Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 209 | balipost.com

Page 1

209 | 20 - 26 November 2017

Sarwatra Swaguna Badung Jayanti

Dari Badung Membangun Bali RP 20.000


D A F TA R I S I OPINI lPenggelaran ”Smart Meter” Berbasis LoRa WAN 6 BALI SEPEKAN lSapi Pengungsi Dipulangkan 7

LAPORAN UTAMA l Sarwatra Swaguna Badung Jayanti Dari Badung Membangun Bali 8 l Aplikasi Tanggap Bencana Denpasar Diapresiasi BNPB Pendataan Pengungsi Terbaik di Bali 10 POLITIK l Anggaran Dikoreksi, Pilgub Terancam ’’Gagal’’ 16 l Revolusi Informasi Versus Radikalisme 17 KIPRAH l Bayu Pradnyana

Cocok untuk Pengembangan Otak Kanan 18

MANCANEGARA l Aksi ”Bersih-Bersih” di Arab Saudi 20 DAERAH l Dewan Minta Tiang Seluler

KESEHATAN lKetidakpatuhan Pasien Mengkonsumsi Obat Antihipertensi 24 LENSA l ”NGELAWANG” 26

OLAHRAGA l Tahta di Kelas Berat 27 PENDIDIKAN l Tingkatkan Kreativitas Anak dengan APE 32 EKONOMI l Pemain Periklanan Terbesar Asia 34 PARIWISATA l Jangan Jadikan Gunung Agung Objek Wisata 38

di SDN 2 Ketewel Dibongkar 22

20 - 26 November 2017

3


DARI PEMBACA

Merawat Taman Bermain di Renon M

asyarakat terfasilitasi dengan hadirnya taman bermain yang sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Fasilitas semacam ini sedapat mungkin agar terus ditambah di tempat-tempat lain sebagai wahana pendidikan anak usia dini (PAUD). Namun, saat kami langsung ke lokasi bersama cucu pada hari Jumat, 3 November 2017, terdapat sedikit ketidaknyamanan mata memandang, seperti sampah berserakan dan selokan air di halaman bermain airnya tergenang dan tersumbat sampah bekas makanan, kotak air mineral dan sebagainya. Selain itu, lantai yang berbahan imitasi dan berwarna gelap sangat tidak menarik dipandang mata dan terkesan panas, rupanya akan lebih alami diganti dengan rumput. Hal ini sejalan dengan tema clean and green. Di samping itu mengurai risiko cedera pada anak bila terpeleset. Sebagai wahana pendidikan tentu kita senantiasa memperkenalkan pada anak hal-hal yang positif, baik dan benar. Lingkungan pertamanan yang asri, tertata, bersih, rindang akan membangkitkan rasa teduh pada diri anak serta membangun sikap dan perilaku damai pada anak. Saran kami pada setiap taman bermain (ruang hijau terbuka) minimal ada petugas yang merawat dan menjaga kebersihan, keindahan taman, secara berkesinambungan. Hindari memperkenalkan anak pada pemandangan yang tidak elok. Semoga mendapat perhatian dari pihak yang berwenang. Drs. I Ketut Suharthana, M.Pd. Pemerhati dan pelaku lahirnya PADU/PAUD di Prov. Bali

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Dira Arsana Redaktur Pelaksana Diah Dewi Redaksi Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Sugiartha, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada Bangli: Ida Ayu Swasrina, Eka Parananda Buleleng: Sosiawan, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya Karangasem: Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra Negara: IB Surya Dharma Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

20 - 26 November 2017

4


Tembak Mati Bandar Narkoba PEREDARAN narkoba di Bali mengkhawatirkan. Angka pengguna narkoba baik itu anak sekolah, pengusaha, politisi, bahkan polisi tergolong tinggi. Bahkan, dari sertus pengedar narkoba di Bali, Kapolda Bali menengarai 70 orangdiantaranya adalah orang Bali. Itu artinya peredaran narkoba di Bali dan melibatkan orang Bali sudah sangat mengkhawatirkan. Terlebih belakangan ada wakil ketua DPRD Bali Jero Komang Gede Swastika atau Mang Jangol juga terjerat kasus ini. Tingginya tangkapan Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Bali dan jajaran Polda Bali terkait dengan peredaran sabu, ganja dan narkotika menguatkan prediksi bahwa Bali memang darurat narkoba. Menyikapi hal ini, Pusat Data Bali Post melakukan jajak pendapat di seluruh Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuisioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, 76,21 persen responden mendukung agar dilakukan langkah lebih tegas terhadap bandar narkoba. Langkah memenjarakan dengan hukuman mati bagi para bandar narkoba ternyata tak begitu efektif. Polisi dan jajaran BNN mestinya didukung oleh semua pihak untuk melakukan langkah tegas berupa upaya tembak mati bagi para bandar narkoba. Langkah ini tentu harus dibarengi dengan analisa intelijen dan keyakinan polisi bahwa target op-

erasi adalah bandar. Langkah tegas ini layak diterapkan untuk menyelamatkan generasi muda Bali dan bangsa ini dari ancaman bahaya narkoba. Sementara itu, 21,71 persen responden mengatakan tembak mati di tempat bisa menjadi pelampiasan dendam pribadi jiak tak diawali dengn prosedur hukum. Tembak ditempat trehadap pelaku mungkin saja dilakukan, namun jangan sampai tembak mati. Polisi termasuk jajaran BNN harus mampu membongkar jaringan sindikat ini dengan melakukan penyidikan terhadap bandar yang dibekuk. Pilihan tembak mati hanya bisa dilakukan jika tersangka melawan. Jika bandarnya menyerahkan diri tentu ada langkah hukum lain yang harus dilakukan. Polisi sebaiknya tetap melakukan upaya edukasi dan pencegahan terhadap potensi terjadinya kejahatan narkoba. Sementara 2,08 persen responden tidak memberikan jawaban terhadap pilihan tembak mati terhadap bandar narkoba. Responden mengatakan kejahatan narkoba tak akan berakhir jika polisi dan BNN tidak tegas. Selama ini maraknya peredaran narkoba juga akibat lemahnya pengawasan dan penindakan dari aparat. Untuk memberantas narkoba maka ketegasan aparat, komitmen serta konsistensi sikap terhadap kejahatan ini

justru perlu dibangun. Negara harus tegas menyikapi hal termasuk memecat dan memenjarakan aparat yang menjadi pelindung kejahatan ini. l Dira Arsana

76,21 %

Kurir narkoba yang melibatkan orang Bali diprediksi mencapai 70 persen dari pelaku kejahatan narkoba. Menyikapi hal, setujukah anda jika polisi dan jajaran BNN menembak mati bandar narkoba ?

21,71 %

Setuju

Tidak Setuju

Tidak Tahu

20 - 26 November 2017

5

5


OPINI

Penggelaran �Smart Meter� Berbasis LoRa WAN

S

aat ini di daerah Ungasan Puri Gading, Rayon Kuta Bali sedang diujicobakan perangkat smart meter 2 arah berbasis teknologi long range wide area network (LoRa WAN) untuk pelanggan PLN Bali. Dengan penerapan smart meter berbasis LoRa WAN maka pelanggan di Kuta dapat memonitor kondisi meter melalui perangkat gawai pintarnya meliputi penggunaan daya terpakai saat ini, alarm bila pulsa token habis bagi pelanggan pra-bayar, serta informasi tanggal jatuh tempo untuk pelanggan pasca-bayar. Yang terpenting lagi ke depan bahwa pelanggan pra-bayar dapat mengisi pulsa token melalui ATM yang langsung dapat terisi ke meter yang ada di rumah pelanggan tanpa perlu memasukan nomor-nomor token secara manual ke meter. Penerapan smart meter berbasis LoRa WAN oleh PLN Bali merupakan pengembangan smart meter yang pernah dibuat sebelumnya berbasis seluler 2G/3G, Wi-Fi, NFC, dan PLC, yang masih memiliki beberapa kekurangan. Smart meter berbasis 2G/3G memiliki kekurangan dimana harga meternya masih mahal dikarenakan perlu antarmuka yang mengubah pembaca meter analog ke dijital, perlu modem 2G/3G dan tarif bulanan yang relatif mahal harus dibayar pelanggan. Untuk smart meter berbasis Wi-Fi walaupun tidak ada tarif yang dikenakan tetapi jangkauannya sangat terbatas. Smart meter berbasis NFC masih memerlukan petugas baca meter dengan alat khusus untuk membaca meter, sedang smart meter berbasis PLC terkendala pada jaringan tegangan rendah sebagai medianya masih terus perlu diperbaiki dan dikembangkan. Untuk penggelaran smart meter berbasis LoRa WAN dibutuhkan alokasi frekuensi untuk mengoperasikan LoRa WAN, saat ini regulator belum secara khusus mengalokasikan frekue-

6

Oleh Gunawan Wibisono

nsi untuk LoRa WAN. Diharapkan regulator segera mengeluarkan regulasi menyangkut alokasi spektrum dan lebar bandwidth untuk penerapan IoT berbasis LPWAN baik pada frekuensi berlisensi maupun tidak berlisensi. Dengan adanya frekuensi untuk penerapan IoT berbasis LoRa WAN pada frekuensi tidak berlisensi, maka akan dapat mempercepat penggelaran smart meter 2 arah bagi pelanggan PLN yang banyak memberi manfaat dalam membantu pelanggan memonitor penggunaan daya listrik secara bijak, bayar tagihan atau isi ulang token tepat waktu, PLN juga dapat mengontrol beban pelanggan. Bagi PLN Bali dapat meningkatkan kualitas daya dan pelayanan kepada pelanggan dengan prima. Saat ini ujicoba smart meter 2 arah dari PLN Bali masih digelar terbatas dengan menggunakan Frekwensi SRD, sesuai Permen Kominfo No. 35 tahun 2015, dengan ijin klas, diharapka ke depan adanya regulasi frekuensi untuk IoT berbasis LoRa WAN. Karena rendahnya daya dan bit rate yang digunakan oleh teknologi LoRa WAN untuk menyalurkan data meter dari dan ke pelanggan PLN, maka infrastruktur LoRa WAN yang digelar PLN dapat digunakan secara bersama untuk unit usaha lain (provider) yang menyelenggarakan layanan utilitas seperti perusahaan air minum daerah (PDAM) atau perusahaan gas negera (PGN) atau pemerinta daerah (pemda). Ini dimungkinkan karena pelanggan PDAM atau PGN sudah pasti pelanggan PLN. Dengan demikian infrastruktur LoRa WAN yang telah terpasang ke pelanggan PLN tinggal ditambahkan smart meter untuk air dan gas dapat langsung digunakan oleh PDAM dan PGN dan terhubung ke jaringan LoRa WAN. Bagi PDAM dan PGN tidak

perlu investasi lagi untuk infrastruktur jaringan, cukup peralatan smart meter sebagai end-user device. Ini menjadikan skala implementasi akan lebih murah penggelaran infrastruktur smart meter untuk air, gas, dan listrik, karena telah terjadi penggunaan bersama infrastruktur telekomunikasi. Infrastruktur ini juga masih dimungkinkan untuk dikembangkan dan digunakan oleh pemda dalam menyelenggarakan layanan seperti pengelolaan sampah atau untuk fasilitas layanan pemerintah daerah menuju kota pintar. Jadi penggelaran smart meter 2 arah berbasis LPWAN akan memberi banyak manfaat, bukan hanya kepada pelanggan PLN sendiri tetapi juga kepada institusi utilitas yang lain dan pemda dengan adanya penggunaan bersama fasilitas jaringan. Penggunaan bersama jaringan LPWAN pada akhirnya bukan hanya memberikan peningkatan pelayanan dari isntitusi utilitas kepada masyarakat tetapi juga menciptakan sinergi antar institusi utilitas tersebut, sehingga biaya pelayanan dapat menjadi sangat terjangkau. Pola penggunaan infrastruktur bersama harus mulai diterapkan untuk membangun kota pintar, sehingga tidak setiap instansi menggelar jaringan telekomunikasi sendiri-sendiri, bila bisa bersama jadi lebih murah dan optimal. Pemanfaatan IoT untuk menjadikan hidup lebih nyaman dan aman dapat bisa diwujudkan melalui penggelaran smart meter 2 arah berbasis LoRa WAN. Banyak instansi yang akan menikmati manfaat dengan tergelarnya jaringan LoRa WAN disuatu area secara khusus dan masyarakat secara umum. Semoga pola penggunaan infrastruktur telekomunikasi bersama dapat diterapkan untuk penggelaran layanan teknologi telekomunikasi pada area yang berbeda. Penulis adalah Dosen Teknik Elektro UI

20 - 26 November 2017

6


BALI SEPEKAN

Sapi Pengungsi Dipulangkan WARGA pengungsi yang sebelumnya menitipkan sapinya di pos penitipan di Banjar Manggaan, Desa Nongan telah mengambil sapi mereka untuk dibawa kembali ke rumah masing-masing. Mereka membawa pulang sapinya pascastatus Gunung Agung diturunkan pihak PVMBG dari level IV (Awas) ke level III (Siaga). Dari 600-an sapi yang dititipkan warga pengungsi itu, kini tinggal 110 sapi milik warga yang masih berada di tempat penitipan itu. Salah satu petugas UPTD Pertanian Rendang, Karangasem, I Ketut Acok Supiana, Selasa (7/11), mengungkapkan warga yang menitipkan sapinya di Manggaan ini

berasal dari Besakih, Pempatan, dan Muncan. Pascaturunnya status Gunung Agung, banyak warga pengungsi telah mengambil kembali sapi mereka yang dititipkan sebelumnya. Tercatat hanya pengungsi dari wilayahnya di luar zona bahaya yang mengambil sapinya di sini. “Sekarang ini, sapi pengungsi yang masih dititipkan 110 ekor. Sebelum status diturunkan, sapi-sapi yang dititipkan mencapai 600-an ekor. Warga yang masih menitipkan sapinya di sini adalah warga dari wilayah KRB III yang masuk zona berbahaya,� ungkap Supiana. l Bagiarta

Perbekel Desa Dencarik Ditahan PERBEKEL Desa Dencarik Kecamatan Banjar I Made Suteja ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Singaraja, Selasa (7/11). Suteja diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (ABPDes) Desa Dencarik tahun 2015 dan 2016 yang lalu. Kejari sejak lama menyelidiki dugaan kasus korupsi di Desa Dencarik. Kejari kembali memanggil Suteja untuk memberi keterangan terkait dengan pengelolaan dana APBDes Dencarik pada tahun 2015 dan 2016. Saat menjalani pemeriksaan, statusnya langsung ditingkatkan dari saksi

menjadi tersangka. Dia pun langsung ditahan di Lapas Singaraja. Penahanan itu pun terbilang cepat dilakukan. Dari beberapa kasus sebelumnya, Kejari Singaraja biasanya baru akan melakukan penahanan menjelang pelimpahan kasus. Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Singaraja Indra Harvianto Saleh mengatakan, tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi dana APBDes tahun anggaran 2015 dan 2016. Akibat perbuatan itu kerugian negara yang ditimbulkan sekitar Rp 149 juta. l Mudiarta

MBP/gik

Operasi Zebra

1.376 Pelanggar Ditindak MEMASUKI hari keenam Operasi Zebra Agung 2017, Satuan Lantas Polresta Denpasar menindak 1.376 pelanggar, termasuk pelajar. Polisi juga menindak kendaraan yang masih menggunakan rotator. Kasat Lantas Polresta Denpasar Kompol Rahmawaty Ismail, Selasa (7/11) mengatakan berbagai kegiatan juga dilakukan selama Operasi Zebra Agung. Untuk penindakan, pihaknya menilang 1.341 pelanggar dan memberikan sanksi teguran 35 pelanggar. Sementara kegiatan pendidikan masyarakat seperti bimbingan dan penyuluhan dilaksanakan 49 kali. Terkait jumlah lakalantas selama operasi tersebut, mantan Wakapolsek Kuta itu menyatakan ada empat kejadian, dua orang meninggal dunia dan dua luka ringan. Ia mengklaim jumlah kecelakaan bisa ditekan. l Kertanegara 20 - 26 November 2017

7

7


LAPORAN UTAMA

Sarwatra Swaguna Badung Jayanti

Dari Badung Membangun Bali

K

abupaten Badung, satu dari delapan kabupaten/kota di Bali, secara fisik mempunyai bentuk unik menyerupai sebilah keris, yang merupakan senjata khas masyarakat Bali. Keunikan ini kemudian diangkat menjadi lambang daerah yang merupakan simbol semangat dan jiwa ksatria yang sangat erat hubungannya dengan perjalanan historis wilayah ini, yaitu peristiwa Puputan Badung. Semangat ini pula yang kemudian melandasi motto Kabupaten Badung yaitu Cura Dharma Raksaka yang artinya Kewajiban Pemerintah adalah untuk melindungi kebenaran dan rakyatnya. Kabupaten yang memiliki luas seluas 418,52 km2 atau 7,43 persen luas Pulau Bali ini juga tersohor dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi di Bali yang bersumber dari sektor pariwisata. Kabupaten dengan ibu kota Mangupura ini pun tidak mau mementingkan wilayah sendiri. Di bawah kepemimpinan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. dan Wakil Bupati Badung, Drs. I Ketut Suiasa, S.H., kabupaten yang dijuluki Gumi Keris ini berupaya berbagi dengan kabupaten lainnya. Komitmen Sarwatra Swaguna Badung Jayanti yang artinya, dimana pun dan kapan pun pemerintah mensejahterahkan alam dan masyarakat dalam arti luas Badung berbagi dari Badung membangun Bali terus digelorakan. Berbagai program kebijakan untuk masyarakat Bali telah diwujudnyatakan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Mulai dari menyisihkan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) yang telah diserahkan dana penyisihan PHR kepada enam kabupaten dengan total anggaran Rp 359 miliar, diinduk 2017 sebesar Rp 342 miliar dan di Perubahan ditambah lagi Rp 17 miliar. Selain menyisihkan sebagian pendapatan dari PHR ke enam kabupaten, pemerintah Kabupaten Badung juga berencana menyalurkan bantuan program bedah rumah. Tak tanggung-tanggung pemerintah bahkan siap mengucurkan dana besar untuk merealisasikan program ini. Bupati Giri Prasta telah menyampaikan dengan terbuka akan membantu program

