16 HALAMAN
NOMOR 304 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Banjir di Jepang
64 Orang Tewas, Jutaan Penduduk Mengungsi Tokyo Jumlah korban meninggal akibat banjir di Jepang sedikitnya mencapai 64 orang pada Minggu (8/7) kemarin. Air di sungai-sungai meluap dan memaksa beberapa juta orang meninggalkan rumah-rumah mereka, demikian media melaporkan. Hujan diperkirakan akan melanda sejumlah kawasan untuk sedikitnya satu hari lagi.
Bali Post/afp
BANJIR - Mobil terseret banjir di Hiroshima, Minggu (8/7) kemarin. Para penyelamat di Jepang kini berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan korban banjir yang masih banyak terjebak di rumahnya yang terkena longsor.
Meski Kalah Tetap Membanggakan Moskow – Vladimir Putin, Presiden Rusia, tetap bangga meskipun tim nasional Rusia menelan kekalahan atas Kroasia melalui babak adu penalti 4-3 (2-2) pada perempatfinal Piala Dunia 2018, Minggu (8/7) dini hari kemarin. ‘’Vladimir Putin menyaksikan, dia mendukung tim. Kami kalah dalam pertandingan yang adil dan he-
bat. Mereka tetaplah orangorang hebat untuk kami, mereka adalah pahlawan,’’ kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, usai pertandingan tersebut. Gemuruh tepuk tangan terdengar di stadion untuk mengapresiasi daya juang Rusia yang awalnya diremehkan pada awal turnamen ini. Rusia memulai turnamen sebagai tim di peringkat terendah, namun sukses mencapai ke babak delapan besar. Sebelum ditaklukkan Kroasia di perempatfinal, timnas Rusia mengalahkan Spanyol di babak 16 besar, sebuah kemenangan yang membuat rakyat negeri itu menyambutnya luar biasa. Hal. 15 Pendukung Kecewa
Jakarta (Bali Post) – Tiga korban meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di gedung Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (8/7) kemarin sekitar pukul 04.00 WIB. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Subejo membenarkan bahwa ketiga korban ditemukan tewas karena kehabisan oksigen. ‘’Tiga orang berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan tewas di lantai 5, 9, dan 11 gedung Kementerian Perhubungan,’’ katanya. Subejo mengonfirmasi, total 14 orang telah berhasil dievakuasi dengan selamat. ‘’Mereka kehabisan oksigen, tapi alhamdulillah selamat,’’ katanya lagi. Api yang membakar beberapa titik di gedung setinggi 29 lantai tersebut berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelumnya, satu orang korban yang diduga karyawan Kementerian Perhubungan terjebak di lantai 18. Agam, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, yang baru saja turun dari proses evakuasi pada Minggu sekitar pukul 08.00 WIB mengatakan, satu orang tersebut berada di ruangan kantor yang sempat terbakar. ‘’Tadi mbak juga lihat dia bisa melempar kertas minta pertolongan, kalau ada jendela kemungkinan besar posisinya di kantor,’’ katanya lagi. Sekitar pukul 08.00 WIB, korban yang belum bisa diidentifikasi itu tampak melongok ke luar jendela dan melemparkan kertas sebagai tanda meminta pertolongan. Sebelumnya, tiga orang berhasil dievakuasi dengan selamat dari lantai 5 dan 11 gedung Kemenhub ini. Sementara itu, dua orang ditemukan telah meninggal dunia karena terjebak asap. (ant)
sebuah boneka kepada telivisi NHK. ‘’Kami berusaha naik ke lantai dua tapi kemudian air naik lagi, jadi kami naik ke lantai tiga,’’ ujarnya. Pemerintah Jepang telah mendirikan pusat manajemen kedaruratan di kantor perdana menteri dan sebanyak 54.000 penyelamat dari militer, polisi dan dinas kebakaran dikerahkan ke kawasan-kawasan yang dilanda bencana di bagian barat dan barat daya Jepang. Hal. 15 Melawan Waktu
Denpasar (Bali Post) Pasangan calon nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), mengukuhkan kemenangannya dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali 2018. Berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat provinsi, perolehan suara Koster-Ace mengungguli paslon nomor urut 2, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (MantraKerta). Kaster-Ace mengantongi 1.213.075 suara (57,68 persen), sedangkan MantraKerta memperoleh 889.930 suara (42,32 persen). ‘’Pada hari ini (kemarin red), KPU sudah membuat SK tentang perolehan suara. Memang pasangan calon nomor urut 1 mendapatkan lebih banyak suara dibandingkan dengan nomor urut 2,’’ ujar Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi usai memimpin rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018 di kantor setempat, Minggu (8/7) kemarin. Setelah dilakukan rekapitulasi, Raka Sandi menyatakan segera berkoordinasi dengan KPU RI dan Mahkamah Konstitusi (MK). Jika sudah dipastikan bahwa tidak ada perkara perselisihan hasil pilgub yang teregis-
Bali Post/ant
100 PERSONEL - Asap mengepul saat kebakaran melanda gedung Kementerian Perhubungan di Jakarta, Minggu (8/7) kemarin. Dinas Pemadam Kebakaran menerjunkan 17 unit mobil pemadam kebakaran dan 100 personel untuk memadamkan kebakaran yang menelan tiga korban jiwa itu.
Partisipasi Pemilih Turun Jadi 71,96 Persen
KPU - Cagub Wayan Koster hadir di kantor KPU Bali usai penghitungan suara Pilgub Bali 2018.
ninggal dan 44 hilang, kata media NHK setelah jumlah korban yang tercatat semalam mencapai 49. Di antara yang meninggal ialah seorang anak laki-laki berusia 9 tahun yang diyakini terperangkap di rumahnya oleh tanah longsor yang menyebabkan sedikitnya tiga orang lain meninggal. Satu di antara mereka ialah seorang pria berusia 80 tahun lebih. ‘’Seluruh yang saya punya adalah apa yang saya kenakan,’’ kata seorang perempuan yang diselamatkan menggenggam
Gedung Kemenhub Terbakar, Tiga Tewas
Koster-Ace Raih 1.213.075 Suara
Bali Post/wan
Hujan deras melanda beberapa bagian barat Jepang tiga kali lebih banyak daripada biasanya. Akibatnya longsor terjadi di banyak titik dan air sungai meluap. Banyak orang terperangkap di rumah-rumah mereka atau atap rumah. ‘’Kami tak pernah mengalami hujan seperti ini sebelumnya,’’ kata seorang pejabat di Badan Meteorologi Jepang (JMA) dalam jumpa pers. ‘’Ini adalah situasi yang sangat berbahaya.’’ Sedikitnya 64 orang me-
ter, barulah dilakukan rapat pleno penetapan pasangan calon terpilih. Jangka waktu yang diberikan adalah tiga hari. ‘’Tiga hari itu adalah jangka waktu bagi para pihak yang tidak menerima hasil untuk mengajukan permohonan ke MK. Tadi memang tidak ada keberatan, tapi secara hukum mereka berhak. Harapan kami mudah-mudahan tidak ada (perkara),’’ jelasnya. Dalam rapat pleno kemarin, kedua pasangan calon diwakili saksi yang berjumlah masing-masing 4 orang. Saat proses rekapitulasi sampai pada Kabupaten Klungkung, Ketua Bawaslu Bali I Ketut Rudia sempat menyinggung soal kejadian khusus di bumi serombotan. Yakni terdapat selisih 4 surat suara antara jumlah surat suara Pilgub dan Pilkada Klungkung. Terkait hal ini, Raka Sandi mengatakan sudah ada upaya penelusuran sejak penghitungan suara di TPS. Namun, tidak ada mekanisme dalam peraturan KPU terhadap surat suara kurang yang tidak bisa dibuktikan. ‘’Akhirnya kami sepakat, sebagai bentuk pertanggungjawaban tentu ditulis dalam model DC2, itu catatan kejadian khusus dalam hal rapat pleno. Hal. 15 Partisipasi Turun
Koster Segera Bentuk Kelompok Kerja MENGENAKAN kemeja hitam bermotif bunga warna merah, calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster, tiba-tiba memasuki ruang rapat pleno terbuka KPU Provinsi Bali, Minggu (8/7) kemarin. Saat itu peserta rapat pleno sedang menyanyikan lagu ‘’Padamu Negeri’’ sebelum rapat pleno ditutup. Begitu selesai, Koster langsung mendekati para komisioner KPU dan menyalami mereka satu per satu. Termasuk peserta rapat yang lain tak luput menjadi sasaran Koster. Mantan anggota DPR-RI ini juga meladeni para wartawan yang melontarkan pertanyaan kepadanya. Koster menegaskan, harapan masyarakat untuk Koster-Ace akan dijalankan
dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Tim khusus beserta kelompok kerja akan segera dibentuk begitu KPU menetapkan paslon gubernur dan wakil gubernur terpilih. Ia akan bekerja secara maraton dan simultan untuk melakukan proses legislasi, yakni menyelesaikan sejumlah perda dan pergub dalam waktu singkat. Kemudian, menjabarkan visi dan misi ke dalam RPJMD dan dipersiapkan untuk pelaksanaan program APBD 2019. ‘’Tidak ada istilah 100 hari, yang ada itu adalah masa kerja lima tahun. Tapi ada yang akan diselesaikan dalam satu bulan, dua bulan ada, enam bulan ada, satu tahun juga ada,’’ imbuhnya. Menurut Koster, pembangunan di Bali akan dilaku-
kan secara menyeluruh dan terintegrasi dengan konsep one island, one management. Tidak ada egoisme wilayah, sekalipun dalam Pilgub Bali Kaster-Ace tercatat kalah di Denpasar, Karangasem, dan Klungkung. Termasuk akan melakukan komunikasi dan koordinasi efektif dengan seluruh kepala daerah di Bali. ‘’Tidak ada satu kabupaten pun yang akan ditinggal hanya karena masalah politis hasil daripada pilgub yang kalah. Saya tidak akan menggunakan pendekatan politis yang seperti itu, tapi ada standar minimum yang harus kami jalankan di seluruh wilayah Bali sebagai wilayah yang akan kami bangun secara menyeluruh dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana,’’ paparnya. (kmb32)
REKAPITULASI SUARA PILGUB BALI 2018 87.863 210.175
Badung
199.384
Tabanan
81.783
Jembrana Buleleng
220.923 96.327 90.891 39.653 186.076 KBS-Ace
190.534
Denpasar
Bangli Karangasem Klungkung Gianyar
70.290 93.246 72.801 98.859 48.917 132.795 81.232 101.256
Mantra-Kerta suber: KPU Bali grafis:tomikcahya
DENPASAR
2
Senin Kliwon, 9 Juli 2018
Polisi Gerebek Vila, Temukan Pohon Ganja
Denpasar (Bali Post) -
Keberadaan sebuah vila yang begitu privasi di Jalan Tiying Tutul, di wilayah Desa Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Badung, dimanfaatkan tersangka pelaku untuk menanam ganja. Bahkan sepintas pohon ganja tersebut seperti tanaman hias untuk mengelabui petugas. Atas informasi dari masyarakat, petugas Sat Resnarkoba Polresta Denpasar menggerebek vila berinisial Br, tempat ditemukan pohon ganja, Jumat (6/7). Hasilnya cukup mencengangkan. Di vila tersebut polisi menemukan pohon ganja yang sudah besar dan siap panen. Informasi yang didapat Bali Post, Minggu (8/7) kemarin, saat vila itu digerebek, petugas Resnarkoba Polresta Denpasar menemukan sekaligus mengamankan enam pot besar berisi 10 pohon ganja ukuran besar, 11 pot berisi masingmasing satu pohon ganja ukuran kecil. Tidak hanya itu, polisi juga menemukan dua kotak plastik berisi daun dan biji ganja. Petugas pimpinan Kanit Idik Resnarkoba Polresta Denpasar juga menemukan kotak berisi satu linting ganja dan
daun biji ganja kering. ‘’Untuk menyuburkan tanaman ganja itu, kami juga temukan pupuk organik, selang, ember hitam dan barang bukti lainnya,’’ tandas seorang petugas yang minta namanya tidak dimuat di media ini. Masih menurut petugas kepolisian yang ikut langsung menggerebek budi daya ganja di vila itu, atas ditemukannya barang bukti tersebut polisi mengamankan lelaki berinisial EA. ‘’Yang bersangkutan masih didalami keterangannya di kantor. Kami masih mengembangkan kasus ini,’’ tandas petugas tadi. Meski demikian, informasi yang diterima Minggu ke-
”Workshop” Pakaian ke Pura WORKSHOP pakaian ke pura dan pakaian pengantin pada ajang PKB XL, Sabtu (7/7) di Gedung Ksirarnawa mendapatkan sambutan baik dari PKK kabupaten/kota seBali. Seperti Kota Denpasar yang menampilkan pakaian pengantin khas Denpasar dan pakaian ke pura untuk anak remaja dan dewasa. Kadis Kebudayaan Kota Denpasar I Gusti Ngurah Mataram yang menjadi salah satu peserta parade pakaian ke pura mewakili PKK Kota Denpasar mengaku sangat terkesan dengan pengalaman untuk mengikuti parade pakaian ke pura di ajang PKB. “Ini merupakan pengalaman berharga karena dapat menampilkan bagaimana berpakaian ke pura sesuai dengan pakemnya,” ujarnya. Di Kota Denpasar, menurut Ngurah Mataram, sering dilaksanakan workshop pakaian sehingga sekarang sebagaian besar masyarakat di Kota Denpasar memahami bagaimana berpakaian sesuai dengan pakemnya. Dengan semakin sering dilaksanakan workshop, diharapkan masyarakat semakin paham untuk berpakaian adat sehingga tidak melenceng dari norma. “Kami harapkan ke depannya tidak ada lagi masyarakat kalau ke
pura berpakaian kain sampai di lutut,” ujarnya. Sementara itu, narasumber workshop Tude Togog bersama Cok Abi mengakui manfaat dari workshop yang dilaksanakan selama ini benar-benar telah dirasakan oleh seluruh masyarakat di Bali. Hal ini dapat dilihat tidak ada lagi masyarakat yang berpakaian kain sampai di lutut dan memakai kebaya lengan pendek saat ke pura. “Tentu tidak etis jika ke pura mengggunakan kain cukup tinggi hingga memperlihatkan paha ataupun menggunakan kebaya yang transparan. Kita bersembahyang tujuannya mencari keheningan, pastinya konsentrasi akan terganggu kalau melihat gaya busana yang demikian,” ucapnya. Menurutnya, penggunaan kain yang benar itu adalah pas di mata kaki dan kain yang melilit panjangnya sejajar hingga ujung terakhir yang menutup dari arah kiri. “Demikian juga dengan kebaya sebaiknya menggunakan model kebaya kartini dengan ciri khas bagian depan tertutup. Jika menggunakan kebaya dari kain brokat, diupayakan yang bermotif rapat sehingga tidak memperlihatkan dengan jelas lekuk tubuh,” ucapnya. (kmb12)
JADWAL PESTA KESENIAN BALI XL-2018 Senin, 9 Juli 2018 Pukul : 09.00 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Bali Vernadoc 2018 International Exhibition dan Seminar Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Parade Topeng Panca Klasik: Sanggar Samgraha Budaya, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Duta Kabupaten Buleleng Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Tari dan Musik: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Bondres: Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Br. Aseman, Ds. Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung Pukul : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Madya Mandala Kegiatan : Parade Joged Bumbung Tradisi: Sanggar Seni
Sana Sini, Desa Pergung, Kecamatan Medoyo,Duta Kabupaten Jembrana
Pukul : 20.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Tari Klasik dan Kreasi: Sanggar Guntur Madu, Kecamatan Petang, Duta Kabupaten Badung Pukul : 20.00 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Gamelan Inovatif: Komunitas Pesel, Desa Kesiman Petilan, Duta Kota Denpasar Pukul : 20.00 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Wanita: Sanggar Kendran, Br. Lebah, Desa Datah, Kecamatan Abang, Duta Kabupaten Karangasem dengan Sekaa Gong Kebyar Wanita Eka Kumara Santhi, Br. Kedua, Desa Paguyangan Kangin, Kec. Denpasar Utara, Duta Kota Denpasar.
(0361) 7400391, 812987 FM 96,5
Topik : KOSTER SEGERA BENTUK TIM KERJA Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
marin, EA yang dikabarkan sudah dijadikan tersangka berperan menanam dan merawat pohon ganja tersebut. Dia menaman ganja untuk dikonsumsi sendiri. Terkuaknya aksi EA dalam menanam ganja bukan semata-mata hasil lidik polisi sesaat. Namun merupakan rangkaian pengembangan dari informasi adanya pengedar narkotika jenis ganja di seputaran Denpasar. Informasi itu kemudian mengarah ke Canggu. Setelah dilakukan penyelidikan, didapat TO bernama EA. Dari sanalah ditemukan alamat vila tersebut dan kemudian dilakukan penggerebekan. (kmb37)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Bali Post/ist
GANJA - Pohon ganja yang disita polisi.
Hari BPR Nasional
OJK Minta Waspada terhadap Rasio NPL Denpasar (Bali Post)Otoritas Jasa Keuangan (OJK) minta BPR waspada terhadap beberapa situasi, seperti erupsi Gunung Agung, penurunan properti dan penurunan jumlah wisatawan. Kepala OJK Bali Nusra, Hizbullah, mengatakan sampai saat ini kondisi BPR di Bali secara umum baik, kinerja bagus, dan tumbuh dengan bagus. Hanya ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. Misalnya erupsi Gunung Agung bisa berdampak pada pemberian kredit. Selain itu, penurunan properti juga berdampak pada pemberian kredit bank, dan penurunan jumlah wisatawan. Selain itu OJK juga meminta BPR waspada terhadap rasio Non Performing Loan (NPL). “Kami berharap BPR di Bali
terus tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujarnya saat peringatan Hari BPR Nasional, Minggu (8/7) di Denpasar. Modal BPR juga diklaim sudah kuat. Namun perlu ada tambahan modal sesuai dengan aturan OJK sebelumnya, yaitu modal minimum BPR adalah Rp 3 miliar. BPR masih diberikan waktu hingga tahun 2019 untuk memenuhi modal minimum BPR. Aturan ini dibuat agar BPR mampu bersaing dan bisa memberikan kredit kepada UMKM. “Sampai saat ini hanya beberapa BPR yang belum memenuhi modal minimum,” katanya. Sementara itu, Ketua DPD Perbarindo Bali Ketut Wiratjana mengatakan, Hari BPR Nasional jatuh pada 21 Mei. Namun karena pada hari terse-
but banyak kegiatan seperti pilkada, maka peringatan dilakukan pada Minggu (8/7) kemarin. Peringatan Hari BPR Nasional dipusatkan di Malang, Jawa Timur. BPR menanggapi imbauan OJK terkait NPL yang tinggi. NPL tinggi karena pengaruh pertumbuhan ekonomi dan bencana alam, seperti erupsi. Pariwisata juga menurun. Sehingga pengusaha-pengusaha di Bali juga akan merasa kelabakan, berakibat pada NPL yang tinggi. “NPL itu karena ada tunggakan dari nasabah itu sendiri. Jadi, kalau terlalu kejam BPR juga tidak bagus. Kalau mau sita, sita juga tidak bagus,” ungkapnya. Maka dari itu, ia melakukan pembinaan secara bertahap agar NPL itu
menjadi turun. Selama ini segmen BPR adalah UMKM. Bahkan 80 persen segmen BPR adalah UMKM. Sehingga tidak dipungkiri BPR merupakan mitra UMKM. Selain itu BPR adalah asli milik orang Indonesia. Dana yang dihimpun di Indonesia tetap akan dikembalikan lagi pada masyarakat Indonesia, khususnya di Bali. Plt. Dirut BPD Bali Nyoman Sudarma mengatakan, OJK berharap BPD Bali bisa menjadi Apex dari BPR. Apex adalah pelindung BPR. Bentuk perlindungan tersebut misalnya BPD akan memberikan win win solution kepada BPR. “BPD maju, Perbarindo di Bali juga harus maju,” pungkasnya.
Ke depan akan ada MoU dengan Perbarindo untuk mempertajam kerja sama, baik syarat menjadi kerja sama. Rencana Apex bank ini juga sudah masuk dalam rencana bisnis BPR (RBB) BPD Bali tahun 2018 semester II. Ia telah melakukan komunikasi dan selanjutnya akan melakukan studi banding. Kerja sama yang akan dilakukan, misalnya nasabah BPR bisa menggunakan ATM BPD, apapun teknologi BPD bisa digunakan BPR. Selain itu, jika BPR mengalami kesulitan likuiditas juga akan dibantu BPD. Dengan Apex ini BPD juga tidak perlu membuka jaringan kantor yang banyak. Syarat untuk bekerja sama juga akan tertuang dalam MoU. (kmb42)
Pemkot Denpasar ’’Ngaturang Bhakti Panganyar’’ di Pura Mandhara Giri Semeru Agung PEMERINTAH Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Panganyar pada Sabtu (7/7), serangkaian pujawali Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur. Pelaksanaan Bhakti Panganyar dipimpin langsung Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. Nampak juga hadir mengikuti rangkaian Bahkti Panganyar Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Rangkaian upacara Bhakti Panganyar oleh Pemkot Denpasar ini di-puput Ida Pedanda Gede Ngurah Telaga dari Geria Telaga Tegal, Denpasar. Pelaksanaan Bhakti Panganyar Pemkot Denpasar tahun 2018 diawali persembahan tari wali yaitu tarian Rejang Renteng oleh Sekaa Tari Rejang Renteng Padma Gita, Banjar Bengkel, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Dentim. Selanjutnya dipersembahkan tari wali berupa tarian Topeng Sidakarya dari Sekaa Topeng Padma Gita, Banjar Bengkel, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Dentim yang diiring Sekaa Gong Padma Gita, Banjar Bengkel, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Dentim. Sekaa
Kidung Semara Shanti Swari, Kecamatan Densel juga turut ngaturang wewalian berupa kekidungan. Seluruh pementasan tari wali dan kekidungan ini dilaksanakan sebelum Pujawali Bhakti Panganyar. Wali Kota Rai Mantra usai melaksanakan persembahyangan bhakti panganyar mengatakan hendaknya sebagai umat beragama tetap menjunjung nilai toleransi dalam keberagaman di mana pun berada. Hal ini merupakan sesuatu yang penting dalam menghadapi berbagai situasi yang terjadi dewasa ini. ‘’Selalu memohon petunjuk ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar kita sebagai umat-Nya mampu memantapkan sradha bhakti dalam menjalankan peran kehidupan, khususnya dalam pelaksanaan pembangunan di Kota Denpasar,’’ ujar Rai Mantra. Dalam kesempatan tersebut, mewakili Pemerintah Kota Denpasar, Wali Kota Rai Mantra juga menyerahkan punia yang diterima oleh Panitia Karya Piodalan. Kasubag Bina Keagamaan Kesra Setda Kota Denpasar Nyoman Oka mengatakan bhakti panganyar merupakan kegiatan keagamaan rutin tahunan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar. ‘’Pamuput bhakti panganyar, sesajen dan berbagai sarana
DENPASAR merupakan salah satu kota yang akan dilewati Obor Asian Games tahun 2018. Obor tersebut akan diterima Pemkot Denpasar di kawasan Subak Sembung yang merupakan salah satu objek wisata pertanian di Kota Denpasar. Hal tersebut terungkap saat rapat Asistensi dan Supervisi Bidang Kepemudaan dan Olahraga serangkaian Asian Games VIII tahun 2018 di Hotel A One Jakarta, Kamis (5/7) lalu yang dibuka Plt. Dirjen Pembangunan Daerah Kemendagri, Diah Indrajati. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Kadisdikpora Kota Denpasar I Wayan Gunawan, Ketua KONI Denpasar IB Toni Astawa, Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Denpasar AAN
Wijaya Asmara bersama seluruh perwakilan provinsi serta kabupaten/kota yang akan dilalui obor Asian Games. Dirjen Bina Pembangunan Daerah Diah Indrajati dalam sambutannya mengatakan bahwa rapat ini secara teknis bertujuan untuk memastikan kesiapan provinsi dan kabupaten/kota yang akan dilalui pawai obor Asian Games tahun 2018. “Sebagai tuan rumah penyelenggaraan, kami hanya ingin memastikan segala lini siap dalam pelaksanaan Asian Games tahun 2018,” ungkapnya. Dikatakannya, obor Asian Games sedianya akan dilaksanakan pada 15 Juli di India, selanjutnya obor akan tiba di Indonesia pada 17 Juli di Yogyakarta yang sedianya akan dilaksanakan penyatuan api dengan Mrapen di Candi
BHAKTI PANGANYAR - Bhakti Panganyar Pemerintah Kota Denpasar serangkaian pujawali di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (7/7). upakara lainnya telah dipersiapkan dengan baik jauh-jauh hari sebelumnya,’’ ujar Nyoman Oka. Sementara perwakilan Panitia Piodalan Pura Mandhara Giri Semeru Agung Cokorda Gede Indrayana mengucapkan rasa terima kasih sebesarbesarnya kepada Pemerintah Kota Denpasar yang telah ter-
libat dalam rangkaian upacara Piodalan Pura Mandara Giri Semeru Agung di tahun ini. ‘’Bahwa keberadaan Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jatim sebagai pusat berstananya Ida Batara Siwa Pasupati yang menugaskan anak-anak beliau pada pura di Pulau Bali. Harapan kami tentu saja kegiatan suci keagamaan
bhakti panganyar yang dilaksanakan Pemkot Denpasar ini dapat dijadikan momentum menyambung silaturahmi dan memperkuat hubungan antarumat se-Dharma di Bali dengan yang berada di Jawa maupun di seluruh negeri. Di tengah perbedaan kita jalin erat sesuai situasi kondisi umat di mana pun berada,’’ ungkapnya. (ad430)
Prambanan. Setelah itu pawai obor akan dilanjutkan menuju 18 provinsi dan 49 kabupaten/ kota di Indonesia, yang salah satunya akan melintasi Kota Denpasar pada 24 Juli 2018. “Kami harap seluruh daerah mampu menunjukkan potensi seni dan kebudayaan sebagai ajang promosi terhadap pengembangan pariwisata daerah masing-masing,” paparnya. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara menyampaikan, pada prinsipnya Kota Denpasar siap mensukseskan gelaran olahraga terbesar di benua Asia ini. Asian Games tahun 2018 yang dilaksanakan di Jakarta-Palembang pada Agustus mendatang, mampu dimanfaatkan seluruh atlet di Bali khususnya Kota Denpasar untuk bersaing dengan sportif serta
mengedepankan fair play dalam melaksanakan tugas menjadi kontingen. “Pada prinsipnya Pemkot Denpasar siap menyambut obor Asian Games dan menyukseskan serta meramaikan pelaksanaan Asian Games VIII tahun 2018, serta mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan dengan memilih Denpasar sebagai salah satu tujuan pawai Obor Asian Games tahun 2018, yang tentunya menjadi wahana dalam mendukung perkembangan olahraga dan ajang promosi pariwisata di Kota Denpasar,” ujar Rai Iswara. Kadisdikpora Kota Denpasar I Wayan Gunawan mengatakan bahwa obor Asian Games (Torch Relay) direncanakan akan tiba di Kota Denpasar pada 24 Juli
mendatang. Adapun rutenya yakni Subak Sembung, Jalan A Yani, Jalan Maruti, Jalan Cokroaminoto, Jalan Sutomo, Jalan Gajah Mada, Kawasan Catur Muka, Jalan Surapati, Jalan Kapten Agung, Jalan PB Sudirman, Jalan Tjok Agung Trisna, dan berakhir di Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Renon untuk dilanjutkan oleh Pemprov Bali. Sementara itu, Ketua Umum KONI Denpasar IB Toni Astawa mengaku pihaknya telah menyiapkan atlet sebagai pelari yang nantinya membawai obor Asian Games di Kota Denpasar. “Baik atlet di cabang olahraga maupun tim atlet pembawa api obor secara umum kami di KONI Denpasar telah siap,” pungkasnya. (ara)
24 Juli, Pawai Obor Asian Games Melintas di Denpasar
BADUNG
Senin Kliwon, 9 Juli 2018
3
Aparatur Sipil Negara Wajib Tahu RPJMD
Mangupura (Bali Post) -
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan penjabaran visi-misi dari pemimpin daerah. Namun tak semua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengetahui isi dari dokumen perencanaan untuk periode tahun ke depan itu. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung Wayan Adi Arnawa. Birokrat asal Desa Pecatu, Kuta Selatan ini meminta kepada semua ASN di wilayahnya, mengingat dan mengimplementasikan visi dan misi Bupati yang tertuang dalam RPJMD.
Bali Post/kmb23
LARANGAN - Seorang penjaga pantai memasang bendera larangan berenang di salah satu lokasi di Pantai Kuta.
Cuaca pada Musim Kemarau Perlu Diwaspadai
Mangupura (Bali Post) Cuaca yang terjadi pada musim kemarau perlu diwaspadai di wilayah Bali. Terutama pada puncak musim kemarau sejak Juni hingga Agustus. Pada kondisi ini, sebagian wilayah bisa saja terjadi hujan ringan dan sebagian wilayah lainnya terjadi kekeringan. Seperti disampaikan prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III,
Kadek Setiya Wati, Minggu (8/7) kemarin. Menurutnya, beberapa hari ke depan di sejumlah titik di wilayah Bali cuacanya berpotensi berawan dan terjadi hujan ringan. Kondisi ini terutama terjadi di Bali bagian tengah, timur, dan selatan. Sementara angin bertiup dari timur ke tenggara dengan kecepatan 8-40 km per jam. Tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai tiga meter, terutama di perairan
selatan. Kondisi ini bisa terjadi dalam tiga hari ke depan. Menurutnya, meski di beberapa tempat terjadi hujan, namun dia mengatakan secara keseluruhan Bali sudah memasuki puncak musim kemarau. “Puncak musim kemarau di Bali terjadi pada Juni hingga Agustus. Hujan yang terjadi selama ini adalah hujan lokal yang tidak terjadi merata di seluruh Bali,” ujarnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi masalah kekeringan. Saat terjadi kekeringan, kata dia ada potensi untuk terjadi kebakaran pada lahan kering. “Dari segi meteorologi di puncak musim kemarau kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada dengan potensi gelombang tinggi dan suhu udara yang tidak nyaman. Antisipasi juga masalah kekeringan yang terjadi,” pungkasnya. (kmb23)
Wabup Suiasa Hadiri HUT Ke-32 STT Dira Dharma
Ajak Generasi Muda Bersatu Wujudkan Badung ”Landuh, Tata Tentrem, Kertha Raharja”
HUT - Wabup Suiasa saat menghadiri HUT ke-32 Sekaa Teruna Teruni (STT) Dira Dharma Banjar Lebah Sari, Desa Gulingan, Sabtu (7/7). SEKAA Teruna Teruni (STT) Dira Dharma Banjar Lebah Sari, Desa Gulingan, Mengwi memperingati HUT ke-32 serta pelantikan pengurus periode 2018-2020, bertempat di balai banjar setempat, Sabtu (7/7). Acara ini dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Wakil Ketua DPC PDI-P I Bagus Alit Sucipta (Gus Bota), anggota DPRD Badung I Made Oka Suadnyana, beserta Muspika Kecamatan Mengwi, Perbekel Gulingan I Made Sudarsana, Bendesa Adat Gulingan I Nyoman Danu, Klian Dinas Br. Lebah Sari I Nyoman Wenten, Klian Adat I Gst. Putu Keladian dan para Klian Dinas
dan Adat yang ada di Desa Gulingan, serta tokoh masyarakat. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan HUT ke-32 STT Dira Dharma. Ke depannya pemerintah akan memikirkan agar dapat meningkatkan perhatian terhadap keberadaan organisasi sekaa teruna untuk ikut berperan dalam pelaksanaan adat serta mengajegkan Tri Hita Karana. Karena keberadaan organisasi sekaa teruna medasar para yowana, baik laki maupun perempuan yang belum menikah, dan merupakan organisasi tradisi yang akan ikut membantu
swadharmaning guru rupaka di bebanjaran maupun di desa adat, dan dapat dipakai untuk pembelajaran diri untuk melakukan ayah-ayahan ke depannya. Oleh karena itu diharapkan para tokoh masyarakat agar ikut membantu dan memberikan tuntunan dalam penyusunan program kerja sekaa teruna tersebut. Suiasa juga mengajak generasi muda untuk bersatu guna mewujudkan Kabupaten Badung yang Landuh, Tata Tentrem, Kertha Raharja. Dalam kesempatan itu, Wabup Suiasa juga didaulat menandatangani Piagam Mars dan Hymne karya STT
POTENSI wisata kecantikan di Indonesia, khususnya di Bali, sangat besar. Selain sebagai destinasi wisata dunia, Bali kini mulai dilirik untuk dijadikan sebagai medical tourism, salah satunya wisata kecantikan. Hal itu karena Bali merupakan salah satu gerbang utama pariwisata di Indonesia. Kondisi ini juga didukung oleh kehadiran sejumlah klinik yang memiliki standar pelayanan berkelas. ‘’Potensinya Bali menjadi wisata kecantikan sangat besar. Bisa saja turis itu sambil berlibur sekalian mempercantik diri di Bali. Hal ini harus didukung dengan infrastruktur medis dan juga standar kesehatannya harus diperhatikan,’’ kata Dr. Steven J Kusmanto, Director Menarini Asia Pasifik, di sela-sela penge-
nalan relife dan happy life dari Menarini, Sabtu (7/7). Dikatakannya, hal yang perlu ditekankan dalam mempromosikan medical tourism adalah standar kesehatannya, baik itu sterilitas, klinik, kebersihan, dan prosedur juga harus jelas. Diakuinya, saat ini di Indonesia, khususnya di Bali sejumlah klinik sudah memiliki standar yang baik. ‘’Beberapa klinik di Bali standarnya sudah bagus, baik internasional dan sangat profesional,’’ ujarnya pada rangkaian acara International Dermatology Aesthetic Surgery Summit (i-DASS) di Asia. Terpilihnya Bali sebagai tuan rumah dalam kegiatan i-DASS yang dihadiri oleh 200 dokter spesialis, baik kulit, bedah plastik, maupun lainnya, karena di
Bali terdapat sejumlah klinik yang berstandar internasional yang ditangani oleh tenaga medis yang profesional di bidangnya. ‘’Sebagian besar anggota yang hadir adalah dokter spesialis Indonesia. Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah negara, yakni Tiongkok, Malaysia, India, Singapura, dan Hongkong,’’ tambahnya. (edi)
Dira Dharma. Untuk mendukung pelaksanaan HUT ini, Suiasa memberikan bantuan sebesar Rp 25 juta, serta dana motivasi Rp 5 juta dari I Bagus Alit Sucipta. Sementara itu, Ketua STT Dira Dharma I Putu Natih Satria melaporkan, HUT ke-32 STT Dira Dharma mengambil tema “Swadharmaning Yowana Mauttama”, yang memiliki arti bagaimana kewajiban utama sebagai generasi pemuda. Jumlah anggota sekaa teruna sebanyak 129 orang, terdiri atas 62 laki-laki dan 67 perempuan. Serangkaian kegiatan dalam menyambut HUT ke-32 telah dilaksanakan berbagai kegiatan olahraga, di antaranya jalan santai, tarik tambang, voli, futsal, lari kelereng, makan kerupuk, mencari koin dalam tepung, ngejuk lindung dan ngejuk memeri. Disampaikan juga, atas anjuran Bupati Badung diharapkan setiap sekaa teruna di Kabupaten Badung wajib memiliki Mars dan Hymne. “Setelah kami mendapatkan masukan dari tokoh masyarakat serta konseptor Mars dan Hymne, maka lahirlah Hymne yang berjudul ‘Jayaninggrat Dira Dharma’ dan Mars Dira Dharma yang berjudul ’Dira Dharma Jaya’,” terangnya. Atas nama Sekaa Teruna Teruni Dira Dharma, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang dipimpin Bupati Giri Prasta dan Wabup Suiasa yang selalu mendukung kegiatan sekaa teruna. “Kami sekaa teruna berkomitmen untuk mendukung semua program Pemkab Badung,” jelasnya. (ad421)
Wisata Kecantikan Potensial
“ASN Badung wajib tau RPJMD lima tahun ke depan. Untuk itu harus fokus melaksanakan program kegiatan yang terarah dan efisien,” ujar Adi Arnawa, belum lama ini. Mantan Kadispenda Badung itu mempunyai komitmen mengubah paradigma dan mindset ASN, sehingga terbangunnya sistem dan pola kerja yang baik. Yang pertama dilakukannya dengan merevisi RPJMD, dan RPJMD yang sekarang menjadi pedoman bagi ASN dalam melaksanakan program dan kegiatan. “Ini untuk membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, efektif dan efisien,” katanya. Menurutnya, setiap perangkat daerah harus membuat rencana strategis yang di dalamnya terdapat tujuan,
sasaran, dan target. Sebagai upaya menjabarkan setiap program bupati, tentunya diperlukan komitmen seluruh ASN. “Saya ingin ada parameter yang jelas terukur, jadi tidak sekadar omong doang. Saya harus pastikan RPJMD 2016-2021 bisa dieksekusi sebagai komitmen pertanggungjawaban Bapak Bupati kepada masyarakat Badung,” ucapnya. Pemkab Badung telah menerapkan sistem aplikasi e-kinerja. Dengan e-kinerja diharapkan dapat meningkatkan disiplin dan kinerja pegawai Pemkab Badung sehingga pelayanan kepada masyarakat terlaksana dengan optimal. Dengan sistem ini juga sangat menentukan dari besaran tunjangan kinerja yang akan diterima pegawai.
Melalui penerapan e-kinerja ia menginginkan ASN di Badung dapat melangkah ke depan terutama dalam rangka mengubah mindset dan paradigma ASN. “Dengan penerapan e-kinerja ini nanti ASN akan menyadari bahwa pendapatan yang tinggi itu linier dan berbasis pada kinerja,” ucapnya. Sekda Badung juga mengingatkan harus mulai mengubah paradigma, bekerja dengan lurus dan melihat tugas pokok yang dikerjakan dengan dasar acuannya adalah RPJMD Semesta Berencana. “Tak mungkin orang yang tidak bekerja dapat tunjangan atau orang yang tidur dapat tunjangan. Saya tidak mau dapat uangnya tidak bekerja,” pungkasnya. (kmb27)
Lagi, DPRKP Badung Usulkan Ratusan Unit Bedah Rumah
Mangupura (Bali Post) Setelah mengajukan 150 unit bedah rumah di APBD Induk 2018, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Badung kembali mengusulkan 565 unit rumah untuk Rumah Tangga Sasaran (RTS). Rencana tersebut diajukan dalam APBD perubahan 2018. Total bantuan bedah rumah yang akan diusulkan berlipat dibandingkan usulan pada APBD induk 2018. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Badung A.A. Ngurah Bayu Kumara Putra mengatakan pengajuan ratusan unit bedah rumah di perubahan merupakan kelanjutan dari bantuan yang telah diproses pada APBD Induk. “Usulan sebanyak 565 unit itu berdasarkan permohonan yang masuk pada tahun 2017, karena sebelumnya sudah diproses 150 unit di APBD Induk,” ungkap AAN Kumara, Minggu (8/7) kemarin. Menurutnya, sisa pengajuan di 2017 akan dipri-
oritaskan pada anggaran perubahan 2018. Dengan begitu, usulan yang masuk tahun 2017 sudah selesai pada akhir tahun ini. “Bapak Bupati sudah menyampaikan bagaimana caranya supaya tidak ada lagi di Badung rumah tidak layak huni, karena itu kami usulkan lagi tambahan 565 unit,” tegasnya. Terkait usulan yang masuk di 2018, AAN Kumara mengatakan akan ditindaklanjuti pada program berikutnya. “Usulan yang baru masuk lagi pada tahun ini akan diverifikasi dulu. Namun, kami tidak bawa data berapa jumlahnya,” ucapnya. Dikatakan, bila mengacu pada bantuan bedah rumah yang telah diproses sebelumnya, masing-masing penerima bantuan mendapatkan Rp 55 juta. RTS yang berhak menerima program pemerintah tersebut harus memenuhi beberapa syarat. Di antaranya, warga negara Indonesia (WNI) yang sudah/ pernah berkeluarga, berdomisili dan memiliki KK dan e-KTP
Badung. Kemudian memiliki atau menguasai tanah secara fisik serta memiliki legalitas, tidak dalam status sengketa, dan sesuai tata ruang. “Baik tanah itu berstatus milik sendiri, warisan orangtua, duwe tengah atau ayahan desa, harus dilengkapi dengan surat pernyataan/ keterangan terkait. Didukung surat pernyataan dari kepala desa dan klian adat. karena tidak semua lahan memiliki sertifikat,” terangnya. Selain itu, memperoleh bantuan bedah rumah yakni yang bersangkutan belum memiliki rumah (masih menumpang), atau memiliki dan menempati rumah satu-satunya dengan kondisi yang tidak layak huni. Selain itu, calon penerima bantuan belum pernah memperoleh bantuan rumah dari pemerintah (pusat atau daerah) dan pihak swasta (CSR) dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Penerima bantuan berpenghasilan di bawah upah minimum Kabupaten Badung. Ini dibuktikan dengan surat keterangan penghasilan. (kmb27)
info seremoniAL
4
The ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung Rayakan HUT Ke-7
ONE Spirit, ONE Team, ONE Goal
THE ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung merayakan Hari Ulang Tahun ke-7 di Rooftop The ONE Legian, Sabtu (7/7). HUT ke-7 ini dirangkai dengan pemotongan tumpeng, pemotongan kue dan tiup lilin serta seruan tagline ‘’ONE Spirit, ONE Team, ONE Goal’’. Berbagai hiburan menarik, seperti live akustik, dance yang melibatkan karyawan serta bintang tamu Jun Bintang dan Puja Astawa ditampilkan pada perayaan yang berlangsung sore hingga malam. Perayaan HUT ini berbeda dengan adanya awards bertitel ‘’7th ONEderful Awards’’ sebagai bentuk apresiasi The ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung terhadap hotel partner atas dukungannya selama tujuh tahun ini. Akan ada beberapa undangan penerima awards ini mulai dari suplier, agen, media hingga banjar dan desa adat. General Manager Eka Pertama mengatakan, sebelum perayaan acara puncak, berbagai rangkaian kegiatan telah dilakukan. Di antaranya pada bidang kemanusiaan diadakan CSR pap-smear dan cegah thallasemia serta takjil on the road. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap sesama. Acara ini diikuti karyawan dan terbuka untuk publik. Pada bidang olahraga dilaksnakan pertandingan futsal antarkaryawan dan jalan santai yang diikuti semua karyawan dan jajaran manajemen. Pada ranah kesenian diadakan creative photo contest dan dance competition yang diikuti tujuh departemen perwakilan The ONE Legian dan Ho-
POTONG TUMPENG – Perayaan HUT ke-72 The ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung diisi acara pemotongan tumpeng. tel Vila Lumbung. Tak kalah meriah adalah momen kebersamaan dalam staff outing yang digelar selama dua hari berturut-turut. Seluruh keluarga besar The ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung berpartisipasi. Eka menambahkan, tahun 2018 ini The ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung memiliki moto baru yaitu innovative, creative, sinergy dan in making good to be great yang wajib diimplementasikan oleh seluruh elemen karyawan. Tentunya berlaku pula bagi manajemen atau department head. Kepuasan pelanggan dan produk yang berkualitas dalam hal ini adalah stay experience yang berkesan bisa disampaikan jika ada sinergitas antar-SDM yang baik. Melalui momen HUT ini dan acara yang banyak melibatkan karyawan atau SDM sebagai aset penting yang dimiliki The ONE Legian dan Hotel
Vila Lumbung, diharapkan terbentuk kerja sama tim yang solid dan berkualitas. Memiliki human asset yang mumpuni membuat Eka yakin The ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung tidak akan hilang dari industri hospitality, terutama perhotelan yang kian marak bermunculan brandbrand baru. Melalui moto baru yang dimiliki, ia akan terus memunculkan sesuatu yang baru sesuai kebutuhan pasar dan perkembangan industri di zaman now. Bagi yang ingin merasakan sensasi ONE Stop Legian Experience yang ditawarkan The ONE Legian, dapat mengunjungi www.theonelegian.com serta www.hotellumbung.com untuk Balinese experience di Hotel Vila Lumbung. Dapatkan deal menarik dan keuntungan untuk pemesanan langsung melalui website. (ad428)
FH Unwar Gelar Kuliah Umum ’’Fenomena Penegakan Hukum di Indonesia’’
Reformasi Penegakan Hukum Perlu Dibuatkan Paket Kebijakan Hukum
KULIAH UMUM - Guru Besar FH Universitas Borobudur, Jakarta H. Faisal Santiago didampingi Dekan FH Unwar I Nyoman Putu Budiarta, Wakil Dekan I, II, III, para dosen dan mahasiswa FH Unwar berfoto bersama pada Kuliah Umum. FAKULTAS Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menggelar Kuliah Umum dengan tema ‘’Fenomena Penegakan Hukum di Indonesia’’ di Ruang Sri Ksari Warmadewa Mandapa II FH Unwar lantai empat, Sabtu (7/7). Kuliah umum ini menghadirkan pembicara utama Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Borobudur, Jakarta Prof. Dr. H. Faisal Santiago, S.H., M.M. dan dimoderatori oleh Dr. I Gusti Bagus Suryawan, S.H., M.Hum., dosen FH Unwar. Kuliah umum yang berlangsung selama dua jam ini dibuka Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiarta, S.H., M.H. Hadir Wakil Dekan I Ida Ayu Putu Widiati, S.H., M.Hum., Wakil Dekan II A.A. Sagung Laksmi Dewi, S.H., M.H., Wakil Dekan III I Ketut Sukadana, S.H., M.H., dosen dan mahasiswa di lingkungan FH Unwar. Prof. Faisal Santiago yang juga Ketua Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur menjelaskan,
