20 HALAMAN
NOMOR 311 TAHUN KE 68
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (141 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
sabtu kliwon, 9 Juli 2016
@balipostcom (4.195 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Helikopter TNI-AD Timpa Rumah Warga
Tiga Tewas, Tiga Luka-luka Yogyakarta (Bali Post) – Helikopter milik TNI-AD jatuh menimpa rumah di Dusun Kowang, Sleman, Yogyakarta, Jumat (8/7) kemarin pukul 15.25 WIB. Menurut saksi mata Amitu (33), warga setempat, kejadian tersebut bermula ketika helikopter dari arah timur tiba-tiba terbang rendah. ‘’Sesaat kemudian helikopter terlihat menukik dan terdengar suara bluk yang cukup keras,’’ katanya. Helikopter tersebut menimpa rumah Heru Purwanto (58), pegawai Pertamina. Komandan Lanud Adisutjipto Yogyakarta Marsekal Pertama Imran Baidirus membenarkan hal itu. Ia mengatakan korban meninggal dunia jatuhnya Helikopter HA-5073 milik TNI-AD ada tiga orang. ‘’Dalam peristiwa ini tiga orang meninggal dunia, satu orang kritis, dan dua luka-luka. Semua korban dari penumpang helikopter,’’ kata Imran Baidirus di lokasi kejadian. Hal. 19 Rumah Sakit
Mesin Mati
HELIKOPTER HA-5073 milik TNI-AD yang jatuh di Dusun Kowang, Jumat (8/7) kemarin, sebelumnya diketahui baling-balingya sempat berhenti berputar. ‘’Dari arah timur suara kencang, tiba-tiba mesin mati dan baling-balin berhenti berputar,’’ kata saksi mata warga setempat, Priharyanto (35). Hal. 19 Berbalik Arah
Cristiano Ronaldo
Bali Post/ant
Evakuasi - Petugas melakukan evakuasi helikopter yang jatuh di Sleman, Yogyakarta, Jumat (8/7) kemarin. Helikopter yang menimpa rumah warga tersebut mengakibatkan 3 korban meninggal dan 3 luka-luka.
Griezmann
Final Piala Eropa
Pertemukan Griezmann dan Cristiano Ronaldo Marseille Penyerang Prancis Antonie Griezmann mencetak dua gol yang membenamkan Jerman 2-0 di babak semifinal Piala Eropa 2016, Jumat (8/7) kemarin di Marseille. Les Bleus selanjutnya menghadapi Portugal di babak final, Senin (11/7) dini hari. Laga puncak di Saint Denis mendatang, akan memberi motivasi tambahan bagi tuan rumah. Di stadion ini Prancis memenangkan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 1984 bersama Michel Platini. Namun pertandingan tidak hanya mempertemukan Prancis vs Portugal semata. Secara pribadi Griezmann menghadapi penyerang Portugal Cristiano Ronaldo yang merumput di Real Madrid. Kedua pemain itu bertemu di final Liga Champions dua bulan lalu saat Atletico Madrid menghadapi saudara sekotanya Real Madrid di Stadion San Siro, Milan. Real memenangkan final itu 5-3 lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Griezmann mengenang momen itu sebagai salah satu kegagalannya. Ia mendapat kesempatan mencetak gol di babak pertama, namun tembakan penaltinya melayang di atas mistar gawang kiper Real Keylor Navas. ‘’Saya ingin mengeksekusi penalti lagi pada momen penting itu. Saya senang karena bisa menyelesaikannya dan gembira karena menghasilkan gol,’’ tegas pemain bertinggi 176 cm itu. Penalti diberikan wasit Nicola Rizolli di akhir babak pertama itu setelah gelandang Jerman Bastian Schweinsteiger menyentuh bola di kotak penalti. Gol kedua Griezmann lahir di pertengahan babak kedua. Penyerang Atletico itu memanfaatkan kemelut di depan gawang Jerman setelah kiper Manuel Neuer membuat blunder. Griezmann kini mengoleksi 6 gol di turnamen ini dan menyamai pencapaian rekor rekan senegaranya Thierry Henry serta Nuno Gomez (Portugal), Zlatan Ibrahimovic (Swedia) serta duet Belanda Patrick Kluivert dan Ruud van Nistelrooy. Hal. 19 Kian Dekat
Istri Korban Hamil 2,5 Bulan
Bali Post/udi
PINGSAN - Istri korban pingsan setelah mendapat kabar suaminya meninggal, Jumat (8/7) malam.
Jumat (8/7) malam, sekitar pukul 20.30 WIB. Sebelumnya, keluarga hanya mengikuti kabar dari televisi. Hujan tangis pecah ketika kabar duka diterima pihak keluarga. Ibu, istri dan nenek korban berteriak histeris. Bahkan, beberapa kali istrinya jatuh pingsan. Ayah korban, Pelda (Purn) Imam Supriyadi, terlihat tegar. Pria ini menuturkan, anaknya sejatinya sudah mengambil cuti. Hal. 19 Batal Mudik
Polisi Geledah Rumah Pelaku Bom Bunuh Diri Solo (Bali Post) – Tim gabungan Laboratorium Forensik dan Identifikasi (Inafis) Mabes Polri yang didukung Satuan Reskrim Polres Kota Surakarta melakukan penggeledahan di rumah pelaku bom bunuh diri, di RT 01/RW XII Sangkrah Kecamatan Pasar Kliwon Solo, Jumat (8/7) kemarin. Tim gabungan Mabes Polri tersebut dengan dikawal Pasukan Dalmas Polres Kota Surakarta mulai melakukan pengamanan di rumah pelaku
bom bunuh diri, Nur Rohman (31), pada pukul 09.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah penggeledahan tim keluar dengan membawa bungkus plastik transparan berisi helm. Barang itu langsung dibawa masuk ke dalam mobil Inafis untuk diamankan. Kasat Reskrim Polres Kota Surakarta Kompol Saprodin yang mendampingi tim gabungan mengatakan polisi melakukan penggeledahan di rumah Nur Rohman untuk mencari
Memaknai Tumpek Landep
Mengasah Ketajaman Pikiran dan Hati Tumpek Landep secara umum dimaknai sebagai ritual mengasah ketajaman senjata sebagai salah satu prisai kehidupan. Dalam konteks kekinian, Tumpek Landep hendaknya memberikan ketajaman pikiran dan ketajaman hati. Dua prisai ini mestinya berjalan selaras agar manusia Bali bisa lebih peka dan tajam dalam menangkap peluang kehidupan di tanah Bali. Manusia Bali hendaknya memaknai Tumpek Landep sebagai ritual untuk mengawal Bali dan bersaing mengelola ruang ekonomi yang ada secara kolektif tanpa merusak alam Bali. Buang jauh egoisme, jika ingin mengawal Bali secara utuh.
Banyuwangi (Bali Post) Letda Penerbang Cpn. Angga Juang Prastama, satu dari tiga korban meninggal helikopter jatuh di Yogyakarta. Ia berasal dari Banyuwangi. Perwira ini meninggalkan seorang istri yang sedang hamil 2,5 bulan. Kepastian gugurnya warga Perum Gria Gurit Permai RT 3/I Rogojampi, Banyuwangi ini baru diketahui keluarga setelah mendapatkan kabar langsung dari pejabat Skuadron XI Penerbang, Semarang,
PANDANGAN ini dilontarkan pengamat ekonomi Bali Dr. Made Gde Sadguna dan praktisi pertanian Wayan Supadno, Jumat (8/7) kemarin. Dr. Sadguna yang lama menggeluti dunia perbankan mengingatkan manusia Bali agar tak terjebak pada ‘’pencitraan’’ semu yang pada gilirannya membuat orang Bali lupa pada swadharma-nya menjaga Bali. ‘’Manusia Bali mestinya menyadari bahwa kini Bali sarat beban dan masalah. Orang Bali jangan larut dengan berbagai pujian semu. Dalam konteks Tumpek Landep hari ini, ketajaman hati dan pikiran hendaknya mengantarkan manusia Bali memiliki kepekaan untuk mencermati Bali sebagai ruang kita untuk menjalani kehidupan,’’ ujarnya. Sadguna mengingatkan bahwa manusia Bali kini berhadapan dengan tiga masalah. Yakni dalam konteks menjaga alam, degradasi kualitas kehidupan manusia Bali termasuk distorsi hubungan dengan Pencipta. Hal. 19 Daya Tahan
’’Egoisme harus ditinggalkan. Orang Bali tak bisa secara sendiri-sendiri mengawal Bali. Peluang ekonomi bagi manusia Bali harus dibangun secara kolektif. Jangan takut berbagi kecerdasan dan keterampilan profesi.’’ ’’Manusia Bali mestinya menyadari bahwa kini Bali sarat beban dan masalah. Orang Bali jangan larut dengan berbagai pujian semu. Dalam konteks Tumpek Landep hari ini, ketajaman hati dan pikiran hendaknya mengantarkan manusia Bali memiliki kepekaan untuk mencermati Bali sebagai ruang kita untuk menjalani kehidupan.’’ Dr. Made Sadguna
Wayan Supadno
barang-barang yang dapat dijadikan barang bukti. ‘’Penggeledahan ini, yang kedua kalinya dengan alat canggih dari Mabes Polri, baik Labfor maupun Inafis. Polisi sebelumnya telah menemukan sejumlah buku, sejumah nomor handphone untuk pengembangan,’’ katanya. Menyinggung apakah dalam penggeledahan di rumah Nur Rohman ditemukan barang yang dicurigai bahan peledak, Saprodin mengatakan ada tiga barang yang dicurigai tetapi
semuanya merupakan wewenang Mabes Polri. Menurutnya, pengenai soal identitas pelaku dan sepeda motor sudah terungkap semuanya, nanti menunggu penjelasan dari Mabes Polri. Peristiwa bom bunuh diri oleh pelaku Nur Rohman tersebut menyebabkan satu korban anggota polisi Brigadir Bambang Adi Cahyono. Ia mengalami luka-luka di bagian pelipis dan dirawat di Rumah Sakit Panti Waluyo Solo. (ant)
Jangan Menjual ’’Kekayaan’’ Rohani
TEUKU Jacob (1988) dalam bukunya ‘’Manusia dan Teknologi’’ menyatakan: Alam berevolusi pada berbagai peringkat dan terus-menerus. Bumi kita mengalami evolusi kosmik, evolusi geologik, dan kemudian evolusi biologis. Dengan munculnya manusia terjadilah evolusi budaya, termasuk di dalamnya evolusi teknologi. Bersamaan dan bertindih pada ujungnya terjadi evolusi spiritual, yang diharapkan masih lama akan berlangsung. Hal. 19 Terus Berubah
Oleh I Gusti Ketut Widana ’’Apalagi kalau bercermin di tataran spiritual, dalam wujud pencapaian kesadaran rohani yang membatin, harus diakui masih jauh dari harapan. Realitanya, dari praktik beragama cara ritual, bukan semakin meningkat kesadaran spiritualnya, justru kian tumbuh semarak gairah ‘spirit-jual’ – semangat menjual. Mulai dari menjual warisan atas bumi pertiwi, tepatnya menjual tanah, sawah, yang secara teologis dipercaya sebagai sthana Dewi Sri, kini beralih fungsi menjadi istana para ‘resi’ (residen), dan dihuni oleh mbak sri, atau pendatang luar lainnya. Belum lagi aktivitas ritual yang cenderung bergaya gengsi gede-gedean, melahirkan gaya hidup beragama konsumeristis, semua serba beli, dan semuanya ada yang menjual, hingga muncul kemudian bisnis banten siap saji.’’
DENPASAR
2
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
FIGUR
PENITIPAN MOTOR - Pascalibur Lebaran, Jumat (8/7) kemarin lokasi tempat penitipan sepeda motor di Terminal Ubung, Denpasar, masih tampak ramai. Sebab, sebagian besar pemudik belum kembali ke Denpasar. Tarif tempat penitipan motor ini Rp 5.000 per hari dengan lama maksimal sampai satu minggu. Menurut salah satu warga yang menyewakan tempat penitipan motor, tahun ini jumlah penitipan sepeda motor mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini akibat para pemudik lebih memilih mengendarai sepeda motor saat pulang ke kampung halamannya.
Matang Sebelum Waktunya KEKERASAN seksual terhadap wanita di bawah umur semakin mengkhawatirkan. Tindakan itu bukan saja dilakukan kaum remaja, tetapi orang dewasa bahkan kakek-kakek. Perkembangan gadget juga sangat memudahkan transfer dan transmisi materi yang bersifat pornografi. ‘’Termasuk BP/rah fisik, hormon yang terkandung dalam makanan membuat anak matang sebelum waktunya tiba,’’ kata akademisi dari Politeknik Negeri Bali Drs. I Made Ardana Putra, M.Si., Jumat (8/7) kemarin. Faktor pendidikan, lanjut Ardana, juga berkontribusi terhadap kasus ini, di mana nilai budi pekerti dan karakter menjadi sebuah hafalan, bukan praktik dalam kehidupan. Demikian pula kesibukan orangtua menambah lengkap peluang kekerasan itu terjadi dan anak tidak sempat belajar bagaimana cara melindungi diri. Ketua BAP PAUD dan PNF Bali ini menjelaskan, dari berbagai kasus yang sempat muncul di media, sesungguhnya banyak korban pelecehan ini menutup rapat-rapat kejadian yang menimpanya. Hal itu terjadi karena sebagian besar korban dengan pelaku saling kenal, bahkan sangat dekat. Wanita remaja mungkin merasa takut, kebingungan dan tidak tahu langkah apa yang harus dilakukan. Pelecehan terhadap wanita di bawah umur bukan saja pelanggaran hukum pidana, namun pelanggaran HAM berat. Pasalnya, korban seharusnya dibina dan dilindungi, bukan dilecehkan. Terkait kejahatan luar biasa ini, ia berharap masyarakat harus paham dan peka kondisi saat ini. Apabila pengalaman buruk ini tidak cepat ditangani dengan baik, maka akan berdampak panjang dalam hidupnya. ‘’Dari data Komnas Perempuan menyebutkan, setiap dua jam ada tiga kejadian perempuan diperkosa. Makanya kasus ini termasuk kejahatan yang luar biasa, perlu penanganan yang luar biasa juga seperti disebut oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu,’’ ujar Ketua DPD IECTA Bali ini. (rah)
Suara Denpasar & Badung PKB Jangan Seperti Pasar Senggol Lagi Saya berharap kepada pihak terkait agar PKB jangan seperti “pasar senggol” lagi. Seperti kemarin, terjadi kebakaran. Harusnya PKB itu menyajikan kesenian dan budaya Bali, seperti jajanan Bali, hasil kerajinan Bali. Kejadian kemarin itu bukan saja mencoreng nama pejabat, akan tetapi masyrakat Bali. Agung Jaya Negara, Denpasar
Gedung Lantai Tiga di Art Center Saya memberikan masukan agar saat PKB tidak ada parkir di rumah penduduk. Pemerintah agar membangun gedung lantai tiga di Art Center. Lantai satu dikhususkan untuk parkir, lantai dua untuk pemeran, pedagang kerajian seni dan buadaya Bali dan lantai tiga untuk panggung pertunjukan seni. Jadi, hal-hal seperti permasalahan parkir bisa teratasi. Tut Dawi, Abiansemal
BNNP Usut Informasi Layang-layang ’’Bawa’’ Narkoba ke Lapas Kerobokan
Bali Post/kmb23
Denpasar (Bali Post) -
Terkait informasi modus penyelundupan narkoba menggunakan layang-layang ke Lapas Kerobokan, BNNP Bali langsung menindaklanjutinya. Kepala Badan Narkotikan Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa memerintahkan anggotanya melakukan penyelidikan dan mengungkap kebenaran informasi tersebut. ‘’Informasi itu saya peroleh dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali. Sudah kami tindak lanjuti,’’ tegas Brigjen Suastawa, Jumat (8/7) kemarin. Untuk menindaklanjuti informasi itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan staf lapas supaya memperketat pengawasan di sekitar lapas terbesar di Bali itu. Pengawasan dilakukan terutama
terhadap orang yang diduga menaikkan layang-layang di sekitar sana. Selain itu, akan dilakukan pendataan pemain layang-layang, apakah orang tinggal di sekitar sana atau pengedar narkoba.
Cuti Bersama
Stok Darah PMI Bali Surplus
Denpasar (Bali Post) Selama cuti bersama yang berlangsung di RSUP Sanglah dari tanggal 4 sampai 8 Juli, stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Provinsi Bali aman. Sebab, kebutuhan komponen darah dapat disiapkan sebelum tanggal merah yaitu 6 sampai 7 Juli lewat mobil unit. Bahkan akhir bulan Juni, jumlah darah di UTD PMI Provinsi Bali surplus karena mobil unit bergerak terus hingga saat ini. ‘’Dengan mobile unit, bisa memenuhi kebutuhan darah bahkan surplus,’’ ujar Direktur UTD PMI Provinsi Bali dr. A.A. Sagung Dwipayani, M.Kes.,
Selang SPBU Bening Saya mengimbau kepada pengelola SBPU agar menyediakan pertalite, karena sering saya jumpai SPBU hanya menjual pertamax, premium dan solar. Selain itu, selang pengisian bensin dibuat bening sehingga jelas kelihatan permintaan konsumen. Nang Kenceng, Jimbaran. Jadwal PKB, Sabtu, 9 Juli 2016 Waktu : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Kesenian Rekonstruksi Tari Gandrung oleh Sekaa Gandrung Ambek Suci Pura Majapahit Banjar Monang Maning Denpasar Barat Waktu : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Dolanan Anak–anak oleh Sanggar Rare Kumara Shanti Duta Kabupaten Karangasem Waktu : 11.00 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Partisipasi Tim Kesenian Wyahrihita Jepang Waktu : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Parade Topeng Panca oleh Semara Dwija Desa Bakas Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung Waktu : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Partisipasi Tim Kesenian Dewan Kesenian Balikpapan Provinsi Kalimantan Waktu : 20.00 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Partisipasi Tim Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat Waktu : 20.00 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Tari dan Karawitan Inovatif oleh Sanggar Wismaya Sari Banjar Sebudi Desa Sumerta Kelod Kecamatan Denpasar Timur Waktu : 20.00 wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Penutupan Pesta Kesenian Bali XXXVIII Tahun 2016 Pagelaran Sendratari ‘’Ciung Naga Basuki’’ oleh SMKN 3 Sukawati Kabupaten Gianyar
085 100 400 391, (0361) 819446
FM 96,5
Topik : AKAP TAK DIHARUSKAN TURUNKAN PENUMPANG DI TERMINAL MENGWI Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
Menurutnya, tidak sulit mengecek layang-layang yang kira-kira posisinya di atas lapas dan jumlahnya terbatas. ‘’Patut dicurigai dan dilakukan pemeriksaan, apakah ada bukti narkobanya? Kalau benar, lanjut dengan proses pemeriksaan termasuk jaringan mana yang di dalam lapas sebagai pengendali. Ada juga modus melempar botol ke lapas. Itu kami dalami juga,’’ tegas mantan Karo Rena Polda Bali ini. Untuk pelempar botol itu, tentunya pelaku ada yang dituju dan tidak sembarangan melakukan itu. Apalagi melewati tembok
Bali Post/may
dr. A.A. Sagung Dwipayani, M.Kes.
Jumat (8/7) kemarin. Saat puasa pun, katanya, mobil unit tersebut ditempatkan di tempat taraweh pada malam hari. Setiap hari mobil unit dapat mengambil darah pada 2 sampai 4 kegiatan, yang mana 1 tim terdiri dari 5 orang. ‘’Yang sering melakukan donor darah itu dari instansi, hotel, swasta, BUMN, lembaga sosial agama,’’ ungkapnya. Saat ini ketersediaan packed red cells (PRC) atau darah yang dipadatkan golongan A 100 kantong, B 70 kantong, O 20 kantong dan AB 2 kantong. Jumlah trombosit golongan A 6 kantong, B 23 kantong, O 19 kantong, AB 10 kantong. ‘’Golongan darah ini sering dibutuhkan oleh klinisi,’’ imbuhnya. Sedangkan jumlah fresh frozen plasma (FFP) golongan A sebanyak 56, B 67, AB 10, O 32. Diakuinya, beberapa waktu lalu stok darah AB sangat tipis karena golongan darah AB langka di Indonesia. Namun, kini jumlah trombosit AB telah mencapai 10 kantong. Golongan darah langka lainnya adalah rhesus negatif. UTD PMI Bali memiliki donor rhesus negatif golongan darah O sebanyak 3 orang, golongan darah AB sebanyak 1 orang. Mengingat umur trombosit pendek hanya 5 hari, maka dari itu pihaknya hanya memproduksi trombosit dalam jumlah sedikit. ‘’Kalau PRC umurnya 14 hari dan FFP 6 bulan,’’ imbuhnya. Kelebihan darah yang dimiliki UTD PMI Bali akan dimusnahkan jika telah kedaluwarsa. ‘’Kami belum mampu mengestimasi darah yang diperlukan. Jadi, jika nanti memproduksi sedikit tetapi yang membutuhkan demand-nya banyak, ini yang tidak berani kami jamin. Akhirnya, kami memang memusnahkan apabila tidak terpakai dan telah melewati umurnya,’’ jelasnya. Darah dimusnahkan melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), bukan dibakar dan kantongnya di-incenerator. (kmb42)
lapas yang tinggi. Langkah awal, pihaknya perlu melakukan penyelidikan dengan staf lapas terkait taktik dan cara melempar supaya dengan mudah menangkap pelakunya. Razia berkala secara tertutup harus terus dilakukan bersama tim gabungan. Juga, pendataan secara rutin oleh petugas lapas terhadap warga binaannya. Jika terjadi penyimpangan perilaku, diharapkan segera mendapatkan penanganan oleh tim yustisi, terlebih dicurigai sebagai bandar narkoba dalam lapas. ‘’Kami tahu jumlah personel lapas jauh dari standar. Oleh
karena itu, perlu ditambah dengan minta bantuan tenaga dari Jakarta atau TNI dan Polri sebagai perkuatan personel dalam pengamanan giat di lapas,’’ tandasnya. Pihaknya juga mengimbau supaya diadakan konselor terhadap napi narkoba dan percepatan rehabilitasi. ‘’Jangan sampai petugas lapas merasa sendirian menangani masalah itu. Masalah lapas adalah masalah keamanan kita bersama yang ada di Bali. Mari bersinergi, berkolaborasi dan bangun kekuatan untuk memerangi narkoba,’’ harapnya. (kmb36)
Kasus Dana Punia IHDN Denpasar
Praptini Seret Sejumlah Nama SIDANG kasus dugaan korupsi dana punia untuk mahasiswa baru di Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar tinggal selangkah lagi. Walau dituntut dua tahun penjara, Prof. Titib dalam pembelaannya minta dibebaskan karena sudah terbukti dia tidak ada menikmati kerugian keuangan negara. Begitu juga dengan Dr. Praptini, malah menyeret sejumlah nama yang mesti dijadikan tersangka dalam perkara ini, termasuk menyalahkan sang rektor (kini mantan). Saat sidang dengan agenda pledoi, Praptini dengan nada tinggi membantah disebut sebagai otak atau perencana dari kasus tersebut. Dia kemudian menuding pihak lain yang harus bertanggung jawab dan duduk di kursi terdakwa. ‘’Ini adalah kebijakan rektor, bukan Praptini. Menentukan dana punia itu sudah melalui proses pembahasan RKAKL sebanyak 75 orang. Dalam pembahasan itu, muncullah pembahasan dana punia yang dipungut dari mahasiswa baru,’’ katanya kala itu. Lantas, siapa yang mesti bertanggung jawab dalam kasus dana punia ini? Praptini dengan suara lantang mengatakan rektor. Selain itu, penanggung jawab penerimaan mahasiswa baru, Candrawan selaku PR III dan Kepala Biro Akademik. Selain menyeret nama rektor dan PR III, Praptini juga meminta supaya Putu Mudiarta yang mengetahui SK PNBP. Dia adalah atasan langsung Kasubag Umum Keuangan dan IKN. Dia atasan langsung bendahara penerima. ‘’Jika ada pelanggaran PNBP, itu yang bertanggung jawab penuh adalah bendahara penerima yaitu Sukarti, bukan Praptini,’’ jelasnya. Atas dasar itu, dia keberatan atas apa yang disampaikan jaksa. Sebagai bahan keberatan atas tuntutan empat tahun, Praptini meminta hakim membatalkan tuntutan jaksa. Sementara jaksa penuntut umum (JPU) Gede Arthana yang diberikan kesempatan melakukan pembelaan, dalam sidang pekan lalu, belum memberikan jawaban. Sehingga sidang jawaban atas pledoi tertunda. JPU dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali itu mengatakan akan menjawab pledoi terdakwa dalam sidang pekan depan. Majelis hakim pimpinan Dewa Suardhita pun memberikan kesempatan pada jaksa untuk menanggapi pledoi terdakwa. Sebelumnya, Dr. Praptini dituntut pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan oleh jaksa. Sedangkan Prof. Titib, dituntut dua tahun. Atas tuntutan itu, kedua terdakwa masih ‘’saling serang’’ terkait orang yang mesti bertanggung jawab. Prof. Titib melalui kuasa hukumnya, Wayan Bagiarta, dkk. meminta supaya Prof. Titib dibebaskan dari segala tuntutan jaksa karena jelas perencanaan dilakukan Praptini selaku Kabiro Umum. Prof. Titib juga tidak menikmati uang sebagai akibat kerugian negara. Sedangkan Praptini dalam pembelaannya di depan majelis hakim pimpinan Dewa Suardhita juga menyerang sang rektor (mantan) karena dia mempunyai kebijakan dan dinyatakan sudah diakui di pengadilan. Kini kasus tersebut tinggal selangkah, untuk selanjutnya dilakukan vonis di Pengadilan Tipikor Denpasar. (asa)
Antisipasi Teroris Saat Arus Balik
Puluhan Petugas Siaga di Terminal Ubung
Denpasar (Bali Post) Tim gabungan standby di Terminal Ubung menanti arus balik terutama dari Jawa. Puluhan petugas dari Polsek Denpasar Barat, TNI, Brimob, Dishub dan anjing pelacak siaga dan dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan setiap bus masuk ke terminal tersebut. Aksi itu dilakukan untuk mengantisipasi penyusup terutama teroris. ‘’Pasca-Lebaran, petugas Pos Pelayanan Terpadu Ubung melakukan langkah preventif dengan melaksanakan razia terhadap penumpang bus yang datang dengan melibatkan instansi terkait,’’ kata Kapolsek Denpasar Barat Kompol Wisnu Wardana, Jumat(8/7) kemarin. Menurut mantan Kasat Reskrim Polres Badung ini, adapun sasarannya adalah barang-barang berbahaya yang dibawa penumpang bus yang masuk ke Denpasar. Misalnya senjata tajam, narkoba dan bahan peledak. Razia dilaksanakan pagi, siang dan malam hari. ‘’Kekuatan personel kurang lebih 20 orang. Intinya, giat yang dilakukan yaitu cipta kondisi untuk menindaklanjuti atau antisipasi gangguan kamtibmas
di Indonesia, khususnya terkait mengenai bom bunuh diri di Surakarta,’’ tegasnya. Ia berharap dengan razia itu bisa mencegah teroris atau pelaku kejahatan yang ingin masuk Denpasar lewat Terminal Ubung. ‘’Kami ingin terciptanya rasa aman dan nyaman serta meminimalisir potensi gangguan di Bali, khususnya di Denpasar,’’ tandasnya. Terkait sidak penduduk pendatang (duktang), menurut Wisnu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan prajuru masingmasing desa. Hal itu penting dilakukan karena dominan penduduk pendatang masuk Bali dan Denpasar naik kendaraan pribadi. Oleh karena itu, tidak semua penduduk pendatang bisa difilter di Terminal Ubung. Apalagi, sebagian besar mereka punya sepeda motor. ‘’Yang perlu diantisipasi, duktang membawa keluarga bahkan temannya. Makanya kami akan sasar kos-kosan dan rumah kontrakan. Kami mengimbau kepada penduduk pendatang, setibanya di Denpasar harus lapor diri kepada kepala lingkungan,’’ ujar Wisnu. Wisnu mengungkapkan, tertib administrasi kependudukan
sangat penting, apalagi mencari penghidupan di Bali. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, semua akan rugi. Oleh karena itu, keamanan jadi tanggung jawab semua orang yang berada di Bali. ‘’Jangan sampai cuek. Aparat desa adat juga kami harapkan lebih gencar melakukan operasi duktang (penduduk pendatang),’’ tegasnya. Hal serupa disampaikan Kapolsek Denpasar Timur Kompol Gede Redastra. Bahkan, pihaknya sudah melakukan razia duktang, Kamis (7/7) malam. ‘’Belum ada duktang yang datang. Puncak arus baliknya mungkin hari Minggu. Langkahlangkah antisipasi sudah kami lakukan,’’ tegasnya. Di samping itu, Polsek Denpasar Timur juga menggiatkan razia terhadap arus balik dari NTB. Pasalnya, Polsek Denpasar Timur berbatasan dengan Gianyar dan jadi pintu masuk Denpasar dari wilayah timur. ‘’Minimal tiga kali sehari dilakukan razia kendaraan bermotor. Untuk itu, jumlah personel ditambah dari semua unit. Termasuk antisipasi teroris,’’ ujar mantan Kapolsek Kuta Selatan ini. (kmb36)
Bali Post/ist
PEMERIKSAAN - Petugas dengan melibatkan anjing pelacak melakukan pemeriksaan terhadap penumpang bus yang tiba di Terminal Ubung.
BADUNG
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
3 Bikin Onar, Turis Rusia Diamankan
Cuti Bersama
Poliklinik RSUP Sanglah Terima 125 Pasien Per Hari
SAAT cuti bersama dari tanggal 4 hingga 8 Juli, Poliklinik RSUP Sanglah tampak tetap terisi pasien. Pasien yang datang tidak hanya untuk berobat, tetapi juga untuk melakukan kontrol kembali atau mengurus administrasi rawat inap. Beberapa poliklinik tetap melayani pasien selain juga mengoptimalkan false emergency di IGD RSUP Sanglah. Kabag Hukum dan Humas RSUP Sanglah Putu Putra Wisada, Jumat (8/7) kemarin menyebutkan, selama cuti bersama pelayanan tetap berjalan, kontrol tetap ada, dokter ada. Pelayanan seperti biasa, hanya bagian administrasi/manajemen libur. ‘’Pasien yang darurat datang ke IGD, sedangkan yang kontrol kembali berjalan seperti biasa,’’ ujarnya. Meskipun pelayanan tetap berjalan di RSUP Sanglah, namun untuk karyawan yang merayakan Lebaran digantikan oleh karyawan yang lain yang tidak merayakan. ‘’Mereka atur jadwal jaganya,’’ imbuhnya. Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUP Sanglah dr. Ketut Semara Jaya, MPPM. mengatakan, saat cuti bersama kunjungan pasien jelas berubah yaitu mengalami penurunan. ‘’Menurun dibandingkan hari biasa,’’ ujarnya. Jumlah pasien yang datang ke RSUP Sanglah per hari rata-rata 700 sampai 800 pasien poliklinik dan 200-an kunjungan ke IGD. Namun selama cuti bersama, kunjungan pasien ke poliklinik rata-rata 125 orang per hari. Salah seorang pasien, Made Asta Giri, yang sedang menunggu antrean mengatakan dirinya telah mengetahui jika RSUP Sanglah cuti bersama. ‘’Karena suasana libur, mungkin hanya 50 persen pasiennya yang ke sini,’’ ujarnya. (may)
Bali Post/kmb23
WISDOM - Sejumlah wisatawan domestik (wisdom) masih memadati Pantai Kuta untuk mengisi liburan dan cuti bersama, Jumat (8/7) kemarin. Objek wisata di Bali dipadati wisatawan domestik saat libur Lebaran ini.
Mangupura (Bali Post) Setelah kasus Amokrane Sabet asal Prancis berulah di Pantai Brawa, Kuta dan berakhir tragis, lagi-lagi warga negara asing (WNA) bikin ulah di Bali. Diduga karena mabuk, turis asal Rusia berinisial MHI (34) bikin onar dan memukul warga yang lewat di Jalan Uluwatu, tepatnya di depan Pos PJR, Ungasan, Badung, Jumat (8/7) kemarin. Warga berang dan sempat memukul turis itu. Anggota Polsek dan Koramil Kuta Selatan langsung mengamankan turis tersebut. ‘’Memang benar ada kejadian itu. Anggota kami bersama polisi langsung mengamankan pelaku untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ tegas Dandim 1611/Badung Letkol CZI. M. Leo Pola Ardiansa saat dimintai konfirmasi terkait kejadian itu. Informasi yang diperoleh Dandim, kejadiannya pukul 08.00 Wita. Awalnya pelaku datang ke pos PJR dalam kondisi mabuk. Pelaku berjalan kaki sambil menantang orang-orang yang lewat di sana. Bahkan, pelaku sempat memukul warga sehingga membuat warga geram. ‘’Anggota piket Koramil 1611-08/Kuta Selatan menerima laporan kejadian itu dan langsung ke TKP. Turis itu telah diamankan dan diserahkan kepada anggota Polsek. Informasi terakhir, yang bersangkutan diserahkan ke pihak Imigrasi supaya dipulangkan ke negaranya,’’ ujar Leo. Sementara menurut warga, pelaku sempat memukul dan mencekik orang yang lewat. Ketika karyawan bengkel mencoba melerai, malah dipukuli. ‘’Warga yang melihat kejadian itu langsung menghajar turis itu. Selanjutnya, dibawa ke Polsek Kuta Selatan oleh petugas,’’ tegas sumber yang minta identitasnya dirahasiakan ini. (kmb36)
Diharapkan Rampung Tahun 2017
Pemkab Tanggung Renovasi Pasar Adat Legian
Mangupura (Bali Post) – Renovasi Pasar Adat Legian, Badung, pascaterbakar awal Januari 2016 lalu, rencananya akan ditanggung pemerintah setempat. Bahkan, pemerintah memastikan detail engineering design (DED) pasar tesebut dikerjakan pada anggaran perubahan tahun 2016 ini. Hal itu diungkapkan Bendesa Adat Legian IGN Sudiarsa saat ditemui di gedung DPRD Badung, belum lama ini.
Bali Post/may
LIBUR - Suasana di poliklinik RSUP Sanglah Denpasar saat libur cuti bersama, Jumat kemarin.
Arus Balik Lebaran
AKAP Tak Diharuskan Turunkan Penumpang di Terminal Mengwi
Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung tak mengharuskan bus angkutan kota antar-provinsi (AKAP) menurunkan penumpang di Terminal Mengwi. Padahal, berdasarakan status terminal penumpang tipe A, berfungsi melayani kendaraan penumpang umum untuk AKAP. Pemkab melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Badung hanya mewajibkan AKAP singgah terlebih dahulu di Terminal Mengwi. Kepala Dishubkominfo Badung Wayan Weda Dharmaja saat dihubungi, Jumat (8/7) kemarin, mengatakan bus AKAP akan menurunkan penumpangnya sesuai izin trayeknya. ‘’Jadi, bagi bus yang izin trayeknya tidak di Terminal Mengwi, penumpang tidak akan dipaksa turun di Terminal Mengwi,’’ ujarnya. Menurutnya, sesuai rencana, seluruh bus AKAP dari arah barat atau Jawa yang akan menuju Terminal Ubung atau Pelabuhan Padangbai, diwajibkan singgah terlebih dahulu di Terminal Mengwi. Namun, bus-bus AKAP ini tidak diharuskan menurunkan penumpang di terminal tersebut. Meskipun demikian, sebelum dia melanjutkan perjalanannya ke tempat tujuan seperti Terminal Ubung dan Pelabuhan Padangbai, dia wajib singgah ke Terminal Mengwi. ‘’Dia (AKAP – red) harus masuk terminal dulu. Setelah itu, baru ke Ubung atau meneruskan perjalanannya ke Padangbai karena kan AKAP ada yang ke Ubung dan Padangbai. Jadi, penumpang turun sesuai izin trayeknya, tidak harus turun di Terminal Mengwi. Kecuali, izin trayeknya memang di Terminal Mengwi,’’ tegasnya. Terkait arus balik, menurut mantan Kadis Pemadam Kebakaran Badung ini, akan terjadi pada H+2 dan H+3 Lebaran. ‘’Prediksi kami, arus balik akan kelihatan besok (hari ini – red) dan Minggu. Sebab, hari Senin para pemudik yang menjadi pegawai secara umum sudah efektif bekerja,’’ katanya. Mengenai adanya penduduk pendatang liar atau tanpa identitas, katanya, akan diantisipasi dengan melibatkan Satpol PP dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Badung. Tim gabungan ini akan melakukan pemeriksaan secara ketat, baik identitas maupun barang bawaan penumpang. Pemeriksaan juga akan melibatkan tim gabungan yang ada di Posko Lebaran Terminal Mengwi. ‘’Tentu untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, pemeriksaan penumpang akan diperketat,’’ ucapnya. (kmb27)
Bali Post/kmb23
SEPI - Suasana Terminal Mengwi, Badung, Jumat (8/7) kemarin masih terlihat sepi. Diperkirakan puncak arus balik Lebaran terjadi pada hari Minggu (10/7) besok.
Menurut anggota Komisi III DPRD Badung ini, segala administrasi diharapkan selesai pada Desember mendatang, sehingga awal 2017 proyek tersebut dapat diselesaikan. ‘’Pada bulan Desember mendatang mudahmudahan selesai administrasinya dan awal tahun 2017 sudah bisa dikerjakan pembangunan pasar itu. Pemerintah sudah menyepakati bahwa biaya untuk pembangunan pasar didanai oleh pemerintah,’’ ujarnya. Dia berharap pembangunan pasar tradisional tersebut rampung pada 2017. Saat ini dari pihak desa adat khususnya pihak panitia pembangunan sesungguhnya sudah menyelesaikan fondasi bangunan pasar tersebut degan biaya swadaya sekitar Rp 600 juta. Setelah itu,
nantinya pembangunan pasar tersebut akan dilanjutkan oleh pemerintah. ‘’Kami berterima kasih terhadap pemerintah yang mau membantu membangun Pasar Adat Legian,’’ ujarnya. Dikatakannya, progress rencana pembangunan Pasar Adat Legian sangat berkaitan sekali dengan kegiatan desa adat dalam upacara ngaben dan matiwa-tiwa massal. Karena pasar darurat saat ini berada di wantilan Pura Dalem. ‘’Jika bulan Agustus pengerjaan pasar ini masih berlangsung, maka kami dari pihak Desa Adat Legian akan menggeser pelaksanaan upacara ngaben massal ini ke Lapangan Trisakti, Legian,’’ ungkapnya sembari menambahkan, jika ditotal semua biaya pembangunan pasar ini bisa
Bali Post/edi
RENOVASI - Renovasi Pasar Adat Legian, Badung pascaterbakar awal Januari 2016 lalu, rencananya akan ditanggung pemerintah setempat dan akan dikerjakan pada anggaran perubahan tahun 2016 ini. mencapai Rp 8 miliar. Sebelumnya, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa memastikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Badung membangun kembali Pasar Desa, Desa Adat Legian. Bahkan, dirinya menyampaikan dana senilai kurang lebih Rp 6 miliar untuk pembangunan itu bakal diam-
Cuti Bersama
bilkan dari APBD Perubahan Tahun 2016. ‘’Mudah-mudahan bisa lebih rendah dari itu sehingga kita bisa lakukan efisiensi terhadap penggunaan anggaran. Tetapi kalau dari segi hitunghitungan awal, kita siapkan Rp 6 miliar,’’ sebutnya. Bangunan Pasar Desa, Desa Adat Legian, memiliki bentuk
yang tergolong unik. Karenanya, hal tersebut kabarnya bakal dijadikan semacam rule model pasar desa di seluruh wilayah Kabupaten Badung. ‘’Jadi ada semacam intensitas-intensitas tertentu yang memberikan karakteristik. Sehingga apa pun kondisi lapangan, ada ciri khusus terhadap pasar,’’ terangnya. (kmb27)
Libur Lebaran
Wabup Suiasa Pantau Kerja Kunjungan Wisatawan Institusi Pelayanan Publik Meningkat, Volume Sampah Turun
KOMITMEN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung untuk menyuguhkan pelayanan publik yang berkualitas, nampaknya tidak perlu diragukan lagi. Setidaknya hal ini tercermin dari kebijakan Pemkab Badung di bawah kepemimpinan Bupati Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati (Wabup) Ketut Suiasa. Seluruh institusi pelayanan publik di Badung mesti mampu menyuguhkan pelayanan berkualitas, termasuk saat cuti bersama serangkaian hari raya Idul Fitri tahun 2016 ini. Guna memastikan kualitas pelayanan publik ini tetap berjalan dengan baik meski saat libur atau cuti bersama, Wabup I Ketut Suiasa melakukan pemantauan secara langsung ke seluruh institusi pelayanan publik di Kabupaten Badung. Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Wabup diawali Senin (4/7) lalu dengan melakukan peninjauan pelayanan kesehatan di RSUD Mangusada. Kemudian dilanjutkan Selasa (5/7) lalu dengan memantau pelayanan publik pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Badung. Di sela pemantauan tersebut, Wabup Suiasa mengatakan kebijakan Pemkab Badung untuk tetap membuka pelayanan publik meski saat cuti bersama ini dilakukan seiring dengan komitmen pemerintah bersama DPRD Kabupaten Badung untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan krama Badung. ‘’Saat ini kita mesti mampu menunjukkan bukti kehadiran pemerintah dengan menyuguhkan pelayanan publik yang semakin baik, transparan dan berkualitas,’’ ujarnya. Wabup Suiasa menjelaskan, sidak pelayanan publik terutama pada pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil Kabupaten Badung saat hari libur merupakan wujud pemenuhan atas hak-hak sipil masyarakat. Oleh karenanya, segenap jajaran terutama institusi pelayanan publik di Kabupaten Badung ini mesti sedapat mungkin memberikan pelayanan publik terbaik kendatipun hak-hak libur pegawai yang melayani tidak dapat dinikmati. ‘’Semoga dedikasi para pelayan publik yang baik ini mendapat amanah dan berkah demi masyarakat yang kita layani,’’ jelasnya. Kadisdukcapil Badung I Nyoman Soka mengungkapkan, dalam upaya menindaklanjuti kebijakan pimpinan, pihaknya menginstruksikan agar seluruh pegawai yang membidangi pelayanan lingkup capil tetap masuk dari pagi tepat pukul 08.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita. Selama pelaksanaan cuti bersama ini, setidaknya terdapat 120 pelayanan yang dilakukan pada hari pertama. Sementara pada hari kedua, pihaknya
melayani sekitar 70 masyarakat yang melakukan pengurusan surat-surat termasuk melakukan pengesahan sejumlah akta catatan sipil. Ungkapan terima kasih juga disampaikan oleh dua orang siswi yang tengah mengikuti kegiatan studi di Australia, yakni Kharisma dan Jelita asal Denpasar saat melakukan legalisasi akta yang telah ditransfer dalam bahasa Inggris. Baginya, pengurusan akta kelahiran ini demikian penting dan urgen dalam rangka pemenuhan persyaratan dalam mengikuti kuliah di Australia. Dia merasa terkesan atas kebijakan Pemkab Badung yang memberikan pelayanan di hari libur. (ad168)
BERDIALOG - Wabup Suiasa berdialog dengan siswi saat memantau pelayanan publik pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Badung, Selasa (5/7) lalu.
Mangupura (Bali Post) – Lonjakan kunjungan wisatawan, baik asing maupun domestik ke Bali khususnya ke Kabupaten Badung, tak berpengaruh terhadap volume sampah. Dari data yang diperoleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Badung, volume sampah rumah tangga menurun hingga 25 persen dari 110 ton per hari. ‘’Libur Lebaran dan cuti bersama selama sepekan memang tidak berpengaruh terhadap volume sampah. Rata-rata sehari bisa mancapi 110 ton, tetapi saat ini justru mengalami pengurangan sekitar 27,5 ton atau sekitar 25 persen,’’ ungkap Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Badung Putu Eka Merthawan, Jumat (8/7) kemarin. Menurutnya, penurunan volume sampah ini sangat meringankan tugas DKP Badung saat libur bersama. Biasanya, pihaknya melakukan pemetaan personel DKP, sehingga sampah yang mengotori ruas jalan bisa teratasi. Seperti halnya saat perayaan Imlek, DKP menyiagakan personel di Kecamatan Kuta 400 orang, Kuta Selatan 200 orang, Kuta Utara 100 orang, dan sisanya 300 orang disiagakan di Mengwi. ‘’Penurunan volume sampah ini dapat dilihat tidak adanya sampah yang menumpuk di jalan serta volume bak truk jasa angkut sampah yang disediakan di sejumlah rumah dan kos-kosan,’’ ujarnya. Mantan Kabag Humas ini juga mengakui penurunan volume sampah disebabkan banyaknya jasa perdagangan yang tutup saat Lebaran dan cuti bersama. ‘’Dari pantauan kami, cukup banyak restoran skala UMKM, sejumlah perkantoran dan sekolah tutup,’’ katanya.
Tak hanya itu, banyak penduduk yang mudik saat perayaan Lebaran juga berpengaruh terhadap penurunan volume sampah di Gumi Keris. ‘’Begitu juga koskosan dan sejumlah rumah penghuninya mudik Lebaran. Hal ini memengaruhi turunnya produksi sampah rumah tangga di Badung yang biasanya cukup tinggi,’’ paparnya. Merthawan mepredikisi, penurunan volume sampah ini tidak lama. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, jangan membuang sampah sembarangan serta mematuhi aturan yang telah dibuat. ‘’Kemungkinan setelah cuti bersama dan libur Lebaran usai, sampah di Badung akan bertambah,’’ ucapnya. Kabupaten Badung menjadi pilihan utama penduduk pendatang (duktang) untuk bermukim. Bahkan, masyarakat pendatang yang hadir tak lagi antarkabupaten di Bali, melainkan di luar Bali seperti Jawa. Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Disdukcapil) Badung mencatat, jumlah penduduk yang teregistrasi di Gumi Keris mencapai 462.036 jiwa, dengan jumlah penduduk pendatang 4.131 jiwa. Mereka dominan bermukim di Kuta dan Kuta Selatan. Sementara itu, lonjakan penumpang (wisatawan) terlihat Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Bahkan, dua hari usai perayaan Lebaran, jumlah kedatangan penumpang meningkat 17 persen dari 13.869 penumpang tahun 2015 menjadi 16.208 penumpang tahun 2016. Kondisi serupa juga terlihat pada terminal kedatangan internasional yang mengalami peningkatan hingga 10 persen dengan jumlah penumpang 14.105 dari sebelumnya 12.855 penumpang tahun 2015. (kmb27)
DAERAH
4
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
Blangko Kosong
E-KTP Sementara Diganti Surat Keterangan Tabanan (Bali Post) -
Kepala Disdukcapil Tabanan I G.A. Rai Dwipayana mengatakan, persediaan blangko sebelum libur panjang tidak lebih dari 200 buah. Padahal tidak menutup kemungkinan pasca-Lebaran atau, Senin (11/7) lusa jumlah pemohon kartu identitas penduduk mengalami peningkatan. Mengantisipasi hal itu, pihaknya akan jemput
bola ke pusat minggu depan. “Blangko itu akan didapat dari Kemendagri. Kami sudah koordinasi, namun belum ada kepastian kapan akan dikirim. Kami akan ambil sendiri ke Jakarta,” ujar Rai Dwipayana, Jumat (8/7) kemarin. Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di Tabanan, tapi juga terjadi di sejumlah
wilayah lainnya di Bali. Dari informasi yang didapatnya, Rai Dwipayana mengatakan keterlambatan pengiriman blangko dari pusat kemungkinan akibat proses lelang atau tender yang belum rampung. “Mudah-mudahan bisa dapat 2.000 lembar, sembari menunggu proses pendistribusian kembali lancar agar layanan tidak terganggu,”
katanya. Rai Dwipayana berharap masyarakat tidak resah, karena pihaknya akan memberikan surat keterangan. Surat keterangan ini bisa sebagai pengganti e-KTP asli untuk persyaratan administrasi, namun dengan catatan wajib KTP telah melaksanakan perekaman, tetapi belum mendapatkan fisik e-KTP. “Sementara kami ganti dengan surat keterangan sebagai catatan untuk keperluan administrasi, karena identitas kependudukan sangat penting,” tegasnya. (kmb28)
SMK Penerbangan Cakra Nusantara merupakan SMK Penerbangan pelopor, pertama dan satu-satunya di Bali. Dalam memasuki tahun
kedua ini, berkat kegigihan dan kerja keras seluruh komponen yang ada, telah diraih ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2004 dan se-
cara langsung menetapkan bahwa SMK Penerbangan Cakra Nusantara adalah sekolah yang bertaraf internasional. Kepala SMK Penerbangan Cakra Nusantara Ida Ayu Agung Ekastuti, S.E., Ak. mengatakan ISO yang diperoleh merupakan ISO terbaru yaitu ISO 9001:2015, yang merupakan penyempurnaan dari ISO 9001:2008. “Dengan hal ini kami makin terpacu untuk lebih meningkatkan dan menyempurnakan secara berkelanjutan sistem managemen mutu di sekolah kami, sehingga program kerja sekolah dapat dilaksanakan secara terukur dan terkendali. Selain itu, kami juga meraih ISO 14001:2004 yang merupakan standar internasional bagi sekolah dan dapat membantu organisasi dalam mencapai tujuan dengan senantiasa memperhatikan aspek pengelolaan lingkungan. Sebagai implementasinya, diantaranya adalah pembentukan budaya peka lingkungan bagi seluruh unsur di sekolah, diantaranya
dengan memasukkan kriteria dalam Sertifikat Sikap pada saat peserta didik PKL dan Magang, karena salah satu kunci kesuksesan adalah apabila kita mampu menyesuaikan dan menjaga lingkungan setempat yang ada. Kegiatan lainnya yang pernah dilakukan, misalnya pada kegiatan kebersihan hutan Mangrove dan Taman Pujaan Bangsa Margarana dan lain-lainnya,” katanya memaparkan. Oleh karena itu, Ida Ayu Agung Ekastuti memanggil dan mengajak generasi muda Bali untuk bergabung dan mendapatkan kesempatan terbaik menuju cita-cita dan masa depan di dunia penerbangan. Menjadi generasi unggul, tangguh dan mandiri yang memiliki environment quotient yang terukur serta Sertifikat Kompetensi yang banyak, guna mampu bersaing di pasar kerja MEA dengan menghubungi nomor (0361) 4742600, call centre 081237098090 atau bisa langsung ke Jalan Drupadi, No. 27 Renon, Denpasar, Bali. (ad259)
Tingginya pemohon KTP menjelang libur panjang beberapa waktu lalu membuat persediaan blangko di Disdukcapil Tabanan menipis. Oleh karena itu, sejumlah warga untuk sementara akan diberi surat keterangan bahwa yang bersangkutan sudah melakukan perekaman dan perpanjangan.
Bali Post/013
BERTANAM CABAI - Petani di Desa Sinduwati, Sidemen, Karangasem bertanam cabai di sawah. Mereka tidak menanam padi karena pasokan air dari saluran irigasi sangat terbatas.
Krisis Air, Petani Tanam Cabai
Amlapura (Bali Post) – Areal persawahan di Karangasem yang mengalami krisis air irigasi makin luas. Menyikapi kondisi tersebut, para petani terpaksa menanam tanaman hortikultura di sawahnya, seperti terlihat di Desa Sinduwati Kecamatan Sidemen, Karangasem. Dari pantauan Jumat (8/7) kemarin, saluran irigasi sawah di wilayah itu yang biasanya airnya deras, justru tampak kering. Petani setempat mengakui kalau ada penurunan debit air irigasi. Tahun sebelumnya, ratusan petani di Banjar Cegeng dan sekitarnya kelimpungan. Pasalnya, areal persawahan mereka sudah lama tak kebagian air irigasi. Penyebanya, proyek bendungan untuk irigasi di desa itu yang dinilai tak tepat perencanaan, menyebabkan bendungan mubazir. Air irigasi dari Sungai Unda Hulu yang dibendung, justru tak sampai ke wilayah persawahan mereka. Menurut petani setempat,
guna mengurangi risiko gagal panen atau produksinya menurun akibat krisis air irigasi, petani memilih bertanam cabai. Petani seperti Nengah Bargi berharap harga cabai saat musim panen dua bulan lagi harganya menguntungkan para petani. Apalagi, dua bulan lagi yakni September ada hari raya Galungan dan Kuningan. Sudah rutin menjelang hari raya umat Hindu, selain harga sembako, harga bumbu terutama cabai juga melambung tinggi. Dihubungi terpisah, Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Karangasem Nyoman Merta Tenaya, S.P. mengatakan, ada berbagai cara yang mesti dilakukan petani mengatasi makin terbatasnya air irigasi. Menurutnya, kalau sulit mendapatkan air irigasi, petani bisa secara berkelompok membuat dan memanfaatkan sumur bor. “Petani mesti jeli. Karena air makin terbatas sebagai akibat kebutuhan air makin tinggi, sementara sumbernya tetap
bahkan debitnya menurun, bisa diakali dengan memanfaatkan sumber air irigasi dari sumur bor,” katanya. Terkait pembuatan bendungan atau perbaikan dan pembuatan proyek saluran air irigasi, kata Merta Tenaya, sepenuhnya menjadi kewenangan Dinas PU. Pihaknya selama ini hanya mengusulkan sesuai kebutuhan dan masukan dari para petani. Pihaknya juga sudah dibantu TNI untuk memperbaiki saluran irigasi pertanian ketika ada kerusakan ringan. Dia menambahkan, petani memang tak mesti harus menanam padi sepanjang musim. Petani saat ini mesti jeli melihat peluang pasar. Jika musimnya tak cocok bertanam padi dan melihat potensi air irigasi yang terbatas, petani bisa bertanam jenis tanaman lainnya yang bukan padi, seperti hortikultura. Keuntungannya juga tak kalah dengan bertanam padi, bahkan bisa untung lebih tinggi. (013)
Direnovasi, Poliklinik Eksklusif BRSU Ditutup
Tabanan (Bali Post) – Tidak seperti biasanya, di pelataran parkir BRSU Tabanan kini berdiri tenda lengkap dengan puluhan kursi. Keberadaan tenda ini bertujuan menyediakan ruang tunggu yang lebih nyaman bagi pasien dan keluarganya.
Menurut Direktur BRSU Tabanan dr. Nyoman Susila, pihaknya menggelar tenda karena sedang ada renovasi poliklinik dan persiapan Ruang Komite Koordinasi Pendidikan terkait langkah BRSU menuju RS Pendidikan. Dengan adanya reno-
Bali Post/kmb24
TENDA - BRSU Tabanan menyiapkan tenda sebagai ruang tunggu pasien selama direnovasinya poliklinik.
vasi, maka layanan poliklinik eksklusif ditutup sementara. ”Perbedaan dengan layanan poliklinik biasa adalah di poliklinik eksklusif pasien bisa memilih dokter spesialisnya,” ujar Susila, Jumat (8/7) kemarin. Sementara itu, layanan rawat jalan yang sempat tutup dua hari, Jumat kemarin sudah buka kembali. Meski demikian, tidak terjadi kenaikan pasien secara signifikan. Hal ini dikarenakan pada hari libur pihak BRSU tetap memperbolehkan kontrol rawat jalan di IRD meskipun tidak dalam kondisi gawat darurat. Berdasarkan data, pada hari normal yaitu Senin (4/7) tercatat 824 pasien menjalani rawat jalan. Sementara, Selasa (5/7) tercatat 659 orang. Sementara pada hari libur, yaitu Rabu (6/7) dan Kamis (7/7) masing-masing 221 pasien dan 232 pasien serta, Jumat (8/7) tercatat 595 orang. (kmb24)
Libur Lebaran
SMK Penerbangan Cakra Nusantara Berstandar ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2004
ISO - Kepala Sekolah dan Wakil Manajemen Mutu memegang ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2004 yang telah diraih SMK Penerbangan Cakra Nusantara Bali.
Pipa Rusak Akibat Longsor
Warga Tigawasa Kesulitan Air Bersih Singaraja (Bali Post) – Memasuki musim kemarau tahun ini, warga Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar mulai kesulitan air bersih. Bukan karena dibit air kecil, tapi pasokan air bersih ke rumah-rumah penduduk terganggu akibat jaringan pipa dari sumber mata air rusak akibat longsor. Informasi dikumpulkan di lapangan, Jumat (8/7) kemarin menyebutkan, selama ini hampir seluruh warga di desa ini mendapat pasokan air bersih dari sumber mata air Margalangu di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar. Dari sumber mata air itu, warga mengalirkan air bersih dengan pipa berukuran antara 2 hingga 4 dim. Jaringan pipa air bersih itu selama ini dikelola oleh
pihak desa dan setiap warga yang mendapatkan pasokan air bersih dikenakan iuran setiap bulannya. Namun belakangan ini, pasokan air bersih itu terganggu akibat pipa rusak karena tergerus tanah longsor. Menyusul kondisi ini, warga terpaksa menampung air hujan untuk kebutuhan memasak, mandi dan cuci. Karena hujan tidak turun lagi seperti beberapa pekan sebelumnya, warga terpaksa membeli air bersih ke Desa Temukus. Pembelian air ini ada yang dilakukan oleh warga perorangan dan ada juga kelompok warga yang membeli air ke desa tetangga. Rata-rata harga air Rp 5.000 setiap jerigen, sampai Rp 150.000 untuk 120 liter. Aparat desa kemudian men-
elusuri ke sumber mata air dan menemukan pipa induk pecah karena tergerus tanah longsor. Setelah menemukan kerusakan pipa itu, pihak desa merencanakan untuk memperbaikinya. Hanya saja rencana itu tak kunjung dilaksanakan hingga saat ini. Kelian Dusun (Kadus), Dusun Dauh Pura, Desa Tigawasa I Made Wilis mengakui kalau warganya saat ini kesulitan mendapat air
bersih. Rencana perbaikan sudah direncanakan oleh pihak desa dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 juta. Perbaikan itu untuk sementara ditunda, karena medan yang sangat berat. “Kerusakan pipa itu lokasinya sangat curam dan tebingnya licin. Setelah cuaca benar-benar mendukung, baru perbaikan dilakukan. Yang jelas, dana perbaikan itu disiapkan di desa,” tegasnya. (kmb38)
Pengunjung Ulun Danu Beratan Naik 60 Persen Tabanan (Bali Post) – Libur Lebaran membawa berkah bagi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Ulun Danu Beratan. Tercatat sejak 4 Juli lalu, kunjungan wisatawan ke objek wisata di Kecamatan Baturiti, Tabanan ini meningkat hingga 60 persen dibandingkan hari-hari biasanya. Sebelumnya pelancong ke ODTW Ulun Danu Beratan mencapai 1.600 orang setiap hari. Senin (4/7) lalu, kunjungan meningkat menjadi 3.500 wisatawan. Selanjutnya, Selasa (5/7) 4.200 orang, Rabu (6/7) 3.500 dan Kamis (7/7) tercatat 4.500 pengunjung. Sementara, Jumat (8/7) kemarin hingga pukul 13.00 Wita, sekitar 700 wisatawan mancanegara dan 1.500 wisatawan domestik berkunjung ke objek wisata ini. “Saking ramainya sempat terjadi kemacetan total di areal Bedugul,” ujar Manajer DTW Ulun Danu Beratan I Wayan Mustika. Tidak hanya wisatawan domestik, Ulun Danu Beratan juga dipadati wisatawan mancanegara. Jika dilihat dari presentase kunjun-
gan, perbandingan antara wisatawan mancangera dan domestik hampir sama. Data pada Juni lalu memperlihatkan kunjungan wisman mencapai 26.942 orang, sedangkan wisdom
25.728 orang. Daniel (35) asal Jakarta adalah salah satu wisdom yang memilih Bali untuk menghabiskan libur panjangnya. “Saya pilih liburan ke Bali dengan orangtua,” ujarnya.
Untuk menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan, di Ulun Danu Beratan masih berlangsung acara festival hingga Agustus mendatang. Jumat kemarin
festival diramaikan oleh penampilan baleganjur dari tiga sekaa teruna-teruni. Sementara, Sabtu (9/7) ini dipertunjukkan tarian dari Desa Pakraman Gunung Kangin. (kmb24)
Bali Post/kmb24
BERFOTO - Sejumlah wisatawan berfoto bersama di areal Pura Ulun Danu Beratan.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
Menpar Dorong Pembangunan ”Homestay” di Daerah Banyuwangi (Bali Post)Pengembangan pariwisata di Banyuwangi terus mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Kali ini Kementerian Pariwisata mendorong pembangunan seribu homestay (rumah singgah) untuk para wisatawan yang berkunjung ke daerah ini. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, pihaknya mendorong pembangunan homestay di daerah-daerah wisata untuk memberi alternatif menginap bagi wisatawan. “Kita bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PU-PR) untuk mewujudkan seribu homestay di Banyuwangi,” ujar Arief di sela-sela halalbihalal Diaspora Banyuwangi, Jumat (8/7) kemarin. Ditambahkan, ada 17 desa di Banyuwangi yang dikembangkan proyek homestay. Desa yang ditunjuk memiliki potensi wisata dan kearifan lokal. Desa tersebut antara lain, Kelurahan Temenggungan (Kecamatan Banyuwangi), Gombengsari (Kalipuro), Desa Bakungan dan Kampunganyar (Glagah), Banjar dan Tamansari (Licin), Kandangan (Pesanggaran), Sumberasri (Purwoharjo), dan Kalipait (Tegaldlimo). Para kades dari 17 desa tersebut sudah menandatangani perjanjian kesanggupan mengembangkan homestay yang berwawasan lingkungan. Menurut Arief, pemerintah desa wajib mendorong masyarakatnya berperan serta menyediakan homestay di wilayah masing-masing. Mereka akan diberikan pelatihan tata kelola homestay serta berbagai pengetahuan tentang dunia pariwisata. “Desainnya harus mencerminkan kearifan lokal. Intinya bangunan yang khas Indonesia,” tutur Arief. Sejumlah bank BUMN akan digandeng untuk membiayai program tersebut. Para warga desa yang akan membangun homestay akan dibantu pembiayaannya dari bank tersebut.”Biayanya murah sekali. Skemanya cukup membayar uang muka 1 persen, dengan bunga 5 persen, dengan tenor hingga 20 tahun,” ujar menteri asli Banyuwangi tersebut. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas optimis bisa mengembangkan seribu homestay di Banyuwangi. Desain didorong mengadopsi arsitektur khas Suku Using (masyarakat asli Banyuwangi). “Ini sebagai wujud pariwisata berbasis masyarakat yang dikembangkan di Banyuwangi. Artinya, pengembangan wisatanya melibatkan dan dinikmati masyarakat,” paparnya. Menurut dia, warga Banyuwangi sudah mulai merasakan imbas positif dari geliat pariwisata Banyuwangi. Sehingga, program pengembangan homestay ini akan direspons positif oleh warga. “Dengan mengembangkan homestay, warga bisa menyewakannya ke wisatawan, sehingga bisa menambah pendapatan,” tuturnya. (kmb30)
5
Arus Balik
Pelabuhan Ketapang Dipadati Pemudik Menuju Bali
Banyuwangi (Bali Post) -
Memasuki H+2 Lebaran, arus balik pemudik ke Bali mulai memadati Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat (8/7) kemarin. Rata-rata mereka warga sekitar Banyuwangi yang ingin segera kembali ke Bali. Alasannya kembali lebih awal beragam. Salah satunya menghindari macet saat puncak arus balik. Ada juga yang sudah waktunya masuk kerja. Kepadatan arus balik ke Bali ini mulai terasa menjelang tengah hari. Rata-rata didominasi pengendara roda dua. Mereka terlihat bergerombol masuk ke pelabuhan. Namun tak sampai memenuhi tenda parkir yang disediakan pengelola pelabuhan. Para pemudik ini juga tak harus antre lama untuk bisa masuk kapal. Rata-rata hanya menunggu 30 menit hingga satu jam. Sebab jadwal bongkar muat kapal tetap diberlakukan di bawah jadwal normal. Salah satu penumpang, Dewi asal Banyuwangi, mengaku sengaja kembali lebih awal lantaran harus segera masuk kerja. Selain itu, menghindari antrean panjang saat puncak arus balik. “Takutnya kalau kembalik saat
puncak arus balik, antrenya lama,” katanya. Karena itu, meski masih suasana Lebaran dia terpaksa kembali lagi ke Bali lebih awal. Penumpang lainnya, Jumali asal Situbondo mengungkapkan hal serupa. Pekerja jasa ekspedisi di Denpasar ini mengaku jatah liburnya sudah habis. Sehingga mendahului kembali ke Bali. “Kita hanya libur tiga hari. Jadi harus mulai kerja lagi,” jelas pengendara roda dua ini. Dia juga mengaku senang bisa kembali lebih awal. Sebab tak terjebak antrean panjang di pelabuhan Ketapang. Manajer Operasional PT Indonesia Ferry (ASDP) Ketapang Wahyudi Susianto membenarkan adanya lonjakan arus balik
ke Bali. Namun, kata dia kondisinya masih relatif normal. “Ini baru permulaan lonjakan arus balik. Kemungkinan, Sabtu (9/7) dan Minggu (10/7) bisa lebih banyak lagi,” jelasnya. Pihaknya memprediksi arus balik ke Bali akan terjadi bergelombang. Artinya, para pemudik yang akan kembali tak akan menyeberang bersamaan seperti arus mudik. Biasanya pemudik akan kembali setelah tujuh hari Lebaran. Data dari posko pelabuhan Ketapang hingga kemarin pagi, jumlah penumpang ke Bali mencapai 29.730 orang, roda dua 3.263 unit dan roda empat 3.711 unit. Jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 29 unit. Jadwal bongkar muat kapal diberlakukan selama 32 menit. (kmb30)
Bali Post/udi
ARUS BALIK - Pengendara roda dua dan empat mulai memadati Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi saat arus balik, Jumat (8/7) kemarin.
Bali Post/udi
HOMESTAY - Menteri Pariwisata Arief Yahya meninjau salah satu homestay di Banyuwangi, Jumat (8/7) kemarin.
Usir Pengaruh Jahat dengan Ritual ”Seblang”
MASYARAKAT adat suku Using, Banyuwangi kaya dengan ritual tolak bala atau buang sial. Seperti dilakukan warga Using di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Jumat (8/7) kemarin. Mereka menggelar ritual Seblang untuk mengusir pengaruh jahat di desa setempat. Ritual ini juga meminta kemakmuran. Tradisi Seblang adalah ritual menari dalam kondisi kesurupan. Penarinya gadis yang masih suci, umurnya sekitar 9 tahun. Tahun ini penari seblang diperankan Diah, bocah kelas 4 SD. Ritual diawali dengan selamatan di empat titik, dua diantaranya makam sesepuh desa setempat, Ki Buyut Ketut dan Ki Buyut Cili. Puncak ritual adalah mengiring penari ke arena Seblang, letaknya di pusat desa. Penari menggunakan mahkota khusus. Warga menyebutnya omprok. Bahannya daun pisang muda dihiasi berbagai bunga harum. Setelah sang pawang mempersembahkan sesaji, sang penari mulai kesurupan. Dengan alunan gamelan khas, penari menari berkeliling arena berbentuk bulat. Dua orang pengudang ikut mendampingi penari. Selama menari, puluhan gending khusus berbahasa Using dilantunkan oleh para ibu-ibu. “Ini adalah tradisi tahunan. Konon sudah dimulai sejak tahun 1930-an,” kata Ansori, tokoh adat Olehsari. Pria ini menjelaskan, tradisi Seblang berarti menghilangkan pengaruh buruk. Karena itu, gaya tarian ini membuang tangan ke kanan dan ke kiri. “Itu simbol menghilangkan pengaruh buruk atau kesialan dan berharap kemakmuran,” jelasnya. Penari Seblang kata dia, harus turun temurun. Kali ini adalah generasi ke-28. Tahun ini penarinya sama dengan tahun sebelumnya. Pemilihan penari ini menggunakan cara magis. Biasanya sesepuh warga akan kesurupan dan memilih penarinya. Para pelaku Seblang ini juga masih keluarga besar. Menurut Ansori, Seblang selalu digelar setiap bulan Syawal dalam penanggalan Jawa. Harinya dimulai Senin atau Jumat. Ritual ini akan digelar tujuh hari berturut-turut, dimulai pukul 14.00 WIB, hingga pukul 17.00 WIB. Selama itu penari akan terus menari dalam kondisi kesurupan. Di akhir tarian, penari akan membagikan bunga yang ditancapkan di lidi. Konon bunga ini bisa mendatangkan kemakmuran. Setelah tujuh hari, upacara diakhiri dengan ider bumi atau berkeliling kampung. “Kami tak pernah meninggalkan ritual ini. Jadi, akan terus digelar sampai kapanpun,” pungkasnya. Tradisi ini tak hanya menarik warga lokal. Wisatawan domestik dari sejumlah daerah ikut menikmati ritual ini, termasuk sejumlah wisatawan asing. Wisatawan domestik biasanya berburu bunga yang dibagikan penari Seblang. Konon bunga ini bisa memberikan keberuntungan, bahkan perjodohan. (udi)
Bali Post/udi
SEBLANG - Penari Seblang di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi menari dalam kondisi kesurupan, Jumat (8/7) kemarin. Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
OPINI
6
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Berdayakan Masyarakat Hadapi Ancaman Teror DI TENGAH persiapan masyarakat menyambut hari raya Idul Fitri, tiba-tiba bom bunuh diri meledak lagi di Surakarta. Tentu saja hal ini mengejutkan kita semua. Gangguan terhadap keamanan kita seolah tidak ada habisnya, bahkan menjelang hari raya pun terjadi hal demikian. Apakah ini kelemahan pihak keamanan, atau memang para teroris itu semakin nekat saja. Jika semakin nekat, apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana harus bertindak menghadapi hal demikian. Ada yang menyebutkan bahwa sesungguhnya pihak keamanan dan masyarakat sudah melakukan tindakan maksimal. Mulai dari penangkapan, penghukuman, sampai penyerbuan ke sarang teroris sudah dilakukan. Kelompok Santoso yang ada di Sulawesi sudah semakin terdesak. Masyarakat pun melakukan ronda secara rutin. Mungkin keterkepungan inilah yang membuat para teroris tersebut semakin nekat. Tentu kita menyambut positif jika memang kelompokkelompok pengacau keamanan tersebut telah berhasil dieliminir oleh kekuatan keamanan kita. Tetapi, menghadapi kelompok dan orang-orang nekat, kita tidak boleh lengah. Dalam arti, keberhasilan mendesak para teroris itu harus disikapi dengan pekerjaan keras yang paling pamungkas, tidak lain adalah kesatuan tekad untuk menghadapi perkawanan mereka. Di sini sesungguhnya yang lebih berperan adalah masyarakat. Sebab, target-target yang menjadi sasaran mereka bisa jadi unsur-unsur yang dekat dengan masyarakat. Jangan lupa, sejarah terorisme itu adalah ketidaktenangan sosial. Maka bisa saja mereka, misalnya mengganggu bendungan, merusak perkebunan, atau malah jalan-jalan yang ada di pedesaan. Katakanlah ini sebagai sebuah anggapan sementara dulu, tetapi tidak ada salahnya apabila tetap diperhatikan. Kita sering diingatkan, bahwa kelompok teror yang ada di Indonesia itu mempunyai keterkaitan dan jaringan dengan kelompok-kelompok di luar negeri. Beberapa dari mereka juga berpengalaman dalam melakukan aksinya di luar negeri. Karena itu sangat potensial apabila kemudian gaya dan pola-pola tindakannya identik dengan apa yang ada di luar negeri. Hal ini pula yang harus kita perhatikan, karena bisa jadi inspirasi-inspirasi yang ada di luar negeri. Itu akan dipakai di Indonesia dalam bertindak. Kelompok Abu Sayyaf di Filipina, misalnya, memakai cara pembajakan untuk mencari dana. Bukan tidak mungkin ini juga dipakai oleh para pembuat teror di Indonesia. Beberapa waktu lalu, perampokan bank, toko emas dan pembobolan ATM, sering diduga dengan perilaku yang dilakukan oleh para teroris. Dugaan ini mungkin saja benar, karena para penyandang dana mereka yang ada di luar negeri sudah mulai berkurang. Kewaspadaan di Indonesia itu adalah sebuah keniscayaan. Kita menghargai beberapa pihak telah melakukan terobosan untuk melakukan tekanan terhadap kekuatan teroris ini. Terobosan itu salah satunya adalah dengan melakukan penggalian terhadap makna kearifan tradisional yang ada. Cara ini bagus, karena Indonesia mempunyai budaya yang beragam. Tentu berbagai kearifan itu ada kita jumpai di setiap budaya tersebut. Kearifan budaya merupakan intisari dari perilaku positif masyarakat yang mengendap dan dipakai secara turun-temurun. Kearifan itu dapat dalam bentuk ucapan, pesan simbolis, sampai dengan artefak. Salah satu yang paling kita kenal adalah gotong-royong. Tentu kita harus memperluas makna gotong-royong tersebut agar tidak hanya bermakna fisik belaka. Ia dapat berupa pikiran, ucapan yang mana berarti saling memberikan petunjuk untuk menumpas teroris, memberikan informasi sebaik dan selengkap-lengkapnya kepada pihak keamanan agar penumpasannya berhasil. Mudah-mudahan di balik adanya berbagai tindakan teror itu, masyarakat semakin kuat pula untuk mempertahankan dirinya dari berbagai bentuk teror. Tidak ada yang lebih hebat dan kuat dalam menghadapi ini kecuali kekuatan masyarakat. Mari kita berdayakan kekuatan masyarakat untuk menghadapi teror.
Keterdesakan Membuat Teroris Makin Nekat
Beberapa waktu lalu bom bunuh diri meledak di dekat markas polisi di Surakarta. Tidak ada masyarakat sipil yang menjadi korban dalam ledakan itu, kecuali pelaku sendiri. Satu orang polisi menderita luka-luka. Peristiwa ini mengejutkan, karena terjadi menjelang hari Lebaran. Di samping itu juga hanya berentang enam bulan setelah bom Thamrin yang terjadi tanggal 14 Februari 2016. Peledakan ini juga berselisih satu hari dari berbagai ledakan bom yang terjadi di Arab Saudi, Irak dan Yaman dengan korban puluhan orang. Dilihat dari sisi pengawasannya, harus dikatakan bahwa pihak keamanan (pemerintah) boleh dibilang ‘’tersalip’’ karena beberapa pihak mengatakan pelaku (Nur Rahman?) konon merupakan buronan pihak keamanan yang telah lama diintai. Bahwa bom bunuh diri terjadi juga, menandakan kelompok-kelompok teror ini mempunyai cara tersendiri untuk mengelabui pihak keamanan, minimal oleh pelaku-pelaku tunggal. Tetapi secara umum bisa jadi pihak teroris ini telah terpojok.
