20 HALAMAN
NOMOR 336 TAHUN KE 69
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
Senin Wage, 7 agustus 2017
@balipostcom (4.812rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Pemerintah Belum Memihak Petani Garam
Jajak Pendapat
Harus Ditindak, Tokoh Penyebar Intoleransi
WACANA penindakan terhadap ormas anti-Pancasila dan cenderung radikal berulang kali disuarakan Presiden Jokowi. Langkah tegas dalam tataran wacana ini tentu memberikan inspirasi bagi banyak kalangan
Palu (Bali Post) –
Garam kini mengalami kelangkaan. Selain langka, harganya juga melambung. Bisa mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya. Pengamat perikanan dan kelautan di Sulawesi Tengah, Fadly Y Tantu, kemarin, menyatakan kebijakan pemerintah saat ini belum berpihak kepada petani garam. Juga belum berpihak pada potensi pengembangan daerah untuk pengembangan produksi garam. Menurutnya, pertanyaan yang sederhana yakni apakah pemerintah memiliki rencana strategis untuk pengembangan garam, dengan melihat potensi yang begitu besar tersebut. Padahal, banyak daerah yang bisa dikembangkan seperti di sepanjang garis pantai Kabupaten Donggala menuju Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Parigi Moutong hingga Kabupaten Banggai. Dia mencontohkan di Kota Palu, orangtua dahulu telah mengembangkan tambak garam di Teluk Palu, khususnya di sekitar Pantai Talise. Itu merupakan pemikiran yang sangat baik karena mereka telah memikirkan masa depan. Namun, upaya itu tidak pernah dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting dan berharga dalam menjaga kearifan lokal tersebut. Hal itu terlihat dengan pembangunan rumah toko di depan lokasi tambak garam masyarakat. Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Bambang
untuk berbuat. Wacana penindakan ini hendaknya dijabarkan secara lebih riil, mengingat ancaman terhadap stabilitas kebangsaan dan NKRI menguat. Tak hanya ormas antiPancasila, tokoh-tokoh anti-Pancasila pun harus ditindak. Selain itu, pemerintah harus segera mengatasi potensi pelemahan ekonomi rakyat. Jika ini gagal diatasi, provokasi terhadap rakyat akan mudah dikondisikan. Hal. 19 Gebuk Ormas Yakinkah Anda dengan Perppu Ormas dan gerakan bela negara pemerintah mengatasi gangguan stabilitas kebangsaan ? 81,23% Yakin
s Perppu Orma
Marc Marquez
14,57% Tidak Yakin 4,20% Tidak Tahu responden : 655 grafis: tomik cahya
Dukung Jokowi Jangan Orientasi Jangka Pendek Jakarta (Bali Post) Sejumlah partai politik telah secara tegas menyatakan dukungannya untuk pencalonan kembali Presiden Joko Widodo pada pemilu serentak 2019 termasuk hasil Rapimnas Partai Hanura di Bali, Minggu (6/8) kemarin. Menyikapi dukungan sejumlah parpol tersebut, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pada dasarnya partainya menyambut baik semua dukungan dari partai politik dan menilai bahwa dukungan itu positif. Sebab, dukungan yang diberikan sejumlah parpol telah banyak membantu program-program Presiden Jokowi. ‘’Tapi yang penting dukungan itu jangan sebagai motif kekuasaan, motif-motif kepentingan jangka pendek,’’ kata Hasto Kristiyanto, Minggu (6/8) kemarin. Hasto menegaskan, dukungan yang diberikan parpol harusnya benar-benar didasarkan pada kesadaran organisasi yaitu memahami bahwa kinerja Presiden Jokowi baik. Ia mengakui dukungan partai politik lain sangat positif dalam membangun konsolidasi ke depan apabila semua pihak dapat menjaga komitmennya. Terutama dukungan kader-kader parpol lain yang memiliki wakilnya di DPR. ‘’Kalau sudah memberikan dukungan kami harapkan di tingkat implementasinya juga dijabarkan baik melalui DPR, maupun dukungan di tengah rakyat,’’ kata Hasto. Selain Partai Hanura, keputusan mengejutkan disampaikan Ketua umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibdjo juga dukung Jokowi. Selama ini publik menilai Hary Tanoe berseberangan dengan Jokowi. (kmb4)
Bali Post/ap
Keputusan Tepat Marquez Republik Ceko Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, menjuarai balap MotoGP 2017 seri ke-10 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, Minggu (6/8) kemarin. Marquez yang memulai dari posisi terdepan, sukses menuntaskan balapan dengan catatan waktu 44 menit 15,974 detik, disusul rekan setimnya Dani Pedrosa yang terpaut 12,438 detik. Keputusan tepat Marquez dengan mengganti motor lebih awal, sukses membuatnya menjadi pemenang di seri ke-10 ini. Di awal balapan, Marquez berhasil menjadi yang terdepan. Sedangkan Valentino Rossi yang start di posisi kedua, turun ke posisi kelima usai disalip oleh Duo Ducati.
Memasuki akhir lap kedua, Marquez mengganti motor karena kondisi lintasan yang mengering. Sementara pembalap lainnya masih saling mengejar di lintasan. Pada lap ketiga, Rossi mengambil alih pimpinan balapan dari Jorge Lorenzo. Marquez akhirnya berhasil kembali menjadi di depan, usai para pembalap lainnya ikut mengganti motor. Namun perlahan, Rossi merangsek ke posisi enam ketika balapan tinggal menyisakan 8 putaran lagi. Sedangkan di posisi kedua ditempati Pedrosa, disusul oleh Maverick Vinales dan Rossi di posisi ke-4. Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso meraih posisi keenam, dan Lorenzo harus puas berada di peringkat ke-15. (ant)
Soesatyo menyebutkan lahan menjadi kendala produksi garam di Indonesia. ‘’Produksi garam memerlukan lahan luas. Di Australia banyak lahan. Kita susah cari lahan, kecuali di luar Pulau Jawa,’’ katanya. Ia berujar sudah banyak kementerian yang meneliti garam. Pun Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi mampu membuat garam farmasi. Menurutnya, mengolah garam tidak sulit, tinggal menjemurnya. Namun yang menjadi masalah adalah area menjemur. Namun, ia tidak menjabarkan berapa area ideal untuk memproduksi garam. Apabila mengintervensi teknologi, bergantung pada ketertarikan investor. Selain itu, ia menyebut tidak banyak peneliti yang tertarik meneliti garam. Dia mengatakan, LIPI menargetkan penelitian garam tepat guna. Artinya, tidak mungkin Indonesia sebagai negara tropis harus mengimpor garam. (ant)
Kasus Victor Laiskodat
Umat Jangan Diseret-seret
Jakarta (Bali Post) Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta pihak-pihak yang mempermasalahkan video politisi Partai NasDem Victor Laiskodat yang menyebutkan PKS, PAN, Gerindra dan Demokrat sebagai partai intoleran dan pendukung gerakan sistem pemerintahan khilafah, tidak membawa-bawa umat beragama dalam pusaran persoalan ini. ‘’Umat itu kan bagian terbesar dari bangsa. Jadi jangan sampai umat ikut diseret-seret terhadap masalah-masalah seperti ini. Jangan terprovokasi ya,’’ kata
KH Ma’rif Amin, Minggu (6/8) kemarin. Dia mempersilakan persoalan ini dibawa ke ranah hukum, sehingga penyelesaiannya murni dalam proses hukum. ‘’Umat jangan dibawa, kalau dibawa ke umat itu jadi masalah besar itu. Kalau mau diproses (hukum), ya… proses saja,’’ imbuhnya. Saat ini, menurutnya, bangsa Indonesia sedang berupaya membangun ke arah situasi dan kondisi yang kondusif untuk menjaga keutuhan dan persatuan bangsa. Hal. 19 Tidak Fitnah
Bali Post/ant
BUKA LAHAN - Api membesar dari lahan yang terbakar di Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, beberapa hari lalu. Kebakaran lahan tersebut diduga bertujuan membuka lahan untuk ditanami pada musim hujan mendatang. (Beritanya di halaman 19)
Diskusi Budaya
Kearifan Lokal Ajarkan Hidup Harmonis
Rasa nasionalisme dan keberagaman menarik didiskusikan ketika bangsa kita diterpa erosi nasionalisme, terutama erosi terhadap empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Demikian juga pada saat menurunnya rasa militansi dan jati diri bangsa. Lalu adakah nilai-nilai kearifan lokal Bali bisa dimaknai untuk memperkokoh nasionalisme dan keberagaman?
DIREKTUR Program Pascasarjana Unhi Prof. Dr. I Putu Gelgel mengatakan, revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal dalam memperkokoh nasionalisme dan keberagaman penting dilakukan. Pandangan itu disampaikan saat diskusi budaya serangkaian HUT ke-69 Bali Post di Kampus ISI Denpasar. Diskusi ini digelar Bali Post bekerja sama dengan ISI Denpasar, di kampus setempat, Jumat (4/8) lalu. Prof. Gelgel menyampaikan, Indo-
nesia pernah dijadikan model dalam kehidupan kerukunan antarumat beragama oleh masyarakat internasional. Namun, sekarang banyak konflik terjadi justru dipicu oleh persoalan-persoalan agama. Memang tidak mudah mengurai penyebab terjadinya kekerasan dan ketidakrukunan antaragama ini. Tetapi kondisi ini tentu tidak dapat dibiarkan begitu saja. Harus dicari jalan keluarnya. Setidaknya kita masih memiliki kearifan lokal yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. ‘’Tidak mustahil kalau dalam kearifan lokal itu kita temukan mutiara-mutiara terpendam yang dapat memberi kontribusi dalam mengantisipasi kekerasan atas nama agama dan menciptakan kerukunan antarumat beragama di negeri tercinta ini,’’ ujarnya. Lanjut Prof. Gelgel, dalam kehidupan
masyarakat Bali terdapat seperangkat kearifan lokal yang sangat potensial dimaknai dalam memelihara dan menjaga kerukunan dan perdamaian antaraagama. Di antaranya Tri Hita Karana, Tri Kaya Parisudha, hukum Karma Phala, Desa Kala Patra, Tat Twan Asi, dan Rwa Bhineda. Tri Hita Karana merupakan suatu konsep keselarasan dalam kehidupan masyarakat Bali yang terdiri atas parahyangan, palemahan dan pawongan. Konsepsi Tri Hita Karana tidak saja diterapkan dalam kehidupan desa adat, tetapi juga telah melembaga dalam unitunit kesatuan hidup dan penghidupan lainnya, termasuk dalam menjaga keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal. 19 Pengendalian Diri
I Putu Gelgel
Bali Post/eka
Suryawan Wiranatha
denpasar
2
Senin Wage, 7 Agustus 2017
figur
Bali Post/rah
Pertahankan Wisata Spiritual
WALAU sibuk dengan aktivitas sebagai Wakapolda Bali Brigjen Pol. Gede Alit Widana menyempatkan diri sembahyang ke Nusa Penida, Klungkung, Minggu (6/8) kemarin. Jenderal bintang satu di pundak ini tangkil ke Pura Gria Kepah Agung linggih Ratu Niang Sakti dan Ratu Gede, Pura Segara, Pura Taman, Pura Penataran dan Pura Dalem Ped. Mantan Kapolresta Denpasar ini mengungkapkan, ia sudah sering tangkil ke Pura-pura yang ada di Nusa Penida. Alit Widana mengaku bangga karena wisata spiritual di Nusa Penida bisa dipertahankan, bahkan terus berkembang. Dengan keistimewaan yang dimiliki Nusa Penida membuat pamedek yang datang ke sana tidak pernah sepi. ‘’Harus dipertahankan kondisi ini meskipun pariwisata di Nusa Penida juga berkembang pesat. Kami berharap masyarakat Nusa Penida juga memperhatikan kamtibmas agar turis dan pamedek yang datang merasa aman dan nyaman. Kalau ada hal-hal mencurigakan, secepatnya diinformasikan ke Polsek Nusa Penida,” harap mantan Karo Ops Polda Bali ini. Kepada krama Nusa Penida, mantan petinggi BNN ini mengimbau agar tetap mengutamakan keamanan, terutama pemilik akomodasi wisata. Selain itu, harus diantisipasi peredaran narkoba, terorisme dan intoleransi. Nusa Penida harus mempertahankan wisata spiritualnya agar punya ciri khas sendiri. (rah)
Pramuka Bentuk Karakter Pemimpin Kreatif dan Inovatif
Denpasar (Bali Post) Guna mengasah pengetahuan dan keterampilan mengenai kepramukaan, SMA Negeri 3 Denpasar kembali menggelar kegiatan Lomba Pandu Trisma Cup ke-32, Minggu (6/8) di Halaman SMAN 3 Denpasar. Kegiatan ini diikuti 600 orang peserta perwakilan dari sembilan Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Bali. Lomba Pandu Trisma Cup ini dibuka Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, ditandai dengan pelepasan balon ke udara. Sebelum acara Lomba Pandu Trisna Cup ke-32 dimulai, para Kwarcab se-Bali melaksanakan upacara bendera yang dipimpin langsung Wali Kota Rai Mantra. Pada kesempatan itu, Rai Mantra berkesempatan menyerahkan piala bergilir kepada Kepala Sekolah SMAN 3 Denpasar Ketut Suyastra untuk diperebutkan kembali dalam Lomba Pandu Trisma Cup ke-32. Dalam sambutannya, Wali Kota Rai Mantra mengatakan kegiatan Pramuka ini bukan hanya mengisi kegiatan ekstrakulikuler semata, namun kegiatan Pramuka merupakan sebuah prioritas di dalam pembentukan karakter. Hal itu harus diperhatikan oleh para pembina Pramuka. ‘‘Pramuka ini adalah sebuah wadah yang sangat tepat untuk meniti karir dan pembentukan karakteristik adik-adik ke depan. Kegiatan ini harus terus belanjut karena Pramuka adalah tempat pembentukan karakter yang baik,” ujarnya. Rai Mantra juga memberikan apresiasi positif kepada SMAN 3 Denpasar yang selama ini sangat konsistensi dan selalu bersemangat di dalam mengelola kepramukaan hingga saat ini. Diharapkan hal ini bisa menjadi contoh dan motivasi untuk sekolahsekolah lain, bahwa di sekolah itu bukan hanya pelajaran, logika maupun sains saja yang diperlukan, tapi juga kegiatan-kegiatan yang kreatif, disiplin dan inovatif yang menentukan keberhasilan dari anak-anak didik itu sendiri, seperti kegiatan Pramuka. Sementara itu, Ketua Pandu Trisma Cup Ni Made Trisya Puspita Devi mengatakan kegiatan Pandu Trisma Cup ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh SMAN 3 Denpasar untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Paramuka. Lomba Pandu Trisma Cup ke-32 tahun ini dibagi menjadi dua kelompok yakni Penggalang dan Penegak. Untuk kategori Penggalang terdapat empat macam lomba, yakni Lomba Cerdas Tangkas (LCT) diikuti 13 peserta, Lomba Bivak diikuti sembilan peserta, Lomba Pioneering (Meja Makan) diikuti sepuluh peserta dan Lomba Hasta Karya diikuti sebelas peserta. Sementara untuk Penegak juga terdapat empat macam lomba yakni, Lomba Cerdas Tangkas (LCT) diikuti 18 peserta, Lomba Pioneering (Menara Pandang) diikuti 14 peserta, Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) diikuti lima peserta serta Lomba Cipta Musik Barang Bekas (CMBB) diikuti 13 peserta. Dikatakan, Pandu Trisma Cup ke-32 ini diikuti oleh 13 Pangkalan Kelompok Penggalang dan 20 Pangkalan Kelompok Penegak dengan total keseluruhan peserta sebanyak 600 orang peserta. (kmb12)
Bali Post/wan
MENUJU BOAT - Sejumlah wisatawan berjalan menuju boat yang akan menyeberangkan mereka ke Nusa Lembongan. Pariwisata di pulau kecil yang masuk wilayah Kabupaten Klungkung itu memang berkembang pesat.
Diapresiasi Positif, Kenaikan Upah Guru Honor Fraksi PDI-P dan A.A. Gede Mahendra, S.H., S.E. dari Fraksi Golkar menyampaikan apresiasinya. Bahkan, kedua fraksi ini berharap pemberian intensif kepada guru honor agar dilakukan secara berkala. ‘’Kami berharap intensif tersebut bisa mendekati Rp 80.000 per jam dan mening-
kat setiap tahunnya,’’ ujar Gede Mahendra. Pendapat serupa juga disampaikan Ketut Buda. Ia berharap peningkatan intensif guru honor dilakukan setiap tahun dengan besaran yang meningkat pula. Pasalnya, selama ini pendapatan guru honor sangat minim. Sebelumnya, dalam rapat kerja antara Badan Anggaran dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Denpasar yang membahas Ranperda Perubahan APBD 2017 terungkap, pihak eksekutif bersama legislatif Kota Denpasar sepakat untuk menaikkan tunjangan guru honorer menjadi Rp 60 ribu
konsultasi dan pendaftaran hak kekayaan intelektual kepada pelaku ekonomi kreatif Bali, di Sanur, Minggu (6/8) kemarin. Menurut Ari Juliano Gema, sebuah usaha yang membuat produk meski lain merek, itu tergantung terhadap hak kekayaan intelektualnya. Dalam satu produk biasanya terdiri dalam berbagai jenis Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Kalau yang dilindungi hanya mereknya saja, misalkan satu produk kursi sama bentuknya namum mereknya beda, maka itu hanya perlindungan merek saja. Namun, apabila HKI pada bentuk dan desain industrinya, maka apabila ada yang meniru bentuk dan desainnya, itu bisa dilakukan upaya hukum terhadap peniruan desain industri tersebut. Terhadap maraknya bloger atau pengguna sosmed yang sering me-review ataupun me-repost karya orang lain, Ari Juliano Gema mengatakan hal itu boleh dilakukan apabila untuk sebuah kritik. Namun, apabila itu sudah
masuk untuk mengambil keuntungan dan ternyata blog itu ada iklannya, maka itulah yang menjadi masalah. Kalau seperti itu, bisa ada risiko hukumnya. ‘’Tapi beda kalau ternyata orang ini memang bloger sejati yang tidak mengomersialkan blognya, namun untuk kritik. Itu diperbolehkan dalam UU Hak Cipta,’’ ujarnya. Sejak tahun 2016, kata Ari Juliano Gema, Bekraf sudah terus melakukan sosialisasi ke berbagai kota. Lebih dari 1.000 pelaku di berbagai kota sudah diberikan sosialisasi. Pasalnya, masalah menyadarkan masyarakat terhadap hak atas kekayaan intelektual (HaKI) tidak mudah. Konsep HaKI sebenarnya bukan konsep asli orang Indonesia, namun konsep dari dunia Barat yang memandang bahwa aset itu tidak harus fisik, namun juga bisa nonfisik. ‘’HKI itu aset nonfisik yang mana orang diakui atas intelektualitasnya dan kemudian dikomersilkan, sehingga ada
Denpasar (Bali Post) –
Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honor mulai dilakukan Pemkot Denpasar. Tahun ini Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) telah merancang kenaikan upah per jam mata pelajaran bagi guru honor di Denpasar menjadi Rp 60.000. Upaya ini mendapat apresiasi positif dari dua fraksi besar di DPRD Denpasar, yakni PDI-P dan Golkar. Dalam pandangan umumnya pada sidang paripurna, belum lama ini, Ir. I Ketut Buda dari Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
FM 96,5
Topik : DIAPRESIASI POSITIF, KENAIKAN UPAH GURU HONOR Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
mendapatkan tunjangan dana BOS reguler sebesar 15 persen. Kepala Disdikpora Kota Denpasar I Wayan Gunawan mengatakan, terdapat 945 guru honor yang tersebar di beberapa tingkat pendidikan, yakni TK, SD dan SMP. Untuk itu, tahap pertama diperlukan penyusunan petunjuk teknis (juknis), siapa saja yang akan menjadi penerima. ‘’Karena faktanya di lapangan ada beberapa jenis guru. Misalnya, di SD ada guru kelas, guru muatan lokal dan guru ekstrakurikuler. Sedangkan untuk SMP, ada guru mata pelajaran dan guru ekstrakurikuler,’’ jelasnya. (kmb12)
Badan Ekonomi Kreatif Sosialisasikan HKI
Denpasar (Bali Post) Undang-undang hak cipta di Indonesia mengatur setiap penggunaan komersial atas suatu karya harus seizin orang yang memilikinya, sehingga nantinya ada dua pendekatan. Seandainya penggunaan suatu hak cipta untuk komersial tanpa seizin pemiliknya, bisa dilakukan dua upaya hukum. Pertama, melaporkan kepada polisi dengan kemungkinan orang tersebut akan bisa dipenjarakan kalau terbukti. Kedua, dilakukan gugatan ke pengadilan untuk minta kompensasi secara perdata. ‘’Apabila ada orang-orang yang menggunakan karya orang lain bukan untuk komersial tapi malah merugikan nama baik pemilik karya, maka hal itu bisa diminta pertanggungjawabannya kepada orang yang menggunakan,’’ kata Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia Ari Juliano Gema saat memberikan materi pada saat
Bali Post/kmb23
MATERI - Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Ari Juliano Gema saat menyampaikan materi saat kegiatan konsultasi dan pendaftaran hak kekayaan intelektual kepada pelaku ekonomi kreatif di Bali, Minggu (6/8) kemarin. perlindungan HKI,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar I Wayan Gatra menyampaikan apresiasi positif atas terselenggaranya
kegiatan tersebut. Pihaknya berharap sosialisasi ini mampu memberikan dampak yang baik bagi pengusaha di Bali pada umumnya dan Denpasar pada khususnya. (kmb23)
Sambut HUT Ke-72 RI
Masyarakat Denpasar Gelar Aksi Bersih-bersih dan Pungut Sampah Serentak
BERSIH-BERSIH - Suasana saat kegiatan bersih-bersih berlangsung di Kelurahan Sumerta, serangkaian menyambut HUT ke-72 RI, Minggu (6/8) kemarin.
081 337 032 965, (0361) 819446
per jamnya. Asisten III Setda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Edi Mulya mengungkapkan, setelah melalui berbagai tahapan dan masukan, akhirnya baik eksekutif maupun legislatif sepakat untuk menyejahterakan guru honorer di Kota Denpasar melalui APBD. Dengan menaikkan insentif guru honor menjadi Rp 60 ribu per jam, kondisi itu memungkinkan guru honor mengantongi pendapatan sebesar Rp 1.440.000 dari sebelumnya yang hanya Rp 1.360.800 di luar dana BOS reguler yang digelontorkan pemerintah pusat. Selain mendapatkan kenaikan gaji dari APBD, guru honorer juga tetap
DALAM rangka menyambut HUT ke-72 RI, berbagai aktivitas dilakukan oleh masyarakat Kota Denpasar. Mulai dari mengadakan perlombaan, menghias rumah dengan berbagai pernak-pernik merah putih, kerja bakti hingga memungut sampah serentak. Seperti Minggu (6/8) kemarin, Kelurahan Sumerta Kecamatan Denpasar Timur dan Desa Tegal Kertha Kecamatan Denpasar Barat menggelar kerja bakti dan pungut sampah serentak di lingkungan masing-
masing. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat dikonfirmasi sangat mengapresiasi serta mendukung setiap kegiatan yang dilakukan, baik itu oleh OPD, kecamatan, kelurahan, desa hingga masyarakat di lingkungan yang ada di Kota Denpasar dalam menyambut HUT ke-72 RI. “Kami mengapresiasi setiap kegiatan serangkaian menyambut Hari Kemerdekaan dan kita harus secara bersama-sama mewujudkan Den-
pasar bersih, sehat dan hijau serta dalam upaya membangkitkan jiwa semangat gotong royong. Hal ini harus dimulai dari diri sendiri, kemudian yang terpenting juga harus mengetoktularkan kepada generasi muda. Mereka harus dididik sejak dini guna membiasakan pola hidup bersih, sehingga kesadaran masyarakat akan semakin meningkat,” tegasnya. Lurah Sumerta I Made Tirana menegaskan, masalah kebersihan bukan menjadi tanggung jawab pemerintah semata, namun diperlukan peran serta dan kesadaran dari semua masyarakat yang ada di Kota Denpasar sehingga tercipta Denpasar bersih dan hijau. “Kami terus berupaya mendorong masyarakat untuk terus melakukan kegiatan bersih-bersih sesuai dengan apa yang sering didengungkan Bapak Wali Kota Rai Mantra maupun Bapak Wakil Wali Kota Jaya Negara, yakni menciptakan Kota Denpasar yang bersih dan hijau,” kata Tirana. Kegiatan ini selain untuk menyambut HUT ke-72 RI, juga sebagai bentuk sinergi antara Pemerintah Kota Denpasar dengan lapisan masyarakat maupun kelurahan melalui aksi gerakan kebersihan lingkungan yang serentak dilaksanakan di tujuh lingkungan banjar. Pihaknya bersama dengan tujuh kepala lingkungan yang ada di Kelurahan Sumerta, yakni Lingkungan Abian Kapas Kaja, Abian Kapas Kelod, Abian Kapas Tengah, Ketapian Kaja, Ketapian Kelod, Buaji Sari dan Tanjung Bungkak sangat mendukung kegiatan seperti ini dan sela-
lu mendukung semua program-program yang ada di Pemerintah Kota Denpasar. “Ke depan kegiatan seperti ini akan terus berkelanjutan, demi terciptanya suasana yang nyaman, bersih yang sudah barang tentu menciptakan Denpasar yang bersih dan hijau,” ujar Tirana. Klian Banjar Ketapian Kelod I Made Sudira mengaku sangat antusias dan menyambut baik kegiatan bersih-bersih ini. Tidak hanya dalam menyambut kegiatan HUT ke-72 RI saja, namun pihaknya selalu mengadakan kegiatan serupa dengan melibatkan langsung masyarakatnya. “Kegiatan seperti ini harus terus dilanjutkan, bahkan terus ditingkatkan guna terciptanya lingkungan yang bersih, nyaman dan hijau. Namun dalam hal ini kita tidak bisa sendiri, diperlukan semua partisipasi maupun kesadaran dari masyarakat untuk menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing,” kata Sudira. Sementara ditempat terpisah, Perbekel Desa Tegal Kertha Kecamatan Denpasar Barat I Putu Trisnajaya sangat mengapresiasi kegiatan kerja bakti secara serentak di lingkungannya. Menurutnya, dari kegiatan kerja bakti ini kalau sudah sesering mungkin dilaksanakan, maka akan tercipta lingkungan yang benar-benar bersih. “Menurut saya, tingkat kesadaran masyarakat sekarang ini sudah meningkat, namun dalam hal ini tidak saja lingkungan harus bersih, tapi sungai pun harus bersih, serta menjadi perhatian kita bersama-sama,” kata Trisnajaya. (ad422)
BADUNG
Senin Wage, 7 Agustus 2017
3
Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Irigasi
Bupati Giri Prasta Buka Lomba Mancing Air Deras Banjar Pande Sempidi
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta membuka kegiatan Lomba Mancing Air Deras Sekaa Teruna Pertapa, Banjar Pande, Desa Sempidi di Sungai Banjar Pande, Kelurahan Sempidi, Mengwi, Minggu (6/8) kemarin. Lomba mancing yang melibatkan ribuan penggemar mancing mania ini ditandai dengan penebaran ikan lele oleh Bupati Giri Prasta. Hadir mendampingi Bupati, yakni Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Kabag Umum Nyoman Suardana, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, Lurah Sempidi, Bendesa Adat Sempidi dan Kwanji serta tokoh masyarakat setempat. Bupati Giri Prasta sangat mengapresiasi lomba mancing air deras ini. Di samping untuk penggalian dana sekaa teruna, kegiatan ini juga sangat bermanfaat dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian sungai sebagai irigasi pengairan subak.
“Kami mengajak sekaa teruna dan masyarakat khususnya di Sempidi untuk tetap menjaga kebersihan aliran irigasi dari hulu hingga ke hilir,” katanya. Selain itu, kata Bupati Giri Prasta, kegiatan mancing ini juga secara tidak langsung memberi keuntungan bagi penghobi mancing mania, karena dapat menyalurkan hobinya serta juga bagi masyarakat peternak ikan lele juga kecipratan untung karena mampu meningkatkan perekonomiannya. “Kegiatan ini sebagai salah satu upaya peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi peternak ikan lele,” tambahnya. Berkaitan dengan pembangunan di Kelurahan Sempidi termasuk sekaa terunanya, Bupati Giri Prasta berkomitmen mendukung penuh pembangunan di Sempidi. Begitu pula kebutuhan sekaa teruna baik itu gong, alat musik dan lainnya akan diberikan sepenuhnya. Sementara un-
tuk lomba mancing, Bupati Giri Prasta menambahkan hadiah untuk juara I, II dan III ditambah masing-masing Rp 500 ribu, hadiah hiburan ditambah sebesar Rp 2 juta dan untuk Sekaa Teruna Pertapa secara pribadi Bupati membantu Rp 20 juta. Ketua Panitia A.A. Bagus Mega Widya Negara melaporkan, salah satu tujuan dari lomba mancing ini untuk mewujudkan kebersihan dan kelestarian lingkungan khususnya bidang perairan, selain itu guna penggalian dana menunjang kegiatan Sekaa Teruna Pertapa. Atas nama sekaa teruna, Agung Bagus menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh Bupati Giri Prasta dalam meningkatkan pembangunan, baik di Banjar Pande maupun di Desa Adat dan Kelurahan Sempidi. Untuk itu, Sekaa Teruna akan siap mengawal dan mendukung program dan kebijakan Bupati Badung. (ad423s) Bali Post/ian
BERGOTONG-ROYONG - Sejumlah nelayan di Pantai Kedonganan, Kuta bergotong-royong memindahkan jukung (perahu tradisional) penangkap ikan yang baru mendarat ke pinggir pantai.
MEMBUKA - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat membuka kegiatan Lomba Mancing Air Deras Sekaa Teruna Pertapa, Banjar Pande, Desa Sempidi di Sungai Banjar Pande, Kelurahan Sempidi, Mengwi, Minggu (6/8) kemarin.
Pungutan Berdasar ”Pararem” Dituduh Pungli
Warga Tanjung Benoa Resah
Mangupura (Bali Post) -
Tuduhan pungutan liar (pungli) yang menyeret Bendesa Adat Tanjung Benoa pascapenangkapan NR (33), salah seorang warga Desa Adat Tanjung Benoa oleh anggota Subdit I Dit Reskrimum Polda Bali Rabu (2/8) lalu, membuat krama adat Tanjung Benoa resah. Melalui para prajuru, ditegaskan bahwa pungutan itu sebenarnya bersifat resmi karena didasari atas pararem (aturan adat - red) serta kesepakatan dengan usaha-usaha watersport terkait. Wakil Bendesa Adat Tanjung Benoa Made Sugianta menyampaikan klarifikasi prajuru Desa Adat Tanjung Benoa tentang pemberitaan pungli yang menyudutkan Bendesa Adat Tanjung Benoa. Ditegaskan, informasi tersebut merupakan informasi yang sangat menyesatkan dan jauh dari kebenaran yang ada. “Kami dari prajuru desa sangat menyayangkan pemberitaan seperti itu, karena tanpa dasar yang akurat dan pemberitaan tanpa sumber yang jelas. Tentu saja hal ini sangat menyakiti perasaan masyarakat,” kata Sugianta, Minggu (6/8) kemarin. Menurut Sugianta, pungutan itu adalah kegiatan yang merupakan bagian dari program Gali Potensi Wisata Bahari. Program itu lahir pada tahun 2015 silam, atas dasar pararem yang telah disetujui oleh krama serta disepakati oleh para pengusaha wisata bahari. Dengan mengacu pada Perda Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Perda Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2001 tentang
Desa Pakraman, dikatakan bahwa desa pakraman boleh mendapatkan oleh-oleh, dengan kata lain memungut dana punia asal atas persetujuan kedua pihak. Mekanisme yang dilakukan, kata Sugianta, para pengusaha diminta kontribusinya senilai Rp 10 ribu per aktivitas wisata bahari. Jumlah tersebut lalu dibagi dua, sebagian diserahkan ke desa adat dan sebagian dikembalikan lagi kepada usaha wisata bahari bersangkutan. Selama ini tidak ada usaha wisata bahari yang mengeluhkan hal tersebut. Selain karena telah sepakat, para pengusaha juga menyadari bahwa ada banyak manfaat yang bisa diterima oleh masyarakat dari penyisihan pendapatan Rp 10 ribu itu. Sugianta menambahkan, manfaat yang didapat di antaranya berkaitan dengan pengaturan parkir sarana wisata bahari, kebersihan pantai, pengamanan pantai, kelancaran lalu lintas darat serta penyediaan ambulans beserta sopir. “Jadi kalau dibilang petugas kami telah
melakukan pungli dan dana tersebut masuk ke kantong pribadi Jero Bendesa, itu sama sekali tidak benar. Itu adalah fitnah yang sangat keji untuk membunuh karakter pimpinan kami,” ujarnya mewakili krama Desa Adat Tanjung Benoa. Sekretaris Desa Adat Tanjung Benoa Made Rudita menambahkan, prajuru adat memastikan semua mekanisme telah berjalan sebagaimana mestinya. Di mana hasil gali potensi oleh 24 petugas disetorkan kepada kasir penggalian dana gali potensi. Lalu setelah dikurangi biaya-biaya administrasi, karyawan dan lain sebagainya, dana itu kemudian disetorkan ke desa adat. Bahkan sebelum pertanggungjawabannya disampaikan kepada krama, ada yang namanya proses pemeriksaan. Itu dilakukan oleh Badan Pemeriksa yang terdiri dari perwakilan masing-masing banjar. “Nah, saat rapat Galungan itulah baru disahkan. Itu pun kalau tidak ada permasalahan,” tegasnya. (kmb23)
Mangupura (Bali Post)Tahun 2017 ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Badung menargetkan kunjungan wisatawan mencapai enam juta untuk wisatawan mancanegara dan domestik sebesar delapan juta. Upaya untuk mendongkrak kunjungan wisatawan tersebut dilakukan dengan konsep Meetings, Incentives, Conferences And Exhibitions (MICE). Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra mengatakan hal itu, belum lama ini. Menurut Badra, bentuk dari koncep MICE yang sedang dikembangkan itu adalah dengan digelarnya tiga event besar yang telah
masuk dalam kalender event tahunan. Tiga event tersebut meliputi festival pertanian di Badung utara, festival budaya di Badung tengah dan festival bahari di Badung Selatan. “Setiap bulan kita akan siapkan e v e n t . Mi s a l ny a L e g i a n Beach Festival, Food Festival di Kedonganan dan festival-festival lainnya. Festival-festival ini akan terus didorong untuk bisa menggerakkan roda pariwisata,” ujarnya. Selain itu, kata Badra pihaknya juga terus melakukan promosi ke luar negeri dan domestik. Khusus untuk domestik dilakukan promosi di Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan
Makassar. Ditegaskan, daerah-daerah tersebut merupakan segmen pasar yang sangat potensial. Bahkan setiap bulannya juga dilakukan promosi ke luar negeri yang dilakukan oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD). “Untuk mengefektifkan pelaksanaan promosi, kamu punya target pasar yang jelas. Segmen pasar yang penting untuk quality tourism. Dalam hal ini, harus bisa dipahami apa yang menjadi kesukaan masyarakat pada suatu negara. Jangan sampai melakukan promosi ke suatu negara dengan tujuan yang berbeda, tentu akan berbeda hasilnya,” tegasnya. (kmb23)
Dongkrak Kunjungan Wisata dengan Konsep MICE
info seremonial
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
BPPD dan Dinas Pariwisata Denpasar
Senin Wage, 7 Agustus 2017
Taman Ayun Barong Festival Regeneration Superstar 2017
Gelar Kompetisi Vlog Denpasar Destinasi Wisata Dibuka Wabup Suiasa dengan ’’Getakan Tapel’’ Barong
BADAN Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Denpasar dan Minikino menyelenggarakan kompetisi vlog bagi pelajar SMA/SMK. Batas waktu penyerahan vlog, 7-12 Agustus 2017. Tema lomba mengenai Kota Denpasar sebagai destinasi wisata. Juara I akan mendapatkan hadiah Rp 1.500.000, juara II Rp 1.250.000 dan juara III Rp 1.000.000. Sebelum kompetisi, BPPD Kota Denpasar bersama Minikino menyelenggarakan workshop membuat vlog, Minggu (6/8) kemarin. Peserta diajarkan tentang jurnalisme warga oleh tim dari Bale Bengong, dasar tentang vlog dan cara pembuatan vlog. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Ir. A.A. Bagus Sudharsana mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu inovasi BPPD Kota Denpasar yang dilaksanakan ketiga kalinya. Lomba vlog digelar mulai tahun 2015. Hingga saat ini telah 19 tim yang mendaftar untuk mengikuti kompetisi vlog tersebut. Satu tim terdiri atas tiga orang yang berasal dari sekolah yang sama. Vlog saat ini sedang menjadi tren karena dari vloger bisa menghasilkan uang. Peluang keuntungan finansial yang bisa didapatkan dari vlogging adalah bekerja sama dengan instansi yang membutuhkan pembuatan vlog dan vlog juga bisa sebagai ajang promosi. Tujuan lomba vlog ini adalah untuk meningkatkan kreativitas generasi muda utamanya siswa SMA/SMK Kota Denpasar dalam bidang penguatan promosi dan
SAMBUTAN - Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar A.A. Bagus Sudharsana memberikan sambutan pada workshop pembuatan vlog bersama Minikino. branding daya tarik pariwisata. Melalui lomba vlog juga dilakukan pengenalan potensi atau daya tarik wisata Kota Denpasar kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Lomba ini dapat meningkatkan peran serta generasi dalam pembangunan pariwisata kota. ‘’Tujuannya menggandeng insaninsan kreatif yang bergerak di bidang sinematografi salah satunya adalah Minikino yang kami ajak memberikan pemahaman kepada anak-anak di bidang vlog. Lomba ini merupakan proses belajar membuat vlog bagi pemula. Kami sasar anakanak sekolah agar hari libur ini diisi dengan kegiatan positif,’’ ungkap Bagus Sudharsana. Dari lomba vlog ini nantinya dapat diinventarisasi vlog tentang pariwisata Denpasar, sebagai sarana
untuk variasi promosi pariwisata serta sebagai motivator peningkatan kualitas bagi pengelola daya tarik wisata dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daya tarik wisatawan Kota Denpasar. Menurutnya, peserta dapat memilih objek wisata yang ada di Kota Denpasar berdasarkan jenis atraksinya. Jenis atraksi budaya misalnya Museum Leumayur, Museum Sidik Jari Bali, Pura Maspahit, Pura Dalem Sakenan, kuliner, kerajinan, ngerebong dan omed-omedan. Jenis atraksi nature misalnya Pulau Serangan, mangrove, Pantai Sanur, desa wisata, subak dan sungai. Jenis atraksi berupa event seperti Pasar Tradisional Kreneng, Pasar Badung, Pasar Kumbasari, Sanur Village Festival, Denpasar Festival dan Festival Layang-layang. (ad424)
Peminat Masuk Unmas Denpasar 4.100 Peserta Lima Prodi Disiapkan Raih Akreditasi A
KAMPUS Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar setiap tahun menjadi kampus idola anak muda di Bali. Jumlah mahasiswa barunya terus mengalami peningkatan. Ini dibuktikan peserta yang mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Gelombang I dan II tahun 2017 menembus angka 4.100 orang. Tingginya peminat masuk Unmas Denpasar karena dikenal sebagai kampus berkualitas dan menjanjikan masa depan. SPMB Unmas gelombang II, Minggu (6/8) kemarin diikuti 1.463 peserta, sedangkan SPMB gelombang I melibatkan 2.574 orang. SPMB gelombang II kemarin dipantau Rektor Unmas Denpasar Dr. I Made Sukamerta, M.Pd., wakil rektor dan para dekan di lingkungan Unmas. Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan serta Perencanaan Sistem Informasi (BAAKPSI) Unmas Ida Bagus Suryatmaja, S.T., M.T. mengungkapkan pada SPMB gelombang I direkrut 60 persen dari kuota 1.700 kursi dan di gelombang II akan dicari 40 persen dari kuota. Peserta gelombang II terbanyak memilih Prodi Manajemen (531), Akuntansi (239), sedangkan prodi lain meningkat tajam tersebar antara 80-169 peserta. Pengumuman dilakukan 14 Austus, sedangkan pendaftaran kembalai 14-22 Agustus. Ida Bagus Suryatmaja didampingi Sekretaris Shinta Dewi, S.E., M.Si., Ak., CA. menegaskan persaingan terketat di FE dengan rasio 1:50, sedangkan FKG sudah duluan menerima 70 calon mahasiswa baru. Rektor Unmas Made Sukamerta tersenyum manis melihat antusias anak muda Bali mengikuti SPMB
TAMAN Ayun Barong Festival Regeneration Superstar 2017 akhirnya dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sabtu (5/8), dengan getakan tapel barong. Hadir mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Panglisingsir Puri Mengwi A.A. Gde Agung, Konsulat Meksiko, Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Kadisbud I.B. Anom Bhasma, Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Forkompinda dan masyarakat umum. Wabup Suiasa dalam sambutannya mengatakan, landasan fundamental Kabupaten Badung adalah budaya. ‘’Dalam segala kegiatan, harus terkemas dan terbungkus nilai-nilai budaya,’’ ujarnya. Bahkan, pembangunan Badung, lanjutnya, konsep besarnya adalah pendekatan budaya. Pemkab Badung selama ini konsisten secara kuantitatif dan kualitatif membangun budaya. Secara kuantitatif, ada tiga festival yang diselenggarakan Pemkab Badung, yakni Festival Budaya Pertanian, Festival Kesenian dan Festival Budaya Bahari. Empat disinergikan dengan pelaku pariwisata, yakni Nusa Dua Festival, Jimbaran Festival, Legian Festival, dan yang sedang dikonsep Uluwatu Festival. ‘’Setahun ada tujuh festival besar. Belum lagi yang kecil di kecamatan dan desa-desa,’’ sebutnya. Berkenaan dengan hal itu, pejabat asal Pecatu ini bertekad mempertahankan komitmen dan konsistensi budaya dalam membangun masyarakat Badung. Pasalnya, budaya paling jitu dalam menyatukan elemen dan potensi masyarakat. ‘’Jati diri kita ada di budaya. Tidak ada alasan lain, kita harus berpegang teguh pada
BUKA - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa (dua dari kiri) membuka Taman Ayun Barong Festival Regeneration Superstar 2017. budaya. Jangan pernah budaya terkubur dan musnah di Bali dan Badung khususnya,’’ tegasnya. Dalam kesempatan tersebut Suiasa juga menyampaikan terima kasih atas inisiatif Panglingsir Puri Ageng Mengwi dalam mengonsep kegiatan tersebut. Ia juga menyatakan para wisatawan yang ingin tahu dan mengenal barong sejati, sarankan datang ke Taman Ayun Barong Festival Regeneration Superstar. ‘’Itu secara spontan. Tolong nanti Bapak Kadis Kebudayaan mengonsep tagline yang lebih pas. Promosi budaya membutuhkan tagline,’’ ujarnya. Suiasa berharap festival barong tersebut menjadi event permanen. ‘’Kami Pemkab Badung sepakat bersama-sama mendukung event ini, karena melihat animo masyarakat yang sangat tinggi,’’ terangnya. Sementara itu, Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung memaparkan, Pura Taman Ayun pada tahun 2013 diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Demikian juga barong merupakan warisan budaya dunia. ‘’Oleh karena itu, festival ini memadukan dua
warisan budaya dunia. Boleh dibilang seperti Liga Champions, karena menampilkan peserta terbaik dari seluruh Bali,’’ paparnya. Tujuan kegiatan yang dilaksanakan kedua kalinya ini dalam rangka mendukung Pemkab Badung meningkatan pariwisata. Dengan adanya ajang tersebut, objek wisata akan bertambah, sehingga meningkatkan kunjungan wisatawan di Gumi Keris. ‘’Jika wisatawan bertambah, pajak hotel dan restoran akan meningkat, yang ujung-ujungnya meningkatkan kesejahteraan rakyat Badung dan Bali,’’ jelasnya. Menurut Bupati Badung ke-11 tersebut, peserta dibagi dalam dua kategori, yakni anak-anak maksimal berusia 15 tahun dan dewasa maksimal usia 30 tahun. Peserta dewasa masing-masing 12 untuk bapang barong dan makendang tunggal. Sementara anak-anak masing-masing 22 peserta bapang barong buntut dan makendang tunggal. Sejalan dengan Wabup Suiasa, ia berharap Taman Ayun Barong Festival Regeneration Superstar bisa jadi event tahunan. (ad425)
FK Unwar Kembali Gelar KDKW 2017
Tanamkan Hidup Sehat Sejak Dini
SPMB - Rektor Unmas Made Sukamerta akrab bersama calon mahasiswa baru yang mengikuti SPMB Unmas Gelombang II. untuk memperebutan kursi terbatas tahun ini. Pembatasan jumlah mahasiswa disesuaikan dengan rasio dosen dan fasilitas yang ada. Apalagi Unmas Denpasar dikenal sebagai kampus taat asas agar ijazahnya diakui oleh pemerintah. Ditambahkannya, jumlah calon mahasiswa baru Unmas meningkat di semua prodi dan yang paling tajam di FT dan Fakultas Pertanian. Kedua prodi ini diberikan bebas uang gedung atau pengembangan kampus. Pembebasan uang gedung juga diberikan bagi mahasiswa yang memilih empat prodi di FKIP, yakni Pendidikan Biologi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Bahasa Indonesia dan Matematika. Rektor yang dikenal akrab dengan mahasiswa ini menegaskan, Unmas dikejar karena mampu mempertahankan kualitas. Kunci sukses ini berkat kerja keras civitas akademika yang menjadikan Unmas dikenal mengelola PT secara profesional dan bermutu. Unmas merupakan PTS terbaik atau rank-
ing I di Bali, NTB dan NTT sejak 2016 hingga 2017. Di samping itu, masyarakat Bali kini semakin cerdas menentukan pilihan program studi yang berkualitas sesui pasar kerja. Di sisi lain, Rektor Made Sukamerta minta maaf banyak yang belum bisa diterima di Unmas karena Unmas diarahkan untuk menerapkan budaya mutu termasuk menjaring input berkualitas guna menghasilkan lulusan bermutu. Unmas termasuk salah satu PTS yang dipersiapkan meraih akreditasi A di Bali. Lima prodi yang disiapkan mendapat A, yakni Manajemen, Akuntansi, Pertanian, FKG dan Bahasa Inggris guna mendukung AIPT meraih akreditasi A. Mengantipasi membeludaknya peminat kuliah di Unmas, Rektor Unmas Made Sukamerta mengatakan sudah memiliki planning menambah dosen dan membangun kampus baru di kawasan Padanggalak. ‘’Lahan sudah siap, tinggal menunggu perizinan,’’ tegasnya. (ad419)
Fast Track Program Manager Komang Rusma Ari Santhi, S.Pd., M.Pd. Direktur Mediterranean Bali A. Agung Gede Abdiarta mengungkapkan, pelatihan program ini relatif singkat, hanya dilaksanakan 2-3 bulan. Saat ini ada dua program unggulan, yakni Housekeeping selama dua bulan dan Program Culinary selama tiga bulan. Yang membedakan Cruise Line Fast Track Program ini dengan program pelatihan kapal pesiar lainnya adalah masa pelatihannya singkat dan memberikan kemudahan bagi para calon peserta yang ingin bekerja ke kapal pesiar. Pengalaman bekerja di industri pariwisata dan perhotelan tidak diutamakan, sehingga para peserta tidak lagi harus mengeluarkan biaya dan waktu untuk mengikuti program training di hotel. Namun, keterampilan berbahasa Inggris tetap menjadi modal utama untuk meraih kelulusan dalam program pelatihan singkat ini. ‘’Mereka yang
bergabung dipastikan diikutkan tes final interview dengan pihak user dari Cruise Line,’’ tegasnya. General Manager CTI Group Bali Nyoman Restu Yasa mengharapkan program ini dapat membantu mempermudah proses perekrutan calon kandidat yang ingin bekerja ke kapal pesiar. Tidak benar untuk bekerja ke kapal pesiar harus mengikuti proses perekrutan yang lama dan mengeluarkan biaya mahal. Dengan kehadiran program ini, terlebih operasional akan dijalankan oleh Mediterranean Bali, semua proses pelatihan dan pembiayaan akan sangat jelas dan transparan sekaligus penyaluran semua peserta pelatihan akan terorganisir dengan sangat profesional,’’ ujarnya. Sementara itu, Corporate Fast Track Program Manager Komang Rusma Ari Santhi, S.Pd., M.Pd. menambahkan, kegiatan utama dalam pelatihan Cruise Line Fast Track ini adalah pelatihan bahasa Inggris selama satu bulan, dan sisanya pelatihan keterampilan kerja sesuai program yang dipilih. Instruktur yang dilibatkan pada pelatihan ini telah dilatih dan distandardisasi sebagai trainer dan memiliki pengalaman belasan tahun di pariwisata/kapal pesiar. Jadi, transfer knowledge para instruktur nantinya akan sangat terintegrasi sesuai pengetahuan yang dibutuhkan oleh para peserta untuk bekerja di kapal pesiar. Program ini resmi dibuka di kampus BTP Batam pada 18 September dengan jumlah peserta yang masih dibatasi hanya 30 untuk masing-masing program. (ad417)
FAKULTAS Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FK Unwar) kembali melaksanakan Kompetisi Dokter Kecil Warmadewa (KDKW) 2017, Sabtu (5/8) lalu. Tahun ini merupakan KDKW ke-4 dengan jumlah peserta 54 tim dari kabupaten/ kota di Bali. Jumlah ini meningkat daripada tahun sebelumnya yang hanya 30 tim. Masing-masing tim terdiri atas tiga siswa. Ketua Panitia KDKW 2017 A.A. Ngurah Agung Pradnya Iswara Wirawan mengatakan, KDKW telah menjadi agenda rutin tahunan FK dan Ilmu Kesehatan Unwar. KDKW ini diharapkan dapat memberikan pengaruh positif bagi UKS dan warga di sekolah masing-masing. Wakil Dekan III FK dan Ilmu Kesehatan Unwar dr. Made Sar-
madi, MARS. mengatakan, KDKW Unwar merupakan yang keempat kalinya. Tujuan kegiatan ini untuk menanamkan sedini mungkin agar masalah kesehatan terutama perilaku hidup bersih dan sehat mulai ditanamkan. Untuk itu, pihaknya memulai dari sekolah, karena di sekolah sudah ada program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). ‘’Kami ingin event ini menghasilkan anak-anak yang setelah kembali ke sekolah bisa sebagai pioneer untuk memelopori perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah, di rumah dan di masyarakat,’’ ujarnya. Dari tahun ke tahun pihaknya berusaha meningkatkan kualitas baik dari segi jumlah peserta maupun mutu materi yang diberikan. ‘’Materi yang diberikan agar betul-betul mengena, sehingga bisa dijadikan bekal
PEMENANG - Pemenang lomba KDKW 2017 yang diselenggarakan FK dan Ilmu Kesehatan Unwar.
untuk diterapkan dan diviralkan di sekolah masing-masing,’’ imbuhnya. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Made Adi Wiguna, M.Kes. mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali menjelaskan, pemerintah memiliki program Nawacita dari Presiden Joko Widodo. Nawacita ke-5 adalah meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program ‘’Indonesia Pintar’’. Dari Nawacita dibuatlah Program Indonesia Sehat. Program Indonesia Sehat meliputi Paradigma Sehat, Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer dan Jaminan Kesehatan Nasional. Pihaknya memberikan apresiasi bagi Unwar karena dapat meningkatkan upaya preventif/ pencegahan melalui KDKW 2017. Melalui KDKW diharapkan para peserta menjadi pelopor hidup sehat bagi teman-teman dan warga di sekolahnya masing-masing. Pada kesempatan tersebut, Adi Wiguna juga mengajak para peserta agar gencar melaksanakan program pemerintah, yaitu Germas (Gerakan Hidup Bersih dan Sehat). Misalnya rajin makan buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik yang cukup dan cek kesehatan secara rutin. Di akhir acara, diumumkan pemenang lomba KDKW 207. Juara I diraih tim dari SDN 10 Peguyangan, juara II tim SD Jambe Agung dan juara III tim SD Saraswati 3 Denpasar. (ad418)
Mediterranean Bali Ditunjuk Kelola Program Wedakarna Hadiri HUT Ke-167 Desa Penyaringan Jadi Ikon Perjuangan PNI pada Zaman Shri Wedastera Suyasa ’’Cruise Line Fast Track’’ di Kampus BTP
KAMPUS Mediterranean Bali kembali melebarkan kontribusinya dalam usaha mengedukasi masyarakat melalui program pelatihan perhotelan dan kapal pesiar. Kampus Mediterranean Bali ditunjuk sebagai pengelola program pelatihan singkat kapal pesiar Cruise Line Fast Track Program di kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP) di Pulau Batam, Kepulauan Riau oleh CTI Group Worldwide Service Inc–USA. Penandatanganan MoU dilaksanakan Jumat (28/7) lalu di kampus BTP Batam antara Direktur Mediterranean Bali A. Agung Gede Abdiarta, S.E., CHT. dan Direktur Kampus BTP M. Nur A. Nasution, S.Sos., M.Pd., CHA. disaksikan oleh General Manager CTI Group Bali Nyoman Restu Yasa, perwakilan dari CTI Group Worldwide Services Inc. AS Mario J. Guevara, Wakil Direktur I Mediterranean Bali A. Agung Widnyana, S.S. dan Corporate
MOU – Penandatanganan MoU antara Direktur Mediterranean Bali dan Direktur Kampus BTP di Kampus BTP Batam.
SENATOR RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III meminta generasi muda Bali khususnya di Jembrana agar tidak melupakan peran perjuangan leluhur, khususnya kalangan nasionalis dalam mempertahankan ideologi Pancasila, terutama pada zaman perjuangan Bung Karno. Salah satunya membendung pengaruh komunisme (PKI) di Bali dan Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, yang pernah melahirkan seorang pemimpin massa yang hebat, yakni Shri Wedastera Suyasa yang menjadi ikon politik Partai Nasional Indonesia (PNI) di Bali. Demikian diungkapkan Gusti Wedakarna usai menghadiri perayaan Hari Jadi ke-167 Desa Penyaringan di Balai Desa Penyaringan. Tampak pula Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa (anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI Perjuangan), Kembang Hartawan (Wakil Bupati Jembrana), I Ketut Sugiasa, S.H. (Ketua DPRD Jembrana), Made Trista (Kepala Desa Penyaringan) beserta ratusan undangan. ‘’Desa Penyaringan adalah desa pergerakan di Bali. Di sinilah tempat kaum nasionalis PNI berkiblat. Begitu juga Gerakan Satuan Tameng Marhaen (Gastam) yang dipimpin I Goesti Ngoerah Ketoet Widagda serta tokoh-tokoh hebat lainnya. Saya masih ingat cerita para tetua bahwa konflik antara pendukung PNI dan pendukung PKI sangat keras pada zaman itu. Syukurlah akhirnya kaum nasionalis PNI bertahan, sehingga tidak banyak korban jiwa saat Ges-
tok 1965. Ini sejarah yang harus diingat anak muda Bali khususnya Jembrana,’’ papar Gusti Wedakarna. Ia berharap Desa Penyaringan tetap menjadi ikon perjuangan Bali berdaulat khususnya menyambungkan kembali sejarah masa lalu dengan sejarah masa depan. ‘’Desa Penyaringan pernah melahirkan Ketua Partai PNI yang sangat terkenal di seluruh Bali pada zamannya, melahirkan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, melahirkan tokoh parlemen yang hebat, tempat asal pengusaha berdikari Bali hingga bisa melahirkan Senator Indonesia dalam sejarah politik. Saya yakin ke depan sejarah Penyaringan akan bergerak terus, demi mewujudkan kedaulatan Bali dan bangsa Indonesia,’’ ujarnya. Menurutnya, leluhur tidak tidur, semesta akan bergerak dan suatu saat Jembrana akan menjadi mer-
cusuar di Bali. Dalams sejarahnya, perjalanan para maharesi, para empu, para aryakan dimulai dari Jimbarwana. Jembrana adalah titik awal kebangkitan Bali ke depan. Maka dari itu, anak muda Bali jangan pernah menyerah dan jangan pernah melupakan sejarah sebagaimana diungkap Bung Karno,’’ tegasnya. Senator Wedakarna mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana dan DPRD Bali yang sudah banyak membantu pembangunan Desa Penyaringan. Ke depan ia bertekad membangun sejumlah program mercusuar untuk Desa Penyaringan sebagai wujud kebanggaan akan sejarah desa. Di antaranya membangun Istana Jimbawarna yang akan menjadi istana terbesar di Bali, membangun Ashram Hindu dan membangun Museum PNI di kawasan Duwe Tengah Puri Tegeh Kori. (ad416)
BALAI DESA - Senator RI Arya Wedakarna, anggota DPRD Bali Diah Srikandi, Wabup Jembrana, Ketua DPRD Jembrana, Camat dan Kepala Desa Penyaringan di Balai Desa Penyaringan.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Senin Wage, 7 Agustus 2017
Lokasi Tambang Emas Dongi-dongi Diserbu Penambang Palu (Bali Post) – Lokasi eks tambang emas ilegal di wilayah Dongi-Dongi Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, beberapa bulan terakhir kembali diserbu para penambang. Mereka masih menambang, meski lokasi itu dijaga aparat polisi dan Polhut. Menurut salah seorang sumber dari Desa Kamarora, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (6/8) kemarin, lokasi tambang yang terletak sekitar 1,5 kilometer dari badan jalan raya Palu-Napu hingga kini masih saja diserbu para penambang. Para penambang menambang di balik bukit yang dijaga petugas. Mereka melakukan aktivitas menambang emas pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Kegiatan dilakukan para penambang yang berasal dari luar dan masyarakat lokal rata-rata malam hari. ‘’Kemungkinan besar petugas mengetahuinya, tetapi mereka pura-pura tidak tahu. Tidak mungkin petugas tidak mengetahuinya. Diduga mereka sudah main mata dengan petugas,’’ kata sumber yang berharap instansi berwenang segera melakukan penertiban kembali dan menangkap para penambang yang tidak mengindahkan aturan dan hukum. Tambang emas ilegal Dongi-Dongi pertama kali ditutup pada Maret 2016, namun memasuki awal Agustus 2016 kembali ramai diserbu para penambang. Pada 1 Septermber 2016, lokasi tersebut kembali ditertibkan oleh Polda Sulteng dan Balai Besar Taman Nasional Lore (TNLL), namun sebelum di tertibkan para penambang sudah keburu ke luar meninggalkan lokasi. Tambang tersebut masuk dalam areal TNLL yang selama ini merupakan hutan lindung menjadi paru-paru dunia seharusnya dijaga, bukan sebaliknya diobrak-abrik untuk kepentingan isi perut. Sebagian Dongi-Dongi masuk dalam wilayah Kabupaten Sigi dan sebagian lagi Kabupaten Poso. Kebetulan lokasi tambang emas ilegal itu berada di wilayah Kabupaten Poso. Secara keseluruhan luas areal TNLL sekitar 217.000 hektar. Sementara areal lokasi tambang emas ilegal termasuk hutan sekitarnya mencapai 15 hektar. (ant)
DAERAH
5
Rumah Diamuk Puting Beliung
Seorang Pedagang Luka Bakar Denpasar (Bali Post) Ni Nyoman Sugiani (50) asal Banjar Tewel Sari, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, mengalami luka bakar cukup serius. Ia mengalami luka bakar pada bagian leher, sebagian wajah, tangan, dan kaki. Saat ditemui, Sugiani sedang mendapatkan penanganan oleh tim medis bedah IGD RSUP Sanglah, Minggu (6/8) kemarin. Anak kandung Sugiani, Ni Wayan Lely Santini (29), mengaku belum mengetahui pasti penyebab ibunya mengalami luka bakar. Saat itu rumahnya khususnya bagian dapur diamuk angin puting beliung, sehingga gentengnya berserakan dan kaca jendela pecah. Kemudian entah datang dari mana, api dari bawah menyambar ibunya. Sang ibu sempat berlari keluar dapur, namun tertahan di pintu. ‘’Ibu saya seperti ketarik ke dalam,’’ katanya. Ketika itu ibunya sedang memasak untuk dagangan. ‘’Ibu saya sudah mematikan kompor dan tidak ada gas yang bocor,’’ tuturnya. Ia menduga api tersebut berasal
dari petir. Selain mengalami luka bakar, Sugiani juga tertimpa genteng dapur. Saat kejadian tak ada orang di rumah yang mengetahui pasti kejadian tersebut. Padahal Sugiani tinggal bersama suami, anak, menantu dan cucunya. Sugiani tidak sempat berteriak minta tolong karena kejadiannya begitu cepat. Rumah Sugiani berjarak sekitar 150 meter dari Pantai Mertasari. Tidak ada rumah warga lain yang terkena angin puting beliung. Sebelum kejadian juga tidak ada hujan deras. ‘’Angin puting beliung tiba-tiba datang. Kejadian ini baru pertama kali terjadi,’’ imbuhnya. (kmb42)
Bali Post/kmb42
DITANGANI - Sugiani sedang ditangani tim medis IGD RSUP Sanglah.
Perlu Pahami Fungsi LPD
Bendesa Adat akan Dilatih Khusus
Tabanan (Bali Post) Sebagai pengawas LPD, bandesa adat perlu memahami visi dan misi serta fungsi LPD di daerahnya. Atas dasar itu, Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LPLPD) Kabupaten Tabanan berencana memberi pelatihan khusus bagi bendesa adat terkait pemahaman fungsi pengawasan LPD. Ketua LPLPD Kabupaten Tabanan Dewa Astina, Minggu (6/8) kemarin, mengatakan peran bendesa adat sebagai pengawas LPD sangat vital dan tidak semua bandesa adat memahami tentang fungsinya dalam LPD, terutama yang baru dilantik. ‘’Jabatan bendesa adat adalah lima tahun. Setelah lima tahun akan diganti dengan orang baru,’’ ujarnya. Ia melanjutkan, pergantian bendesa adat kadang-kadang berpeluang memunculkan polemik di LPD karena tidak adanya kesepahaman terkait tugas dan fungsi LPD. Ada kalanya peran bendesa adat melebihi dari fungsinya sebagai pengawas. Terlebih jika ditumpangi muatan atau kepentingan lain yang akhirnya memengaruhi kinerja atau kesehatan pengelolaan lembaga keuangan adat itu. ‘’Pengurus LPD dan bendesa adat sebagai pengawas LPD memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda. Inilah yang akan kami berikan pada pelatihan nanti,’’ katanya. Pelatihan terkait pemahaman LPD akan menyasar seluruh bendesa adat se-Kabupaten Tabanan, khususnya bendesa adat yang memiliki LPD. Pelatihan rencananya digelar akhir Agustus nanti yang berlangsung selama enam hari di dua lokasi. Dananya bersumber dari dana pembinaan LPLPD Provinsi Bali. ‘’Karena jumlahnya cukup banyak, peserta nantinya kami bagi menjadi tiga angkatan,’’ jelas Astina. (kmb24)
Pemetaan Laut
Ditjen Migas Siapkan Kapal Canggih Selat Sunda (Bali Post) – Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) tengah menyiapkan kapal berteknologi canggih untuk memetakan potensi energi yang tersimpan di perairan laut Indonesia. Data seismik tersebut akan ditawarkan kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) sebagai indikasi awal pelelangan Wilayah Karya (WK) yang akan diajukan. Dirjen Migas Ego Syahrial yang turut serta dalam uji coba Kapal Geomarin III di Selat Sunda, Minggu (6/8) kemarin, mengatakan Kapal Geomarin III yang saat ini masih memiliki kabel seismik sepanjang 700 meter, merupakan satu-satunya kapal yang dimiliki Indonesia yang mampu memetakan potensi dasar laut melalui survei seismik. Kapal Geomarin III dapat memberikan gambaran potensi gas dan minyak atau kandungan mineral dengan tampilan dua dimensi. ‘’Dua dimensi sudah bagus, tapi belum cukup, karena standar untuk kepentingan migas adalah tiga dimensi, sehingga investor lebih tertarik serta dapat gambaran lokasi secara detail,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM F.X. Sutijastoto menyatakan, untuk meningkatkan kemampuan Geomarin III ditargetkan bisa dilakukan hingga akhir 2017. ‘’Saat ini sedang ditingkatkan kemampuannya, dan hal tersebut membutuhkan investasi Rp 70 miliar,’’ ujarnya. Selain itu, jika ingin meningkatkan secara keseluruhan untuk memberikan data detail pemetaan migas di lautan Indonesia, dibutuhkan nilai investasi Rp 300 miliar agar kapal seismik Indonesia memiliki kemampuan pemetaan berstandar internasional. Selama ini investor jika ingin ikut lelang sebagai operator Wilayah Karya (WK) selalu menggunakan pihak ketiga untuk mendapatkan data identifikasi. Sementara Kementerian ESDM sudah memiliki kapal Geomarin III yang mampu memberikan data survei tersebut. Hal ini dimaksudkan agar data dapat dimiliki Indonesia secara langsung tanpa diketahui pihak ketiga yang disewa investor, sehingga KKKS atau investor dapat memanfaatkan data tersebut secara resmi melalui Kementerian ESDM sebagai paket lelang WK. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL), Badan Litbang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaksanakan uji coba (Sea Trial) Kapal Riset Geomarin III di Selat Sunda. Sea trial ini merupakan persiapan pelaksanaan penelitian identifikasi cekungan sedimenter untuk mendukung penyiapan wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) perairan Arafura, Papua dan OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion) di perairan Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Sea Trial ini, dilakukan juga uji coba peralatan survei yang digunakan untuk pengambilan data geologi dan geofisika kelautan. (ant)
Bali Post/ant
TANAH RETAK - Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Kav. Fadjar Wahyudi Broto (tengah) melihat kondisi tanah retak akibat kemarau saat meninjau kekeringan di areal persawahan Blang Mangat, Lhokseumawe, Aceh, Jumat lalu.
NTB Mulai Dilanda Kekeringan Mataram (Bali Post) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammafd Rum menyebutkan, sejumlah daerah di provinsi itu mulai dilanda kekeringan, sehingga persediaan air menjadi berkurang. ‘’Yang terdampak cukup signifikan Kabuaten Bima, namun dampaknya hanya seputar kekurangan air bersih, sedangkan untuk lahan pertanian belum ada,’’ katanya di Mataram, Sabtu (5/8). Berdasarkan data yang dihimpum BPBD, ada sekitar 50 desa dari 11 kecamatan atau 25.129 jiwa di Kabupaten Bima, mulai dilanda kekeringan bahkan sulit mendapatkan air bersih. Titik tedampak itu antara lain Desa Doridungga (Kecamatan Doridungga), Desa Kalompa (Kecamatan Woha), Desa Dore (Kecamatan Palibelo) dan Desa Bajo (Kecamatan So-
romadi). Pihaknya selalu memantau dan intens berkomunikasi dengan BPBD yang ada di kabupaten/kota terkait situasi dan kondisi tiap wilayah NTB ini. ‘’Kami di provinsi dalam menyikapi hal ini terus memantau, namun hingga kini situasi masih bisa teratasi,’’ terangnya Terkait bantuan, lanjutnya, tak bisa disalurkan, jika belum dinyatakan status siaga darurat. ‘’Kami akan proses (bantuan). Minimal ada 8 dari 10 kabupaten/kota sudah dinyatakan status siaga darurat dan itu pun harus ada SK resmi dari bupati/ wali kota,’’ tegasnya. Menurutnya, musim kemarau (kekeringan) tahun ini lebih ringan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, ia berkeyakinan kekeringan tahun ini bisa diatasi. (ant)
Tiga Ruang Kelas SDN 2 Puhu Dibongkar Gianyar (Bali Post) Bangunan di SDN 2 Puhu, Desa Puhu Kecamatan Payangan yang sebelumnya sempat dipermasalahkan pemilik lahan Made Antara akhirnya dibongkar oleh puluhan warga setempat, Minggu (6/8) kemarin. Sementara ruang kelas baru dari Dinas Pendidikan Gianyar diperkirakan akan mulai dikerjakan bulan ini. Sekitar pukul 08.00 Wita, puluhan warga setempat yang tidak lain merupakan orang tua siswa, bahu-membahu membongkar tiga ruang kelas yang berdiri di atas lahan milik Antara. Gerakan awal ini dilakukan dengan pembongkaran bagian atap bangunan. Pembongkaran berlangsung lancar. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar Made Suradnya mengatakan, pihaknya mengagendakan proses pembongkaran dimulai sepekan lalu. Namun, baru bisa terealisasi pagi kemarin.
‘’Warga setempat ingin membongkar sendiri bangunan itu. Tetapi seminggu kemarin warga sibuk dengan upacara ngaben di banjar sehingga baru bisa terlaksana pagi ini (kemarin - red),’’ katanya. Proses pembongkaran ini direncanakan berlangsung selama dua hari atau hingga hari ini. Warga dua banjar di Desa Puhu yang merupakan orang tua siswa SDN 2 Puhu sangat antusias dengan pembongkaran tersebut. ‘’Warga sangat senang, karena mereka tidak lagi beban dengan keluhan dari Made Antara yang kemarin membuat sejumlah anak-anak harus mengikuti pelajaran di luar ruang belajar,’’ ucap Suradnya. Suradnya melanjutkan, untuk pembangunan ruang kelas baru, dipastikan mulai dikerjakan Agustus ini. Namun, sebelum itu dilakukan pula pembongkaran bangunan tua yang saat ini ada di lokasi rencana tempat ruang
Bali Post/nik
MEMBONGKAR KELAS - Puluhan warga bahu-membahu membongkar tiga ruang kelas SDN 2 Puhu, Minggu (6/8) kemarin. kelas baru. ‘’Di sana juga ada bangunan lama. Itu akan dibongkar juga. Pastinya ini akan segera dikerjakan, apalagi waktu sudah mepet untuk tiga bulan pengerjaan,’’
tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, polemik lahan SDN 2 Puhu mulai mereda sejak bambu dan gembok yang selama sepekan menjadi segel tiga kelas di sekolah
tersebut akhirnya dibuka pada 20 Juli lalu. Hal ini dilakukan atas persetujuan pemilik lahan Made Antara setelah menerima mediasi dari Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta. (kmb35)
Polres Sukabumi Buru Provokator Perusakan Terminal
Sukabumi (Bali Post) – Polres Sukabumi Kota memburu provokator perusakan Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Kota Sukabumi, Jawa Barat, saat aksi unjuk rasa penolakan kendaraan umum berbasis aplikasi, Selasa lalu. ‘’Kami masih melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus perusakan fasilitas umum tersebut oleh oknum sopir angkot dan ojek konvensional/pangkalan,’’ kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rustam Mansur didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Yadi Kusyadi di Sukabumi, Minggu (6/8) kemarin. Menurutnya, hingga sast ini pihaknya sudah menangkap tujuh tersangka perusakan berinisial WK (23), Sh (31), Sa (22), YS alias Tahu (29), BTP (28), SF alias Epul (25), dan MRM alias Koket (28). Mereka terbukti telah melakukan perusakan bersama-sama terhadap sejumlah fasilitas terminal yang beralamatkan di Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Baros. Selain merusak, beberapa di antaranya ada yang melakukan penganiyaan terhadap anggota Dishub Kota Sukabumi yang tengah berjaga. Pada aksi unjuk rasa tersebut, oknum sopir angkot dan ojek konvensional juga melakukan perusakan terhadap salah satu kantor ojek online yang jaraknya tidak jauh dari terminal. ‘’Awalnya aksi unjuk rasa yang digelar selama dua hari yakni Senin (31/7) dan Selasa, (1/8) berjalan tertib, namun pada Selasa siang tiba-tiba sebagian oknum sopir angkot malah menyerang terminal, padahal kami telah melakukan pengawalan. Diduga ada provokatornya sehingga memicu sopir lainnya untuk melakukan perusakan,’’ tambahnya. Rustam mengatakan pihaknya sudah menyita beberapa barang bukti dari lokasi kejadian dan menyelidiki video amatir detik-detik penyerangan fasilitas terminal yang baru beberapa tahun beroperasi tersebut. (ant)
OPINI
6
Senin Wage, 7 Agustus 2017
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Dana Desa untuk Meratakan Ekonomi Indonesia telah menerapkan otonomi daerah di tingkat II. Jika mencermati hal ini, tentu kita memiliki pemahaman yang lebih jelas bahwa pada pengelolaan otonomi daerah ada kemandirian yang lebih utuh bagi pejabat dan birokrat daerah dalam mengelola daerahnya untuk kesejahteraan rakyatnya. Kata kuncinya tentu bukan pada hak–hak politis, melainkan hak mengelola potensi daerah untuk kesejahteraan warganya. Faktanya, sedemikian besar potensi yang ada di Bali namun pertumbuhan tingkat kesejahteraannya justru tak segaris. Di Bali yang bertumpu pada budaya dan adatnya, pariwisata tumbuh cepat. Investasi bergerak dan menjamah hampir semua ruang. Termasuk kawasan suci juga disasar. Namun, bukan itu masalah yang ingin dipertanyakan. Dengan tingkat investasi yang begitu pesat, justru kemiskinan dan ancaman marginalisasi menguat. Ini karena tak berdayanya warga lokal melakukan penguatan di sektor ekonomi. Orang Bali tersisih di era otonomi daerah. Kenyataan serupa juga terjadi di daerahdaerah yang kaya hasil tambang. Sebut saja di Papua. Pulau dengan limpahan emasnya ini justru belum mampu menyejahterakan warganya secara lebih adil. Masih ada kemiskinan dan cenderung tinggi di daerah penghasil tambang ini. Untuk itulah evaluasi terhadap pendekatan otonomi daerah harus terus dilakukan. Otonomi jangan sebatas pendekatan dan keputusan politik, namun harus bermuara pada strategi pencapaian kesejahteraan warganya. Salah satunya yang digagas Jokowi adalah penguatan ekonomi desa. Kucuran dana desa merupakan implementasi dari program tersebut. Sekarang adalah bagaimana memadukan dana desa tersebut dengan potensi yang ada di daerah. Di Bali, misalnya. Pariwisata sudah menjadi ikon. Karenanya tak salah kalau memadukan dana desa itu dalam pengembangan pariwisata yang berbasis kerakyatan. Tujuannya jelas. Pariwisata tak lagi didominasi pemodal. Pariwisata tak hanya menjadikan orang Bali sebagai buruh. Semestinya pariwisata menjadikan orang Bali sebagai pelaku. Sebab, merekalah yang selama ini menjadi pemelihara budaya dan lingkungan. Jadi tidak salah merekalah yang semestinya mendapat manfaat paling besar dari pariwisata Bali. Adalah menjadi lebih penting saat ini adalah bagaimana menguatkan sisi desa pakraman dari bidang ekonomi. Banyak contoh bagaimana sebuah desa pakraman dikelola dengan manajemen bisnis yang cukup andal. Contohnya di kantong-kantong pariwisata di mana mindset masyarakatnya sudah tumbuh serta berkembang sedemikian rupa dalam memaknai sebuah institusi sosial budaya yang berbasiskan keagamaan. Perlu juga digarisbawahi bahwa keberadaan sebuah institusi ekonomi, katakanlah LPD, harus diberikan ruang yang agak lapang dalam mengembangkan potensinya, terutama dalam menjalin sebuah hubungan dengan pihak ketiga, terutama dalam lembaga finansial. Dengan demikian, dasar pembangunan fondasi ekonomi sudah mulai dikembangkan. Dengan catatan, yang mengendalikan ini pun harus benar-benar profesional dan nonpartisan. Patut juga disinggung bahwa peran pemerintah tidak hanya mengucurkan bantuan lalu melepaskan monitoringnya, tetapi juga membantu dalam hal peningkatan kemampuan manajerial pelaku ekonomi pedesaan. Lembaga keuangan lain pun harus pula ikut punya tanggung jawab. Lembaga desa pakraman memang otonom, namun bukan berarti dia benar-benar sendirian dalam menentukan arah serta kebijakannya. Selain internal, juga perlu peran eksternal dalam batas-batas tertentu.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Berbahaya, Harus Ada Sanksi Hukum
Pedagang pengecer di Pasar Anyar dan Pasar Seririt menjadi sasaran pembinaan oleh tim yang dibentuk Dinas Ketahanan Pangan Buleleng, Kamis. Hasilnya? “Ditemukan Buah dan Sayur Terkontaminasi Pestisida”. Ini yang menjadi temuan sekaligus judul berita di Harian Bali Post, Jumat (21/7). Bukan hanya ini, belum lama berselang BBPOM Bali mengadakan sidak di Pasar Anyar Singaraja. Dari 17 sampel yang diambil dan dianalisis, lalu secara positif ditemukan adanya makanan yang terkontaminasi bahan berbahaya. Jenis makanan itu seperti; ikan berformalin, jaja uli, jaja reta dan gipang yang jelas-jelas mengandung rhodamin B (BP, 20/6). Mengingat zat-zat berbahaya yang terkandung dalam makanan tersebut membahayakan tubuh pengonsumsi, sangat perlu ada tindak lanjut yang jelas dan pasti. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Bali apa kabar? Jika belum ada payung hukumnya, tampaknya perlu segera diciptakan, baik itu berupa peraturan daerah (perda) maupun ketentuan hukum yang lebih tinggi. Ini penting dan sangat penting, mengingat ekses dari perilaku menyimpang yang dilakukan para pedagang dapat mengakibatkan konsumen MPP alias mati pelan-pelan. Jadi, jangan sebatas imbauan atau pembinaan. Perilaku pedagang yang beraksi secara sembunyi-sembunyi, lambat laun dapat mematikan pengonsumsi. Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja
Manajemen Keuangan Desa Program Nawacita yang diterapkan di era Kabinet Kerja Jilid I Presiden Joko Widodo merupakan berkah bagi pemerintah desa di seluruh Indonesia. Betapa tidak, mulai tahun itu pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan bantuan operasional berupa dana tunai yang bersumber dari Anggaran Belanja Pengeluaran Negara (APBN). Walau berlebihan, jika bantuan operasional desa dianggap mampu mengatasi permasalahan desa, kan kebutuhan percepatan infrastruktur yang semakin tinggi, kebijakan ini cukup membawa kegairahan bagi pengelola keuangan di tingkat unit terkecil negara ini.
Oleh Akhmad Saputra Benawa arapan terjadinya peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan, ekonomi dan social, khususnya kemiskinan dan keterbukaan akses pelayanan administrasi pemerintah, tampaknya semakin nyata setelah UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa ditetapkan. Dengan berlakunya aturan tersebut menimbulkan dinamika pembangunan di desa, terlebih beberapa pemerintah daerah juga mengalokasikan dana operasional desa lainnya, seperti di Provinsi Bali dalam bentuk Alokasi Dana Desa (ADD) dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Keseriusan Pemerintah untuk memajukan desa tentunya tidak hanya mengandalkan ketersediaan regulasi. Namun good will Pemerintah ini perlu support dari seluruh stakeholders, agar tujuan pemerintah memperbaiki dan memajukan desa dapat segera terwujud dan menghilangkan kesan subsidi tanpa meningkatkan kemandirian desa. Untuk mendukung suksesnya pengelolaan keuangan desa, dibutuhkan para perangkat desa yang memiliki kapasitas. Mereka harus paham dan mengerti betul apa isi regulasi tentang desa. Jika tidak, pasti
H
pengelolaan keuangan desa akan mengalami masalah serius ke depannya. Dilema Keuangan Desa Pertama, paradigma yang harus diubah adalah dana operasional yang ditujukan untuk desa bukanlah “Dana milik Kepala Desa” melainkan dana yang diamanatkan Negara kepada Kepala Desa beserta jajaran pemerintah desa yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan secara tertib sesuai dengan ketentuan yang berlaku demi kepentingan desa. Dalam Permendagri No. 113 Tahun 2014, Kepala Desa (Kades) merupakan pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa dan mewakili Pemerintah Desa dalam kepemilikan kekayaan milik desa yang dipisahkan. Kades sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa, mempunyai kewenangan menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan APBDes, menetapkan PTKD (Perencanaan Tenaga Kerja Desa), menetapkan petugas yang melakukan pemungutan penerimaan desa, menyetujui pengeluaran atas kegiatan yang ditetapkan dalam APBDes dan melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban APBDes. Berdasarkan ketentuan tersebut, sudah jelas bahwa
kedudukan atas hak dan kewajiban seorang Kepala Desa dalam pengelolaan dana-dana di desa. Kedua, keterbatasan regulasi. Keberadaan pemerintah dalam menghadirkan regulasi khusus tentang desa sampai saat ini dirasakan belum cukup membantu kepala desa dan perangkatnya. Kondisi ini terlihat jelas dari adanya keterlambatan dan kesulitan pemerintah desa dalam penyusunan perencanaan kegiatan dan keuangan desa. Hampir sebagian besar peraturan yang dikeluarkan desa yang memerintahkan adanya acuan peraturan melalui Perda dan Perbup belum terakomodir. Belum lagi aturan tentang pengadaan barang dan jasa di desa, serta tentang pengelolaan keuangan desa. Padahal turunan regulasiregulasi ini sangat penting untuk membantu kepala desa dan perangkatnya. Semua regulasi yang ada saat ini sifatnya masih abstrak, yang diatur biasanya adalah hal-hal bersifat umum. Ketiga, kurang kapasitas dan personalia. Mengelola keuangan desa tidak hanya mengandalkan kuasa kepala desa dan perangkatnya. Tetapi butuh keterlibatan berbagai stakeholders yang ada di desa. Apalagi saat ini desa telah mengelola dana dalam jumlah besar. Untuk itu, desa perlu memiliki orang yang mahir
agar membantu menyusun Rencana Pembangunan Desa, Rencana Kerja Desa dan APBDes. Ketersediaan pengelola tersebut belum didukung latar belakang pendidikan yang memadai untuk mengelola keuangan desa. Keempat, pengawasan. Pengelolaan keuangan desa masih minim pengawasan dan kurangnya pengetatan terhadap penggunaan anggaran. Fakta lapangan menunjukkan bahwa partisipasi publik terhadap pengelolaan keuangan desa masih terbatas dan kurang fokus. Pengawasan hanya mengandalkan peran Badan Permusyawaratan Desa/BPD yang biasanya merupakan tokoh desa atau yang dituakan. Padahal dana-dana di desa secara prosedur dan sistematis dapat diawasi dan diperiksa oleh Instansi yang telah diberi mandat secara konstitusional, seperti Inspektorat Daerah dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pengelolaan keuangan desa sebenarnya tidak ada masalah jika semua regulasi yang belum mengatur secara jelas dibuat sedetail mungkin melalui berbagai peraturan turunan, seperti peraturan gubernur/bupati, SK maupun juklak/juknis. Sepanjang pemerintah provinsi/kabupaten bisa menyiapkan perangkat peraturan ini dengan baik, maka seluruh jenis pengelolaan keuangan desa pasti tepat sasaran. Selain ketersediaan peraturan di atas, hal lain yang mesti disiapkan oleh pemerintah desa adalah dokumen RPJMDes, RKPDes dan APBDes. Ketiga jenis dokumen penting ini harus dilegalisasi dengan peraturan desa. Tanpa peraturan desa, ketiga dokumen tersebut tidak akan bisa digunakan dan bermakna bagi kepentingan masyarakat. Untuk itu, sinergisitas pe-
Pemerataan Pendidikan dan Generasi Pendek Akal
MELALUI Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 17/2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), pemerintah resmi memberlakukan sistem zonasi dalam PPDB tahun ajaran 2017/2018. Di dalam pasal 15 ayat (1) PP tersebut diatur bahwa sekolah-sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah paling sedikit harus menyediakan kuota sebanyak 90 persen dari total keseluruhan jumlah murid yang diterima. Dari perspektif ini, dapat dibaca bahwa tingkat kecerdasan calon peserta didik baru tidak lagi menjadi acuan dasar dalam PPDB. Konsekuensinya, anak dengan nilai evaluasi belajar murni (NEM) tinggi sekalipun belum tentu dapat diterima apabila rumahnya jauh atau berada di luar zona terdekat dari sekolah. Yang menjadi persoalan, apabila kemudian anak dengan NEM tinggi tersebut malah hanya mendapatkan sekolah dengan kriteria “biasa” atau bahkan lebih buruk lagi. Sekolah “biasa” dalam artian tidak saja kuantitas dan kualitas tenaga pendidiknya yang pas-pasan, tetapi juga terkait fasilitas pendidikan di sekolah yang juga minim. Jika itu yang terjadi, maka besar kemungkinan kecerdasan anak tersebut tidak akan dapat berkembang. Bahkan tidak menutup kemungkinan tingkat kecerdasannya akan menurun seiring dengan ketiadaan fasilitas pendidikan yang memadai di sekolahnya. Persoalan yang lebih besar, kita tidak tahu seberapa banyak anak-anak yang mempunyai kecerdasan di atas rata-rata, tetapi mempunyai lokasi tempat tinggal yang jauh
Oleh
Pangki Taufik H. dari lokasi sekolah pemerintah (baca: sekolah negeri). Di lain sisi, kita maklum bahwa sekolah swasta dengan fasilitas pendidikan memadai lazimnya hanya berada di kotakota besar. Maka apa jadinya anak-anak berpotensi negeri ini jika kemudian hanya difasilitasi dengan pendidikan “kelas dua” saja akibat tidak diterima di sekolah negeri karena adanya sistem zonasi. Tanpa mendahului takdir, anak-anak dengan tingkat kecerdasan di atas ratarata namun hanya difasilitasi pendidikan “kelas dua”, jelas akan membuat mereka menjadi sulit berkembang secara optimal. Lebih celaka lagi anak-anak lain dengan kecerdasan biasa saja, pendidikan “kelas dua” yang mereka terima sudah pasti akan membuat mereka sulit atau bahkan tidak berkembang sama sekali. Dalam konteks itu, tujuan penerapan sistem zonasi sebagaimana yang dikemukakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, yakni untuk pemerataan kualitas pendidikan jelas hanya tujuan yang absurd belaka. Bahkan tidak mustahil imbas dari kebijakannya ini malah membuat satu atau beberapa generasi calon penerus bangsa menjadi “pendek akal” kalau tidak ingin dikatakan “bodoh”. Faktanya, pemerataan kualitas pendidikan tidak bisa hanya bersumber dari faktor
(kecerdasan) anak saja. Tetapi juga terkait langsung dengan faktor guru dan fasilitas pendidikan di sekolah. Bahkan faktor anak boleh jadi bukan merupakan faktor krusial, karena pada dasarnya setiap anak mempunyai potensi kecerdasannya masing-masing. Ironisnya, dalam penerapan kebijakan zonasi, faktor anak nyata-nyata malah ditempatkan sebagai faktor utama dalam konteks pemerataan kualitas pendidikan. Padahal sebagaimana penulis uraikan di atas, anak dengan kecerdasan baik sekalipun akan sulit berkembang jika kualitas guru dan fasilitas pendidikan yang tersedia di sekolah sangat minim. Jika ditelaah secara mendalam, sulit untuk tidak mengatakan bahwa sistem zonasi merupakan kebijakan yang hanya berorientasi pada wilayah perkotaan semata (kota sentris). Sebab, pada kenyataannya hanya wilayah perkotaan saja yang barangkali mempunyai kesiapan untuk menerapkan kebijakan sistem zonasi tersebut. Dalam konteks ini, setidaknya setiap sekolah di perkotaan, baik sekolah negeri maupun swasta lazimnya sudah mempunyai fasilitas pendidikan yang memadai. Kecuali itu, dari perspektif keuntungan bagi wilayahnya pun perkotaan jauh lebih diuntungkan. Sebab, penerapan kebijakan zonasi secara tidak langsung akan dapat mengurangi tingkat kemacetan dan polusi lingkungan di perkotaan. Penulis, Direktur Eksekutif Resea rch Center for Democratic Education. Alumnus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
merintah desa dan BPD serta tim penyusun hendaknya selalu terbangun dengan baik dalam menyediakan dokumen perencanaan desa. Tidak boleh ada konflik antar kelembagaan di desa. Penguatan kapasitas untuk tim Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD) dan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa harus lebih sering dilakukan. Wujudnya bisa melalui sosialisasi dan Bimtek dari satuan kerja, terkait seperti Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan. Tanpa ada intervensi positif dan pendampingan, sampai kapanpun pemerintah desa tidak akan tahu. Kita tidak boleh melakukan pembiaran terhadap pemerintah desa. Di sinilah pemerintah daerah dan pendamping profesional harus hadir. Artinya, para pimpinan SKPD sebagai pembantu gubernur/ bupati wajib menyediakan segala perangkat aturan yang dapat membantu pemerintah desa, mendesain anggaran, serta memberi telaahan yang konstruktif. Jadi tidak mesti semua menunggu perintah bupati. Jika semua menuggu, pasti jelas terlambat. Sudah saatnya para pimpinan daerah harus lebih inovatif dan terlibat secara utuh dalam segala jenis pengelolaan keuangan desa. Semoga gagasan ini dapat membantu menyempurnakan pengelolaan dana di desa, sehingga peningkatan mutu pelayanan aparatur pemerintah desa yang pada akhirnya kesejahteraan dan perbaikan kehidupan masyarakat di desa. Penulis, Pengamat Keuangan Daerah. Auditor BPK Perwakilan Provinsi Bali. Pernah melaksanakan Pemeriksaan Dana Desa di Kabupaten Tabanan Tahun 2015
POJOK Kebijakan pemerintah belum berpihak pada petani garam. - Wajar impor garam. *** Kearifan lokal Bali banyak ajarkan menghargai keberagaman. - Dari Bali kita bangkitkan kebinekaan. *** Tarik wisatawan, Kota Denpasar kembangkan ekowisata subak. - Jangan sampai keburu habis.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
PERBAIKAN - Seorang pekerja sibuk melakukan penataan trotoar dan perbaikan got di kawasan Jalan Raya I Gusti Ngurah Rai, Mengwi, Badung, Minggu (6/8) kemarin. Dengan demikian fasilitas umum ini dapat memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki.
www.iklanbalipost.com
Balipost on Gadget
SENIN WAGE, 7 AGUSTUS 2017
Bali Post/wan
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
7
BROKOLI – Seorang
Figur
petani menyiangi
PT Harus Lebih Responsif
PEMERINTAH saat ini tengah melakukan reformasi di dunia pendidikan, terutama pendidikan tinggi (PT). Pendidikan tinggi diminta lebih responsif terhadap perkembangan dunia industri dan dunia kerja. Dengan kebijakan nasional tersebut, Kemeristek Dikti mulai melakukan reformasi tersebut mulai dari politeknik. Politeknik harus bekerja sama dengan industri, sehingga penyusunan kurikulumnya melibatkan pihak industri dan harus didukung 50 persen dosen dari industri. Sementara industri diminta menyediakan tempat magang bagi mahasiswa perguruan tinggi. Selain itu, untuk bisa bersaing dalam dunia kerja lulusan politeknik juga harus mencari sertifikat kompetensi. Sebab, indutri tidak hanya membutuhkan ijazah, tetapi kompetensi. “Kalau di internal Kemenristek Dikti itu diwujudkan dalam sasaran strategis yang kelima, yaitu government atau tata kelolanya harus diperbaiki,” ujar Plt. Rektor Unud Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc., Sabtu (5/8). Sementara khusus untuk Indonesia Bagian Timur, Kemenristek Dikti meminta Unud untuk melakukan pembinaan terhadap PT lainnya dan melakukan pembinaan di fakultas-fakultas kedokteran yang ada di Indonesia Bagian Timur. (win)
gulma pada tanaman brokoli di kawasan Pancasari, Buleleng, Minggu (6/8) kemarin. Brokoli salah satu komoditi hortikultura yang hasilnya cukup menjanjikan.
Komoditas Hortikultura Belum Banyak Tembus Hotel dan Restoran
Denpasar (Bali Post) -
“Sering kita lihat kesenjangan antara petani dengan pasar, terutama petani daerah pedesaan ke daerah pariwisata. Ini yang tidak nyambung, hotel-hotel itu butuh apa,” ungkap Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Hortikultura (Aspehorti) Bali I Wayan Sugianta di Denpasar, Minggu (6/8) kemarin. Menurut Sugianta, petani hortikultura juga tidak banyak mendapatkan informasi mengenai tanaman apa yang harus ditanam. Seringkali mereka latah dengan ikut-ikutan menanam satu tanaman tertentu yang sedang menjadi tren. Akibatnya, terjadi over produksi pada saat panen raya, sehingga petani tidak mendapatkan harga yang
layak. “Padahal kalau bicara kualitas, produk petani Bali itu tidak kalah. Hanya kuantitas dan kontinuitasnya itu yang umumnya tidak terjaga. Ketika terjadi over suplai atau over produksi, saat itulah jadi kewalahan,” jelasnya. Sugianta berharap, kehadiran Aspehorti yang diinisiasi oleh Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali dapat menjembatani para petani di bawah dengan pasarnya. Termasuk melakukan pembinaan dan pengaturan tanam untuk menciptakan kontinuitas produk hortikultura. Sementara mengenai kelebihan produksi, akan diupayakan ada pengusaha
yang mampu mengatasi masalah ini. Baik solusi ekspor, maupun solusi pengolahan pascapanen. “Kami dari dulu menginginkan ada semacam pabrik tapi dia fleksibel bisa mengolah beberapa jenis buah, karena pabrik juga sering bangkrut, tidak jalan karena pada saat membutuhkan produk justru petani tidak mampu. Kalau kapasitas pabrik itu bisa untuk beberapa jenis buah itu akan membantu sekali dalam pascapanennya,” tandasnya. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan ada banyak kendala yang selama ini dihadapi petani horti-
kultura. Mulai dari harga jatuh saat panen raya, produknya kalah bersaing dengan produk dari luar Bali dan luar negeri, hingga menanam tanaman yang ternyata kurang bernilai ekonomis. “Oleh karena Bali ini kecil, kita harus mengembangkan hortikultura yang bernilai ekonomis tinggi. Memang kita sudah mempunyai buah unggulan seperti manggis, jeruk, salak, mangga, durian, buah naga, segala macam. Bunga dan sayur kita juga banyak karena iklim kita bagus,” ujarnya. Mengatasi kendala yang ada, Wisnu mengaku sudah memiliki program dengan terlebih dahulu mengklasifikasikan unggulan dari masingmasing kabupaten. Dengan demikian, proses pembinaan menjadi lebih fokus untuk meningkatkan nilai tambah petani. Namun dinas saja tidak bisa berjalan sendiri, sehingga dibutuhkan adanya
PEREDARAN narkoba di Bali masih masif hingga pelosok desa, disokong menjamurnya kafe remang-remang. Memang aparat keamanan telah bekerja keras mengatasi masalah ini. Jika ingin narkoba bisa diberantas sampai ke akar-akarnya, Polri, BNN dan TNI harus solid menyelamatkan bangsa ini, termasuk Bali dari barang terlarang ini. Terutama menindak tegas siapun yang terlibat. Masifnya upaya sindikat narkoba melancarkan aksi itu terbukti dengan hasil sweeping di kafe remang-remang di wilayah Klungkung, Sabtu (5/8) lalu. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa didampingi Kabid Berantas AKBP Ketut Arta, Minggu (6/8) kemarin mengatakan, pihaknya melakukan sweeping di empat tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Klungkung. Tempat hiburan malam pertama yang disasar adalah kafe di Desa Gegel, Klungkung. Selain melakukan penggeledahan, tim yang dipimpin AKBP Arta ini juga mentes urine terhadap 15 pengunjung, karyawan, manajer dan ladies companion (LC). Hasilnya empat orang positif menggunakan narkotika, dengan rincian dua LC positif menggunakan benzodiazepam, satu pria pengunjung positif menggunakan sabu-sabu (SS) dan satu pria pengunjung positif menggunakan ekstasi. Selanjutnya petugas menyisir kafe berlokasi di Desa Gegel, Klungkung. Petugas melakukan tes urine terhadap 14 orang yang terdiri atas pengunjung, staf, manajer dan LC. Hasilnya satu LC positif menggunakan SS dan ekstasi. “Kami juga melakukan operasi di kafe di Desa Gelgel dan kafe di Desa Negari. Hasil tes urine belasan orang hasilnya negatif semua,” tegas AKBP Arta. Brigjen Suastawa menegaskan, pihaknya sering menyampaikan salah satu faktor penyebab maraknya peredaran narkoba adalah merebaknya
tempat hiburan malam. Apalagi di wilayah pedesaan yang lokasinya di tempat terpencil dan remang-remang. “Di sinilah kami harapkan peran para bendesa ikut memerangi narkoba, salah satu caranya meminimalisir kafe-kafe itu. Kalau tidak berizin ya harus ditindak tegas. Jika dibiarkan akan berdampak buruk pada warga setempat,” ungkapnya. Sementara akademisi Prof. Dr. Rai Setiabudhi, S.H., M.H., mengatakan sejak dulu Indonesia menyatakan perang melawan narkotika, tetapi selalu kalah. Buktinya narkotika terus merajalela sampai ke pelosok-pelosok desa. “Kalau dulu yang ditangkap masih hitungan gram, tapi sekarang sudah hitungan kilo, bahkan tonan dan jutaan butir. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan,” ujarnya. Itu artinya bahwa pemasaran narkotika semakin luas dan mudah dipasarkan, karena penggunaannya semakin banyak. Ini kejahatan luar biasa, karena dampaknya masyarakat luas. Memang sangat sulit mengatasi kejahatan ini karena terorganisir. Organisasinya sudah sangat kuat sehingga membentuk jaringan yang sangat terselubung. Untuk mengatasinya, semua pihak harus mampu memotong jaringannya. Oleh karena itu BNN bersama jajarannya harus selalu memutahirkan strateginya untuk dapat memotong jaringannya di tingkat atas. “Kalau di atas sudah terpotong otomatis di bawah akan bisa diatasi. Ini masalah besar yang harus dihadapi secara bersama-sama. Masalah ini seperti gunung es yang belum terdeteksi atau terungkap masih amat sangat besar,” tegas Prof. Rai. Dengan demikian, pemberantasannya harus lebih inten, gencar, berani dan konfrehensip. Terutama penegakkan hukumnya harus lebih berani dan tegas agar para pelaku jera. Semua kantor atau departemen
ikut mengawasi bawahannya dan membersihkan kantornya terhadap bahaya narkotika. Demikian pula peran serta masyarakat harus lebih gencar dan berani untuk menyampaikan laporan bila ada hal yg mencurigakan, terutama di tingkat paling bawah yaitu di tingkat banjar, desa dan juga desa
pakraman. “Anehnya, justru peredaran narkotika banyak dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). Ini adalah satu bukti kejahatan terorganisir. Karena itu BNN, Polri dan TNI harus terus memperkuat jaringan kerja sama dibantu oleh masyarakat untuk melakukan penang-
Komoditas hortikultura yang dihasilkan petani Bali sejatinya memiliki keunggulan tersendiri, seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan bunga. Namun komoditas itu belum banyak bisa menembus sektor pariwisata seperti hotel dan restoran. Hal ini terjadi salah satunya akibat masih banyaknya petani hortikultura di tingkat bawah yang buta informasi terkait kebutuhan sektor pariwisata.
Bali Post/ist
PENGABDIAN MASYARAKAT - Bupati Bangli I Made Gianyar membuka kegiatan pengabdian masyarakat serangkaian perayaan HUT ke-50 FP Unud di Desa Songan, Kintamani.
Kopi Arabika Kintamani
Disuguhkan pada HUT RI di Istana Negara
Bangli (Bali Post) Kabar gembira datang dari Istana Kepresidenan RI yang memilih kopi arabika Kintamani sebagai menu untuk disuguhkan kepada undangan dan peserta upacara bendera pada perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan RI, Kamis (17/8) mendatang. Kepastian ini disampaikan Bupati Bangli I Made Gianyar, S.H., M.Hum. saat membuka kegiatan pengabdian masyarakat serangkaian HUT ke-50 Fakultas Pertanian Unud di Desa Songan B, Kintamani, Minggu (6/8) kemarin. Bupati Made Gianyar mengatakan, keberhasilan kopi arabika Kintamani menembus istana sebagai penghargaan terhadap petani kopi di Kintamani yang telah bekerja keras memelihara kebun dan menjaga kualitas produksinya. “Berbanggalah jadi petani, karena kerja keras kita sangat dihargai pemerintah dan elemen masyarakat lainnya,” tuturnya kepada anggota kelompok tani yang mengikuti penyuluhan bawang merah di Banjar Serongga, Songan B. Dijelaskan, rombongan Istana Negara dipimpin Teten Masduki sudah melakukan kunjungan khusus ke pabrik pengolahan kopi arabika di Desa Mengani, minggu lalu, membicarakan mekanisme distribusi kopi arabika Kintamani menuju Istana Negara. Penghargaan lain yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Bangli, lanjut Bupati Made Gianyar, karena keuletan petani termasuk petani bawang merah Songan yakni mendapatkan peringkat I tim pengendali inflasi daerah se-Indonesia Timur. Kedua apresiasi tersebut diharapkan menjadi motivasi tersendiri bagi petani di Bangli mencintai profesinya. Di samping itu, Bupati Made Gianyar meminta partisipasi FP Unud dalam memoles potensi agrowisata di Desa Mengani, sehingga siap dijual ke wisatawan. “Saya punya mimpi, Unud menjadikan Desa Mengani sebagai desa dampingan pengembangan agrowisata berbasis masyarakat,” ujarnya. Guna menggairahkan sektor pertanian dan pembangunan Bangli dalam arti luas, Bupati Made Gianyar menegaskan mulai tahun 2017 ini meluncurkan beasiswa khusus bagi mahasiswa asal Bangli yang kuliah di Universitas Udayana dan Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. “Kami anggarkan Rp 50 juta/bulan masing-masing bagi 50 mahasiswa asal Bangli di Unud dan Undiksha. Khusus untuk Unud, sepuluh orang di antaranya harus mahasiswa fakultas pertanian, sisanya fakultas lainnya,” tegas Bupati Made Gianyar. Dekan FP Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, M.S. menyambut baik tawaran kerja sama pemberian beasiswa dan kerja sama pengembangan agrowisata di Desa Mengani, Kintamani. “Kami akan segera bentuk tim kecil membantu Pemkab Bangli untuk mewujudkan Desa Mengani sebagai model pengembangan agrowisata dan agroindustri,” tegasnya. Prof. Rai menjelaskan, fakultas yang dipimpinnya mendapat kado istimewa pada perayaan HUT emasnya, di mana lima program studinya meraih akreditasi A, dan hanya dua yang masih mengantongi nilai B. Animo calon mahasiswa masuk program studi di lingkungan FP Unud sangat tinggi. Prodi Agrobisnis menjadi salah satu prodi favorit dengan jumlah pelamarnya lebih dari 2.000 calon mahasiswa, sedangkan daya tampungnya hanya 150 orang, Agroekoteknologi dengan daya tampung 150 orang, dilamar 1.200 calon mahasiswa, perodi arsitektur pertamanan dengan daya tampung 40 orang dilamar lebih dari 400 calon mahasiswa. Ketua Panitia HUT ke-50 FP Unud Dr. IGN Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr. menjelaskan kegiatan pengabdian ini menghadirkan pakar-pakar budi daya bawang merah Unud, merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan serupa yang dilaksanakan di Pancasari beberapa waktu lalu. Kegiatan pengabdian masyarakat itu diisi acara penyuluhan budi daya dan penanganan hama dan penyakit bawang merah. Penyuluhan diikuti sekitar 80 perwakilan petani bawang merah dari berbagai kelompok tani di Songan. Juga diserahkan bantuan peduli bencana dari Ikatan Alumni Universitas Udayana (Ikayana) Komisariat FP Unud. (kmb)
koordinasi melalui Aspehorti. Mengingat organisasi yang baru dikukuhkan 27 April 2017 ini beranggotakan petani, pengusaha, pedagang dan pemasar. “Melalui koordinasi kita bisa tahu kondisi di lapangan sehingga kita bisa memperbaiki kualitas, kuantitas hortikultura kita siap bersaing termasuk mewujudkan sinergi pertanian dan pariwisata supaya hortikultura kita bisa terserap di hotel,” jelasnya. (kmb32)
gulangan dan pengawasan tempat-tempat yang rawan narkotika, seperti di kafe-kafe, di lapas-lapas, kantor maupun sekolah, perguruan tinggi dan tempat lainnya. Di lain pihak pegawai lapas jangan mudah dipengaruhi atau dibujuk rayu dengan berbagai cara,” harapnya. (rah)
“Padahal kalau bicara kualitas, produk petani Bali itu tidak kalah. Hanya kuantitas dan kontinuitasnya itu yang umumnya tidak terjaga. Ketika terjadi over suplai atau over produksi, saat itulah jadi kewalahan.” Ketua Aspehorti Bali I Wayan Sugianta
Polri, BNN dan TNI Harus Solid Berantas Narkoba
Bali Post/rah
Putu Gede Suastawa
Bali Post/rah
Rai Setiabudhi
BANGLI
8
Senin Wage, 7 Agustus 2017
Bali Post/nan
PASAR KIDUL - Selain sebagian besar OPD di Bangli, Pasar Kidul sampai saat ini belum dilengkapi dengan APAR.
Sebagian Besar OPD Belum Dilengkapi APAR
Bangli (Bali Post) Sebagian besar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bangli hingga saat ini belum dilengkapi Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Padahal APAR sangat penting untuk memadamkan api kecil ketika terjadi kebakaran. Kasi Penanggulangan Bencana dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli I Ketut Agus Sutapa, Minggu (6/8) kemarin, membenarkan jika sebagian besar OPD di Pemkab Bangli sampai saat ini belum dilengkapi APAR. ‘’Sejatinya alat ini wajib ada di perkantoran muapun tempat yang lainnya seperti pasar. Alatnya memang kecil, tapi sangat vital sekali untuk mencegah kebakaran kecil di gedung-gedung perkantoran,’’ ungkap Agus Sutapa. Saat ditanya terkait pengadaan APAR, Agus Sutapa meminta awak media menanyakan hal tersebut ke Dinas Pol PP dan Damkar. ‘’Termasuk terkait antisipasi dan penanganan kebakaran gedung secara teknis yang lebih berwenang adalah Dinas Pol PP dan Damkar,’’ katanya. Sementara itu, Sekretaris Pol PP dan Damkar Bangli Dewa Agung Suryadarma juga tidak menampik jika hampir sebagian OPD di Bangli belum memiliki APAR. Kata dia, jika nantinya memang diwajibkan setiap kantor harus disediakan APAR, maka nantinya akan ada surat edaran ke masing-masing OPD supaya melengkapi kantornya dengan alat tersebut. ‘’Kalau diwajibkan nanti kita akan intruksikan minimal setiap kantor bisa menyediakan minimal dua APAR,’’ ungkap Suryadarma. Suryadarma menjelaskan pihaknya belum bisa melakukan pengadaan APAR karena hal ini masih perlu dikoordinasikan ke sejumlah pihak. Sebab, hal itu menyangkut masalah aset. Jika nantinya pihaknya yang mendapat kewenangan untuk pengadaan APAR, maka nantinya akan dibuatkan surat pernyataan kepemilikan APAR. ‘’Jadi ini harus disertakan surat pernyataan kepemilikan dari Pol PP ke masing-masing OPD,’’ katanya. Selain OPD, Pasar Kidul sampai saat ini juga belum dilengkapi APAR. Padahal pasar merupakan tempat yang strategis dan rawan terjadi kebarakan. ‘’Kalau pasar juga tetap instansi yang menanganinya dalam hal ini Disperindag,’’ jelas Suryadarma. (kmb41)
Bali Post/ina
PEMBUATAN GIPANG - Renyih saat menunjukkan proses pembuatan ‘‘jaja gipang’’’.
Produksi ’’Jaja Gipang’’ Terkendala Cuaca
Bangli (Bali Post) Jaja gipang menjadi salah satu jenis jajanan tradisional yang masih tetap eksis. Rasanya yang manis dengan tekstur renyah membuat gipang selalu mendapat tempat di hati para pecinta jajanan tradisional. Wayan Renyih, salah seorang pembuat jaja gipang di Banjar Tiga Kawan Desa Penglumbaran, Susut, mengatakan gipang biasanya dibuat atau dibeli masyarakat untuk dipakai sebagai sarana banten. ‘’Peminatnya masih banyak,’’ ujarnya saat ditemui di rumahnya, Minggu (6/8) kemarin. Ibu empat anak ini menjelaskan, bahan utama jaja gipang adalah beras ketan dan gula pasir. Proses pembuatannya cukup mudah. Ketan yang telah dicuci bersih dikukus hingga matang. Setelah itu ketan yang sudah matang kembali dicuci dan selanjutnya dijemur. Proses penjemuran memakan waktu hingga satu hari penuh jika cuaca cerah. Setelah kering, ketan kemudian digoreng hingga empuk. Dicampur dengan gula pasir cair, ketan goreng kemudian diaduk hingga merata, selanjutnya dicetak. Alat cetak yang dipakai Renyih cukup sederhana berupa seng. Campuran ketan goreng dan gula cair kemudian dimasukkan ke dalam cetakan dan dibentuk sedemikian rupa. Hasil cetakan dijemur hingga kering di bawah sinar matahari. Renyih menjelaskan, jika cuaca tidak bersahabat, jaja gipang buatannya dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di atas tungku. Dalam sehari dia bisa menghabiskan bahan baku ketan antara 10 hingga 15 kilogram. 10 kilogram ketan bisa diolah menjadi 40 hingga 50 keping jaja gipang berukuran besar. Selama ini jaja gipang buatannya dijual di pasar-pasar tradisional dengan harga Rp 10-12 ribu per keping. Renyih yang telah menekuni usaha pembuatan jaja gipang sejak masih muda ini mengaku tidak menemui kendala yang berarti dalam menjalankan usahanya. Biasanya produksi jaja gipang-nya tidak akan bisa berjalan maksimal saat musim hujan. ‘’Kalau hujan seperti sekarang agak susah saya buat. Karena sulit jemurnya,’’ ujarnya. (kmb40)
Bali Post/nan
JERUK - Harga jeruk Kintamani di pasaran anjlok akibat jeruk dari luar menyerbu Bali.
Imbas Serbuan Produk Luar Bali
Harga Jeruk Kintamani Anjlok Bangli (Bali Post) -
Petani jeruk di Bangli kembali dihadapkan dengan anjloknya harga jeruk Kintamani di pasaran. Anjloknya harga jeruk Kintamani diakibatkan maraknya pasokan jeruk dari luar Bali. Petani jeruk asal Desa Kintamani, Gusti Wijaya, Minggu (6/8) kemarin, mengatakan jatuhnya harga jeruk Kintamani disebabkan musim panen tahun ini bersamaan dengan panen jeruk di daerah Malang, Jawa
Timur. Karena buah jeruk asal Jawa yang harganya lebih murah ini menyerbu Bali, jeruk Bali kalah saing. ‘’Jeruk asal Jawa ukurannya lebih besar, sementara harga jualnya jauh lebih murah,’’ jelas Wijaya.
Sementara petani lainnya, Wayan Arnada, menuturkan, awalnya dia sempat lega dengan harga jeruk Kintamani di pasaran yang sempat bagus mencapai Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per kilogram. Namun ketika me-
masuki musim panen raya, harga jeruk merosot. ‘’Dijual dengan harga Rp 3.000 saja tidak ada pengepul yang berani membeli,’’ ungkapnya. Arnada menambahkan, kondisi ini jelas membuat petani merugi mengingat biaya perawatan tanaman jeruk sangat tinggi. Agar tanaman jeruk mau menghasilkan buah yang bagus, membutuhkan perawatan seperti
pemupukan, penggemburan lahan dan pengobatan yang cukup. ‘’Buah jeruk kami terancam rontok lantaran tidak ada yang membeli,’’ tambah Arnada. Akibat anjloknya harga jeruk Kintamani, tidak sedikit petani yang akhirnya memilih tidak memanen. Buah jeruk yang sudah siap panen dibiarkan membusuk di pohon. (kmb41)
Dianggarkan Rp 10 Miliar Lebih
Proyek Perbaikan Drainase Perkotaan Segera Dikerjakan Bangli (Bali Post) Proyek perbaikan drainase di wilayah Kota Bangli yang dirancang menelan anggaran Rp 10 miliar lebih akan segera dikerjakan dalam waktu dekat. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTRPKP) Kabupaten Bangli Wayan Lawe menyatakan, proyek tersebut sudah melalui proses tender dan sudah ada pemenangnya. ‘’Sudah ada pemenangnya. Sekarang masih ngecek keabsahan pemenangnya,’’ kata Lawe saat dihubungi, Minggu (6/8) kemarin. Jika tidak ada kendala, pihaknya memastikan proyek tersebut sudah mulai bisa dikerjakan bulan ini. Sesuai per-
encanaan, saluran drainase yang akan diperbaiki mulai dari Patung Adipura hingga depan RSU Bangli. Hanya saja, tidak disebutkan berapa total panjang drainase yang akan diperbaiki. Menurutnya, waktu tersisa yang tinggal lima bulan ini masih cukup untuk pelaksanaan proyek. ‘’Waktunya tidak mepet. Agustus ini sudah pasti jalan proyeknya. Mudah-mudahan segera selesai,’’ harapnya. Sebagaimana diketahui, kondisi saluran drainase di wilayah Kota Bangli tepatnya di Jalan Brigjen Ngurah Rai terus menuai keluhan masyarakat. Pasalnya, setiap dilanda hujan, air saluran
drainase tepatnya dari SMAN 1 Bangli ke selatan selalu meluap. Luapan air setinggi mata kaki tak hanya menyebabkan aktivitas masyarakat sedikit terganggu, namun juga memicu kekumuhan karena air meluap disertai sampah. Terkait persoalan itu, Ketua Komisi III DPRD Bangli Ketut Suastika terus mendesak Pemkab Bangli untuk mempercepat perbaikan drainase. Menurutnya, perbaikan drainase adalah satu-satunya upaya yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi keluhan masyarakat itu. Terlebih anggaran untuk perbaikan drainase sudah disiapkan di APBD tahun ini dengan nilai cukup besar. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Permintaan pasar terhadap jamur tiram putih selama ini cukup tinggi. Permintaan tak hanya banyak datang dari masyarakat umum, tapi juga dari supplier untuk hotel dan restoran. Saking tingginya
permintaan, petani jamur tiram di Bangli kewalahan untuk memenuhinya. Kadek Saputra, petani jamur tiram di Banjar Dukuh Desa Bunutin Bangli, Minggu (6/8) kemarin, mengatakan dalam sehari permintaan jamur
tiram putih yang datang kepadanya mencapai 50 kilogram. Permintaan banyak datang dari supplier sayuran untuk hotel dan restoran yang ada di Denpasar. Sayangnya, dia hanya bisa memenuhi sekitar 10-30 kilogram per hari. ‘’Dari 5.000 baglog, per hari jamur tiram yang bisa saya produksi sekitar 30 kilogram,’’ ujarnya. Saputra mengatakan, per satu kilogramnya, jamur tiram dijualnya dengan harga Rp 18-20 ribu. Tidak seperti harga komoditi pertanian pada umumnya, harga jamur tiram selama ini diakuinya cukup stabil. Selain menjual jamur tiram, petani yang juga guru Bahasa Jepang di SMAN 1 Susut itu juga menjual bibit jamur tiram dalam kemasan baglog. Bahan yang digunakan untuk membuat bibit jamur tiram yakni berupa dedak, serbuk gergaji, bubuk kapur murni yang dicampur air 45 persen. Dalam
Bali Post/ina
SALURAN DRAINASE - Saluran drainase di dekat SMAN 1 Bangli. Setiap hujan, air dari saluran drainase ini akan meluap.
Petani Jamur Tiram Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar
Bali Post/ina
PANEN - Kadek Saputra saat memanen jamur tiram putih.
seminggu bibit jamur tiram yang bisa dijualnya mencapai 1.000 baglog. Sama seperti permintaan jamur tiram segar, permintaan bibit jamur tiram juga diakuinya lumayan tinggi. Dia pun mengaku cukup kewalahan untuk memenuhi permintaan bibit yang datang dari sejumlah daerah di luar Bangli seperti Klungkung, Denpasar dan Buleleng. Mengenai harga, per satu
baglog ukuran berat 1,5 kilogram dijualnya dengan harga Rp 3.200. Sementara yang berukuran 1,2 kilogram dijual dengan harga Rp 3.000. ‘’Selain bibit jamur, baglog bekas yang sudah tidak bisa memproduksi jamur juga banyak yang nyari. Biasanya baglog bekas dipakai untuk media budidaya cacing dan ada juga yang memakainya untuk pupuk. Kalau dijual harganya Rp 8 ribu per kampil,’’ kata Saputra. (kmb40)
HONDA
PROMO SPESIAL BULAN INI * Discount Besar Mobilio HR-V * DP Ringan * Bisa Nego sampai Deal
DP
20Jt
DP
47Jt
READY STOCK : BRIO / JAZZ / BRV / CRV DP. 18 Jt / 50 Jt / 28 Jt / 50 Jt
* Bonus Kaca Film Vkoll &Huper Optik * KTP Luar Bisa * Proses Kredit Mudah * Terima Tukar Tambah
081 337 565 872| 081 805 536 640
Anda sibuk untuk datang ke dealer, kami siap datang ke tempat anda, Telpon, Ketemu, Deal
C.0000332-mbl
GIANYAR
Senin Wage, 7 Agustus 2017
Mahayastra Optimis Kantongi Rekomendasi
Gianyar (Bali Post) Rekomendasi DPP PDI-P terkait calon bupati dan wakil bupati Gianyar diprediksi akan turun September mendatang. Hingga kini, belum ada tanda-tanda mengenai siapa yang akan mendapatkan rekomendasi tersebut. Meski demikian, Ketua DPC PDI-P Gianyar Made Mahayastra mengaku optimis akan mengantongi rekomendasi tersebut. Mahayastra, Minggu (6/8) kemarin, bahkan mengaku telah menangkap sinyal dari Ketua Umum PDI-P Megawati Sukarnoputri bahwa dirinya akan mendapatkan rekomendasi tersebut. Dia menyebut, dalam kunjungan ke Thailand beberapa hari lalu, Mahayastra mengaku diminta oleh Megawati untuk membangun pasar tradisional. Hal inilah yang menurutnya sebagai tanda dirinya dipercaya untuk melanjutkan pembangunan di Kabupaten Gianyar. ‘’Di Thailand bersama Ibu Mega kami meninjau pasar. Di Thailand ada pasar higienis. Keunggulan di sana, dipakai di sini (Gianyar-red),’’ ujar Wakil Bupati Gianyar ini. Mahayastra mengaku diberi pesan khusus oleh Megawati, bahwasanya bila menjadi pemimpin harus bisa membangun pasar dengan berbagai keunggulan seperti di Thailand. ‘’Kata Ibu Mega, nanti kalau jadi pemimpin diharapkan bisa membangun pasar seperti di Thailand,’’ katanya. Meski demikian, Mahayastra yang didampingi calon pendampingnya sebagai bakal calon Wakil Bupati, Anak Agung Mayun, membantah adanya pembahasan masalah paket dalam pilbup maupun masalah rekomendasi. Bahkan ia mengaku tidak berani mengutarakan hal tersebut kepada Megawati. ‘’Tidak ada bisik-bisik apa-apa. Sama ketua umum siapa yang berani,’’ ujarnya. Sementara terkait kapan turunnya rekomendasi, politisi asal Payangan itu menyerahkan sepenuhnya kepada DPP. Sekarang pihaknya hanya ingin mendekatkan diri ke masyarakat. ‘’Dulu secara nasional agendanya Agustus. Kalau mundur, jadi secara nasional berarti mundur semuanya,’’ terangnya. Lebih lanjut Mahayastra mengatakan, berdasarkan pengalaman sebagai Wakil Bupati dari PDI-P, kader yang akan bertarung di pilkada pasti akan diberikan pertanyaan khusus oleh DPP. ‘’Biasanya ditanya oleh DPP, mau berpaket dengan siapa. Karena ini bukan memadukan benda mati, harus ada chemistry. Saya dengan Gung Mayun, juga sudah dekat,’’ ujarnya. (kmb35)
Penjambret Diringkus Polisi
Gianyar (Bali Post) Seorang pria asal Jawa, Sigit Hidayat Jati, diringkus aparat Reskrim Polres Gianyar. Pria 35 tahun ini diketahui sebagai pelaku jambret dengan korban Sudarmini (52). Sementara polisi yang menangani kasus ini masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan sejumlah lokasi yang menjadi tempat pelaku beraksi. Informasi dihimpun, penangkapan terhadap pelaku berawal dari laporan korban Sudarmini pada 21 Juni lalu. Kala itu, sekitar pukul 17.30 Wita korban mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax DK 7145 LY melintas dari arah utara di Jalan Mulawarman, Gianyar. Tiba-tiba saja datang seorang pengendara motor berupaya menyalip kendaraan korban kemudian merampas kalung emas yang dikenakan perempuan yang beralamat Perumahan Tedung Sari Damai, Kelurahan Abianbase, Gianyar itu. Sontak korban berteriak minta tolong. Puluhan warga dengan cepat berhamburan untuk membantu, namun pelaku berhasil kabur. Polisi yang menerima laporan ini kemudian melakukan penyelidikan. Setelah berhasil mengantongi identitas pelaku, anggota polisi yang dikomandoi Kanit I Sat Reskrim Polres Gianyar Iptu Rezha Pranatha bergerak melakukan perburuan. Pelaku akhirnya ditangkap polisi di Denpasar, Sabtu (5/8) lalu. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Marzel Doni membenarkan jajarannya menangkap pelaku tindak pencurian dengan kekerasan tersebut. ‘’Kami masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini,’’ jelasnya. (kmb35)
9
Rusak, Tugu Pahlawan di Sukawati Belum Diperbaiki
Gianyar (Bali Post) -
Tugu pahlawan peringatan gugurnya Kapten I Wayan Dipta yang berlokasi di areal luar Pura Dalem Sukawati mengalami kerusakan. Kerusakan berupa tembok panyengker yang runtuh di bagian timur dan barat akibat tertimpa pohon beringin. Pantauan Bali Post, di depan areal luar Pura Dalem Sukawati terdapat dua tugu pahlawan. Tugu pertama di sebelah utara pura untuk memperingati gugurnya Kapten Dipta pada 1946 silam. Lalu di tugu sebelah selatan berupa tugu berisi namanama pejuang yang gugur saat melawan Belanda. Perbekel Sukawati Dewa Gede Dwi Putra menyatakan, perbaikan tugu pahlawan tersebut bukan kewenangan pihaknya. Meski demikian pihaknya sudah berupaya mengusulkan ke camat untuk perbaikan. Pihaknya pun berharap proses perbaikan bisa dianggarkan pada APBD Perubahan 2017. Selama ini, pihak desa sebatas melakukan gotong royong membersihkan
areal tugu pahlawan itu. ‘’Yang rutin bersih-bersih itu keluarga dari pahlawan yang nama-namanya tercantum di sana,’’ jelasnya. Dikatakannya lebih lanjut, setiap peringatan 17 Agustus rutin digelar seremoni baik di tugu sebelah utara maupun selatan. Kegiatan itu berupa tabur bunga diawali dengan tugu di selatan. ‘’Saat 17-an, Muspika dipimpin camat mendatangi tugu melakukan tabur bunga. Untuk menghias, biasanya dilakukan Pemuda Panca Marga dan Muspika,’’ jelasnya. Di samping digelar tabur bunga di tugu itu, juga digelar napak tilas perjuangan pahlawan Gianyar melawan Belanda. ‘’Napak tilas melewati Pura Dalem itu,’’ ungkapnya. (kmb35)
Bali Post/nik
ROBOH - Tembok panyengker tugu pahlawan di Sukawati yang roboh dan belum mendapat perbaikan.
Batubulan Konsisten Gelar Porseni
Mahayastra Pacu Semangat Generasi Muda
WAKIL Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengapresiasi penyelenggaraan Porseni Batubulan, Sukawati, yang berlangsung secara berkesinambungan. Politisi PDI Perjuangan ini juga membakar semangat ratusan pemuda khususnya para peserta agar terus berpacu meningkatkan prestasi yang diimbangi pelestarian budaya. Pria yang akrab disapa Agus Mahayastra ini mengatakan, Porseni Batubulan 2017 merupakan penyelenggaraan ke-39. Ini merupakan usia yang sedang produktif, menyamai usia Pesta Kesenian Bali (PKB). Ia mengharapkan tujuan penyelenggaraan Porseni adalah tercapainya pelestarian budaya dan prestasi olahraga. ‘’Kami berharap kegiatan Porseni berlangsung dari tahun ke tahun yang menjadikan Desa Batubulan sebagai desa seni budaya dan atlet berprestasi,’’ ujarnya dalam memberikan
sambutan. Desa Batubulan menjadi salah satu desa di Bali yang konsisten menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) secara berkesinambungan dari tahun ke tahun. Meski sudah beberapa kali terjadi pergantian pimpinan desa, hajatan satu tahunan ini seolah menjadi tradisi dan tetap dilaksanakan sejak 1978 silam. Porseni ke-39 Desa Batubulan digelar 6–17 Agustus 2017. Ajang olahraga dan seni yang mengusung tema ‘’Ayo Sportif, Lestarikan Budaya Menuju Prestasi’’ ini dibuka Wakil Bupati Gianyar di Lapangan Candra Muka, Batubulan, Minggu (6/8) sore kemarin, ditandai pemukulan gong. Turut mendampingi Ketua DPRD Gianyar, Camat Sukawati, Perbekel Batubulan dan panitia pelaksana. Acara pembukaan dimeriahkan penampilan tari Pendet, parade baleganjur dan senam PKK se-Desa Ba-
tubulan. Ketua Porseni Desa Batubulan I Kadek Wira Chandra, S.T. melaporkan, Porseni ke-39 melibatkan 16 banjar. Cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan dan dilombakan meliputi sepak bola, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, tarik tambang, parade baleganjur, senam PKK, jalan santai, tari Jauk Keras dan kendang tunggal, Jegeg Bagus Batubulan, karaoke lagu Bali, lomba mewarnai anak-anak TK, pasraman anak-anak putra dan putri serta kebersihan lingkungan. ‘’Khusus pertandingan sepak bola dan voli dilaksanakan mulai 1 dan 2 Agustus,’’ terangnya. Perbekel Desa Batubulan Dewa Gede Sumertha menyampaikan, kegiatan Porseni sebagai wadah melestarikan seni dan budaya Bali. Olahraga dan seni tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Batubulan. Selama ini Desa Batubulan
BUKA PORSENI – Wakil Bupati Gianyar I Made Mahayastra (kanan) memukul gong pada pembukaan Porseni Desa Batubulan, Minggu (6/8) kemarin. terkenal memiliki seniman dan olahragawan berprestasi yang di antaranya lahir dari proses kompetisi bernama Porseni. ‘’Jadi, kegiatan Porseni sudah terbukti mampu melahirkan potensi yang ada,’’ katanya.
Ditambahkannya, Porseni juga diadakan serangkaian memperingati dan memeriahkan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus. Ia berharap Porseni Desa Batubulan bisa berjalan berkelanjutan. (ad428)
KLUNGKUNG
10 SOSOK
Senin Wage, 7 Agustus 2017
Pendidikan Hindu dan Pariwisata MASYARAKAT Kabupaten Klungkung mayoritas menganut agama Hindu. Di tengah derasnya arus globalisasi dan munculnya persoalan berkaitan dengan karakter, pemahaman nilai-nilai keagamaan berpotensi memudar. Mengantisipasi itu, peningkatan pemahanan keagamaan perlu terus dilakukan, salah satunya melalui lembaga pendidikan berbasis agama Hindu. “Sebagai orang Hindu, kita sangat berkeinginan ada sebuah lembaga pendidikan bernuansa agama Hindu,” ujar anggota DPRD Klungkung Sang Nyoman Putrayasa, belum lama ini. Pendidikan seperti itu, sambung politisi PDI-P ini bisa diterapkan pada jenjang pendidikan usia dini sampai dengan SMA, layaknya Madrasah yang lulusan nantinya bisa diakui dan mampu melanjutkan ke perguruan tinggi. “Kami sangat berharap ini bisa mendapat perhatian,” ungkapnya. Selain agama, pendidikan pariwisata juga perlu terbangun, seperti jenjang diploma yang arahnya mencetak sumber daya manusia (SDM) profesional. Terobosan ini tak lepas dari komitmen pemkab dalam menggarap sektor pariwisata yang kini sudah berkembang. “Potensi pariwisata harus digarap. Itu perlu didukung pendidikan khusus,” ungkapnya. Pentingnya sekolah ini tak lepas dari animo masyakat, khususnya generasi muda yang ketertarikannya semakin tinggi. Hal ini juga penting untuk meminimalir masyarakat lokal untuk merantau ke luar hanya untuk menempuh pendidikan. Di samping itu juga lebih mudah dijangkau. “Dengan adanya ini, warga tak lagi banyak yang keluar,” tandasnya. (sos)
TUKAD UNDA - Objek wisata Tukad Unda di Desa Wisata Paksebali yang kini sedang berkembang.
Pengembangan Desa Wisata Terkendala SDM
Semarapura (Bali Post) Desa wisata di Kabupaten Klungkung jumlahnya mencapai belasan. Itu sudah ada yang terbentuk sebelum 2014. Akan tetapi, beberapa tahun berjalan, belum seluruhnya mampu berkembang maksimal. Pemahaman sumber daya manusia (SDM) yang masih rendah menjadi salah satu penyebab. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta menjelaskan sesuai data terakhir, jumlah desa wisata di bumi serombotan mencapai 18 lokasi. Waktu
Pengukuhan Pengurus, Kader Hanura Diminta Tak Khianati Bangsa
Garap Potensi Desa
Perbekel Jumpai Minta Dukungan Pemkab Semarapura (Bali Post) Desa Jumpai, Kabupaten Klungkung memiliki potensi yang cukup besar untuk bisa diangkat menjadi objek wisata. Mewujudkan itu, pemerintah daerah pun diharapkan bisa memberikan perhatian. Demikian disampaikan perbekel Jumpai Wayan Sudiarna di sela-sela pembukaan acara Pekan Apresiasi Seni dan Olahraga (Parisolah) rangkaian ulang tahun ke-31 Sekaa Truna Truni (STT) Çanthi Wacana Samanjaya, Dusun Kawan Desa Jumpai, Minggu (6/8) kemarin. Dijelaskan, potensi yang dimiliki Desa Jumpai tak hanya berupa pertanian. Namun juga pantai, seni, budaya hingga olahraga. Itu dipandang bisa dikemas menjadi sebuah objek wisata yang mampu menjadi daya tarik pengunjung. Dalam pengelolaannya, pembentukan desa wisata dianggap menjadi langkah strategis. Ini diyakini akan mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat, khususnya dari sisi perekonomian. “Potensi desa cukup besar. Seperti lahan pertanian dan pantai jumpai,” ungkapnya. Mewujudkan keinginannya itu, pemerintah diharapkan bisa memberikan perhatian dan dukungan. Salah satunya dalam hal pembinaan SDM. “Kami mengharapkan ada perhatian dari pemkab,” ucapnya. Sementara itu, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta yang hadir dalam acara itu menegaskan akan memberikan dukungan untuk gagasan tersebut. Apalagi desa ini sebagai penyangga Desa Kamasan, sebagai desa wisata. Jika benar-benar ingin mewujudkan keinginan itu, bupati asal Nusa Ceningan ini meminta masyarakat untuk mempersiapkan tampilan desa. “Kebersihan harus diperhatikan. Kesan hijau juga. Tidak lupa UMKM serta SDM yang mumpuni sebagai penunjang pariwisata,” tandasnya. (kmb45)
dekat, itu akan ditambah 1 lokasi, sehingga jumlah nantinya menjadi 19. Pembentukan itu tak lepas dari potensi wisata yang dimiliki masing-masing desa. Keberadaannya juga diharapkan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan. “Sekarang sudah ada 18 desa wisata. Kami akan masukkan Desa Selat sebagai tambahan,” jelasnya, Minggu (6/8) kemarin. Dari jumlah itu, yang berkembang belum seluruh-
nya. Baru seperti Desa Paksebali, Penasan, Kamasan, Tihingan Bakas dan yang tersebar di Nusa Penida. Hal ini sangat tergantung dengan kualitas SDM di dalamnya. “Untuk pengembangan desa wisata, SDM yang masih jadi kendala. Belum paham bagaimana mengelola,” kata mantan Kepala Dinas Perhubungan Klungkung ini. Mengatasi persoalan yang ada, Sukasta mengaku telah rutin memberikan pembinaan. Baik dalam hal manajemen pariwisata maupun
penataan objek. Langkah ini pun diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah desa melalui dana yang telah banyak digelontor pemerintah. “Dana desa sudah cukup banyak. Kami berharap pengembangan desa wisata bisa dilakukan langsung oleh desa. Imbas nantinya kan untuk masyarakat,” katanya. Guna menarik minat wisatawan untuk berkunjung, desa juga diminta menggali potensi yang dimiliki. Itu tak hanya kekayaan alam, tetapi juga kearifan lokal maupun ekonomi kre-
atif. “Potensi harus digali. Ini yang terus kami dorong. Apa yang bisa menjadi daya tarik, harus dibangkitkan,” tegasnya. Pengembangan desa wisata juga perlu didukung Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Di Klungkung, keberadaannya belum merata. Pembentukannya pun tengah digenjot pemkab. Tujuannya supaya pengelolaan objek semakin maksimal dan berkelanjutan. “Pokdarwis juga tengah kami galakkan,” tandas Sukasta. (kmb45)
Mulai Disusun, DED dan ”Master Plan” Pelabuhan Segi Tiga Emas
Bali Post/sos
PENGUKUHAN - Partai Hanura melakukan pengukuhan pengurus DPD, DPC, PAC dan pelantikan ranting se-Bali di Balai Budaya Klungkung, Minggu (6/8) kemarin.
Semarapura (Bali Post) Pascamenggelar Rapimnas di The Stones Hotel Kuta, Jumat (4/8) malam, Partai Hanura melakukan pengukuhan pengurus DPD, DPC, PAC dan pelantikan ranting se-Bali di Balai Budaya Klungkung, Minggu (6/8) kemarin. Kegiatan yang diiringi pekikan yel-yel ini diikuti ribuan kader Hanura dari seluruh Bali. Pelantikan dilakukan langsung Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang. Acara tersebut juga dihadiri Sekjen Hanura Syarifudin Suding, Wakil Ketua Umum Gde Pasek Suardika, Korwil Bali NTB-NTT Putu Arimbawa (Lolak), Ketua DPD Hanura Bali Wayan Sudarta, termasuk Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Raja Klungkung Ida Dalem Semaraputra dan sejumlah pimpinan partai di Klungkung. Oesman Sapta Odang saat itu memberikan semangat kepada kader. Ia meminta seluruh yang hadir tak memunculkan permusuhan, terlebih kepada generasi muda. Namun yang dilakukan justru mendorong dan memotivasti untuk bisa lebih kreatif dalam membangun bangsa. “Saya bersahabat dengan semua partai. Partai kita tidak ada memusuhi partai lain. Tapi jangan coba-coba kita berkhianat bersama bangsa,“ ujarnya. Sementara itu, Ketua DPD Partai Hanura Bali Wayan Sudarta mengharapkan melalui pelantikan ini kualitas kader ke depannya bisa semakin baik. Upaya yang dilakukan tak hanya terbatas pada kontribusinya dalam pembangunan daerah. Namun juga menjadi pemenang pada Pemilu 2019. Target tersebut diyakini bisa tercapai lantaran Partai Hanura sudah mendarah daging dari pengurus teratas hingga terbawah, dalam hal ini ranting. “Dengan terbentuknya ranting di seluruh Bali maka kita yakin akan menang di pemilu tahun 2019. Apalagi anak ranting desa merupakan ujung tombak partai,” katanya. (kmb45/k250)
Bali Post/sos
Semarapura (Bali Post) -
Keinginan Pemkab Klungkung untuk membangun pelabuhan segi tiga emas yang direncanakan berlokasi di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan terus digodok. Kini, prosesnya telah masuk tahap penyusunan detail engineering design (DED) dan master plan. Hal tersebut diakui Kepala Dinas Perhubungan Klungkung I Nyoman Sucitra, Minggu (6/8) kemarin.
Bali POst/sos
I Nyoman Sucitra
Pelabuhan tersebut masuk sebagai program prioritas Pemkab Klungkung. Hal itu digadang-gadang sebagai salah satu upaya untuk memperlancar akses masyarakat menuju Nusa Penida maupun
sebaliknya. Hal ini juga penting untuk mendukung sektor pariwisata yang semakin berkembang. “Untuk prosesnya sudah masuk penyusunan DED dan master plan,” jelasnya.
Tahapan itu, kata mantan Kasatpol PP Klungkung ini menelan anggaran Rp 375 juta yang bersumber dari APBD. Sementara itu, untuk mulai pembangunannya belum bisa dipastikan. Demikian juga
perkiraan anggaran yang dihabiskan. “Setelah DED dan master plan selesai, baru tahu,” ungkapnya. Sebelumnya, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengaku sangat optimis pembangunan pelabuhan itu bisa terwujud. Bahkan digadang-gadang akan mampu memberikan imbas positif untuk pembangunan daerah maupun masyarakat. “Kami yakin itu bisa terwujud,” tandasnya. (kmb45)
Kerajinan Gerabah di Tojan
Tak Ada Regenerasi, Kini Bergantung pada Lansia KEBUTUHAN kerajinan gerabah, seperti payuk, caratan untuk upacara agama dalam masyarakat Hindu, khususnya di Bali cukup banyak. Melihat peluang ini, muncul sejumlah perajin. Salah satunya di Banjar Tojan Kaler, Desa Tojan, Kecamatan Klungkung. Namun, seiring berjalannya waktu, napas kerajinan rumahan ini hanya bergantung pada warga yang sudah uzur. Sama sekali tak ada regenerasi. Berkunjung ke Banjar Tojan Kaler, belum lama ini, nampak sebuah rumah sederhana di tengah-tengah bangunan yang terbilang bagus. Menengok ke dalam, pekarangannya tak begitu luas. Beberapa bangunan berdiri di sana. Satu di antaranya masih berdinding batu bata. Ukurannya yang kecil, sangat nampak bahwa itu bangunan lama. Di tengah Suasana demikian, nampak seseorang yang tengah sibuk. Tangannya dengan balutan kulit yang telah mengkeriput nampak mengepal-ngepal adonan tanah yang berwarna coklat kekuningan. Orang biasanya menyebut itu tanah liat. Tak lama itu ditempatkan pada peralatan tradisional. Lalu diputar. Secara perlahan dilubangi. Pinggirannya menipis. Terlihat mengkilap dengan sentuhan air. Jari-jari tangan pun sibuk membentuk hingga tercipta sebuah payuk. Benda untuk wadah tirta oleh masyarakat Hindu, khususnya di Bali saat ada upacara manusa yadnya. Itulah yang dilakoni Nyoman Tangkil (75) sejak usianya menginjak 25 tahun. “Sejak dulu sudah belajar membuat ini. Untuk penyambung hidup,” tuturnya. Selain payuk, dari tangannya juga sudah tercipta caratan, coblong dan lain sebagainya. Sembari berkutat dengan kes-
ibukannya, ia pun bercerita. Di tengah usianya yang terbilang renta, dalam sehari mampu menghasilkan sekitar 25 payuk ukuran sedang. Setelah kering dan dibakar, itu langsung dijual ke pasar. Cukup mengejutkan. Harganya hanya kisaran Rp 500 hingga Rp 2.500 per buah. Terbilang murah di tengah situasi seperti saat ini. Meski bagi kebanyakan orang itu kecil, Tangkil tetap merasa bersyukur. Tak ada pilihan lain lagi untuk mengais rezeki. Keahlian itu satu-satunya yang dimiliki. “Cukup murah. Belum lagi kalau hujan, lama keringnya. Jadi lama tak bisa jual,” katanya. Di keluarga, hanya ia saja yang memiliki keterampilan seperti itu. Sau-
dara laki-lakinya hanya bisa membantu mencarikan jerami untuk membakar. Sesekali juga membelikan tanah yang harganya Rp 8.000 per besek. “Kalau beli satu truk tidak bisa. Sangat mahal,” ucapnya. Selain Tangkil, masih ada dua warga lagi yang menggeluti usaha ini. Seluruhnya sudah uzur. Tak ada lagi generasi penerus. Generasi yang masih produktif tak ada yang melirik. Pertimbangannya, hasil yang didapatkan tak mampu menjadi penyambung hidup. Dihadapkan situasi demikian menghantarkan napas kerajinan gerabah ini hanya pada kaum lansia. “Sekarang camput (punah - red). Tidak ada yang mewarisi,” tandas Tangkil. (sos)
Bali Post/sos
GERABAH - Nyoman Tangkil, salah seorang warga perajin gerabah di Banjar Tojan Kaler, Desa Tojan, Klungkung.
Senin Wage, 7 Agustus 2017
BULELENG
11
Kemenko PMK Tinjau Persiapan Undiksha Buka Prodi Pendidikan Dokter
Singaraja (Bali Post) – Kerja keras Pemkab Buleleng bidang seni budaya, pariwisata dan pendidikan mengundang perhatian pemerintah pusat. Di bidang sejarah dan budaya, pemerintah daerah saat ini sedang mempersiapkan pembukaan kawasan Heritage Bung Karno meliputi RTH Sukasada dan kediaman orangtua Soekarno di Lingkungan Bale Agung, Kelurahan Paket Agung. Sedangkan bidang pendidikan, pemerintah bersama Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) saat ini mempersiapkan dibukanya Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter. Terkait dengan persiapan itu, Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI Prof. Dr. R. Agus Sartono berkunjung ke Buleleng, Minggu (6/8) kemarin. Rombongan ditemani Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. bersama Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. Agus Sartono mengatakan,
setelah melihat dukungan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) pengajar, Undiksha dinilai sudah siap membuka Prodi Pendidikan Dokter. Apalagi RSUD Buleleng yang sudah mendapatkan akreditasi paripurna, lebih meyakinkan lagi kalau Undiksha sebagai perguruan tinggi negeri di Bali Utara mengelola Prodi Pendidikan Dokter. ‘’Infrastruktur pendidikan dan SDM sudah siap, sehingga Prodi Pendidikan Dokter ini layak dibuka dan memang sangat diperlukan,’’ katanya. Sementara pembangunan kawasan Heritage Bung Karno, Sartono menilai kebijakan ini merupakan komitmen Bupati dan Wakil Bupati Buleleng dalam menjaga dan melestarikan sebuah warisan sejarah bangsa. Selain itu, pihaknya melihat pembukaan kawasan heritage ini tepat diwujudkan sebagai pendukung pengembangan pariwisata dan sarana edukasi kepada generasi muda. ‘’Bagaimana dulu Ibunda Soekarno tinggal di Bale Agung. Saya kira Heritage
Dibedah, Karya Dua Sastrawan Muda
Singaraja (Bali Post) – Sastrawan muda di Buleleng makin bermunculan. Aktivitasnya juga tergolong produktif dalam menelurkan karya sastra yang berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan munculnya dua karya sastrawan di Bali Utara, yakni buku antologi puisi berjudul ‘’Seribu Pagi Secangkir Cinta’’ karya Wulan Dewi Saraswati dan antologi puisi berbahasa Inggris berjudul ‘’Burning Hair’’ karya Kadek Sonia Piscayanti. Dua karya itu dibedah melalui sebuah diskusi sastra di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Minggu (6/8) kemarin. Tampil sebagai pembedah kedua buku tersebut yaitu Kepala Balai Bahasa Bali Wayan Tama dan sastrawan Made Adnyana Ole. Diskusi ini dipandu Wayan Artika yang sehari-hari sebagai dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha Singaraja. Dalam bedah buku itu, kedua pembicara juga mendiskusikan terkait cara menghasilkan sebuah karya sastra utamanya puisi. Kepala Balai Bahasa Bali I Wayan Tama mengungkapkan, proses bedah buku dalam Forum Diskusi Sastra diharapkan menumbuhkan gairah literasi di masyarakat. Balai Bahasa terus berupaya memberdayakan masyarakat yang tergabung dalam komunitas-komunitas sastra, apalagi gairah berkarya di sejumlah daerah kini makin tumbuh. Tahun ini Balai Bahasa Bali juga menyiapkan anggaran untuk membuat tujuh buah buku. Dua buku di antaranya untuk penunjang bahan ajar. Sementara lima buku lainnya untuk karya sastra, baik itu yang berbentuk antologi puisi, novel, maupun kumpulan cerpen. ‘’Saya kira dengan diskusi seperti ini kehidupan bersastra dapat hidup dan tercipta budaya menulis di kalangan masyarakat,’’ tegasnya. (kmb38)
Bung Karno penting dan pembangunannya segera diwujudkan. Pembangunan ini menjadi sangat penting agar generasi muda mengenal sejarah sebagaimana pesan Bung Karno,’’ tegasnya. Wakil Bupati Nyoman Sutjidra mengatakan, dengan berbagai kesiapan infrastruktur dan SDM yang sudah dilakukan, pemerintah sekarang tinggal menunggu Prodi Pendidikan Dokter Undiksha resmi dibuka. Khusus untuk RSUD, sampai sekarang pemerintah sudah menyiapkan segala sarana fisik. Sekarang tinggal administrasi, di mana menunggu visitasi Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dan dipastikan akan terbit dalam waktu dekat ini. Dengan demikian, pembukaan Prodi Pendidikan Dokter Undiksha yang sudah berproses sejak beberapa tahun bisa diwujudkan. ‘’Kita sudah dukung secara maksimal dan rumah sakit sudah menjadi RS Pendidikan dan target tahun 2018 bisa menerima mahasiswa baru,’’ jelasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
HERITAGE BUNG KARNO - Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kemenko PMK-RI Prof. Dr. R. Agus Sartono berkunjung ke Buleleng, Minggu (6/8) kemarin, ingin mengetahui persiapan pembukaan Prodi Pendidikan Dokter dan pembukaan Kawasan Heritage Bung Karno.
29 Bendung Rusak
Ribuan Hektar Sawah Kekurangan Pasokan Air
Singaraja (Bali Post) – Sedikitnya 3.200 lahan sawah di Buleleng diprediksi akan mengalami kekurangan pasokan air irigasi. Ini karena 29 bendung yang mengalirkan air ke lahan pertanian di Bali Utara kondisinya rusak sedang dan rusak berat. Kerusakan bendung di 23 daerah aliran sungai (DAS) tersebut akibat bencana alam yang terjadi pada Januari dan puncaknya Februari 2017 yang lalu. Belakangan kerusakan puluhan bendung itu menimbulkan keresahan di kalangan petani. Apalagi memasuki musim kemarau tahun ini, lahan sawah mereka memerlukan pasokan air yang cukup. Sebenarnya sejak awal musim kemarau ini petani di Buleleng berkali-kali memohon percepatan bantuan perbaikan kepada pemerintah daerah. Selain bersurat resmi, petani di daerah ini datang ke kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) di Jalan Kartini, Singaraja. Keinginan
itu belum juga dipenuhi dalam waktu dekat ini. Hal ini karena berkaitan regulasi yang mengatur pemakaian anggaran tanggap darurat tidak bisa digunakan karena masanya sudah berakhir. Atas kondisi ini, perbaikannya diusulkan melalui program pascabencana dan memerlukan waktu panjang. Kepala Dinas PU-PR Buleleng Nyoman Suparta Wijaya, Minggu (6/8) kemarin, mengakui dirinya berkali-kali menerima pengaduan petani yang meminta percepatan per-
baikan 29 bendung tersebut. Suparta mengatakan, perbaikan 29 bendung itu sudah direncanakan dan menghitung kebutuhan dana yang diperlukan. Diperkirakan dana yang diperlukan sekitar Rp 8,9 miliar. “Dua puluh sembilan bendung itu merupakan aset PU-PR dan sejak terjadi bencana memang rencananya perbaikannya dari dana tanggap darurat, tapi itu tidak bisa karena masa itu sudah berakhir. Sekarang kami sudah membahas untuk perbaikannya perlu dana lumayan
besar,” katanya. Untuk sementara, kata Suparta pihaknya akan memprogramkan perbaikan dengan mengutamakan kerusakan yang paling parah. Nantinya mulai APBD Perubahan 2017 ini, pihaknya mulai memperbaiki kerusakan bendung tersebut. Sementara penanganan lanjutan akan diprogramkan melalui APBD Induk 2018 mendatang. Dengan upaya ini diharapkan ribuan hektar yang diprediksi
terdampak akibat bendung yang rusak itu bisa ditangani dan mengurangi risiko kekeringan. “Target kami melalui APBD Perubahan ini kita perbaiki, cuma kita lakukan skala prioritas karena memang anggarannya belum mencukupi. Bagaimana pun irigasi ini sangat penting jangan sampai risiko kekeringan itu benar-benar terjadi karena kerusakan infrastruktur pertanian,” tegasnya. (kmb38)
“Dua puluh sembilan bendung itu merupakan aset PUPR dan sejak terjadi bencana memang rencananya perbaikannya dari dana tanggap darurat, tapi itu tidak bisa karena masa itu sudah berakhir. Sekarang kami sudah membahas untuk perbaikannya perlu dana lumayan besar.” Kepala Dinas PU-PR Buleleng Nyoman Suparta Wijaya
Bulfest ’’The Power of Buleleng’’ Ditutup
Iklim Berkesenian Bergeliat, Ekonomi Terdongkrak
Bali Post/kmb38
ARTEFAK - Balai Arkeologi Denpasar meneliti puluhan temuan benda sakral di Pura Desa Bengkala.
Artefak Bengkala Diidentifikasi, Tertua dari Dinasti Ming
Singaraja (Bali Post) – Puluhan artefak sejarah di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan diidentifikasi Balai Arkeologi Denpasar, akhir pekan lalu. Identifikasi ini langkah awal sebelum Balai Arkeologi melakukan penelitian lebih mendalam terkait artefak-artefak itu. Prajuru Desa Pakraman Bengkala Ketut Darpa mengatakan, artefak-artefak itu ditemukan di Pura Desa Bengkala. Puluhan artefak ditemukan setelah Desa Pakraman Bengkala melakukan pemugaran bangunan pura. Meru pada jeroan pura dipugar sejak 26 Juni lalu. Saat itu ditemukan banyak pen-
inggalan sejarah di dalam meru. Desa pakraman kemudian mengundang Balai Arkeologi Denpasar untuk mengidentifikasi artefak itu. “Setidaknya biar kami tahu apa sebenarnya bendabenda yang kami temukan. Setelah dapat informasi, kami teruskan ke warga. Kami buka seluas-luasnya pada warga agar diketahui dan ini memang harus diketahui. Biar tidak lupa dengan sejarah desa,” katanya. Kepala Balai Arkeologi Denpasar I Gusti Made Suarbawa mengatakan, dari hasil identifikasi sementara, artefak yang paling tua adalah mangkok (cawan-
red) terbuat dari keramik berwarna hijau telur asin dengan hiasan tanaman. Artefak itu diyakini berasal dari Dinasti Ming pada abad ke-13 hingga abad ke-14. Dari identifikasi itu, pihaknya meyakini artefakartefak yang ditemukan di Pura Desa Bengkala adalah sarana untuk penunjang kegiatan upacara pada masa dahulu. Di samping itu, barang-barang yang ada di pura tidak jauh beda dengan barang profan untuk kegiatan sehari-hari. “Kalau keramik lainnya, termasuk teko itu produk Eropa. Salah satunya yang bisa kami identifikasi dari Belgia,” tegasnya. (kmb38)
SETELAH berlangsung enam hari sejak Rabu (2/8) lalu, Buleleng Festival (Bulfest) ‘’The Power of Buleleng’’ Minggu (6/8) malam resmi ditutup. Dari pergelaran pertama hingga yang kelima kali, event rintisan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) ini berhasil menggeliatkan iklim berkesenian di Bali Utara. Salah satu bukti pergelaran kesenian sekarang tidak saja di perkotaan melalui festival, namun hal yang sama terlihat tumbuh di kecamatan dan desa. Selain itu, sasaran menumbuhkan perekonomian dan wisata juga mulai terlihat. Secara resmi Bulfest ditutup oleh Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Buleleng dan tamu undangan penting lainnya. Bulfest ditutup dengan penampilan artis pop Bali Lolot Band dan band lokal Buleleng. Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan, dari pergelaran pertama dan tahun ini visi Bulfest dalam melestarikan dan menggali potensi kesenian di daerahnya sudah terlihat. Dia mencontohkan, sejak pergelaran Bulfest pertama beberapa kecamatan atau desa mulai melakukan festival dengan menonjolkan potensi seni dan budaya. Selain itu, sanggar kesenian di beberapa daerah mulai bermunculan, sehingga hal ini menunjukkan bahwa sasaran dari Bulfes sudah tercapai. Akan tetapi capaian ini belum akhir, dan event ini harus rutin digelar, sehingga hasilnya akan meningkat pula. ‘’Beberapa desa dan kecamatan sudah
menggelar festival dan sanggar kesenian mulai tumbuh. Saya kira roh festival ini sudah tercapai dan ini harus terus kita tingkatkan dalam artian belum berpuas diri,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua Panitia Bulfest yang juga Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng Putu Tastra Wijaya mengatakan, sejak Bulfest dibuka pihaknya menurunkan tim yang dikoordinir Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) rutin melakukan pemantauan ke semua stan maupun warga yang berjualan di luar stan yang dibuka panitia. Dari pendataan itu, transaksi di luar stan tercatat perputaran uang mencapai Rp 460 juta lebih. Sementara
peserta pameran dalam stan baik produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) nilai transaksinya sebesar 850 juta lebih. Nilai transaksi fantastis juga terjadi pada stan ragam kuliner khas Buleleng mencapai Rp Rp 665 juta lebih. Dengan demikian, total transaksi dalam pergelaran Bulfest tahun ini mencapai Rp 2,4 miliar. ‘’Ini sebagai evaluasi dan data menunjukkan memang transaksi perekonomian selama Bulfest kita gulirkan cukup baik sesuai visi dari Bulfest dalam hal perekonmian,’’ katanya. Sementara itu terkait dampak bagi kunjungan wisatawan yang menjadi sasaran dalam Bulfest, Tastra menyatakan setiap pergelaran promosi melalui
event seperti Bulfest baru akan muncul beberapa tahun ke depan. Akan tetapi dari pendataan yang sudah dilakukan, kunjungan wisatawan utamanya domestik dan wisatawan mancanegara sudah ada yang menyaksikan pergelaran kesenian atau pameran IKM dan kuliner. Kunjungan seperti ini tidak bisa dipisahkan sebagai dampak rutinnya Bulfest digulirkan hingga sekarang menginjak kelima kali. ‘’Secara umum kalau pariwisata memang tidak bisa kelihatan hasilnya sekarang, tapi bagaimana ke depan rutinitas pergelaran Bulfest ini akan memberikan dampak positif untuk kemajuan pariwisata, seni, dan budaya kita di daerah,’’ jelasnya. (ad426)
DITUTUP – Bulfest ‘’The Power of Buleleng’’ ditutup, Minggu (6/8) malam kemarin.
JEMBRANA
12
Senin Wage, 7 Agustus 2017
Ingatkan Generasi Muda Jaga Keutuhan NKRI
Arisan Pejabat
Sarana Berbagi, Bukan Pamer Kekayaan
BAGI sebagian masyarakat, kegiatan arisan selama ini masih dipandang negatif. Arisan dicap sekadar kumpul-kumpul, foya-foya, bahkan pamer kekayaan, sehingga terbilang tidak produktif. Kekeliruan tersebut dicoba ditepis Bupati Jembrana I Putu Artha lewat serangkaian kegiatan arisan pejabat yang rutin digelar tiap bulan. Menurutnya, esensi paling utama dari penyelenggaraan arisan pejabat adalah sarana untuk berbagi bukan malah pamer kekayaan. Karena itu tiap bulannya, diadakan penyisihan dari uang penarikan panitia yang ditetapkan guna memberikan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu. Hal itu diungkapkan Bupati Artha usai menyerahkan paket sembako kepada warga miskin di sela-sela pelaksanaan arisan rutin pejabat di lingkup Pemkab Jembrana di objek wisata Green Cliff Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Minggu (6/8) kemarin. “Kita ingin melalui arisan, selain terpupuk semangat kebersamaan antarpejabat beserta keluarganya, juga tumbuh rasa empati kepada masyarakat kurang mampu di sekelilingnya. Karena itu kami dorong aksi peduli diadakan tiap bulan dengan cara tiap pejabat menyisihkan sebagian uang penarikan untuk membantu mereka,“ papar Bupati Artha. Selain menyerahkan bantuan sembako, kegiatan arisan pejabat di Pemkab Jembrana juga diisi bersih-bersih lingkungan di tempat penyelenggraan. Hal ini wujud kedekatan tiap pejabat dengan masyarakatnya sekaligus memberikan motivasi kepada mereka dalam menyukseskan kegiatan gotong royong yang dilaksanakan serentak tiap awal bulan. Pemilihan lokasi pun dilakukan berpindah-pindah. Kali ini sengaja dipilih objek wisata Green Cliff milik Kelompok Sadar Wisata Yehembang Kangin. “Harapannya tiap pejabat mengenal potensi wisata di wilayahnya sekaligus mendukung pengembangan wisata yang saat ini tengah dikejar Pemkab Jembrana,“ ucap Artha. Tidak hanya itu, ia juga menekankan pengembangan pariwisata bukan hanya tanggung jawab salah satu dinas saja, namun kewajiban OPD keseluruhan yang secara sinergis ikut mengembangkan potensi wisata di wilayahnya masing-masing. Dengan sinergi pula disebutnya pembangunan untuk menopang wisata tersebut cepat terealisasi. “Minimal dengan ikut mempromosikan, memberikan motivasi kepada masyarakat serta menyampaikan informasi yang benar agar potensi wisata tersebut cepat berkembang sekaligus membantu memberdayakan masyarakat,” tandasnya. (ad421)
I Putu Artha
Bali Post/ist
Bali Post/olo
PROYEK – Salah satu proyek irigasi dengan penawaran hingga lebih 40 persen di wilayah Yehembang.
Sebelum Tetapkan Pemenang
Komisi C Minta ULP Cek Ulang Penawaran Rendah
Negara (Bali Post) – Sejumlah proyek tender dengan penawaran sangat rendah menjadi sorotan Komisi C DPRD Jembrana. Komisi yang membidangi infrastruktur ini meminta kepada ULP (Unit Layanan Pengadaan) mengecek lagi pihak ketiga yang penawarannya rendah sebelum menetapkan pemenang tender. Hal itu untuk mengantisipasi bila terjadi sesuatu hal dalam pelaksanaan kegiatan dan menghindari pihak rekanan wanprestasi kontrak. Ketua Komisi C DPRD Jembrana Ida Bagus Susrama, Minggu (6/8) kemarin mengatakan, dengan sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) memudahkan dan lebih transparan. Perusahaan mana saja yang sesuai persyaratan bisa mengikuti, bahkan dengan penawaran rendah. Namun, dalam seleksi sebelum menentukan pemenang, ULP dituntut untuk teliti dan melakukan cek ricek. Selain berita acara administrasi, ULP juga membuat berita acara ke lapangan. Susrama menilai perencanaan yang telah dibuat pemerintah hingga muncul nilai pagu, sudah sesuai. Sebab, semua item harga satuan hingga biaya tenaga juga berdasarkan SK Bupati. “Perencanaan tidak ada yang meleset. Ketika ada penawaran sangat rendah ULP harus cek dan ricek sampai ke lapangan,” terang Dewan asal Pendem ini. Terutama ketika terjadi muncul penawaran rendah, misalnya hingga 40 persen
dari nilai Pagu. ULP agar turun mengecek hingga ke pihak penyuplai atau toko yang menyediakan item barang tersebut. Dan juga dibuatkan surat pernyataan sanggup menyediakan bahan yang digunakan hingga pekerjaan rampung dengan nilai yang dimaksud. Berdasarkan pemantauan di LPSE Kabupaten Jembrana, sejumlah lelang dimenangkan pihak ketiga dengan penawaran rendah hingga 40 persen. Seperti di sejumlah proyek rehabilitasi jaringan irigasi TA 2017 ini. Dari belasan paket rehabilitasi jaringan irigasi itu di antaranya ada penawaran 40, bahkan hingga lebih dari 50 persen. Misalnya, jaringan irigasi Tegak Gede dengan pagu Rp 527,2 juta dimenangkan dengan Rp 268,1 juta (50 persen), jaringan irigasi Telepus dari pagu Rp 800 juta dimenangkan senilai Rp 373,2 juta, jaringan irigasi Tibu Beleng dari pagu Rp 1,025 miliar dimenangkan senilai Rp 477 juta.
Upaya ini juga untuk menjamin pekerjaan selesai dan antisipasi wanprestasi dari pihak rekanan. Sehingga kualitas hasil pekerjaan sesuai yang diharapkan dan tidak asal-asalan. Selain tender, Komisi C juga mendorong agar anggaran untuk dana rutin pemeliharaan yang nantinya dikerjakan swakelola agar ditambah. Hal ini juga untuk mempercepat penanganan ketika terjadi kerusakan fasilitas umum yang bersifat pemeliharaan seperti drainase jebol, trotoar bolong, dan lain-lain yang perlu segera perbaikan. “Melihat kondisi alam, memungkinkan terjadi kerusakan. Harus kita perkirakan, agar ditambah menjadi Rp 1 miliar,” terangnya. Nilai tersebut bertambah Rp 200 juta dari sebelumnya Rp 800 juta per tahun. Dengan jumlah tersebut dimaksudkan rata-rata di masing-masing kecamatan (lima kecamatan) mendapat dana pemeliharaan Rp 200 juta. (kmb26)
Negara (Bali Post) Veteran pejuang Kemerdekaan RI Wayan Kamer (102) dan istrinya, Wayan Wenter (100), masih tampak semangat dalam menggaungkan keutuhan NKRI dan pekik kemerdekaan. Bahkan, pasangan suami-istri (pasutri) yang tinggal di Dusun Pangkung Kwa Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo ini masih mampu mengingat perjuangannya ketika penjajahan Jepang dan Belanda. Ditemui di rumahnya, Minggu (6/8) kemarin, Kamer bercerita ketika muda dirinya bekerja sebagai petani. Begitu menerima informasi kedatangan penjajah Jepang, dengan penuh semangat dia bersama pemuda dari beberapa wilayah lain menggalang kekuatan bersatu padu melawan penjajah. Kamer pada masanya menjadi juru arah (ketua/koordinator) Sai Nendang dan berlatih membawa senjata. “Senjata saat itu dikirim secara estafet, dari satu pos ke pos lainnya,” kata Kamer berusaha mengingat. Perjuangan yang dilakukannya bersama sahabat seperjuangannya dilakukan secara sukarela. Karena yang ada dalam pikiran dan benaknya hanya berjuang mempertahankan tanah air tercinta. Ketika Jepang kalah, kemudian datang penjajahan Belanda, Kamer tetap menjadi juru arah Sai Nendang. “Perjuangan saat itu memang berat, namun kami merasa Ida Sang Hyang Widhi/ Tuhan yang menuntun sehingga kami selamat dan Indonesia merdeka,” jelasnya. Ketika Indonesia sudah merdeka dan kondisi aman barulah Kamer menikah dengan istrinya yang masih terlihat cantik di usia tua. Kamer yang masih tampak sehat ini kakinya patah dan harus dipasang pen karena sempat jatuh saat mandi di kali depan rumahnya. Kamer dan istrinya tinggal berdua di rumah, namun setiap hari anak lelakinya membawakan makanan dan memasakkan mereka. Kamer berharap masyarakat Indonesia tidak terpecah belah dan generasi muda tetap semangat mempertahankan keutuhan NKRI. (kmb)
Bali Post/kmb
PEJUANG - Wayan Kamer bersama istrinya, salah satu keluarga pejuang dari Jembrana.
Senin Wage, 7 Agustus 2017
Dewan Minta Disdikpora Tuntaskan Persoalan SDN 2 Sibetan Amlapura (Bali Post)Nasib SDN 2 Sibetan, Kecamatan Bebandem, hingga kini belum juga jelas. Selama bertahuntahun nasib SD ini digantung, pascakebijakan regrouping dengan SDN 1 Sibetan mendapat protes masyarakat beberapa tahun lalu. Legislator dari desa setempat, Wayan Sudira, meminta eksekutif segera memberikan kejelasan terhadap persoalan ini. Politisi PDI-P ini saat ditemui di Desa Sibetan, Minggu (6/8) kemarin mengaku sudah meminta Dinas PendidiBali Post/kmb31 kan Kepemudaan dan Wayan Sudira Olahraga (Disdikpora) Karangasem menindaklanjuti persoalan tersebut. Agar status sekolah itu bisa dikembalikan tahun ini, sesuai dengan tahun ajaran baru 2017-2018. Kalau pun memang tidak bisa dikembalikan, karena tanahnya itu milik desa adat dan bangunannya milik pemerintah, supaya segera ada kejelasan. Jika memang tidak bisa lagi dikembalikan, tanahnya sebaiknya dikembalikan ke desa adat. Tetapi sampai sekarang Disdikpora belum juga memberikan kepastian. “Ini sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat agar status sekolah ini segera dikembalikan. Kalau memang tidak bisa nanti tanahnya akan dimanfaatkan oleh desa adat,” kata Sudira. Dia sendiri sudah berulang kali menyinggung persoalan ini dalam rapat-rapat penting dengan eksekutif, khususnya dengan Disdikpora. Dari hasil penelusuran langsung ke eksekutif, selama ini yang masih menjadi kendala adalah terkait nomenklaturnya yang terlanjur sudah diubah. Sudira mengatakan SDN 3 Sibetan sekarang sudah jadi SDN 2. Untuk mengubah ini, katanya, harus atas persetujuan dari pemerintah pusat. Sementara saat ini sudah tidak ada lagi aktivitas kegiatan belajar mengajar di sana. Sebab, seluruh kegiatan belajar di sekolah ini sudah dibawa ke SDN 1 Sibetan. Aktivitas kegiatan belajar mengajar di sana dihentikan mulai tahun ini, karena sudah tidak ada penerimaan siswa baru lagi. Dikatakan, kalau Disdikpora mengembalikan status SDN 2 Sibetan, untuk merekrut kelas I, bisa sementara dititip di SDN 1 Sibetan. Setelah enam tahun, mungkin baru bisa dikembalikan ke SDN 2 Sibetan. Namun, sekarang kembali tergantung dengan penerimaan siswanya. Karena ini menyangkut tenaga pengajar guru, kepala sekolah hingga urusan sertifikasi. “Saat ini gedungnya sudah tidak ada yang merawat. Tetapi saat ini kebetulan masih dipakai masyarakat yang sedang menggelar upacara agama,” ujarnya. Masyarakat setempat sangat berharap sekolah itu bisa kembali beroperasi. Sekarang dengan berubahan baru penerimaan siswa baru menggunakan sistem zonasi, SDN 1 Sibetan. Kata dia, hanya mendapat sekitar 25 siswa. Tetapi kalau tidak ada sistem zonasi seperti dulu, jumlah siswa di sekolah ini cukup padat. SDN 1 Sibetan bisa memperoleh 35 sampai 40 siswa setiap tahunnya, karena dari Jungutan dan Macang juga ada yang sekolah di sana. (kmb31)
Pelakunya Melarikan Diri
Diseruduk Minibus, Kakek Wati Tewas di Tempat Amlapura (Bali Post) Apes menimpa seorang kakek berusia 60 tahun. Saat nyeberang jalan di simpang empat depan Pasar Desa Culik, Banjar Pekandelan, Desa Culik, Abang, Karangasem, Minggu (6/8) kemarin, kakek ini meregang nyawa. Pria apes itu adalah I Komang Wati. Mirisnya, selain tewas di tempat, pengendara minibus yang menabrak Kakek Wati kabur begitu saja. Informasi di seputaran lokasi kejadian mengatakan, kakek asal Banjar Cangwang, Desa Bunutan, Abang itu tewas dengan kondisi luka parah pada bagian kepala. Masih menurut informasi, peristiwa tragis yang menimpa Wati terjadi sekitar pukul 03.50. Penabraknya mobil minibus jenis Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia yang datang dari arah Singaraja menuju Amlapura. Mobil yang tak diketahui identitasnya itu menyeruduk korban dengan keras hingga mengakibatkan korban terpental sampai 22 meter. “Korban langsung meninggal di lokasi. Darahnya menggenang di trotoar,” terang salah seorang saksi mata. Informasi warga, subuh itu korban datang ke Pasar Culik untuk berbelanja. Menurut Made Ariasa (25), yang diajak korban berangkat ke pasar mengatakan korban tertabrak mobil saat hendak kembali ke pasar setelah sebelumnya menaruh barang belanjaannya di seberang jalan. Pasar tempat korban berbelanja berada di sisi timur jalan. “Sudah lewat as tengah jalan, lalu tiba-tiba ditabrak,” ucap Ariasa. Kecelakaan terjadi karena mobil melaju dengan kecepatan tinggi, selain itu kondisi jalan yang agak gelap juga ikut andil dalam musibah itu. Ironisnya, usai menabrak korban, mobil yang belum diketahui identitasnya itu tetap tancap gas melarikan diri ke arah Kota Amlapura. Tubuh korban yang dalam posisi setengah telungkup, cukup lama menjadi tontonan warga. Korban baru dievakuasi setelah petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian. Tapi untuk mengungkap pelakunya, polisi cukup kesulitan. Polisi belum mendapatkan saksi mata yang dapat menggambarkan dengan rinci dan jelas ciriciri mobil penabrak tersebut. “Hanya disebutkan jenis Avanza atau Xenia warna putih,” kata Kapolsek Abang AKP I Nyoman Sugita Yasa. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah TKP, polisi menyimpulkan lakalantas tersebut akibat kelalaian pengemudi mobil. “Sopir tak memberi prioritas kepada pejalan kaki. Untuk mencari pelakunya, kita dibantu Sat. Lantas Polres,’’ pungkas Sugita Yasa. (kmb)
Telepon Penting kARANGASEM Polres Karangasem Penjagaan Polres 0363 21220 Polsektif Karangasem 0363 23222 Polsek Kota 0363 21167 Polsek Manggis 0363 41768 Polsek Rendang 0363 23082 Polsek Selat 0363 24187 Polsek Abang 0363 23330 Polsek Kubu 0363 22988 Polsek Sidemen 0363 21709 Polsek Bebandem 0363 22110 Polsek Candidasa 0363 41677 Polsek KP3 Padangbai 0363 41388 Radio Suara Widya
Besakih (SWIB) PMI PDAM PLN BPBD/ESR Badan SAR Pemadam Kebakaran URD RSUD 11 RSUD 12 SMAN 1 Amlapura 13 SMAN 2 Amlapura 14 SMAN 1 Manggis 15 SMPN 1 Amlapura 16 SMPN 2 Amlapura
0363 21791 0363 21789 0363 21363 0363 21711 0363 22173 0363 21135 0363 21113 0363 21011 0363 21470 0363 21152 0363 21254 0363 41668 0363 21288 0363 21483
KARANGASEM
13
Dua Penderita Gangguan Jiwa Dipasung Bertahun-tahun Amlapura (Bali Post) -
Penderita gangguan jiwa belum mendapat penanganan serius dari pemerintah. Mereka hidup sangat memprihatinkan, apalagi setelah penanganan secara medis mentok. Hal itu pula yang menimpa dua penderita gangguan jiwa atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Datah, Kecamatan Abang, I Ketut Yasa asal Banjar Gede dan I Nengah Carma asal Banjar Tengah. Keduanya hidup dalam pasungan keluarganya bertahun-tahun karena dinilai berbahaya. Mereka sering mengamuk. Ketut Yasa mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2009 silam. Karena yang bersangkutan terus mengamuk, maka oleh pihak keluarga yang bersangkutan akhirnya di-blagbag atau dipasung dengan cara dirantai. Ketut Yasa dipasung selama hampir delapan tahun, sebelum kemudian dibawa ke RSJ Bangli untuk diobati. Namun, begitu kembali dari RSJ, tingkah polah yang bersangkutan kembali kumat dan terus mengamuk hingga saat ini belum ada perubahan. Melihat kondisi kejiwaan seperti Ketut Yasa, seharusnya dia tidak hanya mendapatkan pengobatan medis. Tetapi juga harus ada upaya rehabilitasi berupa aktivitas dan interaksi sosial dengan masyarakat. Kondisi demikian sempat disoroti sebuah lembaga kemanusiaan Suryani Institute, yang datang langsung ke lokasi. Pascaditangani kondisi kejiwaan Yasa sempat ada perubahan. Ketut Yasa sendiri mengaku sudah tidak nyaman lagi di-blagbag
dan meminta agar dilepaskan dari pasungan. “Hanya saja pihak keluarga tidak bersedia untuk melepasnya. Alasannya takut nanti ngamuk lagi,” kata dr. Tjok Bagus Jaya Lesmana, salah satu relawan dari lembaga ini, Minggu (6/8) kemarin. Ini berkaca dari peristiwa beberapa bulan lalu. Sempat hendak dirujuk lagi ke RSJ enam bulan yang lalu, tetapi pihak keluarga dan kepala desa setempat tidak mau mengantar. Alasannya karena dua minggu di RSJ pasti yang bersangkutan akan dipulangkan dengan kondisi yang sama. Sebab, ini sudah terjadi berulang-ulang, hingga lebih dari sepuluh kali. Akhirnya pihak keluarga tidak mau lagi membawa ke RSJ, maupun melepas pasungannya. Kondisi serupa juga dialami oleh Nengah Carma. Bedanya dia mulai sakit jiwa sejak 1993 dan sudah berobat ke RSJ lebih dari tiga kali. Karena sering mengamuk, yang bersangkutan
Bali Post/kmb31
GANGGUAN - Salah satu penderita gangguan jiwa saat dijenguk peneliti dari Belanda, Minggu kemarin. Kondisi pria asal Datah ini masih dipasung. sempat dipasung selama 15 tahun sejak tahun 2009. Penderita gangguan jiwa ini mulai ditangani oleh Suryani Institute sejak tahun 2014. Kondisi Nengah Carma memang sempat pernah ada perubahan. Bahkan sudah sempat dilepas dari pasungan. Tapi sejak dua bulan lalu pihak keluarga terpaksa memasungnya kembali karena yang bersangkutan suka jalan-jalan dan pulang larut malam, hingga sempat menghilang selama tiga hari.
Ini membuat pihak keluarga kembali khawatir dan memilih memasungnya lagi. Ketua Suryani Institut Prof. LK Suryani saat melihat kedua orang gila ini menegaskan, untuk pengobatan sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah. Pihaknya hanya sebatas membantu menemukan dan memberikan penanganan awal dengan harapan pemerintah bisa memberikan hak pasien untuk mendapatkan pengobatan. Karena sesuai
pasal 1 UU Kesehatan, pengobatan merupakan hak setiap warga negara. “Ini yang kita sayangkan, semestinya pemerintah ikut terlibat. Terlebih pemerintah sendiri tidak memiliki data akurat tentang penderita gangguan jiwa di Karangasem,” katanya. Data dari lembaga ini memperlihatkan di Karangasem terdapat sekitar 1.500 orang penderita gangguan jiwa. Hampir seluruhnya belum mendapatkan penanganan serius. (kmb31)
Sumardi Lepas Gerak Jalan Kaum Kuzam Klub Sibetan Amlapura (Bali Post) Gerak jalan menjadi kegiatan favorit setiap kali perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Lomba serupa tak hanya digelar di wilayah kota dengan difasilitasi pemerintah. Organinasi non-pemerintah juga banyak ikut ambil peran. Kaum Kuzam Klub yang merupakan organisasi kepemudaan di Desa Adat Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, adalah salah satunya. Menyambut HUT Kemerdekaan RI tahun ini, Minggu (6/8) kemarin mereka menggelar lomba gerak jalan yang mendapat apresiasi sangat positif dari masyarakat Sibetan. Sedikitnya 35 regu ambil bagian dalam lomba tersebut. Di antaranya 15 regu dari kelompok SD dan 20 regu kategori umum. Lomba yang start di Pasar Telaga,
Sibetan, dilepas Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi. “Lomba gerak jalan merupakan kegiatan yang sangat positif. Melalui kegiatan semacam ini, generasi muda dilatih untuk disiplin, mampu bekerja dalam tim dalam wadah kebersamaan,” sebutnya. Lebih penting lagi, kata dia, lomba gerak jalan merupakan media melatih sikap mental generasi muda. Lomba gerak jalan yang dilaksanakan untuk memaknai peringatan HUT Kemerdekaan RI juga sebagai media untuk mendidik generasi muda agar menghormati jasa para pendahulu bangsa. “Dulu para pejuang mengorbankan jiwa raganya. Sekarang generasi muda wajib mengisi kemerdekaan itu dengan kegiatan-kegiatan positif, seperti lomba gerak jalan ini,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua BPD Desa Sibetan I Wayan Sudira mengatakan lomba yang digagas Kaum Kuzam bagus untuk memupuk rasa kebersamaan di Desa Adat Sibetan. Pria yang juga sebagai anggota DPRD Karangasem ini bahkan berharap organisasi kepemudaan yang dipimpin Made Beru itu mampu berkontribusi maksimal untuk pembangunan di Sibetan dan Karangasem secara umum. Gerak jalan Kaum Kuzam Klub menempuh jarak tujuh kilometer. Start pukul 13.00 di Pasar Telaga dan finish di SMPN 1 Bebandem. Peserta kategori SD berasal dari sekolah-sekolah di Desa Sibetan dan Desa Jungutan, sedangkan kategori umum berasal dari utusan sekaa teruna-teruni, sekaa gong, kelompok tracker sampai regu pecalang. (ad420)
LEPAS - Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi melepas gerak jalan Kaum Kuzam di Pasar Telaga, Desa Adat Sibetan, Bebandem, Minggu (6/8) kemarin.
Di Terminal Karangsokong
Kontes Burung Berkicau Setiap Jumat Amlapura (Bali Post) Terminal Karangsokong, Kelurahan Subagan, Karangasem, yang selama ini terlihat
sepi, bakalan segera ramai. Ya, setiap Jumat di terminal tersebut akan dipakai oleh pecinta burung berkicau yang
Bali Post/kmb
KONTES - Kontes burung berkicau di Terminal Karangsokong, Karangasem. Gantangan Karangasem Bersatu rencananya menjadikan kontes tersebut acara rutin setiap Jumat.
tergabung dalam Gantangan Karangasem Bersatu (GKB). Di salah satu sudut dijadikan arena kontes burung berkicau. Kontes burung tersebut akan menjadi rutinitas mingguan yang kegiatan perdananya dilaksanakan Jumat (4/8) pekan lalu. Untuk diketahui, Terminal Karangsokong selama ini nyaris tanpa kesibukan. Tak ada lalu lalang kendaraan umum layaknya sebuah terminal. Melalui kontes burung, GKB yang digawangi masyarakat lokal Bumi Tanah Aron berharap terminal Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) itu menjadi lebih bergairah. “Kontes ataupun lomba burung berkicau akan kita laksanakan seminggu sekali, setiap hari Jumat. Mulainya kira-kira jam satu siang,” ungkap penggagas acara sekaligus
Ketua GKB Doni Sudarminto. Untuk menjadikan Terminal Karangsokong sebagai tempat berkumpulnya para penghobi burung berkicau, GKB sudah menyiapkan sarana-prasarana pendukungnya. Di antaranya tempat untuk kontes berupa tenda knokdown. Kegiatan yang bertujuan untuk mewadahi pencinta burung di Bumi Lahar itu mendapat dukungan penuh dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Karangasem di bawah pimpinan I Gusti Putu Parwata. Untuk lomba perdana Jumat lalu, panitia pelaksana mengundang kicau mania dari seluruh Bali. Setidaknya 500 penghobi burung datang ke lokasi kegiatan yang berada di sisi paling utara terminal. Dengan biaya pendaftaran Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu sesuai kategori lomba yang diikuti, pemenang lomba disiapkan hadiah yang
menarik. Selain itu juga ada doorprize satu ekor kambing, sangkar burung dan berbagai suvenir lainnya. “Kitab buka empat kategori lomba, KNPI Bintang, KNPI Eksekutif, GKB Bintang dan GKB Eksekutif,” jelas Ketua Panpel Galur Witaja yang sekaligus mengundang para pecinta burung berkicau untuk mengikuti kontes pekanpekan salanjutnya. Ketua KNPI Karangasem diwakili Sekretaris Gusti Ngurah Setiawan mengatakan KNPI mendukung terselenggaranya kontes burung berkicau itu karena merupakan kegiatan yang bersifat positif. Selain sebagai media untuk menyalurkan hobi, juga bisa menjadi ajang simakrama dan promosi potensi Karangasem. “Datangnya kicau mania dari luar daerah saya yakini akan berdampak positif bagi Karangasem,” ujarnya. (kmb/100k)
Penyeberangan Padangbai-Gili Trawangan Kembali Normal Amlapura (Bali Post) Sempat terganggu akibat cuaca buruk, yakni angin kencang, penyeberangan di Pelabuhan Rakyat Padangbai menuju Gili Trawangan Lombok akhirnya kembali normal, Minggu (6/8) kemarin. Fast boat yang biasa melayani penyeberangan sudah kembali melayani penumpang. Demikian juga penyeberangan kapal feri berangsur-angsur normal. Pelabuhan memberangkatkan kapal feri seperti jadwal semula, yakni satu kapal feri setiap jam. Kepala KSOP Padangbai I Ketut Gede Sudarma mengatakan Pelabuhan Rakyat Padangbai sempat buka-tutup selama beberapa hari terakhir. Penyebabnya terjadi angin
kencang. Ini sangat membahayakan bila dipaksakan melakukan penyeberangan. Akibat situasi ini, para penumpang fast boat sempat beralih ke kapal ferry, agar bisa melakukan penyeberangan. “Anginnya sudah normal. Penyeberangan di pelabuhan rakyat sudah berjalan seperti biasa sejak pagi tadi,” kata Sudarma. Meski sempat terganggu cuaca buruk, jumlah fast boat yang melakukan penyeberangan juga tidak jauh berkurang, saat penyeberangan kembali normal. Seluruh penumpang juga dapat tertangani dengan baik. “Kami berharap cuaca tetap mendukung aktivitas penyeberangan, agar fast boat tetap bisa melayani penye-
berangan,” harapnya. Setiap hari ada sebanyak 15 sampai 20 boat yang beroperasi di Pelabuhan Rakyat Padangbai. Kapasitasnya bermacam-macam. Ada 35 orang seperti Boat Gili Cat II, ada 60 orang, 175 orang dan tertinggi kapasitasnya adalah Boat Eka Jaya 23 dengan kapasitas 230 penumpang. Kapasitas Boat Eka Jaya 23 ini, melebihi Kapal Roro Nusa Jaya Abadi (Jalur Padangbai-Nusa Penida). Boat-boat ini melayani penyeberangan antarpulau dalam provinsi, seperti ke Nusa Penida maupun antarprovinsi menuju Gili Trawangan, Lombok. Naik boat menjadi pilihan penyeberangan antarpulau karena dinilai lebih praktis
dan cepat sampai di tujuan. Sehingga Pelabuhan Rakyat Padangbai ini menjadi pelabuhan rakyat tersibuk di Karangasem. Untuk pengawasannya, selama ini memang menjadi tanggung jawab KSOP (Kesyanbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Padangbai. Pemkab Karangasem sempat membentuk badan pengelola untuk mengelola ini, tetapi regulasinya masih bermasalah sehingga operasionalnya dihentikan sementara. Tidak hanya pelabuhan di Padangbai, tetapi lima pelabuhan rakyat lainnya di Karangasem, seperti di Pelabuhan Rakyat Amed, Kusamba (Klungkung), Tanah Ampo, Labuan Amuk dan Kubu, juga jadi tanggung jawab KSOP
Padangbai. Namun, yang terdaftar di Kementrian Perhubungan RI hanya Pelabuhan Rakyat Padangbai. Pola pengawasan dari KSOP Padangbai bersifat global. Untuk masalah maintenance, sepenuhnya menjadi tanggung jawab tenaga engeneering operator boat. Proses ini dilakukan setiap hari. Sedangkan, peran pengawasan global dari KSOP dilakukan saat boat docking. Proses docking boat dilakukan setiap tahun sekali. Jadi, pada saat itu seluruh kelaikan boat dipastikan laik berlayar dari proses awal docking sampai selesai. “Untuk sehari-harinya ABK yang melakukan maintenance. Kami hanya mengawasi,” tandas Sudarma. (kmb31)
TABANAN
14
Senin Wage, 7 Agustus 2017
Gelar ”Paruman Madya”
PHDI Bahas Ngaben ”Ngelanus” dan Tolak Proyek SUTET Tabanan (Bali Post)-
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Tabanan, Sabtu (5/8) lalu mengadakan paruman. Sejumlah isu menarik di bahas dalam paruman madya PHDI itu. di antaranya adalah soal ngaben ngelanus, serta kawasan kesucian pura, serta informasi rencana proyek pembangunan tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di kawasan Hutan Segara Rupek, Gerokgak, Buleleng. Bali Post/kmb28
BAYI - Kondisi bayi pascamendapatkan perawatan di Rumah Sakit Tabanan.
Bocah Tujuh Tahun Temukan Bayi Lelaki Dalam Tas
Tabanan (Bali Post) Warga Dangin Carik, Tabanan, persisnya di Jalan MT Hariono, depan rumah I Gede Yadnya Sugiarta, Minggu (6/8) kemarin digegerkan temuan bayi berjenis kelamin laki-laki. Bayi itu dibuang dalam tas warna biru bertuliskan YON KAV A/SERBU. Di dalam tas tersebut ada surat berisi tulisan “Tolong Jaga Anak Saya, Saya Mohon”. Bayi yang masih dengan kondisi tali pusar melekat di badan itu pertama kali dilihat oleh bocah berusia tujuh tahun, yang tinggal dekat dengan lokasi dibuangnya bayi malang itu. Kasus temuan bayi itu kemudian dilaporkan ke kepala lingkungan, lanjut dilaporkan ke polisi dan bayi itu dibawa ke BRSUD Tabanan untuk mendapatkan perawatan. Dirut BRSUD Tabanan dr. I Nyoman Susila mengatakan bayi tersebut masuk ke ruang UGD sekitar pukul 11.00 Wita. Dari hasil pemeriksaan luar, bayi berjenis kelamin laki-laki itu dalam kondisi sehat dan lengkap dengan berat 2.300 gram. “Bayi dalam keadaan sehat dan baik. Sekarang masih kita rawat di ruang bakung,” ucapnya. Dikatakan, dari laporan petugas MOD, bayi diperkirakan lahir antara 2-3 hari dan sudah sempat diajak oleh orang yang membuangnya. Ini terlihat dari bekas darah yang mengering. Dan saat dilahirkan diperkirakan tidak dibantu petugas medis. Hal itu terlihat dari pemutusan tali pusar tidak bagus. Kapolsek Kota Tabanan, Kompol Rahmawati Izmail mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas temuan bayi itu. Dari keterangan bocah yang melihat pertama, ada seorang laki-laki yang menaruh tas tersebut di depan rumah warga. Yang menaruh tersebut dikatakan membawa sepeda motor jenis Scopy. “Tetapi keterangan anak kecil ini masih berubah-rubah, jadi belum bisa kami pastikan,” ujarnya. (kmb28)
Gagal karena Usia, Dinkes Perjuangkan 13 Bidan
Tabanan (Bali Post) Sebanyak 13 pegawai kebidanan yang berstatus PTT (Pegawai Tidak Tetap) belum mendapatkan SK CPNS. Padahal mereka sudah mengabdi sejak lama. Masalahnya, mereka gagal karena faktor usia. Kini Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan sedang memperjuangkan status ke-13 bidan tersebut. Informasi yang didapat, awalnya Tabanan mendapatkan bantuan tenaga bidan dari pemerintah pusat sebanyak 100 orang lewat program PTT. Mereka mengabdi di desa selama bertahun-tahun. Dalam perjalanannya, satu orang mengundurkan diri dan delapan orang diangkat menjadi PNS. Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan dr. Nyoman Suratmika, Minggu (6/8) kemarin. “91 orang baru-baru ini menjalani tes di Kemenkes dan 78 lulus dan mereka dapat SK CPNS. Namun 13 orang lainnya gagal karena permasalahan usia,” ujar dr. Nyoman Suratmika. Atas pengabdian bidan selama bertahun-tahun ini, sambung Suratmika, 13 bidan yang gagal tes karena permasalahan usia sedang diperjuangkan untuk bisa menjadi pegawai tetap pusat. “Mereka sudah mengabdi lama. Sangat sayang tidak bisa menjadi pegawai tetap hanya karena terbentur usia yang melewati syarat,” ujarnya. Dikatakan, ketersediaan tenaga bidan sudah mencukupi di Tabanan. Bidan sudah ada di 133 desa di Tabanan. Saat ini di Tabanan tercatat 630 tenaga bidan yang tersebar di 133 desa. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar dua persen yang berpendidikan D-1 dan paling banyak sudah D-4. Sedangkan syarat minimal pendidikan bidan adalah D-3. (kmb24)
Telepon Penting tabanan Polres Tabanan 0361-812519 Polsek Kediri 0361-812280 Polsek Marga 0361-8946155 Polsek Kerambitan0361-8943991 Polsek Selemadeg0361-8943669 Polsek Pupuan 0362-71110 Polsek Penebel 0361-819194 Polsek Baturiti 0368-21110 Polsek SelTim 0361-8509985 Damkar 0361-812113 BPBD 0361-7809054 PDAM 0361-9311213, 0361-9311706 BRSU Tabanan 0361-811027 UGD RSU Tabanan 0361-819810 RS Kasih Ibu 0361-3005757 Puskesmas Tabanan I 0361-814102 Puskesmas Tabanan II 0361-810650 Puskesmas Tabanan III 0361-815049
Hadir dalam paruman tersebut Ketua PHDI Bali Prof. I Gusti Ngurah Sudiana, staf ahli Pemkab Tabanan, sejumlah sulinggih dan Pinandita Samgraha Nusantara (PSN) serta berbagai unsur undangan lainnya. Ketua PHDI Tabanan Drs. I Wayan Tontra mengatakan, paruman madya tahun ini membahas dua materi pokok, yakni tentang ngaben ngelanus dan kesucian pura. Khusus pembahasan tetang kesucian pura ini sebagai bentuk sikap terhadap rencana
pembangunan tower SUTET di kawasan Hutan Segara Rupek, Gerokgak, Buleleng. “Para peserta paruman madya dengan tegas menolak proyek Tower Bali Crossing di Segara Rupek tersebut,” katanya. Tontra menjelaskan, sikap penolakan terhadap proyek Tower Bali Crossing tersebut bukan menandakan PHDI dan umat Hindu di Tabanan anti terhadap proyek kelistrikan di Bali. Namun bagaimana agar ramah lingkungan. Ini dikarenakan Bali memiliki nuansa berbeda dengan daerah lainnya
di Indonesia. “PHDI dan umat Hindu di Tabanan tidak menolak proyek pembangkit listrik di Bali, namun menolak proyek kelistrikkan yang dapat menodai kawasan suci. Radiasinya berdampak negatif bagi kesehatan manusia, termasuk juga mengganggu keindahan di sekitar proyek tersebut,” tegasnya. Ketua PHDI Bali Prof. I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan, sikap PHDI Tabanan atas penolakan proyek tersebut sudah tepat. Mengacu pada
bhisama PHDI terkait dengan radius kesucian pura disebutkan adanya batasan-batasan terhadap suatu proyek dari suatu kawasan suci. Salah satunya disebut dengan apaneleng alit yang batas jaraknya sekitar dua kilometer. Batas kawasan suci Segara Rupek dengan tower listrik yang akan dibangun termasuk dalam apaneleng alit tersebut. “PHDI Bali menampung sikap PHDI dan para tokoh di Tabanan terkait penolakan terhadap proyek Tower Bali Crossing tersebut,” ujarnya. Soal ngaben ngelanus, PHDI Tabanan mengatakan sebenarnya sudah dikenal sejak lama dan sering dilakukan oleh sebagian besar umat Hindu di Tabanan. Tetapi ia mengakui
memang ada sejumlah desa pakraman dan sebagian umat masih belum memahami proses ngaben ngelanus tersebut. Hal ini terlihat dari adanya pandangan ngaben ngelanus yang memakan waktu yang jauh lebih singkat dari prosesi ngaben bisa dianggap keluarga duka tetap sebel atau cuntaka dan melarang keluarga duka untuk nangkil ke Tri Khayangan. I Ketut Subrata Suyasa, staf ahli Kabupaten Tabanan yang membacakan amanat Bupati Eka Wiryastuti mengharapkan agar paruman madya ini mampu menuangkan pokok-pokok pikiran dan keputusan yang kemudian dijadikan acuan bagi PHDI Bali dalam melahirkan sebuah rekomendasi penting. (kmb28)
Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti Apresiasi Kekompakan Masyarakat Desa Adat Sekartaji RASA persaudaraan dan gotong-royong yang kuat didasari rasa memiliki yang ditunjukkan oleh masyarakat Desa Adat Sekartaji, Sesandan, mendapat apresiasi dari Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Hal itu ditunjukkannya saat menghadiri prosesi upacara Pamelaspasan Wantilan, Pura Puser Bumi dan Carangsari Amertha, Desa Adat Sekartaji di Wantilan Desa Adat Sekartaji, Sesandan, Minggu (6/8) kemarin. Turut hadir mendampingi Bupati Tabanan, Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Ketua DPRD Tabanan I Ketut ‘’Boping’’ Suryadi, beberapa anggota DPRD Tabanan, Sekretaris Dewan Tabanan I Gede Susila, Camat, Perbekel dan tokoh adat setempat. Pamelaspasan Wantilan, Pura Puser Bumi dan Carangsari Amertha tersebut puncaknya sebenarnya Se ni n ( 7 /8 ) i ni . N a m un, untuk memeriahkan dan menunjukkan bahwa masyarakat Sekartaji sangat mendukung pemerintah, maka diadakan pertemuan untuk bisa saling bertatap muka dengan pemimpin dari Tabanan sekaligus tetap menjaga hubungan dengan pemerintah. Bangunan pura dan wantilan yang sangat megah
mendapat apresiasi dan pujian bukan saja dari Bupati Eka, namun juga dari undangan yang hadir di sana. Orang nomor satu di Tabanan itu menyatakan betapa mataksu-nya bangunan ini. ‘’Bangunan ini luar biasa. Ini didasari rasa memiliki, rasa gotong-royong dan rasa persaudaraan yang sangat kuat. Walaupun kepala keluargannya tidak begitu banyak, kekuatan aura positif yang dikeluarkan mengalahkan mereka yang besar. Artinya, suatu kebanggaan bagi kita di Tabanan,’’ ungkap Srikandi asal Tegeh Angseri tersebut. Di hari yang sangat baik dan ditunggu-tunggu ini, Bupati yang akrab disapa Eka ini mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diterimanya. ‘’Saya berharap kerja sama dan rasa persaudaraan niki terus disambung nggih. Jangan sekarang saja, tapi selamanya. Kalau kita kuat, kalau kita solid, pasti menang. Jika kita hancur, terpecah-pecah, terkotak-kotak, apa pun tidak akan pernah terjadi, apa pun tidak pernah lahir. Kunci dari kemenangan adalah persatuan, rasa soliditas. Kalau kita sama rasa, sama jiwa, sama tujuan, tiang yakin Sekartaji akan selalu seperti sekarang. Selalu mataksu ke depannya,’’
sambung Bupati Eka. Sebelumnya, Ketua Panitia Karya I Ketut Yasa Darmika mengatakan, pembangunan ini direncanakan dari jauh-jauh hari sebelumnya karena pura dan balai banjar telah rusak. ‘’Berkat semangat itulah, masyarakat Sekartaji yang hanya terdiri atas 115 KK mempunyai angan-angan yang sangat besar untuk membangun,’’ jelasnya. Dana yang dihabiskan sampai sekarang Rp 1,7 miliar. Anggaran ini bersumber dari iuran 115 115 KK, Pemkab Tabanan, Pemprov Bali, penggalian dana dan sukarelawan. ‘’Kami masih kekurangan dana sekitar Rp 600 juta untuk finishing bangunan dan upacara pamelaspasan. Sudi kiranya pemerintah membantu kekurangan tersebut,’’ tuturnya sembari mengucap-
DISAMBUT – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti disambut masyarakat Desa Adat Sekartaji, Sesandan, saat menghadiri upacara pamelaspasan wantilan dan pura. kan terima kasih kepada Bupati Eka beserta undangan. Pada kesempatan tersebut, Bupati Eka mendapat kehormatan menandatan-
gani prasasti peresmian Pura Puser Bumi dan Carangsari Amertha serta beramah tamah dengan masyarakat setempat. (ad427)
15
Senin Wage, 7 Agustus 2017 Hasil Pertandingan --------------- Liga Prancis ----------------------------------------St Etienne ESTAC Troyes Metz Montpellier HSC Olympique Lyon Paris St Germain Monaco
vs vs vs vs vs vs vs
Nice Stade Rennes Guingamp Caen Racing Strasbourg Amiens SC Toulouse
1-0 1-1 1-3 1-0 4-0 2-0 3-2
--------------- Piala Super Jerman -----------------------------Borussia Dortmund vs FC Bayern Munich 2-2 (FC Bayern Munich menang adu penalti 5-4) --------------- Pertandingan Persahabatan ------------------Tottenham Hotspur Liverpool Aston Vuilla RB Leipzig Crystal Palace
vs vs vs vs vs
Juventus Athletic Bilbao Hull City Stoke City Schalke
2-0 3-1 1-1 1-2 1-1
Hasil GP Rep. Ceko MotoGP 1. 2. 3. 4. 5.
Marc Marquez Dani Pedrosa Maverick Vinales Valentino Rossi Cal Crutchlow
(Honda) (Honda) (Yamaha) (Yamaha) (Honda)
44:15,974 44:28,412 44:34,109 44:36,440 44:36,866
Klasemen 1. Marc Marquez (Spanyol) 2. Maverick Vinales (Spanyol) 3. Andrea Dovizioso (Italia) 4. Valentino Rossi (Italia) 5. Dani Pedrosa (Spanyol)
poin 154 140 133 132 123
Moto2 1. 2. 3. 4. 5.
Thomas Luethi Alex Marquez Miguel Oliveira Luca Marini Xavi Vierge
(Kalex) (Kalex) (KTM) (Kalex) (Tech 3)
Klasemen 1. Franco Morbidelli (Italia) 2. Thomas Luethi (Swiss) 3. Alex Marquez (Spanyol) 4. Miguel Oliveira (Portugal) 5. Francesco Bagnaia (Italia)
13:39,036 13:44,027 13:46,019 13:48,226 13:50,100 poin 182 165 133 133 87
Moto3 1. 2. 3. 4. 5.
Joan Mir Romano Fenati Aron Canet Bo Bendsneyder Juanfran Guevara
(Honda) (Honda) (Honda) (KTM) (KTM)
Klasemen 1. Joan Mir (Spanyol) 2. Romano Fenati (Italia) 3. Aron Canet (Spanyol) 4. John McPhee (Inggris) 5. Jorge Martin (Spanyol)
44:41,314 44:41,664 44:44,392 44:45,912 44:46,196 poin 190 148 126 93 89
Madura United Layangkan Nota Protes Pamekasan (Bali Post) Madura United FC melayangakan nota protes ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) atas kepemimpinan wasit Aprisman Aranda pada pertandingan melawan Persela Lamongan yang digelar pada 4 Agustus 2017. ‘’Kami menyampaikan nota protes atas adanya dua kali hands ball pemain Persela Lamongan di kotak penalti yang diabaikan wasit,’’ ujar Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Ziaul Haq dalam pernyataan tertulis, Minggu (6/8) kemarin. Wasit yang memimpin pertandingan terkesan tidak fair. Buktinya, saat penyerang Madura United Peter Osaze Odemwingie mau melakukan tendangan sudut dihalang-halangi pemain Persela, tetapi justru wasit Aprisman mengeluarkan kartu kuning untuk Peter. ‘’Ini kan tidak masuk akal. Peter mau melakukan tendangan sudut, dan dihalangi oleh pemain Persela, tapi kok malah Peter yang mendapatkan kartu kuning,’’ ujar pria yang akrab disapa Habib ini. Atas temuan itu, maka pihak Madura United FC melayang nota protes kepada PT LIB selaku operator pertandingan di Liga 1 Indonesia. ‘’Protes kami layangkan langsung setelah pertandingan dan saat ini kami masih menunggu jawaban dari pihak LIB,’’ kata Habib menjelaskan. Sementara itu, pada laga lanjutan Liga 1 Indonesia antara Madura United FC melawan Persela Lamongan yang digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan itu, klub berjuluk ‘’Laskar Sape Kerrap’’ ini unggul dengan skor akhir 2-1. Gol Madura United kala itu dicetak Slamet Nurcahyo dan Fandi Eko Utomo, sedangkan gol Persela Lamongan oleh Kosuke Yamazaki. Dengan kemenangan itu, maka Madura United semakin kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 35 poin, sedangkan Persela Lamongan harus puas di peringkat ke-11 dengan raihan 24 poin. Madura United FC merupakan satu dari empat klub sepak bola profesional yang ada di Pulau Madura. Tiga klub lainnya adalah Persepam Madura Utama, Perrsu Sumenep dan Madura FC. Namun, dari empat klub bola profesional ini, hanya Madura United FC yang berlaga di Liga 1 Indonesia, sedangkan tiga klub sepak bola lainnya di Liga 2. (ant)
Bali Post/rtr
DUA GOL - Tottenham Hotspur mengalahkan Juventus 2-0 pada pertandingan persahabatan di London, Minggu (6/8). Harry Kane dan Christian Eriksen memastikan kemenangan Spurs saat menaklukan kiper Gianluigi Buffon.
JUARA - Pemain-pemain Arsenal bersorak saat menjuarai turnamen Community Shield melawan Chelsea, Minggu (6/8) kemarin.
Bali Post/rtr
The Gunners Juara Community Shield London -
Arsenal untuk ke-14 kalinya menjuarai turnamen Community Shield. Pasukan Arsene Wenger membungkam juara bertahan Liga Utama Inggris, Chelsea, lewat drama adu penalti 4-1, Minggu (6/8) kemarin di Stadion Wembley. The Gunners terpaut 4 trofi dari Manchester United yang masih menjadi tim terbaik setelah mencatat 18 kali menjuarai turnamen pembuka musim ini. Federasi sepak bola Inggris (FA) menggunakan format baru dalam melakukan tembakan penalti yakni satu tim melakukan dua tembakan beruntun pada penendang kedua dan tiga, empat dan lima, enam dan tujuh.
Pertandingan kemarin harus diselesaikan lewat adu penalti setelah berkesudahan 1-1 di waktu normal. Pemain termahal Chelsea Alvaro Morata, kiper Thibaut Courtois, gagal menghasilkan gol dari tembakan penaltinya setelah Gary Cahill membawa the Blues menyamakan skor 1-1. Sementara penendang Arsenal yakni Theo Walcott, Nacho Monreal, Alex OxladeChamberlain dan Olivier Gir-
oud berhasil. Kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal setelah babak pertama berakhir tanpa gol. Victor Moses membuka kebuntuan Chelsea dengan menaklukkan kiper Peter Cech dengan golnya menit ke46. Namun pemain pengganti Sead Kolasinac menyelamatkan pamor the Gunners dengan gol penyama kedudukan setelah menerima tembakan sudut dari Granit Xhaka.
Bali Post/rtr
POSE - Pemain-pemain Bayern Munich berpose di depan trofi Piala Super Jerman. Bayern mengalahkan Borussia Dortmund lewat adu penalti.
Piala Super Jerman Milik Bayern Munich
Dortmund Juara Liga Jerman Bayern Munich menaklukkan juara Piala Jerman Borussia Dortmund dengan adu penalti 5-4 untuk memenangi Piala Super untuk keenam kalinya, Minggu (6/8) kemarin. Kedua tim mencetak skor imbang 2-2 di waktu normal pada pertandingan pembukaan musim baru. Kiper Bayern Sven Ulreich menggagalkan tendangan penalti Marc Bartra untuk membungkam para penggemar Dortmund yang memadati Stadion Signal Iduna Park. Bayern selamat dari kekalahan setelah dua kali bangkit dari ketinggalan pada pertandingan di waktu normal. Dortmund merasa akan memenangkan pertandingan ini setelah pencetak gol terbanyak mereka Pierre-Emerick Aubaeyang mengemas gol pada menit ke-71 untuk membawa tim tuan rumah memimpin 2-1. Namun Dortmund kemasukan oleh gol
bunuh diri Lukasz Piszczek. Penyerang asal AS berusia 18 tahun Chritian Pulisic membawa Dortmund memimpin pada menit ke-12 ketika ia mencuri bola dari Javi Martinez dan mengarahkan bola melewati Ulreich. Beberapa saat sebelumnya Robert Lewandowski melepaskan tembakan yang melewati mistar gawang Dortmund. Penyerang Bayern Lewandowksi menebus kesalahan itu enam menit kemudian dengan penyelesaian mudah dari jarak tiga meter setelah bek kanan Joshua Kimmich, yang menaklukkan perangkap offside, melaju dan mengirimkan umpan silang. Kiper Dortmund Roman Buerki melakukan empat penyelamatan bagus pada babak pertama. Dia menggagalkan upaya Thomas Mueller, Sebastian Rudy, dan Frankc Ribery, yang meneror para pengawalnya di sisi kiri. Kecepatan itu tetap dimilikinya setelah turun minum
ketika Bayern lebih menekan, namun mereka kembali kebobolan karena menyia-nyiakan sejumlah peluang. Mendapat kiriman bola dari Ousmane Dembele di lini depan, Aubameyang melejit dari lapangan tengah dan melepaskan tembakan dengan sisi luar kakinya untuk menaklukkan Ulreich dari jarak 13 meter. Saat para penggemar tuan rumah sedang bersiap untuk melakukan perayaan, mereka harus menelan nasib buruk pada menit ke-88. Setelah bola membentur mistar gawang Dortmund, Piszczek membelokkannya ke gawang sendirinya akibat upaya Kimmich sempat menyentuhnya. Dortmund kembali berada di atas angin saat adu penalti ketika Buerki mampu menggagalkan tembakan Kimmich, namun Ulreich kemudian menahan sepakan Sebastian Rode dan Bartra membuat Bayern mampu mengangkat trofi pertama mereka musim ini. (afp/ant)
Pada laga ini, Chelsea harus bermain dengan 10 orang setelah Pedro mendapat kartu merah langsung akibat pelanggaran kasarnya. Arsenal menundukkan Chelsea pada pertandingan Finala Piala FA Mei lalu. Aaron Ramsey menjadi penentu kemenangan the Gunners pada laga itu. Pada pertandingan kemarin, Chelsea harus bermain dengan 10 pemain setelah Pedro diganjar kartu merah akibat aksi membahayakannya pada pemain Arsenal Mohamed Elneny. Arsenal masih dipusingkan dengan penyerang Alexis
Sanchez yang ingin pindah. Sejauh ini Wenger diuntungkan dengan kehadiran bintang Olympique Lyon Alexandre Lacazette. Pemain termahal di Arsenal itu turut diturunkan pada pertandingan kemarin. Pelatih Chelsea Antonio Conte memasukkan Morata sebagi pemain pengganti. Morata menjadi kekuatan baru bersama gelandang Monaco Tiemoue Bakayoko dan bek Antonio Rudiger (AS Roma). Namun kedatangan mereka membuat Conte harus kehilangan pemai berpengalaman Nemanja Matic, John Terry dan juga Diego Costa. (kmb39/rtr/ant)
Paris Debut Neymar di Paris St. Germain (PSG) hanya menjadi penonton termahal di dunia. Pemain Brazil absen saat timnya menang 2-0 atas Amiens pada pertandingan pembukaan Liga Prancis, Minggu (6/8) kemarin. Pemain Brazil berusia 25 tahun itu, yang membuat PSG mengeluarkan dana 222 juta euro untuk transfernya dari Barcelona, berharap dapat melakukan debutnya. Namun karena proses transfernya tidak didaftarkan tepat waktu, maka ia akan harus menunggu hingga pekan depan sampai dokumennya tuntas. Ia masih mencuri perhatian saat dirinya berparade sebelum kick off di depan puluhan ribu penggemar di Parc des Princes. Mereka berharap sang penyerang dapat
mengubah tim kesayangan mereka menjadi raja Eropa. Neymar, yang ditemani CEO klub Nasser Al Khelaifi di lapangan satu jam sebelum kick off, memukau para penggemar barunya saat ia memamerkan kemampuan olah bola dan melemparkan kausnya ke kerumunan penonton. Ia juga menyampaikan kepada para penggemar bahwa dirinya ingin memenangi banyak trofi demi trofi untuk klub barunya. Neymar menyaksikan pertandingan saat PSG memulai musim dengan kemenangan yang relatif mudah atas tim promosi Amiens. Edinson Cavani membawa PSG memimpin tiga menit sebelum turun minum, namun gol kedua yang dibukukan Javier Pastore pada menit ke-80lah yang memastikan raihan tiga angka. (kmb39/rtr/ant)
Neymar Penonton Termahal di Dunia
Bali Post/ap
DUDUK - Pemain Brazil Neymar duduk di tribun Stadion Parc des Princes menyaksikan timnya Paris Saint Germain (PSG) meraih kemenangan 2-0 atas Amiens pada pertandingan pembuka kompetisi Liga Prancis, Minggu (6/8) kemarin.
OLAH RAGA
16
Senin Wage, 7 Agustus 2017
Kontingen SEA Games Dilepas
Jakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan melepas Kontingen Indonesia yang akan mengikuti SEA Games 2017 di Istana Negara Jakarta pada Senin (7/8) ini. ‘’Jadwal pelepasan Kontingen Indonesia itu merupakan respons Presiden terhadap surat Menteri Pemuda dan Olahraga terkait laporan persiapan kontingen, baik untuk SEA Games maupun ASEAN Paragames 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia pada 19-30 Agustus,’’ kata Sekretaris Menpora Gatot S. Dewa Broto, di Jakarta, Minggu (6/8) kemarin. Gatot mengatakan, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menpora Imam Nahrawi, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman, dan Komandan Kontingen Indonesia dalam SEA Games 2017 Aziz Syamsuddin akan turut menghadiri pelepasan kontingen itu. ‘’Tentu saja lebih dari 527 atlet, pelatih, dan ofisial akan mengikuti pelepasan kontingen oleh Presiden itu,’’ ujar Gatot. Gatot menjelaskan, surat Menpora terkait laporan persiapan kontingen Merah-Putih dalam SEA Games dan ASEAN Paragames 2017 antara lain berisi target perolehan peringkat yang lebih baik dan mendali lebih banyak dibanding hasil dalam SEA Games 2015 yaitu peringkat ke-5 dan 47 medali emas. ‘’Kami juga melaporkan perkembangan penanganan masalah dukungan keuangan dari Kemenpora untuk kebutuhan honor, keikutsertaan dalam kejuaraan-kejuaraan uji coba, akomodasi, dan peraltan atlet yang sempat menimbulkan polemik dalam beberapa bulan lalu,’’ ujar Gatot. Kemenpora, menurut Gatot, berusaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dukungan atlet dan pelatih dengan sejumlah terobosan dan percepatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. ‘’Kami tidak ingin menghambat kebutuhan yang menjadi hak para atlet dan pelatih,’’ ujarnya. Kebutuhan kontingen Indonesia dalam SEA Games 2017 sebanyak Rp 41,5 miliar. Semula anggaran yang tersedia dari Kemenpora hanya sebesar Rp 30,5 miliar. Kemenpora lantas menambah kekurangan sebesar Rp 11 miliar melalui pos anggaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). ‘’Pengalokasian anggaran itu telah dilakukan melalui nota kesepahaman antara KOI dan Pejabat Pembuat Komitmen Satlak Prima pada 1 Agustus,’’ katanya. Gatot menambahkan, Menko PMK Puan Maharani dan Menpora Imam Nahrawi akan dijadwalkan mengikuti upacara pembukaan SEA Games 2017 di Kuala Lumpur pada 19 Agustus. (ant)
Tim Damar Cakti Pemecutan U-16 Juara
Mangupura (Bali Post) Kesebelasan Damar Cakti Pemecutan Denpasar U-16 keluar sebagai juara dalam turnamen LPM Kuta Cup I/2017 pasca di final menaklukkan Putra Perkanthi Jimbaran dengan skor 2-1, di Lapangan Samudra Kuta, Badung, Minggu (6/8) kemarin. Dua gol kemenangan Damar Cakti hasil bidikan Ronaldo dan Adit yang membobol gawang Nesta. Sedangkan gol balasan Putra Perkanthi dicetak Megadana yang menggetarkan jala Wisnu. Dalam laga tersebut, pemain Putra Perkanthi Deas diganjar kartu merah. Sementara untuk perebutan juara III direbut Mumbul FC, usai menang besar atas Porba Batubulan 5-0. Kelima gol yang menjebol gawang Porba, dilesakkan Abibullah (2 gol), serta masing-masing satu gol lewat kaki Krisna, Purnata, dan Prima. Ats hasil ini, Damar Cakti berhak membawa pulang uang pembinaan Rp 5 juta, disusul Putra Perkanthi Rp 3 juta, kemudian Mumbul FC Rp 2 juta, dan Porba Batubulan Rp 1 juta. Turnamen yang digelar sejak Juni lalu, ditutup Ketua LPM Kuta I Gusti Agung Made Agung. (022)
Mitra Devata Atasi Putra Tresna Sobangan
Mangupura (Bali Post) Kesebelasan Legend Mitra Devata berhasil menekuk lawannya Putra Tresna Sobangan dengan skor 3-1 pada uji coba di Lapangan Ketut Ridis Buduk, Badung, Minggu (6/8) kemarin. Dalam laga menggunakan sistem 3 x 30 menit tersebut, Mitra Devata bermain imbang 1-1 pada 30 menit pertama. Putra Tresna bermaterikan pemain berusia 20 tahun, yang unggul fisik dan stamina, sempat unggul lebih dulu, akibat pemain belakang Mitra Devata membuat kesalahan melakukan back-pass di areal pertahanan, kemudian diserobot pemain Putra Tresna hingga mampu dikonversi menjadi gol. Tertinggal 0-1, Mitra Devata berupaya keras menyamakan kedudukan. Alhasil, umpan lambung Nyoman Rafik Armawan disongsong tandukan Komang Mariawan hingga memperdaya kiper Putra Tresna dan skor pun imbang 1-1. Pada 30 menit kedua, Mitra Devata kembali unggul 1-0 melalui tendangan penalti Anggo Julian. Wasit menunjuk titik-putih, setelah Ida Bagus Nyoman Mahayasa dijatuhkan di petak keramat. Pada 30 menit ketiga, Nyoman Rafik Armawan membawa Mitra Devata unggul 1-0. Gol Rafik tercipta berawal dari kerja sama apik antara Kocet Sugiarto, kemudian bola disodorkan kepada Wayan Kartadnya, dan dituntaskan Rafik. (022)
Ulfa Tampil di Nomor Lari 200 M London (Bali Post) Ulfa Silviana (20), anggota Pelatnas Prima Pratama, menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang berlaga di kejuaraan dunia Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF) di London, Inggris pada 4-13 Agustus 2017. Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Boedi Darma Sidi mengatakan bahwa kehadirannya di Inggris membawa tiga misi, yaitu selain mendampingi Ulfa Silviana, juga mengikuti Kongres ke-51 IAAF dan pelatihan internasional. Presiden IAAF Sebastian Coe secara resmi membuka Kongres ke-51 International Association of Athletics Federations (IAAF) di Tate Modern, London, pada 2 Agustus 2017, yang diikuti lebih dari 200 Federasi IAAF. ‘’Kejuaraan ini akan spektakuler. Mereka memiliki standar kualifikasi tertinggi, jumlah atlet terbesar yang bersaing dan jumlah tiket terbanyak terjual. London akan menjadi Kejuaraan Dunia IAAF terbesar yang pernah ada,’’ ujar Coe, pelari peraih medali emas di Olimpiade 1980 dan 1984. Sementara itu, Ulfa Silviana termasuk salah seorang di antara 2.038 atlet dari sekira 200 tim yang berlaga di Kejuaraan Dunia IAAF London 2017. Ulfa Silviana, yang spesialis lari nomor 200 meter dijadwalkan bertanding pada Selasa (8/8). Gadis kelahiran 8 Maret 1997 itu memiliki catatan waktu terbaiknya 24,94 detik di 200 meter, yang ditorehkan di Bangkok, Thailand, pada 14 Juni 2017. Boedi Darma Sidi mengemukakan dalam Kongres IAAF yang berlangsung pada 2 dan 3 Agustus 2017 dibahas perkembangan atletik dunia, seperti masalah peraturan dan regenerasi, serta doping maupun perkembangan yang terjadi di dunia atletik. Dalam pelatihan IAAF, menurutnya, juga dibahas perkembangan terbaru yang terjadi di bidang pelatihan dan peraturan yang diterapkan pada pertandingan atletik. (ant)
Bali Post/ant
RENOVASI - Pekerja merenovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno di Senayan, Jakarta, Minggu (6/8) kemarin. Kementerian PUPR menargetkan pembangunan infrastruktur dan rehabilitasi kawasan Gelora Bung Karno dapat selesai pada Oktober 2017.
Ganda Baru Ronald/Annisa Rebut Gelar Juara
Jakarta (Bali Post) -
Pasangan ganda campuran pelatnas yang baru saja diduetkan, Ronald Alexander dan Annisa Saufika, berhasil meraih gelar juara Selandia Baru Terbuka, Minggu (6/8) kemarin. Di partai final turnamen Grand Prix Gold itu Ronald/ Annisa mengalahkan Sawan Serasinghe/Setyana Mapasa (Australia) dengan skor 21-19, 21-14. Ini adalah gelar pertama bagi Ronald/Annisa. Tampil tak diunggulkan dan harus merangkak dari babak kualifikasi, Ronald/Annisa membuktikan bahwa mereka layak merebut titel juara. ‘’Kami bersyukur bisa meraih gelar juara, apalagi kami baru berpasangan. Strateginya masih sama dengan pertandingan sebelum-
nya, dari awal kami bermain menyerang,’’ ujar Ronald di website PBSI. ‘’Waktu pertengahan game pertama kami agak hilang fokusnya, lalu kami bisa membalikkan keadaan dan menang. Di game kedua, kami sudah lebih konsentrasi dan bisa fokus terus, kami bisa mengontrol permainan,’’ tuturnya.
Sementara itu, Annisa mengungkapkan bahwa ia dan Ronald mewaspadai lawan yang keduanya merupakan pemain kidal. Selain itu, komunikasi dirinya dan Ronald juga berjalan lancar, sehingga ini menjadi salah satu kekuatan mereka di lapangan. ‘’Kami sudah mengantisipasi arah pengembalian shuttlecock dari lawan. Tipe
Gianyar (Bali POst) Persekaba Badung sukses menjuarai Kompetisi Liga 3 Rayon Bali setelah menyingkirkan juara Liga Nusantara (Linus) 2016 Perseden Den-
pasar pada laga pamungkas melalui drama adu penalti di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (6/8) kemarin. Selama bertarung dalam waktu normal 2 x 45
menit, kedua tim bermain imbang 1-1. Laga derby antara Perseden Denpasar dan Persekaba Badung sarat gengsi. Maklum, kedua tim bertetangga
permainan mereka sama dengan kami yaitu permainan menyerang. Pokoknya kami terus berusaha menurunkan bola,’’ jelas Annisa. Indonesia meloloskan satu wakil ke babak final. Sedangkan empat wakil terhenti di semifinal, mereka adalah pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriani Rahayu, Hanna Ramadini, Fitriani, serta pasangan ganda putra Kenas Adi Haryanto/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Gelar juara tunggal putri direbut unggulan pertama Ratchanok Intanon (Thailand) yang di final mengalahkan unggulan kelima Saena
Kawakami 21-14, 16-21, 21-15. Sementara tungga putra direbut Lee Cheuk Yiu (Hongkong) yang di luar dugaan menjungkalkan unggulan pertama Tzu Wei Wang dari Taiwan 11-21, 21-15, 22-20. Unggulan pertama ganda putri Vivian Hoo/Woon Khe Wei (Malaysia) membekuk duet Jepang Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata 18-21, 21-16, 21-19. Gelar ganda putra dikuasai unggulan utama Tawain Chen Hung Ling/ Wang Chi-Lin yang sukses menghentikan perlawanan unggulan kedua dari Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi 21-16, 21-18. (kmb39/net)
ini dikenal sebagai baromoter pembinaan persepakbolaan di Pulau Dewata. Bahkan, tiga turnamen yang dihelat Asprov PSSI, tim juaranya juga jatuh pada kedua daerah tersebut, yakni Persekaba juara Liga 3 Rayon Bali, dan Badung juara Piala Soeratin U-17, sedangkan Perseden juara U-15. Sejak kick-off, kedua tim memperagakan permainan ofensif dan saling melancarkan serangan. Akibat tampil mereka yang fight dan ngotot, hingga sering terjadi benturan fisik pemain. Tercatat Tim Laskar Catur Muka setidaknya mempunyai tiga peluang emas, namun belum mampu dikonversi menjadi gol. Gol yang ditunggu-tunggu baru tercipta di menit ke-26, lewat sontekan Kapten Perseden Anta Wijaya Mucin. Di kubu Persekaba, juga gencar melancarkan serangan yang dimotori striker jangkung Made Dwi Aryadana. Beberapa kali serangan mereka mengancam gawang Perseden yang dikawal Gede Bambang Arimbawa. Sampai
turun minum, Perseden masih unggul 1-0. Di paruh kedua, Persekaba yang tertinggal 0-1, berupaya bangkit. Alhasil, Alit Juniawan mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-47. Sampai akhir pertandingan, skor tetap imbang 1-1, bahkan dilanjutkan tambahan waktu 2 x 7,5 menit, kedudukan tetap 1-1, hingga diteruskan adu penalti. Tiga eksekutor Persekaba Gede Yudi Antara, Alit Juniawan, dan Pandu sukses menjebolkan bola ke gawang, dan yang gagal Dwi Dyan dan Dwi Aryadana. Sedangkan dua algojo Perseden yang sukses menyarangkan bola ke gawang yakni Mucin dan Ari Gilang, yang gagal adalah Suartawan, Risma, dan AAN Surya Negara. Untuk perebutan juara III dan IV berlangsung antara PS Gianyar melawan Putra Pegok. Juara III diraih PS Gianyar setelah menang tipis 2-1. Gol PS Gianyar dicetak Adi Sutrisna menit 14 dan 87. Sementara gol Putra Pegok dicetak Ade Ananda. (kmb)
Persekaba Singkirkan Juara Linus 2016
Bali Post/kmb
NYARIS JATUH — Pesepak bola Persekaba Badung (kiri) sampai nyaris jatuh dalam upaya mempertahankan bola yang dikuasainya, bahkan ditempel ketat lawannya dari Perseden Denpasar pada babak final Kompetisi Liga 3 Rayon Bali di Stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar, Minggu (6/8) kemarin.
Kemenangan Gatlin Tidak Sempurna
London Presiden Federasi Atletik Internasional (IAAF) Sebastian Coe, Minggu (6/8) kemarin menyebut kemenangan Justin Gatlin di nomor bergengsi lari 100m di Kejuaraan Dunia di London, dinilai ‘’bukanlah hasil sempurna’’. Pelari AS yang dua kali menjalani hukuman larangan berlomba karena kasus penggunaan obat terlarang, mengalahkan pemegang rekor dunia Usain Bolt di final nomor 100m. Ironinya ini justru menjadi penampilan terakhir bagi Bolt setelah pelari asal Jamaika itu sebelumnya menyatakan akan mengundurkan diri setelah Kejuaraan Dunia ini. ‘’Ini bukanlah hasil yang sempurna. Saya kira Usain cukup murah hati setelah melakukan observasi. Itu menjadi event yang pahit yang harus dialaminya. Dia jauh lebih besar dibandingkan peristiwa ini dan ini melambangkan kariernya,’’ jelas Coe yang menjadi pendukung atlet pengguna obat terlarang
dihukum larangan bertanding seumur hidup. Pada lomba yang digelar di Stadion London, Gatlin mencatat waktu 9,92 detik dan berhak atas medali emas. Sprinter AS Christian Coleman berhak atas medali perak setelah merebut posisi kedua dengan waktu 9,94 detik. Sedangkan Bolt (Jamaika) 9,95 detik di posisi ketiga. Gatlin bukan mendapat tepuk tangan namun malah sebaliknya. Penonton mencemoohnya dan tidak senang dengan kasus dopingnya di masa lalu. Bolt mengakui kemenangan Gatlin yang membuat start sempurna dan melaju hingga garis akhir tanpa pernah terkejar. Kendati demikian ia masih bisa berbangga karena rekor dunia masih atas namanya dengan waktu 9,58 detik yang dibukukan di Kejuaraan Dunia di Berlin 2009. Nomor maraton menjadi milik Geoffrey Kipkorir Kirui dari Kenya setelah
memenangkan duel melawan Tamirat Tola dari Ethiopia. Kirui menyelesaikan jarak 42,125 km dengan catatan waktu 2 jam 8 menit 27 detik. Sementara Tola menyusul di posisi kedua 1 menit 22 detik lebih lambat. Luvo Manyoga memenangi gelar lompat jauh untuk menebus kekecewaan karena gagal meraih medali emas pada Olimpiade tahun lalu. Manyoga, yang baru kembali ke kompetisi formal pada tahun lalu setelah memulihkan diri dari kecanduan obat, memimpin final dari putaran kedua dengan lompatan sejauh 8,48 meter. Atlet 26 tahun ini mampu mengatasi tantangan dari Jarrion Lawson, yang pada kejuaraan senior pertamanya mencatatkan jarak 8,44 meter pada putaran sebelumnya untuk meraih medali perak. Medali perunggu jatuh kepada kompatriot Manyoga, Ruswahl Samaai, pemimpin di klasemen Diamond League, yang melompat sejauh 8,32 meter. (kmb39/rtr/ant)
Bali Post/rtr
PEMENANG - Sprinter Jamaika Usain Bolt (belakang) memeluk Justin Gatlin, pemenang nomor lari 100m pada Kejuaraan Dunia Atletik di London Stadium, Minggu (6/8) kemarin.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Wage, 7 Agustus 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Layanan Pengaduan: HP:08113962168, Pin BB: 55c8e021 � Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!
Informasi pasang iklan Telepon
� Tarif iklan Mini/Baris
Dcr Tkng Listrik 081236799699
B.BP.004.08.17.0000398
Dicari Supir SIM B1 Hub.08123637000
B.BP.001.08.17.0000307
Job Vacancy. The Griya Villas Bunutan,Abang,Kr.Asem. Dicari CDP, Sous Chef, Chef. Kirim CV Email: info@thegriya.com
Dcr Krywan Kolektor Tabungan Hub:PT.BPR Pedungan Jalan P.Moyo No.1 Pesanggaran.
B.BP.001.08.17.0000259
B.BP.012.07.17.0002305
Bth Spa Terapis Pglmn u/Htl Area Receptionist Dcr Cewek Nusa2&Kuta Hub:087777438887 u/Fitness Penampilan Menarik B.BP.145.08.17.0000188 Hub.0361-289700/081916435407 Bth sgr SPG u/Counter di Mall B.BP.153.08.17.0000413 Tabanan,NusaDua H:081236748181 Dcr Tk Potong&Tk Checking B.BP.001.08.17.0000340 Berpeng Garmen Hub085338223233 Cari Salesman Gaji 2jt Tsp,Kms Divine Diva Jl.Laksamana Bonus Hb:082147591197 (tdk SMS) B.BP.001.08.17.0000270 No.1A Seminyak Dbthkn Sgr Mekanik Alat Berat B.BP.001.08.17.0000400 Hub.081237779300 / 0361-281111 “Dcr Staff Pria 17-23Th, Gaji B.BP.001.08.17.0000162 1,5-2,5Jt H.081802777997" Dbthkn Sgr Operator Alat Berat B.BP.004.08.17.0000191 Dozer & Excavator 081237779300 Dcr Karyawan/wati yg serius B.BP.001.08.17.0000163 bekerja Bag.Sopir&Admin.Lam Jl Prof.IB.Mantra No.77X Sukawati Dbthkn Waitres Wanita Umur max B.BP.001.08.17.0000257 25Th,u/Resto Kuta/087787623408 B.BP.001.08.17.0000240 HK Dcr Cewek/Cowok u/Fitness Dcr Karyawan/ti utk Toko kain, Hub:0361-289700/081916435407 B.BP.153.08.17.0000412 min SMA Hub 237723/08123840272 B.BP.001.08.17.0000389 Pria u/Warung Buka Malam,Gaji Dcr teknisi,sales,sopir SIM B1 Bonus,Mess,Makan,081999418841 Gaji+bonus+komisi+BPJS,lam B.BP.141.08.17.0000405 !!Dcr Staff Administrasi &Sales The Banyumas Villa , Jln Tukad Gj 2,3Jt+Bonus H:081337553373 Banyumas No. 1 Denpasar B.BP.166.08.17.0000415
B.BP.821.07.17.0002317
Dcr Llsn SMU 18-23Th u/Kru Bandara.Ada Diklat 081337380006
B.BP.001.07.17.0001778
Dcr Sales Cat Semprot&Bangunan GP+Tj AlamatDps,Hp085104969988
B.BP.001.08.17.0000353
Dcr Sgr Sopir SIM A/B1 H.Diponegoro 51 Dps0361228872/411855
B.BP.001.07.17.0002138
Dcr Sgr Tng Garden u/di Hotel Hub:Diponegoro 51 Dps T:228872
B.BP.001.08.17.0000094
Dcr bar/waiter speak English Sanur area Tlp.0361-288962
B.BP.001.08.17.0000361
Dcr therapist,hairdresser, engineering u/Spa send CV to: estheticdayspa79@gmail.com Tlp 0811399130
B.BP.001.08.17.0000321
Jakarta Mataram Denpasar Surabaya
B.BP.001.08.17.0000407
Dcr:Acct Spv bs MYOB,Lmrn True Bali Experience,Jl.Diponegoro 150 B12Dps,T:239440 Email:hrd@ atruebalineseexperience.com
B.BP.001.08.17.0000192
Dicari Seorang Seniman/Pelukis Hub:085857322286
B.BP.001.08.17.0000266
: : : :
(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456
VISA
� Email: pembacabalipost@gmail.com
Dicari Spa Therapist Daerah Seminyak Hub.087861849404
B.BP.001.08.17.0000300
Dicari Gardener Vila Abimanyu Gang Bima 4X Seminyak P.735406 Gaji 2,4 juta/bulan Dicari Karwan u/Restaurant , Cuci piring,Waiter/s,Jln Raya Kuta Blok D No.104 H.087882255690
B.BP.031.08.17.0000345
B.BP.001.08.17.0000336
Rp 200.000,- (10 x tayang) Rp 50.000,- (5 x tayang) Rp 165.000,- (10 x muat) Rp 82.500,- (10 x muat)
B.BP.001.08.17.0000387
Dcr 5 Sopir&Sales Counter bs Bhs Inggris.MerrysTour.0361-238041
Dcr Sopir u/Laundry di Kuta Dcri Karyawan Laundry di PetiJl.Kerobokan 78X T081933110424 tenget Kuta Utara 082147086628 B.BP.001.08.17.0000324 B.BP.001.08.17.0000408 Dcr Staf Adm u/Daerah Canggu. Dicari Waitress Untuk Thai Krm Lmrn ke Jl.Ry.Babakan CangSpice Restaurant Jl.Bumbak 41 gu No88 Canggu Tlp:0811399130 Kerobokan E:mutiatrattoria@hotmail.com Kirim CV: vie_yan11@yahoo.com B.BP.001.07.17.0001303 B.BP.001.08.17.0000330 Dcr Staff Acct u/Travel.CV&Lam Dibutuhkan segera karyawati Send:lee_fusen@hotmail.com B.BP.001.08.17.0000275 Rina Spa Krobokan, 081338704401 B.BP.001.08.17.0000365 Dcr tng Survei Market/Warung Dicari Cleaning Service Jln. Lesehan krm CV Peti Tenget Hub:081281190009 remington1201@yahoo.com B.BP.154.08.17.0000372
Dicari STM/D3 Elektro Hub:0361-221932
: : : :
� � � �
Sgr! Tenaga Srbutan u/ Catering Makan/Tidur Dalam 081339216142 B.BP.001.08.17.0000410
Dicri Karyawati Salon dpt Tdr dlm Hub.S.Lunar 081239801377
HONDA
BUC Dijual Tanah 1Are Lok.Jln G.Mas Pds Kelod,081338792660
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat T.08123985172 / 412815
B.BP.001.08.17.0000334
Dijual Tanah 3,2A Jayagiri IX Jl CRV Prestige 2013 Tgn 1 Dr Baru,lowKM Hub.081999308228 harga 1,3M nego H.0811387484 B.BP.001.08.17.0000393
MITSUBISHI
PT.Dipo Star Finance FE SHDX Th’15,FE HDV Th’15,Mirage Th’ 15 7-11 Agst 2017 Tlp.265007
B.BP.001.08.17.0000271
B.BP.001.08.17.0000385
Dcari Property macet di Bank/ Kena Rentenir SMS 087760451006
B.BP.001.08.17.0000119
Djl Tanah Pggr jalan SMKI Batubulan081337112202,087862275114
B.BP.001.08.17.0000414
B.BP.001.08.17.0000409
PENGUMUMAN Akusisi PT.Bali Talk Berkedudukan di Kota Denpasar-Bali
Djl Tanah 3A,Jl.BukitSari Utama ±100m dari KFC (Gatsu Barat) hrg.695jt/A NegoH.087862226103
B.BP.001.08.17.0000323
B.BP.001.08.17.0000390 DICARI MOTOR Global Kav.Pdg Glk LT217m2 555 Dcr Motor Bekas Segala Merk Jmpt 082340857099/087860002630 Ng/A,087861176500/081558041018 B.BP.001.08.17.0000399
BIRO JASA Nyusun Lap Pajak,Lap Kredit Bank,SIUP,NPWP H.087762236359
B.BP.164.08.17.0000404
DISEWAKAN TANAH DIJUAL RUMAH Dikont Tnh 3,7are strategis !BUC Jual/Sewa 170/230 3KT,2KM Lok.Denpasar Hub.081239209534 Jl.Pratama Benoa H.08123526920 B.BP.001.08.17.0000403
B.BP.001.07.17.0002123
B.BP.001.08.17.0000395
KONTAK JODOH Beberapa Pria Jerman sgt Mapan Cari Istri Yth.Wanita Usia 25-50Thn, Single/Janda E-mail ke zerlina.bali@gmail.com / SMS ke 083114217770
KURSUS Take Over Kursus Matematika Peminat Serius Hub:Ibu Tanu 081 238 22 82 72 B.BP.004.08.17.0000402
B.BP.001.08.17.0000411
BIRO JASA
SERVICE
DWIJAYA TEKNIK SERVIS AC & KOMPOR GAS MENERIMA PANGGILAN SERVIS :
KULKAS BONGKAR PASANG M.CUCI CHILER W HEATER FREEZER BERGARANSI
AC
085935324152 081338192225 C.0002128-srv
CENTRAL JAYA Service Bergaransi Kerja ditempat
M.CUCI KULKAS FRESEER W.HEATER CHILLER
AC
082339189900 C.0002241-srv
SERVICE
SERVICE
BENGKEL LAS Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
C.0002125-mbl
ARSITEKTUR Gambar IMB/Urus Hubungi 081999831331,082236655553
B.BP.001.08.17.0000185
SERVICE
TRESNA : 083 114762592 081999920686, 085100648598
B.BP.001.08.17.0000287
KONTRAKTOR DISEWAKAN RUMAH Swimming Pool Specialist ConDikont.Rmh Lt.2 3Kmr Tdr,3Kmr tractor,Pny Mslh.082144464070 Mandi P.Moyo X H:085239995445 B.BP.001.08.17.0000092
B.BP.001.08.17.0000327
GEBYAR DAIHATSU JULI READY SIGRA X CK DP 11 Jt Angs 3 Jtan STO NEW AYLA DP 6 Jt / Angs 2 Jtan BUNGA PICK UPMEN URUN DP 5 Jt / Angs 2 Jtan * 0,9 XENIA DP 11 Jt Angs 4 Jtan
Siap Bantu Pajak SPT Tahunan & Bulanan NPWP SIUP 081338344155
B.BP.001.08.17.0000397
DIJUAL TANAH BUC-Murah/Tnh Jepun Pipil Gatsu Tmr-Dps 9,1A (765Jt/A) Hub:08113899108/08123817654
DIJUAL MOBIL
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
FOTOCOPY
RUPA-RUPA
B.BP.001.08.17.0000085
Management Service company in B.BP.001.08.17.0000406 Sanur Bali is seeking Client Join us! PT.Clipan Finance B.BP.001.08.17.0000348 Support Administrator,Fluent Dibuka: Staff Surveyor (CMO) Dicari Pgwi Laki/Wanita serius English,MS Excel,MS Word,Power & Supervisor,Umur Max.30Thn, kerja Tlp:081529343788(tdkSMS) Point and internet.Mentally B.BP.001.07.17.0002348 Brpengalaman,Info:081212420396 B.BP.001.08.17.0000102 strong,Team work and able work Dicari Therapist ut Spa diUbud Kafe Krbokan,Tkg Bakery/Pastry, Monkey Forest Hub:085792295565 to deadlines from instruction. Steward,Cook Help/tnp pglm di B.BP.001.08.17.0000335 Email CV to(bhfs@cbn.net.id) ltih dg prfsional,087861378730 Dicari Terapist u/Spa diCanggu B.BP.004.08.17.0000274 B.BP.001.07.17.0002312 Gaji komisi dll Hub. Perusahaan Bergerak Dibid Per082144248989/081238226979 Karyawati min.SMA 081338251999 baikan Peralatan Kitchen Hotel& B.BP.001.08.17.0000359 Penampilan Menarik,max.25Tahun Restauran Mem 2org Teknisi STM B.BP.001.07.17.0002064 Dicari Tukang Masak Pengalaman Kwti SMA/P,Tk Pakaian,Tgl Luar Peng 3Th 1org Teknisi STM SedeMasak Chines Western India /dlm BlnI=1,8Jt,II=1,9Jt, III=2 rajat belum Pengalaman 1org Hub.08123637000 B.BP.001.08.17.0000308 Jt.NangkaSltn Dps.081337506750 Office Boy Lam ke PT.Indoprima B.BP.001.08.17.0000293 Dicr Supir untuk Klinik Hewan Dewata Jl.RayaSesetan 120A Dps Lamaran u/Cozy Spa @BatuBelig Hub.0361-723777 B.BP.001.08.17.0000401 Spa Reception,Lulusan SMA dan B.BP.001.08.17.0000396 SPG for silver & accesories. Ada Ijazah,Niat Bekerja Gj 2,2 Dicari Staf Car Rental,gaji Good English&experiences.Sanur - 3,8Jt Lgs Dtg ke Cozy Batu 2,5juta/bulan Lam Jl.Camplung Dicari Supir Kluarga, Bujang, KTP Bali Max23-25,085378877761 Tanduk 15A Seminyak,Ph.735406 Belig TiapHari 081238506644/55 08113866371/Kuta:08113866372 B.BP.001.08.17.0000394
B.BP.001.08.17.0000388
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DIJUAL MOBIL
Ymh Bisma dicr:1.Sopir SIM B1 2.Mekanik 3.SMA/SMK Hub.T.Umar 142 Dps
B.BP.001.08.17.0000115
B.BP.821.08.17.0000087
EKONOMI
18
Denpasar Kembangkan Ekowisata Subak
Ir. A.A. Bagus Sudharsana
Denpasar (Bali Post) Desa wisata selama ini identik dengan gunung dan lembah. Namun bukan berarti Denpasar yang tidak memiliki keunggulan tersebut, tidak berpotensi kembangkan desa wisata. Denpasar akan mengembangkan ekowisata berupa subak. Subak di Kota Denpasar hampir sama jumlahnya di setiap kecamatan. Denpasar Utara memiliki 10 subak, Denpasar Timur 13 subak, Denpasar Selatan 10 subak, Denpasar Barat 8 subak. Subak yang telah menjadi ekowisata di antaranya adalah Subak Sembung di Kelurahan Peguyangan dan Subak
Umalayu di Kelurahan Penatih Kecamatan Denpasar Timur. Denpasar Timur dan Denpasar Utara memiliki potensi untuk dikembangkan ekowisata. ‘’Wisata yang sudah ada sekarang, sudah bagus. Tinggal kita tingkatkan kunjungan dan fasilitasnya. Saya ingin Denpasar itu menjadi motor penggerak juga untuk objek-objek yang baru, kalau tidak begitu, kita akan ditinggalkan,’’ kata Ir. A.A. Bagus Sudharsana, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Minggu (6/8) kemarin. Denpasar yang tidak memiliki bukit dan gunung, memanfaatkan pantai dan ekowisata. ‘’Kita bisa berswafoto di ka-
wasan pertanian yang terhampar cukup luas,’’ tuturnya. Seperti di Subak Sembung dengan luas lahan 120 hektar lahan pertanian, di Subak Kerdung di Densel dengan luas lahan pertanian 82 hektar, Subak Umalayu di Denpasar Timur, termasuk subak di Penatih dan sebagainya juga memiliki lahan pertanian cukup luas. Pihaknya mencoba mengembangkan potensi tersebut dengan menggandeng masyarakat setempat. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengembangkan ekowisata adalah melatih para pemula menjadi guide lokal yang ada di lokasi-lokasi tersebut. taman termasuk jogging trawisata baru. (kmb42)
Senin Wage, 7 Agustus 2017
TUK Agung Gelar Uji Kompetensi TKK TEMPAT Uji Kompetensi (TUK) Agung bekerja sama dengan Harian Bisnis Bali konsisten mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang kecantikan dengan melaksanakan uji kompetensi tata kecantikan kulit (TKK) di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Sabtu (5/8) lalu. Uji kompetensi diikuti 43 peserta dibantu 43 model. Kegiatan ini juga sekaligus mendukung Denpasar kota kompeten pertama dan program nasional, Indonesia kompeten. UJI kompetensi TKK yang dilaksanakan TUK Agung sebagai perpanjangan tangan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Pusat. Uji kompetensi melibatkan tim penguji dari LSK Pusat yang sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Tiara Kusuma, Astuti Yudo, S.S., Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tiara Kusuma Provinsi Bali, Dra. Ketut Sriathi, serta anggota Yoniari, S.H. Hadir juga Ketua Dewan Pimpinan
Cabang (DPC) Tiara Kusuma Kota Denpasar yang sekaligus Ketua TUK Agung Dr. Dra. A.A. Ayu Ketut Agung, M.M. A.A. Ketut Agung yang juga Ketua Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) Agung menyampaikan, materi yang diujikan yakni perawatan wajah, tata rias wajah, serta pedicure dan manicure. Peserta uji kompetensi ini adalah mereka yang kursus di LKP Agung. Uji kompetensi merupakan keharusan bagi mereka sekaligus mendukung program Denpasar kota kompeten dan Indonesia kompeten. Ia juga menyebutkan, sebulan lalu telah mengadakan acara serupa diikuti oleh 60 peserta. Uji kompetensi ini mulai berlaku sejak 2009 sebelumnya disebut ujian nasional. Hingga saat ini, yang telah terdaftar di LKP Agung jumlahnya ribuan orang, sedangkan murid di LKP Agung sejak 1982 mencapai 13 ribu orang. (kmb)
19
Senin Wage, 7 Agustus 2017
Bali Post/ant
RAMBUT GIMBAL Sesepuh adat memotong rambut gimbal seorang anak saat dilangsungkan ritual potong rambut gimbal rangkaian dari kegiatan Dieng Culture Festival VIII di kompleks Candi Arjuna, kawasan Dataran Tinggi Dieng, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (6/8) kemarin. Sembilan anak mengikuti ritual pemotongan rambut gimbel yang juga merupakan puncak acara Dieng Culture Festival 2017.
Kebakaran Hutan Makin Meluas Pontianak (Bali Post) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan terpantau sebanyak 150 titik api di Provinsi Kalimantan Barat sepanjang hari Minggu, akibat kebakaran hutan dan lahan di provinsi itu. ‘’Sebanyak 150 titik api tersebut terpantau melalui satelit Aqua, Terra, SNNP pada katalog modis Lapan sepanjang hari ini,’’ kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (6/8) kemarin. Ia menjelaskan, jumlah titik api tersebut jauh lebih banyak daripada daerah lainnya, secara nasional yang terdeteksi sebanyak 282 titik api. Adapun sebaran titik api tersebut, yakni terbanyak di Kalbar sebanyak 150 titik api, Sumsel 23, Riau 16, Sulsel 18, Sumut sembilan, Jabar lima titik api dan lain-lain. ‘’Di lapangan jumlah titik api ini kemungkinan lebih banyak karena
adanya daerah-daerah yang tidak terlintasi satelit saat ada kebakaran hutan dan lahan,’’ ungkapnya. Hingga saat ini lima provinsi telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan, yaitu Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalbar dan Kalsel, dan di Kalbar terdapat lima kabupaten yang telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan, yaitu Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Sekadau, Melawi, dan Bengkayang. Namun, menurutnya, justru daerah yang banyak titik api, seperti Kabupaten Kapuas Hulu, Sanggau, Sintang dan Landak, belum menetapkan siaga darurat Karhutla. ‘’Untuk hari ini saja titik api akibat Karhutla di Kalbar, Minggu (6/8), yakni terbanyak di, Kabupaten Sanggau 45 titik api, Kapuas Hulu sebanyak 23 titik api, Sintang 23, Kubu Raya 19, Landak 13, Melawi tu-
Gebuk Ormas Dari Hal. 1
Pandangan ini mengemuka ketika Pusat Data Bali Post melakukan jajak pendapat dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon dengan sejumlah responden di Bali. Jajak terkait dengan nasionalisme dan penindakan radikalisme ini dilakukan di seluruh Bali dalam sepekan terakhir. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, 81,23 persen responden menyatakan yakin dan mendukung wacana pemerintah dalam menggebuk ormas anti-Pancasila. Isyarat Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan ini pun diharapkan dijabarkan secara tegas. TNI dan kepolisian harus berbuat menjaga stabilitas bangsa ini. Jika perlu tak hanya ormas yang ditindak, tokoh-tokoh yang selama ini getol menyebarkan kebencian dan antikeragaman juga harus ditindak. Tokoh-tokoh yang berpotensi menyuburkan intoleransi hendaknya ditindak pemerintah. Hal ini penting karena selain berpotensi mengganggu stabilitas kebangsaan juga akan menimbulkan hambatan dalam sosial ekonomi kemasyarakatan. Di lain pihak, ada 14,57 persen responden mengaku merasa tak yakin langkah tegas pemerintah menindak ormas anti-Pancasila dan ormas radikal bisa segera dilakukan. Selama ini budaya kompromi yang sering dilakukan untuk
05.00 Gayatri Mantra
05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Upacara Pitra Yadnya (1) 06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Kartun Adi Parwa (2) 08.00 Education On Bali TV 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 DW TV 09.30 Dunia Kita 10.05 Lejel Home Shopping 10.30 Bali Channel Tourist TV 11.30 Parameter 12.05 Dharma Wecana Upacara Pitra Yadnya (2) 12.30 Berita Siang 13.00 Klip Bali
menjaga stabilitas kebangsaan akan membuat langkah tegas tak akan menjadi pilihan utama. Dalam konteks ini, responden juga mengatakan sistem pemilu langsung sering kali ada kompromi politik yang dilakukan, mengingat ormas radikal dan anti-Pancasila juga memiliki massa pendukung. Ini akan menjadi hambatan serius dalam menindak ormas radikal dan anti- Pancasila jika konteksnya dukungan saat pemilu. Responden berharap pemerintah tak berhenti pada tataran wacana dalam mengatasi masalah kebangsaan. Selain itu, pemerintah juga diingatkan membangun ketahanan ekonomi dan mengatasi masalah-masalah kerakyatan terkait dengan investasi yang ditolak rakyat. Sementara itu, 4,20 persen responden mengaku tak ingin terjebak pada wacana ini setuju atau yakin. Mereka mengatakan radikalisme dan gerakan massa yang terjadi belakangan ini juga dimungkinkan akibat daya tahan ekonomi yang lemah. Ekonomi biaya tinggi dan sulit mencari lapangan pekerjaan belakangan ini telah menimbulkan dampak-dampak instabilitas. Kemiskinan membuat masyarakat mudah terprovokasi, sehingga dalam menjaga stabilitas tak cukup hanya bertindak tegas, namun harus diimbangi dengan perbaikan di sektor ekonomi. Tanpa ada penguatan ekonomi, rakyat akan mudah digerakkan untuk hal-hal yang mengganggu stabilitas. (dir)
Senin, 7 Agustus 2017 13.30 Lejel Homeshopping 14.05 Klip Bali 14.30 Lila Cita Sanggar Semara Ratih (1) 15.30 Education On Bali TV 16.05 Dialog Interaktif Pemulihan Jiwa (Dedy Susanto) 17.05 Prita 17.30 Taman Sari TK Kuncup Mekar Subagan 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Giliran Anda 19.30 Orti Bali 20.00 Dialog Interaktif Pemulihan Jiwa (Dedy Susanto) 21.00 Lipsus Buleleng Festival 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Calonarang Batuyang (2) 23.00 Lila cita Calonarang Pemecutan Kelod (4)
juh, Pontianak delapan, dan Sekadau dua titik api,’’ katanya. Sutopo menambahkan, lokasi titik api, berada pada lahan perkebunan swasta, lahan milik masyarakat, dan di taman nasional yang tersebar di data di atas di beberapa provinsi tersebut. Di Kalbar, pemadaman api menggunakan helikopter yang dilakukan di wilayah Kabupaten Kubu Raya, yaitu Desa Madusari, Kecamatan Sungai Raya, dan Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya. Untuk sementara keadaan api yang menuju ke arah pemukiman warga sudah dapat dipadamkan, namun masih dilakukan penyisiran melalui darat, dan di sekitaran lokasi masih terdapat sisa-sisa api kecil. Tim Manggala Agni masih akan melakukan penyisiran ulang melalui jalur darat sampai dapat dipastikan tidak ada sisa api yang tertinggal di lokasi tersebut, katanya. (ant)
Tidak Fitnah Dari Hal. 1
Oleh karena itu, jangan sampai karena ulah beberapa orang lalu menyebabkan kerusakan keutuhan bangsa yang sudah tercederai pada kasus-kasus sebelumnya. ‘’Sekarang ini kita lagi kondisi bagaimana membangun situasi yang lebih kondusif, bagaimana bangsa ini utuh, jangan karena masalah satu dua orang mungkin umat dan bangsa ini dikorbankan,’’ ujarnya. Akan lebih bijaksana, kata Ma’ruf Amin, Victor Laiskodat segera memberikan klarifikasi agar semuanya menjadi terang benderang dan tidak fitnah. Oleh karena itu, Ma’ruf menyarankan agar Victor menyelesaikan secara bersama-sama dengan pihak-pihak yang merasa dirugikan atas pernyataannya. ‘’Ya harus diklarifikasi Pak Victor-nya itu maksudnya apa, kemudian tanggapan pihak-pihak yang merasa
tidak senang, seperti apa. Menurut saya ya… harus diklarifikasi saja,’’ pungkasnya. Dalam video yang beredar di media sosial, Ketua DPP merangkap Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) di DPR Victor Bungtilu Laiskodat melontarkan tudingan terhadap Partai Gerindra, PAN, Partai Demokrat dan PKS sebagai partai yang mendukung gerakan intoleran dan pendukung gerakan sistem pemerintahan khilafah (kepemimpinan berdasar syariat Islam) di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam deklarasi calon bupati Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 1 Agustus 2017 itu terekam dalam video yang beredar di sosial media. Ma’ruf kembali mengingatkan apabila persoalan politik dibawa kepada umat beragama maka akan menjadi masalah besar. (kmb4)
Pengendalian Diri Dari Hal. 1
Masyarakat Hindu senantiasa menginginkan hubungan yang harmonis antara pikiran, perkataan, dan perbuatan yang dikonsepsikan dalam ajaran Tri Kaya Parisudha. Dengan adanya pikiran yang baik akan timbul perkataan yang baik, sehingga mewujudkan perbuatan yang baik. Dari konsep Tri Kaya Parisudha itu timbulah sejumlah pengendalian diri. Pengendalian diri itu merupakan nilai kearifan dalam menjaga kerukunan hubungan antara sesama manusia, termasuk menjaga hubungan harmoni antaranak bangsa yang bineka ini. Kata Gelgel, Hindu mengenal hukum Karma Phala yaitu hukum perbuatan. Setiap perbuatan atau karma pasti meninggalkan bekas-bekas perbuatan berupa hasil perbuatan atau phala. Jika perbuatan itu dilakukan dengan niat atau iktikad yang baik maka hasilnya pun akan baik. Sebaliknya jika perbuatan itu dilandasai oleh niat atau iktikad tidak baik maka hasil perbuatannya itu akan berakibat buruk bagi yang melakukannya. Kearifan ini juga sangat potensial menjaga keharmonisan dalam keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai etnis dan agama (bineka). Selain itu, salah satu kearifan yang melandasi struktur kebudayaan Bali adalah konsepsi desa kala patra. Konsep desa kala patra mengidentifikasikan tentang proses penyesuaian diri menurut tempat, waktu dan keadaan. Menerima suatu keadaan keragaman dalam keseragaman atau suatu perbedaan
dalam kesatuan. Konsep ini memberikan alasan yang luwes dalam komunikasinya ke luar maupun ke dalam dengan menerima perbedaan serta variasi menurut faktor tempat, waktu dan keadaan. Konsep desa kala patra ini menunjukkan penerimaan terhadap kenyataan hidup bahwa dalam keseragaman ada keragaman, dalam kesatuan pasti ada perbedaan. Bali juga memiliki ajaran Tat Twam Asi. Nilai terpenting dari konsepsi Tat Twam Asi adalah nilai solidaritas sosial, karena fungsi yang tercermin baik pada masa lalu, masa kini maupun masa yang akan datang adalah sebagai penuntun, penata dan pembina umat manusia untuk bertindak dan berperilaku, untuk saling menghargai serta saling menghormati antara sesamanya. Konsep Tat Twam Asi ini masih dipegang teguh oleh masyarakat Bali sebagai pedoman di menjaga keberagaman. ‘’Nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal itu mendasari pandangan, kebiasaan, cara berpikir dan bertingkah laku masyarakat Bali dalam menata keberagaman, menata kerukunan kehidupannya dalam masyarakat, termasuk kerukunan antaretnis dan umat beragama. Namun, jurang antara nilai-nilai tersebut dengan implementasi dalam kehidupan sehari-hari masih lebar. Karena itu perlu adanya revitalisasi nilainilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Mari tingkatkan rasa keberagaman kita. Mari kita kembangkan rasa nasionalisme,’’ ujarnya. Sementara itu, Ketua Umum Paiketan Krama Bali Ir. A.A. Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D. mengungkapkan, budaya
Bali sebenarnya kaya nilai-nilai nasionalisme. Budaya Bali yang bernapaskan agama Hindu tidak mengajarkan radikalisme dan intoleransi. Nilai-nilai kearifan lokal mengajarkan orang Bali untuk hidup berdampingan dengan harmonis. Dengan begitu, bisa dipastikan paham yang merongrong Pancasila bukanlah dari orang Bali yang beragama Hindu. ‘’Masyarakat Bali yang berpedoman kepada ajaran Hindu adalah wajib melaksanakan dharma agama dan dharma negara secara seimbang dan selaras untuk terciptanya keharmonisan atau Tri Hita Karana. Dharma agama merupakan kewajiban melaksanakan ajaran agama Hindu sesuai sastra suci Weda. Sedangkan dharma negara adalah kewajiban bagi orang Bali untuk melaksanakan tugas negara sesuai dengan Pancasila dan UUD 45 demi kepentingan bangsa dan negara,’’ katanya. Meski demikian, budaya dan kearifan lokal Bali yang toleran terhadap keberagaman diakuinya menjadi titik lemah orang Bali dalam menghadapi persaingan dengan orang luar. Contohnya dari sisi ekonomi, di mana orang Bali terlalu permisif. Orang Bali kini merasa berada di comfort zone padahal sebentar lagi akan jadi dangerous zone terkait penguasaan sektor-sektor penting perekonomian. Tanpa pertahanan ekonomi, Bali bisa hancur. ‘’Coba cek, UMKM kita apakah dikuasai orang Bali atau dikuasai pendatang? Belum lagi soal penguasaan lahan. Kalau lahan banyak diambil oleh orang non-Bali, pelaksanaan upacara agama Hindu akan berhenti,’’ ujarnya. (lun/ded)
16 Pages
146 Number 9th year
Price: Rp
L O N A A T I E R N I N T
3.000,-
“Lucifer” heat wave holds Italy, eastern Europe in fiery grip
ost.co.id e-mail: info_ibp@balip ost.com. ternationalbalip
st.com.
online: http://www.inte
Monday,
Monday,
August 7,
http://epaper.in
rnationalbalipo
L O N A A T I E R N I N T
August 7,
2017
, Gloria Lionel Richie 2017 Estefan lead r honorees Kennedy Cente
2017
hipLionel Richie, and singer musician - Veteran Cuban-American Kennedy J and LOS ANGELES the prestigious actor LL Cool said Thursday. hop star and Estefan will receive network CBS on Dec. actress Gloria this year, CBSHonors, to air on culture, celebratCenter Center Honors arts. Other Kennedy awards in American The 40th the performing Lear and of the highest r Norman 26, is one achievements through writer-producede Lavallade. caing lifetime are television Carmen extraordinary the and actress 2017 honorees spotlights enriched and dancer, choreographer Center Honors ingenuity have chairman “The Kennedy whose talent and M. Rubenstein, will be David artists reers of five life in America,” a statement.The awards Center Opera shaped cultural Center, said in D.C.’s Kennedy by President attended Washington of the Kennedy at a gala at is expected to be e Photos and Trump. (rtr) REUTERS/Staff/Fil her presented on Dec. 3, lady Melania J, House Trump and first and choreograp dancer LL COOL Donald Actress, hip-hop artist Richie. Estefan, Center Honorees: Lionel Gloria Kennedy producer the 2017 gwriter and actress and record showing musician n photo (L to R), singer-son Lear and A combinatio Norman de Lavallade Carmen writer and producer television
isode rones’ ep rtner pa me of Th New ‘Ga e through HBO lin leaks on
REUTERS/Marko
and we this breach our and said in “We take investigations at grave issue spokesperson This is a Star India the cause. ated forensic action” a Inc. swiftly determine legal remedial Century Foxwas separate appropriate in of Twenty-First of War,” a statement. is a subsidiary titled “The Spoils this week, HBO said earlier Star India of the episode, Richard Plepler, chairman, the hackers had The leak that was disclosed that on HBO the company’s . from a hack In that incident, email seen by Reuters programming 1.5 some stole a statement. including in a Monday that hackers“Game of information,” on Monday told employees of the reported episodes stolen “proprietary t Weekly two unaired Entertainmen for regulatory of data, including is waiting terrabytes series. Inc, which billion deal. (rtr) Thrones” owned by Time Warner Inc in a $85.4 to AT&T HBO is to sell itself approval Clarke as shows Emilia Harington by HBO and Kit provided Targaryen of Thrones.” This photo Daenerys HBO’s “Game from of Dragons” “Mother Snow in a scene can as Jon
You
Scret 10 Malaika Sari Kuta Shack Jl. Bakung 11 Snack Kuta Lokal Jl. Pantai 12 Warung Club Tanduk Cafee 1 Kuta Beach the Coffe Bear 13 Cokro Jl. Camplung Kuta Kuta Sari Hotel 2 Wen Dys Jl. Bakung 14 T.J.Bar Paradiso Bali Legian Kuta 3 Seminyak 15 J & N Kebab Jl. Padma 23 Resort&Spa Bar 4 Ramayana 16 Goanna Jl. Doble Six/Werkudara Legian Resort&Spa No. 51 5 The Lokha Emtertaiment 17 Batu Jimbar Jl. D.TamblinganA Sanur Live Sport Cafee No.126 6 66 Corner 18 Ramayana 140 Grill Jl. D.Tamblingan 7 Leghawa Jl. D.Tamblingan dan Restoran 8 Retno Barr 9 Elkomedor
Djurica
Italy, ve holds p heat wa gri “Lucifer” rope in fiery Eu eastern A girl cools
HBO’s season of of the new online, the on fourth episode has been leaked India said THE unaired of Thrones” partner Star “Game hit series channel’s distribution initiimmediatelyend to premium and have partner’s Friday. very seriouslythe technology are taking
off in a
fountain
at Tasmajdan
park in
Belgrade,
Serbia,
August
health of
4, 2017.
the grapes
is severely Petrini
bears, who two polar melon. cool downfed ice-cold water wave the heat were also officials said halved ag-
had nearly accounts es “The by this weather,” ran the Bosnian which and drought growers tested in temperatur adding that fruit “cooked by ricultural output,of the country’s g Europe sweltered that has fanned wrote, percent finding the “Lucifer” and eastern were worst risk of and the burning heat”.issued for 10 output. Neighbourin situation of southern wave nicknamedand the Balkans have es, the sun economic a similar could Italy E - Swathes reported in a heat hot temperatur for 26 cities, Italian authorities /BELGRAD on Friday and damaged crops. in abnormally for 10 countries. warnings Venice and Serbiaexperts said drought production and weather risk SARAJEVO Celsius (104°F) basked alerts and soybean tourist hubsof the founwarning degrees “red” warnings Poland also slash corn including 6 above 40 triggered weather as southern its highest grade where many off due to a by a third. of the Red to page s issued as far north Federation Societies Rome,have been turned Continued forest fires, world-famou tains International though areas hub Meteoalarm heard drought. Thein Florence had affected, advised Cross and Red Crescent also be that people weather News can at Global when “It is vital plenty of lengthyart galleries week, authorities and European their water in Europe. on Friday Uffizi in “Bali Image” from 9.30 into next and drink
Helen Sloan/Courtesy
No 68 Hotel Jl. D.Poso 20 Legwa Cafee No. 50D Jl. D.Poso 21 Nu Laser No. 39 Book Jl. D.Poso 22 Ganesa Sanur Daiving Jl. D.Poso 23 All For Sanur Jl. D.Poso 24 Barocca Sanur Jl. D.Poso 25 Lantern Sanur Jl. D.Poso 26 Shearlock Sanur 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan Jl. D.Tamblingan
of HBO
via AP
No. 106 Dps Jl. Raya PuputanRenon No 148 Mandala 148 Renon Jl. Raya Niti 28 Kopi Made Mandala No. Manan Jl. Raya Niti 29 Dimsum Yamin No.18 Jl. Mohamad 30 Furama No.88 Renon Sanur Jl. Merdeka Subah Renon Denpasar Jl. D.Tamblingan Sanur 31 Warung Gilimanuk Wuruk 184 Betutu khas Jl. Hayam Jl. D.Tamblingan Sanur 32 Ayam 33 Bali Bakery Jl. D.Tamblingan 17 DKerobokan Jl.Petitenget 17E Kerobokan Jl.Petitenget Klod 17C Kerobokan Jl.Petitenget 9 Kerobokan Klod Jl.Petitenget
Post at: Sanur ional Bali Jl. D.Tamblingan Sanur find Internat 19 Smirnof Cafee Jl. D.Tamblingan
broke to increase volunteers hydrated have died sun and avoid to shut temporarily system two peoplein Romania people and Red Cross the home- stay keep out of the told ANSA air conditioning At least water, director visited .” have the more intake heat - one other people over-exertion down, their in Italy from the Poland - and manysuffer- across Europe elderly and Wine growersthe grape harvest news agency. and one in taken to hospital heat- less and of exdue to the CROPS started gathering and other at risk. prolonged period have been than usual founder BEARS, sunstroke In Albania, 300 “This POLAR is particularly weeks earlier Petrini, ing from Budapest struggled tremely hot weather with existing extreme heat. Carlomovement, wrote SUFFER keepers at related conditions. to Food fires for people heart condiand soldiers that the In Hungary, huge ice blocks the Slow dangerous firefightersas many as 75 forest such and of La Stampa newspaper started European health problems Zoo provided pressure in to contain had never asked the high blood older people grape harvest in living memory. help. Fireand the country 15 emergency in Serbia, tions, as well as Jeya Kulasbefore Aug. asthma, Union for said also busy Croatia. children,”coordinator for the and fighters were to and ingam, health Bosnia, Macedonia expected Celsius With temperatures 40 degrees stay around
96.5 Radio FM am. Listen to until 10.00 FM at http:// .com Global Radio isten2myradio at http:// globalfmbali.l streaming http:// or live video ali.com and -bali. radioglobalfmbnnel/global-fm ustream.tv/cha
SENIN WAGE, 7 AGUSTUS 2017
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Dewa Sugama
PersembahKan untuk Buah Hati Mengungkapkan rasa kasih sayang kepada buah hati tidak harus dilakukan dengan memberikan sesuatu dalam bentuk materi di saat hari spesialnya. Ungkapan kasih sayang tersebut bisa diberikan dalam bentuk sebuah karya musik. Inilah yang tengah dilakukan musisi muda berbakat, Dewa Sugama.
POLLING
RAKYAT BALI MEMILIH
Proses politik pemilihan Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali tak boleh dimonopoli partai politik. Rakyat Bali sudah sepantasnya mengelola hak otonominya secara utuh dalam memilih pemimpin Bali. Hak politik dan hak untuk ikut berkontribusi menjaga Bali adalah tanggung jawab moral kita dalam menjaga dan mengawal Bali. Partai politik dan elite partai hendaknya mendengar aspirasi rakyat Bali atau pakraman di Bali dalam MEMILIH PEMIMPIN BALI. Untuk itulah, Bali Post memfasilitasi rakyat Bali dalam menyuarakan aspirasinya. Pilihan figur yang layak dan pantas memimpin Bali tentu juga harus dikorelasikan dengan masalah dan tantangan Bali ke depan.
Menjelang hari ulang tahun putri pertamanya yang ke-2 pada 2 Oktober mendatang, penyanyi kelahiran 12 Maret 1988 ini tengah mempersiapkan sebuah lagu yang spesial diciptakan untuk buah hatinya, I Dewa Ayu Alindya Nada Sugama. Lagu yang diberi judul “Doa Ayah Bersamamu” akan dirilis tepat pada 2 Oktober mendatang. “Lagu baru “Doa Ayah Bersamamu” ini saya ciptakan untuk putri saya tercinta Dewa Ayu Alin. Penggarapan single ini sedang tahap recording dan rencana bulan depan dirilis bertepatan dengan ulang tahun putri saya (2 Oktober 2017, red),” ujar pemilik
nama lengkap I Dewa Gede Dana Sugama, Minggu (6/8) kemarin. Suami dari Gusti Ayu Wulandari ini menceritakan, lagu “Doa Ayah Bersamamu” ini menceritakan tentang ungkapan isi hatinya dalam bentuk lirik doa kepada buah hatinya. Sebab, doa dan cinta seorang ayah akan selalu menyertai perjalanan hidup anaknya sampai kapanpun. “Penggarapan lagu i n i
sempat terkendala waktu, karena saya sedang menyiapkan studi ujian S-3 saya, namun semua proses saya nikmati dan saya jalani dengan suka cita, karena bermain musik dan mengajar di kampus adalah passion saya,” tandasnya. Dengan lagu ini, penyanyi yang mempunyai suara serak-serak basah ini berharap buah hatinya akan mengerti anugerah terindah yang Tuhan beri kepadanya adalah buah hatinya. Sebagai seorang musisi, harta yang paling berharga yang bisa diwariskan ke anak adalah karya cipta yang akan dikenang seumur hidupnya. (win)
Spice by Chris Salans
Rasa Lokal, Teknik dan ”Style” Western Tak ada yang menyangka bahan-bahan lokal yang umumnya untuk memasak makanan utama, justru bisa menjadi olahan es krim. Di Spice by Chris Salans, daun kecicang disulap menjadi es krim. Rasa daun kecicang (kecombrang) yang khas agak sedikit asam membuat suasana mulut menjadi segar. Belum lagi menu unik lainnya, seperti kolak. Biasanya kolak bertekstur cair dan kental. Di Spice by Chris Salans kolak dibuat foamed. Untuk membuat menjadi berbusa, kolak diblender kemudian diolah dengan teknik espuma (menggunakan nitrogen untuk mengembangkan). Dalam satu gelas kolak berisi sable cookies dicampur dengan santan dan gula merah, coconut sorbet, pisang, kolak espuma. Sebagai garnis pisang diberikan double sirup kemudian dioven. Kolak dijadikan sebagai hidangan penutup. Chris Salans pemilik restoran yang sudah 25 tahun tinggal di Bali, mampu membuat bahan-bahan lokal Bali dan Indonesia masuk dalam cita rasa menu barat. Food and Beverage Director Spice by Chris Salans James Ephraim mengatakan, ide membuat makanan tersebut didapatnya dari mencoba-coba berbagai bumbu yang ada di Indonesia. Ia bersama Chris Salans berkeliling Indonesia untuk menemukan bahan-bahan untuk masakannya. Chef lulusan universitas di Inggris itu senang menciptakan rasa-rasa baru. “Kita brain storming lalu testing makanan, semua bisa menerima baik lokal maupun internasional,” ujarnya. Corporate Sales & Marketing Manager untuk Chris Salans Group Featuring Mozaic Gastronomic Restaurant & Spice by Chris Salans, Darren Firmansyah mengatakan saat ini sudah ada 3 outlet yaitu di Ubud, Sanur dan terbaru outlet Seminyak. Masing-masing usianya tidak lebih dari 2 tahun. Diakui semua segmen market bisa menerima menu Spice by Chris Salans baik lokal maupun internasional karena harganya yang terjangkau. “Karena kita flavornya lokal, tapi teknik dan style-nya western,” ungkapnya. Traveler milenial juga sangat menggandrungi tempat itu karena konsep tempatnya artistik dengan gastro bar yang menjadi center of point. Konsep gastro adalah semua karyawan memasak di depan tamu sehingga tamu dapat melihat cara pengolahan makanannya. “Kualitas makanan dan rasanya bagus karena owner-nya pemenang iron chef master Indonesia. Ia memadukan knowledge dengan local genius Indonesia,” ungkapnya. (may)