116 |30 November - 6 Desember 2015
Tiga Ancaman Kelestarian Danau Batur
RP 20.000
DAFTAR ISI OPINI z Memutus Embrio Teroris 6 BALI SEPEKAN zTolak Penetapan LC Subak Getas Ratusan Krama Datangi Mapolres 7 LAPORAN UTAMA z”Uluning Mertha” Jagat Bali Mulai Terusik 8 zTamblingan Belum Dijamah Investor 9
LENSA z Perahu 26 OLAHRAGA z Mimpi
Tampil di Olimpiade 27 LINGKUNGAN z Ramai-ramai
Sedot ABT 36
PEMERINTAHAN z Puncak Peringatan HUT
Ke-6 Ibu Kota Mangupura, Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik dan Daya Saing Daerah 38 zTiga Ancaman Kelestarian Danau Batur 11 POLITIK z’’Ya, Mohon Maaf Kita Tolak’’ 16 zSelamatkan Bali Kedepankan Kajian Sastra Hindu 17 PENDIDIKAN z Seribu Lebih Guru Tercecer 19 MANCANEGARA z Babak Baru Teror Paris 20 DAERAH z Banyak Perusahaan Tak Mampu
Terapkan UMK 22
PARIWISATA z Menguak Keindahan
Desa Kuno Bayung Gede 39
GAYA HIDUP z Kasual dan Trendi 47 TRADISI z Perang “Papah Biu” di Desa Pengotan
”Ngerahajengan Jagat” 49
PROPERTI z Tak Sesuai Tata Ruang,
Proyek Dihentikan 50
30 November - 6 Desember 2015
3
DARI PEMBACA
�Cost� Politik Calon Kepala Daerah C
alon kepala daerah sedang gencar-gencarnya melakukan pendekatan ke masyarakat dengan memberikan segudang janji yang katanya, pro-rakyat. Tetapi tidak ada calon kepala daerah yang benar-benar mengajak untuk mulai berpikir bahwa cost politik harus bisa diminimalkan sehingga calon yang maju tidak saja dari mereka yang berduit. Yang nampak sampai hari ini adalah calon kepala daerah menghamburkan uang dengan dalih sumbangan, yang nominalnya bisa dikatakan sangatlah banyak. Logikanya, baru mau maju saja seorang calon berani berbuat seperti itu, kalau sudah menduduki jabatan pastilah ia akan mengkalkulasi cost yang telah dikeluarkan. Yang terjadi adalah mereka berusaha untuk mengumbar perizinan untuk mengembalikan cost politik yang telah dikeluarkan. Masyarakat secara cerdas harus menyikapi hal ini. Calon kepala daerah haruslah dirunut rekam jejaknya dari awal sampai akhir. Bagaimana seorang pemimpin berani menegakkan kebenaran agama dan negara dan bertindak tegas untuk kemajuan bangsa ini. I Wayan Sutarsa Br. Piakan, Desa Sibangkaja, Badung
Wanita Bali Masa Kini A
da yang menarik untuk dikatakan bahwa kini wanita Bali terbelah. Di satu sisi kaum wanita yang mungkin karena kesibukannya tinggal membelanjakan uang untuk membeli sarana sesajen. Di sisi lain ada wanita yang bergiat membuat sarana sesajen untuk mendapat uang penyangga kebutuhan sehari-hari. Keadaan ini akan menumbuhkan generasi yang tidak tahu membuat banten, cukup dengan uang saja dan di sisi lain ada sebagian kaum wanita yang bergiat membuat sarana sesajen untuk men-supply PHUHND \DQJ PDX HÂżVLHQ VDMD $SDNDK KDO LQL DNDQ menempatkan warna sosial budaya Bali masa depan bergeser mundur karena satu belahan tidak pernah mengajarkan kesibukan ritual kepada anaknya dan satu belahan maju karena timbulnya generasi kreatif untuk mendapat uang penyambung hidupnya? Ini hanya catatan kecil di salah satu kota seni di Bali. Nyoman Manda Br. Teges Gianyar
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Dedy Sumartana Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
30 November - 6 Desember 2015
4
Perambahan Hutan Mengkhawatirkan MARAKNYA aksi perambahan hutan dan terus menyusutnya areal hutan dikhawatirkan berdampak pada berkurangnya kawasan tangkapan hujan dan sumber mata air. Pemerintah daerah Bali pun diingatkan untuk segera melakukan optimalisasi fungsi hutan termasuk menggalakkan program reboisasi. Perambahan hutan untuk kepentingan ekonomis harus dihentikan. Pelibatan masyarakat desa sebagai pengelola hutan desa patut dibudayakan. Pandangan ini mengemuka saat Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat terkait pengelolaan hutan di Bali. Pada jajak yang dilakukan dengan mengajukan kuisioner dan wawancara via telepon ini, responden berpandangan kebijakan pengelolaan hutan belum diposisikan sebagai masalah strategis. Padahal, keberadaan hutan di Bali sangat berpengaruh terhadap ketersediaan dan keberlanjutan sumber mata air. Berdasarkan asumsi ini, 68,58 persen mengaku belum melihat adanya kebijakan strategis dan terukur dalam pengelolaan hutan di Bali. Pengelolaan hutan untuk kepentingan ekono-
mis masih kuat. Hal ini ditandai dengan masih maraknya perambahan hutan untuk kepentingan ekonomis. Responden juga menilai optimalisasi fungsi hutan untuk kepentingan kehidupan dan menjaga keseimbangan ekosistem juga belum terlihat. Pelibatan desa dalam menjaga hutan belum maksimal. Lambatnya proses perizinan hutan desa diyakini telah menghambat partisipasi masyarakat dalam menjaga hutan. Di lain pihak, 30,56 persen responden mengakui kebijakan pengelolaan hutan sudah sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah juga telah melakukan berbagai langkah strategis termasuk di antaranya penghijauan dan membatasi investasi di kawasan hutan. Masih terjaganya kawasan hutan lindung membuktikan, kuatnya komitmen untuk menjaga kawasan hutan. Ke depan, kebijakan dan pengawasan pengelolaan hutan harus ditingkatkan. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga hutan harus diberi ruang. Sedangkan 0,86 persen responden tak memberikan respon terkait hal ini. Responden mengatakan gaung pengelolaan
hutan tak begitu terdengar. Responden kelompok ini hanya berharap Bali konsisten menjaga luas kawasan hutannya. Pengelolaan dan optimalisasi fungsi hutan bagi kehidupan jangan sampai membuat rusaknya ekosistem lingkungan dan menyusutnya sumber mata air. z Dira Arsana
30 November - 6 Desember 2015
5
5
OPINI
Memutus Embrio Teroris
S
erangkaian kekerasan bersenjata kembali mengguncang. Kali ini, Kota Paris diselimuti awan kelam bernama aksi teror. Tindakan ekstremis yang diekspresikan dalam bentuk tembakan dan pengeboman ini menelan setidaknya 132 orang. Puluhan lainnya mengalami luka-luka. Ini adalah momen paling kelam bagi publik Prancis di tahun 2015. Sebelumnya, Prancis juga diserang tindakan kekerasan terhadap kantor Majalah Charlie Hebdo yang berbasis di Paris. Serangan tersebut menewaskan 12 orang dan 11 lainnya luka-luka. Atas kejadian teror di Paris, Pemerintah Prancis langsung mendalami motif kekerasan tersebut. Kendati begitu, kelompok ektremis bernama Islam State Iraq and Syiria (ISIS) sudah mengklaim serangan tersebut. ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan ratusan nyawa. Gerakan radikalisme dan aksi teror terus berkembang dan bermetamorfosis. Kendati sudah banyak cara dilakukan untuk memutus mata rantai aksi teroris, cara dan motifnya pun kian canggih. Semakin lama, aksi teror semakin membahayakan bagi kemaslahatan umat. Ironisnya, korban yang berjatuhan adalah rakyat sipil. Ini menjadi keprihatinan bagi kita semua. Bagaimanapun, rakyat sipil yang menjadi korban kekerasan dan pengeboman tidak memiliki dosa apapun terkait dengan aksi kekerasan tersebut. Jika pun benar bahwa aksi teror di Paris yang menewaskan ratusan orang adalah ulah ISIS, ini tidak bisa dibiarkan. Kelompok radikal ini tidak mencerminkan sikap dan nilai-nilai ideologi agama. Tindakan teror ini merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus dimusnahkan. Nyatanya, tindakan kekerasan merupakan perilaku yang merusak tatanan kehidupan kemanusiaan. Bagi teroris, tindakannya yang sering menimbulkan korban sipil tidak dianggap sebagai tindakan yang melawan hukum. Melainkan sebagai tindakan dari tugas agama, atau dalam terminologi Magnus Ranstop disebut sebagai terror-
6
Oleh Aminuddin
ism in the name of religion (Sulaiman, 2007). Di sini kemudian agama dijadikan alat untuk membenarkan tindakan kekerasan tersebut. Padahal, agama apa pun tidak membenarkan perilaku kekerasan. Agama di dunia mengutuk dan tidak mentoleransi tindakan yang melawan hukum agama, hukum alam dan hukum kemanusiaan. Ini artinya, tindakan teror tidak memiliki landasan hukum untuk dibenarkan. Eksis dan Berkembang Mengapa terorisme tetap eksis dan terus berkembang? Setidaknya, ada dua elemen mengapa terorisme tetap ada. Pertama, terorisme kerap kali dihubungkan dengan kepentingan politik. Tindakan kejahatan yang ditimbulkan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan ketakutan berkesinambungan yang akhirnya berdampak pada stabilitas politik. Kedua, terorisme dilakukan dengan tujuan untuk kepentingan kelompok atau komunitas tertentu. Kekerasan ini dilakukan untuk menunjukkan eksistensi agar kelompok dan komunitasnya tetap diakui. Ketiga, tindakan terorisme dilakukan untuk kepentingan ekonomi. Biasanya,
kekerasan atas dasar kepentingan ekonomi ini menyangkut antar negara. Salah satu negara dijadikan objek sebagai upaya untuk menguasai kekayaan alamnya. Di sinilah kemudian terjadi tindakan kekerasan dengan beragam motif sehingga negara tersebut lemah. Pada akhirnya, sumber daya alam yang ada di negara tersebut dikuasai. Melihat implikasi buruknya, terorisme dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang harus ditumpas sampai ke akar-akarnya. Jika tidak, tindakan ekstrem akan terus bermunculan di berbagai daerah. Sebelum sampai pada strategi memerangi teroris, kiranya penting untuk PHUHGH多QLVL WHURULVPH 7HURULVPH WLGDN EROHK GLGH多QLVLNDQ VHEDJDL WLQGDNDQ radikal yang bersumber dari agama tertentu. Namun, teroris merupakan kelompok ekstremis yang berkembang tanpa ideologi keagamaan. Selama ini, teroris dianggap sebagai perilaku kelompok yang berasal dari ideologi dan agama tertentu. Inilah yang paling penting untuk ditumbuhkan agar tidak terjadi penafsiran semu. Oleh sebab itu, untuk memerangi aksi terorisme tidak cukup dari strategi peperangan. Yang paling penting adalah peran pendidikan deradikalisasi. Di sinilah peran keagamaan diperlukan untuk menanamkan pemahaman agama secara luas. Lembaga keagamaan seperti pondok pesantren didorong untuk mengembangkan pendidikan deradikalisme. Dengan begitu, generasi bangsa akan tumbuh dan berkembang dengan semangat perdamaian tanpa ada embrio untuk melakukan tindakan kekerasan. Indonesia harus terus bersiaga penuh menumpas kekerasan bermotif agama. Teror-teror demikian sudah saatnya dihentikan oleh pemerintah maupun masyarakat sipil. Ketika masyarakat dan pemerintah bersatu padu, bukan tidak mungkin ruang gerak terorisme semakin sempit dan bahkan hilang di negeri ini. Penulis, alumnus UIN Sunan Kalijaga dan pegiat di Forum Kolumnis Muda Yogyakarta
30 November - 6 Desember 2015
6
BALI SEPEKAN
Pembangunan Gedung Rawat Petani Belum Bisa Menanam Padi Inap RSUD Asal-asalan PEMBANGUNAN gedung rawat inap RSUD Bangli dinilai asal-asalan. Pasalnya, tembok bangunan nampak bergelombang. Demikian terungkap saat Komisi III DPRD Bangli melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Rabu (18/11). Sidak dipimpin Ketua Komisi III Ni Nengah Madya Yani dan diikuti beberapa anggota. Saat tiba di lokasi, yang pertama menjadi perhatian, yakni bahan bangunan. Batu bata yang menjadi komponen penting, kualitasnya langsung dicek. Anggota Komisi III, I Dewa Gede Oka menuding pengerjaan gedung di sisi paling utara yang menelan anggaran Rp 1 miliar, asal-asalan. Hal ini terlihat dari
tembok bangunan yang bergelombang. Menurutnya, sebagai bangunan yang nantinya ditujukan untuk publik, pembangunan ini harus benar-benar dilakukan dengan baik. “Itu bangunan temboknya seperti ular. Terlihat bergelombang. Begitu juga dengan lisplangnya. Jangan asal-asalan gitu,” ujarnya geram. Menyikapi sorotan dewan ini, kepala pelaksana proyek Wayan Arianta mengatakan pengerjaan bangunan yang dimulai pada awal Oktober ini sudah mencapai 55 persen. Untuk bisa selesai tepat waktu, ia pun memberlakukan sistem lembur dan menambah jumlah buruh. z Sosiawan
Tolak Penetapan LC Subak Getas
Ratusan Krama Datangi Mapolres
MBP/nik
RATUSAN krama Subak Getas mendatangi Mapolres Gianyar, Rabu (18/11). Kedatangan krama yang diiringi baleganjur ini bermaksud meminta perlindungan hukum dari aparat kepolisian, terkait penolakan warga terhadap penetapan kawasan Subak Getas, Buruan, Blahbatuh sebagai kawasan land consolidation (LC) sejak tahun 1995, yang hingga kini belum terselesaikan. Ratusan krama yang diiringi baleganjur ini awalnya mendatangi kantor BPN Kabupaten Gianyar. Namun saat itu, mereka tidak berhasil menemui kepala BPN yang sedang ke luar kota.
Rombongan krama akhirnya mengarah ke Mapolres Gianyar, sambil meneriakkan yel-yel agar membatalkan rencana penetapan LC di Subak Getas sembari diiringi baleganjur. Setiba di halaman Mapolres Gianyar, para krama akhirnya menyampaikan permohonan di hadapan Kapolres Gianyar AKBP Farman, agar bersedia memberi perlindungan hukum terhadap warga yang menolak lahan pertaniannya dijadikan kawasan LC. “Kami memohon perlindungan hukum kepada Bapak Kapolres Gianyar, agar lahan kami di Subak Getas tidak dijadikan land consolidation dan tanah kami itu tetap menjadi lahan pertanian yang ingin kami lestarikan,“ ucap Pekaseh Subak Getas Made Tinggen. Kapolres Gianyar AKBP Farman mengaku siap untuk membantu para petani. Namun, untuk proses hukum polisi terlebih dulu akan berkoordinasi dengan Pemkab Gianyar. Sementara itu, Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata didampingi Sekda Gianyar I.B. Gaga Adi Saputra mengaku salut dengan komitmen para petani, yang tidak akan mengalihfungsikan lahannya. z Manik Astajaya
HUJAN yang mulai turun di daerah hulu Tabanan dalam sepekan terakhir ini menyebabkan air yang mengalir ke Embung Telaga Tunjung yang berlokasi di Desa Timpag cukup besar. Meski embung sudah terisi maksimal, ternyata subak-subak yang mendapatkan air dari bendungan ini belum bisa menanam padi. Perbekel Timpag I Gusti W. Sukewahana memaparkan, meski air di embung maksimal, namun petani belum bisa menanam. Alasannya, karena perbaikan irigasi dalam hal ini yang mengairi DI (Daerah Irigasi) Meliling belum selesai. “Diperkirakan pada akhir 1RYHPEHU LQL VXGDK ¿QLVKLQJ GDQ WDQJJDO 17 Desember diserahkan. Kami berharap, akhir November sebelum proyek diserahkan secara resmi, air sudah bisa dialirkan dari irigasi sehingga petani terutama yang berada di Subak Meliling secepatnya bisa menanam padi,” kata Sukewahana, Selasa (17/11). z Wira Sanjiwani
Kemarau Panjang
Air Danau Buyan Menyusut PENELITI sekaligus dosen Fakultas Pertanian Universitas Udayana Dr. Kartini, menyebutkan potensi penurunan air Danau Buyan, Sukasada, Buleleng itu mencapai 30 centimeter setiap minggunya. Kondisi seperti itu tidak terhindarkan dan harus dialami danau terbesar di Bali Utara itu akibat musim kemarau berkepanjangan, sementara di satu sisi keperluan air yang dimanfaatkan untuk pertanian, rumah tangga terus meningkat. Danau Buyan ini, kata Kartini, memiliki luas permukaan mencapai 4,8 kilometer persegi dan kedalaman 31,7 meter. Setiap minggunya mengalami penurunan mencapai 30 centimeter. Hal itu berdasarkan pantauan dan pengukuran di lapangan. Namun, mendekati pertengah November, ia meyakini air Danau Buyan kembali naik, dengan asumsi mulai turunnya hujan. “Seminggu turun 30 centimeter. Ini disebabkan karena penguapan air Danau Buyan yang terkena pancaran panas matahari, dan juga pengambilan air untuk pertanian oleh petani. Tapi, beberapa hari ini hujan mulai turun, saya belum lihat lagi apa ada peningkatan air Danau itu. Ya mudah-mudahan airnya cepat naik,” XFDSQ\D VDDW GLNRQ¿UPDVL 6HODVD z Dewa Kusuma 30 November - 6 Desember 2015
7
7
LAPORAN UTAMA
”Uluning Mertha” Jagat Bali Mulai Terusik
MBP/dgk
Wayan Sumadra
A
da tiga danau di perbatasan antara Tabanan dan Buleleng. Danau Buyan, Tamblingan dan Beratan. Di Bangli, ada Danau Batur. Keempatnya adalah kawasan suci berstananya Catur Danu. Kawasan hulu Pulau Bali ini merupakan kawasan lestari yang seharusnya tak boleh dijamah oleh investor. Namun, tak demikian adanya. Tiga dari empat danau itu sudah tercemar. Danau Tamblingan, adalah satu-satunya danau yang masih asri. Sementara Danau Buyan, kondisinya bertolak belakang. Selain tercemar limbah rumah tangga, danau yang letaknya berdampingan dengan Danau Tamblingan sudah mengalami pendangkalan. Kondisi inilah menyebabkan beberapa wilayah di Buleleng, mengalami keterbatasan pasokan air. Keberadaan Danau Buyan dikenal sebagai uluning
8
mertha jagat Bali. Sebab air Danau Buyan memberi manfaat terhadap masyarakat di Bali. Pendangkalan Danau Buyan terjadi sejak enam bulan terakhir. “Kedalaman air Danau Buyan, kini mencapai 28 meter,” ujar Wayan Sumadra tokoh Desa Pancasari. Sebelumnya kedalaman Danau Buyan mencapai 70 meter. Kondisi terparah terjadi di depan Pura Ulun Danu Bulian. Perbukitan yang dulunya dipenuhi pepohonan mulai tandus akibat banyak pohonnya yang ditebangi. “Pendangkalan dikarenakan terjadinya erosi perbukitan di sekitar areal Danau Buyan. Sementara air Danau Buyan alami penurunan hampir mencapai 3 meter semenjak musim kemarau tahun ini,” ucapnya. Ia mengatakan, harus ada upaya penertiban pembangunan vila di wilayah perbukitan di sekitar areal Danau Buyan. “Danau Tamblingan dan Danau Buyan sebagai uluning mertha jagat Bali harus dilestarikan. Pemerintah harus fokus menyelamatkan danau-danau dari berbagai kerusakan,” tegasnya. Hal serupa diungkapkan I Gusti Ngurah Agung Dharma Wirata. Pengelingsir Puri Gede Den Bukit, Pancasari ini banyak memprotes jika ada pendirian vila dan bangunan lain yang merusak keindahan dan kelestarian Danau Buyan. Selaku bendesa adat dia mengaku jarang dilibatkan dalam proses perizinan bangunan di kawasan Pancasari. ‘’Mungkin kalau mencari izin ke desa adat pasti ditolak,’’ ujarnya. Soal pelestarian kawasan Danau Buyan, I Gusti Ngurah Agung Dharma Wirata mengatakan, telah mampu memotivasi masyarakat untuk ikut peduli menjaga lingkungan. Salah satunya dengan membuat perarem pengenaan sanksi bagi krama yang merusak lingkungan atau menebang pohon di hutan. ‘’Desa Pancasari satu-satunya di Bali yang memiliki pecalang mitra Polhut yang disahkan SK Menhut. Mereka inilah yang bertugas secara formal soal
menjaga lingkungan,’’ terangnya. Kepala BLH Bali Drs. Gede Suarjana, M.Si., mengakui, gulma air menjadi ancaman serius Danau Buyan. Tidak saja membuat danau kotor, gulma air seperti ganggang dan kapu-kapu juga mempercepat penguapan air. Bila dibiarkan, Danau Buyan lambat laun menjadi danau mati. “Danau Buyan kondisinya sangat kotor karena gulma air yang meliputi hampir sepertiga danau. Kalau tidak dikelola, dalam sebulan gulma air bisa meningkat dua kali lipat,” tegasnya. Pemerhati Lingkungan Dr. Luh Kartini mengatakan, penurunan air Danau Buyan di musim kering ini mencapai hampir 30 cm setiap minggu. Penurunan ini diakui karena permukaan danau ditutupi oleh ganggang dan kapu-kapu. “Di samping karena ada penyedotan air danau untuk pertanian. Perlu perhatian pemerintah dan semua pihak untuk mempercepat proses pembersihan gulma,” ujar akademisi Universitas Udayana yang secara rutin melakukan pengukuran tinggi permukaan air danau itu. Kartini menambahkan, Danau Buyan juga mengalami pendangkalan akibat adanya erosi. Oleh karena itu, daerah di sekitar danau juga perlu mendapat perhatian. “Solusi ke depan harus cepat dibuat sabuk hijau, danau dibentengi dari kegiatan masyarakat. Buat terasering, di beberapa tempat tanaman kopi dikembalikan lagi. Tanaman kopi bagus di sekitar danau karena ada nilai ekonomis dan konservasi. Limbah dari rumah tangga dan hotel harus dikelola dengan bagus,” paparnya. Kartini melanjutkan, aturan sempadan danau juga harus ditegakkan. Terlebih sudah ada peraturan baru dari pemerintah pusat terkait panjang sempadan danau. Tidak lagi 50 meter, tapi mencapai 200 meter dari danau pasang. z Dewa Kusuma/Rindra
30 November - 6 Desember 2015
8
Tamblingan Belum Dijamah Investor DANAU Tamblingan, satu-satunya danau yang masih asri. Di danau yang luasnya paling kecil dibandingkan tiga danau lainnya, paling sedikit terdampak kegiatan manusia. Danau yang terletak di Kabupaten Buleleng itu masih dikelilingi hutan dengan pohon-pohon besar. Namun, kondisi itu rupanya tak serta merta menjaga kualitas air dari danau yang mengairi hingga tujuh kabupaten di Pulau Dewata ini. Pasalnya, hasil penelitian BLH Bali mencatat Biological Oxygen Demand (BOD) dan PO4 (fosfat) telah melampaui baku mutu. “BOD itu kemampuan mikroorganisme untuk memecah zat-zat organik, memerlukan oksigen yang lebih banyak. Jadi tingginya BOD ini mungkin disebabkan oleh jasad renik yang busuk, jadi binatang-binatang yang busuk. Kemudian yang kedua, fosfat itu dari pertanian,â€? ungkap Kepala BLH Bali Drs. Gede Suarjana, M.Si., pekan lalu. Meski demikian, lanjut Suarjana, Danau Tamblingan belum banyak dijamah kegiatan manusia apalagi investor. Kalaupun ada, tak lebih dari aktivitas memancing, trekking, dan upacara keagamaan seperti pakelem. Dari segi air juga relatif konstan dan permukaan air hanya sedikit mengalami penurunan. Ini dikarenakan tingkat penguapannya relatif kecil. “Luas permukaannya 1,9 km persegi, jadi ini ruang untuk evaporasi semakin sedikit. Kemudian, di sana iklim makro dan mikro cukup bagus karena masih banyak tumbuh-tumbuhan yang besar. Danau ini sebenarnya kalau kita lihat dari segi fungsinya adalah fungsi konservasi, jadi kegiatan apa pun sebenarnya tidak diperbolehkan di sana kecuali kegiatankegiatan yang mendukung konservasi,â€? paparnya. Sementara itu, data dari BLH Buleleng menyebutkan, Danau Tamblingan ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam (TWA) dengan fungsi sebagai kawasan konservasi dan hutan lindung. Dengan status seperti ini, secara otomatis pengelolaan hanya bisa dilakukan yang menyangkut konservasi alam. Hal ini sudah terwujud dengan pemanfatan danau selama ini untuk lokasi penangkapan ikan oleh nelayan tradisional. Peralatan penangkapan ikan pun masih tradisional dan menggunakan pedau (perahu kayu tanpa mesin pendorong). Danau ini pun menjadi penopang sumber air untuk Buleleng dan sebagian lagi untuk Kabupaten Tabanan. Pada daerah green belt yang berbatasan dengan kawasan hutan lindung itu, membuat lingkungan danau tetap terjaga dari sudut tutupan vegetasi tanaman. Kondisi hutan lindung yang terjaga dengan baik ini membuat kondisi debit air stabil sekalipun pada musim kemarau seperti sekarang. Kepala BLH Buleleng Drh. Nyoman Surya Temaja menyebutkan kelestarian Danau Tamblingan masih terjaga dengan sangat EDLN 6XU\D PHQJDWDNDQ VHODPD LQL GDWD ÂżVLN GDQ SHQHOLWLDQ
MBP/eka
Tiga pedau tertambat di Danau Tamblingan yang lingkungannya masih asri.
terhadap lingkungan danau sepenuhnya menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Berdasarkan data terbaru Danau Tamblingan hingga tahun ini tercatat luasnya 110 hektar atau setara dengan 1,9 kilometer persegi. Dari penelitian terbaru pada lokasi yang paling dalam ketinggian genangan airnya tercatat sekitar 90 meter. Ketinggian genangan air ini tergolong stabil meskipun musim kemarau atau musim penghujan. Ditanya upaya menjaga kelestarian lingkungan, katanya, BLH bersama dinas terkait akan terus berupaya melakukan pelestarian sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah. Upaya penghijauan ini akan menyasar areal daratan yang kini sudah tertata setelah pemerintah daerah bersama pihak Catur Desa Adat Dalem Tamblingan merelokasi sejumlah penduduk yang menempati tepian danau. Dengan upaya ini, tutupan vegetasi tanaman di sekitar danau akan bisa ditingkatkan dan kelestarian danau akan makin maksimal. z Rindra/Dewa Kususma 30 November - 6 Desember 2015
9
9
LAPORAN UTAMA
”Pakelem” di Empat Danau
MBP/edi
Danau Batur
Danau Buyan
Danau Tamblingan MBP/eka
MBP/edi
Danau Beratan
10
30 November - 6 Desember 2015
10
Tiga Ancaman Kelestarian Danau Batur
P
embahasan langkah penyelamatan Danau Batur terus bergulir. Ada tiga masalah yang menyelimuti danau terluas di Bali itu, yakni pencemaran, kerusakan lingkungan, dan pendangkalan. Kepala BLH Bangli I Made Alit Parwata, mengatakan, pencemaran yang terjadi di Danau Batur berasal dari lahan pertanian yang kini masih dominan menggunakan pupuk non-organik. Di samping itu, ada pula akibat limbah yang dihasilkan dari rumah tangga. Sulitnya pemecahan persoalan ini tidak terlepas dari minimnya IPAL yang ada di sekitar danau. Sementara itu, terkait dengan kerusakan lingkungan, dijelaskan lahan hijau yang menjadi pendukung debit air danau tergolong mengkhawatirkan dan secara perlahan menjadi gersang. Terkait dengan pendangkalan, saat ini kedalaman Danau Batur hanya 80 meter dan sebelumnya mencapai 120 meter. Sedangkan me-
nyangkut kesadaran masyarakat, sampai saat ini masih tergolong rendah dan hal ini perlu dibina lebih maksimal. Walaupun memiliki danau, masyarakat Bangli juga mengalami krisis air. Bahkan, di musim kemarau ini, masyarakat terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang cukup mahal. Di samping karena lokasinya berada di ketinggian, beberapa desa juga tidak ada sumber mata air. Atas kondisi itu, masyarakat beramai-ramai memasang pipa dengan menyedot air danau. Tak hanya yang dekat dengan danau, mereka yang jaraknya dua kilometer juga memanfaatkan air danau Batur, baik untuk kebun maupun kebutuhan sehari-hari. Sebenarnya sudah ada upaya pemerintah Kabupaten Bangli untuk memanfaatkan air danau untuk didistribusikan ke masyarakat. Bahkan pemerintah Kabupaten Karangasem, juga berkeinginan untuk meman-
faatkannya. Namun, sampai sekarang dua rencana tersebut belum terealisasi. Tokoh Bangli I Nyoman Basma menyambut baik keinginan pemerintah Bali memanfaaatkan air danau. Ia pun mengharapkan pengkajian ini tidak bersifat angin-anginan. ‘’Langkah ini jangan terbatas pada tataran wacana saja atau anginanginan. Melainkan bisa disikapi secara serius dan berkelanjutan,” tegasnya. Pria asal Desa Suter Kintamani ini juga menuturkan di musim kemarau ini, masyarakat terpaksa membeli air dengan harga yang cukup mahal. Jika ini terus berlanjut, tentunya akan berdampak buruk pada masyarakat yang ekonominya rendah. Hal ini menurutnya juga akan berdampak pada jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) yang meningkat. “Krisis air ini sangat menyiksa masyarakat, terutama yang ekonominya kurang,” imbuhnya. z Sosiawan
MBP/edi
Sejumlah warga memasang pipa untuk pompa air yang dipasang di pinggir Danau Batur untuk menyedot air danau agar bisa melewati tebing setinggi puluhan meter. Penyedotan air ini untuk memenuhi kebutuhan air di Desa Kayu Selem, Bangli. 30 November - 6 Desember 2015
11
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
SEMBAHYANG - Serangkaian HUT ke-70 PGRI dan Hari Guru Nasional, ratusan guru di Kota Denpasar yang tergabung dalam PGRI Kota Denpasar, Minggu (15/11) menggelar persembahyangan bersama di Pura Agung Lokanantha Denpasar. Persembahyangan langsung dipimpin Ketua PD PGRI Kota Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum. bersama pengurus PGRI Kota Denpasar dan kasek serta guru. Sebelumnya keluarga besar PGRI Kota Denpasar melakukan tabur bunga di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan.
NAPAK TILAS - Napak tilas jejak perjuangan Pahlawan I Gusti Ngurah Rai dengan mengusung pataka, panji-panji dan surat sakti, Kamis (12/11) tiba di Badung. Kedatangan panji-panji dan surat sakti yang diusung Pemuda Panca Marga ini, disambut dalam sebuah apel bersama yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, DPRD Badung, LVRI Badung, Pemuda Panca Marga, SKPD, TNI/Polri, PNS Pemkab Badung serta pelajar di Lapangan Puspem Badung. Dalam apel tersebut, selaku inspektur upacara Sekda Badung Kompyang R. Swandika. Pelaksanaan apel bersama menyambut pataka, panji-panji dan surat sakti Gusti Ngurah Rai diisi pembacaan Surat Kapten J.B.T. Konig dan Surat Pimpinan Dewan Perjuangan Bali Brigjen TNI I Gusti Ngurah Rai.
MBP/ist MBP/edi
YUDISIUM - Fakultas Teknik Universitas Udayana (Unud), Rabu (18/11) kembali menggelar upacara pelepasan lulusan atau yudisium untuk periode November 2015 di gedung Undagi Graha. Pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Teknik Unud Prof. NPG Suardana, Ph.D. secara resmi melepas mahasiswa sebanyak 155 orang lulusan. Dari 155 orang lulusan tersebut, 124 orang dari program S-1 Reguler dan 31 orang dari program S-1 Nonreguler. Dekan Fakultas Teknik Unud Prof. NPG Suardana, Ph.D. ditemui di sela kegiatan berharap semoga semua lulusan tersebut nantinya bisa diserap oleh lapangan kerja, baik nasional maupun global.
12
30 November - 6 Desember 2015
MATATAH MASSAL - Aktivitas matatah massal digagas Unit Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) di bawah naungan Lembaga Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Agama Hindu Singaraja. Kegiatan matatah massal ini melibatkan 40 peserta dari kalangan masyarakat umum. Matatah massal gratis ini bekerja sama dengan Pasraman Maha Widya Asrama ini dilaksanakan di Panti Asuhan Dana Punia, di Jalan Pulau Timor Kota Singaraja, Rabu (18/11). Sejumlah pihak menghadiri upacara matatah massal gratis ini. Ketua STKIP Agama Hindu Singaraja, Wayan Gara mengatakan matatah massal ini dapat bantuan dana dari Dirjen Bimas Hindu sebesar Rp 50 juta.
MBP/ist
PENELITIAN - Kreativitas dan studi kasus pariwisata dikembangkan mahasiwa Diploma IV Program Studi Management Kepariwisataan, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua, Bali. Ya, dengan adanya program pemerintah pusat dan juga Pemprov Bali yang menetapkan kebijakan tentang pengembangan desa wisata berbasis budaya, mahasiwa ini melakukan penelitian selama tiga bulan dengan mengambil sampel puluhan desa di Badung, Karangasem dan Bangli. Di tiga kabupaten itu sangat bagus dikembangkan desa wisata. Harapannya, dengan adanya solusi dari persoalan yang muncul di lapangan, diharapkan bisa membantu desa setempat, termasuk diantaranya pemerintah guna meningkatkan ekonomi kerakyatan. Nampak dalam foto Ketua STP Nusa Dua, Drs. Dewa Gede Ngurah Byomantara, M.Ed. didampingi Ketua Jurusan Kepariwisata IB Negarayana saat memberikan keterangan hasil penelitian.
MBP/ist
PUJAWALI - Pemkab Gianyar melaksanakan pujawali di Padmasana Pemkab Gianyar, Kantor Bupati Gianyar, Rabu (18/11). Pujawali yang dilaksanakan setiap enam bulan pada rahina Buda Manis Dukut tersebut berlangsung lancar dan khidmat. Dimulai sekitar pukul 10.00 wita, areal Padmasana yang terbatas dipenuhi seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Gianyar. Pamedek bahkan sampai duduk di halaman parkir kantor bupati. Pujawali diiringi kidung dan geguntangan dari Pemkab Gianyar. Bupati Agung Bharata (tengah) beserta para pejabat di lingkungan Pemkab Gianyar saat mengikuti pujawali di Padmasana Pemkab Gianyar.
MBP/ist
PRESTASI - SMKN 1 Denpasar menorehkan prestasi cukup membanggakan tahun 2015 ini. Selain dua siswanya meraih juara I Olimpiade Sains Terapan Nasional (OSTN) di bidang Matematika dan Fisika Provinsi Bali 2015, yang selanjutnya akan mengikuti OSTN tingkat nasional di Palembang tahun depan. Juga seorang siswanya meraih juara I dalam ajang Kompetisi Matematika dan Statistika Tingkat SMA/SMK seBali di Unud. Mereka yang meraih prestasi itu adalah I Gede Bandem Suyasa Putra, siswa kelas XI KB 3 (juara I OSTN Matematika,) dan I Made Weda Maharta Putra, siswa kelas XI jurusan TP (juara I OSTN Fisika). Nampak dalam foto Kepala SMKN 1 Denpasar Ketut Suparsa menerima piala bergilir dan piala tetap yang dipersembahkan oleh I Made Bandem Suyasa Putra yang meraih juara I dalam kompetisi Matematika tingkat SMA/SMK se-Bali.
MBP/ist
FESTIVAL - Dalam rangka melestarikan alam dan budaya serta keharmonisan etnis di kawasan Kabupaten Bangli khususnya Kintamani, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia (RI) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangli menggelar Festival Kintamani di Museum Gunung Api Batur, Jumat (13/11). Saat itu, sejumlah kesenian dan produk industri dan usaha masyarakat juga ditampilkan. Hasilnya pun, acara ini mampu menarik wisatawan untuk berkunjung. 30 November - 6 Desember 2015
13
A KT I V I TA S
MBP/ist MBP/ist
PRESTASI - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMAN 1 Tabanan. Yakni juara I untuk siswa putra beprestasi se-Bali 2015 atas nama Gde Made Cahya Tisna Pratama, juara II untuk siswa putri berprestasi se-Bali atas nama Ni Gusti A.A. Putu Tika Andayani dan juara II untuk Kepala Sekolah Berprestasi se-Bali tahun 2015. Penghargaan diberikan pada 5 November 2015 oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali. Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan SMAN 1 Tabanan Mulyadi Djoyo Astowo memaparkan, untuk penghargaan Kepala Sekolah berprestasi baru digelar tahun 2015 ini, dan SMAN 1 Tabanan mendapatkan juara kedua.
PENYERAHAN - Porsenijar ke-3 sekolah PGRI di Kota Denpasar berakhir Sabtu (14/11). Penutupan Porsenijar ditandai dengan penyerahan hadiah dan piala kepada peraih juara koleh Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. bersama PD PGRI Kota Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum. Juara umum untuk kategori SMP diraih SMP PGRI 5 Denpasar. Pengumuman ini langsung disambut gembira oleh Kepala SMP PGRI 5 Dr. I Wayan Wirasa, M.M., M.Si., para siswa, OSIS dan guru SMP PGRI 5 Denpasar. Mereka larut dalam suasana sukacita dengan konvoi dan berfoto bersama. Bahkan, Kasek Wayan Wirasa langsung merayakan dengan pesta nasi jinggo.
MBP/ist MBP/ist
SEMINAR - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) serta didukung Sekolah Tinggi Pariwisata Bali (STPBI), Lembaga Pariwisata PBB (UNWTO) dan PATA, menyelenggarakan seminar dan lokakarya internasional pada 12-13 November di Hotel Westin, Nusa Dua. Dalam seminar tersebut membahas tentang strategi pemasaran pariwisata internasional. Seminar dan lokakarya internasional tersebut dibuka Deputi Bidang Pembangunan Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana yang juga menjadi keynote speaker. I Gde Pitana mengatakan, sebenarnya keunggulan Indonesia adalah sumber daya alam (SDA), kreativitas dan budaya. Namun, nyatanya kunjungan wisatawan ke Indonesia jauh lebih kecil daripada Thailand, Malaysia, Singapura.
14
30 November - 6 Desember 2015
JUARA - Pebalap HardysLand Racing Team (HRT) Bali meraih juara I dan IV di Indonesia X-treme 4x4 Individual National Championship (IXAI) seri ke-5 tahun 2015 sekaligus juara umum I nasional kelas G4 Kejuaraan Individu tahun 2015. Dalam kejuaraan seri terakhir 2015 yang diikuti 51 offroader terbaik dari seluruh penjuru tanah air itu menobatkan pembalap unggulan HardysLand Racing Team (HRT) Bali Wahyu Lamban Jatmiko sebagai juara I umum nasional ketiga kalinya sejak tahun 2013. Selain Wahyu, HRT Bali juga menempatkan pembalap lainnya, Arief Kapoor, didampingi navigator Prasetyo yang mampu menduduki posisi keempat. Nampak dalam foto Wahyu Lamban Jatmiko (juara I) dan Arief Kapoor (juara IV) pembalap unggulan HardysLand Racing Team (HRT) Bali menempati podium Indonesia X-treme 4x4 Individual National Championship (IXAI) Seri ke-5 tahun 2015.
MBP/ist MBP/ist
SOLIDARITAS - Panglingsir Puri Tegeh Kori Bali yang juga Sekjen Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori (PANBDTK) Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III terus menggalang solidaritas antarpara warih Ksatria di sejumlah puri di Bali. Tujuannya jelas, agar ketahanan umat Hindu Dharma makin kuat terutama dalam menghadapi musuh– musuh umat Hindu yang mencoba merongrong Pancasila. Dan peran puri sebagai pusat kebudayaan Bali agar tetap didukung. Nampak dalam foto Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III disambut A.A. Oka Wisnumurti saat upacara di Puri Siangan Gianyar.