8

MBP/ist

Presiden RI ke-5 Megawati Sukarnoputri meluncurkan program pola pembangunan nasional semesta berencanan (PPNSB) di Puspem Badung, Selasa, 13 Desember 2016.

bedah rumah sebanyak 2.000 unit untuk enam kabupaten yang selama ini menerima PHR dari Badung. Dengan total anggaran Rp 100 miliar yang rencana masuk tahun anggaran 2018, bantuan ini akan diberikan secara proporsional sesuai dengan penyumbang angka kemiskinan terbanyak. “Kami ingin memulainya dari Badung. Dari Badung Membangun Bali,” tegasnya. Program pro-rakyat pun telah dinikmati masyarakat, terutama di Kabupaten Badung. Seperti menaikkan santunan kematian dari Rp 3,5 Juta menjadi Rp 10 juta. Program kesehatan gratis melalui Krama Badung Sehat (KBS), pendidikan gratis hingga memberikan seragam gratis bagi yang baru memasuki SD dan SMP. Yang paling fenomenal adalah peluncuran Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). Dalam peluncuran tersebut, berbagai fasilitas diserahkan kepada masyarakat. Di antaranya, 122 mobil operasional jenis Toyota Hilux diserahkan kepada desa adat, 62 unit mobil ambulance untuk desa dan kelurahan, 8.636 unit komputer jinjing (laptop) diberikan kepada siswa kelas VI SD Negeri dan 314 unit laptop guru SD Negeri di kabupaten Badung. Apa yang dilakukan Badung tak semata-mata karena kabupaten Badung memiliki penghasilan yang tinggi dibandingkan

kabupaten kota lainnya. Baginya, kemampuan dan komitmen pemipinan lah yang mewujudkan semua itu. “Untuk menerapkan pendidikan gratis itu bisa diterapkan diseluruh kabupten/kota, sepanjangan ada komitmen,” kata Giri Prasta. Amanat UU 1945, anggaran pendidikan dialokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD. Selain dianggarkan di APBD, dari APBD juga diberikan dana bantuan operasional sekolah. Misalnya, kata Giri Prasta, ada dana BOS Rp1 juta persiswa, kebutuhan siswa Rp2,5 juta. Berarti sisa Rp1,5 juta yang harus dianggarkan di daerah. Ini bisa shering dari APBD Provinsi. Bagi kabupaten yang sudah mampu, seperti Badung tidak usah diberikan. Dan, bila perlu minta Badung untuk membantu daerah lainnya. “Ini hanya komitmen, kalau ada permintaan seperti itu saya siap,” tegasnya. Melahirkan orang hebat baginya sangat diperlukan dan itu berawal dari pendidikan. “Kalau orang hebat hanya bisa menghasilkan beberapa karya yang bermutu, tapi kalau guru yang bermutu akan menghasilkan ribuan orang-orang hebat,” kata Bupati Giri Prasta. Begitu pula masalah kesehatan. Kata Bupati Giri Prasta, pemerintah telah menganggarkan biaya dari lahir, hidup hingga

20 - 26 November 2017

8


MBP/ist

Presiden RI ke-5 Megawati Sukarnoputri menyerahkan laptop pada siswa SD di Puspem Badung, Selasa, 13 Desember 2016.

meninggal, seluruhnya ditanggung. Biaya pengobatan melalui jaminan kesehatan Krama Badung Sehat (KBS), seluruh biaya pasien akan ditanggung. Begitu pula kelahiran bayi, sejak lahir administrasi kependudukan, mulai dari ganti KK, Akta Kelahiran akan dilayani pada saat itu juga. Selain memberikan kesehatan gratis, juga diberikan santunan untuk penunggu pasien. Santunan penunggu pasien diberikan, karena pihaknya tak ingin keluarga pasien mengalami kesusahan yang berlipat. Dicontohkannya, jika bapak sakit, lalu ibunya yang menunggu, sementara ibunya berdagang. Otomatis saat menunggu pasien, kegiatan berdagang tidak akan berjalan. Lalu bagimana dengan perekonomian keluarga. “Inilah pemikiran saya untuk memberikan santunan penunggu pasien. Tentu ada syaratnya untuk memperoleh itu. Mulai dari berKTP Badung hingga satu KK dengan pasien, dan lainnya,” ”katanya. Tidak hanya itu, Giri Prasta juga sangat memahami kebutuhan adat, budaya dan agama di Bali khususnya Badung. Sehingga hibah kabupaten Badung juga banyak dikucurkan untuk pembangunan sarana di desa adat, pengembangan budaya

hingga upacara agama. Hal itu diberikan, karena ia tak ingin warga mengeluarkan uang untuk kegiatan itu, sementara tenaga dan waktu sudah banyak ditujukan untuk kegiatan tersebut. Selain memberikan bantuan, Giri Prasta juga tak lupa untuk mengenjot kegiatan ekonomi di desa. Saat ini, di era kepemimpinanya, pihaknya mengenjot desa berdikari. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) digenjot pendiriannya. Dengan

BUMDes segala kebutuhan di desa harus bisa dipenuhi oleh desa setempat. Misalnya pembangunan, kebutuhan akan material, pasir kerikil, dan semen harus dibeli di desa setempat. Jika tidak disediakan di desa baru kemudian bekerjasama dengan desa lainnya. “Dengan demikian, perekonomian desa berputar,” ujarnya. Selain BUMDes, pihaknya juga mengenjot Badan Usaha Milik Desa Adat (BUMDA). l Parwata/adv

Program Pro-Rakyat Badung - Menaikkan santunan kematian dari Rp 3,5 Juta menjadi Rp 10 juta - Program kesehatan gratis melalui Krama Badung Sehat (KBS) - Pendidikan gratis hingga memberikan seragam gratis - Peluncuran Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) - Sebanyak 122 mobil operasional jenis Toyota Hilux diserahkan kepada desa adat - 62 unit mobil ambulance untuk desa dan kelurahan - 8.636 unit komputer jinjing (laptop) diberikan kepada siswa kelas VI SD Negeri - 314 unit laptop guru SD Negeri - Santunan untuk penunggu pasien - Hibah untuk pembangunan sarana di desa adat, pengembangan budaya hingga upacara agama - Genjot pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Desa Adat (BUMDA) 20 - 26 November 2017

9

9


LAPORAN UTAMA

Aplikasi Tanggap Bencana Denpasar Diapresiasi BNPB

Pendataan Pengungsi Terbaik di Bali

P

emerintah Kota Denpasar senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada publiknya. Pelayanan publik yang berkualitas di setiap pemerintah daerah tentu menjadi dambaan setiap masyarakatnya. Sejak terjadinya erupsi Gunung Api Agung, Pemerintah Kota Denpasar melakukan langkah bersama masyarakat sebagai upaya tanggap bencana di Kota Denpasar. Hal ini diimplementasikan melalui aplikasi tanggap bencana pada warga KRB Gunung Agung yang mengungsi di Denpasar melalui Damamaya Denpasar Cyber Monitor di Graha Sewaka Dharma Lumintang. Melalui aplikasi Pro Denpasar plus yang dapat diakses melalui Handphone Android ini dapat dilihat langsung data lengkap tentang jumlah pengungsi, posko, rekapitulasi pengungsi berdasarkan desa/ kelurahan. Meliputi data per September jumlah anak-anak 1.559 orang, lansia 2.264, balita 706, dewasa/remaja 9.160, ibu hamil 12, dan difabel 3. Di samping mencantumkan data jumlah warga KRB, juga dapat dilihat jumlah posko yang ada di Denpasar yang mencapai 164 posko yang tersebar di seluruh Kota Denpasar. Diantaranya Posko Gurita Sesetan Denpasar Selatan, Posko Terpadu I sanur Kauh Jl. Danau Tempe Nomor 1, Posko Mandiri Kesiman Kertalangu, Posko Dusun Tegal Buah, dan Posko Gung Lumut, Posko Mandiri Ubung Jl. Gatsu 2, yayasan Padang Sambyan Klod. Hal ini dilakukan lewat aplikasi Pro Denpasar Damamaya Cyber Monitor dengan pendataan riil melibatkan lingkungan banjar, komunitas, desa/lurah, hingga kecamatan. Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra memang merancang sistem ini untuk memberikan kemudahan pendataan warga KRB guna menghindari data bias ataupun pendataan double. “Secara khusus Diskominfo harus memfasilitasi karena kembali ini demi kepent-

10

ingan publik, dan sudah kewajiban kita bersama untuk memberi pelayanan yang maksimal,” ungkap Wali Kota yang akrab disapa Rai Mantra ini. Pendataan yang dilakukan Pemkot Denpasar tersebut mendapatkan apresiasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyebutkan bahwa pendataan dari Kota Denpasar yang paling baik. Hal tersebut dinyatakan dalam acara Seminar Peningkatan Kapasitas Data Pengungsi Berbasis Masyarakat dan Teknologi yang dilaksanakan di Taman Ujung Resort and Spa Karangasem, Selasa (7/11). Pendataan yang dilakukan paling baik dan menjadi contoh sehingga dengan mudah diintegrasikan ke aplikasi yang dimiliki BNPB, sesuai dengan pernyataan Kasi Aplikasi Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Denpasar, Dewa Ngakan Ketut Rama Sanjaya. Aplikasi penanggulangan bencana BNPB yaitu Sisfo Pengungsi, secara khusus diterapkan untuk mempermudah pendataan para pengungsi untuk mendapatkan data pengungsi yang valid, sehingga data dari Kabupaten/Kota terkait yang ditempati oleh pengungsi harus di verifikasi dengan baik dan dapat diintegrasikan ke sistem yang telah dibuat oleh BNPB. Dalam Sisfo Pengungsi BNPB data pengungsi dan titik pengungsian dapat diakses dengan mudah. Sistem ini juga dilengkapi dengan format pengaduan, kontak penerima bantuan logistik, keperluan pos pengungsian, dan tentunya contact person yang dapat dihubungi bilamana diperlukan. Menurut Kasi Aplikasi Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Denpasar, Dewa Ngakan Ketut Rama Sanjaya, memang benar pihak BNPB memuji sistem pendataan pengungsi di Kota Denpasar. Setiap Kabupaten/Kota wajib mengirimkan data pengungsi agar dapat terintegrasi pada sistem pusat, agar data ter-update dengan dinamis.

Terkait dengan aplikasi tanggap bencana di Kota Denpasar memang dilakukan dengan kerja sama yang baik dari seluruh lapisan masyarakat, baik itu komunitas, desa/lurah, hingga kecamatan. “Diperlukan kebersamaan seluruh pihak dalam melakukan penanganan pengungsi warga KRB Gunung Agung dan terus lakukan komunikasi serta koordinasi,” ujarnya. Upaya evaluasi juga dilakukan dalam setiap sistem yang dirancang sehingga

20 - 26 November 2017

10


MBP/ist

Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat meninjau ruang kontrol Damamaya, Pemkot Denpasar di Lumintang.

segala hambatan ataupun penambahan inovasi yang dilakukan dapat teridentifikasi untuk dijadikan acuan dalam menentukan kebijakan selanjutnya. Di samping dapat diakses melalui Pro Denpasar Plus, juga dapat diakses melalui internet di alamat pusatdata.denpasarkota. go.id, atau menghubungi layanan 112 emergency call/0361-223333. Lebih lanjut, Dinas

Komunikasi dan Informasi Kota Denpasar juga menyiapkan akses data melalui aplikasi meliputi jumah anak sekolah TK SD, SMP, SMA/SMK. Meliputi Taman Kanak-Kanak (TK) dengan jumlah 103 orang, SD 1.112, SMP 465, SMA/SMK 365. Dijelaskan data-data ini terus diupdate setiap saat merujuk data dari desa/kelurahan baik warga KRB yang berada di

posko-posko maupun secara mandiri yang menetap di sanak saudara. “Karena data merupakan hal yang krusial, dan sifatnya harus cepat dan akurat, maka kedepan kerja sama, koordinasi dan komunikasi semua lapisan masyarakat harus dijaga untuk mendapatkan data yang update dan valid�, tambah Dewa Rama. l (adv) 20 - 26 November 2017

11


inspirasi

MBP/ist

Chef Komang Aryana

Komang Aryana

Cinta Hobi

C

hef Komang Aryana lahir dan besar di Bali. Minatnya untuk memasak dimulai sejak usia remaja serta dipengaruhi oleh kecintannya terhadap wisata kuliner dan warisan Bali. Kecintaannya tersebut menjadikannya sebagai seorang Executive Chef di Aston Denpasr Hotel & Convention Center. Keterampilannya dalam memasak membuahkan hasil dengan memenangkan beberapa kompetisi seperti Black Box Competition, Best Sambal, dan Food Truck Competition di Bali Culinary Festive ke-2, 4, 5, dan ke-6. Selain itu, Chef Komang juga merupakan salah

12

20 - 26 November 2017

satu chef yang dapat diandalkan untuk membantu promosi makanan khas Bali melalui hotel-hotel yang dikelola oleh Archipelago International seperti Aston Solo, Aston Inn Mataram, dan Crimson Hotel Cebu – Filipina. Di waktu luangnya, Chef Komang sangat senang memasak untuk keluarga dengan berbagai macam olahan makanan laut, atau melakukan perjalanan bersama istri dan kedua anaknya. Dia sangat tertarik untuk selalu mengunjungi wista alam di Pulau Dewata. Dengan berwisata alam dan kegiatan luar ruang yang lainnya, dapat membantu dia untuk menyeimbangkankan

gaya hidup urbannya yang sibuk. Menurut Komang, “Masakan itu merupakan tren yang tidak pernah berhenti. Saya percaya bahwa dunia kuliner merupakan cara terbaik untuk bersosialisasi antara satu dengan yang lain.� Dia juga sangat suka berbagi cerita tentang makanan dan tidak segan untuk membagikan resep rahasianya melalui program Chef Komang Berbagi Resep yang dipublikasikan di akun media sosial Aston Denpasar Hotel & Convention Center seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. l Diah Dewi


AKTIVITAS SENATOR WEDAKARNA - Adanya aksi demonstrasi yang dilakukan oleh komponen masyarakat Sanur saat acara peluncuran RS Bali Mandara (RSBM), menjadi perhatian Komite III Bidang Kesehatan dan Kesra DPD-RI asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Sebagai seorang negarawan (states man), ia mengaku memahami posisi Pemprov Bali sebagai tuan rumah hajatan peresmian RSBM dan posisi masyarakat Sanur yang menuntut haknya terkait kuota pekerja lokal di RS milik pemerintah Bali itu. DPD-RI Bali minta seluruh pihak menyelesaikan masalah ini dengan baik tanpa ada pihak yang tersakiti.

RSUD MANGUSADA -RSUD Mangusada melaksanakan upacara melaspas, Jumat (3/11). Upacara melaspas dilakukan setelah RSUD Badung merehab beberapa palinggih di Pura Luhur Mahasada tiga tahun yang lalu. Upacara melaspas dirangkaikan dengan upacara piodalan di Pura Mahasada. Piodalan ini dilaksanakan setahun sekali pada penanggalan Bali setiap Purnama Kalima. Direktur RSUD Mangusada dr. I Nyoman Gunarta, MPH. mengatakan, pada hari itu juga dilakukan pengambilan sumpah untuk menjaga kerahasiaan pasien dan rekam medis pasien. Pengambilan sumpah dilakukan pertama kali.

MBP/ist

MBP/ist

SUMBER ALFARIA - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. yang membawahi Alfamart Cabang Bali menyerahkan bantuan sembako dan peralatan sekolah, Kamis (9/11). Penyerahan bantuan ini menandai grand opening kantor dan gudang baru yang berada di Jalan By-pass Ida Bagus Mantra, Lingkungan Siyut, Desa Tulikup, Kecamatan/Kabupaten Gianyar. Sebanyak 50 paket sembako terdiri atas minyak goreng, gula, beras, mi goreng, teh, kopi dan margarin diserahkan kepada pemangku adat dan lansia yang berada di wilayah Tulikup atau sekitar Kantor Cabang Alfamart yang baru.

SEKDA BADUNG - Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, S.H. mengapresiasi pelaksanaan Innovation Festival (Inofest) yang diprakarsai oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Badung. Dikatakan, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) memiliki nilai-nilai strategis dan urgensi dalam membangun peradaban dan kesejahteraan bangsa. Pengalaman dari bangsa-bangsa lain menunjukkan bahwa iptek dapat menjadi tulang punggung dalam membangun peradaban. Oleh karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus menunjukkan kemampuan dalam bidang iptek. 20 - 26 November 2017

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

WABUP BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung menjalin kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Bandung, berkaitan dengan Kebijakan Pelayanan Publik. MoU dituangkan dalam penandatanganan kerja sama yang dilakukan oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Bupati Bandung H. Dadang M. Naser di Puspem Badung, Selasa (7/11) kemarin. Dalam kunjungan kerja sekaligus jalinan kerja sama tersebut, Bupati Bandung juga mengajak rombongan peserta Benchmarking Bintek “Kebijakan Pelayanan Publik�, dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lembaga Administrasi Negara (LAN) Kabupaten Bandung.

MBP/ist

DPRD BADUNG - Komisi I DPRD Badung yang dikomando Wayan Suyasa, S.H., Rabu (8/11), menggelar rapat kerja (raker) dengan sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Badung. Raker bertujuan mematangkan program dan kegiatan sebelum APBD Induk 2018 disahkan. Raker dipimpin Ketua Komisi I Wayan Suyasa didampingi Wakil Ketua Gusti Anom Gumati serta anggota Made Sudarmaja, Made Ponda Wirawan, Made Oka Suadnyana dan Nyoman Ardana.

MBP/ist

MBP/ist

BPPD BADUNG - Perjalanan dalam waktu 20 jam melalui Singapura telah dilakukan tim BPPD (Badan Promosi Pariwisata Daerah) Badung menuju Manchester, Inggris, Kamis (2/11). Promosi pertama kali ke Manchester ini dilakukan oleh tim Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Badung. Tim BPPD Badung mengikutsertakan industri 11 perusahaan potensial khusus pasar Eropa yang terdiri atas hotel berbintang, travel agent dan airline. Rombongan sales mission promosi pariwisata dipimpin Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra, S.H., M.Si., Ketua BPPD Badung I G.N. Rai Suryawijaya, S.E., MBA. dan Dr. Ni Made Eka Mahadewi.

14

20 - 26 November 2017

WAYAN KOSTER - Deklarasi dukungan kepada Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. menjadi Gubernur Bali tahun 2018 terus bermunculan. Kali ini deklarasi dukungan KBS (Koster Bali Satu) Gubernur Bali disuarakan masyarakat Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, bersamaan dengan pengukuhan Semeton Gus Bota (GB) Nusa Penida, Minggu (5/11). Ribuan warga menghadiri acara deklarasi dukungan KBS Gubernur Bali dan pengukuhan Semeton GB di Lapangan Umum Sampalan, Banjar Sampalan, Desa Batununggul. Selain KBS, tampak hadir Ratu Pedanda Nyoman Temuku dari Geria Cebang Giri Kusuma Payangan, Gianyar, Penasihat Semeton GB Bali yang juga Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, I Bagus Alit Sucipta (Gus Bota) dan lainnya.


MBP/ist

MADE URIP - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs, I Made Urip, M.Si. melanjutkan agenda resesnya dengan turun ke bawah (turba) menemui petani dan krama subak di Selemadeg Barat, Tabanan. Acara dihadiri Camat Selbar Ketut Suyana Putra, Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan I Made Subagia, Ketua PAC PDI-P Kerambitan Ketut Arsana Yasa alias Ketut Sadam, Ketua Kelompok Tani Ternak se-Kecamatan Selbar dan Selemadeg Timur, beserta ratusan petani dan krama subak seKecamatan Selbar. Pada kesempatan itu, Ketua DPP PDI-P langsung menggelontorkan bantuan aspirasi tahun 2017 di Tabanan senilai total Rp 1,3 miliar yang dipusatkan di Desa Lumbung, Banjar Dajan Sema, Selbar, Sabtu (4/11).

MBP/ist

ARYA WEDAKARNA - Minggu ini, sesuai rencana sebuah partai besar di Bali akan mengumumkan paket Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Bali yang bertarung pada Pilgub 2018. Isu perpecahan internal partai besar pun muncul yang disinyalir publik terjadi jauh sebelum proses politik penjaringan. Bisa diperkirakan situasi ini akan menguntungkan pihak incumbent yang akan ikut berlaga di Pilgub 2018 jika pandai mengelola konflik. Anasilis akan mandeknya mesin partai besar ini, terutama menyikapi situasi perpecahan internal di partai tersebut, disampaikan oleh Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, seorang politisi muda Bali yang sukses menjadi DPD RI pada Pemilu 2014.

MBP/ist

UNWAR - Para dosen muda di lingkungan Unwar, Rabu (8/11) dikumpulkan oleh Bagian SDM Biro Administrasi dan Keuangan untuk mengikuti sosialisasi jabatan fungsional. Acara dibuka Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Rektor Unwar Prof. Dewa Widjana mengajak para dosen muda Unwar untuk kreatif, inovatif, tekun dan suka bekerja keras. Tidak boleh puas setelah selesai S-2, melainkan harus meraih doktor dan guru besar. Alasannya, SDM dosen berkualitas yang akan menentukan kualitas perguruan tinggi. Ini sekaligus sebagai upaya mewujudkan visi Unwar sebagai World Class University pada 2034, di samping demi tata kelola PT yang profesional.

MBP/ist

BUPATI KARANGASEM - Didasari kepentingan menjaga kelancaran arus lalu lintas di ruas-ruas jalur evakuasi, Pemkab Karangasem menyatakan merestui inisiatif pengusaha galian C di Kubu mendirikan depo material seperti yang sudah ada di Sambirenteng, Buleleng. Hanya, pemkab akan menerbitkan standardisasi harga, sehingga konsumen tidak dirugikan dan bisa mendapatkan harga yang layak. Saat ini, masyarakat Karangasem yang sempat mengungsi baru saja pulang. Mereka masih ada yang trauma. Sekarang masih dalam kondisi emergensi. Depo menjadi solusi terbaik saat ini. Demikian ditegaskan Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri. 20 - 26 November 2017

15


POLITIK

Anggaran Dikoreksi, Pilgub Terancam ’’Gagal’’

P

Raka sandi

Jika ingin pemilu berjalan dengan baik maka anggaran minimal ini harus ditambah dengan (anggaran) sosialisasi sejumlah yang memang proporsional. Jika tidak, tentu kami akan kembali ke NPHD semula karena secara hukum itu mengikat. 16

roses regenerasi pemimpin Bali ternyata tak murah. Anggaran mencapai Rp 200 miliar lebih. Jika anggaran sebesear itu tak terakomodasi dalam APBD Bali, Pilgub Bali yang akan digelar Juni 2018 terancam ‘’gagal’’ digelar. Penegasan ini disampaikan Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi. ‘’ Pilgub Bali 2018 dipastikan tak bisa berjalan bila Pemprov dan DPRD Bali menyepakati anggaran untuk KPU dipangkas menjadi Rp 155 miliar. Pengurangan anggaran yang bisa ditolerir KPU Bali minimal Rp 213,754 miliar dari anggaran dalam NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) Rp 229,36 miliar,’’ jelasnya. Pihaknya mengaku bahwa pada saat rapat berlangsung, pihaknya sudah mengajukan 3 opsi kepada dewan. Pertama, tetap melaksanakan anggaran dalam NPHD yang sudah ditandatangani. Kedua, dilakukan pengurangan anggaran sebesar Rp 15,605 miliar menjadi Rp 213,754 miliar. Ketiga, melakukan sharing anggaran sebagaimana pola sejumlah daerah lain di Indonesia. Namun, opsi kedua dan ketiga masing-masing membawa implikasi yang perlu dipertimbangkan. Terutama opsi kedua karena anggaran minimal itu belum termasuk anggaran sosialisasi di media cetak dan elektronik, serta pendidikan pemilih. “Jika ingin pemilu berjalan dengan baik maka anggaran minimal ini harus ditambah dengan (anggaran) sosialisasi sejumlah yang memang proporsional. Jika tidak, tentu kami akan kembali ke NPHD semula karena secara hukum itu mengikat. Perubahan NPHD harus persetujuan kedua belah pihak,” jelasnya.

Menurut Raka Sandi, anggaran minimal itu didapat dengan mengurangi estimasi jumlah pasangan calon perseorangan (dari 3 menjadi 2 paslon, red), mengurangi biaya perjalanan dinas, meniadakan pengadaan pakaian seragam penyelenggara, meminimalisir pengadaan bahan sosialisasi seperti brosur, meniadakan sosialisasi dengan mobilisasi pemilih, serta meniadakan sosialisasi di media cetak dan elektronik. Kendati sebetulnya, kegiatan sosialisasi yang intensif dan pendidikan pemilih berperan cukup besar dalam suksesnya penyelenggaraan pemilu atau pilkada. Ketua Bawaslu Bali I Ketut Rudia menegaskan tetap bertahan pada angka Rp 62,898 miliar. Meskipun, dewan meminta ada rasionalisasi anggaran Bawaslu hingga Rp 39 miliar. Menurutnya, angka Rp 62,898 miliar itu merupakan hasil rasionalisasi dari usulan awal Rp 73 miliar. Usulan awal itu pun sudah melalui proses pembahasan yang cukup panjang. “Mohon dipahami, itulah perencanaan. Yang jelas, kami pasti efisien dan saya yakin ada sisa. Tapi kan tidak bisa sekarang,” jelasnya. Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry mengatakan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bali tetap mengusulkan rasionalisasi anggaran Pilgub Bali. Yakni, Rp 155 miliar untuk KPU Bali dari anggaran sebelumnya Rp 229,36 miliar dan Rp 39 miliar untuk Bawaslu Bali dari anggaran sebelumnya Rp 62,898 miliar. Bila sebelumnya mengacu pada pelaksanaan Pilkada Buleleng, Banggar kini berpatokan pada pelaksanaan Pilkada Provinsi NTB. l Rindra

20 - 26 November 2017

16


Suhardi Alius

Revolusi Informasi Versus Radikalisme RADIKALISME kini makin mengkhawatirkan. Dunia kampus yang mestinya menjadi dunia akademik dan pengembangan wawasan kebangsaan, penyebaran paham radikalisme justru makin gawat. Revolusi informasi diduga ikut memicu hal ini. Manusia pun dituntut lebih cerdas dan pihak kampus lebih ‘’agresif’’ dalam meomnitor gerakan radikalisme. Pengakuan bahwa radikalisme di kampus makin gawat datang dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius. Ia mengingatkan kampus harus bisa mendeteksi dan mencegah jika ada kegiatan tersebut. ‘’Jika melihat ada indikasi seperti itu cepat laporkan ke aparat berwajib,” ujarnya. Suhardi dalam kuliah umum bertajuk “Resonansi Kebangsaan dan Bahaya serta Pencegahan Radikalisme” itu mengingatkan bahwa penyebaran paham radikal di lingkungan kampus sekarang ini sudah sangat gawat. “Sudah tidak ada sekat. Kalau kita tidak gerak cepat untuk mengawasinya tentunya ini akan membahayakan anak-anak kita nantinya

dan tentunya bangsa ini sendiri,” katanya. Menurut mantan Sekretaris Utama Lemhannas ini, mahasiswa bersama dosen, dekan, hingga rektor memiliki peran yang sangat penting dalam melakukan upaya pencegahan, mengidentifikasi radikalisme serta langkah-langkah yang harus diambil untuk memecahkan suatu masalah jika terjadi hal tersebut di lingkungan pendidikan. Kepala BNPT juga meminta agar perekrutan tenaga pendidik harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai penyebaran radikalisme justru masuk melalui tenaga pendidiknya itu sendiri. “Penyaringan harus benar-benar ketat dalam merekrut tenaga pendidik. Jangan ada ideologi-ideologi lain yang diajarkan dosen kepada mahasiswanya,” katanya. Kepala BNPT juga mengingatkan mahasiswa agar pandai memilah dan memilih informasi di dalam era banjir informasi seiring kemajuan teknologi saat ini. Salah satu ekses revolusi di bidang informasi yang membuat dunia tanpa batas adalah tereduksinya semangat kebangsaan. Apalagi di dalam derasnya

arus informasi digital itu terdapat pula muatan-muatan yang memecah belah kerukunan dan kesatuan bangsa. “Tentunya dibutuhkan kewaspadaan, rasa nasionalisme yang tinggi untuk dapat memilih dan memilah sehingga kerukunan dalam umat beragama, kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan eksistensi NKRI dapat kita pertahankan demi kejayaan bangsa,” katanya. l Hardianto

Sudah tidak ada sekat. Kalau kita tidak gerak cepat untuk mengawasinya tentunya ini akan membahayakan anak-anak kita nantinya dan tentunya bangsa ini sendiri.

20 - 26 November 2017

17

17


KIPRAH

MBP/bagiarta

Bayu Pradnyana bersama guru pembina dan ayahnya saat berdialog di Radio SWiB 106,8 FM, belum lama ini.

Bayu Pradnyana

I

Cocok untuk Pengembangan Otak Kanan

Kadek Bayu Pradnyana, adalah siswa kelas IV di SDN 1 Karangasem yang pandai bercerita. Hal ini dibuktikannya dengan meraih juara I Lomba Bercerita tingkat Kabupaten Karangasem yang digelar oleh Departemen Keagamaan Karangasem, belum lama ini. Bakatnya ini memang telah terlihat sejak ia duduk di bangku kelas V SD. Dibina oleh guru kelasnya I Kadek Darmasusila ,S. Pd, Bayu Pradnyana juga berhasil mejadi juara dalam Lomba Seni Pantomim FL2SN 2017 tingkat Provinsi Bali dan berhak mewakili Bali ke Manado. Bayu mengaku, semenjak dibina oleh guru pantomimnya, I Kadek Darmasusila, dirinya sangat tertarik. Setiap latihan tidak pernah dilewatinya. Ketika latihan, Bayu diajarkan memainkan beragam karakter. Dari karakter ketika sedang makan, minum, membersihkan halaman dan sebagainya hanya dengan gerakan

18

20 - 26 November 2017

dan mimik tanpa dialog. “Pantomim itu, kita diajarkan melakukan gerakan tanpa dialog hanya dibantu music backsound yang mampu menghidupkan suasana dalam cerita yang dibawakan. Misalnya, suasana tegang, sedih dan gembira,” jelasnya dengan antusias. Kadek Darmasusila atau akrab disapa Kak Dedek membenarkan hal itu. Pantomim merupakan bagian dari pertunjukkan teater yang menjadi dasar dalam bermain peran. Seni peran yang unik dan mampu melatih pembentukkan karakter siswa khususnya tingkat sekolah dasar, dengan tema-tema yang disajikan secara sederhana. Pada prinsipnya, pantomim hanya mengandalkan teknik gerakan dan ekspresi yang diperankan untuk mentransfer maksud serta amanat yang disampaikan oleh pemeran. Lucu, unik dan menarik, menjadi unsur motivasi yang sangat digemari anak usia dini di sekolah dasar. Di samping itu,

anak-anak usia dini sekolah dasar akan lebih menyukai lagi karena menggunakan make-up putih-putih di bagian wajah serta pakaian warna salur hitam putih yang menjadi khas dari seni pantomim. “Terkesan lucu dan mengundang perhatian dari penonton, itulah pantomim,” terangnya. Kak Dedek menambahkan, seperti yang ia ketahui dari Septian Dwi Cahyo, tokoh Pantomim Indonesia yang dikenalnya saat mengantar Bayu berlomba ke tingkat nasional, selama ini pelajaran di sekolah lebih banyak mengandalkan metode hapalan. Sementara dari sisi psikologis, anak juga perlu diberikan stimulus seni dan imajinasi untuk mengembangkan fungsi otak kanan. “Anak-anak perlu juga diberikan asupan imajinasi untuk otak kanan. Pantomim sangat baik sebagai metode pengembangan otak kanan,” katanya. l Bagiarta


AKTIVITAS

MBP/ist

MAN JEMBRANA - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jembrana kembali mendulang prestasi di tingkat Nasional. Tahun ini, sekolah yang memiliki 1.124 siswa ini menjadi juara I dalam Olimpiade Halal yang diselenggarakan LPPOM (Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Makanan) MUI atas nama Sania Maudina Akbar, siswi kelas X IPA. Prestasi juara I ini merupakan yang kedua kalinya diperoleh MAN 1 Jembrana dua tahun berturutturut dalam olimpiade tersebut. Kepala MAN 1 Jembrana Patahul Bari, S.Ag., M.Pd. saat ditemui, Sabtu (4/11), mengatakan sekolah sangat berbangga dengan prestasi di ajang tingkat nasional ini.

MBP/ist

BUPATI KLUNGKUNG - Pembangunan Rumah Sakit Pratama Nusa Penida telah rampung. Fasilitas yang difungsikan untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat ini ditinjau Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Jumat (3/11) . Didampingi istri, Ny. Ayu Pastika dan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta beserta istri Ny. Ayu Suwirta, mantan Kapolda Bali ini juga sekaligus menghadiri karya malaspas, caru rsi gana dan piodalan di RS setempat. RS Pratama ini merupakan yang pertama di Nusa Penida dengan kapasitas 48 bed.

MBP/ist

MBP/ist

BUPATI KLUNGKUNG - Guna mempertajam dan memantapkan jalannya program Angkutan Siswa Gratis yang akan beroperasi, Senin (13/11), Pemkab Klungkung bersama Dinas Perhubungan, Kepolisian, serta dinas terkait melakukan pembinaan terhadap sopir, Kamis (9/11). Bertempat di Terminal Semarapura, kegatan ini dipimpin langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta serta dihadiri OPD terkait dan GM Perum DAMRI Sukma Ardika. Bupati Suwirta mengatakan Perum DAMRI selaku pemenang tender program inovatif ini, nantinya akan bertindak sebagai operator.

