Skip to main content

Edisi Selasa 3 juli 2018 | Balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 298 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Gunung Agung Meletus

Pertama Kali Lontarkan Lava Pijar

Amlapura (Bali Post) – Semalam, pukul 21.04 Wita, Gunung Agung meletus. Selain mengeluarkan suara dentuman berkali-kali, dari kawah Gunung Agung juga keluar lava pijar. Ini baru pertama kali terjadi sejak Gunung Agung ditetapkan pada level Awas pada 22 September 2017. Suara dentuman Gunung Agung terdengar sampai Dusun Pulasari, Bangli. Demikian pula kobaran api akibat lava panas membakar hutan Gunung Agung terlihat jelas dari Desa Bugbug, Karangasem. Sementara ini guguran lava mengarah ke bagian timur. Dentuman yang diikuti dengan guguran lava panas, membuat kepanikan warga sejumlah desa. Di Desa Besakih, misalnya. Semua warganya mengungsi

ke Pos Rendang. Demikian juga warga Tulamben sudah banyak yang mengungsi. Informasi dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Agung menyebutkan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan ketinggian 2.000 meter. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 7 menit 21 detik. Erupsi terjadi secara strombolian dengan su-

ara dentuman. Lontaran lava pijar teramati keluar kawah mencapai jarak 2 km. Saat ini Gunung Agung berada pada Status Level III (Siaga). Selain lontaran lava pijar, letusan Gunung Agung juga disertai lontaran abu. Bahkan abunya sudah sampai di Petang, Badung. Sementara itu, operasional Bandara Ngurai Rai sampai pukul 22.30 Wita masih normal. (tim BP)

TERBAKAR - Lontaran lava pijar membakar semak belukar yang ada di puncak Gunung Agung, Senin (2/7) malam kemarin. Lelehan lava mencapai dua kilometer menuju arah timur Gunung Agung. Bali Post/istimewa

’’Pararem’’ Jangan Sampai ’’Menyakiti’’

Bergerak Sinergis Perangi Narkoba PEREDARAN narkoba kian masif. Bahkan di Bali telah merasuki kalangan pelajar, mahasiswa dan ibu rumah tangga. Hal ini bisa dilihat dari data rehabilitasi yang diterbitkan BNNP Bali. Ada kecenderungan, jumlah mahasiswa dan pelajar yang terlibat mengalami peningkatan. Kondisi ini memunculkan wacana; Bali harus membuat grand design pemberatasan narkoba termasuk melalui pararem adat. Tahun 2017, jumlah mahasiswa dan pelajar yang menjalani rehabilitasi tercatat 38 orang. Sementara hingga Juni 2018, jumlah mahasiswa dan pelajar yang menjalani rehabilitasi sudah mencapai 39 orang. Jika dilihat berdasarkan profesi, kalangan mahasiswa/ pelajar menduduki peringkat

keempat setelah karyawan swasta, wiraswasta dan pengangguran. Atas fakta itu, kampus dan sekolah harus peka melihatnya. Selanjutnya melakukan berbagai aksi nyata untuk menyelamatkan generasi milenial. Hal. 15 Sangat Urgen

REHABILITASI BNNP BALI Mahasiswa/ Pelajar 7%

PNS 0,6%

Putra Wijaya

Bali Post/dok

Polri 0,4% IRT 0,5%

Seniman 0,3% Nelayan 0,1% Pensiunan 0,1%

Tidak Bekerja 14% Wiraswasta 19%

Budi Utama

Petani 0,8%

Swasta 58%

Sumber BNNP Bali

ADA keinginan upaya pencegahan diwadahi lewat pararem (kesepakatan) warga desa. Namun pararem ini tetap dalam kerangka pembinaan. Bukan menyakiti, misalnya kasepekang (mengusir warga dari desa). Pararem harus bersifat mendidik walaupun harus ada sanksi sosial apabila dilanggar. Dr. Drs. I Wayan Budi Utama, M.Si., dosen Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, mengatakan kontribusi dan perhatian khusus masyarakat terkait pencegahan peredaran narkoba sangat diperlukan. Peran bendesa pakraman, kepala desa dan perangkat desa yang menjalankan fungsi keamanan wilayah desa dan kesejahteraan warganya, sangat strategis mengingat peredaran narkoba telah menjamah pelosok desa dan berbagai lapisan masyarakat. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mendorong desa pakraman di wilayah desa masing-masing untuk membuat pararem tentang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Pararem P4GN ini bisa berisi-

kan tentang pelaksanaan sosialisasi bahaya narkoba dan imbauan bagi pecandu narkoba agar mengikuti program rehabilitasi. Bahkan, pararem juga bisa mengatur sanksi sosial bagi penyalah guna atau pengedar narkoba karena seringkali sanksi sosial lebih ditakuti oleh krama dibandingkan sanksi hukum nasional. ‘’Namun, sanksi sosial di sini tidak boleh berupa sanksi kasepekang atau pengusiran krama yang terlibat penyalahgunaan narkoba ke luar desa adat. Sanksi itu harus dalam kerangka membina atau mengarahkan pelaku agar kembali ke jalan yang benar, sehingga kembali bisa hidup bermasyarakat layaknya krama lainnya,’’ tegasnya. Menurut Budi Utama, desa pakraman sejatinya bisa di-

fungsikan sebagai benteng yang tangguh untuk mencegah atau mengantisipasi masuknya narkoba ke wilayah desa pakraman. Fungsi pengawasan ini, misalnya, bisa diperankan oleh pecalang untuk mendeteksi dan mengawasi krama yang berperilaku mencurigakan atau diduga menjadi penyalah guna narkoba. Sementara itu, bendesa pakraman dan para prajuru yang biasanya juga memerankan diri sebagai key person yang sangat disegani oleh krama-nya sangat potensial menjadi pelopor dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai program pemberantasan narkoba, deteksi dini dalam penyalahgunaan narkoba serta wajib lapor bilamana terjadi penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing. (ian/rah)


DENPASAR

2

Selasa Wage, 3 Juli 2018

FIGUR Buka Lapangan Kerja ERA revolusi industri 4.0 membawa dampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, era ini telah memberi kesempatan kepada pengusaha pemula untuk mengembangkan usaha, terutama yang berbasis teknologi digital (online). Hal ini tentu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Apalagi usaha berbasis online tidak membutuhkan modal yang terlalu besar dan lahan yang luas. “Kalau di Bali ekonominya dibilang lesu, saya pikir tidak seperti itu. Justru sebaliknya, ekonomi Bali sebenarnya tumbuh. Kenapa saya bilang tumbah? Karena era revolusi 4.0 ini telah banyak memberikan kesempatan kepada pengusaha pemula yang berbasis digital tumbuh di Bali yang bisa menumbuhkan ekonomi di Bali secara total,” ujar pengamat ekonomi I Made Artawan, S.E., M.M., Senin (1/7) kemarin. Selain memberi dampak secara langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, berkembangnya pengusaha pemula berbasis online di Bali secara tidak langsung membuka lapangan kerja. Sehingga angka pengangguran dapat ditekan. Selain itu, bisnis online sangat memudahkan konsumen memilih jenis dan mengontrol harga barang. Dengan demikian kos belanja dapat diketahui dengan barang yang berkualitas sesuai dengan selera konsumen. Terkait dengan hajatan IMF 2018 akan digelar di Bali, dosen Ekonomi Managemen Universitas Warmadewa ini mengatakan masyarakat Bali harus bersyukur dengan kegiatan internasional tersebut. Sebab, selain Bali dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan internasional tersebut, juga akan berdampak terhadap meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Bali. Tentu hal ini akan meningkatkan gairah pertumbuhan ekonomi Bali. “Kalau perekonomian Bali dikatakan lesu, saya kira pernyataan itu keliru,” tegas Kepala BAPPSIK Unwar ini. (win)

JADWAL PESTA KESENIAN BALI XL-2018 Selasa, 3 Juli 2018 Pukul : 10.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Lomba Mececimpedan, Tingkat SD Pukul : 10.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Lomba Mesatua Bali, Tingkat SD Pukul : 10.00 Wita Tempat : Areal Gedung Ksirarnawa Lantai Dua Kegiatan : Lomba Menulis Bali di Lontar, Tingkat SMP Pukul : 10.00 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Lomba Pidarta Berbahasa Bali, Tingkat SMP Pukul : 10.00 Wita Tempat : Areal Gedung Ksirarnawa Lantai Bawah Sebelah Barat Kegiatan : Lomba Mengarang Cerpen Bali Modern Pukul : 10.00 Wita Kegiatan : Lomba Membaca Berita Berbahasa Bali Tempat : Kalangan Ratna Kanda Pukul : 10.00 Wita Tempat : Ruang Cinema, Lantai Bawah Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Lomba Penulisan Puisi Bali Modern Pukul : 10.00 Wita Tempat : Areal Gedung Ksirarnawa Lantai Bawah Sebelah Timur Kegiatan : Lomba Design Poster Paribasa Bali Pukul : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Madya Mandala Kegiatan : Musik dan Tari Inovatif “Ghni Wanara”: Komunitas Seni Dewari Swari, Br.Mijil, Desa Sidemen, Kabupaten Karangasem Berkolaborasi dengan Kamlaka Sound of Archipelago Surakarta Pukul : 20.00 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Sajian Tari Musikal, Harmoni Lagu-lagu Daerah Nusantara: Paduan Suara Voice of Bali, Denpasar Utara Pukul : 20.00 Wita Tempat : Depan Gedung Kriya Kegiatan : Parade Wayang Kulit Babad: Sanggar Darmawangsa, Br. Satria, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, DutaKabupaten Klungkung. Pukul : 20.00 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Anak-anak: Sanggar Seni Suara Mustika, Desa Banyuning, Duta Kabupaten Buleleng dengan Sekaa Gong Tunas Mekar, Banjar Lebah, Desa Marga, Kecamatan Marga,Duta Kabupaten Tabanan

(0361) 7400391, 812987 FM 96,5

Topik : Forum Kaling Usulkan Penambahan Ruang Kelas Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

Bali Post/ara

KALING - Sejumlah kaling di Padangsambian menyampaikan aspirasi soal PPDB SD ke salah satu anggota DPRD Denpasar, Senin kemarin.

Ratusan Anak Tak Tertampung di SDN

Forum Kaling Usulkan Penambahan Ruang Kelas Denpasar (Bali Post) –

Terbatasnya ruang kelas di Denpasar berdampak pada makin susahnya calon peserta didik baru mendapatkan sekolah. Tak hanya pada tingkat SMP, namun pada jenjang SD pun mengalami hal serupa. Terlebih kini menerapkan pola zonasi serta terbatasnya rombongan belajar di masing-masing sekolah. Seperti yang dialami warga di Padangsambian, Denpasar Barat. Kondisi ini mendapat perhatian serius Forum Kepala Lingkungan (Kaling) Kelurahan Padangsambian. Mengantisipasi hal ini, Forum Kaling mengusulkan agar pemerintah mengambil kebijakan dengan menambah ruang kelas dan guru. ‘’Kalau data pastinya berapa anak yang tak tertampung, kami tidak tahu. Pasalnya pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, kami di lingkungan tak dilibatkan. Tapi yang pasti untuk di SDN 9 Padangsambian ada ratusan anak yang tak diterima, karena kuotanya sudah penuh,’’ kata Ketua Forum Kaling Ir. I Made Gede Sudama, Senin (2/7) kemarin, saat menemui anggota DPRD Denpasar, Nyoman Karisantika. Hadir pula dalam pertemuan itu, di antaranya Kaling Anyar I Nyoman Suanda, Kaling Padang Udayana I Made Suartika, Ketua Kelompok Lingkungan Taman Harum Dewa

Nyoman Sumandra, Kaling Penamparan I Putu Sentanu Putra, Kaling Buana Santi Mangku Putu Wijaya, dan Kaling Padangsambian I Wayan Sukadana. Sudama mengatakan, terbatasnya kuota yakni hanya 32 orang per kelas, membuat banyak anak usia sekolah yang tak tertampung. Seperti di SDN 9 Padangsambian hanya menerima tiga kelas atau 96 siswa. Sedangkan anak yang mendaftar mencapai 200 lebih, sehingga ada 117 anak yang tak bisa ditampung. Hal serupa juga terjadi di SDN 1 Padangsambian, yang tahun ini hanya menerima dua kelas atau 64 orang. Menyikapi hal ini, Sudama mengusulkan agar ada ke-

bijakan untuk menambah ruang kelas. Termasuk kelengkapan sarana dan prasarananya. ‘’Misalnya SDN 9 ini lingkungan pendukungnya adalah Minggir, Anyar, Padang Praja dan Padang Santi. Jumlah anak usia sekolah terus meningkat, sehingga setiap PPDB akan krodit,’’ katanya. Kaling Anyar Nyoman Suanda dan Kaling Penamparan Putu Sentanu Putra menambahkan, pihaknya sepakat agar ada kebijakan untuk menambah ruang kelas. Menurut Sentanu Putra, usulan menambah ruang kelas sudah sering disampaikan. Namun sampai saat ini belum terealisasi. ‘’Kalau di

tinggi. Seperti diketahui, di Kelurahan Padangsambian terdapat lima SDN. Yakni, SDN 1 Padangsambian, SDN 9, SDN 11, SDN 13 dan SDN 14 Padangsambian. Kelurahan Padangsambian didukung 14 lingkungan dan tujuh Kelompok Lingkungan. Sebelumnya Kadisdikpora Wayan Gunawan mengungkapkan, yang masih menjadi kendala pada PPDB kali ini yakni pada proses jenjang SD. Karena sesuai aturan pusat, untuk anak SD setiap kelas hanya bisa maksimal 32 orang. Bila terjadi pelanggaran terhadap jumlah rombongan belajar (rombel) akan ada sanksi yang cukup berat. Misalnya saja guru tidak dapat sertifikasi atau dana BOS tidak cair. “Ini yang menjadi persoalan kita di Denpasar yang jumlah siswanya cukup banyak,” katanya. (kmb12)

SDN 14 itu didukung Lingkungan Padangsari, Tegal Sari dan Penamparan. Anak-anak dari ketiga lingkungan ini sudah tertampung. Tapi di sekitar sekolah ada juga anak dari Lingkungan Minggir dan Anyar, serta warga pendatang. Mereka inilah yang tak bisa ditampung. Sedangkan, jika sesuai zonasi ke SDN 9, lokasinya sangat jauh,’’ kata Sentanu Putra. Selain mengusulkan penambahan ruang kelas dan guru, para Kaling juga mengeluhkan tidak dilibatkannya dalam PPDB SD tahun ini. Padahal, jika ada anak yang tak diterima, para Kaling ini yang menjadi sasaran orangtua murid. Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kota Denpasar asal Kelurahan Padangsambian I Nyoman Karisantika menyatakan sepakat ada kebijakan pemerintah untuk menambah ruang kelas, berikut sarana dan prasarana pendukungnya. Pasalnya, Kelurahan Padangsambian merupakan daerah sangat heterogin dengan tingkat urbanisasi sangat

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Terlibat Narkoba

Oknum Pegawai Honorer Pengadilan Tinggi Bali Dipecat Denpasar (Bali Post) Pengadilan Tinggi (PT) Bali tidak mau kompromi jika ada pegawainya yang terlibat jaringan narkoba. Apalagi oknum tersebut berstatus pegawai honorer. Seperti halnya I Komang Bayu Sastrawan alias Koce (31). Pria yang merupakan Satpam PT Bali ini ditangkap petugas BNNK Badung karena terlibat kasus narkoba. “Kami sudah menerima informasi penangkapan itu. Kami tidak kompromi

atas pegawai yang terlibat narkoba. Yang bersangkutan langsung kami pecat,” kata Humas PT Bali Nyoman Sumaneja, Senin (2/7) kemarin. Dijelaskan, pihaknya tidak mau kompromi dengan namanya narkoba. Bahkan beberapa waktu lalu, seluruh pegawai di sana sudah dilakukan test urine oleh pihak BNNP, dan hasilnya negatif semua. Khusus untuk tersangka Bayu Sastrawan ini diakui

merupakan Satpam PT Bali. Tersangka berstatus pegawai honorer. “Sekarang yang bersangkutan sudah dipecat,” tegas Nyoman Sumaneja. Ke depannya, jubir PT Bali ini berharap semua pegawai pengadilan tidak lagi ada yang bermain-main dengan narkoba. Jika masih bermain, risiko pemecatan akan diberikan. Seperti berita sebelumnya, Tim Berantas BNNK Badung mengungkap jaringan napi

narkoba Lapas Kerobokan. Tersangka yang ditangkap salah satunya Bayu Sastrawan alias Koce yang merupakan Satpam PT Bali. Dia dibekuk saat dugem di salah satu kafe di Jalan Taman Pancing, Denpasar Selatan, Sabtu (30/6). Sebelumnya juga ditangkap pelanggan Koce yaitu Ribut Arianto (35). Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini membenarkan pihaknya mengungkap kasus ini. Selanjutnya kasus itu masih

dikembangkan. “Kan baru hari ini (kemarin - red) dilakukan penangkapan. Jadi diupayakan dilakukan pengembangan,” tegasnya. Dalam penangkapan itu, di vape milik tersangka petugas menemukan delapan paket narkoba jenis sabu seberat 2,45 gram. Tersangka Koce mengaku mendapat barang haram itu dari seseorang berinisial Ed yang saat ini ada di Lapas Kerobokan,” ucap petugas BNNK. (kmb37)

Tetap Tinggi, Peminat Lulusan SMA-SMK Pilih IKIP PGRI Bali Penmaru Gelombang II Dibuka hingga 25 Agustus JIKA LPTK lain mengalami penurunan jumlah calon mahasiswa baru, namun tidak demikian halnya dengan IKIP PGRI Bali. Peminat lulusan SMA-SMK memilih kuliah di IKIP PGRI Bali tetap tinggi. Buktinya pada tes Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) gelombang I IKIP PGRI Bali 2018, Senin (2/7) kemarin diikuti 306 peserta. Ketua Panitia yang juga Wakil Rektor I IKIP PGRI Bali Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si. menjelaskan jumlah itu tersebar merata di semua prodi, yakni Olahraga dan Jasmani, Bimbingan dan Konseling, Seni Rupa, Seni Tari, Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Bali, Sejarah, Ekonomi, Matematika dan Pendidikan Biologi. Pengumuman hasil tes gelombang I dilakukan 5 Juli. Sementara itu, pendaftaran gelombang II dimulai 2 Juli - 25 Agustus 2018. Tahun ini IKIP PGRI Bali hanya menerima 700 mahasiswa baru. Tes Penmaru gelombang I kemarin langsung dipantau Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. bersama Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthane-

gara, S.H., M.H. M.Pd. dan WR II Drs. Dewa Putu Juwana, M.Pd. serta WR III Dr. I Wayan Citrawan, M.Si. Rektor I Made Suarta mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan masyarakat terhadap IKIP PGRI Bali sebagai LPTK berkualitas di tingkat nasional. Sekalipun gejala nasional terjadi penurunan, namun animo remaja Bali menjadi calon guru dan kuliah di IKIP PGRI Bali masih tinggi. Hal ini disebabkan IKIP PGRI Bali selain berpengalaman mengelola pendidikan berkualitas, juga memiliki program Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) yang kreatif. IKIP PGRI Bali juga memiliki program kewirausahaan yang membuat lulusannya menjadi job creator, pencipta lapangan pekerjaan. Dari segi akademik, semua program studi di IKIP PGRI Bali terakreditasi B, bahkan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia meraih A. Sementara IKIP PGRI Bali juga kahabisan stok lulusan Pendidikan Bahasa Bali karena semua diserap menjadi penyuluh Bahasa Bali. Sebagai lembaga pencetak guru berkualitas, calon ma-

hasiswa baru wajib lulus tes bebas tato dan narkoba serta tes kebugaran bagi FPOK. Apalagi IKIP PGRI Bali merupakan pusat kajian pendidikan karakter di Bali. Rektor Made Suarta mendesak di tengah Bali kekurangan guru di semua jenjang pendidikan, pemerintah mengangkat guru kontrak atau guru PNS. Namun dia tetap optimistis profesi guru sangat prospektif di masa datang. Apalagi pada Rakernas PGRI belum lama ini pemerintah berjanji mengangkat guru PNS mulai 2018 ini sebanyak 50 persen dari kekurangan guru nasional. Ketua Yayasan PT IKIP PGRI Bali IGB Arthanegara ikut bergembira, karena jumlah peminat masuk ke IKIP PGRI Bali konsisten sepanjang tahun. Mereka yang memilih IKIP PGRI Bali, katanya, sudah mengetahui kualitas. Secara akademik kualitas SDM dosen terus meningkat yakni 20 berkualifikasi doktor dan 11 yang sedang menempuh S-3. Kedua, yayasan ini sudah tuntas membangun gedung baru dan lab berlantai empat, sehingga mulai tahun ini

Bali Post/ist

PENMARU - Rektor Made Suarta bersama IGB Arthanegara dan Pande Wayan Bawa saat memantau Penmaru IKIP PGRI Bali. semua perkuliahan dipusatkan di kampus Jalan Seroja, Tonja, Denpasar. Bahkan mahasiswanya berprestasi di SEA Games hingga kejuaraan dunia. Untuk itu, dia mengajak lulusan SMA-SMK di Bali bergabung di gelombang II. Arthanegara menambahkan, semua calon mahasiswa dibebaskan uang gedung. Bahkan bagi yang memilih Prodi

Bahasa Bali dan Seni Rupa, yayasan membebaskan mereka uang gedung dan SPP. Dia setuju pemerintah segera mengangkat guru baru dan guru kontrak. Kenyataannya semua jenjang sekolah kini dipadati guru honorer, sementara di Denpasar banyak didirikan sekolah baru. Hal ini harus dibarengi dengan pengadaan SDM guru. (ad081)


BADUNG

Selasa Wage, 3 Juli 2018

3

PUPR Bangun TPT di Sungai Dalung

Bali Post/ist

TPT - Pemkab Badung akan membangun TPT di Sungai Dalung. Pembangunan TPT di sungai yang bermuara ke Tukad Muding ini guna menanggulangi terkikisnya tanah milik warga setempat. Mangupura (Bali Post) – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Badung akan membangun Tembok Penanggulangan Tebing (TPT) sungai di Desa Dalung. Proyek sungai yang bermuara ke Tukad Muding ini dibangun guna menanggulangi terkikisnya tanah milik warga. Kabid SDA PUPR Pemkab Badung Anak Agung Dalem mengatakan, pembangunan TPT di Sungai Dalung akan dilakukan tepat di sebelah timur Kantor Desa Dalung. Proyek ini akan segera jalan, karena tengah dalam tahap persiapan pekerjaan, seperti membuat jalan alat berat dan

yang lain. ‘’Kami sudah adakan sosialisasi ke Desa Dalung (pembangunan TPT - red). Kami juga sudah melakukan tender dan sudah ada pemenangnya,’’ ujar A.A. Dalem, Senin (2/7) kemarin. Menurutnya, ada beberapa tempat yang harus diuruk untuk jalan alat berat dan membawa bahan material. Pembangunan TPT di Sungai Dalung dianggarkan Rp 7.299.919.689 dengan panjang L Gutter 400 meter dengan lebar rata-rata tujuh meter. ‘’Pengerjaan belum, tapi kini masih tahap persiapan, seperti mencari jalan untuk

menaruh alat berat. Pembangunan TPT akan dilakukan secara bertahap,’’ katanya. Birokrat asal Klungkung ini menegaskan, proyek tersebut atas permohonan dari masyarakat, sehingga langsung ditindaklanjuti. Pembangunan TPT ini agar meningkatkan rasa aman dan nyaman warga yang memiliki rumah di pinggir sungai. ‘’Pembangunan TPT juga sudah dilakukan di Sungai Kerobokan, tepatnya dekat dengan pasar Kerobokan Badung. Sebelumnya kami buat TPT di Kerobokan, sekarang pembangunan dilakukan di hulu, tepatnya di Dalung. Pembangunan ini kan sungainya hanya satu, hanya lokasinya berbeda, maka dari itu kami lakukan pembangunan secara bertahap,’’ paparnya. Gede Hendrawan, salah seorang warga Dalung, mengakui Sungai Dalung merupakan sungai yang besar. Namun kini beberapa tanah terkikis akibat aliran air yang kadang membesar. Pihaknya mengatakan beberapa masyarakat sudah mengajukan ke desa dan dinas terkait masalah tersebut. ‘’Tembok penanggulangan tebing akan segera dibangun untuk menghindari terkikisnya tanah di pinggiran sungai. Bahkan sudah dilakukan pengecekan oleh pihak desa dan dinas di Badung,’’ katanya. (kmb27)

Impor Psikotropika, Turis Inggris Divonis 2 Tahun

Denpasar (Bali Post) Dinyatakan terbukti bersalah mengimpor psikotropika Golongan IV, pria asal Inggris, terdakwa Adam Scott Holand (48), Senin (2/7) kemarin dihukum pidana penjara selama dua tahun dalam sidang di PN Denpasar. Majelis hakim pimpinan I Ketut Tirta menyatakan terdakwa terbukti bersalah mengimpor psikotropika berupa 655 tablet warna kuning bertuliskan centaur, satu botol plastik pada lebel merek Solina dan diasepam tablet BP 5 mg. Majelis hakim dalam perkara ini sependapat dengan jaksa soal pasal yang dilanggar. Yakni hakim menyatakan perbuatan terdakwa terbukti sebagaimana dalam dakwaan alternatif kesatu, yakni melanggar Pasal 61 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Selain dipidana penjara selama dua tahun, pria asal Inggris yang didakwa

665 butir diasepam itu juga dihukum membayar denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan. Sebelumnya dalam dakwaan dijelaskan, tertangkapnya orang asing itu bermula kedatangan terdakwa ke Bali dari Bangkok pada Selasa (23/1) lalu. Dia ke Bali menggunakan pesawat Air Asia FD 398 tujuan Denpasar, Bali. Namun setibanya di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai, Rabu (24/1) pukul 02.45 Wita gerak-gerik terdakwa mencurigakan kemudian petugas melakukan pemeriksaan dengan X-ray. Petugas bea dan cukai mendeteksi ada barang aneh sehingga terdakwa digiring ke ruang riksa. Saat itulah petugas menemukan barang berupa satu botol plastik pada lebel merek Solina, Diasepam tablet BP 5 mg di dalamnya berisi 655 tablet diasepam warna kuning bertuliskan centaur. (kmb37)

Singapore Airlines Resmikan Penerbangan Perdana dengan Pesawat Boeing 787-10 Mangupura (Bali Post) Singapore Airlines (SIA) meresmikan penerbangan perdana dengan pesawat Boeing 787-10 di Bandara Ngurah Rai, Senin (2/7) kemarin. Singapore Airlines merupakan maskapai pertama yang mengoperasikan pesawat Boeing 787-10 ini. Peresmian ini ditandai dengan pemukulan gong, disaksikan oleh Anil Kumar Nayar Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anak Agung Gede Yuniartha Putra Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, dan WK Lim, Singapore Airlines Regional Vice President South East Asia.

Menurut Edwin Chiang selaku Singapore Airlines General Manager Indonesia, Singapore Airlines menampilkan produk-produk kabin regional terbaru pada pesawat 787-10. Pengembangan produk-produk terbaru ini merupakan hasil dari pekerjaan jangka panjang yang melibatkan riset terhadap para pelanggan, serta melalui kemitraan dengan para desainer dan pemasok. “Kami percaya bahwa kami memiliki produk unggulan untuk operasi penerbangan regional, bahkan mampu melampaui beberapa produk kabin jarak jauh dari maskapai penerbangan lain,”

Bali Post/edi

PERESMIAN - Penerbangan perdana Singapore Airlines (SIA) dengan pesawat Boeing 787-10 diresmikan, Senin (2/7) kemarin.

ujarnya. Pesawat Boeing 787-10 merupakan varian terbaru dalam keluarga Boeing 787 Dreamliner dan akan menjadi kunci pendukung bagi pertumbuhan jaringan Singapore Airlines pada dekade mendatang. Secara keseluruhan SIA telah melakukan pemesanan pasti atas 49 armada pesawat Boeing 787-10 dengan Boeing. “Singapore Airlines akan terus bekerja dengan banyak mitra untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dari industri pariwisata di Indonesia,” ungkapnya. Sementara itu, Anil Kumar Nayar, Duta Besar Singapura untuk Indonesia, mengungkapkan Indonesia merupakan pasar tujuan terbesar kedua bagi SIA. Hampir 12 persen atau lebih dari 1,3 juta kapasitas kursi SIA untuk penerbangan one-way dari Singapura. Pada tahun 2017 sebanyak 2.95 juta wisatawan dari Indonesia mengunjungi Singapura. Sedangkan 1.31 juta pengunjung dari Singapura melakukan perjalanan ke Indonesia. “Banyak dari para pengunjung ini ke Indonesia bertujuan untuk melakukan perjalanan ke Pulau Bali,” ujarnya. (kmb23)

DITANGKAP - Polsek Kuta merilis penangkapan komplotan jambret yang menyasar WNA.

Dijambret, Turis Tiongkok Kritis

Mangupura (Bali Post) -

Warga negara Tiongkok Zhong Xiaoming (24) menjadi korban penjambretan di Jalan Mataram, Kuta, Jumat (22/6). Mempertahankan tasnya, korban terpelanting ke trotoar dan mengalami luka di wajah. Korban sempat kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Korban lainnya, Alisa Papova (30), warga negara Belarus dijambret di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta, Badung, Minggu (3/6). Mengungkap kasus itu, Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Aan Saputra bersama anggotanya melakukan penyelidikan. Pada Kamis (28/6), petugas berhasil mengungkap pelakunya sebanyak tiga orang, Pandu Sudrajat (26), Moh. Arif (28) dan Abdulah alias Dulah (32), sedangkan Rudi masih buron. Polisi terpaksa menembak kaki kiri tersangka Pandu karena melawan saat ditangkap. Juga diamankan dua penadahnya, Abu Bakar

(26) dan Mahmudi (24). ‘’Komplotan ini merupakan jambret spesialis warga negara asing. Mereka menyasar turis wanita,’’ kata Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricki Fandlianshah didampingi Kanitreskrim Iptu Aan Saputra, Senin (2/7) kemarin. Kapolsek menambahkan, Zhong Xiaoming melintas di TKP sekitar pukul 23.00 Wita. Waktu itu dia berjalan kaki sambil memegang HP. Pada saat itu datang pelaku

saksi-saksi, lanjut Kapolres Yudith, korban tiba di TKP pukul 09.30 Wita. Korban akan memangkas pohon beringin yang telah disepakati atau diborong seharga Rp 8 juta oleh pengurus pura. Sekitar pukul 12.00 Wita, korban istirahat dan makan. Dia melanjutkan pekerjaannya lagi pukul 13.00 Wita. Korban pun memotong dahan pohon di sisi barat. ‘’Diduga kurang hati-hati dan tanpa menggunakan tali pengaman, korban jatuh dari ketinggian sekitar 15 meter,’’ ungkap Yudith. Mengetahui hal itu, warga langsung menolong korban dan membawanya ke Puskesmas Petang I menggunakan ambulans. Namun nyawa korban tidak bisa diselamat-

sempat mengejar tetapi tidak berhasil. Berdasarkan laporan tersebut, tim Opsnal Polsek Kuta melakukan penyelidikan. Akhirnya polisi mendapat informasi tempat tinggal pelaku. Pandu ditangkap di Jalan Sriwijaya Gang Batako, Kuta, sedangkan Arif di Jalan Gunung Batukaru, Denpasar dan Abdulah di Jalan Patasari, Kuta. Hasil interogasi, komplotan jambret ini mengaku beraksi di 15 TKP. Sedangkan barang hasil jambretan seperti HP dijual dari harga Rp 200 ribu sampai Rp 1,7 juta. ‘’Saat beraksi mereka gonta-ganti pasangan. Aksi mereka di wilayah Kuta. Ini modus mereka untuk menghilangkan jejak,’’ ucap mantan Kasatreskrim Polres Buleleng ini. (kmb36)

Tampil Memukau di PKB Ke-40

Sekaa Gong Kebyar Wanita Duta Badung ’’Sanggar Asti Pradnyaswari’’ SEKAA Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Badung, Sanggar Asti Pradnyaswari Kelurahan Benoa Kecamatan Kuta Selatan, tampil memukau pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 tahun 2018 di Ardha Candra, Taman Budaya Bali Art Center Denpasar, Minggu (1/7) malam. Penampilan duta Badung ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama istri, Wabup Suiasa beserta istri, Sekda Adi Arnawa beserta istri, Ketua Gatriwara serta pejabat di lingkungan Pemkab Badung yang hadir langsung menyaksikan penampilan duta Badung ini. Sanggar Asti Pradnyaswari bersanding dengan Sekaa Gong Wanita Sanggar Mekar Suara Santi, duta Kabupaten Bangli. Dalam penampilannya, Sanggar Asti Pradnyaswari membawakan dua tabuh dan dua tarian. Pertama ditampilkan tabuh pisan ‘’Agni Branta’’ yang sesuai dengan tema PKB ‘’Teja Dharmaning Kahuripan, Api Spirit Penciptaan’’. Kedua, tari Nelayan, dilanjutkan Tabuh Kreasi ‘’Pralaya’’ dan ditutup dengan tari Kreasi Tedung Jagat. Tabuh Pisan Agni Branta ini terinspirasi dari api asmara yang ada pada jiwa wanita. Dalam bahasa Sansekerta disebut Agni Branta, agni berarti api dan branta

SEKAA GONG - Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa dan Sekda Adi Arnawa mendukung Sekaa Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Badung, Sanggar Asti Pradnyaswari Kelurahan Benoa Kecamatan Kuta Selatan, pada PKB ke-40 di Ardha Candra, Minggu (1/7) malam. berarti asmara. Penata Tabuh I Ketut Suarta Jaya dan I Ketut Aditya Putra, Penata Gerak I Made Nova Antara. Penampilan kedua, duta Badung membawakan tari Nelayan. Tari ini menggambarkan aktivitas dan kehidupan para nelayan yang sedang mencari ikan di laut. Tarian ini diciptakan oleh I Ketut Mardana dari Desa Kedisan, Singaraja pada tahun 1960. Pembina tabuh I Made Murna dan I Wayan Sudiksa, Pembina Tari I Made Dwi Saputra dan Ni Made Ratna Juwita, pembina gerong, Desak Made Suarti Laksmi. Suguhan ketiga ditampilkan Tabuh Kreasi ‘’Pralaya’’. Sebuah gubahan komposisi inovatif yang terinspirasi

Pangkas Pohon Beringin, Buruh Tewas

Mangupura (Bali Post) Pengurus Pura Rambut Siwi di wilayah Desa Getasan Kecamatan Petang, Badung memangkas pohon beringin di jaba pura tersebut. Pemangkasan itu dilakukan sistem borongan dan dikerjakan Dulhadi (42), Senin (2/7) kemarin. Diduga karena kurang hati-hati, pria asal Situbondo, Jawa Timur ini jatuh dari ketinggian 15 meter. Korban dinyatakan meninggal setelah tiba di Puskesmas Petang I. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Kejadian ini ditangani Polsek Petang dan pemeriksaan saksi-saksi sedang dilakukan. ‘’Kejadiannya pukul 13.00 Wita,’’ tegasnya. Hasil pemeriksaan

dan langsung menarik tas dibawa korban. ‘’Terjadi aksi tarik-menarik antara korban dan pelaku. Karena pelaku lebih kuat, korban jatuh ke trotoar hingga luka di bagian wajah. Setelah itu pelaku langsung kabur membawa hasil curiannya. Korban sempat dirawat di rumah sakit, tapi sekarang sudah pulang ke negaranya,’’ ujarnya. Sementara kasus jambrat dialami Alisa pada Minggu (3/6), korban bersama temannya mengendarai sepeda motor melintas di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta. Rencananya mereka jalan-jalan ke Discovery Mall tetapi kehilangan arah. Tibatiba dari arah samping kiri datang pelaku mengendarai sepeda motor dan langsung mengambil paksa HP yang dipegang korban. Korban

Bali Post/rah

kan karena mengalami cedera kepala berat (CKB) dan lehernya patah. ‘’Kami mengimbau kepada masyarakat bila memangkas pohon dengan

ukuran tinggi, hati-hatilah dan gunakan tali pengamanan untuk antisipasi. Ingat keselamatan paling utama,’’ tegasnya. (kmb36)

Bali Post/ist

JATUH - Dulhadi meninggal dunia setelah jatuh dari pohon beringin.

atas munculnya unsur-unsur alam yang melapisi bumi ini menjadi unsur Sapta Petala dengan kekuatan unsur Panca Maha Bhuta. Sapta Petala yang menjadi lapisan dasar dalam bumi merupakan suatu penyatuan unsur inti alam yang mempunyai kekuatan mahadasyat dalam pelebur suatu kehidupan Maya Pada. Penyatuan unsur Sapta Petala dalam kehidupan maya pada memiliki suatu kekuatan dalam unsur Panca Maha Bhuta sebagai pengendali alam semesta yang tidak pernah terpikirkan atau kehendak alam, melalui proses penggalian dalam suatu gubahan kepasrahan pun terjadi hingga akhir kecemasan dan penantian. Tabuh ini dicip-

takan pada tahun 2007 oleh I Wayan Widya, S.S.Kar. dalam ajang festival gong kebyar dewasa PKB Bali ke-29. Sebagai pembina tabuh I Ketut Suarta Jaya dan I Ketut Aditya Putra, pembina gerak I Made Nova Antara. Penampilan pamungkas, Sanggar Asti Pradnyaswari membawakan tari Kreasi Tedung Jagat. Dalam sinopsisnya tedung jagat menggambarkan seorang pemimpin memiliki kewajiban mengayomi dan memberi keamanan rakyatnya. Penata tari I Made Nova Antara dan Ni Kadek Ayu Era Pinatih, penata tabuh I Komang Sumastra Jaya, pembina tabuh I Made Adnyana dan penata gerong Desak Made Suarti Laksmi. (ad078)

Taman Bung Karno Ditetapkan di Penarungan Mangupura (Bali Post) – Rencana Pemerintah Kabupaten Badung membangun fasilitas publik akhirnya terwujud. Berdasarkan informasi Senin (2/7) kemarin, lokasi fasilitas publik yang diberi nama Taman Bung Karno ini ditetapkan di Desa Penarungan, Mengwi, Badung. Lelang untuk Jasa Konsultasi Penilai Harga Tanah, Jasa Konsultasi Appraisal Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Taman Bung Karno dan Fasilitas Edukasi dengan Nilai Pagu Paket Rp 150.000.000. Lokasinya Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi. Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Badung I Gusti Agung Made Wardika saat dikonfirmasi membenarkan rencana pembangunan tersebut. Lokasi yang akan dipilih di daerah Desa Penarungan. Hal ini berdasarkan skor

tertinggi dari hasil kajian studi atau feasibility study dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung dari berbagai lokasi yang dipilih. “Hasil kajian studi mendapat skor tertinggi (Penarungan – red). Penentuan lokasi ini juga dinilai dari berbagai aspek maupun variabel. Sekarang sedang proses lelang jasa konsultasi penilaian harga tanah, appraisal tanah,” ungkapnya. Pejabat asal Desa Bongkasa, Abiansemal, Badung ini mengatakan ada beberapa wilayah yang menjadi pilihan. Seperti wilayah Desa Penarungan Mengwi, Desa Kapal dan juga ada di Sempidi. Selain itu, untuk belanja Jasa Konsultasi Perencanaan Penyusunan Masterplan dan DED Taman Bung Karno dari Dinas PUPR di Kabupaten Badung juga telah dilakukan yang menelan anggaran Rp 482.600.800. (kmb27)


4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

info seremoniAL Sekda Dewa Indra Minta ASN Jaga Dewan Apresiasi Penambahan Netralitas dan Wujudkan Birokrasi yang Solid SMP Negeri di Badung

Selasa Wage, 3 Juli 2018

PEMERINTAH Kabupaten Badung melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung pada tahun ajaran baru 2018/2019 telah menambah satu SMP negeri baru di Kecamatan Abiansemal. Ketua Komisi III DPRD Badung I Putu Alit Yandita mengapresiasi penambahan tersebut karena dianggap dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan penerimaan siswa baru di tingkat SMP di Kecamatan Abiansemal. Menurutnya, DED terkait pembangunan SMPN 5 Abiansemal tersebut sudah dirancang dan disiapkan di perubahan 2018. Pembangunan fisiknya akan dilaksanakan di induk 2019. ‘’Tahun ini sudah dilakukan rekrutmen. Siswa untuk sementara ditempatkan di SD Gerih. Untuk pendaftarannya di-leading-sector-i oleh SMPN 3 Abiansemal,’’ ujar anggota Dewan Dapil Abiansemal tersebut, Senin (2/7) kemarin. Dengan adanya lima SMP negeri ditambah SMP swasta di Kecamatan Abiansemal, lanjutnya, maka secara otomatis pertumbuhan siswa SMA semakin banyak. Sementara jumlah SMA negeri di Kecamatan Abiansemal hanya satu. ‘’Ini yang membuat orangtua murid setiap tahun resah terus. Kita sangat membutuhkan paling tidak lagi satu SMA di Abiansemal,’’ katanya. Terkait permasalahan tersebut, pihaknya mengharapkan agar pihak provinsi mempercepat permohonan Kabupaten Badung untuk penambahan SMA negeri di Kecamatan Mengwi dengan adanya aset provinsi di Abiansemal. ‘’Jadi, Pemerintah Kabupaten Badung bisa merancang DED-nya dan di induk kita merancang infrastrukturnya direalisasikan di 2019. Setelah itu kita hibahkan ke provinsi karena SMA adalah kewenangan provinsi,’’ ungkap Alit Yandita. Selain itu, yang menjadi pertanyaan pihaknya terkait penerimaan siswa baru tingkat SMA, mengapa hanya lima persen diberikan kuota untuk jalur prestasi. Jika diperkecil, siswa yang berprestasi tidak akan terakomodir. Kalau berbicara terkait zonasi, masyarakat terdekatlah yang harusnya lebih diprioritaskan. ‘’Misalnya seperti di SMA 1 Abiansemal zonanya bisa ke Ubud karena memang jaraknya berdekatan. Itu yang harus

Ketua Komisi III DPRD Badung I Putu Alit Yandita. dievaluasi. Kami harapkan masyarakat terdekatlah yang harus diutamakan terlebih dahulu,’’ tandasnya. Pihaknya di Komisi III DPRD Badung yang berwenang di bidang anggaran mengharapkan agar hal tersebut benar-benar diperhatikan. ‘’Kami kan bergerak di bidang anggaran. Jika tidak dirancang sekarang akan menjadi permasalahan setiap tahunnya di Kabupaten Badung,’’ tukas Alit Yandita. (ad079)

Kegiatan ”Bright Character Building’’ Monarch Bali di Tahun Akademik 2018/2019

LEMBAGA pelatihan kerja di bidang perhotelan dan kapal pesiar Monarch Bali yang bernaung di bawah Yayasan Widhi Sastra Nugraha melaksanakan kegiatan Bright Character Building (BCB) yang secara serentak dimulai 2 Juli 2018 sampai 6 Juli 2018 di masingmasing kampus Monarch Bali. Kegiatan BCB Monarch Bali tahun akademik 2018/2019 dilaksanakan di lima kabupaten di Bali, yaitu Monarch Bali–Dalung di Badung, Monarch Bali–Candidasa di Karangasem, Monarch Bali–Singaraja di Buleleng, Monarch Bali– Gianyar di Gianyar dan Monarch Bali–Negara di Jembrana. Pelaksanaan kegiatan BVB Monarch Bali mengambil tema ‘’Developing Millennial Generation in Disruption Era with Hospitality Behavior’’. Program BCB ini mencakup kegiatan pembinaan karakter dan kepribadian, Bright Scholarship, Bright Inspiration (seminar cara menyikapi berita hoax), Bright Hospitality Behavior (presentasi dari industri perhotelan dan kapal pesiar), Bright Community Service (kegiatan bakti sosial di lingkungan daerah setempat dan observasi penangkaran penyu) dan Bright Performance (penutupan kegiatan BCB). Upacara pembukaan BCB di masing-masing kampus Monarch Bali dihadiri oleh pihak mitra kerja sama (stakeholder internal dan eksternal). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan

PEMBUKAAN BCB – Upacara pembukaan Bright Character Building (BCB) di salah satu kampus Monarch Bali dihadiri oleh pihak mitra kerja sama. Badung Drs. I Made Widiada, M.Si., Staf Ahli Pengembangan SDM Karangasem Dr. Priagung Duarsa, Perwakilan Bupati Gianyar I Wayan Suardana, S.Sos., M.AP., Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Buleleng Ni Made Rousmini, S.Sos., Sekretaris Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana I Gusti Ngurah Pringga Widana, S.E., M.Si. Ketua Yayasan Widhi Sastra Nugraha I Made Sumitra, S.E., M.M., CHT. menegaskan, eksistensi Monarch Bali sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi telah mendapatkan penerimaan dan kepercayaan dari masyarakat, yang ditandai peningkatan jumlah peserta didik pada

tahun akademik 2018/2019. Direktur Utama PT Ratu Oceania Raya Bali I Nyoman Sudi Artawan, S.S. yang hadir dalam pembukaan BCB di Monarch BaliSingaraja mengapresiasi Monarch Bali yang telah menghasilkan calon tenaga kerja profesional dan memiliki kompetensi untuk bekerja di kapal pesiar. Direktur LSP-LPK Monarch Bali I Nengah Yasa Adi Susanto, S.H., M.H., CHT. yang hadir menemani Staf Ahli Bidang Pengembangan SDM Karangasem saat membuka BCB di Monarch Bali-Candidasa menegaskan, sertifikasi kompetensi menjadi hal mendasar dan mutlak dalam menyikapi kebutuhan industri pariwisata yang sangat kompetitif. (ad075)

Sukmawati Soekarno Kunjungi Kampus B Universitas Mahendradatta

SEKRETARIS Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap menjaga netralitas dan mewujudkan birokrasi yang solid. Hal tersebut disampaikan Sekda Dewa Indra saat menjadi Pembina Apel Disiplin awal bulan Juli di halaman Kantor Gubernur Bali, Senin (2/7) kemarin. Lebih jauh Dewa Indra menyampaikan, penyelenggaraan pesta demokrasi Pilkada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali telah selesai. Meskipun hasil resmi belum ditetapkan KPU, berdasarkan hasil quick count pasangan nomor urut 1 mendapatkan suara terbanyak dan menjadi pilihan rakyat Bali guna memimpin Bali lima tahun ke depan. Untuk itu, Sekda minta agar para ASN tetap menjaga netralitas dan solid dalam bekerja sehingga dapat terwujud birokrasi yang netral dan solid. ‘’Solidaritas OPD tidak boleh terpecah belah karena pilkada, ASN tetaplah netral. Kita tunjukkan birokrasi yang netral dan solid. Beri dukungan semaksimal mungkin pada pasangan pemimpin pilihan rakyat Bali dengan bekerja sebaik-baiknya,’’ imbuhnya. Dewa Indra juga mengingatkan ASN agar tetap berpegang teguh

PEMBINA APEL – Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra saat menjadi Pembina Apel Disiplin awal bulan Juli di halaman Kantor Gubernur Bali, Selasa (2/7) kemarin. pada tiga pilar organisasi yaitu disiplin, hierarki, loyalitas dan selalu bekerja dengan berpedoman pada Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK). ‘’Prosedur kerja harus mendapat perhatian dan kita bekerja dalam kerangka hierarki,’’ tuturnya.

Dalam apel disiplin yang diikuti para pejabat eselon 2, 3, 4 dan staf di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Sekda Dewa Indra juga minta jajarannya untuk terus mengakselerasi pekerjaan yang ada sehingga dapat berjalan sesuai dengan perencanaan. (ad076)

Perdalam Program Kesehatan dan Pengelolaan Limbah Medis

DPRD Kabupaten Malang ”Sharing’’ ke DPRD Badung

KOMISI IV DPRD Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (2/7) kemarin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Badung untuk memperdalam program-program kesehatan. Rombongan juga ingin mengetahui pengelolaan limbah medis di kabupaten berbentuk keris ini. Rombongan dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang HM Cholik didampingi Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Darmadi, S.H. Mereka juga mengikutkan 12 anggota Komisi IV lainnya. Rombongan diterima Sekretaris Komisi IV DPRD Badung I.B. Alit Argapatra didampingi Dirut RSUD Mangusada dr. Nyoman Gunarta dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Badung. Sekretaris Komisi IV I.B. Alit Argapatra mengucapkan selamat datang di Kabupaten Badung kepada rombongan. Ia juga memperkenalkan sepintas profil DPRD Badung yang terdiri atas empat komisi, empat fraksi dan anggota Dewan dari masing-masing fraksi. ‘’Komisi IV menangani persoalan kesehatan, kesejahteraan rakyat, pendidikan dan sebagainya,’’ tegasnya. Pimpinan rombongan yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang HM Cholik menegaskan, kedatangannya ke DPRD Badung untuk sharing soal program-program kesehatan serta penanganan limbah medis yang saat ini menjadi masalah di kabupaten yang berpenduduk 3 juta jiwa tersebut. Dirut RSUD Mangusada dr. Nyoman Gunarta menegaskan, Badung sudah menerapkan program kesehatan secara tuntas. ‘’Badung memiliki program Tri Kona (lahir, hidup dan mati) untuk kesehatan, sehingga layanan kesehatan di

TERIMA - Sekretaris Komisi IV DPRD Badung I.B. Alit Argapatra didampingi Dirut RSUD Mangusada dr. Nyoman Gunarta dan Sekretaris Dinas Kesehatan Badung menerima rombongan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang HM Cholik didampingi Ketua Komisi IV Darmadi, S.H. Badung sudah paripurna,’’ ujarnya. Lahir ke dunia memperoleh layanan secara gratis dilengkapi akta kelahiran dan perubahan kartu keluarga. Selanjutnya ketika sakit, warga ditanggung melalui sinergi BPJS Kesehatan dan Pemkab Badung. Badung juga memiliki program KBS (Krama Badung Sehat) untuk meng-cover sejumlah kasus penyakit yang tidak ter-cover di BPJS Kesehatan. Contohnya kasus bunuh diri, keracunan alkohol, program sunat, pemulasaraan jenazah dan sebagainya. ‘’Prinsipnya, kasus penyakit yang tak ditanggung BPJS akan ditanggung KBS,’’ jelasnya. Badung pun memberikan santunan bagi penunggu pasien yang dirawat di kelas III. Setiap penunggu pasien menerima Rp 200.000 per hari. Selanjutnya saat meninggal, warga masih diberikan santunan kematian Rp 10 juta. Dana ini bisa

digunakan untuk upacara ngaben bagi pasien yang meninggal tersebut. I.B. Alit Argapatra menambahkan, selain program di atas, Pemkab Badung sedang merancang program kesejahteraan lainnya bagi masyarakat. Warga yang berusia di atas 72 tahun akan memperoleh tunjangan hidup setiap bulannya. Mengenai pengelolaan limbah medis, ujar Gunarta, RSUD bekerja sama dengan pihak ketiga. Saat ini pihaknya hanya memiliki tempat penampungan sementara, selanjutnya diangkut oleh pihak ketiga dan diolah di wilayah Jawa Barat. Hal yang sama dikemukakan Sekretaris Dinas Kesehatan Badung I Nyoman Oka Jenyana. Menurutnya, puskesmas yang ada di Badung sudah memiliki IPAL untuk mengolah limbah cair. Namun, untuk limbah medis padat, puskesmas tetap bekerja sama dengan pihak ketiga. (ad080)

Senator Dukung MoU Desa Adat Kerobokan dengan BI Terkait KUPVA

Putri Proklamator Ingatkan Sejarah Unmar Wedakarna Dukung Pungutan Desa Adat dengan Dibangun Atas Gagasan Presiden Soekarno Landasan Hukum CSR dan Dana Punia ke Pura ADA yang istimewa di sela-sela acara Adaptasi Kultur Perguruan Tinggi (AKPT) Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen) Gelombang I, yakni hadirnya salah satu putri Proklamator Bung Karno yakni Sukmawati Soekarno Putri. Kehadiran Sukmawati selain meninjau Gedung Marhaen Pancasila yang menjadi Kampus B Unmar, juga memberikan kuliah umum pada mahasiswa baru (maba) Unmar khususnya Jurusan Fakultas Hukum dan Fakultas FISIP dengan tema ‘’Ibu Indonesia’’. Kehadiran Sukmawati disambut langsung oleh pihak Yayasan Mahendradatta yakni Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry WS, S.Sos., S.H., M.H. dan I Gusti Ayu Dewi Wastu Manggala MPWS, S.S., M.H. serta pejabat lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Sukmawati menyampaikan pesannya bahwa dunia pendidikan tinggi adalah mutlak bagi segenap anak muda bangsa, dan berharap semakin banyak anak muda Indonesia yang mengeyam pendidikan tinggi. ‘’Dulu di zaman Orde Baru, anak– anak Bung Karno tidak pernah diberikan kesempatan menamatkan kuliah. Teror demi teror dilakukan oleh rezim Soeharto. Ibu sendiri baru bisa kuliah dan menjadi sarjana politik setelah era reformasi. Ibu ingin memberikan contoh bahwa sekolah itu tidak mengenal usia. Kini anak-anak Bali harus lebih giat belajar agar menjadi sarjana supaya kesempatan berkarier di masa depan lebih terbuka,’’ ungkap alumni Universitas Bung Karno, Jakarta ini.

