20 HALAMAN
NOMOR 48 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
Jumat wage, 6 oktober 2017
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Peduli Pengungsi Gunung Agung Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi Gunung Agung. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000. Dewan Adipura Nasional Jakarta Rp 2 0.000.000 Harmaini Idris Has Rp 5.000.000 Drs IND Supratman, Br. Muncan Kapal, Mengwi Badung Rp 3.000.000 PT Sanjaya Kusuma Trans Rp 2.500.000 NN 0416 (3 Okt 2017) Rp 1.000.000 I Wayan Wendra Rp 500.000 IKA, AAAIK Rp 500.000 Ni Putu Seti Rp 500.000 Ibu Anom, Surapati No. 23 Rp 500.000 IB Wisnu Saputra Rp 250.000 Ni Putu Eva Jayant Rp 100.000 Andy Artan Sucipto Rp 100.000 Tirta Rp 100.000 Nengah Ibang, Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 50.000 Komang Awe, Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 50.000 Budiada, Ds Adat Bugbug Karangasem Rp 50.000 I Nengah Tambun, Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 50.000 Ketut Sarjana Rp 50.000 Wayan Kantun, Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 40.000 I Nek, Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 40.000 Nengah Suarjana, Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 40.000 I Ketut Karta, Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 40.000 Tok Riyeg, Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 40.000 Camat Deden, Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 30.000 Kacang, Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 30.000 Mang Wiras, Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 30.000 Kari Bawa, Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 30.000 I Ketut Merta, Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 30.000 Wayan Tumben, Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 30.000 Ketut Kantor, Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 30.000 Ketut Bondot, Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 30.000 Ketut Merta,Desa Adat Bugbug Karangasem Rp 30.000 Hal. 19 Jumlah diterima kemarin Rp 37.408.000
Bali Post/kmb
BESAKIH - Pamedek sedang sembahyang saat pujawali purnama kapat di Pura Penataran Agung Besakih, Kamis (5/10) kemarin. Rangkaian upacara ini Ida Batara nyejer selama tiga hari.
Puja Bakti Purnama Kapat di Besakih
’’Nyejer’’ Tiga Hari, ’’Ngaturang’’ Guru Piduka ke Gunung Agung
PERSEMBAHYANGAN pada pujawali Purnama Kapat di Pura Penataran Agung Besakih, Kamis (5/10) kemarin, berlangsung khusyuk. Tak hanya krama Besakih, sejumlah pamedek dari Denpasar dan Badung juga tangkil. Bahkan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika juga tangkil berbaur dengan masyarakat. Ia bersama
Bupati Karangasem Mas Sumatri. Pemangku Besakih Jro Mangku Sueca mengatakan, pujawali Usaba Kapat di Padma Tiga Penataran Agung Besakih, Kamis kemarin, tetap berjalan seperti biasa. Demikian pula Ida Batara nyejer selama tiga hari. Kata Jro Mangku, pada pujawali kali
ini, rangkaian upacara ditambah dengan menghaturkan guru piduka kepada Ida Batara yang berstana di Gunung Agung. ‘’Meski Gunung Agung di level awas, tidak ada pengurangan upacara. Justru ada penambahan upacara yang ditujukan kepada Ida Batara yang berstana di Gunung Agung,’’ kata Jero Mangku
Sueca di sela-sela pujawali. Adapun sarana upacara guru piduka tersebut berupa banten sorohan dan bebangkit serba putih; guru piduka serta caru bebek dan ayam putih. ‘’Tujuannya tentu agar jagat rahayu,’’ imbuhnya. Hal. 19 Jagat Rahayu
Banyak Ancaman terhadap Pancasila
Banten (Bali Post) – Presiden Joko Widodo mengatakan seluruh komponen bangsa harus tetap waspada atas ancaman yang mengganggu keutuhan wilayah Indonesia dan dasar negara Pancasila. “Kita harus waspada dengan peperangan nyata di tingkat budaya dan ekonomi di era perdagangan bebas dan perkembangan teknologi yang sangat cepat sekarang ini,” ujar Presiden dalam amanatnya yang disampaikan pada Peringatan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Kamis (5/10) kemarin.
Terjebak Kemacetan
Jokowi Pilih Jalan Kaki 3 Km
PRESIDEN Joko Widodo mengaku memilih jalan kaki karena kemacetan yang menghadang saat hendak menuju upacara peringatan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat Cilegon. “Saya tanya, masih berapa kilo sih? Tiga kilometer Pak. Ya sudah saya keluar mobil, saya jalan kaki,” kata Presiden kepada media usai peresmian PLTU IPP di Serang, Banten, Kamis (5/10) kemarin. Hal. 19 Pakai Jas
Bali Post/ant
ATRAKSI - Pesawat Sukhoi milik TNI melakukan atraksi di udara saat perayaan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10) kemarin. Perayaan HUT ke-72 TNI mengusung tema ‘’Bersama Rakyat TNI Kuat’’.
Bali Post/ant
JALAN KAKI - Presiden Joko Widodo berjalan kaki di antara kendaraan yang terjebak kemacetan menuju lokasi upacara Parade dan Defile HUT ke-72 TNI tahun 2017 di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10) kemarin.
Tidak Biasa, Pertimbangan Hakim Praperadilan Setnov Jakarta (Bali Post) – Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif menilai pertimbangan hakim tunggal Cepi Iskandar dalam putusan praperadilan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanton (Setnov) tidak biasa. “Perlu kami jelaskan bahwa pertimbangan yang dilakukan hakim yang hanya mendasarkan pada KUHAP tanpa melihat juga UU KPK itu agak tidak biasa dalam setiap persidangan karena KPK itu bersifat khusus dan di KPK ada beberapa hukum acara yang berbeda dengan KUHAP,” kata Laode dalam diskusi, Kamis kemarin. Pada 29 September 2017, hakim
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cepi Iskandar mengabulkan gugatan praperadilan Setya Novanto sehingga menyatakan bahwa penetapan Ketua DPR itu sebagai tersangka korupsi e-KTP di KPK tidak sah. Salah satu alasan hakim Cepi adalah alat bukti yang telah diperoleh oleh KPK keseluruhannya merupakan hasil pengembangan dari perkara orang lain yaitu Sugiharto, Irman, dan Andi Agustinus. Sehingga menurut hakim alat bukti tersebut tidak disertai dengan berita acara penyitaan. “Tidak tepat kalau hakim mengatakan dalam penyidikan tidak ada minimal dua alat bukti. Padahal
penyelidikan sudah dilakukan sejak Juli 2013, sebelum saya di KPK sudah ada penyelidikan di KPK. Pasal 44 UU No. 30 Tahun 2002 tentang KPK yaitu jika penyelidik dalam melakukan penyelidikan menemukan bukti permulaan yang cukup ada dugaan tindak pidana korupsi maka dalam waktu paling lambat tujuh hari terhitung sejak tanggal ditemukan bukti permulaan itu, penyelidik melaporkan kepada KPK atau pimpinan dan kami sudah meminta 62 orang untuk meminta keterangan, ditambah 470 dokumen dan surat dan di penyidikan sudah ada lebih dari 1.100 dokumen termasuk harta autentik dan bukti elektronik,” ungkap Laode. (ant)
Menurut Presiden, sejak Indonesia merdeka banyak ancaman kepada Pancasila dan NKRI baik dari luar maupun dalam negeri. Indonesia dalam ikrar yang dibacakan pada Hari Kesaktian Pancasila akan membulatkan tekad mempertahankan dan mengamalkan Pancasila sebagai sumber kekuatan untuk menggalang persatuan melalui perjuangan dan menegakkan kebenaran serta keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kepala Negara menambahkan, seluruh komponen bangsa juga harus bergegas membangun fondasi ekonomi nasional secara Indonesia sentris dengan menjaga stabilitas politik dan keamanan. Dengan kestabilan politik dan keamanannya, Indonesia diharapkan dapat terus menumbuhkan kepercayaan masyarakat internasional. “Kita harus memberikan pesan bahwa Indonesia adalah negara yang stabil. Sinergi antara TNI dengan institusi lain dan pemerintahan dan dengan seluruh komponen anak bangsa adalah mutlak dan wajib untuk dijaga dan ditingkatkan,” tegas Presiden. Hal. 19 Bersama Rakyat
Kumpulkan Bukti E-KTP
KPK Gandeng FBI
Jakarta (Bali Post) – KPK telah bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk pengumpulan bukti-bukti terkait kasus e-KTP yang berada di Amerika Serikat (AS). “Dengan Amerika Serikat, kami lakukan kerja sama dengan FBI terkait dengan pengumpulan dan pencarian bukti karena ada bukti-bukti yang juga berada di AS, ada indikasi aliran dana kepada sejumlah pejabat di Indonesia,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (5/10) kemarin. Ia menyatakan, KPK akan terus berkoordinasi dengan FBI terkait dengan pengumpulan buktibukti dalam penanganan perkara e-KTP tersebut. “Buktinya sebagian sudah kami dapatkan. Apa saja buktinya tentu saja kami tidak bisa menyampaikan secara rinci. Namun yang pasti ada bukti-bukti yang menunjukkan indikasi aliran dana pada se-
jumlah pejabat di Indonesia yang sedang diproses juga di peradilan di Amerika Serikat,” kata Febri. Menurut Febri, apa yang sudah terungkap pada persidangan di Amerika Serikat itu tentu KPK akan mendalami lebih lanjut. “Kami akan kembali berkoordinasi dengan FBI terkait dengan bukti-bukti yang sudah didapatkan di sana karena di sana ada tuntutan hukum terkait dengan sejumlah kekayaan yang diduga berasal dari kejahatan atau yang diduga ada kejahatan lintas negara di sana tentu kami akan koordinasi lebih lanjut,” tuturnya. Febri juga menyatakan bahwa hal tersebut semakin menguatkan bahwa bukti-bukti yang ada terkait dengan indikasi korupsi e-KTP ini sangat kuat. Hal. 19 Alat Bukti
denpasar
2
Jumat Wage, 6 Oktober 2017
figur
Bali Post/sue
Perlu Guru Inklusi
SEJUMLAH sekolah di Denpasar dijadikan model sekolah bagi siswa berkebutuhan khusus (inklusi). Namun disayangkan, sekolah masih secara mandiri menangani siswa inklusi dengan caranya sendiri. Padahal siswa ini memerlukan guru khusus inklusi dan model PBM yang khusus juga. Kepala SMP PGRI 6 Denpasar Drs. Ketut Antara, M.Ag. berharap ke depan pemerintah memperhatikan nasib siswa inklusi. Saat ini mereka terpaksa belajar dengan kurikulum reguler yakni sama dengan siswa normal lainnya. Padahal mereka memerlukan kurikulum khusus juga. Ia mengakui di sekolahnya kini ada enam siswa berkebutuhan khusus. Selama ini mereka dilayani dengan penuh kasih sayang, memperkuat pendidikan karakternya oleh guru secara ikhlas dan tulus. Makanya sejumlah siswa berkebutuhan khusus di sekolah ini sukses mempersembahkan prestasi. Bahkan ada siswanya harus ditemani oleh orangtuanya seharian belajar di sekolah. Sementara itu, ia bersama Nyoman Ngasih harus mengajar dengan demontrasi agar siswa inklusi bisa cepat mengerti. “Kami memberi perhatian lebih kepada siswa inklusi agar mampu memberdayakan potensinya. Baik lewat akademis, pengembangan diri dan pendidikan karakter,” ujarnya. (sue)
Cabuli Anak di Bawah Umur
Om Martin Diganjar 4,5 Tahun Penjara
Denpasar (Bali Post) Terdakwa Martinus Doko alias Om Martin diganjar hukuman empat tahun enam bulan (4,5 tahun) penjara pada persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (4/10). Ia dinyatakan terbukti bersalah melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Majelis hakim pimpinan I Gede Dewa Sudiartha sependapat dengan jaksa soal pasal yang didakwakan. Yakni, Om Martin dijerat Pasal 76E jo Pasal 82 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Selain dipenjara selama 4,5 tahun, terdakwa asal Waingapu, Sumba Timur, NTT ini juga didenda Rp 100 juta subsider empat bulan penjara. Putusan majelis hakim itu lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya JPU Ika Lusiana Fatmawati menuntut agar terdakwa dihukum dengan pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 100 juta subsider empat bulan penjara. Sementara dalam pertimbangan hakim, Om Martin dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana secara berturut-turut sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut, membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, sebagaimana dimaksud dalam UU Perlindungan Anak. Atas putusan majelis hakim itu, terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya, Charlie Usfunan dan kawan-kawan menyatakan menerima. Begitu juga jaksa berpendapat sama, yakni menerima vonis yang disampaikan majelis hakim. Sebelumnya dalam surat dakwaan jaksa disebutkan, perbuatan terdakwa bermula saat ia bekerja di sebuah vila di Bukit Unggasan, Kuta Selatan. Di sana terdakwa tinggal satu mes dengan orangtua korban dan pekerja vila lainnya. Sekitar Februari di tahun 2017, terdakwa diminta tolong oleh rekan kerjanya untuk menjaga anaknya yang berinisial D. Kemudian terdakwa mengajak korban yang berinisial N untuk bersama dengan D bermain di luar rumah. Tak lama berselang, terdakwa mengajak D dan N masuk ke dalam rumah untuk menonton film animasi. Waktu itulah terdakwa memainkan aksinya terhadap N dengan iming-iming uang Rp 5 ribu. Korban yang masih lugu menurut saja dan diminta memegang kemaluan terdakwa. Sekali berhasil melancarkan aksinya, rupanya membuat Om Martin ketagihan. Terdakwa mengulangi perbuatan itu terhadap korban dengan modus yang sama. Hingga pada 26 Mei 2017, orangtua korban memergoki terdakwa sedang mencabuli korban. Tidak terima atas perbuatan terdakwa, orangtua korban melaporkan kasus tersebut ke kantor polisi. (kmb37)
Bali Post/wan
MENGGAMBAR MURAL - Sejumlah pelajar menggambar mural di dinding tembok sekolah mereka untuk menampilkan kreativitas pelajar melalui karya seni graffiti yang bisa dinikmati serta meluapkan keterampilan menggambar dengan menuangkan goresan kuas di dinding tembok areal lapangan olahraga bangunan sekolah mereka di Jalan Gunung Agung, Denpasar, Kamis (5/10) kemarin.
Kemacetan Makin Parah
Warga Desak ’’Shortcut’’ Mertasari Segera Direalisasikan Denpasar (Bali Post) -
Kekroditan arus lalu lintas di Jalan Mertasari yang makin parah, berulangkali dikeluhkan warga setempat. Apalagi kekroditan lalu lintas itu hampir terjadi setiap hari, sehingga sangat mengganggu kelancaran aktivitas warga, terutama di simpang Jalan Pamelisan, Suwung Batankendal. Menyikapi hal ini, warga mendesak pemerintah agar secepatnya merealisasikan pembangunan jalan tembus (shortcut) dari Jalan Mertasari. Sejumlah warga Suwung Batankendal dan Sidakarya menyatakan sangat mendukung rencana pembangunan jalan tembus dari Jalan Mertasari menuju By-pass Ngurah Rai. Pembangunan jalan tembus itu diharapkan akan dapat mengurangi arus lalu
lintas di ruas Jalan Mertasari, terutama di simpang Jalan Pamelisan, depan Balai Banjar Suwung Batankendal. ‘’Dengan adanya jalan tol dan beroperasinya rumah sakit internasional, arus lalin semakin padat. Oleh karena itu, kami berharap pembangunan short-
cut atau jalan tembus segera direalisasikan,’’ ujar seorang warga. Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Denpasar I Wayan Suadi Putra yang sebelumnya getol mewacanakan pembangunan shortcut Mertasari, mengakui apa yang diperjuangkannya merupakan aspirasi warga. ‘’Dari beberapa reses yang kami lakukan, warga sangat berharap ada solusi riil dalam mengurangi kekroditan lalu lintas di Jalan Mertasari. Terlebih belakangan ini kemacetan lalu lintas di ruas Jalan Mertasari makin parah. Karena itulah kini tengah direncanakan pembangunan shortcut terse-
Terjerat Kasus Narkoba
Turis Belanda Diadili
Denpasar (Bali Post) Pria berkebangsaan Belanda, terdakwa Nicolaas Dennis Lijnzaat (46), mulai diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (4/10) sore. Ia didakwa atas dugaan kepemilikan atau menyimpan hasish seberat 0,84 gram. Dalam sidang yang dipimpin hakim I Ketut Suarta dengan hakim anggota Ni Made Purnami dan I Wayan Merta, JPU I Putu Gede Darmawan Hadi dijelaskan, terdakwa ditangkap di Jalan Merak, Banjar Buana Gubug, Badung.
Saat digeledah, petugas menemukan hasish yang disimpan di lemari dapur. Jaksa menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa terdakwa Nicolaas sering menggunakan narkoba. Sehingga polisi memburu yang bersangkutan sebagaimana ciri-ciri yang disampaikan masyarakat. Dalam kasus ini, petugas menyita barang bukti berupa hasish seberat 0,84 gram. Jaksa kemudian menjerat orang
asing ini dengan Pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam dakwaan primer. Sedangkan subsidernya, pasal 127 ayat (1) huruf a UU yang sama. Atas dakwaan itu, Nicolaas yang didampingi kuasa hukumnya Made Suardika tidak mengajukan eksepsi atau keberatan. Sehingga majelis hakim akan melanjutkan sidang tersebut pekan depan dengan agenda pembuktian dari jaksa. Yakni memeriksa saksi-saksi. (kmb37)
Denpasar (Bali Post) Bali dengan jumlah penduduk empat juta lebih masih kekurangan 400 bed atau tempat tidur untuk pasien. Apalagi ditambah dengan Bali merupakan daerah pariwisata, sehingga tidak sedikit wisatawan yang berwisata ke Bali juga memerlukan pelayanan kesehatan. Kekurangan 400 bed untuk pasien. “Kami hitung masih kurang 400 bed lagi,” kata Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit Bali dr. I Wayan Sutarga, belum lama ini. Menurut Sutarga, kebutuhan kamar tersebut bisa dengan membangun Rumah Sakit (RS) baru atau menambah kapasitas bed rumah sakit. Namun, peluang membangun RS baru tetap ada. Dikatakan, Kabupaten Ba-
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
dung rencananya akan membangun RS internasional di Badung Selatan. “Menurut saya, lebih pas membangun RS umum agar dapat dinikmati masyarakat. Saya anjurkan membangun RS umum. RS internasional yang seperti apa? Karena beda RS mewah dengan RS berstandar internasional,” pungkasnya. RS mewah belum tentu berstandar internasional, walaupun gedungnya mewah dan alatnya canggih. Sedangkan RS internasional adalah RS berstandar internasional. “Bisa gedungnya sederhana tapi kebersihannya terjaga, pengendalian infeksinya bagus, keamanan pasien diurus dengan baik, sehingga dia lulus akreditasi internasional,” tegasnya. (kmb42)
Pengungsi Gunung Agung Difasilitasi Upacara Tiga Bulanan
FM 96,5
web E-mail
Putra, ada dua hal yang bisa dilakukan. Yakni, melalui pembelian lahan milik warga atau bisa dengan tukar guling. Untuk pembangunan jalan tembus itu, lahan yang dibebaskan mencapai 32,2 are. Dengan nilai jual objek pajak (NJOP) Rp 500 juta/ are, maka diperlukan dana mencapai Rp 15 miliar. ‘’Jika pola ini dilakukan, tentu kami dan masyarakat sangat berharap bantuan dari Pemprov Bali,’’ tegasnya. (kmb12)
Bali Masih Kekurangan 400 ”Bed”
081 337 032 965, (0361) 819446
Topik : WARGA DESAK ’’SHORTCUT’’ MERTASARI SEGERA DIREALISASIKAN Sampaikan opini Anda hari iniW di acara Warung Global FM 96,5
but,’’ kata Suadi Putra, Kamis (5/10) kemarin. Terkait rencana tersebut, kata Suadi Putra pihaknya bersama beberapa prajuru dan pemuka masyarakat Suwung Batankendal sudah pernah bertemu Ketua DPRD Bali. Pada pertemuan tersebut, warga menjelaskan kondisi lalu lintas di Jalan Mertasari dan mendorong agar Pemprov Bali membantu merealisasikan pembangunan jalan tembus tersebut. ‘’Saat ini feasibility study untuk kepentingan itu sudah dibuat. Kendalanya sekarang ada pada pembebasan lahan,’’ ujarnya. Berkenaan dengan pembebasan lahan, menurut Suadi
Bali Post/ara
UPACARA - Suasana pelaksanaan upacara tiga bulanan bagi bayi pengungsi Gunung Agung, Kamis (5/10) kemarin.
KEBERADAAN para pengungsi Gunung Agung yang menempati bekas Kantor Desa Pemecutan Kaja terus mendapatkan perhatian dan pemberdayaan dari Pemkot Denpasar dan desa setempat. Tidak hanya bantuan sembako yang terus mengalir dan berbagai pemberdayaan untuk menghilangkan kejenuhan meraka, namun juga mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan upacara tiga bulanan bagi anak warga KRB Gunung Agung di lokasi setempat, Kamis (5/10) kemarin. Meski secara sederhana, pelaksanaan upacara ini juga sebagai wujud perhatian warga desa setempat bersama Yayasan Yayasan Komalasana (Forum Sekar Kota Denpasar) dan Pemkot Denpasar kepada para pengungsi. Sebelumnya Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat berkunjung ke lokasi tersebut juga memberikan perhatian untuk bersama-sama dengan pihak desa/kelurahan setempat melakukan pemberdayaan. Di samping itu, keberadaan anak-anak di tempat tersebut juga mendapatkan perhatian Rai Mantra dalam pelaksanaan upacara tiga bulanan yang telah dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat yang di-puput pamangku dari Yayasan Komala-
sana Forum Sekar. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa I.B. Alit Wiradana mengatakan, pihaknya bersama Desa Pemecutan Kaja dan Forum Sekar ikut membantu pelaksanaan upacara tiga bulanan tersebut. Semua sarana dan prasana upacara diberikan secara gratis. “Kami memberikan apresiasi kepada pihak yayasan dan peran serta Desa Pemeceutun Kaja beserta masyarakat,” ujarnya seraya mengharapkan desa-desa lainnya dapat terus meningkatkan kepedulian dan melakukan pemberdayaan ekonomi para pengungsi selama berada di lokasi pengungsian. Wakil Ketua Yayasan Komalasana (Forum Sekar Kota Denpasar) I Wayan Landep yang juga Kepala Dusun Semilajati, Desa Pemecutan Kaja, mengatakan pelaksanaan kegiatan sosial ini dikelompokkan dalam sosial religius dan sosial community. Sehingga yayasan melakukan pemberdayaan bersama. Seperti pelaksanan upacara tiga bulanan sebagai wujud kegiatan sosial religius terhadap bayi dari salah seorang pengungsi yang menginjak usia tiga bulan. “Seluruh biaya uapacara ini ditanggung pihak yayasan,” katanya. (ara)
BADUNG
Jumat Wage, 6 Oktober 2017
3
Bupati Giri Prasta Serahkan Dana Bantuan Rp 4 Miliar di Desa Adat Kutuh
MENYERAHKAN - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat menyerahkan dana bantuan Rp 4 miliar di Desa Adat Kutuh. BUPATI Badung Nyoman Giri Prasta kembali menjalankan komitmennya berkenaan dengan pelaksa-
naan pembangunan berkonsep Tri Hita Karana. Kamis (5/10) kemarin, orang nomor satu di Kabupaten Badung
itu bertandang ke Desa Kutuh dan menyerahkan dana bantuan senilai Rp 4 miliar. Bantuan tersebut diberikan berkaitan dengan sebuah ritual upacara adat yang kini sedang dilaksanakan oleh Desa Adat Kutuh. “Inilah konsep yang kami lakukan berkenaan dengan Tri Hita Karana. Karena ini adalah visi kami ketika menjadi calon bupati,” ungkap Bupati Giri Prasta di puncak ritual bernama Karya Agung Mamungkah Ngenteg Linggih Mapedudusan Agung Tawur Balik Sumpah Agung Maparisuda Desa Tawur Nawa Gempang tersebut. Bupati Giri Prasta, terdapat tiga hal yang harus diperhatikan sesuai konsep tersebut. Yakni, hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan
manusia dengan lingkungan. Di mana kemudian tiga hal itu diimplementasikan melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana. “Itulah konsep yang kami lakukan. Dan yang jelas, selaku Bupati kami memang harus hadir guna meringankan beban masyarakat di wilayah Kabupaten Badung. Termasuk yang berkaitan dengan aktivitas adat,” tegasnya. Pola pembangunan itu, kata Giri Prasta haruslah dilaksanakan secara menyeluruh. Terlebih untuk masyarakat Kutuh yang belum lama ini telah berprestasi menjadi Desa Terbaik Nasional. “Gerakan yang sudah dilakukan oleh masyarakat Kutuh ini tentu sangat bagus dan pantas dijadikan sebagai role model. Utamanya berkaitan dengan komunikasi dan
koordinasi antara desa adat dengan desa dinas,” ujarnya. Atas prestasi itu, Kutuh secara tidak langsung diakui telah membawa nama baik Kabupaten Badung. Karena itulah Kutuh dipandang sebagai desa yang layak dicontoh. “Desa lain kami harap bisa meniru Kutuh. Karena sudah pasti, hal yang baik haruslah ditiru. Apalagi Kutuh adalah wilayah yang memiliki angka kemiskinan 0 (nol) persen,” tegas Giri Prasta. Sebelum memiliki angka kemiskinan 0 persen, kata Giri Prasta, maka 46 perbekel dan 16 lurah di wilayah Kabupaten Badung belumlah bisa dikatakan berhasil. “Ya minimal 0,1 atau 0,2 persen. Jangan sampai satu persen lah,” imbuhnya. Sementara itu, Bendesa Adat Kutuh Made Wena
mengaku sangat bahagia akan kehadiran Bupati Giri Prasta yang telah menyempatkan diri untuk hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang menjalankan prosesi ritual. Terlebih dalam kehadiran tersebut, Giri Prasta juga memberi dana bantuan senilai Rp 4 miliar. Menurut Wena, dalam hal itu Bupati Giri Prasta berarti sudah melaksanakan kewajibannya sebagai pucuk pimpinan pemerintahan di Kabupaten Badung. Utamanya kewajiban berkaitan dengan Tri Hita Karana, terutama dalam hal hubungan antara manusia dengan Tuhan. “Kami yakin, dengan kewajiban yang telah dilaksanakan itu, tentu Yang Maha Kuasa juga akan bisa memberikan jalan terbaik. Baik itu bagi Kutuh sendiri
Proyek ”Underpass” Simpang Tugu Ngurah Rai Diminta Steril dari Bedeng
Mangupura (Bali Post) –
Pelaksanaan proyek underpass simpang Tugu Ngurah Rai di Tuban menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung. Kawasan di sekitar proyek pemecah kemacetan ini diminta steril dari rumah tidak permanen alias bedeng, lantaran lokasi proyek tersebut berada pada kawasan pariwisata. Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan menegaskan hal itu, Kamis (5/10) kemarin.
Bali Post/eka
TIPAT BANTAL - Krama Desa Adat Kapal saling lempar tipat dan bantal dalam tradisi Aci Tabuh Rah Pengangon di depan Pura Desa lan Puseh Desa Adat Kapal, Badung, Kamis (5/10) kemarin.
Mohon Kesejahteraan
Desa Adat Kapal Gelar Upacara ”Aci Tabuh Rah Pengangon”
RATUSAN krama Desa Adat Kapal, Mengwi, Badung, Kamis (5/10) kemarin menggelar upacara Aci Tabuh Rah Pengangon. Kegiatan yang ditujukan untuk memohon kesejahteraan ini dilaksanakan di areal depan Pura Desa lan Puseh Kapal, tepatnya di Jalan Raya Kapal, Mengwi Badung. Aci Tabuh Rah Pengangon atau yang dikenal dengan Perang Tipat tersebut diikuti oleh seluruh anggota Desa Adat Kapal. Seluruh krama desa dibagi menjadi dua bagian, yakni kubu selatan dan kubu utara. Mereka saling melempar ribuan tipat (ketupat) dan bantal (sejenis kue) ke arah berlawanan layaknya perang dengan diiringi tabuh baleganjur. Bendesa Adat Kapal Ketut Sudarsana menerangkan, perang ketupat merupakan ritual tahunan yang telah
dilaksanakan secara turun temurun di Desa Adat Kapal. “Kegiatan ini bertujuan untuk memohon kesejahteraan bagi seluruh krama Desa Adat Kapal,” ujarnya. Menurut Sudarsana, Aci Tabuh Rah Pengangon memiliki arti aci persembahan atau wujud syukur kehadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa dalam wujudnya sebagai Siwa, di mana Aci artinya persembahan, Tabuh berarti mengumandangkan, Rah berarti tenaga dan Pengangon berarti nama lain dari pada Shang Hyang Siwa. “Dalam implementasi kehidupan manusia, dilemparnya bantal dan tipat bertujuan untuk mempertemukan kedua simbol predana (perempuan) dan purusa (laki-laki), sehingga menghasilkan kesuburan,” jelasnya. Seperti diketahui, perang tipat dilaksanakan sejak tahun 1339 silam. Saat itu
kedatangan Patih Raja Bali Dinasti Singhasari terakhir, yakni Ki Kebo Waruya, beliau menerima mandat dari Raja Bali yang bernama Asta Sura Ratna Bumi Banten untuk merenovasi Pura Purusada di Desa Kapal. Setibanya di Desa Adat Kapal, beliau tergerak hatinya karena melihat kondisi desa yang mengalami musim paceklik. Melihat kondisi tersebut, beliau kemudian memohon kehadapan Ida Bhatara yang berstana di Candi Rara Pura Purusada agar berkenan melimpahkan waranugraha atau anugerah. Setelah memohon hal tersebut, beliau diberikan petunjuk agar melakukan upacara/aci yang dipersembahkan kepada Bhatara Siwa dengan menggunakan sarana ketupat dan bantal yang diikuti oleh seluruh krama Desa Adat Kapal. (par)
Bali Post/kmb23
PARAGLIDING - Sejumlah wisatawan mancanegara menikmati liburan dengan bermain paragliding di Pantai Timbis, Kamis (5/10) kemarin. Pantai Timbis yang berlokasi di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan sudah menjadi idola bagi penghobi olahraga ekstrem, terutama paragliding atau terbang layang.
maupun beliau secara pribadi. Tentunya kami sangat berterima kasih atas hal itu. Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat,” ujar Wena berkaitan dengan kehadiran Giri Prasta dalam pelaksanaan ritual yang diharapkan mampu meningkatkan vibrasi positif Desa Kutuh. Selain itu, Wena juga sempat menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat luas, utamanya wisatawan. Karena dalam rangka memaksimalkan dan melancarkan pelaksanaan puncak upacara, pihaknya terpaksa melakukan penutupan terhadap seluruh objek wisata yang ada di lingkup wilayah Kutuh. Ditegaskan, penutupan itu hanya berlangsung selama satu hari dan akan dibuka kembali hari ini. (ad346)
Eka Merthawan meminta para pekerja proyek disewakan tempat khusus di luar lokasi proyek tersebut, sehingga tidak menimbulkan kesan kumuh. Terlebih simpang Tugu Ngurah Rai merupakan akses menuju bandara dan Nusa Dua yang ramai dilalui oleh wisatawan. “Saya minta nanti tidak ada bedeng di sana (lokasi proyek–red). Harus bersih, jangan sampai nanti ada baju-baju yang
dijemur di pinggiran lokasi proyek,” ujarnya. Mantan Camat Kuta Selatan ini menyarakan pihak rekanan mencari tempat khusus untuk pekerja proyek yang nantinya akan menggarap proyek terseut. “Kalau bisa dicarikan kos-kosan, sehingga tidak ada yang membuat penginapan di lokasi,” sarannya. Terkait ratusan pohon mangrove yang terdampak
proyek yang ditargetkan rampung September 2018 mendatang, Eka Merthawan berharap diganti rugi empat kali lipat dari tanaman mangrove yang terdapak. Dikatakan, proyek yang digarap PT Adhi Karya dan GO Mulia dengan konsultan perencana PT Guna Wira Tani ini akan membabat ratusan pohon mangrove yang ada di seputaran Tugu Ngurah Rai. Menurut pendataan pihak Tahura Ngurah
Rai sedikitnya akan ada 758 batang pohon mangrove yang kena imbas proyek terebut. “Kalau bisa, tanaman mangrove yang terkena dampak diganti dan bila perlu empat kali lipat dari yang terkena dampak. Lokasi penggantinya juga jangan di luar Badung. Kalau bisa masih di wilayah Badung, seperti Tuban,” jelas Eka Merthawan. Kendati digarap oleh pihak Kementerian, namun mantan Kabag Humas Badung ini menekankan proyek underpass diperuntukkan untuk masyarakat Badung. Sehingga semua OPD dan komponen masyarakat harus bersama-sama menyukseskan proyek ini. (kmb27)
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
SMK PGRI 5 Denpasar ’’Ngatep Karya’’
Siswa dan Guru ’’Ngayah’’ Tunjukkan Kebersamaan SMK PGRI 5 Denpasar sedang membangun lab secara bertahap. Lantai 1 dan 2 dibangun untuk dua lab restoran dan dua lab kitchen. Pada tahap berikutnya dibangun enam RKB. Hal ini dilakukan karena SMK PGRI 5 Denpasar di kampus baru Jalan Kenyeri ingin memberi penguatan kompetensi sesuai program keahlian yang dibuka, yakni Tata Boga dan Akomodasi Perhotelan. Dengan demikian, SMK ini benar-benar kuat kompetensi keterampilannya karena didukung lab setara hotel bintang lima. Di samping itu, untuk mengantisipasi membeludaknya siswa baru yang setiap tahun meningkat. Rasa sumringah juga ditunjukkan Ketua Komite Wayan Darya Kusuma melihat kekompakkan warga sekolah nyanggra dan terlibat dalam upacara ngatep karya. Hal ini menunjukkan rasa pasemetonan dan menyambraya yang tinggi untuk kemajuan lembaga. Potensi ini akan membuat semua proses pembelajaran berlangsung baik. Menurutnya, bangunan baru dikerjakan bertahap. Untuk tahap pertama diselesaikan lab restoran dan kitchen dengan dana mandiri Rp 350 juta dan dan bantuan Pemprov Bali Rp 300 juta. Pembangunan selanjutnya dilakukan sesuai kebutuhan sekolah. Di bagian lain, Kasek Ni Ketut Nuka dan Darya Kusuma menyatakan pihaknya sedang mendata siswa SMK PGRI 5 Denpasar yang orangtuanya terkena dampak bahaya erupsi Gunung Agung. Mereka akan dibebaskan dari uang SPP selama tiga bulan. Biaya pendidikan Rp 300 ribu tiap bulan di sekolah ini sudah mencakup segalanya. (ad340)
KARYA - Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Ni Ketut Nuka didampingi Wayan Darya Kusuma dan para guru nyanggra ngatep karya di parahyangan setempat. SMK PGRI 5 Denpasar berkomitmen memberi pelayanan terbaik dan berkualitas dalam bentuk proses dan fasilitas sekolah. Setelah sukses membangun gedung baru berlantai empat, kini SMK PGRI 5 Denpasar membangun dua lab kitchen dan dua lab restoran di Jalan Kenyeri. Hal itu diungkapkan Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka dan Ketua Komite SMK PGRI 5 Denpasar Drs. Wayan Darya Kusuma, M.Pd. di sela-sela piodalan dan ngatep karya di parahyangan sekolah setempat pada Purnama Kapat, Kamis (5/10) kemarin. Upacara diawali melasti, mapadudusan alit, dan macaru pancasakta, di-puput Ida Pedanda Made Oka Pasuruan dari Griya Oka Ayunan, Abiansemal. Siswa dan guru pakedek dan pakenyum nyanggra karya dengan konsep kebersamaan. Para guru ngayah menari rejang renteng dan
tari topeng, siswanya menabuh dan menari rejang dewa. Upacara diisi persembahyangan bersama dipimpin Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. Panyineban dilakukan Jumat (6/10) ini. Ketut Nuka menjelaskan, ngatep karya ini juga serangkaian upacara ngenteg linggih yang digelar tahun lalu. Tujuannya untuk mohon kerahayuan dan keseimbangan alam sekala dan niskala di SMK PGRI 5 Denpasar. Selain itu, untuk memberi jaminan keselamatan dan kenyamanan siswa belajar dan guru mengajar dengan baik. Ia merasa bangga siswa dan guru berbaur ngayah sesuai potensinya. Mereka juga diberi penguatan untuk pendidikan karakter. Ini sesuai visi SMK PGRI 5 Denpasar ‘’Sebagai lembaga pendidikan dan latihan berkualitas, mampu bersaing di bidang keahlian pariwisata dalam era global’’.
Jumat Wage, 6 Oktober 2017
Purnama Kapat
Gubernur Pastika dan Jajaran Mohon Keselamatan di Beberapa Pura
BERTEPATAN dengan Purnama Kapat, Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Nyonya Ayu Pastika melakukan persembahyangan bersama di Pura Besakih, Karangasem, Kamis (5/10) kemarin. Persembahyangan juga diikuti Bupati Karangasem I G.A. Sumatri, Ketua PHRI Cokorda Artha Ardhana Sukawati dan beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. Usai persembahyangan, Gubernur Pastika mengatakan momentum Purnama Kapat ini digunakan untuk melakukan puja bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa di Pura Besakih. Beberapa pejabat lain seperti Wakil Gubernur Ketut Sudikerta dan Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama juga melakukan persembahyangan di beberapa pura lainnya. “Jadi, kami sudah bagi. Pak Wagub misalnya ke tempat lain, Ketua DPRD ke tempat lain, dan Ibu Bupati Karangasem mengikuti kami di sini,” ujarnya. Ia berharap melalui permohonan yang dilakukan dengan hati yang tulus dan suci serta penuh kerendahan hati kepada Tuhan, bencana Gunung Agung tidak menyakiti kita semua serta dapat ditanggulangi dengan baik. ”Saya yakin semua orang Bali di sini
SEMBAHYANG – Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan jajaran melakukan persembahyangan di Pura Besakih. menghaturkan persembahan yang sama. Dengan hati yang tulus kita mohon, dengan hati yang murni kita mohon kepada Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan yang Maha Esa, supaya kita diberikan keselamatan, kerahayuan, kesejahteraan. Dengan demikian, semua kegiatan kita baik dalam tugas tugas kemasyarakatan, tugas kenegaraan maupun dharma agama bisa kita lakukan sebaikbaiknya,” tandasnya.
FIB Unud Lepas 40 Calon Wisudawan
Lulusan Diharapkan Kreatif dan Inovatif
Di Art Center Jumat Malam Ini
IHDN Denpasar Tampilkan Cerita ’’I Ratu Ayu Mas Membah’’
dan Ulun Danu Beratan merupakan sumber-sumber air yang menjadi pusat pengairan di Bali. “Pementasan ini intinya menyadarkan kepada kita bahwa satu, kita berbuat untuk melestarikan air. Kedua, kita menggunakan air. Orientasi penggunaan air harus apa yang kita miliki dalam struktur kebudayaan. Pusat-pusat pengembangan air di Bali harus dipelihara dengan baik sehingga langgeng dan masyarakat bisa menikmati sampai kapan pun,” terangnya. Rektor IHDN Denpasar menambahkan, di Bali air sangat vital bagi kehidupan. Air merupakan sesuatu yang substansial buat Agama Hindu, sehingga dewa air pun ada. Dalam kehidupan, umat Hindu diharapkan tidak hanya bakti dan memuja dewa air, tetapi juga memelihara fisiknya dengan baik. Hutan, gunung dan pusat-pusat sumber air dihindarkan dari objek pengembangan industri yang justru dapat menghilangkan sumber air di tempat tersebut. Jadi, pengelolaan fisik dan spirit air harus nyambung. Ketua Panitia Pergelaran Sendratari IHDN Denpasar Dr. Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag., memaparkan semua yang tampil merupakan mahasiswa dan dosen IHDN Denpasar yang berjumlah sekitar 300 orang. Koreografer dirancang I Wayan Juana Adisaputra, S.Sn., MfilH., sekaligus menjadi dalang dan I Gede Tilem Pastika, S.Sn., M.Sn., sedangkan komposer I Wayan Darya, S.Sn. Pementasan rencananya lebih dari satu jam. “Kami melakukan persiapan hampir dua bulan. Latihan-latihan di kampus dan sebagainya. Hari ini (kemarin) kami geladi, besok (hari ini) tampil,” jelasnya. (ad341)
SENDRATARI - Mahasiswa IHDN Denpasar geladi sendratari kolosal I Ratu Ayu Membah di Art Centre, Denpasar, Kamis (5/10) kemarin. INSTITUT Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar mempersembahkan sendratari kolosal pada Bali Mandara Nawa Natya di Art Centre Denpasar, Jumat (6/10) malam ini. Sendratari kali ini mengangkat kisah I Ratu Ayu Mas Membah/Wiwiting Amerta. Cerita ini menjadi salah satu latar belakang sejumlah nama desa dan tempat di Bali, seperti Desa Blandingan, Pura Puseh Meneng, Munti Gunung, Pura Pangojongan, Tejakula, dan Bon Dalem. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si. saat ditemui pada geladi di Art Centre, Kamis (5/10) kemarin, menjelaskan sendratari ini mengangkat cerita tentang air yang dibalut dalam cerita lisan di Bali khususnya I Ratu Mas Membah yang diidentikkan dengan Dewi Danu. Sinopsis cerita ketika Bali mengalami kekeringan. Dewa Indra yang berstanakan di Tirta Empul berkeinginan membagi air Tirta Mampeh kepada masyarakat di seluruh Bali.
Dewa Indra menugaskan I Ratu Ayu Mas Membah dengan cara menjualnya atau tidak diberikan cuma-cuma. Air dijual dengan tujuan melihat perjuangan masyarakat di Bali untuk mendapatkannya. Dalam wujud seorang nenek renta dan sangat menjijikkan, ia menjajakan air tersebut. Dalam perjalanan banyak hal yang terjadi dan menyisakan cerita-cerita yang melatarbelakangi nama sejumlah daerah dan tempat di Bali. Nengah Duija mengharapkan masyarakat tidak hanya melihat ceritanya, namun filosopi atau makna yang terkandung di dalamnya. Air buka sekadar dianugerahkan Tuhan, namun manusia diharapkan dengan berbagai upaya memelihara dan memanfaatkannya secara baik. Hal ini dikarenakan sejak manusia lahir, hidup sampai mati sangat memerlukan air. Tubuh manusia sebagian besar terdiri atas air. Ini artinya orientasi air berada di pusat dalam hal ini gunung. Ulun Danu Batur
’’Piodalan’’ di Unhi
Integrasikan Semua Komponen untuk Bhakti Yoga UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) melaksanakan upacara piodalan di Pura Maha Widya Mandira, Kamis (5/10) kemarin. Piodalan yang jatuh pada Purnama Kapat ini diikuti seluruh civitas akademika Unhi baik dosen, mahasiswa, maupun karyawan. Mengingat pola ilmiah pokok Unhi adalah agama dan kebudayaan, maka hal itu diwujudkan dalam piodalan yang dirayakan setiap bulan Oktober di Pura Maha Widya Mandira. Demikian disampaikan Rektor Unhi Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A.
Pada rangkaian odalan itu, Unhi melakukan beberapa kegiatan, yaitu UBS (Utsawa Bali Sani) dan Dies Natalis. “Momen ini untuk mengintegrasikan semua potensi yang dimiliki kampus ini. Ada UKM gamelan, seni, rejang, ada yang ngayah topeng, baris, pemangku. Banten juga dibuat sebagian oleh UKM Upacara. Semua kegiatan yang ada di kampus ini terintegrasi dalam satu sistem,” bebernya. Bahkan, piodalan ini dipuput Ida Pedandan Keniten dari Griya Keniten. Ida merupakan guru besar Unhi yang juga anggota senat.
PIODALAN – Piodalan di Pura Maha Widya Mandira melibatkan seluruh civitas Unhi baik dosen, mahasiswa maupun karyawan.
Unhi ingin memaknai odalan ini dengan tindakan nyata, karena menurut kepercayaan orang Bali, bhakti yoga merupakan hal terpenting. “Tindakan yang bagus dapat mencapai tingkatan yang lebih bagus dalam agama itu,” jelasnya. Semua kegiatan dalam upacara piodalan Unhi melibatkan seluruh dosen, mahasiswa, dan pegawai. Termasuk ngelawar juga dilakukan oleh mahasiswa. “Kami berusaha agar semua bisa dilakukan civitas Unhi. Kami punya 25 UKM di kampus ini. Semua UKM itu terlibat. Ada yang buat gebogan dan penjor. Semua menjadi satu. Itulah tujuan kami. Upacara beraneka ragam menjadi satu. Bhinneka Tua, Aneka Tua yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Karena konteks upacara di Bali menjadi satu walaupun berbeda,’’ papar Ida Bagus Dharmika. Sebelum piodalan, Unhi melaksanakan pembukaan UBS. Setelah itu, sampai 8 Oktober mengadakan lomba kesenian yang merupakan inti dari kegiatan UBS. “Ada lomba barong, tari baris, gong kebyar. Banyak sekali kegiatan sampai tanggal 8 Oktober,” ujarnya. Termasuk kegiatan dalam rangka persiapan piodalan, karena banyak perlengkapan upacara yang harus dipersiapkan sebelumnya. (ad345)
Gubernur Pastika menambahkan, meskipun Pura Besakih masuk zona merah, dengan ketulusan hati yang suci dan bersih untuk memohon keselamatan, diharapkan Tuhan akan mendengar dan mengabulkan permohonan itu. Tak hanya di Besakih, Gubernur Pastika dan rombongan juga sembahyang di Pura Ulun Danu Batur, Bangli, dan Pura Puncak Sinunggal di Desa Tajun, Kabupaten Buleleng. (ad347)
LEPAS - Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. melepas calon wisudawan mahasiswa FIB Unud periode ke-123 di Aula Widya Sabha Mandala Prof. Dr. Ida Bagus Mantra. MELEPAS 40 orang calon wisudawan yang terdiri atas 3 mahasiswa Program Studi (Prodi) Magister (S-2) Kajian Budaya dan 37 mahasiswa S-1, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) menggelar upacara yudisium periode ke-123 di Aula Widya Sabha Mandala Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Kamis (5/10) kemarin. Para calon wisudawan ini akan diwisuda oleh Rektor Unud, Sabtu (7/10) besok. Lulusan terbaik diraih Kadek Yogi Prabhawa, S.S., M.Hum. dari Prodi Magister (IPK 3,86) dan Ni Wayan Dessrimama, S.S. dari Prodi S-1 Sastra Inggris (IPK 3,83). Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. mengatakan kegiatan pelepasan mahasiswa calon wisudawan merupakan momentum penting sebagai modal awal dalam mengarungi kehidupan
nyata di masa mendatang yang penuh dengan berbagai tantangan. Berbekal pengetahuan dan pengalaman selama menempuh pendidikan dan berinteraksi baik dengan insan FIB maupun pihak lainnya, pihaknya yakin para calon wisudawan akan mampu menjadi pengabdi, pelaku kerja dan pemimpin yang tangguh, penuh cinta kasih, bisa berpikir jernih dalam situasi apa pun serta ikut serta dalam perbaikan keadaan bangsa yang terus berkembang ke arah yang lebih baik. “Kami berharap lulusan FIB Unud selalu kreatif dan inovatif di tengah-tengah persaingan gang demikian hebat dalam upaya meningkatkan daya saing pribadi dan bangsa, sehingga visi Kemenristek Dikti 2015-2017, yakni terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptek dan ino-
vasi untuk mendukung daya saing bangsa bisa tercapai,” tandas Prof. Sutjiati Beratha. Sejauh ini, FIB Unud sudah memiliki standar pendidikan dan telah melaksanakan rentangan evaluasi angka pembelajaran mahasiswa. Dari rentangan evaluasi tersebut, skor nilai mahasiswa FIB mencapai 80 dan sudah berada dalam kategori nilai B. Ke depan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas evaluasi, sehingga rentangan nilai mahasiswa mencapai 81 dengan kategori nilai A, di samping melengkapi dengan dokumen-dokumen yang terkait standar mutu. “Kami juga telah melaksanakan imbauan Menristek Dikti dan menerapkan kurikulum berbasis pembelajaran dan beberapa prodi sudah terakreditasi A,” jelasnya. Sebagian besar atau hampir 90% lebih lulusan mahasiswa FIB Unud telah terserap di dunia kerja. Oleh karena itu, dengan kualitas yang dimiliki FIB Unud saat ini, pihaknya optimis para calon wisudawan akan cepat terserap di dunia kerja. Apalagi nomenklatur baru gelar yang mereka peroleh, seperti lulusan Prodi Arkeologi dan Ilmu Sejarah tidak lagi S.S. (Sarjana Sastra), melainkan S.Sos. (Sarjana Sosial) yang ruang lingkupnya semakin luas di dunia kerja. “Hampir tidak ada yang menunggu sampai enam bulan. Bahkan, mahasiswa Prodi Sastra Inggris ada yang bekerja sebagai penulis yang membuat kami sedikit takut nanti studinya tidak selesai saking asyiknya menulis. Tetapi sampai saat ini tidak ada yang seperti itu. Mereka lulus tepat waktu, bahkan kurang dari empat tahun,’’ ungkap Sutjiati Beratha. (ad133)
1,2 Miliar Hindu Dunia Peringati Hari Dewi Durga Navaratri
Senator Wedakarna Komit Lindungi Warga Hindu India Terkait Dharma Sesana
BULAN Oktober ini, 1,2 miliar Umat Hindu Dunia merayakan hari suci Dewi Durga (Durga Navaratri) tidak terkecuali di Bali. Sebagai sebuah pulau berbasis Hindu di Indonesia, Bali tidak ketinggalan merayakan Durga Navaratri. Sebagaimana terekam dalam acara Peringatan Puncak Durga Navaratri di Sitara India Restoran, Denpasar. Dalam acara yang dihadiri ratusan komunitas Hindu India, Eropa, Amerika dan Hindu Bali ini, dipersembahkan sejumlah puja Dewi Durga yang dipimpin oleh Pandith Ramesh Shastry (Bali Sanskrit Institute) dan sejumlah komponen World Hindu Youth Organization (WHYO). Dalam sambutannya, Ms. Sonia Kaur menyatakan sebagai seorang WNI, keturunan India Bali sangat diayomi. “Saya dan komunitas India selama ini sering berkunjung ke purapura di Bali dan saling mengunjungi dengan semeton Bali. Kami berharap ke depan, kita bisa memiliki Siwa Mandir di Bali dan perhatian Senator Arya Wedakarna tentu akan diperlukan. Terima kasih atas dukungan Senator RI pada upacara Durga Navaratri,“ ungkap Sonia yang memiliki jaringan bisnis Sitara Restoran di Surabaya, Denpasar, dan Ubud. Hal senada diungkapkan Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarana MWS III. Ia menyatakan umat Hindu di Bali wajib lebih dekat dengan kultur Siwaisme termasuk ajaran Dewi Durga. “Banyak yang salah kaprah dengan figur Dewi Durga di Bali. Dikiranya beliau hanya sosok sakti Dewa Siwa sebagai pamralina (adi sati), tapi Dewi Durga juga seorang ibu yang welas asih
API SUCI - Senator RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III memberikan Api Suci (Aarti Pooja) di hadapan Arca Dewi Durga. dan ibu dari Dewa Ganesha, Dewa Kartikeya dan Dewi Ashok Sundari. Ini yang harus diluruskan. Di Bali dikenal pusat kekuatan Dewi Durga ada di Pura Durga Kutri Bukit Dharma di Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar,’’ katanya. Dalam sejarah Bali, Ratu Mahendradatta (Permaisuri Raja Udayana) juga seorang pemuja Dewi Durga yang taat. ‘’Marilah kultur Bali mulai didekatkan dengan kultur weda dan tattwa. Saya yakin umat Hindu semakin paham dengan purana, justru memperkuat budaya lokal Hindu di Bali. Di sini, peran kami sebagai jembatan dan simbol untuk persahabatan Hindu Bali dan Hindu Dunia. Semua adalah saudara dan semua saling melengkapi,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga pendiri Balinese Indian Friendship Association (BIFA). Ia tetap berkomitmen bahwa
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
sebagai seorang pejabat negara, pihaknya menjadi pelindung dan pengayom umat Hindu keturunan India baik WNI maupun WNA di Nusantara. “Indonesia bukan negara agama tertentu, Indonesia adalah negara Pancasila. Silakan lakukan ritual kegiatan dan puja sebagaimana tradisi Hindu India. Dirikanlah ashram-ashram, termasuk cita-cita mendirikan sebuah Mandir di Bali. Saya akan mendukung, yang penting orang India di Bali tidak merasa eksklusif. Jika Anda merasa eksklusif, tentu ada sanksi pengucilan (kasepekang) dari warga adat Bali. Siapa pun boleh cari makan di Bali tapi tetap respek dengan tradisi budaya dan adat Hindu di Bali. Jadilah warga negara yang bertanggung jawab,’’ papar Gusti Wedakarna, putra dari salah satu pendiri PHDI, yakni (Swargi) Shri Wedastera Suyasa. (ad344)
Jumat Wage, 6 Oktober 2017
daerah
5
Musim Hujan di NTB Akhir Oktober
Mataram (Bali Post) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di Nusa Tenggara Barat (NTB) akan terjadi pada akhir Oktober 2017, namun tidak merata di seluruh kabupaten/kota. Awal musim hujan tergantung pada zona musim setiap wilayah, sehingga musim hujan di NTB tidak akan datang bersamaan.
Bali Post/kmb38
HUT TNI - Kodim 1609/Buleleng menggelar apel HUT ke-72 TNI di lokasi TMMD Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt.
Apel HUT TNI di Pangkung Paruk
Hal itu dikatakan Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Tri Uji Prayitno, di Mataram, Kamis (5/10) kemarin. Ia menyebut NTB memiliki 21 zona musim dengan nomor zona musim 220 hingga 241. Satu zona musim atau 5 persen masuk musim hujan pada Oktober, delapan zona musim (38 persen) pada November dan 12 zona musim (57 persen) pada Desember 2017. Awal musim hujan akan datang paling cepat pada dasarian III atau akhir Oktober 2017 dimulai dari
wilayah sekitar Kota Mataram dan sebagian Lombok Barat. Sementara untuk Pulau Lombok secara umum akan terjadi November. ‘’Wilayah Lombok Barat bagian selatan, seperti Sekotong, Lembar, akan mengalami awal musim hujan pada akhir November. Untuk wilayah Lombok Tengah dan sebagian besar Lombok Timur awal musim hujannya akan jatuh pertengahan November. Sementara wilayah Pulau Lombok yang paling lambat memasuki musim hujan adalah wilayah pesisir Lombok Timur, seperti Sambelia, Labuhan
Haji. Perkiraannya terjadi pertengahan Desember,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, untuk Pulau Sumbawa secara umum awal musim hujan akan jatuh pada Desember. Wilayah yang paling cepat memasuki musim hujan adalah Sumbawa bagian tengah seperti Batulanteh, Lenangguar pada pertengahan November. Daerah lainnya di Pulau Sumbawa umumnya awal musim hujan dimulai pada awal hingga pertengahan Desember. Jika dibandingkan dengan kondisi normalnya, awal musim hujan 48 persen wilayah NTB mundur atau datang lebih lambat dari biasanya. “Sementara 38 persen wilayah NTB datangnya awal musim hujannya sama dengan normalnya, dan hanya 14 persen wilayah NTB yang datangnya musim hujan lebih cepat dibandingkan normalnya,” ucap Prayitno.
Kampanye Tertib Lalin
Sasar Anak-anak dan Bagikan Suvenir
Singaraja (Bali Post) – Apel serangkaian HUT ke-72 TNI tahun 2017 di Kabupaten Buleleng, Kamis (5/10) kemarin, dipusatkan di lokasi TMMD ke-100 di Dusun Yeh Selem, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt. Apel diikuti 1 peleton Korsik Pemkab Buleleng, 1 peleton personel Tepbek, 2 peleton personel Kodim 1609/Buleleng, 1 peleton personel Polres Buleleng dan 1 peleton siswa SMK Seririt. Tampil sebagai inspektur upacara Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Slamet Winarto, S.E., komandan upacara Pasi Ops Kodim 1609/Buleleng Kapten Inf. Ide Komang Widnyana dan perwira upacara Pasi Pers Kodim 1609/ Buleleng. Dalam amanatnya, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Slamet Winarto mengatakan, sesuai tema HUT tahun ini “Bersama Rakyat TNI Kuat”, perayaan ini memiliki makna TNI tumbuh dan berkembang serta berjuang bersama rakyat. Esensi ini ciri kesejatian TNI yang tidak boleh pudar di era globalisasi. Kondisi ini harus terus ditumbuhkembangkan menyesuaikan dengan pola pikir kehidupan masyarakat yang semakin modern sehingga kecintaan akan tetap terbangun sebagai modal pokok ‘’Bersama Rakyat TNI Kuat’’ dalam menjaga dan melindungi NKRI. (kmb38)
Wilayah NTT Rawan Masuknya Narkoba Kupang (Bali Post) – Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol. Agung Sabar Santoso mengatakan, provinsi berbasis kepulauan ini rawan akan masuknya narkoba dan obat terlarang lainnya. Ia mengatakan ini setelah melihat beberapa kasus sebelumnya banyak pengedar dan pemakai yang ditangkap di wilayah NTT. Apalagi, NTT adalah provinsi yang berbatasan darat dengan Timor Leste serta berbatasan laut dengan Australia, sehingga harus diantisipasi. “Pada tahun-tahun sebelumnya pernah ada masuk dari Timor Leste kurang lebih 9 kilogram narkoba jenis sabu-sabu. Ini menjadi pembelajaran bagi kami. Oleh karena itu, baik Polri, TNI, maupun Badan Narkotika Nasional Provinsi harus bersinergi untuk memperkuat pertahanan di wilayah perbatasan,’’ katanya di Kupang, Kamis (5/10) kemarin. Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Josef Gadhi menjelaskan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT terus gencar melakukan sosialisasi bahaya peredaran narkotika di sejumlah wilayah di NTT termasuk di kawasan perbatasan antara Indonesia-Timor Leste. “Cara yang kami lakukan adalah sosialisasi di sektor pendidikan mulai dari tingkat SD hingga universitas,” ujarnya. Di samping itu, pihaknya menggelar tes urine, tidak hanya di sektor pendidikan tetapi juga di setiap instansi pemerintahan di NTT. Terkait jumlah penanganan kasus pemakai dan pengedar narkoba di NTT yang ditangani oleh BNN Provinsi, pada 2017 belum ada kasus. “Tahun ini, tidak ada kasus yang kami tangani. Tetapi tahun lalu, ada empat kasus narkoba jenis sabu-sabu dengan empat tersangka dan semuanya sudah disidangkan,” tambahnya. (ant)
Tak Dikunjungi Pacar
Pelajar Gantung Diri
Denpasar (Bali Post) Diduga lantaran tidak dikunjungi sang pacar, ABG berinisial GA (16) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Pelajar salah satu SMK di Denpasar ini ditemukan tak bernyawa di kamar rumahnya di Jalan Kerta Dalam Sari Gang IV, Blok A, Denpasar Selatan (Densel), Kamis (5/10) kemarin. Kejadian ini baru diketahui pukul 12.30 Wita. Sepupu korban, ES (15), mengatakan GA akhir-akhir ini sedikit posesif dengan pacarnya, GM. “Pacarnya cerita, kalau dia (GA - red) ingin bertemu di rumah. Namun, pacarnya (GM) tidak bisa karena ada kegiatan di sekolah,” ungkapnya. Kamis kemarin, korban yang saat ini kelas XI libur karena di sekolah ada piodalan. GM belum bisa mengunjunginya karena mendapat tugas menari di sekolahnya. “Kemungkinan korban ngambek gara-gara tidak sempat dikunjungi pacarnya,” ujar ES. Akhirnya, pelajar asal Buleleng itu nekat gantung diri di kamarnya. Diduga korban mengakhiri hidupnya sekitar pukul 09.00 Wita saat bapak angkatnya sedang bekerja. Selain itu, hubungan komunikasi sepasang kekasih belia ini sedikit terhambat karena HP milik GM rusak. “Kadangkadang GM sampai pinjam HP ayahnya untuk nelepon GA,” terangnya. Selama ini, GA dikenal pendiam. Jika ada masalah, biasanya korban curhat kepada adik sepupunya. Sementara itu, ayah angkat korban, WM (59), menyatakan terakhir korban bertemu kekasihnya Rabu (4/10) lalu. Mereka berjumpa di TKP. Sebelum ditemukan tewas, WM pamitan kepada anak angkatnya untuk pergi bekerja. GA juga mencium tangan sang ayah angkatnya. Pria yang bekerja sebagai waker di salah satu universitas swasta di Denpasar ini mengaku belum tahu pasti penyebab korban nekat gantung diri. Ia juga tidak mengetahui dari mana korban mendapatkan tali tersebut. Informasi di lapangan, yang tahu pertama kali kejadian ini adalah teman korban, WA (14). Sepulang sekolah, WA berkunjung ke rumah korban. Saat itulah, WA melihat pintu depan terbuka dan dalam keadaan sepi. Korban dilihatnya sudah tewas dalam kondisi tergantung di dalam kamarnya. WA langsung memberi tahu ayah angkat korban. Setelah itu baru datang ayah kandung korban yang kemudian melapor ke Polsek Denpasar Selatan (Densel). Jenazah GA dibawa ke RSUP Sanglah dan rencananya dibawa ke kampungnya. Kapolsek Densel Kompol Putu Indrajaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kalau dilihat ciri-cirinya, korban murni gantung diri,” tegasnya. (kmb36)
Menurut dia, meskipun sudah mulai turun hujan dalam beberapa hari terakhir di beberapa wilayah, curah hujan masih dalam kategori rendah, yakni kurang dari 50 milimeter per dasarian. Dalam penentuan kriteria musim, BMKG menggunakan curah hujan sebagai parameter utamanya. Definisi musim hujan menurut BMKG adalah apabila curah hujan yang terukur dalam periode satu dasarian (10 harian) lebih dari 50 milimeter diikuti dua dasarian berikutnya. Prayitno menambahkan, normalnya musim hujan dimulai dari sebelah barat NTB. Hal itu disebabkan salah satu tanda masuknya musim hujan adalah mulai aktifnya angin baratan. “Umumnya Pulau Lombok bagian barat seperti Kota Mataram dan sekitarnya akan masuk musim hujan lebih awal,” jelasnya. (ant)
CARI AMAN – Astra Motor Bali mengadakan seminar Safety Riding ‘’Cari_Aman Ala Anak Kampus’’ di Undiknas Denpasar.
Astra Motor Bali
Ajak Mahasiswa Seminar ’’Safety Riding’’ TIM Safety Riding Astra Motor Bali kembali mengagendakan kegiatan edukasi keselamatan berkendara. Bertempat di Ruang 4.1 dan 4.2 Kampus Undiknas Denpasar pada 30 September 2017 lalu, dilaksanakan Seminar Safety Riding dengan tema “Cari_Aman Ala Anak Kampus”. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja sama antara BEM-PM Undiknas dan Astra Motor Cokroaminoto. Acara yang dikemas dengan konsep seminar ini sebagai salah satu rangkaian kegiatan Union Fair 2017 yang merupakan program kerja akbar mahasiswa Undiknas. Hadir 120 orang mahasiswa dan mahasiswi Undiknas. Turut memberikan materi adalah Ditlantas Polda Bali Kasubdit Dikyasa AKBP Drs. I Nyoman Sukasena. Ia menyampaikan wawasan mengenai Cari Aman berkendara yang baik yang saat ini sudah mulai diacuhkan oleh masyarakat khususnya mahasiswa dan mahasiswi yang berkaitan dengan aktivitas di jalan raya. “Banyak
pula orangtua yang mulai memberikan kebebasan kepada anak-anaknya yang masih belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan roda dua yang tentunya sangat membahayakan keselamatan,” ungkapnya. Sementara dari Jasa Raharja, Kasubag SW Humas dan Hukum I Ketut Suwana, S.H. memberikan informasi tentang bagaimana prosedur untuk mengajukan klaim asuransi. Informasi ini sangat bermanfaat kerena masih banyak yang belum mengetahui apa tugas pokok Jasa Raharja. Dari segi akademisi, salah satu Dosen Fakultas Hukum Undiknas Dr. Ni Nyoman Juwita Arsawati, S.H., M.Hum. memberikan informasi mengenai Undang-undang yang mengatur tentang lalu lintas yang setiap orang harus patuh terhadap perundangundangan yang berlaku. Yosepth Klaudius Lisias dari tim Safety Riding Promotion Astra Motor Honda Bali menyampaikan materi bagaimana cara mengatur mindset pengendara agar selalu aman saat berkendara
dengan menjaga hati dan pikiran serta selalu waras saat kondisi paling buruk sekali pun. FDR Tire, Adhi Jaya, turut memberikan tambahan informasi mengenai jenis-jenis ban yang aman digunakan untuk motor standar dan motor modifikasi yang khusus digunakan dalam kompetisi otomotif. Seminar ini memberikan tambahan wawasan yang sangat bermanfaat dan menyediakan berbagai macam hadiah kepada seluruh penanya yang sangat antusias dan aktif dalam memberikan pertanyaan kepada lima narasumber. Hadiah yang dibagikan meliputi helm, baju, topi, jaket, dan uang tunai. “Semoga segala informasi yang diberikan oleh narasumber bermanfaat dan meresap serta dapat menyebarkan ke semua orang agar bersama-sama mengurangi kecelakaan di jalan dan menjadi pengendara yang Cari Aman di jalan,’’ ujar Ngurah Iswahyudi selaku Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali. (bns)
Denpasar (Bali Post) Kampanye tertib lalu lintas (lalin) digelar Direktorat Lantas Polda Bali. Selain melakukan teguran kepada pelanggar, Polantas memberikan suvenir kepada pengendara yang mematuhi aturan lalin, Rabu (4/10) lalu. Itu sebagai salah satu bentuk apresiasi. Direktur Lalu Lintas (Lantas) Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana saat dikonfirmasi, Kamis (5/10) kemarin, membenarkan adanya kegiatan tersebut. Kampanye tertib lalin dengan memberikan suvenir merupakan bentuk apresiasi kepada pengendara sepeda motor yang tertib dalam berkendara. Upaya seperti ini akan terus dilakukan untuk menggugah kesadaran pengendara lain dan memberikan edukasi kepada pengendara khususnya anak-anak. “Jika masih dijumpai pelanggaran kasatmata, khususnya tidak pakai helm, akan dilakukan penindakan berupa tilang. Selama pelaksanaan kampanye terjadi penurunan pelanggaran yang cukup signifikan khususnya kesadaran masyarakat untuk memakai helm,” ujarnya. Mantan Kabid Humas Polda Bali itu menegaskan, tujuan kegiatan ini untuk menyadarkan para pengendara akan pentingnya kelengkapan dalam berkendara, terutama menggunakan helm demi keselamatan diri pengendara dan keluarga. “Tidak hanya menyasar anak-anak yang dibonceng sepeda motor, personel Subdit Bin Gakkum juga mencari anak-anak sekolah yang mengendarai sepeda dayung. Pengendara sepeda dayung juga mendapatkan suvenir berupa buku dan alat-alat tulis,” jelas Kombes Made Sudana. Menurut Kasubdit Bin. Gakkum Dit. Lantas Polda Bali AKBP Andy Prihastomo, pembagian suvenir khususnya kepada anak-anak yang mengenakan helm dilaksanakan di simpang empat Jalan Kenyeri, Denpasar. Kegiatan ini digelar pada saat melaksanakan pos pagi atau pengaturan lalu lintas pada pagi hari. “Kami memanfaatkan momen tersebut sebagai sarana kampanye tertib lalu lintas khususnya pengendara sepeda motor. Pengendara yang sudah tertib kami apresisasi, sedangkan kepada yang belum tertib kami beri teguran,” ungkap Andy Prihastomo. (kmb36)
Bali Post/ist
SUVENIR - Polantas memberikan suvenir kepada pengendara sepeda motor yang tertib berlalu lintas.
Hindari Paceklik Ikan
Nelayan Muncar Larung Sesaji di Selat Bali NELAYAN di pesisir Muncar, Banyuwangi, memiliki ritual kuno untuk menghindari paceklik ikan. Mereka menggelar upacara larung sesaji di Selat Bali, Kamis (5/10) kemarin. Tradisi turun-temurun ini dikenal dengan istilah petik laut. Ribuan nelayan memadati pelabuhan setempat untuk mengikuti prosesi ini. Hari masih pagi, namun pelabuhan pelelangan ikan sudah dibanjiri warga. Mereka berjubel mendekati perahu yang berjejer rapi. Menjelang siang, ritual petik laut dimulai. Prosesi diawali mengarak sesaji dari rumah tokoh nelayan setempat ke lokasi pelelangan ikan. Sesaji yang diarak terdiri atas berbagai makanan khas Jawa dan Madura. Ada juga aneka sayuran dan buah-buahan serta kepala kambing yang dihiasi pancing emas. Selama arak-arakan, sejumlah tokoh warga berpakaian ala sakera, khas adat Madura. Di lokasi pelelangan ikan, sesaji yang ditempatkan di atas perahu kecil diupacarai, dipimpin sesepuh nelayan. Setelah itu, sesaji yang dikenal dengan istilah gitik ini diarak menuju perahu. Warga kembali berjubel melihat dari dekat. Sesaji ini dibawa oleh perahu yang dipilih berdasarkan musyawarah para nelayan. Puluhan nelayan ikut mengiringi. Tak hanya perahu sesaji,
puluhan perahu lain ikut berlayar mengikuti larung sesaji. Sekitar 30 menit berlayar, sesaji dilarung persis di tengah-tengah perairan Bali dan Jawa, tepatnya di ujung timur semenanjung Sembulungan. Sebelum sesaji dilarung ke laut, sesepuh nelayan kembali memanjatkan ritual. Di sela larung sesaji, tarian gandrung khas budaya Banyuwangi, ikut dipentaskan di atas perahu. Begitu sesaji dicemplungkan ke laut, para nelayan ikut menceburkan diri ke air. Mereka mengambil air laut, lalu menyiramkan ke perahu masingmasing. “Ini sebagai simbol perahu kami diberikan berkah, sehingga terhindar dari paceklik,” kata M. Untung (50), salah satu nelayan di sela prosesi larung sesaji. Nelayan Muncar selalu rutin menggelar upacara petik laut setiap bulan Muharam atau Suro dalam penanggalan Jawa. Nelayan setempat yang jumlahnya ribuan hanya menggantungkan hidup dari laut. “Biasanya setelah petik laut, tangkapan ikan melimpah. Sekarang memang sedang sepi ikan,” tuturnya. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banyuwangi H. Hasan Basri mengatakan, petik laut tak sekadar ritual memohon berkah bagi para nelayan, namun sudah
Bali Post/udi
SESAJI - Nelayan di pesisir Muncar, Banyuwangi, menggelar ritual larung sesaji di Selat Bali. menjadi agenda pariwisata tahunan. Prosesi petik laut di Muncar terbilang sangat besar dan meriah. “Kegiatan ini memang momen pestanya para nelayan setiap tahun dengan harapan hasil tangkapan ikan terus melimpah,” ujarnya. Tahun ini, ritual petik laut diisi
lomba hias perahu dan aksi bakar ikan massal. Acara ini diharapkan membawa Muncar yang dikenal sebagai penghasil ikan akan menjadi destinasi wisata baru di Banyuwangi. “Nelayan kami tetap mempertahankan cara tradisional. Ini yang menjadi ciri khas di Muncar,” jelas Hasan Basri. (udi)
OPINI
6
Jumat Wage, 6 Oktober 2017
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Membangkitkan Kesadaran dan Mengutamakan Keselamatan MASYARAKAT pengungsi Gunung Agung yang berada di seluruh Bali dan sebagian di Lombok, harus mendapat perhatian lebih banyak dari pemerintah. Mereka bukan sekadar perlu pendampingan, tetapi nasihat yang benar-benar dapat dipercaya. Kita sadar, bahwa untuk mencapai informasi paling akurat tentang Gunung Agung masih sukar. Teknologi paling modern pun saat ini masih belum mampu menjawab kapan gunung tersebut akan meletus. Akan tetapi, pemerintah telah benar memberikan informasi bahwa jarak sampai 12 kilometer harus mengungsi, dan mereka yang berada lebih dari jarak tersebut tidak perlu mengungsi. Informasi yang diberikan oleh pemerintah ini telah benar, karena berdasar pada peristiwa-peristiwa sebelumnya. Yang menjadi pekerjaan sekarang adalah bahwa ternyata masyarakat di luar batas 12 kilometer ternyata juga ikut mengungsi. Inilah yang kemudian membuat jumlah pengungsi membengkak sampai mendekati 140.000 orang. Jumlah ini tentu banyak, karena pemerintah memperkirakan jumlah pengungsi hanya sampai 70.000 ribuan orang. Kita tentu sadar, bahwa kebencanaan seperti ini memang sulit untuk mengantisipasi secara sosial. Tugas pemerintah dan kita semua untuk ikut mengantisipasi tersebut. Dalam hal pemerintah, telah diimbau agar mereka yang berada di luar 12 kilometer kembali pulang kampung. Pemerintah juga bijak melakukan langkah, karena juga mengizinkan mereka yang masih ketakutan untuk pulang dan memutuskan tetap tinggal di pengungsian. Hanya saja harus kita sadari juga, bahwa di samping pemerintah, kita semua masyarakat juga harus ikut membangkitkan kesadarannya. Banyak ada relawan yang melakukan pertolongan atau menggalang dana untuk pengungsi. Di antara mereka banyak yang berasal dari kalangan intelektual dan elite masyarakat, seperti dosen, mahasiswa, pengusaha sampai dengan politisi. Mereka-mereka inilah yang harus meyakinkan para pengungsi di luar zona 12 kilometer tersebut untuk pulang kembali, untuk menggarap kembali tanahnya di kampung. Tentu merekamereka yang intelektual tersebut mempunyai data dan pengalaman yang cukup untuk meyakinkan mereka. Pendekatan yang dilakukan jelas berbeda dengan apa yang dilakukan oleh mereka yang sekadar ingin tampil dalam kebencanaan. Memang cukup sulit untuk meyakinkan orang kembali ke daerah yang berdekatan dengan bencana alam. Akan tetapi, bukan tidak ada metode untuk itu. Di samping penasihatan oleh mereka-mereka yang intelek seperti yang diungkap tadi, juga dapat dilakukan dengan metode kepeloporan. Artinya, tetap harus ada pelopor yang ada kembali ke rumah masing-masing dan mereka yang jadi pelopor inilah yang akan memberi inspirasi kepada anggota masyarakat lain untuk ikut kembali pulang kampung. Di Bali boleh juga diingatkan tentang tugas-tugas mereka untuk merawat tempat sembahyang, seperti yang telah menjadi keyakinan umum. Sekolah juga dapat dimanfaatkan untuk membuktikan keamanan ini. Sekolah-sekolah yang ada di luar zona 12 kilometer harus diaktifkan kembali agar kepercayaan diri masyarakat benar-benar tumbuh tentang keamanan. Tentu juga pemerintah mesti memberikan jaminan kesempatan jika dalam keadaan darurat. Segenap sumber daya dan infrastruktur masyarakat harus dipersiapkan dengan maksimal, demi menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang. Jika pemerintah mampu memberikan jaminan keselamatan kepada para wisatawan yang berkunjung ke Bali, sudah menjadi keharusan bagi pemerintah untuk memberi jaminan keselamatan kepada para pengungsi yang hendak kembali ke kampung halamannya. Gunung Agung memberi pelajaran agung kepada masyarakat, kepada kita semua untuk bersikap bijak.