Oleh GPB Suka Arjawa atu yang menjadi jelas dalam peristiwa ini adalah objek sasaran yang dilakukan. Pelaku menyasar markas kepolisian sebagai target. Ini menandakan bahwa teroris yang beroperasi ini mempunyai cara pandang yang berbeda untuk melaksanakan kegiatannya. Secara teoretik, teroris pada umumnya menyasar masyarakat umum sebagai sasaran karena mereka bertujuan untuk menimbulkan keterkejutan, ketakutan dan pada akhirnya menguasai psikologi masyarakat. Inti dari gerakan teroris adalah merebut kekuasaan rakyat dengan kekerasan. Saat rakyat ketakutan, pengendalian terhadap mereka akan lebih mudah dilakukan, dan dengan demikian menjalankan indokrinasi nilainilai (ideologi) yang dimiliki para teroris ini lebih lancar. Jauh ke depan, visi teroris adalah menanamkan nilai-nilai kelompok yang diyakininya. Karena kalah dengan pemerintah maupun mereka yang dominan (misalnya Barat), kekerasan akhirnya dipakai metode. Ledakan bom, penyanderaan dan sejenisnya, hanyalah cara yang dipakai untuk menjalankan metode tersebut. Apa yang terjadi di Surakarta itu adalah kontra teori tadi, karena mereka menyasar kantor pihak kepolisian. Akan tetapi, di balik ‘’ketersalipan’’ pihak keamanan terhadap ledakan bom itu, ada kemungkinan
S
S URAT PEMBACA Sukses pelaksanaan reuni alumni SMAN Karangasem angkatan 1978, Minggu (3/7) di Taman Ujung Karangasem. Kami atas nama panitia reuni dan seluruh alumnus menyampaikan ucapan terima kasih setulus-tulusnya kepada Bali Post atas bantuan penyebaran informasinya, dan pengelola Taman Ujung Sukasada Karangasem atas fasilitasnya, serta pihakpihak yang membantu suksesnya reuni. Semoga reuni yang perdana sejak pisah 35 tahun lalu ini menjadikan inspirasi bagi kita untuk meningkatkan dan melanjutkan jalinan persahabatan. Waktu sehari reuni terasa belum cukup bagi kita untuk membagi haru kerinduan saling berceloteh nostalgia masa remaja dulu. Semoga kita masih dianugerahi oleh semesta untuk bersua kembali di lain waktu dan peristiwa. Setelah reuni pada Minggu (3/7), panitia reuni dibubarkan dan atas kesepakatan para peserta reuni, ketika itu langsung disepakati I Wayan Segara menjadi Ketua Ikatan Alumni SMAN Karangasem Angkatan 1978. Panitia Reuni Alumni SMAN Karangasem Angkatan 1978, I Komang Pasek Antara Sekretaris
Aktifkan Pordes Pekan Olahraga Pedesaan (Pordes) yang biasanya digelar menjelang HUT-RI selama ini telah menjadi hiburan segar bagi warga desa. Namun belakangan ini Pordes jarang sekali digelar lagi. Dampaknya anak-anak muda yang memiliki bakat olahraga juga tak punya program dalam melakukan latihan rutin di tingkat banjarnya. Untuk itu saya mohon kepada Pemda Gianyar agar membudayakan lagi Pordes dengan spirit memberi hiburan kepada warga menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI. Hal ini bisa dilakukan pemerintahan desa, dengan pengelolaan dana desa yang efektif. Saya berharap usulan ini mendapat respons agar Pordes bisa juga dijadikan untuk menjalin komunikasi antara komunitas di tingat desa. Kadek Agus Sudara Gianyar, Bali
malah secara sistematis kontinu. Artinya dapat saja mereka melakukan gangguan kepada pihak keamanan secara kontinu setiap bulan, dalam berbagai bentuk. Pola serbuan yang terjadi di Solo itu juga mesti diperhatikan secara spesifik. Beberapa pernyataan menyebutkan bahwa bom yang dipakai untuk meledakkan diri itu adalah bom sisa. Lepas dari kemungkinan pernyataan ini yang melemahkan sumber daya teroris, jika pernyataan itu benar bahkan dari sisi permodalan pun kiranya para pembuat onar ini telah cekak. Dana mungkin menjadi masalah bagi mereka, sehingga harus menggunakan sisa-sisa bom yang ada. Akan tetapi, yang sama sekali tidak boleh diabaikan adalah soal semangat dan kenekatan untuk bertindak. Bahwa dengan bom berkualifikasi demikian saja mereka masih mampu melakukan tindakan teror. Fakta ini mesti diperhatikan benar oleh pihak kepolisian maupun masyarakat umum, sebab ada kemungkinan cara-cara lain untuk melakukan tindakan teror. Perampokan, pembajakan, pembunuhan, mungkin saja dipakai cara lain bagi mereka untuk melakukan teror. Di samping untuk mengumpulkan modal, cara demikian juga dipakai untuk meneruskan upayanya meneror masyarakat dan menciptakan gangguan keamanan demi memancing pihak keamanan Indonesia.
Suara Mahasiswa Berikan Satu Hari pada Keluarga
Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Sukses Reuni Alumni SMAN Karangasem
peristiwa ini menandakan keterdesakan para teroris di Indonesia menghadapi kepolisian. Serbuan dan penggerebekan dari pihak kepolisian kemungkinan besar membuat pengorganisasian tindakan teror tersebut tidak dapat dilakukan dengan sempurna oleh mereka. Ditangkapnya anggota kelompok Santoso dan juga semakin leluasanya pihak keamanan untuk menghadapi gerakan kelompok ini di Sulawesi, boleh dikatakan sebagai salah satu penyebab dan itu mengindikasikan kemenangan bagi pihak kepolisian. Gelagat keterdesakan ini juga terlihat dari perilaku pelaku yang sengaja dengan membawa sepeda motor menyerang markas kepolisian, dan tidak mau berhenti ketika distop polisi. Harap diingat juga, yang menjadi sasaran teroris ketika terjadi bom Jalan Thamrin di Jakarta adalah pos jaga kepolisian. Ini menandakan kebencian mereka kepada aparat keamanan itu tinggi. Fenomena demikian seharusnya membuat semua pihak, terutama pihak kepolisian sekarang harus mawas diri. Dilihat dari pola-pola serangan teroris, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, mereka biasanya melakukan tindakan masif. Artinya tidak hanya satu tempat saja yang disasar, tetapi juga markas-markas kepolisian di tempat-tempat lain. Serangan masif itu tidak hanya berlangsung dalam satuan waktu, bisa jadi dalam beberapa satuan hari atau
Bahwa bom di Solo itu dilakukan dengan mengendarai sepeda motor, ini juga harus diperhatikan dengan seksama di masa depan. Boleh dikatakan penggunaan sepeda motor ini sebagai cara yang lebih rasional. Jumlah sepeda motor di Indonesia sekarang sudah puluhan juta. Di kota-kota bahkan jumlah tersebut hampir sebanding dengan jumlah keluarga, bahkan dengan jumlah penduduk. Apabila sebelumnya para teroris ini harus memasuki gedung untuk melakukan aksinya, kini dengan sepeda motor mereka dapat saja melakukan aksinya di tempat-tempat kemacetan, bahkan mungkin di lampu merah. Sekali lagi, teroris pada umumnya mempunyai sasaran untuk mengancam teror kepada masyarakat umum. Kini pengendara sepeda motor cenderung liberal, karena pihak kepolisian kesulitan memantau izin mengemudi saking banyaknya kendaraan roda dua. Maka, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ini, pihak kepolisian harus semakin banyak melakukan operasi pemeriksaan kepada sepeda motor, memeriksa barang bawaan, sampai dengan memeriksa surat izin mengemudi. Pada ledakan bom yang terjadi di Bali dan di Jakarta, masyarakat umum dikelabui oleh teroris yang mengadaptasi gaya modern anak-anak muda. Mereka mengenakan pakaian kasual, memakai ransel yang berisi bom. Dengan konteks demikian, semua pihak harus waspada dengan cara-cara teroris bertindak akhir-akhir ini. Kalaupun dikatakan mereka sudah terdesak, dana yang dimiliki semakin menipis, penyandang dana dan keanggotaan juga semakin mengecil, justru kondisi seperti inilah yang harus diwaspadai. Dalam konteks sosial, keterdesakan dan keterkepungan akan membuat orang-orang semakin nekat dan memberanikan diri. Maka sekali lagi, semua pihak harus mewaspadai tindakan teroris itu. Kini ISIS diberitakan terdesak di mana-mana, tetapi tindakan brutalnya tetap kelihatan secara sporadis. Penulis adalah staf pengajar FISIP Universitas Udayana
MENGAPA anakku bukan milikku? Tanya seorang suami selepas melirik bait puisi dalam buku yang sedang dibaca istrinya. Pertama, anak kita bukan barang; kedua, tidak pula objek hukum perdata; ketiga, anak kita anak manusia. Tanya-jawab imajiner sepasang orangtua tersebut di atas segalanya adalah imaji. Ibarat kegiatan produksi barang-barang yang membutuhkan bahan-bahan material yang nyata, imaji di atas pun adalah hasil kegiatan pengolahan (baca: berpikir) bahan-bahan (baca: informasi) yang bersumber dari kenyataan. Walau berstatus imajiner, tidak lantas keseluruhan sama sekali imajinasi. Bagaimana pun juga imajinasi itu adalah tempat bagi kenyataan mencerminkan dirinya. Anak-anak bukan barang, anak-anak bukan objek hukum perdata, singkatnya bukan objek kepemilikan karena mereka adalah anak-anak manusia yang akan tumbuh menjadi manusia. Apa itu yang disebut dengan anak-anak manusia, sehingga membuat segala klaim kepemilikan atasnya terbatalkan? Terkait jawaban atas pertanyaan ini, Ki Hadjar Dewantara mengadaptasikan sebuah pandangan yang selanjutnya berpengaruh besar pada gagasan beliau tentang pendidikan. Pandangan tersebut selanjutnya beliau perkenalkan dengan teori konvergensi. Anak manusia, menurut teori ini, terlahir seperti kertas yang telah penuh berisi tulisan, akan tetapi tulisan yang samar-samar. Anak-anak terlahir dengan membawa potensi serta bakat alamiahnya. Anak-anak manusia karenanya terhubung dengan kodrat tertentu dan dikenali di dalam hubungan tersebut. Pada dasarnya manusia menjadi manusia seutuhnya saat menjadi manusia yang merdeka. Untuk itu, diperlukanlah pendidikan. Manusia merdeka saat menjadi manusia yang mandiri, tidak menjadi pelayan bagi kaum penindas (perampas kemerdekaan) dan berkemampuan aktif men-
Oleh Dewa Putu Adi Wibawa, S.H. gondisikan ulang realitas sosial agar selaras dengan kondisi kemanusiaannya. Manusia termerdekakan saat syarat-syaratnya telah terpenuhi, yaitu saat ia terhubung dengan bakat dan potensi kodratinya dan berani untuk bebas (berprakarsa). Pendidikan pun untuk memenuhi maksud tersebut, hanya berperan menuntun serta diselenggarakan bersama, bukan hanya sekadar untuk anakanak manusia dan kita. Bagaimana tujuan mendasar pendidikan secara umum, demikian pula pendekatan yang akan dipergunakan dalam mendidik anak. Pemimpin dalam keluarga demikian pula seluruh bagian dari keluarga berperan sebagai penuntun atau fasilitator bagi aktivitas pendidikan anak. Orangtua memegang peran kunci dalam konteks keluarga dengan formasi keluarga inti sebagaimana yang lazim eksis saat ini. Di samping karena faktor struktural, orangtua memiliki kualitas yang tak dimiliki guru atau pengajar sekolahan, yaitu apa yang disebut oleh ki Hadjar sebagai naluri pedagogis yang mewujud dalam keinginan naluriah memberikan apa pun untuk kebaikan anak-anaknya. Dalam panduan kualitas tersebut, orangtua dapat berkedudukan sebagai guru yang menuntun, pengajar (transfer pengetahuan dan keterampilan kerja) sekaligus teladan (utamanya dalam keterampilan bersosialisasi). Kedudukan orangtua yang demikian pun dilandasi oleh kebutuhan (yang dapat dipenuhi oleh keluarga) akan penyaluran potensi, bakat dan aspek kodrati dari anak tidak hanya dalam pekerjaan pikiran tetapi juga pekerjaan tubuh. Anak-anak dilibatkan dalam pekerjaan rumah tangga dengan porsi yang sesuai. Hal ini bertujuan mengantisipasi overdosis kegiatan
berpikir yang memicu berkembangnya kecenderungan intelektualisme pada anak. Intelektualisme diyakini menjadi sumber persoalan seseorang dalam hidup bermasyarakat. Keluarga dalam kondisinya yang ideal, dalam kenyataan saat ini berperan sentral dalam usaha pencapaian sisi kodrati anak sebagai manusia. Di luar sana, kehidupan masyarakat di dalam jejaring kapitalisme global semakin kompetitif. Kita semua dituntut menganut profesionalisme dan menganggap yang lain jika bukan kompetitor pastilah relasi bisnis. Tidak ada empati apalagi hubungan tanpa pamrih. Solidaritas sosial dimengerti sebagai barbarisme geng motor atau tawuran primordial dan sejenisnya. Kasih tulus sesama dipandang sebagai sentimentalisme naif. Pusat-pusat pendidikan di masyarakat mengadaptasikan norma-norma kapitalisme, seperti persaingan antarpeserta didik (individualisme) dan penanaman kesadaran adaptif terhadap sistem dominan di antara peserta didik, yakni dalam rupa pilihan berkarier sebagai pekerja atau usahawan. Peserta didik sulit berimajinasi di luar wacana dominan kapitalisme. Peserta didik pun selanjutnya mengalami penumpukan daya kreatif dan kodrat kemanusiaannya sebagai subjek aktif pembentuk serta pengubah realitas sosial. Peran keluarga pada akhirnya semakin penting. Di dalam keluarga anak berpeluang memperoleh suasana solider, kooperatif, empati dan kasih tulus. Sehingga di dalam keluarga pula anak akan memperoleh pengalaman yang menuntunnya pada pengertian akan sisi kodratinya, sejauh keluarga berada pada kondisi yang sesuai untuk itu. Kondisi yang dimaksud tersebut ditandai dengan keberadaan demokrasi di dalam keluarga, partisipasi anak dalam kegiatan rumah, dan orangtua yang menuntun. Dewasa ini sudah menjadi kebiasaan umum orangtua memperketat jadwal belajar tam-
bahan di luar rumah. Situasi semacam itu malah semakin membuat relevan seruan Ki Hadjar berpuluh tahun lalu: ‘’berikanlah satu hari untuk keluarga’’. Satu hari dalam satu minggu adalah kebutuhan untuk memperkuat hubungan anak dan keluarganya. Menyesuaikan kondisi keluarga dengan kebutuhan penuntunan kekuatan sisi kodrati anak berarti memperbesar peluang kelahiran manusia-manusia merdeka. Penulis, mahasiswa Pascasarjana UGM
POJOK Memaknai Tumpek Landep, mengasah ketajaman pikiran dan hati. - Bukan ‘’ketajaman’’ jual Bali. *** Kekayaan rohani Bali jangan sampai terbeli karena kepentingan ekonomi. - Peringatan bagi penguasa rakus. *** Antisipasi masuknya teroris, aparat perketat pengamanan Gilimanuk. - Teroris pasti cari kesempatan.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI balipost (141rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.195 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
www.iklanbalipost.com
Balipost on Gadget
TABUNG Dua orang warga tengah mengangkut tabung oksigen untuk diving di Patai Amed, Karangasem. Pantai Amed terkenal dengan keindahan terumbu karangnya. Hal tersebut membuat sejumlah wisatawan yang datang ke tempat ini sebagian besar untuk snorkling dan diving.
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
Bali Post/eka
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
Pantau Pergerakan Teroris
figur
7
Koordinasi Intelijen Diintensifkan Denpasar (Bali Post) -
Indonesia tidak luput dari bayang-bayang serangan bom, mulai Januari lalu di Jalan Thamrin, Jakarta, dilanjutkan penangkapan jaringan teroris di Purwekerto, Malang, dan terakhir di Surabaya. Diduga Surabaya sebagai target kelompok mereka terbukti dengan diamankannya pelaku teror dan ditemukan alat bukti rangkaian bom di dokumen diamankan kepolisian. Hal itu disampaikan Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa, Jumat (8/7) kemarin.
Bali Post/rah
Utamakan Keselamatan
PASCALEBARAN, kunjungan turis dan warga ke wilayah Kuta diprediksi membeludak. Termasuk wilayah Nusa Dua. Oleh karena itu, Polresta Denpasar mengerahkan sebagian besar kekuatan untuk menjaga keamanan dan memperlancar arus lalu lintas. “Puncak kemacetan diprediksi besok (hari ini). Turis domestik dan asing akan memadati wilayah Kuta, terutama Pantai Kuta,” ujar Kapolsek Kuta, Kompol I Wayan Sumara, Jumat (8/7) kemarin. Selain orang, Kuta akan disesaki kendaraan baik sepeda motor maupun mobil. Oleh karena itu, pihaknya sudah melakukan upaya antisipasi di antaranya mengerahkan personel di lapangan. “Untuk itu diimbau kepada wisatawan yang mengarah Kuta, tetap memerhatikan keselamatan diri serta keamanan barang yang dibawa,” tegas mantan Kapolsek Ubud, Gianyar ini. Kepadatan arus lalu lintas di Kuta terutama di Jalan Singosari, Hardy’s, Jogger, dan Harris menuju Jalan Dewi Sartika, Kuta Square. Tujuannya ke arah Pantai Kuta. Kepadatan arus lalu lintas juga terjadi di Jalan Melasti dan Patih Jelantik mengarah ke Jalan Dewi Sri. “Kami berharap turis dan masyarakat yang menuju Kuta, hindari atau cari jalur alternatif mengingat jalur tersebut cukup padat. Kepadatan terjadi mulai pukul 16.00 hingga 20.00 wita,” ucapnya. (rah)
Menyikapi situasi tersebut, lanjut Danrem, aparat keamanan terus bekerja untuk mendeteksi ancaman teror. Ternyata pada akhir bulan suci Ramadan ini, tercederai oleh insiden serangan bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta. “Kami terus memantau situasi keamanan Bali. Dinamika yang terjadi di dunia internasional, masional, dan regional khususnya di Bali harus dikelola dengan baik. Masyarakat Bali, berbagai instansi, stakeholder dari level provinsi sampai ke desa dan banjar-banjar harus kompak serta solid,” tegasnya. Kalau merasa sebagai masyarakat Bali, lanjut Cantiasa, pasti tahu di mana tempat orang-orang berniat jahat tersebut bersembunyi. Tetapi jika masyarakatnya masa bodoh, apatis, tidak mau tahu tentang keamanan, hanya mengejar keuntungan dan materi, akibatnya akan buruk. “Jika Bali tidak aman dan nyaman, jangan menyesal kunjungan wisatawan ke Bali menjadi prioritas terakhir dan orang perlahan-lahan akan meninggalkan Bali. Mereka akan mencari tempat yang lain,” ucap Danrem asal Singaraja ini. Turis domestik maupun internasional berani mengeluarkan uang banyak karena mereka tahu Bali aman dan nyaman. Namun semua itu harus diciptakan, dikelola dan dirancang dengan baik karena tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena
Penanganan Kasus Korupsi
Ekspos dan Pemeriksaan Saksi Usai Lebaran
Denpasar (Bali Post) Hampir sepekan penuh, petugas kejaksaan istirahat melakukan pemeriksana saksi-saksi atas sejumlah perkara dugaan penyimpangan yang sedang ditangani Pidsus Kejati Bali. Selain ada penyidik merayakan Idul Fitri, petugas di sana juga sedang cuti bersama dengan instansi pemerintah lain. Disinggung soal tindak lanjut pemeriksaan serta ekpos untuk menetapkan serta menunjuk tersangka dalam sejumlah kasus yang sedang dibidik, Kasipenkum Humas Kejati Bali Ashari Kurniawan, Jumat (8/7) kemarin, mengatakan bahwa dalam sepekan ini adalah momen hari raya sehingga tidak ada pemeriksaan saksi-saksi maupun ekpos sebagaimana yang direncanakan sebelumnya. “Untuk pemeriksaan saksi akan dilanjutkan setelah Lebaran. Jadi, efektifnya setelah Lebaran,’’ ujar Ashari Kurniawan. Sebagaimana diketahui, sejumlah perkara memang dalam penyelidikan dan penyidikan Pidsus Kejati Bali. Yang saat ini sudah mengantongi dua nama untuk dijadikan tersangka adalah kasus pengadaan kapal ikan yang konon jumlahnya mencapai sebelas kapal. Untuk penetapan tersangka, beberapa waktu yang lalu Kasipenkum Kejati Bali menjelaskan bahwa sebelum diumumkan tersangka, akan dilakukan ekpos terlebih dahulu bersama petugas terkait. Ekpos selama ini memang sangat diperlukan dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka. Intinya, dalam ekpos itu mencari masukan atau pendapat tentang hasil penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan, yang didukung keterangan saksi dan buktibukti yang didapat. Sebelumnya, memang menurut Kasipenkum Humas Kejati Bali, Ashari Kurniawan, sudah mengantongi dua nama calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sebelas kapal ikan. Informasi yang diterima, Penyidik Pidsus masih bakal memeriksa saksi tambahan, salah satunya Dirjen Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Narmoko Prasmadji. Yang jelas dalam perkara yang pagu anggaran Rp 10 miliar lebih itu, sejumlah saksi penting sudah diperiksa. Di antaranya Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali, KPA, rekanan PT F1, serta sejumlah sekelompok nelayan di Buleleng. Soal Dirjen Tangkap KKP, menurut penyidik itu sangat penting dimintai keterangannya. Pasalnya, KKP menganggarkan khusus bantuan kapal untuk nelayan di Buleleng. Anggaran yang dikucurkan dari KKP untuk membuat tujuh kapal kapasitas 30 Gross Tonnage (GT). Data angka itulah yang akan dijadikan ajuan guna menemukan siapa gerangan yang harus bertanggung jawab dalam perkara ini. Selain kapal ikan, ada kasus PDAM Karangasem, yang sedari dulu pihak kejaksaan mengatakan calon tersangkanya bakal diumumkan. Namun hingga saat ini belum jelas, siapa yang dibidik untuk diadili di Pengadilan Tipikor. Yang jelas, sejumlah pejabat di Karangasem sudah diperiksa, termasuk di antaranya notaris, sudah memberikan keterangan di Kejati Bali. (kmb37)
itu, Bali harus aman. Momentum arus mudik dan balik terus dalam pemantauan jajaran Korem. Kodim-kodim terus melakukan langkahlangkah preemtif dan preventif serta deteksi dan cegah dini dari ancaman gangguan, tantangan dan hambatan yang merusak ketenangan Bali. Langkah-langkah TNI dan Polri serta instansi terkait yaitu terus melaksanakan razia, sweeping, dan mengecek orang-orang yang tidak diundang atau niat jahat baik orang asing maupun domestik. “Informasi intelijen dari Jawa Timur terus kita pantau tentang oknum pelaku teror akan memanfaatkan jalur mudik dan arus balik sebagai sarana untuk bermanuver ke daerah lainnya. Penjagaan sejak menjelang mudik dan arus balik dengan Operasi Ramadhania Agung 2016 oleh kepolisian, kita back up maksimal dan tidak boleh ditawar-tawar. Berapa personel yang diminta kita pasti dukung,” ujar mantan Dansat81/Kopassus ini. Sesuai perintah Panglima TNI kepada Kasad dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, MDA., kata mantan Waasintel Danjen Kopassus ini, tidak mentoleransi teroris yang ingin mencoba mengganggu keamanan di Bali sebagai daerah tujuan wisata mancanegara. Apalagi dengan adanya insiden teror bom di Surakarta beberapa waktu lalu.
Bali Post/kmb
PANTAU POS - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko didampingi Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa saat memantau pos keamanan terpadu di Bandara Ngurah Rai, beberapa waktu lalu. Danrem mengimbau dan berharap kepada masyarakat Bali bila mengetahui ada yang mencurigakan segera laporkan ke aparat keamanan TNI maupun kepolisian dan pasti secepatnya ditindaklanjuti. Saat mendampingi Pangdam dan Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto memantau kesiapan pos keamanan terpadu, menurutnya, keamanan Bali tidak bisa ditawar-tawar. Apalagi Bali merupakan Cen-
tral Of Gravity Indonesia (COG) dan dampaknya mendunia. Ditinjau dari sudut geografi, Bali mendapat predikat pulau terindah nomor 2 di dunia versi majalah Treasure of America. Sedangkan bidang demografi, Bali dikunjungi berbagai penduduk belahan dunia, hampir 70 negara tiap hari datang ke Pulau Dewata ini, dengan persentase kunjungan turis terbanyak dari Australia, disusul Cina, dan Malaysia
Bali Kesulitan Penuhi Kuota Asuransi Nelayan Denpasar (Bali Post) Bali mendapat kuota asuransi untuk 25.000 nel ayan dar i Kem ent er i an Kelautan dan Perikanan. Asuransi ini akan diberikan untuk membantu para nelayan yang mendapat musibah seperti sakit maupun meninggal dunia. Masing-masing nelayan paling tidak mendapatkan Rp 150 juta. Namun, pemerintah dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Bali cukup kesulitan memenuhi jatah tersebut. “Sekarang kita walaupun ditarget 25.000, tapi itu kan basisnya kartu nelayan. Nah, kartu nelayan yang kita terbitkan baru 14.000, sedangkan yang tahun 2016 ini paling menambah lagi 2.000. Itu pesimis bisa kita raih,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bali, I Made Gunaja, di Denpasar, Jumat (8/7) kemarin. Gunaja meminta pemerintah kabupaten/kota mempercepat pengisian
data dasar terkait nelayan agar provinsi bisa segera menerbitkan kartu nelayan. Penerbitan kartu tersebut selanjutnya akan dilaporkan ke pemerintah pusat agar nelayan sebagai pemilik kartu bisa didata sebagai penerima asuransi. “Jadi, asuransi itu nanti dibayarkan oleh Kementerian. Itu yang besarannya sedang dihitung supaya nanti kalau kecelakaan meninggal, minimal Rp 150 juta dapatnya. Itu harapan Ibu Menteri,” jelasnya. Gunaja menambahkan, penerima klaim asuransi nantinya tidak saja nelayan yang meninggal akibat kecelakaan kerja atau melaut. Tapi juga diberikan kepada nelayan yang terluka dan butuh berobat atau cacat permanen karena kecelakaan, serta meninggal dalam keadaan normal seperti sakit. Untuk saat ini masih dilakukan pengkajian terkait partner yang
bisa memberikan dana jaminan seperti itu. Begitu juga mekanismenya sedang diproses. “Yang jelas, data nelayan sudah kita punya yakni kartu nelayan yang 14 ribu. Kalau jumlah nelayan kita banyak, secara keseluruhan hampir 39.000 karena yang diprioritaskan yang punya kartu nelayan. Sering kali kita kesulitannya kan ada nelayan penuh, ada nelayan separuh-separuh atau sampingan. Sementara yang kita terbitkan kartunya baru nelayan penuh,” paparnya. Sejauh ini, imbuh Gunaja, kendala yang dihadapi untuk kelengkapan data terletak pada KTP nelayan bersangkutan. Sebagai contoh, profesi di KTP nelayan sering kali tertulis petani. Kendati petani yang dimaksud sebetulnya adalah nelayan. Ketidakcocokan profesi di KTP inilah yang kemudian menyulitkan pihaknya dalam penerbitan kartu nelayan. (kmb32)
serta Eropa. Begitu pula dari kondisi sosial masyarakatnya yang sangat beragam dan unik. Apabila salah mengelola akan berdampak buruk untuk masa depan Bali. “Pariwisata dan budaya adalah andalan masyarakat Bali untuk menjadi bargaining. Dengan demikian, Bali makin terkenal serta dicari untuk menjadi prioritas kunjungan dr berbagai negara,” ujarnya. (rah)
Fraksi Demokrat Kritisi Sisa Anggaran Pos Belanja Pegawai Denpasar (Bali Post) Sidang paripurna ke-6 masa persidangan II DPRD Denpasar dengan agenda penyampaian pandangan akhir fraksi terkait ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2015 telah berlangsung beberapa waktu lalu. Dalam pandangannya, sejumlah fraksi memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menyikapi proses pembangunan yang sudah berjalan. Pada sidang yang dipimpin Ketua DPRD I Gusti Ngurah Gede tersebut mengemuka sejumlah kritik, saran dan usulan dari masing-masing fraksi yang ada di dewan, yakni Fraksi PDI-P, Golkar, Demokrat, Hanura, dan Gerindra. Fraksi Demokrat dalam pandangan akhirnya yang dibacakan A.A. Gede Putra Ariewangsa cukup banyak mengkritisi kebijakan yang telah dilakukan. Salah satunya, yakni sisa anggaran di sejumlah pos yang ada. Seperti pada pos belanja pegawai yang masih tersisa Rp 112,2 miliar lebih. Padahal, belanja pegawai bisa lebih terukur, sehingga dana
yang ada bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang lain. Bukan hanya itu, sisa anggaran di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga juga cukup besar. Di SKPD ini terdapat Rp 117,3 miliar lebih dana yang tidak terserap. Dari jumlah itu, sebanyak Rp 81,3 miliar lebih merupakan sisa anggaran tunjangan profesi guru. Di sisi lain, pandangan Fraksi PDI-P yang dibacakan Ketut Budha lebih banyak memberikan apresiasi atas kinerja Pemkot Denpasar selama ini. Terlebih, dengan diraihnya opini WTP dari BPK berturutturut selama empat kali, perlu mendapat apresiasi. Meski demikian, kelima fraksi yang ada di DPRD Denpasar akhirnya sepakat menerima ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2015 menjadi perda. Sementara itu, Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyambut baik saran dan usulan yang disampaikan dewan dan akan ditindaklanjuti dengan memerhatikan asas manfaat dan kepentingan bagi masyarakat. (kmb12)
BANGLI
8
Penggunaan Lahan Warga untuk Sekolah
SOSOK Aktif Berorganisasi PENGALAMAN berorganisasi sangat bermanfaat untuk proses pematangan kepribadian dan pembentukan karakter seseorang. Dengan berorganisasi, seseorang dapat belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan dan memupuk mental untuk berani tampil di depan Bali Post/ina umum. Setidaknya hal ini yang sudah dirasakan Kepala Dispenda Kabupaten Bangli I Gede Suryawan. Pejabat asal Kelurahan Kubu Bangli ini mengaku sudah mulai aktif berorganisasi sejak masih remaja. Bahkan saat masih duduk di bangku SMP, Suryawan pernah memimpin organisasi di desanya dengan menjadi Ketua Sekaa Teruna. ‘’Namanya Sekaa Teruna Tunggal Arsa. Saya pernah jadi ketuanya sekitar tahun 1975 sampai 1979,’’ ungkap Suryawan saat ditemui belum lama ini. Suami dari Ni Ketut Wardani, Kabag Ekonomi Setda Bangli ini mengakui banyak manfaat yang bisa dipetiknya dari pengalamannya berorganisasi terlebih pengalamannya memimpin organisasi. Selain mematangkan kepribadian dan membentuk karakternya menjadi lebih dewasa, salah satu manfaat yang paling dirasakannya yakni menambah keberanian untuk tampil di depan umum. ‘’Kalau dulunya gemetar saat maju untuk bicara di depan umum, setelah ikut berorganisasi apalagi pernah jadi ketua sekaa teruna, hal itu sudah tidak lagi. Jadi terbiasa bicara di depan umum,’’ terangnya. Menurut ayah tiga anak ini, pengalaman berorganisasi tak hanya bermanfaat di kehidupan bermasyarakat namun juga di lingkungan pekerjaannya saat ini. (ina)
I Dewa Gede Oka
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
Pansus Aset Temukan Dokumen Tak Jelas
Bangli (Bali Post) -
Penuntasan persoalan aset yang kerap jadi temuan BPK terus digenjot Pansus Aset DPRD Bangli. Dalam bekerja, pansus terlebih dahulu menyasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Selama beberapa pekan berjalan, ditemukan dokumen penggunaan lahan masyarakat atau desa adat yang tak jelas atau bermasalah. Ketua Pansus Aset I Made Sudiasa, Jumat (8/7) kemarin menjelaskan, permasalahan tersebut mengemuka saat adanya rapat kerja bersama eksekutif. Dokumen yang tak jelas tersebut berupa surat pernyataan penggunaan lahan milik masyarakat atau desa adat yang tidak berisi tanda tangan lengkap dan hal yang
tertuang di dalamnya belum sepenuhnya jelas. ‘’Konsep bahasa yang digunakan dalam surat pernyataan belum jelas. Itu yang kami temukan, selain tanpa tanda tangan lengkap,’’ ujarnya. Lanjut dia, persoalan demikian diperkirakan tak hanya terjadi pada satu atau dua sekolah. Guna mengetahuinya secara pasti,
pihaknya akan turun bersama Disdikpora dan instansi terkait ke desa adat dan sekolah. Melalui langkah ini diharapkan ditemukan titik terang dari aset tersebut. ‘’Dengan begitu, segala persoalan akan dituntaskan, baik berkaitan dengan surat pernyataan pinjam pakai maupun lainnya,’’ katanya. Politisi Partai Demokrat ini
memaparkan, permasalahan aset di Disdikpora yang juga ditemukan yakni tanah sekolah yang belum bersertifikat dan sejumlah bangunan gedung yang bernilai tak wajar. Hal tersebut sejalan dengan apa yang menjadi sorotan BPK belakangan ini. Permasalahan tersebut, kata pria asal Desa Undisan, Tembuku ini, tetap ditargetkan harus tuntas pada Desember mendatang. ‘’Kami yakin masalah aset di Disdikpora itu bisa selesai tepat waktu,’’ imbuhnya. (kmb45)
Bali Post/sos
I Made Sudiasa
Bali Post/sos
Pemkab Diminta Gencarkan Program Pelestarian Budaya
Bangli (Bali Post) Perhatian Pemkab Bangli terhadap pengembangan seni-budaya, masih sangat minim. Oleh karenanya ke depan programprogram di bidang kebudayaan perlu digencarkan. Hal itu diungkapkan Bendesa Adat Serokadan Desa Abuan Susut I Dewa Gede Oka. Menurut Dewa Oka, selama ini kecenderungan perhatian pemkab melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata lebih besar pada sektor pariwisata. Sementara kebudayaan yang bisa dijadikan pendukungnya sangat minim. Padahal, jika budaya dikembangkan, peluang untuk menjadi daya tarik wisatawan sangat besar. ‘’Kebudayaan di Bangli sangat banyak. Pemerintah perlu memberikan dukungan untuk melestarikan itu. Harus digembleng dan diperhatikan. Jangan pariwisata saja yang diutamakan,’’ tegasnya, Jumat (8/7) kemarin. Menurut Dewa Oka, perhatian pemerintah tersebut tak harus dalam bentuk materi atau anggaran melainkan berwujud dukungan moral yang bisa dijadikan motivasi oleh masyarakat. Fasilitas hiburan berupa panggung di taman kota yang telah tersedia perlu dihidupkan. Berbagai bentuk kesenian harus dipentaskan di sana. Cara ini juga dinilainya sebagai salah satu upaya untuk mempersiapkan bibitbibit seniman yang nantinya bisa meramaikan berbagai panggung pertunjukan di berbagai level. ‘’Panggung di taman kota sangat jarang dipakai. Itu harus dihidupkan lagi. Suasana kota jadi ramai. Seni budaya bisa diperkenalkan,’’ katanya. Dewa Oka yang juga anggota DPRD Bangli ini menambahkan, pagelaran seni budaya itu bisa dikerjasamakan dengan pelaku pariwisata yang cukup banyak berasal dari Bangli. Instansi terkait juga perlu merancang kalender destinasi yang berisikan seluruh event yang diselenggarakan pemkab maupun desa. ‘’Beberapa daerah sudah bisa membuat festival budaya. Itu perlu dibuatkan kalender destinasi. Koordinasikan dengan masyarakat,’’ imbuhnya. Kurang maksimalnya peran pemkab dalam pelestarian seni budaya sempat disampaikan seniman Bangli I.B. Made Ngurah Yasa. Gebrakan pemkab hanya muncul menjelang adanya pagelaran pada waktu-waktu tertentu, salah satunya PKB. Saat event berakhir, tak ada lagi gerakan berkelanjutan. ‘’Pelestarian tak segetol dulu. Sekarang perhatian pemerintah hanya ada pada saat hari tertentu saja. Setelah itu redup lagi,’’ katanya. Dalam pelestarian budaya, seniman yag akrab dipanggil Gus Topok ini menyebutkan pemerintah dan masyarakat harus bersinergi. Seniman yang telah mampu memberikan kontribusi untuk daerah perlu diberdayakan. Sanggar yang kini masih bertahan juga perlu diberikan reward. (kmb45)
SARKOFAGUS - Beberapa sarkofagus yang disimpan di sebuah bangunan di Desa Manikliyu Kintamani.
Bangunan Penyimpanan Benda Purbakala di Manikliyu
Dinilai Belum Memadai
Bangli (Bali Post) Desa Manikliyu, Kintamani selama ini menyimpan banyak peninggalan purbakala. Salah satunya berupa sarkofagus atau peti kubur yang terbuat dari batu. Sayangnya, keberadaan benda peninggalan purbakala itu kurang mendapat perhatian pemerintah. Meski telah dibuatkan bangunan penyimpanan oleh pemerintah, namun hal itu dinilai belum mampu melindungi peninggalan purbakala yang diletakkan di dalamnya. Perbekel Desa Manikliyu I
Ketut Garis, Jumat (8/7) kemarin menjelaskan, benda purbakala yang dimiliki Desa Manikliyu cukup banyak dan terdiri dari beberapa jenis. Di antaranya berupa sarkofagus, nekara, arca dan manik-manik. Hanya saja tidak semua peninggalan purbakala yang ditemukan di kebun-kebun warga tersebut disimpan di Desa Manikliyu. Beberapa benda purbakala seperti nekara dan manik-manik selama ini disimpan di Balai Arkeologi di Gianyar. Hal ini dilakukan pihak desa demi alasan
keamanan. Garis mengatakan, beberapa peninggalan purbakala yang disimpan di Desa Manikliyu hanya berupa tiga buah sarkofagus. Sarkofagus atau peti mati yang terbuat dari batu itu disimpan di sebuah bangunan berukuran 12 x 12 meter. Hanya saja dinding bangunan yang dibuat pemerintah sekitar tahun 2005 tersebut dinilai belum cukup melindungi benda purbakala di dalamnya. ‘’Tembok bangunannya hanya setengah sehingga kurang aman. Kalau isi sarkofagus yang berupa
manik-manik ditempatkan di sini, takutnya hilang,’’ jelasnya. Garis mengatakan, sejatinya pihaknya sangat berkeinginan untuk melanjutkan pembangunan tembok sekaligus menata bangunan tersebut. Akan tetapi, dana ADD yang dimiliki Desa Manikliyu saat ini belum bisa digunakan karena masih ada kegiatan lain yang mendesak. ‘’Untuk melanjutkan bangunan tersebut, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 50 juta,’’ ujarnya. Oleh karena itu pihaknya berharap pemerintah melalui instansi terkait dapat menuntaskan bangunan itu sehingga keberadaan sarkofagus dan benda peninggalan purbakala lainnya bisa disimpan di Manikliyu dengan aman. ‘’Kalau nanti bangunannya sudah ditembok dan aman barulah kita akan
Bali Post/ina
minta kembali isi sarkofagus yang berupa manik-manik ke pihak Balai Arkeologi untuk disimpan di sini,’’ ujarnya. Sementara itu anggota dewan asal Desa Manikliyu Nengah Sugiman mengatakan, keberadaan benda purbakala ini sejatinya bisa dijadikan sebagai daya tarik wisata. Namun, sebelumnya harus dilakukan penataan baik tembok bangunan penyimpanan maupun tembok panyengker-nya. Sugiman mengatakan, keberadaan sarkofagus ini bisa dikembangkan menjadi satu paket dengan wisata Air Terjun Sekunjeng dan wisata agro jeruk yang ada di Desa Bayung Cerik. ‘’Jika ini tertata, akan sangat bagus untuk pengembangan pariwisata di Kintamani Barat,” kata Sugiman. (kmb40)
Petani Ikan di Danau Batur
Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar Bali Post/sos
SISWA BARU - Sejumlah peserta didik baru SMAN 1 Bangli mengikuti pra-MOS. Di balik kegiatan itu, sekolah unggulan di Kabupaten Bangli ini masih menyisakan masalah terkait kuota siswa baru.
Pra-MOS di SMAN 1 Bangli
Kuota Jumlah Siswa Baru Bermasalah Bangli (Bali Post) Di tengah pelaksanaan pra-Masa Orientasi Siswa (MOS), Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Bangli masih menyisakan sejumlah permasalahan. Hal ini akibat jumlah siswa masih di bawah kuota yang telah diajukan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli. Langkah penambahan tak bisa dilakukan. Sebab, mekanisme yang mengatur hal tersebut tidak ada. Kepala SMAN 1 Bangli, I Nengah Sudaya, Jumat (8/7) kemarin menjelaskan, pada tahun ajaran 2016/2017 ini, kuota PPDB dirancang 288 siswa yang terbagi atas delapan rombongan belajar (rombel). Jumlah ini pun telah diusulkan ke Disdikpora Bangli. Akan tetapi, setelah proses berjalan, data yang dikeluarkan Disdikpora justru berbeda yakni kuotanya 305 siswa. Perbedaan tersebut mengakibatkan pihaknya kelimpungan, sebab penambahan jumlah siswa akan berdampak pada kapasitas ruang kelas. ‘’Saya tidak mengerti kenapa bisa berbeda seperti itu,’’ ujarnya.
Persoalan, kata dia, tak hanya berhenti pada jumlah kuota yang berbeda. Saat pendaftaran ulang di sekolah, siswa yang tercatat hanya 276 orang. Angka ini tentunya berada di bawah kuota sekolah dan Disdikpora yang telah dirilis sebelumnya. Kondisi ini semakin memunculkan kebingungan, terlebih belum adanya informasi yang jelas dari Disdikpora. ‘’Setelah pendaftaran ulang, kami baru tahu jumlah siswa itu berada di bawah kuota yang dipatok sekolah,’’ kata Sudaya. Mantan Kepala SMAN 2 Bangli ini mengakui SMAN 1 Bangli yang lokasinya sangat strategis dan menjadi sekolah unggulan di Bangli memang menjadi incaran. Untuk memenuhi kouta tersebut, pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak. Sebab, itu menjadi perhatian Ombudsman. Kekurangan siswa itu kemungkinan bisa diminimalkan dengan menerima dua siswa yatim yang sebelumnya sudah menyetorkan berkas pendaftaran. Hanya saja itu dipending karena belum memenuhi persyaratan. ‘’Selain nilainya yang kurang, be-
berapa dokumen juga tak dilengkapi. Itu coba kami jajaki lagi untuk bisa masuk. Ini sudah dikoordinasikan dengan Ombudsman. Penambahan hanya bisa dilakukan terakhir hari ini (kemarin-red),’’ jelasnya. Terkait kekurangan dari kuota itu, Sudaya mengaku tidak bisa mengisi lagi lantaran tidak ada acuan aturan yang jelas. ‘’Saya tidak ingin ada ribut-ribut lagi dalam PPDB,’’ tegasnya. Kabid Dikmen Disdikpora Bangli Sang Nyoman Nada mengatakan, sejatinya penerapan sistem kuota yang dilakukan telah berdasarkan hasil rapat dengan para kepala sekolah di Bangli. Hal itu menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Ditegaskan, persoalan yang dialami SMAN 1 Bangli itu tidak terjadi di sekolah lain. ‘’Hanya di sekolah ini saja (SMAN 1 Bangli-red) yang begini. Untuk penjelasannya, silakan hubungi Pak Kadis,’’ dalihnya. Sementara itu, Kadisdikpora Bangli I Nyoman Suteja saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan terkait hal tersebut. (kmb45)
Bangli (Bali Post) Sejumlah petani ikan di kawasan Danau Batur Kintamani kini mengaku kewalahan memenuhi permintaan akan ikan mujair. Pasalnya permintaan pasar terhadap ikan mujair dari sejumlah daerah di Bali akhir-akhir ini mengalami lonjakan. Per hari rata-rata permintaan ikan saat ini mencapai 2 ton. Tingginya permintaan ikan mujair saat ini diakui salah seorang petani ikan di wilayah Desa Songan Wayan Wirawan. Dia mengatakan, lonjakan permintaan terjadi sejak sebulan terakhir. Permintaan tak hanya datang dari pasar di Bangli namun dari sejumlah daerah lainnya di luar Bangli. ‘’Keseluruhan rata-rata permintaan sekarang 2 ton sehari. 1 ton permintaan dari luar Bangli seperti Denpasar, 1 ton lainnya permintaan dari Bangli khususnya seputaran Bintang Danu,’’ terangnya. Tingginya permintaan ikan mujair juga diungkapkan petani ikan lainnya di wilayah Seked, Wayan Darsana. Dia mengatakan, saking tingginya permintaan, sejumlah petani ikan di Danau Batur termasuk dirinya kewalahan memenuhi permintaan pasar. Menurut Darsana, tingginya permintaan disebabkan karena banyak pengepul dari Denpasar dan Jawa yang mencari ikan ke Danau Batur. Di samping itu, permintaan tinggi karena semakin banyaknya bermunculan warung makan yang menyajikan menu olahan ikan mujair. Meski permintaan ikan mujair cukup tinggi, namun dirinya mengaku tidak sampai melakukan panen mendahului. Darsana mengaku tetap melakukan panen sesuai jadwal yakni setiap enam bulan sekali. ‘’Rugi juga kalau melakukan panen mendahului. Standarnya 1 kilogram ikan naik empat ekor. Kalau ikan yang ukurannya masih kecil dipanen, kita rugi. Ikannya juga dibeli murah,’’ ujarnya. Dia menambahkan, harga ikan mujair saat ini cukup stabil yakni mencapai Rp 25 ribu per kilogram. Harga tersebut diakuinya sesuai dengan harga pakan ikan saat ini yang mencapai Rp 415 ribu per 50 kilogram. (kmb40)
GIANYAR
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
9
Kasus Pembunuhan Dewa Gede Artawan
Sosok
Tiga DPO Diyakini Masih di Bali Gianyar (Bali Post) -
Meski polisi sudah melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan di Banjar Dentiyis Desa Batuan Sukawati pada Selasa (5/7) lalu, namun kasus tersebut belum rampung. Pasalnya hingga kini, Sat. Reskrim Polres Gianyar belum mampu mengetahui keberadaan tiga orang yang masuk DPO. Apalagi peran tiga DPO yakni BY, KS, dan MD cukup penting. Berdasarkan perkiraan polisi, ketiganya masih berada di Bali. Bali Post/nik
Tumbuhkan Empati TUMBUHNYA sifat individual merupakan salah satu dampak negatif dari era globalisasi. Hal ini biasa terjadi karena generasi muda lebih asyik sendiri dengan IT ketimbang bersosialisasi apalagi merasakan penderitaan orang lain. Dampak negatif inilah berupaya ditanggulangai para pendidik melalui penerapan Kurikulum 2013. ‘’Melalui kurikulum ini (Kurikulum 2013 -red), pendidik dituntut untuk menyeimbangkan antara sikap, spiritual, dan pengetahuan,’’ ucap Kepala SMA Negeri 1 Blahbatuh, I Ketut Sulatra, S.Pd., M.Pd., Jumat (8/7) kemarin. Dari ranah sikap dan spiritual, siswa akan diarahkan untuk menumbuhkan rasa empati atau kepedulian antarsesama. Dikatakan, sikap kepedulian terhadap sesama ini sedang ditunjukkan oleh siswa SMAN 1 Blahbatuh. ‘’Sekarang, semua siswa sedang berupaya mengumpulkan sumbangan untuk Putu Diantini yang menjalani perawatan di RS Sanglah. Ini dilakukan karena siswa memiliki rasa kepedulian terhadap sesama. Ini juga salah satu karakter yang ingin ditumbuhkan melalui Kurikulum 2013,’’ jelasnya. Siswa yang turun ke jalan setiap hari sejak seminggu lalu ini pun sudah berhasil mengumpulkan uang hingga puluhan juta rupiah. Ketut Sulatra berharap sikap ini dapat terus ditumbuhkan untuk semua siswa. ‘’Saya kira sikap ini sangat penting. Sesuai pula dengan ajaran Tat Twam Asi,’’ tandasnya. (nik)
Kapolres Gianyar AKBP Waluya, Jumat (8/7) kemarin, mengakui hingga kini Sat. Reskrim Polres Gianyar memang belum mampu mendeteksi tiga DPO. Petugas juga sudah mendatangi rumah masingmasing DPO, namun belum membuahkan hasil.
‘’Pihak keluarga dari masingmasing DPO sudah kami datangi dan dimintai keterangan. Tetapi mereka mengaku tidak tahu,’’ jelasnya. Dikatakannya, hingga kini, puluhan intel dikerahkan untuk mendeteksi ketiga DPO. Petugas mengintai 24 jam setiap
‘’Kami pastikan mereka masih di Bali. Kalau di luar Bali, pasti sudah kami tangkap di pintu keluar Bali.’’ Kapolres Gianyar AKBP Waluya
lokasi yang kerap dikunjungi tiga orang tersebut sebelum terlibat kasus pembunuhan di Banjar Dentiyis. ‘’Siang malam, polisi sudah terus mengintai lokasi yang kerap dikunjungi. Termasuk semua kenalan mereka di wilayah Bali,’’ katanya. Disinggung kemungkinan tiga DPO sudah kabur ke luar Bali seperti otak pembunuhan DS, AKBP Waluya meyakini mereka masih berada di Bali. ‘’Kami pastikan mereka masih di Bali. Kalau di luar Bali, pasti sudah kami tangkap di pintu keluar Bali,’’ ujarnya. Berdasarkan hasil rekonstruksi Selasa lalu diketahui meski bukan sebagai otak perencana atau pun eksekutor, ketiga DPO memiliki peran penting dalam kasus ini. BY sebagai sopir, sementara KS dan MD turut mengejar Dewa Gede Artawan sembari membawa pedang. Namun sekitar tiga meter dari mobil, mereka balik lagi ke dalam mobil. Rekonstruksi yang dilakukan di Banjar Dentiyis mengungkapkan adanya penamba-
Bali Post/nik
REKONSTRUKSI - Rekonstruksi yang digelar Selasa (5/7) lalu. Hingga kini polisi masih berupaya menuntaskan kasus pembunuhan Dewa Gede Artawan tersebut. han penggunaan pedang dari dua menjadi lima. Sementara peran tersangka DS memang tidak tampak dalam hal fisik. Namun, dialah yang mengatur strategi pembunuhan. Pria asal Gianyar itu juga yang
memimpin komplotan menyisir kawasan Gianyar untuk mencari mangsa sebagai bentuk balas dendam hingga akhirnya Dewa Gede Artawan yang asal Bangli menjadi korban. (kmb35)
Bawa Paket SS
Pemuda Asal Jembrana Diciduk di Depan Kafe Gianyar (Bali Post) Seorang pemuda asal Jembrana diringkus aparat Sat. Narkoba Polres Gianyar di By-pass I.B. Mantra tepatnya di depan Cafe 77, Desa Medahan. Pria berinisial SW ini diringkus karena kedapatan membawa satu paket sabu-sabu (SS). Kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Gianyar. Informasi yang dihimpun menyebutkan, penangkapan berawal dari informasi adanya jual beli SS di sejumlah kafe di Kabupaten Gianyar. Polisi pun melakukan penyelidikan. Hingga pada Kamis (7/7) sekitar pukul 15.30 wita, polisi mendeteksi keberadan pelaku yang diduga usai mengambil paket SS. Saat polisi melakukan penggeledahan terhadap SW, ditemukan satu paket SS yang disimpan di dalam kemasan rokok warna merah. Dari temuan itu, polisi langsung menggiring pelaku ke Mapolres Gianyar untuk menjalani pemeriksaan. ‘’Dari tangan pelaku, polisi menemukan satu paket SS seberat 1,16 gram,’’ ucap Kasat Narkoba Polres Gianyar AKP Gusti Putu Dharma Natha saat dihubungi Jumat (8/7) kemarin. AKP Dharma Natha mengatakan, selain barang bukti SS, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya seperti satu unit sepeda motor Yahama Jupiter DK 5555 ZG, HP, serta lembaran bukti setoran di salah satu bank. Mempertanggungjawabkan perbuatannya, SW dijerat pasal 114 (1) subs 112 (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkoba. (kmb35)
Bali Post/nik
PELAKU - Pelaku yang diamankan di Mapolres Gianyar.
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati
- 943056
DPRD
BPBD
- 943144 - 7844717/7844718
PMK
- 943113
Kantor Satpol PP
- 944436
RSUD Sanjiwani PDAM
KPA Gianyar PMI Gianyar
- 943020 - 944225/943233
- 942184 - 8958414
KONI Gianyar
- 947261
BNN Kab. Gyr.
- 946122
PLN
- 947166
Kodim 1616 Gyr
- 943069
Koramil Gianyar
- 942289
Koramil Blahbatuh
- 941167
Koramil Tegallalang
- 974792
Koramil Tampaksiring
- 901601
Bali Post/eka
WISATAWAN - Beberapa wisatawan mengamati bangunan suci di Pura Gunung Lebah, Ubud. Keunikan tradisi dan budaya masyarakatnya membuat Ubud menjadi salah satu destinasi pariwisata favorit.
Wujudkan Pariwisata Budaya Berkelanjutan
Pembentukan Badan Otorita Ubud Dinilai Strategis Gianyar (Bali Post) Usulan pembentukan badan otorita pengembangan kawasan Ubud terus bergulir. Pembentukan badan ini dinilai strategis sebagai upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan berbasiskan budaya di Ubud. Saat ini, usulan tersebut masih diproses di tingkat kecamatan dan diharapkan bisa disosialisasikan secara luas ke masyarakat. Tokoh masyarakat Ubud, Tjokorda Gde Raka Sukawati, Jumat (8/7) kemarin, mengatakan Ubud sebagai salah satu destinasi pariwisata andalan Bali menghadapi banyak permasalahan. Kemacetan lalu lintas, infrastruktur yang belum memadai hingga maraknya gepeng adalah beberapa permasalahan yang terlihat di permukaan. Permasalahan-permasalahan tersebut hingga kini belum bisa dituntaskan sehingga kerap dikeluhkan wisatawan. ‘’Komplain dari wisatawan itu sudah banyak. Ini sangat disayangkan, padahal potensial sekali Ubud itu,’’ kata Ketua LPM Ubud ini. Persoalan paling vital berupa
konsep pengembangan pariwisata Ubud itu sendiri. Inilah yang patut mendapat perhatian serius pemerintah. Sejauh ini, kata dia, peran pemerintah masih belum maksimal. Aktivitas budaya di Ubud berkembang secara alami. Belum terlihat peran strategis dari pemerintah khususnya pemerintah daerah. ‘’Ubud perlu konsep pengembangan terutama dari sisi budayanya. Ubud harus di-maintain dengan baik. Harus ada pemeliharaan yang jelas untuk Ubud. Kalau tidak begitu suatu saat Ubud akan ditinggalkan,’’ tegasnya. Terkait berbagai persoalan yang menerpa Ubud itulah maka dinilai perlu dibentuk sebuah badan otorita. Usulan pembentukan lembaga ini, kata Tjokorda Gde, dilontarkan anggota DPD RI Arya Wedakarna beberapa waktu lalu. Pada intinya badan otorita tersebut akan berperan dalam merumuskan berbagai hal yang berkaitan dengan pengembangan Kelurahan Ubud khususnya di bidang pariwisata. Badan ini juga diyakini mampu
mempercepat proses penyampaian aspirasi masyarakat. ‘’Sebenarnya, Ubud sudah punya lembaga semacam itu, seperti LPM. Tapi kalau ada badan otorita, konteksnya nanti akan lebih nasional. Usulan-usulan masyarakat akan lebih bisa cepat direspons pemerintah hingga ke tingkat pusat,’’ ujarnya. Menurutnya, keberadaan badan otorita untuk Ubud sangat strategis. Dia mencontohkan Sanur yang sejauh ini sudah menjalankannya dengan baik. Ubud perlu menerapkannya mengingat konsep pariwisata budaya yang diusungnya mulai bergeser. ‘’Pada intinya nanti konsep pembangunan pariwisata budaya Ubud akan lebih jelas dengan adanya badan otorita ini,’’ katanya. Terlepas dari ada tidaknya badan otorita, dia menilai pemerintah perlu lebih responsif lagi terhadap berbagai permasalahan di Ubud. Jangan sampai persoalan klasik terus saja menggerogoti citra pariwisata dan menyebabkan Ubud ditinggalkan wisatawan. (kmb25)
Okupansi Hotel di Ubud Hanya 60 Persen Gianyar (Bali Post) Memasuki Juli 2016 yang dibarengi dengan libur Lebaran, berdampak signifikan terhadap okupansi hotel berbintang di Bali. Di kawasan Bali Selatan okupansi rata-rata 70 persen. Sementara di Ubud okupansinya hanya pada kisaran 60 persen. Hal ini disampaikan Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Jumat (8/7) kemarin. Dikatakan, pada libur panjang terjadi peningkatan okupansi hotel berbintang rata-rata 70 persen. Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan sebelumnya yang mencapai rata-rata 50 persen. Pada libur sekolah yang dibarengi dengan perayaan Idul Fitri banyak wisatawan domestik yang ingin menikmati liburan di Bali. Jumlah kunjungan ini pun diprediksi akan mengalami peningkatan pada Agustus mendatang. Hal ini mengingat datangnya masa liburan terutama bagi warna negara Australia dan Eropa. ‘’Kalau bulan depan saya kira akan terjadi peningkatan dengan rata-rata okupansi hotel berbintang mencapai 80 persen,’’ ucap mantan Bupati Gianyar ini. Dia menambahkan, saat ini kunjungan wisatawan masih terpusat di Bali Selatan meski daerah lain seperti Ubud masih tetap menjadi pilihan. Hanya, ia membeberkan bahwa okupansi hotel di Ubud tidak seperti di Bali Selatan. ‘’Wisatawan masih dominan di Bali Selatan seperti Nusa Dua dan Kuta. Kalau bicara di Ubud saja, okupansi rata-rata masih kalah dari Bali Selatan,’’ katanya. (kmb35)
Lakalantas di Dharma Giri, Remaja Tewas Gianyar (Bali Post) Adji Sultan Tiro meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan di Jalan By-pass Dharma Giri, Gianyar, Kamis (7/7) malam. Korban yang mengendarai sepeda motor Honda DK 8289 LV bertabrakan dengan pengendara sepeda motor Honda DK 3666 LZ yang dikendarai oleh Herman (26). Informasi yang dihimpun Jumat (8/7) kemarin, menyebutkan, kecelakaan ini berawal ketika korban yang mengenda-
rai sepeda motor dari arah timur, Kamis malam sekitar pukul 22.00 wita. Saat mendekati patung Kebo Iwa, sepeda motor DK 3666 LZ yang melaju pelan di depan korban tiba-tiba memotong jalan ke arah utara. Korban yang saat itu melaju kencang tidak dapat menghindari sepeda motor yang dikendarai Herman, hingga akhirnya tabrakan tidak terhindarkan. Saking kerasnya tabrakan, korban sampai terlempar ke trotoar. Korban
yang berusia 15 tahun ini langsung meninggal di lokasi kejadian karena mengalami cedera kepala berat. Sejumlah warga yang melihat kejadian ini sempat berupaya melakukan penyelamatan dengan membawa korban ke RSUD Sanjiwani Gianyar. Herman yang juga terpental akibat kecelakaan ini mengalami luka berat. Hingga kemarin, dia masih menjalani perawatan di RSUD Sanjiwani Gianyar. Kasat Lantas Polres Gianyar AKP
Pius Loda membenarkan adanya insiden tersebut. Dikatakannya, Unit Laka Sat Lantas Polres Gianyar sudah mendatangi lokasi, melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi. Sementara itu, berdasarkan data laka di Sat Lantas Polres Gianyar sepanjang 2016 hingga Juni, tercatat sudah terjadi 152 kasus lakalantas dengan 24 korban meninggal dunia, 20 korban luka berat, dan 221 korban mengalami luka ringan. (kmb35)
KLUNGKUNG
10
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
Bali Post/kmb
RAMAI – Wisatawan turun di Pelabuhan Nusa Penida untuk berlibur di Nusa Gede dan Lembongan.
Nusa Gede dan Lembongan Dipadati Wisatawan Semarapura (Bali Post) –
Sejumlah objek wisata di Nusa Gede dan Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, diserbu wisatawan domestik selama libur panjang ini. Ramainya wisatawan datang untuk berlibur terlihat dari meningkatnya aktivitas penyeberangan di sejumlah pelabuhan baik itu di Kusamba maupun Sanur
(Denpasar). “Banyak pelancong yang memanfaatkan liburan Lebaran ini untuk berwisata ke Nusa Gede. Kami kira lonjakan penumpang akan berlangsung hingga liburan usai. Kami harus menambah 12 trip dari Kusamba menuju Nusa Penida,” ujar pengelola Gangga Express, I Nyoman Landep,
Nusa Penida Mesti Miliki Gedung Olahraga
Jumat (7/8) kemarin. Wisatawan juga memadati objek wisata di Nusa Lembongan. Mereka yang datang ke Lembongan kebanyakan wisatawan asing dari Tiongkok. Wisatawan domestik juga memanfaatkan liburan Lebaran ke pulau ini. “Sejauh ini Lembongan paling ramai dikunjungi wisatawan.
Saya kira akan ramai sampai selesai liburan,” kata pemandu wisata bernama Wayan Bagiasa. Wisatawan yang datang berlibur ke Nusa Penida dapat menikmati objek wisata yang sangat beragam. Ada panorama bukit, pantai, dan pura. Pantai Atuh, Pasih Uug, dan Angel Billabong merupakan objek
wisata yang paling diminati, selain Bukit Teletubbies. Wisata spiritual bagi pamedek yang tangkil ke pura juga tidak kalah menarik. Mereka berbaur menikmati keindahan pantai dan pemandangan bersama penumpang lainnya. Tempat spiritual yang sudah dikenal di Nusa Penida adalah Pura Penat-
Sampah Menumpuk di TPA Lembongan Semarapura (Bali Post) – Perkembangan pariwisata di Kecamatan Nusa Penida ternyata tidak diikuti dengan penanganan sampah. Pasalnya, sejumlah akomodasi pariwisata belum mampu menangani masalah sampah secara mandiri. Pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Lembongan juga tidak maksimal dan tidak adanya alat berat membuat sampah di TPA berserakan di pinggir lahan seluas satu hektar.
Bali Post/dwa
CEK TPA - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengecek kondisi TPA Lembongan beberapa hari lalu.
Duda Gantung Diri di Garasi Mobil Semarapura (Bali Post) –
Kasus gantung diri kembali terjadi di Kabupaten Klungkung. Seorang kakek bernama I Ketut Pugig (65) asal Banjar Tengah, Desa Kusamba, Dawan, ditemukan tewas di tiang plafon garasi mobil, Jumat (8/7) kemarin. Ada dugaan korban yang berstatus duda anak tiga ini
Telepon Penting kLUNGKUNG Polres Klungkung
(0366) 21115
Polsek Klungkung
(0366) 21090
Polsek Dawan
(0366) 23181
Polsek Banjarangkan
(0366) 23180
Polsek Nusa Penida
(0366) 5382838
RSUD Klungkung
(0366) 21172
RSU Bintang
(0366) 25241
PMI Klungkung
(0366) 21442
Damkar Klungkung
(0366) 22655
PDAM Klungkung
(0366) 21336
PLN Klungkung
(0366) 25599
spiritual. Pelancong asal Kuta, I Gusti Agung Made Surya Kharma, mengaku sengaja mengajak keluarga berlibur ke Nusa Lembongan. Hal ini dilakukan karena ingin tahu keindahan alam wilayah ini. “Karena rasa ingin tahu inilah maka saya ajak keluarga berlibur ke Lembongan,” ujarnya. (kmb)
Tak Punya Alat Berat
Semarapura (Bali Post) –
Kecamatan Nusa Penida yang terdiri atas 16 desa memiliki potensi di bidang olahraga yang bisa bersaing di tingkat kabupaten dan provinsi. Oleh sebab itu, tokoh Nusa Penida mendorong Pemkab Klungkung atau Pemprov Bali membangun gedung olahraga (GOR) di kecamatan kepulauan ini. “Keinginan saya agar Nusa Penida memiliki satu gedung olahraga dan lapangan sepak bola yang memadai,” terang tokoh Nusa Penida, Nengah Setar, Jumat (8/7) kemarin. Ia mendesak Pemkab Klungkung agar mendirikan GOR di Nusa Penida mengingat setiap tahun kecamatan ini bisa dua kali mengadakan kejuaraan bola voli. Akan tetapi, pertandingan voli itu digelar di lapangan yang sangat memprihatinkan dan tempat penontonnya tidak memadai. ‘’Kondisi ini berulang setiap dilaksanakan event,” katanya. Di samping itu, Nusa Penida hanya memiliki satu unit lapangan sepak bola dan tidak terawat dengan baik. Di lapangan sepak bola yang berada di Batununggul, ibu kota kecamatan ini, rumputnya baru dipotong menjelang akan ada pertandingan. Setar yakin pendirian gedung olahraga sebesar GOR Swecapura di Klungkung mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Nusa Penida. “Bayangkan saja, setiap ada pertandingan voli, Nusa Penida selalu menang. Artinya, bibit-bibit atlet ada di sini,” paparnya. Adanya sarana olahraga yang memadai juga bisa dipakai ajang komunikasi antarpemuda dan mempererat persahabatan antardesa. Menurutnya, pendirian GOR sebaiknya saat ini karena harga lahan masih bisa dijangkau. Sementara terkait persoalan GOR Batununggal, Setar berharap kasus hukumnya diselesaikan lebih cepat, mengingat bila masih tersangkut kasus hukum maka proses pembangunannya tidak akan kunjung selesai. “Ada dua pilihan, membangun yang baru atau menuntaskan GOR yang sudah ada,’’ beber mantan saudagar sapi ini. Yang ditakutkan Setar, pada saat kasus hukum GOR Batununggul selesai, justru GOR sudah dalam keadaan rusak, sehingga akhirnya membangun ulang dari nol. GOR Batununggul saat ini masih tersangkut kasus hukum terkait anggaran pengadaannya. Kasus GOR ini terlalu lama mengambang yang membuat keinginan masyarakat Nusa Penida memiliki GOR yang layak belum terpenuhi sampai sekarang. (dwa)
aran Ped, Giri Putri, dan Puncak Mundi. Pura Palungan yang terletak di Dusun Karangdawa, Desa Bungamekar, juga menjadi tujuan kunjungan. Sebab, letak puranya sangat eksotik berada di atas tebing ujung samudera. Pelancong dapat menikmati keindahan alam Pantai Kelingking sambil melakukan wisata
Bali Post/kmb
OLAH TKP - Petugas Polsek Dawan melakukan olah TKP di lokasi gantung diri I Ketut Pugig asal Banjar Tengah, Desa Kusamba.
nekat bunuh diri karena mengalami depresi atau stres. Menurut informasi di lapangan, tubuh korban pertama kali diketahui oleh menantunya, Ni Komang Nita (40), sekitar pukul 08.00 Wita. Berawal ketika Nita hendak ngejot atau menghaturkan sesajen di sekeliling rumah. Ketika akan ke luar rumah, dia kaget melihat tubuh mertuanya sudah tergantung di tiang plafon garasi mobil. Melihat kejadian tersebut, Nita kemudian lari memberitahukan kerabatnya, Wayan Suarta (62), dan Kadek Agus Hendra (24). Suarta dan Agus Hendra langsung menurunkan tubuh korban dan membawanya ke RSUD Klungkung. Sementara kerabat korban I Wayan Sumerta (50) melapor ke Polsek Dawan. Kapolsek Dawan AKP Ketut Suastika membenarkan adanya kejadian tersebut. Petugas telah turun melakukan olah TKP termasuk meminta keterangan pihak keluarga korban. Dari keterangan pihak keluarga, korban diduga mengalami depresi sehingga nekat bunuh diri dengan cara gantung diri. “Sebelum kejadian, korban juga sempat jatuh dan mengalami luka akibat diserempet sepeda motor di dekat rumahnya,” katanya. Menurut Suastika, pihak keluarga mengikhlaskan kematian korban sebagai bentuk musibah. Mereka menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Jenazah korban rencananya dikubur di kuburan setempat, Sabtu (9/7) sore ini. (kmb)
Kondisi itu membuat Nusa Lembongan yang ramai dikunjungi wisatawan terlihat kumuh. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat mengecek lokasi TPA Lembongan melihat langsung hal tersebut. Pengelolaan yang belum maksimal di TPA ini terlihat dari berseraknya sampah dan dalam mengolah masih dengan cara membakar. Sejumlah warga sekitar mengeluhkan dampak dari pembuangan sampah tersebut karena mengganggu pernapasan. “Ada warga yang minta agar pembakaran sampah dihentikan,” ujarnya di sela-sela kegiatan beberapa hari lalu. Bupati Klungkung akan segera mungkin melakukan pengadaan alat berat untuk mengatasi sampah yang masih berserakan. Selain itu, merancang agar di TPA ini dioperasikan mesin incinerator untuk menggantikan proses pembakaran sampah. “Di sini perlu alat berat dan
mesin incinerator untuk mengolah sampah tanpa menimbulkan dampak negatif kepada masyarakat sekitar,” imbuhnya. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Klungkung Anak Agung Ngurah Kirana mengaku telah mendapat arahan langsung dari Bupati Suwirta untuk menangani sampah di TPA Lembongan. “Sampah menumpuk di pinggir TPA karena tidak bisa didorong ke dalam TPA. Pada anggaran perubahan ini akan dilakukan pengadaan alat berat,” jelasnya. Terkait mesin incinerator, menurut Kirana pengadaannya masih terganjal e-katalog. Pasalnya, hingga saat ini mesin tersebut tidak masuk dalam harga e-katalog sehingga belum bisa dilakukan pengadaan. Kondisi ini membuat rencana pengadaan dua unit mesin incinerator di Klungkung daratan belum bisa direalisasikan. (dwa)
Hilangkan Kepenatan
Polres Gelar Jalan Santai
Semarapura (Bali Post) –
Di sela-sela kesibukan mengamankan perayaan Idul Fitri, Polres Klungkung melaksanakan olahraga jalan santai yang diikuti seluruh personel dan jajaran Polsek untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh serta mengurangi stres. Kegiatan yang dipimpin Kapolres AKBP F.X. Arendra Wahyudi dan Wakapolres Kompol Nengah Sadiarta ini diadakan di seputaran Kota
Semarapura, Jumat (8/7) kemarin. Sebelum gerak jalan santai dilaksanakan apel pagi yang dipimpin Kabag Sumda Kompol Ketut Sutaman. Jalan santai dimulai dari Mako Polres menuju Jalan Untung Surapati, Jalan Plamboyan, Jalan Rama, Jalan Puputan, dan kembali ke Mapolres. Kegiatan ini dilaksanakan mengingat begitu pentingnya olahraga bagi kesehatan. “Dengan berolahraga sirku-
lasi darah akan lancar dan tubuh akan terasa segar sehingga bisa bekerja dengan baik,” tutur Arendra. Kapolres melanjutkan, dengan berolahraga kita bisa menghilangkan kepenatan karena selama ini disibukkan dengan berbagai kegiatan seperti pelaksanaan Operasi Ramadniya yang masih berlangsung. ‘’Jadi, mari pergunakan hari Jumat ini untuk berolahraga,’’ ujarnya. (dwa)
Bali Post/dwa
JALAN SANTAI - Personel Polres Klungkung mengikuti olahraga jalan santai untuk menjaga kesehatan.
BULELENG
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
Alumni 1991 Smansa Singaraja Laksanakan Reuni Perak
PERSAHABATAN alumni SMA Negeri 1 Singaraja angkatan tahun 1991 terjalin kompak sepanjang tahun. Keceriaan ditunjukkan usai para alumni itu mengikuti jalan sehat di seputaran Kota Singaraja. Acara itu dirangkaikan reuni perak (25 tahun). Seluruh alumni tumpah ruah memadati jalanan yang juga dimeriahkan iring-iringan marching band Smansa Singaraja. Ketua panitia reuni perak 25 tahun alumni Smansa Singaraja angkatan tahun 1991, Drh. Ida Bagus Ardana, mengatakan persiapan reuni ini dilakukan sejak tahun lalu. Koordinasi antar-alumni menggunakan media sosial facebook, WA, dan BBM. Pertemuan kopi darat juga sudah beberapa kali guna mematangkan acara ini. “Reuni perak ini untuk mempersatukan alumni tahun 1991. Acara ini dapat mempererat silaturahmi karena hampir 25 tahun kami berpisah dan sekarang bertemu kembali,” ujar Ardana, Jumat (8/7) kemarin. Smansa Singaraja di Bali Utara ini sukses di berbagai tingkat dunia pendidikan di Bali. Prestasi banyak dibukukan dari alumni ini. Khusus di bidang pendidikan, alumni berharap generasi mudanya turut andil meningkatkan kompetisi dan juga kompetensi di masyarakat. “Acara ini membuat adik-adik jadi kenal siapa alumninya. Ini supaya ada gambaran arah ke depannya lebih terbuka. Pelajar idealnya dipaksakan mengambil jurusan yang tidak ngemach dengan kemampuan dirinya. Sesungguhnya sukses bisa dicapai di mana-mana,’’ paparnya. Tamatan Smansa Singaraja saat ini lebih terbuka peluangnya dalam kompetisi dibandingkan alumni tahun 1991. Indikasi ini menunjukkan prestasi Smansa Sin-
garaja terus meningkat. Tantangan ke depan dinilai lebih ketat akibat pengaruh globalisasi. “Karena itu dituntut generasi muda kita mempersiapkan diri lebih baik. Perlu dijadikan bekal tak hanya akademik tapi juga mental menghadapi globalisasi yang ditandai perubahan dinamis ini,” imbuhnya. Ia menambahkan, sumbangsih alumni kepada sekolah perlu ditingkatkan lebihlebih setelah reuni perak ini. “Untuk acara ini, kami selenggarakan jalan sehat, donor darah, hiburan bondres, undian berhadiah. Malam harinya kami buat keakraban berupa hiburan band,” tambahnya. Kepala SMAN 1 Singaraja Putu Eka Wilantara, M.Pd. menuturkan, alumni angkatan 1991 menjadi bagian kekuatan membangun jaringan sekolah. Alumni ini berperan penting meningkatkan perkembangan sekolah di bidang sarana prasarana dan juga moril. “Kegiatan positif ini menjadi bagian kepedulian alumni dan mantan guru yang hadir terhadap Smansa Singaraja. Alumni dapat memberi teladan positif kepada adik-adik pelajar di sini,” ucapnya.
Diungkapkan salah satu alumni Dewa Nyoman Karyawan, keakraban terjaga erat sejak bangku sekolah. Pria asal Desa Pelapuan Busungbiu ini berharap generasi Smansa Singaraja, ke depannya agar lebih intens meningkatkan relasi pertemanan. “Pertemuan ini digagas untuk melepas kangen selama 25 tahun tak bertemu. Alumni tersebar di berbagai kota wilayah. Salut, para guru juga ikut menyemarakkan acara ini,” ungkap Karyawan. Senada dikatakan mantan guru Smansa Singaraja, Drs. I Gusti Bagus Bhaktiyasa. Ia sangat terkesan terhadap alumni 1991 yang menggelar acara ini. Ia sendiri merupakan alumni tahun 1968. Ia sempat bertugas menjadi guru tahun 1982-1988 dan diberi tugas mengajar di SMAN 4 Singaraja. “Setiap tahun, alumni ramai mengunjungi Smansa Singaraja. Para alumni ini sangat aktif berkomunikasi. Saya harap apa pun program yang digagas dan didesain bisa menyatukan alumni ini. Sumbangsih tidak hanya materi tetapi juga pemikiran, visi, dan action memajukan sekolah lebih baik,” tandasnya. (ad258)
REUNI PERAK - Kekompakan alumni tahun 1991 ditunjukkan pada acara reuni perak (25 tahun) di halaman SMAN 1 Singaraja, Jumat (8/7) kemarin.
SOSOK
Penyuluh Narkoba Pedesaan
Peredaran narkoba di Buleleng mendapat perhatian serius aparat kepolisian. Caranya, penyuluh narkoba mulai dibentuk sebagai mediator untuk melakukan pencegahan dini di tingkat remaja. Pembentukan penyuluh melibatkan peran polsek-polsek di sembilan kecamatan. Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si. mengatakan, narkoba dewasa ini sudah menjadi musuh bersama. Karena itu, harus diperangi secara bersama-sama pula. Peredaran narkoba tidak dapat ditoleransi lagi. Alasannya, narkoba merusak generasi muda. Buleleng memiliki jumlah penduduk terbesar di Bali. Ia meminta dengan sangat, agar warga Buleleng jangan mudah terpengaruh narkoba. Menurutnya, peredaran narkoba di masyarakat relatif memprihatinkan. Tangkapan aparat didominasi narkoba jenis sabu-sabu. Tersangka membeli dalam ukuran kecil. Barang itu kerap dikon-
sumsi lebih dari satu orang. Aparat berusaha mengerem salah satunya melalui penyuluhan di tingkat pedesaan. Polisi mulai membentuk penyuluh kelompok kecil. “Orang-orang sebagai penyuluh itu dipilih. Mereka dibentuk untuk diberi pelatihan selama sepekan.
Selanjutnya, mereka terjun memberi penyuluhan di desanya masing-masing,” ujar Kapolres Sukawijaya, Jumat (8/7) kemarin. Selama memberi penyuluhan, pendekatan ala dan gaya masyarakat desa dilakukan kepada warga. Bukan melalui seminar, tetapi pola persuasif. Penyuluh akan member tahu pentingnya masa depan. Caranya, mau tidak mau hindari narkoba sejak dini. “Sasaran antisipasi peredaran narkoba untuk pelajar tingkat SMP dan SMA,” tambahnya. Selain penyuluhan kepada remaja, metode pencegahan dilakukan melalui kuis. Pelajar dilatih menjawab cepat dampak mengonsumsi narkoba. Sat. Res. Narkoba Polres Buleleng mendata tangkapan pelaku narkoba, tahun 2014 sebanyak 27 kasus dan juga 27 tersangka. Tahun 2015, ada 23 kasus 32 tersangka. Sedangkan 2016 hingga Juli 2016 tercatat 33 kasus dengan 36 tersangka. (kmb34)
11
Bertahun-tahun Macet, 114 Koperasi Dibekukan Singaraja (Bali Post) –
Dua tahun terakhir ini, 114 koperasi dibekukan di Buleleng. Izin Badan Hukum (BH) dicabut. Langkah tegas itu diupayakan Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagprin), karena koperasikoperasi itu sudah macet sejak bertahun-tahun. Bahkan, setiap evaluasi koperasi bermasalah ini menyumbangkan data perkembangan koperasi tidak baik.
koperasi baru terbentuk. Bila syaratnya diperberat, maka bisa saja tidak sembarangan kelompok masyarakat membentuk koperasi. Dengan sendirinya kualitasnya akan jauh lebih baik. Dan pasti, tidak ada koperasi bangkrut seumur jagung,’’ jelasnya. Mencegah koperasi baru mendapatkan izin BH masuk sebagai koperasi yang tidak aktif, caranya, Diskopdagprin saat ini sangat selektif menerima permohonan izin BH koperasi baru itu. Apalagi, ada tren membentuk koperasi untuk mendapatkan bantuan pemerintah daerah. Praktik itu mulai marak terjadi. Diskopdagprin harus mengecek semua persyaratan termasuk memas-
tikan kesiapan pengurus, agar mampu menjalankan koperasi dengan baik dan mengikuti ketentuan UU No. 25 tahun 1992 tentang Koperasi. Selain modal setor, syarat lainnya yang wajib dipenuhi adalah jumlah anggota minimal 20 orang, yang mengerti tentang koperasi, memiliki tempat, dan beberapa syarat teknis lainnya. Setelah syarat ini dipenuhi, Diskopdagprin akan melakukan penyuluhan guna memastikan kesiapan pengurus menjalankan koperasi sesuai regulasi yang mengatur. Jika dalam penyuluhan ini pengurus tidak siap melaksanakan prinsip perkoperasian, maka permohonan izin BH tidak diproses lebih lanjut. (kmb38)
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi Perdagangan, dan Perindustrian (Kadiskopdagpri) Ida Bagus Geriastika mengatakan perkembangan koperasi di daerahnya tergolong pesat. Indikasi ini menguatkan kalau koperasi menjadi lembaga yang bisa membangkitkan perekonomian masyarakat. Hanya, di tengah persaingan ketat belakangan ini banyak koperasi tidak mampu mempertahankan usahanya alias bangkrut. Pemicu koperasi itu bangkrut, karena lemahnya manajemen yang seharusnya dikuasai oleh pengurusnya dengan baik. Acap kali, ada masalah di internal koperasi itu sendiri terjadi konflik. Alhasil, usaha koperasi menjadi tidak jelas. “Koperasi yang bermasalah dan sudah dicabut izin BH-nya itu sudah tidak aktif sejak beberapa tahun silam. Dari penelusuran dan kajian yang kita lakukan, sebagian besar pemicunya SDM yang lemah. Selain itu, adanya persoalan internal,” katanya yang disetujui Kabid Bina Lembaga Koperasi Luh Putu Sari Ekayani. Koperasi yang bermasalah itu, kata Geriastika, sempat dibiarkan. Bahkan, ada koperasi menyisakan namanya saja. Siapa pengurus termasuk dokumen lainnya sudah tidak ditemukan. Keberadaan koperasi bermasalah ini tetap tercatat secara permanen. Dampaknya, setiap evaluasi kinerja
koperasi di seluruh Bali, koperasi bermasalah ini kerap kali menyumbangkan persentase pelanggaran undang-undang yang cukup tinggi. Atas kondisi ini, mulai tahun 2015 lalu Diskopdagprin membekukan 23 koperasi. Hal yang sama kemudian dilakukan tahun ini dengan membekukan koperasi sebanyak 91. Jumlahnya dalam dua tahun 114 koperasi telah dibekukan dengan cara izin BH dicabut. Imbas kebijakan ini, kini Buleleng mulai memiliki data koperasi yang riil sebanyak 297. Semuanya termasuk kategori koperasi aktif. Pejabat asal Desa Banjar, yang juga mantan Sekwan itu, mengatakan, pertumbuhan koperasi baru di daerahnya ini tergolong tinggi. Ini dibuktikan beberapa koperasi mengantongi izin BH baru dari pemerintah. Tahun 2015 tercatat 31 koperasi. Bahkan, tahun ini masih ada permohonan izin BH untuk 22 koperasi yang masih belum diterbitkan. Alasannya, menunggu pengesahan Bupati. Tingginya pembentukan koperasi baru ini tidak bisa dihindari. Soalnya. syarat pendiriannya terkesan mudah. Aturannya modal wajib yang disetor Rp 15 juta saja. Ini mengacu Peraturan Pemerintah (PP) No. 9 tahun 1995, besaran modal setor ini dibandingkan situasi ekonomi saat ini nilainya relatif kecil, karena itu mudah dipenuhi. “Syarat mudah itu memicu banyaknya
KOPERASI DIBEKUKAN - Bertahun-tahun macet, Diskopdagprin membekukan 114 koperasi di Buleleng. Caranya izin Badan Hukumnya (BH)-nya dicabut.
Singaraja (Bali Post) Dua anak Sekolah Dasar (SD) di wilayah Desa Kalibukbuk, Buleleng, nekat membuat surat ancaman bom. Tidak pelak, peristiwa tersebut menggegerkan warga penerima surat ancaman bom, di wilayah perumahan Griya Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk itu. Polisi bersama intel mencari tahu siapa pembuat surat ancaman bom itu. Setelah ditelusuri ternyata, surat ancaman bom itu merupakan hasil karya anak kecil yang iseng. Pelaku pembuat surat ancaman bom itu adalah seorang laki-laki dan perempuan. Mereka masih sekolah di SD. Keduanya menulis dan meletakkan surat itu bertepatan pada hari raya Idul Fitri lalu. Mereka bernama LNSU (11), siswi kelas VI SD 4 Kalibukbuk, dan PESR (9), siswa kelas III SD 3 Kalibukbuk. Surat itu bertuliskan ancaman bom. ‘’Awas di rumahmu ada bom. Bom itu akan meledak tiga jam kemudian. Kalian mengerti. Berikan saya uang atau bom meledak’’. Pemilik rumah Hinardi (41), warga perumahan Gria Celuk Buluh, di Mapolsek Kota Singaraja, menuturkan
hal itu dengan ketakutan. Dia mengaku sangat terkejut di rumahnya ada surat ancaman bom itu. “Surat itu membuat saya kaget. Saya sangat waswas dengan kiriman surat itu. Surat selebaran dengan distempel itu, saya temukan di depan gapura rumah,” ujarnya, Jumat (8/7) kemarin. Sejumlah intel dikerahkan untuk mencari siapa gerangan penulis surat ancaman itu. Aparat sangat khawatir akan terjadi ledakan bom bunuh diri, seperti halnya beberapa hari lalu terjadi di Polres Surakarta. Karena itu, Polres pun langsung menetap-
kan siaga satu. “Sekecil apa pun gejolak di lapangan harus segera diantisipasi. Jajaran kami bergerak intensif melakukan pemeriksaaan. Ternyata anak-anak yang membuat surat itu karena iseng saja. Syukur tidak terjadi apa-apa. Peristiwa ini benar-benar menjadi pelajaran orangtua agar mengawasi dengan baik anak-anaknya. Anakanak itu perlu dibina serius,” pinta Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Nyoman Suarnata. Aparat saat ini melakukan mediasi dengan kedua orangtua bersangkutan di Mapolres Buleleng. Mediasi pada pukul
Bali Post/kmb38
Dua Bocah SD Kirim Surat Ancaman Bom
Bali Post/kmb34
ANCAMAN BOM - Isi surat ancaman bom ditulis dua bocah membuat khawatir warga. Peristiwa itu menggegerkan warga di Perumahan Griya Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Buleleng, Jumat (8/7) kemarin.
11.00 wita berjalan lancar. Dua bocah itu adalah tetangga satu kompleks perumahan. Mereka teman sepermainan. Perlu pembinaan dan nasihat diberikan kepada anak itu. “Saya dengar ada selembar surat ancaman. Karena khawatir kami beri tahu polisi. Hal-hal semacam ini kami harap tidak terulang lagi. Ini agar menjadi pelajaran semua pihak ke depannya,” imbuh Kepala Dusun Celuk Buluh, Putu Suardika (33). Permintaan maaf kepada aparat dan masyarakat disampaikan kedua orangtua dari anak pembuat surat ancaman bom itu. Orangtua PESR, Kadek Indrawan (33), menjamin anaknya tidak akan mengulangi hal nyeleneh itu “Saya minta maaf atas perilaku anak saya ini. Saya akan awasi ketat anak saya ini,’’ ucapnya. Hal senada diungkapkan orangtua LNSU, Putu Arta Adnyana (39), berterima kasih kepada aparat kepolisian atas bimbingan yang baik diberikan kepada anaknya. Perilaku iseng itu dibuat anaknya tidak akan diulangi kembali. “Saya minta maaf karena anak saya mengirim surat ancaman itu,’’ tandasnya. (kmb34)
Selamatkan Penyu Lekang
Nelayan Datangkan Ahli Konservasi Penyu
Belakangan ini, nelayan yang tergabung dalam Kelompok Sari Segara Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Buleleng disibukkan dengan aktivitas penyelamatan penyu. Merupakan anugerah, kura-kura itu mulai sering ditemukan bertelur di Pantai Penimbangan ini. Para nelayan sudah tiga kali berturut-turut menemukan sarang telur penyu di sini. Bagaimanakah langkah langkah efektif untuk penyelamatan penyu itu? SAYANG memang, upaya menyelamatkan agar telur penyu itu menetas menjadi tukik belum berhasil secara optimal. Ini terjadi karena warga belum memiliki kemampuan menguasaan teknik penangkaran telur penyu dengan baik. Untungnya, para nelayan Baktiseraga tidak putus asa. Mereka kemudian mendatangkan ahli konservasi penyu dari Yayasan Turtle Conservation Education Center (TCEC) Serangan, Denpasar.
Dari penemuan sarang untuk kali ketiga itu, memaksa para nelayan menyelamatkan 139 butir telur penyu itu yang diketahui berjenis lekang. Telur ini ditemukan 18 Juni 2016 lalu. Dan sekarang tinggal menunggu masa penetasan ratusan telur penyu itu. Telur ini terancam gagal menetas. Soalnya, lokasi sarang penyu itu mudah terendam air laut ketika ombak pasang. Sesungguhnya nelayan sudah berusaha mencari bantuan agar telur itu dapat diselamatkan dengan baik. Akhir pekan lalu, nelayan bersama ahli konservasi penyu dari Yayasan TCEC Serangan, kemudian memindahkan ratusan telur penyu dari sarang aslinya ke sebuah bak penangkaran. Bak penangkaran itu jauh dari tepian pantai. Pemindahan ini dilakukan sangat hati-hati. Tujuannya, agar telur tersebut tidak pecah. Bahkan, di bak penangkaran itu, telur penyu itu dikubur dan disusun seperti pada sarang aslinya. Manajer Yayasan TCEC Serangan Made Sukanta mengatakan, setelah sarang
asli digali, kenyataanya 139 butir telur penyu lekang dalam kondisi baik. Pemindahan ini dilakukan karena lokasi sarangnya itu dekat dengan bibir pantai. Karena itu, telur itu mudah terendam air laut, ketika ombak pasang. Jika dibiarkan, maka dikhawatirkan telur penyu itu busuk dan dipastikan gagal menetas. Untuk membantu penetasan itu, Sukanta kemudian mengajarkan para nelayan di sini cara memindahkan telur penyu untuk dikubur pada sarang buatan yang jaraknya jauh dari tepian laut. Selain itu, nelayan di daerah ini diajarkan mengawasi perkembangan telur hingga batas waktu menetas. Dengan memindahkan ke sarang buatan, pihaknya meyakini dari 139 butir telur penyu yang diketahui jenis penyu lekang itu, sekitar 50 persennya akan bisa menetas menjadi tukik. “Kami bagi ilmu dengan nelayan di sini, bagimana cara memperlakukan telur penyu, termasuk cara memindahkan telur ke sarang buatan. Sarang yang asli dekat laut itu ketika ombak pasang air laut itu sudah
pasti akan membasahi telur. Kalau dibiarkan seperti itu, maka telur ini pasti akan gagal menetas. Cara yang paling aman menyelamatkan telur itu, harus dipindahkan ke sarang buatan. Tekniknya posisi telur itu harus sama pada posisi telur di sarang aslinya,” katanya. Umumnya telur penyu itu kata Sukanta, akan menetas menjadi tukik setelah
berumur antara 45 hingga 50 hari setelah ditemukan. Telur yang dikubur pada sarang buatan ini perlu pengawasan rutin, untuk memastikan kondisi telur di dalam sarang itu. Jika batas waktu sudah lebih dari 45 atau 50 hari, nelayan bisa saja menggali sarang untuk melihat kondisi telur itu. Jika ada telur berwarna kuning kecokelatan, dipastikan telur itu membusuk dan
Bali Post/mud
TELUR PENYU - Nelayan Sari Segara Desa Baktiseraga, Buleleng memindahkan ratusan telur penyu ke bak penangkaran. Pemindahan ini juga dijadikan media untuk belajar tentang teknik penangkaran telur penyu dengan meminta bantuan Yayasan TCEC Serangan.
pasti gagal menetas. Telur yang sudah membusuk ini bisa dipisahkan dengan telur yang masih utuh. Telur itu kembali dikubur sambil memantau perkembangannya. Selain memberikan teknik perawatan telur, Sukanta juga mengajarkan nelayan memperlakukan tukik pada saat menetas. Ketika menetas, disarankan langsung dilepaskan ke habitat aslinya. Jika tidak, bisa saja dilepas beberapa hari kemudian. Dengan catatan para nelayan bisa merawat dan memberikan pakan dengan baik, sehingga tukik itu bisa selamat. “Dari pengalaman kami di Serangan kalau sampai batas waktu telur harusnya sudah menetas, kemudian belum juga ada tanda-tanda menetas, maka sarangnya bisa digali. Jika telur warnanya kuning, itu artinya telur itu sudah busuk dan pasti gagal netas. Sedangkan telur yang masih berwarna putih dibiarkan saja dan kembali dikubur. Biasanya telur menetas tidak sekaligus, tetapi bertahap sesuai susunan telur di dalam sarang,” tegasnya. Koordinator Kelompok Masyarakat Peduli Penyu
Penimbangan Putu Dedy Yastika mengatakan, sejak satu minggu terakhir, sarang penyu yang ditemukan kali ketiga itu, terkena hempasan air laut. Dia khawatir telur itu membusuk, sehingga dia memutuskan meminta bantuan Yayasan TCEC Pulau Serangan, untuk mengajarkan cara memindahkan telur yang benar dan bisa menyelamatkan ratuan telur penyu itu. Untuk membuat sarang buatan ini, dia mengaku mendapat bantuan pihak swasta. Setelah telur itu dipindahkan dan kondisinya masih utuh, Dedy dan rekannya kini tinggal merawat telur di sarang buatannya itu, sampai berhasil menetas selama jangka waktu 50 hari ke depan. “Kami tidak tahu bagaimana cara merawat telur penyu itu yang sejak lima hari ini ombak pasang, hingga sarangnya itu terkena hempasan air laut. Untuk mengatasi hal itu kami minta bantuan Yayasan TECE. Tadi kami sudah diajarkan memindahkan dan merawat telur di sarang buatan itu. Mudahmduahan upaya ini bisa membuahkan hasil untuk menjaga kelestarian penyu di pantai ini,” tegasnya. (mud)
JEMBRANA
12
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
Antisipasi Arus Balik Akhir Pekan, Prediksi Puncak Arus Balik
Negara (Bali Post) – Ratusan ribu orang sebelumnya mudik meninggalkan Bali. Kini, musim arus balik mulai terlihat di Pelabuhan Gilimanuk. Diprediksi, puncak arus balik akan terjadi pada Sabtu (9/7) dan Minggu (10/7). Dari pantauan Jumat (8/7) kemarin, warga yang sebelumnya mudik, kini sudah mulai kembali. Dari data yang dihimpun di ASDP Gilimanuk, tercatat ada peningkatan jumlah pengguna jasa yang masuk ke Bali. Dari perhitungan angka yang masuk Bali pada Rabu (6/7) lalu mencapai 20.042 orang. Untuk roda dua sebanyak 1.092 unit dan roda empat 3.039 unit. Keesokan harinya, jumlah warga yang masuk Bali bertambah. Untuk penumpang menjadi 29.730 orang, roda dua 3.263 unit dan roda empat 3.711. Manajer Usaha ASDP Gilimanuk, Sugeng Purwono, mengatakan untuk H+1 atau Jumat kemarin, arus balik pemudik sudah mulai mengalir. Terkait adanya lonjakan arus balik, pelabuhan tetap melakukan upaya seperti yang dilakukan saat arus mudik lalu. Menurutnya ada 32 kapal yang disiapkan untuk penyeberangan. Sebanyak 20 di antaranya di dermaga MB dan Ponton. Sisanya untuk melayani angkutan di dermaga Landing Craft Machine (LCM). Penambahan trip kapal juga dilakukan dengan mempercepat bongkar muat kapal. Puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada akhir pekan ini. Selain untuk arus balik, di Pelabuhan Gilimanuk juga diprediksi akan dipenuhi kendaraan wisatawan domestik yang akan keluar Bali. (kmb26)
Polres Perkuat Personel di Pelabuhan Gilimanuk Negara (Bali Post) -
Guna mengantisipasi arus balik, jajaran Polres Jembrana meningkatkan pengamanan dan memperkuat personel di Pelabuhan Gilimanuk. Sebab, diprediksi ribuan kendaraan akan masuk dan keluar Bali. Hal ini disampaikan Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo saat rapat koordinasi (rakor) yang digelar di pos terpadu/VIP ASDP Gilimanuk, Jumat (8/7) kemarin. Kapolres Djoko Widodo mengatakan ada 42 ribu kendaraan yang masuk ke Bali saat H-7 hingga H-1 lalu. Kendaraan ini terlihat mulai balik ke Jawa pada H+1. “Kami prediksi arus balik akan membludak pada Sabtu (hari ini) dan Minggu (besok). Sebab, Senin (11/7) depan para pegawai sudah mulai bekerja,” kata mantan Kasubdit Regident Dit. Lantas Polda Bali ini. Begitu juga, kata dia, puncak arus balik pemudik dari Jawa diprediksi pada hari yang sama. Sebab, ada 76.000 sepeda motor dan 72.000 roda empat yang mudik dan akan balik lagi ke Bali. Ini yang akan diantisipasi di pos 2 dan 3 Pelabuhan Gilimanuk. “Personel yang kami libatkan untuk antisipasi arus balik sebanyak 600 orang. Jika kurang, maka
kami akan plot kembali. Kami juga berharap bantuan TNI, Dishub, Satpol PP, Dafduk atau dari Pemkab Jembrana untuk membantu. Jangan sampai nanti di pos 2 dan 3 sudah lancar, namun di pos KTP yang krodit,” harapnya. Selama arus balik ini, diharapkan tidak ada penumpukan kendaraan setelah kapal bongkar muat dan saat pemeriksaan. Untuk pengamanan, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap orang, barang dan kendaraan dengan menggunakan metal detector. Bahkan, mobil X-ray dan dua anjing pelacak dari unit K-9 Polda Bali juga dilibatkan di pos 2 untuk antisipasi masuknya barang-barang terlarang seperti bahan peledak dan narkotika. Untuk antisipasi jalur tikus, Kapolres Djoko Widodo menerang-
Bali Post/kmb
PERIKSA KENDARAAN - Sejumlah anggota kepolisian dari Polres Jembrana saat melakukan pemeriksaan terhadap pengendara mobil di Pos 2 Gilimanuk, Jumat (8/7) kemarin. kan ada 30 titik yang perlu diwaspadai. Pihaknya sudah meminta anggota Babinkamtibmas untuk melakukan pengawasan dengan sistem sambang pesisir. Jika ada yang dicurigai agar segera dilapor-
Pascakasus Pungli
hari normal jumlah petugas jaga di pos pemeriksaan KTP Gilimanuk mencapai 17 orang dengan komposisi 4 personel dari Dinas Dafdukcapil, 6 personel dari Satpol PP, 4 personel dari TNI, 1 personel dari Polri dan 1 personel dari Dinas Perhubungan. Untuk antisipasi arus b a l i k p e m u d i k i ni , ka t a Wiaspada, pihaknya akan menambah dua petugas dari Dafdukcapil. “Mungkin juga nanti ada penambahan dari Satpol PP dan instansi terkait lainnya,” jelasnya. Menurutnya, selama berlangsungnya arus balik, pihaknya sudah memulangkan seorang penduduk pendatang (duktang) yang diragukan keaslian identitas dirinya. Pasalnya, ketika diinterogasi petugas, duktang ini terlihat tak hafal dengan nama, alamat, tanggal lahir dan pekerjaan yang tertera di KTP. Di KTP-nya bernama Helmi (20) asal Jember, Jawa Timur. “Sudah kami pulangkan,” imbuhnya. (kmb)
Bali Post/kmb
PERIKSA KTP - Kadisdafdukcapil Jembrana, Ketut Wiaspada, tampak ikut turun tangan memeriksa KTP pendatang di Pos KTP Gilimanuk.
akan berkoordinasi dengan Kadis Dafduk Capil dan Kasatpol PP. Dengan demikian, ditentukan langlah-langkah apa yang akan dilakukan. Personel juga akan ditambah. (kmb)
Usaha Pengolahan Sampah Menjamur
Kadisdafdukcapil Ikut Periksa KTP Pendatang Negara (Bali Post) Berkaca dari kasus pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum Satpol PP Jembrana beberapa waktu lalu, membuat Kepala Dinas Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil (Kadisdafdukcapil) Jembrana, Ketut Wiaspada berhati-hati. Ia pun rutin turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan di Pos KTP Gilimanuk. Bahkan, ia juga ikut memeriksa KTP para pendatang. Wiaspada mengatakan dirinya merasa bertanggung jawab penuh jika terjadi sesuatu di pos pemeriksaan KTP Gilimanuk. Sebagai Kadisdafdukcapil, tentunya ia merupakan leading sector di pos tersebut. Dengan demikian, ia me-warning atau mengingatkan petugas di pos tersebut supaya tidak melakukan tindakan yang melanggar, misalnya pungli. Selain itu, Wiaspada mengatakan pihaknya juga akan menambah personel di pos pemeriksaan KTP, sehingga tidak krodit pada arus balik. Tak hanya itu, pada
kan ke kantor polisi terdekat. Sementara, Kepala Kantor Kesbangpol IGN Dharma Putra mengatakan untuk mengantisipasi pendatang yang tidak membawa identitas lengkap, maka pihaknya
Koran Bekas Disulap Jadi ”Bokor” dan ”Sokasi”
Bali Post/olo
DIPUGAR - Pura Niti Praja yang nantinya akan dipugar dan diperluas mengikuti konsep Tri Mandala.
Pemugaran Pura Niti Praja Telan Dana Rp 1,4 Miliar Negara (Bali Post) Pura Niti Praja yang berada di sisi timur Kantor Bupati Jembrana, kini dalam proses pemugaran. Sesuai rencana, pura tersebut akan diperluas mengikuti konsep Tri Mandala yakni utama, madya dan nista. Pengerjaan itu akan berlangsung selama 150 hari dengan anggaran senilai Rp 1,4 miliar lebih, terhitung mulai 14 Juni 2016. Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Kabag Ekbang), I Gede Mangku Kusumayuda, mengatakan pemugaran pura di areal Pemkab Jembrana ini menyesuaikan dengan konsep Tri Mandala. ”Saat ini kita kembali ke konsep awal. Ada utama mandala, madya dan nista mandala. Jika dilihat lokasinya, ini cukup luas dan sepatutnya kita kembalikan ke konsep awal tadi,” terangnya. Kusumayuda juga me-
negaskan bila pemugaran Pura Niti Praja telah rampung, pamedek, khususnya para PNS Pemkab Jembrana akan mendapatkan nuansa yang lain. Sebab, areal pura akan lebih luas. Terkait pemugaran, kata Kusumayuda, Pura Niti Praja akan dilengkapi tembok panyengker, termasuk Bale Kulkul, Gelung kori dan Candi Bentar. Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan bangunan palinggih dibuat seimbang dengan luas area yang ada. Artinya, sesuaikan antara tinggi dan besarnya. Selain itu ukuran atau sukat yang sudah diberikan agar digunakan dengan baik. “Saya minta terus diawasi pengerjaanya. Kalau ada yang salah bongkar saja, jangan ada istilah sudah kadung dipasang,“ tegas Artha sambil mengingatkan bahwa ini akan menjadi bukti sejarah. (kmb26)
USAHA memilah sampah (barang rongsokan) cukup memiliki andil dalam pengolahan sampah organik dan anorganik. Sayangnya, aktivitas ini dipandang sebelah mata. Padahal barang yang mereka pilah dapat diolah menjadi barang berguna dan bernilai. Seperti yang dilakoni Komunitas Jalak Bali (KJB). Komunitas yang dirintis Made Suarnayasa ini memanfaatkan koran bekas menjadi kerajinan yang bernilai. Koran bekas yang sudah tidak terpakai atau sekadar menjadi bungkus makanan, ia gunakan menjadi bahan kerajinan seperti bokor dan sokasi. “Kertas koran itu dipilin kecil-kecil menjadi bahan pengganti rotan atau kayu,” kata Suarnayasa asal Baluk ini. Hasilnya, tidak kalah dengan
hasil kerajinan yang bahannya dari kayu. Bahkan, hampir mirip seperti kayu. Sejak setahun belakangan ini, komunitas ini mendapat banyak orderan. “Hasilnya lumayan, kami juga memberikan pelatihan gratis. Termasuk pengelolaan sampah sederhana menjadi pupuk cair organik,” ujar Suarnayasa. Tak hanya koran yang dimanfaatkan, drum bekas juga diolah menjadi alat sederhana pengolahan sampah organik. Tak hanya Suarnayasa yang melakoni usaha untuk mengolah sampah. Hasan Bwz di Dusun Munduk, Desa Pegambengan juga menekuni usaha yang sama. Akan tetapi, Hasan melayani jual-beli barang bekas (rongsokan) hasil pilahan dari sampah. Usahanya ini diakui dirintis dari nol. Kini usahanya
mulai sedikit meningkat dan barang-barang itu sudah dipajang dan dijual. Dalam usahanya ini, Hasan menerima atau membeli barang bekas dari plastik, besi bahkan sepeda motor segala merek yang dalam kondisi tidak layak pakai. Tetapi, baginya barang-barang tersebut menjadi bernilai. Dalam melakukan pembelian khususnya sepeda motor, Hasan tetap melakukan pengecekan kondisi termasuk surat-surat kendaraan bermotor. Hal itu dilakukan untuk menghindari barang hasil kejahatan yang dijual di tempat usahanya. “Kami tetap bekerja sama dengan polisi, khususnya Polres Jembrana apabila menemukan barang yang mencurigakan,” katanya belum lama ini. (olo)
Bali Post/olo
PENGOLAHAN SAMPAH - Salah satu tempat usaha pengolahan sampah di Negara. Barang-barang yang sudah tak layak dipakai dan dibuang, mereka mengolahnya kembali menjadi barang yang siap dijual.
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
KARANGASEM
13
Produksi Lokal Terbatas
Pisang dari Flores Banjiri Karangasem
Amlapura (Bali Post) – Produksi pisang petani lokal Karangasem sangat terbatas. Produksi petani lokal tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama pada saat hari raya maupun pujawali di berbagai pura di Karangasem. Guna memenuhi kebutuhan tersebut, para pedagang masih mengandalkan pasokan pisang dari luar Bali seperti Pulau Lombok dan Flores. Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, Jumat (8/7) kemarin, pisang yang merupakan produksi petani Flores membanjiri pasaran Karangasem. Sejumlah pedagang pengepul buah pisang di Pasar Karangsokong, Subagan mengatakan, pisang yang merupakan hasil petani lokal Bali sangat sedikit. Bahkan, petani sering kali tidak menjual buah pisangnya dan hanya dipakai untuk keperluan sendiri. Ida Bagus Made Ardika, salah seorang pedagang pisang di Pasar Karangsokong Subagan mengatakan, pisang yang dijualnya didatangkan dari Lombok dan Flores. Menurut pria asal Geria Kecicang ini, pihaknya khusus menerima pasokan pisang saba dari Flores. Pisang itu didatangkan langsung dari Flores ke Karangasem setelah melalui tiga pelabuhan laut. ”Seminggu bisa datang satu truk pisang dari Flores,” katanya. Menurut Ardika, pisang produksi Flores sebenarnya sejak lama membanjiri pasaran di Bali. Biasanya, pisang produksi Flores itu diturunkan di Pasar Batu Kandik, Denpasar untuk selanjutnya didistribusikan ke daerah lain termasuk Karangasem. “Saya khusus mengepul dan menjual pisang saba. Pisang jenis ini sangat bagus untuk pisang goreng atau produk olahan pisang lainnya,” katanya dan menambahkan, pisang saba per tandan dijual Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu, tergantung dari besar dan kecilnya buah serta banyak dan sedikitnya isi buah per sisir. Sementara itu, pedagang pisang lainnya di Pasar Karangsokong mengaku mendapat pasokan berbagai jenis pisang dari Lombok. (013)
Bali Post/kmb31
PATROLI - Kasat Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama (kanan) saat memimpin patroli di Pantai Jemeluk, Jumat (8/7) kemarin.
Wisatawan Membeludak, Polair Pantau Jemeluk
Bali Post/031
PISANG - Pisang asal Flores membanjiri pasar di Karangasem. Sampai saat ini, produksi pisang lokal sangat terbatas.
Warga Minta Jalan Jebol di Kalangsari Diperbaiki
Amlapura (Bali Post) – Warga meminta badan jalan yang jebol sudah cukup lama di Banjar Kalangsari Desa Datah, Karangasem, secepatnya diperbaiki. Pasalnya, badan jalan yang jebol sangat membahayakan terutama bagi pengendara sepeda motor pada malam hari. Anggota DPRD Karangasem I Gede Dana mengatakan, pihaknya sudah menerima aspirasi warga soal jalan rusak tersebut. Wakil rakyat asal Desa Datah ini menegaskan, jalan di Kalangsari itu cukup penting. Jalan itu menghubungkan sejumlah wilayah serta banjar, yakni dari Banjar Kalangnyar ke Kalangsari, Banjar Juwuk, Banjar Wates dan Kedampal. Warga dari berbagai wilayah seperti Aas, Nyelukid, Bekul dan sekitarnya juga melalui jalan itu. “Kami berharap Dinas PU Karangasem lebih cepat memperbaiki jalan yang rusak karena jebol itu. Saya kira itu jalan milik kabupaten karena akses jalan menghubungkan sejumlah banjar bahkan jalan lingkar ke Kedampal dan tembus ke Muntig, Desa Tulamben,” kata Dana Jumat (8/7) kemarin. Badan jalan yang jebol akibat banjir saat hujan lebat beberapa bulan lalu itu, lubangnya lumayan lebar. Jebolan sedalam satu meter dengan lebar sekitar empat meter. Selain di Kalangsari, di Belatung juga ada juga badan jalan yang jebol akibat digerus banjir. Jika kerusakan badan jalan seperti itu dibiarkan terus, Dana mengkhawatirkan selain membahayakan pengendara juga kerusakannya akan makin parah. Ditambahkan, di Karangasem masih banyak badan jalan yang rusak seperti yang sudah sering dikeluhkan warga, yakni jalan lingkar di belakang Kantor Bupati Karangasem. Gede Dana mengatakan, kondisi prasarana umum seperti jalan raya berhubungan dengan upaya percepatan kesejahteraan rakyat karena sebagai akses lalu lintas pengangkutan hasil pertanian dan peternakan. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas PU Karangasem Ir. Nyoman Sutirtayasa mengatakan, pihaknya memerhatikan masukan masyarakat termasuk pihak legislatif terkait kondisi badan jalan di seluruh Karangasem. Menurutnya, petugas di Dinas PU yang dipimpinya jumlahnya terbatas, sehingga tak bakal mampu memantau keberadaan badan jalan di seluruh Karangasem. Nantinya, jalan kabupaten, pemeliharaan dan perbaikannya lewat APBD Kabupaten. Sementara jalan desa, nantinya mekanismenya sudah ada, diharapkan dianggarkan pihak desa melalui APBDes-nya masing-masing. (013)
Amlapura (Bali Post) Libur panjang Idul Fitri membuat sejumlah objek wisata di Karangasem dipadati wisatawan, Jumat (8/7) kemarin. Salah satunya, di objek wisata Jemeluk, Desa Purwakerti Kecamatan Abang yang dikenal dengan keindahan alam bawah lautnya. Guna memastikan situasi aman di lokasi, Sat. Polair Polres Karangasem secara khusus melakukan pengamanan dari pesisir pantai hingga ke tengah laut. Kasat Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama mengatakan, patroli di Jemeluk dan sekitarnya perlu dilakukan, mengingat banyak
wisatawan asing yang berlibur ke tempat ini. Peningkatan kunjungan wisatawan sudah terjadi sejak awal pekan lalu. Kebetulan cuaca di sekitar pantai dan alam bawah lautnya cukup bagus. “Banyak wisatawan asing yang snorkeling dan diving di tempat ini. Kebetulan cuaca cukup bagus. Jadi, kami lakukan patroli saja,” kata Wartama. Selain patroli, Sat. Polair juga mengedukasi warga sekitar tentang bahaya cuaca buruk saat melaut. Petugas memperingatkan para nelayan dan para pelaku pariwisata agar tidak memaksakan diri, bila menghadapi situasi cuaca buruk.
Wartama menegaskan, keselamatan harus diutamakan. Nelayan dan kalangan pelaku pariwiasta cukup paham betul terhadap situasi perairan Jemeluk. Sehingga, tak terlalu sulit bagi polisi menyakinkan warga sekitar akan bahaya ketika terjadi cuaca buruk. Sebagaimana instruksi Kapolres Karangasem, patroli akan terus dilakukan di wilayah pesisir Karangasem. Khususnya, lokasi yang ramai dengan aktivitas kunjungan wisatawan dan nelayan. Polisi sudah turun ke garis-garis pantai wilayah Karangasem sejak dua pekan lalu, ketika cuaca buruk melanda
Karangasem. Meski terpantau padat, namun aktivitas wisata di Jemeluk dan sekitarnya cukup lancar. Objek wisata ini menjadi favorit kalangan wisatawan yang hobi dengan pariwisata tirta seperti berenang, snorkeling atau diving. Yang menjadi daya tarik di daerah Jemeluk dan Amed adalah keindahan bawah lautnya. Airnya juga sangat jernih dan tenang dengan hamparan batu karang yang begitu menawan sehingga banyak sekali ragam jenis ikan laut tropis yang hidup di sini. Tapi, ikan yang ada di Pantai Jemeluk tidak boleh ditangkap karena sudah disepakati tak boleh menangkap
ikan di sana. Amandana, salah satu pengunjung dari Renon, Denpasar mengatakan, untuk biaya penyewaan alat snorkeling dan life jacket, disewakan mulai harga Rp 30.000 - Rp 40.000. Harganya juga bisa ditawar, apalagi bila pengunjung diketahui sebagai masyarakat Bali. Sebelum melakukan snorkeling, agen jasa penyewa snorkeling memberi peringatan agar tidak terlalu jauh melihat alam bawah laut sampai ke tengah. Ada tanda khusus berupa tali yang diikat oleh drum sehingga wisatawan tahu batas wilayah aman yang boleh disinggahi. (kmb31)
Sat. Reskrim Dalami Kasus Penggelapan Bantuan di Baturinggit Amlapura (Bali Post) -
Kasus penggelapan dana bantuan provinsi di Desa Pakraman Baturinggit, Kecamatan Kubu, kini menggelinding ke Mapolres Karangasem. Setelah kasusnya dilaporkan, kini kasus yang terjadi sejak tahun 2013 sampai 2015 ini didalami Sat. Rekrim Polres Karangasem. Sejumlah pihak terkait sudah dipanggil dan dimintai keterangan. Namun, pihak kepolisian belum menentukan, siapa yang akan bertanggung jawab terhadap kasus yang menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah ini. Ditemui belum lama ini, Kasat Rekrim Polres Karangasem AKP Noor Maghantara mengatakan, pihaknya sudah mengantongi data Tim Sembilan yang dibentuk desa setempat, untuk menggali informasi penggunaan dana bantuan provinsi ini dan dana bantuan dari sumber pihak ketiga. Namun, data ini harus diverifikasi lagi untuk meyakinkan kebenarannya. Petugas
kepolisian dari Sat. Rekrim Polres Karangasem sudah turun ke Desa Baturinggit untuk mengecek data itu. Bahkan, para prajuru yang disebut-sebut harus bertanggung jawab dalam penyalahgunaan dana bantuan ini sudah dipanggil ke Mapolres Karangasem untuk dimintai keterangan, termasuk Tim Sembilan yang membawa kasus ini ke pihak kepolisian. Sayangnya, Noor enggan
menjelaskan keterangan apa saja yang diperoleh dari hasil pemeriksaan mereka. Dia hanya menegaskan, dari hasil pemeriksaan mereka, dia belum bisa memastikan apakah ini tergolong kasus penggelapan atau kasus lain. Sejauh ini, pihaknya belum menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka. Pihak kepolisian masih mendalami perbuatan melawan hukumnya dalam kasus ini. “Bendesanya saat kami mintai keterangan mengakui kalau dana bantuan itu dialihkan untuk kegiatan adat,” katanya. Sebelumnya, warga Desa Pakraman Baturinggit melaporkan prajuru desa setempat ke Mapolres Karangasem. Laporan warga menyusul adanya dugaan penggelapan dana Bantuan Keuangan
Provinsi sejak tahun 2013 sampai 2015. Jumlahnya cukup fantastis, mencapai ratusan juta rupiah. Salah satu tokoh masyarakat setempat, I Putu Gede Telantik, mengatakan, terungkapnya persoalan ini bermula ketika desa setempat membentuk tim investigasi atau tim sembilan. Tim ini dibentuk untuk mengetahui persis dana bantuan LPD, CBD maupun pihak ketiga, khususnya usaha jasa diving di desa setempat. Tapi, setelah tim bekerja dengan mengecek sejumlah dokumen sejak tahun 2012, tim ini menemukan ada yang tidak beres pada penggunaan Bantuan Keuangan Provinsi tahun 2013, 2014, dan tahun 2015. Tahun 2013, jumlah bantuan keuangan Rp 150 juta. Dana sebesar itu se-
harusnya diperuntukkan bagi pembangunan bale piasan, tempat parkir dan pasraman. Tapi, tempat parkirnya tidak dikerjakan. Tahun 2014 lebih parah lagi. Telantik mengatakan, Bantuan Keuangan Provinsi sebesar Rp 100 juta tidak ada realisasinya di lapangan. Begitu juga dengan bantuan keuangan serupa Rp 200 juta tahun 2015. Hasil temuan ini, menurutnya, menunjukkan ada yang tidak beres dengan prajuru. Bendesa Baturinggit Ketut Sensus menolak banyak berkomentar perihal masalah penyalahgunaan bantuan keuangan provinsi ini. Dia hanya memastikan siap menjelaskan duduk persoalan sebenarnya kepada kepolisian. Menurutnya, laporan itu belum tentu benar. (kmb31)
Rafting Telaga Waja Terancam Bangkrut
Bupati Mas Sumatri Pimpin Pejabat Berwisata Rafting
Bali Post/013
JEBOL - Badan jalan yang jebol di wilayah Kalangsari. Warga meminta pemerintah daerah secepatnya memperbaiki jalan tersebut karena sangat membahayakan para pemakai jalan.
GUNA meningkatkan animo wisatawan berkunjung ke Karangasem, khususnya berwisata rafting di Sungai Telaga Waja, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri memimpin pejabat menjajal rafting alur sungai Telaga Waja. Kegiatan ini diselenggarakan di objek wisata rafting Telaga Waja, Jumat (8/7) kemarin. Kegiatan menelusuri ceruk dan keindahan bertualang di sungai diapit tebing itu dipimpin langsung Bupati Mas Sumatri. Bupati didampingi Wabup I Wayan Artha Dipa, diikuti Sekda Gde Adnya Mulyadi, Kadiskes IGM Tirtayana, Kadisbudpar I Wayan Purna, dan para Kepala SKPD lainnya. Rombongan berwisata rafting pejabat Pemkab
Karangasem ini berjumlah 85 orang. Mereka refreshing menumpangi 22 boat. Start di Telaga Dewata Rafting Desa Rendang. Aliran Sungai Telaga Waja sepanjang 14 kilometer dijajal dan finish di Desa Tangkup, perbatasan Karangasem dengan Kabupaten Klungkung. Waktu tempuh mereka 2,5 jam. Bupati Mas Sumatri mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan guna menarik minat wisatawan rafting berkunjung ke Karangasem, khususnya di Telaga Waja. Tujuan serupa juga diungkapkan Wakil Bupati Artha Dipa. Di samping menarik wisatawan dan memperkenalkan wisata petualangan itu kepada masyarakat luas, kegiatan ini
juga sebagai ajang refreshing bagi jajaran pimpinan SKPD agar nantinya lebih fresh (segar) dalam melaksanakan tugas yang cukup berat usai liburan panjang. Sementara itu, pemilik Telaga Dewata Rafting (TDR) I Wayan Sami yang juga Ketua Organisasi Rafting Kawasan Telaga Waja menyampaikan, saat ini ada sebelas usaha rafting yang sedang berjalan di alur sungai itu. Karena kunjungan wisatawan rafting saat ini agak sepi, maka terjadi rebutan wisatawan. Persaingan merebut wisatawan berujung kepada perang tarif. Saat ini, tarif berkisar Rp 175 ribu – Rp 200 ribu per orang, sehingga penghasilan operator sangat sedikit. “Kami di
sini (TDR -red) masih kesulitan membayar gaji karyawan yang berjumlah 40 orang,
sehingga perusahaan kami terancam bangkrut,” ujarnya. (ad169)
RAFTING - Bupati Karangasem Mas Sumatri memimpin rombongan pejabat berwisata rafting. Kegiatan itu untuk menarik wisatawan berwisata rafting di Telaga Waja.
TABANAN
14 Diduga Korsleting
Rumah Terbakar
Tabanan (Bali Post) -
Kebakaran terjadi di Kecamatan Baturiti, Jumat (8/7) kemarin tepatnya di Banjar Tundak, Desa Mekarsari. Rumah milik I Wayan Wibawa (24) terbakar beserta sejumlah barang berharga lainnya seperti perhiasan dan uang tunai. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 70 juta. Dari informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi pukul 10.45 Wita. Saat itu pemilik rumah tengah pergi di rumah tetangganya yang akan menggelar upacara pacaruan. Di tengah kesibukan tersebut, tibatiba terdengar suara kentongan yang dibunyikan oleh I Made Sangri, bendesa adat setempat. Korban bersama sejumlah warga berhamburan untuk mengetahui apa yang terjadi. Wibawa kaget setelah mendapatkan informasi bahwa rumahnyalah terbakar. Dibantu sejumlah warga, ia berusaha memadamkan api yang terus membesar dengan alat seadanya, sembari
menunggu petugas pemadam kebakaran datang. Upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil karena semakin membesar hingga membakar rumahnya yang berukuran 9 x 6 meter. Sejumlah uang tunai serta perhiasan berupa gelang dan cincin seharga Rp 15 juta juga ludes terbakar. “Uang dan perhiasan ikut terbakar. Entah berapa kerugian yang saya alami,” ujarnya. Wibawa merasa bersyukur dalam insiden kebakaran ini tidak ada korban jiwa. Padahal saat kejadian ibu korban Ni Ketut Kirani (48) sedang ada di rumah.
INTERIOR
Kepala UPT Damkar Tabanan I Ketut Suardi menerjunkan dua unit damkar ke lokasi kejadian. Sayangnya, karena lokasi berada sejauh 40 kilometer dari Kantor UPK Damkar, petugas baru bisa memadamkan api setelah 30 menit. “Beruntung masyarakat turut membantu memadamkan api dengan alat seadanya hingga api tidak merembet ke sebelah,” katanya. Kapolsek Baturiti AKP I Gede Made Surya Atmaja menduga kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik (korsleting). Ini dikuatkan kabel televisi di salah satu kamar selama enam bulan tidak pernah dicabut. Kepulan asap pada atap rumah korban pertama kali dilihat oleh sejumlah warga yang kemudian berusaha memadamkan api dengan alat manual. “Korban menerima sebagai musibah dan menolak didatangkan tim labfor,” ungkapnya. (kmb28)
CULINARY
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
Warung Global
PDAM Harusnya Gunakan Air Sisa Petani
AIR adalah kebutuhan yang paling penting. Setiap orang memerlukan air untuk dikonsumsi dan mengairi sawah petani. PDAM mengolah air untuk masyarakat, petani membutuhkan air untuk mengairi sawah yang hasilnya nanti juga untuk masyarakat banyak. Gung Derah di Denpasar menyampaikan ini dalam acara Warung Global dengan topik ‘’PDAM Diminta Menyisakan Air untuk Petani’’ di Radio Global FM 96,5 Bali yang dipancarluaskan Singaraja FM, Swara Negara FM, SWiB Amlapura FM, dan Genta FM, Jumat (8/7) kemarin. Derah berharap pembagian air dilakukan secara adil dan tidak saling menyalahkan satu sama lain. Perusahaan pasti ingin mencari untung, tetapi jangan terlalu banyak sehingga yang lain (petani) juga mendapat air. Fera di Tabanan minta persoalan ini diselesaikan dengan baik karena keduanya sama-sama penting. Setiap tahun selalu ada berita soal rebutan air. Seperti dikatakan Santa di Gianyar bahwa di wilayahnya pernah terjadi keributan gara-gara rebutan mata air antara petani dan PDAM. PDAM mesti mengalah dengan mencari mata air di hilir, misalnya dengan memanfaatkan air laut sebagai air yang layak dikonsumsi dengan teknologi canggih. Ide ini dinilai cukup baik oleh Arya di Denpasar. Petani dan PDAM harus
sama-sama berinovasi dan kreatif. Jika tidak ada air atau hujan, petani mungkin bisa menanam palawija. PDAM cukup mengelola air di hilir sehingga tidak rebutan lagi dengan petani. Nyoman Mastra di Gianyar menyarankan agar air dimanfaatkan bersama-sama, jangan sampai ada pihak yang dirugikan. Jika dilihat dari sejarahnya, petani dengan sistem irigasi subaknya lebih dulu ada dibandingkan PDAM yang merupakan perusahaan yang mengolah air menjadi air minum. Jadi, PDAM yang mestinya mengalah. Mengingat teknologi sudah canggih, PDAM hendaknya mencari mata air baru untuk diolah menjadi air layak minum. Selama ini, lanjut Gede Biasa di Denpasar dan Ayu di Petang, sawah
TOUR
HEALTHY
BEAUTY
CULINARY
ACCESSORIES
milik petani mati lantaran airnya banyak dijual agar mendapatkan untung banyak. Yang benar adalah PDAM yang harusnya menggunakan air sisa dari sawah petani, bukan petani mendapat air sisa dari PDAM. Ketut Dawi di Abiansemal dan Aji Raka di Bangli menilai petani hanya bisa bekerja musiman. Kalau musim hujan mungkin bisa menanam padi, jika tidak ada hujan cukup menanam palawija. Sepertinya di mana-mana akan kesulitan mata air. Menurut Widya di Mengwitani dan Lingling di Tangeb, Pemkab Badung selama ini memanfaatkan air di hilir dan membuat bendungan di dekatnya sehingga tidak sampai berebut dengan petani. Kabupaten lain mestinya juga begitu. Petani memanfaatkan air yang ada di hulu, sedangkan PDAM dengan teknologi canggih memanfaatkan air yang ada di hilir. Biar sama-sama jalan dan tidak saling berebut, Wayan Gubar di Klungkung menyampaikan usulan yang sama seperti pengopini sebelumnya. Petani mengambil air di hulu, sedangkan PDAM di hilir. (sikha)
ACCESSORIES
15
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
Clattenburg Pimpin Laga Final Paris Wasit asal Inggris Mark Clattenburg ditunjuk sebagai pemimpin pertandingan final Piala Eropa 2016. Duel puncak di Stade de France, Saint Denis, Senin (11/7) mendatang itu mempertemukan tuan rumah Prancis vs Portugal. UEFA, dalam pengumumannya, Jumat (8/7) kemarin menyebutkan wasit Inggris itu memiliki pengalaman yang cukup dalam memimpin laga-laga penting. Sebelumnya pria 41 tahun itu menjadi wasit final Liga Champions, Mei lalu yang dimenangkan Real Madrid atas saudara sekotanya, Atletico Madrid. Clattenburg mengikuti jejak Pedro Proenca dari Portugal pada 2012 dengan memimin final Liga Champions dan Piala Eropa pada tahun yang sama. Clattenburg juga memimpin final Piala FA, Mei lalu, saat Manchester United mengalahkan Crystal Palace. Tapi pelatih Palace Alan Pardew mengeluhkan kepemimpinan Clattenburg yang dianggap tidak tepat dua keputusannya di final itu. Bagi Clattenburg sendiri, pertandingan Senin mendatang menjadi penampilan keempat di Piala Eropa ini. Sebelumnya ia memimpin laga Belgia vs Italia, Rep. Ceko vs Kroasia dan Swiss vs Polandia. Tetapi saat laga Islandia vs Austria, ia bertindak sebagai ofisial keempat. (kmb39/afp)
Bali Post/afp
SALAM - Pemain timnas Prancis memberikan salam kepada para pendukungnya di Stade Velodrome, Marseille, Jumat (8/7) kemarin, usai mengalahkan Jerman. Prancis menirukan gaya pendukung Islandia dengan mengangkat tangan dan bertepuk di atas kepala.
Bali Post/ap
Penyerang Polandia Arkadiusz ‘’Arek’’ Milik.
Ajax Tanpa Milik di Kualifikasi Liga Champions
Amsterdam Klub Liga Belanda Ajax Amsterdam tanpa diperkuat penyerang utamanya, Arek Milik, pada pertandingan babak kualifikasi Liga Champions akhir bulan ini. Penyerang timnas Polandia itu kini masih menjalani istirahat pra-musim. Ujung tombak berujia 22 tahun itu masih menjalani istirahat pra-musim saat klub empat juara Eropa memainkan putaran kertiga Liga Champions 23 Juli mendatang. “Sebelumnya ada kesepakatan bahwa dia akan masuk masa istirahat setelah akhir pertandingan Polandia di Piala Eropa,” jelas pelatih baru Ajax Peter Bosz di website ajax.nl. “Dia benar-benar memerlukan istirahat itu dan kami harus menaati kesepakatan itu. Dia mengalami cedera dan memerlukan istirahat tiga pekan setelah itu,” tambahnya. Milik, ujung tombak timnas Polandia di Piala Eropa bersama Robert Lewandowski. Polandia terhenti langkahnya di babak perempatfinal setelah kalah adu tembakan penalti melawan Portugal. (kmb39/afp)
“Viking Clap” dan “Hotline Bling” di Stade Velodrome Paris -
Tidak kurang 19 juta warga Prancis menyaksikan Antonie Griezmann menggelontorkan dua gol ke gawang Jerman di semifinal Piala Eropa, Jumat (8/7) kemarin lewat televisi. Sementara di dalam stadion keriuhan pendukung Les Bleus menyaksikan selebrasi Griezmann dengan ‘’Viking Clap’’. Pertandingan di Stade Velodrome, Marseille itu disiarkan secara langsung oleh jaringan televisi TF1 dan disaksikan 19,2 juta atau 68 persen penonton, laporan lembaga pemantau siaran televisi Mediametrie. Kemenangan Prancis 2-0 atas juara dunia Jerman itu menarik minat publik dan angka ini menempati peringkat ke-8 tontonan tertinggi televisi Prancis sejak 1989 Sementara di Jerman tak kurang 30 juta warga menyaksikan semifinal itu. Pertandingan tersebut menyedot 80 persen perhatian penonton dan menempati peringkat keempat dalam peringkat pertandingan sepak bola terlaris. Angka tersebut masih kalah dengan pertandingan final Piala Dunia 2014 saat Jerman mengalahkan Argentina yang ditonton 34 juta orang. Selebrasi Griezmann Gaya selebrasi Griezmann usai mencetak dua gol ke gawang Jerman banyak diunggah di internet. Penyerang Atletico Madrid itu tidak berteriak meluapkan kegembiraannya namun hanya dengan menggerakkan tangan dan badan untuk merayakan golnya. Ia menirukan tarian yang biasa diperagakan oleh penyanyi Rap Kanada Drake dalam lagu berjudul ‘’Hotline Bling’’. Sele-
Kiper Arsenal Peter Cech.
brasi serupa juga dilakukan bila ia menciptakan gol di La Liga Spanyol di mana musim lalu ia menghasilkan 22 gol. Griezmann yang telah menghasilkan enam gol di turnamen ini, lupa melakukan selebrasi saat menjebol gawang Albania di laga sebelumnya dan juga Irlandia pada gol pertamanya. Namun saat mencetak gol kedua, ia teringat dan beraksi ala Drake. ‘’Tarian itu dari video milik Drake pada lagu ‘Hotline Bling’,’’ kata Griezmann saat ditanya wartawan tentang selebrasinya. ‘’Saya sering melakukan ini saat mencetak gol untuk Atletico. Tapi saat mencetak gol ke gawang Albania, saya terlalu senang hingga lupa menari.’’ Griezmann kini potensial merebut trofi Golden Boot turnamen ini dengan koleksi 6 gol. Rivalnya kini menyisakan Olivier Giroud, Dimitri Payet (Prancis) serta Cristiano Ronaldo dan Nani yang masing-masing menghasilkan tiga gol. Tidak hanya tarian ‘’Hotline Bling’’ yang menghiasi malam kemenangan Prancis atas Jerman. ‘’Viking Clap’’ juga dilakukan pemain dan pendukung Les Bleus. ‘’Viking Clap’’ merupakan gaya khas tim Islandia, tim tak diunggulkan yang mampu mencapai babak perempatfinal turnamen ini. Ironinya justru
Prancis yang menyingkirkan Islandia 5-2 dalam perebutan tiket ke semifinal. Tarian ini biasanya dilakuakn oleh pendukung klub Motherwell di kompetisi Liga Skotlandia. Mereka mengangkat dan membentangkan tangan tinggi-tinggi sebelum berteriak ‘’huh…’’ sambil menepukkan tangannya di atas kepala. Ucapan itu kian lama kian cepat sebelum berakhir dengan perayaan dan tepuk tangan meriah. Koran Islandia Morgunbladid yang mengutip Irish Times, tepuk tangan seperti ini mulanya berkembang di kompetisi Liga Utama Skotlandia. Di Marseille dan juga Fans Zone hal serupa terjadi. ‘’Saya terharu dengan suasana seperti ini. Menarik menyaksikan kebersamaan antara tim dan seluruh fans,’’ kata mantan pemain timnas Prancis Thierry Henry dalam wawancara dengan stasiun televisi BBC. Menghadapi Portugal di final, Prancis akan menghadapi perlawanan sengit dan cerdas. Terlebih pelatih Fernando Santos memiliki Cristiano Ronaldo sebagai ujung tombak Portugal. ‘’Nikmati saja. Ini seperti final Liga Champions: Ronaldo vs Griezmann atau Final Piala Eropa Ronaldo v Griezmann juga,’’ katanya. (kmb39/afp/net)
Bali Post/afp
Clattenburg Pimpin Laga Final
Cech Mundur dari Timnas Rep. Ceko
London Kiper timnas Rep. Ceko Peter Cech, Jumat (8/7) kemarin mengumumkan pengunduran dirinya dari laga internasional. Kegagalan timnya menembus putaran kedua Piala Eropa menjadi alasan utama keputusan itu. Kiper 34 tahun itu yang membela klub Liga Inggris Arsenal tercatat 124 kali membela timnas dan menjadi pemain yang paling sering tampil di tim tersebut. Dia tampil di tiga pertandingan penyisihan Grup D Piala Eropa namun hanya menghsilkan satu poin saja. “Ini murni alasan sepak bola. Jika saya ingin memperpanjang karier dan bermain pada level tertinggi selama mungkin, selanjutnya saya perlu keseimbangan yang berlanjut,” katanya di website Arsenal (www.arsenal.com). “Saya berumur 34 tahun dan turnamen (internasional) selanjutnya dua tahun lagi. Di sepak bola itu sangat lama sekali,” katanya mempertimbangkan keikutsertaannya di timnas untuk kualifikasi Piala Dunia 2018. Cech mengawali kariernya di timnas pada 2002. Ia memperkuat Arsenal pada awal musim lalu setelah 11 tahun membela Chelsea. Di klub lamanya, ia sempat meraih empat gelar serta satu trofi Liga Champions 2012. (kmb39/rtr)
Bali Post/ap
Wasit Inggris Mark Clattenburg.
Paris Wasit asal Inggris Mark Clattenburg ditunjuk sebagai pemimpin pertandingan final Piala Eropa 2016. Duel puncak di Stade de France, Saint Denis, Senin (11/7) mendatang itu mempertemukan tuan rumah Prancis vs Portugal. UEFA, dalam pengumumannya, Jumat (8/7) kemarin menyebutkan wasit Inggris itu memiliki pengalaman yang cukup dalam memimpin laga-laga penting. Sebelumnya pria 41 tahun itu menjadi wasit final Liga Champions, Mei lalu yang dimenangkan Real Madrid atas saudara sekotanya, Atletico Madrid. Clattenburg mengikuti jejak Pedro Proenca dari Portugal pada 2012 dengan memimin final Liga Champions dan Piala Eropa pada tahun yang sama. Clattenburg juga memimpin final Piala FA, Mei lalu, saat Manchester United mengalahkan Crystal Palace. Tapi pelatih Palace Alan Pardew mengeluhkan kepemimpinan Clattenburg yang dianggap tidak tepat dua keputusannya di final itu. Bagi Clattenburg sendiri, pertandingan Senin mendatang menjadi penampilan keempat di Piala Eropa ini. Sebelumnya ia memimpin laga Belgia vs Italia, Rep. Ceko vs Kroasia dan Swiss vs Polandia. Tetapi saat laga Islandia vs Austria, ia bertindak sebagai ofisial keempat. (kmb39/afp)
Tinggalkan Liverpool, Skrtel Menuju Fenerbahce Istanbul Bek timnas Slovakia Martin Skrtel akan menjalani musim kompetisi mendatang di Turki. Klub Fenerbahce, Jumat (8/7) kemarin meraih kesepakatan dengan Liverpool tentang penjualan bek bertubuh jangkung itu. Klub runner-up Liga Turki itu intensif melakukan kontak dengan sang pemain dan the Reds sebelum mendapat kata sepakat kemarin. Terlebih Skrtel dianggap baik penampilannya di Piala Eropa dengan membawa Slovakia maju hingga babak 16 besar. Koran olahraga Fanatik yang terbit di Istanbul kemarin melaporkan Fenerbahce menawarkan kontrak dengan durasi tiga musim pada Skrtel. Per tahunnya dia akan menerima bayaran sebesar 2,5 juta euro (2,75 juta dolar AS). Liverpool juga menerima jumlah yang sama untuk transfer dia. Ketua klub Fenerbahce Aziz Yildirim mengatakan penandatanganan kontrak itu diharapkan segera terlaksana paling cepat Senin mendatang. Skrtel yang menjadi tim inti Liverpool sejak 2008, menjadi salah satu pemain top yang direkrut klub Turki itu. Sebelumnya klub itu telah mendapatkan bek Belanda Gregory van der Wiel serta bek Rusia Roman Neustaedter dari klub Schalke. Valdes ke Middlesbrough Klub promosi Middlesbrough merekrut kiper berpengalaman Spanyol Victor Valdes dengan ikatan kontrak dua tahun dari Manchester United. Mantan kiper Barcelona itu pindah ke MU pada 2015 ketika kontraknya telah habis, sebagai pelapis rekan senegaranya, David De Gea. Namun ia hanya mencatatkan dua penampilan. “Anda tidak dapat membayangkan betapa senangnya saya karena tidak biasa untuk mendatangkan pemain-pemain seperti dia ke tim-tim promosi belakangan ini,” kata pelatih kepala Middlesbrough Aitor Karanka kepada situs resmi klub (www.mfc.co.uk). Kiper 34 tahun itu mencatatkan lebih dari 500 penampilan untuk Barcelona dan memenangi tiga trofi Liga Champions dan enam gelar Liga Spanyol. Middlesbrough, yang promosi dari Championship pada musim lalu, juga mendatangkan gelandang bertahan Marten De Roon, pemain sayap Viktor Fischer, dan bek Bernardo Espinosa. (kmb39/afp/ ant)
Bali Post/rtr
Bek Slovakia Martin Skrtel.
OLAHRAGA
16
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
Raikkonen Bertahan di Ferrari hingga 2017 Silverstone Tim Formula1 Ferrari, Jumat (8/7) kemarin mengakhiri spekulasi tentang susunan pembalapnya untuk musim 2017. Tim Italia itu memperpanjang kontrak Kimi Raikkonen hingga 2017. Ferrari perlu mengumumkan segera susunan pembalapnya jelang digelarnya Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone akhir pekan ini. Di sisi lain, pengumuman ini juga diharapkan bisa memperkuat motivasi pembalapnya untuk menghentikan dominasi tim Mercedes musim ini. Perpanjangan kotrak Raikkonen sekaligus mengakhiri rumor bahwa sejumlah pembalap dihubungkan dengan tandem juara dunia empat kali Sebastian Vettel di Ferrari ini. “Saya selalu bilang bahwa saya tidak akan berada di sini bila tidak menikmati suasana di sini, atau tidak membalap atau tampil 100 persen di Ferrari,” kata pembalap Finlandia itu. “Jika saya tidak termotivasi, untuk apa saya membuang
waktu atau waktu tim. Saya pernah bilang, mungkin sekitar 10 tahun lalu, bahwa tim terakhir saya adalah Ferrari,” tutur Raikkonen sambil menambahkan bahwa dia tidak membuat rencana jangka panjang. Raikkonen menjadi juara dunia F1 pada 2007 saat memebla Ferrari. Ia kemudian kembali ke tim ini pada 2014 setelah meninggalkan tim Lotus. Pembalap yang berusia 37 tahun pada Oktober mendatang itu, kesulitan meraih kemenangan sejak kembali membela tim ini bersama Fernando Alonso pada 2014 dan Vettel (2015). Namun musim ini ia mampu menyamai perolehan angka Vettel dengan 96 poin di klasemen pembalap. Namun, duet Ferrari itu masih kalah jauh dengan rivalnya dari Mercedes di mana Nico Rosberg memimpin dengan 153 poin dan Lewis Hamilton dengan 142 poin hingga sembilan seri yang telah diperlombakan. (kmb39/afp)
Kadek Novi Andani
Kadek Novi Andani
Fokus Turunkan Berat Badan
Bali Post/rtr
KEDUA - Tim mekanik Mercedes memperbaiki mobil Nico Rosberg usai menjalani sesi latihan I Grand Prix Formula 1 Inggris, Jumat (8/7) kemarin. Rosberg mencatatkan waktu tercepat kedua di bawah rekan setimnya, Lewis Hamilton, di Sirkuit Silverstone itu.
Rosberg Absen di Sesi Latihan Kedua
Silverstone Pembalap Tim Mercedes Nico Rosberg gagal mengikuti sesi latihan kedua Grand Prix Formula 1 Inggris, Jumat (8/7) kemarin. Kerusakan teknis pada mobilnya, membuat pembalap Jerman itu hanya menjadi penonton pada latihan di Sirkuit Silverstone itu.
Pembalap Ferrari Kimi Raikkonen
Bali Post/ap
Oktober Mendatang, Tarung Ulang Fury Vs Klitschko London Pertarungan ulang antara juara dunia kelas berat Tyson Fury dengan mantan pemegang gelar Vladimir Klitschko asal Ukraina akan dilangsungkan di Manchester pada 29 Oktober. “Enam belas pekan Sabtu sampai saya menundukkan @Klitschko... tidak sabar lagi #manchesteroctober29,” cuit petinju Inggris itu melalui Twitter, Jumat (8/7) kemarin. Petinju 27 tahun itu semestinya mempertahankan sabuk WBA dan WBO-nya menghadapi lawan yang sama di arena yang sama pada 9 Juli lalu. Namun pertandingan itu harus dibatalkan karena pergelangan kaki Fury terkilir saat latihan. Fury menguasai sabuk WBO, WBA, dan IBF setelah menang angka atas petinju Ukraina itu pada Oktober. Itu menjadi kekalahan perdana bagi sang juara bertahan selama rentang waktu 11 tahun. Gelar IBF petinju Inggris itu kemudian dicabut, karena
ia menyetujui pertandingan ulangan dengan Klitschko dan bukannya menghadapi penantang wajib mereka Vyacheslav Glazkov. Sabuk tersebut kini dimiliki petinju Inggris lainnya, Anthony Joshua. Fury belakangan membantah tudingan doping setelah surat kabar Inggris yang mengatakan ia sedang diperiksa. Manajer Klitschko, Bernd Boente, ditanyai untuk investigasi penuh sang juara oleh Badan Anti Doping Inggris. Fury, yang memiliki rekor 25 pertandingan profesional tanpa kekalahan, 18 di antaranya merupakan kemenangan KO, menimbulkan kontroversi pada Mei 2015 ketika ia melontarkan komentar-komentar homofobia, seksis, dan anti-Semit melalui video yang diunggah ke dunia maya. Meski ia telah meminta maaf, Klitschko mengatakan dunia olahraga akan lebih baik tanpa sosok juara seperti Fury dan ia semestinya diskors dari olahraga tinju. (kmb39/afp/ant)
Petinju kelas berat Inggris Tyson Fury.
Bali Post/ap
Kriket Bali Agendakan ’’Try-In’’ ke Singaraja
Denpasar (Bali Post)Tim PON kriket Bali mengagendakan try-in ke Singaraja. Tim putri meladeni tim Porprov Buleleng, sedangkan tim putranya menjajal Undiksha Singaraja. Manajer Tim Kriket Made Erawan, Jumat (8/7) kemarin menerangkan, agenda try-out memang tidak ada karena keterbatasan dana. ‘’Oleh sebab itu, kami meladeni tim lokal saja, dan hanya bertanding di nomor twenty-twenty’’ tuturnya. Diakuinya, di ajang PON nanti lawan terberat tim putri adalah DKI, mengingat pengurus Pengprov PCI DKI dan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), termasuk menjadi pemain kriket PON
ibu kota didominasi mahasiswa Jurusan Olahraga UNJ. Sedangkan pesaing terberat tim putra datang dari tuan rumah Jabar. Kendati demikian, menurut Erawan, pihaknya tak gentar. Karena itu, tim putri yang dikapteni Agung Ita Baskara dituntut menyiapkan diri lebih matang lagi mulai teknik, fisik, dan mental bertanding, sebelum memasuki pemusatan latihan. ‘’Kami masuk TC sentralisasi 25 Juli, try-in ke Singaraja 19 Juli,’’ jelas Ketua Harian Pengprov PCI Bali ini. Cabor kriket sendiri memperebutkan empat keping medali emas, di nomor twentytwnety dan super eight putra dan putri. (022)
BP/nel
Tim mekanik sibuk memperbaiki kebocoran air hingga memasuki mobil Rosberg usai menjalani sesi latihan pertama. Kerusakan tak bisa diatasi dan memaksa Rosberg tak bisa menjalani sesi latihan kedua. Rosberg yang mencatat waktu tercepat kedua di belakang rekan setimnya Lewis Hamilton, mengeluhkan masalah pada sistem pembangkit energi (ERS). Hasil pemeriksaan tim mekanik memperlihatkan adanya kebocoran air dan akan diperbaiki pada jeda antara sesi latihan pertama dan kedua. Sayangnya, Rosberg setelah absen di awal sesi latihan pertama, tim mekanik menyatakan kerusakan itu lebih parah dari yang diperkirakan dan dia tidak diizinkan mengikuti sesi latihan kedua dengan kondisi mobil seperti itu. Sementara Hamilton tak terbendung untuk menguasai sesi latihan dengan mencatatkan waktu tercepat pertama dan kedua. Bila di sesi pertama ia mampu mencatat
waktu 1 menit 31,654 detik, pembalap Inggris itu membukukan waktu 1 menit 31,660 di kedua atau lebih lambat 0,006 detik. Tetapi dia menjadi satu-satunya pembalap yang menembus 1 menit 31 detik di sesi kedua ini. Duet Red Bull menyodok di posisi kedua dan ketiga lewat Daniel Ricciardo dan Max Verstappen. Keduanya dibuntuti oleh duo Ferrari Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen. Hasil mengesankan juga diraih tim McLaren Honda saat Fernando Alonso dan Jenson Button menempati posisi ke-6 dan ke-9. Ked-
uanya dipisahkan pembalap Williams Valtteri Bottas dan Romain Grosjean, andalan tim Haas. Felipe Massa (Williams) melengkapi kelompok 10 besar sesi latihan keduanya. Latihan dalam cuaca terang ini minus kecelakaan. Hanya pembalap Daniil Kvyat (Toro Rosso) yang sempat melintir di tikungan terakhir sebelum memasuki trek lurus. Pembalap Indonesia Rio Haryanto menempati posisi ke-21, sedangkan rekan setimnya di Manor Pascal Wehrlein berada di posisi ke-17. (kmb39/net)
sebut putri kedua pasangan Putu Sukadana dan Ni Made Asih ini. Sementara saat Pra-PON, Novi harus puas meraih perunggu, sebab medali emas disabet Lodya Dewi (Riau) dan perak direbut Eka Masweni (Jambi). ‘’Peluang menyumbang medali d kelas 48 kg lebih terbuka,’’ ucap mahasiswi semester VIII FPOK IKIP PGRI Bali ini. Novi merupakan atlet penghuni Panti Asuhan Hindu Dharma Jati, dan mulai belajar angkat barbel sejak kelas II SMP. ‘’Saya menekuni angkat besi masih sekadar latihan ketika duduk di bangku SMP, saya mulai serius saat di SMA,’’ kenangnya. Ia berturut-turut meraih perak pada event Kejurnas Remaja di DIY (2010), kemudian Kejurnas Remaja di DKI (2012), serta Invitasi Nasional di Bali (2013). Novi ditangani pelatih Joko Honggono, jadwalnya lima kali latihan dalam sepekan. ‘’Saya tetap optimis mampu menyumbang medali di PON,’’ terangnya. (nel)
Hasil Ltihan Kedua GP Inggris 1. Lewis Hamilton (Mercedes) 2. Daniel Ricciardo (Red Bull) 3. Max Verstappen (Red Bull) 4. Sebastian Vettel (Ferrari) 5. Kimi Raikkonen (Ferrari) 6. Fernando Alonso (McLaren) 7. Valtteri Bottas (Williams) 8. Romain Grosjean (Haas) 9. Jenson Button (McLaren) 10. Felipe Massa (Williams)
1:31,660 1:32,051 1:32,286 1:32,570 1:32,736 1:33,040 1:33,493 1:33,614 1:33,763 1:33,801
Jelang ke Thailand, 15 Karateka PON Bali Jalani TC
Tabanan (Bali Post) Sebanyak 15 karateka PON Bali dan satu junior yang bakal dipersiapkan mengikuti kejuaraan Open Karatedo Championship di Humark Stadium Bangkok, Thailand kini tengah menjalani TC Sentralisasi. Program ini digelar awal bulan ini sampai jelang keberangkatan pada 12 Juli 2016 mendatang. Kejuaraan yang dimulai 12-18 itu dipergunakan FORKI Bali sebagai ajang evaluasi tim secara keseluruhan sebelum turun di PON XIX Bandung, Jawa Barat, September 2016. Manager Tim Karate PON Bali Armand Setiawan, Jumat (8/7) kemarin mengatakan, TC sendiri dimulai 3 Juli lalu. Atlet-atlet pelatnas juga sudah bergabung dengan harapan bisa tampil optimal di Bangkok nanti. “Di Bangkok nanti kami ingin juga mengintip kekuatan pelatda lain dalam ajang tersebut. Sebab, Jatim, DKI, dan Jabar ambil bagian dalam
LIFTER PON Bali Kadek Novi Andani merebut medali perunggu pada Pra-PON di kelas 53 kg. Akan tetapi di ajang resmi PON, Novi diproyeksikan turun di nomor 48 kg. Karena itu, dirinya kini fokus menurunkan berat badan. ‘’Saat ini berat badan saya 52 kg, sisa waktu dua bulan harus bisa menurunkan 4 kg lagi, supaya ideal, bisa susut hingga 48 kg,’’ ucap lifter kelahiran Banjar Kembang Merta, Desa Candi Kuning, Baturiti, Tabanan, 7 Agustus 1996 itu. Cara diet ala Novi cukup sederhana, mulai mengurangi mengonsumsi nasi, tak makan di malam hari, sampai memperbanyak makan daging. Novi pun mulai menghitung peluang medali, seraya membaca peta kekuatan lifter yang turun di kelas 48 kg. Dia menyebutkan atlet pelatnas Tri Wahyuni (Jabar) dan Lisa Setiawati (Kaltim), termasuk lifter kawakan Indrayani (DKI) yang patut diperhitungkan. ‘’Saya memilih turun di kelas 48 kg, mengingat selisih angkatan dengan lifter pelatnas tidak terpaut terlalu jauh,’’
kejuaraan tersebut,” ungkap Armand Setiawan. Setiawan mengatakan, dengan mengikuti ajang tersebut bisa juga dimanfaatkan untuk mengukur atlet PON Bali sebelum berlaga di PON Bandung. Hanya, para atlet diminta tidak tampil all out untuk mengantisipasi supaya tidak mengalami cedera. “Kebetulan yang dikirim daerah lain juga atlet unggulan PON. Saya rasa itu nanti hikmahnya sangat positif untuk karateka PON Bali. Apalagi tim-tim terbaik Asia juga turun dalam kejuaraan tersebut,” katanya. Sementara Sekum Ardy Ganggas menambahkan, selain menerjunkan atlet PON Bali, ada satu atlet junior Nada Dwimayanti juga ambil bagian dalam kejuaraan di Thailand. Namun itu dananya swadaya dari pribadi. Sementara 15 atlet PON akan turun di perorangan, dan 3 beregu dan bertanding di
18 kelas. “Intinya diturunkan optimal di Thailand. Meskipun di PON turun satu beregu, di Thailand diturunkan dua nomor sekaligus,” kata Ardy Ganggas. Sementara itu, Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi mengatakan, try out ke luar negeri itu sebagai langkah untuk hal yang positif. “Kami harap mereka mampu memberikan prestasi yang maksimal nanti,” tegasnya. Tim karate Bali diperkuat Cok Istri Agung Sanistya Rani, Made Budi Kartikayasa, Ni Made Dwi Puspitasari, AA Ngurah Aprila Pratama, Sayu Purnama Sari, Ni Made Resa Wira Sakti, Putu Gede Sumantri, Gede Shaan Yoginata, Putu Yoga Yudistira, Gusti Agung Putra Handayana, Komang Bintara Putra, Adity Putra Tama, Ni Made Suci Astuti, Agus Putra Bimantara dan Ni Putu Eka Purnama Yanti. (kmb41)
Bali Post/rtr
FINAL - Petenis Swiss Roger Federer mengembalikan bola pada lawannya Milos Raonic pada pertandingan semifinal grand slam Wimbledon, Jumat (8/7) kemarin. Unggulan ke-6 Raonic meraih tiket ke final setelah menaklukkan unggulan ke-3 Federer dengan skor 6-3, 6-7(3), 4-6, 7-5, 6-3.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
17
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) � Jakarta � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) � Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) � Surabaya : (031) 5633456 � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA � Email: pembacabalipost@gmail.com � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 � Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � Tarif iklan Mini/Baris
Sardine Restaurant Looking for Cook, Waitress, Female Bartendres, Pastry Cook,Must Speak English Jl.Petitenget 21 Telp.733617 Mail:sardine@sardinebali.com
B.BP.141.07.16.0000161
Spa Resepsionis bs Bhs Inggris & Komp.Peng min 1Thn Seminyak Hub.081999626164
A.BP.153.07.16.0000256
Dcr Staf Admin&Sopir 3orang Hub:087860258262/085101750400
A.BP.153.07.16.0000253
Butuh Segera Staf Cook Kirim CV ke Villa Jodie d/a Jln. Lesmana 21Seminyak Kuta.737262
A.BP.153.07.16.0000254
Sgr Guru PKN SMP Lmrn ke SMP Anugrah Dps Jl.Diponegoro 170
A.BP.001.07.16.0000252
Cr Sopir Merangkap Tng Angkat Gd.Beras Jl.Cargo Max.30Th KTP Bali,Gj Tggi Dspln085100866177
A Leading Spa Product Company in Umalas Requires an Experience B.BP.141.07.16.0000162 Accountant&Office Coordinator 2 Karyawati Stand Capucino CV:info@essentialsbali.com Panjer& Ubung hub.081999056875 A.BP.001.07.16.0000061
Dcr: Security,HK,Waiter, Personalia, operator dll. Diutamakan yg berpengalaman. H:087761444440/0361-757201-207
A.BP.001.07.16.0000179
1.Quality Surveyor 2.Quality Control 3.Arsitek/Drafter. syarat S1 pengalaman utk Hotel di Pecatu.Kirim lamaran ke email:ita_oreo@yahoo.co.id Hp:082144065665
B.BP.820.07.16.0000131
A.BP.001.07.16.0000203
Apply to Zanzibar Rest Jl.Arjuna Legian for Cook Helper (Wanita),Waitress,Bar Max 25Yr Fluent English,Experienced, or Send CV to zanzibarbali@hot mail.com
B.BP.145.07.16.0000110
Busy Resto in Seminyak Looking for Waiter/ess SMS Only: 081237232321 B.BP.004.07.16.0000135
Aqua Marine Diving Bali is hiring Indonesian Senior Office Admin with excellent English.Attention to detail&highly organised,can-do attitude a must. Mature,self-motivated.MSOffice user.5,5days/week,8hrs/day,min 12mths.Resume&Cover letter in English+exp.salary&start date to:HRD@AquaMarineDiving.com
B.BP.004.07.16.0000157
Balion is Looking for Junior Accounting.Comp Skill, English, Fresh Graduate is Welcome. Please Send to hm@balion.com
B.BP.004.07.16.0000156
Bth Perawat Medis,Wanita,Llsn Sekolah Keperawatan,utk Klinik Kecantikan di Kuta Hub. Jl.Poppies 1 Gg.Sorga (Hotel Rita) Kuta,Bali Tlp:0811859226 (Bp.Zainal) A.BP.001.07.16.0000229
Bth SPG Penempatan Kuta Usia 18-35Th,Pnpmln Menarik,Jujur, Rajin Hub.Sandy 085264666166 A.BP.001.07.16.0000228
Cari P/W Sales ke Toko Meubel w/Bali Dsknya H.0818353154
B.BP.004.07.16.0000154
Cari PRT dan Serabutan u/Tabanan Gaji 1 sd 1,5Jt, 0818353154
Dicari Housekeeping berpengalaman Untuk Private Villa.villasanur@mail.com
B.BP.004.07.16.0000151
Dibutuhkan:Accounting Wanita FreshGraduate untuk OnlineShop Email:sri@balishopping.co.id
A.BP.001.07.16.0000238
B.BP.004.07.16.0000155
Dcr Waiter&Bartender,Ari Putri Hotel Sanur.081353222828
Dcr sgr Tnga Gudang, Supir, Satpam Syarat:SMU/SMK,pria,blmmenikah. A.BP.004.07.16.0000250 Lam ke KKB, Jl Kepundung No. 61A Cr Karyawan Laundry u/Daerah Dps / email: Panjer Gaji Nego.085217581092 kkb_jobvacancy@yahoo.com B.BP.154.07.16.0000159
G.01
A.BP.001.06.16.0001672
B.BP.154.07.16.0000167
Dibutuhkan:Brch Mgr:Pria,Min Prima Jaya Mobilindo MembutuhD III,max45th,SIM A,Peng di bidang kan Marketing Psarepart Mobil. A.BP.001.07.16.0000235 Jasa Pengiriman/Kurir/Cargo Dcr Security/HK/Butler H.0361 Keuangan:minS1 Acc Max35.OperaLaki-laki,MemilikiSIMC. 9000996/081337460096 BayadUbud sional:min SMA,Max30thn.Kirim Gaji Tinggi.Lamaran ke A.BP.001.07.16.0000243 primajayabersama@yahoo.com lamaran ke:PT.Eka Sari Lorena: Dcr Sgr Tng Wnt/PRT/Serabutan Jl.By Pass Ngurah Rai No.502 Atau 082125000217 Hub.085238621967/085339493311 B.BP.004.07.16.0000152 Sanur Denpasar 80228.Atau krm A.BP.001.07.16.0000222 ke:recruitment@esl-express.com Tourism Transport Compny need Dibutuhkan,Waiter/s,Kasir,Admin A.BP.001.07.16.0000194 Hub.087860537373 Warung Kzu Urgent Ops:Mgr&staff (M/Female) Dicari Marketing Hotel,Wanita B.BP.004.07.16.0000133 Dibutuhkan: Pengemudi:Min SMA, Pnglmn CV:handytja@gmail.com sendCV:lestaribudaya@gmail.com B.BP.004.06.16.0000909 /Walk in Interview:PT.Lestari SIM A/B I,Max 35thn,Mengetahui PT.Finansia Multi finance walk Budaya Bali Jl.Danau Tempe 32 Wil Dps&Sktr. Kurir Motor:Min in Interview Marketing Officer Tel.(0361)283103/081236048984 SMA,SIM C,Max 35Thn,Mengetahui Tgl 22 Juni sd 30 Juli 2016 Jl A.BP.001.07.16.0000209 Wil Dps&Sktr.Kirim lamaran ke: PB Sudirman No.10x Kav 1 Dauh Holycow Steak House utk di Dewi PT.Eka Sari Lorena: Jl.By Pass Puri Denpasar Fas:Uang Transport Sri & Renon; Dcr Steward, Cook Ngurah Rai No.502 Sanur Denpaar 1,8Jt Insentif min SMA/SMK Helper, Server, Admin, penglman/ 80228. Atau kirim ke : tdk.EmailCV:hrd.h.bali@gmail.com/ Max 40Th Hp:082187188190 recruitment@esl-express.com dtang langsung ke Holycow Kuta #ayo Kerja Malu Menganggur# Dcr Reservation,FO staff for Hotel di Ubud Hub:081238943342
B.BP.004.07.16.0000153
Dbthkn Admin,Acc,Security&Guru Fisika, B.Indo,B.Ing, matematika Teknik Elektro Hub.03618450372 hrd_tiara@yahoo.com
A.BP.001.07.16.0000200
Dibthkan Sgr Dw+staff Krm Sgr CV ke(Wr.Subak Renon) Jln.Moh Yamin 18& Jln.Astasura No.5 Pgy (Wr.Subak Peguyangan) Telp:085100436702
A.BP.001.07.16.0000164
Dcr Cook/Helper Wrg JS Chinese Renon 087 861 479 625
A.BP.001.07.16.0000240
A.BP.001.07.16.0000227
A.BP.001.07.16.0000239
Dcr Pembantu RT Tinggal Luar Gaji Bsr,Krobokan,081236700700
B.BP.001.07.16.0000097
Dcr Koki WanitaTinggalDalam.Utk Rumah Dps,Gaji 3Jt Bisa Eropa, Cina,Bersih&JujurSMS0816571027
Dcr Krywt utk Rumah Makan Tdr Dlm Gj.1 Jt Jl.Nangka Selatan No.168 Dps Hub;081547124100
Dcr Acct,Ksr,Packing,SPG untuk Latex Shop Hub.766350
Dcr:Salesman 2 orang,Lk,Max 35Th, Srt Bw Lsg ke PT.Banoli Mtr Jl.Buluh Indah 75 Dps.
A.BP.001.07.16.0000063
Dcr 3PRT,3Tk Kebun,2Sopir Hub Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21X Kerobokan.736353/4731973
B.BP.154.07.16.0000160
A.BP.001.07.16.0000195
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DIJUAL RUMAH BU Dijual BTN Tipe 36 Perum Panji Asri Segera!081802987999
A.BP.153.07.16.0000255
Dibuka Program Rumah Tanpa DP dan Cicilan Tanpa Bunga Segera Unit Terbatas Hub.0361-8447987
A.BP.001.07.16.0000024
SINGARAJA
Rmh T.45/1,4Are Prm Tmn Wira Bakti Samb 275Jt 085100499758
A.BP.001.07.16.0000182
DIJUAL TANAH BUC 1-2Are Sempidi Br.Tegeha Jln5m Paving 385,081338460110 HONDA
TOYOTA
A.BP.001.07.16.0000064
Tnh 1Are Pnggr Jl Raya Sibang Jazz RS MMC’11 AT Hitam AsBali Jual Avanza Th’2010 Mulus dan dkt Jembatan 081237070478 BUC KM46Rb Jok Kulit,085101855556 Terawat Hub.087860022495 Dnpsr A.BP.001.07.16.0000251 B.BP.141.07.16.0000163 A.BP.001.07.16.0000223 !!!Tnh 1Ha Sinaran Surga Karma Kijang Pickup Kotak’86 Kandara view Laut 087770077777 TOYOTA A.BP.001.06.16.0001785 Hub.081338866123 Alphard G’12 ATPM Hitam AsDK 6,8A/2A Jl.Sulatri Gatsu Timur A.BP.001.07.16.0000226 Bs TT&Krdit,081805330222 Murah @500Jt(jl.8m&6m)081239999747 ISUZU B.BP.164.07.16.0000165 A.BP.001.07.16.0000181
All New Avanza G’13 Putih Air Dijual Panther Hi-Grade’95 Dijual Tanah 375 2m Jl.Ciung Bag AsBali 159Jt,087860002341 Biru Muda Metalik,081338176905 Wanara VI Hub.Own 08118888810 B.BP.141.07.16.0000164
A.BP.001.07.16.0000248
A.BP.001.07.16.0000242
BU.Djl tnh 1 Are, LD=9,5m jln 5mtr Pengilian Dalung 397Jt. H:081246283597 / 081805597242
TERIMA KOST Rp. 6
BIRO JASA
00.00
0
A.BP.004.07.16.0000247
Dijual Tnh kav Tulamben dkwsan Wisata Dving & Snokling view laut&Gunung Hrg 75jt/are bebas biaya SHM Hb.Ria 082332557418
A.BP.001.07.16.0000189
Djl Kav Siap Bgn 230m2 Jl.Bima Kel.Benoa Kec .Kuta Selatan Hub.08123066155
B.BP.033.07.16.0000107
Anda Bingung Cari Kos Murah Tapi Nyaman Dan Aman Jauh Dari Kebisingan,???????????????? Kini Hadir Di Tengah Pusat Kota Denpasar
Fasilitas : Kos - Kosan : * Nyaman Tempatnya * BERSIH & AMAN * Strategis Lokasinya * KMR LUAS + KM & DPR * Murah Harganya * TEMPAT SANTAI + KANTIN AREA FREE GO BOX ( ANTAR JEMPUT BARANG PINDAHAN AREA DENPASAR) UNTUK 4 PEMESAN PERTAMA BURUAN.....DI TUNGGU YA ...?? Alamat : Jl. Dewi Supraba, Gg Dewi Sri No. 14 Denpasar Utara ( Antasura) Hub putu : 0817566499, 085100865149, 0361426457
C.0001195-kost
AC
Djl Segera Tanah 1,04A Anggungan & 1,5A Br.Cica H.081338487755
A.BP.001.07.16.0000173
Jual Tanah,Munggu Luas 5,35Are 650Jt Nego Hub:082146555580
A.BP.001.07.16.0000236
Kv 275Jt Nego Jln Mobil + SHM 325Jt 4+2 BatuBln 087761245398
A.BP.001.07.16.0000014
Tnh Kavling Siap Bangun Lokasi Takmung Klungkung,081337388558
B.BP.164.07.16.0000144
DISEWAKAN TOKO Toko 5x11m 30Jt Ng Jl.Mangga Sari No16 Dps,Hub.081999011404
PELUANG BISNIS
A.BP.001.07.16.0000224
SERVICE
DIJUAL MOBIL
SPA
BIRO JASA
EKONOMI
18
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
70 TAHUN BNI SINERGI KEMBANGKAN NEGERI GELARAN KISAH SUKSES MITRA BINAAN BNI Abdul Hamid
Berawal dari Industri Rumahan
USAHA tailor sangat menjanjikan. Terbukti, Haris Tailor yang didirikan Abdul Hamid sejak tahun 2002, mampu eksis hingga saat ini. Salah satu produksi pakaian jadi yang berdiri di Denpasar itu telah melayani sebagian besar instansi-instansi, baik pemerintahan maupun swasta. Kendati berawal dari industri rumahan, Abdul Hamid merasa sudah cukup memberikan kontribusi yang baik terhadap para pekerja yang sudah ikut dengannya dalam kurun waktu relatif
lama. ‘’Saya senantiasa memperhatikan setiap detail produk yang dihasilkan, demi mempertahankan kualitas produksi,’’ katanya. Dia berharap, melalui usaha yang dimilikinya saat ini mampu memberikan sumbangsih berarti bagi kemanusiaan dan juga kemajuan perekonomian dalam arti luas. Seperti halnya Bank BNI yang membantu setiap pengusaha. ‘’Sebagai bank yang sudah cukup lama saya kenal, BNI sangat memberi arti bagi perkembangan usaha saya yang sudah berjalan hampir 14 tahun ini,’’ ucapnya. Sejak pertama kali menjadi nasabah hingga saat ini, ia mengaku nyaman dengan pelayanan yang diberikan BNI, meski personelnya setiap saat berubah. Sebab, BNI seolah memiliki satu bahasa dalam hal layanan. ‘’Tidak terdapat perbedaan layanan terhadap setiap segmen nasabah BNI, mulai dari pengusaha kecil seperti saya, BNI benarbenar dapat membantu memenuhi segala harapan dan kebutuhan kami,’’ pungkasnya. *
Luh Sartini
I Gusti Made Karya
Semangat dan Doa
Jemput Bola DI TENGAH persaingan yang ketat, pengusaha tidak bisa hanya berdiam diri menunggu datangnya pembeli. Pengusaha harus mendatangi konsumen untuk menawarkan produk mereka. Sistem ini telah diterapkan I Gusti Made Karya. Dengan sistem jemput bola ke calon pelanggan, pengusaha kain tenun di Blahbatuh, Gianyar ini mulai mendapatkan pesanan berbagai desain. Ia memulai usaha tahun 1991, sebelumnya jualan keliling ke berbagai kantor untuk menawarkan desain baju atau seragam tenun hasil rancangannya. ‘’Dalam relasi dengan pelanggan, saya selalu memegang teguh tiga kunci sukses, yaitu kualitas, harga, serta layanan tepat waktu,’’ ungkapnya. Selain wajib menjaga kualitas dan memberikan harga terbaik, Made Karya mengakui ketepatan waktu pengerjaan pesanan merupakan nilai tambah lebih bagi pelanggannya. ‘’Jika pelanggan menginginkan baju pesanannya selesai seminggu, maka saya akan berupaya menyelesaikannya kurang dari seminggu,’’ ungkapnya.
Dari sisi pemodalan, Made Karya mengatakan sangat dibantu Bank BNI. Bahkan, BNI memberikan kesempatan kepadanya ikut berbagai pameran nasional, seperti Inacraft. Di ajang pameran berskala nasional ini dirinya terbantu sekali mempromosikan berbagai hasil rancangannya kepada para buyer dari berbagai daerah di Indonesia. ‘’Lebih dari itu, saya juga dapat membuka jaringan pasar lebih luas, serta mendapat wawasan baru dari berbagai produk sejenis dari seluruh Indonesia,’’ ujar Made Karya seraya berharap BNI semakin maju dan semakin banyak para pegawai BNI menggunakan baju hasil rancangannya. *
BERBISNIS itu perlu memiliki strategi, utamanya semangat tak pernah surut menghadapi keadaan apa pun. Spirit yang dilakukan itu perlu diimbangi dengan doa. Hal itulah yang melatari Luh Sartini menjalankan usaha toko suvenirnya yang berdiri di bilangan Sanur, Denpasar. Usaha yang diberi nama Rizky Art Shop itu dirintis Luh Sartini sejak tahun 2000. Selama 16 tahun berjualan, memang kondisi pasangsurut bisnis telah dirasakannya. Dengan semangat dan doa, usahanya yang tumbuh di kawasan pariwisata semakin menunjukkan perkembangan positif. Bahkan saat ini telah mampu menambah lini bisnisnya di kampung halamannya, di Jembrana. ‘’Kunjungan wisatawan sempat menurun beberapa tahun lalu. Berbeda dengan kondisi saat ini, di mana jumlah wisatawan lokal maupun mancanegara semakin meningkat, sehingga omzet saya pun bisa naik,’’ ujarnya. Kesuksesan yang diraih saat ini, diakui Luh Sartini, tidak terlepas dari peran serta BNI. Bank
milik pemerintah ini sangat dekat dengan dirinya. Dirinya menjadi nasabah BNI sejak 10 tahun lalu. Layanan hangat dari staf BNI sangat dirasakannya. Petugasnya ramah, gedungnya bersih dan megah. Hal itu memberikan kesan BNI sebagai bank yang nyaman. ‘’Selain lokasinya dekat, saya juga dimudahkan dengan urusanurusan yang berhubungan dengan permodalan. Peranan BNI terasa sekali dalam peningkatan kapasitas usahanya saat ini,’’ ungkapnya. Sebagai pengusaha Bali yang memulai dari bawah, Luh Sartini senantiasa menerapkan arti kejujuran dalam berusaha. Persaingan adalah hal wajar. Semuanya harus tetap didasari kejujuran. *
Pilih Investasi Aman dari ”Track Record”
Investasi kerap dipromosikan berlebih dengan keuntungan menggiurkan kelak bisa diperolehnya. Dewasa ini sekelompok orang berlombalomba memberikan janji keuntungan dari investasinya. Seperti investasi centil, itu memang berusaha menyentil masyarakat dengan iming-iming keuntungan bunga tinggi. Modus lainnya ditawarkan hadiah yang sangat menggiurkan. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Dwi Setyadi menerangkan, orang yang hendak melakukan investasi harus mempunyai bekal informasi cukup tentang tempat atau lembaga yang akan digunakan sebagai pilihan investasinya. ‘’Jangan tergiur bunga investasi tinggi saja. Perlu diperhatikan, apakah lembaga itu memiliki kredibilitas,’’ ujarnya.
Menurutnya, investasi yang paling aman adalah mencari tempat atau lembaga investasi yang memiliki track record baik. Lembaga yang tidak bermasalah, minimal lima tahun terakhir. Semua investasi tujuannya pada dasarnya sama-sama bagus. Yang membedakan adalah aman atau tidaknya berinvestasi di tempat itu. Logika sederhananya, memilih berinvestasi deposito yang dikeluarkan bank yang memiliki track record baik. Besarnya bunga deposito pasti sudah dipertimbangkan oleh pihak bank. Karena itu, tidak mungkin suatu lembaga investasi menetapkan bunga tinggi tanpa memperhatikan faktor risiko. Sebenarnya sampai sekarang persepsi masyarakat hanya tertuju pada bunga tinggi dari sebuah investasi itu. ‘’Padahal yang lebih penting,
bagaimana kredibilitas lembaga investasi itu,’’ terangnya. I Gusti Agung Alit Nityaryana, Head of IDX Representative Office Denpasar, mengatakan investasi yang memiliki risiko relatif lebih kecil adalah ORI (Obligasi Retail Indonesia). Produk investasi di pasar modal ini umumnya dikenal tiga macam yaitu saham, reksadana dan obligasi. ‘’Namun terdapat beberapa produk lainnya,’’ ujarnya. Pemerintah sendiri telah menggencarkan program investasi melalui saham dengan program ‘’Yuk Nabung Saham’’. Produk saham yang masuk dalam program itu adalah produk saham, reksadana dan ETF yang dibeli secara rutin dan sesuai pilihan. ‘’Reksadana itu produk pasar modal dalam bentuk pengelolaan dana oleh manajer investasi. Sederhananya, membeli produk rek-
sadana yang diterbitkan oleh manajer investasi dan dana nasabah akan dikelola tim manajer investasi ini dalam beberapa portofolio efek, itu ibaratnya nasabah menitipkan dana yang nantinya dibantu dikelola secara bersama-sama oleh tim. I Wayan Artawan (55), misalnya, memilih berinvestasi di properti. Pihaknya memiliki alasan kuat, nilai properti akan terus meningkat dari zaman ke zaman. Berbeda halnya Made Suwirta, salah satu PNS di Kota Denpasar, itu lebih senang menginvestasikan uangnya dalam bentuk tabungan di koperasi. Koperasi yang ia pilih pun dikatakan harus memiliki citra bagus. Selain itu faktor kedekatan pemilik atau karyawan koperasi juga menjadi pertimbangannya. Pertimbangannya, ketika ia perlu uang ia bisa dengan mudah mendapatkannya. Investasi dalam bentuk tabungan, menurutnya, mudah. Mudah ditabung juga mudah ditarik. Ia mengaku tidak tertarik investasi yang menjanjikan bunga tinggi. (kmb42)
Jakarta (Bali Post) Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) masih menjadi alternatif, sejumlah perusahaan meraih dana dalam rangka mendukung bisnis. “Pasar modal masih menjadi alternatif meraih dana. Dalam waktu dekat ada dua perusahaan mau IPO, yakni PT Protech Mitra Perkasa dan PT Capital Financial Indonesia,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat di Jakarta, Jumat kemarin.
Ia mengemukakan, beberapa inisiatif akan terus dilakukan BEI untuk meningkatkan jumlah perusahaan di pasar moda, diantaranya dengan aktif mencari calon perusahaan tercatat atau emiten, serta mengedukasi dari proses awal IPO hingga sahamnya dicatatkan di BEI. “Tahun ini BEI menetapkan target jumlah emiten baru sebanyak 35 emiten saham baru,” katanya. Berdasarkan data BEI, total emiten saat ini sebanyak 529 emiten. Sementara itu,
sepanjang tahun 2016 terdapat delapan emiten baru, yakni PT Bank Artos Indonesia Tbk, PT Mitra Pemuda Tbk, PT Mahaka Radio Integra Tbk, PT Bank Ganesha Tbk, PT Cikarang Listrindo Tbk, PT Sillo Maritime Perdana Tbk, PT Duta Inti Daya Tbk, dan PT Graha Andrasenta Propertindo Tbk. Sebelumnya, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan aksi korporasi melalui IPO telah lama menjadi salah satu sarana bagi perusahaan untuk menggalang dana. Namun lebih
dari itu, IPO juga memiliki banyak manfaat lainnya. “Di dunia usaha, perusahaan publik dipandang lebih profesional, transparan, dan akuntabel,” katanya. Selain itu, lanjut dia, perusahaan publik memiliki akses lebih kuat terhadap sumber-sumber pendanaan dan pasar, serta lebih dikenal oleh masyarakat. ‘’Untuk memaksimalkan manfaat-manfaat itu, kami berharap emiten dapat menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang baik (GCG),” katanya. (ant)
Surabaya (Bali Post) PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Surabaya mencatat jumlah pemudik yang menggunakan jasa Kapal Feri jurusan UjungKamal mencapai 37.694 penumpang, sejak dua pekan menjelang “Hari H” Lebaran 2016. “Jumlah penumpang itu sejak dua pekan sebelum Lebaran hingga hari ini atau H+1 setelah dua hari Lebaran,” ujar Staf Usaha PT ASDP Cabang Surabaya Zhulham Harmansyah kepada wartawan di Surabaya, Jumat (8/7) kemarin. Kemudian, untuk catatan kendaraan yang melintas dari Surabaya ke Madura, kata dia mencapai 3.059 sepeda motor dan 615 kendaraan roda empat. Kendati angka tersebut sangat sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, atau bahkan sebelum pengoperasian Jembatan Suramadu, keberadaan pelabuhan penyeberangan masih dibutuhkan masyarakat. “Berapapun jumlah penumpang, tapi yang jelas keberadaan Pelabuhan Ujung-Kamal masih dibutuhkan masyarakat,” ucapnya. Menurutnya, sejak dioperasikannya Jembatan
Suramadu pada 2009, penyeberangan melintas Selat Madura dari Ujung ke Kamal menjadi sepi, bahkan diakuinya PT ASDP mengajukan anggaran subsidi kepada pemerintah agar tetap bertahan. Karena lebih banyak warga yang memanfaatkan Jembatan Suramadu untuk melintas dibandingkan menggunakan jasa Kapal Feri seperti sebelum-sebelumnya. “Ke depan, Dermaga Ujung-Kamal akan difungsikan sebagai lintasan penunjang Jembatan Suramadu,” katanya. Salah seorang pengguna jasa kapal feri, Suwondo, mengaku sengaja memilih kapal untuk menyeberang karena terlalu sering melintas Jembatan Suramadu. “Apalagi anak-anak juga ingin merasakan naik kapal, jadi sekali-sekali naik Feri,” kata warga Kediri tersebut. Hal senada disampaikan Rahab, warga Surabaya yang hendak mengunjungi kerabatnya di kawasan Socah, Bangkalan. “Kalau dari Ujung dekat karena tinggal lurus sebentar, tapi kalau Suramadu harus memutar jauh. Saya harap Kapal Feri tetap ada, jangan sampai dihilangkan,” katanya. (ant)
Denpasar (Bali Post) Investasi merupakan suatu kegiatan keuangan yang diharapkan mendatangkan keuntungan. Siapa pun sah sah saja melakukan investasi. Alasannya, manusia tidak dapat bekerja seumur hidupnya. Karena itu, penting seseorang yang telah bekerja maupun belum bekerja mempunyai investasi. Sesungguhnya investasi itu banyak bentuknya.
IPO Jadi Alternatif Perusahaan Raih Dana
Pengguna Jasa Feri 37.694 Penumpang
”Bale Kambang” Mojokerto Padat Pengunjung
Mojokerto (Bali Post) Ratusan wisatawan memadati objek wisata pemandian “Bale Kambang” yang ada di Kecamatan Gondang, Mojokerto untuk menikmati libur Lebaran 2016. Salah seorang pengunjung wisata pemandian “Bale Kambang” Mojokerto, Fitriati, mengatakan dirinya sengaja datang ke lokasi pemandian tersebut bersama anak-anak dan keponakannya untuk menghabiskan waktu libur Lebaran. “Sengaja datang pagi hari, karena masih sepi dan bisa bebas bermain air bersama anak-anak dan keponakan yang datang dari Surabaya,” katanya di lokasi, Jumat (8/7) kemarin. Ia mengatakan, dirinya sengaja memilih lokasi pemandian tersebut, karena sudah bosan dengan lokasi wisata seperti pemandian Ubalan dan juga wisata air Panas Padusan Pacet. “Selain itu, kalau liburan kali ini biasanya lokasi liburan yang ada di Pacet memang sudah penuh dipadati pengunjung. Dan kami tidak bisa leluasa menikmati liburan bersama keluarga,”
katanya. Sunardi, salah seorang petugas jaga di wisata itu, mengatakan kalau pada hari libur Lebaran seperti ini, memang terjadi peningkatan jumlah pengunjung jika dibandingkan dengan hari biasa. “Jumlahnya bisa mencapai ratusan, kalau pastinya saya kurang paham. Tetapi lebih banyak dibandingkan liburan saat hari biasa,” katanya. Sementara di lokasi wisata Air Panas Pacet juga dipadati ratusan orang wisatawan yang datang menikmati libur Lebaran bersama keluarganya. Di lokasi wisata ini pengunjung tidak hanya dimanjakan berendam air panas, tetapi juga bisa menikmati wisata kuliner seperti jagung bakar dan juga pusat oleh-oleh hasil kebun wisata di Pacet. “Kami datang bersama anak-anak untuk liburan, kebetulan hari ini belum ada acara pertemuan keluarga jadi kami menyempatkan diri datang ke lokasi ini,” kata Bayu Andira, wisatawan asal Bekasi, Jakarta. (ant)
19
Sabtu Kliwon, 9 Juli 2016
Daya Tahan Dari Hal. 1 Ini berpotensi menguat ketika secara ekonomi orang Bali tak memiliki daya tahan. Dikatakannya, terabaikannya tanggung jawab manusia Bali dalam mengawal lingkungan dan jati diri sebagai manusia Bali, akan membuat manusia Bali gagal membangun daya saing di tanah kelahirannya sendiri. Ini akan membuat manusia Bali makin tersisih. ‘’Untuk itulah, Tumpek Landep harus dimaknai sebagai ritual untuk mengasah ketajaman pikiran untuk mengantarkan orang Bali terhindar dari jebakan ekonomi. Orang Bali harus bangkit dengan kecerdasan dan ketajaman mengelola potensi ekonomi yang ada,’’ ujarnya. Sadguna mengatakan selaras dengan ketajaman hati, manusia Bali juga harus membangun kesadaran pikiran untuk mencari solusi atas masalah Bali. Pikiran yang tajam diharapkan membuat orang Bali lebih peka dalam menghadapi persaingan hidup. Kepekaan ini bisa juga dalam konteks membangun daya saing manusia Bali untuk merebut peluang ekonomi yang ada. Untuk itulah, dua prisai kehidupan ini, hati dan pikiran, hendaknya menjadikan manusia Bali tertantang untuk mengasah katajaman hati dan pikiran dalam menjabarkan swadharma-nya menjaga dan mengawal Bali. Sadguna juga mengatakan saat ini masalah Bali tak hanya terkait dengan persaingan hidup. Secara makro, tiga fondasi hubungan manusia dalam konteks Tri Hita Karana juga mengalami degradasi. Dalam konteks palemahan (lingkungan), manusia Bali kini makin tak berdaulat di tanah Bali. Makin banyak tanah Bali yang berpindah tangan, maka makin menipis pula kedaulatan manusia Bali di tanah Bali. ‘’Ini patut dicatat sebagai ancaman bagi sosial ekonomi termasuk sosial budaya manusia Bali,’’ ujarnya. Dari sisi pawongan (kemanusiaan), tantangan Bali justru terus menguat. Masalah dalam konteks ini, berupa tan-
tangan individual dan kolektif. Kini, manusia Bali makin banyak menjalani kehidupan di penjara karena keserakahannya. Tindak kejahatan dan kriminalitas membuat banyak orang Bali berstatus narapidana. ‘’Ini adalah degradasi mental yang mestinya kita renungkan kembali lewat pemaknaan Tumpek Landep. Tumpek Landep dalam konteks ini hendaknya membuat kita merenungkan kualitas diri kita lalu berjalan sesuai swadharma kita masingmasing. Egosektoral yang meguat serta menurunnya tingkat kepercayaan kepada pejabat juga menjadi indikasi terkoreksinya hubungan yang didasari cinta kasih. Dari sisi kolektif, kehadiran urban ke Bali lambat laun akan menimbulkan masalah sosial budaya bagi Bali. Gesekan yang mungkin timbul dalam perebutan peluang ekonomi akan mengondisikan banyak situasi sulit dalam mengelola ruang sosial-ekonomi termasuk sosial-budaya. Dua degradasi kehidupan ini secara tak langsung akan berkorelasi dengan kehidupan ritual keagamaan dalam konteks menyembah Ida Hyang Widhi Wasa. Distorsi dalam hal ini akan membuat manusia Bali mengalami distorsi kehidupan. Sementara itu, Wayan Supadno bahkan mengingatkan agar manusia Bali mengasah kepekaan diri dan bangkit bersama–sama untuk mengawal Bali. ‘’Egoisme harus ditinggalkan. Orang Bali tak bisa secara sendiri-sendiri mengawal Bali. Peluang ekonomi bagi manusia Bali harus dibangun secara kolektif. Jangan takut berbagi kecerdasan dan keterampilan profesi,’’ sarannya. Supadno juga mengingatkan orang Bali harus belajar menghadapi dan mengatasi tantangan ekonomi yang ada. Selama ini di Bali banyak ada peluang usaha, namun kita gagal mengelolanya. ‘’Orang Bali harus mengasah ketajaman pikiran untuk mengawal dan mengelola potensi Bali. Jangan sampai tersisih di tanah Bali,’’ sarannya. (dir)
Berbalik Arah Dari Hal. 1 Menurutnya, setelah mesin mati helikopter limbung dan menukik dan menabrak dua kamar milik Heru Purwanto. ‘’Setelah itu helikopter jatuh dan berhenti dengan posisi berbalik arah dari sebelum ke arah barat menjadi ke arah timur di rumah milik Suparno,’’ katanya. Saksi lain, Lina (30), yang turut melakukan evakuasi korban mengatakan korban meninggal mengalami luka di kepala dan kaki kanan patah. ‘’Sedangkan yang lain mayoritas mengalami luka di kepala karena terjepit. Sementara korban luka lainnya mayoritas mengalami luka di kepala dan dada serta lengan,’’ katanya.
Ia menyebutkan bahwa korban dalam kejadian tersebut ada enam orang, tiga orang meninggal di lokasi. ‘’Saya sempat membantu menolong lima orang, dua orang di antaranya meninggal dunia. Tetapi tenyata masih ada satu orang lagi korban yang ada di bawah helikopter,’’ kata wanita yang bekerja sebagai perawat di RSUP Suraji Tirtonegoro ini. Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal Jaswandi menyatakan helikopter itu milik Kodam IV/Diponegoro. ‘’Ya benar pesawat helikopter ini alat milik Kodam IV/Diponegoro yang sedang bertugas dalam rangka patroli keamanan menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo,’’ kata Jaswandi di lokasi kejadian. (ant)
Sabtu, 9 Juli 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana 06.35 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Education On Bali TV/ Folk Song 08.35 BCTTV 09.05 Mahadewi 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Galeri Musik Indonesia 11.05 BCTTV 11.30 Lejel Home Shopping 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana 12.30 Mulat Sarira 12.45 Eda Koh Ngomong 13.00 Lila Cita 14.05 Lejel Home Shopping 14.30 Yowana Magz
15.05 Parameter 15.30 Education On Bali TV 16.05 Lila Cita Sanggar Semara Ratih, Pesraman Mulat Sarira (2) 17.05 Kreasi Anak 17.30 Gita Shanti SS Himasaba Undiksha (1) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Giliran Anda 19.30 Orti Bali 20.00 Satu Jam 21.00 Lila Cita Gong Kebyar Dewasa Karangasem (2) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita: Drama Gong Aji Pengeret Semara (3) 23.05 Solusi Alternatif Herbal Putih 24.00 Lejel Home Shopping
Pengganti Husni Kamil Ditentukan KPU
Jakarta (Bali Post) Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Husni Kamil Manik, Kamis (7/7) malam meninggal dunia. Sesuai ketentuan perundangan, mekanisme pergantian Ketua KPU tidak lagi melalui uji kepatutan dan kelayakan oleh DPR, tetapi melalui rapat pleno KPU. ‘’Menurut ketentuan UU, nanti pleno internallah yang akan menentukan siapa mengisi jabatan Ketua KPU nantinya,’’ kata Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie usai pemakaman Husni Kamil Manik di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) kemarin. Untuk melengkapi keanggotaan KPU, pengganti antarwaktu (PAW) Husni ditetapkan berdasarkan calon yang memiliki suara terbanyak saat fit and proper test di Komisi II DPR silam. PAW komisioner KPU harus melalui proses daftar tunggu. ‘’Sesuai dengan UU sudah diatur tegas, (PAW) Pergantian Antar-Waktu itu
dilakukan melalui proses daftar tunggu. Yang di-fit and proper test DPR kan 14 orang, yang terpilih tujuh orang. Sisanya nomor 8 hingga 14 masuk di dalam calon anggota cadangan,’’ kata Jimly. Dengan ketentuan tersebut, maka tidak perlu ada lagi proses fit and proper test di DPR, baik untuk menentukan PAW Husni maupun posisi Ketua KPU yang baru. Jimly yang juga dikenal sebagai pakar hukum tata negara menyarankan agar secepatnya posisi Ketua KPU diisi, sebab agenda pilkada serentak 2017 sudah semakin dekat. Sementara itu, sejumlah ucapan belasungkawa mengalir dari sejumlah pimpinan lembaga negara maupun tokoh nasional. Tampak mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Menteri Agama Lukam Hakim Saefudin, serta Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, di antara pelayat yang hadir menyampaikan belasungkawanya. Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin mengaku
sangat kehilangan sosok Husni yang dinilainya sebagai tokoh muda yang memiliki integritas tinggi. ‘’Saya pikir saat ini masyarakat di Indonesia sangat kehilangan ya. Almarhum sosok yang memiliki integritas dan pintar. Sesuatu yang jarang ditemui di republik ini,’’ kata Lukman. Lukman yang politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai dengan integritas tinggi itu, maka Husni telah membuat lembaga KPU dipercaya sehingga perpolitikan yang demokratis bisa terlaksana saat Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014 lalu. ‘’Kalau enggak begitu, negara tidak akan berjalan dengan baik. Jasa almarhum akan selalu dikenang,’’ katanya. Mantan Presiden SBY menilai almarhum merupakan sosok baik. ‘’Beliau tegar, sikap independen netral tidak berpihak. Sukses politik demokrasi dan rangkaian pemilu terakhir ini antara lain berkat jasa KPU dengan jajarannya,’’ kata SBY di rumah duka. SBY juga mengaku puas dengan kepemimpinan almar-
Terus Berubah Dari Hal. 1 Evolusi adalah kata paling sahih untuk menggambarkan betapa dunia dan kehidupan ini terus berubah, hingga muncul premis ‘’tiada yang abadi kecuali perubahan’’. Ditambahkan Anderson (2004) dalam buku ‘’Asal Usul Post Modernitas’’ (terjemahan), what does not change, is the will to change, bahwa ‘’apa yang tidak berubah adalah kehendak untuk berubah’’. Dimulai dari evolusi kosmik, berangkat dari keyakinan teologis bahwa planet bumi tercipta dan diyakini diciptakan oleh Tuhan -- The Supreme God. Berlanjut dengan evolusi geologis, berawal dari zaman hidup tertua (archaeikum), berlangsung sekitar 2.500 juta tahun, hingga berlanjut melewati zaman hidup tua (palaeozoikum), zaman hidup pertengahan (mesozoikum) hingga meningkat ke zaman hidup baru (neozoikum), yang terbagi lagi menjadi dua zaman: plestocen dan holocen, merupakan saat maha penting di mana makhluk manusia sudah hadir di muka bumi dengan status sebagai homo sapiens (manusia pintar/cerdas). Kehadiran manusia cerdas ini kemudian membawa perubahan signifikan dalam hal kemajuan berpikir yang dibuktikan dengan munculnya peradaban beserta kebudayaannya. Setelah melewati evolusi kebudayaan serba batu, dari zaman batu tua (palaeolitikum), batu tengah (mesolitikum), batu baru (neolitikum), dan batu besar (megalitikum), akhirnya berkembanglah zaman logam atau zaman perundagian, sebagai tanda awal dan tertua dikenalnya kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi itu pun terus berkembang, terkadang secara evolutif, tetapi ketika sudah berada di zaman teknologi modern, cenderung berkembang secara revolutif, melompat dan melesat dahsyat. Bandingannya, jika pada zaman batu tua, manusia (purba) saat itu sudah mengenal kapak genggam, maka di zaman modern seperti sekarang ini, manusia kekinian sudah terbiasa memegang telepon genggam. Begitu lintasan historikal evolusi perkembangan manusia dengan kemajuannya. Mulai dari berstatus sebagai manusia homo animal (pada awalnya manusia tak bedanya dengan hewan, sebagai summo primat: mamalia), lalu tumbuh menjadi homo sapiens (manusia berakal pikir yang pintar/cerdas), hingga meloncat pada perkembangan mutakhir menjadi homo
teknikal (pencipta teknologi). Dengan bekal anugerah pikiran (idep), intelegensi manusia terus berkembang, terkadang melebihi ataupun melampaui daya serap otak manusia, sehingga ia tidak dapat memahami seluruh produk ilmu pengetahuan dan teknologi yang diciptakan. Mula-mula dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologinya, manusia hendak memanfaatkan alam guna melangsungkan kehidupan sederhananya. Namun ketika kemajuan teknologi kian cepat, melesat dan melompat dahsyat, tanpa disadari manusia tidak lagi menjadi subjek, justru berposisi sebagai objek. Dengan watak teknologi ‘’apa yang bisa dicipta, ciptakanlah’’, manusia tidak lagi bisa mengendalikan laju perkembangan teknologi, justru manusialah sekarang yang dikendalikan, bahkan dikuasai, tepatnya dipengaruhi total oleh perangkat teknologi. Dalam contoh kecil penggunaan gadget sejenis handphone (HP), adakah yang bisa membantah bahwa manusia modern sekarang ini, bisa dipisahkan dengan keberadaan perangkat tersebut? Tak dapat dimungkiri, kehadiran HP sudah menjadi ‘’jiwa/roh’’ kehidupan modern. Tanpa HP hidup seakan ‘’mati’’ (mati kutu, mati gaya). Ini ada contoh konyol, seorang pemangku, bahkan sulinggih (penulis pernah memergoki) ketika sedang nganteb banten/mapuja, tak segan menghentikan uncaran mantranya untuk menerima panggilan HP. Apakah kejadian itu dianggap luar biasa, atau di luar kebiasaan? Lalu apa relevansinya dengan Tumpek Landep yang setiap ngenem bulan (210 hari sekali) diperingati pada Saniscara Kliwon wuku Landep? Pemaknaannya yang tampak belum berevolusi, masih stagnan di tingkat ritual, belum beranjak ke level intelektual, behavioral dan spiritual. Bila kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah mencapai tingkatan canggih, sementara di tataran intelektual, behavioral dan spiritual masih ganjih (labil). Di tataran intelektual, misalnya. Pengetahuan umat Hindu terhadap makna Tumpek Landep masih sebatas melaksanakan ritual mantenin/ngotonin mobil/motor, dan bila ditanya apa dasar filosofinya, jawabannya klasik: anak mulo keto. Begitupun di tataran behavioral (perilaku), dalam bentuk sikap mental dan pegangan moral cenderung masih belum berpegang pada konsep dharma, memegang
hum karena telah membuat KPU professional, sehingga demokrasi tetap terjaga baik. ‘’Itu kenangan indah kita semua. Semoga menguatkan kita semua memohon kepada Allah agar almarhum diterima di sisi Allah tenang abadi dan keluarga beliau diberi ketabahan,’’ ujarnya. Mantan Ketua Tim Kampanye Prabowo SubiantoHatta Rajasa, Mahfud MD, juga menilai almarhum sebagai sosok yang baik. Dalam pernyataannya di media sosial, Mahfud mengatakan Husni adalah pemimpin yang berpembawaan tenang. ‘’Kita kehilangan seorang pekerja keras, pejuang demokrasi yang lurus,’’ tulisnya. Ketua MPR-RI Zulkilfli Hasan mengaku kehilangan atas kepergian Husni Kamil Manik. ‘’Berduka sedalamdalamnya atas wafatnya saudaraku, sahabat kami Ketua KPU Husni Kamil Manik. Semoga seluruh amal baiknya diterima di sisi Allah,’’ kata Zulkifli Hasan dalam keterangan tertulisnya. Sebagai Ketua Umum Par-
tai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli mengaku kerap berkomunikasi dengan Husni, terlebih saat Pemilu 2014 lalu. Dia mengenang sosok Husni sebagai seorang yang bekerja keras mengabdikan dirinya bagi kemajuan demokrasi di Indonesia. Selama kepemimpinannya, pelaksanaan pemilu dan pilkada, dinilai Zulkifli, berjalan lancar dan berhasil. ‘’Di bawah kepemimpinan almarhum, dengan kelebihan dan kekurangannya KPU berhasil menjalankan amanah pilkada serentak gelombang pertama. Kita kehilangan sosok pemimpin muda yang bekerja dengan integritas,’’ ujarnya. Husni Kamil Manik lahir di Medan, Sumatera Utara pada 18 Juli 1975. Husni merupakan anggota KPU Sumatera Barat selama dua periode berturut-turut, 2003-2008 dan 2008-2013. Alumni Master di Program Studi Pembangunan Wilayah dan Pedesaan Universitas Andalas Padang ini menjabat sebagai Ketua KPU sejak April 2012. Penyebab kematian almarhum karena mengalami sakit diabetes akut. (kmb4)
Batal Mudik teguh nilai-nilai kebenaran, lebih banyak yang gemar mencari pembenaran untuk membela kepentingan individual yang bersifat material daripada membela dan melaksanakan kebenaran itu sendiri. Apalagi kalau bercermin di tataran spiritual, dalam wujud pencapaian kesadaran rohani yang membatin, harus diakui masih jauh dari harapan. Realitanya, dari praktik beragama cara ritual, bukan semakin meningkat kesadaran spiritualnya, justru kian tumbuh semarak gairah ‘’spirit-jual’’ – semangat menjual. Mulai dari menjual warisan atas bumi pertiwi, tepatnya menjual tanah, sawah, yang secara teologis dipercaya sebagai sthana Dewi Sri, kini beralih fungsi menjadi istana para ‘’resi’’ (residen), dan dihuni oleh mbak sri, atau pendatang luar lainnya. Belum lagi aktivitas ritual yang cenderung bergaya gengsi gede-gedean, melahirkan gaya hidup beragama konsumeristis, semua serba beli, dan semuanya ada yang menjual, hingga muncul kemudian bisnis banten siap saji. Harapan atas pemaknaan ritual Tumpek Landep kali ini, tentunya jangan sampai umat Hindu mengembangkan ‘’spiritjual’’ atas kekayaan rohani, seperti: yang sakral dijual-obral, pura menjadi area dagang/ pasar hiburan, seni wali dikomersialkan, ke pura hanya purapura, aktivitas bhakti menjadi ajang ngalih bati (cari untung), dan sejenisnya. Jika itu terjadi, maka tinggal menunggu saatnya ‘’menjual’’ Bali, pulau surganya para dewata kepada para ‘’raksasa’’ (penguasa dan pengusaha rakus). Penulis, Dosen Fakultas Pendidikan Agama dan Seni Unhi Denpasar
Rumah Sakit Dari Hal. 1 Menurutnya, korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY, Rumah Sakit TNI-AU Harjo Lukito, dan Rumah Sakit Panti Rini Kalasan. Helikopter dalam rangka patroli keamanan menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo. ‘’Direncanakan Presiden Joko Widodo akan berkunjung di Dusun Ledoksari, Bokoharjo, Prambanan pada Sabtu (8/7), yang lokasinya tidak jauh dari jatuhnya helikopter,’’ kata Imran Baidirus di lokasi kejadian. (ant)
Dari Hal. 1 Namun, karena ada pengamanan kedatangan Presiden Jokowi ke Yogyakarta, anaknya batal mudik. Terakhir, korban menghubungi keluarga saat hari raya Idul Fitri. ‘’Tidak ada firasat apaapa, terakhir hanya telepon saat Lebaran,’’ kata Imam. Dia menuturkan, korban sehari-harinya bertugas sebagai penerbang dua di Skuadron XI Penerbang, Semarang. Sebelum kejadian, kata Imam, anaknya sempat menghubungi istrinya sesaat sebelum terbang. Setelah itu nomor ponselnya tak aktif lagi. Kebetulan saat kejadian, istri korban, Putri, dan putrinya, Naila (4), sudah mudik Lebaran lebih dahulu ke Banyuwangi. Terkait kejadian ini, pihak keluarga mengaku ikhlas. Keluarga berharap jenazah korban dimakamkan di Banyuwangi. ‘’Kami sudah komunikasi dengan pihak Skuadron, katanya jenazah akan segera dikirim ke Banyuwangi,’’ kata Imam. Di mata keluarga, korban dikenal pendiam dan patuh.
Kabar meninggalnya korban membuat para tetangga kaget. Mereka langsung berdatangan ke rumah duka, doa bersama digelar. Selama ini korban memang jarang pulang, menetap di Semarang bersama anak dan istrinya. Korban meniti karier sebagai bintara TNI-AD tahun 2005, sempat berdinas di Bagian Intel Kodam XVII/ Cendrawasih. Lalu, korban melanjutkan ke Sekolah Penerbang TNI-AD dan bertugas sebagai penerbang. Danramil 0825/12 Rogojampi Letkol Inf. I Made Danu Kusuma menuturkan pihaknya masih menunggu konfirmasi terkait kedatangan jenazah ke Banyuwangi. Namun, ia memastikan pemakaman akan digelar secara militer, namun bukan di Taman Makam Pahlawan (TMP), tetapi di pemakaman umum. ‘’Kita akan menyiapkan rangkaian upacara secara militer,’’ tegasnya. Rencananya, korban akan dimakamkan di Pemakaman Umum Gurit, Dusun Pengantigan, Rogojampi. (kmb30)
Kian Dekat Dari Hal. 1 Dia mendekati pencetak gol terbanyak Michel Platini yang menghasilkan 9 gol dan membawa Prancis juara pada Piala Eropa 1984. Griezmann menolak disamakan dengan Platini meski rekor golnya kian dekat. ‘’Saya berharap dapat mendekati rekornya. Memainkan laga final memang hal yang luar biasa, tetapi memenangkan turnamen ini menjadi yang terpenting,’’ ujar Griezmann. Kemenangan Pertama Kemenangan di Marseille kemarin menjadi yang pertama bagi Prancis atas Jerman sepanjang 58 tahun, die Mannschaft terlalu dominan bagi Prancis untuk ditaklukkan. Jerman memperlihatkan superioritasnya pada pertandingan kemarin dengan 65 persen penguasaan bola dan melakukan lebih dari 600 kali umpan, dua kali lipat dari yang dilakukan Prancis. Namun penampilan pasukan Joachim Loew menjadi kacau setelah Rizzoli menunjuk titik putih menjelang babak pertama berakhir. Schweinsteiger dianggap menyentuh bola saat berduel dengan rivalnya Patrice Evra. Pemain-pemain Jerman tak
bisa terima, tetapi Griezmann mengeksekusi dengan tepat. Neuer salah menjatuhkan diri saat bola menjebol gawangnya di sisi kanan. Loew perlu menenangkan pemain-pemainnya di ruang ganti saat jeda pertandingan. Juara Dunia 2014 itu kembali ke lapangan dan kembali menguasai permainan. Tetapi kembali lagi, dewi keberuntungan berpihak pada tuan rumah. Umpan silang Paul Pogba ditepis Neuer namun bola jatuh ke kaki Giezmann dan striker Atletico itu mengarahkan bola ke gawang Jerman. Jerman berusaha menekan di sisa pertandingan. Tembakan Joshua Kimmich menerpa tiang gawang dan upaya lainnya tidak mengarah ke sarang Hugo Lloris. Prancis mengamankan keunggulan hingga Rizzoli meniup peluit akhir pertandingan. Ini menjadi kemenangan pertama Prancis sejak Piala Dunia 1958. Dua tahun lalu di Piala Dunia 2014 di Brazil, Prancis kalah 0-1 di babak perempatfinal. Bagi Neuer kekalahan ini amat menyakitkan dan tak layak. ‘’Kami bermain lebih baik di putaran final Piala Eropa ini, tetapi kami tersingkir. Kekalahan ini amat pahit,’’ ungkapnya. (kkmb39/afp)
Kerja Keras Bhima, Buat Gembira Partha dan Kesava
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Tujuh)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
SUNGGUH, kedua macanmacan di antara manusia itu saling merobek-robek satu dengan lainnya. Kedua pahlawan itu secara terus-menerus menghujankan panah-panah mereka. Seperti dua kumpulan awanawan yang menurunkan aliran air hujan. Kedua penghukum musuh-musuh itu merobekrobek setiap tubuh lainnya, menggunakan anak-anak panah mereka. Seperti dua ekor gajah merobek satu lainnya. Serangan itu menggunakan ujung gadinggading mereka. Ksatria utama itu meraung. Mereka menurunkan hujan-hujan anak-anak panah. Hal itu menyebabkan kereta-kereta mereka berisi lubang-lubang indah. Lubanglubang itu menyerupai sepasang banteng-banteng perkasa, melenguh satu dengan lainnya, disaksikan sapi betina pada musimnya. Sungguh, kedua singa-singa di antara manusia itu kelihatan seperti sepasang singa-
singa perkasa. Kedua praurit utama ini dilengkapi energi besar. Mereka bertarung seperti Sakra dan putranya Virochana (Vali). Kemudian, oh raja, Bhima yang berlengan perkasa itu merentangkan busurnya dengan kedua tangannya. Kelihatan seperti sebuah awan yang sarat dengan kilat. Bhima mengeluarkan suara dentingan busur sebagai kilatnya dan hujan anak-anak panah terus-menerus, sebagai curahan air hujan menutupi, oh raja, gunung-Karna itu. Sekali lagi putra Pandu, Bhima, memiliki keberanian mengerikan. Oh Bharata, Bhima lalu menyelimuti Karna dengan 1.000 batang panah, yang ditembakkan dari busurnya. Ketika dia menyelimuti Karna dengan panah-panah bersayap yang dilengkapi bulu-bulu burung kanka, putra-putra paduka itu menyaksikan keberanian luar biasa tersebut.
Kerja keras Bhimasena membuat gembira Partha itu sendiri dan juga Kesava yang terkenal. Pangeran Satyaki dan kedua pelindung dari dua roda-roda keretanya Arjuna. Bhima masih bertarung sengit dengan Karna. Setelah menyaksikan kekerasan hati Bhima yang mengetahui dirinya sendiri, putra-putra paduka sendiri, oh baginda, semuanya menjadi bersedih. Sanjaya berkata, Setelah mendengar suara dentingan busurnya Bhimasena, suara telapak-telapak tangannya, putra Radha. Pihak Kurava tidak dapat membiarkan itu. Mereka seperti seekor gajah yang sedang marah, tidak dapat membiarkan jeritan-jeritan seekor gajah lain marah. Beberapa saat dari hadapan Bhima, Karna melirikkan matanya kepada putra-putra paduka yang telah dibantai Bhimasena. Setelah melihat mereka, oh yang terbaik dari manusia, Karna menjadi bersedih dan terjun dalam kesengsaraan.
Setelah bernapas panas dan desahan panjang, dia sekali lagi, meneruskan melawan putra Pandu itu. Dengan mata merah seperti tembaga. Karna tetap mendesah dalam kemarahan. Dia kecewa seperti seekor ular perkasa, Karna menembakkan anak-anak panahnya. Dia kelihatan gemerlapan seperti matahari menebarkan sinar-sinarnya. Sungguh, oh banteng keturunan Bharata, Vrikodara kemudian ditutupi anak-anak panah, yang menyerupai sinar-sinar matahari tersebar ditembakkan
dari busurnya Karna. Panahpanah indah itu dilengkapi bulubulu burung merak. Tembakan dari Karna itu menembus ke setiap bagian tubuhnya Bhima. Tampak seperti burung-burung terbang ke sebuah pohon untuk bertengger disana. Sungguh anak-anak panah itu dilengkapi sayap-sayap emas. Panah itu ditembakkan dari busurnya Karna, terus menerus berjatuhan menyerupai sederetan burung-burung bangau secara berkesinambungan. (bersambung)
Sloka 8.21 Avyakto ‘kshara ity uktas tam ahuh paramam gatim yam prapya na nivartante tad dhama paramam mama Yang tidak nyata ini disebut Yang Tak Terbinasakan, dialah yang disebut sebagai Tujuan Yang Tertinggi. Mereka yang mencapainya, tak akan pernah kembali. Itulah tempat-Ku bersemayam nan agung.
balipost (141rb Like) http://facebook.com/balipost
SABTU KLIWON, 9 JULI 2016
@balipostcom (4.195 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Sanggar Windhu Candra Budaya
Menjaga Budaya Bali, Tanamkan Sejak Usia Dini HAMPIR setiap hari, rumah yang ditata asri ini tidak pernah sepi dari suara gamelan. Tidak pula pernah senyap dari suara para pelatih tari yang mengajar anak-anak menari serta mencintai budayanya sendiri: Budaya Bali. Baik menari maupun menabuh. Itulah yang terjadi di rumah I Ketut Sudirawan, pemimpin Sanggar Windhu Candra Budaya yang berlokasi di Banjar Antugan, Blahbatuh, Gianyar ini. ‘’Saya mendirikan sanggar ini pada 7 Agustus 1997 lalu,’’ ujar Sudirawan mengawali kisah serta kiprahnya sebagai pelaku serta pembina seni budaya Bali ini. Aksinya di pentas budaya pun bukan tanpa sebab. Selain memang sudah punya talenta, keinginan untuk mengabdikan diri sebagai seorang seniman tentu juga punya andil besar. Sebagai seorang pramuwisata saat itu, cerita Sudirawan yang juga seorang pematung ini, dia sudah membawa wisatawan mancanegara untuk menikmati pentas budaya ke desa tetangga, Desa Bedulu. ‘’Saya mulai guiding sekitar tahun 1990-an,’’ katanya. Lama-lama kemudian timbul keinginan untuk membuat sanggar di rumahnya sendiri. ‘’Masalahnya, di Bedulu itu, tempatnya merupakan sebuah pura. Jadi kalau misalnya pas odalan, saya tidak bisa membawa turis ke sana,’’ ujarnya memberi alasan. Alhasil ujar pria yang mengaku sudah menekuni seni tari sejak kelas VI SD ini, sanggar pun dibentuk dan sudah berkembang seperti sekarang ini. Dalam aktivitas seninya, Sudirawan dibantu istrinya Ni Ketut Rusmiani, S.Sn. sebagai pelatih tari perempuan dan Kadek Gunastra sebagai pelatih laki-laki. Saat ini sekitar 75 anak yang aktif belajar -- 60 putri dan 15 putra. Mereka belajar dari umur yang sangat belia. Delapan tahun dan bahkan kurang. Mereka datang dari berbagai desa sekitarnya. ‘’Saya senang anak-anak itu datang dan belajar menari di sini. Sebagai generasi muda Bali, mereka harus mencintai budayanya sendiri sejak usia masih sangat dini,’’ kata pria energik ini. Mencintai budaya akan lebih mantap kalau bisa menjadi pelaku. Inilah yang selalu dikatakannya di depan para wisatawan asing yang datang, ingin tahu dan bahkan belajar menari di sanggarnya. ‘’Uang bukan tujuan utama saya, tetapi rezeki itu akan datang kalau kita mau sungguh-sungguh,’’ ujarnya. Nah, setiap harinya ada jadwal bagi anak-anak untuk belajar menari mamupun menabuh di sanggar ini. Dia sangat berharap, peranan orangtua serta pemerintah dan siapa saja yang peduli dan mencintai budaya Bali agar tetap semangat, punya dedikasi serta komitmen untuk menjaga serta melestarikan budaya Bali. (pal)
Bali Post/pal
USAI PENTAS - Foto bersama dengan wisatawan asing seusai pentas.
Soal Pembajakan Film
Rumah Produksi Minta Bioskop Lebih Ketat
Bali Post/kmb23
DELING - Sejumlah seniman dari Desa Songan Kabupaten Bangli membawakan kesenian rekonstruksi Sang Hyang Deling pada Pesta Kesenian Bali ke-38 di Taman Budaya, Denpasar, Jumat (8/7) kemarin.
Persiapan Genjek Massal
PHRI Minta Pemkab Bersinergi dengan Pelaku Pariwisata KARANGASEM sejak lama menjadi gudang seni dan budaya di Bali. Banyak ikon seni budaya Bali yang lahir dari Karangasem. Tetapi, dalam setiap kegiatan seni budaya yang dipusatkan di Karangasem, kurang mendapat respons positif dari wisatawan asing. Hal ini disebabkan sinergi yang kurang antara pihak penyelenggara dengan para pelaku pariwisata di Bali. Demikian terungkap saat Pemkab Karangasem melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengundang PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Karangasem untuk duduk bersama, membahas persiapan rencana pelaksanaan Genjek massal di Vila Taman Ujung, Kamis (7/7) lalu. Sekretaris PHRI Karangasem I Wayan Kariasa mengatakan Pemkab Karangasem berencana menyelenggarakan Genjek massal
di Taman Sukasada Ujung pada 15 Agustus nanti. Kariasa menegaskan, pada intinya PHRI amat mendukung diselenggarakannya kegiatan ini untuk melestarikan seni budaya di Karangasem. Tetapi, yang jauh lebih penting dipikirkan adalah dampak dari kegiatan seni budaya itu bagi perkembangan pariwisata di Karangasem. Dia melihat sejak pelaksanaan awal tahun ini, mulai dari Festival Tirtagangga hingga Festival Karangasem, pemerintah daerah lebih fokus pada kegiatannya saja. Hasilnya, dampaknya tak lebih dari sekadar kegiatan seremonial, karena dampak pariwisata yang ditimbulkan sangat minim. ‘’Seharusnya, kegiatan festival semacam itu dibuat terjadwal setiap tahun. Sehingga kami yang berkecimpung di pariwisata lebih mudah mempromosikannya kepada wisatawan untuk datang
ke Karangasem,’’ kata Kariasa. Jika sudah terjadwal, sinergi penting dilakukan dengan kalangan pelaku pariwisata lain, seperti ASITA (Association of Indonesian Tour and Travel Agencies) maupun dengan ASPPI (Asosiasi Profesional Pariwisata Indonesia). Sehingga agenda seni budaya di Karangasem itu lebih banyak menyedot perhatian wisatawan asing untuk datang ke Karangasem. Imbasnya tentu menjadi lebih besar. Baik itu terkait pengenalan seni budaya yang ditampilkan yang akan dibawa ke negara asalnya, tingkat hunian hotel dan restoran di Karangasem, hingga penjualan kenang-kenangan yang menjadi khas Karangasem. Dia mencontohkan, seperti agenda makare-kare atau mageret pandan di Tenganan Pagringsingan. Pelaksanaannya sudah terjadwal setiap tahun, sehingga wisatawan
Seniman Jepang Pentaskan Sekar Jagat
Jakarta (Bali Post) Adanya indikasi pembajakan film dengan cara merekam tayangan di bioskop, disikapi sejumlah rumah produksi. Salah satunya MD Entertainment. Mereka meminta pihak bioskop di seluruh Indonesia untuk ketat mengawasi penonton yang melakukan pembajakan dengan merekam film selama pemutaran dengan ponsel pintar. ‘’Saya minta bioskop ketat, karena penonton yang melakukan itu bisa saja tidak tahu kalau mereka telah melakukan pelanggaran hak cipta,’’ kata pendiri MD Entertainment Manoj Punjabi di Jakarta, belum lama ini. Dia kesal karena salah satu film yang berada di bawah rumah produksinya ‘’Rudy Habibie’’ direkam penonton dan diunduh ke media sosial, bahkan ada juga yang mengunduh film itu penuh yaitu dua jam dua puluh menit. ‘’Bioskop punya CCTV, mereka bisa mengawasi gerakan mencurigakan dari para penonton, saya harap pihak bioskop jika melihat hal tersebut langsung mengambil tindakan untuk menegur orang tersebut,’’ ucapnya. Sutradara ‘’Rudy Habibie’’, Hanung Bramantyo, berpendapat para pembajak tidak bermaksud mencari keuntungan dari merekam film di bioskop, mereka hanya ingin menyampaikan dan mengekspresikan dari apa yang mereka lihat. (ant)
Iko Uwais Tampil di Film ’’Headshot’’
KIPRAH Iko Uwais di layar lebar memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Nama Iko pun semakin melejit usai membintangi film ‘’Star Wars: The Force Awakens’’ belum lama ini. Kini suami Audy Item itu akan segera menyapa kembali para penggemarnya lewat film terbaru, ‘’Headshot’’. Berbeda dengan sebelumnya, ‘’Headshot’’ merupakan film pertama Iko yang disutradarai oleh orang Indonesia yakni Mo Brothers (Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto). Sejak mengawali debutnya di layar lebar, film-film yang dibintangi Iko memang selalu disutradarai oleh warga negara asing. Sebut saja film ‘’Merantau’’, ‘’The Raid’’, ‘’Man of Tai Chi’’, ‘’The Raid 2: Berandal’’ hingga ‘’Star Wars: The Force Awakens’’. ‘’Ya, ini memang film pertamaku dengan sutradara orang Indonesia, ternyata unik banget ya,’’ ujar Iko. ‘’Bukan cuma sutradara, hampir semua kru dan pemain juga orang Indonesia. Kalau enggak salah hanya Sunny Pang yang bukan orang Indonesia.’’ Selain Iko dan Sunny, film ‘’Headshot’’ juga dibintangi oleh Chelsea Islan, Julie Estelle, Ario Bayu dan Zack Lee. Sayang, hingga saat ini tim produksi masih enggan membocorkan kapan film bergenre drama action tersebut akan dirilis. (pik)
Bali Post/ist
yang hendak menonton sudah tahu kapan harus datang ke lokasi. Pihaknya mendukung Pemkab Karangasem terus menggali potensi seni budaya di Karangasem, karena itu menjadi modal berharga Karangasem bersaing dengan daerah lain. Oleh karena itu, diundangnya PHRI dalam agenda seni budaya berikutnya, dimanfaatkan PHRI untuk memberikan masukan dan saran, agar pelaksanaan berikutnya menjadi lebih baik. Menurut penuturan Kadisbudpar Wayan Purna, Genjek massal ini memang direncanakan akan dilakukan setiap tahun. Namun, pelaksanaan tahun ini masih terkendala anggaran. Persoalan ini akan dibahas lebih lanjut di internal Disbudpar Karangasem. Belum diketahui, berapa Genjek massal ini akan menghabiskan anggaran. (kmb31)
Bali Post/ist
Personel Seven Ceblock
Lewat Karya Musik
Seven Ceblock Komit Menjaga Alam Bali
KEINDAHAN alam Pulau Dewata dan kehidupan masyarakatnya sudah dikenal hampir di seluruh dunia. Budaya Bali yang menjadi daya tarik bagi Wisatawan tentunya perlu dukungan semua kalangan agar budaya Bali bisa dipertahankan, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat untuk mewujudkan ajeg Bali bisa terwujud. Untuk mendukung hal tersebut, salah satu grup band Bali yang selalu mengambil tema tentang alam dan juga kehidupan manusia di Bali adalah Seven Ceblock. Terbentuk sejak 1 Juli 2014 silam, Seven Ceblock selalu mengedepankan tema tentang lingkungan dan kehidupan yang ada di Bali, seperti lagu ‘’Gunung Nenten Tong Sampah’’, ‘’Di Petung’’. Grup band yang beranggotakan Eko Putrawan (vokal
& gitar), Cayok (gitar), Kody (bass) dan Agung Krisna (drum) memiliki komitmen menjaga alam dengan karya musiknya. ‘’Kita sejak berdiri 2014 lalu, memang sudah memiliki komitmen bersama untuk menjaga alam Bali dengan mengaplikasikannya ke karya lagu. Sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat Bali yaitu ajeg Bali kita bisa wujudkan,’’ tandas Eko Putrawan, Jumat (8/7) kemarin. Nama Seven Ceblock sendiri bisa di artikan ‘’70’’ yang mana angka 7 diartikan sebagai angka yang melambangkan keselamatan dan penopang, sedangkan angka 0 adalah alam semesta. Jadi, Sevon Ceblock memiliki makna keselamatan atau penopang alam semesta. ‘’Kita mencoba untuk memilih nama yang memiliki spirit untuk kita melangkah ke de-
pannya. Nah atas dasar itulah kita sepakat memilih nama Seven Ceblock atau sering disebut 70. Semoga saja ke depan kita bisa menjaga alam Bali lewat karya-karya yang kita keluarkan,’’ harapnya. Selain memiliki komitmen untuk menjaga alam Bali, Seven Ceblock juga memiliki harapan agar penggemar musik Bali bisa menerima keberadaan dan juga karya musiknya. Sehingga Seven Ceblock bisa berbagi kisah sedikit inspirasi dalam hal menjaga alam dan juga menjalani hidup bagi semua kalangan masyarakat. ‘’Semoga saja keberadaan kita bisa diterima semua kalangan, sehingga kita bisa menginspirasi semua masyarakat untuk mencintai lingkungan dan alam. Kita juga berharap karya musik kita bisa menghibur pencinta musik Bali,’’ pungkasnya. (win)
SENIMAN Jepang dari Sanggar Tari Bali Wyarihita, Yokohama, Jepang, turut ambil bagian dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya, Denpasar, Jumat (8/7) kemarin. Sanggar Wyarihita berkolaborasi dengan Sanggar Mekar Sari Gianyar pimpinan Ketut Sudra. Total ada 10 penari dari Jepang dan 2 penari dari Sanggar Mekar Sari. Mereka membawakan 7 tarian yaitu tari Sekar Jagat, Cendrawasih, Kebyar Duduk, Oleg Tambulilingan, Prawireng Putri, Putri Angangsuh dan Legong Lasem. Pemilik Sanggar Wyarihita, Ni Wayan Deni, mengatakan tujuan utama dari pementasan ini adalah untuk memperkenalkan budaya Bali melalui orang Jepang. Hal tersebut sesuai dengan arti nama Sanggar Wyarihita yaitu untuk mengembangkan seni budaya Bali. ‘’Kami berharap budaya Bali tidak hilang. Walaupun orang Jepang yang mementaskan, tetapi ini sebagai kebanggaan dan diharapkan dapat menggugah generasi muda untuk mencintai budaya Bali,’’ ungkapnya. Deni menambahkan, untuk
pementasan di Pesta Kesenian Bali, tahun ini merupakan pentas yang ke-8 sejak tahun 2002 lalu. Meski budaya yang berbeda, tetapi mereka tetap antusias untuk mempelajari dan mementaskan kesenian Bali ini. ‘’Mereka sangat antusias bisa pentas di Bali. Bahkan masing-masing penari rela mengeluarkan biaya sendiri untuk datang dan pentas di Bali,’’ katanya. Selain warga Jepang, di Sanggar Wyarihita ini juga terdapat warga Prancis yang ikut bergabung. Dari sejak pertama berdiri tahun 1992 sampai sekarang, Sanggar Wyarihita sudah sering melakukan pentas di Negeri Matahari Terbit. Fumiko Komatsu dan rekannya Tomoko Nonaka sebagai perwakilan dari Sanggar Wyarihita mengaku sangat senang bisa tampil di Pesta Kesenian Bali. Sejak awal belajar tari Bali, mereka sudah mencintai tarian Bali. Meskipun warga negara Jepang, mereka mengakui kalau mereka tidak bisa tarian Jepang. ‘’Kami sangat suka tarian Bali, selain merasa tenang, relaks juga sangat enjoy saat menari Bali,’’ katanya. (kmb32)
Bali Post/kmb23
SANGGAR - Sejumlah seniman Jepang yang tergabung dalam Sanggar Wyarihita, Jumat (8/7) kemarin membawakan tarian Sekar Jagat pada Pesta Kesenian Bali, di Taman Budaya, Denpasar.