KAMPUS UNMAR - Ketua Umum Yayasan Unmar Turah Wira Wedawitry bersama Sukmawati Soekarno dan maba Jurusan FISIP Unmar di Kampus B Unmar, Renon, Denpasar. Ia juga menceritakan sejarah bagaimana Bung Karno ingin orang Bali melek ilmu yakni dengan mendirikan dua perguruan tinggi hebat yaitu Universitas Udayana dan Universitas Marhaen. ‘’Di Bali ini hanya ada dua perguruan tinggi yang pernah memberikan penghargaan kepada Bung Karno, yakni Unud dan Unmar. Unmar adalah perguruan tinggi swasta yang didirikan karena gagasan Bung Karno pada tahun 1963. Saat itu saya kenal dengan sosok hebat dari Bali yakni (swargi) Shri Wedastera Suyasa yang menjadi pimpinan PNI. Dari diskusi-diskusi muncul ide-ide untuk membangun Bali, maka dari itu lahirlah Unmar sebagai PTS tertua. Ini wujud kecintaan Bung Karno

membangun Unud dan Unmar agar semakin banyak generasi muda Bali berpendidikan tinggi. Jadi, kalian harus bangga karena bisa kuliah di zaman sulit ini,’’ ujar Sukmawati. Apresiasi atas kunjungan Putri Proklamator disampaikan oleh IGA Dewi Wastu Manggala (Yayasan Mahendradatta). ‘’Keluarga besar Unmar menyambut baik kedatangan Ibu Sukmawati Soekarno ke Kampus Reformasi ini. Artinya, sejarah Unmar sebagai PTS unggulan dan PTS sejarah akan berjalan terus. Ini tentu menjadi kebanggaan civitas akademika Unmar. Sebagai universitas dengan level presiden, sudah sewajarnya mahasiswa kami selalu berhubungan dengan tokohtokoh nasional,’’ tandasnya. (ad073)

MENINDAKLANJUTI aspirasi masyarakat adat Kerobokan terkait maraknya masalah valuta asing ilegal di kawasan pariwisata di Kerobokan, Kuta Utara, Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III akhirnya turun ke lapangan dan merapatkan hal itu bersama sejumlah stakeholder pariwisata di Kerobokan. Bertempat di Kantor Lurah Kerobokan Kelod, Senator Arya Wedakarna (AWK) bertemu dengan lurah, bendesa adat, para klian adat, ketua LPM, aparat keamanan dan sejumlah pengusaha untuk membahas sejumlah permasalahan yang muncul di kawasan tersebut. ‘’Salah satu masalah yang cukup menonjol adalah maraknya aktivitas KUPVA ilegal atau money changer tidak resmi. Kita akui bahwa UU tentang Bank Indonesia serta Peraturan BI No.18/2016 masih sangat lemah terkait masalah KUPVA Ilegal. Solusinya adalah dengan mengadakan MoU antara BI dan desa adat dan itu memungkinkan. Pada 2016 sudah pernah dilakukan MoU antara BI dan Desa Adat Kuta dengan fasilitasi DPD-RI. Kami sangat berkepentingan agar citra Bali tetap baik di mata turisme internasional terkait KUPVA,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia minta Desa Adat Kerobokan yang merupakan salah satu desa adat dengan jumlah banjar adat terbanyak di Bali agar memiliki blue print pembangunan, termasuk mengamankan pemasukan desa melalui pemberdayaan masyarakat dan pengusaha, baik krama nuwed, krama tamiu maupun tamiu. ‘’Saya

DI KEROBOKAN - Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Lurah, Bendesa Adat, Ketua LPM, Klian Adat di Kerobokan serta tokoh masyarakat di Kantor Lurah Kerobokan. minta desa adat di Bali tidak takut dan khawatir dengan Saber Pungli. Saber Pungli yang diputuskan lewat Peraturan Presiden No.87 Tahun 2016 tugas utamanya sebenarnya membersihkan institusi negara, daerah dan pelayanan kedinasan agar bebas pungli. Jadi, dari pandangan DPD-RI Bali bahwa Saber Pungli tidak berhak masuk ke wilayah domain desa adat, karena desa adat berlandaskan UUD 1945, UU Desa termasuk Perda Bali. Bagi saya, iuran dan pungutan yang dilakukan oleh desa adat selama dalam tujuan menjaga parahyangan, pawongan dan palemahan dapat dibenarkan. Kita sudah pernah rapatkan hal ini di Kantor DPD-RI Bali dan di Kantor Gubernur Bali dengan menghadirkan Disbud Bali, Saber Pungli Polda Bali dan Kejaksaan. Sudah ada kesatuan pandangan dan kesepahaman. Ini tugas DPD-RI sebagai

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

pengawas UU membantu pemda meminimalkan masalah di daerah,’’ papar Shri Arya Wedakarna. Menurutnya, ada cara tersendiri agar desa adat bisa maksimal memanfaatkan iuran. ‘’Saya minta semua desa adat di Bali tidak lagi menggunakan istilah iuran, restribusi, sumbangan untuk mengumpulkan dana masyarakat, tapi mulai saat ini diganti dengan ‘dana punia pura kahyangan tiga desa’. Selanjutnya keputusan ini harus diketok palu lewat paruman dan awig-awig/ pararem yang jelas. Lainnya, proses pengumpulan dana punia harus dilakukan oleh petugas/prajuru/jagabaya yang sah sesuai SK desa adat. Secara hukum positif bisa memakai dasar UU PT tentang CSR bahwa setiap perusahaan dan pengusaha di wilayah NKRI wajib menyisihkan sebagian keuntungan untuk CSR,’’ tegas Gusti Wedakarna. (ad072)


Selasa Wage, 3 Juli 2018

Info seremonial

Peringkat 20 Besar Provinsi Bali

Wabup Gede Sanjaya Apresiasi dan Legitimasi SMK Pariwisata BIWI Tabanan

SMK Pariwisata BIWI Tabanan merupakan lembaga pendidikan swasta dan menjadi kebanggaan masyarakat Tabanan. SMK ini semakin melekat di hati dan diberikan pengakuan. Baru-baru ini, sekolah ini dikunjungi Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. Dalam sambutannya, Gede Sanjaya menyampaikan, setinggitingginya kita menuntut ilmu, jangan lupa akar, adat, budaya kita. Tetap kaki dipijakkan kepada kearifan lokal akar budaya kita sebagai orang Bali. Itu merupakan representasi dan buah pikiran idealisme seorang pemimpin. Ia juga mengimbau siswa-siswi SMK Pariwisata BIWI Tabanan untuk selalu disiplin, bekerja keras, berinovasi dan memiliki idealisme sebagai generasi muda yang mempunyai peranan dan pembuat sejarah. Contohnya tahun 1998, generasi muda berperang sebagai pendobrak untuk membuat terobosan politik. Setiap insan di bumi ini pasti memiliki sejarahnya sendiri. Pemuda terlahir dari sejarah, keadaan di masa lalu menciptakan masa kini. Masa lalu mempunyai kisahnya sendiri. Pun setiap pemuda punya latar belakang yang beragam. Hanya ada satu kesamaan di antara mereka, kearifan lokal sepatutnya jadi pijakan dalam menentukan arah dan tujuan hidup, kemudian memahami, mempelajari dan mengamalkan kearifan lokal sangat baik bagi pemuda yang merupakan generasi estafet pembangunan suatu bangsa. ‘’Seperti kata Bung Karno, Jas Merah jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Generasi muda harus ingat darimana berasal, bijaksana menempatkan diri dan berusaha mengubah kembali paradigma ‘sok’ kekiniannya dengan

SMK BIWI – Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memberikan sambutan saat mengunjungi SMK Pariwisata BIWI Tabanan. tetap mencintai, menghargai dan menjunjung tinggi budayanya,’’ ujar Gede Sanjaya. Wabup Tabanan sangat mengapresiasi di Kabupaten Tabanan ada lembaga pendidikan swasta berfasilitas lengkap bertaraf internasional. Dengan biaya pendidikan yang terjangkau bagi masyarakat tidak mampu, bisa memberikan pelayanan pendidikan terbaik. SMK Pariwisata BIWI Tabanan telah menjadi pilihan calon-calon duta pariwisata dunia. Menurutnya, keberadaan SMK Pariwisata BIWI Tabanan sangat tepat karena tamatannya langsung kerja. Atau melanjutkan ke perguruan tinggi sambil bekerja. Saat situasi ekonomi yang belum stabil, pilihan melanjutkan pendidikan di SMK Pariwisata sangat tepat. Yang mau melanjutkan ke perguruan tinggi bisa dan bagi yang tidak mampu secara ekonomi, berbekal pengalaman on the job training hotel, disalurkan ke restoran, hotel, vila dan kapal pesiar.

Gede Sanjaya juga memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua Yayasan dan pendiri SMK Pariwisata BIWI Tabanan Ida Bagus Putu Astina, S.H., MBA., CLA. yang juga Ketua Kadin Tabanan. Sejak berdiri tahun 1999, telah ikut membangun Tabanan melalui dunia pendidikan dan telah banyak membantu masyarakat untuk disalurkan bekerja di luar negeri, khususnya kapal pesiar serta memberikan tali kasih berupa sekolah gratis bagi masyarakat yang kurang mampu. Standar fasilitas bintang 5 ada di SMK Pariwisata BIWI Tabanan untuk praktik siswa dengan moto ‘’SMK langsung kerja bisa terwujud’’. Prestasi sangat membanggakan SMK Pariwisata BIWI Tabanan adalah menduduki peringkat ke-20 besar nilai tertinggi mata pelajaran Teori Kejuruan pada UN tingkat SMK Pariwisata se-Bali berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali. (ad601)

SMK PGRI 5 Denpasar Perkuat Implementasi Kurikulum 2013

SMK PGRI 5 Denpasar sejak lama dikenal sebagai sekolah SMK yang unggul dan berprestasi. Senin (2/7) kemarin, sekolah ini mengumpulkan semua gurunya untuk mengikuti Workshop Review Kurikulum 2013 (K-13). Workshop dibuka Kasi Pembinaan SMK UPT Disdik Provinsi Bali Drs. Ketut Supiarta didampingi Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. dan Pengawas SMK Drs. I Wayan Jana. Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka mengajak gurunya tidak berpuas diri dalam menjalankan K-13. Melalui workshop ini materi K-13 diperkuat lagi agar mampu menghasilkan manfaat yang maksimal bagi peserta didik yakni menghasilkan lulusan yang berkualitas. Apalagi adanya perubahan spektrum di SMK. Dengan demikian siswa dan guru SMK PGRI 5 Denpasar makin berkualitas, berkarakter dan mandiri berlandaskan budaya. Ia minta guru tak segan-segan banyak bertanya kepada pengawas karena untuk mencapai kesempurnaan memerlukan waktu dan pengabdian. Guru mesti bersinergi untuk kemajuan lembaga dan menjalankan tugas sebaik-baiknya sebagai ciri SDM profesional. Di sela-sela workshop, SMK PGRI 5 Denpasar diserbu oleh lulusan SMP di Bali. Mereka melakukan pendaftaran calon siswa baru. Mereka melihat langsung pembangunan kitchen, restoran dan gedung baru berlantai empat. Pada PPDB 2018, SMK PGRI 5 Denpasar masih menerima pendaftaran hingga 9 Juli 2018. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M. menekankan, sekolah yang maju tetap memprioritaskan kuali-

WORKSHOP - Ketua YPLP Nengah Madiadnyana (kanan) didampingi Ketut Supiartha, Ni Ketut Nuka dan Wayan Jana saat pembukaan Workshop K-13. tas guru dan administrasinya. Hal ini sudah dilakukan jajaran SMK PGRI 5 Denpasar terutama dalam meningkatkan mutu guru dan guru yang berinovasi. Review K-13 ini selain diperkuat implementasinya juga sebagai bahan melakukan perbaikan jika terjadi kesalahan. Dia mengapresiasi SMK PGRI 5 Denpasar terus meningkat dalam prestasi, lancar membangun fisik dan sarana lab sekolah sehingga jumlah siswanya terus meningkat. Jumlah siswa yang banyak menggambarkan meningkatnya kepercayaan masyarakat Bali terhadap sekolah. Meski begitu, SMK PGRI 5 Denpasar tak boleh terlena dengan apa yang telah dicapai. Jangan cepat merasa puas dengan prestasi jika ingin meraih kesuksesan berikutnya. Di bawah kepemimpinan Ni Ketut Nuka, sekolah yang besar ini harus dikelola oleh SDM yang berkompeten serta dudukung SDM

guru berkualitas. Ketika para guru sudah menunjukkan produktivitas tinggi, wajar mereka menerima kesejahteraan yang lebih. Apalagi soal pengelolaan keuangan yayasan memberikan otonomi penuh kepada sekolah. Kasi Pembinaaan SMK Ketut Supiarta mengakui standar pendidikan nasional sudah dipenuhi oleh SMK PGRI 5 Denpasar. Sekolah yang berkualitas selalu dikejar oleh masyarakat. Dia mengajak jajaran SMK PGRI 5 Denpasar untuk mengemban kepercayaan masyarakat ini dengan baik. Ia juga bangga dengan kemajuan sekolah ini dalam hal penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana sekolah. Di samping itu, salut dengan keberanian sekolah yang dipimpin Ni Ketut Nuka yang membuat sekolah ini semakin maju dan mandiri sejak tiga tahun lalu di Jalan Kenyeri, Denpasar. (ad070)

Vokasional Buka Peluang Baru Mantan Pecandu Narkoba

Denpasar (Bali Post) Supaya total abstinen (berhenti menggunakan narkoba), mantan pecandu harus membekali diri dengan keterampilan (vokasional). Tujuannya agar mereka ada peluang baru untuk bisa menjalani hidup dan benar-benar menjauhkan diri dari narkoba. Pasalnya, indikasi kumat lagi sangat tinggi. ‘’BNN dalam hal ini BNNP Bali memiliki program vokasional bagi mantan pecandu yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang baru bagi mereka agar bisa kembali produktif. Pelaksanaannya di Rumah Damping BNNP Bali di Tembau, Denpasar Timur. Jumat (29/6) lalu, saya membuka layanan pascarehabilitasi intensif tahap III,’’ kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Senin (2/7) kemarin. Saat ini ada 14 klien mengikuti kegiatan tersebut, empat orang berasal dari RSJ Provinsi

Bali dan 11 dari Klinik Pratama BNNP Bali. Salah satu program pascarehabilitasi BNNP yaitu melaksanakan layanan pascarehabilitasi intensif di Rumah Damping. Rumah Damping dibangun dengan tujuan membawa mereka hingga titik total abstinen dan menurunkan angka kekambuhan yang biasa dialami mantan pecandu. ‘’Di Rumah Damping terdapat program keterampilan atau vokasional. Program ini juga diharapkan dapat menjadikan mereka lebih mandiri serta siap kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat,’’ ujarnya. Rumah Damping, lanjut Brigjen Suastawa, juga menyediakan layanan rawat inap bagi pecandu atau korban penyalahgunaan narkoba yang telah selesai menjalani terapi rehabilitasi. Ini sebagai persiapan kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat dalam menjalankan fungsi sosialnya. Pada kesempatan itu, Kepala

BNNP asal Desa Gulingan, Mengwi ini mengharapkan kegiatan vokasional tidak semata-mata sebagai kegiatan rutin, melainkan dapat dikembangkan setelah klien selesai mengikuti layanan pascarehabilitasi intensif di Rumah Damping. Dengan demikian, klien benar-benar pulih, produktif dan berfungsi sosial di lingkungan keluarga atau masyarakat. Sementara para klien yang menjalani program pascarehabilitasi intensif diminta mengikuti program dengan serius, disiplin dan perlu adanya peer consultation atau individual konseling yang merupakan solusi atau jalan keluar terbaik serta memiliki kemauan untuk pulih. Perlu diadakan pelatihan peningkatan kemampuan bagi para mantan pecandu yang benar-benar pulih, sehingga dapat merangkul dan memberikan penguatan bagi teman- teman pecandu atau korban penyalahgunaan narkoba. (kmb36)

5

LPKN dan Gapura Learning Center Laksanakan Orientasi Siswa Baru

LPKN dan Gapura Learning Center melaksanakan orientasi siswa baru di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Senin (2/7) kemarin. Orientasi diikuti 148 siswa baru. Hadir sebagai narasumber adalah Sri Sumahardani dari Gapura Learning Center dan Direktur LPKN. Direktur LPKN Natika Sari Dewi mengatakan, orientasi yang dilaksanakan selama satu minggu bertujuan membangun karakter peserta didik agar bisa menjadi pribadi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan mampu melayani sebagai karyawan yang profesional di bidang kebandaraan. Setelah kegiatan, ia berharap terbentuk pribadi yang siap kerja. Karena kegiatan ini tidak hanya berisi motivasi tetapi juga kegiatan outbound untuk melatih fisik peserta serta ada kegiatan sosial untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan sosial masyarakat. ‘’Pada saat bekerja nantinya tidak hanya berhubungan dengan barang, tapi juga dengan manusia. Untuk memberikan pelayanan kepada manusia, tentunya diharapkan memiliki skill yang benar-benar bisa melayani dan bekerja secara profesional,’’ ujarnya. LPKN adalah lembaga pendidikan pertama yang membuka jurusan bidang kebandaraan yaitu tahun 2003. LPKN merupakan lembaga pendidikan profesi satu tahun. Ada empat jurusan di sana yaitu manajemen transportasi udara, perhotelan kapal pesiar, komputer akuntansi dan perpajakan serta administrasi bisnis dan perkantoran. LPKN memiliki dua cabang di Denpasar dan Mataram. Khusus di Cabang Denpasar ada jurusan manajemen transportasi udara dengan waktu pelatihan 3–5 bulan. ‘’Pelatihan tidak sampai satu tahun karena kebutuhan industri menun-

BUKA - Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Disdikpora Denpasar membuka kegiatan orientasi siswa baru dengan pemukulan gong didampingi Manager Landsite Service PT Gapura Angkasa Cabang Denpasar (tengah) dan Direktur LPKN. tut kita segera bisa mencetak calon tenaga kerja yang siap pakai di bidang kebandaraan,’’ pungkasnya. Dengan orientasi kerja itu, semua mahasiswa LPKN Learning Center harus memiliki kemampuan atau kompetensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri dan profesional di bidangnya. GM PT Gapura Angkasa Cabang Denpasar Wasono Waluyo Badrudin menyatakan, Gapura telah menjalin kerja sama dengan LPKN kurang lebih sekitar tiga tahun. Tahun ini merupakan yang kedua kalinya perpanjangan kerja sama. Gapura merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia. Sejak awal berdiri, SDM yang ada di Gapura telah mengenyam pendidikan dan berpengalaman di Garuda. ‘’Jadi, kami paham betul bagaimana proses bisnis mengenai airport service, layanan kebandarudaraan, baik dari sisi udara maupun

landsite bisa dilakukan dengan baik dan sesuai prosedur,’’ ujarnya. Hal terpenting dalam layanan bisnis Gapura adalah mengetahui prosedur dengan baik dan benar, melaksanakan dengan baik dan benar, serta terukur dan menjamin kualitas layanan. Dalam proses bisnis kebandarudaraan aspek safety dan layanan berbeda dengan aspek layanan di jasa transportasi yang lainnya. Gapura juga sangat berpengalaman dalam melayani customer dan tentunya bersertifikat. Yang dilayani Gapura saat ini terutama di Cabang Denpasar tidak hanya Garuda Indonesia, namun juga hampir 90 persen maskapai penerbangan asing. ‘’Jadi, kami paham betul bagaimana prosedur kemudian aspek layanan yang harus kami berikan kepada seluruh customer di dunia penerbangan,’’ imbuhnya. (ad907)

SMK PGRI 3 Denpasar Workshop Review K-13

Tingkatkan Loyalitas dan Dedikasi Guru Demi Pendidikan Berkualitas

KEPALA SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. selalu eling dengan peningkatan kualitas guru. Berkat guru yang berkualitas, sekolah ini menjadi incaran masyarakat dan calon siswa baru. Senin (2/7) kemarin, semua guru dikumpulkan untuk mengikuti Workshop Review Kurikulum 2013 (K-13). Workshop dibuka Kepala UPT Disdik Provinsi Bali di Kota Denpasar Dewa Ayu Eka Putri Kariini, S.E., M.Si. Workshop selama empat hari ini menghadirkan narasumber dari LPMP dengan tema ‘’Lewat Workshop Review K-13, Kita Tingkatkan Profesionalisme, Loyalitas dan Dedikasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan’’. Di sela-sela workshop, puluhan calon siswa baru mendaftar di sekolah ini. SMK PGRI 3 Denpasar masih menerima pendaftaran calon siswa baru hingga 9 Juli 2018 untuk Akomodasi Perhotelan dan Tata Boga. Nengah Madiadnyana menegaskan, workshop ini penting artinya guna memutar kembali apa yang telah dilakukan guru di kelas selama setahun mengimplementasikan K-13. Kemudian dilakukan perbaikan jika ditemukan kesalahan sehingga guru SMK PGRI 3 Denpasar tak mengulang kesalahan serupa. Ia menekankan, SMK PGRI 3 Denpasar yang menjadi sekolah kebanggaan masyarakat Bali, para gurunya terus meningkatkan kualitas diri dan pembelajaran. Guru tidak boleh datang dan mengajar sekadar rutinitas, melainkan memperkuat implementasi K-13 dengan materi dan pelayanan terbaik. Selain mengajar juga melatih, mendidik dan mengevaluasi. Kinerja guru SMK PGRI 3 hari ini harus lebih baik daripada sebelumnya.

BERSAMA - Kepala UPT Disdik Bali Dewa Ayu Eka Putri Kariini bersama Kasek Nengah Madiadnyana dan guru foto bersama usai membuka Workshop K-13. Untuk mencapai tujuan itu, Madiadnyana memotivasi guru wirang dengan SMK PGRI 3 alias memiliki loyalitas dan dedikasi yang tinggi menjalankan tugas profesionalismenya. Agar bisa loyal dan berdedikasi tinggi dalam pelayanan berkualitas, dia sudah memulai dengan meningkatkan kesejahteraan guru. ‘’Ketika kesejahteraan terpenuhi, wajar sekolah dan masyarakat menuntut loyalitas demi pendidikan bermutu,’’ tegasnya. Madiadnyana yang juga Ketua YPLP Kota PGRI Kota Denpasar menambahkan, sekolah berjalan karena ada siswa. Siswa ada karena masyarakat mempercayai sepenuhnya pendidikan anaknya kepada sekolah. Untuk itu, civitas SMK PGRI 3 Denpasar mengemban amanah masyarakat melalui pelayanan pendidikan berkualitas dan memberi jaminan masa depan. Apalagi untuk sekolah swasta, kualitas dan kuantitas berjalan

bersamaan. Guru yang profesional harus mampu membuat persiapan dan program dengan baik serta melaksanakan di kelas. Sementara itu, Dewa Ayu Eka Putri Kariini menegaskan, SMK PGRI 3 Denpasar sudah memenuhi delapan standar pendidikan nasional secara berkualitas. Makin banyaknya masyarakat memilih sekolah ini sebagai bukti mampu memberi pelayanan berkualitas. Gurunya banyak berkualifikasi S-2 sehingga mampu mencapai visi dan misi sekolah bermutu dan berprestasi. Model PPDB sekolah ini lebih progresif alias tak menunggu kedatangan calon siswa baru. Ia berpesan guru jangan sungkan bertanya jika mengalami kesulitan menjalankan K-13. Sebab, dewasa ini guru tak boleh mengajar hanya formalitas, tetapi lebih banyak praktik dan memberi penajaman materi. Ini disebutnya guru siap kerja. (ad071)

Kejurnas Bali Open 2018

Harly dan Sisca Juara Junior

Denpasar (Bali Post) Harly Wibowo dari PTM Karang Star Jakarta dan Sisca (PTMSI Buleleng) keluar sebagai juara kategori junior dalam Kejurnas Tenis Meja Bali Open 2018 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Senin (2/7) kemarin. Harly menundukkan Nyoman Bayu Santika (PTM Hikada) dengan skor 4-0 (11-8, 11-7, 11-8, 11-3), sedangkan Sisca menaklukkan Irma (PTM Sepa) 4-1 (11-3, 4-11, 11-7, 11-6, 11-7) di final. Untuk kategori kadet, Andi Satria (PTMSI Badung) tampil sebagai juara usai mengatasi Nyoman Bayu Santika 4-1 (5-11, 11-7, 11-7, 11-9, 11-7. Di sektor putri, juara kadet adalah Galuh (PTM Rajawali) setelah menaklukkan rekan setimnya Prastayani (PTM Rajawali) 4-0 (11-3, 11-8, 11-4, 12-10). Kategori pemula putra dijuarai Iwan Falsafah (PTMSI Badung) disusul Dewa Bayu (PTM Celepuk) serta juara III bersama Wahyu (PTM Hikada) dan Rossi (PTM Pelangi). Di bagian putri, Desak Sladia (PTM Seoa) keluar sebagai juara diikuti Diandra (PTMSI Badung) serta Vidi (PTM Rajawali) dan Dhira (PTM Hikada) di posisi ketiga. Ketua Umum Pengprov PTMSI Bali Bintang Puspayoga menyatakan, para atlet yang menjadi juara adalah mereka yang didukung penuh orangtuanya dalam berlatih dan saat bertanding. Menurutnya, Kejurnas Bali Open 2018 didukung Menkop dan UKM RI dan Kapolda Bali memberikan total hadiah Rp 171 juta. (022/win)


OPINI

6

Selasa Wage, 3 Juli 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Mengoptimalkan Antisipasi Bencana AKTIVITAS Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali, sepertinya memang susah ditebak. Rabu, 27 Juni lalu, pukul 22.21 Wita, gunung tertinggi di Bali tersebut kembali mengeluarkan asap dan abu vulkanik hingga Jumat 29 Juni dini hari. Kondisi ini sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar hingga harus mengungsi. Bahkan, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sempat ditutup tanggal 29 Juni 2018 mulai pukul 03.00 Wita hingga pukul 14.30 Wita. Sebelumnya, hal yang sama pernah terjadi saat status Gunung Agung dinyatakan pada level IV (Awas/level tertinggi dalam status gunung api), Senin 27 November 2017. Peningkatan status Gunung Agung tidak hanya menjadi sebuah pertaruhan hidup dan mati warga di sekitar gunung yang disakralkan umat Hindu di Bali tersebut. Tetapi, juga pertaruhan bagi ekonomi Bali yang selama ini ditopang sektor pariwisata. Meningkatnya aktivitas Gunung Toh Langkir yang berdampak pada penutupan sementara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, telah membuat banyak wisatawan meninggalkan Bali dan tidak sedikit yang membatalkan kunjungannya ke Bali. Syukur, masyarakat di sekitar Gunung Agung telah selalu siap siaga, waspada, dan sigap menghadapi bencana. Demikian halnya komponen pemerintah dan pihak terkait lainnya, selalu siap, siaga, dan sigap menyelamatkan pariwisata Bali. Sikap siap siaga, waspada, dan selalu sigap ini juga ditunjukkan masyarakat Bali lainnya yang bersedia menampung para pengungsi. Tidak hanya memanfaatkan tempat-tempat atau fasilitas umum, masyarakat bahkan bersedia dengan ikhlas menyiapkan tempat tinggal mereka untuk menampung para pengungsi. Hal ini telah pula menuai pujian, karena sikap empati mereka turut meminimalisasi jumlah korban yang terdampak erupsi Gunung Agung. Sikap empati masyarakat Bali juga turut untuk tidak membuat pariwisata, periuk nasi mereka terjerembab terlalu jauh. Tentu, hal ini berdasarkan pengalaman yang pernah menimpa masyarakat maupun pariwisata Bali. Bekal pengalaman saja belumlah maksimal dalam mengantisipasi situasi kebencanaan. Agar apa yang telah dicapai sekarang lebih optimal lagi ke depannya, masyarakat utamanya generasi muda perlu dibekali pengetahuan yang cukup tentang kebencanaan. Mengingat, pengetahuan tentang bencana (alam) yang didapat anakanak selama ini masih sangat minim. Padahal, Indonesia temasuk Bali merupakan daerah yang sangat berpotensi dan rawan bencana alam. Tidak hanya bencana letusan gunung berapi, tetapi juga musibah banjir, longsor, puting beliung, kebakaran dan sejenisnya. Untuk mengajarkan tentang kebencanaan ini, tidaklah cukup sebatas teori. Anak didik mesti diajarkan bagaimana menghadapi kondisi sebenarnya. Pengetahuan tentang kebencanaan ini bisa dimasukkan ke dalam kurikulum secara terintegrasi. Misalnya, dengan melibatkan para praktisi seperti Badan Penanggulangan Bencana di pusat maupun di daerah, Dinas Pemadam Kebakaran, SAR dan lainnya. Untuk masyarakat umum, bisa dilakukan di setiap banjar dan kelompok-kelompok masyarakat seperti Karang Taruna, ibu-ibu PKK/ Dharma Wanita dan lain-lainnya. Dengan langkah ini, penanganan kebencanaan bisa lebih optimal karena masyarakat sudah dibekali pengetahuan yang memadai. Mereka tidak hanya bisa menyelamatkan diri masing-masing sebagai langkah pertama dalam menghadapi kebencanaan, tetapi sekaligus siap menjadi relawan bagi yang lain.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Bali Sudah ’’Overload’’

Pertama-tama terima kasih kepada Redaksi Bali Post atas dimuatnya tulisan ini, hal fenomena yang dialami Bali ke depan antara lain; derasnya arus urban ke Bali, alih fungsi lahan tak terbendung, kemacetan arus lalu lintas darat, hiruk-pikuknya perkampungan turis di daerah tujuan wisata, seperti Ubud, Kuta, Nusa Dua, dan daerah lainnya. Menurut saya, hal itu ada kemungkinan besar munculnya tindak kriminal di mana-mana karena keadaan Bali saat ini sudah sarat muatan (overload). Di sinilah pemimpin Bali ke depan perlu memerhatikan hal tersebut di atas, kedatangan penduduk liar agar ditekan, jangan semudah memberikan surat keterangan tinggal sementara (SKTS) di desa dan kelurahan maupun di banjar-banjar, karena saya amati aturan tentang hal ini runcing ke dalam tumpul ke luar. Juga hal transportasi sudah terjadi kemacetan di mana-mana ini perlu ditangkal, jangan sampai lagi mewacanakan megaproyek seperti diangkat dalam Pilgub Bali disinggung jalan tol dan kereta api untuk Bali. Bagi saya itu atensinya terlalu tinggi karena Bali tidak luas seperti Pulau Jawa, semoga semeton Bali banyak yang sama persepsinya seperti ini. Sidak penduduk tamu pendatang libatkan desa pakraman bersama pecalangnya karena itu aset desa pakraman tidak ada namanya pecalang majemuk dalam desa pakraman. Jangan sekali-sekali merekrut pecalang yang tidak tunggal menyungsung di Pura Besakih, karena saya dengan usulan pecalang yang majemuk. Di sini saya harap agar bendesa, desa pakraman, hati-hati menampung usulan dari pihak lain. I Wayan Murna Lingk. Baler Bale Agung, Kec. Negara, Kab. Jembrana

Analisis Gempa Bumi dengan Erupsi Gunung Agung Gunung Agung di Karangasem, Bali kembali meletus, mengeluarkan asap dan abu vulkanik sejak 27 Juni 2018 pukul 22.21 Wita hingga 29 Juni 2018 dini hari. Hal ini menyebabkan terjadinya hujan abu di bagian barat hingga barat daya Pulau Bali. Data satelit cuaca Himawari BMKG menunjukkan abu vulkanik telah menutupi ruang udara koordinat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Berdasarkan rapat koordinasi penanganan dampak erupsi Gunung Agung terhadap operasi penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 29 Juni 2018 pukul 00.05 Wita memutuskan untuk melakukan penutupan bandara (closed aerodrome) mulai tanggal 29 Juni 2018 pukul 03.00 Wita sampai dengan 14.40 Wita.

m

asih segar di ingatan kita mengenai kejadian erupsi magmatik Gunung Agung yang terjadi pada bulan Oktober 2017 sehingga menyebabkan penutupan operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Hal ini secara tidak langsung membuat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali mengalami penurunan drastis, sehingga perekonomian masyarakat Bali khususnya di bidang pariwisata sempat melemah. Dilihat dari tata letak geografis, Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat zona pertemuan lempeng tektonik yang menyebabkan ter-

Oleh M. Taufik Gunawan bentuknya jalur gunung api yang lebih dikenal dengan istilah Ring of Fire. Kondisi ini menyebabkan Indonesia memiliki potensi yang sangat tinggi mengalami bencana seperti letusan gunung berapi dan gempa bumi. Indonesia memiliki 127 gunung api yang masih aktif hingga saat ini, salah satunya berada di Pulau Bali yaitu Gunung Agung. Mengacu pada catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Agung dengan ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memiliki sejarah letusan sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1808, 1821, 1843, dan 1963. Catatan Zolinger (1845) menunjukkan bahwa sebelum meletus pada tahun 1843, terjadi gempa bumi yang dirasakan masyarakat sekitar Gunung Agung. Menurut MT. Zen (1964),

sebelum terjadi letusan terakhir pada tahun 1963 yang mengakibatkan 1.148 orang meninggal dan 296 orang luka-luka, didahului peningkatan aktivitas gempa bumi yang dirasakan masyarakat sekitar lereng gunung, tepatnya di Dusun Yeh Kori yang berjarak 6 km arah tenggara Gunung Agung dan di wilayah Tianyar-Tejakula, Bali. Dengan berkaca dari besarnya dampak yang dapat ditimbulkan oleh erupsi Gunung Agung pada masa lalu, masyarakat Bali sangat perlu meningkatkan kewaspadaan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak dari erupsi gunung api adalah mengenali tanda-tanda awal kejadian erupsi gunung api. Menurut beberapa penelitian, sebelum mengalami erupsi, gunung api memiliki tanda-tanda perubahan fisika dan kimiawi. Secara

umum beberapa tanda tersebut adalah perubahan fisik dari asap yang keluar dari Gunung Agung yang menjadi semakin tebal dan pekat dikarenakan perubahan komposisi kimia gas atau air, meningkatnya derajat suhu kawah, terjadi deformasi tubuh gunung serta meningkatnya aktivitas kegempaan yang tercatat di seismogram. Salah satu tugas Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memberikan informasi gempa bumi tektonik yang terjadi di sekitar Pulau Bali hingga Nusa Tenggara. Sejak pertengahan bulan September 2017, BBMKG Wilayah III mulai mencatat peningkatan aktivitas gempa bumi signifikan yang terjadi di sekitar Gunung Agung dengan sebaran episenter dari arah barat laut (Tejakula) menuju tenggara (lereng Gunung Agung). Parameter gempa bumi yang tercatat menunjukkan rentang kedalaman 5-30 km dengan rentang magnitudo 2–4. Berdasarkan kedalaman, gempa bumi vulkano-tektonik dapat dibedakan menjadi tipe A (VTA) dan tipe B (VTB). Gempa bumi Vulkano-tektonik VTA (kedalaman 2 km) dan VTB (kedalaman 2 Km) (Wasserman, 2012) . Gempa bumi VTA terjadi akibat perubahan tekanan pada batuan padat oleh injeksi atau tarikan magma (Chouet, 1993). Gempa bumi jenis ini dapat menimbulkan tanah

Mengawal Bali Berkelanjutan

Pesta demokrasi berupa pemilihan umum kepala daerah secara serentak, baik untuk tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota, telah berlangsung. Melalui pemilihan kepala daerah tersebut, rakyat telah diberi keleluasaan untuk memutuskan serta menentukan pilihan ihwal siapa yang akan menjadi pemimpin lokal mereka paling tidak untuk periode lima tahun ke depan. Kita patut bersyukur momen pemilihan umum kepala daerah tersebut berjalan relatif aman dan lancar. Tentu saja, selain menyampaikan selamat kepada para pemenang, kita juga berharap kepada mereka yang terpilih agar mampu berkomitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang benar-benar bersih, sebuah pemerintahan yang tegak berdiri hanya untuk mengabdi kepada kepentingan publik, bukan pemerintahan yang sibuk mencari rente dan mengabdi kepada kepentingan segelintir kelompok. Sebagaimana layaknya sebuah permainan, kalah dan menang dalam pemilihan umum adalah hal biasa. Mereka yang menang tidak perlu jemawa. Setiap kemenangan tidak perlu dirayakan dengan berlebihan. Begitu pula kekalahan, tak perlu terus diratapi. Mereka yang kalah tak perlu sampai harus sakit hati. Apalagi sampai memelihara kebencian dan dendam politik berkepanjangan. Drama dan hal-hal kontroversial yang mengaduk-aduk emosi tak menutup kemungkinan bisa muncul dalam pemilihan umum. Namun, ini pun harus disikapi dengan

Oleh Djoko Subinarto kedewasaan. Pemilihan umum mestinya selalu menjadi momen yang menggembirakan dan membahagiakan bagi siapa pun, termasuk bagi para pemilih dan para pendukung masing-masing kandidat yang ikut ambil bagian dalam pemilihan umum. Di samping itu, momen pemilihan umum juga harus menjadi tuntunan ihwal bagaimana sikap serta perilaku sportif, toleran dan ksatria dipertunjukkan. Sejatinya, politik sendiri adalah aktivitas mulia. “Politics is a noble activity,” begitu pernah dinyatakan Paus Fransiskus. Perjuangan politik melalui mekanisme elektoral menjadi penuh makna tatkala dilakukan secara bersih dan kekuasaan yang akhirnya didapat kemudian didedikasikan sepenuhnya untuk kebaikan bersama. Hal inilah yang semestinya diprioritaskan oleh para para pelaku politik kita: membuat setiap aktivitas politik yang mereka lakukan menjadi laku yang mulia. Kita ingin setiap aktivitas politik di mana pun di negeri ini bukan lagi didasari pada pragmatisme sempit yang sebatas bagaimana meraih, mempertahankan kekuasan, serta memanfaatkan kekuasaan itu untuk menggapai kepentingan-kepentingan perseorangan dan kelompok tertentu, namun didasarkan kepada pengabdian tulus untuk membela kepentingan publik luas sekaligus menuntun masyarakat kita menapaki jalan

kehidupan yang semakin beradab menuju pada lahirnya sebuah masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur, baik lahir maupun batin. Maka, dalam konteks Bali, siapa pun yang terpilih memimpin Bali, penerapan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) harus selalu menjadi prioritas. Lewat tata kelola pemerintahan yang baik inilah diharapkan Bali bukan hanya menjadi provinsi yang makin baik dan makin maju, tetapi juga berkelanjutan. Pada intinya, tata kelola pemerintahan yang baik mencakup prinsip-prinsip sebagai berikut: Pertama, kesinambungan. Dalam membangun Bali, aspek kesinambungan harus menjadi pertimbangan utama. Tujuannya adalah agar terciptanya keseimbangan ekonomi, sosial, politik, budaya, maupun lingkungan bagi generasi masa kini dan generasi masa datang. Kedua, responsif. Setiap kebijakan dan layanan publik di Bali haruslah responsif terhadap tuntutan dan kebutuhan segenap warga dan dilaksanakan dengan efisien serta efektif. Ketiga, keadilan. Seluruh warga tanpa memandang gender, suku, warna kulit, pendidikan, afiliasi politik maupun agama harus memperoleh akses yang sama bagi pelbagai kebutuhan dasar seperti kesehatan, pendidikan, pekerjaan, air minum, sanitasi dan layanan-layanan umum lainnya.

Keempat, transparansi. Pengelolaan pemerintahan di Bali harus dibangun atas dasar transparansi dari semua pemangku kepentingan. Ini untuk menciptakan iklim keterbukaan dan keterpercayaan, sekaligus menegakkan profesionalitas, integritas serta sebagai modal untuk membangun kolaborasi yang harmonis dari semua pihak. Kelima, partisipasi publik. Partisipasi publik secara aktif -- termasuk partisipasi dari kelompok yang termarginalisasi -- dalam proses pembuatan keputusan dapat berkontribusi bagi tercapainya kehidupan warga yang lebih baik. Keenam, keamanan. Faktor keamanan harus benar-benar dijamin sehingga hak-hak dasar setiap warga seperti hak hidup, kepemilikan, dan kebebasan dapat dirasakan oleh semua warga, tanpa kecuali. Untuk itu, pemegang tampuk kekuasaan harus berusaha keras menghindari dan mengatasi terjadinya aneka konflik maupun bencana, sekecil apa pun, di lingkungan mereka. Kita yakin dan percaya, siapa pun pemimpinnya, apabila prinsipprinsip tersebut di atas dapat dijalankan sebaik-baiknya, maka tidak perlu khawatir apa pun persoalan yang membelit Bali saat ini dan pada masa depan bakal lebih mudah teratasi dan pembangunan Bali bakal terus bergerak ke arah yang semakin positif serta berkelanjutan, yang membuat segenap warga Bali kian sejahtera dan bahagia, baik lahir maupun batin.

longsor dan retakan tanah yang luas. Gempa bumi ini dapat terjadi karena batuan bergerak untuk mengisi ruang-ruang magma sudah kosong. Gempa bumi VTA mempunyai ciri khas frekuensi tinggi dengan range 1-10 Hz dan impuls gelombang P maupun S yang jelas (Terjadi “Sudden Rupture”). Zona aseismik antara VTA dan VTB zona didalilkan sebagai manifestasi ruang magma kecil di mana magma disimpan sementara sebelum diekstrusi ke permukaan (Ratdomopurbo, 1995). Fenomena gempa bumi VTA Gunung Agung memainkan peranan penting dalam migrasi magma ke permukaan dan sebagai salah satu indikator penentuan status gunung api dalam mitigasi bencana gunung api. Peningkatan yang signifikan yang terjadi sejak 20 September – 19 Oktober 2017 dengan rata-rata 40 kejadian gempa bumi VTA menunjukkan migrasi magma dari dapur magma dalam (deep magma chamber) menuju dapur magma dangkal (shallow magma storage). Gempa bumi VTB tidak tercatat di BBMKG Wilayah III Denpasar dikarenakan karakteristik gempa bumi tersebut mempunyai range frekuensi yang lebih rendah (1-5 Hz) dan kekuatan gempa yang lebih kecil. Penulis, Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar

POJOK Rektor Unud pastikan transparansi kelola dana pendidikan. - Kampus pasti ajarkan segala hal secara transparan. *** Pemberantasan narkoba dengan aturan adat Bali jangan nyakiti warga. - Cara adat pasti beradat. *** Ratusan anak di Kota Denpasar tak tertampung di sekolah dasar negeri. - Kasihan anakku.

Penulis adalah kolumnis dan esais

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


TABANAN

Selasa Wage, 3 Juli 2018

7

Terdampak Abu Vulkanik, BPBD Tabanan Bagikan Masker Tabanan (Bali Post) Sebaran abu vulkanik Gunung Agung terpantau hingga ke wilayah Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Mengantisipasi gangguan kesehatan akibat abu vulkanik, BPBD Tabanan membagikan masker kepada masyarakat di sejumlah titik di Kecamatan Baturiti, seperti di Pasar Ba-

Ditargetkan 48 Ribu Ekor Anjing

Tabanan (Bali Post) Vaksinasi massal Hewan Penular Rabies (HPR) tahun 2018 dimulai Juni. Dari 46 ribu vaksin bantuan APBN yang disalurkan lewat provinsi, baru datang 29 ribu vaksin. Sementara sekitar 2.500 vaksin akan dibeli dari dana APBD Kabupaten. Tahun ini ditargetkan sebanyak 48 ribu HPR divaksin. Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Tabanan I Wayan Suamba didampingi Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Drh. I Gusti Ngurah Wiksuara, Senin (2/7) kemarin mengatakan, seharusnya jadwal vaksinasi HPR di Bali dilakukan secara serentak pada April hingga Juli mendatang. Namun karena keterlambatan datangnya vaksin dari pusat menyebabkan pelaksanaannya baru dimulai pada bulan Juni.

Berdasarkan pencapaian vaksinasi tahun 2017, Tabanan memvaksin HPR yang didominasi anjing sebanyak 48 ribu ekor. Pencapaian ini yang menjadi acuan pemerintah pusat menggelontorkan jumlah vaksin di tahun 2018. ‘’Vaksin yang didapat dari dana APBN sebanyak 46 ribu, maka kekurangan diatasi dengan dana APBD Kabupaten sehingga nantinya akan ada 48 ribu vaksin,’’ jelas Suamba. Ia melanjutkan, di tahun 2018 ini terjadi kasus gigitan positif rabies di Tabanan yaitu di Desa Delod Peken Tabanan dan di Desa Beraban Kediri. Sehingga dua desa ini bersama desa-desa terdekatnya menjadi fokus utama vaksinasi massal tahun 2018. Ngurah Wiksuara menambahkan, saat ini proses vaksi-

nasi sedang berjalan di setiap desa yang ada di Tabanan. Menurutnya, jika divaksin secara rutin, maka potensi anjing tertular rabies sangat kecil. Karenanya, pihaknya berharap masyarakat yang memelihara anjing agar segera membawa anjing peliharaannya untuk mendapatkan vaksin. Sementara dalam menyasar anjing liar, ada tim yang bekerja di lapangan yang khusus untuk memvaksin anjing liar tersebut. Diakui Wiksuara, dari 48 ribu anjing yang tervaksin di tahun 2017, hampir sebagian besar merupakan anjing berpemilik, tetapi diliarkan. Padahal, selain vaksinasi rutin, tidak meliarkan anjing peliharaan merupakan salah satu kunci utama dalam pencegahan penularan rabies pada anjing. (kmb24)

Tabanan (Bali Post) -

Tidak semua pengusaha penggilingan padi memiliki alat pengering atau dryer. Padahal alat ini sangat dibutuhkan untuk mengeringkan gabah ketika intensitas hujan sedang tinggi. Pengusaha penggilingan padi di Tabanan yang juga Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi (Perpadi) Bali A.A. Made Sukawetan, Senin (2/7) kemarin mengungkapkan, secara umum kepemilikan mesin giling di kalangan usaha penggilingan beras di Bali hanya dalam kapasitas kecil. Umur mesinnya pun sudah tua sehingga tak bisa bekerja dengan maksimal. Tidak hanya itu,

Prajurit Kodim Dites Urine

Bali Post/ist

TES URINE - Prajurit Kodim 1619/Tabanan saat mengikuti tes urine.

Tabanan (Bali Post) Sebanyak 120 prajurit dan Aparatur Sipil Segara (ASN) di Kodim 1619/Tabanan menjalani tes urine, Senin (2/7) kemarin. Kegiatan ini sebagai upaya mencegah dan meminimalisir penyalahgunaan narkoba. Sebelum tes urine digelar, dilaksanakan Penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Pasi Inteldim 1619/Tabanan Lettu Inf. I Made Sudiarcana seizin Dandim 1619/Tabanan menjelaskan, kegiatan ini rutin dilakukan untuk selalu menjaga dan mengingatkan anggotanya baik militer maupun ASN agar turut serta memerangi narkoba, mulai dari diri sendiri dan keluarga serta menularkan pengetahuannya ke lingkungan. ‘’Saat ini negara kita berstatus darurat narkoba, maka pencegahan harus dilakukan dengan gencar dimulai dari individu dan keluarga prajurit,’’ ucapnya. Penyuluhan dan pengambilan sampel urine kepada anggota yang hadir tersebut juga melibatkan tenaga penyuluh dari jajaran Polres Tabanan, khususnya Satnarkoba yang diwakili oleh Katim Lidik yang merangkap Katim Binluh Satnarkoba Polres Tabanan Aiptu A.A. Nyoman Anom. Aiptu Anom menyampaikan materi jenis-jenis narkoba, dampaknya terhadap penyalahgunaan narkoba, sanksi-sanksi hukumnya dan lain-lain. Sementara itu, hasil test urine seluruhnya negatif. Tidak ditemukan personel Kodim 1619/ Tabanan baik militer maupun ASN yang terindikasi sebagai pengguna narkoba. (kmb28)

Ulun Danu Beratan Art Festival

Kunjungan Wisatawan Naik 17,17 Persen Tabanan (Bali Post) Ulun Danu Beratan Art Festival berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke DTW Ulun Danu Beratan. Dalam satu bulan total kunjungan sebanyak 103 ribu orang atau naik 17,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini melebihi target awal yaitu mencapai 12 persen. Manager DTW Ulun Danu Beratan Wayan Mustika, Senin (2/7) kemarin mengatakan, festival yang berlangsung Minggu (24/6) hingga Minggu (1/7) rupanya menarik wisatawan berkunjung ke DTW Ulun Danu Beratan. Selama satu minggu pelaksanaan festival, total kunjungan mencapai 28 ribu orang atau rata-rata 4.000 orang per hari. Normalnya kunjungan ke DTW Ulun Danu mencapai 2.500 orang per hari. Mustika berharap momentum festival ini akan tetap dirasakan pihak DTW dan kunjungan tahun 2018 ini bisa lebih meningkat dibandingkan tahun 2017 lalu. ‘’Target tahun 2018 kunjungan meningkat setidaknya 10 persen dari tahun lalu,’’ ujarnya. Guna mempertahankan minat wisatawan datang ke DTW Ulun Danu Beratan pascafestival, pihaknya menjadwalkan kesenian yang dibawakan saat festival dipentaskan secara regular di DTW ini. Kesenian yang akan dijadikan pertunjukan tetap adalah Kecak Ulun Danu Beratan. Menurut Mustika, tarian Kecak Ulun Danu Beratan yang menjadi maskot DTW diciptakan oleh pengurus Pura Penataran Ulun Danu Beratan. Tarian kecak ini menceritakan mengenai asal-usul pura Ulun Danu dan direncanakan akan ditampilkan dua minggu sekali. ‘’Rencananya dua minggu sekali, tetapi masih dalam tahap koordinasi dengan travel agen,’’ papar Mustika. (kmb24)

yang kurang di BPBD Tabanan, sementara di provinsi ada ketersediaan, pihaknya telah bersurat ke Dinas Kesehatan Tabanan untuk bantuan tambahan masker. Selain pembagian masker, petugas BPBD juga memberikan imbauan kepada kepala desa terkait agar menginstruksikan warganya jika keluar rumah menggunakan masker, karena akhir-akhir ini ada peningkatan erupsi Gunung Agung. “Jangan keluar rumah jika tidak penting dan pastikan memakai masker jika berada di luar rumah,” tegasnya. (kmb28)

Minim, Usaha Penggilingan Padi Miliki Alat Pengering Bali Post/ist

Vaksinasi Massal 2018

MASKER - Petugas dari BPBD Tabanan saat membagikan masker kepada sejumlah warga yang terdampak abu vulkanik Gunung Agung.

turiti, Desa Baturiti dan Desa Antapan, Senin (2/7) kemarin. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika mengatakan, abu vulkanik dilaporkan menyebar sampai di wilayah Kecamatan Baturiti. Mendapat laporan tersebut, pihaknya kemudian melakukan pembagian masker untuk mencegah gangguan kesehatan. “Kita bagikan ke masyarakat, baik itu pedagang, petani dan ada juga yang diserahkan ke masing-masing klian dinas setempat,” ucapnya. Meski demikian, akibat stok ketersediaan masker

Bali Post/kmb24

KECAK - Kecak Ulun Danu Beratan dipentaskan saat penutupan Ulun Danu Beratan Art Festival, Minggu (1/7). Tarian ini rencananya rutin dipentaskan di DTW ini.

kepemilikan pengering gabah atau dryer di kalangan usaha penggilingan juga minim. Minimnya kepemilikan alat pengering ini menyebabkan kualitas beras yang dihasilkan menjadi tidak maksimal saat musim penghujan. ‘’Dari segi kualitas produksi, gabah yang diserap ke petani dalam kondisi yang baik. Tetapi saat musim hujan, gabah yang dihasilkan mengand-

ung kadar air tinggi dan jika tidak dikeringkan dengan mesin, beras yang dihasilkan menjadi kuning dan pecah,’’ ujarnya. Ia melanjutkan, saat ini jumlah anggota Perpadi yang aktif sekitar 155. Dari jumlah tersebut, hanya 10 persen yang memiliki mesin dengan kapasitas besar dan memiliki pengering. Mahalnya harga mesin yang bisa mencapai Rp 2 miliar,

menjadi penyebab minimnya kepemilikan mesin berkapasitas besar dan memiliki pengering. Guna mengatasi persoalan ini, Perpadi telah berusaha meminta ke Pemprov Bali untuk memberikan bantuan berupa subsidi atau bantuan bentuk lain agar pengusaha penggilingan padi bisa memiliki mesin yang baik dan bisa menghasilkan beras yang berkualitas, dalam hal ini bersih dan tidak remuk. Sayangnya hingga saat ini permintaan tersebut belum terwujud. (kmb24)

RAPAT - Suasana rapat paripurna di DPRD Tabanan.

Bali Post/ist

Kelima Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Empat Ranperda Tabanan (Bali Post) DPRD Kabupaten Tabanan kembali menggelar rapat paripurna ke-9 dan ke-10 masa persidangan II tahun 2018, Senin (1/7) kemarin. Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Ni Made Meliani dengan agenda pandangan umum fraksi terhadap pidato pengantar bupati tentang empat rancangan peraturan daerah (ranperda). Dilanjutkan dengan agenda sidang tanggapan bupati terhadap pemandangan umum fraksi. Seperti diketahui, keempat Ranperda tersebut yakni tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017, Penyelenggaraan Kearsipan, Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak dan Ranperda Perubahan atas Perda No. 1 Tahun 2016 tentang Penataan Toko Swalayan. Fraksi PDI Perjuangan dalam sambutannya yang dibacakan I Wayan Lara mengatakan dalam pidato pengantar bupati pada 25 Juni 2018 menyampaikan empat buah ranperda. Hal ini membuktikan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan telah secara konsisten mengabdikan diri untuk kemajuan pembangunan secara berkesinambungan di Kabupaten Tabanan. “Ini merupakan wujud konsisten melaksanakan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik,” ungkapnya. Terhadap rancangan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2017, pihaknya memberikan apresiasi atas opini WTP yang diraih Pemkab Tabanan. Pihaknya mengingatkan jangan berpuas diri dengan pencapaian ini. “Oleh karena itu, kita tetap mengawal dan mengkritisi untuk menyempurnakannya pada masa yang akan datang,” ujarnya. Pihaknya juga menekankan agar dilakukan upaya-upaya inovatif untuk meningkatkan PAD Tabanan. Sedangkan terhadap Ranperda Penyeleng-

garaan Kearsipan, Fraksi PDI-P sepakat dengan semakin pesatnya perkembangan zaman, sistem penyimpanan arsip mempunyai peran yang sangat penting, mengingat jumlah arsip semakin banyak yang dibuat dan diterima di masing-masing lembaga. “Fraksi PDI-P mendorong dan mendukung agar sesegera mungkin pemerintah daerah membangun sistem kearsipan dengan manajemen yang terencana secara integral serta kesiapan sumber daya yang handal. Dan mampu mengelola seluruh kegiatan yang ada di Kabupaten Tabanan,” imbuhnya. Sementara itu, terhadap perubahan atas Perda No. 1 Tahun 2016 tentang Penataan Toko dan Swalayan, Fraksi Golkar yang dibacakan I Made Sutaya mengungkapkan pada hakekatnya pendirian/pertumbuhan perlu ditata dan diatur dengan memperhatikan hal-hal seperti carying capacity, kondisi sosial masyarakat dan arsitektur bangunan. “Carying capacity atau kepadatan penduduk perlu diperhatikan supaya jangan sampai pendirian minimarket terkesan mubazir karena pendudukan jarang dan di pedesaan. Kondisi sosial juga perlu diperhatikan, terutama struktur masyarakat dan daya beli masyarakat yang memadai,” ungkapnya. Terkait Ranperda Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak, I Wayan Wiryadana dari Fraksi Golkar mengungkapkan Fraksi Gerindra sangat mendukung dibuatnya aturan berupa perda sebagai upaya yang terintegrasi dalam rangka memenuhi anak, baik kebutuhan biologis, pendidikan, bebas kekerasan. “Tentunya ini harus bersinergi dengan keluarga, sekolah atau dunia pendidikan maupun pelayanan kesehatan anak,” ucapnya. Demikian juga dengan fraksi lainnya, Demokrat, NasDem

dan Hanura yang setuju untuk menerima Ranperda yang diajukan untuk selanjutnya dilakukan pembahasan secara cermat. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memberikan apresiasinya kepada lima fraksi. Pihaknya sependapat dengan pandangan fraksi bahwa pencapaian opini WTP harus dipertahankan. Pihaknya juga sependapat PAD harus ditingkatkan. “Ke depan PAD harus terus ditingkatkan, sejalan dengan potensi yang kita miliki. Untuk itu perlu dilakukan berbagai langkah terobosan yang bersifat inovatif di antaranya dengan Gebyar Pembayaran PBB, otomatisasi pelayanan parkir dengan e-parking dan lain sebagainya,” ungkapnya. Dijelaskan, terkait surplus realisasi anggaran, hal itu terjadi karena penghematan belanja. Di mana surplus tersebut akan menjadi silpa yang bisa dimanfaatkan dalam Perencanaan Pembanguna APBD tahun berikutnya. “Kami sependapat dengan fraksi untuk selalu mengupayakann penyempurnaan dalam perencanaan dan penyusunan APBD, sehingga apa yang tertuang dalam APBD dapat terealisasi dengan baik dan tepat waktu,” jelasnya. Pihaknya juga sepakat pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Tabanan harus tetap mengacu pada sekala prioritas mengacu pada perundang-undangan yang berlaku. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pandangan umum fraksi-fraksi DPRD yang telah memberikan apresiasi terhadap empat Ranperda yang telah kami ajukan dalam rangka memberikan payung hukum terhadap penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan di Kabupaten Tabanan,” imbuhnya. (kmb28)


BULELENG

8

Selasa Wage, 3 Juli 2018

SOSOK Sasar Panti Asuhan ANAK-ANAK di panti asuhan mendapat perhatian serius Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng. Ini karena anak-anak panti asuhan dalam kesehariannya jauh dari asuhan keluarga atau kerabat dekat. Pergaulan seperti ini berpotensi dijadikan sasaran para pelaku kejahatan narkotika untuk melancarkan roda bisnis haramnya. Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa mengatakan, tingginya potensi anak-anak panti asuhan terlibat narkotika merupakan masalah serius yang harus ditanggulangi. Untuk itu, sejak dirinya memimpin BNNK Buleleng, panti asuhan di Bali Utara gencar disasar untuk melakukan sosialisasi dan penyebaran informasi terkait bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Upaya ini tidak cukup dilakukan oleh BNNK saja, peran pengurus panti asuhan, Dinas Sosial (Dinsos) di daerah, dan instansi terkait lain diminta berpartisipasi untuk mengawasi dan membina anak-anak penghuni panti asuhan. “Kondisi anak-anak panti ini rawan menjadi sasaran peredaran penyalahgunaan narkoba. Kondisi ekonomi, maupun jauh dari keluarga salah satu faktor yang bisa saja narkotika merambah panti asuhan,” katanya. Menurut AKBP Astawa, upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di panti asuhan sangat penting dilakukan. Pencegahan dilakukan dengan memberikan pemahaman tentang bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkotika, sehingga anak-anak mengerti dan dapat menjaga pergaulan agar tidak terpengaruh kejahatan narkotika yang merusak masa depan. Selain itu, anak-anak panti harus dilibatkan sebagai elemen masyarakat dalam mengampanyekan “Stop Narkoba”, sehingga peluang para pelaku kejahatan ini untuk melancarkan aksinya akan bisa diberantas. “Kalau sudah mengerti apa itu narkotika dan bahayanya, anak-anak akan bisa melindungi dirinya dan kita ajak berpartisipasi untuk mengampanyekan ‘Stop Narkoba’, dan pelaku kejahatan ini akan sulit masuk ke lingkungan panti asuhan,” jelas Astawa. (mud)

Revisi Perda RTRW

Peruntukan Kawasan Celukan Bawang Diubah Singaraja (Bali Post) – Menyusul rencana revisi Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bali No. 16 Tahun 2009, Pemkab Buleleng mengusulkan untuk mengkaji ulang terkait penetapan kawasan industri Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak. Rencana perubahan karena hingga kini di daerah itu belum menunjukkan adanya perkembangan industri memadai. Demikian disampaikan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS), belum lama ini. Melihat perkembangan yang ada di sejumlah kawasan, kata Agus, ada beberapa desa yang telah ditetapkan menjadi kawasan industri dan pertanian, tidak sesuai dengan perkembangan di lapangan. Seperti di Desa Celukan Bawang, wilayah tersebut ditetapkan sebagai kawasan industri. Ternyata hingga kini di daerah itu tidak ada aktivitas investasi industri. Sebaliknya, di beberapa desa awalnya ditetapkan kawasan pertanian, justru berkembang menjadi bisnis pariwisata. Bupati mencontohkan, di Buleleng Timur yang ditetapkan sebagai kawasan pertanian, tetapi sekarang di kawasan ini banyak fasilitas pariwisata. “Faktanya di lapangan belum ada industri di Celukan Bawang. Ini kan harus dipadukan dengan perkembangan riil di lapangan dan untuk menyesuaikan ini perlu pembahasan detail,” katanya. Menurut Bupati, peraturan apa pun yang sudah dibuat harus ada masa berlakunya. Dalam masa waktunya itu, peraturan itu harus disesuaikan dengan perkembangan di lapangan. Ini harus dilakukan dalam penerapan Perda tentang RTRW yang akan direvisi. Kesempatan ini untuk menyempurnakan perkembangan suatu wilayah menyesuaikan dengan situasi riil di lapangan. Untuk itu, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menggelar focus group discussion (FGD) untuk membahas usulan-usulan penyempurnaan perda. “Kita akan mengusulkan penyempurnaan dalam revisi perda agar sesuai perkembangan potensi di Buleleng,” jelasnya. Revisi Perda RTRW Bali ini dikabarkan sudah masuk agenda pembahasan di DPRD Bali. Revisi dimungkinkan, karena sebuah perda dapat direvisi dalam waktu lima tahun. Berkaitan dengan revisi itu, ada pemikiran menyesuaikan sejumlah kawasan dengan perkembangan potensi yang ada. Salah satunya usulan mengubah penetapan Desa Celukan Bawang sebagai kawasan industri. (kmb38)

Putu Agus Suradnyana

Bali Post/kmb38

Bali Post/kmb38

TLF - Parade Sapi Gerumbungan meramaikan arena TLF tahun 2018. Lokasi parade terpaksa dipindah karena terendam air danau yang meluap.

Tergenang Air Danau

Parade Sapi Gerumbungan TLF 2018 Tetap Digelar Singaraja (Bali Post) – Tidak saja panggung utama Twin Lake Festival (TLF) tahun 2018, lokasi untuk par ade Sapi Ger um bungan yang rutin dipentaskan dalam TLF tahun ini juga terpaksa dipindahkan. Ini karena daratan di pinggir Danau Tamblingan lokasi yang sebelumnya menjadi lokasi parade sekarang terendam akibat meluapnya air danau. Parade Sapi Gerumbungan yang akan digelar Jumat (6/7) nanti lintasannya menggunakan di jalan paving menuju Pura Ulun Danau Tamblingan. Lokasi

ingin pengunjung kecewa, parade Sapi Gerumbungan tetap dihelat meskipun dipindahkan ke lokasi baru. Gelaran parade ini merupakan momen yang tepat mengenalkan tradisi Sapi Gerumbungan sebagai salah satu maskot kebanggaan Buleleng kepada wisatawan. “Tidak ada pilihan lokasi lain, kecuali di jalan menuju Danau Tamblingan itu bisa kita jadikan lokasi parade. Ini kondisi tidak bisa diprediksi karena air danau meluap dan tidak memungkinkan menggelar parade di pinggir danau,” katanya.

Di sisi lain, Genep mengatakan, secara umum TLF yang dihelat dari Rabu (4/7) besok sampai Sabtu (7/7) ini menjadi media untuk mengenalkan potensi pertanian, kesenian, budaya, dan ajang untuk membuka pasar komoditas pertanian kepada masyarakat luas. Untuk itu, Kelompok Tani Ternak (Poktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) diberikan ruang selama TLF untuk mengenalkan komoditas unggulan masing-masing. Untuk membuka akses pasar, Distan mengundang para asosiasi buah dan asosiasi perta-

nian lain untuk meramaikan rangkaian TLF. Lewat media ini, petani dengan asosiasi terjalin sharing informasi, sehingga setelah TLF ada tindak lanjut dalam pemasaran komoditas pertanian Buleleng. “TLF ini mengenalkan komoditas pertanian kita di daerah dan selama ajang ini kami targetkan ada interaksi antara petani dengan asosiasi atau bahkan pengusaha, sehingga ini berimbas pada pemasaran komoditas pertanian atau produk olahan yang dihasilkan,” jelasnya. (kmb38)

Terkait Keluhan Warga Soal RPH Batu Pulu

Distan Buleleng Janji Optimalkan Pengolahan Limbah Singaraja (Bali Post) –

Menyikapi pencemaran limbah Rumah Potong Hewan (RPH) yang dikeluhkan warga di RT 01 Dusun Batu Pulu, Desa Panji Anom Kecamatan Sukasada, Dinas Pertanian (Distan) Buleleng berjanji mengoptimalkan pengolahan limbah. Selain itu, tahun ini Distan mengalokasikan anggaran penataan kawasan dan membuat pintu masuk. Sementara usulan merelokasi RPH saat ini belum dapat dipenuhi dan menunggu keputusan Bupati Buleleng. Hal tersebut diungkapkan Kepala Distan Buleleng Nyoman Genep, Senin (2/7) kemarin. Nyoman Genep mengakui, sudah sejak lama limbah dari pemotongan sapi belum dikelola dengan optimal. Limbah yang dihasilkan hanya ditampung di bak pengolahan. Atas kondisi itu, pihaknya telah mencoba mengolah limbah menjadi pupuk dengan menambah EM-4. Pengolahan sistem ini dalam waktu dekat akan dioptimalkan lagi, sehingga pencemaran yang terjadi bisa ditangani dengan baik. Petugas di RPH akan ditugaskan menjaga kebersihan lingkungan, menambah penghijauan di areal RPH, sehingga bau busuk yang menyengat tidak tersebar. Sementara keluhan warga terkait pintu masuk di sebelah barat yang kerap kali mengganggu dan rawan terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas), Distan telah memindahkannya. Sekarang, pintu masuk dari utara lurus ke selatan dan langsung masuk

Telepon Penting

ke bangunan induk RPH. Guna penataan awal, Distan menyiapkan anggaran Rp 80 juta untuk membuat jalan masuk baru dan penataan lingkungan RPH. Tahun 2019 mendatang, Distan akan membuat pagar pembatas RPH, sehingga limbah apa pun tidak lagi beserakan hingga ke pekarangan atau perkebunan warga seperti yang dikeluhkan warga. Di samping itu, jaringan air bersih untuk mendukung pemotongan dan menambah bak pengolahan limbah dan sarana pendukung lain segera diperbaiki. “Saya berterima kasih setelah warga memberikan masukan untuk kami mengolah limbah agar tidak mengganggu lingkungan di sekitar warga. Namanya RPH memang tidak bisa bebas dari limbah seperti bau, namun kami tidak membiarkan dan limbah yang dihasilkan itu akan diolah dengan mengoptimalkan pemakaian bak pengolahan yang sudah ada,” katanya.

Terkait usulan warga agar RPH direlokasi, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng ini belum berani memutuskan. Pemerintah daerah masih kesulitan lahan yang layak dan jauh dari kawasan permukiman warga. Namun, pihaknya akan melakukan kajian teknis dan memohon petunjuk Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS), apakah memungkinkan memindahkan RPH atau ada program jangka panjang lain. “Kita tidak tahu karena perkembangan permukiman RPH seperti terdesak karena lahan di sekitar untuk permukiman. Kami akan coba buat kajian dan itu kembali tergantung kebijakan pimpinan, dan memang untuk membuat RPH jauh dari permukiman kami kesulitan mencari lahan,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, warga RT 01 Dusun Batu Pulu, Desa Panji Anom mengeluh karena lingkungan mereka terganggu aki-

bat pencemaran limbah bersumber dari RPH. Setiap hari, warga mencium aroma busuk menyengat dari limbah pemotongan sapi. Warga kerap kali

menemukan tulang, sisa daging, kulit sapi, dan bangkai anak sapi yang telanjur disemblih berserakan di perkebunan hingga pekarangan. Limbah ini menyebar setelah anjing liar mudah keluar masuk RPH. Tidak tahan dengan gang-

guan ini, warga meminta dinas terkait melakukan pengolahan limbah dengan baik. Jika limbah tidak bisa diolah, warga berharap pemerintah mencari solusi jangka panjang dengan memindahkan RPH ke lokasi yang jauh dari permukiman. (kmb38)

Dasari dengan Awig-awig

BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar Polsek Seririt Polsek Busungbiu Polsek Gerokgak KP3 Celukan Bawang

diambil karena ini satusatunya alternatif yang paling layak. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Nyoman Genep, Senin (2/7) kemarin, mengatakan parade Sapi Gerumbungan merupakan satu materi kegiatan setiap gelaran TLF yang mampu memikat kunjungan wisatawan mancanegara. Apalagi, lokasi perade dulu ada latar belakang danau sehingga mengundang pengunjung tertarik menyaksikan atau bahkan ikut menaiki rombongan parade Sapi Gerumbungan. Tidak

3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347 92450 92126 92999 92842

Cegah Pungutan Desa Pakraman Jadi Pidana Pungli Singaraja (Bali Post) – Kemungkinan pungutan yang didasarkan atas pararem desa pekraman dijadikan kasus pidana pungutan liar (pungli), memunculkan kekhawatiran di kalangan prajuru. Tidak ingin pungutan di lingkungan desa pakraman ini dikategorikan tindak pidana pungli, Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Buleleng mengingatkan desa pakraman di Bali Utara agar setiap pungutan kepada krama didasari dengan pararem

awig-awig. Ini bukan saja mencegah terjadinya pidana pungli, namun karena masih banyak desa pakraman di daerahnya belum memiliki pararem itu sendiri. Hal itu terungkap ketika MMDP Buleleng menggelar sosialisasi Penanganan Kasus Adat di Puri Seni Sesana Budaya, Singaraja, Senin (2/7) kemarin. Hadir dalam sosialisasi ini Ketua MMDP Buleleng Dewa Putu Budarsa dan Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng Putu Tas-

tra Wijaya. Dewa Putu Budarsa mengatakan, selama ini hampir semua desa pakraman sering memungut iuran kepada krama desa ketika akan menggelar ritual keagamaan. Pungutan ini belum didasasri dengan pararem awig-awig yang mengatur terkait pungutan tersebut. Kondisi ini dikhawatirkan bisa saja akan memunculkan kasus pungli di lingkungan desa pakraman. Mencegah hal ini, Dewa Putu Budarsa menyarankan

setiap desa pakraman menyusun pararem. Penyusunan ini penting, bukan saja mendasari setiap pungutan yang membebankan krama desa, namun pungutannya menjadi prosedural. Ini penting agar petugas pungut yang melakukan pungutan kepada krama dan pemakaian dana transparan untuk kegiatan upacara atau pembangunan di wewidangan desa pakraman. “Kalau sudah dibuat dalam bentuk pararem jadi apa keinginan

krama bisa diakomodir dan pada akhirnya pungutan itu menjadi prosedural,” katanya. Dalam sosialisasi kemarin, prajuru desa pakraman mengaku khawatir kemungkinan terjadinya pidana pungli. Apalagi, desa pakraman melakukan pungutan berupa iuran pada para krama jelang piodalan tertentu. Prajuru desa khawatir, kalau iuran itu dikategorikan sebagai dugaan pidana pungli. (kmb38)


GIANYAR

Selasa Wage, 3 Juli 2018

9

Sekda Tekankan Netralitas ASN

Gianyar (Bali Post) Proses terpenting pilkada pada 27 Juni lalu sudah terlewati. Secara umum, tahapan pilkada di Gianyar berjalan lancar dan kondusif. Meski demikian, Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya tetap mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memegang teguh netralitas. Wisnu Wijaya, Senin (2/7) kemarin menyampaikan, dalam tahapan pilkada lalu ada sejumlah ASN yang diduga tidak netral. Mereka sudah diproses sesuai ketentuan berlaku. Untuk itu, dia kembali menegaskan, saat ini yang paling penting untuk dipahami ASN adalah menjaga kedewasaan dalam berdemokrasi. ‘’Sebagai ASN kita tidak boleh terbawa arus dengan situasi politik, namun tetap harus bekerja keras dalam melayani seluruh masyarakat Gianyar. Karena tupoksi kita adalah sebagai abdi masyarakat,’’ katanya. Wisnu Wijaya juga menekankan kedisiplinan ASN. Kedisiplinan memiliki kunci dalam upaya mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. ‘’Jangan pernah melupakan aspek disiplin, karena itu merupakan modal awal kita memberikan pelayanan kepada masyarakat,’’ katanya. Dijelaskannya lebih lanjut, memasuki triwulan ketiga pelaksanaan APBD Gianyar 2018, seluruh OPD harus melaksanakan program dan kegiatan yang telah tertuang dalam DPA masing-masing. Pihak terkait dimintanya segera berkoordinasi apabila terdapat hambatan dalam pelaksanaan kegiatan. ‘’Karena hal ini sangat penting. APBD merupakan salah satu pemicu dari pertumbuhan ekonomi yang bermuara pada kesejahteraan rakyat,’’ tegasnya. (kmb35)

MELINTAS - Seorang pemotor terlihat nekat melintasi jalan jebol di jalur Sukawati-Tegenungan meski sudah ditutup.

Bali Post/nik

Meski Sudah Ditutup

Pemotor Tetap Nekat Lewati Jalan Jebol di Sukawati

Made Gede Wisnu Wijaya

Bali Post/nik

Gianyar (Bali Post) Meski Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar sudah menutup total jalur Sukawati-Tegenungan, namun rupanya masih banyak pengendara motor (pemotor) yang nekat melewati jalan berbahaya tersebut. Sebab, tepat di turunan jalan menunju jembatan, tebing sisi timur mengalami jebol beberapa waktu lalu. Bahkan, jalur di sana kini sudah hampir putus. Berdasarkan pantauan, Senin (2/7) kemarin, jalan yang sudah ditutup dengan drum itu seolah tak berarti bagi pengendara kendaraan,

KPPAD Bali Minta Evaluasi Sistem PPDB SMP

Gianyar (Bali Post) Berbagai persoalan mewarnai sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kabupaten Gianyar. Terkait hal itu, Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali Made Ariasa mengatakan sistem yang diterapkan itu belum mencakup harapan masyarakat luas. ‘’Persoalan pertama, ada anak yang nilainya lebih dari rata-rata, tapi tidak masuk di sekolah yang diinginkan karena rumahnya di luar zona. Lalu, ada anak disabilitas tidak mendapat

sekolah pilihan melalui jalur alasan khusus,’’ ujar Ariasa, Senin (2/7) kemarin. Tak hanya itu, kata Ariasa, ada juga anak penjual es keliling tidak mendapat sekolah negeri lantaran kos di lingkungan Candi Baru, Kelurahan Gianyar. ‘’Ayahnya sudah berusaha mencari surat domisili dan mendaftar di tiga sekolah negeri dengan harapan biaya pendidikan ditanggung negara. Namun dia tidak mendapatkannya juga,’’ jelasnya. Melihat kondisi ini, Ariasa meminta Pemkab Gianyar, dalam hal ini Di-

nas Pendidikan melakukan evaluasi terkait sistem PPDB tahun ini. Terlebih sebagai kota layak anak, menurut dia harapan tersebut penting dipenuhi. ‘’Jangan sampai terjadi kekerasan terhadap anak,’’ pintanya. Ariasa mengaku sistem terdahulu yang menggunakan sistem NUN tertinggi lebih mudah diterapkan ketimbang zonasi ini. ‘’Kalau dulu lebih pasti karena menggunakan NUN, tapi sekarang serba tidak pasti. Dikhawatirkan dengan sistem ini membuka peluang terjadinya KKN,’’ tandasnya. (nik)

khususnya pemotor. Sebab, terlihat masih banyak pemotor yang melintasi jalur tersebut. ‘’Jalur itu sudah kami tutup total. Tidak bisa lagi dilintasi, termasuk motor. Sebab, sudah sangat membahayakan jika dipaksakan lewat,’’ kata Kepala Dinas PUPR Gianyar Nyoman Nuadi, kemarin. Nuadi menjelaskan, pihaknya telah memasang rambu pengalihan arus lalu lintas dari kedua arah. Kalau dari utara, rambu itu dipasang di dekat objek wisata air terjun Tegenungan, Desa Kemenuh. Sebaliknya, di pertigaan Desa Sukawati juga dipasang rambu penu-

tupan. ‘’Rambu itu mengisyaratkan agar pengendara diminta untuk mencari jalur lain yang lebih aman,’’ jelasnya. Tak hanya itu, dari arah selatan (sekitar 100 meter) dari titik jalan jebol itu, petugas PUPR juga telah memasang rambu, tanda jalan ditutup. Penutupan itu dilakukan dengan cara menaruh drum kosong secara berjejer. Akan tetapi, banyak pemotor terlihat masih lalu-lalang melintasi jalur tersebut. ‘’Memang masih bisa dilewati untuk satu sepeda motor, tetapi itu sangat berbahaya bagi keselamatan. Sebab, di sisi

timur jalan jebol itu sudah langsung jurang sedalam kurang lebih 30 meter. Jadi jangan coba-coba melewatinya,’’ ucap Nuadi. Sementara itu terkait perbaikan jalan jebol ini, Nuadi menyebut ada dua cara. Pertama, memohon anggaran bencana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (ABPD) Gianyar. ‘’Mengusulkan dari BPBD Gianyar ke provinsi untuk dapat penanganan dari pusat menggunakan ABPN,’’ terangnya. Apabila pusat tidak memberikan dana bencana, maka akan diambil langkah kedua, yakni memasang anggaran di ABPD

Induk Gianyar tahun 2019. Adapun aggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalan jebol itu mencapai Rp 6,6 miliar. Dari hasil perhitungan Dinas PU, dana itu digunakan untuk menguruk dan menyender tebing yang jebol sedalam 30 meter dengan panjang mencapai 40 meter. ‘’Kalau tidak dapat anggaran pusat, maka menggunakan ABPD Gianyar,’’ imbuhnya. Dikatakan lebih lanjut, saat ini pihaknya juga sedang mengusulkan perbaikan jalan jebol lainnya seperti di Kecamatan Payangan, Tegallalang dan Tampaksiring. (kmb35)

PPDB SMP Kacau, Dewan Terima Banyak Keluhan

Gianyar (Bali Post) -

Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kabupaten Gianyar yang berlangsung menuai banyak keluhan masyarakat. Pasalnya, sejumlah desa hanya masuk dalam satu zonasi sekolah negeri, sehingga menyebabkan puluhan calon peserta didik dengan nilai mumpuni tidak tertampung di sekolah bersangkutan. Banyak orangtua siswa yang akhirnya kecewa dan mengeluhkan hal ini. Demikian diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara usai melakukan pemantauan pengumuman PPDB SMP, Senin (2/7) kemarin. Pebriantara mengaku banyak menerima keluhan orangtua siswa dari Desa Sukawati. Menurutnya, zona I desa ini hanya masuk dalam putaran SMPN 1 Sukawati. Akibatnya, pendaftaran untuk zona I siswa dari desa ini tidak bisa dilakukan di sekolah negeri lainnya. ‘’Pilihan zona I untuk warga di Desa Sukawati hanya SMPN 1 Sukawati, sementara untuk zona II baru sekolah negeri lain di wilayah Kecamatan Sukawati,’’ katanya. Bila siswa dari Desa Sukawati mendaftar dengan masuk zona II yakni SMPN 2 Sukawati dan SMPN 3 Sukawati, kemungkinan min-

im yang lolos dibandingkan yang mendaftar lewat zona I. ‘’Kecil sekali kemungkinan lolosnya, karena sekolah negeri pasti akan memprioritaskan pemenuhan kuota siswa dari zona I,’’ katanya. Di Desa Celuk zona I-nya masuk dalam putaran zona SMPN 1 Sukawati (Desa Sukawati), SMPN 2 Sukawati (Desa Singapadu) dan SMPN 3 Sukawati (Desa Batubulan Kangin). Sementara di desa ini terdapat 12 banjar dinas dan di dalamnya terdapat lima SD, namun putaran zona I sekolah negeri hanyalah SMPN 1 Sukawati. Akibatnya, cukup banyak siswa dari Desa Sukawati dengan Nilai Ujian

Nasional (NUN) tinggi tidak tertampung di sekolah negeri. Terkait kondisi ini, pihaknya pun mengharapkan solusi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. ‘’Ini harus ada solusi. Bila tidak ya kasihan anak didik dengan NUN tinggi malah tercecer,’’ katanya. Kepala SMPN 1 Sukawati Komang Jati mengatakan, sesuai keputusan rapat, calon peserta didik dari Desa Sukawati memang hanya masuk dalam putaran zona SMPN 1 Sukawati. ‘’Desa Sukawati zona I-nya memang hanya di sini. Hal ini terjadi karena letak geografis. Misal Desa Celuk, malah ruang lingkupnya masuk dalam zona I putaran

tiga SMP negeri,’’ katanya. Dia mengungkapkan, zonasi SMPN 1 Sukawati juga meliputi beberapa desa lain. Akibat kondisi ini, tidak semua calon peserta didik dari Desa Sukawati bisa diterima di sekolah ini. ‘’Nah, anak tidak diterima kan salahnya kerena NUNnya kecil. Di samping itu, kan sudah ada sekolah penyangga SMPN 1 Sukawati dan itu tidak harus negeri. Kan ada sekolah swasta,’’ ucapnya. Pernyataan berbeda disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Gianyar I Wayan Sadra. Menurutnya, seluruh calon peserta didik dari Desa Sukawati bisa diterima di SMPN 1 Sukawati. ‘’Sudah ada keputusan bahwa yang memang memiliki satu desa satu zonasi wajib diterima, karena dia memiliki satu zonasi. Kalau tidak diterima, ke mana dia? Jadi, tamatan yang ada di Desa Sukawati itu wajib diterima,’’ tegasnya. (kmb35)

RPH Temesi Segera Dihibahkan Dewan Kritik Buruknya Perencanaan

Bali Post/nik

CEK - Sejumlah siswa sedang mengecek pengumuman PPDB di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Gianyar.

Potensi Desa Sebatu Harus Digarap Profesional

Gianyar (Bali Post) Desa Sebatu Kecamatan Tegallalang memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Potensi ini pun akan bisa maksimal digarap dengan manajemen yang profesional. Hal ini diungkapkan tokoh masyarakat setempat Nyoman Cendikiawan, belum lama ini. Menurutnya, ada sejumlah sektor usaha di bidang pariwisata yang digeluti masyara-

kat setempat. Jika usaha atau fasilitas pariwisata dikelola dengan baik, akan memberikan kesan baik pula sehingga wisatawan akan makin tertarik berwisata dan menghabiskan harinya di Desa Sebatu. Sebaliknya, jika fasilitas tersebut dikelola ala kadarnya, justru akan menimbulkan citra buruk di mata wisatawan. Saat ini pihaknya tengah mengelola homestay sebagai penunjang pariwisata

desa setempat. Usaha ini dirintisnya dua tahun lalu, seiring pengembangan potensi wisata Desa Sebatu. Homestay dinilai cocok didirikan di desa yang memiliki keindahan alam berupa hutan dan lingkungan yang masih alami. ‘’Kami terus menyempurnakan pengelolaan agar mampu memuaskan wisatawan yang muaranya nanti bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ jelasnya. (kmb35)

RUMAH Potong Hewan (RPH) Temesi (PT Mergantaka Mandala) segera dihibahkan oleh Pemprov Bali ke Pemkab Gianyar. Pasalnya, RPH Temesi sudah lama tidak beroperasi dan berkali-kali menjadi temuan BPK-RI. Pemkab Gianyar menyatakan siap menerima, asalkan sudah tidak ada persoalan lagi terkait badan hukum yang kini Perseroan Terbatas (PT). ‘’Pada prinsipnya temuantemuan BPK apapun itu wajib hukumnya bagi kita di eksekutif dan legislatif untuk menindaklanjuti sesuai dengan NSPK (Norma, Standar, Prosedur, Kriteria),’’ ujar Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry usai mengikuti hearing terkait temuan kepemilikan saham Pemprov Bali pada PT Mergantaka Mandala, di Denpasar, Senin (2/7) kemarin. Menurut Sugawa Korry,

temuan BPK terutama menyangkut status kepemilikan dan badan hukum dari RPH Temesi. Termasuk mengenai kelanjutan dari RPH itu sendiri, apakah akan difungsikan kembali atau tidak. Misalnya dengan dipailitkan atau dihibahkan. Pimpinan rapat hearing I Gede Kusuma Putra sepakat untuk segera menyelesaikan persoalan RPH Temesi. Setelah dikaji, RPH Temesi akan dihibahkan kepada Pemkab Gianyar. Namun, pihaknya juga tidak ingin proses penghibahan ini nantinya hanya memindahkan masalah dari satu titik ke titik lain. Sekretaris Komisi II DPRD Bali ini mengkritik perencanaan awal RPH Temesi yang dinilai tidak beres, mengingat nilai investasi Pemprov Bali terbilang cukup besar yakni hampir Rp 5 miliar di tahun 2003.

Kendati demikian, pihaknya tidak mau menyalahkan Pemprov, serta pemerintah pusat yang dulu menawarkan ide. ‘’Logikanya, duit ada, lahan ada, apalagi yang terlibat pemerintah kabupaten, provinsi, pusat. Ini kan tidak main-main, kok sampai nggak jalan. Sedangkan yang investasi tamat SMP, SMA, kadang-kadang modal cekak bisa jalan. Ini satu bukti perencanaan tidak beres. Saya tidak mau hal semacam ini terjadi ke depan,’’ tegas politisi PDI-P ini. Karo Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali I Nengah Laba mengatakan, RPH Temesi telah menjadi temuan BPK di tahun 2008, 2009, serta tahun ini atas laporan buku tahun 2017. Pihaknya mengakui bila perencanaan dilakukan dengan tergesa-gesa tanpa ada kajian mendalam. ‘’Manajemen sudah

tidak jalan, sudah bubar dia. Sekarang tinggal formalitas saja. Menurut UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pembubaran sebuah PT harus dilakukan melalui pengadilan,’’ imbuhnya. Sebelum ke pengadilan, harus ada persetujuan dari DPRD Bali dan persetujuan Pemkab Gianyar sebagai penerima hibah. Pada prinsipnya dua hal itu telah dipenuhi. Selanjutnya tinggal membentuk tim appraisal untuk menentukan aset apa saja yang bisa dihibahkan, dan mana yang harus dihapus. ‘’Kalau bangunan masih bagus bisa dimanfaatkan Gianyar, itu dihibahkan. Tapi kalau mesinnya sudah rusak, hapus saja dari aset daerah karena tidak bisa digunakan. Setelah selesai, baru ada penyerahan hibah kepada Pemda Gianyar secara formal,’’ tegasnya. (kmb32)


JEMBRANA

10

Selasa Wage, 3 Juli 2018

Protes PPDB Sistem Zonasi

Sejumlah Warga Dauhwaru Datangi SMAN 1 Negara Negara (Bali Post) -

Sejumlah warga Dauhwaru yang merupakan penyanding SMA Negeri 1 Negara, Senin (7/2) kemarin ramai-ramai mendatangi sekolah tersebut. Mereka protes terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi lantaran faktanya mengabaikan warga sekitar. Apalagi saat sekolah ini didirikan dengan tujuan menampung warga sekitar untuk belajar. Sejumlah warga penyanding ini diterima oleh Wakil Kepala SMAN 1 Negara, perwakilan UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Jembrana serta Komite. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga menyampaikan keberatan mereka terkait sistem zonasi ini.

Pola zonasi tahun ini yang cakupannya lebih luas, yakni Kecamatan Jembrana dan Kecamatan Negara, justru mengabaikan warga penyanding. Kepala Dusun Dauhwaru Gusti Ngurah Adi mengatakan sejumlah anak warga yang tinggal di seki-

tar SMA tidak diterima. Padahal sekolah ini awalnya didirikan guna menampung kebutuhan sekolah warga sekitar. Keberatan juga disampaikan Anak Agung Ketut Wijaya Kusuma. Ia mengingatkan bahwa sejarah berdiri dan tanah yang digunakan SMAN 1 Negara merupakan hibah dari Puri Gede Jembrana. Fungsinya untuk menampung warga sekitar untuk melanjutkan belajar jenjang menengah atas. Semestinya warga lokal terutama penyanding di sekitar sekolah diprioritaskan. Sistem zonasi PPDB ini justru membuat anak masyarakat

lokal tak dapat tertampung di SMA negeri tertua di Negara tersebut. Terkait hal tersebut, pihak sekolah menjelaskan sistem PPDB yang diberlakukan tahun ini memang berbeda. Wakil Kepala SMAN 1 Negara I Ketut Wiarsa mengatakan sekolah saat ini hanya mengikuti sistem PPDB sesuai prosedur dan aturan. Aturan itu mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Peraturan Gubernur Bali serta petunjuk teknis (juknis) dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Menurutnya, tahun ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya,

Temui PU Pusat

Wabup Bahas Pelebaran Jalan di Gilimanuk UPAYA menata kawasan Gilimanuk terus dilakukan. Salah satunya Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan bertemu langsung dengan pihak Kementerian PUPR di Jakarta, Senin (2/7) kemarin. Wabup Kembang diterima Kepala Sub Direktorat Manajemen dan Evaluasi Jalan Daerah Kementerian PUPR Abraham Elsajaya Barus K. Turut hadir Kadis PU Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Jembrana I Wayan Darwin dan Kabid Bina Marga I Wayan Sudiarta. Dalam pertemuan tersebut, Wabup mendorong kembali dilanjutkannya peningkatan kapasitas jalan Denpasar-Gilimanuk pada tahun 2019. Mengingat tahun 2018, perluasan jalur Denpasar-Gilimanuk menuju Pelabuhan Gilimanuk tidak bisa dilanjutkan dikarenakan keterbatasan anggaran di pusat. Usulan itu juga akan melanjutkan kegiatan tahun 2017, di mana sudah dikerjakan perluasan jalan Gilimanuk-Cekik, dari Km 126 sampai Km 128 sepanjang 1 km. Total penambahan pelebaran yang disampaikan Wabup Kembang nantinya yakni sepanjang 2,48 km. Dengan rincian, dari gapura sampai dengan pelabuhan sepanjang 480 m dan dari pertigaan Cekik sampai ujung

Bali Post/ist

BERTEMU - Wabup Jembrana Made Kembang Hartawan bertemu langsung dengan pihak Kementerian PUPR terkait upaya perluasan jalan di Gilimanuk. Perluasan jalan ini merupakan salah satu upaya untuk menata kawasan wisata Gilimanuk. median sepanjang 1 km. ”Hal ini kita usulkan mengingat vitalnya jalur Gilimanuk, utamanya saat libur hari raya atau musim mudik seperti beberapa waktu lalu. Saya yakin pelebaran itu dapat memperlancar arus mudik dan balik agar lebih aman, nyaman dan tertib. Di samping dibantu dengan langkah yang diupayakan Pemkab Jembrana bersama jajaran kepolisian seperti penggunanan fasilitas parkir untuk menampung kendaraan menuju pelabuhan Gilimanuk pada saat mudik yang lalu,” sebut Wabup Kembang. Selain itu, ia juga mengatakan langkah pelebaran

akan sinergis dengan upaya Pemkab Jembrana dalam menata dan mempercantik kawasan Gilimanuk sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Jembrana. ”Kita menganggap jalur Gilimanuk sangat vital. Karena itu selain dengan Direktorat Bina Marga, komunikasi juga telah dilakukan dengan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Ketut Dharmawahana beberapa waktu lalu. Juga dengan para legislator Bali guna mendukung usulan tersebut,” paparnya. Sementara Kepala Sub Direktorat Manajemen dan Evaluasi Jalan Dae-

rah Kementerian PUPR, Abraham Elsajaya Barus menyambut baik kedatangan Wabup Jembrana beserta jajaran. Selain itu, ia juga sangat mengapresiasi terhadap berbagai usulan yang disampaikan Pemkab Jembrana. Dikatakannya Kementerian PUPR akan m em p rog ra m ka n usula n tersebut pada tahun 2019. Mengingat keterbatasan anggaran di pusat, pelebaran itu belum bisa dilanjutkan pada tahun anggaran 2018. “Kita sambut baik usulan tersebut. Anggarannya nanti tergantung perhitungan dari DED dan RAB PUPR,” ucapnya. (ad074)

Jadi Saksi di TPS

Oknum Pegawai Kontrak Dipanggil Panwaslu Negara (Bali Post) – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Jembrana, Senin (2/7) kemarin memanggil untuk mengklarifikasi seorang oknum pegawai kontrak di Pemkab Jembrana. Pemanggilan tenaga kontrak yang berinisial IKW ini terkait dugaan menjadi saksi salah satu pasangan calon (paslon) di TPS saat pemungutan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub), Rabu (27/6) lalu. Pegawai kontrak ini dimintai keterangan mulai pagi hingga pukul 12.00 Wita. Dari informasi, saat diklarifikasi Panwaslu, tenaga kontrak tersebut mengakui memang menjadi saksi salah

satu paslon saat pencoblosan. Tepatnya di salah satu TPS di Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara. Tetapi, IKW melakukan itu lantaran tidak mengetahui adanya larangan pegawai kontrak menjadi saksi salah satu calon dalam hajatan lim tahunan tersebut. Diberitakan sebelumnya, saat pemungutan suara dalam Pilgub Bali beberapa waktu lalu, petugas pengawas mengetahui adanya dua orang saksi yang diduga merupakan tenaga kontrak di Pemkab Jembrana. Setelah ditelusuri lebih lanjut, diketahui hanya satu yang memang tenaga kontrak. Kemudian Panwaslu mendalami dan melakukan pemanggilan.

Usai klarifikasi, Ketua Panwaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan membenarkan pihaknya telah memanggil dan mengklarifikasi oknum tenaga kontrak tersebut. Tindakan tenaga kontrak itu diduga melanggar Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Tenaga kontrak merupakan ASN dan sudah semestinya netral. Terkait hasil klarifikasi dan keputusan, menurutnaya masih akan diplenokan lebih lanjut. Ady Muliawan belum menjelaskan lebih lanjut, sebelum pleno dengan komisioner lainnya. “Setelah kita plenokan akan kami sampaikan,” terang Pande. (kmb26)

Bali Post/olo

RAPAT – Ketua Panwaslu Jembrana bersama dua komisioner saat melakukan rapat. Panwaslu melakukan klarifikasi terhadap salah satu oknum tenaga kontrak yang ikut menjadi saksi salah satu paslon di TPS saat pemungutan suara.

di mana ada jalur lingkungan atau masyarakat penyanding sebanyak 10 persen. Tahun ini, pendaftar melebihi kuota sekolah sehingga dilakukan seleksi berdasarkan nilai Ujian Nasional (UN). Menurut Wiarsa, tahun ini sejatinya untuk penerimaan jalur lingkungan itu masih ada. Namun bagi orang yang berjasa pada sekolah, salah satunya menghibahkan tanahnya. Namun harus ada surat keterangan atau nota kesepakatan yang ditunjukkan kepada Kepala Sekolah. SMAN 1 Negara memiliki kuota 360 murid. Namun, jumlah pendaftar lebih

dari 400 siswa. “Sehingga kami harus melakukan seleksi berdasarkan nilai ujian,” terangnya. Terkait aspirasi dari masyarakat sekitar ini, pihak sekolah akan menyampaikan hal itu kepada Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Selanjutnya disepakati untuk membuat kesepakatan tertulis atau MoU untuk menampung warga lokal. Antara sekolah dengan masyarakat diwakili oleh kelurahan setempat. Ke depannya, sekolah berharap kepada warga untuk ikut mendorong penyempurnaan sistem serta regulasi PPDB. (kmb26)

Pembangunan Kantor BPBD dan PPKB Dikebut

Negara (Bali Post) – Pembangunan sejumlah kantor di areal Civic Center Kabupaten Jembrana tahun ini mulai dikebut. Hal itu dilakukan guna menyikapi penyesuaian struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bahkan, pembangunan kantor-kantor ini diharapkan bisa segera rampung. Hingga pertengahan tahun ini, ada beberapa gedung yang dibangun, baik itu di areal Kantor Bupati maupun di Civic Center. Beberapa bangunan di antaranya Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB). Dari pengamatan Senin (2/7) kemarin, aktivitas pembangunan gedung tersebut mulai dilakukan. Itu terlihat di Kantor PPKB yang berada di dalam areal Kantor Bupati Jembrana. Pembangunan gedung OPD ini pagu anggarannya senilai Rp 3.021.500.000 dan dikerjakan PT Karya Ananda dengan harga penawaran Rp 2.526.884.000. Diharapkan pengerjaannya sudah rampung pada tahun ini, sehingga seluruh OPD bisa memiliki

kantor dan terpenuhi. Saat ini sejumlah OPD yang sebelumnya menempati kantor tersebut dipindah ke sejumlah ruangan kosong di lantai dua. Seperti Kantor Dinas PPKB yang sejak awal tahun lalu sementara berada di gedung sayap timur bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Sementara BPBD yang merupakan OPD baru saat ini masih menempati lahan bekas Kantor Panwaslu di Jalan Ngurah Rai. Kantor OPD baru ini masih dalam tahap pengerjaan dengan gedung berlantai dua. Tahun ini merupakan peker-

jaan tahap kedua dengan nilai pagu Rp 400 juta. Kabag Humas dan Protokol Jembrana I Komang Suparta mengatakan pembangunan sejumlah gedung tersebut diharapkan bisa selesai pada tahun ini. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah agar memiliki kantor yang representatif. Di mana sebelumnya ada pengembangan dan perubahan struktur OPD. Salah satunya penambahan OPD baru adalah BPBD Jembrana. Diharapkan tahun ini seluruh gedung itu bisa selesai dan tahun depan sudah bisa ditempati. (kmb26)

Bali Post/olo

GEDUNG - Pembangunan salah satu gedung kantor di areal kantor Bupati Jembrana.


Selasa Wage, 3 Juli 2018

Karangasem

11

SOSOK Sukses Jaga Basis PILGUB Bali telah usai. Kemenangan Koster-Ace pun nampaknya sulit terbendung dan tinggal menunggu pelantikan. Tetapi, di balik kemenangan Koster-Ace ini, para kadernya secara militan berjibaku mengamankan daerah basisnya. Seperti yang dilakukan kader PDI-P di Kecamatan Kubu, Karangasem. Mereka benar-benar menjaga daerah basisnya. Demikian disampaikan legislator DPRD Karangasem dari PDI-P, I Gede Dauh Suprapta, saat ditemui di kantornya, Senin (2/7) kemarin. Terlebih di Karangasem, kata Suprapta, sejak awal pihak lawan memegang target tinggi, yakni yakin mampu menang dengan target 80 persen. Sehingga pasti ada banyak daerah basis yang hendak dibobol. Kecamatan Kubu yang dikhawatirkan akan menjadi sasaran, menurut Suprapta ternyata mampu diantisipasi para kader dan simpatisan setempat. Seperti daerah pemilihan Suprapta di Desa Tianyar Barat (Tibar), Koster-Ace tetap mampu unggul dengan raihan suara 2.090 suara, sedangkan paslon 2 hanya 1.754 suara. Ketua PAC PDI-P Kecamatan Kubu ini juga mampu menjaga perolehan suara di TPS-nya mencoblos, dengan kemenangan telak perolehan 225 suara, sedangkan paslon 2 hanya 12 suara. “Ini tidak terlepas dari militansi warga Kubu, khususnya Tianyar Barat dalam menyukseskan Pilgub Bali. Saya juga bersyukur, Kecamatan Kubu yang selalu diidentikkan dengan daerah rawan dalam setiap pemilu, mampu menjaga pelaksanaan Pilgub dengan aman dan damai,” kata Dauh Suprapta. Dia menilai masyarakat Kubu kini sudah semakin dewasa dalam berpolitik. Sebab, dilihat dari pelaksanaan Pilgub Bali, masyarakat setempat mampu menjaga dinamika demokrasi dan saling menghargai pilihan. Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan Kubu melupakan perbedaan pilihan itu dan segera bersatu kembali mendukung gubernur dan wakil gubernur terpilih. Sehingga program-program yang dibutuhkan Kecamatan Kubu, ke depan dapat dikomunikasikan dan segera terlaksana dengan baik. “Kita sudah punya pilihan gubernur yang baru. Semoga Bali ke depan semakin maju. Kecamatan Kubu yang dikenal sebagai daerah tandus, semoga menjadi prioritas dalam pembangunan Bali ke depan,” tegasnya. (gik)

Bantu Warga Atasi Paparan Abu Vulkanik

Ribuan Masker Disebar PMI Karangasem Amlapura (Bali Post) Rentetan suara gemuruh dari Gunung Agung yang terjadi sepanjang Senin (2/7) kemarin, meningkatkan kewaspadaan masyarakat terutama yang bermukim di lereng Gunung Agung. Letusan memang tak sampai memicu gelombang pengungsian besar-besaran, namun aktivitas vulkanik itu sangat mengganggu aktivitas warga akibat paparan abu vulkanik. Menyikapi hujan abu vulkanik yang terjadi, PMI Karangasem langsung terjun ke daerah terdampak seperti Banjar Pura Gae dan Banjar Kladian. Dengan 14 personel terdiri dari 4 orang staf PMI, 4 sukarelawan, 3 orang PMR, dan masing-masing 2 relawan masyarakat dan relawan Pasebaya, mereka membagikan ribuan masker untuk masyarakat. Sekretaris PMI Karangasem I Made Tingkes mengatakan ada sekitar 3.000 masker yang dibagi-bagikan kepada masyarakat. Selama terjadi paparan abu vulkanik, masyarakat disarankan mengenakan alat pelindung pernapasan tersebut untuk menghindari terhirupnya material abu vulkanik yang sangat berbahaya bagi kesehatan. ‘’Kita turun begitu mendengar informasi radio Pasebaya,’’ kata Tingkes. Sama dengan letusan yang terjadi sebelumnya, sebaran abu vulkanik mengarah ke barat dan barat daya gunung mengikuti arah embusan angin. Untuk di wilayah Kabupaten Karangasem, hujan abu terjadi di beberapa dusun di Desa Pempatan dan Desa Besakih, Kecamatan Rendang. ‘’Hujan abu vulkanik cukup tebal di beberapa dusun di Pempatan,’’ ungkap Sekretaris Pasebaya Gunung Agung I Wayan Suara Arsana. (kmb)

PASEBAYA - Ketua Pasebaya bersama relawan lainnya saat turun ke daerah terdampak untuk mengedukasi warga setempat.

Bali Post/gik

Pasebaya Tingkatkan Edukasi Warga Terdampak Erupsi terkini dan cara mengantisipasinya. ‘’Kami ingin pengalaman 22 September tahun lalu tak terulang lagi. Setidaknya ini sudah terbukti saat terjadi erupsi berikutnya 27 Juni lalu. Kami ingin menguatkan itu dan membuat masyarakat di 28 desa terdampak tenang, namun tetap waspada,’’ tegasnya. Pawana turun langsung bersama relawan Pasebaya lainnya, seperti Sekretaris Wayan Suara Arsana dan Humas Nyoman Eka Semara Putra. Edukasi langsung menyasar daerah-daerah terdampak di KRB III seperti di sekitar Sogra, Kecamatan Selat, Temukus Kecamatan Rendang dan Desa Ban Kecamatan Kubu. Proses edukasi dilakukan 24 jam sehari, di mana setiap perkembangan disampaikan melalui HT dan kesimpulan hasilnya disampaikan ke dalam jaringan media sosial Pasebaya. Dengan demikian, Pasebaya memainkan peran

penting di dalam penyampaian informasi terkini seputar aktivitas Gunung Agung. Seperti yang terjadi kemarin, sejak pukul 06.19 Wita. kembali terjadi erupsi efusif dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak Gunung Agung. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 18 mm dalam durasi 3 menit 47 detik. Berikutnya, erupsi kembali terjadi pada pukul 13.11 Wita, dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak Gunung Agung. Kali ini, kolom abu teramati condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15 mm dengan durasi 3 menit 11 detik. Tak lama berselang, erupsi kembali terjadi pada pukul 13.43 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas

puncak Gunung Agung. Meski menunjukkan peningkatan intensitas, tetapi Gunung Agung masih berada pada level III atau Siaga. Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki atau wisatawan agar menjauh, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan rawan bencana yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari kawah puncak Gunung Agung. Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung juga diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan. Ini sangat berbahaya, jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Sebab, area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. ‘’Ikuti terus perkembangan

aktivitas Gunung Agung dari sumber informasi yang terjamin. Jangan mudah termakan isu hoax. Masyarakat yang tak terjangkau teknologi, kami akan terus datangi langsung,’’ tegas Pawana. Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM Kasbani, mengatakan Gunung Agung masih berada dalam fase erupsi. Saat ini, erupsi yang terjadi pada umumnya bersifat efusif, berupa aliran lava yang mengisi kawah dan eksplosif berupa lontaran lava pijar di sekitar kawah maupun erupsi abu. Kemungkinan terpenuhinya kawah oleh material lava dalam waktu singkat, masih rendah, karena laju efusi lava saat ini masih lambat. ‘’Aktivitas Gunung Agung masih dalam kondisi yang berkembang dan belum stabil. Kemungkinan untuk terjadinya erupsi masih tinggi,’’ katanya. (kmb31)

Amlapura (Bali Post) Sempat reda sejak terjadinya letusan pertama pada Rabu (27/6), belakangan intensitas letupan Gunung Agung makin sering. Sepanjang Senin (2/7) kemarin misalnya, dari pagi sampai sore hari, gunung setinggi 3.142 meter itu mengalami enam kali letupan yang diawali pukul 06.11 Wita.

Api Wilayah Timur, Devi Kamil Syahbana, mengatakan laju lava bersifat fluktuatif. Jumlah lava yang keluar tidak sama pada setiap erupsi terlebih dengan pergerakan yang saat ini cenderung melambat. Dari kondisi itu, belum bisa diperkirakan kapan kawah akan terisi penuh, yang jelas potensi letusan lanjutan masih terbuka. ‘’Sekarang, pergerakan lava cenderung melambat. Saat ini, selisih ketinggian antara bibir kawah terendah di sisi barat daya dengan permukaan kubah lava tertinggi di tengah kawah sekitar 85 sampai 90 meter,’’ jelasnya. (kmb)

Karangasem, per 30 April lalu. Suarjana menggantikan Kepala Sekolah sebelumnya, yakni Made Agus Suryadarma Prihantana. (kmb31)

Amlapura (Bali Post) Aktivitas Gunung Agung kembali menunjukkan peningkatan. Kondisi ini pun kembali menimbulkan kekhawatiran warga di 28 desa terdampak. Untuk menenangkan masyarakat sekitar, Pasebaya Gunung Agung meningkatkan edukasi ke masyarakat. Ketua Pasebaya Gunung Agung I Gede Pawana, Senin (2/7) kemarin, mengatakan edukasi perlu ditingkatkan agar siaga bencana tidak direspons berlebihan sehingga berpotensi menimbulkan kepanikan. Menurutnya, tim Pasebaya gencar turun ke desa-desa terdampak maupun pos-pos pengungsian sejak terjadi erupsi pada 27 Juni lalu. Tujuannya, memberikan kepastian informasi kondisi saat ini. Sebab, tak semua masyarakat mampu menelaah informasi yang benar. Selain itu, tak semua orang punya Hp canggih yang bisa memonitor perkembangan informasi

Makin Sering, Intensitas Letupan Gunung Agung

Disusul dua kali letupan beruntun masing-masing pukul 06.41 Wita dan pukul 06.55 Wita. Setiap kali terjadi letupan, Gunung Agung menyemburkan asap dan kolom abu berwarna putih-kelabu dengan intensitas sedang sampai tebal. Pukul 13.11 wita, erupsi kembali terjadi, disusul pukul 13.43 Wita dan pukul 17.19 Wita. Rilis Magma-Var menyatakan kolom abu dari rangkaian letusan itu men-

capai ketinggian antara 200 sampai 2.000 meter. ‘’Kolom abu tertinggi terjadi pada letusan pertama pukul 06.11 wita, letusan diawali suara gemuruh. Semua relawan melaporkan visual letusan yang terjadi,’’ ujar relawan Pasebaya Gunung Agung, I Komang Eka Semara Putra (44). Sepanjang Jumat (28/6) sampai Minggu (1/7), aktivitas vulkanik cenderung menurun, kondisi itu dapat terpantau

dengan mata telanjang dari kondisi visual Gunung Agung. Tanda-tanda aktivitas vulkanik kembali meningkat ditunjukkan oleh kembali terdengarnya suara gemuruh sejak Minggu (1/7) malam. Gemuruh dari dalam gunung itu bahkan dilaporkan terdengar sampai di radius 9 km. Pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga telah menurunkan rilis hasil pemantauan citra satelit.

Dalam rilis itu disebutkan erupsi efusif berupa aliran lava ke dalam kawah masih terus berlangsung. Pada periode 28 Juni hingga 1 Juli 2018, diamati muncul lava baru yang mengalir keluar dari tengah kawah dan menyebar secara radial (melingkar) dengan volume sekitar empat sampai lima juta meter kubik. Sejak erupsi 21 November 2017 hingga 1 Juli 2018, volume total kubah lava sudah mencapai sekitar 27 sampai 28 juta meter kubik atau hampir 50 persen dari volume kawah yang memiliki volume kosong 60 juta meter kubik. Kasubid Mitigasi Gunung

yang singkat sehingga benarbenar harus dimanfaatkan dengan baik oleh siswa untuk berkembang dan siap kerja. Selama proses prakerin,

perkembangan siswa dipantau guru pembimbing. Hasil prakerin mereka akan dievaluasi secara menyeluruh, sebagai bahan pertimban-

gan untuk penyempurnaan pelaksanaan prakerin berikutnya. ‘’Evaluasi penting, agar ke depan kami tidak mengulangi kesalahan yang

sama. Di dalam dunia kerja nantinya, tentu tak boleh ada kesalahan,’’ tegas Suarjana yang baru menjabat sebagai Kepala SMK TI Bali Global

Prakerin Menambah Wawasan Siswa

Amlapura (Bali Post) Kelebihan bersekolah di SMK adalah lulusannya sudah punya keterampilan sehingga benar-benar siap kerja. Untuk mewujudkan lulusan demikian, siswa SMK diperkenalkan langsung dengan keterampilan bekerja salah satunya melalui praktik kerja industri (prakerin). Cara inilah yang dimaksimalkan SMK TI Bali Global Karangasem agar seluruh lulusan benar-benar terserap di dunia kerja di Bali. Kepala SMK TI Bali Global Karangasem I Nyoman Suarjana, S.Sos., Senin (2/7) kemarin, mengatakan keterampilan diperoleh dari implementasi pelajaran yang didapatkan di sekolah. Selain membangun pola pikir siswa yang sistematis, prakerin mampu melatih siswa untuk berkomunikasi secara profesional di dunia kerja. Hal ini dapat membentuk semangat kerja, menambah dan mengem-

bangkan ilmu pengetahuan dasar yang dimiliki siswa. ‘’Ini bagian dari cara kami untuk menyiapkan SDM yang berkualitas sesuai tuntutan zaman pada era teknologi dan komunikasi saat ini. Sebab, kami ada dan berkembang di bidang itu,’’ kata Suarjana. Saat ini, prakerin dilaksanakan selama tiga bulan, mulai 25 Juni sampai 22 September 2018. Ada 76 siswa yang terbagi ke dalam empat jurusan. Rinciannya, TKJ sebanyak 16 siswa, RPL 17 siswa, Multimedia 15 siswa, dan Akuntansi 28 siswa. Jumlah dunia usaha dan dunia industri sasaran yakni 34 tempat. Sebanyak 8 di antaranya di Kota Denpasar dan 26 di Karangasem. Suarjana meminta agenda penting ini dimanfaatkan dengan baik oleh siswa. Apalagi mengingat, tiga bulan untuk prakerin adalah waktu

Telepon Penting

kARANGASEM Polres Karangasem Penjagaan Polres 0363 21220 Polsektif Karangasem 0363 23222 Polsek Kota 0363 21167 Polsek Manggis 0363 41768 Polsek Rendang 0363 23082 Polsek Selat 0363 24187 Polsek Abang 0363 23330 Polsek Kubu 0363 22988 Polsek Sidemen 0363 21709 Polsek Bebandem 0363 22110 Polsek Candidasa 0363 41677 Polsek KP3 Padangbai 0363 41388 Radio Suara Widya

Besakih (SWIB) PMI PDAM PLN BPBD/ESR Badan SAR Pemadam Kebakaran URD RSUD 11 RSUD 12 SMAN 1 Amlapura 13 SMAN 2 Amlapura 14 SMAN 1 Manggis 15 SMPN 1 Amlapura 16 SMPN 2 Amlapura

0363 21791 0363 21789 0363 21363 0363 21711 0363 22173 0363 21135 0363 21113 0363 21011 0363 21470 0363 21152 0363 21254 0363 41668 0363 21288 0363 21483

PRAKERIN - Siswa prakerin saat dilepas di sekolah, sebelum ditempatkan di lokasi prakerin masing-masing.

Bali Post/kmb31


KLUNGKUNG

12

Selasa Wage, 3 Juli 2018

Hibah-Bansos APBD Induk Belum Cair

Pemkab Sudah Kebanjiran Usulan di Perubahan

Semarapura (Bali Post) Bantuan hibah dan bansos yang diusulkan kelompok masyarakat Klungkung di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 belum cair. Di tengah kondisi tersebut, Pemkab sudah kembali kebanjiran usulan baru untuk di APBD Perubahan. Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung I Nyoman Mudarta mengatakan, berdasarkan data terakhir, sudah ada sekitar 250 usulan yang masuk. Sebagian besar difasilitasi anggota DPRD, berupa perbaikan dan pembangunan pura. Selain itu, kata pejabat asal Desa Tegak, Klungkung ini, juga ada 64 usulan kegiatan yang bersumber Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Kabupaten Badung. Seluruhnya tak lolos begitu saja. Pem-

kab terlebih dahulu melakukan verifikasi faktual guna menghindari penyimpangan penggunaan anggaran. ‘’Mudah-mudahan tidak ada tambahan lagi. Bulan ini target sudah selesai verifikasi,’’ katanya, Senin (2/7) kemarin. Merealisasikan hibah dengan nilai puluhan hingga ratusan juta rupiah itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Klungkung dan Inspektorat Klungkung. Nantinya, calon penerima juga akan dikumpulkan untuk diberikan pengarahan. Mengingat usulan didominasi pembangunan pura, anggota Komisi II DPRD Klungkung I Gede Artison Andarawata meminta Pemkab untuk lebih selektif dalam melakukan

verifikasi. Sebab tak menutup kemungkinan, usia pura yang diusulkan diperbaiki sudah layak masuk kategori benda cagar budaya. ‘’Dalam perbaikan pura, harus tetap memperhatikan keasliannya, seperti ukiran dan patung,’’ tegasnya. Politisi Partai Demokrat ini menyebutkan, dalam pembangunan pura, lembaga yang berkecimpung dalam urusan agama juga perlu lebih intensif memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya nilai peninggalan budaya zaman lampau. Menurutnya, saat ini sudah ada Gerakan Pecinta Situs (GPS) di Bali. Gerakan semacam ini perlu digalakkan pemerintah. ‘’Menjaga situs atau warisan budaya akan memiliki dampak positif terhadap pariwisata ke depan. Itu memiliki nilai,’’ pungkasnya. (kmb45)

Langka, Harga Ayam Broiler Tembus Rp 35 Ribu Semarapura (Bali Post) Kelangkaan ayam broiler kembali terjadi di pasar Kabupaten Klungkung. Kondisi yang berlangsung sejak sepekan terakhir ini berimbas pada lonjakan harga yang cukup signifikan. Suasana tempat penjualan unggas di Pasar Galiran, Klungkung, Senin (2/7) kemarin tak seperti biasa. Tak terlihat keramaian yang sampai berdesakdesakan. Hanya ada segelintir orang. Itu pun sebagian besar pedagang yang telah berjualan sejak subuh. Deretan kandang bambu masih terlihat rapi. Berbaris dari timur ke barat. Berbentuk kotak-kotak, berukuran 1x1 meter. Hanya lebih banyak terisi bebek dan ayam petelor. Ayam broiler yang sebelumnya turut menyesaki, kini sangat sedikit. Seorang pedagang, Ketut Pusparini, menuturkan kondisi itu bukan baru kali ini terjadi. Namun sudah sejak sepekan lalu. Ayam potong benar-benar sulit didapatkan. Kini maksimal hanya 25 ekor. Jauh dari sebelumnya, mencari 50 sampai 100 ekor sangat mudah. “Sulit dapat ayam,” tuturnya. Lonjakan harga menjadi tak terelakkan. Dari biasanya paling mahal Rp 25 ribu per kilo, kini tembus Rp 35 ribu. Pembeli pun dibuat tercengang. Tidak sanggup membayar sebesar itu. Pedagang juga turut

Realisasi Belanja Langsung Tak Capai Target

Semarapura (Bali Post) Realisasi Belanja Langsung yang dialokasikan Pemkab Klungkung pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 belum mencapai target. Sejumlah faktor menjadi penyebab persoalan tersebut. Hal itu terungkap dalam rapat yang dipimpin Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di Ruang Praja Mandala Kantor Bupati, Selasa (2/7) kemarin. Bali Post/sos

UNGGAS - Suasana penjualan unggas di Pasar Galiran, Klungkung. Pasokan ayam broiler langka sejak sepekan terakhir. meringkuk. “Orang beli jadi berpikir. Sering minta harga seperti sebelumnya,” ucapnya. Pedagang asal Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung ini mengatakan biasanya jelang Budha Kliwon, penjualan mengalami lonjakan. Suasana pasar cukup ramai. “Lagi dua hari kan rahinan. Biasanya sekarang sudah ramai yang beli. Tetapi sekarang sepi,” ucapnya. Ia yang berjualan sejak 2008 mengatakan kelangkaan kali ini menjadi yang terparah. Ia pun tak mengetahui secara pasti apa penyebabnya. Diduga akibat ada pelarangan penggunaan pakan Antibiotic Growth Promoters (AGP) dan Ractopamine. “Karena seperti

itu, ayam lebih lama besarnya. Jadi berdampak ke pasokan,” terangnya. Pedagang lain, Komang Kertiasih memilih untuk tidak menjual ayam sejak tiga hari lalu. Kelangkaan dan lesunya penjualan menjadi alasan. “Daripada rugi, lebih baik tidak jual dulu,” sebutnya. Sementara itu, pedagang ayam potong, Ketut Mudiasih menyebutkan kelangkaan menyebabkan penjualannya lebih prioritas untuk pelanggannya. Tak dimungkiri, kenaikan harga tak terelakkan, kisaran Rp 10 per kilogram. “Biasanya dapat pasokan 20 ekor, sekarang hanya setengah. Ada yang sampai tidak dapat,” tandasnya. (kmb45)

Menoleh Desa Wisata Timuhun

Alamnya Eksotis, Penataan Terkendala Dana DESA Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung telah ditetapkan sebagai desa wisata tujuh tahun lalu. Namun, hingga kini tak terlihat ada perubahan signifikan. Status desa wisata terkesan sebatas label. Apakah yang menjadi kendala pengembangannya? Menuju desa ini butuh waktu sekitar 30 menit dari Kota Semarapura. Dalam perjalanan, mata akan dimanjakan dengan hamparan persawahan yang sangat luas. Sangat kental dengan suasana perdesaan. Jauh dari hirup pikuk, menyatu dengan udara sejuk. Di desa ini terdapat Pucak Jati. Dari sini, lebih luas lagi terlihat Klungkung daratan hingga laut. Termasuk petakpetak sawah di Desa Selisihan, Klungkung. Nampak rapi dengan pematang yang serupa. Ada yang sudah memasuki masa panen. Ada pula yang masih tertanami padi dan cabai. Menunjukkan warna-warni serasi. Menoleh ke utara juga nampak perbukitan. Berwarna hijau, sebagai tanda alam masih perawan. Terlihat pula Gunung Agung yang diselimuti awan tipis. Menjulang tinggi, menunjukkan keagungan. Hanya beberapa meter dari tempat parkir ke selatan, terdapat Pura Pucak Jati yang disakralkan masyarakat setempat. Pura yang berornamen ukiran ini nampak klasik. Benar-benar terlihat mataksu dengan dikelil-

Bali Post/sos

PROYEK - Sejumlah buruh ketika mengerjakan salah satu proyek pemerintah di Kabupaten Klungkung.

ingi pepohonan nan rindang. Saat berkunjung, bertemu dengan seorang warga lokal. Komang Sujana Yasa namanya. Ia pun rela membagi waktu untuk sedikit bercerita. Belakangan, sejumlah wisatawan telah datang ke Pucak Jati. Tak hanya lokal, tetapi juga asing. Mereka menikmati alam sembari cycling. “Sering yang ke sini, sekalian melihat pemandangan dari pucak,” tuturnya, baru-baru ini. Potensi alam itu, oleh desa terus dipromosikan. Beberapa fasilitas juga sudah dibangun, di antaranya akses jalan, maupun bangunan beton sebagai lokasi melihat panorama. “Ini dikembangkan terus. Pembangunam fasilitas juga sudah ada,” katanya. Perbekel Timuhun I Putu Arsana mengatakan, penetapan sebagai desa wisata sudah berlangsung 2011. Namun tak dimungkiri, perkembangannya masih terbilang lambat. Penataan belum bisa dilakukan secara maksimal. Anggaran menjadi kendala. Desa memang menerima dana dari pemerintah pusat. Namun itu masih difokuskan untuk merealisasikan kegiatan lain yang lebih mendesak. Pembangunan jalan usaha

tani salah satunya. “Anggaran yang masih jadi persoalan. Mudah-mudahan ada perhatian dari pemerintah,” jelasnya. Soal akses, menuju ke objek wisata sudah ada jalan lingkar. Tinggal pemolesan saja supaya kondisinya semakin baik. Selain potensi alam, aktivitas seni budaya di desa ini masih terpelihara baik. Itu bisa disinergikan dengan pariwisata. “Untuk pelaku pariwisata juga banyak di desa. Mereka yang bawa tamu,” katanya. Tokoh masyarakat setempat, Wayan Buda Parwata, mengatakan, sentuhan pemerintahan dalam penataan sangat diperlukan. Ke depan juga direncanakan pembangunan patung Hanoman menghadap ke arah Gunung Agung yang menjadi maskotnya Desa Timuhun. Pria yang juga sebagai anggota DPRD Klungkung ini menilai pengembangan desa wisata strategis sebagai salah satu penggerak perekonomian desa. Adanya kunjungan, masyarakat akan mendapat peluang untuk membuka usaha penunjang. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Nengah Sukasta menyebutkan sejauh ini belum ada kucuran dana untuk desa wisata. Pihaknya baru sebatas melakukan pembinaan kepada pengelola. “Untuk Timuhun belum ada rencana penataan. Tahun ini kami baru membuat beberapa perencanaan saja. Kami juga mendorong masyarakat untuk bisa menggali potensi desa secara mandiri,” tandasnya. (sos)

Bali Post/sos

PERSAWAHAN - Hampara persawahan nampak indah dari Pucak Jati Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Klungkung I Gede Putu Winastra menjelaskan, total anggaran Belanja Langsung tahun ini mencapai Rp 586,57 miliar. Hingga Juni, realisasi ditargetkan Rp 370,20 miliar. Namun fakta di lapangan justru berbeda, realisasinya baru menyentuh Rp 135,80 miliar atau 23,15 persen dari jumlah keseluruhan. ‘’Sesuai data Simda Keuangan, realisasi masih rendah,’’ jelasnya. Menurutnya, hal tersebut karena sejumlah kegiatan memang belum berjalan maupun ada yang sudah berjalan namun belum mengamprah anggaran. Pada rapat yang dihadiri seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu, sudah ditegaskan ada percepatan di waktu

yang tersisa ini. ‘’Sudah ditegaskan, antara kegiatan dan realisasi keuangan harus beriringan. Kalau misalnya kegiatan sudah jalan, tetapi dana belum diamprah, bisa mempengaruhi penerimaan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat,’’ jelas pejabat asal Tabanan ini. Khusus kegiatan yang sudah masuk Unit Lelang Pengadaan (ULP), jumlahnya mencapai 67 dari 101 kegiatan. 46 kegiatan di antaranya sudah lolos tender. Sementara untuk yang belum masuk, dinyatakan salah satunya karena ada penyesuaian perencanaan seperti pembangunan patung Ida Dewa Agung Jambe di Lapangan Puputan Klungkung. ‘’Ada juga karena perubahan yang awalnya melalui tender jadi swakelola.

Ada lima kegiatan seperti itu,’’ ucapnya. Disinggung soal realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), dia menyatakan, relatif baik. Hingga bulan ini telah mencapai 47,33 persen dari Rp 152,48 miliar atau Rp 72,17 miliar. ‘’Kalau untuk Belanja Tidak Langsung tergolong baik. Realisasinya sudah 42,49 persen,’’ sebut Winastra. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan, realisasi Belanja Langsung yang belum mencapai target juga dikarenakan dalam bekerja, OPD masih ada rasa ketakutan di balik kata netralitas saat pilkada. Dia telah meminta seluruh OPD untuk membuat laporan tertulis terkait apa yang menjadi kendala dan masalah

serta progres pelaksanaan kegiatan. ‘’Tidak ada waktu bermalas-malasan, kita harus tunjukkan kinerja lima tahun ke depan. Jangan setiap tahun kita membahas permasalahan yang sama,’’ tegasnya sembari meminta adanya efisiensi pada pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) dan perjalanan dinas. Realisasi keuangan yang belum sesuai target mendapat sorotan dari kalangan legislatif. Ketua Komisi I DPRD Klungkung I Nengah Mudiana menjelaskan, pelaksanaan kegiatan harus dipercepat. ‘’Saya rasa begini, semua anggaran sudah diposting di masing-masing OPD. Ini harus direalisasikan secepatnya,’’ tegasnya. Politisi Partai Gerindra ini menyatakan, pelaksanaan kegiatan tahun ini harus lebih baik dan lebih maksimal. ‘’Kalau Silpa banyak, kegiatan banyak juga tidak jalan, itu artinya sebuah kegagalan,’’ ungkapnya. (kmb45)

Luh Putu Satya Putri Mariantini Bandem

Perenang Klungkung Wakili Indonesia ke Filipina DUNIA olahraga Klungkung kembali membawa kabar gembira. Atlet renang, Luh Putu Satya Putri Mariantini Bandem (15) berhasil lolos dan mewakili Indonesia ke ajang perlombaan renang, Sea Age Group Swimming Championship di Trace College, Los Banos, Laguna, Filipina, 6 sampai 8 Juli 2018. Keberangkatan atlet renang asal Dusun Kaja Kangin, Desa Tegak Kecamatan/Kabupaten Klungkung ke tingkat internasional itu tidak diraih begitu saja. Anak sulung dari dua bersaudara ini sebelumnya telah mengikuti beberapa perlombaan, yang bersifat regional maupun nasional. Dalam ajang Sea Age nanti, dara kelahiran 20 Maret 2003 ini akan turun di kelas 50 meter dan 100 meter gaya punggung, 200 meter spesialis gaya punggung serta 50 meter dan 100 meter gaya bebas. ‘’Sebelumnya pernah lolos dalam kejuaraan yang sifatnya masuk database nasional,’’ ujarnya usai bertemu Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Senin (2/7) kemarin. Sebagai atlet berprestasi, ia mengaku sudah mencintai olahraga renang sejak kelas II SD. Beberapa perlombaan pernah diikuti seperti Festival Aquatic Indonesia I di Jakarta tahun 2017, Singapore Open tahun 2017 dan Kejurnas Aquatic II di Surabaya pada April 2018. Menghadapi perlombaan nanti, dia mengaku telah mengintensifkan latihan, termasuk mengatur pola makan dan istirahat. ‘’Semoga nanti bisa membawa medali dan

membuat bangga Indonesia,’’ harapnya. Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Klungkung Ida Bagus Kade Sweden menyampaikan, keberhasilan atlet membanggakan itu merupakan hasil proses panjang. Menurutnya, Putu Satya sudah dipersiapkan dengan melakukan latihan-latihan rutin. ‘’Anak ini betul-betul dari SD sudah persiapkan, kebetulan orangtuanya juga sebagai pelatih renang,’’ katanya. Hal senada disampaikan Ketua KONI Klungkung I Wayan Subamia. Keberhasilan atlet Klungkung ke tingkat internasional ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet lainnya untuk mencapai prestasi. ‘’Semoga bBendera Merah Putih berkibar di Filipina. Kita akan kejar prestasi itu, bersama kita bisa,’’ ungkapnya. Motivasi dan semangat berlomba diberikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Suwirta menegaskan, perlu perjalanan panjang untuk menjadi atlet yang mampu mewakili Indonesia ke tingkat internasional. ‘’Teruslah berlatih untuk meraih prestasi,’’ pesan Bupati Suwirta. Kepada pengurus KONI Klungkung, pria asal Nusa Ceningan Kecamatan Nusa Penida ini juga mengingatkan untuk selalu melakukan evaluasi terhadap semua cabang olahraga agar nantinya lahir atlet-atlet berbakat yang akan membawa Klungkung ke ajang yang lebih tinggi. (ad077)

BERTEMU BUPATI - Luh Putu Satya Putri Mariantini Bandem bertemu dengan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Senin (2/7) kemarin.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Wage, 3 Juli 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

LOWONGAN *Dicari Pria Staff Oprasional,SMU,Sedikit English Hub:085100574646/NoSMSUrgent

G.01

B.BP.001.07.18.0000064

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

*Office in Petitenget Needs:Admin,Good English.Send CV to:mercredi.home@gmail.com Call:085100574646/NoSMSUrgent

G.02

B.BP.001.07.18.0000065

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

*Dicari Tenaga Serabutan bisa Sopir SIM A,Loyal 0361-8475294

B.BP.166.07.18.0000069

Dcr Staff Reservation Hub.Jl. Tirta Ening No.1 Sanur T.288829

B.BP.153.07.18.0000067

BVC Kerja Luar Negri Resmi Bia ya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.06.18.0001182

G.03

Cr reservation wnt B.Inggris + Komp,SMAGajiUMK085239532456

Dcr Waiter/ess,Grill,Steward, Bar. Kirim CV ke:Warung Subak Peguyangan Hub.0361-410910

B.BP.001.06.18.0001185

Dcr 8org SopirB1/A&Tng Angkat2 GjMin75Rb/Hr,Kos+U.Mkn,Makmur AbadiBangunan Jl.T.Umar Brt888

B.BP.001.07.18.0000006

Dcr:A.Pjk,Acc,Satpm,Drv,SIM A/ B&C,SKCKH.722222/081338162973

B.BP.004.06.18.0001196

Dcr Banyak sales Obat Herbal, Keutungan Tinggi,081339505678 B.BP.004.06.18.0001086

Dcr Cpt PRT Jujur,Brsih,TdrDlm (BungTomo)Gj1.750,082341168381 B.BP.001.07.18.0000068

Dcr Krywati u/Artshop Jl .Padma utara Legian Hub:081236175815 B.BP.001.07.18.0000042

B.BP.001.07.18.0000047

Dcr Driver Pariwisata Domisili Denpasar, Bisa Bahasa Inggris WA/Telp:08179771978

B.BP.001.07.18.0000049

Dcr Mekanik utk Bkl Vespa Modern(Metik).Lok.Dps.Ada Trening.WA 08568160614 B.BP.004.07.18.0000054

Dcr Krywati u/Artshop Jl .Padma utara Legian Hub:081236175815

B.BP.001.07.18.0000042

Dcr TngTamatanST.SMK/STMSbg Plaksana,Admin&LogistikLapangn Mekanik AltBerat Hub.0361224109 08113975654 PTAdiMurti,Plawa 37 B.BP.001.07.18.0000051

BIRO JASA

BENGKEL LAS

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

SERVICE

FOTOCOPY

Dibthkan Markt Executive Dps, Tlp/WA 081332286311(Pak Luis)

B.BP.004.07.18.0000052

Dicari MD,Sales Supervisor Hub:(0361)426276,081999561887 B.BP.001.07.18.0000040

Dicari PRT Wanita belum Nikah Tidur Dalam Hub:082359352500 B.BP.001.07.18.0000062

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dcr Marketing u/Kntor Perusahaan Tour.CV:rismasata@gmail.com

DIJUAL RUKO Dijl Ruko 3Lt Jln. Batukaru 30 Monang-ManingDps/08123878080

B.BP.001.06.18.0001140

Dicr Sgr:Visual Merchandiser, Sales Toko.Hub:081803698168

B.BP.001.07.18.0000036

DIJUAL TANAH

B.BP.001.07.18.0000038

Karywti u.Prdksi Kue Tng Srbtan SIM C.PRT.08123836575

1 Are ke Selatan 200 mtr Gatsu Timur Jln.Sulatri, 081237148880

Manager Female busy resto in Seminyak, must speak fluent English CV : info@eatbali.com

Djl Tnh 6,17A,Mekar 2 Blok A12 350Jt/Nego Hub:081339504433

B.BP.004.07.18.0000063

B.BP.001.06.18.0000830

B.BP.001.06.18.0001158

B.BP.004.06.18.0001208

T.10A SHM Dkt Jln.Utama&Pantai LksTabanan.85Jt/A.085257539923

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.06.18.0001173

KIA

Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps, 08123871809

Picanto Th’2013 Putih Tgn 1 Manual Hub.087862270180

B.BP.001.06.18.0000214

B.BP.001.07.18.0000066

KEHILANGAN

SUZUKI

Dilelang Suzuki APV’2015 dan Suzuki Ertiga’2014 Asli Bali Hub.089619874461

BPKB No.1-06275414 DK 6998 CO An.Ni Ketut Sawitri B.BP.001.07.18.0000033

B.BP.001.07.18.0000035

BIRO JASA

TOYOTA

Internal Auditor Koperasi,LPD, Bank,dllHP.085931263189Murah

Jual Harrier,Th’2007, Hitam Mulus,Asli DK Hub.081337188868

B.BP.001.07.18.0000034

B.BP.004.07.18.0000055

Dijual Kijang LSX warna putih th 97 dan warna abu2 thn 2000, Hub. 081238553358

INTERNET DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

Dijual Rumah Kawasan Elit Jln. Sekar Tunjung,LT.5,4A.LB 3,8A. 2FL.Hak Milik Hub:089691533919

BU Prum Griya Loka Tabanan,Lt2 Blok D1&D2 Hub:08113802880

Djl Rumah Daerah Mahendradata LT 1 Are Hub:081934303458 Dewi

G.01

B.BP.001.06.18.0000793

B.BP.001.07.18.0000041

B.BP.001.07.18.0000044

Pembuatan Website/Google Ads 750K/1,6Jt/3,5Jt-081338076519 B.BP.001.07.18.0000060

PENGUMUMAN Akuisisi PT.XL Bali Vision Villas Berkedudukan di Kabupaten Gianyar-Bali B.BP.001.07.18.0000039


BANGLI

14

Selasa Wage, 3 Juli 2018

Dipindahkan ke Tempat Lebih Representatif

Tingkat Kunjungan ke Perpustakaan Daerah Tetap Minim

Bali Post/nan

KJA - KJA di Danau Batur

Kembali Muncul, Semburan Belerang di Danau Batur Petani Ikan Waswas

Bangli (Bali Post)-

Fenomena semburan belerang kembali muncul di perairan Danau Batur, Kintamani sejak beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat para pemilik keramba jaring apung (KJA) dilanda kekhawatiran ikan-ikan dalam KJA akan mati akibat belerang. Petani ikan di Desa Terunyan, I Nengah Guantara, Senin (2/7) kemarin, mengungkapkan sejauh fenomena alam tersebut belum berpengaruh signifikan terhadap ikan-ikan di KJA. Belum ada ikan mati akibat semburan belerang. ‘’Semburan belerang yang terjadi kemarin (Minggu - red) masih kecil. Ikan-ikan di keramba belum ada yang

mati. Saya kurang tahu besok (hari ini - red) atau lagi dua hari apakah ada pengaruhnya atau tidak. Tapi sekarang belerangnya sudah hilang lagi,’’ ujarnya. Saat ini dia memelihara sekitar 10 ribu ekor ikan di puluhan lubang. Meski sejauh ini belum berdampak, dia tetap khawatir semburan belerang akan berpengaruh terhadap ikan dalam KJA

terlebih jika berlangsung dalam waktu lama atau intensitasnya dalam skala besar. ‘’Jika menoleh tahun lalu, rasa khawatir pasti ada. Karena kala itu ribuan ikan di lubang mati. Semoga sekarang ini tidak sampai seperti itu,’’ harap Guantara. Petani ikan asal Banjar Buahan Desa Buahan, I Nyoman Wiadnyana, menyatakan semburan belerang

hanya terjadi sekitar beberapa jam. ‘’Semburannya kecil. Sekarang sudah tidak ada lagi. Tapi atas kejadian ini, sekitar 50 ekor ikan dari sekian lubang milik kakak mati di keramba. Semoga saja tidak sampai separah tahun lalu,’’ terangnya. Untuk mengantisipasi ikan lebih banyak mati, petani ikan terpaksa tidak melakukan aktivitas berlebihan di seputaran KJA. Petani ikan juga tidak memberikan pakan supaya ikan tidak stres dan memilih berenang ke dasar danau. (kmb41)

Bangli (Bali Post) Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli sejak Maret lalu telah dipindahkan dari areal Terminal Loka Crana Bangli ke eks bangunan TK/SD internasional di Kelurahan Kubu. Meski lokasi sekarang lebih representatif, tidak serta merta membuat kunjungan ke perpustakaan mengalami kenaikan. Tingkat kunjungan justru cenderung menurun dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data kunjungan kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli, jumlah pengunjung pada Januari tercatat 1.109 orang. Pada Februari, jumlah pengunjung perpustakaan hanya 366 orang, Maret 415 orang, April 326 orang, Mei 258 orang dan Juni 203 orang. Data rekapitulasi pengunjung juga menunjukkan bahwa pengunjung perpustakaan pada awal tahun didominasi PNS. Sementara pada bulan selanjutnya kunjungan lebih banyak dari kalangan siswa SD. Beberapa petugas perpustakaan saat ditemui Senin (2/7) kemarin, mengakui jumlah pengunjung ke perpustakaan cenderung menurun sejak berpindah dari areal Terminal Loka Crana ke Kubu. Salah satu penyebabnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui lokasi perpustakaan saat ini. ‘’Kalau di tempat dulu, pengunjung banyak yang datang karena sekalian mengantar istrinya ke pasar,’’

Bali Post/ina

PERPUSTAKAAN - Ruang Perpustakaan di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli. ujar salah seorang pegawai. Kabid Pembinaan dan Pengembangan Bahan Pustaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangli Ida Ayu Sri Indradewi mengatakan, meski ruangan yang digunakan terbatas, namun dari sisi kenyamanan, gedung yang ditempati Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli saat ini lebih bagus dibandingkan sebelumnya. Areal parkir juga lebih luas. Diakuinya, sejak dipindahkan ke Kubu, kunjungan ke perpustakaan belum begitu ramai. Untuk meningkatkan kunjungan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Selain sosialisasi, pihaknya juga mengundang siswa dari sekolah-sekolah yang ada di sekitarnya untuk berkunjung ke perpustakaan. Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli I Nyoman

Sumantra menyampaikan, turunnya tingkat kunjungan ke perpustakaan akhir-akhir ini disebabkan faktor libur sekolah. Guna meningkatkan kunjungan pascapindah dari areal terminal, pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya, di antaranya menggelar lomba menyusun resume bagi siswa SD dan lomba bercerita yang bersumber dari buku koleksi perpustakaan. Sebagai upaya meningkatkan kenyamanan pengunjung, pihaknya berencana menyediakan ruang baca yang terpisah dengan ruang koleksi, yang saat ini masih dibuat menyatu. Untuk itu pihaknya sudah mengajukan permohonan ke Bupati Bangli untuk izin pemanfaatan dua ruangan yang ada di lantai satu. Saat ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan hanya memanfaatkan empat ruangan yang ada di lantai dua. (kmb40)

KPU Segera Buka Pendaftaran Bakal Calon DPRD Perbekel Nyaleg Wajib Mundur Bangli (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangli akan segera membuka pendaftaran bakal calon anggota DPRD Bangli dalam Pemilu 2019. Sesuai jadwal, pengajuan bakal calon dibuka selama 14 hari mulai 4 hingga 17 Juli mendatang. Sementara itu, berdasarkan aturan, perbekel yang berniat ikut bertarung dalam pileg nanti wajib mundur dari jabatannya. Berdasarkan pengumuman KPU tentang pengajuan bakal calon anggota DPRD Bangli dalam Pemilu 2019, pengajuan bakal calon dilaksanakan di kantor KPU Bangli. Pada hari pertama hingga hari ke-13, pengajuan bakal calon dibuka pada pukul 08.00 sampai dengan 16.00 Wita. Sedangkan pada hari terakhir dibuka mulai pukul 08.00 hingga 24.00 Wita. Dalam pengumuman itu, diterangkan mengenai be-

berapa syarat pengajuan bakal calon. Pengajuan bakal calon dilakukan oleh pimpinan partai politik dari kepengurusan yang sah sesuai tingkatannya. Jumlah bakal calon yang diajukan paling banyak 100 persen dari jumlah kursi yang ditetapkan pada setiap dapil. Dalam daftar bakal calon, parpol wajib memuat keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen di setiap dapil. Di setiap tiga orang bakal calon pada susunan daftar calon, wajib terdapat paling sedikit satu orang bakal calon perempuan. Komisioner KPU Bangli Gede Roy Suparman mengatakan, pengumuman terkait pendaftaran bakal calon anggota DPRD sudah dipasang pihaknya melalui website koran dan disampaikan ke seluruh parpol di Bangli sejak tanggal 1 Juli lalu. Dalam kegiatan interaktif yang dilaksanakan di DPRD

BBI Sidembunut

beberapa waktu lalu, syarat pengajuan bakal calon juga sudah sempat disampaikan langsung ke seluruh peserta interaktif. ‘’Sebelum dibuka, kami akan sosialisasikan kembali. Masih ada waktu,’’ ujarnya. Berdasarkan aturan, bagi perbekel yang berniat maju menjadi calon legislatif maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri dari jabatannya. Dalam pengajuan bakal calon, perbekel yang bersangkutan harus menyertakan surat pengunduran dirinya sebagai perbekel dan surat keterangan dari pejabat yang berwenang. Apabila nantinya dalam proses pengajuan bakal calon suratnya belum keluar, maka perbekel yang bersangkutan wajib menyertakan surat keterangan bahwa pengajuan pengunduran diri masih sedang diproses pejabat berwenang. Roy berharap, dalam tahap pengajuan bakal calon ini, seluruh parpol di Bangli

Bali Post/nan

Induk Ikan di BBI Sidembunut Dipindahkan ke Serokadan Bangli (Bali Post) Ratusan induk ikan di Balai Benih Ikan (BBI) Sidembunut dipindahkan sementara ke BBI Dusun Serokadan, Desa Abuan, Susut. Pemindahan menyusul keruhnya air di BBI Sidembunut akibat jebolnya bendungan Sidembunut. Kepala UPTD BBI Sidembunut Made Sasak, Senin

(2/7) kemarin, mengungkapkan ikan yang dipindahkan ke BBI Serokadan merupakan induk ikan jenis nila nirwana sebanyak satu paket dengan jumlah 2.400 ekor. ‘’Ikan kita pindahkan pada Jumat lalu. Kita tidak pindahkan semua ikan karena air sudah mulai mengalir ke kolam. Ikan hanya kita pindah sementara saja. Jika kondisi air sudah

bersih ikan akan kembali kita ambil,’’ ujarnya. Menurutnya, air yang keruh berdampak terhadap kesehatan ikan, seperti menyebabkan stres. Sementara dampaknya pada bibit ikan, bisa menyebabkan kematian. Jika air sudah benar-benar bersih pihaknya baru akan melakukan pengurasan di semua kolam. (kmb41)

dapat lebih sering berkonsultasi ke KPU terutama sebelum men-submit data yang akan dibawa dalam pengajuan atau pendaftaran bakal calon. ‘’Karena kalau sudah di-submit di aplikasi Silon, tidak bisa diapa-apakan lagi. KPU dan parpol sudah tidak bisa merubah. Untuk itu harus dipastikan seluruh persyaratan yang dibawa KPU sudah lengkap,’’ jelasnya. Diharapkan juga parpol tidak mengajukan bakal calon ke KPU di detik-detik terakhir waktu pendaftaran. Sementara itu, Kabag Tata Pemerintahan Setda Bangli Pasek Lanang Sadia menyampaikan, sejauh ini belum ada perbekel yang mengajukan surat pengunduran diri terkait rencana untuk maju dalam Pileg mendatang. Hanya, diakuinya, sudah ada satu perbekel yang sempat berkonsultasi menanyakan mekanisme pengunduran diri. (kmb40)

Bali Post/ina

MENYEMPROT TANAMAN - Petani di Landih menyemprot tanaman jeruknya yang terpapar abu vulkanik.

Petani Bersihkan Abu pada Tanaman Jeruk Bangli (Bali Post) – Hujan abu yang sempat melanda wilayah Desa Landih, Bangli, beberapa hari lalu, mulai membuat beberapa petani jeruk di desa setempat khawatir. Petani khawatir abu akibat erupsi Gunung Agung menyebabkan tanaman jeruk mengalami kerontokan pada daun dan buah. Untuk mencegah hal itu, beberapa petani terpaksa membersihkan tanaman dari sisa abu yang menempel dengan cara menyemprotnya. Seperti yang dilakukan Nengah Ledang. Untuk menghilangkan abu yang menempel pada tanaman jeruk, dia menyemprotnya dengan air dicampur detergen. Ledang mengaku menghabiskan air hingga dua truk yang didapat dengan cara membeli. ‘’Kalau tidak dibersihkan, semuanya bisa rontok. Rugi jadinya,’’ ujarnya, Senin (2/6) kemarin. Sementara itu, Perbekel Desa Landih Ketut Sudana mengatakan, wilayah desanya sempat mengalami hujan abu saat Gunung Agung

erupsi beberapa hari lalu. Ada empat dusun yang dilanda hujan abu cukup parah, yakni Palaktiying, Penaga, Landih, dan Langkan yang secara kewilayahan ada di bagian utara. Sedangkan di wilayah Landih bagian selatan seperti Dusun Buayang, hujan abu turun tipis. Hujan abu berdampak pada pertanian warga. Abu yang menempel pada tanaman jeruk mengakibatkan buah jeruk rontok. Hanya jika dibandingkan hujan abu yang terjadi beberapa bulan lalu, saat ini tidak terlalu parah. ‘’Memang berdampak pada rontoknya buah, tapi tidak terlalu parah jika dibandingkan beberapa bulan lalu. Mungkin karena hujan abunya sekarang bercampur pasir. Hanya tampilan buah jeruknya kurang bagus kelihatan karena ada bercak-bercaknya,’’ ujarnya. Selain berdampak pada tanaman jeruk, hujan abu menyebabkan peternak sulit mencari rumput sebagai pakan sapi. Sebab, abu yang turun tidak saja mengotori permukaan, namun sampai masuk hingga ke sela-sela rumput. (kmb40)


15

Selasa Wage, 3 Juli 2018

Lolosnya Rusia ke Perempatfinal

Kombinasi Strategi Jitu dan Klenik Moskow – Rusia akhirnya mampu memuaskan hasrat fans terhadap prestasi di sepak bola. Setelah sempat mendapat kritik selama masa persiapan, kini Rusia dipuji atas penampilan eksplosifnya di Piala Dunia 2018. Tak ada yang menyangka Rusia bisa tembus ke perempatfinal Piala Dunia 2018. Dilihat dari segi materi pemain, Rusia sebenarnya terbilang medioker. Bisa lolos ke babak 16 besar sebenarnya sudah bagus. Namun, mereka mematahkan semua anggapan tersebut dan kini berlaga di perempatfinal. Sosok Stanislav Cherchesov pun jadi sorotan atas meledaknya performa Rusia. Di Negeri Tirai Besi, Cherchesov begitu dielu-elukan. Dia dianggap menjadi aktor utama dalam prestasi Rusia di Piala Dunia 2018. Uniknya, berbagai surat kabar di Rusia mengaitkan keberhasilan tim nasional mereka dengan sebuah klenik. Kumis milik Cherchesov dianggap sebagai sebuah pembawa keberuntungan bagi tim Beruang Merah. Klenik ini muncul setelah fans Rusia bergurau bahwa Cherchesov punya daya magis di kumisnya. ‘’Tak ada yang menyangka sebelum turnamen ini digelar. Kami begitu bahagia. Cherchesov sudah melakukan pekerjaannya dengan luar biasa. Dia punya kumis bertuah,’’ kata salah seorang fans, Yulia. Bukan sekadar tuah atau keberuntungan. Kelolosan Rusia ke perempatfinal juga didasari atas kecerdasan Cherchesov dalam meramu strategi tim. Pria yang dulu menjadi kiper Uni Soviet, Negara Persemakmuran Rusia tersebut, punya sistem permainan unik bersama Rusia. Sektor serang Rusia begitu cair dan fleksibel. Cherchesov juga bisa membuat skema yang kaku, berlandaskan pada kerapatan pertahanan dengan tiga bek di belakang. Spanyol merasakannya. Mereka begitu sulit menembus pertahanan Rusia, saat jumpa di babak 16 besar, Minggu (1/7) lalu. Hingga akhirnya, Spanyol keok lewat adu penalti. Kekala-

han Spanyol juga dipengaruhi oleh sosok Cherchesov. Igor Akinfeev, sebagai kiper, mendapatkan sedikit petuah dari Cherchesov. Pengalaman Cherchesov sebagai shoot stopper ditransfer kepada Akinfeev. Alhasil, Akinfeev tampil gemilang di babak tos-tosan, dengan menepis dua sepakan Spanyol. Usai laga, Cherchesov tak merayakan keberhasilan Rusia lolos ke perempatfinal. Dia malah bersikap kalem dan menatap penonton dengan penuh arti serta senyum. ‘’Perasaan saat ini sangat sederhana. Saya cuma memikirkan tentang pertandingan selanjutnya, cuma itu,’’ ujar Cherchesov. Untuk meredam serangan Spanyol, Rusia tampil bertahan dengan cara ekstrem dalam laga itu. Cherchesov memasang lima pemain bertahan. Cara itu ditempuhnya dengan berkaca pada dua kekalahan dari Spanyol pada Piala Eropa 2008. Rusia kandas 1-4 di laga pembuka grup dan 0-3 pada semifinal. Di akhir Piala Eropa 2008 itu, Spanyol keluar sebagai juara usai mengalahkan Jerman 1-0 di final. ‘’Mereka lebih bagus daripada kami dalam semua hal. So, saya tak bisa mengambil risiko dengan mengandalkan pemain depan,’’ ujar Cherchesov. Dalam laga itu, Spanyol mendominasi penguasaan bola hingga 74 persen. Tim besutan Fernando Hierro itu juga membuat 25 percobaan dengan sembilan yang on goal. Tuan rumah hanya membuat enam percobaan dengan satu yang tepat sasaran. FIFA mencatat Spanyol membuat 1.137 operan dan 1.029 yang berhasil dalam pertandingan selama 120 menit. Dalam laga itu, Rusia cuma membuat 202 operan dari 285 yang ditunjukkan. Dengan angka itu, Spanyol memecahkan rekor Argentina dengan 703 umpan sukses di Piala Dunia 2010. Waktu itu, tim Tango menghadapi Yunani. Namun, ribuan passing tersebut ternyata hanya dapat mengantarkan Tim Matador pulang kembali ke Spanyol. (kmb33/afp)

Bali post/ant

INDONESIAN OPEN 2018 - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susi Susanti (keempat kiri) foto bersama Tim Bulu Tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting (kiri), Rizki Amelia Pradipta (kedua kiri), Gergoria Mariska Tanjung, Liliyana Natsir (kedua kanan) dan Muhammad Rian Ardianto (kanan) seusai memberikan keterangan pers menjelang ‘’blibli Indonesian Open 2018’’ di Jakarta, Senin (2/7) kemarin. Turnamen bulu tangkis tersebut akan berlangsung pada 3-8 Juli 2018 di Istora Senayan, Jakarta.

KPU Yakin Larangan Napi Koruptor Nyaleg Bisa Diberlakukan

Jakarta (Bali Post) – Ketua KPU-RI Arief Budiman meyakini Peraturan KPU yang melarang bekas narapidana kasus korupsi menjadi calon anggota legislatif bisa diberlakukan, karena tidak mungkin institusinya membuat peraturan tanpa ada dasar yang menjadi pedoman yang mendasarinya. ‘’Sudah ditandatangani Ketua KPU, sudah ditetapkan maka sejak ditetapkan ya… menjadi PKPU. KPU tidak berargumentasi lain kecuali meyakini bahwa aturan itu bisa diberlakukan,’’ kata Arief, Senin (2/7) kemarin. Dia mengatakan, PKPU tersebut akan tetap berlaku sejak ditetapkan meski tanpa tanda tangan dari Menteri Hukum dan HAM karena telah ditandatangani dan dinomori oleh KPU. Menurutnya, pasal-pasal dalam PKPU tersebut tidak ada yang dipersoalkan kecuali mengenai napi tindak pidana

Diperiksa KPK

Rektor Nyatakan Sudah Sesuai Aturan untuk jalur mandiri. Mahasiswa melakukan orasi secara bergantian. “Apa yang diterapkan di Unud adalah bentuk komersialisasi pendidikan. Sistem seperti ini mengebiri hak kaum miskin untuk menempuh pendidikan. Kami tak menuduh pihak kampus korupsi, tetapi kami minta transparansi dana yang ada. Kami tak akan diam melihat hal ini selain harus turun dan teriak,” ujar salah seorang mahasiswa dalam orasinya. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) menyampaikan, sumbangan pengembangan institusi melalui jalur mandiri sudah ada landasan hukumnya yaitu UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Perguruan Tinggi. Di bawahnya ada Permen Kemenristekdikti Nomor 39 Ta-

pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Menurutnya, PKPU tersebut sudah dikirimkan ke Kemenkum HAM lalu dikembalikan agar dilakukan sinkronisasi dan sudah dijawab oleh institusinya terkait kajian-kajiannya, kenapa KPU membuat peraturan itu. ‘’Kemudian kita membicarakan persoalan ini dan kami mengatakan bahwa PKPU ini akan kami tetapkan, akan kami publikasikan untuk menjadi pedoman bagi penyelenggara pemilu, mulai dari KPU RI, KPU Provinsi, sampai KPU Kabupaten/Kota,’’ katanya. Menurutnya, pada Sabtu (1/7) PKPU tersebut sudah dipublikasikan hingga tanggal 3 Juli karena tanggal 4-17 Juli 2018 menjadi masa bagi parpol peserta pemilu untuk menyampaikan daftar caleg. Presiden Joko Widodo menghormati keputusan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas peraturannya yang melarang mantan narapidana korupsi untuk mengikuti pemilihan anggota legislatif 2019. Menurut Presiden yang dirilis Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, undang-undang memberikan kewenangan kepada KPU untuk membuat peraturan tersebut. ‘’Undang-undang memberikan kewenangan kepada KPU untuk membuat peraturan,’’ ujar Presiden di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Senin (2/7) kemarin. Meski demikian, apabila kemudian ada pihak-pihak yang berkeberatan dengan aturan tersebut, Presiden Joko Widodo mempersilakan pihakpihak tersebut untuk menggunakan mekanisme yang ada dengan mengajukan uji materi ke Mahkamah Agung. (ant)

Yasonna Tak Kenal Made dan Irvanto

Soal UKT dan SPI di Unud Mangupura (Bali Post) Ratusan Mahasiswa Universitas Udayana (Unud) menggelar aksi damai di depan gedung Rektoran Unud, Senin (2/7) kemarin. Dipimpin oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Pemerintahan Mahasiswa (BEM PM) Khosyi Rukito, mereka berkumpul di lingkungan rektorat pukul 09.00 Wita. Para mahasiswa tersebut merupakan perwakilan dari 13 fakultas di Unud. Mereka membawa sejumlah spanduk yang berisi kecaman terhadap beberapa hal yang dinilai janggal yang dilakukan para pimpinan kampus ternama di Bali ini. Setidaknya ada empat tuntutan, yakni menolak Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), menolak pengenaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) 4 dan 5, membenahi transparansi UKT dan tak ada pengecualian beasiswa

korupsi, sehingga kalau tidak ada parpol yang mencalonkan eks napi korupsi maka tidak ada yang perlu dipersoalkan. ‘’Kami berdiskusi dengan para ahli hukum, sejak kami menetapkan maka peraturan itu berlaku sejak ditetapkan,’’ ujarnya. Arief menegaskan, semua pihak yang menganggap PKPU ini melanggar UU bisa mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA) untuk dibatalkan. Menurutnya, PKPU itu bukan sesuatu yang tidak bisa diapaapakan, sama seperti UU kalau dianggap bertentangan maka ruangnya mengajukan uji materi. ‘’Bagi pihak-pihak yang tidak setuju, silakan uji materi ke MA, tidak perlu diperdebatkan,’’ katanya. Arief mengatakan, PKPU pencalonan tersebut sebenarnya mengatur seorang dilarang mencalonkan diri sebagai caleg kalau pernah tersangkut kasus korupsi, narkoba dan

hun 2017 yang menyatakan jalur mandiri boleh memungut di luar UKT. Untuk menjalankan perintah UU dan Permen itu, pihak Unud membentuk tim untuk melakukan kajian akademik terkait kebijakan yang akan diambil. Hasilnya, diputuskan melakukan pemungutan SPI pada jalur mandiri dalam penerimaan mahasiswa baru maksimal 30 persen dari daya tampung. SPI besaranya berbeda-beda untuk masing-masing prodi. Terkait transparasi keuangan, Raka Sudewi menegaskan semuanya transparan. Unud memiliki dua induk. Pertama, Kemenristekdikti sebagai atasan di bidang akademik dan Menteri Keuangan sebagai atasan di bidang pengelolaan anggaran. Pelaporan terkait dana yang ada dilakukan rutin tiap tiga bulan. (kmb23)

Bali Post/kmb23

BERI PENJELASAN - Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) memberikan penjelasan kepada ratusan mahasiswa terkait transparansi keuangan, Senin (2/7) kemarin di Rektorat Unud.

Jakarta (Bali Post) – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengaku tidak mengenal dengan dua tersangka kasus korupsi KTP-elektronik (e-KTP) yakni Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung. ‘’Tidak, sema sekali tidak pernah kenal, tidak pernah berhubungan ya,’’ kata Yasonna seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Senin (2/7) kemarin. KPK pada Senin kemarin

memeriksa Yasonna sebagai saksi untuk dua tersangka tersebut dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP-elektronik). Yasonna mengaku bahwa materi pemeriksaannya kali ini masih sama seperti saat dirinya diperiksa untuk tersangka kasus korupsi e-KTP lainnya seperti Andi Agustinus alias

Andi Narogong dan mantan Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo. ‘’Biasa saja karena untuk tersangka yang berbeda. Jadi, sama saja dengan keterangan yang lalu,’’ kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini. Selain Yasonna, KPK pada Senin kemarin juga memanggil empat saksi lainnya untuk dua tersangka itu, yakni politisi Partai Golkar Aburizal

Bakrie, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tamsil Linrung, mantan Sekjen Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni dan anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrat Mulyadi. Selain Yasonna, Diah juga telah memenuhi panggilan dan sedang diperiksa penyidik KPK. Yasonna yang saat itu sebagai Wakil Ketua Banggar dari PDI-P disebut menerima sejumlah 84 ribu dolar AS.

Sangat Urgen Pengamat pendidikan Dr. Drs. Made Gede Putra Wijaya, S.H., M.H. sepakat bahwa membentukan grand design pembangunan berwawasan antinarkoba sangat urgen bagi Bali. Apalagi, BNN Pusat secara tegas menyatakan Indonesia dalam kondisi darurat narkoba.

‘’Narkoba itu merupakan kejahatan yang sangat luar biasa. Jika generasi muda sudah teracuni, itu tandanya lampu kuning bagi bangsa kita. Karena dampak negatif narkoba ini bisa memicu lost generation. Kita akan kehilangan generasi berkualitas untuk membangun bangsa ini,’’ kata dosen IKIP PGRI Bali ini mengingatkan.

Upaya antisipasi yang bisa dilakukan, kata Putra Wijaya, salah satunya dengan memberikan lebih banyak kegiatan yang produktif dan positif untuk pelajar. Saat di rumah, orangtua juga wajib mengawasi perilaku putra-putrinya. ‘’Inti dari grand design pembangunan berwawasan antinarkoba ini, segenap komponen bangsa harus dilibatkan

dan bergerak secara sinergis dalam menyukseskan program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Menurut saya, keberadaan grand design ini menjadi sangat penting dan strategis untuk mengatasi permasalahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Bali,’’ tegasnya. (rah/ian)


RUSIA 2018 14 JUNI - 15 JULI

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Selasa Wage, 3 Juli 2018

Tim Terbaik yang Dimiliki Kroasia Moskow – Ini mungkin timnas Kroasia terbaik sejak era Davor Suker cs. Sejauh ini penampilan mereka di Piala Dunia 2018 sangat luar biasa. Keberhasilan Kroasia mengatasi Denmark di babak 16 besar tadi malam bukanlah hal yang mengejutkan. Sebab, sejak menaklukkan Argentina 3-0 di babak grup, Kroasia mulai sah sebagai salah satu tim kuda hitam di Rusia.

Bali Post/afp

LOLOS - Kapten Kroasia Luca Modric dan kiper Daniej Subasic merayakan keberhasilan negaranya lolos ke perempatfinal Piala Dunia 2018 setelah menumbangkan Denmark lewat drama adu penalti, Senin (2/7) kemarin.

Tim yang 14 dari 23 pemainnya memiliki nama belakang berakhiran -ic, termasuk pelatih Zlatko Dalic, memang sedang menampilkan sebuah permainan menyerang yang asyik. Wajar, pemain-pemain mereka memang sedang dalam puncak permainannya. Lini tengah Kroasia adalah kuncinya. Adalah Luka Modric pengatur segalanya itu. Gelandang bertubuh mungil ini sungguh dirijen yang luar biasa. Jangankan di timnas, di klubnya yang bertabur bintang, Real Madrid, Modric adalah salah satu dari pemain yang tak tergantikan. Modric sangat aman ditopang oleh duet gelandang bertahan, Ivan Rakitic dan Marcelo Brozovic, yang memiliki peran penting di Barce-

lona dan Inter Milan. Itu belum termasuk pergerakan agresif Ivan Perisic di kiri dan Ante Rebic di sayap kanan. Mereka juga masih punya Matteo Kovacic yang selalu siap memecah kebuntuan. Dunia masih ingat ketika Kroasia mencuri perhatian besar di Piala Dunia 1998. Diperkuat pemain-pemain top kala itu, Zvonimir Boban, Robert Prosinecki, Igor Stimac, Slaven Bilic, Robert Jarni, Igor Tudor, Mario Stanic, dan Davor Suker, mereka sukses menembus semifinal dan finis di peringkat ketiga. Setelah itu Kroasia cenderung medioker di turnamen besar, kecuali di Euro 2008 kala lolos sampai babak peremparfinal. Dua tahun lalu di Piala Eropa 2016, mereka kandas di babak 16 besar di tangan

Portugal, yang kemudian tampil sebagai juara. Kali ini Kroasia punya kesempatan baik untuk menapak level yang lebih tinggi lagi. Di partai perempatfinal, Rusia walaupun berstatus sebagai tuan rumah, di atas kertas bukanlah lawan yang mutlak lebih baik dari mereka. Modric dkk. sangat mungkin untuk melaju lebih jauh lagi. Kekuatan Mental Pelatih Kroasia Zlatko Dalic memuji mental kapten tim Luka Modric. ‘’Saya kagum dengan determinasi dia untuk melakukan tendangan setelah gagal dalam perpanjangan waktu,’’ ujar Zlatko Dalic, Senin (2/7) kemarin. Hal itu menunjukkan tanggung jawab Luka Modric sebagai kapten yang luar biasa. Sekaligus sebagai pemain hebat. ‘’Dia mengambil tanggung jawab sebagai seorang kapten sejati, dan itu berarti banyak bagi Luka,’’ kata Dalic. Dalic, yang merayakan bersama para penonton setelah Kroasia

Argentina Lakukan Semuanya untuk Membantu Messi

Kalah tetapi Tetap Bangga

KIPER Denmark Kasper Schmeichel mengaku bangga pada timnya meski gagal mencapai perempatfinal Piala Dunia 2018 setelah kalah adu penalti lawan Kroasia, Senin (2/7) kemarin. Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Denmark kalah 3-2 dari Kroasia dalam adu penalti yang mendebarkan, di mana penjaga gawang Kroasia Danijel Subasic berhasil menggagalkan tiga penalti dan Schmeichel menghentikan dua penalti. Schmeichel terpilih sebagai Pemain Terbaik dalam laga tersebut untuk sejumlah aksi penyelamatannya yang luar biasa. ‘’Hari ini kami memiliki peluang, dan kami lebih baik di babak kedua dan di perpanjangan waktu,’’ kata Schmeichel pada jumpa pers pascapertandingan. ‘’Tapi kami tidak memiliki keberuntungan. Sulit untuk menerima itu dan mengatakannya,’’ tambah kiper berusia 31 tahun tersebut. ‘’Ini adalah perasaan yang aneh, sebuah kekecewaan besar, tetapi juga kebanggaan besar tentang tim kami. Bukan hanya 11 orang di lapangan, tetapi juga semua orang yang terlibat atau bekerja untuk tim,’’ imbuhnya. Ketika ditanya tentang apakah dia merasa kecewa dengan rekan setimnya yang gagal mencetak gol dalam adu penalti, Schmeichel mengatakan siapa pun yang berdiri dan mengambil penalti adalah pahlawan baginya dan ia menghormati mereka. ‘’Kami menang sebagai tim, kami kalah sebagai sebuah tim. Ini adalah tim yang fantastis, dan saya bangga. Penting bagi kami untuk mengingat perasaan ini, dan kami menggunakannya di masa depan,’’ tuturnya. Dalam perpanjangan waktu, Schmeichel sempat menyelamatkan tendangan penalti Luka Modric dan mencegah Kroasia memenangkan pertandingan sebelum adu penalti. Dia mengatakan setelah pertandingan bahwa penyelamatan tersebut dia lakukan dengan intuisi. ‘’Dengan apa yang saya rasakan saat itu; sayangnya itu tidak cukup pada akhirnya,’’ tutupnya. (kmb33/afp)

Bali Post/afp

Bali Post/afp

David de Gea

De Gea Tampil Buruk Moskow – Kekalahan timnas Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2018 dari Rusia, Minggu (1/7) lalu, tidak lepas dari buruknya penampilan kiper David De Gea di bawah mistar gawang. Spanyol tersingkir dari Piala Dunia 2018 setelah kalah adu penalti 3-4 dari Rusia pada laga yang berlangsung di Stadion Luzhniki, Moskow. Spanyol sempat unggul lewat gol bunuh diri Sergei Ignashevich pada menit ke-12. Tetapi, kemudian Rusia berhasil menyamakan kedudukan lewat penalti Artem Dzyuba pada menit ke-42. Drama adu penalti kemudian harus digelar untuk menentukan pemenang. Dua eksekutor penalti Spanyol, Koke dan Iago Aspas, berhasil digagalkan Igor Akinfeev. Sedangkan De Gea tidak mampu menggagalkan empat eksekutor penalti Rusia. Dikutip dari situs resmi FIFA, De Gea merupakan kiper dengan statistik peny-

menang, juga memuji penjaga gawang Danijel Subasic. Terhitung Subasic menyelamatkan tiga penalti Denmark. ‘’Dia pahlawan kami malam ini, dia menyelamatkan tiga penalti dalam adu penalti. Anda tidak melihat itu setiap hari. Terima kasih pada dia,’’ ujarnya. Ironisnya, dua pemain Kroasia yang gagal penalti melawan Denmark dalam adu penalti, Josip Pivaric dan Milan Badelj, selalu berhasil dalam sesi latihan. ‘’Mereka sudah mencetak gol dengan spektakuler, tapi malam ini mereka gagal. Setiap situasi membawa dramanya, tapi kami yang tampil sebagai pemenang malam ini,’’ ujar Dalic. Tetapi dalam catatan pertandingannya, Dalic mengakui Kroasia bermain di bawah standar. ‘’Kami belum memainkan pertandingan hebat, tidak pada level permainan kami sebelumnya, tapi kami bermain untuk sebuah hasil,’’ kata Dalic, yang langsung mengarahkan fokusnya pada Rusia di babak selanjutnya. (kmb33/afp)

Moskow – Pelatih Timnas Argentina Jorge Sampaoli mengungkapkan bahwa timnya telah mencoba segalanya untuk membantu Lionel Messi di Piala Dunia 2018. Akan tetapi, usaha Tim Tango tak membuahkan hasil. Argentina tumbang 3-4 di tangan Prancis pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Sabtu (30/6) lalu. Akibat kekalahan itu, Albiceleste harus pulang lebih awal. Messi memang menyumbangkan dua assist untuk gol Gabriel Mercado dan Sergio Aguero di laga itu. Namun, usahanya tak cukup. ‘’Kami punya pemain terbaik di dunia dan kami mencoba menciptakan situasi kolektif untuk memaksimalkan pemain yang banyak menciptakan momen brilian,’’ kata Sampaoli, Senin (2/7) kemarin. ‘’Kami mencoba banyak taktik yang berbeda, mengelilingi Messi, menciptakan ruang untuknya. Kami mencoba menggunakan semua yang kami miliki untuk memungkinkan dia melakukan apa yang bisa dia lakukan. Terkadang kami berhasil, terkadang kami tidak,’’ imbuhnya. Sampaoli tak setuju jika timnya disebut tak bisa mengimbangi Prancis. ‘’Saya tidak suka kata gagal, tetapi ada rasa frustrasi karena di setiap latihan saya mencoba mengembangkan identitas untuk tim. Saya tidak berpikir ada banyak perbedaan dalam perkembangan permainan kedua tim. Prancis mengandalkan serangan balik, sementara kami mendominasi. Saya pikir Argentina benar-benar kesulitan. Prancis mencetak tiga gol di babak kedua, tetapi kami berjuang dan memiliki peluang dan hampir menyamakan kedudukan,’’ tutup pelatih yang tangannya dipenuhi tato tersebut. (kmb33/afp)

elamatan terburuk di Piala Dunia 2018. Total dari tujuh tembakan yang dilepaskan tim lawan, De Gea hanya mampu melakukan satu penyelamatan. Satu penyelamatan itu terjadi saat Spanyol ditahan imbang Maroko 2-2 pada laga terakhir Grup B di Stadion Kaliningrad, 25 Juni lalu. Ketika itu De Gea menggagalkan peluang Khalid Boutaib. Penalti Dzyuba pada menit ke-42 merupakan kali keenam De Gea kebobolan dari tujuh shot on target yang dihadapinya. Total termasuk adu penalti melawan Rusia, De Gea kebobolan sepuluh kali di Piala Dunia 2018. Piala Dunia 2018 merupakan Piala Dunia pertama De Gea sebagai kiper utama timnas Spanyol. Empat tahun lalu di Brazil, kiper Manchester United itu hanya menjadi pilihan ketiga di belakang Iker Casillas dan Pepe Reina. (kmb33/afp)

Jorge Sampaoli

Bali Post/afp

Alasan Jorgensen Tidak Dikartu Merah

Bali Post/afp

TEKEL - Bek Denmark Mathias Jorgensen melakukan tekel keras kepada Ante Rebic di kotak penalti Denmark.

Moskow – Kejadian menarik muncul pada pengujung babak kedua perpanjangan waktu pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2018, Senin (2/7) kemarin, antara Kroasia dan Denmark. Skor saat itu 1-1 dan Kroasia memperoleh peluang emas memenangi pertandingan tanpa perlu melalui adu penalti. Ante Rebic terlepas di pertahanan Denmark setelah menerima umpan terobosan Luka Modric. Sekali gocek, Rebic sukses memperdaya Kasper Schmeichel. Eksekusi akhir Rebic dihalangi tekel Mathias Jorgensen yang berlari dari belakang. Wasit Nestor Pitana dengan jitu memberikan hukuman penalti kepada Denmark atas pelanggaran tersebut. Menariknya, pelanggaran orang terakhir itu tidak membuat Jorgensen memperoleh kartu merah. Pitana hanya mengeluarkan kartu kuning. Herannya pula, para pemain Kroasia tidak terlihat melakukan protes keras. Kenapa demikian? Perwasitan mengenal istilah triple punishment (hukuman rangkap tiga) ketika seorang pemain didakwa melakukan pelanggaran di area kotak penalti yang secara jelas mencegah kesempatan mencetak gol. Pemain itu dan

timnya berpotensi menderita tiga hukuman sekaligus dari wasit, yaitu penalti, kartu merah, dan sanksi bermain. Sejak 1 Juni 2016, FIFA memperlunak peraturan itu dengan hanya memberikan kartu kuning kepada pemain yang melakukan pelanggaran. Namun, wasit berhak memberikan kartu merah jika pemain tersebut secara nyata tidak berupaya merebut bola ketika melakukan pelanggaran. Euro 2016 menjadi turnamen besar pertama yang memberlakukan peraturan baru tersebut. Kembali ke pertandingan Kroasia versus Denmark, wasit Pitana menilai Jorgensen masih berniat menyapu bola. Tayangan ulang serta penilaian VAR mendukung keputusan Pitana. Jadi, kartu kuninglah yang diberikan kepada pemain yang akrab disapa Zanka itu. Denmark tetap tampil dengan 11 pemain hingga perpanjangan waktu selesai. Eksekusi penalti hasil pelanggaran tersebut gagal membuahkan gol. Arah tendangan Luka Modric berhasil dibaca dengan baik oleh Schmeichel. Sayangnya, Denmark harus mengakui keunggulan Kroasia di babak adu penalti meski Schmeichel kembali mementahkan dua eksekusi penalti lawan. (kmb33/afp)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 3 juli 2018 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu