Skip to main content

Edisi 5 September 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 19 TAHUN KE 69

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (148rb Like) http://facebook.com/balipost

Senin Pon, 5 September 2016

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

KPK Tangkap Bupati Banyuasin Jakarta (Bali Post) –

KPK melakukan operasi tangkap tangan atau OTT terhadap Yan Anton Ferdian, Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan. Pelaksana Tugas (Plt) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di Jakarta, Minggu (4/9) kemarin, membenarkan penangkapan tersebut. ‘’Ya,’’ katanya saat ditanya mengenai OTT terhadap Yan Anton.

Belum diketahui berapa orang yang diamankan KPK dalam OTT tersebut. Sementara itu, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan membenarkan Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa rumah dinas Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes R Djarod P, Minggu kemarin, membenarkan ada pemeriksaan di rumah dinas pejabat Banyuasin. Namun, lanjutnya, jajarannya hanya membantu tugas KPK supaya berjalan lancar. Ia mengatakan, untuk

Maverick Vinales

permasalahan kasusnya, ia tidak bisa bicara banyak karena Polda bersifat membantu. ‘’Kami hanya mempelancar tetapi untuk pemeriksaan itu tugas dan wewenang KPK, kita kurang mengetahui secara pasti terkait kasus apa yang dialami bupati tersebut,’’ katanya. Petugas KPK dengan dikawal anggota Brimob Polda Sumsel mendatangi rumah dinas Bupati Banyuasin pascapenangkapan. Berdasarkan informasi ada lima kendaraan yang digunakan petugas dalam pemeriksaan tersebut. (ant)

Bali Post/ap

Vinales Menang Perdana

Bali Post/ant

DIKAWAL PETUGAS - Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian (tengah) dikawal petugas kepolisian pascaOTT, Minggu (4/9) kemarin (foto kiri). Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin Umar Usman (tengah) dikawal petugas saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Minggu kemarin. KPK membawa Umar Usman ke Jakarta usai dibekuk dalam sebuah operasi tangkap tangan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan sekitar pukul 13.30 WIB.

ECSTAR Maverick Vinales berhasil keluar sebagai pemenang pada balapan MotoGP di Sirkuit Silverstone, Inggris, Minggu (4/9) kemarin. Ini menjadi kemenangan pertama rider Suzuki itu sejak debut di balap motor kelas premier ini pada 2015. Hal. 19 Pertarungan Sengit

Jajak Pendapat

Merancang Zona Pertanian Abadi

PENDEKATAN ekonomis dalam pengelolaan Bali menimbulkan dampak lingkungan yang parah. Kehancuran bentangan tanah Bali membuat abrasi mengganas di mana-mana. Rapuhnya komitmen membangun pertanian beritegritas juga membuat Bali menjauh dari upaya-upaya pelestarian budaya. Hal. 19 Makin Rapuh

Bali Post/ap

G-20 - Para pemimpin dunia di antaranya Presiden Prancis Francois Hollande, Presiden Joko Widodo, Presiden Cina Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin dan PM Jerman Angela Merkel ketika tiba pada pembukaan G-20, Minggu (4/9) kemarin.

G-20 Dibuka

Obama Tekan Cina Soal Laut Cina Selatan Hangzhou Para pemimpin negara kelompok 20 (G-20) disuguhi pertunjukan tari dan musik ‘’Impression West Lake’’ karya sutradara terkenal Cina Zhang Yimou di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Minggu (4/9) malam. Sebelum pertunjukan mulai, Presiden Cina Xi Jinping dan Peng Liyuan selaku tuan rumah menyambut para pemimpin G-20 dan pimpinan organisasi internasional di ho-

tel yang tidak jauh dari West Lake, yang kemudian dilanjutkan foto bersama di halaman hotel dan disambung dengan jamuan santap malam yang digelar Presiden Xi Jinping. ‘’Impression West Lake’’ menampilkan perpaduan musik dan tari tradisional Cina dan Barat yang dikemas dengan teknologi modern berupa permainan lampu, laser, hologram berwarna-warni, sehingga menampilkan efek visual me-

mukau. West Lake adalah salah satu ikon pariwisata di Hangzhou, dan telah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada 2011. Ada tari dan musik tradisional Cina, ada pula balet ‘’swan lake’’ dan orkestra musik klasik dari Barat, yang ditampilkan pada malam gala ini. Zhang Yimou sebelumnya kepada wartawan mengaku telah mempersiapkan pertunjukan ini sejak setahun silam.

‘’Bukan hal mudah membuat pertunjukan di atas air, perlu persiapan sangat matang,’’ katanya. Air menjadi salah satu media utama dalam pertunjukan itu yang menyimbolkan sumber kehidupan yang harus dijaga, bahkan dengan teknologi, jelas Zhang Yimou. ‘’Sedangkan musik adalah bahasa universal untuk cinta, kebersamaan, keindahan, alam bahkan kekuasaan, yang dapat

menyentuh siapa pun, tanpa melihat dari mana kita berasal,’’ kata sutradara film ‘’Hero’’ dan ‘’House of Flying Daggers’’ ini. ‘’Sudah tugas kami untuk menampilkan yang berbaik bagi C’hina.’’ Sutradara kelahiran Xi’an ini sebelumnya telah pula dipercaya membuat pertunjukan gala untuk Olimpiade Beijing 2008 dan APEC di Beijing pada 2014. Hal. 19 Tekan Cina

CEO PUM Johan Van Den Gronden Menyambut Baik untuk Aktifkan Kembali Peran PUM Tingkatkan Daya Saing UKM Indonesia

DIBUKA - Pasar Raya yang pertama kalinya diselenggarakan dan dihadiri ribuan pengunjung dibuka Menteri Puspayoga didampingi Duta Besar Indonesia untuk Belanda Gusti Agung Wiseka Puja di Wassenaar Den Haag, Sabtu (3/9).

Den Haag – Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga dalam lawatan ke Belanda melakukan pertemuan dengan Johan Van Den Gronden, CEO Programma Uitzending Managers (PUM) -sebuah perusahaan konsultasi yang memberikan bantuan pendampingan kepada UKM secara sukarela -- di Den Haag, Belanda. Dalam pertemuan itu, Puspayoga mengajak kembali kerja sama dengan PUM untuk membantu meningkatkan pengembangan daya saing produk UKM Indonesia agar bisa memenuhi standar dan kualitas negara-negara Eropa. ‘’Pertemuan ini untuk menggiatkan kembali kerja sama dengan PUM yang pernah membantu UKM

Indonesia. PUM banyak memberikan dukungan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia sehingga dapat dipromosikan di Belanda dan negara Eropa lainnya,’’ kata Puspayoga, Jumat (2/9). Dalam pertemuan tersebut, Menteri didampingi Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran I Wayan Dipta dan Duta Besar Indonesia untuk Belanda Gusti Agung Wiseka Puja. PUM telah dikenal di banyak negara karena membantu UKM dengan sukarela untuk meningkatkan daya saing produknya. Karena itu, Menteri optimistis, dukungan PUM dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia dalam aspek desain, kualitas

dan standar. Duta Besar Indonesia untuk Belanda Gusti Agung Wiseka Puja mengatakan Eropa memang sangat ketat menerapkan standar dan kualitas yang ketat terhadap semua produk impor. Ini kerap jadi kendala masuknya produk UKM dari Indonesia ke Eropa. Karena itu, dia menilai sangat tepat menjalin kembali kerja sama dengan PUM. ‘’Kelemahan UKM kita ada di sertifikasi, kualitas dan standar serta branding,’’ kata Gusti Wiseka. Kendala-kendala itu membuat rendah akses pasar produk UKM Indonesia ke Eropa. Jika kendala itu bisa diselesaikan produk-produk UKM Indonesia akan memenuhi kriteria Eropa. (kmb)


denpasar

2 Minim, Minat Generasi Muda Sekolah ke LN Denpasar (Bali Post) Universitas Udayana (Unud) mendapat jatah belajar di luar negeri (internasional) terbanyak setiap tahunnya, yakni lebih dari 1.500 orang. Sementara mahasiswa Udayana yang mengikuti pendidikan di luar negeri (LN) masih minim yaitu di bawah 100 mahasiswa setiap semester, baik yang telah memperoleh gelar (degree) maupun yang non-degree seperti exchange atau shortcourse. Director of Center for International Program (CIP) Unud Ni Putu Sri Harta Mimba, Ph.D., M.Si., S.E., Ak.CA. mengatakan, minimnya minat mahasiswa Udayana untuk belajar ke luar negeri karena alasan klasik. ‘’Misalnya terlalu nyaman ada di Bali, mahasiswa kita belum yakin dengan bahasa Inggrisnya, kekhawatiran hidup sendiri di luar negeri sebab kalau studi di luar kita harus mandiri,’’ paparnya, belum lama ini. Sementara dari segi biaya, menurutnya, tidak ada masalah karena mereka bisa mencari beasiswa. Namun kendala utama saat ini adalah bahasa terutama bahasa Inggris. Dalam rangka menghadapi persaingan di era globalisasi, diperlukan pengalaman belajar ke luar negeri, tidak hanya hard skill tetapi juga soft skill dan juga networking yang kuat. Diharapkan, dengan studi di luar negeri generasi muda lebih bijak, lebih tangguh sehingga benar-benar bisa bersaing di era globalisasi saat ini. Founder of iDream Lab from Silicon Valley California (sebuah organisasi pendidikan di USA) Viktoria Kolesnikova, MBA., M.A. mengatakan, pada bulan Januari sekitar 8 student belajar ke luar negeri atau bertukar (exchange). Para mahasiswa tersebut belajar selama 4 tahun di luar negeri. (kmb42)

Kasus Penyelundupan Penyu

Satu Tersangka ’’Menghilang’’ Denpasar (Bali Post) Masih ingat kasus penyelundupan penyu yang ditangani Sat. Reskrim Polresta Denpasar tiga bulan yang lalu? Kasus yang menetapkan tiga orang tersangka itu mestinya sudah masuk pengadilan. Pihak kejaksaan menyatakan perkara tersebut sudah lengkap. Namun, pihak kepolisian belum juga melimpahkan tersangka ke kejaksaan. Informasi yang diterima, Minggu (4/9) kemarin, satu tersangka kabur ke Lombok sehingga polisi tidak bisa melimpahkan tersangka ke kejaksaan. Dengan kondisi itu, kasus penyelundupan penyu ini pelimpahannya menjadi terkatung-katung. Konon dalam kasus ini, salah satu tersangka adalah oknum polisi. Dalam kasus penyeludupan penyu ini, mestinya ada tiga tersangka sekaligus yang dilimpahkan penyidik kepolisian ke kejaksaan setelah berkasnya lengkap alias P-21. Mereka adalah Putu Permana Suharja, Putu Yogi Iswara Sapanca dan Firman Arbai. Namun tersangka atas nama Firman Arbai menghilang, sehingga polisi tidak dapat melimpahkan kasus ini. Atas kondisi itu, pihak kejaksaan sudah melayangkan P-21A ke penyidik, yakni mempertanyakan pelimpahan tahap II yaitu tersangka dan barang bukti ke kejaksaan. Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan dari kepolisian. Dimintai konfirmasi hal itu, Minggu kemarin Kasi Intel dan Humas Kejari Denpasar I G.N. Agung Kusumayasa mengaku belum mengetahui secara pasti sampai di mana kasus ini karena jaksa yang menangani belum bisa dihubungi. Namun sesuai prosedur, jika penyidik kepolisian belum bisa melimpahkan barang bukti atau tersangka maka jaksa akan mengeluarkan surat P-21A untuk mempertanyakannya. ‘’Jika masih belum ada tanggapan terkait surat P-21A ini, maka jaksa akan mengembalikan berkas P-21 ke polisi. Tetapi kalau nantinya penyidik polisi bisa menghadirkan barang bukti dan tersangka, maka kasus ini akan dilanjutkan. Pengembalian ini supaya tidak ada tanggungan di kejaksaan,’’ ujar Agung Kusumayasa. Kasus penyelundupan penyu ini bermula saat Sat Reskrim Polresta Denpasar melakukan penggerebekan rumah di Jalan Kampus Ngurah Rai Gang Jaya Raya, Denpasar, 21 Juni lalu. Saat itu petugas mengamankan 21 ekor penyu dan menangkap tiga orang. Mereka adalah Putu Permana Suharja dan dua anak buahnya yaitu Yogi dan Arbai. Dari tiga orang tersebut, salah satu di antaranya memang oknum polisi yang bertugas di Polair Polda Bali. Yogi dan Arbai bertugas mengambil penyu dari nelayan di wilayah Tabanan. Dari pengakuan para tersangka, diketahui sudah ada sekitar 14 penyu yang dijual kepada pemesan. (kmb37)

081 337 032 965, (0361) 819446 FM 96,5

Topik : merancang zona pertanian abadi Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

Mengawal Pariwisata Bali

Senin Pon, 5 September 2016

Perekaman Data E-KTP Diperpanjang hingga Juli 2017 Disdukcapil Belum Terima Surat Resmi

Denpasar (Bali Post) Antrean masyarakat masih mewarnai perekaman data e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik), salah satunya di Kantor Camat Denpasar Selatan, Minggu (4/9) kemarin. Meski kemarin hari Minggu yang merupakan libur perkantoran, masyarakat yang ingin mengurus w-KTP masih dilayani. Hanya, jumlahnya dibatasi sampai 50 nomor antrean. Tak pelak, baru pukul 06.00 Wita nomor antrean sudah habis karena masyarakat sudah datang ke Kantor Camat Denpasar sejak pukul 04.00 Wita. ‘’Ya kemarin kan antreannya berjubel, sementara sekarang katanya dibatasi hanya 50 nomor, jadi saya datang pukul 04.00 agar gak kehabisan nomor antrean kayak kemarinkemarin. Kan perekaman data e-KTP diberi batas waktu sampai 30 September ini. Kalau gak ngurus, nanti data kependudukan kita dinonaktifkan, kan tak bisa ngurus SIM, bank dan keperluan lainnya,’’ ujar beberapa warga yang tampak sabar menunggu gerbang kantor camat dibuka. Beberapa bahkan ada yang membawa tikar dan sambil mengajak anaknya yang masih ngedot (minum susu botol). Tak berselang lama, petugas dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar datang memberi pengarahan warga. Mer-

eka diberi tahu agar tertib dan sabar, karena ada informasi pemerintah dalam hal ini Menteri Dalam Negeri memberi perpanjangan waktu perekaman data e-KTP hingga pertengahan tahun 2017. Kontan membuat warga gembira, namun tak sedikit juga yang kecewa. ‘’Coba sebelum-sebelumnya diberi tahu bahwa perekaman bisa sampai Juli 2017, kita kan gak sampai harus datang pagi-pagi buta antre begini,’’ celetuk beberapa warga. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Denpasar Nyoman Gede Narendra yang dimintai konfirmasi terkait informasi tersebut, Minggu (4/9) kemarin, mengatakan pihaknya sudah mendengar wacana tersebut. Namun, secara resmi belum ada suratnya. ‘’Itu kan wacana dari Kementerian, tetapi suratnya belum kami terima,’’ ujar Narendra. Meski ada wacana seperti itu, pihaknya masih tetap

Bali Post/sug

ANTUSIAS – Warga masyarakat begitu antusias untuk melakukan perekaman data e-KTP. Bahkan Minggu (4/9) kemarin, warga sudah datang ke Kantor Camat Denpasar untuk mengambil nomor antrean sejak pukul 04.00 Wita. melakukan program yang su- Namun, jumlah tersebut sudah hari raya ini datang. Karena, dah ditetapkan sebelumnya, berkurang seiring antusias pusat sudah mengatakan bahwa yakni melakukan perekaman warga Kota untuk melakukan blangko secara nasional tidak data di masing-masing keca- perekaman. ‘’Data terbaru kita jadi kendala. Artinya, pasti ada matan. Bahkan, layanan pada belum pegang, karena semua blangko, hanya masyarakat Sabtu dan Minggu pun masih masih fokus untuk melakukan tetap harus bersabar,’’ jelasnya. tetap dilakukan. ‘’Kami belum perekaman,’’ katanya. (012/kmb12) ada perubahan dari sebelumSementara mengenai ketnya. Pelayanan perekaman ersediaan blangko, dikatakan, Berita ini bisa dikomentari dana e-KTP masih diberlaku- baru ada 10.000 untuk batas pada acara Citra Bali Radio Global FM kan seperti semula,’’ tegasnya. akhir perekaman per bulan FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Menurut Narendra, warga Agustus. ‘’Untuk bulan SeptemDenpasar yang belum ter- ber kita sudah amprahkan ke Hubungi telepon (0361) 7400391 ekam sekitar 79.000 orang. pusat. Mudah-mudahan setelah

Rai Mantra dan Jaya Negara

Ucapkan Selamat Galungan dan Kuningan

PADA hari Rabu (7/9) yang bertepatan dengan Buda Kliwon Wuku Dungulan, segenap umat Hindu akan merayakan Hari Suci Galungan dan pada Sabtu (17/9) Wuku Kuningan juga akan merayakan Hari Suci Kuningan. ‘’Setiap kali kita merayakan hari suci keagamaan, selalu membawa pesan tersendiri bagi kita. Secara umum, pesan itu mengingatkan agar kita melihat catatan perjalanan ke belakang (mulat sarira), mengevaluasi seberapa jauh langkah kita yang telah sesuai dengan dharma, baik dharmaning agama maupun dharmaning negara. Melalui mulat sarira, kita mampu menyusun dan merencanakan kehidupan masa depan yang lebih baik, lebih sejahtera dan lebih damai,’’ ungkap Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharamwijaya Mantra didampingi Wakil Wali Kota Denpasar I G.N. Jaya Negara di Denpasar, Minggu (4/9)kemarin. Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, bahwa makna kemenangan dharma melawan adharma pada masa kini haruslah diterjemahkan sebagai upaya dan tekad untuk secara berkesinambungan berkarya guna meningkatkan kualitas kehidupan yang seimbang antara material dan spiritual. Semua untuk mencapai kebahagiaan dengan selalu berpijak kepada ajaran dharma (agama Hindu) seperti dharma, artha, kama, dan moksah. Dengan demikian, lanjutnya, kita akan bisa hidup damai dalam kebinekaan, modernisasi, globalisasi melalui saling toleran, saling menghargai, saling mendukung satu sama lain serta tidak bertentangan atau bersinggungan dengan yang lainnya. Pada zaman kini, perkembangan teknologi informasi akan membawa dampak semakin intensnya interaksi sosial, budaya, ekonomi,

Wali Kota Rai Mantra dan Wawali Jaya Negara poltik seantero dunia (globalisasi). Menghadapi perkembangan ini, kita harus membekali diri melalui peningkatan sradha dan mengimplementasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita tidak akan larut atau tergerus serta kehilangan jati diri. Perkembangan teknologi informasi haruslah memberikan manfaat dan ditatap sebagi peluang untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Dengan demikian kita akan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sebagai media dalam pencapaian cita-cita hidup berbahagia. Hal ini sejalan dengan program Smart City Kota Denpasar yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar melalui pemanfaatan teknologi informasi, pemanfaatan SDM dan pemanfaatan sumber daya alam yang ada. Senada dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota I G.N. Jaya Negara menambahkan bahwa perkembangan teknologi informasi jangan justru membawa kesengsaraan

bagi masyarakat. Oleh karena itu, kita harus bijak menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi untuk mencapai masyarakat yang bahagia. Momentum perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan ini hendaknya dijadikan satu titik tolak untuk menjadikan masa depan yang lebih baik, lebih berkualitas dan mampu mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bersama. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota Jaya Negara menyampaikan ucapan ‘’Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan’’. ‘’Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa Asung Kertha Wara Nugraha kepada kita sekalian dalam pengabdian kita sesuai dengan swadharma kita masing-masing,’’ ucapnya seraya mengajak seluruh masyarakat Kota Denpasar merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan dengan penuh rasa bakti dan menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan masing-masing. (ad123)

Pembangunan RS Wangaya Terganjal Dana Denpasar (Bali Post) Master plan pembangunan RS Wangaya sudah berubah tiga kali. Bahkan, master plan yang ada sekarang dinilai paling sempurna. Hanya, realisasi dari master plan tersebut masih banyak kendala yang menghadang. Kendala utamanya yakni ketersediaan dana. Mengingat, keseluruhan dana yang dibutuhkan sesuai perkiraan saat ini mencapai Rp 433 miliar. Belum lagi, kini Pemkot Denpasar mengalami musibah yakni terbakarnya Pasar Badung, juga sangat berpengaruh terhadap rencana pembangunan fisik di semua bidang. Tidak terkecuali di bidang kesehatan, yakni renovasi bangunan RS Wangaya. Hal ini diungkapkan Wakil Direktur RS Wangaya I Made Maja Winaya didampingi Humas Ketut Sutikayasa di kantornya, Sabtu (3/9) lalu. Dikatakan Maja, sejak proses renovasi dilakukan, bangunan yang sudah rampung yakni gedung C yang telah menelan dana sekitar Rp 17 miliar untuk fisik. Dana tersebut belum termasuk alat kesehatan (alkes)-nya. Kini, pembangunan yang sedang berlangsung yakni gedung B. Diperkirakan pembangunan gedung ini menghabiskan dana Rp 44 miliar, yakni untuk fisik Rp 33 miliar dan alkes Rp 11 miliar. ‘’Bila kondisi anggaran seperti ini, maka kami telah disarankan oleh Pak Wali Kota untuk meminjam dana sehingga pembangunan bisa berlanjut terus,’’ ujar Maja. Setelah gedung B rampung, katanya, rencananya pada 2017 membangun gedung D. Pembangunan gedung ini sebenarnya direncanakan dianggarkan Rp 100 miliar tahun 2017 mendatang. Anggaran ini dibagi dua yakni Rp 50 miliar pada APBD Induk untuk pembangunan fisik dan Rp 50 miliar pada APBD Perubahan untuk pengadaan alat kesehatan. Namun akibat dana tersedot untuk pembangunan Pasar Badung, RS Wangaya diperkirakan tidak mendapatkan alokasi. ‘’Mudah-mudahan dana bantuan dari Kementerian Perdagangan bisa cair untuk Pasar Badung, sehingga dana ke RS Wangaya bisa tetap terealisasi,’’ harap Maja. Dikatakannya, jika tahun depan tak juga turun bantuan pusat, terpaksa RS Wangaya harus meminjam pada pihak swasta dalam hal ini PT SMI. ‘’Kami punya master plan yang jika tidak ada kendala khususnya anggaran, perkiraannya persis tuntas pada tahun 2020 nanti. Tetapi beberapa waktu lalu, dengan kejadian kebakaran itu (Pasar Badung - red), salah satu rencana pembangunan gedung D harus kita pikirkan sumber dananya,’’ jelasnya. (kmb12)

Libatkan Adat, Pengamanan Mesti Terintegrasi Mengawal Bali dan peradabannya ke depan makin sulit. Itensitas konflik yang meningkat dan makin rumitnya masalah kepedudukan, membuat Bali berhadapan dengan beribu masalah. Laju pariwisata Bali juga membuat penduduk Bali berhadapan langsung dengan persaingan di sektor wisata yang belakangan berimbas pada meningkatnya gangguan kamtibmas. Kondisi ini jelas akan berdampak pada upaya-upaya pelestarian Bali sebagai ruang hidup yang aman dan nyaman.

Bali Post/dok

WISMAN – Sebagai daerah tujuan pariwisata dunia, Bali terus dibanjiri wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara (wisman). Namun di sisi lain, hal ini juga berdampak pada sosial budaya dan keamanan Bali.

MENGATASI potensi konflik dan menguatnya tantangan mengawal Bali ke depan, konsep Tri Hita Karana THK), konsep Trikaya Parisuda, konsep karma phala dan konsep manyama braya wajib dijalankan dengan baik. Dengan aktualisasi konsep ini maka Bali pasti aman. Pandangan ini dipaparkan Direktur Pam Ob Vit Polda Bali Kombes Drs. I Made Ardhana, M.M. pada acara Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Souverign, Tuban, baru-baru ini. Ia mengatakan, karena tidak semua masyarakat Bali memahami konsep-konsep sebagaimana disebutkan di atas, maka tidak ada penyelarasan yang baik dan terkendali antara konsep sosial

kemasyarakatan Hindu Bali dengan konsep sosial yang dibawa masyarakat pendatang ke Bali. Kehadiran penduduk pendatang sekarang ini banyak memengaruhi konsep sosial kemasyarakatan di Bali, yang bahkan bisa dikatakan mulai mengaburkan konsep sosial masyarakat Bali sendiri. ‘’Kondisi ini lebih memprihatinkan ketika konsep sosial masyarakat pendatang termasuk wisatawan ditumpangi berbagai kepentingan individu atau kelompok. Ini akan dapat menimbulkan konflik sosial masyarakat di Bali,’’ ujarnya. Untuk itu, pihaknya memandang perlu adanya sistem komunikasi dan koordinasi yang intensif antara semua pihak yang berkepentingan dengan

keamanan di Bali, termasuk sistem komunikasi internal di antara anggota satuan kepolisian. Ia mengaku Polda Bali bekerja sama dengan pemerintah daerah utamanya di Badung sudah melakukan sosialisasi dan bimbingan tekhnis ke banyak hotel untuk melaksanakan sistem manajemen pengamanan hotel (SMPH). Dari 111 hotel yang mengajukan diri untuk diverifikasi, hanya 44 hotel yang memenuhi kriteria verifikasi dengan baik. Jro Bendesa Adat Kuta I Wayan Swarsa menyampaikan bahwa Pemda Badung sudah memasang ratusan CCTV di ruang publik di Badung. Langkha ini telah memberikan perlindungan keamanan secara langsung kepada masyarakat. Hal ini tentu harus diimbangi dengan program jaga baya, sebagai bentuk inovasi pelibatan pacalang dalam menjaga wilayah adat Bali. Pacalang sampai saat ini dihormati dan dipercaya masyarakat maupun wisatawan sebagai bagian dari pengawalan terhadap adat di Bali. Ia mengatakan, desa adat

di Bali memiliki sistem pemerintahan desa yang mengatur segala kegiatan masyarakat desa berdasarkan keseimbangan dan keharmonisan hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan dan manusia dengan keyakinan mereka yang dikenal dengan konsep Tri Hita Karana. Ini diharapkan dapat diberdayakan untuk mengisi ruang pembangunan yang tidak terjangkau secara formal oleh pemerintah. Disadari bahwa gerak tata kelola desa adat harus dinamis dan bergerak labih cepat sesuai dengan perubahan zaman. Ketua PHRI Badung Rai Suryawijaya mengimbau pengusaha jasa akomodasi dan restoran agar ikut memasang CCTV di jalan di depan usaha masing-masing. Ini merupakan upaya strategis mengawal pariwisata Bali. Langkah ini bisa diklasifikasikan sebagai kegiatan CSR pengusaha untuk kepentingan dunia usaha itu sendiri, termasuk dalam mengawal keamanan wilayah adat akibat masifnya perkembangna sektor pariwisata. (dir)


Badung

Senin Pon, 5 September 2016

SMP Tunas Harapan Jaya ’’Goes International’’

SEMAKIN melangkah pasti ke depan dan terus maju. Belum lama dan pada tahun 2016 ini juga, SMP Tunas Harapan Jaya (THJ) merayakan keberhasilannya dengan menempati peringkat ke-7 Ujian Nasional seProvinsi Bali. Sementara tahun sebelumnya menduduki ranking ke-8. Setelah itu, THJ langsung tancap gas, Goes International, mengepakkan sayap ke Benua Kanguru, Australia. Ini memang sebuah proses yang kira-kira setahun lamanya. Akhirnya, pada Kamis, 1 September 2016 terjadilah penandatanganan nota kesepakatan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Sekolah Tunas Harapan Jaya (THJ) dengan Coffs Harbour Christian Community School Limited (CHCCS), Sydney, Australia di kampus THJ Kepaon, Denpasar Selatan. Beberapa pokok isi MoU tersebut adalah Bali Buddy Program, yaitu para siswa THJ bersahabat pena dengan siswa CHCCS. Surat ditulis dalam bahasa Inggris dan dibalas memakai bahasa Indonesia, demikian juga sebaliknya. Proses interaksi ini bisa menggunakan media konvensional alias tulisan tangan, dibukukan atau dibendel dan kemudian dikirim via pos, bisa juga pakai surat electronik atau skype video communication. Ada juga program pertukaran guru yaitu guru THJ mengajar bahasa Indonesia di CHCCS dan

3

Kisruh LPD Kapal

BKS Minta Diselesaikan Secara Adat

Mangupura (Bali Post) -

MOU - Setelah penandatanganan MoU, rombongan berfoto bersama para guru anggota Yayasan EL Samaritan Team.

sebaliknya guru dari Australia mengajar bahasa Inggris di Bali. Serta, kunjungan timbal balik antara pimpinan CHCCS dengan THJ secara berkala untuk melihat perkembangan sekolah masing–masing. MoU ditandatangani oleh Kepala SMP masing-masing. Dari pihak THJ oleh Putu Dewi Saraswati Pantja, S.H. dan Mr. David Robert Hamilton, Direktur CHCCS, disaksikan oleh Pembina Yayasan EL Samaritan DR. (HC) John Ketut Pantja, MBA., salah satu pinisepuh pariwisata Bali yang namanya tercatat di buku ‘’International Who’s Who of Professionals New York’’. John Pantja juga pernah mendapat piagam Karya Karana Pariwisata dari Gubernur Bali. Peristiwa penting ini juga disaksikan pengawas sekolah THJ Ir. Elisabeth L. Pantja,

seorang pendidik, mantan dosen di Universitas Udayana. Suasana penandatanganan MoU berlangsung hangat namun formal. Acara dibuka dengan tari Pendet menyambut para tamu oleh 12 siswi. Kemudian 200 lebih murid dan guru mengumandangkan hymne dan mars Samaritan. Acara kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dalam bahasa Inggris oleh Ketua Yayasan Ir. Made Edy Putra Pantja, MBA. Dia memperkenalkan para guru satu per satu beserta jabatannya serta apa yang diajarkannya serta masing-masing anggota yayasan. Suasana bertambah akrab dan meriah saat anak-anak bertepuk tangan waktu Direktur CHCCS Mr. David Robert Halminton berpidato dalam bahasa Indonesia. (ad226)

Kasus yang menimpa Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kapal, mengundang reaksi Badan Kerja Sama (BKS) LPD se-Kabupaten Badung. Ketua BKS LPD se-Kabupaten Badung I Ketut Madra, Minggu (4/9) kemarin mengatakan, Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro (LKM) telah mengakui dan menegaskan LPD di Bali diatur berdasarkan hukum adat. ‘’Jika muncul kasus-kasus terkait pengelolaan LPD, mestinya mengedepankan penyelesaian berdasarkan hukum adat. Penyelesaian berdasarkan hukum positif (nasional) baru ditempuh apabila penyelesaian secara adat mentok,’’ ungkapnya. Menurutnya, langkah Desa Adat Kapal yang memilih penyelesaian secara hukum adat, sudah tepat dan harus didukung. Sebab, telah sesuai dengan amanat UU LKM dan pasal 18 B Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Justru, menurut Ketua LPD Kedonganan ini, jika permasalahan LPD diselesaikan berdasarkan hukum positif, langkah itu melanggar UU. Aparat penegak hukum seperti kepoli-

sian, kejaksaan serta pengadilan, kata Madra, juga harus memahami kekhasan LPD yang diakui UU dan mestinya secara konsisten melaksanakan amanat UU LKM. Madra yang juga Sekretaris Dewan LPD Bali menambahkan, sementara menunggu pembentukan Badan Peradilan LPD di Dewan LPD Bali, masing-masing desa pakraman sudah memiliki awig-awig atau pararem

Nelayan Digelontor Alat Tangkap Senilai Rp 582,5 Juta Mangupura (Bali Post) Nelayan di Kabupaten Badung akan mendapat bantuan perlengkapan melaut untuk mempermudah mereka mencari ikan. Pemerintah setempat telah menyiapkan anggaran berdasarkan harga perkiraan sendiri (HPS) senilai Rp 582,5 juta. Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakanlut) Kabupaten Badung I Made Badra mengatakan, alat tangkap ini nantinya akan diserahkan kepada kelompokkelompok nelayan yang sudah mengajukan proposal kepada pemerintah. ‘’Kelompk calon penerima sudah ada, tinggal menunggu tender selesai, baru sarana perikanan tangkap akan diberikan kepada kelompok nelayan dalam bentuk hibah,’’ kata Made Badra, Minggu (4/9) kemarin. Menurut pejabat asal Kuta ini, pengadaan sarana perikanan tangkap telah masuk tender, 2 September 2016 ini. Di antaranya, berupa tiga buah jukung dengan mesin tempet 15 PK, 30 unit mesin tempet 30 PK, yang kesemuanya diperuntukkan bagi kelompok nelayan yang ada di Kedonganan, Kecamatan Kuta. ‘’Untuk kelompok nelayan calon penerima bantuan, sebelumnya telah diverifikasi oleh pemerintah,’’ ucapnya. Dikatakannya, usulan tersebut melalui Musrenbang Desa/Kelurahan, kemudian Musrenbang Kecamatan, setelah itu diusulkan ke pemerintah. Usulan ini dievaluasi dan dikaji, apakah betul kebutuhannya seperti yang diusulkan. ‘’Setelah kami melihat kebutuhan itu, baru di-follow up dengan menyusun RKA,’’ ucapnya. Made Badra merinci, proses pengajuan proposal kelompok nelayan calon penerima. Namun sayangnya, ia tak disebutkan berapa jumlah kelompok yang akan menerima bantuan. Pihaknya menyatakan agar menunggu proses tender selesai terlebih dahulu. Selain nelayan, pemerintah setempat juga membantu pembudi daya rumput laut di kawasan Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan. Untuk mengembangkan budi daya di sektor ini, tahun 2016 pemerintah mengucurkan anggaran ratusan juta rupiah untuk kegiatan pengembangan budi daya rumput laut di kawasan tersebut. Bantuan yang akan diberikan kepada para petani rumput laut adalah bibit rumput laut. ‘’Banyaknya ada sembilan paket bibit rumput laut. Pengadaan bibit ini, masih dalam proses tender di LPSE dengan anggaran berkisar Rp 235,6 juta,’’ kata Made Badra seraya menyebutkan, tender sendiri masih tergolong baru karena baru dibuka ke publik pada 31 Agustus 2016 lalu. Menurut rencana, akan ditutup 15 September 2016 mendatang. (kmb27)

yang bisa dijadikan dasar untuk menangani kasus LPD di desa pakraman bersangkutan. ‘’Prajuru desa, krama desa, pemerintah dan aparat penegak hukum mesti menghormati hak otonom desa pakraman melaksanakan hukum adatnya itu dengan memberikan kesempatan desa pakraman menyelesaikan sendiri terlebih dahulu kasus LPD itu berdasarkan awig-awig-nya,’’ terangnya. Di sisi lain, Bendesa Adat Kapal A.A. Gede Dharmayasa dan sejumlah prajurunya akhirnya mengundurkan diri. Pengunduran diri ini dikabulkan dalam rapat Upasaba Desa Adat Kapal yang digelar, Sabtu (3/9) lalu. Dalam paruman tersebut, memutuskan pihak Upasaba Desa mengangkat empat pelaksana tugas (Plt) untuk menggantikan para prajuru desa adat yang telah mengundurkan diri tersebut.

Koordinator Upasaba Desa Adat Kapal Nyoman Ardana mengatakan, dalam paruman Upasaba Desa Adat Kapal hanya fokus membahas mengenai pengunduran diri bendesa adat dan sejumlah prajuru-nya. Dalam rapat tersebut tidak membahas mengenai masalah LPD dan hal lainnya. ‘’Pembahasan yang alot tersebut telah memutuskan untuk mengangkat empat orang Plt. agar roda kepemimpinan di Desa Adat Kapal tidak vakum,’’ ujarnya. Sejumlah nama yang dipercaya sebagi Plt. parjuru Desa Adat Kapal saat keputusan paruman Upasaba Desa, Sabtu lalu, yakni Plt. Bendesa Adat Kapal dipercayakan kepada Ketut Sudira, Plt. Wakil Bendesa Adat dipercayakan kepada Made Suardana, Plt. Sekertaris AAN Raka Jeladi dan Plt. Bendahara Nyoman Rupita. (kmb27)

Pemasangan Penjor

Minimum 2,5 Meter dari Jaringan 20 KV

Bali Post/eka

HIASAN PENJOR - Seorang krama Bali tengah memilih hiasan penjor di pedagang Jalan Raya Kapal, Badung. Menjelang Hari Suci Galungan, umat Hindu di Bali mulai mempersiapkan berbagai prasarana untuk perayaan, termasuk penjor.

Penjual Perlengkapan Penjor di Kapal Panen

MENJELANG hari raya Galungan, Rabu (7/9) mendatang, penjual perlengkapan penjor di Desa Kapal, Kabupaten Badung, omzetnya melonjak hingga mencapai Rp 10 juta per hari. Pembeli terlihat memenuhi kedua ruas sepanjang Jalan Raya Kapal. Ketut Rika, salah seorang penjual hiasan penjor di Kapal, Minggu (4/9) kemarin, mengatakan peningkatan omzet dikarenakan masyarakat lebih gemar membeli berbagai jenis perlengkapan penjor daripada membuatnya sendiri. ‘’Cukup bagus (penjualan –r ed), tidak sepi, cukup ramai. Paling banyak dicari ya aksesori penjor itu. Kelengkapan penjor seperti janur, kolong-kolong, sampian penjor dan lainnya. Satu set hiasan penjor berkisar Rp 1 jutaan lebih,’’ ujar pemilik warung asal Banjar Basang Tamiang, Kapal, Mengwi, Badung itu. Kios yang terletak persis di selatan Pasar Adat Kapal tersebut

cukup ramai didatangi oleh pembeli. Menurut Ketut Rika, masyarakat tertarik membeli perlengkapan di Desa Kapal lantaran dari tempat tergolong strategis. Sebab, di jalan raya seputar Kapal itu ada dua jalur dan gampang untuk membeli hiasan penjor. ‘’Selain itu, orang membeli hiasan penjor karena ingin mencari yang praktis. Mengingat, kesibukan masyarakat sekarang beda-beda. Dia langsung beli dan langsung bisa pasang di rumahnya, jadi mereka praktis,’’ ungkapnya. Pembeli pun, kata Ketut Rika, tak hanya dari Denpasar dan Badung saja, namun juga Tabanan, Penebel, Mengwi, Singaraja. ‘’Kadang pas mereka pulang kerja atau pulang kampung, mereka beli hiasan penjor. Omzet rata-rata Rp 10 juta per hari. Ramainya pembeli mulai terlihat dari hari Kamis lalu,’’ katanya. Diterangkannya, bahan baku yang digunakan untuk membuat hiasan penjor adalah daun lontar.

Bahan baku ini diambil dari luar Bali, tetapi pembuatannya semua masyarakat lokal Desa Kapal. ‘’Artinya, kami juga bisa melihat peluang pasar. Ini musiman enam bulan sekali, tetapi hari biasa kita jual, tetapi jumlah barangnya sedikit,’’ sebutnya. Biang Sukamerta, pedagang perlengkapan penjor lainnya, mengaku mengenai harga tetap stabil seperti biasanya dari Rp 25 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Pembeli yang datang ke warungnya mulai ramai hari Sabtu kemarin. Hanya, ia yang berjualan di bagian utara Desa Kapal terlihat agak sepi, beda dengan yang di selatan yang terlihat ramai. ‘’Kalau di sini agak sepi dan saingan banyak. Tiap hari sekitar satu juta pasti dapat. Orang dari Tabanan, Belayu, Mengwi, ada belanja ke sini. Kadang-kadang orang mau ke Denpasar atau pas mereka pulang kampung, ke sini beli janur penjor,’’ jelasnya. (par)

Penindakan Temuan Pangan Berbahaya

Kurang Tegas, Instansi Saling Lempar Tanggung Jawab BEBERAPA kali Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar menemukan pangan mengandung bahan berbahaya. Pangan mengandung bahan berbahaya (BB) tersebut ditemukan di pasar tradisional dan event tertentu seperti festival. Masih ditemukannya pangan mengandung BB tersebut, bisa jadi karena penindakan yang kurang tegas. Kepala BBPOM di Denpasar Endang Widowati mengatakan, masih ditemukannya BB di makanan karena masih adanya permintaan konsumen. Selain itu, dampak langsung dari pangan mengandung BB tersebut tidak langsung terlihat sehingga konsumen tidak serta merta merasakan akibatnya. Pedagang juga berdalih pangan/jajan yang dijual tidak untuk dimakan, melainkan hanya untuk upacara. ‘’Berbeda dengan misalnya keracunan tempe bongkrek yang langsung menyebabkan meninggal. Konsumen secara sadar akan langsung menghindar, tetapi bahaya akibat mengonsumsi pangan yang mengandung BB ini akan muncul 5-10 tahun ke depan,’’ tandasnya, belum lama ini. Sesuai dengan PP 28 Tahun 2004, lanjutnya, penindakan terhadap pelanggaran pangan dilakukan oleh sektor terkait misalnya Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian, dan BBPOM. Pada pasal 45, badan bertugas mengawasi keamanan,

mutu dan gizi pangan baik pengambilan contoh maupun pengujian. Sedangkan hasil pengujian berupa pangan segar, selanjutnya ditindaklanjuti oleh instansi yang bertanggung jawab di bidang pertanian, perikanan atau kehutanan. Untuk pangan olahan seperti kerupuk ikan, disampaikan dan ditindaklanjuti oleh instansi yang bertanggung jawab di bidang perikanan, perindustrian dan perdagangan, atau badan. Untuk pangan olahan tertentu, ditindaklanjuti oleh badan, sedangkan pangan olahan hasil industri rumah tangga pangan dan pangan siap saji seperti jajan tradisional, disampaikan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah kabupaten/kota. Sementara itu, pihaknya telah berkomunikasi dengan lintas sektor terkait dengan hasil temuannya. ‘’Sebenarnya komunikasinya sudah bagus, seperti untuk intensifikasi pangan turun ke lapangan, kami selalu mengajak perindustrian, kesehatan, pertanian. Dan seperti beberapa waktu lalu di Pasar Badung, juga ikut turun dari lintas sektornya,’’ bebernya. Sehingga yang berhak menindak dari temuan BBPOM tersebut adalah instansi yang mempunyai tupoksi dan kewenangan di bidangnya. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. mengatakan, untuk pengawasan makanan memang ranahnya BBPOM. Sedangkan Dinas Kesehatan pada upaya KIE (komunikasi, in-

formasi dan edukasi) bahaya makanan berformalin dan dengan pewarna. Sementara untuk penindakan, Suarjaya mengatakan yang melakukan adalah BBPOM dengan mengajak Satpol PP atau polisi. Sementara itu, Kabid Kerja Sama dan Perlindungan Disperindag Kota Denpasar Djarot Agung Iswayudi mengatakan, untuk produk pangan secara teknis BBPOM yang lebih berperan karena memiliki SDM dan sarana yang memadai. ‘’Kita juga melakukan pengawasan terutama yang kasat mata (kemasan dan kadaluarsanya),’’ ujarnya. Diakuinya, biasanya Disperindag Kota Denpasar bersinergi dengan BBPOM dalam melakukan pengawasan. Dalam hal penindakan berupa pemberian sanksi, dikatakannya, BBPOM juga memiliki kewenangan karena biasanya ada beberapa UU yang mungkin dilanggar (UU Pangan dan UU Perlindungan Konsumen). Sedangkan Disperindag, terkait dengan pembinaan, memberi peringatan. Apabila tidak diindahkan, sesuai perda, untuk sarana usahanya, izinnya dapat dicabut melalui instansi yang menerbitkan izin. ‘’Untuk unsur pidana, kepolisian juga dapat melakukan penindakan. Tapi untuk pedagang kecil, biasanya kurang pengetahuan, mengingat untuk membuktikan adanya zat berbahaya mesti ada tes khusus,’’ imbuhnya. Pihaknya menindaklanjuti apabila diketahui sarana usahanya ada di wilayah Kota Denpasar. (may)

Denpasar (Bali Post) Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, Manajer PLN Area Bali Selatan I Nyoman Sueca mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dalam pemasangan penjor. ‘’Mari kita sama-sama peduli menjaga keamanan. Jangan sampai terjadi kecelakaan ketenagalistrikan akibat penjor,’’ imbaunya pada Car Free Day (CFD) di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Minggu (4/9) kemarin. Masyarakat dapat menghubungi call center PLN, 123 atau situs www.pln.co.id apabila menemui pohon, layang-layang atau penjor yang mengenai jaringan 20 kilovolt (kV) milik PLN. Untuk menjaga keamanan,

pelanggan dapat memasang penjor dengan jarak minimum 2,5 meter dari jaringan 20 kV. Turut menyemarakkan Hari Pelanggan Nasional, pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah menggunakan listrik untuk hal-hal produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi Bali. ‘’Sesuai dengan moto PLN, listrik untuk kehidupan yang lebih baik, kami harap masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam menjaga listrik bersama,’’ ucapnya. Partisipasi masyarakat yaitu dalam menjaga kelancaran distribusi listrik agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi pelanggan. (kmb42)

Bali Post/may

Manajer PLN Area Bali Selatan I Nyoman Sueca


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Peserta PKKMB FE Unwar Kerbaksos di Pantai Mertasari

SERAHKAN - Dekan Made Sara didampingi A.A. Ketut Jayawarsa menyerahkan tanaman kepada Kades Sanur Made Ada saat kerbaksos PKKMB FE Unwar. SEBANYAK 1.071 mahasiswa wisata mancanegara. Namun, baru Fakultas Ekonomi Universi- kawasan ini perlu campur tangan tas Warmadewa (FE Unwar) yang banyak pihak untuk menjadikanmengikuti Pengenalan Kehidu- nya kawasan bersih dan nyaman. pan Kampus Mahasiswa Baru Untuk itu, FE Unwar mener(PKKMB) 2016, Sabtu (3/9) lalu junkan 1.071 mahasiswa barunya terlibat dalam kerja bakti sosial guna mengedukasi masyarakat (kerbaksos) di Pantai Mertasari, pentingnya kebersihan dan meSanur. Kerbaksos ini bagian dari nanamkan rasa peduli mahasiswa rangkaian penutupan PKKMB terhadap lingkungan. yang sudah berlangsung sejak 29 Dekan FE Unwar I Made Sara Agustus lalu. mengungkapkan, penanaman Kerbaksos diisi dengan aksi pohon dan aksi kebersihan ini memungut sampah plastik serta sebagai hari terakhir PKKMB penanaman pohon penghijauan FE Unwar untuk menggalang dan tanaman hias oleh maha- kebersamaan dan peduli lingkunsiswa dan dosen. Kerbaksos dibu- gan. PKKMB ditutup dengan aksi ka Dekan FE Unwar Dr. I Made pentas seni dan band mahasiswa Sara, S.E., M.P., ditandai dengan baru, Sabtu (3/9) sore. penyerahan tanaman oleh mahaDekan Made Sara didampingi siswa kepada dekan dilanjutkan WD I Ni Negah Seri Ekayani, S.E., dari dekan kepada Kades Sanur M.Si., Ak.CA. dan WD II Ni Ketut Kauh I Made Ada, S.Sos. Sariani, S.E., M.M. menegaskan, Menurut Ketua Panitia Ko- sebagai warga baru di FE Unwar, mang Putra Adnyana didampingi mahasiswa baru wajib dikenalkan WD III A.A. Ketut Jayawarsa, dengan lingkungan terdekatnya. S.E., M.Si., dipilihnya Pantai Dengan demikian, muncul rasa Mertasari karena kawasan ini peduli mereka dan memecahkan berkembang pesat menjadi sara- masalah lingkungan. na rekreasi warga Bali dan objek Pantai Mertasari adalah ka-

wasan pantai paling selatan Sanur. Pantai ini adalah banteng terdepan bagi Sanur yang perlu dijaga bersama. Jika benteng ini jebol, dipastikan Kota Denpasar terancam diterjang tsunami dan makin hari makin terkikis bibir pantainya. Makanya, dia mengatakan perlu tindakan nyata semua kalangan melestarikan kawasan Mertasari jika ingin hidup warga kota nyaman. Dia berharap semua pohon yang ditanam mahasiswa dan dosen hidup dan tumbuh dengan subur. Untuk itu, dia minta setelah ditanam ikut dijaga dan dipelihara secara mandiri. Mahasiswa bisa datang setiap saat untuk memastikan kehidupan tanaman tersebut. Sebab, satu tanaman bunga dan pohon penghijauan sangat berarti bagi dunia ini. ‘’Jadikan kerbaksos ini tonggak awal menanam pohon hingga hidup sepanjang zaman,’’ tegasnya. Kedua, kawasan Mertasari yang padat dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara perlu dijaga dari segi kebersihan terutama dari sampah plastik. Buktinya, pada kerbaksos lalu dikumpulkan satu truk sampah plastik. Di sinilah diperlukan kesadaran bersama termasuk bagi pedagang dan pemilik kios untuk peduli dengan sampah. Ke depan, kata Made Sara, Desa Sanur Kauh akan dijadikan desa binaan. Kades Sanur Kauh I Made Ada berterima kasih karena warga FE Unwar ikut peduli dengan permasalahan kebersihan dan lingkungan di kawasan Mertasari. Dia berharap kawasan terbuka seluas enam hektar ini makin tertata dan asri berkat campur tangan mahasiswa FE Unwar dalam kerbaksos. Dia berharap kerbaksos dilaksanakan setiap tahun di kawasan ini. (ad227)

’’Astra Green Run’’ Kembali Digelar

Kampanyekan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan PT ASTRA International Tbk. bersama dengan Grup Astra wilayah Bali kembali akan menggelar Astra Green Run 2016. Kegiatan ini merupakan lomba lari berjarak 13 kilometer dan 6 kilometer yang akan digelar di Desa Taro, Tegallalang, Gianyar, Minggu (2/10) mendatang. Melalui Astra Green Run, Astra ingin mengampanyekan hidup sehat sekaligus mencintai keindahan alam dan kebudayaan Indonesia, khususnya Bali. Selain lari, peserta juga akan diberikan satu pohon yang akan ditanam di sekitar kawasan tersebut. ‘’Kami ingin mengajak masyarakat untuk hidup sehat sekaligus mencintai alam,’’ ujar Alexandra Dewi saat memberikan keterangan di Denpasar, Sabtu (3/9) lalu. Haris Prasetya selaku Penanggung Jawab Astra Green Run menjelaskan, kegiatan ini akan mengambil start di Elephant Safari Park & Lodge. Para peserta Astra Green Run diajak melintasi jalan di pedesaan, hutan-hutan serta perkebunan yang memiliki

ASTRA GREEN RUN - Jajaran Panitia Astra Green Run berfoto bersama usai memberikan keterangan terkait pelaksanaan Astra Green Run 2016, Sabtu (3/9). kontur lintasan yang beragam. ephant Safari Park & Lodge dan Rute yang dilintasi juga memi- diskon 50 persen yang berlaku liki elevasi yang naik-turun, untuk satu anggota keluarga,’’ menjadikan Astra Green Run ungkapnya. ini unik dan menantang. Selain Untuk pendaftaran peserta itu, pelari juga melewati salah Astra Green Run sudah bisa disatu pura tertua di Bali dalam lakukan dan akan ditutup tangperjalanan melintasi rute 13K gal 18 September. Harga untuk maupun 6K. ‘’Para pelari Astra 13K adalah Rp 275.000 dan Green Run akan mendapatkan untuk 6K seharga Rp 225.000. tiket gratis untuk masuk ke El- (bns1)

FE Unmas Baksos Terpadu Garap UMKM Desa Sudimara

BAKSOS - Rektor Unmas Made Sukamerta didampingi Dekan FE Unmas Wayan Sujana menyerahkan sembako saat melepas peserta baksos FE Unmas. MAHASISWA dan dosen FE Landra, S.E., M.M., WD II Dr. Unmas Denpasar, Sabtu (3/9) lalu, Putu Kepra Marini, S.E., M.M. menggelar bakti sosial (baksos) dan WD III Luh Kadek Budi Marterpadu di Desa Sudimara, Ta- tini, S.E., M.M. mengungkapkan, banan. Sebanyak 350 mahasiswa baksos terpadu FE Unmas selalu calon wisudawan diterjunkan diarahkan sesuai dengan visi dan selama sehari untuk menggarap misi FE Unmas yakni menjadikan potensi desa, khususnya dalam FE Unmas Denpasar sebagai membangkitkan UMKM di desa lembaga pendidikan tinggi di tersebut. Peserta baksos terpadu bidang ekonomi yang bermutu, dilepas Rektor Unmas Dr. Drs. I berbudaya dan berdaya saing di Made Sukamerta, M.Pd., ditandai tingkat nasional dan global. Undengan penyerahan sembako ke- tuk memaknai visi dan misi, FE pada mahasiswa didampingi De- Unmas selalu melakukan inovasi kan FE Unmas Dr. Drs. I Wayan agar tuntutan kualitas lulusanSujana, M.M. nya sesuai dengan stakeholders Ketua Panitia Baksos I Gede dan perkembangan global. Baksos Cahyadi Putra, S.E., M.Si., Ak. terpadu ini juga diselaraskan menjelaskan, baksos terpadu diisi dengan konsep Tri Hita Karana dengan aksi kebersihan di Pantai menggarap parahyangan, paleSudimara, penyerahan sembako mahan dan pawongan. kepada warga, penyuluhan soal Dia mengatakan, Desa Sudipemberdayaan pasar tradisional, mara sangat strategis untuk diUMKM dan penyerahan punia jadikan pengabdian masyarakat. serta sarana upakara kepada pe- Alasannya, banyak potensi desa mangku. Baksos juga diisi dengan khususnya sumber daya ekonomi penyerahan alat tulis kepada 200 yang perlu dikembangkan untuk siswa SD setempat. mempercepat perutumbuhan Dekan FE Unmas Wayan Su- ekonomi desa. Salah satu yang jana didampingi WD I Dr. Nengah digarap adalah mendorong tum-

buhnya UMKM. Dia menilai terbentuknya UMKM di desa sangat penting mengingat perhatian pemerintah sangat gencar untuk mendorong pembangunan desa baik berupa bantuan kredit maupun bantuan lainnya. Hanya, masyarakat desa belum siap sepenuhnya. Inilah, katanya, saat yang tepat FE Unmas hadir di tengah-tengah kerinduan masyarakat desa dalam membina UMKM. Tim FE Unmas juga memberikan penyuluhan soal ekonomi kreatif sesuai dengan potensi desa. Bahkan untuk memberdayakan pasar tradisional, FE Unmas menggelar dialog dengan tokoh masyarakat setempat guna memperkuat posisi UMKM yang ada di Desa Sudimara. Pasar ini harus dikemas guna memberi daya tarik kepada masyarakat lain sebagai sarana memasarkan produk-produk desa, sehingga perekonomian masyarakat pedesaan makin tangguh. Sementara itu, Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. memberi apresiasi positif atas kegiatan baksos terpadu FE Unmas yang secara rutin setiap semester terjun ke masyarakat. Baksos ini, dikatakannya, benar-benar bermanfaat bagi masyarakat karena memberdayakan ekonomi pedesaan. Dia minta mahasiswa FE Unmas menjalankan baksos secara sungguh-sungguh sekaligus sebagai corong Unmas di masyarakat. Apalagi FE Unmas dikenal fakultas favorit di Bali. Alasannya, 50 persen mahasiswa baru Unmas adalah dari FE Unmas. Untuk itu, mahasiswa FE Unmas yang memiliki ilmu manajemen, ekonomi dan kewirausahaan berbuat maksimal memberdayakan Desa Sudimara. (ad229)

Senin Pon, 5 September 2016

PPS Undiknas Kembali Lahirkan Tiga Lulusan Peraih MBA DIREKTUR Program Pascasarjana (PPS) Undiknas yang juga Rektor Undiknas University Prof. Gede Sri Darma, DBA., Sabtu (3/9) meyudisium 104 magister. Dari jumlah itu, 68 orang dari Magister Manajemen (MM) dan 36 orang dari Magister Administrasi Publik (MAP). Untuk kedua kali, Undiknas memberikan gelar akademik MBA kepada tiga lulusannya. Mahasiswa yang meraih gelar MBA yakni Ni Luh Sudianti, Martin Pangondian Gultom dan Dewa Gede Rhadea Prana Prabawa. Dengan demikian, hingga kini PPS Undiknas sudah memberikan gelar MBA untuk lima lulusan terbaiknya. Suasana yudisium PPS Undiknas kali ini beda dengan sebelumnya. Jika sebelumnya mahasiswa sudah dinyatakan lulus dan dikalungkan gordon, kali ini berbeda. Para dosen PPS Undiknas dipimpin Direktur PPS Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA. memimpin rapat kelulusan, baru diumumkan kepada mahasiswa. Model baru ini diakui jauh lebih efektif dan efisien. Dikatakan efisien karena acara ini mahasiswa cukup datang dengan ber-

MAGISTER - Direktur PPS Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA. saat meyudisium Magister MM dan MAP.

pakaian putih–hitam. Sementara acara yudisium digelar di Auditorium Undiknas yang megah. Prof. Gede Sri Darma sangat senang dalam rapat dosen terjadi pertentangan sengit antara dosen penguji dan dosen pembimbing. Namun demikian, akhirnya sepakat untuk meluluskan 104 magister MM dan MAP. Gede Sri Darma menekankan, lulusannya yang meraih gelar MBA sudah melalui seleksi yang ketat dan berstandar internasional. Ketiganya memenuhi standar lulus dengan tes TOEFL minimal 550, tesisnya menggunakan bahasa Inggris dan IPK minimal 3,70. Ia mengatakan bangga karena lulusan PPS Undiknas kali ini sebagian besar lulus dengan predikat cumlaude. Ini menunjukkan bahwa kualitas lulusannya berstandar nasional dan internasional. Untuk itu, tahun depan dia akan membuka satu kelas internasional guna mampu merebut pasar Asia dan dunia. Dia juga bangga lulusan PPS Undiknas datang dari berbegai disiplin ilmu. Ada dari dokter, pengusaha dan PNS serta pegawai swasta. Untuk itu, dia berharap lulusan magister Undiknas terus mengisi diri untuk meningkatkan ekskalator kehidupan. ‘’Kami menjamin mereka diproses secara berkualitas,’’ ujarnya. Ditanya soal mulai September diberlakukan Penomoran Ijazah Nasional oleh Kemenristek Dikti, Prof. Gede Sri Darma sangat setuju guna menghindari ijazah palsu dan mahasiswa abal-abal. Sebab, selama ini ijazah dikeluarkan oleh PTS masing-masing. Bagi Undiknas yang menekankan kualitas, kebijakan tersebut sangat penting untuk mendapatkan lulusan PT yang benar-benar mengikuti proses secara benar. Selain itu untuk menekan praktik kecurangan yang pada akhirnya merugikan anak bangsa. Sementara itu, Wakil Direkrut PPS Undiknas Dr. A.A. N. Eddy Suryadinata Gorda, S.E., M.M. memaparkan, di Prodi MM 80,88 persen lulus dengan predikat cumlaude. Lulusan terbaik dan tercepat diraih Ni Kadek Yuliandari dengan masa studi 433 hari. Peraih IPK tertinggi Martin Pangondian Gultom (3,98). Sementara itu di Prodi MAP, dari 36 magister yang dilepas, 52,78 persen meraih predikat cumlaude. Tampil sebagai lulusan terbaik, IPK tertinggi dan tercepat adalah Ida Bagus Perang Wibawa (3,96). Dia menyelesaikan studi dalam waktu 423 hari. (ad228)

Nyatakan Perang terhadap Narkoba

BNNP-Yayasan Al Hikmah Joglo Tanda Tangani MoU

DAMPAK sosialisasi P4GN kepada kelompok masyarakat yang dilakukan BNNP Bali makin masif. Kali ini, giliran Yayasan Al Hikmah Joglo bersama Kepala Desa Padangsambian Kelod dan tokoh masyarakat mengadakan MoU dengan BNNP Bali dan mendeklarasikan diri memerangi narkoba di Bali. Kegiatan tersebut berlangsung di kantor yayasan di Jalan Pura Duwe, Denpasar Barat, Minggu (4/9) kemarin. Dalam sambutannya, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa menegaskan, dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 diatur khusus peran serta masyarakat dalam memerangi peredaran narkoba. Oleh karena itu, kewajiban orangtua melapor bila anaknya yang usianya di bawah umur mengonsumsi narkoba. ‘’Kalau hal itu tidak dilakukan, orangtua tersebut diancam pidana kurungan 6 bulan atau denda Rp 1 juta. Kalau cukup umur wajib laporkan diri. Yayasan Al Hikmah Joglo telah melaksnakan undang-undang tersebut,’’ ujarnya. Brigjen Suastawa juga menyampaikan bahwa bulan Agustus, pihaknya menangkap 13 tersangka, dua di antaranya WNA. Salah satunya tersangka warga negara Jerman yang meracik sendiri narkoba tersebut. ‘’Dia ini ahli kimia. Kalau lancar, home industry milik tersangka bisa membuat 10 gram sabu-sabu tiap hari. Itu bisa untuk dipakai 100 orang karena pengguna barang terlarang ini mengonsumsi sabu-

sabu 0,1 gram,’’ tegasnya. Selain itu, produk tersangka asal Jerman itu sangat mematikan karena menggunakan bahan berbahaya di antaranya pupuk urea dan air aki. ‘’Ini disebut narkoba palsu dan lebih berbaya. Jadi, maraknya narkoba karena pengungkapan oleh kepolisian dan BNNP,’’ ungkapnya. Media massa juga beperan penting dalam memerangi narkoba, terutama sosialisi P4GN. Tujuannya, supaya diketahui bahwa yayasan ini diketahui publik ikut aktif dalam berantas narkoba. ‘’Hasil penelitian, di Bali dua orang meninggal tiap hari. Kalau tidak ditumpas maka akan menggurita hingga melumpuhkan semua,’’ tegas jenderal asal Mengwi ini. Ia mengaku mendukung 100

persen dan sangat luar biasa yang dilakukan Al Hikmah Joglo tersebut. Ke depan harus dibuktikan implementasinya. Selain itu, mesti dibuatkan program arah pergerakannya. ‘’Narkoba menjadi masalah kita bersama. Harus ada kepedulian semua pihak dalam memerangi barang terlarang ini. Kesadaran diri masyarakat di bidang pencegahan sudah tinggi. Dengan membuat MoU dan deklarasi antinarkoba, itu merupakan pergerakan luar biasa. Ke depan, bagaimana kita bersama-sama perangi narkoba. Perlu diingat pakai narkoba akan menyebabkan impoten permanen. Sedangkan yang lapor diri selama Agustus 675 orang, ini berkat gencarnya kami sosialisasi,’’ kata mantan Dir. Binmas Polda Bali ini. (ad124)

MOU - Kepala BNNP Bali Brigjn Pol. Putu Gede Suastawa menandatangani MoU penanggulangan penyalahgunaan narkoba yang digagas Yayasan Al Hikmah Joglo.

Senator Wedakarna Kecam Kasus Pengusiran Wisatawan di Pantai Depan Hyatt Nusa Dua

KASUS pengusiran sejumlah wisatawan domestik dan wisatawan asing yang dilakukan oleh oknum satpam yang menjadi viral di media sosial di kawasan Hotel Grand Hyatt Nusa Dua akhirnya ditangani oleh Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Kedatangan lembaga negara DPD-RI ini disambut dengan rapat koordinasi dengan seluruh pihak GM di kawasan BTDC Nusa Dua, Pemkab Badung, Satpol PP, Kapolsek, Lurah, Bendesa Adat dan pengelola BTDC Nusa Dua. Diadakan di ruang rapat BTDC, acara didahului sidak langsung ke lokasi pantai yang dijadikan TKP kasus pengusiran wisatawan oleh oknum satpam. Terhadap hal ini, secara tegas Senator Wedakarna memberikan teguran keras kepada manajemen hotel atas kurang pahamnya manajemen termasuk wawasan satpam dalam mengantisipasi hal tersebut. ‘’Anda ini kan cari makan dari pariwisata Bali ya dan bisnis pariwisata itu adalah soal tata krama. Tidak pantas ada oknum satpam menanggapi rakyat saya dengan bicara kasar. Seribu kalipun masyarakat komplain, tetapi anda tetap harus membalas dengan senyum dan kata-kata baik.

INSPEKSI - Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III didampingi AA Ngurah Wirawan (Direktur Operasional ITDC Nusa Dua) bersama manajemen Grand Hyatt saat Inspeksi.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Ini bagian dari hospitality. Saya kan sudah pernah kasi nasihat dengan manajemen tahun lalu urusan benang Tri Datu. Jika terus hal ini dilakukan tanpa perbaikan, maka saya persilakan masyarakat menuntut secara hukum. Manajemen harus dewasa dalam menyikapi hal ini,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun memberikan masukan kepada BTDC termasuk hotel yang memiliki akses ke pantai. ‘’Pantai itu milik rakyat, tidak seorang pun bisa mengklaim pantai itu milik investor. Jadi, saya tegaskan tidak boleh ada pengusiran rakyat di pantai di mana pun di republik ini. Ini amanat konstitusi. Di satu sisi, saya minta agar ITDC dan hotel agar mulat sarira (introspeksi diri - red) untuk melengkapi dirinya dengan perangkat yang baik. Pasanglah penanda khusus (marka/marking) di daerah pantai, sampaikan mana yang properti hotel, mana yang boleh dilakukan, mana yang tidak. Tetapi intinya, tidak boleh ada pengusiran dan penguasaan pantai oleh pihak hotel, termasuk BUMN seperti ITDC. Ini hak rakyat termasuk jalur setapak adalah hak publik untuk melewati,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Sebagai solusi DPD-RI menyarankan agar ITDC meminta bantuan tiga desa adat yakni Desa Adat Peminge, Desa Adat Bualu, Desa Adat Kampial untuk membentuk Jaga Baya Pantai yang nantinya bisa diberdayakan oleh ITDC. ‘’Saya tidak mau ada isu SARA seperti ini lagi. Bentuk Jaga Baya. Saya yakin kalau ada Jaga Baya, pasti rakyat akan lebih memahami karena Jaga Baya simbol Bali dan penjaga adat Hindu. Wibawa Jaga Baya tentu beda dengan satpam dari outsourcing. Selain itu agar perjanjian MoU antara ITDC dengan desa adat agar diperbarui, termasuk jalur melasti untuk umat Hindu diamankan. Jangan ke depan ada masalah,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Selain itu, sejumlah hal dibahas yakni terkait dengan rencana revitalisasi Patung Krisna Arjuna dengan Kitab Suci Bhagawad-Gita terbesar di Bali, pemberdayaan KUD untuk warung pribumi (sukla) di kawasan pantai publik, penataan marking zonasi ruang publik dan prioritas pekerjaan untuk warga pribumi Bali. ‘’DPD-RI memberikan waktu tiga bulan agar marking berjalan. Nanti saya akan tedun lagi untuk memeriksa semuanya dan semoga isu ini tidak menjadi isu nasional,’’ ungkap Gusti Wedakarna. (ad126)


DAERAH

Senin Pon, 5 September 2016

5

Target 28 Ranperda, Baru 7 Disahkan

Banyuwangi (Bali Post) -

Rancangan peraturan daerah (ranperda) yang digagas DPRD Banyuwangi tampaknya meleset dari target. Dari total 28 ranperda yang digagas, ternyata baru 7 ranperda yang dituntaskan. Padahal, masa kerja tahun 2016 hanya tersisa sekitar empat bulan. Meski begitu, para wakil rakyat Kota Gandrung ini optimis bisa merampungkan 6 ranperda lagi hingga akhir tahun ini.

Bali POst/udi

JEMUR KASUR - Warga Desa Kemiren, Banyuwangi menggelar ritual jemur kasur, Minggu (4/9) kemarin.

Usir Paceklik

Warga Kemiren Gelar Ritual Jemur Kasur Massal

Banyuwangi (Bali Post) Warga Desa Kemiren, Banyuwangi memiliki cara unik untuk mengusir paceklik. Mereka menggelar ritual jemur kasur massal, Minggu (4/9) kemarin. Tradisi unik ini adalah rangkaian upacara adat tumpeng sewu yang digelar rutin setiap tahun. Tujuannya, menghaturkan puji syukur atas panen yang melimpah dan terhindar dari paceklik. Aksi jemur massal ini kompak dilakukan warga mulai pagi sekitar 07.00 WIB. Seluruh warga mengeluarkan kasur masing-masing. Kasur yang dimiliki warga asli suku Using ini juga langka. Seluruh kainnya berwarna merah hitam. Jemur kasur ini seba-

gai simbol membersihkan diri dari berbagai penyakit dan gangguan. ‘’Sambil menjemur kasur, warga membaca doa dan memercikkan air bunga di halaman,’’ kata Suhaimi, sesepuh adat Desa Kemiren. Kasur yang dijemur harus diangkat sekitar pukul 14.00 WIB. Selama ritual jemur kasur, warga menyediakan berbagai jajanan khas desa setempat. Seperti pisang goreng telur, kucur, cenil, tape ketan khas Using, hingga rujak soto dan pecelan. Setelah kasur dimasukkan ke rumah masingmasing, ritual dilanjutkan dengan arak-arakan barong mengelilingi desa. Sebelumnya, para sesepuh

desa melakukan ziarah ke makam Ki Buyut Cili, tokoh cikal bakal desa setempat. Usai arak-arakan barong, prosesi adat dilanjutkan pesta tumpeng. Setiap warga mengeluarkan minimal satu tumpeng diletakkan di depan rumah. Tumpeng terbuat dari nasi berbentuk kerucut. Lauknya terdiri dari pecel pitik (ayam panggang dibalut parutan kelapa). Setelah matahari terbenam, warga menggelar sholat bersama di masjid desa. Kemudian, berdoa bersama. Isinya, meminta berkah dari Tuhan agar desa setempat dijauhkan dari bahaya dan bencana. Ritual diakhiri dengan menyantap tumpeng di pinggir jalan raya. ‘’Tumpeng

sewu atau tumpeng seribu ini sebagai simbol menolak bencana,’’ tegas Suhaimi. Sedangkan barong sebagai simbol penjaga agar desa setempat selalu aman, tenteram. Selama pesta tumpeng, warga menyalakan ribuan obor. Yang unik, api dari obor ini berasal dari blue fire di kawah Gunung Ijen. ‘’Tumpeng berbentuk kerucut adalah simbol bakti ke Tuhan, sedangkan pecel pitik mengandung pesan moral tinggi. Kita menjaga warga berhemat dan bersuyukur,’’ jelasnya. Ritual ditutup dengan membaca lontar semalam suntuk. Lontar kuno yang dibaca berisi kisah Nabi Yusuf. (kmb30)

DALAM rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat memberikan apresiasi kepada pelanggan setia, khususnya bright gas 5,5 kg. Minggu (4/9) kemarin, pihak Pertamina memberikan apresiasi kepada Warung Sari Manis karena telah setia menggunakan produk Pertamina, terutama bright gas. Marketing Branch Manager Pertamina Wilayah Bali dan NTB I Ketut Permadi Aryakumara mengatakan apresiasi ini dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional yang diberikan kepada semua bidang usaha. ‘’Hari ini (kemarin - red)

mengapresiasi pelanggan kita, khususnya yang menggunakan bright gas. Salah satu tempat kuliner yang terkenal di Bali dan saat ini telah menjadi pelanggan setia Pertamina untuk kebutuhan memasak di sini (Warung Sari Manis),’’ jelasnya. Selain untuk memberikan apresiasi kepada pemilik Warung Sari Manis diharapkan juga dapat mempererat hubungan ke depannya antara Pertamina dan pelanggan, termasuk pelanggan gas elpiji, khususnya bright gas 12 kg dan 5,5 kg. Warung Sari Manis terpilih lantaran merupakan salah satu pelanggan Pertamina yang konsumsinya cukup besar dan dikenal luas

masyarakat. Di samping juga ada beberapa tempat lain yang juga diberikan apresiasi. Di Warung Sari Manis bisa menghabiskan dua tabung gas per hari untuk kebutuhan memasak. Apresiasi tersebut langsung terhadap pelanggan, namun Pertamina juga memberikan apresiasi lain berupa promopromo kepada pelanggan. Yaitu diskon 50 persen, dari Rp 5.100/liter menjadi Rp 2.500/liter, untuk pembelian Vi-Gas pada Minggu (4/9) kemarin di SPBU Coco, Jalan Hayam Wuruk. Promo lainnya yaitu bagi 300 penelepon pertama ke 1500000, yang membeli bright gas atau mengganti tabung dari 3 kg ke bright gas 5,5 kg atau dari 12 kg tabung biru ke bright gas akan mendapat potogan harga Rp 15.000 dan gratis biaya pengiriman. Promo ini berlaku mulai 4-12 September. Bright gas merupakan produk terbaru dari Pertamina yang saat ini tersedia 2 kemasan yaitu tabung 5,5 kg dan 12 kg. Bright gas dirancang semakin nyaman digunakan dengan pilihan warna yang menarik. Selain itu juga menggunakan double spindle sehingga lebih aman dari produk sebelumnya. Bright gas juga dilengkapi dengan barcode untuk kemasan baru untuk menjamin kualitas dan kuantitas isi tabungnya. Adanya kemasan baru bright gas 5,5 kg tujuannya untuk menggeser penggunaan tabung 3 kg yang digunakan

masyarakat tidak tergolong miskin, agar beralih ke tabung 5,5 kg. ‘’Masyarakat yang selama ini tidak tergolong miskin diharapkan pelan-pelan bergeser ke bright gas 5,5 kg. Harga lebih ringan, handling lebih mudah sehingga bisa dibawa sendiri oleh ibu-ibu rumah tangga,’’ jelasnya. Pemerintah secara bertahap pastinya akan mengurangi subsidi gas dengan diawali memberlakukan pembelian dari pangkalan ke agen secara nontunai untuk memantau penjualan agar tepat sasaran karena sasaran utama Pertamina adalah eks pengguna tabung 3 kg. Ia berharap dengan apresiasi tersebut, bright gas semakin diterima masyarakat di samping menawarkan produk yang aman dan hemat, sehingga Pertamina juga turut berperan mengurangi subsidi dari pemerintah. ‘’Diharapkan masyarakat yang tergolong bukan miskin beralih menggunakan bright gas 5,5 kg atau 12 kg,’’ imbuhnya. Bright gas tabung 5,5 kg yang mulai dijual di outlet sejak Juli lalu hingga saat ini telah terjual sebanyak 7.200 tabung di Bali. Sedangkan tabung 12 kg yang notabene penjualan, terbanyak di antara tabung lainnya per bulan mampu terjual 8.500 tabung. Sugiantara, pemilik Warung Sari Manis, mengatakan menggunakan tabung 12 kg untuk kebutuhan memasaknya. Dengan penggunaan bright gas 5,5 kg diakui lebih hemat dan aman. (ad125)

Pertamina Berikan Apresiasi kepada Pelanggan ’’Bright Gas’’

SERAHKAN PIAGAM - Marketing Branch Manager Pertamina Wilayah Bali dan NTB, I Ketut Permadi Aryakuumara menyerahkan piagam apreasis pada Sugiantara, pemilik Warung Sari Manis.

Sarang Penyu di Jembrana Bertambah

Negara (Bali Post) – Dibanding tahun sebelumnya, pada tahun ini terdapat penambahan jumlah sarang penyu di sepanjang pesisir Pantai Jembrana. Kondisi ini merupakan hal yang menggembirakan karena semakin banyak penyu yang bertelur. Namun, di satu sisi para kelompok pelestari penyu masih terkendala dengan biaya operasional bagi warga yang menyelamatkan dan membawa telur. Khususnya sarang yang berada di pantai yang jaraknya jauh dari lokasi kelompok. Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih, Wayan Anom Astika Jaya, ditemui belum lama ini mengatakan, di sepanjang pesisir Jembrana sudah ditemukan 168 nest (sarang) penyu. Naik 15 nest dibanding

tahun sebelumnya yakni 153 sarang. Dari sekian sarang penyu itu, mereka mendapatkan telur yang ditetaskan dan langsung dilepasliarkan di pantai Perancak. Sarang tersebut sebagian ada di Perancak, namun tidak sedikit pula yang berada jauh dari Perancak. Ia menjelaskan, dalam melakukan pelepasliaran (release) anak penyu memiliki prosedur. Anak penyu (tukik) yang dilepas tidak boleh lebih dari seminggu dari menetas. Hal itu untuk memudahkan anak penyu beradaptasi langsung dengan lingkungannya. ‘’Kalau di Jembrana ini lebih banyak penyu lekang, dari 100 tukik yang direlease bisa hanya satu ekor yang hidup,’’ terangnya. (kmb26)

Bali Post/olo

TUKIK DILEPAS – Sejumlah tukik saat dilepaskan di Perancak, Jembrana.

Ketua Badan Pembentuk Peraturan Daerah (BPPD) DPRD Banyuwangi Kusnan Abadi mengakui jika produk hukum daerah yang dibuat DPRD masih minim. Penyebabnya, katanya, penyelesaian ranperda kerap terbentur dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 80/2015 tentang Pembentukan Peraturan Daerah. Salah satu aturannya, setiap pembuatan ranperda harus melalui proses fasilitasi Gubernur. Proses ini, kata Kusnan, rentan waktunya bisa mencapai satu bulan hanya untuk satu ranperda. ‘’Ini yang membuat penyelesaian ranperda butuh waktu panjang. Sehingga produk hukum daerah yang kita hasilkan memang minim,’’ kata politisi PKB ini, Minggu (4/9) kemarin.

Dia mencontohkan saat pihaknya menggodok Ranperda Ketertiban Umum. Meski sudah final, ranperda itu wajib menunggu kajian dari Gubernur sebelum disahkan oleh DPRD Banyuwangi. ‘’Ini yang membuat kerja kami tak bisa cepat,’’ tegasnya lagi. Kini, di sisa waktu empat bulan masa kerja, pihaknya terus menggenjot pembahasan ranperda baru. Menurutnya, ada dua ranperda yang sedang dalam tahap penggodokan Pansus DPRD. Masing-masing, Ranperda Pembentukan Desa Wisata dan Ranperda Pemanfaatan dan Pengendalian Sumber Daya Air. Setelah dua ranperda ini rampung, pihaknya menargetkan 4 ranperda lagi. Seluruhnya hasil inisiatif DPRD. Di antaranya, Ranperda Larangan Rentenir,

Raperda Aksesibilitas, Raperda Wajib Belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Ranperda Penyaluran Pupuk Bersubsidi. ‘’Naskah akademik (NA) keempatnya sudah tuntas, tinggal pembahasan,’’ jelas mantan Ketua Panwaslu Banyuwangi ini. Khusus ranperda usulan eksekutif atau pemkab, pihaknya belum bisa memastikan pembahasan. Pasalnya, belum ada naskah akademik yang diterima DPRD. Kusnan menambahkan, dari 28 ranperda yang ditarget sejak awal tahun, 17 di antaranya adalah usulan dari eksekutif. Seluruhnya, katanya, sudah masuk dalam Program Peraturan Daerah (Properda) DPRD Banyuwangi tahun 2016. ‘’Empat di antaranya ranperda wajib,’’ pungkasnya. (kmb30)

Dijual untuk Pembangunan Pura

Puluhan ”Wadak Duwe” Sudah Berhasil Ditangkap Bangli (Bali Post) Krama Desa Pakraman Selulung, Kintamani selama ini memiliki tradisi unik yakni meliarkan wadak atau sapi duwe. Wadak yang diliarkan tersebut dibiarkan hidup bebas hingga menyebar ke beberapa desa tetangga. Namun sejak seminggu terakhir, keberadaan wadak duwe yang jumlahnya mencapai puluhan ekor tersebut mulai diburu dan ditangkap beramai-ramai krama setempat. Wadakwadak tersebut kemudian dijual dan hasilnya digunakan untuk membiayai pembangunan pura. Prajuru adat Desa Pakraman Selulung Jero Made Yada menjelaskan, wadak merupakan sapi yang diliarkan setelah melalui prosesi di Pura Dalem Mecantel, Desa Pakraman Selulung. Sebelum diliarkan, awalnya wadak tersebut dipersembahkan oleh warga yang memiliki sesangi (kaul). ‘’Yang dipersembahkan adalah sapi yang

masih kecil atau yang disebut bulu geles,’’ terangnya, Sabtu (3/9). Setelah melalui prosesi upacara, bulu geles tersebut kemudian diarak keliling oleh sekaa teruna setempat. Usai diarak, bulu geles selanjutnya dilepasliarkan. ‘’Sejak itulah sapi tersebut disebut wadak,’’ ujarnya. Selama diliarkan, wadak duwe Desa Pakraman Selulung dibiarkan hidup menyebar ke beberapa desa tetangga. Tak hanya desadesa di wilayah Kintamani, wadak duwe tak jarang juga masuk ke lahan pertanian dan permukiman warga di desa di luar kabupaten seperti di wilayah Buleleng. Kendati demikian, selama ini tidak pernah ada warga yang berani menyiksa wadak duwe tersebut. Kini, setelah bertahun-tahun diliarkan, wadak duwe tersebut mulai ditangkap krama. Jero Made Yada mengatakan, penangkapan terhadap wadak duwe sudah dilakukan krama se-

jak seminggu lalu. Karena keberadaan wadak ini bagi krama Desa Selulung cukup disucikan, penangkapannya pun tidak dilakukan secara sembarangan melainkan dengan diawali prosesi matur piuning. Jero Made Yada menyebutkan jumlah wadak duwe yang dimiliki Desa Pakraman Selulung sekitar 56 ekor. Beberapa hari lalu krama sudah berhasil menangkap 37 ekor. ‘’Sekarang yang berhasil ditangkap mencapai belasan ekor,’’ katanya. Oleh krama, hasil tangkapan tersebut kemudian dikumpulkan dan dijual. Selanjutnya hasil penjualan wadak duwe dipergunakan untuk pembangunan parahyangan yakni Pura Ulunsuwi desa setempat. Dikatakan Jero Made Yada, meski wadak yang diliarkan ada 56 ekor, namun tak semua wadak ditangkap. Sesuai keyakinan, krama desa harus menyisakan 13 ekor wadak. (kmb40)

Bali Post/ina

WADAK DUWE - Krama Desa Pakraman Selulung saat menurunkan wadak duwe hasil tangkapan di Lapangan Desa Belantih, Kintamani.

Diduga Sakit, Harsyanto Ditemukan Membusuk

Singaraja (Bali Post) Warga di sekitar Banjar Dinas Yehbiu, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Minggu (4/9) kemarin digegerkan dengan penemuan mayat Harsyanto (70) yang sudah membusuk. Kuat dugaan, korban sebelumnya menderita sakit dan ditemukan sudah tidak bernyawa di kamarnya. Korban diperkirakan sudah tiga hari meninggal dunia. Kondisi tubuh korban sudah menghitam dan mengeluarkan bau tak sedap. Informasi yang dihimpun menyebutkan, saksi pertama yang mengetahui korban sudah membusuk yakni Made Sriasti. Kerabat korban ini hendak menjenguk ke rumahnya. Tiba di depan rumah korban, saksi mencium bau busuk. ‘’Setelah dicari sumber bau itu, ternyata dari dalam rumah korban. Begitu pintu rumah dibuka, saya melihat korban sudah telentang tak bernyawa,’’ kata Sriasti kepada petugas kepolisian, kemarin. Mengetahui hal itu, saksi langsung memberitahukannya kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian. Sejumlah petugas kepolisian turun ke TKP untuk melakukan pemeriksaan. Saat dilakukan olah TKP, korban mengenakan baju

kaos warna hijau. Di sekitar TKP, terdapat bantal merah muda, televisi dan peralatan isi kamar tidur. ‘’Kondisi mayat sudah membusuk. Terlihat jari tangan kirinya terkelupas dan kaki mengering hitam. Kalau perut korban utuh,’’ ujar Kapolsek Gerokgak Kompol I Gusti Ngurah Alit Putra. Kompol Alit Putra menjelaskan, pihaknya tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Sejauh ini, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi. Kuat dugaan, korban meninggal karena mengalami

sakit. ‘’Kita tidak temukan indikasi kekerasan di tubuh korban. Namun, kerabatnya mengatakan korban memiliki riwayat sakit darah tinggi dan diabetes,’’ jelasnya. Ditambahkan, korban sebelumnya sempat mengalami kecelakaan pada Juli 2016. Akibat kecelakaan itu, korban diopname di RSUD Buleleng. ‘’Jadi korban pernah mengalami kecelakaan dan diopname di RSUD Buleleng. Kondisi terakhir kakinya bengkak,’’ ucapnya. Informasi terakhir jasad korban sudah diserahkan kepada keluarga. (kmb34)

Bali Post/ist

MEMBUSUK - Korban Harsyanto (70) yang ditemukan membusuk di rumahnya, Minggu (4/9) kemarin.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


OPINI

6

Senin Pon, 5 September 2016

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Mengelola Momen Restorasi

PESATNYA perkembangan pembangunan dan pertumbuhan penduduk hampir merata pada kabupaten dan kota di Bali, merupakan ancaman serius eksistensi desa adat, dan berkenaan dengan masalah kependudukan dan penyediaan hunian akan berpengaruh terjadinya pergeseran nilai budaya, sebagai akibat terjadinya singgungan ekonomi, kebudayaan, agama, adat istiadat dari penduduk pendatang yang memiliki keunggulan ekonomi dan latar belakang beda agama/keyakinan, dan budaya. Berkembangnya daerah permukiman baru, di mana daerahdaerah tersebut belum tercatat sebagai wilayah/wewidangan desa adat, atau merupakan daerah pertanian di bawah kewenangan krama subak/pasedahan abian (tanah kering)/ yeh (lahan basah) yang tidak termasuk wewengkon desa adat tidak terelakkan. Kalau masalah tersebut tidak dituntaskan segera, maka masalah desa ke depan akan dapat mengacaukan sistem kebudayaan dan konflik horizontal. Keputusan mendaftarkan desa adat adalah momen restorasi menyeluruh tentang desain, model, bentuk dan fungsi desa adat, yang ideal sebagai instrumen penguatan dan pemberdayaan eksistensi masyarakat hukum adat (MHA) Bali dengan pilihan hukum adat sebagai identitas MHA Bali. Dengan berlakunya hukum adat, membuat mereka memiliki relasi dengan tanah, sumber daya alam dan hubungan hukum antarindividu dalam lingkaran MHA dan perdaban manusia, sehingga rekognisi desa adat merupakan momen untuk menata ulang desa adat dengan mengakhiri segala perbedaan pandangan tentang desa adat, dan membangun penyatuan visi tentang masa depan desa adat, yang sesuai dengan prinsip-prinsip agama Hindu, tradisi, adat-istiadat dan budaya Bali dengan membuang jauh-jauh aura kepentingan sempit, dan perbedaan dengan mengedepankan konsensus untuk kepentingan Bali masa depan. Karena itu optimalisasi peluang dan kemanfaatan UU Desa adalah untuk MHA Bali masa depan. Sampai saat ini, pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota, belum membuat pernyataan resmi berkenaan dengan keberadaan desa dinas dan desa adat dalam sistem penyelenggaraan desa di Bali. Apakah desa dinas atau desa adat atau keduanya yang didaftarkan atau tidak melakukan pendaftaran, dengan asumsi yang tercatat dianggap sebagai terdaftar. Dalam hal ini, MUDP sebagai lembaga MHA dapat mengajukan hak bertanya kepada pemerintah provinsi atau kabupaten/kota. MUDP Provinsi, dan MUDP kabupaten dan kota untuk menanyakan terkait dengan pendaftaran desa adat. Bila perlu MUDP mengundang tokoh-tokoh adat, sosiolog, ahli hukum dan budayawan untuk ikut sharing dan guna melakukan bahasan mengenai alasan-alasan mendaftarkan atau tidak mendaftarkan desa adat. Kalau tidak ada kejelasan akan dapat menimbulkan prasangka negatif. Permasalahannya, apa dasar pertimbangan keputusan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk tidak mendaftarkan desa adat sebagai penyelenggara pemerintahan desa di Bali? Bahwasanya UU Desa menetapkan dalam pembentukan desa berdasarkan asas prakarsa masyarakat, artinya pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota harus mendengar aspirasi masyarakat yang membuat usulan agar desa adat (pakraman) untuk mendapatkan kode desa, namun faktanya desa adat tidak didaftarkan. Sebagai lembaga tertinggi desa adat MUDP dapat melakukan upaya hukum, dengan melakukan hak gugat terhadap pemerintah, dengan dalil bahwa pemerintah, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota lalai/abai, dengan tidak mendaftarkan desa adat se-Bali untuk memperoleh kode desa di Departemen Dalam Negeri. Namun sebelum langkah tersebut diambil MUDP dapat melakukan langkah-langkah koordinasi dan pendekatan kepada pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota dengan melibatkan para tokoh dan cerdik-pandai (akademisi) untuk menyatukan strategi, bagaimana kekhasan desa adat menjadi kekuatan strategis menuju otonomi khusus/asimetris. Rekomendasi staf ahli Pemprov Bali menyatakan UU Desa hendaknya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Pasal 116, yaitu Desa yang sudah ada sebelum undang-undang ini berlaku tetap diakui sebagai desa; (2) pemerintah daerah kabupaten/ kota menetapkan peraturan daerah tentang penetapan desa dan desa adat di wilayahnya; (3) untuk mencegah akibat-akibat yang bersifat mendasar dari implikasi perubahan status desa adat menjadi desa terhadap keberadaan desa adat, termasuk terhapusnya desa adat, pemerintah kabupaten/kota direkomendasikan untuk melaksanakan UU Desa. Ada juga pemikiran tokoh masyarakat yang mengatakan konstruksi desa adat sebagai predana dan desa dinas sebagai purusa? Dari mana akar teoretis sistem pemerintahan predana dan purusa? Pemerintah pusat dan pemerintah provinsi berdasarkan Pasal 113-116 seharusnya menuntaskan kajian MHA menyangkut kelembagaan, peta batas wilayah, potensi dan kekayaan/hak ulayatnya, proses legislasi menyangkut kedudukan desa adat. Sedangkan UU Desa tidak memuat tentang aturan dasar penguatan desa adat yang mencerminkan rekognisi desa adat secara utuh, sesuai dengan bentuk/konsep ideal pemerintahan desa adat yang memiliki wibawa keanekaragaman, demokratisasi, pelayanan pulik yang berlandaskan budaya, dan adat istiadat masyarakatnya. Mengingat esensialitas desa adat semakin strategis terutama dalam menjaga dan pelestarian adat istiadat, tradisi religi dan budaya dalam menghadapi globalisasi dan mencapai kesejahteraan masyarakat secara adil, maka pengakuan desa adat menjadi suatu keharusan dan tidak bisa ditunda-tunda.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Gerakan Mengawal Bali Sebagai masyarakat Bali belakangan saya merasa ada gerakan yang intensif untuk menjaga Bali. Gerakan ini mudah-mudahan bergerak di jalur yang benar dan efektif tanpa pemerih. Isu pertanian yang menguat juga patut diapresiasi. Turunnya kalangan akademisi ke banjar-banjar, ke desa-desa dan melakukan aksi nyata menjaga lingkungan Bali, menurut saya merupakan bentuk nyata kepedulian menjaga Bali. Saya berharap kampus-kampus di Bali jangan mengejar target-target akademis semata tetapi membangun tanah Bali dengan aksi nyata. Libatkan civitas akademika menjaga Bali, sehingga kampus benar-benar paham dengan masalah Bali. Dengan cara ini diharapkan semuanya bisa menjadi pengawal Bali, bukan malah menjadi generasi penghancur dengan memperdagangkan Bali. Ir. Wijaya Arda Gianyar, Bali

Rekognisi terhadap Kekhasan Desa Adat Mengakui dan menghormati bukan intervensi, memaksa dan mematikan, melainkan mendukung dan penguatan untuk keadilan kultural Belanda memanfaatkan kemiskinan, ketidakadilan dan kekuasaan raja-raja yang feodalistis sebagai pendukung kekuatan politik memecah belah dan adu domba, sehingga penjajahan dapat bertahan hingga tiga setengah abad. Dalam kondisi kehidupan masyarakat yang serba sulit, provokasi dan hasutan diartikulasi sebagai kidung pembelaan. Belanda dengan cerdas merekonstruksi strategi politik memecah belah dan adu domba, ibarat tikus menggigit kaki orang meniup sambil menggigit, perihnya terasa setelah tikus pergi. Belanda memecah kekuatan raja dengan rakyat, dan membangun isu perlawanan balik arah, seolaholah raja-raja adalah pendosa feodalisme, penyebab kemiskinan dan ketidakadilan. Raja-raja adalah aktor di balik kesengsaraan dan penderitaan rakyat.

Oleh Dr. Supartha Djelantik

D

i balik itu, Belanda dengan cerdas memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknolgi dalam membangun kekuasaan ekonomi dan politik pembodohan, pembiaran, eksploitatif, mengamputasi dan merusak karakter dan nilai-nilai budaya dengan stigmatisasi dan pelabelan pribumi dan bangsa inferior (inlander), yang diproduksi lewat politik devide et empire dan adu domba, yang menghadirkan saling mencurigai dan menumbuhkan budaya tidak percaya diri (peragu), ambigu, pembiaran (acuh) tidak mampu membedakan baik dan buruk. Budaya saling mencurigai warisan penjajahan, terus disemai dan dipupuk di era reformasi oleh para pelaku bisnis kotor dan politisi busuk, yang ingin mendapuk keuntungan dan kuasa dengan cara-cara pembohongan publik dan mobilisasi preman. Maraknya judi sabung ayam (ilegal) dibiarkan berkembang tanpa penetrasi serius dari penegak hukum menjadi bukti adanya sikap pembiaran oleh penegak hukum. Maka untuk menjamin kepastian eksistensi NKRI, negara harus menghapus kemiskinan dan ketimpangan ekonomi dengan membangun kultur demokrasi yang sehat, adil, bersih dari nepotisme, tanpa kecurangan dan korupsi. Pemerintah ingin menjawab masalah kemiskinan, ketidakadilan, demokratisasi dan rekognisi terhadap masyarakat adat melalui UU Desa. Desa adat diberi difinisi, sebagai ‘’entitas’’ atau kesatuan masyarakat hukum yang berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan NKRI. Berbeda dengan desa, desa adat mempunyai domain karakteristik tradisi, adat istiadat yang kuat, budaya lokal yang khas, pengaturan kehidupan warga masyarakatnya yang diwariskan secara turun-temurun, spesifik, memiliki hak asal-usul, dan mengembangkan iden-

titas sosial. Ketidakmampuan mengartikulasi desa adat adalah bukti kegagapan konkritisasi nilai-nilai yang tersurat dan tersirat dalam UUD NRI 1945. Rekognisi terhadap kekhasan desa adat, mengalami bias tafsir dan perdebatan tanpa akhir. Melihat desa dari sisi yang berbeda tentu menghasilkan pandangan yang lain, dari sudut pandang pemerintahan tentu berbeda dari sudut pandang masyarakat. Memang, teorisasi tentang desain institusional rekognisi tidak selengkap teorisasi desentralisasi. Tindakan rekognisi bersifat kontekstual, konstitusional dan hasil negosiasi politik yang panjang antara negara dengan masyarakat hukum adat (MHA). Kalau kita mau berkaca kepada Jepang, dengan restorasi Meiji pada abad kedelapan belas, dan Korea Selatan, sebagai negara Asia, yang memperoleh kemerdekaan hanya selisih waktu dua hari, tetapi tingkat kesejahhteraan rakyatnya sangat jauh beda dengan negara kita. Apa yang salah dengan Indonesia? Ternyata ketulusan MHA tersandera perilaku busuk penghamba harta dan tahta. Penyakit hedoisme menjalar di ranah kekuasaan, menghambat pencapaian tujuan kemerdekaan, merugikan negara-bangsa dan kemanusiaan. Semi-otonom UU Desa dianggap mengakomodasi model desa dinas dan desa adat seperti berlaku di Bali saat ini. Kemudian di dalam penjelasan umum UU Desa menyatakan semangat pengaturan MHA sesuai dengan ketentuan Pasal 18B ayat (2), dalam pengaturan Pasal 18 ayat (7) UUD NRI 1945, yang mengamanatkan adanya susunan pemerintahan dalam sistem pemerintahan. Ini berarti bahwa pengaturan desa adat sesuai dengan ketentuan Pasal 18 ayat (2) yang diatur dalam susunan pemerintahan sesuai ketentuan Pasal 18 ayat (7) dengan konstruksi menggabungkan fungsi self governing community (otonomi asli) dengan

local self government (desentralisasi) atau mengawinkan model sistem hukum negara dan sistem hukum masyarakat dalam model baru, yaitu hukum dalam lapangan sosial (masyarakat) yang disebut semi-otonom (semi-otonomous social field). Secara teoretis, hukum harus dilihat sebagai suatu lembaga kemasyarakatan yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sosial dan berakar dalam masyarakatnya. Setiap kali hukum dan cara berhukum itu dilepaskan dari konteks masyarakatnya, maka kita akan dihadapkan pada cara berhukum yang tidak substansial. Sekalipun ada yang bersuara minor seolah-olah desa adat berebut kue anggaran dana desa, hal tersebut penanda ketidakpahaman tentang konsep desa adat dan rekognisi secara utuh. Rekognisi bukan saja mengakui dan menghormati terhadap keanekaragaman sebagai penunjuk identitas, adat istiadat, budaya serta pranata dan kearifan lokal sebagai bentuk tindakan untuk keadilan kultural, kedudukan kewenangan dan hak asal-usul maupun susunan pemerintahan, namun UU Desa juga melakukan redistribusi ekonomi dalam bentuk alokasi dana, dengan syarat sepanjang masih hidup dan sesuai perkembangan dan prinsip negara yang diatur dalam UU. Rekognisi yang dilembagakan dalam UU Desa adalah bersifat kontekstual-konstitusional, dari hasil negosiasi politik para tokoh pendiri bangsa, lembaga-lembaga negara yang kompeten, sejak sejarah berdirinya NKRI sampai saat ini. Pengakuan desa adat dalam UU Desa adalah konsitusional, yang diatur secara khusus dalam Bab XIII dalam Pasal 96-111 UU Desa, yang menopang konstitusionalitas mandat UUD 1945 Pasal 18B ayat (2) untuk mengakui dan menghormati MHA, artinya ketiadaan mendaftarkan desa adat yang resmi diakui secara yuridis-konstitusional berpeluang besar menghadapi gugatan masyarakat. Tentu saja hal tersebut sebaiknya tidak dilakukan, karena semua elite penguasa Bali adalah bagian dari MHA Bali, dan masalah pengakuan tersebut dapat diselesaikan secara adat. Rekognisi berarti bukan campur tangan (intervensi), memaksa dan mematikan institusi (tatanan, organisasi, pranata, kearifan) desa adat yang sudah ada. Melainkan memanfaatkan mendukung dan memperkuat institusi yang sudah ada. UU Desa menerapkan asas subsidiaritas di samping asas rekognisi. Asas subsidiaritas berlawanan dengan asas residualitas, yang selama ini diterapkan dalam UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah. Menurut Christpher Wolfe, 1995 David Bosnich 1996 Andreas Follesdal, 1999 dalam Cifdes id.06.22 Desa); Asas ressidualitas yang mengikuti asas desentralisasi menegaskan bahwa seluruh kewenangan dibagi habis antara pemerintah pusat , pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Dalam asas desentralisasi dan residualitas itu, desa ditempatkan da-

Jangan Berkhianat pada Spirit Bali Oleh Wayan ‘’Gendo’’ Suardana menggaet keuntungan berlipat-lipat para pemilik modal menggelontorkan niat me-ngurug laut lalu membuat pulau-pulau baru. Segala fasilitas modern turisme hendak dibangun di situ. Ini bukan saja berarti berkhianat pada spirit Bali yang lekat dengan adat dan budaya, juga jahat pada kelestarian lingkungan hidup. Belum lagi Bali yang sudah kelebihan ribuan kamar — tak perlu lagi dibangun hotel sebab sudah amat berlebih —serta trauma yang belum hilang atas kegagalan reklamasi Pulau Serangan yang terbukti menghancurkan garis pesisir dari Serangan, Sanur hingga jauh ke timur. Demi mencapai tujuan me-ngurug Teluk Benoa sejumlah pihak tiada segan-segan menempuh jalur lancung. Yang paling mutakhir, mereka berupaya mengkriminalisasi aktivis penolak

Penulis, pemerhati desa

POJOK

Suara Publik BALI, dalam konteks pariwisata, adalah mutiara utama di Republik Indonesia. Beragam gelar adilihung disematkan kepada Bali. Mulai dari ‘’Pulau Dewata’’, ‘’Pulau Seribu Pura’’ hingga ‘’tempat yang mesti dikunjungi sebelum kamu mati’’. Ditambah serbaneka penghargaan bergengsi kelas dunia seperti pada 2014 oleh majalah Travel+ Leisure Bali dianugerahi peringkat kedua sebagai pulau terbaik di dunia. Eksotisme Bali yang mencengangkan tersebut berujung pada serbuan investor. Berlomba-lomba mereka mencoba meraih sekeping hingga segepok pundi-pundi keuntungan. Di periode awal fenomena ini masih cukup bisa dimaklumi. Dengan mengatasnamakan ‘’pembangunan’’ serta ‘’kemajuan’’ Pulau Bali berkembang begitu pesat. Belakangan, kompetisi untuk merebut profit mulai mengarah ke wilayah tak sehat: ‘’pembangunan’’ dan ‘’kemajuan’’ tergelincir menuju ‘’eksploitasi’’ dan ‘’degradasi’’. Contoh ketamakan tercuat vulgar di rencana reklamasi Teluk Benoa. Demi

lam sistem pemerintahan kabupaten/kota. Sedangkan prinsip subdiaritas (subsidium afferre) bahwa dalam semua bentuk koeksistensi manusia, tidak ada organisasi yang harus melakukan dominasi dan menggantikan organisasi yang kecil dan lemah dalam menjalankan fungsinya. Sebaliknya, tanggung jawab moral lembaga sosial yang lebih kuat dan lebih besar memberi bantuan kepada organisasi yang lebih kecil-bawah, daripada ditekan oleh yang kuat. Rekognisi sebenarnya tidak cukup dengan pernyataan tertulis dalam bentuk UU Desa, tetapi yang lebih penting adalah implementasinya secara nyata, jujur, sungguh-sungguh dan mendasar yang dituangkan dalam peraturan perundangundangan dan awig-awig, sebagai pembuktian berlakunya pluralisme hukum dan pernyataan tidak ada sistem hukum yang sifat sempurna, memenuhi semua kepentingan hukum masyarakat dalam kehidupan yang semakin kompleks. Maka, kajian-kajian ilmiah untuk menemukan model/desain desa (adat) yang ideal seharusnya terus dilakukan, menyangkut desain hubungan desa adat dengan desa adat, desa adat dengan MUDP dan hubungan desa adat dengan pemerintah, dan secara teoretis hubungan-hubungan tersebut dapat dibangun sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing dan tipologi desa adat yang ada di masing-masing daerah dan/atau sesuai dengan konsensus antara pemerintah dan MHA, kemudian pengaturannya dituangkan dalam peraturan daerah dan hukum adat (awig-awig). Sayangnya peraturan daerah tentang desa adat (pakraman)) sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan direvisi, padahal UU Desa sudah disahkan sejak dua tahun yang lalu. Sebagian dari kita telah keliru memosisikan desa adat bukan sebagai diri sendiri dan bangsa dalam suatu negara, seolah-olah desa adat tidak sesuai dengan peradaban, eksklusif, tidak bersinggungan dengan negara dan masyarakat luar. Menjauhkan desa adat dari perubahan dan peradaban dunia adalah bagian dari proses pengasingan dan penyingkiran identik dengan pemasungan dan mendorong ke dalam lembah kemunduran, sehingga akhirnya excluded. Pelabelan desa adat sebagai pilar budaya dan sebutan-sebutan lainnya yang menyilaukan, adalah euforia delusif yang menyesatkan, melumpuhkan soliditas kultural dan tampaknya dengan berlakunya UU Otonomi Daerah dan UU Desa yang di dalam pelaksanaannya telah mendorong perdebatan yang tidak saja delusif, tetapi juga kontraproduktif dan ahistoris. Semakin nyata tampak ketidaksungguhan pemerintah (pusat dan daerah) untuk memberi pengakuan maupun penghormatan terhadap desa adat dengan membiarkan desa adat dalam posisi tertekan.

rencana reklamasi I Wayan ‘’Gendo’’ Suardana sekaligus membungkam perlawanan desa adat. Para pengemban jabatan penting di pemerintahan, aparat, serta barisan ormas pun ramai-ramai dikerahkan untuk mengintimidasi gerakan anti-investor rakus tersebut. Di tengah masifnya perjuangan menolak reklamasi, komunitas seniman pun bangkit. Mereka bahkan merefleksikan rasa sedih, kecewa, dan marah atas langkah sistematis penghancuran Bali tersebut. Oleh karenanya dengan tegas komunitas seniman ini menolak reklamasi Teluk Benoa. Kami menginginkan Bali seperti adanya kini lekat dengan budaya, hangat serta ramah secara sosial kemasyarakatan, didukung lingkungan yang asri-hijau tanpa manipulasi ekologi. Menyatakan solidaritas setinggi-tingginya kepada para pejuang lingkungan dan desa adat yang saat ini sedang diintimidasi, bahkan dikriminalisasi.

Kata akademisi, memajukan pertanian Bali harus bersatu. - Juga satukan kata dan perbuatan. *** Pemerintah kota/kabupaten di Bali harus rancang zona sawah abadi. - Di Bali, alih fungsi lahan yang abadi. *** Jelang Galungan, Karangasem diserbu pisang dari Sumbawa. - Petani Bali tak berdaya.

Penulis, aktivis lingkungan

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


BALI

http://facebook.com/balipost

Balipostcom Balipostcomwww.iklanbalipost.com

balipost (148rb Like) (81rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.295 Follower) (3,8rb Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

BUAH-BUAHAN Seorang warga memilih buah-buahan di salah satu tempat penjualan buah-buahan di Pasar Anyar, Denpasar. Foto diambil Jumat (2/9).

Balipost Baliposton onGadget Gadget

Bali Post/wan

www.iklanbalipost.com

Senin Pon, 5 September 2016

redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id

7

Kesulitan Bahan Baku

Warga Tanah Aji Berhenti Buat Tikar Pandan Amlpaura (Bali Post) – Warga Banjar Tanah Aji, Abang, Karangasem berhenti menggeluti usaha kerajinan tikar pandan. Pasalnya, bahan bakunya sudah tidak tersedia lagi. Hal itu disampaikan Klian Banjar Dinas Tanah Aji, Sang Wayan Kari beberapa hari lalu di Abang. Dia mengatakan, ratusan warganya mulai berhenti menganyam tikar pandan mulai setahun lalu. ‘’Tanaman pandan sudah tak ada, karena pantai terus digerus abrasi. Pandan dulu tumbuh subur di banyak pantai di Karangasem,’’ kata Sang Wayan Kari. Kini setelah ratusan warganya berhenti menjadi perajin tikar pandan, ibu rumah tangga kembali hanya membantu suaminya bertani ke sawah. Ada juga yang mengalihkan kegiatan beternak babi satu atau dua ekor. ‘’Kalau dulu ibu rumah tangga maupun sang suami sibuk menganyam tikar pandan. Lumayan penghasilannya, per helai tikar pandan bisa dapat hasil Rp 100 ribu. Warga kami hanya memiliki keterampilan menganyam tikar pandan. Sampai kini belum ada yang mau beralih ke kerajinan anyaman dari bahan lain, seperti dari daun lontar atau bambu,’’ paparnya. Tikar pandan sebenarnya sangat diminati pembeli. Soalnya tahan lama, lebih lembut dan hangat dipakai sebagai alas tidur atau alas duduk. Kini hanya beberapa ibu rumah tangga yang masih menggeluti menganyam tikar pandan dari luar Banjar Tanah Aji, seperti ibu rumah tangga dari Banjar Peninjauan, Seraya. Hasil anyaman tikar dijual ke pasar Seraya. Sementara itu, Perbekel Desa Abang Anak Agung Ayu Mahesarani Karang mengatakan, pihaknya berharap ada uluran tangan dari pihak pemerintah dalam pembinaan perajin khususnya di Banjar Tanah Aji. Dia menduga warga tak mau mengalihkan kerajinan ke jenis anyaman bahan lainnya seperti membuat sokasi dari bambu atau tikar dari daun lontar, karena belum pasih. Dia berharap pemerintah memberikan pembinaan atau pun pelatihan, sampai mereka mahir. (013)

Turis Asal Inggris Edarkan Narkoba DITANGKAP - Tersangka MW asal Inggris dan EY ditangkap terkait kasus sabu-sabu (SS).

Denpasar (Bali Post)Semakin banyak warga negara asing (WNA) terlibat kasus pidana di Bali. Pada Selasa (30/8) lalu, petugas Sat. Resnarkoba Polresta Denpasar menangkap dua tersangka perempuan berinisial EY (29) dan MW (34) asal Inggris karena mengedarkan sabu-sabu (SS). Mereka ditangkap di kos-kosan di Jalan Majapahit, Kuta, Badung. “Tersangka MW bekerja sebagai DJ (disk jocky) freelance di Jalan Legian, Kuta,” kata Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar Kompol Gede Ganefo, seizin Kapolresta Kombes Pol. Hadi Purnomo,

Minggu (4/9) kemarin. Kronologis pengungkapan kasus itu, menurut Ganefo, bermula adanya informasi ada dagang baju online, EY juga menawarkan SS. Berbekal informasi itu, polisi melaku-

Tidak Semua Turis ke Bali Berhati Mulia

BALI sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler di dunia, dipastikan banyak wisatawan datang dari berbagai belahan dunia. Mereka kebanyakan datang dan tinggal beberapa waktu untuk menikmati keindahan panorama, keunikan budaya dan seni masyarakat, serta mencari keunikan lain yang ditawarkan oleh pebisnis pariwisata. “Budaya masyarakat dan hasil karya seni, keramahan, keindahan alam merupakan modal pokok pariwisata Bali, selain sarana dan prasarana yang begitu memadai yang dimiliki seperti akomodasi,” ujar pelaku pariwisata Drs. I Made Ardana Putra, M.Si., Minggu (4/9) kemarin. Menurut Ardana, kehadiran pariwisata sejatinya memberikan dampak yang sangat positif bagi perekonomian. Kasus bom yang terjadi tahun 2002 lalu, benar-benar menjadi kenyataan yang telah melumpuhkan ekonomi masyarakat. Kesuksesan promosi pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah yang intensif dilakukan para pebisnis dari industri wisata seperti hotel, travel, objek wisata dengan media cetak, elektronik, online, ini berhasil mendatangkan jutaan wisatawan dari berbagai penjuru dunia setiap tahun. Dari ribuan orang asing yang datang ke Bali, kebanyakan dari mereka adalah murni wisatawan yang ingin menikmati keindahan dan budaya dari masyarakat di pulau seribu pura ini. Sebagian kecil lagi ada berlaku sebagai wisatawan yang melakukan bisnis tersembunyi di balik visa wisatawan, ada yang memiliki usaha legal, bekerja secara gelap di beberapa industri pariwisata, membuat pabrik sabu-sabu, bahkan sering tertangkap basah membawa barang terlarang. Termasuk kriminalitas di Tibu Beneng, Kuta Utara oleh warga Perancis, Amokrane beberapa bulan lalu dan kejadian dua minggu lalu di Pantai Kuta di mana seorang Polantas, Wayan

Sudarsa dibunuh sepasang kekasih, Sara Connor asal Australia dan David James Taylor asal Inggris. “Kasus ini semakin memperkuat dugaan bahwa kuantitas dan kualitas kejahatan yang dilakukan orang asing di Bali semakin meningkat,” tegas dosen Politeknik Negeri Bali ini. Berkaca dari berbagai kasus terungkap yang melibatkan warga asing ini, maka semua elemen masyarakat harus samasama lebih waspada dan saling kontrol karena keamanan satu daerah adalah menjadi pertimbangan pokok seseorang untuk berlibur, selain faktor fasilitas dan daya tarik wisata. Bali yang sekarang mengundang wisatawan dari semua kelas, harusnya mulai berpikir untuk mendatangkan quality tourist (turis berkelas) yang memang memiliki kualitas diri dan finansial sehingga mereka datang untuk liburan saja. “Selama ini, target jangka pendek hanya mengejar kuantitas semata atau mass tourist. Asal hotel terisi tamu, asal transpor jalan, harga destinasi dibanting, kontrak kerja di ambang batas. Semua itu memicu dan mengundang wisatawan yang tidak berkelas, bahkan ada pengangguran yang bisa datang. Itu karena Bali dijual murah sebagai penyebab,” ujar

Prof. Dr. Rai Setiabudhi

Drs. I Made Ardana Putra, M.Si.

mantan Manager Bakungsari Cottages Kuta ini. Ardana menegaskan, sesungguhnya dengan modal yang dimiliki resources of tourism yang sangat komprehensif yakni faktor man made (karya seni kerajinan dan lukis), human made (keramahtamahan atau persahabatannya) dan environment resources (lingkungan yang masih alami) adalah modal dasar yang kuat sebagai bahan promosi untuk meraup pelancong berkelas, walaupun tidak sebanyak wisatawan saat ini. Sementara itu, Prof. Dr. Rai Setiabudhi, S.H., M.H. sebagai akademisi mengungkapkan, Bali memang dikunjungi WNA secara umum sebagai wisatawan. Namun ada sebagian orang asing yang datang memiliki tujuan lain yaitu cari untung. Celakanya tidak semua yang mau cari untung secara legal, tapi dengan cara-cara illegal, seperti kejahatan narkotika, penipuan, melakukan kejahatan seksual terhadap anak (paedofilia) dan lainnya. “Artinya tidak semua tamu datang berhati baik dan mulia, tapi tidak sedikit yang berhati buruk dan jahat. Dan yang paling memprihatinkan adalah kejahatan dengan kekerasan, apalagi yang menjadi korban adalah seorang polisi. Saya yakin seorang polisi akan penuh perhitungan bilamana akan membalas sama-sama melakukan kekerasan (ada SOP apalagi sedang bertugas dan sangat berperasaan),” ujarnya. Sementara yang dihadapinya adalah orang yang keras dan tidak berperasaan. Dalam ilmu kriminologi, lanjutnyan, diistilahkan dengan irational violence. Biasanya orang semacam ini akan melakukan kekerasan degan apa saja untuk mewujudkan tujuannya. Sering kali tanpa ada provokasi terlebih dahulu dan pada umumnya korban tidak dikenal oleh pelakunya. “Secara teori biasanya kejahatan kekerasan dibedakan antara kejahatan kekerasan primer dan sekunder. Kekerasan primer, pelakunya baru pertama kali melakukan kejahatan. Sedangkan kejahatan kekerasan sekunder pelaku sudah sering melakukan kejahatan. Inilah perlu diselusuri terkait dengan peran pelaku pada saat kejadian dan terkait kesalahan pelaku serta masalah maksimum sanksi pidananya,” tegas Prof. Rai. (rah)

kan penyelidikan. Pada Selasa (30/8) pukul 23.00 Wita, polisi menggerebek kamar tersangka. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan dua paket SS di bawah keset kamar kos tersangka.

“Tersangka mengaku mendapat barang bukti itu dengan cara membeli kepada seorang asing sebanyak 3 kali masing-masing Rp 1 juta,” ujarnya. Selanjutnya dilakukan pengembangan dan ditangkap tersangka MW pukul 23.50 Wita. Selain menangkap tersangka, petugas mengamankan 1 paket SS dan uang diduga hasil transaksi Rp 2 juta.

Bali Post/kmb36

“Kebetulan kamar kedua tersangka ini bersebelahan. Setelah menangkap EY, lanjut meringkus MW. Tersangka MW mengaku berada di Bali sejak Mei 2016. Dia mendapatkan narkoba itu dengan cara mengambil tempelan di pinggir jalan, setelah dihubungi melalui HP oleh orang tak dikenal,” tegas mantan Kasat Intelkam Polresta Denpasar ini. (kmb36)


BANGLI

8

Senin Pon, 5 September 2016

Sambut Galungan, KKB Gelar Pasar Murah

Tak Ada SD di Pengejaran

Siswa Sekolah di Desa Tetangga

Bangli (Bali Post) Fasilitas pendidikan di Desa Pengejaran, Kintamani sangat minim. Bahkan di desa yang berbatasan dengan Kabupaten Buleleng itu belum tersedia Sekolah Dasar (SD). Akibatnya, puluhan siswa SD di Desa Pengejaran, Kintamani harus menempuh jarak hingga 3 kilometer menuju Desa Belantih untuk bisa mengenyam pendidikan. Perbekel Desa Pengejaran Nengah Liarta didampingi Kaur Kesra Made Rada, Minggu (4/9) kemarin, mengungkapkan, jumlah anak usia SD di Desa Pengejaran saat ini kurang lebih 80 orang. Untuk bisa mengenyam bangku pendidikan, selama ini mereka bersekolah ke SD 3 Belantih. Karena jauhnya jarak yang harus ditempuh, sebagian siswa SD di Desa Pengejaran harus diantar oleh orang tua mereka. Liarta mengatakan, untuk memudahkan anak-anak mendapatkan fasilitas pendidikan, pihaknya sudah mengajukan permohonan untuk pendirian SD kepada Pemkab Bangli. Dia pun menyebut permohonan itu sudah disetujui dan rencananya akan direalisasikan oleh pemerintah pada 2017 mendatang. ‘’Terkait rencana pembangunan sekolah tersebut kita sudah menyiapkan lahan,’’ terangnya. Ditambahkan Made Rada, luas lahan yang disiapkan pihak desa untuk pembangunan SD yakni sekitar 33 are. Sejauh ini pihak desa sudah melakukan musyawarah dengan pemerintah kabupaten untuk penggunaan lahan yang berjarak hanya 600 meter dari pusat desa. ‘’Musyawarah sudah dilakukan. Nanti lahan tersebut akan dimanfaatkan dengan menggunakan sistem hak guna pakai,’’ ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli Nengah Danta Haryana membenarkan adanya rencana pembangunan SD di Desa Pengejaran. Danta mengatakan, untuk membangun SD tersebut pihaknya sudah melakukan verifikasi bersama Bapedda mengenai lahan dan persyaratan lainnya. ‘’Sudah memenuhi persyaratan. Untuk pembangunannya sudah kita anggarkan Rp 900 juta,’’ jelasnya. Danta mengatakan, selain di Desa Pengejaran, desa lainnya yang sampai belum memiliki fasilitas SD yakni Desa Binyan, Kintamani. Selama ini pembangunan SD di Desa Binyan belum bisa terwujud lantaran terkendala persyaratan. ‘’Sesuai persyaratan, pendirian sekolah SD harus didukung penduduk minimal 1.000 jiwa. Sementara di Desa Binyan warganya hanya 70-an KK dengan penduduk kurang dari 500 jiwa,’’ terangnya. Kendati demikian, anak-anak usia SD di Desa Binyan tetap bisa mengenyam pendidikan dengan bersekolah di SD terdekat lainnya yang ada di Desa Belangan dan Mengani. (kmb40)

Bali Post/sos

PASAR MURAH - Suasana pasar murah yang digelar KKB bekerja sama dengan Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles di Desa Batur Selatan, Kintamani, Minggu (4/9) kemarin.

Bangli (Bali Post) Menjelang hari raya Galungan, harga bahan pokok cenderung melonjak. Hal ini mengakibatkan masyarakat khususnya yang tingkat ekonominya menengah ke bawah menjerit. Menyikapi itu, pasar murah bisa dijadikan solusi. Seperti yang dilakukan Koperasi Krama Bali (KKB) di Desa Batur Selatan, Kintamani, Minggu (4/9) kemarin. Manajer KKB Store Denpasar I Nyoman Suastu mengungkapkan, program pasar murah ini bekerja sama dengan Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles. Sembako yang dijual sudah disubsidi sekitar 30 persen. Kegiatan pasar murah ini pun telah dilakukan secara rutin setiap enam bulan. Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu. ‘’Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah desa,’’ ujarnya. Disampaikannya, pada pasar murah yang berlangsung di depan Pura Ulundanu Batur ini, jumlah sembako yang digelontorkan mencapai 500 paket. Masing-masing paket berisi 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, 1 liter minyak goreng dan 4 bungkus mie goreng. Harga jualnya hanya Rp 63 ribu, lebih murah jika dibandingkan harga normal yang mencapai Rp 83 ribu.

Warga yang menjadi sasaran berasal dari Banjar Kerta Budi, Banjar Kerta Buana, Banjar Batur Selatan, dan Banjar Batur Selatan Asri. ‘’Untuk lokasinya digilir. Sebelumnya ada di Yeh Mampeh,’’ jelas Suastu. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles mengungkapkan, belakangan ini harga sembako di pasar semakin tak terkendali. Hal tersebut sangat memberatkan masyarakat terutama yang kurang mampu. Memasuki hari raya Galungan, beban yang dipikul masyarakat akan semakin berat karena dihadapkan dengan kebutuhan yang semakin meningkat. Maka dari itulah perlu digelar pasar murah. ‘’Ini salah satu cara untuk mengatasi harga yang mahal,’’ kata Carles didampingi Perbekel Batur Selatan I Gede Sarjana. Program ini, kata dia, sejatinya sudah dilakukan pemerintah kabupaten. Hanya saja jangkauannya belum begitu luas. Ke depan, diharapkan program ini bisa dimaksimalkan. Sasarannya tak hanya masyarakat perkotaan, namun juga perdesaan. ‘’Warga di desa banyak yang terbebani dengan pengeluarannya. Itu perlu diperhatikan dengan program semacam ini. Kami dari dewan siap mendorong dari sisi anggaran,’’ tandasnya. (kmb45)

Sasar Tamu Kunker, Pemkab Diminta Berdayakan Desa Wisata Bangli (Bali Post) Kebijakan bupati untuk ‘’memaksa’’ tamu dari luar provinsi yang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Bangli supaya menginap minimal satu malam di hotel yang ada di Bangli direspons positif para pelaku pariwisata. Wakil Ketua Asita Bali Putu Winastra mengatakan, idealnya yang dijadikan tempat menginap adalah desa wisata. Hal ini dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk promosi. Dikatakan Winastra, Minggu (4/9) kemarin, kebijakan yang dikeluarkan bupati itu ada kesan terlambat. Kabupaten lain, salah satunya Jembrana sudah menerapkannya sejak beberapa tahun lalu. Meski demikian, kebijakan yang dimaksudkan untuk mendongkrak pendapatan daerah itu tetap disambut positif. ‘’Daripada tidak memulai, jadinya kan tidak pernah terjadi,’’ ujarnya. Guna mensukseskan program itu, kualitas akomodasi pariwisata perlu juga mendapatkan perhatian yang serius. Ditekankan, tamu yang berkunjung ke

Bangli sebaiknya diajak menginap di desa wisata yang telah berkembang. Di samping mampu memberikan kesan berbeda dengan daerah lain, hal tersebut juga dapat dijadikan ajang promosi pariwisata bagi desa wisata setempat khususnya dan Bangli pada umumnya. ‘’Kalau hotel memang masih bisa menampung jumlah kunjungan. Tapi akan lebih baik tamu diminta menginap di desa wisata, seperti Penglipuran, Undisan atau di daerah Danau Batur. Itu fasilitasnya sudah bagus. Ini kan positif sekali

dampaknya. Bisa memberikan kesan,’’ tegas Winastra. Ditambahkan Winastra, kebijakan ini diharapkan tak hanya sebatas wacana. Pemkab perlu melakukan terobosan-terobosan yang nantinya mampu mengangkat citra pariwisata ke ranah yang lebih luas. Selain itu, program ini juga perlu dikomunikasikan secara baik dengan daerah yang akan melakukan kunjungan. ‘’Ini yang mengatur kan kabupaten, bukan travelnya. Jadi jangan sekadar wacana,’’ tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, kebijakan itu tertuang

dalam Surat Edaran (SE) Bupati No. 973/1906/DPD tanggal 30 Agustus 2016. Kepala Dinas Pendapatan dan Pasedahan Agung Bangli I Gede Suryawan menjelaskan, pada surat tersebut diatur jika tamu tak menginap di Bangli, maka penerimaan kunkernya akan dipertimbangkan. Bahkan kemungkinan bisa tidak diterima. Hal ini sudah disosialisasikan ke seluruh SKPD. Kebijakan tersebut tak hanya berdasarkan keinginan pemkab saja namun juga mengacu pada aspirasi pelaku pariwisata. ‘’Selama ini yang kunker itu malah menginap di daerah lain. Hotel di Bangli jadi sepi. Itu yang juga menjadi alasan kebijakan ini dikeluarkan. Pelaku pariwisata juga akan diberitahu,’’ jelasnya. (kmb45)

Bali Post/sos

I Putu Winastra

PHDI Provinsi Bali Sosialisasikan Program Kerja di Bangli

PARISADA Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali menggelar sosialisasi program kerja kabupaten/ kota se-Bali. Kegiatan sosialisasi yang digelar untuk pertama kalinya di tahun 2016 tersebut dilaksanakan di Wantilan Taman Makam Pahlawan Penglipuran Kelurahan Kubu, Bangli, Sabtu (3/9). Dengan mengusung tema ‘’Nyikiang Pekayunan Bawos lan Laksana Sajeroning Ngawerdiang Agama Hindu Adat Miwah Budaya Bali’’, sosialisasi dilaksanakan PHDI Provinsi Bali bekerja sama dengan Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan SOSIALISASI - Suasana sosialisasi program PHDI Provinsi Bali.

Desa (BKS LPD) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Sosialisasi tersebut dihadiri ratusan undangan di antaranya para bendesa, Ketua LPD, Pengurus BKS LPD, serta Pengurus PHDI Kabupaten Bangli. Ketua PHDI Provinsi Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. menyebutkan, program kerja yang disosialisasikan pihaknya salah satunya yakni mengenai pasraman. Menurutnya, keberadaan sekolah bernuansa Hindu di Bali saat ini sangat minim. Oleh karenanya pasraman perlu disosialisasikan agar perangkat desa peduli dengan sekolah bernuansa Hindu. Selain pasraman, program lainnya yang juga disosialisasikan yakni terkait bagaimana menyikapi fenom-

Permintaan Ikan Melonjak, Petani Panen Lebih Awal Bangli (Bali Post) Permintaan ikan mujair sejak beberapa bulan belakangan cenderung meningkat. Hal tersebut mengakibatkan para petani di kawasan Danau Batur panen lebih awal. Kondisi ini juga berdampak pada permintaan benih di Balai Benih Ikan Dinas Peternakan dan Perikanan Darat Bangli. Petani Ikan di Danau Batur, tepatnya di wilayah Desa Kedisan, I Made Darsana, menuturkan permintaan ikan sejak dua bulan belakangan cenderung meningkat. Pengepulnya tak hanya datang dari Bangli namun juga dari Denpasar. Lantaran tak ingin ketinggalan pembeli, sejumlah petani memilih untuk panen lebih awal. Panen awal juga dilakukan lantaran mereka terbentur keperluan biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup. ‘’Petani beberapa bulan ini mulai kewalahan memenuhi permintaan,’’ ujarnya, Minggu (4/9) kemarin. Lanjut dia, dengan panen lebih awal secara otomatis menyebabkan ukuran ikan yang dipanen lebih kecil. Biasanya, per kilogram berisi empat ekor, namun kini menjadi enam ekor. Sementara harga jual masih tergolong stabil yakni Rp 25 ribu per kilogram. ‘’Biasanya panen ikan itu umurnya minimal enam bu-

lan. Sekarang mendahului, jadinya ukuran ikan lebih kecil,’’ jelasnya. Tingginya permintaan oleh pengepul ke tingkat petani mengakibatkan warga yang bergelut pada usaha rumah makan kesulitan mendapatkan ikan mujair. ‘’Akhir-akhir ini mulai sulit dapat ikan. Cari yang kecil juga susah,” ujar salah seorang pedagang di bilangan

Kota Bangli. Panen mendahului juga mengakibatkan permintaan benih di Balai Benih Ikan secara tidak langsung turut melonjak. Namun sayang, permintaan belum seluruhnya bisa dipenuhi lantaran produksi yang terbatas. ‘’Permintaan setiap tahun sampai 30 juta ekor. Sementara produksi baru 30 persen dari itu (permintaan-red),’’

ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Darat Bangli I Wayan Sukartana didampingi Kabid Perikanan I Nyoman Widiada. Guna menggenjot produksi benih, kata dia, tahun ini dilakukan pengadaan 20 paket induk yang jumlahnya mencapai 8 ribu ekor. ‘’Dengan itu, produksi benih bisa semakin meningkat,’’ imbuhnya. (kmb45)

ena kembar buncing. Sudiana memberikan sosialisasi agar masyarakat yang melahirkan anak buncing tidak lagi diasingkan. Demikian juga dengan lamanya kasebelan yang diambil sama halnya seperti melahirkan bayi pada umumnya. Selain itu, Sudiana juga mensosialisasikan terkait pelaksanaan upacara keagamaan. Dalam kesempatan tersebut pihaknya mengimbau seluruh masyarakat agar melaksanakan upacara sesuai dengan kemampuan. Ketua PHDI Kabupaten Bangli Nyoman Sukra mengatakan, dalam sosialisasi program PHDI Provinsi Bali ke kabupaten/kota se-Bali, PHDI juga berkeinginan agar semua tokoh yang selama ini ngayah di lembaga umat dan adat seperti bendesa, prajuru, maupun pemangku

bisa mendapat perhatian lebih yakni berupa jaminan sosial ketenagakerjaan. Sebab dari segi jaminan sosial selama ini para tokoh yang ngayah di lembaga umat/adat tersebut memang kurang mendapat perhatian. ‘’Kadang mereka bisa ngayah sampai malam,’’ ujarnya. Melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, BKS dan Lembaga pemberdayaan (LP) LPD, pihaknya berharap para tokoh adat dan agama tersebut bisa mendapatkan jaminan sosial. Sementara itu di akhir acara, sosialisasi diisi dengan penyerahan punia oleh BKS LPD kepada majelis Madya dan Majelis Alit Desa Pakraman, PHDI Kabupaten dan PHDI Kecamatan di Bangli serta pembagian buku Bhagawad Gita. (ad230)


GIANYAR

Senin Pon, 5 September 2016

Pasokan Pupuk Bersubsidi ke Petani Minim

Hasil Panen Pepaya di Pering Menurun Gianyar (Bali Post) Hasil panen pepaya di Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh tidak seperti musim sebelumnya. Hasil panen para petani saat ini menurun drastis. Kondisi ini disinyalemen akibat minimnya pasokan pupuk untuk para petani di wilayah ini. Salah seorang petani, Ketut Suardika, Minggu (4/9) kemarin mengatakan hasil panen pepaya di lahan miliknya tidak maksimal. Buah yang dihasilkan dalam satu pohon sangat minim. ‘’Kondisi ini biasa terjadi karena kekurangan pupuk, buahnya tidak maksimal,’’ ucapnya seraya menunjukkan pohon pepaya miliknya. Suardika mengungkapkan bahwa ia bersama petani lainnya sudah sejak lama kesulitan mendapatkan pupuk.

Biasanya jatah pupuk subsidi untuk lahan 50 are sebanyak empat sak. Satu sak berisi 50 kilogram. Namun untuk musim ini pihaknya mendapat satu sak saja. Dikatakannya, pupuk yang biasa digunakan yakni pupuk urea dan phonska. Namun sekarang dua jenis pupuk ini sangat sulit didapatkan. Kalaupun dapat membeli di luar Gianyar, otomatis harga jauh lebih mahal. Ia juga mengaku biasa membeli pupuk Phonska Rp 125 ribu per sak dan Urea Rp 110 ribu per sak. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan Gianyar Ir. I Made Raka, M.Si., mengaku akan melakukan monitoring untuk peredaran pupuk di Gianyar. Dari laporan sementara yang ia terima,

peredaran pupuk sudah sesuai ketentuan. ‘’Selama ini pendistribusian pupuk tersebut tetap dalam pengawasan tingkat kabupaten, yakni Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida,’’ katanya. Dia menyebutkan, pengawasan sudah rutin dilakukan agar pupuk subsidi diterima oleh petani. Pengawasan juga dalam rangka mengantisipasi penyelewengan oleh oknum tertentu. Berdasarkan data, pasokan pupuk Urea di Gianyar di atas tujuh ribu ton dan pupuk NPK di atas tiga ribu ton. ‘’Yang jelas laporan kekurangan pupuk ini akan kita cek lagi supaya jelas kondisinya seperti apa. Besok tim Kabupaten, Kecamatan Blahbatuh dan PPL wilayah binaan turun,’’ tegasnya. (kmb35)

9

Banjar Patas Direncanakan Jadi Desa Wisata

Gianyar (Bali Post) Bermukim di perbatasan wilayah Kabupaten Gianyar dengan Kabupaten Bangli, tidak menyurutkan semangat warga Banjar Patas, Desa Taro Kecamatan Tegallalang untuk turut maju mengembangkan sektor pariwisata. Mengandalkan wisata alam, warga kini berupaya mengembangkan desa wisata yang tidak hanya menawarkan pesona alam tetapi juga kreativitas dan kekayaan kuliner tradisional. Bendesa Patas Wayan Mudin menjelaskan, pihaknya bersama sejumlah krama sebenarnya sudah mulai mengembangkan Bali Farm Cooking School. Melalui fasilitas wisata ini turis tidak hanya ditawarkan keindahan alam melainkan juga diajarkan mengolah kuliner lokal. ‘’Di sini wisatawan ditawarkan memetik langsung sayur dan buah-buahan segar kemudian diajak melakukan aktivitas memasak,’’ terangnya belum lama ini. Dijelaskannya, Bali Farm Cooking School dikelola krama

Banjar Patas yang tergabung dalam kelompok Agro Wisata Pemulan Bali. Latar belakang pembangunan akomodasi wisata ini karena melihat potensi Banjar Patas yang notabene penghasil sayuran. ‘’Pertama tentunya kami tidak ingin menjadi penonton pariwisata saja. Dan kebetulan kami memiliki potensi ini, ya inilah yang coba terus kami kembangkan,’’ tuturnya. Sejak berdiri sekitar tiga tahun lalu, hingga kini wisata Bali Farm Cooking School sudah diminati banyak wisatawan mancanegara, seperti Australia, Eropa dan Amerika. ‘’Bahkan ada wisatawan yang sejak setahun lalu sudah membooking untuk berwisata di tempat kami ini,’’ tambahnya. Sementara itu, Klian Banjar Adat Patas Wayan Balok Suardana menerangkan, setelah sukses mengembangkan Bali Wisata Cooking School, pihaknya kini berupaya menjadikan wilayahnya sebagai desa wisata. ‘’Dengan sejumlah potensi yang ada, saya bersama

Bali Post/nik

MEMETIK SAYURAN - Sejumlah wisatawan memetik sayuran di Bali Farm Cooking School, Banjar Patas Desa Taro. warga lainnya berupaya menjadikan Banjar Patas sebagai desa wisata. Beberapa rumah warga juga sudah siap dijadikan home stay,’’ ungkapnya. Sejumlah potensi yang bisa ditawarkan kepada wisatawan kini sudah mulai dikemas sedemikian rupa, seperti jogging track dan wisata bersepeda dengan mengandalkan keinda-

han Banjar Patas. Selain itu pihaknya juga mengandalkan wisata hutan Bambu Tabah seluas kurang lebih lima hektar. ‘’Kalau bambu ini baru kami tanam, di mana bongkol-nya bisa dijadikan sayur sup. Sejumlah wisatawan yang sudah mencoba juga sangat suka, karena rasanya unik,’’ ucapnya. (kmb35)

Kawasan Wisata Minim CCTV Dishubinfokom Usulkan Penambahan di 2017

Gianyar (Bali Post) -

Keberadaan kamera pengawas atau CCTV di kawasan-kawasan strategis dinilai sangat penting, mengingat Kabupaten Gianyar merupakan daerah pariwisata. Namun sayangnya, sejauh ini masih banyak titik jalan terutama di kawasan wisata yang belum dilengkapi fasilitas tersebut. Untuk itu, Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) Gianyar mengusulkan penambahan CCTC di tahun anggaran 2017.

PEPAYA - Petani saat memantau kondisi tanaman pepaya.

Bali Post/nik

Cekcok Keluarga Berujung Saling Lapor Polisi Gianyar (Bali Post) Seorang pria asal Desa Kemenuh berinisial Ketut AL melaporkan aksi kekerasan yang menimpa dirinya ke Mapolsek Sukawati, Minggu (4/9) kemarin. Dalam laporannya, pria 46 tahun ini mengaku dikeroyok oleh tiga orang yang tak lain adalah keponakannya sendiri. Hingga sore kemarin kasus ini berujung pada saling lapor. Kepada polisi, Ketut AL menjelaskan kejadian ini berawal saat ia hendak ke luar rumah untuk berjualan sekitar pukul 09.00 Wita. Tiba-tiba saat hendak ke luar, sepeda motor Kadek M ditemukannya diparkir menghalangi jalan menuju pintu pagar. Saat itulah Ketut AL marah-marah, ketika

didatangi Kadek M percekcokanpun tidak terhindarkan. Istri dari Kadek M, yakni Nyoman K yang melihat percekcokan itu akhirnya mengadu kepada tiga orang anaknya, yakni KK (24), KB (23) dan GN (18) yang kala itu sedang membuat penjor. Merasa geram melihat percekcokan itu, tiga pemuda ini langsung mehujamkan pukulan ke arah Ketut AL. Akibatnya pria 46 tahun ini mengalami sejumlah luka lebam di wajah. Tidak terima dengan perbuatan tersebut, Ketut AL kemudian memilih untuk melapor ke Polsek Sukawati. Kanit Reskrim Polsek Sukawati I. B. Mas Kencana yang dikonfirmasi laporan tersebut, membenarkan. Di-

katakan mereka yang terlibat keributan ini masih dalam satu keluarga. ‘’Mereka sebenarnya masih satu keluarga dan berakhir pada saling lapor. Pihak Kadek M pun turut melapor ke Polres Gianyar,’’ jelasnya. Dijelaskan, pihaknya kini masih menunggu hasil visum dari bekas luka yang dialami Ketut AL. Namun untuk menuntaskan kasus ini, pihaknya akan berupaya melakukan mediasi antara kedua belah pihak dengan melibatkan prajuru Desa Kemenuh. ‘’Karena ini masalah keluarga, jadi kita akan upayakan mediasi. Dan sudah kita jadwalkan agar besok (hari ini-red) dilakukan pertemuan untuk mediasi,’’ tandasnya. (kmb35)

Terkait pentingnya CCTV, Kapolres Gianyar AKBP Waluya menjelaskan, fasilitas tersebut kini sudah menjadi kebutuhan semua pihak. Tidak hanya untuk memenuhi standarisasi hotel atau vila, CCTV juga dibutuhkan di sejumlah ruas jalan. ‘’Sudah saatnya pengadaan CCTV ini digalakkan karena sangat membantu petugas dalam melakukan pemantauan,’’ ucapnya. Kapolres pun mencontohkan kasus pembunuhan di Banjar Dentiyis, Desa Batuan Sukawati beberapa waktu lalu yang proses pengungkapan kasusnya

sangat terbantu keberadaan CCTV. ‘’Dari pengakuan awal satu mobil, dari rekaman CCTV terungkap ada lebih banyak mobil hingga akhirnya terungkap dalang pembunuhan,’’ terangnya. AKBP Waluya menyatakan, keberadaan CCTV juga membantu menuntaskan masalah kemacetan khususnya di Ubud. Rekaman CCTV dalam hal ini menjadi patokan untuk mengarahkan petugas ke titik kemacetan. ‘’Misal di Ubud dalam satu persimpangan idealnya diisi CCTV di setiap arah mata angin,’’ katanya.

Dikatakannya lebih lanjut, CCTV juga perlu ditambahkan pada titik keramaian seperti Objek Wisata Monkey Forest, Pasar Ubud, Pura Tirta Empul atau objek wisata lainnya yang berada di bawah kewenangan Pemkab Gianyar. Usulan ini sudah disampaikan ke Bupati A.A. Gde Agung Bharata. ‘’Beliau sangat merespons terkait ini. Tinggal tindak lanjutnya,’’ tandasnya. Sementara itu, Kepala Dishubinfokom Gianyar Cokorda Rai Widiarsa Pemayun, Minggu (4/9) kemarin menilai keberadaan CCTV

memang sangat membantu dalam memberi informasi, baik tindak kriminal ataupun gangguan lalu lintas. Untuk itu pihaknya sudah menyiapkan rancangan dan kajian terkait keberadaan CCTV di sejumlah titik di Kabupaten Gianyar ini. ‘’Terkait CCTV ini kita sudah merencanakan smart city. Konsepnya kita sudah buat. Kajiannya pun sudah,’’ ungkapnya. Diakui hingga kini pihaknya masih terkendala anggaran dalam mereal isasikan pengadaan CCTV. Apalagi biaya pengadaan dan perawatannya cukup besar. Meski demikian rencana ini tetap diusulkan masuk APBD induk 2017. ‘’Baru usulan. Nanti pembahasan anggaran 2017 semoga bisa lolos,’’ tutupnya. (kmb35)


KLUNGKUNG

10

Senin Pon, 5 September 2016

Ayunan, Daya Tarik Pantai Malibu SEJAK dibuatnya ayunan dari kayu pada 24 Agustus 2016 lalu, Pantai Malibu Sunrise, Dusun Semaya, Desa Suana, Nusa Penida, semakin ramai dikunjungi wisatawan. Ayunan tersebut kini sering digunakan wisatawan atau warga sekitar untuk berfoto selfie. Pemandangan pantai pasir putih dan panorama sunrise membuat tempat ini wajib dikunjungi bila jalan-jalan di Nusa Penida. Pantauan Bali Post, dari pagi sampai sore sekitar 50 pengunjung yang datang untuk menikmati pemandangan di pantai pasir putih ini. Mereka didominasi pelajar SMP dan SMA dari berbagai penjuru Nusa Penida. Keberadaan jembatan di pesisir pantai ini belum banyak diketahui, mengingat Pantai Malibu lebih terkenal dengan pemandangan sunrise-nya. Pembuatan ayunan di Pantai Malibu merupakan upaya untuk mempromosikan pantai tersebut kepada masyarakat luas. STT Kanti Wiguna Dusun Semaya, Desa Suana telah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengelola dan menjaga kebersihan pantai ini. “Kami dari STT Kanti mengadakan bersih pantai dan membenahi ayunan yang miring,’’ tutur Ajustira Ney, salah satu anggota STT. I Gede Hendra Novayana yang didaulat menjadi Ketua Pokdarwis Satya Semaya mengatakan akan mengajukan legalitas agar kelompoknya diakui keberadaannya oleh pemerintah. “Kami sedang membuat proposal untuk diajukan ke Desa Suana, Kantor Camat Nusa Penida dan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Banyak hal yang bisa kami lakukan untuk memajukan pariwisata di Nusa Penida khususnya di Dusun Semaya,” ujarnya. Pokdarwis menjadi perpanjangan program Sapta Pesona yang digagas Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta untuk memajukan pariwisata di Nusa Penida. “Secara bertahap kami mengajak anggota Pokdarwis Satya Semaya untuk menggalakan sapta pesona dengan menjaga kebersihan, keamanan, keramahan, dan membangun kenangan,” jelas Hendra. (dwa)

Di Pasar Semarapura

AYUNAN - Ayunan kayu yang dibuat di Pantai Malibu menjadi daya tarik wisatawan.

Bali Post/dwa

Dikelola PDAM

Jembatan Lapuk dan Berlubang Semarapura (Bali Post) –

Rencana Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menjadikan Pasar Kota Semarapura sebagai pusat oleh-oleh di kabupaten ini berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Fasilitas yang dimiliki pasar seni tersebut belum layak, bahkan di sejumlah titik sangat mengancam keselamatan pedagang dan pengunjung. Pengunjung harus berhati-hati berjalan di pasar itu karena sejumlah jalan atau jembatan penghubung di blok utara lantai dua keropos dan berlubang. Selain itu, di beberapa titik terlihat atap yang bocor dan bangunan keropos termakan usia. Sejumlah pedagang mengakali dengan menutup lubang jembatan menggunakan papan seng, sehingga rawan bila dilalui. Saat wartawan Bali Post melakukan penelusuran, pasar yang akan menjadi pusat perbelanjaan wisata Klungkung ini memiliki beberapa titik yang berbahaya untuk dilewati. Jembatan penghubung yang kondisinya rusak parah berada di lantai dua, yakni dari blok C ke blok D dan dua jalan di blok A menuju F. Menurut pedagang sekitar, kerusakan disebabkan cucuran air hujan karena atap di atasnya jebol. Kondisi tidak layak ini membuat sejumlah pemilik kios minggat karena jembatan penghubung dari besi ini sudah tidak layak dilalui. Padahal jembatan penghubung tersebut menjadi akses satu-satunya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak dingginkan, pedagang menutupi lubang di jembatan penghubung dengan papan seng. “Tetap saja berbahaya. Pedagang di sini sudah waspada supaya tidak sampai terpeleset,” ujar salah satu pedagang, Minggu (4/9) kemarin. Dikonfirmasi terkait kondisi Pasar Semarapura, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Klungkung I Gede Kusuma Jaya mengatakan pada anggaran perubahan tahun 2016 hanya proyek pengaspalan yang disetujui. Proyek lainnya seperti renovasi pasar dan perbaikan lainnya tidak dianggarkan. (dwa)

SPAM-SWRO Rugi dan Pelayanannya Dikeluhkan Semarapura (Bali Post) – Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan teknologi Seaweter Reverse Osmosis (SWRO) di Ceningan, Nusa Penida, telah dikelola PDAM Klungkung setelah dilaksanakan serah terima 21 Juni lalu. Sayangnya, PDAM Klungkung belum bisa melakukan pemasangan sambungan baru. Kondisi ini menyebabkan kerugian tiap bulan dan dikeluhkan masyarakat sekitar yang belum mendapatkan layanan. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengakui dan merasakan sendiri keluhan terhadap lambatnya PDAM mengelola SWRO tersebut. Mengingat sudah tiga bulan diserahterimakan, PDAM belum juga ada progres dalam memberikan pelayanan. Pihaknya menerima surat terkait permohonan dibentuknya Unit Pelayanan Teknis (UPT) PDAM pada SPAM SWRO tersebut. ‘’Pembentukan UPT sebenarnya bisa dilakukan sambil jalan. Artinya, sambil memproses pembentukan UPT, PDAM dapat memberikan pelayanan pasang baru kepada masyarakat,’’ ujarnya, Minggu (4/9) kemarin.

Menurut bupati, tarif SWRO yang mencapai Rp 41 ribu per kubik tidak menjadi permasalahan masyarakat. Sebab, kualitas produksi air sama dengan air minum kemasan. Malah dengan adanya SWRO masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan air minum tanpa harus menunggu kiriman dari Klungkung daratan. “Apa sesungguhnya yang terjadi? Banyak sekali laporan, ada apa sebenarnya?” tandasnya. Selain keluhan dari masyarakat, PDAM Klungkung juga harus menanggung kerugian karena mesti membayar listrik tiap bulan Rp 6 juta. Pasalnya, mesin yang dapat memenuhi kebutuhan

air minum untuk 1.500 sambungan rumah tersebut harus dihidupkan setiap hari. Selain itu, 240 sambungan rumah mendapatkan layanan secara gratis. Bila kondisi terus dibiarkan, rencana PDAM Klungkung untuk melakukan 500 sambungan tahun ini terancam gagal dilaksanakan. PDAM Klungkung telah menetapkan tarif untuk sambungan baru pada Juni sesuai surat keputusan direksi dengan besaran biaya Rp 2,11 juta untuk pemasangan standar berjarak maksimal delapan meter dari pipa induk. Agar tidak memberatkan pelanggan baru, PDAM rencananya membagi tarif air kepada 240 sambungan rumah yang saat ini masih gratis. Setelah mencapai 500 sambungan rumah, PDAM akan membagi rata bebannya. SPAM SWRO Nusa Ceningan dibangun melalui APBN pada tahun 2013/2014 untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Desa Lembongan dan Desa Jungutbatu. Dengan kapasitas produksi 5

Bali Post/dwa

SPAM-SWRO - Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan teknologi Seaweter Reverse Osmosis (SWRO) di Ceningan, Nusa Penida. liter per detik, SPAM SWRO dapat memenuhi kebutuhan air minum untuk sekitar 1.500 sambungan rumah dengan asumsi 30 liter tiap

orang per hari. Saat ini jaringan distribusi utama sudah mencakup hampir seluruh wilayah Desa Lembongan dan Desa Jungutbatu. (dwa)

Main ”Snorkeling”

Turis Jerman Terjebak di Batu Karang 21 Jam

Semarapura (Bali Post) –

Bali Post/dwa

BERLUBANG - Jembatan penghubung di Pasar Semarapura lapuk dan berlubang sehingga berbahaya jika dilalui.

Jelang Galungan

Polisi Perketat Pengamanan Pasar dan Objek Wisata Semarapura (Bali Post) –

Polres Klungkung bersama jajarannya di Polsek meningkatkan kegiatan pengamanan di sejumlah titik, Minggu (4/9) kemarin. Pengamanan menjelang hari raya Galungan dan Kuningan ini tidak hanya dilakukan di sejumlah ruas jalan, namun juga permukiman penduduk dan tempat-tempat keramaian lainnya seperti di Pasar Galiran, pasar seni, terminal dan tempat-tempat wisata di Klungkung. Kapolres Klungkung AKBP FX Arendra Wahyudi menjelaskan kegiatan pengamanan rutin dilakukan personelnya setiap menjelang hari-hari besar keagamaan. Seperti menjelang Galungan yang jatuh pada Rabu (7/9) nanti, warga banyak melakukan aktivitas di luar rumah seperti di pasar untuk membeli keperluan kebutuhan hari raya. “Untuk itulah kegiatan patroli ditingkatkan ke tempat-tempat permukiman,” katanya. Polres Klungkung juga meningkatkan razia kendaraan bermotor roda dua dan roda empat termasuk melakukan razia di tempat hiburan malam. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti sajam, bahan peledak, narkoba, miras dan tindak kriminal lainnya. Kapolres berharap adanya kerja sama yang baik antara kepolisian dan masyarakat untuk ikut menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing. ‘’Kalau ada hal yang mencurigakan segera sampaikan ke Polres. Kami akan bertindak cepat untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tegas Arendra. Dengan adanya kerja sama yang baik antara kepolisian dan masyarakat, ia yakin Polres mampu menciptakan situasi yang aman dan damai bagi masyarakat Klungkung. (kmb)

Aktivitas snorkeling (selam permukaan atau dangkal) di perairan Manta Point di Desa Batukandik, Nusa Penida, Sabtu (3/9) siang, nyaris menelan korban. Turis Jerman bernama Sieglinde Kaspar (44) sempat terseret arus dan menghilang ketika melakukan kegiatan tersebut. Wisatawan wanita itu akhirnya ditemukan terdampar di bawah tebing dalam keadaan selamat di sekitar perairan Manta Point. Korban baru berhasil dievakuasi setelah terjebak di batu karang selama 21 jam, Minggu (4/9) kemarin. Dari informasi yang dida-

pat di lapangan, kejadian tersebut berawal ketika korban bersama 11 orang tamu lainnya berangkat menggunakan boat Wahana Gotama dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem, menuju Pantai Manta Point untuk melakukan snorkeling sekitar pukul 10.00 Wita. Setibanya di lokasi, korban bersama tamu lainnya yang didampingi dua pemandu wisata kemudian turun melakukan penyelaman. Entah bagaimana, korban yang menginap di salah satu hotel di Candidasa, Karangasem, terpisah dengan rekan-rekannya sekitar pukul 14.45. Upaya pencarian yang

dilakukan pemandu wisata dan teman-temannya tidak membuahkan hasil. Mereka kemudian melaporkan kasus ini ke petugas Polsek Nusa Penida. Empat anggota Polsek dibantu lima anggota Pol Air lalu meluncur ke TKP menggunakan boat Pol Air. Petugas yang dipimpin Kapolsek Nusa Penida Kompol Gede Arianta menemukan boat Wahana Gotama yang membawa rombongan snorkeling. Petugas juga mendapat informasi bahwa tamu yang hilang sudah ditemukan. Korban ditemukan terdampar di bawah tebing dengan kondisi selamat. Upaya penyelama-

tan yang dilakukan salah satu ABK boat Wahana Gotama belum bisa karena terkendala gelombang besar karena boat sulit merapat ke tepian. Petugas kemudian minta bantuan tim SAR yang turun sekitar pukul 18.30. Tim SAR juga kesulitan melakukan proses evakuasi korban karena gelombang yang besar. Begitu pula anggota Polsek Nusa Penida tidak berani turun kembali ke darat untuk melakukan evakuasi dari darat. Proses evakuasi korban dilanjutkan Minggu (4/9) kemarin. Tim gabungan yang terdiri atas 10 personel Polsek Nusa Penida, empat personel Pol Air, Basarnas

dibantu warga sekitar berusaha menuruni tebing terjal untuk menggapai posisi terjebaknya Kaspar. Setelah nyaris 21 jam terjebak, Kaspar akhirnya berhasil diselamatkan. Menurut Kapolsek Nusa Penida, korban bisa diselamatkan atas bantuan temannya dari Jerman. Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.30 wita dan segera dilarikan ke Puskesmas Nusa Penida I untuk mendapatkan penanganan medis. Korban hanya mengalami luka lecet pada beberapa bagian tubuh. ‘’Korban sudah diizinkan pulang ke penginapannya,” jelas Arianta. (kmb)


Senin Pon, 5 September 2016

SOSOK Polwan Tangguh

POLRES Buleleng membuat gebrakan sangat spesial. Solusinya polisi wanita dibekali kemampuan prima alias tangguh. Mereka bukan saja harus menjalani pelatihan bela diri intensif, juga menembak, menyelam, temasuk seni tari. ‘’Kemampuan ketrampilan khusus perlu bagi para polwan dalam kaitan tugas-tugas berat di masyarakat, agar dilakukan lebih optimal,’’ ujar penggagas ‘’Polwan Tangguh’’ Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si., Minggu (4/9) kemarin. Polwan, dewasa ini tak hanya perlu dibekali fisik prima semata, tetapi mereka harus mahir di berbagai bidang. ‘’Termasuk bisa menembak dengan presisi akurat,’’ tambah Sukawijaya. Untuk melatih menembak, diberikan pelatihan rutin dengan frekuensi minimal dua kali seminggu. Salah satu tugas Polwan tangguh itu, ikut mengamankan kota Singaraja. “Para polwan itu sangat mumpuni, mereka mampu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan masyarakat,” tambahnya. Ketrampilan lainnya, juga wajib memiliki kecekatan mengendarai motor dalam usaha pengurai massa (raimas). Patroli rutin tersebut dilakukan di lingkup wilayah Polres Buleleng. Raimas, ini tujuannya menekan kisruh apabila terjadi keributan massa utamanya jelang Pilkada Buleleng. “Patroli keliling dilakukan setiap akhir pekan. Masyarakat yang ramai berkunjung atau melancong, supaya menjadi lebih aman. Keamanan masyarakat di tengah keramaian penting dalam rangka menjaga stabilitas keamanan agar lebih kondusif.,” imbuhnya. (dgk)

BULELENG

11

Kurang, Kesadaran Warga Urus E-KTP

Singaraja (Bali Post) – Menyusul batas waktu perekaman data kependudukan secara elektronik hingga 30 September 2016 mendatang, pemerintah daerah terus menggenjot perekaman data kependudukan dengan jemput bola ke desa-desa. Sayangnya upaya itu masih terhambat. Alasannya, ada kecenderungan rendahnya kesadaran warga yang sudah cukup umur melakukan perekaman data kependudukannya. Saat ini di Buleleng tercatat sebanyak 118 warga yang sudah cukup umur. Anehnya mereka justru belum melakukan perekaman untuk mendapatkan e-KTP. Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Dewa Ketut Mudita seizin Kepala Dispendukcapil Putu Ayu Reike Nurhaeni belum lama ini mengatakan, sejak pemerintah pusat menginstruksikan penuntasan perekaman data kependudukan secara online, pihaknya sudah melakukan upaya perekaman di tiap-tiap kecamatan. Selain itu, layanan administrasi kependudukan secara

masal juga mulai digulirkan. Sayangnya langkah itu sepertinya belum membuahkan hasil optimal. Ditengarai kesadaran warga melakukan perekaman data kependudukan kurang. Selain itu, fakta ditemukan kebanyakan warga yang merantau di luar daerah tidak ingin meluangkan waktu pulang ke kampungnya melakukan perekaman e-KTP. “Kesadaran melakukan perekaman masih kurang. Perekaman di kecamatan dan jemput

bola ke desa-desa termasuk pelayanan secara masal belum optimal dimanfaatkan warga kita,” katanya Situasi ini diakuinya cukup mengkhawatirkan. Masalahnya, jika sampai 30 September 2016 ini perekaman data kependudukan belum tuntas, maka data-data kependudukan warga yang belum melakukan perekaman ini untuk sementara dinonaktifkan. Risikonya, jika warga mengurus e-KTP atau identitas kependudukan

daya di Undiksha, orhiba, konservasi penanaman terumbu karang, pelepasan ikan dan tukik, musik Balawan. “Kami mengenalkan secara lebih luas keindahan dimiliki Lovina. Dari awal melibatkan desa adat dan dinas menggali potensi seperti konservasi penyu. Pengelolaan ke depan jadi lebih optimal,” jelasnya dikonfirmasi, Minggu (4/9) kemarin. Lovfest juga akan diramaikan kapal yacth dari Australia dalam waktu dekat berlabuh di Pantai Lovina. Kapal yacth seperti tahun sebelumnya tinggal dalam beberapa waktu di sekitar Pantai Lovina. Panitia telah merancang panggung besar di depan Patung Dolphin. “Panggung dirancang sebagai tempat pertunjukan utama. Sedangkan dalam penanaman terumbu karang kami selipkan visi konservasi termasuk pelepasan ikan dan tukik,” tutur Nyoman Sutrisna. (kmb34)

Supriatna Ajak Warga Pahami Prinsip Dharma-Adharma

Bali Post/kmb34

BERSIH-BERSIH PANTAI – Bupati Pas mengajak warga masyarakat membersihkan sampah plastik di sepanjang Pantai Camplung Kelurahan Banyuasri, Kota Singaraja, Sabtu (3/9) lalu.

Bersih-bersih di Pantai Camplung

MASYARAKAT ramai bersih-bersih di Pantai Camplung, Banyuasri Sabtu lalu. Mereka melakukan gerakan sadar wisata dan sapta pesona bersama Bupati Putu Agus Suradnyana, S.T. Aksi bersihbersih sampah berserakan itu dilakukan di sepanjang areal pantai tersebut. Warga membawa alat-alat kebersihan seperti sapu. Sejak pagi masyarakat memungut sampah plastik, ranting po-

hon dan botol plastik bekas di atas pasir pantai. Bupati PAS menilai pantai menjadi bagian strategis dan juga ekonomis. Sejatinya pengelolaan kebersihan pantai perlu andil besar masyarakat khususnya, “Jadi gerakan sadar wisata dan sapta pesona yang dilakukan masyarakat ini saya sambut baik. Kita melakukan bersihbersih bersama memungut sampah berserakan di pantai ini,” ujarnya. Ia mengajak

semua komponen menjaga kebersihan, karena kebersihan pantai bukan tergantung orangtua saja, tetapi remaja dan anak-anak harus ikut dilibatkan. Penting hal itu sebagai edukasi dini penanggulangan sampah. “Perlu didukung kegiatan Buleleng bebas sampah plastik. Ini penting, karena kebersihan merupakan tanggungjawab kita bersama-sama,” imbuh Bupati PAS. (kmb34)

Dokar Bertahan di Tengah Kepunahan

Perlu Diberdayakan sebagai Angkutan Wisata SEKITAR tahun 1970–an silam, dokar menjadi primadona angkutan tradisional. Sejarah angkutan ini muncul ketika masa penjajahan Belanda. Sejak itu dokar berkembang pesat hingga warga lokal semakin banyak menggeluti profesi kusir dokar. Bagaimanakah eksistensi dokar dewasa ini, khususnya di tengah pesat mode angkutan modern di Kota Singaraja? Setelah masa kemerdekaan, angkutan dokar ini tetap semakin eksis saja. Namun mode transfortasi tradisional ini tidak bertahan lama, menyusul perkembangan transportasi moderen mulai menggeliat. Tidak heran, keberadaan dokar saat ini pada posisi sangat sulit, kalau enggan disebut terancam punah. Sejak kemunculannya, warga yang semangat menggeluti profesi kusir dokar dari Desa Jinangdalem dan Kampung Singaraja. Warga dari dua wilayah ini terkenal telaten pada profesinya. Untuk bisa mengoperasikan dokar sebetulnya tidak gampang. Si pemilik harus memelihara kuda pilihan. Selain itu perangkat kareta yang lazim disebut dokar. Jika membuat satu unit

dokar perlu biaya hingga belasan juta. Kusir dokar mulai ramai lalu lalang di jalanan sejak dini hari, hingga siang hari. Ada seratusan kusir dokar antre di pangkalan Jalan Diponogoro yang berada pada kawasan Pasar Anyar, Singaraja. Dari zaman dahulu tempat ini menjadi pusat perekonomian di jantung Kota Singaraja, sehingga saban hari penumpang di tempat ini ramai. Tak pelak pada masa kejayaanya, seluruh kusir dokar pun begitu mudah mencari penumpang. Sementara itu, pemerintah daerah memberikan perlindungan terhadap angkutan dokar di daerah ini. Tempat mangkal khusus dibuat pemerintah daerah hingga setiap kusir dilindungi perizinan serta diberi-

Bali Post/mud

DOKAR PUNAH - Salah satu warisan transportasi zaman penjajah Belanda adalah dokar. Keberadaan dokar ini terancam punah. Berada pada masa sulit, tidak menyurutkan semangat kusir dokar tetap bertahan dan bersaing dengan moda transportasi modern.

Di sisi lain, Mudita mengatakan ketersedian keping e-KTP di daerahnya saat ini masih terbatas. Saat ini tersisa sekitar 912 keping e-KTP. Dan jumlah ini dialokasikan untuk permohonan e-KTP antara 200 hingga 400 pemohon. Jumlah permohonan yang begitu banyak dan ketersedian keping e-KTP yang terbatas, itu membuat yang dapat dilayani hanya permohonan yang sifatnya urgen. Dia mencontohkan, permohonan urgen itu seperti untuk jaminan kesehatan dan keperluan pindah status kependudukan. Sedangkan untuk keperluan yang masih bisa ditangguhkan, Dispendukcapil mengeluarkan surat keterangan yang menyebutkan warga masih mengurus e-KTP atau identitas lainnya. (kmb38)

Sambut Galungan dan Kuningan

Lovfest, ”Hidden Beauty of Lovina”

Singaraja (Bali Post)Pesisir Lovina masih dipercaya menjadi magnet wisatawan lokal maupun mancanegara ketika para turis itu melancong ke Bali Utara. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Buleleng selalu berusaha menggenjot kunjungan ke Lovina. Salah satu caranya digelar Lovina Festival (Lovfest) pada 10-14 September 2016. Lovfest ini mengambil tema ‘’Hidden Beauty of Lovina’’, bermakna keindahan tersembunyi. Kegiatan Lovest ini akan mengakomodasi seni budaya, termasuk mendeskripsikan potensi terumbu karang yang menjadi unggulan Lovina. Kadisbudpar Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, M.M. menjelaskan Lovfest ini akan dibarengi Wonderful Indonesia dan Sail Indonesia. Penyelenggaraan pada hari pertama dilakukan bersih-bersih sapta pesona, seminar pembangunan pariwisata berbasis bu-

yang lain diwajibkan mengurus dari awal. Hal itu sudah pasti memakan waktu lama. Untuk itu pihaknya menghimbau kesempatan melakukan perekaman ini agar dimanfaatkan sebaik mungkin, sehingga seluruhnya warga melakukan perekaman data kependudukannya yang akan dijadikan dasar mengurus e-KTP atau identitas berbasis online lainnya. “Kita sudah sampaikan kalau sampai batas waktu itu berakhir, maka warga yang belum perekaman data itu akan di-nonaktif-kan. Jika mengurus e-KTP atau identitas lainnya warga harus memulai dari nol kembali. Hal ini perlu proses lama, sehingga kita sarankan jangan sampai lewat batas waktu yang sudah ditetapkan pemerintah,” tegasnya.

kan jaminan pengobatan ke rumah sakit. Nengah Bontoan kusir dokar dari Desa Jinangdalem, Minggu (4/9) kemarin menceritakan, angkutan tradisional yang digelutinya itu kini berada pada ancaman kepunahan. Ini terjadi karena penumpang sepi dan dokar kalah bersaing dengan angkutan modern. Selain itu, dewasa ini warga lebih banyak menggunakan sepeda motor bahkan mobil. Akibat situasi ini, banyak rekan seprofesinya memilih pensiun sebagai kusir dokar. Dia mencontohkan, jika dahulu kusir dokar jumlahnya ratusan orang. Tetapi kini yang masih bertahan tujuh orang saja. Kusir yang masih bertahan ini lebih banyak karena motivasi melestarikan angkutan tradisional, jangan sampai punah. Di tengah situasi sulit ini, satu hari dirinya mengaku membawa uang pulang Rp 30.000. Jika situasi penumpang ramai paling tinggi mendapat penghasilan Rp 50.000. “Karena hobi memelihara kuda dan tidak ada pekerjaan lain, meski penumpang sepi saya tetap menjadi kusir,’’ katanya. Senada diungkapkan Umar. Kusir dokar asal Kampung Singaraja ini

menyatakan dia menjadi kusir dokar sejak 1980 silam. Walau penumpang sepi dirinya tetap mangkal di lokasi yang sudah disiapkan pemerintah daerah. Ini dilakukan karena dia yakin kalau masih ada warga yang memerlukan dokar. Situasi ini tidak lepas dari tarif dokar jauh lebih murah dibandingkan angkutan modern lainnya. Meski ada keyakinan dokar akan bisa bertahan, tetapi beberapa tahun ke depan tidak menutup kemungkinan kalau dokar benar-benar punah. Ini karena minat generasi penerus tidak ada yang tertarik menggeluti profesi kusir dokar ini. “Sebenarnya masih ada peluang bertahan, namun sekarang kusir sudah berusia lanjut. Tidak ada penerus yang melanjutkan, sehingga ancaman kepunahan tetap membayangi,” jelasnya. Ditanya apakah ada atensi dari pemerintah daerah? Umar dan Bontoan menilai pemerintah daerah beberapa tahun sebelumnya sudah memberi perhatian dokar dan kusirnya. Aturan perizinan untuk melindungi angkutan tradisional ini tetap ada dari kebijakan era pemerintahan sebelumnya. Bahkan kala itu kusir dokar

ditanggung asuransi kesehatan pihak pemerintah daerah. Era sekarang ini keduanya berharap transportasi dokar yang menjadi warisan masa penjajahan Belanda ini, tetap lestari. Apalagi, perkembangan pengunjung ke Pasar Anyar belakangan ini mulai ramai didatangi wisatawan mancanegara (wisman), sehingga dokar memiliki peluang dikelola menjadi angkutan wisata. “Dulu kami diperhatian. Semoga sekarang ini pemerintah tetap memberi atensi kami, sehingga ancaman kepunahan ini bisa dicegah. Apalagi turis mulai ramai berkunjung ke pasar, sehingga bisa saja kami diberdayakan untuk angkutan wisata,” imbuh Umar sembari diiyakan Bontoan. (mud)

HARI raya Galungan dan Kuningan ini merupakan salah satu hari besar yang selalu dirayakan sangat istimewa krama Hindu di Bali. Hari raya yang tiba setiap enam bulan sekali ini membuat krama Bali menggelar persembahyangan di sanggah/merajan ke pura sad karyangan, pura dadia, pura desa, dll. Berbagai tradisi yang berkaitan perayaan juga tetap dijaga kelestariannya. Seperti ngelawar daging babi, ayam dan tradisi unik lainnya. Tak pelak hari raya peringatan kemenangan dharma melawan adharma itu dijadikan momentum menjaga tali kasih persaudaraan antara sesama umat Hindu dalam mewujudkan kedamaian di dunia. Ketua DPRD Buleleng Gede Surpiatna saat ditemui di Singaraja, Minggu (4/9) kemarin, mengatakan nilai- nilai Galungan dan Kuningan begitu penting dimaknai dan diaplikasikan dalam kehidupan nyata sehari hari. Dia mengajak segenap umat Hindu di Bali Utara meningkatkan kekerabatan, pesebayaan, dengan menjadikan hari besar ini sebagai tolak ukur menjalani roda kehidupan lebih baik penuh empati, melalui swadharma masing-masing. Makna kemenangan dharma melawan adharma ini tidak saja menjadi selogan semata, tetapi bisa dijadikan kesempatan melakukan introspeksi diri sehingga tidak terjebak, apalagi terjerumus pada tindakan yang bersifat negatif. “Kita semua sudah mengetahui kalau Galungan dan Kuningan ini merupakan hari peringatan kemenang dharma melawan adharma. Makna penting ini tidak saja menjadi sekadar wacana di bibir, tetapi bagaimana setiap datangnya hari suci ini kita

bersama-sama melakukan instrospeksi diri dan tidak terjerumus pada hal-hal negatif,” katanya. Politisi asal Desa Tejakula ini menambahkan, Buleleng lima bulan ke depan akan melaksanakan hajatan demokrasi pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada). Hajatan politik di tingkat daerah ini tentu saja berpotensi membuat stabilitas kamtibmas di daerah terganggu. Untuk itu, Supriatna mengajak semua pihak melalui perayaan Galungan dan Kuningan tahun ini warga dapat mengedepankan konsep manyamabraya (persatuan-red). Tidak mudah di-adudomba, apalagi terprovokasi untuk kepentingan kelompok tertentu. Jika godaan itu bisa diatasi oleh seluruh elemen masyarakat, pihaknya meyakini situasi di daerah ini akan tetap kondusif dan masyarakat bisa menjalankan swadharma-nya dengan baik. “Bagaimanapun perhelatan politik sangat mungkin memengaruhi kondusivitas di daerah. Nah jangan sampai kita tergoda upaya adudomba atau bahkan provokasi. Maka melalui momen Galungan dan Kuningan ini kita bersama mengedepankan penyamebrayaan, sehingga situasi di daerah ini tetap kondusif dan kita bisa menjalankan swadharma masing-masing,” imbuhnya. Di sisi lain, Supriatna yang juga menjabat Bendahara DPC PDI Perjuangan Buleleng ini secara pribadi dan atas nama pimpinan DPRD bersama Sekretariat Dewan (Sekwan) mengucapkan “Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan”. Semoga segenap masyarakat Buleleng mendapat sinar suci, kerahayuan dan kerahajengan, Satyam Eva Jayate. (ad127)

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna.


JEMBRANA

12

Senin Pon, 5 September 2016

Atasi Kekroditan Lalin

Polantas Pasang ”Water Barrier” di Pasar Pergung Negara (Bali Post) – Pasar musiman yang muncul menjelang hari raya Galungan dan Kuningan di Lapangan Pergung, Kecamatan Mendoyo menjadi perhatian Satlantas Polres Jembrana. Terbukti, petugas memasang water barrier di sepanjang jalur tersebut guna mengatasi kekroditan lalu lintas. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Adi Sulistyo Utomo, Minggu (4/9) kemarin mengungkapkan untuk mengatur arus lalu lintas di depan Kantor Camat Mendoyo itu, pihaknya menerjunkan sejumlah anggota, baik itu dari Polres maupun Polsek Mendoyo. Berbeda dibanding pelaksanaan tahun-

tahun sebelumnya, di pinggir jalan di sepanjang jalan tersebut dipasang barrier. Menurutnya, fungsi dari pemasangan barrier ini guna menghadang kendaraan yang hendak parkir di pinggir jalan. Begitu juga tidak memperbolehkan pedagang berjualan di luar areal pasar. “Kami sengaja pasang (barrier, red) untuk antisipasi agar arus lalin lancar. Dari evaluasi, kemacetan terjadi karena masyarakat tumpah ruah hingga ke pinggir jalan,” ujar perwira asal Solo ini. Para pengunjung pasar bisa datang tanpa parkir di sepanjang jalan tersebut. Selain mempersempit jalan juga menyebabkan jalur utama itu

Bali Post/olo

PASANG BARRIER – Sejumlah water barrier dipasang di sepanjang jalan di depan Kantor Kecamatan dan Lapangan Pergung untuk menghindari padatnya kendaraan yang melintas.

krodit. Ditambah lagi kepadatan di Pasar Tegalcangkring, baik siang maupun malam hari. Menurutnya, untuk kantong-kantong parkir juga sudah disediakan tetapi tidak di pinggir jalan. Sementara itu, I Nengah Ridja, selaku penanggung jawab penyelenggara pasar malam Pergung mengatakan lokasi yang berada di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk diakui seringkali membuat lalu lintas agak tersendat. “Itu konsekuensinya, tapi kami berupaya berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar sepanjang jalan tersebut steril tidak ada parkir,” terang Ridja. Pihak penyelenggara juga telah menyediakan sejumlah lokasi parkir di permukiman penduduk. Pasar musiman ini diharapkan juga menjadi ruang bagi para UKM/UMKM di Jembrana, khususnya unjuk gigi ikut memasarkan produk mereka. Namun, harus diakui memang masih lebih banyak warga dari luar Bali yang berjualan. Pasar ini berlangsung musiman dalam setahun dua kali atau ketika hari raya Galungan dan Kuningan. Pasar ini pun sering menjadi objek kunjungan masyarakat sejak puluhan tahun. (kmb26)

Sering Dilalui Truk Bermuatan Berat

Jalan Menuju Pantai Pekutatan Rusak

Negara (Bali Post) Akibat sering dilalui truk bermuatan berat, jalan menuju Pantai Pekutatan, tepatnya di pinggir GOR rusak parah. Kerusakan jalan yang berstatus milik kabupaten ini sejatinya sudah lama terjadi. Namun, justru jalan lain yang rusak belakangan lebih dulu diperbaiki. Menurut warga setempat, jalan tersebut sudah rusak sejak tiga tahun lalu. Lantaran belum ada perbaikan hingga sekarang, lubang jalan semakin meluas bahkan muncul kerikil dan pasir berserakan. Kondisi ini sangat membahayakan pengendara kendaraan bermotor. Apalagi, pada jam sibuk seperti siswa masuk dan sekolah. Dikatakan, kerusakan ini dipicu truk-truk pengangkut pasir laut yang melintasi jalan tersebut. Meski truk pengangkut pasir laut sudah mulai jarang terlihat, namun ada truk yang melintas membawa hasil panen. Batas tonase jalan tersebut tidak sebanding dengan berat kendaraan yang melintas. Ditambah lagi dengan kondisi

tanah yang labil. “Dulu sering dilalui truk pasir. Lubang jalan itu awalnya kecil. Sekarang sudah meluas,” terang salah seorang warga. Mereka berharap agar jalan itu segera diperbaiki. Sementara, Perbekel Pekutatan, Gede Silagunada saat dikonfirmasi, Minggu (4/9) kemarin mengatakan salah satu ruas jalan di desanya yang rusak itu diduga

akibat dilintasi truk melebihi tonase. Diakui, dulunya ramai dilalui truk pasir laut. Namun, truk itu (pengangkut pasir laut-red) kini sudah tidak ada. Status jalan itu memang milik kabupaten. Dari sejumlah ruas jalan kabupaten yang rusak di wilayahnya, hanya jalan ini yang belum diperbaiki. (kmb26)

Bali Post/olo

RUSAK PARAH – Jalan menuju pantai Pekutatan kondisinya rusak parah. Hingga bertahun-tahun rusak, namun belum juga diperbaiki sampai sekarang.

PERSAWAHAN – Areal persawahan di Subak Sawe yang masih hingga kini bertahan.

Bali Post/olo

Lahan Pertanian di Kota Negara

Tiap Tahun Menyusut, Pemerintah Diminta Terapkan Kebijakan Lebih Keras Negara (Bali Post) Pertanian di Jembrana menghadapi permasalahan yang pelik dan mengancam eksistensi mereka. Bukan hanya kurangnya ketersediaan air, tetapi juga imingiming alih fungsi lahan, khususnya di pinggiran Kota Negara. Lahan pertanian di tempat ini setiap tahun mengalami penyusutan. Guna mencegah ahli fungsi lahan lebih luas, pemerintah diminta untuk menerapkan kebijakan lebih keras. Tak hanya itu, para petani juga dituntut untuk menghasilkan kuantitas produksi padi dan hasil yang berkualitas. Selama kurun waktu 20 tahun terakhir, para petani di subak di Kecamatan Jembrana mulai merasakan derasnya penyusutan lahan tanam padi. Seperti di Subak Sawe, di tahun 1980-an memiliki luas hampir 100 hektar kini sudah berkurang sekitar 75 hektar. Itupun kini juga masih menjadi incaran investor untuk alih fungsi lahan. Berada di ketinggian dengan pemandangan pegunungan dan pusat kota Negara, menjadi daya tarik lokasi ini. “Sekarang pun banyak yang ingin alih fungsi. Kami tidak bisa menahan keinginan pemilik tanah. Sebagian besar di sini adalah petani penggarap,” ujar Putu Suwinda, Klian Subak Sawe ditemui belum lama ini. Vila dan tanah kaveling kini mudah ditemui di utara

GOR Krisna Jvara tersebut. Menurutnya, sejak adanya Perda Pertanian, alih fungsi lahan sedikit susah. Pihaknya berharap ada kebijakan yang lebih keras dari pemerintah, untuk mempertahankan lahan pertanian ini. Kondisi lebih ekstrem dirasakan para petani di Subak Tegalatang. Sejak dijadikan civic center (pusat pemerintahan) sebagian, luas areal subak menyusut drastis. Lahan menyusut sebagai dampak berdirinya kantor pemerintahan. Untuk itu, selain permukiman, lahan pertanian tersebut juga terganti oleh bangunan sarana pendukung pemerintahan lainnya. Klian Subak Tegalantang, Nyoman Parna, menyebutkan subaknya kini hanya memiliki luasan lahan sekitar 30 hektar. Parna yang sudah puluhan tahun menjadi petani ini mengaku masih ingat sebelum ada pembukaan lahan tahun 1970-an, luas lahan masih mencapai 100

hektar. Setiap tahun terus. “Sekarang hanya tersisa 30 hektar. Yang paling banyak beralih fungsi yakni di belakang Kantor Bupati. Kami ingin supaya sawahnya tetap ada,” terang Parna. Pihaknya (subak-red) memang tidak menerapkan awig khusus untuk melarang alih fungsi itu. Petani pun menyadari semakin banyak penduduk, maka berdampak pula pada perluasan permukiman. Namun, kendati luasan sawah subak sedikit, mereka berharap ada dukungan dari pemerintah maupun pihak pengembang supaya tetap mempertahankan pertanian dengan jaminan saluran irigasi tetap dialiri air. Parna bersama petani lainnya juga berharap ada kebijakan penyetopan penjualan lahan pertanian untuk alih fungsi. Subak tidak melarang pemilik tanah menjual, asalkan tetap untuk lahan pertanian, bukan berganti ban-

gunan beton. Di Subak Mertasari yang sudah dikepung permukiman penduduk, justru memiliki kiat khusus untuk mempertahankan keberlangsungan subak di sana. Salah satunya, dengan menerapkan aturan dan menetapkan luas batasan subak adalah 50 hektar. Hal itu merupakan upaya subak untuk mempertahankan areal sawah. “Wilayah subak kami sudah telanjur semrawut. Permukiman di antara areal sawah. Dan dari pemerintah juga ada izin untuk membangun. Itu masalahnya,” terang Klian Subak Mertasari, Nengah Sumani (56). Sumani yang sudah puluhan tahun bertani ini menjelaskan belakangan ini untuk membangun di lahan persawahan itu sudah sedikit dipersulit. Sehingga lahan Subak Mertasari yang ada saat ini, masih tersisa sekitar 95 hektar. “Kalau kami tidak menentukan itu (batasan luas subak 50 hektar), apa yang diberikan untuk anak cucu kita?” terangnya. Apalagi kondisi lahan di Mertasari memang sudah banyak permukiman di antara persawahan. (kmb26)


KARANGASEM

Senin Pon, 5 September 2016

Belum Diketahui, Identitas ”Guide” Pemeras Pendaki

Amlapura (Bali Post) – Identitas oknum guide atau pramuwisata yang diduga memeras wisman pendaki Gunung Agung, hingga kini belum diketahui. Terkait hal itu, contact person (CP) wisman yang mengaku diperas itu ke Kantor Disbudpar Karangasem. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Karangasem Wayan Purna mengatakan hal itu ketika dihubungi, Minggu (4/9) kemarin. Menurut Purna, pihaknya sempat menggelar pertemuan khusus di Selat dengan mengundang pihak Kecamatan Selat, Kepolisian dan TNI serta Ketua Pokdarwis terkait surat Mikael More, wisatwan asal Australia yang menulis surat pembaca di Bali Post yang mengaku diperas. Namun CP Mikael More yakni Gung Bawa belum bisa hadir. Dia menelepon Kadisbudpar dan mengaku masih ada acara. Purna menegaskan, pihaknya menindaklanjuti perintah Wabup Karangasem Wayan Artha Dipa guna menelusuri informasi dari Mikael More yang mengaku diperas. Inti suratnya, dia selama ini mengetahui orang Bali ramah, santun dan menjunjung nilai kejujuran. Namun apa yang dia alami saat mendaki Gunung Agung beberapa waktu lalu, sungguh mengecewakannya. Di mana yang mengantarnya, yakni Wy dan Mr. Kt, disebut-sebut melakukan pemerasan. Wisatawan itu mengaku perlakuan guide itu juga membahayakan keselamatannya karena diajak ke rute pendakian yang sangat membahayakan. Mikael minta tak ada lagi pendaki mengalami kejadian seperti dirinya, dan jika kondisi itu tidak diperbaiki bisa merusak citra Bali secara keseluruhan. Lebih lanjut, Purna mengatakan, ada tiga jalur pendakian ke Gunung Agung, yakni jalur Besakih, jalur Pura

Pasar Agung Sebudi dan jalur Yeh Kori. Baru dua jalur yang dikaji yakni jalur Besakih dan Pasar Agung Sebudi, sesuai Perda yang termasuk jalur trekking. ”Memang keduanya sudah dikaji sebagai jalur trekking, namun belum resmi diakui Pemkab Karangasem. Karena belum diakui, retribusi pajak hiburan atau wisata belum dipungut Pemkab. Namun kami sudah membentuk kelompok sadar wisata di jalur trekking Besakih dan Pasar Agung Sebudi,” paparnya. Di lain pihak Koordinator Guide Pendaki Jalur Besakih Komang Kayun mengatakan, anggotanya terdaftar 62 orang. Pramuwisata pendaki Gunung Agung itu meliputi 30 orang pramuwisata untuk pendaki asing dan 32 orang untuk pendaki wisatawan nusantara. Ditegaskan, tidak ada anggotanya yang mengantar turis asal Australia tersebut pada 26 Agustus lalu. “Saya menjamin anggota kami dari Besakih bukan pelakunya, karena pada 26 Agustus itu yang naik tak ada berinisial Wy dan Mr. Kt, seperti disebutkan dalam surat pembaca Mikael More. Yang ada, inisial Pt dan Gd. Dari jalur Besakih, pendakian ke Gunung Agung juga tak ada jalur membahayakan. Saya sendiri pramuwisata pendakian jalur itu,” katanya. Kayun menambahkan, asosiasi guide pendaki yang dikoordinasinya sudah memiliki AD/ART. Asosiasi guide pendaki Gunung Agung dari jalur Besakih dibentuk tahun 2000. Selama ini tak pernah ada masalah. Di AD/ART asosiasi guide jalur Besakih, tambahnya, ada aturannya. Barang siapa yang melanggar AD/ART langsung kena hukuman. “Hukuman terberat langsung dikeluarkan dari keanggotaan ditambah kalau menyangkut tindak pidana bakal diserahkan kasusnya kepada pihak berwenang,” tegasnya. (013)

Hibah Miliaran Rupiah Tak Bisa Dicairkan

Dinas Pertanian Rp 4 Miliar, Dinas Peternakan Rp 2 Miliar

13 Masalah Sekretariat

KNPI Bantah Gusur LVRI

Bali Post/kmb31

JAKET KESELAMATAN - Kapolres saat menyerahkan jaket keselamatan kepada nelayan.

Tangkal Terorisme

Polisi Waspadai Jalur Tikus

Amlapura (Bali Post) -

Polisi terus memperingatkan masyarakat terhadap bahaya narkoba dan terorisme di Karangasem. Mengingat posisi Karangasem sebagai pintu masuk Bali dari timur, kondisi ini mewajibkan pihak kepolisian melakukan penjagaan ekstraketat. Selain Pelabuhan Padangbai, polisi juga mewaspadai jalur-jalur tikus yang bisa dimanfaatkan untuk menyusup. Upaya menjaga ketat jalur tikus ini terungkap saat polisi, TNI dan Pemkab turun ke Kecamatan Manggis melakukan pendekatan dengan nelayan setempat, belum lama ini. Kapolsek Manggis Kompol Dewa Gede Ngurah mengatakan, Kecamatan Manggis menjadi wilayah dengan garis pantai dengan sembilan jalur tikus yang perlu diwaspadai. Ini menjadi salah satu fokus untuk menjaga keamanan wilayah Karangasem. Kasat Intel Polres Karangasem menambahkan, peran nelayan sangat penting bila ada pendatang yang masuk melalui jalur tikus. “Kalau tidak masuk melalui jalur yang tidak semestinya, harus segera ditanya identitasnya,” katanya. Sementara itu, Kapolres Karangasem AKBP Sugeng Sudarso menegaskan, radikalisme dan terorisme bertujuan memecah belah bangsa. Terlebih ada pendatang yang masuk melalui pelabuhan atau jalur tikus tentu wajib

dicurigai dan dicek identitasnya. Selain itu, segera laporkan kepada Babinkamtibmas atau Babinsa. Bisa juga ke kantor polisi terdekat mengingat Bali sebagai etalase Indonesia. Bila terjadi gangguan keamanan, gaungnya bisa sampai ke mancanegara dan sangat potensial mengganggu kunjungan wisatawan ke Bali. “Harus bersamasama menjaga Bali dari ancaman radikalisme, terorisme dan peredaran narkoba,” tegasnya. Kepala Kesbanglinmas Ida Bagus Suastika menegaskan, pemerintah daerah menyatakan perang terhadap narkoba dan berupaya keras menangkal terorisme dan radikalisme. Adanya kelompok nelayan cukup membantu memberikan informasi tentang terjadinya gangguan

Amlapura (Bali Post) – Tahun ini,- hibah atau bantuan sosial (bansos) di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Pemkab Karangasem yang tidak bisa dicairkan atau digunakan sebesar Rp 4 miliar. Sementara nasib anggaran serupa di Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan mencapai sekitar Rp 2 miliar. Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa mengatakan hal itu, belum lama ini. Menurut Artha Dipa, anggaran serupa juga ada di SKPD lainnya. Dana Hibah atau bansos yang tak bisa dicairkan itu, bukan kesalahan pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bersangkutan. Namun pimpinan SKPD tak berani mencairkan karena terbentur ketentuan UU Nomor 23 Tahun 2015. Sesuai UU itu, anggaran hibah atau bansos yang sudah dialokasikan sebelumnya, ternyata tak bisa digelontorkan untuk lembaga yang tak memiliki badan hukum Indonesia. Padahal oleh SKPD, sebelumnya dana itu sudah dialokasikan. “Karena banyak anggaran yang tak bisa digunakan, menyebabkan serapan APBD Karangasem sampai triwulan kedua tahun ini terkesan lambat. Itu menyebabkan dana alokasi umum (DAU) untuk Karangasem ditunda atau dipangkas pusat sampai Rp 53 miliar pada sisa tahun anggaran ini,” kata Artha

Dipa memaparkan Padahal kata Artha Dipa, dana dari sumber dana alokasi khusus (DAK) pola hibah itu di sektor pertanian dalam arti luas itu sangat diperlukan dalam rangka membantu petani. Di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, misalnya, anggaran dipakai untuk kepentingan petani dalam bentuk belanja modal membeli bibit, subsidi pupuk atau keperluan lainnya. Sementara di Dinas Peternakan, dana hibah atau bansos Rp 2 miliar dipakai pembelian bantuan bibit sapi untuk kelompok ternak. “Petani kita di Karangasem mencapai 54 persen dari total jumlah penduduk. Kalau dana bansos hibah pola DAK itu tak bisa dicairkan, petani yang rugi,” katanya menyesalkan. Terkait janjinya saat kampanye, Pilbup akan memerintahkan para penyuluh membuat demontrasi plot (denplot), Artha Dipa mengaku sudah direncanakan untuk dilaksanakan. Penyuluh pertanian lapangan (PPL) dirancang membuat denplot, guna meyakinkan petani bahwa ilmu dan penerapan teknologi yang disosialisasikan memang terbukti bisa dicoba dan berhasil dikembangkan para PPL. “PPL memang harus 10 kali langkah ke depan memiliki teknologi tepat guna. PPL mesti 10 langkah lebih mampu dari para petani. Jangan sebaliknya, petani lebih pintar dari PPL,” tegasnya. (013)

Amlapura (Bali Post) Sempat reda dua bulan terakhir, demam berdarah kembali merebak di Karangasem. Sejumlah warga kembali menjadi korban dan terpaksa menjalani rawat inap di rumah sakit. Pemerintah daerah pun segera merespons sesuai mekanisme, dengan segera melakukan fogging. Demam berdarah diketahui kembali merebak di Kecamatan Karangasem. Warga di sejumlah desa, seperti Desa Bungaya, Asak, Timbrah dan Perasi harus dirawat inap. Warga mengira mereka terserang virus Zika yang saat ini sedang menjadi sorotan pemerintah pusat. Sebab penular dan gejalanya hampir sama. Seperti yang nampak, Sabtu (3/9) pagi sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan Karangasem melakukan fogging di Desa Timbrah dan sekitarnya. “Laporan dari rumah sakit dan puskesmas, di sini laporan kasus demam berdarah cukup banyak. Oleh karena itu perlu segera dilakukan fogging agar tidak makin meluas,” kata salah satu petugas fogging, Wayan Sudana. Dia menambahkan, di

kecamatan lain juga ada laporan demam berdarah, tapi tidak sebanyak di Kecamatan Karangasem. Sebenarnya kasus demam berdarah sendiri sudah mulai turun sejak dua bulan lalu. Namun belakangan pasien demam berdarah yang berobat di RSUD Karangasem, Rumah Sakit BaliMed dan sejumlah puskesmas dikatakan mulai meningkat lagi. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Karangasem I Gusti Made Tirtayana mengatakan, angka kasus demam berdarah memang sudah menurun sejak dua bulan lalu. Adapun aktivitas fogging pada sejumlah desa, itu menjadi tupoksi dari mekanisme yang diterapkan pada Dinas Kesehatan. Sejauh ini, kata dia, tidak ada lonjakan siginifikan dari kasus demam berdarah. Namun, dia belum bisa menyampaikan berapa detail angkanya dalam beberapa pekan terakhir. “Setiap laporan dari rumah sakit kami langsung cek ke lokasi. Bila ditemukan jentik dan korbannya makin banyak, maka kami langsung lakukan fogging seperti yang dilakukan di

Amlapura (Bali Post)Ulah truk galian C kembali merenggut korban jiwa, Minggu (4/9) kemarin. Seorang mahasiswa, I Kadek Apri Diantara, tewas tergilas truk setelah sebelumnya diterjang dari arah berlawanan di jalan rawan lakalantas di Bukit Sanghyang Ambu, Desa Bugbug. Korban asal Banjar Mimba, Padangbai ini tak bisa menghindar, ketika jalurnya dihadang truk penuh muatan pasir tersebut. Dihubungi paskejadian, Kasat Lantas Polres Karangasem AKP I Made Subadi

m e m b e narkan peristiwa tersebut. Peristiwa nahas bagi korban terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu korban melintas dari arah Denpasar menuju Amlapura. Saat tiba di lokasi kejadian, tepatnya 15 meter dari tikungan maut Bukit Sanghyang Ambu, tiba-tiba dari arah berlawanan atau dari arah timur, datang sebuah truk bermuatan penuh material galian C. Truk yang dikendarai oleh I Ketut AR tersebut, rupanya mengambil haluan terlalu ke kanan. Tidak jelas apa yang terjadi pada truk tersebut. Na-

mun korban yang datang dari arah berlawanan kaget dan berusaha menghindar. Truk yang kehilangan kendali langsung menghantam motor korban. Tragisnya, usai korban terjatuh, dia langsung terlindas roda depan bagian kanan truk hingga korban tewas di tempat. Pengguna jalan lain yang mengetahui kejadian tersebut sempat berhenti dan berupaya menolong korban. Namun nyawa korban tak tertolong lagi setelah terlindas roda truk. Warga lantas menghubungi keluarga korban. Sedangkan pengemudi

truk bernomor polisi DK 9420 HC itu langsung diamankan oleh anggota Sat Lantas Polres Karangasem ke Mapolres Karangasem. Selain untuk kepentingan pemeriksaan, dia harus segera diamankan untuk menghindari amukan warga dari keluarga korban. Belum diketahui apa yang terjadi pada sopir asal Tabanan ini dan truknya, sehingga menyebabkan keluar jalur dan melintas di kanan jalan. “Sopirnya masih kami periksa,” kata Kasat Lantas AKP Made Subadi. (kmb31)

kamtibmas di laut dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Sehingga pemerintah daerah bersama petugas keamanan dapat mengambil langkah-langkah untuk menjaga wilayah Karangasem agar tetap aman. Jalur tikus menurutnya harus menjadi salah satu fokus peningkatan pengamanan. Guna meningkatkan peran nelayan, pihak kepolisian juga menyerahkan jaket keselamatan saat berada di tengah laut kepada tiga kelompok nelayan. Kedatangan jajaran kepolisian dan TNI di bawah pimpinan Dandim 1623/Karangasem disambut baik tokoh masyarakat, kepala desa, klian adat seKecamatan Manggis dan kelompok nelayan yang ada di Kecamatan Manggis. (kmb31)

Amlapura (Bali Post) Pengurus DPD KNPI Karangasem mendatangi Kediaman Ketua LVRI Karangasem I Made Oka di Desa Peladung, Karangasem, Minggu (4/9) kemarin. Kedatangan mereka untuk meluruskan masalah sekretariat yang dipersoalkan Pengurus LVRI Karangasem saat mengadu kepada Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa, belum lama ini. DPD KNPI Karangasem menyatakan, induk lembaga kepemudaan ini tak pernah menggusur keberadaan pengurus LVRI dari sekretariat bersama di Gedung Pemuda. Ketua DPD KNPI Karangasem I Gusti Putu Parwata mengatakan, sejak pengurus DPD KNPI Karangasem dilantik, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Tujuannya agar organisasi yang menggunakan Gedung Pemuda sebagai sekretariat seperti LVRI, KNPI dan Pramuka Kwarcab Karangasem bisa berbagi ruangan. Dia sejak awal juga sudah mewanti-wanti pihak Disdikpora agar menyampaikannya dengan baik kepada organisasi lain. “Jadi, kami sama sekali tidak ada maksud menggusur. Ini mohon diluruskan,” kata Parwata. Ketua KNPI yang akrab dipanggil Gus Par ini tak ingin ada perselisihan. Malah seharusnya sesa ma organisasi bisa saling mendukung. KNPI bahkan sudah memikirkan bagaimana kedua lembaga ini bisa menjalin kerja sama untuk membangun mental generasi muda yang lebih baik. KNPI dalam proses rapat kerja sedang memikirkan agar sama-sama punya kantor sekretariat sendiri. Selain itu juga sedang dikaji untuk usulan pembuatan Taman Pahlawan. Ketua LVRI Karangasem I Made Oka mengaku menyayangkan masalah sekretariat menjadi besar seperti ini. Jika Disdikpora bisa menjembatani komunikasi antarorganisasi (KNPI, LVRI dan Pramuka) untuk

berbagi ruangan, sebelum berkirim surat memberikan keputusan mungkin persoalan ini tak akan terjadi. Sebab aset Gedung Pemuda menjadi tanggung jawab Disdikpora. Dia meminta maaf, kalau ada statemen anggota LVRI yang kebablasan dan membuat pihak KNPI tak nyaman. LVRI sebagai organisasi pejuang sudah diberikan tempat di Gedung Pemuda, menurutnya sudah sangat bersyukur. Namun, karena KNPI organisasi kepemudaan yang besar, pasti butuh banyak fasilitas di gedung tersebut. Oleh karena itu, Made Oka berharap ada aset gedung lain milik pemerintah daerah bisa dimanfaatkan untuk Sekretariat LVRI. “Ini hanya miskomunikasi. Mohon maaf kalau ada anggota kami yang bicara kebablasan,” katanya. Sekretaris DPD KNPI Karangasem I Gusti Ngurah Setiawan menambahkan, KNPI sudah merancang sinergi dengan LVRI dalam beberapa kegiatan kepemudaan. Kedua organisasi ibarat bapak dan anak ini ke depan harus berkolaborasi memerangi ancaman nyata yang dihadapi pemuda, seperti narkoba dan gerakan radikalisme. Oleh karena itu, dukungan LVRI untuk menebar semangat juangnya kepada generasi muda sangat diperlukan. Made Oka mengaku sangat mengapresiasi apa yang sedang dirancang KNPI. “Semoga ini menjadi awal yang baik untuk membangun generasi muda berkualitas di Karangasem,” kata Made Oka menanggapi program KNPI. Saat ini jumlah veteran di Karangasem sebanyak 57 orang. Sedangkan janda dan duda dari LVRI mencapai 98 orang. Saat ini Made Oka mengaku sedang berupaya mendata para veteran lain di Karangasem, khususnya veteran anumerta yang masih banyak belum terdata. Dia berharap KNPI bisa membantunya memperjuangkan nasib para veteran agar mereka setidaknya bisa hidup layak. (kmb31)

Demam Berdarah Kembali Merebak

Mahasiswa Tewas Tergilas Truk Galian C

Timbrah,” ujarnya. Tirtayana menegaskan, aktivitas fogging ini tak ada kaitannya dengan virus Zika. Virus serupa yang ditularkan oleh nyamuk tersebut sampai saat ini tidak ada ditemukan di Karangasem. Meski demikian, Tirtayana tetap meminta warga selalu menjaga kebersihan lingkungan dan mengintensifkan kegiatan gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan. (kmb31)

Bali Post/kmb31

BERDIALOG - Pengurus KNPI dan Ketua LVRI usai berdialog mengenai sinergi KNPI dengan LVRI untuk membangun generasi pemuda.


14 ABT untuk Sawah Tadah Hujan

Petani Terbentur Biaya dan Izin

Tabanan (Bali Post) – Kabupaten Tabanan memiliki lahan sawah seluas 41 ribu hektar. Pada musim kemarau tidak semua lahan tersebut bisa ditanami terutama sawah tadah hujan yang paling banyak terdapat di daerah Selemadeg Raya. Bali Post/kmb24 Kekurangan air ini I Gusti Nyoman sebenarnya bisa diIndrayana atasi dengan pemakaian air bawah tanah. Hanya, petani terbentur masalah operasional dan izin penggunaan ABT yang sudah diambil alih provinsi. Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Tabanan I Gusti Nyoman Indrayana, Minggu (4/9) kemarin, mengatakan sudah ada yang melakukan penelitian mengenai sumber ABT di daerah Selemadeg Raya dan berpotensi. Akan tetapi, tidak semua petani di daerah tersebut mampu mengambil air dari bawah tanah. Kendalanya ada pada mesin penarik air yang beroperasi sekitar 12 jam dan dalam dua jam memerlukan satu liter solar. Artinya, satu mesin penarik air memerlukan enam liter sehari. Sementara untuk bisa mengairi sawahnya, petani tentu memerlukan lebih dari satu mesin penarik air. ‘’Pemerintah bisa memberikan bantuan mesin penarik air. Namun, saat pengoperasiannya diserahkan kepada petani biasanya mandek karena terbentur dana,’’ ujarnya. Hingga saat ini sawah tadah hujan di Selemadeg Raya belum ditemukan solusinya selain menggunakan air bawah tanah. Jika dimasukkan dalam program dam parit, persyaratan sumber air permukaan tidak memenuhi. ‘’Sawah tadah hujan kebanyakan tidak punya sumber air sehingga tidak bisa diterapkan pembangunan dam parit,’’ tutur Indrayana. Ia menyayangkan hal itu terlebih lahan pertanian di Selemadeg Raya termasuk yang paling luas di Tabanan, namun tidak bisa dimaksimalkan dalam mencapai target tanam karena kekurangan air saat musim kemarau. (kmb24)

Tabrakan dengan Bus

Sopir ’’Pick-Up’’ Tewas

Tabanan (Bali Post) Jalur Denpasar-Gilimanuk kembali memakan korban. Di Banjar Dinas Kutuh, Desa Lalanglinggah, Selemadeg Barat, terjadi tabrakan antara bus Merc Benz Lorena dan pick-up, Sabtu (3/9). Sopir pick-up I Made Gede Wirawan tewas tergencet badan bus dan mobil yang dikendarainya. Sopir bus bernama Jonher melarikan diri dan sampai saat ini belum ditemukan. Dari informasi yang dihimpun, laka lantas tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 Wita. Sebelum kejadian, bus bernomor polisi B 7996 IZ yang berangkat dari Jakarta datang dari arah barat menuju Denpasar. Setibanya di lokasi kejadian tepatnya di jalur tikungan landai ke kiri, bus yang membawa muatan 30 orang penumpang hendak menyalip truk di depannya. Dari arah berlawanan tiba-tiba datang pick-up DK 9713 WP yang dikemudikan I Made Gede Wirawan asal Desa Pengeragoan, Pekutatan, Jembrana. Oleh karena jaraknya cukup dekat, tabrakan tidak bisa dihindari. Kerasnya benturan mengakibatkan Wirawan tewas di tempat. Menurut keterangan sejumlah saksi, sopir bus tidak dalam kondisi mengantuk, namun kurang hati-hati saat hendak menyalip. Kanit Laka Polres Tabanan IPDA I Made Sukiarta seizin Kasatlantas Polres AKP I Gede Eka mengatakan sopir melarikan diri saat lampu bus dalam keadaan mati. Penumpang yang ribut memaksa Jonher menghentikan kendaraannya di daerah Antosari. Ia kemudian kabur setelah membangunkan kernetnya yang sedang tidur. “Kasus ini masih kami lidik,” ujarnya, Minggu (4/9) kemarin. (kmb28)

Pelajar SMP Mencuri di Pasar Baturiti

Tabanan (Bali Post) Kasus pencurian terjadi Sabtu (3/9) dini hari di Pasar Baturiti. Sejumlah kios pedagang menjadi sasaran pencuri berinisial I Putu WAY (13), seorang pelajar di sebuah SMP di Baturiti. WAY mengambil sejumlah barang berharga milik pedagang. Menurut informasi yang didapat di lapangan, pelaku beraksi di kios bilik B nomor 2 milik Ni Kadek Ariani (35) asal Baturiti Kelod. Awalnya sejumlah pedagang melakukan penyelidikan sekitar pukul 03.00 Wita karena kesal kerap terjadi pencurian di kios pasar. Korban dan saksi melihat pelaku sedang membuka laci-laci dari jarak tiga meter. Korban dan saksi kemudian mendekat, namun pelaku berupaya kabur. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran sebelum pelaku berhasil ditangkap. Saat digeledah di saku celana pelaku ditemukan barang bukti dua HP. Kasus ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Baturiti dan tersangka diamankan berikut barang bukti. Pelaku mengaku telah beraksi di lima TKP. Ironisnya, aksi pencurian dilakukannya bersama bapak dan adiknya. Dari pelaku juga disita DVD player, satu senter dan dua radio. Kapolsek Baturiti Kompol I Gede Made Surya Atmaja seizin Kapolres Tabanan ketika dikonfirmasi belum mau berkomentar banyak. Dia hanya menyatakan masih melakukan penyelidikan. “Saya harap bersabar, karena anggota kami masih turun,” katanya. (kmb28)

TABANAN

Senin Pon, 5 September 2016

Kecurangan Timbangan Masih Marak Enam dari 14 Pasar Tertib Ukur

Tabanan (Bali Post) -

Di Kabupaten Tabanan terdapat 14 pasar tradisional yang enam di antaranya telah ditetapkan menjadi pasar tertib ukur. Tahun ini dua pasar masuk dalam tahapan evaluasi dari Balai Sertifikasi Metrologi Legal, yakni Pasar Pupuan dan Pasar Kerambitan. Artinya, seluruh timbangan atau alat ukur takar timbang dan perlengkapan di dua pasar ini diharapkan benar-benar akurat.

Bali Post/dok

SIDAK – Petugas dari Disperindag Tabanan melakukan sidak timbangan atau alat ukur takar timbang dan perlengkapannya di sebuah pasar beberapa waktu lalu.

Kabid Perlindungan Konsumen Disperindag Tabanan Ni Gusti Ayu Sri Wahyuni seizin Kadisperindag menjelaskan, kedua pasar yang diajukan tersebut menambah deretan jumlah pasar tertib ukur yang ada di wilayahnya. “Pasar tertib ukur memberikan jaminan bahwa konsumen mendapatkan barang sesuai berat aslinya,” ucapnya, Minggu (4/9) kemarin. Belum lama ini Kementerian Perdagangan memberikan bantuan berupa timbangan untuk pos ukur ulang di Pasar Kediri dan bantuan masingmasing 20 buah timbangan untuk Pasar Marga dan Baturiti. Timbangan untuk Marga dan Baturiti sebagai bantuan saat pedagang pasar melakukan tera ulang, sehingga bisa tetap berjualan. Pihaknya akan terus mengajukan pasar tertib ukur dengan harapan ke depan Kabupaten Tabanan bisa menjadi daerah tertib ukur. Selama ini dari sekian pasar tradisional yang ada di Tabanan

belum sepenuhnya bisa tertib ukur. Artinya, di timbangan milik pedagang masih kerap ditemukan kecurangan. Praktik kecurangan itu dilakukan oknum pedagang nakal dalam upaya mengejar keuntungan yang tentunya sangat merugikan konsumen. Ini terbukti dalam evaluasi yang dilakukan di sejumlah pasar masih ditemukan timbangan yang belum tertera karena beragam alasan. Ada pedagang yang mengatakan timbangannya baru atau saat kegiatan tera sedang tidak berjualan karena ada upacara agama atau pulang kampung. “Tim sudah rutin dan kerja keras untuk melakukan uji tera, utamanya yang sering terjadi pada timbangan yang ada di pasar-pasar tradisional. Pengawasan dan pembinaan ini terus kami upayakan. Kami bekerja sama dengan tim metrologi Disperindag Bali dalam kegiatan tera ulang,’’ jelas Sri Wahyuni. (kmb28)

Rumah Pintar Pemilu Minim Pengunjung

Tabanan (Bali Post) – Sejak diluncurkan awal Juni lalu, Rumah Pintar Pemilu (RPP) masih minim pengunjung. Hingga saat ini baru SMPN 1 Kediri yang merespons keberadaan rumah pintar yang dirancang KPU Tabanan tersebut. Sementara salah satu SMK swasta di Tabanan akan berkunjung dalam waktu dekat ini. Meski minim pengunjung, keberadaan rumah pintar pemilu telah mendapat perhatian khusus dari sejumlah jajaran KPU dari luar Bali. ‘’Empat KPU telah melakukan kunjungan sekaligus studi banding tentang rumah pintar pemilu, yakni KPU Lumajang, KPU Jember, KPU Sijunjung Sumatera Barat dan KPU Musi Lawas (Sumsel),’’ kata anggota Komisioner KPU Tabanan Bidang Sosialisasi I Putu Weda Subawa, Jumat (2/9) lalu. Ketua KPU Lumajang Siti Mudawiyah mengatakan menjelang perhelatan pemilihan

kepala daerah 2018 pihaknya ingin belajar banyak dari KPU Tabanan. Salah satunya terkait upaya meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat. Tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Lumajang cenderung menurun. Dalam pilkada terakhir hanya 69 persen pemilih menggunakan haknya akibat kurangnya sosialisasi kurang dan faktor lainnya. “Kami ingin belajar bagaimana kiat KPU Tabanan meningkatkan partisipasi pemilih sekaligus melihat keberadaan rumah pintar pemilu,” ujarnya. Menurut Ketua KPU Tabanan Ni Luh Darayoni, program sosialisasi pendidikan pemilu pada generasi muda akan terus digencarkan. Salah satunya melalui pemilihan ketua OSIS. Jika tahun lalu SMAN 1 Kediri menjadi proyek percontohan pendidikan pemilu, pada 2016 ini SMPN 1 Kediri akan melaksanakan kegiatan pemilihan ketua OSIS layaknya pemilu. “Setelah berkunjung ke rumah

pintar pemilu, mereka menggagas miniatur pemilu Oktober mendatang. Kami siap membantu dalam hal sosialisasi dan sarana prasarana pemilihan yang diperlukan,”

ucapnya. Terkait masih minimnya jumlah kunjungan ke rumah pintar pemilu, Darayoni menyatakan kemungkinan sekolah belum ada waktu untuk mengagenda-

kan kunjungan. “Kemungkinan belum ada waktu saja, karena sebelumnya kami dan Disdik sudah membuat MoU terkait salah satu pendidikan pemilu ini,” kilahnya. (kmb28)

Bai Post/kmb28

KUNJUNG - KPU Lumajang dan Jember berkunjung ke rumah pintar pemilu di KPU Tabanan.

Warung Global

Diskes Harus Kerja Maksimal Cegah Virus Zika

PEMERINTAH sebaiknya menutup jalur penerbangan dari Singapura ke Bali demi keamanan masyarakat. Ancaman virus zika tidak bisa dianggap sepele. Dinas Kesehatan (Diskes) Bali harus bekerja maksimal untuk mendeteksi dini munculnya virus tersebut. Harapan ini disampaikan Gusti di Renon dalam acara Warung Global dengan topik ‘’Virus Zika Ancam Bali’’ di Radio Global FM Bali yang dipancarluaskan Singaraja FM, Swara Negara FM, SWiB Amlapura FM dan Genta FM, Sabtu (3/9) lalu.

PEMERINTAH sebaiknya menutup jalur penerbangan dari Singapura ke Bali demi keamanan masyarakat. Ancaman virus zika tidak bisa dianggap sepele. Dinas Kesehatan (Diskes) Bali harus bekerja maksimal untuk mendeteksi dini munculnya virus tersebut. Harapan ini disampaikan Gusti di Renon dalam acara Warung Global dengan topik ‘’Virus Zika Ancam Bali’’ di Radio Global FM Bali yang dipancarluaskan Singaraja FM, Swara Negara FM, SWiB Amlapura FM dan Genta FM, Sabtu (3/9) lalu. Gede Biasa di Denpasar menilai antisipasi yang dilakukan Angkasa Pura I sudah bagus. Indonesia tidak terlalu jauh dari Singapura dan mobilisasi Denpasar-Singapura padat sehingga perlu langkah antisipasi. Sosialisasi

perlu diberikan kepada orang yang akan melakukan perjalanan dari Denpasar ke Singapura dan sebaliknya. Lebih lanjut dikatakannya, orang yang terinfeksi virus ini harus dikarantina karena efeknya membahayakan. Pihak terkait yang berkecimpung di pariwisata harus siap dengan konsekuensi seperti ini. Petugas mesti tahu wawasan dan bisa memberikan penjelasan yang benar tentang virus zika serta dengan segala perlengkapan mencegah dan mengatasinya. Menurut Becik di Tuban, virus zika ditularkan oleh nyamuk. Untuk pencegahan terhadap diri sendiri dengan cara menjaga daya tahan lewat olahraga dan menggunakan lotion pada tubuh agar terhindar dari gigitan nyamuk sekaligus meminimalkan penularan.

Sebagai salah satu tujuan dunia, kata Werda di Tegalalang, Bali dikunjungi warga dari berbagai belahan dunia termasuk Singapura. Bali harus siap menerima konsekuensinya baik positif maupun negatif, yakni kemungkinan pengunjung membawa virus zika. Mudah-mudahan virus ini tidak sampai masuk Bali. Tut Dawi dan Vera di Tabanan minta Dinas Kesehatan fokus pada pencegahan di pintu masuk Bali dan Bandara

I Gusti Ngurah Rai. Semoga dengan melakukan pencegahan dan deteksi dini mampu mencegah penularan virus zika. Kesadaran masyarakat memberantas sarang nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan juga sangat diperlukan untuk pencegahan ini. Tidak bisa dipungkiri ini sebagai risiko dari pariwisata. Setiap travel agar memiliki klinik dan dokter. Orang atau tamu yang datang disterilkan dulu di sana sebelum

menuju tempat yang lainnya. Demikian pendapat Febri di Denpasar. Ditambahkan oleh Budiada di Tabanan, kita harus waspada dan lembaga kesehatan mesti difungsikan. Di pintu masuk Bali agar dipasang alat pendeteksi dan petugas benarbenar melaksanakan tugasnya dengan baik agar musibah tidak menimpa Bali. Dengan kesiagaan petugas kesehatan, semoga tidak virus zika tidak sampai masuk Bali. (dika)


15

Senin Pon, 5 September 2016

Hadapi Israel, Italia Minus Belotti

Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2018 Kualifikasi Zona Eropa (UEFA) Selasa (6/9) dini hari Grup D Georgia Serbia Wales

vs Austria vs Rep. Irlandia vs Moldova

Grup G Albania Israel Spanyol

vs Makedonia vs Italia vs Liechtenstein

Grup I Kroasia Finlandia Ukraina

vs Turki vs Kosovo vs Islandia

Roma Italia dipastikan tanpa Andrea Belotti pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Israel, Selasa (6/9) dini hari nanti. Federasi sepak bola Italia mengumumkan penyerang klub Torino itu cedera paha.

Rabu (7/9) dini hari Grup A Belarus Bulgaria Swedia

vs Prancis vs Luksemburg vs Belanda

Grup B Andorra Kep. Faroe Swiss

vs Latvia vs Hungaria vs Portugal

Grup H Bosnia-Herze. Siprus Gibraltar

vs Estonia vs Belgia vs Yunani

Hasil Zona CONCACAF Grup A Honsuras El Salvador

vs Kanada vs Meksiko

2-1 1-3

Grup B Haiti Panama

vs Kosta Rika vs Jamaika

0-1 2-0

Grup C St Vincent & Grenadine vs AS Trinidad & Tobago vs Guatemala

0-6 2-2

Hamilton Lambat Start, Rosberg Juara

Monza Mercedes kembali meraih kemenangan 1 dan 2. Kali ini Nico Rosberg berhasil mengungguli rekan setimnya Lewis Hmailton pada lomba yang digelar di Sirkuit Monza, Minggu (4/9) kemarin. Hasil ini menjadikan selisih kedua pembalap tinggal 2 poin saja di klasemen pembalap. Juara dunia tiga kali Hamilton, yang memulai balapan dari posisi terdepan dan difavoritkan untuk meraih kemenangan ke-50 selama kariernya, harus puas finis di posisi kedua akibat mobilnya tidak bisa merespons dengan cepat saat start. Mimpinya meraih hat-trick di Monza ini pun gagal setelah menuntaskan lap pertama dengan menempati posisi keenam. Kemenangan pertama Rosberg di sirkuit bersejarah di luar kota Milan itu merupakan yang ketujuh selama musim ini. Ia unggul satu balapan dari Hamilton, dan sukses di Monza itu merupakan kemenangan ke-21 selama kariernya. Duet Ferrari Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen mencapai finis di posisi ketiga dan keempat pada balapan di negara timnya tersebut. Sementara pembalap Australia Daniel Ricciardo dari tim Red Bull finis di posisi kelima. Jelang balapan malam di Marina Bay, Hamilton memimpin klasemen dengan perolehan 250 poin diikuti Rosberg 248 poin. “Saya amat gembira, Lewis diunggulkan di balapan ini. Ini menjadi persaingan yang ketat dan saya selalu menunggu siapa yang akan menjadi pemenang,” tegas Rosberg mengomentari kemenangannya. (kmb39/afp/ant) Hasil GP F1 Italia 1. Nico Rosberg (Mercedes) 1 :17:28,089 2. Lewis Hamilton (Mercedes) + 15,070 3. Sebastian Vettel (Ferrari) 20,990 4. Kimi Raikkonen (Ferrari) 27,561 5. Daniel Ricciardo (Red Bull) 45,295 6. Valtteri Bottas (Williams) 51,015 7. Max Verstappen (Red Bull) 54,236 8. Sergio Perez (Force India) 1:04,954 9. Felipe Massa (Williams) 1:05,617 10. Nico Hulkenberg (Force India) 1:18,656 Klasemen Pembalap 1. Lewis Hamilton (Inggris) 2. Nico Rosberg (Jerman) 3. Daniel Ricciardo (Australia) 4. Sebastian Vettel (Jerman) 5. Kimi Raikkonen (Finlandia)

poin 250 248 161 143 136

Konstruktor 1. Mercedes 2. Red Bull 3. Ferrari 4. Williams 5. Force India

poin 498 290 279 111 108

Pemain berusia 22 tahun itu turut membela tim Azzurri saat ditundukkan Prancis 1-3 pada pertandingan persahabatan pekan lalu di Bari. Namun pada laga itu ia mengalami cedera paha. Mundurnya Belotti akan menjadi gangguan bagi pelatih Giampiero Ventura jelang laga Italia vs Israel di Haifa pada kualifikasi Grup G nanti. Grup ini juga diisi tim unggulan Spanyol, Albania, Makedonia dan Liechtenstein. Ventura sendiri menyatakan bahwa dirinya tidak peduli atas kekalahan melawan Prancis di laga persahabatan itu. Hasil tersebut tidak mengganggu persiapannya menghadapi Israel. ‘’Prancis bukanlah Israel. Kami akan menganalisis pertandingan, kami mencari kesalahanan-kesalahan yang bisa dihindari dan kami yakin akan tampil lebih baik,’’ katanya pria yang menggantikan Antonio Conte seusai Piala Eropa 2018 lalu. Optimisme juga doilontarkan penyerang striker Graziano Pelle yang mencetak satu0satunya gol ke gawang Prancis di laga persahabatan itu. ‘’Tak ada alasan, kami harus mengalahkan Israel,’’ ujar Pelle. Italia berjuang mati-matian untuk menjadi juara grup ini demi mendapatkan tiket otomatis lolos ke putaran final. Sementara runner-up grup akan memainkan babak playoff. Spanyol menjadi ancaman utama pasukan Ventura. Tim Matador memainkan laga pembuka dengan mengh-

adapi tim lemah Liechtenstein. Di laga lainnya Albania menghadapi Makedonia. Menurut gelandang Marco Verratti, Italia siap menghadapi persaingan sengit ini. Timnya diyakini akan lolos meski harus bersaing ketat dengan Spanyol. Ventura telah mempersiapkan skuad terbaiknya, termasuk dengan memainkan bek tengah Leonardo Bonucci. Sementara pemain veteran Daniele De

Rossi absen. Israel memburu tiket ke Rusia untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1970. Persiapan mereka sempat terganggu dengan mundurnya Eli Guttman yang kemudian digantikan Elisha Levy. ‘’Kami tidak akan menyerah sebelum bertanding dan akan tampil habis-habisan dmei lolos,’’ ujar kapten Israel Eran Zahavi. (kmb39/afp)

Bali Post/022

MEDALI - Kiper Perseden Gede Bambang Arimbawa ketika menerima pengalungan medali.

Perseden Wakil Bali ke Linus Nasional Gianyar (Bali Post) Kesebelasan Perseden Denpasar keluar sebagai juara Liga Nusantara (Linus) Provinsi Bali, pascamenundukkan Tunas Muda Ubud 5-0 (1-0) pada laga final di Stadion Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (4/9) kemarin. Nengah Repot Sulendra dkk. berhak mewakili Bali ke putaran nasional Linus, Oktober mendatang. Sementara Perst Tabanan juara III, usai menang atas Pro Kundalini 3-1. Atas hasil ini, Perseden menerima Rp 10 juta, disusul runner-up Tunas Muda Rp 7,5 juta, juara III Perst Rp 5 juta, serta Pro Kundalini Rp 2,5 juta. Pro Kundalini dinobatkan menjadi tim fair play mendapat Rp 1 juta dan Antha Wijaya Mucin (Perseden) sebagai pemain tersubur yang mengoleksi 8 gol menerima Rp 1 juta. Kelima gol kemenangan Tim Laskar Catur Muka yang mengoyak gawang Made Rai Putrayana diborong Agus Kayun Dwipayana (2 gol di menit ke-73 dan 88), kemudian Antha Wijaya Mucin menit ke-23, Ketut Tirtanadi Wardana menit ke-62, dan Agus Cair Ekaputra menit ke-47. Wasit Wil-

Bali Post/ap

ABSEN - Penyerang Torino Andrea Belotti merayakan gol pada pertandingan kompetisi Serie A Liga Italia. Belotti mengalami cedera pada pertandingan persahabatan melawan Prancis dan absen pada laga melawan Israel, Selasa (6/9) dini hari.

Mkhitaryan Diragukan Tampil di ’’Derby’’ Manchester London Gelandang Henrikh Mkhitaryan diragukan dapat tampil saat Manchester United memainkan laga derby melawan Manchester City pada akhir pekan ini. Pemain timnas Rumania itu mengalami cedera pada laga internasional pekan lalu. Kapten sekaligus pencetak gol terbanyak Mkhitaryan digantikan pada menit ke-38 setelah Armenia kalah 0-3 dari Republik Ceko pada pertengahan pekan lalu. Tes-tes medis mengungkapkan bahwa terdapat cedera otot pada paha kirinya, demikian konfirmasi Federasi Sepak Bola Armenia pada pernyataan yang dirilis di situs resminya (www.ffa.am), Minggu (4/9) kemarin. Cedera itu memerlukan pemulihan antara sepekan

sampai sepuluh hari dan membuat Mkhitaryan harus absen pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 saat Armenia melawan Denmark di Kopenhagen pada 4 September. Ia juga diragukan dapat memperkuat pasukan Jose Mourinho pada derby Manchester pertama pada 10 September. Penyerang 27 tahun itu belum pernah bermain sejak awal pertandingan untuk MU setelah didatangkan dari Borussia Dortmund dengan kontrak empat tahun pada musim panas ini. Namun, ia tampil memukau sebagai pemain pengganti sebanyak tiga kali di Liga Inggris. (afp/ant)

Andik Dkk. Latihan Perdana di Stadion Manahan

Solo (Bali Post) Timnas senior Indonesia melakukan latihan perdana untuk persiapan menghadapi pertandingan persahabatan melawan Malaysia yang akan diadakan di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Selasa (6/9) malam. “Kami melakukan latihan perdana di Solo untuk persiapan menghadapi Timnas Malaysia,” kata Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl usai memimpin latihan di Stadion Manahan Solo, Minggu (4/9) malam. Timnas Indonesia mengenakan kaos tim warna hijau mulai latihan di lapangan sekitar pukul 19.00 WIB. Andik Vermansyah dan kawan-kawan hanya berlatih teknik sekitar 30 menit, dan mereka kemudian melakukan peregangan untuk mengakhiri latihan.

“Kami latihan ringan taktik waktunya minim hanya sekitar 30 menit untuk recovery pemain yang bermain di liga,” kata Riedl. Menurutnya, Timnas akan melakukan latihan ringan lagi pada Senin (5/9), dan mereka tidak ada latihan keras karena pertandingan sudah dekat dan tinggal waktu dua hari saja. “Pemain ini, banyak kondisinya kelelahan karena mereka usai bermain dari Liga. Mereka butuh stamina fresh untuk menghadapi Malaysia,” katanya. Menyinggung soal tidak terlihatnya kiper Kurnia Meiga, Riedl menjelaskan, penjaga gawang asal Arema sedang mengalami cedera sehingga diganti dengan Teguh Amirudin (PS TNI).”Kami panggil kiper Teguh Amirudin dari PS TNI untuk meng-

gantikan Kurnia Meiga yang sedang cedera. Teguh ini mempunyai potensi menjadi kiper Timnas masa depan,” katanya. Menyinggung tentang kekuatan Malaysia, Alfred Riedl menjelaskan, hanya belajar dari melihat permainan mereka melalui film dan video, serta ada masukan sedikit dari Andik Vermansyah yang bermain di liga Malaysia. Selain itu, katanya, Timnas tersebut sebanyak 22 pemain persiapan waktunya sangat singkat, dan hampir satu setengah tahun tidak ada kegiatan Timnas. Namun, Andik dan kawan-kawan kita lihat permainan mereka saat menghadapi Malaysia. “Lapangan Stadion Manahan Solo bagus untuk pertandingan internasional,” katanya. (ant)

Terkait Penggunaan Proyek Hambalang

Menpora Koordinasi dengan Kemenristek Dikti

Bogor (Bali Post) Kementerian Pemuda dan Olahraga akan berkoordinasi dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) terkait penggunaan Proyek Hambalang selepas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyelesaikan audit fisik. “Wakil Presiden telah melihat sejauh mana penggunaan tempat ini, baik langsung oleh Kemenpora ataupun Kementerian Ristek Dikti,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di sela-sela kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Proyek Hambalang di Sentul, Jawa

Barat, Minggu (4/9) kemarin. Kemenpora semula akan membangun Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional di Hambalang, Bogor. Tetapi, pemerintah masih akan menyusun peruntukan Proyek Hambalang. “Opsi pertama adalah Perguruan Tinggi Ilmu Keolahragaan, Institut Ilmu Keolahragaan, atau Fakultas Ilmu Keolahragaan di bawah Universitas Negeri Jakarta. Secara administratif, proyek ini aset Kemenpora. Jika itu pilihannya, kami siap memindahkan administrasi ke Kementerian Ristek Dikti,” ujar Menpora. Opsi kedua, lanjut Menpora, Proyek Hambalang akan menjadi lokasi pemusa-

tan kepelatihan atlet-atlet junior ataupun senior jelang perhelatan multi-cabang olahraga. “Ini bagian dari rencana besar kita untuk memperkuat pusat pelatihan Olimpiade di Cibubur. Tapi, kami akan meninjau pengembangan lebih lanjut,” kata Menpora. Menpora mengatakan keputusan peruntukan Proyek Hambalang ada pada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan penganggaran kelanjutan proyek ada pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pada Mei, Presiden Joko Widodo memerintahkan pengkajian teknis dan kelayakan tanah serta bangunan Proyek Pusat Pendidikan,

Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Jawa Barat hingga 2017. “Presiden meminta untuk sekali lagi dilakukan evaluasi secara menyeluruh untuk Hambalang sebelum akan diputuskan dibangun dalam hal apa,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung usai rapat terbatas mengenai P3SON. Presiden juga meminta audit dalam aspek hukum serta kelayakan bangunan termasuk keperluan perancangan ulang karena menyalahi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Izin yang tertulis dalam IMB P3SON adalah bangunan dengan tiga lantai, namun kenyataan di lapangan berdiri bangunan dengan enam lantai. (ant)

dan Albari (Buleleng) mengusir Dewa Dwipayuda (Tunas Muda) di menit ke-56, sehingga tim asal Ubud harus bermain dengan 10 pemain. Hebatnya lagi, selama melakoni Linus, Perseden mengoleksi 32 gol, dan sama sekali gawang yang dikawal Putu Dian Ananta, Gede Bambang Arimbawa, dan Karindra belum pernah kebobolan. Kendati demikian, pelatih Perseden Nyoman Ambara belum pernah puas. Bahkan, dirinya ingin membidik striker lokal guna melakoni putaran nasional nanti. ‘’Saya mencari penyerang lokal yang masih muda, dalam sepekan ini,’’ ucapnya. Selanjutnya, Ambara bakal memoles kekurangan penyerang lokal tersebut. Dia ingin meyakinkan kepada asuhannya, bahwa mereka layak berkiprah ke kancah nasional. Karena itu, dirinya mematok kepada para pemain agar bisa tembus ke semifinal Linus Nasional. (022)


OLAHRAGA

16

Tim Futsal SMAN 2 Kuta Juara Hydro Coco TIM futsal SMAN 2 Kuta (Smanduta) keluar sebagai juara dalam Hydro Coco National Futsal Tournament (HCNFT) 2016 usai di final mengalahkan SMA Muhammadiyah Denpasar dengan skor 9-3 di Lapangan Futsal Mumbul, Minggu (4/9) kemarin. Atas hasil itu, SMAN 2 Kuta menerima Rp 3 juta, sedangkan SMA Muhammadiyah Denpasar Rp 1,5 juta. Terpilih sebagai suporter terbaik (best supporter) SMA Muhammadiyah menerima Rp 800.000, pemain terbaik (best player) Ryan Ghifhary (SMA Muhammadiyah) yang menerima Rp 250.000, serta pencetak gol terbanyak (top scorrer) Putu Oka Mahendra (SMAK Soverdi) yang mengoleksi 8 butir gol, juga menerima Rp 250.000. Regional Sales and P ro m o t io n Ma na g er I ndonesia Timur PT Kalbe

Farma Tbk. Pujo Kurnianto menjelaskan, turnamen futsal yang melibatkan 18 tim SMA dan SMK se-Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sukses besar. Terbukti selama penyelenggaraan dua hari, penonton berjubel. Pujo menerangkan, turnamen futsal dibuka Asisten II Sekprov Bali Drs. Ketut Wija, M.M. bahkan dihadiri Kabag Umum Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali AKBP Sang Gede Sukawiyasa. Menurut Pujo, t u j u a n H y d ro C o co Na tional Futsal Tournament sebagai ajang mempererat tali pertemanan (friendship) generasi muda agar menjauhi narkoba, serta aman berkendaraan di jalan (safety riding). Dijelaskannya, SMAN 2 Kuta sebagai duta Kota Denpasar yang akan melaju ke Surabaya pada 11-13 Ok-

tober mendatang. ‘’SMAN 2 Kuta bakal bertanding meladeni wakil Surabaya, Mataram, Malang, dan Jember,’’ ungkap Pujo. Dia mengemukakan, Hydro Coco merupakan minuman 100 persen air kelapa tanpa bahan pengawet, pemanis, dan pewarna buatan, yang diproduksi PT Kalbe Farma. ‘’PT Kalbe Farma ini perusahaan yang ahli di bidang kesehatan,’’ terang Pujo. Sementara pelatih futsal SMAN 2 Kuta Agus Baliyanto mengatakan, asuhannya telah kembali pascamengikuti Liga Futsal Bali. Ia berjanji akan menggenjot fisik dan kekompakan tim lagi sebelum berlaga ke Kota Pahlawan. ‘’Kami biasa berlatih di Klub Jimbaran dua kali dalam sepekan, namun kami akan meningkatkan porsi latihan,’’ katanya. (022/k100)

Bali Post/022

KE SURABAYA - Tim futsal SMAN 2 Kuta (Smanduta) keluar sebagai juara Hydro Coco National Futsal Tournament 2016, dan mewakili Denpasar ke Surabaya guna bertarung meladeni wakil Surabaya, Malang, Jember, dan Mataram, 11-13 Oktober mendatang.

Koster Ajak Masyarakat Bergotong Royong Membangun Desa Gianyar (Bali Post) Ribuan warga Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Sabtu (3/9), mengikuti kegiatan jalan santai dalam rangka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke-1 Desa Sukawati. Jalan santai yang mengambil start di depan kantor Perbekel Sukawati, makin semarak dengan kehadiran Ketua DPD PDI Perjuangan Bali I Wayan Koster. Sambutan hangat diberikan warga Sukawati kepada KBS (Koster Bali Satu), sebutan yang diberikan kepada anggota Komisi X DPRRI ini. Sekitar pukul 07.10 Wita, didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Made Mahayastra yang juga Wakil Bupati Gianyar, Koster melepas peserta jalan santai yang berjumlah sekitar dua ribu orang. Tampak juga hadir Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali I Kadek Diana, Ketua Komisi IV DPRD Bali I

Nyoman Partha, sejumlah anggota Fraksi DPRD Gianyar, Camat Sukawati IB Putu Suamba, Bendesa Adat Sukawati I Nyoman Puja Antara, dan Perbekel Sukawati Dewa Gede Dwi Putra. Desa Sukawati yang dikenal sebagai kandang banteng tampak sangat antusias menyambut kedatangan sosok yang didorong oleh PDI Perjuangan sebagai Gubernur Bali ini. Kader tangguh asal Desa Semiran, Kecamatan Tejakula, Singaraja ini pada kesempatan tersebut sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang dilaksanakan masyarakat Desa Sukawati dalam melaksanakan kegiatan Porseni untuk pertama kali. “Kegiatan ini salah satu cara untuk membangkitkan partisipasi masyarakat membangun desa secara bersama-sama dan bergotong royong, sehingga apa yang direncanakan dapat terwujud dan mendapatkan

Bali Post/ist

dukungan penuh dari masyarakat. Dan yang penting bisa berpartisipasi dan bergotong royong secara bersama-sama, dengan semangat persatuan dan kesatuan membangun Desa Sukawati, yang sangat kuat tradisi dan budayanya,” kata Koster. Terkait kegiatan jalan santai, Koster mengatakan jalan santai merupakan suatu upaya menyadarkan masyarat belajar hidup sehat. Membangun hidup dengan kesehatan, sehingga mengurangi hal-hal negatif di Desa Sukawati ini. Setelah membuka jalan santai, Koster juga membuka Turnamen Ceki yang masih menjadi bagian Porseni Desa Sukawati. Menurut Koster, suka tidak suka permainan ceki adalah bagian budaya masyarakat Bali. Dirinya juga sangat mendukung kegiatan ini, karena bisa menjadi forum bagi masyarakat agar suguyub dan kompak. “Jadi tidak perlu dikhawatirkan dengan kegiatan seperti ini. Terlebih ceki sudah menjadi bagian olahraga yang bernaung di bawah Federasi Olah Raga Rekreasi Masyarakat (Formi),” pungkasnya.(kmb) JALAN SANTAI Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Dr. Wayan Koster saat jalan santai di Gianyar, Sabtu lalu.

Senin Pon, 5 September 2016

Ucil dan Afem Raih Juara di Moto Prix Denpasar (Bali Post) -

Dua pembalap PON Bali yakni I Gede Arya Kurniawan alias Ucil dan I Ketut ‘’Afem’’ Madiasta sukses meraih podium pertama di kelas berbeda saat melakoni Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Moto Prix Seri III Region III (Bali, NTB, dan NTT) yang berlangsung di Sirkuit Selagalas, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (4/9) kemarin. Ucil menjuarai kelas bergengsi MP I (Seeded 150 cc), sementara Afem di kelas MP II (Seeded 125 cc). Ucil yang tergabung di Club Wins Motor Kedaton Trikayana PON Bali, menempati podium tertinggi dan disusul Alvin SP di posisi kedua dari Yamaha Yamalube Wins Kedaton KYB FDR Upmild dan juara ketiga direbut Afem (Yamaha Yamalube Wins Kedaton YKB FDR Upmild. Sementara di kelas MP II (Seeded 125 cc) juara pertama disabet Alvin SP (Yamaha Yamalube Wins Kedaton KYB FDR Upmild NTB) di posisi kedua Yogi Febrian (Yamaha Yamalube Wins Kedaton KYB FDR Upmild), dan juara ketiga direbut Wibi Sakti (Semangat Motor Bali). Balapan kemarin dilangsungkan dua race yakni untuk Seri III NTB dan Seri IV Bali. Itu dilakukan mengingat IMI Bali tidak menggelar lomba lantaran tidak mendapat izin, sehingga seri itu terpaksa meminjam tempat di NTB. Sementara seri IV di kelas bergengsi MP I (Seeded 150 cc) diraih oleh Alvin SP (Yamaha Yamalube Wins Kedaton KYB FDR Upmild dari NTB), disusul juara kedua Afem (Yamaha Yamalube Wins Kedaton KYB FDR Upmild Bali), dan podium ketiga milik Putu Roy Nugraha (Astra Motor Racing Team Bali). Sementara di kelas MP II (Seeded 125 cc) juara pertama disabet Afem (Yamaha Yamalube Wins Kedaton

KYB FDR Upmild Bali), disusul juara kedua Alvin SP (Yamaha Yamalube Wins Kedaton KYB FDR Upmild NTB) dan peringkat ketiga Wibi Sakti (Semangat Motor Bali). Pembalap PON Bali I Gede Arya Kurniawan alias Ucil saat dikonfirmasi Minggu kemarin mengaku senang bisa podium pertama di kelas ber-

gengsi di MP I di putaran III. ‘’Podium ini sangat penting untuk menambah pundi-pundi raihan poin. Semoga pada seri selanjutnya kembali bisa podium untuk mempertahankan gelar ini,’’ jelas Ucil. Sementara pembalap PON Bali lainnya, Ketut Afem Madiasta, mengaku meski gagal di race pertama atau Seri III, akan tetapi di Seri IV atau

putaran kedua senang bisa kembali maraih podium di pertama. ‘’Memang hari ini (kemarin - red) dilaksanakan dua seri yakni Seri III dan IV. Karena di Bali tidak digelar, sehingga langsung digabung di sini. Tapi, tim tidak ada masalah meski digelar bersamaan,’’ jelas Afem Madiasta. Sementara pembalap Bali non-PON Putu Roy Nugraha mengaku balapan penuh dengan drama. ‘’Tapi saya kurang puas dengan hasil ini. Karena balapan seri IV yang sejatinya dilaksanakan di Bali tapi dilakukan di sini (Lombok),’’ keluh Roy Nugraha.(kmb41)

Bali Post/ist.

PODIUM - Pembalap PON Bali I Gede Arya Kurniawan (tengah) dan I Ketut ‘’Afem’’ Madiasta (kanan) saat naik podium dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Moto Prix Region III (Bali, NTB, dan NTT) Seri III dan IV yang berlangsung di Sirkuit Selagalas, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (4/9) kemarin.

Tiga Cabor Berangkat Lebih Awal Denpasar (Bali Post) Atlet dari tiga cabang olahraga (cabor) dipastikan berangkat lebih awal dari lainnya menuju PON XIX Jawa Barat yakni pada 11 September. Cabor yang berangkat pertama itu yakni dari renang, voli pasir dan sepak bola. Sementara pada 15 September cabor yang berangkat karate, sepak takraw, bowling, kriket, tenis, bola basket, wushu, bina raga, panahan, aeromodeling, panjat tebing, dan balap sepeda (MTB). ‘’Sementara cabor yang berangkat paling terakhir

yakni kempo, taekwondo, tarung derajat, angkat berat, balap sepeda (track) yakni pada 22 September mendatang. Kami harap dengan jadwal waktu pertandingan termasuk lokasinya, atlet PON Bali diharapkan dapat menyesuaikan dengan waktu bertanding di PON Jabar. Artinya, waktu latihan di Bali disesuaikan dengan waktu jadwal saat pertandingan di PON,’’ ungkap Ketua Pelatda Tim PON Bali, Maryoto Subekti di Hotel Batukaru, Ubung, Denpasar, Minggu (4/9) kemarin.

Maryoto menjelaskan, pertandingan di PON nanti jangan dianggap iseng-iseng saja. Apalagi ada yang berprinsip menang bersyukur, dan kalah tidak menjadi masalah. Pihaknya tidak ingin hal seperti itu ada dalam benak para atlet. Untuk itu mereka diharapkan mempunyai semangat puputan untuk bisa memenangkan pertandingan, jangan sebaliknya menyerah sebelum berlaga. ‘’Di PON itu ada emasnya. Itu yang harus diincar atlet. Jadi harus wajib tampil all out membela Bali

dan bertekad sebagai juara,’’ harap Maryoto. Lebih lanjut dikatakannya, selama TC Sentralisasi yang dilaksanakan KONI Bali, atlet serius menjalani latihan. Itu merupakan hal yang bagus bagi seluruh atlet untuk memacu diri demi prestasi terbaik. ‘’Kami harap di Jabar nanti jangan sampai energi terkurang dengan halhal lain. Tapi fokus saja pada jadwal pertandingan. Sebab, segala strategi pastikan dilakukan rival untuk membuat mental lawan down,’’ tegas Maryoto. (kmb41)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Senin Pon , 5 September 2016

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris

!!!Karyawati SMA/Diploma,Sukses Abadi Bgn Jl.Sunset Road Barat 888 Kuta

B.BP.141.09.16.0000111

PT.Fuji Home Japan Dcr: Marketing Brpnampilan Menarik, Arsitek Peng.Proyek Min.3Th Jujur,Disiplin&Bertanggung jawab(Gaji+Bonus)Phn:4723564 E:info@fujihomejapan.com

A.BP.001.09.16.0000225

Dicari Cook Wanita/Pria Hub: Kedai Anda Jl.Ratna No.9C Dps 081337325788

A.BP.001.09.16.0000208

PT.Microchem Ind, Bth sales Engineer Pria/Wanita Max .35 untuk info Hub:085240131122 Krm Lamaran Lengkap admin.bali@microchem.co.id B.BP.820.09.16.0000054

Dcr Sopir Pribadi Bujangan Serabutan Max30Th 081238708515

A.BP.001.09.16.0000214

Urgent Need Waiter/Waitress Manik Organik Cafe Jl.Drupadi No.50 Seminyak T.082144168228 / manik.organik@gmail.com

A.BP.001.09.16.0000213

Dcr Mgr Marketing,Sales,Resto AreaKuta u/Travel,Network Luas dgn Guide,Driver,081999935300

A.BP.001.09.16.0000170

Dcr Pelayan u/Toko Kain Jl.Gn Agung 146/2 Dps T.081802122252

A.BP.001.09.16.0000166

!!!All Jobs Available.Send CV mail@concordservices-bali.com Call 769073 Mon-Fri 9am-5pm

A French Restrnt in Bukit Area Needs an Experienced Waiter & Cook,G.Salary Tel:081338507217

A.BP.001.09.16.0000075

Bth Accounting Travel Hub.081338773773

A.BP.001.09.16.0000133

Bth.Mrketing Lls SMK/D1,P/W Hub:Graha Kita 18 Tlp.416088

A.BP.001.09.16.0000017

Company in Sanur Looking accounting staff,must be speak English,high salary T.03619381372

A.BP.001.08.16.0002148

Cr Admin D3 Kdr Sdr+SIM Gj Umr max35Th Krm:CV.Ernest Intan LC II Gg.4/5 Gatsu H.081586405343

A.BP.001.08.16.0002120

B.BP.004.09.16.0000077

Dcr Security,Sertifikat, Bw CV ke Ktr Siaga86, Jl.Pendidikan 62 Dps T.710644 H:085737782974

B.BP.145.09.16.0000116

A.BP.001.09.16.0000102

Dicari pegawai dapur utk kerja di Seminyak, 081339184155

Dcr Aconting Wanita Penampilan Menarik Usia 23-26Th Lamaran ke PT Enelog Semesta Andal Dermaga Sltn Benoa081239583987

Dcr Sales,Kurir,Teknisi Gaji,Bonus Menarik 4743092

Dicari Karyawati u/Pembelian Hub Budaya Market 08179764999

Dcr Sopir Lmrn ke Jl.T.Umar Barat No.288X (PT.Ultranindo Sedayu)T:0361-8476144/8447020

Dicari Karyawati utk Wrg Tinggal Dlm Hub.Aisah 087861106065

A.BP.001.09.16.0000144

A.BP.001.09.16.0000158

Dcr Graphic Designer & Accounting Hub.081936071174

A.BP.001.09.16.0000161

Dcr Sopir untuk PBMC Jln.Hayam Wuruk 240 Dps

A.BP.001.09.16.0000001

Dcr Kolektor+Pengiriman+Accounting+Teklnisi Elektronik untuk Wil Gianyar Hub:082144738399

A.BP.001.09.16.0000011

Dcr: Reseptionist/FO,HK,Puri Asih Htl,Jl.Pantai Kuta 40,Kuta

B.BP.004.09.16.0000022

A.BP.001.09.16.0000218

Dcr Sales Romeo Plus,D3,Kdrn Sdr+SIM C/A,Gj 2,5Jt+Bonus,Max 40Th,Krm CV.Ernest,Intan LC II Gg.4Kav5,Gatsu Hp:081586405343

Dcri Acc&Admin u/Area Dps,Sopir & Helper u/Area Gyr Mulia Teknik Jl.Hang Tuah No.88 Sanur(283998)&Jl.Ngurah Rai No.66 Gyr(942376)Min.SMA/SMK

A.BP.001.08.16.0001763

Dcr!Satpam(Bersertifikat),Peng Min 2Thn Krm ke PT.Prathama Line Logistics,Jl.Teuku Umar Barat No.128

A.BP.001.09.16.0000154

Dibutuhkan Segera Sopir dan Admin Hub.087860183220

A.BP.001.09.16.0000080

A.BP.001.09.16.0000207

Dicari Tukang Patrun Berpengalaman untuk Sample Area Brawa Ph.8474108/8474099 A.BP.001.09.16.0000145

Looking for Staff Cook,Cook Helper.Send Your CV Along with A.BP.001.09.16.0000216 Photographs Lates to:Sicilia Dicari staff Administrasi,Guru Biologi,Guru Fisika,Guru Ekono- Restaurant Phone:081338769689 Email:lasiciliabali@gmail.com mi u/ Bimbel Hub:085100822221 B.BP.801.09.16.0000094

Turtle Restauran & bar poppies2 looking for Waitress & Cook Helper, 081338702266 email:turtle restaurantandbar@gmail.com B.BP.154.09.16.0000122

Looking for Reservation Staff must be expert&good english both in written&Orai,high salary T.0361-9381372-4490319 A.BP.001.08.16.0002146

A.BP.001.09.16.0000083

B.BP.004.09.16.0000056

Resto&Hotel Bth Staff,Gj Tnggi Fasilitas Dijamin 082266036588 A.BP.001.09.16.0000048 SINGARAJA

DcrManager U,PT Lejel Shopping Cab.Sgrj P/W min S1 bsKomputer dpt Bekerja dgn Team Work Jjr Disiplin,Bertanggungjawab Krm CV Ke Jl.Surapati 128 Sgr A.BP.009.09.16.0000167

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU

Taruna Th’2000 Lengkap 3 TV Harga 75Juta/Nego Mulus Hub:081246387400/0361423005

A.BP.001.09.16.0000106

TOYOTA

Agya TRD S,Putih Thn’2014 Matic Hub.08999072025 A.BP.001.09.16.0000223

Jual Suzuki Splash Th 2011 2 Suzuki Carry 07/13 Htm+2Ruko Silver Manual Hub.081237496019 A.BP.001.09.16.0000222 LtII DalungPermai,081805576680 SUZUKI

A.BP.001.09.16.0000209

APV GX’10 hitam met asliDK,TgI Low KM,istw,085101424280 TT BUC A.BP.001.08.16.0002018

Jual Aerio Th’2005 AT Silver Audio Asli Bali 085237044425 A.BP.001.09.16.0000211

HONDA

HRV 1.5 Seperti Baru Th’2015 Matic Hub.087853223812 A.BP.001.09.16.0000224

Jazz’10 Slv ST asBali,All New Jazz Pth 14 KM5Rb,081239907101 A.BP.001.09.16.0000212

KOST Super Elite Bule Sanur S.Pool, Lengkap 3Jt UP:087762566220

A.BP.001.09.16.0000181

DIJUAL TANAH Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 95Jt/A Bs Kredit 087862450004

A.BP.001.09.16.0000022

1,5 are Taman Giri Nusa Dua Avanza Veloz Pmk14 Putih 162Jt Global 550juta HP.087861635002 Jl.Werkudara20Dps 085100433703 A.BP.001.08.16.0002210 A.BP.001.09.16.0000210 Djl Tnh 11Are,Kutuh, Goa Gong Djl Agya S TRD’14 Putih Manual Ungasan 250Jt/A Ng,08123925664 AS DK Mulus Hub:081325251977 A.BP.001.08.16.0002289 A.BP.001.09.16.0000141 Jl Tnh 10A Tegal Cupek Utama Umalas BUC Hub 081236830088 DICARI MOTOR A.BP.001.09.16.0000148 * 081248789760 * Jl Tnh 131m2 Lok Sltn SMP N7 Beli Motor Bks Sgl Merk,Djmput A.BP.001.09.16.0000215 Monang Maning Dps 081236830088 A.BP.001.09.16.0000149

DISEWAKAN RUKO Dikontrakan Ruko Jl.By Pass Tuban 5x20m,Ada Parkir Mobil Hub:081220989460 A.BP.001.08.16.0000751

Sewa Tanah Jl.By Pass Ngurah Rai Kelan Tuban.Luas 18Are Hub:081220989460

SERVICE

SERVICE

SERVICE

BENGKEL LAS

ALUMINIUM

A.BP.001.08.16.0000750

DISEWAKAN TEMPAT Dswkn Tempat Lok Sanur u/Rest, Villa Hub.08563734043

A.BP.001.09.16.0000108

RUPA-RUPA Dcari Property macet di Bank/ Kena Rentenir Sms 087760451006 A.BP.001.09.16.0000182

Simpanan Koperasi 100Jt Bunga 11%/Th Dpt Scoopy 081337380202 A.BP.001.09.16.0000219

KEHILANGAN Tlh Hilang BPKB No:A3480850 O A/N:I Wayan Sastrawan,DK1357BQ Hub:I Wyn Westa H:081338526811

AC

A.BP.001.09.16.0000085

DISEWAKAN TANAH Sewa Tanah Jl.By Pass Ngurah Rai Kelan Tuban Luas 5Are Hub:081220989460 A.BP.001.08.16.0000749

DIJUAL MOTOR

KONTAK JODOH Lelaki Tampan Pengusaha Wants Girls 082236747907 2A41ba52

A.BP.001.09.16.0000217

SERVICE

BENGKEL LAS

BIRO JASA Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

AC

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA

SERVICE

Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

RUPA-RUPA

FOTOCOPY PELUANG BISNIS

BIRO JASA

SERVICE

SALON

SERVICE

INTERIOR

SERVICE

SPA

SERVICE


EKONOMI

18

Fokus pada Keterbukaan dan Kompetisi Shanghai (Bali Post) Presiden Joko Widodo di hadapan warga negara Indonesia yang tinggal, belajar dan bekerja di Tiongkok mengatakan bahwa pemerintah saat ini fokus pada keterbukaan dan kompetisi. ‘’Kompetisi tidak bisa kita tolak. Komitmen kita keterbukaan dan kompetisi,’’ kata Presiden saat bertemu dengan 800 masyarakat Indonesia dari berbagai kota wilayah Tiongkok di Shanghai, Sabtu (3/9). Dalam era kompetisi saat ini, Presiden mengatakan masyarakat Indonesia harus mempersiapkan diri agar mampu bersaing dan berkompetisi. Jokowi juga mengatakan karakter masyarakat Indonesia akan malas jika disubsidi, namun akan hidup jika dihadapkan dalam persaingan. Presiden mencontohkan Bank BNI dan BRI di tahun 70-an yang hanya memiliki kantor pelayanan kecil, karena tidak ada persaingan. Setelah masuknya bank swasta dan asing, kata Jokowi, kedua bank BUMN ini berbenah dan justru hidup dan memiliki keuntungan besar dan memiliki layanan yang bagus. Presiden juga mencontohkan Pertamina, Garuda serta perusahaan lainnya yang justru tumbuh pesat ketika ada persaingan. ‘’Saya hafal karakter orang Indonesia,’’

katanya. Untuk itu, Presiden berharap WNI yang tengah menimba ilmu maupun bekerja di luar negeri, jika ingin kembali dan bekerja di Indonesia harus mempersiapkan keahlian dan keterampilan dalam berbagai bidang. ‘’Kalau yang di sini, misalnya sudah bekerja di Alibaba. Pulang ke Indonesia buatlah Alibaba Indonesia,’’ kata Presiden. Jokowi juga berharap warga Indonesia yang tinggal di Tiongkok untuk mempelajari bagaimana negara Tirai Bambu ini dapat berkembang dengan sangat cepat. ‘’Kenapa mereka bisa mengerjakan rel kereta api setahun sejauh 2.000 kilometer, Indonesia baru saja akan membangun kereta cepat Jakarta-Bandung sejauh 140 kilometer saja ramainya bukan main (protes),’’ kata Jokowi. Presiden mengungkapkan

pada saat kunjungan pertamanya (2014) masih memiliki 18.000 kilometer rel kereta api, tetapi saat ini sudah 21.000 kilometer. ‘’Bagaimana kita mengejarnya,’’ kata Presiden. Untuk itu, kata Jokowi, WNI yang tinggal di luar

negeri dan memiliki keahlian khusus dapat kembali untuk membangun Indonesia. Presiden juga minta WNI di Tiongkok dapat menjadi tenaga pemasaran untuk meningkatkan pariwisata dalam negeri. (ant)

Senin Pon, 5 September 2016

Mahasiswi UGM Kembangkan Wirausaha TI Yogyakarta (Bali Post) Mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan semangat kewirausahaan atau entrepreneurship berbasis piranti lunak. Pada Teknologi Informatika (TI) itu terdapat belasan jenis usaha dalam satu unit software yang ditawarkan. ‘’Berbekal semangat entrepreneurship berbasis TI, kita mampu menciptakan banyak lapangan kerja. Khususnya para mahasiswa untuk menambah pendapatan yang berguna bagi pembiayaannya,’’ kata mahasiswi doktoral Program Studi Pengkajian Amerika UGM, Upi Isabella Rea, di

Yogyakarta, Sabtu (3/9). Ia menjelaskan, pengembangan semangat kewirausahaan berbasis TI itu dikembangkan dalam bisnis perjalanan wisata, yang memiliki beberapa jenis usaha di dalamnya. Menurutnya, saat ini tingkat kunjungan wisata domestik dan mancanegara terus meningkat. Bahkan, katanya, pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia sepanjang tahun 2016 mencapai angka sebesar 272 juta wisatawan. Angka itu terbagi atas 12 juta wisatawan mancanegara dan 260 juta wisatawan domestik

atau dalam negeri. Ia mengilustrasikan, jika melalui satu unit software bisnis itu, bisa menjual tiket pesawat sebanyak 0,0001 persen saja dari total target pemerintah. Maka dipastikan penghasilan yang diperoleh sangat signifikan, karena mampu menjual tiket sebanyak 27.200 tiket pesawat. ‘’Jika administrasi yang dikenakan sebesar Rp 5.000 saja per tiket, maka profit yang akan diperoleh mencapai Rp 136 juta selama setahun. Angka ini tentu saja sangat signifikan bagi seorang mahasiswa,’’ terangnya. (ant)

E-Warong agar Warga Tak Terjerat Rentenir

Bali Post/ant

BUNGA - Presiden Joko Widodo menerima bunga tangan dari putra-putri RRT sebelum melewati jajar kehormatan dan menuju kendaraan rombongan. Dari bandara, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan menuju hotel tempat menginap selama berada di Hangzhou.

Bandar Lampung (Bali Post) Program Elektronik Warung Gotong Royong (e-Warong) Kredit Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (KUBe PKH) diluncurkan agar masyarakat miskin tidak terjerat dengan rentenir. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan hal itu di Lampung, Minggu (4/9) kemarin. ‘’Program e-Warong ini merupakan langkah awal kita melayani masyarakat agar mereka lebih sejahtera,’’ kata Khofifah saat meluncurkan e-Warong pertama ada Lampung. Khofifah mengatakan program e-Warong KUBe PKH berada di bawah badan hukum Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS). Pengelolanya adalah anggota

koperasi, yaitu para penerima beras sejahtera. Dengan adanya e-Warong, warga miskin Bandar Lampung yang sebelumnya bermimpi memiliki warung dan lepas dari jerat rentenir bisa mewujudkan impiannya. ‘’e-Warong hanya melayani para pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan barang yang dijual lebih murah daripada harga pasaran. Karena itu, pemilik warung lainnya tidak perlu khawatir,’’ tuturnya. Barang-barang dengan harga murah yang dapat dibeli di e-Warong antara lain beras, gula pasir dan minyak goreng. Selain untuk membeli sembako murah, e-Warong juga bisa digunakan untuk mengambil dana Program Keluarga Harapan (PKH). (ant)


19

Senin Pon, 5 September 2016

Bunda Teresa Dinobatkan sebagai Santa BUNDA Teresa dari Kolkata dinobatkan sebagai orang suci atau santa Gereja Katolik Roma oleh Paus Fransiskus, Minggu (4/9) kemarin, 19 tahun setelah kemangkatannya. Puluhan ribu peziarah memenuhi Lapangan Santo Petrus demi misa untuk menghormati mendiang suster kurus yang bekerja untuk kaum papa di perkampungan-perkampungan kumuh di kota di India yang kini disebut Kolkata dan menjadi salah satu wajah paling dikenal pada abad ke-20. Penerima hadiah Nobel Perdamaian, warisannya melengkapi visi Paus Fransiskus mengenai gereja yang rendah hati yang berusaha melayani kaum miskin dan perayaan untuk menghormatinya ditandai dengan Tahun Kasih Suci yang berlaku sampai 8 November. Berdiri di bawah sebuah kanvas yang tergantung di Basilika Santo Petrus yang menunjukkan sang mendiang suster dalam jubah putih bersalur biru, Paus menyebut Bunda Teresa sebagai ‘’dispenser’’ untuk kasih ilahi dan memaksa kekuatan dunia untuk

mengakui kejahatan atas kemiskinan yang mereka ciptakan. ‘’Bagi Bunda Teresa, kasih adalah garam yang memberi rasa pada baktinya, cahaya yang bersinar di kegelapan bagi banyak orang yang tidak lagi punya tangisan untuk ditumpahkan karena kemiskinan dan penderitaan mereka,’’ kata Paus. Sekitar 120.000 orang menghadiri seremoni itu, kata Vatikan. Mereka merayakan kehidupan seorang wanita yang disebut Paus Fransiskus mungkin akan sulit disebut ‘’Santa’’ karena orang sudah begitu dekat untuk spontan menyebutnya dengan ‘’Bunda’’. Penobatan santa untuk Bunda Teresa juga dirayakan di Skopje, ibu kota Makedonia, di mana sang santa lahir dari orangtua Albania pada 1910 dan menjadi biarawati pada usia 16 tahun. Di Kolkata, India, sendiri tidak ada seremoni semacam itu, padahal di sinilah misi pertama Bunda Teresa didirikan pada 1952. Namun doa, diskusi dan event kebudayaan sudah direncanakan diadakan di sini, demikian Reuters. (ant)

Harus Bersatu Padu Majukan Pertanian Bali Selama ini, banyak tokoh meminta agar komponen pariwisata membantu memajukan pertanian Bali. Bertahun-tahun permintaan itu digaungkan. Selama itu pula permintaan itu tak terpenuhi. Buktinya, pariwisata Bali makin melesat, pertanian Bali makin tertinggal. Kini paradigma itu harus ditinggalkan. Sinergitas perguruan tinggi, pemerintah dan petani adalah jawabannya. Ketiganya harus punya komitmen yang sama memajukan sektor pertanian. PROF. I Made Supartha Utama, akademisi Unud, menyatakan pertanian Bali harus mandiri. Sektor lain tidak bisa didorongdorong untuk belas kasihan kepada sektor pertanian. Sektor pertanian harus menunjukkan kualitas hasilnya. ‘’Kalau itu sudah bisa dilakukan, tanpa diminta pun pasar akan menyerap, termasuk sektor pariwisata,’’ tegas Supartha Utama yang juga Direktur UCDP, Sabtu (3/9). Karena itu, perlu sinergi antara petani dengan akademisi dan pemerintah. Sasarannya adalah meciptakan produk-produk pertanian yang diminati pasar dan secara kualitas bisa bersaing di pasaran. Hal serupa juga dinyatakan praktisi pertanian Wayan Supadno. Ia mengatakan, Bali jangan sampai keluar dari ikon pertanian. Sebab, peradaban orang Bali lahir dari sektor pertanian. ‘’Petani Bali harus tetap berbuat dan melakukan inovasi untuk melawan penghancuran lahan pertanian,’’ ujarnya. Guna menciptakan paradigma baru pertanian, ia meminta pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya, bisa bersinergi mencetak pengusaha muda pertanian sebanyakbanyaknya. Sebab, saat ini pengusaha muda di Bali baru 1,6 persen. Dengan cara ini, sudut pandang generasi muda melihat pertanian akan berubah, karena akan menjadi lebih menguntungkan. Tak hanya Bali, wilayah lain ternyata juga mengeluhkan akan mundurnya sektor pertanian. Sejumlah tokoh nasional pun meminta agar pemerintah peduli pada pertanian.

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko bercerita tentang pengalamannya setelah tidak lagi memimpin TNI. Dia mengatakan banyak melakukan perbaikan dari sisi sistem pertanian di berbagai daerah. ‘’Yaitu mengubah mindset petani dari pertanian tradisional ke nontradisional, pertanian modern. Itu bisa diperbaiki dengan teknologi,’’ katanya. Ketidakberdayaan sektor pertanian, rupanya sudah mendapat perhatian pemerintah. Salah satunya, pemerintah sedang menyiapkan metode pengadaan lahan agar pemanfaatan tanah dapat lebih efektif untuk sarana permukiman dan pertanian. ‘’Kita memerlukan metode, pendekatan atau parameter untuk menghitungnya. Bisa dengan menghitung kebutuhan menurut komoditas, bisa juga dengan menghitung kebutuhan per 1.000 penduduk,’’ kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, pekan lalu. Ia menjelaskan, perencanaan dan kebijakan mengenai lahan ini penting karena pemerintah ingin setiap tanah memiliki status yang jelas dan dimanfaatkan secara maksimal. Ia juga memastikan kegiatan perencanaan ini dilakukan karena pemerintah ingin menjamin ketersediaan pangan dengan penyediaan lahan yang memadai. Dengan penambahan lahan ini, maka diharapkan investor dapat makin berminat untuk menanamkan modal dalam bidang pangan, sehingga target produksi jagung, gula maupun sapi bisa tercapai. (nik)

Makin Rapuh Dari Hal. 1

Bunda Teresa

Bali Post/dok

Tekan Cina Dari Hal. 1

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Baarack Obama pada Sabtu (3/9) menekan Presiden Cina Xi Jinping mengenai perselisihan teritorial di Laut Cina Selatan, dengan mendesak Beijing memenuhi kewajiban hukumnya dan menekankan komitmen-komitmen AS kepada para sekutu regionalnya. Ketegangan yang diakibatkan perselisihan soal perairan itu antara Cina dan para tetangganya diperkirakan akan mewarnai konferensi tingkat tinggi negara-negara Kelompok 20 (G-20), yang berlangsung di kota Hangzhou, di bagian timur Cina pada Minggu (4/9). Cina menginginkan KTT itu, acara terbesar tahun 2016 di negara itu, berjalan lancar seperti terlihat dari sikapnya dan menghindari ketegangan dengan Washington. Obama, yang masa tugasnya tersisa

lima bulan lagi, ingin membubuhkan tanda tangannya dalam perubahan kebijakan di Pasifik, sebagai penekanan bagi penggantinya di Gedung Putih yang akan terpilih pada November dan mulai bertugas 20 Januari. Setelah lebih empat jam pertemuan-pertemuan dengan Xi dan para pejabat tingginya, Obama menekankan pentingnya bagi Cina ‘’untuk mematuhi kewajiban-kewajibannya’’ kepada sebuah perjanjian maritim internasional dalam perselisihan itu mengenai hak-hak atas sebuah wilayah yang kaya minyak dan ikan. Sebuah mahkamah di Den Haag membuat keputusan pada Juli bahwa C’hina tak memiliki hak sejarah atas perairan di Laut C’hina Selatan dan melarang hak Filipina, yang membawa kasus itu beradasarkan Konvensi PBB mengenai Hukum laut (UNCLOS). (ant)

Pertarungan Sengit Dari Hal. 1

Pertarungan sengit terjadi antara Marc Marquez, Valentino Rossi, Cal Crutchlow, dan Andrea Iannone. Pada akhirnya, Crutchlow mampu menyabet posisi kedua di depan Rossi. Pembalap tim LCR Honda, Cal Crutchlow, memulai balapan pada baris terdepan usai merebut pole position pada kualifikasi MotoGP Silverstone, Inggris, Sabtu malam WIB. Ketika itu Crutchlow berhasil

melewati tantangan cuaca basah yang menyelimuti Sirkuit Silverstone dengan catatan waktu 2 menit 19,265 detik atau unggul 0,998 detik dari pembalap Yahama Valentino Rossi di posisi kedua. Pembalap muda tim Suzuki, Maverick Vinales, memulai balapan dari posisi ketiga dengan catatan waktu 2 menit 20,514 detik. Ia berada di depan Dani Pedrosa yang mencatatkan waktu 2 menit 20,742 detik. (ant)

Bali bahkan tumbuh liar dengan menguatnya dominasi asing di tanah Bali. Kondisi ini diperparah makin rapuhnya mentalitas untuk membentengi Bali dengan membangun kembali kejayaan sektor pertanian. Bahkan, Bali terancam gagal memenuhi kebutuhan bahan pangan penduduk Bali. Kondisi ini tak hanya dampak tingginya alih fungsi lahan dan kekeringan. Hal ini juga dipicu tidak jelasnya zona pertanian abadi. Kini di tengah menguatnya kepedulian terhadap pertanian, Bali mestinya segera memetakan dan merancang zona pertanian abadi. Proteksi terhadap sawah dan penguatan infrastruktur pedesaan diharapkan menjadi prioritas pembangunan. Pandangan itu terungkap ketika Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat terkait korelasi pembentukan zona pertanian abadi dengan pembatasan alih fungsi lahan. Pada jajak yang dilakukan di seluruh Bali, tercatat 77,21 persen responden meyakini pembentukan zona pertanian abadi bisa membatasi alih fungsi lahan dan mampu mengawal target-target menjadikan Bali mendiri dalam hal ketahanan pangan. Responden berpandangan ketika perda jalur hijau tak lagi afektif melindungi lahan pertanian, perda sawah abadi diharapkan bisa menjadi solusi. Untuk itu, kabupaten/kota diharapkan segera menetapkan zona sawah abadi. Jika hal ini

lambat diwujudkan, responden berkeyakinan pertanian Bali akan makin termarginalkan dan pertanian Bali akan gagal menjadi salah satu sumber perekonomian masyarakat desa. Sementara 21,26 persen responden mengaku tidak yakin penetapan zona pertanian abadi bisa membatasi alih fungsi lahan. Potensi ini terbuka lebar mengingat pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran perda sangat lemah. Masih kuatnya budaya kolusi dan mahalnya harga lahan tetap akan membuat pemilik lahan tergiur. Selain itu, alih fungsi juga akan tetap terbuka ketika pemilik lahan tergencet pajak. Responden berpandangan, rendahnya keberpihakan pemerintah terhadap pertanian akan membuat profesi sebagai petani tak dilirik. Kondisi ini pada gilirannya akan membuat petani berpikir pragmatis menjual lahannya. Selain itu, kegagalan pemerintah melakukan moratorium dalam pembangunan investasi pariwisata tetap memosisikan sektor pertanian sebagai pihak yang dikorbankan. Sementara itu, 1,53 persen responden tak memberikan jawaban terkait hal ini. Responden berharap Bali segera menjabarkan amanat UU dengan menentapkan zona pertanian abadi. Untuk mengatasi potensi kegagalan menyediakan kebutuhan bahan pangan bagi penduduk Bali, kaum urban dan wisatawan, pemerintah harus melakukan terobosan dalam mengelola pertanian. (dir)

Senin, 5 September 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Kemenangan Dharma Dalam Diri bag 2 06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Lila Cita Sanggar Seni Tari Widya Santika Graha (1) 08.00 Education On Bali TV 08.35 BCTTV 09.05 Dialog Interaktif Prita 10.00 Lejel Home Shopping 10.30 Etalase/Folk Song 11.00 Bali Channel Tourist TV

11.30 DW TV 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Kemenangan Dharma dalam Diri bag 2 12.30 Berita Siang 13.00 Klip Bali 13.30 Lejel Homeshopping 14.00 Klip Bali 14.30 Yowana Live Galungan 15.30 Education On Bali TV 16.05 Dialog Interaktif Pablibagan 17.00 Seputar Bali Terkini 17.05 DW TV Inovator 17.30 Taman Sari TK Widya Dharma Sastra (1)

18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Giliran Anda 20.00 Orti Bali 20.30 Lila Cita Arja Muani Sunari Sidi Bajra Sandi (4) 21.00 Bali Channel 21.30 Berita dan Bincang Terkini 21.35 Ista Dewata Pura Alas Arum 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Drama Gong Cupak Grantang (1) 23.00 Lila Cita Calonarang Plaza Kuta (1) 24.00 Closing

Arjuna Gagalkan Serangan-serangan Ksatria Kuru

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Tiga Puluh Lima)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

KEMUDIAN Aswatthaman, yang menahan panji-panjinya sebuah ekor singa, menunjukkan keperkasaannya. Putra Drona itu oh raja mulai menahan Arjuna. Sungguh, putra dari putri Saradwata itu, menyerang Partha menggunakan 10 batang panah. Putra Drona ini juga mengarahkan tujuh panahnya ke Vasudeva. Saat itu, Aswatthaman berada di jalur keretanya Arjuna, tujuannya untuk melindungi penguasa Sindhu itu. Banyak ksatria utama di antara keturunan Kuru itu, para prajurit kereta hebat, semuanya mengepung Arjuna dari segala sisi dengan sebuah rombongan besar kereta-kereta. Setelah merentangkan busur-busur mereka, menembakkan panah-panah yang tak terhitung jumlahnya. Mereka dengan sangat ketat mulai melindungi penguasa Sindhu. Semua itu atas perintah putra paduka Duryodhana. Kami, saat itu, menyaksikan keberanian Partha yang tak pernah memiliki rasa takut itu, sebagaimana jumlah panahpanahnya yang tidak habis-habis-

nya. Demikian juga keperkasaan Gandiva, busur Arjuna itu dengan cepat bisa melontarkan panah panah terbaiknya. Setelah menggagalkan dengan senjatanya sendiri, semua serangan putra Drona Kripa itu, Arjuna kemudian menyerang setiap orang dari para prajuirt itu dengan 9 batang panah. Kemudian, putra Drona melawannya dengan lima dan 20 batang anak panah. Vrishasena dengan 7, dan Duryodhana menyerang menggunakan 20. Dan Karna, Salya masing-masing dengan tiga anak panah. Semua dari mereka meraung kepadanya meneruskan berkali-kali menyerang denggan cara menggoyanggoyangkan busurnya. Mereka mengepung dari segala sisi. Kepeungan itu segera menyebabkan kereta-kereta mereka ditarik dalam bentuk garis mengelilingi Arjuna. Dengan keinginan agar terbenamnya matahari lebih cepat, para prajurit kereta perkasa dari pihak bala tentara Kaurava itu dilengkapi banyak gerakan. Mereka mulai bersorak kepada

Arjuna, dan menggoyang-goyang busur-busur mereka, menutupinya dengan hujan-hujan anakanak panah tajam seperti awan mencurahkan hujan di sebuah gunung. Para prajurit pemberani itu, dengan senjata-senjata yang menyerupai tongkat-tongkat berat, juga ditembakkan pada peristiwa itu, Oh raja, senjata-senjata surgawi ke tubuhnya Dhananjaya. Setelah menyebabkan sebuah penyembelihan besar-besaran dalam bala tentara paduka, Dhananjaya yang perkasa dan tak terkalahkan pada pertempuran itu tidak dapat ditahan keberaniannya. Kirithin mendatangi penguasa Sindhu itu. Bagaimanapun, oh raja Karna, dengan anak-anak panahnya, Arjuna menahan pada pertempuran semua ksatria utama Kuru yang menekan dari segala sisi. Hal itu benar-benar dalam pandangan, oh Bharata, Bhimasena dan Satwata. Partha yang berlengan perkasa, dalam pandangan semua pasukan itu benar-benar menyerang

putra Suta itu. Nah… sebagai balasannya Karna melontarkan 10 batang anak panah. Satwata sendiri, oh tuan, menyerang Karna dengan tiga batang anak panah. Bhimasena menyerang menggunakan tiga batang anak panah. Dan Partha itu sendiri sekali lagi dengan tujuh. Prajurit kereta perkasa Karna itu, kemudian menyerang masingmasing dari tiga prajurit itu,

dengan 60 batang anak panah. Demikian, oh raja, hebatnya pertempuran antara Karna, yang berjuang sendirian di satu pihak melawan ksatria dalam jumlah lebih banyak dari Pandava. Keberanian dari putra Suta itu sangat luar biasa dan sangat menakjubkan di luar batas. Karena digairahkan kemarahan, dia sendirian menahan tiga prajurit kereta hebat itu. (bersambung)

Sloka 9.22 Ananyas cintayanto mam ye janah paryupasate tesham nityabhiyuktanam yoga-ksemam vahamy aham Tetapi mereka yang memuja-Ku dan bermeditasi kepada-Ku semata, kepada mereka ini yang dirinya terkendali, Aku akan berikan apa yang mereka tak punya dan menjamin dengan aman yang mereka miliki.


16 Pages

167 Number 8th year Price: Rp

L O N A A T I E R N I N T

3.000,-

ost.co.id e-mail: info_ibp@balip ost.com. ternationalbalip

st.com. http://epaper.in

rnationalbalipo

L O N A A T I E R N I N T

online: http://www.inte

Monday,

r 5, 2016

Monday, Septembe

Singer Jessie J performs “Domino” during the 12 Season finale of “American Los Idol” in

er 5, 2016

Septemb

military: Nigerian Some officersto selling arms Boko Haram Page 6

Luiz in shock Chelsea return to City as Man squad clears out

ats copy Jessie J be al over right appe ‘Domino’ smash hit REUTERS/Phil

Photo

access unsupported

by personal “The other

of Clifton wrote. breach.” Friday pernot fill the ’s knowledge,” Jessie J on evidence didGross, a St. Louis-based pop singera California songwriter her in an interMichael songs for reject NIA - British Loomis, said will seek CALIFOR appeals court to from one of his lawyer for his client it U.S. view he expectsthe opinion stands, suaded a she stole the melody and Martin a rehearing. “If blueprint for publishDr. Luke a claim that that “Bright Red could serve as to solicit works “Domino.” He also said accessed 2011 hit

Katy of Aping companies could have 2010 while helping into the companies’ Circuit Court in Dream” their way “The copyThe 9th U.S.Loomis did not show her “Teenage music make Gross said. on was not and Chords” Will relied peals said Dr. Luke, Max Martin to Perry record from the local and own music,” the court J, access right rule album, either a former Loomis that Jessie writers had that opportunity.” the joined from lawyer for meant to create other “Domino”“Bright Red Chords,” scene or guitarist who had Lepera, a pleased with Christine was infringed. the Lust his 2008 song said they are a Novemcopyright Music CaliforPerry’s band. and that his SA’s Universal the Pasadena, Circuit defendants, which upheld were also decision, Writing for Vivendi court, however,the “bare the 2013 lower court ruling. various affiliates No. 6 on the1 ber Group and a nia appeals Clifton said peaked at “Domino” 100, and reached No. Loomis’ song Judge Richard defendants. said he had furnished birth receipt” of the case go to Hot in 2009 Loomis Billboard Kingdom. Jessie J’s to let song, recorded Lust, to corporate (rtr) in the United copy of his Loomis and the “find” was not enough consists name is Jessica Cornish. trial. with his band assigned to the record that through speculations “At bottom, a record executive music, and to the of Loomis’s primarily and “share” have found its way Post at: her it could writers. Jl. D.Tamblingan ional Bali “Domino”

find Internat

Sanur Jl. D.Tamblingan Sanur Cafee 18 Ramayana Jl. D.Tamblingan Sanur Cafee Sari Kuta Jl. Bakung 19 Smirnof Jl. D.Tamblingan Sanur Kuta Hotel Jl. Pantai 20 Legwa Jl. D.Tamblingan Sanur Club Tanduk Cafee 1 Kuta Beach the Coffe Bear 21 Nu Laser Jl. Camplung Kuta Jl. D.Tamblingan Kuta Book Sari 17 DKerobokan Hotel 2 Wen Dys Jl. Bakung 22 Ganesa Jl.Petitenget Paradiso Bali Daiving Legian Kuta 17E Kerobokan 3 Seminyak 23 All For Jl. Padma 23 Jl.Petitenget Klod Resort&Spa 4 Ramayana 24 Barocca 17C Kerobokan Jl. Doble Six/Werkudara No. 51 Legian Resort&Spa Jl.Petitenget 9 Kerobokan Klod 5 The Lokha 25 Lantern Emtertaiment Jl. D.TamblinganA Sanur Jl.Petitenget Live Sport No. 106 Dps No.126 6 66 Corner 26 Shearlock 140 Jl. Raya Puputan Jl. D.Tamblingan Grill No 148 7 Leghawa 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan 68 Mandala Renon Renon No dan Restoran 148 Jl. Raya Niti Jl. D.Poso 8 Retno Barr 28 Kopi Made Mandala No. No. 50D Manan Jl. Raya Niti Yamin No.18 Jl. D.Poso 9 Elkomedor 29 Dimsum Jl. Mohamad No. 39 Scret No.88 Renon Jl. D.Poso 10 Malaika 30 Furama Jl. Merdeka Sanur Subah Renon Denpasar Jl. D.Poso 11 Snack Shack 31 Warung Wuruk 184 khas Gilimanuk Sanur Jl. Hayam Lokal Jl. D.Poso 12 Warung 32 Ayam Betutu Sanur Jl. D.Poso 13 Cokro Cafee 33 Bali Bakery Sanur Jl. D.Poso 14 T.J.Bar Sanur 15 J & N Kebab D.Tamblingan Jl. Bar 16 Goanna 17 Batu Jimbar

You can

de Man-ma not tourism othly run smo in Bali

or - Man-made DENPASAR is one of the tourism in addition artificial tourist attractionsand cultural to the natural in Indonesia, appeal ones. However, Bali, the especially tourist attraction of artificial eco-tourism and under artifiremains specifically, the smoothly More not to run cultural tourism. can be said cial attraction that manshould realizedoes not run in Bali. in Bali the “The government development support,” said Program, made tourism to lack of public due Graduate Gede smoothly Tourism Studies Dr. Komang Director ofUniversity, Prof. Udayana in Denpasar. Bendesa,

Angeles, Calfiornia May 16, 2013.

McCarten/File

as China wary Hong Kong exposes election ng strains underlyi Page 13

Rellandini

Mother Teresa borne to sainthood by complex, mysterious process

Tourism... on page 2 Continued

ood to sainth s resa borne ces Mother Te x, mysterious pro by comple

REUTERS/Stefano mass, during a Basilica 4, 2016. Peter’s of Saint Vatican September at the in the facade Square is seen Calcutta n in Saint Peter’s Teresa of Mother for her canonisatio depicting A tapestry by Pope Francis, celebrated

acclaimed

their saints uponknown

who Hitchens, writer Christopher called “Hell’s a miracle, made a documentary Teresa, say This requires curon Mother One of the Angel” beatification. the inexplicable flawed. system is treated Bersa at the which is usually to the who told Indian of a sick person. attributed

doctors Mustafi, a result of level ing The first miracle Cal- were The current process, which allowed time, Ranjan was at the local death. Teresa of called as a “cause”, begins that someone Mother Teresa, and her, concerned media the healing n of Mother believes saintly life. beatify Bersa, canonisatioprocess - sometimes Church to treatment. expensive, when a diocese lived a of a CITY - The she the woman, Monica said to VATICAN the culmination that is long, complex, posthu- in their community open, he or an Indian tumour is others also be heard Church stomach it is formally and News can at Global cutta marked g machine” . The Catholic so holy during When title “Servant of God.”Canadi- whosedisappeared after she a year after in “Bali Image” from 9.30 96.5 and can get the postulator, in this case , have to the nun in 1998, considered “the saint-makin often contentious Radio FM am. Listen to on people to be with God The Kolodiejchuk n to prayed Teresa died. opaque and until 10.00 FM at http:// sainthood Father Brian working believed Mother documentatio a an priest commission case to are now miracles. Global Radio ten2mymously confers each A medical that they rules to grant at sends voluminous its Congregation globalfmbali.lis streaming medical their lives with him to perform often, bent Vatican the procedure the Vatican, where Saints assigns it with the Vatican reviews or live video of and http:// is any known acallowing sainthood to radio.com intercede lfmbali.com li. of the nun for relator oversees decide if there healing. for the Causes dispensation status her case her death to a “relator”. Thewith theologians, explanation for the Such is the work in the slums as to establish two years after her ? enough it, and together claimed for city now knownSun- be launchedthe usual five. if it is worthy OR MEDICINEatheist MIRACLEsuch as the late of the Indian Pope Francis on of an instead of even considered making recommends gets the but cardinals to continue. Critics, He had Kolkata, who a saint in front But the candidate step is a dana saint immediately If it does, pilgrims. would set day declared The next 120,000 more her him that it the future, even title “venerable”. convinced estimated sainthood is often for precedent Church people the path to than beatific. and gerous the early bureaucraticTeresa died in 1997 her though in who met Mother John Paul, the late Pope

balipost (148rb Like) http://facebook.com/balipost

http://radiogloba nel/global-fm-ba ustream.tv/chan

SENIN PON, 5 SEPTEMBER 2016

@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Syahrini Berjuang Dapatkan Restu

Bali Post/win

SOUNDRENALINE - Penampilan vokalis Simple Plan bersama vokalis Kotak Tantri pada hari pertama Soundrenaline 2016, Sabtu (3/9) di GWK.

Soundrenaline 2016

BEBERAPA waktu lalu Syahrini sempat menceritakan bahwa ia tengah menjalin hubungan dengan seorang pria. Sayangnya, Syahrini mengaku sang ibu belum merestui hubungannya dengan pria yang masih ia rahasiakan identitasnya itu. Baru-baru ini Syahrini kembali curhat tentang permasalahan yang mendera kisah asmaranya tersebut. Pelantun hits ‘’Sesuatu’’ ini mengakui bahwa perbedaan keyakinan memang menjadi alasan utama mengapa sang ibunda belum memberikan restu. ‘’Aku emang lagi dekat dengan seseorang, tetapi kita berbeda keyakinan,’’ ujar Syahrini. ‘’Mamaku belum restu ke arah situ.’’ Syahrini mengungkapkan bahwa saat ini dirinya dan sang kekasih tengah berjuang untuk mendapatkan restu. Syahrini pun berharap ada jalan keluar untuk permasalahannya ini dan bisa berjodoh dengan sang kekasih. ‘’Jadi kita sedang menyamakan suara atau berikhtiar,’’ ungkap Syahrini. ‘’Mudah-mudahan kalau ini jodohnya ya pasti jalan.’’ Namun, Syahrini mengaku pasrah jika memang ia tak bisa menemukan jalan tengah agar hubungannya bisa mendapatkan restu ibunda. ‘’Kalau tidak, ya terpaksa terempas tersisihkan kembali,’’ tambahnya. Apalagi di dalam lubuk hatinya, Syahrini mengaku berharap bisa mendapatkan jodoh yang seiman. ‘’Kalau aku orang muslim, pakemku harus menikah dengan yang seiman. Yang artinya kalau orang muslim, kalau mama restu, Allah sudah restu, sudah ridho,’’ pungkas Syahrini. (pik)

Simple Plan Hibur Puluhan Ribu Penonton

HARI pertama Soundrenaline 2016 diisi oleh grup musik asal Kanada, Simple Plan, Sabtu (3/9) di Garuda Wisnu Kencana (GWK). Puluhan ribu penonton memadati panggung utama A Stage yang dibekali kekuatan suara 260 ribu watt. Tampil sekitar pukul 00.00 tengah malam, Simple Plan menjadi magnet utama pada pentas musik terbesar tahunan itu. Dibuka dengan single ‘’Opinion Overload’’, kemudian disusul dengan single ‘’Jetlag’’ yang dinyanyikan Pierre bersama vokalis Kotak Tantri. Puluhan ribu penonton bersama-sama menyanyikan lagu yang berasal dari album ‘’Get Your Heart On!’’ (2011) itu. Selain tampil di Bali, Simple Plan juga manggung di Ancol, Jakarta, Minggu (4/9). Selama satu jam, Simple Plan juga menghibur penggemarnya dengan hits sepanjang masa milik mereka, yaitu ‘’Welcome To My Life’’ dan ‘’Perfect’’. Simple Plan menjadi band dari luar negeri yang tampil di hari pertama Soundrenaline 2016. Pada hari kedua Soundrenaline 2016, juga diisi oleh grup musik Temper Trap dan Bloc Party. (kmb23)

Bali Post/ist

Bali Post/Slank

Slank Meriahkan Hari Pramuka di Surabaya

GRUP Band Slank memeriahkan peringatan Hari Pramuka ke-55 di Dermaga Madura, Ujung Koarmatim, Surabaya, Minggu (4/9) kemarin. ‘’Saya sengaja mengundang Slank karena kita tahu Pramuka tidak hanya milik mereka yang berbaju pramuka, dan pemerintah, tapi pada dasarnya milik rakyat,’’ kata Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf. Menurut orang nomor dua di Pemprov Jatim yang akrab disapa Gus Ipul ini, Bung Karno pernah mengatakan bahwa siapa pun boleh bangga kepada pramuka, apakah dia mahasiswa atau pengembala kerbau di desa. ‘’Untuk itu saya ingin mengembalikan pramuka milik rakyat bukan milik pemerintah atau yang berbaju pramuka, termasuk juga milik Slanker,’’ tambah Gus Ipul yang juga Ketua Kwarda Pramuka Jatim ini. Oleh karena itu, katanya, Slank diundang dan diajak bicara untuk membuat satuan karya komunitas. ‘’Intinya kami ingin Slank ambil bagian dalam rangka menjadikan pramuka sebagai tempat kaderisasi bangsa,’’ paparnya. Sementara itu, drummer Slank Bimbim mengatakan lulusan pramuka mempunyai jaminan mental yang bagus karena pendidikannya jelas. ‘’Kalau ngomong revolusi mental yang gampang ya… masukin pramuka aja dari kecil,’’ katanya. Baginya, Indonesia menjadi negara dengan banyak potensi gempa. Oleh sebab itu, kata Bimbim, perlu orang yang tanggap dan kalau masuk pramuka pasti tanggap. Dalam kesempatan itu, Slank ditemani Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf memainkan tiga lagu yakni ‘’Mars Slanker’’, ‘’Garuda Pancasila’’ dan ‘’Ku Tak Bisa’’ di atas kapal KRI Dewa Ruci. Selain itu mereka juga menebar 10 ribu benih ikan kerapu. Dalam peringatan Hari Pramuka ke-55 juga diadakan lomba Pionering (tali temali tongkat) bangunan bertema ‘’Cintaku pada Pancasila’’ yang diikuti oleh 5.000 pramuka se-Jatim dengan 19.000 tongkat pramuka yang berhasil memecahkan rekor Muri. (ant)

Banjar Keladian Kembangkan Sapi BANJAR Keladian, Desa Pempatan, Rendang, Karangasem memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan ternak sapi. Ketua Kelompok Ternak Sapi Dukuh Sari, Banjar Keladian, Kadek Sukaja, Minggu (4/9) kemarin menyampaikan, pengembangan sapi di banjar ini terkendala masalah air bersih. Dia menambahkan, ternak sapi di kelompoknya tinggal di ‘’vila.’’ Ratusan sapi dikandangkan di vila I dan vila II. Kandang sapi yang memanjang itu dinamainya vila, kata Sukaja, karena ternak sapi penggemukan atau sapi titipan orang, belum laku atau sudah laku dijual tetapi belum mendapatkan angkutan truk yang bakal mengirimnya ke Jawa, maka sapi itu sementara menginap di vila. ‘’Sapi yang menginap di sana tak dikenai biaya menginap. Namun yang bukam milik anggota kelompok, antara lain kena biaya makan, pemeliharaan dan masuk ke kelompok sebanyak Rp 5 ribu,’’ papar Sukaja.

Dikatakan, ternak sapi di wilayah banjarnya potensinya memang besar. Tiap keluarga petani di banjar itu minimal memelihara 8 atau 10 ekor sapi. Namun, ada peternak yang ngadas sapi (sistem bagi hasil dengan pemilik). Orang kaya bisa memiliki sapi sampai 300 ekor, tetapi sapi itu di-kadaskan kepada petani yang tak memiliki sapi. ‘’Di Keladian populasi sapi bisa mencapai 2.000 ekor, karena penduduk di banjar kami ratusan KK. Sementara populasi sapi di Banjar Puragae lebih banyak lagi,’’ katanya. Hanya, lanjut Sukaja, air menjadi kendala pengembangan ternak sapi di wilayah itu. Soalnya, saat musim kemarau, warga mengalami krisis air bersih. Saat air di cubang atau bak menampung air hujan sudah mengering, warga terpaksa membeli air bersih. Sampai di Keladian, warga yang rumahnya di pinggir jalan atau yang terjangkau mobil tangki air, harga air bersih mencapai Rp 150 ribu. Keperluan membeli air bersih berapa tangki, tergantung dari

SAPI - Ternak sapi di Kelompok Dukuh Sari, Banjar Keladian.

jumlah ternak sapi yang dimiliki, juga jumlah anggota keluarga pemakai air untuk MCK, memasak dan mencuci pakaian. ‘’Hanya air yang menjadi kendala kami di Keladian. Kalau hijauan untuk pakan ternak sapi, baik rumput gajah atau jenis rumput lainnya tak kekurangan. Rumput hijau sepanjang tahun, karena tanah kami subur dan wilayahnya sejuk masih wilayah Desa Pakraman Besakih,’’ paparnya. Selain beternak sapi, ibu rumah tangga juga beternak babi. Di Keladian juga ada kelompok ternak babi. Satu kelompok ternak babi memelihara babi sampai puluhan bahkan ratusan ekor. Selain peternakan sapi atau babi, dengan lahan yang subur, petani bertanam hortikultura berupa sayur-mayur, bunga dan palawija. Musim jagung menanam jagung. Ada juga menanam jeruk, tetapi hasilnya masih kalah jauh dengan beternak sapi. ‘’Berkat hasil dari beternak sapi, lumayan perekonomian warga di banjar kami cukup menggeliat,’’ papar Sukaja. (bud)

Bali Post/bud

Bali Post/kmb27

HUT - Ketua DPD Perbarindo Bali Ketut Wiratjana menyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Wakil Gubernur I Ketut Sudikerta pada puncak perayaan HUT ke-32 Perbarindo Bali, Sabtu lalu.

Puncak HUT Ke-32 Perbarindo Bali

Jalin Persahabatan dengan Masyarakat

PERHIMPUNAN Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Bali merayakan puncak HUT ke-32 bertempat di lapangan Bajra Sandhi, Renon, Sabtu (3/9). Di usia yang semakin dewasa, Perbarindo Bali ingin mempererat hubungan dengan masyarakat sesuai dengan tema ‘’BPR Sahabatku’’. Ini diwujudkan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Ketua DPD Perbarindo Bali Ketut Wiratjana mengatakan banyak kegiatan yang telah diselenggarkan menjelang puncak perayaan HUT guna mendekatkan diri dengan masyarakat. Di antaranya, melakukan literasi dan edukasi kepada seluruh pelajar di Kota Denpasar, memberikan santunan kepada masyarakat kurang mampu, memberikan beasiswa, menggelar donor darah. Seluruh karyawan dan direksi BPR di Bali juga melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Besakih. ‘’Dalam rangka HUT ke-32 Perbarindo, kami sengaja mengambil tema ‘BPR Sahabatku’, artinya kami mengharapkan kepada seluruh masyarakat menjadi nasabah kami. Dan bagi yang belum tentunya agar menjadi sahabat BPR seluruh Bali,’’ ungkapnya. Selain dimeriahkan dengan senam massal, puncak HUT Perbarindo Bali juga mengundang masyarakat umum untuk makan bersama. ‘’Kami juga telah mengerahkan karyawan dan karyawati BPR seluruh Bali kurang lebih 5 ribu orang. Pada puncak HUT kami mengundang masyarakat untuk ikut makan bareng dengan BPR,’’ ucapnya. Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta yang berkesempatan hadir dalam perayaan tersebut mengapresiasi upaya Perbarindo Bali mendekatkan diri dengan masyarakat. Wagub Sudikerta juga mengapresiasi kalangan pelaku BPR di Bali dapat menjaga performa NPL di angka 3,3 Persen dari batas maksimal 5 persen. ‘’Saya melihat NPL BPR di Bali masih cukup terjaga. Kendati demikian, saya ingin mengajak para pengelola BPR jangan pernah berpikir untuk mencapai NPL 5 persen, tetapi bagaimana caranya 3,3 persen bisa terus menurun, tetunya perlu peran aktif dari jajaran direksi dan karyawan BPR di Bali,’’ jelasnya. Dengan kondisi NPL yang terus menurun, Wagub Sudikerta optimis keberadaan BPR di Bali akan semakin sehat, maju, dan berkembang. ‘’Ini harus menjadi komitmen manajemen, baik direksi maupun karyawan untuk menjaga NPL tetap kecil dengan melakukan edukasi kepada nasabah,’’ tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Perbarindo Bali juga menyerahkan secara simbolis buku tabungan simpel untuk SD, SMP dan SMK/SMA yang dikoordinasikan anggota DPK Perbarindo Kota Denpasar. (kmb27/k250)

Bali Post/pik

Tiara Dewi akan Nikah dengan Lucky Hakim BERPROFESI sebagai aktor sekaligus anggota DPR, Lucky Hakim akan menikah lagi dengan Tiara Dewi. Pria berusia 36 tahun ini rencananya akan mempersunting Tiara pada 12 Desember 2016. Lucky Hakim sudah memikirkan matang-matang sebelum melamar kekasihnya, Tiara. Walaupun Lucky mengenal Tiara baru dua bulan sejak bulan Ramadan tahun ini. Lucky mengatakan keinginannya untuk menikah di tahun ini. Sayangnya saat itu ia belum tahu calon istrinya. Namun sejak kehadiran Tiara dalam hidupnya, Lucky sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan jodohnya. Kedekatan Lucky Hakim dan Tiara Dewi lama-lama semakin serius. Lucky mengakui bahwa dirinya dan Tiara sudah pernah gagal membina rumah tangga dan

hal inilah yang membuat Lucky dan Tiara siap untuk menikah dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi untuk mengurus rumah tangga. Lucky juga mengatakan, Tiara memilik banyak kesamaan dan kecocokan mengenai pandangan hidup. Hal ini yang menjadi alasan Lucky untuk menikahi Tiara secepatnya. Bagi Lucky, Tiara merupakan sosok yang kuat yang bisa membuat dirinya terpesona dan salut dengan kehidupannya sebagai single parent. Pemain film ‘’Malam Seribu Bulan’’ ini juga kagum dengan pribadi Tiara yang beda dari wanita lain. Lucky tahu betul bagaimana Tiara bisa menyatukan keluarganya. Lucky menganggap Tiara adalah sosok yang mengagumkan hingga Lucky tidak bisa menggambarkannya sosok Tiara dengan kata-kata. (pik)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook