terbit sejak 16 agustus 1948
u g g n Mi
perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
Minggu wage, 18 februari 2018
Pengemban Pengamal Pancasila
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
puan minimal 30 persen dan domisili kantor tetap di tingkat DPP. Di tingkat provinsi, ada tambahan syarat, yakni memenuhi keanggotaan di 75 persen kabupaten/kota di 34 provinsi. Syarat terakhir, yakni status sebaran pengurus sekurang-kurangnya 50 persen kecamatan pada 75 persen Kabupaten/Kota di 34 provinsi. PBB dianggap tidak memenuhi syarat karena sebaran anggotanya di Papua Barat kurang dari 75 persen. Hal. 19 Tak Penuhi Syarat
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
BU Gagal Juara
Empat Parpol Baru, Dua Wajah Lama Tersingkir
Empat parpoil baru itu adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gerakan Perubahan Indonesia, Partai Berkarya dan Partai Persatuan Indonesia. Sementara dua partai wajah lama yang tersingkir adalah Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) lantaran tidak memenuhi syarat. Aspek yang dinilai dalam administrasi dan verifikasi faktual mencakup keberadaan pengurus inti parpol di tingkat pusat, keterwakilan perem-
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
14 Parpol Berhak Ikut Pemilu 2019
Jakarta ( Bali Post)Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sabtu (17/2) kemarin menetapkan 14 partai politik lolos verifikasi dan berhak menjadi peserta Pemilu 2019. Dari jumlah itu empat parpol baru dan dua wajah lama peserta Pemilu 2014 tersingkir.
20 HALAMAN
NOMOR 177 TAHUN KE 70
Jakarta (Bali Post) – Semangat perjuangan anak-anak Bali United patut diacungi jempol. Sekalipun serdadu Tridatu gagal meraih Piala Presiden namun BUFC mampu memberi perlawanan seimbang. BUFC kalah dari Macan Kemayoran dengan skor telak 3-0. Dalam laga yang digelar Sabtu (17/2) kemarin, di Stadion Utama Bung Karno tersebut, Bali United tidak kuasa menahan gempuran Persija yang dimotori oleh Mario Simic. Di babak pertama saja, Fadil Sausu dan kawan-kawan sudah tertinggal 2-0. Kedua gol diborong oleh Simic dan salah satunya lewat aksi salto yang gagal dihalau Wawan Hendrawan. Perbaikan performa tidak terjadi di babak kedua. Bali United tetap tertekan meski telah mencoba mengubah formasi. Van der Velden yang sebelumnya bermain sebagai gelandang bertahan digeser ke sayap kiri. Memang hal ini membuat Bali semakin menyerang namun gol tidak kunjung datang. Justru Persija yang menambah gol melalui Novri Setiawan. Meski telah memasukkan beberapa pemain baru seperti Irfan Bachdim, namun anak asuh Widodo Cahyono Putro gagal mencetak gol. Hal. 19 “Fair Play”
mPartai Amanat Nasional mPartai Berkarya mPDI Perjuangan mPartai Demokrat mPartai Gerindra mPartai Gerakan Perubahan Indonesia mPartai Golkar mPartai Hanura mPartai Keadilan Sejahtera mPartai Kebangkitan Bangsa mPartai Nasional Demokrat mPartai Persatuan Indonesia mPartai Persatuan Pembangunan mPartai Solidaritas Indonesia (PSI)
PELANGGARAN - Pemain Bali United FC (BUFC), Andika, melakukan pelanggaran kepada pemain Persija. Persija menang 3-0 atas BUFC di pertandingan final Piala Presiden, Sabtu (17/2) kemarin.
Aksi Tolak Reklamasi Teluk Benoa
Bukti Rakyat Bali Terus Melawan Denpasar (Bali Post) “Pengusaha-pengusaha kongsi dengan penguasa. Walau sudah kaya masih kurang juga. Hukum direkayasa hanya buat yang kaya. Yang jadi korbannya, rakyat jelata”. Penggalan lirik lagu “Mafia Hukum” ini dikumandangkan oleh band Navicula dalam aksi tolak reklamasi Teluk Benoa di depan Kantor Gubernur Bali, Sabtu (17/2) kemarin. Aksi yang dibungkus dalam bentuk parade budaya ini untuk kesekian kalinya digelar ForBALI dan Pasubayan Desa Adat/Pakraman Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa. Lagu “Mafia Hukum” sendiri ada dalam album kompilasi “Bali Bergerak”, sebagai salah satu bentuk perlawanan terhadap rencana investor menguruk Teluk Benoa seluas 700 hektar. “Perpres 51 tahun 2014 itu adalah merekayasa hukum. Bagaimana merekayasa zona konservasi menjadi zona budi daya,” ujar Robi, vokalis Navicula. Hal. 19 Perjuangan Hati Nurani
BPM/eka
’’Ngaben Bikul’’ di Desa Bedha
SEBAGAI daerah lumbung beras Bali, Kabupaten Tabanan tentu saja memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Sejumlah tantangan pun kerap dihadapi para petani. Misalnya serangan hama tikus yang mengancam hasil produksi pertanian. Mengatasi hama tikus, sejumlah desa di Kabupaten Tabanan masih menggunakan cara tradisional yakni pangeropyokan. Tidak hanya itu, upacara mrateka merana atau ngaben bikul kerap masih dilakukan khususnya oleh krama subak di wilayah Desa Pakraman Bedha, Tabanan. Upacara ini masih erat kaitannya dengan keselamatan dan kesuburan tanaman, khususnya padi. Upacara mrateka merana ini sudah sering dilakukan di wilayah Desa Pakraman Bedha dan telah dianggap sebagai loka dresta (kebiasaan setempat) apalagi upacara ini dilaksanakan di tempat suci yaitu di Penataran Bale Agung Pura Puseh Luhur Bedha. Bahkan setelah upacara dilaksanakan ternyata telah memberikan bukti nyata bagi kehidupan para petani. “Tradisi ngaben bikul di Bedha sampai saat ini masih ada, hanya saja dilaksanakan bila ada serangan hama tikus yang tidak terkendali di sawah, “terang Bendesa Adat Bedha, Ir. I Nyoman Surata, Sabtu (17/2) kemarin. Upacara ini, kata Surata, bertujuan menyucikan roh atau atma hama penyakit supaya kembali ke asalnya sehingga tidak kembali menjelma ke bumi sebagai hama penyakit dan merusak segala jenis tanaman yang ada di bumi, khususnya tanaman padi. Hal. 19 “Jero Ketut”
AKSI- Aksi tolak reklamasi digelar ForBALI dan Pasubayan, Sabtu (17/2) kemarin. Bali Post/ant
Ramah dengan Alam Umat Hindu di Bali sejak lama mengamalkan ajaran Tri Hita Karana. Konsep yang melahirkan kehidupan harmoni dan ramah dengan alam ini kini perlu direvitalisasi. Pasalnya, kemajuan teknologi pertanian dengan tujuan meningkatkan produksi pertanian tinggi dalam waktu singkat mendesak warga utamanya sektor pertanian dengan zat kimia.
CONTOH sederhana manusia Bali ramah dengan alam dan lingkungannya kita bisa temukan di Desa Timpag, Tabanan. Desa yang dipenuhi pemandangan persawahan yang masih asri bersama komponen pendukung lainnya kini juga sedang bersiap menjadi desa wisata. Salah satu budaya pertanian warga setempat adalah membunuh hama tikus dengan predator alami. Jadilah warga setempat melindungi dan mengembangkan peternakan burung hantu jenis Tyto Alba yang populasinya hanya ditemukan di Desa Timpag. Hal. 19 Pemangsa Alami
Burung Hantu Alternatif Pengendalian Hama Tikus Oleh Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., MMA.
BURUNG HANTU-Warga Desa Timpag tampak ramah dengan burung hantu.
BPM/san
PENGELOLAAN usaha tani di tingkat petani seperti di lahan sawah sangat rentan terhadap terjadinya gagal panen. Selain karena faktor alam seperti kondisi cuaca yang ekstrem, kekeringan, banjir, juga adanya serangan hama dan penyakit menjadi ancaman yang sangat serius bagi para petani yang sekaligus merugikan mereka secara ekonomis dan psikologis. Hal. 19 Sepanjang Musim
Cara Krama Subak Bekutel Kendalikan Hama
’’Matur Piuning’’ di Pura Masceti dan Sistem ’’Geropyokan’’
BPM/dok
NGABEN BIKUL - Warga sedang memercikkan tirtha menjelang upacara ngaben bikul.
Di tengah berkembangan zaman, petani padi belakagan ini lebih memilih menggunakan obat-obatan berbahan kimia untuk mengusir serangan hama yang melanda tanaman padi mereka. Jika sebelumya petani cenderung menggunakan caracara tradisional, namun kini cara tersebut mulai ditinggalkan oleh petani bahkan mulai punah.
KRAMA Subak Bekutel masih memiliki tradisi yang menjadi warisan turun-temurun untuk mencegah merebaknya merana/hama yang menyerang padi mereka. Caranya dengan menghaturkan sesaji atau banten pejati di pura terdekat yang lokasinya berdekatan dengan lahan pertanian warga. Klian Subak Bekutel, Desa Apuan, Susut, Bangli, I Wayan Tata, mengungkap, untuk mengurangi serangan hama yang melanda persawahan di Subak Bekutel, petani matur piuning ke Pura Dugul dan Pura Masceti yang lokasinya berdekatan dengan lahan persawanan. Kata dia, tradisi ini memang sudah menjadi warisan yang ada sejak turuntemurun. Hal. 19 “Banten Pejati”
GEROPYOKAN - Sistem geropyokan untuk membasmi hama tikus di Subak Bekutel.
2
Daerah Pupuk Kimia Ancam
Minggu Wage, 18 Februari 2018
Penggunaan Masih Marak
PHDI Bangli Lantik Pengurus Harian Tingkat Kecamatan Bangli (Bali Post) – Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli melantik puluhan pengurus PHDI tingkat kecamatan masa bakti 20182023, Sabtu (17/2) kemarin. Usai dilantik, pengurus PHDI tingkat kecamatan yang baru diminta untuk selalu mengisi diri tentang pengetahuan Agama Hindu sehingga mampu mengamalkan dharma agama dan dharma negara di masyarakat dengan baik. Pelantikan pengurus PHDI Kabupaten Bangli tingkat kecamatan dilaksanakan di Kantor PHDI Kabupaten Bangli. Acara pelantikan dihadiri camat dan sejumlah undangan lainnya. Puluhan pengurus PHDI tingkat kecamatan yang dilantik Ketua PHDI Kabupaten Bangli Nyoman Sukra merupakan hasil lokasabha yang dilaksnakan pengurus sebelumnya serta tokoh-tokoh masyarakat. Nyoman Sukra mengatakan pelantikan pengurus PHDI tingkat kecamatan dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Jumlah pengurus parisadha yang dilantik untuk masing-masing kecamatan bervariasi, tergantung luas wilayah dan kebutuhan di masing-masing kecamatan. “Pengurus parisadha tingkat
Semarapura (Bali Post) -
Penggunaan pupuk organik pada sektor pertanian gencar dikampanyekan pemerintah. Termasuk di Kabupaten Klungkung. Namun, hal tersebut belum mendapat respons maksimal dari petani. Sebagian besar masih bergantung pada pupuk kimia. Demikian pula dalam penanganan hama, pestisida nabati belum dilirik, dengan sejumlah alasan. Realita ini menyebabkan unsur hara pada lahan semakin terancam.
BPM/ina
LANTIK - Ketua PHDI Bangli melantik puluhan pengurus PHDI tingkat kecamatan, Sabtu (17/2) kemarin. kecamatan ini dilantik untuk memudahkan tugas dan peran PHDI Bangli dalam rangka menjalankan dharma agama dan dharma negara,” terangnya. Dalam pelantikan kemarin, Sukra mengatakan ada banyak pesan yang disampaikannua kepada para pengurus yang baru, salah satunya meminta mereka untuk selalu mengisi diri dengan pengetahuan Agama Hindu, baik menyangkut sejarah, implementasi, dan tantang Agama Hindu ke depan. Pengetahuan tentang Agama Hindu, menurut Sukra harus dikuasai para pengurus parisadha agar jangan terjadi salah penyampaian ke
masyarakat maupun terjadi pertentangan di intern pengurus tentang pemahaman suatu hal. “Misalnya pengurus tidak boleh sampai tidak tahu pengertian aliran dengan agama. Jangan sampai dicampuradukkan,” jelasnya. Dikatakan juga oleh Sukra bahwa untuk meningkatkan pengetahuan tentang tugas-tugas yang harus dilaksanakan nanti, seluruh pengurus yang telah dilantik akan diberikan pembekalan. Nantinya pengurus parisadha tingkat kecamatan juga akan diberi tugas untuk membentuk parisadha tingkat desa bekerjasama dengan tokohtokoh masyarakat dan adat di desa-desa. (kmb40)
Bupati Dorong Optimalisasi Peran Bumdes Amlapura (Bali Post) Pascaturunnya status Gunung Agung ke level siaga, aktivitas perekonomian di Karangasem mulai menggeliat. Untuk mempercepat pemulihan ekonomi yang sempat anjlok, Pemkab Karangasem kini mendorong optimalisasi peran pemerintahan desa melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Bupati IGA Mas Sumatri, saat membuka rapat koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Desa (P3MD) Karangasem di Kantor Mitra Bumdes, Desa Bungaya Kangin, Bebandem, Sabtu (17/9) kemarin, mengakui Bumdes masih memerlukan sentuhan untuk bisa maju. Namun, keterbatasan semestinya tidak boleh menjadikan Bumdes loyo. Justru Bumdes harus mampu membaca dan memaksimalkan peluang sehingga misi bumdes sebagai salah satu penggerak perekonomian bisa terwujud. “Karangasem bunya banyak potensi, bunya beragam produk. Saya berharap Bumdes bisa mengambil peran, bukan hanya untuk pemasaran produknya tapi turut serta dalam menstabilkan harga,” ungkapnya. Bumdes, menurut Mas Sumatri, bisa masuk ke semua sektor dan bidang kegiatan. Bumdes bisa hadir untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan bahan pokok seperti beras, memastikan ketersediaan pupuk dan bibit untuk petani termasuk urusan menjaga harga elpiji hingga tak melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Lahan Pertanian
Petani di Subak Sidayu, Kecamatan Banjarangkan, Nyoman Karma menuturkan pupuk kimia masih menjadi kebutuhan wajib untuk penyuburan tanah. Porsi organik tergolong sedikit. Ia beralasan, penggunaannya karena mampu mendatangkan hasil lebih cepat. Demikian pula produksi padinya bisa lebih banyak. “Sekarang, petani dituntut tingkatkan produksi. Karena seperti itu, pakai pupuk kimia,” katanya Sabtu (17/2) kemarin. Melihat pengalaman penggunaan pupuk organik di subak lain, hasil panennya lebih sedikit jika dibandingkan dengan kimia. Sebagai petani, itu tentu tidak memuaskan lantaran berimbas pada pendapatan. “Itu makanya belum berani menggunakan pupuk organik penuh. Untuk jangka pendek sulit, efeknya ke tanaman perlu waktu lebih lama,” ucapnya. Jika ingin benar-benar mendorong petani untuk meninggalkan pupuk kimia, menurut Karma pemerinah harus mampu mensubsidi petani dalam
kurun beberapa tahun, ketika masih tahap penyesuaian. “Untuk musim pertama, bisa saja panen lebih sedikit. Ini kan merugikan petani. Perlu ada subsidi supaya pendapatan setara dengan hasil penggunaan pupuk kimia,” ungkapnya. Terkait penanganan hama juga masih menggunakan pestisida kimia. Lagi-lagi, proses dan hasil lebih instan dijadikan alasan. “Ada pelatihan pembuatan pestisida nabati. Tetapi kami belum mencoba. Masih kimia,” imbuhnya. Petani di Subak Losan, Desa Takmung, Ketut Suetana juga menyatakan sebagian besar petani masih enggan menggunakan pupuk organik maupun pestisida organik. Padahal harganya jauh lebih murah dari kimia. “Semuanya masih memakai kimia. Hasilnya lebih cepat terlihat,” sebutnya. Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, mengakui karakter petani seperti itu. Ditegaskan, jika terus menggunakan pupuk kimia, unsur hara dalam tanah semakin terancam.
BPM/sos
PUPUK - Petani di Kabupaten Klungkung belum memakai pupuk organik secara maksimal. Demikian pula pestisida nabati. “Memang masih sulit mengarahkan petani untuk pakai organik. Memang hasilnya tidak terlihat instan. Tetapi untuk jangka panjangnya bagus. Dari waktu panen juga sama. Asal pemakaiannya sesuai SOP,” jelasnya. Tahun ini, pemkab membuat demplot padi organik seluas 25 hektar di Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan. “Kami buat percontohan. Semua proses, dari pemu-
pukan sampai pembasmian hama pakai organik. Ini untuk memberi contoh ke petani,” katanya. Terkait pupuk organik, tahun ini Kabupaten Klungkung mendapat subsidi dari Pemerintah Provinsi Bali untuk 2.355 hektar lahan, dengan volume 500 kilogram per hektar. “Kalau dari sisi harga, sangat murah. Petani hanya bayar Rp 150 per kilogram. Rp 800 disubsidi Pemprov,” terangnya. (kmb45)
Kedatangan Wisatawan Tiongkok Melalui Bandara Ngurah Rai Mulai Membaik
BPM/kmb
BUMDES - Berbicara di hadapan jajaran P3MD Karangasem, Bupati Mas Sumatri mendorong optimaliasi peran Bumdes. Untuk optimalisasi peran Bumdes, Mas Sumatri juga mengharapkan dukungan serius dari jajaran P3MD. Lembaga di bawah Kementerian Desa itu diharapkan melakukan pendampingan secara maksimal sehingga kegiatan yang dirancang Bumdes menjadi lebih terarah. Pendampingan juga diharapkan bisa membantu Bumbes membangun sistem manajemen yang andal sehingga program Bumdes tidak monoton pada kegiatan simpan pinjam saja. “Program pendampingan harus mampu menumbuhkan inovasi,” tegasnya. Dalam menjalankan roda usaha, Bumdes wajib memaksimalkan potensi sumber daya desa yang ada, misalnya LPD yang ada di desa pakraman. Mas Sumatri berkeyakinan
terselenggaranya kegiatan Bumdes akan memberi dampak positif terhadap daya saing produk-produk unggulan lokal. Rapat koordinasi dihadiri jajaran P3MD Karangasem yang terdiri dari unsur tim ahli, fasilitator kabupaten dan 41 orang fasilitator desa. Rapat koordinasi mengusung tema “Sinergitas Pemangku Kepentingan dalam Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa”. Rapat koordinasi ditandai penyerahan bantuan untuk penanganan pengungsi oleh Koordinator P3MD Provinsi Bali, Jro Kadek Suardika, kepada Bupati Mas Sumatri. Penyaluran bantuan dalam bentuk uang tunai itu selanjutnya dikoordinasikan oleh Koordinator P3MD Karangasem, I Komang Kuta Waringin. (kmb)
Mangupura (Bali Post) Kedatangan wisatawan Tiongkok melalui Bandara Ngurah Rai saat ini sudah mulai membaik. Hal itu bisa dilihat dari jumlah penerbangan saat ini sudah mulai normal untuk reguler dan juga charter flight. Menurut Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Ari Ahsanurohim, selama hari raya Imlek ini, ada 53 penerbangan per hari. Dengan rincian, 26 penerbangan menuju ke Tiongkok dan 27 kedatangan dari Tiongkok. Namun, diakuinya, memang tidak ada penambahan penerbangan untuk charter flight dari Tiongkok ataupun ke Tiongkok. “Ada 53 penerbangan per hari selama Imlek, tapi itu semua mix antara yang reguler dengan charter flight,” ujarnya. Dikatakan Arie, untuk charter flight ada Sriwijaya Air, Citylink, dan Lion Air. Sedangjan untuk penerbangan reguler ada China Eastern, China Southern, China Airlines, Garuda dan Eva Air. Meski demikian, terkadang maskapai ini tidak juga beroperasi karena permintaan penumpang tidak ada. Meski penerbangan sudah normal, namun jumlah kedatangan wisatawan Tiongkok
rata-rata per hari saat ini mengalami penurunan sebesar 7 persen dibandingkan dengan tahun 2017. Untuk Januari tahun 2017, jumlah wisatawan Tiongkok sekitar 115.000. Sedangkan untuk tahun ini sekitar 107.000 ratarata total per bulan. “Secara global memang mengalami penurunan sebesar 7 persen. Baik keberangkatan maupun kedatangan,” ujarnya. Penurunan ini dikatakannya, akibat operasional penerbangan dari Tiongkok dan ke Tiongkok maupun charter flight memang load factor (LF) atau faktor muatnya belum normal. Kalau dulu LF hampir 90 persen penerbangan Tiongkok. Namun saat ini masih 60-70 persen. “Dikatakan normal, memang sudah normal, namun angka untuk harian dibandingkan dengan tahun lalu cenderung turun. Memang tidak bisa dimungkiri masih ada pengaruh dari erupsi Gunung Agung,” ucapnya. Dalam rangka Valentine’s Day dan Chinese New Year Bandara Ngurah Rai memberikan suguhan khusus untuk para penumpang. Dengan mengusung tema “Lovely Chinese New Year”, manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai menghadirkan nuansa oriental “The Year of The Dog”
BPM/edi
PENUMPANG - Suguhan khusus untuk para penumpang di Bandara Ngurah Rai, dengan tema “Lovely Chinese New Year”, menghadirkan nuansa oriental “The Year of The Dog” khas Chinese New Year. khas Chinese New Year yang dipadukan dengan berbagai hiasan iconic Valentine yang nampak romantis. Diorama Chinese Doll, Chinese Photobooth dengan pohon mei hua dan dedaunan yang dibentuk seperti jantung hati, serta Hanging Lampion khas Tiongkok dengan sentuhan warna merah muda yang identik dengan Hari Valentine. Selain menyulap dekorasi terminal, bandara ini jadi menyuguhkan berbagai kegiatan. Perayaan thematic event Valentine dan Imlek ini berlangsung dari tanggal 12 – 18 Februari 2018.
Diawali dengan Valentine Lucky Shop, Barongsai Performance, Game Activity dan Band performace di terminal internasional dan domestik. Barongsai Performance ditampilkan untuk menyambut kedatangan penumpang. Selain itu, terdapat jazz performance di area ruang tunggu keberangkatan. “Suguhan hiburan ini tujuannya untuk menemani penumpang yang sedang menunggu panggilan boarding. Para penumpang tidak bosan, senang dan mereka meninggalkan Bali dengan penuh kesan,” tambah Arie. (kmb23)
Mabuk Arak, ”Truli” Tewas Nyemplung di Sungai Amlapura (Bali Post) Pesta tuak Jumat (16/2) malam, menjadi akhir dari perjalanan hidup I Nyoman Yasa (40). Truli (teruna lingsir) atau bujang lapuk asal Banjar Abang Kelod, Desa/ Kecamatan Abang, Karangasem itu nyemplung ke dasar sungai ketika pulang dari tempat minum-minum. Sabtu (17/2) siang kemarin. Tetangganya pun heboh karena lakilaki humoris itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. ‘’Korban ditemukan dalam posisi telentang di dasar Tukad Bangke, masih di wilayah Abang Kelod. Ada sejumlah luka di wajah dan kepala, kemungkinan itu karena terantuk batu sungai,’’ ujar Kapolsek Abang, AKP I Nyoman Sugita Yasa. Petaka yang dialami kor-
ban terjadi ketika korban pulang dari rumah temannya I Made Alit (40), masih di Banjar Abang Kelod. Namun, saat pulang sekitar pukul 21.00, korban masih dalam kondisi mabuk usai pesta arak. Korban pulang diantar dengan sepeda motor sampai di jalan setapak di pinggir aliran Tukad Bangke. Dari jalan setapak itu korban kemudian berjalan kaki. Berdasarkan penyelidikan polisi, korban nyemplung ke dasar sungai diduga karena terpeleset. Korban terperosok dari ketinggian sekitar 20 meter. Pria yang memang dikenal doyan minum tuak itu meregang nyawa karena luka parah di kepala akibat terbentur batu di dasar sungai. Pihak keluarga korban meyakini korban tewas kare-
na kecerobohannya sendiri sehingga mereka menolak dilakukan autopsi. Nasib korban baru diketahui sekitar pukul 13.00. Jasadnya pertama kali diketahui ayahnya I Nyoman Sarga (65). Sebelumnya, Sarga sudah panik karena sampai siang korban tak kunjung pulang. ‘’Biasanya kalaupun menginap di rumah temannya, jam tujuh pagi pasti sudah ada di rumah. Ini sampai jam sebelas dia belum datang,’’ kata Sarga. Berbekal rasa khawatir, Sarga kemudian mencoba mencari-cari korban dengan menyusuri jalan setapak yang biasa dilalui korban. Benar saja, Sarga akhirnya menemukan korban sudah dalam kondisi tak bernyawa, kaku telentang telanjang dada di
dasar sungai. Untuk mengungkap kejadian tersebut, Polsek Abang sudah memeriksa beberapa saksi. Selain kedua orang tua korban, polisi juga sudah memeriksa I Made Alit dan beberapa teman korban lainnya, di antaranya I Nyoman Sutarma asal Banjar Magetelu, Desa Tribuana, Abang. Sutarma orang yang sebelumnya ikut menemani korban pesta arak di rumah korban. Dia mengatakan, pesta arak juga sempat dilanjutkan di rumah Made Alit. Sementara Alit mengakui korban pulang dalam kondisi mabuk tapi tidak mabuk berat. ‘’Saya yang mengantarnya sampai di jalan setapak dekat sungai. Dia yang minta diantar sampai di sana karena rumahnya sudah dekat,’’ terangnya.(kmb)
BPM/kmb
EVAKUASI - Warga Abang Kelod menonton proses evakuasi jasad I Nyoman Yasa di pinggir Sungai Tukad Bangke.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/ Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Wage, 18 Februari 2018
Daerah
Dinsos Cegah Tindak Kekerasan Perempuan dan Anak
Denpasar (Bali Post) Perlindungan dan pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak terus digelorakan sejumlah kalangan. Tidak terkecuali jajaran pemerintah. Seperti yang dilakukan Pemkot Denpasar melalui Dinas Sosial. Upaya ini dilakukan dengan melaksanakan program yang bersinergi dengan pihakpihak terkait. Dinas Sosial Kota Denpasar menggelar workshop perlindungan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak sekaligus launching Dharmajaya Konseling dan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di Kantor Dinas Sosial Kota Denpasar, belum lama ini. Kegiatan ini merupakan kerja sama Dinas Sosial Kota Denpasar dengan Forum Komunikasi Lembaga Kesejahteraan Sosial (FK-LKS) Kota Denpasar dan dan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga Dharma Jaya (LK3) Kota Denpasar. Sekretaris Dinas Sosial Kota Denpasar I Ketut Likub, mengatakan tujuan pelak-
sanaan workshop beserta launching ini guna menyamakan persepsi seluruh pihak terkait serta masyarakat lainnya mengenai perlindungan, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Anggapan bahwa perempuan dan anak merupakan kaum yang lemah harus diubah. Terkait dengan ketahanan keluarga, anak merupakan potensi masa depan bangsa dan berhak mendapat perlakuan sesuai hak asasi manusia,” ujarnya. Ketut Likub mengatakan, launching ini merupakan wadah bagi masyarakat Kota Denpasar untuk memberikan solusi bagi keluarga maupun kerabatnya yang memiliki permasalahan sosial. “Layanan terpadu ini menyasar pada pengaduan masyarakat yang belum dijangkau oleh Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti agar mendapatkan penanganan. Dengan terobosan-terobosan ini tentu diharapkan tidak ada lagi anggapan di masyarakat, bahwa perempuan dan anak merupakan sosok yang lemah dan tidak memiliki peran,
karena mereka memiliki potensi dan berhak mendapat perlindungan dan dukungan dari lingkungan sekitarnya”” ungkapnya. Koordinator Konselor Dharmajaya Konseling Suhito didampingi ketua LK3 Kota Denpasar Ketut Puja, mengatakan proses menolong masyarakat yang sedang mengalami masalah sosial terutama mengenai perempuan dan anak serta masalah sosial lainnya. Hal ini diwujudkan dalam bentuk memberikan pendampingan, mencari solusi dan mendorong mereka mengambil keputusan menyelesaikan masalahnya baik menggunakan konselor, psikolog, psikiater dan tim kesehatan lainnya. “Harapan kami adalah masyarakat merasa tidak memiliki keluarga dapat kami rangkul agar merasa aman dan nyaman. Agar tumbuh lembaga semacam ini dikalangan masyarakat mulai ditingkat banjar dan sekaa teruna guna ikut menangani permasalahan sosial dilingkungannya masing-masing,” pungkasnya. (kmb12)
Belum Diketahui Identitasnya
Penemuan Jenazah di Sungai Mahendradata Denpasar (Bali Post) Penemuan jenazah di sungai sekitar Jalan Mahendradata, Jumat (16/2) hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Saat ini masih di Instalasi Forensik RSUP Sanglah. Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr. Dudut Rustyadi, Sp.F., S.H. mengatakan, setelah melakukan identifikasi, pada lengan atas kanan sisi luar, terdapat tato melingkar berwarna hitam, bergambar motif ukiran. Pada lengan atas
kiri sisi luar juga terdapat tato berwarna hitam, bergambar bunga. Pada punggung kiri terdapat tato berwarna hijau kehitaman, bergambar kepala singa. Ada tidaknya kekerasan yang dialami, diakui pihaknya hanya menemukan luka lecet dengan tanda penyembuhan pada tangan dan kaki yang sudah mulai sembuh. Pada jenazah tersebut, ditemukan patah tulang pada dahi kanan. Ia mengatakan ada tanda kekekerasan akibat trauma tumpul. (kmb42)
BPM/wan
SKATEBOARD - Sejumlah remaja mengisi waktunya dengan bermain skateboard di areal bermain Lapangan Lumintang, Sabtu (17/2) kemarin.
60 ’’Couple” Ikuti ”Romantic Rally” dan ’’Dinner” Bersama Honda
SEDERETAN kegiatan Valentine 2018 telah dilakukan oleh Honda, di antaranya bagi-bagi coklat, kegiatan sosial Honda berbagi dan kini sebagai rangkaian dan puncak acara Valentine yang bertajuk “Say Your Love With Honda,” Sabtu (17/2) berlokasi di Mall Bali Galeria Kuta dilaksanakan acara Honda Romantic Dinner. Kegiatan yang di mulai dari siang hari, di mana sebanyak 60 pasangan kawula muda (couple) mengikuti acara di antaranya menyelesaikan games couple dengan tantangannya yaitu menebak lokasi landmark serta selfie, bermain pingpong dan memindahkan balon, mencari boneka berbentuk hati dan menebak nama makanan. Seluruh peserta berhasil mengikuti games dengan kekompakan team yang dibagi menjadi empat yaitu, tim PCX, tim BeAT, tim Scoopy dan tim Vario, berbaur mengenal satu dengan yang lainnya untuk dapat menuntaskan games
HONDA - Suasana kegiatan “Say Your Love With Honda,” Sabtu (17/2), berlokasi di Mall Bali Galeria Kuta dilaksanakan acara Honda Romantic Dinner. berkelompok ini. Seluruh peserta finish di Astra Motor Cokroaminoto, kemudian beristirahat sejenak untuk mempersiapkan diri mengikuti Romantic Rally. Setelah mendapatkan pengarahan mengenai edukasi safety riding, cara berkendara yang baik dan benar untuk couple, rambu-rambu lalu lintas, juga tim safety riding
Astra Motor berbagi informasi terkait kampanye keselamatan berkendara dengan tagline #Cari_Aman. Tagline ini merupakan ungkapan yang sangat populer di kalangan generasi muda Tanah Air. Kata ini mengandung makna bersikap hati-hati dengan tetap mengangkat sisi keseruan khas anak muda. Mengambil rute Cokroami-
noto-Buluh Indah-Mahendradata-Imam Bonjol-Finish di Mall Bali Galeria, seluruh peserta sangat rapi saat mengikuti Romantic rally di jalur tersebut. Suasana atrium Mall Bali Galeria dipenuhi peserta rally yang selanjutnya seluruh couple di manjakan dengan suasana romantis bernuansa Valentine. Berbagai performa di suguhkan untuk menghibur peserta couple ini. “Kami ingin memberikan apresiasi kepada konsumen Honda, terutama kawula muda dan ini merupakan kegiatan puncak dari rangkaian hari Valentine. Sekaligus kami juga melakukan pendekatan kampanye keselamatan berkendara dengan bahasa yang dekat keseharian anak muda saat ini yaitu #Cari_Aman dapat semakin menginspirasi mereka dalam memperhatikan keselamatan berkendara saat beraktivitas menggapai impiannya, unngkap Gede Legawa selaku marketing promotion. (bns)
Karangasem Dorong Investasi Sektor Bahari
BPM/ist
POHON - Tampak Sekda Kota Denpasar bersama Kadis Tenaga Kerja melakukan penanaman pohon di kawasan Subak Sembung.
Kawasan Subak Sembung Ditanami 500 Pohon
Denpasar (Bali Post) Untuk mewujudkan kawasan ruang hijau terbuka di sepanjang bantaran pengairan eko wisata Subak Sembung, Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Pemkot Denpasar melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi (Disnaker) Kota Denpasar bersinergi dengan mahasiswa dan 13 Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) melaksanakan penghijauan dengan menanam 500 pohon, Sabtu (17/2). Kegiatan ini dihadiri Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar IGA Rai Anom Suradi, sekaligus membuka acara yang ditandai dengan penyerahan bibit pohon kepada LPKS secara simbolis dan penanaman pohon di sepanjang bantaran pengairan Subak Sembung. Plt. Wali Kota Denpasar dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Rai Iswara menyambut baik dan
mendukung penyelenggaraan kegiatan penghijauan seperti ini sebagai salah satu implementasi komitmen Pemkot bersama masyarakat dalam upaya bakti penghijauan. Seperti yang terlihat ini, Pemkot bersama mahasiswa LPKS ikut serta dalam kegiatan penghijauan di sepanjang bantaran pengairan Subak Sembung, dalam rangka menyongsong HUT ke-230 Kota Denpasar. “Ini merupakan sebuah fiberasi rasa kebersamaan di antara kita untuk membangun Denpasar dengan sebaik-baiknya. Di mana lembaga ini nantinya merupakan sebuah kader-kader potensi, saat adik-adik ini sudah tamat pelatihan kerja, nantinya akan memahami arti dari lingkungan hidup. Sehingga dalam pekerjaannya nanti akan memberikan suatu warna, bahwa di dalam perusahaan memerlukan sesuatu yang hijau di dalam suatu pelaksanaan pekerjaan itu sendiri,” ungkapnya. Pemerintah akan sangat terbantu di dalam mewujud-
kan Denpasar menjadi kota yang bersih dan hijau, untuk itu Pemkot juga akan terus berupaya mempercantik aliran sungai dan lingkungannya guna mewujudkan ruang hijau terbuka yang nantinya bisa juga sebagai tempat olahraga dan rekreasi bagi masyarakat kota. Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar IGA Rai Anom Suradi, mengatakan tujuan penghijauan ini untuk melestarikan kawasan Subak Sembung dengan memperkuat kawasan penyangga subak khususnya daerah aliran sungai Subak Sembung. 500 bibit pohon yang ditanam ini merupakan bibit pohon langka, seperti bibit pohon kepundung, cempedak, sawo kecis, majagau, cendana, cempaka dan pohon kayu putih. Adapun nantinya penanaman bibit pohon ini akan dilaksanakan oleh 13 LPKS Kota Denpasar yang terdiri dari kurang lebih 450 orang berserta instansi terkait lainnya. (kmb12)
KARANGASEM punya banyak potensi pariwisata yang masih bisa dikembangkan, sektor wisata bahari salah satunya. Dari 87 km bentang pantai yang dimiliki, banyak yang belum tergarap dan menunggu untuk dikelola secara lebih baik. Untuk memaksimalkan pendapatan daerah serta agar potensi itu memberi nilai tambah bagi masyarakat, Pemkab Karangasem mendorong tumbuhnya investasi terutama di wisata bahari tersebut. ‘’Banyak spot yang bisa dikembangkan menjadi objek wisata. Sepanjang mematuhi ketentuan perundangan, kami sangat terbuka terhadap investor,’’ ucap Bupati IGA Mas Sumatri usai meresmikan peluncuran kapal cepat Wan Gobel Expres di Dermaga Rakyat Padangbai, Kamis (15/2) lalu. Mas Sumatri mengatakan Karangasem membuka ruang seluas-luasnya bagi penanam modal untuk membangun usaha di Bumi Tanah Aron. Menurut dia, Karangasem sangat membutuhkan dukungan pihak swasta termasuk dalam mengembangkan sektor pariwisata. Hanya, dalam dalam aktualisasi dari investasi itu, dunia usaha diharapkan memberi
kesempatan yang lebih kepada warga lokal. Sebab, kepentingan pemerintah terhadap dunia usaha bukan hanya untuk peningkatan pendapatan asli daerah tapi juga peningkatan kehidupan perekonomian masyarakat. Untuk mendukung keinginan memaksimalkan potensi wisata, saat ini Pemkab Karangasem sedang mengadakan pembenahan di bidang regulasi. Salah satunya akan melakukan revisi terhadap Perda Retribusi yang draf revisinya sudah diajukan ke lembaga dewan. Revisi perda itu diarahkan untuk membuka ruang kerja sama pengelolaan potensi antara pemerintah daerah dengan desa adat. Mas Sumatri memberi penekanan khusus kepada pelaku jasa penyeberangan wisata Padangbai-Gili Trawangan, Lombok Utara. Pihaknya berharap mereka lebih berinovasi sehingga aktivitas pariwisata ke Gili Trawangan juga bisa mengangkat potensi wisata Karangasem. ‘’Titik keberangkatan silakan dari Padangbai, tapi titik kembalinya misalnya di Pantai Ujung,’’ sarannya. Wawan Danu Sartika dari Wan Gobel Exspres mengaku siap mengonek-
BPM/kmb
PENYEBERANGAN - Aktivitas penyeberangan wisata di Dermaga Rakyat Padangbai.
sikan aktivitas wisata Gili Trawangan dengan objek wisata di Karangasem. Namun menyangkut Taman Ujung, pengusaha muda asal
Karangasem ini mengatakan optimalisasi kunjungan dari jalur laut terkenda oleh tidak adanya dermaga untuk sandar kapal. (kmb)
4
Minggu Wage, 18 Februari 2018
Stop! Kekerasan terhadap Guru GURU mendapatkan tantangan yang cukup tinggi dalam menghadapi anak-anak milenial sekarang ini. Contoh sederhananya kekerasan yang terjadi di Sampang Madura, kekerasan yang dialami guru saat pembelajaran berlangsung. Sungguh amat disayangkan guru yang dengan ketulusan mendidik dan mengajar diperlakukan secara tidak hormat di hadapan peserta didik lainnya. Kekerasaan seperti ini di mana saja bisa terjadi. Semoga ini tidak berulang. Tugas guru membangun karakter anak-anak masa depan ternyata belum dihayati dengan baik oleh peserta didik seperti yang dilakukan oleh MH, seorang siswa SMA Negeri Torjun Sampang Madura terhadap Ahmad Budi Cahyono, seorang guru honorer yang mengajarkan seni rupa. Tugas-tugas mendidik, mengajar, melatih, menilai ternyata belum diterima oleh anak-anak seperti di atas. Peserta didik seperti ini umumnya memiliki rekam jejak yang kurang baik sebelumnya. Tugas guru pastilah sudah optimal agar bisa memengaruhi anak-anak seperti MH. Menghadapi anak-anak yang diperlihatkan oleh anak seperti MH, perlu kerja sama dengan berbagai pihak. Misalnya, psikiater agar bisa diketahui perkembangan psikisnya (kejiwaannya) hingga ada rujukan jika sekolah nantinya mengambil sebuah keputusan maupun kepolisian. Pendekatan secara humanis perlu dikedepankan agar kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
BPM/ist
GURU - Guru ingin menjadikan peserta didik lebih baik dari sebelumnya, baik itu sikap, pengetahuan, maupun keterampilannya. Di dalam mencapai ketiga ranah inilah tantangan guru dipertaruhkan utamanya berhadapan dengan anak-anak seperti MH. Jiwa guru menjadi taruhan saat berhadapan dengan peserta didik seperti itu.
Kaki Diabetes
SALAH satu komplikasi diabetes adalah kaki diabetes (diabetic foot). Sebagian besar (4070%) dilakukan amputasi kaki terkait dengan diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama akan menimbulkan beban kepada jaringan tubuh.
Gula darah yang merupakan nutrisi tubuh, karena jumlahnya berlebih malah menjadi racun bagi sel-sel tubuh. Penumpukan racun itu akan mengganggu pembuluh darah dan sel saraf. Pembuluh darah mengalami kerusakan dan tidak dapat menyediakan kebutuhan nutrisi dan oksigen kepada jaringan tubuh yang membutuhkan. Akibatnya jaringan tubuh menjadi tidak sehat, sel-selnya kekurangan nutrisi dan dalam waktu lama menjadi rusak. Keadaan jaringan yang tidak sehat itu juga menjadi rentan terhadap masalah infeksi, karena sistem imunitas jaringan yang menjadi tidak optimal. Pengurangan sensasi kulit khususnya pada tungkai kaki disebabkan oleh kerusakan sel saraf tepi. Selain itu ditemukan kelemahan otot-otot intrinsik kaki, sehingga otot tersebut tidak dapat mempertahankan struktur dalam kaki terhadap pengaruh berat badan dan tekanan dari luar (misal: sepatu,
alas kaki lain). Kondisi di atas menyebabkan kaki rentan mengalami luka dan infeksi.
Deteksi Dini Deteksi dini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kaki diabetes di antaranya mengenal adanya keluhan kaki kesemutan atau baal (kulit terasa tebal), adanya perubahan bentuk kaki seperti jari yang bengkok, kulit kering, dan pecah-pecah, mata ikan, denyut nadi kaki melemah, melakukan pengukuran tekanan pembuluh darah di kaki dengan DOPPLER. Masalah yang sering dijumpai penderita kaki diabetes adalah kalus (penebalan kulit yang umumnya terjadi di telapak kaki terutama di bagian yang menonjol), kulit melepuh, kuku kaki yang tumbuh ke dalam, pembengkakan ibu jari, jari kaki bengkok, kulit kaki kering dan pecah. Hal-hal tersebut bila tidak ditangani baik akan berkembang menjadi infeksi. Prinsip Penanganan Kaki Diabetes - Pengendalian keadaan metabolic sebaik mungkin seperti pengendalian gula darah, kolesterol dan sebagainya. - Perbaikan suplai vascular (kecukupan aliran darah) biasanya dibutuhkan pada keadaan kerusakan pembuluh darah tepi,
dilakukan operasi atau angioplasty. - Pengobatan infeksi secara agresif jika terlihat tanda klinis infeksi - Mengurangi tekanan yang berulang yang dapat menyebabkan perlukaan. Gunakan selalu alas kaki baik didalam maupun diluar rumah. Kalau perlu buats epatu yang secara khusus disesuaikan dengan bentuk atau kelainan kaki yang ada. - Menjaga higenitas kaki dan kelembaban kaki trutama pada kulit yang kering. Edukasi perawatan kaki adalah: 1. Tidak boleh berjalan kaki tanpa alas kaki, termasuk di pasir dan air. 2. Periksa kaki setiap hari dan laporkan kepada dokter bila ada kulit terkelupas/kemerahan. 3. Gunting kuku secara benar, jangan membuat luka. 4. Bersihkan kaki setiap hari. 5. Gerakkan pergelangan kaki dan jari-jari kaki untuk melancarkan sirkulasi darah. 6. Jangan menggunakan silet, obat-obatan, sikat tajam untuk menghilangkan kapalan. l dr. Ida Ayu Pradnya Paramita
BPM/ist
DIABETES — Masalah yang sering dijumpai penderita kaki diabetes adalah kalus (penebalan kulit yang umumnya terjadi di telapak kaki terutama di bagian yang menonjol), kulit melepuh, kuku kaki yang tumbuh ke dalam, pembengkakan ibu jari, jari kaki bengkok, kulit kaki kering dan pecah. Hal-hal tersebut bila tidak ditangani baik akan berkembang menjadi infeksi.
Walaupun cuaca kurang bersahabat, marilah
Perlu Penghargaan Guru-guru yang meninggal saat menjalankan tugas perlu diberikan penghargaan baik dari pemerintah maupun oleh PGRI sebagai lembaga Nasional yang menaungi guru lebih-lebih sekarang ini sedang Rakornas di Batam dari 1 s.d. 4 Februari 2018 tentu masalah seperti ini ditindaklanjuti. Penghargaan itu, bisa berupa santunan atau bentuk lainnya yang bisa membantu meringankan beban keluarga yang dititinggalkan apalagi masih sebagai guru honorer yang gajinya di bawah upah minimum. Bisa dibayangkan hidup guru seperti itu. Guru dalam mendidik peserta didik pastilah mempertimbangkan segi-segi pedagogis. Ada langkah-
langkah yang dijalankan oleh guru hingga mengambil sebuah keputusan. Peserta didik yang kurang memperhatikan saat pembelajaran berlangsung sudah menjadi tugas guru untuk mengingatkan peserta didik yang seperti itu. Ada yang ingin dibelajarkan oleh guru paling tidak bisa menghargai orang lain saat berbicara di hadapannya. Akan tetapi, terkadang maksud mulia guru berbanding terbalik yang diterima seperti yang dilakukan oeh MH. Pasal 39 ayat 1 dalam Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2008 tentang Perlindungan Guru menyatakan bahwa guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulis, maupun tidak tertulis yang ditetapkan guru, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya. Dalam ayat 2 lebih diperjelas bahwa sanksi tersebut dapat berupa teguran dan/ atau peringatan, baik lisan maupun tulisan, serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai dengan kaedah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan. Guru ingin menjadikan peserta didik lebih baik dari sebelumnya, baik itu sikap, pengetahuan, maupun keterampilannya. Di dalam mencapai ketiga ranah inilah tantangan guru dipertaruhkan utamanya berhadapan dengan anak-anak seperti MH. Jiwa guru menjadi taruhan saat berhadapan dengan peserta didik seperti itu. Kenyamanan guru dalam mendidik, mengajar, membimbing, dan melatih terganggu. Tujuan pembelajaran yang sudah dipersiapkan guru sebelumnya belum terwujud secara optimal hanya karena diambil waktunya untuk memperhatikan peserta didik seperti itu. Kekerasaan terhadap guru semestinya tidak terjadi lebih-lebih pelaku kekerasan itu dilakukan oleh anak didiknya sendiri yang seharusnya menghormati tugastugas mulia guru. Doa guru amat menentukan keberhasilan peserta didik. Jika guru tersakiti, selama itu kegelapan jiwa akan tumbuh. Keilmuan guru memberi terang pada jiwa. Stop kekerasan pada guru karena guru pelita dalam hidup kemanusiaan. l IBW Widiasa Keniten
Serba-serbi Hemorrhoid atau Wasir
Hemorrhoid adalah suatu pelebaran dari pembuluh darah vena hemorrhoidalis yang tidak merupakan keadaan patologis. Hemorrhoid dibagi menjadi dua jenis hemorrhoid externa dan interna. Hemorrhoid externa adalah pelebaran dan penonjolan pembuluh darah vena hemorrhoidalis inferior terdapat di bawah line dentata dan ditutupi oleh epitel gepeng. Pada fase akut, hemorhoid externa dapat menyebabkan nyeri, hal ini dapat muncul sebagai akibat dari trombosis dari pembuluh darah vena hemorhoidalis dan terjadi perdarahan ke jaringan sekitarnya. Beberapa hari setelah timbul nyeri, kulit dapat mengalami nekrosis dan berkembang menjadi ulkus, akibatnya dapat timbul perdarahan. Hemorhoid Interna adalah pelebaran pembuluh darah venahemoroidalis superior di atas linea dentata dan ditutupi oleh mucosa.
Klinis Untuk gejala klinis dari hemorrhoid interna dibagi menjadi 4 derajat: Derajat I: Tonjolan masih di lubang anus, biasanya keluhan penderita adalah perdarahan. Derajat II : Tonjolan keluar dari anus dan dapat masuk sendiri. Derajat III : Tonjolan keluar dari anusi, harus cdibantu dengan didorong oleh bantuan tangan karena tidak dapat masuk sendiri. Derajat IV : Tonjolan tidak dapat didorong masuk oleh bantuan tangan /inkarserasi Terdapat Faktor risiko untuk menderita hemorrhoid yaitu: Memiliki riwayat keluarga yang menderita hemorrhoid, diare kronis, keganasan colon, penyakit hati, obesitas, cedera spinal cord, kehilangan tonus otot rectum, episiostomy, anal sex, inflammatory bowel disease, ulcerative colitis, and Crohn disease, sering mengangkat benda berat secara rutin, usia semakin tua yang membuat penopang tubuh menjadi semakin lemah, duduk dalam waktu lama, dan hamil. Pencegahan Dapat juga dilakukan pencegahan hemorrhoid yaitu berupa makan-makanan yang tinggi serat, minum air putih minimal 6-8 gelas per hari, hindari mengejan yang berlebihan saat buang air besar, hindari duduk terlalu lama, jika ada perasaan ingin buang air besar segera lakukanlah, dan olahraga teratur. Untuk terapi dari hemorrhoid yang dapat dilakukan adalah non pembedahan dan pembedahan. Untuk non pembedahan yang dapat dilakukan adalah mengubah asupan nutrisi dengan diet tinggi serat, asupan cairan secara oral untuk menjaga agar tubuh tidak mengalami dehidrasi, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), rendam duduk, dan istirahat. Untuk obat terdapat beberapa jenis seperti obat minum, salep, dan melalui anus. Untuk penggunaan obat dapat
BPM/ist
HEMORRHOID — Untuk prognosis nya hemorrhoid dapat kembali spontan dengan terapi konservatif, tetapi komplikasi dapat terjadi seperti thrombosis, infeksi, ulcerasi, dan abses. Kemungkinan angka kejadian berulangnya hemorrhoid dengan terapi non pembedahan adalah 10-50% dalam jangka 5 tahun. Untuk angka komplikasi yang disebabkan operasi kurang dari 5% dari kasus hemorrhoid yang ada. Komplikasi seperti stenosis, pendarahan, infeksi, berulangnya hemorrhoid, luka yang tidak sembuh, dan terbentuknya fistula. di konsultasikan ke dokter. Sedangkan untuk terapi pembedahan dapat dilakukan untuk jenis hemorrhoid externa dengan thrombus dan hemorrhoid derajat 3 dan 4, atau atas permintaan pasien jika pasien merasa menganggu dan tidak nyaman. Untuk prognosisnya hemorrhoid dapat kembali spontan dengan terpai konservatif, tetapi komplikasi dapat terjadi seperti thrombosis, infeksi, ulcerasi, dan abses. Kemungkinan angka kejadian berulangnya hemorrhoid dengan terapi non pembedahan adalah 1050% dalam jangka 5 tahun. Untuk angka komplikasi yang disebabkan operasi kurang dari 5% dari kasus hemorrhoid yang ada. Komplikasi seperti stenosis, pendarahan, infeksi, berulangnya hemorrhoid, luka yang tidak sembuh, dan terbentuknya fistula. l dr. Angga Prawira Purwanto
Senam Kebugaran Indonesia (4)
kita tetap semangat berlatih agar dapat mempertahankan kondisi tubuh tetap oke. Kita lanjutkan bersama instruktur Wilis Andayani dari Lala Studio.
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb. I :Silangkan kedua lengan depan tubuh (hitungan 1, 2) lalu merentangkan ke samping (hitungan 3, 4) dan luruskan lengan kiri ke atas searah dengan kaki kiri, sedangkan kaki kiri di tekuk, tahan (hitungan 5, 6, 7) dan hitungan 8 tutup kedua kaki rapat. Lakukan ke arah kiri.
G b . II : A n g k a t tekuk kaki kanan posisi kedua telapak tangan dikatupkan (1, 2) lalu luruskan kaki kanan ke belakang sambil merentangkan kedua lengan (3, 4) dan kedua lengan lurus depan dada (kanan di atas kiri) sambil menunduk, tahan pada hitungan 5 – 8. Setelah itu kedua lengan ke belakang tubuh (1 - 4) dan arahkan ke depan dada (5 - 8).
Selamat berlatih dan salam bugar dari Lala Studio.
Gb. IV :Lanjutkan dengan kepala sedikit menengadah ke atas, tahan (1 - 4) lalu menunduk (5 - 6) dan meluruskan kedua lengan depan dada (7) dan posisi sempurna (8). Setelah itu ulangi dengan arah kiri.
Gb. III : Lanjutkan dengan berdiri tegak kedua kaki tutup rapat dan kedua lengan lurus ke atas, tahan hitungan 1 – 8, lalu condongkan badan ke kanan (1 - 4) dan ke kiri (5 - 8)
Kupon
5
Minggu Wage, 18 Februari 2018
CERPEN
RINDU Oleh Kadek Sudiastri
Lampu menyala merah. Aku segera menginjak pedal rem. Jalanan ini masih ramai seperti dulu. Cuaca sangat menyengat, mataku menerawang keluar jendela mobil. Deretan toko di pinggir jalan menarik perhatianku. Melempar ingatanku pada peristiwa sepuluh tahun lalu. Waktu itu, hanya bermodalkan ijazah aku mencoba mengadu nasib ke kota ini. Kala itu hujan, aku berteduh di depan sebuah kafetaria. Nan De’Café. Papan nama itu terlihat mencolok di antara toko lainnya. Aku mengintip ke dalam, terlihat beberapa orang duduk-duduk menikmati secangkir kopi di atas meja. Mereka terlihat bahagia. Bercengkrama sambil menikmati musik yang mengalun. Aku mengenalinya, Ode to My Family dari The Cranberries. “Hai…” tiba-tiba seseorang menepuk bahuku. Aku tersentak dan menoleh. “Maaf…” aku beringsut dari sana ketika menyadari sepatuku yang basah dan berlumpur mengotori lantai kafe itu. “Tunggu!” orang itu menahan bahuku. Dia tersenyum hangat dan mengulurkan tangannya. “Nande” “Liang” aku membalas menjabat tangannya ragu. Dan akhirnya menyadari kalau dia pemilik kafé ini. “Kamu mau ke mana?” Aku menggeleng. “Ayo masuk!” Aku menatapnya ragu. Bajuku basah oleh air hujan, rambutku menetes-netes. “Tidak apa-apa,” katanya lunak seakan memahami keraguanku. Aku mengikutinya masuk. “Duduklah! Santai saja” Dia memberiku secangkir kopi. “Minumlah!” Aku menghirup aromanya, menyesapnya sedikit. “Bagaimana? Merasa lebih baik?” dia bertanya padaku dan tersenyum hangat, seperti secangkir kopi yang berada di genggamanku. Aku mengangguk. Di sana kami mengobrol, dia bertanya dari mana dan ke mana tujuanku. Dan aku tidak tahu harus ke mana. Akhirnya dia memintaku untuk bekerja di kafé itu dan tinggal di sana. Karena membutuhkan pekerjaan, akhirnya aku setuju. Bekerja di sana sangat menyenangkan. Kafe kami buka dari pagi sampai jam 8 malam. Saat kafe tutup kami menghabiskan waktu dengan ngopi bersama sembari membicarakan apa saja. Tentang peristiwa yang sedang hangat, hobi, atau mendengarkan musik. Nande orang yang menyenangkan. Dia lima tahun lebih tua dariku. Berkulit coklat, tampan, dengan senyumnya yang selalu hangat. *** Tanpa terasa, lima tahun telah berlalu. Hari itu kami melayani pelanggan seperti biasa. Lagu Bryan Adams, Everything I Do mengalun indah. Itu adalah lagu favorit Nande. Dan aku menyukainya. Di sebelahku, kulihat Nande sedang berbicara dengan seorang ibu setengah baya. Sepertinya itu Ibu Gurunya saat duduk di bangku SMA. “Hai Nan, apa kabar?” “Baik Bu,” katanya sambil mencium punggung tangan sang ibu. “Selamat ya Nan, kamu sudah punya usaha sendiri” “Ah..biasa saja Bu, cuma kedai kopi.” “Istrimu juga cantik.” “Ya? Oh..eh.. Bu.. bukan...,” dia melihat ke arahku dengan salah tingkah. Setelah ibu itu pergi, entah kenapa aku merasa aneh ketika berduaan saja dengan Nande. Pipiku terasa panas. Aku pamit ke kamar kecil untuk menyembun-
yikan wajahku yang merah padam. Sejak kapan aku menyukainya? Entahlah, mungkin ketika diam-diam aku melihat dada telanjangnya saat berolahraga, atau mungkin saat melihatnya begitu panik ketika aku sakit. Aku mengintip dari balik pintu, kulihat Nande berkalikali mengusap peluh di dahinya. Mungkinkah dia juga merasa aneh? Apakah dia mulai melihatku sebagai seorang wanita? Hari sudah beranjak malam, tiba-tiba ponsel N a n d e berdering. Kulihat wajahnya menegang, lalu menerima telepon menjauh dariku. Saat telepon ditutup, dia bergegas ke arahku. “Yang, aku pergi dulu!”, katanya sambil mengambil jaket dan kunci motornya. “Ada apa Nan?,” aku bertanya penasaran, tidak biasanya dia seperti ini. “Ada sedikit urusan, kamu baik-baik di sini. Jangan membuka pintu kalau ada orang lain yang datang selain aku,” katanya sembari menutup pintu kaca. Aku menatapnya bingung hingga sepeda motornya menghilang dari pandanganku. Jam sepuluh malam, aku tersentak bangun ketika mendengar suara pintu digedor. “Nande…!!! Nan…!!!” “Nande…!!! Keluar kamu!!” Teriakan dan gedoran terdengar semakin keras. Aku mengintip dari pintu kamarku. Kulihat seorang lelaki paruh baya berdiri di luar. “Nande, kalau kamu tidak mau keluar saya dobrak pintunya!” “Prangggg….!” Orang itu memukul pintu kaca dengan balok hingga hancur berkeping-keping. Aku memberanikan diri keluar kamar. “Kamu siapa?,” orang itu mengacungkan jarinya di depan hidungku. “Sa… saya…” Tiba-tiba seorang wanita muda berkulit pucat turun dari mobil. “Oh… jadi gara-gara kamu Nande tidak pernah pulang?,” dia menatapku sinis. Aku bingung. Nande tidak pernah pulang? Lalu selama ini dia ke mana? “Bu… bukan…,” aku menjawab gugup masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi. “Halaahhh… ngaku saja, kamu yang menggoda Nande kan?” perempuan itu mendorongku. Terdengar suara motor trail dari kejauhan, Nande datang. “Jangan sekalipun kamu menyentuhnya!” Nande membentak perempuan itu dan menarikku ke balik punggungnya. “Nande, kamu pulang sekarang!” “Nggak Pa!” “Lalu sampai kapan kamu mau sembunyi? Papa malu, kamu berjualan kopi seperti ini!” “Sejak kapan papa peduli?,” Nande menjawab sinis. “Siapa wanita ini?,” laki-laki itu menudingku. “Papa tidak perlu tahu!” “Ayo, sekarang kamu pulang!”
“Pulang?” Nande terbahak. “Itu bukan rumah bagiku, tapi penjara!” “Plakkk…!!!,” laki-laki itu menampar Nande, lalu bergegas pergi. Sepeninggal mereka berdua, Nande rebah di sofa dengan lengan menutupi
wajahnya. Ini pertama kalinya aku melihat Nande seperti ini. Aku mendekatinya. “Nan…,” aku menyentuh bahunya. “Yang, maafkan aku,” dia menjawab lemah. Matanya masih terpejam.
“Tidak apa-apa Nan, tapi mereka siapa?” “Ayah dan istriku” Istri? Dadaku serasa ditikam sembilu. “Tapi aku tidak pernah mencintainya. Dia anak dari rekan bisnis ayahku, kami dijodohkan.” Hening. Kami sibuk dengan pikiran masing-masing. “Tapi percayalah Yang, sekalipun aku tidak pernah menyentuhnya,” Nande menggenggam tanganku. “Nan…,” aku tercekat. Lama kami terdiam, hanya saling menatap. Kemudian kami hanyut dalam desah napas kami yang memburu seiring dengan tangan Nande yang menggapai memadamkan lampu. Keesokan paginya, aku terbangun ketika cahaya matahari menerobos masuk melalui jendela kamarku. Kulirik jam weker di meja sebelah tempat tidur, pukul sembilan. Aku kesiangan! Aku lebih terkejut lagi ketika melihat Nande tidur di sampingku. Dalam kelinglungan ini, aku mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. “Nan…,” aku mengguncang lengannya. “Yang…,” dia mendesah dan menarikku ke dalam pelukannya. “Nan, kita kesiangan…,” aku meronta. “Sudahlah, kita tidak usah buka hari ini” “Tapi Nan…” Dia merapikan rambut di keningku, lalu mengecupnya lembut. “Aku mencintaimu Liang” “Hancurkan saja, jangan sisakan apapun!,” tiba-tiba terdengar suara ribut di bawah. “Itu ayahku!,” Nande tersentak, lalu tergesa-gesa mengenakan pakaiannya. Aku terbengong, tidak tahu harus berbuat apa. “Yang, kamu pergi lewat pintu belakang, aku akan menghadapi ayahku,” katanya tergesa sambil memakaikan jaketnya di tubuhku yang terbalut seadanya. “Tapi Nan…” “Cepat pergi!,” dia menarikku menuju pintu belakang. “Tapi kamu gimana?” Dia memegang kedua pundakku, menatap jauh ke dalam mataku. “Liang, yang terpenting sekarang kamu selamat, pergilah ke tempat ini!,” dia memberiku sebuah alamat dan amplop besar yang sepertinya berisi beberapa dokumen penting. “Kalau urusanku sudah selesai, nanti aku menyusulmu!” Aku berlari meninggalkan kafe. Sejenak aku berhenti dan menoleh ke belakang. Kulihat Nande berusaha mencegah ayahnya, tubuhnya babak belur dipukuli preman-preman itu. “Tinnn… Tinnnn…!!!,” suara klakson di belakang menyadarkan lamunanku. Rupanya lampu sudah berubah hijau. “Mama melamun ya!,” tanya anak kecil berusia 9 tahun yang duduk di sebelahku. Dia berkulit coklat, tampan, dan memiliki senyum yang hangat. “Tidak Sayang,” aku mencoba tersenyum sambil merapikan jaket kedodoran yang dipakainya dengan sebelah tanganku. Tak terasa mataku basah. “Mama merindukan ayah ya?,” tanyanya polos. Aku mengangguk dan mengusap kepalanya. Nan… kamu dimana sekarang? Kami merindukanmu. Bisakah kita bertemu sekali saja? Sekedar menikmati kopi atau mendengarkan musik bersama?”
Resensi Buku
Potret Bali Masa Kini Judul Buku : Menitip Mayat di Bali
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Penulis : Gde Aryantha Soethama Penerbit: Kompas Tahun Terbit : 2016 Jumlah hal. : 236 hal.
JIKA berbicara tentang Bali, banyak kalangan merasa atau sengaja mengkondisikan kondisi sosial ekonomi, budaya, agama, politik Bali masa kini baik-baik saja. Apakah Bali kondisinya saat ini baik-baik saja? Buku ini menawarkan beragam sentilan, potret, dan carut-marut kondisi di Bali dengan fakta-fakta yang nyata dan sungguh-sungguh terjadi. Penulis, seorang lelaki Bali yang bergulat dengan fakta fisik dan pshikologis orang Bali. Beragam isu yang sensitif dan sesungguhnya bisa “menyinggung” perasaan didedahkan “telanjang” dalam buku ringkas ini. Sebagai pembaca kita dijejalkan dalam beberapa bab yang sangat asyik, “O Bali”, Pernik Pelik”, “Goyang Lidah”, “Tumpah Darah”, “Gurat Arsitektur”, dan “Tingkah Polah”. Apakah setelah membaca tandas buku ini, sebagai orang Bali kita masih “tega” mengatakan Bali baik-baik saja? (osi)
W.G. Sumarta
K. Ngurah
Refleksi
6
Putra Suputra Merupakan Dambaan Setiap Orang Tua kim jatair bahubhih putraih soka-santapa-karakaih varam ekah kulalambi yatra visramyate kulam (Canakya Niti Sastra 3.17) “Apa gunanya melahirkan anak yang banyak jika hanya mengakibatkan kedukaan dan kesengsaraan? Lebih baik mempunyai seorang anak yang berkepribadian utama demi melanjutkan keturunan, yang menyebabkan seluruh anggota keluarga mendapatkan kedamaian.” Kebahagiaan orang tua tidak selalu harus “diterjemahkan” karena mempunyai anak yang berpendidikan tinggi atau kaya raya. Orang tua akan merasa damai berbahagia jika mempunyai seorang anak Suputra yang berbudi pekerti luhur dan berpengetahuan spiritual, penuh dengan sifat-sifat mulia (putra suputra sadhu gunawan) dan memberikan kebahagiaan pada keluarganya (memadangi kula wandhu wandhawa). Sistem pendidikan para leluhur sangat patut dijadikan panutan untuk mendidik dan mengarahkan anak-anak demi meraih masa depan cemerlang. Mereka lebih mengutamakan pendidikan budi pekerti yang luhur baru kemudian pada pengembangan kecerdasan. Jika kecerdasan tidak dijaga oleh budi pekerti yang luhur maka ia akan mengantarkan pada keruntuhan masa depan masyarakat itu sendiri, termasuk keluarga dan diri yang bersangkutan. Banyak orang tua perlu meluruskan kembali cara membentuk dan mengarahkan masa depan anakanaknya. Terdapat kecenderungan keliru yakni para orang tua menilai keberhasilan atau kemajuan anak-anaknya berdasarkan nilai rapor/ijazah dan bukan dari budi pekerti serta hormat bhakti anak pada orang tua dan yang lainnya. Kita para orang tua banyak berhasil “gagal” dalam membesarkan anakanak kita. Berhasil memberikan pendidikan tinggi-tinggi, lulus S1, S2, S3 tetapi “gagal” bertutur kata yang baik dan santun dengan saudara-saudaranya, terutama sekali dengan orang tua. Pendidikan sekolah dan kampus tidak boleh gagal mengembalikan anak pada keluarga dalam bentukan budi pekerti luhur. Kalau tidak maka
Redaktur Khusus MIMBAR
Khonghucu WS. CH. Budhi S. Pribadi.SP Wei De Dong Tian (Hanya Dalam Kebajikan Tuhan Berkenan) Sejak 2002, Tahun Baru Imlek ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputeri, setelah dua tahun sebelumnya ditetapkan sebagai Hari Libur fakultatif oleh Presiden KH.Abdurrahman Wahid. Jauh sebelumnya, pada tahun 1946 Presiden RI Pertama Ir. Soekarno, telah menetapkan 4 (empat) Hari Libur Fakultatif bagi masyarakat Tionghoa yang waktu itu mayoritas beragama Khonghucu, yakni: Tahun Baru Imlek, Qing Ming (Ceng Beng), hari Lahir Nabi Khongcu dan Hari Wafat Nabi Khongcu. Meski sudah dikenal lama dan bahkan telah ditetapkan sebagai Hari Libur Fakultatif sejak tahun 1946, namun karena pernah mengalami masa pengekangan pasca dikeluarkannya Inpres 14 / 1967 yang membatasi Agama, adat istiadat dan budaya Tionghoa (efektif sampai 1998), banyak orang yang bingung dan tidak memahami secara benar makna Tahun Baru Imlek selengkapnya, terutama di kalangan generasi muda. Banyak orang bingung dan kemudian berdebat, Tahun Baru Imlek itu Hari Raya Agama, etnis ataukah budaya? Padahal perdebatan itu sederhana saja dan mudah di patahkan dengan pertanyaan berikut : Kalau Budaya apakah memerlukan upacara dan sembahyang yang kita pahami benar menjadi ranah Agama. Kalau etnis ( dalam hal ini Tionghoa ) mengapa juga dirayakan oleh bangsa-bangsa lain seperti : Jepang, Korea, Vietnam, Mongolia, Manchuria, Malaysia, dll. Meski dengan istilah berbeda. Bahkan banyak etnis Jawa, Sunda, Manado, Papua dsb.Yang merayakan Tahun Baru Imlek.bagaimana menjelaskan fenomena ini ? Lihatlah semua hari Libur Nasional Indenesia.Kalau tidak terkait peristiwa penting Nasional , pasti terkait dengan Agama. Apa
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa pendidikan itu sendiri melawan tujuan pendidikan itu sendiri yaitu untuk menjadikan anak tunduk hati dan berbudi pekerti mulia (vidya dadati vinayam). Pendidikan Veda mengarahkan anak pada bentukan menjadi putra yang Suputra. Dia dilengkapi oleh berbagai jenis pengetahuan tetapi pada saat yang sama ia juga dilengkapi oleh budi pekerti yang luhur dan mulia (suputrena vidya yuktena sadhuna). Kata putra sendiri berarti seorang anak yang suci bijaksana yang mampu menyelamatkan para leluhurnya dari neraka Put. Oleh karena itulah seorang anak dinamakan Putra, baik di dunia ini maupun di dunia setelah meninggal (punnama narakat yasmat pitaram trayate sutah, tasmat putra iti prokta iha capi paratra ca). Seorang Putra harus memberikan rasa sejuk damai kepada orang tuanya. Hanya itu yang menjadi dambaan para orang tua, bahwa setelah anaknya terdidik baik mereka mengharapkan anakanaknya akan memberikan rasa damai bahagia pada orang tuanya. Anak Suputra akan menjadi lampu penerang dan pemberi rasa damai bahagia kepada orang tua bagaikan kehadiran satu rembulan di malam hari secara otomatis mengusir kegelapan (ahladitah kulah sarvah yatha candrena sarvari). Pada sebuah acara Dharma Wacana di Malta, Eropa, Jumat (16/2) kami membahas perihal kemuliaan orang tua. Rasa kasih sayang dan pengorbanan orang tua tidak dapat dibalas oleh anak dengan cara apa pun. Orang tua, terutama Ibu merupakan Guru pertama bagi si anak. Apa pun dan setinggi apa pun keberhasilan seorang anak, tetap ia tidak akan pernah mampu menyamai ketulusan kasih sayang dan pengorbanan orang tua kepada anak-anaknya. Menurut ajaran Veda, dalam segala hal, anak tidak boleh berani apalagi bertengkar dengan orang tuanya. Selesai Dharma Wacana, seorang anak muda datang mendekat sambil menangis. Ia mengatakan bahwa
hubungannya dengan orang tua bagaikan “kucing dan tikus” alias tidak pernah akur sekali pun. Sekarang ia menjadi sadar dan berjanji akan memperbaiki diri dan hubungan hubungan dengan orang tuanya. Penulis mempunyai pengalaman tidak terlupakan ketika tinggal di India. Seorang anak pengembala sapi, tinggal di sebuah gubug sederhana di tepi sungai Gangga meminjamkan sebuah buku tua kepada penulis. Di dalam buku tersebut diceritakan tentang seorang anak yang berbhakti kepada orang tuanya. Anak tersebut, Pundarika sangat hormat dan bhakti kepada orang tuanya. Hari-harinya selalu dilalui dengan melakukan pelayanan kepada orang tuanya. Akan tetapi, setelah menikah, ia menjadi berlebihan sayang kepada istrinya bahkan terkesan menjadi pelayan istrinya. Akhirnya pelayanan pada orang tua menjadi terlupakan. Pada suatu hari, istrinya memaksa Pundarika untuk pergi dan tinggal di Kasi. Dengan memelas manja ia menyampaikan keinginannya kepada Pundarika. “Bawalah aku ke Kasi. Aku ingin tinggal di sana!” Pundarika menjawab, “Kasi dari sini amat jauh. Ibu-bapak sudah amat tua, bagaimana mungkin bisa pergi ke Kasi?” Sang istri ngambek, “Aku tidak mau mendengar alasan macam apa pun. Pokoknya suami harus membawa aku ke Kasi!” Pundarika tidak mampu membatalkan keinginan istrinya, maka berangkatlah mereka menuju Kasi. Pada suatu hari, Pundarika mendengar wejangan seorang Guru suci tentang keutamaan melakukan pelayanan kepada orang tua. Karena pada dasarnya Pundarika adalah seorang anak yang sangat bhakti pada orang tua maka ia mendengarkan pelajaran yang diambil dari kitab Padma Purana tersebut dengan baik dan penuh perhatian. “Bhakti kepada bapak adalah dharma (pita dharmah), Bhakti kepada bapak adalah Surga (pita svargah), bhakti kepada bapak adalah pertapaan sangat mulia (pita paramam tapah), seluruh cinta kasih anak tertuju kepada ibu dan bapak, terhadap anak yang demikian bhaktinya kepada orang tua maka semua dewa akan berpuas hati. Ibu adalah perwujudan dari semua tempat suci (sarva-tirtha mayi mata), bapak adalah perwujudan dari semua Dewa. Oleh karena itu berbhaktilah dan lakukanlah pelayanan kepada
ibu dan bapak dengan penuh perhatian dan jangan sampai berbuat kesalahan kepada mereka. Mereka yang melakukan pradaksina (mengelilingi 3 kali dengan arah putaran jarum jam) kepada ibu bapak sama dengan telah mengelilingi alam semesta.” “Mereka yang menyediakan makan, minum, dan lain-lain untuk keperluan sendiri, tanpa mempersembahkan kepada orang lain maka anak yang bersifat rendah demikian akan disiksa di neraka dalam waktu yang amat panjang dan akan ditenggelamkan di dalam kolam cacing. Mereka yang meninggalkan orang tua yang sedang sakit, yang menderita dalam usia tua, yang pandangan dan pendengarannya sudah lemah dan yang kesulitan makanminum dan lain-lain maka anak yang demikian, setelah meninggal akan jatuh ke dalam Neraka Raurava. Mereka yang tidak berbhakti pada orang tua yang sepatutnya dipuja, segala tirtha-yatra (mengunjngi tempattempat suci) dan pemujaan kepada Tuhan yang mereka lakukan tidak akan memberikan hasil apa-apa. Sebaliknya memboroskan waktu lahir di dunia ini.” Mendengar wejangan tersebut Pundarika menjadi sangat terkejut, terharu dan sangat menyesal sudah mengabaikan orang tuanya. Ia segera mengambil keputusan tanpa minta persetujuan istri dan cepat-cepat kembali pulang untuk melakukan pelayanan kepada orang tuanya seperti yang dahulu ia lakukan. Pundarika melakukan pelayanan kepada kedua orang tuanya dengan penuh bhakti; memasak, mencuci pakaian, memandikan, meminumkan obat, dan lain-lainnya. Segala permintaan dan keperluan orang tuanya dilakukan secepatnya dan dengan sepenuh hati. Tuhan berpuas hati terhadap pelayanan yang dilakukan oleh Pundarika kepada orang tuanya. Sri Visnu berkenan memperlihatkan DiriNya di hadapan Pundarika namun tidak diperhatikan oleh Pundarika karena ia lebih tertarik berbhakti kepada orang tuanya. Terhadap hal ini Tuhan lebih-lebih lagi berpuas hati. Beliau memberi karunia kepada Pundarika. “Selama matahari dan bulan tetap di angkasa, selama itu Aku akan tetap berada di sini.” Sampai sekarang tempat tersebut masih ada bernama Pandapur di Negara Bagian Maharastra. Tempat tersebut kini menjadi tempat suci yang banyak dikunjungi orang.
MIMBAR AGAMA
Tahun Baru Imlek adalah Hari Raya Keagamaan Bukan Tradisi hebatnya suku / etnis Tionghoa dibanding suku lainnya, sampai hari raya budaya , atau sukunya perlu dirayakan secara khusus? Bagaimana dengan suku Jawa, Sunda, Madura, Batak dan lainnya? Apakah nanti tidak terjadi irihati? Masih banyak hal sederhana yang bisa dengan mudah menegaskan bahwa Tahun Baru Imlek sejatinya adalah Agamis. Namun agar kita tidak terjebak pada pola pikir yang sempit, ada baiknya kita membahas makna / sejarah Tahun Baru Imlek yang sebenarnya. Kalender Imlek atau lebih tepatnya Im Yang Lek diciptakan oleh Huang Di ( 2698-2596 s.M ) yang merupakan nenek moyang orang Han (suku terbesar yang mendiami wilayah Tiongkok) dan sekaligus salah satu Nabi Utama dalam Ru Jiao (Agama Khonghucu ) .Oleh karenanya banyak orang yang menamai kalender Imlek sebagai kalender Huang Di. Namun dimana Huang Di berkuasa kalender ini belum di pergunakan. Baru pada jaman dinasti Xia (2205-1766 s.M) kalender tersebut digunakan, sehingga lazim disebut juga sebagai kalender Xia. Setelah dinasti Xia runtuh , diganti dinasti Shang ( 1766-1122 s.M ), kemudian dinasti Zhou ( 1122- 255 s.M ) dan dinasti Qin ( 255-206 s.M ).Kalender tersebut tidak lagi digunakan dan diganti-ganti dengan kalender dari setiap dinasti yang berkuasa ( yang dirubah saat Tahun Baru / awal tahun baru saja ). Kalender Xia baru digunakan kembali setelah Kaisar ke Empat dinasti Han yang bernama Han Wu Di memerintah. Pada tahun 104 s.M beliau menetapkan digunakannya kembali kalender dinasti Xia, mengacu pada Sabda Nabi Khongcu yang tersurat pada Kitab Lun Yu BAB XV pasal II : Gan Yan bertanya bagaimana mengatur pemerintahan ? Nabi bersabda : Pakailah penaggalan Dinasti Xia. Pada saat bersamaan Han Wu Di menetapkan tahun baru pertama kalendernya dihitung sejak 551 s.M yang merupakan Tahun Kelahiran Nabi Khongcu. Itulah
sebabnya kalender Imlek 551 tahun lebih tua dari tahun Masehi. Sehingga secara sederhana Tahun Baru Imlek 2566 sekarang terhitung dari 2015 (Masehi) + 551 s.M (Kelahiran Nabi Kongzi) = 2566 Dari paparan diatas jelaslah ada 4 tokoh penting yang berperan dalam penggunaan Kalender Imlek yaitu: Huang Di, Xia Yu ( pendiri dinasti Xia ) Khongcu dan Han Wu Di. Ke tiga tokoh pertama diatas adalah Nabi-Nabi dalam Agama Khonghucu, sedangkan Han Wu Di kaisar pertama yang menetapkan Khonghucu sebagai Agama Negara. Maka jelas kalender Imlek terkait dengan Ru Jiao atau Agama Khonghucu.Kalau kita perhatikan ritual yang terkait dengan Tahun Baru Imlek yang dilakukan sejak seminggu sebelumnya (Hari Persaudaraan) sampai
dengan 2 minggu sesudahnya (Cap Gomeh ). Jelas tak bisa dibantah bahwa Tahun Baru Imlek adalah Hari Raya Agama Khonghucu. Ajaran Nabi Khongcu yg telah berlangsung selama ribuan tahun, telah mengakar dalam pola pikir, menjadi pedoman hidup sebagian besar orang-orang Tionghoa (kalau tidak bisa dikatakan semua orangorang Tionghoa). Maka tidak heran akhirnya ajaran Nabi Khongcu ini menjadi budaya bagi masyarakat etnis Tionghoa, namun jangan kemudian diartikan bahwa perayaan keagamaan, ajaran-ajaran Nabi ini hanyalah sebagai suatu kebudayaan atau tradisi belaka, dengan pola pikir seperti itu, seperti orang yang lupa / melupakan asal usulnya (seperti kacang yang lupa akan kulitnya) Shanzai
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Minggu Wage, 18 Februari 2018
Capricorn Cobalah untuk lebih waspada kepada mulut manis tapi berbisa di ekornya. Usahakan untuk tidak mudah terpengaruh oleh apapun di minggu ini karena banyak yang iri hati dan ingin menjerumuskan Anda namun tidaklah nampak alias semuanya transparan. Oleh sebab itu jangan emosi apalagi sampai terjadi perang mulut agar tidak mempengaruhi kinerja Anda. Asmara: Usahakan untuk tidak marah walaupun ada hal yang menjengkelkan hati. Kemujuran: Ke arah barat dan utara. Aquarius
Tetaplah optimis dengan melaksanakan segala rencana yang sempat tertunda karena di minggu ini waktu yang tepat untuk memperjuangkannya apalagi bintang Aquarius lagi jaya-jayanya. Agar kemujuran tetap menjadi milik Anda usahakan untuk tidak sombong apalagi sampai takabur. Ingatlah bahwa hidup ini bak roda berputar semuanya tidak ada yang langgeng. Oleh sebab itu sangat beruntung bagi orang yang selalu eling dan waspada. Asmara: Cobalah intropeksi ke dalam apakah sudah benar perhatian Anda kepadanya. Kemujuran: Ke arah barat dan utara. Pisces
Tetaplah berhati-hati jangan sembrono apalagi mentang-mentang karena selama ini urusan lancar-lancar saja. Sebab ibarat cuaca bakal datang angin besar melAndanya, oleh sebab itu apa salahnya kalau sedia payung sebelum hujan tiba. Dan jika ingin mendapatkan nilai lebih saat inilah merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan prestasi kerjanya. Asmara: Tak perlu mengeluh jika memang mencintainya. Tanpa pengorbanan cinta itu tidaklah indah. Kemujuran: Ke arah utara dan selatan. Aries
Walaupun keuangan tampak seret, sebaiknya segala rencana yang sudah dipersiapkan jangan sampai dibatalkan. Cobalah Anda tetap berjalan dengan melakukan efisiensi di segala bidang sehingga yang kurang perlu sebaiknya dihilangkan saja. Peluang untuk meraih keuntungan cukup terbuka lebar, begitu juga pergaulan semakin menyenangkan saja. Asmara: sudah lebih tenang walau cekcok mulut kerapkali masih terjadi. Kemujuran: Ke arah barat. Taurus
Biar masalah setinggi gunung sebaiknya hati juga harus lebih besar dari gunung tersebut, jangan sampai ciut nyalinya karena itu akan memperburuk suasana saja. Terhadap berbagai rongrongan yagn muncul dari kompetitor Anda, cobalah untuk bersikap tegas, tak perlu takut karena kemujuran berpihak pada diri Anda diminggu ini. Asmara: Jangan terlalu ambil pusing dengan apa yang diucapkannya karena begitulah orang kalau lagi emosi. Kemujuran: Ke arah barat dan utara. Gemini
Sudah lebih baik dan lancar walau begitu kewaspadaan sebaiknya tetap jangan mengendor. Usahakan untuk tidak terlena dan lupa diri hanya karena pujian, sebab apa yang Anda lihat dan bayangkan itu ternyata hanya semu dan sangat menjebak sekali. Maka dari itu tidak perlu lari dari realita yang ada. Asmara: Buat apa disesali, karena susah senang bagaikan dilema yang mengasyikan jika mau disyukuri. Kemujuran: Ke arah timur dan utara. Cancer
Usahakan untuk tidak spekulasi jika tidak terpaksa karena posisinya memang lagi kurang oke. Begitu pula datangnya kabar gembira pun jangan membuat hati berbunga-bunga bila belum ada buktinya yang nyata. Jadi jelasnya dimingu ini harus prihatin tidak perlu berpikiran yang macam-macam. Asmara: Cobalah untuk selalu mendiskusikan masalah yang muncul secara tiba-tiba dengannya,dan hargailah setiap pendapat yang muncul walaupun hanya sepele. Kemujuran: Ke arah timur dan utara. Leo
Jika Anda bisa tenang dan jeli serta tanggap dengan situasi yang ada maka hasilnya akan lebih besar dari prakiraan semula. Rencana luar kota bisa diwujudkan dan ada hasil yang memuaskan. Berita gembira datang tidak terlambat dan cukup membawa hikmah. Asmara: Masalah timbul justru dari saudara Anda sendiri, maka dari itu berhati-hatilah dalam memberikan komentar. Kemujuran: Ke arah barat dan timur. Virgo
Walaupun keuangan masih mendukung sebaiknya tetaplah untuk tidak sembrono karena bisa menimbulkan kerugian yang cukup besar. Di minggu ini bukan saatnya untuk Anda berspekulasi nyata dalam arti boleh merintis saja. Waspada terhadap tamu yang tidak diundang, sekalipun manis penampilannya dan ucapannya namun sangat bahaya jika Anda akrab dengannya. Asmara: Jangan berhenti untuk memberi kasih sayang kepadanya. Libra
Di minggu ini posisi Anda cukup bagus, hanya saja ini juga merupakan ujian untuk meraih jenjang yang lebih tinggi, dan untuk meraihnya itu tidaklah semudah seperti yang dibayangkan semula, harus penuh dengan kerja keras dan motivasi tinggi. Jangan biarkan rasa malas menghambat langkah Anda, cobalah untuk tetap tenang dan tegas dalam menyikapi suatu permasalahan. Asmara: Suasana yang semakin harmonis ini, jangan sampai terganggu hanya karena masalah sepele saja. Kemujuran: Ke arah timur dan selatan. Scorpio
Positive thinking sajalah tidak perlu beranggapan yang macam-macam, apalagi situasi seperti ini diharuskan untuk berpikir cepat, agar kesempatan yang datang tidak hilang begitu saja hanya akibat keragu-raguan.Bila ada yang mencoba untuk menghalangi, dilibas saja jangan takut untuk mengambil sikap tegas. Asmara: Suasananya sudah membaik sehingga di minggu ini kerinduan terobati dan harapan-harapan indah menjadi kenyataan. Kemujuran: Ke arah selatan. Sagitarius Suasana semrawut diminggu ini segera saja diambil tindakan yang lebih tegas dan berani untuk melakukan pengaturan waktu yang baik dan seefisien mungkin. Tenangkan pikiran dan hati Anda, agar dapat berpikir dengan jernih sekalipun di pertengahan hari ada perubahan suasana yang tegang menjadi tenang. Asmara: Walaupun menjengkelkan, tetapi suasana bisa dibilang cukup harmonis dan romantis. Kemujuran: Ke arah selatan dan barat.
Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu
Berlaku : 18 - 24 Februari 2018
Redité Wagé, 18 Februari 2018
Bali L e m b a r
B a s a
7
B a l i
Bencingah I Putu Arif Suciawan
Madasar Manah Liang SAMIAN pakaryan sampun sapatutné kamargiang madasar manah liang tur bagia, mawinan sekancan pakéwuh utawi pikobet sané kapanggihin majanten dados nénten karasayang. Asapunika taler ri kala ngambil pakaryan seni, sinah manah liang patut dados dasar sané utama, sakadi sané kabaosang I Putu Arif Suciawan, S.Pd. Dané sané saking kantun alit sampun seneng pisan ring barong puniki maosang, prabéa sané katelasang tatkala makarya barong lontar nénten ja akidik, duaning akéh piranti sané patut katumbas. Yadiastun asapunika, parikrama makarya tetep kalanturang kantos barong lontar inucap prasida puput kakaryanin sakadi sané kaaptiang. “Yadiastun asapunika, boya dados kapiambeng sané méweh. Santukan madasar antuk manah liang miwah bagia sinah tiang sareng sami iriki lascarya ngamargiang,” baos Arif Suciawan. Seniman sané embas ring Denpasar, 23 Agustus 1992 puniki malih maosang wénten pikayunan “pesimis” tatkala parikrama ngaryanin barong inucap, duaning galah jagi nyinahang utawi launching asil pakaryannyané sampun sayan nampek, nanging wangun barong lontar drué durung prasida kapanggih pangus miwah adung. Risampun wusan kasolahang tatkala parikrama launching, barong punika kabecikang malih saha kasolahang ring acara Denfest sané sampun lintang. “Ri kala punika, kahanan barong lontar puniki sampun wusan kabecikang. Akéh sané maosang yéning barong lontar punika masaih sareng barong sungsungan ring pura duaning pepayasanipun jangkep sakadi barong sakral,” asapunika seniman wimuda sané meneng ring Br. Babakan, Canggu, Kuta Utara, Badung puniki nartayang. (was)
Ki Guru Gd. Pasek Budha Gautama
Matuuh Panyatusan Warsa LONTAR wantah sinalih tunggil tetamian budaya sané patut kalestariang kawéntenanipun duaning wantah sarana sané satmaka “merekam” sekancan parindikan, kaweruhan, taler tata-titi sa né ka margiang olih para panglingsir nguni. Ketah kapanggihin ring pakraman akéh lontar sané rusak duaning krama sané nami nénten uning tur éling ring sapunapi ngupapira lontar inucap. Wénten taler sané takut ngambil duaning katengetang pisan. Manut Ki Guru Gd. Pasek Budha Gautama, lontar-lontar utamanipun sané katengetang patut setata karesikin mangda tuuhnyané sayan sué. Parikramannyané prasida kamargiang kakawitin antuk ngaturang banten wus punika wau lontar kaambil tur karesikin alon-alon. “Wusan punika wawu kadagingin minyak taler “anti serangga” mangda lontar inucap nénten uyak ngetnget miwah sané siosan sané jagi ngawinang lontar inucap lapuk,” baos dané. Dané sané taler polih penghargaan dados Pengabdi Seni ri kala Kongres Bahasa Bali warsa 2006 puniki maosang, lontar punika sujatiné prasida matuuh panyatusan warsa. Yéning kasaihang sareng kertas sané tuuhnyané pinih sué wantah 50 warsa, lontar prasida matuuh kantos 300 warsa yéning nénten nyelap karusak utawi kaborbor. Kahanan punika duaning samian parikrama makarya lontar inucap kamargiang antuk parikrama sané pinih becik taler nganutin saking tata-titi sané patut. Napi malih yéning becik kaupapira sinah sayan sué tuuhnyané. “Minakadi kamargiang nyabran Saraswati antuk parikrama sekala minakadi ngresikin taler nagingin minyak sané ngawinang ngetngeté takut maekin miwah antuk parikrama niskala utawi setata éling ngaturang banten ring sastra inucap,” dané nartayang. (was)
X Karma phala
(116)
BMP/was
BARONG – Kawéntenan makudang-kudang wangun seni budaya wantah makéh pisan ring Bali. Akéh taler sané kalimbakang saha kapadonang sareng parikrama anyar. Minakadi barong lontar sané ngranjing ring soroh seni kontémporer.
Barong Lontar
Nagingin Puyung Padéwékan antuk Sastra Kaweruhan
SAMIAN manusa madué pikayunan utawi idep sané kahananipun majanten setata nglimbak utawi dinamis. Sangkaning punika ketah kapanggihin kahanan anyar ring kahuripan puniki wantah pinaka pikolih saking parikrama mapikayunan utawi “olah-pikir” jadmané sané kamedalang antuk makudangkudang parindikan. Asapunika taler ketah kapanggihin sajeroning widang seni utamanipun ring Bali sané sampun kasub antuk makatah soroh seni miwah budaya sané katami saking nguni. Wénten taler budaya anyar pinaka panglimbak saking wangun sané kuna. Ngeninin budaya lontar sané sampun katami saking nguni, punika wantah tetamian budaya Bali kekunan marupa don lontar sané kadagingin antuk makudang-kudang sesuratan minakadi sastra agama Hindu miwah kaweruhan sané becik kawigunayang kantos mangkin. Sakéwanten sané mangkin, piranti sakadi don lontar kapadonang antuk pik-
ayunan miwah parikrama sané out of the box olih para seniman anyar, prasida ngamedalang makéh wangun pakaryan seni. Sinalih tunggil marupa barong lontar pinaka wangun seni kontemporer duaning ngawigunayang piranti tradisional sané kagarap sangkaning pikayunan utawi inovasi anyar. I Putu Arif Suciawan, S.Pd., manggalaning Sanggar Segitiga Sama Kaki sané taler creator saking barong lontar puniki maosang, barong sané kakaryanin ngawigunayang piranti marupa don lontar kirang langkung 75% puniki, saking estetika seni kapanggihin becik tur nénten matungkasan sareng sisi artistik barong tatkala kapadonang dados barong lontar. Napi malih risampuné becik-becik karaketang taler kategul, sinah don lontar sané kawigunayang dados bulu nénten jagi keles ri kala barong inucap kasolahang ring kalangan. Sios punika, unteng pikayunan saking parikrama ngaryanin barong lontar punika
kabaosang dané wantah prasida kacingak saking aran ipun. “Barong tegesipun rong utawi genah sané puyung, lontar pinaka sarana sané madaging antuk makatah sastra agama taler kaweruhan sané becik kanggén ring kahuripan puniki. Dadosné, barong lontar punika wantah pisarat tiangé iriki sareng sami jagi nagingin puyung ring padéwékan antuk makatah daging sastra kaweruhan. Cutetnyané malajahang déwék,” baosnyané. Parikrama sané kamargiang ri kala makarya barong lontar punika kabaosang Arif Suciawan kakepah dados kalih paletan. Paletan kapertama kirang langkung dasa raina. Paletan kaping kalih wantah ngamecikang malih antuk sué kirang langkung tigang raina sané kamargiang wusan launching ring balé banjar Babakan, Canggu. Parikrama inucap kaucap ajebos duaning kagarap olih makasami angganing sanggar sané akéhnyané kirang langkung 20 diri.
Samian pakaryan kasepih-sepih mangda samian angga polih makarya tur parikramanipun prasida dados efisién. Ngeninin indik soroh don lontar sané kawigunayang wantah lontar taluh duaning sios saking lumbangan, warna alami prasida ngamedalang cihna klasik. Don lontar sané katumbas wantah durung kagarap saha durung madaging ubad. Punika mawinan risampuné katumbas, don lontar inucap kagarap, kagetep kantos kaemem nganggén toya antuk sué ajam kémanten. Angga sekaa sané tiosan makarya awak barongnyané. Wénten sané ngecét tapel barong, wénten sané nuas-nuas don lontar nganutin lantang miwah lumbang sané kaaptiang mangda nénten dados brusbus. Sios punika taler ngaryanin pepayasan sané taler kakaryanin antuk ulat-ulatan don lontar sané sampun katuas cenik-cenik. Sané taler ngangobin manah saking barong lontar puniki wantah kawéntenan sesuratan
kruna-kruna maaksara Bali ring bulun barong inucap sané kasuratin olih alit-alit angga sanggar inucap. Sesuratan maaksara Wreastra punika kasurat nganggén spidol permanén boya nganggén pangrupak mangda bulunyané nénten gelis usak. Sangkaning wangun barong inucap sakadi asapunika sinah gegarapan seni inucap prasida taler dados sarana malajahin aksara Bali. Antuk akéh lontar sané kanggén dados bulunyané punika lebihan saking 10.000 widang, sinah durung makasami lontar inucap kasuratin. Parikrama punika prasida kalanturang malih bénjang pungkuran. “Sinambi ngamedalang pakaryan antuk barong lontar puniki, tiang sareng sami iriki meled sareng ngemit miwah nyagra kalestarian pusaka tetamian saking para panglingsir marupa aksaraaksara Bali mangda prasida kasenengin malih, boya katilarin olih krama Bali pamekas para yowanané,” Arif Suciawan ngaptiang. (was)
Lontar Pinaka Sarana Masesuratan
Kakaryanin Kirang Langkung Awarsa SAKADI sané sampun kauningayang, lontar sujatiné wantah tetamian budaya kekunan saking para panglingsir nguni. Lontar wantah mabuat pisan duaning dagingipun prasida kawigunayang ring kahuripané puniki. Sané nénten dados kacampahang wantah sarana utawi genah sesuratan inucap munggah, duaning piranti sané kawigunayang wantah don saking taru lontar. Prasida nglintangin panyatusan warsa wantah satmaka cihna yéning sarana kekunan inucap wantah becik pisan kahanan taler parikrama makarya. Punika wantah sinalih tunggil cihna kalewihan para panglingsir Bali. Kaaptiang, krama Baliné setata kayun nresnain druénnyané punika. Sujatiné nénten makasami soroh don lontar prasida kawigunayang masesuratan antuk pangrupak. Manut Ki Guru Gd. Pasek Budha Gautama, panyurat taler pangarya lontar sané meneng ring Santigrahasrama, Br. Mantring, Petak Kaja, Gianyar, lontar sané becik kanggén masesuratan wantah lontar blulang utawi kulit. Duaning soroh
lontar blulag wantah tebelan tur kekehan. Yéning soroh lontar taluh, tipis nanging alusan, becik kanggén ulat-ulatan kémanten. Sané patut taler kauningin, lontar blulang wantah don saking taru lontar sané mabuah sakadi bluluk nanging nénten dados karereh tuaknyané. Yéning lontar taluh wantah mawit saking taru lontar sané karereh tuaknyané, nanging nénten mabuah. “Soroh don lontar wantah kekalih. Punika sané ketah karereh olih krama. Sios punika, indik tuuh don lontar taluh wantah ajebos pisan yéning saihang sareng lontar blulang,” baos dané. Dané malih nglanturang, wénten taler ring sastra kuna kabaosang indik sapunapi parikrama ngalap don lontar inucap kamargiang. Inggih punika yan sira angamet rwaning Siwalan, amet juga yan wus panjut saguli sané mateges yéning meled ngalap don lontar utawi siwalan, alap sané muncuknyané sampun panjut utawi tuh sakadi puun aguli utawi kirang langkung 1 cm. Punika sané kadadosang sepat siku-siku yéning don lontar sané kanggén wantah don lontar
panyaja utawi sané mentik ring genah katiga yéning kaketék saking muncuk tarunnyané. Yéning don sané mentik ring genah kapertama utawi muncuk majanten kantun pusuh tur marupa busung, sané kaping kalih wawu kebah, sané kaping pat wantah sampun kapanggih cacat minakadi bolong miwah sané siosan. Parikrama ngaryanin lontar kanggén masesuratan kakawitin saking ngalap don lontar. Wusan maalap antuk kahanan don sampun tuh, wawu bénjangnyané kadéngdéng malih tigang raina mangda becik pisan tuhipun. Wus punika wawu kagetep bongkol miwah muncuk taler katelahin lidi saking don lontar inucap. Wusan punika, don lontar inucap kagenahang ring genah sané tis mangda prasida dados lemuhan malih. Wus punika wawu lontar kagulung tur kaemem ring toya kirang langkung abulan mangda sagu-sagu prasida telas tur kadagingin antuk babakan kayu nyali mangda toya inucap nénten madaging antuk panak legu. Wusan ngemem raris kaangkid tur katuhang dumun abosbos raris kagulung miwah kategul
TAN caritanan ring pamargi, rauh ring Denpasar Ngurah Jelada sareng Ayu Jeladi lan Luh Suwarni ngojog ka koskosan masugi, ngenahang tas, lan magentos pakaian. “Tungurah, Tuayu, ngiring ja gelisin ka Rumah Sakit. Sira uning yakti merluang donor darah, mangda gelis katulungan,” baosné Luh Suwarni mecikang make up né. Rauh ring RSUP Sanglah dapetanga Ayu Citra sedeng ma-transfusi darah. Kanin ring otengné sampun majahit. Pendarahan saking sriranné katanganin dokter kandungan. “Kénkén Gus Catra, payu ngalih donor darah?” pitakénné Ngurah Jelada cutet. “Durus Beli Wah, tiang sareng timpalé sampun cukup polih donor anggén pagentos. Gék Citra nambah darah cukup tigang kantong. Malih jebos dados pindahang ka kamar,” baosné Gus Catra. Saking kamaré dokter sané nanganin medal raris takénina.
“Pak dokter, sapunapi kawéntenan adin tiangé Ayu Citra?” sesedné Ngurah Jelada. “Oo, syukur pendarahanné sampun nyat. Gumantiné janiné selamet ten terganggu. Napi raganné sampun ngantén? Sira suaminné, wénten mriki?” baos dokteré nakénang. “Hhm… ampura pak dokter. Adin tiangé wau jaga ngantén bulan niki. Usan wisuda. Calon suaminné wénten ring kampung. Raganné mriki gumanti jaga ngambil ijazahné,” aturné Ngurah Jelada sada kikuk matakén, “Napi sampun dados pindah ka ruang rawat?” “Dados, nika sampun siap jaga pindahanga ka kamar Flamboyan 3 olih perawaté,” baos dokteré. Ngurah Jelada, Arniek, Ayu Jeladi lan Gus Catra ngelisang ngranjing nelokin. Dapetanga rakanné Gusti Bagus Cakra irika. Ayu Citra sampun éling nanging kantun lemet. “Ooh, Wah Jelada, Gék Jeladi lan Arniek ya teka. Niki adiné mangkin lakar pindah ka ruang
rawat. Nyanan melahan teked drika mara ngorta,” baosné Gus Cakra kadi sendu. “Nggih, ngiring. Tiang wau uning kabarina ring Gus Catra,” baosné Ngurah Jelada raris sareng nyorong bed-né Ayu Citra sareng perawaté ngantos ka kamar Flamboyan 3. “Beli Ngurah, Arniek, ngujang tiang kari idup? Adanan tiang mati bandingang dadi jelema tan karuan suluranné. Ngaé jengah, ngaé leteh di jagaté,” aturné Ayu Citra sigsigan “Ah, ngujang kénten. Gék Citra ten perlu elek. Yén Gék Citra ten nyak jangkepanga ajak Beli Penida, ngujang kéweh, malah patutné Gus Catra ané tanggung jawab sapisanan kaduduk mantu ka Jero Selat. Sapunapi, ten kénten Beli Gus Cakra?” aturné Ngurah Jelada. “Bééh niki boya ja amung masalah bobotan Gék Citra ulian Gus Catra dogén dik Wah Jelada. Nanging mara tawang yén Gus Catra sujatinné manyama kembar buncing ajak Gék
BMP/was
LONTAR – Pinaka sarana masesuratan, lontar patut becikbecik kakaryanin mangda prasida sué tuuhipun. Minakadi kaemem ring toya mangda sagu-saguné ical utawi kagenahang ring lengatan paon mangda polih andus pumpunan kirang langkung awarsa. mangda nénten méweh kalablab nganggén panci sané kadagingin antuk toya madaging babakan taru klapa, katik cengkeh utawi kulit miwah bungsil nyuh gading. Wénten aler sané nganggén basa. Punika kamargiang nem kantos kutus jam tan parérénan sané dados kamargiang nganggén cangkem paon utawi nganggén kompor gas sané salanturné ka-pres aminggu mangda leser becik risampun wusan kalablab. Risampuné aminggu wawu don lontar inucap kaambil tur kagenahang ring lengatan paon sané
ketah keni andus pumpunan kirang langkung awarsa. “Risampuné punika wusan kamargiang, wawu kapunggel tur kagetep manut sakadi sikut sané kaaptiang raris kadabdabang mangda dados kanggén. Parikrama sané pinih mabuat wantah ri kala ngemem, duaning tan padagingin antuk parikrama inucap sinah sagu ring lontar punika kantun kahanan ipun, jagi ngawinang ngetngeté ngrusak lontar inucap,” asapunika Guru Budha nartayang. (was)
Citra. Caritanné kéné....,” sami katléhtéhang kadi baos ajinné ring Jero Selat miwah ring Jero Ujung ring ajeng. Sami sané mirengang kagiat bengong kadi sander kilap tan paujan. “Béh yéning sapunika wiyakti rumit,” baos Ayu Jeladi lan Arniek ngelut Ayu Citra. “Niki sampun ngawé keneh tiangé benyut, otaké blank ten bisa makeneh. Jembatané ngenah cara titi ugal-agil. Salanturné tiang ten inget napi-napi,” baosné Ayu Citra nangis. “Nggih Beli Wah. Polisiné ané nulungin manggihin HP di tasné. Bukaka wénten SMS ring tiang ngorang sedih makita mati. Tiang mara lakar males SMS-né sagét polisiné ngorang Gék Citra di RSUP Sanglah. Tiang sareng Beli Gus Cakra meluncur ka Sanglah. Dapetang Gék Citra matatu lakar operasi saha merluang donor darah. Tiang ngabél Beli Wah ajak timpal-timpalé ngalih donor. Mara tiang ngebél ngabarin tuaji,” aturné Gus
Catra. Saking jaban sagét ngranjing aji lan ibunné saking Jero Ujung sareng saking Selat, samian nyrogjog saha nangis masesambatan. Ibunné ngelut Ayu Citra ngasih-asih, “Nguda dadi margané ané kakéné tuut cening? Inget-ingetang anaké ragané.” “Ibu, Aji sareng sami. Mangkin sampunang dumun mapitutur magenepan ring Gék Citra. Banggayang dumun raganné istirahat. Bénjang ring jumah iringa mabaos pang akéh,” aturné Gusti Bagus Cakra matadah sengitan ring anaké lingsir. Dokteré rauh mriksa. “Sapunapi dok kawéntenan pianak tiangé,” baosné Gusti Gedé Karang sangsaya. “Yéning tatuné nénten sapunapi. Bayiné taler selamet. Nanging raganné kari syok antuk masalahé sané karasa rumit, sané ngawinang raganné hilang kendali,” baos dokteré. (Masambung)
8 Parahyangan
BPM/net
Pura Lingsar, Lombok
Nyabran Warsa Kamargiang Perang Topat PURA Lingsar wantah sinalih tunggil pura ageng ring Lombok sané kawangun olih Raja Karangasem. Pawangunan Pura Lingsar matetujon nyikiang krama Sasak sané akéhan magama Islam sareng krama Bali sané magama Hindu. Pura Lingsar kawangun madampingan sareng Kemaliq Lingsar sané kadadosang pinaka genah pemujaan krama Sasak. Sadurngnyané, ring genahé puniki krama Sasak sampun ngamargiang pemujaan majeng klebutan toya sané kawastanin Kemaliq. Kemaliq mawit saking kruna maliq sajeroning basa Sasak mateges keramat utawi suci. Klebutan sané wénten ring Kemaliq puniki, olih krama Sasak kasuciang pisan santukan pinaka genah icalnyané (moksa) sinalih tunggil penyiar agama Islam Wetu Telu sané mapeséngan Raden Mas Sumilir saking Kerajaan Medayin. Manut ajahan Hindu, krama sané magama tios nénten dados kapaksa nerima ajahan agama Hindu. Sané kapaksa olih raja Bali wantah ajahan yéning samian krama patut angayubagia majeng ring Ida Sang Hyang Widhi manut agama saha kaprecayan soang-soang. Antuk kawéntenané punika, pawangunan sané kamargiang olih Anak Agung Anglurah Gede Karangasem daweg warsa 1759 ring Lingsar katujuang majeng kalih soroh golongan krama, luiré: Krama Hindu miwah Krama Islam. Wagian wangunan majeng krama Hindu kawastanin Gaduh, sané tegesnyané pura. Wagian wangunan majeng krama Islam sané kasengguh Wetu Telu kawastanin Kemaliq, sané mateges keramat utawi suci. Gaduh miwah Kemaliq kawigunayang nyabran wénten upacara ring soangsoang agama, nanging nyabran warsa kamargiang tradisi Perang Topat olih umat Hindu sareng Islam ring pura sané kawastanin Pura Lingsar puniki. Perang Topat wantah sinalih tunggil upacara marupa perang-perangan antuk topat utawi ketipat pinaka senjata sané kawigunayang sajeroning perang. Perang Topat puniki kamargiang sadurung nandur pantun wus masan sabeh. Tetujonnyané, ngwaliang asil tanah (marupa topat) majeng witnyané (Lingsar). Asilnyané pacang kadadosang rabuk (bubus lowong) majeng bibit pantun sané pacang katandur. Sané patut rauh ring acara punika pamekas saking angga sekaa Subak Kecamatan Lingsar miwah Narmada. Perang Topat wantah cihna angayubagia majeng Ida Sang Hyang Widhi antuk waranugraha sané sampun kapolihang. Nyabran warsa sadurung Perang Topat, wénten makudang-kudang angga sekaa subak sané munggah ka Gunung Rinjani ngaturang pakelem ring Danau Segara Anak antuk tetujon nunas kalanduhan saha kasukertan. Ring Pura Lingsar puniki taler wénten kolam sané kawangun pinaka niyasa Bhatara Wisnu. Kolam inucap jimbarnyané 6.230 meter persegi. Kolam puniki kawastanin Telaga Ageng. Ring Telaga Ageng puniki wénten sia pancoran. Ring pancoran utawi kolam pinih kapertama pacang kapanggihin panyiuan koin sané makacakan. Koin inucap yukti magumana kaentungang ka tengahing kolam olih krama sané rauh ka Pura Lingsar. Manut kaprecayan, ngentungang koin prasida ngamolihang kasukertan. (kmb)
Dura Désa
Redité Wagé, 18 Februari 2018
Festival Tahu Tempe ring Banyuwangi
Ngamedalang Tempe ”Raksasa” MAKÉH soroh potensi budaya ring Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur sané kalimbakang mangda prasida ngawi angob para wisatawan sané malancaran ka Banyuwangi. Pinih anyar, Festival Tahu Tempe kamargiang ring Kelurahan Pengantigan, Kecamatan Banyuwangi, daweg Sukra (9/2) lintang. Festival puniki nyinahang kahanan para pengrajin tahu miwah tempe, sapisanan nyinahang soroh ajengan olahan madasar tempe. Sané tawah, festival inucap boya wantah nyinahang ajengan sané kakayanin antuk tempe. Krama irika makarya “tempe raksasa”. Ukurannyané antuk panjang 5 meter, diameter 15 centimeter. “Tempe raksasa” puniki kaarak saha kagoreng olih krama. “Mawit dasaan warsa sané lintang, krama iriki kasub pinaka sentra pengrajin tempe miwah tahu. Mangkin, wilangannyané kantos 28 pengrajin,” baos Fauzi, sinalih tunggil krama irika. Nganutin panglimbak masa saha panglimbak teknologi, baos Fauzi, pengrajin nénten wantah makarya tahu wiadin tempe matah. Nanging, ngamedalang kreasi anyar makarya ajengan olahan antuk bahan dasar tempe. Minakadi keripik tempe kantos serabi tempe. Wénten taler
amik-amikan saking tempe. “Makudang-kudang soroh ajengan olahan sané kakaryanin saking tempe miwah tahu kasayagayang majeng krama pamekas majeng tamiu sané malancaran ka Banyuwangi. Tetujonnyané, dumogi sayan akéh wisatawan sané rauh ka Banyuwangi,” baos Fauzi. Kerajinan tahu miwah tempe, weweh Fauzi, madué semangat gotong royong. Santukan, sajeroning makarya tahu wiadin tempe muatang krama akéh. Ma wi t kra m a p e t a ni s a né najuk kedelai, kuli panggul kantos pengrajin tempe. Satios punika, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas maosang, festival tahu miwah tempe prasida kadadosang paket wisata sané ngulangunin. Wisatawan baos Anas, prasida kaajak nyelehin tata cara makarya tempe. Mawit nyayagayang bahan, kantos ngolah tempe inucap kadadosang makudang-kudang soroh ajengan. “Punika prasida kadadosang paket wisata sané kaicén majeng wisatawan. Turis asing akéh sané seneng ring wisata experience,” tutur Anas. Nénten wantah nyelehin tata cara makarya tempe, wisatawan taler kaajak manggihin metode pengolahan tempe sané higienis. Mawinan para wisatawan prasida ngajeng soroh olahan tempe antuk ke-
BPM/udi
TEMPE RAKSASA – Krama ngarak tempe ”raksasa” sajeroning festival tahu tempe ring Kelurahan Pengantigan, Banyuwangi. bersihan sané terjamin. “Para wisatawan prasida manggihin tata cara makarya tahu miwah tempe antuk parikrama sané bresih. Salanturnyané, ngolah ajengan saking tempe,” baos
Candi Panataran
Kawangun Daweg Warsa 1194 CANDI Panataran utawi Candi Penataran wantah sinalih tunggil candi macorak Hindu sané sampun wénten daweg Kerajaan Kediri. Candi pinih ageng saha pinih jimbar ring Jawa Timur puniki magenah ring Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Genahnyané nepet ring lereng barat daya Gunung Kelud, ring sisi Kaja Blitar, ring ketinggian 450 meter di atas permukaan laut. Aran sujati Candi Penataran wantah Candi Palah manut sané munggah ring Prasasti Palah, miwah kawangun daweg warsa 1194 olih Raja Çrnga (Syrenggra) sané polih gelar Sri Maharaja Sri Sarweqwara Triwikramawataranindita Çrengalancana Digwijayottungadewa. Ring pangawit pawangunan candi inucap, Candi Penataran kawigunayang pinaka genah upacara agama Hindu. Tetujon saking upacara sané kamargiang minakadi mangda
kadohang saking baya letusan Gunung Kelud. Ring warsa 1286, Candi Naga kawangun ring komplek Candi Penataran. Ring Candi Naga puniki, wénten relief sia diri manusa ngamel naga. Naga punika wantah niyasa candra sengkala utawi warsa 1208 Saka. Daweg Jayanegara madeg agung, Candi Penataran malih polih uratian sané becik. Pemimpin salanturnyané, Tribuanatunggadewi miwah Hayam Wuruk taler urati ring kahanan candi, mawinan candi puniki dados candi negara resmi antuk status dharma lepas. Sajeroning Kitab Negarakertagama reriptan Mpu Prapanca (1365), kabaosang yéning Raja Hayam Wuruk sané daweg punika madeg ratu ring Kerajaan Majapahit warsa 1350 rauh ring warsa 1389 M, rauh ka Candi Penataran, Jawa Timur. Raja Hayam Wuruk rauh ka candi inucap antuk tetujon ngamargiang pemujaan Hyang Acalapat,
pinaka prabhawan Ida Bhatara Siwa pinaka Girindra utawi Raja Penguasa Gunung. Ring sumber tiosan, sinunggil kronik saking abad XV, kabaosang, Candi Penataran rumasuk genah sané kawigunayang pinaka genah malajahin agama miwah genah ziarah sané ramia karauhin krama. Kronik puniki nyaritayang indik pamargin sinunggil bangsawan Kerajaan Sunda ka Candi Penataran sané kasengguh Rabut Palah. Sakadi sané kabaosang sadurungnyané, Candi Penaratan rumasuk candi sané pinih jimbar miwah pinih ageng ring Jawa Timur. Candi puniki madué jimbar 12.946 m2. Ring komplek candi, wénten makudangkudang soroh wangunan. Ring ungkur candi wénten telabah sané ning. Ring ajeng candi wénten makudang-kudang wangunan candi perwara miwah balé pendopo. (kmb)
BPM/net
CANDI - Wangunan Candi Panataran utawi Candi Penataran sané magenah ring Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Anas. Warsané puniki, baos Anas, pemerintah magumana ngranjingang festival tahu tempe sajeroning 77 festival sané kamargiang sapanjang warsa. Manut Anas, festival
puniki metu saking pikayunan krama nyinahang saha nglimbakang potensi lokal. Mawinan prasida nglimbakang potensi ekonomi kreatif. (udi/uma)
Satua
I Bawang tekén I Kesuna (3) Kaketus saking Satua-satua Bali (X) DÉNING makejang tusing nyak ngampakin, magedi lantas I Bawang ngojog ka umah dadongné. Ditu lantas dapetanga masih jlananné makancing, makaukan lantas I Bawang, “Dadong, Dadong, ampakin icang jelanan!” “Nyen ento, I Bawang?” “Icang.” “Endén malu, dadong nu ngendihang tabunan.” Suba ngendih tabunané, ampakina lantas I Bawang jelanan. “Ngéngkén dadi peteng nyai mai?” “Icang dini nginep.” “Dadi nyai ngaba waluh, dija maan?” “Ditu sig umah Dadong Rangsasané.” Nglantas koné I Bawang nuturang paundukané matigtig, muah digasé ia nagih ampakang jelanan, ada nagih nomplok aji pabungbungan, aji blida, ada nagih ngagel aji saang kandikan. Kangen koné dadongné madingehang tutur I Bawangé kéto. Mara lantas empuga waluhé, teka misi mas-masan tur masesocan pakranyah, luiré: blengkes, bebadong, gelang miwah makudang-kudang bungkung. Kendel koné I Bawang. Rasa buka otonin koné kenehneé bana acepokan ia ngelah panganggo amonto liunné. Gelisang satua suba semengan, kacarita jani Mén Bawang lakar nyakan. Dening tusing ada api, tundéna pianakné I Kesuna ngidih api sig dadongné. Mara neked ditu, dapetanga I Bawang negak di ampiké nganggo sarwa mas-masan. Ngob koné I Kesuna lantas matakon, “Mbok, Mbok, dija Mbok maan panganggo mas-masan?” “Ditu sig Dadong Rangsasané.” “Icang ngidih ja bungkungé ané di kacing.” Ditu lantas I Bawang ngwalékang, “Ané nagih nomplok aji blida nagih ngidih bungkung. Da buin bungkung jrijin liman awaké lega, ané kacing batis awaké tuara lega.” Dadongné tundéna ngidihang masih tusing baanga. Ngeling koné I Kesuna mulih morahan tekén méménné, “Mémé, Mémé, idihang ja icang bungkung tekén I Bawang sig umah I Dadongé! Pakranyah panganggoné, sarwa mas-masan, idihin icang bungkung akatih tuara baanga.” “Dija ia maan mas-masan?” “I Rangsasa koné maang.” “Nah tegarang Mémé kema ngidihang.” Majalan lantas méménné kumah matuanné. Suba teked ditu dapetanga I Bawang nu negak di ampiké, ngomong lantas méménné, “Bawang, Bawang, bang ja adiné ngidih bungkung akatih!” “Nyén né ngidihang I Kesuna bungkung, ané nagih nomplok aji pabungbungan ibi sanja? Da bin ané di kacing limané, ané di kacing batisé tuara lega.” Nganti pang telu pang pat koné méménné ngomong, masih tuara baanga. Déning kéto, mulih lantas méménné morahan tekén I Kesuna, masaut I Kesuna. “Lamun kéto, tigtig suba icang jani, apang patuh buka I Bawangé maan mas-masan!” Tigtiga lantas I Kesuna tekén méménné. Mara teked di padiwangané, makaukan lantas I Kesuna, “Dadong, Dadong.” “Nyén ento?” “Icang I Kesuna.” “Ngéngkén nyai mai?” “Icang tigtiga tekén mémén icangé!” “Nah, mai ja dini alihin dadong kutu!” Kema lantas I Kesuna ngalihin I Rangsasa Kutu. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
Minggu WAGE, 18 Februari 2018
9
SPORT
Sejarah Baru NBA All-Star HAL 12
Pindahnya Neymar Picu Mahalnya Harga Pemain Madrid –
Kepindahan sensaional Neymar dari Barcelona ke PSG Paris dengan biaya transfer 220 juta Euro merupakan penyebab melambungnya harga transfer pemain sepak bola, kata wakil presiden Barcelona. Jordi Mestre mengatakan pemain depan Brasil berusia 25 tahun itu bermain ‘kucing-kucingan’ dengan Barcelona sebelum dia keluar bulan Agustus lalu. PSG membayar 220 juta Euro (Rp 3,6 triliun) untuk Neymar yang membuat
ujung tombak asal Brasil itu menjadi pemain termahal sepanjang sejarah. “Kami seharusnya bisa menghemat banyak uang dan kegaduhan media. Yang paling menyakitkan adalah bagaimana semua itu terjadi,” kata Mestre beberapa waktu lalu
Pemain Ditukar Minyak Zaitun
Ankara – Dalam proses transfer pemain sepak bola, salah satu yang menjadi sorotan adalah nilai transfer yang dikeluarkan demi mendatangkan sang pemain baru. Seperti misalnya Manchester United yang memegang rekor transfer termahal dengan Paul Pogba yang bernilai 89 juta pounds (sekitar Rp 1,5 triliun). Atau yang terbaru, Nemanja Matic yang dibayar dengan mahar 40 juta poundsterling atau lebih dari Rp 702 miliar. Namun seorang pemain asal Ghana menjadi sorotan bukan karena “berapa” nilai transfernya, tetapi “apa” yang menjadi alat bayar dalam prosesnya. Mohammed Sumaila, bergabung dengan klub asal Turki, Yorukalispor dengan bayaran 10 liter minyak zaitun. Klub tersebut berada di Kota Bursa dan mayoritas dihuni para petani. Klub yang tidak mempunyai uang akhirnya memaksa untuk membayar dengan hasil produk lokal, yakni minyak zaitun organik. Padahal Sumaila sendiri tak meminta bayaran apa pun. Sumaila diajak untuk bermain di turnamen yang berlangsung selama sebulan ini oleh salah satu mantan rekannya di Izmir Gaziemirspor bernama Tayfun Albayrak. “Saya berusia 25 tahun dan telah bermain sepak bola amatir di Turki selama hampir lima tahun. Saya sudah bermain untuk tim di Torbali, Tire, Soma, dan Gaziemir. Saya bergabung dengan Kutahya di musim depan, tapi sebelum itu saya diminta Yorukalispor untuk bermain di turnamen ini. Saya akan bermain di tim desa untuk pertama kalinya,” tutur Sumaila “Saya datang ke tim desa ini setelah diundang mantan rekan saya. Saya tak akan dibayar untuk bermain, tapi penduduk desa bilang mereka akan memberi saya produk lokal, minyak zaitun organik. Saya dengan senang menerima tawaran ini. Mimpi saya bermain di kasta pertama kompetisi Turki,” lanjutnya. (kmb33/rtr)
Mohammed Sumaila
BPM/rtr
Neymar menanda tangani kontrak baru untuk lima tahun di Barcelona pada Juli 2016, termasuk bonus pembaruan kontrak 8,5 juta euro (sekitar Rp 150 miliar). Jika Neymar lebih jelas tentang niatnya, kata Mestre harga transfer
pemain bola tak akan melonjak gila-gilaan begitu. “Kalau saja di memberi tahu kami ingin pindah PSG akan bisa membelinya dengan harga lebih murah dan kami juga akan bisa membeli pemain lain dengan harga lebih murah pula,” imbuhnya. Pada saat pindah Neymar mengatakan bahwa dia mengikuti hatinya. “Keputusan ini sangat sulit diambil.
Saya bukan melakukannya demi uang. Saya melakukannya untuk motivasi dan tantangan baru,” kata Neymar. Sejak ditinggal Neymar, Barcelona menghabiskan £142 juta untuk mendatangkan Philippe Coutinho dari Liverpool dan sebelumnya mendatangkan Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund dengan biaya awal transfer 97 juta Euro, yang bisa naik menjadi 136 juta
jika Dembele terlibat dalam berbagai sukses Barcelona meraih gelar. Klub-klub Liga Primer menghabiskan dana £430 juta di jendela transfer Januari yang mencakup transfer Virgil van Dijk sebesar £75 juta dari Southampton ke Liverpool. Ini merupakan nilai total transfer terbesar di jendela transfer Januari. Setelah Neymar pindah, Barcelona mengatakan bah-
wa mereka akan menahan bonus kesetiaan 26 juta euro (sekitar Rp 350 miliar). “Kita sudah sampai pada suatu titik di mana kita melihat kemana arah semua ini. Maka kami mengatakan kepada Neymar bahwa kami tidak akan memberikan biaya perpanjangan kontraknya,” kata Mestre. FIFA saat ini sedang menyelidiki hal ini menyusul pengaduan resmi dari Neymar. (kmb33/rtr)
Rumitnya Proses Transfer Pemain London – Setiap musim panas, sejumlah besar uang berpindah tangan ketika klub sepak bola top bersaing mendapatkan pemain terbaik. Begini mekanismenya. Jumlah uang yang terlibat sangat besar. Pemain bintang asal Brasil Neymar baru-baru ini pindah dari Barcelona ke Paris Saint Germain seharga 222 juta euro atau 3,5 triliun rupiah. Ini lebih dari dua kali lipat rekor sebelumnya sebesar Rp 1,6 triliun (105 juta euro) yang dibayar untuk pemain Prancis Paul Pogba. Dan itu hanya untuk tahun lalu. Tidak ada batasan berapa sebuah tim dapat belanjakan untuk para pemainnya. Jadi sampai di mana titik batasnya? Sepak bola adalah sebuah pasar global dan para pemain topnya senantiasa berpindah. David Beckham misalnya, bermain untuk klub-klub di Inggris, Spanyol, AS, Italia dan Prancis selama masa kariernya. Para pemain profesional menandatangani kontrak dengan klub-klub untuk jangka waktu hingga lima tahun. Jika seorang pemain ditransfer sebelum kontraknya berakhir, klub yang baru membayar kompensasi ke klub lama. Ini yang disebut dengan biaya transfer. Dua kali setahun. Regulasi FIFA menetapkan dua periode tahunan klub dapat membeli pemain asing yang disebut sebagai jendela transfer. Jendela transfer yang lebih panjang durasinya jatuh di antara musim dan yang lebih singkat durasinya jatuh di pertengahan musim, namun waktu pastinya ditentukan oleh asosiasi sepak bola negara masingmasing. Di banyak negara Eropa jendela transfer berakhir pada 31 Agustus. Di AS berakhir pada 9 Agustus.
gian terbesar. Jadi berharap banyak pada penjualan kaos PSG Neymar. Menjual hak penyiaran menghasilkan 39 persen pendapatan dan penjualan tiket hanya sekitar 18 persen. Angka-angka ini tidak termasuk biaya transfer, namun klub hanya dapat menghasilkan uang dengan menjual pemain.
BPM/rtr
PINDAH - Philipe Coutinho saat diperkenalkan oleh Barcelona setelah pindah dari Liverpool. Para pemain, agen mereka, klub dan semua pengacara mereka harus membahas sebuah kontrak baru secara mendalam. Pembahasan itu termasuk detil gaji dan bonus, seperti bonus kontrak dan loyalitas. Para pemain juga menjalani pemeriksaan medis untuk memeriksa apakah mereka cukup sehat untuk bermain. Jika pemeriksaan ini menunjukkan adanya cedera yang tak terdeteksi sebelumnya, akan mempengaruhi nilai biaya transfer. Contohnya transfer Neymar. Uang sejumlah 222 juta euro itu tidak dibayarkan kepada Neymar. PSG membayarnya ke FC Barcelona sebagai jaminan untuk menggunakan jasanya. Secara teknis mereka membayar klausul pembelian di kontrak Neymar yang lama dengan Barcelona, yaitu 222 juta euro. Ayah Neymar, agen dan lainnya akan
berbagi pembayaran 38 juta euro untuk memfasilitasi perpindahan itu, menurut beberapa laporan. PSG kemudian akan membayar gaji Neymar sekitar 45 juta euro per tahun sebelum pajak, dan berharap dapat menghasilkan laba dari nama dan citranya. Hak citra dapat menjadi hambatan saat menegosiasikan kontrak. Klub-klub biasanya meminta hak eksklusif untuk mengontrol bagaimana citra pemain itu muncul di iklan dan publisitas. Namun pemain biasanya keberatan untuk menyerahkan kesempatan menguntungkan untuk mendapatkan penghasilan iklan. Jadi semua pihak harus mendapatkan kesepakatan, misalnya pendapatan dari menggunakan citra pemain dibagi 50/50 antara pemain dan klub. Di kasus Neymar lebih kompleks lagi. Barcelona
mengatakan mereka berniat menuntutnya karena melanggar kontrak, karena dia menerima sebagian uang bonus pembaruan saat dia menandatangani kontrak baru tahun lalu. Klub Spanyol itu menuntut Rp 130 miliar (8,5 juta euro) sebagai kerugian, ditambah pengembalian dari bonus yang tidak diungkap jumlahnya dan tambahan 10 persen dari jumlah itu dalam bentuk bunga. Sepak bola adalah industri yang kaya. 20 klub terkaya di dunia, semuanya klub Eropa menghasilkan RP 117 triliun (7,4 miliar euro) pada 2015/2016, menurut sebuah analisa yang dikeluarkan Deloitte. Klub penghasil tertinggi adalah Manchester United, menghasilkan Rp 10 triliun (689 juta euro). Sumber-sumber komersil seperti sponsor iklan dan barang dagangan menghasilkan 43 persen, ba-
Aturan Bosman Sebelum 1995, banyak klub Eropa memiliki kuota pemain asing. Peraturan Bosman di tahun itu melarang pembatasan pemain dari dalam Uni Eropa, membuka pasar internasional yang kompetitif. Biaya transfer mulai naik, begitu pula jumlah pemain asing. Pada 2016 hampir 70 persen pemain di Liga Premier Inggris adalah ekspat. Sekarang klub top menjadi semakin kaya. Pendapatan TV yang meningkat adalah alasannya. Pada 2016, klub di Liga Premier menandatangani kesepakatan tiga tahun senilai RP 180 triliun (10,4 miliar pound) dengan stasiun TV. Itu adalah kesepakatan bisnis paling menguntungkan di industri sepak bola profesional. Di Inggris, stasiun TV BT dan Sky sekarang membayar Liga Premier lebih dari Rp 170 miliar (10 juta pound) untuk menyiarkan setiap pertandingan. Daya beli yang sangat besar ini disaring lewat biaya transfer yang lebih tinggi. Klub-klub menghabiskan lebih banyak uang untuk transfer internasional tahun lalu dibandingkan dengan sebelumnya. Menurut FIFA rekor Rp 65 triliun ($4,78 miliar) dihabiskan untuk 14.591 kesepakatan kontrak di seluruh dunia pada 2016 atau sekitar Rp 4,5 miliar ($328 ribu) per rata-rata kesepakatan. (kmb33/rtr/ap)
10
Profil
Bola
Minggu Wage, 18 Februari 2018
Tite Kantongi Pemain untuk Timnas
Sering Menangis
KIPER dan kapten Juventus Gianluigi Buffon ternyata sosok yang sangat emosional. Buffon bahkan mengaku sangat sering menangis sepanjang hidupnya. Terakhir kali Buffon menangis dalam wawancara setelah timnas Italia tak gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018, setelah diimbangi Swedia 0-0 di playoff kedua. Rekaman video itu pun menjadi viral di media sosial. Bisa dipahami kesedihan kiper berusia 40 tahun ini. Pasalnya, Piala Dunia 2018 adalah turnamen internasional terakhir Buffon yang merencanakan pensiun di musim panas nanti. Namun, pada dokumenter Juventus yang ditayangkan oleh Netflix, First Team: Juventus, Buffon membuat pengakuan sisi dirinya yang sentimental. “Saya sangat sering menangis. Saya menangis saat sedang sendiri. Itu akan membebaskan Anda dan membuat Anda merasa menjadi manusia,” jelas sosok berusia 40 tahun itu. “Saya tak pernah menangis karena sepak bola. Saya mungkin bisa tersentuh, tapi tangisan bukan tentang kekalahan. Hal ini biasanya terjadi pada hal-hal yang lebih kompleks dan romantis,” tutupnya. (kmb33/rtr)
GOL - Striker Olivier Giroud merayakan gol pertamanya bagi Chelsea.
BPM/rtr
Chelsea Lolos ke Perempat Final
London – Runner up Piala FA musim lalu, Chelsea mencetak empat gol sebelum turun minum untuk menghancurkan tim divisi kedua Hull City dengan skor 4-0. Kemenangan telak yang diraih Sabtu (17/2) kemarin itu, sekaligus mengantarkan The Blues melaju ke perempat final. Willian menyarangkan dua gol dan Olivier Giroud mencetak gol perdananya untuk klub sejak didatangkan dari rival sekota Arsenal. Sedangkan Pedro juga menyumbang gol untuk pasukan Antonio Conte yang tampil dominan.
Masih Bisa Lolos
Penyerang Paris Saint-Germian, Kylian Mbappe optimistis timnya mampu melumpuhkan Real Madrid dan membalikkan keadaan di Liga Champions. Kesempatan ke perempatfinal belum habis. PSG harus bekerja ekstra keras jika ingin melaju ke babak delapan besar Liga Champions. Mereka membutuhkan minimal kemenangan 2-0 atas Los Blancos setelah digasak Madrid 1-3 pada leg pertama pada perempatfinal tengah pekan lalu. Gawang PSG dibobol dua kali oleh Cristiano Ronaldo dan sekali oleh Marcelo. PSG hanya mampu membalas satu gol lewat Adrien Rabiot. Dari sisi penguasaan bola, PSG sejatinya mampu tampil lebih sip dengan perbandingan 51:49. PSG juga membuat cukup banyak percobaan hingga delapan tempat dengan empat yang on goal. Madrid membuat 12 tembakan dengan delapan yang tepat sasaran. Makanya Mbappe yakin PSG mampu membalikkan keadaan. Modal bagusnya, PSG bakal didukung suporternya saat tampil pada leg kedua di Stadion Parc des Princes pada 7 Maret 2018. Selain itu, Mbappe minta agar PSG mampu menunjukkan determinasi. “Kekalahan itu sulit untuk diterima, namun kesempatan belum tertutup. kami masih memiliki satu pertarungan untuk dimenangkan agar kami bisa lolos lebih jauh,” kata Mbappe. “Kami memiliki kualitas, namun kami juga harus menunjukkan determinasi dan solusi tanpa batas. Di Parc des Princes segalanya masih memungkinkan dan kami tahu fans akan panas. Mereka akan mendukung kami sampai akhir,” ujar dia. (kmb33/rtr)
Buang Peluang
Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan belum sepenuhnya puas dengan performa anak asuhnya pada perebutan peringkat ketiga Piala Presiden 2018. Utamanya, kecerobohan membuang peluang. Sriwijaya memastikan predikat peringkat ketiga Piala Presiden usai menggasak PSMS Medan 4-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (17/2) kemarin. Empat gol itu diciptakan oleh Mohamadou N’diaye, Makan Konate, Patrich Wanggai, dan Esteban Vizcarra. “Overall saya cukup puas, tapi belum puas sekali. Kalau lihat dari statistik tujuh pertandingan di Piala Presiden kita kemasukan tiga gol. Saya puas di transisi menyerang ke bertahan, tapi sebaliknya dari bertahan ke menyerang, beberapa pertandingan kita terlalu banyak buang peluang,” kata Rahmad Darmawan usai pertandingan di SUGBK, Jakarta. Dia mencontohkan, kegagalan masuk ke final saat dikandaskan Bali United juga tak lepas karena banyaknya kesempatan yang tak berhasil dikonversi jadi gol. “Saat lawan Bali United kita sudah bermain bagus, tapi nggak bagus dalam selesaikan peluang,” terang mantan pelatih Persija Jakarta ini. Diungkapkannya, pertandingan yang dijalani selama Piala Presiden sangat berharga baginya untuk melakukan bongkar pasang pemain sebelum berlaga di kompetisi Liga 1, dengan sejumlah jadwal pertandingan yang bakal mepet. “Dari awal saya bayangkan perlu skuat yang gemuk buat tutupi jadwal. Turnamen ini jadi simulasi kita merotasi pemain, kapan harus meletakkan pemain, kapan harus istirahatkan pemain. Simulasi yang sama akan kami buat di Piala Gubernur Kaltim. Makanya saya daftarkan 30 pemain di Liga 1,” ujar Rahmad. (ant)
Pertandingan putaran kelima lainnya malam ini mempertemukan Leicester City yang juga berhadapan dengan tim Championship, namun mereka harus bekerja lebih keras untuk meraih kemenangan 1-0 atas Sheffield United. Jamie Vardy membukukan gol semata wayang pada menit ke-66, gol kelimanya secara berturut-turut di semua kompetisi. Leicester mampu mencapai perempat final untuk pertama kalinya sejak 2012, saat itu mereka disingkirkan tim yang kemudian menjadi juara Chelsea. Terdapat empat pertandingan lagi pada Sabtu, ketika juara 12 kali Manchester United bermain di markas Huddersfield Town, sedangkan pertandingan lain mempertemukan dua tim divisi teratas West Bromwich Albion menjamu Southampton. Tim divisi ketiga Rochdale akan menjamu Tottenham Hotspur hari ini, dan pada Senin (19/2) besok pemuncak klasemen Liga Inggris Manchester City akan berhadapan
dengan tim divisi ketiga Wigan Athletic pada ulangan final 2013 yang secara mengejutkan dimenangi oleh “The Latics.” Chelsea yang percaya diri Willian hanya memerlukan dua menit untuk membawa Chelsea memimpin saat melawan Hull, melengkungkan bol dengan kaki kirinya dari tepi kotak penalti. Cesc Fabregas menyodorkan bola untuk dimaksimalkan Pedro untuk mengubah skor menjadi 2-0 pada menit ke-27, dan Willian kemudian menggunakan kaki kanannya untuk memberikan dampak menghancurkan melalui tembakan mendatar yang gagal diantisipasi kiper David Marshall. Pemain internasional Prancis Giroud melakukan penyelesaian apik dari umpan tarik Emerson untuk memulai pesta di babak kedua. Dengan satu mata menatap ke pertandingan leg pertama 16 besar Liga Champions di markas Barcelona, Chelsea mengendurkan tekanan pada babak kedua. “Ini merupakan hal bagus
bagi kami. Hal terpenting adalah kami berada di putaran selanjutnya. Sekarang kami harus mempersiapkan diri untuk pertandingan melawan Barcelona,” kata Conte yang mengistirahatkan Eden Hazard. “Anda berharap untuk selalu memiliki pertandingan yang dapat Anda dominasi. Start kami imprisif. Kami memulainya dengan fokus dan konsentrasi yang hebat, keinginan untuk mencetak gol dan ingin melaju ke putaran selanjutnya. Saya benar-benar puas dengan komitmen para pemain saya.” Setelah pertandingan melawan Barcelona, Chelsea akan berhadapan dengan Manchester United dan Manchester City di liga dan Conte mengatakan kepercayaan diri telah kembali ke timnya. “Sekarang kami kembali memiliki kepercayaan diri yang tepat. Namun dalam dua pekan mendatang kami harus memainkan pertandinganpertandingan besar dan kami harus kuat. Barcelona, United dan City. Kami siap,” tutupnya. (ant)
Barcelona – Aksi memalukan baru saja dilakukan empat pemain West Bromwich. Mereka diduga mencuri sebuah taksi pada saat tim sedang menjalani kamp latihan di Barcelona. Insiden itu terjadi pada Kamis (15/2) kemarin, waktu setempat. Keempat pemain itu adalah Boaz Myhill, Jonny Evans, Gareth Barry, dan Jack Livermore. Berdasarkan keterangan dari Kepolisian Catalunya bahwa keempat pemain itu ingin jalan-jalan di Barcelona tapi semuanya sudah tutup, sehingga mereka memanggil taksi untuk pergi ke sebuah restoran cepat saji. Saat pergi, sekitar pukul 05.30 pagi mereka diduga mengendarai taksi itu sendiri untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap, The One Boutique Hotel. Polisi lantas dipanggil oleh pihak hotel dan taksi tersebut akhirnya kembali kepada sopirnya di pagi harinya. Untungnya Myhill, Evans, Barry, dan Livermore hanya
ditanyai, tidak sampai ditahan pihak yang berwenang. Namun manajer West Brom, Alan Pardew sangat tidak senang dengan kelakuan anak asuhnya. Pasalnya, West Brom ingin fokus memperbaiki performa setelah berada di dasar klasemen Premier League. “Sejujurnya saya tidak tahu secara jelas, karena itu kami menginvestigasinya. Klub membuat pernyataan demi menghindari spekulasi yang terlalu luas,” ujarnya pada konferensi pers, Sabtu (17/2) kemarin. “Bukan ini yang kami inginkan. Kami pergi ke Barcelona untuk berlatih dan berkembang. Kejadian ini benar-benar datang di waktu yang tak ideal. Mereka melanggar jam malam kami, dan itu tak bisa diterima. Saya sangat kecewa.” “Kami sudah menyelidiki masalah itu dan saya tak bisa berkomentar lebih banyak. Kami hanya ingin berkonsentrasi pada laga Piala FA melawan Southampton.
Kami hanya ingin merespons masalah ini dengan performa di laga itu,” jelas Pardew. Keempat pemain tersebut langsung meminta maaf dan membuat pernyataan resmi lewat situs resmi West Brom. “Pada kesempatan ini kami ingin meminta maaf kepada rekan-rekan, manajer, klub, terutama suporter, terkait insiden negatif itu. Kami sebagai pemain yang terlibat pada insiden di Spanyol, merasa harus membuat pernyataan ini atas respek kepada rekan-rekan yang tak terlibat apapun,” tulis mereka. “Kami secara jujur mengakui dan meminta maaf atas pelanggaran jam malam yang terjadi. Dan akan menerima hukuman atas pelanggaran profesionalisme. Kami akan bekerja sama atas penyelidikan yang ada. Kami juga ingin memastikan bahwa kejadian ini sama sekali tak ada hubungannya dengan hasrat memulihkan tim dari musim yang sulit,” imbuh pernyataan tersebut. (kmb33/rtr)
Rio de Janeiro – Pelatih Brasil Tite sudah punya 15 nama pemain yang sudah pasti masuk skuat Selecao untuk tampil di Piala Dunia 2018 mendatang. Siapa saja? Dalam sebuah wawancara, Tite menyebut sejumlah nama pemain yang sudah dijamin masuk skuat untuk tampil musim panas mendatang. Dari daftar itu ada kuartet Brasil di Paris Saint-Germain, yakni Daniel Alves, Marquinhos, Thiago Silva, dan Neymar. Sedangkan dari Premier League ada Roberto Firmino (Liverpool), Willian (Chelsea), dan Gabriel Jesus dan Fernandinho (Manchester City). Selain itu, tempat otomatis lain dipegang oleh duo Barcelona, Philippe Coutinho dan Paulinho, Casemiro dan Marcelo dari Real Madrid, kiper AS Roma Alisson, Miranda dari Inter Milan dan pemain Beijing Guoan Renato Augusto. Dengan demikian, maka tinggal tersisa delapan tempat kosong dalam skuat Brasil-nya Tite untuk tampil di Rusia musim panas mendatang. Tempat ini akan diperebutkan pemain-pemain macam Alex Sandro, Douglas Costa dan Ederson. “Daftar ini masih terbuka pada satu bagian dan sudah tertutup di bagian lainnya,” kata Tite, Sabtu (17/2) kemarin. Tite telah menunjukkan kepada tim berjuluk Selecao itu apa yang hilang sejak mereka mengalami kesengsaraan pada Piala Dunia empat tahun lalu di Brasil. Pelatih berusia 56 tahun itu memulihkan kebanggaan negaranya dengan lolos secara meyakinkan ke putaran final Piala Dunia 2018, dari babak kualifikasi Zona Amerika Selatan. Timnas Brasil menang delapan kali beruntun dalam babak kualifikasi dan menjadi tim pertama yang lolos ke Rusia 2018, selain tuan rumah. “Tite adalah seorang pelatih hebat, salah satu yang terbaik di dunia. Ia hanya tidak punya status seperti Guardiola dan Mourinho, karena ia tidak berada di Eropa,” kata mantan pemain internasional Brasil, Neto yang kini menjadi pengamat sepak bola. Tite mengambil alih jabatan pelatih Brasil pada Juni 2016, setelah Brasil tersingkir dari Piala Amerika Selatan dan terpuruk di urutan keenam babak kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Amerika Selatan. Tite membalikkan keadaan tim Selecao secara fantastis. Pasalnya, pada Maret 2017 mereka menjadi tim pertama yang lolos kualifikasi ke Rusia selain tuan rumah. Tite membenahi kembali kekuatan tim Brasil setelah kalah telak 1-6 melawan Jerman pada babak semifinal Piala Dunia 2014 di bawah asuhan Dunga. Tite suatu saat mengatakan, “Seorang pelatih harus tahu mesinnya. Berapa banyak yang bisa dibutuhkan dan cara kerjanya. Tahu bagian mana yang bisa Anda pacu lebih keras.” Dalam rentang waktu selama 18 bulan, Tite telah mengembalikan spirit yang kian lama menghilang di tim Brasil semasa ditangani Dunga. Sekarang Tite sedang berusaha membawa kembali sejumlah daya magis tim nasional Brasil pada masa lalu. “Yang paling mempesona saya adalah Brasil tahun 1982. Mereka bermain hampir seperti tanpa berpikir lagi,” kata Tite. “Skuad saat itu begitu mengesankan. Roberto Falcao, Socrates, Toninho Cerezo, dan Zico. Saya melihat tim itu dan saya berpikir betapa indahnya bermain sepak bola,” Tite melanjutkan. Tapi Tite juga tahu bahwa tim Brasil yang dari sudut kualitas permainan, keterampilan individu dan daya pikat yang begitu hebat pada Piala Dunia 1982 bisa tersingkir. Dunia seperti meratap ketika tim yang sangat artistik itu akhirnya dikalahkan Italia dengan pertahanan kuat dan serangan baliknya. Hal itu juga yang membuat Tite sadar impiannya untuk membuat tim Brasil seperti era Zico dan kawan-kawan 1982 bukan cara terbaik dalam sepak bola modern sekarang. Harus ada keseimbangan antara menyerang dan bertahan, serta kapan main cantik dan tampil efektif. Tite sudah menunjukkan perbaikan penampilan Timnas Brasil yang sudah identik dengan permainan menyerangnya, tanpa melupakan fokus kepada pertahanannya. Di Rusia, Juni nanti racikan Tite kepada Neymar dan kawankawan akan diuji lagi. Menurut Neto, Tite punya kelebihan sekaligus kelemahan, yaitu sangat mempercayai pemain pilihannya. Hal itu acapkali membuatnya bersikap kurang keras dalam melatih dan susah untuk mengganti pemain yang lagi menurun penampilannya. (kmb33/rtr)
Pemain West Brom Diduga Curi Taksi
BPM/rtr
CURI - Empat pemain West Brom yang diduga mencuri taksi (dari kiri ke kanan), Jonny Evans, Gareth Barry, Jack Livermore dan Boaz Myhill.
Jose Mourinho
BPM/rtr
MU Cari Gelandang
Manchester – Manajer Manchester United Jose Mourinho menegaskan, timnya sedang mencari gelandang yang akan didatangkan di musim panas, bukan pemain sayap atau penyerang. Kebutuhan akan pemain tengah itu sendiri disebutnya berkaitan dengan bakal pensiunnya Michael Carrick pada musim panas untuk kemudian masuk staf pelatih Setan Merah. MU sendiri saat ini santer dikaitkan dengan beberapa pemain tengah, seperti Sergej Milinkovic-Savic dari Lazio dan bintang Nice Jean Michael Seri. “Kami butuh mendatangkan seorang gelandang karena kami akan kehilangan Michael Carrick. Tentu kami butuh keseimbangan dalam tim,” ujar Mourinho, Sabtu (17/2) kemarin . “Dua-tiga bulan lalu, ketika membahas bursa transfer, saya sudah pernah mengatakan hal tersebut. Ketika sebagian dari kalian mengatakan bahwa kami akan membeli penyerang ini, pemain sayap itu, saya sudah pernah mengatakan hal serupa. Anda bisa menuduh saya atas banyak sebutan, tapi Anda tak bisa bilang saya bohong. Dua bulan lalu saya sudah pernah mengatakan kami sedang mencari pemain dan berusaha mendatangkan seorang gelandang, bahwa kami tidak ingin merekrut penyerang atau pemain sayap,” tuturnya. Pogba Mourinho membantah kabar tak sedap yang menyebut Paul Pogba tak betah di MU. Mourinho juga membantah ia dan Pogba tak akrab lagi. “Bohong besar bahwa hubungan kami tak bagus. Bohong besar bahwa kami tidak berkomunikasi. Bohong besar bahwa dia tak cocok dengan posisinya di tim,” ujar Mourinho. Sebelumnya muncul kabar bahwa Pogba sudah tak kerasan bermain di MU. Penyebabnya, Mourinho memainkan Pogba tak di posisi yang sesuai dengan keinginan sang pemain. Pogba kabarnya ingin bermain sebagai gelandang serang. Namun Mourinho justru memberi peran sebagai holding midfielder. Ini membuat Pogba harus bergeser sedikit ke tengah ketimbang ke depan. Hal tersebut dikabarkan membuatnya tak nyaman dan leluasa. Mourinho menganggap penurunan performa Pogba adalah urusannya dan internal MU. Manajer asal Portugal ini pun meminta pers tidak menyebarkan kabar bohong terkait hal tersebut. “Ini adalah masalah saya dan Pogba, untuk memperbaiki penampilannya. Anda tidak perlu menjadi pembohong,” ujar Mourinho. (kmb33/ap/rtr)
Juara
11
Minggu Wage, 18 Februari 2018
I Gusti Agung Putra Handayana
Karate dan Model
KARATEKA Kota Denpasar I Gusti Agung Putra Handayana sukses mendulang emas di kelas kumite -67 kg, pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Selain itu, karateka yang akrab disapa Gung Tra ini juga menyumbang medali perunggu di nomor kumite beregu. Gung Tra pernah mewakili Bali pada PON XIX di Jabar pada 2016 silam, dan menyumbang perunggu di kelas -67 kg. Prestasi spektakuler Gung Tra merupakan satu-satunya karateka Indonesia penyumbang medali emas pada Pekan Olahrga Mahasiswa (POM) ASEAN di Laos. ‘’Saya belajar bela diri karate sejak duduk di bangku kelas 3 SD,’’ tutur atlet kelahiran Denpasar, 19 November 1992 ini. Gung Tra belajar karate di Dojo Campuhan Asri (DCA) dan kini kembali melatih di DCA. Alumnus FH Unud ini sedang melanjutkan studi Kenotariatan di Unwar dan sekarang duduk di semester IV. ‘’Saya tetap ingin meraih emas pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, kemudian masuk tim Pra PON dan kembali tampil di PON Papua 2020,’’ papar Gung Tra yang pernah bekerja di bank pemerintah selama 11 bulan, kemudian mengundurkan diri. Di balik kesuksesannya sebagai karateka, Gung Tra juga dikenal sebagai model. Ia menjadi runner-up Jegeng Bagus Tabanan 2015. Dia pun dinobatkan menjadi Mister Geopark Indonesia 2017, The best project Bakti Pemuda untuk Negeri, The best video promotion Mister Tourism Indoensia, serta favourite video promotion Mister Tourism Indonesia. (nel)
Patricia Jelita Sembiring
Ingin Jadi Dokter
ATLET taekwondo dari Dojang Dinasty TNIAL Patricia Jelita Sembiring sukses mendulang emas di nomor kyorugi kategori pemula, kelas -22 kg pada Bali Open Taekwondo International Tournament 2018 di GOR Purna Krida, Kerobokan, 16-18 Februari. ‘’Satya bersyukur bisa merebut gelar juara pada event yang dirangkaikan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Challenge Taekwondo Tournament 2018 ini,’’ kata siswi kelas V SD Harapan Denpasar. Taekwondoin yang akrab disapa Patris ini mengakui dirinya belajar ilmu bela diri sejak duduk di bangku kelas 1 SD, ditangani pelatih Sabelum Wayan Sumada. Patris menerangkan, dirinya sering keluar sebaga juara I dan II,dalam mengikuti berbagai turnamen, termasuk Piala Wali Kota. ‘’Saya berlatih tiap Selasa, Kamis, Jumat dan Minggu,’’ tutur taekwondoin kelahiran Denpasar, 10 Juni 2007 ini. Patris tetap getol berlatih taekwondo sepulang sekolah, bahkan prestasi akademis di sekolahnya lumayan, mengingat dirinya di kelas ranking 4 sampai dengan 6. Patris ingin tetap menekuni taekwondo, seraya bercita-cita ingn menjadi dokter. ‘’Jadi dokter bisa menolong keluarga maupun mengobati masyarakat umum,’’ terang putri pertama pasangan Gunawan Sembiring dan Jumiati ini. (nel)
BPM/ant
KECOH-Pemain Sriwijaya FC Alberto Goncalves (kiri) berusaha mengecoh penjaga gawang PSMS Medan Abdul Rohim, dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Presiden di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (17/2) kemarin.
Sriwjaya FC Juara III Piala Presiden
Jakarta (Bali Post)-
Sriwijaya FC merebut juara ketiga pada Piala Presiden 2018, setelah mengalahkan PSMS Medan dengan skor 4-0 di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (17/2) kemarin. Sejak pertandingan dimulai, Sriwijaya FC langsung menyerang jantung pertahanan PSMS Medan yang ditangani pelatih Djajang Nurjaman, Muhammad Roby dan Rodrigues. Beberapa kali peluang tercipta melalui kaki striker Sriwijaya FC, yakni Patrick Wanggai dan Manuchehr Dzalilov, namun serangan terbaca lawan sehingga membuat peluang terbuang percuma. Tim PSMS juga tak kalah sengit melancarkan serangan ke sektor sayap Sriwijaya FC, namun tempo cepat yang ditawarkan lawan mampu dipatahkan tim asal Sumatera Selatan.
Dalam laga ini terlihat Sriwijaya FC lebih piawai dalam menyeimbangkan antara menyerang dan bertahan, sementara PSMS pandai membuat serangan cepat. Selama masa 45 menit itu, kedua tim jual beli serangan. Pada masa injury time, pemain belakang Sriwijaya FC Mohammadou Ndiaye akhirnya memecah kebuntuan gol. Tandukannya yang menyambar bola umpan sepak pojok dari Makan Konate tak
dapat dibendung penjaga gawang Abdul Rohim. Skor 1-0 untuk Sriwijaya FC ini bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua berlangsung, Sriwijaya FC mencetak gol keduanya melalui sundulan Hamka Hamzah pada menit 52. Skor menjadi 2-0 untuk Laskar Wong Kito. Gol Manuchehr Dzalilov pada menit ke-76 menambah keunggulan 3-0. Setelah unggul tiga gol, pelatih Sriwijaya FC Rah-
mad Darmawan banyak melakukan penggantian pemain,untuk memberikan kesempatan kepada pemain cadangan. Pada pengujung babak kedua, Esteban Vizcarra menit ke-86 menambah keunggulan Sriwijaya FC menjadi 4-0. Skor ini bertahan hingga pertandingan usai. Pelatih PSMS Djajang Nurjaman, mengatakan, bahwa timnya bisa menerima hasil ini, karena Sriwijaya FC diketahui sebagai tim yang diperkuat pemain syarat pengalaman. “Kami kalah pengalaman dan kalah materi, sehingga hanya mampu memberi perlawanan di babak awal. Sebena-
rnya kami hanya kecolongan gol bola mati. Bagaimana pun hasilnya, terpenting evaluasi. Namun secara keseluruhan hasil ini lumayan bagus bagi kami, karena bisa masuk perebutan juara tiga,” kata dia. Sementara itu, Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengatakan, laga ini sebenarnya tidak mudah, karena masa recovery pemain yang hanya dua hari. “Di awal kami lambat, tapi pada babak kedua baru bisa mengontrol permainan. Baru ada game passing, penetrasi passing dan kombinasi one to play,” kata RD, panggilan akrab Rahmas Darmawan. (ant)
BPM/022
JUARA — Tim futsal SMPN 9 Denpasar (kanan) menerima piala dari wakil KONI Kota Denpasar, Dewa Dede Rai pada turnamen Piala Wali Kota IX/2018 di Lapangan futsal Estadio, Padangsambian, Sabtu (17/2) kemarin.
Tim Futsal Spensya Pertahankan Gelar
Denpasar (Bali Post)Tim futsal SMPN 9 Denpasar (Spensya) berhasil mempertahankan gelar dalam turnamen Piala Wali Kota IX/2018 pasca di final menundukkan lawannya, SMPN 6 dengan skor 4-1 di Lapangan Futsal Estadio, Padangsambian, Sabtu (17/2) kemarin. Sedangkan juara III direbut SMP Nasional dan juara IV tim futsal SMP Harapan. Para tim juara mendapatkan uang pembinaan Rp 2,5 juta, kemudian Rp 2 juta, Rp 1,5 juta dan juara IV Rp 1 juta. Kapten Spensya Kadek Yoga Prasetya, mengakui timnya layak juara, sebab beberapa pemain berlatih di SSB Mandala United (MU), seperti dirinya, Kadek Lanang Mahendra, Lanang, serta Komang Gede Gautama. ‘’Secara kebetulan kami berlima ini sebagai pemain kunci,’’ ujarnya. Pemain lainnya, seperti Farhan berlatih di Garuda Sakti Bali (GSB) serta Robin bergabung di SSB Paris Saint Germain (PSG). Kadek Yoga menjelaskan, timnya berlatih dua sampai tiga kali dalam sepekan di Futsal Zone. ‘’Futsal merupakan ekstra kurikuler (ekskul) di sekolah kami,’’ kata siswa kelas 3 SMPN 9 Denpasar yang berlokasi di Sanur. Yoga optimis tahun depan adik kelasnya mampu mempertahankan gelar juara umum lagi, ‘’Sebab, kami sering berlatih bersama, bahkan bebera pemain juga berlatih di SSB. Sedangkan di sekolah ditangani pelatih Putu Agus Joni, Ketut Saka dan Wayan Fajar,’’ jelasnya. (022)
Taekwondoin Udayana dan Mahameru Bersaing Ketat Mangupura (Bali Post)Taekwondoin Udayana A dan Mahameru Jateng, bersaing ketat sampai dengan hari kedua Bali Open Taekwondo International Tournament 2018, di GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung, Sabtu (17/2) kemarin. Atlet Udayana A mendulang lima emas, lima perak, dan empat perunggu, disusul Mahameru A menyabet lima emas, tiga perak, dan empat perunggu. Untuk peringkat ketiga
dan keempat sementara direbut Waringin A dan Warrior yang sama-sama mengoleksi tiga emas, tiga perak, dan dua perunggu. Atlet Universitas Dian Nuwantoro yang meraup emas adalah Aldi Salvius Kurniawan di senior -68 kg, atlet Mahameru A Henggar Beny Handoko senior -63 kg, Sonny Firmansyah (kabupaten Tasikmalaya), senior -58 kg. Taekwondoin lainnya yang mendulang emas adalah Made Risky Indra
Gunawan dari Warrior A di junior -48 kg, Made Dharma Susila (Udayana A) pada junior -51 kg, Rayhan Ontoseno Bremi (APM Taekwondo Klub) pada junior +78 kg. Ketua Panpel Agung Surya AH, menyatakan, kejuaraan yang dirangkaikan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Challenge Taekwondo Tournament 2018 melibatkan atlet dari 18 provinsi, termasuk wait dan juri yang memimpin juga berasal dari 18 provinsi. (022)
Pendapatan Tiket Piala Presiden Tembus Rp 20 Miliar
Jakarta (Bali Post)Pendapatan tiket selama pertandingan Piala Presiden 2017 menembus lebih dari Rp 20 miliar, dan penjualan terbesar terjadi pada final antara Persija melawan Bali United di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu 17/2) kemarin. Berdasarkan laporan dari Ketua Steering Committe (SC) Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait, penjualan tiket pada pertandingan puncak ini lebih dari Rp 6 miliar. Tiket yang dicetak pada final ini ludes terjual baik secara online maupun offline. “Piala Presiden adalah turnamen yang tidak menggunakan uang negara. Saat ini juga kami laporan kepada Bapak Presiden Joko Widodo, bahwa untuk tahun depan sudah banyak yang siap menjadi sponsor. Otomatis hadiahnya lebih besar dari saat ini,” katanya.Jumlah PKL yang berada di sekitar komplek Gelora Bung Karno Senayan mencapai 1.063 orang. Sedangkan jumlah asongan mencapai 335 orang. Mereka tersebar di beberapa titik di stadion terbesar di Indonesia itu.(ant)
BPM/wan
TENDANG—Seorang taekwondoin melakukan tendangan (kanan), namun berupaya ditangkis lawannya, dalam Bali Open Taekwondo International Tournament 2018, di GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung, Sabtu (17/2) kemarin.
Bhayangkara FC Tundukkan Persika Karawang Karawang (Bali Post)Bhayangkara FC mengalahkan Persika Karawang dengan skor 3-1, dalam laga uji coba pramusim di Stadion Singaperbangsa Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (17/2) kemarin. Pemain depan Bhayangkara FC Dendi menyumbang dua gol dalam pertandingan itu, ditambah satu gol yang dicetak Dzumafo. Sedangkan satu gol tim tuan rumah dicetak Tamsil Sinjaya melalui tendangan penalti. Meski harus menghadapi tim juara Liga I Indonesia musim lalu, pada pertandingan itu Persika yang berlaga di Liga 2 Indonesia mampu meladeni permainan apik yang ditampilkan anak-anak Bhayangkara FC. Bahkan Persika beberapa kali berhasil membahayakan gawang Bhayangkara FC yang dikawal Indra. Anak asuh Ricky Nelson juga beberapa kali membuat repot barisan belakang Bhayangkara FC. Pada menit ke-15, pemain tengah Persika Tamsil berhasil menjebol gawang melalui kotak penalti, buah dari pelanggaran akibat salah seorang pemain belakang menyentuh bola di area kotak penalti. Tertinggal satu gol, anak-anak Bhayangkara FC bangkit dan langsung membalas pada menit ke-17. Pemain depan Bhayangkara FC, Dendi cukup tanggap memanfaatkan kesalahan pemain belakang Persika. Umpan dari penjaga gawang Persika, Usman Pribadi ke pemain belakang Persika langsung direbut Dendi dan langsung melesakkan bola ke gawang sampai terjadi gol. Skor 1-1 membuat permainan semakin seru. Meski Persika berbeda kasta dengan Bhayangkara FC dalam Liga Indonesia, tetapi jual-beli serangan sempat terjadi dalam pertandingan yang disaksikan ribuan penonton itu. Tetapi nampaknya barisan belakang Bhayangkara FC cukup tangguh, sehingga tidak mudah ditembus skuad Persika. Justru Persika yang kecolongan saat sedang asyik menyerang. Pada menit ke-42 Dendi berhasil menambah gol. Tandukannya yang cukup matang tidak bisa dihadang penjaga gawang Persika, sehingga terjadi gol. Memasuki babak kedua masing-masing tim saling merubah strategi dan melakukan pergantian pemain. Tetapi Jajang Mulyana dan kawan-kawan membuktikan kualitas permainan yang bagus. Herman Dzumafo yang diturunkan pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy pada babak kedua menampilkan kualitasnya. Pemain berbadan besar ini berhasil menambah keunggulan Bhayangkara pada menit ke-81. Tendangan yang cukup keras mengarah ke arah gawang tak mampu dihadang kiper Persika, sehingga terjadi gol. Skor 3-1 untuk keunggulan Bhayangkara FC atas Persika bertahan hingga permainan usai. (ant)
12 Profil
Arena
Minggu Wage, 18 Februari 2018
Tes Pramusim
Marquez Tercepat
Ingin Dekati Kobe
AJANG NBA All-Star 2018 bukan cuma dijadikan Giannis Antetokounmpo untuk unjuk kemampuan. Bintang Milwaukee Bucks itu turut menjadikannya agar bisa “pendekatan” ke Kobe Bryant. Antetokounmpo untuk kedua kalinya terpilih menjadi bagian tim All-Star. Tahun ini ia akan berada dalam tim Stephen Curry. Nah, momen itu rupanya juga akan digunakan Antetokounmpo agar bisa dekat ke Kobe demi menjajaki kemungkinan agar bisa menimba ilmu dari legenda NBA itu pada musim panas nanti. “Ketika datang ke All-Star saya akan mencari kesempatan untuk berbicara dengan Kobe. Saya ingin bekerja bersama dia dan datang ke Los Angeles,” ujarnya. “Saya tak hanya ingin berlatih bersamanya selama dua tiga pekan, tapi juga makan malam bersama dan mengetahui bagaimana cara pikirnya. Bertanya apakah saya berada di jalur yang benar, semua tentang pemikiran Kobe. Saya ingin tahu cara berpikir seorang pemain hebat. Bagaimana membuat mindset pada sebuah pertandingan, cara memandang laga tersebut, merencanakan permainan. Saya juga penasaran, apakah dia mengubah sesuatu dari cara bermain. Saya berharap Kobe menonton saya bermain, sehingga ada masukan yang bisa diberikan,” tutur Antetokounmpo. Kobe memang memiliki kebiasaan berlatih bersama beberapa pemain saat off-season. Sejak 2016, Russell Westbrook, Kyrie Irving, hingga Kawhi Leonard sempat mendapat mentoring dari Kobe. Sementara itu, untuk Antetokounmpo sendiri ia sempat mendapat pelajaran dari legenda basket lainnya, Kevin Garnett. “Saya sudah merasakan itu bersama Kevin Garnett. Ketika saya berbicara dengan KG, semua sama. Ia berkata hal-hal yang tidak saya raih. Tahun ini saya kembali berbicara dengannya dan berhasil melakukan apa yang diminta,” tutur pemain 23 tahun itu. Performa Antetokounmpo musim ini sangat brilian. Ia membuat rataan 27,8 poin, 10,4 rebound, 4,8 assist, dan 1,4 steal perlaga. (kmb33/rtr)
Tidak Menyangka
PEMBALAP asal Malaysia, Hafizh Syahrin mengaku kaget saat namanya terpilih menjajal motor MotoGP bersama Yamaha Tech 3 di tes pramusim MotoGP Thailand 2018. Ia dipercaya oleh tim satelit Yamaha itu untuk menggantikan posisi Jonas Folger di tes pramusim kedua tersebut. Meski belum bisa dipastikan menjadi pembalap resmi pada 2018, tetapi Syahrin merasa sangat senang. Bahkan dengan persiapan yang mepet, pembalap berusia 23 tahun itu sudah melakukan berbagai hal agar bisa menunjukkan performa yang apik pada sesi tes tersebut. “Sangat menggairahkan untuk mengendarai MotoGP dan juga kejutan besar bagi saya, karena kabar tersebut datang saat saya sedang berlatih di Spanyol. Saya melihat ke depan untuk tes ini dan saya pikir saya mempersiapkan fisik saya dengan cukup baik,” ungkap Syahrin, Sabtu (17/2) kemarin. Namun begitu, Syahrin enggan besar kepala dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kepercayaan yang diberikan Tim Yamaha Tech 3. Meski kali ini sang manajer Tim Yamaha Tech 3 yakni Herve Poncharal tidak hadir, tetapi ia akan berusaha berjuang sekuat tenaga agar bisa mengamankan posisinya sebagai pengganti Folger pada musim 2018. “Jadi kami akan lihat dalam tes apa yang terjadi. Tidak ada lagi yang bisa saya katakana, karena ini benar-benar pertama kalinya bagi saya dan saya tidak punya pengalaman apa pun dengan motor MotoGP,” tambahnya. Syahrin juga menambahkan bahwa dirinya kini masih banyak melakukan adaptasi dengan motor MotoGP yang berbeda dengan Moto2. Namun begitu, dalam beberapa hal, ia merasa YZR-M1 memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan motor di Moto2. “Ada banyak hal yang perlu saya pelajari tentang elektronik, ban dan juga motornya lebih bertenaga dibanding Moto2,” lanjut pembalap yang lahir di Selangor itu. Sebelum Syahrin, pihak Yamaha Tech 3 telah mencari pengganti Folger saat menjalani tes pramusim di Sepang. Saat itu pembalap asal Kolombia yakni Yonny Hernandez yang dipilih. Tapi hasil kurang maksimal tampaknya membuat Yamaha Tech 3 mencoba mencari solusi lain. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
DUNK - Bogdan Bogdanovic melakukan slam dunk di ajang NBA All-Star, Sabtu (17/2) kemarin.
Sejarah Baru NBA All-Star
Los Angeles – NBA All-Star 2018 memperkenalkan warna baru. Untuk pertama kalinya tak ada lagi pertandingan yang mempertemukan antara Tim Wilayah Barat melawan Tim Wilayah Timur. Sebagai gantinya bakal berhadapan Tim LeBron James melawan tim Stephen Curry. LeBron dan Curry terpilih sebagai kapten tim karena menjadi pemain dengan perolehan suara terbanyak di masing-masing wilayah. Pemilihan pemain untuk NBA All-Star 2018 masih sama. Fans berhak memilih tiga pemain frontcourt dan dua guard dari masing-masing wilayah untuk menjadi starter di ajang perang bintang. Melihat hasil pilihan kedua kapten, awalnya tim LeBron dijagokan akan menang. Di sana bercokol Russell Westbrook, Kevin Durant, John Wall, Kyrie Irving, Anthony Davis, DeMarcus Cousins, Kristaps Porzingis, Kevin Love, Victor Oladipo, Bradley Beal dan LaMarcus Aldridge. Sedangkan tim Curry memiliki komposisi James Harden, DeMar DeRozan, Stephen Curry, Giannis Antetokounmpo, Joel Embiid, Damian Lillard, Jimmy Butler, Draymond Green, Kyle Lowry, Klay Thompson, KarlAnthony Towns dan, Al Horford. Sayangnya empat pemain tim LeBron batal main akibat cedera yakni Wall, Cousins, Porzingis dan Love. Sebagai gantinya terpilih Goran Dragic, Paul George, Andre Drummond dan Kemba Walker. Dengan komposisi baru, banyak kalangan lebih menjagokan tim Curry sebagai pemenang. NBA All-Star 2018 tak hanya menyajikan format
baru, ajang perang bintang ini bakal glamor karena dihelat di Staples Center yang terletak di kota Los Angeles. Pharrell Williams dan N.E.R.D akan menghibur penonton saat jeda babak pertama. Staples Center sendiri sudah tiga kali menjadi tuan rumah NBA All-Star. Sebelumnya terjadi di tahun 2004 dan 2011. Digelar di Hollywood, NBA All-Star 2018 menyedot perhatian banyak pihak. Selain selebriti, ratusan media akan meliput NBA All-Star 2018. Menurut rilis NBA, ada 515 media internasional dari 44 negara/teritori yang terdaftar meliput NBA All-Star 2018. Termasuk di antaranya adalah Emtek Grup selaku pemegang hak siar NBA di Indonesia. Siaran langsung NBA AllStar 2018 ini tayang di 215 negara/teritori dalam 50 bahasa berbeda. Khusus di Indonesia NBA All-Star 2018 bisa ditonton melalui OChannel dan Vidio.com. Pembuka Rising Star Challenge menjadi salah satu acara pembuka dari pagelaran NBA All-Star musim 2017-2018 yang berlangsung di Staples Centre 16-18 Februari 2018. Rising Star Challenge meru-
pakan tim gabungan pemain yang baru 1-2 musim tampil di NBA. Mereka dipilih oleh para asisten pelatih dari timtim NBA. Para pemain itu lalu dibentuk menjadi dua tim, Tim Amerika Serikat dan Tim Dunia. Tim terakhir adalah gabungan dari para pemain yang berpaspor non-Amerika Serikat. Laga di Staples Center, Sabtu (17/2) kemarin dimenangi Tim Dunia dengan skor 155-124. Bogdan Bogdanovic terpilih sebagai pemain terbaik (MVP) laga itu. Pemain Sacramento King itu mencetak 26 poin selama pertandingan. Dia juga melepas tujuh tembakan tiga angka. Ben Simmons merupakan pemain lain dari Tim Dunia yang menonjol. Pemain asal Australia itu mengemas 11 poin dan 13 assist. “Masa depan NBA akan cerah, melihat pemain-pemain yang bertanding di sini,” kata Simmons seusai pertandingan. Sebelum laga final pada Senin (19/2) besok, akan ada terlebih dahulu sejumlah adu kemampuan dari para pemain dalam AllStar Weekend. Di antaranya adalah lomba kontes slam dunk dan tembakan tiga poin. (kmb33/rtr)
Life Sport
Mitos Minum Air Dingin Pasca-olahraga
Pecahkan Rekor
ROGER Federer membuat torehan emas. Dia menjadi petenis nomor 1 dunia tertua sepanjang sejarah. Kepastian itu didapat Federer setelah menang 4-6, 6-1, 6-1 atas Robin Haase pada perempat final ABN Amro World Tournament, Sabtu (17/2) kemarin. Kemenangan itu juga berbuah kenaikan peringkat bagi Roger Federer. Dia bakal menjadi petenis nomor satu dunia menggeser Rafael Nadal ketika daftar dirilis, Senin (19/2) besok. Dalam usia 36 tahun, Federer menjadi petenis tertua yang menduduki singgasana nomor satu. Dia memecahkan rekor sebelumnya milik Andre Agassi, 33 tahun. “Hal ini bisa terjadi karena selalu masih ada ruang untuk memperbaiki diri dan berlatih keras. Saya sangat puas,” tuturnya lagi. Pada Senin besok, Federer dipastikan akan memperpanjang rekor durasi memegang status nomor satu dunia. Sejauh ini dia sudah 302 pekan berada di puncak daftar peringkat. Durasi tersebut unggul jauh atas rekor sebelumnya milik Pete Sampras, 286 pekan. Pemain terdekat yang bisa mendekatinya adalah Novak Djokovic, 223 pekan. (kmb33/rtr)
Denpasar – Mitos minum air dingin sebabkan kegemukan sudah sering kita dengar sejak dulu. Temperatur suhu air mineral kerap dikaitkan oleh masalah kesehatan seperti obesitas, panas dalam, flu dan radang tenggorokan. Ada yang mengatakan jika sebaiknya kita meminum air mineral bersuhu sedang untuk menghangatkan tubuh dan menghindari berbagai masalah penyakit tenggorokan. Sebagian lainnya berpendapat bahwa aturan minum air mineral harus disesuaikan dengan suhu tubuh. Lalu, manakah yang benar? dr. Ani Sri Sukmaniah Msc, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan tentang aturan minum air mineral sesuai suhu tubuh dan ruangan saat itu. Pasalnya, minum air mineral sesuai suhu tubuh saja tidak cukup untuk
membuat air mineral yang kita minum mampu mengatasi masalah dahaga, namun juga harus sesuai dengan suhu ruangan tempat ia berada. “Pada iklim tinggi, panas tubuh akan berkeringat. Maka boleh meminum air dingin dengan standar maksimal lima derajat Celcius suhu air yang menetap di tubuh kita,” ungkap dr. Ani. Sebagai contoh, usai olahraga sebaiknya minum air dingin atau air hangat? Ia menjawab, air mineral bersuhu dingin akan bisa membantu menurunkan suhu tubuh karena berkeringat. Sedangkan air hangat tidak terlalu bisa mengganti cairan dengan lebih cepat ketika berolahraga, tapi sangat baik bagi pemilik gigi sensitif. “Terpenting bukan suhunya, melainkan minum air dalam jumlah cukup setiap hari untuk mencegah dehidrasi serta memberi manfaat besar bagi kesehatan tubuh,” ujar dr. Ani. Lebih lanjut, diakuinya, air mineral tidak akan rusak jika dipanaskan, berbeda halnya dengan vitamin. Contoh paling utama ialah vitamin B dan C, makanya tidak disarankan memasak atau memanaskan vitamin secara berulang. Sebuah penelitian yang dipublikasikan jurnal Physiology and Behaviour menyebutkan bahwa orang-orang lebih sedikit minum saat mengkonsumsi air es (kira-kira bersuhu lima derajat celcius) dibanding air dingin (15 derajat celcius). Alasannya adalah karena air es lebih cepat menghilangkan rasa haus dibandingkan air dingin. Menurut riset lain dari jurnal Experimental Physiology, konsumsi air dingin dapat menurunkan suhu tubuh yang naik saat berolahraga. Efeknya, denyut jantung lebih rendah dan teratur. Tubuh pun terasa lebih bugar. (kmb33/rtr)
Buriram – Tes pramusim MotoGP hari kedua di Buriram, Thailand sudah tuntas dihelat. Marc Marquez membuat waktu tercepat tepat pada hari ulang tahunnya. Rider Repsol Honda itu mencatatkan waktu putaran 1 menit 29,969 detik di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Sabtu (17/2) kemarin. Cuma Marquez yang menembus kisaran 1 menit 29 detik. Marquez menorehkan catatan tersebut yang juga melampaui waktu putaran tercepat pada hari sebelumnya dengan 1 menit 30.797 detik atas nama Cal Crutchlow, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-25. Dani Pedrosa, rekan setim Marquez menyudahi tes hari kedua ini dengan berada di posisi kedua untuk menempatkan Repsol Honda bercokol di dua posisi teratas. Dani Pedrosa dan Marc Marquez menilai sirkuit yang masuk pertama kali dalam kalender MotoGP 2018 ini benarbenar panas. “Banyak orang membandingkan tempat ini dengan Malaysia, tapi meski memang benar panas di sini, itu juga berbeda dengan jenis kelembaban yang berbeda. Ini adalah trek pendek, cepat di beberapa area seperti dua jalur lurus yang butuh akselerasi bagus, namun di tengah ada bagian sempit,” kata Marc Marquez dikutip situs resmi Honda. Sebelum uji coba memakai motor balap Honda RC2013 V, Marquez sempat mencoba beberapa putaran dengan mengendarai motor skutik. “Kesan pertama saya, selain itu benar-benar panas sekali, treknya cukup sempit dan pendek, yang berarti akan sedikit lebih penting untuk bisa mengambil jalur yang benar dan memasang gearbox. Pada akhirnya Anda hanya perlu mengendarai sepeda motor dan mengikuti proses belajar,” katanya. Sebelum merasakan pengalaman mengendarai motor balap, Marquez menggali data yang dia dapatkan dari tim Honda World Superbike. Dia lakukan agar bisa mempercepat pemahaman tentang karakter sirkuit Buriram. Seri balap superbike memulai debutnya di sirkuit Buriram tiga tahun lalu dan memberikan sebuah tes penting mengenai kemampuan trek untuk menjadi arena balap MotoGP. Marquez merasa menilai data Honda dan pengaturan gearbox akan sangat penting untuk tes tiga hari produktif di Thailand dengan Repsol Honda RC213V-nya. “Yang terpenting adalah melakukan pekerjaan baik dengan tim saat kami menganalisis data yang kami miliki, termasuk dari World Superbike. Jadi kami bisa mencoba untuk memulai dengan basis yang bagus,” kata Marquez. “Terutama pengaturan gearbox, karena jika Anda sangat jauh dengan itu, butuh waktu lama untuk pulih. Kita lihat saja nanti. Saya ingin segera mengendarai sepeda motor saya,” katanya. “Kami melakukan lap pada skuter yang tentu saja sangat berbeda dengan motor kami, sehingga untuk mendapatkan kesan yang sebenarnya memang sulit. Tetap saja semua saya suka berdasarkan apa yang saya lihat. “Ini adalah jalur pendek, cepat di beberapa daerah seperti dua straights yang membutuhkan akselerasi yang bagus, tapi di tengah ada bagian teknis yang ketat yang ingin saya sukai,” kata Marquez. Sebagian besar pembalap memang masih asing dengan sirkuit ini. (kmb33/rtr)
Hasil Tes Hari Kedua di Buriram:
1. Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 1m 29.969s [Lap 91/97] 2. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda (RC213V) 1m 30.127s +0.158s [39/71] 3. Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP17) 1m 30.185s +0.216s [64/69] 4. Maverick Viñales ESP Movistar Yamaha (YZR-M1) 1m 30.274s +0.305s [84/90] 5. Johann Zarco FRA Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1) 1m 30.360s +0.391s [53/60]
Marc Marquez
BPM/rtr
Garcia Siap Hadapi Rios
Las Vegas – Laga tinju dunia antara Danny Garcia dan Brandon Rios akan menjadi anak tangga terakhir bagi kedua petinju untuk kembali ke tahta tertinggi kelas welter. Laga tersebut akan digelar di Mandalay Bay Event Center, Las Vegas, hari ini. Garcia dan Rios merupakan mantan juara dunia di dua kelas berbeda. Garcia merupakan mantan juara kelas welter junior dan welter, sedangkan Rios pernah menjuarai kelas ringan dan welter junior. Pemenang laga ini akan mendapatkan kesempatan menantang juara sejati kelas welter, Keith Thurman. “Ini adalah kesempatan saya, pertarungan saya untuk merebut kembali meraih gelar juara. Saya akan mendominasi irama pertarungan. Saya siap untuk meladeni segala kemauan dan gaya Brandon,” ujar Garcia, petinju asal Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu (17/2) kemarin. “Saya pun siap 100 persen. Saya siap untuk menyuguhkan tontonan tinju terbaik untuk penonton di mana pun berada,” kata Rios. Hal menarik pertarungan nanti adalah pertemuan dua petinju hispanik dengan gaya menyerang. Garcia dikenal memiliki kelincahan dan teknik bertinju yang rapi. Sebaliknya, Rios adalah petinju yang tidak terlalu menunjukkan keindahan teknik. Rios akan terus maju untuk mendesak lawannya. Petinju berusia 31 tahun asal Oxnard, California ini juga dikenal tahan pukul. Rios dipandang sebagai lawan yang cocok dan sulit dikalahkan Garcia yang berteknik tinggi. Garcia terbukti kerepotan saat menghadapi Thurman dalam laga tinju dunia unifikasi kelas welter, awal tahun lalu. Garcia kalah dan gelarnya melayang. Gelar tersebut yang akan diupayakan kembali ke pelukan Garcia, petinju berusia 29 tahun. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
DUEL - Danny Garcia dan Brandon Rios siap berduel hari ini di Las Vegas.
Redité Wagé, 18 Februari 2018
I Kaki Dengkil
Kala Buing Rau
MERAG-meragang, asapunika awak I Kaki Dengkilé pungkuran puniki. Ulian asapunapi kadén ngrabda ring awakné. Sengkaon nénten, sakit boya. Sakadi I Ketut Nyangluh sané kasengguh buduh, sané kanten nénten naan oon bayuné, asapunika naler I Kaki Dengkil. Ah... wawu asapunika, sampunang sengguhanga I Kaki Dengkil jatma buduh, jatma ngeséng kauh. Sané patut genahang ring Bangli. Waluya kawéntenan Ipuné tan bina sakadi I Ketut Nyangluh sané ngraina ngalaku-laku mamargi nuut rurung. Ka Klungkung ka Semarapura. Ka Ubung ka Abiansemal. Béh... dados asapunika panadosnyané. Soréné puniki I Kaki Dengkil sampun rauh ring Bajrasandi pamarginé. Punika napi, wewangunan sané kasub mangkin dados genah malajahin kawéntenan jatma Baliné saking rihin kantos mangkin. Kenjekan angob nyelehin wewangunan Bajrasandiné sambilanga ngalaca-laca sapunapi sané kayunanga antuk Nataratuné duk Punika? Kocap Ida Bagus Mantra gubernuré rihinan sané madué pikayunan ngwangun wewangunané puniki. Minab sané kayunanga mawasta bajra punika genta sané anggéna nuntun puja antuk sulinggihé. Silih sinunggil panca swarané sané suarané manguung kantos ka sapta loka. Wantah sandi, sampun janten punika kabaos cihna. “Lamun Bajrasandi, sinah ané kayunanga bajrané marupa sandi pangurip ané ngawinang manusané urip, tiling ngwangun kasujatian.” Asapunika I Kaki Dengkil ngamanahang indiké punika. “Amonto gén? Sinah linggah pesan ané kayunanga antuk Ida Dewata. Cendetné, Bajrasandiné ento pangutpati sekancan ané maurip.” Kenjekan ngrémon asapunika, I Kaki Dengkil makesiab riantukan saking kalér buut suryaké piragina. “Ada apa ento?” Asapunika I Kaki Dengkil matakén ring manah. Slaksak-sliksik I Kaki Dengkil manampekin anaké sané sapisan-pisan masuryak ramya. Sapisan-pisan piragina mapidarta keras-keras kantos kanten uat baongné kenyat. Bruak-bruak mapidarta nyihnayang déwék jagi mapikolih ring pacentokan pamalihan gubernuré jagi rauh. Sambilanga nyihnayang déwék dueg, pradnyan, nénten lali majanji jagi ngarya Jagat Baliné sutrepti, gemah ripah loh jinawi. Ring manah I Kaki Dengkil maboya. “Ngudiang di arep anaké suba sumeken lakar mamalih déwékné buin ngajakin apang mamalih?” Asapunika I Kaki Dengkil mamanah sambilanga kadésam-kadésem masesimbing. Kenjekan ngiwasin anaké mabriuk akéh punika, panggihina saking doh Giri Tohlangkiré ngamedalang andus selem begak agéngné. Saking doh naler kantenanga soroh kalané medal saking kepulan andusé punika. Pablesat makeber pasliwer. Krias-krius malih kanten, malih ngical panggihina soroh kalané punika sambeh makeber sakadi dadali ngebekin langit. Sayan makesyab malih I Kaki Dengkil santukan makéh soroh kalané punika rauh ring Bajrasandi. Sambeh masika nyusup ring gerombolan anaké sané kenjekan maramén-ramén makampanye. Ngawinang Ipun enggang-engep angob manggihin sarwa kalané sané rauh punika. Kalané punika maawak barak mabok putih. ngranjing ring déwék anaké sané kenjekan masuryak-suryak punika. Sadurung mamurti dados jatma sané nyarengin patemonané punika, makéh sané ngajengitin I Kaki Dengkil sané bengong angob. Giginé kanten putih madaging rah. Punapi punika rah jatma utawi buron? I Kaki Nénten tatas manggihin santukan ngiwasin saking doh. “Méh, dong ento madan I Kala Buing Rau? Uling garba Giri Tohlangkiré pesu? Dong kéto ya, jani lakar ngusak-asik jlemané?” Ngetor I Kaki Dengkil ngamanahang. Santukan wantah sayuwakti punika I Kala Buing Rau mamurti dados jatma, jagi byuta jagaté malih jebos. Nénten kéwanten enyeh, I Kaki Dengkil naler ngetor antuka manggihin makéhé I Kala Buing Rau mangkin sampun mamurti dados jatma. Ngangsur rasaanga tangkahné manggihin asapunika. Kénkén ja lakar dadiné? Asapunika Ipun ngamanahang. Sesampuné sué mamanah, I Kaki Dengkil éling ring baos lontar Aji Swamandalané. Raris sambilanga nigtig tangkah, Ipun mamargi manampekin anaké sané makéh mapupul punika. Saharsa ipun nuding-nuding, “Eh... cai Kala Buing Rau, icang tusing enyeh tekén bene. Né, caru jagung malablab, amah... amah né... sirna-sirna cai....” I Kaki Dengkil iteh mabaos asapunika sambilanga nyambehang jagung malablab sambilanga ngubes-ubes antuk daun andong. Sampunang ké baosanga asapunapi raris panampén anaké sané kenjekan miragi pidarta punika. Makasami makesiab, raris I Kaki Dengkil ejuka, wénten sareng akutus jatmané malengen ageng ningkes Ipun. Aget nénten kudianga, wantah surunga kamanten edohanga. I Kaki Dengkil iteh mabaos: “Amah... amah... sirna... sirna... cai Kala Buing Rau,” sambilanga ngubes-ubes antuk don andong barak. Pitananga I Kaki Dengkil jatma buduh antuk anaké irika. Kantos wengi Ipun masolah asapunika ring Bajrasandi. (Jelantik)
Nyastra
NADAK sara Pekak Wid inget tekén pianakné dugas pada nu cenik. Di natahé tingalina pianakné maplalinan dagangdagangan. Maplainan selodor, déngkléng lan pol-polan. Girang macanda makedékan saling gulgulin. Ngenah kenyem tipis makaput jénggot lan kumis ané suba nyansan putih di muané Pekak Wid ané suba keriput. Sambil mlinting mako lakar anggona masigsig, Pekak Wid negak di ampiké. Nyagjag kulukné ané mabulu selem mulus madan I Coki, ikuhné kutalkutil milu negak di sampingné. Tuah I Coki totonan ané dadi hiburan, candéna sabilang wai. Alihina klimpit lan usuh-usuhina tendasné. I Coki demen sajan ngintil lan paek ngajak Pekak Wid sawiréh kasayangang sajan. Joh sawat peliatné Pekak Wid nuju ka jelanané, nyén nawang ada anak teka lakar ajaka ngorta utawi ngibur kenehné. Dadong Wid enu sibuk di tegalé maang ngamah kucit. Sampiné suba betek mara pesan suud banga ngamah tur aritanga padang gajah di panginé. Pekak Wid inget dugas pianakné enu pada masuk SD. Teka uling masuk pianakné nulungin ngarit ka panginé lan ka tukadé. Sambilanga mabekel nasi makaput don biu matimpal bé gerang mapelalah. Suud ngarit pianakné ajaka nglangi di tukadé, makerem sambil mukak bekel nasi. Girang lan bagia pesan kenehné nepukin pianakné madaran maclémohan saling cokotin. Suud nglangi pianakné marérod nyuun padang mulih lakar banga sampiné. Yéning masan buah juet lan boni, Pekak Wid ngajak pianakné menék punyan juet lan boni di tangkidé. Ané paling demena tatkala masan cengkéh. Anaké di désa ngorahang tatkala ngalap cengkéh ento cara ngalap pipis. Ajin cengkéhé mula maal sajan. Dugas mara ngantén Pekak Wid ajak Dadong Wid nyumunin malajah najuk cengkéh di tegalné. Jani asil tetajukanné suba ada puponina. Pianakné lega sajan yéning suba masan cengkéh. Teka uling masuk pianakné suba marérod teka ngaba katumpung aji ulatan tiing ané gaénanga ajak Pekak Wid lakar anggona ngunuh ulung-ulungan lan aasan cengkéh di tongos anaké ngalap. Pianakné lega pesan nambunang asil ngunuh totonan nyanan lakar adepa anggona bekel masuk. Nuju sanja pianakné maburuh mikpik cengkéh di pisagané ané dadi sodagar cengkéh. Upahné arontong maan mikpik cengkéh tuah limang atus rupiah. Yéning suba Pekak Wid malapan cengkéh pianakné jemet sajan nulungin. Cengkehé katambunang wadahina kampil lantas kajanga abana mulih. Neked di jumah lantas pianakné nyiapang tongos makebat baan bidé. Pekak Wid meliang pianakné krupuk agancét anggona bekel mikpik cengkéh. Biasané Pekak Wid yéning maan ngidih tuak manis pasti ngaé bubuh tuak ané malakar aji baas makrodokang maisinin tuak manis lan uyah abedik. Lega pesan lan nyansan jemet pianakné nulungin mikpik cengkéh kanti pragat. Cengkéhé ané suba kapikpik wadahina bodag lakar jemuha buin mani. Galah nyansan majalan, pianakné Pekak Wid suba nyansan kelih lan bajang. Yadiastun tusing ngelah sentana muani, nanging Pekak Wid setata bagia miara lan nyayangin pianakné makejang. Pekak Wid ngelah pianak tatelu jegégjegég makejang. Ané kapertama madan Luh Widi, nomer dua madan Madé Asih lan nomer telu madan Komang Ani. Pianakné cara makeraban sawiréh mabates umur tuah pada duang tiban. Jani pianakné makejang suba pada kagugu nangun grehastha asrama lan nongos
13
Ulian Kangen I Nyoman Agus Sudipta
di kota. Pekak Wid suba nenem ngelah cucu, makejang pianakné suba pada dadua ngelah sentana. Suba duang bulan pianakné tusing ada mulih ka désa nengokin Pekak lan Dadong Wid. Pianakané ané kapertama jani suba sibuk bisnis madagang pakian adat Bali. Pianakné ané nomer dua lan telu suba magaé dadi guru. Biasané yéning liburan sekolah pianakné gilihan liburan di désa nongosin Pekak lan Dadong Wid sambilanga ngempu cucunné. Tumbén jani pianakné tusing ada liburan di désa. Pianakné ané kapertama nu sibuk ngurusang bisnis dagangan tur lakar liburan keluarga tamasya ka Jawa. Pianakné ané dadi guru masih sibuk enu pendidikan lan pelatihan kurikulum terbaru di Badung aminggu. Biasané Pekak lan Dadong Wid sibuk ngubuh siap, kucit lan sampi. Ento kasibukan anggona masliahan apang ada geginan. Yéning ada odalan di désa biasané Pekak lan Dadong Wid sibuk ngayah. Uling semengan nganti sanja di pura ngayah, mulih tuah ajebos tatkala maang ubuhané ngamah, suud ento buin ka pura. Mula Pekak lan Dadong Wid rajin sajan ngayah tatkala ada odalan. Rasa subhakti ring Bhatara Sasuhunan sing ada ngalahang. Ento makada apa ané asing kripitanga pasti nekaang pipis. Sekancan ubuhané nyak masih selamet ulian siih lan swéca Bhatara Sasuhunan. Apa ané asing kitanga nyidayang kaisinin. Darang nasi masih jani suba motah. Meled naar bé siap jek aluh tinggal ngejuk lan nampah sakeneh kita. Meled naar nasi bé guling, lawar lan saté nyabran wai nyidayang meli. Unduk
dedaran Pekak lan Dadong Wid suba terjamin. Biasané nyabran abulan pianakné setata teka ngabaang susu lan vitamin apang Pekak lan Dadong Wid tetep séhat. Nanging jani suba duang bulan pianakné tondén ada mulih. Sabilang telpuna pragat ngaku enu pada sibuk. Sujatiné Pekak lan Dadong Wid meled nglalinin cucu-cucunné di kota, nanging padalema ubuh-ubuhané. I Coki masih padalema yéning kalaina pasti lakar nguak-nguik manying. Sebet kenehné Pekak lan Dadong Wid. Unduké ento saru-saruanga. Pekak Wid nyibukang awak ngurusang siap, sampi lan tegalan. Dadong Wid masih nyibukang awak ngubuh kucit lelima anggona nyaruang keneh. Dadong Wid teka uling tegalé suud maang kucit ngamah. Tingalina Pekak Wid negak di ampiké ngajak I Coki sambilanga ngalihin limpit. Sagét ngrémon Pekak Wid mara ningalin Dadong Wid teka. “Begeh maubuhan yéning suba maadep ngelah pipis lakar anggon gena? Masih di matiné sing ngaba pipis.” Dadong Wid bisa neptepin kurnané apang tusing terus ngremon. “Buin pidan yén liu ngelah pipis ajaka meli payasan, jek payasin awaké.” “Ao… payasan Beli suba tua kakéné lakar mapayas, apané kapayasin suba mabo tanah.” “Lamun keto cucuné baang ngidih apang ada anggona bekel masuk, dumadak buin pidan apang dadi anak suksés ngaé mémé lan bapanné bagia tur ada tongos iraga nglantingang déwék di tuané buka kéné.” “Dija lakar nglantingang awak?
Pianaké jani suba pada sibuk, cucuné masih makejang milu sibuk, suba liburan tusing ada nengokin Pekak lan Dadongné, apa suba tusing inget buin?” Mirengang munyi kurnané kakéto maklebehan kenehné Dadong Wid, nanging engkebanga kenehné ento. “Tusing dadi kakéto iraga ajak pianak. Miribang mula saja sibuk pianaké, nyanan suba malangan kasibukané pasti lakar mulih nengokin bapa lan méménné.” “Yéning suba bapa lan méménné mati miribang mara lakar mulih nyidayang ngrérénang gaé.” Bangras sajan munyinné Pekak Wid nampénin tutur kurnanné. Dadong Wid mendep dogén lantas magedi tusing ngomong apa buin. Suba tawanga yéning Pekak Wid sebet mula cara kéto. Apang tusing ada iyeg gedé luungan suba gedinin malu. Dadong Wid ka paon lakar ngaé yéh anget, nyén nawang yéning gaénang kopi Pekak Wid nyak lemuhan basangné. Uling di paon tingalina Pekak Wid suba suud ngrémon, jani suba buin maplalianan ngajak I Coki. Saja nyansan tua papineh lan laksanané cara anak cenik. Yéh angeté suba lebeng lantas Dadong Wid nyeduh kopi dadua wadahina naré matimpal ubi malablab maan ngebét ituni di tegalé. Éncol sajan pajalané Dadong Wid ngaba kopi ka ampiké. Neked di sampingné Pekak Wid, lantas kopiné enjuhanga. “Ené Beli ngopi malu suud ngrémon nyanan nyansan tua.” Sambilanga makenyem ngenjuhin Pekak Wid kopi. Pekak Wid matolihan lan nimpalin makenyem nyemak kopiné. “Nah… né mara pas sajan sedeng grimutan basangé abanga kopi.” Kopiné ané nu makupuk pesu andus lantas upin-upinina lantas siupa. “Siuuuut, aduh bangka jaené.” Kéto pesautné Pekak Wid sambilanga nyemak ubi malablab. Kinyak-kinyuk Pekak Wid naar ubi malablab, sagét ngadébras bangun Pekak Wid nyemak Hp. Miribang ulian kopiné Pekak Wid ngelah papineh lakar nélpun. Jeek pesan limané nyolcol ngalihin nomer ané lakar télpuna. Pekak Wid ka sanggah ngalih sinyal apang tusing gangguan tatkala nélpun. Suud nélpun Pekak Wid nglanturang nyiup kopiné lan buin melut ubi. Dadong Wid matakon nyén sujatiné matélpun. Pekak Wid tusing ngorahang. Lantas Pekak Wid nyemak arit ngaku lakar ngarit malu ka tukadé. Dadong Wid kitak-kituk ningalin Pekak Wid buka kéto, lantas ka paon nglablab dagdag lan ngaé banyu lakar baanga kucitné. Buin ajam sagét ada mobil ngebél di malun pintuné. “Nyen koné ento tumbén ada anak ngebél tantan-tintin di malu cara anak paling.” Dadong Wid nyagjagin sada mukakang pintu. Tingalina ané teka pianakné makatelu sada marérodan. “Eh…ada apa ené tumbén kéné, apa Mémé tusing ngipi.” Pianakné makatelu bengong mapangenan cara kebo mabalih gentuh. Tingalina Dadong Wid enu seger oger sada maketeb lan makenyem ngenah longgongné nyagjagin mukakang pintu. Pekak Wid ané nelpun pianakné apang énggal mulih nyagjagin Dadong Wid sawiréh gelem sing dadi bangun patut plaibang ka rumah sakit. Saja ulian kangen Pekak Wid ngelah daya apang pianakné makejang nyidayang nyelagang galah mulih. ***
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Eling ring Piteket Sang Prabhu Yudhistira
Ngiring Sayang-Manyayangin (pakeling rahina kasih sayang valentine’s day)
Olih : I K. Satria SESAMPUNÉ punika, Ida Sang Arjuna raris nglepasang senjata panah sané mawisésa nuju prajurit Saindhawa sané kapikantenang senjatané sakadi sabeh ageng. Sané mangkin nungkalik kawéntenannyané, Ida Sang Arjuna sané kapanggihin jaya sangkaning akéh senjatannyané sané prasida nibakin kawéntenan mesehé! Sujatiné prajurité punika sampun ajerih sangkaning mirengang suaran senjata Ida Sang Arjuna sané suarannyané dahat ngresresin pisan. Indiké punika ngawinang akéh para prajurit Saindhawané malaib sangkaninga ajerih pisan. Sami raris prajurité nangis kasungsutan miwah kasakitan sangkaning senjatan Ida Sang Arjuna, wénten sané nangis sakadi sigsigan. Ida Sang Arjuna raris pascat pisan nangkisin senjata sané nuju sarirannyané antuk senjata sané mautama. Kawéntenan senjata panahé punika sakadi nénten wénten sané ngagem, nanging akéh sampun nglepasang panah saha mademang mesehé. Lianan ring punika, kawéntenan Ida Sang Arjuna sakadi ngamedalang sunar sané galang pisan saking sariranidané sané ngawinang galang jagaté tatkala punika! Indiké punika ngawinang kawéntenan Ida Sang Arjuna sampun prasida malih matangi saha nandingin mesehé sané wénten irika. Akasané masunaran galang mawali sakadi sané sampunsampun. Para prajurit Saindhawané sané sampun malaib sangkaning ajerih punika mawali mulpulang kawisésannyané saha nglepasang senjata panah sané akéh pisan nuju sariran Ida Sang Arjuna. Sakémaon, sané mangkin kawéntenan Ida Sang Arjuna sampun sayaga jagi nandingin mesehé saha sayaga antuk senjata panah sané jagi kanggén nangkisin. Sinambi nglepasang senjata, Ida Sang Arjuna ngraris mabaos majeng ring samian mesehé. Suaranidané dahat banban alus, sakémaon dahat madué kautaman sané ngawinang sang sané mirengang dahat angob sangkaning dahat nyusup suarannyané. “Uduh para ksatria sané dahat mawisésa! Napiké sampun sami senjatané kamedalang majeng ring angga sariran titiangé? Napiké sampun cumpu jagi prasida ngasorang senjatan titiangé sané mawisésa? Napiké sami sampun sayaga jaga mademang sariran titiangé? Durusang panggihin mangkin! Titiang jagi nandingin makasami ksatriané iriki, saha janten sampun tiang prasida nemuang kajayan! Ngasorang sekancan senjatané sané wénten, sané katujuang ring angga sariran tiangé! Titiang sampun uning, makasami ksatriané iriki ring Saidhawana dahat mawisésa, sakémaon patut pisan pikayunin malih! Sujatiné para ksatri-
ané iriki sané merihang titiang mangda mayuda, antuk senjata sané mawisésa!” Sakadi asapunika bebaosan Ida Sang Arjuna. Ri kala punika, nénten prasida kabaosang malih indik krodan Ida Sang Arjuna sangkaning parisolah para ksatria Saindhawa sané sakadi asapunika. Yadiastun sakadi asapunika kawéntenannyané, Ida Sang Arjuna kantun éling ring piteket rakanidané Ida Sang Prabhu Yudhistira. “Uduh Adi, Sang Arjuna I Dewa, sampunang pisan lali mangda nénten pamargin I Dewané nemuang payudan. Mangdané nénten wénten ksatria sané padem ring yadnyané puniki! Kasorang sami ksatriané, sakémaon mangda nénten nemuang payudan sané ngwetuang para ksatriané padem!” Sakadi asapunika piteket Ida Sang Prabhu Yudhistira. Kalanturang kacaritayang kawéntenan Ida Sang Arjuna kantun nandingin mesehé sané ngamedalang makudang-kudang senjata sané nibenin sariranidané sinambi Ida ngélingang piteket rakanidané punika. Ring pikayunanidané, Ida ngaptiang pisan mangda nénten wénten payudan, sakémaon para ksatriané sané wénten ring Saindhawa nénten pisan prasida becik mikayunin indiké punika! Ida Sang Arjuna banget nyaratang saha mautsaha mangda nénten wénten prajurit sané padem ring payudané punika! Ida Sang Arjuna raris ngadeg saha malih negdegang para prajurit wangsa Saindhawa sané tatkala punika dahat kroda kawéntenannyané. “Uduh para prajurit sareng sami, malih titiang ngaptiang mangda prasida mapikayunan saha nénten malih nglanturang payudané puniki! Puniki wantah sangkaning tetujuon wangsa Saindhawané taler mangda nemuang karahayuan! Yéning titiang banget nyaratang mademang makasami para ksatriané wantah élah pisan antuk titiang, sakémaon titiang nénten jagi ngamargiang indiké punika sangkaning nénten wénten kayun titiang mayuda. Nénten sarat pisan mademang samian sané wénten ring genahé puniki. Sané mangkin titiang banget nyaratang mangda titiang uning sira sané satinut jagi masemeton, saha sané jagi mabela pati ring payudané puniki! Sané satinut ring karahayuané punika jagi nénten kapademang! Sané sampun satinut, durusang nampek ring titiang saha ngentungang senjatané! Sakémaon, sané nénten satinut saha mabela pati majeng ring wangsa Saindhawané jagi nemuang pati!” Sakadi asapunika Ida Sang Arjuna mabaos majeng ring mesehé sami. (Masambung)
ngiring magilih namtamin welas asih sareng kalih mamrih nglintangin pasih masumpang tembang suaran tadahasih nyupat patisliwah sangsiah sangsih nyepat seh singsal kumaslisih ngamaranin rasmining galang sasih ngiring girang saling kamasutresna nganggit wulan wintang ring luhuring gegana mangaroncé kusuma nirwana sama ta samanta jana mitet langgana raja pisuna apan jati tan paguna nirguna ring buana ngiring saling sayang-manyayangin suka duka sareng garangin mucuang panes kalawan dingin mucukang lampah ampeh sumiliri angin matemu tangan nyujur kalér kangin doning kéngin maurip wantah saling dagingin tan jua saling nglintangin I Madé Suarsa
Jayanti
14
Ni Wayan Murdi
Cerakén
Kasenian Arja Patut Kalestariang
Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
pupu;p\С(.
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
Pupuh Pangkur 65.ssomæuensmilinÓ*, Sesampuné sami lintang, edsib)tn/, Dé Sibetan,
helonænÑikenmnis/, alon pandikané manis, rris*j)erolumku,
rarisang jero lumaku, hulenmpmitã¡dl/,
ulané mapamit budal, winhê±ecokÞi,
Winahyu Cokli, mkÞ)t)gÀe\obÉ&khê±n/,
makleteg angob ring kahyun, sin;punikipÉbw,
sinah puniki prabawa, esocem*omuelenskÓi. soca Mong Muléné sakti. 66.segtÉwu;mr&jln/,
Sagét rauh maring jalan, dusunÀis);,
Dusun Iseh, smiynßsu(ykã\ái,
samian masuryak banggi, ewnÓ)nuæm)etonÐcunÑ¡k/,
wénten sameton kacunduk, gu[Õik)ebonßzimæ\*,
Gusti Kebon manyimpangang, \ir&b)li,
ngiring Beli, kj)ero\ewd*dumun/, ka jero ngawédang dumun, minbuæmikdi\inn/, minab sami kadinginan,
SENIMAN arja Ni Wayan Murdi, ring warsa 80-an naen kadadosang pinaka bulan-bulanan panyeneng kasenian arja ring sajebag Jagat Bali. Sesolahan dané ring kalangan yukti ngawi angob pisan. Kasokong antuk kawagedan dané matembang, sayan ngawi Murdi setata molihang job masolah. Kala punika, kasenian arja yuktiyukti dados sesolahan sané kasenengin pisan, pinaka sesolahan primadona sané kajantos-jantosang krama. Bilihbilih ri kala wénten upacara yadnya, minakadi upacara dewa yadnya utawi manusa yadnya, sesolahan kasenian arja setata kadadosang panyangkep ilén-ilén saking pamargin upacara inucap. Pamiarsa sané nonton taler kantos kosekan. “Kala punika tiang kantun wimuda, mawinan seneng pisan masolah. Jadwal masesolahan taler akéh pisan,” baos Murdi makenyem. Kacunduk ring umahnyané ring wewidangan Br. Tegalkuwalon, Desa Sumerta Kaja, Denpasar Timur, ring Jalan Kenyeri, Denpasar, Murdi nyaritayang yéning anggané sampun seneng ring seni tari wiadin tembang saking kantun alit. Kasenengan seni kapolihang saking kekalih reramanipuné. Pamekas bapan dané I Nyoman Pugra sané kasub pinaka pragina topeng. Ibun dané taler pragina sané kasub pamekas ring wewidangan Desa Sumerta. Bapan dané wantah maestro tari, sané nénten wantah kasub ring Bali, taler ring dura Bali saha ketah masolah ring makudang-kudang negara. Mantri Manis wantah peran sané kasolahang Murdi sajeroning sesolahan arja. Tokoh protagonis sané nyinahang kawicaksanan sinalih tunggil raja wiadin putra raja ring sinunggil kerajaan. Sakadi sesolahan carita klasik. Kawagedan dané pinaka tokoh mantri manis taler sané ngateh dané katerima pinaka pegawai negeri sipil (PNS) ring Radio Republik Indonesia (RRI) Denpasar, sané katugasang ring widang kasenian. Murdi kasarengin makudangkudang seniman arja, kasub pinaka Arja RRI Denpasar. Satios nelebin widang kasenian arja, Murdi taler ketah masolah prémbon. Nénten sakadi alit-alit sayusané sané nelasang galah antuk ma-
plalianan kémanten. Daweg alit, Murdi ketah nelasang galah antuk malajah ngigel sareng bapan dané. Sangkaning kategesan bapan dané ngajahin, Murdi prasida madué agem sané becik. Rumasuk paileh sajeroning ngigel. Kawagedan Murdi ngigel sané kapolihang antuk cara otodidak, ngateh anggané mapupul sareng misi kasenian Bali, sané ngamargiang pementasan ka makudang-kudang negara. “Prasida kabaosang kala punika wantah warsa emas kasenian arja. Akéh sané ngupah saha kajantosjantosang pisan olih para kramané,” baos Murdi. Murdi sané ngawitin pendidikan dasarnyané ring Sekolah Rakyat kapuputang ring Kesiman, kakawitin ring warsa 1952 miwah puput ring warsa 1958. Salanturnyané nglanturang ring KKP pateh ring SMP miwah KPPA sané pateh ring tigkat SMA utawi SMK sakadi mangkin. Ngranjing ring masa pensiun, jadwal ngigel Murdi kantun akéh. Kasuénsuén sekaa arja akéh sané kicalan pragina. Agetnyané, ring widang kasenian RRI Denpasar, kasenian arja kantun kukuh yadiastun antuk pragina sané sakadi tambal sulam. Matiosan sareng sekaa-sekaa arja ring pakraman sané akéhan bubar. Murdi sané nelasang galah lingsirnyané antuk ngayah saha manyama braya maosang marasa sebet santukan kasenian arja sayan sué sayan ical nénten kauratiang. Dané mapangapti, pemerintah kayun ngicénin uratian majeng sekaa arja sané kantun sakadi mangkin, mangda nénten ngraris ical. Kasenian arja wantah sinalih tunggil aset seni Bali sané patut karajegang saha kalimbakang mangda sayan lestari kawéntenané. “Tiang precaya, kantun wénten alit-alit taler yowana sané pacang nglanturang saha nglimbakang kasenian arja puniki. Buktiné, ri kala wénten pacentokan matembang, pamiletnyané akéh pisan,” weweh penerima penghargaan Citra Likita mapaiketan ring HUT kaping 41 SMAN 3 Denpasar w a w u puniki. (ast/ uma)
Isin Gumi
mu*pu*kriis)m%m\Ðin/. mungpung kar
”Kualitas Tenaga Kerja” Bali Kaon saking Wewidangan Tiosan BANK Indonésia ngamargiang survei mapaiketan ring tenaga kerja Bali. Asilnyané, kualitas tenaga kerja Bali lewih rendah utawi kasengguh kaon saihang ring tenaga kerja saking dura Bali. Pamekas indik produktifitas, kréatifitas, kedisiplinan, taler kawagedan mabebaosan. Analisis Bank Indonésia Kantor Perwakilan Provinsi Bali, Umran Usman negesang, katarka Bali pacang kakirangan tenaga kerja 47.735 diri ring
warsa 2030. Manut Usman, kapungkur yéning kahanan pendidikan, pelatihan, miwah pengembangan SDM sakadi mangkin, kakirangan tenaga kerja puniki pacang sayan ageng. Parindikan puniki ngwetuang sayan akéhnyané krama dura Bali sané rauh nagingin kakirangan inucap. Parindikan punika kabligbagang ring acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Soma, 12 Februari 2018 lintang.
Gung Dé, Ngurah Rai Singaraja Tenaga kerja Bali akéhan kirangnyané ring lével manajer, saking kedisiplinan miwah kabisan mabebaosan. Kémahon tenaga kerja Bali madué kainggilan ring lével kejujuran, rasa tanggung jawab sareng pakaryan. Kadek Edy Artawan, Sasaan Tiang nénten cumpu yéning kabaosang lewih andap
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
alas
1. hls/,
1. hutan
2.
alon
2.
helon/,
2. pelan
3.
budal
3.
budl/,
3. pulang
4.
gelis
4.
g)lis/,
4. cepat
5.
kacunduk
5.
kcunѡk/,
5. bertemu
6.
lintang
6.
linÓ*,
6. lewat
7.
margi
7.
m(gi,
7. jalan
8.
sameton
8.
sm)eton/,
8. saudara
9.
simpang
9.
simæ*,
9. mampir
10. wédang
Redité Wagé, 18 Februari 2018
10. ewd*,
Bahasa Indonésia
10. kopi
sareng tenaga kerja dura Bali. Puniki mabukti akéh tenaga kerja mawit saking Bali katerima utawi makarya ring hotél berbintang miwah ring kapal pesiar. Nengah Sudik, Seririt Tiang kirang cumpu sareng asil survéi punika. Nénten samian tenaga kerja Bali kualitas-nyané kaon. Tunas titiang majeng krama Bali, ngiring sareng samian mikayunin indiké punika, antuk nincapang kaweruhan minakadi ngamiletin makudang pelatihan, inggian indik mabebaosan, kréatifitas kerja, taler rasa jengah. Komang Budiartana, Panji Manut titiang yukti saking segi kualitas pateh kémanten, kémahon anak Bali lewihan maaji, meled makarya dangan, nanging mangda magajih gedé. Tenaga kerja Bali taler ketah uyak rainan, odalan, manyama braya miwah sané lianan sané mapaiketan sareng adat. Adi Putra, lovina Yukti tangtangan kapungkur sané karepin tenaga kerja Bali abot pisan. Santukan ring pasar bébas, persaingan sayan ketat. Napi malih Pulo Déwata puniki pinaka daérah tetujon wisata dunia. Mawinan patut kaimbangin antuk panincapan SDM. (ama)
I Made Dhima Franshima
Becik Nabdabang Galah saking Alit MAPARIKRAMA seni manut I Made Dhima Franshima boya sangkaning seneng ring widang seni kémanten, nanging pinaka swadharma sané patut kautsahayang mangda prasida kamargiang. Nénten wénten pisarat sané lebihan sajabaning mangda prasida tatas uning miwah prasida ngamargiang. Punika sané ngawinang Dhima – asapunika yowana lanang puniki kasambat nelebin makudangkudang soroh seni. Yowana sané embas ring Gianyar, 28 November 1999 puniki sampun kasub duaning multitalénta tur makéh pisan widang seni sané kawagedin, mawit saking nabuh, ngigel miwah matembang. Manut siswa kelas XII MIPA SMAN 3 Denpasar puniki, kulawarga utamanipun makekalih reramannyané sané nincapang taler nglimbakang kawagedan ring keseniannyané. Napi malih tatkala Dhima kantun alit, majanten makekalih reramannyané plapan pisan ngemban anggané. “Yéning élingang malih daweg kantun alit, tiang setata ngambul tatkala kanikain lés nabuh, ngigel, miwah magending. Agetné bapak miwah ibu setata sabar ngemban tiang,” baosnyané. Embas pinaka pianak alitan saking panyamaan sareng kalih, ngawinang dané naenin dados yowana manying. Sané patut kasuksmayang wantah makekalih reramannyané nénten naenin nglimbakang solah manying punika saha nénten wanéh-wanéh mapiteket yéning pikayunan taler parisolah manying wantah mapikolih kaon ring padéwékan. Sayan kelih, Dhima uning ring sapunapi rasa sayang miwah tresna sané sujati saking reramannyané. Yéning timpal-timpalnyané tiosan nénten polih “pendampingan utuh” saking makekalih reramanyané soang-soang duaning akéh pisan galahnyané telas ring genah maplalian, nanging mabinayan sareng Dhima sané galahnyané
jakti sampun becik kadabdabang. Tatkala wénten galah maplalian sinah jagi becik-becik kanggén maplalian. “Dumun tiang naen marasa sebet tatkala nyingakin timpal-timpal tiangé sané kaicén galah maplalian olih reramané. Mabinayan sareng tiang sané madué galah maplalian wantah akidik,” baos dané. Indik kawagedan matembang Dhima wantah sampun kaloktah pisan, punika kacihnayang saking makudang-kudang prestasi sané kadruénang. Nénten wantah ring kabupaten miwah kota, taler ring pacentokan sané kamargiang olih Provinsi Bali. Sinalih tunggilnyané ring Festival Lomba Seni Siswa (FLS2N) ring kategori matembang solo SMA miwah SMK. Dhima sané meneng ring Jalan Raya Celuk, Sukawati, Gianyar puniki kajudi oleh para panuréksa dados penyanyi lanang pinih becik. Sangkaning punika Dhima kajudi dados duta Bali ring nasional nyarengin pacentokan sané kamargiang ring Kupang, Nusa Tenggara Timur. Yadiastun nénten prasida dados juara, Dhima nénten marasa kuciwa sajabaning marasa bangga duaning sampun prasida nyarengin pacentokan sané pamiletnyané wantah duta sané pinih becik ring soang-soang provinsi ring Indonesia. Dhima sané tamat saking SMPN 10 Denpasar puniki sadurungnyané sareng ring paduan suara Gita Bahana Nusantara dados duta Bali sané matembang ring Istana Negara, Jakarta sajeroning patinget detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI warsa 2017 lintang. Setata ngambel piteket mangda mautsaha dados sané pinih becik ring widang sané kamargiang, Dhima setata kapanggih becik pisan kala masolah. Sinalih tunggil tatkala dados Sutasoma sajeroning parikrama dramatari ring Lapangan Puputan Badung wawu puniki. (ast/was)
Gusti Ketut Sri Susanti
Bangga Nelebin Widang Seni Tari YUKTI sakadi bebaosané, buah ten doh ulung saking punyannyané. Bebaosan inucap nyihnayang pisan kawéntenan Gusti Ketut Sri Susanti sané nelebin widang seni tari sakadi ibunnyané. Nyaksiang dané masolah antuk makudang-kudang soroh igelan, pastika sané ngaton pacang mikayunin kawéntenan maestro tari Ni Ketut Arini. Majanten pisan kliabnyané pateh, anak istri sané embas ring Dénpasar 29 April 1970 puniki kasujatiannyané wantah putri kaping pat maestro tari Ni Ketut Arini. “Yadiastun tiang nénten nguningayang yéning tiang pianak Bu Arini, akéhan sané sampun nguningin,” baosnyané sinambi makenyem. Kacunduk sawus nyolahang Tari Baris Kekupu ring peméntasan seni budaya drama musikal, Desa Peguyangan Kangin wawu, anak istri sané aktif puniki maosang yéning seni tari sampun mamesik ring anggannyané. Minab duk kantun ring garba, Gusti Ketut Sri Susanti sampun masikian sareng seni tari. Rumasuk risampuné embas, duk alit, yowana, kantos sampun marabian, dané dados guru tari, ngajahin alit-alité ngigel ring Sanggar Tari Warini duén ibunnyané. Satios punika, dané taler madué Sanggar Tari ring genahnyané meneng ring wewidangan Jalan Cekomaria, Dénpasar. Kawantu olih putrinnyané, Nana, akéh dané madué murid sané kayun malajah ngigel. Manut istri Aries Nurcholis puniki, seni sané sampun katelebin nénten pacang katilarin. Minab nénten wénten sané prasida nungkasin kayunnyané nglimbakang seni tari sané sampun leket ring anggandané. Katakénin indik akéhnyané polih sangu ngajahin ngigel, Bu Sri— sakadi punika
dané ketah kasambat wantah makenyem kémanten. Kenyemnyané nyinahang pisan, yéning meled sugih, sampunang pisan dados seniman, rumasuk seniman tari. Manut dané, nelebin widang seni tari nénten prasida ngawinang anggané sugih. “Nelebin widang seni punika sujatiné ngayah, nanging wénten rasa bangga sané metu ri kala titiang prasida nyinahang sané pinih becik. Napi malih prasida ngajahin alit-alité seni tari,” baos dané. Paserahinandané pinaka guru ring TK Cipta Dharma nénten ngirangin kaibukannyané ring widang tari. Pikayunan sané pageh kagamel, ring dija wénten utsaha pastika wénten hasilnyané, setata kamargiang. Katakénin indik Tari Baris Kekupu, Sri Susanti nyatuayang yéning tarian inucap rumasuk ring tarian klasik. Tarian inucap minab pateh sakadi Tari Kupu-Kupu Tarum, nanging busana sané kawigunayang sakadi Tari Baris. Wénten gerakan sané keras sakadi Tari Baris, wénten gerakan sané lemuh sakadi kupu-kupu. “Alit-alité mangkin patut kaajahin tarian klasik, mangda sayan seneng tur meled malajahin. Nénten nilarin tari klasik tur nguberin tari kreasi kémanten,” baos pecak Mahasiswa Jurusan Tari ISI Denpasar puniki sumeken. Dané taler setata nguduhang alit-alit ring sanggarnyané mangda kayun nelebin samian soroh tarian, inggian tari klasik miwah tari kréasi. Yadiastun seneng ring widang seni tari, Sri Susanti nénten naen maksa pianak-pianaknyané dados pragina. Yadiastun asapunika wénten taler pianaknyané sané pateh sakadi anggané, seneng ring widang seni tari. (ast/uma)
15 Ganti-berganti Membubarkan
Minggu Wage, 18 Februari 2018
Membubarkan Tawuran Kalau disebut nama Geng seperti “Cobra”, “Murka”, “Kapak Maut”, “Ronggo”, “Tulani”, Anker”, “Pertapa”, “Bledex”, “Alcatraz”dan “Death” – itu bukan nama-nama fiktif yang dikarang untuk sebuah tulisan. Itu beneran. Kumpulan anak-anak muda dengan gejolak hati dan muatan otak tertentu yang mewujud pada aspirasi nama-nama itu. Yang ditulis di semacam papan-papan, ikat kepala, jaket atau kaos, serta ekspresiekspresi lainnya, di mana seluruh kostum yang mereka pakai bersesuaian dengan muatan-muatan itu. Jumlah anggota semua Geng yang dihadapi oleh Mbah Sot di Stadion Titiwangsa Kuala Lumpur itu sekitar 350 orang. Mereka menguasai area pas depan panggung. Sesungguhnya mereka minoritas di tengah sekitar 8 ribu orang yang memenuhi bangku-bangku stadion. Mbah Sot sedang mengawal grup musik asuhannya pentas di stadion itu. Puluhan ribu pekerja dari tanah air di Negeri itu memiliki hubungan diam-diam yang aneh dengan Mbah Sot. Pimpinan Geng-geng itu sebenarnya sudah berkumpul dan omong-omong dengan Mbah Sot. Menyepakati sejumlah hal. Tetapi pada hari-H, ternyata anakanak buah mereka tetap tak bisa dikendalikan. Begitu musik berbunyi, 350-an anak-anak muda itu langsung “ndadi”, semacam in-trance, berjoget-joget dan berteriak-teriak hampir mengalahkan bunyi musik. Minimal mengacaukannya. Jenis musik apapun saja yang dibawakan – rock, dangdut, kasidah, jathilan, bahkan pun shalawat-shalawat yang halus dan pelan: tetap direspons oleh warga Geng-Geng itu dengan lonjakan, teriakan dan semacam suara amuk. Pada nomor musik ketiga, muncul gesekan di antara mereka. Kemudian dengan tempo mendadak tinggi, berlangsung tawur. Semula seseorang dari satu Geng berbenturan dengan satu orang lain dari Geng lain. Berikutnya membengkak dan akhirnya menjadi tawur sungguhan yang semakin massal. Dan ternyata tidak sedikit di antara mereka yang membawa alat-alat keras, yang semula mereka sembunyikan di balik pakaian mereka. Pisau, tongkat besi, palu, kayu, rantai, bahkan kelewang dan bermacam senjata lagi. Tatkala suasana semakin tak terkendali, tiba-tiba Mbah Markesot terjun dari panggung dan langsung membelahbelah area pertempuran. Semua anggota grup musik terjun juga mengikuti Mbah Sot. Mereka mencoba melerai. Tidak mudah sama sekali. Dan membutuhkan waktu cukup lama. Tetapi semua situasi sampyuh itu mendadak berakhir ketika terdengar satu teriakan yang sangat keras. Suasana mendadak senyap.
Ratusan anak-anak muda terpana, wajahnya menatap ke kiri kanan dengan sorot mata yang kosong dan misterius. Banyak di antara mereka yang menggeletak. Terluka atau kelelahan. Kemudian dengan gerakan tangan Mbah Sot menggiring mereka bergeser dari area depan panggung ke suatu ruangan. Satu persatu pelan-pelan mereka semua berjalan ke ruangan itu. Sementara Mbah Sot dengan kode juga meminta kepada grup musik itu untuk naik panggung, minta maaf kepada mayoritas hadirin, mengulang sapa kepada mereka kemudian memainkan kembali nomornomor musik, sebagaimana seharusnya. Pakde Tarmihim mengisahkan itu dengan mimik muka yang jauh lebih serius dibanding sebelumnya. Ia menuturkan, teriakan keras dan menggema yang menghentikan tawur itu pasti bukan “shoihatan wahidatan” seperti yang dimaksudkan oleh Allah di firman-Nya. ”Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami”. Tapi kemudian Tarmihim senyum sendiri dan nyeletuk: “Tapi ya nggak lah. Yang dimaksud Allah satu teriakan keras itu adalah hari kiamat. Mungkin itu suara terompet Malaikat Isrofil. Tetapi siapa tahu, mungkin di dalam sejarah manusia akan terjadi momentum teriakan zaman semacam itu, yang mengubah keadaan secara radikal”. Sementara itu, di ruangan di mana para anggota Geng itu dikumpulkan, Mbah Sot pidato keras: “Kami datang ke sini ini untuk melakukan beberapa pertemuan untuk membenahi etika dan profesionalitas kerjasama ketenagakerjaan antara Negara kita dengan Negara tempat kalian bekerja. Tapi kalian melukai hati saya dan merusak segala sesuatu yang sedang diperbaiki. Kalian mempermalukan bangsa kita. Kalian juga durhaka kepada Tuhan karena tidak bersyukur bahwa kalian mendapatkan pekerjaan dan gaji yang sangat lumayan, di tengah semakin meningkatnya kesulitan berkerja di tanah air kalian. Kalian ini benar-benar anak-anak bangsa yang pekerjaan utamanya adalah menghancurkan diri sendiri” . “Untung pasukan Polisi Malaysia bisa kita atur untuk tidak masuk ke dalam stadion, bahkan mereka tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Sebab kalau mereka sampai tahu, media massa dan media sosial Negara dan bangsa yang sombong kepada bangsa kita akan memviralkan apa yang kalian lakukan yang sangat memalukan tadi…” l Emha Ainun Nadjib Jakarta, 11 November 2017
Alhamdulillah Dibubarkan Pahala-pahala gratis seperti itu Mbah Sot peroleh ratusan kali di banyak tempat. Acara ceramah di sebuah Universitas di Mandar mendadak dibatalkan oleh pihak yang berwajib, membuat kami memindahkannya menjadi acara silaturahmi di rumah asli tokoh akhlaqul karimah Baharudin Lopa di Pambusuhan, daerah Waliyullah Muhammad Thahir Imam Lapeo, yang juga santrinya Syaikhona Kholil Bangkalan sebagaimana Mbah Yai Hasyim Asy’ari. Pembubaran yang sama atas acara di sebuah Universitas Lampung, membuat Mbah Sot sempat menengok anak sulung Mbah Sot yang bersekolah di SMP Katolik Metro Lampung Tengah. Pembatalan pentas teater “Pak Kanjeng” di Yogya dan Surabaya yang temanya adalah penggusuran desa-desa Kedungombo, melahirkan pengalaman batin dan politik yang luar biasa. Menambah jumlah saudara dan sahabat. Pak Permadi dan Gendheng Pamungkas datang ke rumah menyatakan keprihatinan atas pembubaran acara, yang sebenarnya Mbah Sot syukuri, karena membuat Mbah Sot jadi dekat dengan dua tokoh aneh itu. Bahkan penganiayaan politik itu membangkitkan dan mengkreatifkan ikhtiar pembelaan Mbah Sot dan temanteman kepada penduduk desa Kedung Pring dan Mlangi, yang naik mengungsi ke bukit-bukit, menolak penggusuran, sehingga Pak Harto pidato marah di Solo dan menyebut mereka “hambegugug ngutho waton”. Semacam kepala batu. Tanpa Pak Harto, Gubernur Jateng Pak Ismail dan putranya, serta Pemerintah Provinsi menyadari bahwa “hambegugug ngutho waton” itu diapresiasi dan dipuji oleh Tuhan, asal dilakukan kepada penguasa yang “adigang adigung adiguna”. Alias mentang-mentang. “At-takabburu lil-mutakabbiri shodaqotun”. Bersikap sombong kepada pihak yang menyombongi itu bernilai sedekah. Sampai-sampai ketika Mbah Sot dan teman-teman membawa truk berisi beras bertumpuk di bak-nya, Pak Jenggot pemimpin Kedung Pring dan Mlangi menolaknya. Padahal susah truk mencapai tempat di perbukitan itu. Tapi nekat Mbah Sot dan teman-teman mengangkut beras itu dari truk ke depan rumah-rumah darurat mereka. Pak Jenggot menyatakan:
l Anggur
“Kami ini tidak miskin. Tidak minta-minta beras atau apapun. Kami kaya. Desa kami makmur. Tapi direndam oleh Pemerintah. Sampai Masjid dan Kuburan juga tenggelam”. Penduduk Kedungombo itu seolah-olah seperti yang digambarkan di Kitab Suci: “Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu”. Tiba-tiba kemudian datang penguasa dholim mengusir dari desa-desa mereka, serta menganiaya kehidupan mereka. Dan Tuhan sangat jelas menyatakan tentang para penganiaya itu: “tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri”. Dengan terbata-bata tapi setengah marah Mbah Sot merespons: “Kalau soal tertindas, saya juga tertindas, Pak Jenggot. Beras dan apa saja yang kami bawa ke sini tidak merupakan pemberian atau sedekah. Ini bukan wujud rasa kasihan. Ini saya membayar hutangnya Pemerintah kepada rakyatnya. Mereka tidak mengerti bahwa mereka berhutang. Mereka merasa memiliki Negara dan kekayaan tanah air ini dan merasa bahwa mereka berhak menentukan segala sesuatu, karena kepintaran dan kekuasaannya” Akhirnya Pak Jenggot dan semua pengungsi menerima. Mereka manusia luar biasa. Mereka tahu bagaimana Markesot sangat sering menemani mereka, menyeberang danau dengan perahu kecil, tidur di krakal sawah-sawah. Berkejaran dengan Polisi dan Tentara. Almarhum sahabat Franky Sahilatua ikut bersimpati dan datang ke Kedungombo untuk membuat video klip album “Perahu Retak”. Teman-teman Markesot di Padhangmbulan Jombang rutin mengumpulkan dana untuk men-support saudara-saudara mereka pengungsi Kedungombo. Pak Jenggot itu tokoh utama dalam reportoar teater kami “Pak Kanjeng”. Pak Kanjeng adalah Pak Jenggot itu. Pentas drama itu diperkuat dengan suara musik. Dan gamelan yang dipakai untuk menghiasi drama Pak Kanjeng itu kemudian dikasih nama: Gamelan KiaiKanjeng. l Joko Umbaran Yogya, 14 November 2017
230 Tahun Denpasar Apresiasi 27 Februari 2018 Jatijagat Kampung Puisi Bersama Sanggar PURBACARAKA Jalan Nias 13 Denpasar Menjelang Enampuluh (60) Tahun FAKSAS-FIB UNUD Selasa Pon 27 Februari 2018 pukul 19:30 wita di JKP-109
Membubarkan Penyiksaan Di era 1980-an transportasi ideal dan mewah adalah Bus Malam. Yogya-Malang PP idolanya adalah Bus Agung Anugerah. Kalau lintas provinsi Jatim-Jateng viralnya adalah Bus Mila. Profesional, lajunya cepat tapi terukur, sopirnya canggih, duduk di kursinya serasa Bismillahirrohmanirrohim. Tapi untuk memenuhi acara Minggu Pagi di Masjid Raya Batu Malang, Mbah Sot kehabisan tiket Agung Anugerah. Terpaksa naik Bus umum dari Yogya sedapatnya. Subuh tiba di terminal Malang, shalat, numpang antre mandi, sarapan pecel, kemudian naik angkot Malang-Batu. Semua serba manual. Belum ada Grab atau Go-Jek. Kehidupan di zaman Markesot belum tua waktu itu belum move on, masih jadul, goblog dan go-mbal. Ke mana-mana wajah masih go-song, mental go-cik, tidak gagah perkasa, tangguh berani dan sakti mandraguna seperti generasi sekarang. Dulu “old” sekarang “now”. Dulu “go” sekarang “guw”. Paling lambat 15 menit sebelum acara, Mbah Sot harus sampai di dekat lokasi. Albarnamiju ‘ala waqtiha. Program dilaksanakan tepat pada waktunya. Mbah Sot sembunyi di warung kecil. Ngopi sambil melihat Masjid dari kejauhan. Tapi jam 09.00, jam acara Mbah Sot diundang, belum tampak ada aktivitas apa-apa di Masjid. Mbah Sot tunggu sampai 30 menit, satu jam, kompromi sampai 1,5 jam. Akhirnya karena tidak ada tanda-tanda akan ada acara, Mbah Sot pun berjalan mencari angkot untuk balik ke Malang, kemudian Yogya. Ternyata ketahuan oleh beberapa Panitia, yang entah sembunyi di mana. Mbah Sot dipindah ke kendaraan mereka, diajak ke Warung Jawa Timur, dan dikasih tahu bahwa “demi menjaga hubungan baik dengan Pemerintah, acara pengajian dibatalkan, karena Polres dan Kodim melarangnya”. Mbah Sot sempat merespons: “Awakmu bukan menjaga hubungan baik, Rèk, tapi bekerjasama melestarikan hubungan buruk”. Tapi Mbah Sot tidak marah. Bahkan bersyukur. Tidak ada kenikmatan melebihi posisi Mbah Sot pagi itu. Sudah mendapat pahala karena memenuhi janji acara, sudah berjihad naik Bus semalaman sampai mandi di terminal, sudah beramal saleh mendekat ke Masjid dan siap acara — dan mendadak merdeka dan tak harus repot-repot bicara di podium Masjid, tapi sudah mendapatkan pahala dari niat dan bukti tanggung jawabnya. Malah tambah makan enak di warung maknyus, laba perenungan dengan pemuda-pemuda harapan bangsa. Pakde Tarmihim dulu awalnya tidak benar-benar memahami cara berpikir Markesot. Normalnya orang yang diundang jauh-jauh dan sudah memenuhinya dengan naik Bus semalaman, datang sendiri ke tempat acara tanpa jemputan, lantas ternyata acaranya batal tanpa pemberitahuan sebelumnya: marah besar dong. Bahkan kalau di dunia profesional, ia berhak mendapatkan ganti rugi. Hal seperti itu dialami Markesot tidak hanya sepuluh dua puluh kali. Ditambah lagi Markesot ternyata belum tentu mendapatkan apa-apa, penghargaan, uang transport, oleholeh ketela atau pisang, sesudah memenuhi janjinya. Pantas Markesot tidak pernah meningkat hidupnya. Kariernya tidak berkembang. Juga tetap miskin, tidak terkenal, tidak jadi apa-apa. Tetapi Markesot seperti tidak mengalami apa-apa. Senyum-senyum saja. Malahan bersyukur. Anak-anak muda yang mengecewakannya itu tetap disayanginya, tidak berubah sedikit pun dari sebelumnya. Ketika Tarmihim mencoba bertanya, Markesot menjawab: “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui”. O, jadi maksud Markesot, kalau bersyukur, bubarlah kemungkinan penyiksaan dari Allah. l Emha Ainun Nadjib Sidoarjo, 13 November 2017
Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…
“Kebenaran hanya wajah, bukan jiwa. Kebenaran hanya kostum, bukan muatan dalamnya. Kebenaran hanya brand, bukan zat yang diwakilinya. Pancasila hanya wajah. Bhinneka Tunggal Ika hanya papan nama. Tidak mustahil Khilafah dan Syariat Islam juga hanya merek”. “Pada suatu bangsa dan Negara yang mengizinkan kemunafikan tingkat tinggi menguasainya, bahkan memang dinikmatinya, Iblis pun dituhankan, asalkan menyumbang uang dan menjanjikan keuntungan. Dajjal, hantu, Jin, domba atau monyet pun dipuja-puja, dikasih serban dan peci, dikostumi dengan ornamen bulatan atau kotak-kotak, disembah, dicium tangannya, diberi podium dan mikrofon – asalkan menguntungkan secara keduniaan”. “Kebenaran adalah nama dari suatu kepentingan yang digenggam oleh tangan kekuasaan. Kalau penguasa berganti, yang digenggamnya adalah kebenaran juga, tetapi bertentangan dengan kebenaran di tangan penguasa sebelumnya”. Kebenaran yang dimaksudkan oleh Indonesia berbeda dari “Kebenaran berasal dari Tuhanmu, maka janganlah engkau termasuk orang-orang yang ragu”. “Kalau penguasa berkuasa mutlak dengan kebenaran subjektif di tangannya, maka pastilah itu tuhan. Tuhan yang dimaksud di sini adalah sesuatu yang dinomorsatukan. Negara yang kebenarannya adalah kepentingan kekuasaan, tuhannya berganti-ganti. Tuhan satu memberangus tuhan yang lain secara kompetitif dan terus-menerus berebut satu sama lain. Bangsa yang kepada dirinya sendiri pun tak percaya, setiap kali siap menyembah tuhan yang baru, yang bukan tuhan sebelumnya, serta kemungkinan besar bukan tuhan yang berikutnya”. “Bangsa yang berkendaraan kemunafikan, kaum cendekiawan yang aplikasi utama pengelolaan kariernya adalah kemunafikan, dan siapapun saja di ranah,
level dan segmen apapun, yang sisa harapan hidupnya adalah bergabung ke dalam nasionalisasi kemunafikan – membela mati-matian tuhan yang menjadi sumber nafkah keluarganya, membenci tuhan yang tidak berkuasa, sambil mempelajari kirakira yang mana tuhan yang akan berkuasa untuk didekati dan disembah”. Tarmihim bercerita temanteman pernah mendesak Markesot bahwa keadaan masyarakat dan Negara yang semacam itu menuntut kita semua untuk berjuang dua tiga kali lipat kadarnya. Berpikir lebih keras dan melakukan perlawanan lebih nyata. Markesot menjawab: “Sangat bagus. Segera lakukanlah asalkan matang seluruh perhitungan dan pertimbangannya. Saya juga berpikir bahwa memang demikian kebenaran yang harus kita perjuangkan. Tetapi kebenaran itu saya simpan di dalam hati saya. Begitu saya harus menyentuh keadaan dan semua pelaku perusakan, jari-jari saya bukanlah kebenaran, melainkan hikmah. “Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. “Terjunlah langsung ke aroma kehidupan, pahami komplikasi pemetaannya. Kau akan temukan ada yang jelas hitam-putih, ada juga yang warna-warni. Ada warna di dalam hitam maupun putih, ada putih dan hitam di kandungan warna-warna, bahkan ada putih dalam hitam dan ada hitam di dalam putih. Maka sentuh mereka bil-hikmah, bukan bil-haq”, kata Markesot, “hitam dan putih bubar-membubarkan silih berganti, warnawarni terombang-ambing. Siapkan kasih sayang dan kebijaksanaan, bukan palu dan pedang”. l Emha Ainun Nadjib Jakarta, 12 November 2017
Membubarkan Negara... “Saat ini saya hanya bisa bantu doa semoga pada saatnya nanti bangsa kalian bisa mendirikan Negara”, demikian pesan Markesot kepada Brakodin, Sundusin dan Tarmihim sebelum pamit pergi bersama Mbah Shoimun, “maafkan saya tidak berani menyentuhkan jari-jari saya ke keadaan ini, sebab hasil dari sentuhan itu pasti akan menambah kemungkinan benturan besar yang menyedihkan, mungkin bahkan mengerikan” Suatu kali tiga sahabatnya itu mencoba membuntuti Markesot. Tapi mereka terhenti di tepian hutan yang mereka tak mungkin memasukinya karena medan fisiknya yang sangat sulit. Mereka hanya menatap dari jauh: ada semacam pancaran cahaya ke angkasa, di suatu bagian dari tengah hutan itu, seakan-akan di bawah hamparan cahaya itu ada semacam kota besar. Ada keinginan mereka bertiga untuk suatu hari akan berusaha menembus dan mencapai wilayah itu, tetapi belum berhasil. “Bukannya bangsa ini sudah mendirikan Negara sejak 1945?”, Sundusin bertanya kepada Markesot ketika itu. Markesot menjawab: “Negara yang benar-benar Negara, sebagaimana para ahli mendefinisikan dan semua orang memahami Negara. Bukan Negara khayal yang de facto-nya bukan Negara, melainkan Pemerintah. Bahasa jelasnya, bukan Negara yang Pemerintahnya mengaku Negara. Bukan Negara yang dijadikan negara-negaraan oleh Pemerintahnya. Bukan Negara yang tinggal papan nama, karena faktanya sebagai Negara sudah dibubarkan justru oleh Pemerintahnya sendiri yang digaji oleh rakyatnya. Understand?” “Tèèèn…!”, jawab Tarmihim, Brakodin dan Sundusin serentak. “Bukan Negara yang oleh Pemerintahnya dijadikan etalase Perusahaan penjual tanah air. Yang didirikan pada tahun 1945 itu memang maksudnya sungguh-sungguh Negara, tetapi kemudian berkembang menjadi Perusahaan yang dimiliki oleh Pemerintahnya. Menjadi Negara Perusahaan yang bukan hanya tidak mengamankan harta benda tanah air rakyatnya, tetapi malah menggadaikan dan menjualnya. Itu pun dengan bargaining power PSK tepian Kali Codé. Negara Perusahaan yang bukan hanya tidak memakmurkan rakyatnya, melainkan membangkrutkannya. Yang bukan hanya tidak menanggungjawabi moral gajinya, tetapi malah merepotkan, memeras, menindas, melemahkan, mengakali, membodohi, mem-bego-in dan menganiaya rakyatnya” “Mafhum”, sahut Tarmihim. “Bahkan di dalam Negara Perusahaan itu terdapat banyak sekali Perusahaanperusahaan milik kelompok Pejabatpejabatnya. Perusahaan para Pejabat itu bekerjasama untuk kepentingan yang bisa dikerjasamakan. Bisa juga bersaing di antara mereka, berebut lahan dan akses, sikut-menyikut, gusur-menggusur,
rampok-merampok satu sama lain.” “Mupakat”, kata Sundusin. “Bahkan bisa juga saling memusnahkan. Atau sekurang-kurangnya mengambil alih berbagai wilayah keusahaan, aset dan maintenance, satu sama lain secara bergiliran, bergantung siapa atau kelompok mana yang berkuasa”. Tentu saja Tarmihim, Brakodin dan Sundusin pada prinsipnya memahami apa yang dimaksudkan oleh Markesot. “Semoga suatu hari rakyat kalian benar-benar mendirikan Negara, dengan sadar terhadap kedaulatannya. Kalau Negara sudah didirikan, yang di dalamnya terdapat kekayaan di dalam tanah dan airnya, semoga rakyat mampu memilih pemimpin dan pemerintah yang punya kesetiaan menjalani kalimat lagu wajib kebangsaannya: Indonesia tanah airku (Stanza-I), bukan tanah airmu atau tanah airnya” “Bukan Pemimpin dan Pemerintah yang menjual murah Indonesia tanah yang kaya (Stanza-II) sehingga secara bertahap menjadi bukan milik rakyat Indonesia lagi. Bukan Pemimpin dan Pemerintah yang melukai (Stanza-III) Indonesia tanah yang suci, yang tidak percaya kepada bangsanya sendiri, meremehkan rakyatnya sendiri, menghina martabat dan harga diri bangsanya sendiri” “Pun bukan Pemimpin dan Pemerintah yang memobilisasi bangsanya untuk tidak percaya kepada dirinya sendiri, untuk bergerak ke masa depan tidak sebagai dirinya sendiri. Melainkan menjadi budak dari kepentingan, cara berpikir dan ideologi kehidupan orang yang bukan mereka. Yang menjaga dengan teguh NKRI Harga Mati, bukan mematikan harga NKRI. Yang merawat keutuhan Indonesia, bukan memecah belah rakyat demi mempermudah tercapainya target Perusahaan Kepentingannya…” Markesot minggir ke hutan mungkin sampai dua tahun ke depan. Entah untuk apa. Tapi ketiga sahabatnya tahu untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa kalau Markesot pergi, berarti tidak tinggal. Bahwa kalau Markesot di sana, lantas disangka pasti tidak di sini. Orang tua itu sempat mengatakan bahwa ia merasa ngeri Tuhan sedang bekerja menerapkan apa yang Ia firmankan di pertengahan Kitab itu: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu supaya menaati Allah: tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan ketentuan Kami, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. Simon alias Saimon atawa Mbah Shoimun senyum-senyum mengejek sambil berlalu pergi dengan Markesot, memasuki kabut senja hari. l Joko Umbaran Yogya, 15 November 2017
l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l
Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan
Januari-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27
Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!
Januari PARA : Bill Saragih, Michael Schumaeher, Issac Newton, Mooryati Subadiyo, Kahlil Gibran, IBM Dharma Palguna, Ibu Kasoer, Ridho Rhoma, Dewi Pradewi, Susi Pujiastuti, Maharani MM Raniraning, Aristotle Onassis, Alex Ferguson, All Capone, Muhammad Ali, Ari Lasso, Pep Guardiola, Gitaning Nirmala Palupi, Reina Caesilia Nina, Raudal Taying Banua, Arjen Robben, Jenderal Soedirman, Basuki Abdullah, Mayumi Isawa, Komang Gede Aryasa, Ragil S. Pragolapati, Teguh Ranusastra Asmara, Jose Manrinho, Putri Susanti, Jaya Suprana, Agus Roisalam, Agung Bawantara. HUBUNGI dan Aktif Mengikuti Wayan Jengki Sunarta via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA di JKP-109
Nasional
16
BPM/ant
SERAHKAN - Ketua KPU Arief Budiman (kanan) menyerahkan berita acara kepada Ketua Bawaslu Abhan seusai mengumumkan hasil verifikasi dan penetapan partai politik peserta Pemilu 2019 di Jakarta, Sabtu (17/2) kemarin.
KPU Siap Hadapi Gugatan PBB dan PKPI
Jakarta (Bali Post) KPU mengumumkan hasil rekapitulasi nasional partai politik untuk menjadi peserta Pemilu 2019 di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Sabtu (17/2) kemarin. Namun, ada dua partai yang dinyatakan tidak memenuhi syarat, yakni Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Kedua partai tersebut akan menggugat KPU dengan mengajukan sengketa ke Badan Pengawas Pemilu. Ketua KPU Arief Budiman menyebutkan, pihaknya siap menghadapi gugatan tersebut. “Apa yang dikerjakan KPU, itu harus dipertanggungjawabkan oleh KPU. Kalau ada sengketa, maka kita tunjukkan ini hasil kerja kita,” ujar Arief. Gugatan yang diajukan berkaitan dengan tidak terpenuhinya syarat keanggotaan di tingkat daerah. Arif mengatakan, di beberapa daerah ada yang tidak ada pengurusnya atau pengu-
rusnya tidak bisa bertemu dengan KPUD. KPU siap jika Bawaslu menyatakan bahwa ada kesalahan prosedur oleh petugasnya. Namun, partai politik bersangkutan juga harus menerima jika Bawaslu menguatkan keputusan KPU. “Tentu semua harus bisa menerima itu. Apa pun keputusannya, kita harap semua pihak bisa menerima,” kata Arief. Arief mengatakan, tak tertutup kemungkinan PBB dan PKPI bisa menyusul 14 parpol lainnya menjadi peserta Pemilu 2019. Namun, tahapan pemilu tetap berjalan tanpa menunggu proses
sengketa. Ia mengatakan, tahapan demi tahapan sudah disusun. KPU akan mengundi nomor urut peserta pemilu. “Kalau ada fakta hukum baru, hasil putusan sengketa yang mungkin diajukan, maka putusan itu nanti akan diterapkan langsung dalam tahapan selanjutnya,” kata Arief. KPU menetapkan 14 partai politik sebagai peserta pemilu 2019. Partai yang lolos yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Berkarya, PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Gerakan
Perubahan Indonesia, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasional Demokrat, Partai Persatuan Indonesia, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Aspek yang dinilai dalam administrasi dan verifikasi faktual mencakup keberadaan pengurus inti parpol di tingkat pusat, keterwakilan perempuan minimal 30 persen, dan domisili kantor tetap di tingkat DPP. Kemudian, di tingkat provinsi, ada tambahan syarat yakni memenuhi keanggotaan di 75 persen kabupaten/kota di 34 provinsi. Syarat terakhir yakni status sebaran pengurus sekurang-kurangnya 50 persen kecamatan pada 75 persen kabupaten/kota di 34 provinsi. (kmb)
Minggu Wage, 18 Februari 2018
Guru Zaman Now
NYAWA manusia agaknya sudah sangat gampang melesat dari tubuhnya. Baik karena kealfaan pemilik tubuh, kecelakaan maupun dirampas individu lain dengan atau tanpa alasan tertentu. Konon fenomena ini sudah terjadi saat dunia dihuni 6 manusia, di Era Adam dan Hawa. Malah kini saat planet biru dipadati nyaris 8 miliar orang, kematian terjadi dalam hitungan detik. Sering terjadi, kawan yang baru beberapa menit diajak bicara, tibatiba diberitakan meninggal akibat serangan jantung atau ditabrak mobil atau dibunuh orang. “Kematian karena sebab apa pun sungguh menyedihkan. Namun agar tidak larut dalam duka, agama telah memberi ulasan cukup bijak ikhwal kematian. Sebelum dilahirkan ke bumi, konon Tuhan telah menganugerahi ciptaan-Nya dua hal yakni, takdir dan nasib. Jodoh, rezeki, dan maut merupakan takdir yang harus diterima dengan pasrah. Nasib adalah kondisi kehidupan yang harus diperjuangkan makhluk hidup agar bisa bahagia dan sejahtera. Bila upaya gagal, kondisi tersebut dikatakan suratan takdir. Namun tidak setiap orang mampu berpikir sejauh itu tatkala mendengar kematian orang yang disayang dan dicintainya. Di samping menangis menjerit-jerit, terkadang ngamuk, selanjutnya minta pada aparat hukum untuk menghukum oknum penyebab kematian seberatberatnya. Kerap kita saksikan di layar kaca, terdakwa dikeroyok keluarga korban setelah peradilan berakhir, sehingga aparat keamanan sibuk menyelamatkannya,“ papar Rubag. “Bahagia dan sengsara adalah rwa bhineda. Skenar-
io Tuhan memang tidak bisa diubah sutradara dunia. Aku prihatin dan sedih membaca berita seorang guru yang tewas akibat dianiaya muridnya di Sampang, Madura. Dalam berita diulas, guru pengajar kesenian yang saat dibogem mentah sedang mengajar menggambar. Almarhum, konon seorang guru multitalenta, yang nyaris menguasai berbagai jenis kesenian, termasuk piawai bermain biola. Di mata para siswa dan koleganya, dia sangat kreatif sehingga menjadi idola banyak orang, karena penampilan ganteng juga. Di hari yang nahas itu, ada seorang murid yang selain tidak mau mendengar arahannya, juga mengusik teman-temannya yang lagi menggambar, bahkan mencoreng beberapa hasil karya temannya. Karena tak kuasa menahan sabar, Pak Guru mencoreng wajah murid nakal itu dengan cat air. Bukan menghentikan ulahnya, justru dia menganiaya gurunya dengan pukulan bertubi-tubi. Akibat pukulan berantai tersebut, malam hari almarhum mengeluh pada istrinya, bahwa lehernya sakit. Tragisnya, Pak Guru itu meninggal dini hari semasih dalam perawatan tim medis di rumah sakit,“ tutur Wayan Wijaya. “Ya, kubaca juga di media daring, guru yang berusia 27 tahun itu masih berstatus honorer di SMA tempat kejadian perkara, dengan upah antara 500-600 ribu rupiah per bulan. Saat mengembuskan napas, istrinya sedang mengandung tiga bulan. Demi imbalan tidak seberapa, bahkan dalam rangka mewujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa, Pak Guru harus meregang nyawa. Aku menganggap kematian itu sebagai paradoks atas makna kata ‘guru‘, yang dipaparkan Hindu Alukta. Guru adalah akronim dari dua kata yakni Gunatitha dan Rupavarjitha. Gunatitha konon berarti tanpa dibalut kepentingan materi, sedangkan Rupavarjitha bermakna upaya menyeberangkan orang lain dari lautan kesengsaraan menuju ke samudera kebahagiaan. Karena itulah Ki Hajar De-
wantara menyarankan agar guru harus ditiru dan digugu atau dipercaya. Guru juga disebut Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Tragedi berujung maut yang dialami pengajar kesenian itu, merupakan paradoks atas segala makna yang ditahbiskan pada guru,” komentar Made Surjanegara. “Menjadi guru saat sekarang, seperti makan buah simalakama. Misinya adalah seperti definisi yang terkandung dalam kata Gunatitha dan Rupavarjitha, namun kerap dijegal oleh mereka yang hendak ditolong dan keluarganya. Beda dengan penghormatan dan penghargaan pada guru saat aku duduk di Sekolah Rakyat hingga Sekolah Menengah Atas dulu. Di zaman old, guru boleh bersikap keras terhadap murid, baik dalam kata-kata maupun tindakan. Jarang ada murid yang mengadu pada orang tua atas perlakuan para guru saat proses belajar mengajar. Kendati pun mengadu, orang tua yang sudah menitipkan anak-anak mereka agar dididik di sekolah, tidak ikut campur. Kalau sekarang, jangankan bertindak keras, menghardik anak didik pun bisa menjadi urusan besar. Syukur bila hanya dilaporkan atau dibawa ke ranah hukum, sering kudengar dan kubaca di koran, orang tua atau keluarga murid mendatangi guru ke sekolah dan bertindak seturut emosinya. Daripada sport jantung menerima masalah, banyak guru yang seakan masa bodoh menyikapi perilaku para siswa,“ ujar Nyoman Muka. “Oh ibu dan ayah, selamat pagi. Kupergi sekolah sampai kan nanti. Selamat belajar nan penuh semangat. Rajinlah selalu tentu kau dapat. Hormati gurumu sayangi teman. Itulah tandanya kau murid budiman. Agaknya lirik lagu tersebut sedikit dipahami maknanya sekarang, sehingga pendidikan masa now sering diwarnai tawuran massal, bully dan pelecehan dalam berbagai bentuk. Mari berdoa buat Pak Guru, Ahmad Budi Cahyono, semoga arwahnya mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan!“ ajak Anom Wijaya. (aridus)
Pesawat Gubernur Aceh Mendarat Darurat
Banda Aceh (Bali Post) Pesawat Eagle One milik Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, mendarat darurat di bibir pantai Lam Awee, Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (17/2) kemarin. Informasi yang dihimpun dari berbagai pihak, membenarkan terkait mendarat darurat pesawat nomor register PK-SEO yang dipiloti langsung Gubernur Aceh itu dan tidak
ada korban jiwa. “Sayap pesawat patah dan badan pesawat pun rusak parah dan sampai saat ini pesawat belum bisa dievakuasi,” kata sumber tadi yang tidak ingin namanya ditulis. Lebih lanjut sumber tadi menyebutkan, Gubernur Aceh lepas landas (take off) dari Nagan Raya dan dijadwalkan mendarat di Badara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang
Bintang, Aceh Besar. Kemudian sekitar pukul 15.05 WIB, Gubernur Aceh (pilot) dan penumpang Taqwallah (Pax) diamankan oleh pihak kepolisian Polsek Peukan Bada, Aceh Besar. Sebagaimana diketahui, Gubernur Aceh dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di provinsi paling ujung barat Indonesia. (ant)
Jakarta (Bali Post) Dhawiya Zaidah, putri bungsu pedangdut Elvi Sukaesih, ditangkap aparat karena menyimpan sabu. Dhawiya dan saudara-saudaranya serta kekasihnya, Muhammad, mengaku mengonsumsi sabu untuk kenyamanan semata. “Untuk kenyamanan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (17/2) kemarin. Terkait berapa lamanya mereka telah memakai sabu, hingga kini polisi masih mencari tahu. Sebab, keterangan mereka ke polisi kerap berubahubah. “Sampai sekarang juga belum dapatkan. Apakah sudah sering atau kapan, belum ngomong. Semuanya belum ngomong,” katanya. Berdasarkan pengakuan mereka, Kasubdit I
Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Jean Calvin Simanjuntak, menambahkan, selain untuk kenyamanan, para pelaku juga mengaku mengonsumsi sabu untuk kesenangan semata. “Sementara untuk kesenangan,” kata Calvin. Dhawiya dan dua kakaknya, Ali Zaenal Abidin dan Syehan, ditangkap polisi di rumah mereka di Jalan Usaha nomor 18, Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (16/2). Selain mereka, polisi juga membekuk Muhammad, kekasih Dhawiya, serta menantu Elvi, Chaurita yang tengah hamil 6 bulan. Salah satu anak pedangdut Elvi Sukaesih, Ali Zaenal Abidin, yang sempat digelandang dalam penggerebekan narkoba bersama Dhawiya Zaidah, tidak ditetapkan sebagai ter-
sangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika. “Setelah kami lakukan pemeriksaan, kami tetapkan M (Muhammad) sama D (Dhawiya), S (Syehan) dan C (Chaurita) sebagai tersangka,” kata Argo Yuwono. Ali Zaenal tidak ditetapkan sebagai tersangka, lantaran pada saat kejadian ternyata tidak ikut pesta sabu. Selain itu, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvin Simanjuntak, menambahkan, polisi tak menemukan barang bukti darinya. Meski begitu, yang bersangkutan ternyata positif mengonsumsi narkoba. Hal itu diketahui setelah yang bersangkutan menjalani tes urine. Tapi terkait hal tersebut, polisi hingga kini masih melakukan pemeriksaan lanjutan guna proses hukumnya. (ant)
Dhawiya, Saudara, dan Kekasihnya Positif Nyabu
BPM/udi
DEKLARASI - Deklarasi masyarakat lintas elemen di Banyuwangi mendukung Cak Imin maju sebagai cawapres, Sabtu (17/2) kemarin.
Dukung Nyalon Cawapres, Ketum PKB Disemprit Kartu Hijau
Banyuwangi (Bali Post) Pemilu Presiden masih jauh. Namun, aksi dukungan ke salah satu calon mulai muncul di Banyuwangi, Jatim. Seperti dukungan bagi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (Ketum PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres). Kalangan lintas masyarakat menggelar deklarasi dukungan cawapres Muhaimin di Pondok Pesantren (ponpes) Bahrul Hidayat, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Sabtu (17/2) kemarin. Lintas masyarakat ini berasal dari beragam elemen. Mulai pengasuh ponpes, mahasiswa, guru, petani, nelayan
hingga pemerhati lingkungan. Mereka sengaja mendukung Muhaimin lantaran berasal dari kader murni Nahdlatul Ulama (NU). Yang unik, deklarasi dukungan ditandai dengan mengacungkan kartu hijau. Warga kompak mengangkat kartu sembari mengenakan kaos bergambar Muhaimin Iskandar. Disertai pembacaan dukungan. “Kami warga dari lintas elemen di Banyuwangi sepakat mendukung Muhaimin Iskandar maju dalam Pilpres 2019. Minimal sebagai cawapres,” kata koordinator deklarasi, Syaifudin Zuhri. Juru bicara Forum Nahdliyin Bersatu Banyuwangi ini menjelaskan kartu hijau
sebagai akar rumput. Artinya, dukungan benar-benar muncul langsung dari bawah. Pihaknya berharap Cak Imin, panggilan Muhaimin Iskandar, bisa mewakili masyarakat bawah menjadi cawapres. “Cak Imin itu lahir dari NU. Ketika menjadi pemimpin, kami yakin bisa mendengar aspirasi wong cilik,” tegasnya. Menurutnya, deklarasi dukungan ini merupakan lanjutan deklarasi akbar Jawa Timur di Sidoarjo, 9 Februari lalu. Pihaknya akan terus mengawal dukungan ini hingga meluas ke seluruh daerah. Salah satu peserta deklarasi, Lailatul Masruroh mengaku sengaja ikut mendukung Cak Imin menjadi cawapres.
Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Srono, Banyuwangi ini meyakini, Cak Imin akan memperjuangkan nasib guru swasta ketika menjadi wapres. “Nasib guru swasta, terutama di bawah naungan Kementerian Agama sangat miris. Gaji telat itu sudah biasa. Apalagi, sertifikasi, jauh dari kami,” keluhnya. Meski sudah mengajar sejak 2009, pihaknya yang menjadi guru kelas belum mendapatkan kejelasan nasib. Bahkan, belum ada kepastian masuk dalam data K2 yang menjadi syarat CPNS. “Ini keluhan kami. Harapannya, kalau Cak Imin yang menjadi wapres, nasib guru MI bisa diperhatikan,” ujarnya. (udi)
BPM/ant
NARKOBA - Putri pedangdut senior Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida (tengah) dihadirkan saat rilis kasus narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (17/2) kemarin.
Minggu Wage, 18 Februari 2018
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN “Dibutuhkan Segera Drafter untuk Kontraktor, Hubungi Nomer Telp:081916233011"
B.BP.004.02.18.0000901
Cr Cpt2PRT+1B.Siter G1,8Jt Tdr dlm082237496717081999776071
B.BP.001.02.18.0000899
Bth Sales Bpglm,Staf Akunting Email CV:nexky1975@gmail.com B.BP.001.02.18.0000888
Butuh Marketing Wanita Handal, Cantik dan Menarik,Berpengalaman di Bid.Automotif Hub.08113867250
B.BP.001.02.18.0000742
Coco Group Bali Looking For: - Operation Manager - Asst.Accounting Manager All Candidate Having Experience in The Same Position Min. 1 years. Send Email To: asthrm@cocogroupbali.com
Dcr Pembantu Rumah Tangga Tngl didalam bisa Hub:081237776472/ 082144110545/0361-448572
B.BP.001.02.18.0000882
Dcr Pria Srbutan,bs Kom,bs Tdr dlm,081237572828,087861722648 B.BP.004.02.18.0000905
Dcr Sales Farmasi Dps.Gj+Bns+ Komisi+BPJS+Trans,Telp:248393
B.BP.001.02.18.0000506
Dcr Segera Sopir Berpengalaman untuk Keluarga H.081999038555
B.BP.141.02.18.0000853
Dcr krywan/ti Bs Kompt&Desain Graphis.082266050088Sms/WAonly B.BP.004.02.18.0000908
Dcr sgr cook pnglmn bs masakan Western,Chinese,Indo, u/villa pribadi,Sanur Hub.08174704225
B.BP.001.02.18.0000904
Dcr tng profesionl 1org tknisi yg mngrti mesin,1org lilitan & 1org Design Frafis Krm Ke : iis@yasminsilverbali.com
B.BP.803.02.18.0000827
B.BP.001.02.18.0000881
Dbthkan Tng pelaksana Proyek u/Vila Hub.081934381590 P.Yasa
Dcr:Pengepul Rayon Muding Sari Kerobokan telp.087862115992
B.BP.001.02.18.0000889
Dcr Admin,Wanita,Bisa Komputer Hub:087861449585/08123807555 B.BP.001.02.18.0000769
B.BP.001.02.18.0000906
Sales Dupa Gaji 4 Jt/Bln Hubungi:081353078889 B.BP.001.02.18.0000767
Dibthkn Packer Laki2 Usia Max 28Th Pendidikn Min SMA,Krm Lam info@navalcargo.com/Jl Raya Celuk Gg Nyuh Gading/2.T:4711337
Htl in Sanur Looking for Cook Exp.Min 1 Year.Send CV to: ayu@mentarisanur.com Ph.283286
B.BP.166.02.18.0000907
Urgently Need:Legal Admin Engl Visa&CompanyDocsCV+ExpSalary Email:docs.bless12@gmail.com
B.BP.001.02.18.0000879
Dicari Kasir (Max 30Th),Min D3 Bs.Komp,Lam:Tk.Gayathri Dupa Wangi,Jl.Gatsu Timur 85XX Kav IV,(Depan KFC Nangka),Dps T.0361-239980/085716151818
B.BP.001.02.18.0000896
DIJUAL MOBIL
B.BP.004.02.18.0000415
Karimun Estilo 2011 Silver Tgn Pertama 70Jt Ng.081529309177
B.BP.001.02.18.0000820
B.BP.001.02.18.0000741
Dicari Staff laki2 utk Villa bs Kebun,Kolam,Mekanik,Nyetir Hub.081338639511 B.BP.001.02.18.0000887
Dicr Staff office,Bhs Inggris Aktif,Lam:Bali Vidi Villa, Jln Pasekan Bt.Bulan/087761493063 B.BP.001.02.18.0000830
Dicr Waiter/s,Cook,Krm Lamaran ke Five Monkeys Jln.Basangkasa 10/imadenarayana@yahoo.co.id
TOYOTA
Agya TRDS Manual Th 2013 Tgn 1 Silver 98 Jt Hub:087862270180
Looking for Finance Controller for Construction & Development Company.Bachelor Degree.5years Experience.Certified Public Accountant.Verbal & Written Communication Skills.Send CV to:vincent.egawaluya@gmail.com
B.BP.001.02.18.0000877
Avanza Veloz 1.5MT pth’13 smst baru,KM39rb Asuransi sd Mei’18 160jt, Hub.0822 3775 9233
B.BP.001.02.18.0000848
DIJUAL RUMAH
B.BP.004.02.18.0000844
B.BP.001.02.18.0000884
PJTKI Bth staf Adm,SMK CV ke: gsabali.0123@gmail.com
PAUD Sanur Membutuhkan Guru Wanita,Kreatif,English Aktif, Llsn PAUD/Sdrjt.Pnglmn Min 1Th Suka Anak.CV Plg Lmbt 19/2/18 CV ke:rumahkecilbali@gmail.com
Dijual Rmh Lt2 Jl Gutiswa V Gg Mertasari II/14. 081239907996
BIRO JASA
B.BP.001.02.18.0000821
SERVICE DP 4 Jt-an DP 20 Jt-an DP 20 Jt-an TERIMA TUKAR TAMBAH PROSES CEPAT SYARAT RINGAN
HUB : 0817356452/ 085101456084 C.0000246-MBL
HONDA PROMO IMLEK R
DISCOUNT SANGAT BESA
DP RINGAN
BALI WANGI
BALI WANGI
WC
JASA KURAS
LIMBAH
WC
KAR BISA TUBAH TAM
PULUHAN JUTA BUNGA RINGAN
0,3% Mobilio
READYK STOC
JASA KURAS
LIMBAH
HUB. SALES MELAYANI MAMPET
PUTU AGUS DHARMA 0877 6129 5235 081 238 450 210 BERGARANSI KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, SALURAN DAPUR
Kav Siap Bgun Vila L265 Hdp Pantai Pemaron Lovina 0811306171
B.BP.001.02.18.0000897
B.BP.001.02.18.0000894
DIJUAL TANAH 195JT/A-Pgr Jl.Hotmix 8mtr @Ry Pering-Ktwel.TrmSHM-0817340222
All new CRV
HR-V *Syarat & ketentuan berlaku
081 337 098 405 081 9999 818 63 C.0001237-MBL
C.0000620-brj
MELAYANI MAMPET
BERGARANSI KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, SALURAN DAPUR
0877 6129 5235 081 238 450 210 C.0000620-brj
DIJUAL MOBIL
PENDIDIKAN
SINGARAJA
B.BP.033.02.18.0000891
DIJUAL RUKO Dijual Ruko di Pemenang TBN DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub:082236881191/081805374433
Dijual Tnh 1,25A Jl.Cargo Dps Hub.085953861918
DISEWAKAN KANTOR
Jl cpt Tnh Kavling bagus 1are TemesiGianyarHub081236785862
Diswkn Kantor 100Jt&Co-working Jl.M.Yamin Renon,08123861163
B.BP.001.02.18.0000903
B.BP.004.02.18.0000832
Tnh 154A Aspk Prmhn,Truk Masuk Penuh Kayu 20Juta/Are,Bengkala Singaraja.Hub:081337349719.BUC B.BP.001.02.18.0000872
Tnh 40A di Kota Singaraja Fasilitas Kolam Renang ToyaMerta99 ada Villa dan Restaurant 65Jt/A 082144233009 087761855545 B.BP.001.02.18.0000895 GIANYAR
B.BP.001.02.18.0000835
DP 20 Jt-an DP 40 Jt-an DP 20 Jt-an
BENGKEL LAS
Rmh Mnmlis Kodya Dpsr sudah SHM dan IMB 585Jt 089662708427 087761855545 Tanpa Perantara
B.BP.001.02.18.0000842
PROMO MURAH DAIHATSU BALI
SPA
DIJUAL TANAH
Jual Tnh.Kavling,2are,75Jt/are Taro,Tegalalang.H:081246386211
DIJUAL MOBIL
SALON
Djl Rmh & Ruko Siap Huni Rp. 1,7Ng Jl.AkasiaXVI,08123861163
Dijual/Disewakan Rumah 2Lt BUC Mahendradata.Hub:081916441662
B.BP.001.02.18.0000334
B.BP.001.02.18.0000825
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
B.BP.001.02.18.0000739
SUZUKI
Dicari MC Wanita Energik, Cantik dan Menarik,Bulanan Hub.08113867250
Informasi pasang iklan Telepon
B.BP.004.02.18.0000094
B.BP.001.02.18.0000898
BIRO JASA Pajak Spt Tahunan/Bulanan dan SIUP082144112400,087761427004 B.BP.001.01.18.0001412
KEHILANGAN Hlg BPKBNo.I00799036-ODK9417 FK An I Gst Ngurah Putra,SE,MM B.BP.001.02.18.0000885
Hlg Buku Keur No Pol:KT7546 EG & KT 7545 EG a/n.Dedy Herdiest B.BP.001.02.18.0000900
18
Asah
Minggu Wage, 18 Februari 2018
TTS No. 335 Mendatar: 1. Gegabah 5. Pelebon 8. Kunci (Inggris) 10. Pemukul bola 11. Penyakit kerusakan jaringan tubuh yang ditandai demam dan pembengkakan 12. Panggilan untuk wanita dewasa 13. Klasifikasi dalam biologi setingkat di atas famili 15. Obat (Bali) 18. Dangkalan di laut yang tampak ketika surut 21. Penjara 22. Sisa pembakaran 25. Cuci ; Basuh 28. Tarian rakyat Argentina 30. Tunas buah kelapa 32. Mohon/pinta setelah dipersembahkan (Bali) 34. Matahari pagi (Jepang) 36. Abu dapur (Bali) 37. Kata yang bermakna mirip atau sama ; Lain kata 41. Cerita suatu bangsa tentang dewa-dewa dan pahlawan zaman dahulu 44. Persetujuan membolehkan 45. Yang tercium 46. Daerah beku dan tandus di kutub utara 49. Hancur berkeping-keping 50. Ujian akhir semester 51. Sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang 52. Faedah ; Manfaat
Wisata Tulamben Mulai Hidup Kembali WISATA di Tulamben, Karangasem mulai tumbuh. Pertumbuhan ini seiring dengan optimisme pelaku pariwisata di Tulamben. Tulamben yang terkenal dengan fasilitas diving dan snorkeling, kini okupansinya mulai tumbuh, yaitu 30 persen. Okupansi itu pun dominan diisi wisatawan Tiongkok. Manager Ocean View Tulamben Dive and Resort Sita Marlina di Karangasem, Jumat (16/2) mengatakan, Tulamben menawarkan keindahan terumbu karang bawah lautnya. Keindahan alam ini juga yang membuat hingga Februari 2018 Tulamben sudah mulai berangsur hidup setelah sempat tertidur dari aktivitas dunia pariwisata saat kondisi Gunung Agung masuk awas pertama kali pada 22 September 2018. “Kondisi saat ini sudah mulai membaik yaitu tingkat keterisian hotel tumbuh 30 persen dari normalnya pada Januari-Februari kisaran 70 persen,” katanya. Okupansi sudah menunjukkan kondisi yang membaik sejak awal tahun ditandai dengan adanya 30 persen peningkatan kunjungan ke objek wisata, yaitu 20 persen berasal dari wisatawan Tiongkok dan sisanya dari Rusia. Kondisi ini jauh berbeda saat status Gunung Agung masuk awas pertama kali di mana September - Oktober 2017 yang masuk full booking banyak terjadi pembatalan. “Saat itu terjadi kepanikan karena ini merupakan bencana yang belum pernah dialami sejak terakhir Gunung Agung erupsi. Kepanikan lebih mengarah untuk menjelaskan kepada wisatawan yang booking tempat terkait kondisi yang terjadi, terutama bagi wisatawan Turki yang di negaranya tidak terdapat gunung berapi,” ujarnya.
BPM/kmb42
MEMBAIK - Tulamben terkenal dengan wisata diving dan snorkeling. Kini wisatawan mulai kembali mengunjungi kawasan tersebut. Imbas lain dari kondisi Gunung Agung saat itu, kata Sita, terjadi penurunan okupansi secara dramatis. Pada September 2017 okupansi mencapai 90 persen maka pada Oktober tidak ada sama sekali kunjungan atau tutup, November hanya 60 persen dan Desember juga tidak ada kunjungan. Memasuki 2018 mulai membaik kendati masih tumbuh minim yaitu pada Januari okupansi baru 30 persen dan Februari 30 persen dari idealnya normal 60-70 persen. “Januari- Februari sebenarnya masuk low season dan high season umumnya terjadi pada Juli-November yang full booking,” ucapnya. Kendati demikian pihaknya terus melakukan berbagai promosi baik itu lewat online, termasuk sosialisasi terkait kondisi di Bali khususnya Tulamben saat ini sudah membaik. Ia menyadari untuk meyakinkan wisatawan datang kembali tidaklah mudah karena informasi tidak benar terkait imbas Gunung Agung banyak beredar. Pihaknya juga memberikan diskon kisaran 50 persen hingga
TTS Bali Post
Pertanyaan
akhir Maret mendatang. Wisatawan dari Netherland dan Jerman Margriet van Dijken dan Sarah Krüger saat ditemui mengakui ini merupakan kali pertama mereka mengunjungi Tulamben dan tidak tahu terkait Gunung Agung. Kendati demikian ia sangat senang datang ke objek wisata yang menawarkan keindahan bawah laut ini. Karena tempatnya tenang dan suasananya menyenangkan. Pihaknya pun akan memberitahukan kepada teman di negaranya jika Bali aman dan wisata Tulamben sudah dibuka. (kmb42)
Menurun: 1. Penuh dan berat karena berisi 2. Kubur 3. Permata 4. Anak (Bali) 5. Kata ganti milik orang ketiga 6. Heran ; Terkesima (Bali) 7. Proses tawar menawar untuk bersepakat 9. Kitar 11. Perjalanan bolak-balik dalam satu trayek 14. Campak Jerman 16. Buluh ; Bambu 17. Bangun sesuatu agar lebih baik 19. Udang kering 20. Berakhir 22. Bagian alam semesta yang berada diluar atmosfer 23. Perhatian ; Minat 24. Gross national product 25. Pelobang 26. Liquid crystal display 27. Jenis musik berirama cepat 29. Dimakan tanpa nasi 31. Bukan imitasi 33. Sirik ; Dengki 35. Dupa Cina 38. Kristal karbon murni, biasa dipakai perhiasan 39. Aib 40. Salah satu titel strata dua 41. Lukisan pada dinding 42. Selesai ; Usai 43. Pohon berbatang mirip pakis, berdaun mirip palem 47. Nama Nabi 48. Rumah sakit umum
Ketentuan Menjawab
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 335 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 24 Februari 2018 Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 4 Maret 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 333 Mendatar: 1. Tangkal 5. Terumbu 9. Gasal 10. Nah 11. Muara 12. Bug 13. EEB 14. Rungu 17. Urgen 20. Fajar 22. Tafakur 24. Neutron 26. Lingkup 30. Durhaka 33. Sonor 34. Satru 37. Tohok
40. Nya 41. Uli 42. Desir 43. Rum 44. Lajur 45. Pesimis 46. Nepotis Menurun: 1. Tegar 2. Nisan 3. Kalbu 4. Langgar 5. Teheran 6. Rambu 7. Miang 8. Ubayn (Nyabu) 15. Upa
16. GIA 18. RAT 19. Ebo 20. Fulus 21. Retur 23. Fun 25. Ria 27. Iba 28. GOR 29. Polaris 30. Dokumen 31. Hio 32. Kao 34. Sadap 35. Tesis 36. UNRAM 37. Tilap 38. Hujat 39. Karas
Pemenang TTS No. 333 I Putu Sujana Giri Br. Dinas Selat, Desa Selat, Sukasada, Buleleng 81161 (HP: 081805 606894) Ni Made Suciati Br. Sambahan, Desa Ubud, Kec. Ubud, Kab. Gianyar (HP: 081999 870849) Ni Nyoman Susanti Dinas Pertanian Kab. Karangasem, Jl. Ngurah Rai No.61 Amlapura, Karangasem 80811 (HP: 081338 279907) Ni Wayan Suwati TK Samuscaya Sukawati, Gianyar 80582 (HP: 081236 832530) Ni Luh Wati Jl. Kenyeri, Br./Lingk. Sima, Kel. Sumerta Kaja, Denpasar (HP: 085338 398896) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Putu Julia Pradnyawati Alamat : SMKN 1 Mas, Jl. Ambarwati No.1 Desa Mas, Gianyar (HP: 081339 789695)
Pengunjung Gua Pindul Dibatasi untuk Jaga Ekosistem PEMERINTAH Kabupaten Gunung Kidul mulai membatasi jumlah pengunjung Gua Pindul di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, agar kegiatan wisata tidak sampai merusak ekosistem di dalam gua. Sekretaris Dinas Kebudayaan Gunung Kidul Hary Sukmono di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan Dinas Pariwisata terlebih dahulu menyiapkan dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL) berdasar kajian sejak 2016 sebelum menerapkan kebijakan tersebut. “Kalau mengacu pada kapasitas dan luasan hingga panjang gua, maka ditentukan batas maksimal. Pembatasan jumlah pengunjung sebanyak
2.900 orang per hari sudah diberlakukan,” katanya. “Kami berharap keputusan ini bisa dipatuhi bersama,” katanya. Hary mengatakan dengan penerapan batas maksimal kunjungan 2.600 orang, BUMDes Bejiharjo bisa melakukan penyesuaian dalam mengelola desa wisata Bejiharjo, yang mencakup Gua Pindul. “Pengurus BUMDes harus mengacu pada hasil rekomendasi itu,” katanya. Menurut data Dinas Pariwisata pada 2017 jumlah pengunjung Gua Pindul mencapai 145.081 orang. Direktur BUMDes Bejiharjo Saryanto mengatakan akan mematuhi ketentuan demi kebaikan bersama. “Kami akan patuhi karena pembatasan untuk menjaga ekosistem,” katanya. (ant)
BPM/ant
SUSUR GUA - Wisatawan menggunakan pelampung menyusuri Gua Pindul di kawasan Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta.
19
Minggu Wage, 18 Februari 2018
Sepanjang Musim
”Fair Play” Dari Hal. 1
Hasil 3-0 tidak berubah hingga akhir pertandingan. Kegagalan ini menjadi yang kedua setelah musim lalu Bali United juga gagal menjadi Juara Liga 1. Kala itu, Serdadu Tridatu juga meraih runner up di bawah Bayangkara FC. Meski gagal juara, Bali United mendapatkan penghargaan fair play di gelaran Piala Presiden kali ini. Sementara itu, Persib Bandung juga mendapatkan predikat dengan suporter terbaik. Selain keluar sebagai juara, Persija berhasil mengantarkan Marko Simic sebagai pemain terbaik sekaligus top skorer dengan raihan 11 gol. Selain itu, pemain Persija lainnya,
Rezaldi Hehanusa, mendapatkan predikat pemain muda terbaik di Piala Presiden. Dalam perhelatan itu, peringkat ketiga menjadi milik Sriwijaya FC. PSMS Medan harus puas menjadi peringkat keempat. Berikut penghargaan pemain terbaik dan lainnya di Piala Presiden 2018: Pemain terbaik: Marko Simic (Persija) Top skorer: Marko Simic (Persija) Pemain muda terbaik: Rezaldi Hehanusa (Persija) Tim fair play: Bali United Tim dengan suporter terbaik: Persib Bandung Wasit terbaik: Oki Dwi Putra (kmb33)
Perjuangan Hati Nurani Dari Hal. 1
Menurut Robi, penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa merupakan perjuangan hati nurani dan tidak melanggar hukum karena sudah sejalan dengan UUD 1945. Sebab, dasar negara itu sudah mengamanatkan tiga hal terkait pembangunan di Indonesia termasuk Bali yakni harus berdasarkan asas manfaat, asas kemandirian, dan asas keberlanjutan. “Pembangunan di Indonesia seharusnya berdasarkan atas asas manfaat. Artinya lebih bermanfaat bagi banyak orang, harkat hidup orang banyak, bukan segelintir penguasa, korporat atau golongan,” jelasnya. Berkaitan dengan asas kemandirian, lanjut Robi, pesisir adalah salah satu aset terbaik yang dimiliki Indonesia karena lautnya yang begitu luas. Mestinya, bangsa ini harus melindungi segala aset terbaik yang dimilikinya untuk mewujudkan kemandirian. Tidak saja laut, tapi juga hutan dan kebijakan lokalnya termasuk masyarakat adat. “Kalau ngomong asas keberlanjutan sudah pasti melestarikan lingkungan,” imbuhnya. Robi menambahkan, kebutuhan paling primer yang harus dipenuhi untuk mewujudkan kesejahteraan sesuai tujuan ekonomi adalah pangan. Sementara pangan semuanya berasal dari alam. Itu sebabnya, semua pihak harus menyadari bahwa alam merupakan inti dari ekonomi. “Bagaimana mungkin tujuan ekonomi itu mengorbankan alam. Sangat tidak masuk akal,” terangnya. Sementara itu, aksi tolak reklamasi Teluk Benoa diikuti ribuan massa yang mengambil start dari parkir timur Lapangan Renon, Denpasar. Massa kemudian berjalan kaki menuju Kantor Gubernur. Sesampainya di depan Kantor Gubernur, massa kemudian membentangkan kain panjang atau lelancingan sekitar 150 meter. “Di lelancingan itu, kita tulis Tolak Reklamasi Teluk Benoa On Fire, bahwa api semangat penolakan reklamasi Teluk Benoa ini terus ada di atas kepala kita dan menjadi keya-
kinan kita,” ungkap Koordinator ForBALI, I Wayan “Gendo” Suardana. Menurut Gendo, 25 Agustus 2018 merupakan batas akhir perpanjangan izin lokasi yang dikeluarkan Kementrian Kelautan dan Perikanan. Jika sampai 25 Agustus Amdal PT TWBI tidak disetujui oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maka izin lokasi tersebut sudah berakhir dan investor tidak lagi bisa melanjutkan rencana reklamasi Teluk Benoa. Sejauh ini, Amdal PT TWBI masih belum disetujui lantaran aspek sosial budaya belum terpenuhi dengan adanya penolakan dari masyarakat dan desa adat penyanding Teluk Benoa. “Secara hukum seharusnya sudah berakhir (25 Agustus 2018, red), tetapi kita tidak tahu manuver-manuver apalagi karena pengalaman kita selama 5 tahun ini ada saja cara-cara penguasa untuk memberikan peluang kepada upaya reklamasi,” ujarnya. Gendo mencontohkan Perpres 45 tahun 2011 yang menyatakan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi diubah menjadi Perpres 51 Tahun 2014. Hal ini merupakan pelajaran politik bagi rakyat. Nanti rakyat sendiri yang akan tahu bagaimana perilaku kekuasaan ini di hadapan investasi. Apakah kekuasaan akan kalah di hadapan pemodal atau tidak. “Kalau sampai ada manuvermanuver lagi, saya yakin ini akan menjadi preseden buruk dalam tata kelola pesisir dan laut. Rakyat Bali akan terus melawan,” tandasnya. Aksi kali ini merupakan aksi kedua di tahun 2018. Gerakan Tolak Reklamasi Teluk Benoa telah memasuki tahun kelima. Banyak rintangan yang dihadapi oleh gerakan ini mulai dari perobekan baliho, pelarangan baju, pembatasan ekspresi pada ruang-ruang konser musik hingga upaya kriminalisasi terhadap aktivis penolak reklamasi. Namun, gerakan ini terus bertahan dan melawan serta berkomitmen memenangkan Teluk Benoa dari upaya reklamasi rezim properti oleh penguasa dan pengusaha rakus. (kmb32)
”Jero Ketut” Dari Hal. 1
“Jadi bukan seperti ngaben pada Pitra Yadnya, tetapi ketika terjadi serangan hama tikus tak terkendali petani selalu gagal panen, bikul yang juga disebut “Jero Ketut” diprateka dengan acara seperti ngaben. Setelah dibakar tikus yang terkumpul dari ngropyok di sawah, dihanyutkan ke laut,” terangnya. Di Desa Pakraman Bedha upacara seperti ini ditambahkannya kerap dilaksanakan
bila hama tikus dan hama lainnya telah menyebabkan gangguan yang sudah luar biasa dan tidak bisa dikendalikan. Upacara mrateka merana ini terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2009 melibatkan subak-subak yang ada di Kabupaten Tabanan, tentunya dengan koordinasi Sedahan Agung Kabupaten Tabanan. Yang menarik, setelah ngaben bikul, tanaman tidak pernah lagi terserang oleh hama penyakit sampai saat ini. (bit)
Dari Hal. 1
Salah satu hama yang menyerang tanaman petani, seperti padi adalah tikus. Serangan hama tikus dapat terjadi dimulai pada fase awal penanaman tanaman padi, yang baru berumur beberapa hari. Kondisi ini terjadi karena serangan hama tikus dapat terjadi sepanjang musim dan juga pada keseluruhan stadium tanaman padi baik pada vegetatif maupun generatif. Oleh karena itu, secara ekonomis, serangan hama tikus mengakibatkan kerugian yang sangat tinggi bagi para petani termasuk pada tujuan pembangunan pertanian, yaitu peningkatan produktivitas padi. Dengan demikian, sangat dibutuhkan adanya upaya penanggulangan serangan hama tikus baik oleh petani secara individu maupun kelompok termasuk warga masyarakat lainnya dan pemerintah. Pada umumnya, tikus sawah berkembang biak secara cepat, bisa mencapai 1.200 ekor lebih dalam setahun dari satu induk tikus. Ini berarti bahwa ancaman hama tikus tidak dapat dibiarkan karena akan semakin berkembang jika lingkungannya sangat memungkinkan seperti ketersediaannya sumber makanan di lahan sawah dan sekitarnya. Tikus-tikus biasa sangat aktif melakukan kegiatan di malam hari dan biasanya berlindung dan bersarang pada daerah yang lembap, seperti pematang sawah, tanggul-tanggul dan dinding saluran irigasi termasuk di batang pohon di sekitar persawahan. Dalam pengendalian hama tikus, para petani dan masyarakat sangat disarankan untuk tidak menggunakan zat kimia karena akan mengganggu ekosistem di lahan sawah dan sekitarnya. Misalnya penggunaan rodentisida sintetik apalagi dalam jumlah yang berlebihan. Penggunaan rodentisida oleh petani dan masyarakat lainnya harus sesuai dosis yang direkomendasikan. Jika tidak, maka akan dapat memberikan dampak negatif dan terbunuhnya organisme yang bukan menjadi sasaran seperti ikan, binatang lainnya dan bahkan residunya
menjadi racun bagi manusia. Selain itu, penggunaan rodentisida sintetik akan dapat menyebabkan resistensi terhadap hama tikus. Penggunaan rodentisida sintetis memiliki dampak lainnya seperti bau bangkai tikus yang sangat menyengat setelah memakan racun, mencemari air baik di sawah saluran maupun ke sungai, dan sepertinya tikus memiliki kecerdikan (berhati-hati) untuk tidak memakan racun setelah melihat tikus lainnya yang terkena racun. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengendalian yang sederhana, seperti melakukan sanitasi lahan dan lingkungan guna menghindarkan adanya semak-semak yang sangat berpotensi untuk menjadi sarang tikus. Dapat juga dilakukan dengan cara perburuan dan pembunuhan secara langsung baik misalnya melalui pembongkaran langsung lubang-lubang sarang tikus. Dari aspek pertanian, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan cara melakukan pola tanam yang baik seperti rotasi yang bertujuan untuk memutus rantai makanan untuk hama tikus. Melalui sistem subak yang sudah sangat dikenal, maka cara ini akan dapat berjalan efektif yang secara bersamaan juga dibarengi dengan upaya sanitasi lingkungan di persawahan dan sekitarnya. Selain itu, salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk pengendalian hama tikus adalah melalui pengembangan burung hantu. Burung hantu ini dikenal sebagai predator yang ganas khususnya untuk hama tikus. Kelebihan burung hantu ini adalah memiliki kemampuan untuk mendeteksi mangsanya (tikus) dari jarak jauh. Selain itu, burung hantu memiliki kecepatan tinggi saat terbang dengan tingkat kesunyian yang tinggi sehingga tikus tidak tahu akan diterkamnya. Di sisi lain, keberadaan burung hantu tidak memberikan dampak yang membahayakan bagi manusia termasuk petani. Dengan memerhat ikan aktivit as tikus yang selalu di malam hari, maka kehadiran burung hantu yang juga berak-
”Banten Pejati”
tivitas di malam hari sebagai burung yang berspesies noctural akan menjadi sangat efektif untuk memangsa tikus yang akan merusak tanaman padi milik petani. Sudah saatnya pemerintah bersama-sama dengan ma syarakat khususnya petani untuk melakukan pembudidayaan burung hantu guna mengendalikan hama tikus yang efektif dan murah serta tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan organisme di sekitar persawahan termasuk manusia. Salah satu cara yang bisa dilalukan adalah dengan membuatkan sarang burung hantu di kawasan persawahan. Sifat Burung hantu ini adalah hidupnya berkelompok dan cepat berkembang biak, dan induknya dapat menghasilkan telur 2 -3 kali dalam setahun dengan jumlah 6 – 12 butir. Uniknya bahwa burung hantu sebagai pemangsa tikus dapat memangsa tikus 2-5 ekor tikus sehari. Oleh karena itu, pengembangan dan penggunaan burung hantu sebagai hewan pengendali serangan hama tikus akan sangat efektif tanpa ada menimbulkan dampak yang negatif. Selain itu, pemanfaatan burung hantu juga dapat meningkatkan efisiensi waktu para petani untuk berburu tikus yang jumlahnya sangat besar. Di Malaysia misalnya, pemanfaatan burung hantu sebagai pengendali hama tikus pada usaha tani padi dapat menekan kerugian dari 20 % sampai menjadi 3 %. Di Kabupaten Tabanan dapat dijadikan sebagai contoh untuk pengembangan burung hantu guna mengendalikan hama tikus. Harapan ke depannya adalah untuk meningkatkan produktivitas padi dan menghindari kerugian petani karena gagal panen akibat serangan hama tikus. Burung-burung hantu berpasangan) tersebut pada awalnya bisa didatangkan dari daerah lain dan di lokasi persawahan sudah disiapkan sarang-sarangnya guna mempercepat perkembangbiakan. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Ketua HKTI Buleleng
Pemangsa Alami Dari Hal. 1
Perbekel Desa Timpang, I Gusti W. Sukewahana, mengatakan selain menjadi salah satu daya tarik wisata, burung hantu jenis Tyto alba juga merupakan pemangsa alami tikus. Dengan pelestarian dan pengembangan populasi burung hantu ini artinya membantu petani untuk mengurangi hama tikus yang meyerang tanaman padi. Adanya burung hantu ini juga menjadi salah satu pendukung Desa Timpang untuk menerapkan pertanian organik. Predator alami tikus, tidak perlu lagi menggunakan cara kimia untuk mengatasi hama tikus. ‘’Ternyata cara ramah dengan alam ini membuat desa kami lebih disukai wisawatan,’’ ujarnya. Banyaknya potensi yang bisa dikembangkan dengan melestarikan burung hantu Tyto Alba ini membuat Desa Timpag bekerja sama dengan subak berencana membuat sarang burung hantu atau
rubuha. Hal ini perlu dilakukan karena burung hantu jenis Tyto Aalba tidak bisa membuat sarang sendiri. Sehingga agar mereka mau menetap di satu lokasi, harus ada sarang untuk tempat mereka tinggal. Saat ini sudah terdeteksi 10 ekor burung hantu di Desa Timpang. Burung ini tinggal di atas pohon kelapa, pohon beringin atau dalam plafon rumah yang bolong. Dari sifatnya, saat dewasa atau sudah bisa terbang, burung hantu Tyto Alba tidak bisa satu sarang lagi dengan induknya dan harus punya sarang sendiri. ‘’Satu burung hantu betina mampu bertelur enam butir. Sayangnya setelah dewasa mereka tidak lagi tinggal dengan induknya. Untuk mempertahankan populasi ini agar terus hidup di desa Timpag kami berencana membuatkan mereka sarang,’’ jelas Sukewahana. Pada tahap awal akan dibuatkan 10 sarang dengan jarak 100 meter untuk ma-
sing-masing sarang. Selain membuatkan sarang, lanjut Sukewahana, nantinya burung hantu ini dibiasakan untuk memangsa tikus. ’’Tyto Alba adalah burung pemakan daging. Mereka bisa mencari makan sendiri dan makanan mereka adalah jenis makanan pertama yang mereka makan. Sehingga pengenalan makanan pertama itu penting. Jika dikenalkan tikus, maka akan memangsa tikus. Jika diberikan ayam, maka yang dimangsa seterusnya adalah ayam,’’ jelas Sukewahana. Dengan berkembangnya populasi burung hantu Tyto Alba ini nantinya diharapkan bisa mengatasi hama tikus dan tentu menekan penggunaan zat kimia dalam pertanian. Sehingga pertanian organik secara bertahap bisa diterapkan. Adanya pertanian organik, burung hantu Tyto Alba serta bendungan Gadungan yang dibangun tahun 1936 menjadi aset utama Desa Timpag menuju Desa Wisata. (san)
Dari Hal. 1
“Setiap ada serangan hama yang melanda lahan persawahan semua petani atau pengarep melaksanakan upacara ngaturang piuning di dua pura tersebut. Banten yang digunakan dalam upacara tersebut hanya pejati. Upacara ini baru dilaksanakan ketika ada serangan merana/hama di sawah, kalau tidak kita tidak gelar upacara ini,” ungkapnya. Menurut Tita, tujuan dari upacara itu untuk memohon kepada Ida Hyang Widhi Wasa yang beristana di pura tersebut agar serangan hama yang menyerang padi milik petani bisa berkurang. Sementara setiap Tilem Kaenem juga rutin melaksanakan upacara nangluk merana. Kata dia, tujuan upacara ini hampir sama yakni memohon agar serangan hama yang melanda padi milik petani lebih sedikit dan padi bisa tumbuh dengan baik. “Namanya sawah pasti ada saja ada serangan merana atau hama. Hanya, kalau kita ngaturang piuning dan nangluk merana ini, serangan hama bisa berkurang. Beberapa hari lalu terbukti, tanaman padi di Subak Bekutel banyak diserang hama tikus dan yang lain. Namun, setelah ngaturang piuning di Pura Dugul dan Pura Masceti, serangan merana menjadi lebih sedikit dari sebelumnya,” katanya. Diakuinya, belakangan ini memang petani lebih memilih menggunakan obat-obatan kimia untuk membasmi hama pada padi mereka. Pilihan itu dilakukan, mengingat lebih praktis dan cepat. Maka dari itu, cara-cara tradisional untuk mengusir hama mulai ditinggalkan oleh para petani. Geropyokan Masih di Bangli Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) bersama petani dan TNI, melakukan pengendalian hama tikus dengan cara geropyokan. Upaya ini dilakukan mengingat serangan hama tikus melanda hektaran sawah
milik petani di Subak Bekutel. Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli Wayan Sukartana mengatakan, geropyokan yang dilaksanakannya di Subak Bekutel merupakan bagian dari upaya khusus (upsus) swasembada pangan dengan fokus komoditas padi, jagung, dan kedelai. Geropyokan adalah salah satu cara untuk mengendalikan hama tikus secara terpadu. Cara ini diakuinya cukup efektif untuk memberantas tikus. Karena dengan dimasukkannya asap ke dalam sarang tikus dapat membuat tikus dewasa yang bersembunyi di dalam tanah keluar sehingga mudah ditangkap. “Dengan cara ini tikus-tikus kecil yang disinyalir masih ada di dalam tanah juga bisa dibasmi,” ujarnya. Sukartana mentambahkan, dari laporan pengamatan yang dilakukan petugasnya di lapangan selama ini, ada sekitar 5 hektar lahan sawah di Subak Bekutel yang mengalami serangan hama tikus. Meski serangan tikus di Subak Bekutel tidak terlalu ganas dan masih tergolong tingkatan sedang, namun dampaknya dirasakan cukup mengganggu petani. Agar serangan tidak semakin meluas, pihaknya pun turun bersama petani dibantu TNI dari Kodim Bangli untuk melakukan geropyokan. “Kebetulan sawah di Subak Bekutel sekarang ini sudah selesai panen. Sehingga kami bisa leluasa melakukan geropyokan,” terangnya. Dikatakannya, setelah melakukan geropyokan, upaya pengendalian hama tikus di Subak Bekutel akan dilanjutkan hingga satu minggu ke depan dengan memasang umpan klerat. Umpan berbentuk gambir yang telah diberikan kepada petani tersebut diharapkan mampu memberantas hama tikus hingga tuntas. “Kami akan evaluasi subak-subak lainnya yang diserang hama tikus. Biasanya subak yang banyak diserang tikus yang lokasinya berada di dekat jurang,” jelasnya. (nan)
Tak Penuhi Syarat Dari Hal. 1
“Kesimpulan status PBB secara nasional dinyatakan tidak memenuhi syarat disebabkan Provinsi Papua Barat di Kabupaten Manokwari Selatan tidak memenuhi syarat,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Sementara PKPI dinyatakan tidak memenuhi syarat dalam kepengurusan dan keanggotaan di mana sekurang-kurangnya di 75 persen di kabupaten/kota. Selain itu, PKPI juga tidak memenuhi syarat sebaran kepengurusan PKPI sekurangkurangnya 50 persen dari jumlah kecamatan pada 75 persen jumlah kabupaten/ kota di 34 provinsi. Setelah pembacaan rekapitulasi nasional penetapan peserta Pemilu, KPU membuat surat keputusan penetapan peserta dan menyerahkan berita acara hasil rekapitulasi ke masing-masing perwakilan partai politik. Siapkan Gugatan Merespons penetapan itu, kedua partai tersebut kompak hendak melayangkan gugatan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), agar tetap bisa menjadi peserta dalam Pemilu 2019. Sekretaris Jenderal PBB, Afriansyah Noor mengatakan, pihaknya akan melakukan gugatan secepat-
nya. Sebab, tahapan yang dilakukan oleh KPU begitu cepat karena segera dilakukan pengambilan nomor urut. Ia mengaku optimistis kepengurusannya bisa dilengkapi, termasuk keterwakilan perempuan dan jumlah keanggotaan di daerah. Di Manokwari Selatan, dari syarat 75 persen keanggotaan, partainya berada di angka 73 persen. “Kami melakukan gugatan terus. Yakin akan jadi peserta pemilu,” ujarnya. PKPI juga akan melakukan hal yang sama. PKPI menyiapkan gugatan agar bisa menjadi peserta Pemilu 2019. “Mengingat sekian banyaknya yang tidak memenuhi syarat itu. Sulit kami menerimanya, dan kami sudah 20 tahun serta banyak anggota DPR di daerah-daerah,” ujar Ketua Bidang Pemberdayaan Legislator PKPI Ashari Ali Agus. Pimpinan PKPI Jenderal TNI (Purn) Abdullah Mahmud Hendropriyono, menyatakan tetap optimistis pihaknya dapat menjadi peserta Pemilu 2019. “Kami sedang mengajukan sengketa ke Bawaslu RI karena kesimpulan KPU bahwa PKPI tidak memenuhi syarat sama sekali tidak tepat. Kami mencatat ada beberapa KPU di daerah yang melakukan verifikasi faktual secara tidak profesional,’’ujarnya. (kmb)
Minggu, 18 Februari 2018
05:00 Gayatri Mantra 05:52 Mars Indonesia Raya 05:54 Mars Bali Jagadhita 05:56 Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Puja Trisandya 06:05 Dharma Wacana
08:00 Klip Anak 08:35 Bali Channel Tourist TV 09:30 Belajar Menggambar Membuat Kartu Pop Up 10:05 Bali Channel Tourist TV 10:30 Mahadewi
Meningkatkan Sradha Bakti Insan Hindu Berkualitas dan Berdaya Guna (7) 06:35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Sehat & Bugar
11:30 Dot Bayung Gede Trail Adventure 12:00 Puja Trisandya 12:05 Dharma Wacana Wariga Tenung 12:30 Traventure
17:00 Inovator 17:30 Gita Santhi Sekaa Santhi Suara Gita (1) 18:00 Puja Trisandya 18:05 Seputar Bali 19:30 Kris
13:00 Wirasa 13:30 Lejel Homeshopping 14:30 Tembang Bali 15:30 Bali Channel Tourist TV 16:05 Harmoni Bali
20:00 Samatra Artis Bali 21:00 Parade Band Indie 22:00 Berita dan Bincang Terkini 22:05 Bondres Ngakak 23:00 Berita dan Bincang Terkini 23:30 Folk Song
Gejala Alergi Debu dan Asapnya itu Dikalahkan oleh Madu Pahit ini
Dua tahun lalu, ayah 2 anak ini diserang alergi gatal-gatal yang mengakibatkan bintik-bintik di sekujur tubuhnya. Sebagai owner dan trainer Klinik EFT (Emotional Freedom Technique) Center Bali, di Denpasar, tentu saja ia memiliki aktivitas padat yang pasti akan terganggu bila alerginya datang. Karena itu, dengan semangat untuk sembuh, lelaki 54 tahun ini
mengunjungi dokter spesialis. Ternyata, lelaki bernama Putu Sukha ini alergi pada debu dan asap. Mau tak mau, walau sebenarnya khawatir dengan efek samping obat kimia, warga Jl. Tangkuban Perahu No. 8A, Padang Sambian, Denpasar, ini minum juga. Apa hasilnya? Karena tak rutin minum obat, tentu saja lelaki yang tahun 2012 lalu mengambil master EFT dan NLP di Jakarta ini tak mendapatkan kesembuhan. Menyadari hal itu, ia mencari obat yang tak pakai efek samping atau efek belakang. “Saya pilih Madu Bima 99 setelah baca manfaat nya di
8 Juni 2016 lalu. Setelah minum 2 X sehari selama satu bulan, sudah ada hasilnya. Alerginya hilang. “Hingga saat ini, gatal-gatal itu tak muncul lagi,” tuturnya senang. bukan itu saja. fisiknya jadi prima, vitalitas dan gairah seksualnya meningkat pesat. “Istri dan anak-anak juga minum Madu Bima 99,” tukasnya menutup pertemuan. Alergi disebut penyakit intermiten. Artinya, penyakit itu munculnya sebentar-sebentar. Pemicunya adalah kontak tubuh dengan sesuatu yang dapat membuat penderitanya mengalami alergi. Tungau, debu, udara dingin, serbuk sari,
makanan tertentu, obatobatan tertentu, makanan tertentu, bahkan jenis olahraga tertentu dapat menjadi pemicunya. Tetapi, jumlah
dibanding di masa-masa sebelumnya. Walaupun belum bisa dibuktikan secara ilmiah, faktor lingkungan yang makin parah diduga menjadi pemicunya. Lalu, pola makan yang telah berubah juga diduga telah menjadi pemicu makin banyaknya kasus alergi saat ini. Sebab, seperti kita ketahui bersama, makanan sekarang banyak menggunakan zat aditif buatan. Lalu, faktor zat kimia pembersih rumah tangga pun tak kalah andilnya. Sekarang, orang tentu tak ada yang merasa asing lagi dengan zat pemutih, pembersih lantai, karpet, dan sebagainya. Untuk menghindari kumatnya alergi, yang sangat
perlu dilakukan adalah adalah mengidentifikasi faktor penyebabnya. Setelah itu barulah dengan menambah daya tahan tubuh, seperti mengonsumsi makanan kesehatan ini. Saat ini berbagai madu dengan aneka merek telah beredar di pasaran. Tapi, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium Fakultas Farmasi UI dan Sucofindo September 2014, Madu Bima 99 terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat berbahaya lainnya. Bahkan,
saat ini juga tersedia Madu Bima 99 khusus, yakni Madu Kesuburan Pria, Madu Kesuburan Wanita, dan Madu Kecerdasan Otak. Untuk mendapatkannya, Anda bisa datang ke apotek, toko obat, dan outlet-outlet lainnya di kota Anda. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi @madubima99, www.madubima.com, dan www.facebook.com/Madu Bima 99.
Distributor Bali 08123644754, Subdist : Jembrana 081936459563, Klungkung 085954158293, Tabanan 087761444100, Buleleng 08174708396 / 0817351071, Karangasem 081239707770, Gianyar&Bangli 081338916680, Denpasar 08123644754, Badung 081999945381 ADV.0001364-ADV-30
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Minggu Wage, 18 Februari 2018
Konseling Remaja
u g g n Mi
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
Menjadi Percaya Diri terhadap Lawan Jenis Halo Kisara! Sebut saja aku Ayu sebagai nama samaranku, saat ini aku berumur 18 tahun dan sedang galau sama gebetanku di sekolah, nih. Aku menyukai seseorang yang dibilang paling ganteng di sekolah dan dia juga merupakan anak yang berprestasi di sekolah, ketua suatu organisasi terkenal, sangat rendah hati, duh pokoknya komplit dah. Tapi sayang, aku banyak saingannya, banyak cewek tergila sama dia di sekolah, termasuk cewek yang paling hits di sekolah sekalipun. Itu yang buat aku gak pede karena dibandingkan mereka, aku cuman seorang siswi SMA biasa yang gak punya prestasi apa-apa. Menurut kakak, apakah aku bisa punya kesempatan untuk dapetin dia? Gimana sih cara aku bisa ningkatin pedeku kak? Ohya, Happy Valentine ya kak dan terima kasih.
Halo Ayu, terima kasih sudah mengirimkan pertanyaanmu ke Kisara dan Happy Valentine day juga untuk Ayu (Apa kamu sudah memberikan cokelat untuk si doi? Haha, tahu tidak Ayu, pertanyaan yang Ayu kirimkan saat ini merupakan salah satu bentuk kepercayaan diri kecil yang sudah Ayu terapkan secara tidak sadar, loh. Sebenarnya Ayu merupakan seorang yang sangat percaya diri, karena sudah berani jujur dengan perasaan Ayu sendiri, jarang ada orang yang mau mengakui bahwa dia menyukai gebetannya, biasanya karena gengsi atau malu. Sepertinya gebetan Ayu ini memang idaman semua cewek remaja saat ini ya, persis seperti di film-film korea. Siapa pun bisa mendapatkan kesempatan untuk memi-
liki hatinya atau dekat dengannya, tidak ada yang bisa melarang itu, Ayu. Untuk mendapatkan hati seseorang, kamu hanya perlu menjadi teman baiknya dan dapat menjalin hubungan yang baik dengan dia, apalagi pas banget kemarin Valentine Day, apa kamu sudah memberikan cokelat untuk dia? Itu bisa jadi trik awal kamu untuk bisa mendapatkan perhatian dari dia. Atau kamu bisa mengikuti organisasi yang dia ketuai sehingga kamu tidak hanya bisa mendekati dia, tapi kamu juga belajar banyak dari dia untuk bisa mengukir prestasimu sendiri sehingga nantinya kamu akan lebih percaya diri lagi untuk meningkatkan kualitas dirimu. Beranikan diri untuk bertanya dengan gebetanmu, bagaimana bisa dia mendapatkan prestasi
dan menjadi siswa favorit di sana, yang mungkin topik ini bisa jadi bahan pembicaraanmu dengan dia.Tidak hanya dari prestasi, penilaian fisik juga harus ditingkatkan untuk lebih membuatmu percaya diri, misalkan menggunakan parfum ke mana pun Ayu pergi atau menata rambutmu lebih rapi sehingga menjadikanmu sebagai pusat perhatian di sekitarmu. Tidak hanya itu, kamu juga perlu membangun suatu relasi baru di sekitarmu, mulailah menyapa mereka dengan tersenyum, nantinya mereka juga bisa membantumu untuk mendekatkan kamu sama doi, loh. Jika hatimu sudah merasa siap, mulailah dengan menyapa gebetanmu dengan senyuman atau anggukan kepala. Sapaan itu penting adanya untuk bisa
menunjukkan ke sekitarmu kalau kamu adalah seorang Ayu yang akan dikenal oleh mereka nantinya. Mereka tidak perlu mengenal Ayu sebagai orang yang hitz, cukup dikenal sebagai Ayu yang ramah sama siapa saja akan menumbuhkan kepercayaan dirimu secara maksimal. Hal-hal kecil ini bisa Ayu terapkan tanpa harus memulai langkah yang besar, seperti bergabung dengan pergaulan yang keren, tapi malah akan menjerumuskan Ayu
ke lingkungan yang negatif nantinya dan justru akan lebih mengurangi kepercayaan diri Ayu untuk bisa mendekati gebetannya Ayu. Kalau para pembaca ada pertanyaan yang lagi ngeganjel banget di hati, kirim aja pertanyaanmu ke sosial media KISARA!. Bisa kirim via line@ (@ozy7685j), instagram (@kisara_bali) atau fanpage FB Konseling KISARA, ya! Teruslah bersemangat Remaja Bali! Viva Youth, Viva Kisara!
Fotografi Teknik “Freezing”
“Membekukan” Subjek Bergerak Cepat
Kasih Sayang Ibu karya I Wayan Sumatika
Siap Mendarat karya I Wayan Sumatika
Terbang Bebas karya I Wayan Sumatika
BPM/ian
BPM/ian
BPM/ian
FREEZING merupakan teknik dalam fotografi untuk “membekukan” subjek yang sedang bergerak cepat. Dengan teknik ini, gerakan anakanak yang sedang bermain ayunan, burung yang sedang terbang maupun benda-benda bergerak lainnya yang menjadi subjek pemotret seolahseolah berhenti. Umumnya, kebanyakan kamera tidak begitu andal dalam melakukan hal tersebut secara otomatis karena biasanya akan menghasilkan foto blur atau sering disebut bayangan kabur karena subjek bergerak dalam frame ketika shutter terbuka. Namun dengan memahami teknik foto freezing, Anda akan tetap berpeluang mendapatkan foto tajam alias tidak mengakibatkan motion blur dan masih memberi kesan ilusi bahwa subjek yang Anda potret bergerak. Berikut tips sederhana untuk mendapatkan foto freezing yang keren. Gunakan Shutter Speed Cepat Perlu diketahui, foto blur terjadi karena subjek atau kamera bergerak saat shutter kamera terbuka. Guna mengimbangi gerakan subjek foto yang bergerak cepat, solusinya adalah menggunakan shutter speed yang lebih cepat. Dengan begitu, subjek yang difoto tidak akan bergerak dengan secepat mungkin saat shutter terbuka untuk menghasilkan gambar yang lebih jelas tanpa adanya gerakan blur. Jika kamera anda memiliki shutter priority, tingkatkan shutter speed di atas 1/200 per detik atau lebih. Sebagai contoh, untuk “membekukan” gerakan burung elang yang sedang terbang, shutter speed yang efektif bisa mencapai 1/1.000 per detik bahkan lebih. Cobalah memotret berulang kali dengan terus meningkatkan shutter speed sampai mendapatkan foto yang lebih jelas dan tajam.
Ikuti Subjek Solusi terbaik saat Anda ingin memotret foto freeze yaitu kamera anda harus mengikuti subjek. Potretlah subjek saat berada pada posisi yang tepat atau saat posisinya terdekat dengan anda. Sebab, kamera anda akan mengikuti subjek saat shutter terbuka dan subjek menjadi semakin tajam daripada back ground atau latar belakang dalam foto. Artinya, back ground menjadi lebih kabur sehingga subjet foto akan terlihat out standing atau lebih menonjol. Perhatikan Momen Terbaik Momen puncak merupakan momen terbaik dan sering kali pergerakan dalam momen tersebut hanya berlangsung sekejap. Sebagai contoh, Anda ingin mengabadikan gerakan seekor elang yang sedang menyambar mangsa, momen itu akan berlangsung sangat cepat dan mungkin tidak terulang kembali dalam kesempatan itu. Jika anda lambat menekan shutter, maka Anda dipastikan kehilangan momen yang sangat “mahal” tersebut. Oleh karena itu, pastikan anda selalu siap dan siaga untuk menekan shutter kamera. Dari pemaparan tersebut, teknik foto freezing merupakan teknik dalam fotografi yang susah-susah gampang untuk dilakukan. Pasalnya, anda harus fokus dan menentukan di bagian mana pergerakan subjek yang ingin anda hentikan untuk “dibekukan” atau dibuat freeze. Anda juga harus memilih gerakan yang tepat dan pas untuk foto freezing, sehingga tidak terjadi motion blur saat anda memotretnya. Namun dengan latihan yang intensif, Anda pasti mampu menghasilkan foto freezing yang layak untuk dibanggakan. Selamat mencoba! (ian)
Ida Bagus Dwi Oka Putra
BPM/kmb
Ida Bagus Dwi Oka Putra
Anak Muda yang Pimpin SMK Dwijendra Denpasar ANAK muda berkarya. Itulah yang tercermin pada suksesi kepimpinan di SMK Dwijendra Denpasar. Kepala SMK Dwijendra Denpasar kini dipercayakan kepada anak muda Ida Bagus Dwi Oka Putra, S.Si. menggantikan I Ketut Widya, M.Pd. Ida Bagus Dwi Oka Putra adalah anak muda asal Griya Sidemen, Gulingan Mengwi. Dia alumni SMAN 1 Mengwi dan menyelesaikan studi S-1 di MIPA Unud tahun 1997. Gus Dwi juga bukan orang baru di SMK Dwijendra. Dia selama enam tahun menjadi kepala unit pelayanan teknis (UPT) membidangi TI dan sarana dan prasarana di Yayasan Dwijendra sambil mengajar IPA di SMK dan SMA Dwijendra. Sekalipun berbasis IPA namun Gus Dwi juga mahir dalam TI. Ini pas dengan basis prodi SMK Dwijendra yakni Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Akuntansi dan Akomodasi Perhotelan (AP). Anak muda ini bertekad ingin membawa SMK Dwijendra pada perubahan dan kemajuan. Targetnya tak muluk-muluk yakni menjadikan SMK Dwijendra di Jl. Suradipa, Peguyangan ini sebagai SMK yang seken-seken SMK. Menjadi SMK yang benar-benar SMK ini bisa diukur dari kelengkapan dan fasilitas lab harus mendukung kompetensi lulusan sehingga memenangkan persaingan di dunia kerja dan outputnya diterima di PTN dan PTS favorit. Dengan demikian, target kedua mengikuti yakni meningkatkan jumlah input sekolah ini. Untuk memberi kontribusi kepada masyarakat, Gus Dwi mulai tahun ajaran baru ini memberi bebas biaya pendaftaran bagi calon siswa baru asal Peguyangan. Kemudian menggenjot disiplin siswa dan menumbuhkan budaya berprestasi. Setiap hari pukul 07.15 pintu sekolah sudah ditutup. Siswa yang terlambat diserahkan ke guru BK dan dikoordinasikan dengan orangtua siswa. Makanya jumlah siswa barunya disesuaikan dengan kapasitas yakni 275 orang, dengan 20 ruang belajar membuat semua siswa bisa masuk pagi alias full day school. Selain menggembleng disiplin, SMK Dwijendra juga dikenal memiliki program literasi yang mantap. Sepuluh menit sebelum belajar siswa wajib membaca bahan bacaan. Termasuk tabloid Wiyata Mandala dijadikan sumber belajar. Sementara gurunya wajib bercerita dengan bahasa Bali baru dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan. Ketua Yayasan Dwijendra,M.S. Chandra Jaya menambahkan Gus Dwi juga perintis kelahiran SMK Dwijendra.Tinggal dia mengembangkan sekolah ini dengan prodi baru yang langka dan laris di dunia kerja. (sue)