S URAT PEMBACA
Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Pencalonan Terkesan Sepi
Lama ditunggu kepastiannya, ternyata rekomendasi pencalonan dari partai politik untuk paket Pilgub Bali tak kunjung turun. Bahkan ada kesan para kandidat kini menunggu hari baik untuk menyapa warganya. Jika pada sekitar bulan April, Mei, Juni dan Juli kandidat seolah-olah kehabisan waktu untuk turun, kini kesan itu seakan lenyap. Apakah para kandidat sudah memastikan dapat rekomendasi atau melakukan strategi baru? Yang jelas, ketika Bali dalam dilema karena bayang-bayang bencana, kini saatnya para kandidat menawarkan solusi. Apa yang bisa dilakukan Bali jika bencana memang menjadi ancaman serius pada sektor ekonomi. Terlepas dari itu, saya berharap partai politik jangan terlalu lama berpikir untuk merekomendasikan kandidat. Ketika rakyat ingin tahu siapa calon gubernur Bali dan wakil gubernur Bali yang akan bertarung pada Pilkada serentak 2018, sebaiknya partai politik menjawab harapan itu. Keuntungannya, selain ada waktu untuk sosialisasi, rakyat juga tak mendugaduga. Bahkan yang lebih parah lagi, bisa-bisa rakyat mengabaikan agenda politik 2018 ini karena atmosfirnya tak terjaga. Sementara bagi para kandidat, harus yakin bahwa keterpanggilan diri untuk menjadi pemimpin Bali ke depan adalah untuk ngayah dan menjaga Bali. Jangan punya ambisi macam-macam memimpin Bali, karena alam Bali akan merespons keinginan Anda dengan caranya tersendiri. Putu W. Wiarsana Gianyar, Bali
Metode Rekayasa Sosial untuk Mengembalikan Pengungsi Ketika pengungsi Gunung Agung mencapai lebih dari 140.000 orang, wajar apabila kemudian muncul berbagai pertanyaan terhadap fenomena sosial ini. Pemerintah Provinsi Bali memperkirakan jumlah pengungsi hanya sampai 75 ribu, dengan jarak radius sampai 12 kilometer dari puncak gunung. Tetapi kenyataannya, mereka yang ikut mengungsi adalah penduduk di kawasan lebih dari 12 kilometer. Ini bisa saja dikatakan berlebihan, tetapi faktor lain harus dilihat bahwa sikap berlebihan itu bisa dipicu oleh berita yang tidak benar berseliweran dalam bencana ini. Di tengah kemajuan teknologi informasi yang luar biasa maju sepertti sekarang, dan dipegang oleh mereka yang mempunyai kualitas personal berkebalikan dari teknologi itu, maka berita bohong dan tidak akurat sukar dihindari. Maka, dengan alasan seperti ini adalah benar kemudian apabila pemerintah daerah hanya dapat mengimbau agar pengungsi yang rumahnya berada di luar jalur bahaya sebaiknya pulang kampung. Jika sebagian dari mereka masih ketakutan, boleh tinggal di tempat pengungsian. Ini merupakan kebijakan pemerintah yang dapat dibenarkan.
Oleh I Nyoman Laras amun, jika dilihat fenomena yang diperlihatkan oleh Gunung Agung sekarang, nampaknya tetap diperlukan kepeloporan untuk kembali pulang kampung bagi mereka yang kawasannya dipandang aman. Kepeloporan dalam situasi seperti sekarang, di mana masyarakat diliputi kebingungan soal informasi, ketakutan akan ancaman bahaya ketidakpercayaan informasi dan sebagainya, justru diperlukan sebagai bukti tentang keakuratan informasi bahwa radius di luar 12 kilometer tersebut memang benar-benar aman. Kepeloporan ini bukan berarti nekat seperti mendaki gunung yang sudah dalam status awas, tetapi juga memberi pendidikan kepada masyarakat tentang informasi yang didapatkan dari sumber yang bisa dipercaya. Dalam hal ini adalah dari pemerintah yang mempu-
N
nyai basis informasi dari para ahli. Untuk memperkuat kepercayaan ini, maka seharusnya pemerintah melengkapi dengan perbandingan data-data dari tempat lain yang mengalami bencana serupa. Misalkan saja kawasan sekian kilometer yang diinformasikan oleh pemerintah memang benar-benar aman ketika terjadi letusan Gunung Merapi di masa lalu, juga Gunung Galunggung, Gunung Kelud atau Gunung Sinabung. Data tersebut mesti sampai kepada masyarakat, sehingga kepeloporan untuk pulang kampung ke zona aman memang benar-benar aman. Ahli gunung api yang dimiliki pemerintah haruslah juga berbicara dan mendukung keselamatan zona aman di berbagai gunung tersebut. Dalam budaya masyarakat tradisional, kepeloporan ini penting sebagai lokomotif untuk menarik gerbong masyarakat lain untuk mengikuti langkahnya. Sebagian masyarakat tradisional, lebih memercayai kepeloporan ini sebagai
patron mereka, apalagi kemudian terbukti aman untuk berbalik ke kampung lagi. Artinya, jika satu keluarga atau satu kelompok telah kembali ke kampung yang aman di wilayah luar 12 kilometer ternyata aman-aman saja ketika pulang kampung, maka gerbong kelompok lainnya pasti akan mengikuti. Ini merupakan ciri khas masyarakat tradisional. Boleh dikatakan fenomena ini merupakan kebalikan dari pengungsian besar-besaran yang dilakukan oleh mereka yang berada di wilayah zone aman. Kemungkinan besar mereka-mereka itu adalah ikutikutan, tanpa tahu informasi yang pasti tentang marabahaya yang belum tentu menguntit. Mereka ikut mengungsi semata-mata karena suryak siu. Dalam konteks metodis, kepeloporan ini dapat direkayasa. Fenomena sosial pun sesungguhnya boleh direkayasa sepanjang mempunyai tujuan yang positif. Memulangkan pengungsi ke daer-
ah yang aman merupakan tujuan positif. Tetapi, jika sulit untk melakukan itu, dapat dilakukan dengan rekayasa sosial. Pemerintah dapat merayu satu atau beberapa keluarga atau kelompok untuk pulang dengan fasilitas yang diberikan pemerintah. Mereka diangkut ke rumahnya di daerah zona aman dengan fasilitas pemerintah, kemudian mendapat jaminan keamanan (pengangkutan kembali) jika ada sesuatu yang mendesak. Dengan pertimbangan matang, termasuk jaminan keselamatan pemerintah dapat “memaksa” sekelompok orang untuk pulang demi mempengaruhi yang lain agar mau pulang ke tempat asalnya. Rekayasa sosial ini diharapkan akan mampu menjadi lokomotif dan gerbong utama untuk menarik kelompok masyarakat lain untuk kembali pulang ke tanah asalnya. Tanpa melakukan rekayasa tersebut, tidak akan ada anggota masyarakat yang mau pulang karena diliputi suasana takut. Rekayasa sosial sudah banyak dilakukan pada kelompok massa untuk mencapai tujuan tertentu. Sekelompok penonton sepak bola misalnya, sengaja bersorak memberi semangat kepada tim dukungannya yang kemudian diikuti oleh penonton lain. Kelompok penonton ini sengaja dibentuk untuk memprovokasi penonton lain agar mendukung tim kesayangannya. Bahkan unjuk rasa di jalanan pun, sesungguhnya bergerak mulai dari sebuah rekayasa sosial. Cara psikologis, mengungsi jelas merupakan orang yang teralienasi dengan lingkungan alaminya. Dalam arti sebagian kebebasannya hilang dan menjalani kehidupan yang berbeda dengan kebiasaan yang sudah dilakukan bertahuntahun, bahkan seumur hidup. Ini
Persoalan Pangan, Lahan, dan Lingkungan
DI tengah bisingnya ruang publik di republik ini dengan beragam kegaduhan akibat polemik politik, mungkin tak banyak yang menyadari bahwa pada Minggu, 24 September lalu republik ini telah memperingati Hari Tani Nasional (HTN). Dalam sejarahnya, HTN ini merupakan monumen historis dari disahkannya Undang Undang Pokok Agraria (UUPA) yang diterima secara bulat oleh DPR-GR (Dewan Perwakilan Rakyat-Gotong Royong) pada 24 September 1960. Momentum ini lantas terkait erat dengan komitmen pemerintah dalam pembangunan pertanian nasional. Bagi Bung Karno (yang saat itu menjabat sebagai Presiden) membangun pertanian yang berarti menyediakan kecukupan pangan, merupakan syarat mutlak dalam mewujudkan kemajuan bangsa dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Bung Karno bahkan berkata bahwa: “soal pangan adalah soal hidup matinya bangsa!” Suatu orasi yang sangat idealis, sekaligus realistis. Sebagaimana biasanya, Sang Bung Besar ini tak hanya bicara saja, melainkan juga diikuti dengan aksi nyata. Bung Karno sadar betul bahwa retorika pembangunan pertanian dan pangan hanya akan menjadi omong kosong belaka ,jika para petani tak punya lahan untuk bertani. Maka dari itu, UUPA ini (baca: visi negara tentang tata-agraria) merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan kecukupan, ketahanan dan kedaulatan pangan. Hingga pucuk pimpinan republik bergeser ke era Orde Baru, urusan pertanian dan pangan tetap menjadi prioritas pembangu-
Oleh Ridwan Nanda Mulyana nan Presiden Soeharto. Pak Harto pun sadar betul bahwa urusan stabilitas politik nasional sangat dipengaruhi, bahkan ditentukan oleh persoalan pangan sebagai pengisi perut rakyat. Bahkan berhasil atau gagalnya suatu pemerintahan secara sederhana dapat diukur dengan rumus: “mampu atau tidaknya si pemimpin dalam mencukupi kebutuhan pokok (pangan) untuk rakyatnya?” Di luar persoalan adanya penyeragaman pangan pokok nasional dengan beras, sehingga meminimalkan keberagaman pangan pokok di tanah air harus diakui bahwa komitmen dan hasil kerja Pak Harto dalam mencukupi pangan rakyatnya bisa dinilai berhasil, apalagi saat itu Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang mampu swasembada pangan (beras), yang tak sekadar basa-basi politik saja. Ketersediaan Lahan Dalam hal ini Bung Karno memang benar, bahwa masalah pangan tidak akan bisa terselesaikan jika tidak diiringi dengan kebijakan dalam tata kelola lahan. Sekali pun teknologi pertanian sudah berkembang sedemikian rupa, sehingga panen bisa dilakukan beberapa kali dalam setahun, namun tetap saja seiring dengan pertumbuhan jumlah manusia, kebutuhan pangan pun sejatinya tetap sama, bahkan meningkat. Sebaliknya, lahan untuk
menanam pangan semakin sempit, khususnya apabila pembangunan telah salah arah, yaitu ketika terlampau bernafsu untuk membangun (gedung, pekantoran atau perumahan) demi kebutuhan ekonomi-bisnis di masa sekarang, namun lupa bahwa pada masa mendatang, kita dan generasi penerus kita butuh lahan untuk resapan, menjaga ekosistem lingkungan, perkebunan dan juga pertanian! Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan pelaksanaan reforma agraria melalui Nawacita dan RPJMN 2015-2019 melalui pelaksanaan kebijakan redistribusi tanah dan legalisasi aset sembilan juta hektar bagi petani. Namun di sisi lain, banyak kebijakan investasi pemerintah yang tidak sejalan dengan reforma agraria, seperti maraknya investasi pertambangan, perkebunan tanaman industri, seperti sawit dan juga dengan melakukan kebijakan impor pangan. Untuk melihat ini, sebetulnya kita tak perlu melihat jauh-jauh. Coba saja tengok di sekitar kita, ada berapa puluh (atau bahkan ratus) hektar sawah yang diuruk, ditimbun dengan tanah dan dialihfungsikan menjadi perumahan, pertokoan, atau alih fungsi lain yang mengatasnamakan pembangunan fisik. Pada titik ini, pemerintah daerah semestinya berpikir kritis dan bersikap bijak dalam memberikan izin pembangunan terhadap mereka yang mengalihfungsikan lahan pertanian. Jangan sampai pembangunan fisik dan ekonomi saja yang terus dikejar target, sementara sektor pertanian terabaikan.
tentu saja memberikan dampak psikologis bagi para pengungsi. Karena itu, khusus kepada pengungsi harus ada pikiran-pikiran yang rasional bagi dirinya untuk mempertimbangkan apa yang diajak oleh pemerintah. Pengungsi yang sakit, anak-anak yang banyak menderita batuk sampai ada yang dirawat inap, merupakan salah satu akibat dari kondisi pengungsian dan kegagalan tubuh untuk beradaptasi kepada lingkungan yang baru. Di berbagai tempat pengungsian di Bali maupun di Lombok pasti dijumpai kondisi ini. Bahkan beberapa ada yang meninggal dunia. Kita berharap Gunung Agung tidak meletus kali ini, sehingga masyarakat modern Bali mampu memetik pelajaran terhadap peristiwa ini. Akan tetapi, masyarakat harus waspada di masa mendatang, paling tidak sepuluh atau dua puluh tahun mendatang. Jika saat ini Gunung Agung tidak meletus, kemungkinan masih mengisi dapur magmanya yang meraksasa di puluhan kilometer di bawah permukaan gunung. Jika kelak dapur itu sudah penuh dan ada gejolak di bawah tanah, maka kemungkinan akan meletus. Waktu sepuluh bahkan setengah abad itu, merupakan waktu yang singkat bagi alam semesta tetapi cukup lama bagi manusia. Itulah sebabnya letusan tahun 1963 maupun fenomena yang terjadi saat ini harus benar-benar dipelajari secara matang oleh masyarakat Bali, terutama yang berada di daerah terdampak bencana. Pengetahuan ini akan dapat dipakai pesan yang berguna bagi keturunan, anak cucu maupun buyut yang mungkin akan menerima bencana lebih besar. Di sini kita tahu, betapa kecilnya manusia di bumi.
POJOK Kata Jokowi, sejak dulu banyak ancaman terhadap Pancasila. - Sejak dulu Pancasila menang. *** Berubah lagi, desa zona rawan bencana terkait Gunung Agung. - Berubah lagi, ngungsi lagi. *** Nilai ekspor produk kerajinan dari Bali mengalami peningkatan. - Hanya tempat mengirim.
Penulis, alumnus FIB Undip
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
GARDU - Sejumlah petugas PLN melakukan perbaikan jaringan listrik di kawasan pariwisata Kabupaten Badung. Perbaikan serta pemasangan gardu listrik itu di Jalan Raya Kerobokan, Badung, Kamis
www.iklanbalipost.com
(5/10) kemarin.
Balipost on Gadget
Bali Post/wan
JUMAT WAGE, 6 OKTOBER 2017
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
7
Penatakelolaan PT Harus Terukur dan Transparan PENATAKELOLAAN pendidikan tinggi (PT) di Indonesia makin baik dan terukur. Ada empat hal penting dalam penatakelolaan PT yaitu penelitian, sumber daya manusia, kemahasiswaan dan keuangan. Keempat hal itulah yang sudah sangat terukur dan mesti setransparan mungkin. Terukur artinya bisa diukur dengan standarstandar tertentu. Sedangkan transparan artinya bisa dilihat dan dipahami oleh sekurang-kurangnya setiap orang yang terlibat di dalamnya. Hal itu ditegaskan Prof. I Gede Putu Wirawan, Ph.D. saat ditemui di Laboratorium Sumber Daya Genetika dan Biologi Molekuler Universitas Udayana (Unud), Kamis (5/10) kemarin. Prof. Wirawan mengatakan, untuk bidang penelitian alat ukurnya adalah publikasi, yakni menyangkut publikasi ilmiah pada jurnal nasional dan jurnal internasional, khususnya yang terindeks Scopus, Thomson Reuters, DOAJ, Google Schoolar, IPI, dan lain-lain. Terindeks Scopus, web of science dan Thomson Reuthers digolongkan sebagai yang terindek tinggi, DOAJ termasuk yang sedang serta Google Schoolar dan IPI digolongkan yang terindeks rendah. Di samping publikasi, ukuran pencapaian suatu penelitian adalah HKI seperti paten, tata letak sirkuit terpadu dan lainnya. Paten khususnya mendapat penghargaan yang tinggi. “Belakangan Kemenristekdikti meluncurkan Sinta. Suatu aplikasi yang mesti diisi oleh setiap dosen khususnya yang sudah lektor kepala dan guru besar. Sinta memuat kinerja publikasi para dosen, baik yang terindeks tinggi, sedang maupun rendah. Di sinilah terukur jelas kinerja penelitian masing-masing ilmuwan di PT. Namun, kinerja yang menghasilkan hal lainnya seperti paten tidak terlihat di Sinta,” katanya memaparkan. Wirawan menambahkan, Sinta hanya memuat tentang jumlah publikasi, di mana dipublikasikan, berapa sitasinya, berapa H indek masing-masing ilmuwan tersebut pada Google Schoolar dan Scopus. Kalau kemudian para dosen disibukkan dengan urusan seperti ini, maka semestinya menjadi rektor, dekan atau pejabat struktural lainnya tidak perlu diperebutkan lagi, karena sudah tidak menarik lagi. Pasalnya, para ilmuwan ini menjadi sangat sibuk dengan penelitiannya, menulis artikel hasil penelitiannya di jurnal-jurnal, menulis buku, mengurus paten dan sebagainya. “Jika menjadi pejabat struktural, kewajiban ini tetap dituntut dan tetap harus dilaksanakan. Sementara di sisi lain, waktunya sebagian sudah dicurahkan untuk mengurusi kewajiban-kewajiban strukturalnya, karena pada dasarnya menjadi penjabat struktural di kalangan PT merupakan tugas tambahan saja,” kata Guru Besar Fakultas Pertanian Unud yang September 2017 lalu mendapat penghargaan dari Kementerian Luar Negeri Jepang, karena kiprah dan prestasinya ini. Lanjut dia, tugas pokoknya adalah pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai Tri Dharma PT. Dosen berprestasi terbaik Indonesia 2005 dan peneliti terbaik Indonesia 2006 ini menambahkan, SDM di PT mesti dikelola dengan baik, apakah itu pendidikannya, pelatihannya, penguasaan IT-nya. Ditegaskan, dosen di PT bukan guru tapi ilmuwan. Tugas utamanya adalah pengembangan iptek melalui penelitian yang kemudian diturunkan kepada mahasiswanya. Dosen mengajar di PT berbasis keahliannya yang diperoleh melalui penelitian yang dilakukan. Oleh karena itu, ia mengaku sepakat jika penerimaan dosen di PT tidak boleh lagi S-1 atau S-2. Namun, sudah berkualifikasi S-2 bahkan S-3 yang telah memiliki H indeks Scopus minimal dua, karena Kemenristekdikti mensyaratkan pendirian sebuah program studi harus memiliki sekurang-kurangnya empat orang dosen S-3 yang memiliki H indek Scopus minimal dua. (lun)
Bali Post/ian
Prof. I Gede Putu Wirawan, Ph.D.
Bali Post/eka
SIMULASI - Pasukan Raider Kodam IX/Udayana beraksi untuk membebaskan sandera pada simulasi penanganan teroris di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Kamis (5/10) kemarin. Simulasi ini digelar serangkaian peringatan HUT ke-72 TNI.
HUT TNI Diisi Simulasi Penyergapan Teroris
Denpasar (Bali Post) -
Puncak peringatan HUT ke-72 TNI digelar di Lapangan Monumen Perjuangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur, Kamis (5/10) kemarin. Kali ini HUT TNI dilakukan berbeda dari tahun sebelumnya. Selain podium inspektur upacara di atas panser, Kodam IX/Udayana juga menampilkan sosiodrama perjuangan pahlawan Dewa Agung Istri Kanya dan kehebatan pasukan Raider 900/Satya Bhakti Wirottama saat melakukan simulasi penyergapan teroris yang menyandera Gubenur Bali serta Ketua DPRD Bali. Bahkan undangan dibuat kaget dengan ledakan bom yang menghancurkan tempat persembunyian teroris. Pengamatan di lapangan, dalam simulasi tersebut teroris diperankan petugas bersenjata laras panjang menyeruak masuk ke tenda undangan utama. Selanjutnya, menyandera gubernur dan ketua DPRD Bali (diperankan petugas). Sandera langsung dimasukkan ke mobil Innova lalu dibawa kabur. Kedua sandera disembunyikan di rumah.
Menyikapi kondisi tersebut, Panglima Kodam IX/Udayana Komaruddin Simanjuntak memerintahkan pasukan Raider 900/Satya Bhakti Wirottama melaksanakan operasi pembebasan sandera. Pada proses negosiasi, para teroris meminta tebusan uang Rp 1 triliun dan juga logistik. Saat penyerahan tebusan berlangsung, terdengar suara bising yang berasal dari helikopter TNI-AU dan langsung mendekati lokasi penyanderaan. Dari helikopter tersebut turun delapan anggota Gultor menggunakan
teknik fast-rope (turun dari helikopter menggunakan tali). Selanjutnya pasukan tersebut bersama panser dan kendaraan tempur serta motor tril langsung menyerbu sarang teroris. Setelah membebaskan ketua DPRD, petugas langsung meledakkan rumah tersebut. Selanjutnya pasukan Raider memburu bus yang membawa gubernur Bali dan dalam sekejap teroris berhasil dilumpuhkan. Upacara HUT TNI dipimpin Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono
mewakili Pangdam Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak yang menghadiri puncak peringatan HUT TNI di Cilegon. Dari atas panser, Kasdam membacakan amanat Panglima TNI yang menyatakan peringatan dilaksanakan terpusat dan diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya parade, defile dan alutsista TNI. “Ini sebagai bentuk pertanggung jawaban TNI kepada presiden dan rakyat. Termasuk alutsista terbaru,” ujarnya. Menurut Kasdam, bersama rakyat TNI kuat. Karenanya, TNI tumbuh dan berkembang serta berjuang bersama rakyat. “Tidak boleh pudar, sehingga kecintaan akan tetap terbangun dalam menjaga kekuatan dan keutuhan NKRI,” jelasnya. TNI telah dan akan terus memberika sumbangsihnya kepada bangsa dan negara.
Termasuk terlibat berbagai kegiatan di antaranya penanggulangan bencana alam dan penanganan teroris. Selain itu, Kasdam berharap TNI, khususnya Kodam IX/Udayana ke depannya lebih profesional. Apalagi tahun 2018 ada pengembangan satuan di Bali sampai Kupang, NTT. “Ada Yon Armed dan Yon Arhanud,” ucap dia. Di samping itu, Kodam tetap mengedepankan kearifan lokal. Upaya itu telah dilakukan melalui pelestarian pencak silat, bakti sosial dan memperbaiki kaki palsu. “Pameran alutsista itu maksudnya membuktikan dan supaya rakyat tahu bahwa peralatan ini dibeli dari pajak yang mereka bayar. Salah satu tugas pokok mengatasi aksi terorisme,” tandas Brigjen Stephanus. (kmb36)
Peduli Pengungsi Gunung Agung
PT Semen Gresik Distributor Bali Salurkan Bantuan
MENGINJAK dua pekan, bantuan untuk warga Karangasem yang mengungsi di GOR Swecapura, Desa Gelgel terus mengalir. Tak hanya dari warga dan lembaga. Namun juga dari PT Semen Gresik Distributor Bali. Bantuan Kemanusiaan ini diserahkan langsung, Kamis (5/10) kemarin. Penyerahan bantuan yang berlangsung pukul 11.00 Wita ini dihadiri Direktur Utama PT Graha Surya Darma Abadi I Gusti Ayu Made Suryati, S.H., Direktur Utama PT Surticon Buana Perkasa Saputra Bagiarta, Areal Manager Semen Gresik Bali Nusra Arif Rohman Eko Prasetyo dan Koperasi Warga Semen Gresik, Edy Sukamto. Bantuan mereka diterima Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Klungkung I Wayan Ardiasa. Direktur Utama PT Graha Surya Darma Abadi I Gusti Ayu Made Suryati menyatakan bantuan yang diberikan kepa-
da ribuan pengungsi berbagai usia ini berupa perlengkapan tidur dan pakaian. Hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Pada kesempatan itu, pengungsi juga diberikan suport untuk lebih tabah menghadapi keadaan. “Ini sebagai bentuk kepedulian. Kami ingin berbagi. Ingin meringankan beban masyarkat,” katanya. Bantuan baru menyasar pengungsi Gunung Agung di GOR swecapura. Hal itu tak lepas dari jumlah pengungsi yang lebih banyak dari pada tempat lain. Melalui momen tersebut, kesulitan yang membelit pengungsi juga diharapkan bisa segera berakhir dan cepat mereka kembali ke kampung halaman. Kesibukan yang telah ditinggalkan beberapa hari ini, diharapkan juga bisa dijalani kembali. “Kami berharap hal seperti ini tidak lama terjadi. Mudah-mudahan situasi segera normal,”
harap Direktur Utama PT Graha Surya Darma Abadi I Gusti Ayu Made Suryati. Aksi sosial ini sudah menjadi hal rutin bergulir setiap tahun. Lokusnya tak hanya terbatas pada kebencanaan, namun juga hal lain yang berkaitan dengan kemanusiaan. “Waktu bencana di Desa Songan, Kintamani, kami juga memberikan bantuan. Ini menjadi hal rutin kegiatan kami untuk menjalankan misi kemanusian,” sambung Suryati. Salah satu pengungsi asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, I Nengah Keman mengaku selama di pengungsian, dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya bergantung pada pemerintah. Adanya bantuan dari PT Semen Gresik Distributor Bali dipandang akan mampu meringankan beban hidupnya. “Syukur ada bantuan. Saya tidak punya apalagi. Kerja juga tidak,” tandas Nengah Keman. (ad349)
SALURKAN BANTUAN - PT Semen Gresik Distributor Bali menyerahkan bantuan untuk pengungsi di GOR Swecapura, Klungkung, Kamis (5/10) kemarin. Secara simbolis, sumbangan diterima Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Klungkung I Wayan Ardiasa.
BANGLI
8
Jumat Wage, 6 Oktober 2017
Harga Material Melonjak
Pemkab Minta Desa Kurangi Volume Kegiatan
Bangli (Bali Post) Melonjaknya harga material bangunan seiring ditutupnya aktivitas galian C di lereng Gunung Agung, Karangasem, membuat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bangli harus melakukan perubahan APBDes. Langkah itu dilakukan untuk menyesuaikan kegiatan yang dilaksanakan di masing-masing desa. Kepala DPMD Bangli I Dewa Agung Bagus Riana Putra, Kamis (5/10) kemarin, mengungkapkan saat ini pihaknya sedang memproses perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Tujuannya agar dana yang dialokasikan Pemerintah Desa khususnya untuk program fisik bisa berjalan maksimal. Menurutnya, dari segi nominal, anggaran tidak mengalami perubahan. Guna mensiasati kondisi saat ini, maka Rencana Anggaran Belanja (RAB) kegiatanlah yang diubah. Dia mencontohan, jika sebelumnya desa ingin membuat jalan yang panjangnya 100 meter, kini dikurangi menjadi 90 meter. Sejauh ini sudah ada beberapa desa yang menanyakan hal itu. Dan pihaknya telah meminta supaya mereka mengubah RAB dan mengurangi volume kegiatan. Sementara bagi desa yang belum, nanti pihaknya akan memanggil perbekel dan sekdes bersangkutan. ‘’Kalau menambah dana memang tidak bisa. Di mana kita mencari dana untuk menambah itu. Karena di perubahan, anggarannya minim. Di samping itu, penggunaan ADD sudah terpantau semua,’’ kata Riana Putra. Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya tidak ingin pihak-pihak tertentu memanfaatkan kondisi ini dengan memainkan harga material. Maka dari itu, pihaknya meminta agar saat membeli material baik berupa batu, koral maupun pasir, agar dibuatkan surat pernyataan yang ditandatangani penjual. ‘’Kita sudah mengetahui harga material sekarang ini. Jadi jangan situasi ini dijadikan untuk mencari keuntungan. Mari kita bersama-sama menjaga diri agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,’’ tegasnya. (kmb41)
PENGUNGSI - Salah satu lokasi pengungsian di Bangli. Titik pengungsian di Bangli akan dikurangi hingga menjadi empat titik.
Ribuan Pengungsi Tinggalkan Bangli Titik Pengungsian Dikurangi
Bangli (Bali Post) -
Jumlah pengungsi akibat meningkatnya aktivitas Gunung Agung terus berkurang. Berdasarkan data Posko Komando Siaga Bencana Gunung Agung Kabupaten Bangli, terhitung mulai 1 Oktober sudah terdapat 2.310 pengungsi yang kembali pulang. Komandan Posko Komando Siaga Bencana Gunung Agung Kabupaten Bangli, Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung, Kamis (5/10) kemarin mengungkapkan, sejak adanya instruksi Gubernur Bali untuk memulangkan pengungsi yang berada di luar zona merah, pihaknya terus melakukan pendataan terhadap pengungsi asal Karangasem yang tersebar di 66 titik pengungsian di wilayah Bangli.
I Dewa Agung Bagus Riana Putra
Dipaparkannya, data per 1 Oktober, jumlah pengungsi mencapai 11.921 jiwa. Rinciannya, di Kecamatan Bangli sebanyak 3.728 jiwa, Kecamatan Tembuku 4.336 jiwa, Kecamatan Susut 1.421 jiwa dan Kecamatan Kintamani sebanyak 2.436 jiwa. Sementara per kemarin, jumlah pengungsi sebanyak 9.620 jiwa atau telah berkurang 2.301 jiwa. Berdasarkan data, dari jumlah
tersebut, sebanyak 5.341 jiwa merupakan pengungsi yang wilayahnya masuk dalam 28 desa terdampak. Sementara sisanya di luar zona tersebut, yakni sebanyak 4.279 jiwa. Berdasarkan lokasi pengungsian yakni di Kecamatan Bangli 3.744 jiwa, Tembuku 2.362 jiwa, Susut 966 jiwa dan Kintamani sebanyak 2.548 jiwa. Lastua Manurung menyatakan, data tersebut masih fluktuatif. Sebab,
Bali Post/nan
nya jumlah pengungsi, pihaknya akan segera mempersempit titik pengungsian. Dari semula sejumlah 66 titik, menjadi 4 titik yang berada di dua kecamatan yakni Bangli dan Susut. Penyempitan titik pengungsian ini untuk memudahkan pendistribusian logistik. ‘’Lokasi pengungsian yang dipilih yakni di wilayah Kabupaten Bangli, bertempat di GOR Tamanbali dan gedung TK/SD Internasional sedangkan di wilayah Kecamatan Susut menempati Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kayuambua serta eks gudang jahe,’’ ujar Lastua Manurung. (kmb41)
Gedung TK/SD Internasional Dinilai Kurang Representatif
Disdikpora Validasi Data Siswa Pengungsi
Nyoman Suteja
dari pendataan di lapangan, masih terdapat sejumlah alamat pengungsi yang belum jelas. Di sisi lain, pengungsi yang berasal dari daerah di luar zona merah, juga terus kembali ke daerah asal. Diungkapkannya lebih lanjut, pengungsi yang berada di luar desa terdampak, paling banyak menempati wilayah Kecamatan Tembuku. Sejak 1 Oktober, kebanyakan dari mereka telah pulang secara mandiri. Meski demikian, ada juga beberapa pengungsi diantar menggunakan mobil yang telah disediakan oleh Pemkab Bangli. Dengan terus berkurang-
Jadi Tempat Pengungsian
Bali Post/nan
Bangli (Bali Post) Pendataan siswa pengungsi yang bersekolah sementara di Kabupaten Bangli terus dilakukan. Hal ini mengingat pergerakan jumlah pengungsi cukup dinamis. Terlebih saat ini, sudah cukup banyak pengungsi yang kembali pulang. Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli I Nyoman Suteja, Kamis (5/10) kemarin, mengungkapkan, berdasarkan data, per 30 September, jumlah siswa pengungsi tingkat SD yang bersekolah di Bangli mencapai 1.062 siswa. Sedangkan siswa SMP sebanyak 540 dan SMA/SMK sebanyak 78 siswa. Namun, data itu disebutnya belumlah data yang benar-benar akurat. ‘’Kalau jumlah pasti siswa pengungsi yang bersekolah di Bangli belum bisa dipastikan. Karena kita masih melakukan validasi untuk memastikan jumlah siswa mulai dari PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK,’’ ungkapnya. Menurut Suteja, jumlah siswa pengungsi yang bersekolah di Bangli, kemungkinan menurun. Hal ini mengingat adanya kebijakan dari Gubernur Bali yang meminta warga di luar 28 desa yang terdampak bencana Gunung Agung untuk kembali ke rumah masing-masing. Otomatis, para siswa pengungsi akan mengikuti. Lebih lanjut diungkapkannya, siswa yang desanya terdampak tetap ditampung di Bangli. Terkait hal ini, pihaknya kini sedang memproses perpindahan siswa pengungsi yang ada di Kecamatan Tembuku dan Kintamani. Kemungkinan, mereka akan difokuskan bersekolah di Kecamatan Bangli dan Susut. Pihaknya juga sudah melakukan pengecekan terhadap kapasitas atau daya tampung di sejumlah sekolah mulai dari PAUD hingga SMA/SMK. Hal ini guna memastikan keseluruhan siswa dapat mengikuti proses belajar dengan baik. (kmb41)
Foto Bali Post/nan
GUNUNG BATUR - Aktivitas Gunung Batur sejauh ini masih normal.
Foto Bali Post/nan
Aktivitas Gunung Batur Normal Bangli (Bali Post) Aktivitas Gunung Agung masih cukup tinggi. Hal itu dibuktikan dengan tingginya tingkat kegempaan vulkanik dalam, vulkanik dangkal dan tektonik lokal. Meski demikian, dari pantauan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), hal ini belum memengaruhi aktivitas Gunung Batur di Kintamani. Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana, Kamis (5/10) kemarin, mengungkapkan pihaknya tidak hanya memantau perkembangan
aktivitas Gunung Agung melainkan juga Gunung Batur. Sampai sekarang aktivitas yang ditunjukkan Gunung Batur masih terbilang normal dan belum ada peningkatan. Syahbana menjelaskan, aktivitas magma yang ada di Gunung Batur belum menunjukkan peningkatan. Sejauh ini belum ada pembentukan magma baru yang terjadi di Gunung Batur. ‘’Magma yang ada di Gunung Batur masih normal. Belum ada energi untuk pembentukan magma baru. Jadi Gunung Batur sampai detik ini
masih aman,’’ ungkapnya. Pemantauan Gunung Batur terus dilakukan karena pihaknya mengacu pada pengalaman sebelumnya, di mana setelah Gunung Agung erupsi, terjadi peningkatan aktivitas Gunung Batur yang pada akhirnya ikut meletus. ‘’Intinya tetap kita pantau untuk mengetahui apakah ketika Gunung Agung awas, ada peningkatan aktivitas atau tidak dari Gunung Batur. Tapi sekarang ini kita memang lebih fokus ke Gunung Agung,’’ tegasnya. (kmb41)
Bangli (Bali Post) Lokasi pengungsian yang sebelumnya berjumlah 66 titik bakal dipersempit menjadi hanya 4 titik, menyusul banyaknya pengungsi kembali ke rumah masing-masing. Sayangnya, salah satu lokasi yang akan dijadikan titik pengungsian yakni gedung TK/SD Internasional di Kelurahan Kubu, Bangli, masih belum representatif. Sebab, selain kondisi atap gedung banyak bocor, jumlah toiletnya juga belum mencukupi kebutuhan pengungsi. Sekretaris Pengurus PMI Bangli I Ketut Pasek Lanang Sadia, Kamis (5/10) kemarin mengungkapkan, untuk di TK/ SD Internasional disiapkan tiga gedung untuk menampung para pengungsi di Tembuku dan Bangli. Namun, fasilitas berupa toilet masih perlu diperhatikan. Di lokasi ini hanya ada 22 toilet sehingga masih kurang 18 toilet lagi. ‘’Estimasi 800 pengungsi. Dan dalam kondisi darurat, satu toilet dapat dimanfaatkan sebanyak 20 pengungsi. Sedangkan ketersediaan toilet di tempat ini sejumlah 22 toilet. Jadi
masih kekurangan sebanyak 18 toilet. Ruangan untuk toilet memang sudah ada, hanya saja belum dipasangi kloset. Kita juga akan mengusulkan kepada PMI pusat untuk menyediakan toilet darurat sebanyak 10 toilet,’’ katanya. Dikatakannya, sejauh ini pihaknya mengalami kendala terutama dana untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, setelah dikoordinasikan, saat ini sudah ada donasi dari masyarakat yang bisa digunakan. Hanya saja, untuk pemasangan kloset itu masih terkendala tenaga. ‘’Kita akan upayakan supaya besok (hari ini-red) sudah ada tukang yang bekerja untuk pemasangan kloset tersebut. Kita juga akan mengkoordiansikan dengan PDAM untuk penyediaan airnya sehingga ketika pengungsi sudah datang, toilet sudah dapat dipergunakan,’’ kata Lanang Sadia. Sementara itu, salah seorang petugas setempat mengatakan, hari ini rencananya akan ada ratusan pengungsi yang mulai menempati gedung TK/SD Internasional. (kmb41)
Telepon Penting Bangli RSU Bangli Polsek Bangli Polsek Susut Polsek Tembuku Polsek Kintamani Damkar PDAM PLN Telkom BPBD Kodim Kantor Bupati
: 0366-91521/91002 : 0366-91062 : 0366-51004 : 0366-5595484 : 0366- 51122 : 0366-92869 : 0366-91094 : 0366-91268 : 0366-91108 : 0366-91448 : 0366-91024 : 0366-91032
Jumat Wage, 6 Oktober 2017
GIANYAR
9
Bali Post/nik
APEL - Apel HUT ke-72 TNI di Kabupaten Gianyar digelar di lokasi TMMD, Desa Pupuan, Tegallalang.
Peringatan HUT Ke-72 TNI
Kodim Gelar Apel di Tegallalang
Gianyar (Bali Post) HUT Ke-72 TNI di Kabupaten Gianyar dilaksanakan di Lapangan Serbaguna Banjar Calo Desa Pupuan Kecamatan Tegallalang, Kamis (3/10) kemarin. Acara dihadiri seluruh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pejabat OPD, Pemuda Panca Marga, anggota gerakan Pramuka Gianyar, FKPPI serta tokoh masyarakat Desa Pupuan, Tegallalang. HUT TNI kali ini bertemakan ‘’Bersama Rakyat TNI Kuat’’. Esensi dari tema tersebut menunjukkan, peranan rakyat dan TNI sangat tinggi dalam menjaga keutuhan NKRI, terlebih keberadaan TNI tersebar di seluruh pelosok tanah air. Profesionalisme TNI dalam menjaga NKRI tidak perlu diragukan. Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan inspektur upacara yang juga Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav. Asep Noer Rokhmat disebutkan, peringatan HUT ke-72 TNI tahun 2017 dilaksanakan secara terpusat dengan menampilkan upacara parade, devile, dan demontrasi atraktif kemampuan prajurit dan alutsista TNI, sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban TNI kepada Presiden sebagai Panglima Tertinggi dan seluruh rakyat Indonesia. Rakyat diharapkan mengetahui kesiapan alutsista TNI yang ada maupun terbaru agar dapat mengetahui kekuatan TNI sebagai komponen kekuatan negara. Makna yang terkandung dalam peringatan HUT kali ini yakni TNI tumbuh, berkembang dan berjuang bersama rakyat, sebagai ciri kesejatian esensi TNI yang tidak boleh pudar dalam arus globalisasi yang terus bergerak secara dinamis. Kekuatan TNI yang bersandar kepada rakyat merupakan bentuk aplikasi pertahanan semesta yang melibatkan seluruh potensi bangsa untuk turut membela negara. Perekatan dan kebersamaan TNI dan rakyat adalah inti pusat dan kekuatan dari sistem pertahanan. Sementara itu, Bupati Gianyar yang diwakili Plt. Sekda Gianyar Made Wisnu Wijaya mengucapkan selamat kepada seluruh komponen TNI. Sinergi TNI dengan Pemkab Gianyar dan masyarakat sudah sangat baik terutama dalam mensukseskan pembangunan, pertahanan dan keamanan. ‘’Seluruh Jajaran TNI di Kabupaten Gianyar telah melaksanakan tugasnya dengan baik, tidak saja dalam pertahanan dan keamanan, namun lebih dari itu terutama dalam pembangunan,’’ tegasnya. (kmb35)
PROYEK - Proyek perbaikan jalan dan drainase di kawasan Batubulan.
Bali Post/wan
Dampak Status Awas Gunung Agung
Rekanan Kesulitan Dapatkan Material Proyek Gianyar (Bali Post) -
Peningkatan status Gunung Agung menjadi awas berdampak pada pengerjaan sejumlah proyek pemerintah di Kabupaten Gianyar. Rekanan penggarap proyek kesulitan mendapatkan material. Meski demikian, belum ada proyek yang dihentikan lantaran persoalan ini. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar Nyoman Nuadi, Kamis (10/5) kemarin, mengakui dampak status awas Gunung Agung berupa tersendatnya pasokan
pasir. Hal ini mengingat pasokan pasir dari lereng Gunung Agung dihentikan sementara. ‘’Yang jelas, bencana sejak status naik, berpengaruh terhadap proyek kami di Gianyar,’’ ucapnya.
Meski berpengaruh, Nuadi memastikan belum ada proyek yang sampai terhenti. Bahkan dia menyebutkan, hampir seluruh proyek sudah berjalan dengan baik. ‘’Kami belum ada terima laporan ada proyek yang terhenti. Semua pengerjaan masih berjalan,’’ katanya. Sebab itu, sampai saat ini Pemkab Gianyar belum ada mengambil kebijakan untuk menyikapi dampak tersendatnya pasokan material proyek. Pemerintah juga belum bisa
memberikan perpanjangan masa kerja terhadap kontraktor penggarap proyek. ‘’Kalau perpanjangan proyek, minimal dari Pemprov Bali ada memberikan pernyataan bahwa ini bencana. Tapi sejauh ini belum meletus,’’ ujarnya. Lebih lanjut Nuadi mengaku sudah memanggil semua rekanan yang menggarap proyek pemerintah guna menindaklanjuti tersendatnya pasokan pasir. Dalam sejumlah pertemuan, pihaknya me-
minta rekanan untuk mencari material proyek di daerah selain lereng Gunung Agung. Dikatakannya, beber apa proyek yang menjadi kewenangan Dinas PUPR Gianyar saat ini berupa pembangunan jalan, drainase, irigasi, pembangunan yang salah satunya RS Sanjiwani. ‘’Untuk proyek rumah sakit sudah selesai konstruksi. Jadi tidak kesulitan untuk bahan pasir maupun koral,’’’ tegasnya. (kmb35)
Pemkab Gianyar Gelar ”Yasa Kerti Paneduh Jagat” untuk Gunung Agung
Bali Post/nik
PENGECEKAN DOKUMEN - Sejumlah petugas Kejari Gianyar melakukan pengecekan dokumen Gapoktan Sari Lestari, Kamis (5/10) kemarin.
Dalami Kasus Suartana
Kejari Obok-obok Sekretariat Gapoktan Sari Lestari
Gianyar (Bali Post) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar masih melakukan pendalaman terhadap kasus korupsi yang dilakukan tersangka, Dewa Putu Suartana. Sekretariat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sari Lestari, Desa Tulikup, Gianyar pun diobok-obok petugas Kejari Gianyar, Kamis (5/10) kemarin. Petugas mencari dokumen-dokumen yang berhubungan dengan mantan petugas penyuluh lapangan (PPL) tersebut. Dikomandoi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gianyar Made Endra Arianto, sejumlah petugas kejaksaan mendatangi sekretariat Gapoktan Sari Lestari sekitar pukul 09.30 Wita. Di lokasi tersebut petugas menyita sejumlah berkas serta mengambil foto bangunan sekretariat Gapoktan Sari Lestari. ‘’Yang kita cari sejumlah dokumen berupa surat-surat yang berhubungan dengan tindak pidana korupsi yang menjerat tersangka,’’ ucap Endra Arianto. Diungkapkannya, total terdapat 20 dokumen yang diamankan petugas kejaksaan dari lokasi tersebut. Seluruh berkas dipastikan menjadi bukti baru tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka asal Banjar Kesian, Desa Lebih, Gianyar itu. ‘’Yang kita amankan itu berupa rekening, surat-surat, serta buti keterangan dari tersangka,’’ katanya. Lantaran di sekretariat tidak terdapat aliran listrik, petugas kejaksaan lantas mengarah ke Kantor Desa Tulikup untuk proses pendataan. Di sana petugas Kejari Gianyar juga mendatangkan Ketua Gapoktan Sari Lestari I Gusti Ngurah Oka Winaya dan Sekretaris I Gusti Putu Suweta. ‘’Kalau di kantor desa ini kita hanya pinjam tempat, untuk memastikan data yang ada bersama pengurus Gapoktan Sari Lestari,’’ ujarnya. Disinggung kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 77 juta ini, Endra Arianto mengatakan sementara belum ada mengarah ke sana. ‘’Kita tunggu fakta persidangan. Bisa saja nanti ada petunjuk baru yang dibuka peran serta pihak lain,’’ bebernya. (kmb35)
JAJARAN Pemkab Gianyar menggelar ritual Yasa Kerti Paneduh Jagat dalam upaya memohon doa untuk keseimbangan alam, khususnya terkait aktivitas Gunung Agung yang sejak dua minggu terakhir memberikan tanda-tanda akan meletus. Persembahyangan bersama yang dihadiri Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra itu melibatkan seluruh pimpinan OPD, unsur perbekel dan masyarakat Kabupaten Gianyar dan berlangsung di Pura Pusering Jagat, Desa Pejeng Kecamatan Tampaksiring saat Wrespati Purnamaning Kapat, Kamis (5/10) kemarin. Wabup Gianyar Made Mahayastra yang ditemui usai persembahyangan bersama mengatakan, situasi Gunung Agung saat ini perlahan mu-
lai menurun intensitasnya, kendati status masih tetap dalam level awas. Pihaknya berharap, aktivitas Gunung Agung tidak membawa hambatan yang begitu besar bagi kegiatan masyarakat terlebih mengingat sudah sangat banyak kerugian material dari masyarakat sekitar gunung. ‘’Tiga minggu terakhir ini cukup meresahkan. Semoga Gunung Agung tidak jadi meletus, kalaupun Ida pacang memargi, supaya jangan sampai menimbulkan malapetaka luar biasa bagi Bali. Mudahmudahan melalui doa seluruh masyarakat, Bali tetap terlindungi secara sekalaniskala dan kedamaian selalu menyertai kita,’’ katanya. Sementara itu, Yajamana Karya Ida Pedanda Wayahan Bun menuturkan, yasa kerti paneduh jagat bermaksud
untuk memohon kepada Yang Maha Kuasa di jagat dewata ini agar Gunung Agung yang maha suci tersebut urung meletus, sehingga jagat Bali dianugerahi jagaditha dan ayuwerdi. ‘’Dalam Lontar Roga Sanggara Bumi disebutkan, penyebab rusaknya jagat ini karena Sang Hyang Anantaboga yang bersemayam di perut bumi sedang kepanasan, sehingga masyarakat menjadi kacau balau. Maka wajiblah sang raja mohon keselamatan hidup bertempat di Pura Pamuspan Sang Raja,’’ kata Ida Pedanda. Kepala Bagian Kesra Kabupaten Gianyar Ngakan Ketut Jati Ambarsika mengungkapkan, dalam upacara paneduh jagat ini, Pemkab Gianyar beserta masyarakat menghaturkan sarana ben-
Polres Terima 5.500 Blangko SIM
Gianyar (Bali Post) Blangko Surat Izin Mengemudi (SIM) akhirnya tiba di Gianyar, setelah sebulan lebih kosong. Sekitar 5.500 keping blangko SIM itu sudah diambil Satuan Lantas Polres Gianyar di Dit Lantas Polda Bali. ‘’Material SIM baru datang tadi pagi (kemarin - red), kami ambil di Polda,’’ ucap Kasat Lantas Polres Gianyar AKP Gede Eka Putra Astawa, Kamis (5/10) kemarin. Astawa menyatakan, blangko ini akan diberikan untuk pencetakan SIM bagi 3.840 orang pengamprah SIM baik itu perpanjangan, SIM baru maupun mutasi. Dua minggu ke depan, stok blangko itu diprediksi habis.
‘’Karena yang mengamprah saja sudah 3.000-an, jadi dua minggu saja bisa habis. Maka kami ajukan lagi. Syukur-syukur datang sebelum habis,’’ terangnya. Bagi yang akan mengambil SIM, bisa datang dengan membawa tanda bukti SIM sementara. Mereka diharapkan mengambil SIM dari pukul 11.00 hingga pukul 14.00 Wita supaya tidak berbenturan dengan pemohon SIM baru yang mengantre dari pagi. Dikatakannya, tersendatnya pasokan blangko SIM baru kali pertama terjadi. ‘’Tahun sebelumnya lancar. Tahun ini tumben begini, kami tidak tahu. Itu karena dari pusat,’’ tegasnya. (kmb35)
du piduka, dirgayusa bumi, pamereman, sorwan guling bebangkit dan caru nawa gempang. Tujuannya agar Bali tidak gempung (kelabu). Pada upacara ini juga digelar ilen-ilen tari sakral topeng, Rejang Renteng dari
PKK Kabupaten Gianyar dan PKK Desa Pejeng serta Baris Gede dari Desa Sawagunung. ‘’Upacara ini ketiga kalinya digelar. Sebelumnya saat tsunami Aceh, wabah demam berdarah dan letusan Gunung Sinabung,’’ katanya. (ad348)
PROSESI - Suasana salah satu prosesi dalam Yasa Kerti Paneduh Jagat untuk Gunung Agung yang digelar Pemkab Gianyar, Kamis (5/10) kemarin.
KLUNGKUNG
10
Jumat Wage, 6 Oktober 2017
Bali Post/sos
CARI PASIR - Keberadaan Tukad Unda menjadi berkah bagi sejumlah warga di Kabupaten Klungkung. Mereka mendapat tempat untuk mencari pasir secara tradisional. Untuk bisa mengisi satu mobil pick-up, pencariannya berlangsung hingga berjam-jam dan dijual Rp 70 ribu. Sayangnya, akhir-akhir ini ketersediaan pasir sudah mulai menipis.
Jika Gunung Agung Erupsi
Lahar Dingin Berpotensi Terjang Pelabuhan Gunaksa Semarapura (Bali Post) Pelabuhan Gunaksa, Kecamatan Dawan berpotensi diterjang lahar dingin yang mengalir di Tukad Unda jika Gunung Agung yang kini berstatus awas erupsi. Hal tersebut tak lepas dari lokasinya yang berdekatan, yakni di bibir bagian hilir. Di tengah ancaman itu, langkah antisipasi kerusakan dari pemerintah masih nihil. Hal tersebut diakui Sekretaris Dinas Perhubungan Klungkung Dewa Sutarta didampingi Kabid Pelayaran IGN Suarba, Kamis (5/10) kemarin. Jika merujuk pada letusan Gunung Agung 1963 silam, lahar dingin mengalir deras di Tukad Unda. Bahkan, material yang dibawanya menumpuk di kawasan hilir, di sekitar lokasi pelabuhan saat ini. Jika erupsi kembali terjadi, pelabuhan yang belum beroperasi ini berpotensi terkena terjangan. “Pengelolaan dan pemeliharaannya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Kami belum melakukan langkah-langkah antisipasi kerusakan jika itu (terjangan lahar dingin - red) terjadi,” ungkapnya. Hal tersebut, sambungnya, segera dikoordinasikan dengan pemerintah pusat dan pemprov, baik secara lisan maupun resmi. “Ini akan kami komunikasikan,” katanya. Sementara itu, Suarba mengungkapkan kondisi terkini pelabuhan seluas 12,33 hektar itu. Jalan yang menjadi akses satu-satunya terputus akibat tergerus air pasang. “Putusnya sudah sekitar tiga bulan lalu. Sempat diperbaiki untuk akses alat berat. Setelah itu putus lagi,” tandasnya. (kmb45)
Bali Post/dok
PELABUHAN - Pelabuhan Gunaksa berpotensi diterjang lahar dingin jika Gunung Agung erupsi.
Antisipasi Kriminalitas, Pengawasan Pelabuhan Diperketat Semarapura (Bali Post) Penyelundupan barang-barang berbahaya melalui jalur laut, khususnya dari pelabuhan rakyat di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan menuju Nusa Penida berpotensi terjadi. Mengantisipasi hal itu, pengamanan dan pemeriksaan terus diperketat jajaran Polres Klungkung. Seperti yang dilakukan, Kamis (5/10) kemarin. Langkah ini juga untuk mengantisipasi aksi kriminalitas lainnya. Di bawah pimpinan KBO Polair Ipda Gde Yasa, pemeriksan dilakukan terhadap barang penumpang yang hendak menyeberang ke Desa Jungutbatu, Nusa Penida. Akan tetapi, petugas tidak menemukan barang-barang berbahaya, seperti narkoba. Langkah ini juga sebagai antisipasi munculnya aksi terorisme, dan penyelundupan kendaraan bermotor curian. “Untuk nakhoda perahu juga kami minta agar lebih teliti terhadap barang-barang yang akan diangkut dan diseberangkan, terutama barang-barang yang berbahaya seperti bahan bakar seperti bensin,” ungkapnya. Sejalan dengan itu, Kapolres Klungkung AKBP Bambang Tertianto juga sudah memerintahkan seluruh personelnya termasuk jajaran Polsek untuk memperketat penjagaan terutama pintu-pintu masuk menuju wilayah Klungkung, seperti pelabuhan rakyat maupun jalur-jalur tikus yang ada di sepanjang pantai. “Pengamanan kawasan pesisir terus menjadi atensi kami,” katanya. Antisipasi aksi kriminalitas, juga dilakukan dengan menggencarkan sidak penduduk pendatang bersama Satpol PP maupun melaksanakan razia kendaraan bermotor dan tempat-tempat hiburan malam. (kmb45)
Bali Post/sos
PAJAK - Suasana pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di UPT Badan Pendapatan Provinsi Bali di Kabupaten Klungkung, Kamis (5/10) kemarin.
Puluhan Ribu Kendaraan Bermotor Nunggak Pajak Pemprov Gulirkan Penghapusan Denda
Kepala UPT Badan Pendapatan Provinsi Bali di Kabupaten Klungkung I Made Beny menjelaskan sesuai data pada sistem, potensi kendaraan bermotor yang menunggak pajak mencapai 25.367 unit dari total 120.234 unit. Rinciannya, Kecamatan Nusa Penida 5.626 unit, Klungkung 10.772 unit, Dawan 4.177
unit, dan Banjarangkan 4.781 unit, dengan total nominal Rp 1.530.667.000. “Ini potensi tunggakan. Terbanyak di Kecamatan Klungkung,” jelasnya didampingi Kasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) I Nyoman Budha, Kamis (5/10) kemarin. Berdasarkan pengamatannya, tunggakan lebih banyak ter-
jadi pada kendaraan bermotor yang pembuatannya di bawah tahun 2000. Munculnya hal tersebut, menurut birokrat asal Sanur, Denpasar ini salah satunya karena keengganan pemilik melakukan pembayaran dengan alasan mobilitas kendaraannya sangat rendah, hanya lebih sering dipergunakan di lingkungan
desa. “Di Nusa Penida wilayah atas banyak seperti ini. Salah satu alasannya karena motornya hanya dipakai untuk ngangkut rumput atau dibawa ke kebun,” bebernya. Percepatan pembayaran, dilakukan dengan pengurangan/penghapusan sanksi administrasi berupa bunga, denda PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang tertuang dalam Pergub 54 Tahun 2017. “Ini mulai 9 Oktober sampai 16 Desember. Yang penghapusan adalah dendanya. Bukan pajak. Kami
DI tengah kesibukannya membantu menyiapkan logistik ribuan pengungsi Gunung Agung, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK ) Kabupaten Klungkung yang dipimpin Ayu Suwirta, mewakili Kontingen Bali berhasil menyabet juara III nasional sebagai Pelaksana Terbaik Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) yang terselenggara di Jakarta, Selasa (3/10). Tak hanya itu, pada ajang Jambore, juga menyabet juara I lomba Yel Gembira dan juara I pada lomba Parade Nusantara untuk kategori kreativitas dan dinamika tim. TP-PKK Kabupaten Klungkung menampilkan cak genjek cerdik yang mengkampanyekan Gerakan Hidup Bersih
dan Sehat (Germas). Penyerahan penghargaan oleh Ketua TP-PKK Pusat Erni Guntarti Thahjo Kumolo kepada Ketua TP-PKK Provinsi Bali Ayu Pastika didampingi Ketua TP-PKK Klungkung Ayu Suwirta berlangsung di Hotel Mercure, Ancol bertepatan dengan Puncak Peringatan HKG PKK ke-45 dan Jambore Nasional Kader PKK Tahun 2017. Atas prestasi gemilang itu, Ayu Suwirta menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja sama seluruh Tim TP-PKK. Demikian juga kepada Ketua TP-PKK Provinsi Bali atas dukungan dan bimbingannya. “Juara bukan tujuan utama, namun dengan hasil ini kita akan lebih terpacu dalam memberikan pembinaan dan penerapan 10
program pokok PKK kepada anggota maupun kader PKK di Kabupaten maupun di Desa/Kelurahan demi mengangkat derajat kesejahteraan keluarga,” ujarnya. Sementara itu, Ayu Pastika menyampaikan apresiasi dan bangga atas capaian kader PKK Bali. Namun diingatkan, agar prestasi ini tak membuat para kader berpuas diri. Sebaliknya, menjadi cambuk bagi seluruh kader untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan Program Pokok PKK sehingga mampu memberi sumbangsih nyata dalam mengangkat derajat kesejahteraan keluarga. “Ini harus dijadikan motivasi untuk terus bergerak meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (ad342)
PENGHARGAAN - Ketua TP-PKK Klungkung Ayu Suwirta mendampingi Ketua TP-PKK Provinsi Bali Ayu Pastika menerima penghargaan tingkat nasional berkat kampanyekan Germas.
Semarapura (Bali Post) Puluhan ribu kendaraan bermotor di Kabupaten Klungkung tercatat masih menunggak pajak. Hal tersebut salah satunya akibat keengganan dari pemilik melakukan pembayaran. Supaya tak terus berlanjut, Pemrov Bali mengeluarkan kebijakan penghapusan sanksi administrasi berupa bunga dan denda yang berlaku mulai 9 Oktober hingga 16 Desember 2017.
Kampanyekan Germas, TP-PKK Sabet Prestasi Nasional
Bali Post/ist
Cerita Anak Benekasa di Pengungsian
Tak Sabar untuk Pulang, Rindu Bermain di Sungai
WARGA Karangasem, tepatnya Banjar Benekasa, Desa Muncan, Kecamatan Selat yang mengungsi di Banjar Gunung Hyang, Kelurahan Semarapura Klod Kangin sejak dua pekan lalu, direncanakan pulang, Jumat (6/10) pagi hari ini. Hal itu dikarenakan tempat tinggalnya berada di zona aman jika Gunung Agung erupsi. Kabar ini pun disambut gembira oleh anak-anak. Sebab, mereka akan bisa bertemu dengan temantemannya dan melakukan berbagai aktivitas.
Bali Post/ist
KETAT - Untuk mengantisipasi kriminalitas, pengawasan pelabuhan rakyat di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan diperketat.
berharap ini dimanfaatkan penunggak untuk membayar. Ini penting untuk mendukung pembangunan,” ucapnya. Sosialisasi door to door, pelayanan samsat keliling maupun pada paruman desa dan adat juga terus dilakukan. Guna mempermudah pembayaran juga dilakukan dengan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) yang tersebar di sejumlah lokasi. “Untuk di Nusa Penida sudah ada kantor pembantu. Kami akan menggandeng BUMDes. Ke depan juga berlanjut ke LPD,” tandasnya. (kmb45)
Suasana pengungsian di banjar ini, Kamis (5/10) nampak sepi. Wantilan yang dijadikan tempat beristirahat tertutup terpal. Dari luar, hanya nampak beberapa anak tengah bermain. Saling kejar, dan sesekali saling memanggil. Perasaan gembira sangat nampak dari wajahnya. Tawanya lepas, seakan lupa dengan hidupnya yang sulit. Dilihat ke dalam, sejumlah pengungsi yang tengah duduk. Ada pula yang tertidur lelap, seakan menunggu kapan bisa kembali menapaki kampung halaman. Sebuah tempat mereka lahir. Sebagai tempat merajut asa. Di tengah pemandangan itu, beberapa pengungsi menunjukkan wajah binar. Salah satunya Ni Kade Venda Dwiyani (13). Anak yang masih duduk di
Bangku kelas VII SMPN 1 Selat. Ia baru saja menerima kabar segera pulang. Alasannya, karena tempat tinggalnya berada di zona aman. Tak diterjang lahar jika gunung terbesar di Bali itu erupsi. “Katanya besok pulang (hari ini-red). Merasa senang,” tuturnya di hadapan Camat Klungkung Komang Gede Wisnuadi. Kenyataan itu akan membawanya untuk bisa bertemu dengan teman-teman sebayanya. Teman bermain, yang sekaligus dianggapnya sebagai saudara. Yang diajak bermain di sungai, melepaskan lelah berendam di air pegunungan. Setelah beberapa hari berpisah, cerita itu sangat dirindukan. “Kangen sama teman-teman. Kangen bermain ke sungai. Belajar bareng.
Bali Post/sos
BINCANG - Ni Kade Venda Dwiyani (kiri) berbincang dengan Camat Klungkung Komang Gede Wisnuadi dan temannya, Luh Sri Widiastari. Banyak yang bisa dilakukan dengan mereka. Kangen juga sama anjing,” katanya. Selama di pengungsian, pertemuan dengan temannya sangat jarang. Itu pun hanya bisa dengan beberapa orang saja. Menghilangkan sepi, syukurnya ia memiliki teman di SMPN 1
Semarapura saat mengikuti pendidikan sementara. “Tempat ngungsinya pisah. Ada yang di GOR Swecapura. Ada di tempat lain. Jadi jarang bertemu,” ujar anak dua bersaudara ini. Pengalamannya menikmati suasana bumi Klungkung tak akan pernah dilupakan. Walau
awalnya terasa asing, di tempat ini ia bisa mendapatkan teman dan cerita baru yang bisa digoreskan dalam lembaran hidupnya kelak. “Selama di pengungsian cukup senang,” imbuh anak dari pasangan Wayan Partama dan Ni Kadek Satri ini. Hal serupa juga dirasakan Ni Luh Sri Widiastari (14). Kembali ke kampung halaman membuatnya lebih banyak beraktivitas. Berbeda dengan di pengungsian yang lebih banyak diam. “Kalau di rumah kan bisa kumpul sama teman-teman. Ada saja pekerjaan. Sekarang di sini sepi,” ucapnya. Sementara itu, warga I Ketut Ari Wijaya (40) mengatakan sejak tinggal di pengungsian, pekerjaannya sebagai petani dan buruh tak lagi dilakoni. Itu membuatnya kehilangan penghasilan. Adanya kabar bisa pulang disambut bahagia. Namun, disampaikan jika situasi di desanya tak kondusif, langkah mengungsi akan kembali dilakukan. “Kalau pulang bisa bekerja lagi. Bisa memelihara sapi,” pungkasnya. (sos)
Jumat Wage, 6 Oktober 2017
BULELENG
11
Undiksha Gelar Pelatihan Drafting Paten Tingkat Dasar
Bali Post/kmb38
DILANTIK – Bupati Putu Agus Suradnyana melantik dua pejabat eselon II hasil lelang jabatan, Kamis (5/10) kemarin.
Lantik Pejabat Hasil Lelang
Bupati Sindir Pejabat yang Minta Dilayani Singaraja (Bali Post) Pejabat di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut memiliki sikap melayani kepentingan masyarakat. Sebaliknya mental bahwa pejabat harus dilayani harus dibuang jauh-jauh. Demikian diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana setelah melantik pejabat eselon II hasil lelang jabatan di lobi kantor bupati, Kamis (5/10) kemarin. Bupati Agus Suradnyana mengatakan, pelayanan yang prima sangat dibutuhkan masyarakat. Sebenarnya tuntutan pelayanan itu telah dipenuhi oleh pemerintah bersama jajarannya. Buktinya, pemerintah daerah mampu merebut penghargaan yang didapat dalam bidang pelayanan. Bupati mencontohkan seperti di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Pelayanan oleh aparatur di lembaga ini sudah baik dan maksimal. “Cari KTP di Disdukcapil dulu susah. Tapi sekarang sudah berjalan dengan baik walaupun memang keping KTP nya belum ada,” kata bupati dua periode itu.
Di sisi lain, bupati mengatakan Dinas Kesehatan diingatkan agar melakukan pemetaan terhadap penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). Selain itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) diminta agar terus meningkatkan pelayanannya. “Kadis Kesehatan saya minta mapping KIS. Sedangkan untuk RSUD secara umum di sana juga telah mendapatkan akreditasi paripurna bintang lima. Hal ini berarti sudah ada perbaikan-perbaikan pelayanan,” jelasnya. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ni Made Rousmini mengatakan, sesuai rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan izin Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), bahwa dua kepala dinas yang dilantik hasil lelang jabatan masing-masing Kepala Dinas
Arsip dan Perpustakaan Daerah Drs. I Putu Arthawan. Dia sebelumnya menjabat Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan (Ekban). kedua Drs. Gede Sugiartha Widiada, M.Si., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Perlengkapan dan Perawatan (Perwat) yang kemudian diangkat sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng. Rousmini menambahkan, seharusnya ada tiga pejabat hasil lelang jabatan yang dilantik. Namun karena masa jabatan belum memenuhi syarat dua tahun, sehingga dia berstatus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Ni Nyoman Surattini. Atas kondisi itu, yang bersangkutan belum dilantik. Untuk sementara, jabatan Kadis Perkimta tetap dijabat oleh
pelaksana tugas. Demikian juga untuk jabatan Kabag Ekbang dan Perwat untuk saat ini dibiarkan kosong dan segara akan ditunjuk pelaksana tugas. “Pelaksana tugas nantinya akan ditunjuk oleh Baperjakat sampai yang bersangkutan memenuhi syarat jabatan eselon III genap dua tahun,” sebut dia. Sementara itu, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna menilai proses penempatan pejabat oleh bupati dan wakil bupati saat ini sudah berjalan sesuai ketentuan dan pertimbangan prestasi dan kualifikasi pejabat bersangkutan. Terlebih lagi, untuk pengangkatan pejabat eselon II melalui lelang terbuka dirinya menilai sudah berjalan baik dan mengikuti regulasi. Meski demikian, pejabat bersangkutan dituntut meningkatkan kemampuan, sehingga kebijakan bupati dan wakil bupati dapat dilaksanakan dengan baik dan sasaran akhir adalah diterima untuk kepentingan masyarakat. (kmb38)
Desa Pakraman Kubutambahan Gelar Upacara ”Mapeningan” Ida Ratu Hyang Sakti Pingit BERTEPATAN dengan Purnama Sasih Kapat, Desa Pakraman Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, menggelar upacara Mapeningan Ida Ratu Hyang Sakti Pingit, Kamis (5/10) kemarin. Ritual yang rutin digelar setiap lima tahun sekali tersebut diikuti oleh sekitar 12 ribu krama desa adat. Ritual ini diwali dengan prosesi ngamedalang Ida Ratu Hyang Sakti Pingit dari Payogan Ida di Desa Bulian, dini hari kemarin. Setelah mengikuti prosesi makalahyas di Pura Bale Agung Kubutambahan, ritual dilanjutkan dengan mapeningan ke Pura Penyusuhan Penegil Dharma yang berjarak sekitar lima kilometer ke arah timur Pura Bale Agung. Selain pralinggian Ida Ratu Hyang Sakti Pingit, 12 pralingga yang dipercaya sebagai pegiring mengikuti prosesi ini. Kelian Desa Pakraman
Kubutambahan, Jro Pasek Warkadea mengatakan upacara langka ini merupakan warisan turun temurun yang tidak pernah absen digelar. Selain memiliki proses unik, makna upacara besar ini sebagai penghormatan dan wujud bhakti krama kepada Ida Ratu Hyang Sakti Pingit yang sekarang telah dicatatkan dalam prasasti raja-raja di Bali dengan bhiseka Bhatara Prameswara Sri Hyang Ning Hyang Adidewalancana. Sebelum memasuki puncak upacara, krama sudah mempersiapkan keperluan upacara sejak sebelas hari yang lalu. Persiapan itu meliputi ngusaba panyanjan dan metata linggih. Tahapan awal ini menunjukkan bahwa krama desa sepakat dan berjanji ngamedalang Ida Ratu Hyang Sakti Pingit. Selanjutnya memasuki Tilem Katiga krama mulai menjalani brata desa adat dengan pan-
tangan tidak diperbolehkan memakan daging berkaki empat. Tidak dibolehkan melaksanakan upacara ngaben selama 15 hari. Sebelas hari sebelum upacara ngamedalang Ida Hyang Ratu Pingit Sakti, kemudian dilanjutkan dengan memilih (pingitan) lima orang remaja. Lelaki muda ini dipilih untuk mamundut priligian Ida Bhatara dengan sebelumnya mengikuti upacara penyucian diri. Proses selanjutnya pingitan, pemangku dan penghulu desa memohon (nunas) pralinggian Ida Ratu Hyang Sakti Pingit. Dari payogan Ida di Bulian, kemudian disambut dengan pamendak Ida Bhatara. Pada prosesi ini tidak diperkenankan menyalakan lampu atau sumber cahaya lain. Meski demikian, pralinggian Ida Bhatara bersama pengiringnya tiba di Pura Bale Agung, kemudian dipersembahkan atau
Bali Post/mud
MAPENINGAN - Krama Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, menggelar upacara Mapeningan Ida Hyang Ratu Pingit Sakti bertepatan dengan Purnama Kapat, Kamis (5/10) kemarin.
katuran tulung sangkul dan hingga tengah malam digelar ngwangsuh pralinggian Ida Ratu Hyang Sakti Pingit. Pagi hari sekitar pukul 09.00 Wita, bertepatan pada Purnama, pemangku, penghulu desa dan krama kemudian menggelar upacara mapeningan ke Pura Penyusuhan Penegil Dharma yang berbatasan dengan pantai. Proses penting itu ketika nunas ke payogan Ida Bhatara, kemudian mendak hingga di-linggihkan di Pura Desa. Lalu hari ini ritual yang sudah ada sejak turun temurun, di mana Ida Bhatara mapeningan bersama 12 pralinggian Ida Bhatara yang ada di lingkungan Desa Pakraman Kubutambahan. Menurut Kelian Warkadea, setelah satu hari digelar mapeningan, pada malam hari Ida Hyang Ratu Sakti Pingit akan mantuk (kembali ke payogan). Setelah ritual itu, upacara belum selesai dan masih berlangsung hingga tiga hari ke depan. Kesempatan ini mengundang ketertarikan umat Hindu tidak saja di Kubutambahan dan Buleleng, namun umat Hindu dari daerah lain menyempatkan diri untuk melakukan persembahyangan. Hal ini tidak lepas dari kepercayaan umat bahwa Ida Bhatara yang berstana di purapura besar di Kubutambahan berkaitan erat dengan wujud pemerintahan di dunia nyata. Bahkan, banyak mempercayai jika kalangan pemangku kebijakan di pemerintahan kerap kali memohon restu dengan melakukan persembahyangan dan mempersembahkan sesajen kehadapan Ida Bhatara. “Sesuai apa yang kami terima setelah Ida Bhatara mantuk, upacara masih berlangsung tiga hari dan ini banyak dimanfaatkan oleh umat kami dan umat dari daerah lain untuk ngaturang bakti ke sini dan sekaligus untuk memohon kerahayuan dan keselamatan,” tegasnya. (mud)
SETELAH membentuk Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja yang merupakan lembaga tersebut tersebut mulai memfasilitasi para dosen dalam mendapatkan sertifikat paten terhadap produk HKI yang dihasilkan. Upaya ini dilakukan agar berbagai produk HKI para dosen peneliti di kampus berjuluk Kampus Seribu Jendela ini mendapatkan sertifikat paten hingga menghasilkan royalty, jika pemanfaatannya berorientasi bisnis. Demikian diungkapkan Ketua HKI Undiksha Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa, S.Pd., M.Sc. saat menghadiri pelatihan Drafting Paten Tingkat Dasar dan Pemanfaatan IP Port di kampus setempat, Kamis (5/10) kemarin. Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 70 dosen di lingkungan kampus Undiksha. Selama dua hari, puluhan dosen peneliti ini berbagi ilmu dengan narasumber dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indoensia (LIPI) dalam pengusulan sertifikat paten. Peserta pun mempraktekkan aplikasi IP Port sumbangan dari LIPI. Sebelum dimulai, Wakil Rektor I Prof. Dr. Ida Bagus Putu Aryana, M.Si. membuka pelatihan tersebut. Karyasa mengatakan, sertifikat paten bagi HKI seorang dosen sangat penting untuk menghindari praktek pembajakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, sertifikat ini menjadi dasar agar peneliti itu sendiri mendapatkan hak royalti ketika panelitian telah diaplikasikan oleh pihak yang berorientasi bisnis. Saat ini, beberapa penelitian dosen di Undiksha memang telah bersertifikat paten dan bahkan ada produk HKI yang mengantongi sertifikat paten internasional. Akan tetapi, dia mengaku masih ada sekitar 19 produk HKI dari para dosen Undiksha hingga tahun ini belum mendapat
PELATIHAN - Sentra HKI Undiksha menggelar pelatihan Drafting Paten Tingkat Dasar dan Pemanfaatan IP Port di kampus setempat, Kamis (5/10) kemarin. sertifikat paten. Untuk itu, dengan pelatihan seperti ini, sentra HKI Undiksha yang sudah terbentuk memfasilitasi para dosen peneliti itu agar produk HKI mereka bersertifikat paten. Terkait materi pelatihan Drafting Paten Tingkat Dasar ini, dengan khusus melatih dosen yang mengusulkan paten atau pada tahap penelitian yang berpotensi untuk mendapatkan sertifikat paten. “Potensi dosen peneliti di Undiksha begitu besar. Namun masih banyak produk HKI belum bersertifikat. Sehingga ini perlu dinegosiasikan, sehingga sertifikat bisa terbit,” katanya. Selain memfasilitasi dosen peneliti, Karyasa yang telah menciptakan penelitian kayu sentetik ini mengaku pelatihan ini penting untuk membantu dosen peneliti mengaplikasikan IP Port yang telah disumbangkan oleh LIPI kepada Undiksha. Lanjut dia, apliaksi ini memberikan panduan dan informasi terkait produk HKI di dunia yang terbaru. Infomasi yang berkembang terkait HKI itu, dengan sendirinya memberikan informasi, sehingga dosen peneliti menciptkan karya-nya yang memang terbaru. “HKI ini sifatnya terbaru dan selama ini dosen kita bisa saja
menganggap penelitiannya terbaru. Namun, karena tidak ada akses informasi khusus terkait produk HKI itu, sehingga tidak diketahui dan ini yang menghambat sertifikat HKI terbit atau bahkan gagal. Untuk itu, bantuan IP Port dari LIPI ini sangat membantu kita dan dalam pelatihan ini kita belajar untuk mengaplikasikan perangkat itu,” jelasnya. Wakil Rektor I Undiksha Prof. Dr. Ida Bagus Putu Aryana, M.Si. mengatakan, komitmen dan kebijakan dalam peningkatan luaran HKI sebagai salah satu indikator kinerja yang sangat penting untuk peningkatan peringkat dan akreditasi institusi. Keberadaan sentra HKI bagi kemajuan Undiksha, dan masyarakat sekitar diyakini dapat memberikan layanan optimal dalam pengelolaan komersialisasi dan desiminasi HKI. Untuk itu, perlunya kerja sama dengan sentra-sentra HKI lainnya, termasuk dengan pusat inovasi LIPI yang menangani valuasi karya intelektual. “Kami sangat mendukung dan sesuai kebijakan lembaga bagaimana produk HKI ini harus bersertifikat dan keberadaan sentra HKI ini perannya penting untuk kemajuan Undiksha ke depan,” jelasnya. (ad339)
Kasus Pembunuhan di Kampung Baru
Polisi Usut Dugaan Tersangka Masuk Jaringan Narkotika
Singaraja (Bali Post) – Pengakuan tersangka kasus pembunuhan di Jalan Pulau Sulawesi, Kelurahan Kampung Baru, menggunakan narkoba jenis sabu-sabu, membuat polisi bergerak melakukan pengembangan. Polisi mendalami keterlibatan tersangka dalam peredaran narkoba di Buleleng. Bahkan informasi di kepolisian, tersangka berinisial Ketut MD (50) diduga masuk dalam jaringan peredaran narkoba di Kota Singaraja. Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Buleleng AKP Ketut Adnyana Tunggal Jaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya, Kamis (5/10) kemarin, mengatakan atas pengakuan tersangka
yang menunjukkan positif menggunakan narkotika, pihaknya telah menurunkan anggotanya untuk mencari informasi terkait jaringan peredaran narkotika di jantung Kota Singaraja. Hanya saja aparat kepolisian tidak berani menjamin informasi yang didapat bisa valid, bahwa yang bersangkutan terlibat peredaran narkoba. Pasalnya, bisa saja informasi terkait peredaran narkotika di perkotaan itu tertutup setelah pengakuan tersangka pembunuhan di Jalan Pulau Sulawesi yang bermotif bisnis narkoba. “Sesuai perintah pimpinan, kami dalami keterangan itu. Memang dugaan kita ada jaringan narkotika di Kota
Singaraja,” tegasnya. Diberitakan sebelumnya, tersangka Ketut MD (50), warga Kelurahan Kampung Baru ditangkap setelah menganiaya hingga mengakibatkan Gede Sudiarta alias Botak (31) warga Kelurahan Banyuasri, Singaraja meninggal dunia, Minggu (1/10) lalu. Selain mengaku membunuh korban, tersangka positif menggunakan narkoba. Ini dikuatkan dengan hasil tes urine yang menyatakan sampel urine tersangka positif mengandung narkotika. Keterangan yang berhasil dikumpulkan, polisi menyebut bahwa motif kasus pembunuhan itu karena masalah uang yang diduga hasil bisnis narkoba. (kmb38)
JEMBRANA
12
Jumat Wage, 6 Oktober 2017
Kasus Korupsi Dana Hibah
Bendesa Kaliakah Akhirnya Dieksekusi Kejari
Negara (Bali Post) I Nyoman Baliyasa, Bendesa Kaliakah telah divonis satu tahun penjara dalam kasus korupsi bantuan dana hibah provinsi beberapa waktu lalu. Pascadivonis itu, Baliyasa akhirnya dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana. Sesuai putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Denpasar, ia divonis satu tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider satu bulan. Hingga saat eksekusi, Baliyasa sudah menjalani kurungan selama empat bulan lebih. Untuk itu, ia selanjutnya tinggal menjalani hukuman 7 bulan penjara. Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II B Negara I Nyoman Tulus Sedeng saat dikonfirmasi kemarin membenarkan telah menerima dua jaksa dari Kejari Jembrana, yakni Akhirudin Vami Kemalsa dan I Nyoman Triarta Kurniawan terkait eksekusi Baliyasa. Dengan diterimanya eksekusi ini, maka status Baliyasa kini adalah terpidana. Sebelum dan selama menjalani persidangan, terpidana ditahan di rutan selama 4 bulan 9 hari. Dengan demikian sisa kurungan pokok yang harus dijalani terpidana yakni selama 7 bulan 21 hari. Bila terpidana tidak membayar denda Rp 50 juta, maka ditambah satu bulan penjara dan tidak akan mendapat hak-haknya berupa remisi dan pembebasan bersyarat serta cuti. Kasus korupsi dana hibah ini membuat Baliyasa terjerat pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 64 KHUP. Baliyasa membuat laporan pertanggungjawaban fiktif dari dana yang diperoleh dari bantuan hibah Provinsi Bali. Total bantuan itu sebanyak Rp 250 juta. Dana itu diperuntukan untuk dua pembangunan. Pertama, pembangunan gedong simpen serta paving halaman Pura Puseh senilai Rp 150 juta. Kedua, untuk pembangunan bale gong dan dapur. Dalam pelaporan pertanggungjawaban itu disebut fiktif lantaran tidak sesuai dengan fakta. Sebab belum dilakukan pengerjaan pembangunan seperti yang dilaporkan, tetapi dibuat seolah-olah dana sudah digunakan sesuai proposal. (kmb26)
Bali Post/olo
RESTORAN - Salah satu bangunan berlantai dua yang nantinya digunakan untuk restoran di areal KRJ.
Gambar Pembangunan KRJ Dipastikan Berubah
Negara (Bali Post) Gambar pembangunan Kebun Raya Jagatnatha (KRJ) dipastikan berubah dibandingkan dengan rencana awal. Sejumlah spek pekerjaan yang bersumber dari APBN ini berbeda dengan saat diusulkan. Terdapat sejumlah item yang diganti, seperti pagar alas dan tampilan bangunan untuk restoran serta kantor. Sementara itu proyek yang menelan anggaran hingga Rp 9 miliar lebih ini sudah hampir rampung dan pra PHO. Pihak pelaksana pekerjaan dari PT Sastra Mas Estetika, Made Puspa yang ditemui belum lama ini mengatakan pengerjaan sudah rampung dan tinggal menunggu PHO dari pusat. Terkait gambarnya menyesuaikan perubahan dan belum selesai. “Belum (selesai - red), nanti kalau sudah jadi saya infokan. Sekarang baru menunggu pra PHO,” katanya. Sementara itu, dari pihak konsultan pengawas membenarkan ada sejumlah spek yang berubah. Seperti panjang tembok panyengker yang sebelumnya direncanakan semuanya rampung mengelilingi kebun raya, namun kini tidak jadi. Karena ganti bahan, maka belum semuanya. Sebagian masih berupa pondasi tembok menggunakan batako. Begitu juga dengan tampilan bangunan dua lantai untuk restoran ada perubahan khususnya terkait bahan tembok menggunakan bata ekpos. Kendati ada perubahan spek, nilai anggaran tidak berubah atau masih tetap. Belum rampungnya pengerjaan ini, maka perlu anggaran tambahan untuk menyelesaikan KRJ. Selain dibiayai dari pusat, pembangunan kebun raya ini juga berasal dari APBD. Seperti penataan parkir depan, pembuatan kolam embung dan pagar depan. Di pihak lain, Kepala Dinas LH Jembrana I Ketut Karyadi Erawan saat dikonfirmasi mengaku sedang sibuk. (kmb26)
Bali Post/olo
DIAMANKAN - Truk yang mengangkut 5 ton tulang sapi tanpa dokumen karantina diamankan di Polsek Kawasan Laut Gilimanuk.
Truk Pengangkut Lima Ton Tulang Sapi Ilegal Diamankan
Negara (Bali Post) Jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk mengamankan satu unit truk yang mengangkut karung-karung berisi tulang sapi, Kamis (5/10) kemarin. Tulang sapi yang rencananya dikirim ke Pasuruan, Jawa Timur ini diketahui tanpa dilengkapi dokumen karantina. Polisi yang bertugas melakukan pemeriksaan di Pos I (pintu masuk pelabuhan) terpaksa mengamankan truk tersebut. Wakapolsek Kawasan Laut Gilimanuk AKP Made Katon seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menga-
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jembrana, Nyoman Budi Argawa, Kamis (5/10) kemarin, mengatakan jumlah data pengungsi mandiri tersebut bisa bertambah karena masih sementara. Jumlah itu baru merujuk terhadap update data lengkap pengungsi yang telah masuk dari tiga kecamatan, yakni Pekutatan, Mendoyo, dan Jembrana.
Bali Post/kmb
BANTUAN - Bantuan berupa barang/sembako tampak menumpuk di BPBD Jembrana.
dipimpin Kanit Reskrim AKP Komang Mulyadi sekitar pukul 05.30 Wita. Belakangan diketahui, di dalam truk itu isinya tulang sapi
Selanjutnya petugas Polsek Kawasan Laut Gilimanuk melimpahkan kasusnya ke Karantina Gilimanuk. Ia menambahkan pengiriman komoditi karantina hewan antarpulau ini mestinya memerlukan dokumen sertifikasi kesehatan dari Kantor Karantina Hewan daerah asal, tapi saat diamankan tidak ada. (kmb26)
Kantor Lurah Loloan Barat Diresmikan
Bupati Artha: Kantor Baru, Pelayanan Harus Baik
WARGA Kelurahan Loloan Barat kini sumringah. Hal itu terjadi dikarenakan Pemkab Jembrana membangun gedung kantor lurah baru. Kantor Lurah Loloan Barat tersebut diresmikan Bupati Jembrana I Putu Artha, Kamis (5/10) kemarin dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita. Dalam peresmian ini juga disaksikan Sekda Made Sudiada Jembrana, para kepala OPD, anggota Muspika Kecamatan Negara, dan warga Loloan Barat. Lurah Loloan Barat Ahmadi dalam laporannya mengatakan pembangunan kantor ini menghabiskan biaya Rp 1.500.628.000. “Secara ritual pamelaspasan Padma, Penunggu dan Lebuh dimulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita di-puput Ida Pedanda Geria Anom Batugung. Selain itu pukul 18.00 Wita, warga yang muslim mengadakan sholat magrib berjamaah untuk memohon keselamatan untuk kita semua,” kata Ahmadi.
BPBD Sebut 335 Pengungsi Asal KRB II dan III
Negara (Bali Post) Dari total 547 orang pengungsi mandiri bencana Gunung Agung di Jembrana yang terdata, terdapat 335 merupakan penduduk yang tinggal zona merah Kawasan Rawan Bencana (KRB) II dan KRB III. Jumlah tersebut diperoleh dari penyisiran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Jembrana.
mankan truk dengan nopol S 9584 NC tersebut. Truk yang di bagian belakangnya ditutup terpal warna biru itu diperiksa petugas yang
yang dibawa dari Denpasar. Ketika dimintai surat-surat dokumen pengiriman, sang sopir tidak dapat menunjukkannya. Total berat tulang sapi yang diamankan sebanyak 5 ton. Terdiri dari tulang kering dan basah. Truk Mitsubishi warna kuning kombinasi ini dikemudikan Aris Rohadi (47) asal Jembrana.
Sementara data dari kecamatan lain, yakni Negara dan Melaya, masih menggunakan data lama. Menurutnya data ter-update secara terperinci identitas pengungsi ini diharapkan sudah disetor secepatnya. Dari rangkuman, termasuk data lama dari dua kecamatan, ada 547 pengungsi. Di antaranya 209 orang di delapan desa di Kecamatan Pekutatan, 160 orang di sembilan desa di Kecamatan Mendoyo, 111 orang di tujuh desa di Kecamatan Jembrana, 29 orang di lima desa di Kecamatan Negara, dan 39 orang di lima desa di Kecamatan Melaya. Sementara data 335 pengungsi yang masuk dalam zona merah di antaranya 176 orang di Kecamatan Pekutatan, 71 orang di Kecamatan Mendoyo, 92 orang di Kecamatan Jembrana, 9 orang di Kecamatan Negara, dan 7 orang di Kecamatan Melaya. Data ini selanjutnya akan dijadikan dasar penyaluran bantuan dari posko siaga bencana erupsi Gunung Agung BPBD Jembrana. (kmb26)
Pada peresmian tersebut, Bupati Artha mengimbau agar kinerja kelurahan sebagai garda terdepan pemerintahan harus baik. “Dalam melayani masyarakat harus lebih baik. Jangan sampai masyarakat datang ke kantor, namun petugasnya tidak siap atau bahkan belum datang. Ingatlah kewajiban sebagai ASN. Ada atau tidak masyarakat yang memerlukan kita, staf kelurahan harus siap sesuai jam kantor,” tegas Artha. Selain itu diharapkan masyarakat juga ikut serta membantu mengawasi keamanan dan memelihara kebersihan kantor lurah. Menurut Artha bila perlu diadakan kegiatan seperti olahraga di sore hari atau kegiatan keagamaan. Silakan dipergunakan, dimanfaatkan untuk kegiatan positif. “Di hari yang baik ini, rainan purnama saya sangat mengapresiasi umat Hindu melaksanakan pamelaspasan dan sore harinya diadakan sholat berjamaah. Saya
titip agar ikut mendoakan Jembrana tetap aman. Begitu pula doakan saudara-saudara di Karangasem terhindar dari bencana. Saya berharap erupsi tidak terjadi, karena dampaknya tidak hanya masyarakat Bali namun juga Indonesia,” terang Artha. Artha mengucapkan terima kasih kepada warga Loloan Barat yang sudah bersama Pemkab menjaga suasana harmonis di Kabupaten Jembrana. Artha juga mempersilakan kantor lurah yang lama dimanfaatkan untuk pasar oleh-oleh yang menampung kerajinan atau kuliner khas Loloan Barat. Dengan begitu perekonomian warga Loloan Barat bisa bertambah. “Daerah Loloan memiliki budaya yang unik, seperti rumah panggung dan kulinernya yang enak. Saya berharap ini harus dilestarikan dan dijaga agar tidak punah. Setiap ada tamu ke Jembrana ajaklah berkunjung ke Loloan Barat,” imbuhnya. (ad343)
Bali Post/ist
PERESMIAN - Peresmian gedung Kantor Lurah Loloan Barat oleh Bupati Jembrana I Putu Artha, Kamis (5/10) kemarin.
Jumat Wage, 6 Oktober 2017
Menteri Pariwisata Arief Yahya
KARANGASEM
13
Bali Post/kmb
Kementerian Pariwisata Siapkan Jurus Amankan Pariwisata di Bali
Amlapura (Bali Post) – Kementerian Pariwisata sudah menyiapkan jurusjurus sehingga jika Gunung Agung meletus tidak sampai mematikan sektor pariwisata di Bali. Langkah utama yang disiapkan adalah menjaga kepercayaan dunia internasional melalui penanganan sigap, salah satunya memastikan proses pemulangan wisatawan bisa berjalan dengan cepat dan aman. Menteri Pariwisata Arief Yahya di Posko Induk Darurat Bencana Tanah Ampo, Kamis (5/10) kemarin mengatakan, menyikapi aktivitas vulkanik Gunung Agung, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PVMBG dan instansi terkait lainnya. Dari diskusi tersebut pihaknya menyatakan Bali pada dasarnya aman untuk dikunjungi kecuali daerah-daerah yang sudah ditetapkan sebagai zona awas. Di luar itu, sangat aman bagi aktivitas pariwisata. Kalaupun Gunung Agung meletus, menurutnya, Kementerian Pariwisata telah membuat skenario penanganan. Jika terjadi erupsi, wisatawan segera akan diantar ke bandar udara terdekat baik ke wilayah Indonesia Timur maupun Barat. Skenario pengantaran ke bandara terdekat akan dilakukan melalui jalur udara, darat maupun laut. Melalui langkah seperti itu pihaknya berharap mampu menjaga kepercayaan dunia terhadap sektor pariwisata di Bali maupun Tanah Air secara umum. ‘’Erupsi gunung itu adalah natural disaster, tidak bisa distop dan bisa terjadi di mana saja. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu bergerak cepat mengatasi bencana,’’ ujarnya. Mengacu pada pelayanan setiap terjadi arus mudik Lebaran, Arief Yahya mengatakan pemerintah punya kemampuan untuk kegiatan evakuasi seperti itu. Dengan kemampuan pengantaran pemudik 40 ribu orang saat H-1 Lebaran, pengantaran 60 wisman diproyeksikan hanya akan memerlukan waktu dua sampai tiga hari. Arief Yahya mengakui naiknya aktivitas Gunung Agung sudah memberi dampak terhadap tingkat kunjungan wisman ke Bali. Saat ini sedikitnya 100 ribu wisman atau sekitar 20 persen calon wisatawan sudah melakukan canselation (pembatalan) kunjungan ke Bali. Dengan rata-rata lama tinggal delapan hari dan belanja 150 dolar per wisman per hari, maka kerugiannya cukup besar. Karenanya untuk menjaga tingkat kunjungan secara nasional, Kementerian Pariwisata akan mengarahkan calon wisman berkunjung ke objek wisata lain di luar Bali. ‘’Manado salah satunya, kan selama ini ada paket Bali-Manado. Ke Batam, kawasan Indonesia timur juga bisa,’’ ungkapnya. Di Posko Induk Tanah Ampo, Arief Yahya juga sempat meninjau Dermaga Pelabuhan Tanah Ampo didampingi Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, Dandim Karangasem Letkol Inf. Fierman Sjafirial Agustus dan sejumlah pejabat instansi terkait yang sementara ngepos di sana. Bupati Mas Sumatri sendiri berharap pemerintah pusat dapat melanjutkan pembangunan pelabuhan kapal pesiar Tanah Ampo, sehingga mampu memberi kontribusi bagi pendapatan daerah yang kini terancam anjlok oleh aktivitas vulkanik Gunung Agung. (kmb)
Pengungsi Pulang Sembahyang
Karangasem (Bali Post) Warga yang mengungsi pascastatus awas Gunung Agung, Kamis (5/10) kemarin banyak yang pulang. Bahkan, beberapa di antaranya ikut sembahyang di Pura Besakih. “Kami warga pangempon (panyungsung) pura yang tinggal di Besakih. Jadi, sekalian pulang ke rumah untuk bersih-bersih,” kata salah satu pengungsi, Nengah Ariasa, di pelataran Pura Besakih. Ariasa mengatakan bahwa kesempatan bersembahyang pada hari purnama kapat dimanfaatkan untuk memohon keselamatan dan juga kesejahteraan kepada Ida Hyang Widhi utamanya yang berstana di Pura Besakih dan Gunung Agung. Selain itu, selama hampir dua minggu lebih mengungsi, belum sekalipun pernah datang dan bersembahyang. “Kalau saya biasanya rutin datang dan sembahyang. Karena Besakih masuk KRB II yang menyebabkan kami juga mengungsi, jadi baru sempat sembahyang saat ini,” terang dia. Ariasa yang juga bekerja sebagai pramuwisata di Pura Besakih itu berharap situasi segera membaik karena keadaan yang terjadi saat ini juga mempengaruhi perekonomiannya beserta keluarga yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pariwisata. “Terpaksa sampai saat ini bertahan di pengungsian. Bisa bertahan hidup dari uluran tangan pemerintah,” terang Ariasa seraya berharap status Gunung Agung segera turun sehingga dirinya bisa kembali beraktivitas di Besakih. (kmb)
Telepon Penting
Berubah Lagi, Desa Zona Rawan Bencana
Amlapura (Bali Post) Pemerintah telah menetapkan 28 desa di Karangasem masuk zona rawan bencana. Jumlah ini bertambah satu desa dari sebelumnya. Desa yang masuk zona tersebut telah disosialisasikan ke pos pengungsian di seluruh Bali. Bahkan, ada imbauan bagi warga yang rumahnya berada di luar zona rawan bencana agar pulang. Imbauan itu pun diikuti warga. Tidak kurang dari 1.000 orang telah kembali ke rumahnya, walaupun dengan perasaan waswas. Namun, pemerintah kembali melakukan revisi terhadap penetapan zona rawan bencana. Revisi desa-desa terdampak tersebut disampikan Kepala BNPB Wiliam Rapangilei usai menggelar rapat dengan Kasatgas Penanganan Erupsi Letkol Inf. Fierman Sjafirial Agustus dan Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri di Posko Induk Tanah Ampo, Kamis (5/10) sore kemarin.
Dalam data revisi tersebut, tiga desa di Selat yang sebelumnya tidak dikategorikan zona awas masuk menjadi zona awas yaitu Desa Selat, Desa Duda, dan Desa Duda Timur. Di Bebandem, Desa Macang dan Desa Sibetan masuk desa awas, sedangkan Desa Bungaya Kangin yang sebelumnya dinyatakan desa awas dicoret. Tiga kelurahan di Kecamatan Karangasem yakni Kelurahan Karan-
gasem, Padangkerta, dan Subagan juga dikeluarkan sehingga desa zona awas tetap 28 desa. Meski Desa Bungaya Kangin dan tiga kelurahan di Karangasem tidak lagi dikategorikan zona awas namun warganya harus tetap waspada dan siaga mengingat keempatnya masuk dalam KRB I dan ditandai dengan warna kuning. Mengacu pengalaman letusan tahun 1963, desa dan ketiga kelurahan itu berpotensi diterjang lahar dingin. Pengungsian wajib dilakukan jika sudah terjadi erupsi apalagi erupsi yang disertai hujan. ‘’Untuk saat ini, penduduk di wilayah itu belum seharusnya mengungsi,’’ tegas Willem Rapangilei. Dengan adanya perubahan data desa zona awas, katanya, jumlah
penduduk yang harus diungsikan tetap di angka 70 ribu jiwa. Namun kenyataannya, jumlah penduduk yang mengungsi justru membengkak. Data terakhir sampai siang kemarin, pengungsi mencapai 150.109 jiwa tersebar di 427 lokasi. Pembengkakan itu diduga terjadi karena psikologis masyarakat yang ketakutan. BNPB bersama Satgas dan pemerintah daerah, terus melakukan sosialisasi sehingga warga yang berada di luar zona awas paham langkah yang harus dilakukan jika terjadi erupsi. ‘’Badan Vulkanologi sudah menetapkan radius awas 9 kilometer dan radius sektoral 12 kilometer. Ini berpotensi terkena bahaya material, di luar itu bahaya abu vulkanik,’’ jelasnya. (kmb)
Material Kosong, Kontraktor Ajukan ”Opname”
Amlapura (Bali Post) – Status awas Gunung Agung berdampak luas terhadap kondisi Karangasem. Proyek fisik di daerah zona aman ikut kena imbas. Banyak kontraktor mengajukan opname (penghentian sementara) proyek padahal pekerjaan sudah hampir rampung. “Kami kesulitan material. Barang di luar ada, tapi tak bisa masuk ke Karangasem. Jalur lalu lintas sekarang kan disterilkan dari aktivitas truk material,” ungkap salah seorang kontraktor lokal Karangasem, Kamis (5/10) kemarin. Untuk proyek yang tinggal finishing dan hanya memerlukan material pabrikasi, relatif tidak ada kendala. Yang banyak dihadapi kontraktor proyek di luar zona KRB termasuk di KRB I adalah sulit mendapatkan material galian baik pasir, kerikil maupun batu. Sedangkan proyek di KRB II dan III, pemerintah daerah memang sudah merestui untuk tidak dilanjutkan. KRB II dan III merupakan zona bahaya yang sejak Gunung Agung status awas harus sudah dikosongkan. “Yang masalah kan yang di KRB I dan zona aman. Meski
hanya berpotensi terkena debu vulkanik, tapi kenyataannya juga tidak bisa jalan,” ungkap kontraktor yang tak mau namanya dikorankan tersebut. Selain kendala bahan baku, kontraktor utamanya yang lebih banyak mempekerjakan tukang lokal juga sekarang sulit mencari buruh karena pergi mengungsi. Kalaupun sebenarnya mereka bisa bekerja meski berangkat dari pengungsian, tapi kebanyakan masih terganggu psikologisnya. Menyikapi perkembangan situasai dari aktivitas vulkanik Gunung Agung, Tim TP4D Karangasem telah menggelar rapat koordinasi di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Rabu (4/10) lalu. Hasilnya, proyek-proyek di daerah KRB I dan zona aman masih akan dievaluasi selama satu minggu ke depan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem, Ketut Sedana Merta, kemarin di Posko Induk Penanggulangan Bencana Tanah Ampo, membenarkan perihal rapat tersebut. Untuk proyek di KRB II dan III, menurut dia, memang tidak bisa dilanjutkan karena kondisi posmajor. Pihaknya mengakui ada cukup banyak
proyek yang dihentikan, sebagian sudah dalam tahap finishing. Terkait proyek di zona KRB I dan zona aman yang
ikut terdampak, kata dia, masih dievaluasi dan dikoordinasikan lebih lanjut karena kesulitan material seperti yang dikeluhkan kontraktor
tidak menjadi kriteria posmajor yang disyaratkan perpres. “Untuk yang itu masih akan kita evaluasi selama seminggu ke depan,” ujarnya. (kmb)
Bali Post/dok
PASIR-Akibat terhentinya aktivitas galian C di Karangasem, kini keberadaan material berupa pasir cukup sulit dicari.
Anggaran Siaga Darurat Gunung Agung
kARANGASEM Polres Karangasem Penjagaan Polres Polsektif Karangasem Polsek Kota Polsek Manggis Polsek Rendang Polsek Selat Polsek Abang Polsek Kubu Polsek Sidemen Polsek Bebandem Polsek Candidasa Polsek KP3 Padangbai Radio Suara Widya Besakih (SWIB) Koperasi Krama Bali Cab. Karangsem PMI
Bali Post/kmb
REVISI - BNPB, Bupati Karangasem dan Kasatgas Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Agung di Posko Induk Tanah Ampo memberikan penjelasan terkait revisi desa-desa yang masuk kawasan rawan bencana.
0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363
21220 23222 21167 41768 23082 24187 23330 22988 21709 22110 41677 41388
0363
21791
0363 0363
2710050 21789
Dapat Dialokasikan dari Kemenkeu Karangasem (Bali Post) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan anggaran untuk siaga darurat Gunung Agung di Kabupaten Karangasem masih aman karena dapat dialokasikan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). “Dalam siaga darurat maka kami bisa mengakses anggaran cadangan penanggulan bencana di Kementerian Keuangan, dengan kata lain untuk melakukan upaya siaga darurat Gunung Agung anggaran cukup tersedia,” kata Kepala BNPB Willem Rampangilei di Pos Komando Penanganan Darurat Gunung Agung di Karangasem, Kamis (5/10) kemarin. Menurut Willem, dalam sistem anggaran
nasional untuk kebutuhan kedaruratan maka pihaknya dapat menggunakan dana cadangan Kementerian Keuangan. Untuk kedaruratan sendiri, lanjut dia, meliputi tiga tahapan yakni siaga darurat, tanggap darurat setelah bencana dan masa transisi menuju pemulihan. Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dalam kesempatan yang sama mengatakan pihaknya membahas anggaran bencana alam dalam anggaran perubahan APBD Karangasem yang sudah dirancang dan diarahkan untuk kebutuhan instansi yang paling memerlukan. Anggaran perubahan tersebut, katanya, akan dialokasikan ke BPBD, Hubungan Masyarakat
(Humas), Informatika dan Komunikasi (Infokom) dan Satpol PP. Namun, bupati wanita pertama di Karangasem itu tidak membeberkan detail besaran dana bencana dalam anggaran perubaham tersebut. Saat ini, lanjut dia, Pemkab Karangasem memiliki dana untuk bencana yang minim, yakni mencapai Rp 1,2 miliar setelah sebelumnya sudah digunakan ketika ada bencana tanah longsor di Kecamatan Kubu beberapa waktu lalu sebesar Rp 300 juta. Dana bencana tersebut, kata dia, baru bisa dikeluarkan dari kas ketika bencana itu telah terjadi. “Sedangkan anggaran untuk mitigasi bencana kami belum ada, sama sekali belum ada,” ucap Ayu Mas Sumatri. (kmb)
TABANAN
14
Sembahyang, Sebagian Pengungsi Pulang Tabanan (Bali Post) Adanya imbauan agar pengungsi yang berada di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) erupsi Gunung Agung untuk kembali ke rumahnya di Karangasem, sedikit tidaknya mulai dituruti sebagian pengungsi di Tabanan. Terbukti ada sebagian yang sudah kembali ke rumah mereka masingmasing, yang jauh dari kawasan KRB. Namun ada pula yang pulang untuk alasan sembahyang. Seperti keberadan siswa dan guru yang sempat belajar dan mengajar di SMAN 1 Tabanan. Dua orang guru dan lima dari tujuh siswa yang sempat belajar dan mengajar akhirnya memilih pulang karena berada di zona aman KRB. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 1 Tabanan Mulyadi Joyo Astowo ketika dikonfirmasi membenarkan kalau dua orang guru yang sebelumnya sempat numpang mengajar selama dua minggu sudah kembali mengajar di SMAN 2 Amlapura. Begitu pula lima dari tujuh siswa juga sudah kembali ke Karangasem. “Dua guru dan lima siswa yang sempat belajar dan mengajar di sini sudah kembali ke Karangasem,” ungkap Joyok, Kamis (5/10) kemarin. Dijelaskan, mereka pulang karena memang lokasi mereka di luar KRB yang telah ditetapkan pemerintah. Mereka juga mau mematuhi imbauan agar mereka kembali mengajar dan belajar di sekolah asal mereka karena masuk zona aman. Sebelumnya, dua orang guru itu numpang mengajar dalam bidang studi Bahasa Inggris dan Matematika. Sementara dua siswa masih tetap belajar dan rencananya juga akan balik. “Mereka mematuhi imbauan untuk kembali karena ada di zona aman, termasuk dua siswa yang masih tersisa rencannya juga akan balik,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita mengakui sejuah ini belum ada pengungsi secara resmi yang kembali ke daerah asalnya. Kalaupun ada yang kembali sifatnya sementara, dengan alasan sembahyang ke pura atau melihat ternaknya yang masih ditinggal di kampung halamannya. “Sekarang (kemarin) kan bertepatan Purnama Kapat, banyak pengungsi pulang dengan dalih untuk sembahyang dan melihat ternaknya, namun untuk kembali secara resmi belum ada,” katanya. Meski demikian, sesuai arahan yang diterima, pihaknya masih melakukan pendataan pengungsi yang masuk daerah KRB dan di luar KRB. Namun diakui, butuh kerja keras untuk mendata mereka. Pasalnya, tinggal di pengungsian banyak pula yang tinggal tersebar bersama kerabat mereka. Pihaknya membutuhkan waktu untuk pendataan tersebut. “Paling tidak butuh waktu sekitar 10 hari untuk pendataan finalnya,” sebut Ngurah Sucita. (bit)
Terkendala Cuaca, Peternak Lele Tunda Produksi
Tabanan (Bali Post) Cuaca yang tidak bisa diprediksi dan cenderung hujan meski masih musim kemarau, meyebabkan peternak budi daya lele di Tabanan menunda produksinya sementara waktu. Di samping itu, juga penundaan produksi ini untuk menyikapi harga pakan yang semakin mahal. Pembudindaya lele asal Tabanan Gede Darma Susila, Kamis (5/10) kemarin mengatakan, cuaca saat ini sulit diprediksi dan cenderung lembab akibat turunnya hujan meski masih musim kemarau. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan lele menjadi tidak seimbang. Dalam artian, dalam kondisi cuaca lembab lele masih bertahan hidup. Hanya volume pakan yang dibutuhkan selama budi daya dengan pertumbuhan ikan lebih banyak dari biasanya. Darma menjelaskan, cuaca yang lembab telah membuat pertumbuhan ikan lele menjadi melambat. Lambatnya pertumbuhan lele tentu membutuhkan pakan yang lebih banyak, sehingga membutuhkan biaya lebih untuk membeli pakan. Ini tentu menyulitkan peternal, karena harga pakan saat ini naik. Karena kondisi ini peternak budi daya lele memutuskan untuk menunda pemeliharaan lele semetara waktu, sampai cuaca membaik dan bisa diprediksi. “Setelah kondisi cuaca menjadi lebih hangat, baru kami akan kembali mengembangkan budi daya lele,” ujarnya. Selain itu, faktor lain yang memengaruhi penundaan sementara pengembangan budi daya lele ini karena harga lele dipasaran yang cenderung tidak meningkat, bahkan kondisi tersebut sudah berlangsung sejak lima tahun terakhir. Harga lele saat ini berada dikisaran Rp 15 ribu per kg hingga Rp 17 ribu per kg. “Harga ini tidak sesuai dengan harga pakan lele yang cenderung naik,” ujarnya. (kmb24)
Telepon Penting tabanan Polres Tabanan 0361-812519 Polsek Kediri 0361-812280 Polsek Marga 0361-8946155 Polsek Kerambitan 0361-8943991
Polsek Selemadeg 0361-8943669 Polsek Pupuan 0362-71110 Polsek Penebel 0361-819194
RADIKALISME - Suasana penyuluhan tangkal radikalisme yang digelar Kesbangpolinmas Tabanan.
Penyuluhan Tangkal Radikalisme Bertahap
Tabanan (Bali Post) -
Meski sudah mereda, radikalisme masih dikhawatirkan ada, terutama di kalangan generasi muda. Berbagai upaya pun telah dilakukan untuk mencegah hal tersebut bangkit, salah satunya lewat program deradikalisme. Salah satunya dengan memberikan pembinaan dan penyuluhan tentang wawasan kebangsaan. Hanya saja minimnya anggaran, kegiatan penyuluhan dan pembinaan tersebut di Kabupaten Tabanan masih terbatas dan bertahap. “Minimnya anggaran penyuluhan hanya dapat menyasar dua kecamatan per tahun, itu pun jumlah peserta kita batasi hanya 40 orang,” beber Kepala Kesbangpolinmas Drs. I Gusti Ngurah Agung Suryana, Kamis (5/10)
kemarin. Dibeberkannya, untuk penyuluhan wawasan kebangsaan tahun ini dianggarkan Rp 100 juta, sedangkan untuk penyuluhan pembauran kebangsaan sebesar Rp 75 juta. Mengingat pentingnya
kegiatan tersebut, dengan keterbatasan anggaran yang ada, ia pun lebih menyasar para pemuda di sejumlah desa-desa pelosok. Bahkan dalam kegiatan penyuluhan dan pembinaan wawasan kebangsaan juga kerap dise-
lipkan penyuluhan narkoba, mengingat peredaran narkoba juga mulai bergeser ke wilayah pedesaan. “Tidak hanya para pemuda, penyuluhan dan pembinaan kebangsaan juga menyasar para pelajar,” ucapnya. Penyuluhan tersebut untuk mencegah pelajar agar tidak terkontaminasi ajaran radikal berbau paham terorisme. Ia menjelaskan, bahwa penyuluhan seperti ini sebagai repensif, agar bisa membentengi dan membekali anak didiknya
dari radikalisme yang nantinya tidak terjerumus pada radikalisme tersebut. “Jadi, siswasiswi ini kita bekali untuk tidak terjerumus ke paham radikal yang kemudiam mereka anti pluarisme,” ungkapnya. Gusti Agung Suryana menegaskan, dalam upaya menangkal paham radikal pihaknya juga bekerja sama dengan Polres setempat, berkomitmen melakukan pengamanan menjaga Tabanan tetap aman dan kondusif. (kmb28)
Dua Bulan Berjalan
Pendaftaran ”Online” BRSU Diakses 10 Orang Per Hari
Tabanan (Bali Post) Dua bulan berjalan layanan pendaftaran online BRSU Tabanan masih belum banyak yang mengakses. Ratarata pasien yang melakukan pendaftaran online adalah 10 hingga 15 orang per hari. Jumlah ini tentu masih belum berdampak signifikan untuk mengurai antrean layanan di BRSU Tabanan, di mana kunjungan untuk Poliklinik saja mencapai 700 pasien per hari. Wakil Direktur Pelayanan Medis BRSU Tabanan dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, Kamis (5/10) kemarin, mengatakan masih belum banyaknya pendaftaran online di akses masyarakat karena selain program ini baru atau dua bulan diluncurkan ada kesulitan lain yang dialami masyarakat saat mendaftar. Terutama bagi pasien yang sudah lanjut
Intensifkan Patroli, Hukum Berat Pelakunya LAGI-lagi kasus pembegalan dan pengeroyokan terjadi. Kali ini kejadiannya di depan Hotel Nirmala Denpasar dan HP korban direbut sampai pingsan. Para pelaku diharapkan dijatuhi hukuman yang berat untuk memberikan efek jera, agar tidak lagi terjadi kasus serupa. Demikian opini yang berkembang pada acara Warung Global yang membedah topik “Lagi, Komplotan Begal Beraksi’’. Acara ini disiarkan di Radio Global FM 96,5 Bali, Kamis (5/10) kemarin. Program ini dipancarluaskan Genta Bali FM, Singaraja FM dan Swara Negara FM. mereka jangan dianggap sebagai katagori anak-anak, sehingga memungkinkan mereka ini akan bebas dan dapat pembinaan saja. Perlu penanganan yang lebih serius, karena daerah ini keseringan terjadi tindak kriminal. Ibu Vera di Tabanan mengatakan perlu penyelidikan apakah ini dalam pengaruh obat-obatan terlarang atau minuman keras. Perlu diatur pengetatan penjualan minuman keras. Dan, dia harap pihak kepolisian patroli sepanjang 24 jam, sampai pagi agar meminimalisir tindak kriminal. Goatama di Tampaksiring setuju bila peraturan perlindungan anak dikaji dalam sisi umur. Buatkan undangundang yang baru agar ada efek jera.
Bali Post/bit
Minim Anggaran
Warung Global
Penelepon pertama, Febri, mengatakan prihatin atas kejadian ini karena lokasinya memang di daerah rawan. Saya mempertanyakan tentang rutinitas dari patroli polisi dan bagaimana kabarnya dengan pembentukkan satgas untuk penanggulangan kriminal apa masih jalan? Walaupun masalah keamanan bukan tanggung jawab kepolisian saja, namun setidaknya masyarakat bisa merasa aman. Karena kejadian pada pukul 04.00 dini hari itu, tentu masih banyak yang masih tertidur. Jadi intensipkan kembali patroli di jalur Mahendradatta. Pendapat lainnya, Arya di Denpasar, mengatakan apabila pelakunya adalah anakanak remaja umur 16-18 tahunan, maka ia berharap
Jumat Wage, 6 Oktober 2017
Ayu di Petang memberikan pendapatnya, bahwa hukum di Indonesia masih lemah dalam tataran pelaksanaannya. Jadi Tidak ada efek jera. Kejadian anak nakal dan geng motor mesti diberantas dengan payung hukum yang lebih tegas. Kasihan masyarakat merasa tidak nyaman pergi malam-malam. Pendapat Jodog berbeda. Ia mempertanyakan para orangtua yang mungkin belum bisa mendidik anaknya dengan baik. Pertanyaannya, kenapa anak-anak remaja berbuat dan melakukan tindakan kriminal. Bisa saja dirumah orangtuanya cuek dengan anak-anaknya dan tidak ada komunikasi antara orangtua dan anak. Semoga para orangtua bisa mendidik anaknya dengan baik. (bram)
usia. “Syarat mendaftar adalah punya alamat email. Keluhan pasien biasanya karena belum punya email,” ujar Sukardiasih. Untuk memperkenalkan layanan pendaftaran online ini, pihak BRSU rutin memberikan sosialisasi setiap hari kepada pengunjung dan juga dilakukan sosialisasi ke kantor camat, maupun kegiatan lainnya. Saat ini, kata Sukardiasih, rata-rata pasien yang melakukan pendaftaran online sebanyak sepuluh hingga 15 pasien sehari. Diakuinya jumlah ini belum berdampak signifikan dalam mengurai antrean layanan di BRSU Tabanan. Sebab dari jumlah pasien yang mendaftar online, masih jauh dibandingkan jumlah pasien yang datang ke BRSU Tabanan setiap harinya atau 700 pasien per hari untuk kunjungan poliklinik. Selain itu, kunjungan ke BRSU Tabanan juga banyak yang merupakan pasien rujukan dari puskesmas. “Kami dari pihak BRSU telah menyarankan kepada puskesmas untuk merujuk pasiennya menggunakan pendaftaran online yang disesuaikan dengan
kondisi pasien,” ujarnya. Masih belum banyaknya pendaftaran online diakses oleh masyarakat, menurut Sukardiasih memang memerlukan waktu agar masyarakat terbiasa menggunakan IT. Jika sudah terbiasa, maka tentu lama kelamaan akan semakin banyak yang mengakses, terlebih dengan mendaftar online banyak keuntungannya. Selain mengurai antrean di BRSU Tabanan, pasien juga bisa menghemat waktu dan tidak menghabiskan waktu seharian di BRSU Tabanan hanya untuk mendapatkan layanan. Dalam pendaftaran online masyarakat hanya perlu mengunjungi website BRSU Tabanan. Sebelumnya harus memiliki alamat email. Setelah mengisi data serta poliklinik yang hendak dituju akan diberikan nomor antrean layanan. Kata Sukardiasih setelah mendapatkan antrean, pasien diminta datang ke BRSU Tabanan dua hari setelah mendaftar. “Kenapa tidak keesokan hari nya atau hari saat mendaftar? Hal ini karena pihak BRSU Tabanan harus menyiapkan rekam medis pasien,” ujarnya. (kmb24)
Bali Post/san
SIPON - Sosialisasi mengenai layanan sistem pendaftaran online RS atau SIPON RS ke masyarakat.
15
Jumat Wage, 6 Oktober 2017 Jadwal Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa Jumat (7/10) dini hari --------------- Grup D ------------------------------------------------Austria Georgia Rep. Irlandia
vs vs vs
Serbia Wales Moldova
1. Serbia 2. Wales 3. Irlandia 4. Austria 5. Georgia 6. Moldova
5 3 3 2 0 0
0 0 1 3 3 6
8 8 8 8 8 8
3 5 4 3 5 2
17-7 12-5 9-6 10-10 8-12 4-20
18 14 13 9 5 2
--------------- Grup G ------------------------------------------------Italia Liechtenstein Spanyol
vs vs vs
Makedonia Israel Albania
1. Spanyol 8 2. Italia 8 3. Albania 8 4. Israel 8 5. Makedonia 8 6. Liechtenstein 8
7 6 4 3 2 0
0 1 3 5 5 8
1 1 1 0 1 0
32-3 19-7 10-9 9-14 10-14 1-34
22 19 13 9 7 0
--------------- Grup I ------------------------------------------------Kroasia Kosovo Turki
vs vs vs
Finlandia Ukraina Islandia
1. Kroasia 2. Islandia 3. Turki 4. Ukraina 5. Finlandia 6. Kosovo
5 5 4 4 2 0
2 2 2 2 5 7
8 8 8 8 8 8
1 1 2 2 1 1
12-3 11-7 12-8 11-7 6-10 3-20
16 16 14 14 7 1
Zona Amerika Utara, Tengah dan Karibia AS Meksiko Kosta Rika
vs vs vs
Panama Trinidad & Tobago Honduras
1. Meksiko 8 5 3 0 11-3 18 * 2. Kosta Rika 8 4 3 1 12-5 15 3. Panama 8 2 4 2 7-5 10 4. AS 8 2 3 3 12-11 9 5. Honduras 8 2 3 3 9-16 9 6. Trinidad & Tobago 8 1 0 7 4-15 3 ----------------------------------------------------------------------------Ket. * = lolos ke putaran final.
Nasib Suriah Ditentukan di Sydney Malaka -
Penalti Omar al-Soma jelang bubaran menyelamatkan Suriah dari kekalahan saat bermain imbang 1-1 melawan Australia pada playoff pertama kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia, Kamis (5/10) kemarin. Negeri yang dikoyak perang itu menyiapkan laga pamungkas di Sydney untuk menentukan nasibnya. Australia yang lebih diunggulkan, memimpin lebih dahulu melalui gol Robbie Kruse menit ke-40. Namun setelah Mathew Leckie melanggar Soma pada menit ke-84, penyerang bertubuh jangkung dari Suriah itu tidak menyianyiakan kesempatan untuk mencetak gol balasan dari titik putih. Nasib kedua tim kini dipastikan pada laga kedua playoff yang digelar di Syney, Selasa pekan depan. Pemenang laga ini akan menjalani playoff putaran kedua melawan peringkat ke-4 zona Amerika Utara, Tengah dan Karibia (CONCACAF) yang saat ini ditempati AS, untuk memperebutkan tiket terakhir ke putaran final di Rusia. Suriah memainkan laga kandang di Malaysia karena faktor keamanan dalam negeri. Negeri tersebut memburu tiket untuk pertama kalinya tampil di putaran final. Sementara Socceroos berusaha
memperpanjang rekornya yang empat kali beruntun tampil di putaran final. Kedua tim tampil ngotot di Stadion Hang Jebat, Malaka dengan penonton didominasi dari Suriah. Di awal babak pertama kedua tim samasama meraih peluang ketika tembakan kaki kiri Mark Milligan mengancam gawang Mahmoud al-Youssef menit ke-19. Soma pun memberikan ancaman balik lewat tembakannya ke gawang Australia. Tembakan Matthew Leckie tak tetap pada sasaran pada menit ke-29. Soma dua kali memberikan umpan matang pada Omar Khribin namun striker klub Al Hilal tembakannya masih melebar. Lime menit jelang jeda, Leckie memulai proses gol pembuka setelah menerima umpan dari Milos Degenek. Ia melepaskan tembakan yang dibelokan Kruse. Di babak kedua, Australia
LIB Gelar Pertemuan dengan Klub Liga 1
Jakarta (Bali Post) Operator liga sepak bola Indonesia PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan mengadakan pertemuan dengan klub peserta Liga 1 sebagai tanggapan atas aksi protes mayoritas klub liga kasta tertinggi di Indonesia tersebut. “Kami segera akan mengadakan pertemuan dengan pihak berwenang dari 18 klub Liga 1, tujuan utamanya untuk meredakan kegaduhan yang sebetulnya tidak perlu,” kata Direktur Utama PT LIB Berlinton Siahaan dalam acara temu wartawan di Jakarta, Kamis (5/10) kemarin. Pihak LIB merasa perlu diadakan pertemuan ini karena protes tersebut disertai dengan ancaman pemogokan jika tuntutan mereka tidak diakomodir. “Kami akan mengadakan pertemuan pekan depan untuk membicarakan mengenai kompetisi dan undangan akan kami mulai sebar pekan ini,” kata Direktur PT LIB Risha Adi Wijaya di lokasi yang sama. Sebelumnya, kelompok yang menamakan diri Forum Klub Sepak Bola Profesional Indonesia dan mengaku berasal dari 15 klub Liga 1 terkecuali Persib Bandung, Bali United, dan PS TNI, melayangkan protes pada operator liga, PT LIB. Mereka melayangkan 15 tuntutan pada PT LIB karena merasa ada tiga aspek liga yang belum sempurna dijalankan oleh sang operator selama kompetisi berjalan, yakni aspek teknis, legal, dan bisnis. Akan tetapi kebanyakan dari klub cenderung mengeluhkan keputusan LIB yang kerap diambil tanpa kesepakatan klub. Itu seperti penggunaan wasit asing atau pengelolaan jadwal yang tak menguntungkan beberapa klub. Forum ini menuntut PT LIB untuk memberikan surat perjanjian yang mereka sebut seharusnya diberikan sebelum Liga 1 digelar dalam rentang waktu 14 hari ke depan. (ant)
seharusnya bisa menggandakan kedudukan tapi tembakan Tomi Juric mengenai mistar. Demikian tembakannya selanjutnya juga menerpa tiang gawang. Peluang Suriah didapat
dari tembakan Khribin, sundulan Soma serta tembakan bebas Ouday Jaffal. Reflek kiper Mathew Ryan menggagal peluang-peluang tersebut. Gawang Ryan baru tembus
enam menit jelang injury time babak kedua. Leckie melanggar Soma dan wasit asal Iran Alireza Faghani menunjuk titik putih. Soma tak menyianyiakan kesempatan menyamakan skor 1-1. (kmb39/afp)
Buenos Aires Mengandalkan banyak striker, Argentina memulai pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan melawan Peru, Jumat (6/10) ini, dengan menyerang, sambil berharap dapat mengamankan tiga poin. Kemenangan akan membuka harapan menuju putaran final Piala Dunia 2018. “Besok, kami akan keluar dan memberikan segalanya,” kata pelatih Argentina Jorge Sampaoli. “Gaya saya adalah menyerang sepanjang waktu dan memainkan permainan di area pertahanan lawan.” Argentina menduduki peringkat kelima di klasemen kualifikasi Amerika Selatan dengan 24 poin. Jumlah poin yang sama dengan yang dimiliki tim peringkat keem-
pat Peru, yang menggenggam keunggulan selisih gol. Empat tim teratas lolos otomatis ke putaran final di Rusia tahun depan. Tim peringkat kelima akan bermain melawan juara Oseania Selandia Baru pada pertandingan playoff dua laga pada November untuk memperebutkan satu tiket lagi. Bagaimanapun, Sampaoli berkata kepada para pemainnya bahwa kemenangan merupakan hal yang sangat penting demi mendapat tempat di putaran final Piala Dunia. Argentina diperkirakan akan memberikan kesempatan tampil sejak awal kepada penyerang Dario Benedetto. Lionel Messi, Angel Di Maria, dan penyerang Atalanta Papu Gomez dimainkan di belakangnya. Sampaoli mengambil alih
tim Argentina pada Juni, namun tim itu hanya mampu imbang pada dua pertandingan pertama di bawah asuhannya, pertama saat bertandang ke Uruguay dan ketika menjamu Venezuela. Meski mereka memiliki sejumlah penyerang terbaik di dunia, Argentina hanya mengoleksi 16 gol dari 16 pertandingan kualifikasi, catatan terburuk peringkat kedua pada grup berisi sepuluh tim. Argentina memindahkan kandang mereka dari Stadion Monumental ke Stadion Bombonera yang lebih sempit. Ini diharapkan bisa mendapatkan lebih banyak dukungan dari penggemar. Pertandingan terakhir di kualifikasi Amerika Selatan mereka adalah pada 10 Oktober melawan Ekuador di Quito. (afp/ant)
pertahanan. “Setelah tujuh bulan bersama Febri, dia banyak menunjukkan peningkatan. Dulu, dia pemain muda di jajaran para seniornya. Dia bisa beradaptasi secara cepat. Dia sangat mengerti taktik dan sudah dewasa beradaptasi dengan tim,” katanya. Dikatakan Milla, Timnas
membutuhkan kematangan pemain senior dalam menghadapi lawan, sementara pemain muda dibutuhkan dalam sumbangsih energi baru. “Ide saya ke depan ada pertemuan dengan tim U-22 untuk melihat dan memperbaiki kekurangan di ASEAN Games sehingga lebih baik lagi,” katanya.
Sementara itu, penyerang Timnas Ilham Udin Armaiyn mengaku bangga bisa kembali dipanggil Timnas setelah sebelumnya sempat memperkuat Timnas U-19 pada periode 2013. “Terima kasih pelatih kembali mempercaya saya di Timnas senior dan semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” katanya. (ant)
Argentina Andalkan Banyak Penyerang
Heynckes Siap Latih Kembali Bayern Munich Berlin Media Jerman, Kamis (5/10) kemarin melaporkan, Jupp Heynckes siap mengambil alih posisi pelatih tim sang juara bertahan Liga Jerman Bayern Munich untuk keempat kalinya, menggantikan Carlo Ancelotti yang dipecat. “Belum ada yang diputuskan. Saya masih perlu menganalisis banyak hal karena ini telah empat setengah tahun sejak terakhir kali saya kerja di Bayern. Sepak bola banyak berubah sejak itu,” ujar Heynckes seperti dikutip harian Rheinische Post. Dia mengakui Bayern telah memberikan penawaran untuk menjadi pelatih hingga akhir musim. Pejabat Bayern juga telah menemuinya untuk membicarakan berbagai macam masalah. Meski usia telah tua, namun Heynckes merasa cocok dengan jabatan itu. Tapi dia tidak tahu kapan akan memberikan keputusan soal melatih Bayern. Heynckes memimpin Bayern meraih gelar ganda di ajang domestik Liga Jerman dan Piala Jerman serta gelar Liga Champions pada 2013. Namun, pria berusia 72 tahun itu kemudian hengkang untuk kemudian digantikan Pep Guardiola. Menurut surat kabar The Bild, Heynckes, yang juga pernah memimpin Real Madrid meraih gelar Liga Champions dan sempat melatih Benfica, Athletic Bilbao, dan sejumlah klub Liga Jerman, akan mengisi posisi pelatih Bayern sampai akhir musim. Pihak Bayern belum memberikan keterangan seputar berita yang dirilis media Jerman itu. Ancelotti yang melatih Bayern musim lalu, dipecat pada pekan lalu setelah sang juara Jerman tergelincir ke peringkat kedua klasemen Bundesliga. Bayern tercatat meraih hasil seri di dua pertandingan terakhir di liga, setelah dua kali menyianyiakan keunggulan dua gol. Robert Lewandowski dkk juga kalah 0-3 di markas Paris St Germain (PSG) di Liga Champions. Heynckes, yang tidak bekerja sejak 2013, juga pernah melatih Bayern pada 1987 sampai 1991 dan kembali lagi pada akhir musim 2008/2009 sebelum menjadi pelatih kepala antara 2011 sampai 2013. (kmb39/rtr/ant)
Bali Post/rtr
DIJEGAL - Pemain Australia Mark Milligan dijegal Khaled Al Mbayed dari Suriah pada pertandingan playoff Piala Dunia 2018 zona Asia, Kamis (5/10) kemarin. Laga ini digelar di Stadion Hang Jebat, Malaka, Malaysia.
Bali Post/afp
TIDAK DIUNGGULKAN - Pendukung timnas Peru berkumpul di Bandara Ezeiza, Buenos Aires, Kamis (5/10) kemarin, untuk menyambut kedatangan tim kesayangannya. Peru yang tidak dunggulkan akan menantang Argentina pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2019.
Milla Optimis Timnas Kombinasikan Pemain Senior dan Muda Bekasi (Bali Post) Pelatih tim nasional Indonesia Luis Milla optimistis kombinasi pemain muda dan senior akan memberi energi positif bagi skuad Garuda dalam mengarungi kompetisi ASEAN Games 2018. “Dalam pertandingan persahabatan jelang ASEAN Games, kita banyak fokus pada pemain muda. Kami kenal banyak pemain muda Indonesia. Kami ingin menaruh energi baru dari pemain muda,” katanya. Hal itu dikatakan Milla dalam agenda konferensi pers pascapertandingan persahabatan Timnas Indonesia kontra Timnas Kamboja di stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/10) kemarin. Sejauh ini, sedikitnya empat pemain muda sudah bergabung di timnas Indonesia, di antaranya pemian Persib Bandung Febri Haryadi, pemain Persija Rezaldi Hehanusa, dan dua pemain Bhayangkara FC yakni
Evan Dimas serta Ilham Undin Armaiyn. “Selama ini, kami bergantung pada pemain senior, namun saya ingin mereka bisa bercampur dalam ide kami (kombinasi pemain muda),” katanya. Dikatakan Milla, rangkaian pertandingan uji coba dengan sejumlah tim Asia saat ini tengah diarungi anak asuhnya. “Uji coba ini untuk melihat kombinasi pemain senior dan junior di lapangan dan luar lapangan,” katanya. Selama delapan bulan Milla bergabung dengan Timnas Indonesia, dia mengklaim telah banyak perubahan dalam strategi bermain yang lebih kuat. “Pemain muda kalau diberikan kesempatan di Timnas harus bisa digunakan sebaikbaiknya. Komposisi usia pemain itu diklaim Milla mulai beradaptasi dengan baik, meski masih perlu beberapa pembenahan pada sentuhan akhir serta pola
Bali Post/ant
KOMBINASI - Pesepak bola Timnas Indonesia Andik Vermansyah (kiri) menggiring bola dibayangi pesepak bola Timnas Kamboja Soeuy Visal (kanan) dalam pertandingan persahabatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/10). Timnas Indonesia yang menang 3-1 atas Kamboja itu, akan mengkombinasikan antara pemain senior dan muda untuk Asian Games mendatang.
16 Bima Sakti Akhiri Karier Lawan Legenda Arsenal dan Liverpool
Jakarta (Bali Post) Pemain-pemain legenda sepak bola nasional akan menantang pemain legendaris klub sepak bola Inggris Arsenal dan Liverpool dalam pertandingan Balikpapan Masters Cup 2017 di Stadion Internasional Batakan, Balikpapan, Kaltim, pada 5 November. “Pertandingan ini sekaligus menjadi pertandingan terakhir saya sebagai pemain. Tentunya saya sedih sebagai pemain untuk menghadapi pensiun. Tapi, saya bangga karena mengawali karier di Balikpapan dan mengakhirnya pun di Balikpapan,” kata mantan pemain nasional Bima Sakti dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (5/10) kemarin. Para pemain legenda sepak bola Indonesia yang akan turun dalam Balipapan Masters Cup 2017 itu antara lain Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto, Elly Eboy, Firman Utina, Maman Abdurahman, Charis Yulianto, Rocky Putiray, Gendut Doni, dan Budi Sudarsono. Sementara, pemain-pemain legenda Arsenal yang akan bertanding antara lain Lauren, Mikael Silvestre, Gilberto Silva, dan Robert Pires. Sedangkan pemain-pemain legenda Liverpool antara lain David James, John-Arne Riise, Luis Garcia, Steve McManaman, Emile Heskey, dan Robbie Fowler. “Kami tidak mempunyai pelatih secara resmi untuk pertandingan ini. Tapi, kalau tidak ada pelatih sepertinya semua pemain ingin turun. Maka, saya yang akan mengatur teman-teman untuk turun di lapangan,” ujar Bima Sakti. Asisten pelatih timnas U-22 itu masih berharap pemain legenda lain Indonesia Bambang Pamungkas dapat turut bergabung dalam pertandingan itu. “Kami masih membicarakannya dengan Bambang Pamungkas. Semoga dia juga bisa ikut karena dia punya banyak agenda dan agak kesulitan kalau harus bertanding di luar kota,” ujar Bima. Perwakilan Promotor Balikpapan Masters Cup 2017 Yasser Arafat mengatakan akan memberikan tribun khusus untuk para pendukung Arsenal dan pendukung Liverpool di Indonesia yang akan menonton pertandingan secara langsung. “Kami sudah berkoordinasi dengan para pendukung kedua tim dari Indonesia dan menyiapkan tribun utara untuk pendukung arsenal serta tribun selatan untuk pendukung liverpool,” ujar Yasser. Pertandingan legenda sepak bola itu akan menggunakan sistem trefeo. Masing-masing tim akan saling berhadapan yaitu Indonesia Master vs Liverpool Masters, Indonesia Master vs Arsenal Masters, dan Liverpool Masters vs Arsenal Masters. (ant)
Liga U-19 Diusulkan dalam Satu Wilayah
Jakarta (Bali Post) Mantan pemain tim nasional Charis Yulianto mengharapkan kompetisi Liga U-19 pada musim kompetisi berikutnya dapat berlangsung dalam satu wilayah dan tidak terpisah dalam tiga grup sebagaimana kompetisi yang bergulir pada Juli-November 2017. “Kalau semua tim dapat bermain dalam satu wilayah, para pemain punya kesempatan bermain lebih banyak dibanding saat ini,” kata Charis selepas jumpa pers Balikpapan Masters Cup 2017 di Jakarta, Kamis (5/10) kemarin. Pelatih klub Bhayangkara U-19 itu juga berharap perhatian yang lebih dari PT Liga sebagai operator kompetisi untuk menggelar kompetisi U-17. “Tentu saya berharap ada kompetisi U-17 karena selama ini usia U-17 itu menjadi pemain cadangan dalam kompetisi U-19. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) juga bisa bekerja sama dengan pihak swasta untuk menggelar kompetisi U-17,” ujar mantan pemain Arema Malang itu. Charis menilai para pemain dalam tim sepak bola nasional U-19 punya kualitas permainan yang bagus baik di lini belakang, lini tengah, maupun lini depan. “Mereka adalah para pemain yang cukup berpotensi selama mampu menjaga mental bertanding. Mereka juga telah mempunyai banyak pengalaman bertanding pada kompetisi Piala AFF 2017,” katanya. Mantan kapten tim nasional senior asal Blitar itu mengatakan pengalaman bertanding dalam Piala AFF 2017 menjadi bekal utama bagi timnas U-19 untuk bertanding dalam Piala AFC 2018 di Indonesia. “Kita sudah tidak lagi bicara di tingkat nasional, tapi sudah tingkat Asia. Mudah-mudahan para pemain dapat lebih percaya diri,” kata Charis. Timnas U-19 meraih kemenangan 2-0 atas tim U-19 Kamboja dalam laga persahabatan di Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu lalu. Dua gol timnas U-19 masing-masing dipersembahkan Rafly Mursalim pada menit ke-86 dan Egy Maulana Vikri pada menit ke-89. (ant)
Training Camp 2017 Diikuti Atlet dari Tujuh Negara
Magelang (Bali Post) Sebanyak 35 atlet bulu tangkis dari tujuh negara mengikuti “Training Camp 2017” di Gedung Olahraga Djarum Magelang, Jawa Tengah, pada 23 September hingga 5 Oktober 2017. Kepala Pelatih Training Camp 2017, Christian Hadinata, di Magelang, Kamis (5/10) kemarin, mengatakan para atlet tersebut berasal dari Brazil, Bulgaria, Armenia, Georgia, Selandia Baru, Australia, dan Timor Leste. Para atlet dari tujuh negara sudah melakukan latihan fisik dan teknik di bawah asuhan mantan legenda bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata, bersama tim pelatih. Selama tiga hari terakhir di “Training Camp 2017” diadakan mini turnamen melalui pertandingan perorangan dan dibagi dalam lima sektor, yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. “Training camp ini bertujuan membantu para atlet dari negara-negara yang dari sisi perbulutangkisannya masih dalam tahap mengembangkan,” katanya. Pihaknya dibantu tim pelatih teknik dan pelatih fisik berusaha sebaik mungkin memberikan suatu kepelatihan, baik dari sisi fisiknya untuk meningkatkan kualitas keterampilan mereka dan bagaimana menyusun suatu program kepelatihan, maupun tentang bagaimana melihat kebugaran para atlet. “Saya berharap training camp di GOR Djarum Magelang ini bisa bermanfaat bagi para pelatih dari negara-negara yang datang dan juga bagi para atletnya. Kami ingin bahwa perbulutangkisan di dunia semakin lebih merata, tidak hanya dari sisi kuantitas tetapi juga kualitas,” katanya. Ia mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, ada rumor bulu tangkis kemungkinan akan dicabut dari salah satu cabang olahraga di pertandingan olimpiade. “Kami sebetulnya mengantisipasi hal-hal seperti ini, kalau bulu tangkis itu hanya didominasi di salah satu benua, kekhawatiran itu bisa saja terjadi. Misalnya didominasi di Asia saja ini akan membahayakan cabang olahraga bulu tangkis di Olimpiade dalam arti mungkin akan dicabut keikutsertaannya,” katanya. Oleh karena itu, katanya, salah satu cara untuk mengantisipasi hal tersebut dengan membantu negara-negara yang perbulutangkisannya masih dalam perkembangan, supaya atlet di negara tersebut bertambah banyak, tetapi kualitasnya juga meningkat. “Saya rasa mereka juga termotivasi, kita tahu seorang Carolina Marin dari Spanyol suatu negara yang bukan negara bulu tangkis bisa menjadi juara yang hebat. Ini suatu hal yang positif bagi perbulutangkisan dunia,” katanya. Ia mengatakan selama ini Asia paling mendominasi perbulutangkisan, termasuk Indonesia. Kalau di Eropa, negara bulu tangkis terkemuka hanya Denmark yang menjadi juara, termasuk di All England dan baru sekali meraih Piala Thomas, sedangkan di Asia sudah berganti-ganti, yakni Indonesia, Tiongkok, Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan. “Hal itu menggambarkan dominasi Asia, lama-kelamaan hal itu dipandang kurang bagus dan sekarang perkembangannya jauh lebih merata, termasuk di Spanyol. Namun negara besar, seperti Amerika Serikat perkembangan bulutang kisnya juga tidak terlalu menonjol. Hal itu juga harus diantisipasi karena banyak sekali cabang olahraga yang antre untuk masuk di Olimpiade,” katanya. (ant)
olah raga
Jumat Wage, 6 Oktober 2017
Nadal Hadapi Servis Keras Isner
Beijing -
Rafael Nadal akan menghadapi ujian serius terutama servis-servis keras dari John Isner setelah petenis Spanyol itu meraih tiket ke babak perempatfinal turnamen Tiongkok Terbuka, Kamis (5/10) kemarin. Peraih 16 trofi Grand Slam itu menuju babak delapan besar dengan menggulung petenis muda Rusia Karen Khachanov 6-3, 6-3 dan bersiap menghadapi Isner untuk memperebutkan tiket ke semifinal. Sementara Isner yang menempati unggulan keenam dikenal dengan servis ace-nya dan Nadal telah menyiapkan diri untuk menerima hujan servis keras pada duel Jumat ini. Isner melicinkan jalan ke perempatfinal dengan menyingkirkan lawannya dari Argentina Leonardo Mayer 6-0, 6-3.
“Besok (hari ini -red.) akan menjadi laga sengit melawan Isner. Dia bermain amat bagus,” ujar Nadal yang musim ini menjuarai Grand Slam Prancis Terbuka dan AS Terbuka. “Saya menyaksikan pertandingannya kemarin. Dia bermain sangat agresif, banyak sekali meraih sukses, banyak membuat pukulan winner dan pengembaliannya juga sangat baik.” Nadal menambahkan jika banyak petenis mengakui kehebatan servis keras Isner dan kesulitan untuk melakukan break. “Dia menjadi lawan yang paling tangguh yang
PUKULAN - Petenis Spanyol Rafael Nadal melepaskan pukulan ke arah lawannya Karen Khachanov pada turnamen Tiongkok Terbuka, Kamis (5/10) kemarin. Nadal melaju ke babak selanjutnya dengan menghadapi John Isner.
Hasil Turnamen Tiongkok Terbuka Putri Putaran III Barbora Strycova vs Daria Gavrilova Elina Svitolina vs Elena Vesnina Caroline Garcia vs Alize Cornet Jelena Ostapenko vs Peng Shuai Sorana Cirstea vs Karolina Pliskova Putra Putaran II Rafael Nadal vs Karen Khachanov John Isner vs Leonardo Mayer
6-0, 6-4. 6-2, 7-5. 6-2, 6-1. 3-0 mundur. 6-1, 7-5.
6-3, 6-3. 6-0, 6-3.
akan saya hadapi,” tambah petenis berusia 31 tahun itu. Di tunggal putri, mantan petenis nomor satu dunia dan unggul keempat Karolina Pliskova harus tersingkir. Ia menjadi korban dari permainan apik petenis non-unggulan Sorana Cirstea dari Rumania. Mengikuti jejak rekan senegaranya Simona Halep
yang menyingkirkan Maria Sharapova di laga sebelumnya, Cirstea menuju babak perempatfinal dengan merontokkan Pliskova 6-1, 7-5. Selanjutnya, Cirstea akan menantang Jelena Ostapenko (Latvia) untuk memperebutkan tiket ke semifinal. Juara Grand Slam Wimbledon itu sebelumnya menghentikan
Bali Post/afp
langkah andalan Tiongkok Peng Shuai yang mundur di set pertama karena cedera lutut. Setelah petenis nomor satu dunia Garbine Muguruza dan juara bertahan Agnieszka Radwanska tersingkir, kini hanya Halep, unggulan kedua, petenis top yang tersisa di turnamen ini. (kmb39/afp)
Chendy dan Chelly Tak Pernah Ajukan Pindah
Bali Post/ist
NOTULA - Wakil Ketua KONI Jabar Budiana menyerahkan notula hasil cross check KONI Bali dalam pertemuan yang melibatkan Pengkab ISSI Pengandaran, KONI Pengandaran, Pengprov ISSI Jabar, dan KONI Jabar di gedung KONI Jabar, Bandung, Kamis (5/10) kemarin. Denpasar (Bali Post) Dua atlet balap sepeda asal Pengandaran, Jabar, yang mengusung Gumi Seni pada Porprov Bali XIII/2017, di Gianyar, yakni Chendy Septyan dan Chelly Aristya, sama sekali belum pernah mengajukan surat pindah
baik dari Pengkab ISSI Pengandaran, KONI Pengandaran, Pengprov ISSI Jabar, sampai KONI Jabar. Demikian salah satu butir bunyi notula yang tercatat, dalam pertemuan antara jajaran pengurus KONI Bali, dengan Pengkab ISSI Pengan-
daran, KONI Pengandaran, Penprov ISSI Jabar, serta KONI Jabar, di gedung KONI Jabar, Bandung, Kamis (5/10) sore kemarin. Dalam pertemuan tersebut, juga dihadiri Binpres, Bidang Hukum dan Etika, serta Bidang Organisasi KONI Jabar. ‘’Intinya, Chendy dan Chelly yang tampil di Porprov Bali membela Gianyar, bakal diberi sanksi,’’ tegas Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, yang dikontak, Kamis kemarin. Jika dua atlet balap sepeda, tak pernah melakukan pengajuan mutasi, Suwandi menyimpulkan, Pengprov ISSI Bali melakukan kebohongan. ‘’Untuk lolosnya atlet tampil di Porprov, pasti berawal dari rekomendasi Pengprov ISSI, hingga mereka bisa mendapatkan KTA KONI Card. Bahkan, Dinas Dukcapil Gianyar, sampai berani menerbitkan E-KTP,’’ jelas Suwandi. Padahal, semestinya Dukcapil Gianyar memberlakukan aturan sangat ketat, bukan malah melonggarkan, utamanya dalam pengurusan e-KTP bagi penduduk pendatang. ‘’Ini persoalan bangsa yang besar, sebab tanpa surat pelepasan KTP dari daerah asal, sudah berani mengeluarkan e-KTP, hingga menyebabkan seorang
warga negara memiliki KTP ganda. Kalau seorang penduduk mengantongi KTP dobel begini, otomatis jumlah penduduk makin membengkak,’’ tuturnya. Suwandi melalukan cross check (pemeriksaan silang) bukan hanya sampai di sini. Akan tetapi, bidikan lain bakal diarahkan pada atlet cabor lain. ‘’Saya masih akan menelusuri ulang, atlet cabor lain,’’ jelasnya. Dia menegaskan, hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali, tidak boleh dinodai atlet bodong. Apalagi, pascaberlaga di Porprov Bali, mereka langsung balik ke daerah asalnya. ‘’Saya tak mau daerah di Bali melakukan pembinaan atlet secara instan, tetapi pembinaan berjenjang dan berkelanjutan, mengingat olahraga ini menjunjung tinggi sportivitas penuh kejujuran, dan fairplay,’’ kata dia. Terkait putusan Komis Hakim, yang menolak gugatan Suwandi selaku pemohon peninjauan I, namun kenyataannya, setelah melakukan cross check, dua atlet balap sepeda Pengandaran, sama sekali tak melakukan mutasi, Suwandi menegaskan, semuanya dijadikan pembelajaran. (022)
Bali Targetkan Lima Besar di Pomnas Denpasar (Bali Post) Kontingen Bali menurunkan 80 atlet yang berlaga pada 11 cabor, dari total 14 cabor yang dipertandingkan, pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XV/2017, di Makassar, Sulsel, pada 13-22 Oktober. Kesebelas cabor yang diikuti yakni futsal, tarung derajat, pencak silat, karate, kempo, atletik, renang, bulu tangkis, tenis lapangan, petanque, dan catur. Ketua Pomnas Bali Wayan
Purwata, di Denpasar, Kamis (5/10) kemarin, menjelaskan, atlet yang dijaring masuk skuad Pomnas Bali ini, dipantau dari berbagai kejuaraan, seperti PON, Porprov, kejurnas maupun kejurprov. ‘’Pomnas XIV di Aceh 2015 lalu, kontingen Bali menduduki peringkat kesembilan, namun kini menargetkan urutan kelima,’’ jelas Purwata. Dikemukakan, biaya Pomnas dua tahun lalu, sangat besar sebab digelar di Aceh, se-
hingga beberapa cabor terpaksa absen. ‘’Untuk nomor beregu seperti basket, sepak takraw, dan bola voli, di Makassar ini, kami juga absen,’’ kata dia. Selain itu, Pomnas juga menggelar dua cabor ekshibisi yakni gateball dan selam. Ke80 mahasiswa yang masuk skuad tim Pomnas Bali, berasal dari Unud (27), Undiksha (16), Undiknas (15), Unwar (7), IKIP PGRI (7), Universitas Mahasaraswati (3) Poltek (3), IHDN (1), dan Unhi (1). (022)
Bali Post/ant
Bali Post/022
PATOK - Atlet Pomnas Bali mematok target tembus lima besar pada Pomnas XV/2017 di Makassar, Sulsel, 13-22 Oktober.
ARENA BOLING - Sejumlah pekerja mengerjakan pembangunan arena boling di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (5/10) kemarin. Pembangunan arena boling telah mencapai 97 persen dan ditargetkan selesai akhir tahun 2017 untuk digunakan pada Asian Games 2018.
Hitung Mundur Asian Paragames Digabungkan dengan Konser Synchronize Festival
Jakarta (Bali Post) Panitia Penyelenggara Asian Paragames (INAPGOC) 2018 akan mengkolaborasi kegiatan penghitungan mundur Asian Paragames 2018 dengan konser musik Synchronize Festival yang akan berlangsung di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta pada Jumat (6/10) ini. “Kami memang menggabungkan kegiatan penghitungan mundur dengan konser Synchronize Festival karena itu adalah konser pertama yang ramah penyandang disabilitas di Indonesia,” kata Ketua INAPGOC 2018 Raja Sapta Oktohari dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis kemarin. INAPGOC, lanjut Okto, juga akan tetap menggelar kegiatan potong tumpeng sebagai bentuk kesederhanaan kegiatan penghitungan mundur sekaligus wujud rasa syukur atas
keberhasilan tim Indonesia dalam ASEAN Paragames. “Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi juga akan hadir dalam kegiatan penghitungan mundur Asian Paragames 2018,” ujar Okto. Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) itu mengatakan alasan lain kolaborasi kegiatan penghitungan mundur Asian Paragames 2018 dengan Synchronize Festival yaitu festival musik multi-aliran berskala nasional itu akan menghadirkan 102 musisi selama tiga hari sejak Jumat (6/10) hingga Minggu (8/10). Acara itu dianggap sesuai sebagai ajang publikasi pesta multi-cabang olahraga atlet-atlet difabel tingkat Asia. “Kami sudah bertemu dengan
Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini. Semoga ada titik terang terkait kepastian pembiayaan INAPGOC,” ujar Okto. INAPGOC akan mengisi kegiatan penghitungan mundur Asian Paragames 2018 dengan penampilan tarian dari kaum difabel dengan atletatlet difabel jelang prosesi hitung mundur. Panitia juga akan menampilkan foto-foto atlet-atlet difabel dalam berbagai kejuaraan multi-cabang olahraga disabilitas. “Sejumlah artis tentu sudah ada dalam konser itu. Panggung utama konser juga akan menjadi tempat utama kegiatan penghitungan mundur. Dengan demikian, biaya produksi akan jauh lebih murah dibandingkan harus menggelar acara tersendiri,” tutur Okto. Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga mengharapkan ang-
garan untuk Panitia Penyelenggara Asian Paragames (INAPGOC) 2018 akan cair selepas Rapat Kerja Kemenpora dengan Komisi X DPR RI pada Rabu (11/10). “Anggaran untuk INAPGOC itu menggunakan realokasi anggaran Olympic Center sejumlah Rp 465 miliar. DPR telah menyetujui sejumlah Rp 108 miliar dari realokasi anggaran itu, sedangkan sisanya Rp 357 miliar, termasuk Rp 86 miliar untuk INAPGOC, masih menunggu rapat kerja pada 11 Oktober,” kata Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa. Gatot mengharapkan pencairan anggaran untuk INAPGOC sebesar Rp 86 miliar dapat segera dilakukan oleh Kementerian Keuangan setelah rapat kerja Kemenpora dengan DPR RI. (ant)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Wage, 6 Oktober 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dcr Llsn SMU Max 25th u/kru bandara.Ada diklat.081337380006
LOWONGAN Dicari Admin & Bagian Umum Pria, Min SMU Bisa Komputer Berpengalaman Lam Jl.Mahendradata 97B Dps
B.BP.001.10.17.0000114
Dcr PRT Gj 1,5jt/19-40th,tgl dlm Renon H.085338156898
B.BP.001.10.17.0000294
B.BP.141.10.17.0000306 Dcr Staff Acc (2) Wanita Max Dcr Sgr PRT bs Tdr dlm/Luar 35Th.CS Pria Max.35Th.Tmpt DMZ Raji,Ulet,Jujur,Sabar,Disiplin Bali Minat Hub:8496220/6221 B.BP.004.10.17.0000256 & Bertanggung Jwb(Gj UMK+BPJS) Dcr Staff Koki,Server,HouseKDA Jl.P.Moyo No.27AB/T.727529 B.BP.001.10.17.0000312 keeping,Chasier utk Relaxtion Dcr Staff Teknisi yg ngerti Karaoke&Restaurant in Hotel,Pria& Listrik,STM,Ulet,Jujur,Dsiplin Wanita dgn Syarat:CV,Copy+Asli & Bertanggung Jwb(Gj UMK+BPJS) Ijazah,Copy KTP,SKCK,Foto 4x6 KDA Jl.P.Moyo No.27AB/T.720715 2Lbr,Almt No.Telp/HP.Kirim ke B.BP.001.10.17.0000311 King Maker Jl.Dewi Sri No.8 Dcr Teknisi,Sales,Spv Mrktg Legian Kuta,Kode Pos 80361 Gaji+Bonus+Komisi+BPJS,Lam No.Hp.087854622162 The Banyumas Villa Jln Tukad B.BP.169.10.17.0000161 Banyumas No.1 Denpasar Dcr Staff Wnt/PRT Kerja B.BP.821.10.17.0000277 Serabutan.081337129183 Dicari SPG Min.SMU Max.27Th B.BP.001.10.17.0000001 Penampilan Menarik,Jujur&Rajin Dcr karyawan/i pssi: Manager Penempatan Kuta&Nusa Dua,Gj1,8 finance dan Manager accounting Hub.Lusi 082144355655 S1 Ekonomi/Akuntansi pengalamn B.BP.001.10.17.0000249 min 3 th menguasai Exel/Ms ***Dicari wanita untuk Control Hb.081239992129/082341967070 stok baju, usia max .30th, Email: desakeva77@yahoo.com berpengalaman,kirim lamaran ke B.BP.004.10.17.0000234 lostinparadise639@gmail.com Dibth sgr Kurir Motor & OB B.BP.001.10.17.0000322 Max 25th,punya Sim C,SMA/Sdrjt Cr Karyawati u/Produksi Kue& Krm CV ke Jl.Raya Sesetan 337 Toko H.08123836575/081246361068 Tlp:0361-710021/081338282828 B.BP.001.10.17.0000297
Cr Sgr 10org Staf Housekeeping Min SMA Niat KerjaSerius,Jujur Disiplin & Bertanggung Jwb utk Area Nusa Dua(Gj UMK+BPJS)Lam: KDA Jl.P.Moyo No.27AB/T.737529
B.BP.001.10.17.0000298
Dicari Tukang & Kepala Tukang u/Vila,hrs pglmn,0361-4490319 CV ke gm.asaproperty@gmail.com
B.BP.001.10.17.0000251
Dibthkan u/G’house di Keramas B.BP.001.10.17.0000310 Gianyar.FO&Therapis L/P min 2 Dcr Admin,Supir,Tenaga th pengalaman.Hub.0361 4791211 Tk Bangunan,hub:085100572156 Email:nirmalakeramas@gmail.com B.BP.004.10.17.0000112
Dcr HouseKeeping/HK,FO,Puri Asih Htl.Jl.Pantai Kuta 40 Kuta
B.BP.001.10.17.0000167
Dcr Waitress&FO,Pend.D3 Pariwisata,B.Inggris,Mak.30th Lam ke Hotel Karthi Kuta T.754810 B.BP.001.10.17.0000163
RUPA-RUPA
B.BP.001.10.17.0000231
Dibutuhkan Segera:Maintenance/ Enginering Restaurant di Jimbaran Pria, Jujur, Berpengalaman,Bertanggung jawab,CP 085100859200/accounting@bali que-restaurant.com
B.BP.004.10.17.0000205
BENGKEL LAS
Dcr supir SIMA+KTP Kuta krm Gln Air 081239321898 18-30’th
B.BP.001.10.17.0000274
Dicari PRT Tinggal di Dalam Gaji Nego Hub.08123803752
B.BP.141.10.17.0000329
Dicari sopir pribadi, Pamogan Hub : +62-82144049040
B.BP.001.10.17.0000285
New City’08+X Over RC1’13+ Juke RX’11 AsliDK 081999456633
B.BP.001.10.17.0000327
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Innova Desel G’11+’13(PMK) As. DK hitam low KM 081236009045 B.BP.001.10.17.0000289
DiperlukanSupir peng mbl mewah Brio DP8Jt,BRV Dp25Jt,Jazz Dp Dibthkan sgr Waiter/ss pnmplan Dicari cook,waitress, waiter. Innova G th’2014 Putih & Hitam 45Jt, AllRisk 081999152999 menarik, jujur, displin, kerja bergabunglah bersama Fun team Gj 2,3jt+Lembur,H.081237576680 brng Istw,pribadi 081338663258 B.BP.101.10.17.0000317 B.BP.001.10.17.0000302 keras,SMA/K Gj.UMR,u.Mkn+bonus kami.kirimlamaranke:Jl.Raya B.BP.004.10.17.0000326 Dstrbtr.Nas bth adm penempatan CRV’2012 CC2.4 AT Asli Bali CV ke Simpang Cafe Jl.Legian Semat 18A Canggu. Ph 081236653 Singaraja Hub.Pt.Dwiniaga Jl. P. Barang Pribadi H.087860856999 Inova G’11+Yaris E’10 Hitam AT 133 Kuta Bali 08123952051 165 Email:info@sproutbali.com B.BP.141.10.17.0000308 Original Mulus H.081239996788 B.BP.154.10.17.0000336 B.BP.001.10.17.0000211 Moyo 2 Pedungan T.0361-720882 B.BP.001.10.17.0000278
Karyawati min.SMA max.25 u.CS pnampilan menarik,081338251999
MITSUBISHI
B.BP.001.10.17.0000328
Dijual Mitsubishi Engkel,L300, Hino Engkel,Hino Engkel Long, B.BP.001.10.17.0000314 Maintenance Mgr FT Bambu Indah Truk,Dyna Engkel,Th:2004,2009, 2010,2011.Hub:081236084824.AYA Ubud,S1 or Elektro.min 4 yrs B.BP.001.10.17.0000109 Exp,English Impetative.CV to Truk Tangki Canter Th.14, 5000 Email:(maintanancemanagerjob@ Ltr,Trk Tangki Dyna Th.15,6000 bambuindah.com Ltr Hub:081238309090 B.BP.031.10.17.0000316
Needed HK for villa @Seminyakspeak Eng,can Cook&Exp-4490319 CV:gm.asaproperty@gmail.com
B.BP.001.10.17.0000253
B.BP.001.10.17.0000293
NISSAN
Nissan Evalia XV AT 2012 Putih Hub:08164749049/085100647686
B.BP.001.10.17.0000284 Needed Reservation for villa SUZUKI Mgt-good English & Exp, 4490319 BUC KarimunWagon’15GX asDK Krd CV:gm.asaproperty@gmail.com B.BP.001.10.17.0000252 DP10jt ccln 2jtan, 082342490222 Sgra Admn bs Exel Max 27 Thn, B.BP.001.10.17.0000320 P.Kawe 58 Hub:081338572216 Jimny GX’95 As Bali Modif Kon. B.BP.001.10.17.0000300 istmwa H.081999925143 buktikan Staf FO min.D1,DW Kitchen min. B.BP.001.10.17.0000296 SMK/SMA CV lkp,PuriCendana ReSuzuki Ignis GL Hitam Manual sort Smnyak732947/081212886674 2017 Bln 9 AsBali,081999675175 B.BP.001.10.17.0000246
B.BP.001.10.17.0000144
Tanah SHM 9.125 ha,1.000 dpl View Singaraja.Cocok utk tnm kopi,Sengon,dll.Lokasi Desa Lemukih,BedugulTP:087888868325
B.BP.001.10.17.0000280
Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 130Jt/A Bs Kredit, 087862450004
DIJUAL RUMAH BU Rumah T36/81 Minimalis Semi 215Jt Ng.Krbtn Tbn081237616579 Rmh 2Lt 2unt 3KT,2KM Perum Nuansa Sandat T.08123914799 Jual Rmh Lt 1,5are Sesetan No.Telp : 081236788598
B.BP.004.10.17.0000219
B.BP.001.10.17.0000052
DIJUAL RUKO B.BP.001.10.17.0000201 Ruko 3 lantai Kota Gianyar DP 10% Bunga Krd 1% perbln DISEWAKAN RUMAH Dikntrkan Rmh(2kmr,2kmr Mnd) Hub.081338183031/081805374433 B.BP.004.10.17.0000072 Lingkungn Padang Udayana GIV B No.2 Hub.081338549876/421557 PENGUMUMAN B.BP.001.10.17.0000215 Kont Rmh 2KT,RT,2Dpr, B.Bengong, Brdsrkn RUPS, bhw PT SHC Grs, Jl.Mataram Kuta, 081337008961 Technology Indonesia di Kota B.BP.154.10.17.0000338 Badung Bali, tlh mmbbrkan Dswkn rmh 2lt,3kmr,1dpr,2WC& Perseroan, sesuai dgn Psl garasi Prm.Graha Liva-Biaung 147UU No.40/2007 ttg Perseroan Telp.085738559532/085738288715 Terbatas.Para Kreditur yg B.BP.001.10.17.0000232 mmpunyai tghn hrp sgr mmbrskn DIJUAL TANAH tghannya dlm wkt 60hr sjk Tnh 2A 1,5A 3A Buduk+Rmh Baru pemberitahuan ini. S.huni Dlng,580jt,082147454248 Ttd-Likuidator B.BP.001.10.17.0000318 B.BP.004.10.17.0000291 Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih RUPA-RUPA PondokCitra Pmogan 08123871809 B.BP.001.09.17.0000185 B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat BU Tanah 1 Are Jl.Utma Sulatri T.08123985172 / 412815 Gatsu Timur 081237148880 B.BP.001.09.17.0001909 B.BP.001.10.17.0000042
KEHILANGAN BUC Tanah+Rmh 221m2 Rp. 1M Jln Toko kosmetik di Nusa Dua cari Swift GT2’2008 AT+Splash’2012 Keboiwa Utara H.081999528628 Hlg SHM No.1181 L.2400m2 AN I karyawati Hub: Jl.Sulatri Gang B.BP.001.10.17.0000273 Slver MT,Slh Satu,081999572823 Nyoman Sumarya T.081338552543 III No.5 Denpasar 082237692666 Batubulan 325Jt ng JlMobil Viw B.BP.141.10.17.0000330 B.BP.159.10.17.0000304 B.BP.001.10.17.0000290 Ketwl 200ng+230ng 087761245398 Hlng SHM No.718 a/n Siti TOYOTA Urgently Need Rsvn staff, famiB.BP.001.09.17.0000991 Darwati Hub:081338080226 Avanza G’2006 hitam sgt mulus lliar with English and outlook Djl Tnh Dewi Madri I Renon Dps B.BP.159.10.17.0000305 H.90jt(Ng)Prbd, 085102225352 email.send CV to Hrg Nego L 5,8a H.081239964448 Tlh hlg srtfkat tnh SHM No:Ls. B.BP.001.10.17.0000323 B.BP.001.10.17.0000138 info2@bountybali.com or Dibutuhkan segera Receptionis Dcr pembantu RT ,tgl dlm,Gj.1jt, Over Kredit Inova’07 Silver 900M2 a/n I Made Murya trltak AvanzaG’2009 Silver AsBali Mls Djl Tnh:BU 160m2 P.Saelus Dps & di Subak Penasan Dusun UmesaHub.087860713727 di Tuban Kuta Contact 0361 286655 dan Garden Staff,kirim CV ke UM25Jt H.085100856999 Pribadi B.BP.154.10.17.0000337 B.BP.001.10.17.0000158 Prbd,081933610070/082341251453 100m2 Kediri Tbn Tlp.424133 B.BP.141.10.17.0000307 The Amasya Villas di Jl.Kayu akan Ds Takmung Kec.Br.angkan B.BP.141.10.17.0000331 B.BP.005.10.17.0000303 Dicari karyawati jaga toko, Aya88X Seminyak Kuta Ph.731601 Klk Prop.Bali&sertifikat tnh Djl Kijang Super Th’95 Hrg 57 Jual tanah luas 70m2 dekat B.BP.166.10.17.0000321 gaji 1.500.000 Hb.082341168381 DIJUAL MOBIL SHM No:Ls 20.00M2 a/n I Kokog DIJUAL RUMAH B.BP.004.10.17.0000335 Ng Dw Madri II No.1 082158447770 Psr Renon 30m Hub:081239340037 Shop Asst u/fashion Butik letak di Subak Penasan Dusun HONDA Djl Rumah 2Are Permanen 1 M, B.BP.001.10.17.0000204 B.BP.001.10.17.0000287 White Salon cari Therapist dan Seminyak,pengalaman,bs Bhs. Umesalakan Ds.Takmung Kec. All New Jazz RS’2015 Akhir Fortuner VRZ Solar Mtic Htm’16 Semi Permanen 700Jt Nego.Lokasi Jual tnh bth uang Green Lot Capster Gj 1,5-2jt H08124669355 Inggris,friendly 5hr krj/Minggu Jl.Bedugul No.16 Sidakarya Kning Mtic AsBali, 081999675175 AsBali Like New, 081999675175 Gg.Sosro Klk Hp.085792723723 Ls 3,4A hrg murh H:0811394741 Br.angkan Klungkung Propinsi Bali 7jam/hari.(Diana) 08123932061 B.BP.001.10.17.0000315
DIJUAL MOTOR
RUPA-RUPA
B.BP.001.10.17.0000324
B.BP.141.10.17.0000334
B.BP.141.10.17.0000332
B.BP.141.10.17.0000333
SERVICE
TOUR
BIRO JASA
SERVICE
ALUMINIUM
BIRO JASA
SERVICE
BIRO JASA
BIRO JASA
KONTRAKTOR
RUPA-RUPA
SURYA JAYA
motor
QUALITY IS FIRST
Cash & Credit
JUAL BELI MOBIL SECOND BERKUALITAS Hubungi Sales GUNG SURYA HP. 085 100 80 80 90 WA. 081 338 191 333 Jl. P. Bungin 57 Pedungan Dps
FOTOCOPY
Informasi pasang iklan Telepon
Ready Stock : AVANZA | INOVA | JAZZ | YARIS dll Bisa tukar tambah/ kredit C.0001088-rpa
B.BP.165.10.17.0000301
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.10.17.0000128
SALON
B.BP.001.10.17.0000282
AC
EKONOMI
18
Jumat Wage, 6 Oktober 2017
Ekspor Perhiasan Asal Bali Naik Denpasar (Bali Post) Ekspor Provinsi Bali pada bulan Agustus 2017 mencapai USD 43,07 juta. Angka ini mengindikasikan ekspor Provinsi Bali mengalami kenaikan 4,77 persen dibandingkan bulan Juli 2017 yang hanya USD 41,11 juta. Jika dibandingkan pada bulan Agustus 2016, ekspor Bali pada Agustus 2017 juga meningkat 5,99 persen, karena ekspor Bali pada Agustus 2016 USD 40,66 juta. “Sehingga bulan Agustus tahun ini lebih kuat dari Agustus tahun lalu,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho, awal pekan ini. Dilihat secara akumulatif dari Januari hingga Agustus tahun 2017, ekspor Provinsi Bali yaitu USD 350, 77 juta. Angka ini mengindikasikan kenaikan 7,88 persen dibandingkan akumulasi ekspor Provinsi Bali tahun 2016 yaitu USD 325,16 juta. Peningkatan nilai ekspor dari bulan sebelumnya (month to month), dominan dipengaruhi oleh meningkatnya nilai ekspor tujuan Australia sebesar USD 1.108.101 atau naik 38,88 persen. Setelah Australia, negara lain yang juga menunjukkan peningkatan adalah Brazil dan Belanda masing-masing sebesar USD 386.988 dan USD 356.129. Dilihat dari sisi pangsa ekspor, sebagian besar ekspor pada bulan Agustus 2017 ditujukan ke Amerika Serikat, Australia, Jepang, Singapura, dan Hongkong dengan persentase masing-masing 30,35, 9,19, 7,36, 7,06, dan 4,67 persen. Selanjutnya jika dibandingkan dengan keadaan bulan sebelumnya, tiga negara tujuan utama ekspor tercatat mengalami penurunan yaitu Amerika Serikat, Singapura, dan Hongkong dengan persentase masingmasing sebesar -4,09 persen, -9,65 persen, dan -2,58 persen. Sedangkan tujuan Australia dan Jepang mengalami peningkatan sebesar 38,88 persen dan 7,70 persen. Sedangkan bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, hanya tujuan Amerika
Serikat yang tercatat mengalami peningkatan yaitu sebesar 25,52 persen. Sementara jika dilihat dari jenis komoditas, peningkatan secara month to month dominan dipengaruhi oleh naiknya nilai ekspor pada produk perhiasan/Permata sebesar USD 1.633.696, produk perabot, penerangan rumah USD 869.342, produk pakaian jadi bukan rajutan USD 482.138, produk ikan dan udang USD 410.270 dan produk kayu, barang dari kayu USD 351.581. Lima komoditas utama yang diekspor pada bulan Agustus 2017, yaitu produk ikan dan udang, produk perhiasan/permata, produk pakaian jadi bukan rajutan, produk kayu, barang dari kayu, dan produk perabot, penerangan rumah dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 20,60 persen, 15,00 persen, 12,09 persen, 10,92 persen, dan 8,65 persen. Dari lima komoditas utama ekspor, bila dibandingkan bulan Juli 2017, seluruh komoditas tercatat mengalami peningkatan dengan persentase tertinggi sebesar 33,85 persen untuk komoditas perhiasan/permata. Sedangkan jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2016, tercatat dua komoditas mengalami penurunan yaitu produk ikan dan udang (-11,48 persen) dan benda-benda dari batu, gips, dan semen (-15,85 persen). (kmb42)
Kemendag Fasilitasi Eksportir Tembus Pasar Global
Jakarta (Bali Post) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan fasilitas antara pelaku usaha berorientasi ekspor dengan calon pembeli potensial dari mancanegara melalui One-on-One Business Matching dalam rangkaian pameran terbesar Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 dalam upaya untuk menembus pasar global. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan bahwa One-on-One Business Matching tersebut akan digelar bersamaan dengan pameran TEI 2017 pada 11-15 Oktober 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten. Kegiatan One-on-One Business Matching merupakan upaya Kemendag untuk mempertemukan kebutuhan pembeli asing dengan produk-produk unggulan Indonesia yang ditawarkan dalam pameran, kata Arlinda dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis. Arlinda menambahkan bahwa kegiatan tersebut akan menjembatani pembeli asing dengan para eksportir Indonesia untuk mendapatkan produk yang diminta calon pembeli, yang sesuai dengan karakteristik pasar di tiap-tiap negara asal pembeli tersebut. One-on-One Business Matching akan digelar selama lima hari saat pameran TEI 2017 di ruangan Garuda Sembilan dan Garuda 11, ICE BSD. Tercatat hingga Selasa (3/10) terdapat 25 negara yang telah mendaftarkan diri dan dijadwalkan mengikuti One-on-One Business Matching. Beberapa negara peserta, antara lain, Thailand dengan 21 pembeli yang mencari produk kosmetik, makanan dan minuman, seafood, tekstil, makanan beku, dan packaging. India dengan sepuluh pembeli mencari produk furnitur, peralatan pemeliharaan gedung, kelistrikan, makanan olahan, essential oil, kerajinan tangan, peralatan medis, rempah-rempah, alat pengeboran minyak, dan jasa kursus pelatihan tenaga kerja. Selanjutnya, Arab Saudi dengan sembilan pembeli mencari produk bahan makanan, kosmetik, kertas, tekstil, kopi, dan timah. “One-on-One Business Matching diharapkan dapat membantu para eksportir menemukan mitra yang tepat untuk menjual produk mereka, menjawab kebutuhan pasar luar negeri terhadap produk Indonesia, sekaligus berkontribusi terhadap nilai transaksi selama pameran TEI dan neraca perdagangan Indonesia,” kata Arlinda. (ant)
Bali Post/dok
EKSPOR - Berbagai perhiasan hasil perajin kini menjadi komoditi ekspor.
Bank Mulai Turunkan Suku Bunga
Wimboh Santoso
Rupiah Kembali Menguat
Jakarta (Bali Post) – Otoritas Jasa Keuangan mengatakan industri perbankan, termasuk bank-bank besar penguasa pasar, sudah mulai menurunkan bunga kreditnya untuk seluruh segmen, dan perlahan akan mendorong ke arah rezim bunga rendah. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Kamis kemarin, mengatakan pihaknya terus mengawasi pergerakkan suku bunga dana dan kredit perbankan. Namun, diakuinya, bank masih membutuhkan waktu agar suku bunga kredit dapat mendekati suku bunga acuan Bank Indonesia (7-Day Reverse Repo Rate), atau suku bunga untuk transaksi repo bertenor tujuh hari. “Kami monitoring terus. Dan sudah mulai penurunan suku bunga kredit namun masih perlu waktu untuk seperti besarnya penurunan suku bunga dana dan suku bunga acuan,” ujarnya usai Seminar Industri Keuangan Syariah dan Pemerataan Perekonomian. Wimboh mengatakan pihaknya sudah meminta agar perbankan
Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (5/10) sore kemarin, menguat 19 poin menjadi 13.458 per dolar AS, setelah pada hari sebelumnya ditutup pada 13.477 per dolar AS. Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk Rully Nova mengatakan bahwa sentimen dari dalam negeri yang terbilang cukup kondusif mengimbangi sentimen eksternal yang cenderung menopang pergerakan dolar AS. “Sebenarnya, dolar AS masih dalam tren penguatan akibat terbukanya potensi kenaikan suku bunga The Fed serta pemangkasan pajak perusahaan di Amerika Serikat. Namun, sejumlah data ekonomi
segera merespons penurunan suku bunga acuan BI yang sudah turun delapan kali sejak Desember 2015 atau total sebesar dua persen. Namun, perbankan juga, kata dia, memang harus mempertimbangkan ongkos operasional, risiko premium dan cadangan likuiditas sebelum memangkas suku bunga kreditnya. “Suku bunga itu repricing-nya setahun sekali dan ini pelan-pelan sudah turun,” ujarnya. Terkait usulan Menko Perekonomian Darmin Nasution agar OJK membuat benchmark (acuan) suku bunga kredit untuk perbankan, Wimboh mengatakan hal yang pertama harus dilakukan adalah mendorong transparansi perbankan dalam menghitung komponen pembentuk biaya bunga kredit. Masing-masing perbankan, kata dia, memiliki besaran komponen pembentuk biaya bunga kredit yang berbeda. “Jadi, suku bunga kredit itu berapa, suku bunga depositonya berapa. Biaya operasi, premium risk berapa, dan juga ongkos regulasi kaya reserve requirment
Indonesia yang telah dirilis mencatatkan hasil positif mengimbangi sentimen AS itu,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa realisasi penerimaan perpajakan per akhir September hingga mencapai sekitar 60 persen dari target turut memberikan optimisme pasar terhadap keberlanjutan ekonomi nasional. Selain itu, faktor teknikal juga turut memengaruhi pergerakan rupiah. Dalam beberapa hari terakhir ini, dolar AS telah mengalami penguatan terhadap rupiah, kondisi itu memicu sebagian pelaku pasar melakukan aksi ambil untung. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa spekulasi kandidat Ketua The
berapa. Ini harus ditransparasikan agar benchmark bunga kredit ini berapa yang tepat,” ujar dia. Di tempat terpisah, Bank Indonesia melihat saat ini secara rata-rata perbankan telah menurunkan bunga kredit. Namun, penurunannya memang tak seagresif suku bunga acuan BI karena masih terbebani biaya operasional. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menuturkan biaya operasional perbankan di Indonesia saat ini mencapai 2,7 persen3,5 persen dari total pengeluaran perbankan. Maka dari itu, saat ini banyak bank menghimpun dana dari penerbitan obligasi di pasar modal, agar tidak kekurangan sumber pendanaan, dan biaya dana tidak membengkak. “Carilah funding di pasar obligasi. Ini bisa menurunkan long term cost of fund perbankan,” ujar Mirza beberapa hari lalu. Menurut data Analisa Uang Beredar BI, ratarata tertimbang suku bunga kredit perbankan tercatat sebesar 11,68 persen per Agustus 2017 atau turun lima basis poin (bps) dari bulan sebelumnya. (ant)
Fed pengganti Janet Yellen yakni Jerome Powell yang dinilai “dovish” terhadap suku bunga AS masih menjadi salah satu faktor yang menahan laju dolar AS. Namun, lanjut dia, data sektor jasa Amerika Serikat yang tumbuh pada September dan pengusaha swasta yang menambahkan lebih banyak pekerjaan daripada perkiraan dapat membalikan arah dolar AS ke area penguatan, kondisi itu dapat membatasi apresiasi rupiah. Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (5/10), mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi 13.483 dibandingkan posisi sebelumnya 13.489 per dolar AS. (ant)
19
Jumat Wage, 6 Oktober 2017
Bersama Rakyat Dari Hal. 1
Peringatan HUT ke-72 TNI mengangkat tema “Bersama Rakyat TNI
Kuat”, yang bermakna kesadaran TNI yang bersumber dari rakyat, berbuat dan bertindak bersama rakyat menjadi modal uta-
Alat Bukti
Dari Hal. 1
“Meskipun bukti-bukti yang kami ajukan tersebut kemudian misalnya di persidangan praperadilan kemarin secara formil tidak dipandang sebagai alat bukti dalam penyidikan terhadap Setya Novanto tetapi putusan praperadilan itu mau tidak mau wajib kami hormati dan kami terima,” ujarnya. Selanjutnya, kata dia, KPK
akan mendalami lebih lanjut aspek formalitas ataupun materil dari kasus e-KTP itu dan pihaknya juga akan juga memproses pihak-pihak lain. “Bukti dan kerja sama dari FBI itu menjadi salah satu faktor yang semakin memperkuat penanganan kasus KTP-e yang kami lakukan,” ucap Febri. Pengumpulan bukti diduga terkait Johannes Marliem yang mempunyai rekaman proses pembahasan
ma TNI di dalam mengawal dan mengamankan kepentingan nasional menuju cita-cita bangsa. (ant)
proyek e-KTP, termasuk dengan Ketua DPR RI Setya Novanto yang saat itu menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar yang totalnya ratusan gigabyte (GB). Johannes Marliem diketahui sudah meninggal dunia di kediamannya di Los Angeles, AS pada Agustus lalu. KPK pun menyatakan tidak pernah mengenal istilah “saksi kunci” dalam kaitannya dengan kasus Johannes Marliem. (ant)
Jagat Rahayu Dari Hal. 1
Gusti Mangku Jana menambahkan, upacara usaba kapat di tengah status awas Gunung Agung tetap dilaksanakan agar tidak sampai terjadi prosesi yang terpotong. Melalui upacara ini diharapkan jagat rahayu, sejahtera dan alam serta
isinya tetap terpelihara. Puncak pujawali di-puput dua sulinggih. Seusai persembahyangan, Gubernur Pastika mengatakan, persembahyangan saat purnama kapat hampir dilakukan di seluruh Bali. Dia juga mengakui ada sedikit kekhawatiran tangkil ke Pura Besakih yang be-
rada di zona merah ancaman erupsi Gunung Agung. Hanya, dengan hati yang tulus, ia bersama seluruh umat memohon agar bencana tidak menyakiti kita semua. ‘’Itu doa, harapan dan permohonan kita semua agar jagat diberikan kerahayuan dan kesejahteraan,’’ tegasnya. (kmb)
Pakai Jas Dari Hal. 1
Menurut Jokowi, dalam kemacetan itu bahkan motor tidak bisa melewati antrean kendaraan. “Motor saja gak bisa jalan juga. Kalau ada alternatif motor pilih motor dong saya. Tidak capek,” ujar Jokowi. Kendati demikian, Jokowi mengatakan insiden itu sekaligus olahraga pagi
bagi dirinya. “Ah hanya 3 kilometer saja kita biasa, 15-20 kilometer juga ndak apa-apa. Tapi keringetanlah karena pakai jas,” kata Jokowi berkelakar. Sebelumnya pada Kamis pagi, Presiden terpaksa berjalan kaki karena rombongan kendaraan kepresidenan tertahan oleh lalu lintas kendaraan dan juga warga
yang hendak melihat acara peringatan HUT ke-72 TNI. Sejumlah pejabat pemerintah juga akhirnya turut berjalan kaki mengikuti Presiden yaitu Menteri Pupera Basuki Hadimuljono, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki serta para pejabat tinggi dan menengah TNI. (ant)
Jumat, 6 Oktober 2017 05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Tri Hita Karana (5) 06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Kartun Wirata Parwa (1) 08.00 Bali Channel Tourist TV 09.30 Inovator 10.05 Lejel Homeshopping 10.30 DW TV 11.05 Bali Channel Tourist TV
12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Tri Hita Karana (6) 12.30 Berita Siang 13.00 Klip Bali 13.30 Lejel Homeshopping 14.00 Klip Bali 14.30 Tembang Bali 15.30 Bali Channel Tourst TV 16.05 Lila Cita Bendega 17.05 Nangun Yadnya Karya Mamukur Puri Sulang, Klungkung 17.30 Kartun Wirata Parwa (2) 18.00 Puja Trisandya
18.05 Seputar Bali 19.00 Orti Bali 19.30 Dialog Interaktif Gaptek Profit 20.00 Orti Bali 20.30 Lila Cita Sanggar Bon Kori Denpasar (1) 21.30 Wirasa Ketut Pande Sudarsana 22.00 Berita dan Bintang Terkini 22.05 Solusi Alternatif Penyalonarangan Poh Gading (4) 23.00 Berita dan Bintang terkini 23.00 Lila Cita Calonarang Waturenggong Klungkung (5)
Jumlah diterima kemarin Rp 37.408.000 Dari Hal. 1
I Komang Wahyu, Desa Adat Bugbug Karangasem I Ketut Rauh, Desa Adat Bugbug Karangasem I Nengah Sudiarta, Desa Adat Bugbug Karangasem Putu Arnaya, Desa Adat Bugbug Karangasem I Nengah Ijin, Desa Adat Bugbug Karangasem Karina Kantoran, Desa Adat Bugbug Karangasem Ketut Arta, Desa Adat Bugbug Karangasem Adit, Desa Adat Bugbug Karangasem I Nyoman Suparta, Desa Adat Bugbug Karangasem I Komang Bayu Satria Wibawa, Desa Adat Bugbug I Kade Budi Suarta, Desa Adat Bugbug Karangasem Ni Nyoman Sudiarti, Desa Adat Bugbug Karangasem Budiantara, Desa Adat Bugbug Karangasem I Ketut Merti Toris, Desa Adat Bugbug I Nyoman Umbara, Desa Adat Bugbug Karangasem Ketut Puspa, Desa Adat Bugbug Karangasem Anjani, Desa Adat Bugbug Karangasem Wayan Asih, Desa Adat Bugbug Karangasem I Nyoman Karina, Desa Adat Bugbug Karangasem I Nengah Salin, Desa Adat Bugbug Karangasem I Wayan Mentik, Desa Adat Bugbug Karangasem I Ketut Suastama, Desa Adat Bugbug Karangasem Kade Sudarma, Desa Adat Bugbug Karangasem Gede Putra Yasa, Desa Adat Bugbug Karangasem Wayan Rame, Desa Adat Bugbug Karangasem I Komang Dauh, Desa Adat Bugbug Karangasem I Nengah Log, Desa Adat Bugbug Karangasem Nengah Ariana, Desa Adat Bugbug Karangasem I Wayan Budiarta, Desa Adat Bugbug Karangasem Sumarta, Desa Adat Bugbug Karangasem Ketut Ediarto, Desa Adat Bugbug Karangasem I Wayan Suwali Kar Komang Astawa, Desa Adat Bugbug Karangasem I Wayan Nata, Desa Adat Bugbug Karangasem I Wayan Edi Saputra, Desa Adat Bugbug I Made Arta, Desa Adat Bugbug Karangasem Ari Bawa, Desa Adat Bugbug Karangasem Ketut Yuli Lestari Putri, Desa Adat Bugbug I Nengah Ajot, Desa Adat Bugbug Karangasem Wayan Sudiani, Desa Adat Bugbug Karangasem I Komang Budi Tanaya, Desa Adat Bugbug I Made Sukendara, Desa Adat Bugbug Karangasem I Nengah Rai, Desa Adat Bugbug Karangasem I Ketut Karinu, Desa Adat Bugbug Karangasem I Karina Kantoran, Desa Adat Bugbug Karangasem Wayan Sumerta, Desa Adat Bugbug Karangasem Wayan Wage, Desa Adat Bugbug Karangasem Agus Arimbawa, Desa Adat Bugbug Karangasem I Nyoman Sugiantar, Desa Adat Bugbug Karangasem I Wayan Suartana, Desa Adat Bugbug Karangasem Ni Nengah Wati Budi, Desa Adat Bugbug I Wayan Kaler, Desa Adat Bugbug Karangasem Santi, Desa Adat Bugbug Karangasem Ketut Puja, Desa Adat Bugbug Karangasem Ni Reniasih, Desa Adat Bugbug Karangasem Gede Budiasa P.Boktot, Desa Adat Bugbug Garobag, Desa Adat Bugbug Karangasem
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000
I Wayan Swasta, Desa Adat Bugbug Karangasem I Nengah Karinu, Desa Adat Bugbug Karangasem Putu Wijaya Kusuma, Desa Adat Bugbug Karangasem Nyoman Kantun , Desa Adat Bugbug Karangasem Komang Sudiarta, Desa Adat Bugbug Karangasem Kade Sandiantara, Desa Adat Bugbug Karangasem I Wayan Gemuh, Desa Adat Bugbug Karangasem I Ketut Merta, Desa Adat Bugbug Karangasem Wayan Sadra, Desa Adat Bugbug Karangasem I Rik, Desa Adat Bugbug Karangasem Kade Bayu Pradnyana, Desa Adat Bugbug I Ketut Landri, Desa Adat Bugbug Karangasem Darmaja, Desa Adat Bugbug Karangasem I Nengah Rai, Desa Adat Bugbug Karangasem I Nyoman Suwendra, Desa Adat Bugbug Karangasem Ketut Nadra, Desa Adat Bugbug Karangasem Godeg, Desa Adat Bugbug Karangasem IPA, Desa Adat Bugbug Karangasem Wayan Kusumajaya, Desa Adat Bugbug Karangasem I Komang Sudiarta, Desa Adat Bugbug Karangasem Nengah Wirna, Desa Adat Bugbug Karangasem Ketut Widya, Desa Adat Bugbug Karangasem Nyoman Tisna, Desa Adat Bugbug Karangasem I Nyoman Sukrisna, Desa Adat Bugbug Karangasem Ni Luh Nadi, Desa Adat Bugbug Karangasem Nengah Sudiasih, Desa Adat Bugbug Karangasem Ni Kt. Adnya Swari Widyarini, Desa Adat Bugbug Ni Ketut Tebeng, Desa Adat Bugbug Karangasem Nyoman Kasih, Desa Adat Bugbug Karangasem Made Ariyasa, Desa Adat Bugbug Karangasem Mandiyasa, Desa Adat Bugbug Karangasem Nyoman Artika, Desa Adat Bugbug Karangasem Ni Ketut Sumarni Logo, Desa Adat Bugbug Wayan Sadra, Desa Adat Bugbug Karangasem Ni Badung, Desa Adat Bugbug Karangasem Komang Sukertini, Desa Adat Bugbug Karangasem Astawa, Desa Adat Bugbug Karangasem Nengah Puja, Desa Adat Bugbug Karangasem Mika, Desa Adat Bugbug Karangasem Nyoman Sukraning, Desa Adat Bugbug Karangasem Sumartawan, Desa Adat Bugbug Karangasem Ketut Sumadi, Desa Adat Bugbug Karangasem Nyoman Sudarta, Desa Adat Bugbug Karangasem Bagus Sudiantara, Desa Adat Bugbug Karangasem Komang Purni, Desa Adat Bugbug Karangasem Komang Darmawan, Desa Adat Bugbug Karangasem Nengah Dapet, Desa Adat Bugbug Karangasem Wayan Suarjana, Desa Adat Bugbug Karangasem Ketut Pageh, Desa Adat Bugbug Karangasem Nengah Somya, Desa Adat Bugbug Karangasem I Ketut Dangin, Desa Adat Bugbug Karangasem I Nyoman Manek Rais, Desa Adat Bugbug Tangseh, Desa Adat Bugbug Karangasem Wayan Arisanta, Desa Adat Bugbug Karangasem Ni Nengah Nik, Desa Adat Bugbug Karangasem Ni Putu Wulandari, Desa Adat Bugbug Karangasem I Wayan Susila Wibawa, Desa Adat Bugbug Murni, Desa Adat Bugbug Karangasem Ni Komang Wiwin Padma, Desa Adat Bugbug Ni Kt Diancelsimaselia Putri, Desa Adat Bugbug Panji Utama & Edi Jumlah diterima kemarin Jumlah sebelumnya Jumlah seluruhnya
Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 18.000 Rp 15.000 Rp 15.000 Rp 10.000 Rp 10.000 Rp 10.000 Rp 10.000 Rp 10.000 Rp 5.000 Rp 5.000 5 bal pakian layak Rp 37.408.000 Rp 286.617.398 Rp 324.025.398
Satyaki Akhirnya Bantai Anuvinda
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Keduapuluh TIga)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
KEDUA Pangeran Kaikaya pada perang saudara itu dengan sengit menyelubungi Pangeran Satyaki yang membela kubu Pandava. Serangan-serangan dilancarkan kedua pengerah itu seperti hujan anak-anak panah berkobar. Satyaki tidak mau kalah, oh Bharata. Dia pun berbalik menyelubungi kedua Kaikaya bersaudara itu. Kedua bersaudara yang gagah perkasa itu dengan keras menyerang Satyaki. Serangannya diarahkan pada bagian dada Satyaki. Serangannya itu seperti dua ekor gajah yang menekan menggunakan gading-gading gajah temannya yang bermusuhan di hutan. Kedua bersaudara itu kemudian mengarahkan serangannya ke bagian vital Pangeran Satyaki, yang memberikan perlawanan dengan panah-panah terbaiknya. Satyaki, oh raja yang agung, setelah menutupi semua tempat di arah mata angin dengan serangan hujan anak-anak panah. Sembari tersenyum beberapa saat menahan kedua bersaudara itu tanpa ketakutan sedikit pun. Oh Bharata, mereka ditahan oleh hujan-hujan anak panah yang
ditembakkan dengan presisi yang akurat oleh cucu Sini itu. Kendati demikian kedua bersaudara itu tidak menurunkan serangannya. Mereka pun dengan cepat menyelubungi kereta cucunya Sini itu dengan panah-panah terbaiknya. Setelah memotong busur-busur mereka yang indah, Saurin yang sangat terkenal itu menahan mereka berdua mamakai anak-anak panah tajam. Setelah mengambil dua busur indah yang lain, dan sejumlah panah sangat kuat. Masing-masing mulai menutupi Satyaki. Serangannya disertai melanglang dengan gerakan hebat dan juga terampil. Ditembak oleh kedua bersaudara dengan panahpanah kuat yang dilengkapi bulubulu burung Kanka, burung merak dan juga dihiasi emas itu. Panahpanah yang mulai berjatuhan itu menerangi semua tempat di arah mata angin. Pada pertempuran menakutkan di antara mereka itu, oh raja, baku serang sengit anak-anak panah mereka itu menyebabkan timbulnya sebuah kegemparan di sana. Para prajurit kereta perkasa itu kemudian saling memotong busur-busur mereka satu dengan
lainnya. Satwata yang tak terkalahkan itu, oh raja, dipenuhi kemarahannya. Sejurus kemudian mengambil busur terbaik lainnya. Setelah itu memasang talinya, selanjutnya memotong kepala Anuvinda dengan sebuah panah tajam. Panah itu berkepala seperti pisau cukur. Panah itu juga dihiasi anting-anting kepala besar. Oh raja, Anuvida akhirnya tumbang seperti kepalanya Samvara, yang dibantai pada zaman dahulu. Kepala itu mencapai numi dalam hitunga sekejap. Jatuhnya Anuvinda itu membuat orang-orang Kaikaya meratapi dalam kesedihan. Setelah menyaksikan prajurit pemberani itu terbantai. Saudaranya yakni Vinda yang adalah ksatria kereta perkasa lalu dengan cepat memasang tali pada busurnya yang lain. Vinda mulai menahan cucu Sini itu dari setiap sisi. Awalnya menyerang dengan 60 batang anak panah yang dilengkapi sayap-sayap emas dan diasah di atas batu. Kemudian mengeluarkan sebuah teriakan keras lalu berkata, ‘’Tunggu, Tunggu!’’ Prajurit kereta perkasa keluarga Kaikaya itu dengan cepat me-
nyerang Satyaki. Serangannya memakai ribuan batang panah yang diarahkan pada lengan dan dada Satyaki. Semua anggota badan Satyaki terluka oleh anakanak panah Vinda itu. Satyaki, yang memiliki keberanian tidak mampu digagalkan itu kelihatan sangat gemerlapan. Oh raja, Satyaki tampak seperti sebuah pohon Kinsuka yang sedang berbunga. Diserang satu Kaikaya yang berbudi luhur itu membuat Satyaki dengan tenang menyerang Kaikaya Vinda itu sebagai balasan
menggunakan 5 dan 20 batang anak panah. Kemudian kedua ksatria panah utama kereta itu setelah saling memotong menggunakan busur-busur indah. Awalnya kedua ksatria itu menyerang dengan cepat sais-sais kereta dan juga kuda-kuda masing-masing. Selanjutnya mau tidak mau mereka saling mendekati karena kendaraanya sudah hancur. Pertempuran jarak dekat pun dimulai. Senjata-senjata pedang terbaik dipergunakan oleh kedua ksatria utama itu. (bersambung)
Sloka 15.9 Srotram caksuh sparsanam ca rasanam ghranam eva ca adhisthaya manas cayam visayan upasevate Makhluk hidup, yang menerima badan kasar lain lagi dengan cara seperti itu, memperoleh jenis telinga, mata, lidah, hidung dan peraba tertentu tersusun di sekitar pikiran. Dengan demikian, ia menikmati pasangan objek-objek indria tertentu.
16 Pages
186 Number 9th year
Price: Rp
L O N A A T I E R N I N T
3.000,-
Living in safe zone, hundreds of evacuees return home
ost.co.id e-mail: info_ibp@balip ost.com. ternationalbalip
st.com.
Friday, October
6, 2017
http://epaper.in
rnationalbalipo
L O N A A T I E R N I N T
online: http://www.inte
, Jennifer Jason Aldean shows cel Lopez can shooting as after Las Veg
Friday, October
6, 2017
Aldean star Jason shows - Country three mass LOS ANGELEShe would cancel the deadliesta gunvictims of said on Tuesday in which muto honor this weekin modern U.S. history a Las Vegas crowd at performance. shooting fire on a man openedduring the singer’s San Diego sic festival
Angeles, Don’t stops in Los of his “They as part Tulsa, Oklahoma, Wiegmann Aldean canceled in California, REUTERS/Arnd for the canceled and Anaheim,The tour will resume will be offered Know Tour.” Polanski and refunds Roman their famion Oct. 12 Director for the victims, It has been shows. like out of respect so thing to do. “I feel fans, it is the right involved this week, we have the ones Aldean lies and our time for everyone time to mourn an emotional take some our family and friends,” we plan to with will under the lost and be close back onstage will children in a statement. “Our first time us, but we crimes against said saidThe singer added:emotional thing for people we lost German age of 12. the in St. Gallen of - A former tough and - play our and honor Prosecutors ZURICHmodel has told Swiss a complaint 26. be a very it together know how to do Roman Langer had filed we get through on Sept. actress andthat film director Polanski place at the all doing the only thing Route 91 took rape against at his mountain night at the authorities in by for them.” stage on Sunday Stephen Paddock, raped her was 15 “The presumed act in a chalet songs Polanski 1972 when she on 1972 when strafed the said on end of February Aldean was music festival chalet in local prosecutors assault rifles, they said. be passed on to Harvest country hotel window, multiple Gstaad,” years old, would armed with from a high-rise more than 525 The case the canton of Bern, a retiree left Wednesday. for the 84-year-old in said in the crowd at the concert The massacre A lawyer h film director by colleagues has a home 59 people. Lopez: All Gstaad. French-Polis of the allegation it where Polanski her “Jennifer Vegas, resort of lawyer, Jan killing injured. in ski Las aware in currently up-scale he was perand he dismissed Polanski’s his clients people Jennifer Lopez, at Planet Hollywood week. The In Poland, Renate Langer attempt to generate ” shows this dates. said he and I Have” residency Olszewski, of the “notification as an “absurd” her scheduled for later tragedy Swiss aware also canceled a senseless media attention. will be rescheduled on were the northeastern that such with the victims Police in Gallen confirmed a by Langer. opinion, the situation are to formances is heartbroken es said in St. is hard “Jennifer thoughts and prayers received “In my it had canton of representativ that they last initia- occurred. Her the singer’s Wednesdayfrom Langer, 61, in is so absurd on it. This rape comment Music Festival - is primarily and their families,” complaint an alleged 40 years City Limitsoffer refunds to The even noise,” a statement on Tuesday. month abouthouse in 1972. the tive - aftercausing media of the Austin conwould Organizers on Tuesday they attend for security aimed at Polanski’sTimes first reported said want to (rtr) he said. is the fourth woman New York of in Texaswho no longer publicly Vegas shooting. Langer allegation. by Reuters in Germany they peopleafter the Las actress or to accuse Polanski cerns Efforts them when the former assaulting at an event Anzuoni to contact were not immediately sexually REUTERS/Mario teenagers. Lopez poses of Dance” arrested Polanher lawyers being were in Zurich Judge Jennifer series “World U.S., SepSwiss authorities successful.prosecutors were proson his arrival , California, 19, 2017. Swiss for the television whether ski in 2009 a lifetime achievement was tember Hollywood consider He in West asked to Polanski was possible to receive a film festival. on bail alleged award at No. 106 Dps later ecution of law given the Jl. Raya PuputanRenon No 148 half cen- released two months in his Gstaad under Swiss nearly a arrest” Mandala 148 Renon Jl. Raya Niti 28 Kopi Made under “house crime occurred Sanur Mandala No. Manan (rtr) Jl. Raya Niti Yamin No.18 Jl. D.Tamblingan Sanur 29 Dimsum tury ago. has eliminated Jl. Mohamad sex chalet. Cafee No.88 Renon Jl. D.Tamblingan Sanur 30 Furama Switzerlandlimitations on 19 Smirnof Jl. Merdeka Subah Renon of No 68 Denpasar Hotel Jl. D.Tamblingan Sanur 31 Warung Jl. D.Poso the statute khas Gilimanuk 20 Legwa Wuruk 184
tion rape allega Swiss probe n Polanski against Roma
You can
Scret 10 Malaika Sari Kuta Shack Jl. Bakung 11 Snack Kuta Lokal Jl. Pantai 12 Warung Club Tanduk Cafee 1 Kuta Beach the Coffe Bear 13 Cokro Jl. Camplung Kuta Kuta Sari Hotel 2 Wen Dys Jl. Bakung 14 T.J.Bar Paradiso Bali Legian Kuta 3 Seminyak 15 J & N Kebab Jl. Padma 23 Resort&Spa Bar 4 Ramayana 16 Goanna Jl. Doble Six/Werkudara Legian Resort&Spa No. 51 5 The Lokha Emtertaiment 17 Batu Jimbar Jl. D.TamblinganA Sanur Live Sport Cafee No.126 6 66 Corner 18 Ramayana 140 Grill Jl. D.Tamblingan 7 Leghawa Jl. D.Tamblingan dan Restoran 8 Retno Barr 9 Elkomedor
ional Bali
find Internat
Cafee No. 50D Jl. D.Poso 21 Nu Laser No. 39 Book Jl. D.Poso 22 Ganesa Sanur Daiving Jl. D.Poso 23 All For Sanur Jl. D.Poso 24 Barocca Sanur Jl. D.Poso 25 Lantern Sanur Jl. D.Poso 26 Shearlock Sanur 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan Jl. D.Tamblingan
Post at:
Betutu Jl. D.Tamblingan Sanur 32 Ayam 33 Bali Bakery Jl. D.Tamblingan 17 DKerobokan Jl.Petitenget 17E Kerobokan Jl.Petitenget Klod 17C Kerobokan Jl.Petitenget 9 Kerobokan Klod Jl.Petitenget
Jl. Hayam
alert level,
in Manggis,
Whiteside
on the resort
REUTERS/Darren
on the highest
s
red ne, hund safe zo Living in es return home acbyue ev anxiety of haunted But still
evacuation temporary chat at a 1, 2017. women October Two elderly Bali, Indonesia island of
center for
people living
near Mount
Agung,
a volcano
to site is welcome returns the evacuation anyone who “Residents do so. Likewise decides to go back free then the BPBD. home site is also e. returned safe home and police and eruption of Muncan have is in a to the evacuation a possible will be accommodat in their village to do so and because anxious about Many children “Children zone”, he explained. is collecting (kmb45) m residents of Mt. Agung. heard home. are worried. in areas also be The government to school has returned of the Karangase home. Even particular News can at Global case who normally go as disaster- data about who only collected data 9.30 have returned in “Bali Image” Of URA - Hundreds have d to safe in the 96.5 from been declared Klungkung. are to Klungkung declared So far they Radio FM am. Listen to that have SEMARAP are recommende in safe about residents of 16,00 evacuatedvillages have been are still anxious. until 10.00 FM at http:// prone, they find schools who were 2,000 people, home still col.com Global Radio many people the total of “ We are for the isten2myradio Rai. though their (KBR). unit chief of temporarily at http:// Agung erupts, of Klungkung form Dawan.we are waiting zones”, said globalfmbali.l streaming prone area http:// affairs that Mt. Lanang t Agency, lecting data, Banjarangkan. We compiled Chief Executive or live video bali.com and -bali. Prosperity from village, Gusti ages reManagemen that some information be a total radioglobalfm nnel/global-fm Based on (Oct. 4), 243 evacu- East Duda explained had been numbers that there swilladded that of various form Disaster ustream.tv/cha and Batu evacuees Rai who estimate Putu Widiada, an appeal on Wednesday in Juwuk Legi Selat have Rai, home after do so. “ Their of the 83 evacuees Stadium of 3,500” he said. to remain turned ees from to he to Swecapura East Duda, Their who chooses evacuated returned home. their headman the safe zone”, Gede hamlet, by anyone home. evacuated villages are in have also n was facilitated returned all been are not They had in Paksebali village, said. however still transportatio These evacuees as they are to the field some 164 evacuees have relieved villages entirely Dawan where their home in a disasterremain as to be been declared
JUMAT WAGE,
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
6 OKTOBER 2017
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418
Konser Amal, Lima Mantan Presiden AS Galang Dana Korban Badai
Washington (Bali Post) -
Lima mantan presiden Amerika Serikat akan berkumpul bulan ini guna ikut menggalang dana bagi para korban badai dahsyat yang memporak-porandakan wilayah selatan Amerika Serikat dan Karibia.
Bali Post/ist
Livi Zheng Wakil Indonesia
Usia boleh muda. Namun prestasi harus mendunia. Inilah yang kini diraih Livi Zheng. Sutradara asal Indonesia ini telah memperoleh pengakuan atas 5 filmnya oleh New York Times dan Los Angeles Times. Bahkan sutradara dan produser yang cukup banyak menghabiskan waktu di Hollywood ini, kini didapuk jadi salah satu wakil Indonesia atau juru bicara Indonesia dalam ajang pertemuan tahunan World Bank dan International Monetary Fund yang digelar di Washington. Perempuan berusia 28 tahun ini akan mewakili Indonesia bersama Menteri Koordinator Maritim, Luhut B. Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, dan sejumlah perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI. Pertemuan ini diikuti oleh 189 negara dari seluruh dunia. Diperkirakan 15 ribu delegasi akan menghadiri acara ini. Selama ini Livi telah menggunakan bakat dan pengakuan internasional terhadap dirinya untuk memperkenalkan lebih luas lagi keindahan alam dan budaya Indonesia. Film terbarunya “Bali: Beats of Paradise”, diproduksi di Bali dan akan dirilis di Amerika Serikat (AS) pada 2018. Livi mengatakan tidak ada satu pun tempat seperti Bali. Bali memiliki keindahan alam yang luar biasa. Terpenting lagi, tradisi dan budaya Bali masih dipegang erat dalam kehidupan sehari-harinya. Seni merupakan jiwa dari kebudayaan Bali. Bahkan setiap pagi pun, orang Bali masih menghaturkan sesajen. “Bagi orang Bali, hidup adalah selebrasi, ketika kamu orang Bali, musik dan kesenian adalah bagian dari hidup. Bahkan ada beragam ritual yang dilakukan orang Bali, mulai dari kelahiran, remaja, pernikahan, bahkan hingga kematian,” katanya. Livi selama ini telah menjadi dosen tamu dan pembicara di 25 universitas seluruh dunia, termasuk University of Southern California School of Cinematic Arts, New York Film Academy, Communication University of China dan Universitas Indonesia. Dalam pertemuan tahunan yang diselenggarakan di Washington ini, menurut Livi, akan dibicarakan pula kesiapan Indonesia menggelar acara tahunan WB dan IMF itu di Bali. (iah)
Bali Post/afp
BANTAH - Steven Tyler (kiri) membantah dirinya terkena serangan jantung yang menyebabkan band Aerosmith membatalkan sisa turnya di AS.
Steven Tyler Bantah Serangan Jantung
Penyanyi gaek, Steven Taylor, membantah spekulasi yang beredar bahwa ia terkena serangan jantung. Vokalis dari Aerosmith ini tidak banyak mengklarifikasi penyakit yang menyebabkan band tersebut membatalkan sisa turnya di Amerika Selatan. Band rock itu bulan lalu membatalkan empat pertunjukan terakhirnya di Brasil, Chile, Argentina dan Meksiko karena Tyler menghadapi “masalah medis tak terduga” yang memerlukan perawatan segera. “Saya memberi Anda semua A + untuk spekulasi kreatif tapi yang pasti saya tidak mengalami serangan jantung atau kejang,” tulis Tyler di situs resmi Aerosmith, Senin (2/10). Pria 69 tahun itu menambahkan bahwa dia menyesal band tersebut harus mempersingkat turnya, ia menulis, “Saya harus menjalani perawatan yang hanya bisa dilakukan oleh dokter saya di Amerika Serikat.” Dia tidak menjelaskan lebih jauh. Tyler telah menderita banyak masalah medis di masa lalu, mulai dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang, kecanduan obatobatan terlarang, patah bahu, beberapa operasi kaki, operasi akord vokal dan hepatitis C seperti dikutip dari Reuters. (ant)
Mantan Presiden Barack Obama, George W. Bush, Bill Clinton, George H.W. Bush, dan Jimmy Carter akan tampil bersama dalam konser amal di Texas A&M University pada 21 Oktober mendatang. Tiga politikus Demokrat dan dua politikus Republik tersebut bekerja sama untuk menggalang dana bagi korban
Badai Harvey, Irma dan Maria. Konser bertajuk “Deep From the Heart: The One America Appeal” itu akan menghadirkan Alabama, The Gatlin Brothers, Lyle Lovett, Robert Earl Keen dan Sam Moore. Dalam satu pernyataan, George W. Bush menuturkan anggota
klub paling eksklusif itu “sangat berterima kasih kepada para penampil hebat, beberapa di antaranya teman lama dan beberapa teman baru, yang telah meluangkan waktu dan menunjukkan bakat demi membantu kegiatan amal penanganan pascabadai di Texas, Florida dan Karibia.” (ant)
Bali Post/afp
PRESIDEN - Mantan Presiden AS Bill Clinton, George W. Bush, dan Barack Obama saat menghadiri kegiatan Presidents Cup di Liberty National Golf Club, belum lama ini di New Jersey.
Dika Swara
Peduli Pengungsi Lewat ”Swaran Pengungsi” Peduli terhadap para pengungsi Gunung Agung tidak harus berupa bantuan logistiks saja. Bagi para musisi Bali, menciptakan suatu karya musik yang dipersembahkan bagi para pengungsi juga bagian dari bantuan itu. Apalagi, dalam karyanya tersebut menceritakan tentang kondisi yang dialami oleh masyarakat yang mengungsi. Tentu karya musik tersebut akan terus dikenang dan menjadi catatan sejarah nantinya, terutama bagi mereka yang mengalami pahitnya di pengungsian. Hal inilah yang dilakukan penyanyi asal Banjar Sengguan, Penarungan, Kecamatan Mengwi, Dika Swara. Hatinya tersentuh, saat mendengar pemberitaan dan melihat langsung situasi dan kondisi para pengungsi pascaditetapkannya status Gunung Agung ke level IV (awas). Melihat keadaan itu, Dika Swara memutuskan untuk membuat sebuah karya lagu curahan hati para pengungsi yang diberi judul “Swaran
Pengungsi”. “Ya lagu ini saya ciptakan karena melihat berita di medsos dan di lapangan langsung keadaan para pengungsi. Saya sedih ketika mendengar cerita seorang nenek menjual sapinya, tapi ditawar murah banget oleh saudagar, nenek itu sampai nangis-nangis, kasian banget liatnya,” ujar Dika Swara, Rabu (4/10).
Lagu “Swaran Pengungsi” yang diciptakan oleh Gus Ene dan diproduksi oleh Meneer Studio ini sudah disebar di medsos. Bagi pemilik nama lengkap I Kadek Andika Kurniawan, lagu ini ia ciptakan bukan semata untuk menceritakan kondisi yang dialami para pengungsi. Tapi juga memberikan semangat para pengungsi agar selalu tabah dengan kondisi yang dialami saat ini. “Lewat lagu ini saya ingin sampaikan kepada para pengungsi agar selalu tabah, ikhlaskan apa yang terjadi, karena itu sudah kehendak Ida Batara. Semoga ada hikmahnya dan semoga erupsi Gunung Agung membawa rezeki,” pesannya. (win)
Shwe Eain Si
Bali Post/ist
Unggah Soal Rohingya
Gelar Ratu Kecantikan Myanmar Dilucuti
Seorang ratu kecantikan Myanmar mengatakan gelarnya dicabut gara-gara memposting sebuah video yang menuduh militan Muslim Rohingya menyebabkan kekerasan komunal di Rakhine State. Dalam sebuah video yang diunggahnya, Miss Grand Myanmar, Shwe Eain Si menuduh militan Rohingya membuat kampanye media yang membuat dunia tertipu bahwa merekalah yang tertindas. Dalam video yang memperlihatkan Shwe Eain Si berbicara, terdapat latar belakang yang memperlihatkan bayi-bayi telanjang dan foto sebuah video yang diunggah grup militan, Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA). Terkait adanya unggahan video itu, perusahaan yang menggelar kontes kecantikan Miss Grand Myanmar mengumumkan pencopotan gelar Shwe Eain Si karena telah melanggar kontrak. Namun, dalam pernyataannya mereka tidak menyebutkan tentang video Rakhine itu. Namun, dalam sebuah unggahan di Facebook pada Selasa (3/10), Shwe men-
gatakan bahwa tuduhan yang ditimpakan padanya tidak berdasar. Menurutnya salah satu komplain dari perusahaan adalah ia telah gagal menunjukkan image yang baik dari seorang konstestan ratu kecantikan. “Ya, Shwe Eain Si telah membuat sebuah video tentang teror yang dibuat ARSA di Rakhine State. Namun, hal itu tidak berarti ia gagal menunjukkan image yang baik dari seorang kontestan ratu kecantikan,” kata unggahannya. Miss Universe Myanmar belum mengomentari unggahan Shwe tersebut. Ini bukan pertama kalinya ratu kecantikan Myanmar tertimpa skandal. Awal tahun ini, seorang transgender yang menjadi pemenang ratu transgender ditahan karena seorang artis terkenal menuntutnya dengan kasus pencemaran nama baik. Sementara itu, di 2014, seorang ratu kecantikan Myanmar dicopot gelarnya karena ketidakjujuran dan tindakan yang buruk, setelah ia melarikan diri dengan mahkotanya ke Korea Selatan. (iah/afp)