Indonesia adalah negara hukum, sehingga segala permasalahan harus diselesaikan dengan hukum. Namun, pada kenyataannya hukum tidak lagi dijadikan sebagai alat untuk menyelesaikan permasalahan, melainkan politik dan kekuasaan yang berperan penting. ‘’Ini adalah suatu rezim yang kebablasan dengan adanya reformasi tahun 1998. Reformasi politik dan kebebasan berbicara yang diutamakan, sehingga fundamental sebagai negara hukum, hukumnya masih tajam ke bawah, tumpul ke atas. Hal ini menyebabkan kekuatan republik rapuh pada bidang hukum,’’ tandasnya. Dikatakannya, reformasi penegakan hukum di Indonesia harus segera dilakukan dengan membuat paket kebijakan hukum. Selain untuk menegakkan hukum, paket kebijakan hukum ini sekaligus untuk mem-back-up paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah. ‘’Banyak pejabat daerah, mulai bupati hingga gubernur
Ikuti Lokakarya SPMI
yang tertangkap tangan masalah hukum. Ini menandakan penegakan hukum masih sangat lemah, lebih dipentingkan kekuasaan politik. Reformasi penegakan hukum dengan paket kebijakan hukum harus segera dibentuk,’’ tegasnya. Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiarta menyatakan, diangkatnya tema ‘’Fenomena Penegakan Hukum di Indonesia’’ karena hukum di Indonesia saat ini masih belum menjadi ‘’panglima’’ untuk menegakkan keadilan dalam kehidupan masyarakat. Masih ada aktivitas kehidupan di masyarakat dengan ketidakadilan dan ketidakpastian dalam penyelenggaraan hukum. Dipaparkannya, dalam membahas fenomena hukum di suatu negara ada tiga fase yang harus dilaksanakan. Pertama, bagaimana hukum dibuat oleh badan yang memiliki wewenang. Kedua, bagaimana hukum dipatuhi oleh seluruh masyarakat. Ketiga, apabila ada pelanggaran, hukum harus ditegakkan oleh badan penegak hukum, seperti hakim, jaksa, penyidik dan advokat. Kendati demikian, dalam perjalanan masih ditemukan mafia pada perangkat penegak hukum di masyarakat, sehingga ada ketidakadilan dalam penyelenggaraan hukum. ‘’Hukum yang efektif harus memenuhi tiga unsur, yaitu isi hukum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, implementasinya bisa ditaati di masyarakat, dan budaya hukum masyarakat yang harus ditingkatkan. Ketiga komponen ini perlu menjadi sebuah sistem agar mengarah untuk mendukung negara kita agar tertib, aman, damai dan berkepastian hukum, sekaligus memberikan marwah bagi keselamatan umat manusia,’’ tandas Dr. Budiarta. (ad434)
Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha Bangun Budaya Mutu
SEKOLAH Tinggi Farmasi Mahaganesha mengikuti lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Hotel Lombok Raya, 5-7 Juli. Acara bertajuk ‘’Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI’’ itu diselenggarakan oleh Direktorat Penjaminan Mutu Ditjen Belmawa Kemenristekdikti. Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha mengirim beberapa orang untuk mengikuti lokakarya, yaitu I Nyoman Gede Tri Sutrisna, S.Farm., M.Farm.Apt. (Ketua Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha), Elisabeth Oriana Jawa La, S.Farm., M.Si.Apt. (Ketua Badan Penjaminan Mutu), Dewa Ayu Arimurni, S.Farm., M.Sc. Apt. (Kaprodi S-1 Farmasi) dan Mahadri Dhrik, S.Farm., M.Farm.Klin. Apt. (Kaprodi D-3 Farmasi). Ketua Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha I Nyoman Gede Tri Sutrisna, S.Farm., M.Farm.Apt. menjelaskan, SPMI merupakan Sistem Penjaminan Mutu Internal yang diamanatkan UU No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Permenristekdikti No.44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. SPMI merupakan pintu masuk menuju akreditasi unggul atau A. Kegiatan Lokakarya Pembuatan Dokumen SPMI ini meliputi paparan tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, pembuatan Dokumen Kebijakan SPMI, pembuatan Dokumen Manual Mutu SPMI, pembuatan Dokumen Standar SPMI
LOKAKARYA - Utusan Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha dan peserta lainnya foto bersama saat mengikuti Lokakarya SPMI di Hotel Lombok Raya. dan pembuatan Dokumen Formulir SPMI. ‘’Seusai kegiatan ini, kami ditarget menyelesaikan seluruh dokumen tersebut, mendiseminasikan di kampus serta mengimplementasikannya,’’ ungkapnya. Setelah itu, laporan implementasi akan dikirim ke Direktorat Penjaminan Mutu Kemenristekdikti untuk mengikuti lokakarya selanjutnya yaitu Audit Mutu Internal. ‘’Jadi, budaya mutu adalah napas SPMI. Jika ingin menjadi pilihan calon mahasiswa, kita harus bermutu. Bermutu atau Mati,’’ tegasnya. Ketua Yayasan Kadek Duwi Cahyadi, S.Farm., M.Si.Apt. mendukung dan mengapresiasi Ketua Sekolah
Tinggi Farmasi Mahaganesha dan jajarannya untuk selalu mengutamakan mutu. Budaya mutu harus dibangun di kampus, baik dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan sarana-prasarana yang mendukung terlaksananya Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain terus meningkatkan mutu, Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha juga sedang fokus dalam Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang II. Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang II masih dibuka sampai 21 Juli. Tes akan dilaksanakan 22 Juli di Kampus Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha, Jalan Tukad Barito Timur No.57 Renon, Denpasar. (ad423)
Senin Kliwon, 9 Juli 2018
Semarak BNI Digital Dalam Perayaan HUT Ke-72 BNI BNI merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 di lapangan barat Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Minggu (8/7) kemarin. Acara yang dikemas dalam bentuk olahraga, hiburan dan sosial tersebut tidak hanya melibatkan keluarga besar BNI Group, tetapi diikuti juga oleh masyarakat umum dari Kota Denpasar dan sekitarnya. Lebih dari 2.500 orang memadati area car free day untuk mengikuti jalan santai dan berbagai pertunjukan yang digelar, seperti Food Truck Festival, Zumba, DJ Performance, Cek Kesehatan Gratis dan special Band Performance Joni Agung & Double T Band serta pengundian doorprize. Sebagai bentuk dukungan BNI menjelang gelaran Asian Games 18th (Official Prestige Digital Banking Partner), BNI juga ikut menggaungkan demam Asian Games tersebut melalui berbagai iconic cabang olahraga di seluruh stan dan outlet yang ada. Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali NTB & NTT Eko Setyo Nugroho saat ditemui awak media menjelaskan, kegiatan Family Gathering HUT ke-72 BNI #BNItuDigital merupakan puncak dari rangkaian kegiatan HUT ke-72 BNI yang jatuh pada 5 Juli 2018 lalu. Sebelumnya BNI melaksanakan kegiatan BNI DigiCare, seperti pasar murah dan bantuan sembako gratis di Lombok Timur dan Ende. Dengan mengambil tema #BNItuDigital, BNI sebagai institusi keuangan saat ini tengah melakukan transformasi menjadi institusi keuangan digital nasional yang mumpuni. Hal ini merupakan sarana bagi BNI untuk meningkatkan kinerja serta percepatan literasi transaksi keuangan kepada masyarakat berbasis teknologi digital. Melalui pengembangan konsep DigiNation, BNI akan mentransfor-
SEMARAK BNI – Semarak BNI Digital dalam perayaan HUT ke-72 BNI di Renon, Denpasar, Minggu (8/7) kemarin. masi perilaku layanan BNI kepada nasabah menuju model transaksi digitalisasi perbankan. Berbagai produk digital telah dikembangkan oleh BNI, antara lain yap!, BNI UnikQu, BNI Digital Loan, Agen46 BNI, dashboard bansos serta produk digital lainnya. Selain itu, BNI aktif merangkul perusahaan financial technology (fintech) untuk semakin memperkaya diri dalam memenuhi segala kebutuhan nasabah yang kian hari semakin menuntut model bisnis yang mobile, cepat dan ringkas. ‘’Sejak didirikan pertama kali pada 5 Juli 1946, BNI terus tumbuh dan berkembang untuk mengawal pembangunan di berbagai sektor,’’ lanjutnya. BNI juga mengajak para nasabah setianya turut menikmati beragam program promo yang disiapkan dalam rangka perayaan HUT ke-72 BNI. Promo yang menarik adalah promo dengan tema 72 yang seirama dengan usia BNI tahun ini. Promo mulai berlaku 5 Juli 2018 bersamaan dengan
acara syukuran yang dilaksanakan secara serentak di Kantor Wilayah dan Kantor Cabang BNI di seluruh Indonesia. Program Promo HUT BNI kali ini diberikan dalam berbagai kategori promo, mulai dari promo potongan harga hingga Rp 720.000 yang bisa didapatkan di Garuda Indonesia via online, Tiket.com dan di Traveloka. Ada juga diskon 72 persen di CGV Cinema dan di Pegipegi. Ada lagi promo hanya bayar 72 persen di LotteMart dan Dinomarket.com. Selain itu, promo potongan langsung Rp 72.000 di beberapa merchant favorit seperti di Gramedia, Matahari, Superindo, Pepperlunch dan Shopee. Informasi lebih lengkap dan detail mengenai promo-promo BNI dapat diunduh di https://bnidigideal.com/ yang dapat diinstal melalui situs resmi tersebut lengkap menampilkan, periode promosi, berlaku di area mana saja dan juga ketentuan lainnya per masing-masing promo. (ad426)
Senator Saksikan ’’Shiva Ballet’’ Indian Cultural Center di Art Center
Shri Arya Wedakarna Minta Bali Jadi Pelaksana Terbaik UU No.5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan
DI ART CENTER - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Mr. Manohar Puri Director Swami Vivekananda ICCR di Art Center. DI SELA-SELA menghadiri undangan acara ‘’Shiva Ballet’’ yang diadakan oleh Swami Vivekananda India Cultural Center (ICCR) di arena PKB di Taman Budaya, Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyempatkan diri menyambangi sejumlah pusat kerajinan dan ekonomi kreatif yang diperdagangkan oleh UMKM. Dalam kesempatan itu, Senator Arya Wedakarna (AWK) dengan telaten meladeni sejumlah aspirasi masyarakat khususnya dari kalangan pengusaha muda dan seniman yang intinya memberikan masukan agar PKB benar-benar menjadi ajang promosi pengusaha tradisional Bali. ‘’Selama 10 tahun terakhir memang belum banyak perubahan berarti dari PKB. Masih cukup monoton dari rangkaian acara serta dari pandangan saya PKB belum berhasil melahirkan maestro di semua bidang seni. Perlu dipikirkan konsep
baru agar benar-benar tujuan PKB selain mengangkat potensi seniman dari sembilan kabupaten/kota, juga melahirkan maestro–maestro Bali. Dari sisi peminat PKB khususnya wisatawan yang menyaksikan, jumlah wisatawan mancanegara sangat tidak seimbang dengan wisatawan domestik. Artinya, di mata turis asing, mungkin PKB belum menarik dan tidak menjadi agenda prioritas wisatawan. Menginjak usianya ke–40, PKB harusnya sudah menjadi festival dengan cita rasa internasional,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna. Begitu juga dengan aspirasi terkait masih sulitnya para pelaku UMKM pemula ikut berpameran di PKB, Senator AWK memiliki harapan agar ke depan Tim Panitia PKB di bawah Dinas Kebudayaan serta Dinas Perdagangan dan Industri harus memiliki kurator yang bisa menyeleksi peserta pameran industri UMKM. ‘’Setiap tahun saya hadir di pameran PKB
dan ternyata sangat minim peserta dari pengusaha kerajinan dan UMKM pemula. Artinya, satu misi PKB untuk terus-menerus melahirkan pengusaha seniman agak meleset. Solusinya bisa dengan menetapkan kurator dalam menyeleksi peserta pameran, sehingga adil dalam memperlakukan pengusaha. Belum lagi masalah setiap tahun stan yang semakin sempit, biaya sewa yang masih dianggap tinggi dan penataan yang masih ala kadarnya. Jika dibandingkan dengan bagaimana Thailand, Singapura dan Eropa meng-organize acara tentu kalah jauh. Padahal Bali destinasi nomor satu di dunia, harusnya kualitas MICE kita terbaik di dunia. Apalagi PKB kan sudah bersumber pada APBD, jadi tidak perlu memungut apa pun, kecuali mental birokatnya mental event organizer (EO),’’ papar Shri Arya Wedakarna. Terlepas dari segala kekurangan PKB tahun ini, pihak DPD-RI Utusan Bali menilai apa pun usaha panitia patut dihargai dengan catatan terus diberikan masukan. ‘’Saya berharap gubernur baru yang akan datang bisa mulai merevolusi PKB menjadi lebih baik lagi. Semua manajerial dan SDM yang kurang sigap harus diganti. Jangan takut membuat perubahan besar. Ini agar cita-cita Trisakti Bung Karno yang Berkepribadian di Bidang Budaya menjadi terbukti. Kami di DPD-RI sebagai pengawas UU tentu berharap kebudayaan Indonensia maju. Apalagi sudah ada UU No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo, saya rasa belum banyak diimplementasikan di Bali. Saya ingin Bali yang terbaik dalam segala hal,’’ tegas Shri Arya Wedakarna. (ad424)
Buka Pendaftaran Gelombang II
Unhi Denpasar Beri Beasiswa Gratis SPP untuk Pendaftar Pertama
SEBAGAI bentuk sumbangsih dan komitmen dalam pengembangan SDM yang berkualitas, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar memberikan beasiswa berupa gratis SPP kepada 15 orang calon mahasiswa baru pendaftar pertama di beberapa program studi (prodi) langka Unhi Denpasar. Beasiswa gratis SPP ini diberikan kepada calon mahasiswa yang mendaftar pada penerimaan mahasiswa baru gelombang II Unhi Denpasar yang telah dibuka pada awal Juli dan ditutup akhir Juli 2018 nanti. Prodi langka tersebut di antaranya Prodi Filsafat Agama Hindu, Prodi Hukum Agama Hindu, Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Prodi Kesehatan Ayur Weda, Prodi Pendidikan Seni Karawitan serta Prodi Pendidikan Seni Rupa dan Ornamen Hindu. Total sebanyak 180 calon mahasiswa akan diberikan beasiswa gratis SPP sampai lulus sarjana, di samping menyediakan beasiswa lainnya kepada calon mahasiswa baru, seperti beasiswa Bidikmisi. ‘’Ini merupakan komitmen Unhi Denpasar untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas generasi muda di Indonesia,’’ tandas Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., Minggu (8/7) kemarin. Dikatakannya, saat ini perhatian masyarakat terhadap Unhi Denpasar sudah mulai mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan antusias masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi di Unhi Denpasar terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Bahkan, dari kuota keseluruhan yang ditargetkan tahun ini yaitu 700-800 mahasiswa sudah terpenuhi 50 persen pada penerimaan mahasiswa baru gelombang I. Apalagi biaya pendidikan yang dikenakan di Unhi Denpasar sangat terjangkau dengan berbagai jenis beasiswa yang disediakan. Kendati demikian, Prof. Damriyasa berharap pendaftaran mahasiswa baru gelombang II dan III nanti jumlah
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. pendaftarnya semakin banyak. Dengan demikian, proses seleksi yang dilakukan semakin ketat guna menghasilkan output yang berkualitas. ‘’Setiap gelombang kami akan sisakan, tujuannya untuk mencari input yang berkualitas. Dengan input yang berkualitas tentu akan menghasilkan output yang berkualitas nantinya,’’ tegasnya. Unhi Denpasar saat ini memiliki enam fakultas dengan 12 prodi pada Program Sarjana. Dari 12 prodi tersebut beberapa telah terakreditasi A dan selebihnya terakreditasi B. Prodi yang terakreditas A di antaranya Prodi Filsafat Agama Hindu, Prodi Kesehatan Ayur Veda dan Prodi Pendidikan Agama Hindu. (ad422)
daerah
Senin Kliwon, 9 Juli 2018
Hadiri ’’Workshop’’ Busana, Ayu Pastika Ingatkan Penggunaan Bahan Tekstil Tradisional KETUA Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali Ayu Pastika menghadiri Kegiatan Workshop Busana Bali dan Modifikasi yang digelar serangkaian perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) XL Tahun 2018, Minggu (8/7) kemarin. Workshop kali ini secara khusus membahas tentang Busana Adat Pengantin Bali dengan pembicara desainer kenamaan Tjok. Gde Abinanda Sukawati atau yang akrab dengan panggilan Tjok Abi. Ditemui di sela-sela kegiatan workshop, Ayu Pastika manyampaikan bahwa dewasa ini desain Busana Adat Pengantin Bali mengalami perkembangan yang begitu dinamis dan makin beragam. Tak hanya bertahan dengan desain busana yang monoton, belakangan ini bermunculan busana modifikasi yang menambah marak karya desain Busana Pengantin Bali. Sejalan dengan tren busana yang begitu dinamis, Ayu Pastika kembali mengingatkan agar para desainer tetap mengutamakan penggunaan bahan tekstil tradisional Bali dalam merancang karya-karya mereka. Karena Bali memiliki jenis tenun tradisional yang begitu beragam seperti endek, songket dan rangrang. Selain pemilihan bahan, model busana tetap harus mengedepankan etika, kesopanan dan kaidah berbusana yang mencerminkan budaya Bali. Ayu Pastika berharap pelaksanaan
WORKSHOP – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ayu Pastika (tengah) bersama para peserta Workshop Busana Bali dan Modifikasi yang digelar serangkaian PKB 2018. workshop dapat meningkatkan pemahaman TP PKK Kabupaten/Kota seBali tentang penggunaan busana tradisional Pengantin Bali. Selanjutnya mereka diminta mengikuti kegiatan ini dengan baik dan menyosialisasikan apa yang diperoleh dalam kegiatan workshop kepada kader dan masyarakat di lingkungannya. Sementara itu, Tjok Abi menerangkan bahwa modifikasi pada busana pengantin Bali bersifat fleksibel. Namun, pria kelahiran 13 Januari 1968 ini sependapat bahwa modifikasi busana pengantin tetap harus memerhatikan etika dan estetika. Lebih dari
itu, dia menekankan agar rancangan busana mengutamakan pemakaian bahan tenun tradisional seperti endek. Memeriahkan pelaksanaan workshop, pria yang terkenal dengan penggunaan kain poleng dalam desain busananya ini juga menampilkan sejumlah koleksi rancangannya. Busana rancangan Tjok Abi dibawakan oleh Puteri Bali 2018 A.A. Ayu Mirah Cynthia Dewi, Runner-up I Puteri Bali 2018 Shelviana Tjandra dan Putri Favorit 2017 Nadya Pradnyagita. Selain itu, ditampilkan pula peragaan busana pengantin yang menjadi ciri khas kabupaten/kota se-Bali. (ad432)
Diduga Korsleting, Kamar Kos Terbakar
Gianyar (Bali Post) – Warga digegerkan oleh insid en keb a ka ra n y a ng terjadi pada sebuah kamar kos di Banjar Wanayu, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Minggu (8/7) kemarin. Kamar kos yang dihuni buruh proyek itu diketahui milik Ketua Paruman Penyungsung Pura Samuantiga, Drs. I Wayan Patera. Akibat kejadian ini kerugian ditaksir belasan juta rupiah. Informasi yang dihimpun, kobaran api pertama kali dilihat Sang Ade Su-
darsana sekitar pukul 11.00 Wita. Saat melintasi lokasi itu warga asal Tebongkang, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud ini langsung menepikan sepeda motornya untuk membantu memadamkan api. Ia juga melepaskan selang pada tabung gas melon yang dekat dengan kobaran api. Bersebelahan dengan lokasi tersebut juga ada selip tempat pengolahan gebah milik Wayan Patera. Melihat kepulan asap, sontak buruh di selip itu menyelamatkan sejumlah benda. Teriakan insiden
kebakaran juga menarik perhatian warga lain berdatangan ke lokasi. Selang beberapa menit, dua unit mobil Damkar Gianyar tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan pemadaman. Namun, besarnya api membuat proses ini berlangsung sekitar 40 menit. Api baru bisa dipadamkan pukul 12.05. ‘’Begitu menerima laporan, petugas langsung dikerahkan,’’ ucap Cokorda Gde Agusnawa, Kasat Pol PP Gianyar. Kamar kos seluas 5x5 meter itu hangus pada bagian dinding dan plafon.
Tampak pula di sudut ruangan magicom yang hancur dan beras tercecer. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian ditaksir Rp 20 juta. Menurut Patera, kamar kos tersebut dihuni oleh buruh proyek, Santi, yang diketahuinya kerap meninggalkan kamarnya sambil mencolokkan magicom. Namun apes, kali ini kamar, kasur dan barang-barang miliknya ikut hangus dilalap api. ‘’Ada yang kos di sini, tapi tadi kosong ditinggal ke proyek,’’ tandasnya. (kmb35)
Bangli (Bali Post) Pascatersumbatnya bendungan di Sidembunut akibat banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu, hektaran sawah milik petani di Tempek Munggu, Subak Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli tidak mendapatkan suplai air. Kondisi ini membuat petani batal menanam padi. Salah seorang petani di Tempek Munggu, Mangku
Mastra, ditemui di sawahnya, Minggu (8/7) kemarin mengungkapkan, setelah banjir bandang lahan persawahan tidak mendapatkan suplai air. Sekitar empat hari kemudian air mengalir, namun tidak seperti sebelum banjir bandang. Sekarang ini air kembali tidak mengalir yang mengakibatkan lahan sawah mengering. ‘’Air kembali tidak mengalir sejak kemarin (Sabtu - red).
Saya kurang tahu kenapa. Mungkin saja bendungan di Sidembunut kembali tersumbat material longsoran,’’ ucapnya. Dikatakannya, pada usia sekitar 50 hari tanaman padi sejatinya wajib mendapatkan air terus-menerus. Jika kondisi ini berlanjut, ia khawatir padi tidak akan tumbuh normal dan buah yang dihasilkan tidak maksimal. ‘’Kalau terus tidak ada air, saya dan petani lainnya bisa merugi,’’ paparnya. Tidak adanya air juga membuat petani yang hendak mena-
nam padi terpaksa menunda jadwal menanamnya. Padahal lahan yang akan ditanami padi sudah ditraktor. Hal ini menyebabkan mereka rugi tenaga dan ongkos traktor. Mangku Mastra berharap instansi terkait segera membersihkan sumbatan material di dalam bendungan agar air kembali mengalir, sehingga tanaman padi tumbuh normal dan petani bisa menanam padi. Kalau bendungan sudah bersih, ia yakin air kembali mengalir normal. (kmb41)
Air Tak Mengalir, Petani di Sidembunut Tunda Tanam Padi
5 Hanya di Pameran Felice Jewellery
Minis Design Mulai Rp 350 Ribu dan Berlian Solitaire 0,50 Carat Rp 9.999.000
PAMERAN perhiasan emas dan ber- garansi perawatan seumur hidup. ‘’Garansi lian kembali digelar oleh Felice Jewellery ini sengaja diberikan secara gratis untuk mulai Senin (9/7) ini hingga Kamis (12/7) memoles kembali emas dan berlian yang mendatang di Business Center, Hotel kusam karena sering dipakai,’’ jelasnya. Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Bagi Anda yang gemar mengoleksi Berbagai model perhiasan berkualitas perhiasan berlian atau batu, tidak ada dengan desain masa kini siap menyambut salahnya mengunjungi pameran Felice para pencinta berlian di Bali. Jewellery. Harga yang relatif terjangkau ‘’Pada pameran kali ini Felice Jewellery ditambah desain yang unik, menjadi keletetap hadir dengan Minis Design Dia- bihan Felice yang patut untuk dipertimmond dengan harga promo yang sangat bangkan. (br433) terjangkau mulai Rp 350 ribu hingga Rp 2 juta,’’ ujar Sales Felice Jewellery, Ricky, saat dikonfirmasi, Minggu (8/7) kemarin. ‘’Kami juga menghadirkan Berlian Solitaire 0,50 carat dengan harga Rp 9.999.000,’’ lanjutnya. Menurut Ricky, pihaknya juga menawarkan berlian dan batu–batu mulia. Berlianberlian koleksi Felice semuanya dipadupadankan dengan emas putih sehingga membentuk perhiasan yang indah sekaligus berkelas. Sementara koleksi batu-batu berharga dari Felice di antaranya blue sapphire, rubi, cat eye, dan emerald/jamrud. Ricky menambahkan, berlian fashion yang dihadirkan seperti anting dan liontin, gelang dan ladies ring, merupakan perhiasan model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. Pembayaran setiap perhiasan bisa dilakukan secara cash, debit atau dengan kartu kredit. Ricky juga menjamin harga yang ditawarkan Felice sesuai dengan kualitas berlian yang dijual. ‘’Berliannya didatangkan langsung dari Eropa dengan cutting Belgia, desainnya dibuat di Hongkong. Setiap pembelian perhiasan mendapat sertifikat yang selanjutnya bisa dipakai untuk mendapatkan garansi perawatan seumur hidup dengan gratis,’’ ujarnya. Felice Jewellery, kata Ricky, memang tidak sekadar menjual emas dan berlian yang berkualitas. Pihaknya juga memberi- Berlian Solitaire 0,50 carat koleksi Felice kan maintenance lifetime guarantee atau Jewellery Rp 9.999.000.
Olahraga Kompetisi Liga 3 Rayon Bali
Perseden Melaju ke Semifinal
Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Perseden Denpasar memastikan diri melaju ke babak semifinal Kompetisi Liga 3 Rayon Bali dari Grup B. Tim yang dikapteni Anta Wijaya Mucin ini memetik tiga kemenangan atau mengemas poin 9 setelah mengalahklan Putra Pegok, Pro Kundalini dan Tunas Muda Ubud. Direktur Kompetisi Asprov PSSI Bali Gede Made Anom Prenantha, Minggu (8/7) kemarin menjelaskan, meskipun belum tuntas melakoni laga, poin 9 sudah cukup buat Perseden untuk lolos ke babak empat besar. Tim Laskar Catur Muka yang diarsiteki Nyoman Magrung Jumada paling rendah berada di posisi runner-up grup. Perseden yang sementara memimpin Grup B bakal meladeni Perst Tabanan di Stadion Kompyang Sujana pada pertandingan keempatnya.
Sementara Grup A, pimpinan klasemen dipegang Putra Tresna. Klub ini juga mengemas nilai 9 hasil tiga kali kemenangan masing-masing atas Bali FC, Undiksha dan Bintang Persi. Hanya, Putra Tresna masih bersaing dengan Persekaba Bali dan Undiksha Singaraja dalam perebutan tempat di
babak semifinal. Putra Tresna menghadapi Persekaba Bali pada laga terakhir. Kompetisi Liga 3 Rayon Bali diikuti 10 tim yang dibagi dalam dua grup. Grup A bertanding di Stadion Ngurah Rai, sedangkan Grup B berlaga di Stadion Kompyang Sujana. (022)
OPINI
6
Senin Kliwon, 9 Juli 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Sertifikasi Guru dan Kualitas Pendidikan PENERIMAAN siswa baru, baru saja berakhir. Banyak riak terjadi. Sama seperti tahun lalu, masalah zonasi kembali mengemuka. Bahkan tahun ini lebih krusial. Misalnya, sejumlah warga menggembok pintu gerbang sekolah. Alasannya sederhana. Sekolah tidak menerima siswa yang berada di dekat lingkungan sekolah. Padahal merekalah yang dulu ikut mendukung berdirinya sekolah tersebut. Demikian pula banyak siswa miskin yang tidak tertampung di sekolah negeri. Mereka terancam putus sekolah karena tidak mampu membayar di sekolah swasta. Mereka memandang pendidikan di swasta masih mahal. Dua persoalan tersebut yang mengemuka pada PPDB 2018 ini. Wakil rakyat di DPRD Bali pun cepat merespons persoalan tersebut. Mereka pun mengundang sejumlah instansi terkait dengan persoalan tersebut. Akhirnya disepakati masing-masing sekolah, utamanya SMA/SMK negeri akan menambah rombongan belajar (rombel). Keputusan rapat ini masih menunggu peraturan gubernur sebagai tindak lanjutnya. Bicara soal pendidikan di negeri ini, tidak hanya proses perekrutan siswa baru, tetapi juga secara keseluruhan. Pendidikan di negeri ini sepertinya tidak punya blue print. Tidak ada batasan-batasan, terutama soal biaya pendidikan sehingga banyak kalangan menjerit karenanya. Kini masyarakat mulai skeptis dengan jargon pendidikan gratis. Sudah tidak mempan lagi. Karena secara objektif, hal itu tak pernah ada. Karena itulah masyarakat sudah semakin sadar bahwa untuk pendidikan yang baik serta bermutu sangat berbanding lurus dengan berapa besar uang yang harus dikeluarkan. Jadi, pendidikan ini bukan semata-mata soal penerimaan siswa baru, UN, NEM ataukan NUN, tetapi bagaimana sikap pemerintah dalam komitmennya membangun sebuah sistem pendidikan nasional yang baik. Sudah terlalu lama kita belum menemukan pola yang pas agar anak-anak bangsa ini bisa mengenyam pendidikan secara layak. Tidak usah gratis, tetapi biaya yang dikeluarkan itu haruslah masuk akal dan terjangkau. Perlu juga diingatkan, bahwa anggaran pendidikan yang minimal 20 persen itu jangan hanya diambil oleh keperluan-keperluan rutin. Harus ada dana di luar itu untuk kepentingan gaji guru, misalnya. Kalau tidak demikian, maka permasalahan pendidikan di negeri ini tidak akan selesai-selesai. Dalam konteks pendidikan, PPDB ini hanya sebuah masalah kecil dalam sebuah sistem pendidikan nasional yang formatnya sampai saat ini belum ketemu-ketemu juga. Terkait dengan besarnya dana untuk sektor pendidikan, ada banyak hal yang bisa dipertanyakan untuk menguji efektivitas penggunaannya. Dengan anggaran besar, sudahkah pendidikan yang berkualitas terwujud? Dengan anggaran besar untuk sertifikasi, adakah korelasinya dengan peningkatan mutu pengajaran yang ditandai dengan kualitas lulusan? Deretan pertanyaan ini tentu akan terjawab jika publik memiliki pengakuan bahwa pendidikan di negeri ini membanggakan. Tetapi faktanya, publik masih meragukan. Pemerintah harus memiliki tolok ukur yang jelas bagi guru-guru yang tersertifikasi. Jangan semata mengukur dari jumlah jam mereka mengajar, juga dari kecakapan profesi dan etos kerjanya dalam membangun dunia pendidikan. Cobalah evaluasi sampai saat ini, apakah dunia pendidikan ini sudah lebih berkualitas dengan banyaknya guru yang sudah bersertifikasi. Pemerintah harus mengingatkan guru bahwa sertifikasi atau PLPG bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan, tetapi ada tanggung jawab moral yang menyertainya.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Kapan Bupati Terpilih Dilantik? Pilkada Bali dan pilkada di dua kabupaten yakni Gianyar dan Klungkung sudah berlangsung damai. Saya senang, karena semua proses berjalan lancar. Tak ada riak politik yang terjadi. Sejumlah kerawanan TPS yang diprediksi sebelumnya juga tak terbukti. Kecurangan juga tak ada beritanya. Itu artinya, secara umum Pilkada Bali berjalan damai, sesuai kesepakatan para calon yang dimediasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan aparat keamanan. Kini, setelah ada calon yang dinyatakan unggul, kapan mereka akan dilantik? Kapan bupati terpilih dilantik? Apakah prosesnya masih panjang? Mohon dijelaskan kepada masyarakat agar proses Pilkada Bali ini benar-benar tuntas, sampai dilantiknya pejabat terpilih. Ni Wayan Budiani Klungkung, Bali
Perpustakaan Hindu Sebagai krama Bali, saya ingin Bali memiliki perpustaakaan Hindu yang nyaman dan lengkap. Mohon pejabat- pejabat yang baru terpilih mewujudkan hal ini. Saya ketahui minat baca generasi muda Bali relatif rendah. Namun, untuk memastikan bahwa ajaran-ajaran tentang Hindu bisa kita dapatkan dengan mudah, mohon perpustakaan Hindu di Bali dibangun. PHDI dan kampus-kampus yang bernapaskan Hindu bisa merintisnya. Dukungan dari eksekutif dan legislatif juga agar jelas dalam hal ini. Mudah-mudahan Bali bisa menjadi rujukan dalam penyiapan buku-buku terkait dengan peradaban agama Hindu. I Wayan Catra Gianyar, Bali
Setelah Zonasi, ”Rolling” Guru Tidak dimungkiri bahwa pada pandangan masyarakat mutu sekolah berbeda. Ada sekolah yang bagus, unggul, berkualitas, memiliki segudang prestasi dan ada sekolah pinggiran. Karena itu orangtua berlomba memilih sekolah “berkasta tinggi”. Akibatnya, sekolah tertentu menjadi kumpulan siswa “bibit” unggul. Sementara sekolah lain kebagian siswa reject.
Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.
S
udah sejak lama keadaan ini terjadi. Satu atau dua sekolah di sebuah kota menjadi “menara gading” berkilau karena di sini siswa “premium” berkumpul. Prestise para guru ikut-ikutan melambung. Orangtua siswa merasa bangga karena anak mereka bagian dari “kelas elite”. Tetapi, sejak beberapa tahun terakhir ini pemerintah hendak mengubah pandangan masyarakat terhadap kualitas sebuah sekolah. Pemerintah gencar melakukan standardisasi pendidikan dengan dikeluarkannya berbagai regulasi. Pemerintah bermaksud menegaskan bahwa sekolah-sekolah negeri memiliki standar yang sama, yang ditunjukkan oleh kualifikasi guru, gedung dan fasilitas, laboratorium, perpustakaan, pengembangan ekstrakurikuler, jaringan internet, proses belajar mengajar (PBM), kebersihan, dan lain sebagainya. Standardisasi pendidikan memberi jaminan bahwa mutu sekolah-sekolah pemerintah sama. Diharapkan masyarakat tidak lagi pilih-pilih sekolah, seperti apa yang masih terjadi tahuntahun belakangan hingga tahun ini dalam proses PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Zonasi bertujuan untuk memaksimalkan peranan sekolah-sekolah di suatu wilayah atau zona melalui penetapan pemerintah ke sekolah mana seorang calon peserta didik baru boleh mendaftar sesuai dengan alamatnya. Tetapi masyarakat masih ingin menawar sistem zonasi. Pemerintah juga tidak bisa memberlakukan secara mutlak. Karena
itu, sejumlah orangtua siswa berusaha agar anaknya diterima di sekolah idamannya, misalnya dengan menempuh jalur prestasi. Hal ini terjadi karena orangtua belum bisa menerima kenyataan bahwa kualitas sekolah-sekolah sesungguhnya tidak beda-beda amat, hanya beda tipis. Sekolah unggul menjadi idaman orangtua, lahir dari kenyataan bahwa yang signifikan menentukan dan membedakan “mutu” sekolah-sekolah tiada lain kualitas masukannya atau peserta didik. Kenyataan menunjukkan bahwa yang dinilai sekolah unggul atau berprestasi adalah sekolah-sekolah yang sebagian besar atau bahkan seluruh siswanya “bibit” unggul. Jadi, kualitas peserta didiklah faktor utama sebuah sekolah unggul, favorit atau berprestasi. Orangtua tidak yakin dengan kualitas siswa sebagai penentu utama keunggulan sebuah sekolah. Oleh karena itu menilai bahwa yang menyebabkan sekolah itu unggul adalah sekolah itu sendiri (guru, PBM, fasilitas belajar). Sekolah memperoleh kepercayaan tinggi dari orangtua yang berubah menjadi ketergantungan yang sedemikian tinggi orangtua terhadap sekolah. Sekolah diterima sebagai penentu mutlak pendidikan anak-anak mereka. Singkatnya, bagi orangtua sekolah dan guru bertangan dingin menyulap siswa bodoh menjadi pintar. Ironisnya, orangtua masih melakukan aneka rupa usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak mereka. Misalnya dengan membeli layanan pendidikan tambahan di lembaga les atau toko-toko kelontong Bimbel. Karena masyarakat masih menerima zonasi dalam PPDB
dengan setengah hati, maka lewat esai ini diajukan satu tawaran kepada pemerintah untuk melakukan program rolling (perputaran) guru. Kualitas guru dipetakan terlebih dulu untuk memperoleh data mengenai guru-guru berkompetensi unggul (keilmuan, pedagogi, dan sosial). Mereka diberi tugas khusus mengajar di sekolah-sekolah yang dipandang oleh masyarakat sebagai sekolah “pinggiran”, misalnya selama dua semester. Para siswa di sekolah “pinggiran” sekali waktu memperoleh guru pelayanan guru hebat, tentu akan memberi pengalaman segar, menakjubkan siswa, dan memberi motivasi kuat dalam mengikuti pelajaran. Hal ini juga untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa pemerintah adil dalam pelayanan pendidikan. Meski demikian, penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa kualitas guru tidak banyak menentukan prestasi belajar. Prestasi siswa adalah senyawa antara keunggulan siswa, kualitas guru, kurikulum, dan fasilitas. Program rolling guru ini juga penting dimaknai dari sudut pandang siswa, karena selama ini pendapat siswa kurang diperhitungkan dalam mempekerjakan guru-guru. Dalam kondisi apa pun siswa harus menerima kualitas guru. Karena itu, hubungan siswa dan guru sangat kaku dan mekanik. Seharusnya hubungan tersebut bersifat humanistik dan idialogis, sebagaimana hubungan para mahaguru Pandawa dan Korawa dengan para muridnya. Harus berani kiranya menyadari bahwa sangat sedikit guru yang sanggup menyalakan harapan siswa yang tengah menapaki jalan pendidikan. Maka
dengan hadirnya guru-guru yang hebat sebagai sosok-sosok baru di sekolah-sekolah pinggiran, kepercayaan siswa terhadap guru, motivasi bersekolah, dan harapan akan tumbuh. Siswa memiliki pengalaman belajar baru atau lain dari pengalaman selama ini yang dibawakan oleh guru-guru mereka yang mungkin sudah sangat membosankan dan murung. Program rolling guru juga memberi peluang kepada siswa untuk membedakan “sensasi” atau cita rasa guru hebat, sehingga menjadi masukan penting bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas guru. Dari pihak guru yang terlibat, pengalaman mengajar mereka akan bertambah dan meningkatkan kompetensi keilmuan, pedagogi dan sosial. Guru-guru ini akan mengenal persoalan-persoalan pendidikan yang baru, yang selama ini tidak dijumpai di sekolah asal. Juga guru-guru ini akan sanggup merumuskan persoalan-persoalan mendasar dalam pendidikan sebagai sumbangan pemikiran kepada pemerintah. Dari sisi orangtua siswa, program rolling guru akan dapat memenuhi harapan bahwa anakanak mereka memperoleh layanan pendidikan dari guru-guru yang sama hebatnya dengan sekolah lain yang dinilai mempekerjakan guru-guru unggul. Orangtua merasa memiliki jaminan bahwa anak-anak mereka tidak harus bersekolah di sekolah di luar zonanya. Kombinasi zonasi dan rolling guru dalam PPDB lebih meyakinkan dan dapat diterima. Bagaimanapun, kebijakan-kebijakan pendidikan negara harus memperhatikan sejauhmana bisa
diterima dengan baik oleh warga masyarakat. Selain itu, pemerintah tetap mendidik masyarakat lewat berbagai pembaruan pendidikan, sampai masyarakat memahami mengapa sebuah kebijakan pendidikan harus diberlakukan. Zonasi dalam PPDB ini, berarti bahwa kualitas sekolah itu telah ditera oleh suatu standar yang didasarkan pada hukum atau peraturan pemerintah yang sama dengan pernyataan pemerintah kepada masyarakat, bahwa kualitas sekolah kita sama. Karena itu, di mana pun bersekolah akan memiliki peluang berprestasi yang sama. Zonasi juga mengkritik secara halus bahwa pandangan masyarakat terhadap kualitas sekolah itu salah karena terlalu naif kiranya, jika mengatakan sekolah unggul itu lahir dengan sama sekali mengabaikan faktor kualitas siswa. Pemerintah secara implisit juga mengatakan kepada masyarakat bahwa sekolah tidak bisa membuat siswa itu pintar. Sayangnya masyarakat kurang memahami hal ini. Kenyataan di lapangan menunjukkan selama bertahun-tahun bahwa sekolah unggul atau bergelimang prestasi terjadi karena di sekolah ini berkumpul siswa-siswa “bibit” unggul. Karena itu, sangat gampang membangun sekolah unggul berprestasi. Dirikan sekolah lalu kumpulkan siswa-siswa “bibit” unggul. Zonasi membuka peluang besar munculnya sekolah unggul di mana saja, bergantung kepada kualitas “bibit” yang disemai di sekolah tersebut. Penulis, Dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Bali.
’’Sangat gampang membangun sekolah unggul berprestasi. Dirikan sekolah lalu kumpulkan siswa-siswa bibit unggul. Zonasi membuka peluang besar munculnya sekolah unggul di mana saja, bergantung kepada kualitas bibit yang disemai di sekolah tersebut.’’
Membina Anak Berbakat di Bidang Seni Budaya POJOK
ANAK berbakat (talented) merupakan anak yang memiliki kemampuan menonjol dan prestasi yang tinggi. Dalam pendidikan luar biasa sering disebut dengan anak berbakat atau anak dengan kemampuan istimewa. Anak yang memiliki kemampuan istimewa ciri-cirinya adalah memiliki ketekunan yang tinggi, serta daya serap terhadap sesuatu yang dipelajari sangat cepat. Namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah kebutuhan-kebutuhan anak berbakat tidak terpenuhi dan diperhatikan dengan baik, khususnya oleh orangtua. Orangtua jarang memperhatikan perkembangan anakanaknya, sehingga anak berbakat yang seharusnya mendapatkan pendidikan khusus justru dikelompokkan dengan anak-anak yang tidak membutuhkan pendidikan khusus (normal). Hal tersebut akan berdampak pada kondisi siswa tersebut yang lamakelamaan akan menjadi bosan dan timbul sikap cuek terhadap lingkungannya, terlebih lagi akan berdampak frustasi bagi diri siswa itu sendiri. Selain itu, khususnya di SD, layanan pendidikan bagi siswa dengan potensi istimewa belum mendapatkan perhatian yang serius. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan sedikitnya sekolah yang menerapkan program akselerasi (percepatan) untuk
Oleh Desak Komang Ira Pratiwi dan Ni Made Ayu Santi Paramita anak yang memiliki kecerdasan yang tinggi. Siswa berbakat yang paling jarang ditemukan saat ini adalah siswa yang memiliki bakat dalam bidang kesenian, khususnya di Bali. Siswa yang memiliki bakat dalam bidang kesenian khususnya tari Bali jarang mendapatkan penanganan yang baik atapun pelatihan yang intensif. Sementara itu, mengingat Bali memiliki nilai keindahan dari segi budaya yang dimiliki, sehingga pelestarian terhadap budaya harus tetap dilakukan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, setiap lembaga pendidikan (formal ataupun informal)
perlu menerapkan PPI (Program Pembelajaran Individu). Program ini menerapkan tiga model yaitu pengayaan, pengelompokkan dan akselerasi. Dalam meningkatkan potensi anak dalam bidang tari Bali, cukup memilih model pengayaan. Model pengayaan ini bersifat intensif, artinya dalam mengembangkan potensi yang dimiliki siswa harus diberikan pelatihan secara terus menerus dan bertahap. Penerapan model pengayaan ini sangat berpengaruh pada perkembangan bakat yang dimiliki oleh siswa. Hal tersebut terbukti dari penelitian pada salah satu siswa kelas V SD berinisial
Ni Luh P.S.A dari Sanggar Tari Kusuma Dewi, Singaraja. Siswa yang memiliki bakat menari kemudian diberikan pelatihan dengan model pengayaan terhadap tarian yang belum pernah dipelajari (Tari Nelayan) dalam waktu tiga hari sudah mampu menguasai tarian tersebut dengan baik. Jika sistem pelatihan dengan model pengayaan tersebut dilanjutkan dan dilatihkan secara intensif lagi, maka kemampuan siswa untuk menguasai tarian tersebut semakin matang, dengan harapan jika nantinya ada perlombaan Tari Nelayan siswa tersebut bisa tampil dengan percaya diri. Penulis, Jursan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Undhiksa, Singaraja.
’’Orangtua jarang memperhatikan perkembangan anak-anaknya, sehingga anak berbakat yang seharusnya mendapatkan pendidikan khusus justru dikelompokkan dengan anak-anak yang tidak membutuhkan pendidikan khusus (normal). Hal tersebut akan berdampak pada kondisi siswa yang lama-kelamaan akan menjadi bosan dan timbul sikap cuek terhadap lingkungannya, terlebih lagi akan berdampak frustasi bagi diri siswa itu sendiri.’’
Air surut, warga mulai bercocok tanam di pinggir Danau Batur.
-Pasang-surut alam kehidupan *** Jokowi nyatakan tinggal tunggu waktu umumkan calon wakil presiden. - Tenang saja aman. *** Partisipasi pemilih dalam Pilgub Bali manurun dibandingkan 2013. - Apatis dan pragmatis.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Senin Kliwon, 9 Juli 2018
7
TABANAN
Festival Jatiluwih Tetap Mengacu Konsep Tri Hita Karana Tabanan (Bali Post) -
Kabupaten Tabanan memiliki cukup banyak objek wisata yang mampu menyedot kunjungan wisatawan. Mulai dari pantai, danau, kebun raya hingga sektor pertaniannya. Sampai saat ini, salah satu potensi wisata yang masih terus dilakukan pengembangan yakni DTW Jatiluwih, berlokasi di Kecamatan Penebel. Bahkan untuk lebih bisa mempromosikan keberadaan potensi wisata di daerah tersebut, pihak manajemen merancang kegiatan festival pada September mendatang dan tetap mengacu konsep Tri Hita Karana.
Bali Post/kmb28
JATILUWIH - Kawasan Jatiluwih yang terkenal dengan potensi lahan pertaniannya dalam waktu dekat akan menggelar festival dengan konsep Tri Hita Karana.
figur ”Selai Salak” Atasi Penyakit Infeksi BANYAKNYA kasus penyakit infeksi karena faktor lingkungan tidak sehat, seperti diare, cacingan, gatal-gatal dan ISPA, membuat Tenaga Kesehatan Lingkungan (Tenkesling) Puskesmas Selemadeg Timur (Seltim) II Ketut Sulastri (48), membuat program Selai Salak (sehat mulai dari sanitasi layak). Lewat program yang diterapkan sejak tahun 2016 ini, penyakit infeksi karena lingkungan ini mulai berkurang dan masyarakat pun hidup lebih sehat. Karena keberhasilan program ini pula mengantarkan Sulastri sebagai juara pertama Tenkesling Berprestasi Provinsi Bali. Program ini sendiri, dijelaskan Sulastri, Minggu (8/7) kemarin, sebagai penegasan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Dalam STBM ini ada dua pilar yang ditekankan dalam ‘Selai Salak’, yaitu tidak lagi BAB (buang air besar) sembarangan dan cuci tangan pakai sabun. “Ditekannya dua pilar ini karena latar belakang penyakit infeksi faktor lingkungan di wilayah kerja Puskesmas Seltim II terpicu dari kebiasaan BAB sembarangan dan tidak cuci tangan pakai sabun,” tegasnya. Agar program ini terwujud dan mampu mengubah kebiasaan masyarakat menjadi lebih sehat, Sulastri berkoordinasi dengan lintas sektor dan program. Dalam hal ini program Lansia dan Promosi Kesehatan untuk melakukan penyuluhan maupun advokasi mengenai keuntungan dari penerapan hidup sehat, seperti BAB pada tempatnya, yaitu di jamban sehat keluarga dan mencuci tangan pakai sabun. Tahun 2016, menurut Sulastri, capaian jamban sehat di tiga desa wilayah kerja Puskesmas Seltim II adalah 90 persen. Salah satu desa yaitu Desa Beraban semenjak diterapkan program ‘Selai Salak’ ini capaian jamban sehatnya mencapai 100 persen dan menjadi desa yang menerima Sertifikat ODF (Open Defecation Free). Penghargaan ini diberikan kepada desa yang telah dinyatakan bebas dari BAB sembarangan. “Sementara dua desa lagi sudah menandatangani kesepakatan untuk membantu penyediaan jamban sehat bagi KK miskin, sehingga tahun 2019 capaian jamban sehat bisa 100 persen,” jelas Sulastri. Diakuinya, ada beberapa warga yang meski sudah memiliki jamban sehat tetapi tetap melakukan BAB sembarangan, seperti di teba ataupun sungai. Kebanyakan warga tersebut sudah berusia lanjut atau lansia. Karenanya, Sulastri bekerja sama dengan pemegang program lansia memberikan advokasi saat kegiatan senam lansia mengenai keuntungan BAB di jamban yang telah ada. “Lewat informasi ini terus menerus, lansia di wilayah kerja Puskesmas Seltim II semakin sadar dan mengubah kebiasaan BAB sembarangan,” ujarnya. Selama dua tahun program ‘Selai Salak’ diterapkan, menurut Sulastri, mempengaruhi jumlah kasus penyakit infeksi karena faktor lingkungan. Di mana penyakit seperti diare, cacingan dan gatal-gatal mulai berkurang. Agar semakin meningkatkan kesadaran masyarakat menerapkan hidup sehat, lanjut Sulastri, pihaknya akan terus menjalankan program ini, bahkan diluar jam kerja puskesmas. “Masyarakat adat Bali jarang bisa dikumpulkan saat jam kerja. Jadi petugaslah yang mengalah dan melakukan advokasi serta penyuluhan di malam hari atau diluar jam kerja,” ungkap Sulastri. (san)
Seperti disampaikan Manager DTW Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa, Minggu (8/7) kemarin. Festival yang digelar tahun ini konsepnya tidak jauh beda dengan festival sebelumnya. Di mana dalam tiap gelaran festival tetap mengacu pada konsep Tri Hita Karana yaitu Tuhan, manusia dan alam. “Temanya yaitu Matha Subak dan festival tetap kita kemas dengan konsep Tri Hita Karana,” ucapnya. Dalam festival itu, lanjut Sutirtayasa, bukan hanya membuat suatu pertunjukan hiburan, tapi mengutamakan proses-proses dari edukasi ke masyarakat lokal di Jatiluwih untuk berkolaborasi dengan seniman musik modern, seperti tebuk kentungan dan kerajinan bambu. “Karena kita
di Jatiluwih penghasil bambu cukup banyak, berkolaborasi dengan seniman bambu dan hasil karyanya sudah sampai nasional bahkan internasional. Kuliner menggunakan bahan lokal, seperti beras merah, keladi dan lainnya, serta menampilkan produkproduk hasil pertanian Jatiluwih,” terangnya. Seperti diketahui, UNESCO memiliki penilaian yang sangat ketat sebelum menjadikan suatu tempat sebagai situs warisan dunia. Mulai dari nilai sejarah, lingkungan hingga manfaat suatu tempat bagi ekosistem dan masyarakat yang tinggal di situ. Satu yang pasti, sistem pengairan Subak Desa Jatiluwih telah memenuhi semua persyaratan dari UNESCO.
Gung Prana semasa hidupnya dikenal sebagai tokoh pariwisata dan pelestari lingkungan. Salah satu keberhasilannya adalah penerapan ekowisata di Desa Pemuteran Buleleng. Bersama masyarakat di sana, konsep ini berhasil mengangkat perekonomian warga sekaligus melestarikan alam. Salah satunya terumbu karang di wilayah perairan Desa Pemuteran. Konsep ekowisata juga diterapkan di tempat kelahirannya, yaitu di Banjar Uma Abian, Desa Peken, Blayu, Marga. Bersama masyarakat setempat Gung Prana membuka homestay yang dikenal dengan Puri Delod Taman Sari, yang mempertahankan kelestarian persawahan. Selama sakit, lanjut Bagus Mantra, sang ayah tetap aktif mengabdi memperluas pengetahuannya kepada masyarakat mengenai pariwisata yang menjaga kelestarian lingkungan dan budaya. Citacita besarnya adalah melihat Bali menerapkan pariwisata
sebagai alat utama untuk melestarikan budaya dan lingkungan. Pariwisata yang mengajak masyarakat dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Jika (konsep - red) ini diterapkan, beliau percaya pariwisata di Bali akan berlangsung lama,” ujar Bagus Mantra. Pariwisata Bali diharapkan tidak semata-mata mendatangkan investor besar, tetapi harusnya memberdayakan masyarakat dan memberikan manfaat bagi mereka. Dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pariwisata, maka masyarakat ini pun akan menjadi benteng dan pelestarian budaya serta lingkungan yang selama ini menjadi daya tarik besar Bali di mata pariwisata dunia. Meski Gung Prana sudah tutup usia, konsep pariwisata inilah yang diharapkan bisa diterapkan dan disebarkan oleh generasi penerus Bali. Gung Prana yang sempat mengecap pendidikan di Akademi Pariwisata ini menikah
rata para petani mendapatkan lima ekor itik. Dirinya mengaku selama ini masyarakat cenderung ingin instan tanpa memperhatikan dampak lainnya. Suranata juga menyadari jika merubah mindset warganya tidak semudah dibayangkan, meski demikian dirinya yakin secara bertahap pertanian dan perkebunan di desa Bantiran bisa mengarah ke organik. Dikatakannya, pada tahun 90-an warga masyarakat masih banyak melihat kunangkunang yang menandakan bahwa tanah sawah masih bagus, namun sejak tahun 2000 mulai berkurang dan bahkan tidak ada sama sekali. Ini menandakan bahwa penggunaan zat kimia sudah sangat tinggi. “Terobosan ini sudah kami awali tahun 2017, melihat tingginya penggunaan pestisida untuk mengatasi gangguan hama. Kami berharap dengan adanya program bantuan itik ini, selain bisa memutus mata rantai keong mas, gizi petani juga meningkat. Telur itiknya bisa diolah
sendiri atau bisa juga dijual ke BUMDes untuk dijadikan telur asin,” terangnya. Agar program ini berhasil maksimal, lanjut kata Suranata, penebaran itik harus dilakukan bersamaan oleh petani di lima tempek, yaitu Yeh Saba, Tangladan, Yeh Kilung, Babug, dan Semoja, agar hama tidak beralih dari lahan pertanian satu ke lahan pertanian lainnya. “Paling tidak salah satu tempek harus bisa mengubah mindset para petani lainnya, jadi perlu contoh dan kerja nyata. Bahkan ke depan Tempek Semoja dengan luas lahan 150 hektar secara bertahap akan menuju ke organik,” ucapnya. Selain terobosan pemberian itik untuk keberlangsungan lahan pertanian, dengan adanya SK Bupati ke depan akan dibuatkan awig-awig khusus untuk keberlangsungan subak. Misalnya, jika ada petani yang ingin mematikan sawah (alih fungsi lahan) harus ada rekomendasi dari subak, dinas dan adat. Jika alasan alih fungsi tepat dan telah mendapat kajian serta
Hal itu pun menambah daftar kekayaan Indonesia yang diakui oleh dunia. Bagi Sutirtayasa, kegiatan festival tidak hanya berorientasi pada target kunjungan, tetapi bagaimana inti dari kegiatan ini, yakni sebuah kolaborasi di bidang musik, kerajinan lokal dan kuliner lokal. Ciri khas dari objek Jatiluwih dengan melibatkan artis, seniman papan atas dengan masyarakat lokal di bidangnya, untuk memberikan dampak keikutsertaan warga di dalam pariwisata DTW Jatiluwih yang saat ini mungkin belum maksimal. “Sebenarnya kalau mengenai target kunjungan, kita tidak berani terlalu muluk mulukmuluk ya,” ucapnya. Sampai saat ini dari data
yang dimilikinya, rata-rata jumlah kunjungan di DTW Jatiluwih 600 wisatawan asing dan 100 domestik. Seperti diberitakan sebelumnya, pascaditetapkan menjadi warisan budaya oleh UNESCO, kawasan Jatiluwih mengalami perkembangan yang cukup pesat. Bahkan pembangunan di kawasan tersebut dikhawatirkan mulai tidak terkendali. Mencegah makin maraknya bangunan, kini wilayah tersebut ditetapkan menjadi status quo dan tidak boleh ada pembangunan baru sampai ada aturan baru. Seperti yang telah ditegaskan sebelumnya oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan I Wayan Miarsana. Bupati Tabanan, kata Miarsana, telah mengambil kebijakan untuk menghentikan semua pembangunan di wilayah WBD Jatiluwih. Tidak boleh lagi ada yang membangun sampai ada aturan yang jelas, khususnya Rencana Tata Ruang (RTR) kawasan Jatiluwih. (kmb28)
Tokoh Pariwisata Gung Prana Tutup Usia
TOKOH pariwisata dan pelestari lingkungan, I Gusti Agung Prana, tutup usia di usia 70 tahun. Sebelum meninggal dunia, Gung Prana panggilan akrabnya, sempat dirawat di Wings Amerta RSUP Sanglah selama tiga hari. Gung Prana meninggal Jumat (6/7), pukul 23.00 Wita dan kini disemayamkan di rumah duka Jero Gede Bakungan Banjar Uma Abian, Desa Peken Blayu, Marga, Tabanan. Upacara palebon akan diselanggarakan Sabtu (21/7). Anak kedua Gung Prana, I Gusti Agung Bagus Mantra (44), ditemui di rumah duka, Minggu (8/7) kemarin, menceritakan ayahnya sempat mendapatkan perawatan di Wings Amerta RSUP Sanglah selama tiga hari, karena diabetes dan kanker getah bening. “Diabetes sudah diderita sejak Bom Bali pertama tahun 2002. Kanker getah bening diketahui tahun 2009, tetapi sempat sembuh dan tidak terdeteksi. kumat lagi tahun 2017,” ujarnya.
Bali Post/kmb24
TUTUP USIA - I Gusti Agung Prana tutup usia pada umur 70 tahun. Rencana palebon berlangsung pada Sabtu (21/7). dengan I Gusti Ayu Arini. Dari pernikahan ini dikaruniai tiga buah hati, dr. I Gusti Agung Desi Pertiwi, I Gusti Agung Bagus Mantra dan I Gusti Agung Ngurah Kertiyasa. Dari anak-anaknya Gung Prana dianugerahi 10 orang cucu. Gung Prana aktif sebagai pembicara maupun narasumber mengenai pari-
wisata yang mengutamakan budaya dan pelestarian lingkungan. Karena peran serta dan prestasinya, ia banyak menerima penghargaan, salah satunya adalah Equator Prize 2012 Rio De Janeiro dan WTC Award Tourism for Tommorow kategori inovasi lingkungan di Argentina, Februari 2018. (kmb24)
persetujuan dari tiga unsur tersebut, maka yang bersangkutan baru diperbolehkan mematikan sawah. “Intinya kami tidak bersifat otoriter, karena lahan memang milik pribadi masing-masing. Tetapi unsur atau ketentuan yang telah dibuat bersama untuk pembangunan desa ke depan, serta bentuk pelestarian potensi yang kami miliki juga harus diperhatikan. Ini harus ada satu pemaha-
man bersama serta dukungan dinas terkait,” pungkasnya. Untuk diketahui, Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan terdiri dari sembilan banjar dinas dan lahan pertanian serta perkebunan sekitar 500 hektar. Bahkan di desa ini banyak komoditi yang cukup menjanjikan, seperti cengkeh, kopi, manggis, salak dan kelapa. (kmb28)
Kurangi Penggunaan Pestisida, Desa Bantiran Beri Bantuan Itik Tabanan (Bali Post) Belum lama ini Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Tabanan, telah mengantongi SK Bupati terkait pengesahan desa wisata dengan potensi pertanian, perkebunan, termasuk alamnya. Dikantonginya SK tersebut, kini Desa Bantiran memiliki tugas yang cukup berat untuk bisa mencegah kemungkinan tingginya alih fungsi lahan oleh pengembang. Di sisi lain, para pelaku pertanian tentu saja harus bisa menjaga keberlangsungan produksi sebagai mata pencaharian. Salah satu terobosan yang coba digagas perbekel setempat untuk menghasilkan padi yang sehat, yaitu pemberian itik kepada para petani untuk membantu mengatasi gangguan keong mas. Seperti disampaikan Perbekel Desa Bantiran I Nyoman Suranata, Sabtu (7/7), program pemberian itik untuk para petani sudah dilakukan sejak tahun 2017. Anggarannya bersumber dari dana desa yang dialokasikan sebesar Rp 50 juta per tahun. Rata-
I Nyoman Suranata
Bali Post/kmb28
BULELENG
8
Senin Kliwon, 9 Juli 2018
Lomba PKK KB Kesehatan Nasional
Desa Sepang Rebut Pakarti Utama II Kategori Kabupaten
Bali Post/kmb38
IKAN PATIN – Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. meninjau stan lomba masak ikan patin sebelum penutupan TLF, Sabtu (7/7) lalu.
TLF 2018 Ditutup
Transaksi Capai Rp 134 Juta Singaraja (Bali Post) – Twin Lake Festival (TLF) tahun 2018 ditutup, Sabtu (7/7) lalu. Selama empat hari, transaksi penjualan di stan pameran produk pertanian, olahan pangan dan komoditas unggulan lainnya di arena TLF, mencapai Rp 134 juta. Capaian ini membuktikan bahwa event tersebut telah membangkitkan pemasaran komoditas pertanian dalam arti luas. Itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Nyoman Genep. Dia mengatakan, pengunjung antusias datang ke arena TLF. Sambil menikmati pemandangan Danau Buyan dan Tamblingan, pengunjung juga tertarik membeli aneka produk pertanian yang menjadi andalan Buleleng. Transaksi yang tidak kalah ramainya adalah olahan pangan lokal. Dengan hasil ini, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng ini optimis TLF berikutnya akan menjadi media strategis untuk memasarkan komoditas pertanian. ‘’Memang capaian transaksi komoditas pertanian tidak menjadi target dari TLF, namun lebih pada membangun kesadaran warga untuk peduli terhadap kawasan Danau BuyanTamblingan. Namun setelah kami mendapat hasil, bahwa stan pameran ini efektif untuk meningkatkan pemasaran komoditas pertanian di daerah kita,’’ jelasnya. Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan, TLF dapat menggugah kesadaran masyarakat melestarikan lingkungan Danau Buyan-Tamblingan. Berbagai kegiatan selama event ini diakuinya mampu memberi pesan kepada masyarakat agar selalu peduli terhadap kelestarian lingkungan danau. Sementara itu, pada penutupan TLF digelar beberapa lomba seperti lari lintas alam, parade sapi gerumbungan, penebaran benih (restocking), penutupan jambore petualang, dan lomba masak ikan patin. Lomba menu masakan ikan patin ini merupakan kegiatan baru dalam gelaran ini untuk mengenalkan ikan patin kepada masyarakat. (kmb38)
Bali Post/kmb38
KAMPANYE - Kampanye stop narkoba semakin masif dilakukan jajaran BNNK Buleleng. Kali ini menyasar sekaa teruna dan TP PKK.
Kampanye Stop Narkoba
Sasar Sekaa Teruna dan TP PKK Singaraja (Bali Post) – Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Buleleng kembali melaksanakan kampanye stop narkoba, Sabtu (7/7) lalu di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. Kali ini kampanye menyasar sekaa teruna, tokoh masyarakat, dan ibu-ibu Tim Penggerak (TP) PKK. Kampanye untuk menggalang kekuatan dalam pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba di desa ini melibatkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa Peduli AIDS dan Narkoba (PIK-M Pelana). Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa didampingi Kabid P2M Sairul Huda mengatakan, sosialisasi ini tidak saja menyebarluaskan bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba, juga menunjukkan beberapa indikasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Dari pengenalan ini, masyarakat memiliki informasi. Kalau menemukan kejadian yang serupa, masyarakat bisa meneruskan informasi kepada BNNK atau aparat terdekat lainnya. “Setiap kami melakukan kampanye, kita putarkan video. Paling tidak dari pemutaran video itu nanti masyarakat kalau menemukan hal serupa berpartisipasi menyebarkan informasi kepada kita atau aparat terdekat,” katanya. Selain di Desa Sangsit, BNNK juga menggalang dukungan kampanye stop narkoba melibatkan security hotel di kota Singaraja. Kepada anggota security, AKBP Astawa meminta agar dalam bertugas tetap waspada dengan kejahatan narkoba. Ini bisa dilakukan dengan memeriksa barang bawaan tamu hingga mengecek identitas wisatawan yang akan menginap. “Kawankawan satpam di hotel kita harapkan waspada dan mengecek identitas atau barang bawaan wisatawan,” jelasnya. (kmb38)
PEMERINTAH Desa Sepang Kecamatan Busungbiu yang ditetapkan sebagai duta Provinsi Bali meraih juara II Nasional dalam lomba Pelaksana Terbaik PKK KB Kesehatan tahun 2018. Prestasi Pakarti Utama II itu diraih berdasarkan Surat Keputusan (SK) Ketua Umum Tim Penggerak PKK No. 16/ Kep /PKK.Pst/VI/2018 tanggal 25 Juni 2018. Trofi dan piagam penghargaan diserahkan Ketua Umum Tim Penggerak (TP) PKK Pusat Ny. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo kepada Ketua Tim Penggerak TP PKK Buleleng Ny. Aries Suradnyana. Turut mendampingi, Ketua TP PKK Desa Sepang Kecamatan Busungbiu Ny. Merta Mahardika. Acara ini juga dirangkaikan dengan perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV di Manado, Sulawesi Utara (Sultra), Jumat (6/7) lalu. Ketua TP PKK Buleleng Ny. Aries Suradnyana men-
gatakan, prestasi ini bisa direbut menunjukkan setelah terpadunya antara program TP PKK dengan program kesehatan dan KB. Kedua bidang tersebut berjalan dengam baik di Buleleng, khususnya di lingkungan Desa Sepang yang dimotori TP PKK desa. ‘’Ini tidak lepas karena antara program PKK dengan kesehatan dan KB berjalan dengan sangat baik. Prestasi ini pun sekarang menambah semangat TP PKK Desa Sepang untuk terus berbenah dan meningkatkan dalam merealisasikan program ke depannya,’’ katanya. Terkait peringatan Harganas XXV 2018, Aries Suradnyana mengatakan, kekuatan terbesar berada dalam keluarga itu sendiri. Kekuatan itu bisa dibangun dengan merencanakan keluarga, merencanakan pernikahan, membangun keluarga, dan memprogramkan kelahiran anak. ‘’Intinya bukan hanya melakukan program KB,
tetapi perencanaan keluarga menjadi kekuatan keluarga,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Sepang Kecamatan Busungbiu Ny. Merta Mahardika mengaku bangga atas raihan prestasi bergengsi tersebut. Dia mengatakan, saat ditetapkan sebagai duta Provinsi Bali ke tingkat nasional, sejumlah persiapan dilakukan sejak Januari 2018. Prestasi ini bisa dipersembahkan untuk nama baik Buleleng dan juga Bali tidak bisa lepas dari peran serta semua komponen masyarakat di desanya. ‘’Saya sangat bersyukur telah mencapai prestasi ini. Prestasi yang juga tidak terlepas dari peran masyarakat kami di desa,’’ katanya. Dengan diterimanya penghargaan Pakarti Utama II Kategori Kabupaten ini memacu semangat perangkat desa dan komponen masyarakat untuk bekerja lebih giat membangun desa
PENGHARGAAN – Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ny. Aries Suradnyana menerima trofi dan piagam penghargaan Pakarti Utama II, Jumat (6/7) lalu. dan mengelola potensi yang ada. Untuk merealisasikan itu kerja sama masyarakat dan juga pemerintah desa harus dibangun dengan baik. ‘’Tanpa dukungan masyarakat,
penghargaan ini tidak akan bisa diterima. Saya berharap prestasi ini memacu semangat kami semua dalam menyukseskan pembangunan di desa kami,’’ jelasnya. (ad425)
Dibandingkan Tambah Rombel
Pemerintah Lebih Baik Berdayakan Sekolah Swasta Singaraja (Bali Post) –
Pemerintah daerah dituntut melakukan upaya serius dengan melakukan pemberdayaan sekolah swasta. Ini dinilai solusi efektif dibandingkan pemerintah memaksa menampung calon peserta didik baru melebihi kuota atau sampai menambah rombongan belajar (rombel). Pemberdayaan itu seperti membantu operasional sekolah swasta, sehingga ini akan menekan biaya yang selama ini dianggap mahal oleh para orangtua calon siswa baru. Itu diungkapkan Kepala SMK TI Bali Global Singaraja Ketut Widi Astawan, S.T., M.Pd., Minggu (8/7) kemarin. Lebih jauh Widi Astawan mengatakan, dalam PPDB tahun ajaran 2018/2019 ini, hampir semua sekolah swasta kesulitan mencari calon siswa baru. Hal ini terjadi karena pandangan para orangtua yang mengang-
gap biaya sekolah swasta mahal dibandingkan sekolah negeri. Kondisi ini bertambah parah setelah terbitnya kebijakan PPDB dengan pola zonasi, sehingga calon siswa baru terserap ke sekolah negeri. Celakanya, kendati kuota sekolah negeri sudah penuh, pemerintah melakukan kebijakan menerima calon siswa baru yang tidak
tertampung dengan menambah jumlah rombel dan kebijakan sekolah double shift (sekolah pagi dan siang). Tidak ingin keberadaan sekolah swasta terancam tutup, Widi Astawan mengusulkan, Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Bali menerbitkan kebijakan untuk memberdayakan seko-
lah swasta. Ini bisa dilakukan dengan membantu operasional sekolah swasta seperti perbantuan guru dan sarana prasarana (sarpras) sekolah. Kebijakan ini jauh lebih efektif dibandingkan mengeluarkan kebijakan sekolah double shift atau membuka sekolah baru. Program ini dipastikan akan memerlukan anggaran besar dan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, tetapi dipastikan bertahap beberapa tahun ke depan. ‘’Saya kira dibandingkan sekolah double shift yang berpengaruh terhadap mutu pendidikan dan membangun sekolah baru juga butuh anggaran besar, sehing-
ga lebih efektif pemerintah bisa memfungsikan sekolah swasta yang sudah ada,’’ jelasnya. Widi Astawan menambahkan, di tengah ancaman krisis siswa baru manajemen sekolahnya berupaya tetap bersaing dengan sekolah negeri. Dari perencanaan awal, SMK TI Bali Global Singaraja menargetkan untuk menerima calon siswa baru untuk empat kelas. Jika dirata-ratakan satu kelas menampung 32 orang, maka kuota calon siswa baru sebanyak 128 orang. Kalau kuota ini tidak terpenuhi, dirinya memastikan tetap melayani berapa pun calon siswa baru yang mendaftar. (kmb38)
‘’Tadinya kami kesulitan mencari kader perempuan untuk bacaleg, namun tantangan itu sudah kami atasi dan kuota perempuan sudah terpenuhi dan kami optimis pileg 2019 nanti Partai Golkar akan mengutus caleg Srikandi ke gedung dewan,’’ jelasnya. Sementara itu Sekretaris DPC PDI Perjuangan Buleleng Gede Supriatna, S.H. mengatakan, partainya telah merekrut 55 bacaleg yang sebagian besar kader dan sisanya tokoh masyarakat di luar partai. Dari total bacaleg yang telah direkrut itu, Supriatna memastikan di semua dapil sudah memenuhi syarat keterwakilan perempuan. Saat ini DPC PDI Perjuangan masih melengkapi syarat administrasi yang ditetapkan KPU. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari DPP dan DPD PDI Perjuangan Bali yang menyetujui usulan bacaleg tersebut. Berdasarkan SK dan persyaratan administrasi itu, secara resmi DPC PDI Perjuangan Buleleng
mendaftarkan bacaleg untuk mengikuti tahapan pencalegan berikutnya di KPU. ‘’Tinggal menunggu SK DPP dan DPD PDI Perjuangan Bali. Sambil menunggu kami juga melengkapi syarat administrasi. Dari rekrutmen itu semua dapil juga sudah terpenuhi kouta 30 persen bacaleg perempuan,’’ katanya. Ketua DPRD Buleleng ini juga mengakui di beberapa kecamatan pihaknya kesulitan mencari kader atau tokoh masyarakat perempuan untuk didaftarkan menjadi bacaleg. Meski demikian, syarat tersebut bisa dipenuhi karena pendekatan dan juga kerja keras pengurus partai, semua dapil sekarang sudah terpenuhi bacaleg perempuan. ‘’Kita punya kader perempuan dan sedang menjabat, sehingga mereka itu bekerja untuk mencari tokoh masyarakat untuk kita rekrut menjadi bacaleg dan semua dapil sudah ada caleg perempuan,’’ jelasnya. (kmb38)
Partai Besar Penuhi Syarat Bacaleg Perempuan
Singaraja (Bali Post) – Kesulitan memenuhi kuota keterwakilan calon legislatif perempuan sebesar 30 persen, nampaknya tidak menyurutkan Partai Golkar Buleleng merekrut kader partai perempuan sebagai bakal calon legislastif (bacaleg). Saat ini Golkar mengklaim sudah memenuhi syarat kuota keterwakilan perempuan. Bahkan, partai berlambang pohon beringin ini menargetkan caleg perempuannya berhasil menduduki kursi dewan pada laga pileg tahun 2019 mendatang. Ketua Fraksi Partai Golkar Nyoman Gede Wandira Adi belum lama ini mengatakan, rekrutmen bacaleg di internal partainya sudah mendekati rampung. Tercatat 30 bacaleg yang sebagian besar kader partai dan beberapa di antaranya masih aktif menjabat sudah melengkapi berkas administrasi yang dipersyaratkan KPU. Rencananya, setelah berkas administrasi seluruhnya lengkap, DPD Partai Golkar Buleleng mendaftar serentak ke KPU
Bali Post/kmb38
Bali Post/kmb38
Nyoman Gede Wandira Adi
Gede Supriatna, S.H.
Buleleng pada Kamis (12/7) pekan ini. ‘’Tinggal beberapa orang saja yang masih melengkapi persyaratan. Astungkara dalam minggu ini kami akan mendaftar bersamaan ke KPU,’’ katanya. Dalam proses rekrutmen bacaleg, Wandira Adi awalnya mengaku kesulitan memenuhi
kuota keterwakilan perempuan di setiap daerah pimilihan (dapil) yang ada. Ini karena partainya belum memiliki stok kader partai perempuan. Meski demikian, sesuai dengan image partai mengedepankan profesionalisme, dari enam dapil Partai Golkar Buleleng telah merekrut bacaleg perempuan.
Senin Kliwon, 9 Juli 2018
GIANYAR
Belum Ada Partai Ajukan DCS ke KPU Gianyar (Bali Post) Beberapa hari pascadimulainya pendaftaran, hingga Minggu (8/7) kemarin, belum ada partai yang mengajukan daftar caleg sementara (DCS) ke KPU Gianyar. Salah satu penyebabnya diduga sejumlah partai masih melakukan persiapan demi mengoptimalkan pendulangan suara dalam Pileg 2019 nanti. Ketua DPC Demokrat Gianyar Tjokorda Asmara Putra menjelaskan, untuk pendaftaran DCS ke KPU, pihaknya masih menunggu intruksi dari DPD dan DPP. Sebab, pendafaran dipastikan akan dilakukan serentak secara nasional sebelum batas waktu 17 Juli 2018. “Biasanya di Demokrat kami serentak, kapan itu masih menunggu intruksi, mungkin setelah tanggal 12 atau 14 Juli ini,” tegasnya. Diungkapkan, persiapan Demokrat dalam penyusunan DCS sudah rampung 100 persen pada lima dapil di Kabupaten Gianyar. Selain tetap mengajukan nama yang saat ini duduk di kursi DPRD
Gianyar, pihaknya juga menyiapkan sejumlah pentolan baru, seperti I.B. Gaga Adi Saputra, mantan Sekda Kabupaten Gianyar. “Gus Gaga kita putuskan maju dalam pileg di kabupaten,” ujarnya. Politisi akrab sapaan Cok Asmara ini mengharapkan Gus Gaga bisa meningkatkan perolehan suara pada Dapil Gianyar. Keputusan ini juga diambil lantaran mempertimbangkan Tjokorda Ngurah Pemayun (mantan Sekda Provinsi Bali) yang akan maju lewat Partai Demokrat merebut kursi di DPRD Bali. “Di provinsi juga maju mantan sekda provinsi, sehingga kalau ditempatkan sama-sama di provinsi, dua-duanya kan tidak elok berebut dapil Gianyar. Sehingga kader ini kita tempatkan dalam pileg di kabupaten dan provinsi,” jelasnya. Diketahui pada Dapil Gianyar dengan delapan kursi, Gus Gaga asal Kelurahan Gianyar ini akan bersaing dengan A.A. Bawa Hartawan, politisi Demokrat asal Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar, yang saat ini masih duduk di kursi DPRD Gianyar. “Gung Bawa juga
masih kita tempatkan di kabupaten,” ungkap Cok Asmara. Diungkapkan, sejumlah tokoh pentolan lain juga disiapkan Cok Asmara untuk menyukseskan Pileg 2019. Disinggung terkait kelanjutan langkah Pande Istri Maharani Primadewi dalam Pilkada Gianyar, Juni lalu, Cok Asmara mengaku belum ada kepastian terkait langkah selanjutnya politisi yang akrab disapa Gek Rani itu. “Gek Rani, beliau masih berpikir apakah maju di provinsi atau kabupaten, belum ada kepastian masih berpikir,” ujarnya. Cok Asmara kembali menegaskan keputusan untuk Gek Rani belum final. Ia sendiri mengaku lebih berhati-hati dalam menaruh siapa dan di mana, sembari juga menunggu pergerakan caleg dari partai lain. “Yang pasti kita upayakan pilkada kali ini raih hasil maksimal,” tandasnya. Sementara itu, Ketua KPU Gianyar A.A. Gde Putra mengatakan, hingga Minggu kemarin memang belum ada partai yang mengajukan DCS ke KPU Gianyar. Pendaftaran ini akan berlangsung
sampai 17 Juli 2018. “Pendaftaran DCS dimulai dari tanggal 4 hingga 17 Juli, jadi selama batas waktu itu kita masih menunggu,” ujarnya. Pihaknya kini juga akan menjalankan peraturan KPU yang baru, terkait melarang mantan korutor masuk dalam daftar caleg. Dikatakan, peratusan baru ini juga sudah mulai disosialisasikan oleh petugas KPU Gianyar. “Sosialisasi PKPU yang baru ini sudah, tentunya nanti saat pendaftaran akan kita cek juga nama yang masuk,” tandasnya. Secara terpisah, Ketua DPC PDIP Gianyar Made Agus Mahayastra mengatakan, bahwa partai besutan Megawati Soekarnoputri itu akan mengikuti terkait peraturan KPU yang melarang mantan koruptor nyaleg. “Yang namanya PKPU kan mau tidak mau, suka tidak suka harus diikuti. Kalau tidak ikut, pasti dicoret sama KPU,” ungkapnya. Sementara terkait DCS, politisi akrab sapaan Agus Mahayastra mengaku sudah menyiapkan caleg di Kabuapten Gianyar. Bahkan berbekal perolehan kursi terbanyak pada Pileg sebelumnya, dengan 16 kursi, kini PDIP Gianyar menarget meraih kursi lebih banyak lagi. “Target kami minimal 18 kursi di DPRD,” ujarnya optimistis. (kmb35)
Turnamen Menembak Diikuti Ratusan Pelajar Gianyar (Bali Post) Turnamen menembak serangkaian HUT ke-72 Bhayangkara diikuti ratusan pelajar SD dan SMP se-Bali. Turnamen yang diselenggarakan Pengurus Cabang Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Pengcab Perbakin) Gianyar ini diselenggarakan di Lapangan Tembak Bata Anyar, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Minggu (8/7) kemarin. Salah satu peserta turnamen, Ni Luh Made Lintang Mahadewi (12), mengaku tertarik dengan olahraga menembak karena seru. Selain memperoleh keseruan, menembak juga melatih konsentrasi, sabar dan fokus. Pelajar kelas VIII SMPN 1 Sukawati ini mengatakan sudah mulai latihan menembak di usia 4 tahun. “Dari kecil memang suka main tembak-tembakan, terus sama bapak diarahkan untuk latihan serius,” jelas pelajar asal Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati ini. Mempertajam kemampuannya, bocah yang pernah meraih juara II kategori arah pompa kelas SD pada Kapolda Cup tahun 2016 ini rutin latihan di Lapangan Tembak
Tohpati. Ia berharap, hobinya bisa terus menjadi prestasi membanggakan di kemudian hari. Wakapolres Gianyar Kompol I Nengah Sadiarta mengatakan, tingginya antusias pelajar untuk ikut kejuaraan ini menunjukkan olahraga menembak mulai dikenal oleh masyarakat umum. “Selain bisa salurkan hobi, menyibukkan diri pada kegiatan positif seperti olahraga menembak juga bisa menghindari generasi muda dari bahaya narkoba dan kenakalan remaja,” jelasnya. Kompol Sadiarta berharap, dengan adanya kejuaraan ini mampu mencetak bibit berprestasi yang akan mewakili Gianyar baik di daerah, nasional maupun internasional. Olahraga yang sebelumnya mungkin berlangsung liar, membahayakan dan belum tersalurkan dengan baik, lewat kejuaraan ini bisa memberikan kesempatan dan ruang bagi penghobi untuk bisa berprestasi. Sementara itu, Pengurus Perbakin Gianyar Cokorda Ngurah Suyadnya menjelaskan, turnamen ini mempertandingkan lima kategori, yakni metal shilouete untuk umum dengan jarak tembak
Bali Post/kmb35
TURNAMEN - Latihan menembak di sela-sela turnamen di Lapangan Tembak Bata Anyar, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Minggu (8/7) kemarin. 33 meter, metal shilouete pompa untuk umum dan pelajar dengan jarak tembak 25 meter, benchrest untuk umum dengan jarak tempak 41 meter, hunting, air pistol dan match 10 meter pelajar khusus Gianyar, serta kategori pompa dengan pisir jarak 17 meter untuk pelajar SD dan SMP open. Ditambahkannya, kejuaraan menembak ini digelar untuk mencari bibit atlet petembak yang
berbakat. Sekaligus pula, sebagai ajang pemanasan untuk mempersiapkan diri menyongsong Porprov Bali tahun 2019 di Kabupaten Tabanan. “Setiap saat, setiap ada kesempatan kita selalu mencoba mencari bibit-bibit atlet penembak. Salah satunya untuk persiapan songsong Proprov,” jelasnya. Mengenai target, Perbakin Gianyar mengaku optimis bisa mengirim dan memenangkan
sebanyak-banyaknya. Namun pihaknya tetap mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah. Salah satu bentuk dukungan yang diharapkan ialah fasilitas lapangan tembak, yang selama ini baru sebatas wacana. “Sempat dibahas (lapangan tembak-red). Tinggal merealisasikan saja. Penjajakan sudah, tapi belum pasti sampai saat ini. Informasinya di Mawang,” tandasnya. (kmb35)
9 Pakar Busana Ingatkan Etika Berpakaian Adat Bali Gianyar (Bali Post) Berbagai inovasi busana adat Bali terus berkembang. Ironisnya busana tersebut terkadang tidak sesuai dengan etika waktu dan tempat. Misalnya, saat piodalan di pura, para wanita mengenakan kain (kamben) dengan desain seperti rok. Busana ini pun dinilai kurang beretika bila dikenakan ke tempat suci, terlebih sengaja dirancang belah tengah yang cukup tinggi. Hal ini mendapat sorotan pakar busana Pande Putu Wijana dan Tjokorda Abhinanda Sukawati, Minggu (8/7) kemarin. Pande Putu Wijana mengatakan, busana ke pura boleh-boleh saja mengikuti tren yang berkembang saat ini. Namun harus tetap memperhatikan etika kapan dan di mana busana tersebut dikenakan. ‘’Pakaian adat, baik itu ke pura ataupun busana pengantin, pada kegiatan sakral seperti piodalan hingga pernikahan memakai busana sesuai dengan pakem dan etika daerah masing-masing,’’ tegasnya. Desainer yang dikenal dengan nama Tude Togog ini mencontohkan, saat ini di kalangan perempuan sedang ngetren pemakaian kamben dengan desain rok. Dikatakannya, kamben seperti ini sekilas terlihat simpel, tidak ribet dan gampang dipakai. ‘’Namun jika ditelisik lebih mendalam, apakah kamben seperti itu sudah sesuai dengan etika berbusana adat kita di Bali?’’ tegasnya. Secara estetika desain kamben ini mungkin bagus, tetapi secara etika ia mempertanyakan. Terlebih jika kamben tersebut dirancang dengan belahan tengah yang bisa menimbulkan persepsi yang berbeda bagi yang melihatnya. Menurut Tude Togog, kamben itu adalah selembar kain yang dililitkan pada pinggang hingga menutupi mata kaki. Bukan kain yang berbentuk rok dengan belahan di tengah. ‘’Salah besar jika model desain kamben ini, apalagi ada belahan di tengahnya. Itu adalah rok,’’ tegas Tude Togog. Hal serupa disampaikan desainer kondang Tjokorda Abhinanda Sukawati. Menurutnya, busana pengantin itu terdiri dari tiga tahapan, yakni busana pengantin nista, madya dan utama. Busana ini sangat berkaitan dengan rentetan upacara yang mengikutinya. ‘’Jangan sampai busana pengantin utama tapi upacaranya mengambil yang nista,’’ kata desainer asal Ubud ini. Desainer akrab sapaan Cok Abi mengimbau untuk busana pengantin modifikasi lebih baik menggunakan kain tradisional sebagai pelestarian kearifan lokal. Ia juga menekankan, busana pengantin modifikasi juga hendaknya nyaman digunakan dan juga mengedepankan nilai etika dan estetika. ‘’Saya sarankan bagi para pengantin, saat upacara adat lebih baik menggunakan busana pengantin tradisional dan modifikasi digunakan saat resepsi. Semua sudah ada aturannya sesuai dengan desa kala patra,’’ tandasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Senin Kliwon, 9 Juli 2018
Perbekel Nyaleg Harus Mengundurkan Diri Negara (Bali Post) – Memasuki pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg), sejumlah partai politik (parpol) di Jembrana sibuk mempersiapkan administrasi. Begitu juga mereka disibukan dengan bursa calon. Selain mengajukan dari kalangan intern parpol, juga mengincar perangkat desa yang di antaranya masih aktif. Informasinya, banyak perbekel atau kepala desa yang akan maju jadi bakal calon legislatif (bacaleg). Terkait hal tersebut, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jembrana menilai sah-sah saja jika adanya unsur perangkat desa yang nantinya ikut mencalonkan diri menjadi legislatif. Konsekuensinya, mereka harus mengundurkan diri lebih dulu begitu menjelang penetapan calon. Ketua Panwaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan, Minggu (8/7) kemarin, mengatakan pengunduran diri dari kepala desa itu wajib disertai dengan Surat Keterangan (SK) Pemberhentian yang ditunjukkan menjelang penetapan calon. ‘’Mereka harus mengundurkan diri menjelang pendaftaran, dibuktikan dengan SK pemberhentian. Kalau sekarang mendaftar sah-sah saja,’’ terangnya. Pande juga mengingatkan kepada ASN untuk tidak ikut terlibat dalam proses ini. ‘’Ketentuan Undang-undang Pemilu, ASN yang merugikan atau menguntungkan salah satu peserta pemilu bisa dikenai sanksi pidana,’’ tegasnya. Karena itu pihaknya mengingatkan agar ASN tidak terlibat. Sampai saat ini memang belum ada laporan terkait dugaan pelanggaran. Selama masa pendaftaran ini, Panwaslu juga melakukan pengawasan di sekretariat KPU Jembrana, lokasi tempat pendaftaran. ‘’Kami tempatkan petugas piket di sana selama pendaftaran berlangsung,’’ tambah P a n d e . (kmb26)
Pande Made Ady Muliawan
Bali Post/olo
Tabrakan dengan Innova, Angdes Nyungsep ke Sawah Tiga Ibu Pengajian Luka-luka
Negara (Bali Post) Nahas menimpa mobil angkutan pedesaan (angdes) yang mengangkut rombongan ibu-ibu pengajian dari Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo. Angdes dengan nopol DK 7763 WA yang dikemudikan Juhari (53) ini terlibat tabrakan dengan mobil Toyota Innova warna hitam nopol L 1634 TA di selatan Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) Rambut Siwi, tepatnya di jalur Denpasar-Gilimanuk, KM 78-78, Minggu (8/7) kemarin. Akibatnya, angdes yang mengangkut belasan ibu-ibu pengajian itu nyungsep ke sawah. Dari belasan penumpang, tiga di antaranya mengalami luka berat yakni Udayana (48), Hadiah (53) dan Mastutah (56). Para korban ini langsung dilarikan ke RSU Negara guna mendapatkan perawatan medis. Sedangkan sopir Innova Feri Hendriyanto (37) dan satu penumpang lainnya juga menderita luka ringan. Dari informasi sejumlah saksi di TKP, angdes ini terjungkal ke sawah sedalam tiga meter setelah terlibat tabrakan dengan Innova. Awalnya, mobil Innova ini melaju dari arah Gilimanuk. Mobil tersebut disebut-sebut melaju dengan kecepatan tinggi lantaran hendak menyalip kendaraan di depannya. Kondisi jalan yang dilintasi saat itu menurun dan berbelok ke kiri. Saat posisi menyalip, laju mobil mengambil haluan ke kanan. Nah, saat bersamaan, dari arah berlawanan (timur) datang angdes melaju pada jalurnya. Karena masingmasing tidak bisa mengendalikan kendaraannya, tabrakan pun tak terelakan. Akibat benturan keras, kedua mobil itu sama-sama nyungsep ke sawah. Adanya kecelakaan itu membuat warga sekitar dan pengguna jalan datang berduyun-duyun ke lokasi untuk melakukan pertolongan. Begitu juga petugas Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana turun ke TKP. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko membenarkan adanya kecelakaan melibatkan dua mobil tersebut. Selain melakukan olah TKP, pihaknya juga mengatur arus lalu lintas supaya tidak macet. Dari hasil pemeriksaan, ada tiga penumpang angdes mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSU Negara. Sedangkan dua penumpang mini bus dalam keadaan selamat. Sementara kondisi kedua mobil ringsek di bagian depan. Hingga kemarin sore, petugas masih mengevakuasi kedua mobil tersebut. (kmb26)
Bali Post/olo
Terjungkal – Kondisi mobil yang terlibat kecelakaan di sekitar Rambut Siwi, Yehembang, Minggu (8/7) kemarin.
PASAR - Kondisi pasar di Desa Ekasari yang terlihat sepi.
Bali Post/olo
Dua Tahun Dibangun, Pasar di Desa Ekasari Sepi
Negara (Bali Post) -
Hampir dua tahun dibangun dan beroperasi, pasar di Desa Ekasari, Kecamatan Melaya hingga kini terlihat masih sepi. Sejumlah kios nampak banyak yang tutup. Bahkan dari 10 kios, hanya dua yang buka. Seperti yang terlihat Minggu (8/7) kemarin, sejumlah kios dan los nyaris tidak ada yang berjualan. Praktis aktivitas perdagangan di pasar tersebut tak ada. Kini kondisi los yang lama tak digunakan terlihat kotor. Dari informasi yang dihimpun pascarampungnya bangunan pasar dan telah diserahkan ke pihak desa pada Februari 2017, namun sampai saat ini jarang ada warga
yang berjualan. Sebenarnya kios-kios itu semua ada yang mengisi, tetapi tidak ada yang berjualan. Beberapa di antaranya merupakan warga yang baru mencoba jualan.
‘’Pernah diisi satu dua pedagang, karena lama sepi pembeli jadinya tutup lagi,’’ kata salah seorang warga. Demikian juga los di dalam bangunan yang cukup luas itu juga sepi dan
tidak ada pedagang yang berjualan. ‘’Sebenarnya jika ingin ada pedagang yang berminat jualan di pasar Desa Ekasari, pihak desa dan kepala pasar melakukan sosialisasi lebih intensif lagi. Pemkab juga harus melakukan langkah-langkah pemberdayaan, jangan hanya membangun fisik saja,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala Pasar Desa Ekasari Nengah
Mogog belum bisa dihubungi. Sedangkan Perbekel Ekasari Gede Puja mengakui kalau di pasar tersebut kurang ramai. Di sisi lain, Kadis Perindagkop Jembrana Made Gede Budhiarta saat dikonfirmasi mengatakan bangunan pasar itu sudah selesai dan diserahkan ke desa. ‘’Ada yang jualan tapi belum maksimal. Kami akan carikan solusi dan maksimalkan lagi,’’ jelasnya. (kmb26)
’’Neon Box’’ Rusak di Eks Pos KTP Membahayakan
Bali Post/olo
BENDUNGAN – Bendungan Benel yang berada di Manistutu, selain digunakan untuk mendukung pertanian juga ketersediaan air baku.
Dilanjutkan, Pembangunan Proyek Pipanisasi di Benel
Negara (Bali Post) – Setelah sempat ditunda hingga akhir Juni lalu, pembangunan sistem penyediaan air baku (pipanisasi) di Bendungan Benel kembali dilakukan. Sebelumnya digeral rapat mediasi yang dihadiri Komisi III DPRD Bali. Dalam rapat itu muncul kesepakatan proyek dilanjutkan asalkan air irigasi untuk para petani tidak berkurang. Proyek pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR ini memanfaatkan air Bendungan Benel untuk air minum. Sebab fungsi dibangunnya bendungan di Manistutu itu selain untuk irigasi juga kepentingan air minum. Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba, Minggu (8/7) kemarin, membenarkan digelarnya mediasi dengan petani yang diwakili subak-subak dan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida belum lama ini. Dalam pertemuan itu
pihaknya membantu menjembatani agar bisa menjalin kerja sama yang baik. Para petani yang diwakili subak-subak menerima proyek tersebut asalkan tidak merugikan petani. Subak tidak lagi memprotes apabila air untuk irigasi tidak dikurangi. Artinya air untuk petani di bawah Bendungan Benel bisa tersedia. Tamba menyerahkan kepada BWS Bali Penida guna mendapatkan solusi terbaik. Dalam hal ini, BWS harus bekerja sama dengan petani. Bagaimanapun pembangunan yang sudah dianggarkan dari pemerintah pusat ini harus berjalan. Akan tetapi, tidak merugikan petani khususnya untuk ketersediaan irigasi. Fungsi pembangunan ini untuk pemenuhan air baku dengan memanfaatkan bendungan. Kendati demikian, pihaknya tetap akan memantau selama pelaksanaan pembangunan ini hingga pemanfaatan. ‘’Jangan
sampai ada yang menghianati,’’ terangnya. Sementara itu, pihak BWS Bali-Penida, Agung, menerangkan intinya proyek tetap berlanjut dengan tidak mengesampingkan kebutuhan petani. ‘’Artinya semua keinginan masyarakat terakomodir. Petani yang kita prioritaskan,’’ terangnya. Pipanisasi yang dilakukan tetap dari bendungan. Sebab dari awal bendungan itu dibangun untuk dua fungsi, yakni pertanian dan air baku. Diberitakan sebelumnya, pembangunan pipanisasi memanfaatkan air Bendungan Benel mendapat protes dari sejumlah subak di bawah Subak Gede Pegubugan. Petani melalui para pengurus subak keberatan bila air dari bendungan yang selama ini untuk mengairi sawah mereka digunakan untuk pipanisasi. Padahal tahun ini proyek tersebut sudah berjalan dengan nilai Rp 14,6 miliar. (kmb26)
Negara (Bali Post) Penataan pintu masuk Bali di Gilimanuk nampaknya belum seluruhnya tertata dengan baik. Seperti yang terlihat di sepanjang jalan dari pintu keluar pelabuhan terlihat masih semrawut. Selain spanduk yang terpasang tak teratur, juga eks bangunan Pos KTP Gilimanuk kondisinya rusak di bagian atas, terutama pada neon box. Neon box di bangunan tersebut tampak pecah dan tak terurus. Padahal di lokasi tersebut sebelumnya terpasang ucapan selamat datang dari Pemkab Jembrana. Tetapi belakangan, setelah pemeriksaan KTP dipindah ke Terminal Gilimanuk, bangunan itu kurang terawat. Selain neon box, di bagian ruangan bangunan itu terlihat tak terurus. ‘’Sudah jarang digunakan.
Dulu sering dipakai untuk istirahat. Sekarang sudah tidak lagi. Pemeriksaan juga sudah dipindah,’’ kata salah seorang warga, Minggu (8/7) kemarin. Rusaknya bangunan itu dinilai sangat membahayakan. Apalagi, di atasnya ada neon box. Selain sudah pecah, dikhawatirkan benda itu jatuh. Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jembrana Ketut Wiaspada, Minggu (8/7) kemarin mengatakan, sejak Pos KTP dipindah ke areal Terminal Gilimanuk, bangunan itu sudah diserahkan kembali ke Bagian Umum. Untuk itu, bangunan itu sudah tidak digunakan untuk pemeriksaan KTP. Kendati demikian pihaknya akan mengkoordinasikan terkait kondisi dan kerusakan neon box di gedung tersebut. (kmb26)
Bali Post/olo
Neon Pecah – Kondisi neon box di pintu masuk Bali di Gilimanuk yang sudah pecah dan membahayakan.
Senin Kliwon, 9 Juli 2018
KARANGASEM
11
Turis Rusia Nekat Mendaki Gunung Agung Dirikan Tenda di Radius 2 Km
Amlapura (Bali Post) Seorang turis Rusia bernama Khaliman (43) nekat mendaki Gunung Agung yang sedang tinggi aktivitasnya. Bule nyeleneh itu masuk sampai di radius 2 km dari puncak gunung sampai akhirnya sejumlah relawan dan warga memaksanya turun, Minggu (8/7) kemarin. Khaliman naik melalui jalur pendakian di Banjar Nangka, Desa Buanagiri, Kecamatan Bebandem, Sabtu (7/7) sore. Warga setempat sejatinya sudah curiga ketika menemukan sepeda motor Honda Vario tak bertuan di atas Pura Penataran Nangka. Namun warga baru yakin ada pendaki yang nekat naik setelah pada malam hari melihat kelap-kelip lampu senter yang bergerak lambat menuju arah puncak. Aksi nekat Khaliman sebenarnya membuat warga dan relawan geregetan sekaligus dongkol, namun demikian mereka tetap terpanggil melakukan penyelamatan, mengingat kon-
MENDAKI - Bule Rusia Khaliman nekat mendaki Gunung Agung melalui jalur Nangka. disi Gunung Agung dalam level Siaga. Malam itu juga, sekitar pukul 21.30 Wita enam orang relawan naik mencari jejak turis itu. Minggu (8/7) sekitar pukul 07.00 kemarin relawan berikut sang bule sudah kembali ke tempat penemuan sepeda motor Vario tak bertuan itu. Salah seorang warga yang
ikut melakukan penjemputan, Ngurah Subrata (45), mengatakan Khaliman ditemukan di radius 2 km di atas Pura Lawangan Nangka. Di sana bule Rusia itu sudah mendirikan tenda. Menurut Subrata, mulanya Khaliman enggan diajak turun. Dia baru mau balik setelah diberi penjela-
san tentang kondisi Gunung Agung. ‘’Dia mengaku ingin bermalam di sana beberapa hari,’’ jelas Subrata. Subrata menduga bule itu sebagai penganut suatu aliran spiritual. Pasalnya, sebelum setuju turun dia minta waktu bermeditasi selama 30 menit. Dari tempat penemuan sepeda motor Vario, bule itu kemudian dibawa ke Kantor Perbekel Buanagiri. Sebelumnya warga dan relawan juga sudah mengevakuasi sepeda motor Vario yang ternyata milik Khaliman ke tempat yang sama. Kepada relawan dan aparat kepolisian di Kantor Perbekel Buanagiri, bule berambut gondrong pirang itu mengaku mendaki hanya untuk mencari suasana baru. Dia naik karena tidak tahu Gunung Agung sedang dalam level Siaga. Sempat diberi makan dan minum, Khaliman kemudian meluncur kembali ke penginapannya di Kuta. ‘’Saya memang tidak ada rencana naik sampai ke puncak,’’ ujarnya. (kmb)
Buruh Pembangunan Pura Penataran Agung Nangka
Tetap Bekerja, Meski di Tengah Ancaman Erupsi Aktivitas warga di Banjar Dinas Nangka, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Minggu (8/7) kemarin berjalan seperti biasa. Ada ibu setengah baya membonceng seikat rumput gajah. Lelaki tua berjalan kaki menyusuri tegalan, hingga puluhan buruh di areal proyek Penataran Agung Nangka, beraktivitas seperti biasa. Akses jalan sepanjang wilayah Nangka nampak basah dan berkabut, tanda baru habis turun hujan. JIKA cuaca cerah, Gunung Agung terlihat jelas dari wilayah ini. Sebab, jaraknya amat dekat, kurang dari 4 km dari puncak Gunung Agung. Saat itu, tak lagi terdengar suara gemuruh. Karena turun hujan, visual Gunung Agung pun sama sekali tak kelihatan. Beberapa buruh di areal lokasi proyek Pura Penat-
BURUH - Para buruh saat beraktivitas pembangunan Pura Penataran Agung Nangka. aran Agung linggih Ida Batara Gunung Agung tersebut, menuturkan situasi demikian biasa terjadi saat pagi. “Gunungnya tertutup kabut. Sepertinya sudah aman. Tak terdengar suara gemuruh lagi,” ucap salah satu buruh, Ketut Latra. Ucapan buruh ini mengingatkan pada peristiwa 2 Juli lalu, ketika Gunung Agung untuk pertama kalinya melontarkan lava pijar. Latra bercerita waktu itu dirinya sebagai warga lokal di sana merasa amat kaget. Dentuman keras pukul 21.04 Wita membuatnya segera bergegas ke luar rumah.
“Saya lihat waktu itu bola api seperti persis berada di atas kepala saya,” kata Latra, seraya mengaku langsung mengajak keluarganya mengungsi ke daerah yang lebih aman di luar radius 6 km. Rumahnya persis di sebelah timur lokasi proyek pura. Dari sana setiap peningkatan aktivitas Gunung Agung amat terasa. Seperti suara gemuruh maupun gempa. “Waktu kejadian 2 Juli itu, kami sempat libur dua hari di lokasi proyek. Ini kami baru mulai kerja lagi,” ujar Latra sambil mencampur semen dengan air di sebuah ember.
Seluruh buruh yang terdiri dari beberapa kelompok ini kompak bekerja pada saat itu. Meski sempat terjadi hujan gerimis, mereka memilih tetap bekerja. Ada yang mengangkut tanah di depan pamedal pura di pinggir jalan untuk menutup lubang-lubang di sekitar areal pura, ada yang mengerjakan bagian tangga di bawah kori utama, ada pula yang memasang atap beberapa bale. Beberapa bale ini nampak megah, lengkap dengan ukiran dan kuning prada. Di jeroan pura beberapa buruh lainnya juga melakukan finishing kecil sebelum melanjutkan pengerjaan bagian lainnya. Buruh lainnya, Wayan Wawan mengaku tetap harus bekerja meski dalam situasi rawan bencana. Dia mengaku yakin pengerjaan pura ini akan menjadi jawaban, terhadap aktivitas Gunung Agung. Sebab, keyakinan warga setempat meyakini pawisik Ida Batara Gunung Agung menginginkan Pura Penataran Agung Nangka segera terwujud. Ini pula yang akhirnya membuat pemerintah daerah juga mengucurkan anggaran Rp 4 miliar untuk membantu penyelesaian proyek ini.(gik)
mendampingi - Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi mendampingi Mensos Idrus Marham mengunjungi pengungsi di Banjar Pesangkan, Desa Duda Timur, Kecamaatan Selat.
Mensos Jamin Semua Kebutuhan Pengungsi
Pemkab Diminta Kirim Data Kebutuhan Pengungsi
KARANGASEM yang sedang dihantui ancaman erupsi Gunung Agung terus mendapat perhatian pemerintah pusat. Sabtu (7/7) sore, Menteri Sosial Idrus Marham melakukan pemantauan langsung ke beberapa titik pengungsian. Selain itu, Mensos juga memantau stok logistik di Posko Induk Tanah Ampo serta mengamati perkembangan kondisi gunung ke Pos Pemantauan di Banjar Langsat, Desa Rendang Kecamatan Rendang. Kepada awak media, Mensos yang sekaligus membawa bantuan lanjutan senilai Rp 156 juta menegaskan, pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap kondisi Karangasem. Pihaknya memastikan seluruh kebutuhan pengungsi, terutama bahan makanan dijamin pemerintah. Untuk kepentingan itu, Mensos minta Pemkab Karangasem segera mengirimkan data daftar kebutuhan ke Kementerian Sosial. ‘’Pemerintah kabupaten agar betul-betul memonitor segala perkembangan dan kebutuhan pengungsi. Saya sudah berbicara dengan Pak Sekda agar segera mengirimkan data kebutuhan,’’ tegasnya. Sejauh ini, menurut Mensos, Kementerian Sosial sudah menggelontorkan Rp 8,2 miliar untuk penanganan erupsi Gunung Agung di Karangasem. Namun jumlah itu bukan yang terpenting, yang paling penting adalah
jaminan bahwa kebutuhan dasar para pengungsian dapat dipenuhi, seperti beras dan lauk, pakaian, selimut, tenda serta obat-obatan. ‘’Yang perlu kita lakukan adalah proyeksi ke depan. Kita pastikan akan mengisi gudang yang ada untuk antisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi,’’ ucapnya. Saat berkunjung ke Pos Pengamatan Rendang, Mensos disambut Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Devi Kamil Syahbana. Menurut Mensos, perkembangan kondisi Gunung Agung memang belum mengkhawatirkan, namun semua pihak tidak boleh lengah dan terus dipantau. Perlu informasi yang cepat kepada masyarakat di sekitar lereng Gunung Agung agar bisa diambil tindakan tepat dan cepat. Pola kemunikasi yang cepat untuk koordinasi kepada masyarakat perlu dilakukan. Ketua DPRD Karangasem
I Nengah Sumardi yang ikut mendampingi Menteri selama kunjungannya di Karangasem, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat kepada Karangasem. Menurutnya, aktivitas Gunung Agung telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap kehidupan masyarakat, sehingga dukungan dari Kementerian Sosial sangat dibutuhkan ,terutama untuk menjamin kebutuhan warga yang terpaksa mengungsi. Sementara bantuan yang disampaikan Mensos dalam kunjungannya tersebut dalam bentuk logistik mulai dari masker, biskuit, bumbu masak, paket lauk-pauk, perlengkapan anak-anak, perlengkapan keluarga dan selimut. ‘’Atas nama lembaga Dewan kami mendorong pemerintah daerah segera menyampaikan daftar kebutuhan sesuai arahan Bapak Menteri,’’ ucap Nengah Sumardi. (ad431)
12 SOSOK Dukungan Generasi Muda PEMERINTAH Kabupaten Klungkung menggelontorkan banyak kegiatan pembangunan setiap tahun. Untuk menyukseskan itu, gerakan tak hanya datang dari instansi terkait. Namun juga perlu dukungan masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi penerus bangsa. ‘’Pemerintah mempunyai program-program yang memerlukan dukungan generasi muda. Karena seluruhnya untuk mensejahterakan masyarakat,’’ ungkap Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta, Minggu (8/7) kemarin. Dukungan itu sudah sering dikampanyekan. Salah satunya saat menghadiri acara hari ulang tahun (HUT) sekaa teruna. Wabup asal Desa Akah Kecamatan Klungkung ini juga menilai generasi muda Klungkung banyak yang kreatif. Mereka bisa membawa nama daerah ke kancah yang lebih luas. ‘’Kreativitas harus terus dikembangkan. Turut memperkenalkan daerah. Itu juga bagian mendukung pembangunan,’’ sebutnya. Ditegaskan pula, generasi muda juga harus terlibat dalam memerangi narkoba yang kini masih menjadi persoalan serius. Termasuk juga minuman keras maupun seks bebas yang mampu merusak mental. ‘’Sumber daya manusia harus diselamatkan dari hal-hal negatif. Keterlibatan generasi muda sangat diperlukan di sini. Perlu ikut dalam mengedukasi masyarakat,’’ tegasnya. Sejauh ini, pemkab telah menggulirkan program khusus untuk anak-anak muda. Seperti bidang kewirausahaan maupun seni budaya. (sos)
Cuaca Buruk, Hasil Panen Cabai Merosot
Semarapura (Bali Post) Petani cabai di Desa Selisihan, Kecamatan Klungkung tak bisa tersenyum sumringah. Hal itu disebabkan karena hasil panennya merosot, sebagai imbas cuaca buruk yang belakangan melanda. Berdasarkan pantauan, Minggu (8/7) kemarin, pohon cabai petani yang sudah berbuah banyak yang mati. Selain itu, buahnya yang masih hijau banyak membusuk dan rontok. Seorang petani, Wayan Suprapta, menuturkan kondisi itu mulai berlangsung sejak awal berbuah, bertepatan dengan seringnya terlanda cuaca buruk. ‘’Beberapa hari ini sering hujan, kemudian panas, itu menyebabkan buahnya busuk dan rontok. Pohonnya juga mati,’’ tuturnya. Khusus untuk miliknya, yang seperti itu mencapai separuh. Otomatis berimbas pada hasil panennya. Beruntung, di tengah hal itu, harga cabai tergolong baik, kisaran Rp 50 ribu untuk yang merah. ‘’Kalau rugi sih belum. Tapi hasil panen yang turun,’’ kata mantan Perbekel Selisihan ini. Guna menangani hal itu, penyemprotan dengan pestisida sudah dilakukan. Namun, nyaris tak memberikan dampak. Tanaman masih banyak layu dan meringis. ‘’Kadang ada yang tidak disemprot hasilnya bagus. Tidak kena hama. Ini disemprot tidak ada perubahan. Sulit menangani,’’ ungkapnya. Disampaikan lebih lanjut, produksi cabai biasanya bagus saat musim panas. Saat itu, petani menanam cukup banyak. Bisa memanfaatkan satu hamparan sawah. ‘’Cabai sudah banyak ditanam sejak tahun 70-an. Kalau musim panas, panennya bagus. Cabai di sini cukup terkenal. Sekarang karena tidak ada air, makanya tanam lagi. Harusnya padi,’’ imbuhnya. Petani lain, Nengah Sumida, juga mengatakan demikian. Musim ini ia nyaris tak dapat panen. ‘’Hampir semua mati. Cuaca tidak bagus,’’ terangnya. Di tengah situasi itu, petani paruh baya ini mengaku masih beruntung lantaran bisa mendapatkan hasil dari bunga pacah. ‘’Pola tanamnya kan tumpang sari. Tidak mengandalkan cabai saja,’’ ucapnya. (kmb45)
KLUNGKUNG
Senin Kliwon, 9 Juli 2018
Sikapi Akomodasi Pariwisata Bodong
Bupati Wacanakan Penerapan Izin Bersyarat Semarapura (Balii Post) Akomodasi pariwisata bodong masih ditemukan di Kepulauan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Bahkan, ada yang sudah berlangsung sejak bertahun-tahun. Menyikapi hal itu, pemkab tak langsung melakukan pembongkaran. Namun, akan menerapkan izin bersyarat. ‘’Terkait dengan akomodasi bodong, kita tidak menutuplah. Itu memang ada. Kalau perizinan saklek, langsung merobohkan, kan tidak bisa. Kita akan terapkan izin bersyarat. Bisa berdiri jangka beberapa tahun,’’ ungkap Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta usai rapat paripurna DPRD Klungkung, baru-baru ini. Kebijakan tersebut, kata bupati asal Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida ini akan dibicarakan dengan instansi terkait seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung maupun juga masyarakat. Pemkab juga akan menyiapkan syarat-syarat yang harus diikuti. ‘’Ini perlu dikomunikasikan dulu. Terutama dengan masyarakat. Supaya jangan sampai mereka terkejut,’’ katanya. Selain bangunan, angkutan
pariwisata juga ditengarai ada yang belum mengantongi izin. Ini juga segera dibahas dengan kepolisian maupun Dinas Perhubungan Klungkung. ‘’Seperti apa baiknya, ini dibahas. Kami memang mendorong seluruhnya tertib,’’ sebutnya. Terabaikannya izin ini mengakibatkan pajak juga menguap. Padahal, itu menjadi salah satu sumber pendapatan pemkab yang digunakan mendukung pebangunan. Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung I Putu Suarta juga tak menampik akomodasi di kepulauan the blue paradise islan itu masih banyak yang bodong. Beberapa juga ada yang melanggar sempadan pantai. ‘’Memang masih banyak yang bodong. Terutama di Nusa Lembongan dan Ceningan,’’ jelasnya. Sejauh ini, pihaknya lebih
Bali Post/dok
NUSA LEMBONGAN - Akomodasi pariwisata di Nusa Lembongan, Klungkung. mendepankan pembinaan, meminta pemilik segera mengurus izin. Langkah pembongkaran tak bisa serta-merta karena dikhawatirkan bisa mempengaruhi investasi ke depannya. ‘’Memang ada yang sudah bersedia mengurus izin. Tetapi untuk yang melanggar sempadan pantai, kan tidak bisa,’’ sebut
birokrat asal Lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh ini. Menurutnya penerapan izin bersyarat sangat tepat untuk menyikapi itu. ‘’Kami sangat mendukung kalau kebijakan diskresi itu diterapkan,’’ pungkasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu I Made Sudiarkajaya belum bisa memberikan komentar terkait kebijakan yang akan diambil bupati. Beralasan tengah mengikuti acara expo di luar daerah. ‘’Besok baru pulang (hari ini-red). Setelah sampai Klungkung saya konfirm,’’ katanya. (kmb45)
Tekan Angka Suara Tak Sah pada Pemilu 2019
Gencarkan Sosialisasi, Berikan Masyarakat Pemahaman Cara Memilih
SUARA tidak sah mewarnai pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Kabupaten Klungkung. Jumlahnya mencapai ribuan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai ada sejumlah hal menjadi penyebab. Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, kondisi demikian dikhawatirkan tetap banyak terjadi, termasuk golongan putih (golput). Hal itu tak lepas dari banyaknya calon dan jenis pemilihan. Ada pileg, DPD maupun Pilpres. Berdasarkan data yang terungkap dalam rapat pleno KPU baru-baru ini, pada Pemilihan Bupati, tercatat 3.185 suara tak sah dan Pemilihan Gubernur 4.279 suara. Hal tersebut menjadi atensi sejumlah politikus. Ketua DPC Partai Gerindra Klungkung I Wayan Baru menilai hal demikian harus ditekan pada Pemilu 2019.
Diakui perlu sebuah langkah yang lebih serius untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. ‘’Kalau melihat Pilkada sekarang, sudah berjalan baik. Tetapi ini perlu diperbaiki. Bagaimana caranya jumlah suara tidak sah bisa ditekan,’’ sebutnya, Minggu (8/7) kemarin. Politikus asal Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida ini tak menampik langkah tersebut tak hanya dilakukan penyelenggara, dalam hal ini KPU. Partai politik yang berkepentingan untuk mendapatkan suara, juga turut terlibat. Di internal Gerindra, sosialisasi akan dilakukan setelah calon legislatif ditetapkan. ‘’Calon nanti akan turun. Ikut sosialisasi ke masyarakat. Memberikan pemahaman tentang pemilihan supaya suara dinyatakan sah,’’ katanya. Munculnya suara tidak
sah pada hajatan politik lima tahunan beberapa waktu lalu diindikasikan adanya sebuah keraguan dari pemilih. Mereka tidak bisa menentukan pilihan sesuai hati nurani. ‘’Jangan sampai suara mereka tidak sah karena ada intimidasi yang memicu timbulnya keraguan untuk memilih,’’ ucapnya. Ketua Fraksi PDI-P DPRD Klungkung Sang Nyoman Putrayasa juga menilai hasil pilkada harus dievaluasi. Khusus untuk Pemilu 2019, sosialisasi harus disampaikan lebih mendetail. ‘’Pada intinya sosialisasi ini harus lebih maksimal. Perlu dilakukan sejak dini,’’ tegasnya. Apalagi, kata dia suara yang disampaikan masyarakat lebih banyak. Ada tiga pileg, DPD dan pilpres. ‘’Kalau sekarang hanya pilkada. Paslon hanya dua. Saat pemilu nanti, ada
lima surat suara. Calonnya juga banyak. Tentu potensi masyarakat bingung lebih besar,’’ jelasnya. Tak jauh berbeda dengan yang diutarakan Ketua DPC Partai Demokrat Klungkung I Gede Artison Andarawata. Menurutnya, menekan angka suara tak sah juga menjadi kewajiban caleg. ‘’Tentu setiap caleg akan mendorong dan mengupayakan setiap pemilihnya untuk ke TPS dan memilih secara benar. Itu bentuk tanggung jawab caleg terhadap konstituennya. Begitu juga untuk menekan angka golput,’’ sebutnya. Putra almarhum maestro seni lukis I Nyoman Gunarsa ini mengatakan, pemilu ini tak sebatas memilih salah satu calon. Namun, bisa memberikan pendidikan demokrasi untuk masyarakat. ‘’Pemilihan itu bisa dijadikan momentum
menunjukkam demokrasi cerdas,’’ ucapnya. Ketua KPU Klungkung I Made Kariada mengatakan, selain keragu-raguan, munculnya suara tidak sah juga karena pemilih belum sepenuhnya memahami cara pemilihan. ‘’Yang paling banyak itu pemilih yang mencoblos kedua paslon,’’ bebernya. Hal demikian masih menjadi tantangan pada pemilu. Perlu keterlibatan parpol maupun calon dalam mengedukasi masyarakat. ‘’Parpol atau peserta pemilu juga harus menekankan cara mencoblos yang benar,’’ tegasnya. Khusus menekan angka golput, pria asal Desa Jungutbatu, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida ini mengaku tetap menggencarkan sosialisasi. ‘’Sosialisasi tetap jadi strategi,’’ imbuhnya. (sos)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Kliwon, 9 Juli 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN
Dcr Admin Online,Pmasarn,Sopir bisa Matic, SIM B1,Teknis STM Gj+Bns+Kms+BPJS lam,PT.PMA
Villa Pribadi (Daerah Canggu) Mencari Cook,House Maid (Hub:085100050706)
Waitress/Pizza/Cook Restaurant inSeminyakSMS/WA081338384364
Dicr Staff Office SM QC / Sopir Hub.03614719434
Ymh Bisma Dcr:Mekanik,Supir, SMA/D1/S1Ek Hub.T.Umar 142 Dps
Dcr Reservatio&Driver u/Travel calvintt@indosat.net.id/751444
B.BP.821.07.18.0000367
B.BP.004.07.18.0000323
B.BP.004.07.18.0000412
B.BP.001.07.18.0000359
B.BP.001.07.18.0000376
B.BP.001.07.18.0000314
B.BP.004.07.18.0000405
Dicari Cust.Service Wanita bs Komputer.Dicari Arsitek sbg Pegawai Tetap Hub:081337225559
B.BP.004.07.18.0000404
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692
Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke Hp.081238553358 G.04
Bth FO,OB,Manager Dagang,SMK di Dps E: tugasbali@yahoo.com
Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lamaran ke Warung 63, Jl.Veteran, Hp.081238553358
B.BP.001.07.18.0000411
Buddha Wear(Clothing) Mencari SPG untuk di Kuta & Ubud Hub:085100050706 ( hrd@buddhawear.com )
G.05
Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lamaran ke Hp.081238553358
B.BP.004.07.18.0000324
G.06
Cr Pembantu Gj1,5 yg antar dpt 500rb, T.488315/085337647918
Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lamaran ke Hp.081238553358
B.BP.001.07.18.0000414
Dbthkn Krywan/wati MIn SMA Lam Intimart,Tkd Pakerisan 68 Dps
B.BP.001.07.18.0000337
Dcr Banyak sales Obat Herbal, Keutungan Tinggi, 081339505678 B.BP.004.06.18.0001086
G.02
G.03
B.BP.004.07.18.0000408
B.BP.001.07.18.0000318
G.01
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com
Dibthkan 8 Orang Sopir Pariwisata untuk Transport di Bandara Hub.08174704844
Dcr STM,D3,S1 Mesin utk Opr Boiler, SMA bisa nyetir utk Opr Forklift, SMA punya sertifikat Satpam u/Satpam PT.Sinar Sosro Kemenuh Gianyar, 08123992508
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
G.07
Dcr Karyawati Max.30Th utk WR. MakandiRenon,HP:081999564725
B.BP.001.07.18.0000290
Dcr Spr Forklip&SIM B1,Mekanik Hub.425082/3
Dcr SMK,D3,S1 Akuntansi,Jujur& Bekerja Keras Hub.081246868853
B.BP.001.07.18.0000238
Dcr Sopir Pribadi Tdr Dalam Bs Mbl Matic Bujngn H:081999660972
Dcr Accounting min SMK, blm kawin, umur maks.25thn. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps atau email: kkb_pusat@yahoo.com G.08
Dcr Mekanik utk Bkl Vespa Modern (Metik).Lok.Dps.Ada Trening.WA 08568160614
Dibutuhkan Hairdresser, Therapish yg Berpengalaman di Krobokan Hub:081293799814
Hotel in Kuta Looking for Purchasing Staff Male Max.30 year Old Experience in Hotel 1 year Email:hrd@kutatownhouses.com
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL
B.BP.001.07.18.0000378
B.BP.004.07.18.0000054
B.BP.001.07.18.0000294
B.BP.031.07.18.0000094
FOTO COPY
BENGKEL LAS Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
B.BP.004.07.18.0000406
*Dibthkan Staff HK Berpglm utk Villa di Umalas hub.08123940523 B.BP.166.07.18.0000420
Dcr Spa Therapist,Penglm,GP,UM Kms,Bns,WA:085100060736/738140 B.BP.001.07.18.0000231
Dibutuhkan SPG,Area BTDC Nusa Dua,Max 30th.Langsung bawa lamaran ke Toko Dream Nusa Dua Bali Colection Gate C, 0812-46731533
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DISEWAKAN GEDUNG
DIJUAL TANAH
Dikontrakan Gedung+Gudang Lok.Mertanadi No.101 Kerobokan LT/LB 3500/3900m2,08123812222
Djl Tnh 2,58A=475Jt/A + 1,58A= 650Jt/A View Laut di Pecatu Ling.Villa,Nego,H.081999251555
DIJUAL RUMAH
BUC Jl Tnh 1.5 Are Lok.Celuk G. Mawar No.2 475Jt,081339398255
B.BP.153.07.18.0000399
Rmh Minimlis 45/80.C/Krd, 250Jt Lok.IB Mantra/081703280603 Pmlk
B.BP.001.07.18.0000403
B.BP.001.07.18.0000086
Dijual Tanah Luas 5,85 Are Jl. Kedondong Dps Hub.08123991637
B.BP.001.07.18.0000352
Manager-Admin-Supervisor for busy Restaurant in Seminyak/ must be fluent in English please Send CV: info@eatbali.com
B.BP.001.07.18.0000299
DIJUAL RUKO 2 Ruko Kertha Wijaya Blok AI, Buluh Indah 26C H:085100867168
B.BP.004.07.18.0000413
B.BP.001.07.18.0000295
Rest di Sanur Cari:Waiter/ess Hub.Dharsana 08123614559
DISEWAKAN RUMAH
B.BP.001.07.18.0000315
Dswkn Rmh L.205m2,3Kmt,3Kmd Jl.Gunung Lumut Gang Drupadi No.11 Padang Sambian Kelod, Dps Hrg 80Jt Prthn Bisa Nego Hub:087861358681/087762262027
Dicr Peg.Mini Market(laki) Lam: Mini Market 3Tri Jl.D.Tempe Snr B.BP.001.07.18.0000418
Dcr Pembantu Rumah Tangga (PRT) wanita, Hub.082359352500 B.BP.001.07.18.0000419
B.BP.004.07.18.0000328
Dcr Room boy&Security Lam Indi Hotel Jl.Danau Buyan 33 Sanur
RUPA-RUPA
B.BP.001.07.18.0000417
B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
DIJUAL MOBIL BMW
B.BP.001.07.18.0000008
Djl BMW X5 XDrive 301AT Abu2 Metalik KM41200 Th’2009 Istmwa Jarang Pakai Hub.08123812222
Jl Showcase lagi dipakai minimart 082147594588 / 081907900519 B.BP.001.07.18.0000351
B.BP.153.07.18.0000398
Private Keyboard-Elect u/anak2 PemudaHub.08123978887ditempat
DATSUN
Datsun Go+Panca Option’2014 Silver Dps 87Jt 081338505008 B.BP.001.07.18.0000415
Mazda CX7’2010+Ford Focus’2010 H.115 Bs Tukar,087860856999 B.BP.141.07.18.0000409 MITSUBISHI
Dijual Truk Box 2004 Rp.80Jt Hub:081337572277/0361-9064980 B.BP.001.06.18.0001058
B.BP.004.07.18.0000410
Dijual Tanah Kav Lok.Jl.Tukad Balian,dll , Hub.0811398086 B.BP.001.07.18.0000298
Dicari Sopir Pribadi Domisili Denpasar Hub:087702912473
MAZDA
B.BP.001.07.18.0000320
B.BP.001.07.18.0000416
Dijual Rumah di Griya Loka Tbn DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:082236881191/081805374433
B.BP.004.07.18.0000119
DIJUAL TANAH 2 Tnh 26A Sunset Road,Seminyak 5,33A Gatsu Brt H:085100867168
B.BP.001.07.18.0000296
KEHILANGAN Hilang BPKB No.A4342179-O DK233BA A.N Yohanes Hanakata B.BP.004.07.18.0000325
Hilang Dompet isi:KTP, SIM A/C, STNK DK 6809 FR An.Sutrisno Jimbaran Hub.082340007855 B.BP.001.07.18.0000402
BANGLI
14
Senin Kliwon, 9 Juli 2018
Air Mulai Surut
Warga Kembali Bercocok Tanam di Pinggir Danau
Bangli (Bali Post) Air Danau Batur yang sempat merendam lahan pertanian beberapa bulan terakhir, kini mulai surut. Kondisi ini membuat sejumlah petani bisa memanfaatkan lahan mereka untuk menanam sejumlah komoditi hortikultura. Petani di Desa Kedisan, Kintamani, Mangku Saji, Minggu (8/7) kemarin mengungkapkan, air danau mulai sedikit surut sejak sebulan lalu. Kendati sudah surut tetapi masih banyak lahan pertanian miliknya yang hingga kini masih terendam. ‘’Sekarang air sedikit surut. Kalau sebelum surut, sebagian lahan saya terendam. Hanya bisa menanam di barat saja. Tapi sekarang
sekitar 20 meter lahan sudah tidak terendam. Namun masih ada lahan saya yang masih terendam sekitar 20 meter lagi,’’ paparnya. Dia menjelaskan, sebelum air danau naik, pihaknya sempat menanam bawang yang umurnya sudah menginjak satu bulan. Namun apa boleh buat, naiknya air danau membuat bawang yang ditanamnya semuanya terendam. ‘’Karena tanaman bawang terendam saya akhirnya rugi,’’ ungkap Mangku Saji. Lebih lanjut dikatakannya, surutnya air danau membuat dirinya bisa menanam bawang kembali. Dengan begitu, lahan pertanian yang ditanami bawang sedikit lebih luas. Bibit bawang
yang ditanam mencapai puluhan kilogram. ‘’Sekarang lahan yang ditanami bawang luasnya sekitar 5 are, kalau sebelumnya palingan luasnya hanya 4 are. Semoga saja air terus surut sehingga semua lahan di pinggir danau bisa kembali ditanami bawang,’’ harapnya. Petani lain di Desa Buahan, I Nyoman Wiadnyana, menyampaikan surutnya air danau saat ini, membuat dirinya kembali bisa memanfaatkan lahan pertanian yang sebelumnya sempat direndam. ‘’Lahan yang sudah tidak terendam kembali saya tanami bibit bawang. Begitu juga petani lainnya, juga sama menanam bawang,’’ pungkasnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
TANAM BAWANG - Petani di Desa Kedisan saat menanam bawang. Air Danau Batur yang sempat merendam lahan pertanian, kini mulai surut.
15
Senin Kliwon, 9 Juli 2018
Poros Ketiga Bisa Gerus Elektabilitas Jokowi
Bali Post/ant
MATATAH MASSAL - Upacara ‘’matatah’’ digelar secara massal di Pura Agung Jagat Karana, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (8/7) kemarin. Ritual tersebut diikuti 116 umat Hindu.
Dimulai, Operasi Penyelamatan Tim Sepak Bola Thailand dari Gua Chiang Rai – Operasi pertolongan untuk mengungsikan 12 anak laki-laki dan pelatih mereka, yang terjebak di gua Thailand Utara telah berlangsung sejak sekitar pukul 10.00 waktu setempat Ahad, kata Gubernur Chiang Rai Narongsak Osottanakom dalam satu taklimat. Ia mengatakan 13 ahli selam gua internasional dan lima petugas pertolongan elite dari Angkatan Laut Thailand bergabung dalam operasi tersebut. Ia menambahkan, anak laki-laki yang terjebak akan dikeluarkan satu demi satu dan masing-masing anak akan dikawal dua penyelam. Gubernur itu mengatakan akan diperlukan waktu 11 jam untuk mengeluarkan semua anak laki-laki tersebut dari gua. Anak lelaki pertama mungkin dikeluarkan dari gua sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Para pejabat mengatakan akan diperlukan waktu dua sampai empat hari untuk mengeluarkan semua 13 orang itu dari gua. ‘’Ini waktu terbaik
untuk mengeluarkan anakanak tersebut, sebab mereka secara fisik dan mental siap diungsikan,’’ kata gubernur itu. ‘’Mereka siap menghadapi tantangan apa pun. Permukaan air di ruang satu sampai tiga di gua tersebut hampir berada pada tingkat yang paling memuaskan sekarang. tim medis sangat siap bagi operasi lebih lanjut,’’ kata Narongsak, sebagaimana dikutip Xinhua -- yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad malam. Anak laki-laki itu, yang berusia 11-16 tahun, dan pelatih mereka -- yang berumur 25 tahun -- hilang di gua di Provinsi Chiang Rai di Thailand Utara tersebut sejak 23 Juni. Mereka ditemukan di satu tebing kecil sekitar empat kilometer dari pintu masuk gua ketika pencarian memasuki hari kesembilan pada 2 Juli. Lebih dari 1.000 petugas pertolongan dari seluruh dunia bergabung dalam operasi itu. Gubernur Chiang Rai mengatakanm tim pertolongan menemukan sebanyak 100
Melawan Waktu
‘’Masih banyak yang hilang dan yang lainnya perlu bantuan, kami bekerja melawan waktu,’’ kata Perdana Menteri Shinzo Abe. Peringatan-peringatan
darurat akan kemungkinan hujan lebih buruk masih berlaku untuk tiga prefektur, dengan curah hujan 300 mm diramalkan jatuh pada Senin pagi di beberapa bagian Shikoku, pulau utama yang paling kecil. Perintah evakuasi masih berlaku un-
lorong di gunung, tetapi tak ada hubungan ke gua utama tempat anak laki-laki tersebut ditemukan. Jarak dua kilometer dari tempat anak laki-laki itu ditemukan ke pusat komando keamanan di dalam gua telah terendam air sehingga tim pertolongan harus menyelam untuk mengeluarkan mereka. Mengajari anak laki-laki tersebut, yang sebagian bukan penyelam yang kuat, untuk melewati jalur sempit dan gelap yang kadang-kala sepanjang kurang dari 70 meter, telah menantang sebagian penyelam gua kenamaan di dunia. Awan gelap musim hujan menyelimuti pegunungan di bagian utara negeri itu pada Ahad pagi. Karena oksigen mulai tipis di dalam gua dan daerah tersebut menghadapi hujan lagi yang berarti air banjir berpotensi menenggelamkan gua itu, petugas pertolongan masih berada dalam ‘’perang melawan air dan waktu,’’ kata gubernur tersebut. (ant) tuk sebanyak 2 juta orang dan 2,3 juta lagi disarankan untuk dievakuasi, walau hujan telah berhenti dan air banjir menyusut di beberapa kawasan. Peringatan tanah longsor dikeluarkan di lebih seperempat prefektur negara itu. (ant/afp)
Pendukung Kecewa Tetapi ketika adu penalti berakhir dalam laga melawan Kroasia, para pendukung Rusia sempat menumpahkan kesedihan di dalam stadion. Dari sorotan kamera, terlihat raut muka para pendukung Rusia yang kecewa, meratap dan sebagian lagi matanya berkaca-kaca. Namun, semuanya berangsur-angsur mencair, dan yang terlihat kemudian adalah tepuk-tangan panjang dari tribun penonton yang ditujukan
kepada para pemain. Dari berbagai sudut negeri itu, mulai di tribun stadion, barak tentara di Rostov-onDon, ruangan sirkus di sudut kota Moskow, hingga di gedung pertunjukan balerina di Saint Petersburg, rakyat negeri itu kemudian mengelu-elukan para pemain timnasnya. Pelatih timnas Rusia Stanislav Cherchesov mengungkapkan perasaan bangga terhadap timnya. Ia menyebut timnya sudah bekerja keras semaksimal mungkin untuk bisa terus melaju di Piala Dunia 2018.
‘’Kami percaya pada diri kami sendiri. Kami hanya bisa membuktikan bahwa kerja keras kami terbukti,’’ kata Cherchesov. Pelatih 54 tahun itu percaya bahwa saat ini seluruh lapisan masyarakat Rusia jatuh cinta dan bangga terhadap timnas walaupun gagal melanjutkan ke babak semifinal. ‘’Saya percaya bahwa orang-orang tidak hanya mulai percaya, tetapi mereka juga jatuh cinta kepada kami. Seluruh penjuru Rusia jatuh cinta kepada kami,’’ tutupnya. (kmb33/afp)
Partisipasi Turun
Diduga ada pemilih yang memang tidak memasukkan surat suara itu ke dalam kotak suara pilgub,’’ jelasnya. Raka Sandi mengakui adanya penurunan tingkat partisipasi pemilih dalam Pilgub Bali 2018. Dari sebelumnya 74 persen pada Pilgub 2013, kini hanya seki-
tar 71,96 persen. Kendati demikian, partisipasi pemilih di Bali masih jauh lebih tinggi bila dibandingkan beberapa daerah di Indonesia yang juga melaksanakan pilkada serentak. ‘’Kalau dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang sempat saya cek, terutama Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, itu memang partisipasi Bali lebih tinggi,’’ ujarnya. Selain butuh adanya evalu-
asi, lanjut Raka Sandi, perlu juga dilakukan suatu penelitian tentang faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi pemilih. Terlebih dalam waktu dekat akan kembali diadakan pemilu legislatif di tahun 2019. Pada penelitian terdahulu, partisipasi pemilih antara lain dipengaruhi oleh faktor figur, visi-misi dan program, daftar pemilih, sosialisasi, serta faktor-faktor sosiologis lainnya. (kmb32)
Jakarta (Bali Post) – Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo berpendapat wacana poros ketiga yang digaungkan Partai Demokrat dengan menyandingkan Jusuf Kalla dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atau Jusuf Kalla-Anies Baswedan dapat menggerus elektabilitas Joko Widodo pada Pilpres 2019. ‘’Kalau seandainya muncul poros ketiga maka berpotensi menggerus elektabilitas Jokowi. Masalahnya adalah elektabilitas Jokowi saat ini masih di kisaran 50 persen,’’ kata Karyono saat menjadi pembicara diskusi tentang ‘’Peta Kekuatan Capres PascaPilkada Serentak’’, di Balai Sarwono, Jakarta Selatan, baru-baru ini. Berdasarkan hasil survei kuantitatif yang dilakukanya
pada 20 April sampai 20 Mei 2018 dengan sampel 2.040 responden, margin of erorr sekitar 2,2 persen, elektabilitas Jokowi sekitar 50 persen. ‘’Memang dari hasil survei itu Jokowi masih tinggi. Kalau kita bicara elektabilitas capres 2019, memang masih didominasi dua figur calon, Jokowi dan Prabowo. Tokoh-tokoh lain seperti Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, AHY, Muhaimin Iskandar, Sri Mulyani, dan Airlangga Hartarto. Ketum-ketum partai itu masih di bawah lima persen. Jadi di bawah Prabowo itu ada Anies, ada AHY,’’ jelas Direktur IPI ini. Menurutnya, bila dalam top of mind, jawaban spontan, apabila hari ini pilpres, langsung spontan menjawab Jokowi dengan 43,5 persen dan Prabowo 16,2 persen. Ia
berpendapat dengan elektabilitas Jokowi sekitar 50 persen itu untuk ukuran incumbent belum pada posisi aman dan sangat rawan kalah dari lawannya. Hal itu berbeda dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di periode kedua, di mana elektabilitasnya sekitar 70 persen, meskipun hasil akhirnya mengalami penurunan. ‘’Untuk kasus Jokowi saat ini, tim koalisinya jangan terlalu congkak, jangan sekadar membuat Jokowi itu senang/confident. Beliau harus diberi masukan dengan kondisi riil. Ada pendapat Pak Jokowi dipasangkan dengan siapa pun jadi, jangan. Ini berbahaya. Saya sayang dengan Pak Jokowi, makanya saya ingatkan,’’ ucapnya. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengaku su-
dah mengantongi nama calon wakil presiden yang akan mendampinginya maju dalam Pemilihan Presiden 2019. ‘’Sudah ada tinggal diumumin,’’ kata Presiden Jokowi usai menutup Rembug Nasional Aktivis 98 di JI-Expo Kemayoran Jakarta, Sabtu (7/7). Jokowi menyebutkanm pada saat yang tepat nanti akan diumumkan nama cawapres yang akan mendampinginya ‘’Tunggu. Ini kan tinggal nunggu berapa hari, masak gak sabar,’’ katanya. Sementara itu, menanggapi pencapresan Anies Baswedan, Jokowi mengatakan semakin banyak pilihan akan semakin baik. ‘’Saya kira semakin banyak pilihan-pilihan yang disodorkan saya kira sangat bagus. Siapa pun, sangat bagus,’’ katanya. (ant)
Kalahkan Wakil Malaysia, Tontowi/Liliyana Juara Indonesia Open 2018 Jakarta (Bali Post) – Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sukses mempertahankan gelar di Indonesia Open 2018. Mereka jadi juara setelah mengalahkan Chan Peng Soon/ Goh Liu Ying. Dalam pertandingan final di Istora Senayan, Minggu (8/7) kemarin, Tontowi/Liliyana menang dua game langsung 21-17, 21-8. Mereka hanya butuh waktu 38 menit untuk menyudahi perlawanan pasangan Malaysia itu. Pertandingan berjalan cukup ketat di game pertama. Meski demikian, Tontowi/Liliyana tetap mampu menjaga keunggulannya atas Chan/Goh. Tontowi/Liliyana hanya unggul 11-10 saat interval. Setelah sempat disamakan jadi 13-13, Tontowi/ Liliyana mulai menjauh dan mengamankan game pertama 21-17. Tontowi/Liliyana langsung ngebut di game kedua dan memimpin 11-3. Sejak saat itu, Tontowi/Liliyana tak terbendung dan terus meraih poin untuk mengunci kemenangan pada skor 21-8. Ini jadi gelar Indonesia Open kedua secara beruntun bagi Tontowi/Liliyana. Tahun lalu, mereka jadi juara usai mengalahkan Zheng Siwei/Chen Qingchen. Indonesia menambah satu gelar lagi dari nomor ganda putra. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menang melawan Takuto Inoue/ Yuki Kaneko. Kevin/Marcus menang dua game langsung dari Inoue/Kaneko 21-13 dan 21-16. Saat interval game pertama, skornya 11-9 untuk keunggulan pasangan Indonesia itu. Kevin/Marcus selalu unggul, menyudahi game pertama dengan durasi yang cukup singkat, 14
menit. Skornya 21-13. Inoue/Kaneko sempat mendapatkan dua poin beruntun di awal game kedua. Tetapi, Kevin/Marcus bisa membalas dengan mendapatkan tiga poin beruntun. Beberapa kesalahan sendiri dilakukan oleh Kevin/Marcus, Inoue/Kaneko pun berbalik unggul sampai 7-3. Laju poin pasangan Jepang bisa dihambat, hingga kedudukan menjadi 6-7. Kejarmengejar poin terjadi, sampai skor imbang 8-8. Saat interval game kedua, Kevin/Marcus sudah unggul dengan skor 11-10. Tiga poin beruntun didapat Kevin/Marcus usai mengelap keringat. Sempat disela Inoue/Kaneko satu poin, Kevin/Marcus menambah poin lagi karena pengembalian pasangan Jepang menyangkut net, skor menjadi 14-11. Kevin/Marcus tak terkejar usai unggul, mereka menutup game kedua dengan skor 21-16. Penempatan shuttlecock jitu dari Kevin ke sisi kanan lapangan Inoue/Kaneko menyudahi pertandingan dalam durasi 30 menit. Dengan kemenangan ini, Kevin/Marcus meraih gelar juara Indonesia Open untuk pertama kalinya. (kmb4)
Bali Post/kmb4
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
Inggris Piawai Manfaatkan Bola Mati Moskow – Timnas Inggris berhasil ke semifinal Piala Dunia 2018 dengan mengalahkan Swedia 2-0 berkat gol Harry Maguire dan Dele Alli di Samara Arena, Sabtu (7/7) malam. Gol Maguire tercipta di menit ke-30, memanfaatkan umpan sepak pojok Ashley Young, sementara Dele Alli mencetak
gol di babak di menit ke-59. Gol dari Maguire sendiri membuktikan kepiawaian Inggris dalam mengeksekusi bola-bola mati. Bahkan, dari 11 gol yang diciptakan Inggris dari lima pertandingan, delapan di antaranya tercipta berkat bola mati. Jika dirinci lebih jauh, gol Maguire adalah gol sepak pojok keempat untuk Inggris. Gol bola
mati Inggris lainnya tercipta dari titik putih (tiga gol) dan satu berawal dari skema tendangan bebas di laga melawan Panama. Di bawah Southgate, Inggris memang terlihat melatih dengan detail skema bola-bola mati. Salah satunya adalah saat terjadinya corner. Para pemain Inggris terlihat menumpuk di tengah kotak penalti untuk membin-
gungkan para pemain lawan saat memberikan penjagaan. Ini berbeda dari tim lain yang lebih sering menempatkan dua pemain di dekat tiang, sementara lainnya di area tengah. Southgate juga memastikan para pemain Inggris siap untuk mengambil penalti dengan berlatih sejak Maret. Harry Kane yang kerap ditun-
juk jadi eksekutor pun pernah menyatakan hal serupa bahwa ia terus-menerus berlatih untuk menjadi algojo. Demikian pula dengan sang kiper, Jordan Pickford, yang menjadi pahlawan adu penalti ketika menggagalkan penendang kelima Carlos Bacca di laga 16 Besar melawan Kolombia. Penyelamatan itu merupakan buah
latihan mereka dalam bola-bola mati. Satu hal yang bisa menjadi dorongan moral untuk Inggris adalah catatan gol sepak pojok. Tiga negara terakhir yang mencetak minimal empat gol dari sepak pojok, keluar menjadi juara Piala Dunia, yaitu Jerman (2014), Italia (2006), dan Prancis (1998). (kmb33/afp)