KOMITMEN - Tiap bulannya BPR Lestari telah berkomitmen menjadi donatur tetap ke 20 panti asuhan yang tersebar di Bali. Kamis 12 November 2015, karyawan BPR Lestari bersama penerima beasiswa Generasi Lestari (Gen L) memberikan sumbangan beras melalui program Lestari for Kids. Ada yang berbeda dengan pemberian bantuan beras kali ini. Itu terlihat dari penerima beasiswa Generasi Lestari yang terlibat. ‘’Ini pengalaman pertama untuk saya. Melihat adik-adik yang tinggal di panti asuhan membuat saya lebih banyak bersyukur. Semoga beras-beras yang diberikan oleh BPR Lestari ini bermanfaat,” ungkap Uchi Laksmi, salah satu penerima beasiswa Generasi Lestari. Para karyawan ini nampak berfoto bersama dengan anak-anak panti asuhan.
MBP/ist MBP/ist
BRIZZI - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Wilayah Denpasar dan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region V Marketing Branch Bali NTB meluncurkan program bersama yakni pakai BRIZZI dan Mocash BRI dapatkan diskon Rp 15.000 setiap pembelian produk Bright Gas 12 kg. Program ini dilaksanakan di dua agen Pertamina bertanda khusus dengan periode program mulai tanggal 16 November - 31 Desember 2015 atau selama kuota tersedia. Susanto Hadiwijaya, Direktur PT Liqtro Sanur Bali, Selasa (17/11) kemarin pada acara peresmian kerja sama tersebut mengatakan, Bright Gas merupakan produk nonsubsidi dari PT Pertamina (Persero), memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh produk elpiji Pertamina.
ABDIMAS - Mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik (FT) Unmas Denpasar sejak Sabtu (14/11) melakukan pengabdian masyarakat (abdimas) di Desa Manikyang, Selemadeg, Tabanan. Pelepasan peserta abdimas dilakukan Rektor Unmas, Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., didampingi Dekan FT Unmas, Ir. I Made Letra,M.Si. Sementara peserta abdimas FT Unmas diterima Kades I Wayan Sukawidana,S.T. dan Kadus, Nyoman Teguh. Ketua BEM FT Unnas, Kadek Suardika mengungkapkan abdimas selama sehari ini diikuti 90 mahasiswa dan dosen. Program ini khusus diperuntukkan bagi mahasiswa baru. Abdimas kali ini diisi dengan menuntaskan fasilitas mandi, cuci kakus (MCK ) di balai desa senilai Rp 7 juta. Nampak dalam foto Rektor Unmas Made Sukamerta didampingi Dekan I Made Letra menyerahkan skop saat melepas peserta Abdimas FT Unmas. 30 November - 6 Desember 2015
15
POLITIK
’’Ya, Mohon Maaf Kita Tolak’’
B
ali mengusung pariwisata budaya yang bernapaskan agama Hindu. Hal itu sangat jelas disuarakan mantan Gubernur Bali Prof. Ida Bagus Mantra. Belakangan, gaung agama Hindu sebagai napas pariwisata budaya justru makin tenggelam. Ke Depan, pembangunan Bali mestinya berbasis kearifan lokal. Pandangan ini mengemuka pada rembuk terbuka ‘’Perjuangan Menjaga Budaya Warisan Leluhur’’ di Monumen Perjuangan Rakyat Cakra Bioha Panca Bhakti Blumbungan, Sibang Kaja, baru-baru ini. Salah seorang pembicara, Pande Made Latra, mantan Bupati Badung mengatakan dulu Pak Mantra disebut gubernur yang feodalisme. Tidak. Mengapa, karena beliau ingin Bali ini adalah pariwisata budaya yang bernapaskan agama Hindu. Itu harus jelas,” ujarnya. Menurut Ketua Paguyuban Merah Putih Bali ini, pemimpin Bali yang tidak berani menyuarakan agama Hindu sebagai napas pariwisata budaya lebih baik out saja. Apalagi Bali saat ini sudah banyak ketinggalan. Pasalnya, Bali telah banyak dijadikan objek ketenaran komponen-komponen tertentu. “Pertama bangsa kita sudah terjajah, hari ini kita sudah tidak punya apa-apa. Kita dijajah oleh orang ketiga, jadi semua aset kita dimiliki oleh orang tertentu. Kalau dulu
16
Statemen kita pada 2 Februari 2014 di Puri Agung Buleleng, di sana jelas sekali kita mengatakan bahwasanya kalau tidak sesuai dengan tatanan adat dan budaya, hal yang tidak dibenarkan oleh adat budaya dan arahan-arahan dari lontar itu, ya… mohon maaf kita tolak.
Belanda ke sini, Jepang ke sini menjajah itu kelihatan, berani lawan. Sekarang tidak bisa, ngomong di sini, ditembak di sana. Contoh reklamasi setelah ditolak, ada revitalisasi, macam-macam. Tetapi yakinlah kalau memang itu kebenaran pasti Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik,” jelas Latra. Ketua Paiketan Puri Sajebag Bali AAGA Bagus Sutedja menegaskan, apa pun yang dibangun di Bali harus berbasis kearifan lokal dengan dasar pokok desa kala patra. Pihaknya tidak akan mendukung bila bertentangan dengan konsep itu. Termasuk bila ada pembohonganpembohongan sejarah yang dilakukan oleh individu atau kelompok. “Statemen kita pada 2 Februari 2014 di Puri Agung Buleleng, di sana jelas sekali kita men-
gatakan bahwasanya kalau tidak sesuai dengan tatanan adat dan budaya, hal yang tidak dibenarkan oleh adat budaya dan arahan-arahan dari lontar itu, ya… mohon maaf kita tolak,” ujarnya. Sutedja menambahkan, pihaknya secara tegas juga menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. “Masalah ekonomi hanya instan sejenak, padahal kita jauh berpikir lagi 10-50 tahun apakah kita menjadi tuan rumah di daerah kita. Pasti orang lain yang masuk secara ekonomi membawa budayanya. Bukan dia sendiri, dia akan membawa juga keluarganya. Berapa budaya yang masuk, hancurlah budaya kita,” jelas Panglingsir Puri Agung Negara Jembrana ini. Rembuk terbuka merupakan acara gagasan dari Yayasan Eling Nusantara untuk merayakan HUT ke-1 yayasan ini, kemarin. Sekaligus memperingati pula Hari Pahlawan 10 November, Hari Puputan Margarana 20 November, dan Perjanjian Linggar Jati 15 November. “Kami menggagas acara ini untuk mengumpulkan semua insan yang peduli Bali, baik tokoh, yayasan maupun paguyuban yang sekarang masih kami lihat berjalan satu-satu. Kami ingin Bali yang kecil ini bersatu merapatkan barisan, apa yang bisa kita buat ke depan untuk Bali,” ujar Ketua Yayasan Eling Nusantara I Wayan Mulyana. z Rindra
30 November - 6 Desember 2015
16
Selamatkan Bali
Kedepankan Kajian Sastra Hindu RENCANA Tim IX Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) melakukan investigasi terkait rencana reklamasi Teluk Benoa mengundang reaksi. Tim IX PHDI pun diminta memakai kajian sastra Hindu dalam menyikapi berbagai hal terkait penyelamatan Bali. Langkah serupa juga patut diterapkana terkait penolakan umat Hindu terhadap KSPN Besakih, Gunung Agung dan sekitarnya, KSPN Taman Nasional Bali Barat, Pulau Menjangan dan sekitarnya, serta rencana geothermal di Bedugul. Pandangan ini dilontarkan akademisi Universitas Udayana (Unud) Drs. Ec. I Putu Anom, B.Sc., M.Par. menyikapai rencana Tim IX PHDI. “Saya mohon maaf dan mohon dengan sangat ke hadapan para Sulinggih agar benar-benar memakai kajian sastra Hindu, local genius, local wisdom, dan lain-lain yang berlaku di Bali, yang merupakan warisan leluhur yang adiluhung,” ujarnya. Mantan Dekan Fakultas Pariwisata ini meminta Tim 9 PHDI untuk tidak melakukan investigasi. Melainkan, menggali masukan dari akademisi dan pakar sesuai bidangnya. Bisa juga menjaring aspirasi dari tokoh-tokoh masyarakat, baik pendeta, mantan pejabat, serta masyarakat terutama yang terdampak dari suatu kegiatan mega proyek. “Kami mohon jangan melakukan investigasi. Bhisama PHDI harus tegas, jelas, dan terukur. Bhisama PHDI tidak boleh hanya normatif atau umum saja, karena akan memunculkan multitafsir dari berbagai pihak sesuai kepentingannya masing-masing, tetapi harus diturunkan secara detail. Contohnya, bagaimana tentang reklamasi Teluk
Benoa, KSPN Besakih, geothermal, dalam bhisama harus jelas, tegas,” tandas Anom yang juga Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Nasional (ICPI) wilayah Bali ini. Sebelumnya diberitakan, Ketua Tim 9 PHDI Ida Pandita Mpu Jaya Arcayananda mengaku pihaknya belum mengeluarkan keputusan apapun, khususnya terkait pembangunan di kawasan Teluk Benoa. Saat ini, pihaknya masih melakukan investigasi agar apa yang dihasilkan tidak salah. “Kita belum membuat hasil apa-apa. Kita masih investigasi. Karena ini masalah pelik, satu ada unsur poitik, dan ada unsur yustisia (hukum). Kita sebagai lembaga agama melihat suatu masalah harus dari kajian agama. Kita bukan bersifat eksekutor, legislator,” katanya. z Rindra
Tim 9 PHDI agar tidak melakukan investigasi, melainkan, menggali masukan dari akademisi dan pakar sesuai bidangnya. Bisa juga menjaring aspirasi dari tokoh-tokoh masyarakat, baik pendeta, mantan pejabat, serta masyarakat terutama yang terdampak dari suatu kegiatan mega proyek. I Putu Anom Akademisi Unud
MBP/dok
30 November - 6 Desember 2015
17
17
PENDIDIKAN
MBP/yudi karnaedi
UKG – Suasana Ujian Kompetensi Guru (UKG) di salah satu sekolah. Di Kabupaten Gianyar, seribu lebih guru dijadwalkan mengikuti UKG susulan.
18
30 November - 6 Desember 2015
Seribu Lebih Guru Tercecer
U
ji Kompetensi Guru (UKG) untuk guru-guru di Kabupaten Gianyar sudah dilaksanakan akhir November lalu. Namun, uji kompetensi yang dicanangkan untuk seluruh guru ini baru bisa diikuti sektiar 5.181 orang guru, dari total 6.675 orang guru. Ini berarti, ada 1.494 orang guru lagi belum mengikuti UKG. Seribu lebih guru yang tercecer ini dijadwalkan mengikuti UKG susulan per Desember 2015 mendatang. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gianyar Dewa Alit Mudiarta mengatakan, UKG di Kabupaten Gianyar sudah dilaksanakan 9 November hingga 23 November lalu. UKG itu diikuti 5.181 orang guru, baik yang berstatus guru PNS maupun honorer. “Masih ada seribu lebih guru di Gianyar yang dipersiapkan mengikuti UKG susulan,” kata Alit Mudiarta, belum lama ini. Menurut Alit Mudiarta, pihaknya sudah melakukan validasi data terhadap seribu lebih guru yang belum mengikuti UKG tersebut. Diharapkan, seluruh guru tersebut bisa mengikuti UKG susulan sesuai ketentuan Kemendibud. Nantinya, UKG tahap II tersebut akan dilaksanakan di empat sekolah di Gianyar yang fasilitasnya representatif seperti SMAN 1 Gianyar dengan satu lab, SMKN 1 Gianyar dengan tiga lab, SMK Mas dengan dua lab dan SMPN 1 Gianyar dengan satu lab. “Seluruh rangkaian UKG ini menggunakan sistem online. Makanya, ketersedian fasilitas komputer dan sistem jaringan pendukungnya merupakan hal yang mutlak,” tegasnya. Disinggung terkait kendala selama proses UKG lalu, Alit Mudiarta mengatakan, kendala yang VLJQL¿NDQ KDQ\DODK JXUX \DQJ EHOXP VLDS XQWXN mengikuti ujian dengan sistem online. Khususnya guru-guru yang sudah mendekati usia pensiun yang selama ini tidak begitu menguasai IT (informasi teknologi-red). “Lantaran kurang mengusai IT, di awal mengikuti ujian mereka terlihat grogi. Tapi setelah diberi pengarahan lima menit sebelum ujian, akhirnya mereka tidak menemui masalah yang berarti,” paparnya. z Manik Astajaya
SMP dan SMA/SMK Tak Lagi Kebagian DAK SEJUMLAH program Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli untuk SMP dan SMA/SMK yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), salah satunya rehab sekolah, sudah tidak bisa lagi dilaksanakan pada tahun anggaran 2016 mendatang. Penyebabnya, pemerintah pusat mulai tahun depan sudah tidak lagi menyediakan anggaran DAK untuk kedua jenjang pendidikan tersebut. DAK hanya diperuntukan bagi sekolah dasar (SD). Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli Nyoman Suteja mengatakan, mulai tahun mendatang SMP dan SMA/ SMK sudah tidak lagi mendapat DAK. Hanya saja, dia mengaku tidak mengetahui secara persis apa pertimbangan pusat menghapus DAK untuk MBP/dok SMP dan SMA/SMK. “Belum ada Nyoman Suteja penjelasan dari pusat. Saya menduga, salah satu alasan pusat menghapus DAK untuk SMP dan SMA/SMK lantaran pengelolaan SMA/SMK dialihkan dari kabupaten ke provinsi per 10 Oktober 2016 mendatang,” terangnya. Sesuai dengan petunjuk teknis (juknis), kata Suteja, DAK selama ini digunakan untuk peningkatan kualitas guru dan sarana dan prasarana sekolah. Dari Rp 4 miliar lebih DAK untuk SD tahun 2015, beberapa di antaranya telah dialokasikan untuk membangun ruang kelas baru (RKB) di 11 SD yang ada di empat kecamatan di Bangli. Selain itu juga digunakan untuk merehab 9 banguan SD, serta ruang guru dan toilet di 8 SD lainnya. Sementara itu untuk DAK SMP, dari Rp 4,5 miliar lebih yang diterima, telah digunakan untuk membiayai pembangunan RKB di 5 sekolah, rehab di 8 SMP, pembangunan 1 ruang guru, 1 lab komputer dan toilet di 4 sekolah. Sedangkan DAK SMA dari Rp 2 miliar lebih yang diterima, sudah dialokasikan untuk pembangunan /perbaikan di 3 sekolah yakni SMAN 1 Susut, SMAN 1 Tembuku dan Gurukula. Sementara DAK untuk SMK yang nilainya Rp 4 miliar lebih, telah dialokasikan untuk pembangunan/ perbaikan gedung SMKN 2 Bangli, SMKN 3 Bangli, SMKN 4 Bangli, SMKN 1 Susut, SMKN 3 Kintamani, SMKN 1 Tembuku dan SMKN 2 Kintamani. Mengingat ke depan SMP tidak lagi mendapat DAK, maka upaya perbaikan untuk SMP yang sifatnya sangat mendesak akan diupayakan dengan APBD. Kendati tahun 2016 mendatang SMP dan SMA sudah tidak lagi kebagian DAK seperti tahun sebelumnya, namun Suteja mengatakan DAK masih bisa didapatkan dengan mengajukan proposal terlebih dahulu. “Arahnya masuk ke proposal dulu. Jadi, nanti untuk bisa meraih dana DAK kita harus siapkan proposal,” ujarnya. z Swasrina 30 November - 6 Desember 2015
19
MANCANEGARA
Babak Baru Teror Paris
T
uduhan yang mengatakan imigran Muslim asal Suriah sebagai pelaku teror Paris, terbukti salah. Sembilan tersangka pelaku teror Paris yang diungkap aparat keamanan intelejen Perancis, membuktikan semua pelaku tidak ada yang berwarganegara Suriah. Lima pelaku teror Paris tinggal di Belgia dan warga negara Perancis, tiga pelaku warga negara Belgia satu diantaranya lahir di Maroko. Seorang lagi, tidak memiliki identitas asli, diketahui mencuri paspor atas nama Ahmad al Mohammad dari Idlib, Suriah. Rumor yang mengatakan pelaku teror Paris dilakukan imigran Suriah muncul ketika sebuah paspor imigran Suriah bernama Ahmed al Muhamed 25 tahun ditemukan di lokasi kejadian Stade de France. Paspot tersebut pun terbukti disalahgunakan pencurinya.
20
30 November - 6 Desember 2015
Dari sinilah klaim kesalahan dokumen berkembang menjadi rumor yng menakut-nakuti masyarakat Barat akan bahaya imigran Suriah. Hingga beberapa hari terakhir, negara Eropa tegas menutup kuota imigran, atas tuduhan mata-mata ISIS. “Polandia harus mempertahankan kontrol penuhnya terhadap perbatasan, suaka dan imigrasi,â€? kata Menteri Urusan Eropa, Polandia, Konrad Szymanski. Setelah serangan, setidaknya lebih dari 420.000 orang telah menandatangani petisi menyerukan Inggris untuk menutup perbatasannya. PBB mengatakan pengungsi tidak boleh digunakan sebagai kambing hitam. Beberapa nama di balik teror Paris yang ternyata bukan imigran Suriah. Abdelhamid Abaaoud, usia 27 tahun yang dianggap dalang penyerangan teror Paris warga negara Belgia. Salah Abdeslam, usia 26 tahun warga negara Prancis dan menetap di Belgia, yang kini masih dalam pencarian polisi. Ibrahim Abdeslam, 31 tahun, saudara Salah Abdeslam, warga negara Prancis dan pelaku bom bunuh diri sebuah kafe di boulevard Voltaire. Ismael Omar Mostefai, 29 tahun warga negara Prancis yang dikenal sangat radikal dan salah satu penyerang gedung konser Bataclan. Samy Amimour, 28 tahun warga negara Prancis pelaku bom EXQXK GLUL GL %DWDFODQ %LODO +DGÂż WDKXQ ZDUJD QHJDUD 3UDQFLV tinggal di Belgia, yang melakukan penyerangan di sekitar the Stade de France, ia meledakkan diri 300 meter di luar stadion.
Hamza Attou, usia 21 tahun warga negara Belgia, Mohammed Amri usia 27 tahun warga negara Belgia kelahiran Maroko. Seorang tersangka yang belum diketahui, ditemukan dengan membawa paspor curian atas nama Ahmad al-Mohammad warga Suriah. Salah seorang tersangka lain ternyata pernah singgah di Indonesia. Frederick yang memiliki nama lengkap Frederick C. Jean Salvi alias Ali lahir di Pontarlier, Prancis. Ia dijadikan tersangka pelaku penyerangan di Paris beberapa waktu lalu. Menurut pengakuan Kiai Haji Imang Abdul Hamid, pemimpin Pondok Pesantren Al-Jawam, pada 2005, Frederick rutin mendatangi Pesantren Al-Jawami sebanyak empat kali. Saat bertemu dengan Abdul Hamid, Frederick diantar seorang pria misterius. Pria itu hanya mengatakan Frederick adalah muslim Prancis yang ingin melihat pesantren-pesantren di Indonesia. “Sampai sekarang saya tidak tahu nama pemuda itu. Dia datang tanpa memperkenalkan diri. Makanya saya kurang suka,” ucapnya. Sementara itu Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel GarcíaMargallo, tak hanya prihatin atas serangan teror Paris. Bak mengamini pernyataan Presiden Suriah, Bashar al Assad, García-Margallo merasa ada faktor kekeliruan kebijakan negara-negara Barat terhadap terorisme macam ISIS. Sebelumnya, Assad sempat mengatakan bahwa serangan teror Paris,
tak lepas dari blunder kebijakan 3UDQFLV VRDO NRQÀLN GL 6XULDK GDQ Irak, dua negara yang kemudian jadi basis ISIS. García-Margallo merasa negara-negara Eropa gagal soal integrasi warga pendatang. “Kesalahan pertama negaranegara Barat, kita gagal dalam hal model integrasi. Banyak orang yang melakukan serangan punya kewarganegaraan Prancis, Spanyol dan lain-lain,” ungkap GarcíaMargallo. Tidak hanya gagal dalam menerapkan model integrasi, García-Margallo juga dianggap memaksakan model demokrasi ke Timur Tengah yang sedianya tak semudah membalikkan telapak tangan atau melarutkan bubuk kopi dengan air panas. “Kita gagal mengintegrasikan dan membuat mereka beradaptasi pada nilai-nilai Barat. Kesalahan kedua adalah, percaya bahwa demokrasi diekspor semudah melarutkan kopi Nescafe, padahal tidak semudah itu,” tambah jebolan Universitas Harvard kelahiran Madrid 71 tahun silam itu. “Kesalahan ketiga adalah, keputusan untuk ikut campur, tanpa tahu apa yang harus dilakukan setelahnya. Contohnya ketika kita setuju melengserkan Presiden Libya, Moammar Khadafi. Tapi tak satu pun yang tahu apa yang harus dilakukan di hari berikutnya,” lanjut García-Margallo. Serangan yang mengejutkan dunia tersebut menewaskan 128 orang. z Gugiek Savindra
Berikut kronologi teror Paris: 21.09 Pengunjung restoran di Rue Bichat diberondong tembakan oleh seorang laki-laki menenteng AK-47. Korban tewas mencapai 20 orang. Polisi antiteror sudah mendapat informasi dan disebar ke penjuru kota. Dalam momen bersamaan, penembakan beruntun terjadi di tiga lokasi lain, yakni bar dide Charonne dan Faidherbe, serta restoran di La Petit Cambodge. 21.42 Saat polisi masih melacak lokasi di restoran, dua bom bunuh diri terjadi di Stadion Stade de France, yang sedang menggelar pertandingan sepakbola persahabatan antara Timnas Prancis vs Jerman. Presiden Francois Hollande pun sedang berada di lokasi pada saat bom meledak, sehingga segera dievakuasi. Akibat ledakan di tribun itu, belasan orang tewas. 21.48 Nyaris bersamaan dengan bom di Stadion Stade de Frace, setidaknya tiga orang diketahui menyerbu Gedung Bataclan yang sedang menggelar konser. Pelaku memberondongkan peluru ke arah kerumunan 1.000 penonton selama nyaris 15 menit. Di lokasi ini, jatuh korban tewas paling banyak. Gedung Bataclan jaraknya sangat dekat dengan Kantor Redaksi Charlie Hebdo yang Januari lalu diserang kelompok militan. 23.02 Presiden Hollande, setelah dievakuasi dari Stadion, memberikan pidato kepada media massa. Dia mengatakan terorisme yang mengerikan telah terjadi di Prancis, sehingga pemerintah menetapkan keadaan darurat. Untuk itu, dia memerintahkan polisi dan tentara bekerja sama menghentikan segala potensi serangan lanjutan. Rapat kabinet pun menyatakan seluruh perbatasan darat ditutup. “Penutupan perbatasan ini untuk memastikan para pelaku tindak pidana ini tidak meninggalkan negara ini,” kata Hollande. 23.55 Polisi antiteror mulai masuk ke Gedung Bataclan, mencoba membebaskan sandera. Kontak senjata terjadi, setidaknya empat aparat tewas karena ditembak pelaku. 00.35 Polisi Prancis mengatakan kasus penyanderaan di Bataclan berhasil dituntaskan. Tiga pelaku tewas, tapi belum diketahui apakah ada pelaku lainnya yang masih bebas. Ciri-ciri pelaku tidak diumumkan pada pers. Korban tewas insiden Bataclan mencapai 100 orang, sedangkan dari penembakan di lokasi lain ditambah bom bunuh diri, korban tewas 53 orang. 30 November - 6 Desember 2015
21
DAERAH
Banyak Perusahaan Tak Mampu Terapkan UMK
K
enaikan UMK kini dibahas oleh berbagai pihak terkait. Mengacu aturan yang ada diprediksi UMK tahun 2016 akan naik rata-rata sekitar 11 persen dibanding tahun 2015 ini. Namun, mampukah perusahaan membayar upah sesuai UMK tersebut? Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Bangli merancang Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2016 sebesar Rp 1.808.350. 5DQFDQJDQ LQL PHQJDFX SDGD LQĂ€DVL VNDOD nasional dan Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB). Kadisosnakertrans Bangli I Nengah Sukarta, Selasa lalu menjelaskan berdasarkan rumus pada PP No.78 Tahun 2015, maka UMK 2016 direncanakan berada pada angka Rp 1.808.350. Sementara tahun ini Rp 1.622.000 per bulan. Mekanisme kenaikannya ini disesuaikan dengan LQĂ€DVL XQWXN VNDOD QDVLRQDO GL DQJND persen dan Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) di angka 4,63 persen.
22
30 November - 6 Desember 2015
,QĂ€DVL LQL GLWDPEDK 3'% GLGDSDW DQJND 11,5 persen dan bila dikalikan dengan UMK Bangli tahun ini didapatkan hasil Rp 1.808.350. “Hitung-hitungan ini sudah sesuai dengan aturan yang ada,â€? katanya. Disampaikan, pembahasan rancangan UMK ini juga diikuti Apindo, akademisi, SPSI dan SKPD terkait. Dikatakan, saat pembahasan berlangsung, sejumlah perusahaan ada yang mengajukan keberatan. Namun, setelah dijelaskan bahwa kenaikan UMK ini sudah sesuai aturan, perusahaan tersebut bisa menerima. “Yang kurang setuju pasti ada. Tapi ini sudah menjadi aturan setiap tahunnya,â€? ujarnya. Lanjut dia, rancangan ini sudah diajukan ke Penjabat Bupati dan kini prosesnya sudah berlanjut ke pemerintah provinsi. “Kami tinggal menunggu Pergub saja,â€? ujarnya seraya menyampaikan setelah itu akan dilanjutkan dengan sosialisasi ke perusahaan. Ditanya apakah seluruh pengusaha mampu memberikan gaji sesuai UMK, mantan Kepala SMAN 1 Kintamani
ini menjawab tidak. Sebutnya, dari 349 usaha, yang menerapkan gaji sesuai UMK tahun ini hanya 101 usaha. “Yang belum sesuai UMK masih banyak. Tapi menaikkan UMK setiap tahun itu sudah diatur,� terangnya. Ia menegaskan perusahaan yang belum bisa membayar gaji sesuai UMK boleh ditunda dengan catatan itu bisa diaudit. Anggota Komisi I DPRD Bangli I Nengah Darsana mengatakan adanya kenaikan UMK setiap tahunnya merupakan hal yang sangat baik dilakukan agar kesejahteraan masyarakat bisa meningkat. Namun, kenaikannya itu harus disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Jangan sampai dengan rancangan UMK yang terlalu tinggi ini menyebabkan perusahaan dan pekerja menjadi kolaps. “Saat membuat rancangan UMK ini perlu dilihat dari dua sisi, yaitu perusahaan dan pekerja,� ungkapnya. z Sosiawan
Tabanan Rancang UMK Rp 1.902.970 PEMERINTAH Kabupaten Tabanan di tahun 2016 ini merancang Upah Minimum Kabupaten (UMK) Rp 1.902.970. Rancangan ini mengacu pada perhitungan produk domestik bruto dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI yang terangkum dalam paket kebijakan ekonomi jilid III. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tabanan, Tjokorda Alit Juli, S.Sos., Senin lalu memaparkan rancangan tersebut telah melalui tahapan pembahasan dewan pengupahan daerah Tabanan. “Sampai saat ini UMK baru sebatas rancangan dan belum ada ketetapan. Terkait itu, kami baru tahap pengajuan permohonan ke Bupati sebagai kepala daerah untuk kemudian diajukan kembali ke provinsi untuk disetujui Gubernur,” tuturnya. Pembahasan mengenai angka UMK tahun 2016 lanjut Juli sudah melalui pembahasan dengan melibatkan Dewan Pengupahan yang terdiri dari unsur serikat pekerja, pengusaha dan pemerintah pada 13 November 2015 lalu. Patokan yang diguna-
kan untuk rancangan angka UMK tersebut di antaranya dengan melihat hasil survey kebutuhan hidup layak yang dilakukan disejumlah pasar tradisional di Tabanan. Selain itu juga berpatokan pada kebijakan Paket Ekonomi Jilid III tentang ketenagakerjaan, khususnya yang mengatur upah minimum dalam surat Menteri Ketenagakerjaan RI No. B 232 Men/ IHIJSK-upah /10/2015/3 Oktober perihal penyampaian data tingkat LQÀDVL GDQ SHUWXPEXKDQ SURGXN GRPHVWLN bruto (PDB). Ditambah juga dengan perKLWXQJDQ LQÀDVL WHUKLWXQJ PXODL 6HSWHPEHU 2014-September 2015. Alit melanjutkan besaran rancangan UMK Tabanan tahun 2016 mengalami peningkatan dari UMK yang berlaku saat ini yaitu Rp 1.706.700. “Rancangan UMK di Tabanan memang selalu naik dengan kisaran 10 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya. Berdasarkan hasil survei kebutuhan hidup layak, sebenarnya angka yang dihasilkan pada rancangan UMK 2016 ini di atas rata-rata kebutuhan hidup
layak, karena hasil survey menghasilkan Rp 1.715.257 juta. Tetapi untuk kepastiannya menungggu penetapan dari Gubernur dan besarannya pastinya sudah bisa diketahui sebelum akhir tahun. Tjok. Juli memaparkan jika UMK ini sebagai patokan bagi pekerja nol tahun. Artinya, bagi pekerja yang memiliki masa kerja cukup lama, maka perusahaan harus bisa memberikan tingkat upah yang lebih tinggi dari UMK. “Perusahaan harus mempertimbangkan masa kerja dan prestasi karyawannya. Jadi layak bagi pekerja yang sudah bertahuntahun bekerja di sebuah perusahaan mendapatkan gaji yang lebih atau di atas UMK,” jelasnya. Sementara itu, selama ini UMK Kabupaten Tabanan dibandingkan dengan kabupaten/kota di Bali cendrung berada di posisi empat besar daerah dengan UMK terbesar. Yakni, Badung, Denpasar, Gianyar dan Tabanan. z Sanjiwani
Pembahasan UMK Jembrana Mentok Apindo Tawarkan Rp 1.853.687 DINAS Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Nakertransos) Pemkab Jembrana, Selasa lalu melakukan pembahasan UMK (Upah Minimum Kabupaten) Jembrana tahun 2016 bersama Apindo dan SPSI setempat. Hadir saat itu Kadis Nakertransos Wayan Gorim, Wakil Ketua Apindo Nengah Nurlaba dan Ketua DPC SPSI Jembrana Sukirman serta beberapa tim lainnya. Rapat yang digelar hingga siang tersebut cukup alot dan bahkan akhirnya mentok karena tidak ada kesepakatan meskipun ada deadline dari Provinsi agar sudah menyetor angka hingga 21 November. Dalam pembahasan tersebut Apindo Jembrana menawarkan angka Rp 1.853.687. Namun, segala keputusan pihaknya menyerahkan kepada rapat. Sementara Sukirman atau pihak SPSI bersikukuh agar UMP (Upah Minimum Provinsi) ditetapkan terlebih dahulu. “Kami tidak ingin pengalaman tahun 2014 terjadi lagi, kita sudah setor angka karena di-deadline ternyata UMP belum ditetapkan sehingga UMK di bawah UMP, sehingga kita menjadi kecewa,” jelasnya. Jika UMP sudah ditetapkan katanya pihaknya akan menyepakati berapapun UMK sesuai dengan PP 78 tahun 2015. Selain itu pihaknya juga mempertimbangkan adanya permasalahan di DP, karena ada dari pihak Apindo yang mempermasalahkan pendidikan terakhir anggota DP yang harus D-3. Sukirman mengaku menyadari kalau dirinya di DP hanya tamatan SMA. “Karena permasalahan tersebut, jika memang ini menjadi persoalan dan harus D-3, kami akan menarik diri di DP, dan kami hanya minta komitmen
Pembahasan UMK di Disnakertransos yang berjalan alot dan akhirnya mentok.
dari Apindo, agar nanti tidak jadi masalah,” tandasnya. Pihaknya mempertanyakan meskipun anggota DP pendidikan D-3 atau S-1 apakah mengetahui tentang pengupahan dan bisa memperjuangkan nasib para buruh. “Jadi kami menunggu dari pihak Dinas untuk pembahasan masalah UMK ini,” jelasnya. Sementara itu Kadis Nakertransos Wayan Gorim mengharapkan agar pembahasan UMK ini bisa segera kelar. Pihaknya memang belum menerima penetapan UMK. Namun kabupaten harus tetap membahasnya. Pihaknya juga ingin membahas mengenai SK DP yang masih ada permasalahan. “Kami juga ingin ada keputusan apakah akan direvisi atau bagaimana,” tandasnya. Dikatakan jika nantinya UMK sudah ditetapkan pihaknya akan mengawalnya. “Jika perusahaan sudah memberikan upah sesuai UMK/di atas UMK, kami apresiasi positif. Jika belum atau di bawah UMK ini perlu kita kawal lagi sehingga bisa lebih baik,” jelasnya. z Witari 30 November - 6 Desember 2015
23
K E S E H ATA N
Penanganan Awal Luka Bakar dengan Bensin
L
uka bakar dapat terjadi di mana-mana, di rumah, di tempat bekerja, di tempat umum, maupun di jalan. Penanganan awal luka bakar yang tepat dan benar dapat menghemat biaya perawatan dan kerugian SRWHQVLDO ¿QDQVLDO Dr. I Gusti Ketut Sudana, dokter Puskesmas Baturiti I, Tabanan, Bali menjelaskan, pengertian awal pada penanganan kasus luka bakar adalah periode beberapa detik atau beberapa menit setelah kejadian. “Sewaktu bagian tubuh yang sempat kontak dengan benda panas masih terasa sakit dan panas,” imbuhnya. Dalam periode awal ini tujuan perawatan luka bakar berfokus pada usaha secepat mungkin menyingkirkan energi panas dari jaringan tubuh. “Makin cepat makin bagus. Kalau dalam hitungan detik Anda sudah dapat menyingkirkan energi panas dari jaringan tubuh Anda yang sempat kontak dengan benda panas misalnya knalpot panas, maka Anda dapat berharap kulit Anda tidak akan mengalami kerusakan sama,” katanya yang pernah mengalami hal tersebut 20
24
30 November - 6 Desember 2015
tahun yang lalu. Beberapa kasus uji coba yang pernah dilakukan pada anak dan istrinya, maka premium atau bensin adalah pilihan yang tepat. Dalam pengalaman awal dan uji coba awal, Sudana memakai minyak tanah. Namun, karena ketersediaan minyak tanah semakin sulit, maka dalam uji coba, ia mengganti minyak tanah dengan bensin atau premium. “Ternyata hasilnya sangat bagus,” ujarnya. Bensin dapat membuang energi panas dari kulit lebih cepat dibandingkan minyak tanah, yang ditandai dengan kulit lebih cepat merasa dingin atau adem pada bagian kulit yang mengalami luka bakar. Cara aplikasi bensin atau premium dalam penanganan awal kasus luka bakar ada dua yaitu, dengan cara perendaman (direndam) atau kompres basah bagian kulit tubuh yang mengalami panas dan nyeri. Pilihan tergantung pada situasi dan ketersediaan sarana saat itu. Contohnya, jika kaki terkena knalpot panas, maka lebih mudah menerapkan cara kompres. Alasannya, bensin ada dalam tangki sepeda motor. Untuk mengambilnya, cu-
kup dengan mencelupkan kain lap, kain selendang atau kain baju ke dalam tangki bensin. Kemudian tempelkan pada bagian kulit yang mengalami kontak dengan benda panas. Bensin ditempel selama 10-15 menit. Jika lap diangkat atau proses pengaplikasian dihentikan, kulit masih terasa sakit dan panas, itu berarti waktu pengaplikasian bensin tersebut masih kurang. Setelah melakukan penanganan awal luka bakar dengan mengaplikasikan bensin pada bagian kulit yang mengalami kontak dengan benda panas (knalpot, minyak, air panas, dll.), perawatan selanjutnya adalah mencegah bagian kulit tadi terkena air atau bahan berair lainnya, misalnya keringat selama satu minggu. Alasannya karena kulit yang sempat kontak dengan benda panas akan kehilangan kemampuan menjaga sistem homeostasinya. Sistem homeostatis yang hilang akan membuat air mudah memasuki sel, sehingga akan terjadi luka melepuh dan menggelembung. z Citta Maya
Sakit Jantung Berawal dari Sakit Gigi KESEHATAN gigi menunjang kesehatan secara umum. Orang yang mengalami sakit jantung ternyata diawali dari sakit gigi. “Orang yang sakit jantung, orang yang memiliki tekanan darah tinggi, orang yang menderita kardiovaskuler, sebelumnya, 5-10 tahun yang lalu, pasti mengalami sakit gigi yang berlanjut dan tidak dirawat,� ujar Drg. I Agus Sundia Atmaja, M Erg., Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Badung, belum lama ini. Orang dengan penyakit jantung sangat erat dipengaruhi penyakit gigi dan mulut, namun memang tidak serta merta mengalami sakit jantung saat itu juga. Penyakit jantung ada dua yaitu penyakit jantung dapatan, dan penyakit
jantung bawaan. Penyakit dapatan inilah yang berbahaya karena bisa disebabkan dari sakit gigi, sakit tenggorokan, infeksi dari THT, mengingat penyakit tersebut berada pada lubang-lubang yang merupakan pintu masuk ke tubuh terutama mulut yang merupakan tempat masuknya makanan. Orang yang sakit gigi disebabkan karena terdapat kuman yang banyak, kuman tersebut berakumulasi kemudian menyebar melalui pembuluh darah yang ada di gigi, pembuluh limfa, bisa juga menjalar ke seluruh tubuh. Jika toksin yang dihasilkan kuman tersebut tersangkut pada pembuluh darah jantung, maka klep jantung berhenti bekerja. “Itu namanya infark miokard atau penyakit
jantung koroner, penyebabnya adalah toksin yang dihasilkan kuman yang datangnya dari gigi,� jelasnya. Setiap kuman tersebut pasti melewati pembuluh darah menuju jantung mengingat tugas jantung adalah memompa darah yang datang dari pembuluh darah kemudian berjalan melewati hati, ginjal, pancreas, mata, kulit, dll. Pada tempat tertentu yang tersumbat oleh toksin yang datang dari mulut, di situlah pembuluh darah tersumbat yang menyebabkan organ berhenti bekerja. Dan pembuluh darah yang terganggu bisa juga menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah. z Citta Maya
30 November - 6 Desember 2015
25
LENSA
PERAHU
Beberapa perahu nelayan parkir di Pantai Sanur. Perahu tersebut banyak dipergunakan untuk alat transportasi warga ke Nusa Penida maupun untuk wisata air para wisatawan.
MBP/Eka
26
30 November - 6 Desember 2015
OLAHRAGA
Karateka cilik Jepang Mahiro Takano mengisi klip video penyanyi Sia dalam lagu “Alive.”
Mimpi Tampil di Olimpiade
M
impi tampil di Olimpade ada di benak Mahiro Takano. Bocah berumur 9 tahun itu suka skateboard, tampolin dan video games. Namun, lebih dari semua itu, Mahiro adalah juara nasional karate Jepang tidak hanya sekali tapi tiga kali. Sosok Mahiro muncul dalam klip video terbaru penyanyi Sia Kate Isobelle Furler atau lebih dikenal Sia. Bocah kelas 3 murid sekolah dasar di Niigata, tampil memikat di dalam lagu “Alive” yang baru saja di rilis penyanyi Australia itu. Dengan latar belakang abu-abu, Mahiro mengenakan seragam karate dan yang unik adalah wig hitam putih. Seperti diketahui Sia dikenal dengan rambut putih yang mengembang. Dalam ruang latihan itu, Mahiro dengan penuh konsentrasi memainkan jurus-jurus dengan gerak indah dan tegas yang disebut ‘kata.” Tendangan, pukulan dan tangkisan diperagakan dengan energi penuh. Ia mengaku puas dan penuh suka cita mengerjakan pembuatan video itu di
sebuat tempat di Tokyo dan dalam waktu sepekan saja. Bahkan bila diajak lagi bersama penyanyi lain seperti Justin Bieber atau Taylor Swift, ia tak akan menolak. “Dia (Sia) menarik dan terus bilang bahwa saya fantastis,” ungkap Mahiro mengomentari sosok Sia. Menurut Masayo Takano, ibunya, Mahiro memiliki makna puluhan ribu kebaikan atau bakat. Itu diperlihatkan Mahiro bila sedang memainkan ‘kata’. Ia dengan seketika bisa tersenyum setelah melakukan teriakan dengan keras usai melakukan pukulan. “Luar biasa. Saya kagum,” kata Masayo memuji bakat anaknya. Dalam memainkan ‘kata,’ Mahiro membayang musuh yang jauh lebih kuat. Sehingga diperlukan strategi memahami karakter lawan sebelum menghadapi mereka. Untuk itu dipersiapkan jurus-jurus yang jitu meliputi tendangan, pukulan atau gerak badan yang seluruhnya dalam kombinasi harmonis laksana tarian. Sepanjang mengikuti kompetisi nasional, Mahiro tercatat baru sekali menelan kekalahan. Kala itu ia masih duduk dibangku taman kanak-kanak. Kekalahan
itu membuatnya menangis dan merasakan sakitnya tidak bisa menikmati kemenangan. Terpicu untuk menang, ia berlatih secara serius dengan kakaknya serta bapaknya yang berprofesi sebagai sopir truk. Latihan keras, berjam-jam dan sepanjang hari itu dilakukan sepulang dari sekolah. Hingga kini ia tidak lagi sebagai seorang murid namun selevel guru dengan kemampuannya seperti itu. “Karate mendidik anak belajar tentang kedisplinan, kerja keras dan tetap tenang menghadapi tekanan serta berlaku sopan,” tegas Masayo. Kemahiran Mahiro dalam memainkan ‘kata’ membuat Komite Olimpiade Jepang menggunakan jasanya. Ia dipilih sebagai duta untuk mempromosikan cabang olah raga bela diri ini di Olimpiade Jepang 2020. “Saya ingin tampil di Olimpiade dan memenangkan medali emas,” ungkap Mahiro kepada Associated Press, tentang mimpinya selama ini. z Yudi Winanto 30 November - 6 Desember 2015
27
OLAHRAGA
Kehilangan Gelar di Pengadilan MARTA Dominguez harus merelakan medali yang diraih sepanjang karier lepas satu per satu dari tangannya. Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) internasional di Lausanne, Swiss memutuskan setuju untuk dilucuti gelar juara dunia yang diraih pada 2009 serta menjatuhkan hukuman larangan bertanding selama selama tiga tahun. Itu semua berawal dari Federasi Atletik Spanyol yang 2014 lalu menerbitkan paspor biologi dalam kondisi bersih bagi atlet yang kini berusia 40 tahun. Badan atletik internasional IAAF dan badan antidoping dunia WADA menolak keputusan itu karena mengetahui ada yang yang tak beres dengan kondisi darah sang atlet dan melakukan banding ke CAS. Panel CAS memutuskan untuk menganulir semua gelar yang didapat Dominguez
sepanjang mengikuti kompetisi dari Agustus 2009 hingga Juli 2013. Sepanjang periode itu ternyata Dominguez menjuarai lari halang rintang 3000m di Kejuaraan Dunia Atletik di Berlin. Atlet Rusia Yulia Zaripova yang meraih medali perak di nomor itu, tidak serta merta mendapat medali emas atas kasus yang menimpa Dominguez. Sebaliknya, Zaripova justru dalam penyelidikan kasus doping sel darah dan potensial kehilangan medali emas yang didapat di Olimpiade London 2012. Namun, dia masih memiliki gelar juara dunia 2011 setelah federasi atletik Rusia menjatuhkan sanksi yang selektif waktunya. Putusan itu dinilai tidak adil dan memaksa IAAF melakukan banding ke CAS. Konsekuensi dari putusan tera-
khir CAS itu adalah Milcah Chemos Cheywa asal Kenya yang sebelumnya meraih medali perunggu, kini mendapat emas. Sementara pelari peringkat ke-5 Jennifer Barringer (AS) mendapat perunggu. Putusan CAS itu yang juga membuat Dominguez kehilangan gelar juara Eropa 2010, berlaku hingga 2018. Jadi saat putusan itu berakhir, Dominguez yang dahulunya spesialis 5000m, telah berusia 42 tahun. Dominguez yang memenangkan dua gelar Eropa dan dua medali perak Kejuaraan Dunia, terjun di dunia politik. Pada 2011 ia memenangkan pemilu dan duduk di kursi senat Spanyol, laporan Associated Press. z Yudi Winanto
MPB/ap
Juara nomor lari halang rintang 300m Marta Dominguez dari Spanyol pada Kejuaraan Dunia Atletik 2009 di Berlin.
28
30 November - 6 Desember 2015
MBP/net
Sprinter Dafne Schippers (kiri) dan Usain Bolt.
Penghargaan Tanpa Waktu Penyerahan DI TENGAH prahara doping yang melanda badan atletik internasional, ,$$) PHULOLV GDIWDU ÂżQDOLV DWOHW WHUEDLN tahun ini (2015 World Athlete of the Year). Ironinya penghargaan itu seperti mengambang tanpa tujuan karena tidak diketahui kapan akan diserahkan. IAAF setiap tahunnya menggelar pesta gala di Monaco untuk menutup kompetisi yang digelar. Pada saat bersamaan digelar pemberian penghargaan atlet terbaik hasil penilaian dewan juri yang terdiri dari 10 orang. Kali ini event tahunan itu ditunda menyusul skandal doping yang banyak menyangkut anggota lembaga ini. Selain itu itu IAAF juga disibukan dengan penyelidikan mantan pemimpinnya Lamine Diack oleh otoritas Prancis atas dugaan tersangkut kasus korupsi dan pencucian uang. 0HUHND ORORV NH SXWDUDQ ÂżQDO VHOHNVL penghargaan itu adalah Genzebe Dibaba, Dafne Schippers dan Anita Wlodarczyk di katagori putri. Sedangkan di putra terdapat Usain Bolt, Ashton Eaton dan Christian Taylor.
Dibaba merupakan jagoan lari dari Ethiopia. Ia memenangkan nomor 1.500m di Kejuaraan Dunia Atetik di Beijing Agustus lalu. Sebulan sebelumnya sebelumnya, ia membuat kejutan dengan memecahkan rekor dunia nomor itu di Monaco dengan wkatu 3 menit 50,07 detik. Schippers tak kalah mentereng rekornnya. Atlet Belanda itu memenangkan nomor lari 200m dan nyaris mengawinkan di 200m. Namun juara Eropa itu harus puas dengan medali perak di turnamen yang digelar di stadion Bird’s Nest itu. Wlodarczyk mendominasi nomor lontar martil. Atlet Polandia itu menjadi perempuan pertama dalam sejarah yang mampu melontarkan martil lebih dari 80 m. Ia memegang rekor dunia dengan lemparan sejauh 81,01m. Sepanjang musim ini ia memenangkan 11 kompetisi. Tiga Emas Sprinter Jamaika Bolt masih menjadi unggulan di katagori putra. Atlet yang juga pesohor olahraga itu menjuarai no-
mor nomor favoritnya 100m, 200m dan estafet 4x100m di Beijing. Atlet berusia 29 tahun menjawab kritik dan juga tantangan rival utamanya Justin Gatlin di nomor paling prestius 100m. Bolt membukukan waktu 9,79 detik meski gagal memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri. Sedangkan di 200m, Bolt memimpin sepenuhnya perlombaan dan menyentuh garis akhir dengan waktu 19,55 detik. Atlet dasalomba AS Eathon mempertahankan gelar untuk kedua kalinya berturut-turut. Di kejuaraan dunia, atlet berusia 27 tahun itu mengoleksi 9.045 poin termasuk dengan memecahkan rkor lari 400m dasa lomba dengan waktu 45 detik. Taylor dikenal sebagai juara dunia loncat jangkit. Ia memegang rekor kawasan Amerika Utara dengan loncatan sejauh 18,12 meter. Rekor yang dibukukan atlet berusia 25 tahun itu, merupakan yang terbaik kedua dalam sejarah, laporan Associated Press. z Yudi Winanto 30 November - 6 Desember 2015
29
OLAHRAGA
Kadek Oka Udayana
Rajai Balap “Off-Road” Nasional PRESTASI Kadek Oka Udayana di cabang olahraga balap off-road sangat membanggakan. Pembalap yang akrab disapa Dek Ray ini memastikan diri menjadi juara nasional kategori pro dalam event yang dihelat Indonesia Off-Road Federation (IOF). Andalan Dasico Racing Management Bali ini merajai tiga seri kejurnas sepanjang 2015. Dek Ray menjuarai kejurnas off-road seri perdana di Balikpapan, Kaltim, yang berlangsung April lalu, seri kedua di Lombok (Juni), dan seri ketiga di Pekutatan, Jembrana (Oktober). Dengan meraup poin 75, dia tidak mungkin bisa dikejar oleh pembalap lainnya, meskipun masih menyisakan seri keempat atau pamungkas di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, 4-6 Desember. Asalkan turun di Sentul, predikat juara sudah dalam genggamannya. Sederet pembalap yang menguntitnya seperti Aziz dari DIY serta trio Yudi, Wisnu, dan Andi (Surabaya, Jatim), harus puas berebut gelar juara dua. Atas prestasi ini, Dek Ray yang masih kuliah semester I Fakultas Teknik Mesin Unud, memastikan meraih hadiah mobil Daihatsu Ayla. ‘’Saya belum punya rencana soal hadiah mobil tersebut,’’ sebut pria kelahiran Jembrana, 23 Desember 1996 ini. Bakat Dek Ray menggeluti off-road mengalir deras dari sang ayah. Bapaknya juga pembalap dan membuka usaha
bengkel mobil off-road. ‘’Sejak kecil saya sering membantunya,’’ kenang alumnus SMAN 2 Negara yang mengendarai mobil Willys bermesin cherokee ini. Dek Ray sudah piawai menyetir mobil ketika duduk di bangku kelas VI SDN 4 Manistutu, Melaya. Namun, saat kelas I SMPN 3 Malaya, ia memilih menggeluti motocross di kelas special engiene (SE) 250 cc. Akibat cedera saat berlatih di Pecatu, putra kedua pasangan Ketut Master dengan Ni Ketut Parwati ini kemudian beralih ke off-road. Hebatnya lagi, pertama kali turun di off-road pada kejuaraan di Pesiapan, Tabanan, ia langsung merebut gelar juara. ‘’Hasil itulah yang memotivasi saya untuk terus menekuni off-road,’’ jelasnya. Manajer Tim Dasico, Tu De Arya, berharap ke depan muncul regenerasi. Ia sudah membidik beberapa pembalap grasstrack dan motocross yang mencoba beralih ke offroad. Hanya, diingatkannya bahwa olahraga petualang ini memacu adrenalin dan konsentrasi tinggi. ‘’Jangan sampai pembalap off-road terpengaruh persoalan pribadi seperti pacaran atau dugem,’’ ungkapnya. Belum lagi minat pemilik dana untuk terlibat dalam cabor off-road sangat minim. Pasalnya, lokasi sirkuit umumnya di hutan atau perbukitan, sehingga jarang dilirik sponsor sebuah produk. z Daniel Fajry
MBP/ist
RAPAT - Pejabat Bupati Karangasem Ida Bagus Ngurah Arda menyampaikan, penertiban alat peraga kampanye (APK) itu menjadi tanggung jawab penyelenggara Pemilu atau pilkada. Pemkab hanya membantu memberikan fasilitas demi kelancaran pelaksanaan tugas penyelenggara pemilu (TPP) sesuai UU. Penegasan itu disampaikan Pj. Bupati Arda saat rapat melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), Sabtu (14/11) di Amlapura. Rapat itu digelar terkait masih adanya silang pendapat antara pihak Pol. PP Pemkab dengan Panwaslih Karangasem. Rapat dipimpin Pj. Bupati dihadiri Sekda Adnya Mulyadi, Ketua DPRD Nengah Sumardi, unsur Polres, Kodim, Kejari dan PN Amlapura.
30
30 November - 6 Desember 2015
Kadek Oka Udayana ketika berlaga dalam satu seri balap off-road MBP/ist
EKONOMI
Sektor Pariwisata Menjadi Andalan Klungkung
Investasi Dalam Negeri Meningkat KABUPATEN Klungkung yang terdiri dari empat kecamatan yakni Kecamatan Klungkung, Banjarangkan, Dawan dan Nusa Penida memiliki berbagai potensi yang sangat menjanjikan. Akomodasi pariwisata, perdagangan dan perindustrian menjadi bidang usaha dengan jumlah investasi terbesar di Kabupaten Klungkung dan memiliki potensi yang amat besar untuk terus berkembang. Ini tidak terlepas dari upaya Pemkab Klungkung dalam mengembangkan pariwisata di Kabupaten Klungkung. Dengan potensi alam yang dimiliki, pariwisata di Kabupaten Klungkung akan terus berkembang seiring dengan peningkatan jumlah pengunjung. Kecamatan Nusa Penida yang terdiri dari tiga pulau yakni Nusa Gede, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, menjadi wilayah yang memiliki nilai investasi tertinggi di Kabupaten Klungkung. Sesuai dengan data penanaman modal dalam negeri tahu 2015 dari Kantor Penanaman Modal Kabupaten Klungkung, Kecamatan Nusa Penida telah mengumpulkan nilai investasi hingga Rp 601.683.331.823 di tahun 2015. Total jumlah penanaman modal dalam negeri di Kabupaten klungkung tahun 2015 mencapai Rp 715.416.789.645. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah investasi dalam negeri di tahun 2015 menjadi yang paling tertinggi. Ini terlihat dari realisasi pengurusan izin prinsip di tahun 2015. Peningkatan jumlah perusahaan yang mengurus izin prinsip di Kabupaten Klungkung tidak terlepas dari peran Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam mengefektifkan SKPD yang ada di Pemkab Klungkung khususnya Kantor Penanaman Modal kabupaten Klungkung. Selain penanaman modal dalam negeri, Kabupaten Klungkung juga menarik investor asing yang menanamkan modalnya di kabupaten terkecil di Bali ini. Sejumlah investor dari berbagai negara menanamkan modalnya di empat kecamatan di Kabupaten Klungkung. Para investor ini berasal dari berbagai negara di antaranya Australia, Jepang, Korea Sela-
tan, Perancis, Spanyol, Inggris, Kanada, Malaysia, Singapura, Amerika, Belgia, Belanda, Taiwan, Hongkong dan Tiongkok. Investor terbanyak yang menanamkan modalnya di Kabupaten Klungkung berasal dari Australia. Jumlah investasi yang terkumpul dari pemodal asing ini mencapai $ 216.906.221 dan Rp 74.657.487.201. Investasi asing ini didominasi di bidang usaha akomodasi pariwisata seperti hotel dan restoran serta dibidang jasa pariwisata. Investasi asing terbesar berada di Kecamatan Nusa Penida yang mencapai $ 111.362.682 dan Rp 33.547.380.297 didominasi sektor pariwisata. Sedangkan untuk Kecamatan Klungkung investasi asing mengarah ke bidang industri, biro perjalanan, jasa akomodasi dan transportasi. Selanjutnya untuk Kecamatan Dawan investasi asing menyasar bidang usaha industri bambu lapis yang dilaminasi dan jasa akomodasi pariwisata. Untuk Kabupaten Banjarangkan investasi asing merambah bidang usaha jasa akomodasi hotel dan rekreasi, industri pengalengan ikan, pengelolaan rumah dan real estat. (adv3)
Tabel Nilai Investasi (PMDN dan PMA) dan Izin Prinsip 30 November - 6 Desember 2015
31
A KT I V I TA S
MBP/ist
FGD - Sistem pertanian ramah lingkungan merupakan salah satu bagian dari pengembangan sistem pertanian berkelanjutan. Sistem itu dapat terlaksana bila memenuhi lima pilar yaitu (a) produktif, (b) berisiko kecil, (c) tidak menimbulkan degradasi lahan dan air, (d) menguntungkan secara ekonomi jangka panjang dan (e) diterima masyarakat. Ini menjadi tema focus group discussion (FGD) atau diskusi kelompok terarah di Desa Kedisan, Kintamani pada 14 November 2015 di desa setempat. Tujuan FGD adalah untuk memperoleh masukan maupun informasi mengenai pertanian ramah lingkungan atau pertanian EHUVLK WHULQWHJUDVL GDQ EHUVLIDW ORNDO VSHVLÂżN 3HQ\HOHVDLDQ GLWHQWXNDQ SHWDQL VHQGLUL 3HVHUWD GLVNXVL VHWHODK PHQGDSDW masukan dan hasil analisis dari narasumber, pasilitator dan menghasilkan rencana kerja.
PAMERAN - Felice Jewellery kembali mengadakan pameran liontin mulai dari Rp 299.000. 3DPHUDQ EHUODQJsung di Business Center, Aston Hotel Denpasar pada Rabu-Sabtu (18-21 November). Sales Felice Jewellery Kadek Widnyani mengatakan, ada banyak item perhiasan emas putih bertahtakan berlian mulai dari liontin, anting, dan cincin selama masa pameran. Kadek menambahkan, perhiasan Felice Jewellery tak hanya memiliki model yang cantik. Clarity atau tingkat kejernihan berlian yang diambil dari Afrika sudah mencapai tingkat Very-very Slight (VVS1), yaitu inclusion atau berlian yang cacat di dalam sangat halus hingga sangat sulit terlihat.
MBP/ist
JANGAN DITINGGAL - Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III meminta agar Bali jangan ditinggalkan dalam pembangunan. Karena Bali tidak punya sumber daya alam. Sekuat apa pun orang Bali bertahan tetapi tanpa proteksi pemerintah pusat, semua perjuangan Bali juga akan sia-sia. Saat inilah NKRI itu uji coba. “Saya PLQWD DJDU 3', 3 PHPEDQWX UDN\DW NDPL PHQMDJD DGDW pura, danau, bukit, laut dan tanah orang Bali. Jika Bali hancur, Indonesia akan rugi sendiri karena Bali bukan hanya milik bangsa ini, tetapi sudah milik dunia. Selain itu saya ucapkan terima kasih karena pusat sudah mengaORNDVLNDQ 5S WULOLXQ GDQD SHPEDQJXQDQ %DOL GL $3%1 ´ NDWDQ\D VDDW EHUWHPX 3UDQDQGD 6RHNDUQR '33 3', 3HUMXDQJDQ
32
30 November - 6 Desember 2015
MBP/ist
BELANJA - Chef Kelana yang terkenal sebagai juri di salah satu lomba masak TV swasta Indonesia ini memiliki sangat banyak penggemar di Indonesia mulai dari ibu rumah tangga hingga remaja. Bagaimana tidak, chef yang saat ini menjabat sebagai executive chef di salah satu hotel di Kuta Bali ini terkenal sangat ahli memasak berbagai jenis hidangan dengan ciri khasnya. Minggu (14/11), pengunjung HardysMalls Sanur sontak histeris saat mengetahui Chef Kelana berkunjung ke HardysMalls Sanur untuk membeli kebutuhan bahan makanan sebagai bahan demo masak.
MBP/ist
ULTAH - Pada 15 November 2015 RSIA Puri Bunda menginjak usia ke-12. Peringatan ke-12 tahun diselenggarakan di area parkir Rumah Sakit Puri Bunda, dihadiri seluruh karyawan dan keluarga kecuali yang berdinas pagi, dokter spesialis, rekanan, dan para pemangku jabatan sebelumnya. Puncak HUT diperingati seluruh keluarga besar rumah sakit dengan mengadakan acara yang dimeriahkan oleh karyawan rumah sakit dan keluarga, yang diawali lomba-lomba dan pertunjukan kesenian oleh karyawan dan keluarga. Dilanjutkan pemotongan kue tart oleh Direktur RSIA Puri Bunda dr. Nyoman Cahyana, M.M. yang didampingi Direktur PT Puri Bunda dr. Ida Bagus Semadi Putra, Sp.OG., Komisaris dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG.(K) dan perwakilan karyawan, In Memoriam, serta pembagian doorprize dan 1 buah motor sebagai grandprize.
MBP/ist
MAHASABHA - Mahasabha ke-3 Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW) dibuka secara resmi oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Inna The Grand Bali Beach, Sabtu (14/11) lalu. Dalam sambutannya, Gubernur meminta paiketan pesemetonan ini tidak tampil eksklusif, namun dapat berbaur dengan paiketan lainnya di Bali, serta bersatu membangun Bali ke depan. Diharapkan juga MWBW mampu membuat program-program yang membawa kesejahteraan bagi anggotanya. Sebelum membuka mahasabha, Gubernur sempat menyaksikan pameran benda langka koleksi Ida Rsi Bhujangga saking Geria Gelogor Denpasar, aneka jenis tongkat untuk sulinggih dari bahan kayu langka, aneka cincin permata atau batu mulia dan berbagai jenis senjata gegelaran Rsi Bhujangga Waisnawa.
MBP/ist
MBP/ist
HUT - Bali Tourism Development Corporation (BTDC) Nusa Dua atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) pada Kamis (12/11) merayakan HUT ke-42. Perayaan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan lebih fokus merayakannya bersama pensiunan karyawan BTDC yang telah merintis kawasan wisata ini hingga terkenal di dunia dan menjadi percontohan. Oleh karena itu, direksi BTDC sangat menghargai kerja keras dan jasa mereka. Mengingat BTDC mendapat tugas dari pemerintah untuk mengembangkan kawasan wisata ke wilayah lain, perayaan HUT tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat Baru ITDC Hadir Membangun Negeri�. Puncak perayaan HUT ke-42 BTDC Nusa Dua ditandai pemotongan tumpeng oleh Direktur Utama BTDC Abdulbar M. Mansoer.
SEMINAR - Diabetes mellitus sekarang ini bukan hanya penyakit yang banyak menjangkiti masyarakat karena keturunan, tanpa disadari penyakit ini disebabkan gaya hidup seseorang. Untuk itu mengendalikan pola makan, olahraga serta menerapkan hidup sehat merupakan hal wajib dilakukan. Hal itu dipaparkan pada Seminar World Diabetes Day 2015, Sabtu (14/11) di Imperium Hall Bali Royal Hospital (BROS). Seminar ini menghadirkan pembicara dr. Pande Dwipayana, Sp.PD.-KEMD., Dr. dr. Ratna Saraswati, Sp.PD.-KEMD-FINASIM. dan dr. Dwi Asti Lestari, Sp.GK. Registrasi acara dimulai pada 07.30 wita, tetapi peserta sudah ada datang pukul 06.30. Nampak dalam foto kiri-kanan : dr. Wira Gotera, dr.Ratna Saraswati, Prof.Suastika, dr. Patra Jaya, dr.Pande Dwipayana, dr. Dwi Asti. 30 November - 6 Desember 2015
33
A KT I V I TA S
MBP/ist MBP/ist
BINA LINGKUNGAN - Sebagai wujud kepedulian perusahaan kepada lingkungan sekitar yang bertujuan untuk memberikan manfaat lebih kepada masyarakat, PT Angkasa Pura I Bandara International I Gusti Ngurah Rai kembali menyalurkan dana CSR program Bina Lingkungan. Program dana hibah bina lingkungan yang diserahkan kali ini dalam bentuk pengembangan sarana dan prasarana umum serta perbaikan sarana ibadah. Pada kesempatan tersebut, General Manager Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Trikora Harjo, didampingi Co-GM I Gusti Ngurah Ardita menyerahkan secara simbolis bantuan senilai Rp 289 juta kepada perwakilan penerima, Selasa (17/11) di kantor Angkasa Pura I.
MENDAPAT TEMPAT - Keinginan ara teknolog muda Bali yang tergabung dalam PT Bimasakti Sanjaya untuk menjadi tuan rumah basis pengembangan teknologi informasi, kian mendapatkan tempat. Salah satu produk yang paling digemari adalah absen wajah di sejumlah sekolah, yakni Bimasakti School. Sebagai komitmen bekerja sama dengan sekolah-sekolah tersebut, diserahkan pula sebuah mobil operasional Bimasakti School yang dipergunakan sekolah bersangkutan. Kali ini diserahkan kepada SMK Negeri 1 Bangli. “Kami sejak awal berkomitmen untuk membantu peningkatan kualitas pendidikan di Bali khususnya, dengan menerapkan manajemen berbasis teknologi informasi, salah satunya melalui absen wajah,” ujar Dirut PT Bimasakti Sanjaya Ir. Ida Bagus Surya Sanjaya di kantornya, Jalan A. Yani, Peguyangan, Denpasar, Minggu (15/11).
MBP/ist
MBP/ist
MAKAN MALAM - Anggota DPR-RI Sumarjaya Linggih pada Senin (16/11) malam menyempatkan diri bersantap di Bebek Bengil (Dirty Duck) Tuban. Pria yang akrab disapa Demer ini hadir di acara arisan yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bali di restoran itu. Kegiatan yang digelar untuk mengakrabkan diri dan membangun jejaring itu tidak saja dihadiri para pelaku usaha muda yang tergabung dalam Hipmi. Hadir pula Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bali Panudiana Kuhn dan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Bali Dr. Gusti Kade Sutawa. Menurut Demer, pemilihan Bebek Bengil Tuban untuk acara arisan Hipmi Bali kali ini sangat sesuai karena lokasi restoran ini yang strategis.
34
30 November - 6 Desember 2015
SEMINAR - Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali menggelar Seminar Center of Excellence Budaya Lokal Bali di Wantilan UPT Taman Budaya (Art Center), Denpasar, Selasa (17/11). Seminar diikuti 150 peserta dari kalangan pengusaha penerbitan, pengarang, toko buku, pengamat pendidikan, budayawan, pustakawan, sastrawan, mahasiswa dan pelajar, serta masyarakat yang mempunyai minat dan perhatian di bidang perpustakaan. Sementara narasumber melibatkan Kepala Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi Perpustakaan Nasional RI dengan materi ‘’Perpustakaan sebagai Center of Excelence Budaya Lokal’’, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali dengan materi ‘’Layanan Perpustakaan Center of Excelence Budaya Lokal Bali’’ dan Prof. Dr. Nyoman Suarka, M.Hum. (Fakultas Sastra dan Budaya Unud) dengan materi ‘’Center of Excelence Budaya Lokal Bali’’.
MBP/ist
TERIMA HONORIS CAUSA - Presiden RI periode 2001-2004 yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri, mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Korea Maritime and Ocean University atas dedikasi dan pengabdiannya di bidang politik. Hadir mendampingi Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga dan istrinya, Bintang Puspayoga. Ini merupakan gelar kehormatan ketiga yang diterima Megawati. Gelar doktor kehormatan dari salah satu universitas kenamaan di Korea Selatan itu diberikan pada Senin (19/10) di Kota Busan. Doktor honoris causa yang pertama kali diterima Megawati pada 2001 dalam bidang hukum dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang. Kemudian penghargaan gelar doktor honoris causa yang kedua bagi Megawati dari Moscow State Institute of International Relation, Moskow, Rusia, dalam bidang politik atas jasanya mengembangkan sikap saling pengertian antar-bangsa dan interaksi antar peradaban.
WISUDA - Alfa Prima, Sabtu (14/11) lalu kembali melaksanakan Wisuda Program Pendidikan 1 tahun dan 2 tahun. Wisuda XI kali ini tidak hanya dihadiri wisudawan dan pendampingnya, juga jajaran dosen serta perusahaan yang telah menjalin hubungan kerja sama dengan Kampus Alfa Prima. Wisuda XI ini turut dihadiri oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Ketua HIPKI Provinsi Bali, serta sambutan oleh perwakilan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar. Dalam sambutannya disampaikan pentingnya penguasaan kompetensi dan skill, agar SDM dapat bersaing di dunia kerja maupun pasar bebas menuju MEA. Pada kesempatan ini, Direktur Alfa Prima juga menyampaikan sambutan serta pesan kepada wisudawan untuk berani bersaing dengan bekal kompetensi hardskill dan softskill yang telah dimiliki, sehingga sesuai dengan visi Kampus Alfa Prima ‘’To be the First Choice of Industry’’.
MBP/ist
30 November - 6 Desember 2015
35
LINGKUNGAN
Kawasan Jimbaran kini pertumbuhan hotelnya tak terkendali. Kondisi ini tak pelak menuntut penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hotel
Ramai-ramai Sedot ABT
A
ncaman menipisnya cadangan air tanah sudah sangat nyata. Suhu udara akhir-akhir ini sangat panas. Kemarau panjang telah membuat warga kegerahan. Penduduk daerah kritis seperti Kubu dan Datah Karangasem sudah lama berterik kekurangan air bersih, sebaliknya di kawasan Badung Selatan deretan hotel dan perumahan justru berlomba menyedot air bawah tanah (ABT) untuk keperluan minum dan mandi. Kondisi ini membuat cadangan air tanah minipis dan masuknya air laut ke darat di kawasan Badung Selatan. Peningkatan penggunaan air bersih ini sangat disadari oleh para pengusaha hotel dan warga di kawasan itu. Tatkala terjadi kekurangan air bersih karena air PDAM ngadat, menyedot ABT menjadi
36
30 November - 6 Desember 2015
jalan satu-satunya agar air tetap mengucur ke kamar mandi hotel. Mereka takut dikomplain wisatawan yang telah berani membayar mahal. Menyedot ABT inilah yang ramairamai dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Terlebih lagi air bersih untuk keperluan minum atau mandi dari PDAM tak selalu tersedia setiap saat. Saat-saat pemakaian pada jam-jam sibuk seperti pagi atau sore hari, ketika kran diputar yang keluar angin atau gelembung udara ke bak mandi. Ramai-ramai menyedot ABT dianggap paling praktis. Mereka tak perlu mengurus administrasi ke pihak terkait. Tinggal kontak tukang sumur bor, dua hari kemudian air telah mengucur di kran mandi. Salah satu tukang sumur bor di Denpasar mengaku kebanjiran order
pada musim kemarau. Tarifnya beragam tergantung kedalaman dan kerasnya tanah yang dibor. Makin dalam dan makin keras tanah tentu tarifnya makin mahal. Untuk kedalaman 40 meter tarifnya sudah diatas Rp 5 juta sampai air mengalir ke kran. Tukang sumur bor memang lagi panen di musim kemarau ini. Lebih-lebih jika melihat pesatnya perkembangan penduduk dan membanjirny pendatang ke Bali. Tak hanya pertumbuhan kamar hotel terus bertambah, perumahan dengan kos-kosan tumbuh bak jamur di musim hujan. Semua menuntut penyediaan air bersih. Semua berlomba menyedot ABT termasuk para pengusaha hotel berbintang. Bayangkan saja, kamar yang tersedia di kabupaten terkaya di Bali ini dari 2009 hingga 2014 telah mencapai 61.206 kamar.
Ironisnya, akomodasi yang berdiri di kawasan elite ini belum sepenuhnya memanfaatkan pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Masih banyak yang memanfaatkan ABT. Hal ini diakui Kepala Dinas Cipta Karya (DCK) Kabupaten Badung Ni Putu Dessy Darmayanti beberapa waktu lalu. Saat ini penggunaan air tanah di kabupaten terkaya di Bali ini sudah melebihi ambang batas. “Pemakaian air tanah di Badung 28 juta meter kubik setiap tahunnya. Padahal, batas maksimal pemakaian selama setahun 25 juta meter kubik. Artinya, ada 3 juta meter kubik kelebihan pemakaian air tanah,” tegasnya. Hal ini tentu sebuah keprihatinan mendalam di tengah makin panasnya bumi karena mengganggu keseimbangan ekosistem. Mereka yang menyedot air untuk keperluan hotel dan pemukiman tak sepadan dengan air yang dikembalikan ke tanah. Dalam kondisi seperti itu, tampaknya
sidak ABT liar--tanpa izin--mesti terus digenjot. Paling tidak bisa mengerem laju pemakaian ABT untuk kawasan yang parah krisis airnya. Menurut data dari Dinas Cipta Karya Badung, secara kuantitas pemakaian ABT memang didominasi perumahan. Perumahan yang memakai air tanah mencapai 20.990 perumahan. Sementara akomodasi wisata seperti hotel, restoran dan sejenisnya, 847 unit. “Badung Selatan menjadi wilayah terbanyak pemakaian air tanah, karena perkembangan pariwisata pesat. Tidak hanya perumahan yang terus dibangun, hotel dan akomodasi wisata juga,” ujarnya. Meski secara kuantitas jumlah perumahan lebih banyak dibandingkan akomodasi wisata, tetapi penggunaan air sektor pariwisata tetap saja cenderung lebih besar. Misalnya hotel. Satu hotel yang menyediakan ratusan hingga ribuan kamar menghabiskan air sangat besar. ‘’Jadi, pemakaian air tanah untuk akomodasi wisata ini cukup besar,’’ papar mantan Kabag Pembangunan Setda Badung itu. Untuk mendapatkan sumber air tanah memadahi, investor melakukan pengeboran. Di wilayah Kuta dan Kuta Selatan, rata-rata kedalaman pengeboran mencapai 160 meter. Dengan kedalaman 160 meter itu, air tanah disedot ke permukaan dan digunakan untuk kebutuhan hotel, restoran dan sejenisnya. Melihat dalamnya pengeboran sampai ratusan meter, bisa dipastikan air yang didapat adalah air payau atau campuran air laut dan tawar. Dengan salinitas tinggi, tentu air tersebut tak bagus dikonsumsi. Bahkan berisiko bagi yang memiliki penyakit tertentu seperti hipertensi. Karena itu air ini mesti diolah pihak hotel dengan alat khusus untuk dijadikan air tawar. Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung I Putu Anom mengatakan, dari penelitian Pusat Penelitian Pariwisara Unud tahun 2000 tentang Daya Dukung (carrying capacity) Bali dan Pariwisata, dari segi jumlah kamar hotel waktu itu sudah terjadi kelebihan kamar. ‘’Waktu itu sudah terjadi kekurangan air, karena maraknya pembangunan sektor pariwisata dan pembangunan perumahan,’’ terangnya. Akademisi pariwisata Unud ini menyarankan pemerintah membuat kajian daya dukung Bali untuk dapat membuat perencanaan yang tepat terkait apa saja pembangunan yang boleh berkembang.
Sementara dari kalangan DPRD Bali mengakui penyedotan ABT besar-besaran di Badung dan Denpasar memang kurang diimbangi dengan pelestarian dan perlindungan sumber daya air. Buktinya debit air permukaan--sungai mengalami penurunan. Bahkan mantan Ketua Komisi III DPRD Bali Drs Wayan Gunawan beberapa tahun lalu memprediki 3-5 tahun Bali krisis air. Krisis air ini memang telah terjadi saat ini di ali. Paling tidak dialami warga di daerah kritis. Kini menjalar ke warga di daerah lainnya. Penasehat Program Yayasan Institute for Development Economic and Planning (IDEP) Bali, Florence Cattin mengakui Bali tengah mengalami krisis air bersih. Bangun Kesadaran Baru Dari hasil penelitian yang dilakukan lembaganya sejak tahun 2012 bahwa Bali mengalami krisis dan penurunan kualitas air bersih. ‘’Cadangan ABT di Bali tinggal 20 persen,’’tegasnya beberapa waktu lalu di Denpasar seraya meramalkan Bali akan mengalami krisis ekologi pada tahun 2020. Karena itu perlu dibangun kesadaran baru akan pentingnya perlindungan sumber air permukaan, daerah tangkapan air dan daerah resapan. Disamping dibingkai oleh perda serta penegakkan hukumnya, tampaknya upaya memperbanyak sumur resapan dan biopori sangat penting di daerah-daerah yang mengalami krisis air terutama di Badung selatan yang paling banyak menyedot ABT. Membangun sumur resapan penting agar air permukaan lebih banyak masuk ke dalam tanah terutama di musim hujan. Upaya ini paling tidak bisa mengurangi air limpasan atau interusi air laut ke darat lantaran adanya penyedotan ABT besar-besaran. Sebab dengan memperbanyak sumur resapan cadangan air diharapkan meningkat sehingga bisa mengisi ruang-ruang hampa di dalam tanah karena air tanahnya kering tersedot. Meski terkesan terlambat, tampaknya upaya ini masih lebih baik ketimbang tak ada samasekali. Jika tidak ada pihak-pihak mengambil langkah untuk mengembalikan kondisi cadangan air seperti semula, daerah pesisir Bali akan mengalami kebocoran atau instrusi air laut. Semua pihak mesti melakukan aksi nyata. Termasuk para pelaku pariwisata Bali dalam mengingatkan kesadaran masyarakat dan edukasi penduduk serta pemangku kepentingan mengenai krisis air ini. z Suana 30 November - 6 Desember 2015
37
PEMERINTAHAN
Puncak Peringatan HUT Ke-6 Ibu Kota Mangupura
Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik dan Daya Saing Daerah PUNCAK Peringatan HUT ke-6 Ibu Kota Kabupaten Badung Mangupura, dilaksanakan dalam sebuah apel upacara peringatan di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala, Senin (16/11) lalu. Pada apel tersebut selaku Inspektur Upacara Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta dan selaku Komandan Upacara, Camat Mengwi I Gst. Ngr. Gede Jaya Saputra. Upacara diikuti Pj. Bupati Badung I Nyoman Harry Yudha Saka, bupati/wali kota se-Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kab. Badung. Juga hadir Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta bersama anggota DPRD Badung, Mantan Bupati Badung tampak hadir A.A. Ngr. Oka Ratmadi, A.A. Gde Agung yang juga Penglingsir Puri Ageng Mengwi. Apel peringatan juga diikuti para penglingsir puri, tokoh masyarakat, TP PKK dan DWP Badung, pimpinan partai politik, pimpinan SKPD, TNI/Polri, PNS Badung serta para pelajar. Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Wagub Bali I Ketut Sudikerta menekankan bahwa tema peringatan HUT Mangupura tahun ini yakni “Dengan semangat hari jadi ke-6 Ibu Kota Kabupaten Badung Mangupura kita tingkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah menuju masyarakat yang shanti dan jagadhita”, dipandang sangat relevan dalam upaya meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat Badung dalam membangun daerahnya ditengah-tengah kompleksitas tantangan di era globalisasi. Dijelaskan, semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme sebagaimana diteladani melalui peristiwa Puputan Badung tahun 1906 hendaknya selalu menjadi pijakan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat Badung dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelaksanaan pembangunan. “Nilai-nilai semangat tersebut harus diwujudkan dalam sikap kerja keras dan rela berkorban demi kemajuan untuk tercapainya kebahagiaan di dunia,” katanya.
38
30 November - 6 Desember 2015
Pada kesempatan tersebut Sudikerta menyampaikan penghargaan kepada jajaran Pemkab Badung atas kerja keras dan partisipasinya mensukseskan pembangunan daerah sejalan dengan program pemerintah Provinsi Bali. Diharapkan kerja keras dan kebersamaan ini dapat selalu ditingkatkan sehingga ke depan Kabupaten Badung benar-benar menjadi Mangupura, kota yang menawan hati, tempat mencari keindahan, kedamaian dan kebahagiaan yang sekaligus mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakatnya. “Jadikan makna Mangupura sebagai sumber inspirasi bersama sekaligus motivasi dalam membangun masyarakat Badung yang dilandasi prilaku sosial menyama braya. Dan secara terintegrasi diimplementasikan mengikuti falsafah Tri Hita Karana,” jelasnya.
Di bagian lainnya, Gubernur menekankan pada 9 Desember 2015 mendatang akan dilaksanakan Pemilukada serentak. Untuk itu Gubernur mengajak seluruh komponen masyarakat ikut menyukseskan pelaksanaan Pilkada serentan dengan tetap menjaga keamanan, kenyamanan di wilayah masing-masing sehingga pelaksanaan Pemilukada dapat berjalan baik dan aman. Khusus kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) juga diminta untuk tetap menjaga netralitas dan tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon. Di akhir apel peringatan, Wagub bersama DPRD Bali, Pj. Bupati Badung dan Wakil Ketua DPRD Badung menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba serangkaian hari jadi ke-6 Mangupura.(adv)
Wagub bersama DPRD Bali, Pj. Bupati Badung dan Wakil Ketua DPRD Badung menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba serangkaian hari jadi ke-6 Mangupura di Lapangan Pusat Pemerintahan Kab. Badung, Mangupraja Mandala.
PARIWISATA
Bersepeda mengelilingi desa kuno menjadi salah satu daya tarik wisata Desa Bayung Gede. MBP/ina
Menguak Keindahan Desa Kuno Bayung Gede
D
esa Bayung Gede termasuk desa kuno di Bali yang hingga kinipun masih dijaga kelestariannya. Desa ini berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut, sehingga berhawa sejuk. Warga desa yang ada di sini kebanyakan menggantungkan hidupnya kepada alam, seperti petani yang mengelola lahan pertanian kering. Menurut seorang ahli Thomas A Reuters menyebut Bayung Gede merupakan desa kuno yang menjadi induk dari sejumlah desa-desa kuno lainnya di Bangli seperti Penglipuran, Sekardadi, Bonyoh dan beberapa desa. Kendati kuno, Desa Bayung Gede di Kecamatan Kintamani, Bangli adalah salah satu desa yang sangat menarik untuk dikunjungi. Desa yang ditetapkan pemerintah Kabupaten Bangli sebagai desa wisata sejak tahun 2010 ini memiliki sejumlah daya tarik, baik alam maupun budaya masyarakatnya. Untuk menuju desa ini tidaklah begitu sulit. Dari pusat Kota Bangli pengun-
jung hanya perlu waktu sekitar 25 menit untuk bisa sampai di desa tua ini. Saat memasuki jalan desa pengunjung akan disuguhi pemandangan perkebunan jeruk dan sayur mayur pada lahan milik masyarakat. Segarnya udara pedesaan ditambah sejuknya udara Kintamani semakin menambah kenyamanan pengunjung yang berwisata. Saat memasuki pusat desa, sepintas pengunjung pastinya akan merasakan seperti sedang berada di Desa Penglipuran. Hal ini wajar karena secara historis konon Desa Penglipuran memiliki hubungan dengan Desa Bayung Gede. Di sini pengunjung akan bisa melihat rumah-rumah warga yang masih tradisional. Sebagian masyarakat di Bayung Gede masih mempergunakan bambu sebagai atap dan dinding rumah mereka. Selain bisa melihat rumah tradisional sekaligus berinteraksi dengan warga langsung, di Desa Bayung Gede wisatawan juga bisa menambah wawasan mengenai tradisi unik yang masih dianut warganya sampai saat ini. Salah satunya yakni tradisi
menggantung ari-ari pada pohon yang ada di sebuah kuburan yang dinamakan setra ari-ari. Pohon yang digantungi ari-ari bukan sembarang pohon. Pohon yang banyak tumbuh di setra ari-ari bernama pohon kayu bungkak. Pohon ini dipercaya mampu menetralisir bau seperti halnya keberadaan pohon taru menyan di Desa Trunyan. Perbekel Desa Bayung Gede Wayan Suarjaya mengatakan setiap harinya desa ini selalu dikunjungi wisatawan. Dan hampir setiap wisatawan yang berkunjung ke Desa Bayung Gede pastinya akan mengunjungi setra ari-ari. Sebab, hal ini jarang bisa ditemui di desa lainnya di Bali. “Biasanya wisatawan yang kesini akan mengunjungi setra ari-ari,� ujarnya. Dikatakan juga, biasanya wisatawan yang berkunjung ke Desa Bayung Gede menikmati perjalannya sambil bersepeda. Hal ini lantaran wisata cycling (bersepeda) yang tersedia selama ini banyak yang mengambil rute ke Bayung Gede. z Swasrina 30 November - 6 Desember 2015
39
AKTIVITAS
MBP/ist
PRESTASI - Sekda Kabupaten Karangasem Ir. I Gede Adnya Mulyadi, M.Si., Senin (16/11), melepas sembilan orang guru, pengawas serta kasek berprestasi untuk bertarung pada lomba di tingkat nasional. Kesembilan wakil Karangasem itu, terdiri dari lima orang guru peserta lomba berprestasi, tiga guru peserta lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan satu orang guru tutor kejar paket C berprestasi tahun ini. Mereka juga wakil Bali ke ajang nasional. Soalnya, mereka merupakan terbaik di Bali pada bidangnya, sehingga berhak maju bertarung di tingkat nasional. Kesembilan guru berprestasi itu Ni Nyoman Sukartiyasa, S.Pd., M.Si. Dia pengawas SD berprestasi dari UPT Disdikpora Kecamatan Kubu.
MBP/ist
AGENDA TETAP - Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Sekolah PGRI yang diadakan YPLP PGRI Kota Denpasar, kini menjadi agenda tetap YPLP sejak dipimpin Drs. Nengah Madiadnyana, M.M. Porsenijar sekolah PGRI ke-3, Jumat (13-11) kemarin, dibuka Sekot Denpasar Drs. A.A. Ngurah Rai Iswara, M.Si. didampingi Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, S.H. dan Nengah Madiadnyana. Bagi sekolah PGRI, Porsenijar ini memiliki manfaat ganda. Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Nengah Madiadnyana mengungkapkan, sejak diluncurkannya program ini, siswa dan sekolah PGRI di Denpasar makin berlomba menjadi yang terbaik mencapai prestasi. Nampak dalam foto Sekot Denpasar AAN Rai Iswara didampingi Gusti Ngurah Gede dan Madiadnyana saat membuka Porsenijar sekolah PGRI.
MBP/ist
MBP/ist
PENUTUPAN FSB - Penutupan Festival Seni Budaya (FSB) Kabupaten Badung 2015 terasa lebih hidup dan bergairah dibandingkan penutupan tahun-tahun sebelumnya. Sebelum dilaksanakann penutupan, terlebih dahulu disuguhkan lomba baleganjur tingkat SMP dan SMA/SMK se-Bali. Penutupan dilakukan Penjabat (Pj.) Bupati Badung Harry Yudha Saka, Selasa (17/11). Hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Badung Made Sunarta, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Dezire Yudha Saka, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Kompyang Swandika, Kepala SKPD, para pejabat dan karyawan/ karyawati di lingkungan Pemkab Badung serta masyarakat.
GANDA - Sukses ganda kembali diraih SMK PGRI 3 Denpasar. Pertama sukses sebagai tuan rumah sejumlah lomba Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Sekolah PGRI Denpasar. Kedua, ketiga kalinya memboyong piala dan predikat juara umum I untuk kategori SMA/SMK. Prestasi ini tak lepas dari sosok Kepala SMK PGRI 3 Denpasar yang juga Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. Dia bersama Wakasek, guru dan OSIS larut dalam kegembiraan ketika menerima piala juara umum I saat upacara penutupan Porsenijar ke-3 Sekolah PGRI, Sabtu (14/11). Piala diserahkan langsung Ketua PD PGRI Kota Denpasar I Nyoman Winata dan Ketua PGRI Bali Dr. Gede Wenten Ayasuda, M.Pd.
40
30 November - 6 Desember 2015
MBP/ist MBP/ist
TOKOH HINDU - Ada perbedaan mencolok di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur di tahun 2015 ini, yakni penataan kota pusat kerajaan Hindu Majapahit ini bertambah semarak dengan pembangunan yang dilakukan oleh Bupati Mojokerto dan jajarannya. Misalkan di sejumlah titik dan jalan besar mulai bermunculan para seniman batu yang membuat patung tokoh Hindu seperti Gajah Mada, Dewa Ganesha dan arca Ratu Tri Bhuwana Tungga Dewi. Begitu juga hampir di setiap perkantoran dari kabupaten hingga desa terlihat arca Dewa Ganesha atau simbol-simbol Siwa Budha. Dengan adanya pembangunan, bangunan pemerintah dengan ornamen batu bata merah khas Majapaitan.
SENARI - Lembaga Penelitian Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Rabu (18/11) kemarin, menggelar Seminar Nasional Riset Inovatif (Senari) ke-3 dan International Conference on Innovative Research Across Disciplines (ICIRAD) ke-1 di Grand Inna Kuta, Bali. Adapun tema yang diusung “Memperkuat Jati Diri Bangsa Melalui Riset Inovatif, Unggul dan Berkarater�. Kegiatan tersebut berlangsung hingga Kamis (19/11). Untuk menyukseskan kegiatan itu, panitia seminar mengundang keynote speaker sangat terkenal yaitu Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Dr. Muhammad Dimyati, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan dan Ketua APTIKOM Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D., Prof. Harry Aveling dari La Trobe University, Prof. Drs. Sariyasa, M.Sc., Ph.D. dari Undiksha dan Kongkiti Phusavat dari Kasetsart University.
MBP/ist
MBP/ist
ULANG TAHUN - Bali Safari & Marine Park kini genap beruVLD GHODSDQ WDKXQ 'HQJDQ WHPD ³7R ,Q¿QLW\ %H\RQG´ XODQJ tahun ke-8 Bali Safari & Marine Park merupakan kesuksesan yang melibatkan seluruh karyawan dan perwakilan manajemen. Bertepatan dengan ulang tahun yang ke-8 Bali Safari & Marine Park mengundang beberapa panti asuhan dan para pemuka 3 desa sekitar (desa Serongga, Lebih dan Medahan) untuk ikut serta meramaikan perayaan ini. Kali ini Bali Safari mengundang 88 anak dan dengan ini maka total anak panti asuhan yang telah berhasil diundang selama tahun ini genap berjumlah 800 anak. Hal ini juga merupakan salah satu komitmen Bali Safari menjelang ulang tahunnya yang ke-8.
PELUNCURAN BUKU - Perhatian Senator DPD-RI tidak hanya pada generasi muda namun juga menyasar pada golongan senior dan panglingsir Bali. Seperti ia tunjukkan saat menghadiri peluncuran buku ‘’Sang Guru’’, Drs. I Nyoman Sirna, MPH. yang dihadiri oleh keluarga besar Drs. I Nyoman Sirna di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Denpasar. Dalam sambutannya, Senator Gusti Wedakarna menyatakan bahwa dirinya sudah lama mengagumi sosok Nyoman Sirna yang kini lebih banyak bermukim di Bandung ini. Nampak dalam foto Senator RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, Drs. Alit Mariana (Kepala LPMP Bali), Prof. A.A. Muninjaya dan Keluarga Besar Nyoman Sirna saat peluncuran buku ‘’Sang Guru’’. 30 November - 6 Desember 2015
41
AKTIVITAS
MBP/ist
YUDISIUM - Program Pascasarjana Universitas Udayana (PPS Unud) menggelar yudisium ke-80 periode IV di Gedung Pascasarjana Unud, Jalan PB Sudirman, Denpasar, Rabu (18/11). Yudisium diikuti 203 orang, masing-masing 186 orang dari Program Magister (S-2) dan 17 orang dari Program Doktor (S-3). Dari jumlah itu, 45 orang dari Program Magister dan 5 orang dari Program Doktor meraih predikat cumlaude. ‘’Para yudisiawan ini telah berhasil mengikuti studi magister dan doktornya diharapkan nanti mereka mampu mengimplementasikan kompetensi yang telah diperoleh melalui proses pendidikan ini,’’ ujar Direktur PPS Unud Prof. Dr. dr. A.A Raka Sudewi, Sp.S (K). Nampak dalam foto Direktur Program Pascasarjana Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) (kiri) melaksanakan prosesi yudisium ke-80 periode IV yang diikuti 203 yudisiawan.
MBP/ist
HUT - Pada puncak perayaan HUT ke-46, Bank Tridarma Putri mengajak masyarakat Klungkung untuk bersama-sama berolahraga pada kegiatan car free day di Lapangan Puputan Klungkung, Minggu (15/11). Bank Tridarma Putri juga mengadakan lomba mewarnai tingkat TK se-Kota Semarapura yang diikuti 100 peserta. Sebanyak 6.000 kupon dibagikan kepada masyarakat yang hadir di Lapangan Puputan Klungkung. Bank Tridarma Putri membagikan berbagai hadiah dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor. Nampak dalam foto Direktur Utama BPR Tridarma Putri, I Wayan Suadi Adnyana, memotong tumpeng pada perayaan HUT ke-46 di Balai Budaya, Minggu (15/11).
MBP/ist
RAPAT - Kota Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali dan juga sebagai indikator pertumbuhan ekonomi di Bali, saat ini mengalami penurunan KDUJD KDUJD VHKLQJJD GHÀDVL GL .RWD 'HQSDVDU yang mencapai 0,56 persen pada bulan Oktober 2015, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 117,99. Hal tersebut diungkapkan Pj. Wali Kota Denpasar A.A. Gede Geriya pada ‘’High Level 0HHWLQJ 7LP 3HQJHQGDOLDQ ,QÀDVL 'DHUDK 73,' Provinsi Bali’’ yang dipusatkan di Kota Denpasar bertempat di ruang pertemuan Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (17/11). Pertemuan dibuka Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Ketut Sudikerta didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Bali Dewi Setyawati, Kepala BPS Provinsi Bali Panusunan Siregar, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan Ketua TPID kabupaten/kota se-Bali.
KUNJUNGAN - Oktober ini kampus SPBSTPBI disibukan beberapa kunjungan dari employer, salah satu hotel berbintang dan salah satu restaurant property di Amerika yang ingin merekrut para mahasiswa untuk training. Hotel-hotel yang sebelumnya sudah melaksanakan kunjungan ke Kampus SPB-STPBI seperti The Greenbrier Resort. Pada 5 Oktober 2015, Omni Amelia Island Plantation, Florida melaksanakan kunjungan perdananya ke kampus SPB-STPBI Denpasar. Omni Amelia Island Plantation Resort memiliki luas 1.350 are dengan fasilitas kamar yang langsung disuguhkan pemandangan Samudra Atlantik, kolam renang kelas dunia, lapangan golf, full-service spa, pilihan 8 restauran berbeda serta ruang meeting sangat luas dan serbaguna.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
MBP/ist
DITUTUP - Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) ke-3 Sekolah PGRI Kota Denpasar, berakhir Sabtu (14/11). Upacara penutupan dilakukan di Lapangan SMP PGRI 2 Denpasar dalam sebuah upacara bendera. Saat itu diumumkan peraih juara umum untuk tingkat SMP diraih SMP PGRI 5 Denpasar dan untuk tingkat SMASMK diraih SMK PGRI 3 Denpasar. Piala dan hadiah diserahkan Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, Drs. Nengah Madiadnyana,M.M., bersama Ketua PD PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nyoman Winata, M.Hum., diterima Kepala SMP PGRI 5, Dr. I Wayan Wirasa, M.M. M.Pd., dan Waka SMK PGRI 3, I Made Sugiarta, SST.Par. SMP PGRi 5 meraih juara umum I setelah meraih tiga emas, satu perak dan satu perunggu. Juara umum II diraih SMP PGR 1 dengan tiga emas dan tiga perak dan juara umum III SMP PGRI 2 dengan lima perak dan dua perunggu. Nampak dalam foto Ketua YPLP Madiadnyana dan pengurus bersama Nyoman Winata berfoto dengan peraih juara umum Porsenijar SMP PGRI 5 dan SMK PGRI 3 Denpasar.
MBP/ist
PENDANAAN - PDAM Gianyar harus membayar utang sebesar Rp 23 miliar selama 20 tahun. Meski utang tersebut sudah terlunasi pada 2013, kini PDAM tetap kesulitan berinvestasi karena harus melakukan perbaikan akibat kebocoran di 47 titik. Biaya investasi dan perbaikan yang dibutuhkan mencapai Rp 60 miliar. Dirut PDAM Gianyar, Ir. Made Sastra Kencana, Selasa (17/11) menerangkan, mulai 1993 PDAM Kabupaten Gianyar mengupayakan pendanaan melalui Departemen Keuangan yang bersumber dari pinjaman luar negeri. Dari pinjaman tersebut PDAM Gianyar akhirnya bisa memanfaatkan sumber air baku yang berasal dari 4 mata air gravitasi (MAG), 11 mata air pompa (MAP), dan 40 sumur bor dengan total kapasitas produksi 749 liter/detik.
MBP/ist
MBP/ist
DEKLARASI - Pemkab Karangasem bekerja sama dengan Badan 1DVLRQDO 6HUWL¿NDVL 3URIHVL %163 PHQJJHODU ³'HNODUDVL .DEXSDWHQ Karangasem Kompeten”, Sabtu (14/11) di Gedung UKM Centre. Dengan deklarasi itu, Karangasem bertekad menyiapkan tenaga kerja berkompeten dalam rangka menghadapi pasar bebas di bidang ketenagakerjaan. Pada deklarasi itu, selain pembacaan naskah deklarasi juga penandatanganan komitmen bersama, kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama antara Ketua BNSP dengan Penjabat Bupati Karangasem. Deklarasi merupakan langkah awal dan komitmen para pihak untuk mewujudkan Kabupaten Karangasem Berkompeten. Nampak dalam foto Pj. Bupati IBN Arda dan Ketua BNSP Sumarna F. Abdulrahman (kiri) saat penyerahan kenang-kenangan.
SOSIALISASI - Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar mendapat kepercayaan pemerintah pusat dan TNI. Kali ini Undwi Denpasar dijadikan sasaran sosialisasi ekspedisi NKRI di Papua Barat 2016. Untuk itu tim dari TNI langsung mengadakan sosialisasi, Jumat (13/11) malam. Tim dipimpin Danrem 163 Wirasatya diwakili Kasiter Letkol Inf. Fifin Zudi bersama narasumber Mayor Inf. Sapto Broto. Mereka diterima langsung Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. bersama WR I Dr. Putu Gde Erik Suardana, M.Erg., WR II Dra. Ni Made Suarningsih, M.Si. dan WR III Drs. Ida Bagus Rai, M.Si. Nampak dalam foto Rektor Undwi Putu Dyatmikawati bersama Fifi Zudi dan Sapto Broto saat sosialisasi ekspedisi NKRI di Papua Barat. 30 November - 6 Desember 2015
43
AKTIVITAS
MBP/ist MBP/ist
KERJA SAMA - Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar terus menjalin kerja sama dengan pihak kedua, baik untuk penguatan iklim akademis maupun untuk penguatan moral dan budi pekerti. Selasa (17/11) malam, Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., meneken MoU dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNP) Bali, Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. Usai penandatanganan naskah kerjasama, Putu Gede Suastawa memaparkan kasus dan problem penanganan pecandu narkoba di Bali. Dia minta Undwi membentuk Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS dan Narkoba (KMPAN). Mahasiswa ini sebagai agent action BNN. Sebab, persoalan narkoba tak bisa mengandalkan satu pihak atau mengandalkan BNNP saja.
MINI LELANG - Mandiri Dagang Untung sesi II tahun 2015 kembali diadakan dengan konsep mini lelang, Jumat (13/11) di Bale Udang Mang Engking, Jl. Nakula No. 88, Sunset Road, Kuta. Acara ini kembali dipersembahkan untuk para nasabah Bank Mandiri, terutama yang berada pada cluster pasar. Acara lelang dibuka oleh Bapak Sulamto Padmoredjo selaku Business Banking Head PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Region XI Bali dan Nusa Tenggara. Nampak dalam foto - Kiri–kanan: Bpk. Rodi Judho Dahono, Micro Banking Head PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Regional XI Bali Nusra, Bpk. Sulamto Padmoredjo, Business Banking Head PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Regional XI Bali Nusra, Ibu Putu Dian Pramayani, memegang kunci simbolis hadiah Honda Vario, Bpk. I Nengah Sudaya, Area Business Head PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Denpasar (paling kanan).
MBP/ist MBP/ist
MOTIVASI - Memasuki pasar bebas ASEAN atau Masayarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang tinggal sebulan lagi, Gubernur Bali Made Mangku Pastika memotivasi para lulusan Stikom Bali agar menjadi bos. “Anda akan bersaing dengan lulusan dari Singapura, Malaysia, Thailand dan negara ASEAN lainnya. Karena itu Anda harus meningkatkan kemampuan Anda menguasai bahasa Inggris agar bisa menjadi bos. Jika tidak, maka Anda hanya menjadi buruh,� kata Mangku Pastika ketika memberi pembekalan kepada 451 calon wisudawan Stikom Bali di gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, Selasa (17/11). Menurut Gubernur Mangku Pastika, setiap tahun Bali menghasilkan sekitar 20.000 sarjana baru. Dengan demikian lulusan Stikom Bali tak hanya bersaing dengan yang datang dari luar, melainkan dari Bali sendiri.
44
30 November - 6 Desember 2015
WIRAUSAHA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Denpasar, Jumat (13/11) lalu mengundang calon wali kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Bertempat di Ponjali Restaurant, Mahendradata. Ajang ini dimanfaatkan Rai Mantra untuk menularkan semangat wirausaha kepada anak muda Denpasar. Ia mengingatkan tidak ada keberhasilan yang diperoleh secara instan. Ia sendiri mengawali bisinis dengan jualan ikan di pasar Badung dengan berbagai tantangan mulai dari tidak dibayar, hadapi persaingan dan tantangan lain di pasar.
MBP/ist MBP/ist
KAGUM - Kekaguman terus dilontarkan oleh Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat menghadiri acara Mahasabha III Maha Warga Bujangga Waisnawa di Sanur, beberapa waktu lalu. Pasalnya, organisasi yang dilahirkan sejak 2005 ini berhasil menjadi sebuah organisasi Hindu yang bervisi modern tetapi kental dengan local wisdom. Hal ini ditandai dengan sejumlah presentasi membanggakan akan pencapaian semeton Waisnawa khususnya dalam membangun Hindu. Hal ini disampaikan Shri Gusti Wedakarna di hadapan Panitia Mahasabha. Nampak dalam foto Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, Ida Dalem Semaraputra dan A.A. Gede Agung Bagus Sudteja (Ketua Paiketan Puri se-Bali) di Mahasabha Bhujangga Waisnawa .
BAKSOS - Pada hari Sabtu dan Minggu, 14 dan 15 November 2015, segenap sivitas akademika Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai (FT UNR) Denpasar melaksanakan Kemah Ilmiah Mahasiswa (KIM) di Dermaga Gunaksa, Klungkung dan Pura Andakasa, Karangasem. Kegiatan yang dirangkaikan dengan acara Bakti Sosial (Baksos) ini diikuti 253 orang peserta dari mahasiswa, pegawai, dan dosen. Hadir dalam kesempatan ini Rektor UNR yang diwakili oleh Wakil Rektor I Ir. Gede Sumarda, M.T. dan Dekan FT UNR Ir. I Gusti Made Sudika, M.T. Kehadiran peserta KIM di proyek pembangunan dermaga penyeberangan Gunaksa yang sudah memasuki pembangunan tahap VIII ini, disambut kepala proyek beserta staf dan konsultan pengawas.
MBP/ist
LOMBA - FSRD ISI Denpasar tak pernah berhenti untuk terus meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa dalam berbagai kegiatan. Salah satunya dengan cara menjaring kemampuan mahasiswa lewat berbagai lomba. Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD ISI Denpasar pada 5 November 2015 menggelar lomba komik strip bertempat di FSRD ISI Denpasar. Menurut Ketua Panitia Pelaksana A.A. Gde Bagus Udayana, S.Sn., M.Si. yang diwakili oleh Drs. Cok G.R Padmanaba, M.Erg. bahwa lomba komik strip ini merupakan program bersama antara Prodi Desain Interior dan Prodi Desain Komunikasi Visual serta melibatkan mahasiswa dari prodi di lingkungan FSRD ISI Denpasar. 30 November - 6 Desember 2015
45
PANORAMA
Enam Pantai Paling Eksotis di Nusa Penida HAMPARAN pasir putih, pohon kelapa diterpa angin serta pemandangan bawah laut yang memesona, akan menggoda para pengunjung untuk mendatangi Nusa Penida. Kecamatan yang memiliki tiga pulau yakni Nusa Gede, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan ini mampu menyihir wisatawan untuk mengunjunginya kembali. Tidak sedikit wisatawan yang memilih untuk menghabiskan waktu di kepulauan tersebut untuk dapat menikmati keteduhan alam yang jauh dari hingar bingar perkotaan. Kebanyakan wisatawan yang datang ke Bali hanya mengenal pantai Sanur, Kuta dan Nusa Dua. Padahal, Nusa Penida banyak memiliki pantai alami yang memlpesona. Destinasi wisata yang dimiliki Nusa Penida ini sebagian besar belum diketahui keberadaannya oleh wisatawan mengingat tempatnya masih tersembunyi. Meski begitu, hamparan pasir putih dan keindahan pantai alami, menjadikan Nusa Penida sebagai satu kawasan dengan pemandangan pantai menawan. Menurut Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Klungkung I Wayan Sujana, Nusa Penida menjadi salah satu destinasi wisata yang memiliki potensi untuk menarik minat wisatawan. Dikenal sebagai penghasil rumput laut dan wisata spiritual, Nusa Penida juga menyimpan budaya yang adi luhung seperti nimpung (Semaya, Desa Suana), ngadegang (Batununggul) dan tari sakral seperti Jangkang Pelilit, Gambuh & Gandrung Bangunurip. “Sejak diadakannya Festival Nusa Penida yang pertama tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat. Tidak hanya wisatawan mancanegara, wisatawan domestik pun mulai berdatangan bahkan wisatawan lokal mulai berdatangan untuk menikmati keindahan Nusa penida yang terpendam. Hal ini bisa menjadi bukti potensi Nusa Penida yang cukup besar,� jelas Sujana. Ada enam pantai terindah yang perlu untuk dikunjungi bila sempat mengunjungi Nusa Penida. Di antaranya: Pantai Suwehan, Tanglad Pantai Suwehan yang berada di ujung tenggara Nusa Penida lebih tepatnya Dusun Watas, Desa Tanglad memiliki tebing yang menjulang tinggi. Dengan menuruni jalan setapak, pengunjung dapat berada di pantai yang dikelilingi tebing. Dari atas terlihat hamparan pasir putih yang menggoda. De-
46
30 November - 6 Desember 2015
ras tetes keringat menuruni tebing seketika menguap melihat keindahan pantai yang masih alami. Bila melihat ke laut, di tengah pantai terdapat bukit kecil berbentuk segitiga menjadi ciri khas pantai ini. Pantai Atuh, Pejukutan Pantai spektakuler ini diapit tiga pulau kecil, 3 kilmeter dari pemukiman warga Dusun Pelilit. Sepanjang perjalanan menuruni tebing dengan ukuran pejalan kaki samping kiri lembah dan kanan biru samudra, seakan membawa menembus cakrawala. Dikeliling oleh pemandangan tebing menjulang, pantai ini kerap menjadi magnet para fotografer mengabadikan. Matahari terbit menjadi incaran mata lensa yang membidiknya. Yang menarik dari pantai ini adalah pulau kecil membentang pantai dengan ujung berbentuk lancip di tengah terdapat lubang yang menganga, ombak dengan gagahnya masuk lubang tersebut. Pantai Kelingking, Bungamekar Pantai Kelingking lebih dikenal dengan Paluang. Karena kawasan ini masuk kawasan Pura Paluang dengan pelinggih mobil. Sebelah barat, persisnya samping pura. Diatas tebing memandang ke bawah, hamparan pasir putih lembut akan memanggil anda untuk turun. Tapi, hati-hati diharuskan ada pemandu untuk menuruni tebing. Curam tebing akan menjadi masalah anda. Nikmatnya, melihat dari atas keanggunan pantai ini. Pantai Pasih Uug, Angel Billabong dan Pasih Andus, Bungamekar Pantai dengan pemandangan yang aneh, pasalnya dilihat dari atas lingkaran tebing seolah-olah dikeruk. Tapi, inilah kebesaran Tuhan. Di sepanjang lingkaran, coral nampak jelas terlihat. Anehnya di Pasih Uug, bagian selatan tebing seperti jembatan. Inilah penyebab pantai disebut oleh masyarakat pasih Uug kalau diartikan bahasa Indonesia pantai hancur. Hancurnya daratan berpuluhpuluh tahun menghasilakn pemandangan eksotik. Di sebelah pasih Uug, juga tak kalah menarik pemandangan bebatuan dengan kolam alami berbentuk seperti ombak. Dengan bentuknya seperti itu para penggunjung khususnya wisatawan asing memberikan nama kawasan ini dengan Angel Billabong. Waktu paling tepat berkunjung, yakni saat
air laut surut. Kolam dengan air jernih akan membawa penggunjung bebas berenang dengan latar lautan biru. Masih satu kawasan di Sompang, Desa Bungamekar, sebelah utara tempat wisata ini sangat spetakuler. Tempat wisata ini dinamakan Pasih Andus, hembusan ombak dari bawah tebing mengucur deras menghasilkan uap air menjulang tinggi. Moment ini sering dimanfaatkan SHQJXQMXQJ XQWXN VHOÂżH Pandanbay, Sakti Pandanbay salah satu destinasi wisata pantai yang wajib dikunjungi. Pandanbay terletak bersebelahan dengan Crytalbay yang masih wilayah Banjar Penida, Desa Sakti, Nusa Penida. Kondisi airnya sama seperti Crytalbay. Dari Crytalbay berjalan menyusuri bukit lingga 1 kilometer. Bagi pengunjung yang suka trekking Pandanbay tempatnya. Trekking di sini, naik bukit turun bukit yang melelehkan, namun akan terbayar dengan pamandangan yang laur biasa. Sajian alam yang masih natural menyambut pengunjung setelah sampai di pantai. Deburan ombak yang gemuruh seakan-akan pengunjung berada di daerah tanpa penghuni. Pandanbay merupakan teluk kecil yang masih natural. Beberapa pengunjung menikmati pemadangan pantai ini hingga kemping. tidak terlewatkan suasana pagi menjadi alasan pengunjung yang kemping. Suasana nyaman, tenang yang jauh dari hingar-bingar kebisingan. Bila ingin berenang dianjurkan pengunjung berhati-hati, ombak di Pandanbay sangat besar dan juga ombak akan menyeret pengunjung ke dalam. Hamparan pasir putih serta suara alam pengunjung akan ingin betah lama-lama. Crystalbay & Gamatbay, Sakti Satu-satu dari sekian banyak pantai yang ada di Nusa Penida , pantai inilah paling dikenal dan menjadi agenda wajib jika berkunjung di Nusa Penida. Jika Anda tipe wisatawan yang lebih memilih snorkeling ketimbang sekadar berjemur, pantai ini adalah pilihan yang tepat bagi Anda. Indah dan bening air laut, menjadikan pantai ini lokasi yang tepat untuk snorkeling. Oleh karena itu, di kawasan Pantai ini paling menjadi favorit pengunjung. Jika pengunjung mengingankan moment sunset datanglah pada waktu sore hari. (adv1)
GAYA HIDUP
usana kasual adalah pilihan model ready to wear atau siap pakai yang paling cocok dikenakan dalam kegiatan sehari – hari. Apalagi modelnya memberikan kesan santai dan terasa nyaman saat dikenakan. Pekan lalu, beberapa model muda berbakat tampil di panggung “Lomba Fashion Show� HUT ke-17 Tokoh, hadir menyuguhkan berbagai kreativitas. Mulai dari kasual feminin, sporti , seksi dan lainnya dengan desain yang sangat trendi sehingga semua tampil menawan. Gaya pakaian kasual perempuan ditampilkan di antaranya dalam bentuk padanan celana pendek atau dress yang memadukan nuansa etnik endek dan modern dilengkapi sentuhan aksesori cantik. Sedangkan yang pria meski lebih simpel termasuk pemilhan motifnya namun tetap tampil gaya. Bagi para remaja, busana tersebut dapat dikenakan untuk jalan – jalan, berkunjung ke rumah teman, kerabat, ke kampus atau sekadar untuk gaya berpakaian saat keluar rumah. Berikut beberapa pilihan busana kasual remaja, pria dan wanita pilihan pekan ini yang dipamerkan beberapa orang model. - Sri Ardhini LAPORAN
30 November - 6 Desember 2015
47
EKONOMI
99 Investor Dalam Negeri Menanam Modal Rp 715 Miliar PENANAMAN modal dalam negeri di Kabupaten Klungkung telah mencapai angka Rp 715 miliar. Jumlah investasi tersebut berasal dari 99 investor dalam negeri yang membuka berbagai usaha di Kabupaten Klungkung. Besarnya jumlah investasi di Kabupaten Klungkung tersebut tidak terlepas dari promosi yang dilakukan Kantor Penanaman Modal Kabupaten Klungkung tiap tahunnya tersebut. Kepala Kantor Penanaman Modal IB Jumpung Gede Oka Wedana mengungkapkan penanaman modal dalam negeri telah mencapai angka 715 miliar. Menurutnya, setiap kecamatan di Kabupaten Klungkung memiliki potensi besar untuk mendatangkan investasi. Ini terlihat dari investor yang melakukan penanaman modal di seluruh kecamatan. “Dari empat kecamatan, investasi paling banyak berada di Kecamatan Nusa Penida yang mencapai 47 investor dengan jumlah
investasi sebanyak 601 miliar,� bebernya menjelaskan. Menurut IB Jumpung investasi di Kabupaten Klungkung didominasi bidang pariwisata, perdagangan dan jasa akomodasi. Jumlah investasi yang disampaikan tersebut berdasarkan dari permohonan izin prinsip yang dilakukan perusahaan yang membuka usaha di Kabupaten Klungkung. Menurut IB Jumpung investasi di Kabupaten Klungkung hingga saat ini masih sangat menjanjikan terutama di bidang pariwisata. Ini terlihat dari laporan para investor yang diterima Kantor Penanaman Modal setiap enam bulan sekali. Dengan tingginya nilai investasi tersebut, pihaknya optimis dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Klungkung. Untuk dapat terus meningkatkan jumlah investasi, Kantor Penanaman Modal juga melakukan promosi dengan mengikuti berbagai pameran di luar daerah.
Menurutnya, banyak investor yang melirik investasi di bidang pariwisata di Kecamatan Nusa Penida. Namun, kendala sarana pendukung seperti infrastruktur, transportasi, listrik dan air menjadi pertimbangan para investor menanamkan modalnya. Namun, dengan prospek yang dimiliki Kecamatan kepulauan tersebut, banyak investor yang menanamkan modal di kawasan tersebut. Meski di sisi lain, masalah sepadan pantai menjadi kendala para investor untuk dapat membangun di lokasi strategis. Selain penanaman modal dalam negeri, investasi juga dilakukan oleh pemodal asing yang berjumlah 51 investor di tahun 2015. Nilai investasi asing tersebut mencapai $ 217 juta dolar ditambah Rp 76 juta. Khusus untuk Nusa Penida investasi didominasi di sektor hotel dan restoran. Sedangkan investasi asing di kecamatan lainnya berupa industri dan jasa akomodasi. (adv2)
Investor mengurus izin prinsip di Kantor Penanaman Modal Kabupaten Klungkung.
48
30 November - 6 Desember 2015
TRADISI
MBP/dok
Perang “Papah Biu” di Desa Pengotan
”Ngerahajengan Jagat”
J
ika di Desa Tenganan Karangasem ada perang pandan, di Desa Pengotan Bangli juga ada tradisi yang hampir serupa. Hanya saja senjata yang digunakan untuk berperang bukan pandan berduri melainkan pelepah pisang atau yang dalam bahasa Bali disebut dengan papah biu. Sesuai senjata yang digunakan, tradisi di Desa Pengotan tersebut bernama perang papah biu. Oleh masyarakat Pengotan, tradisi unik ini juga disebut dengan Baris Babuang. Entah apa sebabnya dinamakan Baris Babuang, yang jelas tradisi yang sudah diwariskan masyarakat Pengotan sejak ratusan tahun ini masih tetap dilestarikan hingga saat ini. Bendesa Pengotan Jro Wayan Kopok menjelaskan, tradisi perang papah ini biasanya digelar setiap tahun sekali tepatnya pada piodalan Ida Batara Pingit di Pura Bale Agung Pengotan yang jatuh pada rahinan purnama kaenem. Perang papah biu dilangsungkan pada malam hari. Adapun yang menjadi peserta dalam tradisi ini yakni sejumlah tokoh adat yang disebut dengan jro dulu. Selain itu juga dibawakan oleh empat orang krama dan ratusan pemuda di Desa Pengotan. Dengan dipimpin oleh seorang peduluan yang bernama Jro Muncuk, sesi pertama tradisi ini akan dibawakan oleh empat orang jro dulu. Para jro dulu terlebih dahulu berbaris. Sebagai tanda dimulai-
nya perang papah biu, Jro Muncuk akan memberikan aba-aba dengan berteriak “Mekale”. “Setelah memberi aba-aba barulah perang dimulai,” terangnya. Setelah sesi pertama selesai, perang papah biu kemudian disusul dengan sesi kedua oleh empat orang krama. “Empat orang krama ini tidak sembarangan. Mereka merupakan krama yang dipilih sesuai kedudukannya di Bale Agung,” terangnya. Setelah itu, barulah dilanjutkan dengan sesi ketiga oleh para pemuda dari seluruh banjar di Desa Pengotan. Jro Kopok mengatakan, sesuai dengan bhisama di desa setempat, para pemuda yang menjadi peserta perang papah biu juga haruslah dalam kondisi sehat jasmani. Tidak boleh dalam kondisi luka. Sementara itu, aturan main perang papah biu ini tidak diatur secara khusus. Para peserta bebas menggebuki lawannya dengan senjata papah biu yang panjangnya sekitar setengah hingga satu meter. Meski banyak peserta yang terkena pukulan papah biu, namun tak satupun warga yang marah ataupun dendam. Para peserta justru senang. Selama mengikuti perang papah biu, para peserta yang hanya mengenakan kamen tanpa baju akan diiringi dengan gamelan gambang dan selonding. “Di sini gamelannya namanya due kenyong. Yang boleh memainkannya hanya teruna. Tidak boleh krama,” kata Jro Kopok.
Pelaksanaan perang papah biu ini, kata Jro Kopok bertujuan untuk ngerahajengan jagat. Tidak hanya untuk wilayah Pengotan, namun juga Bali pada umumnya. Dikatakan bahwa tradisi ini sebisa mungkin tetap dilaksanakan setiap tahunnya oleh warga Pengotan. “Selama ini tetap dilaksanakan. Kalau tidak dilaksanakan, dipercayai akan ada wabah penyakit dan bencana alam,” katanya. Nyepi Adat Selama Sebelas Hari Usai pelaksanaan perang papah biu, sebagai akhir dari prosesi piodalan Ida Bhatara Dalem Pingit, keesokan harinya masyarakat Pengotan akan menjalani tradisi nyepi adat selama 11 hari. Bendesa Pengotan Jro Wayan Kopok menjelaskan, dalam nyepi adat masyarakat harus mematuhi sejumlah larangan di antaranya tidak diperbolehkan memukul kentongan, gamelan, memotong hewan, menebang pohon, membangun rumah, berjualan daging, dan menggelar paruman. Tujuan dari pelaksanaan nyepi adat ini adalah memohon kedamaian dunia. Selama nyepi adat itu, krama adat mematuhi laranganlarangan tersebut. Selama sebelas hari itu, desa betul-betul sepi dari aktivitas pembangunan rumah, suara gamelan, suara kulkul. z Swasrina
30 November - 6 Desember 2015
49
P RKO A T IPVEIRT TAI S
MBP/dok
Tak Sesuai Tata Ruang, Proyek Dihentikan
B
erbagai program prioritas telah dipersiapkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyambut 2016. Ada tiga progam yang dikedepankan, di antaranya soal pengendalian tata ruang. Pada program penataan ruang dan pemanfaatan tanah, akan diterapkan pola khusus dengan maksud mengungkap kejanggalan dalam penerapan tata ruang. Terkait program tersebut, pemerintah akan tegas menghentikan proyek apabila tidak sesuai dengan tata ruang. “Menjelang pelantikan Pak Jokowi sebagai Presiden, saya sempat mengusulkan kepada tim transisi untuk membuat single map untuk tata ruang seluruh Indonesia. Informasinya akan launching akhir tahun ini, mudah-mudahan benar,� kata pengurus DPD REI Bali, Semadi Putra. Semadi menegaskan, dengan adanya peta tersebut tidak akan ada lagi tumpang tindih tata ruang. Sedangkan pembuatan tata ruang, murni merupakan hasil kajian sehingga dapat digunakan untuk penindakan pembangunan yang tidak tepat tata ruang. “Sekarang ini banyak salah persepsi mengenai alih fungsi lahan. Ban-
50
30 November - 6 Desember 2015
yak orang menganggap sawah atau kebun tidak boleh dibangun, itu penafsiran yang keliru,� ujarnya. Semua pihak, lanjutnya, mesti memahami tentang peta tata ruang, daerah mana yang boleh dilakukan pembangunan dan daerah mana yang tidak boleh karena jalur hijau atau ruang terbuka hijau (RTH). Oleh karena itu, mesti lebih disosialisasikan peta tata ruang itu. “Misalnya di Gatsu Timur (kawasan Jalan Gatot Subroto Timur, Denpasar, red), di sebelah jalan utama masih ada sawah kosong. Terus misalnya pemilik lahan akan membangun di tempat tersebut, bukan berarti alih fungsi lahan, tapi memang layak untuk dilakukan pembangunan,� kata developer asal Karangasem ini. Dengan adanya single map termasuk peta tata ruang yang terpusat, ia berharap tidak ada lagi pembangunan oleh developer liar. Soalnya, alih fungsi lahan selalu menyudutkan pengembang, termasuk pengembang yang baik juga kena getahnya. Termasuk, melanggar aturan mengenai tata ruang. Semadi mengakui, jika program dari pusat belum tentu diimpelentasikan
dengan baik di daerah. Menurutnya, kendala pemerintah pusat sekarang adalah penerapan peraturan pemerintah pusat ke daerah. Diperlukan political good will dari pemerintah daerah. Selain itu, perlu sanksi tegas memang dari pemerintah pusat ke daerah jika tidak melaksanakannya, misalnya dengan memotong anggaran dan sebagainya. “Rasanya itu sudah dijalankan. Kalau menurut saya, negara kita kebanyakan aturan dan semuanya bagus. Namun penegakannya yang masih kurang,â€? ucap Semadi. Sementara itu, Direktur PT Ariyana Property I Made Ariyana berharap pemerintah tegas menindak pengembang yang tidak mengantongi izin. “Harus diciptakan iklim usaha yang nyaman. 6HODLQ LWX KDUXV GLÂżOWHU MDQJDQ VDPSDL yang salah atau melanggar tapi izinnya (membangun-red) tetap keluar,â€? harapnya. Ia juga mengakui kalau pemerintah pusat dan daerah kadang-kadang tidak sinkron. Oleh karena itu, Kementerian Dalam Negeri harus membuat sanksi kalau pemerintah daerah tidak patuh. zKerta Negara