BUPATI KLUNGKUNG - Ratusan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan puluhan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilihan Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali serta Bupati dan Wakil Bupati Klungkung pada 2018 dilantik di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Senin (6/11). Melalui ini, mereka yang juga mengucap sumpah/janji diminta untuk bertugas independen. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang menghadiri acara tersebut menyampaikan dalam menghadap hajatan politik lima tahunan ini, PPS dan PPK agar berkoordinasi dengan baik, sehingga nantinya Pilgub Bali dan Pilbub Klungkung berjalan sesuai harapan. 20 - 26 November 2017 19


MANCANEGARA

Aksi ”BersihBersih” di Arab Saudi

K

endati berstatus tersangka kasus korupsi, 11 orang yang terdiri atas pangeran, menteri, dan pebisnis Arab Saudi tetap mendapat perlakuan istimewa. Mereka dilaporkan ditahan di hotel bintang lima, Ritz Carlton Riyadh. Ruangan yang dijadikan ruang tahanan pernah dijadikan tempat Konferensi Internasional Investasi Masa Depan pada akhir Oktober lalu. Konferensi Investasi Masa Depan merupakan acara perkumpulan para pemimpin bisnis dunia. Hotel Ritz Carlton juga pernah menjadi tempat penginapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Semua tahanan itu tidur di atas matras tipis di ruangan yang sama. Wajah mereka tidak terlihat karena tertutup selimut. Sumber dari Pemerintah Arab Saudi mengatakan di dalam foto itu terdapat investor dan pebisnis kaya Pangeran Alwaleed bin Talal. Sejauh ini, foto tersebut tidak dapat diverifikasi, termasuk nama hotelnya. Namun, Alwaleed memang menjadi satu dari puluhan pangeran dan pejabat yang ditahan dalam operasi anti korupsi terbesar di Saudi tersebut. Anggota kerajaan lain yang di tahan ialah Pangeran Miteb bin Abdullah (Menteri Pertahanan Nasional), Turki bin Abdullah (mantan Gubernur Provinsi Riyadh, dan Adel Fakeih (Menteri Ekonomi dan Perencanaan). Apa saja fasilitas yang diterima 11 tahanan istimewa itu di Hotel Ritz Carlton masih belum diketahui. Pemerintah Saudi tidak memberikan komentar mengenai hal ini. Mereka masih menunggu hasil penyelidikan. Seperti diketahui, pada akhir pekan lalu puluhan anggota keluarga kerajaan, pejabat, dan pengusaha ternama ditahan terkait kasus korupsi. Salah satunya miliarder ternama Pangeran Alwaleed Talal. Mereka menghadapi tuduhan pencucian uang, penyuapan, pemerasan, dan pemanfaatan jabatan umum untuk keuntungan pribadi. Penangkapan itu dilakukan oleh Komite Antikorupsi yang dipimpin oleh putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. Putra Mahkota yang dikenal dengan sapaan MBS ini tercatat sebagai menteri pertahanan termuda di dunia. Di usia 32 tahun, dia tak hanya memainkan peran penting dalam perseteruan regional dengan Iran dan perang di Yaman, tapi juga melakukan “pembersihan” di lingkungan kerajaan dari praktik korupsi. MBS yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Kerajaan Saudi ini, juga merombak image negaranya dari konservatif menuju ke arah moderat, bahkan akan menyaingi Barat dalam bidang tertentu melalui program reformasi “Vision 2030”. Putra Raja Salman ini lahir pada tanggal 31 Agustus 1985. Ibunya, Putri Fahda binti Falah bin Sultan bin Hathleen, berasal dari suku Ajman, yang pemimpinnya adalah ayah sang putri, Rakan bin Hathleen. Pada tahun 2008, Pangeran Salman menikahi Putri Sarah binti Mash-

20

20 - 26 November 2017


hoor bin Abdulaziz al-Saud. Pasangan ini memiliki tiga anak. Dia menerima pendidikan dasar di Riyadh, ibu kota negara tersebut, di mana dia berada di antara 10 besar siswa dari kerajaan. Dia memperoleh gelar sarjana hukum dari King Saud University. Sepanjang waktunya sebagai mahasiswa, Pangeran Salman terdaftar dalam berbagai program pelatihan. Penangkapan itu dinilai banyak pihak tak hanya sekadar perkara korupsi, namun lebih sebagai upaya untuk mengonsolidasikan kekuasaan putra mahkota Pangeran Mohammed. Otoritas Arab Saudi terus memperluas penyelidikan kasus korupsi yang melibatkan keluarga kerajaan, pejabat, dan pengusaha terkemuka. Mereka dilaporkan melakukan penangkapan lagi dan pembekuan lebih banyak rekening bank yang disinyalir terkait kejahatan tersebut. Sebuah sumber terpercaya kemarin mengungkapkan bahwa otoritas Saudi menahan lagi sejumlah orang yang dicurigai melakukan pelanggaran. Korupsi merajalela di Arab Saudi. Suap, komisi, sogokan, ‘hadiah barang mewah’ telah lama menjadi bagian integral dalam berbisnis di negara penghasil minyak terkaya di dunia itu. Banyak dari mereka yang ditunjuk untuk menjabat posisi-posisi kunci, mengumpulkan kekayaan yang menjangkau langit - hingga miliaran dolar - jauh melampaui gaji resmi mereka, dan sebagian besar kekayaan itu tersimpan di rekening-rekening luar negeri. Seorang ekonom dari sebuah bank besar di Timur Tengah yang enggan disebutkan identitasnya mengemukakan, tidak ada seorangpun di Arab Saudi yang meyakini bahwa korupsi adalah akar penangkapan tersebut. “Ini adalah tentang mengonsolidasikan kekuatan dan frustrasi bahwa reformasi tidak berlangsung cukup cepat,” ujar dia. Mereka yang ditahan termasuk yang memiliki hubungan dengan keluarga dekat keluarga kerajaandan Menteri Pertahanan Pangeran Sultan bin Abdulaziz yang meninggal pada 2011. “Pihak lain, yang di bawah peng awasan,ditelepon penyidik tentang keuangan mereka, namun tampak nya masih bebas,” kata sumber tersebut. Mereka menambahkan bahwa jumlah sasaran tindakan tersebut diper-

kirakan meningkat menjadi ratusan orang. Sementara itu, jumlah rekening bank domestik yang dibekukan sebagai hasil akhir bersih bersih korupsi sudah lebih dari 1.700 dan diperkirakan akan terus meningkat. Angka tersebut naik dari 1.200 yang dilaporkan pada Selasa, demikian sumber perbankan. Kemarin, Pemerintah Arab Saudi menyatakan akan menyita aset para tersangka dari kalangan elite kerajaan senilai USD800 miliar setelah rekening dan rumah mereka disita habis. Lebih jauh, Pemerintah Saudi menegaskan, operasi pembersihan korupsi tidak akan mengganggu roda bisnis, termasuk bagi mereka yang me miliki relasi dengan tersangka. Sebelumnya, aksi ini telah menimbulkan ketidak pastian di kalangan investor. Mereka kian cemas karena nilai bursa saham Pangeran Alwaleed terus menurun setiap hari. “Perlu diperhatikan bahwa akun rekening tersangka atau bisnis perusahaan tersangka hanya akan dibekukan sampai si dangakhir di pengadilan,” ujar Kepala Bank Sentral Arab Saudi, Ahmed Abdulkarim Al Kholifey. “Dengan kata lain, bisnis per usa haan tidak akan terpengaruh. Bisnis akan berjalan seperti biasa. ”Yang menarik, tersangka korupsi yang belum tertangkap mendapat tawaran suaka dari kelompok pemberontak Houthi yang menguasai sebagian kawasan Yaman. “Kami siap memberikan tempat perlindungan di Yaman bagi anggota keluarga Al-Saud atau warga Arab Saudi yang ingin melari kan diri dari penindasan,” ungkap Houthi. Mantan staf CIA Bruce Riedel menilai Arab Saudi kini berada di persimpangan. Perekonomian Arab Saudi cenderung datar karena harga minyak masih rendah; terlibat perang di Yaman; kegagalan pemblokadean Qatar; pengaruh Iran yang terus merajalela di Lebanon, Suriah, dan Irak; serta suksesi Raja Salman yang masih jadi tanda tanya besar. “Ini merupakan masa yang paling tidak stabil sepanjang sejarah Arab Saudi sejak setengah abad lalu,” katanya. Jika aksi ini dilakukan di Indonesia maka tidak terbayangkan berapa yang akan menjadi tersangka. l Gugiek Savindra 20 - 26 November 2017

21


DAERAH

Dewan Minta Tiang Seluler di SDN 2 Ketewel Dibongkar

K

omisi II DPRD Kabupaten Gianyar meminta Satpol PP Gianyar segera membongkar tiang mikro seluler yang berdiri di SDN 2 Ketewel. Sebab, tiang tersebut belum mengantongi izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gianyar. Hal ini terungkap dari hasil pertemuan legislatif dengan sejumlah SKPD di Gedung DPRD Gianyar, Selasa (7/11). Ketua Komisi II DPRD Gianyar I.B. Nyoman Rai mengatakan, rapat koordinasi tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Made Suradnya, Dinas Informasi Komunikasi dan Satpol PP Gianyar. ‘’Dari hasil pertemuan di sekolah itu sama sekali belum ada izin. Yang ada hanya rekomendasi itu saja,’’ bebernya. Politisi yang akrab disapa Gus Rai ini juga mengungkapkan bahwa 25 item kerja sama Pemkab Gianyar terkait lokasi pendirian tiang seluler tersebut, satu pun belum ada yang mengantongi izin. ‘’Yang ada hanya rekomendasi lokasi yang ditanda tangani Asisten II, izinnya belum ada,’’ ujar politisi asal Kelurahan Gianyar. Ironisnya, eksekutif yang hadir saat pertemuan di Gedung DPRD Gianyar, semuanya mengaku tidak mengetahui berapa tiang seluler yang sudah dipasang sesuai titik rekomendasi tersebut. ‘’Eksekutif mengaku tidak tahu berapa yang sudah dipasang. Tapem saja yang menangani urusan kerja sama itu juga mengaku tidak paham. Katanya dia hanya memfasilitasi kerja sama yang dibuat masing-masing OPD. Misalkan di sekolah, rekomendasinya dengan Dinas perizinan. Makanya kita akan telusuri yang 25 titik ini,’’ jelasnya. Gus Rai juga berpesan agar reko-

22

20 - 26 November 2017

mendasi itu tidak disalahtafsirkan, dianggap sebagai izin. Ditegaskannya, rekomendasi yang ditanda tangani Asisten II Setda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya itu hanya memberi ruang untuk investor melakukan investasi dalam kaitannya dengan kebutuhan sinyal untuk masyarakat. ‘’Rekomendasi pertama yang dikeluarkan Asisten II Kadek Wisnu sebenarnya sudah ada catatan petunjuk apa yang harus dilakukan setelah keluarnya rekomendasi. Salah satunya adalah memenuhi persyaratan perizinan, bukannya asal pasang,’’ terangnya. Melihat kondisi ini, DPRD Gianyar pun sepakat meminta Satpol PP Gianyar segera bertindak tegas atas tiang seluler, khususnya yang ada di SDN 2 Ketewel. ‘’Makanya disepakati tutup dulu, dan kami meminta kepada Satpol PP melakukan penutupan. Alasannya, pertama karena ini di lingkungan sekolah, dari estetika dan keselamatan tidak memungkinkan,’’ tegasnya. Menanggapi permintaan dewan, Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gede Agusnawa langsung menerjunkan anggota ke SDN 2 Ketewel. Hal ini sesuai kesepakatan dengan anggota DPRD Gianyar serta sejumlah OPD lainnya. ‘’Sudah ditutup pemasangan tiang di lokasi itu, tapi bukan kita segel ya! karena prosesnya ini masih bisa berjalan,’’ ucapnya. Di lokasi tersebut, Satpol PP Gianyar pun menyita sejumlah alat pembangunan tiang mikro seluler setinggi 30 meter. ‘’Sejumlah alat kita sita dan dibawa ke kantor. Nanti kalau pemiliknya mau mengurus silakan datang ke kantor,’’ katanya. l Manik Astajaya


Digagalkan, Pengiriman Ratusan Kardus Jamu Ilegal di Gilimanuk HAMPIR setiap hari petugas Unit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk berhasil mengagalkan barang yang hendak diselundupkan dari dan menuju Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Kali ini, ratusan kardus jamu ilegal yang hendak dikirim ke Denpasar berhasil digagalkan, Senin (6/11) malam lalu. Jamu tanpa label BPOM itu diangkut dengan mobil pick-up L-300 nopol P 8754 VN. Guna proses selanjutnya, barang bukti beserta sopir pick-up, Achmad Soebardjo, kini diamankan di Polsek Kawasan Laut Gilimanuk. Informasi yang dihimpun, Selasa (7/11) menyebutkan, pengungkapan kasus penyelundupan barang ilegal ini berawal dari pemeriksaan polisi di Pelabuhan Gilimanuk. Ketika itu, satu unit mobil pick-up diketahui mengangkut barang berupa ratusan kardus jamu tradisional berbagai merek. Dari pemeriksaan tim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Gilimanuk, AKP I Komang Muliyadi, jamu yang dikemas dalam botol tersebut diketahui tidak ada label dari BPOM. Mengetahui hal itu, sang sopir, Achmad Soebardjo, diamankan. Apalagi, saat ditanya, ia hanya mengaku sebagai pengantar saja. Belakangan diketahui, di bak belakang mobil ada 202 kardus jamu tradisional. 175 kardus di antaranya merek Akar Daun, 25 kardus jamu

Petugas Satpol PP Gianyar berfoto di depan tiang seluler yang ada di SDN 2 Ketewel, Sukawati.

merek Tawon Klanceng dan 2 kardus jamu tradisional merek Pak Kumis. Saat dilihat secara seksama botol-botol jamu itu ternyata tidak tercantum daftar label dari BPOM. Polisi pun selanjutnya mengamankan ratusan kardus jamu tersebut dan pengemudi mobil dimintai keterangan lebih lanjut. Kanit Muliyadi seizin Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. Barang jenis jamu ini semestinya wajib terdaftar atau ada label dari BPOM yang sah di setiap botolnya. “Sebagaimana diatur dalam UU RI No. 36 tahun 2009, tentang Kesehatan yaitu setiap produk makanan maupun minuman wajib disertai label edar dari BPOM,� terang Muliyadi. Sementara, dari pengakuan sopir, ia hanya disuruh oleh Haji Panijo untuk membawanya dari Muncar, Banyuwangi ke Denpasar. Dari jasa pengiriman jamu itu, ia diberikan ongkos Rp 1,2 juta. Polisi saat ini masih mengamankan barang-barang yang tak dilengkapi dengan dokumen atau tidak terdaftar BPOM itu. Selanjutnya jamu ini nantinya akan dilimpahkan ke Krimsus Polda Bali melalui Reskrim Polres Jembrana guna proses penyidikan lebih lanjut. l Suryadharma

MBP/olo

Kanit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk menunjukkan beberapa botol jamu tanpa label BPOM yang diamankan di Gilimanuk. 20 - 26 November 2017

23


K E S E H ATA N

Ketidakpatuhan Pasien Mengkonsumsi Obat Antihipertensi

H

ipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg yang diukur secara berulang. Hipertensi merupakan masalah utama dunia dan merupakan penyakit yang sering dijumpai di masyarakat. Menurut NHLBI (National Heart, Lung, and Blood Institute), 1 dari 3 pasien menderita hipertensi. Prevalensi hipertensi di seluruh dunia adalah 26% dari seluruh populasi dewasa. Menurut American Heart Association (AHA), terdapat 75 juta orang dewasa di Amerika Serikat mengalami hipertensi. Menurut data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, di Indonesia terjadi peningkatan penyakit hipertensi pada umur diatas 18 tahun yakni dari 7,6 persen pada

24

20 - 26 November 2017

tahun 2007 menjadi 9,5 persen pada tahun 2013. Lebih lanjut, hipertensi merupakan penyakit terbanyak keempat yang ditemui di Puskesmas di provinsi Bali, mencapai angka 108.295 kasus pada tahun 2013. Pada populasi lansia yakni berusia di atas 65 tahun hipertensi ditemukan sebanyak 60-70%. Hipertensi haruslah dikontrol, hal ini karena peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama dapat berisiko munculnya kerusakan pada ginjal, timbulnya penyakit jantung koroner dan otak yang dapat menyebabkan stroke. Pada tahun 2005, kematian yang diakibatkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia adalah sebesar 26,3%, dimana dipengaruhi utamanya oleh hipertensi. Hipertensi meningkatkan risiko

penyakit kardiovaskular sebesar 2 kali lipat, meliputi penyakit jantung koroner, gagal jantung kongestif, stroke iskemik dan hemoragik, gagal ginjal, dan penyakit arteri perifer. Hipertensi telah dianggap sebagai salah satu faktor risiko utama terjadinya kematian. Maka kontrol terhadap tekanan darah merupakan hal yang penting. Hipertensi dikatakan terkontrol jika tekanan darah sistolik kurang dari 140 mmhg dan diastolik kurang dari 90 mmhg. Namun, sebagian besar dari kelompok penderita hipertensi belum mendapatkan pengobatan yang optimal. Di Eropa, hanya sekitar 30% dari seluruh pasien hipertensi yang dapat mencapai target tekanan darah melalui pengobatan. Di Asia sendiri kondisinya lebih memprihatinkan dimana angka keberhasilannya lebih rendah. Setengah dari


penderita hipertensi yang tidak terkontrol disebabkan oleh kurangnya kepatuhan dalam minum obat. Meskipun data penelitian mengenai kepatuhan minum obat antihipertensi belum banyak dilakukan akibat dari sulitnya mengukur kepatuhan, namun beberapa studi mengindikasikan hal ini. Sekitar 17-50% pasien yang memiliki respon kurang terhadap pengobatan anti hipertensi adalah pasien – pasien yang tidak patuh terhadap pengobatan. Hanya 60% pasien yang menjalankan pengobatan sesuai yang diresepkan oleh dokter. Hal ini berujung pada memberatnya penyakit hipertensi tersebut, kematian, dan juga peningkatan biaya pelayanan kesehatan. Apabila ketidakpatuhan terhadap pengobatan terjadi pada awal masa pengobatan, hal ini sering diikuti oleh berhentinya pasien menjalani pengobatan. Berdasarkan penelitian klinis, pada penderita hipertensi yang menjalani pengobatan setelah 1 tahun sejak diagnosis, hanya 15% pasien yang tetap mengikuti pengobatan secara disiplin dan 50% pasien berhenti berobat. Penyebab dari Ketidakpatuhan Minum Obat Anti Hipertensi Ketidakpatuhan penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi secara teratur dipengaruhi oleh beberapa hal yang cukup kompleks, di antara adalah: p Kurangnya pemahaman penderita akan penyakit dan pengobatannya Penelitian menunjukkan adaya hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kepercayaan dan kepatuhan dari penderita hipertensu. Hal ini disebabkan karena pengetahuan akan meningkatkan pemahaman dan motivasi terkait terapi hipertensi yang dijalani p Faktor lupa. Berdasarkan studi oleh Jimmy dan Jose (2011) ditemukan bahwa hampir 50% penderita mengeluh secara tidak sengaja lupa untuk minum obat. p Kurangnya kolaborasi antara tenaga kesehatan dengan pasien. Kurangnya keterlibatan penderita dalam perencanaan terapi dan dalam membuat keputusan terkait terapi menyebabkan pasien kurang memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab dalam menjalani terapi mereka. p Derajat perubahan perilaku yang diharapkan dari penderita. Apabila tenaga kesehatan menjelaskan secara kompleks harapan terhadap pasien, kemungkinan ketidak patuhan akan semakin tinggi. p Faktor penyakit, meliputi berat penyakit, durasi penyakit dan adanya riwayat penyakit lainnya seperti jantung atau kencing manis.

p Faktor obat, meliputi tingkat toleransi dan efek samping obat, jenis obat, harga dan lama terapi. Penderita sering tidak memahami bahwa gejala yang dialami adalah efek samping obat. p Dukungan keluarga. Adanya dukungan keluarga agak meningkatkan motivasi karena keluarga sebagai jaringan social terdekat dari pasien akan memotivasi untuk peningkatan perilaku positif seperti dengan cara berbagi informasi, membantu saat krisis dan peduli akan kesehatan secara umum. p Dukungan petugas kesehatan. Dukungan petugas kesehatan adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh penderita hipertensi dalam menjalani pengobatan. Sebagian besar informasi mengenai penyakit dan pengobatan diperoleh oleh pasien dari tenaga kesehatan. Dukungan petugas kesehatan tidak hanya berupa pemberian informasi, namun juga berupa pelayanan dan sikap yang baik. Adanya dukungan yang diberikan oleh petugas kesehatan, maka pasien hipertensi akan semakin patuh dalam menjalani pengobatan p Keterjangkauan dengan tempat layanan kesehatan. Jarak antara tempat tinggal pasien dengan tempat pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor penghambat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan. Semakin jauh jarak antara rumah dan tempat pelayanan kesehatan, maka semakin sedikit penggunaan pelayanan kesehatan. Tips atau Strategi untuk Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi Untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi, beberapa hal dibawah ini dapat dilakukan antara lain: 1. Meningkatkan dukungan keluarga. Keluarga adalah unit terkecil masyarakat. Untuk mencapai perilaku sehat masyarakat, maka harus dimulai pada masing-masing tatanan keluarga. Anggota keluarga memandang bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan

dan bantuan jika di perlukan. Ada beberapa jenis dukungan yang dapat diberikan antara lain, dukungan informasional, dukungan penilaian, dukungan instrumental dan dukungan emosional. 2. Dukungan Petugas Kesehatan. Tidak dipungkiri bahwa upaya untuk mendukung pasien dalam meningkatkankepatuhan minum obat anti hipertensi tidak hanya terletak apda pundak pasien dan keluarga sebagai support system, tapi juga mutlak perlu peningkatan dukungan dari tenaga kesehatan dan system kesehatan. Interaksi antara profesional kesehatan dengan pasien adalah suatu hal yang penting dan berpengaruh terhadap kepatuhan pasien dalam pengobatan. Upaya untuk meningkatkan pemahaman penderita terhadap tidak hanya penyakit, tapi juga regimen terapi, efek samping, durasi pengobatan dan perubahan perilaku yang diharapkan sebaiknya ditingkatkan. Komunikasi yang baik akan meningkatkan kualitas hubungan antara dokter dengan penderita hipertensi sehingga penderita hipertensi mendapatkan kepuasan tersendiri saat mendapatkan pengobatan dan cenderung untuk berobat dengan lebih teratur. Petugas kesehatan dapat mempengaruhi perilaku pasien dengan cara menyampaikan antusiasme mereka dan memberikan penghargaan yang positif bagi pasien yang mampu melakukan adaptasi dengan pengobatannya. Dan petugas kesehatan sebaiknya melibatkan pasien dalam perencanaan terapi. Upaya untuk meningkatkan system reminder misalnya dengan telfon, email, sms atau media social personal seperti whats app juga patut dipertimbangkan baik secara langsung dari tenaga kesehatan atau dengan melibatkan keluarga sabagai care giver. l Dr. Wayan Citra Wulan Sucipta Putr, MPH Bagian Ilmu Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 20 - 26 November 2017

25


LENSA

�NGELAWANG�

Beberapa anak sekaa demen dari Banjar Jadi, Tabanan ngelawang barong bangkung saat perayaan hari suci Galungan di Banjar Anyar, Kerobokan, Badung. Tradisi ngelawang biasanya dilakukan mulai dari hari raya Galungan hingga Umanis Kuningan, dengan tujuan untuk menetralisir hal-hal negatif. MBP/eka

26

20 - 26 November 2017


OLAHRAGA

Tahta di Kelas Berat

P

asca robohnya dinasti Klitschko di ring tinju kelas berat, persaingan menjadi juara dunia sejati kian panas. Bahkan petinju Inggris yang baru saja memegang sabuk IBF dan WBA Anthony Joshua pun akhirnya menyadari dirinya menjadi incaran banyak lawan. Petinju AS Deontay Wilder yang menjadi penguasa sabuk WBC secara terbuka melontarkan tantangannya pada Joshua. Hal serupa juga dilakukan Joseph Parker (Selandia Baru) yang memiliki sabuk WBO. Kedua petinju itu menyadari dengan menaklukan pemegang medali emas Olimpiade London 2012, maka jalan menjadi raja sejati kelas berat ada di depan mata. Ini akan mengalirkan uang dengan deras ke pundipundi mereka. Selain ketiga petinju, terdapat pula mantan juara Tyson Fury. Petinju Inggris itu sebelumnya malah menguasai tiga sabuk dan masih menginginkan kembali ke ring menantang para jawaran lainnya. Sementara puluhan petinju kelas berat lainnya memiliki rekor impresif dengan rekor tak pernah terkalahkan, berderet antri naik ring. Bisa dipastikan pada 2018, akan menjadi arena paling sengit persaingan menjadi juara sejati kelas berat sejak WBO didirikan pertama kali pada 1988. Atmosfir ini terjadi setelah era Vladimir Klitschko berakhir. Petinju Ukraina itu memegang sabuk WBA, IBF dan WBO selama satu dekade. Sementara saudaranya, Vitali, berjaya di WBC namun keduanya sepakat tak akan bertemu di atas ring. Gaya bertarung yang efisien dan mekanis ditunjukan Vladimir hingga mencatatkan rekor fantastis 64 menang dan 5 kalah dengan 53 kemenangan KO. Era Vladimir berakhir setelah dirontokan Fury dan Joshua. Bila Fury tersandung masalah kepribadian hingga kariernya tersendat, Joshua lebih lancar. Idola baru tinju Inggris itu memiliki rekor duel 20 menang dan seluruhnya berakhir dengan KO. Duel terakhirnya dalam mempertahankan gelar melawan Carlos Takam memperlihatkan kemampuan petinju berusia 28 tahun itu. “Kamu tahu, aku menantang kamu. 2018 akan menjadi tahun menakutkan bagimu,” tantang Wilder dalam video terbarunya yang diunggah di dunia maya. “Orang-orang menginginkan duel itu. Apakah kamu menginginkan ? Atau kamu

punya agenda lain “ Kami menyembunyikan sesuatu ? Kiat menuju arah yang sama jadi jika tidak bertarung, tutup saja mulutmu,” ujar Wilder yang meng-KO Bermane Stiverne di ronde pertama dalam pertarungan di New York awal bulan ini. Petinju AS berusia 32 tahun itu itu memperbaiki rekornya menjadi 39 menang dan 38 diantaranya dengan kemenangan KO. Promotor Joshua, Eddie Hearn mengusulkan agar Wilder menjalani pertarungan melawan Dillian Whyte sebelum menginginkan duel prestius itu. Whyte adalah salah satu korban pertarungan Joshua. “Seorang raja tidak pernah memburu petani. Yang dihadapi raja ya raja,” jawab

Wilder atas usulan itu. Sementara promotor Parker, David Higgins telah mengirim surat elektronik pada Hearn untuk duel penyatuan gelar pada Maret atau April mendatang. “Kini pembicaraannya adalah tentang kontrak dan hadiah uang,” lanjut Higgins kepada reuters. Parker menyelesaikan 24 pertarungan dengan kemenangan KO, juga tak bisa diremehkan. Petinju berusia 25 tahun itu pun menginginkan duel lawan Joshuan untuk duel penyatuan gelar sekaligus siapa yang pantas bertahta di kelas berat pada 2018. l Yudi Winanto

MBP/rtr

Petinju pemegang sabuk kelas berat IBF dan WBA Anthony Joshua dari Inggris. 20 - 26 November 2017

27


OLAHRAGA

MBP/instagram

Aktor Sverrir Gudnason.

Menjadi Bintang Olahraga INGIN jadi atlet terkenal tapi tidak perlu berlatih dengan keras? Ikutilah jejak Sverrir Gudnason. Aktor Islandia itu memerankan legenda tenis Swedia Bjorn Borg di film Borg-McEnroe yang baru-barui ini dirilis. Ia menjadi lawan main bintang Hollywood Shia LaBeouf yang memerankan sosok John McEnroe. Gudnason lahir di Swedia namun tumbuh dan besar di Islandia. Aktor berusia 39 tahun itu, menampilkan sosok Borg yang tenang dan kharismatik saat petenis itu mencapai kejayaan di tahun 80-an. Karakternya bertolak belakang dengan McEnroe yang temperamental dan meledak-ledak di lapangan “Saya tidak pernah menyaksikan pertandingan tenis seumur hidup,” katanya sebelum mendapatkan peran sebagai petenis. “Saya tidak pernah ke lapangan tenis

28

20 - 26 November 2017

sepanjang hidup saya. Bahkan belajar bermain tenis pun tak pernah.” “Sekarang saya bermain tenis layaknya Bjorn Borg,” ujar aktor Dia mengungkapkan bahwa sebelumnya ia nyaris menolak peran itu hanya dikarenakan ketidaktahuannya tentang cabang olahraga tersebut. Selain itu, karakter sehebat Borg pun tak begitu dekat dengannya. Akibatnya peran menjadi atlet pun tak bisa dinikmati. “Sempat terfikir untuk menolak peran ini,” jelasnya. Maka, ia pun meminta pada produser diberi waktu untuk menyiapkan diri secara fisik agar setidaknya bisa mendekati tokoh Borg. “Saya bermain tenis dua jam sehari selama enam bulan demi bisa melepaskan pukulan yang tepat,” ujar Gudnason yang menyebut karakter yang dipelajari kian hari kian menarik saat diselami.

Gudnason juga mengungkapkan bahwa pengalamannya beradu peran dengan LaBeouf yang menjadi McEnroe pun berjalan menarik. “Dia aktor hebat dengan energi dan totalitasnya bermain film,” pujinya pada lawan mainnya. Gudnason belum sekali pun bertemu secara pribadi dengan Borg sebelum film ini diputar perdana di Stockholm. “Saya gugup akan bertemu dia.” Borg yang kini berusia 61 tahun, menjadi legenda olahragawan Swedia. Sebagai petenis, ia telah mengumpulkan 15 trofi grand slam. Satu-satunya gelar yang lolos dari tangannya adalah Australia Terbuka. Petenis kelahiran Stockholm 6 Juni 1956 itu dikenal dengan rambutnya yang gondrong dan raket kayu, laporan AFP. l Yudi Winanto


Sanksi Berat TAK selamanya karier profesional selalu di puncak. Patrice Evra justru berada paling bawah saat menanti sanksi paling berat yang pernah diterima sepanjang kariernya sebagai pemain sepak bola profesional. Itu semua bermula dari emosinya yang tak terkendali akibat dilecehkan pendukungnya sendiri. Bek klub Olympique Marseille sedangan melakukan pemanasan di pinggir lapangan jelang pertandingan Liga Eropa melawan tuan rumah Vitoria Guimaraes. Karena terus-terusan dihujat, ia akhirnya balik merespons dengan menghadapi penonton di tribun. Tidak terima, penonton pun turun ke lapangan dan saat kondisi kian memanas, Evra melayangkan tendangan ke salah satu pendukungnya itu. Meski insiden itu berhasil dilerai, namun wasit melayangkan kartu merah kepada Evra yang membuatnya menjadi

pemain pertama yang diusir keluar lapangan sebelum peluit awal pertandingan dibunyikan. Persoalannya tidak berhenti sampai disitu. Mantan bek Manchester United dan Juventus itu juga akan menanti sanksi yang akan dijatuhkan Marseille dan badan sepak bola Eropa UEFA. Sejumlah pengamat menyebut hukuman Evra setidaknya menyamai ulah pendahulunya penyerang manchester United Erik Cantona yang menendang pendukung Crystal Palace pada 1995. Kala itu asosiasi sepak bola Inggris (FA) menjatuhkan sanksi tak boleh bermain selama 8 bulan. Marseille sendiri telah menjatuhkan sanksi tak boleh bermain bagi pemai berusia 36 tahun itu. Kelompok pendukung Marseille pun meluapkan kemarahannya atas insiden itu. Fans fanatik itu bahkan mengajukan usulan agar timnas tidak menyertakan Evra ke pertandingan internasional. Spanduk bertuliskan “This Game is Over” dikibarkan mereka di stadion Stade Velodrome saat Marseille mencukur Caen 5-0 di kompetisi Liga Prancis. Bahkan

spanduk lain berisi pesan lebih sarkastik lagi. Evra yang 81 kali memperkuat Timnas Prancis, menanggapi dengan enteng kecaman-kecaman itu. “Terima kasih atas dukungannya fans sejati Marseille. Saya mendapat begitu banyak dukungan dari mereka,” pesan Evra yang diunggah di jejaring sosial. Sementara itu pemilik klub Marseille, Frank McCourt menjelaskan kemarahan Evra itu tak bisa diterima demikian pula dengan ulah pendukung . Michel Tonini, pemimpin kelompok fanatik Yankees Virage Nord, mengungkapkan Evra tak bisa diterima lagi di stadion Velodrome. Kelompok lainnya, Les Fanatics, mengeluarkan pernyataan yang isinya Evra bertanggungjawab atas kekacauan ini semua. “Tidak mungkin fans naik bus selama 40 jam hanya demi bisa menghina seorang pemain. “Itu hal bodoh dan mendasar,” pesan kelompok Les Fanatics, laporan reuters. l Yudi Winanto

MBP/instagram

Bek Prancis Patrice Evra. 20 - 26 November 2017

29


OLAHRAGA

MBP/nel

Dua perenang Takahide Swimming Centre (TSC) Klungkung, Ni Putu Pande Lisa Primasari (kanan) dan Galang Indra Suranto, dinobatkan menjadi yang terbaik pada ajang 2nd Labuan International Swimming Championship 2017 di Labuan, Malaysia.

Pande Lisa dan Galang Terbaik di Malaysia KLUB renang Takahide Swimming Centre (TSC) Klungkung hanya menerjunkan tiga atlet pada ajang 2nd Labuan International Swimmng Championship 2017 di Labuan, Malaysia, 4-5 November lalu. Hasilnya, trio Ni Putu Pande Lisa Primasari (KU-4), Galang Indra Suranto (KU 13-14 tahun) dan Adrian Edward Sutjipto (KU 9-10 tahun) sukses membawa pulang 11 keping medali emas, 3 perak dan 3 perunggu. Putu Pande Lisa Primasari menyabet 7 emas di nomor gaya bebas 100 dan 200 meter, gaya dada 50 dan 100 meter, gaya kupu-kupu 50 dan 100 meter serta gaya punggung 50 meter. Ia juga merebut 2 perak di nomor gaya bebas 50 meter dan gaya punggung 100 meter. Lisa mampu memecahkan lima rekor baru di nomor gaya dada 50 dan 100 meter, gaya bebas 50 dan 100 meter, serta gaya punggung 50 meter, sehingga dinobatkan menjadi perenang terbaik KU-4. Galang Indra Suranto yang turun di KU 13-14 tahun, menyabet 4 emas di

30

20 - 26 November 2017

nomor gaya punggung 50 dan 100 meter, gaya dada 50 meter, serta gaya bebas 200 meter. Ia juga merebut 1 perak di nomor gaya bebas 100 meter, serta 2 perunggu di nomor gaya bebas 50 meter dan gaya kupu-kupu 50 meter. Atas prestasinya ini, Galang Indra menyandang predikat terbaik KU 13-14 tahun. Sementara Adrian Edward Sutjipto meraih medali perunggu di nomor gaya punggung 100 meter. Ketua Umum TSC Putu Sudana menerangkan, klubnya merupakan satusatunya klub renang Indonesia yang ikut berpartisipasi pada event tersebut. Klub renang di Jakarta lebih memilih event Hongkong Terbuka yang berlangsung bersmaan. ‘’Kami mendaftar lebih awal untuk mengikuti kejuaraan di Labuan. Kontestannya 260 perenang dari 14 klub atau perkumpulan renang,’’ katanya. Ia mengaku bangga karena hanya menerjunkan trio perenang TSC bisa bercokol di peringkat kelima, di bawah Persatuan Renang Penampang (22- 29-15), PJMS Aquatic Swimming Club (18-11-10),

Persatuan Akuatik Labuan (14-159) dan Sekolah Sukan Malaysia Sabah (13-12-11). Klub-klub lainnya rata-rata mengirim 40 sampai 55 atlet. Perenang TSC selanjutnya bersiap mengikuti Kejuaraan Renang Antar-Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) sekaligus Indonesia Terbuka, sebagai test event Asian Games, di Kolam Renang Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 9-15 Desember mendatang. ‘’Seluruh perenang ingin mencicipi Kolam Renang GBK. Apalagi bakal mendapatkan sertifikasi dari induk organisasi renang dunia (FINA),’’ jelas Sudana. TSC tak mematok target karena tak turun penuh. Atlet yang disiapkan adalah Pande Lisa, Galang Indra, Made Ananda Raditya, Nadya, Novi, Caeleb Fabrisio, Gusti Lanang Agung Ari Pangestu, Satria Andrew Tan, Sita Masyita, Komang Anggi Marselina dan Ni Putu Satya Budiartini Bandem. l Daniel Fajry


Liga 1 Indonesia

Bhayangkara FC Juara di Madura BHAYANGKARA FC tidak begitu diunggulkan menjadi juara dalam kompetisi sepak bola Liga Indonesia 2017 yang melibatkan 18 klub. Ini karena statusnya sebagai pendatang baru bersama PS TNI di ajang yang disponsori oleh Gojek Traveloka ini. Indra Kahfi dan kawankawan juga tidak bermain di kandangnya di Surabaya, Jawa Timur, melainkan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jabar. Kondisi ini membuat mereka tidak memiliki pendukung melimpah seperti klub-klub lainnya. Selain itu, Bhayangkara yang sebelumnya bernama Bhayangkara Surabaya United, banyak mengandalkan pemain muda alumnus Timnas U-19 yang sukses menjadi juara Piala AFF di bawah pelatih Indra Sjafri. Mereka yang masih bertahan di antaranya Evan Dimas, Putu Gede Juniantara, Ilham Armaiyn dan Zulfandi. Pemain masa depan ini dikombinasikan dengan legiun asing Otavio Dutra, Guy Junior, Paulo Sergio, Ilija Spasojevic dan Lee Yoo-joon. Di tangan pelatih asing Simon McMenemy, langkah Bhayangkara awalnya tidak begitu mulus. Namun, setelah gonta

ganti pemain asing di putaran kedua dan makin matangnya permainan Evan Dimas dan kawan-kawan, akhirnya klub ini menjadi kekuatan yang menakutkan lawan-lawannya. Mereka tidak pernah keluar dari deretan lima besar klasemen sementara, bersaing dengan Bali United, PSM Makassar, Madura United dan Persipura Jayapura. Menjelang garis finis, Bhayangkara akhirnya menyalip semua seterunya setelah mendapat tambahan dua poin menyusul kesalahan Mitra Kukar menurunkan pemain asing yang masih menjalani sanksi, Mohammad Lamine Sissoko. Duel yang berlangsung di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, pada 3 November lalu ini semula berakhir imbang 1-1. Menyusul keputusan Komdis PSSI itu, Bhayangkara dinyatakan menang 3-0 atas Mitra Kukar. Tambahan poin tersebut membawa Bhayangkara menyodok ke posisi teratas klasemen sementara menggeser Bali United yang dua hari sebelumnya (6/11) sukses mempermalukan tuan rumah PSM Makassar 1-0 di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging. Keberuntungan Bhayangkara bertambah lengkap setelah

berhasil mempermalukan tuan rumah Madura United 3-1 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Madura, Rabu (8/11). Hasil ini memastikan Indra Kahfi dan kawan-kawan sebagai jawara. Bhayangkara mengumpulkan poin 68, disusul Bali United dengan nilai 65 hingga pekan ke-34. Artinya, Bali United masih bisa mengejar bila mampu mengalahkan Persegres Gresik, sedangkan Bhayangkara ditaklukkan Persija Jakarta pada laga terakhir. Akan tetapi Bhayangkara tetap menjadi kampiun karena unggul head to head. Hanya, menurut Sekjen PSSI Ratu Tisha, Bhayangkara belum menjadi juara sebelum diumumkan oleh PSSI setelah pertandingan pamungkas atau pekan ke-34. Sementara itu, tim Persipura Jayapura U-19 yang diarsiteki Abdul Manaf keluar sebagai juara Liga U-19 musim ini. Alvian Sanyi dan kawan-kawan berjaya setelah menundukkan Persib Bandung U-19 dengan skor 1-0 di final. Keberhasilan ini mengobati kegagalan seniornya Boaz Solossa dan kawan-kawan yang gagal menjadi yang terbaik di Liga 1. l Mawa

MBP/ant

Pemain dan ofisial Bhayangkara FC merayakan gelar juara Liga 1 Indonesia usai mengalahkan Madura United 3-1 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Rabu (8/11) lalu. 20 - 26 November 2017

31


PENDIDIKAN

B

Tingkatkan Kreativitas Anak dengan APE

unda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Denpasar I.A. Selly Dharmawijaya Mantra menyerahkan bantuan alat permainan edukatif (APE) kepada 10 lembaga PAUD se-Kota Denpasar untuk meningkatkan pendidikan. Bantuan APE ini salah satu media proses pembelanjaran PAUD untuk membantu kecerdasan dan ketangkasan, khususnya kreativitas anak-anak. “Perkembangan PAUD di Kota Denpasar sangat baik dengan berbagai prestasi. Karena itu, PAUD harus terus didorong agar maju dan mampu menjadi ajang pelestarian budaya sejak dini,” kata Selly Dharmawijaya Mantra seusai penyerahan bantuan APE secara simbolis di PAUD Lebah Sari, Banjar Lebah, Sumerta Kaja, Denpasar Timur, belum lama ini. Menurut Selly Mantra, anak-anak pada masa golden age tidak hanya mendapatkan edukasi pada pendidikan formal, namun perlu dikembangkan kreativitasnya untuk menjadikan anak-anak berkarakter. Ia berharap, dengan APE ini bisa membantu komunikasi antara pendidik dengan anak. Tidak hanya disodorkan permainan saja, tapi bisa dijelaskan arti dari permainan yang diberikan sehingga bisa melatih motorik anak. Selly Mantra memberi apresiasi terkait perkembangan PAUD di Kota Denpasar yang sangat luar biasa dengan berbagai prestasi. Untuk meningkatkan kualitas pendidik PAUD, kata istri Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra ini, Pemkot Denpasar rutin melaksanakan seminar-seminar atau workshop yang bertujuan bisa memberikan pendidikan berkualitas. Sementara itu, Pengelola PAUD Lebah Sari A.A. Raka Sudani

mengatakan, bantuan yang diberikan Pemkot Denpasar melalui Bunda PAUD Kota Denpasar sangat membantu kreativitas anakanak PAUD Lebah Sari. Di samping memotivasi anak-anak PAUD, juga membuat guru pengajar terus berinovasi. “Perhatian Pemkot Denpasar khususnya Bunda PAUD Kota Denpasar terhadap perkembangan PAUD sangat besar sekali,” ujarnya. Ia berharap bantuan pada PAUD yang ada di Kota Denpasar terus ditingkatkan guna mendukung proses tumbuh kembang anak secara kreatif. Dengan adanya bantuan APE ini juga menginspirasi anak-anak untuk lebih kreatif untuk membuat APE dengan contoh-contoh yang ada. Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar Drs. Made Merta, M.Si. mengatakan, untuk mendukung proses belajar mengajar perlu didukung tenaga guru dan sarana dan prasarana APE yang memadai. Dengan adanya APE dapat menunjang tumbuh kembang anak yang tentunya bermain sambil belajar yang tersistematisasi. Merta menambahkan, bantuan APE ini diharapkan mampu mendukung kualitas proses belajar mengajar di kelas maupun luar kelas. Di samping juga mengingkatkan kreativitas dan imajinasi siswa dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya APE ini, imbuh Made Merta, mendorong guru mau lebih kreatif untuk membuat APE dengan menggunakan barang-barang bekas. ‘’Bantuan APE ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk menunjang proses pendidikan,’’ ujarnya. l Putra Sasmitha

MBP/putra sasmitha

Bunda PAUD Kota Denpasar I.A. Selly Dharmawijaya Mantra saat menyerahkan bantuan APE, belum lama ini.

32

20 - 26 November 2017


MBP/bagiarta

Nasib siswa pengungsi mendapat perhatian serius dari Bupati Karangasem Mas Sumatri. Sebagai generasi emas Karangasem, mereka harus tetap mendapatkan pendidikan yang layak.

Pendidikan Siswa Pengungsi Harus Terjamin MESKI level Gunung Agung sudah turun menjadi siaga, kondisi para pengungsi tetap menjadi perhatian Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Ia terus turun ke titik-titik pengungsian untuk melihat langsung kondisi riil masyarakat yang masih mengungsi. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah nasib siswa pengungsi. Sebagai generasi emas Karangasem, mereka harus tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Menurut Mas Sumatri, puluhan ribu pengungsi sudah pulang dari lokasi pengungsian. Mereka adalah sebagian besar warga di KRB II dan KRB I. Seperti diketahui, penurunan status ini diikuti dengan berubahnya situasi di lapangan, bahwa warga di KRB II dan KRB I sudah diperbolehkan pulang. Demikian juga seluruh aktivitas perkantoran, perbankan hingga sekolah juga sudah berangsur normal. Khusus untuk sekolah, agar bisa beraktivitas lagi seperti biasa, maka siswanya juga harus segera kembali dari pengungsian. Tetapi, hasil Bupati Mas Sumatri saat turun ke titik pengungsian, justru masih banyak siswa yang enggan balik sekolah di sekolah asalnya. Bupati Mas Sumatri menilai hal ini terjadi karena beberapa faktor. Masih adanya keragu-raguan dari pengungsi di KRB II dan I untuk pulang ke rumah, karena aktivitas Gunung Agung masih fluktuaktif, meski statusnya sudah turun menjadi siaga. Selain itu, juga faktor orangtua dan anak-anak. Sebab, anak-anak para pengungsi sudah bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang baru. Kalau balik ke wilayah rawan bencana lagi, berarti anakanak mereka kembali belajar dari awal. Tentu dalam situasi yang waswas karena Gunung Agung masih fluktuaktif. Lagi pula kalau

nanti tiba-tiba naik lagi menjadi awas, maka mereka diharuskan mengungsi lagi. Ini yang membuat warga masih ragu-ragu kembali pulang. “Rata-rata warga yang saya temui di lokasi pengungsian, mereka ingin memastikan bahwa Gunung Agung benar-benar sudah normal, baru aman untuk pulang,� katanya. Sebagai kepala daerah, dia ingin tetap memberikan pendidikan yang layak. Oleh karena itu, setelah penurunan status menjadi siaga ini, ia ingin kondisi sekolah di luar zona siaga sudah bisa kembali pulih, dengan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Saat masih status awas, jumlah siswa pengungsi mencapai 20.881 orang. Setelah turun menjadi siaga, belum diketahui berapa siswa yang sudah kembali dari pengungsian. Mas Sumantri mengatakan, saat ini jumlah pengungsi Gunung Agung terus menurun. Terlebih, pascahari raya Galungan, puluhan ribu pengungsi sudah pulang ke rumahnya. Jumlah pengungsi terakhir yang dikeluarkan Bidang Humas Satgas Tanggap Darurat, tinggal 129.109 orang pengungsi di 380 titik pengungsian di seluruh Bali. Sebelum Galungan, jumlah pengungsi tercatat 139.995 orang. Apalagi dibarengi dengan penurunan status Gunung Agung menjadi siaga, di mana warga di KRB II dan I sudah diperbolehkan pulang. Jumlah pengungsi ini diperkirakan Satgas Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Agung akan terus berkurang. Sebab, jumlah warga di KRB III yang masih diharuskan mengungsi, sesuai data para perbekel seharusnya hanya sekitar 50 ribu orang saja. l Bagiarta 20 - 26 November 2017

33


EKONOMI

B

Pemain Periklanan Terbesar Asia

isnis periklanan di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang pesat. Bahkan Indonesia adalah salah satu negara Asia yang paling berpotensi dengan perkembangan industri iklan terbesar di Asia. Indonesia memiliki 8000 brand yang aktif di pasar dan 400 perusahaan di bidang periklanan dengan sekitar Rp 120 triliun uang yang beredar di Industri setiap tahunnya. Indonesia untuk tahun 2017, menjadi penyelenggara kongres periklanan terbesar di Asia yaitu AdAsia 2017. Kongres yang digelar setiap dua tahun sekali oleh Asian Federation of Advertising Association (AFAA),ini dibuka secara resmi, Rabu (8/11) Bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center. Kongres ini akan berlangsung selama tiga hari dari

34

20 - 26 November 2017

tanggal 8-10 November dengan menghadirkan lebih dari 30 pembicara kelas dunia salah satunya mantan Sekjen PBB dan penerima Nobel Perdamaian Dunia, Kofi Annan. Dengan mengambil tema “Globalizasian - Advancing New Possibilities” kongres ini sebagai media untuk mempelajari trend terbaru di industri periklanan dan menyorot berbagai studi kasus permasaran serta periklanan di wilayah Asia Pasifik. Menurut Maya Watono selaku Kepala Hubungan International PPPI, melalui AdAsia pihaknya bisa mempromosikan Indonesia ke dunia Internasional termasuk kemajuan besar dalam industri periklanan di tanah air. “Acara ini merupakan ajang showcase untuk Indonesia baik dari sisi destinasi maupun bisnis. Kami gembira

AdAsia diikuti sekitar 1500 peserta dari sekitar 16 Negara,” ujarnya. Sementara, Chairman Komite AdAsia, Harris Thajeb menambahkan, dalam kegiatan ini, bisa bersama-sama belajar lebih banyak tentang inovasi terkini dan perkembangan di masa depan. “Penyelenggaraan AdAsia ini tidak lepas dari dukungan semua pihak yang terlibat dan kami berharap untuk bisa mendukung setiap individu dan korporasi dalam industri ini,” harapnya. AdAsia Bali 2017 merupakan konferensi marketing paling bergengsi yang selalu menjadi ajang untuk memperoleh ilmu dari para pakar bisnis marketing , sekaligus membangun network dengan para praktisi bisnis lokal maupun mancanegara. l Yudi Karnaedi


MBP/edi

Pembukaan Kongres AdAsia 2017 yang berlangsung di Nusa Dua.

A KT I V I TA S

MBP/ist

SENATOR WEDAKARNA - Adanya penolakan sejumlah oknum yang mengatasnamakan agama tertentu terkait pembangunan palinggih Padmasana dan palinggih Pengijeng Karang di SD 4 Dauh Puri Denpasar, akhirnya menjadi perhatian Senator DPD-RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Dalam kunjungan mendadaknya serangkaian reses DPD-RI di SD 4 Dauh Puri yang terletak di daerah Wanasari (Kampung Jawa) ini, Senator DPD-RI bertemu langsung dengan Subiakta (Dewan Pengawas), Ni Kompiang Sumadi, A.Ma. Pd. (Kepala Sekolah) dan sebagian guru beragama Hindu. Selain meninjau bakal lokasi pembangunan palinggih tersebut, Senator Arya Wedakarna (AWK) juga meminta keterangan resmi dari pihak sekolah terkait kronologi penolakan pura tersebut.

MBP/ist

PANDBTK - Hari bertepatan dengan Soma Kliwon Wuku Kuningan, adalah hari piodalan di Pura Kawitan Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori (PANDBTK), Tonja, Denpasar. Segenap warih dan keluarga besar Pasemetonan Ageng Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori di seluruh Bali diharapkan tangkil ke pura kawitan. Selain penataan dan sinergi pelaksanaan odalan di Pura Kawitan bersama pangempon dan pengurus PANDBTK, diharapkan momentum piodalan ini dapat terus meningkatkan sradha dan bhakti ke hadapan leluhur khususnya Ida Batara Dalem Tegeh Kori yang dalam sejarah Bali dikenal sebagai pendiri dan Raja pertama Kerajaan Badung. 20 - 26 November 2017

35


ekonomi

MBP/may

Pedagang buah di pasar masih banyak yang menjajakan buah impor dibandingkan lokal.

Dominasi Buah Impor Belum Terbendung

A

yu (46), pedagang buah di Pasar Badung asal Tabanan sibuk menawarkan buahnya pada pembeli yang lewat. Mudahnya menyapa dan cepat mengakrabkan diri pada pembeli menjadi jurus jitunya berjualan. Buah yang dijual terdiri dari apel fuji, apel merah, apel new zealand, pir, anggur merah, anggur hijau, jeruk sunkist, jeruk kino, lemon, jeruk kintamani, mangga, salak, pisang, markisa digelar di atas meja losnya. Perda buah lokal nomor 3 tahun 2013 nampaknya belum berhasil meningkatkan peredaran buah lokal di Bali. Kalangan pariwisata sepert hotel memang beberapa sudah menggunakan buah lokal. Di setiap kamar hotel sebagai makanan pendamping tamu, di setiap hidangan tamu saat breakfast, lunch dan dinner juga sudah disediakan buah lokal. Namun justru masyarakat lokal yang belum secara kuat menggunakan atau mengonsumsi buah lokal.

