasnya pekan lalu. Menurutnya, aksi tolak reklamasi yang diikuti ribuan orang, mestinya disikapi oleh pemerintah daerah atau pusat. “Kalau saya berpendapat, sebetulnya rakyat marah bukan tidak ada sebab. Ini karena kesewenang-wenangan yang ingin memaksakan kehendak agar Teluk Benoa diuruk. Rakyat sudah bergerak selama 3 tahun, desa adat sekarang dari 26 sudah menjadi 28. Semuanya bergerak,’’ tegasnya. Gendo menambahkan, polisi semestinya tidak mempunyai alasan untuk melarang aksi sepanjang itu damai. Terbukti, aksi yang dilakukan ribuan masyarakat hari Minggu lalu memang berlangsung damai. Apalagi, Bendesa Adat sudah melayangkan surat pemberitahuan ke polisi sejak 15 Maret lalu. z Rindra

4 - 10 April 2016

8


TOLAK REKLAMASI

MBP/edi

Ribuan warga adat gelar aksi tolak reklamasi di Taman Ngurah Rai.

4 - 10 April 2016

9

9


LAPORAN UTAMA

Diblokade dan Dijemput Polisi

D

emo tolak reklamasi Teluk Benoa, yang dilakukan akhir Februari lalu berjalan sangat tertib. Tidak ada sama sekali anarkisme. Walaupun peserta aksi mencapai ribuan orang. Tidak demikian halnya ketika aksi digelar 20 Maret lalu. Aparat tetap melakukan antisipasi. Pemblokiran jalan dan penjembutan dua bendesa adat tetap dilakukan. Namun, aksi yang dihadiri ribuan orang tetap berlangsung dan berjalan damai. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hery Wiyanto, pekan lalu mengatakan Polda Bali tidak punya kepentingan terkait rencana reklamasi tersebut. Kepentingan Polda hanya satu yaitu menjaga Bali tetap aman dan kondusif. “Warga yang menolak reklamasi kan untuk kepentingan Bali, terus kalau menghalangi akses ke bandara, siapa yang rugi? Bali juga kan?” ucapnya. Ia mengatakan pada hari Minggu (20/3) lalu tidak ada izin demo. Lalu ke-

napa tidak dibubarkan saja? “Kepolisian tidak akan mampu karena massa sudah sebesar itu. Kalau dipaksakan dibubarkan akan timbulkan dampak lebih besar lagi. Kami juga mikir dampak negatif yang akan ditimbulkan,” ujarnya. Kabid Humas mengatakan, Dir. Intelkam Polda Bali Kombes Pol. Wayan Sukawinaya dan Kapolresta Denpasar Kombes Anak Agung Sudana bersama jajaranya sudah melakukan pendekatan agar demo tidak dilakukan. Apalagi ada kegiatan berskala nasional dan internasional. “Tapi upaya itu gagal. Upaya blokade juga tidak berhasil karena massa begitu besar. Diperbolehkan masuk ke areal itu asal tidak diam di sana. Jadi mereka jalan mengelilingi bundaran itu,” ungkap Hery. Sementara itu, Kapolres Badung AKBP Tony Binsar mengatakan tidak ada niat melakukan intervensi terkait penjemputan dua bendesa menjelang aksi massa tolak reklamasi. “Tidak ada

intervensi. Ini murni karena saya selaku penanggung jawab keamanan di wilayah Badung,” tegas Kapolres Badung AKBP Tony Binsar. Menurutnya, salah satu tanggung jawabnya sebagai Kapolres adalah bertanggung jawab terhadap keamanan di wilayah Badung. Saat ada informasi massa dari Canggu dan Buduk akan berangkat ikut demo, pihaknya langsung menjemput bendesa. “Ada hal-hal teknis saya sampaikan ke bendesa adat terkait keselamatan mereka. Saya diskusikan itu cukup panjang sampai pukul 15.30 Wita,” tegas Tony. Namun pada kesempatan berikutnya, mereka mengagendakan ikut kegiatan serupa dan tentunya mengikuti aturan di antaranya tertib di jalan, taati aturan, jaga keselamatan rombongan dan kepentingan warga lain. “Sekali lagi saya tegaskan tidak ada intervensi,” ucapnya. z Ngurah

MBP/edi

Puluhan petugas saat demo tolak reklamasi Teluk Benoa.

10

4 - 10 April 2016

10


DPRD Mesti Mengakomodir SEKRETARIS Komisi I DPRD Bali Dewa Nyoman Rai mengatakan, pihak kepolisian hanya melakukan tugas sesuai protapnya. Namun di sisi lain, dirinya mengapresiasi upaya masyarakat dalam menyalurkan aspirasinya. Apalagi sekarang, desa adat berada di depan menyatakan penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa. “Pemda Bali dan DPRD Bali semestinya mengakomodir aspirasi masyarakat dan desa adat. Apapun argumen dari eksekutif maupun legislatif di sini apakah reklamasi itu dibilang benar, baik, dan sebagainya, tapi kalau masyarakat sudah menolak mau apa?” ujarnya. Dewa Rai menambahkan, pemerintah tidak boleh kaku terhadap penolakan mayoritas masyarakat. Masyarakat adat harus dihormati karena merupakan bagian dari budaya Bali. Di sisi lain, MUDP juga diminta segera bersikap terkait penolakan 28 desa adat terhadap reklamasi Teluk Benoa. Begitu juga PHDI agar secara terbuka menyampaikan bahwa kawasan Teluk Benoa merupakan kawasan suci. Sebelumnya ribuan krama Bali dari 27 desa adat, pekan lalu, menggelar aksi tolak reklamasi Teluk Benoa. Desa adat yang tergabung dalam pasubayan, mengelar aksi di Bundaran Taman Patung Ngurah Rai, Tuban, Kuta. Sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan di tiga pintu tol Bali Mandara. z Winata

MBP/edi

Ratusan orang demo tolak reklamasi di Teluk Benoa.

Jokowi harus Berpihak pada Bali TAK hanya di Bali, massa dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi (Jabodetabek) juga menggelar aksi menolak rencana reklamasi Teluk Benoa, pekan lalu. Mereka melakukan aksinya di bundaran HI, Jakarta. Para pengunjuk rasa mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut Perpres No. 51/2014 yang dianggap berpihak kepada investor dibandingkan kepentingan Bali. “Gerakan ini men-support aksi krama adat di Bali, kita ini ForBALI Jakarta terdiri dari beberapa elemen, bentuknya solidaritas gerakan,” kata Juru Bicara ForBALI Jakarta Made Bawayasa. Dia menjelaskan, pada dasarnya penolakan reklamasi bukan hanya untuk Teluk Benoa, juga ditujukan terhadap sejumlah daerah yang masyarakatnya juga resah karena persoalan reklamasi. “Harusnya Kementerian Lingkungan Hidup berdiri di garda terdepan. Bukan melegalkan Amdal,” tantang Bawayasa. Dia mengingatkan sudah sepatutnya KLH merawat kekayaan alam Indonesia, bukan malah menyerahkan pengelolaannya kepada investor. “Kami menolak, karena kami memiliki 13 alasan,” katanya. Sejumlah alasan yang dikemukakan antara lain reklamasi akan merusak fungsi dan

nilai konservasi serta perairan Teluk Benoa. Reklamasi juga akan menyebabkan berkurangnya fungsi Teluk Benoa. Selain itu, dengan membuat pulau baru bisa menyebabkan Bali rentan terhadap bencana. “Terumbu karang akan rusak dan air sungai akan menggenangi dan membanjiri daerah sekitar,” kata Bawayasa. Reklamasi Teluk Benoa juga mengancam ekosistem bakau dan mengancam abrasi pantai. Sebagai penyangga, Teluk Benoa akan kehilangan fungsinya. Dia menengarai, reklamasi merupakan upaya investor untuk mendapatkan tanah dengan harga murah di kawasan strategis pariwisata di Bali itu. Untuk itu, Bawayasan meminta pemerintah tidak berpihak pada kepentingan investor. Sebab, pada akhirnya Negara juga yang akan mengalami kerugian dari proyek reklamasi tersebut. Sudah saatnya, pemerintahan di era Presiden Joko Widodo mengevaluasi Perpres 51/2014 dan mencabutnya. “Jelas ini sangat bertentangan dengan komitmen inisiatif Segitiga Terumbu Karang. Kebijakan ini sekaligus merugikan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat bagi masyarakat,” tegasnya. z Hardianto 4 - 10 April 2016

11


AKTIVITAS

MBP/ist MBP/ist

KARYA AGUNG - Bertepatan dengan Purnama Kedasa rahina Buda Paing, krama desa adat Cemagi, Mengwi, Badung, melaksanakan puncak Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh, Rabu (23/3). Ratusan warga memadati areal pura megah yang baru selesai dibangun tersebut. Rangkaian upacara tersebut telah berlangsung sejak 24 Desember 2015 dan akan berakhir pada 31 maret mendatang.

BANGUN - Dang Khayangan Pura Adhi Luhur berada di Kawasan Taman Lila Arsana Dusun Ancak, Desa Bungkulan Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, dibangun dari awal hingga tuntas oleh pendiri Made Swita Sudarshana.Upacara pemelaspasan dan ngenteg linggih dilakukan tepat rahinan Budha Paing, Wuku Krulut, Purnama Kedasa Tahun Caka 1938, dan dipuput Ida Pedanda Made Bukit dari Griya Tiying Petali. Pembangunan Dang Khayangan Pura Adhi Luhur, sebagai tempat pemujaan besar.

RESMIKAN - Konsistensi tokoh Hindu Indonesia Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III untuk memberdayakan kepentingan Hindu Nusantara dalam wadah The Hindu Center terus bergelora. Salah satunya dengan perjuangan tanpa lelah membina SDM di seluruh Indonesia khususnya umat Hindu non suku Bali. Setelah meresmikan sejumlah Hindu Center di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku, kini giliran Provinsi Kalimantan Selatan yang disambangi oleh Gusti Wedakarna. Sebagai pimpinan dari The Hindu Center Of Indonesia, ia ingin segera menuntaskan revolusi yang belum diselesaikan oleh leluhur Nusantara yakni data base tentang Hindu Nusantara.

KONJEN- Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata bersama seluruh Kepala SKPD Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar acara perpisahan Konsulat Jendral (Konjen) Jepang untuk Provinsi Bali, Noboru Nomura di Puri Agung Gianyar, Rabu (23/3).Bupati Gianyar Agung Bharata menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasama yang telah dijalin dengan baik selama ini oleh Nomura. Menurutnya, Nomura yang telah dua kali menjabat selaku Konjen, sangat peduli akan pembangunan daerah di Bali.

12

4 - 10 April 2016


MBP/ist MBP/ist

SEMINAR - Dalam rangka meningkatkan wawasan dan profesionalisme guru, SMA Negeri 2 Bangli menggelar Seminar Ilmiah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Senin (21/3). Acara yang berlangsung tiga hari ini diikuti puluhan peserta yang berasal dari sejumlah SMA/SMK dan SMP di Bangli. Ketua Pantia Seminar Drs. I Wayan Suardana, S.E.,M.Pd menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, baik dari segi wawasan maupun profesionalisme tenaga pendidik, di samping sebagai salah satu prasyarat kenaikan pangkat dari IV/a ke IV/B.

UNDWI - Keluarga besar Fakultas Hukum (FH) Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar menggelar HUT ke-30 secara sederhana, Jumat (18/3) . HUT diisi dengan penguatan bidang akademik berupa seminar ilmiah. Saat itu juga ditandatangani kerjasama FH Undwi dengan Tabloid Tokoh dan PMI Bali. Seminar ilmiah itu menampilkan pembicara para dosen FH Undwi, di antaranya Dr. I Wayan Arka, S.H., M.H. yang membahas soal desa adat, I Nyoman Artana, S.H., M.H., membahas soal Komisi Penyelesaian Persaingan Usaha dan Agung Satria Wibawa Taira, S.H.,M.Kn., membahas sengketa pertanahan.

MBP/ist

MBP/ist

AKTIFASI - Sepak terjang Pemprov Bali dalam membuka pasar India diakui kini membuahkan hasil dengan aktifasi strategis yang dilanjutkan implementasinya oleh BPPD Bali. Kepekaan terhadap potensi wisatawan India telah digarap oleh Pemprov Bali yang kemudian dilanjutkan oleh BPPD Bali membuahkan peningkatan 88 persen wisatawan India ke Bali pada Januari 2016. Demikian disampaikan Micky Irfandi selaku unsur kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah BPPD Bali di Tabanan, Jumat (18/3), di hadapan 350 agen wisata India yang berkunjung ke Bali 17-21 Maret ini.

PAMELASPASAN - Bupati Bangli I Made Gianyar S.H.,M. Hum didampingi Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta, S.E., (Gita) menghadiri upacara pamelaspasan Gedung Sekretariat Bersama Lembaga Umat Hindu Kabupaten Bangli, Senin (21/3). Kehadiran dua pucuk pimpinan Bangli ini juga merupakan salah satu bentuk wujud apresiasi atas keberhasilan pembangunan yang telah dilakukan. Dalam acara yang dihadiri anggota DPD RI Dr. Sri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dan I Made Pasek Suardika, Ketua PHDI Bali Prof. Dr. IGN. Sudiana, M.Si., serta Muspida Kabupaten Bangli, Gianyar menyampaikan gedung sekretariat yang baru ini diharapkan tak hanya berfungsi untuk kegiatan administrasi saja. 4 - 10 April 2016

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

KULINER - Berawal dari hobi makan, membuat Melinda Cowan, wanita asal Palu, Sulawesi Tengah ini, menjajal beragam kuliner Nusantara hingga luar negeri. Namun tak semua membuatnya puas. Oleh karenanya, ia lebih suka makan masakan sendiri. Ia mengaku lebih sreg dengan masakan khas Manado karena bumbunya sangat terasa di lidah. Melinda pun tak berhenti di hobi makannya itu.Dengan keahlian yang dimiliki, ia ingin memberi kepuasan pecinta kuliner di Bali dengan membuka Dapur Minahasa Rica Rica Jalan Badak Agung Nomor 15, Renon, Denpasar Timur.

MBP/ist

BNI - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI terus menunjukkan komitmennya dalam upaya mengembangkan dunia pendidikan dan perekonomian khususnya di Provinsi Bali. Bertempat di Kampus Universitas Udayana (Unud) Bukit Jimbaran, Kamis (17/3), BNI mengajak lebih dari 150 mahasiswa Universitas Udayana untuk mulai berwirausaha dalam gelaran Program Edukasi Keuangan Mahasiswa bertajuk ‘’Keep Calm and Be An Entrepreneur’’.

MBP/ist

AVARA - Avara Condotel satu-satunya di Kepri tower tertinggi 25 lantai. Depan pantai dengan pasir putih yang indah dan menawan, menjadikan Avara project prestisius MBP/ist

DENPASAR BERSIH - Kebersihan menjadi tanggung jawab kita bersama. Lingkungan bersih tidak saja menjadi tugas pemerintah, namun peran serta seluruh masyarakat menjadi penting dalam mewujudkan Denpasar bersih dan hijau. Demikian yang dapat digambarkan dalam gereget perang terhadap sampah Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dengan turun langsung membagikan sapu lidi dan serok kepada pedagang di Pasar Kreneng, Desa Sumerta Kauh Kecamatan Denpasar Utara, Jumat (18/3).

14

4 - 10 April 2016

dan harus dimiliki karena jumlah yang terbatas dan lokasi yang terbaik di Bintan yang strategis hanya selangkah ke Singapura, Malaysia dan Batam cukup dengan waktu kira-kira 30 menit.Bintan adalah salah satu destinasi internasional favorit setelah Bali. Banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bintan.


MBP/ist

HUT DAMKAR - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Kamis (17/3) memimpin apel paripurna di lapangan Puspem Badung. Apel yang diikuti segenap pejabat dan pegawai ini dirangkaikan dengan peringatan HUT Pemadam Kebakaran (Damkar) yang ke-97 sekaligus deklarasi etos kinerja dan kedisiplinan kerja para pegawai di lingkungan Pemkab Badung. Kegiatan ini memiliki arti penting dan strategis sebagai wujud konkret terbangunnya sinergisitas dan konektivitas yang padu antarinstansi di lingkungan Pemkab Badung.

MBP/ist

BRI - Program untung Ber-eBangking BRI, memberi kejutan kepada nasabah di Kabupaten Buleleng. Cara eBangking itu sebagai representasi kemudahan bertransaksi dengan BRI Mobile. Selama perkembangan era teknologi dan informasi, beragam jenis smartphone dikembangkan ke dalam bentuk aplikasi yang memudahkan transaksi perbankan. Hal ini jelas memberi kemudahan bagi nasabah BRI, di mana pun berada bisa penerapan BRI Mobile.

MBP/ist

STAHN BARU - Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan telah berdiri. Menteri Agama Republik Indonesia RI, Lukman Hakim Syaifuddin berkenan meresmikan kampus untuk studi Agama Hindu itu. Peresmian dipusatkan di Gedung Laksmi Graha Kota Singaraja. Acara itu dihadiri Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Sekda Ir. Dewa Ketut Puspaka, Anggota DPD RI Dapil Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa (MWS) III, Gede Pasek Suardika, Rektor IHDN Denpasar Prof. I Nengah Duija, M.Si., Dirjen Bimas Hindu Kementrian Agama RI Prof. I Ketut Widnya, Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry, dan Gubernur Bali yang diwakili Asisten II Bidang Kesra Pemprov Bali.

MBP/ist

AGUNG TOYOTA - Maret 2016 adalah bulan yang bersejarah bagi Agung Toyota Denpasar karena tepat pada tanggal 23 Maret 2016 yang bertepatan dengan bulan purnama kedasa, digelara cara melaspas showroom Agung Toyota Denpasar. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tahap awal sebelum mulai beroprasinya bagian penjualan per 26 Maret mendatang, dikarenakan bangunan yang berdiri sebelumnya mengalami renovasi untuk meningkatkan kualitas layanan pada customer Agung Toyota Denpasar. 4 - 10 April 2016

15


POLITIK

Menggugat Keberpihakan Regulasi

P

engusaha lokal Bali menuntut hak. Mereka mendesak pemerintah Bali menata regulasi untuk melakukan penguatan pengusaha lokal. Mewajibkan investor asing menggandeng mitra pengusaha lokal dalam berinvestasi di Bali diharapkan segera diatur. Keberpihakan regulasi ini diharapkan menjadi daya dukung dan kekuatan putra Bali dalam mengelola potensi daerahnya. Hal itu disuarakan mengingat hingga Maret 2016, perekonomin Bali masih mengalami tekanan. Ini ditandai dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi dan anjloknya ekspor. Belum terealisasinya proyek-proyek infrastruktur dan pos-pos anggaran dalam APBD kabupaten/kota, termasuk Provinsi Bali 2016, membuat daya tahan pengusaha lokal makin terpuruk. Tidak berpihaknya bank nasional dalam membangun daya tahan dan daya saing pengusaha lokal juga menjadi salah satu pemicunya. ‘’Saya melihat perekonomin Bali masih dalam tekanan. Belum ada tanda-tanda proyek pemerintah akan bergulir sebagai penyangga pergerakan perekonomian regional. Padahal Presiden mengisyaratkan agar APBD bergulir Februari sebagai upaya mendorong melajunya roda perekonomian,’’ ujar Ketua Umum Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra. Ia juga menyoroti kebijakan pemda di Bali yang tidak berpihak ke pengusaha lokal. Di antaranya dalam hal perizinan dan keterlibatan pengusaha untuk menjadi mitra investor asing. Belum ada regulasi yang mewajibkan investor asing menggandeng pengusaha lokal dalam berinvestasi. Perizinan untuk investor, asing dan lokal diberlakukan sama dan kadang-kadang pengusaha lokal lebih dipersulit. Ia mengingatkan agar segera dilakukan kolaborasi antara pihak swasta, pemerintah dan perbankan untuk menyelamatkan perekonomian Bali. Ia juga mengkritisi keberpihakan perbankan nasional yang tidak berpihak kepada pengusaha lokal, sehingga pertumbuhan wirausaha lokal dan nasional lambat dan terpinggirkan. Terutama menyangkut bunga bank yang masih tinggi, sehingga sulit bagi pengusaha lokal bersaing dengan investor asing. Idealnya, katanya, memang BI rate berkisar 5,5-6,5%. Hal ini diperlukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan agar pengusaha bisa bersaing dengan pengusaha asing, karena di luar negeri bunga bank masih berkisar 2-4%. ‘’Kami berharap penurunan BI rate ini dibarengi dengan penurunan bunga pinjaman, sehingga ekonomi bisa mulai bergerak dan tumbuh,’’ sarannya. Berdasarkan kajian Kadin, katanya, perekonomian Bali di awal tahun ini belum bergerak. Kita berharap dengan penurunan BI rate ini bisa memacu pergerakan ekonomi.

16

Sementara itu, pengamat ekonomi kemasyarakatan Bambang Gede Kiswardi mengatakan, Bali harus menjabarkan spirit ekonomi gotong royong. ‘’Saya melihat Bali saat ini sudah kehilangan spirit ekonomi gotong royongnya. Padahal ekonomi ini berlandaskan kepercayaan, kejujuran, demokrasi dan fair dan adil. Bali mestinya segera melakukan pembenahan strategi dalam melakukan perlawanan terhadap menguatnya daya cengkeram kapitalis di Bali,’’ ujarnya. Bambang Kiswardi menilai ketidakpastian yang dihadapi oleh para pelaku ekonomi Bali sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari perdagangan bebas. ‘’Untuk itu, para pelaku ekonomi baik itu swasta, usaha milik negara, dan usaha koperasi menyusun strategi atau komitmen untuk mendesain master plan ekonomi Bali,’’ sarannya. z Dira Arsana

4 - 10 April 2016

16


Bali Process, Menindak Penyelundupan Manusia PERTEMUAN tingkat menteri terkait kejahatan terhadap manusia baik itu penyelundupan manusia maupun perdagangan manusia melahirkan deklarasi Bali. Bali Process yang digelar di Nusa Dua, Bali ini salah satu agendanya merumusakn strategi mengatasi situasi darurat GL NDZDVDQ $VLD 3DVL¿N Menurut Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Hasan Kleib semua paragraf dalam rumusan deklarasi sudah dibahas. Pascapertemuan Tingkat Pejabat Tinggi (SOM) Bali Process ke-6 di Nusa Dua, Bali, ia mengatakan sejak Bali Process pertama diadakan pada 2002 hingga kelima pada 2013, dokumen hasil yang dikeluarkan forum itu hanya “co-chairs’ summary” atau rangkuman sidang oleh ketua bersama, yakni Indonesia-Australia. Deklarasi Bali terdiri atas empat belas paragraf yang berisi, antara lain komitmen forum Bali Process ke depan dalam melakukan kampanye, sosialisasi kepada publik, pembentukan mekanisme respons situasi darurat, penanganan penyelundupan manusia (terutama terkait korban, dan kepastian migrasi. Salah satu yang perlu menjadi perhatian dalam Deklarasi Bali adalah adanya poin mekanisme konsultatif kekuatan bersama untuk merespons VLWXDVL GDUXUDW GL NDZDVDQ $VLD 3DVL¿N $GD OLPD negara yang terlibat dalam kejadian itu, yakni Bangladesh dan Myanmar sebagai negara asal, serta Indonesia, Malaysia dan Thailand sebagai negara terdampak, saat itu tidak memiliki mekanisme yang terpadu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pertemuan ini delegasi pejabat tinggi dari 45 negara anggota, enam organisasi internasional, VHUWD QHJDUD SHQLQMDX WHUNRQ¿UPDVL DNDQ KDGLU dalam pertemuan tersebut. Enam organisasi internasional tersebut terdiri atas tiga anggota, yakni

Komisioner Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR), Organisasi Migrasi Internasional (IOM) dan Kantor PBB untuk Urusan Obatobatan dan Kejahatan Lintas Negara (UNODC). Tiga organisasi lainnya adalah Interpol, Organisasi Buruh Internasional (ILO), dan Program Pembangunan PBB (UNDP). Hasan menyebutkan bahwa poin yang ada dalam paragraf ke-14 Deklarasi Bali tersebut merupakan usulan Indonesia yang dilatarbelakangi adanya aliran deras migran dari Laut Andaman dan Laut Hindia pada Mei 2015 lalu, negara-negara yang terlibat melakukan pendekatan yang terpisah-pisah. Menurut Hasan, lima negara yang terlibat dalam kejadian itu, yakni Bangladesh dan Myanmar sebagai negara asal, serta Indonesia, Malaysia dan Thailand sebagai negara terdampak, saat itu tidak memiliki mekanisme yang terpadu untuk menyelesaikan masalah tersebut. z Rindra

Hasan Kleib

4 - 10 April 2016

17

17


KIPRAH REMAJA

Lestarikan Tradisi �Bebantenan�, Kikis Kesan �Nak Mula Keto�

R

utinitas yang dilakoni I Made Dwi Antara dan Ni Putu Eka Septiari serta 28 orang teman sekolahnya setiap Sabtu ini memang layak mendapat apreasiasi positif. Di usia yang masih sangat belia, siswasiswa SMP PGRI 2 Denpasar ini sudah memantapkan hati untuk mempelajari tata cara pembuatan segala jenis banten dengan memilih ekstrakurikuler �Majejahitan�. Tidak sekadar terampil membuat berbagai jenis banten, mereka juga cukup fasih menjelaskan makna dan filosofi yang terkandung dalam banten tersebut. Dengan begitu, mereka tidak lagi terjebak dengan jawaban klise �nak mula keto� apabila ada pemeluk kenyakinan di luar Hindu yang bertanya kenapa umat Hindu di Bali harus bersusah payah membuat berbagai jenis banten setiap kali menggelar upacara keagamaan. �Dalam ekstrakurikuler majejahitan ini, kami tidak hanya diajarkan caracara membuat banten semata. Tak kalah pentingnya, kami juga harus memahami PDNQD GDQ ¿ORVR¿ GDUL banten yang kami buat tersebut,� kata Dwi Antara, siswa kelas VII A SMP PGRI 2 Denpasar yang merupakan satu-satunya siswa pria yang bergabung dalam ekstrakurikuler majejahitan tersebut. Dwi Antara mengaku sudah bisa membuat berbagai jenis banten sejak duduk di bangku SDN 5 Sumerta. Pasalnya, kedua orangtuanya memang berprofesi sebagai penjual banten. Dengan begitu, secara tidak langsung Dwi Antara kecil sering mengamati kesibukan kedua orangtuanya saat membuat banten pesanan pembeli. Dari kebiasaan mengamati itu, perlahan tapi pasti, dia mulai tertarik untuk belajar membuat banten yang dimulai dari tingkatan yang paling sederhana yakni membuat banten untuk sehari-hari seperti segehan, canang sari dan saiban. �Sejak kecil, saya memang sudah tertarik dengan bebantenan. Bagi saya, membuat banten itu juga memerlukan seni tersendiri agar bisa men-

18

4 - 10 April 2016

ciptakan banten yang seindah mungkin tanpa mengurangi nilai dan makna yang terkandung di dalamnya,� katanya dengan senyum sumringah. Semula, remaja yang juga piawai menarikan berbagai jenis tari Bali ini mengaku tidak tahu menahu makna dan ¿ORVR¿ GDUL banten yang dibuatnya. Dia mulai memahami makna dan filosofi banten tersebut dari penjelasan guru pembina ekstrakurikuler majajahitan Dra. A.A. Mas Rahayuni, M.Pd., yang juga mengampu mata pelajaran Agama Hindu di sekolahnya. Ternyata, seluruh unsur yang terkandung dalam banten itu memiliki makna tersendiri. Dalam pembuatan canang sari, misalnya, di sana harus ada unsur ceper, beras/wija, porosan, tebu dan pisang, sampian uras, bunga, kembang rampai, lepa/boreh miyik atau lulur harum dan minyak wangi yang semua memiliki arti. Begitu pula dengan tata cara penempatan bunga berdasarkan warnanya tidak boleh sembarangan. Mengapa bunga putih disusun menghadap arah timur, bunga merah menghadap arah selatan, bunga kuning menghadap arah barat, bunga hitam atau bisa diganti dengan ungu menghadap arah utara dan kembang rampe (irisan pandan harum-red) disusun di tengah-tengah, ternyata semua ada maknanya. �Dulu, saya tidak tahu apa makna semua itu. Setelah bergabung dalam ekstrakurikuler majejahitan ini, saya baru mengerti kenapa harus seperti ini dan itu. Ternyata, banten yang sangat sederhana sekalipun memiliki makna dan ¿ORVR¿ \DQJ VDQJDW PHQGDODP 7HQWXQ\D hal ini justru membuat saya makin tertarik menekuni bebantenan,� kata Dwi Antara yang mengaku sudah bisa membuat banten pejati, daksina, pras, penyeneng, sodaan, tamiang, sampian gantung, gebugan dan berbagai jenis tipat (ketupat) seperti tipat nasi, cakra, dampul, gong, sidapurna dan lain-lain. Dwi Antara mengaku tidak masalah dicap kurang gaul lantaran menekuni

ekstrakurikuler yang tidak favorit alias jarang dilirik siswa. Justru, rendahnya minat generasi muda Bali mempelajari bebantenan makin menggugah kesadarannya untuk melestarikan warisan leluhur tersebut. Apalagi, banten dan segala sarana upacara lainnya tidak bisa dilepaskan dari keseharian manusia Bali yang dijiwai oleh agama Hindu. �Siapa lagi yang harus melestarikan warisan leluhur ini kalau bukan generasi muda Bali?� katanya retoris. Hal senada juga dilontarkan Ni Putu Eka Septiari. Siswa kelas IXB SMP PGRI 2 Denpasar ini tidak menampik bahwa minat remaja Bali untuk mempelajari banten sangat rendah. Jangankan bisa membuat, dia yakin sekadar tahu nama-nama banten saja banyak rekan-rekan sebayanya yang tidak tahu atau tidak mau tahu. Apalagi, VDPSDL PHQJHWDKXL PDNQD GDQ ¿ORVR¿ yang terkandung dalam banten tersebut. �Tidak banyak siswa yang tertarik bergabung di ekstrakurikuler Majejahitan ini. Peminatnya tidak lebih dari 30 orang. Sangat rendah sekali jika dibandingkan jumlah siswa di sekolah yang mencapai ribuan,� katanya menyesalkan. Menurut Eka Septiari, ekstrakurikululer majejahitan sejatinya merupakan media yang sangat strategis untuk mempersiapkan diri terjun ke masyarakat khususnya bagi remaja putri. Pasalnya, nanti mereka dituntut ngayah di banjar/ desa dan salah satu keterampilan yang harus dikuasai agar tidak canggungcanggung ngayah adalah majejahitan. �Bagi saya pribadi, ekstrakurikuler ini saya manfaatkan sebagai sarana belajar sekaligus mempersiapkan diri untuk ngayah di masyarakat. Paling tidak, ketika ngayah nanti saya tidak sampai malu-maluin karena serba tidak tahu,� katanya dengan nada mantap. Eka Septiari mengaku sangat bersyukur lantaran sekolah tempatnya belajar membentuk ekstrakurikuler majejahitan. z Sumatika


MBP/sumatika

Sejumlah siswa SMP PGRI 2 Denpasar tampak serius belajar membuat banten.

Menanti “Majejahitan” Dilombakan di Porsenijar LEMBAGA pendidikan formal merupakan tempat yang paling strategis untuk menggelorakan upaya-upaya pelestarian seni budaya Bali. Begitu pula dalam hal pelestarian tradisi bebantenan maupun sarana upakara keagamaan Hindu lainnya. Tentunya, ungkapan pesimistis tradisi bebantenan ini akan punah terkikis zaman lantaran gagal mencetak generasi pewaris tidak akan pernah terjadi jika generasi muda Bali sejak di bangku SD, SMP dan SMA/SMK sudah diperkenalkan dan diajarkan membuat sarana upacara keagamaan tersebut. ”Sekolah memang tempat yang paling tepat untuk memperkenalkan generasi muda Bali dengan bebantenan ini,” kata I Made Dwi Antara dan Ni Putu Eka Septiari kompak. Guna makin menggairahkan semangat remaja yang saat ini sudah mau mempelajari tata cara pembutan banten, kedua remaja ini mengusulkan agar keterampilan majejahitan ini juga dimasukkan sebagai salah satu cabang lomba pada

even Porsenijar baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Lantaran keterampilan membuat banten juga bisa sebagai sarana untuk mencetak prestasi, tentu saja minat remaja untuk menekuni bebantenan makin meningkat. Begitu pula bagi remaja yang selama ini sudah menekuni bebantenan, semangatnya akan makin tergugah karena dengan menguasai keterampilan ini juga bisa sebagai ajang untuk mencetak prestasi. ”Sayangnya, sampai saat ini Disdikpora tampaknya belum tertarik memasukkan keterampilan majejahitan ini ke dalam Porsenijar. Padahal, majejahitan ini sejatinya sangat terkait dengan komitmen pelestarian seni budaya Bali itu sendiri. Jadi, tidak hanya menyangkut masalah agama semata karena majejahitan itu juga sangat kental unsur seni dan budayanya. Jika vokal grup saja yang notabene bukan murni seni dan budaya Bali bisa masuk Porsenijar, kenapa majejahitan yang memang sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari manusia Bali tidak bisa? Terus terang, kami sangat berharap

majejahitan ini juga masuk Porsenijar,” kata Eka Septiari mengkritisi. Eka Septiari meyakini, masuknya majejahitan dalam Porsenijar secara otomatis akan mendongkrak minat remaja Bali untuk belajar dan menekuni bebantenan. Pasalnya, mereka juga perlu ruang untuk menunjukkan kreativitas dan talentanya. Bagaimanapun juga, remaja yang saat ini mau menekuni keterampilan yang dinilai masih asing bagi remaja langka ini juga perlu pengakuan dan penghargaan. “Ya, saya berharap Disdikpora mempertimbangkan usulan ini. Menurut saya, tidak hanya atraksi seni budaya yang gemerlap saja seperti seni tari, seni suara dan fashion yang layak diberikan tempat di Porsenijar. Majejahitan dan keterampilan lainnya yang berkaitan erat dengan adat, budaya dan agama Hindu juga layak diberikan ruang yang sama untuk menunjukkan eksistensinya,” tegas Dwi Antara. z Sumatika 4 - 10 April 2016

19


MANCANEGARA

Bom Belgia Aksi Lanjutan Teror Paris 20

4 - 10 April 2016

L

edakan bom yang menewaskan puluhan orang dan mencederi ratusan lainnya termasuk 3 orang Warga Negara Indonesia terjadi di Brussel, Ibu Kota Belgia. Ini adalah hari-hari paling kelam di Belgia sejak Perang Dunia Kedua, menurut Perdana Menteri Belgia Charles Michel. Serangkaian serangan yang diakui dilakukan kelompok ISIS, menewaskan penduduk sipil di bandara internasional Brussels dan sebuah kereta bawah tanah di Ibu Kota Belgia tersebut. Sasarannya adalah salah satu yang paling peka di Eropa. Brussels adalah pusat kegiatan Uni Eropa, NATO dan badan internasional dan sejumlah perusahaan, di samping pemerintah Belgia sendiri. Brussels bukan hanya sasaran penting kelompok Islamis. Belgia telah berjuang menghadapi kelompok Islamis selama bertahun-tahun dan ratusan penduduknya dipengaruhi untuk berperang untuk ISIS di Suriah dan Irak.


Beberapa kotanya menjadi tempat tinggal sel militan Islami, tetapi yang paling aktif adalah di Brussels dan bagian barat daya, khususnya Molenbeek, daerah yang sebagian penduduknya adalah etnis Maroko. Beberapa pembom dan kelompok bersenjata yang menargetkan Paris pada bulan November lalu, yang menewaskan 130 orang, tinggal di Molenbeek. Tersangka utama yang tidak meninggal di serangan Paris, Salah Abdeslam, kembali ke Belgia beberapa hari sesudahnya serta berhasil menghindar dari polisi sampai tanggal 18 Maret. Dia dan pendukungnya ditangkap di Molenbeek. Banyak warga Belgia memperkirakan kelompok jihadis akan bereaksi. “Saya memang mengharapkan hal lain akan terjadi, tetapi skalanya tidak seperti ini,� kata seorang ahli jihadisme Belgia, Pieter Van Ostaeyen. Jadi apakah pemboman adalah balas dendam terhadap keberhasilan menangkap dua anggota kelompok Islamis hidup-hidup? Penangkapan tersebut jelas merupakan tamparan terhadap ISIS dan kelompok jihadis Belgia. Abdeslam dipandang sebagai ahli logistik serangan Paris. Dia menyewa rumah susun, mengemudikan kendaraan untuk para militan di Eropa dan membeli alat pembom. Beberapa hari setelah penangkapan, seorang pendukung yang bersembunyi bersamanya, Mohamed Belkaid, ditembak mati polisi. “Sepertinya serangan ini sudah direncanakan dan karena penangkapan yang dilakukan, operasi dipercepat karena para teroris mengetahui mereka sedang diburu,� kata Prof Dave Sinardet dari Vrije Universiteit Brussel. Polisi jelas terbebani berat karena ancaman nyaris tanpa henti dari kelompok Islamis. Aparat keamanan sebenarnya telah berusaha berjaga-jaga menghadapi serangkaian serangan setelah munculnya ancaman nyata 10 hari setelah serangan Paris. Selama beberapa hari kota tersebut ditutup, sarana perhubungan umum dihentikan dan penduduk diperintahkan membatasi pergerakannya. Pria bersenjata berat dapat memasuki bandara di Zaventem, menembak dan meledakkan diri. Sekitar sejam kemudian, pria lain bisa memasuki kereta bawah tanah tidak jauh dari markas EU dan meledakkan diri. Jaksa federal Belgia Frederic Van Leeuw mengukuhkan bahwa dua bersaudara, Khalid dan Ibrahim el-Bakraoui, adalah pelaku bom bunuh diri yang tewas dalam serangan itu. Khalid, berusia 27 tahun, meledakkan

dirinya di stasiun kereta metro Maelbeek, menurut Van Leeuw. Sementara, Ibrahim yang berusia 29 tahun melakukan salah satu dari dua ledakan bunuh diri di bandara. .HGXD ODNL ODNL LWX \DQJ GLLGHQWL¿NDVL melalui sidik jari mereka, adalah warga negara Belgia dan memiliki catatan kriminal melakukan perampokan bersenjata. Khalid dicari atas tuduhan terorisme, menurut surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Interpol. Ibrahim adalah salah satu dari tiga lakilaki yang tampak dalam rekaman CCTV bandara mendorong kereta barang yang diduga membawa koper penuh bahan peledak, sebelum terjadi ledakan, kata Van Leeuw. Pembom bunuh diri kedua, juga WDPSDN GDODP IRWR EHOXP WHULGHQWL¿NDVL katanya. Belgia sebenarnya telah menyiagakan pasukan dan menjaga tempat-tempat strategis dengan ketat pasca serangan di Paris. Namun, mengapa tetap bisa kecolongan? Brussels adalah ibukota Eropa yang bisa dibilang kecil, tetapi memiliki enam wilayah kepolisian. Sementara sistem CCTV-nya tidak secanggih London dan Paris. Terduga pelaku Paris, Najim Laachraouim sidik jarinya ditemukan di rumah susun di Brussels dimana bom dibuat. ³-HODV WHUGDSDW NHWLGDNH¿VLHQDQ EDGDQ keamanan. Selama bertahun-tahun kita tidak cukup menyediakan dana untuk masalah keamanan dan ancaman teroris,� kata Prof. Sinardet. Bertahun-tahun diabaikan adalah masalah utama badan intelijen Belgia yang hanya memiliki 600 staf atau sepertiga dari jumlah agen intelijen yang dimiliki negara tetangga Belanda, yang adalah sebuah negara yang tidak begitu besar dan memiliki jumlah petempur asing di Suriah dan Irak yang lebih sedikit dari Belgia. Belgia adalah penyumbang terbesar petempur ke Suriah dibandingkan dengan negara Eropa mana pun. Sedangkan sebuah sudut di kota Brussels, yakni Molenbeek,

sudah dianggap sebagai “pangkalan Jihadis� karena sebagian besar tersangka militan diyakini tinggal di sini. Untuk mengikuti seorang tersangka tunggal selama 24 jam sehari tanpa terdeteksi, dinas keamanan membutuhkan 36 agen. Artinya, dinas rahasia-dinas rahasia ber-SDM banyak seperti MI5 Inggris hanya cukup mengamati beberapa tersangka pada waktu tertentu. Menurut Alain Winants, kepala dinas intelijen Belgia dari 2006 sampai 2014, Belgia adalah salah satu dari tempat terakhir di Eropa yang menerapkan teknik modern dalam mengumpulkan informasi, seperti penyadapan telepon. Pada salah satu kesempatan, polisi terpaksa membiarkan Abdeslam melarikan diri karena dihambat aturan yang melarang penggerebekan kriminal dilakukan malam hari. Michel sudah mengatakan bahwa dia membutuhkan lebih banyak lagi keleluasaan. Mustahil sebuah negara bisa mengamankan secara penuh target-target seperti stasiun kereta dan bandar udara yang sibuk. Namun Belgia memang menghadapi tantangan yang unik. Negara campuran yang dipisakan oleh warga berbahasa Prancis dan warga berbahasa Belanda itu memiliki birokrasi yang menghambat lalu lintas informasi. Negeri ini memiliki enam DPRD dan komunitas berbahasa, 193 pasukan polisi lokal di Brussels dan wali kota pada 19 kota otonom. Fakta itu membuat para militan bisa bersembunyi di bawah radar dalam cara yang tak mungkin mereka lakukan di Belanda yang lebih tersentralisasi. Hampir 6.000 senjata disita setiap tahun di Belgia, jauh lebih banyak dibandingkan yang disita di Prancis, yang kerap dijual oleh jaringan kriminal Balkan kepada jihadis lokal yang berbasis di Belgia. Hal ini menunjukan bahwa setiap negara termasuk Indonesia sangat rentan dengan kejadian serupa. Oleh karena itu semua pihak harus bekerja sama untuk menanggulanginya. z Gugiek Savindra 4 - 10 April 2016

21


DAERAH

Waspadai Kasus DBD

K

asus demam berdarah dengue (DBD) di Bali masih menjadi ancaman. Sejumlah kabupaten di Bali menunjukan adanya peningkatan kasus pada awal tahun 2016 ini. Bahkan, di Gianyar sudah tercatat lima korban kasus DBD. Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar menetapkan demam berdarah dengue (DBD) sebagai kejadian luar biasa (KLB). Namun, pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatannya menyatakan, hingga kini belum ada KLB di Bali. Kepala Dinas Kesehatan Gianyar dr. Ida Ayu Dwi Cahyani, mengatakan, jumlah pasien DBD yang meninggal itu memang belum melampaui jumlah korban tahun lalu untuk menentukan KLB sesuai SOP. Namun, pihaknya sendiri tidak ingin terjadi penambahan korban jiwa sehingga status KLB ditetapkan. Tujuannya agar dilakukan pencegahan bersama oleh semua elemen masyarakat.

22

4 - 10 April 2016

‘’Kalau berdasarkan SOP, harus ada peningkatan korban dari data sebelumnya. Tetapi ini kan baru Maret dan sudah terdata lima korban meninggal, jadi tidak mungkin kita menunggu penambahan korban lagi,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM., Selasa (22/3) lalu, mengatakan, tidak ada kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) di Bali karena kriteria untuk KLB tidak dipenuhi, yaitu peningkatan kasus dua kali lipat pada periode yang sama dari tahun sebelumnya. Bulan Januari 2015 di Bali terjadi 1.001 kasus DBD, sedangkan pada bulan yang sama tahun 2016 hanya tercatat 910 kasus. “Jadi kriteria KLB tidak dipenuhi,” ujarnya. Disebutkannya, ada tujuh daerah di Indonesia yang KLB DBD, tetapi Bali tidak termasuk karena kriteria KLB tidak dipenuhi. Tahun 2015 Kabupaten Gianyar tertinggi angka kejadian kasus

DBD, yaitu 2.198 kasus. Di urutan kedua Kabupaten Badung sebanyak 2.178 kasus, urutan ketiga Kabupaten Buleleng sebanyak 2.007 kasus. Sedangkan angka kematian akibat DBD terjadi di Denpasar sebanyak 13 orang, Gianyar 6 orang, dan Badung 6 orang. Sedangkan hingga 4 Februari 2016 telah terjadi 1.811 kasus DBD di Bali, 5 orang di antaranya meninggal. Suarjaya mengakui ada peningkatan kasus DBD dari bulan Januari hingga Februari tahun 2016. Tetapi, tidak sampai memenuhi syarat untuk dikatakan KLB di Bali. Selain itu, angka kematian juga kecil, yaitu di bawah 1 persen. Pihaknya terus melakukan antisipasi dengan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) serentak, juga fogging di beberapa daerah yang kasusnya tinggi. “Yang penting juga, pelayanan kesehatannya yang kita terus upayakan yang maksimal, sehingga mengurangi kasus kematian,” ujarnya.


Antisipasi Rabies

Tabanan Eliminasi Anjing, Denpasar Rancang Vaksin ANCAMAN rabies pada hewan hingga kini belum tuntas sepenuhnya. Mengingat, di beberapa daerah di Bali, masih ditemukan hewan yang positif rabies. Namun, untuk Kota Denpasar hingga Maret 2016 ini, masih nihil kasus rabies pada hewan. Meski demikian, upaya antisipasi masih tetap dilakukan. Sedangkan di Tabanan, petugas telah melakukan eliminasi terhadap puluhan ekor anjing di Desa Ngis dan Jegu, Penebel, Senin (21/3) lalu. Dalam kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.30 wita hingga tengah hari ini, petugas yang terdiri atas UPTD Peternakan Penebel, petugas kantor desa, dan pecalang berhasil mengeliminasi 28 ekor anjing. Kondisi berbeda terjadi di Denpasar. Kepala Dinas Peternakana, Perikanan dan Kelautan (Disnakanlut) Denpasar A.A. Gede Bayu Brahmasta mengatakan, upaya antisipasi masih terus dilakukan, baik melalui eliminasi, vaksin, serta tindakan pencegahan lainnya. Bahkan, untuk vaksinasi massal, pihaknya telah mengagendakan per April 2016 ini kembali dilakukan. “Kami sudah merencanakan pertengahan April nanti, kembali menggelar vaksin massal,” jelasnya.

Sementara itu, di Denpasar justru mengalami penurunan. Namun, musim pancaroba yang terjadi kali ini rawan terjangkit kasus demam berdarah dengue (DBD). Karena itu, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan Kota Denpasar melakukan berbagai upaya untuk menekan kasus DBD yang sekarang ini merebak di berbagai provinsi di Indonesia. Hasilnya, kasus DBD yang terjadi pada akhir bulan Januari 2016 dibandingkan bulan Januari tahun 2015 terjadi penurunan drastis. Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini didampingi Kepala Bidang Bina Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), IB Eka Putra, mengatakan, dalam upaya menekan DBD pada tahun 2016 ini, pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak dini, di antaranya gerakan serentak (Gertak) PSNDBD ke rumah-rumah penduduk dan tempat-tempat umum sekaligus menaburkan

Dikatakan, sampai saat ini jumlah populasi anjing di Denpasar mencapai 60.000. Jumlah ini akan menjadi sasaran vaksin untuk periode ini. Sedangkan untuk eliminasi, pihaknya tetap berkoordinasi dengan aparat terbawah, seperti kades maupun kaling/kadus. “Bila ada eliminasi, kami harus berkoordinasi dengan aparat di bawah. Karena bila tim kami yang turun, harus disertai dengan aparat terbawah di wilayah tersebut. Ini untuk menghindari adanya persoalan yang muncul saat kegiatan berlangsung,” jelas Brahmasta. Bayu Brahmasta mengatakan, kasus rabies di Denpasar sempat muncul pada 2015 lalu. Saat itu, jumlah anjing yang positiv rabies sebanyak enam ekor. Namun, segera ditangani dengan tuntas, sehingga tidak meluas. Di sisi lain, Perbekel Desa Jegu I Made Edy Wirawan, mengatakan tidak hanya anjing liar yang menjadi target sasaran, tetapi juga anjing yang ‘’diliarkan’’ pemiliknya. Sebelumnya pihaknya sudah bersurat kepada warga terkait pelaksanaan eliminasi dan mengimbau pemilik anjing agar mengikat atau mengkandangkannya piaraannya.

racun pembasmi jentik (abatisasi massal) oleh 474 Jumantik setiap hari bersama anggota keluarga (KK), yang dilakukan sejak tanggal 18 September s/d 17 Oktober 2015. Di samping itu, fogging massal sejak bulan Nopember s/d Desember 2015 oleh seluruh kelurahan dan desa baik secara swadaya maupun oleh pemerintah. Dinas Kesehatan juga melakukan penyelidikan epidemiologi dan fogging fokus pada setiap kasus DBD yang ada indikasi untuk fogging. Penyuluhan tentang pencegahan dan pemberantasan DBD. Termasuk juga melakukan abatisasi massal tahap ke-2 sejak bulan Desember 2015 s/d Februari 2016. “Semua tindakan pencegahan kami telah lakukan sejak akhir tahun lalu. Hal ini untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk aides agipty,” ujar Sri Armini. Kepala Bidang Bina Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) I.B. Eka Putra menambahkan saat ini kewaspadaan terhadap nyamuk penular penyakit DBD

Ia mengakui banyak warga yang protes karena anjing peliharaannya ikut tereliminasi karena diliarkan atau tidak diikat. ‘’Kami kemudian menjelaskan tindakan ini untuk penanganan rabies. Terlebih kami sudah bersurat terlebih dahulu sebelum eliminasi dilakukan,’’ paparnya. Tindakan eliminasi anjing ini sebagai langkah antisipasi penanganan rabies setelah beberapa waktu lalu dua warga Banjar Ngis Kelod menjadi korban gigitan anjing positif, yakni I Nyoman Sumadana (60) dan Nyoman Suradnya (45). Edy Wirawan menyebutkan, sejak 2014 selalu ada warganya yang digigit anjing positif rabies. Saat itu tujuh warga Jegu digigit anjing positif rabies, tahun lalu ada delapan korban, dan hingga Maret 2016 dua warga digigit anjing positif rabies. Pihak desa jegu bersama UPTD Peternakan Kecamatan Penebel juga melaksanakan vaksinasi terhadap anjing peliharaan. Sebanyak 30 anjing divaksin di Banjar Ngis Kaja dan 42 anjing divaksin di Banjar Ngis Kelod. z Asmara/Wira Sanjiwani

(Aedes Aegypti) harus senantiasa ditingkatkan. Penyakit DBD belum ada obatnya, sedangkan vaksin untuk mencegah penyakit ini juga belum ada. Oleh karena itu cara yang paling baik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan memberantas jentik nyamuk penularnya atau dikenal dengan istilah pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (PSN-DBD) dengan cara 4M-Plus, yaitu menguras, menutup, mengubur, memantau wadah air yang berpotensi sebagai tempat perindukan nyamuk Aedes Aegypti dan plus menaburkan racun pembasmi jentik (abatisasi). Melalui berbagai kegiatan tersebut kasus DBD di Kota Denpasar dapat ditekan GHQJDQ VHJQL¿NDQ 3DGD WDKXQ WHUMDGL sebanyak 1.857 kasus, tahun 2015 sebanyak 1.576 kasus, kasus DBD bulan Januari 2015 sebnyak 49 kasus dan bulan Januari 2016 sebanyak 19 kasus. z Tim MBP 4 - 10 April 2016

23


K E S E H ATA N

Cegah HIV/AIDS Perlu Strategi

B

ali adalah destinasi pariwisata yang tersohor di dunia. Dari pariwisata Bali menyumbang nyaris Rp 80 triliun ke APBN, kendati kembali sebagai Dana Alokasi Umum ke daerah sekitar Rp 10 triliun. Apakah ada implikasi buruk pariwisata terhadap kasus merebaknya HIV/ AIDS di Bali? Hal itu perlu penelitian valid untuk menjawabnya. Namun, yang pasti faktanya sudah sangat mengkhawatirkan. Itu bisa dicermati dari angka kasus 1987 hingga 2015 sebanyak 13.319. Sedangkan, 7.430 di antaranya berada pada fase HIV dan 5.889 fase AIDS. Angka kasus tertinggi terjadi di Denpasar sebanyak 5.249 kasus. Buleleng menempati rangking kedua sebanyak 2.270 kasus. Peringkat ketiga Badung 2.137 kasus. Angka kasus kumulatif dari tahun 1987 selalu bertambah. Nah, hal ini perlu mendapat penanganan serius secara komprehensif dari berbagai pihak. Dr. I Gusti Ngurah Pramesemara, S.Ked., M.Biomed, mengatakan, Sabtu (13/3), pen-

24

4 - 10 April 2016

anganan HIV/AIDS dirasa susah. Alasannya, karena di Indonesia pencegahannya kurang komprehensif. “Masing-masing bergerak parsial dan sendiri-sendiri, baik pemerintah, LSM, masyarakat, dan lainnya. Perlu ada strategi pendekatan holistik dan komprehensif,� pintanya. Selain itu, kata dokter dan dosen bagian Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana jangkauan informasi, dalam hal ini pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas juga masih terbatas. Mitos-mitos yang salah tentang HIV/AIDS juga marak berkembang. Hal itu menjadi bertambah bias, ditambah kehadiran pengobatan-pengobatan yang tidak ilmiah dan tidak terbukti. Termasuk juga berkembangan prostitusi-prostitusi atau lokalisasi-lokalisasi ilegal yang sulit dikontrol dan teramat mudah diakses masyarakat. Dari hasil survei pusat informasi dan konseling kesehatan reproduksi remaja (PIKKRR) yang berada di bawah BKKBN tahun

2009 mendapatkan 35 persen remaja pria sudah menggunakan kontrasepsi sebelum menikah dan 31 persen remaja perempuan pengguna kontrasepsi. Katanya, kondom paling umum digunakan, selain senggama terputus, sistem kalender dan pil kontrasepsi darurat untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Sedangkan data di Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2011, pemakaian kondom hanya 29 persen. Perhatian pemerintah juga kurang terhadap penanggulangan kasus HIV/AIDS. Setelah berkurangnya bantuan dari pihak asing yaitu Ausaid untuk Indonesia, tahun 2016, bantuan dari Global Fund juga dikurangi. “Pemerintah belum menaruh perhatian pada kasus HIV/AIDS,� ujar Prof. Wirawan, Ketua Yayasan Kerti Praja (YKP). Setelah pengurangan dan rencana penghentian donasi tersebut, sampai saat ini, YKP belum memiliki donatur tetap padahal sebelumnya sumber pendanaan besar YKP berasal dari Ausaid dan Global Fund.


Tiga Tahun, 21 Bayi Lahir dari PMTCT UNTUK menekan angka infeksi virus HIV dari ibu positif ke bayi yang dikandungnya, pemerintah menggelar program PMTCT (Prevention of Mother To Child Transmission). Tabanan sendiri untuk program PMTCT sudah bisa dilakukan di VCT Pelangi BRSUD Tabanan sejak tahun 2012. Selama rentang waktu tiga tahun berjalan, sudah ada 32 ibu hamil positif HIV yang menjalani program ini. Dari 32 ibu hamil, 21 di antaranya sudah melahirkan dan delapan bayi sudah dinyatakan negatif HIV. Hal ini dipaparkan Ketua Tim Penanggulangan HIV/AIDS RSUD Tabanan dr. Ni Nyoman Tri Darmayanti beberapa waktu lalu. Menurutnya, dari data komulatif sejak tahun 2012, tercatat 32 ibu hamil yang menjalani program PMTCT dimana 3 diantaranya mengalami keguguran dan satu tidak melanjutkan program karena merasa tidak nyaman dengan terapi ARV yang

diberikan. Dalam tiga tahun tersebut 21 bayi lahir dari program PMTCT dimana 8 sudah dinyatakan negatif sementara 13 bayi lainnya masih menunggu usianya mencapai 18 bulan untuk menjalani tes HIV. “Bayi bisa diketahui negatif atau tidak saat usianya 18 bulan,” ujar Tri. Saat ini, lanjutnya, tugas screening ibu hamil positif HIV di Tabanan tidak berpusat di VCT Pelangi BRSUD Tabanan saja, tetapi screening bisa dilakukan di setiap puskesmas. Tabanan sendiri mewajibkan puskesmas untuk menyarankan setiap ibu hamil melakukan tes HIV. “Jadi kasus saat ini lebih banyak terjaring di puskesmas. Sementara VCT Pelangi selain screening juga menangani yang hendak terapi saja,” jelas Tri. Program PMTCT sendiri juga menjadi jawaban bagi pasangan HIV yang ingin mendapatkan keturunan yang bebas dari HIV. Untuk itu diperlukan keterlibatan

pasangan suami-istri. Virus HIV harus sama sama mencapa level tidak terdeteksi sehingga pasutri memerlukan terapi ARV. Jika CD4 atau sel pertahanan tubuh memenuhi syarat dan virus HIV sudah tidak terdeteksi barulah dilakukan pembuahan dengan melihat waktu subur ibu. Lanjut Tri selama ini pasangan HIV maupun hanya salah satunya positif bisa berhubungan namun harus memakai kondom. “Jika ingin punya anak, saat waktu subur ibu, kondom ini dilepas sehingga pembuahan bisa terjadi,” ujarnya. Bahkan program PMTCT bisa dilakukan bagi suami yang positif dan istri yang negatif. “Jika melalui semua prosedur dengan baik dan taat, istri yang negatif HIV bisa mengandung dan tidak terjangkit HIV dari suaminya yang positif. Saat ini ada satu kasus seperti ini sedang ditangani di VCT Pelangi,” jelas Tri. z Wira Sanjiwani

Komprehensif Meskipun ARV dan reagen gratis dari pemerintah, biaya pemeriksaan sebelum diberikan ARV memerlukan dana tidak sedikit yaitu Rp 500.000 per orang, sedangkan dana operasional di yayasan bisa mencapai Rp 30 juta per bulan. Sementara tenaga medis baik dokter dan perawat serta tenaga penjangkau, jumlahnya masih belum banyak. Karena itu, penderita harus mengusahakan sendiri mencari donaturnya. Sesungguhnya, tenaga penjangkau kata Wirawan merupakan ujung tombak yayasannya. Peran penjangkau itu sangat vital, karena dapat mendatangi penderita HIV/AIDS (ODHA), pembagian kondom, konseling, VCT, pendampingan termasuk pendamping minum obat (PMO) hingga mengantarkan pasien melakukan cek laboratorium. Dengan angka itu, kasus HIV/AIDS di Bali semakin mengkhawatirkan saja. Bali secara nasional berada di peringkat ke-4 kasus AIDS di Indonesia yaitu sebanyak 4.811 kasus, setelah Jawa Timur (12.352 kasus), Papua (11.841 kasus), dan Jakarta (8019 kasus). Angka tersebut merupakan data akumulasi sejak kemunculan AIDS pertama di Indonesia tahun 1987 hingga Maret 2015. Sedangkan hingga Juli 2015 telah ada 12.236 kasus HIV/AIDS, 6762 diantaranya masih berada pada fase HIV dan 5474 telah berada pada fase AIDS, yang menandakan ada peningkatan kasus AIDS di Bali. z Citta Maya 4 - 10 April 2016

25


LENSA

MELASTI Sekitar lima ribu orang pangayah terlibat sebagai pamundut dan ngiring Ida Batara di Besakih melasti atau masucian ke Tegalsuci, Desa Tegenan, Rendang, Karangasem, Senin (21/3). Prosesi ini serangkaian Karya Ida Batara Turun

Kabeh (IBTK) di Pura Besakih yang puncaknya dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Kedasa, Rabu (23/3). Melasti atau masucian ngiring pratiman Ida Batara bermakna ngiring pralingga, masucian mata air Tegalsuci. Tahun ini yang merupakan tahun genap, pralingga Ida Batara kairing masucian ke Tegalsuci. Sementara pada IBTK atau Ngusaba Kadasa tahun ganjil, melasti ke Tukad Yeh

Sah di Muncan. Usai persembahyangan, pangayah nunas tirta kapundut ke Pura Penataran Agung dan nantinya setelah di-ingkup (digabungkan-red) dengan tirta dari berbagai pura lainnya yang sudah terlebih dahulu di-tuur, bakal dipercikkan pada tiap pamedek selama Ida Batara kaaturan malinggih nyejer selama 21 hari, yakni sampai Rabu (13/4) mendatang.

MBP/bud

26

4 - 10 April 2016


PENDIDIKAN

UN Berbasis Komputer

Pastikan, Tak Ada Pemadaman Listrik

D

inas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memastikan tidak ada pemadaman listrik saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2016. Khususnya, pada sekolah-sekolah yang menyelenggarakan UN berbasis komputer (UNBK) atau computer based test (CBT). ”Kami sudah melayangkan surat ke Kepala Divisi Distribusi dan Pelayanan Direktorat Jawa-Bali PT PLN (Persero) supaya tidak ada pemadaman listrik saat ujian berlangsung. Ini supaya suplai energi ke perangkat pendukung ujian CBT tidak bermasalah,” kata Kadisdikpora Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani, S.H., M.M. Wardhani menyebutkan, UN SMA paper based test (PBT) atau yang masih berbasis kertas akan dilaksanakan pada 4-6 April 2016 dan SMK PBT dilakukan hingga 7 April 2016. Sementara untuk sekolah yang menggunakan CBT UN digelar lebih lama yakni 4-7 dan 11-12 April 2016 untuk SMA dan 4-7 April untuk SMK. Berbasis komputer, kata Wardhani, membuat UN jenis ini sangat bergantung dengan pasokan listrik dan akan mengalami gangguan jika ada pemadaman. Tak hanya UN berbasis komputer, UN manual pun sangat bergantung dengan pasokan listrik. Mengingat, ada sesi listening (mendengarkan) dalam ujian pelajaran bahasa Inggris yang membutuhkan listrik untuk menyalakan kaset berisi soal-soal ujian. ”Surat ke PLN sudah kami layangkan. Intinya, kami minta tidak ada pemadaman listrik saat ujian berlangsung. Persiapan perangkat keras dan lunak seperti spesifikasi server, normalisasi jaringan dan koneksi internet juga sudah dilakukan semua,” ujarnya. Wardhani menyebutkan, di Bali ada 27 sekolah yang melaksanakan UN CBT terdiri dari 11 SMA, 15 SMK dan 1 SMP yang tersebar di delapan kabupaten/kota di Bali. Rinciannya, di Denpasar UN CBT diikuti SMAN 1 Denpasar, SMAN 3 Denpasar, SMAN 4 Denpasar, SMA Taman Rama, SMA Doremi Exellent School Denpasar, SMKN 1 Denpasar, SMKN 2 Denpasar, SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar, SMK

TI Bali Global Denpasar, SMK Teknologi Nasional Denpasar dan SMK Teknologi Wira Bhakti Denpasar. Selanjutnya di Kabupaten Gianyar diikuti SMAN 1 Ubud, SMAN 1 Gianyar dan SMPN 1 Gianyar. Kabupaten Buleleng diikuti SMAN 1 Singaraja, SMAN Bali Mandara, SMKN 1 Tejakula, dan SMK TI Bali Global Singaraja. Kabupaten Tabanan diikuti SMAN 2 Tabanan, SMKN 1 Tabanan, SMKN 2 Tabanan dan SMKN 3 Tabanan. Kabupaten Jembrana diikuti SMKN 1 Negara dan SMKN 3 Denpasar. Sementara Kabupaten Bangli, Klungkung dan Badung masingmasing diikuti 1 sekolah yakni, SMKN 1 Bangli, SMAN 2 Semarapura dan SMK Ilmu Komputer Ganesha Udayana. Dalam UN CBT, siswa membaca soal dan menjawab pertanyaan melalui komSXWHU \DQJ VXGDK WHULVL ¿OH VRDO VRDO XMLDQ Penggunaan kertas dalam UN CBT hanya sebatas untuk melakukan perhitunganperhitungan manual sebelum siswa menjawab pertanyaan, sehingga diharapkan tidak terjadi listrik padam saat UN CBT berlangsung, karena bisa mengganggu konsentrasi siswa. Namun, Wardhani juga meminta sekolah untuk tetap menyediakan tenaga cadangan melalui genset (generator set) jika listrik terpaksa mati. ”Meskipun pihak sekolah sudah ada genset. Belum lagi, perpindahan daya listrik dari PLN ke genset juga memakan waktu. Jadi, kami juga mengharapkan pihak PLN bekerja

sama menyukseskan UN tahun ini,” tukas TIA Kusuma Wardhani. Ia menambahkan, sekolah penyelenggara UN CBT sudah menggelar uji coba untuk memastikan tidak ada kendala pada infrastruktur yang digunakan. Uji coba itu juga untuk mengetahui kesiapan siswa dalam menghadapi ujian berbasis komputer. ”Ujian nanti akan dilaksanakan dalam tiga sesi, yaitu pukul 07.30-09.30, 10.3012.30, dan 14.00-16.00,’’ pungkasnya. Kepala SMAN 1 Denpasar Drs. Nyoman Purnajaya, M.Pd. yang sekolahnya tahun ini menyelanggarakan UN CBT mengungkapkan, kesiapan SMAN 1 Denpasar untuk UN CBT ini sudah 100 persen mulai dari unit komputer serta jaringan. “Kesiapan kami untuk UNBK ini sudah 100 persen. Komputer yang digunakan juga ada 200 unit, jaringan juga terus dimonitor khawatir ada trouble karena yang namanya menggunakan teknologi pasti ada mis. Maka dari itu, kami terus sempurnakan,” paparnya. Sejauh ini, kata dia, belum ada kendala berarti. Hanya saja, dia berharap ada kerjasama yang baik antara pemerintah dan PLN sehingga tidak melakukan pemadaman listrik. ”Ya, kalau PLN melakukan pemadaman saat UN nanti, maka akan merugikan siswa. Kami berharap ada kerjasama dan saling koordinasi yang baik sehingga UN Berbasis Komputer nanti akan berjalan aman dan lancar,” harapnya. z Putra Sasmitha

BPM/putra sasmitha

Pelaksanaan simulasi UN Berbasis Komputer di SMAN 1 Denpasar, belum lama ini. 4 - 10 April 2016

27


OLAHRAGA

Mimpi ke Olimpiade

K

RQÃ&#x20AC;LN EHUNHSDQMDQJDQ GL 6XULDK WLGDN KDQ\D PHQJKDQFXUNDQ QHJHUL LWX (NVRGXV EHVDU EHVDUDQ SHQJXQJVL LWX MXJD PHQFLSWDNDQ SHUVRDODQ EDUX GL (URSD 0HQDQJJDSL NRQGLVL .RPLWH 2OLPSLDGH ,QWHUQDVLRQDO ,2& PHPEHQWXN XQLW NKXVXV \DQJ GLEHUL QDPD ³5HIXJHH 2O\PSLF $WKOHWHV ´ 1DQWLQ\D WLP NHFLO LQL EHUDQJJRWDNDQ DWOHW DWOHW SHQJXQJVL GDUL EHUEDJDL QHJDUD \DQJ GLNR\DN SHUDQJ GDQ EHUODJD GHQJDQ EHQGHUD ,2& 6DODK VDWX GLDQWDUDQ\D DGDODK <XVUD 0DUGLQL $JXVWXV WDKXQ ODOX LD EHUVDPD NDNDNQ\D 6DUDK QHNDW PHQLQJJDONDQ 'DPDVNXV GDQ EHUVDPD UDWXVDQ RUDQJ PHOLQWDVL /DXW $HJHDQ GL <XQDQL GHPL PHQFDSDL GDUDWDQ (URSD 3HUHQDQJ EHUXVLD WDKXQ LWX DNKLUQ\D ELVD PHQFDSDL %HUOLQ GDQ EHUXVDKD PHZXMXGNDQ PLPSL ODPDQ\D WDPSLO GL 2OLPSLDGH %HUVDPD GHQJDQ DWOHW SHQJXQJVL GDUL EHUEDJDL QHJDUD LD EHUVD-

LQJ XQWXN PDVXN GDODP WLP \DQJ FXPD EHULVL KLQJJD DWOHW 7LP WHUVHEXW DNDQ PHZDNLO ,2& GL 2OLPSLDGH 5LR QDQWL 6HMDXK LQL <XVUD PHQMDODQL ODWLKDQ GL VHEXDK NRODP GL NRPSOHNV VWDGLRQ GL %HUOLQ \DQJ GLJXQDNDQ XQWXN 2OLPSLDGH ³6D\D LQJLQ SDUD SHQJXQJVL ELVD EDQJJD 6D\D LQJLQ PHQLQJNDWNDQ NHSHUFD\DDQ GLUL PHUHND ´ XQJNDS 0DUGLQL NHSDGD The Associated Press 3UHVLGHQ ,2& 7KRPDV %DFK PHQMHODVNDQ WLP GH¿QLWLI DWOHW SHQJXQJVL DNDQ GLXPXPNDQ SDGD -XQL PHQGDWDQJ DWDX GXD EXODQ VHEHOXP SHODNVDDQ 2OLPSLDGH 5LR ´.DPL EHUXVDKD PHPEDQWX PLPSL VSRUWLI PHUHND PHQMDGL NHQ\DWDDQ PHVNL PHUHND KDUXV PHQJXQJVL PHQ\HODPDWNDQ GLUL GDUL DPXNDQ SHUDQJ GDQ NHNHUDVDQ .HSXWXVDQQ\D DNDQ GLXPXPNDQ ,2& -XQL PHQGDWDQJ ´ NDWD %DFK GDODP SHVDQ YLGHRQ\D

MBP/ap

Perenang Suriah Yusra Mardini yang berharap bisa tampil di Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil.

28

4 - 10 April 2016


Keluarga Mardini diketahui memang menjadi bintang kolam renang di negaranya. Sayangnya perang mengganggu latihan mereka sebagai persiapan menuju Olimpiade. Saat perang semakin intensif, keluarga memutuskan Yuntuk meninggalkan negeri itu bersama-sama. “Rumah kami luluh lantak akibat perang. Kami tak lagi miliki apapun.” kata Yusra yang tinggal bersama anggota keluarganya di Berlin. Keluarga Mardini meninggalkan Damaskus pada awal Agustus bersama gelombang ribuan pengungsi lainnya. Mereka telah kehilangan harapan perang akan segera berhenti di negaranya. Untuk menuju Eropa, mereka harus melewati Lebanon dan Turki. Selanjutnya mereka harus memberikan sejumlah besar uang pada para penyelundup yang akan membawa mereka menuju Yunani melawati laut. Jalan mereka tak gampang. Polisi penjaga pantai Turki memergoki mereka sehingga upaya itu gagal pada awalnya. Pada usaha selanjutnya, 20 orang termasuk keluarga Mardini, menaiki perahu karet di tengah pagi buta. Setengah jam setelah berada di Laut Aegean, air mulai memasuki perahu. Maka barang-barang termasuk tas mereka dibuang ke laut untuk meringankan beban. Pada saat bersamaan laut mulai bergejolak. Ironi dari seluruh penumpang hanya tiga yang bisa berenang, termasuk Sarah dan Yusra. “Mengerikan,” kenang Yusra. “Jelas, saya benci laut setelah itu. Ini benar-benar pengalaman menakutkan,” tambahnya yang merasa malu jika tidak mengambil tindakan karena kebanyakan di antara mereka tidak bisa berenang. Tiga setengah jam, mereka bertarung melawan maut hingga akhirnya mencapai Pulau Lebos, Yunani. Pekan-pekan selanjutnya diisi dengan perjalanan darat melalui Makedonia, Serbia dan Hungaria. Banyak di antara mereka tertangkap polisi saat mencoba melintasi garis perbatasan Hungaria. Ketegangan demi ketegangan itu malah menghidupkan semangat hidup Mardini bersaudara. Bahkan mereka mulai bisa menertawakan nasib mereka sendiri. Itu dialami saat mereka dihadang oleh polisi Hungaria dan masih bisa tertawa. “Kami menjawab “Kami hampir mati di laut dan sekarang harus takut pada Anda?” tutur Yusra mengenang peristiwa menggelikan itu. Keberuntungan berpihak pada mereka setelah Yusra dan Sarah diizinkan ke Austria dan kemudian ke Jerman. Seorang penerjemah pengungsi membawa mereka menempati tempat di Wasserfreunde Spandau 04, sebuah klub lokal renang di Kota Berlin. Penempatan itu mempertemukan mereka dengan pelatih Sven Spannekrebs. Selama menjalani pelatihan, Yusra tak melewatkan setiap sesinya sehingga perkembangannya terlihat dengan jelas. Terlebih itu didukung dengan motivasinya ingin tampil di Olimpiade. “Dalam lima bulan terakhir, perkembangan Yusra sangat, sangat bagus, jauh lebih baik dari yang saya perkirakan. Kami berada di jalur yang tepat,” jelas Spannekrebs yang mengharapkan Yusra lolos ke Rio dan menjadi panutan bagi atlet-atlet lain. Kini rutinitas Yusra adalah belajar, berlatih renang, belajar dan berlatih renang lagi. “Ini adalah sebuah kesempatan langka seumur hidup dan saya kira saya harus bekerja keras demi cita-cita itu,” katanya yang fokus di nomor 200m gaya bebas. Jika berhasil lolos ke Rio, Yusra berharap bisa bertemu dengan atlet-atlet Suriah lain untuk melepas rindu dengan kampung halamannya. “Semua atlet ingin ke Olimpiade tak peduli itu memakai bendera Suriah atau Olimpiade. Saya kira saya memang terlahir sebagai seorang olahragawan.” z Yudi Winanto

MBP/ap

Sebuah iklan penerbangan di distrik perdagangan Shiodome, Tokyo, yang dibintangi atlet Olimpiade Jamaika Usain Bolt.

Kembali ke Stadion Olimpiade OLIMPIADE 2016 akan digelar di Rio de Janeiro Agustus mendatang. Juara dunia Usain Bolt telah mempersiapkan sebuah pemanasan jelang turun di pesta olahraga multi event di Brazil itu. Manusia tercepat di Planet Bumi itu merencanakan akan mengikuti kejuaraan Diamond League yang masuk dalam kalender federasi atletik internaional IAAF. Kejuaraan yang digelar di stadion Olimpiade, London itu dinilai sebagai event terakhir sekaligus pemanasan ideal sebelum dirinya mengikuti Olimpiade. Lomba bertajuk Anniversary Games itu dilaksanakan ada Juli, tepatnya empat tahun setelah Bolt meraih tiga medali emas di Olimpiade London 2012. Kala itu, ia menjuarai nomor lari 100m, 200m dan 4x100m. Bolt dijadwalkan tampil pada 22 Juli, tapi panitia lomba enggan memberikan perincian tentang nomor-nomor yang diikuti atlet tersebut saat kembali ke stadion yang membuat namanya meroket itu. “Inilah lomba terakhir yang akan saya ikuti sebelum Olimpiade di Rio. Kembali ke Stadion Olimpiade menjadikan perasaan ini senang. Saya mendapatkan suasana istimewa yang selalu diberikan oleh para penonton,” kata Bolt dalam sebuah pernyataan tertulis seperti dikutip The Associated Press. Stadion Olimpiade kini telah dimodifikasi. Meski tetap mempertahankan lintasan atletik, stadion tersebut nantinya akan digunakan sebagai markas klub Liga Utama Inggris West Ham United mulai musim depan. z Yudi Winanto

4 - 10 April 2016

29


OLAHRAGA

MBP/ap

Presiden Kuba Raul Castro (duduk, kedua dari kanan) menyaksikan pertandingan bisbol antara klub MLB Tampa Bay Rays melawan Kub, bersama Presiden Barack Obama (keempat kanan) di Havana, Kuba.

Diplomasi Bisbol UNTUK pertama kali dalam sebelas tahun klub bisbol Amerika berlaga di tetangga sekaligus seterunya Kuba. Sejak klub Baltimore Orioles pada 1999, tak ada klub kompetisi liga bisbol AS (MLB) yang melanjutkan jejak mereka. Baru pada Selasa (22/3) lalu klub Tampa Bay Rays melakoni pertandingan ekshibisi melawan tim nasional Kuba. Uniknya pertandingan itu bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Presiden AS Barack Obama ke Kuba. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Presiden Obama untuk menyaksikan pertandingan tersebut bersama mitranya Presiden Raul Castro. Tampa Bay Rays akhirnya memenangkan pertandingan itu 4-1. Saat Obama dan Castro sepakat untuk menormalisasi hubungan kedua negara,

30

4 - 10 April 2016

Federasi Bisbol Kuba (CBF) dan MLB juga mendapat efek dari perbaikan hubungan diplomasi kedua negara. Enam bulan lalu, kedua lembaga itu bertemu di New York untuk membahas rencan kerjasama. Salah satunya adalah memberi keleluasaan pada tim-tim MLB merekrut pemain-pemain bisbol Kuba tanpa perlu ada kekuatiran adanya pembelotan. Kuba pun mendapat keuntungan dengan mendapatkan kompensasi dari hak-hak pemain itu. Namun untuk soal pembayaran, itu berbenturan dengan belum dicabutnya blokade ekonomi AS terhadap negeri itu. MLB minta keringanan dan Departemen belum memberikan keputusan hingga sekarang. MLB menjadi mimpi bagi pemainpemain bisbol Kuba. Mereka rela men-

inggalkan sanak keluarganya dan melalui jalan ilegal menembus perbatasan termasuk dengan mengarungi laut. Obama yang merupakan penggemar klub Chicago White Sox, tergerak hatinya. Dalam wawancara dengan stasiun televisi BAC News, Obama menceritakan kisah pemain White Sox Jose Dariel Abreu. Pemain asal Kuba itu dengan berat hati membelot ke Kuba meninggalkan anaknya yang masih kecil. â&#x20AC;&#x153;Harapan saya adalah menjadi bagian yang menjalinkan kembali hubungan AS dan Kuba,â&#x20AC;? ungkap Obama yang meminta Kongres membatalkan embargo tersebut namun diblok oleh kelompok mayoritas, Partai Republik, laporan The Associated Press. z Yudi Winanto


Fania Farid

Dari Bulu Tangkis ke Judo BODINYA bongsor. Berat badannya mencapai 91 kg, padahal seorang wanita. Dia adalah Fania Farid, salah satu atlet judo andalan Bali saat ini. Sebelumnya dia menggeluti cabang bulu tangkis yang mengutamakan kelincahan, namun sulit meningkatan prestasi. Saat menekuni bulu tangkis, Fania bahkan ikut bergabung di sebuah klub. Akan tetapi pilihannya ini tidak langgeng. ‘’Saya bermain bulu tangkis sejak kelas II SD, namun sama sekali belum meraih prestasi. Saya sebatas mengikuti pertandingan persahabatan,’’ kenang siswi kelas III SPN 2 Denpasar (Spentwo) ini. Beralih ke judo juga tidak mudah bagi Fania. Awalnya ia takut dibanting padahal olahraga keras ini sangat mengandalkan bantingan dan kuncian,. Namun, secara perlahan sambil terus mempelajari teknik-teknik baru, wanita kelahiran Denpasar, 1 September 2001, ini akhirnya berani bertarung di atas matras. Ia tertarik judo sejak duduk di bangku kelas V SD Muhammadiyah Monang-Maning. Selanjutnya berlatih di SMPN 2 Denpasar. Hasilnya, Fania merebut perunggu pada Piala Wali Kota Denpasar dan juara tiga dalam Kejurda Judo kategori usia 9-13 tahun. Menginjak bangku SMP, prestasi Fania makin melejit. Dia menyabet medali perunggu pada Kejurprov Judo 2015 di Klungkung kelompok usia 13-16 tahun dan meraih emas pada Piala Wali Kota 2015 dan 2016 pada kategori usia 13-16 tahun. Meskipun usianya masih belia, Fania dipercaya mengusung bendera Kota Denpasar meladeni pejudo senior pada Porprov Bali di Buleleng, September 2015. ‘’Saya tanpa target di ajang Porprov. Saya sempat mengalahkan pejudo Badung, walaupun akhirnya tak menyumbang medali, Saya tetap bangga bisa tampil pada hajatan multievent dua tahunan di daerah,’’ paparnya. Fania diberi kesempatan turun pada ajang bergengsi Bali Open Judo Championship di GOR Lila Bhuana, 25-27 Maret lalu. Kepercayaan ini membuat jadwal latihannya makin padat. Tiga kali berlatih ditangani Sensei Made Antika Kowara, sekali di sekolahnya ekstra kurikuler, dan sekali di GOR Lila Bhuana. ‘’Saya ingin menjadi pejudo nasional. Targetku empat tahun lagi tampil pada PON 2020 di Papua,’’ tegas remaja yang bercita-cita menjadi polwan ini. Menurut pelatih Made Antika Kowara, jika ingin menjadi pejudo andal, Fania harus rajin dan rutin berlatih. Kansnya menembus level nasional cukup terbuka karena di kelas berat atau bebas putri, jarang ada pejudo yang beratnya 91 kg. MBP/wan

z Daniel Fajry

Fania Farid 4 - 10 April 2016

31


OLAHRAGA

MBP/wan

I Gede Sukadana (44) disambut Nyoman Sukarja dan pemain Bali United lainnya setelah mencetak gol ke gawang Persija.

Piala Bhayangkara

Aroma Asing di Bali United KESEBELASAN Bali United tampil beda dalam turnamen Piala Torabika Bhayangkara 2016 yang berlangsung sejak 17 Maret lalu. Jika dalam kejuaraan sebelumnya klub ini identik dengan pemain lokal Indonesia, kali ini pelatih Indra Sjafri menambah kekuatan pasukannya dengan aroma asing. Trio pemain impor itu adalah Silvio Escobar, Lucas Garcia Benetao (striker), dan Kiko Insa (belakang). Kedatangan pemain asing itu merupakan hasil evaluasi tim pelatih setelah Bali United tampil dalam tiga turnamen, yaitu Piala Presiden, Piala Jenderal Sudirman, dan Bali Island Cup. Pertandingan babak penyisihan dua kejuaraan pertama dan seluruh laga Bali Island Cup dilangsungkan di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar. Bali United lolos hingga babak besar dalam Piala Presiden yang dijuarai Persib Bandung. Selanjutnya terhenti di penyisihan grup Piala Sudirman yang akhirnya dimenangkan Mitra Kukar. Sementara pada ajang Bali Island Cup untuk merayakan HUT ke-2 Bali United,

32

4 - 10 April 2016

tim Serdadu Tridatu harus puas bercokol di posisi ketiga di bawah Arema Cronus Malang dan Persib. Pada laga pertama Piala Bhayangkara melawan Arema, hanya Kiko yang turun bermain. Saat meladeni Persija Jakarta, Kiko yang sebelumnya membela Arema tampil bersama Escobar. Kehadiran pemain asing ternyata tidak banyak mendongkrak permainan Bali United. Terbukti, tim tuan rumah menyerah masing-masing dengan skor 1-2 dari Arema dan Persija dalam penyisihan Grup B di Stadion Wayan Dipta. Pencetak gol Bali United juga bukan pemain impornya. Kapten tim Fadil Sausu membuat gol tunggal untuk mempertipis kekalahan dari Arema. Sementara gelandang I Gede Sukadana sempat membawa Bali United memimpin satu gol lewat tembakan jarak jauh sebelum dibalas dua kali oleh Persija. Menurut Indra Sjafri, kekalahan Bali United dari Arema karena faktor beberapa pemain yang baru bergabung dengan tim. Sementara pukulan dari Persija akibat asuhannya tampil di

bawah form terbaik. Permainan Sukadana dan kawan-kawan menurun setelah keunggulan satu gol dapat disamakan oleh Tim Maacan Kemayoran sehingga membuat pemain kurang disiplin pada posisinya. Dua kekalahan beruntun membawa Bali United hampir pasti tersingkir dari persaingan Grup B, mesti masih menyisakan dua laga melawan PS Polri dan Persipura Jayapura. Hasil ini membuat kecewa fans Bali United. Maklum, ini adalah kegagalan keempat tim asuhan Indra Sjafri dalam empat turnamen yang diikuti sejak dibekukannya PSSI oleh Menpora. Nasib Bali United bertolak belakang dengan tim debutan PS Polri yang diperkuat dua putra Bali, I Putu Gede Juni Antara dan Made Wirahadi. Kesebelasan asuhan Bambang Nurdyansah ini memimpin klasemen hingga pertandingan ketiga dengan poin 5 hasil menang 3-0 atas Persija serta seri kontra Persipura (1-1) dan Arema (0-0). z Mawa


IPTEK

Fenomena Equinox

F

enomena Equinox tiba-tiba saja menjadi sorotan publik, beberapa waktu lalu. Muncul pesan berantai, pada saat equinox berlangsung suhu udara bisa mencapai 40 derajat Celcius lebih. Dengan suhu sepanas itu, tentu saja menucul berbagai kekhawatiran akan dampaknya bagi kesehatan. Meski hal ini telah dibantah oleh pihak Badan Meteorologi Klimatologi GDQ *HRÂżVLND %0.* QDPXQ VHEDLNQ\D perlu juga diketahui apa itu equinox dan dampaknya bagi kesehatan. Equinox berasal dari bahasa latin yang memiliki arti malam yang sama panjang. Pada saat fenomena equinox terjadi, durasi siang dan malam cenderung menjadi sama di seluruh belahan dunia. Pada fenomena equinox ini, matahari mengalami posisi terdekat dengan bumi dan hal ini dipercaya dapat menyebabkan peningkatan suhu bumi hingga mencapai 40° C atau lebih. Equinox merupakan salah satu fenomena astronomi, di mana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September. â&#x20AC;&#x153;Saat fenomena ini berlangsung, durasi siang dan malam di seluruh bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian utara maupun selatan,â&#x20AC;? ungkap Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar I Nyoman Gede Wiryajaya. Menurut dia, fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis. Sementara seperti diketahui, rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36 derajat Celsius. â&#x20AC;&#x153;Equinox bukan merupakan fenomena seperti Heat

Wave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama,â&#x20AC;? ujarnya. Melihat hal itu, BMKG Wilayah III Denpasar mengimbau masyarakat Bali untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari equinox sebagaimana disebutkan dalam isu yang berkembang. â&#x20AC;&#x153;Berdasarkan data pengamatan, rata-rata suhu maksium bulan Maret di Bali berkisar antara 32-33 derajat Celcius dengan maksimum absolut berkisar antara 36 - 37 derajat Celsius. Ketika posisi matahari tepat berada di atas ekuator, normal terjadi peningkatan pemanasan. Tetapi, hingga saat ini belum ada indikasi yang menunjukkan pengamatan suhu udara di Denpasar hingga mencapai 40 derajat Celsius,â&#x20AC;? jelas Wiryajaya. Meski fenomena equinox yang akan melanda Indonesia diklaim tidak akan menyebabkan masalah kesehatan yang berarti, tidak ada salahnya mengenal fenomena yang fenomenal ini. Mengingat, sengatan panas matahari berlebihan sangat berbahaya bagi kesehatan. Karena jika fenomena ini benarbenar terjadi, bisa menyebabkan heat stroke, keadaan di mana terjadi kenaikan suhu tubuh hingga 40°C atau lebih yang diakibatkan oleh meningkatnya suhu lingkungan. Pada keadaan ini, tubuh gagal mengatur suhunya untuk tetap normal. Kondisi ini tak jarang dapat mengancam jiwa penderitanya. Heat stroke juga dapat terjadi pada kebiasaan memasuki mobil yang terparkir lama di bawah sinar matahari tanpa menunggu suhu di dalam mobil untuk turun terlebih dahulu. Sebab, suhu di dalam mobil yang terpakir di bawah terik sinar matahari dapat mencapai

hingga 49° C. Penderita heat stroke mengalami penurunan kesadaran dengan gambaran lemas, bicara meracau, atau pingsan. Produksi keringat penderita sangat sedikit atau bahkan tidak memproduksi keringat sama sekali, walaupun berada di bawah terik matahari. Sebelum mengalami penurunan kesadaran, penderita mengaku merasa pusing, sakit kepala dan seluruh tubuh menjadi lemas. Pada beberapa kasus, gejala dapat disertai kejang, terutama jika hal ini menyerang anak-anak. Beberapa cara dapat dilakukan untuk mencegah heat stroke. Pertama, hindari beraktivitas terlalu lama di bawah sinar matahari/di luar rungan. Banyaklah mengonsumsi air mineral untuk mencegah dehidrasi karena air dapat membantu regulasi tubuh dalam mengatur suhu. Hindari terlalu banyak mengonsumsi teh atau kopi karena kedua minuman tersebut merangsang kita untuk EDQ\DN EHUNHPLK EXDQJ DLU NHFLO +LQGDUL menggunakan pakaian yang terlalu tebal saat berada di bawah sinar matahari. Hindari kebiasaan langsung memasuki kendaraan yang terparkir lama di bawah sinar matahari. Hal yang bisa dilakukan terhadap penderita heat stroke, yakni menurunkan suhu tubuhnya dengan cepat. Hal ini dilakukan guna mencegah komplikasi seperti shock akibat dehidrasi, dan mencegah kerusakan otak. Untuk itu, bawalah penderita ke tempat yang lebih dingin/sejuk. Jangan berkerumun di sekitar penderita karena hal tersebut dapat menyebabkan pelepasan panas menjadi terganggu. z Winata/Sugiarta, dari berbagai sumber

MBP/edi

4 - 10 April 2016

33


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

KEMISKINAN - Komitmen Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata, untuk mengentaskan angka kemiskinan di Kabupaten Gianyar sangatlah tinggi. Tidak saja berupaya mengentaskan kemiskinan, Bupati Agung Bharata juga membangun secara menyeluruh wilayah desa agar mampu bangkit dan meningkatkan kesejahteraan warganya. Seperti tercermin dari kunjungan Bupati Agung Bharata di Banjar Pilan Desa Kerta Kecamatan Payangan, Jumat (18/3).

PKK GIANYAR - Berbagai upaya sudah dilakukan PKK Gianyar guna memaksimalkan peran perempuan dalam persaingan ekonomi. Pemkab Gianyar yang melihat semangat ini pun terus memberikan dukungan. Salah satunya dengan melaksanakan lomba untuk peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG), serta HUT PKK ke-44.Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Gianyar I Ketut Suweta, mengatakan PKK merupakan mitra pemerintah terutama dalam pemberdayaan perempuan salah VDWXQ\D PHODOXL SHQJHPEDQJDQ NUHDWL¿WDV GDQ NHPDQGLULDQ para perempuan dalam menjalankan perannya.

MBP/ist MBP/ist

PERBARINDO - Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) DPK Badung menggelar kegiatan edukasi dalam rangka meningkatkan literasi keuangan konsumen/masyarakat di lapangan parkir Pasar Bringkit, Minggu (20/3). Acara yang bertemakan “BPR Bersama UMKM” itu pertama kali dilakukan di tahun 2016.

34

4 - 10 April 2016

FPK – Pelaksanaan Forum Peningkatan Kinerja (FPK) tahun 2016 diadakan di Pulau penyu, di mana pekerja BRI Cabang Amlapura mengadakan kegiatan sosial penanaman mangrove, dilanjutkan permainan watersport. Kegiatan FPK BRI Cabang Amlapura ini diikuti oleh 245 pekerja BRI Cabang Amlapura, terdiri dari 1 Kantor Cabang, 1 Kantor Kas, 12 BRI Unit dan 6 Teras BRI. Acara FPK kali ini berlangsung di Pulau Penyu.


MBP/ist

STIKOM - STIKOM Bali belum lama ini memberikan penghargaan kepada Konsul Jenderal Jepang di Denpasar Drs. Noboru Nomura berupa pengangkatannya sebagai visiting professor. Pembina Yayasan Widya Dharma Santhi (WDS) -- yayasan yang menaungi Stikom Bali -- Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. mengatakan, pengangkatan Mr. Noboru Nomura sebagai guru besar tamu Stikom Bali adalah wujud penghormatan atas jasa-jasanya memperkenalkan Indonesia, khususnya Bali kepada masyarakat Jepang.

MBP/ist

TINJAU LOKASI - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. dan Wakil Bupati Drs. I Ketut Suiasa, S.H., Senin (21/3) langsung turun ke lapangan meninjau lokasi pemblokiran akses jalan ke proyek Hotel Canggu Intercontinental. Bupati Giri Prasta mengharapkan pihak-pihak yang selama ini berbeda pendapat dapat sama-sama menahan diri. Bupati menegaskan siap menjadi mediator agar ditemukan win-win solution yang dapat diterima kedua belah pihak.

MBP/ist

MBP/ist

JJB - Senator DPD-RI Bali memberi peringatan keras kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anaz, yang dalam pendapatnya yang dikutip sejumlah media, bahwa pihaknya mendukung pembangunan Jembatan Jawa-Bali (JJB). Hal ini, menurutnya, telah mengingkari sejarah sekaligus pertanda bahwa Bupati Banyuwangi tidak paham tentang sejarah penolakan jembatan ini. Bupati Anaz belum paham sejarah hubungan Jawa dan Bali. JJB ini sudah terus ditolak dari zaman Orde Baru hingga saat ini. Demikian dikatakan Senator DPD-RI, Gusti Wedakarna.

P2TP2A - Sebagai pimpinan daerah yang memiliki tanggung jawab besar terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama perlindungan terhadap hak anak dan perempuan dalam mendapatkan keadilan, Bupati Tabanan Ni Putu EkaWiryastuti mendukung gerakan pendidikan kader bangsa yang dimotori oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Hal itu terungkap saat Bupati Eka menerima audensi dari P2TP2A dan Forum Anak Daerah (FAD) di ruang kerjanya, Selasa (22/3) 4 - 10 April 2016

35


LINGKUNGAN

”Earth Hour” untuk Iklim Global

36

4 - 10 April 2016


H

ari raya Nyepi yang dilaksanakan umat Hindu di Bali, boleh jadi kini telah mendunia. Sebab, konsep tentang Nyepi telah disampaikan di forum resmi PBB. Bahkan, beberapa belahan dunia kini melaksanakan kegiatan mirip Nyepi yang disebut sebagai “Earht Hour”. Ini merupakan sebuah kegiatan global yang diadakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) pada Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya. Kegiatan ini berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim. Earth Hour sendiri digagas pada tahun 2004. Setelah mempertimbangkan sejumlah bukti ilmiah, WWF Australia mengunjungi agen periklanan Leo Burnett Sydney untuk mendiskusikan ide yang akan menarik perhatian warga Australia tentang perubahan iklim. Ide pemadaman berskala besar ini diciptakan dan dikembangkan tahun 2006, awalnya dengan nama “The Big Flick”. WWF Australia mempresentasikan konsepnya ke Fairfax Media dan disetujui oleh Wali Kota Sydney, Clover Moore. Earth Hour 2007 diadakan tanggal 31 Maret di Sydney, Australia, pukul 19.30 waktu setempat. Earth Hour 2008 diadakan secara global pada tanggal 28 Maret 2008 mulai pukul 20.00 sampai 21.00 waktu setempat. Dengan 35 negara yang berpartisipasi melalui kota utamanya dan dukungan dari 400 kota lainnya, Earth Hour 2008 berhasil diselenggarakan di semua benua di dunia. Sejumlah markah tanah ternama di dunia ikut memadamkan lampu, seperti Sydney Opera House (Sydney, Australia), Empire State Building (New York City, AS), Sears Tower (sekarang Willis Tower, Chicago, USA), Monumen Nasional (Jakarta, Indonesia), Golden Gate Bridge (San Francisco, AS), Bank of America Plaza (Atlanta, AS), Space Needle (Seattle, AS), Table Mountain (Cape Town, Afrika Selatan), Colosseum (Roma, Italia), Azrieli Center (Tel Aviv, Israel), Royal Castle (Stockholm, Swedia), CN Tower (Toronto, Kanada), SM Mall of Asia, SM Science Discovery Center (Manila, Filipina), Suva (Fiji), Nidaros Cathedral (Trondheim, Norwegia), Petronas Towers (Kuala Lumpur, Malaysia), KL Tower (Kuala Lumpur, Malaysia), Wat Arun (Bangkok, Thailand), London City Hall(London, Inggris), dan Royal Liver Building (Liverpool, Britania Raya), Penyelenggaraan Earth Hour tahun ini menjadi momentum baru dalam aksi iklim, menyusul perjanjian Paris dari para pemimpin dunia pada bulan Desember. Perjanjian tersebut menetapkan kebijakan untuk pengurangan emisi karbon secara global hingga nol pada tahun 2100, mengganti dari bahan bakar fosil dengan energi hijau seperti tenaga surya dan angin.

Direktur Eksekutif Earth Hour Global Siddarth Das mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa dunia berada pada ‘Persimpangan Iklim.’ “Dari kamar ke ruang kelas dan ruang konferensi, orang menuntut aksi untuk iklim. “Earth Hour mengingatkan kita bahwa ada orang-orang yang berada di garis depan perubahan iklim, mereka juga di barisan pertama pertahanan kami. Tindakan kita saat ini, sebagai individu dan komunitas global, memiliki kekuatan untuk mengubah bagaimana dunia akan terbentuk untuk generasi mendatang,” katanya seperti dikutip dari Reuters. Tahun ini acara diselenggarakan di 178 negara dan daerah. Diperkirakan ratusan juta orang di 150 negara mematikan lampu untuk menunjukkan dukungan bagi planet Bumi. Sementara di tanah air sendiri, tahun ini kampanye “Earth Hour” bertajuk “Ini Aksiku, Mana Aksimu”, menyuarakan imbauan hemat energi dengan mematikan lampu lebih dari satu jam. Direktur Program Iklim dan Energi WWF Indonesia, Nyoman Iswarayoga berpendapat, mulai dari hal sehari-hari dan mudah dilakukan, masyarakat dapat berkontribusi menjaga lingkungan. “Earth hour itu adalah kampanye untuk mengurangi laju dampak pemanasan global dan perubahan iklim, kita ingin menunjukkan bahwa mudah lho kalau kita mau berkontribusi di dunia ini hanya dengan menghemat listrik. Dengan berhemat itu semakin sedikit bahan bakar yang dibakar, semakin sedikit emisi karbondioksida sebagai salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Mudah, kalau kita lakukan bersama-sama dampaknya besar bagi perbaikan lingkungan kita, mulai dari satu jam itu lanjutkan sebagai gaya hidup,” kata Nyoman Iswarayoga sembari menyebutkan, kepedulian masyarakat di Indonesia terhadap lingkungsn semakin meningkat. Eart Hour memang kini telah menjadi milik dunia. Bagimana dengan Nyepi? Meski pernah disampaikan di forum resmi PBB, tampaknya masih terkendala dianggap masih identik atau milik umat Hindu khususnya di Bali dan belum diterima universal seperti halnya Eart Hour. Padahal jika dikaji hal-hal yang dilakukan saat Nyepi dan Earth Hour hampir mirip bahkan boleh dikatakan sama. Mungkin karena lebih universal dan dilaksanakan singkat, hanya satu jam dan hanya berupa pemadaman lampu, jadinya Earth Hour lebih simpel dan lebih gampang dilaksanakan. Sementara Nyepi, harus “membunuh” segala aktivitas seharian penuh. Namun jika dilihat dari aspek pencapaian tujuan untuk menekan pemanasan global, tentulah Nyepi lebih ampuh dan lebih banyak sasarannya. Semoga kelak Nyepi bisa dilaksanakan secara universal di seluruh dunia seperti halnya Earth Hour yang dimulai dari Sidney, Australia. z Sugiarta/dari berbagai sumber 4 - 10 April 2016

37


PARIWISATA

Pariwisata Bali, Saatnya Pikirkan Destinasi

B

ali sudah saatnya berhenti berbicara akomodasi, namun bagaimana memikirkan destinasi agar menghasilkan retribusi yang sama dengan Pajak Hotel dan Restoran (PHR). Sebab, hasil penelitian Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPBD) Badung di tahun 2015 ini menunjukkan bila telah terjadi over supply kamar hotel. Bali saat ini memiliki sekitar 130 ribu kamar hotel, terbanyak ada di Bali Selatan. Di Kabupaten Badung saja, tercatat ada 95 ribu kamar dengan tingkat hunian dibawah 60 persen untuk hotel berbintang dan 40 persen untuk hotel non bintang. â&#x20AC;&#x153;Naiknya terlalu cepat dan konsen-

trasinya di selatan semua. Idealnya, tingkat hunian itu 70-80 persen keatas untuk hotel berbintang, hotel melati ya diatas 50 persen. Kalau hanya 40 persen kan hanya cukup operasional saja, â&#x20AC;? ujar Anggota BPBD Badung, Drs. Ec. I Putu Anom, B.Sc., M.Par. Kelebihan kamar hotel, lanjut Anom, menyebabkan persaingan menjadi sangat ketat. Perang tarif tak terhindarkan dan terus berlangsung sampai saat ini. Padahal, pihaknya sudah mengingatkan sejak tahun 2000 lalu agar pemerintah berhati-hati dalam mengeluarkan ijin pembangunan hotel sampai tahun 2010. â&#x20AC;&#x153;Berkali-kali kita usulkan harus ada moratorium, stop dulu. Pen-

Pertumbuhan kamar hotel di Bali kian tak terkendali. Bahkan, di 2015 lalu menunjukkan bila telah terjadi over supply kamar hotel. Pulau yang kecil ini kini memiliki sekitar 130 ribu kamar hotel, terbanyak ada di Bali Selatan.

38

4 - 10 April 2016

gusaha lokal yang modalnya kecil sekarang ketar-ketir dan terpinggirkan. Oleh karena itu, harus jeda dulu jangan menambah kamar di Bali Selatan,â&#x20AC;? tegas Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Bali ini. Anom menambahkan, pengusaha lokal rata-rata hanya mampu mencapai Break Event Point dari usaha akomodasi. Bila ada rencana proyek-proyek baru maka persaingan akan berlangsung semakin ketat. Tidak mustahil, pengusaha lokal khususnya di Bali Selatan akan banyak yang gulung tikar. Apalagi, investor masih enggan untuk menanamkan modal di wilayah Bali lainnya.


“Memang daya tarik Bali tetap bagus tapi yang masalah kan kemacetan. Semuanya terkonsen di Bali Selatan. Belum lagi masalah ketersediaan lahan dan air,” tandasnya. Anggota Komisi II DPRD Bali, A.A. Ngurah Adhi Ardhana mengatakan, pemerintah selama ini melihat masyarakat sejahtera dari indikator perkembangan Gross Domestic Product (GDP). Padahal, indikator masyarakat sejahtera semestinya adalah Gini Progress Indicator (GPI). Pasalnya, GDP hanya memandang dari aspek pendapatan saja. Sedangkan GPI mencakup aspek pendapatan dan biaya. “Sebagai contoh apabila suatu kota mengalami kemacetan. Bagi GDP, ini berarti pendapatan rakyat disana tinggi karena mampu beli mobil dan sejahtera. Sementara GPI, memang sangat naik pendapatannya namun biaya yang diakibatkan terjadinya kemacetan juga dihitung. Yaitu terbuangnya bahan bakar percuma, polutan terjadi, dan keterlambatan mengakibatkan rentetan sangat panjang,” paparnya. Sama halnya di sektor pariwisata, kata Adhi, GPI tidak saja memandang

aspek PHR yang tinggi. Tapi apakah betul PHR tinggi menunjukkan pariwisata telah memberikan kesejahteraan pada rakyat yang sesungguhnya. Dengan kata lain, GPI juga melihat seberapa besar pariwisata budaya tergerogoti akibat tingginya kedatangan tamu sebagai indikator masyarakat sejahtera. “Seorang pemimpin dalam suatu daerah, harusnya dia sudah dengan seyakin-yakinnya berani melakukan moratorium. Dasar ini harus diperhatikan, apakah betul cost dengan mengorbankan budaya yang kita miliki sama dengan nilai pendapatan atau PHR yang diterima, equal dengan kesejahteraan rakyat yang kita harapkan,” jelasnya. Adhi menegaskan, tidak mungkin rakyat sejahtera dengan mengorbankan pariwisata budaya. Pasalnya, pariwisata budaya ada di dalam darah rakyat Bali. Ketika itu ditinggalkan atau pariwisata budaya menjadi pariwisata modern, maka dengan sendirinya rakyat Bali pasti sudah menyerahkan apa yang dimilikinya kepada orang

lain. “Artinya payuk jakan nak Bali ini kita serahkan kepada orang lain. Kalau dulu kita masak sendiri, sekarang kita natak lima untuk makan. Pengusaha lokal berhenti, cukup jadi pekerja karena kapitalisme ada disini,” terangnya. Adhi melanjutkan, Bali sudah saatnya berhenti berbicara akomodasi. Tapi sekarang bagaimana memikirkan destinasi agar menghasilkan retribusi yang sama dengan PHR. Apalagi Bali memiliki begitu banyak destinasi pariwisata yang unik. Destinasi yang ada dibuatkan Badan Pengelola untuk membangun infrastruktur bagus, melakukan promosi dan meningkatkan value objek wisata itu. “Di Singapura, apakah betul akomodasi yang menyebabkan pariwisatanya maju? Tidak juga, tapi retribusinya tinggi. Sementara kita sudah memiliki destinasi sedemikian banyak, tinggal kita mengelola dengan baik,” tandasnya. z Rindra

MBP/dok

4 - 10 April 2016

39


AKTIVITAS

MBP/ist

UNWAR - Dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Peguruan Tinggi, Fakultas Sastra Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar pengabdian pada masyarakat (P2M) di Desa Kukuh Kecamatan Marga, Tabanan, Sabtu (19/3). Kegiatan ini melibatkan 100 mahasiswa dan 30 dosen serta pegawai, berlangsung sehari penuh.Dekan Fakultas Sastra Unwar Prof. Dr. Nyoman Kardana, M.Hum. menegaskan, P2M ini merupakan kegiatan wajib yang diikuti mahasiswa yang duduk di semester lima dan enam.

MBP/ist

LPD-Untuk mempertanggungjawabkan kegiatan keuangannya, LPD Desa Pakraman Beraban melakukan Rapat Akhir Tahun (RAT) 2015, Sabtu (19/3). Dalam RAT tersebut juga diinformasikan layanan terbaru LPD, yaitu melayani pembayaran BPJS dan menyediakan layanan virtual account untuk mempermudah nasabah membayar kreditnya.Kepala LPD Desa Pakraman Beraban, I Made Suardika, S.E., memaparkan, untuk layanan virtual account, pihak LPD bekerja sama dengan Bank BNI.

MBP/ist

MBP/ist

PEMKAB KLUNGKUNG â&#x20AC;&#x201C; Upaya Pemkab Klungkung menanggulangi kemiskinan hingga langsung turun tangan ke desa-desa membuka kondisi masyarakat miskin yang belum didata. Untuk semakin mempercepat proses pengentasan kemiskinan, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meminta seluruh SKPD melakukan secara bersama-sama dengan cara keroyokan. Bupati juga mendatangi Pemkot Semarang untuk mempelajari model pengentasan kemiskinan. Dari kunjungan kerja ke Pemkot Semarang, Jumat (18/3) lalu, pihaknya melihat Pemkot Semarang memiliki cara tersendiri untuk mengentaskan kemiskinan.

MEDITERRANEAN BALI â&#x20AC;&#x201C; Guna memperluas dan menguatkan jaringan/networking dengan industri pariwisata, Kampus Mediterranean Bali yang pada penghujung Desember 2015 lalu sebagai peraih penghargaan The Best College in Bali dalam ajang Bali Best Brand Award 2015 melakukan MoU kerja sama dengan beberapa asosiasi tenaga kerja Pariwisata DPD Bali, di antaranya MoU kerja sama dengan asosiasi profesi IFBEC (Indonesian Food & Beverage Executive Association), IHKA (Indonesian Housekeeper Association), ICA (Indonesian Chef Association) dan ISA (Indonesian Sommelier Association).

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

40

4 - 10 April 2016


MBP/ist

NYEPI - Dalam catatan Komite III DPD-RI Bidang Agama, bahwa perayaan Nyepi tahun 2016 mencapai rekor terkait dengan adanya pelecehan hari raya Nyepi, baik yang dilakuMBP/ist

kan oleh krama dauh tukad (pendatangan atau non-Hindu) maupun juga krama Hindu Bali. Keprihatinan yang mendalam disampaikan Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III terhadap serangkaian pelecehan Nyepi, baik yang dilakukan di media sosial (medsos) atau di perkampungan krama dauh tukad. Sejumlah kasus yang mencuat yakni kasus pelecehan Nyepi yang diduga dilakukan oleh Johny Cell dan John Manek di media sosial.

MBP/ist

UNWAR - Program Studi Magister Kenotariatan (MKn) Unwar dipadati peminat. Pada seleksi gelombang I, Jumat (18/3) hingga Sabtu (19/3), diikuti 48 peserta. Seleksi mahasiswa baru Prodi MKn Unwar dilakukan selam dua hari. Menurut Ketua Panitia Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum., hari pertama diisi dengan tes tulis dan Sabtu diisi dengan tes wawancara. Pengumuman hasil tes gelombang I dilakukan 24 Maret. Sementara pendaftaran seleksi gelombag II dilakukan mulai awal April–Juli 2016.

RS PRIMA MEDIKA - Keinginan memiliki anak merupakan naluri dasar manusia. Dengan memiliki anak biologis kita sebagai manusia dapat meninggalkan warisan abadi dari keberadaan kita. Salah satu tujuan perkawinan adalah memiliki keturunan. Sayangnya harapan ini tidak selalu terwujud karena masalah kesuburan, baik dari pihak istri maupun suami atau bahkan kedua belah pihak.Namun kini tidak perlu terlalu khawatir lagi. Tim Dokter Klinik Bayi Tabung Rumah Sakit Prima Medika, Denpasar menawarkan solusi program bayi tabung yang aman, nyaman dan terjangkau. Solusi ini diungkapkan dalam Seminar ‘’Awam Bayi Tabung’’ yang digelar di Sanur Paradise Plaza Hotel, Sanur, Minggu (20/3) lalu.

MBP/ist

PRODIA - Pelanggan Prodia yang berada di daerah Bali Barat (Tabanan dan Negara) kini tidak perlu pergi ke rumah sakit lagi jika ingin melakukan medical check-up. Pasalnya Prodia Tabanan kini melakukan pembaharuan dengan hadirnya gedung baru yang dapat melayani pelanggan dengan fasilitas pemeriksaan yang jauh lebih lengkap dan tempat yang nyaman. Peresmian gedung baru Prodia di Tabanan berlangsung, Sabtu (19/3). Gedung diresmikan President Director PT Prodia Widyahusada Dr. Dewi Muliaty, M.Si. dan dihadiri Regional Head Area 6 Laniwati Sutanto dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Nyoman Suratmika. 4 - 10 April 2016

41


OBJEK WISATA

Hidden Canyon Bali

Objek Wisata Unik di Gianyar

P

ernah berwisata ke Hidden Canyon Bali? Daya Tarik Wisata (DTW) ini tergolong unik dan satu-satunya ada di Bali. Anak-anak muda sangat menyukai karena memiliki rahasia yang hanya bisa dibaca oleh imajinasi. Hidden Canyon Beji Guwang atau Hidden Canyon Bali berada di area Sungai Beji yang lokasinya dekat dengan Pura Dalem Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Dari Sanur bisa ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit, sekitar 6 menit dari Pasar Seni Sukawati. Dulu, keberadaan Hidden Canyon tersembunyi yang jarang dijamah manusia. Namun, di era sosial media saat ini, destinasi baru ini sangat ramai dikunjungi. Bahkan, DTW yang memiliki sebuah aliran sungai dengan dibentengi tebing batu tajam di kanan dan kirinya itu mulai banyak diperbincangkan orang-orang. Hidden Canyon menjadi tempat wisata baru sebagai objek wisata alternatif berwisata di Pulau Dewata. Tak hanya masyarakat lokal, tetapi juga masyarakat luar daerah dan luar negeri. Berawal dari sebelah pura, kemudian menuruni tangga menuju ke bawah, dan dari sini akses menuju Hidden Canyon tersebut dimulai. Jumlah anak tangga yang harus dilewati lumayan banyak, sehingga memerlukan stamina kuat. Setelah menuruni beberapa anak tangga, akan terlihat area pancoran air yang biasanya digunakan untuk warga lokal sebagai setempat melasti (sebuah upacara keagamaan umat Hindu Bali). Selanjutnya menuruni sungai dan berjalan melewati daerah bebatuan yang jaraknya sekitar 700 meter untuk sampai di lokasi lembah tersembunyi itu. Terkadang memanjat beberapa tebing kecil, lalu melewati medan bebatuan kembali. Lokasi Hidden Canyon termasuk dalam kategori tempat suci umat Hindu, sehingga kesopanan dalam bertingkah ataupun berkata sangat diperhatikan. Menjadi daya tarik dari Hidden Canyon Bali ini adalah pemandangan tebing batu yang memiliki tinggi sekitar 20 – 30 meter dengan aliran sungai yang berwarna biru langit. Pengunjung memanfaatkan keindahan pemandangan tebing itu sebagai latar belakang fotonya. Tebing-tebing alam sungai itu memiliki liuklekuk yang sangat menarik. Ada 3 lembah rahasia yang bisa dilihat dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam hingga 2 jam. Tebing-tebing batu itu memiliki bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan imajinasi pengunjung. Ada yang berbentuk tengkorak, macan, kepala kera, orang dengan muka sedih atau tersenyum. Bentuk-bentuk wajah itu terkadang terlihat jelas setelah melihat dari hasil fotonya. Karena itu, tempat wisata baru ini sering disebut dengan lembah rahasia. Bisa jadi bentuknya tetap, tetapi warna dari tebing itu berubah-ubah karena efek cahaya matahari dan tingkat kelembaban yang dapat mempengaruhi warna. “Pengunjung biasanya berfoto-foto dengan latar belakang tebing itu,” kata Komang Bayu Kepala Operasional DTW Hidden Canyon itu. Untuk bisa menyimak rahasia tebing itu, pengunjung akan dikenakan dana punia (sumbangan sukarela). Setelah mengisi buku tamu, pengunjung akan diantar oleh pemandu wisata yang merupakan warga asli di sana. Pengunjung diharapkan bersikap sopan karena kawasan Hidden Canyon merupakan tempat suci. Menurut warga di sana percaya sebagai penghuninya adalah macan kuning,

42

4 - 10 April 2016

naga putih. “Wisatawan sering memanfaatkannya sebagai tempat meditasi,” terang Bayu. Dalam sehari-harinya, Hidden Canyon selalu ramai dikunjungi wisatawan. Baik masyarakat lokal, wisatawan domestik seperti dari beberapa kota di Pulau Jawa dan Sumatera serta wisatawan asing seperti dari Eropah, Jerman, Belanda, Asia, Thailand, Korean, Jepang, China, Singapura, Malaysia dan lainnya. “Mereka kebanyakan wisatawan yang menyukai tantangan,” imbuh Bayu. z Budarsana LAPORAN


AKTIVITAS

MBP/ist

LKPJ - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Selasa (22/3) menyampaikan pidato pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung tahun 2015. Pidato tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Badung yang dipimpin Ketua DPRD Putu Parwata bersama dua wakilnya masing-masing Nyoman Karyana dan Made Sunartha bersama puluhan anggota. Selain Bupati dan Wabup Ketut Suiasa, rapat paripurna tersebut juga dihadiri Sekkab Badung Kompyang R. Swandika dan pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Badung. Hadir juga staf ahli DPRD, staf ahli fraksi serta undangan lainnya.

MBP/ist

RUMJAB - Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, Rabu (23/3) memulai menempati rumah jabatannya di Jalan Praja, Dalung. Sebelum menempati Rumjab

MBP/ist

UNWAR - Setelah menjalin kerja sama internasional dengan 0DKDULVKL 8QLYHUVLW\ RI 0DQDJHPHQW 080 )DLUÂżHOG ,RZD AS, Universitas Warmadewa (Unwar) kembali mengembangkan kerjasama dengan PT di luar negeri. Belum lama ini, Unwar meneken MoU dengan Charles Darwin University. Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana bersama Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Prov. Bali Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, 0 6L GDQ :5 , 8QZDU 1\RPDQ .DFD GDQ 'HNDQ )+ 8QZDU 'U 3XWX %XGLDUWD 6 + 0 + GLXQGDQJ NKXVXV NH 6FKRRO RI /DZ )DFXOW\ RI /DZ (GXFDWLRQ %XVLVQHVV DQG $UW 8QLYHULVW\ RI Charles Darwin, Kamis (10/3) lalu.

MBP/ist

PLN - PLN Distribusi Bali, Jumat (18/3) melakukan pengoperasian sambungan listrik pelanggan tegangan menengah di kawasan Pelabuhan Benoa. Hal ini dilakukan untuk menjawab kekawatiran masyarakat terhadap kekurangan listrik di Bali serta menun-

\DQJ WHODK UDPSXQJ GLUHQRYDVL 8SDFDUD SHFDUXDQ GDQ 3HPHODV-

jukkan kepada masyarakat bahwa penyambungan listrik kini

pasan pun dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung.

ELVD OHELK FHSDW +DO WHUVHEXW MXJD PHPSHUWHJDV EDKZD 3/1 VLDS

'DODP XSDFDUD 3HPHODVSDVDQ GDQ 3HFDUXDQ 5VL *DQD WHUVHEXW

melayani listrik di Bali.Manajer Area Pelayanan Prima PLN Dis-

GL SXSXW ROHK ,GD 3HUDQGD 1JXUDK 3XWUD .HQLWHQ GDUL *UL\D .HGLUL

tribusi Bali Daniel Lestanto mengatakan, penyambungan listrik

Sangeh. Sementara di rumjab Wakil Bupati Badung di-puputoleh

pelanggan tegangan menengah sebesar 2180 KVA tersebut untuk

,GD 3HUDQGD *GH %XUXDQ *UL\D 3HVUDPDQ 'KDUPDVDED

memenuhi kebutuhan terminal LNG Pelindo di pelabuhan Benoa. 4 - 10 April 2016

43


AKTIVITAS

MBP/ist MBP/ist

FORUM - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Bappeda Kota Denpasar menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Denpasar 2017, Selasa (22/3) di Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang. Kegiatan bertujuan mengomunikasikan rancangan awal Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Denpasar tahun 2017 serta menginventarisir masukan dari berbagai unsur sebagai bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD tahun 2017. Forum dibuka Asisten Administrasi Umum Kota Denpasar IGN Eddy Mulya mewakili Wali Kota Denpasar. Hadir pada kesempatan itu Ketua DRPD Kota Denpasar I Gst. Ngurah Gede, Kepala Bappeda Kota Denpasar I.B. Subrata dan pimpinan SKPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

BASARNAS - Untuk menyiapkan para rescuer yang tangguh dan memiliki pemahaman serta keterampilan praktis dalam pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan, Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor SAR Denpasar, Kamis (17/3) menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) potensi SAR Medical First Responder (MFR) angkatan XIV tahun 2016. Bertempat di Jantor SAR Jalan Uluwatu, Jimbaran, pelatihan yang pertama kali digelar di Bali ini akan berlangsung selama 10 hari.

MBP/ist

SMART CITY â&#x20AC;&#x201C; Program Smart City atau kota cerdas Kota Denpasar yang digagas Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara dengan melihat dinamika problematika pembangunan kota cukup tinggi dari persoalan kependudukan, persampahan, banjir, dan kemacetan. Salah satu solusi yang dapat ditempuh, dengan memanfaatkan metode smart city sebagai salah satu langkah penggunaan perangkat teknologi dalam tata kelola kota. Dengan sistem pengelolaan yang smart, pemerintah bisa menyelesaikan persoalan dengan lebih efektif dan efisien.

44

4 - 10 April 2016

MBP/ist

APTISI - Jajaran Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia (Aptisi) Wilayah VIII Bali, Sabtu (19/3) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil). Muswil diikuti 58 pimpinan PTS dan badan penyelenggara PTS di Bali. Muswil dibuka Koordinator Kopertis VIII Prof. Nengah Dasi Astawa, S.E., M.Si. Ketua Panitia Prof. Dr. Nyoman Budiana, S.H., M.Si. mengatakan, muswil selain membahas program kerja juga memilih pengurus baru. Sebab, Ketua Aptisi VIII Bali demisioner Prof. Gede Sri Darma, DBA. sudah dua kali terpilih.


MBP/ist

PURA BESAKIH â&#x20AC;&#x201C; Setelah hampir satu bulan bekerja keras, tim DPD-RI B.65 yang di-support dengan Relawan 41, Aliansi Hindu Muda Indonesia dan Organisasi Pemuda Cakra Bhirawa akhirnya merampungkan program ngayah Penataan Zona Ekonomi Pura Besakih. Dikomandani oleh Ida Bagus Budi Antara, S.E. (Ketua Perhimpunan Hindu Bali) sejumlah penataan telah tuntas dilakukan, di antaranya penataan areal parkir di jalur Goa Raja dan jalur Dalem Puri, penataan areal Taman Besakih, penataan pedagang permanen asli warga Besakih, penataan 68 pedagang yang tidak memiliki lapak atau kios, penataan areal terbuka di seputar Pura Besakih.

MBP/ist

SEKOLAH - SMP PGRI 2 Denpasar adalah sekolah lengkap. Disuruh mewakili lomba apa saja sekolah ini bergerak jauhjauh sebelumnya. Kini SMP PGRI 2 Denpasar dibina khusus untuk dipersiapkan menjadi Sekolah Adiwiyata. Tim Pembina Sekolah Adiwiyata Provinsi Bali 2016, Selasa (22/3) melakukan pembinaan khusus di sekolah ini.

MBP/ist

JOHNNY CELLULAR - Pemilik toko Johnny Cellular, Johnny, tidak ingin memperpanjang kasus perusakan tokonya oleh massa saat Pangerupukan, Selasa (8/3) lalu. Hal itu dibuktikan dengan menyerahkan surat pernyataan tidak menuntut siapa pun terkait kejadian itu kepada Kapolsek Kuta Kompol Wayan Sumara. Selain itu, Kamis (17/3), Johnny didampingi istrinya, Indrawati, dan keluarganya sudah bertemu dengan Bendesa Adat Kuta I Wayan Swarsa untuk menyampaikan hal itu dan permohonan maaf jika ada perilaku atau cara bergaul selama menjalankan usaha di Jalan Kubu Anyar nomor 22, Kuta, ada yang tidak berkenan di hati warga di sana.

MBP/ist

UAS - Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) di SMP PGRI 2 Denpasar sengaja diformat seperti pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sesungguhnya. Ini dilakukan Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. untuk membudayakan siswa meraih prestasi secara berintegritas. Sebanyak 430 siswa kelas X mengikuti UAS terintregrasi Kota Denpasar. Semua siswa meletakkan tas di luar kelas, dengan kehadiran 100 persen tanpa ada yang lolos dari pemeriksaan para pengawas. 4 - 10 April 2016

45


AKTIVITAS

MBP/ist MBP/ist

FOGGING - Tingginya mobilitas penduduk dan banyaknya permukiman baru yang padat penduduk di Kota Denpasar sangat membebani lingkungan, sehingga lingkungan menjadi kondusif bagi perkembangan penyakit menular utamanya Demam Berdarah Dengue (DBD). Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan kembali melaksanakan penyemprotan/fogging massal untuk kedua kalinya di seluruh wilayah kecamatan dan desa/kelurahan dengan menggunakan ULV (Ultra Low Volume) disertai dengan abatisasi massal lanjutan (Siklus III).

UNDHIRA - Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali dikunjungi SEAMOLEC–AIC (Southeast Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre), Kamis (17/3). Kedatangan SEAMOLEC dalam rangka menyosialisasikan program kerja sama, khususnya di Bali. Seminar sosialisasi itu dihadiri Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa, pimpinan PTN dan PTS di Bali, Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra, Ketua Yayasan Dhyana Pura Dr. I Wayan Damayana, para Wakil Rektor Undhira, Dekan FIKST, Dekan FEH, dan Kaprodi di lingkungan Undhira.

MBP/ist MBP/ist

UNHI DENPASAR - ‘’Sulitnya Orang Mati di Tanah Bali’’. Demikian tema seminar yang diangkat Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan (FIAK) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, Selasa (22/3) di aula Gedung Rektorat Unhi. Seminar nasional dalam rangka bulan HUT ke-53 FIAK Unhi tersebut menghadirkan narasumber Ida Pedanda Gede Giri Dwija Guna, Ida Pandita Empu Siwa Budha Dhaksa Dharminta dan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti. Pada seminar yang dipandu Drs. I Putu Sarjana, M.Si. tersebut tampil sebagai keynote speaker Ketua PHDI Bali Prof. Dr. IGN Sudiana, M.Si.

46

4 - 10 April 2016

YAYASAN - Yayasan Cahaya Cinta Kasih menyelenggarakan acara temu kangen bersama Bunda Arsaningsih, Kamis (17/3). Acara bertemakan “Kebersamaan Membawa Kedamaian” itu diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai kalangan. Acara yang juga dirangkaikan dengan launching program parenting revolusi mental dan clean and green itu bertujuan untuk melaporkan kegiatan yang telah dilakukan Yayasan Cahaya Cinta Kasih. Ketua Pelaksana Temu Kangen Bunda Arsaningsih, dr. AA. Made Gede Sudiadnyana menjelaskan, Bunda Arsaningsih telah banyak melakukan program pencerahan di masyarakat baik di sekolah-sekolah, instansi swasta dan pemerintah, kelompok masyarakat yang sudah berjalan dari tahun 2013 sampai sekarang.


MBP/ist MBP/ist

YP3LPK- Baru setahun beroperasi, Klinik Utama Tulus Ayu milik Yayasan Perkumpulan Penyelenggaraan Pendidikan dan Layanan Pendidikan dan Kesehatan (YP3LPK) Bali mendapat respon positif masyarakat Bali. Serangkaian HUT ke-1 Klinik Utama Tulus Ayu di Jl. Batanghari No 22 Panjer Denpasar, Jumat (18/3), menggelar berbagai program pro kesehatan ibu dan anak. Kepala Klinik Utama Tulus Ayu dr. IBN Suardiana Manuaba, S.p.Og. mengungkapkan rasa terima kasihnya karena klinik baru ini mendapat hati di masyarakat.

PEMKAB BADUNG - Setiap Jumat dan rerainan purnama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung mewajibkan jajaran pegawainya untuk menggunakan bahasa Bali. Penggunaan bahasa Bali telah dipertegas dengan diterbitkannya Peraturan Bupati Badung Nomor 24 Tahun 2016 tentang Penggunaan Bahasa Bali di lingkungan Pemkab Badung. Perbup ini telah ditetapkan di Mangupura, 4 Maret dan mulai berlaku 9 Maret 2016 yang bertepatan dengan Tahun Baru Caka 1938 lalu.Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Jumat (18/3) mengakui memang ide pemerintah setempat untuk mencanangkan â&#x20AC;&#x153;Dina Mebasa Baliâ&#x20AC;? yang mengemuka saat Forum SKPD, 25 Februari 2016 lalu.

MBP/ist MBP/ist

BPR LESTARI - Menjadi donatur tetap di 20 panti asuhan merupakan komitmen yang terus dipenuhi BPR Lestari. Bulan ini, BPR Lestari kembali menyumbangkan 4 ton beras kepada 20 panti asuhan tersebut. Selama dua hari, mulai 14 sampai 16 Maret 2016, segenap tim manajemen dan karyawan BPR Lestari turun langsung membagikan 4 ton beras kepada 20 panti asuhan binaan BPR Lestari.

BLUSUKAN - Keseriusan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mengentaskan kemiskinan di Bali Utara ditunjukan Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Dia turun melakukan blusukan bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Aries Suradnyana dan Wakil Ny. Ayu Wardhany Sutjidra. Kepedulian itu direfleksikan dalam wujud penyerahan bantuan kursi roda dan bedah rumah , Selasa (22/3) lalu kepada warga di Desa Les Kecamatan Tejakula. 4 - 10 April 2016

47


TRADISI

MBP/eka

Krama Desa Adat Semate menggelar tradisi mbed-mbedan di depan Pura Desa dan Puseh Desa Adat Semate, Badung. Tradisi ini digelar setahun sekali bertepatan dengan hari raya Ngembak Geni.

’’Mbed-mbedan’’ di Semate

Rekatkan Tali Persaudaraan PAGI hari, saat ngembak geni (sehari setelah Hari Raya Nyepi), krama Desa Adat Semate, Kelurahan Abianbase, Mengwi-Badung, tampak sudah berkumpul di Pura Desa/Puseh, desa adat setempat. Mereka bersiap-siap melakukan persembahyangan dalam rangka pelaksanaan tradisi mbed-mbedan. Masingmasing krama membawa sarana upakara berupa tipat bantal untuk dihaturkan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Selanjutnya, krama menuju depan Pura Desa/ Puseh menggelar mbed-mbedan. Tradisi ini belakangan rutin digelar tiap tahun. Mbed-mbedan di Desa Adat Semate mirip olahraga tarik tambang. Namun, tali yang digunakan spesial dari batang pohon menjalar, yang oleh masyarakat Semate disebut bun kalot. Bun kalot ini tumbuh di kuburan Desa Semate. Pohon itu sudah ada sejak ratusan tahun, menjalar di sebuah pohon kroya. Peserta mbed-mbedan tak hanya kalangan teruna-teruni, tetapi juga para penglingsir. Dalam tradisi ini peserta tak mementingkan unsur menang-kalah. Peserta laki-laki berhadapan dengan lawan laki-laki, peserta perempuan berhadapan dengan lawan perempuan. Tali dari bun kalot dipegang masing-masing lawan dengan jumlah peserta dan kekuatan yang sama. Setelah aba-aba dimulai, masing-

48

4 - 10 April 2016

masing peserta menunjukkan kekuatannya. Tali ditarik dengan sekuat tenaga. Pada saat peserta saling menunjukkan kekuatannya, ada krama yang ‘’bertugas’’ menggelitik tubuh peserta. Peserta yang tak tahan gelitikan, tentu akan melepas pegangannya, sehingga kekuatannya menjadi melemah. Permainan dinyatakan selesai manakala peserta berhasil menarik tali yang dipegang lawan. Setelah mbed-mbedan selesai, krama kemudian berkumpul, menikmati lungsuran tipat bantal bersama-sama. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan betul-betul tampak dalam tradisi itu. Boleh dikatakan, krama Desa Adat Semate membuka lembaran Tahun Baru Çaka dengan spirit kebersamaan. Diawali dengan persembahyangan bersama, terlibat dalam pelaksanaan tradisi atau upacara warisan leluhur secara bersama-sama, kemudian menikmati lungsuran paican Ida Batara (berupa tipat bantal) secara bersama-sama pula. Setelah upacara, diisi dengan saling memaafkan. Bendesa Adat Semate I Gede Suryadi, S.H. sempat mengatakan, Mbed-mbedan ini sudah ada sejak lama di Desa Adat Semate. Tradisi atau upacara ini sempat vakum selama 40 tahun. Tradisi warisan leluhur ini ‘’mungguh’’ dalam Raja Purana Desa Adat Semate. Dalam Raja

Purana itu, mbed-mbedan merupakan tradisi atau perayaan untuk menghormati bhisama Rsi Mpu Bantas dalam suatu pengambilan keputusan yang saling tarik ulur dalam suatu musyawarah di Desa Adat Semate. ‘’Tradisi ini diadakan pertama kali sekitar Tahun Çaka 1396 atau 1474 masehi pada saat pamlaspasan berdirinya pura kahyangan tiga di Desa Adat Semate. Tradisi ini sempat ditiadakan selama bertahun-tahun, baru mulai dilaksanakan kembali pada tahun 2011 setiap tahun yaitu pada sasih kadasa, tanggal pisan (hari raya Ngembak Geni atau sehari setelah hari raya Nyepi) untuk mohon keselamatan dan anugerah Tuhan/ Hyang Bhatara, dengan menghaturkan upakara daksina suci pada pura yang menjadi sesungsungan di Desa Adat Semate. Tradisi mbed-mbedan ini dilaksanakan di depan Pura Desa/Puseh oleh seluruh krama yang dimeriahkan dengan tetabuhan baleganjur,’’ ujarnya. Kata Suryadi, perayaan ini juga digunakan untuk merekatkan tali persaudaraan sesama krama yang dianjutkan dengan makan tipat bantal bersama sebagai simbol purusa pradana (laki-laki, perempuan) dan diakhiri dengan saling memaafkan. z Subrata


AKTIVITAS

MBP/ist

ABSENSI SCAN - Absensi dengan cara menual tentu terlihat lebih ribet dan membutuhkan waktu bagi guru dalam memanggil satu persatu nama siswa masing-masing di kelas. Disamping itu secara manual tingkat kedisiplinan siswa khusunya dalam kehadiran mengikuti pelajaran sering terjadi kecurangan yang dilakukan siswa itu sendiri. Penerapan absensi scan wajah atas dorongan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara kepada setiap sekolah sebagai langkah pendekatan pelayanan dalam bidang pendidikan.

WISATA SYARIAH - Konsistensi perjuangan Senator DPD RI asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah AryaWedakarna MWS III untuk menolak Wisata Syariah di Bali dibuktikan denganpernyataan tajam yang disampaikan saat rapat kerja Komite III Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Menteri Pariwisata RI. Di hadapan Senator RI seluruh Indonesia, Gusti Wedakarna menyampaikan sikap masyarakat Baliu ntuk menolak PariwisataSyariah yang digagas pada rezim SBY lalu itu.

MBP/ist

SEMINAR - Tax Center Unwar bekerjasama dengan Kanwil

SEPAK TAKRAW - TIM sepak takraw SMAN 7 Denpasar

DJP Bali kembali menggelar seminar perpajakan. Materi yang

(Sisma) belum terkalahkan selama tujuh tahun Walikota

diambil sesuai kondisi kekinian yakni â&#x20AC;&#x153;Bedah SPT Tahunan

MBP/ist

MBP/ist

Cup. Tahun ini kembali sukses memborong juara I dan II

dan Pemanfaatan Teknologi Pelaporan SPTâ&#x20AC;?. Seminar dibuka

di kategori putra dan putri Walikota Cup. Ini berarti, tujuh

Rektor Unwar diwakili WR II Ni Putu Pertamawati, S.E., M.M.

tahun SMAN 7 Denpasar meraih juara I berturut-turut baik

didampingi Kakanwil DJP Bali diwakili Kasi Kerjasama dan

di putra maupun putri. Di putra, dari tiga tim yang dikirim,

Hubungan Masyarakat Elisa Rahel. Tampil sebagai narasum-

semuanya merebut piala.

ber Ni Made Ulantari dan Ni Wayan Nuratni dari DJP Bali. 4 - 10 April 2016

49


PROPERTI

Terbuka Peluang KPR Melaluiâ&#x20AC;?Financeâ&#x20AC;?

K

uartal kedua tahun ini, ekonomi Indonesia menunjukkan tanda-tanda positif dengan terus menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Ditambah dengan diturunkannya acuan bunga BI 0,25 basis point, sehingga akan mendorong perbangkan nasional dan bank swasta seperti BPR akan menyesuai tingkat suku bunga yang diberlakukan di pasar saat ini. Pengamat properti John Sadewa mengatakan, pemerintahperlu mengambillangkahtegas menyikapi aroma positif kwartal kedua tahun ini. Dengan demikian, dapat berlanjutdan memberikanmomentumroda perekonomian tumbuh lebih baik. Misalnya dengan mempercepat kebijakan yang diambil terkait defisit APBN dan kebijakan perpajakan yang masih menggantung. â&#x20AC;&#x153;Jika pemerintah terlambat lagi, bisa jadi pasar akan kembali merespon negatif. Kalau itu terjadi maka arus dana masuk bisa kembali terhenti, malah bisa dianggap membahayakan untuk iklim investasi yang sudah mulai membaik, khususnya di pasar modal,â&#x20AC;? ucapnya. Khusus di sektor perumahan menengah ke bawah, juga terimbas penurunan ekonomi tahun 2015. Jika kondisi ini dapat bertahan pada kuartal kedua tahun ini, maka berangsur-angsur akan pulih di kuartal ketiga akhir tahun. Walaupun, belum pulih seratus persen. Perbankan memang masih menga-

50

4 - 10 April 2016

lami traumatic dalam penyaluran kredit properti. Termasuk, kredit kepemilikan rumah menengah ke bawah karena skup bisnis bank-bank nasional cukup besar. Hal itu mengakibatkan terjadi pemulihan lebih lama dibandingkan bank swasta dan kecil seperti BPR. â&#x20AC;&#x153;Kondisi di atas akan membuka peluang pasar bagi perusahaanperusahaan multifinance atau leasing yang saat ini masih di dominasi kredit kendaraan bermotor,â&#x20AC;? tegas John. Sepengetahuannya, ada 4 perusahaan leasing yang menjadi pioneer dalam penyaluran kredit KPR, khususnya untuk segmen menengah bawah yang pasarnya sangat besar di Indonesia. Masyarakat juga akan dimudahkan denJDQ NHKDGLUDQ ÂżQDQFH GDODP NUHGLW NHSHPLlikan rumah, karena akan memberikan keleluasaan pilihan kreditur yang memberikan bunga yang lebih kempetitif. Apabila makin banyak perusahaan leasing terjun di sektor KPR ini, akan berdampak bagus terhadap kinerja pembangunan perumahan oleh pengembang seperti REI dan APERSI. Dengan keterlibatan finance dalam sektor KPR, juga berdampak terhadap penurunan suku bunga bank karena rata-rata finance bermodal kuat dan bersumber dari pasar modal, bukan dari dana pihak ketiga. â&#x20AC;&#x153;Sehingga tidak terikat oleh permainan spread bunga dana dan bunga kredit KPR yang diberi-

kan kepada masyarakat,â&#x20AC;? jelas developer asal Petang, Badung ini. Memang di bisnis properti, selain perbankan, saat ini ada juga finance yang menyediakan layanan pembayaran kredit UXPDK Âł6HNDUDQJ LQL EDQ\DN ÂżQDQFH \DQJ bisa membiayai kredit properti di Bali. Sejak tahun lalu,â&#x20AC;? tegas pengurus DPD REI Bali I Gede Suardita, S.E. Namun, lanjut Suardita, jika dikalkulasi bunganya lebih tinggi dari pada bank. Mirip-mirip bunga BPR. Menurut Direktur PTBumi Cempaka Asri (BCA) ini, perbisnis properti dan konsumen dominan kerja sama dengan bank. Selain bunga lebih rendah, VLVWHPQ\D OHELK Ă&#x20AC;HNVLEHO 6HGDQJNDQ Âżnance, sistemnya sewa beli dan kalau tidak bayar beberapa kali langsung rumahnya disita. â&#x20AC;&#x153;Tapi kalau dilihat prosesnya, mungNLQ ÂżQDQFH OHELK FHSDW ,QIRUPDVLQ\D DGD EHUDSD ÂżQDQFH \DQJ WLGDN SHUOX SDNDL %, cheking. Namun konsekuensinya, bunga lebih besar,â&#x20AC;? ungkap pengusaha properti asal Tabanan ini. Secara umum, lanjut pengusaha ramah ini, jika tidak memenuhi syarat permohonan kredik di bank, biasanya konsumen beralih NH ÂżQDQFH 'L VDPSLQJ LWX SURVHVQ\D ELVD lebih cepat. Dilihat dari segi keamanan, kata Suardita, semua aman karena pengikatan (transaksinya) pakai akte notaries. z Kerta Negara


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 132 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu