16 HALAMAN
NOMOR 305 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
Selasa Umanis, 10 juli 2018
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
KEBAKARAN DI PELABUHAN BENOA
40 Kapal Ludes Denpasar (Bali Post) Asap hitam pekat membubung ke langit di atas Pelabuhan Benoa, Senin (9/7) pagi kemarin. Ketika itu puluhan kapal ikan di Dermaga Barat Utara, tepatnya depan PT Intimas Surya, Pelabuhan Benoa, Denpasar, terbakar. Kapolsek Kawasan Laut Benoa Kompol Ni Made Sukerti menyebutkan ada 40 kapal ikan ludes dilalap si jago merah. ‘’Kebakaran terjadi mulai pukul 02.00 dan sampai sore proses pemadaman masih berlangsung,’’ tegasnya. Menurut Sukerti, polisi sudah memeriksa beberapa saksi terkait kejadian ini. Salah satunya Agung Artawan, sekuriti perusahaan Intimas Surya. Ia mengaku api awalnya muncul dari KM Cilacap Jaya Karya milik PT TKF di bagian mesin yang saat itu masih dalam keadaan hidup. Selanjutnya api menjalar ke beberapa kapal milik PT Intimas Surya dan PT Bandar Nelayan. Sedangkan I Ketut Kariana, sekuriti PT TKF, mengatakan saat jaga mendengar salah satu ABK teriak kebakaran. Selanjutnya ia bersama beberapa ABK berusaha memadamkan api dengan tabung pemadam. Mengingat angin saat itu kencang, api dengan cepat menjalar ke kapal di sebelahnya. Terkait kebakaran itu, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose langsung turun ke TKP. Dari laporan
yang diterima Kapolda, kapal tersebut isi BBM jenis solar karena siap berlayar. Akibatnya proses pemadaman memakan waktu sangat lama. Polisi akan menyelidiki apakah kapal tersebut kebakaran atau sengaja dibakar. Terkait proses pemadaman sangat lama, menurut Kapolda, rata-rata kapal itu siap berlayar. Walaupun jajaran pemadam melakukan pemadaman, tetapi karena isi BBM proses pemadaman memakan waktu lama. Hasil identifikasi awal kapal yang terbakar yaitu milik PT AKFI sebanyak 5 unit, tujuh kapal milik PT Intimas Surya. Sedangkan kapal milik PT Bandar Nelayan terbakar dua unit. ‘’Ada 25 kapal yang belum terdata mengingat api masih menyala. Upaya pemadaman melibatkan 8 unit PMK Kota Denpasar, PMK Badung 2 unit, PMK Pelindo 1 unit dan water cannon serta tugboat,’’ ungkapnya. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja menyampaikan, hasil pemeriksaan Supriyanto (28 ), ABK bagian mesin Kapal Cilacap Jaya Karya, sekitar pukul 00.00 Wita dia tidur di atas kapal. Selanjutnya pukul 01.55 Wita, dia bangun karena lampu kapal mati. Supriyanto langsung menuju kamar mesin dan dilihat api sudah berkobar. Karena angin bertiup kencang serta parkir kapal berdempetan, api dengan cepat merembet ke kapal lainnya. (kmb36)
Thierry Henry
Legenda Prancis Kunci Keberhasilan Belgia Moskow – Pertandingan Prancis melawan Belgia di semifinal Piala Dunia 2018 Rusia, Rabu (11/7) dini hari nanti, dipastikan akan berlangsung seru. Banyaknya pemain bintang di kedua tim menjanjikan partai yang sangat menarik. Tetapi ada hal menarik terkait keberhasilan Belgia lolos ke semifinal. Dialah Thierry Henry. Mantan striker Prancis yang menjadi inspirasi bagi para pemain Belgia ini menjadi sorotan di semifinal nanti.
Henry adalah top skorer sepanjang masa Prancis, dan juga legenda Les Bleus. Di hari-hari ini dia tengah sibuk merencanakan kejatuhan timnasnya sendiri. Pemilik 51 gol dalam 123 penampilan dan tampil di empat Piala Dunia bersama Timnas Prancis itu akan berhadapan dengan Didier Deschamps, mantan teman bermainnya di timnas. Henry juga akan memikirkan cara mematikan Kylian Mbappe, pemain yang disanjung tinggi sebagai titisan dirinya. Thierry Daniel Henry sudah dua tahun ini menjadi asisten pelatih Ro berto Martinez di Timnas Belgia.‘’Thierry Henry sangat penting buat kami. Dia menceritakan pada kami kisah saat dia masih bermain dan itu menginspirasi kami. Jika dia menceritakan sesuatu, itu selalu membantu kami. Keberadaannya, pengalamannya di Piala Dunia, semuanya memberi pengaruh yang positif,’’ ucap bek Belgia Toby Alderweireld, Senin (9/7) kemarin. Apa yang membuat Henry memilih menjadi asisten pelatih Belgia tetap menjadi misteri. Tetapi apakah dia akan senang jika membantu Belgia untuk mengalahkan Prancis? Kita tunggu laga di semifinal Piala Dunia 2018. (kmb44/afp)
PADAMKAN API - Petugas bersama warga berusaha memadamkan api yang melalap puluhan kapal nelayan di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Senin (9/7) kemarin.
2018, Tidak Ada APBN Perubahan Bogor (Bali Post) – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas telah menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan melakukan pengajuan APBN Perubahan 2018. ‘’Laporan ini akan saya sampaikan kepada dewan (DPR) untuk dibahas pada minggu depan,’’ kata Sri Mulyani saat konferensi pers usai rapat terbatas yang membahas realisasi dan prognosis pelaksanaan APBN 2018, di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (9/7) kemarin. Sri Mulyani mengungkapkan bahwa Presiden menyatakan tidak adanya APBN Perubahan pada tahun ini karena postur APBN cukup baik dan tidak mengalami deviasi yang besar dari sisi jumlah penerimaan negara dan jumlah belanja negara serta defisitnya lebih kecil dari yang direncanakan. Menkeu mengungkapkan bahwa pada pelaksanaan semester I APBN 2018, dari sisi penerimaan perpajakan PPN nonmigas tumbuh 14,9 persen atau lebih tinggi dibandingkan 2017 yang hanya 6 persen dan 2016 hanya 7 persen. ‘’Kemudian penerimaan perpajakan yang berasal dari PPN, tumbuhnya hampir sama dengan tahun lalu yaitu 13,6 persen, sedangkan 2016 PPN itu tumbuhnya negatif,’’ ungkapnya. Dari sisi bea dan cukai penerimaan tumbuh 16,7 persen yang merupakan pertumbuhan yang tertinggi sejak tiga tahun terakhir. Untuk PPH Migas, kata Sri Mulyani, meningkat 9 persen dibandingkan tahun lalu yang pertumbuhannya adalah negatif
69 persen dan 2016 negatif 40 persen. Terkait defisit anggaran, ia mengungkapkan terjadi penurunan, di mana Rp 110 triliun lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang posisinya Rp 175 triliun. ‘’Tadi telah diputuskan oleh Bapak Presiden dengan postur APBN kita yang relatif terjaga nanti pada 2018 ini, maka kita akan menjaga APBN kita dengan defisit lebih rendah dari yang direncanakan,’’ katanya. Perang Dagang Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, pemerintah telah membahas perumusan strategi dan kebijakan dalam menghadapi dampak adanya perang dagang dan kenaikan tingkat bunga Amerika Serikat (AS). ‘’Kami sudah bahas hal-hal yang perlu yang akan kami usulkan tentu saja. Termasuk antisipasinya, tapi substansinya saya belum bisa jelaskan,’’ katanya, Minggu malam. Darmin mengatakan pemba-
hasan tersebut telah dilakukan dengan beberapa kementerian terkait. Hadir dalam rapat koordinasi tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dalam kesempatan yang sama, Enggartiasto membenarkan bahwa rapat di kantor Kemenko Perekonomian membahas persiapan rapat kabinet terbatas. Ia mengungkapkan salah satu isu yang dibahas adalah mengenai ekspor dan impor. Sebelumnya, perang dagang antara Amerika Serikat dan negara-negara ekonomi utama lain makin mengemuka setelah pemerintah AS pada Jumat (6/7) mulai mengenakan tarif bea masuk baru pada impor produk China senilai 34 miliar dolar AS.(ant)
Bali Post/dok
Sri Mulyani
Kerusakan Lingkungan Makin Masif (1)
Bali Kembangkan Konsep Pariwisata ’’Palugada’’ Sektor pariwisata menjadi penggerak utama ekonomi Bali. Turun-naiknya pertumbuhan ekonomi Bali, sangat dipengaruhi sektor pariwisata. Sayangnya, sektor pariwisata juga sangat ringkih. Sedikit saja isu buruk menerpa, pariwisata bisa langsung mengalami kelumpuhan. Namun pariwisata yang berkembang dengan kecepatan tinggi, juga menggerus banyak sumber daya sehingga meninggalkan kerusakan permanen. ERUPSI Gunung Agung berimbas pada menurunnya kunjungan wisatawan pada 2017 lalu. Dampaknya ekonomi Bali tumbuh hanya 5,59 persen, terendah sepanjang enam tahun terakhir. Berbeda dengan tahuntahun sebelumnya. Ekonomi Bali tumbuh di atas rata-rata nasional. Namun harus diingat, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dari sektor pariwisata bukannya tanpa risiko. Konsep pertumbuhan ekonomi yang dipacu terus-menerus dari pariwisata berimplikasi kepada dieksploitasinya berbagai sumber daya yang tersedia di tanah Bali. Salah satu yang paling deras merasakan eksploitasi adalah lahan-lahan pertanian yang beralih fungsi secara masif. Data yang dirilis BPS
menunjukkan alih fungsi lahan pertanian rata-rata 1.000 hektar (ha) per tahun. Sumber daya berupa ketersediaan air tanah Bali juga mengalami eksploitasi. Kebutuhan yang tinggi dari perhotelan dan lapangan golf ditambah pula dengan pemenuhan kebutuhan perumahan kaum urban perkotaan juga menyedot air tanah secara berlebihan. Tidak berlebihan jika muncul ketakutan bahwa tahun 2025 nanti Bali akan mengalami kekeringan. Menurut aktivis lingkungan I Wayan ‘’Gendo’’ Suardana, pengembangan yang diarahkan pada pariwisata massal (mass tourism) membelokkan arah pariwisata Bali kepada jurang kehancuran. Sektor lingkungan menjadi paling rentan mengalami
kerusakan. Rencana mereklamasi Teluk Benoa, hanyalah contoh kecil bagaimana korporasi besar industri pariwisata memandang Bali tidak lebih hanyalah sapi perah. Akademisi Universitas Udayana Prof. Dr. Rumawan Salain melihat ada potensi pariwisata Bali akan menikam Bali. Mass tourism menjadikan Bali mengembangkan konsep pariwisata ‘’Palugada’’ –- ‘’apa loe mau gua ada’’. Konsep ini menunjukkan bahwa pariwisata Bali menempatkan keinginan wisatawan di atas segala-galanya. Apa pun yang diinginkan wisatawan, meski itu bisa merusak tatanan budaya sekalipun, pasti akan dipenuhi. Contohnya adalah pengembangan destinasi-destinasi pariwisata yang sangat jauh
dari budaya Bali. Pada konteks inilah, pariwisata akan menikam Bali, membunuh Bali secara perlahan-lahan. Sementara itu, Wakil Ketua DPP Indonesia Hotel General Manager Asosiation (IHGMA) I Made Ramia Adnyana mengatakan, kerusakan lingkungan dan budaya Bali tidaklah semata-mata akibat pariwisata. Selama ini, kata Ramia, pariwisata selalu saja menjadi kambing hitam. Padahal, jika saja kebijakan pemerintah dengan serius melakukan pencegahan, maka dampak buruk pariwisata akan dapat dicegah. Selama ini ada banyak kebijakan pemerintah yang tidak konsisten dalam soal pariwisata. Misalnya perizinan yang sering tidak sesuai dengan peruntukan. (ata)
JUMLAH 2007 WISATAWAN 2008 MANCANEGARA 2009 KE BALI 2007-2017 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
1.668.531 2.085.084 2.385.122 2.576.142 2.826.709 2.949.332 3.278.598 3.766.638 4.001.835 4.927.937 5.697.739 grafois:tomikcahya
DENPASAR
2
Selasa Umanis, 10 Juli 2018
Disdikpora Batasi MPLS hingga Pukul 13.00 Wita Larang Sekolah Jual Baju Seragam
Denpasar (Bali Post) -
Bali Post/rin
SAMPAIKAN ASPIRASI - Jajaran BMPS menyampaikan aspirasi ke DPRD Bali.
BMPS Datangi DPRD Bali
Tolak Dikotomi Sekolah Negeri dan Swasta Denpasar (Bali Post) Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) se-Bali gagal menemui pimpinan dan anggota DPRD Bali untuk menyampaikan aspirasi di gedung dewan, Senin (9/7) siang kemarin. Padahal kemarin DPRD Bali melaksanakan rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, serta dihadiri Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Ketua Umum BMPS Provinsi Bali M.S. Chandra Jaya yang datang bersama pengurus BMPS di seluruh Bali serta sejumlah kepala sekolah swasta menyampaikan pemerintah semestinya tidak membedakan antara sekolah negeri dan swasta, seperti yang tercantum dalam undang-undang. Namun yang terjadi sekarang, pemerintah justru mendorong anak-anak agar hanya diterima di sekolah negeri. Padahal sebagaimana sekolah negeri, sekolah swasta juga bertugas mendidik dan memberikan pelajaran yang baik bagi siswa. ‘’Kenapa harus negeri yang disubsidi, dibiayai oleh pemerintah. Kami yang biaya dari masyarakat ini justru tidak diberikan ruang. Ketika anakanak tidak dapat sekolah negeri, buka sekolah negeri. Paradigma ini harus diubah,’’ tegasnya. Chandra Jaya menambahkan, pemerintah mestinya mendata jumlah sekolah negeri dan swasta yang ada di Bali, baru kemudian disandingkan dengan jumlah lulusan. Kalau memang masih ada yang tercecer, barulah dibuka sekolah baru, itu pun tidak melulu harus negeri. ‘’Kalau sudah swasta mampu melayani masyarakat untuk memberikan pendidikan baik, maka pemerintah mendorong supaya swasta berperan di situ, sehingga anggaran pendidikan ini bisa ditanggung swasta. Masyarakat sudah sangat cerdas sebetulnya, tetapi justru diiming-imingi oleh sekolah negeri yang gratis,’’ katanya. Dikotomi sekolah negeri dan swasta, lanjut Chandra Jaya, membuat sekolah swasta ada di kasta kelas 2. Padahal banyak sekolah swasta yang fasilitasnya jauh lebih baik bila dibandingkan sekolah negeri. Dia berharap jangan sampai terulang kejadian di Palasari, Jembrana. Yang mana sekolah swasta yang merintis pendidikan atau sekolah di daerah itu terpaksa tutup karena pemerintah membangun sekolah negeri di sana. ‘’Pemerintah harus berubah. Jangan lagi berpikir ketika masyarakat tidak dapat sekolah negeri, bikin sekolah negeri. Justru dia harus memanggil kami swasta. Kenapa tidak swasta dibantu lewat APBD diberi subsidi untuk revitalisasi sehingga mampu bersaing,’’ jelasnya. Bendahara BMPS Kota Denpasar Tini Rusmini Gorda mengatakan, eksekutif dan legislatif di Pemprov Bali mestinya melihat sekolah negeri dan swasta sama-sama merupakan sekolah anak negeri. Dalam PPDB regulasi seperti Permendikbud semestinya ditaati. Hanya Bali yang proses PPDB-nya disebutnya paling kacau. ‘’Kalau berani, harusnya dewan mengatakan bahwa sekolah negeri untuk anak miskin, selesai urusannya. Bagi yang punya uang ya sekolah swasta,’’ ujarnya. Diwawancarai terpisah, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan, sekolah swasta harus meningkatkan kualitasnya. Sebab, kalau kualitasnya baik, masyarakat pasti akan lebih memilih sekolah swasta. ‘’Banyak sekolah swasta yang kualitasnya bagus, berebut juga orang masuk ke sana kok. Kalau sekolah swastanya abal-abal, ya orang tidak mau mempertaruhkan anaknya di sana,’’ katanya. Terkait kisruh PPDB, Pastika mengaku belum membuat pergub baru. Namun, dia sudah menginstruksikan agar jangan sampai ada calon siswa yang tidak diterima, terutama di sekolah negeri. Kalau kelasnya sudah penuh, agar dibuat dua shift. Sementara itu, Komisi IV DPRD Bali dan Dinas Pendidikan Provinsi Bali kemarin mendatangi SMA Negeri 1 Abiansemal, Badung. Di sekolah ini akan dibuka shift sore untuk menampung calon siswa yang masih tercecer dalam PPDB. Namun shift sore tidak berlaku untuk anak-anak yang sudah diterima di sekolah swasta ataupun sudah diterima di SMA/SMK negeri karena akan ditolak oleh sistem. ‘’Semuanya agar melaksanakan dengan tertib, karena prinsipnya akan diterima semuanya. Urusan nanti gurunya dan fasilitas lain, itu urusan kami,’’ ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta. (kmb32)
JADWAL PESTA KESENIAN BALI XL-2018 Selasa, 10 Juli 2018 Pukul : 09.00 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Sarasehan Pesta Kesenian Bali XL–2018 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Parade Topeng Panca Klasik: Sekaa Topeng Gurnita Kanti, Kelurahan Pemecutan, Duta Kota Denpasar Pukul : 14.00 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Tari Kontemporer: Sanggar Seni dan Budaya Tindak Alit, Kabupaten Badung Pukul : 17.00 Wita Tempat : Areal Taman Budaya Kegiatan : Parade Ngelawang: Sekaa Ngelawang Rare Kumara, Br. Anggabaya, Desa Penatih, Denpasar Timur, Duta Kota Denpasar Pukul : 20.00 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Tari dan Tabuh Kekebyaran:
Sanggar Saraswati, Daerah Istimewa Yogyakarta Pukul : 20.00 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Teater inovatif: Teater Mahima, Duta Kabupaten Buleleng Pukul : 20.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Dramatari Calonarang: Sanggar Grongseng Poleng, Kecamatan Kuta Utara, Duta Kabupaten Badung Pukul : 20.00 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra. Kegiatan : Parade Gong Kebyar Dewasa: Sanggar Seni Manik Uttara, Singaraja, Duta Kabupaten Buleleng dengan Sekaa Gong Dharma Laksana, Br. Peken, Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Duta Kabupaten Badung
Semua siswa baru di jenjang SD dan SMP negeri maupun swasta di Kota Denpasar, Senin (9/7) kemarin secara serentak menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sementara MPLS tingkat SMA dan SMK negeri diundur hingga 16 Juli karena kisruh PPDB. Kepala Disdikpora Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan didampingi Kabid Pembinaan SMP Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. saat meninjau MPLS di SMPN 3 Denpasar Senin (9/7) kemarin menegaskan, Disdikpora membatasi pelaksanaan MPLS di sekolah selama tiga hari. Tiap hari MPLS sudah ditutup pukul 13.00 Wita. ‘’Tak boleh ada MPLS tambahan, apalagi memberi tugas rumah yang sulit dicari,’’ tegasnya. Gunawan juga melarang MPLS dimanajemeni oleh siswa, tetapi sepenuhnya dilakukan oleh tim guru agar mudah diawasi dan terkontrol. MPLS di Kota Denpasar, katanya, tak boleh ada kekerasan dan praktik perpeloncoan. ‘’Jika diberikan kepada siswa, bahayanya tak terkontrol,’’ tegasnya. Disdikpora sudah melaksanakan rapat persiapan dengan seluruh kepala sekolah di Kota Denpasar untuk menyamakan persepsi terkait
pelaksanaan MPLS. ‘’Kami menyepakati bahwa kegiatan anak-anak harus yang mengedukasi dan mengedepankan penerapan pendidikan karakter. Selain itu, kami menegaskan tidak ada unsur senioritas ataupun perpeloncoan di sekolah, karena seluruh pelaksanaan kegiatan ini adalah tanggung jawab para guru,’’ terangnya. Pihaknya juga melarang sekolah menjual seragam sekolah, kecuali atribut sekolah. Disdikpora mempersilakan orangtua siswa membeli dan menjahit di rumah. Di samping itu, dia menegaskan tak ada istilah PPDB gelombang II ala SMA dan SMK negeri. Semua kuota di sekolah negeri sudah terpenuhi dan PPDB sudah ditutup. Bagi yang belum mendapatkan sekolah diminta mencari sekolah swasta karena masih banyak yang lowong. Namun, dia tak mau menggiring mereka ke sekolah tertentu. Sementara itu, Kepala
Bali Post/025
MPLS - Kadisdikpora Wayan Gunawan didampingi A.A. Wiratama dan Wayan Murdana memberi salam kepada siswa saat meninjau MPLS di SMPN 3 Denpasar. SMPN 3 Denpasar Drs. I Wayan Murdana, S.Pd., M.PSi. menjelaskan, MLPS di sekolahnya berjalan sesuai aturan dan juknis Disdikpora. Penekanan MPLS kali ini yakni riang gembira, pendidikan karakter dan peduli lingkungan. Pelaksana MLPS adalah guru inti ditambah pendampingan dari OSIS. Murdana mengatakan, SMPN 3 Denpasar tahun ini menerima 252 siswa baru, mereka wajib mengikuti MPLS selama tiga hari. Di
antaranya diberikan ceramah soal sekolah, SDM guru dan fasilitas. Program baru tahun ini yakni siswa diajak yoga bersama, diberikan ceramah dari Kejaksaan soal hukum dan perlindungan anak dan anti kekerasan. Di samping itu, mereka juga diberikan ceramah tentang bahaya narkoba, kenakalan remaja dan lingkungan hidup. ‘’Kami taat aturan, tak ada praktik perpeloncoan,’’ tegasnya. Murdana menambahkan, SMPN 3 Denpasar
juga melibatkan orangtua siswa sebagai ciri sekolah mitra keluarga. Para orangtua diundang khusus soal MPLS serta penyiapan seragam oleh siswa masing-masing. Namun dia tetap menjalankan sanksi edukasi bagi peserta yang tidak disiplin. (025/kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Pastikan Penanggulangan Maksimal
Sekda Denpasar Pantau Penanganan Kebakaran Kapal di Benoa MUSIBAH kebakaran kembali menimpa kapal nelayan di pelabuhan ikan Benoa Denpasar, Senin (9/7) dini hari. Sedikitnya 39 kapal nelayan hangus dilalap si jago mereh. Dalam upaya memastikan maksimalnya pemadaman api, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat I Made Toya, Kepala BPBD Kota Denpasar I.B. Joni Arimbawa, meninjau langsung proses pemadaman api di lokasi serta memastikan koordinasi di segala lini terbangun maksimal. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan, musibah tersebut tentunya menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk tetap waspada guna meminimalisir kasus kebakaran. Musibah kebakaran
kapal ini harus segera mendapatkan penanganan yang maksimal agar tidak menimbulkan permasalahan baru. ‘’Musibah kebakaran kapal ini menjadi pembelajaran bagi kita bersama, dan dalam upaya mengatasi kebakaran yang saat ini belum bisa dipadamkan, ini harus terus dikoordinasikan dengan daerah tetangga Kota Denpasar sehingga penanganan dapat dimaksimalkan,’’ ujar Rai Iswara siang kemarin. Kepala BPBD Kota Denpasar I.B. Joni Ariwibawa menjelaskan, hingga sore kemarin api yang melalap kapal nelayan di Pelabuhan Ikan Benoa belum dapat dipadamkan. Hal ini dikarenakan kerasnya angin dan medan yang sulit lantaran kapal berada dalam posisi berdekatan. Selain itu, bahan bakar kapal masih be-
rada dalam kondisi penuh, sebab kapal rencananya akan berlayar. Berdasarkan data sementara BPBD Kota Denpasar, terdapat 39 kapal yang berhasil teridentifikasi. Terkait dengan kerugian material, pihak-pihak terkait sedang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. ‘’Kami berharap semua pihak tetap bersabar dan memberikan ruang bagi petugas dalam memaksimalkan pemadaman api. Selain dari tim pemadam kebakaran Kota Denpasar, kami juga dibantu dari tim pemadam Kabupaten Badung. Di mana dari keterangan nelayan, kebakaran terjadi karena adanya korsleting listrik di kapal, yang kemudian terjadi kebakaran dan merembet ke kapal yang berhimpitan di sekitarnya. (ad492)
MENINJAU - Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat I Made Toya dan Kepala BPBD Kota Denpasar I.B. Joni Arimbawa, saat meninjau proses pemadaman api di pelabuhan ikan Benoa Denpasar, Senin (9/7) kemarin.
Sidang Paripurna DPRD
Wali Kota Denpasar Ajukan Dua Ranperda WALI Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyampaikan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yaitu Ranperda tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2017, dalam sidang paripurna DPRD Kota Denpasar, Senin (9/7) yang bertempat di ruang sidang DPRD setempat. Sidang paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede tersebut dihadiri Wakil Wali Kota I G.N. Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, anggota DPRD dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Pada kesempatan tersebut Rai Mantra menyampaikan, warisan budaya Denpasar merupakan hasil peradaban masyarakat Denpasar selama berabad-abad bersifat berkelanjutan dari generasi ke generasi dan bercorak sangat khas. Warisan budaya Denpasar telah memberikan manfaat, baik secara sosial ekonomi dan kebijakan orientasi perilaku bagi masyarakat Denpasar masa lalu dan masa akan datang. Terkait dengan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Den-
SERAHKAN RANPERDA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyerahkan Ranperda ke Ketua DPRD I Gusti Ngurah Gede, disaksikan Wakil Wali Kota I G.N. Jaya Negara dan Wakil Ketua DPRD A.A. Asmara Putra. pasar tahun anggaran 2017, Rai Mantra mengatakan kebijakan penyusunan APBD tahun 2017 disusun berdasarkan arah dan kebijakan umum, strategi dan prioritas APBD yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi daerah. Hal ini tetap memperhatikan prinsip-prinsip anggaran, meliputi transparansi anggaran, efisiensi dan efektivitas anggaran. Strategi penyusunan diimplementasikan untuk dapat
menjawab tantangan dan tuntutan pembangunan dengan berbagai program sesuai skala prioritas, terutama pada pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan pelayanan jasa publik yang bersifat mendasar. Penyusunan dijabarkan pada kebijakan, di antaranya mengupayakan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan tidak mebuat kebijakan yang memberatkan dunia usaha dan masyarakat, namun
Kade Wiarsa Raka Sandi, Senin (9/7) kemarin mengatakan, untuk hari pertama dan kedua dibuka hingga pukul 16.00 Wita, sedangkan di hari terakhir akan dilayani hingga pukul 24.00 Wita. Diharapkan para bakal calon anggota DPDRI yang berjumlah 23 orang yang telah memenuhi syarat dukungan segera mendaftarkan diri ke KPU Bali. ‘’Sejauh ini koordinasi kami dengan LO (Liaision Officer-red) masingmasing bakal calon sangat
baik. Namun menjelang pendaftaran, jika ada hal-hal yang penting, mohon segera dikoordinasikan dengan kami di KPU Provinsi Bali,’’ katanya. Mengenai Daftar Calon Sementara dan Daftar Calon Tetap anggota DPD-RI dapil Bali, akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan KPU pusat. Sebab, kewenangan untuk penetapan daftar calon tetap bakal calon anggota DPD-RI sepenuhnya ada di KPU pusat. (win)
dengan cara meningkatkan pengendalian dan pengawasan atas pungutan PAD. Menyusun Belanja Daerah berdasarkan pendekatan prestasi kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran serta memperjelas efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran. Di samping itu, juga melakukan kebijakan prioritas anggaran untuk membiayai kegiatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, distribusi pendapatan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Ranperda tentang Pertanggungjawaban ABPD tahun anggaran 2017 atas pelaksanaan APBD 2017 telah diberikan penilaian oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang capaian keenam kalinya berturut-turut. Lebih lanjut Wali kota Rai Mantra menyampaikan, realisasi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah tahun anggaran 2017 yang secara umum kemampuan pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 2,04 triliun lebih dengan realisasi sebesar Rp 2,05
triliun lebih. Belanja daerah direncanakan Rp 2,28 triliun lebih dan realisasi sebesar Rp 1,96 triliun lebih. Realisasi pendapatan daerah bersumber dari PAD sebesar Rp 1,00 triliun lebih atau melampaui target 108,15 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp 932,70 miliar lebih. PAD tersebut bersumber dari pajak daerah Rp 700,3 miliar lebih atau meningkat sebesar 117,61 persen dari target yang ditetapkan Rp 595,5 miliar lebih. Sementara belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung, dengan total anggaran belanja daerah direncanakan Rp 2,28 triliun lebih, realisasinya sebesar 1,96 triliun lebih atau sebesar 86,27 persen. Penghematan belanja daerah terjadi antara lain karena adanya upaya penghematan anggaran belanja pada setiap program dan kegiatan dengan mengedepankan prinsipprinsip efisiensi, aktivitas dan ekonomis. Total anggaran belanja tidak langsung sebesar Rp 1,15 triliun lebih dan realisasi sebesar Rp 1,04 triliun lebih. Sedangkan belanja langsung dirancang sebesar Rp 1,12 triliun lebih dan realisasi sebesar Rp 926,02 miliar lebih. (ad498)
Lima Bakal Calon DPD Mendaftar ke KPU
Denpasar (Bali Post) KPU Provinsi Bali membuka pendaftaran bakal calon (balon) anggota DPD-RI dapil Provinsi Bali dari 9-11 Juli 2018. Pada hari pertama Senin (9/7), baru lima bakal calon yang mendaftarkan diri, yakni Arya Wedakarna, A.A. Gde Agung, Gede Ngurah Ambara Putra, Nengah Wirata dan Ketut Ismaya. Saat mendaftar, bakal calon didampingi pendukung masing-masing. Ketua KPU Bali I Dewa
(0361) 7400391, 812987 FM 96,5
Topik : GUBERNUR KELUARKAN SE PPDB Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
BADUNG
Selasa Umanis, 10 Juli 2018
3 Bulatkan Tekad Menuju Kursi DPD-RI
A.A. Gde Agung Serahkan Syarat Administrasi ke KPU
Bali Post/kmb27
ORANGTUA SISWA - Puluhan orangtua siswa mendatangi SMAN 1 Abiansemal. Mereka berharap anak-anak mereka masih bisa diterima di SMA negeri tersebut.
Gubernur Bali Keluarkan SE PPDB
Orangtua Siswa Datangi SMAN 1 Abiansemal
Mangupura (Bali Post) –
Kabar adanya Surat Edaran (SE) Gubernur Bali perihal pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA/SMK negeri tahap kedua, menimbulkan gejolak di masyarakat. Bahkan puluhan orangtua siswa, Senin (9/7) kemarin mendatangi SMAN 1 Abiansemal untuk mendaftar kembali. Mereka berharap putra-putri mereka masih bisa diterima di SMA negeri satu-satunya di Kecamatan Abiansemal itu. Kepala SMAN 1 Abiansemal Made Kupasada di hadapan para orangtua mengatakan tetap berpegang teguh pada ketentuan yang berlaku. Bila terdapat kebijakan baru dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali, pihaknya siap menambah daya tampung. Sesuai dengan Permendikbud hanya 36 orang dalam satu rombel, sehingga akan diberlakukan double shift pagi dan sore. ‘’Kalau ada kebijakan (penambahan rombel – red) kami siap menambah daya tampung, dengan catatan pihak Provinsi menjamin agar kami tidak disalahkan nantinya,’’ tegas Made Kupasada, Senin kemarin. Kendati demikian, siswa yang akan mengikuti PPDB tahap kedua harus memenuhi syarat yang telah ditentukan. Salah satunya calon siswa tidak mendaftar di sekolah swasta.
‘’Sepanjang dia belum mendaftar ke sekolah mana pun, maka kami siap menerima, sehingga saya tidak disalahkan oleh sekolah swasta,’’ katanya. Berdasarkan informasi, SMA Negeri 1 Abianemal telah menerima 324 siswa baru untuk sembilan rombongan belajar (rombel) yang disiapkan pihak sekolah. Jumlah tersebut akumulasi dari semua jalur penerimaan, baik zonasi, keluarga tidak mampu, prestasi PKB (pesta Kesenian Bali). Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Tjokorda Istri Agung (TIA) Kusuma Wardhani yang hadir di lokasi menegaskan, siswa yang akan diterima adalah siswa yang belum diterima sekolah mana pun. Siswa yang telah diterima di sekolah swasta tidak diperbolehkan mengikuti PPDB tahap kedua. ‘’Jangan sampai karena ada penerimaan
gelombang kedua, yang sudah diterima di sekolah swasta balik lagi ke sini,’’ tegasnya seraya menyebutkan tidak ada siswa yang tidak mendapat sekolah. Ia mengakui akan menyampaikan permasalahan tersebut kepada Gubernur Bali serta bersurat kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar mendapat kebijakan. Mengingat di Kecamatan Abiansemal jumlah penduduknya padat, sementara sekolah terbatas. ‘’Karena harus memberlakukan double shift, maka harus ada sekolah sore. Karena itu, kami minta sistem pembelajarannya dimaksimalkan,’’ ungkapnya. Seperti diketahui, Surat Edaran Nomor: 422.1/41293/BPTEKDIK/Disdik tentang Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK Negeri Provinsi Bali Tahun Pelajaran 2018/2019 yang dikeluarkan 7 Juli 2018 dan diteken Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, PPDB gelombang kedua ini dibuka pada 9-10 Juli 2018. Perankingan pada 11 Juli 2018, dan dilanjutkan dengan pengumuman pada 12 Juli 2018. Sedangkan pendaftaran kembali dibuka pada 13-14 Juli 2018. (kmb27)
Tinggal di Kos Elite, Pengedar Narkoba Digerebek Mangupura (Bali Post)Tim Satresnarkoba Polres Badung menggerebek rumah kos elite di Jalan Cargo, Denpasar akhir Juni lalu. Di salah satu kamar, petugas menangkap pengedar sabu-sabu (SS), Budi Hartono alias Rajus (25). Hasil penggeledahan disita tujuh paket SS siap edar seberat 9,22 gram. “Setelah pelaku ditangkap langsung kami kembangkan. Oleh karena itu, baru hari ini (kemarin-red) kasus ini bisa kami rilis. Pelaku ditangkap saat tidur bersama istri sirinya,” ujar Kasatresnarkoba Polres Badung AKP Djoko Hariadi, Senin (9/7) kemarin. Sebelum jadi pengedar narkoba pelaku kerja di salah satu kafe di wilayah Kuta Utara. Barang bukti tersebut ditemukan di lemari pakaian pelaku. Dia
RILIS KASUS - Kasatresnarkoba Polres Badung AKP Djoko Hariadi merilis pengungkapan kasus narkoba. mengaku menjalankan bisnis gelap ini sejak empat bulan lalu, sejak diberhentikan sebagai waiter di kafe tersebut.
“Pelaku mengakui sabu-sabu didapatnya dari seseorang dikenal melalui telepon. Setiap menempel paket SS, ia mendapat-
kan upah Rp 50 ribu. Uang hasil transaksi ia pergunakan memenuhi kehidupannya sehari-hari bersama istri sirinya,” ungkap AKP Djoko. Selanjutnya pelaku kelahiran Bangkalan, Madura, Jawa Timur ini dijebloskan ke rutan Mapolres Badung. Selain menangkap Budi, petugas meringkus lima orang terlibat narkoba, di antaranya dua pengedar yaitu Dony Alfian (36) ditangkap di Jalan Antasura Denpasar Utara dengan barang bukti 2,08 gram SS dikemas dalam empat paket dan Ketut Darmayasa (28) ditangkap di Jalan Gunung Agung Denpasar dengan empat paket sabu seberat 3,41 gram. Polisi juga mengamankan tiga penyalah guna barang terlarang ini, diarahkan untuk direhabilitasi. (kmb36)
Dewan Sebut Pencairan Hibah Pelik Mangupura (Bali Post) – Anggota DPRD Badung menilai pencairan hibah di wilayahnya sangat pelik, lantaran puluhan proposal hibah yang difasilitasi dewan tak kunjung cair. Hal itu terungkap dalam rapat pembahasan KUA PPAS APBD Perubahan Badung 2018 dan RAPBD induk 2019, Senin (9/7) kemarin. Ketua Komisi I DPRD Badung Wayan Suyasa di hadapan Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Ketua TAPD Badung yang juga Sekkab Wayan Adi Arnawa meminta hibah tersebut segera dicairkan. ‘’Pencairan hibah saat ini sangat pelik, walaupun dewan dan eksekutif selalu bicara komitmen dan walau secara administrasi sudah lengkap hingga kini tetap saja tidak cair. Kami sangat menyayangkan ini, karena
hibah yang kami fasilitasi tujuannya sama untuk kepentingan masyarakat,’’ ungkapnya. Anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar itu meminta Ketua TAPD segera mencairkan hibah sebelum membahas RAPBD Perubahan dan RAPBD induk 2019. ‘’Jika tetap tak bisa cair, kami meminta dana hibah bisa dirasionalisasi,’’ katanya. Anggota Komisi II Nyoman Mesir juga merasakan seperti anak tiri dalam hal pencairan hibah. Hal tersebut, kata Nyoman Mesir tidak boleh terjadi, karena bantuan yang disalurkan legislator sama dengan hibah yang dicairkan eksekutif untuk kepentingan masyarakat. ‘’Sepanjang secara administratif lengkap, harus segera dicairkan. Kami tidak ingin ada kesan seperti anak tiri,’’ ucapnya. Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD
Badung Putu Alit Yandinata menegaskan, hibah yang sudah masuk dalam APBD wajib untuk segera dicairkan. ‘’Hibah ini kan sudah masuk APBD, mestinya bisa dicairkan,’’ tegasnya. Ketua DPRD Badung Putu Parwata menilai hibah yang disalurkan Dewan semua digunakan untuk memenuhi kepentingan masyarakat. Untuk itu, dia minta TAPD peka dan langsung memberikan tanggapan. ‘’Semuanya untuk masyarakat baik yang disalurkan eksekutif maupun legislatif,’’ katanya. Menanggapi hal ini, Ketua TAPD Badung Wayan Adi Arnawa berjanji segera menelusuri di mana letak tersumbatnya hibah ini sehingga tak kunjung cair. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Bupati, sehingga bisa segera dicairkan. (kmb27)
BAKAL calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI A.A. Gde Agung, Senin (9/7) kemarin menyerahkan persyaratan administrasi ke KPU Provinsi Bali. Mantan Bupati Badung dua periode ini menyatakan seluruh persyaratan berupa dokumen sebagai bakal calon DPD telah dipenuhi. Proses berikutnya adalah menunggu hasil verifikasi keabsahan dokumen. Ditemui usai penyerahan dokumen, A.A. Gde Agung menyampaikan puji syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi, sebab dia beserta tim sudah mampu memenuhi persyaratan administrasi. Dia pun berharap tahapantahapan berikutnya bisa dilalui dengan baik. Gde Agung mengaku telah melakukan sejumlah persiapan untuk memperebutkan kursi senator dari dapil Bali, salah satunya menyusun visi dan misi. Visi dan misi serta target kerja tersebut akan disampaikannya di pusat apabila terpilih sebagai DPD-RI. Sebagai seorang yang pernah memimpin sebuah kabupaten, Gde Agung kali ini ingin ngayah dalam skup lebih luas demi kepentingan masyarakat Bali. Panglingsir Puri Ageng Mengwi ini bertekad memperjuangkan pembaruan Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Provinsi Bali, NTB dan NTT. Undang-undang tersebut dinilainya sudah ke-
DPD - Bakal calon DPD-RI A.A. Gde Agung menyerahkan persyaratan administrasi ke KPU Provinsi Bali, Senin (9/7) kemarin. daluwarsa. Nomenklaturnya sudah tidak sesuai zaman, sehingga sudah semestinya diperbarui. Perubahan yang diharapkannya yaitu harus disesuaikan dengan sendi-sendi kehidupan masyarakat Bali, baik dari perspektif agama, sosial-budaya, adat istiadat, demografis dan geografis. Bali harus memiliki undangundang khusus yang bisa mengakomodir kepentingan daerah. ‘’Target saya menjadi DPD ini harus kami capai bersama anggota DPD lainnya, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan anggota DPR dari Bali,’’ ujarnya. Saat penyerahan dokumen ke KPU Provinsi Bali, Gde Agung diantar puluhan bend-
esa dan tokoh masyarakat Kabupaten Badung. Dengan menggunakan busana adat madya, mereka mengikuti kegiatan dengan tertib. Gde Agung pun menyempatkan diri menjelaskan proses di KPU kepada para pendukungnya. Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengungkapkan, pada prinsipnya pihaknya telah menerima pendaftaran A.A. Gde Agung sebagai bakal calon DPD. Tahapan dilanjutkan verifikasi administrasi. Penetapan calon DPD-RI akan dilakukan oleh KPU pusat. Pihaknya pun berharap keseluruhan tahapan dapat berjalan lancar dan kondusif. (ad497)
Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Wilayah
Abiansemal Kukuhkan Tim Satketi CAMAT Abiansemal I Gst. Ngr. Surya Jaya mengukuhkan Tim Satuan Keamanan Terintegrasi (Satketi) Kecamatan Abiansemal. Pengukuhan ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan, khususnya wilayah Abiansemal. Acara ini dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Tripika Kecamatan Abiansemal, para Perbekel se-Kecamatan Abiansemal dan tokoh masyarakat di aula Kantor Camat Abiansemal, Senin (9/7) kemarin. Camat Abiansemal I Gst. Ngr. Surya Jaya melaporkan, pembentukan Satketi di Kecamatan Abiansemal ini merupakan penjabaran dari hasil Diklatpim tingkat III tahun 2018. Inovasi ini muncul dari sebuah ide, karena disadari bahwa Kabupaten Badung merupakan daerah tujuan wisata. ‘’Dengan munculnya ide ini, kami ingin mempersiapkan diri dari stakeholder yang ada dan bagaimana kita menggabungkan semua kekuatan-kekuatan ini yang pada akhirnya akan mampu memberikan jaminan terhadap keamanan, minimal keamanan wilayah Kecamatan Abiansemal yang nantinya dapat menjaga keamanan Badung dan Bali pada umumnya,’’ katanya. Lebih lanjut Surya Jaya mengatakan, maksud ter bentuknya Satketi ini untuk membangun kekuatan keamanan wilayah dengan melibatkan seluruh stakeholder, untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman minimal di lingkungan masingmasing yang nantinya akan berdampak dan bermanfaat terhadap lingkungan yang lebih luas, menumbuhkembangkan rasa tanggung jawab terhadap keamanan wilayah masing-masing. ‘’Apabila mereka sudah diberikan tugas dan tanggung jawab, diyakini akan muncul rasa tanggung jawab secara individu maupun secara organisasi untuk menjaga kerja sama dari kekuatankekuatan yang ada di masing-
SATKETI - Wabup Suiasa saat menghadiri pengukuhan Tim Satketi Kecamatan Abiansemal di aula Kantor Camat Abiansemal, Senin (9/7) kemarin. masing wilayah yang terdiri atas komponen-komponen yang ada digabungkan. Harapan ke depan akan ada kerja sama, tidak ada ego sektoral bahwa ini adalah kekuatan yang kita miliki dengan satu Komando,’’ jelasnya. Adapun kekuatan yang ada di kecamatan terdiri dari Kapolsek, Danramil, Satpol PP, Linmas dan Forum Pecalang yang digabung pada saat melakukan kegiatan. Camat sebagai penanggung jawab tim dan koordinator penanggung jawab lapangan Kapolsek dan Danramil serta penanggung jawab teknis Kasi Tramtib. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Satketi ini. Karena sejatinya dalam kehidupan bernegara kita telah diberikan amanah untuk melakukan langkah-langkah dan upaya menciptakan suasana aman. Keamanan merupakan hak dan kebutuhan dasar warga negara, namun di balik keamanan dan kenyamanan yang merupakan hak dan kebutuhan masyarakat, negara memiliki suatu kewenangan untuk mengatur, mengurus, termasuk memberikan hukuman terhadap siapa pun yang melanggar hukum itu sendiri. Karena itu, apa pun yang dilakukan oleh aparat negara termasuk aparat sosial kema-
syarakatan sejatinya melakukan sesuatu yang telah diberikan kewenangan. Jadi, negara ini telah memberikan kewenangan terhadap perangkatnya, termasuk perangkat formal dan perangkat sosial untuk melakukan upaya keamanan. ‘’Kita sebagai bagian dari perangkat-perangkat baik jajaran pemerintah, kepolisian, TNI dan seterusnya sampai ke tingkat desa, di dalam negara telah memiliki kewenangan dan memiliki kewajiban dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat itu sendiri yang berkaitan dengan keamanan,’’ katanya. Lebih lanjut Suiasa menyampaikan, dengan adanya kewenangan dan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bagaimana kita mengkolaborasikan kewenangan dan kewajiban agar tercapainya kebutuhan tersebut harus dilakukan secara bersama-sama, komprehensif, terkoreksi, terkoneksi dan terintegrasi. Negara memberikan kewenangan tertentu kepada aparat kepolisian yang berbeda dengan perangkat TNI maupun pemerintah daerah untuk menjaga ketertiban yang sampai ke Desa dan Desa Adat, dengan prinsip menciptakan rasa trepti, kasukertan desa melalui pecalangnya. (ad490)
Belum Diuruk, Tumpukan Sampah di Lahan Warga
Bali Post/kmb23
SAMPAH - Tumpukan sampah masih terlihat di TPA yang berada di lahan warga di kawasan Ungasan.
Mangupura (Bali Post) Pascaditutup permanen oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung pada April lalu, lahan milik warga yang digunakan sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masih terlihat dipenuhi tumpukan sampah. Dari pantauan di lokasi Senin (9/7) kemarin, tumpukan sampah sebelumnya masih dibiarkan. Bahkan terlihat banyak ternak sapi yang mencari makan di tumpukan sampah tersebut. Saat dikonfirmasi, Perbekel Ungasan Made Kari mangatakan, di lokasi tersebut memang sudah tidak terlihat lagi ada aktivitas pembuangan sampah. Namun demikian, pihak pemilik lahan masih membiarkan tumpukan sampah di lokasi seluas 2,5 hektar itu. ‘’Dari pihak pemilik belum ada rancana penataan,’’ ujarnya. Diakuinya, saat ini lokasi tersebut hanya digunakan sebagai gudang untuk menyimpan sementara barang bekas yang masih bisa didaur ulang. Dikatakannya, sampah
rumah tangga yang dipungut dari warga sekitar, saat ini langsung dipilah di mobil pengangkut sampah. ‘’Sampah yang bisa didaur ulang dan akan dijual dikumpilkan dan disimpan di gudang lokasi TPA sebelumnya. Sementara limbah residu lainnya langsung dibawa ke TPA Suwung,’’ katanya. Terkait ditutupnya TPA ini, pihaknya mengatakan warga sekitar yang sempat terkena imbas kini sudah mau menerima. Mereka yang selama ini menjadi pelanggan pemungutan sampah oleh pemilik TPA tersebut, dikatakan sudah sepakat terkait harga. Karena biaya membuang sampak ke TPA Suwung memerlukan biaya lebih. ‘’Warga sudah sepakat. Ini demi kenyamanan bersama,’’ terangnya. Memang sampai saat ini di lokasi tersebut belum ada penataan. Dari pihak pemilik juga belum. Kalaupun ada rencana penataan, kemungkinan sampah yang masih ada dilokasi tersebut diuruk atau sampahnya dikubur. ‘’Yang penting saat ini sudah tidak
lagi membuang sampah di sana. Jadi, bau yang biasanya menyengat kini sudah tidak ada lagi,’’ pungkasnya. Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan menyampaikan apresiasinya kepada pemilik lahan. Karena, komitmen dari pemilik sudah tidak membuang sampah di sana lagi. Bahkan, mereka sudah mulai membuang sampah ke TPA Suwung. Terkait dengan itu keberadaan sampah yang masih ada di lahan warga tersebut, pihaknya meminta kepada pengelola untuk menggali di sekitar lokasi dan menimbun sampah yang masih tersisa. Untuk itu, DLHK siap apabila memang diminta untuk membantu dalam menimbun sampah tersebut. ‘’Mereka memiliki alat berat. Saya juga akan siap memperbantukan alat berat yang dimiliki DLHK,’’ pungkasnya. Seperti diketahui, lokasi TPA yang ditutup tersebut seluas 2,5 hektar berlokasi di sebelah Barat GWK yang beroperasi sejak tahun 2003. (kmb23)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
SMK PGRI 3 Denpasar Terima 794 Siswa Baru
Selasa Umanis, 10 Juli 2018
MPLS Dwijendra Diikuti 891 Siswa
Guru dan Siswa Ikrarkan MPLS Antikekerasan SMP dan SMK Dwijendra Masih Buka Pendaftaran
SMK PGRI 3 Denpasar adalah sekolah paling ajeg jumlah siswanya. Ketika DPRD dan Disdik Bali menambah rombel di SMA dan SMK negeri, siswa sekolah ini tak mau pindah. Makanya SMK PGRI 3 Denpasar menjadi sekolah swasta kedua di Bali yang terbanyak menerima siswa baru yakni 794 orang. Para siswa baru ini menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Senin (9/7) kemarin. Pembukaan MPLS ditandai pemukulan kentongan oleh Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. dan pelepasan balon bersama para wakasek. Ke-794 siswa terbagi dalam program keahlian Akomodasi Perhotelan (468) dan Jasa Boga (326). Yang luar biasa, pembukaan MPLS di sekolah ini diisi Ikrar MPLS Antikekerasan. Hal ini adalah ide cemerlang sang Kasek I Nengah Madiadnyana yang juga Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar kemudian diwajibkan diikuti oleh semua sekolah PGRI di Denpasar. Dia menegaskan, MPLS di SMK PGRI 3 Denpasar tidak boleh ada praktik perpeloncoan apalagi kekerasan, termasuk tugas tambahan di rumah. Prinsipnya, buat anak baru senang di sekolah dan utamakan keselamatan. Pelaksanaan MPLS di sekolah ini juga penuh dengan nuansa kebersamaan dan dilandasi kasih sayang. Bahkan, Nengah Madiadnyana saat menjadi pemimpin upacara mempersilakan siswa yang mau pindah ke sekolah negeri. Namun, semua dijawab oleh siswa baru secara serempak ‘’tidak
MPLS - Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M. memukul kentongan saat membuka MPLS. mau’’. Ketika ditanya apakah anakanak salah memilih sekolah di SMK PGRI 3 Denpasar, juga dijawab serempak ‘’tidak salah’’. Madiadnyana juga mengampanyekan SMK PGRI 3 Denpasar sekolah bersih, disiplin, berprestasi dan luar biasa. Dengan yel-yel ini jadilah MPLS berjalan lebih semarak. Dikatakannya, 794 siswa yang diterima di SMK PGRI 3 Denpasar adalah hasil seleksi dari 2.000 lebih pelamar. Bahkan pihaknya menutup Program Tata Boga sebelum pengumuman di sekolah negeri. ‘’Tingginya kepercayaan masyarakat ini berkat kerja keras dan kerja cerdas dewan guru, OSIS dan karyawan. Apalah artinya jika sendirian sebagai kepala sekolah,’’ ujarnya dengan rendah hati.
Dia berterima kasih kepada masyarakat Bali yang mempercayakan SMK PGRI 3 Denpasar sebagai tempat menuntut ilmu bidang-bidang kepariwisataan. Ini menunjukkan para orangtua siswa sangat pas menentukan pilihan di SMK PGRI 3 Denpasar yang dikenal SMK swasta ber-ISO, terakreditasi A, gedungnya megah dengan fasilitas lengkap dan SDM gurunya berkualitas. Bahkan sebagian besar gurunya berkualifikasi S-2. ‘’Dengan tambahan siswa baru ini, kami sudah rekrut tujuh guru baru semuanya anak muda,’’ tegasnya. Ketua Panitia MPLS I Made Sugiartana menjelaskan, pelaksanaan MPLS selalu mengacu pada tema utama dan juklak yang diedarkan Disdikpora Kota Denpasar. (ad495)
SMK PGRI 5 Denpasar Terbanyak Rekrut Siswa Baru di Bali Rekrut Delapan Guru Baru
SMK PGRI 5 Denpasar tahun ini sukses ganda. Pertama, sukses merekrut 842 siswa baru, terbanyak di antara sekolah swasta di Bali. Memilih Jurusan Akomodasi Perhotelan sebanyak 409 siswa dan Tata Boga 433 siswa. Sementara pendaftar awal mencapai 1.300 orang. Mereka mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan penuh gembira dan peduli lingkungan sejak Senin (9/7) kemarin. MPLS dibuka Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka didampingi Ketua Panitia MPLS yang juga Waka Kesiswaan A.A. Gede Agung Udiyana Putra, S.Pd. ditandai penyematan atribut sekolah dan pelepasan balon. A.A. Udiyana mengungkapkan, peserta dibagi 18 kelompok berlangsung selama tiga hari. Kegiatan MPLS mengedepankan suasana kebersamaan, menyenangkan dan berbudaya. Salah satu penguatan materi MPLS tahun ini yakni berbasis lingkungan. Siswa baru diajak melakukan aksi penghijauan di lingkungan sekolah dan jaba Pura Puseh. Siswa secara sukarela membawa tanaman hias untuk taman sekolah. Materi tambahan berupa pemberantasan sarang nyamuk, diakhiri persembahyangan sisya upanayana. Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka tampak tersenyum melihat kekompakan siswa barunya yang cinta pada almamater. Ini dibuktikan sekalipun dibuka PPDB Gelombang II di SMK negeri, tak satu pun yang hijrah ke sekolah
ATRIBUT - Kasek Dra. Ni Ketut Nuka (kiri) menyematkan atribut sekolah saat membuka MPLS SMK PGRI 5 Denpasar. negeri. Ini menunjukkan bahwa mereka memilih SMK PGRI 5 Denpasar dengan hati yang tulus, bukan karena ajakan dan paksaan orangtua siswa. Semua itu akan dibalas dengan pelayanan pedidikan yang penuh kasih sayang. Risiko dari membeludaknya siswa baru di sekolah ini, Kasek Ni Ketut Nuka akan merekrut delapan guru baru lagi, baik guru pelajaran normatif maupun dari kalangan praktisi pariwisata. Diutamakan pengangkatan guru muda. Di sisi lain, dia berterima kasih karena masyarakat memberi kepercayaan penuh mendidik putra-putrinya di sekolah berkualitas ini. Kepercayaan ini akan dibalas dengan pelayanan akademis terbaik dengan fasilitas terbaik pula. Dengan demikian mereka kelak menjadi
SDM yang memiliki masa depan. Ditambahkannya, siswa baru SMK PGRI 5 Denpasar 50 persen datang dari SMP negeri dan 50 persen dari SMP swasta. Kini sedang membangun tiga lab kitchen dan dua lab restoran bertaraf internasional. Di kawah candradimuka inilah mereka akan digembleng guna menghasilkan lulusan berkualitas. Ke depan SMK PGRI 5 terus meningkatkan iklim akademis dan ekstra unggulan, yaitu making bad di AP, serta art copy, fruit carving dan lainlain di Jasa Boga. Ni Ketut Nuka berpesan MPLS selama tiga hari ini bukan dianggap sebagai formalitas saja, melainkan sebagai media memperkuat jati diri siswa dalam pengenalan lingkungan sekolah, budaya dan menyenangkan. (ad496)
Senator Berharap Yayasan Zello Orti Bisa Kuasai Platform Artha
Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar tahun ini secara konsisten merekrut siswa baru mendekati angka 900 orang. Mereka mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Senin (9/7) kemarin. Pembukaan MPLS dilakukan Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. dan pimpinan unit, ditandai penyematan atribut MPLS dan pelepasan balon ke udara. Ketua Panitia yang juga Kepala SMP Dwijendra Denpasar Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd. melaporkan, MPLS TK Dwijendra diikuti 30 siswa, SD Dwijendra melibatkan 28 siswa, SMP Dwijendra diikuti 290 siswa, SMA Dwijendra melibatkan 432 orang dan SMK Dwijendra diikuti 110 siswa. Dia mengatakan, sekalipun MPLS sudah berlangsung, SMP Dwijendra Denpasar masih membuka pendaftaran calon siswa baru. Hal ini dilakukan guna menampung calon siswa yang tercecer belum mendapatkan sekolah. Selain itu, kuota tahun ini masih tersisa untuk satu kelas lagi. Hal yang sama juga dilakukan SMK Dwijendra yang berada di Jalan Suradipa, Peguyangan. Menurutnya, MPLS memberi penekanan pada memperkenalkan siswa kepada lingkungan fisik sekolah, seluruh komponen sekolah, aturan, norma dan budaya serta tata tertib yang berlaku. Mereka juga diperkenalkan organisasi sekolah, ekstrakurikuler yang ada sesuai bakatnya serta menanamkan sikap mental, spiritual, budi pekerti yang baik, bertanggung jawab dan toleransi. Acara tambahan MPLS
BALON - Ketua Yayasan Dwijendra Pusat M.S. Chandra Jaya bersama Ni Wayan Nadi Supartini dan kasek melepas balon saat membuka MPLS di Dwijendra. di sekolah ini diisi PSN ke banjarbanjar. Mereka juga wajib mengikuti upacara sisya upanayana dan terakhir diajak matirtayatra. Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya mengungkapkan rasa terima kasihnya karena sekolah Dwijendra Denpasar menjadi rebutan masyarakat. Sekalipun awalnya banyak yang mendaftar di SMP dan SMK, yang mendaftar kembali tak seperti diharapkan. Pihaknya akan mengemban kepercayaan masyarakat ini dengan memberi pelayanan terbaik kepada anak bangsa ini. Untuk itu, ia mengingatkan kasek, guru dan OSIS untuk memberikan pembinaan mental yang terbaik guna melahirkan SDM yang cerdas dan berbudi luhur. Buatlah MPLS
yang menyenangkan, menumbuhkan jiwa kebersamaan dengan konsep ‘’Manyamabraya, Rahayu Kapanggih’’. Ia menekankan siswa baru agar menjadi generasi pemilik masa depan. Bukan sekadar pewaris negeri melainkan yang menentukan nasib bangsa ini ke depan. Untuk itu, generasi sekarang diminta menumbuhkan semangat lewat kerja keras mulai dari sekolah. M.S. Chandra Jaya mengatakan, MPLS Dwijendra semuanya berasaskan pada pendidikan karakter, pelestarian budaya, sastra dan agama Hindu. MPLS Dwijendra menjunjung pendidikan disiplin, berkarakter, berbudi pekerti serta mengutamakan kejujuran. (ad494)
MPLS di Perdiknas Denpasar
Usung Tema ”Sekolahku Rumahku, Sekolahku Keluarga Baruku’’
UNIT-UNIT pendidikan di Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dibuka Senin (9/7) kemarin. MPLS yang diikuti siswa baru di SMP Nasional dan SMK Teknologi Nasional ini akan berlangsung hingga 12 Juli. Mengusung tema ‘’Sekolahku Rumahku, Sekolahku Keluarga Baruku’’, pembukaan MPLS ditandai penyematan atribut dan pelepasan balon. ‘’Tujuan kegiatan MPLS antara lain mengenali potensi diri siswa baru serta membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya,’’ ujar Ketua Panitia MPLS I Gde Putu Ranggapati, S.T. Kepala SMP Nasional Ni Putu Supadmi, S.Pd. mengatakan, tahun ini 272 siswa baru yang diterima sekolah dari jumlah pendaftar 408 orang. Mereka diberikan materi tentang tata tertib sekolah, pengenalan fasilitas dan sarana-prasarana sekolah, wawasan kebangsaan, hingga bahaya miras dan narkoba. Pihak kepolisian dan puskesmas juga dilibatkan untuk memberikan materi MPLS kepada siswa baru. ‘’Melalui kegiatan MPLS, kami harap mereka bisa lebih fokus dalam menerima pelajaran di SMP Nasional. Kami juga ingin memperkuat karakter mereka, karena dari SD ke SMP ada beberapa perubahan baik dari sikap maupun cara belajar. MPLS ini juga untuk mendisiplinkan mereka,’’ terangnya. Menurut Supadmi, siswa baru dibagi dalam empat kelompok yakni kelompok NKRI, Pancasila, UUD dan Bhinneka. Pada hari terakhir mereka akan diajak melakukan bakti
MPLS - SMP Nasional dan SMK Teknologi Nasional di bawah naungan Perdiknas Denpasar melaksanakan MPLS yang dibuka, Senin (9/7) kemarin. sosial di lingkungan sekolah dengan radius 200 meter. Hal senada diungkapkan Kepala SMK Teknologi Nasional Ni Nyoman Sulasmini, S.Pd. Lewat kegiatan MPLS, siswa baru diharapkan mampu bersosialisasi dengan keluarga besar sekolah. MPLS utamanya diisi kegiatan yang sifatnya edukatif, kreatif dan inovatif. Tahun ini, SMK Teknologi Nasional menerima 67 siswa baru dari total 188 orang pendaftar. ‘’Siswa baru diharapkan bisa mengisi MPLS dengan tidak ada tekanan, dilakukan dengan senang dan inovatif sesuai kompetensinya,’’ ujarnya. Ketua Perdiknas Denpasar Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. mengatakan, tema MPLS tahun ini tidak lain untuk mengembalikan roh Perdiknas yang
didirikan untuk para saudara, sahabat dan keluarga. Itu sebabnya unitunit pendidikan di Perdiknas tidak terpengaruh dengan hiruk-pikuk Penerimaan Peserta Didik Baru. Seperti diketahui, ada saja kisruh PPDB yang muncul setiap tahunnya. ‘’Kami di Perdiknas mempunyai konsep ‘sekolahku rumahku dan sekolahku keluargaku’, dari promosi mulut ke mulut dan pendekatan kekeluargaan,’’ ungkapnya. Menurut Tini, SMP Nasional kini menampung delapan kelas siswa baru dari sebelumnya tujuh kelas. Siswa yang diterima di SMK Teknologi Nasional juga meningkat hampir 100 persen dibanding tahun lalu. Tidak semua pendaftar di SMP Nasional dan SMK Teknologi Nasional bisa diterima karena keterbatasan ruangan kelas. (ad501)
Wedakarna Tegaskan Umat Tak Ada Masalah MPLS SMP Dharma Wiweka Usung Konsep THK dengan Konsep ”Hindu Nusantara’’ Jumlah Siswa Baru Lebihi Target
KOMUNITAS Zello Orti, sebuah paguyuban dan forum komunikasi pencinta budaya Bali melalui kontak udara, menghadirkan Senator DPD-RI Utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III pada hari jadinya. Bertempat di Perum Kampial Nusa Dua, Senator Arya Wedakarna (AWK) disambut oleh anggota Zello Orti, baik pengurus yayasan maupun pengurus organisasi. Dalam laporannya, Ketua Panitia Dr. I Ketut Kicen menyatakan yayasan telah memprogramkan banyak hal terkait upaya pelestarian adat dan budaya Bali, di antaranya rencana pendirian Ashram di Menanga (jalur Besakih) di atas lahan satu hektar lebih serta rencana mendirikan pabrik air mineral Sukla yang bersumber dari mata air suci di Karangasem. Shri Arya Wedakarna menyatakan dukungannya bahwa di tengah kemajuan teknologi dan persaingan era digital, ternyata komunitas Zello Orti masih bisa bertahan dengan misi kebudayaan dan agama Hindu. ‘’Tadi saya menyaksikan ada penampilan seni suara (tembang) dari penyandang disabilitas tunanetra. Begitu juga tiang perhatikan laporan panitia yang revolusioner. Saya suka jika ada orang Bali berpidato dan ambius dalam cita-cita. Tiang dukung Yayasan Zello Orti dan tetaplah bersemangat dalam bergerak,’’ ungkapnya. Shri Arya Wedakarna mengungkapkan, ke depan jenis seni suara yang mengadopsi ajaran Hindu baik kidung, tembang maupun dharma gita harus terus disuarakan meng-
SMP Dharma Wiweka yang beralamat di Jalan Pulau Moyo I, Denpasar Selatan, semakin diminati masyarakat, terutama di wilayah Kota Denpasar. Hal ini dibuktikan dengan jumlah siswa baru tahun ajaran 2018/2019 melebihi target. Bahkan, saking banyaknya peminat, banyak calon siswa terpaksa ditolak. Semakin tingginya para orangtua menyekolahkan anaknya di SMP Dharma Wiweka karena sekolah ini mengedepankan pendidikan karakter dan mengimplementasikan konsep Tri Hita Karana (THK). Senin (9/7) kemarin dilaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dibuka Ketua Umum DI NUSA DUA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat Yayasan Dharma Wiweka Prof. Dr. memaparkan Ekonomi Satyagraha didampingi Kadis Kebudayaan Drs. I Ketut Siki Kawiyana, Sp.B., Badung dan pengurus Yayasan Zello Orti, di Kampial, Nusa Dua. Sp.OT(K). Hadir pengurus yayasan dan tokoh masyarakat setempat. ingat inilah wujud Hindu Nusan- swadharma-nya. Dalam agama Kepala SMP Dharma Wiweka tara. ‘’Jauh sebelum berkembang ide Hindu sudah jelas, mustahil dharma Drs. I Nyoman Mariana, M.Si. agama Nusantara oleh pihak mayori- bisa dibela jika tidak ada artha alias mengungkapkan, awalnya ingin tas di Indonesia, sebenarnya Hindu tidak ada uang dan kekayaan. Mari mendapatkan siswa 11 kelas dan seyang paling awal mengonsep ajaran kita ubah pola pikir umat Hindu tiap kelas isinya 36 orang. Pihaknya Hindu Nusantara. Kita bangga sekali bahwa bukan zamannya lagi berupatut berbangga karena di luar dengan konsep asli Nusantara jauh pacara dengan kemewahan, termadugaan yang mendaftar berjumlah sebelum Indonesia merdeka. Menjadi suk membangun fisik pura secara 688 orang. Jumlahnya meningkat Hindu tidak harus ke India–indiaan. berlebihan. Saya tidak setuju bantajam dibandingnan tahun lalu. Jadi, Hindu tidak ada masalah den- tuan pemerintah dan sumber daya ‘’Tanggal 28 Juni 2018 jumlah gan konsep Nusantara, justru Hindu Hindu baik sumber uang di LPD, di pendaftar 688 orang. Kami khawatir akan menjadi besar jika terus men- desa dan di mana pun dihabiskan ada yang tidak diterima khususnya gusung tema Nusantara,’’ paparnya. lewat yadnya. Hindu modern adalah calon anak didik yang beralamat di Dia minta pengurus Yayasan Hindu yang kaya, memiliki aset dan Pedungan dan Pemogan,’’ katanya. Zello Orti menseriusi ide tentang properti dan simpel,’’ ujar Shri Arya Selanjutnya dia berkoodinasi Ekonomi Satyagraha khususnya Wedakarna. dengan Dinas Pendidikan Kota menciptakan sumber–sumber artha Mantan Rektor Universitas Denpasar dan diberi solusi tiap bagi kelangsungan yayasan. ‘’Seha- Mahendradatta ini mendukung rombel jumlah maksimal 36 orang rusnya yayasan memiliki platform pendirian Ashram di Karangasem dan minimal 20 orang. Untuk sekokeuangan yang mandiri dan sumber- dan pabrik air mineral Sukla yang lah swasta jumlah kelas bisa lebih sumber dana dalam melaksanakan digagas yayasan. (ad499)
MPLS - Pengurus Yayasan Dharma Wiweka, Kepala SMP Dharma Wiweka I Nyoman Mariana dan tokoh masyarakat setempat membuka MPLS siswa baru SMP Dharma Wiweka. dari 11 kelas. ‘’Begitu banyaknya yang ingin sekolah di sini. Tahun ini kami menerima siswa baru 504 orang yang dibagi menjadi 14 kelas,’’ tegas Nyoman Mariana. Konsep yang dipegang teguh sehingga sekolah ini berkembang pesat yaitu disiplin, bekerja tulus dan ikhlas serta saling menjaga baik diri sediri, anak didik maupun sekolah. ‘’Kami juga tanamkan jiwa manyama (bersaudara) secara internal dan eksternal. Bahkan, kami memberikan penghargaan kepada guru SD di wilayah Pedungan dan Pemogan yang pensiun. Ini wujud penghargaan kami kepada mereka,’’ ujarnya. Ketua Umum Yayasan Dharma Wiweka Prof. Dr. Drs. I Ketut
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Siki Kawiyana, Sp.B., Sp.OT(K). mengatakan, secara umum ada tiga komponen yang harus menjadi objek dilakukan selama MPLS yaitu siswa baru yang akan dikenalkan, pembimbing harus tahu apa yang harus dikenalkan khususnya terkait Tri Hita Karana dan sistem belajar mengajar. Menurut Prof. Siki, SMP Dharma Wiweka merupakan sekolah yang memiliki visi dan misi jelas. Berhasil atau tidak tergantung dari murid, fasilitas dan pengajarnya. Dengan semakin tingginya kepercayaan dari masyarakat terhadap sekolah ini, pihak yayasan akan membangun delapan kelas lagi agar apa yang dicanangkan pemerintah bisa diikuti. (ad483)
daerah
Selasa Umanis, 10 Juli 2018
Rayakan HUT Ke-6
5
Bahas APBD Perubahan 2018 dan Induk 2019
PPs Unwar Gelar Seminar Regional DPRD Badung Apresiasi Kinerja Eksekutif ”Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Buleleng’’ MERAYAKAN malam puncak HUT ke-6, Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (PPs Unwar) menggelar Seminar Regional dengan tema ‘’Peran Pascasarjana Unwar Dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Buleleng’’ di Bali Taman Hotel, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Jumat (6/7) lalu. Seminar menghadirkan dua narasumber yaitu Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Drs. Putu Tastra Wijaya, M.M. dan Sekretaris PPs Unwar Dr. Dra. A.A. Rai Sita Laksmi, M.Si. yang dimoderatori Sekretaris Prodi Magister Ilmu Hukum Dr. I Ketut Widia, S.H., M.H. Seminar diikuti Kepala Bidang Promosi Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Dra. Marheni, Kepala Desa Kalibukbuk Ketut Suka, Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., para Kaprodi dan Sekretaris Prodi PPs Unwar, Kepala UPM PPs Unwar, staf, perwakilan dosen, perwakilan alumni serta perwakilan mahasiswa PPs Unwar. Beberapa rangkaian kegiatan juga dilakukan, yaitu perlombaan antarpimpinan, dosen, staf serta mahasiswa PPs Unwar dan Malam Puncak HUT ditandai pemotongan tumpeng oleh Direktur PPs Unwar. Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. berharap HUT ke-6 mendatangkan berkah, kesuksesan dan kemajuan Program Pascasarjana dengan lima prodinya. PPs Unwar akan terus berbenah dan meningkatkan kualitas untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Selain itu, momentum HUT ke-6 dijadikan
SEMINAR - Rektor Unwar I Dewa Putu Widjana, Direktur PPs Unwar I Gde Suranaya Pandit dan Sekretaris PPs Unwar A.A. Rai Sita Laksmi berfoto bersama Kadisbud Buleleng Putu Tastra Wijaya, Kades Kalibukbuk Ketut Suka dan moderator I Ketut Widia pada Seminar Regional HUT ke-6 PPs Unwar. sebagai evaluasi terhadap apa yang telah dihasilkan dan apa yang akan dikerjakan untuk membawa nama PPs Unwar semakin besar, semakin dicintai dan semakin digemari oleh masyarakat untuk ikut menyukseskan bidang pendidikan terutama di Strata 2. Dipilihnya Desa Kalibukbuk dalam perayaan HUT kali ini, dikarenakan Desa Kalibukbuk merupakan kawasan wisata. Banyak hal dan potensi yang bisa digali serta dikembangkan sebagai desa wisata, sehingga pada malam puncak HUT PPs Unwar ini khusus menghadirkan Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng untuk memantapkan hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan kawasan wisata Lovina.
Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. berharap HUT ini dapat dijadikan ajang introspeksi diri, merenungkan apa yang kurang dan belum diberikan kepada institusi, serta kinerjanya. Peluang yang ada harus dimaksimalkan dan halangan mesti mampu dikurangi dengan mengoptimalkan kekuatan yang ada di Unwar. Menurutnya, kawasan wisata di Kalibukbuk ternyata memiliki masalah yang cukup besar, yaitu masalah SDM. Oleh karena itu, perguruan tinggi termasuk Unwar harus mampu berkontribusi dalam hal pariwisata di Lovina. Pariwisata yang konvensional secara perlahan ditransformasi menjadi pariwisata berbasis lingkungan atau ekowisata. (ad485)
RANCANGAN Perubahan APBD Badung Tahun 2018 dan RAPBD Induk 2019 mulai dibahas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Badung di Gedung DPRD Badung, Senin (9/7) kemarin. Rapat dipimpin Ketua DPRD Badung I Putu Parwata beserta anggota. Hadir Ketua TAPD Badung yang juga Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Made Sutama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Made Wira Dharmajaya dan SKPD terkait. Ketua TAPD Badung Wayan Adi Arnawa menjelaskan, dalam APBD Perubahan 2018 pendapatan yang sebelumnya pada APBD induk Rp 6,5 triliun lebih meningkat menjadi Rp 7 triliun lebih, belanja daerah di induk dipasang Rp 7,2 triliun lebih sedangkan di perubahan dipasang Rp 8,1 triliun dan belanja tidak langsung dari Rp 2,6 triliun menjadi Rp 4,2 triliun di perubahan. Target pendapatan daerah tahun 2019 dirancang Rp 10 triliun lebih meningkat 53,67 persen atau 3,5 triliun dari APBD Induk tahun 2018 yang hanya Rp 6,5 triliun lebih. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditarget Rp 9,3 triliun lebih meningkat Rp 3,6 triliun lebih atau 64,62 persen. ‘’Kami optimis target 2019 bisa tercapai. Kami akan terus genjot agar bisa mendapatkan itu. Sekarang kan dispenda sudah bergerak terhadap wajib pajak yang terlambat,’’ ungkapnya. Ketua DPRD Badung I Putu Parwata mengungkapkan, hal-hal yang menjadi prioritas selanjutnya akan dibahas bersama Badan Anggaran DPRD Badung. ‘’Nanti akan kita genjot, termasuk hal-hal yang tidak bisa diprediksi seperti bencana alam. Jadi, selanjutnya kami bahas lagi bersama rekan-rekan di dewan,’’ jelasnya.
PIMPIN RAPAT - Ketua DPRD Badung Putu Parwata (tengah) saat memimpin rapat Rancangan Perubahan APBD Badung Tahun 2018 dan RAPBD Induk 2019 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Badung. Politisi PDI Perjuangan asal Da- agar lebih diprioritaskan sehingga lung ini mengatakan, peningkatan tepat sasaran. Guna memaksimalAPBD 2018 dan RAPBD Induk 2019 kan penggunaan APBD Badung, ia yang cukup signifikan merupakan ke- mengusulkan agar setiap desa dibenbutuhan dasar masyarakat. ‘’Apa yang tuk tim untuk menggali potensi di menjadi kebutuhan dasar masyarakat masing-masing desa di Badung. Desa tetap menjadi prioritas. Pendidikan, yang memiliki potensi besar agar dikesehatan dan peningkatan infra- berikan dana lebih untuk peningkatan struktur merupakan skala prioritas,’’ infrastruktur. ‘’Ini kami mohon agar kata Parwata. menjadi pertimbangan,’’ tegasnya. Ketua Komisi I DPRD Badung I Adanya peningkatan APBD di inWayan Suyasa menyatakan, pihaknya duk Rp 10 triliun agar dikaji kembali mengapresiasi rancangan Perubahan agar tidak menjadi permasalahan di APBD 2018 dan KUAPPAS tahun 2019 kemudian hari ketika rancangan besecara teknis sangat mengapresiasi sar, dengan adanya fenomena-fenomkerja teknis eksekutif. ‘’Dari awal kami ena alam yang tidak bisa diprediksi. di dewan sangat mendukung program- Di sisi lain, pihaknya mengapresiasi program eksekutif yang menyangkut rencana penambahan sekolah di Kakepentingan masyarakat,’’ ujarnya. bupaten Badung karena merupakan Anggota Komisi I, Wayan Regep, kebutuhan yang sangat mendesak. juga mengapresiasi peningkatan Pe- ‘’Kalau bisa menambah SMA kita rubahan APBD Badung Tahun 2018. tambah, setelah itu hibahkan ke Pihaknya berharap antara kebutuhan provinsi karena sekarang menjadi dan keinginan bisa dibedakan. Apa kewenangan provinsi,’’ imbuh Wayan yang menjadi kebutuhan masyarakat Regep. (ad491)
MPLS di SMP PGRI 5 Denpasar Taat Aturan Tambah Tiga Kelas, Siswa Baru di SMP PGRI 3 Denpasar Terima 396 Siswa Baru
SMP PGRI 5 Denpasar di Jalan Gunung Agung, Gang Indus, tahun ini merekrut 396 siswa baru atau 11 kelas. Jumlah ini kurang satu kelas dari target 12 kelas karena sejumlah calon siswanya ‘’lari’’ ke sekolah negeri menjelang dan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sekolah ini memberi contoh yang baik soal menjaga hubungan dengan sekolah kembarannya di SMPN 2 Denpasar. Pembukaan MPLS sekolah ini digabung dengan SMPN 2 Denpasar. MPLS dibuka Kepala SMPN 2 Denpasar yang juga Pembina SMP PGRI 5 Denpasar Mercy Victoria Gigir, Senin (9/7) kemarin. Pemberian materi MPLS dilakukan di semua kelas SMP PGRI 5 Denpasar. Kepala SMP PGRI 5 Denpasar Dr. I Wayan Wirasa, M.M., M.Si. mengatakan, pendaftar awal di sekolahnya 700 lebih, namun yang mendaftar kembali 396 orang. Jumlah ini sudah maksimal mengingat persaingan sekolah di Denpasar Utara sangat ketat. Ditegaskannya, SMP PGRI 5 Denpasar tetap berkomitmen menjalankan PBM sesuai aturan yakni 36 siswa tiap kelas. Sekolah masih menyisakan dua ruangan kelas lagi guna menampung calon siswa yang terlambat mendaftar dan belum mendapatkan sekolah. Untuk itu, SMP PGRI 5 Denpasar masih membuka pendaftaran hingga berakhirnya MPLS di sekolah ini. Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. saat meninjau sekolah ini menegaskan, MPLS di SMP PGRI 5 Denpasar berjalan tertib serta taat asas dan aturan. Tidak ditemukan
SALAM – Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama bersama Kasek I Wayan Wirasa dan OSIS memberikan salam lima untuk SMP PGRI 5 Denpasar. praktik kekerasan dan perpeloncoan serta berjalan menyenangkan dan riang gembira. Ini dibuktikan ketika menginjakkan kaki di sekolah ini disambut dengan yel-yel sekolah bersih, berprestasi dan lagu gembira. Ia setuju pembukaan MPLS sekolah ini digabung dengan SMPN 2 Denpasar. Ini pertanda SMP PGRI 5 Denpasar bisa menjalin nyamabraya dengan baik. Apalagi 90 persen gurunya didukung dari SMPN 2 Denpasar. Soal turunnya potensi calon siswa baru di kawasan Denpasar Barat, Agung Wiratama menduga karena sebagian calon siswa baru dari perbatasan Badung dan Denpasar seperti Kerobokan ditampung di sekolah negeri. Pasalnya, Pemkab Badung menerapkan sistem double shift di sekolah negeri yakni masuk pagi dan
siang. Dengan demikian potensi calon siswa baru yang tahun lalu masuk ke SMP PGRI 5 Denpasar diterima di Badung. Sementara perpindahan ke sekolah negeri di Denpasar tak mungkin terjadi karena kuotanya sudah ditetapkan. Kasek Wayan Wirasa didampingi Wakasek SMP PGRI 5 Denpasar I Wayan Adi Jaya, S.Pd. dan Wakasek Kesiswaan I Made Radita Berata, S.Pd. menambahkan, MPLS tahun ini mengacu pada juknis yang dikeluarkan Disdikpora. Prinsipnya, MPLS aman, menyejukan dan menyenangkan. Program tambahan MPLS berupa yoga dan meditasi yang kepanitiaannya diserahkan pada guru. SMP PGRI 5 Denpasar juga dikenal sebagai gudangnya atlet dan seniman berprestasi. (ad486)
SMP PGRI 9 Denpasar Diserbu Masyarakat MPLS Diikuti 238 Siswa
NAMANYA sekolah berkualitas pasti dikejar masyarakat. Ini dibuktikan SMP PGRI 9 Denpasar yang diserbu masyarakat. Bahkan, pintu sekokah ini sempat ditutup karena kursi yang disediakan sudah penuh. Hingga Senin (9/7) kemarin, ketika siswa baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), masih ada masyarakat yang mendaftarkan anaknya ke sekolah ini. Kondisi ini membuat hati Kepala SMP PGRI 9 Denpasar Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M., M.Si. luluh. Dengan penuh kasih sayang calon siswa baru yang belum diterima di sekolah lain ditampung di sekolah di Jalan Gatot Subroto VI.J No.15 atau di depan Kantor Dinas PU Kota Denpasar ini. Desakan masyarakat ini menyebabkan jumlah siswa baru menjadi tujuh kelas yakni 238 siswa dari target 200 orang. PBM pun dilakukan pagi dan siang, sambil menunggu tuntasnya bangunan berlantai dua pada Agustus nanti. Siswa baru mengikuti MPLS dengan tertib dan displin. MPLS ditinjau Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. Ia ikut memberi penanaman rasa bangga siswa baru di SMP PGRI 5 Denpasar. Sebab, sekolah yang dipilih adalah sekolah swasta berkualitas dan unggul dalam segala hal. Ini disebabkan SMP PGRI 9 Denpasar dibina oleh guru-guru SMPN 10 Denpasar. Dua sekolah ini ibarat sekolah kembar, sehingga wajar siswa yang tak diterima di SMPN 10 Denpasar menentukan pilihan pertama ke SMP PGRI 9 Denpasar. Lulusan SMP PGRI 9 Denpasar banyak teruji di dunia kerja seperti
MPLS – Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama didampingi Kepala SMP PGRI 9 Denpasar Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M., M.Si. dan guru saat meninjau MPLS. menjadi dokter, insinyur dan pejabat negara. Ini adalah hasil pendidikan berkarakter dan berkualitas. Bahkan, siswa yang terlambat dan tak masuk kelas, dijemput hingga ke rumahnya sebagai bentuk pelayanan prima. Jadi, pas SMP PGRI 9 Denpasar dikenal sebagai sekolah mitra keluarga. Kasek A.A. Ketut Sumitra yang juga panglingsir Puri Padangluwih, Dalung (duwe Puri Mengwi) didampingi Wakasek I Gusti Ngurah Pada Parnawa, A.A. Istri Hendriyani, I Gusti Ngurah Made Sudarmana, I Komang Wardana, I Made Dana, S.Pd. dan Ni Wayan Rumini menegaskan, pendidikan model kasih sayang tetap menjadi unggulan sekolah ini. Ini sesuai visi dan misi yaitu sekolah unggul, beriman, berdaya saing tinggi dan peduli lingkungan berlandaskan moto ‘’Widya Jaya Jayanthi’’.
Untuk peduli lingkungan di MPLS, siswa baru diajak melakukan PSN dan aksi kebersihan. A.A. Ketut Sumitra yang juga Wakil Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali mengajak tiap siswa secara swadaya membentuk taman kelas dengan menyumbang tanaman pot. Sekali mendayung, dua pulau terlewati. Sambil membina cinta lingkungan, sekolah menjadi rindang dan indah. Sebelumnya, kasek meningkatkan kualifikasi dan wawasan gurunya lewat workshop review Kurikulum 2013. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. memberi apresiasi terhadap sekolah ini yang terus bergeliat meningkatkan mutu. Makin banyaknya siswa baru menandakan semua warga sekolah ini mau kerja keras, ikhlas dan tuntas. (ad488)
Peserta MPLS Ditanggung Makan Siang
SMP PGRI 3 Denpasar tahun ini meraih prestasi luar biasa. Jumlah siswa barunya meningkat tiga kelas dibandingkan tahun lalu. Tahun ini SMP PGRI 3 Denpasar menerima 408 siswa baru atau 11 kelas. Mereka mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Senin (9/7) kemarin. MPLS dibuka Kepala SMP PGRI 3 Denpasar Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. ditandai pemasangan atribut sekolah. MPLS hari pertama langsung dipantau Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. Anak-anak sengaja dikumpulkan di lapangan olahraga yang sejuk untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga dengan almamater. Kasek I Made Suada menjelaskan, MPLS di SMP PGRI 3 Denpasar berlangsung lima hari. Tiap hari diberikan materi sesuai juknis MPLS, dua hari diisi kegiatan riang gembira, olahraga gembira, yoga dan meditasi. Semua ini dilakukan untuk menyiapkan mental siswa, menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri sehingga siap menerima pelajaran. MPLS di sekolahnya taat asas dan aturan yakni tak boleh lebih dari pukul 13.00 Wita, tanpa kekerasan dan tanpa perpeloncoan. Yang luar biasa, peserta MPLS disiapkan makan siang oleh sekolah. Sekolah berani menjamin anak-anaknya dengan makan siang agar kesehatannya terkontrol. Apalagi anak-anak di rumah belum terbiasa tanpa makan hingga pukul 13.00. ‘’Ini juga bagian dari MPLS yang menyenangkan,’’ ujar Suada. Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama mengacungan jempol atas ide
MPLS - Kepala SMP PGRI 3 Denpasar Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. bersama Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama saat menguji peserta MPLS. kreatif Kasek I Made Suada sampai menyiapkan makan siang bagi siswa barunya. Dia juga memuji MPLS di sekolah ini berjalan tertib dan lancar. Semua siswa wajib mengenakan pakaian seragam sekolah SMP PGRI 3 Denpasar agar mudah dikenal oleh guru dan masyarakat. Dia tak lupa mengingatkan peserta MPLS agar menjaga kesehatan. Jangan ikut begadang menonton Piala Dunia karena siswa tak boleh terlambat ikut MPLS. Taati aturan sekolah dengan penuh disiplin. Jangan cepat–cepat melapor ke orangtua bahwa ada praktik perpeloncoan ketika disuruh guru push-up tiga kali karena melanggar tata tertib. ‘’Itu namanya salah persepsi soal penegakan disiplin yang bersifat edukatif,’’ tegasnya. Agung Wiratama juga menguji
tingkat keseriusan siswa baru SMP PGRI 3 Denpasar dengan menanyakan nama kepala sekolahnya. Kontan saja banyak siswa mengacungkan jempol. Semua menjawab benar dan oleh Kasek Made Suada diberikan bonus hadiah menarik. Kepala SMP PGRI 3 Denpasar I Made Suada didukung Wakasek Kurikulum I Nyoman Budastra, S.Pd., Waksek Kesiswaan I Made Wendi Karnata, S.E., Saspras Ni Wayan Sudiasih, S.Pd. dan Humas Cok. Istri Putri, S.Pd. sukses mengantarkan sekolah ini meraih dua prestasi nasional yaitu sebagai The Best Favorite School of the Year dan The Best Leading Education School of the Year. SMP PGRI 3 Denpasar tetap menjadi sekolah kembarannya SMPN 4 Denpasar didukung 85 guru. (ad487)
MPLS di SMPN 2 Denpasar
Bertaburan Siswa Berprestasi, Kampanyekan 5-S SMPN 2 Denpasar alias Spentwo tahun ini menerima 360 siswa baru. Mereka sejak Senin (9/7) kemarin mengikuti MPLS. MPLS dibuka Kepala SMPN 2 Denpasar Mercy Victoria Gigir, S.Pd., M.M. didampingi Wakasek Dra. Ni Wayan Muliastini, M.PSi., I Putu Seneng, S.Pd., I Nyoman Gede Wiastra, S.Pd., M.Pd. dan Farid Ahmad, S.Pd., M.M. Yang menarik, pembukaan MPLS di sekolah ini dilakukan bersamaan dengan SMP PGRI 5 Denpasar. Pelaksanaan MPLS ditinjau Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. Agung Wiratama menegaskan, pelaksanaan MPLS di SMPN 2 Denpasar berjalan baik sesuai aturan. Dikatakannya, MPLS harus bersih dari praktik perpeloncoan dan tak boleh lewat dari pukul 13.00 Wita setiap hari. Yang diutamakan adalah pendidikan karakter, disiplin siswa serta pengenalan sekolah dan lingkungan. ‘’OSIS dan siswa sifatnya hanya membantu, bukan penentu keputusan,’’ ujarnya. Kabid SMP juga menguji disiplin siswa setempat dengan menanyakan nama kepala sekolahnya. Sejumlah siswa berani mengacungkan tangan dan menjawab dengan benar. Ini membuat Agung Wiratama yang juga tokoh masyarakat Abiansemal mengacungkan jempol bahwa siswa baru mampu mendengarkan dengan baik materi MPLS dan pengenalan SDM sekolah. Dia pun memotivasi siswa baru untuk tidak malu bertanya jika tidak mengerti serta melakukan 5-S yakni senyum, salam, sapa, sopan
BERSAMA – Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama bersama Kasek Mercy Victoria Gigir, siswa dan guru foto bersama saat MPLS di SMPN 2 Denpasar.
dan santun. ‘’Hormati kakak kelas dan semua gurumu,’’ tandasnya. Kepala SMPN 2 Denpasar Mercy Victoria Gigir didampingi Ketua Panitia MPLS Farid Ahmad sangat bersyukur karena siswa barunya bertaburan siswa berprestasi, baik di akademis maupun nonakademis. Ini adalah modal dasar sekolah ini untuk mempertahakan piala bergilir Porjar, PSR dan Wali Kota Cup 2018. Anak-anak Spentwo juga memboyong juara KSPAN se-Bali, menjadi duta Denpasar di lomba perpustakaan dan segudang prestasi lainnya. MPLS di sekolah ini sarat dengan pendidikan karakter. Saat itu dikampanyekan pelayanan 5-S yakni, sapa, senyum, salam, sopan dan santun. Dia juga meminta semua siswa menaati aturan tata tertib sekolah yang sudah dibagikan. Sementara
baju seragam sekolah diserahkan pengadaannya kepada siswa sendiri. Sekolah juga menyiapkan rekanan yang siap ada di sekolah jika diperlukan. MPLS di SMPN 2 Denpasar bertemakan ‘’Melalui MPLS yang sejuk, sehat dan berbudaya, kita tumbuhkan generasi muda yang berkarakter dan peduli lingkungan’’. Pogram peduli lingkungan diisi aksi berbersihan dan PSN pada Kamis nanti. Berbasis lingkungan diisi dengan penanaman tanaman toga. Terakhir diisi pentas seni dan kreativitas siswa. Usai menjalani MPLS, siswa baru diajak melakukan upacara sisya upanayana pada 14 Juli 2018. Setelah itu dilakukan tes IQ, minat dan bakat guna melakukan pemetaan kemampuan akademik siswa dan penentuan ekstra peminatan. (ad489)
OPINI
6 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Optimisme di Tengah Terpuruknya Rupiah PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia belakangan, banyak yang menyoroti mengalami kelesuan. Salah satu yang jamak dipakai indikator, melemahnya sektor property yang ditandai perlambatan investasi khususnya di sektor real estate/property. Juga, dengan nilai tukar rupiah yang saat ini menembus angka 14.000 lebih per dolar AS. Tetapi pemerintah tetap optimis, perekonomian Indonesia tetap membaik ditopang perekonomian global 2018 yang diprediksi meningkat. Kondisi pasar yang lesu saat ini disebabkan sejumlah faktor. Faktor eksternal, mulai dari pergeseran kebijakan moneter bank-bank sentral besar dunia, tensi perang dagang antara Amerika dengan Tiongkok. Sementara di dalam negeri, tekanan datang dari defisit perdagangan dan neraca berjalan. Ditambah lagi, pertumbuhan konsumsi masyarakat yang terus melambat tahun ini. Menghadapi kondisi perekonomian saat ini, Bank Indonesia (BI) menyatakan akan memperketat kebijakan moneternya. Dengan kebijakan ini, dalam beberapa waktu ke depan tidak akan ada penurunan suku bunga acuan. Pengetatan kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan bank sentral di negara maju khususnya Amerika. Menyesuaikan dengan kebijakan bank-bank sentral di negara maju ini, BI memutuskan menaikkaan suku bunga acuannya 25 basis poin menjadi 4,75 persen. Sebelumnya, Mei lalu, BI telah menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 4,5 persen. Ini dilakukan untuk menjaga pergerakan inflasi dan pertumbuhan ekonomi agar sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah. Dalam jangka pendek, ini juga untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang kini mencapai 14.400 per dolar AS. Namun, yang mesti mendapat perhatian BI bukanlah fokus hanya pada penguatan nilai tukar, melainkan menjaga stabilitas nilai tukar. Sebab, stabilitas rupiah menjadi perhatian penting para investor untuk memutuskan investasinya di tanah air. Stabilitas yang tidak menentu, akan membuat investor wait and see. Pertumbuhan ekonomi global diprediksi membaik, tidak lepas dari perbaikan ekonomi negara maju dan negara berkembang. Selain itu, pertumbuhan ekspor dan perbaikan konsumsi serta masih kuatnya perdagangan komoditas global seperti minyak. Terlebih, konsumsi pemerintah yang meningkat, konsumsi swasta yang stabil dan kinerja ekspor yang membaik. Karena itu, di tengah keterpurukan nilai tukar rupiah ini, ekspor minyak dan gas (migas) dapat dipakai pelipur. Demikian halnya ekspor nonmigas seperti hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan hasil industri seperti furnitur dan aneka kerajinan, masih dapat diandalkan menyumbang devisa negara. Khusus Bali yang mengandalkan pariwisata dan ekspor nonmigas, bisa mengambil berkah dari melorotnya kurs rupiah ini. Sektor pariwisata dan ekspor nonmigas bisa dipacu lagi untuk mendatangkan dolar sebanyak-banyaknya.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Kepada Direktur Utama PDAM Buleleng “Saya, Jessy The Wirianto selaku Direktur Keuangan PT Banyu Anugerah Lestari ingin meminta penjelasan dan tanggapan dari Bapak Made Lestariana selaku Direktur Utama PDAM Kabupaten Buleleng dan Bapak Putu Agus Suradnyana selaku Bupati Kabupaten Buleleng. Kami memiliki Surat Perjanjian (Kontrak) dengan PDAM Kabupaten Buleleng dengan nomor Kontrak 01/PRJ/I/2018 tanggal 3 Januari 2018 (foto halaman depan kontrak terlampir), yang di mana pekerjaan telah selesai kami kerjakan per tanggal 27 April 2018. Berkas permohonan pembayaran 100% untuk pekerjaan juga telah kami lengkapi dan kembalikan kepada PDAM Kabupaten Buleleng tetapi hingga tanggal 2 Juli 2018, 66 (enam puluh enam) hari setelah pekerjaan telah selesai kami kerjakan, kami belum juga menerima hak kami yaitu berupa pembayaran 100% untuk pekerjaan tersebut. Staf saya berulang kali mendatangi PDAM Kabupaten Buleleng untuk menanyakan status pembayaran pekerjaan tersebut tetapi kami mendapat banyak sekali alasan bahwa petugas yang bersangkutan sedang tidak berada di lokasi sehingga tidak bisa menandatangani berkas kami ataupun memeriksa berkas kami. Per 2 Juli 2018, kami sudah melakukan follow-up kepada PDAM Kabupaten Buleleng dan jawaban yang kami terima masih saja sama yaitu berkas masih berada di departemen terkait dan pihak yang bersangkutan tidak ada di tempat. Padahal minggu lalu, kami dijanjikan, Senin 2 Juli 2018, kami bisa mendapat kepastian yang jelas tentang proses pembayaran pekerjaan kami. Hal-hal seperti ini tentu saja sangat merugikan bagi kami para kontraktor yang jika terlambat dalam pekerjaan akan dikenakan sanksi administratif berupa denda tetapi jika kami terlambat untuk dibayar, pemberi pekerjaan tidak mendapat sanksi administratif apa pun. Sewaktu penyerahan berkas pembayaran dari pihak kontraktor kepada PDAM Kabupaten Buleleng pun kami mendapat banyak kendala seperti pihak PDAM mengatakan bahwa dokumen yang kami buat masih belum lengkap dan belum benar tetapi ketika kami menanyakan kembali di mana kesalahan dan dokumen apa saja yang harus kami lengkapi pihak PDAM tidak langsung memberi tahu melainkan mengharuskan kami menunggu 7-14 hari baru kami diberi tahu apa yang harus diperbaiki, itu pun kami harus konsisten setiap hari menanyakan bagian mana yang kurang untuk dilengkapi. Jika sedari awal sudah mengetahui bahwa dokumen kami masih belum lengkap dan benar seharusnya tidak perlu waktu 7-14 hari untuk memberi informasi seperti itu kepada kami. Hormat Saya, Jessy The Wirianto
Selasa Umanis, 10 Juli 2018
Rehabilitasi dan Stabilisasi Moneter Perkuat Rupiah Rehabilitasi dan stabilisasi dalam moneter merupakan strategi dari proses reformasi terhadap kebijaksanaan moneter di negara kita. Ada pun pergerakan reformasi sudah berjalan 20 tahun dan belum terlihat ada tanda-tanda perbaikan dalam sistem moneter kita. Hal tersebut dapat dilihat dari salah satu penyakit ekonomi kita yaitu nilai tukar rupiah yang selalu mengalami pelemahan bahkan sampai batas digit yang mengkhawatirkan, dan telah menyentuh kurang lebih 14.100 sampai saat ini.
Oleh Bambang Gede Kiswardi
D
alam sistem nilai tukar bebas dan perfect capital mobility, di mana kebijakan moneter lebih efektif dibandingkan dengan kebijakan fiskal dalam upaya pencapaian keseimbangan dan stabilitas makro ekonomi. Ada pun kebijakan moneter lebih berperan dalam menstimulasi pemulihan ekonomi. Melalui Kebijakan moneter yang efektif menjanjikan tercapainya inflasi yang rendah, stabilitas nilai tukar yang aman, dan suku bunga yang rendah. Dalam hal ini, bisa dipahami Bank Indonesia sebagai Bank Sentral memiliki peran yang sangat strategis dan dominan bagi terciptanya stabilitas makro ekonomi dan pemulihan ekonomi, sehingga para pelaku bisnis dan masyarakat ekonomi kita tidak lagi terbawa oleh isu ekonomi global yang mengkhawatirkan. Sejalan dengan itu, diharapkan kebijakan moneter harus dijalankan dengan strategi yang efektif, efisien, dan profesional sesuai standar operasional prosudur moneter global, maka dari itu diperlukan pertumbuhan dan pengembangan perbankan yang sehat dan akuntabel sehingga bisa dioperasionalkan fungsinya sebagai agen intermediasi. Walaupun demikian perlu mendapat perhatian dalam mencapai target makro ekonomi yang telah ditetapkan yaitu kebijakan moneter. Sebaiknya, pergerakan dan perjalanan Bank Indonesia sebagai Bank sentral ke depan harus independen dan tidak boleh dipengaruhi oleh kekuatan eksekutif, legislatif, dan yudikatif (kekuatan politik) dan apabila Bank Indonesia
dalam pergerakannya menggunakan akses politik, maka hal ini bisa menyebabkan melesetnya target inflasi yang pada akhirnya memengaruhi nilai tukar rupiah, suku bunga, penyaluran kredit, dan pertumbuhan ekonomi serta pemulihan ekonomi secara menyeluruh. Tentu sikap tarik-menarik berbagai partai politik, pemerintah dan Bank Indonesia sendiri dalam mengamandemen Undang-undang Bank Sentral telah membawa konsekuensi ketidakpastian kebijakan moneter pada masa yang akan datang. Kebijakan Bank Indonesia melalui rehabilitasi dan stabilisasi moneter untuk pembaruan dan perubahan terhadap berbagai kebijaksanaan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keperluan dan kebutuhan moneter di negara kita, seperti kebijaksanaan menaikkan suku bunga SBI (Surat Berharga Bank Indonesia) untuk jangka waktu yang tidak menentu pada tahun politik ini guna meredam melemahnya nilai tukar rupiah terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat maupun nilai tukar lainnya. Justru mendapat tantangan dari pemerintah sendiri, karena bisa merangsang bank–bank menyimpan dananya dalam bentuk surat b e rha rg a , se hing g a a ka n berpengaruh terhadap alokasi kredit ke sektor real akan berkurang. Ini berarti dengan suku bunga yang tinggi memang tidak memberikan iklim moneter yang kondusif bagi pemulihan ekonomi nasional. Kecendrungan naiknya suku bunga SBI berpotensi menggerogoti pendapatan perbankan yang sebagian besar berasal dari bunga obligasi, karena bisa mendorong naiknya suku bunga
deposito yang pada akhirnya bank-bank rekap mengalami negatif spread kembali. Hal ini pada gilirannya menggerogoti modal atau CAR (capital adequacy ratio) merosot. Mengingat struktur aktiva bank didominasi oleh obligasi pemerintah, juga termasuk upaya pemerintah meningkatkan pendapatan pajak dengan cara pengenaan pajak bunga deposito, dengan demikian peningkatan pajak ini akan mengurangi bunga riil yang telah ditetapkan Bank Indonesia yang pada akhirnya akan mengurangi efektivitas kebijakan moneter. Untuk mempercepat pemulihan ekonomi yang saat ini sedang mengalami ketidakpastian ekonomi, diperlukan strategi kebijaksanaan moneter yang ketat. Apabila dengan semakin menguatnya nilai tukar rupiah dan stabilnya perbaikan makro ekonomi, untuk itu perlu kebijaksanaan penurunan suku bunga SBI atau melonggarkan target base money. Dengan demikian, diharapkan dalam waktu yang tidak begitu lama tingkat suku bunga bisa diharapkan mulai tu-
run, maka akan merangsang peningkatan permintaan kredit bagi para pelaku bisnis dan masyarakat ekonomi untuk berinvestasi dalam mengembangkan dan meningkatkan produktivitasnya, dengan tetap memerhatikan, menjaga, dan mengenda likan tingkat inflasi dalam batas yang aman. Dengan keberhasilan peningkatan penyaluran kredit ini sangat tergantung pada keberhasilan restrukturisasi perbankan, restrukturisasi perusahaan, dan koordinasi kebijakan antar-Bank Indonesia dengan pemerintah. Dalam hal ini, kebijakan Bank Indonesia yang cenderung menitikberatkan pada target inflasi dan menjaga nilai tukar rupiah, dengan melakukan kebijakan pengetatan moneter (tight monetery policy) sehingga menyebabkan suku bunga relatif tinggi akan mengganggu upaya pemulihan ekonomi. Sebaliknya, kebijakan moneter yang longgar juga akan mengakibatkan target inflasi dan nilai tukar rupiah bisa meleset juga dapat mengganggu upaya pemulihan ekonomi. Maka dari itu, sangat diperlukan adanya koordinasi kebijakan bank sentral dengan pemerintah. Melalui rehabilitasi dan stabilisasi moneter dapat memperkuat nilai tukar rupiah yang sekaligus berdampak terhadap peningkatan aktivitas perekonomian, yang ditandai oleh kenaikan permintaan agregat, menjadi tekanan terhadap
Oleh I Wayan Siram, S.Pd., M.Pd.H. pi tidak mudah dilakukan, karena perlu dilakukan dalam proses yang lama dan berlangsung seumur hidup. Karakter itu tidak langsung dimiliki oleh anak sejak lahir akan tetapi karakter diperoleh melalui berbagai pengalaman dalam kehidupannya. Pembentukan karakter merupakan suatu usaha yang melibatkan semua pihak, baik orang tua, sekolah, lingkungan sekolah, dan masyarakat luas. Pembentukan karakter tidak akan berhasil apabila semua lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan, kerja sama, dan keharmonisan. Pada lembaga sekolah, menurut Fitri (2012) pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan dan dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Pembelajaran nilai-nilai karakter seharusnya tidak hanya diberikan pada arah kognitif, tetapi hendaknya menyentuh pada pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari peserta didik baik di sekolah maupun di masyarakat. Pendidikan karakter merupakan alat untuk mengarahkan siswa menjadi seseorang yang lebih baik, sehingga mampu memilih hal yang patut dilakukan. Di lembaga formal seko-
Penulis, pemerhati ekonomi kerakyatan
‘’Untuk mempercepat pemulihan ekonomi yang saat ini sedang mengalami ketidakpastian ekonomi, diperlukan strategi kebijaksanaan moneter yang ketat. Apabila dengan semakin menguatnya nilai tukar rupiah dan stabilnya perbaikan makro ekonomi, untuk itu perlu kebijaksanaan penurunan suku bunga SBI atau melonggarkan target base money.‘’
Program ”ABC” dalam Pendidikan Karakter
Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sasarannya berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Rumusan tersebut mencerminkan sosok manusia yang harus dihasilkan oleh setiap penyelenggara satuan pendidikan baik dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Oleh karenanya, rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar pengembangan karakter bangsa di sekolah yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta tidak boleh lepas dengan nilai-nilai kebudayaan bangsa Indonesia. Dalam Kepmendiknas (2010) disebutkan pendidikan karakter yang dapat dikembangkan di Indonesia terdiri dari 18 nilai, yaitu : 1) religius, 2) jujur, 3) toleransi, 4) disiplin, 5) kerja keras, 6) kreatif, 7) mandiri, 8) demokratis, 9) rasa ingin tahu, 10) semangat kebangsaan, 11) cinta tanah air, 12) menghargai prestasi, 13) bersahabat, 14) cinta damai, 15) gemar membaca, 16) peduli lingkungan, 17) peduli social, dan 18) tanggung jawab. Pembentukan karakter siswa merupakan sesuatu yang sangat penting teta-
inflasi karena tidak dapat diimbangi oleh penawaran agregat jangka pendek. Ini bisa terjadi karena masih adanya ketidakpastian penyelesaian permasalahan struktural perekonomian kita. Adapun penyebabnya masih terganggunya fungsi intermediasi perbankan, juga masih rendahnya minat investasi dari berbagai pemilik modal, karena masih tingginya faktor risiko yang akan dihadapinya. Dengan memerhatikan dan mengkaji kondisi moneter dan ketidakpastian perekonomian kita, maka sudah saatnya Bank Indonesia sebagai Bank Sentral bersama pemerintah untuk segera merehabilitasi dan menstabilisasi sistem moneter untuk memperkuat nilai tukar rupiah, sehingga akan memberikan korelasi terhadap tingkat inflasi, tingkat suku bunga SBI, dan sistem keuangan yang semakin baik, dengan demikian akan mampu menciptakan stabilitas sistem keuangan yang merupakan jantungnya perekonomian Indonesia. Untuk itu, perlu dibangun sistem yang saling bersinergi antara sistem moneter, sistem keuangan, sistem perbankan, dan sistem ekonomi kerakyatan agar mampu memdorong percepatan pertumbuhan investasi maupun pertumbuhan dan pengembangan ekonomi yang semakin pasti dan jelas prospektifnya.
lah, dalam proses pembelajaran tidak sedikit guru hanya menjejali siswa dengan pengetahuan, tanpa memberi kesempatan pada siswa untuk berpikir kritis, sehingga anak menjadi kurang cerdas. SMP Negeri 3 Rendang, mengembangkan berbagai program untuk menumbuhkembangkan karakter siswa, misalnya : pramuka, PMR, Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R), Transendenthal Meditation (TM), Program ABC dan sebagainya. Salah satu usaha untuk menumbuhkembangkan karakter siswa di SMP Negeri 3 Rendang setahun terakhir adalah Program ABC. Program ABC merupakan singkatan dari Program Anak Bebas Cerita. Program ini dilaksanakan setiap hari Sabtu setelah Sabtu sehat, karena di SMP Negeri 3 Rendang hari Sabtu jam ke-1 - 3 adalah sabtu sehat yang diisi dengan berbagai kegiatan olahraga, seperti senam, yoga, dan jalan santai. Selama pelaksanaan sabtu sehat terkadang masih banyak waktu yang tersisa, sehingga muncul ide memberikan program ABC untuk menumbuhkembangkan karakter siswa. Dalam program ini, siswa diberikan kebebasan untuk menceritakan segala hal yang berkaitan dengan pengalaman belajarnya, pengalaman hidupnya, maupun pengalaman-pengalaman lainnya yang berhubungan
dengan kondisi siswa bersangkutan tanpa ada intervensi dari siapa pun. Walaupun demikian, tetap dibuatkan rambu-rambu untuk anak bebas cerita. Setiap kali pelaksanaan program ABC ada 2 - 3 orang siswa yang dapat giliran berbicara di hadapan staf dan temannya. Masing-masing siswa d i berikan waktu 10- 15 menit untuk bicara. Melalui program ABC, diharapkan siswa mampu berbicara dengan bahasa yang baik. Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Seseorang lebih sering memilih berbicara untuk berkomunikasi, karena komunikasi lebih efektif jika dilakukan dengan berbicara. Berbicara memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Hariyadi dan Zamzami (1996/1997) mengatakan berbicara pada hakikatnya merupakan suatu proses berkomunikasi, sebab di dalamnya terjadi pesan dari suatu sumber ke tempat lain. Penulis dalam mengamati anak bebas cerita, menemukan jika siswa diberikan keleluasaan/kebebasan untuk berkreasi dan berinovasi sehingga kreatif untuk mengeksplore dirinya maka siswa akan menemukan jati dirinya. Jika siswa semakin banyak diberikan ruang untuk bebas berkreasi melalui program ABC, maka siswa semakin berani berkomunikasi dengan siswa lainnya, maupun dengan guru dan staf pegawai. Artinya, siswa secara kontekstual paling tidak telah belajar berbahasa yang baik sehingga bisa
menyampaikan apa isi hatinya, berlaku jujur, bekerja keras untuk mengeksplore dirinya secara mandiri, meningkatkan rasa ingin tahu, menghargai prestasi, harus membaca untuk memperkaya kosa kata dan menambah wawasannya, peduli terhadap lingkungan, bertanggung jawab terhadap apa yang mereka katakan. Penulis, guru SMP Negeri 3 Rendang
POJOK Pemerintah bahas langkah antisipasi perang dagang AS-Cina. - Jangan salah antisipasi. *** Sebanyak 40 kapal ikan di Pelabuhan Benoa terbakar. - Siapa yang bermain api? *** Pesatnya kemajuan pariwisata akan ‘’menikam’’ Bali. - Matinya alam dan manusia Bali.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Selasa Umanis, 10 Juli 2018
7
Sosok Hidupkan Budaya Pertanian PULUHAN tahun sudah Nyoman Suranata, warga Desa Bantiran Kecamatan Pupuan bergelut dengan sektor pertanian. Pria yang kini menjabat Perbekel Desa Bantiran ini berangan-angan menjadikan pertanian di desanya secara bertahap mengarah ke organik. Diawali dengan terobosan pemberian bibit itik untuk mengatasi serangan hama keong emas, pihaknya kini juga merancang untuk menghidupkan kembali budaya pertanian yang mulai punah. Sebut saja tradisi matekap yang belakangan ini sudah jarang terlihat dan diganti dengan traktor. “Kami juga punya budaya megangsingan, biasanya setelah panen kopi, tetapi sekarang jarang digelar,” ucapnya, belum lama ini. Lanjut kata Suranata, budaya lain seperti ngendagin dan mantenin juga akan digeliatkan kembali. Sebagai desa yang masih kental dengan potensi alamnya, diakuinya sejumlah wisatawan sudah mulai berdatangan. Rata-rata dalam seminggu ada puluhan wisatawan yang menikmati wisata trekking. Meski demikian, dirinya mengakui ancaman alih fungsi lahan di wilayahnya cukup tinggi. Ia pun tidak akan ketinggalan akal untuk bisa meminimalisir hal tersebut terjadi. Salah satunya membentuk awig-awig khusus. Di mana ada syarat yang harus dipenuhi jika ada petani yang hendak mematikan sawah. “Kita tidak bisa mencegah, karena itu lahan mereka, tetapi sebelum itu terjadi tentu harus ada rekomendasi dari subak, dinas dan adat,” tegasnya. Selain sektor pertanian, tradisi lainnya juga akan kembali digeliatkan untuk mendukung keberadaan desa wisata. Seperti tari Rejang Ayunan. Sesuai namanya, para penari Rejang akan berayun di bawah pohon beringin besar yang ada di Pura Puseh lan Bale Agung, desa pekraman setempat. “Tradisi ini digelar saat piodalan Purnamaning Kalima,” ucapnya. (bit)
Bali Post/kmb28
BURUNG HANTU - Pelepasan burung hantu jenis Tyto Alba di Banjar Soka Desa Senganan, Senin (9/7) kemarin.
Bali Post/kmb24
Tekan Populasi Hama Tikus
Burung Hantu Dilepas di Subak Merta
Tabanan (Bali Post) Sebanyak 15 ekor burung hantu jenis Tyto Alba dilepas di Subak Merta Tempek Soka Candi di Banjar Soka, Desa Senganan, Senin (9/7) kemarin. Pelepasan burung hantu ini selain untuk melestarikan populasi Tyto Alba, juga sekaligus untuk menekan populasi hama tikus. Menurut Ketua Konservasi Burung Hantu Tyto Alba Uma Wali, I Made Jonita, kegiatan pelepasan Tyto Alba yang
digelar Senin adalah pelepasan yang keempat kalinya. Pelepasan pertama hingga ketiga dilakukan di Banjar Pagi Desa Senganan. “Kali ini kita pilih di Banjar Soka,” ujarnya. Dipilihnya Banjar Soka, tepatnya di Tempek Soka Candi karena tempek seluas 88 hektar ini berbatasan langsung dengan hutan. Selain itu, tempek tersebut bertempat di hulu. Diharapkan melepaskan Tyto Alba di tempek Soka Candi akan menyebarkan populasi
burung ini ke desa sekitarnya, seperti Desa Mengesta dan Desa Wangaya atau desa yang lebih di bawah seperti Desa Penebel dan Desa Babahan. Kepala Dinas Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Bali Ir. Nyoman Suastika, M.Si. mengatakan, berdasarkan data rata-rata tercatat 900 hektar kerusakan lahan pertanian di Bali selama satu tahun karena hama tikus. Tabanan sendiri tercatat kerusakan antara 300 hingga 320 hektar per
tahunnya. Lahan yang dirusak hama tikus ini biasanya menyebabkan penurunan produksi antara 10 hingga 20 persen. Di sisi lain, saat ini untuk meningkatkan ketahanan pangan pemerintah Provinsi Bali sedang menekan pemakaian zat kimia pada tanaman pangan. Karenanya, pihak BPTPH Bali sangat mendukung pelestarian burung hantu Tyto Alba yang dilaksanakan oleh Konservasi Uma Wali tersebut. “Kami
sudah bekerja sama dengan Uma Wali selama dua tahun. Diharapkan pelestarian Tyto Alba bisa digetoktularkan ke subak-subak maupun desa lainnya,” ujar Suastika. Penanganan hama tikus dengan mempertahankan populasi burung Tyto Alba dinilai sangat efektif. Seekor burung bisa memangsa dua hingga tiga ekor tikus per hari. Dalam setahun bisa memangsa setidaknya 1.300 ekor tikus. (kmb24)
Hingga Hari Kelima, Pendaftaran Bacaleg Masih Sepi Tabanan (Bali Post) -
Memasuki hari kelima pendaftaran dibuka, belum ada satu pun partai politik (parpol) yang mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) ke KPU Tabanan. Kebanyakan yang datang hanya mencari surat keterangan terdaftar sebagai pemilih. Hingga Senin (9/7) kemarin, setidaknya sudah sekitar 50 surat keterangan dikeluarkan KPU. Seperti diketahui, pendaftaran bacaleg dibuka sejak 4 Juli hingga 17 Juli 2018.
Kantor KPU Tabanan
Bali Post/kmb28
Ketua KPU Tabanan Ni Luh Darayoni mengatakan, parpol belum melakukan pendaftaran bacaleg, kemungkinan karena saat ini masih melengkapi berkas atau kemungkinan dapil belum komplit, sehingga calonnya belum lengkap. Atau bisa juga menunggu hari baik. Darayoni memprediksi pendaftaran akan ramai sekitar tanggal 12 Juli mendatang, karena segala persiapannya sudah lengkap. “Tercatat ada 16 parpol, tetapi kita lihat nanti sampai tanggal 17 Juli, apakah semua parpol ini akan mengajukan pendaftaran bacaleg atau tidak,” ucapnya. Dikatakannya, parpol terlebih dahulu meng-input data bacalon ke dalam aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (silon), setelah itu baru mendaftar secara resmi ke KPU. “Kalau untuk PDI-P, dari informasi yang disampaikan Ketua
DPC kemungkinan setelah tanggal 12 baru mendaftar, sementara partai lain belum ada info,” terangnya. Sementara itu, sesuai Peraturan KPU-RI No. 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Nomor 7 Tahun 2017, setelah tahapan pendaftaran bacaleg berakhir pada 17 Juli, akan dilanjutkan dengan verifikasi kelengkapan administrasi daftar calon dan bakal calon pada tanggal 5 sampai 18 Juli 2018. Penyampaian hasil verifikasi kelengkapan administrasi daftar calon dan bakal calon kepada parpol peserta Pemilu pada tanggal 19 sampai 21 Juli 2018. Perbaikan daftar calon dan syarat calon anggota serta pengajuan bakal calon pengganti anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota pada tanggal 22 sampai 31 Juli 2018. Verifikasi terhadap perbaikan daftar calon dan syarat calon anggota DPR,
Properti Lesu, Target SR Dikhawatirkan Tak Tercapai Tabanan (Bali Post) Target sambungan rumah (SR) yang dirancang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tabanan dikhawatirkan tidak tercapai tahun 2018. Itu disebabkan masih lesunya sektor properti yang menjadi penyumbang bagi tercapainya target SR. Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Tabanan, I.B. Marjaya Wirata, beberapa waktu lalu mengatakan, dalam
lima bulan pertama tahun 2018 realisasi layanan SR di PDAM Kabupaten Tabanan hanya mencapai 430 SR. Jumlah ini diprediksi tidak mengejar target SR tahun 2018 yang dipasang di angka 1.200-1.300 SR. Padahal katanya tahun ini ada program pembangunan rumah subsidi pemerintah di berbagai titik Tabanan. Namun proyek ini tetap tidak mampu mendongkrak jumlah SR baru. Kondisi ini, lanjut Wira-
ta, sangat jauh berbeda jika dibandingkan pada lima atau empat tahun lalu. Pada 20122013 realisasi SR pernah mencapai 2.300 SR seiring dengan bomingnya sektor properti kala itu. Meski diprediksi tidak mencapai target, namun pelayanan SR tergolong tinggi yakni mencapai 74 persen. “Kalau dilihat dari target bisnis secara strategis, kondisi tersebut sudah melampaui, begitu pula
jika dilihat dari administrasi pelayanan kami sudah di atas 90 persen,” ujarnya. Persentase ini tercapai karena kebutuhan air bersih di kalangan masyarakat Kabupaten Tabanan, selain dipenuhi oleh layanan PDAM, masyarakat juga terlayani oleh swadaya melalui Pamsimas. Artinya, untuk pelayanan air bersih di Kabupaten Tabanan capaian PDAM sudah mencapai 90 persen. (kmb24)
Tabanan Bertekad Rebut Predikat KKS
Tabanan (Bali Post) Gagal meraih predikat Kabupaten Kota Sehat (KKS) tahun 2017, tidak mengurangi niat Tabanan untuk merebut predikat tersebut di tahun 2019. Evaluasi dan pembenahan pun dilakukan. Berbagai kelemahan dari penilaian pertama kini terus dibenahi. Salah satunya melakukan pembinaan ke setiap kecamatan dan desa. “Kami telah melakukan evaluasi dari penilaian sebelumnya, dan terus melakukan pembenahan,” ungkap Muliadi, tim pembina dari Dinas Kesehatan, saat melakukan pembinaan di Kecamatan Penebel, Senin (9/7) kemarin. Pada kesempatan tersebut Muliadi membeberkan beberapa kelemahan saat penilaian sebelumnya, sehingga Tabanan belum bisa meraih predikat Kabupaten Kota Sehat. Salah satu yang paling mendasar dalam proses pembinaan masih minimnya peran serta masyarakat, di mana keterlibatan tim pembi-
na lebih dominan dari Forum KKS. “Dalam penilaian KKS, peran serta masyarakat lewat forum lebih dikedepankan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.Hal lain yang juga ditekankan dalam setiap pembinaan bahwa forum KKS belum terbentuk di semua desa yang ada di Tabanan. Seperti ditemukan di Kecamatan Penebel, Forum KKS di tingkat kecamatan sudah ada organisasi, tetapi kegiatannya belum nampak dan tidak ada sekretariat. Bahkan di tingkat desa baru tiga desa yang membentuk pokja KKS. “Masalah administrasi dan struktur organisasi juga menjadi penilaian penting, sehingga itu yang kini selalu ditekankan dalam setiap pembinaan di setiap kecamatan,” tandasnya. Muliadi kembali menegaskan, dalam penilaian KKS tahun 2019, Tabanan ikut di kategori Swastisaba Padapa dengan mengikuti dua dari delapan tatanan yang ada. Dua tatanan yang ada yakni tatatan
Bali Post/kmb28
PEMBINAAN - Tabanan berupaya merebut predikat KKS tahun 2019 mendatang. Evaluasi dan pembenahan pun dilakukan. Dalam foto tampak kegiatan pembinaan di Kecamatan Penebel. 1 kawasan permukiman serta sarana dan prasaran kesehatan, serta tatanan 8 kehidupan masyarakat sehat mandiri serta satu tambahan tatanan yakni tatatan dua kawasan tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi. “Dengan waktu yang ada, kami terus melakukan penambahan dan perbaikan dengan melibatkan forum KKS lebih
banyak,” imbuhnya. Sementara itu, Camat Penebel I Gusti Ayu Nyoman Supartiwi menyatakan, pihaknya mendukung program KKS tersebut. Pihaknya langsung menginstruksikan agar Perbekel yang belum membentuk Pokja KKS segera dan langsung memberi deadline. (kmb28)
DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/ Kota pada tanggal 1 Agustus sampai 7 Agustus 2018, penyusunan dan penetapan DCS (Daftar Calon Sementara) anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota pada tanggal 8 Agustus sampai 12 Agustus 2018. “Penyusunan DCT anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/ Kota akan dilaksanakan 14 September sampai 20 September, dan pengumuman DCT tanggal 21 September sampai 23 September 2018. (kmb28)
Ni Luh Darayoni
BULELENG
8 Kios Pasar Buleleng Rawan Ambruk Singaraja (Bali Post) – Pedagang di Pasar Buleleng belakangan ini waswas. Permasalahannya atap kios di pasar itu ditengarai rawan ambruk. Hal itu disebabkan rangka dari kayu bangunan di pasar itu sudah rapuh. Hingga saat ini, belum diperbaiki oleh instansi yang membidanginya. Tidak saja para pedagang yang khawatir, para pengunjung pasar juga ada ketakutan, sewaktu-waktu bisa saja atap kios pasar itu ambruk. Sudah pasti hal itu dapat mengancam keselamatan pedagang dan juga customer yang sedang ada di sana. Atap yang rawan ambruk ini tepat berada di bangunan kios lantai dua. Akibat dimakan usia, rangka penyangga atap genting pasar ini jadi lapuk relatif berat. Situasi diperparah dengan atap bangunan itu juga pecah, sehingga saat hujan, rangka kayu itu jadi basah. Hal itulah yang memicu proses percepatan pelapukannya. Meski rawan ambruk, pedagang tetap saja percaya diri menggelar dagangannya. Mereka seolah mengabaikan keselamatannya. Pasalnya, memang tidak ada lokasi lain untuk berjualan. Sementara, upaya perbaikan yang ditunggu-tunggu justru tidak kunjung terealisasi. Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Bulelelng Ketut Suparto, Senin (9/7) kemarin, mengatakan, bangunan Pasar Buleleng perlu direvitalisasi. Ini karena konstruksi bangunannya sudah berusia tua. Pemerintah daerah saat ini masih melakukan kajian lebih detail agar revitalisasi Pasar Buleleng itu bisa segara diwujudkan. “Kalau konstruksinya memang sudah berusia tua. Namun, program revitalisasi itu memang belum ada. Kami masih melakukan kajian dulu. Nah, kalau memungkinkan akan diusulkan secepatnya bisa dilakukan revitalisasi,” katanya. Terkait atap yang rawan ambruk itu, Mantan Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekkab Buleleng itu mengatakan, rangka kayu lapuk dan atap bangunan di lantai dua itu pecah. Kerusakan itu sudah ditelusuri. Dikatakan, kalau kios pasar itu dibangun di atas tanah milik pemkab. Pembangunannya dilakukan secara swadaya. Atas kondisi itu, Suparto mengaku kesulitan mengalokasikan anggaran perbaikan rangka dan atap yang rawan ambruk tersebut. “Setelah kita lihat, bangunan kios itu dilakukan secara swadaya. Memang tanahnya dikelola Perusahan Daerah (PD) Pasar. Kalau kita perbaiki dari anggaran daerah, takutnya ada kesalahan prosedur,” katanya. Atas kondisi itu, Suparto berjanji berkoordinasi dengan manajemen PD Pasar Buleleng untuk mencari solusi jangka pendek agar atap tersebut segara diperbaiki. Upaya ini diakuinya tidak sulit. Menurutnya, dari perhitungan biaya, cost yang diperlukan untuk mengganti atap yang pecah dan rangka kayu lapuk itu sekitar Rp 2.700.000. “Kami akan koordinasikan dengan PD Pasar selaku pihak pengelola pasar itu. PD Pasar itu kami minta agar bisa segera memperbaiki. Kalau dihitung-hitung anggarannya, biaya yang diperlukan hanya Rp 2,7 juta saja,” jelasnya. (kmb38)
Saat Reses Dewan
Usulan Didominasi Penanganan Infrastruktur Singaraja (Bali Post) –
Memang aspirasi masyarakat itu didominasi usulan penanganan infrastruktur yang tidak bisa didanai dari ADD. Melalui program reses itu kawan-kawan kami di dewan sudah mencatat apa-apa yang termasuk penangan krusial. Kemudian kita ajukan sebagai bahan pertimbangan pemerintah agar intinya memberikan atensi utamanya penanganan infrastruktur ke depannya. Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, S.H.
Pilih Satu Nama Kepala Dinas LH
Bupati PAS Tunggu Rekomendasi KASN Singaraja (Bali Post) – Sejauh ini, pihak panitia seleksi (pansel) telah menetapkan tiga nama peserta lelang jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng. Mereka yang termasuk ranking tiga besar itu yakni Putu Ariyadi Pribadi sekarang menjabat Camat Gerokgak. Made Dwi Adnyana aktif sebagai Camat Sukasada. Ketiga, Dewa Putu S u s rama yang saat ini menjabat Sekretaris Dinas Tena g a Kerja dan
Transmigrasi. Dari tiga nominator peraih nilai terbaik itu, tersiar kabar satu orang sudah pula dipilih Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana. Namun belum final, sebab mekanisme selanjutnya, Bupati masih menunggu rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terhadap pilihan nama calon Kepala Dinas LH tersebut. Anggota pansel yang juga Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng Gede Wisnawa membenarkan kalau Bupati sudah memilih satu dari ketiga nama peserta lelang dari kandidat peraih ranking tiga besar tersebut. Wisnawa mengatakan, secara resmi Bupati juga sudah mengajukan pilihannya itu kepada KASN di Jakarta. Usulan itu untuk mendapatkan rekomendasi, sehingga pejabat bersangkutan bisa dilantik menj a d i Kepala Dinas LH yang definitif. Permohonan
Selasa Umanis, 10 Juli 2018
rekomendasi itu merupakan tahapan final dalam proses lelang jabatan. Rekomendasi akan diterbitkan, kalau KASN menyatakan pilihan nama yang diajukan Bupati itu memang sesuai dengan rekapitulasi perolehan nilai dari semua tahapan seleksi yang sudah diikuti peserta lelang itu. Sebaliknya, kalau pilihannya tidak sesuai raihan nilai pada saat seleksi, maka KASN berwenang menolak memberikan rekomendasi. “Setelah kita ajukan tiga nama yang masuk ranking tiga besar itu, Pak Bupati sudah memilih satu di antara tiga kandidat itu. Siapa nama itu, kita tunggu sajalah. Sebab, kita masih menunggu rekomendasi KASN karena seperti itu makanisme tahapan finalnya rekomendasi itu,” katanya. Birokrat yang berasal dari Desa Banyuatis, Banjar ini menambahkan, pilihan nama calon Kepala Dinas LH itu sudah dimohonkan rekomendasi ke KASN beberapa waktu lalu. Sekarang, pihaknya terus berkoordinasi guna memastikan kapan KASN menerbitkan rekomendasinya itu. Dari koordinasi yang terbaru, Wisnawa memastikan dalam minggu ini rekomendasi itu dipastikan turun. Setelah itu, baru dike-
tahui siapa salah satu dari tiga nama calon Kepala Dinas LH itu mendapat rekomendasi KASN. “Kebetulan saya besok (Selasa 10/7), ada tugas dinas ke Jakarta sekalian kita jemput rekomendasi KASN untuk mengetahui apakah usulan Pak Bupati mendapat rekomendasi atau bagaimana, kita tunggu saja,” jelasnya. Di sisi lain, pejabat yang memiliki hobi menyanyi ini mengatakan, setelah mengetahui calon Kepala Dinas LH definitif, maka akan diikuti persiapan mutasi pejabat di lingkup Pemkab Buleleng. Dengan demikian, kekosongan jabatan seperti Kepala Dinas LH akan diisi pejabat definitif. Kemudian pejabat itu mulai melaksanakan tugas yang sudah menantinya. “Dari awal lelang itu memang dipercepat. Karena kebijakan pimpinan tidak ingin ada kekosongan jabatan seperti di Dinas LH itu, apalagi tugas-tugas bidang lingkungan itu begitu kompleks, termasuk penanganan persampahan dan kebersihan yang sangat baik. Karena itu, memerlukan seorang pejabat yang benar-benar sangat menguasai bidangnya,” jelas mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Buleleng ini. (kmb38)
Anggota DPRD Buleleng melaksanakan reses pada masa sidang pertama tahun 2018 Rabu (4/7) sampai Jumat (6/7) lalu. Hasilnya, wakil rakyat di Bali Utara sudah merekap aspirasi yang diusulkan para konstituennya. Dari sekian banyak aspirasi yang muncul, ternyata didominasi usulan agar pemerintah daerah memerhatikan kerusakan infrastruktur yang sejauh ini masih belum tertangani ADD. Aspirasi itu kemudian disusun menjadi pokok-pokok pikiran dewan. Selanjutnya, sesegera mungkin akan diajukan kepada Bappeda Litbang Pemkab Buleleng. Ketua DPRD Gede Supriatna, S.H., Senin (9/7) kemarin, mengatakan sebagian besar anggotanya sudah melaksanakan reses yang menyasar para konstituennya. Target dari reses itu adalah menyerap apsirasi masyarakat. Anggota dewan memang wajib mengumpulkan aspirasi yang diusulkan oleh pemilihnya. Dari program reses ini, kebanyakan masyarakat mengusulkan agar dewan memperjuangkan perbaikan infrastruktur di pedesaan. Penanganan infrastruktur oleh pemerintah mendesak sangat diperlukan. Pasalnya, pemerintah desa tidak mampu memperbaikinya, kendatipun sudah menerima kucuran Alokasi Dana Desa (ADD). Dia mencontohkan, usulan penanganan infrastruktur itu seperti revitalisasi pasar, jaringan irigasi, dan masalah ketersedian air bersih. Se-
dangkan, untuk infrastruktur jalan lingkungan dari hasil reses pada masa sidang pertama, tidak banyak aspirasi yang mencuat. Pasalnya, desa sendiri sudah mampu menangani dengan jatah ADD yang diterima. “Memang aspirasi masyarakat itu didominasi usulan penanganan infrastruktur yang tidak bisa didanai dari ADD. Melalui program reses itu kawan-kawan kami di dewan sudah mencatat apa-apa yang termasuk penanganan krusial. Kemudian kita ajukan sebagai bahan pertimbangan pemerintah agar intinya memberikan atensi utamanya penanganan infrastruktur ke depannya,” katanya. Selain persoalan infrastruktur, aspirasi bidang pendidikan dan kesehatan juga muncul lewat masa reses itu. Khususnya Kartu Indonesia Sehat (KIS). Permasala-
han yang muncul adalah masih ada masyarakat yang belum menerima KIS. Hal itu disebabkan jatah yang tidak mencukupi. “Keberadaan KIS itu juga dipertanyakan, akibat banyak warga yang belum dapat. Kami memberikan pemahaman kepada masyarakat karena kuota KIS itu terbatas. Dan mulai 1 Januari 2019, kebijakan pemerintah pusat meng-cover masyarakat lewat KIS,” tegasnya. Supriatna menambahkan, aspirasi yang mencuat pada masa reses itu akan dibahas lebih detail, pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak eksekutif. Selanjunya, komisi ditugaskan membahas kembali, sehingga kalau memang aspirasi itu belum masuk program, maka dapat disesuaikan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). (kmb38)
Terancam Mandek, Eksekusi Sengketa Tanah di Jalan Teratai Singaraja Singaraja (Bali Post) – Sengketa tanah di Jalan Teratai, Kelurahan Banyuasri, Singaraja sudah memasuki tahap final. Alasannya, permohonan Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA) memenangkan Pemkab Buleleng. Kendati demikian, eksekusi terancam tidak bisa dilaksanakan. Pasalnya, putusan PK oleh MA sifatnya Declaratoir alias putusan yang tidak memberi penghukuman. Agar eksekusi itu bisa dilakukan, Pemkab harus mengajukan gugatan atas putusan PK tersebut. Humas Pengadilan Negeri (PN) Singaraja Ida Bagus Bama Dewa Pati Putra, Senin (9/7) kemarin, mengatakan putusan PK membatalkan seluruh putusan dari tingkat PN, Pengadilan Tinggi (PT) dan MA yang sebelumnya memenangkan penggugat Putu Dresnaguna dan kawan-kawan atas sebidang tanah seluas 15 are di Kelurahan Banyuasri. Dalam amar putusan PK 17 April 2017 memutuskan mengabulkan permohonan PK dari pemohon PK Bupati Buleleng. Membatalkan Putusan MA No. 2350K/
Pdy/2013 tanggal 19 Desember 2014. Mengadili kembali dalam konvensi menyatakan mengabulkan gugatan tergugat terkonvensi/tergugat II konvensi untuk sebagian. Menyatakan sertifikat Hak Pakai No. 216 Tahun 2009 luas 1.500 meter persegi tertera atas nama pemegang hak Pemerintah Kabupaten Buleleng yang terletak di Jalan Teratai Kelurahan Banyuasri, Singaraja adalah sah. Menyatakan objek sengketa seluas 300 meter persegi atau 3 are itu dengan batas utara tanah milik, selatan tanah Pemerintah Kabupaten Buleleng, sebelah timur tanah milik dan sebelah barat sungai atau kali adalah sah adalah bagian tanah seluas 15 are, sesuai Sertifikat Hak Pakai No. 216 Tahun 2009 atau atas nama pemegang hak tanah yakni Pemkab Buleleng. Atas putusan PK itu Pemkab mengajukan permohonan eksekusi kepada PN, September 2017. Namun, sampai saat ini PN Singaraja belum melakukan eksekusi. Alasannya, putusan PK itu bersifat Declaratoir atau pernyataan dan tidak ada penghukuman. ‘’Dalam kaitan ini PN bukan
menunda-nunda, tetapi tidak ada kapasitas melaksanakan karena putusan itu tidak ada sifat menghukum,’’ katanya. Menurut Bama Dewa, Pemkab harus membuat gugatan untuk mengajukan penghukuman dan putusan agar bisa dilaksanakan. Saran ini telah disampaikan kepada Pemkab, tetapi sampai kemarin saran itu belum direspons oleh Pemkab. ‘’PN sudah berkoordinasi tetapi belum ada yang menindaklanjuti. PN tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan hanya menunggu saja,’’ jelasnya. Sengketa ini berawal saat Pemkab memanfaatkan tanah seluas 2 hektar untuk membangun lapangan sebagai penganti Lapangan Ngurah R ai, S ingaraja. Pemanfaatan lahan itu terganjal setelah digugat oleh Putu Dresnaguna yang mengklaim lahan seluas 15 are itu dimanfaatkan jalan menuju lahan milik Pemkab di seberang sungai. Putusan PN, PT dan kasasi dimenangkan penggugat Putu Dresnaguna. Sedangkan keputusan PK menyatakan Pemkab Buleleng yang memenangkan sengketa tersebut. (kmb38)
Kebijakan Penundaan MPLS
Segera Diarahkan, Hindari Dualisme Interpretasi Munculnya dua kebijakan, pertama Surat Edaran (SE) Sekda Bali No.420/41294/ BPTENDIK/DISDIK tentang pembukaan MPLS SMA/SMK negeri menunda MPLS Senin kemarin, menjadi Senin (16/7) pekan depan. Kebijakan kedua dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bali Kabupaten Buleleng yang menginstruksikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tetap digelar sesuai agenda yang sudah disusun di masing-masing sekolah. Kontan saja, ‘‘duo kebijakan’’ tak sinkron membuat kebingunan pihak sekolah. Dampaknya tidak saja memunculkan kisruh saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019, tetapi juga jadwal MPLS diwarnai situasi yang serupa. Lalu apa yang dilakukan terkait pelaksanaan MPLS yang sudah direncanakan di sekolah-sekolah di Buleleng? MPLS semula dijadwalkan Senin (9/7) kemarin. Namun, segala sesuatu terkait pembukaan MPLS yang sudah dipersiapkan itu menjadi “buyar”, akibat adanya kebijakaan itu. Sebagaimana yang terjadi di SMAN 4 Singaraja ketika MPLS sudah dipersiapkan untuk siswa baru di sekolah tersebut. Namun saat hendak upacara pembukaan MPLS itu diputuskan diundur jadi Senin (16/7) pekan depan. Siswa kemudian dipulangkan lebih awal. Anak-anak itu diperintahkan libur sampai
jadwal MPLS terbaru. Kepala SMAN 4 Singaraja, Nyoman Gede Wartawan, membenarkan telah menerima SE Sekda Bali untuk menunda MPLS itu. Dirinya sudah berkoordinasi dengan Wakil Kepala Sekolah dan panitia MPLS mengikuti SE tersebut. Selain menunda MPLS, pihaknya juga masih melakukan perpanjangan pendaftaran kembali. Perpanjangan pendaftaran itu sebagai upaya bisa menambah calon siswa baru. Tambahan siswa baru ini sesuai instruksi
SE Sekda Bali yang memerintahkan sekolah memperpanjang pendaftaran kembali bagi calon siswa baru yang belum tertampung sampai Sabtu (14/7). Perpanjangan ini karena sekolah menambah jumlah rombongan belajar (rombel) di masing-masing kelas. “Saya masih tugas dinas di Yogyakarta. Setelah berkoordinasi dengan Wakil Kepala Sekolah, katanya, MPLS diundur dan anak-anak diliburkan sampai jadwal MPLS yang terbaru. Kami juga masih memproses pendaftaran kembali gelombang dua sesuai instruksi SE menambah jumlah rombel,” katanya. Hal berbeda dilakukan di SMKN 3 Singaraja. Sekolah itu memutuskan mengikuti kebijakan UPT Disdikpora Bali Kabupaten Buleleng. Di sekolah ini, MPLS kemarin, tetap dibuka melalui upacara bendera yang diikuti siswa baru. Usai apel, siswa baru di sekolah ini mengikuti materi MPLS sesuai jadwal yang diprogramkan sebelumnya. Alasan tetap melaksanakan MPLS, karena sudah melakukan persiapan. Bila MPLS diundur, aktivitas siswa baru jadi vakum. Atas kisruh pembukaan MPLS itu, Kepala UPT Disdikpora Bali Kabupaten Buleleng, Made Suarja, telah mengambil kebijakan. Solus-
inya, pelaksanaan MPLS tetap digelar di masing-masing SMA dan SMK yang ada. Hanya, untuk pembukaannya mengikuti SE Sekda Bali yang menetapkan MPLS serentak dilaksanakan pada 16 Juli 2018 mendatang. Lantaran ada kesulitan dalam hal menyesuaikan jadwal. Sedangkan pihak sekolah sudah menyusun agenda MPLS. Karena itu, diinstruksikan sekolah tetap melaksanakan MPLS. Alasannya, kalau anak-anak diliburkan, menunggu jadwal MPLS satu minggu ke depan, maka aktivitas sekolah vakum. Dalam situasi seperti itu, bisa saja memunculkan kesan sekolah tidak bisa mempertangungjawabkan pelaksanaan MPLS kepada masyarakat. Apalagi, kuota dan jumlah rombel di sekolah negeri sudah terpenuhi, sehingga tidak ada lagi perpanjangan masa pendaftaran kembali. Sebagaimana instruksi dalam SE Sekda Bali. “Tadi malam (Minggu 8/7), sekitar pukul sekitar 23.00 Wita, dapat kabar kalau MPLS diundur dari semula Senin (9/7) menjadi Senin (16/7) mendatang. Saya sudah mengambil kebijakan di kabupaten bahwa MPLS tetap berjalan di masing-masing sekolah. Pembukaannya mengikuti SE Sekda Bali,” katanya. Terkait kebijakan panitia
MPLS dan guru di SMAN 4 Singaraja yang menunda masa MPLS itu, Suarja mengatakan, kebijakan itu tidak dikoordinasikan ke UPT. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala sekolah. Pasalnya, kalau hanya SMAN 4 yang menunda,
dan puluhan sekolah lainnya sudah melakukan persiapan, maka kebijakan sekolah sebelumnya akan diluruskan. Sehingga tidak memunculkan kesan MPLS itu kacau. “Sekolah itu kan hanya membaca SE Sekda Bali saja. Sedangkan bagaimana ke-
bijakan di UPT itu tidak dipahami. Segera kami akan beri pengarahan. Jangan sampai memunculkan dualisme interpretasi, ada sekolah yang melaksanakan dan ada yang tidak, sehingga kesannya MPLS di daerah ini bermasalah,” jelasnya. (mud)
Bali Post/kmb38
MPLS - Kendati MPLS diundur Senin (16/7) pekan depan, SMA dan SMK negeri di Buleleng tetap menggelar MPLS Senin (9/7) kemarin. Kalau diundur, aktivitas siswa dikhawatirkan vakum.
GIANYAR
Selasa Umanis, 10 Juli 2018
9
Anjing Positif Rabies Gigit 13 Warga Ketewel Gianyar (Bali Post) Kasus gigitan anjing rabies terjadi di Banjar Manyar Desa Ketewel Kecamatan Sukawati. Sebanyak 13 orang digigit anjing milik Ketut Sukariana (48) yang merupakan warga setempat. Para korban telah mendapatkan Vaksin Anti-Rabies (VAR). Kasus ini langsung direspons Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar. Anjing jantan dengan nama Belly ini merupakan jenis ras mix. Sebelum dipastikan positif rabies, anjing berwarna cokelat ini sempat menghilang selama tiga hari sejak 30 Juni lalu. Ketut Sukariana sempat melakukan pencarian terhadap anjing yang baru berumur setahun itu, namun tidak membuahkan hasil. Pada 2 Juli, ada warga setempat mengeluhkan keberadaan anjing tersebut karena telah menggigit tiga warga di Banjar Manyar. ‘’Setelah hilang, tiba-tiba dengan terbungkus jaring anjing saya ini dibawa pulang oleh warga dan katanya sudah menggigit sejumlah warga lainnya,’’ jelas Ni Wayan Deniati, istri dari I Ketut Sukariana, yang ditemui Senin (9/7) kemarin. Anjing itu hendak diikat oleh I Wayan Gidug, orangtua dari I Ketut Sukariana. Namun saat mengeluarkan anjing tersebut, kakek 80 tahun ini justru digigit pada bagian jari tangan dan kaki. ‘’Tidak hanya kakek, anak saya Ni Komang Dea Triana yang masih delapan tahun juga digigit,’’ keluh Deniati. Kepala Puskeswan Sukawati Nyoman Arya Darma menambahkan, anjing itu kembali menggigit tiga warga pada 5 Juli dan dua warga pada 6 Juli. Bahkan lima warga lainnya juga digigit pada kurun waktu 7 dan 8 Juli, sehingga total 13 warga yang tergigit. Setelah ditelusuri, ternyata anjing yang baru berumur tujuh bulan tersebut memang belum divaksin. Sementara indukannya sudah divaksin tahun lalu. Dalam kesehariannya Belly sering dilepas dan ke luar rumah sehingga potensi penularan virus cukup besar. ‘’Di sini dekat by-pass dan pantai, jadi tempat strategis berkumpulnya anjing liar,’’ terangnya. Seluruh warga yang terkena gigitan anjing milik Ketut Sukariana itu sudah dirawat di puskesmas terdekat. Mereka telah mendapatkan VAR. Sedangkan anjing yang menggigit ditangani petugas Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar dan Puskesmas Sukawati pada Sabtu (7/7) sekitar pukul 15.00 Wita. Sampel otak anjing itu dikirim ke Denpasar untuk dicek lab. Dari hasil lab yang dikeluarkan pada Minggu (8/7) sore, dipastikan bahwa anjing tersebut positif rabies. (kmb35)
Bali Post/nik
SOSIALISASI - Sosialisasi bahaya dan pencegahan rabies di Balai Banjar Manyar yang digelar Senin (9/7) kemarin.
Warga Sepakati Eliminasi Selektif KASUS gigitan anjing positif rabies di Banjar Manyar Desa Ketewel mendapat perhatian serius instansi terkait. Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar pada Senin (9/7) kemarin mengumpulkan sejumlah warga untuk mendapatkan sosialisasi mengenai bahaya dan penanggulangan rabies. Dari sosialisasi tersebut, disepakati dilaksanakannya eliminasi selektif guna meminimalisir risiko penularan virus rabies. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar Ngakan Putu Readi di Balai Banjar Manyar menjelaskan, eliminasi akan melibatkan seluruh warga Banjar Manyar. Eliminasi hanya menyasar anjing yang diduga sempat melakukan kontak dengan Belly, serta anjing liar atau sengaja diliarkan. ‘’Dalam menjalankan SOP ini kita mengajak seluruh warga untuk mengetahui langsung mana anjing liar dan tidak,’’ katanya. Readi juga mengimbau warga untuk merawat anjing peliharaan dengan baik yakni dengan dikandangkan serta divaksin secara rutin. Bila hal ini bisa dilaksanakan, maka Kabupaten Gianyar bisa nihil dari virus rabies. ‘’Jadi ini membutuhkan pemahaman bersama,
CEK LUKA - Kepala Puskeswan Sukawati I Nyoman Arya Darma saat mengecek luka gigitan pada kaki I Wayan Gidug.
jangan sampai ada korban jiwa atau warga yang menolak kami menjalankan SOP bila sudah ada terdeteksi virus rabies,’’ terangnya. Sementara itu, Klian Dinas Banjar Manyar I Made Mondra mengakui di lingkungannya cukup banyak yang memelihara anjing. Namun tidak semuanya dikandangkan. ‘’Yang namanya masyarakat memang begini. Tapi vaksinasi sudah rutin. Tahun lalu sekitar 85 anjing sudah divaksin,’’ ujarnya. Dia pun menegaskan, warga Banjar Manyar sudah siap menjalankan SOP untuk menangani kasus rabies. Pihaknya akan kembali melakukan pertemuan dengan warga untuk menjelaskan prosedur penanganan kasus rabies, khususnya terkait rencana eliminasi selektif agar seluruh warga bisa memahami dan mendukung program tersebut. Pada pertemuan di Balai Banjar Manyar, Kepala UPT Kesmas Sukawati dr. Udayana mengungkapkan, belasan warga yang tergigit anjing rabies dominan mengalami luka pada bagian kaki. Para korban sudah mendapatkan VAR. ‘’Saat ini VAR di puskesmas masih mencukupi. Kalau di puskesmas masih ada sekitar 20 vial,’’ ungkapnya. (kmb35)
PPDB SMA/SMK Libatkan Penyuluh dari Beragam Instansi Gelombang Kedua Dibuka MPLS di SMPN 1 Sukawati
Gianyar (Bali Post) Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak lagi identik dengan perpeloncoan seperti saat masih disebut Masa Orientasi Siswa (MOS). Bahkan, materi MPLS yang berlangsung selama empat hari didominasi penyuluhan. Penyuluhan tidak hanya melibatkan guru, namun dari berbagai instansi. Seperti di SMPN 1 Sukawati, Senin (9/7) kemarin, MPLS jauh dari kesan menegangkan. Wakil Ketua Panitia PPDB SMPN 1 Sukawati I Made Sila, S.Pd. mengatakan, sesuai aturan baru, pihaknya
tidak lagi menggelar kegiatan yang berbau perpeloncoan. Kegiatan di MPLS dipastikan lebih positif, yang tujuannya membangkitkan daya kreativitas siswa baru. ‘’Kami usahakan tidak ada perpeloncoan. Bermain sesuai aturan saja,’’ ujarnya. Sejumlah instansi yang diundang untuk mengisi MPLS seperti kepolisian, BNNK Gianyar hingga RS Jiwa Provinsi Bali. Hal ini dilakukan agar sedari awal siswa memahami tata tertib berlalu lintas, bahaya narkoba serta hal penting lainnya. ‘’Kami harapkan siswa baru memahami tata tertib lalu lintas. Apalagi lokasi seko-
lah merupakan jalur padat kendaraan. Juga agar menghindari narkoba dan kenakalan remaja,’’ jelasnya. Tak kalah pentingnya adalah kehadiran pihak RSJ. Menurut Sila, siswa baru perlu diberikan pemahaman tentang kejiwaan. Hal ini mengingat gadget saat ini dominan menyita waktu generasi muda. Jangan sampai komunikasi mereka dengan lingkungan sekitar justru terganggu. ‘’Anak-anak sekarang cenderung pegang HP. Komunikasi dengan teman terbatas. Nah, dengan mengundang RSJ, kami harap mereka bisa membatasi HP
serta menjadi tertarik untuk aktif di organisasi seperti OSIS,’’ katanya. Meski MPLS didominasi penyuluhan, OSIS tetap punya tugas mendampingi siswa baru. Tugas OSIS adalah membantu siswa baru untuk lebih mengenal lingkungan sekolah. ‘’Juga mengisi waktu senggang ketika sudah selesai materi penyuluhan,’’ terangnya. Untuk diketahui, MPLS di sekolah favorit ini diikuti sebanyak 256 siswa baru. Tahun ajaran baru ini, SMPN 1 Sukawati membuka delapan rombel dengan 36 siswa per kelas. (kmb35)
Pj. Bupati Lantik Pj. Perbekel Gianyar (Bali Post) Pemilihan perbekel serentak di Kabupaten Gianyar akan berlangsung September mendatang. Namun sebelumnya, sejumlah perbekel sudah mengakhiri masa jabatannya. Guna mengisi kekosongan kursi perbekel, Penjabat (Pj) Bupati Gianyar Ketut Rochineng pun melantik delapan orang Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai Pj. perbekel untuk menjalankan pemerintahan di desa. Delapan ASN yang menandatangani SK pengangkatan sebagai Pj. perbekel yaitu I Wayan Suarjana (Pj. Perbekel Desa Bona), Ida Bagus Made Sujana (Pj. Perbekel Desa Belega), I Gusti Ngurah Sudiarta (Pj. Perbekel Desa Blahbatuh), Desak Ketut Martiniari (Pj. Perbekel Desa Singapadu Tengah), I Wayan Tempo (Pj. Perbekel Desa Puhu), I Wayan Sudiana (Pj. Perbekel Desa Buahan Kaja), I Wayan Sujana (Pj. Perbekel Desa Kenderan) dan Ida Bagus Putu Manuaba (Pj. Perbekel Desa Serongga). Serah terima jabatan dan penandatanganan SK dilaksanakan
di Balai Budaya Gianyar, Senin (9/7) kemarin. Pj. Bupati Gianyar Ketut Rochineng menyampaikan terima kasih atas pengabdiannya. Sementara bagi Pj. perbekel, dia berharap agar program dan kegiatan yang telah ditetapkan di desa dapat dilanjutkan sampai dengan dilantiknya perbekel definitif. Rochineng juga berharap agar Pj. perbekel segera melakukan koordinasi dan komunikasi secara berjenjang dengan kecamatan maupun bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan lembaga terkait di desa demi kelancaran pelaksanaan tugas-tugas. Ditambahkannya, sesuai amanat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pemkab Gianyar mengagendakan pelaksanaan pemilihan perbekel serentak pada 2 September di 24 desa di Kabupaten Gianyar. Untuk pemilihan perbekel serentak gelombang kedua akan dilaksanakan tahun 2020 di 29 desa. Pemilihan perbekel serentak gelombang ketiga akan dilaksanakan pada tahun 2022 di 11 desa di Kabupaten Gianyar. (kmb35)
Bali Post/ist
MELANTIK - Pj. Bupati Gianyar Ketut Rochineng melantik delapan ASN sebagai Pj. perbekel, Senin (9/7) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Gelombang kedua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri dibuka mulai Senin (9/7) kemarin. Pendaftaran ini hanya dibuka selama dua hari, yakni hingga Selasa (10/7) hari ini. PPDB gelombang kedua ini untuk mengisi penambahan rombel sesuai instruksi provinsi. Hal itu diungkapkan Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Gianyar I Wayan Gabra. Dijelaskannya, penambahan rombel disesuaikan kemampuan setiap sekolah dari segi sarana dan prasarana. Tidak ada paksaan mengenai jumlah rombel. Sebab, selain berdasarkan kemampuan sekolah, pertimbangannya juga minat siswa. Dari sekian sekolah negeri di Gianyar, ada dua sekolah yang tidak menambah rombel yakni SMAN 1 Tegallalang dan SMAN 1 Payangan. ‘’Kalau SMAN 1 Payangan karena di sana memang jumlah pendaftarnya kurang. Jadi pendaftaran ulang ini lebih pada pengisian kekurangan itu,’’ ujarnya. Selain itu, ada pula sekolah yang sudah overkapasitas namun tetap melakukan penambahan rombel yakni SMAN 1 Blahbatuh. Pada penambahan rombel itu, sekolah dengan julukan Blasman ini kemungkinan akan memanfaatkan ruang laboratorium untuk sarana belajar. ‘’Selain itu, di sekolah ini kan dari awal memang double shift,’’ katanya. Di PPDB gelombang kedua pihak sekolah diminta untuk memprioritaskan penerimaan siswa yang tercecer pada PPDB sebelumnya, terutama dari jalur keluarga tidak mampu dan jalur PKB. ‘’Yang sudah mendaftar di negeri, itu tidak boleh mendaftar ulang, nanti sistem yang akan mencatat. Sementara yang sudah daftar di swasta, diminta menandatangani pernyataan bila ketahuan sudah daftar di sekolah swasta namun kembali mengikuti PPDB jalur kedua ini, harus siap dikembalikan ke sekolah swasta,’’ tegasnya. (kmb35)
Puluhan Gepeng Diciduk Satpol PP Gianyar (Bali Post) Kabupaten Gianyar masih menjadi sasaran empuk bagi gelandangan dan pengemis (gepeng). Buktinya, Senin (9/7) kemarin puluhan gepeng asal Karangasem kembali terjaring dalam sidak yang digelar Satpol PP Gianyar. Isak tangis para gepeng yang masih balita dan anak-anak mewarnai proses pendataan di kantor Satpol PP Gianyar. Dari awal diamankan hingga diperiksa petugas, mereka nampak ketakutan. Padahal petugas yang dikomandoi langsung Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gde Agusnawa ini hanya mendata identitas dan memberikan pembinaan secara santun. Total ada 28 orang gepeng asal Munti Gunung, Karangasem yang ditangkap petugas. Mereka terjaring petugas Satpol PP Gianyar saat beraksi di kawasan pariwisata Ubud. Sebanyak 22 orang di antaranya perempuan dan enam lainnya laki-laki. Sebagian besar adalah anak-anak. ‘’Mereka biasanya sengaja mengajak anak-anak dan balita untuk meminta-minta dengan maksud agar dikasihani dan pemberi merasa iba,’’ kata Cokorda Agusnawa. Dia menegaskan, puluhan gepeng ini sudah melanggar Perda tentang kebersihan dan ketertiban Umum. Tidak hanya mengganggu masyarakat lokal, mereka kerap meminta-minta dengan cara memaksa kepada wisatawan mancanegara. ‘’Setelah kita data di kantor Satpol PP, selanjutnya diserahkan kepada Dinas Sosial untuk dipulangkan ke tempat asalnya,’’ jelasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Selasa Umanis, 10 Juli 2018
Edarkan Setengah Kilogram SS
Terdakwa Dituntut 16 Tahun Penjara Negara (Bali Post) -
Pengedar narkoba jenis sabu-sabu (SS), Harif Jatmiko alias Arif (29), dituntut pidana 16 tahun penjara. Tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Gedion Ardana Reswari dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana itu cukup tinggi. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Negara, Senin (9/7) kemarin, dibeberkan bahwa terdakwa telah menyelundupkan SS sebanyak setengah kilogram lebih atau 554,13 netto.
Bali Post/olo
SIDANG – Terdakwa kasus pengedaran narkoba setengah kilogram SS saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan.
Ratusan Bacaleg Tes Psikologi
Dua Peserta Sempat Dinyatakan Gangguan Jiwa
Bali Post/olo
TES – Sejumlah bacaleg mengikuti tes tertulis untuk mendapatkan surat sehat rohani (kejiwaan). Negara (Bali Post) – Sejak Jumat (6/7) hingga Senin (9/7) kemarin, tercatat ada ratusan bakal calon legislatif dari sejumlah partai politik (parpol) mengikuti tes rohani (kejiwaan). Uniknya, dari 145 peserta tes tertulis psikologi untuk keperluan menjadi wakil rakyat itu, ternyata ada dua yang sempat dinyatakan sakit jiwa. Pasalnya, kedua bacaleg itu diduga menjawab ngawur soal-soal yang diberikan. Dari pentauan kemarin, sejumlah bacaleg mengikuti tes tertulis psikologi di lantai empat
gedung utama RSU Negara. Di ruangan pertemuan tersebut, mereka menjawab puluhan soal pilihan yang diberikan. “Memang mengikuti tes ini membutuhkan waktu. Kelihatannya simpel tapi ini penting. Karena akan memberikan kesimpulan kejiwaan para peserta ini,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Kendali Mutu RSU Negara Gede Ambara Putra. Hasil dari tes tersebut juga bisa langsung diketahui. Selain tes tertulis, mereka juga akan langsung bertatap muka (wawancara) dengan dokter ahli kejiwaan. Ambara
membenarkan dari ratusan peserta yang mengikuti tes tersebut, ada yang sempat masuk kategori sakit jiwa. Diketahui kedua bacaleg ini menjawab asal-asalan. “Ada dua orang, mungkin dikira (tes tertulis) tidak mempengaruhi. Padahal dari jawaban langsung kelihatan. Semestinya dikerjakan sekitar dua jam, dijawab hanya setengah jam,” tandasnya. Alhasil setelah sempat dinyatakan tidak lulus, akhirnya mereka menjawab ulang usai wawancara langsung. Keduanya lalu ditanya keseriusannya menjadi bacaleg oleh dokter. Akhirnya mereka mengikuti tes ulang dan lulus. Dari data yang dihimpun di RSU Negara, tes kejiwaan pada akhir pekan lalu (Jumat dan Sabtu) diikuti 105 orang. Sedangkan pada Senin kemarin sekitar 40 orang. Jumlah tersebut, menurut Ambara akan terus bertambah karena sesuai jadwal hingga pekan depan. “Karena kita belum punya dokter ahli kejiwaan, kami datangkan dari luar RSU Negara dan dilakukan kolektif yang dijadwalkan dari KPU,” pungkasnya. (kmb26)
Dengan bukti yang dibeberkan dalam sidang, JPU meminta terdakwa dinyatakan melanggar pasal 114 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam sidang dengan Hakim Ketua Fakhrudin Said Ngaji serta anggota Mohammad Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdauzi Kurniawan itu, terdakwa juga dituntut denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun penjara. Mengetahui tuntutan jaksa tersebut, terdakwa meminta keringanan hukuman pada majelis hakim. Terdakwa mengaku perlu diberikan keringanan karena alasan menjadi tulang punggung keluarga. Dari informasi, selain kasus penyelundupan narkoba setengah kilogram ini, terdakwa juga sedang menjalani kasus serupa lainnya. Arif kembali menjadi tersangka, setelah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Negara. Saat itu, ia kedapatan menyimpan SS di celananya seberat 0,08 gram. Celana itu merupakan pakaian yang hendak dibawa tersangka di dalam sel. Paket SS itu didapati petugas saat menggeledah barang-barang yang
hendak dibawa sebelum masuk rutan. Dari pengakuan terdakwa, sabu-sabu di celana itu merupakan sisa sebelum ditangkap polisi. Sengaja diselipkan di salah satu bagian celana yang dibawa ke dalam rutan. Kasus tersebut masih ditangani di luar kasus setengah kilogram SS ini. Perlu diketahui penangkapan terdakwa barang-bukti setengah kilogram SS dilakukan di Pelabuhan Gilimanuk pada Maret 2018 lalu. Polisi mencurigai paket kardus yang diangkut bus. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata di dalam kardus tersebut terdapat paket kristal bening yang terbagi menjadi lima bungkusan. Rencananya paket tersebut akan dikirim ke Perum Jimbaran Denpasar. Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan dan berhasil membekuk penerima paket, yakni terdakwa. Rencananya paket SS yang dikirim dari Magelang, Jawa Tengah itu hendak diedarkan dengan cara menempel di lokasi yang diinstruksikan bosnya yang dikenal dengan panggilan Babe. (kmb26)
Dukung Pengembangan Objek Wisata
Kodim Promosikan Pantai Delod Berawah Negara (Bali Post) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) akan dibuka di Lapangan Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Selasa (10/7) ini. Berbagai kegiatan akan dilaksanakan jajaran Kodim 1617/Jembrana di Desa Delod Berawah ini. Dengan TMMD, TNI ingin membantu Pemkab Jembrana mengembangkan daerah ini sebagai salah satu objek wisata dan mendukung pengembangan pariwisata. Meskipun Delod Berawah menjual wisata pantai, namun pesisir di wilayah ini sudah mulai rusak karena abrasi. Karenanya Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok mendorong agar pesisir Pantai Delod Berawah ditangani dengan baik. Pihaknya juga merasa prihatin dengan makin parahnya abrasi di pantai tersebut. “Memang kita lihat sewaktu-waktu ketika air laut pasang dan ombak besar, pesisir pantai diterjang abrasi. Namun, ketika air surut pantainya cukup indah dengan pasir hitamnya,” kata Letkol Djefri, Senin (9/7) kemarin. Dari pengamatan, abrasi tidak hanya merusak salah satu pura di pantai, namun juga sejumlah fasilitas seperti beberapa gazebo dan pohon-pohon yang tumbuh di pinggir pantai. Dalam kegiatan TMMD ini, pihaknya nanti akan mengadakan pembersihan dan olahraga di pantai. “Kita akan bantu promosikan melalui berbagai kegiatan,” jelasnya. Mengingat di kawasan tersebut banyak kafe dan hotel, pihaknya juga
Bali Post/kmb
TINJAU - Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok ketika meninjau abrasi di Pantai Delod Berawah yang makin parah. akan mengadakan penyuluhan pencegahan HIV/AIDS dan narkoba dengan melibatkan mahasiswa KKN. Sebelum pelaksanaan TMMD, pihaknya sudah beberapa kali mengadakan rapat koordinasi dalam rangka peninjauan ulang sasaran TMMD ke-102 tahun 2018 ini. Ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai program. Di antaranya pembangunan jalan rabat beton Delod Berawah-Yeh Kuning sepanjang 862 meter. “Jalan ini merupakan akses warga untuk melasti sehingga penting untuk diprioritaskan,” ucapnya. Demikian juga pembangunan WC umum
di kawasan Delod Berawah sehingga ketika ada pengunjung yang usai mandi di pantai bisa bilas dan membersihkan diri. Kemudian bedah rumah seorang warga miskin Kadek Sudi Sinarbawa di Banjar Celepud, Desa Delod Berawah dan membangun tempat menaikkan/ menurunkan pacuan kerbau (Mekepung). Kegiatan itu dianggarkan Rp 1 miliar dari APBD Jembrana tahun 2018. Saat pembukaan TMMD juga dilaksanakan kegiatan pasar murah. Dandim berharap kegiatan TMMD ke-102 tahun 2018 ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Jembrana. (kmb)
Kebijakan Penambahan Kelas di SMPN 1 Negara
SMP Swasta Kena Dampak, Satu Sekolah Hanya Dapat Dua Siswa
Bali Post/olo
BERJEJER – Suasana di pantai Air Kuning. Banyak perahu tradisional nelayan berjejer di pantai karena pemilihnya tak melaut.
Cuaca Buruk
Nelayan Perancak dan Air Kuning Tak Melaut
Negara (Bali Post) Sejak sepekan terakhir, para nelayan tradisional di pesisir Jembrana sudah tidak melaut. Alasannya, cuaca tak menentu atau buruk kerap melanda wilayah tersebut. Mereka memilih tinggal didarat guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sembari menunggu cuaca kembali normal, para nelayan menghabiskan waktu untuk memperbaiki perahu dan alat tangkap (jaring). Seperti yang dialami sejumlah nelayan di Desa Perancak hingga Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana. Mereka memilih mencari aman dengan tidak melaut. “Angin kencang disertai ombak tinggi sulit diprediksi. Saat melaut memang cerah, nanti di tengah beda situasinya,” kata salah satu nelayan Wayan Astawa (40) saat ditemui akhir pekan lalu. Bapak dua anak yang sudah puluhan tahun mencari ikan ke laut ini memilih tidak melaut sementara. Apalagi belum lama ini, derasnya ombak dan angin kencang mengakibatkan sejumlah perahu nelayan di Perancak han-
cur. Kalau pun nekat melaut, pastinya tetap mendapat ikan. Namun, risikonya sangat tinggi. Angin kencang seperti sekarang ini lebih berbahaya. Ia yakin situasi ini segera berubah dan normal kembali. Hal senada juga dialami sejumlah nelayan di Yeh Kuning, Air Kuning dan Cupel. Para nelayan tradisional yang menggunakan jukung ini memilih di darat sembari memperbaiki alat tangkap. “Sambil menunggu cuaca kembali bagus. Kebetulan juga jaring perlu diservis,” ucap Mawan, salah seorang nelayan di Pengambengan. Ia mengakui sebenarnya tangkapan ikan cukup lumayan untuk nelayan tradisional. Tetapi, ia juga harus berhitung dengan kondisi cuaca yang terjadi belakangan ini. Ombak di tengah kerap berubah. Bahkan, bisa tinggi sekali. Untuk itu, ia pun tak mau mengambil risiko. Atas kondisi itu, sejumlah perahu tradisional (jukung) nampak berjejer di sepanjang pinggir pantai Air Kuning. Perahu-perahu ini sengaja ditambatkan sambil menunggu cuaca kembali normal. (kmb26)
KEBIJAKAN penambahan kelas pada SMPN 1 Negara tahun ini sangat berdampak terhadap sejumlah sekolah swasta, terutama di zonasi tersebut. Harapan sejumlah SMP swasta mendapatkan murid pun pupus sudah. Mereka sebelumnya sedikit bernapas lega lantaran siswa yang diproyeksikan tercecer, bisa tertampung di SMP swasta. Kondisi ini membuat SMP swasta kelimpungan. Bahkan, ada SMP swasta hanya mendapatkan dua siswa. Seperti yang terjadi di SMP Nasional Negara di Dauhwaru. Dua siswa yang sedang menjalani pengenalan lingkungan sekolah, Senin (9/7) kemarin nampak sangat antusias mengikutinya. Kendati belum resmi menggunakan seragam SMP, dua remaja ini terlihat sudah bisa menyesuaikan dengan lingkungan sekolah. Bahkan mereka seolah tak menghiraukan situasi dalam satu kelas, tempat mereka belajar. Padahal mereka hanya berdua di ruangan dan duduk satu bangku. Sementara bangku di sekeliling mereka kosong. Kedua siswa ini juga secara seksama mendengarkan penjelasan dari guru yang berdiri tepat di depan mereka duduk. “Dua siswa ini murid kami, kelas tujuh (VII). Meskipun demikian kami masih membuka penerimaan siswa,” ujar Bidang Kesiswaan SMP Nasional Negara, Ni Luh Sumarini kemarin. Jumlah siswa dalam PPDB tahun ini merupakan yang terkecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejatinya sekolah lanju-
tan tingkat pertama ini menyediakan dua rombongan belajar (rombel). Namun dari tahun ke tahun hanya satu rombel, itu pun sangat-sangat ramping. Bahkan sejatinya tidak masuk minimal jumlah rombel. Total jumlah siswa kelas VIII dan IX saat ini 15 siswa. Kendati jumlah siswa sedikit, tak menyurutkan niat pihak sekolah ini mengadakan kegiatan belajar mengajar. “Justru kami lebih intens memberikan pelajaran kepada siswa,” tambahnya. Minimnya murid di swasta ini merupakan dampak dari penambahan kelas di zonasi tersebut. Sebenarnya, dari kalkulasi jumlah lulusan SD dibandingkan dengan jumlah SMP Negeri ada kelebihan sekitar 50 siswa. Artinya sistem zonasi ini sempat memberikan harapan, khususnya sekolah-sekolah swasta menerima murid di zona tersebut. Namun, harapan tersebut pupus setelah muncul kebijakan penambahan kelas di SMP Negeri. Kondisi hampir sama juga dialami SMP Swastika Karya Jembrana. Sekolah lanjutan yang berada di jantung Kota Negara ini, dari tahun ke tahun hanya mendapatkan kurang dari minimal satu rombel. Sedikit lebih beruntung, sekolah ini mendapatkan sembilan siswa. Itu pun hampir sebagian besar bukan siswa lokal (asli Jembrana). Mereka merupakan siswa yang berasal dari luar Jembrana dan Bali yang tinggal di Panti Asuhan. Sementara untuk kelas IX ada 17 siswa dan kelas VIII 18 siswa. “Masih banyak bangku yang kosong. Memang itulah
Bali Post/olo
PENGARAHAN – Dua siswa yang diterima di SMP Nasional Negara terlihat sangat antusias mengikuti pengarahan guru. kondisinya, terserap musnah. Sebenarnya akar masalah dari tahun ke tahun sama. Penambahan kelas,” terang Kepala SMP Swastika Karya Fransiskus S. Pramono Hadi. Bila sekolah swasta dituntut untuk berbenah dan meningkatkan prestasi, tidak dapat dipungkiri semua bergantung dari input. Meskipun sekolah juga dibantu dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), hal itu belum menjamin. “Dengan jumlah murid sembilan seperti ini misalnya. Satu siswa taruhlah dapat (BOS) satu juta per tahun. Jadi sembilan juta, untuk operasional setahun dalam satu kelas,” terangnya. Pola yang terjadi saat ini justru kurang membuat anak menghargai proses belajar. Berbeda dengan sebelumnya, siswa ada greget mengikuti proses belajar dengan target NEM. Terkait PPDB, khususnya
SMP tahun ini, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Jembrana I Putu Eka Suarnama mengatakan, jangankan di swasta, di sejumlah SMP Negeri juga mengalami kekurangan murid dari kuota yang ditentukan. Tahun ini memang menggunakan sistem zonasi seperti yang dilakukan di provinsi dan sistem ini sudah bagus. SMP swasta sedikit mendapatkan siswa dikarenakan memang jumlah lulusan SD sedikit. Penambahan kelas yang dilakukan di SMP Negeri 1 Negara itu tidak melanggar karena memang ketersediaan ruang belajar dan fasilitas cukup. Namun, pihaknya akan melakukan evaluasi kembali terkait sistem ini. “Pertama masalah Kartu Keluarga (KK), kita akan data anakanak SD yang lulus tahun depan,” terangnya. (olo)
Selasa Umanis, 10 Juli 2018
Karangasem
11
Lengang, Suasana di KPU
Parpol Masih Sibuk Inventarisasi Bacaleg Amlapura (Bali Post) Suasana di KPU Karangasem tampak masih lengang. Padahal, masa pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) sudah beberapa hari ini dibuka. Namun sejauh ini, belum ada ada partai politik (parpol) yang melakukan pendaftaran bacaleg ke KPU. Kalaupun ada pengurus parpol yang datang ke Sekretariat KPU, mereka tampak baru sebatas koordinasi kelengkapan administrasi caleg, selain urusan sistem informasi pencalonan (silon). ‘’Kalau yang mendaftar belum ada. Kepada yang datang, kami sebatas menyampaikan mekanisme silonnya saja. Setahu saya, para caleg itu masih mengurus perlengkapan administrasi pencalonan masing-masing,’’ jelas Mohamad Fikri, anggota Tim Silon PKS Karangasem yang ditemui di Sekretariat KPU Karangasem, Senin (9/7) kemarin. Sebelumnya, Ketua PKS Karangasem H. Marhujin mengatakan saat ini bacaleg-bacaleg PKS masih disibukkan urusan administrasi syarat pencalonan. Selain itu, PKS juga masih sibuk melakukan inventarisasi bacaleg untuk mengisi kuota caleg di masing-masing daerah pemilihan. ‘’Kita berusaha mengisi kuota 100 persen,’’ katanya. Anggota DPRD Karangasem ini mengatakan pada Pileg 2019 nanti, PKS Karangasem kemungkinan hanya akan mengikuti pertarungan di dua dapil yaitu Bebandem dan Kecamatan Karangasem. Pihaknya enggan mengisi semua dapil. Alasan partainya tidak memasang caleg di semua dapil, yang jelas kata H. Marhujin, PKS siap memberi kontribusi untuk pembangunan Karangasem. Partai-partai besar seperti Golkar, PDI-P termasuk NasDem, Demokrat, dan Gerindra juga belum melakukan pendaftaran bacaleg ke KPU. Dari informasi yang berhasil dihimpun, nampaknya semua parpol akan melakukan pendaftaran pada detik-detik akhir berakhirnya masa pendaftaran 17 Juli nanti. Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Kecamatan Bebandem I Wayan Putu mengatakan, daftar bacaleg partainya sudah lengkap. Namun, Partai Golkar Karangasem baru akan melakukan pendaftaran pada hari terakhir masa pendaftaran. ‘’Kami di dapil Bebandem sudah komplet menetapkan lima caleg. Sesuai ketentuan undang-undang, dua di antaranya caleg perempuan,’’ jelasnya. Ketua KPU Karangasem I Made Arnawa mengakui pengurus parpol yang datang ke KPU baru sebatas berkoordinasi terkait kelengkapan administrasi caleg. Untuk pendaftaran caleg oleh parpol, sejauh ini belum ada. ‘’Belum ada, kan waktunya masih panjang,’’ ujarnya. (kmb)
Ketua KPU Karangasem Made Arnawa
Dewan Minta Eksekutif Sempurnakan Rancangan KUA-PPAS 2019
Amlapura (Bali Post) hadap pembangunan secara Rancangan Kebijakan umum. Salah satunya diperUmum Anggaran dan Pri- caya berpengaruh terhadap oritas Plafon Anggaran Se- target PAD yang akan mengamentara (KUA-PPAS) tahun lami penurunan. ‘’Karena itu, 2019 yang diajukan Pemkab rancangan itu kita kembaliKarangasem mendapat pe- kan agar dilakukan pembenanolakan dari dewan. DPRD han. Rumusnya sudah jelas, Karangasem minta eksekutif petumbuhan ekonomi makro menyempurnakan rancangan selalu mengalami peningkatan dan penyusunannya agar 10 persen dari tahun sebelumberpatokan pada Permendagri nya. Tapi ini malah terbalik. No. 38 Tahun 2018 tentang Pertumbuhan ekonomi makro Pedoman Pengelolaan APBD diturunkan dan berhimbas 2019. pada penurunan target,” kaKetua DPRD Karangasem, tanya. I Nengah Sumardi, Senin (9/7) Erupsi Gunung Agung, kata kemarin, mengatakan rancan- Sumardi, tidak terlalu berpengan KUA-PPAS yang diajukan garuh pada pertumbuhan eksekutif itu sudah mendapat ekonomi makro Karangasem pembahasan di tingkat pimpi- utamanya pada tahun 2018. nan dewan. Hasilnya, dewan Alasannya, daerah yang palmemandang rancangan itu ing terkena dampak dari benbelum sepenuhnya merujuk cana itu hanya berada dalam Permendagri 38. Selain itu, radius 4 sampai 7 kilometer. kegiatan belanja juga belum Mencermati kondisi tersebut, memerhatikan skala prioritas. selaku pimpinan dewan, Su‘’Rancangan itu sudah kita mardi memandang tidak ada kembalikan sejak 4 Juli lalu. alasan eksekutif menurunkan Rancangan itu dikembalikan target PAD dari Rp 234 miliar menimbang hasil kajian dan pada tahun 2018 menjadi Rp analisis unsur pimpinan de- 207 miliar pada KUA-PPAS wan,’’ jelasnya. 2019. Sumardi menyatakan ranDikonfirmasi secara tercangan KUA-PPAS yang dia- pisah, Sekda Karangasem I jukan pemerintah daerah itu Gede Adnya Mulyadi kepada sesungguhnya masih preawak media mengakui KUAmatur. Kebijakan umum PPAS yang diajukan anggaran tersebut tidak eksekutif dikembamengacu pada pertumlikan dewan untuk buhan ekonomi makro, dilakukan revisi. pertumbuhan ekonomi Namun, pengemriil Karangasem tahun balian secara tertu2019 ditarget 5,2 perslis belum masuk ke en atau di bawah target meja kerjanya. ‘Menasional 5,7 persen. mang saya dengar Sumardi menamseperti itu. Nabahkan penumun, pengemrunan target balian secara pertumbuhan tertulis beekonomi itu lum kita diyakini terima,’’ akan berkilahnya. dampak terI Nengah Sumardi (kmb)
Gunung Agung Terus Erupsi
Normal, Aktivitas Persembahyangan di Besakih Amlapura (Bali Post) Aktivitas vulkanik Gunung Agung belum menunjukkan tanda-tanda adanya penurunan. Hal itu terbukti Senin (9/7) kemarin, kembali terjadi letusan dengan kolom abu sampai 2.000 meter. Meski gunung setinggi 3.142 mdpl itu masih fluktuatif, artinya belum stabil, namun sejauh ini aktivitas persembahyangan di Pura Besakih berjalan normal. Ketua Badan Pengelola Besakih Jro Mangku Ngawit mengatakan, kunjungan wisatawan sempat anjlok ketika terjadi erupsi dengan lontaran lava pijar, Senin (2/7) lalu. Sehari pasca-erupsi itu menyebabkan terjadi kunjungan wisatawan turun drastis ke angka 215 orang. Namun, penurunan itu hanya pada Rabu (3/7). Sebab selanjutnya, kunjungan kembali normal menyentuh angka 500 pengunjung per hari. ‘’Kalau letupan-letupannya seperti hari ini (kemarin red), tidak berpengaruh terhadap tingkat kunjungan,’’ jelasnya. Kemarin pukul 11.20 Wita, Gunung Agung kembali mengalami letusan dengan ko-
lom abu berwarna kelabu. Intensitas letusan termasuk tebal. Letusannya bahkan sambung-menyambung sampai empat kali. Letusan itu menimbulkan kolom abu, mencapai ketinggian 2.000 meter. Letusan tersebut dapat teramati dengan jelas dari kawasan Pura Besakih. Pasalnya, letusan itu terjadi ketika langit sedang cerah. Mangku Ngawit mengatakan erupsi tersebut tidak sampai menimbulkan kepanikan. Para wisatawan, katanya, tetap berdatangan meskipun semburan kolom abu terlihat jelas dari areal Pura Besakih. Sementara aktivitas persembahyangan juga tetap berjalan seperti biasa. Menurut Mangku Ngawit,
kemarin, banyak warga yang melaksanakan kegiatan persembahyangan baik upacata yang sifatnya biasa maupun persembahyangan yang dirangkaikan dengan upacara ngaben. Selain ke Pura Dalem Puri, pamedek juga sampai ke Pura Penataran Agung. Erupsi tak memengaruhi aktivitas wisatawan maupun persembahyangan juga karena kolom abu condong ke arah utara. Sedangkan posisi Pura Besakih ada di sisi tenggara dengan radius sekitar 7 km dari puncak gunung. ‘’Desa Besakih sendiri tidak kena hujan abu,’’ jelasnya. Relawan Pasebaya asal Besakih, Jro Mangku Belatung, juga mengatakan aktivitas gunung sepanjang hari kemarin,
tidak memengaruhi aktivitas warga. Warga Besakih di sekitarnya tetap melakukan kegiatan seperti hari-hari biasanya. Karena kolom abu mengarah ke utara, hujan abu justru dilaporkan terjadi di wilayah Banjar Bunga, Desa Ban, Kecamatan Kubu. Di Banjar Daya yang berbatasan dengan Banjar Bunga bahkan terjadi hujan pasir. Namun intensitas sedang-sedang saja. ‘’Laporan dari relawan Korawa Community, bentuk pasirnya seperti beras dibelah
dua,’’ terang Sekretaris Pasebaya, I Wayan Suara Arsana. Sementara itu, meski aktivitas vulkanik masih tinggi, sebagian pengungsi sudah pulang ke rumah masingmasing. Data dari Humas Satgas Darurat Siaga Tanggap Darurat Erupsi Gunung Agung, pengungsi di wilayah Karangasem 4.388 jiwa tersebar di 55 titik pengungsian. Jumlah itu menurun dibanding sehari sebelumnya yang mencapai 5.114 jiwa tersebar di 54 titik pengungsian. (kmb)
’’Laporan dari relawan Korawa Community, bentuk pasirnya seperti beras dibelah dua. Pengungsi saat ini 4.388 jiwa. Mereka tersebar di 55 titik pengungsian. Jumlah itu menurun dibanding sehari sebelumnya yang mencapai 5.114 jiwa tersebar di 54 titik pengungsian.’’ Sekretaris Pasebaya I Wayan Suara Arsana
ORARI Fokus Amankan Jaringan Komunikasi Siaga Erupsi Gunung Agung Memasuki hari jadi yang ke-50, personel ORARI Karangasem dihadapkan pada tantangan relatif berat. Tantangan itu utamanya berupa maraknya aksi jammer di frekuensi radio yang dimanfaatkan Relawan Pasebaya itu. Meski bukan pekerjaan mudah, tetapi jajaran ORARI Karangasem siap fokus membantu pemerintah dan juga masyarakat mengamankan jarikan komunikasi siaga Gunung Agung tersebut. Lalu, bagaimanakah action nyata ORARI Karangasem memberi kontribusi khususnya untuk Siaga Gunung Agung itu? KETUA ORARI Karangasem Gusti Semarabawa, menegaskan hal itu usa beraudiensi dengan Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri di Kantor Bupati Karangasem, Senin (9/7) kemarin. Diakui, mengamankan jaringan komunikasi dari aksi j a m m er b uka nl a h sua t u pekerjaan mudah. Pengamanan itu sejatinya relatif ribet, karena memerlukan proses pelacakan yang menguras durasi waktu relatif lama. ‘’Kita sudah berkoordinasi dengan Balai Monitoring di Denpasar. Tidak mudah memang, tapi akan terus kita upayakan,’’ tegasnya. Semarabawa didampingi sejumlah pengurus seperti Gede Bendesa Mulyawan mengatakan, aksi jammer itu
memang cukup mengganggu. Namun sejauh ini, belum sampai menghambat arus informasi tentang perkembangan kondisi Gunung Agung kepada masyarakat. Pihaknya berharap aksiaksi jahil seperti itu, segera dihentikan terlebih ketika terjadi peningkatan aktivitas Gunung Agung. ‘’Kami berharap, semua pihak dapat menggunakan frekuensi secara tertib. Gunakan bahasa yang santun. Itu penting untuk meminimalisir terjadinya konflik,’’ ungkapnya. ORARI telah berdiri 9 Juli 1968 melalui kongres yang dilaksanakan di Jakarta. Untuk peringatan hari ulang tahun (HUT) tahun ini, dilaksanakan penandatangan sampul prangko khusus HUT
Bali Post/kmb
AUDIENSI - Pengurus ORARI Karangasem beraudiensi dengan Bupati Mas Sumatri. ke-50 ORARI. Audiensi pengurus ORARI Karangasem dengan Bupati Mas Sumatri juga dalam rangka menyukseskan agenda tersebut. Di Karangasem, ORARI baru berdiri tahun 1982. Saat ini, organisasi tersebut beranggotakan 335 personel. Dalam mendukung pelaksanaan siaga bencana Gunung Agung, ORARI berkolaborasi dengan RAPI dan radio komunikasi milik pemerintah daerah. Selain aktif dalam
memberikan dan meneruskan informasi dari instansi terkait, personel ORARI dan personel radio amatir berbasis masyarakat lainnya itu juga terlibat langsung dalam kegiatan kerelawanan. Bersama relawan lain dan personel pemerintah, mereka juga kerap ikut menerobos ke radius berbahaya. Program cerdas yang dilakukan selain mengedukasi masyarakat, juga melakukan mitigasi bencana.
Bupati Mas Sumatri memberikan apresiasi tinggi atas peran serta ORARI dan organisasi radio komunikasi berbasis masyarakat lainnya khususnya dalam membantu kegiatan mitigasi siaga bencana Gunung Agung. Bupati berharap ORARI mampu menjaga eksistensinya sehingga masyarakat tetap mendapat informasi yang cepat dan tepat tentang perkembangan terkini kondisi Gunung Agung. (kmb)
KLUNGKUNG
12
Selasa Umanis, 10 Juli 2018
Izin Bersyarat untuk Akomodasi Pariwisata Bodong
SOSOK UKM Mandiri
DESA Dawan Klod, Kecamatan Dawan, Klungkung tak hanya memiliki potensi pertanian. Namun Usaha Kecil Menengah (UKM) juga berkembang. Salah satunya dalam produksi aneka jajan kebutuhan upakara. Ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu dan sifatnya mandiri. Baik dari awal produksi hingga pemasaran. “UKM masih bertahan sampai sekarang. Masyarakat menggeluti secara mandiri,” ungkap perbekel setempat, Nengah Suardita, Senin (9/7) kemarin. Berdasarkan data terakhir, tercatat ada 49 UKM di desa penghasil buah sawo ini. Keberadaannya tak hanya memberikan dampak kepada pelaku saja. Tetapi juga warga lain, terutama ibu rumah tangga (IRT). Mereka bisa mengais rupiah menjadi tenaga kerja. “Banyak yang awalnya nganggur, bisa bekerja di sana. Cukup positif untuk perekonomian,” tuturnya. Urusan permodalan, usaha ini ditopang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terbentuk pada 2016 melalui program simpan pinjam. Program ini pun mendapat respons positif. BUMDes sendiri selama ini menggantungkan pendapatan dari pasar desa dan jasa. “Banyak yang pinjam di sana. Sampai kekurangan uang,” kata perbekel penggemar bola ini. Ditambahkan, produk usaha itu cukup diminati di pasaran. Tak hanya dalam daerah, namun juga sampai ke luar. Ke depan, ini juga akan disinergikan dengan pariwisata yang segera dirintis. “Tahun ini ada pembangunan infrastruktur jalan ke lahan pertanian. Ini akan dilengkapi spot-spot wisata. Sekaligus untuk mengimbangi UKM itu,” pungkasnya. (sos)
Dewan Sepakat, Jangan Hanya Wacana Semarapura (Bali Post) Wacana Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta untuk menerapkan izin bersyarat terhadap akomodasi pariwisata bodong yang masih ditemukan di Kepulauan Nusa Penida dipandang tepat oleh kalangan legislatif. Anggota Komisi I DPRD Klungkung I Made Jana mendesak itu segera dijalankan. Langkah tersebut untuk memberikan kepastian hukum terhadap masyarakat dalam berusaha. “Saya mendorong secepatnya. Jangan biarkan masyarakat bergerak tanpa izin. Tanpa status yang jelas. Berikan mereka kepastian hukum sehingga bisa berusaha dengan nyaman,” ungkapnya, Senin (9/7) kemarin. Politikus Partai Demokrat ini mengatakan pariwisata di Kepulauan Nusa Penida baru beberapa tahun belakangan mendapat perhatian serius dari pemkab. Sebelumnya, selama bertahun-tahun, masyarakat lokal hanya berjalan sendiri, mulai dari promosi sampai mendatangkan wisatawan. Di tengah hal tersebut, maka tak heran jika terjadi pembangunan akomodasi pariwisata tidak sepenuhnya sesuai aturan. “Dulu khususnya di Nusa Lembongan dan Ceningan itu berkembang nyaris
auto pilot. Artinya, hanya mengandalkan masyarakat saja. Mulai dari promosi dan mencari tamu sendiri. Apaapa dilakukan sendiri. Nyaris tidak ada campur tangan pemerintah,” tegasnya. Jika melihat awal perkembangannya itu, dinilai tak elok apabila pemerintah langsung memberangus akomodasi bodong maupun melanggar sempadan pantai dan jalan. Menurutnya pemerintah harus memberikan dukungan kepada pemilik yang telah merintis pariwisata sampai bisa berkembang seperti saat ini hingga menjadi sumber andalan meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Ini harus diakui. Pemerintah Kabupaten Klungkung barubaru ini sadar kalau Nusa Penida itu pariwisatanya sudah berkembang. Khususnya
Desa Jungutbatu, Lembongan dan Ceningan,” ungkapnya. Ditegaskan, jika kebijakan itu diterapkan, bukan berarti pembangunan ke depan berjalan longgar. Melainkan instansi terkait, dalam hal ini yang menangani perizinan dan penegakan perda harus tetap melakukan antisipasi pelanggaran. “Jangan hanya sibuk di belakang meja. Harus sering-sering turun ke lapangan. Jangan bangunan sudah berdiri baru tahu tak berizin. Kita juga tidak bisa menyalahkan masyarakat. Mereka harus diberikan pemahaman. Kalau ada permohonan perizinan harus dilihat secara detail,” imbuhnya. Rencana penerapan izin bersyarat itu diutarakan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta usai rapat paripurna di DPRD Klungkung, baru-baru
ini. Ditegaskan, itu akan dibicarakan dengan instansi terkait, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung maupun juga masyarakat. Pemkab juga akan menyiapkan syaratsyarat yang harus diikuti. “Ini perlu dikomunikasikan dulu. Terutama dengan masyarakat. Supaya jangan sampai mereka terkejut,” katanya. Selain bangunan, angkutan pariwisata juga ditengarai ada yang belum mengantongi izin. Ini juga segera dibahas dengan kepolisian maupun Dinas Perhubungan Klungkung. “Seperti apa baiknya, ini dibahas. Kami memang mendorong seluruhnya tertib,” sebutnya. Terabaikannya izin ini mengakibatkan pajak juga menguap. Padahal, itu menjadi salah satu sumber pendapatan pemkab yang
I Made Jana
Bali Post/ist
digunakan mendukung pebangunan. Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung I Putu Suarta juga tak menampik akomodasi di kepulauan the blue paradise islan itu masih banyak yang bodong. Beberapa juga ada yang melanggar sempadan pantai. “Memang masih banyak yang bodong. Terutama di Nusa Lembongan dan Ceningan,” jelasnya. (kmb45)
Tekan Angka Kemiskinan
Pemkab Genjot Pembentukan ”Entrepreneur” Mandiri
Bali Post/sos
PERTANIAN GARAM - Petani garam di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Lahannya semakin sempit tergerus abrasi. Pemkab berupaya mencarikan lahan baru.
Tergerus Abrasi
Pemkab Upayakan Cari Lahan Produksi Garam Baru
Semarapura (Bali Post) Keluhan petani garam di Desa Kusamba Kecamatan Dawan terhadap persoalan yang membelit, salah satunya penyusutan lahan akibat gempuran abrasi mendapat perhatian dari Pemkab Klungkung. Supaya produksinya bisa berkelanjutan, diupayakan mencarikan lahan baru. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung I Wayan Durma, Senin (9/7) kemarin. Pejabat asal Nusa Penida ini menyebutkan, sesuai informasi, di kawasan pesisir Desa Kusamba terdapat lahan milik pemerintah. Itu akan segera ditelusuri dan dikoordinasikan dengan bagian aset Pemkab Klungkung. “Ini baru informasi. Apakah itu aset kabupaten atau provinsi, akan dicari tahu. Pemkab tetap mengupayakan penanganan lahan yang abrasi. Supaya produksi garam tetap jalan,” jelasnya. Penanganan abrasi, sambungnya, juga akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman. Diharapkan ada pembangunan pengaman pantai. Di sisi lain, dikatakan sebelumnya pemkab telah memperhatikan petani garam dengan memberikan mesin penyedot air laut, pipa dan tempat penampungan. Namun diakui itu belum sepenuhnya berfungsi maksimal. “Sesuai laporan kemarin, ada beberapa mesin yang fungsinya belum efektif. Karena ombak besar,” sebutnya. Disampaikan lebih lanjut, dalam waktu dekat pihaknya menggelar pertemuan dengan petani, membahas penanganan persoalan yang membelit. “Rabu (besok - red) akan ada pertemuan dengn petani. Pak Bupati juga ikut,” ungkapnya. Sesuai data terakhir, petani yang tersisa hanya 17 orang. Itu pun sebagian besar sudah uzur. Meningkatkan pendapatannya, pemkab juga telah menggagas produksi garam beryodium. Uji coba telah dilakukan. Hanya saja masih terkendala peralatan pengering. “Penanganan lahan penggaraman juga untuk mendukung program garam beryodium. Untuk alat pengeringnya ditangani Dinas Perindustrian,” imbuhnya. Seperti berita sebelumnya, Dewa Ketut Candra (75), seorang petani garam menuturkan awalnya lahan produksi garamnya cukup luas. Namun, kini hanya tinggal separuh. Itu diyakini akan terus terkikis ombak yang belakangan ini cukup besar. “Rasanya setahun lagi lahan ini habis. Gubuk saya sudah pindah beberapa kali karena lahannya habis digerus,” sebutnya. Rasa gundah juga menyelimut petani I Ketut Kaping (54). Lahannya juga tergerus. Kini yang tersisa hanya secuil. Otomatis, produksi garamnya tak lagi sebanyak dulu. Menurutnya, gempuran ombak besar kerap terjadi sejak setahun belakangan. “Setahun terakhir abrasinya semakin parah. Lahan sekarang sudah ada di bibir pantai. Padahal setahun lalu cukup jauh,” keluhnya. Dihadapkan persoalan yang mengancam penghasilannya itu, pemerintah pun diharapkan bisa memberikan perhatian lebih serius. Perlu ada solusi yang sifatnya jangka panjang. “Kalau bisa supaya ada pengaman pantai dekat lahan,” harapnya. (kmb45)
PROGRAM entrepreneur masuk desa terus digenjot Pemkab Klungkung. Hal ini dinilai modal dasar dalam membangun daerah. Mengingat, pembangunan sekarang ini berkonsep pembangunan dari desa. Hal tersebut ditegaskan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat membuka kegiatan pembekalan wirausaha mandiri di Balai Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Senin (9/7) kemarin. Selain itu, menurut Bupati Suwirta, modal penting dalam membangun daerah, yaitu sumber daya manusia (SDM) yang mandiri dan berkualitas. “Kalau sudah banyak menjadi entrepreneur, artinya masyarakat tidak lagi menggantungkan diri kepada pemerintah,” ungkapnya. Pembekalan wirausaha mandiri ini tak lain untuk menciptakan peluang bagi masyarakat dalam peningkatan perekonomian dengan memanfaatkan potensi lokal. Itu dinilai strategis menekan angka kemiskinan yang berdasarkan data
Bali Post/ist
PEMBEKALAN - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta membuka kegiatan pembekalan wirausaha mandiri di Balai Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Senin (9/7) kemarin. 2017 masih menyentuh angka 6,29 persen. “Ini merupakan tindak lanjut program bedah desa. Masyarakat harus diberikan ruang dan bekal untuk masa depan menjadi
wirausaha yang mandiri. Apabila di daerah tidak ada entrepreneur, sehingga akan berpotensi muncul titik kemiskinan karena di sana banyak masyarakat tidak
bekerja,” jelas bupati asal Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida ini. Kegiatan ini melibatkan empat kelompok dari Desa Aan, Desa Getakan, Desa
Nyanglan dan Sampalan Tengah, dengan masing-masing sepuluh peserta. Mereka didorong untuk memiliki daya saing dan mampu membangkitkan kreativitasnya. “Kalau menjadi pengusaha itu harus mempunyai kualitas dan daya saing,” tegasnya. Diakui, melahirkan pengusaha baru bukan perkara mudah. Perlu motivasi tinggi, penguatan termasuk pola pikir masyarakat. Narasumber yang terlibat dalam pembekalan diminta untuk tidak mengabaikan itu. “Yang terpenting adalah motivasi. Ada kemauan. Ini yang harus dimiliki,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klungkung I Gede Kusuma Jaya menyebutkan, kegiatan ini untuk membentuk tenaga kerja mandiri sebagai bagian pelaksanaan program penciptaan lapangan kerja. “Mereka dibina dan dikembangkan menjadi kader-kader wirausaha baru atau pengusaha pemula yang mandiri,” terangnya. (ad500)
Empat Ranperda Ketok Palu
Tiga Fraksi Tanpa Catatan EMPAT rancangan peraturan daerah (ranperda) ditetapkan menjadi Perda dalam Sidang Paripurna DPRD Klungkung, Senin (9/7) kemarin. Yakni Ranperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2010 tentang Retribusi Izin Gangguan, Ranperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2013 tentang Retribusi Izin Gangguan, Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Ranperda tentang Penyertaan Modal. Pada penetapan yang dihadiri Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ini, Fraksi Gerindra dan Hanura tidak memberikan catatan dalam pendapat akhir yang disampaikan. Sementara itu, Fraksi Golkar dalam pendapat akhirnya yang dibacakan I Wayan Mardana hanya mendorong pemkab untuk segera melengkapi perda tersebut dengan peraturan bupati (perbup).
Catatan datang dari Fraksi PDI-P. Melalui pembaca Ni Ketut Suwerni, Bupati diminta komitmen dan konsisten terhadap pembangunan Klungkung yang berkaitan dengan perbaikan lingkungan, baik bersifat fisik maupun sosial. Selain itu dalam pengelolaan barang milik daerah harus memperhatikan asas tranparansi, akuntabel dan partisipatif. Maksudnya, pengelolaan barang harus mengacu pada paradigma good governance serta kemanfaatannya dirasakan masyarakat. Sementara itu untuk penyertaan modal, pemkab juga perlu mencermati asas manfaat dan tingkat produktivitas institusi penerima. “Saudara bupati harus dapat memastikan bahwa penyertaan modal tersebut tidak akan mengganggu penganggaran urusan wajib dan urusan pilihan daerah,” ujar Suwerni. Lain halnya dengan Fraksi
Demokrat. Dibacakan I Wayan Joniarsa, pendapat akhirnya menyorot pencabutan dua perda dengan judul dan muatan yang sama untuk nomor dan tahun yang berbeda. Itu dinilai memberikan gambaran tidak tertibnya administrasi dan kerancuan hukum. “Ke depan tentu kita tidak berharap hal ini terjadi lagi,” tegasnya. Fraksi Persatuan Nasional dalam pendapat akhir fraksinya yang dibacakan I Ketut Sukma Sucita menilai secara substansial naskah akademik telah memenuhi asas keberlakuan (validitas norma hukum) secara filosofis, sosiologis dan yuridis. Di samping itu secara teknis dinilai sudah cukup baik. Begitu pula dari aspek redaksional dan substansi naskah yang termuat dalam ketentuan umum sudah cukup jelas sesuai dengan kondisi daerah. Meski demikian, dalam pembahasan ranperda, ek-
Bali Post/ist
SIDANG - Suasana sidang paripurna DPRD Klungkung, Senin (9/7) kemarin dengan agenda penetapan empat Ranperda menjadi perda.
sekutif dan pimpinan badan legislasi sebagai koordinator dalam rapat-rapat koordinasi diminta bisa mengagendakan pembahasan dalam waktu yang lebih panjang. Harapannya, produk hukum yang dihasilkan bisa menjadi lebih
sempurna dan tidak menjadi beban di kemudian hari. “Intinya kami dapat menerima dan menyetujui Ranperda tersebut untuk disahkan dan selanjutnya disampaikan ke Gubernur Bali untuk dapat dievaluasi,” katanya. (ad493)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Selasa Umanis, 10 Juli 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dcr Sopir Pariwisata Hub.081999040400
B.BP.154.07.18.0000467
Semadi Putra:Cari Kary Admin Tinggal dalam Hub.0811388912
B.BP.001.07.18.0000465
*Dcr D-1 Sipil&D-1 Listrik,PT WanakubuH:439888,085100421225
B.BP.166.07.18.0000481
ASA Property Membutuhkan Staff E-Commerce,Villa Coordinator, Accounting,Butler/Housekeeping Berpengalaman,Staff Tukang dan Kepala Tukang.Tlp.0361-289742 CV:asahrd2018@gmail.com
Dcr Segera! General Suplier Horeka:Marketing&Driver.Lokasi Gatsu Barat.SMS:085100572182
Dcr Tk Jahit,Cheking,Tng Harian juga k aryawan u/Mini Market Jl.Tk.Balian 146 Renon T221666
Dcr Sgr Sopir Pribadi Bw Matic Hub:085238321559/0361-751223
Dicari Wanita FO,BO,Pramuniaga Toko SMK/SMA Max 30Th Single Hub.0361-225353
B.BP.001.07.18.0000464
B.BP.001.07.18.0000439
Dcri Stf Acc u/Trvel Unud Jimbaran.Krm CV fadjarlontoh1@gmail.com
B.BP.004.07.18.0000458
B.BP.001.07.18.0000462
B.BP.001.07.18.0000456
Dibutuhkan Karyawati Rina Spa Kerobokan Hub.081338704401
B.BP.001.07.18.0000478
B.BP.001.07.18.0000090
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692
Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lamaran ke Warung 63, Jl.Veteran, Hp.081238553358
B.BP.004.07.18.0000473
G.05
Dcr Banyak sales Obat Herbal, Keutungan Tinggi,081339505678
B.BP.004.06.18.0001086
Dcr Butler H Balilife Jl.Bumi Ayu V/88 Sanur/081337460096
B.BP.001.07.18.0000463
B.BP.001.07.18.0000468
Dcr Sopir Matic Max.40Th,SIM A Umum, Br.Batur,Peguyangan Kaja, Dps Utara Hub.085100480049 B.BP.004.07.18.0000474
Dcr Tgs Kluar/Srbutn+Tk.Sablon Jl .Patih Nambi 7A/085100061049
Dcr Tukang Perak Max.30Th Hub.08113990076
Dcr Supir SIMA Almt Peguyangan Hp.085100011104/087862966311
Dicari Juru Gambar/Arsitek(S1) Hub:085333411868
BIRO JASA
RUPA-RUPA
B.BP.001.07.18.0000445
B.BP.001.07.18.0000472
B.BP.004.07.18.0000476
B.BP.001.07.18.0000446
Dicari tng srbutn L/P sbyk2nya + sopir Sim A Hub.087860964775 B.BP.001.07.18.0000271
Dibutuhkan Hairdresser, Therapish yg Berpengalaman di Krobokan Hub:081293799814 B.BP.031.07.18.0000094
Dibutuhkan PRT Cewek untuk RumahdiSanurSMS:08123877799 B.BP.001.07.18.0000450
RUPA-RUPA
BIRO JASA FOTOCOPY
ELEKTRONIK BIRO JASA
SERVICE
DIJUAL MOBIL
DIJUAL RUMAH
Dicari Sgr Sopir Bujang,Tidak Merokok,Makan Dalam,Tidur Luar Gaji 2,2Jt.Hub:081339132993
B.BP.001.07.18.0000438
Dicari:Ex Manager dan Ex Supervisor Hub. Pak Yohan 081325252501
B.BP.004.07.18.0000108
Dibutuhkan SPG,Area BTDC Nusa Dua,Max 30th.Langsung bawa lamaran ke Toko Dream Nusa Dua Bali Colection Gate C, 0812-46731533
B.BP.001.07.18.0000086
Dibutuhkan Waiter/Waitress Berpengalaman, Max. 28Th Casablanca Sanur(087755763368)
B.BP.001.07.18.0000174
DIJUAL TANAH 25A Jl5M,H.1,5M/A blk S.Market Bintang Seminyak,T.08123983111
B.BP.001.07.18.0000442
Dijual Tanah Kav Lok.Jl.Tukad Balian,dll , Hub.0811398086
B.BP.001.07.18.0000298
Dijual Tnh Kav Ir Soekarno Tbn DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:081338183031/081805374433
B.BP.004.07.18.0000120
T.10A SHM dkt Jln Utama&Pantai LksTabanan.85Jt/A.085257539923
B.BP.167.07.18.0000461
Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809
B.BP.001.07.18.0000043
DIJUAL RUMAH Jual Rmh LT1,85Are Jl.Malrboro XV Lok.Strategis HP.0811398350
B.BP.001.07.18.0000085
Rmh Jl.Tukad Yeh Aya 98,LT2,52 Hrg 2,3M Ng,S.Room Mbl LT 3Are Jl.P.Belitung 27. 081353270423
B.BP.001.07.18.0000471
B.BP.001.07.18.0000470
Dicari:Therapist Sebanyak2nya, P,Min SMU(2,5Jt+16Rb/Jam Instv Cleaning Servis,L/P(2,5Jt+500rb Instv) Penglman Min 1Th. Lam: Jln.Kayu Jati No.2 Petitenget
Rmh Mewah Baru Tengah Kota Yogyakarta(dkt UGM)LT264, LB160 Elit,Nyaman3,7MH:087745432250
Dicr Sgr Guru Tata Boga u/SMK Prshanti Nilayam Kuta.Lamaran ke SMK Prshanti Nilayam Jln Kubu Anyar No.21 Kuta. Tlp:0361-754516/085739735122
Dswkn Rmh L.205m2,3Kmt,3Kmd Jl.Gunung Lumut Gang Drupadi No.11 Padang Sambian Kelod,Dps Hrg 80Jt Prthn Bisa Nego Hub:087861358681/087762262027
PRT Wnt Tgl Dlm,Jjur,Rjn,KTP Gj. Brsh 2jt+Bns, 081287191221
DIJUAL RUKO
YOGYAKARTA
B.BP.033.07.18.0000466
DISEWAKAN RUMAH
B.BP.001.06.18.0001057
B.BP.001.07.18.0000454
B.BP.004.07.18.0000328
Dijual Ruko 2 Lantai Jl.Bypass Darmagiri 99 Gianyar dekat Astra,BRI & Kampus2 LT 315m2 LB 130m2 Hrg 3.2 M Hub. 0821 4635 8902 , 0812 3856 855
B.BP.001.07.18.0000453
DIJUAL MOBIL
B.BP.004.07.18.0000460
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dicr Pramuniaga L/P Min SMK Sederajat Hub.085366196969
Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lamaran ke Hp.081238553358
G.07
Dcr PRT Tgl dlm Jl.Kenyeri III No.19 Dps Hub.083126809402
B.BP.001.07.18.0000475
Ymh Bisma Dcr:Mekanik,Supir, SMA/D1/S1Ek Hub.T.Umar 142 Dps
Dcr Sgr!!! Waitress & Tukang Masak di Drupadi Seminyak Cafe Syang (Sebelah Hotel Harris) Telp.082145548444
B.BP.001.07.18.0000440
Dicari Manager Resort u/di Tirta Gangga Karangasem.CV ke sentralbaliretail@yahoo.com
Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lamaran ke HP.081238553358
G.06
Dcr Karyawan/Pegawai Salon yg Berpengalaman,Hub.081337084002
B.BP.001.07.18.0000443
G.02
Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com
G.04
B.BP.001.07.18.0000414
Dcr 5 supir Pariwisata bs Inggris Hub:MerrysTravel 0361235700
Dcr Segera Admin,Bisa Exel,CV. Cahaya Kaca Hub.081338572216
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke HP.081238553358
B.BP.004.07.18.0000408
B.BP.001.07.18.0000238
G.01
G.03
Cr Pembantu Gj1,5 yg antar dpt 500rb, T.488315/085337647918
Dcr SMK,D3,S1 Akuntansi,Jujur& Bekerja Keras Hub.081246868853
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
Informasi pasang iklan Telepon
B.BP.001.07.18.0000359
B.BP.004.07.18.0000459
SUZUKI
KEHILANGAN
Swift 2008 Pmk Full Orisinil Bisa Over Kredit 08123948199
Hlg BPKB DK 6070 AY , AN: Made Juri Santosa Hub.08982398127
B.BP.001.07.18.0000451
APV 2005 Silver DK AC Double Jl.Buluh Indah 60, 081236809809 B.BP.001.07.18.0000479
B.BP.001.07.18.0000469
DIJUAL TANAH
TOYOTA
Dijual Tnh Lt8308M2 Lok.Lombok Utara,Tnh&Bngunan Lt 300M2 Lok Gelgel Klungkung,Tnh&Bangunan 118M2 Lok.Samplangan Gianyar Hub:085333538057/082388292898
Avanza G’2014 Putih AsBali Mls Prbd,082341251453/081933610070
Djl Tnh 24Are,Baturiti Tbn Hrg 20Jt/are,H:08123665040 BU.TP
ISUZU
Truck Box NKR71,2009,6 Ban,DK KM45rb,180Jt Nego,085238115480 B.BP.001.07.18.0000448
B.BP.141.07.18.0000477
B.BP.001.07.18.0000435
B.BP.001.06.18.0000916
HlgBPKBNo.H08964477-ODK1473 IP A.n I Made Yostan. Denpasar Bagi yg menemukan akan diberi Imbalan Hub:082147282361 B.BP.001.07.18.0000444
Hlg Buku Kir Daihatsu DK9644DC A.n I Made Edy Sandiana ST. B.BP.001.07.18.0000452
Hlg Kartu SID No.IDN000030341 An.TomySusandi,H.082144071341 B.BP.001.07.18.0000441
BANGLI
14
Selasa Umanis, 10 Juli 2018
Bupati Bangli Raih Penghargaan Satya Lencana
PENELOKAN – Tampak wisatawan saat berkunjung ke objek wisata Penelokan, Kintamani.
Bali Post/kmb41
Dewan Pesimis Proyek Penataan Penelokan Terealisasi Tahun Ini
Bangli (Bali Pot) -
Rencana penataan objek wisata Penelokan, Kintamani, hingga memasuki bulan Juli, tak kunjung terlaksana. Kalangan DPRD Bangli pesimis proyek tersebut bisa berjalan tahun ini. Anggota DPRD Bangli, Dewa Gede Oka, Senin (9/7) kemarin, menyayangkan penataan objek wisata Penelokan tak kunjung terlaksana. Kata dia, kondisi ini tidak lepas dari kelemahan eksekutif. Sebab, hal seperti ini hampir terjadi setiap tahunnya. Proyek-proyek yang sudah dianggarkan, batal terlaksana. “Meski demikian tidak pernah dijadikan bahan evaluasi sehingga terjadi berulang kali. Dewan sudah membahas dan menganggarkannya dalam
APBD, tetapi pelaksanaannya seperti ini. Di ULP berbelitbelit, terkesan ada tarik ulur,” paparnya. Lanjut Dewa Oka, bulan Juli semestinya kegiatan fisik yang direncanakan sudah mulai berjalan. Karena tak lama lagi, KUA PPAS untuk APBD Perubahan maupun APBD Induk 2019 sudah harus dibahas. Tetapi kenyataannya, proyek senilai Rp 15 miliar itu justru belum menunjukkan tandatanda akan digarap. Dengan
sisa waktu yang ada, pihaknya mengaku pesimis proyek tersebut bisa berjalan tahun ini. “Kalaupun dipaksa berjalan, nanti juga terbentur cuaca karena sudah mulai memasuki musim penghujan. Dengan kondisi ini, kami di DPRD Bangli berencana menegur eksekutif dalam hal ini Disparbud Bangli. Tak menutup kemungkinan kita juga akan memanggil Bupati untuk menjelaskan masalah tersebut. Dengan begitu, kita bisa tahu secara pasti apa
faktor penyebab belum jalannya proyek tersebut,” tegas Dewa Oka. Lebih lanjut dikatakannya, anggaran Rp 15 miliar untuk penataan itu bersumber dari pembagian PHR Kabupaten Badung. Sebelumnya Bupati Bangli Made Gianyar menyatakan, penataan Penelokan harus berjalan. Hanya, Bupati tak bisa memastikan waktu pelaksanaannya. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Bangli, Wayan Adnyana, ketika dimintai konfirmasi terkait kendala rencana penataan itu belum berhasil dihubungi. (kmb41)
Minim Siswa, SD 3 Dausa Layak Di-’’regrouping’’ Bangli (Bali Post) – SD 3 Dausa di Kecamatan Kintamani layak untuk diregrouping. Pasalnya, jumlah siswa yang dimiliki sekolah tersebut sangat minim. Pada tahun ajaran baru ini, sekolah yang berada di Dusun Cenigan Desa Dausa hanya mendapat tiga siswa baru. Kabid Dikdas Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli Nengah Danta Haryana, Senin (9/7) kemarin mengatakan, SD 3 Dausa tidak layak beroperasi. Banyak standar pelayanan minimal pendidikan yang tidak terpenuhi. Salah satunya menyangkut jumlah siswa yang sangat minim. Menurut Danta, minimnya jumlah siswa yang bersekolah ke SD tersebut terjadi karena daya dukung siswa yang ada sangat sedikit. “Daya dukung siswanya hanya dari warga Dusun Cenigan,” ujarnya.
Danta mengatakan, minimnya jumlah siswa yang dimiliki sebuah sekolah sangat berpengaruh pada bantuan dana BOS yang dikucurkan pemerintah. Semakin sedikit jumlah siswa yang dimiliki maka semakin sedikit pula dana BOS yang bisa dikelola dan dipakai untuk membiayai kegiatan operasional sekolah. “Jadi sangat sedikit dana BOS yang diterima, tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan,” jelasnya. Terkait kondisi SD 3 Dausa yang minim siswa, Danta mengatakan, pihaknya pernah memberikan solusi untuk dilakukan regrouping. Bahkan pihaknya sekitar tiga tahun lalu sudah sempat memanggil kepala SD 3 Dausa dan lima kepala SD lainnya yang juga mengalami krisis siswa. Saat itu pihaknya meminta keenam kasek tersebut untuk membuat kajian matang terkait rencana
regrouping. Namun, sampai saat ini baru dua sekolah menyerahkan hasil kajian ke Disdikpora, yakni SD 2 dan SD 4 Abuan. “Usulan regrouping dua sekolah itu sekarang sudah kami proses,” ujarnya. Dikatakan Danta, sesuai pemetaan SD 3 Dausa cocok diregruoping dengan SD 1 Dausa. Namun diakuinya, jarak dua sekolah tersebut cukup jauh. Untuk me-regrouping sebuah sekolah, pihaknya juga perlu memperhatikan kesiapan masyarakat. Jika SD 3 Dausa diregrouping dengan SD 1 Dausa, pihaknya harus memastikan apakah nantinya masyarakat di Dusun Cenigan siap mengantar anaknya bersekolah dengan jarak yang lebih jauh. “Untuk itu saya minta sekolah mengkaji secara matang dan dibuatkan dalam bentuk laporan,” katanya. Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, SD 3 Dausa
setiap tahunnya mengalami krisis siswa baru. Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini, sekolah yang berlokasi di Dusun Cenigan Desa Dausa, Kintamani tersebut hanya mendapat tiga orang calon murid baru. Bahkan dua di antaranya tidak memenuhi syarat karena masih belum cukup umur. Kepala SD 3 Dausa I Ketut Wista saat diwawancara, Jumat (6/7) mengatakan, pada tahun ajaran terakhir jumlah siswa yang bersekolah di SD 3 Dausa hanya 21 orang. Dengan rincian 9 di antaranya duduk di bangku kelas VI (sekarang sudah tamat), 7 orang di bangku kelas III, dan 5 orang duduk di bangku kelas I. Pascakelulusan siswa kelas VI belum lama ini, jumlah siswa yang dimiliki SD 3 Dausa pun semakin berkurang. Saat ini siswa yang tersisa di sekolah tersebut hanya 12 orang. (kmb40)
MPLS, Siswa Baru di SMPN 3 Dikenalkan Musik Tradisional
Bangli (Bali Post) Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai digelar Senin (9/7) kemarin. Di SMPN 3 Bangli, MPLS diisi dengan kegiatan pengenalan program dan tata tertib sekolah. Tak hanya itu, sekolah yang berlokasi di Desa Tamanbali ini juga menyuguhkan pementasan musik tradisional kepada siswa baru untuk memperkenalkan salah satu ekstrakurikuler yang dimiliki sekolah tersebut. Kepala SMPN 3 Bangli I Nengah Suardana mengatakan, jumlah siswa baru yang mengikuti kegiatan MPLS di sekolahnya tahun ini sebanyak 293 orang. Jumlah ini lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya 244 orang. Dikatakannya, kegiatan yang dilaksanakan dalam MPLS di sekolahnya sekarang tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Siswa baru diberikan pengenalan terkait program dan tata tertib sekolah. Sesuai petunjuk Permendikbud, tidak ada kegiatan perpeloncoan dan pemberian tugas yang memberatkan ataupun tugas yang aneh-aneh terhadap siswa baru. “Tadi setelah penyematan tanda MPLS dalam upacara bendera, kami berikan inspirasi
Bali Post/kmb40
MPLS - Apel pembukaan MPLS di SMPN 1 Kintamani, Senin kemarin. berupa lagu-lagu dan musik tradisional untuk mengenalkan salah satu ekstrakurikuler yang dimiliki sekolah kami. Ini juga sekaligus memantapkan penampilan siswa yang akan mewakili Bangli dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N),” terangnya. Sesuai jadwal, kegiatan MPLS di SMPN 3 Bangli akan dilaksanakan selama tiga hari hingga Rabu (11/7). Usai pelaksanaan MPLS, pihaknya akan melaksanakan upacara upanayana, kunjungan ke museum dan tes diagnostik
kepada siswa baru untuk menjaring lebih awal kemampuan siswa di bidang akademik. Sementara itu, di SMPN 1 Kintamani, MPLS hari pertama diisi dengan kegiatan apel dan pengenalan lingkungan sekolah. Kepala SMPN 1 Kintamani I Wayan Ariana mengatakan, dalam MPLS kali ini pihaknya berupaya melaksanakannya dengan penuh kegembiraan agar siswa baru dapat mengenali dirinya, temannya, maupun gurunya dengan baik. Pihaknya sangat menghindari
adanya aksi perpeloncoan maupun tindakan kekerasan dari siswa senior ke junior. Dalam pelaksanaan MPLS yang diikuti 373 siswa baru ini pihaknya juga akan mengisinya dengan kegiatan ceramah bahaya narkoba dan HIV /AIDS serta ceramah tertib berlalu lintas dan PBB bekerja sama dengan puskesmas dan kepolisian di wilayah setempat. Berbeda dengan SMPN 3 Bangli, MPLS di SMPN 1 Kintamani akan dilaksanakan selama 6 hari. (kmb40)
BUPATI Bangli I Made Gianyar menerima penghargaan Satya Lencana dari pemerintah pusat. Penerimaan penghargaan itu diwakili Sekda Bangli Ida Bagus Gede Giri Putra mewakili Bupati I Made Gianyar. Penyerahan pengharagaan dilaksanakan dalam acara malam temu prestasi dalam rangka Hari Keluarga Nasional XXV di Kompleks Bumi Beringin, Kota Manado, Sulut, Jumat malam lalu. Sekda Bangli Ida Bagus Gede Giri Putra mengatakan, penghargaan yang diraih ini tidak terlepas dari keberhasilan Bupati Bangli Made Gianyar mewujudkan program-program keluarga berencana dan menjadi panutan masyarakat di Bangli. Maka dari itu, pihaknya mengharapkan ke depannya progam keluarga berencana (KB) di Bangli terus berjalan dengan baik. “Penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari proses pembangunan. Penghargaan ini didapat bukan hanya semata-mata formalitas melainkan diraih dengan usaha dan kerja keras,” ungkapnya. Giri Putra berharap, siapapun yang melanjutkan tongkat estafet Bupati nantinya harus mampu melanjutkan program strategis nyama anyar. Program nyama anyar ini adalah seluruh pejabat eselon di Bangli mempunyai keluarga asuh yang termasuk dalam kategori keluarga kurang mampu, sehingga tingkat kemiskinan di Kabupaten Bangli dapat
PENGHARGAAN - Sekda Bangli Ida Bagus Gede Giri Putra saat mewakili Bupati Bangli I Made Gianyar menerima penghargaan Satya Lencana di Kompleks Bumi Beringin, Kota Manado, Sulut. teratasi dengan adanya program ini. “Kita sangat mengapresiasi masyarakat Bangli karena telah ikut serta dalam program-program yang dijalankan pemerintah khususnya dalam bidang pembangunan masyarakat sehat, sehingga dapat tercipta masyarakat yang sehat dan cerdas. Karena tujuan Bapak Bupati Bangli I Made Gianyar untuk mewujudkan sila kelima, yakni tentang keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia khusus masyarakat Bangli,” tegas Giri Putra. Sementara itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani
mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan tertinggi di bidang Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). “Kami ucapkan terima kasih atas segala komitmen dalam menyukseskan KKBPK. Kami harap peraih penghargaan ini bisa terus memberikan dukungan terhadap Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan yang tidak kalah pentingnya, yaitu Pembangunan Keluarga. Kami juga berharap penghargaan ini para tokoh berprestasi terus komitmen untuk terus memajukan program kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga,” pesannya. (ad502)
Tinggi, Endapan Lumpur di Terowongan Bendungan Sidembunut Dinas PUTRKP Segera Lakukan Pengerukan
Bangli (Bali Post) Banjir bandang yang terjadi beberapa hari lalu mengakibatkan terowongan di bendungan Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli, tersumbat. Ini mengakibatkan hektaran sawah milik petani di Subak Sidembunut tak teraliri air. Agar air kembali mengalir, Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUTRKP) bakal melakukan pengerukan lumpur yang mengendap di dalam terowongan tersebut. Kasi Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTRKP) Bangli Ida Bagus Nyoman Adnyana, Senin (9/7) kemarin mengatakan, banjir bandang yang melanda bendungan Sidembunut beberapa hari lalu mengakibatkan bendungan rusak. Selain itu terowongan yang aliran airnya mengalir ke Subak Sidembunut juga tersumbat akibat endapan lumpur yang dibawa air. “Dari tinggi terowongan 2,4 mater, sekarang ini hanya 40 cm akibat tingginya endapan lumpur. Dari panjang terowongan 800 meter, sekitar 400-500 meter yang tersumbat endapan lumpur,” ungkapnya. Sebelumnya, pihaknya sempat membersihkan material longsoran kayu yang memenuhi bendungan bersama dengan subak dan petugas dari Pertanian dan PU. Usai
Bali Post/kmb41
BANJIR - Bendungan di Sidembunut yang terkena banjir bandang. pembersihan itu, pihaknya sempat kembali mengalirkan air ke subak Sidembunut. Namun, ketika dialirkan ternyata air membawa banyak lumpur. Sehingga, pihaknya kembali memutuskan untuk melakukan penutupan. “Karena subak meminta air kembali dialirkan, akhirnya kita buka lagi. Namun, setelah ada laporan dari petugas penjaga bendungan kalau air membawa banyak lumpur, akhirnya kita tutup lagi untuk mengantisipasi lebih banyak lagi lumpur mengendap di dalam bendungan. Untuk menutup air itu kita telah berkoordinasi dengan subak termasuk Dinas PKP. Tapi tadi (Senin - red) kita cek ke lapangan kunci penutup airnya dibuka kembali dan kita sudah tutup lagi,” terangnya. Agar air bisa kembali mengalir ke subak Sidembunut pi-
haknya segera akan melakukan pengerukan lumpur yang mengendap di dalam bendungan. Pihaknya akan melibatkan lima orang pekerja. “Kita sudah memerintahkan petugas untuk segera mencari tukang untuk mengeruk lumpur. Mudahmudahan besok (hari ini - red) sudah dapat tukang sehingga bisa langsung bekerja. Kita targetkan pengerukan lumpur sudah tuntas dikerjakan sepekan ke depan. Kalau lama air tidak mengalir, kasihan subak,” tegasnya. Lebih lanjut dikatakannya, saat ini masih banyak di sekitar bendungan terdapat material pepohonan yang dibawa banjir bandang. Untuk membersihkan itu, pihaknya akan meminta bantuan kepada ke Koramil atau Kodim 1626/ Bangli untuk membersihkan material itu. (kmb41)
Selasa Umanis, 10 Juli 2018
INFO SEREMONIAL
Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi
Sekda Dewa Indra Tekankan Pejabat sebagai Pelayan Masyarakat
Sekda Bali Dewa Made Indra saat menghadiri acara Penguatan Komitmen dan Sosialisasi Pembangunan Unit Kerja Zona Integritas menuju WBK dan WBBM, Senin (7/9) kemarin. REFORMASI Birokrasi merupakan salah satu langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien, sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat, dan profesional. Dalam pelaksanaan pemerintahan, para birokrat mulai tingkat terbawah hingga Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merupakan pelayan yang harus bekerja sesuai undang-undang sehingga bisa memberikan layanan langsung dan nyata kepada masyarakat. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra saat menghadiri acara Penguatan Komitmen dan Sosialisasi Pembangunan Unit Kerja Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani
(WBBM) di Lingkungan Pemprov Bali, di Ruang Rapat Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Senin (7/9) kemarin. ‘’Semua sifatnya melayani, mulai staf hingga pejabat, saya pun melayani bapak-bapak pimpinan OPD, menandatangani kegiatan agar bisa segera dilaksanakan, itu salah satu contoh, tetapi itu mulia untuk menciptakan akuntabilitas kinerja pemerintahan yang baik. Kita ditugaskan bukan untuk berkuasa tetapi melayani masyarakat,’’ tegas Dewa Indra. Dengan pelaksanaan acara ini, Sekda ingin menggaungkan kembali acara serupa yang sempat dilaksanakan tahun 2012 lalu, sehingga Pemprov Bali bisa meraih predikat Zona Integritas WBK dan WBBM. ‘’Beberapa tahun lalu kita sempat gelar acara serupa dan saat ini agak meredup. Untuk itu saya
ingin menguatkan kembali apa yang sudah pernah dibangun yakni menjadikan birokrasi Pemprov menjadi Zona Integritas WBK dan WBBM. Semua ini membutuhkan komitmen kita bersama, agar tidak lagi menjadi seremonial belaka. Jika angka kemiskinan bisa diturunkan seperti yang sudah dilaksanakan Pemprov Bali, saya yakin kinerja birokrasi juga bisa ditingkatkan,’’ jelasnya seraya menyampaikan dengan terciptanya birokrasi yang baik akan dapat mengurangi intervensi pihak luar. ‘’Jika ingin mengurangi risiko maka jadikanlah birokrasi kita sebagai Zona Integritas WBK dan WBBM. Saya yakin intervensi pasti ada, kalau kita masuk zona integritas maka intervensi pun akan hilang, dan risiko pun akan mengecil,’’ pungkas Dewa Indra. Hal senada disampaikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhatab. Bahwa komitmen seluruh Pimpinan OPD di lingkup Pemprov Bali sangat dibutuhkan untuk mempercepat terciptanya zona integritas WBK dan WBBM. ‘’Jangan hanya Sekda, semua pimpinan OPD harus sejalan, jika sudah sejalan pasti gampang mewujudkan ini,’’ ujar Alkhatab seraya mengingatkan jabatan yang dipegang merupakan amanah dari masyarakat, sehingga patut dipertanggungjawabkan dengan benar. (ad503)
Kompetisi Menemukan Barista Terbaik di HOTELEX Indonesia
Pemenangnya akan Mewakili Indonesia di Kejuaraan Dunia
Ibu Wiwiek Roberto saat memaparkan tentang pameran apa saja yang diselenggarakan di tahun 2018. SERANGKAIAN kompetisi yang akan berlangsung bersamaan dengan peluncuran edisi pertama HOTELEX Indonesia yang akan diselenggarakan pada 18-20 Juli 2018 di JIEXPO Kemayoran, dalam pencarian bakat barista terbaik di negara ini. Indonesia Brewers Cup 2018 (IBRC 2018), Indonesia Latte Art Championship (ILAC 2018) dan Indonesia Cup Tasters Championship 2018 (ICTC) semuanya akan berlangsung di HOTELEX Indonesia dan akan menampilkan 24 peserta yang akan bersaing untuk menjadi pemenang pertama dan akan mewakili Indonesia di Kejuaraan Dunia di Brazil pada November 2018. Indonesia Coffee Event (ICE) yang diselenggarakan oleh Barista Guild Indonesia (BGI) bagian dari Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI). Ini merupakan acara tahunan yang ke-7 kalinya diselenggarakan. Tiga kompetisi yang akan dipertandingkan adalah
Indonesia Brewers Cup (IBRC) Indonesia Brewers Cup diikuti oleh Brewers potensial yang dibebaskan untuk memilih kopi single origin yang akan dipresentasikan. Tentu tak cukup dengan rasa dan aroma kopi saja untuk menyisihkan pesaing brewer lainnya. Dibutuhkan serangkaian riset, latihan repetitif, instrumen yang presisi untuk mendapatkan potensi maksimal kopi. Ditambah kecakapan dalam presentasi juga harus bisa meyakinkan juri bahwa kopi inilah yang terbaik. Indonesia Latte Art Championship 2018 (ILAC 2018) menunjukkan peserta yang telah melalui serangkaian proses. Para barista harus menampilkan free pour style dan decorative style, yaitu seni menuang latte yang menampilkan desain-desain menarik baik dengan cara free pour maupun dengan etching. Ketua Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI) Syafrudin
memperkirakan produksi kopi di Indonesia pada 2018 akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Menurutnya, perbaikan ini bisa dilihat dari sisi kualitas dan kuantitas. Penyelenggara HOTELEX Indonesia menyambut lebih dari 12.000 peserta dari pemasok makanan, industri hotel restoran dan kafe domestik dan internasional, hotel, dan pemilik restoran, manajerial, chef serta asosiasi pemerintah dan perdagangan. Sebagai penyelenggara FHI (Food Hotel Indonesia) dan FHTB (Food Hotel Tourism Bali) yang merupakan pameran dagang bergengsi di Asia dan Hotelex & Finefood juga hadir di Shanghai, Guangzhou dan Beijing. Pameran yang berkombinasi kuat dari kompetensi industri yang memberikan pengalaman, koneksi, dan untuk memenuhi kebutuhan perkembangan dan selera pasar para pelaku bisnis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai HOTELEX Indonesia 2018, kunjungi http://hotelexindonesia.com. Pameran berlangsung pada hari RabuKamis pukul 10.00-18.00, Jumat pukul 10.00-17.00. (bns1)
15
SMK TI Bali Global Gelar MPLS
Tumbuhkan Generasi Muda Berkarakter dan Peduli Lingkungan
SMK TI Bali Global melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2018/2019 sejak Senin (9/7) kemarin sampai Sabtu (14/7) di Gedung Wanita Nari Graha. MPLS tahun ini bertemakan ‘’Melalui MPLS yang sejuk, sehat dan berbudaya, kita tumbuhkan generasi muda yang berkarakter dan peduli lingkungan’’. MPLS dibuka Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti I.B. Dharmadyaksa. Dilanjutkan dengan pengalungan nametag peserta MPLS oleh Kepala SMK TI Bali Global. Kepala SMK TI Bali Global Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd. mengatakan, siswa yang mendaftar tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 652 orang. Sedangkan siswa baru atau yang diterima sebanyak 496 siswa. MPLS bertujuan untuk mengenali potensi siswa baru, membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, menumbuhkan motivasi, semangat dan cara belajar efektif sebagai siswa baru. Selain itu juga mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah, serta menumbuhkan
perilaku positif, antara lain kejujuran, kemandirian sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja dan semangat gotong royong. Untuk mendukung semua proses kegiatan tersebut diperlukan peran serta warga sekolah baik guru, siswa dan manajemen. ‘’Kami mendidik agar berperilaku baik, disiplin dalam penerapan budaya sekolah yaitu senyum, sapa, salam, sopan dan santun. Selain itu mempunyai karakter yang sudah tertuang di dalam 18 karakter bangsa,’’ ujarnya. SMK TI Bali Global Denpasar merupakan Sekolah Menengah Kejuruan pertama di Denpasar yang berbasis khusus bidang IT atau komputer dengan bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Multimedia (MM), Animasi (AN) dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Selama sebelas tahun SMK TI Bali Global Denpasar berdiri,
SISWA BARU - Kepala SMK TI Bali Global mengalungkan nametag dan topi pada siswa baru. yaitu sejak tahun 2006 dengan Dharma Shanti yang memadai izin operasional tertanggal 10 dan yang representatif, seNovember 2006 sampai tahun hingga mempermudah siswa sekarang terus mengalami pen- dan guru berinteraksi dalam ingkatan siswa baru. Terlihat proses belajar mengajar. Ditdari minat masyarakat yang ambah pula masing-masing sudah sangat besar dalam bi- kompetensi keahlian telah dang Ilmu Teknologi Informasi memiliki laboratorium komdan Komunikasi. puter sendiri. Diharapkan SMK TI Bali global didu- proses belajar mengajar lebih kung oleh 130 SMP yang terse- nyaman. Untuk meningkatkan bar di empat kabupaten, an- iman dan takwa siswa kepada tara lain Denpasar, Gianyar, Tuhan Yang Maha Esa, SMK Badung, Tabanan dan daerah TI Bali Global Denpasar memlainnya termasuk luar Bali. fasilitasi tempat beribadah Ditunjang dengan sarana- pada masin-masing pemeluk prasarana dari Yayasan Widya agama. (ad484)
Soal Cawapres Jokowi
PDI-P Harus Relakan dari Golkar
Jakarta (Bali Post) – Pendaftaran capres dan cawapres tahun 2019 dibuka KPU pada 4-10 Agustus 2018. Presiden Jokowi menyatakan telah mengantongi nama cawapres yang akan dipilihnya. Menurut Jokowi, namanya tinggal diumumkan saja. Hal serupa juga dinyatakan petinggi PDI-P. ‘’Soal nama bakal cawapres, PDI Perjuangan sudah mengerucutkannya dan sudah dikantongi Pak Jokowi. Pengumuman dilakukan pada momentum yang tepat dan dalam cuaca yang cerah, secerah saat matahari
terbit dari timur. Jadi, tunggu saja dan sabar,’’ kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Senin (9/7) kemarin. Menurut Hasto, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo terus melakukan pertemuan secara intensif membicarakan persoalan kenegaraan, termasuk membicarakan soal figur bakal cawapres yang akan mendampingi Joko Widodo dan persiapan Pemilu 2019. Sementara itu, pengamat politik Ray Rangkuti menilai
PDI Perjuangan akan arif membebaskan Presiden Jokowi memilih Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga sebagai calon wakil presiden pendampingnya di Pilpres 2019. ‘’Saya rasa PDI-P akan arif, Presiden kan sudah dari PDI-P, masak wakil presiden juga dia,’’ kata Ray Rangkuti. Ray menekankan, syarat pencalonan presiden dan wakil presiden saat ini adalah memenuhi syarat 20 persen suara nasional. Dia mengatakan dari sisi politik Jokowi lebih ideal dan wajar memilih calon yang diusulkan Golkar yakni
Airlangga Hartarto lantaran Golkar mengantongi 14,75 persen suara nasional atau tertinggi setelah PDI-P. Golkar juga wajar mendorong Ketua Umum-nya Airlangga Hartarto untuk mendampingi Jokowi, karena Airlangga sejauh ini sudah biasa membantu Jokowi sebagai Menteri Perindustrian. ‘’Memang sudah sewajarnya,’’ jelas Ray. Sementara sosok yang diperkirakan kuat bakal menjadi rival Jokowi yakni Prabowo Subianto, dikabarkan masih menggodok nama bakal cawapresnya. (ant)
RUSIA 2018 14 JUNI - 15 JULI
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
selasa Umanis, 10 Juli 2018
Belgia, Negara Multilingual yang Kaya Bakat Sepak Bola Moskow – Indonesia beruntung punya satu bahasa nasional. Belgia, semifinalis Piala Dunia 2018, mengalami perpecahan di ruang ganti karena ada tiga bahasa di negeri itu. Lalu bagaimana caranya mereka berkomunikasi di atas lapangan? Indonesia beruntung memiliki satu bahasa nasional yang dipahami dan dipakai berkomunikasi semua bagian masyarakat, termasuk di sudut-sudut negeri. Ada contoh kasus dua negara di Piala Dunia 2018 yang tak bisa begitu karena rakyatnya multibahasa: Belgia dan Swiss.
Belgia sebelah utara berbicara sehari-hari dalam bahasa Belanda, salah satu contohnya adalah gelandang berbakat Kevin de Bruyne. Pemain Belgia dari wilayah selatan, yang lebih dekat dengan perbatasan Prancis, berbicara dalam bahasa Prancis. Contohnya Eden Hazard. Jika de Buryne ngomong Belanda, Hazard tidak mengerti. Begitu juga sebaliknya. Jadi bagaimana cara mereka berkomunikasi di atas lapangan? Bahasa Inggris. Para pemain Belgia tidak berbicara bahasa Belanda atau Prancis tetapi bahasa Inggris di ruang ganti, untuk menghindari munculnya persepsi mendukung salah satu bahasa. Mereka juga berbicara bahasa Inggris di lapangan, dan hal ini mengejutkan banyak wartawan Inggris selama pertandingan terakhir grup melawan The Three Lions di Grup G. Mayoritas orang Belgia adalah penutur bahasa Belanda yang tinggal di Flemish di utara. Sebagian besar sisanya berbahasa Prancis, dan ada
Kevin de Bruyne
Bali Post/afp
Belgia Bakal Repotkan Prancis BABAK semifinal mempertemukan Prancis melawan Belgia, bakal berlangsung ketat. Pelatih kepala PS Badung AAK Bramastra lebih menjagokan Prancis, dan dia memprediksikan skor berakhir tipis dengan kemenangan Prancis atas Belgia dengan skor 1-0, 2-0, atau 2-1. Selama hajatan Piala Dunia 2018, banyak tim yang dijagokan justru bertumbangan. Sebaliknya, tim Bali Post/ist yang prestasinya AAK Bramastra biasa saja malah melenggang mulus sampai ke babak empat besar, salah satunya Belgia. Agung Bram lebih mengunggulkan Prancis, sebab materi pemainnya muda, ditambah kekompakan tim. Terbukti mereka di lapangan hijau bisa mengatur ritme serangan dan pertahanan hingga serasi. ‘’Saya yakin pelatih timnas Prancis Didier Deschamps sudah meracik timnya dan menyiapkan skema serangan berikut taktik dan strategi untuk menjinakkan Belgia,’’ ucap Agung Bram. Dia menyebutkan, skuad timnas Prancis merupakan perpaduan antara pemain muda dan beberapa pemain senior yang berpengalaman. ‘’Kombinasi pemain muda dan senior inilah merupakan andalan tim Prancis,’’ jelasnya. Keunggulan lain, alur serangan antarlini dari pertahanan, ke lini tengah, sampai ke barisan penyerangan sangat padu. Apalagi, Prancis punya mesin gol Kylian Mbappe,’’ jelasnya. Kendati demikian, lanjutnya, Belgia tak akan mudah menyerah begitu saja, bahkan dipastikan memberikan perlawanan sengit, mengingat skuad timnas Belgia juga mencicipi ganasnya Liga Eropa dan tersebar pada beberapa klub elite. ‘’Bisa saja Belgia akan merepotkan Prancis,’’ ungkapnya. Untuk itu, laga yang berjalan ketat dan alot diprediksi skor akhir tak mencolok dan gol yang terjadi tak banyak dan hanya kemenangan tipis menjadi milik Prancis. (nel)
komunitas kecil yang berbahasa Jerman di sisi timur negeri itu. Masalah bahasa dalam tim sepak bola Belgia ini sudah pernah muncul sebelumnya. Dalam sebuah jumpa pers tahun 2014, bek Thomas Vermaelen dan Axel Witsel berbicara dalam bahasa yang berbeda, Vermaelen berbicara bahasa Belanda dan Witsel dalam bahasa Prancis. Seorang juru bicara Asosiasi Sepak Bola Belgia mengatakan bahwa mereka ‘’mengatur wawancara secara terpisah bagi penutur bahasa Prancis dan Flemish’’. Di banyak negara, ini mungkin dianggap aneh, tetapi di Belgia, rakyat terbagi dua menurut garis bahasa, mulai dari partai politik hingga sekolah dan surat kabar. Negara ini juga memiliki sejumlah besar migran yang sama sekali tidak berbicara bahasa Belanda atau Prancis sebagai bahasa asli, dan bahasa Inggris dapat digunakan untuk mengintegrasikan mereka juga. Faktanya, keragaman etnis dari tim ini,
dengan beberapa pemain berasal dari keluarga migran, memberi mereka campuran bahasa yang menarik, dan berbagai kemampuan linguistik. Striker kelahiran Antwerp, Romelu Lukaku, terkenal karena kefasihannya dalam enam bahasa – Belanda, Prancis, Inggris, Spanyol, Portugis dan Swahili. Kapten tim Vincent Kompany berbicara lima bahasa. Tetapi beberapa pemain berbahasa Prancis, misalnya Eden Hazard, adalah monolingual. Mereka bahkan tidak bisa berbahasa Belanda. Marouane Fellaini yang hanya bisa ngomong Prancis dan sekarang merumput di Manchester United, pernah dideskripsikan oleh mantan pemain MU Phil Neville sebagai seorang penutur bahasa Inggris terburuk yang pernah dia temui. Tetapi, meskipun hampir semua pemain memahami bahasa Prancis, ‘’Bahasa Inggris sering dianggap sebagai ‘jalan tengah yang aman’,’’ kata seorang wartawan Belgia yang
berbahasa Belanda, Suzanne Vanhooymissen, Senin (9/7) kemariun. ‘’Dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa umum, organisasi, dan tim nasional Belgia, tidak dapat dituduh mendukung Belanda atau Prancis dan membuka perpecahan linguistik yang berbahaya,’’ imbuhnya. Pelatih Belgia saat ini Roberto Martinez yang merupakan orang Spanyol punya cara yang ektrem guna menjembatani perbedaan ini. Martinez menerapkan bahasa Inggris sebagai bahasa yang wajib digunakan seluruh pemain Belgia ketika latihan, sesi pemanasan, makan, dan aktivitas kebersamaan lainnya di skuad itu. Cara ini rupanya amat disambut positif para pemain Belgia. Terlebih, Martinez yang merupakan orang Spanyol dianggap cukup netral di antara para pemain Belgia. Hasilnya tentu bisa dilihat sendiri. Setan Merah tampil hebat di Rusia dan mampu lolos hingga semifinal. (kmb33/afp)
Presiden Macron Terbang ke Rusia Dukung Tim Nasional Prancis
Moskow – Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan menghadiri Piala Dunia 2018 di Rusia. Macron akan hadir di stadion menyaksikan laga semifinal Prancis versus Belgia. Macron juga membayangkan dirinya bersama dengan manajer Didier Deschamps di ruang ganti pemain Prancis
di Moskow sebelum final yang akan digelar pada 15 Juli mendatang. ‘’Pertama-tama, saya akan mengizinkan Didier Deschamps untuk berbicara dengan mereka dan saya akan berpikir keras tentang tiga kata... ‘Kesatuan, usaha, dan kepercayaan diri’,’’ ujar Macron mengulangi kata yang dia gu-
nakan ketika dia mengunjungi ‘’Les Bleus’’ di pusat pelatihan Prancis di Clairefontaine, dekat Paris. ‘’Saya percaya terhadap mereka. Saya merasakan satu tim yang ingin sukses dan membawa kembali trofi juara. Kami tidak hanya akan berpartisipasi, kami akan memenangkannya,’’ katanya.
Ingin Segera Cetak Gol
Striker timnas Prancis, Olivier Giroud, sesumbar bakal membobol gawang Thibaut Courtois jelang laga Les Bleus menghadapi Belgia pada semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Saint Petersburg, Rabu (11/7) dini hari nanti. Giroud merasa sangat bahagia apabila ia bisa mencetak gol ke gawang rekan setimnya itu di Chelsea. Courtois merupakan salah satu kiper yang bersinar di Piala Dunia 2018 bersama dengan penjaga gawang Inggris Jordan Pickford. ‘’Saya akan mencoba membobol gawang Courtois pada Selasa. Semoga ini waktunya bagi saya untuk mencetak gol,’’ kata Giroud. Striker 31 tahun itu sejauh ini belum mencetak satu gol pun dalam tiga laga sejak fase grup hingga perempatfinal. Ia juga baru menciptakan satu assist untuk Prancis di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut. Meski demikian, Giroud tak rendah diri meski belum bisa cetak gol. ‘’Saya selalu berusaha menciptakan ruang untuk rekan-rekan setim saya (di Prancis) dan bermain untuk mereka. Saya belum mencetak gol, tapi sudah terlibat dalam tiga gol di tim ini,’’ ujarnya. Giroud sendiri paham betul karakter, kelebihan dan kelemahan Courtois. Sebelum menjadi rekan setim di Chelsea, kiper Belgia itu merupakan penjaga gawang rival kala Giroud masih berada di Arsenal. Mantan striker Montpellier itu pun memuji ketangguhan Courtoius dalam menjaga gawang Setan Merah di Piala Dunia 2018.
Edisi Baru Bulan Juli Majalah Bali Post Apa rencana Menteri Pariwisata menjadikan pariwisata sebagai penghasil devisa utama?
Simak pemikiran IB Ngurah Agung Kumbayana terkait revitalisasi pariwisata Bali!
‘’Dia adalah tembok kokoh dan saat ini sedang tampil bagus. Dia juga memiliki pertahanan yang kuat di depan gawangnya. Bagaimanapun, saya percaya diri mereka (Belgia) tetap akan menyisakan celah dan saya yakin bisa membongkar tembok pertahanan mereka yang sangat kokoh,’’ ucap Giroud. Giroud sendiri menilai pertandingan Prancis melawan Belgia bakal menjadi laga yang amat seru dengan kualitas tinggi karena kedua tim sama-sama dihuni para pemain bintang dunia. ‘’Terlebih, ini merupakan rivalitas besar antara kedua negara. Ini akan menjadi pertandingan yang sengit dan terbuka. Akan sangat menarik bagi pendukung kedua tim untuk menyaksikan pertarurang sarat taktik di antara pemain lawan dan pelatih,’’ tutup Giroud. (kmb33)
Pada 1998, Jacques Chirac menjadi Presiden Prancis pertama yang mengunjungi skuad Tim Ayam Jantan sebelum Piala Dunia, ketika dia pergi ke Clairefontaine. Dia juga bergabung dengan mereka di ruang ganti setelah mereka memenangi babak final. Ditanya tentang rencana Macron ke Rusia, seorang pejabat Prancis mengatakan, ‘’Ya, dia akan pergi.’’ Pejabat itu mengatakan Macron akan melakukan perjalanan hanya untuk pertandingan, ketika Prancis menghadapi
Belgia di St Petersburg pada awal pekan depan dan tidak punya rencana lain ketika berada di Rusia. Kremlin menyambut baik rencana Macron ke Rusia. ‘’Kami senang bahwa Presiden Prancis akan datang,’’ kata juru bicara kantor berita RIA, Dmitry Peskov, Senin (9/7) kemarin. Kelompok hak asasi manusia sebelumnya telah meminta para pemimpin Barat untuk memboikot Piala Dunia 2018 di Rusia karena tindakan Moskow di Suriah. (kmb33/afp)
Majalah Bali Post dapat diunduh secara digital di HIGO. The social branding platform for magazine. Caranya mudah. Download aplikasi HIGO di Play Store atau App Store pada smartphone maupun tablet Anda. Dapatkan Majalah Bali Post dalam bentuk digital seharga Rp 15.000 per edisi. Anda juga dapat berlangganan seharga Rp 45.000 per tiga edisi. Selamat membaca!
Bagaimana strategi Gde Wiratha angkat kultur dan budaya Bali di dunia pariwisata?
Baca sepak terjang sejumlah provinsi dan kabupaten di Indonesia menjaring dolar dari pariwisata! Berlangganan Edisi Cetak: Rp. 20.000
Telp. : 0361-225764, 08111876363 (Ayu)