36

20 - 26 November 2017

Ditemui Kamis (9/11), Ayu menuturkan ia lebih memilih menjual buah impor karena warnanya lebih menarik dan cerah. Bahkan 80 persen buah yang dijual merupakan buah impor. “Kalau buah lokal (Bali dan Indonesia) kaya gini warnanya, pucat,� ujarnya sembari menunjukkan buah apel. Selain itu harga buah lokal juga lebih tinggi dibandingkan buah dari luar Bali. Pemasok utama buah ke Bali adalah pulau Jawa. Apel, mangga, pisang, nanas, semangka dipasok dari Jawa. Demikian juga buah impor harganya lebih murah. Hanya saja karena biaya transportasi ke Bali, harganya sedikit lebih tinggi. Markisa asal Tabanan saja harganya mencapai Rp 30.000/kg. Padahal mangga asal Jawa bisa dengan harga Rp 15.000/kg. Pasokan buah lokal asal Bali juga terbatas, tidak dapat dipenuhi secara kontinu. Pembeli yang sedang memilih buah mangga ikut menimpali. Ia yang sempat pergi ke Australia mengatakan, apel Pink

Lady di Melbourne, Australia harganya bisa Rp 10.000/kg. Sementara pedagang buah yang lain, Jero Wiwik menjual buah lokal dan impor dengan porsi yang sama. Namun ia lebih banyak memasok untuk permintaan hotel. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Bali, I Wayan Sunatra mengatakan, kelebihan buah lokal adalah tidak mendapat perlakuan khusus berupa pelapisan dengan parafin (zat lilin). Sehingga buah yang dipetik dari pohonnya langsung didistribusikan. Meski tidak bertahan lama, namun buah lokal lebih segar. “Justru disitulah kelebihan buah lokal kita, fresh,� tandasnya. Dukungan penuh cold storage untuk menyimpan buah pasca panen pun tidak ada. Teknologi penyimpanan pasca panen belum dimiliki Bali. l Citta Maya


20 - 26 November 2017

37


PARIWISATA

Jangan Jadikan Gunung Agung Objek Wisata

GUNUNG Agung sudah mulai tenang. Berbagai kalangan menilai ancaman erupsi Gunung Agung selama hampir dua bulan ini sebagai peringatan, bahwa ada perlakuan yang salah terhadap gunung tertinggi di Bali ini, khususnya untuk kepentingan pariwisata. Dorongan menutup Gunung Agung untuk kepentingan pariwisata pun belakangan semakin deras. Salah satu tokoh masyarakat Karangasem, Jro Wayan Mas Suyasa, Rabu (8/11), mengatakan Gunung Agung di Bali tak sama dengan gunung api lainnya di Indonesia. Namanya Gunung Agung, gunung berketinggian 3.142 mdpl ini sepantasnya diagungkan. “Gunung Agung itu berjiwa, jangan dikira Gunung Agung itu hanya sebuah batu,” kata Jro Wayan Mas Suyasa. Sebagai gunung api yang pingit (pihit), Gunung Agung menurutnya harus dikeramatkan. Jangan biarkan sembarang orang

38

20 - 26 November 2017

naik hingga ke puncak Gunung Agung, apa lagi dengan tujuan atau niat tidak bagus. Pemerintah daerah menurutnya harus bisa bijak melihat Gunung Agung. Kesakralannya harus dijaga, tidak hanya berorientasi uang saja, untuk menumpuk PAD. “Kalau untuk kepentingan ritual, saya rasa tak masalah. Tapi kalau untuk kepentingan pariwisata, sebaiknya dihentikan,” tegasnya. Mas Suyasa mengaku sejak dulu tak sependapat kalau Gunung Agung jadi objek wisata, khususnya untuk aktivitas pendakian. Dia meminta masyarakat Bali eling, dan mengamalkan konsep Tri Hita Karana, khususnya hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Dia mengakui, kalau secara ilmu geologi suatu gunung api tentu akan meletus. Tetapi, bila dipikirkan lebih jauh, masyarakat mana yang mengharapkan terjadinya bencana. Tentu, tidak ada yang mengharapkannya.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat Bali tetap berdoa agar masyarakat di sekitar Gunung Agung tetap dijauhkan dari bencana. Ancaman erupsi Gunung Agung ini, menurutnya adalah cara Tuhan menunjukkan kebesarannya, kemahakuasaannya maupun keagungannya. Keagungan Tuhan tidak bisa diprediksi, ditebak apalagi hanya dengan teknologi buatan manusia ciptaannya. “Banyak (pendaki) yang bangga dengan menaklukkan Gunung Agung. Dikira apa itu ditaklukkan? Bahasanya kurang tepat. Gunung ini ada bukan untuk ditaklukan, tetap dijaga kesakralan dan kelestariannya,” katanya. Tempat Suci Tidak hanya Gunung Agung, dia juga mendorong setiap tempat suci di Bali ditutup untuk pariwisata, seperti Pura Besakih dan pura besar sejenis lainnya.


Gunung Agung dilihat dari Kecamatan Kubu.

Dia mengaku sudah menerapkannya dari desa yang dipimpinnya, sebagai Klian Desa Adat Bugbug. Seperti Pura Gumang, sejak lama sudah dilirik menjadi objek wisata. Bahkan, nyaris masuk dalam daftar objek wisata di Dinas Pariwisata Karangasem. Tetapi, sebelum itu terjadi, dia bersama warganya sudah menolak mentah-mentah. Penolakan itu disampaikan saat dinas terkait melakukan sosialisasi tata cara pembentukan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) di Bugbug, belum lama ini. “Saya dari awal tidak setuju dengan konsep pariwisata spiritual di Karangasem. Pariwisata itu tujuannya jalanjalan. Kalau spritual, tentu kaitannya dengan sembahyang. Ini hasil merenung saya di Pura Gumang. Pariwisata Bali ini sudah makin kebablasan. Dengan kita tidak memelihara serius tempat suci kita sendiri, ini jadi masalah serius. Buktinya

sudah banyak. Tapi, jarang yang sadar,� kata Mas Suyasa. Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, sempat menanggapi persoalan di atas, belum lama ini. Pemerintah daerah tentu tidak bisa memutuskan secepat ini. Perlu proses yang ditempuh dengan dinas terkait. Kalau menyinggung wacana ini, maka perdebatannya akan kembali pada tata ruang Bali, yang masih mengatur Kawasan Pura Besakih sebagai daya tarik pariwisata Bali. Demikian juga untuk Gunung Agung. Selain itu, kalau menyikapi wacana ini lebih serius, maka perda yang mengatur Kawasan Pura Besakih sebagai daya tarik wisata juga harus di-review lagi. Jalan tengahnya, kata Wabup Artha Dipa, mungkin ke depan perlu dipertegas lagi, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Kawasan Pura Agung Besakih maupun terhadap Gunung Agung. l Bagiarta

MBP/gik

Jro Wayan Mas Suyasa, Tokoh Masyarakat Karangasem/Klian Desa Adar Bugbug

20 - 26 November 2017

39


PROPERTI

Kualitas Rumah Bersubsidi Jangan Diabaikan

B

isnis rumah bersubsidi memiliki peluang pasar tersendiri (khusus). Ini memungkinkan pemasok lebih fokus dalam promosi sekaligus menjaga mutu produk untuk kepuasan konsumen. Hal itu diungkapkan salah seorang praktisi bisnis properti, Adi Nugraha, Rabu (3/10) di Tabanan. Dikatakan, rumah bersubsidi yang hanya berpeluang dibangun di beberapa kawasan kabupaten saja khususnya di Bali, juga memerlukan kesiapan mental dan material konsumen untuk mengaksesnya. Terutama kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ada di kota se-

40

20 - 26 November 2017

mentara keberadaan rumah bersubsidi tersebut berlokasi jauh dari tempat kerja mereka. Karena itu peningkatan pasokan rumah bersubsidi layaknya diikuti ketersediaan infrastruktur yang lebih memadai sehingga menunjang mobilitas para penghuninya. Rumah bersubsidi adalah program pemberdayaan MBR dengan menyediakan rumah temapt tinggal yang layak dan nyaman. Maka dari itu agar program ini tak melenceng sekumlah persyaratan berlaku bagi mereka yang berhak mengakses rumah bersubsidi. Diantaranya berpenghasilan Rp 4,5 juta per bulan, belum pernah punya rumah, dan mendapatkan KPR hingga

20 tahun dengan suku bunga 5 persen. Harga rumah bersubsidi di Bali Rp 141 juta dan untuk KPR telah disediakan sejumlah bank dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Sementara itu, pasca-Gunung Agung masuk status awas membawa pengaruh signifikan pada perkembangan properti, khususnya akibat dari kelangkaan mendapatkan pasir. Langkanya mendapatkan pasir saat ini kendati tidak mempengaruhi harga jual perumahan, namun profit margin yang diperoleh pengembang kian menipis.


Ketua DPD REI Bali, Pande Agus Permana Widura didampingi Sekretaris REI Bali, Tino Wijaya, Wakil Ketua Bidang Perbankan dan Pembiayaan REI Bali, I Made Indrawan dan Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha Anggota Rei Bali, I Made Sumadia, di Kantor REI, belum lama ini menerangkan, efek dari status awas Gunung Agung banyak anggota yang sebelumnya mensubkan pekerjaan ke kontraktor, kini harus turun langsung akibat kelangkaan pasir sebagai bahan utama pembuatan rumah. “Utamanya perumahan satu juta unit program rumah subsidi Presiden Jokowi. Satu sisi anggota dihadapi target membuat perumahan murah Rp 141 juta, satu sisi kondisi saat ini pasir sebagai ba-

han dasar sangat diperlukan,� katanya. Seperti diketahui dengan kejadian Gunung Agung, galian C di Karangasem banyak ditutup karena demi keamanan. Kondisi ini mempengaruhi harga pasiar dan stok pasir juga langka. Akibatnya banyak anggota yang mengambil pasir dari Banyuwangi dengan harga yang tergolong mahal yaitu Rp 2,5 juta per 3,5 kubik. Sementara di Bali, kebutuhan pasir masih ada yaitu di wilayah Songan, Kintamani. Tetapi Pande menerangkan, kendala membeli pasir di Son-

gan yaitu akses jalan atau lokasi di situ relatif kecil sehingga mempengaruhi kecepatan mendapatkan pasir. “Akibat kendala bahan pasir inilah pengembang menghadapi kendala harus membeli dengan harga mahal, sementara harga rumah subsidi sudah dipatok pemerintah tidak bisa naik begitu saja,� ungkapnya. l gun/dik

20 - 26 November 2017

41


HIBURAN

Rey Rock

Kisahkan Kehidupan Lewat ”Mancing”

R

ey Rock kini menghadirkan single teranyar berjudul “Mancing”. Sebelumnya, ia merilis mini album “Reuni” pada 2016 dan memperkenalkan single “Anggap Bli Mati” pada Mei lalu. ‘’Mancing’’, merupakan single yang menceritakan kisah kehidupannya sebagai musisi yang memiliki hobi memancing. Karyanya ini dipersembahkan di penghujung tahun ini, sekaligus sebagai bukti bahwa dirinya akan terus berkarya di belantika musik Bali. “Nah, karena hobi saya bermusik dan mancing, dalam single ini (Mancing) saya menceritakan kehidupan saya dalam sebuah karya, sehingga kepribadian saya lebih dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Rey Rock, Rabu (8/11) lalu. Rey Rock mengawali kariernya dengan format band, namun dua tahun belakangan ia memilih bersolo

42

20 - 26 November 2017

karir. Ini dilakukan untuk mencari suasana baru. Sebab, bagi penyanyi asal Tangeb, Kapal-Badung ini, baik format solo maupun bergrup samasama mempunyai kenikmatan dan tantangan tersendiri dalam berkarya musik. Dengan mengusung genre rock alternatif, Rey berpendapat bahwa musik rock alternative di Bali saat ini berkembang sangat pesat, terutama di kalangan anak muda Bali. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penggemar musik di Bali sangat banyak, apalagi kalangan anak muda yang suka aliran keras. Meskipun sebagai pendatang baru dan belum banyak dikenal masyarakat pecinta musik Bali, dirinya optimis hasil karyanya ini bisa memberikan kesan menghibur kepada masyarakat luas. Apalagi, dengan single “Mancing” ini sebagai bentuk nyata keseriusannya

dalam berkarya untuk masyarakat Bali. Bahkan, ia berencana untuk segera merilis video klip dari single terbarunya itu. “Walaupun karya saya belum sempurna dan tentunya harus banyak belajar dari para senior musik di Bali, saya berharap karya saya ini bisa menghibur masyarakat Bali,” tandasnya. Rey Rock mulai berminat dengan dunia musik sejak masih kecil dengan memainkan alat musik gitar. Bahkan, waktu itu ia masih meminjam gitar dari temannya. Namun, karena keseriusan dan niatnya yang tinggi untuk menekuni instrumen gitar, akhirnya ia menyisihkan uang jajan selama sebulan untuk membeli dan memiliki satu gitar. Berawal dari sanalah ia mulai menyalurkan minat dan hobinya di musik dengan menciptakan lagu sendiri. l Winata


Sekar Sari

Bercerita Tentang Kerja Bareng Sineas Jepang AKTRIS Sekar Sari punya cerita tersendiri kala terlibat dalam pembuatan film besutan sutradara asal Jepang Koji Fukada. “Seru banget. Di set pakai empat bahasa, Indonesia, Jepang, Aceh dan Inggris. Keseluruhan tim kolaboratif, ada kru lokal Aceh, Jepang,” katanya di Jakarta baru-baru ini. Sekar bersama Adipati Dolken dan empat aktor asal Jepang, yakni Dean Fujioka, Taiga, Sekar Sari, Junko Abe dan Mayu Tsuruta terlibat dalam film kolaborasi Indonesia dan Jepang berjudul “Laut”. Sebelum syuting dimulai, sambung Sekar, sang sutradara bahkan sempat memberikan kuliah singkat soal sejarah film hingga penjelasan bagaimana akting yang baik pada para pemain. “Dari awal sutradara memberi arahan yang jelas, sangat akomodatif. Bahkan sebelum workshop, Koji memberikan kuliah perdana untuk pemain soal sejarah sinema dunia, referensi film, apa itu akting yang baik,” kata Sekar. Dia mengatakan, saat menerima skrip film, sudah terbayang kalau cerita yang dibangun kuat dan unik. Terlebih, karena merupakan proyek kolaborasi Indonesia dan Jepang, “Laut” bisa menjadi ajang belajar yang baik. “Pertama kali dapat skrip, langsung terpikir cerita ini kuat, unik. Saya tahu kalau project ini kolaboraai Jepang dan Indonesia, ada proses belajar dua negara,” kata dia yang mendapatkan peran sebagai perempuan Aceh itu.

ketagihan sambal, belajar makan pakai tangan. Junko ketagihan air kelapa muda. Setiap hari dia ingin minum kelapa muda dan kopi. Makanan menyatukan kita,” kata dia. Selain makanan, Sekar juga mengajak Taiga dan kawan-kawan menonton film bersama dan jalan-jalan kala tiba di Jakarta. Berbeda dengan Taiga dan Junko, Dean mungkin sudah tak asing dengan Indonesia. Pria kelahiran Fukushima itu bahkan menikah dengan perempuan asal Indonesia, Vanina Amalia Hidayat beberapa waktu lalu. “Di Jakarta diajak nonton film, makan makanan Indonesia, jalan bareng,” kata dia. l Kmb

Jalan-jalan Perbedaan bahasa terkadang bisa menjadi sandungan bisa mengenal seseorang dari negeri nan jauh di sana. Hal ini juga terjadi pada Sekar. Sekalipun begitu, bukan berarti tak ada cara untuk bisa mengakrabkan diri dengan mereka. Apa yang Sekar lakukan? “Ajak jalanjalan, makan. Ta i g a b a h k a n

20 - 26 November 2017

43


TRADISI

‘’Ngunya’’ Tapakan Ida Bhatara

Prosesi Ritual ’’Macecingak’’ Umat

H

ari raya Galungan dan Kuningan bagi umat Hindu di Bali memiliki makna filosofi tinggi. Rangkaian Galungan mulai dari Hari Panyekeban, Penyajan, Penampahan, Galungan dan Umanis Galungan, semuanya mengandung nilai filosofi. Selain itu, sejumlah tradisi dan prosesi ritual digelar pada hari raya kemenangan dharma atas adharma tersebut. Di sejumlah desa pakraman di Bali, bahkan ada umat melaksanakan ritual ngunya keliling desa. Pada prosesi tersebut pelawatan Ida Bhatara berupa Tapakan Barong kairing melancaran, seperti yang dilakukan krama Banjar Nyelati, Kuwum, Mengwi-Badung. Menurut Jro Mangku I Ketut Sutiyasa (61), pamangku di Pura Dalem Harum Nyelati, tradisi mamargi ngunya di wilayah Br. Nyelati itu sudah dilakukan sejak dulu. Ngunya itu sendiri dilaksanakan setiap hari raya Galungan dan kemudian keesokan harinya saat Umanis Galungan, barulah lunga lewat Bale Agung. Namun, jika ada upacara kematian yang menyebabkan banjar kasebelan pada saat Galungan dan Manis Galungan, akan dicarikan hari lainnya yang dipandang hari baik untuk melaksanakan prosesi Ngunya tersebut. “Biasanya ngunya itu akan dilaksanakan pada saat Pemacekan Agung maupun pada saat Kuningan. Sedangkan untuk malancaran lewat Bale Agung tersebut selain pada dua hari itu, juga bisa dilaksanakan di hari lain sesuai dengan kemampuan masyarakat dan tidak boleh lewat Buda Kliwon Pahang yang merupakan tanjek piodalan di Pura Dalem Harum yakni jogan Ida Bhatara,” ujarnya belum lama ini. Ngunya tersebut bermakna bahwa Ida Bhatara kairing macecingak panjak atau umat (masyarakat) di

44

20 - 26 November 2017

wilayah Br. Nyelati. Demikian pula ketika Ida Batara kairing melancaran ‘’liwat Bale Agung’’ tersebut. Ngunya tersebut wajib dilaksanakan. Sebab, dulu pernah tidak dilaksanakan, akhirnya kondisi atau keadaan masyarakat menjadi “becek”. Dikatakannya, jalur pelaksanaan malancaran atau ngunya ‘’liwat bale agung’’ biasanya tapakan Ida Bhatara akan kairing lunga ke arah utara sampai di Br. Tuka. Setelah itu kembali budal. Sedangkan ketika zaman dulu, Ida kairing sampai ke banyak wilayah di antaranya dari Nyelati ke utara sampai Perean, kemudian menyeberang ke wilayah Petang, selanjutnya ke arah selatan menuju Gerana dan simpang di sana. Setelah itu menuju ke Samuan lalu ke Blahkiuh yaitu di Pura Dalem Suargan dan barulah kemudian mencapai Pura Dalem Majapahit. Dari sana dilanjutkan menuju ke Baha hingga ke Gulingan dan setelah itu langsung ke Kuwum Belayu. Dari situ baru budal ke joga Ida Bhatara. Karena jarak dan wilayah yang jauh itulah menurut Pekak I Wayan Kebyeng (75), menyebabkan pelaksanaan lunga liwat Bale Agung menghabiskan waktu hingga sebulan lamanya. Tentu saja umat yang ngiring akan ikut makemit di pura tempat Ida Bhatara marerep tersebut dan secara berkala diatur agar ada yang pulang secara bergiliran atau matimbal-timbalan. “Biasanya mereka yang pulang itu adalah mereka yang ditugaskan untuk mengambil bekal atau makta bekel yang dikumpulkan oleh masyarakat Br. Nyelati di bale banjar, kemudian dibawakan kepada pangiring yang ada dan ikut makemit di pura tempat Ida Bhatara sesuhunan marerep tersebut,” pungkasnya. l Agus Suryawan


Tapakan Ida Batara di Pura Dalem Harum Nyelati saat Ngunya pada Hari Raya Galungan belum lama ini.

20 - 26 November 2017

45


A KT I V I TA S

MBP/ist

HUT KE-8 - Mengusung tema ”Sarwatra Swaguna Badung Jayanti”, puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 ibu kota Kabupaten Badung, Mangupura akan dihelat di Mangupraja Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Kamis (16/11). Namun sebelum itu, Minggu (12/11) akan digelar hiburan rakyat yang juga berlokasi di lapangan utama Puspem setempat. Sejumlah artis ibu kota dan lokal Bali diagendakan menghibur masyarakat. Asisten I (Pemerintahan dan Kesra) Sekda Badung I.B. Yoga Segara didampingi Kabag Pemerintahan I Gusti Made Wardika, Kabag Humas Setda Badung Putu Thomas Yuniarta dan Kasubbag Humas I.B. Wisnawa Kesuma, mengatakan tema yang diangkat pada HUT kali ini yakni “Sarwatra Swaguna Badung Jayanti”.

MBP/ist

BUPATI KARANGASEM - Usai menghadiri AdAsia Bali 2017 di Gedung BNDCC Nusa Dua Bali, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bekraf tentang Pengembangan dan Fasilitasi Ekonomi Kreatif. Penandatanganan MoU itu berlangsung di Gedung Bali Nusa Convention Center (BNDCC), Rabu (8/11). Dari pihak Bekraf yang memberikan tanda tangan pada MoU tersebut adalah Deputi Hubungan Antar-Lembaga dan Wilayah Bekraf (Deputi VI) Endah Wahyu Sulistianti.

MBP/ist

MBP/ist

IHDN DENPASAR - Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Rabu (8/11) merayakan hari jadi ke-13. Dalam Dies Natalis XIII ini digelar berbagai acara seperti bakti sosial, lomba dan memberikan penghargaan kepada tiga tokoh penting yang ikut andil dalam dunia pendidikan Hindu melalui Maha Widya Award IHDN Denpasar. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan, rangkaian Dies Natalis XIII diawali sejumlah kegiatan, yakni wisuda, pengabdian masyarakat di beberapa pura seperti ngaturang ayah topeng Bali, makekawin dan seni lainya.

F-KES UNHI - Fakultas Kesehatan Universitas Hindu Indonesia (F-Kes Unhi) Denpasar kembali menggelar pengabdian masyarakat berupa pengobatan Ayurweda. Kali ini kegiatan dilaksanakan di Banjar Batuaji, Desa Batubulan Kangin, Sukawati, Gianyar, Minggu (5/11). Dekan F-Kes Unhi Dr. Ir. Nyoman Prastika didampingi Wakil Dekan Ni Luh Gede Sudaryati, S.Si., M.Si. dan Kaprodi Ayurweda Ida Bagus Putra Suta, S.Ag., M.Si. mengatakan, pengabdian masyarakat ini diharapkan bisa memberikan manfaat dalam meningkatkan wawasan dan kualitas SDM, khususnya SDM F-Kes Unhi dalam memenuhi kewajiban melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

46

20 - 26 November 2017


MBP/ist

MBP/ist

KORPRI BALI - Korpri Bali meresmikan dua unit bantuan

WHDI DENPASAR - Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar di bawah binaan Nyonya Antari Jaya Negara, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar yang dibina Nyonya Ida Ayu Kerthi Rai Iswara, PKK Kota Denpasar bersama istri pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta Bagian Kesra Setda Kota Denpasar ngayah masolah Rejang Renteng pada Puncak Karya Padudusan Agung dan Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Agung Jagatnatha Denpasar pada Rahina Sukra Paing Dunggulan bertepatan dengan Purnama Kalima, Jumat (3/11).

rumah untuk kepala keluarga kurang mampu di Desa Sidan, Gianyar, Jumat (3/11). Kegiatan yang diselenggarakan serangkaian HUT ke-33 Korpri Bali ini diharapkan dapat membantu sekaligus memotivasi warga kurang mampu untuk meningkatkan taraf perekonomian. Perbekel Desa Sidan Made Sukra Suyasa menyampaikan terima kasih kepada Korpri Bali beserta instansi terkait atas bantuan pembangunan rumah untuk KK kurang mampu di desa tersebut.

MBP/ist

BALI CONVEX - Untuk ketujuh kalinya, Bali Convex Nusa Dua bekerja sama dengan The ASEAN Entrepreneur Center Bali menyelenggarakan event Bali Best Brand (BBB) dan Bali International Customers Satisfaction Awards (BICSA). Acara penganugerahan kepada merek–merek terkenal di Bali ini akan menggelar kegiatan Press Conference di Park 23 Mall Tuban, Kuta, Badung, Selasa (7/11). Kegiatan ini merupakan rangkaian acara BBB-BICSA tahun 2017. Acara puncak yakni Malam Penganugerahan dan Awarding Gala Dinner akan diselenggarakan 17 Desember 2017 bertempat di Inna Bali Heritage Hotel.

MBP/ist

WABUP BADUNG - Dengan membentangkan busur panah bagaikan kesatria ‘Pandawa’ Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka secara resmi perayaan HUT Mangupura ke-8 di kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (4/10). Dengan mengangkat tema “Ayu Nir Sambakala” Hut Mangupura ke-8 yang dipusatkan di Amphitheater Tedung Jagat Gunung Payung Cultural Park dengan konsep pesta rakyat. Ikut hadir dalam acara tersebut beberapa kepala OPD di Pemerintahan Kabupaten Badung, Wakil Ketua DPRD Badung I Nyoman Kariana, Tripika kecamatan Kutsel, Lurah dan Perbekel se kecamatan Kutsel dan para tokoh bersama undangan lainnya yang berbaur bersama masyarakat.

20 - 26 November 2017

47


A KT I V I TA S

MBP/ist

WABUP BADUNG - Puncak Piodalan Mapedudusan Agung lan Mapeselang di Pura Sad Khayangan Penataran Agung Pucak Mangu, Desa Adat Tinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang dilaksanakan pada Saniscara Pon Dunggulan, Sabtu (4/11). Piodalan Mapedudusan Agung di-puput Ida Pedanda Putra Pemaron Gria Sidemen, Mengwi dan Ida Pedanda Gde Jelantik Giri Gria Gunung Sari. Sementara untuk upacara Mapeselang di-puput Ida Pedanda Putra Kekeran Gria Sunia Denkayu dan Ida Pedanda Gede Jelantik Giri Santacita Gria Jadi Tabanan. Puncak piodalan dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Pimpinan Perangkat Daerah di Pemerintahan Kabupaten Badung, DPRD Badung, Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung beserta Asta Puri dan krama dari delapan desa adat di Petang selaku pangemong Pura Pucak Mangu.

MBP/ist

WHDI KLUNGKUNG - Pengurus Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Klungkung masa bhakti 2017-2022 dilantik, Minggu (5/11). Melalui ini, perannya dalam mendukung pembangunan daerah, terutama bidang adat dan budaya diharapkan semakin melesat. Pada pelantikan yang berlangsung di Ruang Rapat Praja Mandala ini, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengungkapkan wanita saat ini memiliki peranan yang strategis di bidang pembangunan. Dalam kehidupan masyarakat Bali, wanita Hindu khususnya memiliki tugas dan tanggung jawab yang cukup berat terutama dalam kehidupan keseharian dengan berbagai aktivitas ritual dan budaya.

MBP/ist

DPRD BADUNG - Jajaran Komisi II DPRD Badung, Rabu (8/11) menggelar rapat dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Dalam pembahasan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2018 ini ditekankan agar semua program yang diperuntukkan bagi masyarakat didesain dengan matang. Rapat yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Badung Wayan Luwir Wiana didampingi Wakil Ketua II Wayan Mendra dan Sekretaris I Nyoman Mesir, dihadiri Dinas Pariwisata Badung, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Badung, Dinas Perikanan Badung, Dinas Pertanian dan Pangan Badung serta Dinas Perhubungan Badung.

48

20 - 26 November 2017

MBP/ist

KETUT SUWITI - Setelah sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Sanglah, Ni Ketut Suwiti (74), ibunda Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, S.Sos., Selasa (7/11) berpulang. Saat ini jenazah ibu yang lahir 31 Desember 1943 ini disemayamkan di Rumah Sakit Mangusada, Badung. Ibu tiga orang putra dan dua putri ini mengembuskan napas terakhir pada pukul 11.35 Wita di RSUP Sanglah, Denpasar. Penyebab kematian istri almarhum I Nyoman Sukarta itu diduga karena faktor usia. Selain itu, almarhum juga tengah dirawat karena menderita sejumlah penyakit.


MBP/ist

MBP/ist

DPRD BADUNG - Lembaga DPRD Badung mengundang seluruh perangkat daerah di Kabupaten Badung untuk membahas Rancangan APBD Tahun 2018. Masing-masing komisi melakukan rapat dengan mitra kerjanya di perangkat daerah terkait. Komisi IV misalnya, mengadakan rapat dengan Dinas Kesehatan (Diskes), RSUD Mangusada Badung, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), Dinas Kebudayaan (Disbud), Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja serta Dinas Sosial Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD A.A. Ngurah Ketut Agus Nadi Putra didampingi I.B. Alit Arga Patra, Wardana D., anggota Made Retha, I Nyoman Sentana, Komang Gede Wiradana, Luh Gede Mediastuti dan I.B. Made Sunartha.

KABUPATEN GIANYAR - Batam merupakan daerah bisnis pariwisata dan perdagangan di Indonesia, sehingga memungkinkan para buyer dan wisatawan mancanegara dapat langsung berinteraksi dengan peserta pameran hingga melakukan kerja sama bisnis. Hal inilah yang mendasari Dekranasda Kabupaten Gianyar tertarik memfasilitasi salah satu perajin binaannya, yaitu Arimasta Silver and Jewelry Celuk untuk ikut pameran dalam event Batam ITT Expo (Pameran Investasi, Produk Unggulan Perdagangan dan Pariwisata) di Mega Mall Batam Center, Kepulauan Riau yang berlangsung 2 hingga 5 November 2017. Pameran yang didukung oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI dan Pemerintah Kota Batam ini diikuti oleh pelaku UKM di seluruh Indonesia.

MBP/ist

MBP/ist

DPRD BADUNG - Komisi III DPRD Badung menggelar rapat bersama pihak eksekutif terkait RAPBD 2018, Rabu (8/11). Rapat digelar di ruang rapat pimpinan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Badung Putu Alit Yandinata beserta anggota I Nyoman Satria, I Made Sumerta, Ketut Subagia, Ni Ketut Suweni, Gede Aryantha dan I Gusti Ngurah Shaskara. Hadir dari pihak eksekutif, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Made Agus Aryawan, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Made Sutama dan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ketut Gede Suyasa.

FSB BADUNG - Festival Seni Budaya (FSB) Kabupaten Badung ke-11 serangkaian HUT ke-8 Ibu Kota Badung, Mangupura, tahun 2017, secara resmi dibuka di jaba sisi Pura Taman Ayun, Mengwi, Selasa (7/11). FSB Badung tahun ini mengangkat tema ‘’Adhi Prajana Parahita Prasta’’ yang mengandung arti ‘’mengedepankan pembangunan di bidang seni dan budaya, untuk mencapai kesejahteraan masyarakat’’. Pembukaan FSB Badung ditandai pementasan tari tradisional ‘’Buki-bukian’’, yang dibawakan dengan apik oleh Sanggar Pancer Langit.

20 - 26 November 2017

49


TA K S U

Made Subrata

K

Perajin Keris dari Kaba Kaba, Tabanan

abupatenTabanan memang lebih dikenal sebagai lumbung padi. Tapi jangan lantas dikira tidak ada seniman lahir di daerah ini. Made Subrata dari Banjar Dangin Pangkung Desa Kaba Kaba, Tabanan, merupakan satu dari sekian seniman kenamaan di Bali. Pria kelahiran tahun 1950 ini menekuni profesi membuat keris Bali semenjak kecil sebagai warisan dari para leluhurnya. Karena keterbatasan biaya, Subrata kecil tidak mengenyam pendidikan SMP seperti anak-anak lain saat itu. Sejak kecil ia membantu orang tuanya membuat keris. Setelah tamat SD, ia pun berkeinginan untuk belajar membuat alat-alat dapur layaknya yang dibuat oleh seorang pande (tukang besi). Tidak puas hanya bisa membuat pisau, ia pun kembali belajar di Taman Punggul tahun 1971 tentang proses pemijahan besi sebagai bahan baku pembuatan keris. Menurut Subrata, dalam pembuatan keris ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bisa menghasilkan keris yang memiliki kekuatan spiritual dan berkualitas. Bahan baku utama yang diperlukan, yakni besi hitam dan besi putih, yang kemudian digabungkan menjadi satu melalui proses-proses tertentu. Di sini proses penggabungan biasanya dilakukan sesuai dengan permintaan pemesan keris. Di sisi lain, pelaksanaan upacara sebelum pembuatan keris juga harus diperhatikan. Dengan harapan, agar proses pengerjaannya dapat berjalan lancar dan keris tersebut memiliki taksu. Tidak jarang dalam proses pembuatan keris ia mengalami luka bakar akibat terkena percikan api maupun kelelahan. Namun, suami dari Made Gadung ini tetap melakoni profesi sebagai pembuat keris. Hal ini menjadi sumber kebanggaan istri dan anaknya yang juga senantiasa mendukung usaha pembuatan keris ini. Meski menekuni profesi sebagai pengerajin keris, Subrata tidak pernah

50

20 - 26 November 2017

memaksa anaknya, Putu Sumara untuk melanjutkan jejaknya sebagai pembuat keris. Baginya, sebuah profesi jika dipaksakan maka hasilnya tidak akan maksima. “Biarlah alam dan lingkungan yang akan menuntunnya nanti dalam memilih jalan hidup,� jelasnya. Istrinya, Ni Made Gadung, memang sempat berharap agar anaknya mengambil profesi lain selain pengrajin keris. Namun, darah pembuat keris mengalir dalam diri anaknya, Putu Sumara, sehingga ia tetap menekuni profesi ini. Meski setiap pekerjaan tujuannya mendapatkan hasil, bagi Made Subrata ada tempat dan waktunya membuat keris dengan tujuan mencari keuntungan. Karenanya, tidak sedikit ia menanyakan kepada pemesannya tentang peruntukan keris yang dibuat dan kemampuan membayarnya agar nantinya apa yang menjadi harapan pemesan terwujud. Subrata mengaku, minimnya perhatian pemerintah saat ini menjadi salah

satu kendala dalam menekuni profesi membuat keris. Terlebih krisis ekonomi turut berdampak terhadap bahan baku keris. Harga besi hitam dan putih naik yang berdampak pada semakin terjepitnya pengrajin keris. Pihaknya berharap pemerintah dapat membantu terutamanya permodalan dan pemasaran, sehingga pengerajin keris secara perlahan tidak mati suri. Mengingat, bagaimanapun profesi ini adalah bagian dari budaya Bali yang perlu dijaga dan dilestarikan. Di usianya yang semakin senja, semangat Made Subrata dalam membuat keris tetaplah besar. Hal ini tidak lepas dari rasa tanggung jawab dirinya dalam melestarikan budaya Bali. “Usia bukanlah menjadi patokan dalam berkarya, namun lebih pada niat. Upaya melestarikan adat dan budaya Bali memerlukan niat yang sungguh-sungguh,� pesannya. l MBP/Trimaja/Bali TV


209 | 20 - 26 November 2017

Sarwatra Swaguna Badung Jayanti

Dari Badung Membangun Bali RP 20.000


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 209 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu