Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 208 | balipost.com

Page 1

208 | 13 - 19 November 2017

Mulai dari Nol

RP 20.000


D A F TA R I S I OPINI lInovasi Pendidikan Antiradikalisme 6 BALI SEPEKAN lTanggul dan Alur Sungai Jebol 7

LAPORAN UTAMA l Mulai dari Nol 8 l Kegempaan Turun Drastis 10 l “Pakelem”, Bhakti pada Alam 11 POLITIK l Komitmen Menolak Reklamasi 16 l Melawan Ego Kesukuan 17 KIPRAH l Aya dan Laras

Peduli Pengungsi Lewat Lagu 18

MANCANEGARA l ISIS Menyerang Lagi 20 DAERAH l Status Gunung Agung Turun 22

KESEHATAN lMemahami Aspek Kesehatan dalam Pengungsian 24

LENSA l Tutup 26

OLAHRAGA l Gelar Kebangsawanan 27 PENDIDIKAN l Menguatkan Karakter Jati Diri Pemuda 32 HIBURAN l Sam Smith

Kehilangan dan Patah Hati 35

PARIWISATA l ”Im In Bali” Nyatakan Pariwisata Bali Aman 38

PROPERTI l Pembangunan Bali Tersendat

Galian C Diusulkan Dibuka Lagi 40

13 - 19 November 2017

3


DARI PEMBACA

Informasi Akurat Gunung Agung T

urunnya status Gunung Agung dari Awas ke Siaga tentu memberikan angin segar bagi kita. Ini merupakan bentuk ‘’berkah’’ dari alam terhadap kehidupan kita di Bali. Untuk itulah, mari kita bersama tetap menjaga alam dan jangan semua lahan dijadikan lahan komersial. Kebesaran Tuhan terhadap umatnya di Bali ini patut pula kita syukuri, sehingga kita dapat melaksanakan dharma kita sebagai umat Hindu. Para pengungsi pun kini bisa menjalani hidup normal. Selebihnya, saya juga berharap agar pihak yang berhak melakukan evaluasi terhadap perkembangan Gunung Agung memperhatikan dampak-dampak sosial dari perubahan status ini. Informasi hendaknya benar-benar akurat sehingga bisa mengurangi kecemasan. Selama ini, kerja keras pihak pengamat kegempaan dari aktivitas Gunung Agung telah memberikan banyak pelajaran bagi masyarakat Bali, pentingnya kita waspada. Saya menyampaikan terima kasih atas hal ini. Mudah-mudahan ke depan, status Gunung Agung terus menurun, sehingga warga Bali yang berada di kawasan rawan bahaya bisa kembali ke rumahnya dan hidup tenang kembali. I Made Sumantra Wirya Denpasar, Bali

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Dira Arsana Redaktur Pelaksana Diah Dewi Redaksi Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Sugiartha, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada Bangli: Ida Ayu Swasrina, Eka Parananda Buleleng: Sosiawan, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya Karangasem: Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra Negara: IB Surya Dharma Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

13 - 19 November 2017

4


Dukungan Pemilih Pemula Strategis PILKADA Bali makin dekat. Pilkada serentak ini pun berpotensi menjadi momentum penting bagi Bali dalam mengadapi peralihan era dari dunia konvensional ke era digital. Dalam konteks ini, isu-isu terkait kepemudaan dan alam Bali pun diyakini akan tetap strategis. Kedua isu ini strategis mengingat terkait dengan regenerasi pewaris budaya Bali dan alam Bali sebagai ruang pelestarian budaya Bali. Bahkan, dalam konteks dukungan terhadap kandidat, kecerdasaan mengelola isu yang berkaitan dengan kepemudaan dan isu terkait dengan alam dan budaya Bali diyakini akan sangat menentukan kemenangan. Reaksi generasi muda yang cenderung reaktif via media sosial juga akan mempengaruhi pencitraan para kandidat. Menyikapi hal ini, Pusat Data Bali Post melakukan jajak pendapat terkait dengan kontribusi generasi muda Bali dalam Pilkada Bali 2018. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuisioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, terdapat 63,89 persen responden yang mengaku sangat yakin bahwa respons generasi muda terhadap kandidat akan menentukan kemenangan kandidat. Cara pandang generasi muda Bali terhadap pemimpinnya yang tak terlalu fanantik terhadap partai politik juga akan membuat pertarungan menjadi tak terjebak partai politik. Generasi muda yang cenderung

reaktif terhadap isu-isu sosial dan politik mewajibkan para kandidat cerdas dan hati–hati mengkonversi isu ke masyarakat. Responden kelompok ini juga mengakui bahwa gerakan dan inspirasi generasi muda dalam pemilihan Gubenur Bali 2018 akan menjadi salah satu penentu terpilihnya figur pemimpin Bali 2018. Sementara, 33,09 persen responden mengaku tidak yakin bahwa sikap politik generasi muda Bali bisa menjadi penentu kemenangan kandidat. Saat ini, jumlah genarasi muda Bali dalam peta politik sebagai warga yang berhak memilih belum dominan. Bahkan, tingkat kepedulian generasi muda Bali terhadap dunia politik juga masih rendah. Responden berpandangan, yang justru akan menentukan adalah keberpihakan kandidat terhadap isu-isu pelestarian alam dan budaya Bali. Kini, keberpihakan terhadap alam dan budaya Bali cenderung terus menguat di Bali. Jika kandidat gagal mengelola isu ini dan menjabarkan program kerja terkait pengawalan alam dan budaya Bali, kuat kecenderungan akan kalah. Menurut responden keberpihakan terhadap generasi muda tetap penting mendapat porsi, namun kontribusinya terhadap kemenangan belum signifikan. Masih ada faktor lain yang lebih dominan yakni gerakan politik, popularitas figur dan tingkat keberdihan figur dari isu-isu negatif.

Di lain pihak, 3,02 persen responden mengaku belum mencermati isu-isu Pilkada Bali. Mereka mengatakan sampai saat ini masih lebih tertarik bicara isu penguatan ekonomi Bali ketimbang politik. Responden mengingatkan, isu kepemudaan dan isu lingkungan sama strategisnya bagi Bali, mengingat terkait dengan regenerasi pewaris budaya dan alam Bali. l Dira Arsana Menurut Anda, apakah pemilih pemula atau generasi muda Bali akan memiliki peran penting dalam Pilkada Bali 2018?

Tidak Tahu 3,02%

Tidak 33, 09%

Ya 63, 89% 13 - 19 November 2017

5

5


OPINI

D

Inovasi Pendidikan Antiradikalisme

eklarasi 3.000 lebih perguruan tinggi untuk antiradikalisme di Bali Selasa (26/9) lalu, menyadarkan kita bahwa radikalisme tidak sepi di perguruan tinggi. Pada pertengahan tahun ini, 7 orang dosen UGM, 2 orang dosen ISI Yogyakarta, sejumlah dosen dan mahasiswa Unpad diketahui merupakan anggota aktif HTI. Di sisi lain, sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Udayana, IAIN Surakarta, dan IAIN Tulungagung menggelar beragam aksi untuk menentang radikalisme. Isu radikalisme yang sedang mengintai dunia kampus menunjukkan bahwa mahasiswa adalah sasaran empuk radikalisme dan perlu mendapat perhatian khusus dari masing-masing rektor. Oleh karena itu, upaya Presiden Jokowi dalam Deklarasi Anti-Radikalisme yang melibatkan civitas akademika dari seluruh Indonesia patut mendapat sambutan baik. Namun, apakah cukup berhenti dengan deklarasi? Pemahaman Pancasila dan agama adalah solusi penyelesaian isu radikalisme di Indonesia. Pemahaman Pancasila penting untuk menentukan sikap mereka sebagai bangsa Indonesia yang hidup dalam kebinekaan agar dapat menjaga persatuan dan persaudaraan. Sedangkan, pemahaman agama yang benar mampu

6

Oleh Yulia Suryani

Selama ini pengajaran Pancasila dan pendidikan agama masih bersifat monoton. Upaya yang dilakukan oleh BNPT pun masih hanya dalam bentuk seminarseminar dan pembentukan FKPT. menangkal iming-iming palsu radikalisme yang mengatasnamakan agama. Namun, selama ini pengajaran Pancasila dan pendidikan Agama masih bersifat monoton. Upaya yang dilakukan oleh BNPT pun masih hanya dalam bentuk seminar-seminar dan pembentukan FKPT. Kegiatan ritualistik dan ceremonial tidak cukup menghentikan radikalisme. Alih-alih mencegah radikalisme, Pancasila dan pendidikan agama justru menjadi pelajaran yang membosankan jika hanya berbentuk hafalan. Perlu ada inovasi pendidikan antiradikalisme melalui pendekatan yang menarik sesuai karakter anak muda, mengingat mahasiswa adalah garda terdepan untuk menangkal isu radikalisme.

Para pemuda akan lebih tertarik pada kegiatan yang aktif dan menyenangkan daripada mendengarkan teori dan menghafal. Melalui hal-hal yang mereka gandrungi seperti hobi, pendidikan Pancasila dan agama dapat diselipkan dan diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Pengelola perguruan tinggi dapat menciptakan beragam ekstrakurikuler yang terstruktur dengan didampingi pembimbing atau pembina yang memiliki kapasitas dan pemahaman yang benar terhadap Pancasila dan agama. Kelompok tersebut dapat berupa klub-klub olahraga, skateboard, atau pencinta alam yang dapat menjadi tempat mengembangkan kreativitas, skill, dan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar. Pendekatan yang variatif dan menyenangkan diharapkan dapat menarik mahasiswa untuk bisa bersikap bijak sebagai warga NKRI dan menentang radikalisme. Tidak hanya meningkatkan kualitas mahasiswa, dengan kesibukan di kampus yang terpantau dan terarah perguruan tinggi dapat mengurangi celah masuknya paparan radikalisme di perguruan tinggi. Penulis, Koordinator Kementerian Informasi dan Komunikasi BEM Sampoerna University, Jl. Pancoran Barat IV, No. 33, Pancoran, Jakarta Selatan.

13 - 19 November 2017

6


BALI SEPEKAN

Ribuan Warga Sanur Demo di Depan RSBM Dua Proyek Peningkatan Jalan Gagal Terealisasi MASYARAKAT dari 28 banjar berkumpul di Pantai Mertasari sejak pukul 07.00 Wita. Mereka awalnya menunggu kedatangan pejabat dari Pemprov Bali untuk memberikan jaminan hitam di atas putih terkait prioritas lowongan pekerjaan di RS Bali Mandara (RSBM) bagi masyarakat Sanur. Lantaran tak ada pejabat yang datang, masyarakat lantas bergerak menuju RSBM sekitar pukul 09.00 Wita. Kerumunan masyarakat bahkan memenuhi ruas Jalan By-pass Ngurah Rai, khususnya di area depan rumah sakit. Sementara di dalam, terutama di halaman RSBM ratusan aparat kepolisian tampak berjaga. Satu per satu tokoh-tokoh masyarakat Sanur menyampaikan orasinya. Di antaranya, Anggota DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandira dan Ida Bagus Ketut Kiana. “Kita ada di sini untuk memperjuangkan hak kita yang ada di Sanur. Kita sudah mempermudah pembangunan tanpa adanya gangguan dan ini merupakan itikad

baik untuk mewujudkan rumah sakit,” ujar Wandira. Sementara rekannya, Ida Bagus Ketut Kiana menambahkan, masyarakat Sanur turun ke jalan lantaran Pemprov Bali tidak menepati janji. Yakni terkait perekrutan tenaga kerja, hanya tiga orang dari warga setempat yang diterima dari 500-an lebih tenaga kerja yang dibutuhkan RSBM. Ketua Yayasan Pembangunan Sanur Ida Bagus Gede Sidharta mengatakan, ada 280 masyarakat Sanur yang menjadi pelamar di RSBM. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu. Namun, hanya tiga orang saja yang diterima saat proses perekrutan dari 500-an lebih formasi lowongan yang ada. “Kami capek dengan janji-janji. Masyarakat kami ingin kepastian,” ujarnya. Sementara itu, dari pihak RSBM yang diwakili (Plt.) Direktur Utama RSBM dr. Bagus Darmayasa mengaku hanya “ngayah” di RSBM. “Kebijakan ada di Pemerintah Provinsi Bali,” kelitnya. l Rindra

Tanggul dan Alur Sungai Jebol TANGGUL yang ada di Mertasari, Kelurahan Loloan Timur dan Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana sudah setahun lalu jebol. Namum hingga kini belum mendapat penanganan perbaikan. Jebolnya dua tanggul ini tentunya berdampak pada kehidupan masyarakat. Di satu sisi, puluhan hektar sawah petani kekeringan. Di sisi lain, jika terjadi hujan, air sungai meluber dan menyebabkan banjir. Untuk itu, warga pun berharap pihak terkait segera memperbaiki tanggul yang jebol tersebut. Tak hanya itu, sejumlah alur sungai di Kabupaten Jembrana juga memerlukan perbaikan. Misalnya disendir. Sebab, banyak alur sungai itu yang mengalami kerusakan parah. “Banyak tanggul dan alur sungai yang kondisinya rusak. Kerusakan itu akibat banjir maupun karena kondisinya memang sudah tidak layak,” kata anggota DPRD Bali IGA Diah Werdhi Srikandi, Jumat (27/10). Tanggul yang jebol itu, menurutnya telah disampaikan warga ketika pihaknya melakukan reses pekan lalu ke sembilan desa/kelurahan. Khusus di Loloan Timur, tanggul yang jebol itu berdampak pada keberadaan subak. Dari total luas subak 90 hektar, yang

MBP/olo

terdampak kekeringan akibat tanggul jebol itu mencapai 50 hektar. Menurut krama subak, tanggul itu jebol sejak setahun lalu dan hingga saat ini belum ada penanganan. Selain itu, di alur sungai Desa Air Kuning juga mengalami tanggul yang jebol. Akibatnya, saat musim hujan air sungai meluap. Bersamaan dengan air laut pasang, banjir pun tak bisa dihindari. Air menggenangi hektaran lahan, termasuk sawah petani. Adanya kondisi ini, Diah Werdhi Srikandhi pun telah menampung aspirasi masyarakat. Ia yang duduk di Komisi III DPRD Bali mengatakan akan mengawal hal tersebut. l Suryadarma

DUA proyek peningkatan jalan di Nusa Penida bernalai miliaran rupiah yang telah dirancang Pemkab Klungkung tahun ini gagal terealisasi. Hal itu menyusul tidak adanya pemenang lelang. Pengerjaannya pun direncanakan bergulir pada tahun selanjutnya. Kepala Bagian Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa Setda Klungkung Anak Agung Gede Lesmana mengungkapkan, menjelang akhir tahun, waktu pelaksanaan proyek fisik tidak mencukupi. Hal itu menyebabkan peningkatan jalan Pertigaan Soyor-SekartajiTanglad dengan pagu Rp 3.056.912.000 dan Jalan Sekartaji-Sedihing senilai Rp 757.754.961 yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukian gagal terealisasi. “Dua paket ini lelangnya tidak dilanjutkan, karena waktu pelaksanaan tidak mencukupi,” ungkapnya Jumat (27/10). Hal serupa juga terjadi pada konsultasi perencanaan Detail Enginering Design (DED) pembangunan stage di Nusa Ceningan senilai Rp 70 juta. Sebelumnya ini sudah sempat dua kali gagal lelang. Sementara untuk kendaraan trail di BPBD senilai Rp 320.000.000 yang sebelumnya juga dua kali gagal lelang, pengadaannya akan dilakukan melalui e-katalog. “Ini sudah dikomunikasikan dengan OPD yang terkait,” ucap birokrat asal Banjarangkan ini. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman, Gusti Nyoman Supartana menyatakan pelaksanaan proyek di Nusa Penida lebih menantang dari Klungkung daratan. Hal ini juga diduga menjadi pemicu kontraktor kurang tertarik untuk terlibat dalam pengerjaan. “Kontraktor yang berani ke Nusa terbatas. Bebannya banyak. Waktu terbatas. Kalau proyeknya diambil, dikhawatirkan rugi,” ungkapnya. l Sosiawan 13 - 19 November 2017

7

7


LAPORAN UTAMA

Mulai dari Nol

W

ajah-wajah sumringah dan bersinar nampak di posko-posko pengungsian. Para pengungsi merasa senang karena sudah diperbolehkan pulang pascaditurunkannya status Gunung Agung dari level IV ke III. Tumpukan barang-barang yang dibawa selama mengungsi nampak sudah dibungkus rapi. Para pengungsi bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing. Meski nampak senang dan gembira sudah bisa pulang, kekhawatiran masih menggelayut di benak para pengungsi. Terutama bagi mereka yang harus menghidupi keluarganya. Mereka harus kembali menata kehidupan. Mulai dari nol. Tak ada bekal, tak ada yang bisa diandalkan untuk membeli sesuatu. “Sekarang menata hidup lagi. Mulai lembaran baru. Bekal sudah habis,” ucap pengungsi asal Muncan, Kecamatan Selat Ketut Suada (50). Pria paruh baya ini mengaku sebelum mengungsi, sapi yang dipelihara bertahun-tahun telah dijual dengan harga murah. Uangnya dipakai untuk hidup dipengungsian. Kini, keinginannya untuk kembali membeli jauh dari harapan. Masih terbatas pada angan-angan. “Tidak lagi bisa membeli. Kemungkinan untuk awal, mau ngadas dulu,” katanya. Saat tiba di rumah, ia merencanakan untuk kembali bertani. Menanam kacang tanah yang telah bertahun-tahun menjadi sumber penghasilan. Hanya ini harapan satu-satunya kini. “Ya kembali lagi bertani. Seperti dulu,” imbuhnya. Pengungsi asal Dusun Prangsari, Desa Duda Utara, Ni Nyoman Wenten (40), juga merasakan hal yang sama. Pulang dengan tangan hampa mengharuskannya untuk bekerja keras. Mengais pundi rupiah untuk mengisi perut. “Nanti rencananya jual hasil kebun,” tuturnya. Tak jauh beda penuturan Ni Wayan Sri Yulyadnyani (21). Gadis yang juga turut pulang ke rumahnya pascapenurunan status Gunung Agung ini mengaku senang bisa pulang namun bekal yang dibawanya saat mengungsi sudah menipis. Sri yang asal Banjar Tihingan Kauh, Desa Buanagiri, Kecamatan Bebandem itu mengungsi di Banjar Pekarangan, Desa Ngis, Kecamatan Manggis. Dia bersama ibu-bapak dan kedua adiknya mengungsi sejak hari pertama status awas pada 22 September lalu. Waktu berangkat mengungsi dia membawa bekal uang Rp 1 juta, tapi saat pulang hanya tersisa Rp 100 ribu. Beruntung sesampainya di kampung, usaha pemotongan ayam tempat dia bekerja selama ini sudah beroperasi lagi. Usaha pemotongan ayam

8

itu berada tak jauh dari rumahnya. “Bapak-ibu saya juga sudah pulang, tapi belum dapat kerjaan. Sapi kadasan terlanjur sudah dikembalikan ke yang punya, babi juga sudah dijual,” ungkapnya. Berbeda dengan Yulyandari dan warga Tihingan Kauh pada umumnya, Gunawan sudah membuka usahanya meski status Gunung Agung belum diturunkan. Pria bujang itu nekat pulang ketika masih berstatus awas karena merasa aktivitas Gunung Agung sudah mengalami penurunan. Sebelumnya dia juga ngungsi, tapi di Banjar Selumbung, Manggis. Uniknya, meski berstatus pengungsi dia masih bisa menjalankan usahanya. Ratusan ayam potong yang waktu itu belum terjual diangkut dengan mobil, lalu dari tempat pengungsian dipasarkan ke pasar di Kota Amlapura dan Manggis. Enam Desa Setelah penurunan level, hanya enam desa yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) dengan radius 6 – 7,5 km dengan jumlah penduduk sekitar 47 ribu jiwa. “Jadi sisanya kami tidak paksa, jika ingin pulang silakan bukan berarti ngusir, atau masih mau bertahan di pengungsian tidak apa-apa. Tapi jujur, pasti tidak nyaman hidup di pengungsian, tidur desak-desakkan, tidak bisa kerja dan serba terbatas,” kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra. Lebih jauh, orang nomor satu di Bali ini menyatakan persoalan pengungsi bukanlah masalah untung dan rugi, karena sudah menjadi kewajiban pemerintah memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakatnya. Kata Pastika, semua harus mematuhi arahan dari PVMBG, karena hanya badan itu yang mempunyai otoritas terkait aktivitas Gunung Agung. “Jadi kalau statusnya diturunin dan dinyatakan aman untuk kembali ke rumah silakan, bagi masyarakat yang masih termasuk dalam KRB, diminta bertahan di pengungsian tolong dipatuhi,” jelasnya. Akan tetapi, semua pihak diharapkan tetap waspada karena kemungkinan erupsi masih ada. Mengenai fasilitas para pengungsi ke daerah asal, Pastika mengatakan pihaknya sudah menyiapkan truk dan bus bagi para pengungsi yang ingin kembali ke rumah masing-masing. Ia juga menambahkan, selama masih ada pengungsi, status tanggap darurat akan terus berlangsung, karena terkait dengan masalah logistik. l Sosiawan, Suastrawan

13 - 19 November 2017

8


MBP/gik

Pengungsi dari Desa Bebandem yang mengungsi ke Desa Pertima, sudah ramairamai pulang, setelah aktivitas Gunung Agung turun level jadi level III (siaga). 13 - 19 November 2017

9

9


LAPORAN UTAMA

Kegempaan Turun Drastis

R

ibuan pengungsi menyambut gembira penurunan status Gunung Agung dari awas ke siaga. Atas penurunan status tersebut, banyak di antara mereka memilih langsung pulang. Bahkan mereka langsung berkemas dengan menaikkan peralatannya ke truk atau mobil pribadi. Rindu mereka akan rumah, akhirnya terobati. Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status Gunung Agung dari level IV awas ke level III siaga. Kepala PVMBG/KESDM, Kasbani didampingi Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana menjelaskan, aktivitas Gunung Agung sejak 20 Oktober turun drastis. Selama tiga hari pertama, aktivitas turun drastis dan fluktuatif. Sedangkan enam hari terrakhir turunnya pelan-pelan dan cenderung menurun. Kata Kasbani untuk aktivitas kegempaan yang sebelumnya 600-1.000 turun drastis menjadi 200-300 gempa per harinya. Dan enam hari dari sekarang kegempaan turun. Sementara dari hasil data deformasi yang ditunjukkan oleh Gps, dan juga tilmeter juga menunjukkan adanya perlambatan atau deflasi. Termasuk data dari satelit menunjukkan energi termalnya juga ada penurunan. Dan secara visual juga dilihat hari ini (kemarin red) bahwa aktivitas manivestasi yang ada di atas kawah juga menunjukkan sedikit penurunan dari sebelumnya.

MBP/dok

Umat Hindu melaksanakan prosesi karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Besakih. Saat ini status Gunung Agung berada pada level III, Siaga

“Jadi berdasarkan hasil dari itu semua, maka kita sampaikan terhitung mulai 29 Oktober ini level Gunung Agung kita turunkan statusnya. Dari level IV awas kita turunkan menjadi level III siaga. Radius bahayanya menjadi berkurang. Dari 9 kilometer menjadi 6 kilometer dari puncak. Kemudian dari 12 kilometer menjadi

Warga yang Jumlah Pengungsi Masih Harus Jungutan, Bebandem Mengungsi

9.546 orang

Desa Bhuana Giri, Bebandem 8.041 orang Sebudi, Selat

6.246 orang

Besakih, Rendang

7.911 orang

Desa Dukuh, Kubu

4.015 orang

Desa Ban, Kubu

13.726 orang

7,5 kilometer. Jadi perluasan secara sektoralnya menjadi 7,5 kilometer dari puncak Gunung Agung. Jadi daerah itu masih perlu diwaspadai. Karena gunung ini belum sepenuhnya mereda. Dan sewaktu-waktu bisa peningkatan status kembali,� ungkap Kasbani. Kalak BPBD Bali Dewa Made Indra menjelaskan, enam desa yang masih harus mengungsi karena berada di radius 6 kilometer adalah Desa Jungutan, Desa Buana Giri, Desa Sebudi, Desa Besakih, Desa Dukuh dan Desa Ban. Dengan jumlah warga masing-masing desa yakni Desa Jungutan, Bebandem 9.546 orang, Desa Bhuana Giri Bebandem (8.041), Sebudi Selat (6.246), Besakih Rendang (7.911), Desa Dukuh Kubu (4.015), dan Desa Ban Kubu (13.726). Meski begitu, tidak seluruh desa tersebut wilayahnya berada di dalam radius 6 kilometer. l Eka Prananda

10

13 - 19 November 2017

10


“Pakelem”, Bhakti pada Alam SAAT Gunung Agung dinyatakan awas, ratusan kera dikabarkan ikut ‘’mengungsi’’, turun dari puncak gunung. Namun beberapa hari berikutnya, ketika dua pemangku dari Desa Besakih naik ke puncak, disebutkan masih menemukan beberapa kera dalam perjalanan. Bahkan ketika digelar upacara pakelem di kawah Gunung Agung, Minggu pagi, ratusan kera ikut ‘’menyerbu’’ ke puncak Gunung Agung bersama para bakta yang membawa sesajen. I Wayan Bawa yang ikut ngaturang pakelem menuturkan, menemukan banyak kera dalam perjalanan. Bahkan ketika sampai di pucak gunung, ratusan kera sudah ‘’menunggu’’ di sana. “Kera yang naik cukup banyak kurang lebih mencapai 250 ekor. Saya tidak tahu kenapa kera-kera itu bisa sampai naik ke puncak Gunung Agung saat upacara pakelem,” kata Bawa. Ditemui usai ngaturan upacara pakelem, Bawa mengakui asap masih keluar dari dalam kawah. Asap tersebut keluar dari 15 titik. Suara gemuruh seperti pesawat terbang masih tetap terdengar.

Di dasar kawah juga terlihat basah. Termasuk tebing-tebing di seputaran kawah ada yang longsor. Robohnya dari arah barat dan utara. “Selama berada di Pura Pasar Agung dan sampai di puncak saya tidak pernah merasakan getaran atau gempa. Itu yang saya rasakan, itu yang saya tahu dan itu yang saya lihat di atas,” ungkapnya. Dikatakannya, selama berada di atas krama memang masih mencium bau belerang. Sementara angin yang ada di puncak tidak terlalu besar. Namun, hawa di puncak masih dingin. Hal serupa juga diungkapkan I Wayan Sutarjana. Ia yang baru pertamakali ikut upacara pakelem mengungkapkan, tidak ada pepohonan yang layu. Semuanya masih hidup. Bahkan beberapa tampak hijau. Sementara kera juga masih kelihatan di atas. “Sangat senang bisa ngaturang ayah,” ucap Sutarjana. Penglingsir Pura Pasar Agung Jro Mangku Gede Umbara mengungkapkan, krama Bali yang ngaturang pakelem ke puncak Gunung Agung berangkat dari Pura Pasar Agung sekitar pukul 02.00 Wita. Rombongan yang naik ke puncak men-

capai 253 orang dari berbagai desa di Karangasem. Bahkan ada sejumlah krama dari luar Karangasem seperti Denpasar. Kata Jro Umbara, selain ngaturang pakelem di puncak Gunung Agung, krama Bali juga ngaturang pakelem ke segara Watu Klotok. Menurutnya, pakelam ini dilaksanakan di dua tempat mengingat gunung dan segara/laut menjadi satu. “Untuk pakelem di Giri Tohlangkir di puncak Gunung Agung yang diaturkan berupa wewalungan seperti kerbau putih dengan berhias bunga emas, kebo hitam dengan hiasan bunga yang terdiri dari tujuh macam bunga berwarna sembilan, satu ekor kidang, petu, itik, angsa dan ayam,” ungkap Jro Gede Umbara. Ia juga menjelaskan, tujuan dari pelaksanaan pakelem di Gunung Agung dan segara di Watu Klotok, Klungkung itu adalah untuk memohon kerahayuan jagat Bali serta meminta agar Gunung Agung tidak jadi meletus. Kalaupun meletus, agar letusannya jauh lebih kecil dari erupsi saat 1963. l Eka Prananda

MBP/dok

13 - 19 November 2017

11


AKTIVITAS BUPATI JEMBRANA - Bupati Jembrana I Putu Artha bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 yang dipusatkan di lapangan Pecangakan, Sabtu (28/10). Membacakan sambutan Menteri Pemuda Olahraga Iman Nahrawi, Bupati Artha mengajak seluruh pemuda melihat kilas balik ke belakang, bagaimana fakta sejarah menunjukkan sekat dan berbagai batasan yang ada, tidak menyurutkan niat para pemuda untuk bersatu mengikrarkan diri demi cita-cita besar Indonesia. Kendati saat itu terdapat kendala jarak, bahasa dan teknologi namun hal itu tidak menjadi halangan.

BUPATI KLUNGKUNG - Perputaran ekonomi masyarakat Klungkung salah satunya terlihat di Pasar Galiran, Semarapura Klod. Jelang Hari Raya Galungan, kunjungannya mengalami peningkatan signifikan. Situasi ini mendapat perhatian Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melalu monitoring bersama instansi terkait, Senin (30/10). Kunjungan dilakukan disemua blok pasar Galiran. Situasi jual beli terlihat ramai. Namun, sejumlah pedagang masih terlihat menaruh beberapa dagangannya diluar tempat yang semestinya, seperti dijalan atau gang di dalam pasar.

BUPATI KLUNGKUNG - Pendidikan karakter terus dikampanyekan Pemkab Klungkung. Sasarannya tak hanya pada anak usia dini. Namun, juga dewasa yang tergabung dalam sekaa teruna. Sebagai generasi penerus seluruhnya harus mampu mewujudkan hal lebih baik dari apa yang sudah berjalan sebelumnya. Sekaa teruna perlu diberikan pembinaan, orang tua harus juga terlibat. Demikian dikatakan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menghadiri puncak perayaan HUT ke-21 ST Yowana Dharma Artha, Banjar Kaler, Desa Pakraman Satra, Desa Satra, Kecamatan Klungkung, Rabu (25/10).

BUPATI BADUNG - Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Badung mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2016, mendapat reward dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan RI. Kementerian Keuangan memberikan penghargaan atas keberhasilan menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2016 dengan Capaian Standar Tetinggi. Penghargaan diserahkan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Dedi Supandi, dan diterima Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati Ketut Suiasa di Puspem Badung, Kamis (26/10).

12

13 - 19 November 2017


A KT I V I TA S BUPATI BADUNG - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Rabu (26/10). Bupati menyampaikan selamat atas diselenggarakannya berbagai kegiatan untuk memperingati hari jadi Desa Mengwi. Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta mengajak seluruh masyarakat untuk mensukseskan program pemerintah yang telah dituangkan dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menjadi mandiri melalui program yang telah digulirkan. Selain itu, juga disampaikan program yang telah dijalankan Pemkab Badung di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati I Ketut Suiasa.

HKN - Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati setiap tanggal 12 November. HKN tahun 2017 ini merupakan yang ke-53 dengan tema ‘’Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiaku’’. Tema ini sejalan dengan Program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga menjadi awal untuk mendorong masyarakat yang mandiri agar hidup sehat. Presiden Joko Widodo pada Rakerkesnas 2017 menyampaikan 10 pesan kesehatan, yaitu kesehatan sangat fundamental, gizi investasi bangsa, berantas penyakit menular, utamakan pencegahan, gerakan hidup sehat, sinergitas antarkementerian/lembaga, manajemen dan anggaran pusat-daerah, hentikan merokok, pendekatan keluarga dan reformasi birokrasi.

MBP/ist

MBP/ist

WALI KOTA - Gunung Agung yang saat ini telah mengalami penurunan status dari awas menjadi status siaga. Dengan adanya penurunan status tersebut, sejumlah warga KRB Gunung Agung yang mengungsi di Denpasar memilih pulang. Terkait hal ini dilakukan pendataan dan peninjauan langsung oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di tiga lokasi posko, Senin (30/10). Dalam kunjungan awal, Wali Kota Rai Mantra didampingi OPD terkait mengunjungi Posko Kesambi Kesiman. Di Posko Kesambi terdapat 64 warga KRB yang memilih pulang untuk melakukan persembahyangan terkait Hari Suci Galungan.

MBP/ist

14

13 - 19 November 2017

IIK MEDIKA - Guna mengembangkan dan meningatkan kualitas lembaga serta membentuk auditor andal, Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali menggelar Pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) di Kampus IIK Medika Persada Bali, Jalan Tantular, Denpasar, Kamis (26/10). Pelatihan melibatkan 40 peserta auditor yang terdiri atas seluruh Wakil Rektor IIK Medika Persada Bali, SDM LP3M, Unit Pelayanan Mutu dan semua dosen IIK Medika Persada Bali dengan menghadirkan dua fasilitator, Dr. I Wayan Suardana, M.Par. dan Dr. Nyoman Utari Vebriyanti. Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari hingga 28 Oktober.


LPM PIB - Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Politeknik Internasional Bali (PIB) kembali menghelat pengabdian masyarakat dengan memberikan pendidikan bahasa Inggris untuk pariwisata dan perhotelan secara gratis di Balai Banjar Desa Nyanyi. Kegiatan yang merupakan salah satu pengimplementasian dari tugas pokok Tri Dharma Perguruan Tinggi ini dihadiri oleh Dr. Frans Bambang Siswanto, M.M. (Pendiri Yayasan Bali International Training and Development Center) dan Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati, M.S., M.M., M.Mis., D.Th., Ph.D. (Direktur Politeknik Internasional Bali), Kepala Desa Nyanyi serta warga.

MBP/ist

MBP/ist

UNDIKSHA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, memanfaatkan momentum hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tahun. Mengisi hari bersejarah itu, BEM FIP Undiksha Sabtu (28/10) menggelar pemilihan remaja berbudi pekerti. Pemilihan tahun ini merupakan tahun ke-13. Peserta sekarang tidak saja di Bali, namun juga dari Jawa Timur dan Jawa Barat. Mereka mengikuti kompetisi bertaraf nasional tersebut. Wakil Rektor III Undiksha Dr. Drs. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes., saat menghadiri upacara pembukaan Sabtu (29/10), mengatakan pemilihan remaja berbudi pekerti merupakan kegiatan positif di tengah merosotnya nilai karakter yang cenderung mengarah pada perilaku hedonis dan individualis di kalangan pemuda.

BISMA - Mengacu pada Kurikulum 2013 yang bertujuan menyeimbangkan ilmu pengetahuan, sikap dan karakter anak, SMAN 2 Tabanan (Bisma) menggelar acara Bazar Budaya untuk keempat kalinya. Sesuai Kurikulum 2013, Bazar Budaya yang diadakan Sabtu (28/10) mengaktualisasi tiga mata pelajaran, yaitu agama, seni budaya dan keagamaan yang bertujuan menciptakan karakter anak yang mandiri serta memiliki jiwa kewirausahaan. Kepala SMAN 2 Tabanan I Gede Wayan Samba didampingi Panitia Bazar I Made Sridana mengatakan, kegiatan bazar ini rutin digelar setiap enam bulan sekali menjelang hari raya Galungan.

MBP/ist

MBP/ist

AGUNG WIDIADA - Sebagai umat Hindu, perayaan hari raya Galungan adalah prosesi mempersiapkan persembahan sebagai wujud bersyukur atas kemenangan nilai-nilai kebaikan melawan keburukan yang disebut Hari Kemenangan Dharma melawan Adharma. Menurut pandangan Agung Widiada selaku anggota Dewan Kota Denpasar dari Partai NasDem, Hari Kemenangan Dharma yang dirayakan setiap enam bulan sekali pada hari Rabu Wuku Dungulan ini telah menjadi tradisi dinamika upakara dan upacara persembahan umat Hindu. Perayaan ini diawali sujud bakti di hadapan leluhur di pamerajan, dilanjutkan ke Pura Kahyangan Tiga dan Kahyangan Jagat. 13 - 19 November 2017

15


POLITIK

Komitmen Menolak Reklamasi

M

oratorium proyek reklamasi Teluk Jakarta sudah dicabut pemerintah pusat. Namun, Pemerintah DKI Jakarta di bawah Anies-Sandi tak mau menyerah. Mereka tetap berkomitmen untuk menghentikan proyek tersebut. Langkah Anies-Sandi tersebut didukung pakar kelautan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Muslim Muin. Ia bahkan mempertanyakan rasa nasionalisme para birokrat dan pejabat Indonesia yang memberi izin proyek reklamasi. Ia menyebut rasa kebangsaan para birokrat itu telah tenggelam ke dasar laut. ‘’Suara orang yang mendukung reklamasi ini tenggelam (kebangsaannya), enggak ada harga diri,’’

16

MBP/dok

kata Muslim Muin dalam diskusi ‘’Stop Reklamasi Teluk Jakarta’’ di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Meski reklamasi Teluk Jakarta sudah direncanakan sejak era Presiden Soeharto dengan terbitnya Keppres 52/1995, menurut Muslim, proyek itu sebetulnya dilanjutkan setelah adanya masukan dari Belanda kepada pemerintah Indonesia di era reformasi. Setelah itu, sejumlah pengusaha lokal memanfaatkannya dengan menyelipkan proyek reklamasi di kawasan Teluk Jakarta. ‘’Yang didengar itu Belanda, padahal masukan itu ngawur,’’ kata Muslim. Muslim juga menyesalkan para pejabat seolah tutup mata dengan motif para pengusaha di balik proyek tembok raksasa dan reklamasi di Teluk Jakarta. Sebab, Giant Sea Wall dan reklamasi bukanlah solusi dari masalah yang dihadapi Jakarta. Mantan Ketua MPR-RI Amien Rais mengaku ingin bertemu dan berbicara secara langsung dengan Presiden Joko Widodo untuk memberi pandangan tentang pertimbangannya menolak reklamasi Teluk Jakarta. Untuk itu, ia meminta sejumlah pegiat yang aktif dalam persoalan ini membentuk tim yang terdiri dari LSM, akademisi dan organisasi profesi seperti nelayan untuk bersama-sama bergabung dalam rangka mendesak langsung penolakan reklamasi

Teluk Jakarta kepada Presiden Jokowi. ‘’Jadi nanti minta waktu ketemu Pak Jokowi. Pak Jokowi di tengah kesibukannya blusukan, kami akan blusukan ke Istana,’’ kata Amien. Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan pertemuan langsung dengan Presiden dinilai lebih efektif daripada bertemu pejabat di bawah Presiden termasuk Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. ‘’Pak Jokowi pusat kekuasaan. LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) cuma kepanjangan tangan dan penyambung lidah Jokowi. Jadi, tim ini (IRESS cs) nanti harus ketemu Jokowi,’’ tegas Amien. Di tempat sama, mantan Ketua Tim Sinkronisasi Anies Sandi, Sudirman Said, menyatakan bahwa keberpihakan pemerintah terhadap pengusaha sudah di luar kepatutan. Senada dengan Muslim, ia pun tidak melihat adanya rasa kebangsaan pada para pejabat pemerintah terkait dengan masalah reklamasi. ‘’Jadi kalau ada yang membela reklamasi lebih semangat dari pengembangnya, menurut saya itu bagian dari menurunnya kepatutan dalam bernegara. Saya takut ini jadi tren,’’ kata Sudirman Said yang juga mantan Menteri Eenergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini. l Hardianto

13 - 19 November 2017

16


Melawan Ego Kesukuan HARI Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak utama dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan sekaligus sebagai fundamen yang kokoh dalam mewujudkan kemerdekaan. Hari Sumpah Pemuda hendaknya dimaknai sebagai momentum dalam membangkitkan semangat nasionalisme, patroitisme serta persatuan dan kesatuan para pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P., M.Sc., menyampaikan ikrar yang dikumandangkan oleh para pemuda dalam Kongres Pemuda ke-2 yang dihadiri oleh para pemuda lintas suku, agama dan daerah, merupakan ikrar yang luar biasa dan sangat monumental dalam perjalanan panjang sejarah Bangsa Indonesia. Sebagai generasi penerus bangsa, menurut Pangdam, kita patut bersyukur atas jasa dan sumbangsih para generasi muda Indonesia yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda. Api Sumpah Pemuda harus terus dikobarkan untuk malawan segala bentuk dan upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, seperti ego kesukuan, keagamaan, kedaerahan dan golongan. Ego inilah yang akan mengerogoti dan menggerus rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa. “Sadari bahwa persatuan Indonesia adalah segala-galanya dan jauh di atas persatuan kesukuan, keagamaan, kedaerahan dan golongan. Mari kita kokohkan rasa persatuan dan kesatuan ini dengan menghentikan segala macam perdebatan yang mengarah kepada perpecahan, sudah saatnya kita melangkah untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,� ujarnya. l Ngurah Kertanegara

Sadari bahwa persatuan Indonesia adalah segala-galanya dan jauh di atas persatuan kesukuan, keagamaan, kedaerahan dan golongan. Mari kita kokohkan rasa persatuan dan kesatuan ini dengan menghentikan segala macam perdebatan yang mengarah pada perpecahan.

MBP/dok

13 - 19 November 2017

17

17


KIPRAH

Aya dan Laras

MBP/ist

Aya dan Laras

Peduli Pengungsi Lewat Lagu

S

ejak kemunculannya di jagat hiburan musik, duo penyanyi muda bersaudara, Aya dan Laras BTMDG terus berkarya. Tidak hanya dengan lagu-lagu khas mereka yang sarat dengan tema kritik sosial, namun juga kepedulian mereka terhadap sesama dari sudut pandang mereka sebagai anak remaja. Mengungkapkan rasa kepeduliannya terhadap para pengungsi antisipasi erupsi Gunung Agung, duo dara asal Nusa Penida ini menciptakan sebuah karya musik lengkap dengan video klipnya. Lagu tersebut diberi judul “Hanya Sementara” yang merupakan bentuk motivasi mereka terhadap masyarakat Karangasem terutama mereka yang berada di kawasan rawan bencana yang saat ini masih berada di posko pengungsian. Ketut Suarma, ayah dari Aya dan Laras, mengungkapkan bahwa lagu “Hanya Sementara” tersebut merupakan sebuah dorongan dan mengajak sameton pengungsi Gunung Agung untuk tetap sabar menghadapi situasi yang sedang

18

13 - 19 November 2017

terjadi dan dialami saat ini. “Tujuan diciptakannya lagu ini untuk memberi semangat kepada pengungsi Gunung Agung agar tidak larut dalam kesedihan,” ujar Ketut Suarma, belum lama ini. Ide pembuatan lagu ini bermula saat keduanya berkunjung ke lokasi pengungsian. Kala itu, Aya dan Laras melihat wajah beberapa pengungsi yang tampak putusasa dan sedih, sehingga menggugah hati mereka untuk menciptakan sebuah karya yang spesial didedikasikan untuk para pengungsi tersebut. Dalam proses karya ini, Aya dan Laras membagi perannya masing-masing. Untuk penulisan lirik dilakukan oleh Laras, sementara untuk aransemen musiknya digarap oleh Aya. “Pulang dari lokasi pengungsian, Laras mulai menulis konsep lirik, kemudian selanjutnya Aya dan Laras membuat aransemennya. Proses ini hanya memakan waktu tiga jam. Setelah itu, Aya sendiri yang mengeksekusi aransemen lagu sampai selesai. “Prosesnya hanya sampai tengah

malam saja oleh Aya,” tutur Ketut Suarma yang juga berperan sebagai manager Aya dan Laras BTMDG. Sementara itu, dalam proses rekaman vocal di studio 49 hanya membutuhkan waktu selama tiga jam. Mereka dibantu oleh teman-teman mereka untuk mengisi backing vocal atau choir. Setelah lagunya rampung, pengerjaan syuting klipnya pun hanya memakan waktu satu hari dengan lokasi syuting video klip dilakukan di pengungaian dan juga di beberapa lokasi lain di Karangasem. Dengan terciptanya lagu ini, Aya dan Laras berharap semua warga Karangasem yang berada di posko pengungsian lebih bersemangat dalam menatap masa depan yang lebih cerah setelah bencana tersebut berlalu. “Bencana ini hanya sementara dan mereka masih punya waktu panjang untuk menata masa depan yang lebih cerah, terutama untuk anak-anak di pengungsian,” ujar Aya dan Laras penuh harap. l Winatha


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

DPRD KARANGASEM - Ancaman erupsi Gunung Agung menjadikan perayaan Galungan di sebagian besar daerah di Karangasem tidak berlangsung seperti biasanya. Sebagian penduduk bahkan harus merayakan hari kemenangan dharma melawan adharma itu dengan sangat sederhana di tempat pengungsian. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi berharap masyarakat Bumi Tanah Aron, bisa tabah dan tegar. Alasannya dengan laku sederhana, tidak akan mengurangi makna sepanjang yadnya itu dilaksanakan dengan tulus.

WALI KOTA DENPASAR - Hari Suci Galungan dimaknai sebagai kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan) yang jatuh setiap Budha Kliwon Wuku, Dunggulan. Tahun ini jatuh pada 1 Nopember 2017. Sementara Hari Suci Kuningan jatuh pada Saniscara Kliwon, Wuku Kuningan yang jatuh pada 11 Nopember 2017. Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, di sela-sela kegiatan kemasyarakatan dan kepemerintahan, Minggu (29/10) mengucapkan selamat merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh masyarakat serta umat se-Dharma di Kota Denpasar.

MBP/ist

PEMKOT DENPASAR - Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemkot Denpasar Tahun Anggaran 2016 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Perolehan ini menjadi keberhasilan Pemkot Denpasar mempertahankan opini WTP lima kali berturut-turut sejak tahun 2012. Hal ini juga mendapat apresiasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI lewat piagam penghargaan yang diserahkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali Dedi Sopandi, kepada Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis (26/10).

MBP/ist

BUPATI KLUNGKUNG - Pemerintah Kabupaten Klungkung menggelar peringatan hari Sumpah Pemuda ke-89 di Lapangan Puputan Klungkung, Sabtu (28/10). Upacara dengan inspektur, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta ini harus dijadikan momentum memperbaiki karakter diri. Hal ini sangat penting untuk mendukung pembangunan, terutama di daerah. Upacara ini dihadiri Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Klungkung, jajaran Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Klungkung, TNI/Polri serta sejumlah siswa SMA di Klungkung. 13 - 19 November 2017 19


MANCANEGARA

S

ISIS Menyerang Lagi

ebuah insiden yang menewaskan warga sipil kembali terjadi di AS. Seorang pria menabrakan sebuah truk ke kerumunan massa di New York. Polisi New York, NYPD, mengatakan bahwa pelakunya adalah seorang pria beru-

20

13 - 19 November 2017

sia 29 tahun yang ke luar dari kendaraan yang digunakan menabrak itu, dan bersenjatakan dua pistol dan sudah ditahan sesudah ditembak polisi dan menderita cedera. Media menyebut, pria itu adalah Sayfulloh Saipov, seorang imigran yang datang ke AS

tahun 2010 dan tinggal di Tampa, Florida dan Paterson, New Jersey. Ia tiba di Amerika dari Uzbekistan tahun 2010 dan diyakini tinggal secara legal di Amerika Serikat. Perusahaan taksi online Uber menyatakan bahwa Saipov bekerja


untuk mereka. Pegiat Islam dan penulis blog asal Uzbekistan di AS, Mirrakhmat Muminov, mengatakan Saipov ‘menjadi agresif setelah mengalami radikalisasi melalui internet’. “Ia tak terlalu berpendidikan dan tak banyak paham tentang Alquran sebelum datang ke AS. Awalnya dia orang yang normal-normal saja,” kata Muminov. Tapi kemudian Saipov ‘berubah, cepat marah, dan menjauh dari komunitasnya’. “Karena pandangannya yang radikal, ia sering berdebat sengit dengan sesama warga Uzbekistan dan akhirnya pindah ke Florida,” tambahnya. “Setelah itu saya kehilangan kontak dengannya.” Tiga pejabat mengatakan bahwa Saipov sudah dalam pengamatan petugas keamanan untuk beberapa masalah yang tidak terkait. Dalam catatan polisi, ia ditahan tahun lalu di Missouri terkait masalah lalu lintas. Presiden Donald Trump sudah memerintahkan pemeriksaan lebih ketat terhadap para turis yang berkunjung ke Amerika Serikat (AS) menyusul insiden teror yang menewaskan delapan orang dan melukai belasan lainnya di New York, AS itu. ISIS pun mengaku menjadi dalang dari peristiwa tersebut. “Saya baru saja memerintahkan Kementerian keamanan dalam negeri untuk meningkatkan pemeriksaan ekstrim,” kata Trump melalui akun Twitter miliknya. Minggu lalu, maskapai penerbangan global mulai menerapkan wawancara keamanan bagi calon penumpang dengan tujuan Amerika Serikat sebelum masuk ke pesawat. Insiden teror terakhir, yang terjadi di New York, menewaskan delapan orang setelah supir sebuah mobil pikap menabrak orang-orang di jalur pejalan kaki dan sepeda di Lower Manhattan. Sementara, enam dari delapan orang yang tewas dalam insiden di New York adalah warga negara Argentina dan Belgia, demikian keterangan resmi pejabat dua negara tersebut melalui akun Twitter-nya. “Saat ini, kami koordinasi dengan otoritas lokal untuk mengidentifikasi korban,” kata Kementerian luar negeri Argentina. Sebuah pernyataan menyebutkan bahwa para korban adalah bagian dari sebuah kelompok yang tengah merayakan 30 tahun kelulusan mereka. Secara terpisah, Kemenlu Belgia juga mengatakan bahwa salah satu warganya merupakan di antara korban yang tewas. Kedua negara kemudian mengutuk tindakan terorisme tersebut dan menyatakan berbelasungkawa kepada keluarga korban.

Liburan Dalam foto yang diambil di bandara Argentina, Sabtu (28/10), kedelapan pria itu tersenyum dengan lengan mereka saling melingkar di bahu masing-masing penuh persahabatan. Bersahabat selama beberapa dekade, mereka memulai perjalanan ke New York yang sudah lama direncanakan untuk bergabung dengan dua teman lainnya dan merayakan 30 tahun kelulusan sekolah menengah atas. Mereka mengenakan kaos putih bertuliskan kata dalam bahasa Spanyol “LIBRE,” sebuah lelucon bahwa mereka akan terbebas dari istri dan tanggung jawab kerja selama beberapa hari. Pada Kamis (2/11) lalu, para istri dan kerabat mereka mulai berdatangan di New York untuk melakukan tugas yang menyesakkan hati yaitu secara resmi mengidentifikasi orang-orang yang mereka kasihi dan membawa pulang jenazah mereka. Lima sahabat itu bersama tiga orang lainnya tewas pada Selasa (31/11) lalu, ketika seorang pria mengemudikan sebuah truk sewaan menabrak jalan sepeda Manhattan yang sibuk tepat pukul 3 sore. Serangan itu meninggalkan jejak sepeda dan tubuh yang hancur. Tersangka yang diidentifikasi sebagai Sayfullo Saipov dari Uzbekistan, dirawat di rumah sakit setelah ditembak di bagian perutnya oleh seorang petugas polisi. Kesepuluh warga Argentina tersebut sedang bersepeda melewati taman Central Park New York dan mengambil keputusan nahas mengarah selatan melewati jalan

dekat Sungai Hudson, kata Cecilia Piedrabuena. Suami Piedrabuena, Ariel Benvento, terluka dalam serangan tersebut dan dirawat di rumah sakit. “Mereka bersepeda dalam dua jalur, berbincang, tertawa dan menikmati perjalanan. Suami saya bersepeda paling belakang, ketika dia merasa ada mobil melaju kencang dan sebuah truk yang meluncur cepat,” kata Piedrabuena kepada stasiun radio Argentina. “Truk itu mengambil nyawa teman-temannya dan dia melihat mereka bergelimpangan di jalan.” Para kerabat dari lima warga Argentina yang tewas - Diego Enrique Angelini, Ariel Erlij, Hernan Ferruchi, Hernan Diego Mendoza dan Alejandro Pagnucco, akan diterima oleh Konsul Argentina di New York, menurut laporan media berita Argentina, Clarin. Selain Benvenuto, teman-teman dalam kelompok tersebut yang selamat, termasuk warga Argentina, Iván Brajkovic dan Juan Pablo Trevisan, Guillermo Banchini dari New York dan Martin Marro dari Masschusets. Marro juga mengalami cidera dan dirawat di rumah sakit. Wakil Konsul Argentina di New York, Eduardo Almirantearena, mengatakan kantor konsulat dan Departemen Luar Negeri Amerika telah bekerja sama untuk mempercepat proses pemberian visa bagi para kerabat. Dia tidak mengungkapkan identitas kerabat untuk menjaga kerahasiaan pribadi. l Gugiek Savindra 13 - 19 November 2017

21


DAERAH

Status Gunung Agung Turun

P

usat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geoligi (PVMBG) menurunkan status Gunung Agung dari level IV Awas ke level III Siaga. Penurunan tersebut terungkap saat jumpa pers di Kantor Pos Pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Minggu (29/10). Atas penurunan status tersebut maka warga yang lokasinya di luar radius 6 kilometer dipersilakan pulang ke rumah masing-masing. Kepala PVMBG/KESDM Kasbani didampingi Kepala Sub-Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana menjelaskan, aktivitas Gunung Agung sejak 20 Oktober turun drastis. Selama tiga hari pertama, aktivitas turun drastis dan fluktuatif. Sedangkan enam hari terakhir turunnya pelan-pelan dan cenderung menurun. Kata Kasbani, untuk aktivitas kegempaan yang sebelumnya 600-1.000 turun drastis menjadi 200-300 gempa per harinya. Dan enam hari dari sekarang kegempaan turun. Sementara dari hasil data deformasi yang ditunjukkan oleh GPS, dan juga tilemeter juga menunjukkan adanya perlambatan atau deflasi. Termasuk data dari satelit menunjukkan energi termalnya juga ada

22

13 - 19 November 2017

penurunan. Dan secara visual bahwa aktivitas manivestasi yang ada di atas kawah juga menunjukkan sedikit penurunan dari sebelumnya. ‘’Jadi berdasarkan hasil dari itu semua, maka kita sampaikan terhitung mulai 29 Oktober ini level Gunung Agung kita turunkan statusnya. Dari level IV Awas kita turunkan menjadi level III Siaga. Radius bahayanya menjadi berkurang. Dari 9 kilometer menjadi 6 kilometer dari puncak. Kemudian dari 12 kilometer menjadi 7,5 kilometer. Jadi perluasan secara sektoralnya menjadi 7,5 kilometer dari puncak Gunung Agung. Jadi daerah itu masih perlu diwaspadai. Karena gunung ini belum sepenuhnya mereda. Dan sewaktu-waktu bisa peningkatan status kembali,’’ ungkap Kasbani. Kasbani juga mengatakan, penurunan status ini memang tidak ada paksaan dari siapa pun. Karena penurunan status ini berdasarkan dari data aktivitas gunung itu sendiri. ‘’Pada dasarkan rekomendasi ini berdasarkan dari aktivitas gunung itu sendiri. Pemantauan juga masih terus kita lakukan. Apakah aktivitas gunungnya akan terus menurun. Begitu juga sebaliknya, bisa saja kembali naik. Jelas kalau ada pening-

katan lagi pasti akan kita sampaikan lagi atau bisa juga terjadi sebaliknya,’’ tegas Kasbani. Sementara itu, Kalak BPBD Bali Dewa Made Indra menjelaskan, enam desa yang masih harus mengungsi karena berada di radius 6 kilometer adalah Desa Jungutan, Desa Buana Giri, Desa Sebudi, Desa Besakih, Desa Dukuh dan Desa Ban. Dengan jumlah warga masing-masing desa yakni Desa Jungutan, Bebandem 9.546 orang, Desa Bhuana Giri Bebandem (8.041), Sebudi Selat (6.246), Besakih Rendang (7.911), Desa Dukuh Kubu (4.015), dan Desa Ban Kubu (13.726). Meski begitu, tidak seluruh desa tersebut wilayahnya berada di dalam radius 6 kilometer. Dewa Indara mencontohkan, Desa Besakih tidak semua banjar berada di radius 6 kilometer. Ada beberapa banjar yang tidak masuk. Masalah persisnya dusun-dusun mana yang masuk dan tidak kita belum tahu. Nanti kepala desa yang paling tahu persisnya. ‘’Setelah informasi ini diturunkan nanti kepala desa yang akan melihat langsung petanya dusun mana saja yang berada di dalam radius 6 kilometer,’’ tegas tegas Dewa Indra.


Bertahan di Posko Sementara itu, penurunan status Gunung Agung dari Awas menjadi Siaga tidak serta merta disambut gembira para pengungsi. Artinya, warga yang berada di kawasan rawan bencana 1 dan 2 (radius 9-12 kilometer) sejatinya sudah bisa pulang dari lokasi pengungsian. Namun tidak semua warga yang berada di KRB 1 dan 2 memilih langsung pulang sejak penurunan status Gunung Agung. Seperti yang terjadi di Posko Pengungsian Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur. Salah seorang pengungsi asal Banjar Kawan, Desa Muncan, Karangasem, Made Simpen mengatakan pihaknya tidak akan pulang sebelum ada instruksi dari aparat desa. Meski sudah ada penurunan status, namun pihaknya tidak mendapat kejelasan soal pemulangan dari posko. “Kami belum pulang karena belum ada kepastian. Selain itu, lahan pekerjaan di desa juga belum ada. Galian C yang menjadi lahan mata pencaharian masih ditutup, sehingga kami tidak bisa melakukan apa-apa,” kata Simpen ketika ditemui, Senin (30/10). Menurut Simpen, di Posko Pengungsian Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu masih ada sekitar 100 orang warga atau 33 kepala keluarga dari Banjar Kawan, Muncan yang tinggal di posko tersebut. Pihaknya pulang pada saat Galungan untuk sembahyang. Setelah melakukan persembahyangan, semua warga akan kembali ke posko pengungsian. Koordinator Posko Pengungsian Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu Kade Kanda mengakui belum ada yang pulang setelah penurunan status Gunung Agung dari awas ke siaga. Kalaupun ada yang pulang, bukan karena penurunan status, tapi ingin merayakan Hari Raya Galungan di rumahnya. Setelah itu, mereka kembali lagi. “Barang-barangnya saja masih ada di sini,” ujar Kanda yang juga Kadus Banjar Kesambi ini. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra usai meninjau pengungsi di Posko Kesambi mengungkapkan, pihaknya masih mendata jumlah pengungsi yang akan pulang setelah ada penurunan status. Ditegaskan, pihaknya siap memfasilitasi bersama Dinas Sosial dan BPBD untuk kepulangan mereka. Sampai saat ini jumlah pengungsi di Denpasar mencapai 14.859 atau 818 KK yang tersebar di 590 posko, baik mandiri maupun posko pemerintah.

Antisipasi Calo Tiket

Operasi Premanisme Digelar di Terminal Mengwi TIM gabungan Operasi Sikat Agung 2017 dan Satgas Quick Wins Berantas Premanisme Polda Bali menggelar operasi preman di Terminal Mengwi, Badung, Sabtu (28/10) lalu. Disasarnya Terminal Mengwim karena diduga awu-awu (calo tiket) sebelumnya beraksi di Terminal Ubung, pindah ke sana. Kegiatan tersebut dipimpin Kabag Binopsnal Dit. Reskrimum Polda Bali AKBP Hagnyono dan melibatkan 55 personel, terdiri dari Dit. Reskrimum, Intelkam, Sabhara dan Satuan Brimob bersenjata laras panjang. Menurut Hagnyono, saat mendampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, Minggu (29/10), razia ini digelar untuk mencegah terjadinya premanisme yang dilakukan oleh oknumoknum tertentu memanfaatkan situasi dengan menaikan tarif angkutan tidak sesuai ketentuan. Pemberantasan premanisme merupakan salah satu program Promoter Kapolri, sehingga tidak ada lagi kegiatan para preman yang melanggar hukum. “Tim kami ini dibentuk Bapak Kapolda, sesuai program Kapolri akan menindak tegas terhadap kegiatan preman dan pelanggar aturan hukum yang ada di Terminal Mengwi,” ucapnya. Hagnyono menjelaskan, Terminal Mengwi merupakan terminal tipe A. Oleh karena itu bus-bus yang datang dari luar Bali harus turun di sana. Permasalahan yang muncul adalah kendaraan umum yang mengangkut penumpang dari Termi-

nal Mengwi ke Terminal Ubung. Diduga ada oknum yang menaikan tarif tidak sesuai kesepakatan bersama. Selain itu, ada mobil pribadi yang ikut memanfaatkan situasi tersebut mencari penumpang. Menyikapi kondisi itu, perwira melati dua di pundak ini menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menertibkan kendaraan angkutan gelap yang ikut beroperasi di Terminal Mengwi. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemda Badung untuk mencari solusi yang tepat dari permasalahan ini. Dengan demikian, tidak ada lagi keluhan dari masyarakat terkait pelayanan di Terminal Mengwi. “Kami selaku penegak hukum tidak menginginkan adanya awu-awu. Penumpang harus mendapatkan pelayanan yang nyaman dan terbaik,” ungkapnya. Perwira lulusan Sekolah Perwira (Sepa) tahun 1998 ini mengimbau, jika ada masyarakat yang merasa dirugikan oleh oknum tertentu di Terminal Mengwi, agar segera melapor ke pihak kepolisian terdekat. Apabila terbukti, pelakunya akan ditindak tegas. Hasil operasi tersebut, petugas belum menemukan adanya aksi premanisme di Terminal Mengwi. Selanjutnya, tim gabungan itu menuju wilayah Kuta mengantisipasi terjadinya pencurian, perampokan dan curanmor. l Ngurah Kertanegara

l Eka Prananda/Asmara 13 - 19 November 2017

23


K E S E H ATA N

Memahami Aspek Kesehatan dalam Pengungsian

B

encana alam dan bencana akibat perilaku manusia atau fenomena potensi bencana yang cukup sering terjadi dewasa ini di sekitar

24

13 - 19 November 2017

kita telah atau dapat menyebabkan jutaan orang menjadi pengungsi, terluka, sakit bahkan meninggal. Beberapa contoh di Indonesia antara lain bencana yang terjadi di Aceh yang menurut data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2016 menyebabkan korban sebanyak 130.878 jiwa. Baru-baru ini ketika gunung api gunung Agung meningkat statusnya menjadi level IV (awas), sebanyak sekitar 145 ribu jiwa mengungsi untuk menghindari dampak letusan gunung api. Sepanjang tahun 2016 Indonesia telah mengalami sebanyal 1032 bencana alam (banjir, gempa bumi, letusan gunung), 277 bencana non-alam (wabah atau kebakaran) dan 29 bencana sosial (aksi teror atau konflik sosial). Semua tipe bencana itu berpotensi menimbulkan adanya arus pengungsi untuk menghindari dampak dari bencana.

Apa yang ada di benak saudara sekalian setelah mendengar kata “pengungsi�? Pastinya, timbul banyak sekilas jawaban terbersit di pikiran kita, antara lain: rombongan, pertolongan segera, persediaan logistik, camp pengungsian, pakaian, balita, ibu hamil dan menyusui, mandi cuci kakus (MCK), selimut, penggalangan dana, dan lain-lain. Mengungsi bukan saja suatu program eksodus yang bersifat inisiatif dan kolektif untuk keselamatan para pengungsi, melainkan suatu program lintas sektor yang memadukan semangat kemanusiaan dan menjaga kesehatan bersama di antara para pengungsi dan, tentunya, para relawan. Berdiskusi tentang kesehatan erat kaitannya dengan berbagai permasalahan yang timbul dalam suatu posko penampungan, meliputi: kebersihan, pembuangan sampah, persediaan makanan bergizi, fasilitas MCK,


dan lain-lain yang nantinya mempengaruhi tingkat kesehatan masing-masing individu di dalam posko penampungan. Seakan-akan di tempat inilah cobaan untuk bertahan hidup harus dilalui. Bagaimana tidak, para pengungsi yang berasal dari kawasan rawan bencana (KRB) tidak hanya berasal dari latar belakang sosioekonomi yang sama sehingga sisi perspektif mereka tentang kualitas kesehatan pun akan berbeda-beda pula. Anggap saja, pengungsi dengan latar sosioekonomi mapan, tiba-tiba harus merasakan kehidupan dalam penampungan pengungsi yang mungkin saja dimaklumi bagi sebagian pengungsi, tetapi menjadi sesuatu yang bertolak belakang dengan harapan bagisebagian pengungsi lainnya. Kondisi serupa juga bisa terjadi atau pun dianggap biasa saja pada sebagian pengungsi dengan latar sosioekonomi ke bawah. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan permasalahan biasa, kategori jenis masalah yang sama, yang sering dialami sebelumnya di rumah akan menjadi permasalahan besar di posko pengungsian karena berhadapan dengan berbagai komponen masyarakat di dalamnya. Pertama, kehidupan sehari-hari yang biasanya menggunakan fasilitas MCK yang bersih, sekarang harus rela berbagi tempat dan waktu di fasilitas MCK dalam posko yang tersedia seadanya. Kedua, pola makan yang sudah terbiasa di rumah, sekarang mereka mesti menyesuaikan menu yang tersedia di posko, walaupun juga sumbangan makanan yang datang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Ketiga, pola cuci tangan yang seringkali memakai sabun, sekarang menyesuaikan persediaan sabun dan keadaan air di posko seadanya, bahkan untuk mencuci peralata makan dengan sabun pun kadangkala rela sarana seadanya. Keempat, pola tidur yang semestinya nyaman di rumah, sekarang harus berhadapan dengan kenyataan bahwa apakah tikar, selimut, bantal atau karpet, tersedia atau tidak, tentunya tidur beralaskan bumi, serta paparan angin atau udara dingin dari luar bertubi-tubi. Kelima, peningkatan risiko kejadian penyakit lama atau baru dialami di dalam posko pengungsian merupakan permasalahan yang tidak boleh dianggap sepeleoleh para pengungsi. Risiko penyakit menular di dalam posko akan menjadi momokpenyakit yang membebani orang-orang sekitarnya yang semula normal menjadi pengidap penyakit atau orangorang yang sudah menderita sakit yang ringan dan bisa disembuhkan berpeluang tertular penyakit lagi.Bagaimana dengan

orang yang menderita penyakit tidak menular semacam kencing manis, gagal ginjal, hipertensi, atau yang lainnya? Tentunya perlu disikapi dengan sigap dan data akurat serta perhatian khusus agar tidak berpeluang terjadi perburukan kondisi, berkaitan dengan penyediaan layanan obat-obatan serta sarana medis terkait tergantung dari kebijakan para stakeholders serta inisitiaf dari relawan medis lainnya. Keadaan tersebut bukanlah suatu kebetulan, melainkan kejadian yang harus bisa di antisipasi secara personal. Personal dalam artian masing-masing pengungsi dan juga para relawan di dalam posko memiliki tanggung jawab menjaga kesehatan tubuh individual masing-masing. Apakah pemerintah , institusi, atau kelompok peduli pengungsi tersebut tidak ikut serta merta mengambil langkah kesehatan terhadap para pengungsi ? Jawabannya adalah kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab penuh pemerintah dan institusi kesehatan terkait. Berbagai program sudah dicanangkan dan juga di antisipasi setelah level bencana membuat eksodus pengungsi berdatangan ke posko yang ditangani pemerintah. Tanpa sentuhan mereka, para pengungsi bisa saja terlantar seolah-olah jauh dari rasa perikemanusiaan sesuai sila ke-II Pancasila, dasar lambang NKRI. Oleh karena itu, kelima dasar permasalahan kesehatan yang disebutkan tadi seyogyanya para pengungsi mesti giat-giatnya menyadari betapa pentingnya menjaga kualitas kesehatan individu demi keselamatan dan kesejahteraan bersama. Adapun beberapa prinsip yang tertulis dalam kajian kesehatan ini untuk diperhatikan dengan baik, entah itu para pengungsi, relawan, serta pembaca pada umumnya. Langkah singkat ini tentu akan berguna dalam penerapan kesehatan khususnya dalam berbagai tingkat usia, mulai kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, batita, balita, anakanak masa sekolah, para remaja, orang dewasa, bahkan para lansia sekalipun. Tidak menutup kemungkinan juga bagi para penyandang cacat fisik dan mental serta pengidap penyakit menular. Prinsip hidup sehat dalam posko pengungsian antara lain: cuci tangan dengan baik dan benar, etika batuk yang baik dan benar, etika merokok, laporkan bila mengeluh sakit atau keluhan tidak biasa kepada petugas kesehatan atau orang terdekat, laporkan kepada petugas kesehatan bila ada rekan satu posko yang dicurigai mengidap penyakit menular, pola makan yang teratur, konsumsi vitamin yang cukup setiap hari di dalam posko, serta aktivitas hiburan relaksasi kejenuhan pikiran

seperti: kegiatan PKK, olahraga, nonton bersama rekan-rekan dengan media layar tancap, serta kegiatan bermain lainnya. Cuci tangan yang baik dan benar diusahakan memakai sabun dengan cara menggosok kedua tangan sampai mengeluarkan busa, lalu digosok di belakang telapak, lalu kedua tangan saling mengait digosok di sela-sela jari tangan, lalu digosok di telapak ruas-ruas jari tangan untuk memberihkan kuku, lalu menggosok satu telapak dengan satu tangan yang ujungnya menguncup, dan akhirnya menggosok satu ibu jari dengan genggaman tangan yang satu lagi. Kemudian dialiri air mengalir. Sebisa mungkin untuk tidak mengobokair dalam satu ember yang sama karena riskan kejadian yang tidak diinginkan semacam mencret bagi yang daya tahan tubuhnya lemah. Risiko gejala batuk-batuk seringkali terjadi, tetapi bila berhadapan dengan orang banyak dalam posko pengungsian, prinsip yang harus tertanam dalam pikiran kita adalah batuk yang beretika, yaitu menutup hentakan batuk dari mulut dengan memakai tissuelalu dibuang di kresek/tong sampah khusus pribadi dan ditutup setelahnya, memakai kedua telapak tangan yang selanjutnya lakukan cuci tangan yang baik dan benar, atau memakai masker yang tersedia di posko untuk kenyamanan pribadi saat batuk. Tentunya ini meminimalisir penularan penyakit lewat udara ke rekan-rekan sekitar. Begitu pula saat merokok, tentunya mencari tempat yang sesuai dengan kondisi udara luar yang sejuk dan banyak pepohonan, agar tidak mencemari udara dalam posko serta aman bagi perokok pasif dan orang sakit di sekitar posko. Prinsip-prinsip hidup sehat tersebut harus bisa diupayakan oleh individu pengungsi, tentunya berimbas kepada keluarga dan akhirnya warga masyarakat dalam satu posko menjadi aman dan nyaman dalam berinteraksi sosial. Intinya, kegiatan pencegahan penyakit merupakan kewajiban semua pihak, khususnya masing-masing pengungsi, sebagai lini terdepan untuk hidup sehat dalam keadaan mengungsi serta penting untuk pelaporan kejadian penyakit ke pemerintah kesehatan setempat untuk tindak lanjut sebagaimana mestinya. l dr. Gede Wirata, S.Ked., dr. Putu Aryani, MIH2 Bagian Ilmu Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas, Ilmu Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana 13 - 19 November 2017

25


LENSA

TUTUP Sebagian besar aktivitas perekonomian warga di Denpasar berhenti sementara saat perayaan Hari Suci Galungan. Nampak seorang warga tidur-tiduran di emperan toko yang tutup di Gajah Mada, Denpasar.

MBP/eka

26

13 - 19 November 2017


OLAHRAGA

MBP/rtr

Pembalap Inggris Lewis Hamilton merayakan kemenangan setelah menjuarai Grand Prix Formula 1 Meksiko.

Gelar Kebangsawanan

K

eberhasilan Lewis Hamilton menjadi juara dunia Grand Prix Formula 1 2017, membuat pembalap Inggris itu difavoritkan mendapat gelar kebangsawanan dari istana Inggris pada tahun ini. Hamilton menjadi pembalap paling sukses dalam sejarah Inggris setelah perolehan poinnya tak terkejar rival-rivalnya seusai GP Meksiko pada akhir Oktober lalu. Meski menempati posisi ke-9 pada balapan di sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez, pembalap tim Mercedes itu melapangkan jalan untuk keempatkalinya menjadi juara dunia F1. Sementara GP Meksiko dimenangkan oleh pembalap Red Bull Max Verstappen. Istana Buckingham telah memberi hadiah gelar kebangsawanan pada sejumlah pembalap F1 Inggris seperti Stirling Moss dan Jackie Stewart. Team principal Frank Williams dan salah satu pendiri tim F1 Patrick Head juga menerima gelar itu. Saat ditanya wartawan tentang kemungkinan menjadi bangsawan, pembalap berusia 32 tahun yang telah menjuarai 62 seri F1 itu menyatakan keinginannya untuk kembali lagi masuk istana. “Ini akan menjadi penghargaan terbesar karena untuk pertama kalinya diundang kembali,” kata Hamilton kepada reuters.

“Saya berusaha mewakili Inggris dengan cara sebaik-baiknya. Jika prestasi itu diakui oleh Sang Ratu selanjutnya saya akan mendapat penghargaan itu.” Hamilton yang berasal dari kota pinggiran Stevenage di London Utara, berhasil melewati berbagai rintangan hingga menjadi yang terbaik di seluruh dunia. Lahir dari keturunan keluarga dari Grenada di Kepulauan Karibia, Hamilton mampu membuktikan bahwa ucapan-ucapan meremehkan yang diterimanya saat kecil, tidak benar adanya. Juara Olimpiade Mo Farah dan pemenang grand slam Wimbledoan Andy Murray juga mendapat gelar Sir dengan prestasi yang ditorehkan di dunia olahraga. Hanya saja Murray lebih suka dipanggil dengan nama depannya dibandingkan Sir. Sebaliknya, Hamilton justru mempunyai pikiran lain. Jika benar-benar mendapat gelar Sir, mengapa harus malu. “Itu sebuah penghargaan. Saya mempunyai teman yang bergelar Sir dan saya memanggilnya Sir. Saat mendapat SMS, saya senang dengan kata “Yes, Sir. Ini unik dan mengapa tidak menikmati keindahan seperti ini?”. l Yudi Winanto 13 - 19 November 2017

27


OLAHRAGA

Ambisi Tinggi Norwegia BILA di Piala Dunia 2018 nanti Islandia menjadi negeri terkecil yang mengikuti pesta sepak bola sejagat di Rusia, Norwegia pun tak mau kalah bahkan menginginkan label lebih mengesankan. Negara di kawasan utara itu, meski kecil wilayahnya menargetkan masuk tiga besar dunia dalam perolehan medali. Norwegia menargetkan 30 medali emas di Olimpiade musim dingin di Pyeongchang Korea Selatan tahun depan. Jumlah itu akan menjadi rekor tertinggi pencapaian negeri yang berpenduduk 5,2 juta jiwa itu. Rekor tertinggi yang penah dicapai Norwegia adalah 26 medali emas saat menjadi tuan rumah di Olimpiade 1994 Lillehammer. Sementara di Socchi, Rusia pada 2014, negeri itu juga mencapai perolehan yang sama. Sementara saat di Salt Lake City, AS 2002, emas yang diraih 13 buah. “Ini menjadi ambisi tertinggi yang pernah kami miliki dan kami senang dengan kondisi semacam ini,” jelas Direktur Olharaga Komite Olimpiade Norwegia Tore Oevreboe. Target Norwegia itu dipublikasikan bersamaan dengan peringatan 100 hari jelang pelaksanaan Olimpiade Pyeongchang, awal November ini. “Jika kami berada diantara tiga negara besar, sejarah akan berkata bahwa kami setidaknya perlu tambahan 10 medali lagi,” ujar Oevreboe. Prestasi Norwegia di Olimpiade Sochi tidak mengesankan. Negeri Beruang Merah itu mampu menyalip koleksi medali Norwegia dengan raihan 33 medali emas, laporan reuters. l Yudi Winanto

28

13 - 19 November 2017

Api olimpiade yang disimpan dalam kemasan khusus untuk dibawa dalam perarakan sebelum digelarnya Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018.


MBP/afp

Petenis Spanyol Rafael Nadal.

Kembali ke Tahun Keemasan TAHUN 2017 menjadi masa keemasan kembali bagi Rafael Nadal. Petenis Spanyol itu memastikan diri mengakhiri tahun ini dengan status nomor satu dunia untuk pertama kalinya sejak 2013. Peraih 16 gelar grand slam itu mengalahkan Hyeon Chung dari Korea Selatan di putaran kedua turnamen Paris Masters. Kesuksesan itu memberinya poin yang tak lagi bisa dikejar oleh rival terdekatnya Roger Federer dalam perburuan menjadi pemuncak ranking. Nadal kembali menjadi petenis terbaik dunia setelah berjuang dari lilitan cedera dan kebugaran bfisiknya. Gelar serupa pernah ia raih pada 2008 saat ia pertamakalinya menjuarai Grand Slam Wimbledon dan memenangkan pertarungan bersejarah melawan Roger Federer. Dengan usia 31 tahun pada saat ini, ia menjadi petenis tertua dengan label nomor satu dunia. Uniknya ia memulai musim ini dengan menempati peringkat ke-9 setelah dua tahun diterpa badai cedera dan harus istirahat untuk pemulihan. Namun dengan keuletan dan kegigihannya terutama soal disiplin latihan, ia menemukan kembali jalan untuk memu-

lihkan fisik menjadi baik seperti sedia kala. “Ini tentang hasrat atas apa yang anda kerjakan,” kata Nadal. “Ini juga berkaitan dengan mentalitas pada setiap kali bangun pagi, motivasi yang tepat menuju lapangan untuk latihan dan memperbaiki segala sesuatu.” Itu semua dikarenakan setiap orang menginginkan kemenangan pada setiap kompetisi dan di setiap lapangan pertandingan. Karena itu selain diperlukan hasrat dan mentalitas, latihan setiap pagi memerlukan perilaku yang baik agar semuanya bisa terwujud. “Setiap orang bisa melakukan ini semua,” ujar Nadal yang mulai menggenggam gelar nomor satu dunia sejak Agustus lalu. Ia semakin yakin bisa mengakhiri tahun ini dengan predikat nomor satu saat rivalnya, Federer mengundurkan diri dari event Paris Masters. Jadi Nadal hanya memerlukan satu kemenangan saja di turnamen itu. Tahun ini Nadal untuk ke-10 kalinya menjuarai Prancis Terbuka. Melengkapi kesuksesannya, ia memenangkan AS Terbuka yang membuat rekornya hanya

terpaut 3 gelar saja dari Federer yang mengoleksi 19 trofi Grand Slam. Sebutan Raja Tanah Liat mulai diterima saat ia untuk pertama kali menjuarai Prancis Terbuka 2005 ketika usianya 19 tahun. Sejak itu ia mempunyai kebiasaan untuk menggigit trofi setiap kali juara. Satu demi satu gelar grand slam mampir ke tangannya termasuk kemenangan atas Novak Djokovic di final AS Terbuka 2010. Dia menjadi petenis termuda yang berhasil menyapu bersih empat grand slam dalam semusim. Nadal juga berhasil merebut medali emas di Olimpiade Beijing 2008 yang membuat dirinya menyamai rekor Andre Agassi. Prestasi yang sedemikian gemilang, memungkinkan terjadi berkat tangan dingin pelatihnya, Tony yang juga pamannya sendiri. Sejak kecil ia digembleng dengan latihan keras hingga menghasilkan gelar juara pada usia 8 tahun di kompetisi regional dan juara Spanyol dan Eropa pada usia 12 tahun. Ia memutuskan untuk terjun di dunia profesional pada usia 15 tahun, laporan afp. l Yudi Winanto 13 - 19 November 2017

29


OLAHRAGA

I Gusti Made Ken Yokoo

Antarkan Futsal Badung Sabet Emas SEJAK kecil I Gusti Made Ken yokoo belajar menendang bola di Sekolah Bola (SB) Putra Pemenang, Kelan, Badung. Ia berposisi sebagai sayap kiri. Saat duduk di bangku SDN 2 Tuban prestasinya biasa-biasa saja. Hobi main bola tetap ditekuninya hingga masuk SMP Sunari Loka, namun kemampuannya tetap tak terlalu menonjol. Meskipun bintangnya belum bersinar di sepak bola sampai duduk di bangku SMAK Soverdi Tuban, Ken Yokoo tak putus asa. Ia tetap menggeluti sepak bola dan futsal. Bergabung dengan tim Densus, ia akhirnya menjadi juara III pada turnamen futsal U-21. Selanjutnya mengusung bendera Freedom sukses merebut juara II Piala Mangupura. Penampilannya dalam dua turnamen itu membuat Ken Yokoo mulai dilirik oleh para pelatih. Ia terpilih masuk skuad Porprov Badung pada Liga Nusantara. Puncaknya, Ken Yokoo ikut andil mengantarkan tim futsal Badung merebut medali emas pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Sukses menyumbangkan emas, pemain futsal Porprov Badung mendapat kucuran bonus yang baru cair, Senin (30/10) lalu. ‘’Saya bersyukur bonus Porprov sudah cair,’’ kata Ken Yokoo. Ia bangga sekali karena bonus diterimanya persis menjelang Hari Raya Galungan. Pria kelahiran Denpasar, 20 Agustus 1997 ini menabung bonusnya, salah satunya untuk menyelesaikan kuliah jurusan Desain Grafis di Sekolah Tinggi Desain, Panjer. Ia ingin kembali membela Badung pada Porprov Bali XIV di Tabanan pada 2019 mendatang. ‘’Porprov dua tahun lagi, usia saya masih mencukupi,’’ terang putra kedua pasangan I Gusti Putu Suarta dan Masako Yokoo ini. Ken Yokoo ingin terus berkarier di futsal sambil melanjutkan studi jurusan desain grafis di Jepang. Ia hobi desain grafis sebab suka membikin video menarik untuk youtube, termasuk mengedit foto kenangan travelling dan pre wedding. Di sela kesibukannya, Ken Yokoo juga membela klub Pesanku Kuta di ajang turnamen sepak bola antardesa memperebutkan Piala Bupati Badung II/2017. Ken Yokoo dianugerahi tinggi badan 164 cm dan berat 50 kg. Ini membuat gerakannya gesit di lapangan futsal. ‘’Saya sadar bodi saya tak begitu besar. Saya menutupinya dengan kecepaan agar bisa mengimbangi lawan,’’ sebutnya. l Daniel Fajry

30

13 - 19 November 2017

MBP/ist

I Gusti Made Ken Yokoo


Sepak Bola Piala Bupati Badung

Bersiap Menuju Porprov Bali 2019 PEKAN Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2017 di Gianyar baru saja berakhir tepatnya September lalu. Para atlet masih memulihkan tenaga setelah tampil habishabisan di arena pertandingan. Meski begitu, Kabupaten Badung tidak mau terlena dengan predikat juara umum yang direbut untuk ketujuh kalinya secara berturutturut. Apalagi mereka menjadi juara tanpa dilengkapi medali emas cabang olahraga (cabor) sepak bola setelah kesebelasan ditundukkan tuan rumah Gianyar di final. Untuk itulah, Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Badung kembali menggelar kejuaraan Piala Bupati Badung. Turnamen kedua untuk merayakan HUT Kota Mangupura ini dibuka di Stadion Samudra, Kuta, pada 22 Oktober lalu oleh Kadisdikpora Badung Ketut Widia Astika. Dalam sambutan tertulisnya, Bupti I Nyoman Giri Prasta berharap Badung menjadi barometer pembinaan sepak bola di Bali. Badung harus merebut emas pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. Menurut Ketua Askab PSSI Badung

I Nyoman Graha Wicaksana, turnamen ini merupakan ajang pembinaan buat pemain muda. Oleh karena itu, keterlibatan pemain senior dibatasi. Tiap klub hanya boleh mendaftarkan maksimal tujuh pemain berusia 35 tahun dan hanya tiga yang bisa diturunlan dalam satu pertandingan. Selebihnya harus pemain muda, yaitu mantan pemain Porprov Bali atau berusia 23 ke bawah. Tidak kalah pentingnya, semua pemain yang ambil bagian mesti memgantongi KTP Badung. Kejuaraan Piala Bupati Badung mendapat respons positif dari klub-klub dan atlet sepak bola di seluruh Badung. Terbukti sebanyak 31 klub tampil dalam ajang ini. Peserta dibagi menjadi dua wilayah, yaitu Utara dan Selatan. Di Wilayah Utara berkumpul 15 tim yang dibagi menjadi tiga grup yang bermain di Lapangan Dalung, Mengwi dan Kapal. Sementara Wilayah Selatan dihuni 16 klub yang dibagi menjadi empat grup dan berlaga di Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran dan Stadion Samudra. Piala Bupati Badung menjadi incaran

semua peserta. Ketua Pesanku Kuta I Nyoman Merta menargetkan timnya menjadi juara. Klub asuhan trio Nyoman Oka Triana, Ketut Cenik Arsana dan Agung Ardiyasa ini memberi bukti di lapangan dengan menjadi kontestan pertama yang lolos ke babak 16 besar berkat kemenangan 4-0 atas Putra Kedongan dan 1-0 dari Persi Putra di Grup A. Terlalu dini menebak tim mana yang akan keluar sebagai juara, sebab kejuaraan berlangsung lama. Sebanyak 15 tim masih berebut tempat di babak delapan besar. Bisa saja terjadi kejutan yang membuat turnamen makin menarik diikuti dan disaksikan. Namun, apa pun hasilnya nanti, Askab PSSI Badung berharap bisa mendapatkan pemain-pemain terbaik untuk disiapkan berlaga pada Porprov Bali 2019 di Tabanan. Mereka diproyeksikan mendulang medali emas untuk melengkapi gelar juara umum yang kemungkinan besar masih bisa direbut oleh kontingen Badung. l Mawa

MBP/nel

Salah satu pertandingan dalam kejuaraan sepak bola memperebutkan Piala Bupati Badung II/2017. 13 - 19 November 2017

31


PENDIDIKAN

Menguatkan Karakter Jati Diri Pemuda

M

asihkah pemuda memegang sumpahnya? Itulah pertanyaan besar dalam merefleksikan peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang diperingati pada 28 Oktober setiap tahunnya. Dengan mengusung tema ‘’Pemuda Indonesia Berani Bersatu’’, pada 28 Oktober 2017 lalu bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Sumpah Pemuda untuk yang ke-89 kalinya. Sumpah Pemuda yang merupakan hasil keputusan dari Kongres Pemuda II di Batavia pada 27-28 Oktober 1928 untuk bertumpah darah satu, tanah Indonesia; berbangsa satu, bangsa Indonesa; dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, memang selalu dan selamanya relevan dengan konteks kekinian. Namun untuk mereaktualisasikan nilai-nilai yanga terkandung dalam sumpah itu yang tampaknya perlu terus dipelihara secara baik. Praktisi pendidikan, Made Merta, mengungkapkan, seiring perkembangan zaman, nampaknya semangat tersebut mulai melemah dalam pemahamannya. Di tengah masyarakat ada usaha-usaha

MBP/dok

Putra Wijaya

32

13 - 19 November 2017

untuk memecah belah persatuan bangsa, egosektoral keagaman muncul, ada kelompok yang menyebut dirinya mayoritas dan yang lainnya adalah kaum minoritas. Atas realitas itu, sebagai bangsa yang tetap menginginkan Indonesia ajeg, apa yang perlu dilakukan? ‘’Generasi muda penerima estafet pembangunan harus kuat. Penguatannya harus lengkap dengan identitas dan karakternya sebagai insan pemuda berkarakter ABG yaitu anak baik berguna,’’ kata Merta, belum lama ini. Dalam kehidupan masyarakat Bali, kata Merta, kini justru telah jauh masuk ke delam jeratan glocalizition. Suatu kondisi di mana di satu sisi masyarakat Bali terus berjuang mengajegkan Bali dengan segala konsep idealisme, di lain sisi orang-orang Bali sendiri turut larut ke dalam carut marut era global. Maraknya kasus konflik sosial dan tindak kriminal yang sudah mulai ‘’terbiasa” dilakukan orang Bali. Mulai dari kasus perkelahian antarkelompok, pesta miras, kasus narkoba dengan risiko terkena HIV/AIDS, pencurian, perampokan, pembunuhan, termasuk aksi pencurian pratima di pura, tidak asing lagi. Mirisnya, sebagian di antaranya dilakukan kalangan pemuda yang sebenarnya sangat polos, ramah, taat sekaligus “takut” kepada Tuhan dengan hukum karmapala-nya. ‘’Namun sekarang sepertinya sudah berubah menjadi generasi BBM yaitu, bandel, bengkung, malas,’’ ujar Merta. Merta menambahkan, realita sosial itu melanda kalangan pemuda Bali. Maka pastinya menjadi “lampu merah”, yang apabila dibiarkan berlalu tanpa upaya pelurusan dan penyadaran, akan sangat membahayakan bagi usaha membangun jati diri sebagai generasi muda penerus bangsa, negara, dan agama. Sementara itu, I Made Gede Putra Wijaya mengatakan, saat ini Indonesia mengalami krisis karakter, berbagai permasalahan melanda Indonesia. Salah satunya degradasi moral bangsa indonesia, pengaruh narkoba, korupsi, kolusi dan nepotisme. Seakan sudah terbiasa hal tersebut karena hampir setiap hari berita ini ditayangkan televisi dan surat kabar.

‘’Hal inilah yang menyebabkan Indonesia hanya jalan di tempat, sedangkan negara lain terus mengembangkan potensi dengan mengedukasikan pemuda dan generasi penerus yang siap bersaing dalam era globalisasi dan mempunyai ilmu dan pengetahuan yang berperan dalam kancah dunia,’’ terangnya. Seiring perkembangan zaman dan kondisi persaingan global yang semakin nyata, Putra Wijaya mengajak pemuda Indonesia menjaga diri dan membentengi diri dengan ilmu dan pengetahuan yang dapat membawa kemajuan dalam diri sendiri dan bangsa Indonesia, baik prestasi akademik, prestasi olahraga dan lainnya. Ia juga meminta pemerintah berperan aktif dalam melindungi pemuda dan memproteksi generasi muda dari pengaruh negatif era globalisasi, dengan membuat kebijakan dan mengambil keputusan yang lebih mendukung generasi muda Indonesia dalam mengaktualisasikan potensi untuk membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia. l Putra Sasmitha

MBP/dok

Made Merta


Penatakelolaan PT Harus Transparan PENATAKELOLAAN pendidikan tinggi (PT) di Indonesia makin baik dan terukur. Ada empat hal penting dalam penatakelolaan PT yaitu penelitian, sumber daya manusia, kemahasiswaan dan keuangan. Keempat hal itulah yang sudah sangat terukur dan mesti setransparan mungkin. Terukur artinya bisa diukur dengan standarstandar tertentu. Sedangkan transparan artinya bisa dilihat dan dipahami oleh sekurang-kurangnya setiap orang yang terlibat di dalamnya. Hal itu ditegaskan Prof. I Gede Putu Wirawan, Ph.D saat ditemui di Laboratorium Sumberdaya Genetika dan Biologi Molekuler Universitas Udayana (Unud), belum lama ini. Wirawan mengatakan, untuk bidang penelitian alat ukurnya adalah publikasi menyangkut publikasi ilmiah pada jurnal nasional dan jurnal internasional khususnya yang terindeks Scopus, Thomson Reuters, DOAJ, Google Schoolar, IPI, dan lain-lain. Terindeks Scopus, web of science dan Thomson Reuthers digolongkan sebagai yang terindek tinggi, DOAJ termasuk yang sedang serta Google Schoolar dan IPI digolongkan yang terindeks rendah. Di samping publikasi, ukuran pencapaian suatu penelitian adalah HKI seperti paten, tata letak sirkuit terpadu dan lainnya. Paten khususnya mendapat penghargaan yang tinggi. “Belakangan Kemenristekdikti meluncurkan Sinta. Suatu aplikasi yang mesti diisi oleh setiap dosen khususnya yang sudah Lektor Kepala dan Guru Besar. Sinta memuat kinerja publikasi para dosen baik yang terindeks tinggi, sedang maupun rendah. Di sinilah terukur jelas kinerja penelitian masing-masing ilmuwan di PT. Namun, kinerja yang menghasilkan hal lainnya seperti paten tidak terlihat di Sinta,” katanya memaparkan. Menurut Wirawan, Shinta hanya memuat tentang jumlah publikasi, di mana dipublikasikan, berapa sitasinya, berapa H indek masing-masing ilmuwan tersebut pada Google Schoolar dan Scopus. Kalau kemudian para dosen disibukkan dengan urusan seperti ini, maka semestinya menjadi rektor, dekan atau pejabat struktural lainnya tidak

perlu diperebutkan lagi karena sudah tidak menarik lagi. Pasalnya, para ilmuwan ini menjadi sangat sibuk dengan penelitiannya, menulis artikel hasil penelitiannya di jurnal-jurnal, menulis buku, mengurus paten dan sebagainya. “Jika menjadi pejabat struktural, kewajiban ini tetap dituntut dan tetap harus dilaksanakan. Sementara di sisi lain, waktunya sebagian sudah dicurahkan untuk mengurusi kewajiban-kewajiban strukturalnya karena pada dasarnya menjadi penjabat struktural di kalangan PT merupakan tugas tambahan saja. Tugas pokoknya adalah pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai Tridarma PT. Di sinilah diperlukan kepiawaian mengatur waktu dan mengatur kerja yang tentunya sangat tidak mudah,” kata Guru Besar Fakultas Pertanian Unud yang September 2017 lalu mendapat penghargaan dari Kementerian Luar Negeri Jepang karena kiprah dan prestasinya ini. Dosen Berprestasi Terbaik Indonesia 2005 dan Peneliti Terbaik Indonesia 2006 ini menambahkan, SDM di PT mesti dikelola dengan baik, apakah itu pendidikannya, pelatihannya, penguasaan IT-nya dan lain-lain. Ditegaskan, dosen di PT bukan guru tapi adalah ilmuwan. Tugas utamanya adalah pengembangan iptek melalui penelitian yang kemudian diturunkan kepada mahasiswanya. Dosen mengajar di PT berbasis keahliannya yang diperoleh melalui penelitian yang dilakukannya. Oleh karena itu, ia mengaku sepakat jika penerimaan dosen di PT tidak boleh lagi S-1 atau S-2. Namun, sudah berkualifikasi S-3 bahkan S-3 yang telah memiliki H indek Scopus minimal 2 karena Kemenristekdikti mensyaratkan pendirian sebuah program studi harus memiliki sekurang-kurangnya empat orang dosen S-3 yang memiliki H indek

Scopus minimal 2. “Kalau bercermin pada PT di negara maju, mereka menerima dosen-dosen yang sudah S3 ditambah yang sudah Post Doc di luar negeri di negara yang sudah sangat maju pengembangan ipteknya. Banyak kasus terjadi, di mana dosen-dosen S2 tidak mau lagi melanjutkan studi ke S3 karena terperangkap dalam rutinitas rumah tangga dan hal-hal lainnya yang tentu merupakan sebuah kerugian bagi perkembangan lembaga PT. Masih banyak lagi masalah pengembangan SDM PT ini yang mesti dikerjakan, termasuk penyegaran informasi dan pelatihan-pelatihan bagi dosen-dosen muda secara periodik,” tegasnya. l Subrata

MBP/ian

Prof. I Gede Putu Wirawan, Ph.D

13 - 19 November 2017

33


A KT I V I TA S PUCAK MANGU - Bertepatan Purnama sasih kalima, Jumat (3/11), akan dilaksanakan puncak Piodalan Mapedudusan Agung lan Mapeselang di Pura Sad Kahyangan Penataran Agung Pucak Mangu, Desa Adat Tinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung. Piodalan Mapedudusan Agung di-puput Ida Pedanda Putra Pemaron dari Geria Sidemen Mengwi dan Ida Pedanda Gde Jelantik Giri dari Geria Gunung Sari. Sementara upacara mapeselang akan di-puput Ida Pedanda Putra Kekeran dari Geria Sunia Denkayu dan Ida Pedanda Gede Jelantik Giri Santacita dari Geria Jadi Tabanan.

MBP/ist

MBP/ist

DINAS PM PTSP - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM dan PTSP) Kota Denpasar melaksanakan sosialisasi kebijakan penanaman modal kepada dunia usaha di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar Tahun 2017, Jumat (27/10). Materi yang disampaikan dalam acara sosialisasi adalah penerapan norma kerja di perusahaan sebagai syarat dalam pemberian pelayanan perizinan usaha, pelayanan perizinan dan nonperizinan PTSP Pusat di BKPM, tanggung jawab sosial dan lingkungan/CSR, dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

MBP/ist

34

13 - 19 November 2017

BUSINESS EXPO - PNB Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Bali (PNB) kembali menggelar Business Expo. Kegiatan ini diadakan untuk mempersiapkan lulusan yang siap menjadi entrepreneur atau wirausaha di masyarakat. Bertempat di kampus setempat, Business Expo atau Pameran Bisnis Tahun 2017 yang mengambil tema ‘’The Real Business Experience’’ ini berlangsung selama dua hari, 24–25 Oktober. Menurut Ketua Panitia Ida Bagus Sanjaya, S.E., M.M., kegiatan ini diikuti kelompok wirausaha mahasiswa semester V Program Studi D-3 Administrasi Bisnis dan mahasiswa semester VII Program Studi S-1 Terapan Manajemen Bisnis Internasional.


HIBURAN

Sam Smith

Kehilangan dan Patah Hati

M

enjadi terkenal di usia yang masih muda, 25 tahun, Sam Smith telah berhasil meletakkan dunia musik di bawah kakinya. Penyanyi beraliran soul asal Inggris ini mengeluarkan album keduanya “The Thrill of it All” pada Jumat (3/11) kemarin. Album keduanya ini menggambarkan hal yang berbeda dengan album pertamanya. Dalam album terbarunya, Sam berbicara tentang kehilangan dan patah hati. “Saya merasa terombang-ambing setelah merilis “In the Lonely Hour,” katanya merujuk pada album debutnya. Ia mengatakan setelah merilis album pertamanya tiga tahun lalu, dirinya berada

dalam sebuah perjalanan yang mendebarkan namun melelahkan secara mental. Namun, meski mengedepankan tentang kehilangan dan patah hati, mengambil formula di album pertamanya yang sukses, Smith kembali memenuhi album keduanya dengan lagu-lagu bermelodi balada dan gospel. Dalam “Too Good at Goodbyes,” pria yang bermukim di London ini menggambarkan hancurnya sebuah hubungan. Agaknya menulis dalam posisi bersedih, lebih mudah baginya. “Saat saya bahagia, saya tidak ingin menulis lagu,” kata Smith. Album pertama Smith dirilis pada 2014 dan langsung menduduki posisi pertama

di sejumlah negara dan memenangkan 4 penghargaan Grammy, termasuk Artis Pendatang Baru Terbaik, Lagu Terbaik, dan Rekaman Terbaik --tiga penghargaan paling bergengsi dalam Grammy. Tak cukup itu saja, Smith juga memenangkan Penghargaan Oscar karena lagu di film James Bond, “Writing’s on the Wall.” Tak siap dengan suksesnya, Smith kemudian mengurangi kemunculannya di mata publik selama setahun setengah untuk beradaptasi dengan ketenaran. Saat ini, ia terlihat lebih tenang dan tegar dalam menghadapi banyaknya perhatian. l Kmb

MBP/afp

Sam Smith

13 - 19 November 2017

35


AKTIVITAS BUPATI BADUNG - Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 Kabupaten Badung di gelar di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung dengan inspektur upacara Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Senin (30/10). Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seni Asih Giri Prasta, Ketua Gatriwara Badung Nyonya Ayu Parwata, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Kristiani Suiasa, pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, atlet Porprov Kabupaten Badung serta siswa/siswi sekolah se-Badung.

BPJS KETENAGAKERJAAN - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Gianyar menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat. Setelah membagikan 128 kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada para seniman, kini BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Gianyar memberikan bantuan kepada pengungsi Gunung Agung melalui Pemerintah Kabupaten Gianyar di Lapangan Sutasoma Sukawati, Kamis (26/10). Bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan tersebut diterima langsung Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata, bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gianyar serta Kepala Bappeda Kabupaten Gianyar.

MBP/ist

WALI KOTA DENPASAR - Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra menganugrahkan penghargaan bagi puluhan pemuda kreatif dan inovatif tahun 2017. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi setinggi tingginya kepada insan muda kreatif dan inovatif yang sudah memberikan kontribusi positif kepada negara, khususnya Kota Denpasar. Hal tersebut disampaikanya usai upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89 digelar Pemerintah Kota Denpasar Sabtu (28/10) di Lapangan Lumintang, Denpasar. Upacara ini diikuti oleh Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, DPRD Kota Denpasar, Ketua Penggerak PKK Kota Denpasar Ny Selly D Mantra dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara seluruh jajaran OPD di lingkungan Kota Denpasar.

36

13 - 19 November 2017

MBP/ist

DPRD BALI - DPRD Bali meminta KPU dan Bawaslu Bali melakukan rasionalisasi anggaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018. Kedua lembaga itu sama-sama diberi waktu hingga 7 November atau dua hari sebelum rancangan APBD 2018 diketok palu pada 9 November mendatang. Keputusan ini berangkat dari Fraksi Panca Bayu yang sebelumnya menyoroti anggaran untuk KPU dan Bawaslu sangat tinggi. Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD Bali I Gusti Bagus Alit Putra usai memimpin rapat kerja dewan dengan KPU dan Bawaslu Bali di Ruang Banggar DPRD Bali, Denpasar, Jumat (27/10).


MBP/ist

MOU - Penandatanganan nota kesepahaman atau MoU di tingkat pusat antara Kapolri beserta Mendagri dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI telah dilaksanakan pada 20 Oktober lalu. Polres Gianyar pun menindaklanjuti hal tersebut dengan menandatangani MoU dengan Pemkab Gianyar dan Kodim 1616/Gianyar dalam upaya pencegahan, pengawasan dan penanganan permasalahan Dana Desa di Balai Budaya Gianyar, Senin (30/10). Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo mengatakan, sesuai dengan instruksi Presiden tentang membangun Indonesia melalui daerah pinggiran, dalam tiga tahun terakhir atau sejak tahun 2015, pemerintah sudah memberikan alokasi anggaran terhadap ribuan desa di seluruh negeri.

MBP/ist

UNUD - Sebanyak 2.831 orang mahasiswa Hindu Universitas Udayana (Unud) mengikuti prosesi upacara mahasisya upanayana ke-15 di Pura Maha Widya Saraswati, Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Sabtu (28/10). Mahasisya upanayana merupakan upacara pawintenan yang digelar Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma (FPMHD) Unud dengan tema ‘’Upanayana Pinaka Wahana Pasucian Sarining Brahmacarya’’ yang memiliki arti upanayana sebagai wadah penyucian diri seorang brahmacarya. 13 - 19 November 2017

37


PARIWISATA

”Im In Bali” Nyatakan Pariwisata Bali Aman

P

ariwisata Bali mengalami goncangan akibat santernya informasi erupsi Gunung Agung. Kalangkaan pariwisata pun terus berupaya menyebar informasi jika tidak semua wilayah Pulau Dewata terkena dampak kepada wisatawan mancanegara. Pihak hotel pun telah melakukan antisipasi kemungkinan terburuk karena keaktifan Gunung Agung, yaitu bekerjasama dengan turis yang datang membuat quote-quote seperti I’m in Bali, Bali is Safe dan lain sebagainya. Cara ini dinilai cukup ampuh untuk menunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa Bali aman dan layak dikunjungi dalam situasi keaktifan Gunung Agung ini. “Apa yang sudah dilakukan stakeholder pariwisata, mempersiapkan hal terburuk meskipun harapn kita terjadi yang terbaik. Kami merencanakan, mengalanisis dan mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi,” kata Yoga Iswara, President Director Global Hospitality Expert (GHE). Cara tersebut telah membuat beberapa negara sudah menurunkan travel warningnya seperti India. Penurunan status Gunung Agung ini memiliki efek yang berbeda bagi pariwisata Bali, terutama bagi masyarakar internasional. Diakui pembatalan kedatangan turis berefek di akhir bulan Oktober. “Begitu banyaknya perubahan status dan informasi yang cukup tajam di negara tetangga memang mempengaruhi pada tingkat penurunan,” ujarnya. Namun di awal bulan November diakui pembatalan tersebut sudah mulai berkurang. Cancel sudah mulai bisa ditahan. Namun penambahan kedatangan pada last minute booking tertunda. Media pun cukup ampuh memberikan informasi. Pihaknya banyak mendapat email dan telepon langsung dari travel agent. Pihaknya pun mengatakan hanya lima persen daerah Bali yang menjadi bagian dari area berbahaya. Informasi yang berkembang di media tentang tanda-tanda keaktifan

38

13 - 19 November 2017

Gunung Agung juga dibalas dengan informasi yang kencang pula tentang keamanan Bali. Pihak hotel pun memberikan kemudahan pada tamu yang melakukan cancel dengan memberikan waktu penundaan hingga setahun. Hampir 15-20 persen para tamu menyetujui penundaan tersebut dengan datang ke Bali di waktu lain. “Kita harus kooperatif pada tamu. Dengan kooperatif, mereka akan lebih bijaksana menilai di Bali seperti ini. Kita selalu memberikan info yang tepat dan benar bagaimana Bali menyikapi isu itu,” tuturnya. Meski kondisi Bali sedang situasi genting, namun masih ada tamu yang datang dan tidak terpengaruh. Pada tamu yang datang tersebut, pihaknya minta tolong pada tamu untuk memberikan quote-quote foto sedang Bali seperti Im in Bali, Bali is Safe. Foto-foto itupun diunggah di media sosial mereka. “Mereka setuju melakukan itu. Terutama Australia. Mereka yang sangat loyal pada Bali. Mereka memahami situasi yang terjadi,” katanya. Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati , juga melihat bookingan hotel di bulan Oktober sudah dibatalkan sebesar 20-30 persen. “Mungkin November lebih banyak lagi. Memang bulan Oktober bukan high season, namun dalam kondisi normal, bookingan hotel menurun. Tamu yang membatalkan beralasan karena Gunung Agung,” ungkapnya. Kementerian Pariwisata juga sudah menyiapkan jurus-jurus, sehingga jika Gunung Agung meletus tidak sampai mematikan sektor pariwisata di Bali. Langkah utama yang disiapkan adalah menjaga kepercayaan dunia internasional melalui penanganan sigap, salah satunya memastikan proses pemulangan wisatawan bisa berjalan dengan cepat dan aman. l Citta Maya


Keaktifan Gunung Agung telah berdampak pada sektor pariwisata Bali. Tak sedikit wisatawan yang membatalkan kunjungan mereka ke Pulau Dewata. Para pelaku pariwiasata pun harus berjuang untuk memulihkan sektor andalan masyarakat Bali.

13 - 19 November 2017

39


PROPERTI

Pembangunan Bali Tersendat

Galian C Diusulkan Dibuka Lagi

T

utupnya aktivitas galian C di Karangasem berdampak signifikan terhadap pengerjaan proyek fisik, termasuk properti di Bali. Mengingat, pasokan bahan material berupa pasir dan batu lebih banyak datang dari bumi lahar ini. Namun, akibat adanya peningkatan aktivitas Gunung Agung, maka semua galian C yang berada di kawasan rawan bencana dihentikan. Kondisi ini memicu reaksi beragam dari sejumlah kalangan. Ada yang setuju dengan penutupan itu, namun tidak sedikit yang kontra atas kebijakan dimaksud. Bupati Karangasem dua periode, Wayan Geredeg, turut merespons situasi Kabupaten Karangasem saat ini. Dia prihatin melihat perekonomian Karangasem benar-benar lumpuh, khususnya di dunia usaha. Salah satunya, soal ditutupnya seluruh usaha galian C di Karangasem. Menurutnya, sebaiknya usaha galian C dibuka lagi, agar pembangunan Bali tak tersendat. Geredeg menyoroti situasi tersebut, Selasa (24/10) lalu. Menurutnya, dalam

40

13 - 19 November 2017

situasi serba tak pasti seperti sekarang, pemerintah daerah harus berani mengambil keputusan. Ekonomi daerah harus tetap berjalan, agar tidak semakin tambah buruk akibat ancaman erupsi Gunung Agung ini. Dia menyayangkan, kenapa usaha galian C di Karangasem ditutup total. Malah, faktanya sekarang sikap pemerintah daerah ini tak mampu diimplementasikan di bawah. Sebab, masih ada usaha galian C yang main kucing-kucingan dengan pemerintah. Menurutnya, pelarangan usaha galian C ini tak efektif. Seharusnya, sebelum mengambil sikap ini, dipikirkan lagi bagaimana dampaknya. Dia mengaku sempat menghubungi Gubernur Bali, Ketua DPRD Bali, dan Ketua Komisi III, untuk bersikap terhadap persoalan ini. Semestinya ini bisa diatur, agar kepentingan pembangunan juga tetap berjalan. Agar tidak menimbulkan kemacetan, pemerintah bisa menerapkan sistem bergilir. Daripada pemerintah kucing-kucingan dengan pengusaha. “Saat saya lewat di Selat, saat itu saja saya hitung ada 40 truk menuju lokasi galian. Di sinilah

kita harus mengambil peran,� tegas Pengurus DPP Golkar Korwil Bali ini. Inilah yang harus dipikirkan sekarang. Tidak hanya menyelamatkan pengungsi, tetapi juga harus menyelamatkan ekonomi Karangasem. Pemkab Surati BPKP Sementara itu, ancaman erupsi Gunung Agung bukan saja berdampak signifikan terhadap usaha galian C di Karangasem. Di sisi lain, pemanfataan DAK tak dapat direalisasikan dengan baik. Bahkan, Pemkab Karangasem bersurat ke BPKP Pusat untuk memverifikasi nilai DAK fisik yang tidak terlaksana akibat bencana alam (opname). Pemkab berharap DAK fisik itu bisa dialokasikan kembali tahun anggaan berikutnya. Surat dengan nomor 900/1777/BPKAD/ Setda itu ditekan Wakil Bupati, Wayan Artha Dipa. Hal itu merupakan tindak lanjut setelah Pemkab Karangasem sempat berkonsultasi dengan BPKP Perwakilan Bali. Pemkab bingung dengan nasib DAK untuk pekerjaan infrastruktur di dalam kawasan rawan bencana itu.


Sesuai pasal 158 Peraturan Menteri Keuangan nomor 50/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa, sebagaimana diubah ke dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 112/ PMK.07/2017, jelas mengamanatkan langkah-langkah yang bisa ditempuh bila terjadi bencana alam. Dalam aturan itu ditegaskan, bila terjadi bencana alam yang menyebabkan tidak dilaksanakannya kegiatan DAK fisik di daerah, maka dapat dialokasikan kembali tahun anggaran berikutnya. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, I Nengah Mindra, Jumat (27/10) mengatakan hal itu sesuai mekanisme penganggaran APBN dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Setelah BPKP melakukan verifikasi nanti atas nilai DAK fisik yang tidak terlaksana. Kemudian segera akan menyampaikan rekomendasi pengalokasian DAK Fisik pada tahun anggaran berikutnya kepada Menteri Keuangan, c.q. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. “Melihat peluang DAK bisa dialokasikan pada tahun anggaran berikutnya, maka kami memohon kepada BPKP dapat melakukan verifikasi atas DAK Fisik yang tidak terlaksana ini. Selain itu, bencana yang kita khawatirkan itu semoga tidak terjadi,� kata Mindra.

Dalam suratnya itu, juga dilampirkan tiga paket pekerjaan yang didanai DAK itu dihentikan sementara. Pasalnya, berada di wilayah KRB III dan KRB II. Antara lain, ruas jalan Juuk-Nyelukid senilai Rp 1,9 miliar baru selesai 12,5 persen, ruas jalan Batusesa-Kesimpar senilai Rp 3,4 miliar baru selesai 12,9 persen dan peningkatan jaringan irigasi di Nongan senilai Rp 1 miliar yang baru terealisasi 58,9 persen. Melanjutkan pekerjaan fisik di kawasan rawan bencana itu sudah tidak memungkinkan saat ini. Radius 9 km dan perluasan sektoral 12 km dari kepundan Gunung Agung tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apa pun alias harus steril. Realisasi 71,8 Persen Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Karangaasem juga sudah melakukan monitoring seluruh pemanfaatan DAK tahun ini. Anggarannya mencapai puluhan miliar. Total DAK Reguler maupun Penugasan mencapai Rp 57,6 miliar. Sementara, realiasasi keuangannya keseluruhan baru Rp 26,2 miliar atau 45,5 persen. Sedangkan realisasi fisiknya baru 71,8 persen. DAK Reguler antara lain bidang Pendidikan sebesar Rp 5,05 miliar realisasi

fisiknya sudah 91,0 persen. Bidang Kesehatan sebesar Rp 10,1 miliar realisasinya 76 persen. Sedangkan, untuk DAK Penugasan, bidang air minum menggunakan anggaran sebesar Rp 3,8 miliar, realisasinya nol persen. DAK Penugasan bidang itu dimanfaatkan untuk kegiatan pengembangan sistem distribusi air minum. Di antaranya pembangunan jaringan air minum di Kecamatan Bebandem. Pembangunan jaringan air minum di Banjar Muntigunung Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu. Dan pembangunan jaringan air minum di Batu Dawa Desa Tulamben, Kecamatan Kubu. Namun belum jelas, kenapa DAK bidang air minum ini tingkat realisasinya masih nol persen. Bidang sanitasi realisasinya juga rendah. Dari pagu anggaran Rp 3,9 miliar realisasinya hanya 54,1 persen. Sementara DAK Penugasan untuk bidang jalan dari anggaran sebesar Rp 25,9 miliar. Realisasinya sudah mencapai 72,4 persen. Progres lebih baik terjadi pada bidang pasar. Kebetulan kegiatannya juga hanya satu, yakni pembangunan sarana dan prasarana pasar dengan nilai anggaran Rp 1,4 miliar dengan realisasi 100 persen. Terakhir, bidang irigasi juga cukup baik, nilai anggaran Rp 7,3 miliar realisasinya mencapai 92,2 persen. l Bagiarta

13 - 19 November 2017

41


HIBURAN

Gek Amy

Ajegkan Lagu Bali Anak-anak

B

elantika musik pop Bali juga diramaikan kalangan anak-anak. Salah satunya, gadis cilik asal Banjar Buahan, Payangan-Gianyar, Gek Amy (7). Di tengah makin berkurangnya minat anak-anak tampil di hadapan publik menembangkan lagu anak-anak, Gek Amy memberanikan diri unjuk kebolehan dengan menampilkan sebuah karya lagu lengkap dengan video klipnya. Bahkan, dua single sekaligus diluncurkan dalam waktu yang bersamaan, yaitu “Galungan Lan Kuningan” dan “Bencana Karangasem”. Kedua lagu tersebut merupakan langkah awal keseriusan Gek Amy menekuni lagu anak-anak yang sudah digelutinya sejak masih berumur 5 tahun. Lagu yang dipilih pun disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di Bali. Seperti halnya dalam menyambut perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan single “Galungan Lan Kuningan” dan keadaan yang dialami masyarakat Karangasem akibat ditetapkannya Gunung Agung pada level awas (IV)—sekarang sudah diturunkan menjadi level Siaga-oleh PVMBG dengan single “Bencana Karangasem”. Gek Amy mengungkapkan, bahwa single “Galungan Lan Kuningan” yang diciptakan oleh Tu Ruwet dan diaransemen apik oleh Gung Dea, serta video klipnya digarap oleh Dodik ID (Kori Agung) ini spesial diciptakan untuk memaknai hari raya Galungan dan Kuningan. Dalam single tersebut berisi sebuah ajakan kepada seluruh Umat Hindu untuk melakukan upacara yadnya sebagai bentuk bhakti kepada Tuhan. Selain itu, dalam single perdananya ini, pemilik nama

42

13 - 19 November 2017

lengkap I Gusti Agung Laksmi Prami Deva juga menceritakan tentang makna sesungguhnya dari perayaan hari raya Galungan dan Kuningan. “Hari raya Galungan dan Kuningan ini kan perayaan kemenangan kebaikan (dharma) atas kejahatan (adharma), oleh karena itu kita semua umat Hindu harus mensyukurinya. Seperti perempuan membuat canang dan laki-laki membuat penjor,”ujar anak keempat dari pasangan I Gusti Ngurah Susila dan I Gusti Ayu Aryathi, Senin (30/10). Sementara itu, single “Bencana Karangasem” yang diciptakan oleh Gung Galih ini merupakan bentuk kepeduliannya terhadap para pengungsi bencana antisipasi erupsi Gunung Agung. Gek Amy yang lahir pada 21 November 2010 silam ini mengaku sangat prihatin dengan keadaan para pengungsi, terutama kepada anak-anak seusianya. Dengan single “Bencana Karangasem” ini, Gek Amy berharap bencana Gunung Agung cepat berlalu, sehingga semua warga yang mengungsi bisa cepat pulang ke rumah masing-masing untuk bisa bermain dan belajar seperti biasanya. Dengan dirilisnya dua single perdana Gek Amy ini merupakan bentuk keseriusannya dalam mengajegkan lagu Pop Bali anak-anak. I Gusti Ngurah Susila berharap putrinya bisa lebih berani tampil mandiri di hadapan publik. Pihaknya akan terus mendukung talenta anaknya untuk mengajegkan tembang-tembang lagu Bali anakanak. “Dengan bakat menyanyi yang dimiliki Gek Amy, semoga ke depannya bisa menjadi seniman Bali yang diterima masyarakat Bali. Astungkara,”harapnya. l Winata


Gung Gek Vita

Rilis Single “Gunung Agung Metangi”

T

erharu terhadap keadaan yang dialami warga Karangasem, terutama daerahnya yang berada di kawasan rawan bencana, penyanyi cantik asal Puri Kelodan Karangasem, Gung Gek Vita merilis single “Gunung Agung Metangi”. Single yang menceritakan keadaan para pengungsi antisipasi erupsi Gunung Agung di posko pengungsian ini, khusus diciptakan sebagai persembahan doa kepada para pengungsi. Single ini diciptakan oleh Komang Raka dan diaransemen Dek Artha Hartapro, serta Yasa Sega selaku videografer dalam pembuatan video klip lagu ini. “Dalam lagu ini saya juga merinding pada saat rekaman di studio Bli Dek Artha. Lirik yang membuat saya merinding itu berisi kata-kata “Gunung Agung Jagi Metangi”. Saya merasa aura yang begitu kuat pada saat itu,” ujar pemilik nama lengkap A.A. Ayu Advaita Jelantik tersebut, belum lama ini. Pengambilan lokasi video klip single “Gunung Agung Metangi” ini dilakukan di posko pengungsian Banjar Tengading Antiga, Pura Penataran Agung Lempuyang, By Pass Ida Bagus Mantra dan Bukit Asah dengan keindahan Gunung Agung yang menjulang tinggi menjadi back ground video klip ini. “Kebetulan saya asli dari Puri Kelodan Karangasem dan Bli Yasa Sega langsung mengarahkan saya ke Pura Penataran Lempuyang untuk lokasi pembuatan video klip, karena pura tersebut berdekatan juga dengan view Gunung Agung. Astungkara, begitu saya akan shooting selalu menyempatkan diri untuk mohon doa restu dan pada waktu itu Gunung Agung kelihatan dari bawah sampai atas jelas sekali tanpa terhalangi awan,” ujar ibu dari I Gusti Agung Bagus Surya Diputra itu. Lewat single ini, istri dari I Gusti Ngurah Agung Satria Wibawa ini berharap agar Gunung Agung bisa kembali normal seperti semula dan jika memang mengalami erupsi tidak sampai memakan korban jiwa. Kepada para pengungsi, ia juga berharap agar tetap bersabar dan selalu berdoa, serta tidak pernah mengabaikan perintah dan larangan dari pihak yang berwenang demi keselamatan bersama. “Saya yakin sekali di Bali khususnya kekuatan doa itu ada. Kita serahkan dan pasrahkan kepada yang di atas. Semoga semua baik-baik saja,” pungkas wanita kelahiran 12 Desember 1991 tersebut. l Winata 13 - 19 November 2017

43


TRADISI

M

Truna adat dan pemuda lainnya saat melaksanakan tradisi mabarang di Bale Patemon Desa Adat Timbrah.

”Mabarang”, Tradisi Memohon Berkah

abarang menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian Usaba Sumbu setiap tahunnya di Desa Pakraman Timbrah, Karangasem. Tradisi ini berlangsung seru dan menegangkan. Tradisi yang berlangsung di tengah-tengah pralingga Ida Batara tedun mabiaksa ini, biasanya berlangsung selama empat hari. Jempana yang menjadi pralingga khas desa-desa tua di Bali ini, menjadi rebutan di antara pemuda dan truna adat. Seperti apa serunya pelaksanaan mabarang ini? Mabarang dilaksanakan setelah Aci Usaba Sumbu Kaja, atau akrab dalam istilah warga setempat saat pengajengan. Mabarang dipusatkan di Bale Patemon, tempat yang biasa digunakan untuk paruman krama. Warga sering menyebutnya Bale Lantang, karena bentuknya memanjang dari utara ke timur hingga puluhan meter. Warga setempat meyakini bahwa tradisi ini sebagai bentuk visual Ida Batara Sesuhunan masolah serangkaian Aci Usaba Sumbu yang berlangsung selama sepekan itu. “Dalam mabarang, jempana itu diprebutkan pemuda dan truna adat. Jempana sebagai pralingga Ida Batara. Sehingga melalui mabarang, Ida Batara disana makenak-kenakan,” kata Klian Desa Pakraman Timbrah, Wayan Sukerta. Namun, ada juga pandangan lain yang menyebut pelaksanaan tradisi

44

13 - 19 November 2017

mabarang sebagai bentuk memohon berkah Ida Batara yang divisualisaikan melalui jempana. “Jadi pada saat mabarang, seluruh pemuda berebut ingin menyentuh jempana itu, memprebutkannya, mereka larut dalam suka cita,” kata salah satu tokoh masyarakat setempat Nengah Sudarsa. Sukerta menambahkan, secara garis besar tradisi mabarang sarat dengan nilai-nilai luhur warga dengan Ida Batara, sebagai bentuk hubungan erat, yang tidak bisa dipisahkan antara krama dengan Ida Sesuhunan. Mabarang juga sebagai bentuk penghormatan krama dan menjaga kelestarian warisan budaya di Desa Pakraman Timbrah, sebagai Desa Budaya yang ditetapkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan maupun sebagai Desa Wisata yang ditetapkan Pemkab Karangasem. Tradisi seperti ini menjadi satusatunya yang ada di Bali. Karena begitu menarik, setiap pelaksanaannya selalu dibanjiri wisatawan dan pemburu fotografi. Bahkan, Usaba Sumbu dan segala ritual dan prosesinya sudah setiap tahun sudah masuk ke dalam buku agenda tahunan objek dan daya tarik wisata yang menarik dikunjungi wisatawan. Kalender event itu disusun langsung oleh Dinas Pariwisata Karangasem. Meski di desa tua ini ada belasan jempana, tetapi tidak semua diikutkan ke dalam prosesi mabarang. Jempana yang ikut mabarang hanya beberapa saja, antara

5 sampai 6 jempana setiap hari. Ada 15 jempana dan empat arca di desa ini, yakni arca Batara Gunung, Sakenan, Guliang, dan Tunggujalan. Sementara ke 15 jempana itu, antara lain jempana Ida Batara Muter Jagat, Ida Batara Muter Anom, Ida Batara Mayun, Ida Batara Bagus Sakti, Ida Batara Gedong Baas dan Ida Batara Nganten Tenganan. Kemudian, Ida Batara Gede Beten Bingin, Ida Batara Nganten Bungaya, Ida Batara Bukit, Ida Batara Maspahit, Ida Batara Nganten Saren.


Sementara empat jempana lainnya, antara lain, jempana Ida Batara Bagus Aeng, Ida Batara Kelod Kangin, Ida Batara Ketut dan Ida Batara Kusamba. Sebelum mabarang, seluruh jempana dan arca itu kairing masucian ke Beji Kauh. Pralingga Ida Batara kairing Prabagus, Pangabih, Pragaluh, Bapa Desa, Kubayan, Prawayah dan krama panti di tiga Pura Panti yang mundut jempana. Proses ini dilaksanakan sekitar pukul 15.30 wita. Setelah itu iring-iringan ini kembali ke

areal desa kemudian memargi di areal desa sebanyak tiga kali. Di dalam ngiringan Ida memargi, barulah satu per satu jempana itu diprebutkan di Bale Patemon. Sementara itu, di sepanjang jalan berjejer warga perempuan mengenakan pakaian adat Bali, menyambut pralingga Ida Batara mabiaksa maupun saat masolah. Sementara jempana yang runtuh atau jatuh ke tanah saat prosesi ini, langsung disucikan kembali di-pundut dan malinggih kembali

di masing–masing Pura Panti. Tokoh mayarakat lainnya, Nengah Sukada, menambahkan, dengan tedun-nya Ida Batara dalam proses mabarang, maka diharapkan warga selalu bisa hidup rukun dan sejahtera. Karena dalam proses mabarang, juga terkandung nilai–nilai moral. Meski sering kali adu fisik saat mabarang, warga dilarang menyimpan dendam. l Bagiarta 13 - 19 November 2017

45


A KT I V I TA S

MBP/ist

ARYA WEDAKARNA - Sejak tahun 2015, tokoh muda Hindu Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang juga anggota DPD-RI Utusan Provinsi Bali memulai tradisi baru di kalangan pejabat, yaitu menyumbangkan korban babi atau babi guling kepada umat Hindu yang membutuhkan. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah program acara yang digagas oleh Gusti Wedakarna di antaranya menyerahkan babi guling di sejumlah lembaga permasyarakatan (lapas), membagikan babi guling di kalangan masyarakat miskin dan mengadakan Festival Babi Guling.

MBP/ist

BUPATI KLUNGKUNG - Menjelang akhir 2017, Pemkab Klungkung meluncurkan tiga program sekaligus, yakni Universal Health Coverage (UHC), Angkutan Siswa Gratis dan Lomba Desa Terpadu. Program inovatif ini sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Launching-nya dilaksanakan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Wakil Bupati I Made Kasta bersama Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT dan NTB BPJS Kesehatan Army Adrian Lubis di Lapangan Puputan Klungkung, Minggu (29/10).

MBP/ist

MBP/ist

WANA - Di kawasan Jalan Labuan Sait, Padang-padang, Pecatu, kini hadir warung dengan konsep natural terbuka, yaitu Warung Cenana (Wana). Warung yang berlatar belakang panorama sunset dan pemandangan terasering Bukit Pecatu ini menawarkan tempat yang nyaman dengan kawasan terbuka luas. Selain warung, di kawasan ini juga terdapat Wana Minimarket, dengan konsep One Stop Shopping. Upacara pamelaspasan warung dan minimarket dilakukan, Kamis (26/10). Menampilkan bangunan berbentuk joglo dengan ciri khas Bali diyakini akan membuat konsumen merasa betah bersantai sambil menikmati menu seafood oleh chef yang ahli di bidangnya.

SENATOR WEDAKARNA - Di sela-sela acara resmi DPDRI di Kota Bandung, Jawa Barat, Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III berkesempatan menyambangi Asrama Mahasiswa Bali Vhiyata Tirta Gangga yang terletak di Jalan Dr. Otten 15, Bandung. Keberadaan Asrama Bali di tempat strategis ini memiliki sejarah panjang bagaimana perjuangan mahasiswa Bali di Bandung dalam menuntut ilmu. Akan tetapi asrama yang asetnya dimiliki oleh Pemprov Bali ini terkesan tidak terawat, padahal ditempati sekitar 15 mahasiswa. Dalam kunjungan singkat itu, mahasiswa Bali menyerahkan surat teguran dari Pemkot Bandung akibat tunggakan pajak terkait bangunan dan tanah Asrama Bali. Menyikapi ini, Arya Wedakarna mengharapkan Pemprov Bali memiliki kepedulian terhadap aset-aset milik rakyat Bali khususnya yang berada di luar provinsi.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

46

13 - 19 November 2017


MBP/ist

MONARCH BALI - Dies Natalis ke-8 Monarch Bali yang bertajuk ‘’Creative and Innovative Actions for a Bright Future’’ diselenggarakan secara serempak di seluruh Monarch yang berada di lima kabupaten, yaitu Monarch Bali–Dalung, Monarch Bali–Gianyar, Monarch Bali–Candidasa, Monarch Bali–Singaraja dan Monarch Bali–Negara pada 26-28 Oktober 2017. Dies Natalis dimeriahkan berbagai kegiatan perlombaan yang melibatkan pihak mahasiswa/i Monarch Bali dan eksternal. Monarch Bali memberi kesempatan kepada siswa/i SMA/SMK/sederajat di seluruh Bali mengikuti kompetisi di masing-masing Monarch.

MBP/ist

BUPATI BADUNG - Puncak Peringatan HUT ke-24 Desa Punggul, sekaligus launching tari dan tabuh Maskot Desa Punggul, dilaksanakan Jumat (27/10) dan berlangsung sangat meriah. Semua potensi Desa Punggul ditampilkan dengan baik, termasuk launching aplikasi Geografis Sistem Desa (Gisdes) Punggul. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, didampingi Wabup Ketut Suiasa dan Sekda I Wayan Adi Arnawa yang menghadiri acara tersebut sangat kagum atas kemajuan dan program terobosan yang dilakukan Perbekel Punggul. Bupati menilai program Desa Punggul sejalan dengan program Pemkab Badung yang mampu mengimlementasikan RPJMD dan PPNSB Badung dengan baik.

MBP/ist

BUPATI TABANAN - Kawasan Desa Pakraman Beraban, Kecamatan Kediri, Tabana sangat potensial karena punya wisata pantai Tanah Lot nan indah. Selain ada objek wisata Tanah Lot yang termasyur, itu Desa Pakraman Beraban hadir memberikan nuansa wisata baru dan khusus dalam wujud pasar tradisional Tanah Lot. Keberadaan Pasar Tanah Lot itu tidak seperti pasar tradisional lainnya. Pasar ini yang dibangun di atas lahan seluas 15 are tersebut didesain layaknya sebuah mal. Pasar itu buka sepanjang hari alias 24 jam. Keberadaan pasar tradisional itu diresmikan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti Sabtu (28/10), yang ditandai penanda tanganan Prasasti dan Pemotongan Benang Tri Datu.

MBP/ist

BUPATI KARANGASEM - Dalam situasi darurat kebencanaan erupsi Gunung Agung di Karangasem, masyarakat bersiap menyambut hari raya Galungan yang jatuh pada Buda Kliwon Dungulan, Sasih Kelima, Rabu (1/11), dan hari raya Kuningan, Saniscara Kliwon Kuningan, Sabtu (11/1) mendatang. Bagi warga masyarakat, baik yang tinggal di pengungsian atau di manapun berada, hendaknya tetap memaknai sebagai momentum meningkatkan kesucian dan sradha bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar dikaruniai ketenangan, ketabahan serta keselamatan. Hal itu dikarenakan hari suci Galungan dan Kuningan ini mengandung makna penting bagi kehidupan. Demikian disampaikan Bupati IGA Mas Sumatri bersama Wakil Bupati Karangasem Artha Dipa, beberapa waktu lalu.

13 - 19 November 2017

47


OTOMOTIF

DMC di TMS 2017

Kenyamanan dan Keselamatan Jadi Prioritas KENYAMANAN dan keselamatan pelanggan dalam mengendarai roda empat menjadi prioritas utama. Setidaknya hal itulah yang coba diterapkan Daihatsu dalam memanjakan konsumennya. Manajemen Daihatsu Motor Company (DMC) mulai dari tingkat Presiden Direktur hingga mekanik berupaya mewujudkan hal ini. “Daihatsu selalu berbenah dan melakukan evaluasi yang kreatif. Daihatsu tetap akan menjadi bagian masyarakat dan pelanggannya dengan berbagai teknologi yang inovatif,” ujar Presiden Direktur Daihatsu Motor Company Koichiro Okudaira dihadapan pers dari berbagai negara pada ajang Tokyo Motor Show (TMS) 2017 di Jepang. Salah satu media yang hadir langsung di arena ini adalah Bali Post. Bali Post hadir pada TMS kali ini atas undangan Daihatsu Motor Company (DMC). Okudaira didampingi jajaranya juga memaparkan ke depan Daihatsu akan terus melakukan pengembangan desain mobil dengan Daihatsu New Global Architecture (DNGA). Dengan pendekatan ini, pihaknya yakin Daihatsu akan menjadi pilihan terbaik pelanggan mobil. Didampingi Direktur DMC Shigeharu Toda, Okudaira mengatakan Daihatsu juga berkomitmen menjaga lingkungan dan alam. Ia menegaskan mobil-mobil Daihatsu merupakan pengembangan dan evolusi teknologi Monozukuri Daihatsu dan gagasan tentang mobil berkualitas tinggi. Daihatsu dengan slogan “Light You Up” mengajak pelanggan Daihatsu bergaya hidup lebih cerah dan bercahaya. Terkait dengan perkembangan teknologi, Daiahatsu dengan mobil-mobil kei car terus melakukan inovasi produk melalui pendekatan tekologi keamanan dan keselamatan. Ini yang dikembangkan Daihatsu dengan menyematkan teknologi Smart Assist III pada produk mobilnya. Pengembangan ini merujuk ang-

48

13 - 19 November 2017

ka kecelakaan yang terjadi di Jepang yang mencapai 1,471 juta kasus, yang semuanya disebabkan kelalaian manusia. Kecelakannya didominasi tabrakan dari belakang, dengan rata-rata kecepatan 30 kpj. Salah satu model yang disematkan fitur canggih ini yaitu Daihatsu Tanto. “Daihatsu mempersiapkan teknologi tersebut melalui fitur Smart Assist III, yang juga diciptakan dengan harga terjangkau,” ujar Ichiro Otaki, Brand GM Daihatsu Motor Company (DMC) di pabrik Daihatsu, Shiga, pada kunjungan lainnya, selama sepekan jurnalis Indonesia ada di Jepang. Dengan teknologi ini, kecelakaan mobil produk Daihatsu bisa ditekan. Setidaknya ada banyak peringatahn yang bisa diterima pengemudi sebagai sinyal menjaga jarak dan menghindari tabrakan. Mobil-mobil ini bahkan telah banyak beredar di Jepang. Teknologi ini, kuncinya ada di kamera kecil yang disematkan di tengah kaca depan bagian atas. Otaki menambahkan, teknologi Smart Assist sudah diperkenalkan sejak 2012, mulai dari generasi pertama, dengan teknologi infra merah. Kemudian yang kedua pada 2015, mengombinasi infra merah bersama dengan tambahan kamera. “Lalu berselang satu tahun atau di 2016, lahirlah generasi ketiga Smart Assist, yang menggunakan kamera compact terkecil di dunia. Berfungsi untuk mencegah tabrakan mobil di depannya maupun pedestrian,” ucap Otaki. Kebahagiaan Daihatsu Motor Company (DMC) terus melakukan inovasi. Tak hanya dalam bidang produk tetapi juga dalam strategi mengelola pasar. Dengan pendekatan pemasaran berbasis kafe dan pengembangan CSR, DMC terus merangkul dan menjaga kesetiaan

pecinta produknya. Tingkat kepuasan pelanggan pun menjadi rujukan utama. Kata kuncinya kebahagiaan. Kebahagiaan bagi semua komponen kini menjadi rujukan DMC dalam membangun jaringan bisnisnya. Setidaknya ini salah satu poin penting yang bisa diapresiasi pada kunjungan jurnalis atas undangan DMC ke Tokyo Motor Show (TMS) 2017. Para wartawan tak hanya diajak melihat produk dan pameran mobil-mobil baru di negeri Sakura, selama sepekan di Jepang, para jurnalis Indonesia juga diperkenalkan dengan strategi pemasaran DMC. Didampingi Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, para wartawan diajak mengunjungi sejumlah tempat yang memiliki kontribusi dalam pemasaran produk-produk Daihatsu. Ikut dalam tim, Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & CR Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation. Dalam memperkenalkan sistem pemasaran dan layanan konsumennya, para jurnalis diajak ke sejumlah kafe. Kafe pertama yang dikunjungi ada di kota Kamakura. Kota ini menjadi salah satu ruang pajang mobil dengan model khusus. Copen Local Base Café Outlet, itu namanya. Outlet ini berfungsi sebagai tempat santai dan bertemu pemilik mobil Daihatsu. Pusat Kolaborasi dengan komunitas lokal dan tempat untuk melakukan komukasi bisnis antara dealer dengan para distributor. Sistem pemasaran yang akrab dan dekat dengan pelanggan ini terus dikembangkan Daihatsu. Pengunjung atau pemilik Daihatsu bisa datang ke tempat ini sambil minum. Di kafe ini dipajang satu mobil Copen buatan 2014 sebagai daya tarik. “Ini merupakan model yang diterapkan di Jepang, dan kemungkinan bisa diadopsi di Indonesia,’’ jelas Amelia Tjandra.


Bali Post/dir

Presiden Direktur Daihatsu Motor Company Koichiro Okudaira saat menunjukkan salah satu mobil konsepnya di Tokyo Motor Show 2017.

Tak hanya melihat Copen Local Base Café, keesokan harinya para jurnalis langsung berkunjung ke perakitan Copen. Di lokasi ini, tim diperkenankan melihat para pekerja dan mekanik Daihatsu merakit mobil Copen, mobil dengan dengan CC kecil namun memiliki desain yang sangat khas dan elegan. Mobil dengan dua tempat duduk ini dirancang dengan sangat sempurna. Konsep pemasaran Daihatsu lainnya ada di Kota Shiga, tepatnya di Ritto. Konsepnya juga mirip cafe namun layanannya diperluas. Di sini juga dijual mobil-mobil baru Daihatsu. Di outlet ini konsep pemasaran dilakukan dengan bentuk cafe, layanan bengkel dan penjualan onderdil mobil. Khusus pegunjung bengkel bisa melakukan layanan online

dan saat menunggu bisa menikmati layanan pijat serta bisa menikmati makanan dan minuman yang disediakan kafe. Semuanya gratis. Konsumen di sini dilayani dengan pendekatan kebahagiaan. Pemilik Shiga Daihatsu, Keichi Gato mengatakan ada lima konsep layanan berbasis kebahagiaan yang diterapkan. Kelima konsep itu adalah karyawan bahagia, konsumen bahagia, relasi bahagia, group Daihatsu bahagia, serta komunitas lokal bahagia. “Kami yakin jika karyawan bahagia, produknya termasuk produktivitasnya akan bagus. Ini akan erat kaitanya dengan kebahagiaan konsumen,” ujar Gato. Manajemen kebahagiaan ini merupakan hasil kajian selama bertahuntahun sebagai jawaban mengatasi per-

saingan pasar. Gato yang kini mengelola 14 outlet di Kota Shiga mengakui bahwa kebahagiaan relasi Daihatsu, bisnis group juga harus dibangun dengan melakukan komunikasi dan layanan prima. Sedangkan untuk menjaga interaksi dengan komunitas lokal pihaknya melakukan berbagai kegiatan berbasis budaya lokal. Hendrayadi Lastiyoso mengaku sudah mengadopsi sistem pemasaran ini di sehumlah outlet Daihatsu di Indonesia. Pihaknya berkomitmen akan terus membangun dan menjaga kebahagiaan pelanggan Daihatsu. “Kami Daihatsu benar-benar konsisten menjabarkan Daihatsu Sahabatku,” katanya. l Dira Arsana

13 - 19 November 2017

49


TA K S U

Jero Mangku Dalang Made Subrata NAMA Made Subrata begitu familiar bagi masyarakat Banjar Aseman Kawan Desa Tibubeneng, Badung. Sebab, pria kelahiran 20 Oktober 1965 ini merupakan salah satu dalang yang juga berprofesi sebagai pemangku. Awalnya dia adalah seorang petugas keamanan hotel, namun beralih terjun ke dunia pedalangan untuk meneruskan warisan seni leluhurnya. Maklum, leluhurnya merupakan seorang seniman terkenal saat itu, khususnya seniman arja. Made Subrata menuturkan, sebelum menekuni dunia seni pedalangan, berbagai masalah menimpa kehidupannya. Keluarga besar suami Ni Made Darmiasih ini pun menanyakan hal itu kepada sulinggih. Atas petunjuk sulinggih tersebut, Made Subrata harus melanjutkan seni pedalangan yang telah diwariskan oleh leluhurnya. Made Subrata pun mengambil keputusan untuk mulai belajar seni

50

13 - 19 November 2017

pedalangan. Meski menekuni seni saat usia sudah tidak muda lagi, tidak membuat Made Subrata patah semangat. Sebaliknya, dia justru lebih semangat untuk mengabdikan hidup pada seni pedalangan. Hal ini dilakoninya bersama kesehariannya sebagai pemangku, yang juga memerlukan ketulusan dan kesabaran. Terlebih, anak-anaknya saat itu masih memerlukan biaya untuk pendidikan. Bagi sebagian masyarakat Bali, profesi dalang dinilai menghadapi banyak risiko. Misalnya, dalam mementaskan sebuah judul cerita yang sarat nuansa spiritual, dalang akan menghadapi banyak cobaan dan godaan. Namun, hal ini tidak membuat Made Subrata mundur dalam menjalani profesi sebagai dalang. “Jika dalam melaksanakan kewajiban sebagai dalang menghadapi cobaan maupun musibah, itu merupakan sebuah jalan hidup yang harus

dilalui dan tidak bisa dihindari,� jelasnya. Sikap tulus dan ikhlas dan kesediaan berbagi dengan sesama seniman, membuat Made Subrata disukai banyak teman. Sementara di mata anaknya, Subrata adalah sosok yang sangat disiplin, bertanggung jawab dan patut menjadi panutan. Sebagai seorang seniman, Subrata ingin seniman lainnya bisa menempatkan diri dengan tidak lepas dan keluar dari pakem. Sebab jika keluar dari pakem, taksu (talenta) dari apa yang dilakoni tidak akan ada. Justru akan menjadikan profesi dalang yang dijalani tidak akan dikenang oleh generasi berikutnya. “Menjadi seorang seniman adalah sebuah pilihan. Mengabdikan diri pada seni memerlukan ketulusan sehingga taksu dari seni yang kita lakoni akan hidup,� pungkas Jero Mangku Dalang Made Subrata. l Trimaja/bali tv


208 | 13 - 19 November 2017

Mulai dari Nol

RP 20.000


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 208 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu