16 HALAMAN
NOMOR 292 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
Rabu Pon, 27 Juni 2018
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pangdam dan Kapolda Siap Kawal Pilkada di Bali
PUNCAK perhelatan Pilkada Serentak 2018 akan dilaksanakan hari ini, Rabu (27/6). Pangdam Mayjen TNI Benny Susianto dan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose siap mengawal Pilkada serentak di Bali. Bahkan, keduanya juga menjamin aparatnya tetap netral sesuai dengan amanat undang-undang. Untuk mengawal jalannya pesta demokrasi agar aman, lancer, dan kondusif, Kodam IX/Udayana menyiagakan 5 ribu personel. Dari jumlah tersebut 3.300 dikerahkan untuk men-support Polda Bali. Pasukan tersebut tergelar langsung di wilayah, maupun disiagakan dalam rangka
antisipasi situasi yang tidak diinginkan. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Selasa (26/6) kemarin, mengajak semua komponen masyarakat ikut mengawal, supaya pelaksanaan Pilkada tahun ini betul-betul tertib, aman, dan damai se-
hingga aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik. “Kami TNI, khususnya jajaran Kodam terus memberikan support dan bantuan kepada Polri dalam rangka mengamankana jalannya Pilkada. Sampai saat ini, tidak ada gangguan, semua tahapan sudah berlangsung, berjalan
dengan sehat, meskipun ada debat politik sempat panas tapi itu dinamika biasa,” ungkapnya. Tapi saat ini, masyarakat paham betul arti Pilkada ini dan bijak dalam bertindak menyikapi perbedaan di lapangan. “Mudah-mudahan masyarakat tidak terprovokasi. Pada akhirnya, kami berharap masyarakat mampu bersikap legowo, siap menang dan siap kalah. Siapa pun yang menang nanti mari sama-sama kita
JUMLAH PEMILIH BULELENG PILGUB BALI 2018 555.555 orang
JEMBRANA 225.651 orang
support. Paling penting saat berkompetisi seperti ini, kita harus siap untuk kalah,” ucap lulusan Akmil 1987 ini. Bagaimana upaya antisipasi politik uang dan intimidasi? “Itu terus kita lakukan. Aparat KPU dan Bawaslu saat bertemu di Polda Bali disampaikan hal ini jadi konsentrasi mereka. Kita membantu. Saya berharap politik uang ini tidak terjadi sehingga masyarakat tidak dibodohi dengan materi,” tegasnya.
BANGLI 184.040 orang
BADUNG 358.125 orang
Buleleng
969 personel
Tabanan
1.018 personel
KARANGASEM Klungkung 376.752 oarng Badung KLUNGKUNG GIANYAR 156.501 orang Denpasar 363.084 orang Bangli
DENPASAR 404.339 orang Total Jumlah Pemilih
2.982.201
ini dapat menunjukkan tanggung jawabnya dengan baik. “Jujur kami akui, perangkat kami tidak mampu monitor semua TPS. Kekuatan kami tidak bisa mengawasi satu per satu TPS. Tapi perangkat kepolisian dengan panitia KPU dan Bawaslu sudah ada semua. Tapi yakin bisa monitor itu semua dengan metode yang kami lakukan,” tandasnya. Hal. 15 Proses Hukum
Pengamanan TPS
Jembrana
TABANAN 358.154 orang
Mantan Wadanjen Akademi TNI mengungkapkan, sampai saat ini semua kondusif, tidak ada hal menonjol. Laporan dari anggotanya di lapangan juga tidak ada menonjol berkaitan dengan politik uang atau upaya kecurangan dari aparat. Sampai saat ini, tidak ada termonitor soal itu. Oleh karena itu, Benny mengajak masyarakat Bali bersama-sama berdoa mudah-mudahan semua yang bertugas mengawal Pilkada
606 personel 552 personel 740 personel 1.116 personel 623 personel
Gianyar
647 personel
Karangasem
740 personel
orang
grafis: tomik cahya
Ronaldo Ikuti Jejak Messi
Bali Post/ant
BERBINCANG - Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menkopolhukam Wiranto sebelum memimpin rapat terbatas tentang persiapan pertemuan tahunan IMF-WB, Selasa (26/6) kemarin. Presiden memastikan kesiapan lalu lintas penerbangan dan keamanan untuk menyukseskan pertemuan di Bali itu, Oktober mendatang.
Jokowi Ingin Pastikan Keamanan 15.000 Peserta IMF-WB di Bali Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo ingin memastikan pengamanan terhadap 15.000 delegasi peserta pertemuan tahunan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) 2018 dari 189 negara di Bali pada Oktober 2018 terjamin. Presiden Jokowi menggelar Rapat Terbatas dengan topik Perkembangan Persiapan Pertemuan Tahunan International Monetary FundWorld Bank Tahun 2018 di Kantor Presiden Jakarta, Selasa kemarin. Ia mengatakan waktu pelaksanaan pertemuan IMF-WB 2018 semakin dekat yakni Oktober 2018. “Untuk itu, pada rapat terbatas kali ini, saya ingin memastikan kesiapan dimulai dari urusan airport/bandara, urusan tempat pertemuan, akomodasi termasuk acara dan fasilitas-fasilitas pendukungnya yang berhubungan dalam rangka menyukseskan acara ini,”
kata Presiden. Pada rapat tersebut, Presiden juga menekankan pentingnya kesiapan pengamanan acara besar tersebut. “Dan juga sampai pada kesiapan pengamanan, ini juga sangat penting terhadap 15.000 delegasi dari 189 negara peserta pertemuan IMF-World Bank yang saya kira perlu dipersiapkan mulai dari sekarang,” katanya. Presiden Jokowi sekaligus menginginkan agar hambatan dan kendala di lapangan t e r k a i t p ersia p a n acara tersebut akan dapat diselesaikan sesegera mungkin. “Tetapi untuk persoalan fisik saya sudah (cek) ke gubernur sudah pada posisi nanti pada akhir Juli sudah siap semuanya. Sehingga tinggal persiapan ke arah Oktobernya,” katanya. (ant)
Sarank – Kegagalan striker timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, mencetak gol lewat titik putih pada laga kontra timnas Iran, berbarengan dengan terciptanya berbagai rekor. Timnas Portugal harus puas dengan hasil imbang 1-1 kontra timnas Iran pada laga terakhir Grup B di Mordovia Arena, Sarank, Selasa (26/6) dini hari kemarin. Ricardo Quaresma membuka keunggulan pada menit ke-45, sebelum akhirnya dibalas oleh sepakan penalti Karim Andarifard pada menit 90+3. Tidak seperti dua laga sebelumnya, Cristiano Ronaldo kali ini absen menyumbang gol bagi Portugal. Sebelumnya, megabintang Real Madrid itu sukses mencetak empat gol dari dua laga awal melawan Spanyol (3) dan Maroko (1). Bahkan, Cristiano Ronaldo sempat bertengger di puncak daftar Top Scorer dengan koleksi tersebut, sebelum disalip striker Inggris, Harry Kane, dengan 5 gol. Sesungguhnya Cristiano Ronaldo berpeluang menambah pundi-pundi gol kala wasit Enrique Caceres menunjuk titik putih di kotak penalti Iran. Keputusan tersebut diambil lantaran Cristiano Ronaldo dilanggar oleh Saeid Ezzatollah pada menit ke-53. Enrique Caceres sempat melihat tayangan ulang Video Assistant Referee (VAR) sebelum mengambil keputusan tersebut. Namun sayang, CR7 gagal mencetak gol setelah tendanganya mampu ditepis kiper Alireza Beiranvand. Kegagalan tersebut kemudian dikait-kaitkan banyak pihak dengan kegagalan serupa oleh Lionel Messi. Selain keduanya, kini sudah tercatat lima pemain di Piala Dunia kali ini yang gagal menceploskan gol dari titik 12 pas. Tiga nama lainnya adalah Christian Cueva (Peru), Gylfi Sigurdsson (Islandia), dan Fahad Al Muwallad (Arab Saudi) penalti yang diberikan wasit asal Paraguay tersebut menjadi penalti ke-19 yang terjadi di Piala Dunia 2018. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah turnamen empat tahunan itu. Sebelumnya, Piala Dunia edisi 1990, 1998, dan 2002 menjadi yang tertinggi dengan 18 penalti. Dengan tambahan satu penalti yang berbuah gol bagi Iran di pertandingan lain yang berlangsung pada saat yang sama, kini sudah 20 penalti tercipta di Piala Dunia edisi ini. Selain gagal mencetak gol, Ronaldo juga menyikut lawan yang untungnya cuma dihukum dengan kartu kuning oleh wasit. Secara individu, kinerja Ronaldo dalam laga tersebut juga tidak maksimal sehingga Portugal gagal menang. Hasil imbang ini mengantarkan Portugal ke babak 16 besar dan bakal bersua Uruguay, juara grup A. Sedangkan Iran harus angkat koper dari Rusia setelah finis di tempat ketiga klasemen Grup B. (kmb33/afp) GAGAL - Cristiano Ronaldo menutup mukanya setelah gagal mencetak gol lewat titik putih pada laga kontra timnas Iran, Selasa (26/6) dini hari kemarin. Walaupun gagal raih kemenangan, Portugal tetap maju ke babak 16 besar.
Pramono Bantah Ada Perintah Presiden Menangkan Khofifah Jakarta (Bali Post) – Sekretaris Kabinet Pramono Anung membantah adanya perintah Presiden Joko Widodo untuk memenangkan Khofifah Indar ParawansaEmil Dardak dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Jawa Timur 2018. “Dalam kesempatan tadi, saya bertiga dengan Presiden dan Mensesneg ingin mengklarifikasi apa yang disampaikan oleh salah satu ketua umum partai yang mengatakan Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan menugaskan kepada Ketum Partai Golkar untuk memenangkan ibu Khofifah. Itu sama sekali tidak benar,” kata Pramono di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Selasa kemarin. Dalam kampanye calon gubernur dan calon wakil gubernur di Probolinggo pada Sabtu (23/6), Ketum DPP Partai Golkar yang juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku mendapat arahan langsung dari Presiden Jokowi untuk memenangkan Khofifah-Emil Dardak. Airlangga mengatakan arahan Presiden Jokowi bukan tanpa alasan. Meski Presiden Jokowi adalah kader PDI-P, arahan pemenangan Pilkada
Jawa Timur justru ditujukan untuk Khofifah karena Khofifah dulu yang membantu Presiden Jokowi saat pencalonan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres). Bukan hanya Pilpres, tapi saat di dalam pemerintahan, Khofifah juga membantu Presiden sebagai Menteri Sosial sehingga soal kedekatan antara Khofifah dan Presiden Jokowi tak perlu diragukan lagi, demikian disampaikan oleh Airlangga. “Tidak pernah ada penugasan oleh Presiden kepada siapa pun karena Presiden harus netral. Sekali lagi, Presiden harus netral,” bantah Pramono. Walau ia mengakui bahwa secara pribadi Persiden Jokowi punya kedekatan dengan keluarga Bung Karno adalah kedekatan pribadi. “Dan pertemuan Presiden misalnya dengan Mbak Puti (Sukarno) dengan mas Djarot (Saiful Hidayat) dan dengan Mas Ganjar (Pramono) adalah dalam kapasitas presiden sebagai pribadi. Jadi, itu yang ingin kami sampaikan karena besok mau Pilkada, ini kan simpang siur seakan-akan ada penugasan dari Presiden untuk memenangkan calon tertentu, kami tegaskan tidak ada,” tegas Pramono. (ant)
Bali Post/ant
DIKAWAL POLISI - Petugas PPS yang mendapat pengawalan polisi ketika mendistribusikan kotak suara dan bilik suara di Dusun Sapen, Candirejo, Pringapus, Kabupaten Semarang, Selasa (26/6) kemarin.
DENPASAR
2
Rabu Pon, 27 Juni 2018
Tembang Girang Ingatkan Dampak Negatif Seks Pranikah NI Putu Wulandari menjadi buah bibir setelah dikabarkan meninggal karena bunuh diri. Pelajar SMA ini mengambil jalan pintas karena tak kuat menanggung malu dan sakit hati. Terutama setelah tahu dirinya hamil karena seks pranikah saat menjalin cinta dengan I Made Yuda. Orangtuanya tidak bisa menerima kehamilannya dan malah mencaci-maki Ni Putu Wulandari. Kini yang tersisa hanyalah penyesalan. “Dadi dokter buung, nganten tusing, mati payu. Makejang kado.” Begitulah gambaran penyesalan dan kegagalan yang menimpa keluarga Ni Putu Wulandari. Dampak negatif seks pranikah ini dikisahkan oleh Sanggar Seni Sekar Hati, Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, Gianyar saat mengikuti lomba Tembang Girang pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 di Kalangan Ratna Kanda, Art Center, Denpasar, Selasa (26/6). Pembina Sanggar Ni Wayan Suratni mengatakan, Tembang Girang yang dipentaskan mengangkat judul “Semara Geni” atau api asmara. Jika tidak bisa mengendalikannya, maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti seks pranikah di kalangan pelajar. Selain tidak dibenarkan dalam ajaran agama Hindu, seks pranikah juga dapat mengubur mimpi pelajar itu sendiri dan orangtuanya. “Jadi, kita memberikan pelurusan kepada anak-anak muda yang sedang berpacaran atau mencari teman agar waspada, baik itu malaksana, masuwitran, ngae ne rahayu,” ujarnya. Suratni menambahkan, pentas untuk PKB ini dipersiapkan sejak dua bulan lalu. Diawali dengan casting panembang dan memilih elemen gamelan. Kebetulan di Banjar Kutuh ada gamelan semarandana, sehingga gamelan itulah yang kemudian dipadukan dengan geguntangan. Tembang girang sendiri hampir sama dengan Taman Penasar. Hanya kriteria pesertanya saja yang kini dibatasi antara umur 17 hingga 25 tahun. Pada taman penasar, kriterianya tidak terbatas sehingga lebih mudah mencari peserta. “Jadi (Tembang Girang-red) ini semacam regenerasi. Boleh dikatakan agak berat mencari penembang di umur sekian karena jarang anak-anak muda yang ingin belajar atau menekuni tembang,” paparnya. (rin)
Bali Post/eka
PEMUSNAHAN - Ketua KPU Kota Denpasar bersama sejumlah undangan melakukan pemusnahan surat suara yang rusak atau cacat di KPU Kota Denpasar, Selasa (26/6).
690 Lembar Surat Suara Dimusnahkan
Denpasar (Bali Post) –
Bali Post/rin
TEMBANG GIRANG - Sanggar Seni Sekar Hati saat mementaskan Tembang Girang berjudul “Semara Geni” di ajang PKB ke-40.
Terjerat Kasus Narkoba
Pria Asal Buleleng Diadili Denpasar (Bali Post)Made Setiarta (39), Selasa (26/6) diadili karena terjerat kasus narkoba. Pria asal Sudaji, Buleleng ini yang kos di Jalan Tukad Pancoran, Denpasar Selatan ini dibekuk polisi di pinggir Jalan Pulau Moyo, Gang Subak Sari Blok C, Desa Pedungan, Denpasar Selatan pada tanggal 6 Maret 2018. JPU Dewa Lanang Raharja di depan majelis hakim pimpinan Made Pasek mengatakan, terdakwa secara tanpa hak dan melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, menyediakan narkotika golongan satu bukan tanaman. Dijelaskan, terdakwa menerima pesanan narkoba. Dia kemudian menghubungi Lukman agar bisa mendapatkan sabu-sabu. Terdakwa diketahui memesan satu klip dengan berat bersih 0,78 gram seharga Rp 2,7 juta. Terdakwa sepakat dan bertemu dengan Lukman.
Terdakwa menerima sabusabu yang akan diserahkan ke Ketut Angga Yudi selaku pemesan. Namun saat itu terdakwa baru membayar Rp 300 ribu. Sisa pembayarannya akan dilunasi setelah Ketut Angga Yudi menerima sabusabu tersebut. Namun, saat transaksi penyerahan barang polisi menangkap terdakwa. Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti sabusabu pada lipatan baju kaos lengan panjang yang dikenakan terdakwa. Terdakwapun digiring ke kantor polisi dan kini diadili. Saat sidang kemarin, terdakwa menghadapi dakwaan alternatif dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dakwaan pertamanya, Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan dakwaan keduanya, Pasal 114 ayat (1) pada undang-undang yang sama. (kmb37)
KPU Denpasar melakukan pemusnahan surat suara dengan cara membakarnya. Sedikitnya 690 lembar surat suara rusak, seperti robek, ada bercak, ternoda, serta gambar tidak jelas, dibakar, Selasa (26/6). Bukan saja surat suara yang rusak yang dimusnahkan, namun surat suara yang lebih juga ikut dibakar. Ketua KPU Denpasar I Gede John Darmawan mengatakan, ada dua kategori surat suara yang dimusnahkan. Kedua kategori itu, yakni yang rusak dan surat suara lebih. Saat pengiriman dari
percetakan, terdapat ratusan lembar surat suara yang lebih. “Jumlah surat suara yang rusak mencapai 102 lembar. Sedangkan surat suara yang lebih mencapai 1.286 lembar,” katanya.
Pemusnahan surat suara tersebut juga disaksikan pihak Panwaslu Kota Denpasar, aparat kepolisian, serta pihak terkait lainnya. Menurut John Darmawan, pemusnahan ini dilakukan untuk menghindari
Pukul : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Madya Mandala Kegiatan : Parade Joged Bumbung Tradisi Sanggar Kanti Budaya, Kecamatan Kuta Selatan, Duta Kabupaten Badung Pukul : 19.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Arja Sanggar Seni Siwa Ratri, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Duta Kabupaten Gianyar Pukul : 20.00 Wita Tempat : Depan Gedung Kriya Kegiatan : Parade Wayang Kulit Babad Pepadi Kota Denpasar, Duta Kota Denpasar Pukul : 20.00 Wita Tempat : Ruang Cinema, Lantai Bawah Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Pemutaran Film Dokumenter Pukul : 20.00 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Teater Modern Bali “Bima Suarga” Teater Mini Bali Kota Denpasar
(0361) 7400391, 812987 FM 96,5
Topik : BUPATI AJAK WARGA PILIH SESUAI HATI NURANI Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
lembar atau terjadi kelebihan 1.286 lembar. Dari kelebihan itu dikembalikan ke KPU Bali sebanyak 698 lembar untuk memenuhi keperluan di kabupaten lainnya yang masih kurang. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Rai Mantra Nyoblos di TPS 8 Sumerta Kelod
JADWAL PESTA KESENIAN BALI XL-2018 Rabu, 27 Juni 2017
adanya penggunaan surat suara yang menyalahi aturan. Oleh karena itu, KPU berkewajiban untuk memusnahkan semua surat suara sisa serta yang rusak. John Darmawan menambahkan, pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali kali ini diperlukan sedikitnya 414.838 lembar surat suara. Namun yang dikirim mencapai 415.528
Bali Post/eka
MENINJAU - Sekda Kota Denpasar Rai Iswara bersama tim KPU meninjau kesiapan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali di TPS 2 Banjar Tainsiat, Denpasar, Selasa (26/6).
Denpasar (Bali Post) – Semua persiapan pencoblosan hari ini sudah dirampungkan KPU Denpasar. Semua logistik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali sudah sampai di masing-masing desa. Calon Gubernur Bali nomor urut 2, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra akan melakukan pencoblosan di TPS 8 Sumerta Kelod, di Banjar Bengkel. Hal ini ditegaskan Ketua KPU Denpasar I Gede John Darmawan yang ditemui di sela-sela menerima kunjungan anggota DPD-RI A.A. Ngurah Oka Ratmadi. Kedatangan Oka Ratmadi yang disapa Cok Rat ini serangkaian pemantauan tahapan dan proses Pilgub di Bali. John Darmawan mengatakan, sejumlah pejabat di Denpasar akan menggunakan hak pilihnya di TPS yang berbeda. Selain Calon Gubernur Rai Mantra, juga ada Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara yang akan memilih di TPS 9 Penatih, Banjar/ Lingkungan Saba. Sementara itu, TPS yang menjadi tempat para tokoh, seperti Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) A.A. Gede Ngurah Puspayoga, anggota DPD-RI A.A. Ngurah Oka Ratmadi dan anggota DPRD Bali Ketut Suwandi, anggota DPRD Denpasar Putu Oka Mahendra akan mencoblos di TPS 7 Dangin Puri Kauh di Banjar Belaluan Sadmerta. Sedangkan tokoh lainnya, yakni
Ketua DPRD Denpasar yang juga Ketua DPC PDI-P Denpasar I Gusti Ngurah Gede akan melakukan pencoblosan di TPS 3 Kesiman Petilan. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara akan menggunakan hak pilihnya di TPS 28 Pemecutan, Banjar/ Lingkungan Celagi Gendong. Tokoh lainnya, seperti Made Muliawan Arya (De Gajah) akan memilih di TPS 14 Pemecutan, Banjar Kerandan, A.A. Ketut Asmara Putra (Gung Cilik) di TPS 16 Padangsambian, Lingkungan Buana Agung, dan Wayan Mariyana Wandira tercatat di TPS 15 Sanur Kauh, Banjar Tanjung. Sementara itu, jajaran Pemkot Denpasar bersama Kapolresta, Dandim, KPU Denpasar, KPU Bali, Panwaslu sempat meninjau kesiapan sejumlah TPS di Denpasar. Pemantauan diawali dari TPS di Banjar Belaluan, kemudian disusul Banjar Tainsiat, dan selanjutnya ke TPS lainnya yang tersebar di empat kecamatan. Sekda kota Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara mengatakan, setelah melakukan koordinasi dengan para perbekel maupun bendesa adat, semua menyatakan siap melaksanakan proses pemungutan suara. “Kesiapan tersebut juga sudah terpantau dari hasil mengamatan langsung yang kami lakukan bersama Bapak Kapolresta, Bapak Dandim, serta KPU,” kata Rai Iswara. (kmb12)
Penderita Autoimun Tak Ditanggung BPJS Kesehatan Denpasar (Bali Post)Zahrotul Mufidah (36) harus menahan rasa sakit, gatal, dan nyeri lantaran transfusi darah yang dilakukannya. Ia rutin menerima transfusi darah untuk menaikkan Hb-nya yang saat ini 8 gr/dL. Ditemui di Ruang Cempaka 2 RSUP Sanglah, Selasa (26/6), perempuan yang akrab dipanggil Pipit ini menuturkan, pada awalnya ia mengeluh nyeri di bagian lambung. Kemudian ia pergi ke Penta Medica, sesuai dengan fasilitas kesehatan (faskes) I BPJS Kesehatannya. Sebanyak tiga kali ia memeriksakan diri ke sana, namun nyeri yang dideritanya tidak kunjung sembuh. Akhirnya ia dirujuk ke RS Surya Husadha. Di sanalah ia didiagnosa ada gumpalan daging di saluran telurnya. Dari RS Surya Husada, ia dirujuk ke RSUP Sanglah. Sejak mengetahui ada kista di tubuhnya, tercatat empat kali ia keluar masuk RSUP Sanglah. Namun saat tim dokter RSUP Sanglah rapat dan menentukan tindakan untuk Pipit, ia terganjal masalah biaya. Pasalnya, plafon Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang digunakannya dikatakan tidak meng-cover biaya pengobatannya. Pipit selain memiliki kista di tubuh-
nya juga menderita autoimun, ITP sejak kecil. Hal itu yang membuat Hb-nya rendah. Adanya kista ganas sekaligus mengidap autoimun itu membuat biaya yang dihabiskan untuk pengobatannya tinggi hingga Rp 400 juta. Dengan biaya sebesar itu, JKN tidak mampu meng-cover semuanya. Karena menurut keterangan dokter, ada limit tertentu untuk penyakitnya yaitu sekitar Rp 150 juta. Pipit telah menjadi peserta BPJS Kesehatan sejak program ini diluncurkan. Ia menjadi peserta kelas I dan rutin membayar setiap bulan. Hampir tidak pernah telat membayar. Namun sejak aturan baru, pembayaran harus dilakukan untuk seluruh keluarga membuatnya agak kewalahan. Sehingga, diakuinya sesekali ia pernah telat membayar. Keterlambatan pembayaranpun membuatnya terkena denda saat dirawat inap di rumah sakit. Saat ini ia sedang menunggu keputusan direksi RSUP Sanglah untuk penanganan penyakitnya. Ia berharap segera mendapat penanganan operasi agar kistanya tidak pecah dan menyebar. “Harus operasi karena kistanya dicurigai ganas. Sementara dokter belum bisa mengambil tindakan karena menunggu
Bali Post/kmb42
TRANSFUSI DARAH - Zahrotul Mufidah (36) sedang menjalani transfusi darah. keputusan direksi,” ujarnya. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kasubbag Humas RSUP Sanglah Dewa Ketut Kresna menjelaskan, untuk kasus Pipit memang sejak lama menjadi perhatiannya, karena Pipit menderita autoimun. Sementara pasien memerlukan obat, namun obat tersebut tidak ada dalam formonas (formularium nasional) sesuai dengan diagnosanya. “Dalam formonas obat ini ada, tapi
untuk diagnosa penyakit lain bukan diagnosa penyakit Pipit. Maka dari itu, kami perlu pertimbangan untuk pengambilan tindakannya,” ujarnya. Dengan sistem JKN saat ini menggunakan sistem paket INACBG’s membuat rumah sakit harus pandaipandai melakukan efisiensi. Selain itu, dikatakan kondisi Pipit saat ini masih stabil sehingga perawatannya saat ini masih memadai. (kmb42)
BADUNG
Rabu Pon, 27 Juni 2018
3
Sudikerta Memilih di TPS 9 Pecatu
Bali Post/eka
Tingkatkan Partisipasi Pemilih dengan Nuansa Piala Dunia Mangupura (Bali Post) – Ada saja upaya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk menarik minat masyarakat dalam menggunakan hak pilih. Suasana unik misalnya, terlihat di TPS 5 Banjar Ubung, Desa Adat Sempidi, Mengwi. TPS yang terdiri dari dua lingkungan, yakni Lingkungan Ubung dan Batan Asem ini dibalut dengan pernak-pernik piala dunia. Bendera dari 32 negara dan bola berlukiskan bendera peserta piala dunia mengiasi Balai Banjar Ubung. Tak hanya itu, dalam pemungutan suara pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali, Rabu (27/6) hari ini, seluruh petugas di TPS 5 tersebut menggunakan baju negara peserta piala dunia. Ketua KPPS TPS 5 Banjar Ubung I Gusti
Ngurah Martana mengatakan, pihaknya sengaja mengusung tema piala dunia untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan menekan angka golput. “Berhubung sekarang lagi demam bola, kami mencoba mengemas TPS agar menarik partisipasi pemilih yang tadinya golput bisa datang memilih,” ujar Martana, Selasa (26/6). Menurut Martana, perhelatan pesta demokrasi lima tahun sekali ini akan dikemas lebih menarik dari biasanya. Tak hanya lokasi TPS yang dihias sedemikian rupa, namun tujuh orang anggota KPPS TPS 5 juga berencana mengenakan kostum piala dunia saat hari pemilihan. Dana yang digunakan berasal dari subsidi kas Banjar Ubung Rp 3 juta. “Besok (hari ini-red), anggota KPPS juga akan menggunakan
kostum piala dunia yang dikombinasikan dengan pakaian adat ringan,” katanya. Martana yang juga Klian Banjar Ubung ini berharap, upaya ini dapat menarik minat masyarakat untuk datang ke TPS. Sebab, pengalaman pada Pilkada Badung tahun 2016, angka golput di Banjar Ubung mencapai 10 persen dari 594 pemilih. Rinciannya, pemilih dari Lingkungan Ubung sebanyak 307 orang dan Lingkungan Batan Asem sebanyak 287 orang. “Apabila golput bekurang, tentu baru bisa dikatakan berhasil. Itu yang kami harapkan. Kami juga turut memasang pengumuman untuk menyukseskan Pilgub Bali,” katanya seraya menambahkan, Bupati Badung Giri Prasta diagendakan mengunjungi TPS tersebut. (kmb27)
Mangupura (Bali Post) Calon Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta akan menggunakan hak suaranya di desa kelahirannya, yakni Desa Pecatu, Kuta Selatan. Sudikerta yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali akan memilih di TPS 9 yang berlokasi di Banjar Buana Sari, Balai Subak Abian Bingin. Dari data yang disampaikan Ketua PPK Kuta Selatan Wayan Badra, di Kuta Selatan ada sebanyak 118 TPS. Rinciannya, di Kelurahan Jimbaran ada 45 TPS, Kelurahan Benoa 35 TPS, Tanjung Benoa delapan TPS, Kutuh lima TPS, Ungasan 16 TPS dan Pecatu sembilan TPS. Dari jumlah itu, disiapkan anggota KPPS sebanyak 118 dikalikan tujuh orang. Sementara Ketua KPPS ada 188 dan PPS ada 18. Sementara itu, Nyoman Giri Prasta akan menggunakan hak pilihnya di TPS 1 Desa Pelaga. Bupati Badung ini diagendakan datang ke TPS, Rabu (27/6) pagi, dilanjutkan dengan peninjauan ke sejumlah TPS. Sedangkan Agung Bagus Adhi Mahendra akan menggunakan hak suaranya di TPS 2 Kelurahan Kerobokan. “Ya, Bapak Bupati tercatat memilih di TPS satu Desa Pelaga,” ujar Komisioner KPU Badung I Wayan Semara Cipta saat dikonfirmasi, Selasa (26/6). Sejumlah tokoh politik lainnya juga dipastikan menggunakan hak pilihnya di Kabupaten Badung. Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa akan mencoblos di TPS 7 Desa Pecatu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata di TPS 10 Desa Dalung, man-
Lahan Parkir Terbatas, Permasalahan Krusial di Tanjung Benoa
Mangupura (Bali Post)-
Sejumlah bus pariwisata berukuran besar sejak beberapa hari terakhir memilih parkir di kawasan Lapangan Lagun dan jalan di depannya. Akibatnya, jalanan di kawasan tersebut menjadi macet. Kondisi ini sempat menimbulkan keluhan dari tokoh dan warga setempat. Menyikapi hal itu, Camat Kuta Selatan melakukan pertemuan dengan Lurah Tanjung Benoa serta pihak Desa Tanjung Benoa dan Benoa di
Kantor Camat Kuta Selatan, Selasa (26/6). Dalam pertemuan tersebut mengemuka bahwa kemacetan lalu lintas di kawasan itu muncul akibat
terbatasnya lahan parkir. Camat Kuta Selatan Made Widiana mengatakan, dari pertemuan tersebut disepakati untuk lahan parkir ada ge-
Bali Post/kmb32
PARKIR – Suasana pertemuan membahas permasalahan parkir di kawasan Tanjung Benoa, Selasa (26/6).
dung parkir di Tanjung Benoa yang akan dipinjam untuk tempat parkir. Pada prinsipnya, pemilik lahan sudah mengizinkan untuk memanfaatkan lahan tersebut untuk masyarakat Tanjung Benoa. Meskipun secara administrasi belum ada serah terima karena hal ini dianggap mendesak untuk memecahkan masalah kemacetan di Tanjung Benoa. “Keterbatasan lahan parkir memang masih menjadi permasalahan krusial di Tanjung Benoa. Untuk itu, ke depan perlu dicarikan solusi untuk mengatasi masalah parkir ini,” ujarnya. Saat ini, kata Widiana di Tanjung Benoa memang sangat sulit mencari lahan parkir untuk skala besar. Kondisi ini tidak sebanding dengan tingkat kunjungan wisata. Untuk itu, pemerintah harus ada di dalamnya dalam hal mencarikan solusi. Widiana berharap, kawasan wisata di Tanjung Benoa memiliki sentral parkir yang representatif. Selain itu, juga perlu ada shuttle bus penghubung. Sehingga bus besar tidak perlu masuk ke kawasan Tanjung Benoa
Bupati Giri Prasta Tinjau Kesiapan TPS di Badung Tekankan Asas Jurdil GUNA memastikan kesiapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2018, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta melakukan peninjauan ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), Selasa (26/6). Ikut mendampingi Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Ketua KPU Badung A.A. Raka Nakula, Kapolres Badung AKBP Yudith Satria, Dandenpom IX/3 Denpasar Letkol Cpm Harjono Pamungkas Putro, Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Anggota Panwaslu Badung IGN Bagus Cahya Sasmita dan sejumlah pejabat lainnya. Adapun TPS yang dikunjungi adalah TPS Banjar Gaji, Dalung, TPS Banjar Kancil, Kerobokan, TPS Banjar Temacun, Kuta, TPS Banjar Pengenderan, Kedonganan, dan TPS Banjar Mumbul, Jimbaran. “Kami melihat secara langsung kesiapan masyarakat Kabupaten Badung. Ini adalah salah satu role model yang kami lihat, bahwasannya di Kabupaten Badung hari ini sudah
siap semua. TPS sudah siap semua, banjar sudah siap semua, sehingga proses pelaksanaan besok, pada Hari H, semua berjalan dengan baik,” ungkap Bupati Giri Prasta. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada prajuru banjar dan tokoh-tokoh banjar tentang kesiapannya mengikuti arahan KPU. Bupati Giri Prasta mengatakan, KPU sebagai penyelenggara, partai politik sebagai peserta dan warga masyarakat menerima dengan antusias, sehingga sebagai dasar KPU pemilihan bisa dilaksanakan dengan baik. “Astungkara,
besok pemilihan di Kabupaten Badung terlaksana dengan baik dan lancar. Tetap kami tekankan jurdil (jujur dan adil-red). Jurdil ini adalah dasar untuk kita melaksanakan pemilihan dengan baik, sehingga kita menghasilkan pemimpin yang benar-benar siap untuk ngayah di Bali, bekerja untuk Bali, bekerja keras, bekerja ikhlas, bekerja cerdas dan sampai bekerja tuntas untuk kesejahteraan krama Bali itu sendiri,” tegasnya. Terkait Aparatur Sipil Negara (ASN), pihaknya me-
PENINJAUAN - Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa dan Ketua DPRD Putu Parwata saat melakukan peninjauan ke sejumlah TPS, Selasa (26/6).
nyatakan sudah ada aturan perundang-undangan, sehingga ASN bisa menggunakan hak pilih. “Saya kira ASN sudah paham semua terkait tugas pokok dan fungsi masing-masing, kaitannya dengan Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Bali tanggal 27 Juni 2018 ini,” tandasnya. Sementara itu, Ketua KPU Badung A.A. Raka Nakula mengatakan, pihaknya juga sudah siap. “Pada prinsipnya kami di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung sudah siap 100 persen. Terkait kunjungan Bapak Bupati, Ketua DPRD Badung dan seluruh jajaran juga membuktikan kesiapan kami sudah 100 persen,” terangnya. Terkait logistik, kata Raka Nakula juga sudah disebarkan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS). “Nanti sore akan ada TPS yang mengambil ke PPS. Besok pagi juga akan ada TPS yang mengambil bilik suara ke PPS. Intinya, logistik sudah aman dan sampai tujuan. Tinggal kami melakukan pemantauan terkait pembentukan TPS,” tegasnya seraya mengingatkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada pukul 07.00-13.00 Wita di TPS masing-masing. (ad1002)
karena jalan menuju ke Tanjung Benoa memang sempit. “Yang perlu dipikirkan bukan hanya untuk pariwisata saja, tapi juga kebutuhan untuk masyarakat secara umum,” tegasnya. Guna mengatasi permasalahan parkir tersebut, kata Widiana pihak Desa Tanjung Benoa juga bisa bekerja sama dengan pihak ITDC. Pasalnya, di kawasan ITDC memang ada central parkir yang cukup besar. “Kerja sama itu bisa dijajaki. Terutama pada saat high session, di mana terjadi peningkatan kunjungan wisatawan yang cukup signifikan,” katanya. (kmb23)
Bali Post/kmb23
TPS - TPS 9 Pecatu, tempat Calon Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta akan menggunakan hak pilihnya. tan Bupati Badung A.A. Gde Agung di TPS 3 Desa Mengwi, Ketua Pemenangan KBS-ACE di Badung Gusti Anom Gumanti di TPS 4 Kelurahan Kuta. Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badung mengurangi jumlah TPS yang sebelumnya berjumlah 584 TPS ditetapkan menjadi 579 TPS. Rasionalisasi TPS dilakukan di dua kecamatan, yakni Kuta dan Kuta Selatan. Berdasarkan data KPU Badung, jumlah TPS di Kecamatan Abiansemal tercatat 120 TPS, Kuta 52 TPS, Kuta Selatan 118 TPS, Kuta Utara 89 TPS, Mengwi 151 TPS, dan Petang 49 TPS. Sebelumnya Kuta memiliki 56 TPS dan Kuta Selatan 119 TPS. Padahal, jika dilihat Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Bali 2018 yang ditetapkan 358.125 pemilih, dengan rincian 176.955 laki-laki dan 181.170 perempuan atau naik dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu
(DP4) berjumlah 352.362, dengan rincian 173.623 lakilaki dan 178.739 perempuan. Ketua KPU Badung A.A. Gede Raka Nakula mengatakan, pemilih yang terdaftar di DPT adalah pemilih yang sudah terekam KTP elektronik. Bagi yang belum mengantongi KTP elektronik, minimal sudah memiliki Surat Keterangan (Suket) telah melakukan perekaman KTP elektronik. “Apabila ada yang belum tercatat di DPT karena sedang tidak berada di tempat saat Coklit, seandainya tanggal 27 Juni hendak memilih, bisa tetap memilih dengan menunjukkan E-KTP atau Suket telah melakukan perekaman EKTP,” ujarnya. Raka Nakula menam bahkan, masyarakat yang belum terdaftar dalam DPT hanya boleh memilih setelah pukul 12.00 Wita sesuai domisili. Namun, jika surat suara habis, bisa pindah ke TPS terdekat, tapi terbatas di wilayah desa setempat. (kmb23/kmb27)
Mangupura (Bali Post) – Delapan kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor kerajinan ukir mendapat bantuan dari Pemkab Badung, Selasa (26/6). Kelompok perajin ini berasal dari Abiansemal, Dalung dan Mengwi. Bantuan yang diserahkan berupa alat-alat kerja, seperti pahat dan mesin potong yang berkaitan dengan Ukiran. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Badung I Ketut Karpiana mengatakan, bantuan untuk UMKM tersebut merupakan yang kelima kalinya. “Pemberian bantuan hibah peralatan untuk UMKM ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya kami sudah berikan hibah ini sebagai wujud nyata pemer-
intah meningkatkan dan mendorong pertumbuhan UMKM yang ada di Badung sekaligus memperkuat pilar perekonomian di desadesa tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi,” ujar Karpiana, Selasa (26/6). Tak hanya sebatas bantuan saja, kata Karpiana, Pemkab Badung juga mendampingi UMKM dari hulu sampai ke hilir. Hulunya apa yang dibutuhkan, seperti fasilitas di bidang sarana dan prasarana kemudian dari hilir adalah pembinaan di bidang SDM lewat pelatihan-pelatihan, seperti bagaimana mengelola usaha tersebut dengan baik. “Apa yang kami berikan sekarang ini adalah untuk meningkatkan produktivitas UMKM yang ada di Kabupaten Badung,” katanya. (kmb27)
Delapan Kelompok Perajin Dibantu Peralatan Ukir
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Rabu Pon, 27 Juni 2018
Minis Design Koleksi Felice Jewellery Kapolda Bali Beri Pemahaman tentang Hanya Rp 200 Ribu hingga Rp 10 Juta Radikalisme kepada Mahasiswa KKN Unud PAMERAN perhiasan emas dan berlian Felice Jewellery diperpanjang mulai Rabu (27/6) ini hingga Jumat (29/6) mendatang di lokasi yang sama, Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Berbagai model perhiasan berkualitas dengan design terbaru siap menyambut para pencinta berlian di Bali. “Dapatkan Minis Design Diamond yang dipadukan dengan emas putih, kuning, atau pink dengan harga promo mulai Rp 200 ribu hingga Rp 10 juta,” ujar Sales Felice Jewellery, Rizal, saat dikonfirmasi Selasa (26/6) kemarin. Pihaknya juga menawarkan berlian dan batu–batu mulia. Berlian-berlian koleksi Felice semuanya dipadupadankan dengan emas putih sehingga membentuk perhiasan yang indah sekaligus berkelas. Sementara koleksi batu-batu berharga dari Felice di antaranya blue sapphire, rubi, cat eye, dan emerald/ jamrud. Rizal menambahkan, berlian fashion yang dihadirkan seperti anting dan liontin, gelang dan ladies ring, merupakan perhiasan model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. Pembayaran setiap perhiasan bisa
Minis Design Felice Jewellery dilakukan secara cash, debit atau dengan kartu kredit. Ia menjamin harga yang ditawarkan Felice sesuai dengan kualitas berlian yang dijual. “Berliannya didatangkan langsung dari Eropa dengan cutting Belgia, desainnya dibuat di Hongkong. Setiap pembelian perhiasan mendapat sertifikat yang selanjutnya bisa dipakai untuk mendapatkan garansi perawatan seumur hidup dengan gratis,” lanjutnya. Felice Jewellery, kata Rizal, tidak hanya menjual emas dan berlian yang berkualitas. Pi-
haknya juga memberikan maintenance lifetime guarantee atau garansi perawatan seumur hidup. “Garansi ini sengaja diberikan secara gratis untuk memoles kembali emas dan berlian yang kusam karena sering dipakai,” jelasnya. Bagi Anda yang gemar mengoleksi perhiasan berlian atau batu, tidak ada salahnya mengunjungi pameran Felice Jewellery. Harga yang relatif terjangkau ditambah desain yang unik, menjadi kelebihan Felice yang patut untuk dipertimbangkan. (ad1000)
”Test Drive’’ All New Ertiga, Jajal Sejumlah Medan Menantang di Bali SETELAH peluncuran All New Ertiga beberapa waktu lalu, kini PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengajak sekitar 80 media dari sejumlah daerah di Indonesia untuk menguji kemampuan produk baru Suzuki tersebut. Rute test drive kali ini dipilih di Bali. Uji performa, keunggulan dan keistimewaan All New Ertiga dilangsungkan 25-27 Juni 2018. Menggunakan 10 unit All New Ertiga, kegiatan test drive dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama mengambil rute dari Ubud, Gianyar, menuju Danau Batur, Bangli, dan kembali ke Ubud. Sementara tahap kedua dari Ubud menuju Soekasada Taman Ujung, dilanjutkan ke Pantai Amed, Karangasem, dan kembali ke Ubud. Rute dengan berbagai karakteristik medan seperti menyusuri jalan yang cukup padat lalu lintas kendaraan, kemudian turunan dan tanjakan yang tajam serta berkelok-kelok dapat dilalui dengan baik. Khususnya saat melintasi tanjakan berkelok di jalur Danau Batur menuju Penelokan, Kintamani, tenaga unit Suzuki baru ini terasa lebih rensponsif. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Suzuki juga mengagendakan beragam aktivitas. Masingmasing aktivitas memiliki tujuan untuk membuktikan performa setiap fitur yang diunggulkan. Seperti liga irit yang menguji efisiensi bahan bakar All New Ertiga, parking challenge, zigzag challenge hingga baggage challenge. Menurut Head of Product Development and Marketing Research PT SIS, Harold Don-
PEMBEKALAN - Kapolda Bali, Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose, (kiri) memberi kuliah pembekalan kepada ribuan mahasiswa KKN Unud. pembekalan kepada mahasiswa Unud yang akan turun ke tengahtengah masyarakat. Melalui topik ini, pihaknya berharap bisa mencegah berkembangnya radikalisme baik di kampus Unud maupun di masyarakat. Menurutnya, kegiatan KKN merupakan bagian dari pendidikan dan masuk dalam kurikulum serta menjadi bagian penting proses pendidikan karena dilaksanakan di masyarakat. Manfaat besar dari KKN adalah mendapat pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pemahaman masalah yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua LPPM Unud Prof. Dr. dr. I Gede Rai Maya Temaja, M.P. mengatakan, kegiatan ini adalah pembekalan umum untuk mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat. Sebanyak 3.431 mahasiswa Unud akan melakukan KKN selama satu bulan lebih di 170 desa di Bali. Pada pembekalan umum KKN PPM periode XVII tahun 2018 ini, ada materi khusus yang disampaikan. Di antaranya pemahaman karakter kebangsaan, deradikalisasi dan terorisme dari Kapolda Bali, tentang narkoba dari Kepala BNN Bali serta kesehatan lingkungan, pemberdayaan masyarakat desa dan pencegahan korupsi. (ad1004)
ERTIGA - Seorang awak media mengikuti zig-zag challenge dengan All New Ertiga di sekitar Danau Batur, Bangli. nel, Bali dipilih sebagai lokasi test drive dikarenakan memiliki sejumlah medan yang sangat menantang. Di medan-medan tersebut, diharapkan awak media dapat mengeplorasi keandalan dan fitur-fitur yang ada di All New Ertiga. Selain itu, dipilihnya Bali karena sejalan dengan konsep Gear to Geather, sebuah kendaraan atau alat yang dapat menyatukan segalanya, baik keluarga, teman maupun siapa pun menjadi satu keluarga Ertiga. Bali merupakan salah satu wilayah yang juga mempersatukan segalanya. Main-main, romantisme, keluarga dan lainnya dapat disatukan di Pulau Dewata. Pada kesempatan tersebut, Donnel menyampaikan rasa terima kasih pada seluruh konsumen karena sejak diluncurkan 19 April sampai 21 Juni 2018, Suzuki telah membukukan pesanan All New
Ertiga sekitar 6.772. Kemunculan All New Ertiga di ajang tahunan IIMS 2018 mengukuhkan tahta Ertiga sebagai garda depan Suzuki hingga berhasil menyabet penghargaan The Best MPV. Selain dimensi generasi baru yang lebih besar dari pendahulunya, desain interior lebih elegan dan kabin lebih luas, serta fiturfitur keamanan yang mumpuni. Pada dashboard All New Ertiga mengimplementasikan desain kayu, sehingga terlihat lebih mewah dari generasi sebelumnya. Bodi tampak lebih ringan dan kokoh, menggunakan teknologi dengan platform Heartect yang melindungi penumpang saat berkendara di berbagai medan. Tidak hanya pada interior dan bodi, mesin dengan kode K15B membuat performa terasa lebih responsif sekaligus irit bahan bakar dan emisi. (bns1)
SMP PGRI 5 Denpasar Sekolah Kembarnya SMPN 2 Denpasar Wirasa Setuju Hapus ”Kasta’’ Sekolah
SEJUMLAH sekolah negeri di Denpasar memiliki sekolah kembar di swasta. Seperti SMP PGRI 5 Denpasar di Jalan Gunung Agung Gang Indus, sekolah kembarannya SMPN 2 Denpasar. Sekolah ini didukung 90 persen guru SMPN 2 dan menggunakan lapangan olahraga secara bersama. Kedua sekolah itu terbukti meraih prestasi sejajar. SMPN 2 Denpasar merebut juara umum I Porjar 2018, sedangkan sekolah kembarannya SMP PGRI 5 Denpasar menjadi juara umum III termasuk tiga kali juara umum Porseni sekolah PGRI di Kota Denpasar. Demikian pula prestasi akademik lainnya. Ini semua berkat model manajemen kreatif Kepala SMP PGRI 5 Denpasar, Dr. I Wayan Wirasa, M.M., M.Si., yang mampu menyinergikan semua komponen sekolah dengan SMPN 2 Denpasar. Makanya ia bersyukur dan berterima kasih memiliki guru negeri (SMPN 2) yang mengimbas ke SMP PGRI 5 Denpasar baik di akademik maupun nonakademik. Di ajang Porjar Denpasar 2018, atlet SMP PGRI 5 Denpasar (Spegrima) mengoleksi 18 medali emas, 14 perak, dan 31 perunggu. Emas terbanyak diraih di cabang atletik yakni 12 emas sekaligus menjadi juara umum cabang atletik. SMP PGRI 5 juga menyabet juara umum cabang woodball dengan enam emas. Mereka menggeser posisi 12 sekolah negeri lainnya. Kasek Wayan Wirasa didam-
PEMAHAMAN mengenai karakter kebangsaan perlu terus ditanamkan kepada generasi muda. Karena permasalahan berkaitan dengan radikalisme dan terorisme akan bisa diselesaikan dengan lebih banyak mempertinggi rasa nasionalisme. Tidak hanya itu, kalangan mahasiswa juga diharapkan ikut berperan dalam mencegah radikalisme. Hal itu disampaikan Kapolda Bali, Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose, saat memberikan kuliah pembekalan kepada mahasiawa KKN Universitas Udayana di Gedung Widya Sabha, kampus Unud Jimbaran, Selasa (26/6) kemarin. Sebagai Kapolda Bali, pihaknya bersyukur bahwa di Unud pemahaman tentang nasionalisme ternyata sangat tinggi. Hal ini bisa menjadi bekal yang baik untuk bisa diwacanakan kembali kepada masyarakat luas. “Dengan barometer dari Unud, kami percaya ini akan menjadi embrio yang sangat baik dalam rangka program deradikalisasi dan kontra radikalisasi dengan pemahaman kebangsaan yang merupakan obat mujarab bagi bangsa kita,” ujarnya. Selain memberikan pemahaman tentang radikalisme, pada kesempatan tersebut, Kapolda Bali juga mengajak seluruh mahasiswa, dosen dan undangan lain untuk menyanyikan lagu-lagu nasional. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Bali yang telah memberikan kuliah
Dr. I Wayan Wirasa, M.M., M.Si. pingi Wakasek SMP PGRI 5 Denpasar I Wayan Adi Jaya, S.Pd. dan Wakasek Kesiswaan I Made Radita Berata, S.Pd. menjelaskan, hingga Selasa (26/6) kemarin, pendaftaran PPDB 2018 tercatat 258 orang yang mendaftar, bahkan sudah ada yang menentukan pilihan tetap di sekolah ini. Umumnya calon siswa baru yang tak diterima di SMPN 2 Denpasar dipastikan memilih SMP PGRI 5 Denpasar. Masyarakat sudah mengetahui mereka belajar ibarat bertetangga, gurunya sama, PBMnya dengan kualitas yang sama dan mutu lulusannya sama. Oleh karena itu, Wirasa setuju pemerintah tak lagi membuat ‘’kasta’’ sekolah negeri dengan negeri dan negeri dengan swasta.
Selain berprestasi di akademik, anak-anaknya juga banyak mengukir prestasi di nonakademik. Di antaranya juara KSPAN Kota Denpasar, sekolah sehat, sekolah Adi Wiyata Mandala, dan sekolah unggulan YPLP Kota PGRI Denpasar. Siswanya juga dijadikan sampel ujian PISA SMP di Bali untuk mengukur kualitas pendidikan di Pulau Dewata. Bahkan, sekolah ini menyiapkan 35 lebih jenis ekstra dan 40 ruang belajar. Kepala SMPN 2 Denpasar Mercy Victoria Gigir sebagai pembina sekolah ini serius menggenjot semua potensi guru agar sejajar dengan sekolah negeri. Pada PPDB 2018, SMP PGRI 5 Denpasar membatasi menerima siswa baru yakni 11 kelas. Hal ini dilakukan untuk taat asas dan mempertahankan mutu pendidikan. Di samping itu, agar semua siswa bisa masuk pagi. Sekolah juga memberikan diskon 25 persen uang gedung bagi siswa yang memiliki saudara kandung dan saudara kembar. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. sering memuji kepemimpinan Wayan Wirasa membuat sekolah ini berkualitas. Belum ada sekolah swasta yang melejit seperti ini, padahal dulu biasa-biasa saja. Ini semua berkat kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas semua warga sekolah. Salah satu kunci suksesnya adalah bersinergi dengan sekolah negeri. (sue)
KORAN BEKAS – Wayan Sugiana saat membuat kerajinan dari koran bekas.
Bali Post/san
Usaha Kerajinan dari Koran Bekas Terbentur SDM
KERAJINAN berbahan dasar dari koran bekas sangat diminati oleh masyarakat terutama kerajinan koran berupa keben atau tempat untuk meletakkan bahan upacara berupa banten atau tempat buah-buahan. Seni dalam merangkai dan menghias kerajinan ini yang menjadikan nilai jualnya cukup tinggi. Meski peluang bisnis terbuka lebar dan mendatangkan keuntungan lumayan, tidak banyak orang yang mau atau bisa membuat kerajinan ini. Salah satu perajin koran bekas adalah Wayan Sugiana (36) dari dari Banjar Utu, Desa Babahan, Penebel, Tabanan. Ia mengakui keuntungan dalam usaha kerajinan koran bekas sebenarnya cukup besar. Hanya, karena kekurangan tenaga, permintaan yang banyak tidak bisa diambil semua atau ada yang ditunda. ‘’Di wilayah Penebel hanya saya yang masih menekuni
kerajinan ini. Ada teman saya yang membantu tetapi terkadang bisa terkadang tidak. Jadi, kebanyakan kerja sendiri,’’ ujarnya. Saat ini, Sugina sedang menyelesaikan pesanan 60 kotak tisu dari koran bekas yang dipesan salah satu restoran di Canggu. Banyaknya bahan baku tergantung pesanan. Pada saat pesanan banyak seperti saat ini, ia membutuhkan sekitar 100 kilogram koran bekas. Jika dihitung-hitung satu kilogram koran bekas bisa menghasilkan satu keben atau satu kerajinan lain. Selain keben, kerajinan koran yang banyak diminati adalah bokor untuk acara undangan, kotak tisu, dan tempat kuangen. Ada juga yang berminat kerajinan lain seperti kapal-kapalan. Harga disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan seni pembuatan kerajinan. Rata-rata dijual Rp 250 ribu hingga Rp 700
ribu. ‘’Tetapi kalau buat kerajinan seperti kapal titanik harganya bisa lebih mahal,’’ jelasnya. Permintaan akan hasil kerajinannya sudah menyebar ke seluruh Bali. Banyak yang mau menjual kembali hasil kerajinannya. Bahkan, hasil karyanya sudah masuk ke toko modern dan toko oleh-oleh. Tetapi balik kembali ke permasalahan kurangnya SDM sehingga permintaan yang banyak tidak bisa dipenuhi. Untuk bisa menambah SDM yang mampu membuat kerajinan koran bekas sekaligus membuka lapangan kerja baru, Sugina yang bekerja sama dengan Kantor Desa Babahan berencana menggelar pelatihan untuk masyarakat setempat. Diharapkan dengan pelatihan ini bisa menarik minat masyarakat untuk terjun dalam usaha kerajinan dari koran bekas. (san)
Meracik Mocktail untuk JinenGani MERACIK minuman bukan perkara mudah. Untuk meracik minuman pada dasarnya harus tahu komposisi bahan, sifat bahan, perbedaan bahan-bahan, dan efek bahan tersebut jika dicampur. Demikianlah yang dirasakan bartender dan orang-orang yang bergerak dalam meracik minuman. Menurut I Made Puja Astawa (53), pengelola Rumah Makan JinenGani, meracik minuman tidaklah sulit. Hanya, harus tahu bahan yang boleh dicampur dan tidak boleh. Seperti susu dan lemon atau jeruk tidak boleh dicampur karena itu akan memberikan efek diare. Namun, pada dasarnya jika bahan-bahan alami dicampur tidak akan memberikan efek yang fatal. Kecuali yang dicampur adalah bahan-bahan kimia. “Kalau bahan-bahan alami tidak masalah. Tapi jika bahan kimia yang dicampurcampur seperti pewarna dan aroma makanan, mungkin memberikan efek yang fatal,’’ katanya. Pengetahuan itu yang membuat Puja membuat masakan dari bahan-bahan alami di Rumah Makan JinenGani. Selain mencampur bahan minuman dengan baik, cara penyajian juga penting. Tampilan yang indah akan membuat orang tertarik meminumnya. Salah satu teknik dalam membuat minuman adalah layering, yaitu membuat minuman seperti efek pelangi, antara satu warna dan warna yang lain terpisah dengan jelas. Pengetahuan akan bahan baku minuman sangat penting dalam melakukan teknik-teknik membuat minuman. Seperti memisahkan warna dengan teknik layering, harus tahu komposisi bahan pewarna tersebut. Misalnya warna hijau, pasti akan selalu berada paling bawah (dasar) karena biasanya dibuat dari daun peppermint dan gula. Gula ini berbahan dasar berat sehingga akan berada paling bawah. Menurut Puja yang juga seorang bartender, masyarakat harus pintar-pintar dalam memilih minuman dan makanan. Seperti makanan yang ada di Rumah Makan JinenGani menawarkan makanan berbahan dasar alami, seperti minuman racikannya. Rumah makan yang dikelolanya itu dalam waktu dekat akan mengubah menunya. Ia akan menyajikan
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Kuliner JinenGani minuman baru yaitu ginger bir. Pihaknya berkreasi dengan melakukan fermentasi pada ginger (jahe). Fermentasi yang dilakukan juga diawasi agar tidak sampai menjadi alkohol. Minuman lain yang telah diciptakannya yaitu nenas jablay dan semangka lebay. Semua minuman tersebut merupakan minuman jenis mocktail yang tidak mengandung alkohol. Puja merupakan orang pariwisata yang lama bergerak di food and beverage (F&B). Ia tahu banyak tentang meracik makanan dan minuman, karena 18 tahun bekerja di bidang F&B hotel dan restoran. Ia juga akan menambah kreasi menu baru. Menu yang ditawarkan seperti ayam brokoli, udang brokoli, dan cah kangkung. Menu lama yang telah ada yaitu bakso tetap bertahan menjadi ikon rumah makan tersebut. “Nanti ada beberapa menu tambahan,” ujarnya. Bersama temannya dari Malang, Puja membagi tugas memasak. Ia memasak makanan western dan Chinese food, sedangkan temannya membuat bakso. Menu western yang ditawarkan seperti beef steak, chicken parmigiana, chicken cordon bleu, chicken mozzarella dan masih banyak menu lainnya. Semua makanan di tempat itu harganya di bawah Rp 50.000. (may)
daerah
Rabu Pon, 27 Juni 2018
5
Pilkada Serentak Ditetapkan sebagai Libur Nasional
Pelayanan Publik Pemkot Denpasar Tutup Denpasar (Bali Post) Melalui Keputusan Presiden (Keppres) RI nomor 15 tahun 2018 tentang Hari Pemilihan Kepala Daerah Serentak di Seluruh Indonesia, tanggal 27 Juni 2018 ditetapkan sebagai hari libur nasional. Begitu juga pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali serta Bupati dan Wakil Bupati di beberapa daerah di Bali. Terkait hal tersebut, pelayanan publik Pemkot Denpasar tutup. “Menindaklanjuti Keppres RI terkait libur nasional pemilihan kepala daerah serentak yang juga dilaksanakan di Bali dan Kota Denpasar, maka pelayanan publik di Kota Denpasar tutup sementara,” ujar Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Selasa (26/7) kemarin. Keppres RI itu telah diterima Pemkot Denpasar dan sudah diteruskan untuk ditindaklanjuti bersama seluruh Organ-
isasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Denpasar. Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya dan puskesmas yang memberikan pelayanan 24 jam tetap memberikan pelayanan emergency. “Pelayanan akan kembali dibuka seperti biasa pada tanggal 28 Juni,” katanya. Ia mengharapkan Keppres RI itu dapat memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya masingmasing. Begitu juga di Kota Denpasar,
pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dengan pesta demokrasinya diharapkan berjalan aman dan damai. Sementara itu, Kadis Kesehatan Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini mengatakan, puskesmas yang memberikan pelayanan 24 jam tetap memberikan pelayanan kegawatdaruratan. Tiga puskesmas yang tetap memberikan pelayanan meliputi Puskesmas 1 Denpasar Timur, Puskesmas IV Denpasar Selatan, dan Puskesmas Pembantu Dauh Puri, Pekambingan. “Menindaklanjuti Keppres RI terkait hari libur pemilihan kepala daerah serentak, pelayanan kesehatan yang terdapat di puskesmas yang melayani 24 jam tetap memberikan pelayanan kegawatdaruratan,” jelasnya. (kmb12)
Bali Post/ist
SIMBOLIS - Kaurpam Kesdam IX/Udayana Kapten CKM Dadi Prayitno secara simbolis menyerahkan kloset terkait program jambanisasi.
Belasan Warga Kurang Kuasai 15 Butir Ineks, Mahasiswa Malaysia Disidang Mampu Dibuatkan Jamban Denpasar (Bali Post) Diduga karena kedapatan menguasai 15 butir pil ineks atau ekstasi (MDMA), mahasiswa asal Malaysia, Mohammad Eryfan Bin Jamalludin (23), diadili di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (25/6). Barang bukti yang diajukan pihak JPU beratnya mencapai 4,10 gram neto. Sebagaimana disampaikan
Jaksa I Made Dipa Umbara di depan majelis hakim yang diketuai Esthar Oktavi, tertangkapnya terdakwa bermula dari keberangkatannya dari Bandara Kuala Lumpur menggunakan pesawar Batik Air pada 4 Maret 2018 menuju Denpasar. Di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, terdakwa menuju terminal kedatangan internasional.
Di tempat pemeriksaan barang, petugas Bea Cukai melihat gerak-gerik terdakwa mencurigakan. Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan X-ray terhadap barang bawaan terdakwa. Setelah itu, terdakwa digiring ke ruangan untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap badan dan barang bawaan. Petugas menemukan se-
jumlah barang bukti berupa 1 plastik klip yang di dalamnya berisi 15 butir tablet yang mengandung narkotika jenis MDMA seberat 4,10 gram. Ineks ini ditemukan di celana warna abu-abu. Jaksa menjerat terdakwa dengan pasal 113 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 atau pasal 127 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (kmb37)
Curah Hujan Tinggi, Berpotensi Banjir Susulan Banyuwangi (Bali Post) Banjir bandang yang menerjang Banyuwangi, Jumat (22/6) lalu, masih berpotensi muncul lagi. Pemicunya, hujan lebat masih mengguyur wilayah kabupaten ini. Apalagi hujan berpotensi muncul di atas Gunung Pendil, deretan Gunung Raung yang menjadi hulu penyebab banjir bandang. Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi Anjar Triyono Hari menjelaskan, hingga minggu ketiga Juli mendatang, curah hujan di kawasan Gunung Pendil intensitasnya masih tinggi. Menurutnya, topografi Banyuwangi memiliki perbedaan awal musim kemarau. Wilayah timur Banyuwangi telah memasuki musim kemarau pada April lalu, sedangkan wilayah barat masih musim hujan. “Wilayah barat seperti Kecamatan Songgon, Sempu dan Singojuruh, musim
kemarau masih minggu ketiga Juli mendatang,” katanya Senin (25/6). Ditambahkannya, kondisi ini bukanlah anomali cuaca, namun wilayah barat yang merupakan dataran tinggi masih mengalami musim hujan. Bahkan, curah hujan di wilayah barat Banyuwangi intensitasnya mengalami peningkatan. Ini disebabkan suhu muka laut masih hangat. “Intensitasnya tinggi. Hujan terjadi terus-menerus sepanjang hari mulai pagi hingga malam,” jelasnya. Data dari BMKG itu berbanding lurus dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Kabid Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Agus Budianto mengatakan, di Gunung Pendil masih berpotensi terjadi longsor susulan. Sebab, masih terdapat material vulkanik yang mengalami pelapukan. Mahkota longsor berada di puncak Gunung Pendil. Titik tertinggi longsor
berada di ketinggian 2.245 meter dari permukaan laut. Gunung Pendil memiliki penampang kerucut yang curam dengan kemiringan lebih dari 45 derajat. Menurutnya, longsor terjadi akibat banyaknya pelapukan material vulkanik. Sebab, gunung ini merupakan gunung api tua yang tumbuh di kaldera besar. Saat musim kemarau terjadi rekahan-rekahan (retakan) tanah. Ketika musim hujan saat intensitas hujan tinggi, air masuk ke dalam rekahan dan mengalami kejenuhan air. Ini membuat air semakin susah masuk. Akibat gravitasi air turun, sehingga terjadi longsor, memicu banjir bandang. “Potensi terjadinya longsor susulan di Gunung Pendil masih ada. Karena itu, kami imbau masyarakat dan pemerintah untuk tetap waspada,” tegas Agus saat berkunjung di lokasi banjir Banyuwangi, Minggu (24/6). (kmb30)
PTMSI Gelar Kejurnas Bali Open 2018
Denpasar (Bali Post) Pengprov PTMSI akan menggelar kejurnas tenis meja Bali Open 2018 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, 30 Juni - 2 Juli mendatang. Kejurnas ini juga mempertandingkan kategori antarwartawan dan ganda 100 plus, artinya usia kedua petenis meja jika dijumlahkan lebih dari 100 tahun. Ketua Pengprov PTMSI Bali, Bintang Puspayoga, menjelaskan, hajatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Kemenkop dan UKM serta Polda Bali. “Oleh karena itu, event bergengsi ini juga dikaitkan dengan Hari Koperasi dan Hari Bhayangkara,’’ terangnya di Denpasar, Selasa (26/6) kemarin. Dikemukakannya, ajang ini juga
mempertandingkan kategori eksekutif yang melibatkan tokoh masyarakat, pejabat, dan undangan. Pada event Bali Open sebelumnya, Bintang Puspayoga pernah mempertandingkan kelompok PKK desa atau kelurahan seBali dan kades/lurah se-Bali. Ketua Panpel I.B. Toni Astawa menambahkan, untuk atlet nomor yang dipertandingkan meliputi tunggal putra dan putri junior, kadet serta pemula. Kejurnas Bali Open menyediakan total hadiah Rp 171 juta ditambah piala dan piagam. ‘’Kejurnas tenis meja Bali Open diharapkan dapat menjadi wahana pembinaan dan kaderisasi atlet,’’ ungkap Bagus Toni yang juga Ketua Umum KONI Kota Denpasar. (022)
Bali Post/ist
Bintang Puspayoga
Denpasar (Bali Post) Upaya mengajak masyarakat hidup sehat khususnya warga kurang mampu terus dilakukan Kesdam IX/Udayana. Pada semester I tahun ini, Kesdam telah membangun 15 jamban di rumah warga kurang mampu di wilayah Kota Denpasar. Adanya fasilitas jamban ini bisa memenuhi standar kesehatan. Kaurpam Kesdam IX/ Udayana Kapten CKM Dadi Prayitno, Selasa (26/6) kemarin, mengatakan, realisasi terakhir program jambanisasi semester I tahun ini dilaksanakan di Desa Pe-
guyangan, Denpasar Utara. “Desa Peguyangan merupakan salah satu desa binaan Kesdam IX/Udayana,” ujarnya. Dalam merealisasikan kegiatan ini, pihaknya bersinergi dengan aparat desa, Jumantik dan puskesmas setempat. Pelaksanaan program ini, lanjut Kapten Dadi, karena pada dasarnya TNI berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Oleh karena itu, prajurit TNI harus mampu membantu rakyat, paling tidak dengan kemampuan yang dimiliki bisa meringankan beban masyarakat. Sebagai warga bi-
naan Kesdam, warga di Desa Peguyangan harus memiliki jamban sesuai standar kesehatan. Ia berharap program tersebut bermanfaat bagi masyarakat dalam kaitan meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan lebih baik serta lingkungan yang bersih dan sehat. “Ini merupakan upaya preventif Kesdam. Bila jamban belum penuhi standar, otomatis jadi sumber penyakit di lingkungan masyarakat setempat. Jamban yang sesuai standar bisa meminimalisir berkembangnya bibit penyakit,” paparnya. (kmb36)
OPINI
6
Rabu Pon, 27 Juni 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Pemimpin yang Sungguh-sungguh Memimpin HARI ini masyarakat Bali akan menentukan pemimpin Bali lima tahun ke depan. Pilkada serentak ini harusnya dijadikan momentum untuk menentukan satu pilihan dari paslon yang bersaing. Jangan golput apalagi apatis. Kedua, kita mesti legowo menerima apapun hasilnya. Jika pilihan kita kalah bukan berarti kita tak ikut memiliki gubernur baru. Menghargai keputusan bersama dan banyak orang adalah karakter positif krama Bali. Hilangkan sikap asal mimpas lan malenen (asal berseberangan dan berbeda). Krama Bali perlu menunjukkan kedewasaan politik untuk menjalankan swadarma masing-masing. Siapapun yang menang dialah yang benar. Hal ini untuk menumbuhkan kesadaran diri bahwa jabatan itu amanah,bukan berkah. Selain itu, diperoleh atas perjuangan. Namun pintar saja belumlah cukup. Pintar dan memiliki banyak massa juga belum cukup. Ada faktor X yang menetukan, yakni garis tangan dan pasuecan Ida Hyang Widi Wasa. Betapa pun hebatnya calon paslon berpidato, membuat program dan meyakinkan pemilih, namun jika yang namanya garis tangan tak ada tetap ada saja faktor penghambat yang membuat dia gagal menjadi pemenang. Nah, faktor X ini yang tak kita ketahui, karena semua orang memiliki perjodohan dan garis hidup masing-masing. Jawaban inilah harusnya mampu mereduksi emosi pihak yang kalah! Oh ternyata garis tangan menjadi gubernur Bali belum berpihak pada kita. Secara teori psikologis, orang yang disebut matang dan stabil emosinya, jika mereka bersikap tenang dan biasa- biasa saja ketika menang dan ketika kalah. Terlepas dari faktor X tersebut, mencari pemimpin yang seken-seken (sungguh-sungguh) pemimpin memang sulit. Semasih hidung manusia menghadap ke bawah, mereka pasti memiliki kepentingan. Nah kepentingan ini harus jelas dibalut untuk rakyat Bali, bukan kepentingan partai apalgi diri sendiri. Tak lagi ada kelompok ini cagub kalah dan menang. Nah, untuk mampu bersikap demikian kayaknya keweh alias sulit. Pemimpin Bali ke depan harus berani dan tidak hanya diam di zona nyaman. Karena Bali membutuhkan sosok pemimpin yang mampu mengatasi kesenjangan pembangunan. Pemimpin Bali ke depan senantiasa berpedoman pada Tri Hita Karana. Lebih dari itu, Bali butuh pemimpin yang inovatif, kreatif dan berpikir holistik. Pemimpin Bali yang berani juga bisa diartikan berani memperjuangkan hak-hak Bali di tingkat nasional. Seperti penerimaan dari Bandara Ngurah Rai dan pelabuhan laut di Bali. Mampu memperjuangkan otonomi khusus bidang budaya. Yang penting lagi, memperjuangkan dana segar bagi desa pakraman dari sektor pariwisata. Coba bayangkan, jika ada masalah dan keletehan desa pakraman yang macaru. Semua atraksi budaya yang dinikmati dunia pariwisata sumber dan pendukungnya adalah krama Desa Pakraman. Selama ini Desa Pakraman hanya dapat ampas-ampasnya pariwisata. Dolar dan rupiah mengalir ke Jakarta dan negara tetangga seperti Singapura. Mereka dengan mudah menjual pariwista Bali dari negaranya. PHRI pun tak menyentuh desa pakraman kita. Di sinilah diperlukan pemimpin yang punya nyali, membela dan untuk krama Bali sebagai pendukung budaya Bali. Terakhir adalah pemimpin yang dapat menciptakan pemerintahan yang bersih. Singkatnya pemimpin yang berkarakter. Juga mampu mewujudkan masyarakat yang rukun, aman, damai, sejahtera dan adil. Termasuk mengatasi kesenjangan ekonomi Bali Utara dan Bali Selatan.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Selamat Tinggal Sekolah Favorit Akhir bulan ini PPDB SMA jalur zonasi dimulai. Dasar seleksi adalah prioritas zonasi 1, zonasi 2, dst. Setelah dicermati, ternyata ada perbedaan yang signifikan mengenai jumlah SMA yang menjadi zonasi 1 antara Kecamatan Denpasar Selatan dibandingkan dengan tiga kecamatan lainnya yang ada di Denpasar, yaitu: Denpasar Selatan tiga SMA (2,5,6) Denpasar Barat enam SMA (1,2,3,4,5,7) Denpasar Timur tujuh SMA (1,2,3,4,6,7,8) Denpasar Utara 6 SMA (1,2,3,4,7,8). Pembagian zonasi ini sangat tidak adil bagi Denpasar Selatan, karena apabila kuota di SMA tertentu sudah penuh diisi oleh zonasi 1, maka tidak ada peluang lagi bagi zonasi 2 untuk diterima di SMA tersebut. Mungkin akan lebih fleksibel dan adil apabila di zonasi 2 tetap diberikan kuota antara 3-5 persen, sehingga siswa yang mempunyai nilai tinggi masih diberikan kesempatan bebas bersaing nilai untuk menentukan sekolah pilihannya, bukan diposisikan sebagai cadangan, sama dengan seperti adanya kuota untuk jalur prestasi. Secara prinsip saya setuju dengan sistem zonasi ini, asalkan tetap mengutamakan rasa keadilan masyarakat. Eddy Wirawan, ST. Jl. Sidakarya, No.10X Denpasar Selatan
Menyongsong Pemimpin Bali Berkarakter Kepemimpinan pemerintahan berkaitan erat dengan kepemimpinan politik, karena proses penentuannya sarat dengan kepentingan, kekuasaan dan pengaruh serta dominasi partai politik. Kepemimpinan atau pemimpin pemerintahan Bali ke depan mesti memiliki hal yang tidak bisa lepas dari viveka (discrimination) kemampuan membedakan dan mendahulukan yang benar dan salah, yang pokok atas yang tidak pokok, yang strategis besar (kemanusiaan, kebudayaan, peradaban) atas yang taktis (perundangan, konfigurasi terwarisi yang kurang adil), yang etis atas yang tidak etis, yang legal atas yang illegal, yang tersirat (semangat dari perundangan/konstitusi) atas yang tersurat (penafsiran sempit) guna mendahulukan kemanusiaan/hati nurani atas kepalsuan/ego yang sejati dan keteladanan atas yang transien/fana sesaat.
D
Oleh Viraguna Bagoes Oka
alam kepemimpinan politik, untuk memperoleh viveka ini seorang pemimpin pertama-tama mesti menyadari bahaya atau dosa yang menyertai politik, seperti yang ditengarai oleh MK Gandhi yang mengingatkan akan adanya bahaya politik yang tidak berlandaskan kepada azas/prinsip kebenaran(truth). Seperti kita ketahui bersama, bahwa politik atau politisi itu sangat rentan dan akrab dengan praktek-praktek menghalalkan segala cara untuk bisa mencapai tujuannya. Tujuannya bisa dogma(seperti partai komunis), akumulasi modal, akses penguasaan atas sumber daya serta pasar(dimotivasi oleh ketamakan tak terkendali), ataupun tujuan jangka pendek sempit partai pendana kampanye dalam pemilihan kepala daerah serta effisiensi manajemen break event kampanye dsbnya. Jadi, kepemimpinan politik sudah given memiliki banyak political hazard-nya (sebagaimana jamak di dunia keuangan/perbankan setiap manajer atau pemimpin lembaga keuangan/perbankan setiap hari berhadapan dengan jebakan moral hazard/bahaya peluang/godaan moral. Selain itu, yang juga perlu diwaspadai oleh pemimpin Bali
terpilih adalah soal institutional (perundangan/kelembagaan) hazard. Hal ini sangat penting, mengingat Bali yang secara administratif adalah merupakan salah satu dari 34 provinsi dalam payung NKRI yang harus mengikuti aturan perundangan pemerintah yang sama dengan sebagian besar provinsi lainnya, kecuali daerah istimewa Yogyakarta dan otonomi khusus Aceh. Dalam hal ini, keunikan kohesitas dan integritas kehidupan keagamaan dengan kebudayaan/ peradaban mini Bali memiliki peluang bahaya (hazard) untuk tidak tertampung dalam perundangan/institusi yang penekanannya lebih berat pada aspek /effektivitas dan ke utilitariannya. Dalam institutional hazard untuk Bali yang sudah sangat mendesak di atur antara lain adalah: Masalah kependudukan terkait aturan kependudukan yang belum mampu memastikan kejelasan asal usul pengunjung/pendatang ke Bali di tengah maraknya ancaman terorisme belakangan ini. Juga aturan tegas terhadap pengunjung/pendatang yang jelas menyelundupkan barang terlarang/narkoba, HIV Aids, Investor Hitam/money laundering dan TKA pencari peluang bisnis/spekulan yang datang ke Bali dengan kedok turis yang dengan bebasnya
keluar masuk Bali tanpa mampu dibendung oleh penindakan/penegakan hukum yang tegas sesuai perundang–undangan yang berlaku karena kerap berlindung dibalik program pemerintah dalam pencapaian peningkatan target jumlah pariwisata manca negara. Masalah Otonomi Daerah dan ketimpangan koordinasi, juga merupakan institutional hazard lainnya terkait dengan effektivitas kepemimpinan Kepala Daerah (gubernur) di tingkat provinsi yang sarat dengan tantangan dan ancaman dalam mensinkronkan/ menyelaraskan pelaksanaan kepemimpinan Bali yang effektif dan effisien bersama kepala daerah ditingkat kabupaten/wali kota di bawahnya yang berasal dari partai /kepentingan yang berbeda, sehingga Gubernur selaku penguasa tunggal tingkat provinsi tidak bisa menjalankan tugasnya secara optimal dan terkesan sebagai wakil simbolis pemerintah pusat (otonomi yang sangat dominan ditingkat kabupaten/kota sesuai perundangan) . Dengan adanya ketimpangan koordinasi sinergis, strategis dan taktis berpotensi dapat menimbulkan pertentangan bahkan juga non kooperasi antarkabupaten/ kota dengan provinsi. Oleh karenanya, dengan terpilihnya Gubernur Bali baru pada pilkada tanggal
27 Juni (hari ini-red) sangat diharapkan dapat terwujudnya pola kepemimpinan Bali yang kompeten, kredibel dan terpercaya, yang mampu mempersatukan kepemimpinan ditingkat kabupaten/kota seluruh Bali menjadi Kepemimpinan Bali yang tangguh serta bisa menjadi panutan/ role model bagi masyarakat Bali khususnya dan pemimpin provinsi lainnya di Seluruh Indonesia. Kearifan Kebudayaan Bali Masyarakat Bali ke depan diharapkan tidak menjadi pelaku pasif dalam gejolak perubahan, Bali atau pemimpinnya harus memiliki visi jangka panjang ,dari mana dan hendak ke mana tujuannya ditengah berbagai jebakan/hazard yang diwarisinya. Kenapa visi bagi warga Bali yang perduli, terutama pemimpinnya penting? Karena masyarakat Bali merupakan satu-satunya komunitas/etnis nusantara yang masih relatif utuh menerapkan pola pengelolaan masyarakat serta pranata-pranata socsial budaya yang tetap berfungsi serta mampu memelihara kohesivitas dan kesatuan masyarakatnya setelah melalui berbagai periode eksperimen, penjajahan, nasionalisme, kemerdekaan, politik sebagai panglima. Lalu kenapa warga Bali banyak berharap kepada pemimpinnya? Karena selain untuk mejaga kelangsungan budaya (peradaban ini) adiluhung Bali, namun juga sebagai model alternatif (bagi nusantara dan dunia) pengelolaan masyarakat yang bukan bermotifkan pada ketamakan(greed ala barat). Dalam hal ini Bali yang masih memiliki peluang untuk menjadi model bagi nusantara, di mana nasionalisme dan Negara telah dikudeta oleh globalisasi dan birokrat profesional steril yang kehilangan greget semangat keadilan dan kemanusiaannya. Negara Indonesia yang pada
Wujudkan Pilkada Damai
SALAH satu indikasi Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) berjalan sukses, ialah terciptanya kedamaian baik di saat kampanye, proses pemilihan, maupun pascapilkada. Untuk mewujudkan itu, tentu bukan perkara mudah. Butuh sinergitas berbagai pihak dalam mengawal jalannya pilkada. Di saat kampanye, KPUD sebagai penyelenggara pilkada ataupun Bawaslu sebagai Badan Pengawas Pemilu harus mendesain konsep kampanye, memperketat aturan, dan memberi sanksi tegas bagi siapa saja yang melanggar adab kampanye. Instrumen tata aturan kampanye pilkada perlu dikembangkan dan diperketat. Pengembangan kode etik ini tentu lebih efektif kalau melibatkan seluruh perwakilan elemen pilkada, baik pasangan calon, partai politik, maupun tim kampanye atau simpatisan serta termediasi oleh KPUD dan Bawaslu. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan penerimaan politik. Harapannya, proses pilkada nantinya bisa berjalan aman dan damai sesuai dengan kode etik. Terwujudnya pilkada yang lancar, demokratis, dan berkualitas baik dari sisi proses maupun hasil, merupakan dambaan kita semua. Karena kesuksesan pilkada pada akhirnya dapat menjaring pe-
Oleh Suwanto mimpin daerah yang mampu membawa kemajuan bagi daerahnya serta kesejahteraan rakyatnya sesuai dengan visi-misi atau janjijanji politiknya. Demikian pun seusai pilkada kita harus tetap damai. Pihak yang kalah harus menerima dengan legowa (lapang dada). Begitu juga pihak yang menang jangan malah jumawa. Bagaimanapun pasangan calon yang kalah juga tetap memiliki tanggungjawab moral untuk
bersama-sama dengan pemimpin yang terpilih bersatu padu membangun daerah demi kesejahteraan bersama. Adanya rekonsiliasi pascapilkada terhadap segenap elemen masyarakat rasa-rasanya sangatlah diperlukan. Terutama yang berpotensial terjadinya konflik. Rekonsiliasi tersebut merupakan tanggung jawab kita, khususnya bagi kepala daerah yang terpilih, guna mensukseskan roda pemban-
‘’Terwujudnya pilkada yang lancar, demokratis, dan berkualitas baik dari sisi proses maupun hasilnya, merupakan dambaan kita semua. Karena kesuksesan pilkada pada akhirnya dapat menjaring pemimpin daerah yang mampu membawa kemajuan bagi daerahnya serta kesejahteraan rakyatnya sesuai dengan visimisi atau janji-janji politiknya.’’
gunan daerahnya selama lima tahun ke depan, agar berjalan mulus. Rekonsiliasi juga diharapkan dapat memotong siklus atau serangkaian pemicu konflik antar entitas masyarakat pascapilkada. Sehingga di masa-masa mendatang konflik serupa pascapilkada tidak terjadi lagi. Di antara Pasangan calon sebaiknya agar bisa bekerja sama, melupakan persaingan begitu pilkada usai digelar, dan bersama-sama berekonsiliasi. Rekonsiliasi pascapilkada ini dapat dilakukan melalui pendidikan politik, pendidikan kewarganegaraan, resolusi konflik, dan juga kontrol sosial. Kita tentu menyadari bahwa hanya dengan kerja sama semua elemen masyarakat dalam mewujudkan pilkada damai, baik sebelum, saat, maupun setelahnya, proses demokrasi ini dikatakan sukses. Secara hasilpun akan menjaring pemimpin yang terbaik. Hal tersebut terwujud manakala adanya niat, komitmen, dan usaha keras dari segenap elemen masyarakat untuk meciptakan rekonsiliasi, menjaga situasi pilkada tetap aman dan damai. Dan pada akhirnya cita-cita pembangunan yang diharapkan dapat terwujud, semoga.
awalnya diperjuangkan oleh para perintis kemerdekaan dengan semangat dan idealisme yang penuh welas asih serta solidaritas kemanusiaan tinggi bagi semua lapisan rakyat nusantara, bahkan dunia, sekarang menjadi rebutan bagi politisi, birokrat untuk memajukan kepentingan sendiri, kelompok, partai atas nama wakil rakyat melalui penjarahan terstruktur rapi terhadap APBN. Semoga di antara para calon pemimpin Bali yang akan bertarung pada pilkada tanggal 27 Juni 2018 (hari ini) tidak termasuk dalam kelompok ini, karena pada pundak para pemimpin Bali ini terletak tanggung jawab besar menjaga kelestarian kebudayaan adi luhung Bali, menyempurnakannya serta menjadikannya model bagi daerah nusantara lainnya. Janganlah hendaknya para pemimpin Bali ikut arus saja, acuh tak acuh terhadap berbagai hazard (jebakan) yang ada apalagi larut menjadi perpanjangan/hamba dari kepentingankepentingan hagemoni politik dan keuangan asing memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dengan memperkaya keluarga dan kelompok saja dengan mengorbankan kepentingan rakyat, kemajuan bangsa/budaya. Seorang pemimpin pemerintahan Bali baik ditingkat kabupaten/kota maupun provinsi harus mencermati dan mewaspadai arus dan gelombang hitam yang menerpa, menggulung dan hendak menyeret negeri ini dan Bali khususnya. Situasi dan medan multi hazard ini seperti inilah yang pertama-tama mesti ditengarai ngeh dan waspada oleh seorang pemimpin daerah Bali terpilih dalam berorientasi dan memprioritaskan memajukan budaya/peradaban Bali (Nusantara). “Penulis, Penggiat Bisnis/ ekonomi /keuangan dan perbankan”
POJOK
Hari ini, rakyat Bali tentukan pilihan untuk Pilgub Bali, Pilkada Klungkung dan Gianyar. -Tentukan pilihan tanpa tekanan dan politik uang *** Hasil pemetaan Panwas, empat kecamatan di Tabanan rawan saat pencoblosan. -Rawan kecurangan. *** Pangdam Udayana dan Kapolda Bali siap kawal Pilgub dan Pilkada di Bali. -Tetap netral.
Penulis, Peneliti pada UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Negeri Yogyakarta
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Rabu Pon, 27 Juni 2018
Dalam Tiga Bulan
Puluhan Prestasi Diraih SMAN 1 Tabanan
PRESTASI - Siswa berprestasi SMAN 1 Tabanan. Tabanan (Bali Post)Siswa SMAN 1 Tabanan tidak henti-hentinya mendulang prestasi. Bahkan dalam periode tiga bulan, yaitu Januari hingga Maret 2018 jumlah prestasi yang diraih baik akademik maupun nonakademik mencapai puluhan prestasi. Pada rentang bulan tersebut ada satu prestasi nasional yang diraih yaitu juara I Petanque yang diselenggarakan oleh Fopi Jawa Barat dan diwakili siswa Putu Kurnia Pradnya Dewi dari kelas XI. Selain juara nasional, prestasi lainnya yang sudah lama tidak diraih dan tahun ini berhasil dicapai kembali adalah juara I Smasta Cup ke XXII. ‘’Kejuaran ini cukup lama senggang prestasi dan akhirnya kembali diraih tim Smasta,’’ ujar Kepala SMAN
1 Tabanan Dr. I Made Jiwa, M.Pd. didampingi Waka Kesiswaan Mulyadi Djowo Astowo, S.Pd., Senin (25/6). Prestasi akademik lain yang diraih oleh SMAN 1 Tabanan adalah juara I dan II pada lomba LCC Utsawa Dharma Widya tingkat Kabupaten yang diselenggarakan IHDN Denpasar dan juara I lomba LCC Kesehatan tingkat kabupaten yang diselenggarakan Stikes Bina Usaha Denpasar. Selain prestasi akademik, siswa SMAN 1 Tabanan pun berprestasi di bidang non-akademik. Salah satunya menjadi juara pertama tingkat provinsi yang diwakili siswa Putu Kurnia Shintia Pradnya Dewi untuk lomba Porsenijar Double Mix Open se-Bali yang dilaksanakan oleh KONI Bali. Prestasi non-
akademik tingkat Provinsi lainnya adalah juara II dalam lomba Speech Competition antar SMA dan mahasiswa se-Bali, di mana siswa atas nama Dewa Ayu Vanie dari kelas XI meraih juara II. Salah satu siswa atas nama Ni Putu Emilia saat ini juga sedang bersiap mengikuti OSN Nasional 2018 untuk mata pelajaran Biologi. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari kerja keras para siswa dan bimbingan guru selama ini. Made Jiwa mengatakan, selain prestasi di atas masih banyak lagi prestasi lainnya yang diraih. Pada rentang bulan Januari hingga Maret 2018 ada dua prestasi akademik yang diraih. Sementara untuk prestasi non-akademik pada bulan yang sama diraih 40 prestasi antara lain juara I tingkat kabupaten Dance Competition Gema Basket Competition, Juara I tingkat Kabupaten lomba Porsenijar Kumite 76 Kg SMA Putra atas nama I Gede Komang Widi Nugraha, Juara I tingkat Kabupaten lomba Porsenijar Kata Perorangan SMA Putri atas nama Putri Sri Dharma Sari, juara I tingkat Kabupaten lomba Porsenijar Dance Sport dan juara I tingkat Kabupaten lomba Porsenijar Bulu Tangkis perorangan atas nama I Putu Gede Adi Kusuma. (ad1003)
Ketua KPU Tabanan Ni Luh Darayoni mengatakan, surat suara sudah seluruhnya didistribusikan ke masing-masing PPK yang nantinya akan dilanjutkan ke masing-masing TPS tersebar di sepuluh kecamatan. Sementara surat suara yang rusak harus dibuat berita acara pemusnahan. Pemusnahan surat suara ini bertujuan untuk mencegah sabo-
tase atapun hal-hal lainnya yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab selama pelaksanaan Pilgub. “Ada beberapa macam jenis surat suara yang dinyatakan rusak, seperti cacat fisik kertas, mengkerut, robek atau berlubang, dan tidak ada foto paslon,” jelasnya. Darayoni menambahkan,
pemusnahan surat suara rusak ini juga merupakan instruksi dari KPU Provinsi untuk mengantisipasi kemungkinan penyalahgunaan surat suara yang sudah tidak terpakai tersebut. Pada hari yang sama, KPU Tabanan juga telah mendistribusikan logistik dengan mengerahkan 10 armada truk. Tiap truk dikawal empat petugas kepolisian,
satu orang petugas KPU dan petugas PPK kecamatan. Pengiriman menyasar daerah terjauh yakni Kecamatan Pupuan, Baturiti, Penebel, Marga, Selemadeg Barat, Selemadeg Timur, Kerambitan, Kediri dan Tabanan. “Logistik didrop di kantor desa dan dijaga di desa, besok (hari ini, red) pukul 06.00 Wita diambil oleh KPPS. Kecuali TPS yang jaraknya jauh dari kantor desa langsung didrop di TPS, misalnya Desa Mundeh Kauh, Selemadeg Barat,” terangnya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Masyarakat dan para pejabat sudah siap menggunakan hak pilihnya pada Pilgub Bali, Rabu (27/6) hari ini. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama akan menggunakan hak pilihnya di TPS 7, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti. Bupati Eka rencananya akan menggunakan hak pilihnya pada pukul 10.00 Wita. “Ya, jam 10.00-an saja,” ujar Bupati saat dikonfirmasi jam kehadiran ke TPS, Selasa kemarin. Dirinya berharap masyara-
kat Tabanan menggunakan hak pilih dengan baik, karena kesempatan ini sangat penting untuk menentukan arah pembangunan Bali lima tahun ke depan, dengan pemimpin yang benar-benar lahir dari suara rakyat. “Jangan sampai golput. Gunakan hak pilih dengan baik,” pesannya. Di TPS tujuh Desa Angseri tercatat sebanyak 550 pemilih akan menggunakan hak suaranya. Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya juga telah bersiap diri memberikan hak suaranya di TPS lima Banjar
Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan. Wabup Sanjaya juga diinformasikan akan memberikan hak pilihnya pukul 10.00 Wita. Di TPS lima Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken tercatat jumlah pemilihnya 436 orang. Sementara itu Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi tercatat menggunakan hak pilihnya di TPS 4 Bajera. Di TPS ini tercatat 476 pemilih. Di sisi lain jajaran KPU Tabanan berharap agar masyarakat yang sudah memiliki hak pilih agar datang ke TPS untuk memberikan
suara. Bahkan sebelumnya KPU Tabanan juga terus melakukan sosialisasi untuk bisa meningkatkan partisipasi masyarakat pemilih, begitupun menekan angka golput. Meski demikian, Ketua KPU Tabanan Ni Luh Darayoni mengakui tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Tabanan dalam setiap perhelatan Pemilu berada dalam posisi tertinggi. “Pemilu lima tahun lalu tingkat partisipasi mencapai lebih dari 80 persen. Tabanan tertinggi untuk tingkat partisipasi,” terangnya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tabanan memetakan ada empat kecamatan dengan Tempat Pemungutan
Suara (TPS) rawan saat tahapan pencoblosan Pilgub Bali, Rabu (27 /6). Indikator pemetaan terhadap TPS yang rawan tersebut berdasarkan sejarah pada pemilu sebelumnya. Koordinator Divisi Hukum dan Pen-
anganan Pelanggaran Panwaslu Tabanan I Wayan Wirka, mengatakan empat kecamatan tersebut yakni Tabanan, Kerambitan, Selemadeg Timur, dan Marga. Dikatakannya, pada pemilu sebelumnya di sejumlah TPS di empat kecamatan tersebut ditemukan temuan pelanggaran saat pencoblosan seperti adanya pemilih mencoblos dua kali. Pengawasan juga dilakukan pada TPS yang pada pemilu sebelumnya salah satu calon 100 persen menang. Dikatakannya, panwaslu memang sengaja memetakan TPS rawan pelanggaran agar semua pihak bisa membantu melakukan pengawasan. “Tentu tidak mungkin jika ada TPS salah satu calon menang 100 persen, minimal lawannya
ada satu atau dua yang milih,” ucapnya, Selasa (26/6). Mengantisipasi agar pelanggaran tersebut tidak lagi terulang dalam Pilgub kali ini, jajaran Panwaslu Tabanan memberikan atensi khusus dengan menggencarkan patroli selain menempatkan satu orang petugas pengawas TPS. “Lebih efektifkan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) dari sebelum pencoblosan sampai pungut hitung, selain juga patroli dari panwas kabupaten,” ucapnya. Terkait hal ini pihaknya juga mengajak semua masyarakat untuk saling mengawasi. Jika memang ditemukan ada indikasi pelanggaran pada tahapan pemilihan diharapkan segera laporkan ke Panwaslu untuk segera ditindaklanjuti. (kmb28)
Tabanan (Bali Post)-
Sebanyak 78 lembar surat suara Pilgub 2018 yang rusak, dibakar KPUD Tabanan di halaman kantor setempat, Selasa (26/6). Pemusnahan surat suara rusak tersebut disaksikan jajaran KPU, Panwaslu dan pihak kepolisian serta TNI.
Bali Post/ist
NARKOBA - Pembukaan kegiatan rehabilitasi narkoba di aula Lapas Tabanan.
Bali Post/kmb28
KPU Musnahkan Surat Suara Rusak
SURAT SUARA - Pemusnahan surat suara yang rusak di halaman kantor KPU Tabanan.
Minim Anggaran, Rehabilitasi Bupati Eka Gunakan Hak Pilih di TPS 7 Desa Angseri Narkoba Jalan Terus Wabup Sanjaya di TPS 5 Desa Dauh Peken
Tabanan (Bali Post) Membantu warga binaan dari ketergantungan narkoba, Lapas Tabanan membuka kegiatan rehabilitasi, Selasa (26/6). Tahap awal rehabilitasi diikuti 30 peserta, baik dari tahanan maupun narapidana. Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, yakni mulai 26 Juni sampai 31 Juli mendatang. Kepala Lapas Tabanan I Putu Murdiana mengatakan, kegiatan rehabilitasi pengguna narkoba di Lapas Tabanan sudah tiga kali dilaksanakan sejak tahun 2016 menggunakan anggaran BNNP Bali, tahun 2017 menggunakan dipa Lapas dan tahun 2018 juga menggunakan dipa Lapas. Dikatakan Murdiana, minimnya anggaran tahun ini merupakan tantangan dan tidak menyurutkan niat untuk membantu narapidana dari
ketergantungan narkoba dan obat-obatan terlarang. “Diperlukan sinergitas antarinstansi baik Pemda, penegak hukum maupun tokoh agama dan masyarakat, menyiasati minimnya anggaran agar kegiatan rehab ini berjalan sesuai rencana,” ucapnya. Tidak hanya itu, koordinasi telah terlaksana dengan baik. Masing-masing instansi seperti BNNP, Polres, Kodim, Dinas Kesehatan, Kamenag, Puskesmas III dan instansi lain siap bersama-sama Lapas untuk melaksanakan rehab ini. Dalam kegiatan rehabilitasi ini diisi dengan berbagai macam kegiatan, seperti tes urin dan darah, konseling, penyuluhan kesehatan, penyuluhan tentang bahaya narkoba, dinamika kelompok, seni dan budaya, wawasan kebangsaan, yoga, pembinaan kerohanian/bimbingan
rohani, pembinaan ketrampilan kerja produktif, wiraswasta, pembinaan fisik/olahraga, dan sebagainya. Sementara itu, Bupati Tabanan yang diwakili Asisten I, I Wayan Yatnanadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Lapas Tabanan yang telah berupaya maksimal memberantas narkoba. Dikatakannya, narkoba merupakan ancaman bagi elemen bangsa dan dapat merusak sendi-sendi bangsa. “Maka bersama ini diharapkan peserta rehabilitasi narkoba dapat memanfaatkan semaksimal mungkin kegiatan ini untuk melepaskan diri dari jeratan narkoba, dan akhirnya diharapkan menjadi warga masyarakat yang baik tentunya yang taat hukum dan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya. (kmb28)
300 Pemilih Pemula Belum Rekam E-KTP
Tabanan (Bali Post) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabanan mencatat setidaknya ada 300 pemilih pemula yang berusia 17 tahun saat pencoblosan, Rabu (27/6) ini, belum melakukan perekaman e-KTP. Meski demikian, Disdukcapil tetap membuka layanan perekaman dan penerbitan surat keterangan (suket) mulai pukul 07.00 hingga 13.00 Wita saat tahapan pencoblosan berlangsung. Hal ini untuk memberikan layanan kepada para pemilih pemula yang belum melengkapi diri dengan KTP, bisa menyalurkan hak pilihnya. “Tidak hanya di kantor dinas, layanan juga tetap buka di tiap kecamatan, bahkan kami sudah berkoordinasi
agar tetap buka sampai pukul 13.00 Wita,” ujar Kepala Disdukcapil Tabanan IGA Rai Dwipayana, Selasa (26/6). Meski layanan tetap buka hingga siang hari, dipastikan staf dan pegawai yang bertugas saat itu tetap bisa menggunakan hak pilihnya, karena dibagi dalam dua shift. “Jadi kami terapkan dua shift, pagi jam 07.00 Wita sampai jam 10.00 Wita, kemudian jam 10.00 Wita sampai jam 13.00 Wita,” terangnya. Pelayanan yang diberikan seluruhnya soal administrasi. Terutama masyarakat yang kehilangan surat keterangan (suket), perekaman KTP elektronik dan cetak KTP. “Jadi silakan datang, karena kami besok tidak libur, petugas sudah kami bagi jadi dua shift supaya bisa juga ikut pencob-
losan,” terangnya. Terkait 300 data pemilih pemula tersebut, kata Rai Dwipayana diperoleh dari database akte kelahiran yang ada di Disdukcapil. Meski demikian, angka tersebut sudah mulai ada penurunan dari sebelumnya total pemilih pemula berjumlah kurang lebih 3.000-an, dan telah disasar melalui pelayanan perekaman lewat sistem jemput bola ke sekolah-sekolah. Saat ini Disdukcapil Tabanan sudah mengeluarkan suket sebanyak 18.000 lembar. Sementara khusus untuk data pemilih pemula sudah dikeluarkan suket 4.000 lembar. “Karena setiap hari usia itu bertambah jadi tidak bisa memastikan pertumbuhannya, sebab sifatnya dinamis,” ujarnya. (kmb28)
Bali Post/kmb28
DISDUKCAPIL - Pelayanan Disdukcapil Tabanan pada H-1 pencoblosan, Selasa (26/6).
Panwaslu Petakan Kecamatan Rawan Saat Pencoblosan
130 Pasien akan Memilih di BRSU
Tabanan (Bali Post)Tak adanya TPS khusus di rumah sakit, menyebabkan pasien yang dirawat terancam kehilangan hak suara. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, agar suara pasien tidak hilang, petugas TPS terdekat langsung mendatanginya ke rumah sakit. Pada Pilkada 2018 ini pun sistemnya sama, sehingga pasien berkesempatan memilih. Direktur BRSU Tabanan dr. Nyoman Susila, Selasa (26/6) mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan KPU mengenai hak suara
pasien yang dirawat di BRSU saat pemilihan. “Kami sudah berkoordinasi dengan KPU dan sudah didatangi petugas TPS. Kami diminta menyetorkan nama dan jumlah pasien,” ujarnya. Dari hasil pendataan tersebut, disetor 130 nama pasien yang memiliki hak pilih. Susila memaparkan, petugas TPS terdekat yang datang hanya memungut suara pasien. Sedangkan petugas dan penunggu pasien diharapkan memilih di TPS nya masing-masing. Untuk petugas, lanjut Susila, sudah
diatur jadwalnya sehingga bisa memilih pada Rabu (27/6) (hari ini). “Pengaturannya, petugas malam akan pulang lebih siang sehingga petugas pagi bisa memilih dulu. Setelah petugas pagi datang barulah petugas malam pulang dan memilih di TPS masing-masing,” ujar Susila. Dari pengalaman sebelumnya, diakui Susila tidak semua suara pasien disalurkan karena tergantung dari kartu suara yang dibawa oleh petugas. “Tidak bisa disalurkan semua karena kartu suara tidak cukup. Tapi un-
tuk pastinya bisa dilihat saat pemilihan,” ujarnya. Hal yang sama juga berlaku di RS Wisma Prashanti. Menurut Kepala Bagian Humas RS Wisma Prashanti, Agung W. Tenaya, pihak RS telah didatangi TPS terdekat. Petugas meminta data dan nama pasien yang bisa memilih dan dirawat di RSU Wisma Prashanti saat pemilihan, Rabu (27/6). “Untuk detailnya masih didata. Tapi memang ada petugas dari TPS terdekat datang ke rumah sakit untuk meminta data,” ujarnya. (kmb24)
BULELENG Ratusan Surat Suara Dimusnahkan
8
Rabu Pon, 27 Juni 2018
LOGISTIK – KPU Buleleng mendistribusikan surat suara dan logistik Selasa kemarin.
44 Bidan untuk Buleleng Singaraja (Bali Post) – Pemerintah pusat menambah 44 orang tenaga bidan PNS untuk Kabupaten Buleleng. Tambahan ini mengatasi kekurangan bidan yang ditugaskan di puskemas dan puskemas pembantu. Selain itu, pusat juga menambah enam orang PNS penyuluh pertanian yang juga menambah krisis penyuluh pertanian yang masih terjadi di daerah ini. Sebelum dilantik dan menerima Surat Keputusan (SK), PNS mengikuti diklat prajabatan. SK diserahkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) bersama Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. dan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gede Wisnawa, S.H. Senin (25/6) lalu. Wisnawa mengatakan, dari proses pengangkatan di Buleleng 50 orang dinyatakan memenuhi syarat. Rinciannya, 44 bidan dan enam penyuluh pertanian. Pengangkatan puluhan PNS ini merupakan formasi dari pemerintah pusat. Mereka sebelumnya mengikuti tahapan dan syarat diangkat. Setelah ditetapkan, mereka kembali diklat prajabatan sampai dengan pelantikan sebagai PNS. “Ini formasi pemerintah pusat dan ada tahapan yang dilalui sebelum mereka menerima SK PNS,” katanya. Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan, setiap PNS perlu meningkatkan kompetensi diri. Seperti bidan, harus ada peningkatan wawasan dalam mengoperasikan alat kesehatan (alkes) yang lebih canggih. Peningkatan kompetensi ini bisa didapat lewat pembinaan, pendidikan dan latihan (diklat) dan mengikuti bimbingan teknis. “Kompetensi aparatur harus ditingkatkan terus karena profesionalisme PNS ke depan ini dituntut lebih maju sejalan dengan bidang tugas yang terus mengalami perkembangan dalam meningatkan pelayanan publik,” katanya. (kmb38)
Hari Ini, 555.555 Warga Nyoblos
Koster di TPS 006 Desa Sembiran, Bupati PAS di Paket Agung
Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 555.555 penduduk Buleleng yang sudah masuk Dapat Pemilih Tetap (DPT) Rabu (27/6) hari ini akan menyalurkan hak suaranya dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. Ribuan pemilih di Bali Utara itu serentak nyoblos di 1.088 Tempat Pemungutan Suara (TPS). KPU Buleleng Selasa (26/6) kemarin juga sudah menuntaskan distribusi logistik untuk disimpan sementara di desa atau kelurahan. Selanjutnya, pada hari H logistik ini dijemput oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Sementara itu, calon gubernur (Cagub) Bali nomor urut 1 Wayan Koster menggunakan hak pilihnya di TPS 006 Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula. Pria yang juga menjabat Ketua DPD PDI-P Bali itu akan menyalurkan hak pilihnya pukul 08.00 wita ditemani sang istri dan kedua anaknya. Selain cagub, tim pemenangan pasangan Wayan Koster dan Tjok Oka Artha Ardana Sukawati (KBS-ACE) di Kabupaten Buleleng Gede Supriatna nyoblos di TPS 004 Desa Tejakula. Pria yang juga menjabat Ketua DPRD Buleleng ini berencana ke TPS pukul 07.30 wita. Berbeda dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS). Meskipun berasal dari Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, namun pria yang juga Ketua DPC PDI-P bersama istri dan anaknya menyalurkan hak politiknya di TPS 004 Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng. Usai pencoblosan, Bupati bersama pejabat terkait lain dijadwalkan akan memantau situasi daerahnya di hari pencoblosan. Sedangkan, Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG dan keluarga masih sama dengan hajatan politik sebelumnya. Dia akan memilih di kampung kelahirannya Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan. Sutjidra memastikan diri nyoblos pukul 08.00 wita. Sementara itu saat pencoblosan dan penghitungan suara, Polres Buleleng sudah menyiapkan pasokan pengaman Pilgub Bali. Personel ini ditugaskan mengamankan TPS sebanyak 732 orang. Sebanyak 167 personel stanby di Mapolres Buleleng, pasukan bantuan Dalmas Polda Bali sebanyak 37 orang, dan ditambah 33 personel Dalmas Polda Bali. Pasukan BKO ini siaga di Mapolres Buleleng dan di Mapolsek Seririt. (kmb38)
Telepon Penting BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar Polsek Seririt
3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347 92450
Bali Post/kmb38
Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 455 lembar surat suara Pilgub Bali dimusnahkan Selasa (26/6) kemarin. Alasan KPU Buleleng memusnahkan surat suara itu untuk menghindari kemungkinan akan disalahgunakan oleh pihak tertentu dalam pencoblosan Pilgub Rabu (27/6) hari ini. Pemusnahan ini disaksikan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Polisi. Pemusnahan dilakukan dengan membakar setiap lembar surat suara. Ketua KPU Buleleng Gede Suardana didampingi Komisioner KPU Divisi Logistik Luh Putu Widiyastini mengatakan, ratusan surat suara yang dimusnahkan itu 175 lembar karena ditemukan rusak dan tidak bisa digunakan. Tingkat kerusakannya mulai dari berlubang dan robek saat dilakukan pemilahan dan proses pelipatan. Selain itu, ada 280 lembar surat suara lebih. Kelebihan ini juga ditemukan saat KPU memilah dan melipat surat suara beberapa waktu lalu. Kelebihan surat suara ini setelah KPU melakukan pengecekan dan penghitungan dengan cermat berdasarkan kebutuhan surat suara sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan surat suara cadangan 2,5 persen di masing-masing Tem-
pat Pemungutan Suara. Terkait keputusan memusnahkan surat suara itu untuk mencegah kemungkinan surat suara digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertangung jawab. “KPU telah memusnahkan 455 lembar surat suara yang tidak ikut didistribusikan ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) karena dalam proses sortir pelipatan dan penghitungan dengan cermat surat suara itu kami temukan rusak dan lebih dari kebutuhan suarat suara,” katanya. Menurut Suardana, dari hasil pemilahan, dan pelipatan KPU Buleleng menggunakan surat suara sebanyak 569.977 lembar. Kebutuhan surat suara dipastikan sesuai DPT Pilgub Bali sejumlah 555.555 pemilih dan ditambah 2,5 persen surat suara cadangan untuk 1.088 lokasi TPS. Surat suara itu kemudian dikemas dalam kotak suara bersama logistik lain seperti tinta, formulir, bantalan, alat coblos, segel, dan sampul. Kebutuhan logistik yang dikemas dalam 1.088 kotak didistribusikan kemarin menggunakan truk dan mobil pick-uP. Distribusi ini dilakukan sehari dan disimpan sementara di masing-masing desa dan kelurahan. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengambil
logistik untuk digunakan saat pencoblosan dengan pengawalan polisi. “Sesuai perhitungan dan pengecekan dengan cermat itu seluruh surat suara sesuai DPT dan cadangan 2,5 persen sudah terdistribusi. Besok (Rabu 27/6, hari ini-red) penyelenggara kami akan menggunakan untuk pungutan suara,” katanya. Sementara itu, terkait pengamanan logistik di desa dan kelurahan, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Buleleng Kompol Gede Wali mengatakan, pengamanan logistik di desa atau kelurahan melibatkan anggota dari masing-masing Polsek yang ada. Personel pengamanan logistik ini ditetapkan dua orang per desa atau kelurahan dan ditambah staf desa serta anggota linmas. Selama mengamankan logistik itu, polisi dilengkapi dengan senjata, sesuai dengan standar operasional (SOP) pengamanan Pilgub Bali. “Personel Polisi dan aparat di desa atau kelurahan menjaga penuh logistik sampai hari pencobosan. Selama pencoblosan logistik diamankan oleh personel pengamanan TPS dan dikembalikan ke desa atau kelurahan, penjagaannya oleh masing-masing anggota polsek yang ada,” tegasnya. (kmb38)
Berkelahi, Tukang Ojek Tewas
Singaraja (Bali Post) – Kasus penganiayaan berat diawali perkelahian terjadi di depan Setra Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Selasa (26/6) kemarin. Seorang tukang ojek, Made Sukamara (32), warga Dusun Kaja Kauh, Desa Sudaji tewas setelah perutnya terkena tusukan pisau dapur oleh pelaku juga sesama tukang ojek, Made RP (56), warga Dusun Kaja Kangin, Desa Sudaji. Dugaan sementara, motif kasus ini karena korban dan pelaku terlibat selisih paham. Saksi Gede Suardana (52), warga Dusun Dukuh, Desa Sudaji menuturkan, sebelum kejadian, korban dan pelaku bertemu di pangkalan ojek di depan Kantor LPD Sudaji. Keduanya tibatiba bertengkar disaksikan sekitar 6 orang sesama tukang ojek. Melihat pertengkaran itu, saksi berusaha melerai, sehingga keduanya berhenti bertengkar. Sekitar pukul 06.30 wita, korban dan pelaku kembali berkelahi di depan setra. Perkelahian susulan ini diketahui saksi. Saat tiba di lokasi kejadian, saksi menemukan korban terluka pada bagian perut. Sementara, pelaku meninggalkan lokasi kejadian untuk menyerahkan diri ke polisi. “Waktu di pangkalan ojek, saya dan teman-teman berhasil melerai mereka. Entah apa masalahnya, mereka lagi berkelahi dan korban terluka. Dia (korban) masih sadar dan sempat bilang perutnya terluka. Saya cari angkutan umum untuk membawa korban ke rumah sakit,” katanya. Saudara korban, Nyoman Kerti Nadi, di rumah sakit menuturkan, kakaknya diketahui terluka setelah mendapat kabar dari saudaranya. Tidak diketahui penyebab kakaknya terluka. Dia kemudian menyusul
ke rumah sakit dan tidak disangka korban telah meninggal dunia. Sehari-hari korban diketahui tidak pernah memiliki masalah di keluarga atau dengan sesama teman tukang ojek. Kapolsek Sawan AKP Wayan Wisnaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, dari keterangan saksi dan pemeriksaan di lokasi kejadian, motif kasus ini untuk sementara karena selisih paham. Perkelahian pertama di pangkalan ojek, berhasil dilerai oleh temantemannya. Tidak berselang lama, keduanya kembali berkelahi. Saat itu, korban memukul pelaku menggunakan potongan kayu. Pukulan itu mengakibatkan pelaku terdesak dan berusaha melawan. Saat itu, pelaku mengambil pisau dapur dan langsung menusuk perut korban. Tusukan itu membuat korban terluka parah sampai ususnya keluar. Korban kemudian diantar angkutan umum untuk dibawa ke rumah sakit. Setelah perkelahian itu pelaku menyerahkan diri kepada anggota Bhabinkamtibmas Desa Sudaji. “Kami masih mengembangkan kasus ini dan motif awalnya selisih paham yang berujung perkelahian. Saat ini pelaku kami amankan bersama barang
Bali Post/kmb38
DIAMANKAN – Terduga pelaku penganiayaan menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sawan, Selasa (26/6) kemarin. bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya. Di hadapan penyidik, terduga pelaku mengakui kesalahannya menganiaya korban. Saat berkelahi sampai menusuk perut korban, pelaku mengaku tidak ingat apa-apa. Alasan menusuk itu karena dirinya terus dipukul korban menggunakan kayu. Pisau yang rencananya digunakan mencari
daun pisang di kebunnya kemudian dihujamkan satu kali. Melihat korban terluka dia menyerahkan diri. “Dia (korban-red) sering mengeluarkan kata-kata kasar tapi saya tidak tanggapi karena merasa saya sudah tua tidak enak ribut-ribut di tempat umum. Dia mengajak saya berkelahi dan di setra itu saya langsung dipukul dengan kayu. Saya
terdesak dan merasa luka untuk melindungi diri, ya saya ambil pisau itu dan hanya sekali saya tusuk,” jelasnya. Sementara dari pemeriksaan luar dokter RSUD Buleleng menyebut, perut di bawah ulu hati korban mengalami luka sepanjang 14 centimeter. Sayatan luka itu mengakibatkan usus korban terburai. (kmb38)
Sakit, TKW Asal Desa Pacung Meninggal di Turki Singaraja (Bali Post) – Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Dusun Alassari, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula meninggal dunia di Turki. TKW beranak satu itu bernama Kadek Pariani (33) dikabarkan meninggal dunia Minggu (24/6) lalu karena sakit. Meninggalnya Pariani membuat keluarganya pasrah karena sampai Selasa (26/6) kemarin belum ada upaya untuk memastikan kapan dan siapa pihak yang bisa membantu memulangkan jenazah anak kedua dari sembilan bersaudara tersebut. Pariani memutuskan menjadi TKW setelah bercerai dengan suaminya asal Karangasem. Setelah melengkapi surat-surat dan mencari pihak agen yang mempekerjakannya, almarhum kemudian berangkat ke Turki. Hampir satu tahun di luar negeri, dia menjadi pekerja Spa, sama seperti profesi kerabatnya yang lebih dahulu sukses menjadi pekerja di sana. Ayah Pariani, I Wayan Karidana (55), menuturkan, sebelum menerima kabar duka itu, anaknya jatuh sakit dan 15 hari menjalani opname di salah satu ru-
benar anak saya meninggal di sana (Turki),” katanya. Terkait upaya pemulangan jenazah, Karidana tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa pasrah. K eluarga bingung sia p a pihak yang bisa memfasilitasi pemulangan jenazah dari Turki. Apalagi, dirinya tidak tahu perusahaan yang mempekerjakan anaknya ke Turki. Saat akan be-
rangkat, anaknya hanya meminta uang untuk bekal dan menyebut surat-surat sudah lengkap. Selain itu, dia juga mengaku kesulitan biaya kalau memulangkan jenazah ke Bali. “Tidak tahu perusahaan apa dan sampai sekarang juga kami bingung. Sekarang tetap menunggu kabar dari keponakan yang mengurus di sana,” katanya. (kmb38)
Berencana Menikah
Bali Post/kmb38
Bali Post/kmb38
Wayan Karidana
Made Seri Gati
mah sakit di Turki. Namun tidak diketahui pasti penyakit yang dideritanya. Dia hanya mendapat kabar dari keponakannya yang lama bekerja di Turki menyebut Pariani awalnya mengeluh sakit di ulu hati. Penyakitnya itu sudah bisa disembuhkan, namun anaknya kembali dikabarkan mengalami sakit kepala. Sakit kepala itu membuat Pariani koma. Saat kondisi anaknya kritis, Karidana diminta mengurus surat dari Perbekel Desa Pacung untuk melengkapi syarat admin-
istrasi perawatan medis di Turki. Selain itu, dia juga mengurus surat keterangan tidak mampu, sehingga biaya perawatan di rumah sakit dibebaskan. “Dua hari lalu (Minggu 24/6 lalu) keponakan yang juga bekerja di Turki memberitahu penyakit anak saya tidak bisa disembuhkan dan kondisinya semakin parah. Saya cari surat ke kantor desa untuk syarat administrasi selama perawatan. Setelah saya kirim surat itu, ponakan kembali bilang Kadek meninggal dunia. Awalnya ragu dan setelah lihat foto
M ad e Se ri G ati , ibu Pariani menuturkan, sebelum jatuh sakit, almarhum bekerja keras mengumpulkan uang di sana. Anaknya menyebut telah bertunangan dengan seorang WNA asal Turki. Pariani sempat meminta izin orangtuanya akan melangsungkan pernikahan dan sekaligus akan ikut calon suaminya di Turki. Tidak disangka, keinginanya itu batal karena Tuhan berkehendak lain. “Kalau dengan suaminya di Karangasem sudah sah cerai. Selama bekerja di Turki anak kami merencanakan kawin dengan WNA. Sebelum rencana
menikah itu, ia meminta untuk membayar kaul mungkin dia punya doa kalau berhasil bekerja akan bayar kaul itu,” jelasnya. Sementara itu, pihak Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi terus mengumpulkan informasi untuk memastikan dokumen perusahaan yang mempekerjakan Pariani ke Turki. Dari penelusuran awal, Disnakertrans belum menemukan pihak perusahaan yang mempekerjakan Pariani. Meski demikian, Disnakertras tetap berkoordinasi dengan pihak terkait, sehingga ada solusi dan jenazah bisa dipulangkan ke Buleleng. (mud)
9 GIANYAR Kawasan Pantai Diserbu Sampah Kiriman
Rabu Pon, 27 Juni 2018
DLH Kerahkan Ratusan Petugas Per Hari
Bali Post/nik
EKSEPSI - Terdakwa Septiyan usai mengikuti sidang dengan agenda pembacaan eksepsi di PN Gianyar.
Kasus Pembunuhan Tiga Bocah
Kuasa Hukum Terdakwa Sampaikan Eksepsi Gianyar (Bali Post) Ni Luh Putu Septiyan Permadani hanya bisa menunduk saat perjalanan hidupnya mulai dari pernikahan dengan suami pertama dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar dengan agenda pembacaan eksepsi, Selasa (26/6) kemarin. Selama sidang di ruang Tirta PN Gianyar itu, kuasa hukum dari wanita 33 tahun ini mengungkapkan motivasi terdakwa membunuh tiga anaknya. Selama sidang, materi eksepsi setebal 15 halaman dibaca secara bergantian oleh kuasa hukum Septiyan, Somya Putra dan Ni Luh Sukawati. Pembacaan eksepsi ini diawali dengan kisah pernikahan pertama Septiyan yang kandas akibat kekerasan. Sejak saat itu, Septiyan disebut memendam sakit hati dan trauma atas tindakan suami pertamanya. Somya Putra di hadapan persidangan yang dipimpin Ida Ayu Sri Adriyanthi Astuti dengan anggota, Wawan Edi Prastiyo dan Diah Astuti menyampaikan,
Gianyar (Bali Post) Hujan lebat dan angin kencang sekitar dua pekan terakhir, memicu sampah kiriman di berbagai daerah, tak terkecuali di Kabupaten Gianyar. Hampir seluruh kawasan pantai di Gianyar diserbu sampah kiriman yang didominasi sampah organic, seperti bambu hingga batang kayu. Pemkab Gianyar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun harus bekerja ekstra lantaran volume sampah kiriman per harinya cukup besar. Kepala DLH Gianyar Wayan Kujus Pawitra, Selasa (26/6) kemarin, mengungkapkan
pernikahan kedua terdakwa dengan Putu Moh Diana, yang diharapkan memberi kebahagiaan baru namun malah kembali berantakan. Bahkan sejak awal pernikahan, terdakwa mengaku sudah tidak bahagia dan sering bertengkar. ‘’Akumulasi beban kehidupan yang luar biasa membuat terdakwa mengambil keputusan bunuh diri,’’ katanya. Pihak Septiyan mempertanyakan dakwaan JPU yang dinilai tidak menguraikan kejadian secara utuh. ‘’Motivasi sesungguhnya dari kasus ini tidak diuraikan sama sekali,’’ ujarnya. Di akhir eksepsi, disimpulkan jika surat dakwaan JPU cacat yuridis formal. ‘’Kami mohon agar majelis hakim kiranya dapat memeriksa eksepsi atau nota keberatan kami,’’ ujarnya. Usai pembacaan eksepsi, Ketua Majelis Hakim Ida Ayu Sri memberikan kesempatan kepada JPU untuk menanggapi. ‘’Saya beri waktu satu minggu menanggapi. Nanti sidang dilanjutkan lagi tanggal 5 Juli,’’ ujar Ida Ayu Sri sembari menutup sidang. (kmb35)
fenomena sampah kiriman mulai terjadi sekitar hampir dua pekan lalu. Volumenya cukup besar. Per harinya, sampah yang berhasil diangkut rata-rata dua truk. Bahkan di awal cuaca ekstrem jumlahnya mencapai empat truk. Sampah-sampah tersebut, kata Kujus, kemungkinan berasal dari daerah hulu dan kawasan perairan daerah lain. Sampah kiriman terbanyak di kawasan Pantai Saba. Meski sampah kiriman melonjak, pihaknya tetap bersyukur lantaran di
Gianyar tidak separah daerah lainnya. Jenis sampahnya pun didominasi sampah organik. ‘’Kalau organik, untuk kesehatan tidak berbahaya. Tapi memang dari sisi estetika, sampah kiriman ini jelas sangat menganggu kenyamanan pengunjung pantai,’’ katanya. Terkait kondisi ini, jajaran DLH Gianyar bekerja ekstra. Setiap hari, petugas kebersihan yang diturunkan untuk membersihkan sampah di pantai mencapai 100 hingga 3 0 0 orang. Petugas bekerja
di pagi atau sore hari, tergantung kondisi cuaca. Volume pekerjaan jajaran DLH jelas bertambah. Namun, hal itu bukan masalah. Kujus menyebutkan, selain tupoksi DLH, pihaknya juga terpanggil untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Kujus menjelaskan, pihaknya melaksanakan kegiatan pembersihan pantai secara berkelanjutan, terlebih di kondisi cuaca saat ini. Namun, upaya itu tidak akan membuahkan hasil maksimal
jika tanpa dukungan seluruh komponen masyarakat. Sejauh ini, pihaknya dibantu beberapa kelompok relawan dan instansi terkait di tingkat desa. ‘’Kami apresiasi pihakpihak yang telah membantu pemerintah dalam membersihkan sampah. Kami juga terus mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan pantai,’’ ujar Kujus. (kmb25)
BERSIHKAN SAMPAH - Petugas DLH Gianyar membersihkan sampah kiriman di pantai.
Bali Post/nik
KPU Pastikan Seluruh Logistik Pilkada Terkirim Polisi Jaga Ketat TPS
Gianyar (Bali Post) KPU Kabupaten Gianyar sudah merampungkan pengiriman logistik Pilgub Bali dan Pilbup Gianyar pada Selasa (26/6) kemarin. Sebanyak 772 TPS pun sudah siap digunakan untuk proses pemungutan suara yang berlangsung, Rabu (27/6) hari ini. Ketua KPU Gianyar Anak Agung Gde Putra mengatakan, logistik sudah didistribusikan ke seluruh TPS di Kabupaten Gianyar. Pada tahap awal, proses pendistribusian logistik diarahkan ke Gianyar Utara yang lokasinya lebih jauh. Perlengkapan seperti genset hingga akses internet pun sudah disiapkan. ‘’Logistik khususnya kotak suara dengan isinya sudah terkirim semuanya ke kantor perbekel terdekat. Selanjutnya, akan dibawa ke TPS pada Rabu dini hari (hari ini-red),’’ katanya. KPU Gianyar juga sudah memetakan TPS yang akan menjadi tempat para paslon serta tokoh politik dalam menggunakan hak pilihnya. Calon Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati bersama keluarga besar Puri Saren Ubud akan menggunakan hak pilihnya di TPS 3 Banjar Ubud Tengah, Kelurahan Ubud. Cabup Gianyar, Tjokorda Raka Kerthayasa beserta sametonnya menggunakan hak pilih di tempat berbeda yakni TPS 2 SDN 1 Ubud Kelod, Kelurahan Ubud. Cabup Gianyar Made Mahayastra akan menggunakan hak pilihnya di TPS 2 di SDN 4 Desa Melinggih, Payangan. Selanjutnya Cawabup Gianyar A.A. Gde Mayun bersama kakaknya yang juga mantan Bupati Gianyar, A.A. Gde Agung Bharata mencoblos di TPS 5 Banjar Pasdalem Kelurahan Gianyar. Sementara, cawabup Gianyar, Pande Istri Maharani Primadewi menggunakan hak pilihnya di TPS 3 Banjar Pande, Kelurahan Beng.
Selain itu, Ketua DPRD Gianyar Wayan Tagel Winarta akan mencoblos di TPS 2 Banjar Mancawarna, Tampaksiring. Sementara Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya menggunakan hak pilihnya di TPS 4 Banjar Sengguan, Kelurahan Gianyar. KPU bersama Pemkab Gianyar dan instansi terkait lainnya siang kemarin melakukan monitoring TPS. Asisten
Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gianyar I Wayan Suardana mengungkapkan, monitoring ini untuk memastikan kesiapan semua TPS di Kabupaten Gianyar baik dari segi kesiapan logistik maupun pengamanan. ‘’Bersama instansi terkait kita lakukan monitoring ke beberapa TPS. Memastikan semua sudah siap, sehingga pelaksanaan
proses pemilukada di Kabupaten Gianyar berjalan dengan lancar,’’ terangnya. Dari segi pengamanan, Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo menjelaskan, pihaknya menempatkan petugas di tiaptiap TPS untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Di masing-masing TPS disiagakan satu orang petugas kepolisian. Pengamanan dilakukan hingga tahapan pilkada selesai dilaksanakan. ‘’Kami instruksikan pengamanan dilakukan mulai hari ini (kemarin-red),’’ katanya. (kmb35)
Bali Post/nik
PENGECEKAN TPS - Instansi terkait melakukan pengecekan kesiapan TPS, Selasa (26/6) kemarin.
Ditinggal Mudik
Gudang Alang-alang di Singakerta Terbakar Gianyar (Bali Post) Ditinggal mudik oleh pemiliknya, gudang alang-alang di Banjar Tebongkang Desa Singakerta, Ubud, ludes terbakar, Selasa (26/6) kemarin. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan lampu di gudang itu yang dibiarkan menyala sehingga memicu korsleting. Pemilik gudang, Murdi yang mudik ke Lombok belum bisa dihubungi. Informasi dihimpun, kebakaran di tempat usaha milik pria 50 tahun itu terjadi sekitar pukul 12.20 wita. Kala itu, Sawaludin yang tinggal di sebelah gudang alang-alang itu terkejut lantaran adanya
kepulan asap dan kobaran api di areal tempat usaha tersebut. ‘’Terkejut sekali melihat api di dalam sudah besar,’’ ucapnya. Sawaludin lantas berteriak minta tolong memanggil warga setempat. Ia juga langsung mengambil air menggunakan ember untuk memadamkan api. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Api yang membakar gudang yang bersebelahan dengan SMPN 2 Ubud itu semakin membesar. ‘’Api cepat sekali berkobar, karena di dalam itu menyimpan bahan alang-alang yang mudah terbakar,’’ katanya. Satu per satu petugas den-
gan mobil pemadam yang tiba di lokasi. Petugas berusaha keras melakukan pemadaman api. ‘’Api bisa dipadamkan setelah mengerahkan empat mobil pemadam dan petugas ke lokasi,’’ kata Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gde Agusnawa. Menurutnya, hampir seluruh tempat usaha tersebut ludes terbakar, termasuk juga satu buah bangunan berukuran 10x7 m dan satu unit mobil pick-up warna putih DK 9865 AG. Kerugian dari kejadian ini belum bisa dipastikan, mengingat Murdi belum kembali dari kampung halaman.
Sementara itu, Kapolsek Ubud Kompol Made Raka Sugita mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan aparat kepolisian, dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting. ‘’Dugaan kami ini korsleting dari lampu yang ditinggalkan hidup oleh pemiliknya yang mudik,’’ katanya. (kmb35) PEMADAMAN API Petugas saat berupaya memadamkan api yang membakar mobil pick-up di gudang alang-alang di Singakerta.
BALEGANJUR - Penampilan Sekaa Baleganjur Bebedag Poleng di PKB.
Jaga Eksistensi Seni
Duta Gianyar Ikuti Parade Baleganjur Anak PKB 2018
PENAMPILAN Sekaa Baleganjur Anak-anak ‘’Bebedag Poleng’’ Payangan yang merupakan duta Kabupaten Gianyar di PKB 2018 di Ardha Candra Denpasar, Senin (25/6) malam, mengundang decak kagum penonton yang memadati areal panggung. Tepuk tangan riuh mengiringi sekaa yang diisi anak-anak rata-rata berumur 16 tahun itu. Berbalut busana putih kombinasi saput merah dan mengusung judul ‘’Siat Api’’, Bebedag Poleng tampil percaya diri. Penata Tabuh Sekaa Bebedag Poleng, Arik Wirawan menjelaskan, ‘’Siat Api’’ terinspirasi dari tradisi Siat Api di Banjar Paneca Desa Melinggih Kelod yang dilaksanakan pada saat sandikala pangerupukan atau setelah upacara tawur kasanga. ‘’Dari gambaran tradisi siat api, kami menstransformasikan ke dalam bentuk komposisi baleganjur kreasi yang menukik kepada tema “Teja Dharmaning Kauripan”, sehingga semua unsur elemen musik dan struktur komposisi difokuskan pada adegan siat api,’’ katanya. Dijelaskannya, ritme cengceng kopyak dan gemuruh suara kendang serta jalinan reong dengan olahan instrumen
seperti gong, kempul dan bebende, menguatkan suasana siat atau perang yang keras, tegas diselimuti oleh semangat membara. Sekaa Baleganjur Bebedag Poleng Banjar Pengaji, Desa Melinggih Kelod Kecamatan Payangan terpilih sebagai wakil Kabupaten Gianyar pada PKB tahun 2018. Sekaa ini sebelumnya meraih predikat Berpenampilan Terbaik pada parade baleganjur antarkecamatan serangkaian HUT ke-247 Kota Gianyar di Open Stage Balai Budaya, April lalu. Parade baleganjur di Ardha Candra malam itu diikuti lima peserta. Peserta mendapatkan sambutan hangat penonton. Terbukti, areal Ardha Candra penuh sesak oleh penonton yang sebagian besar supporter masing-masing kabupaten/ kota yang memberikan dukungan pada jagoan mereka. Tampil pertama kali Sanggar Pucil Makembang Duta Kabupaten Tabanan. Kemudian Sekaa Baleganjur Taruna Gargita duta Kabupaten Karangasem, diikuti Sekaa Baleganjur Dharma Sandi duta Kota Denpasar, Sekaa Baleganjur Bebedag Poleng duta Gianyar dan Sekaa Panji Ulangun Santi dari Kabupaten Klungkung. (ad999)
JEMBRANA
10
Rabu Pon, 27 Juni 2018
Dikawal Ketat Kepolisian
Pendistribusian Logistik Berjalan Aman dan Lancar
Negara (Bali Post) – Seluruh logistik mulai Selasa (26/6) pagi didistribusikan ke seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari kantor KPU Jembrana. Pendistribusian perlengkapan pemungutan dan perhitungan suara (logistik) itu diawali dengan pengiriman ke Kecamatan Pekutatan dan berlanjut di empat kecamatan lainnya. Di Pekutatan terdapat 64 kotak suara dan 256 bilik suara. Setelah dilepas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), truk dengan nomor polisi DK 9527 WG berangkat dengan dikawal ketat Polisi. Secara umum pendistribusian berjalan lancar, hanya ada satu kotak suara yang saat dicek dan diterima di TPS belum tersegel. Berlanjut kemudian di empat kecamatan lain, yakni di Kecamatan Mendoyo sebanyak 115 kotak suara dan 460 bilik suara, Kecamatan Melaya 90 buah kotak suara dan 360 bilik suara, Kecamatan Negara 130 buah kotak suara dan 520 bilik suara serta terakhir di Kecamatan Jembrana 100 kotak suara dan 400 bilik suara. Pukul 10.40 Wita seluruh kotak suara sudah dikirim dari Kantor KPU Jembrana. Ketua KPU Jembrana I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya mengatakan, pengiriman logistik tersebut langsung ke Petugas Pemungutan Suara (PPS) di desa/ kelurahan. Selanjutnya dari PPS lanjut didistribusikan ke masing-masing TPS seluruh desa/kelurahan tersebut. Di Kabupaten Jembrana ada 499 TPS di 51 desa/kelurahan. Pengiriman logistik berupa kotak suara, bilik dan kelengkapan lainnya dibagi menjadi
lima truk atau masing-masing kecamatan. Kelengkapan di kotak suara ada berbagai jenis termasuk surat suara dan kotak digembok dan disegel dengan stiker. Untuk pendistribusian ini dilakukan bersama-sama dengan pengawasan dari Panwaslu hingga di tingkat TPS. Hampir seluruh TPS di Kabupaten Jembrana sudah disiapkan. Bupati Jembrana I Putu Artha bersama FKPD seperti Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih, Dandim 1617/Jembrana Letkol (Kav) Djefri Marsono Hanok dan Kajari Jembrana, Nur Elina Sari meninjau kesiapan sejumlah TPS. FKPD mengecek langsung kondisi di sejumlah TPS dan memastikan lokasinya tidak menggunakan rumah pribadi. Lokasi peninjauan, yakni di TPS 2 Desa Pohsanten, TPS 4 Kelurahan Dauhwaru dan TPS 3 di Kelurahan Pendem. Dari pengecekan diketahui seluruh persiapan mulai dari ruang tunggu hingga di dalam TPS. Salah satu TPS yang cukup ditata menarik adalah di TPS 4 Kelurahan Dauhwaru. Secara umum pendistribusian logistik berlangsung aman dan lancar. Sementara itu dari pengawasan pendistribusian dari Panwaslu Jembrana di salah satu TPS tepatnya di TPS 10 Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana diketahui ada kotak suara yang belum tersegel. Kotak suara tersebut sudah tergembok namun belum disegel. Ketua KPU Agus Darmasanjaya membenarkan hal tersebut dan langsung ditindaklanjuti untuk disegel menggunakan stiker. Sebelum disegel, KPU memastikan Negara (Bali Post) – Plafon di salah satu ruangan gedung lama Kantor DPRD Jembradulu isinya sesuai dengan daftar yang tertempel di kotak na jebol. Ruangan di bagian depan yang saat ini digunakan untuk staf sekretariat itu kini kosong. Seperti yang terlihat Selasa (26/6) suara. (kmb26)
Bali Post/olo
Plafon Gedung Lama DPRD Jebol
kemarin, di bekas ruangan Komisi B itu tertutup lantaran kondisi bagian atasnya tanpa ada plafon. Namun, seluruh kelengkapan seperti meja dan almari masih berada di dalam ruangan. Lampu penerangan juga nampak terjatuh di atas meja. Puing-puing reruntuhan plafon sebagian besar sudah dibersihkan. Plafon di bangunan ini memang sudah cukup lama. Sejak bangunan
bertingkat di sayap barat ini dibangun beberapa tahun lalu. Plafon menempel di atap dak. Belum diketahui pasti apa penyebab jebolnya plafon tersebut.
Beruntung tidak ada staf yang berada di ruangan saat kejadian. Sejumlah staf yang ditemui kemarin enggan berkomentar dan tidak mengetahui adanya plafon yang jebol tersebut. Tetapi memang ruangan yang sebelumnya digunakan untuk Komisi B itu pintunya tertutup. Sejak gedung baru di tengah selesai dibangun, ruang Komisi B dipindah. Ruangan di bagian depan tersebut selanjutnya difungsikan untuk staf.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Jembrana I Made Sudantra saat dikonfirmasi membenarkan plafon di gedung lama itu jebol. “Ya itu bangunan lama dan plafonnya jebol,” ucapnya. Untuk sementara ruangan tersebut tidak digunakan. Rencananya untuk penanganan kerusakan itu akan dilakukan Sabtu dan Minggu (diservis). “Tidak parah (kerusakan), dua hari saja kelar. Senin (depan) bisa dipakai kembali, “ tandas Sudantra. (kmb26)
Ditarget Rampung 2019
Bupati Artha Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan RSU Negara Bali Post/olo
TINJAU TPS - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Jembrana meninjau kesiapan sejumlah TPS.
Tanpa Identitas
Belasan Anak Jalanan Diamankan di Pekutatan Negara (Bali Post) Sejumlah remaja asal Jawa Timur tanpa membawa identitas diamankan Satpol PP Jembrana. Para remaja tersebut sebelumnya diketahui berjalan secara bergerombol di wilayah Kecamatan Pekutatan. Belakangan diketahui mereka tidak mengantongi identitas dan tanpa bekal. Selanjutnya oleh petugas Trantib Kecamatan Pekutatan, belasan remaja itu diamankan di Kantor Camat Pekutatan, Senin (25/6) siang. Mereka diamankan atas adanya laporan dari masyarakat. Sedikitnya, ada 11 orang yang berjalan bergerombol sambil mengamen ke rumah-rumah warga. Mengetahui hal itu, petugas Satpol PP Jembrana langsung turun melakukan penanganan. Karena diketahui tanpa mengantongi identitas, mereka pun dibawa ke kantor. Setelah dimintai keterangan dan didata, mereka selanjutnya dipulangkan ke daerah asal. Dari 11 yang diamankan itu beberapa di antaranya masih tergolong remaja dan satu
orang perempuan. Mereka berusia antara 12 hingga 20 tahun. Selain membawa baju seadanya, mereka juga meneteng gitar untuk mengamen. “Mereka mengaku akan ke rumah temannya di Denpasar. Mereka tanpa identitas dan bekal, hanya bermodal mengamen,” ujar Kabid Tibum dan Tranmas Satpol PP Jembrana Kadek Agus Arianta. Sebelumnya petugas juga memulangkan gerombolan anak remaja tanpa identitas di Melaya. Disinyalir gerombolan anak jalanan ini datang ke Bali, khususnya ke Jembrana menumpang truk. Namun, mereka diturunkan sebelum Denpasar. Ada sekitar 20 orang yang dipulangkan melalui Pelabuhan Gilimanuk. Kepala Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi saat dikonfirmasi, Selasa (26/6) kemarin mengatakan setelah didata dan diberikan pembinaan, gerombolan anak jalanan itu kemudian dipulangkan ke daerah asal mereka. Sebagian besar mereka berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur. (kmb26)
Bali Post/olo
DIAMANKAN – Gerombolan remaja tanpa identitas sempat diamankan di Satpol PP dan dimintai keterangan. Mereka selanjutnya dipulangkan ke daerah asal mereka.
BUPATI Jembrana I Putu Artha melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan RSU Negara, Selasa (26/6) kemarin. Pembangunan yang menyedot anggaran APBD dengan nilai kontrak Rp 179 miliar lebih itu direncanakan rampung pada tahun 2019 dengan pola rancang bangun tahun jamak 2018-2019. Pada tahap I dianggarkan Rp 130 miliar dan tahap II dari APBD tahun 2019 sebesar Rp 50 miliar. Turut hadir saat itu Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Sekda Jembrana I Made Sudiada, unsur forum koordinasi pimpinan daerah serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Jembrana. Sebagai kontraktor pelaksana adalah PT Nindya Karya Wilayah IV dengan masa pelaksanaan 645 hari. Dalam sambutannya, Bupati Artha mengatakan, pembangunan gedung RSU Negara saat ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah guna meningkatkan
layanan kesehatan. Hal itu meliputi sarana prasarana, SDM, peralatan kesehatan serta gedung puskesmas dan rumah sakit. Dengan kelengkapan komponen tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat memenuhi, baik itu standar nasional maupun kebutuhan masyarakat. “Dengan terselesaikannya pembangunan gedung baru RSU Negara ini, saya berharap nantinya pelayanan kesehatan tingkat lanjutan dapat terpenuhi. Rujukan ke rumah sakit lain seperti Sanglah dan Tabanan bisa sesedikit mungkin. Selain itu mampu menarik dokter spesialis untuk bekerja di Jembrana,” sebutnya. Kepada pihak pelaksana pembangunan, Bupati Artha meminta agar menjaga kualitas dan hasil kerja. Mengingat pembangunan rumah sakit tentunya memiliki standar yang ketat dan tidak sama dengan bangunan lainnya. Lantaran lokasinya dalam satu areal, Bupati Artha juga meminta kepada pihak pekerja agar
Bali Post/ist
GROUND BREAKING – Bupati Jembrana I Putu Artha bersama FKPD dan OPD di lingkup Pemkab Jembrana saat ground breaking pembangunan RSU Negara. selalu memperhatian kenyamanan dan keamanan pasien. “Saya berharap selama pembangunan tidak mengganggu pelayanan di sini. Misalnya, kebisingan atau getaran yang terlalu kuat. Hal itu bisa diminimalisir dengan pengaturan jam kerja,“ paparnya. Sementara itu, Direk-
tur RSU Negara dr. I Made Dwipayana mengatakan pekerjaan proyek bangun RSU Negara itu ditargetkan rampung tahun 2019. Dalam mengawal pembangunan RSU Negara, pihaknya juga mendapat pendampingan kerja dari Tim TP4D Kejaksaan Negeri Negara. “Pada tahap I akan dikerjakan ban-
gunan Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Bedah Sentral (IBS) serta bangunan rawat inap kelas I,II dan III, gedung rawat inap VIP. Sementara pada tahap II dibangun poliklinik, laboratorium, ruang hemodialisa serta pekerjaan penunjang seperti aspal, tanaman serta selasar,“ ungkapnya. (ad1001)
Minim Permintaan, Harga Kelapa Butiran Anjlok Negara (Bali Post) – Selama beberapa bulan terakhir, hasil perkebunan komoditi kelapa butiran di Jembrana harganya mengalami penurunan. Penurunan harga ini terbilang drastis, sehingga para petani terancam merugi. Selain para petani, kondisi ini juga dirasakan pengepul kelapa. Selain harganya yang anjlok, para pengepul ini kesulitan menyalurkan hasil para petani tersebut. Bahkan sulit memasarkan karena minimnya permintaan. Justru yang memiliki prospek bagus adalah kelapa muda. “Sudah hampir lima bulan ini, harganya terus merosot. Sekarang yang paling jauh (harganya), bahkan anjlok,” keluh Wardana, salah seorang petani kelapa di Kecamatan Mendoyo, Selasa (26/6) kemarin. Awalnya, harga kelapa di tingkat petani mencapai Rp 3.000 per butir. Tetapi turun menjadi Rp 2.000 per butir. Tak lama kemudian, harga terus turun bahkan kini hampir separuhnya, yakni Rp 1.700
per butir. Menurutnya dengan kondisi seperti ini bukan tidak mungkin dalam beberapa minggu ke depan harga akan semakin merosot, bahkan bisa mencapai hingga Rp 1.500 per butir. Bila terus turun, diyakini para petani akan rugi. Pasalnya biaya untuk produksi dan panen tidak setara. “Sekarang untuk ongkos tukang petik sudah Rp 15 ribu per pohon. Hasilnya tak seberapa ditambah harga jual yang anjlok,” keluh petani lainnya. Hal senada juga dirasakan para pengepul kelapa butiran, Kadek Ayu Adhi Armawati. Wanita asal Banjar Wali, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo ini mengakui adanya penurunan harga jual kelapa butiran. Menurutnya hal tersebut sudah terjadi beberapa bulan belakangan ini. Bahkan kini harga mencapai separuh dari tiga bulan yang lalu. Harga kelapa butiran turun lantaran saat ini hasil panen petani berlimpah, tetapi di sisi Bali Post/olo lain permintaan kelapa butiran dari luar Jembrana maupun luar TUMPUKAN – Tumpukan kelapa butiran di salah satu pengepul di Mendoyo. Para petani mengeluhkan harga kelapa ini yang turun drastis. Bali rendah. (kmb26)
Rabu Pon, 27 Juni 2018
KARANGASEM
11
Wujudkan Pilgub Damai
MMDP Serukan ’’Tatwam Asi’’ Amlapura (Bali Post)-Masyarakat Bali segera akan memiliki pemimpin yang baru pascadilaksanakannya pencoblosan Pilgub, Rabu (27/6) hari ini. Untuk menjamin keberlangsungan pembangunan di Pulau Dewata, Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Karangasem mengajak seluruh masyarakat bersamasama mewujudkan Pemilu damai. Caranya semua pihak harus mengikuti aturan main yang telah digariskan undangundang. ‘’Semua pihak baik masyarakat, semua tim pemenangan dan paslon harus dapat memaknai Pilkada sebagai pesta demokrasi untuk keberlangsungan pembangunan. Mari bersama-sama kedepankan politik santun dan beretika ala Bali, jadikan semangat Tatwam Asi sebagai patokan,’’ seru Sekretaris MMDP Karangasem I Gede Krisna Adi Widana, Selasa (26/6). Jika semua komponen mau melaksanakan politik santun, tokoh muda dari Desa Adat Bungaya, Kecamatan Bebandem itu meyakini Pilkada Bali yang menjadi harapan bersama akan terwujud. Semangat tatwamasi yang mengajarkan rasa saling mencintai dan saling menghargai antar umat, menurut dia di antaranya bisa ditempuh dengan cara tidak berlebihan menyikapi pesta demokrasi yang sedang berlangsung. Pihak yang menang maupun yang kalah mesti taat dan patuh terhadap semangat siap menang dan siap kalah yang telah diikrarkan bersama. Krisna Adi Widana mengatakan, sejauh ini nuansa persaingan merebut hati pemilih di Karangasem masih berjalan dalam batas-batas kewajaran. Jika semua pihak mau melaksanakan komitmen untuk bersama-sama tidak melanggar aturan main, pihaknya optimis kondisi positif itu bisa terus terjaga. ‘’Kedua paslon lahir dari proses seleksi yang panjang, semuanya putra terbaik daerah. Siapapun yang terpilih selayaknya kita dukung bersama,’’ katanya. Senada dengan MMDP, pihak kepolisian juga menyerukan masyarakat Karangasem tidak berlebihan menyikapi helatan pilkada ini. Semua pihak diharapkan menahan diri untuk hal-hal kecil dan terkesan sepele sekalipun. Masalah miras misalnya, semua pihak mulai para tokoh hingga tim pemenangan paslon diharapkan berperan aktif mengawasi peredaran miras, terutama pada masa pencoblosan dan pascapenghitungan suara. ‘’Jangan sampai ada perayaan dengan menu miras. Mencoblos ke TPS jangan dalam kondisi pengaruh alkohol,’’ ungkapnya. (kmb)
Pungutan Desa Adat Disebut Pungli
Pengelolaan Objek Wisata Tanpa Kepastian
Amlapura (Bali Post)Polemik pungutan desa adat disebut pungutan liar (pungli) terus berkembang di Karangasem. Banyak desa adat yang belum paham dengan kebijakan ini, karena merasa dasar pungutan tersebut adalah pararem, yang tentu legal dan menjadi putusan bersama di desa adat. Setelah menerima surat edaran dari pemerintah daerah dan pihak kepolisian, pihak desa adat justru bingung, karena khawatir bisa jadi sasaran OTT (Operasi Tangkap Tangan). Ini membuat beberapa tempat wisata berjalan tanpa kepastian pengelolaan. Keluhan salah satunya disampaikan Bendesa Culik, Kecamatan Abang, Gede Degeng. Ditemui Senin (25/6), Degeng mengaku awalnya cukup kaget dengan aturan baru ini. Apalagi pihaknya bersama prajuru lainnya sempat di panggil institusi Polda Bali, karena tetap melakukan pungutan dalam pengelolaan objek wisata Jemeluk. Di tempat ini juga dipakai jalur penyebrangan Jemeluk menuju Gili Trawangan, Lombok. Tiap hari di sana ada empat boat melayani penyeberangan. “Sekarang pungutan terhadap aktivitas penyeberangan, dihentikan. Sekarang tempatnya tak terawat. Sampah menumpuk,” kata Degeng. Dia mengeluh, bagaimana keluar dari persoalan ini. Padahal penyeberangan menuju Gili Trawangan dari Jemeluk belakangan semakin ramai. Hal serupa juga disampaikan Bendesa Sega, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Komang Oka. Dalam SE itu tidak diperkenankan lagi melakukan pungutan hanya berdasarkan pararem. Kalau mau mengelola objek wisata, maka desa adat harus membuat MoU dengan pemerintah daerah. Nalar berpikir demikian belum dapat diterima, karena menurutnya keberadaan desa adat sampai sekarang masih diakui di NKRI. Selain itu, inisiasi pemerintah daerah terhadap hal ini juga berjalan lambat. Sebelumnya, Desa Bugbug sudah lebih dulu merasakan dampaknya. Bahkan sempat terjadi perdebatan panjang terhadap masalah ini. Pihak Desa Adat Bugbug saat itu tak bisa menerima opsi ini, karena mereka selama ini mengelola beberapa tempat hingga menjadi objek wisata dengan tangan sendiri. Tetapi, ketika dikenal dan viral, baru datang pemerintah daerah, didukung Kejari Amlapura yang meminta agar dilakukan MoU, sehingga objeknya bisa dikelola bersama. Hasilnya, tentu juga harus dibagi. “Sekarang ditawarkan kerja sama Desa Adat Bugbug untuk bikin MoU dengan pemerintah daerah, contohnya mengelola Bukit Asah. Apanya mau dikerjasamakan. Tanah di sekitarnya milik Telkom. Yang bikin akses jalan desa adat,” kata salah satu Prajuru Desa Adat Bugbug, seraya menegaskan, belum ada MoU di antara keduanya, meski sudah beberapa kali duduk bersama. Beberapa pengelola objek wisata lainnya di Karangasem memilih sementara tetap menghentikan segala pungutan. Pengelolanya memilih mengganti istilah pungutan dengan donasi. Dengan istilah donasi, maka pengelola tak bisa menentukan nilainya. Seperti yang dilakukan Desa Tenganan Pegringsingan. Meski pihak desa setempat sudah mendengar harus dilakukan MoU, namun mereka memilih menunggu perkembangan lebih lanjut, karena ini masih menjadi pro kontra di tengah masyarakat. Demikian juga yang dilakukan di Desa Jungutan dengan objek wisata Bukit Nampo. Di sana juga hanya menggunakan istilah donasi. (kmb31)
Bali Post/kmb
MONITORING - KPU Karangasem bersama Bupati Mas Sumatri dan jajaran Forkompinda melakukan monitoring di TPS V Banjar Mendira, Desa Sengkidu, Manggis.
Bupati Ajak Warga Pilih Sesuai Hati Nurani Satu Kompi Brimob Disiagakan di Kubu Amlapura, (Bali Post)--
Sejauh ini kondisi kamtibmas di Karangasem masih sangat kondusif. Namun demikian pihak kepolisian tetap memaksimalkan pengamanan. Menyikapi kondisi geografis wilayah Kecamatan Kubu yang tergolong sulit dan berat, misalnya Polres Karangasem secara khusus menyiagakan satu kompi pasukan Brimob yang di-BKO-kan dari Polda Bali. Sementara itu, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri mengajak warganya memilih sesuai hati nurani. Hal tersebut disampaikan Mas Sumatri saat bersama jajaran Forkompinda melaksanakan monitoring ke dua kecamatan yaitu Manggis dan Bebandem Selasa (26/6). Dalam kesempatan itu Mas Sumatri yang akan melaksanakan hak pilihnya di TPS 22 Kelurahan Subagan, mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi menyukseskan Pilgub Bali. Pihaknya
juga menekankan agar semua komponen bersamasama menjaga kondusivitas keamanan wilayah. ‘’Yang sudah punya hak pilih ayo datang ke TPS, pilih paslon sesuai hati nurani,’’ serunya. Komisioner KPU Karangasem Ngurah Maharjana, di sela-sela kegiatan monitoring kesiapan TPS bersama Bupati IGA Mas Sumatri
dan jajaran Forkompinda, mengatakan semua TPS di Karangasem sudah siap melaksanakan pemungutan suara. Kegiatan monitoring sendiri dilakukan setelah kegiatan pemusnahan surat suara rusak di Sekretariat KPU Karangasem. ‘’Surat suara rusak kita musnahkan dengan cara dibakar, total ada 75 lembar, rinciannya 40 lembar surat suara
sobek dan 35 lembar tidak layak cetak,’’ ungkap Ngurah Maharjana. Terkait penempatan personil Brimob di Kubu, Kapolres Karangasem AKBP IGN Agung Panji Anom, Selasa (26/6) menegaskan hal tersebut karena faktor kondisi alam. Menurut dia, wilayah Kubu mendapat porsi pengamanan yang lebih intensif karena banyak wilayahnya sulit dijangkau. Atas dasar itu pula Polres memaksimalkan pola pengamanan satu TPS satu polisi untuk TPS di kecamatan tersebut. ‘’Secara geografis wilayah Kubu tergolong kurang bersahabat. Untuk kegiatan pengamanan kita
berkoordinasi dan berkomunikasi dengan jajaran penyelenggara Pemilu,’’ ujarnya. Untuk mengamankan proses pencoblosan di TPS, Polres Karangasem menerjunkan 700 personil Polres. Jika melihat jumlah TPS keseluruhan sebanyak 945 TPS, menurut Kapolres, maka ada TPS yang menggunakan pola pengamanan dua TPS satu polisi. Selain personil yang dikerahkan untuk pengamanan TPS, Polres Karangasem juga menyiagakan satu pleton pasukan Dalmas. ‘’Satu pleton Dalmas berkekuatan 30 personil standby di Mapolres,’’ katanya. (kmb)
Gunung Agung Belum Tenang, Warga Trauma Beternak
Bali Post/kmb31
JEMBATAN BAMBU - Masyarakat Duda Utara masih memanfaatkan jembatan bambu darurat pasca-erupsi Gunung Agung. Usulan untuk pembangunan jembatan permanen belum terealisasi.
Amlapura (Bali Post) Warga di kaki Gunung Agung dulu sebagian besar beternak sapi, babi, itik dan lainnya. Tetapi, setelah semuanya habis dijual murah untuk bekal mengungsi, warga kini enggan melakoninya lagi. Mereka sampai sekarang masih trauma. Apalagi aktivitas Gunung Agung belum normal. Demikian disampaikan Perbekel Duda Utara, Kecamatan Selat, Wayan Darmadi saat ditemui di desanya, belum lama ini. Dia mengatakan, masyarakat setempat kehabisan modal untuk memulai usaha yang sama lagi. Opsi yang dicoba sekarang hanya ngadas sapi warga dari daerah lainnya. Tetapi tak berani dalam
jumlah banyak. “Saya juga dulu pelihara puluhan sapi. Sekarang cuma satu saja,” kata Darmadi. Saat ini masyarakat setempat memilih mencari alternatif lain, seperti menjadi buruh dan pedagang. Selain itu, kini masyarakat setempat juga masih dihantui rasa waswas. Apalagi belakangan kerap turun hujan. Masyarakat yang terdampak di sekitar alur Tukad Panti ada sebanyak 48 kepala keluarga. Mereka tak ada pilihan lain, selain tinggal di rumahnya, sadar kondisi ini cukup berbahaya karena situasi Gunung Agung belum kembali normal. Padahal ada beberapa lansia. Mereka tetap diimbau, kalau ada hujan lebat lama, agar segera
pindah. Alur Tukad Panti, Desa Duda Utara, sudah diteruk. Ini membuat akses jalan dari Desa Adat Geriana Kauh menuju Geriana Kangin sempat terputus. Sejak terakhir terjadi banjir lahar dingin hingga Minggu lalu, masyarakat setempat masih memanfaatkan jembatan yang tersusun dari bambu. Darmadi mengaku sudah mengusulkan kepada pemerintah daerah agar segera bisa dibangun jembatan. Tetapi pemerintah daerah melalui Camat Selat, kata Darmadi belum bisa memastikannya. Sebab, pemerintah daerah dikatakan masih menunggu situasi Gunung Agung benar-benar kembali normal. (kmb31)
Sisi Lain Objek Wisata Bukit Surga
Tempat Berkemah Menyenangkan dan Menenangkan Bukit Nampo, Desa Jungutan, Bebandem, semakin dikenal masyarakat luas sebagai Bukit Surga. Nama Bukit Surga seolah menyimpulkan apa yang ada dan dirasakan di sana, yakni keindahan dan kenyamanan. Seiring semakin viralnya tempat ini sebagai objek wisata alternatif, banyak muncul cerita-cerita unik dan menarik. Ada yang bisa sembuh dari sakit parah, ada yang dapat jodoh, hingga jadi pejabat dan cerita menarik lainnya. OBJEK wisata Bukit Nampo, awalnya hanyalah sebuah bukit biasa. Tetapi, setelah ditata bertahap oleh pengelolanya, I Ketut Latra, perlahan tempat ini jadi areal yang menarik. Sejak mulai memolesnya, Latra mengaku banyak ada kejadian aneh. Seolah-olah alam sekitar tahu kebutuhannya untuk menata tempat tersebut. Butuh alat berat, ada pengusaha yang memfasilitasinya. Butuh pasir tiba-tiba ada di dalam tanah, ditemukan sewaktu meratakan areal setempat. “Waktu itu beli pasir dua truk, tiba-tiba datang empat truk. Sisanya, muncul sendiri di areal ini. Sampai sekarang masih ada di bawah bukit itu,” cerita Latra, saat ditemui Selasa (26/6). Ternyata orang-orang yang ikut menata Bukit Surga ini adalah mereka yang tujuannya sudah tercapai, setelah secara tak sengaja menyam-
paikannya di sana dengan tulus. Pengunjung sering mengutarakan keinginannya di sana, ketika sudah merasa diri dalam keadaan tenang dan nyaman. “Baru-baru ini ada dari Jakarta ke sini. Datang dengan penyakit kanker parah dan berisiko dilakukan operasi. Pihak keluarganya mengira ini adalah permintaan terakhirnya, sehingga mau khusus datang ke sini entah siapa yang memberikan informasi. Setelah ke sini, orang ini merasa lebih baik dan langsung bisa dilakukan operasi. Sekarang orangnya sudah sembuh total,” kata Latra. Banyak kejadian serupa di tempat ini, membuatnya berkesimpulan bahwa Bukit Surga ini ada sesuatu yang tersembunyi. Latra menceritakan baru-baru ini ada seorang tak dikenal dari Bangli datang khusus menemuinya di Bukit Surga. Dia datang
untuk menyampaikan pesan almarhum Presiden Pertama RI Soekarno di dalam penerawangan bathinnya, bahwa Bukit Surga ini terletak di antara segitiga emas. “Katanya, dia disuruh Soekarno menyampaikan pesan itu kepada saya. Setelah mendengarnya saya juga percaya tak percaya dan kurang paham. Saya tanya maksudnya apa, dia bilang hanya diminta menyampaikan pesan itu saja,” cerita Latra. Penjelasan si pembawa pesan, kata Latra daerah yang terletak di dalam segitiga emas pada prinsipnya akan terbangun dengan sendirinya sesuai dengan keinginan pengelolanya. Itu adalah reaksi alam, terhadap orang-orang tulus yang berjasa terhadap alam semesta. Pantas saja apa pun yang direncanakan Latra dalam penataan tempatnya ini akan terjadi begitu saja. Kini, selain datang untuk sekadar berlibur melepas penat, Bukit Nampo juga menjadi pilihan utama untuk berkemah. Setiap harinya ada saja yang ingin berkemah. Bahkan, kalau hari libur jumlahnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan orang. Mereka datang dari berbagai daerah. Selain dari Bali, juga dari
Bali Post/gik
BUKIT SURGA - Objek wisata Bukit Surga di Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem. Jawa. “Mereka mengaku sering melihat tempat ini viral. Jadi, meski tempatnya sedikit jauh, mereka tetap ke sini. Setelah kemah sehari, mereka malah tak mau pulang. Jadi, kemahnya bisa dua sampai empat hari,” katanya. Di sana sudah disiapkan tenda maupun kebutuhan akomodasi lainnya, seperti makan minum hingga fasilitas umum lengkap seperti toilet. Latra berharap bisa merampungkan penataan
tempat utama, sebelum melakukan penataan parkir. Saat ini objek wisata ini masih dikelola sendiri bersama beberapa karyawannya. Belum melibatkan desa dinas, desa adat maupun pemerintah daerah. Meski demikian, desa dinas dan adat setempat sangat mendukung pengembangan Bukit Surga ini. Sebab, Bukit Surga ini sudah menjadi ikon baru Desa maupun Desa Adat Sibetan, selain wisata agro salak yang sudah mendunia lebih dulu. (gik)
KLUNGKUNG
12
Rabu Pon, 27 Juni 2018
Gelombang Tinggi, Penyeberangan ke Nusa Penida Terganggu
Semarapura (Bali Post) Angin kencang dan gelombang tinggi melanda pesisir Kabupaten Klungkung sejak sepekan terakhir. Fenomena alam ini mengganggu penyeberangan barang dari daratan menuju Kepulauan Nusa Penida maupun sebaliknya. Gelombang tinggi ini salah satunya terjadi di Pantai Banjar Bias, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Seorang warga, Ketut Sena, menuturkan situasi itu menyebabkan pengangkutan barang ke sampan menjadi lebih sulit. Waktu yang dibutuhkan pun lebih lama, dari dua menjadi empat jam. “Ini sudah dari seminggu. Gelombang di dalam
laut besar. Angin juga berhembus kencang,” tuturnya, Selasa (26/6) kemarin. Untuk keselamatan, kapasitas sampan juga dikurangi, dari 30 ton menjadi 25 ton. Tidak diketahui sampai kapan fenomena ini akan terjadi. Dirinya hanya bisa berharap segera membaik. “Ini sudah sering terjadi. Karena pengangkutan lebih lama, jadi berpengaruh ke penghasilan,” ucapnya. Warga lain, Komang Juniarta, mengatakan situasi yang tak mendukung juga menyebabkan nelayan tidak bisa melaut sejak beberapa hari lalu. Mereka lebih mengedepankan keselamatan daripada harus memaksakan mencari penghasilan. Selain
itu, perahunya juga telah diamankan untuk mengantisipasi hantaman ombak yang sulit diprediksi. “Peralatan sudah dipinggirkan. Supaya tidak kena ombak,” tandasnya. Sebelumnya Kasat Polair Polres Klungkung AKP I Nyoman Arnawa mengatakan mengantisipasi kecelakaan laut, aktivitas penyeberangan dipantau secara ketat. Warga diminta tidak mengabaikan aspek keamanan. Tak hanya itu, kapasitas boat juga turut diatensi. Belum ditemukan yang berlebihan. “Petugas tiket juga sudah kami minta jumlah penumpang harus sesuai ketentuan,” ungkapnya. (kmb45)
Bali Post/sos
OBSERVASI - Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan Klungkung melakukan observasi kasus gigitan anjing positif rabies di Kelurahan Semarapura Klod Kangin.
Lima Warga Digigit Anjing Rabies Satu Bocah TK
Bali Post/sos
ANGKUT - Suasana aktivitas pengangkutan barang ke sampan di Pantai Desa Kusamba, tepatnya di Banjar Bias, Selasa (26/6) kemarin.
Jelang Pencoblosan
Banyak Pemilih Belum Dapat Formulir C6 Namun di Kabupaten Klungkung, hingga Selasa (26/6) kemarin ditemukan masih banyak yang belum menerima formulir panggilan memilih (C6). Atas hal itu berpotensi akan adanya golongan putih (golput). Persoalan tersebut diutarakan Ketua Tim Pemenangan salah satu paslon I Komang Suantara. “Keluhan banyak muncul. Ini sangat mengecewakan. Orang sebenarnya harus memilih, tetapi tidak dapat (C6-red),” katanya. Guna mewujudkan demokrasi sehat, penyelenggaraan harus bisa bekerja secara profesional. Jangan sampai anggaran yang telah digelontorkan untuk mendukung pelaksanaan tak sebanding dengan kondisi di lapangan. “Kalau misalnya petugas ada bermain, KPU harus I Komang Suantara
bertindak tegas. Ini harus diawasi karena merugikan masyarakat yang telah antusias ingin menyampaikan suaranya,” tegasnya. Jika belum mendapatkan formulir C6, pemilih memang bisa menggunakan e-KTP untuk memilih. Namun, itu bisa saja memantik rasa kurang puas karena merasa tak dihargai. “Formulir C6 ini kan undangan untuk memilih. Mereka memang sudah masuk DPT. Tetapi kan lagi memastikan TPS mana. Kalau sudah sejak awal tahu, kan bisa mengatur waktu kapan datang,” imbuhnya. Ketua KPU Klungkung I Made Kariada tak menampik adanya hal itu dan masih berpotensi terjadi. Namun, ditegaskan disebabkan beberapa hal. Salah satunya saat KPPS datang ke rumahnya, warga bersangkutan tidak ada. “Mestinya H-3 sudah tidak menyebarkan (C6-red). Tetapi kita suruh KPPS melayani sampai H-2. H-1 dilayani mencari ke PPS,” jelasnya. (kmb45)
dapat seratus persen tusukan sama pada surat suara salah satu pasangan calon. Anggota Panwaslu Klungkung Tjokorda Raka Partawijaya menyebutkan, mengantisipasi hal tersebut, pengawasan terus diintensifkan, dari jajaran tertinggi hingga paling bawah. “Pengawas di desa gencar patroli. Terus kami awasi. Termasuk sampai pemilihan,” ungkapnya, Selasa (26/6) kemarin. Tidak ada perlakukan khusus untuk kepulauan Nusa Penida. Pengawasan disamakan dengan wilayah Klungkung daratan. “Tidak
ada perlakukan khusus. Seluruhnya sama,” tegasnya. Sejauh ini, pihaknya belum menemukan adanya aksi pelanggaran, termasuk serangan fajar yang rawan terjadi. Jika ada demikian, dipastikan akan ditindak secara tegas. “Sejauh ini masih kondusif,” imbuhnya. Pada hajatan politik lima tahunan ini, terdapat 350 TPS dengan total pemilih 156.501 orang. Mengantisipasi adanya pelanggaran, Polres Klungkung juga turut memberikan atensi. Kabag Operasional Kompol I Nyoman Suarsika mengatakan, pada pemungutan suara diterjunkan 552 orang personel, termasuk anggota BKO Polda Bali. Selain itu, Polres juga telah memetakan kerawanan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kategori rawan satu, sesuai informasi yang diterima dari intelijen ada di 345 TPS. Rinciannya, Kecamatan Klungkung 102, Nusa Penida 106, Dawan 63 dan Banjarangkan 74. “Di sini berpotensi ada penyalahgunaan e-KTP maupun penggiringan kalangan lansia untuk memilih salah satu paslon, termasuk money politics,” ungkapnya. Pihaknya juga telah memetakan yang masuk rawan dua. Yakni ada di lima TPS yang merupakan tempat pemilihan oleh para paslon dan tokoh politik. “Ini juga berpotensi timbul gesekan. Jadinya masuk rawan dua. Pola pengamanannya, dua polisi, dua linmas setiap TPS. Kalau rawan satu, satu polisi, dua linmas,” terang mantan Kapolsek Nusa Penida ini. (kmb45)
Semarapura (Bali Post)Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak berlangsung, Rabu (27/6) hari ini.
Antisipasi Pelanggaran, Pengawasan Terus Diintensifkan
Semarapura (Bali Post) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, Rabu (27/6) hari ini menjadi atensi sejumlah pihak. Antisipasi pelanggaran telah dilakukan dengan berbagai upaya. Tidak ada kecamatan yang diperlakukan spesial. Seluruhnya mendapat perhatian sama. Sesuai pemetaan awal, Kepulauan Nusa Penida dipandang sebagai daerah yang paling rawan terjadinya pelanggaran dibandingkan kecamatan lain. Hal tersebut berdasarkan pemantauan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) dan pengalaman Pilkada 2013 yang ter-
Tjokorda Raka Partawijaya
Bali Post/sos
Semarapura (Bali Post)Anjing positif rabies “mengamuk” di Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Kabupaten Klungkung. Lima orang, satu di antaranya bocah digigit pada hari yang sama. Mereka pun langsung diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR). Berdasarkan informasi yang dihimpun, Selasa (26/6) kemarin kejadian tersebut berlangsung, Minggu (24/6). Anjing liar berwarna putih tiba-tiba mengigit warga yang tengah beraktivitas. Di antaranya, Ketut Sumerti, Ketut Nyeri, Agung, dan Suryati. Mereka mengalami luka pada kaki. Selain itu ada pula bocah Ni Made Dwi Kantiningsih. Menurut penuturan Dwi Kantiningsih, kejadian itu berlangsung ketika dirinya bersama kakaknya berbelanja di sekitar Jalan Baladewa pukul 10.00 Wita. Saat kembali ke rumah, tangan kanannya langsung digigit hingga memicu luka. Kejadian itu diketahui pemilik warung. Anjing itu pun langsung lari usai mengigit. Ayahnya, I Nyoman Bu-
diasa, mengaku khawatir akan terjadinya sesuatu pada buah hatinya yang masih duduk di Taman Kanak-kanak itu. “Saat itu langsung dibawa ke puskesmas. Sudah dapat VAR,” jelasnya. Anjing tersebut, sambung dia tidak pernah dilihat sebelumnya. Supaya tak memicu keresahan lebih lanjut, sesaat setelah kejadian, warga memburunya dan langsung dieliminasi. “Langsung dieliminasi. Warga tidak ada yang tahu siapa yang punya anjing itu,” sebutnya. Disampaikan pula anjing liar memang cukup banyak di kelurahan ini. Diharapkan Pemkab Klungkung melalui instansi terkait bisa membantu melakukan penanganan. “Supaya tidak meresahkan,” imbuhnya. Kejadian tersebut juga dibe-
narkan Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Gde Juanida. Melalui Bidang Kesehatan Hewan, observasi lapangan sudah langsung dilakukan. Bahkan kemarin dilakukan eliminasi yang diduga sempat kontak dengan anjing penggigit itu. Penyisiran akan terus dilakukan. “Petugas sudah turun. Otak anjing pengigit sudah diuji lab. Memang positif (rabies-red) hasilnya. Korbannya sudah mendapat penanganan dari Dinas Kesehatan,” jelasnya. Tak dimungkiri, anjing liar masih menjadi persoalan sampai saat ini. Sebelumnya sosialisasi sudah dilakukan kepada masyarakat supaya pemeliharaan bisa dilakukan dengan baik. “Pemilik sudah sering diminta mengandangkan
atau mengikat. Ini yang belum direspons maksimal,” kata mantan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Klungkung ini. Vaksinasi juga sudah terus digulirkan, langsung menyasar seluruh desa dan masuk ke rumah-rumah warga. “Vaksinasi tidak hanya saat program massal saja. Tetapi di luar itu tetap berjalan,” tandasnya. Ditambahkan di bumi serombotan, tiga tahun terakhir, gigitan anjing banyak terjadi. Akan tetapi, tidak ada positif rabies. Sementara itu, Lurah Semarapura Klod Kangin, I Ketut Muka mengaku tak langsung mengetahui kejadian yang menimpa warganya. “Baru tahu setelah ada petugas dari dinas kesehatan menanyakan,” katanya. Namun demikian diakui anjing liar masih banyak ditemukan. “Imbauan sudah sering kami berikan. Langsung saat pertemuan dan vaksinasi,” tandasnya. (kmb45)
KPU Pastikan Logistik Tak Kurang Semarapura (Bali Post)Pengiriman logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak ke seluruh kecamatan telah tuntas, Selasa (26/6) kemarin. Dipastikan, tidak ada kekurangan saat pemilihan pada Rabu (27/6) hari ini. “Kami yakin tidak ada masalah. Surat suara sudah sesuai dengan jumlah pemilih termasuk cadangannya,” ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung Made Karida. Pria asal Desa Jungutbatu, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida ini mengatakan, sebelumnya telah dilakukan pengecekan empat lapis. Pengiriman tersebut terlebih dahulu untuk Kecamatan Nusa Penida. Meliputi, surat suara, 214 kotak suara untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati maupun Gubernur Bali, 428 bilik suara dan beberapa perlengkapan
lainnya. Hal itu diangkut tiga unit truk dan diseberangkan melalui Pelabuhan Padangbai, Karangasem menuju Dermaga Nusa Penida, Desa Batununggul menggunakan kapal roll on roll off Nusa Jaya Abadi. Sementara untuk Kecamatan di wilayah daratan, yakni Klungkung, Banjarangkan dan Dawan berlangsung kemarin pagi dengan jenis yang sama menggunakan lima truk dan lima pick-up. “Ini jaraknya dekat-dekat. Bisa selesai sehari pengirimannya,” sebutnya. Pengiriman yang berangsung pagi itu mendapat pengawalan ketat dari kepolisian. Termasuk saat menuju TPS yang mencapai 350 lokasi. “Kami sudah mohonkan supaya seluruhnya dijaga ketat. Supaya tidak terjadi persoalan,” tandasnya. (kmb45)
Bali Post/sos
LOGISTIK - Pengiriman logistik Pilkada serentak oleh KPU Klungkung, Selasa (26/6) kemarin. Dipastikan saat pemilihan tidak terjadi kekurangan.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Pon, 27 Juni 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
G.01
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
G.02
Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com
Dcr:Admin,Manajer,Marketing & Cleaning Service, 081246757777
B.BP.001.06.18.0000480
Dcr:FO,HK (P/S/M).Puri Asih Hotel.Jln Pantai Kuta 40 Kuta
B.BP.001.06.18.0000974
Dibutuhkan Segera Posisi Receptionist Wanita atau Pria yang Berpengalaman.Lamaran di Bawa ke Shambala Spa. Di belakang Rahayu Restaurant, Jln.Monkey Forest Ubud Gianyar Tlp:(0361) 4792229/082144187039
B.BP.004.06.18.0000989
Cr Cook Helper Waitress Bhs Ingg Pglmn 081933020298
B.BP.154.06.18.0000998
*Job Jepang Exkenshu, Australi, Korea,085857328218-08563925015 B.BP.166.06.18.0001005
Dcr Sopir Matic Max.40Th SIM A Umum.Br.Batur,Peguyangan Kaja Dps Utara Hub.085100480049 B.BP.004.06.18.0000894
Cari Tkg Goreng Martabak Penglmn dan Tenaga Serabutan Hub.081936030034 Segera B.BP.001.06.18.0000977
SERVICE
BIRO JASA
FOTO COPY
Cari PRT Pengalaman,Tidur Dlm, Segera Hub: 087860163160 B.BP.001.06.18.0000971
Asap:Marcom,GSA (Mandarin), Reception,F&B Spv,SM,OM,DOS, F&B Mgr,GM,Ass Rest Mgr,Ass Bar Mgr,Personal & Training Mgr CV dan Lamaran : hrd@thecrsytalnusaduabali.com 0361-3350588 B.BP.004.06.18.0000994
Sales, F&B Services Restaurant Mgr CV & Lamaran Kirim ke:hrd@ crabbycrab.nusadua@gmail.com
B.BP.001.06.18.0000997
DIJUAL RUMAH
B.BP.004.06.18.0000993
SERVICE
Dcr Sales u/Bengkel Mtr, Min D3 Usia Max. 25th Hub:085104969988
B.BP.001.06.18.0000961
BUC Mercedes A140’01 as DK Pjk baru serius Hub.081803274445
Dijual Yamaha Yupiter Z’2010 SMS/WA 087860255964
Gandhi Memorial Intercontinental School membutuhkan Sopir/ driver,memiliki SIM A dan disiplin dlm bekerja.Email lamaran ke manager@gandhibali.org atau ayu@gandhibali.org atau kirim ke Jln Tukad Yeh Penet No.8A Renon Tlp.(0361) 239744
B.BP.001.06.18.0000970
B.BP.141.06.18.0000995
MERCEDEZ
YAMAHA
Dicr Sopir Tggl Dalam Fas Mck, Makan,Jujur Hub:081237002020
Dcr Waiter/Waitress&Bartender Min Pengalaman Kerja 1 Tahun Peminat Kirim Email ke: kualibali@gmail.com
*Honda Jazz RS’11 Putih 168Jt* *Honda Accord VTi-L Th’2007 Hitam H.138Jt, Serius *Hub,0361-464168,081999315168*
DIJUAL MOTOR
Dcr Krywan/ti Tmt SMP/SMA/K,SopirL300BOX,Satpam:081999251555
B.BP.001.06.18.0000973
HONDA
B.BP.164.06.18.0000976
Dbthkn 4 org Karyawan/Wati utk Serabutan HP.0817346559 (Manik)
B.BP.001.06.18.0000965
DIJUAL MOBIL
Tanah Nempil, Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809
B.BP.001.06.18.0000981
DICARI MOBIL
B.BP.004.06.18.0000868
LOWONGAN
Djl Tnh 1,5Are 10A Buduk Tiing Tutul 2A Dama Hub.082147454248
Cari Mobil Bekas Suzuki,Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349
BVC Kerja Luar Negri Resmi Bia ya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
B.BP.001.06.18.0000988
Jual Rumah Lt 3,36M BTN Taman Mahayu II-12 Sempidi Hub.Boy 081916395800/081236821208 B.BP.001.06.18.0000978
DISEWAKAN RUMAH Rmh Lt2&S.Pool,Seaview,Furnish Kori Nuansa Jmbrn,085935208386 B.BP.001.06.18.0000861
DISEWAKAN RUKO Dikontrakkan Ruko 4 Pintu,Jln BuanaRaya35X.HP:081239903180 B.BP.001.06.18.0000962
DIJUAL TANAH
Dicari Babysitter Utk Bayi bru lahir. Kerobokan.Gaji 2,5, Telp.0361-3350575
Kryw laki u/TourCounter@Htl NusaDua085100469080,081918081900
Banting Hrg Tnh kav dpn Puspem Badung 290jt Nego,087860266809
DIJUAL MOBIL
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.06.18.0000963
B.BP.001.06.18.0000972
B.BP.001.06.18.0000968
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
T.Sipil,Arstk,SMK,082190502954 Email:ktutagus@yahoo.com
B.BP.001.06.18.0000996
G.03
Informasi pasang iklan Telepon
B.BP.001.06.18.0000866
B.BP.164.06.18.0001006
B.BP.001.06.18.0000214
Tnh Sawah,Mobil bs Msuk 95Jt/ Are,Lok Penatih, bs Tukar Mobil Luas 23 Are Hub:081239529191
B.BP.001.06.18.0000969
DICARI TANAH Dcri Tnh + Bngnn Sktr Bypss Nusa Dua - ByPssSanur LB.1500m Brtgkt LT.3000.Prkir Bis Luas Sewa 5 - 20Th.Send fadjarlontoh1@gmail.com
B.BP.004.06.18.0000844
Dicari!!! Tanah Strategis di Ubud untuk Di-develop/Dijual Kembali,Budget 10-20 Milyar Hub:Purnama 085881515449
B.BP.821.06.18.0000990
KONTRAKTOR AdityaDesign Mngrjak R.Tinggal Vila,RukoPool IMB,081237911954 B.BP.166.06.18.0001007
DISEWAKAN TEMPAT Ov.Kontrak:T.Usaha Tk.Yeh Aya (sblh Kedai Ceret) L.300m2 cck u/Cafe H.089668949191 (P.Jun) B.BP.004.06.18.0000991
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.06.18.0000570
KEHILANGAN Hlg BPKB No.D4973129-O DK 1458 ID Atas nama Helen Chundawan B.BP.001.06.18.0000980
Hlg BPKB No.E8711906-O DK 8153 AI atas nama Irwan Bambang. B.BP.001.06.18.0000979
KEHILANGAN Hlg Buku Kiur Truck Tronton DK 9400 IZ An.Ni Putu Anggriani B.BP.001.06.18.0000975
BIRO JASA Bntu Lap Pajak SPT Tahunan PKP NPWPSIUPPasport 081338344155 B.BP.001.06.18.0000230
PENGUMUMAN Saya a.n Cenly Elounora Musa Lalenoh Mminta Maaf atas tindakan Pencurian di Hardys Sanur B.BP.001.06.18.0000966
BANGLI
14
Rabu Pon, 27 Juni 2018
148 TPS Masuk Kategori Rawan Terbanyak di Kecamatan Tembuku
Bangli (Bali Post) –
Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Bangli mendata sebanyak 148 tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Bangli masuk kategori rawan. Sebagian besar TPS rawan tersebut berada di Kecamatan Tembuku.
Bali Post/ina
LAHAN PERTANIAN - Lahan pertanian di wilayah Bebalang, Bangli.
Bangli Belum Miliki Perda Jalur Hijau
Bangli (Bali Post) – Kabupaten Bangli belum memiliki payung hukum yang bisa memproteksi lahan pertanian dari ancaman alih fungsi. Kondisi ini pun dikhawatirkan akan memperparah tingkat alih fungsi lahan yang sudah marak terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli Wayan Sukartana, Selasa (26/6) kemarin, mengakui bahwa sampai saat ini belum ada Perda yang mengatur jalur hijau. Padahal diakuinya lahan pertanian sudah cukup banyak yang beralih fungsi menjadi perumahan atau tempat usaha. Dia mencontohkan, di Subak Gancan, Bebalang, dari total luas 35 hektar, beberapa persen sudah berubah menjadi bangunan. Selain Subak Gancan, beberapa subak lainnya seperti Subak Bunutin juga diakuinya mengalami kondisi serupa. Lantaran belum adanya payung hukum terkait jalur hijau, pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak guna menekan alih fungsi lahan pertanian. Dia mengaku berkeinginan menyusun perda jalur hijau untuk memproteksi lahan pertanian di Bangli setelah ranperda inisiatif dewan tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani rampung dibahas dan disahkan. Namun, Sukartana mengatakan, penyusunan dan pengajuan ranperda tentang jalur hijau ada di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Bangli. Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Kepala Bappeda Litbang Bangli Nyoman Widiana menjelaskan, sampai saat ini belum pernah ada perda khusus yang mengatur soal jalur hijau. Namun, dalam Perda Nomor 9 Tahun 2013 tentang RTRW Bangli, di dalamnya ada diatur tentang kawasan ruang terbuka hijau dan ruang terbuka hijau kota (RTHK) pasal 36. Widiana menyampaikan, untuk menyusun perda tentang jalur hijau, diperlukan perda RDTR yang merupakan turunan dari Perda RTRW Bangli. Sejauh ini, RDTR masih tengah disusun Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman khususnya untuk di Kecamatan Bangli dan sebagian Kecamatan Kintamani. ‘’Untuk selanjutnya, bisa dikonfirmasi ke Dinas PUPRPerkim,’’ kata Widiana. (kmb40)
Berdasarkan data rekap pemetaan TPS rawan Panwaslu Kabupaten Bangli, 148 TPS yang masuk dalam kategori rawan tersebut tersebar di empat kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Bangli sebanyak 51 TPS, Tembuku 56 TPS, Susut 8 TPS, dan Kintamani sebanyak 33 TPS. Dari 148 TPS rawan di Kabupaten Bangli, 9 TPS di antaranya masuk kategori rawan indikator 1, yakni terdapat pemilih yang memenuhi syarat tapi tidak terdaftar dalam DPT. Sementara 1 TPS lainnya masuk kategori rawan indikator 2 (terdapat pemilih yang tidak memenuhi syarat tapi terdaftar dalam DPT), 92 TPS masuk kategori rawan indikator 3 (terdapat
pemilih disabilitas), 7 TPS masuk kategori rawan indikator 5 (terdapat pemilih di wilayah khusus seperti di sekitar rumah sakit, daerah eksodus, pegunungan, pesisir, bencana), 25 TPS masuk kategori rawan indikator 6 (terdapat aktor politik uang di wilayah TPS), 1 TPS masuk kategori rawan indikator 7 (terdapat praktik pemberian uang atau barang pada massa kampanye), 5 TPS masuk kategori rawan indikator 9 (petugas KPPS mendukung pasangan calon tertentu) dan 8 TPS masuk kategori rawan indikator 11 (TPS berada di dekat posko atau rumah tim sukses pasangan calon). Ketua Panwaslu Kabupaten Bangli Nengah Sandiarta, Selasa (26/6) kema-
rin, menjelaskan data TPS rawan tersebut merupakan hasil pemetaan jajaran pengawasnya di lapangan. Dalam proses pemetaan TPS, pihaknya mengacu pada indikator yang disusun pusat. ‘’Kalau dulu, barometer TPS rawan dari pengalaman. Permasalahan apa yang muncul di pemilu sebelumnya, itu kita petakan rawan,’’ jelasnya. Dia mencontohkan, sebuah desa yang sempat terjadi konflik masyarakat atau adat, maka TPS di wilayah tersebut bisa dipetakan masuk dalam kategori rawan. Demikian juga jika di sebuah desa pernah terjadi kasus money politic saat pencoblosan dan berpotensi terulang kembali, maka TPS yang ada di desa tersebut juga bisa
dikategorikan rawan. Terkait persoalan tersebut, pihaknya akan melakukan pengawasan dengan lebih ketat. Pengawasan di TPS rawan tidak hanya dilakukan oleh pengawas TPS bersangkutan namun juga oleh tenaga Panitia Pengawas Lapangan (PPL) dan Panwascam. ‘’Pengawasan di TPS rawan akan lebih difokuskan. Kita juga libatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan stakeholder lainnya,’’ ujarnya. Demi suksesnya proses pemungutan suara Pilgub Bali, Rabu (26/6) hari ini, pihaknya juga sangat mengharapkan peran serta masyarakat. Masyarakat diminta berpartisipasi melakukan pengawasan secara bersama-sama. Sementara itu, KPU Bangli kemarin memusnahkan ratusan surat suara yang lebih dan rusak. Pemusnahan surat suara bertujuan meng-
hindari penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kegiatan dilakukan di halaman kantor KPU dengan disaksikan Panwaslu, Kapolres, Wakil Bupati, perwakilan Kejari Bangli dan unsur FKPD lainnya. Total jumlah surat suara yang dimusnahkan sebanyak 549 lembar. 407 lembar di antaranya dan 142 lembar karena sisa atau lebih. Ketua KPU Bangli Dewa Agung Lidartawan mengatakan, sesuai SOP, seluruh surat suara baik yang rusak maupun lebih harus dimusnahkan dengan cara dibakar. ‘’Kita sudah clear sekarang. Tidak ada satu lembar pun surat suara yang berada di KPU ataupun di luar jumlah yang ditentukan,’’ jelasnya. KPU bersama seluruh stakeholder terkait melakukan monitoring persiapan pemungutan suara ke sejumlah TPS. (kmb40)
Cuaca Tak Menentu, Masyarakat Diminta Waspada DBD
Bangli (Bali Post) Cuaca yang tidak menentu saat ini dapat memicu Demam Bedarah Dengue (DBD). Guna mencegah dan meminimalisir kasus DBD, Dinas Kesehatan (Diskes) Bangli melaksanakan sejumlah kegiatan. Namun, hal terpenting adalah partisipasi masyarakat. Masyarakat diminta waspada DBD dengan cara menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Diskes Bangli, Ni Luh Made Eka Sasiani, Selasa (26/6) kemarin, mengungkapkan, upaya yang dilakukan pemerintah guna mencegah mewabahnya DBD seperti menyiagakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Jumantik bertugas memantau dan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk di rumah-rumah warga. Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan penyuluhan ke masyarakat dan pelajar terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. ‘’Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Bangli agar bisa menjaga kebersihan lingkungan sekitar di tempat tinggal masing-masing. Karena kebersihan lingkungan akan sangat mempengaruhi ada tidaknya kasus DBD. Mengingat DBD disebabkan oleh nyamuk, maka jangan dibiarkan nyamuk berkembang biak di seputaran lingkungan rumah,’’ ujarnya. Sementara itu, Kasi Pencegahan Diskes Bangli I Nyoman Sudarma menyampaikan, berdasarkan data tahun sebelumnya, kasus DBD tinggi mulai Desember hingga Mei. Sementara pada Juni hingga Desember kasus mulai menurun. Untuk tahun 2018, sampai saat ini angka kasus DBD jauh mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari tahun ini terdapat 6 kasus. Pada Februari ditemukan 4 kasus, Maret (5 kasus), April (12 kasus) dan Mei sebanyak 3 kasus. ‘’DBD disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya iklim. Di samping itu, kebersihan lingkungan juga sangat berpengaruh sekali. Jadi, kita harap masyarakat bisa menjaga lingkungan agar tetap bersih sehingga bisa terhindar dari DBD,’’ ujar Sudarma. (kmb41)
Kejar Target, Dinas PKP Gencarkan Vaksinasi Massal Bangli (Bali Post) Guna mengejar target, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli gencar melaksanakan vaksinasi massal terhadap Hewan Penular Rabies (HPR). Sampai saat ini, sebanyak 9.620 HPR di 13 desa di dua kecamatan telah mendapatkan vaksinasi. Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas PKP Bangli Sri Rahayu, Selasa (26/6) kemarin, mengungkapkan, untuk mencapai target vaksinasi sebanyak 52.000 HPR tahun ini, vaksinasi massal mulai dilakukan pada Maret lalu dengan menyasar desa-desa yang masuk zona merah rabies di dua kecamatan, yakni Susut dan Kintamani. Hingga saat ini, pihaknya baru mampu memvaksinasi HPR mulai dari anjing, monyet, dan kucing sebanyak 9.620 ekor. ‘’Petugas terus bergerak menyisir desa-desa lainnya yang belum mendapatkan vaksinasi ini. Untuk melakukan vaksinasi ini, kami menerjunkan tiga tim, di mana satu tim beranggotakan enam orang petugas. Kita harap dengan jumlah petugas yang kita terjunkan dan kerja keras yang dilakukan, di sisa waktu yang ada beberapa bulan ke depan, target vaksinasi mampu tercapai,’’ katanya. Lebih lanjut disampaikannya, dari Januari sampai awal Juni ini, di Bangli telah terjadi 14 kasus gigitan anjing positif rabies. Diharapkan angka kasus gigitan rabies dapat diturunkan semaksimal mungkin dengan berbagai upaya yang dilaksanakan pemerintah. (kmb41) VAKSINASI - Petugas Dinas PKP Bangli saat melakukan vaksinasi anjing.
Bali Post/ina
BENDUNGAN - Bendungan Sidembunut pascaditerjang banjir.
Diterjang Banjir, Bendungan Sidembunut Rusak
Bangli (Bali Post) – Bendungan Sidembunut yang berlokasi di Lingkungan Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli mengalami kerusakan akibat diterjang banjir pada Senin (25/6) malam. Kerusakan bendungan terutama pada pintu air dikhawatirkan mengganggu irigasi subak di wilayah sekitarnya. Menurut penuturan sejumlah warga setempat, Selasa (26/6) kemarin, banjir menerjang bendungan Sidembunut sekitar pukul 22.00 wita. Saat
banjir terjadi, ketinggian air mencapai 8 m dari kondisi normal. Petugas penjaga pintu air, Wayan Gedot mengatakan, terjangan banjir mengakibatkan rusaknya beberapa bagian bendungan. Sayap bendungan sepanjang kurang lebih 8 m jebol akibat terseret arus air. Bangunan rumah bendungan berukuran kurang lebih 3x3 m juga hancur. Banjir juga merusak dua pintu air yang ada di areal bendungan. Gedot mengaku baru mengetahui bendungan Sidembunut
rusak pagi kemarin. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Bangli Made Soma menjelaskan, banjir terjadi akibat longsor di bagian hulu yakni di wilayah Cingang, Desa Kayubihi. Material longsor berupa tanah sempat menutup aliran sungai hingga menyebabkan aliran air terhambat dan terbendung di hulu. Guyuran hujan terus menerus lantas mengakibatkan debit air semakin besar
dan menjebol material longsor. Luapan air yang besar kemudian mengalir ke hilir lalu menerjang beberapa bagian bendungan Sidembunut hingga rusak. Soma menyebutkan, kerusakan yang terjadi akibat terjangan banjir yakni pada bagian sayap bendungan sepanjang 8,5 m dengan tinggi 7 m, serta pintu air. Terkait perbaikan kerusakan bendungan akibat terjangan banjir ini pihaknya mengaku akan membuat laporan untuk disampaikan ke BPBD.
‘’Mengenai total kerugian, kami perkirakan sekitar Rp 200 juta,’’ ujarnya. Disinggung mengenai dampak kerusakan bendungan terhadap lahan pertanian yang ada di hilir, Soma menyebutkan, sejauh ini tidak terlalu berpengaruh. Sebab, sebagian besar lahan pertanian di sekitarnya sedang memasuki masa panen. Namun, jika kerusakan ini tidak segera ditangani, dipastikan akan berdampak pada kekeringan lahan pertanian. (kmb40)
15
Rabu Pon, 27 Juni 2018
Mengantisipasi Golput dan Kecurangan Pilkada Oleh :
Ray Misno
SEMUA warga negara, terlebih lagi partai politik harus bertanggung jawab untuk mengatasi ancaman kecurangan dan permasalahan golput (absentia voter) dalam pemilu, baik pemilu nasional maupun pemilu lokal (Pilkada). Reformasi telah menyerahkan kekuasaan sepenuhnya ke tangan rakyat sipil (demokrasi murni) yang dipresentasikan oleh partai politik. Kekuasaan pemerintahan demokratis hanya akan terbentuk dari partai politik yang modern. Partai politik yang modern adalah partai yang mampu menjalankan fungsi partai, yaitu: pertama; partai politik harus melakukan perekrutan politik secara berkala, kedua; partai politik harus memberikan pendidikan politik formal dan informal kepada kader-kadernya, dan ketiga; merebut jabatan politik. Selama ini, partai politik hanya menjalankan fungsi yang ketiga dari parpol, yaitu merebut jabatan politik setiap 5 tahun sekali. Menjelang pemilu, baik
Pemilu Legislatif maupun Pemilu Eksekutif partai politik baru sibuk melakukan perekrutan calon, sehingga calon yang direkrut praktis hanya mengandalkan uang untuk meraih kemenangan (pragmatisme politik). Hal inilah yang menyebabkan kekuasaan tidak pernah mengabdi kepada rakyat. Pemegang kekuasaan hanya mengabdi kepada kekuasaan karena mereka telah mempraktikkan politik dagang (politik komodifikasi). Ancaman Kecurangan Karena pola pragmatisme politik yang ditempuh partai politik seperti yang disebutkan di atas, maka semua kandidat, baik yang akan merebut jabatan legislatif maupun eksekutif, berlomba-lomba mengeluarkan biaya yang besar demi kemenangan. Parahnya, banyak juga yang sudah mengeluarkan biaya tinggi tetapi tidak terpilih. Karena rakyat juga sudah mulai pragmatis, setiap kandidat diterima bantuannya (money politic), tetapi belum tentu dipilih saat hari pencoblosan, akhirnya setelah pemilu banyak yang stres.
Kemenprin Dukung Pengembangan Angdes Jakarta (Bali Post) – Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto menyampaikan, Kemenperin berkomitmen memberikan dukungan nyata dalam program pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes). “Sesuai dengan filosofinya sebagai alat kerja yang multiguna, AMMDes dirancang dengan fungsi multiguna, fungsi transportasi untuk memobilisasi hasil-hasil pertanian dari desa ke kota, serta fungsi alat produksi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di pedesaan,” kata Harjanto melalui keterangannya di Jakarta, Selasa kemarin. Menurutnya, hal ini sejalan dengan semangat NAWACITA Jokowi-JK untuk membangun Indonesia dari pinggiran, serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis. Dengan fungsi multiguna tersebut, lanjut Harjanto, AMMDes dapat membantu Kelompok Usaha Bersama (KUB), Koperasi, Gapoktan,
Bumdes dan kelompok petani atau nelayan lainnya untuk mengangkut dan memproduksi hasil panennya. Selain itu, membantu memperlancar penyediaan sarana produksi serta membantu mempercepat distribusi barang antara kota dan desa. “AMMDes ini dilengkapi spesifikasi teknis khusus untuk dapat mengakses daerah-daerah yang selama ini pembangunan infrastrukturnya tertinggal. Dengan akses yang lebih bagus akan menstimulus kegiatan ekonomi di wilayah tersebut sehingga mengurangi ketimpangan antara desa dan kota,” jelasnya. Harjanto menambahkan, selain dampak positif di bidang ekonomi, program AMMDes juga membuka peluang bagi pelaku industri untuk menguasai kemampuan bidang penelitian dan pengembangan (R&D), terutama rancang bangun dan teknologi desain. “Penguasaan teknologi ini sangat penting sebagai landasan pengembangan dan kemandirian industri dalam negeri ke depan,” tegasnya. (ant)
Apalagi saat hari pencoblosan, saksi-saksi yang ditunjuk oleh partai politik tidak paham tata cara kerja saksi. Pada umumnya, saksisaksi ini hanya memerhatikan suara kandidatnya, mereka tidak peduli suara partai, apalagi suara calon lainnya. Sepanjang suara kandidatnya di atas calon yang lain, saksi tersebut diam. Kalau kandidatnya kalah, formulir rekap suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang kemudian disebut formulir (C1) bisa hilang, tidak sampai ke partai politik dan berusaha melakukan manipulasi. Selanjutnya, di setiap TPS ada penyelenggara pemilu yang disebut KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang bersifat ad-hoc, dibentuk berdasarkan undang-undang terdiri dari orang-orang yang independen dan tidak memihak. Kemudian di tiap TPS tersebut juga sudah ditempatkan Petugas Pengawas TPS oleh Bawaslu. Namun, siapa yang bisa menjamin mereka bekerja jujur dan berintegritas? Sering kali kecurangan-kecurangan di-
lakukan justru oleh petugaspetugas di TPS, intimidasi paling rawan juga terjadi di TPS. Untuk itu, agar terjadi check and balances, partai politik berdasarkan undangundang diberikan hak untuk menempatkan saksi di setiap TPS, wajib menyiapkan saksi yang berintegritas dan paham tata cara kerja di TPS, dimulai sejak KPPS membuka kotak suara, dilanjutkan dengan pemungutan suara oleh pemilih yang terdaftar, sampai penghitungan suara, dan menyalin perolehan suara ke formulir (C1). Apa yang ada di dalam kotak suara, saksi harus mencatat, apakah sudah sesuai dengan mekanisme. Saat pemungutan suara, apakah orang yang masuk ke bilik suara sudah sesuai dengan nama yang terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap). Kemudian saat penghitungan surat suara, agar diperhatikan dengan saksama surat suara yang dicoblos dan ditabulasikan ke formulir (C2) Plano oleh KPPS. Menyaksikan secara saksama penyalinan formulir (C2) Plano ke formulir
(C1). Terakhir, memastikan formulir (C1) sampai ke partai politik. Kalau semua mekanisme tersebut diikuti, maka ancaman kecurangan dalam pemilu dapat diminimalisasi. Potensi Golput Melihat pemilu-pemilu sebelumnya sejak refor masi bergulir, angka golput di setiap pemilu tergolong cukup tinggi. Hari ini, 27 Juni 2018, akan diselenggarakan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) gelombang ke-3 (tiga) di Indonesia. Begitu pula di Bali akan ada 3 (tiga) Pilkada. Dua Pilkada tingkat bupati yaitu di Gianyar dan Klungkung, serta Pilkada Gubernur Bali secara bersamaan. Data Pilkada Bali tahun 2013 menunjukkan jumlah golput 26% atau 766.445 orang dari 2.925.679 pemilih yang terdaftar dalam DPT. Dari data tersebut, ada dua faktor yang memengaruhi terjadinya golput dalam Pemilu Kepala Daerah Bali, yaitu Golput Sengaja dan Golput Tidak Sengaja. Golput Sengaja adalah golput yang dilaku-
kan dengan kesadaran dari pemilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya. Hal ini dilakukan karena mereka skeptis dan apatis terhadap hasil pemilu. Pemilu tidak akan menghasilkan perubahan apa pun, mereka tidak percaya kepada partai politik maupun kandidatnya, datang ke TPS hanya membuang-buang waktu bagi mereka. Sedangkan Golput Tidak Sengaja adalah golput yang terjadi karena pemilih tidak terdaftar sebagai pemilih atau pemilih yang terdaftar sebagai pemilih tetapi tidak lagi bertempat tinggal di alamat pemilih. Kalau pemilih yang tidak terdaftar sebagai pemilih, sebetulnya sudah ada solusinya karena mereka tetap bisa memilih dengan menunjukkan identitas penduduknya dan memilih sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Akan tetapi, bagi pemilih yang sudah terdaftar sebagai pemilih tetapi tidak ditemukan pada alamat administrasi pemilih, ini sudah pasti akan membuat persentase golput tetap tinggi. Golput semacam ini biasanya terjadi
pada daerah yang mobilitas penduduknya tinggi, maka sosialisasi dan tertib administrasi kependudukan harus benar-benar dijalankan. Fenomena golongan putih (golput) dan kecurangan dalam pemilu selalu menghantui proses demokratisasi di negeri ini. Tindakan golput maupun kecurangan dalam pemilu telah mencedarai dan memanipulasi demokrasi itu sendiri karena pemilu sebagai wujud dari praktik demokrasi menghendaki terjadinya reformasi kekuasaan (pemerintahan) dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Bukan kekuasaan dari golput yang tinggi dan kecurangan. Ketika angka golput tinggi, maka legitimasi kekuasaan tidak kuat karena belum didukung oleh segenap rakyat yang akan diwakili. Ketika pemilu dimenangkan dengan kecurangan, maka tidak akan pernah terwujud kekuasaan yang mengabdi kepada rakyat dan tidak akan pernah terwujud kesejahteraan rakyat. Penulis, staf pengajar di Stispol Wira Bakti
Menko Luhut dan Menlu Jepang Bahas Proyek Infrastruktur Jakarta (Bali Post) –
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono membahas sejumlah proyek kerja sama kedua negara terutama di bidang infrastruktur. “Pertemuan dengan Menlu Jepang tadi menyangkut masalah kerja sama kereta api Jakarta-Surabaya, Pelabuhan Patimban, MRT Jakarta. Mereka juga berminat masuk di tol Trans Sumatera dan ingin membuat akuakultur di Natuna,” katanya di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Senin. Luhut mengatakan kedua pihak akan langsung membentuk satuan
Luhut Binsar Pandjaitan
Bali Post/dok
tugas khusus untuk bisa segera merampungkan dan merealisasikan kerja sama tersebut. “Nanti output (hasilnya) pada 60 tahun kerja sama IndonesiaJepang tahun depan,” katanya. Selain kerja sama di bidang infrastruktur, kedua negara juga akan meningkatkan kerja sama di bidang maritim dan vokasional. “Selama ini, orang selalu marah masak orang Indonesia enggak ada yang bisa kerja di bidang industri teknik di luar Jawa. Memang iya kita kekurangan, karena bertahun-tahun kita tak pernah membuat vocational training yang cukup di luar Jawa,” ujarnya. Kendati demikian, Luhut
mengaku tidak bisa menyebutkan secara rinci besaran total nilai investasi negeri sakura termasuk dengan tambahan sejumlah minat investasi baru. “Detailnya akan dibicarakan lagi, miliaran dolar tapi saya tidak tahu tepatnya,” tuturnya. Setelah pertemuan dengan Presiden Jokowi, Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono bersama Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengikuti pertemuan ke-6 Dialog Strategis Indonesia-Jepang. Keduanya menyepakati tentang pentingnya peningkatan kerja sama di bidang investasi antara Indonesia dan Jepang. Menlu Retno dan Menlu Kono sepakat untuk menjajaki ke-
mungkinan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi bagi produk manufaktur Jepang yang ditujukan untuk pasar ketiga, termasuk pasar di negara-negara ASEAN. Selain itu, kedua Menlu juga sepakat tentang pentingnya mendorong penyelesaian perundingan Ulasan Menyeluruh Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang (General Review Indonesia Japan Economic Partnership Agreement/GR-IJEPA) yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Dalam kesempatan tersebut, Menlu RI dan Menlu Jepang pun menyaksikan penandatanganan Pertukaran Catatan tentang Pusat Kelautan dan Perikanan serta Pasar Perikanan (Exchange of Notes on Integrated Marine and Fisheries Centers and Fish Market) untuk meningkatkan kerja sama pembangunan sentra perikanan di enam pulau terluar Indonesia, yaitu di Biak, Moa, Morotai, Natuna, Sabang, dan Saumlaki. (ant)
Kasus Made Oka-Irvanto
KPK Sudah Periksa 115 Saksi
Febri Diansyah
Proses Hukum Dari Hal. 1 Disinggung soal netralitas, menurut Pangdam, netralitas berkali-kali disampaikan pimpinan TNI termasuk dia sendiri sebagaimana diamanatkan undang-undang. “Kalau ada anggota saya di lapangan menunjukkan sikap tidak netral, ambil dokumentasinya laporkan kepada saya. Kalau terbukti proses hukum akan saya lakukan. Ini bentuk komitmen kuat kami bahwa TNI netral. Untuk sanksi ada mekanisme dan melawan perintah pimpinan itu pelanggaran berat. Ancaman terberat bisa dipecat,” ujarnya. Sedangkan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan, tahap pemungutan dan penghitungan suara diharapkan akan menghasilkan pemimpin Bali yang berkualitas dan mampu menyejahterakan masyarakat.
Bali Post/ant
“Anggota Polri hanya melakukan pengamanan saat pencoblosan dan tidak akan mencatat perolehan hasil penghitungan suara. Kita tetap menjaga netralitas,” ujar Kapolda saat menggelar acara silaturahmi kebangsaan dengan elemen masyarakat Bali di Kuta. Apabila ada anggota Polri yang terlibat politik praktis, ia berjanji akan melakukan tindakan tegas dengan memberikan sanksi, mulai demosi, mutasi hingga pemecatan. “Jadi, jangan ada yang macammacam melakukan intimidasi,” tegasnya. Jenderal bintang dua di pundak ini juga mengingatkan pengusung paslon agar siap menang dan siap kalah. Selain itu diharapkan selesai pencoblosan tidak ada euforia berlebihan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan. (kmb36)
Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa 115 saksi dalam penyidikan untuk dua tersangka kasus korupsi KTP elektronik (KTP-e), yakni Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung. “Sampai saat ini, sekitar 115 saksi telah kami periksa dalam ka sus KTP - e unt uk d ua tersangka tersebut. KPK sedang memfinalisasi pemberkasan dalam kasus ini, khususnya untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi yang akan segera habis masa penahanan di awal Juli 2018 nanti,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa kemarin.
Febri menyatakan bahwa saksi-saksi lain masih terbuka kemungkinan diperiksa sepanjang dibutuhkan dalam proses penyidikan ini. Adapun unsur-unsur dari 115 saksi yang telah diperiksa KPK terdiri dari anggota atau mantan anggota DPR RI, mantan Menteri Dalam Negeri, pejabat dan PNS Kemendagri, pegawai LKPP dan BPPT, pengurus DPD Partai di Jawa Tengah, swasta, notaris/PPAT, dan lain-lain. KPK pun pada Selasa kemarin, memanggil lima saksi untuk dua tersangka tersebut antara lain mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie, anggota DPR RI dari Fraksi
Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf, mantan Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) di Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Hanura Djamal Aziz, mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Taufiq Effendi, dan Alexander Wunaryo berprofesi sebagai wiraswasta. Namun, hanya tiga saksi yang hadir memenuhi panggilan KPK, yaitu Marzuki Alie, Nurhayati Ali Assegaf, dan Djamal Aziz. Irvanto yang merupakan keponakan Setya Novanto dan Made Oka, pengusaha sekaligus rekan Novanto telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi KTP-e pada 28 Febru-
ari 2018 lalu. Irvanto diduga sejak awal mengikuti proses pengadaan KTP-e dengan perusahaannya, yaitu PT Murakabi Sejahtera dan ikut beberapa kali pertemuan di Ruko Fatmawati bersama tim penyedia barang proyek KTP-e, dan juga diduga telah mengetahui ada permintaan fee sebesar lima persen untuk mempermudah proses pengurusan anggaran KTP-e. Irvanto diduga menerima total 3,4 juta dolar AS para periode 19 Januari-19 Februari 2012 yang diperuntukkan kepada Novanto secara berlapis dan melewati sejumlah negara. Sedangkan Made Oka adalah pemilih
PT Delta Energy, perusahaan SVP dalam bidang investment company di Singapura yang diduga menjadi perusahaan penampung dana. Made Oka melalui kedua perusahaannya diduga menerima total 3,8 juta dolar AS sebagai peruntukan kepada Novanto yang terdiri atas 1,8 juta dolar AS melalui perusahaan OEM Investment Pte Ltd dari Biomorf Mauritius dan melalui rekening PT Delta Energy sebesar 2 juta dolar AS. Made Oka diduga menjadi perantara uang suap untuk anggota DPR sebesar lima persen dari proyek KTP-e. (ant)
Jakarta (Bali Post) Data dari Kajian The Indonesian Institute menunjukkan ada ketimpangan komposisi latar belakang calon kepala daerah. Pada Pilkada 2018 kali ini, kandidat yang berlatar belakang sebagai swasta atau pengusaha mendominasi. Temuan itu disampaikan Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute (TII) Fadel Basrianto, Selasa (26/6) kemarin. Calon kepala daerah yang berlatar belakang sebagai swasta atau pengusaha, sebanyak 44,89 persen. Berdasarkan data yang diberikan KPU RI, terdapat 573 bakal pasangan calon kepala
daerah yang telah mendaftar ke KPU masing-masing daerah. Namun, empat di antaranya ditolak, sehingga hanya terdapat 569 calon kepala daerah hingga masa pendaftaran ditutup pada 10 Januari 2018. Dari 569 bakal pasangan calon yang mendaftar itu, tercatat sekitar 128 orang maju lewat jalur perseorangan dan 441 dengan dukungan partai politik. Fadel menambahkan, hasil kajian ini tidak berubah jika dibandingkan dengan Pilkada Serentak 2017. Pada Pilkada yang dihelat 15 Februari 2017 lalu itu, sebanyak 50 persen dari total 310 calon kepala daerah berlatar be-
lakang sebagai swasta atau pengusaha. Sisanya berlatar belakang sebagai petahana PNS, anggota DPR/DPRD provinsi maupun kabupaten/ kota, anggota DPRD, pejabat BUMN/BUMD, anggota TNI/ Polri, dan perangkat serta kepala desa. Sekalipun persentase kandidat yang berlatar belakang sebagai swasta atau pengusaha menurun, akan tetapi penurunan tersebut tidak memiliki arti yang signifikan. Hal ini dikarenakan calon kepala daerah yang berlatar belakang sebagai petahana mengalami peningkatan. Pada Pilkada 2017, jumlah persentase petahana sebesar 16,61 persen. Pada Pilkada
2018, partisipasi petahana meningkat menjadi 19,49 persen. Dari data tersebut, Fadel Basrianto, Peneliti Bidang Politik TII, menyimpulkan bahwa demokrasi kita masih berbiaya tinggi. Selain itu, dalam Pilkada 2018, ada kecenderungan partai politik lebih memberikan rekomendasi kepada petahana dengan pertimbangan potensi kemenangan yang lebih tinggi karena tingkat popularitas dan elektabilitas petahana yang tinggi. Selain itu, partai politik tidak ingin mengambil risiko yang tinggi. Jika partai politik tidak mengajukan kandidat yang berpotensi menang, maka risiko mer-
eka kehilangan suara untuk Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 akan membesar. Oleh karena itu, opsi yang dipilih oleh partai politik hanya ada dua. Yakni, mendukung kandidat yang memiliki modal besar atau kandidat yang telah memiliki modal popularitas yang tinggi seperti yang dimiliki oleh petahana. “Implikasinya, aktor-aktor yang dapat mengakses menjadi calon kepala daerah menjadi lebih eksklusif. Orang yang dapat menjadi calon kepala daerah haruslah orang yang memiliki modal yang besar atau tingkat popularitas yang tinggi,” ujar Fadel. (kmb4)
Calon Kepala Daerah 44,89 % Pengusaha
RUSIA 2018 14 JUNI - 15 JULI
Rabu Pon, 27 Juni 2018
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
VAR Selamatkan Spanyol
Moskow – Dua negara Iberia, Spanyol dan Portugal, akhirnya lolos dari Grup B. Mereka berhasil selamat dari maut di partai pemungkas penyisihan grup melawan Maroko dan Iran, Selasa(26/6) dini hari kemarin. Keduanya begitu kesulitan saat menghadapi Maroko dan Iran. Sebab, hingga laga kedua, persaingan di papan klasemen Grup B begitu ketat. Hingga pertandingan kedua, masih ada peluang Spanyol dan Portugal tersingkir. Meski berat, Maroko yang menempati posisi juru kunci sebenarnya masih punya peluang. Setidaknya, mereka harus mencetak tiga gol ke gawang Spanyol. Fakta tersebut melecut semangat juang para pemain Maroko. Mereka sukses mencetak gol lebih dulu lewat Khalid Boutaib pada menit ke-14. Gol Maroko membuat La Furia Roja tersentak. Empat menit berselang, Spanyol membalasnya. Posisi menjadi imbang, tapi Spanyol begitu tertekan. Puncaknya, pada menit ke-81, Youssef En Nesyri kembali membawa Maroko unggul. Kondisi ini sebenarnya sudah membuat Spanyol aman. Mereka bisa saja lolos dengan status runner up karena di pertandingan lain Portugal unggul atas Iran, 1-0. Namun, Spanyol selamat dari kekalahan setelah terjadi kontroversi pada masa injury time. Gol Iago Aspas disahkan setelah wasit melihat
Jadwal Pertandingan Rabu, 27 Juni 2018 Korsel vs Jerman Grup F (Kazan Arena) 22:00 Meksiko vs Swedia Grup F (Ekaterinburg Arena) 22:00 Kamis, 28 Juni 2018 Serbia vs Brasil Grup E (Spartak) 02:00 Swiss vs Kosta Rika Grup E (Nizhny Novgorod) 02:00
tayangan ulang lewat video assistant referee (VAR). Pengecekan ulang wasit dilakukan usai para pemain Maroko protes lantaran merasa Aspas telah terjebak dalam posisi offside. Akan tetapi, dalam tayangan ulang, protes tersebut tak terbukti. Usai laga, para pemain Maroko masih terlihat begitu kesal dengan keputusan wasit yang mengesahkan gol Aspas. Pemain Maroko, Nordin Amrabat, bahkan melontarkan kata-kata kotor ke kamera televisi. Secara terangterangan, Amrabat menyebut VAR sebagai sebuah sistem paling tak berguna dari FIFA. Beda dengan anak-anak asuhnya, pelatih Maroko, Herve Renard, malah bersikap kalem. Menurut Renard, apa yang dialami para pemainnya merupakan proses dalam pendewasaan skuat. “Piala Dunia kali ini adalah pengalaman yang tak terlupakan. Saya datang untuk belajar dan kami mendapatkan pelajaran yang besar setelah melakoni tiga pertandingan,” kata Renard. “Kami harus bangga masih memiliki peluang lolos hingga hari terakhir. Tapi, kami harus bangga dengan apa
yang dicapai dan sudah dikerjakan,” lanjutnya. Kontroversi dalam kelolosan Spanyol benar-benar menyita perhatian dunia. Komentator Leon Osman bahkan menyebut sebenarnya Spanyol pantas kalah. Namun, VAR telah menyelamatkan muka Spanyol. “Maroko lebih bagus, performanya luar biasa. Kelemahan Spanyol benarbenar mereka manfaatkan dan seharusnya mereka bisa menang. Sayang, keberuntungan tak berpihak kepada mereka,” kata Osman. Pelatih Spanyol, Fernando Hierro, menyebut timnya dinaungi keberuntungan bisa menjadi juara Grup B. Dia pun mewanti-wanti agar timnya memperbaiki aspek pertahanan untuk babak 16 Besar. “Saya senang grup ini karena persaingannya ketat. Kami tak yakin bisa finis di posisi pertama atau kedua hingga akhir laga, dan saya akui kami beruntung,” ucap Hierro. Eks bek Real Madrid tersebut menyebut penampilan Spanyol memang belum memuaskan. “Kami harus lebih keras terhadap diri sendiri. Permainan seperti ini bukan cara Spanyol,” tuturnya. “Kami tidak bisa membiarkan lawan mendapat begitu banyak peluang. Kalau kami ingin juara, perlu penyesuaian dan perbaikan,” kata Hierro. La Furia Roja memang harus Bali Post/ap segera berbenah sebab persaingan di babak selanjutnya akan lebih ketat HENTIKAN - Pelatih Spanyol, Fernando Hierro, menghentikan usaha pemain Maroko, Faycal Fajr, untuk melakukan protes keras kepada wasit. lagi. (kmb33/afp)
Philippe Coutinho Waspadai Serbia
Moskow – Playmaker mungil tim nasional Brazil, Philippe Coutinho, menyatakan jika matchday ketiga Grup E yang mempertemukan negaranya dengan Serbia akan berjalan berat. Pasalnya, kesebelasan Elang Balkan berisikan pemain-pemain dengan kualitas top. Coutinho mewaspadai sosok gelandang bertahan utama Serbia yakni Nemanja Matic. Keduanya dipastikan akan punya duel sengit mengingat sudah sering berhadapan
di ajang Premier League. Matic yang saat ini memperkuat Manchester United juga pernah berbaju Chelsea sementara Coutinho baru pada Januari lalu meninggalkan Liverpool. “Serbia akan selalu jadi lawan yang menyulitkan. Mereka tidak akan pernah menyerah sampai akhir. Sebelum Piala Dunia dimulai, aku sudah memprediksi jika status juara grup belum akan ditentukan sebelum Brazil menghadapi mereka,” tutur Coutinho Selasa(26/6) kemarin.
“Tapi kami sudah siap untuk situasi ini. Matic adalah pemain yang aku kenal dari pengalamanku di Premier League. Tidak ada sentimen personel karena ini Brazil vs Serbia bukan Manchester United vs Liverpool,” imbuhnya. “Kami adalah Brazil dan kami tidak takut akan apa pun. Sejak kecil aku selalu bermimpi untuk mengenakan seragam tim ini. Ini adalah momen penting dalam karierku,” imbuh gelandang serang Barcelona tersebut. Brazil perlu satu poin.
Serbia yang baru menjalani Piala Dunia keduanya sejak berpisah dari Yugoslavia memang patut diwaspadai di 2018 ini. Pasalnya, The Eagles dikaruniai skuat yang penut talenta. Selain Matic juga ada Sergej Milinkovic-Savic, Aleksandar Mitrovic, serta Aleksandar Kolarov. Mereka juga sudah mengoleksi tiga poin dari Grup E hasil menang atas Kosta Rika. Saat jumpa Swiss sayangnya Serbia tergelincir pada menit-menit akhir. Sempat unggul cepat di babak pertama, tim
berkostum merah-putih itu harus mengakui keunggulan Swiss 1-2. Untuk itulah, Coutinho diharapkan bisa kembali menunjukkan aksi magisnya untuk Selecao. Dalam dua penampilan terakhir eks Vasco da Gama ini sudah punya dua gol sejauh ini di Piala Dunia. Brazil hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke 16 besar. Sementara itu, Serbia masih diwajibkan untuk meraih kemenangan apabila ingin melaju lebih jauh dari sekadar fase grup. (kmb33/afp)