Skip to main content

Edisi Senin 7 Mei 2018 | Balipost.com

Page 1

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Senin Paing, 7 Mei 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

BERTEMU - Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), saat pertemuan di Desa Budaya Kertalangu.

’’Golkar’’ dan Buldog di Denpasar Siap Menangkan Koster-Ace RIBUAN warga perantauan asal Karangasem yang tinggal serta berdomisili di Denpasar yang populer dengan sebutan ‘’Golkar’’ (Golongan Karangasem) menyatakan kebulatan tekad mendukung, memilih juga memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace). Pernyataan kebulatan tekad itu disampaikan pada Sabtu (5/5) di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar. Kegiatan itu dihadiri langsung Calon Gubernur Wayan Koster yang didampingi anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRRI IGN Wirajaya, Ketua DPC PDI Perjuangan Karangasem Gede Dana, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali Nyoman Oka Antara, Wayan Kariata, Ketua DPC PDI Perjuangan Denpasar IGN Gede, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Denpasar Ketut Suteja Kumara dan sejumlah tokoh asal Karangasem. Ketua DPC PDI Perjuangan Karangasem Gede Dana yang Ketua Tim Pemanangan Koster-Ace menyebutkan bahwa mereka yang hadir berasal dari semua kecamatan yang ada di Karangasem. Bahkan sebagian merupakan perantauan asal Karangasem yang telah berhasil di berbagai sektor utamanya pariwisata. ‘’Ada sekitar 25 yang jadi general manager (GM) di hotel berbintang bertaraf internasional. Ada juga yang punya hotel di seluruh Bali. Mereka perantauan (di Denpasar), sebagian telah sukses secara ekonomi,’’ terangnya.

Karena telah sukses secara ekonomi, lanjutnya, mereka para perantauan asal Karangasem yang tinggal di Denpasar mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap lingkungan keluarga, termasuk dadia serta lingkungan desanya. ‘’Mereka ini bisa memengaruhi untuk mengajak saudara-saudaranya untuk memilih Koster-Ace,’’ tegasnya. Melihat antusias dukungan ‘’Golkar’’ Denpasar terhadap pihaknya, Koster merasa makin optimis memenangkan perhelatan Pilgub Bali 2018 pada 27 Juni 2018 nanti. ‘’Tiang merasa bahagia dan bersyukur serta berterima kasih atas kehadiran dan dukungannya. Begitu luar biasa, banyak yang hadir. Saya yakin kalau tidak ada odalan (hari raya) Tumpuk Uduh, lebih banyak lagi yang hadir,’’ ungkapnya disambut tepuk tangan hadirin. Selanjutnya, Koster menyampaikan visi-misi serta program unggulan khususnya dalam membangun wilayah serta warga Karangasem ketika terpilih nanti. Di antaranya membangun SMA unggulan bagi warga kurang mampu yang mengadopsi model SMA Bali Mandara, juga akademi komunitas. Sebelumnya, sebanyak 500 warga Buleleng yang merantau di Denpasar yang dikenal dengan Buldog (Buleleng Dogen) juga berkumpul di tempat yang sama di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar. Mereka menyatakan kebulatan tekad mendukung, memenangkan dan memilih Koster-Ace pada Pilgub Bali 27 Juni 2018.

Ketua Umum Buldog Made Sukadarma alias De Gobang menjelaskan, dukungan ini diberikan lantaran Koster memiliki program realistis untuk membangun Bali secara keseluruhan, khususnya Kabupaten Buleleng. ‘’Kami warga Buleleng yang sudah tinggal di Denpasar siap memberikan dukungan, memenangkan dan memilih Pak Wayan Koster dan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati pada Pilgub 27 Juni 2018,’’ ujar De Gobang. Mendapat dukungan dari Keluarga Besar Suka Duka Buldog Denpasar, Wayan Koster optimistis akan menang di Kota Denpasar, selain delapan kabupaten lainnya. Menurut Koster, Pilgub Bali bukan sekadar pesta demokrasi lima tahunan, tetapi lebih daripada itu, yakni memilih gubernur yang mampu menyatukan semua kekuatan yang ada di Bali, termasuk kekuatan politik. ‘’Terutama lagi menyatukan pimpinan daerahnya mulai dari provinsi dan kabupaten/kota se-Bali secara verikal maupun horizontal, agar bisa bersinergi dan bersama-sama membangun Bali. Ini bisa dilakukan kalau dalam wilayah satu jalur pola kepemimpinan,’’ ujarnya. Ia menegaskan, hal itu bisa dijalankan di Bali, bagaimana pola perencanaan pembangunan di Bali dilakukan secara bersama-sama. ‘’Dan, momentumnya adalah 27 Juni 2018 agar Bali bisa dibangun dalam satu-kesatuan wilayah, one island, one management and one planning,’’ paparnya. (kmb)

Mantra-Kerta Canangkan Rp 500 Juta Per Tahun Setiap Desa Pakraman SEJAUH ini kekuatan utama perekonomian Bali adalah pariwisata budaya dengan berbagai atraksi dan turunannya. Tanpa budaya, pariwisata Bali akan kehilangan rohnya. Untuk itu semua pihak, dari pemerintah, pelaku wisata, akademisi, dan masyarakat luas harus teguh menjaga budaya Bali agar lestari dan berkembang. ‘’Salah satu cara untuk melestarikan kebudayaan Bali adalah penguatan desa adat atau desa pakraman sebagai pusat-pusat pelestarian sekaligus pengembangan budaya Bali,’’ ujar Calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, saat ditemui di sela-sela kampanye dialogis dan deklarasi Poros Muda Kabupaten Badung di Banjar Sawangan, Desa Peminge, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Minggu (6/5) kemarin. Menurut Rai Mantra, lemahnya desa pakraman akan menyebabkan lemahnya budaya Bali. ‘’Oleh karena itu jika dipercaya memimpin Bali kami pasti mengalokasikan dana sebesar Rp 500 juta per tahun untuk (masing-masing) desa pakraman di Bali,’’ kata Rai Mantra. Dana tersebut nantinya dipergunakan oleh setiap desa pakraman untuk menata dan membina kehidupan masyarakat desa agar dapat terlibat aktif dalam proses pembangunan sesuai kapasitas masing-masing. Apa yang ditegaskan Rai Mantra diperkuat oleh pasangannya, Calon Wakil Gubernur I Ketut Sudikerta. Selama ini Sudikerta melihat bantuan desa masih relatif kecil. Sebelumnya, kata Sudikerta, besarmya bantuan desa hanya Rp 50 juta per tahun. Kemudian saat dirinya menjabat sebagai wakil gubernur, dana tersebut naik menjadi Rp 225 juta per tahun. ‘’Lalu ada yang mengusulkan Rp 300 juta per tahun. Bagi kami angka itu masih relatif kecil juga. Maka kami mencanangkan untuk menaikannya menjadi Rp 500 juta per tahun,’’ ujar Sudikerta. Sudikerta memaparkan, saat ini ada 1.488 desa pakraman di Bali dengan kondisi ekonomi dan geografi

16 HALAMAN

NOMOR 247 TAHUN KE 70

KAMPANYE - Pasangan calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), berada di tengah-tengah ribuan generasi milenial saat kampanye dialogis dan deklarasi Poros Muda Kabupaten Badung di Banjar Sawangan, Desa Peminge, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Minggu (6/5) kemarin. yang bervariasi. Ada desa pakraman yang terletak di daerah pariwisata yang kaya, ada juga desa yang terletak di pelosok terpencil yang minim sumber daya. ‘’Padahal kewajiban adat masing-masing desa relatif sama besarnya. Karena itu kita ambil titik terbaik yang memungkinkan seluruh desa pakraman bergerak dengan leluasa melakukan program pemberdayaan bagi masyarakatnya,’’ tegas Sudikerta. Kontrak Politik Komitmen Mantra-Kerta untuk mendukung penguatan desa pakraman dengan alokasi bantuan Rp 500 juta per desa per tahun bahkan sebelumnya telah dituangkan dalam sebuah kontrak politik. Sebagaimana diberitakan, pasangan Mantra-Kerta pada Sabtu (5/5/2018) menandatangani dua kontrak politik sebagai janji yang pasti mereka wujudkan jika di-

percaya memimpin Bali ke depan. Kontrak politik pertama menyatakan akan bersurat secara resmi kepada Presiden RI begitu dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018-2023. Sebagai bentuk kesungguhan, pada hari itu juga Mantra Kerta dalam kapasitas sebagai pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur bersurat kepada Presiden RI agar mencabut Perpres 51/2014. Kontrak politik kedua, mencanangkan bantuan Rp 500 juta per tahun kepada setiap desa pakraman sebagai bentuk kesungguhan menjadikan desa pakraman sebagai poros utama pelestarian dan pengembangan budaya Bali. Selain itu, ada lagi program unggulan Nawacandra yang meringankan beban krama adat yakni pemberlakuan Kartu Yadnya Nawacandra yang mencakup biaya ngaben massal gratis, nyekah massal gratis, dan matatah massal gratis. (kmb)

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418


BADUNG

2

Senin Paing, 7 Mei 2018

GALLERY OFFICE DLHK - Gallery Office semakin diminati masyarakat dan tamu yang berkunjung ke DLHK Badung.

Hilangkan Kesan Layanan Kantor Kaku dan Monoton

DLHK Badung Berkonsep ’’Gallery Office’’

GUNA menghilangkan kesan kantor dengan layanan yang berbelit-belit dan terkesan kaku, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung membuat terobosan penataan kantor yang nyaman dengan berbagai tanaman indoor yang murah dan mudah perawatannya. Kepala DLHK Putu Eka Merthawan, Minggu (6/5) kemarin, saat ditemui di kantornya mengungkapkan, salah satu yang membuat unik di Kantor DLHK Badung yang berada di Unit 16 Puspem Badung adalah penataan foto dari berbagai ikon landscape Badung, setidaknya terdapat 30 foto yang berkualitas terpasang di berbagai lorong di DLHK

Badung yang terdiri dari tiga lantai. Puluhan foto tersebut semuanya menggambarkan kebanggaan Badung, seperti ikon patung yang terdapat di seluruh Badung dari epos Ramayana dan Mahabharata. Terdapat juga 12 jenis foto bunga jepun dari seluruh dunia yang merupakan hasil dari lomba foto bunga jepun tahun 2014. ‘’Selain patung dan foto bunga jepun terdapat juga foto realisasi inovasi terbaik nasional dan internasional yaitu Gotik (Gojek Sampah Plastik). Foto patung Dewi Saraswati yang dibuat Pemkab Badung di Washington DC, USA pada tahun 2014 juga dipasang,’’ ujar Eka Merthawan. Lebih lanjut dikatakan, DLHK

Badung juga memajang foto-foto 3D yang menjadi favorit selfie tamu luar daerah yang berkunjung ke DLHK Badung, foto 3D ini di antaranya foto Satria Gatotkaca Tuban yang terletak di lantai dua serta area foto Sayap Gotik di lantai tiga. Selain foto unik, dipajang hasil kreasi Tim Kreatif Gotik Badung yaitu Robot Transformer terbuat dari botol sampah plastik. ‘’Kami berharap Gallery Office ini menjadikan masyarakat dan tamu tidak jenuh dengan layanan staf DLHK Badung, di samping juga dapat memotivasi staf DLHK untuk lebih bekerja keras dan nyaman melakukan pelayanan kepada masyarakat,’’ harapnya. (ad366)

POTONG TUMPENG - Bupati Giri Prasta saat menghadiri HUT ke-14 Baladika Bali di Jalan Indra Jaya, Ubung, Sabtu (5/5).

Keluarga Besar Baladika Bali Rayakan HUT Ke-14

Angkat Motto ’’Teguh Dalam Persaudaraan, Nyata Dalam Pengabdian’’

KELUARGA Besar Baladika Bali merayakan Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 di Jalan Indra Jaya, Ubung, Sabtu (5/5). Perayaan yang sangat sederhana ini ditandai dengan pemotongan tumpeng, dihadiri langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua Umum DPD Baladika Pusat I Bagus Alit Sucipta, korlap serta ratusan anggota Baladika Bali. Selaku Dewan Pembina DPD Baladika Bali, I Nyoman Giri Prasta mengatakan, melalui momentum HUT ke-14 tahun ini, Keluarga Besar Baladika Bali pada prinsipnya sudah sepakat untuk bersatu dengan ormas-ormas dan masyarakat Bali, bertalian dengan membangun wilayah Bali dengan konsep one island one management. ‘’Di hari jadi ini kami mengangkat tema ‘Teguh dalam Persaudaraan, Nyata dalam Pengabdian’. Ini komitmen dari Baladika Bali untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat, seluruh

anggota korlap akan memfasilitasi untuk meringankan beban masyarakat,’’ terangnya. Baladika juga berkomitmen untuk mengajegkan Bali melalui adat, seni dan budaya, salah satunya dengan menggelar parade baleganjur seBali. Selain itu, Baladika juga rutin menggelar kegiatan sosial seperti donor darah, memperhatikan lingkungan melalui penanaman pohon, serta konservasi dijaga dengan baik termasuk ikut terlibat dalam aksi kemanusiaan membantu masyarakat yang kena dampak erupsi Gunung Agung. ‘’Baladika juga ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat Karangasem yang terkena dampak erupsi Gunung Agung. Untuk itu kami melakukan aksi kemanusiaan dengan ikut membantu korban erupsi,’’ terangnya. Giri Prasta menambahkan, Baladika tidak berhenti sampai di situ, yang juga menjadi fokus perhatian yaitu meningkatkan pendidikan

karakter, budi pekerti bagi anggota Baladika sehingga betul-betul tampilan Baladika menjadi santun, beretika dan berguna bagi masyarakat, nusa dan bangsa. ‘’Jadi perubahan karakter yang perlu kita lakukan, bahkan siap dibuktikan dengan selalu menjaga persaudaraan dengan baik. Kami siap untuk dibina oleh siapa pun demi kemajuan masyarakat Bali, nusa dan bangsa,’’ tegas Giri Prasta. Ketua Umum DPD Baladika Pusat I Bagus Alit Sucipta menambahkan bahwa perayaan HUT ke14 Baladika dilaksanakan dengan sangat sederhana dan penuh kekeluargaan. Harapan agar ke depan Baladika Bali dapat lebih bersinergi dengan masyarakat, sesuai dengan motto kami ‘’Teguh dalam Persaudaraan Nyata dalam Pengabdian’’. ‘’Harapan kami ke depan Baladika Bali dapat diterima oleh masyarakat, dengan terus melakukan kegiatan yang positif,’’ tambahnya. (ad365)

Mangupura (Bali Post) Masyarakat Badung yang belum diimunisasi Japanese Encephalitis (JE) tidak perlu khawatir. Sebab, program kampanye JE tidak hanya berlaku hingga akhir April lalu. Pemerintah melalui Dinas Kesehatan (Diskes) setempat akan menyelenggarakan imunisasi JE secara rutin. Kepala Diskes Badung dr. I Gede Putra Suteja mengatakan imunisasi JE menjadi salah satu program rutin Diskes Badung. Hal ini lantaran pada saat kampanye imunisasi JE dilakukan, ada masyarakat yang tercecer atau belum cukup umur. ‘’Untuk itu masyarakat yang melewatkan kesempatan pada saat kampanye imunisasi JE, yakni pada 1 Maret 2018 hingga akhir April 2018 lalu tetap masih bisa melakukan imunisasi JE,’’ ujar dr. Suteja, Minggu (6/5) kemarin. Masyarakat Badung yang belum melakukan imunisasi tetap men-

datangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan imunisasi tersebut. ‘’Imunisasi JE ini rutin terus berjalan walau kampanye JE sudah selesai. Makanya bagi yang belum, segera lakukan imunisasi JE,’’ tegasnya. Program ini gratis bagi masyarakat Badung. ‘’Bila warga Badung, imunisasi JE tak dipungut biaya. Masyarakat tak perlu bayar, karena ini gratis,’’ ucapnya. Berdasarkan data dari Diskes Badung saat bergulirnya imunisasi JE, dari target yang dicanangkan sebanyak 148.644 anak, Diskes Badung berhasil mencapai 97,70 persen. Dengan demikian masih ada 2,30 persen yang belum. ‘’Jadi sekali lagi kami imbau yang belum masih bisa imunisasi JE, cukup datangi puskesmas,’’ katanya. Dijelaskan, sasaran kampanye imunisasi JE di Badung tahun 2018 sebanyak 148.644 orang dengan

rincian laki-laki 16.400 orang dan perempuan 72.244 orang. Sasaran dari imunisasi JE dibagi dalam beberapa tahap, meliputi anak usia 9 bulan – 6 tahun, usia 7-12 tahun dan usia 13-15 tahun. Wakil Bupati Ketut Suiasa mengakui pemerintah sangat komit memerangi JE. Pihaknya sedang gencargencarnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan memberikan pengobatan bagi yang sudah kena. ‘’Kami tidak ingin lambat mengantisipasi penyakit yang muncul, jadi segala hal yang menyangkut ancaman di bidang kesehatan terus kami antisipasi,’’ ucapnya. Wabup Suiasa mengatakan, anak sekolah kecenderungan paling rentan terjangkit virus mematikan ini. Sebagai prioritas pertama imunisasi JE ini adalah anak sekolah dengan target seluruh masyarakat Badung harus terlayani. (kmb27)

Imunisasi JE di Badung Dilaksanakan Rutin


Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

Senin Paing, 7 Mei 2018

Di Indonesia, PM Li Bahas Kereta Api Jakarta (Bali Post) – Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang tiba di Jakarta pada Minggu (6/5) sore untuk melakukan kunjungan resmi. Perdana Menteri dengan pesawat khusus pemerintah Tiongkok mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 17.00 WIB. Pejabat dari pemerintah Indonesia yang menyambut ketibaan PM Li adalah Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Menurut Antara di Beijing, Li rencananya membahas tindak lanjut inisiatif Jalur Sutera Maritim Abad ke-21 atau Belt and Road bersama Indonesia. Selain itu, PM Tiongkok juga akan membahas proyek pembangunan jaringan kereta api cepat

Jakarta-Bandung dan peningkatan hubungan kerja sama perdagangan IndonesiaTiongkok. Sejumlah agenda yang rencananya dilakukan PM Li selama di Indonesia yaitu bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan serta mengunjungi Sekretariat ASEAN dan menghadiri KTT Bisnis Indonesia-Tiongkok. Saat kunjungannya di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Perdana Menteri Li akan menghadiri perayaan HUT ke-15 hubungan kemitraan strategis Tiongkok bersama ASEAN. Kunjungan Li ke Indonesia juga menandai lima tahun kemitraan strategis dan komprehensif IndonesiaTiongkok. (ant)

Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang

Bali Post/ant

Kondisi Indonesia ’’Lampu Merah’’ Blitar (Bali Post) – Rachmawati Soekarnoputri menyebut Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu melakukan perubahan sesuai dengan cita-cita Proklamator. ‘’Kondisi Indonesia lampu merah, perlu ada satu pemimpin yang bisa melakukan satu perubahan sesuai dengan cita-cita Proklamator,’’ kat anya setela h zia ra h ke makam Bung Karno, di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Jawa Timur, akhir pekan lalu. Ia saat ini bergabung di Partai Gerindra. Jabatannya adalah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dari partai yang saat ini dipimpin oleh Prabowo Subianto. Rachmawati menilai Prabowo merupakan satu-satunya sosok antitesa untuk menghadapi perubahan. Rachmawa-

16 HALAMAN

NOMOR 247 TAHUN KE 70

ti mengakui pilihan untuk bergabung dengan Partai Gerindra karena merasa yakin bahwa masih satu visi. Ia tidak khawatir, pilihan politiknya yang tidak satu partai dengan saudara lainnya bisa memecah di antara keluarga. ‘’Ini bukan masalah orang per orang, tapi visi. Saya yakin berada di jalur yang diamanatkan dan itu risiko politik,’’ katanya. Ia menambahkan, sudah ada garis antara kebatilan dan kebenaran, sehingga harus berani mengambil pilihan sekalipun harus berbeda dengan saudara lainnya. ‘’Sama seperti apa yang diajarkan bapak, untuk memilih kebenaran, berpihak pada rakyat dan bagaimana menciptakan adil, makmur, sejahtera. Itu harus kita capai,’’ katanya menegaskan. (ant)

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Kecelakaan Hebat Muluskan Kemenangan Marquez Jerez – Kecelakaan yang menimpa tiga pembalap sekaligus memuluskan jalan Marc Marquez menjadi juara di ajang MotoGP Spanyol. Dalam balapan yang digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (6/5) kemarin, Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso dan Dani Pedrosa saling bertubrukan ketika memperebutkan posisi kedua. Dovi dan Lorenzo melebar, sehingga Pedrosa coba menyalip di tikungan. Tak disangka saat itu juga Lorenzo yang coba kembali ke racing line menabrak Pedrosa. Dovizioso yang berada di posisi ketiga terkena imbas dan ikut terjatuh. Dovi dan Lorenzo tampak mampu langsung bangkit, sedangkan Pedrosa sempat terduduk beberapa saat di pinggir lintasan. Namun setelah dijemput petugas, Pedrosa melambaikan tangan tanda bahwa dia baik-baik saja. Sebelum drama di lap ke-18 tersebut, persaingan perebutan posisi pertama sempat berjalan ketat. Marquez berhasil memimpin balapan pada lap ke-17 setelah menyalip Lorenzo di tikungan 13. Tidak lama berselang Andrea Dovizioso sukses melewati Dani Pedrosa saat balapan berjalan sepuluh lap. Namun kecelakaan kemudian terjadi dan Marquez tidak terkejar oleh pembalap lainnya hingga menyentuh garis finis. Podium kedua ditempati Johann Zarco yang terpaut 5,241 detik, disusul Andrea Iannone yang kalah 8,214 detik. Posisi keempat ditempati Danilo Petrucci, yang unggul atas Valentino Rossi di posisi kelima. (kmb33/afp)

OTT Aparat Kemenkeu dan DPR

KPK Amankan 1,9 Kilogram Logam Mulia Jakarta (Bali Post) –

KPK menahan empat tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan suap terkait pembahasan Dana Perimbangan Keuangan Daerah pada Rancangan APBN-Perubahan 2018. ‘’Penahanan dilakukan 20 hari ke depan sejak hari ini, Sabtu 5 Mei 2018,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Minggu (6/5) kemarin.

Keempat tersangka yaitu anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat Amin Santono ditahan di Rumah Rahanan (Rutan) cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih, pihak swasta sekaligus perantara Eka Kamaluddin dan Yaya Purnomo, Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Direktorat Jenderal Keuangan Kementerian Keuangan ditahan di Rutan cabang KPK di Pomdam Guntur Jaya. Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan tersangka pemberi suap yaitu Ahmad Ghiast ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat. Keempatnya tidak berkomentar mengenai kasusnya saat dibawa keluar dari gedung KPK menuju rutan masingmasing. KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada keempatnya pada Jumat (4/5) malam di Jakarta dan Bekasi. Amin diduga menerima Rp 400 juta, sedangkan Eka menerima Rp 100 juta yang merupakan bagian dari commitment fee sebesar Rp 1,7

JUARA - Marc Marquez mengangkat trofi usai menjuarai ajang MotoGP di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (6/5) kemarin. Marquez berhasil memimpin balapan pada lap ke17 setelah menyalip Lorenzo di tikungan 13. Podium kedua ditempati Johann Zarco yang terpaut 5,241 detik, disusul Andrea Iannone yang kalah 8,214 detik.

miliar atau 7 persen dari nilai dua proyek di Kabupaten Sumedang senilai tolta Rp 25 miliar. Sementara uang suap untuk Yaya belum terealisasi, meski Yaya sudah menerima proposal dua proyek tersebut yaitu proyek di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan di Kabupaten Sumbedang senilai Rp 4 miliar dan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Sumedang senilai Rp 21,85 miliar. Dalam OTT tersebut, KPK total mengamankan sejumlah aset yang diduga terkait tindak pidana yaitu logam mulia seberat 1,9 kilogram, uang Rp 1,844 miliar termasuk Rp 400 juta yang diamankan di lokasi OTT di restoran di kawasan Halim Perdanakusuma, serta uang dalam mata uang asing 63 ribu dolar Singapura dan 12.500 dolar AS. Uang selain Rp 500 juta untuk Amin dan Eka serta emas tersebut diperoleh dari apartemen Yaya di Bekasi. ‘’Uang (di luar Rp 400 juta) tadi ditemukan di apartemen Saudara YP (Yaya Purnomo), karena yang bersangkutan menerima uang dolar AS dari daerah lalu diganti menjadi logam mulia. Siapa saja yang memberi, kita punya data, nanti digali lebih lanjut, mudah-mudahan akan ditemukan,’’ kata Ketua KPK Agus Rahardjo. (ant)

Bali Post/ant

DITAHAN - Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat Amin Santono digiring petugas usai diperiksa KPK. Dia ditahan bersama tiga orang yang sebelumnya terjerat OTT.

Kampung Bali Nansan di Quanzhou

Warga Tionghoa yang Dulu Tinggal di Buleleng dan Pupuan TAHUN 1961 silam, tak sedikit masyarakat keturunan Tionghoa di Bali memutuskan untuk ‘’pulang’’ kembali ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Apalagi pemerintah setempat menyambut mereka dengan tangan terbuka. Salah satunya menjamin tempat tinggal layak di Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, RRT, yang di kemudian hari dikenal sebagai Kampung Bali Nansan. Kendati sudah 57 tahun berlalu dan beregenerasi, orang-orang yang tinggal di kampung ini tetap menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa pergaulan setelah Mandarin. Berikut laporan Wartawan Bali Post Putu Ayu Rindra Devita P. dari Kota Quanzhou.

Bali Post/rin

KAMPUNG BALI - Gapura berarsitektur khas Bali pada pintu masuk menuju Kampung Bali Nansan di Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, RRT.

’’Uling Cina ke Bali, langsung uling Bali buin malipetan ke Cina (Dari Tiongkok merantau ke Bali. Lalu dari Bali kembali lagi ke Tiongkok - red),’’ ujar Ketua Kampung Bali Nansan, Se Poh, dengan dialek Buleleng yang masih kental. Padahal, pria berkepala plontos ini lahir di Tiongkok. Namun, kedua orangtuanya tetap berkomunikasi dengan bahasa Bali pascakembali dari merantau ke Pulau Dewata. Faktor inilah yang membuatnya turut fasih berbahasa Bali. ‘’Men ube masuk mara bisa

ngomong Cina (Ketika sudah masuk sekolah, baru bisa berbahasa Mandarin - res),’’ imbuh Se Poh yang masih sering mengunjungi saudarasaudaranya di Bali, khususnya di Temukus, Buleleng. Menurut Se Poh, ada sekitar 600 KK yang tinggal di Kampung Bali Nansan. Semuanya merupakan ‘’mantan’’ perantau di Bali ataupun keturunan (anak, cucu dan cicit) dari perantau tersebut. Dulu, pemerintah RRT menyediakan tanah untuk perantau yang tergolong mampu agar membangun

rumahnya sendiri. Setiap keluarga diberikan tanah seluas 120 meter persegi. Sedangkan bagi yang tidak mampu disediakan apartemen, masing-masing seluas 90 meter persegi dengan harga miring. Kendati terbilang sangat sedikit, lanjut Se Poh, masyarakat di Kampung Bali Nansan sangatlah akur. Secara rutin juga mengadakan acara berupa pertunjukan tari-tarian seperti Legong hingga membuat babi guling bersama. Hal sama juga dirasakan Tan Kwok Cin (70) yang kembali ke Tiongkok pada 1961. ‘’We tahun 48 lekad di Buleleng. Dini we ajak nyama-nyama akutus. We liu ngelah nyama, ada mase di Buleleng, di Badung. (Saya lahir di Buleleng tahun 1948. Saya kembali ke Tiongkok bersama 8 saudara - red),’’ ujarnya. Di Tiongkok, kakek Tan bekerja sebagai dokter umum. Namun kini sudah pensiun. Sama seperti Se

Poh, bahasa Bali juga menjadi bahasa kesehariannya. Meski hal itu tidak begitu berlaku pada cucu-cucunya atau generasi yang lebih muda. Mereka tidak banyak berkomunikasi dengan bahasa Bali walaupun mengerti artinya. Bai Rui Huan merupakan keturunan Tionghoa yang pernah merantau di Pupuan, Tabanan. Ia kembali ke Tiongkok saat berumur 9 tahun bersama kedua orangtua pada bulan 4 tahun 1961. Yakni dengan menaiki kapal selama satu minggu dan mendarat di Guangzhou sebelum akhirnya tinggal di Quanzhou. Ketua Perhimpunan Perantau Tionghoa Chen Jin Hua mengatakan, Kampung Bali Nansan berada di ruas Jalan Wan Hong. Lokasinya mudah dicapai lantaran sudah ada dua halte yang menjadi penanda kampung itu. Ada pula gapura berarsitektur Bali di jalan masuk menuju kampung seluas 15 ribu meter persegi tersebut.

Untuk lebih memberikan ‘’rasa’’ Bali, di sini juga akan segera dibangun Taman Kebudayaan Adat Bali seluas 5.000 meter persegi. ‘’Pemerintah sudah menginvestasikan 2,5 juta yuan renmibi untuk fisik bangunan. Namun kami kesulitan untuk mendapatkan fasilitas pendukung seperti patung, ukiran-ukiran, lukisan, dan lainnya yang bernuansa Bali,’’ ujarnya. Menurut Chen, bulan Juli ini sekitar 60 warga Kampung Bali akan dikirim ke Bali untuk mencari solusi atas fasilitas pendukung tersebut. Pihaknya berharap pula bantuan berupa pelatihan menari Bali, tenaga guru yang bisa mengajarkan bahasa Indonesia, hingga arsitek yang memahami arsitektur khas Bali. Keberadaan Taman Kebudayaan Adat Bali diharapkan menarik banyak kunjungan masyarakat di RRT agar selanjutnya tergugah untuk datang langsung ke Pulau Dewata. (*)


KOTA

4

Senin Paing, 7 Mei 2018

Kunjungan Wisatawan Australia ke Tanjung Benoa Turun

Mangupura (Bali Post) Kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanjung Benoa pasca-erupsi Gunung Agung sudah berangsur pulih. Bahkan, kunjungan wisatawan untuk menikmati atraksi permainan air di kawasan tersebut, Minggu (6/5) kemarin masih stabil. Salah seorang driver boat Mohamad Ridho mengatakan, saat ini wisatawan mancanegara didominasi oleh wisatawan Tiongkok dan

India. Wisatawan yang ke Tanjung Benoa sebagian besar datang untuk menikmati permainan banana boat, diving, sea walker dan parasailing. Begitu pula dengan kunjungan wisata ke Pulau Penyu, juga masih diminati. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Gahawisri Badung Nyoman Wana Putra membenarkan kunjungan wisatawan ke Tanjung Benoa saat ini masih stabil. Kunjungan wisatawan mancanegara didomi-

figur Tidak Menyangka FAKULTAS Teknik Universitas Hindu Indonesia (Unhi) mewisuda 24 sarjana, Jumat (4/5) lalu. Dari puluhan sarjana tersebut, termasuk Dewa Ayu Putu Widya Riadingrat. H a r i itu menjadi hari yang sangat istimewa bagi perempuan kelahiran 31 Agustus 1996 ini. Selain berhak menyandang titel S.PWK. (Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota), dia meraih predikat kelulusan cumlaude dengan nilai IPK 3,67. ‘’Tidak menyangka bisa cumlaude. Awalnya saya tidak yakin bisa wisuda bulan ini, tapi berkat usaha dan bantuan teman-teman yang memberi semangat agar bisa lulus bulan ini,’’ katanya. Awalnya, dara asal Negara, Jembrana ini tidak pernah terpikir mengambil Jurusan PWK atau Planalogi. Namun atas saran keluarganya, akhirnya dia mengambil jurusan tersebut. Setelah menyelami ilmu tersebut, ia justru merasa tertantang karena belajar Planalogi tidak hanya di dalam ruangan, tetapi harus mengenali demografi wilayah sekitarnya. Apalagi lulusan jurusan ini sangat dibutuhkan, terutama di pemerintahan. Menurut Widya, masalah kompleks di Bali adalah transportasi. Ia berharap transportasi itu ke depannya lebih tertata. Siapa pun yang menjadi pemimpin Bali supaya lebih mengerti tata ruang Bali. Apalagi Bali dikenal sebagai destinasi pariwisata, sehingga dibutuhkan tata ruang yang berbasis wisata dan budaya. (rah)

nasi oleh wisatawan Tiongkok dan India. Kendati demikian, pihaknya tidak memungkiri kunjungan wisatawan dari Australia yang biasanya mendominasi, justru mengalami penurunan hampir 30 persen. ‘’Saat ini wisatawan Tiongkok dan India yang mendominasi. Wisatawan Australia justru turun. Saat ini mereka lebih banyak datang untuk tujuan berbisnis, bukan untuk leisure,’’ katanya. Penurunan kunjungan wisa-

tawan Australia yang hampir 30 persen, kata Wana Putra, saat ini sudah ditopang oleh kunjungan wisatawan dari India dan Tiongkok. Bahkan, peningkatan wisatawan dari dua negara itu berkisar antara 35 hingga 40 persen. Selama di Tanjung Benoa, mereka memang menyukai adventure dan juga kunjungan ke Pulau Penyu maupun sea walker. ‘’Selain kunjungan ke Pulau Penyu, mereka biasanya menyukai adventure dan sea walker,’’

Mangupura (Bali Post) -

Perubahan status kelurahan menjadi desa di Kabupaten Badung tak berjalan mulus. Hingga kini verifikasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengenai perubahan status tersebut belum turun. Padahal Pemkab Badung sebelumnya menargetkan paling lambat per Mei ini sudah ada pemilihan perbekel (pilkel) serentak untuk kelurahan-kelurahan yang berubah status menjadi desa. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Badung Putu Gede Sridana membenarkan jika perubahan kelurahan menjadi desa belum bisa diproses akibat hasil verifikasi dari Pemprov Bali belum turun. ‘’Verifikasi belum diteken. Senin besok (hari ini - red) kami akan coba cek lagi ke Pemprov,’’ ujar Sridana saat dikonfirmasi, Minggu (6/5) kemarin.

Menurut Sridana, pihaknya telah berupaya terus menindaklanjuti proses verifikasi Pemprov Bali. Namun usaha yang dilakukan belum membuahkan hasil. Bahkan, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa beberapa waktu lalu sempat menggelar audiensi untuk menindaklanjuti usulan Badung mengubah 16 kelurahan menjadi desa tersebut. ‘’Syarat-syarat pe-

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Gubernur Didesak Bentuk Lembaga Bahasa Bali Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

rubahan kelurahan menjadi desa sudah semua terpenuhi, tetapi belum ada keputusan,’’ katanya. Kendati demikian, Sridana mengaku optimis perubahan kelurahan menjadi desa bisa tuntas pada tahun 2018 ini. ‘’Semua syarat dan kajian sudah terpenuhi. Kami juga sudah mengalokasikan anggaran untuk perubahan status ini. Jadi,

kami optimis tahun ini bisa,’’ tegasnya. Namun, pejabat asal Denpasar ini menyebut karena Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali sudah dekat, maka perubahan status ini kemungkinan baru bisa dilakukan setelah pilgub. ‘’Tidak ada batal. Kami optimis setelah pilgub sudah bisa pemilihan perbekel,’’ terang Sridana. Mantan Kadis Kebudayaan Badung ini bahkan memasang target pilkel serentak yang awalnya direncanakan sebelum pilgub sudah bisa digelar Juli mendatang. ‘’Pilkada kan Juni, target kita untuk pilkel serentak

digelar Juli mendatang,’’ ujarnya. Selain 16 kelurahan yang menjadi desa, pilkel juga akan dilaksanakan di beberapa desa yang pucuk pimpinan desanya kosong. Di antaranya, Perbekel Desa Sobangan dan Perbekel Desa Munggu. ‘’Nanti pilkel serentak termasuk yang sekarang perbekelnya Plt. seperti Desa Sobangan dan Munggu,’’ jelasnya. (kmb27) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Gubernur Didesak Bentuk Lembaga Bahasa Bali

Sepasang Kekasih Diadili dak pidana secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan satu bukan tanaman yang beratnya melebihi lima gram. Jaksa di depan persidangan mengatakan, barang bukti atas perbuatan mereka tersebut berupa dua paket plastik klip yang di dalamnya berisi kristal bening diduga sabu-sabu seberat total yakni 4,87 gram dan satu plastik klip yang di dalamnya berisi sepuluh butir tablet berwarna oranye diduga ekstasi dengan berat total keseluruhan tiga gram. Dijelaskan, mereka ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Badung pada 6 Februari 2018 malam sekitar pukul 22.30 Wita. Keduanya ditangkap di Jalan Raya Kerobokan, Gang Kancil, Banjar Kancil, Kelurahan Kerobokan, Kuta Utara. Pasangan ini ditangkap ketika hendak mengantarkan sabu dan ekstasi kepada seseorang bernama Bram. Itu pun sesuai perintah seseorang bernama Putu Permana Suharja yang kini belum tertangkap. (kmb37)

kawasan. ‘’Mengingat menuju ke Tanjung Benoa memakan waktu cukup lama, apalagi akses hanya satu, saat ini tidak mungkin lagi bisa meningkatkan kunjungan wisatawan. Kami berharap segera ada solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas menuju ke Tanjung Benoa. Baik dengan jalan secepatnya merealisasikan rencana pembuatan jalur lingkar maupun cara lain,’’ tegasnya. (kmb23)

Perubahan Kelurahan Jadi Desa Nyangkut di Pemprov

Terlibat Kasus Narkoba

Denpasar (Bali Post) Pasangan kekasih, terdakwa I Gede Agus Eka Putra (25) dan Handayani alias Ani (18), diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, belum lama ini. Mereka didudukkan di kursi pesakitan atas dugaan perkara narkoba. Mirisnya, sebagaimana pasal dalam dakwaan yang disematkan, pasangan kekasih ini terancam hukuman maksimal 20 tahun. Dikonfirmasi Minggu (6/5) kemarin, kuasa hukum terdakwa, I Ketut Dodi Arta Kariawan, mengatakan pihaknya sudah mendengarkan dakwaan JPU Putu Agus Adnyana Putra. ‘’Kami sudah dengar dakwaannya. Setelah berkoordinasi dengan klien, kami tidak mengajukan keberatan atau eksepsi,’’ ujar Dodi. Atas dasar itu, dalam sidang pekan ini pihak kejaksaan dari Kejari Denpasar tinggal membuktikan dakwaannya dengan menghadirkan para saksi. Sementara dalam surat dakwaan dijelaskan, Ani dan Gede Agus dinyatakan melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tin-

ujarnya. Meskipun kunjungan wisatawan berangsur pulih, Wana Putra mengaku pihaknya saat ini tidak mungkin bisa meningkatkan lagi kunjungan wisatawan ke kawasan Tanjung Benoa. Hal itu diakibatkan oleh akses jalan yang masih kecil dan keterbatasan area parkir. Dengan akses jalan yang sangat kecil, tentunya jalur tersebut selalu macet karena adanya kendaraan besar keluar-masuk

Bali Post/ist

SWEEPING - Tim gabungan BNNP Bali dan BNNK saat melakukan sweeping di salah satu tempat hiburan malam.

Tempat Hiburan Malam Diobok-obok Lima Positif Narkoba

Denpasar (Bali Post) Tim gabungan Bidang Berantas BNNP Bali dan Kasi Berantas BNNK menggelar sweeping di tempat hiburan malam. Setelah mengobokobok empat karaoke di Denpasar dan Kuta, petugas mengamankan lima pengunjung dan pemandu lagu (PL) yang positif mengonsumsi narkoba, Sabtu (5/5) lalu. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Minggu (6/5) kemarin, mengatakan tim gabungan tersebut melakukan sweeping dipimpin Kasi Intelijen BNNP Bali Kompol Saifudin Jupri. Operasi dilaksanakan mulai Jumat malam hingga Sabtu dini hari. ‘’Kegiatan ini bertujuan untuk menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di tempat-tempat hiburan malam yang diduga digunakan sebagai tempat penyalahgunaan dan peredaran narkoba secara ilegal,’’ tegasnya. Pada kesempatan itu, kata Suastawa, tes urine dilakukan terhadap 44 orang yang diambil secara random. Tes urine menyasar pengunjung, waitress dan karyawan yang

dicurigai terindikasi sebagai penyalah guna narkotika. Brigjen Suastawa didampingi Kompol Saifudin mengungkapkan, di Karaoke Platinum Denpasar Selatan, dari 14 sampel urine yang diambil, ditemukan tiga PL positif mengonsumsi ekstasi. Sedangkan di Karaoke Grahadi Bali (GB) di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta, dari 21 sampel urine yang diambil, ditemukan dua orang (pengunjung dan PL) positif mengonsumsi sabusabu serta ekstasi. Sementara di Karaoke Exsecutive di Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat, dari empat sampel urine yang diambil, tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkotika. Begitu juga di Karaoke New Star di Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat, dari lima sampel urine yang diambil tidak ditemukan indikasi pengguna narkotika. ‘’Kelima orang yang terindikasi positif mengonsumsi narkotika tersebut ditindaklanjuti dengan dilakukan assesment di Kantor BNNP Bali. Operasi ini akan terus dilakukan, tapi lokasinya berbeda,’’ tegasnya. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) Revisi Perda Nomor 3 Tahun 1992 tentang Bahasa, Aksara dan Sastra Bali telah disahkan oleh DPRD Bali. Sehingga seluruh rakyat Bali wajib mengawal pelaksanaannya agar sesuai dengan aspirasi dan tuntutan rakyat Bali. Salah satu cara untuk mengawal perda tersebut, Gubernur Bali didesak secepatnya membentuk Lembaga Bahasa, Aksara dan Sastra Bali yang lebih visible untuk melestarikan bahasa, aksara dan sastra Bali. Hal itu dilontarkan Ketua Aliansi Peduli Bahasa Bali I Nyoman Suka Ardiyasa, S.Pd., M.Fil.H., belum lama ini. Menurut Suka Ardiyasa, Lembaga Bahasa Bali ini bakal mengawal perda hasil revisi, sehingga benar-benar terlaksana dan didukung oleh seluruh stakeholder di Bali. Ia meminta Gubernur Bali bersama DPRD Bali segera membentuk Lembaga Bahasa Bali tersebut. Sebab, lembaga ini akan difungsikan untuk mengkaji

kebijakan-kebijakan pemerintah daerah berkaitan dengan upaya pelestarian bahasa, aksara dan sastra Bali. Lembaga ini juga diharapkan bisa meng-upgrade pengetahuan para guru dan penyuluh Bahasa Bali yang masih lemah dalam menjalankan tugasnya. Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Partha, S.H. yang juga dikenal sebagai sosok penting di balik terbitnya Perda Bahasa, Aksara dan Sastra Bali ini menegaskan, jika masyarakat Bali tidak mau kehilangan warisan leluhurnya, maka satu-satunya cara adalah tetap melestarikan dan menggunakan bahasa Bali. Kader PDI Perjuangan asal Desa Guwang ini mengakui, perjuangannya untuk menggolkan revisi perda tersebut relatif panjang dan berliku. Namun, ia pantang menyerah. “Kalau ada peraturan daerah yang bersentuhan dengan kepentingan pelestarian Bali, maka saya ambil peran itu,” tegasnya. (win)

Bali Post/win

PERDA - Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta saat pembahasan revisi Perda Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, belum lama ini.


Senin Paing, 7 Mei 2018

info seremonial

Senator RI Disambut Ratusan Anggota STT Banjar Batanancak Ubud

Shri Arya Wedakarna Minta Perbekel, Lurah, dan Bendesa di Bali Alokasikan Dana Desa untuk STT GENERASI muda di Bali khususnya kalangan Sekaa Teruna Teruni (STT) harus berpartisipasi dalam pembangunan desa. Hal ini diamanatkan sejumlah UU baik UU Desa, UU Pemuda maupun Perda Bali Desa Pakraman. Salah satu wujud perhatian pemerintah adalah dengan mengalokasikan bantuan dana desa yang bersumber dari APBN atau APBD untuk membina para pemuda desa dalam bentuk program pembinaan. Namun, di lapangan khususnya di Bali masih ditemui postur anggaran desa atau kelurahan yang belum sepenuhnya mengayomi para pemuda, baik melalui organisasi STT maupun Karang Taruna. Hal itu disayangkan oleh Senator DPD-RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang merupakan anggota Komite III Bidang Pemuda, Olahraga, Pendidikan, Agama dan Budaya. Ini disampaikannya usai menjadi narasumber dalam rapat perdana STT Wirasatya Soringwedi di Banjar Batanancak, Mas, Ubud, Gianyar. Dihadiri ratusan anggota STT dan para tokoh adat, Senator Arya Wedakarna (AWK) menyampaikan harapannya agar para perbekel/kepala desa dan lurah mulai fokus pada penataan organisasi kepemudaan di desa. ‘’Organisasi STT dan Karang Taruna selama ini masih banyak hanya dimanfaatkan menjelang pilkades. Secara politik juga kerap dimanfaatkan pada hajatan pilkada terutama menjelang Nyepi. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota juga setengah hati membina STT,

DI MAS - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (belakang tengah) bersama pengurus STT Wirasatya Soringwedi di Mas, Ubud, Gianyar. sehingga banyak STT mati suri atau segan berprogram. Ini tidak baik, padahal sesuai UU, pembinaan generasi muda harus dilakukan secara kontinu. Maka dari itu saya minta warga desa khususnya anak muda yang bergabung di STT mengamati program kades atau lurah apakah pro-pemuda atau tidak. Jika tidak pro-pemuda, artinya di pilkades berikutnya jangan dipilih lagi. Kalau di tingkat kelurahan ada lurah yang tidak pro terhadap program STT, bisa ajukan penggantian ke bupati/ wali kota. Di zaman transparan ini, wajar masyarakat mengamati program pemimpin desanya. Jadi, STT jangan pasif dan diam saja, harus aktif berkomunikasi,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Adanya dana desa adat dari APBD yang setiap tahun digelontorkan oleh pemprov dan pemkab/pemkot, DPD

berharap agar bendesa adat membagi untuk kegiatan STT. ‘’Saya minta jangan semuanya dihabiskan untuk infrastruktur, tapi berikan sebagian untuk kegiatan ekonomi desa dan program STT. Membina SDM Hindu yang kuat sejak di STT sangat penting agar ketahanan desa adat maksimal. Anak muda Hindu khususnya di STT harus diayomi, dibimbing dan diberikan kesempatan tampil, jangan malah dianggap beban. Kepemimpinan orang tua yang menganggap anak muda sebagai saingan adalah karakter sakit, tidak bermoral dan adharma,’’ tegas Shri Arya Wedakarna. Terkait eksistensi STT Wirasatya Soringwedi, pihaknya mendukung pendirian sanggar seni untuk melestarikan tari Rejang Dewa dan Baris Gede sebagai ikon Banjar Batanancak yang sudah mendunia. (ad362)

SMK Dwijendra Denpasar

Ranking Lima Terbaik Hasil UNBK di Bali SMK Dwijendra Denpasar benarbenar membuktikan diri sebagai SMK yang berkualitas dan sungguhsungguh SMK. Hal ini bisa dilihat dari hasil UNBK 2018, SMK Dwijendra Denpasar sukses meraih ranking kelima terbaik di Bali. Nilai rata-rata UNBK SMK Dwijendra Denpasar yakni 244,91. Hal ini membuat 130 siswa kelas XII yang dilepas, Sabtu (5/5), bersorak dan gembira. Prestasi ini tak lepas dari manajemen Kepala SMK Dwijendra Denpasar yang baru, Ida Bagus Dwi Oka Putra, S.Si. Kasek I.B. Dwi Oka Putra melepas siswa bersama Wakasek Kurikulum IA Paramita Mahasari, S.E., Wakasek Kesiswaan dan Humas I Wayan Sumadika, S.Pd. dan Wakasek Sarpras Putu Aris Sanjaya, S.Pd. Lulusan yang dilepas dari Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ) 24 siswa dan Program Keahlian Akuntansi 106 siswa. I.B. Dwi Oka Putra merasa senang karena siswanya lulus 100 persen dan meraih prestasi nilai rata-rata terbaik kelima di Bali. Ini menjadi tantangan baginya untuk mempertahankan mutu. Makanya pihaknya segera membentuk badan penjaminan mutu guna menjaga kualitas lulusan. Ia mempertegas komitmen SMK Dwijendra untuk mencetak lulusan yang sungguh-sungguh siap kerja. Makanya dalam PBM, siswa SMK Dwijendra Denpasar di Jalan Suradipa, kawasan Peguyangan, lebih padat praktik (70 persen) dan banyak berada di laboratorium sebagai

TERBAIK - Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya didampingi Rektor Undwi Putu Dyatmikawati, Kepala SMK Dwijendra I.B. Dwi Oka Putra dan siswa peraih UNBK terbaik. persiapan kerja. Buktinya, pada lulusan angkatan ke-8 hampir 80 persen siswanya sudah bekerja, sedangkan sisanya melanjutkan studi. Hanya 5 persen yang belum bekerja, namun diyakini masa tunggunya tak lebih dari tiga bulan. Kasek I.B. Dwi Oka Putra mengajak masyarakat yang ingin anaknya cepat kerja bisa memilih studi lanjut di SMK Dwijendra Denpasar. PPDB SMK Dwijendra tahun ini menerima 275 calon siswa baru untuk program TKJ, Akuntansi dan Akomodasi Perhotelan (APH). SMK ini memiliki sarana lengkap, lab dan 20 ruang belajar, sehingga semua siswa masuk pagi. Selain menggembleng disiplin, SMK Dwijendra juga dikenal memiliki program literasi yang mantap.

Saat itu Kasek SMK Dwijendra menyerahkan penghargaan bagi 10 peraih nilai UNBK tertinggi. Mereka adalah Ni Kadek Dewi Julyanti, IA Made Radina Anggun Prasasti, Ni Luh Putu Lusyana Paramaeshella, A.A. Sagung Istri Praminia, Arma Aprilia, Aida Irma Wadani, Gusti Agung Mirah Arinda, Ni Putu Sinta Paramita, I Made Agus Candra Wijaya dan IGA Shinta Puspita Sari. Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. ikut bangga SMK Dwijendra Denpasar tampil luar biasa meraih ranking kelima terbaik UNBK di Bali. Untuk itu, ia mengajak alumni tetap eling dengan almamater dan bangga menjadi keluarga besar SMK Dwijendra. (ad371)

26 Tahun LPD Desa Adat Kerobokan

5

FT Unhi Gelar Yudisium dan Pelepasan Sarjana Satu-satuya Universitas Punya Prodi PWK

PADA umumnya masyarakat hanya tahu bahwa Universitas Hindu Indonesia (Unhi) identik dengan agama dan budaya, padahal mempunyai banyak jurusan dan program studi (prodi) seperti perguruan tinggi lainnya. Bahkan, Unhi memiliki Fakultas Teknik (FT) dengan Prodi Teknik Sipil serta Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Prodi PWK ini tidak ada di perguruan tinggi lain di Bali. Oleh karena itu, prodi ini tergolong unik dan langka. Jumat (4/5) lalu bertempat di Hotel Inna Bali, Denpasar, FT Unhi menggelar yudisium dan pelepasan 24 orang sarjana, terdiri atas 14 Sarjana Prodi Teknik Sipil dan 10 Sarjana Prodi PWK. Sangat membanggakan karena tiga Sarjana Prodi PWK meraih predikat cumlaude yaitu Dewa Ayu Putu Widya Riadingrat, S.PWK. (IPK 3,67), I Kadek Fajar Arcana, S.PWK. (IPK 3,51) dan Servasius M. Said, S.PWK. (IPK 3,59). Dekan Fakultas Teknik Unhi Komang Gede Santhyasa, S.T., M.T. mengungkapkan, yudisium dan pelepasan sarjana adalah proses akhir dari akademik yang dijalani setelah melalui perjuangan panjang dan melelahkan. ‘’Kami berharap para wisudawan dan wisudawati tetap menjaga almamater dan membesarkan Fakultas Teknik Unhi dengan keunggulannya berbasis budaya lokal,’’ ungkapnya. Selain itu, FT Unhi adalah fakultas yang unik terutama di Bali karena satu-satunya menyelenggarakan PWK yang tidak ada di universitas lainnya.

CUMLAUDE - Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Teknik Unhi foto bersama dengan lulusan sarjana yang meraih predikat ‘’cumlaude’’. ‘’Tentu saja soft skill dan hard skill sudah disiapkan untuk anak didik kami. Itu menjadi suatu daya saing untuk lebih profesional dan terlatih dalam memasuki dunia kerja. Tantangan ke depan lebih pada upaya bagaimana membumikan ilmu-ilmu yang sudah didapat di bangku kuliah,’’ ujar Santhyasa. Ia berharap keunggulan tersebut dikembangkan ke depannya terkait riset yang mampu berkontribusi memajukan kebudayaan Bali. Apalagi yang membanggakan tahun 2017 status FT Unhi nilai akreditasinya naik dari C ke B termasuk kedua prodinya. Selain itu, 100 persen lulusannya sudah terserap dunia kerja. Momentun yudisium kali ini unik dan menarik karena berdekatan den-

gan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Tema besar Hardiknas tahun ini dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah ‘’Menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan’’. Sementara Kemenristek Dikti mengusung tema ‘’Membumikan pendidikan tinggi dan meninggikan SDM Indonesia’’. Dua semangat ini sangat penting terlebih dalam konteks Unhi mengembangkan pola ilmiah pokok agama dan kebudayaan. Sekretaris Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Kol. (Purn) Dr. Drs. Dewa Ketut Budiana, M.Fil.H. mengatakan sangat mendukung. ‘’Mudahan-mudahan tidak puas hanya sampai strata-1 (S-1), tetapi ditingkatkan mencapai jenjang strata-2 (S-2) dan strata-3 (S-3) di Fakultas Teknik Unhi,’’ katanya. (ad367)

”Outcomes’’ SMK PGRI 3 Denpasar Miliki Etos Kerja Tinggi Langsung Terima Sertifikat LSP

SUDAH menjadi tradisi acara pelepasan siswa kelas XII SMK PGRI 3 Denpasar digelar di hotel. Hal ini link and match dengan SMK PGRI 3 Denpasar yang berbasis pariwisata. Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. melepas 742 siswa kelas XII, Sabtu (5/5). Jumlah siswa yang dilepas tercatat paling banyak di Bali tahun ini. Dari jumlah itu, 238 siswa dari Jurusan Tata Boga dan 504 siswa Akomodasi Perhotelan. Saat itu Madiadnyana didampingi Wakil Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Dr. Nengah Sukama, M.M., Ketua PGRI Kota Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum., Ketua PGRI Bali Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. dan Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. menyerahkan siswa kepada komite sekolah. Pelepasan siswa kelas XII ditandai pengalungan insinye serta penyerahan sertifikat LSP dan penghargaan bagi peraih nilai terbaik di UNBK. Sepuluh peraih UNBK terbaik masing-masing Putu Kresna Cahyadi Putra, Made Angga Cahyadinata, Ni Putu Citra Milania, Ketut Ludra, Dewa Ayu Indri Warmadewi, Ni Ketut Sri Asih, Kadek Widi Arsita Dewi, Jiddan Adi Pratama, Ni Putu Ayu Diah Wedayanti-Wiwin Mellenia dan Puspayanthi. Madiadnyana mengungkapkan kebanggaannya karena selain lulus 100 persen, 80 persen lulusan SMK PGRI 3 Denpasar sudah diterima bekerja sebelum tamat. Sesuai dengan pengakuan stakeholder, outcomes lulusannya memiliki etos erja yang tinggi. Ini menunjukkan

LEPAS SISWA - Kepala SMK PGRI 3 Denpasar I Nengah Madiadnyana (kanan) saat melepas 742 siswa kelas XII. kualitas PBM dan kompetensi keahlian yang diberikan di sekolah relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Masa tunggu lulusan yang lagi 5 persen belum bekerja hanya tiga bulan. Ini artinya mereka hanya menunggu tiga bulan setelah tamat sudah bekerja. Lulusannya banyak memilih bekerja sambil kuliah. Ini menunjukkan SMK PGRI 3 Denpasar pas di jalan misi SMK sebagai pencetak tenaga kerja profesional. Untuk itu, Madiadnyana minta lulusannya tak memilih-milih pekerjaan, termasuk siap menggarap sektor informal di kota dan desa. Sekolah yang meraih ISO 90012008 ini sejak lama dipercaya masyarakat sebagai lembaga pendidikan

bermutu, berkualitas dan berpengalaman mengelola pendidikan. Gurunya 40 persen berkualifikasi S-2 dan fasilitasnya lengkap. Sekolah tiap tahun menyiapkan tiga beasiswa bagi guru yang mau melanjutkan studi S-3. Hal itu membuat SMK PGRI 3 Denpasar dikejar masyarakat. Baru sebulan PPDB dibuka, ratusan calon siswa sudah mendaftarkan diri. Wakil Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Nengah Sukama mengacungkan jempol terhadap semua program SMK PGRI 3 Denpasar hingga menjadi sekolah bersih, berkualitas dan kebanggaan masyarakat Bali. SMK PGRI 3 Denpasar di Jalan Drupadi XVII, Gang Dewi Tara No.7 pada PPDB tahun ini menerima 14 kelas calon siswa baru. (ad370)

Tumbuh Pesat Bersama Masyarakat Adat UPT Disdik Bali Puji SMAN 6 Denpasar Luar Biasa LEMBAGA Pekreditan Desa (LPD) Desa Adat Kerobokan, Minggu (6/5) kemarin merayakan hari jadi yang ke-26 bertempat di Jalan Raya Semer, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Perayaan secara sederhana ini dihadiri Camat Kuta Utara, Lurah Kerobokan Kaja, Lurah Kerobokan, Lurah Kerobokan Kelod, Perbekel Padangsambian Kaja, Padangsambian Kelod, Bendesa Adat Kerobokan, Badan Pengawas dan Pertimbangan, Klian Adat se-Desa Adat Kerobokan, tokoh masyarakat dan keluarga besar LPD setempat. Ketua LPD Desa Adat Kerobokan Ketut Sender, S.E. mengatakan, keberadaan lembaga keuangan milik masyarakat adat ini terus tumbuh bersama masyarakat adat. Pertumbuhan tecermin dalam capaian lima tahun terakhir. ‘’Sejak 2013 hingga 2017, LPD Desa Adat Kerobokan terus tumbuh. Ini terlihat dari capaian tabungan, deposito, kredit, aset, modal dan laba,’’ ujarnya. Selama lima tahun terakhir, LPD Desa Adat Kerobokan mampu menghimpun dana pihak ketiga mencapai Rp 149.304.397.175 atau meningkat dibandingkan 2013 yakni Rp 81.239.093.273. Dana pihak ketiga dalam bentuk deposito selama lima tahun terakhir juga mengalami peningkatan dari Rp 74.133.309.000 menjadi Rp 166.165.613.100. ‘’Peningkatan tabungan hingga 2017 mencapai 24,28 persen, sedangkan deposito 28,53 persen. Ini berkat dukungan masyarakat terutama masyarakat adat Kerobokan,’’ ungkapnya. Kredit yang telah disalurkan selama lima tahun terakhir meningkat dari Rp 141.844.205.900 menjadi Rp 254.995.143.400. Aset yang dimiliki juga menunjukkan kenaikan dari

Raih Ranking Ke-9 Terbaik Nilai UNBK di Bali

RAYAKAN - LPD Desa Adat Kerobokan merayakan hari jadi ke-26 bertempat di Jalan Raya Semer, Kerobokan, Kuta Utara, Minggu (6/5) kemarin. Rp 174.316.658.876 menjadi Rp 355.934.603.707. ‘’Laba yang kami dapat tahun 2017 mencapai Rp 8.320.385.825 dengan modal Rp 26.345.594.152,’’ ucap Ketut Sender. Selain menggenjot pendapatan, LPD Desa Adat Kerobokan mendukung sejumlah program masyarakat adat, seperti menyerahan punia untuk pelatihan serati dan menghadiri kegiatan upacara ke banjar-banjar setahun sekali. ‘’Kami memiliki program yang sesuai dengan konsep Tri Hita Karana yaitu menjaga hubungan antara manusia, alam dan lingkungan. Misalnya magang kerja bagi siswa sekolah, mendukung kegiatan adat di banjar-banjar,’’ katanya seraya menambahkan akan mendirikan kantor cabang di Padangsambian Kaja. Bendesa Adat Kerobokan Anak Agung Putu Sutarja, S.H. menga-

presiasi pertumbuhan yang telah tercapai selama lima tahun terakhir. Pihaknya berharap masyarakat khususnya di Desa Adat Kerobokan memanfaatkan lembaga keuangan adat untuk memajukan ekonomi masyarakat. Hal senada diungkapkan Camat Kuta Utara A.A. Arimbawa. Ia mengharapkan masyarakat memanfaatkan LPD dalam membangun ekonomi masyarakat lokal di tengah persaingan global. ‘’LPD merupakan jatu atau pendapatan desa adat untuk mendukung setiap kegiatan upacara, sehingga patut mendapat dukungan masyarakat,’’ pungkasnya. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pengundian hadiah. Hadiah utama dimenangkan I Gusti Ayu Wulan Pancasari, nasabah asal Kabupaten Tabanan. (ad368)

MENJADI insan yang cerdas dan berkarakter. Itulah protret lulusan yang dicetak oleh SMAN 6 Denpasar. Mereka ini adalah calon pemimpin dan pemilik masa depan yang cemerlang. Hal itu diungkapkan Kepala SMAN 6 Denpasar Drs. I Nyoman Mudita, M.Pd. saat melepas 363 siswa kelas XII, Sabtu (5/5). Acara pelepasan ditandai pengalungan insinye dan penyerahan siswa kelas XII kepada Ketua Komite I.B. Sudi Raharja. Acara dihadiri Ka. UPT Disdik Provinsi Bali di Kota Denpasar Dewa Ayu Putri Karini, S.E., pengurus komite, ikatan alumni, tokoh masyarakat dan para kepala SMA/SMK di Denpasar. Nyoman Mudita bersama Waka Kurikulum Drs. Nyoman Sumahendra, Waka Humas Drs. I Nyoman Sudiarta, Waka Kesiswaan I Wayan Subiakta, S.Pd., Waka Sarana Drs. I Wayan Arta dan Waka Pembinaan Mutu Drs. Jerokum juga menyerahkan penghargaan bagi 19 siswa berprestasi. Mereka antara lain Ni Ketut Ayu Lestari, Ni Kadek Tia Anggarini dan Ni Putu Eka (tiga terbaik UNBK MIPA) serta Komang Arypani Adnyana, Ni Wayan Jessica Dana dan IGA Anggy Perthiwi (tiga terbaik IPS). Kepala SMAN 6 Denpasar menyatakan rasa bangganya karena tahun ini siswanya meraih nilai rata-rata UNBK bidang MIPA ranking ke-9 dari 146 SMA di Bali dan ranking ke-6 di Kota Denpasar. Nilai rata-rata UNBK SMA 6 Denpasar adalah 37,03, sehingga sangat wajar lulus 100 persen. Prestasi

PELEPASAN - Kasek I Nyoman Mudita, Disdik Bali Dewa Ayu Karini dan dewan guru berfoto bersama saat pelepasan siswa kelas XII SMAN 6 Denpasar. di bidang MIPA ini menunjukkan bahwa negara dan masyarakat mengakui kualitas pendidikan di SMAN 6 Denpasar. Program MIPA juga membawa bendera sekolah ini berprestasi di kancah internasional serta puluhan siswa diterima di PTN favorit, terbanyak di Unud, Unibra dan Unair. Ini sesuai motto SMAN 6 Denpasar ‘’Hettu prjna paramitha prbhawam’’ yakni dengan ilmu pengetauan manusia menuju kecermelangan. Nyoman Muditha mengungkapkan acara pelepasan sengaja dilakukan di sekolah untuk membiasakan semua aktivitas sekolah dipusatkan di sekolah karena didukung saranaprasarana. Ia mengingatkan lulusan SMAN 6 Denpasar tetap eling

dengan kawitan Sixsma Prabhawam alias SMAN 6 Denpasar. Terus melanjutkan studi dan tidak ada yang menganggur. Di bagian lain, Kasek mengucapkan terima kasih kepada siswa kelas XII yang sukses mendulang prestasi dan mengharumkan nama baik almamater di antaranya meraih medali emas di Korsel dan India. Ka UPT Disdik Bali di Denpasar Dewa Ayu Karini memuji sinergisitas komponen pendidikan di SMAN 6 Denpasar berjalan berkualitas dan meraih prestasi luar biasa. Ini semua berkat manajemen kepemimpinan Nyoman Mudita, didukung kerja sama alumni, komite, masyarakat, siswa dan guru. (ad369)


OPINI

6

Senin Paing, 7 Mei 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Keseimbangan Membangun Bali SEBAGAI pulau pariwisata, Bali memberikan sumbangan yang besar terhadap pendapatan nasional. Bali juga telah memberi imbas kepada pulau lain di negeri ini, untuk memperoleh pendapatan dari pariwisata. Apakah itu menyangkut kerajinan yang dijual di Bali atau menerima limpahan wisatawan dari Bali. Di balik ‘’kekaguman’’ banyak pihak tentang Bali, namun tetap juga muncul keluhan tentang masih beratnya beban masyarakat dalam memelihara kebudayaan. Masyarakat Bali merasa, apa yang dilakukan pemerintah belum cukup meringankan beban sebagai pelaku dan pelestari budaya yang menjadi tontonan turis. Dalam konteks budaya, sesungguhnya memang wajar apabila pemilik budaya itu yang melakukan pemeliharaan karena merekalah paling memahami langkah budaya tersebut. Budaya lahir dari lingkungan dan praktik yang sudah turun-temurun. Kita juga tidak boleh melupakan bahwa kebudayaan sesungguhnya bisa berkembang sesuai dengan perjalanan waktu. Jika kita kaitkan dengan soal pemeliharaan, tentu ‘’biaya’’ pemeliharaan itu akan berbeda sesuai dengan perkembangan zaman. Di Bali, inti kebudayaan itu terletak pada kehidupan agamanya yang mayoritas Hindu. Hindu di Bali kental dengan budaya ritual. Aktivitas inilah yang paling kental mengedepan sebagai sebuah objek pariwisata karena dari situ berkembang berbagai kreativitas. Mulai dari aktivitas yang dipandang unik sampai dengan melahirkan berbagai produk kesenian. Pariwisata Bali yang menonjol, justru dilihat dari unsur kreativitas yang bersumber dari ritual kebudayaan agama. Namun, kita juga tidak boleh menutup mata. Pada perkembangan awal, produk pariwisata Bali memang menitikberatkan pada unsur ritual dan keunikan budaya yang berbasis Hindu. Ini hanya sebagian saja dari produk pariwisata. Peninggalanpeninggalan sejarah juga menjadi produk pariwisata. Kita juga tidak boleh melupakan, keindahan dan kekayaan alam Bali juga menjadi daya tarik. Pasir putih di sepanjang Bali bagian selatan, pemandangan alam di Bali tengah serta terasering persawahan di Bali selatan, adalah penyumbang pariwisata yang amat besar. Perkembangan mutakhir, pariwisata juga disumbang melalui kegiatan pertemuan bisnis atau ilmiah. Bali kerap dipakai sebagai ajang pertemuan bisnis internasional atau pertemuan ilmiah, bahkan politik internasional. Sukar bagi kita untuk tidak menganggap fenomena terakhir ini sebagai bukan kegiatan pariwisata yang memberikan sumbangan pemasukan devisa. Kita jelas tetap memandang budaya sebagai soko guru pariwisata di Bali. Jika memang ada keinginan untuk meminta kuota lebih dari pusat untuk pembangunan di Bali, maka demi lestarinya budaya itu, kuota tersebut semestinya dipakai untuk memelihara sumber budaya itu. Tidak lain adalah pada saranasarana persembahyangan Hindu di Bali. Tidak ada salahnya misalnya pemerintah memberikan sumbangan untuk perbaikan dan pembangunan pura. Sumbangan ini akan meringankan rakyat untuk pemeliharaan mengingat beban hidup masyarakat di Bali cukup berat. Di tengah berbagai aktivitas ekonomi, terasa ada kesenjangan antara kemampuan masyarakat lokal Bali dengan pelaku bisnis yang lain. Beban masyarakat lokal cukup terkuras karena kegiatankegiatan adat cukup banyak. Harus diakui, sukar bagi masyarakat lokal untuk membagi waktu antara kegiatan adat dengan kegiatan formal yang menjadi pekerjaannya. Karena itu, untuk mengurangi beban pepeson dari masyarakat, pemerintah dimungkinkan untuk memberi sumbangan. Dengan cara itulah akan tercapai keseimbangan pembangunan dari hasil devisa pariwisata. Tentu yang juga bisa dilakukan adalah dengan menyederhanakan berbagai ritual tanpa mengurangi maknanya.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Merasa Kehilangan dan Berduka

Catatan alamat rumah Bapak Widminarko yang sekarang dan nomor handphone yang bapak berikan kepada saya semuanya hilang, sehingga saya menulis surat pembaca ini pada harian Bali Post. Semoga Bapak sempat membacanya. Setelah saya membaca Bali Post terbitan 18 April 2018 bahwa Ibu Winarni, istri bapak telah berpulang/meninggal dunia tanggal 17 April 2018, saya sekeluarga ikut berduka. Dengan ini saya menyampaikan ucapan ikut berbela sungkawa, semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT. Saya turut merasa kehilangan, betapa tidak setiap saya singgah pada rumah Bapak Widminarko di alamat yang lama, lebih-lebih di saat mengajak rombongan peserta PKB, Ibu Winarni menerima kami dengan sukarela dan melademi kami dengan tulus ikhlas, saya merasa sangat berutang budi kepada Ibu Winarni (alm). Kalau ada kesempatan sudi kiranya bapak mengirimkan alamat rumah yang sekarang dan via SMS ke nomor handphone anak saya nomor 081-238-66551 atas nama Ida Ketut Demung Suniata atau Gus Doni. Demikianlah, semoga Bapak bersama semua anak dan cucu diberikan kekuatan oleh Tuhan di dalam mengarungi kahidupan selanjutnya. Ida Made Giur Dipta Geria Demung, Br. Pekandelan, Desa Culik, Kec. Abang, Kab. Karangasem

Manajemen Satu Pulau: Antara Politik dan Teknokratik

Sejak awal tahun ini, istilah Manajemen Satu Pulau (One Island Management) kembali menjadi ngetop, karena Bali akan melangsungkan pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Istilah ini lebih sering terungkap, karena salah satu pasangan calon mengusung tema satu jalur. Secara kosakata, manajemen satu pulau sah-sah saja diidentikkan dengan satu jalur, apalagi melihatnya dengan kacamata politik. Namun secara teknokratik, sejatinya dia memiliki substansi yang berbeda.

Oleh Gede Sumarjaya Linggih, S.E., M.AP. stilah manajemen satu pulau mulai menjadi pemikiran di Pulau Dewata sejak berlangsungnya Undang-undang (UU) Otonomi Daerah No. 32 Tahun 2004 yang mengatur tentang Pemerintahan Daerah. Undang-undang ini merupakan UU pertama yang dikeluarkan berkenaan dengan otonomi daerah setelah dikeluarkannya Tap MPR RI No. XV/MPR/1998. UU ini secara lengkap membahas mengenai pemerintahan daerah yang merupakan ujung tombak penyelenggaraan otonomi daerah di Indonesia. Sesuai dengan amanah UU ini, setiap pemerintah daerah wajib untuk dapat menggerakkan segala kemampuan yang dimiliki dalam menciptakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber utama bagi pembiayaan di daerah. PAD harus dominan dalam memobilsasi dana penyelenggaraan pemerintahaan daerah. Oleh karena itu, kemandirian atau kemampuan keuangan daerah akan tercermin dari adanya peningkatan PAD, yang kemudian dijadikan salah satu tolok ukur penting dalam menilai keberhasilan dari pelaksanaan otonomi daerah. Kabupaten/kota di Bali akan dianggap mampu berotonomi apabila dia memiliki kemampuan keuangan untuk membiayai penyelenggaraan

I

pemerintahan di daerahnya, dengan tingkat ketergantungan yang semakin kecil kepada pemerintah pusat. Memang untuk mendukung penyelenggaraan otonomi daerah, diperlukan ketersediaan sumber daya keuangan yang tidak sedikit dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan. Karena itulah, termasuk di Bali, istilah otonomi sering diplesetkan menjadi oto-money. Istilah ini menjadi wajar, karena memang dalam setiap pemikiran, perkataan dan perbuatan kepala daerah, biasanya didominasi oleh uang. Dan karena itu pula, istilah UUD selanjutnya diplesetkan menjadi unjung-ujungnya duit. Diakui atau tidak, kebutuhan akan kemandirian sumber daya keuangan ini telah memicu ego kedaerahan para pemimpin kabupaten/kota, tanpa mempedulikan bahwa Bali adalah satu-kesatuan ekonomi, sosial dan budaya. Semua pemimpin kabupaten/kota ingin agar di daerahnya ada penambahan hotel dan restoran agar menjadi sebanyak-banyaknya. Karena berdasarkan UU mereka wajib menyumbang 10 persen dari volume usahanya sebagai Pajak Hotel dan Restoran (PHR). Berbagai alasan pembenar memang dicari dan dipaksakan, apakah itu menyerap tenaga kerja/mengatasi pengangguran. Walaupun pada saat yang sama,

provinsi mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Moratorium Hotel untuk beberapa daerah tertentu. Pergub tersebut menjadi ‘’macan ompong’’ walaupun sekitar 9-4 tahun yang lalu, gubernur dan wakil gubernur terpilih diusung oleh partai yang sama dengan mayoritas partai pengusung kepala daerah kabupaten/kota. Pada kondisi yang seperti ini, jelas secara politik maupun teknokratik, terbukti substansi prinsip One Island Management juga tidak bisa dijalankan oleh seluruh pemimpin Bali pada saat itu. Rapat-rapat penting di tingkat provinsi, apakah menyangkut perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian program-program yang bersifat strategis, walaupun dipimpin langsung oleh gubernur, konon sangat jarang dihadiri langsung oleh para bupati/wali kota. Mereka biasanya mendisposisi ke pimpinan yang ada satu level di bawahnya, selanjutnya pemimpin tersebut kembali mendisposisi ke pimpinan setingkat seksi. Kacamata Teknokratik Pendekatan teknokratik merupakan implementasi UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sebagai dasar perencanaan pembangunan, pendekatan teknokratik berarti pendekatan yang menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan

daerah. Pendekatan teknokratik ini ditegaskan kembali dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, yang menyatakan bahwa dalam proses persiapan penyusunan rencana pembangunan jangka menengah, dilakukan dengan penyusunan rancangan teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dibandingkan dengan pendekatan politik, jelas pendekatan teknokratik lebih bersifat substantif dan lebih diperlukan dalam mencapai target-target pembangunan yang berbasis pada kepentingan rakyat secara berkesinambungan. Pendekatan politik biasanya bersifat lebih instan, yang hasilnya harus cepat nampak di mata rakyat, walaupun programnya tidak langsung menyentuh pada akar permasalahan. Program bedah rumah merupakan salah satu contoh program pembangunan dengan pendekatan politik dalam rangka menurunkan angka kemiskinan di daerah Bali. Program ini cukup populis, karena begitu jadi, biasanya rumah diserahkan langsung oleh pejabat, lengkap dengan liputan beberapa media. Program penurunan angka kemiskinan melalui pendekatan teknokratik, seharusnya dilakukan dalam bentuk program-program yang dapat meningkatkan semangat, keterampilan dan pendapatan masyarakat miskin. Mereka miskin karena tidak memiliki pekerjaan dan pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Kalau mereka semangat dan terampil (kecuali yang lanjut usia), mereka pasti akan dapat bekerja dengan pendapatan yang cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya, bisa membangun sendiri rumah yang layak huni, bisa berlangganan listrik, air bersih dan bisa melewati indikator kemiskinan yang lainnya.

Hardiknas, Ujian Nasional dan Halusinasi

BERKALI-KALI kita merayakan Hari Pendidikan Nasional. Lantas apa yang yang benar-benar berubah, selain ganti menteri ganti kebijakan? Apa pentingnya Hardiknas bagi anak-anak yang sama sekali tidak tersentuh pendidikan, bahkan yang paling dasar sekalipun. Ujian nasional dengan berlapis peraturan mewah dan wah masih saja amburadul. Katanya harus sabar, namanya saja ujian mana ada yang mudah, begitu kilah sang menteri. Ujian nasional tahun ini seperti kisah Lucinta Luna yang gemar mengumbar halusinasi. Yang benar saja, seorang anak diminta mengukur banyaknya garam di laut, mengukur dadu yang dikocok 600 kali, peluang apa yang muncul, kemudian ketidakmasukakalan yang lainnya adalah membuat struktur solar, padahal kebanyakan anak remaja memakai pertalite atau pertamax. Ujian macam begini menjauhkan generasi dari hidup senyatanya. Sekian ribu kali ujian, modelnya masih sama, padahal zaman sudah ribuan kali berganti. Ya, tidak berlebihan kiranya jika saya menyebut pendidikan kita masih pendidikan masa lalu. Seharusnya Hardiknas itu dirayakan dengan memamerkan produk-produk pendidikan dari Sabang sampai Merauke.

Oleh Ni Nyoman Ayu Suciartini Produk yang bermanfaat untuk membantu meringankan beban manusia, membantu merawat kebinekaan Indonesia, merawat tradisi, dan produk membangun negeri. Misalnya sekolah menengah atas bisa membuat alat-alat pertanian modern dan memaksa generasi mudanya mau bertani dan menjadikan pertanian adalah job yang menghidupi dan membanggakan. Di daerah lain ada produk kebudayaan yang dipamerkan. Hardiknas akan lebih bermakna dari sekadar upacara bendera. Hardiknas bukan hanya tentang bagaimana pendidikan, melainkan bagaimana kualitas yang mendidik. Guru-guru yang ketinggalan zaman sudah seharusnya diistirahatkan. Diganti dengan guru-guru, pendidik-pendidik muda, bertalenta, juga berkarakter. Pendidik harus dipaksa jadi duta literasi, setidaknya bagi diri sendiri. Pendidik sudah seharunya memiliki kecakapan dalam memilah informasi, jangan melulu membagikan hoaks atau membagikan hal-hal tidak penting di beranda sosial mereka. Tunjukkan bahwa pendidik

adalah kaum berkualitas agar bisa digugu dan ditiru oleh anak didiknya. Ketika seorang orangtua menyerahkan anak-anak mereka ke sekolah atau kampus, orangtua juga harus paham bahwa ada aturan yang dijalankan. Inilah yang disebut sinergi pendidikan. Jangan sedikit-sedikit main gertak guru, jangan sedikit-sedikit main pukul. Guru juga jangan baru disumbang AC, bangku, bahkan tanaman hias oleh orangtua siswa lalu memberikan kebebasan penuh pada salah satu siswa. Pendidik harus sadar bahwa setiap yang datang haris dicerdaskan. Bagaimanapun bentuknya, bagaimanapun latar belakang seorang siswa, guru harus dapat memberikan pendidikan yang dibutuhkan. Mencerdaskan anak bangsa di Indonesia memang agak susah di tengah habitat yang tumbuh dengan banyaknya drama, sinetron, reality show yang jauh dari akal sehat. Mencerdaskan bangsa haruslah mati-matian, bahkan rela ditawan. Gajinya yang buta tak sepadan dengan perutnya yang setiap kali berteriak kekurangan. Kadang, harus rela tidak digaji demi ijazah agar tidak mengang-

gur. Menjadi guru atau pendidik ‘’tak bertuan’’ di negeri ini harus pintar-pintar mencari sambilan. Jika tidak, yang jiwanya terpanggil untuk mengajar, yang memiliki kesukaan tingkat tinggi terhadap dunia pengajaran akan mati pelanpelan. Bukankah mati karena mengajar dan tak dibayar akan membuka pintu surga? Hardiknas setelah Hari Buruh Internasional jangan lagi dipadati sekadar demo peningkatan gaji. Anak-anak berprestasi harus unjuk gigi dan dihadiri sang menteri. Agar pemimpin negeri ini tahu sejauh mana pendidikan di Indonesia sudah berubah. Berapa banyak karya yang telah dihasilkan, apakah pameran buku internasional sudah membuat anak-anak mencintai buku dan kegiatan membaca? Berapa banyak penulis muda yang produktif berkarya di negeri ini untuk mendukung gerakan literasi? Berbenahlah. Agar kita dapat tahu bahwa zaman ini akan muncul Mohammad Hatta yang tak bisa dipisahkan dari buku, Pramoedya Ananta Toer yang merasa tidak dipenjara asal bersama buku, jangan seperti anggota dewan yang menjadikan buku sebagai penutup muka di kala sidang atau rapat.

Pendekatan teknokratik pada konteks One Island Management di Bali, ke depan seharusnya dimanajemeni dengan visi, misi dan terutama kesatuan pola pikir (mindset) yang sama, antara kepala daerah provinsi dengan kepala daerah kabupaten/kota, apa pun partai politik pengusungnya pada saat pilkada. Kesenjangan hasil-hasil pembangunan yang terjadi selama ini, apakah secara geografis antara utara dengan selatan, atau secara sosial antara yang kaya dangan yang miskin, sebetulnya tidak ada urusannya dengan apakah partai pengusung kepala daerahnya satu jalur atau tidak. Pernyataan di atas secara empirik telah terbukti pada kepemimpinan Bali 10 tahun terakhir. Di mana pada periode lima tahun pertama, antara pemimpin provinsi dengan mayoritas pemimpin kabupaten/ kota ada pada satu jalur atau jalur yang sama. Sedangkan pada periode berikutnya ada pada jalur yang berbeda, toh kesenjangan pembangunan Bali berdasarkan data statistik belum nampak dapat teratasi secara lebih berarti. Oleh karena itu, kiranya untuk menyukseskan tujuan Pilkada Bali 2018, kita semua, tidak terkecuali para elite politik, hendaknya menjadikan pendekatan teknokratik sebagai landasan utama untuk mengusung dan memilih pemimpin Bali ke depan. Pendekatan politik memang sangat diperlukan, namun sebagai pelengkap. Dengan begitu, kita berharap pilkada tahun ini dapat menghasilkan ‘’manager’’ terbaik bagi Bali dengan prinsip One Island Management yang memang sudah lama kita idam-idamkan bersama. Penulis, anggota DPR-RI dan Alumni Magister Administrasi Publik Universitas Padjadjaran Bandung

POJOK Sejumlah politisi sebut Indonesia sedang ‘’lampu merah’’. - Pasti lawan politik penguasa. *** DLHK Badung membuat terobosan penataan kantor yang nyaman. - Di luar tetap pengap. *** Bangunan megah di Pasar Senganan belum dimanfaakan optimal. - Jangan sampai sekadar proyek.

Penulis, Pemerhati Dunia Pendidikan

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Senin Paing, 7 Mei 2018

Awasi Penjualan Elpiji 3 Kg

Truk Pengangkut Ditempeli Stiker Tabanan (Bali Post) Tahun ini kuota tabung elpiji 3 kg di Tabanan meningkat dua persen. Agar kuota ini tidak keluar dari wilayah Tabanan atau dijual ke daerah lain, pihak Pertamina mengharuskan seluruh agen menempelkan stiker identitas pada truk pengangkut dari pangkalannya. Truk pengangkut yang tidak ditempeli stiker akan diberikan sanksi. Kepala Pelaksana Tim Pengendali Inflasi Daerah STIKER - Untuk mengawasi penjualan elpiji 3 kg, Pertamina menerapkan peraturan baru. Truk pengangkut harus ditempeli stiker yang berisi identitas nama agen dan nomor barcode.

nama agen resmi penyalur tabung 3 kg. Jika pada truk tidak terpasang stiker, hal ini dianggap tidak resmi dan agen yang melakukan keteledoran akan mendapatkan sanksi dari Pertamina berupa sanksi administrasi. Adanya stiker ini, menurutnya, sebagai upaya agar distribusi elpiji 3 kg tidak keluar ke daerah lain. Sebab, masing-masing daerah memiliki kuota dan sudah diperhitungkan sesuai kebutuhan masyarakatnya. Jika ada kuota yang keluar tentu kebutuhan elpiji 3 kg di suatu daerah akan menjadi terganggu dan menimbulkan kelangkaan. Karenanya, dengan adanya stiker masyarakat bisa tahu dari mana elpiji 3 kilogram tersebut berasal, sehingga bisa dilaporkan jika menjualnya di luar

daerah. ‘’Misalkan tertulis agen yang beralamatkan di Tabanan, tetapi truknya menurunkan elpiji 3 kg di Singaraja. Ini bisa dilaporkan dan mendapatkan sanksi,’’ jelas Ekayana. Dikatakannya, menjelang Galungan dan Kuningan tidak ada kelangkaan stok elpiji 3 kg. Meski diakuinya harga di tingkat pengecer masih di atas HET atau berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 20.000. ‘’Harga di pengecer memang belum bisa sesuai harga HET, karena pedagang memperhitungkan biaya transportasi dan lainnya. Tetapi, jika masyarakat ingin membeli elpiji 3 kg sesuai harga HET, bisa langsung membeli ke pangkalan atau agen atau SPBU yang juga menjual tabung gas,’’ ujarnya. (kmb24)

Belum Dimanfaatkan Secara Optimal

SOSOK Tingkatkan Minat Baca PENGGUNAAN gadget ternyata berpengaruh terhadap minat baca. Data Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tabanan menyebutkan, minat baca siswa di tingkat SD, SMP, dan SMA bahkan masyarakat umum di Tabanan saat ini cenderung mengalami penurunan. ‘’Di era ini tantangan memang berat untuk meningkatkan minat baca,’’ ucap Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Tabanan I Wayan Kotio, Minggu (6/5) kemarin. Mantan Kepala Dinas Peternakan ini pun kemudian mencari terobosan meningkatkan minat baca dengan tetap mengikuti perkembangan zaman, yakni perpustakaan digital. Minimal mereka yang suka memainkan HP bisa juga membaca koleksi buku yang disiapkan. Selain itu layanan perpustakaan manual juga terus dimaksimalkan dengan menyiapkan petugas selama tujuh hari, dilengkapi wifi agar menarik minat baca anak-anak, serta layanan perpustakaan keliling setiap hari Minggu di Lapangan Alit Saputra. Selain juga program silang layanan, di mana perpustakaan daerah meminjamkan buku sebanyak 100 judul buku ke sekolah selama tiga bulan. Setelah tiga bulan, buku tersebut akan diambil kembali dan dipinjamkan ke sekolah lainnya, begitu seterusnya. ‘’Meski sudah terus melakukan pendekatan agar mereka tertarik membaca, jumlahnya memang tidak begitu banyak. Rata-rata tiap hari 50 pengunjung,’’ terangnya. Menurutnya, minat baca pelajar perlahan bisa terus diupayakan meningkat jika dikemas menarik sesuai dengan perkembangan zaman. (bit)

Dewan Soroti Pasar Senganan Tabanan (Bali Post) -

Keberadaan Pasar Senganan di Kecamatan Penebel mendapat sorotan anggota DPRD Tabanan. Kalangan legislatif menilai, meski dibangun megah, toko-toko di pasar ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh para pedagang. Anggota DPRD Tabanan I Gusti Ngurah Sanjaya, Minggu (6/5) kemarin, mengatakan toko-toko di Pasar Senganan banyak yang tertutup rapat. Bahkan kondisi ini sudah terjadi sejak tahun lalu. Kondisi yang demikian dinilai mubazir. Padahal, jika toko tersebut dimanfaatkan untuk pedagang, akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya. ‘’Terkesan mubazir, karena sampai saat ini toko-toko itu tertutup rapat dan tidak dimanfaatkan para pedagang,’’ ucap Ngurah Sanjaya. Dewan asal Banjar Bugbugan, Senganan ini berharap agar pihak terkait memperjelas persoalan tersebut. Diharapkan agar toko-toko tersebut dapat segera dimasuki pedagang yang memang berhak menempatinya. ‘’Untuk apa pasar direvitalisasi jika tidak dimanfaatkan pedagang, apalagi tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang berujung pada peningkatan pendapatan daerah,’’ ujarnya. Terkait kondisi tersebut, Ngurah Sanjaya mengaku akan menelusuri mengapa para pedagang belum sepenuhnya memanfaatkan toko-toko tersebut. Termasuk soal status pasar tersebut, yang sampai

’’Untuk apa pasar direvitalisasi jika tidak dimanfaatkan pedagang, apalagi tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang berujung pada peningkatan pendapatan daerah.’’ I Gusti Ngurah Sanjaya Anggota DPRD Tabanan kini belum ada serah terima. ‘’Kalau bisa dimanfaatkan dulu dari pada mubazir. Kalau pedagang mau masuk berikan saja,’’ pungkasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan I Gusti Nyoman Arya Wardana dikonfirmasi terpisah menjelaskan, revitalisasi atau perbaikan Pasar Senganan Kecamatan

Harga Babi di Tingkat Peternak Naik Tabanan (Bali Post) Tak hanya ayam pedaging mengalami kenaikan harga di tingkat peternak. Harga jual babi juga mengalami peningkatan. Saat ini harga jual babi hidup di peternak rakyat mencapai Rp 29.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 24.000 per kilogram. Kenaikan harga jual babi tidak hanya terjadi di peternak rakyat, tetapi juga di tingkat peternak intensif, dari Rp 28.000 per kilogram menjadi Rp 32.000 perkilogram. Salah seorang peternak babi Tabanan yang juga Wakil Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi (Gubi) Bali, Nyoman Ariadi, beberapa waktu lalu mengatakan kenaikan harga jual babi di tingkat peternak membawa angin segar bagi peternak. Sebab, selama ini peternak dibebani

(TPID) Tabanan I Gusti Putu Ekayana, Minggu (6/5) kemarin mengatakan, mulai 2018 ini kuota elpiji 3 kg di Tabanan naik dua persen atau menjadi 18.426 tabung. Harga elpiji yang dibeli agen ke Pertamina mengalami kenaikan Rp 250, yaitu dari Rp 13.300 menjadi 13.550. Kenaikan harga pembelian di tingkat agen itu, menurut Ekayana, tidak memengaruhi harga jual di agen, yaitu tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 14.500. Dalam pengawasan distribusi elpiji 3 kg, lanjut Ekayana, ada penempelan stiker pada truk pengakut. Setiap agen memiliki pangkalan masing-masing. Setiap pangkalan ini memiliki truk pengangkut. Pada truk pengangkut inilah harus ditempeli stiker yang tertera

oleh harga pakan yang terus naik diiringi melemahnya harga rupiah. Sehingga biaya produksi yang dikeluarkan peternak nyaris tidak memberikan keuntungan, karena mahalnya harga pakan. Menurut Ariadi, dalam satu minggu terakhir kenaikan harga pakan babi mencapai Rp 7.500 hingga Rp 10.000. ‘’Satu zak kenaikan harganya bisa Rp 7.500 hingga Rp 10.000,’’ ujar Ariadi. Lanjutnya, peternak babi di Tabanan sudah lama dalam kondisi terpuruk dengan anjloknya harga babi, karena isu meningitis beberapa waktu lalu, ditambah lagi dengan kenaikan harga pakan. Sehingga dengan kenaikan harga jual babi di tingkat peternak saat ini memberikan kegembiraan tersendiri. Apalagi prediksi kenaikan harga akan terus

terjadi mendekati Hari Raya Galungan dan Kuningan nanti. Berapa besaran keuntungan yang dinikmati saat ini, lanjut Ariadi memang tidak sama antara peternak intensif dengan peternak kerakyatan. Sebab, peternak babi di level peternak rakyat dominan mengadopsi pakan asalan (sisa limbah rumah tangga) sehingga biaya produksi yang dikeluarkan kecil. Ketika dibeli oleh tukang jagal, harga produksi babi di peternak kerakyatan ini juga akan lebih murah dibandingkan hasil ternak produksi peternak intensif yang dominan menggunakan pakan pabrikan. Sebab, kualitas produksi babi yang dihasilkan berbeda. ‘’Meski demikian, adanya lonjakan harga keduanya sama-sama menikmati keuntungan,’’ ujarnya. Penyebab melonjaknya har-

ga jual babi ini selain dipicu oleh naiknya biaya produksi, juga karena penurunan pasokan produksi di kalangan peternak. Sebab, sejumlah peternak babi telah beralih ke sektor usaha lainnya akibat harga jual babi yang dinilai tidak menguntungkan peternak pada waktu sebelumnya. Imbuh Ariadi, penurunan produksi ini tidak saja terjadi di Bali, namun hal sama juga berlaku di luar Bali saat ini. Sementara berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tabanan, harga jual daging babi di tingkat pasar selama satu minggu terakhir justru cenderung masih stabil. Untuk daging babi kualitas I harganya masih di Rp 60.000 per kilogram dan daging babi kualitas II harganya Rp 55.000 per kilogram. (kmb24)

Penebel merupakan bantuan dari Kementerian Koperasi tahun 2017. Proyek revitalisasi tersebut juga sebelumnya ada di Dinas Koperasi, bukan di Disperindag. ‘’Itu proyek dari Kementerian Koperasi dan sampai kini belum ada serah terima,’’ jelasnya. Diakui, ketika mulai menjabat Kadisperindag, pihaknya bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMM Tabanan sudah dipanggil Asisten II membahas masalah tersebut. Dikatakan mantan Kadis Perizinan ini, agar pihaknya segera memanfaatkan toko-toko tersebut dan segera diberikan kepada para pedagang yang berhak. ‘’Kalau menunggu serah terima, tidak jelas waktunya, kami diminta untuk segera memanfaatkan agar tidak mubazir,’’ ungkapnya. Kini sebagian toko tersebut sudah mulai ditempati para pedagang. Namun pemanfaatannya baru sedikit dan hanya pagi hari mengikuti pasaran. ‘’Pasarnya buka pagi saja. Jadi tokonya buka pagi hari saja,’’ jelasnya. Pihaknya berjanji akan turun ke lapangan untuk mengecek hal tersebut, sekaligus berkoordinasi dengan kepala pasar untuk pemanfaatan toko yang ada. (kmb28)

Bali Post/bit

PASAR - Pasar Senganan terkesan belum optimal dimanfaatkan oleh pedagang.


KARANGASEM

8

Senin Paing, 7 Mei 2018

Pelepasan Siswa SMAN 2 Amlapura

Temanya ’’Unity In Diversity’’, Semarak dan Penuh Kreativitas

PELEPASAN siswa Kelas XII di SMAN 2 Amlapura berlangsung semarak, Sabtu (5/5) lalu. Momen perpisahan ini dikemas menarik oleh pihak sekolah dengan hiburan penuh kreativitas. Tujuannya agar mampu memberikan kenangan terakhir yang indah. Tema yang diangkat adalah ‘’Unity In Diversity’’ -- Bersatu Dalam Perbedaan. Wantilan sekolah, tempat acara pelepasan itu dipusatkan, didekorasi sangat apik. Desain panggung pun dibuat khusus oleh anak-anak SMAN 2 Amlapura, sesuai tema pelepasan siswa tahun ini. Meski biaya terbatas, karya desain panggungnya sangat berkelas. Kepala SMAN 2 Amlapura Drs. I Nengah Miyasa, M.Pd. mengaku kaget. Soalnya dengan persiapan terbatas, acara pelepasan ini mampu dikemas dengan matang. Dalam sambutannya, Miyasa mengaku sangat bangga dengan lulusan tahun ini. Sebab, siswa kelas XII ini telah mampu mempersembahkan berbagai prestasi terbaik bagi sekolah. Mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. ‘’Widyaloka 32 telah mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional. Seperti Ni Putu Sri Indrani Remitha berhasil meraih juara I siswa berbudi pekerti tingkat nasional. Prestasi itu sangat membanggakan sekolah,’’ kata Miyasa. Di tengah upaya pemerintah meningkatkan karakter bangsa, frase ‘’budi pekerti’’ itu harus dimaknai lebih dalam. Dia berharap ini menjadi bekal bagi Widyaloka 32 setelah meninggalkan SMAN 2 Amlapura. Demikian juga berbagai prestasi lain pada lomba lainnya, yang tidak bisa disebutkan satu-satu. Apa yang telah dicapai Widyaloka

32, semoga bisa mengilhami adik-adik kelas lainnya, agar menjadi siswa yang mampu membanggakan sekolah. Miyasa juga menyinggung soal pelaksanaan UNBK SMA/ SMK. SMAN 2 Amlapura patut berbangga, karena mampu masuk jajaran sepuluh besar nilai rata-rata tertinggi UNBK. Bahkan, program IPA, SMAN 2 Amlapura masuk tiga besar. Nilai rata-ratanya tertinggi. Tahun ini pelepasan yang dilakukan setelah pengumuman kelulusan, juga menjadi paradigma baru dari tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu ada yang konvoi di jalan saat lulus. Namun, kali ini Widyaloka 32 memperingatinya secara berbeda dengan sekolah lainnya yakni memungut sampah di jalan. Sebagai kiblat sekolah unggulan di Karangasem, Miyasa terus menyerukan agar tidak ada aksi konvoi atau pun corat-coret. Lebih baik keceriaan merayakan kelulusan diluapkan dengan melakukan aksi kreativitas dan peduli lingkungan. Ketua Komite SMAN 2 Amlapura Ketut Latri, S.Pd., M.Pd. mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah. Karena telah mampu memberikan bekal ilmu pengetahuan yang sangat berguna bagi siswa setelah lulus nanti. Latri berharap semoga apa yang sudah diberikan oleh sekolah ini, menjadi langkah awal untuk tujuan berikutnya. ‘’Selamat jalan, selamat berjuang. Dengan berbekal jujur dan berprestasi semua cita-cita akan tercapai,’’ katanya. Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Karangasem Drs. I Made Puri Suastika, M.Pd. juga mengapresiasi capaian SMAN 2 Amlapura. Sebagai sekolah unggulan, SMAN 2 Amlapura mampu menunjukkan kualitasnya ber-

saing hingga level nasional. Ke depan, dia berharap ini terus ditingkatkan, guna meningkatkan kualitas pendidikan di Karangasem. Ada sebanyak 283 siswa kelas XII yang dilepas tahun ini. Terdiri dari 6 kelas IPA, 1 kelas Bahasa dan 1 kelas IPS. Perwakilan kelas XII Komang Darma Kurniawan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak sekolah. Selama tiga tahun belajar di SMAN 2 Amlapura, begitu banyak hal yang telah didapat siswa, sehingga mampu menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Kendati sudah tamat mereka berjanji menjaga nama baik almamater. Bahkan siap bersaing di jenjang-jenjang berikutnya. Sementara itu, perwakilan adik kelas I Putu Arya Satwika menyampaikan selamat jalan kepada kakak kelas XII. ‘’Semoga apa yang sudah diperoleh di sekolah, menjadi bekal meraih cita-cita lebih baik nanti,’’ kata Ketua OSIS SMAN 2 Amlapura periode 2018 ini. Pelepasan siswa SMAN 2 Amlapura ini dikemas dengan sarat hiburan. Melalui sendratari ini, SMAN 2 Amlapura ingin terus menumbuhkan kreativitas siswa. Sendratari mengambil ide cerita ‘’Godogan Sang Pangeran Kodok’’, di mana Men Bekung yang mengangkat anak seekor kodok. Kodok ini berkat kawisesaannya mampu mempersunting putri raja. Acara pelepasan siswa itu semakin semarak, kala penari joged memasuki panggung. Tawa seluruh siswa SMAN 2 Amlapura pecah saat penari joged ini menunjukkan kebolehannya menari. Ternyata, penari joged itu adalah seorang siswa laki-laki kelas X yang memiliki kelebihan lain sebagai penari. (ad363)

PELEPASAN SISWA - Kepala SMAN 2 Amlapura saat memberikan selamat kepada para lulusannya dalam acara pelepasan siswa kelas XII di Wantilan SMAN 2 Amlapura.

Tekan Lakalantas ’’Safety Riding’’ Disosialisasikan kalangan usia sekolah. ‘’Berkendara aman demi keselamatan menekan angka lakalantas. Dalam hal ini kita tekankan penggunaan helm berstandar, jangan melawan arus, jangan berkendara sambil main ponsel, apalagi dalam kondisi mabuk,’’ kata Kasat Lantas Polres Karangasem AKP Fudin Ismail. Untuk program sosialisasi tersebut, Sat Lantas memasang sejumlah baliho yang berisi seruan berkendara aman. Hal yang tak kalah pentingnya dikam-

panyekan juga berkendara tidak melebihi batas kecepatan. Anak muda yang hobi ngebut dipersilakan menyalurkan hobinya melalui ajang resmi seperti drag bike, yang diikuti peserta dari Bali, Jawa dan Nusa Tenggara Barat tersebut. ‘’IMI Bali mungkin acuannya prestasi. Kita mendukung acara seperti ini untuk memberi ruang bagi anak-anak muda menyalurkan bakatnya. Jangan melakukan balap liar karena selain bahaya juga melanggar undang-undang lalu

lintas,’’ jelas Fudin Ismail. Drag bike di Jalur 11 Padangkerta merupakan seri ketiga kejuaraan lokal Bali, mempertandingkan 20 kelas. Kejuaraan diikuti 55 peserta, 14 di antaranya asal Bali. Ketua IMI Bali I Nyoman Seniweca mengakui kejuaraan ini untuk menjaring pembalap mewakili Bali di tingkat nasional. Selain untuk prestasi, kejuaraan juga mendukung program kepolisian terutama dalam mewujudkan tertib dan aman berlalu lintas. (kmb)

Amlapura (Bali Post) Pemkab Karangasem memberi kelonggaran kepada para pengusaha galian C yang menunggak pajak. Alasannya, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sangat maklum dengan situasi selama erupsi dan pasca-erupsi terhadap berbagai kendala yang dihadapi para pengusaha di bumi lahar itu.

mengantongi izin. Sedangkan tunggakan sebelum 2016 atau ketika usaha nonberizin masih dipunguti pajak, Mindra mengaku masih perlu koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, sejauh ini BPK belum memberikan solusi apakah tunggakan itu diputihkan atau bisa ditagih. ‘’Kita koordinasi dengan BPK dulu. Ini penting agar nantinya kebijakan pemkab itu tidak menjadi temuan,’’ pungkas Mindra. (kmb)

Amlapura (Bali Post) By-pass Jalur 11 Padangkerta, Karangasem dijubeli anak-anak muda yang datang menyaksikan kejuaraan drag bike yang digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali, Minggu (6/5) kemarin. Setali tiga uang Sat. Lantas Polres Karangasem memanfaatkan kejuaraan tingkat regional itu untuk menyosialisasikan program safety riding (berkendara aman). Melalui ajang itu, korps baju cokelat Bumi Tanah Aron berharap bisa menekan angka lakalantas yang selama ini didominasi

Nunggak Pajak, Pengusaha Galian C Dibolehkan Mencicil

‘’Jangan saklek. Kita berikan kemudahan dengan cara mencicil,’’ ungkap Kepala BPKAD Karangasem I Nengah Mindra, beberapa hari lalu. Mindra enggan merinci jumlah tunggakan pajak di sektor pertambangan mineral bukan logam tersebut. Mantan Kabag Ekonomi itu hanya mengatakan total tunggakan jumlahnya miliaran. ‘’Kami harus pelan-pelan,’’ ucapnya. Pemkab Karangasem, kata Nengah Mindra, memberikan keringanan mencicil tunggakan pajak itu setelah melihat kondisi riil di lapangan. Be-

berapa pengusaha galian C nunggak pajak, karena mereka terkena dampak erupsi Gunung Agung akhir 2017 lalu. Banyak juga tunggakan terjadi karena pengusaha itu belum menerima pembayaran dari pelanggannya sehingga berimbas terhadap pajak. Untuk menarik piutang dari para pengusaha, Mindra mengatakan pihaknya terus melakukan pendekatan. Diharapkan pengusaha itu mau kooperatif dengan kelonggaran yang diberikan. BPKAD sendiri menyadari dan maklum dengan pengusaha

yang punya beban karyawan yang cukup tinggi. Petugas telah melayangkan surat penegasan wajib pajak di sektor galian C itu untuk memenuhi kewajibannya. Seandainya dalam jangka waktu satu tahun, wajib pajak itu tidak memenuhi kewajibannya, baru wajib pajak itu dikenai sanksi administrasi. ‘’Bagaimanapun juga pengusaha itu mitra kita. Membayar tunggakan nyicil dibenarkan dalam undangundang,’’ katanya. Keputusan memberi kelonggaran itu hanya ditujukan kepada pengusaha yang sudah

Cegah Kegaduhan, Disdikpora Matangkan Sistem PPDB KELULUSAN siswa jenjang SMA/SMK telah diumumkan. Selanjutnya, Disdikpora Provinsi Bali kembali menyiapkan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), agar pelaksanaannya tak gaduh seperti pelaksanaan tahun lalu. Ada beberapa perubahan mekanisme sedang dimatangkan, sebelum aturan baku PPDB tahun ini disosialisasikan. Strategi apa saja dipersiapkan agar PPDB itu berjalan lancar? Kepala UPT Disdikpora Provinsi Bali Drs. I Made Puri Suastika, M.Pd. saat ditemui di sela-sela kegiatan pelepasan siswa SMAN 2 Amlapura, belum lama ini menegaskan, konsep PPDB untuk jenjang SMA/SMK sedang digodok di provinsi. Belajar dari pengalaman tahun lalu, ada beberapa aspek yang perlu dievaluasi. Beberapa poin penting sedang dibahas antara lain sistem zonasi, penambahan kuota siswa miskin, siswa berprestasi, hingga kuota yang diperbolehkan mendaftar dari zonasi lain. Puri Suastika menjelaskan, salah satu sumber kegaduhan PPDB tahun lalu, adalah diterapkan sistem zonasi. Saat itu sistem zonasi diatur berdasarkan alamat yang tertera di KTP. Bukan alamat tempat tinggal siswa itu sendiri. Kemudian untuk kuota siswa miskin, perlu dilakukan survei ke rumah siswa yang bersangkutan. Selain itu, yang menjadi perhatian serius pemerintah, bagaimana menciptakan pemerataan kualitas pen-

didikan, dengan menghapus kesan sekolah unggulan. ‘’Sistem PPDB sudah dibahas lebih awal, sehingga ketika sudah disepakati bisa disosialisasikan lebih awal,’’ katanya. Harapan Gubernur Bali, bagaimana siswa miskin ini bisa tertampung di sekolah negeri. Siswi miskin diharapkan dapat pendidikan yang layak untuk memperbaiki kualitas hidup keluarganya kelak. Lalu ada pemikiran menambah kuota siswa miskin, dan juga mematangkan sistem zonasi. ‘’Belajar dari pengalaman PPDB tahun lalu. Tidak sedikit ada orang miskin tetapi sombong. Contohnya dari jauh justru sekolah di kota. Kalau mereka sadar dengan kemiskinannya kan cukup bersekolah di sekolah terdekat di lingkungannya

saja. Biaya untuk hidupnya tentu jauh lebih kecil,’’ tegasnya. Selain itu, yang purapura miskin juga tak kalah banyak. Sebab, setelah dicek ke rumahnya, ternyata tidak sesuai dengan fakta yang dilaporkan. Inilah pentingnya pihak sekolah melakukan pengecekan ulang ke rumah siswa. Langkah itu untuk dapat memastikan kondisi sebenarnya. Sistem zonasi nantinya juga akan merangsang sekolah di setiap wilayah bersaing secara sehat dalam meraih prestasi. Karena terjadi pemerataan kemampuan siswa di setiap sekolah. ‘’Kalau ada siswa dari luar zonasi mau bersekolah di sekolah yang dia inginkan. Jatahnya hanya 5 persen dari seluruh siswa yang diterima. Jadi, mereka

siap-siap bersaing di kuota itu saja,’’ tegasnya. Bagaimana nasib sekolah swasta? Puri Suastika mengatakan setiap sekolah negeri nantinya hanya diperkenankan menerima siswa sepertiga dari total ruang kelasnya, sehingga semua sekolah negeri diharapkan siswanya agar masuk pagi. Tidak ada kelas sore. Jadi, dari seluruh kuota yang ada, seandainya siswa tidak diterima di sekolah negeri, dipersilakan memilih sekolah swasta. Kepala Disdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika sebelumnya juga mengatakan penerimaan siswa baru untuk SD dan SMP itu akan menggunakan sistem zonasi. Sistem ini, katanya, untuk membangun pemerataan pendidikan di setiap

wilayah. Sehingga perlahan menghapus adanya sekolah favorit dan nonfavorit. Dikatakan sesuai regulasi pusat, penerimaan siswa baru akan menggunakan sistem zonasi. Pakem itu sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Namun, untuk mematangkan sistem zonasi yang akan diterapkan nanti, pihaknya mengaku masih membicarakannya dengan bidang terkait sebelum akan disosialisasikan ke setiap sekolah. Sesuai instruksi pusat, dia menyatakan agar sistem zonasi yang diterapkan nanti mampu membangun pemerataan pendidikan di semua wilayah. Sekolah favorit dan nonfavorit selama ini, ada kesan siswa itu dikotak-kotakkan. Siswa yang pintar bersama yang pintar

saja. Sebaliknya yang berkemampuan rendah dengan yang rendah. Ini disebutkan tidak baik, terkait perkembangan pendidikan anakanak ke depannya. (gik)

Drs. I Made Puri Suastika, M.Pd.

Bali Post/gik


GIANYAR

Senin Paing, 7 Mei 2018

Garasi Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

Gianyar (Bali Post) Garasi di Pelangi Estate, Desa Singakerta, Ubud, Minggu (6/5) kemarin terbakar. Insiden ini diduga terjadi akibat kelalaian seorang warga saat membakar sampah tidak jauh dari lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Pemilik bangunan yang merupakan seorang warga negara asing (WNA), Tyaler Carlolyn, mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Informasi dihimpun, sekitar pukul 07.00 Wita seorang warga setempat membakar sampah di bawah pohon bambu di dekat bangunan yang bersebelahan dengan garasi Pelangi Estate. Saat itu, api tidak hanya membakar sampah tetapi juga bambu. Api membesar hingga ke bagian atas pohon itu. ‘’Awalnya saya dengan suara letupan yang disertai dengan kepulan asap sekitar pukul 08.45 Wita,’’ ucap Gusti Ngurah Surya, warga setempat. Si jago merah dengan cepat merembet ke bangunan garasi Pelangi Estate. Bagian atap garasi ludes terbakar. ‘’Saya cek bangunan atas garasi sudah terbakar. Langsung saya berteriak minta tolong memberitahukan kejadian ini ke warga yang lain,’’ ujarnya. Sejumlah warga lantas berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, api tetap membesar dan membakar atap garasi. Berselang 20 menit, dua unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi tersebut. Api pun akhirnya bisa ditaklukkan oleh petugas. ‘’Menerima laporan ini, petugas langsung dikerahkan ke lokasi kejadian,’’ ucap Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gede Agusnawa. Menurutnya, tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Namun akibat atap garasi, mesin genset, dipan rotan dan sejumlah barang lainnya ludes terbakar, pemilik Pelangi Estate mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta. (kmb35)

Upaya menanamkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan terus dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar. Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra menyampaikan, salah satu program yang tengah dilaksanakannya berupa mengedukasi masyarakat dengan menggalakkan gotong royong menjaga kebersihan lingkungan di tingkat desa. Seperti yang dilangsungkan Minggu (6/5) kemarin, DLH Gianyar mengajak warga Desa Blahbatuh untuk menangani sampah. DLH menurunkan puluhan anggota Satgas Kebersihan dan armada pengangkut sampah. Kujus Pawitra mengatakan, pihaknya selain mengedukasi masyarakat agar lebih mencintai kebersihan, pihaknya juga ingin kegiatan ini bisa menggelorakan semangat gotong royong yang kini kian pudar. ‘’Secara rutin kami akan mengajak masyarakat untuk gotong-royong membersihkan lingkungannya. Hanya saja lokasinya akan digilir,’’ ujarnya. Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah kepala desa untuk program tersebut. Ditegaskannya, perlu kesadaran bersama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih sehingga peran warga desa sangatlah penting. ‘’Kalau dilihat ada lingkungan kurang bersih, kami akan langsung koordinasi dengan kepala desa setempat untuk menurunkan warganya ikut gotong royong,’’ kata Kujus Pawitra. Terkait pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, Pemkab Gianyar telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2013 yang mengatur hal tersebut. Dalam perda itu, setiap orang dilarang membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan, membuang sampah sisa upacara ke media lingkungan, melakukan penanganan sampah secara terbuka serta memasukkan sampah ke wilayah kabupaten.

9 Desa Harus Mampu Kelola Sampah

Bali Post/ist

GOTONG ROYONG - Gotong royong warga Desa Blahbatuh dan DLH Gianyar, Minggu (6/5) kemarin. Pelanggaran terhadap peraturan tersebut diancam pidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta. Sementara itu, Kepala Desa Blahbatuh I Gusti Ngurah Kapidada mengatakan, pihaknya juga sudah secara rutin mensosialisasi-

kan kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah di wilayah Desa Blahbatuh. ‘’Ke depan, kami juga berencana akan membangun bank sampah yang nantinya dapat menampung sampah-sampah non organik warga,’’ ungkapnya. Dikatakannya, botol-botol ke-

masan yang sudah terpakai dapat ditabung di bank sampah, sehingga selain dapat mengurangi volume, sampah juga memiliki nilai ekonomis bagi warga. ‘’Untuk sanksi bagi yang buang sampah sembarangan, baru sebatas sanksi administrasi saja,’’ imbuhnya. (kmb35)

Perhitungkan Kondisi Cuaca

Nelayan Diimbau Manfaatkan Teknologi Gianyar (Bali Post) -

Di tengah kondisi cuaca yang tak menentu, nelayan di Kabupaten Gianyar masih menggunakan metode tradisional dalam memperkirakan cuaca ketika melaut. Kondisi ini sangat disayangkan sebab saat ini sudah ada teknologi yang bisa dimanfaatkan nelayan untuk memperhitungkan cuaca. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Dewi Hariani, Minggu (6/5) kemarin.

Bali Post/nik

PEMADAM KEBAKARAN - Petugas pemadam kebakaran saat melakukan pemadaman api yang membakar garasi Pelangi Estate.

Menurut dia, nyawa menjadi taruhan setiap nelayan melaut. Apalagi di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Maka dari itu, kecermatan dalam memperhitungkan kondisi cuaca sangat diperlukan. Dewi Hariani mengungkapkan, saat ini mayoritas nelayan masih membaca cuaca melalui kondisi alam. Padahal cara manual semacam itu tidak lagi bisa diandalkan karena cuaca cepat berubah. ‘’Kondisi cuaca yang sering kali tak menentu, menuntut nelayan lebih jeli membaca

situasi,’’ ucapnya. Dia menegaskan, nelayan perlu diajarkan cara membaca prakiraan cuaca yang diterbitkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), baik itu melalui situs resminya atau data yang dikirimkan melalui instansi terkait. Terkait hal ini, pihaknya pun sudah mengajak 30 nelayan mengunjungi Stasiun Klimatologi Kelas II Jembrana Bali dan ke Balai Riset dan Observasi Laut di Jembrana beberapa lalu. Diharapkan para nelayan Gianyar bisa memanfaatkan

teknologi yang sudah ada. ‘’Di sana nelayan kita belajar bagaimana cara membaca kondisi cuaca melalui aplikasi teknologi yang nantinya bisa dijadikan pedoman bagi nelayan sebelum melaut. Bagaimana kondisi cuaca hari ini, arus laut, tinggi gelombang, bahkan lokasi-lokasi keberadaan ikan di laut juga bisa diketahui,’’ katanya. Cuaca di tengah laut bisa dibaca melalui peta yang dapat dilihat di situs website BMKG. Melalui upaya ini diharapkan para nelayan

Bali Post/ist

NELAYAN - Nelayan asal Gianyar saat mengikuti pelatihan mendeteksi cuaca melalui aplikasi. dapat lebih mudah menangkap ikan. ‘’Jadi nanti sudah langsung bisa menangkap ikan di laut karena lokasilokasi padat ikan sudah diketahui sebelumnya,’’ ujarnya. Dewi Hariani berharap,

dengan diketahuinya cuaca melalui aplikasi, kecelakaan nelayan saat melaut dapat diminimalisir. Pemanfaatan teknologi pun diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan. (kmb35)


JEMBRANA

10

Senin Paing, 7 Mei 2018

Tahun Ini, Desa Mulai Rombak Anggaran APBDes

Negara (Bali Post) –

Pascaturunnya Instruksi Bupati Jembrana terkait program Padat Karya Tunai (PKT), seluruh desa di Jembrana mulai mengubah rancangan belanja (APBDes) mereka. Pasalnya, sesuai instruksi bupati, dana desa yang dikucurkan dari pusat itu minimal 30 persen dianggarkan untuk upah masyarakat yang berkaitan dengan kegiatan desa (pembangunan desa). Sementara hampir seluruh desa belum menganggarkan hal itu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Minggu (6/5) kemarin, mulai awal Mei ini sejumlah desa mulai melakukan rapat guna merombak anggaran APBDes tahun ini. Instruksi bupati ini menyikapi keputusan bersama empat menteri yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional tentang Penyelarasan dan Penguatan Kebijakan Percepatan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. “Semuanya belum memenuhi

(30 persen), sehingga kami arahkan sesuai dengan instruksi bupati agar menyesuaikan berdasarkan tahapan,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya. Menurutnya, program PKT ini wajib dilakukan untuk menciptakan lapangan kerja. Recofusing penggunaan Dana Desa diharapkan dilakukan pada tiga sampai dengan lima jenis kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas desa. Dinas PMD juga memastikan agar kegiatan pembangunan desa dengan sistem swakelola diupayakan tidak dikerjakan pada saat musim panen. “Be-

berapa desa sudah mulai rapat pembahasan. Mulai dari perencanaan, tetap melibatkan masyarakat, BPD serta LPM,” tambah mantan Camat Jembrana ini. Pihaknya meminta agar seluruh desa untuk melaksanakan instruksi bupati ini. Ketua Forum Perbekel seJembrana I Gede Suardika mengatakan, sudah mulai melaksanakan instruksi bupati itu sesuai teknis tahapan. Diawali dengan perencanaan, sosialisasi yang melibatkan unsur-unsur pemerintahan desa. “Karena ini instruksi, ya harus dilaksanakan sesuai aturan teknis. Fokus penekanan untuk mengentaskan kemiskinan, pengangguran dan

gizi buruk melalui program PKT ini,” ucapnya. Sejak Dana Desa bergulir, desa-desa sebenarnya sudah menerapkan pembangunan infrastruktur dengan sistem swakelola melibatkan tenaga kerja lokal atau warga setempat. Dengan adanya instruksi bupati ini, menurutnya akan lebih ditekankan lagi terutama menyasar keluarga miskin, penganggur, setengah penganggur dan keluarga dengan balita gizi buruk. “Kalau di desa kami, ada beberapa kegiatan infrastruktur seperti rabat beton dan perbaikan jalan desa. Di samping juga program pemberdayaan masyarakat melalui kelompok usaha bersama misalnya,” terangnya Perbekel Desa Yehembang Kangin ini. Pihaknya juga sudah mulai merombak APBDes sesuai dengan tahapan diawali dengan perencanaan dan sosialisasi. (kmb26)

Bali Post/olo

INFRASTRUKTUR - Salah satu kegiatan infrastruktur yang dikerjakan di desa dengan sistem swakelola.

Dikeluhkan, Usaha Penggilingan Daging di Pasar Melaya Timbulkan Suara Bising

Bali Post/olo

DIAMANKAN - Ratusan ekor ayam kampung yang diselundupkan melalui Pelabuhan Gilimanuk diamankan di Polsek Kawasan Laut Gilimanuk.

Penyelundupan Ratusan Ayam Kampung Digagalkan Polisi

Negara (Bali Post) – Sejumlah pedagang di P a s a r M e l a y a y a n g t e rgabung dalam Persatuan Pedagang Pasar mengeluhkan adanya usaha penggilingan daging yang berada di sekitar pasar. Usaha penggilingan yang berada di ujung timur Pasar Melaya itu dinilai sangat mengganggu aktivitas warga, terutama pengunjung pasar lantaran menimbulkan suara bising. “Sangat berisik, getaran (mesin) juga sampai terasa ke kios lainnya. Bahkan ada yang amblas karena geta-

ran itu,” kata salah seorang pedagang di pasar tersebut, Sabtu (5/5) lalu. Karena sangat mengganggu, warga pun mempertanyakan izin usaha tersebut. Dari pantauan, bangunan yang digunakan untuk usaha penggilingan daging itu temboknya juga sudah mulai retak. Warga khawatirkan jika bangunan itu tiba-tiba roboh saat mesin dioperasikan. Jika hal itu terjadi, maka juga akan berdampak pada kios lainnya. Biasanya, usaha penggilingan pagi itu beroperasi pagi hari, ketika

aktivitas pasar sedang ramai. Nah, kondisi ini pun dikeluhkan lantaran suaranya sangat bising. Sejatinya para pedagang sudah menyampaikan keluhan ini kepada kepala pasar setempat. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana I Made Gede Budiartha melalui Kepala Bidang Perdagangan, Wayan Sujana, Minggu (6/5) kemarin mengakui adanya keluhan warga itu. Pihak pasar sudah melayangkan surat teguran hingga dua kali, bahkan sempat tutup. Masih

BANGUNAN - Bangunan di dalam Pasar Melaya yang

Modus Pelaku Gunakan Gerobak Rongsokan

Negara (Bali Post) – Berbagai cara dilakukan para pelaku guna menyelundupkan barang ilegal melalui Pelabuhan Gilimanuk. Salah satunya seperti yang dilakukan Nurhayati, warga Dusun Kerajan, Desa Ketapang, Banyuwangi ini. Wanita ini diamankan di Gilimanuk setelah berupaya menyelundupkan ratusan ekor ayam dengan modus menggunakan gerobak rongsokan, Minggu (6/5) dini hari kemarin. Kini, pelaku beserta barang buktinya pun diamankan di Polsek Kawasan Laut Gilimanuk. Pengungkapan kasus penyelundupan ini berkat kesigapan petugas di pintu keluar masuk Pelabuhan Gilimanuk. Sekitar pukul 04.30 Wita, polisi mencurigai pelaku membawa gerobak kayu. Atas kecurigaan itu, polisi yang tergabung dalam Unit Kecil Lengkap (UKL) dan dipimpin Kanit Reskrim AKP I Komang Muliyadi kemudian menghentikan pelaku dan memeriksa

barang bawaannya. Setelah diperiksa, ternyata di dalam gerobak yang biasa digunakan mengangkut rongsokan itu ditemukan ratusan ayam kampung. Setelah dihitung, jumlahnya 120 ekor. Ayam kampung yang dikirim dari Banyuwangi ini rencananya akan dipasarkan di Negara. Dikhawatirkan, ratusan ayam ini menularkan penyakit flu burung, sehingga dilakukan pengecekan lebih lanjut dengan melimpahkan kasusnya ke Kantor Karantina Pertanian Terpadu Wilayah Kerja Gilimanuk. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa membenarkan adanya penangkapan ratusan ekor unggas tersebut. Pelaku sengaja memanfaatkan gerobak kayu yang didorong untuk mengelabui petugas. Ia mengatakan Pelabuhan Gilimanuk merupakan akses penyeberangan antarpulau Jawa-Bali. Hal ini sangat potensial disalahgunakan para pelaku

dalam menjalankan bisnis ilegalnya. Sementara itu, Penanggung Jawab Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk Ida Bagus Eka Ludra, menambahkan dari 120 ekor yang disita, 24 di antaranya sudah dalam kondisi mati. “Langsung kami lakukan tindakan mengubur. Sisanya kita amankan di kandang karantina,” terangnya. Pihaknya belum bisa memastikan apakah unggas itu mengidap penyakit flu burung atau bagaimana. “Kalau pemeriksaan lab belum. Nanti kami periksa secara klinis,” ungkapnya. Menurut Eka Ludra unggas yang mati itu selain berpotensi terjangkit virus flu burung juga memiliki potensi penyakit yang lain. Pengiriman unggas hidup ke Bali dilarang menurut Pergub tentang pelarangan unggas sementara sejak dikeluarkan tahun 2005. Pelarangan ini untuk pencegahan penyakit flu burung masuk Bali. (kmb26)

Dua Truk Terlibat Kecelakaan di Tuwed Satu Sopir Patah Tulang

Negara (Bali Post) Kecelakaan terjadi di jalur Gilimanuk-Denpasar, tepatnya di kilometer 107, Tuwed, Berawantangi, Minggu (6/5) kemarin. Dua truk terlibat tabrakan dan mengakibatkan satu sopir, I Kadek Bambang Suprianta (40), asal Sangkaragung, Jembrana, mengalami patah tulang. Kini korban tengah menjalani perawatan di RSU Negara. Kecelakaan ini berawal ketika truk engkel DK 9565 E yang dikemudikan Toyi Batulilah (32) melaju dari arah timur (menuju Gilimanuk). Sedangkan truk DK 8204 J yang dikemudikan Bambang Suprianta juga melaju dari arah yang sama. Melaju secara beriringan, Toyi berada

di depan. Begitu tiba di TKP, tepatnya di pertigaan SDN 2 Tuwed, Toyi rupanya hendak berbelok ke kanan. Tiba-tiba, dari belakang ditabrak oleh Bambang Suprianta. Benturan keras pun tak terelakan. Bahkan, truk yang dikemudikan korban menyeruduk pagar rumah alas warga. “Saat itu, truk yang dikemudikan Toyi pintu baknya tak ditutup, sehingga lampu sein ketika mau berbelok tidak kelihatan. Tak pelak, korban Bambang Suprianta menabraknya dari belakang,” kata salah satu petugas kemarin. Akibat tabrakan itu, Bambang Supriantar mengalami luka patah tulang tangan dan lecet, sehingga dilarikan

Bali Post/olo

KECELAKAAN - Kondisi salah satu truk yang terlibat kecelakaan di jalur Gilimanuk-Denpasar, tepatnya di kilometer 107, Tuwed, Berawantangi, Minggu (6/5) kemarin.

ke rumah sakit. Sedangkan, bagian depan truk juga ringsek. Sementara truk DK 9565 E juga mengalami kerusakan di bagian penutup bak belakang kanan akibat ditabrak. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiatmoko mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus kecelakaan ini. Olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi telah dilakukan. (kmb26)

beroperasinya usaha penggilingan daging itu, pihaknya akan menindaklanjuti. Pihak pasar sudah menjelaskan agar usaha penggilingan untuk pentol tersebut dilakukan di luar pasar. Sedangkan untuk penjualan hasil penggilingan boleh dilakukan di dalam pasar. “Besok (hari ini-red) kita panggil ke kantor. Memang sempat tutup (tidak beroperasi). Kita berikan pemahamanan agar untuk kegiatan penggilingan sebaiknya dilakukan di luar pasar,” pungkasnya. (kmb26)

digunakan untuk penggilingan daging. Banyak warga mengeluhkan usaha itu karena dinilai mengganggu kenyamanan.

Piodalan di Pura Manik Mas Besakih dan Samuan Tiga

Pemkab ’’Ngaturang Bhakti Panganyar’’, Bupati Artha ’’Mupuk Padagingan’’ SERANGKAIAN piodalan di Pura Manik Mas Desa Pakraman Besakih, Karangasem, dan Pura Samuan Tiga, Gianyar, Pemkab Jembrana ngaturang Bhakti Panganyar pada Sabtu (5/5). Rombongan dipimpin Bupati Jembrana I Putu Artha dan didampingi Nyonya Ari Sugianti Artha serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Jembrana. Selain Bupati Artha, hadir pula Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri beserta rombongan Pemkab Karangasem. Di Pura Manik Mas Besakih, Bupati Artha bersama beberapa Kepala OPD melakukan Mupuk Padagingan. Menurut I Gusti Mangku Alit Astawa, pemangku pura setempat, upacara kali ini merupakan upacara Nyusun Daging, Resi Gana dan Caru Manca Kelud

yang diadakan setiap 10 tahun sekali. ‘’Tujuannya adalah membangkitkan kembali energi positif di pura ini. Upacara ini digelar bertepatan dengan puncak piodalan Saniscara Kliwon Wariga. Piodalan sendiri di gelar setiap enam bulan sekali,’’ ucapnya. Sementara itu, Bupati Artha mengatakan upacara ini diharapkan mampu menciptakan kerahayuan jagat Jembrana dan Bali pada umumnya. Ditambahkan pula, kegiatan ngaturang bhakti panganyar merupakan rangkaian dari kewajiban Pemkab Jembrana dalam memperkokoh spiritual umat, terlebih Pura Manik Mas ini merupakan amongan Pemkab Jembrana. Upacara Nyusun Daging, Resi Gana dan Caru Manca Kelud di Pura Manik Mas Besakih di-puput Ida Pedanda Kertayoga dari

Bali Post/ist

MUPUK PADAGINGAN – Bupati Jembrana I Putu Artha ketika melakukan Mupuk Padagingan di Pura Manik Mas Besakih saat ngaturang Bhakti Panganyar, Sabtu (5/5). Geria Buda Keling, Karangasem dan Ida Pedanda Rai Pidada dari Geria Pidada, Klungkung. Selain melakukan persemba-

hyangan di Pura Manik Mas, Pemkab Jembrana juga melakukan panganyar di Pura Samuan Tiga, Gianyar. (ad361)


BULELENG

Senin Paing, 7 Mei 2018

Pemkab Dukung Penataan Danau Buyan

Bali Post/kmb38

Singaraja (Bali Post) –

Normalisasi dan penataan Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida didukung Pemkab Buleleng. Upaya ini dinilai positif setelah pemkab menggelar Festival Danau Buyan, untuk menggugah semua pihak peduli terhadap kerusakan lingkungan danau. Pemkab meminta pemerintah pusat merealisasikan program tersebut. Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan hal itu usai menerima audiensi rombongan Kepala BWS Bali-Penida Ketua Jayada, akhir pekan lalu. Bupati mengatakan, kerusakan lingkungan Danau Buyan belakangan ini memerlukan penanganan komprehensif. Selain menyangkut terjadinya pendangkalan, tutupan genangan air oleh eceng gondok dan rumput liar, juga penetapan batas antara danau dengan tanah atau bangunan warga,

alih fungsi pertanian, dan masalah banjir atau erosi di dalam hutan yang selalu bermuara di danau tersebut. ‘’Kita sangat mendukung dan BWS sendiri sudah menyiapkan program penanganan di danau kita. Program ini harus komprehensif karena kerusakan lingkungan danau begitu kompleks,’’ katanya. Menurut Bupati penggila otomotif ini, perhatian pemerintah pusat melalui BWS belakangan ini sudah sangat baik. Ini diakuinya tidak

Ditinggal ke ATM, Kaca Mobil Dikepruk

Singaraja (Bali Post) – Putu Nesa (69), warga Desa Kalianget, Kecamatan Seririt melaporkan kasus perusakan mobilnya ke Mapolsek Seririt. Pasalnya, mobilnya dirusak oleh orang tidak dikenal saat ditinggal ke konter ATM di Jalan Surapati, Seririt, Jumat (4/5) lalu pukul 11.30 Wita. Diduga perusakan ini karena pelaku ingin mengambil barang berharga miliknya. Namun pelaku gagal mendapatkan uang atau barang berharga di dalam mobil bernopol DK 1269 YP tersebut. Sebelum kejadian, korban pergi ke konter ATM salah satu bank. Korban memarkir mobilnya di pinggir jalan. Sekitar 15 menit kemudian, korban menemukan kaca mobil di sebelah kiri hancur. Sebagian kaca tersebut pecah dan sisanya masih utuh. Pecahan kaca berserakan di dalam mobil. Diduga, pelaku memecahkan kaca dengan benda keras. Tas milik korban yang berisi BPKB sepeda motor, buku agenda, stempel, dan kaca mata tidak ditemukan di dalam mobil. Kapolsek Seririt AKP Dewa

11

Anom seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Minggu (6/5) kemarin, membenarkan peristiwa tersebut. Kompol Anom mengatakan, anggotanya dibantu anggota Satreskrim Polres Buleleng sedang memburu pelaku. Dari penyelidikan sementara, pihaknya belum mendapatkan keterangan yang akurat terkait keberadaan pelaku. Sementara modus operandi pelaku adalah mengincar uang atau barang berharga di dalam mobil korban. Sementara itu, informasi lain menyebutkan tas yang sempat dibawa kabur pelaku dikembalikan oleh salah seorang kerabat korban pada Sabtu (5/5) lalu. Kerabatnya itu tidak sengaja menemukan tas korban di jalan Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Saat itu ditemukan warga di pinggir jalan sambil mengamati keberadaan tas milik korban. Kerabatnya kemudian mengenali tas itu setelah melihat foto korban. Tas tersebut dikembalikan utuh dan hanya kaca mata bersama kotaknya saja dibawa kabur oleh pelaku. (kmb38)

Bali Post/kmb38

DONOR DARAH – Sebanyak 18 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam donor darah yang digelar BPKel Oi Ambulance Zigzag bersama Buldog Korlap Singa Bhuana, Minggu (6/5) kemarin.

Peduli Sesama Lewat Donor Darah Singaraja (Bali Post) – Badan Pengurus Kelompok (BPKel) Oi Ambulance Zigzag menggelar kegiatan donor darah, Minggu (6/5) kemarin. Aksi ini berhasil mengumpulkan 18 kantong darah, sumbangan 30 pendonor yang mendaftar. Sedangkan sisanya tidak memenuhi syarat donor, karena tensinya rendah atau terlalu tinggi saat dicek. Donor darah ini juga diikuti pengurus dan anggota Ormas Buldog Korlap Singa Bhuana. Kerja sama ini tidak lain karena baik Oi dan Buldog membawa misi sama dalam kepedulian terhadap kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan. Ketua Panitia Guntur Cahyadi didampingi Ketua Buldog Korlap Singa Bhuana Agung Permana mengatakan, donor darah ini agenda rutin digelar secara serentak di Indonesia. Agenda rutin digelar sejak Januari, Mei dan September setiap tahunnya yang bertajuk “Setetes Darah untuk Kebangkitan Nasional”. Sejalan dengan tema itu, Cahyadi yang juga Ketua Kelompok Oi Ambulance Zigzag ini mengajak anggotanya maupun kelompok masyarakat lain peduli untuk menyumbang setetes darah bagi yang membutuhkan. Apalagi belakangan ini persedian stok darah yang dihimpun Unit Transfusi Daerah (UTD) PMI Cabang Buleleng semakin berkurang. Dengan demikian, donor darah ini setidaknya bisa membantu menambah persedian stok darah. Ketua BPK Oi Buleleng Ketut Mudana mengaku bangga dengan kepedulian Kelompok Oi Ambulance Zigzag yang dengan semangat menggelar aksi donor darah. Untuk itu, pihaknya mengajak kelompok Oi yang lain untuk melakuan hal yang sama, sehingga semakin banyak darah yang bisa disumbangkan untuk membantu sesama. Selain donor darah, kegiatan ini juga diisi dengan pengundian doorprize, cuci mobil gratis dan hiburan akustik dimainkan oleh Gusti Bayu dan Eka Badeng yang juga anggota Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) Oi. (kmb38)

bisa dipisahkan dari dampak positif setelah pihaknya menggulirkan Festival Danau Buyan beberapa tahun lalu dan sekarang dijadikan calendar of event. Dengan festival ini, Bupati mengaku sudah berhasil menggugah semua pemangku kebijakan dan komponen masyarakat peduli melakukan penanganan komprehensif terhadap kerusakan lingkungan danau di daerahnya. ‘’Ini yang saya sampaikan bahwa festival itu untuk menggugah pejabat

dan komponen masyarakat untuk sama-sama peduli untuk melakukan penanganan persoalan lingkungan di danau kita, dan bukti sekarang BWS sudah memprogramkan hal itu dan terus kita dorong, sehingga pemerintah pusat merealisasikan program tersebut,’’ jelasnya. Di sisi lain, Bupati mengatakan, meski Danau Buyan dan Danau Tamblingan keberadaannya sekarang dihadapkan persoalan kompleks, namun dirinya optimis setelah program penanganan oleh pemerintah itu ke depan danau kembar ini akan menjadi destinasi wisata baru di Bali Utara. Ini tidak lepas dari kondisi kedua danau ini belum terjamah oleh pola pengembangan seperti di Danau Beratan (Tabanan).

Kelebihan ini diyakini dapat menarik minat wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Buleleng. ‘’Saya yakin Buyan-Tamblingan ini menjadi new destination yang bisa menarik wisatawan untuk berkunjung, sehingga pengembangan sektor pariwisata di daerah kita akan semakin berkembang lagi,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, program normalisasi dan penataan kawasan Danau Buyan dalam waktu dekat ini adalah melanjutkan pembersihan sedimentasi dan pembuatan tanggul di bibir danau. Rencananya, tanggul difungsikan untuk jogging track mengelilingi danau. Sementara itu, pembersihan eceng gondok dan rumput liar dalam dua tahun belakangan ini BWS mem-

bersihkan sekitar 45 hektar dari 65 hektar sebaran eceng gondok dan rumput liar tersebut. Tahun ini BWS akan mendapat bantuan alat khusus membersihkan eceng gondok dengan kapasitas lebih besar dari alat yang digunakan sebelumnya. Tambahan alat ini dapat mengoptimalkan pembersihan eceng gondok dan rumput liar tersebut. Program lainnya, BWS akan membangun kolam untuk mengendapkan sedimentasi kalau terjadi banjir atau erosi dari daerah hulu. Setelah terjadi pengendapan, air baru dialirkan ke danau. Untuk merealisasikan program itu, BWS memperkirakan dana yang dihabiskan mencapai Rp 150 miliar. (kmb38)

37 Mahasiswa Undiksha Ikuti PKL ke Luar Negeri

SEBANYAK 37 mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dikirim ke beberapa negara di ASEAN untuk mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2018. PPL dan PKL di luar negeri ini sebagai komitmen Undiksha dalam meningkatkan mutu lulusannya yang memiliki daya saing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sebelum berangkat, mahasiswa tersebut mengikuti pembekalan di kampus setempat akhir pekan lalu. Pembekalan dibuka Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. didampingi Ketua Pusat Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjamin Mutu (LP3M) Undiksha Dr. Dewa Bagus Sanjaya, M.Si. Dr. Dewa Bagus Sanjaya mengatakan, mahasiswa yang akan diberangkatkan ke luar negeri itu terdiri atas

PEMBEKALAN – Sebanyak 37 mahasiswa Undiksha Singaraja mengikuti pembekalan sebelum diberangkatkan mengikuti PPL dan PKL di luar negeri. 29 orang mengikuti PPL di SMP dan SMA di Thailand. Program ini sesuai kerja sama luar negeri antara Undiksha dengan Prince of Songkla University (PSU) Surathani. Selain PPL delapan mahasiswa berasal dari jurusan nonkependidikan

(nondik - red) mengikuti PKL di sejumlah negara Asia Tenggara. Mereka itu berasal dari jurusan Diploma Kelautan, Bahasa Inggris, dan Perhotelan. Mahasiswa itu akan melakukan praktik di sejumlah lembaga, seperti di fakultas pertanian,

dipamerkan varian mobil VW modern seperti VW Caravelle. Selain pameran, pecinta mobil VW ini mengikuti kegiatan touring car ke beberapa objek wisata terkenal di Bali Utara. Salah satunya objek wisata city tour. Selain mengenalkan potensi wisata, masyarakat memanfaatkan momen ini untuk menonton keberadaan mobil tua ini. Pengunjung banyak yang berfoto selfie dengan latar belakang mobil VW. Bahkan, peserta juga mencoba menaiki mobil tersebut. Ketua Panitia Buleleng VW Lovers Komang Mas mengatakan, event ini semacam acara ‘’kumpul bocah’’ para penggemar mobil VW di Pulau Bali dan Jawa. Mengingat penggemar mobil yang identik dengan mesin di belakang itu cukup banyak. Di Buleleng saat ini tercatat sekitar 30 orang penggemar dengan total 70 unit mobil VW berbagai varian. ‘’Ini event pertama dan awal menjelang Jambore Nasional VW yang akan dipusatkan di Singaraja sekitar September

2018 mendatang,’’ katanya. Pembina KVB Gede Dharmaja, M.Si. mengatakan, kehadiran komunitas ini berawal dari pertemuan beberapa orang penggemar mobi VW. Dari pertemuan itu, mereka saling tukar wawasan atau pengalaman mengoleksi mobil VW. Dari sana, semakin banyak yang tertarik mengendarai VW, sampai mereka akhirnya membentuk KVB tahun 2017 lalu. Mengoleksi VW, kata Dahrmaja, tidak sulit karena dari segi perawatan mesin atau bodi bisa dilakukan di bengkel mobil umum. Demikian juga kelengkapan suku cadanganya bisa didapat baik di bengkel umum atau ketika ada pameran banyak yang menjual spare part asli. ‘’Awalnya hanya satu dua dan saling tukar informasi dan banyak yang tertarik, hingga KVB ini terbentuk. Pengalaman saya menggunakan VW tidak seperti pandangan orang akan membuang-buang biaya saja. Tetapi memelihara mobil ini mudah, spare part mudah dan mesinnya tangguh dan tidak ka-

perusahaan, dan hotel-hotel di Ubon Ratchathani, Thailand. Dalam program ini Undiksha bekerja sama dengan Prince of Songkla University (PSU), Ubon Ratchathani University (UBU) dan sejumlah institusi lain di Thailand, Filipina, Vietnam, dan Malaysia yang tergabung dalam project SEA-Teacher (Pre-Service Student Teacher Exchange Southeast Asia) dan Southeast Asia Technical and Vocational Education and Training (SEA-TVET). Menurut Dewa Bagus Sanjaya, program tersebut berkesinambungan mulai tahun 2017 sebanyak 12 mahasiswa yang terdiri atas empat jurusan sudah mengikuti PPL di Thailand. Pemilihan mahasiswa yang berangkat ke luar negeri ini tidak ada syarat khusus. Mahasiswa yang mengajukan praktik ke luar negeri harus menyelesaikan minimal 110 SKS. ‘’Kami berangkatkan

mahasiswa Mei dan Juni 2018. Mereka ini berasal dari jurusan S1 Bahasa Inggris, IPA, Matematika, PTI, D-3 Kelautan, D-3 Bahasa Inggris dan Perhotelan,’’ katanya. Sementara itu, Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. mengingatkan beberapa hal penting dalam mencapai visi Undiksha di tahun 2045. Untuk menyetarai kecepatan perkembangan di era revolusi industri 4.0 mahasiswa dituntut untuk meningkatkan kompentensi yang ditekuninya. Selain itu, juga harus menguasai perkembangan teknologi dan bahasa asing khususnya bahasa Inggris. ‘’Mahasiswa yang berangkat ke luar negeri itu bisa menerapkan ilmu yang ditekuni di negara luar dan memahami budaya-budaya di sana dan melakukan praktik lapangan dengan baik serta menjaga nama baik lembaga, daerah dan bangsa,’’ tegasnya. (ad364)

Pencinta Mobil VW Kenalkan Potensi Wisata Bali Utara

AKTIVITAS beberapa komunitas di Buleleng belakangan ini mulai menggeliat. Selain teater, sastra dan musik, aktivitas komunitas pencinta mobil tua juga berdenyut di Bali Utara. Seperti dilakukan Komunitas Volkswagen Buleleng (KVB). Sejak Sabtu (5/5) hingga Minggu (6/5) kemarin menggelar event bertajuk ‘’Buleleng VW Lovers’’ Tahun 2018. Event yang baru pertama kali dihelat ini membawa misi mengenalkan potensi wisata Buleleng kepada pencinta mobil tua di Bali dan luar daerah. Event ini dipusatkan di Lapangan Bhuana Patra, Jalan Udayana, Singaraja. Sekitar 500 unit mobil VW dan mobil tua lain memadati lapangan. Selama event, pencinta mobil VW buatan Jerman ini memamerkan mobil klasik tersebut. Beberapa varian mobil klasik menyita perhatian pengunjung seperti VW Beetle atau bisa disebut VW Kodok, VW Combi, dan VW 181 atau dikenal dengan VW Safari. Varian yang satu ini pun dikenal dengan VW Camat. Juga

Bali Post/kmb38

PAMERAN VW – Ratusan mobil VW mengikuti pameran di lapangan Bhuana Patra, Singaraja, Sabtu (5/5) hingga Minggu (6/5) kemarin. lah dengan mobil buatan terbaru sekalipun,’’ katanya. Di sisi lain, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) ini menambahkan, KBV memiliki misi untuk menjalankan hobi untuk mempromosikan potensi pariwisata Buleleng yang terpendam belakangan ini. Dia mencontohkan, ke depan bisa saja pencinta VW berpartisipasi dalam menyediakan akomodasi bagi wisatawan penumpang kapal

pesiar yang belakangan semakin sering sandar di Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak. ‘’Kenapa orang di Bali Selatan bisa memakai mobil tua untuk mengantar wisatawan. KVB ini nantinya akan melakukan hal itu juga karena belakangan kapal pesiar sudah semakin ramai sandar di Celukan Bawang. Selain itu, event pariwisata lain bisa saja kita garap, sehingga dari hobi bisa berpartisipasi membangun sektor pariwisata,’’ jelasnya. (mud)


KLUNGKUNG

12

Hasil UNBK SMA/SMK

Perlu Evaluasi Secara Komprehensif

UNBK - UNBK di SMAN 2 Semarapura beberapa waktu lalu.

SOSOK Gencarkan Patroli Dialogis

PERKEMBANGAN Kepulauan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung beberapa tahun belakangan semakin pesat. Terutama dari sektor pariwisatanya. Hal ini menjadi salah satu pendongkrak peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, di balik itu juga berpotensi diikuti munculnya aksi-aksi negatif, seperti peredaran narkoba maupun kriminalitas lainnya. Pihak kepolisian pun terus melakukan upaya pencegahan. Salah satunya melalui patroli dialogis. ‘’Melalui patroli ini, kami langsung mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal negatif maupun lainnya yang berpotensi mengganggu ketertiban,’’ ungkap Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Suastika, baru-baru ini. Patroli ini juga tak sebatas menyasar objek wisata yang identik dengan keramaian, tetapi juga tempat-tempat ibadah. Bahkan, untuk yang terakhir, dilakukan terhadap buruh yang sedang bekerja. Mereka diberikan pengarahan kamtibmas dan tidak terpengaruh dengan situasi daerah lain yang sedang diisi demo dan menuntut haknya. ‘’Kami minta mereka tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa. Selain itu, untuk yang tinggal di lokasi proyek, juga bersama-sama menjaga keamanan barang-barang milik perusahaan,’’ ungkapnya. Menjaga situasi tetap kondusif, peran tokoh masyarakat juga sangat diharapkan. Warganya melalui pertemuan bisa diberikan pengarahan. Seluruhnya harus mampu saling mengingatkan dan mengedukasi. ‘’Peran pemerintah desa maupun adat sangat penting juga untuk menjaga situasi tetap aman. Untuk di kepolisian, Bhabinkabtibmas juga sudah rutin memberikan pemahaman kepada masyarakat,’’ tandasnya. (sos)

Bali Post/sos

Senin Paing, 7 Mei 2018

Semarapura (Bali Post)Hasil Ujian Nasional (UN) jenjang SMA/SMK di Kabupaten Klungkung secara umum belum bisa bersaing dengan sekolah di kabupaten lain. Posisi 10 besar hanya bisa ditempati SMAN 2 Semarapura. Itu pun terbatas pada program Bahasa dengan rata-rata nilai 65,40. Sementara untuk lainnya belum tercatat. Hal ini, oleh kalangan legislatif dipandang perlu segera dievaluasi. Tak terbatas pada pelaksanaan ujian, namun juga secara komprehensif. Anggota DPRD Klungkung I Ketut Sukma Sucita mengungkapkan peningkatan mutu pendidikan harus terus digenjot, terutama oleh Pemerintah Provinsi Bali yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan, melalui terobosan yang lebih inovatif. Baik yang berkaitan dengan pola pembelajaran peserta didik maupun tenaga pengajar. “Ini perlu segera dievaluasi. Setiap daerah memiliki ciri dan culture yang berbeda. Sistem pengajaran yang diberikan harus menyesuaikan,” ungkapnya, Minggu (6/5) kemarin. Pengawasan penerapan kurikulum dan pendampingan juga harus lebih efektif. sumber daya manusia (SDM) yang ada di UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali harus bergerak, memantau perkembangan kualitas setiap sekolah secara berkala. Bukan hanya pada saat jelang ujian nasional. “Jumlah sekolah cukup banyak. Memiliki permasalahan yang berbedabeda. Ini perlu pendampingan serius. Begitu juga dari sisi anggaran, harus juga diper-

hatikan untuk menunjang kegiatan yang mengarah pada peningkatan prestasi siswa. Kualitas tenaga pendidik juga begitu. Intinya harus dievaluasi secara komprehensif,” tegas politisi Partai Nasional Demokrasi (NasDem) ini. Kepala SMAN 2 Semarapura I Gusti Lanang Made Puji menyampaikan, meskipun sekolahnya masuk 10 besar untuk program Bahasa, tak dimungkiri masih perlu ada upaya peningkatan kualitas. Termasuk juga untuk mata pelajaran IPA dan IPS. Pascaujian nasional, pihaknya telah merancang strategi. Mutu guru akan terus ditingkatkan, salah satunya melalui pelatihan kemampuan bidang akademik, terutama dalam pembuatan soal-soal HOTS. “Guru kami dorong untuk lebih banyak melatih anak-anak,” sebutnya. Tak hanya itu, siswa juga akan diberikan pelatihan, terutama untuk mata pelajaran yang diujikan melalui jam tambahan, termasuk dalam ulangan umum dirancang berbasis komputer. “Untuk

ulangan umum, tidak lagi menggunakan kertas. Ini untuk mmempersiapkan siswa supaya terbiasa terlatih menjawab soal berbasis IT. Itu sudah kami siapkan. Setelah ulangan selesai, saat masa libur, kami juga mengadakan workshop kepada guru untuk meningkatkan mutu,” jelasnya. Lebih mendasar dari itu, sarana pendidikan, secara bertahap namun pasti akan terus ditingkatkan. Ini sekaligus untuk mendukung pendidikan e-learning yang sudah berjalan beberapa tahun belakangan. “Evaluasi akan terus berjalan. Termasuk proses belajarmengajar. Harus secara komprehensif,” imbuhnya. Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Klungkung I Nyoman Ratmaja mengaku segera mengevaluasi hasil ujian. Pihaknya menargetkan ke depan harus ada peningkatan kualitas maupun nilai. “Tentu ini akan dievaluasi. Apanya yang masih kurang, segera ditangani,” tandasnya. (kmb45)

Lokasabha VI PGSDT Klungkung

Momentum Mempererat Hubungan ”Pasemetonan”

P A R A Gotra Sentana Dalem Tarukan (PGSDT) Klungkung menggelar Lokasabha VI di Banjar Intaran Buug Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Minggu (6/5) kemarin. Acara yang dihadiri ratusan orang ini dijadikan momentum mempererat hubungan pasemetonan (persaudaraan - red). Lokasabha ini mengusung tema ‘’Melalui Lokasabha VI Para Gotra Sentana Dalem Tarukan Ngiring Tincapang Paiketan Pasemetonan lan Sradha Bhakti ring Batara Kawitan’’. Ketua Panitia Wayan Sujana mengatakan pertemuan ini dilaksanakan setiap lima tahun. Selain untuk meningkatkan rasa persatuan antaranggota pasemetonan, juga dirangkaikan dengan penetapan kepengurusan paruman panglingsir, Pengurus PGSDT kabupaten, pengurus kecamatan dan pengurus Lembaga Teknis Klungkung, serta penetapan program kerja masa

bakti 2018-2023. “Ini untuk menentukan pengurus baru juga,” jelasnya. Hal senada juga disampaikan Ketua Pengurus Pusat PGSDT Nyoman Gunawan. Pelaksanaan acara ini untuk mempererat tali silaturahmi keluarga PGSDT di samping juga untuk menentukan kepengurusan yang baru di Klungkung. Dalam lokasabha ini, ditetapkan sejumlah program kerja PGSDT periode yang baru. Di antaranya bidang agama, upakara dan seni budaya, PGSDT Klungkung akan melakukan beberapa temu wirasa pinandita/pemangku dan tukang banten, sosialisasi panca yadnya, pemberdayaan sekaasekaa seni di Klungkung dan sejumlah kegiatan budaya lainnya. Selain itu di bidang organisasi, akan melakukan berbagai kegiatan peningkatan sradha bhakti umat, menyosialisasikan hasil-hasil lokasabha, pendataan warga

semeton serta memberdayakan badan/lembaga teknis/ forum PGSDT. Sementara itu, di bidang sosial ekonomi, akan membentuk koperasi pasemetonan termasuk mengadakan bakti sosial. Ketua Pengurus PGSDT Klungkung terpilih secara aklamasi, Ketut Sena, berharap momentum ini bisa mempererat hubungan pasemetonan serta mampu menata organisasi secara modern berlandaskan konsep tri rna dan tat twam asi menuju Bali yang damai. Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi IGN Badiwangsa yang mewakili Pjs. Bupati Klungkung I Wayan Sugiada mengharapkan pasemetonan ini dapat memunculkan kedamaian dan menjalankan swadharma agama dan negara. “Program yang baik haruslah dapat terus ditingkatkan, sehingga menimbulkan satu tujuan yang sama antarkeluarga,” ujarnya. (ad360)

Bali Post/sos

LOKASABHA - Pembukaan Lokasabha VI PGSDT Klungkung, Minggu (6/5) kemarin.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Senin Paing, 7 Mei 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Dicari Marketing, wanita/pria, maks 25th, penampilan menarik,mudah bergaul,semangat kerja tinggi,kerja Tim, kirim lamaran ke: Jl. Kepundung No.67 A Denpasar/ Email: konvergensiiklan@gmail.com iklanbp@yahoo.co.id

LOWONGAN Dcr: FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta 40, Kuta

B.BP.001.05.18.0000350

Di bthkan Driver Freelance dg Kendaraan Sendiri,Standard Th 2013 Keatas.Utk Transport di Bandara Hub.08174704844

G.01

Dicari Karywan/Karywati,QC Hubungi:0361-4719434

B.BP.004.05.18.0000338

!!Dcr 2 PRT Tgl Dlm G.1,5 Lgs Krj 081237903622-087861412911

B.BP.001.05.18.0000249

One of Leading Cargo Company in Bali Looking for Marketing & Customer Service. Please Send CV to: document@bayusbalicargo.com

B.BP.001.05.18.0000348

Bella Vista Coffee and Bar Looking for Waiter/Waitress/ Barista/Cook/Cook Helper/ Bartender/Spa Terapist/Send CV Direct to PadmaUtara No.2Legian

B.BP.004.05.18.0000331

Dicari:Therapist Sebanyak2nya, P,Min SMU(2,5Jt+16Rb/Jam Instv Cleaning Servis, L/P(2,5Jt+500 Rb Instv)Pengalaman Min 1Th. Lamaran Ke Bodyworks Spa. Jl . Kayu Jati No.2 Petitenget.735058

B.BP.154.05.18.0000356

Cari Sopir Pribadi Hub. Jl.Moh Yamin 50 Dps, 082266292878

B.BP.001.05.18.0000351

Dcr PRT/Cleaning Service laki2 u/di Private Villa, pglmn min 2th Krm CV:rismasata@gmail.com

B.BP.001.05.18.0000344

B.BP.001.04.18.0001538

Dcr Spv,Sales,Teknisi STM Gj+Bns+Kms+BPJS, Lam PT.PMA Bedahulu XVII/7, Dps B.BP.821.05.18.0000019

Dcr Suster u/urus manula Pglm u/di Dps Gj.3-3,5Jt, 0811396612 B.BP.001.05.18.0000339

PT.Krisna Duta Karisma Bth Kry SPG/B,MD,Adm,Csir,Gdg,OB,TR, Spv Gj 2,7-3,8Jt 081236776658 (Dian) 15org Pertama Lgs Kerja B.BP.001.05.18.0000345

Dicari Sgr Tukang Jarit Borongan &Tukang Potong,081999221334

B.BP.001.05.18.0000336

Dicari karyawan Waiter/ss dan Kitchen di Santa Fe Restauran Seminyak Hub. 0361-731147

B.BP.154.05.18.0000352

BIRO JASA

RUPA-RUPA

Looking for Secretary & Staff, Salary+Bonus.CVSend to Highway Ubud www.BaliConsultant.com

B.BP.004.05.18.0000265

Dcr Terapis Berpengalaman.Hub. 085100082562 Jl.Nangka Apt Beta

B.BP.001.05.18.0000341

Kampus Elizabeth International “Hotel Management School” Mncri Tim Pengajar Culinary F&B Service,Front Office, Housekeeping.Tlp.230110/CV ke: elizabethdenpasar@yahoo.com B.BP.004.05.18.0000264

PT.Tunas Artha Gardatama Dbthkn Staf.Ops Max 35Th SIM A/B/C Pnd SMA, Jl.Drupadi XVI No.2 B.BP.001.04.18.0001624

DIJUAL MOBIL BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

BIRO JASA

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

FOTO COPY

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

SERVICE

SERVICE

SERVICE

RUPA-RUPA

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Resto Kerobokan,Tkg Bakery/ Pastry,Tnp Pglmn Dilatih dg Cara Profesional, Hub:087861378730

DIJUAL TANAH Tnh Lok Jl.Gg.Giri Sari, Latu, Abnsml,1,5A s.bgn,081337004675

B.BP.001.05.18.0000343

B.BP.001.05.18.0000318

Yamaha Bisma Dicr; 1.Sopir; 2.SMA/D1/S1 Ek; 3.Mekanik. Hubungi:Teuku Umar No.142 Dps

DISEWAKAN TOKO Dikontrakan Toko Jln P.Moyo 35 Hubungi:082144736771

B.BP.001.05.18.0000168

B.BP.001.04.18.0001617

DIJUAL MOBIL

DISEWAKAN GUDANG Dikontrakan Gudang 450M2,Jl 8M Hubungi:Jln Pemelisan No.5 Dps Hp:085792106244/081235111957

HONDA

Dijl Freed 2011 asli DK AT Abu Low KM H.08123980757 Pribadi

B.BP.001.05.18.0000235

B.BP.001.05.18.0000347

TOYOTA

Toyota Rush 2007 silver 130jt, 081 239 31931

RUPA-RUPA Anda Bth Modal Usha,Kami Bantu JaminanBPKBMobil, 081237951356

B.BP.154.05.18.0000354

B.BP.001.05.18.0000233

DIJUAL RUMAH

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.085337370228 / 412815

BUC.Dijual Rumah Perumahan Dalung III Hub:081936264166

B.BP.001.04.18.0001588

KEHILANGAN

B.BP.001.05.18.0000240

Mrh Rumah/Vil di Snr 50m dr By pass,087850000021/082144985598

HilangSTNKMblNo.PolW.1075BL atas Nama Oei Siok Tien Hub.081337818181

B.BP.153.05.18.0000205

B.BP.004.05.18.0000355

DISEWAKAN RUMAH Rmh Lt2&S.Pool,Seaview, Furnish Kori Nuansa Jmbrn,085935208386 B.BP.001.05.18.0000340

KOST Djl Kos-Kosan 5Kmr Ls.Tnh200m2 Jl.Gn.Guntur,Sepa Guntur 2 Dps Tlp.420800/422700/081558409999 B.BP.001.05.18.0000258

DIJUAL MOBIL

RUPA-RUPA

Informasi pasang iklan Telepon

BIRO JASA DIJUAL TANAH Djl Tanah Kavling diSading SHM Harga 250Jt Nego,081236360318

B.BP.166.05.18.0000349

Jl Tanah SHM 1,5are H.160/are Lokasi Bringkit H.085100750939

B.BP.001.05.18.0000346

PELUANG BISNIS

Bntu Lap Pajak SPT Tahunan PKP NPWPSIUPPasport081338344155 B.BP.001.05.18.0000058

KONTAK JODOH Bule cowok 45th ganteng cari pacar 20-35th 081239655350 B.BP.154.05.18.0000353

DIJUAL RUMAH


BANGLI

14

Dialog Interaktif Hanya Dihadiri Ketua DPRD Bangli (Bali Post) – Dialog interatif tentang daerah pemilihan (dapil) dan alokasi kursi anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota yang digelar DPRD Bangli dengan menggandeng KPU Bangli, Minggu (6/5) kemarin, diwarnai kritikan dari peserta. Hal ini lantaran hanya Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata yang hadir dari pihak dewan. Berdasarkan pantauan, acara yang melibatkan perbekel, perangkat desa, lurah, kaling dan perwakilan parpol tersebut dimulai pukul 14.00 wita dan dipandu Kutha Parwata. Sementara 29 anggota DPRD lainnya sama sekali tak nampak di ruangan. Padahal sebelum dimulai, terlihat ada dua anggota dewan yang hadir di kantor DPRD. Namun jelang dimulainya acara, keduanya menghilang.

Kadus Bukti Nyoman Wijaya yang hadir selaku peserta dialog interaktif mengaku kecewa dengan kinerja anggota DPRD Bangli. Dia menilai anggota dewan di Bangli hanya jago menebar janji manis ke masyarakat saat kampanye. Namun setelah menjabat, mereka lupa dengan janji ke masyarakat. Wijaya pun mempertanyakan kepada Ketua DPRD terkait nihilnya kehadiran anggota dewan. ‘’Apakah tidak dilibatkan anggotanya, Pak? Karena dengan begini antusiasnya undangan yang hadir dalam acara ini, tidak ada satu pun anggota dewan yang hadir. Saya merasa anggota dewan sebagai tuan rumah tidak menghargai undangan,’’ kata Wijaya. Kritik juga disampaikan Perbekel Jehem Ida Bagus Rencana. Dia menyampaikan, saat dapil belum

dipisah, banyak anggota dewan dari luar Tembuku yang sukses meraih suara di Tembuku, namun lupa dengan masyarakat. Kontribusi mereka ke masyarakat Tembuku pun dinilai sangat minim. Untuk itu, dia pun mengapresiasi adanya pemisahan dapil Bangli-Tembuku. Hanya, dengan adanya pemisahan dapil, jumlah kursi anggota dewan dari Tembuku akan berkurang dari 6 menjadi 5. Menanggapi kritik yang disampaikan peserta, Kutha Parwata menyampaikan permohonan maaf. Dia mengungkapkan, ketidakhadiran anggota dewan dikarenakan sebagian besar dari mereka disibukkan dengan kegiatan partai mengingat tahun ini adalah tahun politik. ‘’Saya yakin mereka sedang turun ke masyarakat. Jadi untuk itu saya mohon maaf. Dengan keberadaan

saya di sini, sudah bisa mewakili rekan-rekan dewan,’’ jelasnya. Disampaikannya, program dialog interaktif yang sudah mulai dilaksanakan sejak 2004 lalu, digelar untuk menjembatani kebuntuan komunikasi masyarakat dengan dewan. Tahun ini kegiatan dilaksanakan lima kali. Sementara itu, Ketua KPU Bangli Dewa Agung mengingatkan masyarakat untuk cerdas dalam memilih wakil rakyat. Lidartawan juga meminta masyarakat yang ingin mencalonkan diri menjadi wakil rakyat untuk segera bersiap-siap memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan KPU. Kepala daerah, kepala desa, BUMD, BUMN yang akan mencalonkan diri harus bersedia mengundurkan diri dari jabatannya saat masuk daftar calon tetap. (kmb40)

Senin Paing, 7 Mei 2018


15

Senin Paing, 7 Mei 2018

figur I Ketut Manuartha

Nyaris Jadi Wartawan B E N A R kata orang bijak, perjalanan hidup manusia adalah misteri. Seperti yang dialami I Ketut Manuartha, Pemimpin Cabang Bank BRI Cabang Denpasar Gajah Mada, yang sempat nyaris jadi wartawan. ‘’Dulu saya hampir jadi wartawan. Sudah lulus tes seleksi di Bali Post,’’ kata pria kelahiran Desa Buwit, Kediri, Tabanan ini saat ditemui di Arowana Street Food Jalan Veteran Denpasar, dalam sebuah acara melepas salah satu stafnya yang akan bertugas ke Tabanan. Sambil menikmati hidangan khas ikan bakar, martabak dan roti canai, Manuartha menceritakan masa lalunya ketika sempat bimbang antara menjadi wartawan atau memilih pekerjaan lain, karena pada saat bersamaan, dirinya juga lulus tes di BRI. Terlebih lagi latar pendidikannya ilmu peternakan, sesuatu yang jauh dari soal hitung-menghitung uang sebagai bidang pekerjaan di dunia perbankan. Namun setelah meminta pertimbangan keluarga, keputusan pun diambil. Alumni Fakultas Peternakan Universitas Udayana ini pun akhirnya memilih BRI. Pilihan yang kemudian membuatnya memiliki kesempatan menjelajah sejumlah daerah di Indonesia mulai dari kota kecil di pelosok hingga kota-kota besar. Banyak pengalaman hidup yang didapat Manuartha dari kehidupannya yang merantau di luar Bali. Salah satu yang sering diamatinya adalah pola perilaku masyarakat Bali di daerah perantauan di mana ia ditugaskan. ‘’Orang Bali di perantauan itu memiliki sikap ulet dan bakat pintar mengatur keuangan,’’ katanya. Bakat ini dibuktikan dengan kehidupan orang Bali yang relatif lebih baik di perantauan, walaupun memiliki pendapatan yang sama. Bakat ulet dan pintar mengelola keuangan yang baik ini, menurut Manuartha, sesungguhnya dapat menjadi kekuatan dalam membangun ekonomi keluarga khususnya dan ekonomi bangsa pada umumnya. Sosok yang terbuka ini juga menyampaikan harapannya mengenai pelaksanaan gerakan transaksi nontunai secara nasional yang dikenal dengan Gerbang Pembayaran Nasional (National Payment Gateway) yang dicanangkan pemerintah. ‘’Termasuk hari ini kami lagi ada acara makan-makan dan pembayarannya dengan menggunakan My QR BRI yaitu salah satu cara pembayaran BRI di mana saldo dana berbasis nomor handphone nasabah (TBank) sebagai nomor rekening. Dalam melakukan pembayaran, dapat dilakukan dengan memfoto barcode ID Merchant yang sudah menjadi nasabah serta sudah bermitra dengan Bank BRI,’’ imbuhnya. (nata)

JFC Tambah Dua Menu Baru ”Mie Pedas Ya-hot dan Chicken Wrap”

SEBAGAI negera konsumtif terbesar di dunia, kuliner sangat diperlukan oleh masyarakat Indonesia. Apalagi, bisnis kuliner bisa dikatakan sebagai “bisnis abadi”, sebab dari dulu sampai kapan pun baik makanan maupun minuman tidak akan pernah sepi konsumen. Begitu juga di Bali. Oleh karenanya, menghadirkan sajian menu yang bervariatif, menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar, menjadi strategi para pelaku kuliner. Seperti halnya dilakukan oleh grup Jaya Fried Chicken (JFC). Guna menunjang dan melengkapi menu yang sudah ada, serta menarik konsumen, JFC yang berdiri 2016 lalu menambah dua menu baru andalannya berupa Mie Pedas Ya-hot dan Chicken Wrap. Kedua menu baru ini dipastikan mulai tersedia, Minggu (6/5) kemarin. Hanya dengan harga Rp 11.000/porsi, konsumen sudah bisa menikmati kelezatan sepiring mie pedas dipadukan satu potong sosis ayam dan siomay goreng, yang rasanya nendang hingga ke hati. Begitu pula Chicken Wrap. Selain ayam, di dalam gulungannya terdapat mentimun yang makin menambah kegurihan sekaligus penyegar rasa. JFC tidak mengkhususkan level untuk tingkat kepedasan mie tersebut.

LAUNCHING - Pendiri sekaligus pemilik brand JFC (Jaya Fried Chicken), I Made Agus Putra Jaya, melaunching dua menu baru. Jika konsumen ingin men- acara hiburan oleh artis-artis ibu gubah rasa, baik menguran- kota. “Selain untuk materi (bisgi pedas atau menambahn- nis), acara ini sekaligus sebagai ya, tetap bisa dilakukan. ajang silahturahmi karyawan “Kalau ada konsumen yang dengan para owner dari seluruh ingin pedasnya nambah, outlet yang ada. Kami mulai saat order bisa minta atau dengan prinsip kekeluargaan, diinfokan ke petugas kami, sehingga ke depan pun bisa begitu sebaliknya. Kami komit seperti ini,” tandas Jaya. Berlokasi di Jalan Tukad sengaja tak cantumkan level tingkat pedasnya, supaya Buaji, Renon, kini JFC telah metak terlalu banyak pajang miliki 115 outlet yang tersebar di menu yang pada dasarnya seluruh kabupaten/kota di Bali. sama,” jelas pendiri seka- Hal ini membuktikan bahwa ligus pemilik brand JFC, JFC dengan produk andalannya I Made Agus Putra Jaya, Ayam Goreng cepat saji yang di sela acara peluncuruan berasal dari pemasok terperdua menu baru di areal Pa- caya, mampu memberikan dan meran Pekan Raya, Jalan menyediakan produk terbaik, Mahendradata, Denpasar sehingga bisa menarik pangsa pasar di seluruh daerah di Bali. Barat, Sabtu (5/5) sore. Melalui dua menu baru “Sekarang kami nambah lagi dua itu, pria kelahiran Singa- outlet yaitu di Nusa Penida dan raja, 16 Januari 1979 silam Gilimanuk. Semoga outlet-outlet ini menargetkan menguasai kami tambah ramai dikunjungi pasar dan mampu bersaing oleh pelanggan,” ungkap bapak dengan bisnis kuliner lain- dari tiga anak ini. (win/k250) nya terutama dengan menu serupa. Acara launching diisi demo masak disertai

FPTVI Gelar Workshop Pendampingan Akreditasi BAN-PT Berbasis SAPTO di STPBI FORUM Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) resmi berdiri pada tanggal 28 Oktober 2014 saat diselenggarakannya Kongres I di Sekolah Vokasi UGM, Sekip, Yogyakarta. Organisasi yang semula bernama Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia ini diinisiasi lima universitas penyelenggara pendidikan vokasi, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Yogyakarta. FPTVI memilih kampus STPBI sebagai tempat penyelenggaraan Workshop Pendampingan Akreditasi BAN-PT Berbasis SAPTO. Workshop yang dihadiri beberapa perwakilan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia ini merupakan salah satu implementasi program kerja Bidang Pembinaan Akreditasi dan Sertifikasi yang saat ini diketuai Janny F. Abidin, S.T., M.T. Hadir sebagai narasumber workshop, Tengku A. Riza, S.T., M.T. dari Universitas Telkom. Menurut Tengku, SAPTO merupakan sistem akreditasi perguruan tinggi online yang akan membuat perguruan tinggi tidak lagi secara fisik berhubungan dengan BAN-PT. Perguruan tinggi diminta mengirimkan instrumen akreditasi

WORKSHOP - FPTVI menggelar Workshop Pendampingan Akreditasi BAN-PT Berbasis Sapto di STPBI. beserta pendukungnya secara online. Sedangkan proses akreditasinya sama dengan yang terdahulu namun dapat dilakukan lebih cepat karena soft copy data perguruan tinngi sudah diperoleh. Hasil akreditasi juga akan lebih cepat diterima. Adapun target dari workshop ini adalah perguruan tinggi terakreditasi ‘’B’’ yang akan menjadi ‘’A’’. Tahapan selanjutnya dari workshop ini adalah para peserta mengirimkan soft copy instrumen akreditasinya untuk di-review. Dalam penjelasannya, Tengku Riza menyatakan dirinya akan mendampingi perguruan tinggi-pergruan tinggi ini sampai submit datanya di BAN-PT. Satuan Kerja dari Bidang

3 dari FPTV saat ini dipimpin Janny F . Abidin, S.T., M.T. dibantu Tengku A. Riza, S.T., M.T. sebagai Ketua Satker Akreditasi, dan Made Arya Astina, S.S., M.Hum., CHE. sebagai Ketua Satker Sertifikasi. Satuan kerja ini memiliki tugas membina lebih dari 200 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dalam hal akreditasi dan sertifikasi. Made Arya Astina menambahkan, selanjutnya kegiatan dari bidang 3 FPTVI yang terkait sertifikasi adalah kegiatan pelatihan asesor kompetensi dan pelatihan verifikasi tempat uji kompetensi. Kegiatan ini akan bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). (ad373)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Senin Paing, 7 mei 2018

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Juve di Ambang Juara

Turin – Juventus semakin dekat dengan gelar Scudetto musim ini. Jika akhirnya juara, akan jadi gelar Scudetto ketujuh Bianconeri secara berturut-turut. Dalam laga Minggu (6/5) kemarin, Juventus mengalahkan Bologna dengan skor 3-1. Sempat tertinggal di babak pertama, Juventus membalas dengan tiga gol di babak kedua. Bologna lebih dulu unggul 1-0 lewat gol Simone Verdi pada menit ke-30. Namun, gol bunuh diri Sebastian De Maio (51’) dan dua gol lain dari Sami Khedira (63’) serta Paulo Dybala (69’) membuat Juventus bisa membalikkan keadaan. Bologna bermain bagus dan bertahan dengan keras. ‘’Sementara itu, kami sempat mempersulit diri sendiri karena tendangan penalti, beruntung kami bisa bereaksi,’’ ucapnya. Kemenangan tersebut membuat Juventus kini mengemas 91 poin atau unggul enam poin dari Napoli di puncak klasemen sementara. Dengan dua laga tersisa, Juve hanya perlu satu kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara. Hal ini karena Napoli hanya bermain imbang 2-2 dengan Torino. Dua gol Napoli dicetak Dries Martens dan Marek Hamsik, sedangkan Torino membalas melalui Daniele Baselli dan Lorenzo De Silvestri. Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri ingin berjuang hingga akhir agar bisa mengunci gelar tersebut. ‘’Upaya memenangi scudetto belum selesai, kami masih butuh tiga poin dan harus mendapatkannya,’’ kata Allegri. Untuk pertandingan berikutnya, Giorgio Chiellini dan kawan-kawan mesti

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

bertandang ke markas AS Roma. Bukan laga yang mudah, tetapi Juventus tetap berpeluang membawa pulang poin dari Stadion Olimpico. Pada pertandingan pamungkas Serie A musim ini, Juventus bakal menjamu Hellas Verona di Allianz Stadium. Peluang Juventus untuk meraup tiga poin sangat besar dalam laga itu. Sementara itu, Napoli setelah melawan Torino, akan ditantang tuan rumah Sampdoria. Di laga terakhir Serie A musim ini, I Partenopei menghadapi Crotone di San Paolo. Dalam persaingan ini, konsentrasi Bianconeri juga harus terbagi dengan Coppa Italia. Juventus harus meladeni AC Milan di final Coppa Italia pada Kamis (10/5) dini hari nanti. Meski demikian, Juventus dikenal memiliki kedalaman skuad yang bagus. Dua gelar dalam sepekan pun bukan mustahil direbut Gonzalo Higuain dan kawan-kawan. (kmb33/afp)

Simpati Mengalir untuk Ferguson Manchester – Kabar mengejutkan datang dari pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson. Sir Alex Ferguson diketahui jatuh sakit dan langsung dibawa ke rumah sakit Distrik Macclesfield sebelum kemudian dibawa ke Salford Royal. Situs resmi Manchester United menginformasikan, Minggu (6/5) kemarin, bahwa pelatih yang mengabdi selama 27 tahun bersama mereka itu sudah menjalani operasi dengan sukses. ‘’Sir Alex Ferguson telah menjalani operasi darurat karena mengalami pendarahan di otak,’’ tulis pernyataan resmi Manchester United. ‘’Prosedurnya berjalan sangat baik, tetapi dia membutuhkan perawatan intensif guna mengoptimalkan kesembuhannya,’’ lanjut pernyataan itu. Kabar ini langsung mengundang simpati dari para pemain, pelatih, dan insan sepak bola lain. ‘’Saya sangat terpukul mendengar kabar Sir Alex yang tengah terbaring di rumah sakit. Doa saya untuknya dan seluruh keluarga yang mendampingi. Semoga kuat, Bos,’’ tulis Michael Carrick dalam akun Twitter miliknya. ‘’Bertahanlah, Sir Alex. Doa saya untuk keluarga Anda,’’ tulis kapten Manchester City Vincent Kompany. ‘’Kami tengah memikirkan Anda, Sir Alex,’’ tulis akun resmi Arsenal di Twitter. ‘’Semua orang di PSG mengirimkan doa terbaik untuk Sir Alex Ferguson,’’ tulis akun resmi

Paris Saint-Germain di Instagram. ‘’Doa saya untuk Sir Alex, teman yang saya sayangi. Yang kuat, Bos!’’ tulis megabintang Real Madrid Cristiano Ronaldo dalam akun Twitter miliknya. Pelatih Juventus Allegri tak ketinggalan mengirimkan doa bagi eks Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson yang sedang dirawat di rumah sakit. Allegri yakin Ferguson bisa sembuh dari sakitnya tersebut. ‘’Saya turut bersedih dan berharap dia cepat sembuh. Saya tahu dia punya kekuatan untuk melewati ini semua,’’ kata Allegri. Ferguson pensiun sebagai Manajer MU di akhir musim 2012/13 di usia 72 tahun. Sejak 1986, Ferguson telah mempersembahkan 38 trofi bagi Setan Merah. Namanya pun diabadikan sebagai salah satu bagian tribun di Stadion Old Trafford. Selain itu, MU pun membuatkan patung Ferguson di salah satu sudut stadion. (kmb33/afp)

Peserta dari Kalimantan Tengah Ikuti Penataran SKJ 2018

Bali Post/ist

PENATARAN — Suasana penataran dan sosialisasi Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) 2018 Indonesia Bersatu, di Wantilan Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63 A, Minggu (6/5) kemarin.

Denpasar (Bali Post) Penataran dan sosialisasi Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) 2018 Indonesia Bersatu diikuti peserta dari Denpasar, Badung, Jembrana, Buleleng, Bangli, dan Gianyar, serta Kalimantan Tengah, di Wantilan Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63 A, Minggu (6/5) kemarin. Hajatan ini dihelat Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Lala Studio bersama Kemenpora, sebab LKP Lala Studio dipercaya mengembangkan SKj 2018 Indonesia Bersatu. ‘’Saya puas bisa menuarkan ilmu SKJ 2018 Indonesia Bersatu, kepada masyarakat Bali, bahkan pesertanya sampai ke Kalimantan Tengah,’’ ujar pemilik LKP Lala Studio Adolfina Grace Tangkudung, kemarin. Yang membanggakan, peserta dari Kalimantan Tengah juga mengikuti penataran penjurian senam aerobik, di LKP Lala Studio, Jalan Veteran 66 F, Senin (7/5) ini. Menurut Grace, sebagai LKP, Lala Studio dipercaya berhak menerbitkan sertifikat juri senam aerobik, sebab tiap kali penyelenggaraan lomba harus dipimpin juri bukan instruktur. ‘’Peserta lomba pasti kecewa, jika jurinya dipegang instruktur,’’ terang Grace. (022)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 7 Mei 2018 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu