Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
rabu wage, 4 april 2018
Koster-Ace Disambut Ribuan Warga Busungbiu dan Gerokgak
Satu Jalur akan Percepat Pembangunan di Buleleng
’’Sing Koster, Sing Milih’’, kini menjadi jargon masyarakat Buleleng menghadapi Pilgub Bali, 27 Juni mendatang. Cagub Bali nomor urut 1 Wayan Koster yang asli putra Buleleng mendapat dukungan penuh dari warga Den Bukit. Buktinya saat pasangan Koster-Ace melakukan kegiatan di tanah kelahiranya selalu mendapat dukungan antusias, dengan tingginya tingkat kehadiran, sekaligus dukungan kepada calon yang memiliki visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ ini. Seperti saat masimakrama di Kecamatan Busungbiu dan Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Senin (2/4). Kehadiran Koster-Ace di Bumi Panji sakti didampingi Ketua DPC
20 HALAMAN
NOMOR 215 TAHUN KE 70
PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng I Putu Agus Suradnyana, Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Buleleng I Gede Supriatna serta sejumlah kader partai pengusul dan pendukung. Mereka disambut ribuan warga saat melakukan simakrama dengan warga Kecamatan Busungbiu yang bertempat di Balai Desa Tista. Warga yang tidak bisa masuk wantilan, terpaksa mengikuti acara dari luar ruangan. Putu Agus Suradnyana merasa optimis Koster-Ace meraup kemenangan 85 persen suara di Kecamatan Busungbiu, Buleleng. ‘’Tadi saya lihat semua warga mengacungkan salam satu jalur. Itu keluar dari hati nurani. Saya yakin Koster-Ace menang 85 persen di
Busungbiu,’’ ujarnya optimis. Antusiasnya warga terhadap Koster-Ace, menurut Agus Suradnyana, karena Cagub Wayan Koster telah banyak berbuat untuk masyarakat dan pembangunan Buleleng, khususnya Busungbiu. Mulai dari wantilan, GOR, pembangunan SMK dan jalan hotmix. ‘’Pak Koster sudah terbukti, apalagi beliau putra Buleleng. Jani be nindihin nyama gelah,’’ tegasnya. Tak mau kalah, ribuan masyarakat Kecamatan Gerokgak juga menyambut kehadiran KosterAce. Tak kurang dari dua ribu massa memenuhi wantilan Desa Sanggalangit. Hal. 19 Puluhan Remaja
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Mantra-Kerta Programkan Revitalisasi Pasar Tradisional Seluruh Bali
PASANGAN Calon Gubernur-Wakil Gubernur Bali nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmwijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra Kerta) menaruh perhatian serius pada revitalisasi pasar tradisional. Program yang telah terbukti berhasil mendongkrak perekonomian pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kota Denpasar tersebut hendak ditularkan ke seluruh pasar tradisional yang ada di Bali. Membuktikan keseriusannya, Selasa (3/4) kemarin Cawagub Ketut Sudikerta kembali blusukan ke sejumlah pasar tradisional di Denpasar untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya pedagang. Blusukan dilakukan di sejumlah pasar tradisional yakni Pasar Ketapian, Tegal Harum, Abian Timbul, dan Pasar Padangsambian. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang setempat untuk ‘’curhat’’ dan menyampaikan aspirasi mereka. Ni Nyoman Sriasih, pedagang di Pasar Ketapian, Denpasar Timur, misalnya. Pedagang sayur tersebut berharap program revitalisasi pasar diteruskan dan ditingkatkan lagi. Menurutnya, setelah revitalisasi ia menjadi lebih nyaman berjualan. Selain itu penghasilannya pun meningkat. ‘’Kami senang pasar (ditata) seperti ini, pedagang merasa lebih nyaman. Pembeli juga,’’ ujar Sriasih. Hal. 19 Sukses di Denpasar
BLUSUKAN - Cawagub Bali nomor urut 2, I Ketut Sudikerta, saat blusukan ke pasar tradisional di Denpasar, Selasa (3/4) kemarin.
DPRD Bali Bahas Ranperda Tajen
Denpasar (Bali Post) Pansus di DPRD Bali mulai melakukan pembahasan terhadap dua ranperda inisiatif dewan yang sudah diajukan dalam rapat paripurna, Senin (2/4) lalu. Salah satunya, Ranperda tentang Atraksi Budaya Tradisional Bali yang selama ini kerap diidentikkan sebagai ranperda tajen (sabungan ayam). Dewan membantah bila keberadaan ranperda ini bukan untuk melindungi judi atau taruhan yang umumnya ada pada tajen. ‘’Kami tidak menyusun ranperda yang berkaitan dengan persoalan judi. Tapi kami berbicara, membahas, dan mengeluarkan perda yang berkaitan dengan atraksi budaya tradisional Bali,’’ tegas Ketua Pansus Ranperda Atraksi Budaya Tradisional Bali,I Wayan Gunawan usai melakukan pembahasan dengan tim ahli di Gedung Dewan, Selasa (3/4) kemarin.
SIMAKRAMA – Wayan Koster didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng Putu Agus Suradnyana saat ‘’masimakrama’’ di Kecamatan Gerokgak.
Seluruh Daerah di Bali Dapat Opini WTP
Ranperda Atraksi Budaya sejatinya telah diusulkan sejak 2008, namun pembahasannya terus gagal lantaran selalu diidentikkan sebagai ranperda tajen. Lama terkatung-katung, DPRD Bali akhirnya mantap untuk mengajukan Ranperda tentang Atraksi
Budaya Tradisional Bali sebagai ranperda inisiatif dewan tahun ini. Gunawan menjelaskan, atraksi budaya yang dimaksud dalam ranperda adalah berbagai bentuk pertunjukan karya dan hasil karya seni, adat istiadat/tradisi, tata cara upacara
Pemerintah Siapkan Perpres Cegah Alih Fungsi Sawah
Jakarta (Bali Post) Pemerintah Daerah Provinsi Bali, Kota Denpasar dan delapan kabupaten yang ada di Bali seluruhnya memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penilaian dengan opini WTP tersebut merupakan capaian terbaik yang diberikan lembaga auditor negara tersebut berkaitan dengan perbaikan kualitas, kesadaran, komitmen dan kerja keras pemerintah daerah setempat, para pengguna anggaran dalam menyusun Laporan Hasil Pemeriksaan, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LHK LKPD). Hal. 19 Enam Bulan
38 Anggota DPRD Sumut Tersangka Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan 38 anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi memberi atau menerima hadiah terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD Sumut 2009-2014 dan/atau 2014-2019. Hal. 19 Bukti Permulaan
keagamaan yang unik dan menarik bagi siapa pun yang menikmati. Termasuk di dalamnya adalah simbolsimbol dalam agama Hindu seperti sabungan ayam. Hal. 19 Tabuh Rah
Bali Post/dok
DIAPIT BANGUNAN - Petani sedang mengerjakan sawahnya yang terhimpit bangunan perumahan. Tak hanya di Denpasar dan Badung, hal serupa juga terjadi di semua kabupaten di Bali.
Jakarta (Bali Post) – Pemerintah sedang menyiapkan peraturan presiden (perpres) untuk mencegah alih fungsi lahan sawah produktif dan mengatasi persoalan ketahanan pangan. ‘’Perpres sedang dipersiapkan dan dibahas dari berbagai sisi, tetapi ini masih perlu tim teknis,’’ kata Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil seusai mengikuti rapat koordinasi di Gedung Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/4) kemarin. Sofyan mengatakan peraturan hukum ini dibutuhkan karena semakin banyak sawah produktif yang beralih fungsi menjadi daerah hunian maupun industri, terutama di kawasan Jawa. Situasi ini, tambahnya, berpotensi mengganggu pasokan pangan dalam jangka panjang. Padahal, proses penciptaan lahan sawah produktif baru membutuhkan waktu yang lama. Menurut Sofyan, saat ini sekitar 200 ribu hektar lahan sawah per tahunnya telah beralih fungsi menjadi lahan nonproduktif, termasuk di antaranya menjadi kawasan komersial. ‘’Sebanyak 150.000-200.000 hektar per tahun berubah atau alih fungsi dari sawah ke kepentingan lain,’’ jelasnya. Dengan adanya peraturan hukum yang mengikat, Sofyan mengharapkan jumlah alih fungsi lahan sawah produktif dapat ditekan dan pasokan pangan dapat lebih terkendali. ‘’Terutama di Jawa yang sudah teruji mempunyai daerah produksi sawah,’’ ujarnya. (ant)
Menata Tukad Badung
Menjadikan ’’Halaman Rumah’’ Bukan Tempat Buang Limbah Tukad Badung kini menjadi tempat rekreasi di Kota Denpasar. Namun hanya terbatas di sekitaran Jalan Gajah Mada. Di tempat itu Tukad Badung telah menjadi ikonik dan menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Namun di alur yang lain utamanya yang membelah permukiman padat, Tukad Badung masih menjadi tempat membuang limbah.
Bali Post/eka
TERTATA - Sejumlah warga Kota Denpasar menikmati suasana di bantaran Tukad Badung di sekitar Pasar Kumbasari, Denpasar. Sejak kawasan ini ditata, banyak warga menjadikannya tempat santai.
Mengubah wajah Kota Denpasar memang diperlukan upaya ekstra keras. Selain banyak permukiman padat penduduk, Denpasar juga dibelah Tukad Badung yang selama ini menjadi tempat MCK, termasuk TPA. Tentu fenomena tersebut menjadi tantangan Pemkot Denpasar yang menyandang predikat Kota Budaya. Tantangan tersebut akhirnya dijawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan program penataan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Miliaran dana digelontorkan untuk itu. Alhasil, DAS Tukad Badung akhirnya tertata dengan baik, walaupun masih terbatas di tengah kota. Salah satunya terlihat di bantaran Tukad Badung di bawah jembatan Jalan Gajah Mada sepanjang 120 meter ke arah selatan. Penataan bantaran ini menelan dana Rp 5.015.206.000. Pengerjaan proyek ini telah dilakukan sejak 22 Juni 2017 dan rampung per 18 Desember 2017 lalu. Hal. 19 Mengubah “Image”
Bali Post/eka
BANTARAN - Alur Tukad Badung yang diapit permukiman padat penduduk. Di musim hujan alur ini biasanya dipenuhi sampah.
denpasar
2
Rabu Wage, 4 April 2018
figur Server Sempat Macet UJIAN Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang banyak dikhawatirkan akan terjadi kendala pada internet dan server mulai terbukti. Pelaksanaan UNBK di hari pertama di SMK PGRI 4 Denpasar sempat diwarnai insiden kecil, yakni macetnya server pada sesi kedua. Kondisi ini membuat Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. turun tangan mendinginkan suasana agar tidak menimbulkan kepanikan. Ia langsung mendatangi ruangan ujian dan meminta siswanya untuk tidak resah karena pihak sekolah sudah menyiapkan server cadangan. Tidak berselang tiga menit, semua perangkat berjalan normal. ‘’Kami memang sudah memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Syukurnya tim kami siap menghadapi dengan kepala dingin,’’ tegasnya di sela-sela pelaksanaan UNBK, Selasa (3/4) kemarin. Di sekolah swasta favorit ini tercatat 413 siswa mengikuti UNBK. Semua alat disiapkan mandiri oleh sekolah. Bahkan ada sekolah lain yang menggunakan lab komputernya untuk UNBK. Sekolah ber-ISO 9001-2008 dan sekolah aliansi ini memiliki Program Keahlian Multi Media, Akomodasi Perhotelan dan Tata Boga. (sue)
Didakwa Aniaya Dokter
Perbekel Plaga Diadili
Denpasar (Bali Post) Perbekel Desa Plaga I Gusti Lanang Umbara, S.Sos., Selasa (3/4) kemarin diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Ia duduk di “kursi pesakitan” lantaran didakwa menganiaya dokter jaga RSUD Mangusada, Badung, bernama dr. Grace Juniaty. Pria asal Banjar Semanik, Desa Plaga itu tidak didampingi pengacara. Sementara itu, JPU Lovi di hadapan majelis hakim pimpinan I Gede Ginarsa mengatakan kasus tersebut bermula saat terdakwa mengantar ibunya, Ni Wayan Asih berobat ke RSUD Badung. Pada 25 Februari 2018 sekitar pukul 04.30 Wita, ibu korban diterima di IGD dengan keluhan sesak napas. Selanjutnya dr. Grace melakukan tindakan pertama dengan memasang oksigen. Saat itu terdakwa juga menyampaikan bahwa ibunya mempunyai riwayat penyakit jantung dan dr. Grace kemudian memberikan obat sakit jantung dan menyarankan untuk rontgen. Ketika dr. Grace hendak membaca rontgen, terdakwa mendatangi korban di meja jaga dan mengatakan ibunya harus dirawat inap karena sudah memesan kamar VIP. Korbanpun minta formulir pemesanan kamar VIP tersebut. Saat itu korban juga menyarankan terdakwa untuk memesan kamar sendiri dan membeli obat sendiri. Atas dasar itulah terdakwa Gusti Umbara tidak terima. Dengan nada keras, kata jaksa dalam dakwaannya Gusti Umbara mengatakan ke dr. Grace, “Apakah saya harus mesan kamar sendiri dan membeli obat sendiri”. Kata-kata keras itu disampaikan hingga tiga kali. Saat itu dr. Grace menjawab keluarga pasienlah yang memesan kamar dan membeli obat. Merasa tidak terima, terdakwa yang menjabat perbekel ini mengambil satu bendel rekam medis yang ada di meja jaga lalu dipukulkan ke kepala dr. Grace. Setelah itu ia memukul pipi kanan dokter jaga IGD RSUD Mangusada, Badung tersebut. Walaupun dirasakan sakit, dr. Grace tidak melawan karena takut. Dia memilih mengamankan diri ke ruang perawatan. Atas kasus ini, terdakwa dijerat Pasal 351 dan Pasal 335 ayat 1 KUHP. Usai pembacaan dakwaan, sidang bukannya ditutup. Melainkan jaksa sudah menghadirkan empat orang saksi. Mereka adalah dr. Grace selaku saksi korban, I Putu Gede Widi Adnyana, I Made Dwi Pratya Paramata dan dr. Ngurah Arya Yodi Krisna. Usai memeriksa saksi, sidang dilanjutkan hingga sore. Yakni dalam sidang kilat itu langsung dilakukan pemeriksaan terdakwa. Sementara dalam sidang pekan depan langsung diagendakan pembacaan tuntutan. (kmb37)
Bali Post/kmb37
DISIDANGKAN - Perbekel Desa Plaga, terdakwa I Gusti Lanang Umbara, S.Sos., Selasa (3/4) kemarin disidangkan di PN Denpasar. Saksi korban dr. Grace bersama rekannya langsung dihadirkan sebagai saksi.
081 337 032 965, (0361) 819446
FM 96,5
Topik : Denpasar Tetapkan Empat Zonasi Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
BANTARAN - Seorang warga memancing di alur Tukad Badung yang bantaran sungainya belum tertata, Selasa (3/4) kemarin.
Bali Post/eka
PPDB SMP Tahun Pelajaran 2018/2019
Denpasar Tetapkan Empat Zonasi Denpasar (Bali Post) Secara prinsip, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP yang diterapkan pada tahun pelajaran 2018/2019 ini masih sama dengan tahun lalu, yakni melalui online. Hanya saja sesuai dengan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), maka daerah wajib menerapkan sistem zonasi. Kabid Pendidikan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar A.A. Gede Wiratama mengatakan hal itu, Selasa (3/4) kemarin. Menurut Wiratama, pola ini akan melengkapi pola yang sudah diterapkan sebelumnya, yakni jalur NUM, prestasi, penghargaan serta siswa miskin. “Untuk Denpasar kami akan tetapkan menjadi empat zonasi. Tiap zonasi akan ada tiga sekolah. Tiap sekolah memiliki beberapa wilayah
desa/kelurahan,” ujarnya. Wiratama menambahkan, ada beberapa perubahan yang akan dilakukan pada tahun ini. Penerapan kuota NUM, siswa miskin, prestasi dan penghargaan masih tetap. Namun seorang siswa harus tetap memilih di zona yang telah ditetapkan. Misalnya, siswa
di Peguyangan yang zonanya di SMPN 5, maka mereka wajib sekolah di sana. “Kalau pindah zona, masih bisa, tapi kuotanya hanya tiga persen. Zona 1 misalnya, ada SMPN 3, SMPN 8 dan SMPN 12. Nanti kita juga tentukan, desa/kelurahan yang masuk zona 1, siswa yang ada di
desa bersangkutan harus masuk di sekolah yang ada di zona ini,” katanya. Sedangkan yang mengalami perubahan, kata Wiratama yakni pola prestasi. Semua prestasi akan ada skornya, sehingga memudahkan siswa untuk melihatnya. Misalnya, prestasi yang berjenjang akan memiliki skor lebih banyak dibandingkan dengan satu prestasi saja, meski di tingkat nasional. Untuk jalur prestasi ini, kata dia tidak akan perlu ada tes lagi karena sudah terlihat dari skor yang ada. “Pola ini akan kita sosialisasikan setelah final.
Sosialisasi akan dilakukan kepada masing-masing perbekel/lurah serta dengan dewan,” katanya. Pada tahun pelajaran 2017/2018 lalu, PPDB menggunakan jalur NUS (48 persen), prestasi 20 persen, penghargaan 10 persen, siswa miskin 12 persen dan bina lingkungan terzonasi 10 persen. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
Kunjungi TK Dharma Putra
Ny. Iriana Joko Widodo Apresiasi Pendidikan PAUD di Denpasar
KUNJUNGAN - Ny. Iriana Joko Widodo didampingi Ny. Mufidah Jusuf Kalla melaksanakan kunjungan ke TK Dharma Putra, Banjar Kedaton, Desa Sumerta Kelod yang disambut langsung oleh Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara bersama Sekda AAN Rai Iswara, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara serta masyarakat, Selasa (3/4) kemarin.
KARAKTER seorang anak ditentukan bagaimana pendidikan itu bisa diterapkan. Keluarga sebagai tempat pertama penerapan pendidikan karakter diimplementasikan oleh orangtua. Terlepas dari itu, pendidikan karakter seorang anak juga ditentukan oleh guru di sekolah. Kunjungan Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo didampingi Ny. Mufidah Jusuf Kalla bersama Ny. Bintang Puspayoga ke TK Dharma Putra, Banjar Kedaton, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Selasa (3/4) kemarin disambut langsung oleh Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara bersama Sekda AAN Rai Iswara, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara serta masyarakat yang antusias menanti kedatangan Ibu Negara beserta rombongan.
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Iriana Joko Widodo berpesan kepada para anak-anak TK Dharma Putra agar mereka selalu rajin belajar, sembahyang dan berolahraga. Hal tersebut guna mewujudkan masyarakat yang cerdas secara intelektual, spiritual dan emosional. Terlebih Bali merupakan destinasi wisata, seni dan budaya tentu semakin memperkokoh warisan budaya bangsa. Plt. Wali Kota Jaya Negara mewakili seluruh masyarakat Denpasar sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas kunjungan Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo dan Ny. Musfidah Jusuf Kalla beserta rombongan ke Denpasar khususnya ke PAUD Dharma Putra. “Tetunya kunjungan ini akan menjadi motivasi bagi masyarakat kami untuk terus berupaya mewujudkan pendidi-
kan yang optimal dan berkelanjutan,” kata Jaya Negara. Hal senada juga disampaikan Kepala Sekolah TK Dharma Putra Ni Wayan Mudiati. Dikatakan, pihaknya sangat berterima kasih dan sangat senang atas kedatangan Ibu Negara beserta rombongan ke sekolahnya. “Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi sekolah kami, yang mana sudah barang tentu ke depan akan menjadi sebuah motivasi untuk terus meningkatkan kinerja guru yang mana bermuara pada pendidikan karakter,” katanya. Pada kunjungannya ke TK Dharma Putra, Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo berserta Ny. Musfidah Jusuf Kalla juga berkesempatan menari bersama anak-anak TK Dharma Putra serta membagikan bingkisan. (ad152)
Hari Ini Wisuda 1.252 Sarjana
Unmas Denpasar Ranking Pertama PTS di Bali Versi 4ICU UNIVERSITAS Mahasaraswati (Unmas) Denpasar kembali melahirkan human capital berkualitas bagi Bali. Rabu (4/4) hari ini, Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sumerta, M.Pd. mewisuda 1.252 sarjana di BNCC. Jumlah ini terbanyak selama Made Sukamerta empat tahun menjabat rektor. Dari jumlah itu, 1.210 merupakan sarjana S-1 yang meliputi enam fakultas, terdiri dari 14 program studi dan 42 orang lulusan program Magister. Pada wisuda ke-55 dan Dies Natalis ke-36 Unmas hari ini, Rektor Unmas juga mengundang Kepala Badan Intelijen Negara Republik Indonesia Drs. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. Mantan Kapolda Bali ini diundang sebagai narasumber orasi ilmiah soal kebhinnekaan di tengah isu derasnya faham radikalisme. Sejak Unmas dipimpin Rektor Made Sukamerta, civitas akademika Unmas merasakan adanya berbagai kemajuan di Tri Darma PT. Makanya Sukamerta belum lama ini dipilih secara aklamasi untuk jabatan kedua kalinya. Made Sukamerta mengungkapkan rasa bangganya karena lulusan Unmas teruji di dunia kerja. Mereka tak hanya menjadi pencari kerja (job seeker) tetapi juga menjadi pencipta kerja (job creator). Untuk itu, dia menekankan bahwa di era milineal ini keberhasilan sangat bergantung pada kemampuan
membaca peluang dan menciptakan peluang untuk memberdayakan diri sebagai insan yang sudah memiliki pengalaman belajar dan kompetensi. Untuk itu dia meminta lulusannya menatap masa depan dengan sikap percaya diri. Sukamerta juga tak pernah berhenti berkretaivitas guna mewujudkan visi dan misi Unmas Denpasar menjadi perguruan tinggi yang bermutu dan berbudaya. Di antaranya melalui proses pendidikan, SDM dosen dan sarpras berkualitas serta pelaksanaan Tri Darma PT berkualitas guna mendapat output lulusan yang berkualitas. Karena dia sadar persaingan yang sangat ketat serta tuntutan oleh pemerintah supaya perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang bermutu serta berorientasi pada kebutuhan pasar. Hal ini harus dipersiapkan dengan baik dalam menghadapi kehadiran Revolusi Industri 4.0 yang menghadapkan kita kepada berbagai perubahan dalam setiap aspek kehidupan. Perubahan yang sangat cepat ini pula harus disikapi oleh dunia pendidikan tinggi secara cepat dan tepat. Rektor didampingi WR I Prof. IGN Alit Wiswasta, M.P., WR II Drs. I Wayan Suandhi, M.Pd., WR III Ir. I Made Sastra Wibawa, M.Erg. dan WR IV Dr. Ir. I Ketut Arnawa, M.P. mencontohkan kini Unmas menyelaraskan
dosennya dari generasi X dengan mahasiswa dari generasi Y dan Z yang lahir pada era digital. Caranya, civitas akademika harus beralih ke paradigma kreatif, inovatif, melek teknologi dan mampu membelajarkan mahasiswa sesuai dengan karakternya. Makanya diperlukan proses pendidikan yang inspiratif. Untuk itu Unmas akan membentuk Pusat Kajian Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran untuk selalu merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri menanggapi perubahan revolusi industri 4.0. Dia juga memaparkan, Unmas Denpasar telah terakreditasi dengan nilai baik (B) untuk Akreditasi Institusi dan Program studi. Bahkan tahun 2017 Prodi Manajemen terakreditasi dengan nilai A. Pada tahun 2018 ini, ada beberapa prodi yang masih nilai B dipersiapkan untuk reakreditasi untuk mendapatkan nilai A. Demikian juga Unmas berdasarkan penilaian Kemenristek Dikti berada pada 100 besar dari sekitar 4.500 PT di Indonesia. Sementara versi 4ICU (4 International Colleges and University) yang melakukan perankingan atas kepopuleran situs yang dimiliki universitas di dunia melibatkan 200 negara, Unmas termasuk ranking 223 top universitas di Indonesia. Sekaligus menghantarkan Un-
BERSAMA - Rektor Unmas Made Sukamerta bersama Ketua Aptisi Budi Djatmiko, Koordinator Kopertis Dasi Astawa, Ketua Yayasan Bagus Ketut Lodji dan Wayan Suandhi di Unmas. mas berada di ranking I PTS di Bali dan Kopertis VIII. Sekalipun berada di posisi terbaik, namun Made Sukamerta tetap tampil rendah hati dengan memotivasi seluruh civitas akademika untuk bekerja lebih keras dalam meningkatkan pelaksanaan Tri Dharma PT sesuai dengan regulasi yang ada. Unmas Denpasar selalu melakukan perbaikan di segala bidang, khususnya peningkatan mutu dosen untuk mencapai gelar doktor dan guru besar yang disertai dengan inovasi dalam upaya memenangkan keunggulan bersaing, baik di tingkat lokal, nasional maupun regional. Prestasi yang belum pernah
disalip oleh PTS lain adalah predikat LPPM Unmas berstatus madya. Tahun 2018 memperoleh dana dari Dikti Rp 1.417.454.000 yang meliputi 33 judul penelitian. Sedangkan jumlah judul pengabdian masyarakat yang didanai sebanyak 32 judul, dengan jumlah dana Rp 2.473.000.000. Di samping itu, Unmas juga memberikan dana hibah internal untuk penelitian dan pengabdian masyarakat kepada para dosen muda Rp 660.226.000 dengan 35 judul penelitian dan 15 judul pengabdian masyarakat. Sedangkan dalam bidang kemahasiswaan, agenda UKM dan prestasinya sudah go national. (ad153)
BADUNG
Rabu Wage, 4 April 2018
3
Kunjungi Puskesmas Petang II
Mufidah Jusuf Kalla Terkesima Program Kesehatan di Badung
IBU Mufidah Jusuf Kalla mengunjungi Puskesmas Petang II, Pelaga, Petang, Selasa (3/4) kemarin. Dalam lawatannya, istri Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla ini terkesima mendengar program kesehatan untuk masyarakat Badung. Kehadiran Nyonya Mufidah Jusuf Kalla bersama rombongan disambut Bupati Badung Nyoman Giri Prasta beserta Wakil Bupati Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Kadis Kesehatan dr. Putra Suteja dan pimpinan OPD lainnya. Masyarakat Badung, terutama Pelaga juga turut menyambut kedatangan ibu negara tersebut. Tiba di lokasi pukul 16.15 Wita, Nyonya Mufidah Jusuf Kalla langsung menyapa masyarakat yang tengah menyimak sosialisasi kesehatan terkait bahaya serta penanggulangan kanker servic dan TBC. Dalam kesempatan itu, Bupati Giri Prasta menceri-
takan program kesehatan yang diberikan kepada masyarakat Badung. Bahkan pihaknya telah berhasil mewujudkan program Tri Kona yaitu lahir, hidup dan mati ditanggung pemerintah, lahir juga langsung mendapatkan akta kelahiran gratis. Biaya kesehatan telah ditanggung penuh melalui program Krama Badung Sehat (KBS). Selain itu, 62 unit ambulans telah diluncurkan yang disebar di desa dan kelurahan se-Badung. “Wah bagus itu (program kesehatan - red),” ucap Nyonya Mufidah Jusuf Kalla terkesima mendengarkan paparan orang nomor satu di Badung itu seraya mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Badung. Bupati Giri Prasta juga memaparkan pemberian santunan kematian sebesar Rp 10 juta yang diterima langsung oleh ahli waris. Selain itu, juga ada santunan penunggu pasien maksimal Rp 5 juta.
MEMAPARKAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memaparkan lima program. Salah satunya di bidang kesehatan di hadapan Ibu Mufidah Jusuf Kalla. “Kami juga menyantuni para lansia. Jadi, dari lahir, hidup dan mati sudah dibiayai pemerintah,” katanya. Pejabat asal Pelaga, Petang itu menambahkan, masyarakat di Gumi Keris telah menikmati lima bidang prioritas. Seperti bidang sandang, pangan dan papan, kesehatan dan pendidikan,
jaminan sosial dan ketenagakerjaan, seni, adat, agama dan budaya, dan pariwisata. Giri Prasta juga ingin mewujudkan masyarakat Badung yang berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang budaya, sesuai ajaran Tri Sakti Bung Karno. (ad159)
Dewan Badung Apresiasi Kinerja Eksekutif
Sinergitas Legislatif dan Eksekutif Berjalan Baik
Bali Post/kmb23
PENGECATAN - Dua orang pekerja melakukan pengecatan ulang terhadap patung yang berada di median jalan di Badung, Selasa (3/4) kemarin.
Jelang IMF Annual Meeting
Patung di Sepanjang Median Jalan Dicat Ulang Mangupura (Bali Post) -
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung mulai melakukan penataan di sepanjang jalan raya kawasan Badung. Penataan yang dimaksud berupa penataan taman di sepanjang jalan yang ada di Badung. Kegiatan ini dalam rangka menyambut pelaksanaan IMF Annual Meeting di Bali. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung Putu Eka Merthawan mengatakan, selain menata taman, patung di sepanjang median jalan mulai dicat ulang. Pihaknya akan melakukan pengecatan kembali terhadap 29 patung yang berada pada median jalan di Badung. Pengecatan ulang patung ini dilakukan khusus untuk patung yang berukuran kecil. Sedangkan patung yang berukuran besar seperti Patung Dewa Ruci dan Gatotkaca sudah dilakukan perbaikan dan penataan dua tahun lalu. Untuk penataan ini biaya yang dianggarkan mencapai Rp 136 juta. “Patung yang besar itu sudah kami lakukan perbaikan lebih awal, karena biayanya besar dan waktu pengerjaannya cukup lama,” kata Eka Merthawan, Selasa
(3/4) kemarin. Untuk tahun ini, kata Eka Merthawan, pihaknya sedang menyelesaikan pengerjaan patung yang berada di Jalan Uluwatu II dan ditargetkan rampung September mendatang. Sementara itu, patung yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian yakni satu patung di Petang dan satu patung di Abiansemal. “Jadi, ada penambahan tiga patung. Saat ini sedang proses penyelesaian,” ujarnya. Selain mempercantik sepanjang jalan di Badung, DLHK Badung juga akan gencar melakukan pengawasan terhadap masalah limbah. Untuk penanganan limbah ini, nantinya akan dilakukan dengan pola khusus, karena hal itu terkait dengan izin. Eka Merthawan menegaskan, limbah yang akan ditangani
tentunya limbah yang mencemari lingkungan. Seperti limbah yang dibuang ke sungai, got dan mangrove. Selain itu, limbah usaha laundry juga akan menjadi atensi pihaknya. “Untuk penanganan limbah, usaha laundry juga kami atensi,” tegasnya. Eka Merthawan menambahkan, untuk penanganan limbah akan khusus dilakukan pada jalur-jalur yang strategis. Seperti di jalur bandara, jalan tol menuju Nusa Dua, wilayah Jimbaran khususnya menuju tempat penginapan delegasi seperti Ayana, Four Season dan Intercontinental. Selain itu, jalur GWK dan Uluwatu, Pantai Pandawa hingga Puja Mandala, ITDC dan Tanjung Benoa. “Jalurjalur itu yang kami tangani dalam waktu enam bulan ke depan,” ujarnya. (kmb23)
KINERJA DPRD Badung mendapat apresiasi dari Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Hal itu disampaikan saat Rapat Paripurna DPRD Badung, Selasa (3/4) kemarin, dengan agenda penyampaian jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Badung. Rapat dalam masa persidangan pertama itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi Wakilnya I Nyoman Karyana. Hadir dalam rapat paripurna tersebut, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa serta dari 40 anggota DPRD hadir 29 anggota termasuk pimpinan. Termasuk segenap pimpinan perangkat daerah serta para tenaga ahli dewan maupun tenaga ahli fraksi. Usai rapat paripurna, Putu Parwata mengatakan pihaknya di DPRD Badung telah melakukan pembahasan maksimal terhadap tujuh ranperda, termasuk satu ranperda inisiatif dewan melalui panitia khusus (pansus). Kerja keras yang dilakukan pun telah diapresiasi sebagai
bentuk kerja bersama. “Itu artinya, sinergitas antara eksekutif dan legislatif telah berjalan dengan baik di Kabupaten Badung. Apa yang dilakukan demi kesajahteraan masyarakat Badung,” kata Parwata. Selanjutnya, kata Ketua DPRD yang juga seorang doktor jebolan Universitas Udayana ini, pihaknya akan kembali melakukan pembahasan terhadap sejumlah perda di tahun 2011 yang akan direvisi. Peraturan daerah yang akan direvisi menyangkut masalah publik yang mengenai sumber pendapatan daerah. Di antaranya tentang BPHTB, pajak parkir meliputi parkir dalam gedung, parkir bandara, parkir swalayan dan parkir tepi jalan dan juga Perda tentang PDAM, PD Pasar. Kemudian Perda tentang Pajak Hotel dan Restoran meliputi Perda 15 Tahun 2011 tentang Pajak Hotel dan Perda 16 Tahun 2011 tentang Restoran. “Perda akan direvisi sehingga apa yang belum terakomodir dalam Perda tersebut akan dimasukkan. Sehingga potensi
DIDAMPINGI - Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I Nyoman Karyana dan Wakil Ketua II Made Sunarta. pendapatan daerah menjadi meningkat melalui dasar hukum yang jelas,” kata politisi yang juga duduk sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini. Sebagaimana diketahui, DPRD membahas enama Ranperda, yakni Ranperda tentang Dana Bergulir, Ranperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 9 Tahun 2010
tentang Izin Gangguan, Ranperda tentang Penamaan dan Lambang Rumah Sakit Umum Daerah, Ranperda tentang Badan Pemusyawaratan Desa, Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Ranperda tentang Pokokpokok Pengelolaan Keuangan Daerah serta satu Ranperda Inisiatif Dewan tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. (ad157)
Ban Pecah, Mobil Boks Terguling
Bali Post/ist
TERGULING - Sejumlah petugas membantu mengevakuasi mobil boks yang terguling di jalan Tol Bali Mandara, Selasa (3/4) kemarin.
Mangupura (Bali Post) Sebuah mobil boks dengan nomor polisi DK 9753 BT bermuatan galon air mineral terguling di jalan tol, Selasa (3/4) kemarin. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Humas Jasamarga Bali Tol Putu Gandhi Ginatra mengatakan, sebelum mengalami kecelakaan, pengemudi mobil boks I Wayan Wikayasa sedang menuju ke arah Nusa Dua dengan melintasi jalan tol. Awalnya Wikayasa masuk melalui gerbang tol Benoa. Saat perjalanan kondisi kendaraannya masih normal. Setibanya di sebelah gerbang tol Nusa Dua atau tepatnya km 1.200 jalur B, mobil boks tersebut tibatiba mengalami pecah ban sebelah kiri belakang. Akibatnya, laju mobil oleng dan hampir menabrak pembatas jalan sebelah kiri. “Saat itu sopir sempat membanting stir ke kanan sehingga mengakibatkan mobil terguling menghadap belawanan arus,” ujar Gandhi Ginatra. Setelah diberikan pertolongan, diketahui korban tidak mengalami luka-luka. Saat itu juga kendaraan langsung diamankan di Pos Derek PT JBT. Untuk itu, Gandhi Ginatra mengimbau kepada masyarakat agar selalu memastikan kondisi kendaraannya saat memasuki jalan tol. Selain itu juga memperhatikan selalu rambu-rambu batas kecepatan yang ada. (kmb23)
Jawaban Bupati Giri Prasta atas PU Fraksi di DPRD Badung
Empat Fraksi Setujui Substansi Enam Ranperda
MENYERAHKAN - Bupati Giri Prasta didampingi Wakil Bupati Ketut Suiasa menyerahkan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi kepada Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi wakilnya I Nyoman Karyana.
DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung kembali menggelar rapat paripurna, Selasa (3/4) kemarin. Rapat paripurna masa persidangan pertama tahun 2018 ini mengagendakan jawaban pemerintah atas pemandangan umum (PU) fraksi-fraksi di DPRD Badung. Rapat dipimpin Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, didampingi wakilnya I Nyoman Karyana. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta hadir langsung dalam rapat paripurna dan sekaligus membacakan sendiri jawaban pemerintah atas PU fraksi dimaksud terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Dana Bergulir, Ranperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 9 Tahun 2010 tentang Izin Gangguan, Ranperda tentang Penamaan dan Lambang
Rumah Sakit Umum Daerah, Ranperda tentang Badan Pemusyawaratan Desa, Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Ranperda tentang PokokPokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Wakil Bupati I Ketut Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, segenap pimpinan perangkat daerah serta para tenaga ahli Dewan maupun tenaga ahli fraksi. Bupati Giri Prasta pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD Badung, karena telah melaksanakan amanat konstitusi dengan memberikan jawaban lewat pemandangan umum fraksi-fraksi. Dalam pemandangan umum fraksi, kata dia keempat fraksi menyetujui semua
substansi terhadap enam ranperda, karena memang sejak awal sudah dirancang bersama-sama mulai dari perencanaan, pengawasan dan pelaksanaannya sesuai dengan tugas dan fungsi dewan. Artinya, fungsi legislatif, budgeting dan controling sudah dilaksanakan dengan baik oleh dewan. “Atas nama pemerintah daerah, perkenankan saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Badung yang telah melakukan pembahasan secara maksimal atas enam ranperda tersebut,” ujarnya. Tak lupa Bupati Giri Prasta juga menyampaikan terima kasih atas usulan satu Ranperda Inisiatif Dewan tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. “Saya ingin mengingatkan kita bersama bahwa apa yang kita ker-
jakan ini tidaklah dimaksudkan untuk mengejar jumlah penetapan produk hukum, melainkan benar-benar dilandasi oleh niat untuk memberikan kepastian hukum pada berbagai aspek yang menyangkut kepentingan masyarakat serta tertib tata kelola pemerintahan. Akhirnya, perkenankan sekali lagi, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Badung menghaturkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada dewan atas kerja sama dan kebersamaan yang telah kita bangun selama ini. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa memberikan bimbingan, tuntunan dan kekuatan sehingga kita bersama dapat mendarmabaktikan pengabdian kepada masyarakat menuju Kabupaten Badung yang Shanti dan Jagadihta,” tegas Bupati Giri Prasta. (ad156)
INFO SEREMONIAL
4
Nyonya Ayu Pastika Dampingi Ibu Negara Gemakan Antinarkoba, Pornografi dan Kekerasan dari Bali
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Rabu Wage, 4 April 2018
IBU Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla bersama para istri menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE Kabinet Kerja) yang didampingi Nyonya Ayu Pastika menghadiri acara ‘’Sosialisasi Antinarkoba, Pornografi serta Kekerasan pada Perempuan dan Anak’’ di Hotel Aston, Denpasar, Selasa (3/4) kemarin. Saat menggelar dialog interaktif, Ibu Iriana berpesan agar para peserta ikut berperan memberantas dan mengantisipasi peredaran narkoba khususnya di kalangan generasi muda yang yang paling rentan dan cepat terpengaruh. ‘’Kita harus semangat memberantas narkoba, karena pemakainya di Indonesia sangat banyak. Jauhi narkoba,
kekerasan dan pornografi jika tidak ingin masa depan kita rusak. Indonesia harus bebas dari narkoba,’’ tegasnya di hadapan lebih dari 1.500 orang peserta yang datang dari berbagai komponen masyarakat. Ibu Iriana juga minta para peserta dan siswa-siswi perwakilan sekolah untuk maju ke depan. Mereka pun mendapatkan hadiah sepeda, laptop dan lainnya setelah berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan. Tak hanya itu, yang menarik saat Ibu Iriana Jokowi mengajak berdialog seorang siswa dan minta pendapatnya untuk menyadarkan diri orang yang tengah kecanduan narkoba. Tak diduga, jawaban kocak pun terlontar dari siswa tersebut, yang meminta Ibu Iriana menjauhi narkoba. Sebab, masa depan Ibu Iriana
masih begitu panjang. ‘’Kamu harus jauhi narkoba, karena sangat merusak. Memangnya kamu tidak mau nanti menjadi istri Presiden Indonesia,’’ celetuknya disambut riuh tepuk tangah ribuan peserta yang hadir. Lebih jauh, para peserta diimbau bisa menggetoktularkan informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba yang didapat dalam acara sosialisasi tersebut. ‘’Selesai acara ini, sepulang dari tempat ini, saya berharap saudara-saudara dan anak-anak sekalian bisa menjadi duta antinarkoba, duta antipornografi dan duta antikekerasan. Mari sebarkan informasi bahaya pemakaian narkoba mulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar kita,’’ pungkas Ibu Iriana mengakhiri acara. (ad198)
BERSAMA - Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (tengah) bersama kepala sekolah dan wakil guru SMA Dwijendra didampingi Disdik Bali, Dinas DP3 A Bali, DP3AP2KB, P2TP2A, Komnas Anak dan Polres di SMA Dwijendra Denpasar.
Senator RI Gelar RDP Dalami Kasus Asusila
Shri Arya Wedakarna Minta Semua Pihak Jaga Nama Baik Sekolah KOMITE III DPD-RI Utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III akhirnya turun tangan terkait adanya dugaan pelecehan oleh oknum guru kepada siswi di SMA Dwijendra Denpasar. Menggandeng Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Komnas Perlindungan Perempuan Anak Pokja Bali, DP3AP2KB, P2TP2A Denpasar, Polres dan DP3 A Bali, pihak Senator Bali mengadakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala SMA, guru BK, Dewan Guru dan perwakilan siswa di lingkungan sekolah. Adapun yang dibahas menyangkut klarifikasi sikap dan kebijakan yayasan pascaviralnya kasus dugaan asusila itu di media sosial. Setelah mendengar informasi dari sejumlah kalangan, Senator Arya Wedakarna menyampaikan pandangannya bahwa kasus yang terjadi jangan sampai mencederai eksistensi SMA Dwijendra Denpasar. ‘’Saya datang ke SMA
Dwijendra karena saya sayang dengan sekolah ini. Sekolah ini membawa nama besar Dang Hyang Dwijendra yang disucikan oleh umat Hindu Bali. Makanya tidak elok rasanya jika ada masalah terkait asusila di sekolah ini. Kita akan bantu meredam kasus ini, minimal tidak berpengaruh kepada siswa-siswi lainnya dan pastikan agar proses belajar mengajar tetap berjalan,’’ ungkapnya. Gusti Wedakarna mengapresiasi terhadap penanganan kasus ini dan menyerahkan semua masalah ke hadapan hukum dengan catatan proses secara internal lewat pembinaan terus dilakukan. Rekomendasi dan pandangan Senator Wedakarna yakni (1) DPD menyayangkan adanya kejadian dugaan asusila yang terjadi di sekolah. (2) DPD minta aparat mencari status jelas apakah kejadian ini masuk dalam kategori pelecehan, pemerkosaan atau persetubuhan
serta menggali latar belakangnya, (3) DPD minta hak hukum guru berinisial A tetap dihormati, (4) DPD mengapresiasi langkah yayasan dan sekolah yang sudah melakukan pemecatan terhadap oknum guru sebagai langkah strategis melindungi siswa secara umum, (5) DPD minta sekolah dan guru BK mengadakan investigasi internal secara tertutup melibatkan korban, orangtua, Komnas Anak dan dinas terkait guna mencari informasi dua arah yang baik, (6) DPD minta agar semua pihak menghargai proses hukum yang sudah berjalan. ‘’Kasus ini sudah masuk ke nasional dan tentu sebagai wakil rakyat Bali di Jakarta, saya harus meredam agar tidak meluas. Sisanya mari kita tingkatkan pengawasan terhadap anak didik di sekolah dan di rumah masing-masing. Semoga ini menjadi pelajaran,’’ tegas Gusti Wedakarna. (ad160)
Desa Sanur Kauh Dinilai Tim Provinsi Denpasar (Bali Post) – Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, dinilai Tim Penilai Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Bali di Gedung Madu Sedana, Selasa (3/4) kemarin. Penilaian dihadiri Plt. Wali Kota Denpasar I G.N. Jaya Negara sekaligus menyambut Tim Penilai Lomba Desa Provinsi Bali didampingi aparatur desa setempat. Tim penilai juga disambut dengan tari Rejang Renteng dari ibu PKK Desa Sanur Kauh dan tari gengencekan yang dibawakan para lansia. Jaya Negara mengapresiasi pelaksanaan Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Bali tepatnya di Desa Sanur Kauh. Ia mendukung kreativitas dan inovasi Desa Sanur Kauh dengan program-program unggulan yang melibatkan msyarakat secara aktif. ‘’Pada dasarnya potensi desa
dapat dilihat dari bagaimana kreativitas, inovasi dan keterlibatan masyarakat dari berbagai lini. Semangat gotong royong ini harus dijaga,’’ ungkapnya. Perbekel Desa Sanur Kauh Made Ada mengatakan Desa Sanur memiliki program unggulan seperti TPS3R Sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dipilah kemudian diolah kembali menjadi pupuk dan kerajinan tangan, jogging track Tukad Loloan dan Prapat Beris serta BUMDes. Selanjutnya program pemavingan senderan dan drainase, pembinaan penduduk pendatang, lomba ngelawar, pembinaan lansia dan tani, formides dan formikot, kegiatan desa tangguh bencana (destana), penanganan bencana puting beliung dan penanganan pengungsi erupsi Gunung Agung. Di bidang pemberdayaan telah di-
laksanakan pelatihan membuat ayam betutu, merias wajah dan sanggul Bali, pelatihan tukang cukur dan merangkai bunga. Berbagai program ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Pimpinan Tim Penilai Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Bali sekaligus Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemerintah Provinsi Bali Putu Anom Agustina mengapresiasi Plt. Wali Kota Denpasar dan masyarakat Kota Denpasar khususnya Desa Sanur Kauh karena telah mendukung pelaksanaan kegiatan perlombaan desa dan kelurahan ini. ‘’Saya berharap lomba desa dan kelurahan tidak dijadikan beban, namun dimaknai sebagai langkah konkret melakukan perbaikan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat,’’ tandasnya. (kmb12)
DAMPINGI – Nyonya Ayu Pastika (tengah) mendampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla dalam acara ‘’Sosialisasi Antinarkoba, Pornografi serta Kekerasan pada Perempuan dan Anak’’ di Hotel Aston, Denpasar, Selasa (3/4) kemarin.
Korban Raibnya Sertifikat Bertambah
Nasabah Datangi Kantor BTN Banyuwangi Banyuwangi (Bali Post) Korban raibnya sertifikat tanah di Bank Tabungan Negara (BTN) Banyuwangi bertambah. Imbasnya, puluhan nasabah mendatangi Kantor BTN Banyuwangi, Selasa (3/4) kemarin. Tuntutannya seperti massa sebelumnya, meminta BTN bertanggung jawab terkait hilangnya sertifikat tersebut. Jumlah korban bertambah 20 orang. Mereka nasabah dari Perumahan Kalipuro Asri, Banyuwangi, yang rata-rata sudah menyelesaikan tanggungan kredit perumahan tahun 2016 lalu. ‘’Kewajiban kami sudah selesai, tapi hak kami tidak diberikan. Saat mau ambil di BTN, sertifikat kami tidak ada. Katanya digadaikan,’’ kata pensiunan PNS Imam Subandi, salah satu nasabah. Keluhan senada dilontarkan Sulami, nasabah lainnya. Ia mengaku sudah melunasi kredit tahun 2015. Angsuran juga tak pernah telat. ‘’Kalau kami telat dua bulan saja langsung disegel. Tapi ketika giliran kami meminta sertifikat, tak ada kejelasan. Padahal sertifikat itu sangat kami butuhkan,’’ ujarnya. Aksi massa kali ini mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Tiba di Kantor BTN, massa langsung berorasi. Sejumlah poster dibentangkan yang isinya mengecam BTN tak profesional kepada nasabah. Sejumlah perwakilan warga kemudian diterima jajaran
BTN dalam pertemuan yang berlangsung tertutup. Versi warga, pihak BTN berjanji bertangggung jawab. ‘’Kami akan menyiapkan langkah hukum jika pihak BTN tidak ada kejelasan. Sebab, ini ada indikasi korupsi dan penggelapan. Kami kecewa dengan kinerja BTN,’’ ungkap Ali Mustofa, anggota DPRD Banyuwangi yang mendampingi warga. Sementara itu, kuasa hukum BTN Jatim Priyono mengatakan pihaknya masih menunggu proses hukum di Polres Banyuwangi terkait sertifikat tersebut. ‘’Informasi yang kami dapatkan, akan ada tersangka dalam kasus laporan kami. Intinya, kami bertanggung jawab terkait sertifikat nasabah,’’ jelasnya.
Menurutnya, dalam kasus ini pihaknya menjadi korban oleh oknum notaris yang menjadi rekanan BTN. Sebab, sertifikat yang sedianya diserahkan ke BTN, justru dialihkan sebagai agunan ke pihak lain. Data dari BTN, sedikitnya 114 sertifikat yang terindikasi raib dan berada di pihak lain. Kasus hilangnya sertifikat ini bermula dari sejumlah nasabah yang sudah melunasi kredit di BTN. Ketika akan mengambil sertifikat rumah, ternyata tidak tersimpan di BTN. Sertifikat itu berada di sejumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP), dijadikan agunan pinjaman oleh oknum pengembang. (kmb30)
Bali Post/kmb30
PROTES - Nasabah BTN Banyuwangi memprotes raibnya sertifikat rumah, Selasa (3/4) kemarin.
Pascadituntut 7 Tahun Penjara
Jaksa Diingatkan Hukum Karma, Bendesa Kembalikan Rp 200 Juta
Bali Post/asa
HITUNG UANG - JPU di hadapan majelis hakim pimpinan Angekiky Handajani Day menghitung uang yang dikembalikan pihak terdakwa.
PASCADITUNTUT tujuh tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan, Bendesa Adat Candikuning I Made Susila Putra, S.Pd., Selasa (3/4) kemarin mengajukan pledoi atau pembelaan. Sebelum pledoi tersebut dibacakan di hadapan majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day, terdakwa melalui tim kuasa hukumnya mengembalikan uang yang diklaim sebagai kerugian negara. Disaksikan majelis hakim dengan anggota Esthar Oktavi dan Miftahul, terdakwa yang selalu mendapat dukungan moral dari warganya, mengembalikan dana Rp 200 juta. Dana tunai ini dihitung empat orang pihak kejaksaan yang hadir di Pengadilan Tipikor Denpasar. Dana itu kemudian diterima JPU I Made Rai Joniarta dan kawankawan. Pihak terdakwa sebelum agenda tuntutan dua pekan lalu sudah berniat mengembalikan uang lewat penitipan di Kejari Tabanan,
namun kejaksaan belum mau menerimanya. Dalam analisis yuridis sebagaimana 23 saksi yang dihadirkan, menurut tim kuasa hukum terdakwa Wayan Suarsa dkk., tidak seorang pun saksi yang melihat terdakwa melakukan pidana korupsi atau suatu korporasi terlebih memperkaya diri sendiri. Bendesa adat (terdakwa) selalu menjalankan tugas sesuai hasil paruman desa adat. Jika ada kesalahan mestinya paruman warga adat yang disalahkan secara menyeluruh. Keterangan sejumlah saksi, dana BKK itu digunakan untuk upacara ngenteg linggih yang dibenarkan warga adat dilengkapi surat pernyataan sekitar 217 orang. Dana BKK juga dipakai melakukan pasraman kilat. Pun keterangan saksi under charge yang menyatakan bahwa ada dana talangan atau pinjaman dari pihak terdakwa untuk membayar banten untuk upacara hingga Rp 125 juta. Hingga kini ada
beberapa uang terdakwa yang belum dikembalikan. Atas dasar itu, pihak terdakwa minta majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk tidak menghukum terdakwa secara tindak pidana, sebagaimana yang diuraikan jaksa dalam surat tuntutannya. JPU juga dituding tidak secara jelas menguraikan fakta persidangan dalam surat tuntutannya. Tuntutan 7 tahun penjara yang diberikan bendesa adat saat menggunakan dana BKK untuk upacara adat dinilainya tidak mendasar dan begitu tinggi. Tim kuasa hukum terdakwa juga menyampaikan Surat Edaran Jaksa Agung soal pengembalian kerugian keuangan negara. Pihak terdakwa yang sudah mengembalikan kerugian negara 100% mestinya dituntut maksimal 4 tahun enam bulan penjara. Hanya, saat pengembalian uang sebelum tuntutan, jaksa menolaknya sehingga hakim menskors persidangan beberapa waktu
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
lalu. Jaksa akhirnya melanjutkan pembacaan tuntutan dan terdakwa dituntut 7 tahun penjara. ‘’Mengapa jaksa penuntut umum tidak mau menerima pengembalian keuangan negara sebelum tuntutan. Apakah itu ada pesanan sehingga tuntutan tinggi. Ingat karma pala,’’ ucap kuasa hukum terdakwa di hadapan majelis hakim. Menurut tim kuasa hukum terdakwa, dalam perkara ini tidak ditemukan adanya penyalahgunaan kewenangan untuk memperkaya diri, baik untuk diri sendiri terdakwa Made Susila maupun orang lain. Atas dasar pertimbangan itu, dalam kesimpulannya terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan terdakwa Made Susila tidak terbuki secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam tuntutan jaksa. Bila majelis hakim mempunyai pendapat lain, terdakwa memohon hukuman yang seadil-adilnya. (asa)
Rabu Wage, 4 April 2018
daerah
5
Pengelola Tingkatkan Pengawasan di Pura Puncak Tuluk Biyu
Bangli (Bali Post) – Tiga foto wisatawan yang berkemah di dalam areal Pura Puncak Tuluk Biyu di wilayah Gunung Abang, Desa Suter, Kintamani, Bangli, beredar di medsos. Dalam keterangan foto, wisatawan yang diduga telah mencemari kesucian pura itu adalah seorang mahasiswa. Dalam salah satu foto tampak sebuah tenda berwarna biru berdiri tepat di depan sebuah palinggih. Di sekitar tenda terlihat beberapa orang yang diduga mahasiswa dan warga lokal. Sementara foto lain memperlihatkan seorang sedang membereskan tenda, diduga setelah ditegur oleh warga setempat. Ketua LWG Abang Erawang, Nengah Suratnata, saat dikonfirmasi Senin (2/4), membenarkan adanya informasi beredarnya foto mahasiswa yang berkemah di areal Pura Puncak Tuluk Biyu Batur. Mengenai kapan kejadiannya, ia mengaku tidak tahu pasti karena baru mendapat informasi pada siang hari. Terkait kejadian itu, pihaknya akan meningkatkan kembali pengawasan dan imbauan kepada pengunjung. Pengelola bakal memasang dan memperbarui papan pengumuman soal tempat yang diperbolehkan dipakai berkemah. Selain itu, imbauan disebarkan secara bersama-sama dengan pihak-pihak lainnya. Dijelaskannya, sesuai prosedur yang diberlakukan oleh pengelola, setiap wisatawan yang hendak mendaki ke wilayah Gunung Abang akan diberi arahan mengenai tempat/lokasi yang boleh dipakai berkemah. Arahan diberikan saat pengunjung/wisatawan melakukan registrasi di pos. Pengelola tidak membolehkan pengunjung wanita yang sedang menstruasi untuk mendaki. Sebab, areal Gunung Abang adalah kawasan suci. Di sepanjang jalan menuju puncak Gunung Abang terdapat sejumlah pura. (kmb40)
Program PEM Atasi Kemiskinan di Kupang
Kupang (Bali Post) – Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang, NTT, melalui bantuan modal usaha Rp 28 miliar mampu mengatasi kemiskinan dan penganguran di ibu kota provinsi NTT itu. Wali Kota Kupang Jefrison Riwu Kore menyampaikan hal itu dalam nota pengantar laporan keterangan pertangungjawaban Wali Kota Kota Kupang TA 2017 dalam sidang I DPRD Kota Kupang di Kupang, Selasa (3/4) kemarin. Ia menegaskan, upaya penangulangan kemiskinan serta pengurangan penganguran di Kupang dilakukan melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan mengalokasikan anggaran Rp 500 juta/kelurahan untuk mendukung usaha ekonomi produktif dilakukan masyarakat. ‘’Dana yang dialokasikan setiap kelurahan itu disalurkan kepada masyarakat untuk pengembangan usaha ekonomi sehingga kesejahteraan ekonomi masyarakat mulai mengalami peningkatan,’’ katanya. Dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Kota Kupang Jeskiel Loudoe, Jefrison mengatakan, program PEM yang dilakukan pemerintah Kota Kupang mulai berlangsung sejak tahun 2013 dengan modal awal Rp 15 miliar yang dialokasikan melalui APBD Kota Kupang yang disalurkan kepada 3.882 penerima. Jumlah penerima dana PEM di Kota Kupang saat ini sudah menembus angka 20.000 dengan jumlah dana PEM yang masih digulirkan di masyarakat mencapai Rp 28 miliar. Pengguliran dana PEM menjadi salah satu program primadona Pemerintah Kota Kupang yang mendapat respons positif masyarakat dengan mengembangkan usaha produktif seperti usaha kios, tenun ikat, warung makan yang terus bertumbuh di daerah itu. Jefrison menilai program PEM memiliki manfaat positif terhadap pertumbuhan ekonomi karena sejak diluncurkan tahun 2013, dana PEM yang masih bergulir mencapai Rp 28 miliar. ‘’Dana ini terus bergulir yang dikelola Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setiap kelurahan. Kita terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan dana ini untuk pembangunan ekonomi sehingga kesejahteraan ekonomi keluarga meningkat,’’ tegasnya. (ant)
Bali Post/ant
SKIMMING - Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Nico Afinta (kiri) didampingi Kabid Humas Kombes Pol. Argo Yuwono (tengah) memperlihatkan sejumlah barang bukti saat rilis pengungkapan tindak pidana pencurian data elektronik (skimming) dan tindak pidana pencucian uang di Jakarta, Selasa (3/4) kemarin. Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap tiga kasus skimming yang dilakukan empat WNA jaringan internasional dengan korban bank swasta.
Polair NTB Gagalkan Penyelundupan 8.501 Bibit Lobster
Mataram (Bali Post) – Petugas Direktorat Polisi Perairan (Polair) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menggagalkan penyelundupan 8.501 bibit lobster yang diangkut menggunakan kendaraan roda empat jenis pick-up warna hitam. Ribuan bibit lobster tersebut berhasil diamankan pada Senin (2/4) malam, ketika kendaraan yang dikemudikan seorang pria berinisial MS melintas di wilayah Beleke, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Petugas Direktorat Polisi Perairan (Polair) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menggagalkan penyelundupan 8.501 bibit lobster yang diangkut menggunakan kendaraan roda empat jenis pick-up warna hitam. Ribuan bibit lobster tersebut berhasil diamankan pada Senin (2/4) malam, ketika kendaraan yang dikemudikan seorang pria berinisial MS melintas di wilayah Beleke, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. ‘’Aksi penyelundupan ini digagalkan oleh tim dari Subdit Gakkum Ditpolair NTB. Barang bukti bibit lobster beserta kendaraan angkut dan sopirnya ikut diamankan,’’ kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti di Mataram, Selasa (3/4) kemarin. Kasub Gakkum Ditpolair NTB
AKBP Erwin Ardiansyah menjelaskan, ribuan bibit lobster yang dikemas puluhan plastik bening dalam sebuah dus cokelat telah diperiksa bersama tim dari Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram. Rinciannya, jenis pasir 7.650 ekor dan mutiara 851 ekor. Jika dikalkulasikan dalam nominal rupiah, harga keseluruhannya mencapai Rp 600 juta lebih. Sebelum barang bukti ribuan bibit lobster beserta kendaraan nomor pelat DR 9478 LZ yang dikemudikan MS itu berhasil diamankan, pihaknya telah mengikutinya dari wilayah Ekas, Kabupaten Lombok Timur. ‘’Ketika melintas di wilayah Lombok Tengah, anggota langsung melakukan penghadangan dan penggeledahan. Hasilnya, ditemukan satu dus cokelat berisi bibit
lobster,’’ ujarnya. Dari hasil interogasi di tempat, MS kepada petugas mengaku akan menyerahkan bibit lobster yang bukan miliknya tersebut kepada seorang pria berinisial SM. MS bersama SM berencana mengoper ke sopir lainnya (SM). Menindaklanjuti pengakuan MS, petugas langsung melanjutkan pengembangan dengan mengamankan SM beserta kendaraan roda empat merek Toyota Fortuner warna hitam yang diduga akan digunakan untuk membawa ribuan bibit lobster tersebut ke tujuan akhir di Jakarta.
Sabu-sabu Di bagian lain, Polda NTB mengamankan tiga ons narkoba jenis sabu-sabu asal Aceh yang disita dari dua pria yang diduga sebagai kurir. Menurut Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda NTB Kombes Pol. Yusfadillah, tiga ons sabu-sabu diamankan petugas dari hasil penggeledahan badan kedua pelaku yang berasal dari Kabupaten Aceh Utara, berinisial MU (25) dan MH (23). ‘’Jadi, barang bukti sabu-sabu dite-
Landasan Monumen Bahari Mataram Mulai Dibangun
BPJS Kesehatan Lombok Timur Sulit Tangani Pengaduan Lombok Timur (Bali Post) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Cabang Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), kesulitan menangani pengaduan masyarakat karena relatif banyaknya nomor induk kependudukan peserta jaminan sosial yang ganda. Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Selong dr. Gerry Adhikusuma di Selong, Selasa (3/4) kemarin, menyatakan salah satu kendala sulitnya menyelesaikan laporan masyarakat terkait pelayanan BPJS adalah kebiasaan warga setempat memiliki nama lebih dari satu. ‘’Misalnya ada yang namanya Jaenudin, tapi kadangkala nama panggilanya Amaq Arif karena nama anaknya Arif. Ini belum termasuk nama yang berubah setelah menunaikan ibadah haji,’’ katanya pada pertemuan dengan Ombudsman RI Perwakilan NTB yang juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah dan Lombok Timur serta sejumlah pengelola rumah sakit daerah dan swasta di Lombok Timur dan Lombok Tengah. Sebagian masyarakat yang memiliki nama lebih dari satu menyebabkan nomor induk kependudukan (NIK) yang ada berbeda dengan NIK yang tercatat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah. Menurut catatan BPJS Cabang Selong, berdasarkan koordinasinya dengan Dinas Dukcapil setempat, dari 1,9 juta orang yang memiliki NIK yang terlacak di Dinas Dukcapil Lombok Timur hanya 1,2 juta orang. Selisih sekitar 700 ribu orang tersebut kebanyakan karena kasus nama yang lebih dari satu. Dalam rangka optimalisasi mutu pelayanan dan komitmen pengelolaan informasi dan pengaduan, Kantor BPJS Kesehatan Cabang Selong menggandeng Kantor Ombudsman RI Perwakilan NTB melalui kegiatan integrasi pelayanan informasi dan pengaduan peserta (PIPP) rumah sakit dengan BPJS Kesehatan Cabang Selong. Kerja sama dan koordinasi dengan Ombudsman RI Perwakilan NTB selama ini dirasakan sangat membantu dalam perbaikan pelayanan publik. Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTB Adhar Hakim memahami karakteristik kesulitan pelayanan BPJS yang ada di setiap rumah sakit. Permasalahan tersebut harus segera diatasi. Oleh sebab itu, dalam berbagai koordinasi dan komunikasi dengan manajemen rumah sakit dan pemangku kebijakan khususnya di sektor kesehatan di NTB, Ombudsman menekankan betapa pentingnya membangun terobosan tata kelola informasi dan sistem pengelolaan pengaduan sesuai Pasal 23 UU No.25 Tahun 2009 yang mengatur tentang Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP). ‘’Antara BPJS dan pengelola fasilitas kesehatan, mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit harus membangun tata kelola pengaduan yang terhubung dalam satu sistim. Ini penting agar pengelolaan pengaduan yang khas seperti warga peserta BPJS yang memiliki angka NIK dobel menjadi cepat teratasi,’’ ujarnya. (ant)
mukan menempel di selangkangan paha kedua pelaku. Dari masing-masing pelaku ditemukan satu bungkus yang berisi dua paket sabu-sabu,’’ kata Yusfadillah didampingi Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti dan Kasub I Ditresnarkoba Polda NTB AKBP Cheppy Ahmad Hidayat. Berat keseluruhan sabu-sabu itu 361,66 gram yang jika dipasarkan nilainya bisa mencapai Rp 600 juta lebih. Indikasi peran sementara sebagai kurir diketahui berdasarkan pengakuan MU. MU yang dihadirkan dalam jumpa persnya di Mapolda NTB mengaku menerima upah Rp 10 juta dan sudah kali keduanya mengantarkan sabu-sabu dari Aceh ke Lombok. Pelaku mengaku akan mengantarkannya kepada seorang pemesan yang ada di Pulau Sumbawa. Kedua pelaku ditangkap oleh Tim Subdit I Ditresnarkoba Polda NTB pada Sabtu (31/3) malam, saat menumpang di bus moda bandara yang sedang melintas di bundaran jalur Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) II, Gerung, Kabupaten Lombok Barat. (ant)
Bali Post/ant
DUMP TRUCK - Pengunjung berfoto dengan latar belakang tumpukan dump truck tua di Taman Transformer, Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (3/4) kemarin. Taman Transformer milik Perum Jasa Tirta I Bengawan Solo yang mulai dibuka untuk tempat wisata swafoto juga diproyeksikan sebagai arena penyelenggaraan berbagai kegiatan seni budaya.
Mataram (Bali Post) – Pembangunan landasan Monumen Bahari Mataram di Taman Malomba, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rangka persiapan kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 mulai dibangun. Pembangunan landasan itu tidak menggunakan APBD Mataram, melainkan dibangun oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB. Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Selasa (3/4) kemarin, mengatakan landasan Monumen Bahari Mataram tersebut nantinya untuk menempatkan satu unit panser amfibi milik TNI-AL yang akan diresmikan sebagai Monumen MNEK 2018. Pembangunan landasan ditargetkan rampung akhir April, karena rangkaian kegiatan MNEK 2018 berlangsung 3-9 Mei 2018. TNI-AL saat ini juga sedang mempersiapkan pembangunan miniatur menara mercusuar setinggi 11 meter persis di tugu bekas Monumen Adipura di Taman Malomba. Monumen Bahari Mataram berada di bagian belakang menara mercusuar. ‘’Jadi, di Taman Malomba saat ini ada dua kegiatan fisik persiapan MNEK yakni landasan
Monumen Bahari Mataram dan pembangunan miniatur mercusuar TNI-AL,’’ katanya. Dari desain yang ada, puncak menara mercusuar yang dibangun TNI-AL didesain khusus seperti kubah Masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC) dan di atas akan dipasang lampu yang bisa berputar. Tetapi menara ini tidak bisa dinaiki publik sebagaimana menara IC. Masyarakat cukup menikmati keindahan menara dari bawah. Menurut Lalu, untuk intervensi pemerintah kota saat ini sedang dilakukan pengecatan Stadion Malomba dan perbaikan fasilitas toilet yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram. Sementara Dinas Perumahan dan Kawasan Perkotaan (Perkim) melakukan intervensi terhadap penataan paving block di areal depan Stadion Malomba dan beberapa titik yang menjadi venue kegiatan MNEK. Lokasi yang dimaksud selain Stadion Malomba antara lain Islamic Center sebagai lokasi kegiatan fun run 5 kilometer dan 10 kilometer serta pameran dan Taman Sangkareang sebagai lokasi kegiatan kirab budaya. (ant)
Pemkot Mataram Sebar Imbauan Pemasangan Spanduk MNEK Mataram (Bali Post) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebar imbauan pemasangan spanduk, umbul-umbul atau baliho yang berisi tentang kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 sebagai bentuk sosialisasi. Menurut Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Selasa (3/4) kemarin, kegiatan MNEK 2018 akan berlangsung 3-9 Mei dipusatkan di Kota Mataram, sehingga mulai saat ini harus disosialisasikan agar masyarakat dan pelaku pariwisata bisa mempersiap-
kan diri. Surat edaran pemasangan spanduk, umbul-umbul atau baliho untuk menyambut kegiatan MNEK 2018 disebar ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Mataram, ke sekolah-sekolah dan pihak-pihak swasta. Di samping itu, Pemkot Mataram bersama Dinas Pariwisata Provinsi NTB akan branding setiap ruang papan reklame, termasuk running teks di sejumlah jalan protokol tentang kegiatan MNEK 2018. Kegiatan MNEK 2018 sebagai bagian dari promosi pariwisata, sebab jumlah peserta yang akan datang ke
Kota Mataram bisa mencapai lebih 5.000 orang tentara serta menghadirkan 60 kapal perang. ‘’Jika kami asumsikan satu kapal berisi 250 orang, dikali 60 kapal sudah berapa ribu yang akan datang saat kegiatan itu berlangsung,’’ katanya. Oleh karena itu, pihaknya berharap semua warga dapat berpartisipasi menyukseskan kegiatan itu dengan tetap menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah masingmasing. Di samping itu, para pelaku pariwisata dan pengusaha yang ada di kota ini hendaknya dapat mempersiapkan diri, karena tidak mungkin
para peserta datang hanya untuk menghadiri acara tersebut tapi setidaknya mereka mencari kuliner dan suvenir sebagai kenang-kenangan. ‘’Masyarakat harus mendukung pemerintah kota menjadi tuan rumah yang baik dengan target tiga sukses yakni sukses penyelenggaran, sukses pencitraan dan sukses ekonomi,’’ ujar Lalu. Selain mempersiapkan dukungan dalam berbagai rangkaian acara, pemerintah kota juga menyiapkan lokasi pusat pelaksanakan yakni di Stadion Malomba dan Pantai Ampenan. (ant)
OPINI
6 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Korban Berpotensi Menjadi Predator KEJAHATAN anak bukan kasus baru di Indonesia. Bukan saja terjadi di kota-kota besar, namun sudah menjalar ke desa. Kasus terbaru adalah terungkapnya kelompok paedofil di grup Facebook untuk bertukar foto dan video porno anak. Empat orang termasuk pendiri dan admin grup yang berisikan 7.000 akun member itu sudah ditangkap polisi. Dua di antaranya masih berusia di bawah 17 tahun. Jadi bisa disimpulkan, anak-anak di bawah umur bukan saja menjadi korban predator seksual melainkan juga menjadi pelaku kejahatan seksual terhadap anak dan anak seusianya. Di sinilah perlunya sekolah, orang tua, dan masyarakat bersinergi mencegah kejahatan seks terjadi pada anak. Selain memerlukan peran orang tua, pemerintah juga bisa menggandeng masyarakat umum untuk ikut aktif melindungi generasi muda kita. Apalagi saat ini negara sudah memiliki UU Perlindungan terhadap Anak. Akan tetapi yang paling menarik untuk dipertimbangkan adalah mengapa tindakan mereka tidak terdeteksi sebelumnya, atau tidak terungkap sejak awal. Hal ini merujuk kepada fakta bahwa pelecehan seksual yang mereka lakukan terjadi bertahun-tahun sebelum seseorang akhirnya melaporkannya. Namun, menurut sejumlah pakar psikologi, korban pelecehan seksual pada anak cenderung akan menjadi predator baru yang melakukan hal serupa. Di sisi lain, anak-anak yang mengalami trauma akibat pelecehan dan kekerasan seksual telah terluka secara emosional. Mereka juga telah kehilangan kebanggaan akan identitas, dan hidup dengan mimpi buruk setiap hari. Pendeknya, masa depannya semakin suram. Nah, kata yang terakhir inilah yang harus kita hilangkan. Semua upaya untuk mencegah tindakan predator seksual pada anak di bawah umur harus memotivasi bahwa kita sadari pengalaman atas kejahatan seksua; bukan segala-galanya hilang. Anak masih memiliki masa depan yang cerah. Kita harus memotivasi mereka untuk bangkit dan kembali menjalani hidup secara normal. Isi diri dengan iptek dan keterampilan, niscaya mereka akan memenangkan persaingan di dunia kerja. Seorang predaktor seksual biasanya menggunakan kata-kata dan tindakan akan melemahkan setiap gerakan korban, mendikte setiap pikiran, hingga akhirnya mereka memiliki kekuatan dan kekuasaan atas kehidupan korban. Dalam banyak kasus, tidak ada yang mempercayai laporan dari korban. Hal ini membuat korban menjadi semakin tertekan. Sementara dalam beberapa kasus, latar belakang keluarga yang berantakan dan harga diri yang rendah membuat korban merasa layak diperlakukan buruk. Sejumlah cara bisa dipakai mengenali beberapa pertanda yang biasanya dimiliki para predator seksual. Seperti sangat perhatian di awal perkenalan atau pertemuan. Misalnya, beberapa hubungan telepon dan SMS yang sifatnya memberikan perhatian. Kendati belum tentu mereka semua adalah predator, namun jika hal ini terus berlanjut dan semakin intensif, maka hal ini dapat menjadi pertanda yang perlu diwaspadai. Pelaku menggunakan bahasa yang manipulatif. Ketika korban mulai merasa tidak nyaman terhadap perhatian dan keakraban yang ditunjukkan oleh para predator, mereka justru memutarbalikkan informasi. Akhirnya, korban akan merasa justru sebagai orang yang telah melakukan hal yang menyakitkan atau memalukan terhadap mereka. Para predator tersebut akan mengungkit jasa baik yang telah diberikan untuk membuat korban akhirnya benar-benar merasa bahwa dirinya yang bersalah. Para predator berlaku seolah-olah semua itu hal yang normal dan membuat korban merasa bahwa hal ini memang pantas dilakukan. Di sinilah siklus pelecehan dimulai. Superioritas para predator menyebabkan mereka tidak bertanggung jawab dan selalu berperan sebagai korban. Mereka selalu menggunakan kekuasaan untuk mengatur korban, dan selalu menyalahkan korban jika terjadi kesalahan. Pengetahuan ini perlu dikenalkan kepada anak dan remaja karena pelaku kejahatan seksual ada di dekat kita.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Jangan Sampai Golput
Selama ini, saya mengamati dan membaca pemberitaan tentang calon merebut simpati pemilihnya di Bali Post dan media sosial. Umumnya, mereka masih berkampanye di kandang sendiri atau belum masuk wilayah-wilayah yang menjadi basis suara mengambang. Di masingmasing kabupaten, saya yakin basis dukungan calon jelas pada wilayah tertentu. PDI Perjuangan yang mengusung Koster-Ace tentu punya basis massa di daerah-daerah yang menjadi kantong suara berdasarkan data pada Pileg tahun 2014. Sebaliknya, pengusung Mantra-Kerta juga memiliki data tersendiri di wilayah-wilaya pemilih partai pengusungnya. Sebagai calon pemilih, saya menilai cara pasangan berkampanye ataupun cara partai politik memasarkan calonnya, setidaknya sampai saat ini masih kondusif. Saya berharap hal ini tetap terjaga sampai terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubenur Bali hingga berjalannya massa pemerintahannya. Ini saya harapkan karena saya berharap pilkada benar-benar mampu melahirkan pemimpin yang layak bagi Bali. Lewat surat pembaca ini, saya harapkan pemilih yang belum memiliki pilihan pasti agar segera mencermati kualitas paket calon yang ada. Saya berharap, kita bisa menggunakan hak pilih kita secara bijak demi kepentingan regenerasi kekuasaan di Bali. Artinya, hindari jangan sampai golput, karena pilkada kali ini biayanya sangat mahal. Tentu kita juga berharap pilkada yang mahal ini melahirkan pemimpin yang ideal. Ni Wayan Kariani Putri Gianyar, Bali
Rabu Wage, 4 April 2018
Jerat Hukum bagi Predator Seksual “Siapa pun yang melanggar UU Pornografi, Kesusilaan dan itu dimuat di media sosial dapat dipidana, sanksinya tidak hanya satu UU tapi berlapis dua, tiga sampai empat UU (Asep Iwan Iriawan – Ahli Hukum Pidana)”. Perlu diketahui mengapa dikatakan predator, sebab istilah predator digunakan untuk menggambarkan pengertian yang merendahkan seseorang dilihat dari cara mendapatkan atau berusaha mendapatkan kontak seksual dengan orang lain secara metaforis sebagai “predator”, yang bisa dianalogikan bagaimana cara perburuan predator kepada mangsanya, sehingga predator seksual dianggap “berburu” untuk dirinya atau pasangan seksualnya dan kejahatan seks dapat berupa pemerkosaan atau pelecehan seksual terhadap anak.
Oleh Made Gede Arthadana, S.H., M.H. ejahatan seksual tidak hanya terjadi di kota-kota besar namun terjadi juga di wilayah terpencil, tentunya yang namanya niat pelaku tidak akan memerhatikan situasi atau keadaan asalkan bisa melampiaskan perilaku bejatnya tersebut, di areal tempat yang dianggap keramat pun tidak jadi masalah. Memang benar dikatakan oleh Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Bapak Arist Merdeka Sirait bahwa sudah sepantasnya Indonesia ditetapkan sebagai negara darurat kejahatan seksual terhadap anak. Pelecehan seksual terhadap anak terjadi dalam banyak bentuk, di antaranya ketika seorang anak dibuat tidak nyaman oleh perilaku seksual orang lain atau bahkan oleh ucapan berbau seks secara tidak langsung. Ketika seorang anak dipaksa, ditipu, ataupun diancam untuk melakukan kontak seksual. Pelecehan seksual dapat terjadi dalam bentuk perilaku-perilaku tanpa kontak seksual seperti orang dewasa yang memperlihatkan dirinya atau meminta seorang anak untuk melihat materimateri pornografi. Pelecehan seksual dapat berupa fisik, bervariasi dari pelukan, hubungan seksual, sampai pemerkosaan kasar. Berbagai definisi tentang anak dilihat dari Pasal 1 angka 4 UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi yaitu anak adalah seseorang yang belum
K
berusia 18 (delapan belas) tahun. Pasal 1 angka 1 UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yaitu anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Sedangkan menurut John Locke mengatakan bahwa anak merupakan pribadi yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan–rangsangan yang berasal dari lingkungan. Frase yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan yang berasal dari lingkungan ini yang seharusnya menjadi perhatian baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, orang tua, ataupun guru yang menjadi panutan bagi tumbuh kembang si anak ke depannya. Hal ini juga didukung oleh pendapat Agustinus yang mengatakan bahwa anak tidaklah sama dengan orang dewasa. Anak mempunyai kecenderungan untuk menyimpang dari hukum dan ketertiban yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan pengertian terhadap realita kehidupan, anak-anak lebih mudah belajar dengan contohcontoh yang diterimanya dari aturan-aturan yang bersifat memaksa. Hak seorang anak pun perlu diperhatikan apabila mengacu pada Pasal 4 UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yaitu setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Hal ini
menandakan anak harus dijauhkan dari diskriminasi termasuk terhadap kekerasan seksual karena ada ancaman yang diperolehnya oleh oknum tertentu. Pernyataan ini apabila ditelusuri lebih mendalam lagi maka sesuai pasal 13 ayat (1) UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyatakan bahwa setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan ; 1. Diskriminasi, 2. Eksploitasi (baik ekonomi maupun seksual), 3. Penelantaran, 4. Kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan, 5. Ketidakadilan, dan 6. Perlakuan salah lainnya. Maka dari itu dalam hal orang tua, wali, atau pengasuh anak melakukan segala bentuk perlakuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), maka pelaku dikenakan pemberatan hukuman. Kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur ini dapat disebut sebagai paedofilia. Paedofilia berarti suatu kelainan seksual atau bisa juga kelainan kejiwaan pada seseorang yang punya ketertarikan pada anak di bawah umur dan atau bisa juga dikatakan penyimpangan seksual di mana anak-anak adalah objek seksual yang digemarinya. Paedofil tidak hanya tertarik pada satu jenis kelamin laki-laki namun juga pada jenis kelamin perempuan dan kepada pelaku paedofil ini dapat diberikan sanksi yang
dalam pasal 287 KUHP menyebutkan bahwa masa hukuman terhadap pelaku pencabulan terhadap anak maksimal 9 tahun dan pasal 292 KUHP sanksi pidana penjara maksimal 5 tahun. Namun secara lex spesialis derogat lex generalis bahwa jerat hukum kepada pelaku pencabulan/paedofilia menurut Pasal 81 dan Pasal 82 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak bahwa hukuman bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda minimal sebesar Rp 60.000.000 (enam puluh juta rupiah) dan maksimal Rp 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah). Undang-undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 23 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak tidak memberikan penjelasan mengenai pengertian cabul, namun perbuatan cabul dapat dilihat dalam buku karya R. Soesilo yang berjudul “Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) serta KomentarKomentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal” mengatakan bahwa yang dimaksud dengan segala perbuatan yang melanggar kesusilaan (kesopanan) atau perbuatan yang keji, semuanya itu dalam lingkungan nafsu birahi kelamin, misalnya: cium-ciuman, meraba-raba anggota kemaluan, meraba-raba buah dada, maka perbuatan itu dapat dikatakan cabul. Pencabulan merupakan kecenderungan untuk melakukan aktivitas seksual dengan orang yang tidak berdaya seperti anak, baik pria maupun wanita dengan kekerasan atau tanpa kekerasan dan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai perbuatan kotor dan keji, sifatnya tidak sesuai dengan sopan santun (tidak senonoh), tidak susila, bercabul sama dengan berzinah, melakukan tindak pidana asusila, dan mencabul dapat disebut menzinahi, memperkosa, mencemari ke-
Demokrasi Hanya untuk Orang Berpendidikan
Socrates, bapak pendiri Filsafat Yunani. Dia dicirikan sebagai sosok yang sangat pesimis tentang apa pun yang berhubungan dengan demokrasi dalam percakapan dengan karakter yang disebut Adeimantus In Book of The Republic. Dia mencoba membuatnya melihat ketidaksempurnaan demokrasi dengan menyamai sebuah masyarakat ke sebuah kapal. Socrates bertanya, jika Anda pergi dalam perjalanan di lautan, siapakah yang Anda inginkan dalam memimpin kapal? Hanya memilih orang secara acak atau orang berpendidikan/profesional dalam pelayaran? Yang profesional tentu saja, pungkas Adeimantus, lalu mengapa kita terus berpikir bahwa orang tua mana pun dapat menentukan siapa yang seharusnya menjadi pemimpin negeri kita? Jawab Socrates. Melalui percakapan itu, Socrates menunjukkan bahwa pemungutan suara dalam pemilihan umum sebenarnya adalah sebuah keterampilan khusus, bukan hanya berdasarkan perasaan. Dan sama seperti keterampilan lainnya tentunya, hal itu perlu diajarkan dengan baik. Karena membiarkan warga memilih tanpa pendidikan yang layak sama tidak bertanggung jawabnya dengan menempatkan orang secara acak untuk memimpin pelayaran dalam badai seperti yang dijelaskan dalam dialog dengan Adeimantus. Socrates bukanlah seorang elitis dalam pengertian khasnya. Dia juga tidak berpendapat bahwa hanya segelintir orang yang yang harus memilih. Namun, dia bersikeras bahwa hanya orangorang yang telah memikirkan masalah secara rasional dan mendalam serta menguasai permasalahan tersebut harus diutamakan dalam hal pemi-
Oleh I Dewa Made Agung Kertha Nugraha lihan umum. Kita sekarang mungkin telah salah menguraikan perbedaan antara demokrasi intelektual dan demokrasi sebagai warisan. Kita telah memberikan hak untuk memilih kepada semua tanpa menghubungkannya dengan kebijaksanaan. Dan Socrates tahu persis, di mana hal seperti itu akan berakhir: sistem yang disebut, demagoguery. Indonesia misalnya, sebuah negara demokratis yang sedang berjuang dengan sistem pendidikannya juga merupakan salah satu negara termiskin di dunia. Betapa berbahayanya sebenarnya, karena pendidikan dan demokrasi memiliki korelasi satu sama lain. Tujuan pendidikan di masyarakat demokratis, seperti menanamkan nilai kerja sama, transparansi, keadilan, dan kewajaran ke dalam hati siswa kita adalah yang hilang dalam sistem pendidikan kita. Lalu bagaimana di negara yang sistem pendidikan masih kurang mumpuni bisa mengantarkan nilai-nilai demokratis tersebut di kelas kepada siswa sementara tidak banyak guru yang memiliki kualifikasi minimal. Tidak banyak guru dapat mengajar siswa dengan benar. Penghasilan mereka juga rendah. Kondisi ini membuat mereka bekerja keras di luar sekolah untuk menaikkan gajinya. Sekolah terkadang bahkan ditutup karena tidak ada guru yang mengajar. Para siswa tidak datang karena akses ke sekolah terkendala banjir. Atau para siswa tidak dapat menemukan transportasi ke sekolah. Apalagi berdasarkan pemantauan Indonesia Corruption Watch
(ICW) antara tahun 2003 dan 2013, ada 296 kasus korupsi pendidikan yang diteliti oleh aparat penegak hukum dan diseret 479 orang sebagai tersangka. Kerugian negara atas semua kasus ini mencapai Rp 619,0 miliar atas korupsi pendidikan tersebut. Tidak mengherankan jika Indonesia mengalami penurunan skor yang signifikan dalam skor demokrasi dari posisi 48 ke 68 di tahun 2016. Ini adalah beberapa masalah besar dalam kondisi pendidikan di Indonesia. Isu rasial, agama, gender dan isu murahan lainnya dengan mudah akan menyulut ki t a y a n g t i d a k m e m i l i ki tingkat pendidikan tinggi dan pemikiran yang jelas tentang bagaimana demokrasi harus diterapkan di masyarakat. Seperti yang telah terbukti pada kemenangan Presiden Trump di Amerika. Trump meraih suara terbanyak di antara lulusan Sekolah Menengah Atas atau mereka yang memiliki tingkat pendidikan rendah. Namun, Trump mendapat dukungan 44% dibanding 36% yang mendukung Clinton. Kita juga sudah mengalami hal demikian dalam pemilihan Gubernur di Jakarta, isu-isu rasial, agama dan gender terjadi dalam proses demokrasi kita, meski tidak ada data statistik yang menunjukkan profil tersebut. Dalam waktu singkat, Indonesia memasuki tahun-tahun politiknya. Isu-isu murahan seperti itu pastinya tidak menutup kemungkinan akan digunakan untuk mendapatkan dukungan masyarakat oleh calon baik dari Dewan Perwakilan Rakyat atau Presiden. Kita bisa membayangkan orangorang di seluruh Indonesia
akan dihadapi oleh kandidat dan politisi dengan visi dan misi mereka jika mereka terpilih, maka sebagai warga negara yang baik kita dapat memeriksa dan menganalisis semua visi dan misi para kandidat. Membandingkan satu sama lain yang lebih cocok dan masuk akal untuk membangun daerah mereka. Bagaimana kita semua seharusnya melakukan itu jika kita tidak memiliki pendidikan yang layak atau bahkan kita tidak bisa membaca. Yang mereka anggap paling banyak adalah isu rasial dan murah lainnya yang bisa membahayakan bangsa kita. Politik uang juga akan digunakan untuk mendapatkan para pemilih. Penegakan hukum memang harus bertindak sebagai avant garde untuk mencegah agar cara ‘kotor’ seperti itu digunakan oleh politisi untuk mendapatkan suara pemilih, jika tidak maka hal itu dapat membahayakan stabilitas nasional kita. Tapi yang paling penting adalah, sekali lagi, pendidikanlah yang dapat mencegah keburukan demokrasi ini secara berkepanjangan. Pendidikanlah yang dapat memperkaya pikiran-pikiran segar untuk mewujudkan demokrasi kita seperti yang diimpikan oleh Socrates. Demokrasi adalah sesuatu yang harus dilestarikan oleh warga negara kita. Dan sekolah harus menjadi tempat pertama selain keluarga di mana siswa dapat diajarkan tentang demokrasi dan suara yang didengar, dan mereka harus dapat mengambil tindakan terhadap isu-isu yang mereka pedulikan.
hormatan perempuan. Dilihat pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undangundang No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Perlindungan Anak yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo, bahwa salah satu isi perppu tersebut mengatur hukuman kebiri bagi pelaku pelecehan seksual terhadap anak dan itu di antaranya adalah pendidik anak, pengasuh anak, aparat perlindungan anak, anggota keluarga, dan masyarakat sipil yang melakukan pelecehan seksual secara bersama-sama. Perkara persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh anak di bawah umur merupakan kualifikasi perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan atau juga disebut dengan perkosaan berbuat cabul. Menurut hemat penulis, jerat hukum bagi predator anak ini dapat dijatuhkan sanksi sosial selain sanksi hukum tertulis secara umum dan sifatnya lebih membuat pelaku merasa malu dengan perbuatan yang diperbuatnya. Untuk perbuatan yang sudah menyebabkan “lendir dan darah” tidak dapat diampuni dan tidak boleh ditoleransi karena anak adalah generasi penerus bangsa yang harus diselamatkan. Diharapkan juga kepada para orang tua wajib selalu mengawasi anaknya baik itu di rumah, di sekolah, ataupun di lingkungan tempatnya berpijak harus tetap diawasi dan diwaspadai setiap gerak-gerik tubuh si anak, mengingat pelaku kejahatan seksual terhadap anak sampai sekarang masih terus ada di sekililing kita semua dan pihak kepolisian harus mampu mewujudkan perlindungan hukum terhadap korban dengan memberikan pendampingan psikiater untuk menjaga kejiwaan anak dari rasa trauma akibat tindak pidana pencabulan. Penulis, Ketua Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Dwijendra
POJOK Sedang disiapkan, perpres mencegah alih fungsi lahan sawah. - Terlambat, sawah habis. *** DPRD Bali bantah ranperda tajen untuk melegalkan judi. - Hanya angan-angan. *** Semua daerah di Bali dapat predikat WTP dari BPK. - Tak jaminan bebas korupsi.
Penulis, penerima/ awardee Beasiswa LPDP Kemenkeu dari Universite? Paris 1 Panthe?onSorbonne dengan fokus studi Economics
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Rabu Wage, 4 April 2018
Tahun 2018
Disdik Sempurnakan Sistem Penerimaan Siswa Via Zonasi
Tabanan (Bali Post) Tahun 2018 ini, Dinas Pendidikan akan lebih menyempurnakan penerapan penerimaan siswa menggunakan sistem zonasi. Dengan penyempurnaan itu, diharapkan kesemrawutan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP di Tabanan bisa diperbaiki sehingga tidak menimbulkan masalah, seperti yang terjadi di tahuntahun sebelumnya. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tabanan I Gede Susila, Selasa (3/4) kemarin, mengatakan pemerintah telah menetapkan sistem zonasi dalam penerimaan PPDB. Dengan sistem ini, pemerintah akan menentukan zona-zona penerimaan siswa sehingga tidak ada lagi perebutan di satu atau dua sekolah saja. Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan sistem zonasi, diharapkan akan terjadi pemerataan jumlah siswa di setiap kecamatan. ‘’Nantinya sekolah di luar kota Tabanan akan dapat menerima siswa secara optimal dari lulusan SD yang berasal dari satu zonasi. Siswa tidak akan berebut sekolah di luar zona yang telah ditetapkan,’’ ujarnya. Susila menambahkan, kebijakan ini juga harus dibarengi perbaikan saranaprasarana pendukung untuk menunjang secara merata prestasi belajar siswa di setiap sekolah. Terkait rencana tersebut, pihaknya akan koordinasi dengan stakeholder terutama pimpinan termasuk DPRD. Dalam keberhasilan sistem zonasi, juga diperlukan dukungan dari semua pihak. Ia berharap masyarakat khususnya orangtua murid tidak memaksakan agar anaknya bisa diterima di sekolah yang menurut mereka favorit. “Semua pihak harus memiliki kesamaan pemahaman terkait pelaksanaan PPDB,” harapnya. Terkait tenaga guru, hemat Susila, keberadaan guru di SMP tidak masalah. Pihaknya sudah memikirkan hal tersebut, dengan harapan kualitas pendidikan dan pengajaran di setiap sekolah merata. Begitupun jumlah guru sudah memadai untuk mendidik semua siswa. “Soal guru saya kira tidak masalah, tinggal pengaturannya saja,” tandasnya. Susila berharap para orangtua, tidak khawatir anaknya tidak diterima di SMP. Dia memperkirakan semua siswa lulusan SD akan tertampung di SMP yang ada di Tabanan, baik negeri maupun swasta. Hal ini berdasarkan jumlah siswa SD kelas enam yang kurang dibadingkan jumlah siswa SMP yang akan lulus. Dari data yang ada, jumlah siswa kelas IV di 324 SD yang ada di Tabanan sebanyak 5.902 orang, sementara siswa kelas IX di 41 SMP yang akan lulus sebanyak 6.454 orang. “Berdasarkan data itu, lulusan SD masih kurang dibandingkan lulusan SMP. Yakin semua siswa lulusan SD tertampung di SMP. Karena itu orangtua tidak perlu khawatir,” pungkasnya. (kmb24)
Masih Beredar
Ikan Kemasan Kaleng Mengandung Cancing
Tabanan (Bali Post) Adanya laporan masyarakat terkait ikan kemasan kaleng mengandung cacing direspons optimal pihak BBPOM. Hasilnya, ada 27 produk ikan kaleng kemasan yang dinyatakan mengandung cacing. Meski sudah ada pernyataan dari BBPOM, namun di toko modern maupun di pasar Tabanan produk ikan kemasan kaleng itu ternyata masih ditemukan. Seperti di pasar Tabanan. Salah satu pedagang, Suka Sandiarta, Selasa (3/4) kemarin mengatakan, meski pihaknya tahu informasi adanya penemuan cacing pada ikan kemasan kaleng, namun produk tersebut masih tetap dijual. “Kalau masih ada yang beli ya kami jual,” tegasnya. Namun selama ia menjual ikan kemasan kaleng belum ada masyarakat yang komplain terkait cacing tersebut. Selain di pasaran, produk ikan kaleng kemasan itu masih juga di-display di beberapa toko modern di Tabanan. Menyinggung hal itu, Kepala Dinas Peridustrian dan Perdagangan Gusti Nyoman Arya Wardhana, Selasa kemarin, mengatakan pihak Disperindag akan segera turun ke lapangan melakukan sidak. Sebelum proses itu dilakukan, pihaknya sedang koordinasikan dengan BBPOM mengenai produk mana saja yang positif ditemukan cacing. “Hari ini (kemarin - red) Disperindag melakukan koordinasi ke BBPOM mengenai produk-produk mana saja positif ditemukan cacing,” ujarnya. Usai koordinasi ini, maka akan ditentukan waktu melakukan sidak ke lapangan. Sidak bisa saja menggandeng BBPOM atau menggandeng OPD terkait, dalam hal ini Sat Pol PP. “Kita koordinasi dulu, apakah BBPOM nanti akan ikut serta atau nanti dilakukan mandiri dengan cara menggandeng OPD terkait,” ujarnya. Koordinasi ini, menurut Arya, penting dilakukan, agar pihaknya tidak salah langkah mengambil tindakan. Waktu sidaknya akan digelar secepatnya setelah ada koordinasi. (kmb24)
Telepon Penting tabanan Polres Tabanan Polsek Kediri Polsek Marga Polsek Kerambitan Polsek Selemadeg Polsek Pupuan Polsek Penebel Polsek Baturiti Polsek SelTim Damkar BPBD BRSU Tabanan ‘
0361-812519 0361-812280 0361-8946155 0361-8943991 0361-8943669 0362-71110 0361-819194 0368-21110 0361-8509985 0361-812113 0361-7809054 0361-811027
Bali post/kmb24
ANGKUT BARANG - Petugas saat mengangkut barang dagangan para pedagang kaki lima yang melanggar Perda No. 12 Tahun 2002, Selasa (3/4) kemarin.
Dapat Keluhan Masyarakat
Satpol PP Sidak Pedagang Kaki Lima
Pedagang itu melanggar Perda No. 12 Tahun 2002 tentang Ketertiban Umum. Mereka langsung ditindak Tim Yustitusi. Bahkan barang-barang dagangannya disita. Mereka dikategorikan tidak hanya melanggar Perda ketertiban umum, juga beberapa pedagang tidak membawa atau memiliki iden-
titas diri, sehingga mereka juga melanggar Perda No. 5 Tahun 2010 mengenai administrasi kependudukan. Kepala Sat Pol PP Tabanan Wayan Sarba saat ditemui di lokasi mengatakan, pedagang tersebut sebenarnya sudah beberapa kali tertangkap basah. Kemudian mereka diberikan pembinaan.
‘’Karena sudah berulang-ulang, maka tindakannya tidak lagi sifatnya pembinaan, tetapi diproses hukum tipiring,’’ ujar Sarba. Dasar Tim Yustitusi turun juga karena pedagang kaki lima itu banyak dikeluhkan masyarakat. Banyaknya pedagang yang memakai badan jalan dan trotoar, kata Sarba menyebab-
kan suasana jalan seperti pasar senggol. Tidak pelak hal itu menganggu pengguna jalan. ’’Sebenarnya tempat mereka mangkal itu bukan diperuntukkan untuk jualan. Karena itu masyarakat banyak yang mengeluh,’’ ujarnya. Setelah dilakukan pembinaan berulang-ulang, rupa-rupanya tidak memberikan efek jera. Mau tidak mau akhirnya Tim Yustitusi diturunkan dan barang dagangan para pedagang yang melanggar diamankan. Tidak hanya rombong, tim juga menyita barang dagangan yang dibawa dengan mobil. Nantinya barang dagangan ini akan dikembalikan kepada pemiliknya usai mereka menjalani proses sidang.
Tabanan (Bali Post) Tahun 1995-an merupakan masa kejayaan usaha ternak ayam petelur warga Tabanan. Dengan jumlah populasi mencapai tiga juta ekor, hal itu menjadikan salah satu sentra produksi ayam petelur di Bali. Namun kini, populasi ayam petelur menurun drastis, tinggal sekitar satu juta ekor saja. Salah seorang peternak ayam petelur di Desa Buruan, Penebel, Gede Darma Susila, Selasa (3/4) kemarin mengungkapkan, selain di Tabanan kabupaten lain di Bali yang menjadi sentra ayam petelur adalah Bangli dan juga Karangasem. ‘’Penurunan populasi ayam petelur ini tidak hanya di Tabanan, tetapi juga di dua sentra lainnya, yaitu Bangli
dan Karangasem,’’ ujarnya. Susila yang juga Ketua Koordinator Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR) Layer Bali, Tabanan ini menyebutkan penurunan populasi ayam petelur memang tidak terjadi dalam waktu singkat. Penurunannya berlangsung secara bertahap dari tahun ke tahun. Penyebab turunnya populasi ayam petelur di Bali ini dipengaruhi tingginya fluktuasi harga telur ayam dipasaran. Kesuksesan ternak ayam petelur di tahun 1995-an dikarenakan pada masa itu kurs rupiah cenderung stabil terhadap dollar. Stabilnya kurs rupiah ini membuat biaya produksi dan harga jual pun ikut stabil. Namun saat ini nilai kurs rupiah dengan dollar kerap
mengalami fluktuasi, sehingga berdampak pada tingginya pergerakan naik turunnya harga jual atau produksi dipasaran. Tingginya pergerakan harga telur ayam bisa dilihat dalam kurun waktu tahun 2017. Setahun lalu harga telur ayam ini sempat menyentuh harga Rp 1.300 per butir. Kemudian turun hingga mencapai harga Rp 900 per butir. ‘’Penurunan harga ini jauh di bawah kisaran Break Event Point (BEP) usaha t e rn a k a y a m p e t e l ur y a n g amannya berada dikisaran Rp 1.100 per butir,’’ ujarnya. Tingginya fluktuasi ini membuat sejumlah peternak harus berpikir dua kali dalam melakoni usaha maupun menambah populasi ayam petelur
dari sebelumnya. Kondisi itu kemudian diperparah dengan ancaman serangan penyakit pada unggas. Meski populasi telur ayam petelur di Tabanan mengalami penurunan diakui Susila tidak bedampak pada harga jual dipasaran. Hingga saat ini harga masih stabil di level Rp 1.100 per butir. Stabilnya harga ini karena permintaan telur di masyarakat saat ini masih bisa terpenuhi oleh peternak ayam petelur Bali dan tidak ada penumpukan produksi ditingkat peternak. ‘’Produksi bisa memenuhi permintaan pasar saat ini. Tidak ada produksi telur tertumpuk sehingga membuat harga jual stabil,’’ ujarnya. Selain itu, stabilnya harga tersebut juga disebabkan oleh
Tabanan (Bali Post) Masyarakat mengeluh kepada pedagang kaki lima (PKL) yang dianggap mengganggu ketertiban, karena mereka berjualan di badan jalan dan juga trotoar. Keluhan warga dengan cepat diapresiasi Satpol PP Tabanan yang kemudian menurunkan Tim Yustitusi di beberapa titik, Selasa (3/4) kemarin, guna menindak pedagang kaki lima di Kecamatan Tabanan dan juga Kediri. Pedagang kaki lima yang ditindak langsung, utamanya mereka yang berjualan di titik-titik yang dikeluhkan masyarakat. Seperti di dekat Lapangan Debes dan daerah Abiantuwung, Kediri. Hasilnya, puluhan pedagang kaki lima tertangkap basah. Mereka melanggar perda karena berjualan ditempat yang tidak diperbolehkan.
Sarba mengaku, menindak para pedagang ini tidak akan ada habisnya selama belum ada lokasi yang diperbolehkan buat mereka berjualan. Karenanya, pihaknya telah berkoordinasi baik dengan pimpinan maupun OPD terkait di mana mereka bisa difasilitasi berjualan dengan baik. Menurutnya, sebagai SatPol PP, pihaknya hanya menegakkan hukum. Ia berharap agar cepat ada sosuli di lokasi mana saja para pedagang kaki lima itu diperbolehkan berjualan. ’’Pimpinan sebenarnya sudah memikirkan hal ini. Saat ini tinggal menunggu langkahlangkah nyata dan konstruktif dari OPD terkait,’’ paparnya. (kmb24)
Populasi Ternak Ayam Petelur Turun Drastis adanya kecenderungan para peternak ayam petelur di Bali menjaga harga agar stabil. Saat ini peternak tidak berani mengangkat harga di luar kendali. Sebab, bila harga di luar kendali di tengah menurunnya produksi ditingkat peternak, maka produksi telur ayam dari luar Bali akan masuk ke Bali. Dampaknya, dipercaya akan dapat menghancurkan harga telur ayam di Bali. “Peternak ayam petelur ini memang cenderung berhati-hati menyikapi harga sekarang ini. Mereka (peternak -red) lebih memilih menjaga harga agar stabil, ketimbang menaikkan harga, namun dampaknya malah membuat telur antarpulau membanjiri Bali nantinya,” tegasnya. (kmb24)
Sebulan TPA Mandung Menghasilkan 10 Ton Pupuk Lumpur Tinja Kering Tinja atau kotoran manusia ternyata bisa berguna jika diolah dengan benar dan teknologi yang tepat. Seperti yang dilakukan TPA Mandung. Dengan teknologi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), maka dalam sebulan instalasi ini bisa menghasilkan 10 ton pupuk organik yang diproduksi dari tinja tersebut. Dari mana saja input dan juga proses tinja kering itu, sehingga menjadi pupuk organik yang baik? MESKI pupuk tinja organik kering ini belum banyak dilirik, namun pemakaian pupuk ini pada tanaman di sekitar TPA menunjukkan hasil yang sangat signifikan membuat efek subur pada tanaman. Seperti tanaman bunga maupun pohon buah, setelah diberi pupuk organik tinja kering, justru menjadi tumbuh subur. Pupuk yang diberikan itu murni hasil olahan tinja di TPA. Kepala UPT TPA Mandung Ni Luh Sukartini, Selasa (3/4) kemarin mengatakan, dalam sebulan IPLT malah sudah mampu menghasilkan 10 ton pupuk organik yang diproses dari tinja. Sepuluh ton ini berasal dari 110 meter kubik lumpur tinja. Tinja ini didatangkan oleh truk-truk pengangkut, baik dari TPA sendiri juga pihak swasta yang menguras tinja ke rumahrumah penduduk. Dalam hal pelayanan kuras tinja, kata Sukartini, TPA
Mandung masih menerapkan layanan on call. Berdasarkan data tahun 2017, tercatat sebanyak 452 jumlah permintaan kuras tinja di masyarakat. Jumlah permintaan warga yang menguras terbanyak dari Kecamatan Tabanan (190 permintaan) menyusul Kediri (159), Marga ( 25), Kerambitan (31), Penebel (18), Baturiti (10), Pupuan (3), Selemadeg Timur (3), Selemadeg Barat (2), Selemadeg (2), dan Luar Kabupaten (9). Permintaan kuras tinja, kata Sukartini, tidak dilakukan pihak TPA sendiri. Melainkan juga dibantu pihak swasta. Ada empat operator swasta yang membuang tinja ke IPLT dan selama tahun 2017 total lumpur tinja yang dibuang ke IPLT dan kemudian diolah menjadi pupuk sebanyak 1.373,5 meter kubik. ‘’Lumpur tinja ini sebanyak 35 persen dibawa oleh pihak UPT TPA Mandung, sementara
Bali Post/kmb24
10 TON PUPUK - Dalam sebulan IPLT di TPA Mandung mampu menghasilkan pupuk organik tinja yang sudah kering 10 ton. sisanya dibawa oleh operator swasta,’’ jelas Sukartini. L u m p u r t i n j a i t u ke m udian diolah dijadikan pupuk organik. Selama ini pupuk organik tinja dimanfaatkan untuk tanaman di Taman Kota, tanaman di kebun bank sampah, tanaman di kantor-kantor
dan taman di TPA Mandung. Beberapa masyarakat juga sudah mulai ada yang meminta pupuk ini ke TPA Mandung untuk menyuburkan tanaman di pekarangannya. ‘’Pupuk ini diberikan cumacuma saja. Siapa pun jika memerlukan pupuk bisa datang ke
TPA,’’ ujar Sukartini. Rata-rata pemakaian pupuk organik tinja ini mencapai enam ton dalam sebulan. Sisanya empat ton biasanya disimpan di tempat kompos atau lahan kosong di TPA Mandung. Pupuk ini juga terkadang dipergunakan menutupi sampah di TPA. (san)
KARANGASEM
8
Rabu Wage, 4 April 2018
Jelang Penerimaan Siswa Baru
Sistem Zonasi Hapus Kesan Sekolah Favorit
Amlapura (Bali Post) Menjelang penerimaan siswa baru, Juni nanti, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem mulai mengkaji sistem yang akan diterapkan nanti. Kepala Disdikpora I Gusti Ngurah Kartika, Selasa (3/4) kemarin, mengatakan penerimaan siswa baru untuk SD dan SMP akan menggunakan sistem zonasi. Sistem ini, katanya, untuk membangun pemerataan pendidikan di setiap wilayah, sehingga perlahan dipercaya dapat menghapus adanya sekolah favorit dan nonfavorit. Sesuai regulasi pusat, kata I Gusti Ngurah Kartika, penerimaan siswa baru akan menggunakan sistem zonasi yang sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Pematangan sistem zonasi yang akan diterapkan, kata Gusti Ngurah Kartika, masih dibicarakan dengan bidang terkait. “Kalau dulu zonasinya per kecamatan. Tetapi sekarang kami sedang bicarakan, apakah tetap memakai zonasi seperti tahun lalu, zonasi per desa, atau ada opsi lain. Kami sedang mengkajinya,” kata Gusti Ngurah Kartika saat ditemui di gedung DPRD Karangasem usai mengikuti rapat paripurna, Selasa kemarin. Sesuai instruksi pusat, dia mengaku agar sistem zonasi yang diterapkan nanti, mampu membangun pemerataan pendidikan di semua wilayah. Artinya, kemampuan siswa di semua sekolah agar merata. Tidak ada lagi kesan sekolah favorit dan nonfavorit. Stereotif itu selama ini menimbulkan ada kesan ketimpangan pendidikan di Karangasem. Sekolah favorit dan nonfavorit selama ini, dinilai mengkotakkotakkan siswa yang pintar-pintar dan berkumpul yang berkemampuan rendah-rendah semua. Hal itu disebutkan tidak baik, terkait perkembangan pendidikan anak ke depannya. Dengan sistem zonasi, di mana lokasi sekolah itu berada maka siswa yang bersekolah di sana merupakan anak-anak yang tinggal di daerah itu. Setelah sistem zonasinya ditetapkan, maka siswa, kata Gusti Ngurah Kartika, tidak bisa keluar dari zonasi yang sudah disepakati di Disdikpora Karangasem. Dalam proses pengkajian saat ini, pihaknya masih mendalami daya tampung masing-masing sekolah, khususnya jenjang SMP. Kemudian jumlah lulusan SD di setiap wilayah itu nanti berapa? Apakah nanti semua lulusan anak-anak SD ini sudah bisa ter-cover di sekolah sesuai zonasinya atau tidak? Belajar dari pengalaman tahun lalu, di mana Kecamatan Karangasem dan Abang, saat itu kelebihan siswa. “Dengan sistem zonasi yang sedang dikaji ini, pada intinya diharapkan jangan sampai ada lulusan SD yang tidak bisa melanjutkan sekolah. Semua lulusan SD harus tertampung. Sebab, ini wajib belajar sembilan tahun,” tegasnya. Terkait keinginan orangtua siswa yang justru ingin menyekolahkan anaknya di sekolah di luar zonasi yang menurutnya sistem pembelajaranya lebih baik, Gusti Ngurah Kartika menegaskan ini juga sudah dibicarakan. Nanti akan ada kuota sekitar 5-10 persen siswa yang bisa diterima dari zonasi berbeda. Tetapi, itu masih belum disepakati, karena masih berupa opsi. Dan juga masih tahap telaah. Demikian juga formulasi siswa miskin dan siswa berprestasi. “Semua aspek dalam penerimaan siswa baru tahun ini sedang kami bicarakan. Tadi kami sudah rapat. Kami siapkan sistem yang terbaik. Tujuannya agar tidak terjadi gaduh, seperti tahun lalu,” tegasnya. (kmb31)
Bali Post/kmb
BUPATI SERAHKAN LKPJ - Bupati Mas Sumatri menyerahkan LKPJ 2017 kepada Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi dalam sidang paripurna, Selasa (3/4) kemarin.
Dewan Soroti Silpa 2017
Amlapura (Bali Post) –
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Karangasem yang diserahkan dalam Sidang Paripurna DPRD Karangasem, Selasa (3/4) kemarin, langsung dikritisi kalangan anggota dewan. Hal paling disoroti adalah tingginya silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) yang jumlahnya sangat besar, karena mencapai Rp 122,5 miliar. ‘’Kalau mencapai tiga digit, termasuk besar. Silpa besar berarti serapan anggaran itu kurang. Logika serapan APBD, besaran silpa itu semestinya sekecilkecilnya,’’ ungkap Ketua DPRD I Nengah Sumardi. Politisi Partai Golkar ini mengatakan LKPJ Bupati nantinya dibahas lebih lanjut di internal dewan sesuai mekanisme yang ada. Pencermatan akan dilakukan terhadap semua aspek oleh komisi yang membi-
dangi. Finalisasinya nanti akan disampaikan dalam bentuk rekomendasi dan catatan strategis dewan. Penyikapan terhadap LKPJ Bupati itu juga akan diakumulasi dalam pendapat akhir fraksi-fraksi. ‘’Nanti akan ada pendalam mengapa silpa itu bisa seperti itu,’’ ujarnya. Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Karangasem I Made Sujana Erawan juga tak menampik
Amlapura (Bali Post) Cuaca panas menyengat berpotensi memicu kebakaran. Namun, kebakaran dapur milik I Wayan Cenik Ngambyar (60) bukan karena faktor cuaca. Dapur milik warga Banjar Kalanganyar, Desa Sibetan, Bebandem itu nyaris ludes gara-gara korsleting listrik. Informasi yang dihimpun, kebakaran Senin (2/4) itu, terjadi menjelang petang, pukul 17.30 Wita. Korban yang saat itu sedang beraktivitas di halaman rumahnya, baru tahu ketika api sudah menjilat kap dan atap dapur. Upaya memadamkan api dengan menyemprotkan air sia-sia saja, karena api itu justru bertambah besar. Kap yang terbuat dari kayu dan bambu itu menjadi perantara api yang sangat manjur. Api dengan cepat membesar kemudian membubung di bagian atap ketika tim pemadam kebakaran Dinas Damkar Pemkab tiba di lokasi kejadian. Tim pemadam yang berkekuatan 14 personel itu dengan dua armada pemadam, tiba pukul 17.46 Wita alias dua menit setelah laporan kebakaran diterima Pos Jaga Damkar Kecamatan Selat. Meski tim pemadam itu datang cepat, api baru bisa benar-benar dikuasi setelah dua jam mereka berjuang memadamkan api itu. Saat itu, bagian kap dapur berukuran 5 x 6 m milik korban, sudah menjadi puing. Tak ada korban jiwa ataupun luka dalam musibah yang diduga dipicu korsleting arus listrik tersebut. Korban hanya mengalami kerugian material, namun jumlahnya cukup besar. Jika diuangkan kerugian korban sekitar Rp 80 juta. Besarnya nilai kerugian material itu karena api tidak hanya membakar bangunan dapur, tetapi juga nyaris semua isinya. ‘’Korban tidak sempat menyelamatkan apa-apa. Sebab, apinya cepat sekali membesar,’’ ungkap korban. Kadis Damkar Karangasem I Nyoman Sutirtayasa mengatakan, api baru bisa dipadamkan setelah menghabiskan sekitar 14 ribu liter air. Tim pemadam bisa merespons cepat laporan kejadian tersebut, karena saat ini Dinas Damkar sudah memiliki pos jaga di Kecamatan Selat. ‘’Tim pemadam tiba di lokasi kejadian dalam dua menit. Ya, ini tugas pertama Pos Jaga Selat,’’ ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/4) kemarin. (kmb)
Bali Post/kmb31
UMK CENTER - Beberapa tempat yang dulunya kios tempat memasarkan kerajinan, sekarang berubah menjadi tempat pelayanan di Gedung UKM Center Amlapura.
Dewan Soroti MPP
Alih Fungsi Gedung UKM Center Dipertanyakan Amlapura (Bali Post) Pasca-uji coba Mal Pelayanan Publik (MPP), respons masyarakat terhadap cara baru pemerintah daerah memberikan pelayanan publik ini beragam. Ada yang menyambut baik, ada pula yang bingung karena minim sosialisasi. Demikian juga reaksi lembaga DPRD Karangasem. Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi, Selasa (3/4) kemarin, mengatakan pemanfaatan Gedung UKM Center Amlapura itu tanpa ada koordinasi dengan lembaga dewan. Pihaknya pun mempertanyakan alih fungsi Gedung UKM Center Amlapura itu yang dibangun pada era Bupati Wayan Geredeg tersebut menjadi Mal Pelayanan Publik. Politisi Golkar ini asal Desa Sibetan itu menegaskan, etika pemerintahan sebagai penyelenggara pemerintah, adalah eksekutif dan legislatif. Kalau hendak memanfaatkan Gedung UKM Center Amlapura menjadi MPP itu semestinya baik peruntukan
maupun pemanfaatannya, harus ditinjau lebih dulu. “Namanya saja Gedung UKM. Gedung itu sudah diatur besaran sewanya. Kalau peruntukannya diubah, mestinya bersama-sama ditinjau lebih dulu,” kata Sumardi. Kepala PMPTSP (Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Wayan Putu Laba Erawan saat dimintai konfirmasi perihal persoalan itu mengatakan sebelum uji coba, 2 April lalu, pihaknya mengaku sudah mengurus proses alih fungsi gedung tersebut. Awalnya, dari Gedung UKM peruntukannya kemudianmenjadi MPP. “Pengurusan alih fungsinya, semua masih dalam proses,” kata Laba Erawan, Selasa kemarin,. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Karangasem I Gusti Ngurah Yudiantara, Selasa kemarin, mengatakan Gedung UKM Center itu dulunya memang dikelola bersama, antara Dinas Koperasi dan UKM (Usaha Kerajinan Masyarakat) Dinas
Bali Post/kmb
Komunikasi dan Informatika serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Gabungan OPD ini, membentuk sistem pengelolaan yang disebut Business Development Service (BDS) Tanah Aron. Jadi, kalau terkait pengelolaan asetnya, dia meluruskan bukan berada di Dinas Koperasi dan UKM, tetapi ada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). “Ingat ya, UKM itu di kami, bukan Usaha Kecil Menengah, tetapi Usaha Kerajinan Masyarakat,” ujar Yudiantara. Kepala BPKAD Karangasem I Nengah Mindra yang dihubungi Selasa kemarin, mengakui aset Gedung UKM Center Amlapura menjadi tanggung jawabnya. Terkait alih fungsi Gedung UKM jadi MPP, dia juga menegaskan hal itu masih dalam tahap proses. Artinya, proses peruntukkannya sedang berjalan. Namun, benar tempatnya sudah dimanfaatkan sesuai peruntukan baru. (kmb31)
Amlapura (Bali Post) Setelah diumumkan selama 10 hari di kantor lurah/perbekel dan tempat strategis, Daftar Pemilih Sementara (DPS) memasuki tahap perbaikan di PPS. Komisioner KPU Karangasem Divisi Perencanaan dan Data Ngurah Maharjana, Selasa (3/4) kemarin, mengatakan perubahan daftar pemilih dipengaruhi pemilih tidak memenuhi syarat (TMS), pemilih baru, perbaikan identitas dan pemilih yang belum terdata pada saat pencoklitan. Metode perbaikannya dilakukan melalui tanggapan atau masukan masyarakat, Tim Paslon maupun Panwaslu di setiap tingkatan. “Pihak berkepentingan diberikan kesempatan menanggapi atas data pemilih yang diumumkan sebelumnya,” kata Maharjana dalam Rapat Kerja dengan PPK dan PPS di Villa Ujung Resort, Selasa (3/4) kemarin. Ngurah Maharjana menegaskan, perbaikan DPS ini dilakukan secara berjenjang. Diawali di tingkat PPS, PPK, dan KPU kabupaten sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) di tingkat Provinsi Bali melalui pleno 21 April mendatang. “Kami juga sudah bersurat kepada Panwaslu dan Tim Pasangan Calon untuk segera menyampaikan kepada kami, kalau ada temuan terkait data pemilih sementara.
Agar bisa ditindaklanjuti dalam masa perbaikan,” imbuh Ketua KPU Karangasem I Made Arnawa. Dia berharap adanya masukan dan tanggapan berbagai pihak, agar mampu mewujudkan data pemilih yang valid. Demikian juga terkait pemilih yang belum melakukan perekaman e-KTP. Pihaknya meminta agar data pemilih yang belum melakukan perekaman, segera diurus, agar dapat menggunakan hak pilihnya. Sebelumnya, diberitakan penduduk Karangasem yang tercatat dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilgub Bali sebanyak 379.368 orang, namun dari jumlah itu, 2.034 orang belum melakukan perekaman e-KTP. Untuk menjamin hak pilih ribuan warga tersebut, KPU Karangasem berharap proses perekaman yang kini digenjot Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karangasem sudah tuntas sebelum KPU menggelar rapat pleno penetapan DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) pada minggu kedua April nanti. Rapat pleno penetapan DPSHP akan dilaksanakan selama tiga hari mulai 8 sampai 10 April mendatang. Saat itu, perekaman e-KTP seharusnya sudah tuntas mengingat perekaman E-KTP menjadi syarat mutlak ditetapkan ke dalam daftar pemilih tetap (DPT). (kmb31)
Bali Post/kmb31
RAPAT KERJA - KPU Karangasem saat menggelar rapat kerja dengan PPK dan PPS di Villa Ujung.
Percepat Layani Masyarakat
Damkar Buka Pos Jaga di Selat dan Abang Masyarakat Karangasem sangat berharap agar pemerintah kabupaten mendekatkan pelayanan pemadam kebakaran. Asa warga itu akhirnya terwujud. Buktinya, mulai Senin (2/4), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Karangasem, kemudian membuka dua pos jaga untuk membantu pos induk di kota Karangasem. Kedua pos jaga baru itu masing-masing ditempatkan di Kecamatan Abang maupun di Kecamatan Manggis. Bagaimanakah alasan Damkar membuat dua pos baru di dua kecamatan itu?
KORSLETING - Dapur I Wayan Cenik Ngambyar terbakar karena korsleting listrik.
Pihaknya juga menilai silpa 2017 cukup tinggi sehingga Fraksi PDI-P nanti juga akan melakukan pencermatan mendalam dalam pembahasan-pembahasan di internal Dewan. LKPJ Bupati Karangasem 2017 itu diserahkan langsung Bupati IGA Mas Sumatri. Pihaknya menyatakan LKPJ di antaranya memuat gambaran umum daerah, visi-misi kabupaten, kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah yang terdiri dari pendapatan, belanja dan pembiayaan. Tahun 2017 pendapatan daerah Rp 1,525 triliun, belanja Rp 1,506 triliun, pembiayaan Rp 102 miliar, dan silpa 122,5 miliar. (kmb)
Banyak Warga Belum Terdata Saat Pencoklitan
Dapur Terbakar
Cenik Rugi Rp 80 Juta
silpa 2017 itu termasuk tinggi. Silpa tinggi itu, kata Sujana Erawan, salah satunya disebabkan gonjang-ganjing Gunung Agung menjelang akhir 2017 lalu. Status Awas gunung setinggi 3.142 mdpl itu mengakibatkan sejumlah program yang dirancang pemerintah daerah tidak bisa berjalan dengan baik. ‘’Kalau dari sisi perencanaan tidak ada masalah,’’ jelasnya. Sumardi juga mengakui naiknya aktivitas vulkanik Gunung Agung cukup meng-
ganggu kinerja pemerintah. Sejumlah program di daerah radius bahaya mulai dari KRB 3 sampai KRB 1 tidak bisa dilaksanakan. Menurutnya, serapan anggaran jadi rendah, akibat dampak erupsi Gunung Agung masih bisa ditoleransi. Tetapi pihaknya menyayangkan jika serapan anggaran rendah itu terjadi karena tidak adanya sinkronisasi antara perencanaan dan juga pelaksanaan. Hal senada dilontarkan Ketua Fraksi PDI-P, Gede Dana. Menurutnya, sangat masuk akal jika status Awas Gunung Agung itu berdampak terhadap pelaksanaan program yang pada akhirnya menjadi pemicu tingginya silpa itu.
PENAMBAHAN pos itu semata-mata memberi atensi kepada warga utamanya pelayanan agar bisa lebih optimal kepada masyarakat yang benar-benar memerlukan bantuan pada saat situasi emergency. ‘’Penambahan pos itu untuk meningkatkan dan memberikan pelayanan cepat, apabila
sewaktu-waktu terjadi peristiwa kebakaran,’’ ungkap Kadis Damkar I Nyoman Sutirtayasa, Selasa (3/4) kemarin. Pos Kecamatan Selat itu diarahkan untuk mempercepat penanganan kebakaran di wilayah Karangasem dauh bukit. Zona itu meliputi Kecamatan Selat,
Rendang, dan juga Sidemen. Strategi itu dilakukan agar kebakaran itu lebih cepat ditangani, sebelum tim induk dari Posko Utama tiba di lokasi. Sedangkan tujuan pelayanan Pos Kecamatan Abang, untuk keperluan bantuan emergency di Kecamatan Abang maupun Kubu. Penambahan dua pos baru itu untuk menyikapi cukup tingginya potensi peristiwa kebakaran di Karangasem. Jenis kebakaran bukan saja rumah tinggal pribadi, juga bisa saja terjadi kebakaran hutan. ‘’Dengan cara seperti itu, penanganan bisa lebih cepat. Kita berusaha meminimalisir dampak dan kerugian akibat peristiwa kebakaran itu,’’
jelas Sutirtayasa. Mantan Kadis PU Karangasem ini mengakui selama ini penanganan kasus kebakaran itu kerap terlambat karena akses dari pos utama menuju lokasi kebakaran sangat jauh. Situasinya kadang diperparah oleh akses jalan berliku-liku, sehingga pelayanannya menjadi kurang masikmal. Pos pemadam kebakaran Kecamatan Selat itu didirikan di sebelah Kantor Camat Selat. Pos itu dilengkapi satu unit armada pemadam. Pos itu digawangi 18 orang petugas. Mereka siaga 24 jam terbagi dalam tiga shift. Pos Kecamatan Abang ditempatkan di Rumah Dinas Camat Abang, di Lapangan Gajah
Wea, Desa Abang. Pos Abang diperkuat 21 personel dengan satu unit mobil pemadam Jepang dan satu unit mobil tangki. Dinas Damkar mengakui fasilitas penunjang di kedua pos jaga itu masih relatif terbatas. Namun, keputusan Pemkab Karangasem untuk penanganan kejadian kebakaran itu mendapat apresiasi masyarakat. Perbekel Desa Selat I Wayan Suara Arsana mengatakan kehadiran pos jaga di wilayah kecamatan itu cukup memberikan rasa nyaman. ‘’Minimal penanganan awal akan bisa lebih cepat. Sebab, tidak harus menunggu tim pemadam yang akan datang dari kota,’’ ucapnya. (kmb)
GIANYAR
Rabu Wage, 4 April 2018
9
Kunjungan Wisatawan Meningkat
Pengelola Hidden Canyon Terus Berbenah Gianyar (Bali Post) Objek wisata Hidden Canyon Beji Guwang di Desa Guwang Kecamatan Sukawati semakin ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan setiap harinya ada ratusan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata ini. Melihat tingginya antusias wisatawan, pengelola objek wisata ini pun melakukan berbagai terobosan. Manager Hidden Canyon Beji Guwang Ketut Muda menerangkan, Hidden Canyon Beji Guwang diperkenalkan pertama kali oleh seorang wisatawan asal Prancis yang gemar berpetualang. Saat mengunjungi kawasan itu, wisatawan yang tidak diketahui namanya ini mengaku sangat terkesan. ‘’Ia sangat terkesan dengan keindahan di dekat Beji Guwang yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Batu Mepet,’’ jelasnya, Selasa (3/4) kemarin. Di sana wisatawan itu pun mengambil sejumlah foto, kemudian dishare melalui akun media sosialnya ke sejumlah temannya di Prancis yang juga gemar berpetualang. ‘’Bule Prancis itu memberi nama kawasan ini Hidden Canyon. Sejak itu, banyak wisatawan asing yang menanyakan tempat ini,’’ ungkap Muda. Saking banyaknya wisatawan
yang datang dan menanyakan tempat ini, pada Oktober 2015 lalu kelompok pemuda dan masyarakat setempat mengadakan pertemuan membahas tentang pengembangan tempat kunjungan wisata. ‘’Sejak itulah tempat ini dibuka sebagai objek wisata alam,’’ katanya. Muda lebih lanjut menjelaskan, untuk menikmati indahnya alam dengan tebing sungai setempat, wisatawan harus dipandu seorang guide. Wisatawan kemudian diajak menikmati indahnya alam dengan berjalan kaki menuju ke utara atau hulu sungai. Selama menyusuri aliran sungai, wisatawan dapat menikmati indahnya tebing di kawasan tersebut. ‘’Nah, di bebatuan inilah wisatawan suka berfoto,’’ jelasnya. Setelah menelusuri sungai sepanjang 1 km, wisatawan disuguhkan dengan indahnya bentangan sawah dengan jarak 1,5 km, hingga kemudian kembali ke tempat parkir. ‘’Waktu yang ditempuh untuk menelusi Hidden Canyon hingga balik ke tempat parkir sekitar 2,5 jam,’’ katanya. Pihak pengelola terus melakukan pembenahan manajemen objek wisata ini. Dulu untuk menikmati indahnya Hidden Canyon wisatawan domestik maupun mancanegara dikenakan biaya total Rp 115 ribu per orang. Rincinnya, Rp 100 ribu
untuk pemandu wisata dan Rp 15 ribu untuk karcis masuk. Kala itu satu orang pemandu meng-handle wisatawan maksimal empat orang. Namun sekarang pihak manajemen mengubah sistem pemasukan dengan pola paket. Wisatawan mendapatkan tambahan handuk dingin, air mineral hingga loker untuk menyimpan barang-barang mereka. Shower juga tersedia termasuk ruang ganti pakaian. Muda menambahkan, hingga saat ini pihaknya mengajak 48 orang guide yang dibagi dalam dua shift yakni shift A dan shift B. Bila tenaga shift A sudah habis mengantarkan wisatawan, shift B atau cadangan bisa ditarik untuk memandu wisatawan. Para pemandu wisata mulai bekerja pukul 06.00 Wita dengan membersihkan sungai dari sampah-sampah yang mengotori sungai saat banjir. Kemudian pukul 08.00 Wita, mereka mulai mengantarkan wisatawan. Aktivitas kunjungan ke Hidden Canyon ditutup pukul 18.00 Wita tiap harinya. (kmb35) HIDDEN CANYON - Wisatawan saat menikmati indahnya Hidden Canyon Beji Guwang, Desa Guwang, Sukawati.
Aturan Zonasi PPDB Perlu Ditinjau Ulang Gianyar (Bali Post) Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar masih menunggu kepastian pemerintah pusat terkait peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang akan berlangsung Mei mendatang. Namun, Pemkab Gianyar tetap berharap pemerintah pusat meninjau ulang peraturan terkait zonasi. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Made Suradnya, Selasa (3/4) kemarin. Suradnya mengaku belum mengetahui apakah Permendikbud terkait PPDB akan diubah atau tidak. Pihaknya sejauh ini masih menunggu kebijakan pusat. Namun, jika melihat pengalaman PPDB tahun 2017, maka aturan PPDB khususnya terkait zonasi memunculkan persoalan serius. ‘’Zonasi ternyata krodit. Mungkin saja bisa diubah. Itu tergantung pusat, kita masih
Bali Post/nik
UNDIAN PALSU - Ni Wayan Panca dan kupon undian palsu yang didapatnya.
Tertipu Kupon Palsu, Uang Jutaan Melayang
Gianyar (Bali Post) Penipuan dengan kedok undian palsu yang mencatut nama PT Garuda Food Indonesia, memakan korban asal Desa Batuan Kecamatan Sukawati. Korban Ni Wayan Panca yang tergiur dengan iming-iming hadiah mobil mentransfer uang jutaan rupiah ke rekening atas nama Irnawati A. Tanosa. Ditemui di kediamannya di bilangan Jalan Raya Batuan, Panca bersama suaminya menceritakan awal kejadian tersebut. Awalnya kupon undian palsu tersebut didapatkan oleh anaknya di pinggir jalan. Panca pun sumringah membaca tiga selebaran yang bertuliskan ‘’Selamat Anda Mendapatkan 1 Unit Mobil Toyota Yaris’’. Girang membaca selebaran itu, Panca langsung mengambil handphone untuk menghubungi nomor telepon yang tertera dalam selebaran tersebut. ‘’Awalnya saya hubungi nomor 021-2929-0127, tapi tidak aktif. Saya lihat ada nomor lain, 082335777514, mau nyambung,’’ jelasnya, Selasa (3/4) kemarin. Melalui sambungan telepon itulah ibu dua anak ini seolah-olah dipandu untuk memproses hadiahnya. Dia juga diminta mentransfer sejumlah uang melalui ATM ke rekening si penipu. Tanpa pikir panjang, Panca mengikuti segala petunjuk hingga akhirnya uang simpanannya sebesar Rp 2 juta melayang ke rekening si penipu. Jumlah uang itu pun ternyata belum cukup. Keesokan harinya Panca kembali dihubungi oleh penipu dan dimintai mengirimkan uang tambahan. ‘’Katanya mobil sudah tiba di Bandara Ngurah Rai, tapi kondisinya terjepit. Saya diminta kirim uang lagi Rp 1 juta supaya mobil hadiahnya bisa segera dikirim,’’ ujarnya. Panca menyebutkan, gaya bicara lawan bicaranya kala itu sangat meyakinkan hingga membuatnya tak ragu sedikit pun. Bahkan, ia sampai meminta suaminya untuk pinjam uang ke tetangga. Uang hasil pinjaman itu pun bergegas ditransfernya. ‘’Transfer yang kedua itu saya lupa-lupa ingat, sekitar Rp 1 juta,’’ ungkapnya. Kala itu Panca mengaku merasa seperti dihipnotis. Suaminya pun sempat menanyakan terkait uang tersebut, namun diabaikannya. Setelah mentransfer uang, Panca dan suami pun harap-harap cemas menunggu hadiah mobil di rumah. Sebab, katanya hadiah mobil sudah tiba di wilayah Sukawati. ‘’Waktu itu sudah malam. Katanya mobil sudah dekat. Tapi harus kirim duit lagi sebesar Rp 4 juta. Nah dari sanalah baru saya menyadari ada yang aneh,’’ ujarnya. Sebelum mentransfer kembali, Panca dan keluarga berjaga-jaga di sekitar wilayah yang disebut oleh si penipu. Benar saja, semalaman ditunggu, tak jua nongol. Hingga akhirnya Panca sadar dirinya kena tipu. ‘’Malam itu saya sedih sekali,’’ keluhnya. Panca pun berencana akan melaporkan aksi penipuan ini ke Polsek Sukawati. Dia berharap polisi bisa melacak nomor handphone penipu tersebut, mengingat nomornya masih aktif. ‘’Masih aktif memang, tapi saya berkali-kali nelepon gak diangkat,’’ katanya. Selain dirinya, ada sejumlah tetangganya yang juga mendapatkan selebaran kupon palsu tersebut. Bahkan ada sekitar tujuh orang yang mendapati kupon serupa di seputaran Desa Batuan. ‘’Ternyata setelah saya kejadian, ada tetangga yang juga dapat kupon palsu ini. Tapi karena mereka tidak menghiraukan, saya saja yang kena,’’ katanya. (kmb35)
menunggu,’’ ucapnya. Dijelaskannya, melalui sistem zonasi setiap sekolah memiliki kewenangan dalam menentukan zona PPDB. Komposisinya, zona lingkungan sebanyak 10 persen, NEM 50 persen, jalur prestasi 20 persen dan jalur miskin sebanyak 20 persen. Dalam implementasinya, penetapan zonasi sangat tergantung sistem di sekolah bersangkutan.
‘’Kita serahkan di sekolah. Beberapa sekolah biasanya ambil sistem wilayah banjar,’’ ucapnya. Sekretaris Dinas Pendidikan Gianyar I Wayan Sadra menambahkan, peraturan mengenai zonasi PPDB memang memungkinkan untuk pemerataan pendidikan. Namun yang menjadi persoalan pelik salah satunya ketika siswa di satu banjar jumlahnya melebihi kuota
zonasi sekolah. ‘’Misal SMPN 1 Gianyar, kuota lingkungan ada 10 persen, tapi di banjar itu jumlah pelajarnya bisa mencapai 30 persen. Nah kalau begini, mana yang akan tidak dikasih?’’ ujar Sadra. Menurutnya, tahun ini ada sekitar tujuh ribu pelajar yang akan lulus SD. Sementara jumlah SMP di Kabupaten Gianyar sebanyak 42 sekolah. Bila berkaca dari PPDB 2017, setiap SMP sudah menyiapkan sembilan hingga 10 rombel, dengan satu rombel berisikan maksimal 40 siswa. ‘’Kalau sesuai Permendikbud, kan jumlah murid
per kelas 32, dengan peraturan ini ternyata banyak murid yang tidak dapat sekolah. Maka tahun lalu diambillah kebijakan melalui perbup, ditambah lagi delapan orang sehingga jumlah per kelas 40 siswa dan akhirnya semua tertampung,’’ katanya. Untuk PPDB tahun ini, pihaknya berencana menambah jumlah rombel setiap SMP menjadi 11. Hal ini sesuai dengan Permendikbud 2017. ‘’Sekarang rombelnya akan coba kita naikkan menjadi 11 setiap sekolah, setelah dicek ini cukup memungkinkan,’’ katanya. (kmb35)
Pemkab Diminta Buat Aturan Penggunaan Bahasa Indonesia Gianyar (Bali Post) Dewasa ini terjadi pergeseran dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahkan penggunaan bahasa asing semakin marak hingga mendominasi ruang publik. Penggunaan bahasa asing tidaklah dilarang, tetapi bagaimana mengedepankan penggunaan bahasa Indonesia sehingga bisa tuan di rumahnya sendiri, harus menjadi perhatian serius semua kalangan. Sebab, hal tersebut merupakan amanat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2019. Kepala Balai Bahasa Bali I Wayan Tama menegaskan hal itu saat sosialisasi pemartabatan Bahasa Indonesia yang digelar di Dinas Pendidikan Gianyar, Selasa (3/4) kemarin. Tama mengungkapkan, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Balai Bahasa Bali di sepuluh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Gianyar serta empat lembaga swasta, ditemukan banyak ketidaktepatan penggunaan bahasa Indonesia dan perlu dilakukan pembinaan. ‘’Di Kabupaten Gianyar, terutama di daerah pariwisata penggunaan bahasa Indonesia sudah mulai terkikis. Hal tersebut dapat dilihat dari penggunaan bahasa asing dalam pemberian nama
Bali Post/nik
SOSIALISASI - Suasana sosialisasi pemartabatan Bahasa Indonesia yang dilangsungkan Selasa (3/4) kemarin di Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. sejumlah objek wisata, hotel, baliho, merek dagang hingga fasilitas umum,’’ bebernya. Melihat kondisi itu, Pemkab Gianyar diharapkannya menyusun dan mengeluarkan payung hukum yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik. ‘’Kita juga akan bekerja sama dengan pemangku kepentingan, sehingga ke depan bisa ada regulasi yang jelas di masing-masing pemerintah daerah,’’ tambahnya.
Upaya ini bertujuan meningkatkan sikap positif terhadap penggunaan bahasa Indonesia, sehingga timbul budaya mencintai dan bangga terhadap bahasa Indonesia. ‘’Sosialisasi ini juga untuk mengevaluasi bahasa Indonesia di ruang publik sebagai upaya membangun masyarakat agar memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia,’’ katanya. Sementara itu, Asisten Administrasi Pemerintahan
dan Kesra Setda Kabupaten Gianyar I Wayan Suardana mengatakan, Pemkab Gianyar berkomitmen dalam menempatkan bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing sesuai dengan kedudukan dan fungsi masing-masing. Menurutnya, fenomena pergeseran penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik mencerminkan betapa kuatnya pengaruh budaya asing. Saat ini bahasa Indonesia
telah dijajah oleh bahasa asing. Hal ini juga tak terlepas akibat rapuhnya penanaman nilai-nilai karakter bahasa, khususnya dalam pengintegrasian bahasa sebagai bahasa nasional. ‘’Bahasa Indonesia itu wajib digunakan dengan baik di ruang publik. Selain menjaga identitas bangsa, juga untuk mereduksi masuknya pengaruh bahasa asing ke dalam ranah penggunaan bahasa Indonesia,’’ terang Suardana. Suardana menambahkan, maraknya penggunaan katakata dari bahasa asing di ruang publik di sejumlah kota di Indonesia bertentangan dengan UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan, wajib digunakan dalam pelayanan administrasi publik dan komunikasi resmi di lingkungan kerja pemerintah dan swasta. ‘’Penggunaan bahasa Indonesia di Kabupaten Gianyar harus turut dengan kaidah bahasa Indonesia. Pemerintah Kabupaten Gianyar sangat mendukung pengutamaan bahasa Indonesia di ruang publik,’’ tegas Suardana. (kmb35)
JEMBRANA
10
Rabu Wage, 4 April 2018
Lagi, Komoditi Ilegal Diamankan di Gilimanuk
Negara (Bali Post) Meski sudah berulangkali jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk menggagalkan upaya penyelundupan komoditi di Pelabuhan Gilimanuk, namun hal itu rupanya tak menyurutkan niat pelaku atau pengusaha lainnya untuk melakukan hal serupa. Buktinya, Selasa (3/4) kemarin polisi kembali mengamankan komoditi yang diketahui tidak melengkapi dokumen Sertifikat Kesehatan Karantina yang sah. Kali ini, komoditi berupa ikan dan cumi disita. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa melalui Kanit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk AKP I Komang Muliyadi mengatakan, di dalam surat yang dibawa itu hanya menyebutkan ikan segar, tidak secara khusus jenis ikannya apa. Setelah diperiksa lebih teliti, ternyata juga ditemukan cumi segar. “Jadi dengan demikian keabsahan dokumennya secara normatif tidak bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya. Hal ini, katanya, menyalahi ketentuan UU No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Yaitu pasal 6 tentang Kelengkapan Dokumen Sertifikat Kesehatan Karantina Ikan dari daerah asal Pasal 9 dan Pasal 21 tentang Orang dan Alat Angkut yang Digunakan. Muliyadi juga menjelaskan ikan dan cumi itu diperkirakan seberat 800 kg. Komoditi itu dikemas dalam 41 sterefoam. Ikan dan cumi itu dibawa dari Sidoarjo, Jawa Timur dengan tujuan Kedonganan Badung. Komoditi ini diangkut dengan menggunakan kendaraan Daihatsu pick-up Gran Max nopol W 8343 NN dan dikemudikan Akhmad Husni Faudzan (23), asal Sidoarjo Jawa Timur. Dikatakan, pelanggaran ini diketahui saat melaksanakan tugas rutin pemeriksaan terhadap orang kendaraan maupun barang bawaan di Pos II pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk. Akhmad mengaku dirinya hanya sebagai jasa angkutan. Dia memang yang mengurus sertifikat karantinanya sesuai pemberitahuan pemilik barang yang disebutkannya berupa ikan. Dia mengaku tidak tahu di dalamnya juga ada cumi. Atas kelalaiannya itu, maka pengemudi berikut kendaraan dan barang muatannya diamankan di Polsek Kawasan Laut Gilimanuk untuk proses lebih lanjut dan nantinya akan dilimpahkan ke Kantor Karantina Ikan Wilayah Kerja Gilimanuk. (kmb)
Bali Post/sos
PROYEK - Proyek pembangunan kampus Politeknik Kelautan Perikanan (KP) yang belum rampung di Pengambengan. Pihak rekanan diputus kontrak lantaran hingga batas waktu belum rampung.
Rekanan Diputus Kontrak
Pengerjaan Proyek Kampus Politeknik Mandek
Negara (Bali Post) – Walaupun sempat terjadi ribut hingga demo ratusan pekerja pembangunan kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan di Pengambengan, pembangunan dipastikan akan berlanjut. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan proyek yang sudah masuk batas waktu akhir itu dilanjutkan dengan menunjuk rekanan lain. Untuk itu, pengerjaan akan mandek sementara sebelum ada rekanan lain yang ditunjuk langsung untuk melanjutkannya. Sedangkan pelaksana proyek sebelumnya, PT Sartonia Agung dari Jakarta, sudah diputus kontrak. Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Bambang Suprakto, Selasa (3/4) kemarin, mengatakan kelanjutan pembangunan politeknik ini menunggu rekanan baru dengan sistem penunjukan. Penunjukan ini merujuk pada Peraturan Presiden No. 4 Tahun 2015 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Ketika terjadi pemutusan kontrak, penggantinya bisa dilakukan penunjukan langsung tetapi tetap memperhatikan kemampuan serta kompetensi pihak yang ditunjuk. KKP menargetkan pengerjaan kampus itu rampung pada Juli ini atau tiga bulan ke depan. Untuk tindak lanjut setelah pemutusan kontrak ini, minggu depan tim audit yang terdiri dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, ahli struktur bangunan, BPKP dan auditor akan turun. Tim ini nantinya bertugas untuk mengevaluasi serta mengaudit proyek. Selain itu juga untuk memastikan berapa nilai bangunan yang sudah dikerjakan rekanan sebelumnya. Nilai itulah nanti dilakukan pembayaran kepada PT Sartonia Agung dengan syarat rekanan sudah tidak memiliki tunggakan utang kepada pihak lain. Misalnya, kepada pekerja seperti yang dialami belum lama ini maupun pemasok material. ‘’Itu (tidak ada tunggakan) merupakan salah satu syarat mutlak. Kalau belum terpenuhi, belum bisa dibayar ke rekanan,’’ tandasnya. Hingga saat ini, KKP selaku pengguna jasa baru membayar 30 persen dari total nilai kontrak Rp 44 miliar lebih. Apabila ada kelebihan pembangunan yang sudah tercapai, akan dibayar langsung dipotong penalti. Bambang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa menambahkan, terkait tunggakan yang belum terbayar, pihak rekanan diberi waktu hingga satu minggu guna menyelesaikannya. Lantaran terlambat dan putus kontrak, rekanan PT Sartonia Agung ini masuk daftar hitam (black list). Namun, rekanan masih diberikan waktu berada di lokasi proyek Desa Pengambengan, Kecamatan Negara untuk memudahkan koordinasi dengan pihak-pihak yang lain. Selama rekanan lain belum ditunjuk, maka pengerjaan belum dilakukan. Tetapi pembangunan kampus dipastikan tetap dilakukan agar bermanfaat bagi masyarakat. Pembangunan kampus politeknik ini merupakan upaya meningkatkan sumber daya manusia, khususnya bidang Kelautan dan Perikanan. Ditargetkan tahun ini, para mahasiswa atau taruna sudah bisa mempergunakan kampus di Pengambengan itu. Saat ini puluhan taruna yang sudah dilantik belum lama ini, masih dititipkan belajar di Politeknik serupa di Sidoarjo, Jawa Timur. Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan yang bersumber dari APBN ini sempat ribut lantaran upah ratusan pekerja tidak dibayar. Proyek dari APBN Satker Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan ini sejatinya dikerjakan selama 94 hari kerja mulai 29 September 2017 hingga 31 Desember 2017. Namun terlambat dan diperpanjang hingga tiga bulan. Pembangunan yang bersumber dari APBN dengan nomor kontrak SP.371/PPK.PUSDIK/PL.423/IX/20 17 itu pemenangnya yakni PT Sartonia Agung mengajukan penawaran turun hingga Rp 10 miliar. Dari informasi, di LPSE Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), diketahui nilai pagu untuk Pembangunan Politeknik KP, Rp 54 miliar lebih dengan 89 peserta lelang. PT Sartonia Agung menjadi pemenang tender dengan harga terkoreksi Rp 44,3 Miliar. (kmb26)
Bali Post/olo
KAFE - Deretan kafe di pinggir Pantai Delodberawah yang selama ini ditertibkan. Beberapa di antaranya berada di tanah pelaba pura Perancak dan telah habis kontrak.
Belum Perpanjang Kontrak
Empat Kafe di Delodberawah Kembali Beroperasi Negara (Bali Post) –
Setelah sempat tutup, sejumlah kafe yang tidak diperpanjang kontrak tanahnya di Pantai Delodberawah belakangan ini kembali beroperasi. Beroperasinya usaha itu disinyalir karena kafe lain juga masih buka. Dari informasi yang dihimpun, Selasa (3/4) kemarin, empat kafe yang sempat ditutup sebulan lalu saat operasi pengawasan Izin Usaha Kecil Menengah (IUMK) dari Kecamatan Mendoyo mulai buka sejak sepekan ini. Secara aturan, usaha-usaha itu sudah tidak berizin lantaran tanah yang dikontrak di atas tanah pelaba Pura Perancak tidak diperpanjang. Sejumlah warga yang mengelola mengungkap-
kan kafe-kafe yang sempat tutup itu sudah kembali buka sejak seminggu lalu. Dari informasi, kafe ini memang belum memperpanjang kontrak, melainkan hanya meminta izin ke pihak Desa Pakraman. Selanjutnya perpanjangan kontrak akan diurus nanti. Warga ini mengakui empat kafe yang sebelumnya ditutup karena masa kontrak tanahnya habis sudah diizinkan buka kembali. Dengan syarat, harus mentaati aturan di
Desa Pakraman. Bendesa Pakraman Delodberawah Nengah Milodana belum berhasil dikonfirmasi terkait kembalinya beroperasi kafe yang belum memperpanjang kontrak tanah itu. Namun sebelumnya, Milodana mengungkapkan tidak menutup kemungkinan kontrak sewa akan diperpanjang. Asalkan pengelola kafe mengikuti aturan desa pakraman setempat. Sebab, akar permasalahan hingga warga meminta kafe
ditertibkan adalah para pengelola kafe tidak mengikuti aturan. Pembekuan kontrak tanah dilakukan untuk mendata ulang kafe agar kembali mengikuti aturan desa pakraman. Di mana sebagian besar pengelola ini sejatinya merupakan warga luar Desa Adat Delodberawah. Milodana juga mengungkapkan selama beroperasi, tidak ada permasalahan karena mengikuti awig-awig yang ditetapkan desa pakraman. Namun, sejak setahun belakangan ini, kafe-kafe tersebut mengabaikan aturan tersebut, terutama terkait penduduk pendatang.
Selain itu, hal lain yang menjadi akar masalah adalah aturan jam buka dan tutup kafe. Di samping juga terkait kontrak minuman dengan salah satu merek yang tidak tuntas. Dari pendataan sebelumnya, tanah pelaba Pura Perancak dengan total luas 93 are itu disewa 11 orang dengan jangka waktu antara 1 hingga 5 tahun. Rencananya di tahun 2020, dimana akhir sewa terlama selesai, seluruh sewa tanah akan ditertibkan oleh pangempon. Namun, ketika kondisinya memang dari pihak desa meminta agar ditutup, pangempon akan mengikuti hal itu. (kmb26)
Minim Peminat, Bupati Artha Harapkan Sekolah Selenggarakan Ekskul Membaca Sloka MINIMNYA jumlah pembaca sloka di kalangan remaja menjadi perhatian khusus Bupati Jembrana I Putu Artha. Artha berharap Sekolah Dasar (SD) atau pun menengah menyelenggarakan ekstrakurikuler (ekskul) membaca sloka untuk memacu minat. Hal tersebut terungkap ketika Bupati Artha menerima Widya Sabha (Lembaga Pembinaan Seni Sastra Bali dan Sastra Keagamaan) Kabupaten Jembrana yang diketuai Komang Arsana (Ketua PHDI) dan Kasek SD 3 Dauhwaru di Ruang VIP, Selasa (3/4) siang. Arsana mengatakan tujuan kehadiran Widya Sabha itu, yakni mengantarkan siswi Ni Putu Oci Tirtasari (siswi SMPN 1 Negara) dan Ni Putu Ayu Eka Putri (siswi SD 3 Dauhwaru)
yang merupakan juara nasional membaca sloka pada Utsawa Dharma Gita (UDG) XIII Tingkat Nasional di Palembang 2017. “Pada kesempatan ini, kami memohon arahan dari Bupati Artha karena kedua siswi tersebut akan tampil pada Dharma Santi Nyepi Nasional di Mabes TNI Jakarta pada 5-8 April 2018,” kata Arsana. Pada pertemuan tersebut, Artha mengapresiasi prestasi kedua siswi tersebut dan berharap ke depan ada penerus dari kedua siswi tersebut. Untuk itu, Artha sangat berharap agar sekolah-sekolah juga menyelenggarakan ekstrakurikuler untuk pembaca sloka. “Selama ini kebanyakan pembaca sloka belajar mandiri. Dengan adanya bimbingan dari sekolah, harapannya bisa
menambah minat siswa untuk belajar menjadi pembaca sloka. Dengan begitu prestasi luar biasa kedua siswi ini bisa berlanjut,” kata Artha. Selain pembaca sloka, Artha juga menyoroti kurangnya minat generasi muda untuk majejaitan. Artha berharap agar sekolah juga aktif mengajarkan siswa-siswinya majejaitan. Sebab, Artha melihat belakangan ini makin berkurangnya generasi muda yang bisa majejaitan. “Karena makin banyak orang berpikir untuk membeli kelengkapan persembahyangan, sehingga generasi sekarang banyak yang tidak terlalu bisa majejaitan. Saya berharap tidak hanya di pasraman kilat, namun juga diadakan lomba majejaitan agar siswa lebih termotivasi,” ujarnya. (ad154)
Bali Post/ist
AUDENSI – Bupati Jembrana I Putu Artha menerima audiensi dari Widya Sabha Kabupaten Jembrana dan dua siswi yang menjadi juara nasional membaca sloka pada Utsawa Dharma Gita (UDG) XIII Tingkat Nasional di Palembang 2017.
Pemanfaatan Perkebunan Sangiang Jadi PLTS dan Tambak Udang
Perlu Dikaji Ulang, Warga Tak Ingin Kebun Kelapa Diganti MUNCULNYA rencana pengelolaan puluhan hektar lahan perkebunan Sangiang di Candikusuma untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan tambak udang masih terjadi pro dan kontra. Penolakan pun muncul dari warga penyanding hingga para pekerja perkebunan itu sendiri. Masyarakat sekitar yang di antaranya sudah bertahuntahun berkecimpung di perkebunan kelapa itu meminta rencana tersebut dikaji ulang. Sebab, ketika pohon-pohon kelapa yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Bali dibabat, maka akan sangat kontradiktif dengan seruan menjaga Bali mandiri, terutama dalam hal bahan upakara. Sejumlah penolakan itu dipaparkan saat pertemuan yang dihadiri warga penyanding dan Perusda Provinsi Bali, Selasa (3/4) kemarin.
Dalam pertemuan yang digelar di aula Kantor Perkebunan Sangiang Candikusuma ini turut dihadiri pimpinan bersama Komisi B DPRD Jembrana, Camat Melaya, Perbekel Candikusuma dan karyawan perkebunan. Warga penyanding dan karyawan menyampaikan kegalauan mereka terkait rencana tersebut. Klian Dusun setempat Ida Bagus Winawan mengaku resah dengan kondisi perkebunan yang sudah berlangsung bertahun-tahun, tapi akan dijadikan PLTS dan tambak. Apalagi sebagian besar masyarakat di sekitar perkebunan yang akan digunakan itu, menggantungkan dari hasil perkebunan. Warga mempertanyakan dampak yang terjadi, apabila nantinya dibangun PLTS dan tambak. “Mohon agar dipertimbangkan ulang, dampak negatif
Bali Post/olo
PERTEMUAN – Sejumlah warga penyanding, karyawan, DPRD dan Perusda Bali bertemu membahas terkait rencana pengelolaan lahan puluhan hektar untuk PLTS dan tambah udang di Perkebunan Sangiang, Candikusuma, Kecamatan Melaya.
yang akan masyarakat alami,” terangnya. Hal senada juga diungkapkan sejumlah karyawan dan warga lainnya. Intinya mereka tidak ingin kebun kelapa tergantikan, khususnya untuk tambak. Sejumlah pimpinan dan anggota DPRD yang hadir juga angkat bicara terkait permasalahan ini. Dewan meminta agar di kajian ulang rencana kerja sama pemanfaatan lahan tersebut. Wakil Ketua DPRD Jembrana I Wayan Wardana meminta rencana itu agar dikaji ulang, mempertimbangkan masyarakat dan karyawan setempat. Apabila kebun kelapa ini diganti dengan hal yang lain, dikhawatirkan merugikan seperti perkebunan serupa di Pekutatan. Apalagi sudah puluhan tahun, masyarakat sekitar memiliki historis dari perkebunan Sangiang ini. Masyarakat pendamping merasakan dampak yang baik adanya perkebunan itu. Apalagi sebagian besar para pekerja di perkebunan merupakan warga Jembrana. Bila ini diterapkan dikhawatirkan mereka yang sudah berkecimpung di perkebunan akan kehilangan lapangan kerja dan menimbulkan masalah baru. Karena itu, pimpinan Dewan asal Tuwed ini meminta Perusda untuk mengkaji ulang dan tidak hanya memikirkan keuntungan saja. Menurutnya, akan lebih baik apabila perkebunan ini dijadikan destinasi wisata atau agrowisata sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Jembrana mengembangkan
pariwisata. Tanpa perlu membabat pohon kelapa. “Mohon juga agar kajian dampak yang akan ditimbulkan juga dipaparkan dan dipertimbangkan. Jangan sampai yang terjadi di (perkebunan) Pekutatan dialami di Melaya,” tambah Wakil Ketua DPRD Jembrana I Kade Darma Susila. Selaku wakil rakyat, Dewan tidak anti dengan investor. Tetapi juga harus benar-benar dikaji, jangan sampai investor ada kepentingan lain yang nantinya justru merugikan. Komentar pedas juga disampaikan Ketua Komisi B DPRD Jembrana I Nyoman Sutengsu Kusumayasa. Dewan asal Pekutatan ini mengaku sudah kenyang pengalaman pengelolaan perkebunan Pulukan yang juga dikelola Perusda Bali. Sejak dikelola pihak ketiga dan perkebunan kelapa diganti karet, para karyawan belum merasakan sejahtera. Sebelum Perusda Bali bekerja sama persis di Melaya ini, Kusumayasa meminta menyelesaikan masalah di perkebunan Pulukan lebih dulu. Dewan yang akrab disapa Suheng ini pada intinya mendukung kemandirian energi melalui PLTS. Asalkan permasalahan di perkebunan Pulukan rampung. “Selesaikan dulu di Pulukan, baru garap di sini. Terutama terkait hakhak karyawan yang notabene warga Jembrana juga,” terang Suheng. Sementara itu, Direktur Perusda Bali I Nyoman Baskara sempat memaparkan kronologi hingga akhirnya muncul kerja sama
untuk PLTS dan tambak itu. Menurutnya, di Sangiang ini terus mengalami penurunan produksi tiap tahunnya. Sementara target pendapatan dari Perusda dituntut untuk terus meningkat, sehingga dua kerja sama memanfaatkan lahan di Sangiang ini sebagai salah satu solusi untuk mendongkrak pendapatan. Baskara juga memaparkan bahwa para karyawan Perusda Bali yang saat ini bekerja tetap terjamin. Dari usaha ini, menurutnya, juga sebagai solusi untuk menutupi pembayaran hak-hak karyawan yang dalam beberapa tahun ini pensiun. Terkait di perkebunan Pulukan, justru para pekerja saat ini ditampung sepenuhnya oleh Perusda, tidak di bawah perusahaan pihak ketiga lagi yang mengelola perkebunan karet. Tetapi memang dilakukan bertahap dan sengaja Perusda tidak mengambil usaha perkebunan karet itu sepenuhnya karena cost yang tinggi. Dari sisi lahan, di perkebunan Pulukan juga sudah ada progres. Dimana dari 700 hektar yang sebelumnya dikelola pihak ketiga, sudah kembali 200 hektar. Lahan itu nantinya akan digunakan untuk destinasi wisata agro. Begitu juga di perkebunan Sangiang ini nantinya untuk pekerja juga dijamin. Memang untuk PLTS nantinya membutuhkan tenaga ahli yang bukan dari karyawan Perusda saat ini. Tetapi para karyawan perusda ini tetap akan diberdayakan khusus untuk usaha hortikultura berupa sayur mayur yang ditanam dibawah PLTS. (olo)
BALI DWIPA
Rabu Wage, 4 April 2018
11
Aksi Kocak Pelajar di Hadapan Ibu Negara
Bali Post/eka
SOSIALISASI - Ibu Negara RI Iriana Joko Widodo menanyai salah seorang siswa SMA pada sosialisasi antinarkoba, pornografi, kekerasan pada perempuan dan anak di Hotel Aston, Denpasar, Selasa (3/4) kemarin. Dalam sosialisasi yang diikuti sekitar 1.520 peserta ini, Ibu Negara hadir bersama para istri menteri di Kabinet Kerja.
IBU Negara RI Iriana Joko Widodo dan istri Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla bersama rombongan menghadiri sosialisasi antinarkoba, pornografi serta kekerasan pada perempuan dan anak di Hotel Aston, Denpasar, Selasa (3/4) kemarin. Gelak tawa kegiatan yang dihadiri 1.520 peserta tersebut pecah saat siswa SMA Negeri 1 Mengwi, Kabupaten Badung, Pijar Candra, disuruh ‘’merayu’’ Iriana Joko Widodo. Oleh Iriana, Pijar disuruh pura-pura sebagai teman dekatnya. Ibaratnya Iriana sebagai pecandu narkoba dan Pijar mencoba membujuk Iriana supaya menjauhi narkoba karena merusak masa depan. “Aku menyarankan sebaiknya jangan menggunakan narkoba. Kasihan orangtua kamu sudah menyekolahkan kamu. Jauhi narkoba mulai sekarang,” ujar Pijar. Akting Pijar tersebut sontak membuat seluruh peserta yang terdiri atas pelajar
SMP, SMA, guru, anggota Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana dan organisasi lain tertawa dan diiringi tepuk tangan riuh. Bahkan tanpa sungkan dan jarak, karena istri orang nomor satu di Indonesia, Iriana, berakting menolak bujukan tersebut. Namun, Pijar terus berupaya membujuk dengan gaya ABG-nya. “Izin Bapak Jokowi bukan bermaksud saya menggoda,” ucap Pijar. Selain itu, Pijar berusaha mengedukasi agar Iriana meninggalkan dunia gelap penyalahgunaan narkoba dan mau menjalani rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN) supaya tidak ketergantungan lagi dengan obat-obatan terlarang tersebut. Lagi-lagi, Iriana menolaknya dan membuat Pijar kebingungan. “Katanya sebagai teman, mau ngomong empat mata dan dari hati ke hati, kok seperti itu?” kata Iriana sambil tersenyum. Pijar langsung menanggapi saat Iriana pura-pura menaksirnya. “Iriana jika
kamu ingin mengejar citacita, sebaiknya kamu jauhi narkoba. Berkumpul dengan teman-teman yang tidak menggunakan narkoba dan jadi generasi muda yang antinarkoba,” kata Pijar. A kt ing P i ja r t erse b ut membuat suasana seminar lebih hidup. Pada kesempatan tersebut Iriana memberikan hadiah sepeda gayung dan laptop kepada siswa berhasil menjawab pertanyaannya, termasuk Pijar. Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose usai kegiatan tersebut menegaskan, pihaknya memiliki komitmen kuat memberantas peredaran narkoba. Selain itu, video porno melalui jejaring media online juga menjadi prioritas penanganannya karena membahayakan generasi muda dan masyarakat di Pulau Dewata. Terkait kejahatan pornografi online, Polda akan serius membasmi segala situs negatif ini di media sosial. Kepolisian juga mendukung upaya edukasi ke-
pada keluarga agar tidak melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Menurutnya, program di kepolisian bersama seluruh pemangku kepentingan mendukung kegiatan yang dilakukan Ibu Negara Iriana Jokowi dan istri Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla. Irjen Golose menilai antusias ibu-ibu tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja ini sangat luar biasa dalam melindungi generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan barang haram ini, maupun menonton video porno. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Negara karena turut membantu kepolisian dalam upaya pencegahan peredaran narkoba, pornografi serta kekerasan terhadap perempuan dan anak di Pulau Dewata ini. Tuan rumah acara ini adalah Bhayangkari Polda Bali, namun kegiatan ini merupakan inisiasi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama OASE,” tegas Golose. (rah)
Ceki Tergolong Olahraga Rekreasi
FIGUR
Jangan Terlena BALI jangan mudah terlena meski sudah terkenal hingga mancanegara. Sebaliknya, Pulau Dewata kini memiliki tugas berat untuk menjaga dan melestarikan budaya serta adat istiadat yang menjadi kekuatannya selama ini. “Memang kita tidak boleh terlena, terbuai dengan slogan-slogan yang membuat kita akhirnya tidak bekerja fokus,” ujar anggota DPRD Bali dari Fraksi PDI-P, I Nyoman Laka, usai dilantik menjadi PAW I Wayan Disel Astawa, di gedung dewan, Senin (2/4) lalu. Laka menjelaskan, Bali selama ini kerap disebut The Island of God, Pulau Surga, Pulau Seribu Pura, hingga menjadi destinasi terbaik di dunia. Segala branding yang telah disematkan untuk Bali itu harus dipertahankan. Terutama demi keberlangsungan pariwisata di tengah persaingan yang semakin ketat. “Semua yang kita dapatkan, prestasi yang sudah bagus kan harus dipelihara dan dijaga. Kalau tidak dijaga, kalau kita lengah, ya kita akan terjerumus, jatuh. Membangkitkan yang jatuh itu sulit,” jelasnya. Laka menambahkan, budaya Bali jangan sampai diserobot oleh budaya asing. Sebab, hal ini hanya akan membuat Bali ditinggalkan. Oleh karena itu, baik generasi tua maupun generasi muda harus memiliki pemahaman untuk melestarikan budaya yang adiluhung ini. (rin)
Ikut Diakomodir dalam Ranperda Keolahragaan
Denpasar (Bali Post) -
Kehadiran Ranperda tentang Keolahragaan membawa harapan baru bagi eksistensi olahraga rekreasi di Bali. Mengingat, olahraga rekreasi sebetulnya memiliki peran dalam membudayakan olahraga di masyarakat. Namun, keberadaannya selama ini masih dipandang sebagai kegiatan untuk bersenang-senang saja. Salah satunya adalah ceki. “Ini perda (ranperda keolahragaan - red) yang kita tunggutunggu. Jadi, kita berharap supaya olahraga rekreasi itu masuk dalam pengaturan perda ini, tidak hanya olahraga prestasi karena selama ini yang dikenal oleh masyarakat termasuk pengambil keputusan hanya olahraga prestasi yang dinaungi KONI saja,” ujar Sekretaris FORMI (Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) Bali Made Suantina usai mengikuti rapat bersama Pansus Ranperda tentang Keolahragaan DPRD Bali di gedung dewan, Selasa (3/4) kemarin. Menurut Suantina, olahraga dalam UU No.3 Tahun 2005 dibagi menjadi dua, yakni olahraga prestasi yang dinaungi KONI dan olahraga rekreasi yang dinaungi FORMI. Olahraga rekreasi dibagi lagi menjadi tiga, yakni olahraga ekstrem,
olahraga massal, dan olahraga tradisional. Masuknya ceki sebagai salah satu cabang olahraga rekreasi sudah melalui proses FGD yang melibatkan guru besar di Universitas Udayana, Kapolda Bali, dan stakeholder lainnya. “Kesimpulan FGD itu, kita sepakat mengangkat ceki sebagai salah satu cabang olahraga tradisional Bali dengan menghilangkan stigma judi,” jelasnya. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengatakan, ceki merupakan satu dari 20 cabang olahraga rekreasi. Inti dari olahraga rekreasi adalah membudayakan olahraga untuk menyehatkan masyarakat. Sebab, masyarakat akan melakoninya dengan senang karena menganggap hal itu sebagai hobi dan rekreasi, sebelum akhirnya mereka berbicara prestasi. “Olahraga rekreasi ini me-
Jual Pil Koplo, Dipidana Empat Tahun Denpasar (Bali Post) Dwi Rintoko divonis bersalah oleh majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja karena terbukti bersalah menjual pil koplo tanpa izin. Pria asal Jember, Jawa Timur itu, Selasa (3/4) kemarin, dihukum pidana empat tahun dikurangi selama terdakwa menjalani penahanan. Dalam surat putusannya, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak
pidana kesehatan. Yakni, dengan sengaja mengedarkan untuk dijual ribuan butir sediaan farmasi (pil koplo) yang tak memiliki izin edar. Terdakwa dalam perkara ini dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Selain hukuman fisik, terdakwa juga diwajibkan membayar denda Rp 250 juta. Apabila tidak mampu membayar hingga putusan ini berkekuatan hukum tetap,
maka terdakwa dapat menggantinya dengan hukuman kurungan selama dua bulan. Mendengar putusan itu, terdakwa didampingi kuasa hukumnya mengatakan pikir-pikir, begitu pula JPU. Vonis hakim ini lebih ringan setahun dari tuntutan JPU. JPU Kadek Wahyudi Ardika sebelumnya menuntut terdakwa lima tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider tiga bulan kurungan. (kmb37)
Denpasar (Bali Post) Tim Opsnal Polsek Denpasar Barat di-back up anggota Sabara Polda Bali mengungkap balapan liar dengan taruhan uang di Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, Selasa (3/4) kemarin. Alhasil, polisi menangkap dua pelaku, Made Danu Wiyadana (23) dan Komang Agus Suastika (21). Selain itu, petugas mengamankan barang bukti uang Rp 350 ribu. Terkait kasus ini, petugas memeriksa dua pelajar sabagai
saksi berinisial AYS dan KJD. “Pengungkapan kasus ini kami lakukan sekitar pukul 01.30 Wita,” kata Kapolsek Denpasar Barat (Denbar) Kompol Gede Sumena didampingi Kanitreskrim Iptu Aan Saputra. Menurut Iptu Aan Saputra, dalam rangka memberi rasa aman dan nyaman dalam Operasi Gapura Agung, Kapolsek Denbar Kompol Sumena memerintahkan tim Opsnal Unit Reskrim melakukan pen-
indakan terhadap pelaku balapan liar yang selama ini meresahkan warga Kota Denpasar. Selanjutnya, bersama Panit Buser Ipda Nengah Seven Sampeyana, Aan Saputra melakukan penggerebekan terhadap pelaku balapan liar di Jalan Gatot Subroto Barat. Alhasil, petugas menangkap pelaku dan dibawa ke Polsek. “Saat ada ABG kumpulkumpul, anggota kami menyusup ke sana dan menangkap pelaku,” tegasnya. (kmb36)
mang harus disosialisasikan. Masyarakat tidak akan tahu kalau kita tidak ada menampilkan,” ujarnya. Boy menambahkan, ranperda tentang keolahragaan akan memberi kepastian hukum dalam hal pembinaan dan pengembangan olahraga di Bali. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Termasuk mengakomodir olahraga seperti ceki yang terkait dengan kearifan lokal Bali. Sementara itu, Ketua Pansus Ranperda Keolahragaan DPRD Bali Bagus Suwitra Wirawan membenarkan adanya aspirasi dari FORMI untuk memasukkan ceki dalam ranperda. Untuk detail pembahasan, pihaknya masih akan menyerap aspirasi ke kabupaten/kota. Mengingat, keberadaan regulasi ini diharapkan dapat mendorong Bali lebih berprestasi di bidang olahraga. Termasuk mengatur soal ang-
Taruhan Uang, Pelaku Trek-trekan Ditangkap
Bali Post/ist
DIAMANKAN - Sepeda motor yang dipakai trek-trekan diamankan di Polsek Denbar.
Bali Post/ist
MAYAT OROK - Warga menemukan mayat orok di Pantai Padanggalak, Dentim.
Bali Post/kmb32
Bali Post/kmb32
Bagus Suwitra Wirawan
Boy Jayawibawa
garan yang digelontorkan untuk mendukung prestasi tersebut. “Saat berkunjung ke provinsiprovinsi lain, kita terkaget-kaget dengan anggarannya yang luar biasa. Sementara kita masih minim. Makanya atlet-atlet berprestasi di luar Bali hanya fokus memikirkan prestasinya dan mempertahankan prestasinya. Dia tidak berpikir apa masih bisa
makan besok, karena pemerintah yang sudah memikirkan dan membiayai dari hulu ke hilir,” jelas politisi Gerindra ini. Dengan adanya perda keolahragaan, lanjut Suwitra Wirawan, anggaran dapat diatur dengan jelas untuk kepentingan olahraga Bali. Selain itu, para atlet yang ada juga akan merasa terayomi oleh pemerintah. (kmb32)
Denpasar (Bali Post) Mayat orok kembali ditemukan di wilayah Denpasar. Kali ini mayat orok laki-laki ditemukan warga tergeletak di Pantai Padanggalak, Denpasar Timur, Selasa (3/4) kemarin. Kasus ini selanjutnya ditangani Polsek Denpasar Timur (Dentim). Informasi di lapangan, pukul 08.15 Wita, Gede Agus Ariman (37) sedang berolahraga di tepi pantai dan melihat mayat orok tergeletak di pasir. Selanjutnya, Ariman memanggil Ketut Dana (65), tukang parkir, dan memberi tahu ada mayat orok tersebut. Pada saat ditemukan, keberadaan mayat orok itu ditutupi tupper ware (tempat makan plastik) bagian bawah berwarna bening. Namun, kepala orok bayi masih terlihat. Selain itu, di dekat orok ditemukan tutup tupper ware berwarna merah, serta plastik warna putih yang berisikan susu kotak dan permen. Kondisi orok masih beserta ari-arinya, berwarna biru kehitaman. Selanjutnya, mayat orok
dievakuasi dan dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. Kapolsek Dentim Kompol Adnan Panibu membenarkan adanya penemuan mayat orok tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Bagian/ SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr. IB Putu Alit, Sp.F., DFM. mengatakan, mayat orok tersebut sudah dalam keadaan membusuk saat diperiksa pukul 09.50. Dengan kondisi yang sudah membusuk diperkirakan waktu kematian 12-24 jam sebelum diperiksa. Mayat orok tersebut diperkirakan berusia 4 bulan dalam kandungan. “Karena panjang badannya 21 cm sesuai usia kandungan 4 bulan,” ujarnya. Kondisi mayat orok masih lengkap dengn tali pusat dan ari-ari. Dari kondisi tersebut, terkesan ada tindakan abortus. Namun, ia belum bisa memastikan apakah abortus spontan alamiah atau kriminal. (kmb36/kmb42)
Mayat Orok di Pantai
KLUNGKUNG
12
Rabu Wage, 4 April 2018
Antisipasi Rabies, Belasan Ribu Anjing akan Divaksinasi Semarapura (Bali Post) Vaksinasi anjing massal sebagai antisipasi penularan rabies kembali bergulir di Kabupaten Klungkung. Program yang berlangsung dari April hingga Juli mendatang ini ditargetkan menyasar 14.200 ekor yang tersebar di seluruh kecamatan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Gde Juanida, Selasa (3/4) kemarin. Program tahunan ini, kata dia, dimulai dari Kecamatan Dawan dengan mengerahkan tim serupa pada tahun sebelumnya. Nantinya ini akan berlanjut ke Kecamatan Klungkung, Banjarangkan dan terakhir di Nusa Penida. “Tim sudah bergerak. Kemarin ada di Desa Sampalan Klod. Mudah-mudahan bisa dua minggu seluruh desa disasar. Kemudian lanjut lagi ke kecamatan lain,” jelasnya.
Vaksin yang disediakan pemkab mencapai 5.000 dosis. Tentu tak mampu menutupi seluruh kebutuhan. Ini akan mendapat pasokan tambahan dari pemerintah Provinsi Bali maupun pusat. “Kami sudah sampaikan kebutuhan vaksinnya,” sebutnya. Meski baru mulai, diperkirakan program ini terkendala anjing yang diliarkan oleh pemilik, sama seperti sebelum-sebelumnya. Hal ini cukup menyulitkan petugas, terutama di wilayah Kecamatan Nusa Penida yang kondisi geografinya cukup menantang. “Kami terus sosialisasikan. Supaya masyarakat bisa membantu. Petugas juga bawa jaring untuk menangkap anjing yang diliarkan,” jelas mantan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Klungkung ini. Ditegaskan, vaksinasi tidak hanya dilaksanakan selama tiga bulan saja. Namun, akan
ada penyisiran untuk anjing yang belum tersasar, sehingga dapat tercapai seratus persen. “Yang massal ini hanya jadwal inti. Nanti akan ada lanjutan lagi,” terangnya. Ia pun menyebutkan sejak Januari hingga Maret tahun ini belum ada kasus rabies di bumi serombotan. Demikian pula pada 2017. Meski demikian, langkah pencegahan tetap dilakukan. “2017 sesuai hasil lab, negatif rabies. Sekarang juga tidak ditemukan. Kami ingin dengan vaksinasi ini, hal seperti itu bisa diantisipasi. Mohon kesadaran warga untuk memperhatikan kesehatan anjing maupun hewan yang berpotensi menularkan rabies,” tandasnya. Anjing yang menjadi sasaran tahun ini lebih banyak dari 2017, yakni 13.274 ekor. Yang berhasil tervaksin mencapai 11.619 ekor, atau sekitar 87 persen. (kmb45)
Bali Post/dok
VAKSINASI - Sejumlah petugas melakukan vaksinasi anjing. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan rabies.
Dukung PPDB Sistem Zonasi, Sekolah Negeri Ditambah
Semarapura (Bali Post)Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 segera berlangsung. Di Kabupaten Klungkung, untuk jenjang SD dan SMP, penerapan sistem zonasi dipastikan bisa terealisasi. Guna mendukung ini, pemkab tak hanya menambah sarana sekolah, namun juga ada penegerian. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Klungkung I Ketut Suastana mengatakan PPDB akan berlangsung akhir Mei dan awal Juni. Sebelum menginjak itu, pihaknya akan melakukan revisi dan pemetaan zonasi, terutama untuk wilayah perbatasan. Jika berkaca dari 2017, hal ini tidak menemui kendala berarti. “Nanti kami ada revisi. Tetapi kalau melihat 2017, penerimaan untuk SD dan SMP tidak ada persoalan. Itu bisa jalan,” ungkapnya, Selasa (3/4) kemarin. Optimisme itu tak lepas dari adanya penambahan
Kondisi Alam Tak Menentu
Profesi Nelayan Kini Jadi Sampingan
Semarapura (Bali Post) Profesi nelayan masih digeluti ribuan warga Kabupaten Klungkung. Namun, beberapa tahun belakangan tak lagi menjadi sumber penghidupan utama, tetapi kini bergeser menjadi sampingan. Tak menentunya hasil tangkapan akibat faktor alam menjadi penyebab hal tersebut. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung I Wayan Durma mengakui hal tersebut. Untuk menggeliatkan profesi yang sudah menjadi warisan turun-temurun ini, pemerintah sudah memberikan berbagai jenis bantuan sarana dan prasarana. Demikian pula yang terbaru berupa asuransi. “Sebagai pekerjaan sambilan sudah mulai muncul sekitar sepuluh tahun lalu. Ini karena tangkapan ikannya tak menentu akibat kondisi alam. Ini sulit ditangani. Kalau soal peralatan, pemerintah sudah memberikannya,” ungkapnya,
Selasa (3/4) kemarin. Melihat kondisi itu, pada akhir April atau awal Mei Pemkab berencana menggelar festival bahari. Menurut pejabat asal Nusa Penida ini, acara perdana tersebut tidak sebatas untuk memperingati Hari Nelayan Nasional pada 6 April. Namun juga untuk membuka ruang komunikasi dengan para nelayan. Persoalan yang selama ini membelit akan digali sedetail mungkin dan kemudian dicarikan solusi. “Ini untuk mensuport nelayan supaya tetap melaut. Kami akan saling membuka program,” jelasnya. Pada festival itu, juga akan dipromosikan berbagai olahan ikan. Ini juga untuk menggugah munculnya kreativitas pada nelayan supaya tidak hanya langsung menjual hasil tangkapan ke pasar. Tetapi bisa menyulapnya menjadi produk yang bernilai jual lebih tinggi. “Rencananya kegiatan ini berlangsung tiga hari,” tandasnya.
Kabid Perikanan Made Gunadnya menambahkan selain kondisi alam, berkurangnya hasil tangkapan nelayan juga dipengaruhi kultur. Belakangan ini nelayan di Klungkung tidak pernah melaut dalam kurun waktu lama dengan radius jauh. “Beda dengan nelayan di tempat lain, mereka bisa melaut berbulan-bulan hingga jarak cukup jauh. Jika ini bisa dilakukan nelayan di Klungkung, hasil tangkapan pasti lebih banyak,” terangnya didampingi penyuluh perikanan, Dian Safitri. Hasil yang tak lagi menjanjikan sempat diutarakan nelayan Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Nengah Suryata (45). Kondisi tersebut menyebabkan satu per satu warga berhenti menjadi nelayan. Kini, yang tersisa hanya kisaran 25 orang, sudah sebagian besar berusia uzur. Profesi ini tak lagi dilirik generasi muda. Yang terlahir dari keluarga nelayan, memilih merantau ke
kota. Mencari pekerjaan yang hasilnya dipandang lebih menjanjikan dan bergengsi. “Yang menekuni tinggal satu generasi. Hanya yang sekarang. Anak-anak tak lagi mau,” tuturnya. Warga yang berhenti sebagai nelayan memilih untuk menggeluti pekerjaan lain. Seperti halnya Nengah Mandri (46). Mengais rupiah sebagai tukang perbaiki jaring. Upah yang didapatkan lumayan menjanjikan. Untuk jaring berukuran besar, kisaran Rp 500 ribu yang bisa selesai lima hingga tujuh hari. Di beberapa kesempatan, juga mencoba sebagai buruh angkut barang ke boat untuk dibawa ke Nusa Penida. Sehari, uang Rp 100 ribu bisa masuk ke kantongnya. “Pekerjaan ini bisa ada setiap hari. Hasilnya lebih nyata. Tidak lagi ada persiapan apa,” terangnya. Sesuai data, jumlah nelayan di bumi serombotan mencapai 1.200 orang yang tergabung dalam 79 kelompok. (kmb45)
Soal Dugaan Tak Netral Dalam Pilkada
Rekomendasi Turun, Nasib Tiga ASN Segera Dieksekusi
Semarapura (Bali Post) Nasib Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Klungkung yang diduga tak netral dalam hajatan pemilihan kepala daerah (pilkada) segera dieksekusi. Menyusul turunnya rekomendasi dari Komisi ASN terkait klarifikasi yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Bali Post/dok
PENDAFTARAN - Suasana pendaftaran penerimaan siswa baru di salah satu sekolah. ruang kelas belajar untuk sejumlah sekolah yang tahun sebelumnya kekurangan. Khusus untuk di Kecamatan Klungkung, dilakukan penambahan SMP negeri. “Tahun ini, SMP Satap di Desa Selat dinegerikan. Ini untuk mendukung sistem zonasi. Supaya siswa tidak semua ke kota yang sudah padat,” katanya. Sementara itu, untuk mekanisme PPDB SMA/K,
Kepala UPT. Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Klungkung I Nyoman Ratmaja mengaku masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan teknis. Namun jika merujuk pada 2017, sistem zonasi dapat diterapkan. “Dari sisi sarana juga sudah memadai setiap sekolah. Mudah-mudahan tahun ini bisa diterapkan lagi sistem zonasi,” tandasnya. (kmb45)
Perekaman E-KTP Usai Penetapan DPT
Warga Tetap Bisa ”Nyoblos” Semarapura (Bali Post) Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan ditetapkan pada 19 April 2018. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung I Made Kariada menegaskan jika ada warga yang baru melakukan perekaman e-KTP, setelah itu dan sebelum 27 Juni, masih bisa menyalurkan suaranya alias tetap memiliki hak
Bali Post/sos
NELAYAN - Nelayan di Kabupaten Klungkung baru datang dari melaut. Beberapa tahun belakangan, profesi ini menjadi sampingan.
nyoblos. “Yang penting rekam e-KTP. Biarpun belum masuk DPT, bisa nyoblos,” ungkapnya, Selasa (3/4) kemarin. Mengatasi hal tersebut, pria asal Nusa Penida ini mengaku akan menyediakan surat suara tambahan sebanyak 2,5 persen dari jumlah DPT. Diharapkan kebijakan ini mampu mendorong semakin banyak masyarakat yang memilih. “Kalau mis-
Bali Post/ist
PEREKAMAN - Suasana perekaman e-KTP yang dilakukan Disdukcapil Klungkung dengan datang langsung ke desa-desa. Ini untuk mendukung Pilkada serentak yang berlangsung 27 Juni 2018 mendatang.
alnya nanti di tempatnya memilih surat suaranya habis, bisa pindah ke TPS lain. Dengan catatan masih satu desa,” tegasnya. Jelang penetapan DPT, KPU melakukan perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang mencapai 157.095 orang. Hasil terbarunya ditergetkan sudah ada paling lambat 7 April. “Petugas sudah bergerak. Kami upayakan secepatnya bisa tuntas,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Klungkung I Komang Darma Suyasa mengatakan, berdasarkan data terakhir, warga wajib eKTP yang belum melakukan perekaman mencapai 16.967 jiwa. “Pemilihan semakin dekat, kami terus lakukan percepatan perekaman,” katanya. Hal tersebut tak hanya dilakukan melalui pelayanan di dinas. Namun langsung jemput bola ke desa-desa dengan berbekal data hasil pencocokan dan penelitian dari KPU. “Kami terus bergerak. Hari libur juga begitu. Bersurat ke desa juga sudah,” tandasnya. (kmb45)
Sekretaris Daerah Klungkung I Gede Putu Winastra, Selasa (3/4) kemarin, mengatakan rekomendasi tersebut dikirim melalui email. Dalam hal ini, ia yang sebagai Ketua Majelis Kehormatan Kode Etik telah menindaklanjuti hal tersebut bersama Badan Pertimbangan Kepegawaian melalui rapat. Hanya, soal hasilnya masih enggan untuk disampaikan. “Tadi pada rapat hanya merumuskan rekomendasi yang diberikan. Satu-satu diminta pertimbangan. Untuk hasilnya, mohon sabar menunggu. Besok (hari ini - red) saya sampaikan ke Pjs. Bupati. Kalau sekarang saya yang menyampaikan, kan salah. Rekomendasinya
kan ditujukan ke Pjs. Jadi beliau yang menyampaikan,” sebutnya. Pejabat asal Tabanan ini menyebutkan rekomendasi yang diberikan hanya seputaran yang tertuang dalam PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan PP 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik. “Tidak ada di luar itu rekomendasinya,” katanya. Sebelumnya, Pjs. Bupati Klungkung I Wayan Sugiada mengatakan jika terbukti terlibat dalam pilkada, sanksi ASN bersangkutan berdasarkan PP 24/2004, bisa diumumkan secara tertutup maupun terbuka. “Saya akan tempuh secara terbuka di
depan apel,” tegasnya. Hal tersebut untuk memberikan pelajaran. Jangan sampai ada yang terlibat dalam politik praktis. Arahan ini sejatinya sudah sering ditegaskan saat apel maupun pertemuan lainnya. “Saya harapkan tidak ada lagi seperti itu. Untuk sanski yang diberikan atas kuasa undangundang. Bukan karena saya,” tegasnya. Untuk diketahui, ASN yang diduga tidak netral dalam hajatan politik lima tahunan ini, yakni Kepala Dinas Perhubungan Klungkung I Nyoman Sucitra yang “tertangkap” saat bertamu di kediaman Cabup I Nyoman Suwirta, Banjar Siku, Desa Kamasan, Klungkung dan
Bali Post/sos
I Gede Putu Winastra
guru olahraga SD Batukandik, Nusa Penida Wayan Tageg serta Kepala SDN 3 Klumpu, Nusa Penida Wayan Sadra yang diketahui menyaksikan acara deklarasi Teman Suwirta di Lapangan Sampalan, Desa Batununggul. Mereka diklarifikasi secara tertutup pertengahan Maret. Ketiganya diklarifikasi Komisi ASN pada pertengahan Maret lalu secara tertutup. (kmb45)
Rabu Wage, 4 April 2018
EKONOMI
13
Maret 2018, Nilai Tukar Petani Bali Capai Titik Terendah Denpasar (Bali Post) Indeks kesejahteraan petani Bali kian menurun. Hal ini ditunjukkan dengan terus menurunnya Nilai Tukar Petani (NTP) di Bali selama dua tahun terakhir. Bahkan Maret 2018, NTP Bali mencapai titik terendahnya. Kondisi ini semakin memperkuat image menjadi petani itu miskin. Namun beruntung tidak semua kegiatan usaha tani tidak menguntungkan. Salah satunya dengan menanam buah dan sayur serta berkebun yang dinilai lebih menguntungkan. Usaha tani inilah yang dipilih generasi muda. Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali I Gede Nyoman Subadri, S.E. membeberkan, indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bali bulan Maret 2018 yaitu 103,50. Indeks ini mengalami penurunan 0,37 persen dibandingkan bulan Februari 2018 yang tercatat 103,88. Indeks NTP Maret 2018 merupakan yang terendah dua tahun terakhir. ‘’Namun secara keseluruhan, indeks NTP 103,50 menunjukkan petani masih mampu membiayai hidupnya,’’ kata, Senin (2/4). Penurunan NTP ini disebabkan karena perubahan indeks yang diterima petani naik 0,30 persen (132,28 menjadi 132,68). Namun dari sisi yang dibayar kenaikannya lebih tinggi yaitu 0,67 persen (127,34 menjadi 128,19). Dilihat subsektornya dari bulan Februari – Maret, semua subsektor mengalami penurunan kecuali peternakan. Yaitu indeks NTP tanaman pangan menurun 1,69 persen, hortikultura menurun 0,36 persen, tanaman perkebunan rakyat menurun 1,21 persen, perikanan menurun 0,23 persen. Hanya peternakan yang mengalami kenaikan 1,08 persen. Jika komponen konsumsi rumah tangga petani dikeluarkan dari komponen indeks yang dibayar petani, maka didapatkan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP).
NTUP Maret 2018 justru meningkat 0,07 persen dari 112,33 menjadi 112,40. ‘’Indeks NTUP lebih mencerminkan margin usaha pertanian, karena yang dibandingkan hanya harga hasil produksi dengan biaya produksinya,’’ jelasnya. Berdasarkan subsektor, hanya dua subsektor yang menurun yaitu tanaman pangan 1,11 persen dan tanaman perkebunan rakyat 0,68 persen. Sedangkan pada indeks NTP semua subsektor turun, kecuali peternakan. Sementara itu, menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali IB Wisnuardhana, NTP memang berfluktuasi, terutama subsektor tanaman pangan, karena sifatnya musiman. ‘’Biasanya yang di bawah 100 itu tanaman pangan karena sifatnya musiman. Begitu dia panen, produksi banyak, permintaan tetap, harganya turun, maka NTP turun. Tapi yang selalu di atas 100 perkebunan dan peternakan,’’ bebernya. Melihat kondisi itu, strategi yang dilakukan adalah petani melaksanakan usaha tani secara terintegrasi. ‘’Petani tidak hanya mengerjakan sawah tapi juga berkebun supaya ada subsidi silang. Ada juga petani berpola tanam padi dan tembakau yaitu di Gianyar dan Klungkung,’’ ungkapnya.
Ia mengiyakan ketika dikonfrimasi soal minat masyarakat untuk bertani memang kurang. Namun bertani di lahan sawah, terutama komoditi padi. Lahan sawah terbatas yang saat ini hanya 79.000 ha juga membuat tak banyak petani bisa bekerja di sawah. ‘’Karena rata-rata kepemilikan lahan sawah kan kecil. Paling 1 orang petani punya 30 are, skalanya tidak ekonomis. Sehingga tidak efektif jika dikelola banyak orang,’’ pungkasnya. Sementara subsektor hortikultura yang ditanam di dataran tinggi, dikatakan lebih banyak menanam sayur maupun buah dan dikerjakan kalangan muda. Begitu juga pada subsektor perkebunan yang lebih banyak dikerjakan generasi muda. Karena pada kedua subsektor tersebut menjanjikan keuntungannya yang lebih besar daripada bertani di lahan sawah. Berdasarkan data tahun 2014, dari 2.272.632 angkatan kerja (penduduk di atas 15 tahun), lapangan usaha pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan menyerap tenaga kerja terbanyak kedua yaitu 528.506 orang. Sedangkan tenaga kerja terbanyak pertama adalah lapangan usaha perdagangan, rumah makan dan hotel trade, restaurant and hotel sebanyak 658.312 orang. (kmb42)
Soal Rencana Redominasi Rupiah
Gubernur BI Terpilih Enggan Berspekulasi Jakarta (Bali Post) – Rencana redenominasi atau penyederhanaan jumlah digit dalam mata uang rupiah sudah digulirkan oleh otoritas moneter pada 2010 sejak lembaga itu dipimpin Darmin Nasution. Kemudian pada 2013 naskah RUU tentang redenominasi bernama RUU Perubahan Harga Rupiah selesai. Rencana pengajuan RUU itu kembali bergulir di 2017. Namun pemerintah masih bergeming untuk mengajukan rencana redenominasi ke parlemen. Gubernur Bank Indonesia terpilih Perry Warjiyo enggan berspekulasi dan memilih menunggu keputusan pemerintah untuk mengajukan atau tidak Rancangan Undang-undang Redenominasi Rupiah ke DPR pada tahun ini. ‘’Sudah dirumuskan dan disampaikan ke pemerintah. Proses selanjutnya akan menunggu arahan dari pemerintah,’’ ujar Perry di Jakarta, Selasa (3/4) kemarin, usai Rapat Paripurna DPR yang menyetujui penetapan dirinya sebagai Gubernur BI selama lima tahun ke depan. ‘’Akan kita sampaikan (masukan soal redemoninasi) ke pemerintah, sebagai bahan masukan saja,’’ ucap Perry yang akan mulai memimpin BI pada 24 Mei 2018. Pada 2017, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan untuk tidak mengajukan RUU Redenominasi ke DPR karena otoritas fiskal lebih mengutamakan revisi UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Agus Martowardojo sudah menyampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo agar pemerintah mengajukan RUU terkait redenominasi ke DPR. Pertimbangan Agus, pada 2017 kondisi ekonomi dan politik sudah stabil dan kondusif untuk membahas redenominasi. Menurut BI, diperlukan masa transisi tujuh tahun untuk redenominasi sebelum Indonesia benar-benar memberlakukan pecahan mata uang baru. (ant) PENETAPAN — Gubernur Bank Indonesia terpilih Perry Warjiyo (kiri) bersama pejabat yang digantikan saat penetapan di rapat paripurna DPR-RI, Selasa (3/4) kemarin.
2017, Peredaran Uang Kartal di Bali Turun BI Duga Akibat Naiknya Transaksi Nontunai
Denpasar (Bali Post) Penggunaan transaksi tunai dirasakan mulai bergeser dengan kemudahan transaksi nontunai. Terlihat dari indikator outflow (uang yang keluar dari BI ke perbankan) Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali tahun 2017 yaitu Rp 17,8 triliun. Outflow ini menurun dibandingkan tahun 2016 yang mencapai Rp 18,1 triliun. Hal ini diduga akibat meningkatnya transaksi nontunai, namun bisa juga karena faktor menurunnya aktivitas ekonomi masyarakat Bali karena erupsi Gunung Agung. ‘’Ini diduga karena mulai meningkatnya transaksi nontunai. Meskipun tidak bisa kita ingkari adanya pengaruh peningkatan erupsi Gunung Agung yang menurunkan aktivitas perekonomian, sehingga transaksi uang kartal juga menurun,’’ ungkap Teguh Setiadi, Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah (SP PUR) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali, Selasa (3/4) kemarin, saat edukasi Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT), Uang Elektronik dan FGD Pengembangan Elektronifikasi Transaksi di Provinsi Bali.
Selain itu, BI juga pernah melakukan penelitian terkait persepsi, preferensi dan perilaku masyarakat dan penyedia jasa terhadap transaksi nontunai. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat, dunia usaha dan perbankan mendukung penggunaan instrumen nontunai. Sebesar 68 persen masyarakat umum sudah pernah memanfaatkan nontunai. Hal ini terlihat juga dari kartu elektronik yang dijual di tol melebihi dari volume kendaraan yang melewati jalan tol. Meski demikian, ia menemukan permasalahan kurangnya sarana untuk melakukan top up uang elektronik (unik) padahal setiap hari orang membutuhkan untuk melewati jalan tol. ‘’Oleh karena itu tol membuka counter top up di pintu gerbang tol,’’ imbuhnya. Hasil penjualannya menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Animo dari sisi perbankan juga cukup tinggi untuk menggunakan instrumen nontunai. Dari sisi dunia usaha menunjukkan 78 persen belum memiliki masalah cash handling. ‘’Ini menandakan 82 persen omzet mereka didominasi transaksi tunai. Ini sasaran salah satu kegiatan
ini,’’ ujarnya. Faktor lain yang menyebabkan belum masifnya penggunaan transaksi nontunai oleh merchant karena ada SOP yang harus dipenuhi ke perbankan. Selain itu ada batasan limit yang diatur oleh perbankan. Plafon saldo yang diberikan oleh bank kepada vendornya terbatas, sehingga penggunaan nontunai tidak banyak. Dalam edukasi yang diselenggarakan BI itu terungkap bahwa dunia usaha khususnya merchant telah menawarkan penggunaan nontunai terlebih dahulu ke konsumen. Namun masih kurang proaktifnya petugas merchant menawarkan transasksi nontunai diakui karena turn over pegawai cukup tinggi. Sehingga kemungkinan besar yang enggan menawarkan adalah pegawai baru yang belum mendapatkan pelatihan transaksi nontunai. Namun pada dasarnya dunia usaha mendukung transaksi nontunai karena uang cash yang ditangani cukup besar. Masalah yang dialami justru masyarakat yang dikatakan belum terbiasa menggunakan transaksi nontunai, terutama daerah remote (agak pelosok). (kmb42)
Bali Post/dok
TERENDAH - Petani di Bali sedang memanen padi. Maret 2018, nilai tukar petani (NTP) Bali mencapai titik terendah selam kurun waktu dua tahun terakhir.
Wisatawan India Tumbuh 52,50 Persen Pilih Wisata Spiritual
Denpasar (Bali Post) Jumlah wisatawan India yang datang ke Bali pada Februari sebanyak 26.514 orang. Jumlah ini terbesar ketiga setelah Cina dan Australia. Namun pertumbuhan wisatawan India pada Februari 2018 dibandingkan Februari 2017 menduduki pertumbuhan tertinggi yaitu 52,50 persen. Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hendrawan memaparkan, kedatangan turis India ke Bali pada Februai 2017 sebanyak 17.386 orang, Januari 2018 sebanyak 29.016, dan Februari 2018 sebanyak 26.514 orang. Jika diakumulasikan Januari-Februari 2018, jumlah turis India 55.530 orang. Sedangkan tahun 2017 periode yang sama, jumlah wisatawan India hanya 34.906 orang. Sehingga jika dibandingkan Januari-Februari 2018 dengan 2017, pertumbuhan turis India 59,08. Pertumbuhan ini tertinggi dibandingkan turis Cina dan Australia. Wisawatan Cina yang menduduki peringkat tertinggi untuk jumlah kunjungan, justru pertumbuhannya minus 35,56 persen. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra mengatakan, karakter turis India berwisata lebih banyak perorangan. Namun juga ada grup dengan jumlah tidak terlalu besar. Turis India lebih cenderung mengunjungi tempat-tempat spiritual di Bali seperti pura. Karena mereka merasa ada kesamaan keyakinan. Namun juga tidak menutup kemungkinan, turis India mengunjungi pantai dan pegunungan. Lama tinggal turis India rata-rata 5 hari.
Dengan lama tinggal tersebut spending moneynya bisa mencapai USD 1.000, sama dengan turis Asia Pasifik lainnya. Keunggulan lain turis India adalah paham dengan bahasa Inggris, sehingga wisatawan India bisa dipandu oleh pemandu wisata berbahasa Inggris. Membuka penerbangan langsung dari Mumbai ke Denpasar, merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam menggenjot turis India. Selain itu, juga dilakukan upaya peningkatan jalinan hubungan budaya dan wisata spiritual. Sebelumnya, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya, S.E., MBA. mengatakan tengah menggarap pasar India. Karena pasar India dinilai lebih baik dari Cina. Turis India juga memilih hotel bintang 3, 4, 5 untuk tempat menginap. Bahkan lama menginapnya terbilang panjang yaitu 5 hari, lebih lama dari turis Cina yang rata-rata menginap selama 3 hari. India juga dinilai lebih baik dari tamu Cina. Karena tamu India selalu menginap di hotel bintang 3, 4, 5. Lama tinggalnya pun cukup lama, yaitu 5 hari. Sehingga spending moneynya juga akan lebih banyak. Namun kendala yang dihadapi dalam menyambut tamu India adalah restoran India yang masih sedikit. Ia memperkirakan di Bali ada baru ada 15 restoran. ‘’Itu belum cukup, khususnya di daerah-daerah destinasi wisata, objek-objek itu. Saya pikir ini kesempatan yang bagus buat pengusaha Bali untuk mengembangkan kerja sama dengan partner di India untuk membangun restoran,’’ ungkapnya. (kmb42)
BULELENG
14
Rabu Wage, 4 April 2018
Dikenai Sanksi Administrasi
Dua Perangkat Desa Terlibat Kampanye Paslon
Singaraja (Bali Post) – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Buleleng menemukan dua oknum perangkat desa di Buleleng terlibat dalam kampanye pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur di beberapa tempat di daerah ini. Mereka adalah Kepala Urusan (Kaur) Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, dan Kepala Seksi (Kasi) Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada. Kedua perangkat desa itu dikenai sanksi administrasi karena melanggar UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa pasal 51 huruf J.
Bali Post/kmb38
DANAU – Luapan air Danau Buyan semakin meluas hingga merendam rumah warga, sekolah, pura, dan lahan pertanian. Mengatasi kerusakan lingkungan danau, BWS Bali–Penida meminta pemerintah daerah berpartisipasi melakukan penanganan bersama.
Pemkab Diminta Kendalikan Alih Fungsi Lahan di Hulu Danau Buyan
Singaraja (Bali Post) – Alih fungsi lahan di hulu Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada memicu pendangkalan danau dan memicu meluapnya air seperti yang terjadi sekarang ini. Pemkab Buleleng diminta lebih intens melakukan upaya pengendalian alih fungsi lahan, baik untuk pertanian maupun dibangun akomodasi pariwisata. Langkah ini perlu dilakukan karena Danau Buyan dangkal seperti sekarang karena endapan sedimentasi yang hanyut saat hujan. Demikian diungkapkan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida Ketut Jayada saat dihubungi, Selasa (3/4) kemarin. Lebih jauh, Jayada mengatakan, air danau meluap bukan terjadi tahun ini saja. Tetapi hal yang sama terjadi hampir setiap musim penghujan. Kondisi danau yang sudah dangkal akibat endapan sedimentasi itu memicu air danau meluap hingga menggenangi rumah, sekolah, pura, dan lahan pertanian warga di Desa Pancasari dan sekitarnya. Permasalah-
an ini tidak bisa diatasi oleh BWS saja. Pemkab Buleleng termasuk Pemprov Bali diharapkan berpartisipasi melakukan upaya pengendalian lingkungan danau. Upaya jangka pendek yang bisa dilakukan adalah mengendalikan laju alih fungsi lahan di hulu danau. Ini karena lahan yang tadinya ditanami kopi atau tanaman keras lain, beberapa tahun terakhir beralih menjadi tanaman sayur, stroberi, dan bunga. Selain itu, alih fungsi lahan menjadi bangunan akomodasi wisata di sekitar danau perlu dikendalikan. Sebab, aktivitas pertanian atau pengembangan akomodasi wisata itu memicu terjadi pendangkalan parah di permukaan Danau Buyan. “Kami minta pemkab atau pemprov bersama-sama menyuarakan dan melakukan upaya nyata untuk mencegah kerusakan lingkungan Danau Buyan bertambah parah. Lahan di hulu yang beralih fungsi tanaman atau dibangun vila rentan memicu erosi ketika hujan dan pasir, krikil, dan lumpur itu mengendap dan mengakibatkan
pendangkalan,” ujarnya. Selain mengendalikan alih fungsi lahan di hulu, penetapan batas kawasan danau dengan lahan milik warga penting ditangani oleh pemerintah daerah. Selama ini, batas kawasan danau dengan lahan milik warga masih terkesan rancu. Salah satu contohnya adalah dari pembangunan tanggul pembatas danau yang sudah dibangun Pemprov Bali beberapa tahun sebelumnya, ternyata di dalam tanggul itu justru ada lahan yang diklaim milik warga. Kondisi ini mengganjal program normalisasi danau yang direncanakan BWS. “Kami harapkan mana batas danau dan batas lahan milik warga ini harus jelas. Selama ini, masih kita temukan batasnya yang tidak jelas dan ada di dalam tanggul yang sudah dibangun itu masih ada lahan warga, sehingga kalau ini tidak jelas batas-batasanya program normalisasi yang kita jalankan menjadi terhambat,” jelasnya. Jika batas-batas ini jelas berdasarkan regulasi, Jay-
ada mengaku BWS tinggal mengusulkan kebutuhan anggaran normalisasi ke pemerintah pusat. Dari perencanaan yang ada, BWS memerlukan dana sekitar Rp 200 miliar. Dengan dana sebesar itu, program normalisasi dilakukan dengan membuat kolam yang difungsikan menampung aliran banjir baik dari anak sungai di hutan dan jalan Singaraja-Begudul. Di kolam itu, material sedimentasinya diendapkan dan dengan perlahan mengalirkan air ke danau. Dengan pola penanganan ini, endapan sedimentasi itu akan bisa dikendalikan dan tidak lagi bermuara di danau. “Danau Buyan itu berupa cekungan. Ketika debit airnya naik tidak bisa dibuang ke daerah lain. Danau ini menampung banjir atau material erosi tanah pertanian atau pembangunan vila di hulu. Untuk itu, program kami membuat kolam untuk mengendapkan sedimentasi dan hanya airnya dialirkan ke danau, sehingga pendangkalan bisa dikendalikan,” tegasnya. (kmb38)
Keluarga Puri Pertimbangkan Pembatalan Gelar Sri Paduka Raja Fadli Zon Singaraja (Bali Post) – Publik Buleleng beberapa hari terakhir ramai memperbincangkan penganugerahan gelar tertinggi Yang Mulia Sri Paduka Raja kepada Fadli Zon, Wakil Ketua DPRRI. Penganugerahan itu juga viral di jejaring media sosial (medsos). Intinya, penganugerahan itu dinilai kurang tepat. Tidak ingin informasi semakin liar apalagi bersamaan dengan musim Pilgub Bali, Panglingsir Puri Agung Singaraja mempertimbangkan untuk membatalkan penganugerahan gelar Sri Paduka Raja untuk Fadli Zon. Gelar ini sebelumnya diberikan oleh salah satu Panglingsir Puri Agung Singaraja A.A. Ngurah Ugrasena kepada Fadli Zon dan sejumlah tokoh lain. Penganugerahan itu dalam bentuk selempang dan piagam. Panglingsir Puri Agung Singaraja A.A. Brawida, Selasa (3/4) kemarin, di kediamannya mengatakan penganugerahan gelar Sri Paduka Raja tersebut tidak diketahui oleh sebagian besar anggota keluarga besar Puri Agung Si n g a r a j a . B a h k a n , b e lasan anggota keluarga puri ini menyebut tidak
Bali Post/kmb38
A.A. Brawida
menyangka kalau salah satu Panglingsir A.A. Ngurah Ugrasena memberikan gelar tertinggi Sri Paduka Raja kepada Fadli Zon. Atas penganugerahaan itu, pihaknya bersama anggota puri lain Senin (2/4) malam lalu telah melakukan pertemuan internal keluarga Puri Agung Singaraja. Sebagian besar anggota keluarga puri tidak mengetahui penganugerahaan gelar tersebut. Karena tidak ada pembahasan sebelumnya, anggota keluarga puri menyatakan tidak bertanggung jawab dengan pemberian anugerah gelar tertinggi tersebut. Selain itu, anggota keluarga puri
mempertimbangkan untuk membatalkan gelar Sri Paduka Raja Fadli Zon yang ramai diberitakan di media massa hingga viral di jejaring medsos tersebut. Keputusan final dibatalkan atau tidak, akan diambil dalam rapat seluruh anggota keluarga Puri Agung Singaraja dan tokoh dari puri lain di Buleleng. Rapat keluarga ini rencananya akan meminta penjelasan dari Panglingsir Puri Agung Singaraja A.A. Ngurah Ugrasena yang menganugerahkan gelar tersebut. Menurut Brawida, sepanjang sejarah keluarga Puri Agung Singaraja belum pernah memberikan gelar Sri Paduka Raja kepada siapa pun. Dari penelusuran dari Dinasti Raja Buleleng Ki Gusti Anglurah Pandji Sakti dan keturunannya tidak ada yang memberikan gelar sri paduka raja. Namun, Puri Agung Singaraja pernah memberikan penghargaan kepada tokoh yang dianggap memenuhi syarat dan berjasa. Penghargaan itu dikemas lewat “Singaraja Award”. Senada diungkapkan Ketua Paguyuban Eka Sthana Dharma Puri Buleleng A.A. Wiranata Kusuma juga mengaku terkejut atas penganugera-
han gelar Yang Mulia Sri Paduka Raja Fadli Zon. Apalagi, penyematan gelar tersebut tanpa pemberitahuan dan pembahasan dengan keluarga besar Puri Agung Singaraja. Dia tidak mempermasalahkan siapa orang yang diberikan gelar itu, tetapi yang disesalkan penganugerahan tidak dibahas dengan seluruh keluarga puri. Sementara itu, Panglingsir Puri Agung Singaraja A.A. Ngurah Ugrasena mengaku terkejut setelah mengetahui respons masyarakat di Buleleng dan Bali terhadap penghargaan kepada Fadli Zon yang juga politisi tersebut. Dia sendiri membantah disebut memberikan gelar Yang Mulia Sri Paduka Raja kepada Fadli Zon. Sebaliknya, dia hanya memberikan penghargaan apresiasi terhadap kontribusi Fadli Zon yang dinilai peduli di bidang budaya terutama dalam melestarikan keris sebagai pusaka nusantara. “Yang sudah berjalan tahun 2006 Puri Agung Singaraja, Kerajaan Buleleng sebatas memberikan penghargaan, bukan gelar-gelar apa pun. Tidak ada pemberian gelar dan yang lainnya,” katanya. (kmb38)
PAS HUT Kota Singaraja Ditutup
Singaraja (Bali Post) Setelah dihelat 10 hari, Pekan Apresiasi Seni (PAS) dan hiburan rakyat serangkaian HUT ke-414 Kota Singaraja, Senin (2/4) ditutup. Penutupan ini dimeriahkan dengan hiburan, pengumuman pemenang lomba dan penampi-
lan band Ake Buleleng serta Nanoe Biroe. Sejumlah hiburan tradisional dan modern ditampilkan untuk menghibur warga kota pada acara PAS dan hiburan rakyat. Panitia juga mengisi acara dengan lomba seni. Tidak ketinggalan, event ini dijadikan
kesempatan memasarkan sejumlah produk industri kecil dan menengah (IKM) dan kuliner khas Buleleng. Bupati Putu Agus Suradnyana diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng Ketut Asta Semadi mengatakan, bukan hanya
hiburan, tetapi event ini juga memberi ruang untuk menggali potensi dan ruang pentas kesenian baik tradisional dan moderen. Khusus di bidang ekonomi, event juga membantu pelaku IKM di daerahnya dalam memasarkan produknya. (kmb38)
Ketua Panwalsu Buleleng Ketut Ariyani di kantornya, Selasa (3/4) kemarin, mengatakan pelanggaran yang dilakukan dua oknum perangkat desa itu telah ditangani Panwaslu Kecamatan Sawan dan Panwaslu Kecamatan Sukasada. Dari klarifikasi saksi dan oknum bersangkutan, dan keputusan rapat pleno Panwaslu Kecamatan Sawan menyebut, oknum Kaur Made WA hadir saat blusukan paslon nomor urut 1 di Desa Sangsit pada Rabu (28/3) lalu. Saat itu, WA ditemukan menyambut calon Wakil Gubernur nomor urut 1 Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) lewat pengeras suara. WA juga ditemukan mengacungkan jari telunjuk di tengah kerumunan massa pendukung. Tindakan itu dianggap melanggar karena
perbuatan WA menunjukkan dukungan kepada salah satu paslon. “Dia itu dianggap berafiliasi dalam kampanye itu dengan menunjukkan jari telunjuk yang identik mendukung paslon nomor urut 1,” katanya. Sementara itu, temuan Panwaslu Kecamatan Sukasada menyebut seorang oknum Kasi Desa Padangbulia Desak MN hadir saat kampanye paslon nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) pada Selasa (27/3) lalu. Saat itu, Desak MN menunjukkan dua jari pertanda mendukung paslon nomor urut 2. Atas pelanggaran itu, Panwaslu Kecamatan Sukasada menyatakan Desak MN melanggar UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa pasal 51 huruf J. Panwaslu Kecamatan Sukasada juga sudah
merekomendasikan kepada Perbekel Desa Padangbulia agar menjatuhkan sanksi administrasi kepada Desak MN dengan memberikan teguran lisan atau tertulis. Pelanggaran kampanye yang sudah direkomendasikan Panwaslu Kecamatan Sawan dan Panwaslu Kecamatan Sukasada, Ariyani menyerahkan kepada perbekel desa bersangutan secepatnya menindaklanjuti rekomendasi tersebut. “Temuan ini sudah ditangani oleh Panwalsu Sawan dan Panwaslu Sukasada dan keduanya juga sudah mengeluarkan rekomendasi atas pelanggaran yang dilakukan. Tinggal sekarang perbekel agar menindaklanjuti rekomendasi itu dan tindak lanjutnya akan ditembuskan kepada kami,” tegasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
PANWASLU - Ketua Panwaslu Buleleng Ketut Ariyani (tengah) saat memberikan keterangan terkait temuan dua oknum perangkat desa di Buleleng terlibat dalam kampanye pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur.
Keputusan Penlok Bandara, Lebih Cepat Lebih Baik Singaraja (Bali Post) – Keputusan pemerintah pusat untuk menerbitkan izin penetapan lokasi (penlok) Bandara Internasional Bali Utara dinilai lebih cepat lebih baik. Ini karena bandara baru ini dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Bali. Itu ditegaskan Calon Gubernur Bali I Wayan Koster di sela-sela rapat koordinasi dengan kader PDI Perjuangan Buleleng, Selasa (3/4) kemarin. Lebih jauh politisi asal Desa Sembiran Kecamatan Tejakula ini mengatakan, pembangunan bandara memang keputusan final ada di pemerintah pusat. Tetapi, bandara yang sudah masuk program strategis nasional itu terintegrasi dengan program yang ditawarkan Koster. Dari program itu, tatanan infrastruktur mulai dari darat meliputi jalan tol, dan shortcut, laut meliputi pelabuhan kapal pesiar, dan perhubungan udara, bandara yang sudah memasuki tahapan feasibility study (FS) oleh dua perusahaan yakni PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) dan PT Pembangunan Bali Mandiri (Pembari). ‘’Pada prinsipnya sebagai orang Buleleng saya setuju dan lebih cepat lebih baik pembangunan
Bali Post/kmb38
Wayan Koster
bandara di Bali Utara direalisasikan. Siapa perusahaan yang membangun itu kita tidak campuri,’’ katanya. Menurut Koster, dari proyeksi keandalan Bandara Ngurah Rai saat ini sudah tidak memungkinkan untuk melayani penerbangan dengan optimal dalam jangka waktu lima hingga 20 tahun ke depan. Bahkan, kendatipun ada wacana menambah satu runway dengan melakukan reklamasi pantai, hal itu tidak akan mengatasi permasalahan yang terjadi sekarang. Pasalnya, jika lalu lintas penerbangan saja didukung dengan infrastrukturnya, namun terminal sendiri tidak dikembangkan, maka sama saja upaya itu tidak akan optimal. Selain menggarap penyiapan infrastruktur, untuk
mengoptimalkan industri pariwisata di Bali, dia menawarkan program dalam visi dan misi untuk melindungi seni, tradisi, dan budaya Bali lewat kebijakan. ‘’Bandara baru yang bisa menjawab keandalan infrastruktur udara di daerah kita. Apalagi, Presiden Joko Widodo tahun 2019 menargetkan peningkatan wisatawan 20 juta. Kalau 35 sampai 45 persen wisatawan itu datang ke Bali, maka ada sekitar 7-8 juta wisatawan datang ke Bali dan ini perlu dijawab dengan bandara baru, sebab kalau tetap mengandalakn Bandara Ngurah Rai, saya kira itu tidak andal lagi,’’ jelasnya. Ditanya pilihan penlok bandara apakah di laut atau darat, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini dengan tegas menyebut Bandara Bali Utara dibangun di darat. Lahan yang terkena jalur pembangunan nantinya adalah di wilayah Kecamatan Kubutambahan atas yang belakangan ini kurang produktif. Selain itu, karena lahannya masih terbuka, sehingga dipastikan tidak akan terjadi penggusuran permukiman hingga harus melakukan ganti rugi lahan. Demikian pula, kekhawatiran akan terjadi relokasi kawasan suci (pura) dipastikan tidak sampai terjadi. (kmb38)
15
Rabu Wage, 4 April 2018
Jadwal Pertandingan Liga Champions Kamis (5/4) dini hari
Liverpool Barcelona
vs vs
Manchester City AS Roma
vs vs vs vs
Hellas Verona Crotone Internazionale Sassuolo
Liga Italia Kamis (5/4) dini hari
Benevento Torino Milan Chievo
Liga Prancis Kamis (5/4) dini hari
Rennes
vs
Monaco
Roma Tak Diunggulkan di Nou Camp
Barcelona Tak banyak yang menjagokan AS Roma mampu melaju hingga babak perempatfinal Liga Champions. Kondisi itu diyakini tepat bagi Giallorossi untuk membuktikan diri pantas disejajarkan klub elite Eropa. Roma akan meladeni tuan rumah Barcelona pada pertandingan pertama babak perempatfinal, Kamis (5/4) dini hari. Bagi penyerang Roma Stephan El Shaarawy, label underdog pantas bagi Roma saat bertandingan di Nou Camp nanti. ‘’Kami tidak mempunyai beban meski pertandingan di Nou Camp nanti berlangsung sengit dan berat. Kami akan bekerja keras, menunjukkan semangat kami dan mewujudkan kemungkinan meraoih kemenangan dengan segala peluang yang didapat,’’ ujar El Shaarawy seperti dikutip UEFA.com, Selasa (3/4) kemarin. Peluang meraih kemenangan ternbentang selama 180 menit. Karena itu Roma diusahakan meraih hasil impresif di kandang Barcelona. Dengan satu laga penentuan di Olimpico, maka Roma lebih diuntungkan dalam posisi tersebut. Pelatih Eusebio Di Francesco mengingatkan pemainpemainnya untuk mewaspadai lawannya dalam menguasai bola dan yang terpenting adalah membaca pergerakan Lionel Messi yang bila telah menggiring bola maka segala sesuatunya bisa terjadi termasuk gol. ‘’Dia pemain terbaik dunia dan kami berusaha untuk mempersempit pengaruhnya sekecil-kecilnya,’’ tambahnya. Lawatan Roma ke Spanyol tidak disertai gelandang serang Cengiz Under karena cedera. Namun, Roma agak lega karena Radja Nainggolan akan diikutsertakan dalam tim. Under, yang koleksi lima golnya di liga musim ini semuanya tercipta setelah libur musim dingin, menderita cedera paha ketika ia memperkuat Turki pada pertandingan internasional. Nainggolan mengalami cedera pada babak pertama saat Roma bermain imbang 1-1 di markas Bologna pekan lalu. Namun, Roma mengatakan bahwa gelandang petarung itu dimasukkan dalam skuad berisi 21 pemain untuk pertandingan laga pertama perempat final. Sementara itu, Pelatih Barcelona Ernesto Valverde menyatakan meski timnya lebih difavoritkan memenangkan pertandingan ini, tapi tetap berharap dukungan fans di Nou Camp menghadapi Roma nanti. Terbukti saat melawan Chelsea, semangat bertarung timnya meningkat hingga mampu menyingkirkan klub Inggris itu di babak 16 besar lalu. ‘’Difavoritkan itu tidak berarti apa-apa, sepengetahuan saya. Itu bukan realitas pertandingan. Kami akan bermain dengan luar biasa untuk mengalahkan mereka,’’ jelasnya pada konferensi pers kemarin. (kmb39/rtr/ant)
Pacquiao Vs Matthysse Perebutkan Sabuk Kelas Welter WBA Buenos Aires Petinju veteran Manny Pacquiao akan naik ring lagi dan menantang juara kelas welter asal Argentina Lucas Matthysse untuk perebutan gelar juara versi World Boxing Association (WBA) di Kuala Lumpur pada Juli. “Ditandatangani, disegel, dan disampaikan: Dengan bangga secara resmi mengumumkan bahwa juara dunia kelas welter WBA @MatthysseLucas akan mempertahankan gelarnya dalam ring tinju melawan @mannypacquiao di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu malam 14 Juli (waktu AS),” kata promotor Oscar De la Hoya dalam akun twitter-nya. Kepastian itu juga dinyatakan Pacquiao di akun Instagram-nya Selasa (3/4) kemarin. Petinju legendari dari Filipina itu mengaku sudah tidak sabar lagi menanti pertarungan tersebut. “Tak sabar menunggu laga melawan Lucas Matthysse untuk gelar juara dunia lain pada 15 Juli di Kuala Lumpur,” katanya di jejaring sosial itu. Matthysse mengalahkan Tewa Kiram dari Thailand untuk memenangkan sabuk juara kelas welter WBA yang kosong pada Januari dan mencatat rekornya menjadi 38-4-0. Sementara Pacquiao yang kini berusia 39 tahun, terakhir kali bertarung dengan hasil kekalahan angka atas Jeff Horn asal Australia pada Juli tahun lalu. Dia menempati peringkat kedua di divisi tersebut dan memiliki catatan keseluruhan 57-6-2. (kmb39/rtr/ant)
Dua Korea Jajaki Defile Bersama pada Upacara Pembuka
Tokyo Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) menyetujui untuk mendukung rencana defile bersama kontingen kedua negara itu pada acara pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta, Agustus mendatang. Demikian laporan kantor berita Yonhap, Selasa (3/4) kemarin. Dalam sebuah pertemuan di Pyongyang, pejabat Korut Kim Il-guk dan pejabat Korsel Do Jong-whan mendiskusikan kerja sama olahraga kedua negara, seiring makin mencairnya ketegangan di semenanjung Korea itu terkait program nuklir Korut. Atlet kedua negara tersebut melakukan parade bersama pada Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korsel, Februari lalu. Mereka optimis kolaborasi serupa juga akan terlaksana pada Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang, Agutus-September ini. Menurut Yonhap, para menteri tersebut akan menyelesaikan rincian rencana setelah pertemuan puncak dua Korea akhir April mendatang. ‘’Akan bagus jika kami sudah berdiskusi dan memulai kerja untuk menetapkan hal yang spesifik setelah pertemuan puncak akhir April. Saya harap olahraga dapat menjadi jalan untuk rekonsiliasi antarKorea,’’ kata Do. Delegasi Korea Selatan berkunjung ke Pyongyang, Sabtu lalu, sebagai balasan atas lawatan budaya di mana Korut mengirim para seniman untuk pertunjukkan pada Olimpiade Musim Dingin 2018. Di Pyongyang, delegasi Korsel menampilkan atraksi taekwondo, bintang-bintang K-pop, termasuk Red Velvet. Dua negara bertetangga itu secara teknis masih dalam status masih berperang sejak konflik tahun 1950-1953. (ant)
Pasukan Guardiola Dijamin Tak Nyaman di Anfield Manchester -
Manajer Liverpool Juergen Klopp tidak akan mengubah gaya permainan timnya yang khas saat menjamu Manchester City pada pertandingan pertama babak perempatfinal Liga Champions, Kamis (5/4) dini hari di Anfield. Tekanan yang dilakukan Mohamed Salah dkk. dipastikan akan membuat pasukan Pep Gaurdiola itu tak nyaman sepanjang pertandingan. Kedua tim belum pernah bertemu di kompetisi selevel Liga Champions. Namun dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi City menelan lima kekalahan atas the Reds. Total Liverpool memimpin dengan 87 kemenangan 46 seri dan City mengemas 45 kemenangan. Tetapi dominasi City di Liga Inggris memicu banyak tim untuk mencoba metodemetode yang berbeda untuk membatasi efektivitas taktik Guardiola dan kemampuan para pemainnya. Liverpool merupakan satu-satunya tim yang mengalahkan City di liga musim ini dengan kemenangan 4-3 di Anfield pada Januari, dan Klopp mengindikasikan ia akan memainkan gaya yang serupa pada pertama di Stadion the Kop, Anfield nanti. ‘’Cara kami menyerang lawan, cara kami bertahan dalam level tinggi merupakan hal yang tidak nyaman (bagi lawan-lawan kami). Jika kami melakukannya dengan baik maka mereka akan menghadapi banyak kesulitan,’’ kata pria Jerman itu kepada UEFA.com. ‘’Ini akan sangat menarik. Memang tidak ada jaminan
bahwa hal ini akan berhasil. Pada akhirnya, para pemain di lapanganlah yang akan menentukan permainan,’’ tambahnya. Kunci terhadap pendekatan Liverpool adalah trio penyerang dalam diri Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane, yang ketiganya menyumbang gol pada Januari saat timnya mengalahkan City. Mereka juga menjadi sosok-sosok yang penting untuk menekan pertahanan Guardiola. Satu pendekatan yang tidak akan diambil Klopp adalah berusaha bertahan total. ‘’Akan ada lebih banyak hal untuk dilakukan dibandingkan lawan, karena Anda tidak dapat sekadar bertahan saat melawan City dan berharap mereka tidak akan mencetak gol,’’ kata pria Jerman tersebut memuji permainan Kevin De Bruyn dkk. Gaya ‘’gegenpressing’’ Klopp, yang dibentuk di Borussia Dortmund, melibatkan pergerakan menekan yang cepat di wilayah lawan ketika mereka kehilangan bola, dan taktik bertahan total untuk membatasi ruang serta memaksimalkan para bek berenergi tinggi dalam menyerang. Tim-tim asuhan Guardiola,
termasuk dua bekas klubnya Barcelona dan Bayern Munich, menikmati pola permainan dari belakang, menggulirkan bola dengan mulus melalui lapangan tengah, dan memaksimalkan penggunaan ruang untuk mencetak banyak gol. Sebaliknya permainan menekan dari para penyerang dan gelandang Liverpool akan menguji permainan bertahan lawan. Namun, Klopp mengatakan dua metode itu begitu mirip. ‘’Tidak ada perbedaan besar sebenarnya. Hanya Pep selalu memiliki tim-tim yang lebih baik daripada saya. Anda dapat melihat sekarang dengan Manchester City, mereka memiliki lebih banyak poin dibandingkan kami. Bagaimanapun, perbedaan itu tidak pernah sekecil sekarang. Ketika kami melihat di Bayern dan Dortmund, perbedaan itu benar-benar besar,’’ tuturnya. Meski banyak pujian untuk kesuksesan City diarahkan kepada manajer mereka, Klopp meyakini City, yang unggul 16 poin di puncak klasemen Liga Inggris dan dapat mengamankan gelar dengan kemenangan atas
Penyerang Liverpool Mohamed Salah. Manchester United pada Sabtu ini, juga sangat ditopang oleh kualitas para pemain mereka. ‘’Ketika para pemain berada di posisinya, mereka bergerak setiap sepersekian detik untuk dapat melepaskan diri. Dan ketika mereka berada di sana, itulah ketika kualitas individu seorang
Bali Post/ant
pemain menjadi penting,’’ ucapnya. ‘’Ketika mereka telah berada di posisi yang bagus di lapangan, mereka sangat terorientasi dengan baik dan mereka dapat mengoperkan bola ke area selanjutnya. Itulah yang membuat mereka luar biasa,’’ tambah Klopp. (kmb39/rtr/ant)
Hadang Trio Liverpool London Gelandang Manchester City Ilkay Gundogan yakin timnya punya persiapan lebih baik untuk menghadang serangan trio Liverpool pada pertandingan pertama babak perempatfinal Liga Champion di Anfield, Kamis (5/4) dini hari. Hasil buruk 3-4 City di Liverpool pada Januari lalu merupakan kekalahan satusatunya melawan sebuah klub liga Ingris musim ini. Tiga gol itu terjadi hanya dalam waktu sembilan menit babak kedua lewat Roberto Firmino, Sadio Mane dan Mohamed Salah, yang memiliki kombinasi untuk mencetak 75 gol di seluruh kompetisi bagi Liverpool musim ini. ‘’Ada banyak respek, karena ketiganya saling mencetak
gol dan mereka juga menyiapkan gol,’’ kata Gundogan. ‘’Liverpool satu-satunya tim yang mampu mengalahkan kami di liga Inggris, tapi kami sadar mengapa itu terjadi, meskipun kami tampil cukup bagus hari itu,’’ lanjutnya. ‘’Sungguh, kembali ke Anfield untuk pertandingan pertama merupakan motivasi besar bagi kami. ‘’Kami inginkan hasil besar di laga pertama dan kemudian mendominasi permainan di laga kedua, di depan para pendukung kami, itu yang kami ingin kami lakukan, jika kami berhasil, maka saya yakin kami akan melaju ke putaran berikutnya,’’ tambahnya. Namun bek Liverpool Virgil van Dijk yakin rekannya Salah mampu menghancurkan pertahanan apapun yang
dibangun City dan sepantasnya memenangi anugrah pemain terbaik Liga Inggris. Salah akan menjadi ancaman serangan terbesar City dengan sudah mencetak 37 gol dalam seluruh kompetisi pada musim ini. Saat ditanya apakah Salah memiliki kecakapan untuk mengalahkan pertahanan City yang tersusun dengan bagus, Van Dijk mengatakan, ‘’Itulah yang setiap orang tahu. Itulah yang juga kami rasakan.’’ ‘’Dia tipe pemain yang anda perlukan untuk jadi yang terbaik. Saat dia 100 persen dan di dalam zona dia dapat mengalahkan siapa pun.’’ ‘’Ada cara-cara untuk menghentikannya, tapi saya tidak akan mengatakannya pada Anda karena saya tidak
Jakarta (Bali Post) Pertandingan antara timnas Indonesia melawan Malaysia dalam turnamen Anniversary Cup 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta pada 27 April, dinilai akan menjadi ajang evaluasi terhadap pelatih Luis Milla. “Pertandingan nanti adalah bagian jadwal kita untuk mempersiapkan diri meng-
hadapi Asian Games. Sudah barang tentu akan jadi bagian evaluasi bagi program Luis Milla,” kata Menpora Imam Nahrawi di sela pelantikan pejabat Kemenpora di Wisma Kemenpora, Jakarta, Selasa (3/4) kemarin. Evaluasi yang dimaksud, katanyia, sejauh mana kemampuan timnas sebelum menjalani pertandingan resmi pada Asian Games 2018 Jakarta-Palem-
bang, Agustus nanti. Apalagi persiapan yang dilakukan oleh pelatih asal Spanyol itu cukup panjang. Pria asal Bangkalan Madura itu menilai pertandingan antara Indonesia melawan Malaysia sangat penting. Selain untuk menguji kemampuan tim, pertandingan tersebut dinilai sarat gengsi karena tim asal negeri jiran itu juga akan turun di Asian Games nanti. “Malaysia bukan tim kecil. Jadi semuanya harus disiapkan dengan baik. Peran pelatih sangat penting dalam menentukan pemain,” kata Menpora. Untuk itu, Menpora mengimbau kepada klub melepas pemainnya jika dibutuhkan oleh timnas. Pihaknya tidak ingin masalah muncul menjelang pertandingan berlangsung karena akan berdampak cukup luas. “Kita tidak hanya melawan Malaysia, namun juga akan menghadapi Bahrain dan Korea Utara. Sudah barang tentu dibutuhkan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim,” ujar pria yang saat ini getol berlatih olahraga tenis itu. Anniversary Cup 2018 merupakan turnamen bentukan PSSI dalam rangka peringatan ulang tahun induk organisasi sepak bola Indonesia yang ke-88. Pertandingan sendiri dilaksanakan di dua tempat yaitu Stadion Utama GBK dan Stadion Pakansari, Cibinong, Depok, Jawa Barat. Sementara itu, pembentukan Timnas Indonesia U-23 terus dilakukan oleh pelatih Luis Milla. Pelatih asal Spanyol ini bahkan telah menyiapkan program latihan sesuai dengan tahapan dan pelaksanaannya dilakukan setiap bulan. Selain menjalani pemusatan
Bali Post/rtr
ANGKAT - Penyerang Manchester City Gbariel Jesus mengangkat rekannya David Silva usai membobol gawang lawan. ingin lawan kami berpikir tentang itu.’’ Salah kemungkinan akan bersaing dengan gelandang
City Kevin de Bruyne untuk anugrah pemain terbaik versi Professional Footballers’ Association Players. (rtr/ant)
Laga Lawan Malaysia Jadi Ajang Evaluasi Timnas U-23
Jadwal pertandingan Anniversary Cup 2018 : Jumat, 27 April 2018 16.00 WIB: Bahrain vs Korea Utara (GBK) 19.30 WIB: Indonesia vs Malaysia (GBK) Senin, 30 April 2018 16.00 WIB: Malaysia vs Bahrain (Stadion Pakansari) 19.30 WIB: Korea Utara vs Indonesia (GBK) Kamis, 3 Mei 2018 16.00 WIB: Malaysia vs Korea Utara (Stadion Pakansari) 19.00 WIB: Indonesia vs Bahrain (Stadion Pakansari).
Bali Post/ant
HADAPI MALAYSIA - Pesepak bola Tim Nasional U-23 menjalani latihan di Lapangan A Senayan, Jakarta. Timnas U-23 akan menghadapi Malaysia pada hari pertama turnamen Anniversary Cup 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, 27 April mendatang.
latihan nasional (pelatnas), timnas juga sudah menjalani pertandingan uji coba yang salah satunya menghadapi
Singapura. Meski bermain di luar kandang, Awan Seto dan kawan-kawan mampu menang 3-0 atas tim tuan rumah. (ant)
OLAHRAGA
16 Berharap Tim Denpasar U-17 Bisa Juara Nasional Denpasar (Bali Post) Tim Perseden Denpasar maupun klub wakil Denpasar diharapkan bisa menjuarai turnamen Piala Soeratin U-17 Rayon Bali hingga ke putaran nasional dan juara nasional. Pasalnya, tim Laskar Catur Muka U-17 pernah juara III nasional pada 20102011 silam. Hal itu dilontarkan Pelatih Made Mutram, di Denpasar, Selasa (3/4) kemarin. Mutram bersama Manajer Tim Ketut Jelada berhasil membawa tim Perseden U-17 juara III nasional, setelah di semifinal dikalahkan Villa 2000 Jakarta dengan skor 0-2 di Ibu Kota. ‘’Villa 2000 Jakarta akhirnya keluar sebagai juara,’’ kata Mutram. Mutram mengajak klub-klub anggota Perseden bisa mengikuti Kompetisi Piala Soeratin Rayon Bali seperti U-13 dan U-15. ‘’Saya ingin prestasi sepak bola Denpasar maju terus dan tak boleh mundur,’’ ucapnya. Mutram sendiri karier sepak bolanya pernah bermain di klub anggota Perseden Nusa Indah, kemudian masuk tim Pomnas Bali serta tim PON Bali 1992. Sementara kepelatihan Mutram pernah menangani tim Kundalini dan Kuro. Alumnus FE Jurusan Manajemen Unwar ini pernah merantau ke Surabaya dan bekerja di bidang kontraktor. ‘’Namun, saya harus balik pulang ke Bali, sebab tak diizinkan merantau,’’ kilahnya. Sampai sekarang Mutram masih tetap menjaga kebugaran tubuhnya, dengan rutin bermain sepak bola di klub Legend Mitra Devata. (022)
Pegolf Marcella Juga Masuk Pelatnas
Denpasar (Bali Post) Pegolf Bali Marcella Pranovia juga dianggil PB PGI guna memasuki pelatnas Asian Games. Bahkan, Marcell pernah turun pada turnamen Singapore Ladys Amateur Open Tournament, di Singapura. Dengan demikian, tercatat dua atlet putri Bali yang menghuni pelatnas AG, yakni Marcella dan Ida Ayu Indira Melati Putri. Sekum Pengprov PGI Bali Eddy Pantja di Denpasar, Selasa (3/4) kemarin menerangkan, sederet atlet putri yang dipanggil masuk pelatnas seperti Rivany Sihotang (DKI), dan Patricia Simalungun (Jabar). ‘’Marcella dijadwalkan mengikuti turnamen beregu putri Queen Sirikit Cup, di Bangkok, Thailand, pekan depan,’’ katanya. Eddy Pantja berharap duet pegolf putri Bali yakni Marcell dan Ida Ayu Indira melati, bisa masuk skuad timnas MerahPutih Asian Games. ‘’Kami harapkan keduanya bisa memperkuat Indonesia pada hajatan multievent empat tahunan antar negara se-Asia,’’ kata Eddy Pantjayang juga Ketua Bidang Peraturan PB PGI ini. Dia berharap jika Ida Ayu Melati dan Marcella turun di timnas AG, otomatis menambah jam terbang dan pengalaman, sehingga memudahkan mereka ketika tampil di Pra-PON maupun PON. ‘’Kami ingin terjadi regenerasi atlet di tubuh PGI Bali,’’ ujarnya. Marcella sendiri telah tamat kuliah di AS, hingga bisa konsentrasi di timnas, sedangkan Ida Ayu Melati masih kuliah di Univesitas Purdue, AS. ‘’Marcella dan Ida Ayu Melati rajin mengikuti turnamen golf Liga Mahasiswa di Negeri Paman Sam,’’ jelasnya. Selain itu, pihaknya juga melakukan pembibitan, bahkan rutin menggelar turnamen junior, minimal sekali dalam sebulan. ‘’Tujuannya, kami ingin mendapatkan atlet junior, untuk masa depan Bali,’’ terang dia. (022)
TI Denpasar Bangkit Lewat Pelatcab Denpasar (Bali Post) Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Kota Denpasar berupaya bangkit. Langkah awal, Pengkot TI menggulirkan program pelatcab menjaring atlet potensial dari seluruh dojang untuk siswa tingkat SMP dan SMA/ SMK, serta siswa SD dari hasil Porcam di Denut, Densel, Denbar, dan Dentim. Ketua Harian Pengkot TI Kota Denpsar Komang Sumarcana di sela-sela latihan atlet pelatcab Denpasar di GOR Lila Bhuana, Selasa (3/4) kemarin menjelaskan, pelatcab baru digelar sejak pertengahan Maret lalu. ‘’Di Denpasar terdapat 15 dojang, kami minta tiap dojang mengirimkan dua atlet putra dan dua atlet putri terbaiknya, utamanya yang bersekolah di SMP dan SMA,’’ kata Komang Sumarcana. Sementara untuk siswa SD dijaring berdasarkan hasil Porcam. ‘’Untuk siswa SD, terkadang jadwal latihanya pelatcab berbenturan dengan latihan di masing-masing kecamatan, sehingga mereka tak bisa seluruhnya berlatih di GOR Lila Bhuana,’’ jelas Sumarcana. Dikemukakan, pihaknya ingin mengetahui selama digembleng di pelatcab, hasilnya bisa dilihat pada Porjar Kota Denpasar. ‘’Bagi takewondoin yang juara di Porjar Denpasar, kami juga memantau prestasinya di ajang Porjar Bali,’’ ucapnya. Ia optimis, dengan pola latihan berjenjang dan berkelanjutan, ditambah uji coba maupun berlaga pada berbagai turnamen, Pengkot TI Denpasar berhasil menjaring taekwondoin terbaik. Oleh sebab itu, lanjutnya, atlet pelatcab juga diberi kesempatan latih-tanding ke Pengkab TI tetangga, seperti TI Badung maupun TI Klungkung. ‘’Kami mengagendakan anak-anak ini menjajal kekuatan taekwondoin kabupaten lain,’’ tuturnya. Ia yakin melalui pola pembinaan seperti ini, bakal muncul taekwondoin berbakat dan bertalenta yang siap mengibarkan Kota Denpasar dalam berbagai event. ‘’Kalau siswa SMA berbakat. Kami masukkan kategori senior, dan mereka siap diterjunkan pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. Astungkara, doakan saja Porprov tahun depan, TI Denpasar sudah bisa mengirimkan atletnya,’’ jelas Sumarcana. (022)
Rabu Wage, 4 April 2018
Velodrome Rawamangun Diharapkan Bertahan hingga 25-30 Tahun Jakarta (Bali Post) -
Jakarta Propertindo (Jakpro) menyatakan lintasan kayu velodrome Rawamangun yang bakal dipakai sebagai arena balap sepeda Asian Games 2018 akan selesai pada April menyusul pengerjaan yang dimulai akhir Maret. Velodrome yang lintasannya menggunakan kayu Siberia itu diharapkan bisa bertahan 25-30 tahun. ‘’Kontraktor keseluruhan untuk velodrome adalah perusahaan asal Inggris. Tapi, khusus lintasan dikerjakan oleh kontraktor Jerman yang terdiri dari 12-14 orang,’’ kata Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Satya Heragandhi di sela-sela kunjungan media Asian Games di Jakarta, Selasa (3/4) kemarin. Setelah lintasan selesai pada akhir April, velodrome akan mendapatkan kunjungan dari Persatuan Bersepeda Internasional (UCI) untuk mendapatkan sertifikasi arena velodrome tingkat dunia. ‘’Kami berharap keberhasilan sertifikasi itu karena sejumlah negara gagal mendapatkan sertifikasi menyusul jenis kayu yang berbeda,’’ kata Satya tentang kayu asal Siberia Rusia yang diproses di Jer-
man itu. Kayu Siberia itu merupakan jenis kayu yang direkomendasikan UCI untuk dipakai sebagai lintasan velodrome bersertifikat internasional menyusul keamanan para pembalap sepeda trek. ‘’Kemiringan lintasan kayu itu harus sempurna dan penyambungannya dilakukan secara langsung tanpa tahapan amplas. Debu-debu sisa ampelas berbahaya buat para pembalap sepeda jika mereka melaju hingga 140 km/jam,’’ kata Satya. Kayu Siberia Siprus itu, lanjut Satya, dapat bertahan 25-30 tahun sebagai lintasan balap sepeda selama pengelola velodrome menjaga tingkat kelembaban udara kurang dari 70 persen. ‘’Kelembaban mendekati 70 persen
Jakarta (Bali Post) Pelatih tim nasional boling Indonesia Thomas Tan menyebut keberangkatan tim putra maupun putri beruji coba dengan bertanding di turnamen di Amerika Serikat (AS) adalah untuk mengukur kemampuan jelang mengikuti Asian Games 2018. Sebab, menurut Thomas, beberapa negara Asia seperti Malaysia dan Singapura juga terlibat dalam dua kompetisi yang akan diikuti Indonesia di Negeri Paman Sam yakni USBC Masters di New York,
April 2018 dan USBC Queens di Nevada, Mei 2018. ‘’Kami ingin melihat sampai sejauh mana kemampuan kami dibandingkan negara Asia lainnya. Kami tidak memiliki target juara di sana,’’ ujar Thomas di Jakarta, Selasa (3/4) kemarin. Dia melanjutkan, selain menilai kemampuan, keikutsertaan tim Indonesia pada dua turnamen tersebut adalah untuk memberikan kesempatan bagi para atlet berinteraksi dengan atlet-atlet profesional kelas dunia.
Bali Post/ant
BALAP SEPEDA - Pekerja menggarap pembangunan arena balap sepeda atau velodrome di Rawamangun, Jakarta, Selasa (3/4) kemarin. Pembangunan salah satu arena Asian Games 2018 itu dijadwalkan rampung pada Mei 2018. pada sore hari. Sedangkan pada pagi hingga siang hari berkisar 65-68 persen. Kami juga tidak selalu menggunakan pendingin ruangan untuk mengurangi kelembaban,’’ kata Satya tentang velodrome senilai Rp 665 miliar itu. Perusahaan Daerah DKI Jakarta bidang konstruksi itu akan menguji coba pengurangan kelembaban
udara tanpa harus menggunakan pendingin ruangan sehingga menghemat biaya pemeliharaan. ‘’Kami memasang alat kendali yang dapat membuka dan menutup atap secara otomatis jika kelembaban udara mencapai 70 persen,’’ ujar Satya. Selain perkiraan sertifikasi internasional dari UCI pada Mei, Jakpro menargetkan pe-
nyelesaian velodrome Rawamangun secara keseluruhan, termasuk kawasan dan taman pada Juni. ‘’Kapasitas ideal velodrome adalah 3.500 penonton itu berupa 2.500 kursi yang sudah ada ditambah 1.000 kursi cadangan. Tapi kalau untuk penonton berdiri, kapasitas velodrome bisa mencapai 5.000 orang,’’ kata Satya. (ant)
Peboling Timnas Ukur Kemampuan di Turnamen Luar Negeri
Bali Post/ant
Thomas berharap komunikasi antara atlet pemusatan latihan nasional (pelatnas) Asian Games 2018 dan para peboling profesional bisa membuka cakrawala mulai dari gaya hidup, teknik sampai mental bermain. ‘’Anak-anak bisa mencari ilmu di sana,’’ tutur Thomas. Sebagai persiapan menuju Asian Games 2018, timnas boling Indonesia memang berencana mengikuti setidaktidaknya lima turnamen untuk uji coba. Rangkaian itu akan dibuka
SELESAI MEI - Petugas berjalan melintasi proyek pembangunan arena Pacuan Kuda Jakarta Internasional Equestrian Park Pulomas (JIEPP) di Jakarta, Selasa (3/4). Salah satu arena yang akan digunakan dalam Asian Games 2018 itu ditargetkan selesai pada Mei 2018.
Arena Equestrian Tunggu Sertifikat Bebas Penyakit Jakarta (Bali Post) PT Pulomas Jaya optimistis arena pertandingan cabang equestrian Asian Games di Pulomas, Jakarta Timur akan mendapatkan sertifikat dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia pada Mei. ‘’Sertifikat bebas penyakit itu masih diproses sebelum Dewan Kesehatan Hewan Dunia bersidang di Paris. Mereka telah lima kali datang ke Indonesia sebagai persyaratan sertifikat itu,’’ kata Direktur Utama PT Pulomas Jaya Bambang Mursalin di sela-sela kunjungan media Asian Games di Jakarta, Selasa (3/4) kemarin. Proses untuk mendapatkan sertifikat Zona Equestrian Bebas Penyakit (EFDZ) itu, menurut Bambang, dilakukan dengan menganalisa rekam jejak penyakit kuda yang terdapat di daerah Jakarta dan sekitarnya, terutama Pulomas. ‘’Jika pernah ada catatan penyakit kuda di sini, mereka akan melakukan vaksinasi. Mereka juga telah memantau keberadaan penyakit kuda sejak 2017,’’ katanya. Kuda-kuda para peserta pertandingan cabang equestrian Asian Games harus menjalani karantina untuk mengindentifikasi penyakit yang terbawa dari luar negeri. ‘’Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) dan Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) merupakan pihak yang berwenang menentukan lokasi-lokasi karantina itu. Setidaknya ada tiga lokasi karantina di Jakarta,
Depok, dan Tangerang,’’ ujar Bambang. Selain karantina utama di tiga lokasi itu, PT Pulomas juga telah menyediakan kandang karantina sementara di arena equestrian yang berada jauh dari kandang-kandang kuda. ‘’Kami juga punya bangunan tambahan terkait keamanan biologis dan harus menghilangkan lalat ataupun nyamuk, lalu fasilitas laboratorium dan obat-obatan dengan koordinator utama dari Kementerian Pertanian,’’ kata Bambang. Bambang menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah melakukan sosialisasi terkait keberadaan para penjual hewan qurban ketika Asian Games pada Agustus. ‘’Idul Adha itu diperkirakan pada 22 Agustus. Pemprov DKI telah melakukan sosialisasi di kecamatankecamatan dan kelurahan-kelurahan serta pendekatan melalui tokoh-tokoh masyarakat yang berisi imbauan untuk tidak menjual hewan qurban dalam radius satu hingga dua kilometer dari Pulomas,’’ katanya. PT Pulomas Jaya memperkirakan pertandingan equestrian Asian Games ke-18 akan melibatkan 100 hingga 125 kuda dari sejumlah negara Asia. ‘’Semestinya kualitas dan kesehatan kuda-kuda pertandingan internasional sudah lebih baik saat datang ke Indonesia meskipun kami telah menyiapkan sejumlah lokasi karantina termasuk karantina sementara di Pulomas yang mampu menampung empat kuda dalam waktu bersama,’’ kata Bambang. (ant)
dengan USBC Masters di New York yang digelar 8-15 April 2018. Di sini tim boling Indonesia diwakili tujuh atlet putra pelatnas. Kemudian dilanjutkan dengan WMA Singha Thailand International Open di Bangkok, Thailand, pada 11-14 April 2018, di mana Indonesia mengirimkan tujuh atlet putri pelatnas. Setelahnya, tim putri dijadwalkan kembali bertanding di USBC Queens, Nevada, AS pada 16-22 Mei 2018. Lalu ada tiga turnamen
yang diproyeksikan diikuti di bulan Juni 2018 yakni Singapura Terbuka pada 3-9 Juni 2018 di mana Indonesia mengirimkan tim putra, Makau Terbuka pada 15-23 Juni 2018 (diikuti tim putri Indonesia) dan terakhir Hong Kong Terbuka pada 25-30 Juni 2018 (diikuti tim putra dan putri Indonesia). ‘’Kami harus banyak jam terbang bertanding karena itu penting untuk mengasah mental bertanding,’’ kata atlet boling senior Indonesia Ryan Leonard Lalisang. (ant)
Tiga Venue di Palembang Dijamin Rampung pada Juni Palembang (Bali Post) Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menjamin venue dan infrastruktur penunjang Asian Games XVIII akan rampung pada Juni 2018 meski saat ini tiga arena masih dalam proses pengerjaan. Alex di Palembang, Selasa (3/4) kemarin, mengatakan tiga venue cabang olahraga yakni sepatu roda, skateboard dan panjat tebing dipastikan rampung sesuai jadwal karena sejatinya arena ini tidak terlalu sulit pengerjaannya. ‘’Selain tiga arena ini, semuanya bisa dipastikan tidak ada masalah lagi khusus untuk kawasan Jakabaring. Selebihnya kami masih menunggu penyelesaian proyek LRT yang sebentar lagi akan uji coba,’’ kata Alex. Ia menyebutkan Sumatera Selatan yang dipercaya menggelar 12 cabang olahraga saat ini sudah memiliki delapan arena dalam kondisi siap pakai. Ke-8 arena itu untuk cabang olahraga menembak, boling, dayung, sepak bola wanita, tenis, atletik dan akuatik untuk triathlon. Tak hanya arena, sarana pendukung lainnya seperti water treatment, solar cell, wisma atlet, dining hall, dan sebagainya sudah selesai pengerjaannya.
Alex menambahkan, hanya rusunami (rumah susun hak milik) sebagai sarana pendukung yang akan digunakan sebagai tempat atlet menginap masih dalam pengerjaan. Ia memastikan arena olahraga yang disiapkan Sumsel selaku tuan rumah dipastikan sudah sesuai standar internasional karena selama pengerjaan selalui didampingi federasi internasional dan Pengurus Besar (PB). ‘’Tidak mungkin, venue yang kami bangun ini asal-asalan. Walau dikejar waktu harus selesai sebelum Asian Games, tapi venue tetap harus sesuai dengan standar,’’ katanya. Bahkan, Alex menambahkan, terdapat beberapa venue di Jakabaring Sport City itu sudah dikatakan tercantik dan terindah se-Asia, seperti venue boling dan menembak menurut Presiden Dayung Dunia dari Kanada. Selain menambah arena baru di JSC, Sumsel selaku tuan rumah juga membangun sejumlah proyek infrastruktur penunjang AG yakni empat ruas jalan tol, Musi IV dan Musi VI, underpas/flyover, rumah sakit, perluasan bandara udara, rumah sakit, fasilitas air bersih dan Light Rail Transit (LRT) serta lainnya. (ant)
Bali Post/ant
SEPATU RODA - Foto areal renovasi arena sepatu roda di komplek olahraga Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan.
Tim Tenis Junior Petik Pengalaman Berharga Lawan Jepang
Bali Post/022
PELATCAB - Pengkot TI Kota Denpasar menjaring taekwondoin SD, SMP, dan SMA/SMK. Mereka dipersiapkan terjun pada Porjar Kota Denpasar dan Porja Bali. Bahkan, untuk siswa SMA bisa merekrut masuk skuad tim Porprov Kota Denpasar.
Jakarta (Bali Post) Tim tenis putri junior Indonesia mengambil pengalaman berharga setelah kembali tumbang dalam pertarungan kedua pada kualifikasi Kejuaraan Dunia Tenis Junior (World Junior Tennis/WJT Championship) putri zona Asia/Oseania di Thailand. ‘’Ini pengalaman bagus buat anak-anak kita, mereka bisa belajar dan melihat sendiri bagaimana anak-anak dari negara maju bisa bagus dalam bermain,’’ kata pelatih tim Indonesia Martin Setiawan dalam keterangan tertulis dari Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti), Selasa (3/4)
kemarin. Berdasarkan laman tournamentsoftware, tim Indonesia dalam pertandingan kualifikasi WJT putri zona Asia/ Oseania, di stadion tenis AG 98, Muangthong Thani, Nonthaburi, Thailand, Selasa kemarin, Indonesia mengalami kekalahan kedua di Grup D. Di pertandingan kedua fase grup, Indonesia menyerah 0-3 dari Jepang. Tunggal pertama Indonesia Diah Ayu Novita Yosri Saputri menyerah dari Ayaka Koga 1-6, 2-6. Sementara tunggal kedua Indonesia yang diwakili Samantha Edison juga mengalami hasil minor dan menyerah
dari Kyoko Kubo 0-6, 1-6, ganda putri Indonesia Komang Gina Kusuma Dewi/Diah Ayu Novita Yosri Saputri juga harus tersungkur oleh Ayaka Koga/Pete Komada setelah melalui laga selama satu jam, 3-6, 2-6. Menurut Martin, Jepang yang merupakan unggulan ke-3 di WJTC ini memang akan sulit dikalahkan oleh Indonesia yang bukan saja kalah teknik dan jam terbang, tetapi juga dari sisi mental juang, percaya diri dan kemandirian. ‘’Semoga mereka bisa membuka mata dan mau berubah demi masa depan mereka sendiri,’’ ujar
Martin. Selepas kalah dari Jepang di pertandingan kedua, Indonesia akan menghadapi Uzbekistan yang sama-sama menelan dua kekalahan di fase grup ini. ‘’Besok kami akan melawan Uzbekistan. Saya berharap anak-anak bisa tampil maksimal. Karena hanya pemain nomor satu saja yang bagus, selebihnya kami imbang,’’ kata Martin menambahkan. Kekalahan dari Jepang ini menjadi yang kedua dialami Indonesia setelah sebelumnya di hari Senin (2/4) tim Merah Putih juga dipaksa menyerah 0-3 dari Selandia
Baru. Dengan hasil tersebut, Indonesia menempati peringkat akhir di Grup D kualifikasi Kejuaraan Dunia Tenis Junior zona Asia/Oseania, di bawah Uzbekistan. Sementara peringkat satu dan dua klasemen itempati oleh Jepang dan Selandia Baru. Ada empat grup dalam kualifikasi Kejuaraan Dunia Tenis Junior zona Asia/ Oseania ini. Empat tim terbaik dalam kualifikasi akan menjadi wakil Asia/ Oseania dalam babak final Kejuaraan Dunia Junior (U14) yang biasanya jatuh pada Agustus. (ant)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Wage, 4 April 2018
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN *Dicari Pembantu untuk Villa, Alamat:Jalan Kesambi Gang Kesambi Indah No.22 Hub.081337542061-081381302935
B.BP.001.04.18.0000143
Kerja Diluar Negeri, Semua Usia Pasutri 081375409869 Sekuriti (Pabrik Tabanan) Sertifikat,Pengalaman, Hub: Dewi,Hp:0812-36222-509
B.BP.001.04.18.0000051
Anika Tailor Kuta Membutuhkan Segera Tukang Patrun & Tukang Jahit. Silahkan Menghubungi 0361754580/089623602759
B.BP.001.04.18.0000142
Dicari Pramuniaga Pria/Wnt Max 30Th,Gj3-5Jt,Diutmkn Jujur,Rjn Pnmpln Menarik,Penempatan di Discovery Shopping Mall, Kuta Hub.Didik 081220595444
B.BP.004.04.18.0000128
Dicari Marketing untuk Produk Otomotive,Pria/Wanita Min.SMU Gaji+Bonus Menarik.Hub/Lam ke Auto Nyaman Jl.Gn.Agung 183 Dps
B.BP.001.03.18.0001287
Dicari Sales Wnta bisa Bahasa Cina Hub:083119954411 Centro
B.BP.001.04.18.0000003
B.BP.141.04.18.0000141
Dicari Segera Karyawati Butik KTP Bali Hub.081236966746
!Db Cook Helper&Waiter-es, 1.8Jta+Mes/Makan/Tips.Top busy Cafe Jimb, 081237574747
B.BP.001.04.18.0000133
B.BP.004.04.18.0000132
B.BP.001.04.18.0000006
Cr Pembntu Gj 1,5Jt,Sopir Srbt Gj2Jt.yg anter dpt 500 T:487612
B.BP.001.04.18.0000074
Cr Pgw Toko Sembako Wnt Gatsu Brt H.082147596079
B.BP.004.04.18.0000140
Dicr Sgr Staff Sushi&Bar.Lam ke Kokoya Jl.Danau Tamblingan No.178 Sanur.Telp:0361-289252
Dicari 5 Senior Accountant, Pengalaman5Th, Bisa Bhs Inggris Aktif,Lamaran di Email ke: corry@globaloneservice.com
Dcr Sgr Admin Lam:Ekwan Wito Jl.Trenggana 179x Br.Anggabaya Penatih Dps,Smp Psr Phn Brngin
B.BP.001.04.18.0000130
Dibutuhkan:1.Waiter/ss 2.Bar back 3.Cleaning Servis Min SMA.Hubungi:087755763368 Casablanca Sanur)
B.BP.001.03.18.0000755
B.BP.031.04.18.0000131
Cari Receptionist Fasih Bhs. Inggris Gaji 2,5 & Staf Delivery MakananSrabutanH.08124630812
Dicr H.Keeping Lam ke D’Sriwing Villa Jl. Pantai Kuta Gang Wina
B.BP.004.04.18.0000113
B.BP.004.03.18.0001383
Actng Spv,Tour & Htl Rest,D1/ SMK,FasihInggris.Min2Th,u/Trvl Bonafide di Dps.H:081999031967
Dibutuhkan Segera Staff Administrasi, Perempuan, Min D3,Bisa Ms.Office Kirim Lamaran ke:CV Mulia Jaya Jalan Rungkut Asri Tengah No.34 Surabaya/melalui email ke:muliajaya575@gmail.com
Dcr Bartender Ketupat Rest 082235008424
B.BP.154.04.18.0000148
Dcr Junior Design Graphis-Pria (memahami prog.Photoshop) & Operator-wanita.SMA/SMK.Max 23 th.Krm CV:kuta@ljhooker.co.id B.BP.004.04.18.0000144
Dibthkn Admin bs Excel Min SMA (Tdk sdg Kuliah),Jjr,tgjwb,Ulet Lam ke Jl .Raya Kesambi No.288X Kerobokan.HP:081558511850 B.BP.004.04.18.0000111
DIJUAL MOBIL
SERVICE
BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
Dcr Kywn Srbtn Wnt Tdr Dlm Gj sd 2Jt T.082236165561 B.BP.001.04.18.0000137
Dcr Tkg Srbtn,Kerja Sore /Hr 100Rb T.082236165561 B.BP.001.04.18.0000136
Dibutuhkan Guru Bhs Jepang utk Kursus Hub.081236510390 B.BP.004.04.18.0000123
Dibutuhkan Karyawan Admin Min SMA/Sederajat Hub.0361430845/9074289 B.BP.001.04.18.0000117
DIJUAL MOBIL
Dicari Sgr Bagian Produksi u/ Printing Textil H:081237201410
B.BP.001.04.18.0000110
Dicari Sgr Customer Service u/ Printing Textil H:081237201410
B.BP.001.04.18.0000109
Dicari Tng Marketing Laundry GajiUMK+BOnus&Uang-Saku.Hub: P.WayanSunada.Hp:08174749418 ke Jln.Tukad Badung XIII Renon
B.BP.001.04.18.0000108
Dicari:1 Org Sopir Dgn Mobil Pribadi Untuk Kerjasama Travel Hub.HP/Wa:081238503154 B.BP.001.04.18.0000106
DIJUAL MOBIL
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Rmh:4KT,3KM,S.Pool,Garasi & Carport3Mbl,Lok Strtegis,JlnLebar dan Aman cck u/Turis, Jl.Imam Bonjol Hub.0811128328 TP
B.BP.001.04.18.0000120
Dicr Pgwi Toko Pndptn 2-2,3Jt Hub.081547608225
B.BP.001.04.18.0000139
B.BP.001.04.18.0000010
DIJUAL TANAH
Dicr S1 Arsitektur Berpeng,Jln Dewi Madri 34.Telp:0361-261095
Djl Tnh 2A Dukuh Dalung 10A Buduk Gunung H.082147454248
B.BP.001.04.18.0000116
B.BP.164.04.18.0000146
DIJUAL RUKO Dijual Ruko di Jl.Merdeka Tbn DP 10% Bunga Krd 0,9% perbln Hub.082236881191/081805374433
B.BP.001.03.18.0001291
Dicr Staf Purchasing&Acounting Ari Putri Hotel, Jln. Cemara Sanur.Hp:087866834578
B.BP.004.03.18.0001138
KONTRAKTOR
B.BP.004.04.18.0000118
OB Laki2 u/Travel Min SMP Cekatan&TahuJln2diBali/08123814418
AdityaDesign Mngrjkn R.Tinggal Vila Ruko Pool IMB 081337099764
Travel Agent Bth Acct.D1/D3 dan Admin Resv Staff bisa Bhs Inggris H.082144136320
DISEWAKAN GUDANG
B.BP.001.04.18.0000125
B.BP.166.04.18.0000149
Disewakan Gudang Baru Jl.Kebo Iwa Selatan-Kebo Ireng,LT 700m LB 13x20, Kantor, Kmr Mandi Jln 12mtr Hub.08123649587
B.BP.001.04.18.0000112
Vacancy for Acct Staff at Travel Agency in Dps.Good English.Call from 10-4 Only 081238135727
B.BP.001.04.18.0000007
ARSITEKTUR
B.BP.001.04.18.0000138
Gbr.IMB,R.Tinggal,Vila,3D,Ruko Gbr.Rencana,dll. 081337230907
DIJUAL MOBIL SUZUKI
Dijual Sgr APV Arena GX Hitam Metalik Th’09 Hub.0361-231937
B.BP.001.03.18.0000181
Inova Diesel’04 + Isuzu Panter Touring’04 AsDK H.081236009045
B.BP.001.04.18.0000053
B.BP.001.04.18.0000127
Wagon R’16 Pth + Sorento’13 + Sportage’12Pth+Outlander’13Pth CRV’09+12+14 Prstg+Juke’11 Pth +RR Evoque 12 Pth,085737180911
Djl Rumah LT 1,33Are LB 100m2 Panjer, 085100937334 Mlik Sndri
B.BP.164.04.18.0000147
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.04.18.0000150
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat Telp.085337370228 / 412815 B.BP.001.03.18.0001374
BIRO JASA SIUP/TDP,NPWP,Laporan Pajak (Bulan/Tahun)Hub:087863113888
TOYOTA
DISEWAKAN RUMAH
Avanza G’2012 Asli Bali Tgn 1 Silver Istmwa Hub.08123859298
Rmh LT2&S.Pool,Seaview,Furnish Kori Nuansa Jmbrn, 085935208386
Urus Lap Pajak SPT Tahunan PPN PasportSIUPNPWP 082146461910
B.BP.001.04.18.0000126
B.BP.001.04.18.0000011
B.BP.001.04.18.0000145
RUPA-RUPA
BAHAN BANGUNAN
B.BP.001.04.18.0000122
AC
BANGLI
18
Rabu Wage, 4 April 2018
Solusi Persoalan Meluapnya Danau Batur
Ungsikan Penduduk hingga Reklamasi Area Terdampak
Bangli (Bali Post) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sosial dan Dinas PUPRKP Kabupaten Bangli telah melakukan kajian lapangan untuk mencari solusi atas terendamnya puluhan rumah warga Desa Terunyan, Kintamani akibat meluapnya air Danau Batur. Sesuai hasil kajian, salah satu solusi alternatif jangka pendek untuk mengurangi risiko lebih lanjut, yakni mengungsikan warga ke tenda-tenda pengungsian. Sementara solusi jangka panjangnya, mereklamasi area terdampak untuk menaikkan level permukaan tanah dari air danau. Kalak BPBD Bangli I Wayan Karmawan, Selasa (3/4) kemarin, mengatakan kajian lapangan dilaksanakan pihaknya untuk menindaklanjuti laporan Perbekel Desa Terunyan serta perintah disposisi Bangli terkait kejadian rumah warga di Dusun/Desa Terunyan yang terendam air Danau Batur. Pada laporan hasil kajian disebutkan, meluapnya air Danau Batur terjadi seiring curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Kintamani sejak akhir 2017. Hingga saat ini, hujan masih berlangsung dan telah mengakibatkan kenaikan volume air danau dengan ketinggian sekitar 80 cm hingga 1 meter dari bibir danau. Dampaknya puluhan rumah terendam dengan ketinggian 40-50 cm atau setinggi lutut orang dewasa. Kehidupan warga mulai terganggu dan tidak nyaman karena kondisi air sampai masuk ke kamar rumah warga dan menimbulkan bau yang rentan berpotensi menimbulkan penyakit. Meski demikian, aktivitas warga masih berjalan normal. Sesuai hasil kajian di lapangan, ada dua alternatif solusi untuk mengurangi risiko ancaman. Solusi jangka pendek yakni mengungsikan masyarakat ke fasilitas umum, ke rumah kerabat yang aman dari ancaman serta mengungsikan masyarakat ke tenda-tenda pengungsian. ‘’Catatannya, sampai saat ini kami masih menunggu kesiapan warga untuk diungsikan yang dimediasi oleh aparat Desa Terunyan,’’ kata Karmawan. Sementara solusi jangka panjang, melakukan kajian lebih mendalam dengan melakukan studi dampak kenaikan muka air danau dan penanganannya terhadap wilayah permukiman di sekitar Danau Batur. Kegiatan ini harus dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat dengan tingkat kewenangannya masing-masing. Selain itu, solusi jangka panjang lainnya adalah mereklamasi area terdampak guna menaikkan level permukaan tanah dari permukiman air danau untuk selanjutnya dilakukan pembangunan kembali di kawasan tersebut. Di sisi lain, ada pula solusi merelokasi penduduk ke daerah daratan yang aman dari ancaman. Namun untuk ini, diperlukan kajian lebih mendalam terhadap kesiapan lahan dengan rencana pembangunan dan pengembangan pendukung lainnya. ‘’Hasil kajian ini akan segera kami laporkan ke Bapak Bupati,’’ kata Karmawan. (kmb40)
LUAPAN AIR DANAU - Luapan air Danau Batur yang merendam lahan pertanian di Desa Buahan.
Bali Post/ina
Terkait Rencana Pengangkatan Air Danau Batur
Bupati Jangan Sekadar Berwacana
Bangli (Bali Post) –
Rencana Bupati Bangli I Made Gianyar membangun danau buatan di Desa Suter untuk menampung luapan air Danau Batur, direspons positif kalangan legislatif Bangli. Hanya, dewan meminta Bupati tidak sekadar berwacana, mengingat hal tersebut sudah berulang kali disampaikan ke publik. Bupati juga diminta lebih gencar melobi pusat dalam kaitannya penyelamatan Danau Batur. Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma, Selasa (3/4) kemarin, menilai pengangkatan air dengan memanfaatkan teknologi adalah cara terbaik untuk mengatasi persoalan meluapnya air Danau Batur. Selain mengurangi volume air danau, pengangkatan air Danau Batur merupakan solusi krisis air bersih di sejumlah desa tak terkecuali Desa Suter. Dia mengungkapkan, sejatinya wacana pengangkatan air Danau Batur ini bukan hal baru, melainkan sudah muncul sejak lama. Bahkan beberapa tahun lalu,
Pemkab melalui Dinas PU sempat membuat studi kelayakan dan menyampaikan sudah ada lampu hijau dari pemerintah pusat. Bahkan, anggaran untuk itu pun sudah disiapkan. Masyarakat Suter kala itu juga sudah bersedia menyiapkan lahan 10 are guna membuat tempat penampungan air dan membentuk badan pengelola. ‘’Tapi ternyata itu hanya isapan jempol saja. Dikatakan bahwa air Danau Batur tidak layak diminum. Kalau persoalannya memang tidak layak minum, kan bisa di-
manfaatkan untuk pertanian atau peternakan oleh warga,’’ jelasnya. Dengan munculnya kembali wacana pengangkatan air Danau Batur, Basma meminta Bupati untuk sungguh-sungguh merealisasikannya. Untuk mewujudkan rencana itu, Pemkab diminta tak menunggu pusat, kecuali menyangkut pemanfaatan lahan hutan. ‘’Air adalah kebutuhan masyarakat, kita harapkan rencana ini tidak sekadar wacana apalagi janjijanji manis jelang pemilukada. Saya harapkan di sisa
waktu jabatannya, Bupati bisa mewujudkan rencana itu. Jangan sampai kita ibarat pepatah ayam bertelur di padi tapi mati kelaparan. Kita punya danau, punya hutan tapi kita kekurangan air,’’ kata Basma. Di tempat terpisah, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata menyebutkan, pihaknya sudah sejak lama meminta Pemkab Bangli melakukan kajian yang matang terkait faktor penyebab meluapnya air Danau Batur. Dengan kajian itu, barulah bisa dirumuskan solusi yang tepat. Mengenai rencana Bupati membangun danau buatan di Suter, Kutha Parwata menilai itu rencana yang bagus. Hanya dia ragu hal itu bisa diwujudkan sampai akhir masa jabatan Bupati yakni tahun 2021. Sebab,
proyek tersebut perlu waktu dan dana yang tidak sedikit. Terlebih di tahun 2019 nanti Bupati juga memiliki target untuk menuntaskan program jalan hotmix di Bangli. ‘’Program perencanaan harus sudah jelas. Kalau Bupati punya rencana seperti ini, apakah OPD terkait sudah tahu dan sudah dapat perintah? Kita ingin perencanaan dimatangkan dan disinkronkan dengan anggaran,’’ tegasnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles menegaskan, Pemkab Bangli harus gencar melobi pusat untuk merealisasikan janji menormalisasi Danau Batur. Terlebih Danau Batur menjadi salah satu dari sekian danau di Indonesia yang mendapat prioritas penanganan dari pusat. (kmb40)
Kapolres Instruksikan Anggota Tingkatkan Kedisiplinan
I Nyoman Sumantra
Bali Post/nan
Disdukcapil Verifikasi Data Coklit KPU
Bangli (Bali Post) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bangli melakukan penyisiran data penduduk yang belum memiliki e-KTP dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Berdasarkan data KPU yang merupakan hasil coklit yang dilakukan PPDP dan PPS di lapangan, terdapat 5.018 penduduk yang belum melakukan perekaman e-KTP serta belum mampu menunjukkan Surat Keterangan (Suket) Pengganti e-KTP. Kepala Disdukcapil Bangli I Nyoman Sumantra, Selasa (3/4) kemarin, mengungkapkan pengecekan data tersebut guna memastikan jumlah penduduk yang belum memiliki e-KTP jelang pilgub. Sebab, ada kemungkinan penduduk sudah melakukan perekaman namun belum mendapatkan e-KTP ataupun Suket. Berdasarkan hasil perbandingan data KPU dan Disdukcapil, terdapat 2.036 penduduk yang belum bisa menunjukkan e-KTP. Mereka berasal dari tiga kecamatan yakni Bangli, Tembuku dan Susut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.085 orang sudah melakukan perekaman data e-KTP. ‘’Dari database kita, ada 1.695 NIK-nya berada di luar Bangli. Artinya, kemungkinan ada warga yang sudah menikah dan sudah mencari surat perpindahan, namun belum melaporkan ke kita. Mengacu data tersebut, ada sekitar 610 warga di tiga kecamatan itu yang belum perekaman e-KTP. Sementara untuk di Kecamatan Kintamani, petugas masih menyisir untuk melakukan pendataan warga yang belum melakukan perekaman e-KTP,’’ ungkapnya. Dikatakannya, mengingat Pilgub semakin dekat, pihaknya terus berupa semaksimal mungkin agar warga segera melakukan perekaman e-KTP. Guna mempercepat proses perekaman, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, salah satunya memberikan pelayanan jemput bola ke desa-desa. Pihaknya juga terus melakukan pengecekan terhadap warga yang sudah melakukan perekaman. Jika memang sudah melakukan perekaman, supaya segera e-KTP-nya dicetak atau Suket. ‘’Kita sudah membuat surat pernyataan dengan Kadus maupun perbekel agar mereka bisa meminta warganya supaya mau datang ke lokasi perekaman ketika kita turun ke lapangan memberikan pelayanan. Di samping itu kita juga bakal terus menyasar sekolah-sekolah untuk melakukan perekaman. Hanya sekarang ini kita belum bisa ke sekolah karena siswa SMK masih mengikuti UN,’’ katanya. Dia juga meminta tokoh-tokoh masyarakat supaya ikut menyampaikan ke warga bahwasanya kepemilikan e-KTP merupakan kewajiban semua warga negara Indonesia. Pihaknya juga menekankan kepada warga yang belum melakukan perekaman bila ada waktu luang agar bisa datang langsung ke tempat pelayanan perekaman maupun ke dinas alias jangan hanya menunggu jadwal pelayanan di desa. ‘’Pembuatan e-KTP gratis, seharusnya niat untuk mencari itu tinggi. Kini tinggal membutuhkan kesadaran dari warga saja untuk mengurus e-KTP ini,’’ tegas Sumantra. (kmb41)
Bangli (Bali Post) Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo meminta seluruh anggota Polri di lingkungan Polres Bangli memegang teguh prinsip kedisiplinan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Jajaran Polres juga dimintanya menghilangkan pola atau budaya tidak terpuji di bidang pelayanan ke masyarakat. Hal itu ditegaskan Kapolres pada apel di lapangan Mapolres Bangli, Selasa (3/4) kemarin. Agus Tri Waluyo menyampaikan, disiplin tidak hanya menyangkut lingkungan kantor tetapi juga pergaulan di masyarakat. Anggota Polri harus dapat memahami tugas pokok masing-masing. ‘’Sikap disiplin yang bisa
membedakan antara orang sipil dan polisi. Disiplin merupakan modal utama untuk melaksanakan tugas-tugas kepolisian sehingga tugas bisa dilaksanakan secara tulus dan ikhlas,’’ ucapnya. Dia juga menekankan, personel Polres Bangli harus mampu menjadi pelayan masyarakat baik di lingkungannya sendiri maupun di lingkungan kerja. Apabila sikap itu sudah muncul, maka segala tugas jauh terasa lebih ringan. ‘’Kita harap seluruh personel mulai sekarang mampu melayani masyarakat, terutama Lalu Lintas dan Satuan Reskrim yang selama ini selalu menjadi sorotan masyarakat,’’ katanya. (kmb41)
Bupati Berencana Jadikan Sampah Sumber Energi Alternatif Bangli (Bali Post) – Penanganan sampah mendapat perhatian serius Bupati Bangli I Made Gianyar. Untuk mengatasi masalah lingkungan yang diakibatkan sampah, Gianyar merancang program pengolahan sampah menjadi energi. Sebagai langkah awal, program yang memanfaatkan teknologi sederhana tersebut akan diterapkan di sejumlah desa yang memiliki banyak sampah. Bupati Bangli I Made Gianyar diwawancara usai menggelar pertemuan dengan akademisi dari Fakultas Teknik Unud, di Kintamani, Senin (3/4) kemarin, mengakui bahwa sampah selama ini kerap menjadi masalah di masyarakat. Sampah sering memicu banjir. Oleh karena itu, pihaknya berkeinginan mengolah sampah menjadi hal bermanfaat. Sesuai hasil pemaparan yang disampaikan akademisi Unud, Made Gianyar menyebutkan, sampah bisa diolah dengan teknologi sederhana menjadi energi alternatif seperti briket, pupuk dan sebagainya. Bahkan dengan teknologi yang lebih besar, sampah bisa diolah menjadi energi listrik. ‘’Itu sangat bagus. Dari pemaparan kemarin ada paket teknologi sederhana yang bisa mengolah sampah jadi energi seperti briket. Secara bertahap akan kita wujudkan itu,’’ terangnya. Rencananya, pengolahan sampah menjadi energi alternatif, akan dilakukan di beberapa desa. Desa-desa yang dipilih untuk penerapan rencana itu adalah yang selama ini belum bisa mengatasi masalah sampah. Sementara untuk pengolahan sampah dengan teknologi tinggi menjadi energi listrik, Made Gianyar belum menentukan lokasi pastinya. ‘’Yang butuh teknologi besar, nanti OPD teknis yang akan mengkaji dan mewujudkannya. Kita akan terapkan teknologi sederhana,’’ ujarnya. (kmb40)
APEL - Apel di Mapolres Bangli, Selasa (3/4) kemarin.
Bali Post/nan
19
Rabu Wage, 4 April 2018
WARUNG GLOBAL
Jangan Dibebani Desa Adat Berantas Narkoba DINAS Kebudayaan (Disbud) Badung telah menyebarkan draf pararem (aturan) terkait penyalahgunaan narkoba kepada desa adat se-Badung. Hal itu menindaklanjuti komitmen Gumi Keris untuk memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya. Pararem antinarkoba sebagai pelengkap awig-awig yang belum mengatur tentang obat terlarang. Draf pararem bahaya narkoba itu mengacu pada hukum positif. Jika nanti ada perubahan awig-awig yang merupakan aturan tertinggi desa adat, diharapkan bahaya narkoba dimasukkan ke dalamnya. Dengan demikian, keberadaan pararem sementara sebagai pendamping awig-awig yang belum mengatur narkoba. Apakah hal ini cukup efektif dalam memberantas peredaran narkoba yang semakin marak? Ada yang optimis dan ada pula Kawan Global yang menilai pesimis dengan langkah ini. Berikut rangkuman acara dialog interaktif Warung Global yang dipandu Sikha Purnama disiarkan Radio Global 96,5 FM, Selasa (3/4) kemarin. Sebagai warga Denpasar, Febri berharap agar peredaran narkoba ini bisa diminimalkan jumlahnya. Ia menilai pararem soal narkoba ini memang bagus selain diterapkan hukum positif. Namun, ia justru menyangsikan efektivitasnya. Karena akan menjadi beban dari aparat desa adat karena sudah banyak tugasnya. Sementara Lilis di Tabanan menyampaikan bahwa yang terpenting adalah mengawasi dan memeriksa dengan ketat di pintu-pintu masuk Bali. Bahaya narkoba masuk dalam pararem, menurutnya, belum efektif. Jika draf pararem ini disebar oleh Disbud, Werdha di Gianyar berharap agar berlaku di seluruh Bali. Bukan di Badung saja. Demikian pula sanksi adat yang ada dalam pararem ini harus lebih berat dari hukum positif sehingga memberikan efek jera bagi pelaku narkoba. Menurut Arya di Denpasar, awig-awig adat seharusnya jangan awag-awag (diberlakukan tidak semestinya), sebab ia justru melihat belum ada sanksi tegas bagi wilayah yang ada pelaku/ bandar narkobanya. Bahkan yang terlibat justru tokoh politik (anggota dewan). Kenapa narkoba sulit diberantas meskipun banyak upaya yang telah dilakukan? Karena penggunanya sudah terlalu banyak. Beratayasa di Sangeh mendukung hal ini tapi di balik itu ia justru khawatir dengan tugas
pecalang ataupun aparat desa adat nantinya akan menjadi banyak. Bebannya yang banyak membuat taksu mereka jadi hilang karena sudah banyak tugas sampai-sampai mengurus soal narkoba. Banyak cara yang bisa dilakukan selain menggencarkan sosialisasi soal bahaya narkoba. Pengawasan ketat di pintu-pintu masuk Bali juga tak kalah penting dan sanksi hukum yang tegas. Ketut Teken di Denpasar menambahkan, keterlibatan para tokoh masyarakat membina generasi muda agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba juga cukup penting. Sementara Ari di Karangasem menyatakan bahwa bahaya narkoba dimasukkan ke dalam pararem desa adat sangat positif. Ia optimis ini akan meminimalisir pengguna narkoba di Bali. Membentengi diri itu salah satu kunci yang harus dilakukan untuk terhindar dari penyalahgunaan narkoba, demikian menurut Nyoman Mastra di Gianyar dan Fera di Tabanan. Kata mereka, desa adat juga bertugas melindungi krama-nya dari bahaya narkoba dengan mengawasi peredaran narkoba. Meskipun ada sedikit keraguan, Ayu di Petang beralasan jangankan aparat desa adat, anggota dewan saja bisa tergiur dengan narkoba karena bisnisnya membawa untung besar. Ia pun berharap dengan dimasukkannya dalam pararem desa adat, narkoba bisa lebih mudah diberantas. (kmb)
Mengubah ”Image” Dari Hal. 1
Kepala Bidang Tata Kelola Air Dinas PUPR Denpasar I Gusti Ngurah Putra Sanjaya, S.T., Selasa (3/4) kemarin mengungkapkan, penataan bantaran sungai pada intinya untuk bisa mengubah image masyarakat yang menganggap sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Akibatnya, aliran sungai dipenuhi sampah. Dengan penataan ini, warga tidak lagi membuang sampah ke sungai. Tujuan lainnya, yakni dengan tertatanya bantaran sungai, masyarakat bisa memanfaatkan untuk kegiatan yang positif. Misalnya, melakukan rekreasi di pinggir sungai, serta kegiatan interaksi lainnya, seperi mancing, jogging, serta tempat ber-selfie ria yang kini menjadi tren di kalangan anak muda. ‘’Syukur bisa menjadi ikon baru bagi generasi muda untuk bisa kumpul-kumpul di bantaran sungai bersama teman-temannya. Tahun ini pro-
gram seperti ini akan berlanjut ke selatan hingga jembatan Jalan Hasanudin dan anggaran dana sudah disiapkan sekitar Rp 3,5 miliar,’’ ujarnya. Penataan berlanjut ini, kata Ngurah Putra, karena masih banyak yang perlu dilakukan perbaikan. Terlebih, panjang Tukad Badung yang membelah Denpasar sepanjang 17,15 km. Sementara yang sudah ditata oleh Pemkot Denpasar baru mencapai 200 meter. Di luar penataan yang dilakukan pusat, seperti di aliran Tukad Badung di Taman Pancing. Namun, untuk mewujudkan impian menjadikan DAS sebagai beranda depan, masih cukup banyak tantangan. Ngurah Putra mengakui belum semua alur sungai memiliki jalan inspeksi. Sejumlah bangunan sangat dekat dengan alur sungai, sehingga menyulitkan penataan. Karena itu, masih saja ada beberapa warga di bantaran membuang sampah ke sungai. Penataan bantaran sungai
Tabuh Rah
Dari Hal. 1
Baik yang disebut tabuh rah maupun tajen. ‘’Sepanjang penyelenggaraan tabuh rah, apakah tajen namanya atau sabungan ayam yang berkaitan dengan upacara adat dan agama, itu sudah memenuhi kriteria ruang dan waktu. Itu sudah clear sekali,’’ jelas politisi Golkar ini. Gunawan menambahkan, ada pula kegiatan sabungan ayam (tabuh rah) yang masih terkait dengan kegiatan keagamaan tetapi tidak dilaksanakan pada waktu kegiatan upacara keagamaan itu. Misalnya, sabungan ayam untuk menghibur masyarakat selepas ngayah dalam upacara keagamaan. Klasifikasi seperti ini yang nantinya akan diposisikan lebih lentur dalam ranperda.
‘’Ranperda ini mencoba untuk memayungi sebuah tradisi. Tapi kami tidak mentolerir bila ada taruhan atau judi di sana. Taruhan bukan urusan kami, karena kami memelihara, melindungi, dan melestarikan tradisi itu. Bukan nilai judinya,’’ papar anggota Komisi I ini. Itu sebabnya, lanjut Gunawan, ranperda tidak mengatur tentang kegiatan sabungan ayam yang berada di luar konteks kegiatan upacara keagamaan. Hal ini pun masih akan didiskusikan kembali dengan eksekutif, serta Polda Bali untuk menghasilkan kesepakatan bersama. Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha mengatakan, ada dua jenis sabungan ayam di Bali yakni tabuh rah dan tajen. Tabuh rah merupakan pelengkap pacaruan dalam upacara
yang dilakukan Pemkot Denpasar mendapat respons positif dari jajaran dewan. Bahkan, setelah melihat dampak yang ditimbulkan dari penataan bantaran sungai tersebut, para wakil rakyat meminta pemerintah kembali melakukan penataan di tempat lain. Salah satu dampak yang dirasakan, yakni berkurangnya masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Hal ini ditegaskan sejumlah anggota DPRD Denpasar, di antaranya A.A. Ngurah Gede Widiada, Umar Dani, H. Moh. Nuh di kantornya. Para wakil rakyat ini menilai penataan sungai telah memberikan dampak yang positif terhadap kebersihan aliran daerah sungai (DAS). ‘’Kita sekarang bisa melihat sejumlah tempat yang sudah ditata, seperti aliran Tukad Badung di Taman Pancing, Pemogan, kondisi yang sebelumnya terkesan kumuh, kini sudah nyaman, bersih dan menarik sebagai tempat rekreasi,’’ ujar Widiada. (ara) agama Hindu. Sedangkan tajen sudah jelas merupakan judi. ‘’Kalau ada taruhan di dalamnya, itu sudah jelas judi. Pasti bertentangan dengan undangundang,’’ katanya. Oleh karena itu, lanjut Beratha, perlu ada penyamaan persepsi tentang definisi dan ruang lingkup atraksi budaya tradisional Bali. ‘’Setelah itu jelas, baru nanti kita bisa melakukan pendataan,’’ ujarnya. Selama ini, lanjut Beratha, pemetaan dan pendataan kebudayaan hanya dilakukan pada 10 objek budaya dalam Undang-undang Pemajuan Kebudayaan. Di antaranya tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, dan ritus. (kmb32)
Puisi Sukmawati Bukan Sikap Keluarga Bung Karno PUISI konde dan suara adzan yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri menuai konflik. Putri Presiden pertama RI Soekarno ini pun dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena isi puisinya dinilai mengandung SARA dan melecehkan umat Islam. Keluarga besar Bung Karno pun angkat bicara terkait puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri. ‘’Sebagai anak tertua, saya saksi hidup, bahwa seluruh anak Soekarno dididik oleh Bung Karno dan Ibu Fatmawati Soekarno sesuai ajaran Islam,’’ kata putra tertua Bung Karno, Guntur Soekarnoputra, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (3/4) kemarin. Penegasan disampaikan Guntur terkait laporan pengacara bernama Denny Adrian Kushidayat dan Amron Asyhari yang melaporkan Sukmawati ke Polda Metro Jaya. Laporan Denny Adrian bermomor LP/1782/ IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum atas dugaan Penistaan Agama Islam sebagaimana diatur dalam Pasal 156 A KUHP dan atau Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang
penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis. Sedangkan laporan Amron Asyhari bernomor P/1785/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum dengan dugaan Penistaan Agama Islam sebagaimana diatur dalam Pasal 156 A KUHP. Amron berharap polisi bertindak tegas dan profesional dalam mengusut laporan ini. Guntur memastikan seluruh keluarga Bung Karno sejak kecil dididik dan diajarkan keagamaan sesuai syariat Islam. ‘’Kami diajarkan syariat Islam dan Bung Karno pun menjalankan semua rukun Islam termasuk menunaikan ibadah haji,’’ imbuhnya. Guntur juga menyesalkan puisi adiknya tersebut yang oleh sebagian umat Islam dianggap telah melecehkan ajaran Islam. ‘’Atas nama keluarga besar Bung Karno, Guntur menyesalkan kemunculan puisi Sukmawati,’’ kata Guntur. Puisi itu dibacakan Sukmawati saat gelaran Indonesia Fashion Week 2018. Saat itu digelar acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya. Guntur memilih tidak mengomentari
Enam Bulan Dari Hal. 1
Hal tersebut terungkap dalam penyerahan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan (IHPS) Semester II Tahun 2017 yang disampaikan BPK RI dalam rapat paripurna DPR dan DPD-RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4) kemarin. Laporan dibacakan Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara dalam dua rapat paripurna yang berbeda. Dalam laporannya, BPK menyebut kecuali Kabupaten Bangli, semua daerah di Bali mempertahankan opini WTP dari BPK yang pada enam bulan atau satu semester sebelumnya juga memperoleh predikat yang sama. Untuk Kabupaten Bangli, memperoleh kenaikan predikat karena sebelumnya
memperoleh predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Hal itu diketahui dari simbol tanah panah berwarna kuning dengan arah ke atas yang berarti mengalami peningkatan. Dalam laporannya, BPK menyebut berdasarkan tingkat pemerintahan, opini WTP dicapai oleh 31 dari 34 pemerintah provinsi (91%), 275 dari 415 pemerintah kabupaten (66%), dan 72 dari 93 pemerintah kota (77%). Dengan persentase capaian opini tersebut, BPK menilai secara keseluruhan mayoritas pemerintahan di daerah telah melampaui target kinerja keuangan daerah bidang penguatan tata kelola pemerintah daerah maupun program peningkatan kapasitas keuangan pemerintah daerah yang ditetapkan dalam RPJMN 2015-2019. (kmb4)
Sukses di Denpasar Dari Hal. 1
Menanggapi itu, Sudikerta mengatakan akan terus mengembangkan program revitalisasi pasar tradisional yang telah terbukti sukses di Kota Denpasar. Katanya, dari 37 pasar tradisional dikelola desa pakraman di Kota Denpasar, sebagian besar telah direvitalisasi dan memberi perubahan yang signifikan. ‘’Misalnya Pasar Agung. Sebelum direvitalisasi omzetnya hanya sekitar Rp 2 miliar, setelah revitalisasi melonjak menjadi Rp 5 miliar hingga Rp 14 miliar,’’ paparnya sembari menegaskan bahwa sukses
ini akan ditularkan di pasarpasar lain di seluruh Bali. Di sisi lain, Sudikerta mengatakan bahwa program revitalisasi pasar tradisional Mantra-Kerta merupakan bagian integral dari program ‘’Simantri + Pasti’’ (Sistem Pertanian Terintegrasi + Pasar Teknologi Industri) dan terintegrasi pula dengan program pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD). ‘’Semua itu akan meningkatkan lapangan kerja, pergerakan ekonomi, dan pastinya kesejahteraan masyarakat. Ini sudah terbukti. Bukan janji,’’ tegas Sudikerta. (kmb)
lebih jauh tentang makna dari karya puisi yang dibacakan adiknya itu. Yang pasti, tegasnya, puisi yang dibuat Sukmawati sama sekali tidak terkait dengan pandangan dan sikap keluarga Bung Karno, mengenai ajaran agama Islam. ‘’Itu pendapat pribadi Sukmawati, tidak ada urusannya dengan pandangan dan sikap keluarga,’’ kata Guntur. Guntur meyakini karya puisi tersebut tidak mencerminkan keimanan Sukmawati sebagai seorang muslimah. ‘’Saya juga yakin puisi Sukma tersebut tidak mewakili sikap keimanannya sebagai seorang muslimah, dan saya ingin Sukma segera meluruskannya,’’ tutup Mas Tok, panggilan akrab Guntur Soekarnoputra. Dalam laporannya Denny Adrian menilai Sukmawati dalam puisinya melecehkan dan menghina umat Islam. ‘’Kalimat pembuka itu syariat Islam disandingkan dengan sari konde, itu enggak pantas. Kalau saya harus jujur dia lebih parah dari Ahok,’’ ujar Denny di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (3/4) kemarin. (har)
Puluhan Remaja Dari Hal. 1
Tarian Puspanjali yang ditarikan puluhan remaja dan ibu-ibu PKK disuguhkan sebagai tari penyambutan. Melihat warga yang sangat antusias, Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Buleleng Gede Supriatna juga menyatakan optimismenya, jagoannya menguasai Buleleng. ‘’Kami warga Buleleng memiliki ikatan persaudaraan yang tinggi, apalagi Bapak Koster memang sudah terbukti berbuat banyak untuk daerah Buleleng,’’ tegasnya. Sementara itu, Cagub Wayan Koster selain memaparkan visi-misi serta program-program unggulan, juga menjelaskan pola pembangunan ‘’satu jalur’’ akan mampu mempercepat pembangunan di Gumi Panji Sakti. ‘’Saya sudah rumuskan semuanya. Apa untuk Bali, apa untuk Buleleng, apa untuk Gerogak. Apa untuk Sanggalangit. Astungkara nanti tiang terpilih akan menjadikan Gerogak sebagai pusat pertumbuhan
ekonomi di Bali,’’ ungkap Cagub Wayan Koster disambut riuh tepuk tangan warga yang hadir. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu, menurut Koster, adalah dengan menjadikan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai pelabuhan bongkar-muat yang berskala besar. ‘’Anggarannya nanti kita perjuangkan dari pusat. Nanti saya yang langsung mendatangi instansi terkait di Jakarta. Apalagi presidennya Pak Jokowi satu jalur dari PDI-P,’’ terangnya. Diharapkan dengan upaya ini akan mampu menyejajarkan pembangunan di Buleleng dengan kabupaten di Bali yang lebih dahulu berkembang. ‘’Tiang sudah pikirkan betul dengan suatu rumusan pemerataan serta keseimbangan pembangunan antara wilayah Bali Selatan dengan Utara, juga Timur serta Barat secara terintegrasi. Ini supaya terwujud pemerataan kesejahteraan di semua wilayah di Bali,’’ tutup Koster. (kmb)
Bukti Permulaan Dari Hal. 1
‘’Setelah melakukan proses pengumpulan informasi, data, dan mencermati fakta persidangan dalam perkara tersebut, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penyidikan dengan 38 orang anggota DPRD Provinsi Sumut periode 2009-2014 dan/ atau 2014-2019 sebagai tersangka,’’ kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Selasa (3/4) kemarin. Agus menyatakan 38 anggota DPRD Sumut 2009-2014
dan/atau 2014-2019 tersebut diduga menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Puji Nugroho. Pertama, kata Agus, terkait dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD Provinsi Sumut. ‘’Kedua, persetujuan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2013 dan 2014 oleh DPRD Provinsi Sumut,’’ ucap Agus. (ant)
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
Rabu Wage, 4 April 2018
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418
Pengabenan Made Indra Navicula
”Selamat Jalan Made…”
Bali Post/wan
NAVICULA - Prosesi pengabenan Made Indra, basis Band Navicula ketika menuju setra di lingkungan Penamparan, Padangsambian, Denpasar Barat, Selasa (3/4) kemarin.
Dukacita mendalam tercurah ketika bade yang membawa jenazah Made Indra, basis Band Navicula, berangkat menuju setra di lingkungan Penamparan, Padangsambian, Denpasar Barat, Selasa (3/4) kemarin. Tidak hanya krama setempat, sejumlah aktivis pecinta lingkungan dan artis turut mengiringi mendiang yang dikenal aktif di gerakan antikorupsi dan pelestarian lingkungan ini. Selain musisi seperti Nanoe Biroe, Jun Bintang, Lolot N Band, personel Superman Is Dead (SID), juga sejumlah penggemar musik Navicula turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang. Lanang, basis Lolot n Band, menyebut sosok Made Indra sebagai pribadi yang terbilang asyik, bersahabat dan selalu
ceria, sekaligus suka tertawa. Dirinya sama sekali tidak menyangka takdir yang harus dijalani Made Indra. “Kita dari musisi mengikhlaskan Made supaya diterima di sisi Tuhan dan menyatu dengan Sang Pencipta. Ampunilah dosa-dosa Made dan kesalahan-kesalahan Made yang sempat dilakukan. Selamat Jalan Made. Menyatulah dengan Sang Pencipta,” kata Lanang. Paman almarhum, I Made Sukanta, mengatakan Made Indra yatim piatu setelah kedua orangtuanya, I Putu Gede Sukarta dan Sri Suryati, meninggal beberapa tahun lalu. Sejak ditinggal kedua orangtuanya, Made Indra tinggal seorang diri setelah kakak perempuannya menikah. Di mata pamannya, Made adalah sosok yang baik dan suka beror-
ganisasi. “Ponakan saya ini jarang ngomong dan suka berorganisasi dan jarang di rumah karena aktivitasnya suka bermain musik jadi sering ke luar negeri,” kata paman almarhum. Jenazah almarhum diberangkatkan menuju setra pukul 12.30 dari rumah duka di Jalan Gunung Andakasa No. 100 Lingkungan Penamparan menuju Setra Adat Lingkungan Penamparan, Padangsambian yang berjarak sekitar 40 meter. Jenazah almarhum diusung dengan menggunakan bade untuk kremasi. Pelaksanaan upacara pengabenan Made Indra diawali dengan prosesi upacara makarya uperenga, nyiramin dan ngeringkes, ngaskara/ ngajum dan upacara pengabenan. (wan)
Istri Mendiang Nelson Mandela Berpulang, Sekjen PBB Berduka New York (Bali Post) –
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berduka atas meninggalnya Winnie Madikizela-Mandela, mantan istri Nelson Mandela dan pemimpin anti-Apartheid, kata seorang juru bicara PBB pada Senin (2/4).
”Tresna Sujati”, Kesejatian Mang Kedis dalam Bermusik
Menyandang status sebagai seorang PNS tidak menghalangi Nyoman Gede Sumiata yang dikenal dengan nama beken Mang Kedis, mencintai dunia musik. Hobi bermusik yang demikian merasuk, membuatnya meski disibukkan dengan tugas namun tetap dapat berkreativitas di dunia musik. Bahkan pria asal Desa Kedis, Busungbiu, Singaraja ini berhasil merilis lagu baru berjudul “Tresna Sujati”. Ini bukti kesejatian Mang Kedis dalam bermusik. Lagu “Tresna Sujati” merupakan ciptaannya sendiri dan diaransemen oleh Miki Mofnrocx dan Hadi Supadma. “Lagu ini menceritakan tentang kekuatan akan cinta. Tentang pengalaman bagaimana hubungan dahulu sebelum dan setelah menikah dan sampai sekarang menjadi cinta sejati,” ungkapnya, Selasa (3/4) kemarin. Usai merampungkan dan merilis lagu tersebut, Mang Kendis juga merilis video klip dari lagu ini. Pengerjaan video klip tidak membutuhkan waktu yang cukup lama dan konsep yang dibuat sesuai dengan makna yang terkandung di dalam lagu itu. Video klip ini digarap oleh Davin Studio dengan melibatkan tiga orang kru. “Tidak ada kesulitan dalam pengerjaan klip ini. Semuanya berjalan lancar sebagaimana semestinya,” tandasnya. Meski baru muncul meramaikan musik Bali, Mang Kedis langsung menggebrak dengan genre pop dangdut dengan kekhasan Bali. Genre ini pun dipilihnya karena dirinya merasakan kecocokan antara karakter vokal dan karakter dari lagu itu sendiri. Dirinya pun berharap agar karyanya ini bisa diterima secara luas oleh para pencinta musik Bali. “Saya berharap saya bisa meramaikan musik Bali lewat karya saya ini,” pungkasnya. (win)
“Sekretaris jenderal berduka atas meninggalnya Winnie Madikizela-Mandela, seorang tokoh pemimpin di garis depan perang melawan Apartheid di Afrika Selatan,” kata Stephane Dujarric, Juru Bicara PBB, kepada wartawan. “Ia adalah suara yang lantang dan tak kenal takut dalam perjuangan bagi hak yang sama dan akan dikenang sebagai
lambang perlawanan,” kata juru bicara tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang. Sekretaris jenderal PBB menyampaikan belasungkawanya yang paling dalam kepada rakyat Afrika Selatan dan kepada keluarga Winnie MadikizelaMandela. Winnie Madikizela-Mandela meninggal di Johannesburg
pada Senin (3/4) waktu setempat dalam usia 81 tahun. Ia meninggal dengan tenang dan dikelilingi oleh keluarganya setelah lama sakit yang membuat dia masuk-keluar rumah sakit sejak awal tahun ini, kata keluarganya di dalam satu pernyataan. Winnie Madikizela-Mandela adalah salah satu lambang paling besar perjuangan melawan Apartheid. (ant)
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres
Bali Post/ant)
Lomba Cerpen ”Samudra Kita”, Ajak Generasi Muda Cintai Laut
PEMENANG - Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guérend dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berfoto bersama pemenang lomba usai penyerahan hadiah di Jakarta, belum lama ini.
Jakarta (Bali Post) Uni Eropa memiliki kepedulian terhadap kelestarian lautan dan menyeimbangkannya dengan kepentingan ekonomi. Bentuk kepedulian diwujudkan melalui gelaran Lomba Penulisan Cerita Pendek “Samudera Kita” yang digelar September 2017 lalu. Belum lama ini 10 penulis muda Indoensia sebagai pemenang lomba menerima hadiah dalam upacara penghargaan yang berlangsung di Jakarta. Penyerahan Award dilakukan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guérend dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Vincent Guérend mengatakan, Uni Eropa memiliki komitmen jangka panjang bersama Indonesia untuk melindungi lautan dan menjaganya tetap bersih, dikelola secara baik dan lestari. “Kebijakan dan strategi Uni Eropa mengarah pada pencapaian keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keamanan global dan tata kelola lautan yang baik,” kata Vincent. Melalui lomba ini, kata Vincent, Delegasi Uni Eropa ingin meningkatkan kesadaran mengenai tanggung jawab bersama untuk melestarikan lautan di kalangan para penulis muda Indonesia. Delegasi Uni Eropa merasa sangat puas dengan banyaknya tulisan yang masuk, bahkan ada cerita dari penulis berusia 12 tahun yang menunjukkan tingginya antusiasme dan kepedulian kaum muda Indonesia terhadap lautan dan isu-isu
yang berkaitan dengan lautan. ‘’Saya terkesan dengan cerita yang ditulis oleh penulis-penulis muda dan berbakat. Dengan menggunakan latar kota dan pulau yang kita kenal, cerita fantasi dan cerita yang menjelajah waktu, kita terinspirasi untuk ikut serta bergerak melestarikan lautan,” ungkap Vincent. Lomba penulisan cerita pendek ini diluncurkan bersama oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan dengan Komisioner Uni Eropa urusan Transportasi, Violeta Bulc, di sela-sela kunjungannya ke Indonesia pada tanggal 29 September 2017 lalu. Lomba ini bertujuan untuk meneruskan upaya meningkatkan kesadaran dari konferensi global “Samudera Kita” yang diselenggarakan Uni Eropa di Malta pada tahun 2017 dan akan diselenggarakan oleh tuan rumah Indonesia di Bali pada tanggal 28-29 Oktober 2018. Adapun lomba penulisan cerita pendek ini terbuka untuk warga Negara Indonesia yang berusia di bawah 26 tahun yang mampu menyajikan tulisan dalam salah satu dari 24 bahasa resmi Uni Eropa. Saat lomba ditutup, Delegasi Uni Eropa menerima lebih dari 250 cerita dalam bahasa Inggris, Perancis, Spanyol, Jerman dan Belanda. Dari 207 cerita yang memenuhi kriteria lomba, sembilan cerita dalam bahasa Inggris dan satu cerita dalam bahasa Perancis terseleksi. (son)
Pantai di Bali Potensial Jadi Ajang ”Sclupture on The Beach”
”Sclupture On The Beach” atau Pameran Patung di Pesisir merupakan pagelaran inovatif yang digagas para kreator seni rupa dunia dengan memanfaatkan pantai sebagai medan kekaryaan. Hingga saat ini baru dua Negara, yaitu Australia dan Denmark memiliki pagelaran inovatif tersebut yang dikenal dengan Sclupture by the Sea. Sementara di Bali Sclupture on The Beach baru-baru ini dicoba digagas di Pantai Berawa, Badung. Dengan bentang pantai yang cukup panjang dan memiliki keindahan ditambah seniman yang berlimpah, Bali berpotensi mengembangkan pantai sebagai tempat memajang seni patung. Para seniman di antaranya pematung Ketut Putrayasa, Kurator Seni Rupa Wayan Seriyoga Parta, bersama kurator nasional Rizki Zaelani
dari Bandung secara anual tengah merancang Sclupture on the Beach sebagai ajang berkelanjutan di Bali. Ketut Putrayasa mengatakan, kegiatan ini murni sebagai wujud pengembangan karya para perupa di Indonesia, khususnya Bali. “Pertama kita ingin mengangkat kosmologi pantai, di mana pun pantai di Bali, kalau ini memang intens dilaksanakan jelas akan berdampak pada destinasi pariwisata,” ujar Putrayasa, di Richstone, Seminyak, Selasa (3/4) kemarin. Sclupture On The Beach yang baru-baru ini digelar di Pantai Berawa, kata Putrayasa sebagai bukti cikal bakal, keseriusan mereka untuk menggelar di masamasa mendatang. “Melalui kegiatan kemarin (Pantai Berawa Festival-red) even itu sebagai pionir kegiatan kami yang melibatkan para
seniman berkelas menggeber karya-karya mereka di pantai,” ungkap Putrayasa salah satu inisiator Berawa Festival ini. Putrayasa menambahkan, aktivitas berkesenian menampilkan seni patung dan seni tiga dimensi, seperti project Sclupture on the Beach, akan membuka ruang baru bagi ranah seni rupa Bali di masa mendatang. Sementara itu, Kurator Muda Wayan Seriyoga Parta, mengatakan Sclupture on Beach yang merupakan “Side Art Projects” saat ini hanya ada tiga di dunia, termasuk di Pantai Berawa. Sementara lainnya ada di Perth Australia dan di Pantai Cyprus Denmark. “Kita mencoba even digarap di pesisir, menampilkan karya patung, karyakarya tiga dimensi. Nah, pantai di mana pun di Bali bisa dimanfaatkan. Ke depan
kita ingin ajang ini menjadi anual even di mana sebagai inisiator, kita bersama Gurat Institut dan Richstone telah menggodok konsep ini secara matang, sehingga untuk lokasi memang bisa kita pilih,” cetus Yoga. Termasuk penyelenggara, lanjut Yoga entah dari pemkab atau swasta bisa digerakkan, asalkan dilakukan serius. Untuk konsep event Berawa Festival beberapa waktu lalu memang Richstone dan Ketut Putrayasa salah satu inisiator termasuk mencetuskan ide cak kolosal sebagai tonggak pemacu kegiatan selanjutnya. “Gagasan ini tidak berhenti sampai di sini saja, kami bersama Ketut Putrayasa akan tetap berjuang membangun ranah seni rupa di Bali sebagai branding dunia. Apalagi Bali didukung sebagai destinasi terkenal, seperti kasusnya Pita Maha
yang berkontribusi membranding pariwisata Bali, sejak tahun 1930-an hingga saat ini Bali menjadi tujuan terbaik dunia,” ungkapnya. Ditambahkan, untuk kegiatan pameran di Pantai Berawa beberapa waktu lalu, ada 11 perupa dari Bali, Bandung, dan Yogyakarta, di antaranya Titarubi, Ichwan Noor, Hedi Haryanto, Teguh Priyono, Ismanto Wahyudi, Putu Adi Gunawan, Putu Sutawijaya, Nyoman Aditama. Dari Bali Ketut Putrayasa, Wayan Setem dan Perupa Bandung Wily Himawan. Yoga menyebut, sejatinya dari event exshibition ini lebih mengarah untuk membangun jaringan market di Bali. “Dan sebagai bukti awal, kegiatan ini mendapat apresiasi positif, terlepas dari masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki ke depannya,” pungkasnya. (win)
KARYA - Salah satu karya Sclupture On The Beach yang digeber di Pantai Berawa, Badung.