Skip to main content

Edisi Selasa 31 juli 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 326 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

selasa paing, 31 juli 2018

Bali Post

SEJAK 1948

Bijak Mengelola Pesisir PURA Sang Hyang Aya nyaris rata dengan tanah. Tembok panyengker, bale piyasan dan sebagian besar palinggih, roboh. Akhir Juni lalu, hanya satu palinggih yang masih utuh. Pratima sudah lama dipindahkan ke tempat lebih aman. Tidak ada lagi masyarakat yang bersembahyang di tempat suci yang berlokasi di Pantai Pabean, Banjar Pabean, Ketewel, Sukawati, Gianyar. Belakangan, warga Pabean gusar, hektaran lahan pertanian akan jadi korban selanjutnya jika abrasi tak segera ditangani. Kondisi Pura Sang Hyang Aya dan lahan pertanian, hanyalah potret kecil dari ancaman abrasi di Bali. Abrasi adalah salah satu persoalan utama kawasan pesisir yang sulit diatasi. Faktor penyebabnya antara lain naiknya permukaan air laut dan gelombang pasang yang mengikis wilayah pantai. Hilangnya vegetasi mangrove di daerah pesisir juga mempercepat laju abrasi. Sudah banyak contoh di Bali bagaimana hutan mangrove beralih fungsi. Di Kuta, misalnya. Areal hutan mangrove banyak tergantikan akomodasi pariwisata. Padahal hutan mangrove berfungsi menjaga kestabilan garis pantai dari pengikisan gelombang laut. Masalah lainnya berupa pencemaran air laut. Ini akibat belum maksimalnya pengelolaan limbah rumah tangga dan industri. Kewajiban penyediaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) oleh industri khususnya pariwisata, kerap diabaikan pengusaha. Bahkan tidak sedikit akomodasi pariwisata berskala besar justru membuang limbahnya langsung ke pantai secara diam-diam. Mereka mengelabui petugas dengan menyembunyikan pipa atau saluran pembuangan limbah. Pencemaran makin parah ketika pengembangan wisata bahari dan fasilitas penyeberangan tidak terkontrol. Sangatlah tepat pendapat para ahli dan aktivis lingkungan yang menyebutkan, kerugian akibat kerusakan lingkungan sangat besar. Ongkos penanganannya sangat mahal. Hal. 15 Sebatas Koordinasi

Koalisi Jokowi Tak Terpengaruh Jakarta (Bali Post) – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menekankan tercapainya kesepakatan koalisi antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat tidak memengaruhi koalisi partai pendukung Presiden Jokowi. ‘’Koalisi enam parpol pendukung Pak Jokowi tak terpengaruh dengan sikap mereka,’’ jelas Wasekjen PPP Achmad Baidowi, di Jakarta, Senin (30/7) kemarin. Menurut Baidowi, enam partai pendukung Jokowi tetap solid dan fokus melakukan konsolidasi internal. Ia mengatakan, terciptanya kesepakatan Gerindra dengan Demokrat justru membuat terang-benderang bahwa kontestasi Pilpres 2019 akan mengulang Pilpres 2014 di mana hanya akan diikuti dua pasangan calon. ‘’Dengan demikian, maka kontestasi mengulang Pemilu 2014 yakni pilpres hanya diikuti dua pasang calon. Tinggal mereka segera putuskan siapa capresnya. Kalau koalisi kami sudah jelas capresnya Pak Jokowi dan wakilnya diserahkan kepada Pak Jokowi untuk memilih sesuai kebutuhan,’’ jelasnya. Partai Gerindra dan Partai Demokrat sepakat membangun koalisi untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 setelah pertemuan pemimpin kedua partai di Jakarta, Senin kemarin. Malam harinya, petinggi PKS menggelar pertemuan tertutup dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mereka membicarakan format koalisi menghadapi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. ‘’Pasti kalian bertanya apa yang dibicarakan, ya… pasti soal pilpres. Bagaimana hasilnya, kita tunggu saja,’’ kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, di Hotel Grand Melia, Jakarta. Dia mengatakan, Partai Demokrat sedang menyelesaikan pertemuan-pertemuan bilateral dengan tiga partai yaitu Partai Gerindra, PKS, dan PAN, lalu dalam waktu singkat keempat parpol akan duduk bersama. ‘’Bersama Prabowo sudah dan dengan PKS mudah-mudahan malam ini disepakati,’’ katanya. Sementara itu, Presiden PKS Sohibul Iman juga bertemu Prabowo Subianto, Senin sore. Mereka membahas ijtima ulama yang merekomendasikan dua nama bakal calon wakil presiden mendampingi Prabowo di Pilpres 2019. Dia mengatakan terkait bakal cawapres akan dibicarakan dari hati ke hati dan rekomendasi ijtima ulama harus menjadi bahan pertimbangan penting dalam berkoalisi.(ant)

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Kopassus Evakuasi Ratusan Pendaki

Selong (Bali Post) – Sebanyak 140 prajurit Kopassus terjun ke Sembalun, Lombok Timur. Pasukan elite TNI-AD itu akan mengevakuasi ratusan pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani pascagempa. Komandan Korem 162/Wira Bhakti Kolonel Czi. Ahmad Rizal Ramdhani menyebutkan, personel Kopassus TNI-AD dikerahkan dari Cijantung, Jakarta Timur. ‘’Mereka akan naik ke sasaran tempat para korban terjebak,’’ ujarnya, Senin (30/7) kemarin. Ia mengatakan, evakuasi pendaki membutuhkan waktu hampir satu hari. Jalur pendakian di beberapa titik tertutup longsoran akibat guncangan gempa 6,4 SR yang berpusat 28 km dari Lombok Timur itu. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Sudiyono, mengatakan sekitar 560 orang pendaki masih berada di kawasan Gunung Rinjani. ‘’Bisa dibilang mereka ini

terjebak. Jalur pendakian ada yang tertutup longsoran. Maka tim ini nanti akan memandu mereka turun,’’ ujarnya. Operasi evakuasi pendaki dimulai pukul 08.00 Wita. Personel gabungan TNI, polisi, SAR, porter dan paramedis melakukan pendakian penyelamatan korban, baik di Danau Segara Anak maupun di titik Batu Ceper, jalur pendakian Senaru. (kmb)

RUSAK - Warga melintasi rumah yang rusak akibat gempa bumi di Desa Sajang, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7) kemarin. Bali Post/ant

266 Pendaki Masih Terjebak PETUGAS dari SAR Mataram agak kesulitan mengevakuasi 266 pendaki yang terjebak di Danau Segara Anak Gunung Rinjani. Kepala Kantor SAR Mataram I Nyoman Sidakarya, S.H., Senin (30/7) siang kemarin mengatakan, tim SAR gabungan dari TNI/Polri, relawan dan petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sudah bergerak melakukan evakuasi sejak pukul 07.00. ‘’Data terakhir 266 orang (masih terjebak di danau). Merupakan warga negara asing dan WNI,’’ kata Sidakarya. (kmb)

Bali Post/ant

TERJEBAK - Pendaki Gunung Rinjani yang sempat terjebak longsor akibat gempa bumi tiba di Pos Bawaknao, Sembalun, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7) kemarin.

Tembok ’’Homestay’’ Ambruk

PENDAKIAN ke Gunung Rinjani tak disangka Zurraimi (25) bakal menjadi petaka. Gempa bumi 6,4 SR meruntuhkan homestay yang diinapi warga Malaysia itu. Termasuk merenggut kawannya, Siti Nur Ismawida (30). Pria asal Selangor, Malaysia ini juga mengalami lukaluka. Perban putih masih melingkar di tangan kanannya, selain cedera di punggung dan luka lecet di kedua kaki. ‘’Waktu itu kami lagi di ruang tamu homestay. Lagi packing barang mau pulang,’’ ujar Ami dengan logat Melayu mulai bercerita, Senin (30/7) kemarin. Sehari sebelumnya, Sabtu (28/7), dia bersama 17 kawan-

5.141 Mengungsi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data bahwa jumlah rumah yang rusak sebanyak 1.454. Selain itu, 5.141 warga mengungsi. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, gempa tersebut menyebabkan jumlah korban jiwa bertambah menjadi 16 orang. Selain rumah warga, 22 fasilitas ibadah rusak dan satu jembatan juga rusak. Kata Sutopo, dari 16 korban meninggal, satu di antaranya adalah pendaki Gunung Rinjani Muhammad Ainul Muksin. Ia meninggal akibat tertimpa material longsor di jalur pendakian Gunung Rinjani. (kmb)

nya baru saja sukses menuntaskan pendakian sampai ke puncak Gunung Rinjani. Penginapannya, di tepian Sembalun seketika runtuh saat gempa menerjang pukul 06.47 Wita, Minggu (29/7). Ami mengingat bahwa dia terjerembab di halaman depan homestay. Malang menimpa kawan kerjanya, Isma, yang berada sekitar dua meter di belakangnya. Tembok menimpanya. Dia langsung ambruk. Syafwan Izwek (30), pendaki asal Malaysia lainnya, menuturkan paniknya mereka ketika gempa terjadi. Saat itu pakaian terakhirnya baru saja masuk ke dalam ransel. ‘’Sedang kumpul semua siap-siap pulang,’’ katanya. (kmb)

Presiden Bantu Rp 50 Juta/Rumah

PRESIDEN Joko Widodo mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan Rp 50 juta per rumah yang rusak berat akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) Minggu (29/7) lalu. ‘’Kita mengharapkan dalam minggu ini sudah diberikan bantuan dari pemerintah sebesar Rp 50 juta per rumah untuk yang rusak berat,’’ kata Presiden di sela peresmian Bendungan Tanju yang berada di Desa Tanju Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu, NTB, Senin (30/7) kemarin. (kmb)

Bali Post/afp

BAGIKAN BUKU - Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi membagikan buku kepada anak-anak korban gempa di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7) kemarin.

Gerindra-Demokrat Sepakat Berkoalisi

SBY Tak Minta Jatah Cawapres

Bali Post/ant

JABAT TANGAN - Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Susilo Bambang Yudhoyono usai pertemuan, Senin (30/7) kemarin.

Jakarta (Bali Post) – Partai Gerindra dan Partai Demokrat sepakat membangun koalisi di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Kesepakatan itu ditetapkan setelah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). ‘’Kami sepakat melaksanakan kerja sama politik yang terwujud dalam koalisi. Di mana kita juga berkomunikasi dan mengajak partai lain untuk koalisi,’’ kata Prabowo usai pertemuan yang digelar di kediamannya, di Jakarta, Senin (30/7) kemarin. Ia menjelaskan, dalam pertemuan itu ada suatu kehen-

dak dari kedua pihak untuk menjalin suatu energi kerja sama yang erat dalam menghadapi keadaan negara yang berada dalam kondisi kesulitan. Prabowo mengatakan dalam pertemuan tersebut, SBY menyarankan untuk menindaklanjuti kerja sama koalisi untuk menyusun visi dan misi ke depan termasuk untuk mendeklarasikan calon presiden dan wakil presiden. ‘’Kami berkehendak keras memberi solusi terhadap kesulitan-kesulitan bangsa kita sekarang. Kita membahas secara rinci langkah-langkah ke depan,’’ ujarnya. Prabowo menegaskan bahwa dalam pertemuan tersebut SBY nenyerahkan kepada

dirinya untuk menentukan sosok cawapres yang akan mendampinginya di Pilpres 2019. Ia menegaskan bahwa SBY tidak pernah menuntut kepadanya posisi bakal calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2019. ‘’Saya ingin menegaskan bahwa SBY tidak menuntut atas nama pribadi maupun Partai Demokrat suatu nama cawapres tertentu,’’ kata Prabowo. Menurutnya, sikap SBY itu merupakan kehormatan baginya karena mendapatkan kepercayaan dalam menentukan cawapres. Namun, ia menekankan bahwa pembahasan nama cawapres akan dibicarakan lebih lanjut dalam pertemuan selanjutnya ber-

sama PAN dan PKS sebagai partai koalisi. ‘’Ini kehormatan, kepercayaan besar bagi saya, dan tentunya nanti, pemilih capres-cawapres, yang merupakan suatu keputusan krusial, akan kita bicarakan lebih lanjut, karena perkembangan dunia politik dari hari ke hari,’’ ujarnya. Prabowo mengatakan Partai Gerindra akan terus mencermati perkembangan peta politik dalam 10 hari ke depan menjelang penutupan pendaftaran caprescawapres pada 10 Agustus 2018. Ia menjelaskan, Partai Gerindra akan terus berkomunikasi dengan mitra koalisi untuk menyusun visi-misi dan strategi menghadpi Pilpres

2019. ‘’Secara garis besar saya dengan beliau (SBY) sama dan sepakat, bahwa yang menjadi landasan kerja sama adalah mengutamakan kepentingan rakyat. Rakyat yang menjadi fokus tujuan,’’ katanya. Mantan Danjen Kopassus ini mengatakan SBY berkalikali menitipkan pesan agar dirinya ke depan dalam menjalankan pemerintahan harus berpegang teguh pada kepentingan rakyat Indonesia. ‘’Kami punya DNA yang sama sebagai alumni TNI. Kami juga komitmen kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika serta berpegang teguh pada kepentingan rakyat serta bangsa Indonesia,’’ ujarnya. (ant)


DENPASAR

2

Selasa Paing, 31 Juli 2018

RSUD Wangaya Terapkan Pendaftaran ’’Online’’ Denpasar (Bali Post) RSUD Wangaya telah menerapkan pelayanan kesehatan berbasis online, salah satunya ‘’Aplikasi Pendaftaran Online’’ (Apdol). Aplikasi ini diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan di RSUD Wangaya. Wakil Direktur RSUD Wangaya A.A. Putra Dhyana, Senin (30/7) kemarin, mengatakan Apdol diluncurkan 3 Juli lalu. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses beragam layanan kesehatan dan informasi di RSUD Wangaya. Dikatakannya, masyarakat dapat mengunduh aplikasi. Selain pendaftaran, masyarakat juga dapat mengakses riwayat pendaftaran yang disertai informasi tentang nomor antrean serta tanggal pelayanan. Hal lainnya juga terkait informasi mengenai biaya perawatan serta informasi kamar yang masih tersedia untuk pelayanan rawat inap. Selain itu, guna memudahkan pasien dalam melakukan pendaftaran untuk kunjungan ke Poliklinik dan mengurai antrean di loket pendaftaran pasien, RSUD Wangaya juga telah menyediakan sistem Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM), setelah suskes dengan SMS Gateway-nya di tahun 2016. (kmb12)

Bawa Ganja, Warga Rusia Dihukum Delapan Bulan Denpasar (Bali Post) Artem Smirnov (33) akhirnya divonis delapan bulan penjara dalam kasus kepemilikan narkotika jenis ganja. Pria asal Rusia itu sebelumnya oleh JPU Paulus Agung Widaryanto dituntut hukuman pidana selama satu tahun. Pada persidangan dengan hakim pimpinan Novita Riama, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan alternatif kedua Pasal 127 ayat huruf (a) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atas vonis tersebut, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya, Ketut Doddy Artha Kariawan, langsung menerima. Sedangkan JPU menyatakan masih pikir-pikir. Sebelumnya oleh jaksa disebutkan terdakwa tanpa hak atau melawan hukum memproduksi, mengimpor, mengekspor atau menyalurkan narkotika golongan I berupa satu buah plastik klip yang di dalamnya berisi potongan daun dan batang tanaman ganja berwarna hijau kecokelatan dengan berat 0,24 gram neto. Jaksa menguraikan, awalnya terdakwa naik pesawat Air Asia dari Bangkok tujuan Bandara Internasional Ngurah Rai. Dia tiba 20 Februari 2018 sekitar pukul 02.00 Wita. Petugas bandara melihat terdakwa dengan gerak-gerik yang mencurigakan saat melewati pos pemeriksaan bea cukai dengan mesin X-ray. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan. Saat itulah ditemukan barang berupa satu buah tas yang di dalamnya terdapat satu bungkus plastik tisu ukuran kecil berisi satu plastik klip yang di dalamnya terdapat potongan daun dan batang tanaman ganja. (kmb37)

Panen 7 Ton Padi Organik di Subak Biaung Denpasar (Bali Post) Program pengembangan padi organik di Subak Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, dilaksanakan dengan baik. Pada Jumat (27/7) lalu dilakukan panen raya di subak setempat. Hasilnya memuaskan, sebanyak 7,7 ton gabah kering panen dihasilkan dari areal tanam seluas satu hektar. Keberhasilan tersebut tak terlepas dari bantuan serta pendampingan Kodim 1611/Badung, Dinas Pertanian Denpasar dan Bali Sari Organik. Dandim 1611/Badung Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo, Senin (30/7) kemarin mengungkapkan, program tersebut merupakan salah satu langkah pendampingan kepada petani yang dilakukan oleh Kodim Badung. Hal ini sebagai upaya mendukung program pemerintah untuk meningkatkan swasembada pangan, khususnya di wilayah Kota Denpasar. ‘’Demplot ini bisa dijadikan contoh oleh para petani lainnya. Di samping itu, para Babinsa jajaran Kodim 1611/ Badung akan terus melaksanakan pendampingan dan menyosialisasikan kepada para petani cara bercocok tanam yang baik sehingga hasil panen bisa lebih meningkat,’’ ujarnya. Kata Dandim, ini proyek percontohan. Sesuai arahan Kepala Dinas Pertanian, uji cobanya dilaksanakan di lahan satu hektar. Apabila sukses, akan dikembangkan lagi. ‘’Kami berharap hasilnya dapat digunakan cadangan logistik di wilayah,’’ tegas Handoko. (kmb36)

Bali Post/ist

PANEN - Dandim 1611/Badung Letkol Inf. Handoko panen padi organik di Subak Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Topik : Gedung DPRD Dirombak, Dewan Dapat Ruang Pribadi

Bali Post/ara

OMBAK - Ombak besar menerjang kawasan Pantai Matahari Terbit, Sanur, Senin (30/7) kemarin.

Lagi, Ombak Besar Terjang Pantai Matahari Terbit

Denpasar (Bali Post) – Ombak besar masih mewarnai sejumlah pesisir di Bali. Seperti di Pantai Matahari Terbit, Sanur. Ombak di pantai ini yang biasanya tenang, Senin (30/7) kemarin justru terlihat cukup besar. Akibat besarnya ombak, sejumlah warung makan di pantai tersebut terendam air laut. Salah seorang petugas Jumali Sanur Kaja, Suartana, yang ditemui di lokasi mengatakan ombak besar kembali menerjang kawasan tersebut

sejak pukul 09.00 Wita. Sebelumnya, ombak tidak terlalu besar. Namun, semakin siang ombak cukup besar. Bahkan sampai melewati jalan setapak hingga areal parkir. Suartana mengungkapkan, pada pagi hari sejumlah pedagang yang berjualan di Pantai Sanur sempat bergotong royong melakukan pembersihan lingkungan. Aksi ini juga sampai di sepanjang Pantai Matahari Terbit. Ketika itu, ombak tidak terlalu besar. ‘’Memang air lautnya pasang, namun ombak tidak

naik. Namun, sekitar pukul sembilan, gelombang mulai membesar. Air sampai masuk warung,’’ katanya. Akibat besarnya ombak di sepanjang pantai ini, penyeberangan ke Nusa Penida ditiadakan. Semua perahu dipindahkan ke tempat yang lebih aman. ‘’Saya kira penyeberangan ke Nusa Penida juga distop. Kan tidak bisa menaikkan penumpang di sini (Sanur - red), karena tidak ada jembatan. Berbeda dengan di Mertasari yang kini sudah disiapkan jembatan

penyeberangan untuk naik ke perahu,’’ katanya. Tak normalnya penyeberangan ke Nusa Penida sudah sejak Selasa (24/7) lalu. Akibat air laut pasang, penyeberangan distop. Kemudian sehari berikutnya, arus penyeberangan ke Nusa Penida kembali tidak bisa dilakukan karena air laut masih pasang. Bukan hanya penyeberangan yang distop, para pedagang di sepanjang pantai itu juga tidak ada yang beraktivitas. Sebelumnya, petugas Pos

Syahbandar Sanur Dewa Ketut Kondra menuturkan, agar tidak terjadi kerusakan pada perahu-perahu yang biasanya menaikkan penumpang di kawasan itu, pemilik telah memindahkan perahunya ke Serangan. Melihat kondisi air laut yang pasang, pihaknya meminta agar semua penyeberangan ditunda. Pihaknya tidak ingin hal-hal yang buruk terjadi bila dipaksakan untuk berlayar. Terlebih, perahu kapal yang ada di Sanur ini tidak memiliki mesin yang besar. (kmb12)

APBD-P Disesuaikan Visi-Misi Gubernur Terpilih

Denpasar (Bali Post) -

Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Provinsi Bali Tahun 2018 diagendakan Agustus ini. Lantaran sudah ada penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih, maka RAPBD-P akan disesuaikan dengan visi dan misi serta program mereka. DPRD Bali pun segera bersurat ke eksekutif untuk melakukan penyesuaian. ‘’Kami harus sudah menerima (RAPBD-P 2018) per Agustus ini. Kalau tidak, nanti kami terima dulu tapi kami akan mohon kepada eksekutif, kami akan bersurat secara resmi agar diadakan beberapa perubahan, disesuaikan dengan visi dan misi Gubernur baru,’’ ujar Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama usai rapat paripurna istimewa pengumuman hasil penetapan pasangan calon Gubernur dan Wagub Bali terpilih oleh KPU Bali di gedung dewan, Senin (30/7) kemarin. Menurut Wiryatama, dewan sudah memahami apa yang menjadi visi dan misi Gubernur dan Wagub Bali terpilih. Begitu dilantik, beberapa peraturan akan direvisi agar menyesuaikan dengan kondisi terkini. Salah satunya, revisi Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur menjadi Undang-undang tentang Provinsi Bali. ‘’Kami sudah sejalan sebenarnya, karena peraturan Provinsi Bali yang kedaluwarsa, UU 64 Tahun 1958 kan sudah lama sekali. Apa pun kita buat ke pusat tidak pernah akan berhasil karena dasar hukumnya tidak ada,’’ jelasnya. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, masih ada alokasi anggaran dalam

RAPBD-P 2018 untuk merealisasikan visi-misi Gubernur dan Wagub terpilih. Hal tersebut saat ini sedang digodok di Rumah Transisi bersama Sekda, Kepala Bappeda dan pejabat lainnya. ‘’Silakan saja, tapi itu kan bagaimanapun harus mendapat persetujuan DPRD karena hak budget, hak anggaran itu ada pada DPRD. Tergantung itu, tapi perencanaan sekarang sudah mulai dengan intensif dibuat karena masih ada waktu,’’ ujarnya. Pastika meminta Gubernur dan Wagub terpilih beserta para pejabat yang menyertai agar rajin melihat kondisi masyarakat di bawah. Sebab, data makro seringkali tidak sejalan dengan data mikro. Sebagai contoh program bedah rumah. Menurut data BPS sebetulnya sudah tuntas tahun 2017. Tetapi kenyataannya, data itu tidak akurat 100 persen. ‘’Terbukti masih ada saja proposal-proposal yang masuk, kira-kira mungkin sekitar 5.000 lagi karena kita tidak bisa lihat langsung. Saya katakan kalau angka kemiskinan, angka pengangguran makro kita ini bagus sekali. Tetapi angka mikronya yang harus dilihat langsung,’’ jelasnya. Sementara itu, Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster, menyebut ada sejumlah program yang akan dijalankan dalam APBD-P 2018. Di antaranya, Wifi gratis untuk sejumlah

Bali Post/ist BERSAMA - Gubernur Bali Made Mangku Pastika bersama Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama (kiri) serta pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih, usai Rapat Paripurna Istimewa di DPRD Bali.

desa adat yang disediakan di wantilan masing-masing, bantuan untuk pembinaan seni dan budaya serta program-program yang berkaitan dengan infrastruktur. Dalam lima tahun ke depan, pihaknya memang akan fokus pada pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi termasuk pengelolaan air, energi listrik, gas, pembatasan atau pelarangan menggunakan kantong atau bahan plastik, serta pengelolaan sampah. ‘’Bali tanpa infrastruktur yang memadai, saya kira pelayanan pariwisata tidak akan bisa dilaksanakan dengan baik. Berkaitan dengan masalah lingkungan, agar pariwisata

Bali betul-betul sehat dan berkualitas,’’ jelasnya. Koster juga kembali memaparkan beberapa agenda yang segera akan dilaksanakan. Pertama, menyangkut legislasi yakni pembentukan peraturan perundang-undangan untuk memayungi sejumlah kegiatan yang akan dijalankan di Bali. Di antaranya, revisi UU No. 64 Tahun 1958 agar Bali bisa menyelenggarakan pemerintahannya dengan undangundang tersendiri. ‘’Kemudian, merevisi Perda Nomor 3 Tahun 2001 tentang Desa Pakraman. Kami akan atur secara menyeluruh supaya desa pakraman di Bali ini betul-betul kuat sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan zaman

yang ada saat ini,’’ ujarnya. Desa pakraman di Bali, lanjut Koster, agar betul-betul menjadi pilar utama untuk menjaga Bali ke depan di dalam membangun adat istiadat, tradisi seni dan budaya. Begitu dilantik, pihaknya juga akan bersinergi dengan PHRI, Bupati Badung, Bupati Gianyar dan Wali Kota Denpasar terkait penyusunan pergub tentang kewajiban hotel dan restoran menggunakan produk pertanian lokal Bali dan industri kerajinan rakyat. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Satpol PP Tertibkan Pedagang di Trotoar Denpasar (Bali Post) Para pedagang dalam menjajakan barang dagangannya, dipastikan memilih tempat yang strategis. Namun sayangnya tidak sedikit yang berjualan di tempat terlarang seperti trotoar. Kondisi ini sering terjadi di pasar tumpah di Jalan Gunung Kawi, Denpasar. Guna menjaga kenyamanan pengguna trotoar, Satpol PP Kota Denpasar melaksanakan penertiban di beberapa titik pasar tumpah

salah satunya di Jalan Gunung Kawi. Kepala Satpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga, Senin (30/7) kemarin, mengatakan secara rutin timnya melakukan pengawasan dan penertiban guna menjaga kenyamanan dan ketertiban masyarakat, mengingat beberapa ruas jalan ini merupakan jalan protokol yang dilintasi masyarakat setiap harinya. Kegiatan ini juga sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang

Ketertiban Umum. ‘’Sebagian pedagang Pasar Badung memanfaatkan kawasan tersebut untuk berjualan. Karena itu kami melakukan pengawasan dan penertiban agar tidak sampai menimbulkan permasalahan baru serta merugikan banyak masyarakat,’’ ujarnya. Kendati demikian, Dewa Sayoga menyampaikan, penertiban bukanlah untuk mencari kesalahan masyarakat. Penertiban adalah bentuk

penegakan perda yang harus tetap dilaksanakan, sehingga keberadaan pedagang tidak menimbulkan permasalahan baru di Kota Denpasar. Pedagang ditertibkan agar tidak sampai mengganggu arus lalu lintas. Menurutnya, pedagang yang ditertibkan juga akan di-tipiring-kan sesuai perda, sehingga para pedagang jera dan tidak kembali melanggar aturan. ‘’Penertiban ini memang menjadi kegiatan

rutin yang menyasar seluruh wilayah di Kota Denpasar, sehingga masyarakat mampu memahami dan bersamasama menciptakan ketertiban umum,’’ jelas Dewa Sayoga. Dia menambahkan, tim gabungan rutin melaksanakan penjagaan dan pengamanan mulai pagi hingga malam harinya, secara bergantian. Satpol PP juga berkoordinasi dengan pihak terkait hingga kepala dusun setempat dalam hal pengawasan. (kmb12)


BADUNG

Selasa Paing, 31 Juli 2018

SOSOK Beasiswa Berkelanjutan SELAMA ini pemerintah pusat maupun pemerintah daerah selalu mengalokasikan anggaran beasiswa guna mensubsidi biaya pendidikan siswasiswa dari keluarga miskin. Kebijakan ini secara otomatis akan membuka akses yang lebih luas bagi siswa-siswi dari keluarga miskin untuk bisa menikmati pendidikan yang layak. Diharapkan beasiswa untuk siswa miskin itu diberikan secara berkelanjutan. Artinya, satu orang siswa diberikan beasiswa sampai menamatkan pendidikannya atau selama tiga tahun berturut-turut. Jangan sampai di kelas I mereka menerima beasiswa, namun begitu naik ke kelas II beasiswa itu justru diputus. Jika kebijakan itu diterapkan, pemberian beasiswa itu menjadi mubazir karena mereka tidak akan bisa terhindar dari ancaman drop out. ‘’Pola pemberian beasiswa secara berkelanjutan harus diterapkan di semua jenjang pendidikan. Mulai SD, SMP hingga SMA/SMK. Mengingat pemberian beasiswa ini juga berpotensi disalahgunakan atau tidak tepat sasaran, verifikasi terhadap calon penerima beasiswa harus dilakukan secara cermat, sehingga pendistribusian beasiswa itu benar-benar dinikmati oleh siswa-siswi yang berhak dan memang sangat membutuhkan beasiswa tersebut,’’ kata pengamat pendidikan Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si., Senin (30/7) kemarin. Khusus untuk jenjang pendidikan SMA/SMK, dosen Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar ini menilai akan jauh lebih efektif jika pemerintah mengarahkan siswa-siswi miskin itu melanjutkan pendidikan ke SMK. Strategi ini harus ditempuh, mengingat format pendidikan SMK mengedepankan life skill (kecakapan hidup - red) sehingga mereka dikondisikan siap memasuki dunia kerja begitu menamatkan pendidikannya. Dengan begitu, risiko mereka memperpanjang barisan pengangguran terdidik setelah menamatkan pendidikannya bisa ditekan serendah mungkin. Ditegaskan, ‘’penggiringan’’ siswa miskin ke SMK tidak bisa dikonotasikan sebagai praktik diskriminasi di bidang pendidikan. Namun, didasari pertimbangan yang sangat logis. Jika dipaksakan mengenyam pendidikan di SMA, mereka kemungkinan besar tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi lantaran terganjal biaya pendidikan. Sedangkan untuk bisa memasuki dunia kerja, mereka tidak memiliki kompetensi yang memadai, karena pendidikan SMA memang tidak disiapkan untuk mencetak lulusan siap kerja. ‘’Kalau di SMK, begitu tamat mereka bisa langsung kerja sambil kuliah. Apalagi tidak ada larangan bagi lulusan SMK untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Seharusnya pemahaman urgent-nya siswa dari keluarga miskin itu melanjutkan ke SMK sudah ditanamkan sejak mereka duduk di bangku SMP,’’ tegasnya. (ian)

Penjambret Lintas Kabupaten Ditangkap

Mangupura (Bali Post) Komplotan jambret yang beraksi di Kuta terus diburu. Hal ini dilakukan agar keamanan dan kenyamanan turis terjamin. Pasalnya, komplotan jambret ini dominan menyasar turis asing. Pada Minggu (29/7) lalu dibekuk I Nengah Bayung (20) dan I Made Dana alias Dektok (19) di Jalan Mahendradatta, Denpasar. Mereka beraksi di 13 TKP di wilayah Kuta, Kuta Utara dan Ubud, Gianyar. Salah satu korbannya, Fiorucci Alice (28), asal Italia. ‘’Kami masih memburu dua pelaku lagi berinisial Bi dan Dk,’’ tegas Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricki didampingi Kanitreskrim Iptu Aan Saputra, Senin (30/7) kemarin. Korban menginap di salah satu vila di Seminyak, dijambret di simpang Jalan Sunset Road - Imam Bonjol, Kuta, Kamis (6/4) pukul 21.00 Wita. Saat itu korban mengendarai sepeda motor sambil melihat google map di HP. Saat berhenti di TKP, tiba-tiba dari arah belakang datang pelaku mengendarai sepeda motor dan merampas HP korban. Korban berusaha mengejar tetapi kehilangan jejak. ‘’Setelah kasus ini dilaporkan, tim Opsnal Reskrim kami melakukan penyelidikan. Sekitar empat bulan lidik, akhirnya pelaku ditangkap di Jalan Mahendradatta, Denpasar Barat,’’ tegasnya. Hasil pemeriksaan, tersangka Bayung mengaku beraksi di delapan TKP, yaitu di Jalan Sunset Road bersama Bi, Jalan Kunti, Jalan Saraswati dan Jalan Drupadi. Barang hasil jambret dijual kepada penadah berinisial Ad. Sementara tersangka

Dana mengatakan beraksi bersama Bayung, Bi dan Dk di lima TKP yakni di wilayah Kuta Utara, Ubud, Gianyar. Selain HP, Dana menyasar tas milik korban. ‘’Kasus ini masih kami kembangkan. Kami berupaya semaksimal mungkin menekan kasus jambret di wilayah Kuta,’’ tegas Aan Saputra. Pelaku Curanmor Sementara itu, kasus curanmor marak hampir di semua kabupaten/kota di Bali. Salah satu pelaku yang berhasil ditangkap, Putu Muliada (43), di tempat kosnya di Jalan Raya Abianbase, Kuta Utara Badung, Jumat (20/7) lalu. Pelakunya beraksi di Kabupaten Badung, Denpasar dan Tabanan. Saking banyaknya, pelaku sampai lupa TKP-nya. Hasil pemeriksaan, kata Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes HWD Nanggolan, Senin (30/7) kemarin, di wilayah Denpasar pelaku mengaku mencuri tiga sepeda motor, yaitu di Jalan Bedahulu, wilayah Penamparan dan di Jalan Buluh Indah, Denpasar. Sedangkan TKP di Tabanan, pelaku mengaku lupa. Sementara untuk di wilayah Polres Badung pelaku menggelapkan sepeda motor dan dilaporkan oleh I Gede Yudarta ke Polsek Kuta Utara. ‘’Untuk kasus di wilayah kami, modus pelaku adalah berpura-pura panik, lalu meminjam sepeda motor milik korban. Alasannya dipakai membeli onderdil mobilnya yang rusak. Padahal mereka tidak saling kenal,’’ tegas Kapolsek Johannes didampingi Kanitreskrim Iptu Androyuan Elim. (kmb36)

Bali Post/ist

DITANGKAP - Pelaku curanmor lintas kabupaten/kota ditangkap anggota Polsek Kuta Utara.

3

Gedung DPRD Dirombak, Dewan Dapat Ruang Pribadi

Mangupura (Bali Post) -

Gedung DPRD Kabupaten Badung dalam waktu dekat akan dirombak. Rencana ini tinggal menunggu pemenang tender. Sebab, pemerintah setempat melalui website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Badung telah melelang proyek tersebut. Dalam lelang online itu tertuang nama proyek yakni penataan Ruang dan Pengadaan Meubeler Ruang Pimpinan DPRD, Ruang Rapat Komisi dan Anggota DPRD. Ruang lingkup pekerjaan meliputi, penataan ruang anggota DPRD, pekerjaan ruangan rapat komisi, pekerjaan meubeler, pekerjaan ruang pers conference, pekerjaan ruang cleaning service dan pekerjaan pendingin air. Proyek dengan sumber dana APBD Badung tahun 2018 akan digarap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung. Nilai pagu paket proyek ini sebesar Rp 7,1 miliar dengan HPS (harga perkiraan sendiri)

sebesar Rp 7.099.908.206,34. Informasi yang dihimpun dari Sekretariat DPRD Badung, ruang komisi-komisi yang ada di lantai dua gedung dewan tersebut akan dirombak total menjadi 35 ruangan. Sebelumnya ruangan dibagi sesuai jumlah komisi. Artinya, perombakan ini akan menyediakan ruang pribadi dewan layaknya ruang kerja para legislator di DPR-RI di Senayan. Sekwan Badung I Nyoman Predangga yang dikonfirmasi, Senin (30/7) kemarin, membenarkan perihal penataan ulang gedung dewan tersebut. Kata dia, penataan akan diprioritaskan di lantai dua atau di tempat ruangan

bali Post/kmb27

komisi-komisi. ‘’Kami usulkan penataan, yang mengerjakan itu di timur (eksekutif - red), yang buat nanti Dinas PUPR,’’ ucapnya.

Menurutnya, anggaran miliaran rupiah itu akan dipergunakan untuk pembuatan sekat-sekat ruangan. Total ada 35 ruangan yang

akan dibuat di lantai dua. Ruangan itulah yang nanti akan menjadi ruang kerja untuk para anggota DPRD Badung. ‘’Sedangkan untuk lima pimpinan akan menempati ruang kerja di lantai satu. Seperti Ketua DPRD, dua Wakil Ketua DPRD, Ketua BK dan Ketua Baleg. Proyek itu dananya tujuh miliar, yakni pembuatan sekat-sekat ruangan anggota dewan, jadi per anggota akan dapat ruangan satu-satu plus staf,’’ paparnya. Diharapkan, dengan memiliki ruangan tersendiri, para anggota parlemen dapat meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Pengerjaan dipastikan akan dilakukan tahun 2018, sehingga tahun 2019 wakil rakyat Badung sudah merasakan suasana baru saat ngantor. ‘’Mirip kayak ruangan DPR di Senayan-lah,’’ pungkasnya. (kmb27)

Peringatan Hari Keluarga dan HAN di Badung

Lingkungan Keluarga Bangun Kecerdasan Anak

PERINGATAN Hari Keluarga ke-25 dan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2018 di Kabupaten Badung dipusatkan di Balai Subak Banjar Kiadan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Senin (30/7) kemarin. Acara ini dihadiri Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, BKKBN Provinsi Bali, Ketua Gatriwara, Wakil Ketua TP PKK, SKPD Kabupaten Badung, Camat se-Kabupaten Badung, Perbekel seKabupaten Badung. Ketua Panitia Putu Rianingsih yang juga Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Badung melaporkan, kegiatan Hari Keluarga dan HAN ini dirangkai dengan Gerakan Makan Ikan di Kabupaten Badung. Tujuannya menumbuhkan kepedulian, kesadaran dan peran aktif setiap keluarga dalam menciptakan lingkungan yang berkualitas untuk anak serta memberi perhatian tentang pentingnya membangun karakter anak melalui peningkatan pengasuh keluarga, guna mempercepat penanaman nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan gemar makan ikan merupakan upaya peningkatan status gizi masyarakat, terutamanya anak-anak untuk mempersiapkan penerus bangsa yang lebih sehat, kuat dan cerdas. Tema yang diangkat dalam peringatan kali ini ‘’Hari Keluarga

Hari Kita Semua’’, dengan slogan ‘’Cintai Keluarga Cinta Terencana, Kalau Terencana Semua Lebih Mudah’’. Untuk Hari Anak Nasional dengan tema ‘’Anak Indonesia, Anak Genius yakni Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat’’. Sekda Badung Adi Arnawa menekankan bahwa anak sebagai generasi penerus bangsa sebagai mata rantai yang sangat menentukan wujud dan kehidupan suatu bangsa di masa depan. Untuk mewujudkan anak Indonesia yang sehat dan berprestasi dan berkualitas berawal dari keluarga. ‘’Lingkungan keluargalah sesungguhnya dimulai pembangunan kecerdasan anakanak, sehingga dalam pengasuhan keluarga perlu diberikan bekal keimanan, kepribadian, pemberian kasih sayang, keterampilan dan semangat kebangsaan agar menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk itu dimulai dari Ketahanan Keluarga itu sendiri,’’ paparnya. Ketua BKKBN Perwakilan dari Provinsi Bali Catur Sentana menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun bertujuan untuk mengingatkan kita bersama bahwa keluarga merupakan wahana pertama dan utama untuk menyiapkan anak-anak agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan. Keluarga juga adalah sekolah pertama sebelum anak-

HARI KELUARGA - Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Hari Keluarga ke-25 dan Hari Anak Nasional Tahun 2018 Kabupaten Badung di Balai Subak Banjar Kiadan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Senin (30/7) kemarin. anak melanjutkan ke sekolah yang bersifat formal. ‘’Oleh karena itu, orangtua harus menjadi orangtua yang hebat dengan memberi pola asuh yang benar dan baik buat anak-anak sendiri, selain orangtua yang ada di lingkungan sekolah itu sendiri,’’ imbuhnya. Dengan peringatan Hari Keluarga ini, pihaknya mengajak para orangtua senantiasa menjadi guru yang baik buat anak-anak. Demikian pula peringatan HAN merupakan momentum untuk

memperkokoh komitmen dan tekad kita bersama untuk memberikan perhatian yang lebih dan baik untuk perlindungan anak-anak dan orangtua harus mendorong bahwa anak-anak bukan sekadar dilahirkan untuk melanjutkan keturunan, tetapi mereka juga mempunyai hak anak yang sudah menjadi Konvensi Internasional yang harus dipenuhi seperti hak pendidikan, kesehatan, perlindungan, makanan bergizi, bermain dan lain sebagainya. (ad1662)

Target 2019, 22 PD Terapkan SPIP Level 3 SISTEM Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) telah mampu memberikan peningkatan akuntabilitas keuangan dan pembangunan khususnya di Kabupaten Badung. Untuk itu, di tahun 2019 Pemkab Badung menargetkan 22 Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemkab Badung mampu menerapkan SPIP Level 3 (Terdefinisi). ‘’Saat ini kita sudah mempunyai 12 PD yang telah mencapai SPIP level 3, dan kita targetkan lagi 10, sehingga di tahun 2019 terdapat 22 PD yang menunjukkan pada level 3 terdefinisi,’’ tegas Wabup Ketut Suiasa saat menyampaikan direktifnya dalam rangka penguatan SPIP untuk peningkatan akuntabilitas keuangan dan pembangunan, Senin (30/7) kemarin, di ruang rapat Inspektorat, Puspem Badung. Kegiatan tersebut dipimpin Inspektur Luh Suryaniti dan diikuti Pimpinan Perangkat Daerah. Suiasa yang didampingi Inspektur Luh Suryaniti menekankan, komitmen Pemkab Badung untuk mencapai SPIP level 3, sebagai tindak lanjut dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, di mana seluruh pemer-

SPIP - Wabup Ketut Suiasa saat menyampaikan direktifnya dalam rangka penguatan SPIP untuk peningkatan akuntabilitas keuangan dan pembangunan, Senin (30/7) kemarin, di ruang rapat Inspektorat, Puspem Badung. intah daerah berada pada level 3. Dari hal tersebut, dalam pemenuhan pemetaan target/capaian pembangunan oleh Kementerian Pembangunan/ Bappenas, Inspektorat Badung menetapkan target persentase penerapan SPIP level 3 pada perangkat daerah

tahun 2019 yaitu 22 PD (86,84%). Sementara penilaian maturitas SPIP tahun 2017 oleh BPKP Perwakilan Provinsi Bali terhadap penyelenggaraan SPIP pada Pemkab Badung dengan uji petik 12 PD menunjukkan pada level 3 dengan skor 3,303.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa PP No. 60 Tahun 2008 menyebutkan SPIP adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Level maturasi SPIP terdiri atas level 1 (rintisan), level 2 (berkembang), level 3 (terdefinisi), level 4 (terkelola dan terukur) dan level 5 (optimum). ‘’Untuk peningkatan dan penguatan level maturitas SPIP di tahun 2018 dan memenuhi target nasional 2019, selain PD yang ditargetkan kami harapkan pula agar seluruh PD pada level 3,’’ katanya. Untuk itu seluruh Kepala PD meningkatkan penyelenggaraan SPIP di lingkungan kerja masing-masing dengan mengimplementasikan lima unsur SPIP yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. (ad1661)

Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Danlanud I Gusti Ngurah Rai

Mangupura (Bali Post)Komandan Lanud (Danlanud) I Gusti Ngurah Rai Bali kembali berganti. Jabatan Danlanud saat ini dipegang Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono S, S.Sos. Sebelumnya posisi Danlanud dijabat oleh Kolonel Pnb. Wayan Superman. Upacara pengambilan sumpah dan serah terima jabatan dilakukan di Gedung Serbaguna Suryadarma Makoopsau II, Senin (30/7) kemarin. Hadir selaku inspektur upacara Panglima Komando Operasi TNI-AU II (Pangkoopsau II) Marsekal Muda (Marsda) TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.PP. Upacara tersebut juga dihadiri oleh Pangkosekhanudnas II Marsma TNI Andi Heru, Danlanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI

Bowo Budiarto, Ketua PIA Ardhya Garini Daerah II Koopsau II dan Pengurus, Ketua IKKT Kosekhanudnas II dan Pengurus, para pejabat Makoopsau II, Para pejabat Lanud Sultan Hasanuddin, para pejabat Kosekhanudnas II dan pejabat Wing 2 Paskhas Makassar serta personel Makoopsau II baik militer maupun pegawai negeri sipil. Dalam sambutannya, Pangkoopsau II mengatakan, pergantian pejabat di lingkungan TNI khususnya TNI Angkatan Udara merupakan upaya pembinaan personel dalam rangka pengawakan organisasi yang dilakukan secara konsisten dalam menjawab tantangan dan tuntutan tugas ke depan yang semakin berat. Sehingga dapat melahirkan inovasi

dan ide-ide baru agar tugas organisasi dapat dilaksanakan secara optimal. Salah satu tujuan pembinaan personel adalah adanya perubahan dalam wujud yang semakin nyata, baik secara kuantitas maupun kualitas dalam pelaksanaan tugas, serta upaya peningkatan disiplin, pengawasan melekat, menegakkan aturan harus menjadi prioritas utama. “Kondisi seperti inilah yang diharapkan dan tetap ditingkatkan di seluruh satuan jajaran koopsau II termasuk di Lanud I Gusti Ngurah Rai,” ujar Pangkoopsau II. Dalam rangkaian Sertijab Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai juga diserahterimakan Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 5/D II Lanud I Gusti Ngurah

bali Post/kmb23

DANLANUD - Serah terima jabatan Komandan Lanud (Danlanud) I Gusti Ngurah Rai dari Kolonel Pnb. Wayan Superman kepada Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono S, S.Sos. Rai dari Ny. Wayan Superman kepada NY. Wibowo Cahyono yang disaksikan Ketua PIA Ardhya Garini

Daerah II Koopsau II Ny. Inong Fadjar Prasetyo beserta pengurus PIA Daerah II Koopsau II. (kmb23)


info seremoniAL

4

Dorong Terciptanya Petani Muda, FFI Digelar di SMKN 1 Petang YAYASAN Parama Anak Bangsa menggelar Future Farmers Indonesia (FFI) di SMKN 1 Petang, Badung, Senin (30/7) kemarin. FFI merupakan sebuah inisiatif untuk mendorong dan menginspirasi para calon petani muda Indonesia, melalui program simulasi bisnis dan masterclass sejak tingkat SMK. Pembelajaran yang diberikan terkait bidang literasi keuangan, entrepreneurship dan peningkatan wawasan. FFI juga akan mengadakan simulasi bisnis mulai dari perencanaan, produksi hingga distribusi produk hortikultura dalam sebuah festival dan akan didampingi mentor-mentor yang berpengalaman. Pembukaan kegiatan FFI tersebut dihadiri Kabid Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Badung, Dekan Fakultas Pertanian Unud, perwakilan BNI dan beberapa undangan lainnya. Foundation Director Yayasan Parama Anak Bangsa Jasthi Dayita menerangkan, masalah krisis petani bukan hanya terjadi di Indonesia, bahkan dunia juga mengalaminya. Karena masalah tersebut, maka Yayasan Parama Anak Bangsa mencoba menjalankan program FFI. Saat ini tidak cukup hanya satu bagian saja yang bekerja, baik itu dari kementerian, pemerintah daerah maupun sekolah, namun dibutuhkan kerja sama dengan banyak pihak dalam menciptakan petani muda dan mengangkat citra pertanian. Dipilihnya SMKN 1 Petang sebagai tempat pertama penyelenggaraan FFI dikarenakan saat ini di Bali, SMKN 1 Petang merupakan

satu-satunya sekolah kejuruan yang masih fokus pada pertanian saja. Terdapat pula sentra pertaniannya, yang dirasa seluruhnya merupakan putra-putri petani. Untuk menunjang program ini, yayasan juga bekerja sama dengan petani setempat, pemerintah dan para pelaku industri. ‘’Program ini bukan hanya sekadar menciptakan petanipetani muda masa depan, tetapi kami membuka jalur bisnis untuk mereka, karena pada akhirnya ini akan menimbulkan kepercayaan bahwa farmer is still cool,’’ terang Jasthi. Ditambahkannya, acara ini bukan event yang pendek dan diharapkan modul ini akan berhasil diterapkan di SMKN 1 Petang, kemudian menyebar menjadi modul di semua SMK Pertanian di Indonesia. Selain itu, bekerja sama dengan IPB maka akan dapat membuka suatu market. Makanan sehat telah menjadi salah

satu tuntutan di dunia pariwisata. Dengan begitu, Bali sebagai tempat penyelenggaran FFI ini diharapkan para petani mampu membuat premiun produk dan para retailer menerima produk tersebut. Kepala SMKN 1 Petang Gusti Putu Asih, S.Pd. mengungkapkan, kegiatan ini akan memberikan banyak pelajaran bukan hanya pada siswa, namun juga pada guru dan masyarakat luas. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan siswa dapat lebih giat menguasai kompetensi di bidang pertanian. Kemudian meningkatkan minat masyarakat dan calon siswa belajar di SMKN 1 Petang. Selain itu, Gusti Putu Asih berharap kesan petani itu dekil dan miskin dapat dihilangkan. Hal itu dikarenakan petani juga berwirausaha. Bahkan, wirausaha di bidang pertanian lebih banyak dapat dilakukan dibandingkan bidang lainnya. (ad1660)

PEMBUKAAN FFI - Beberapa undangan dan siswa foto bersama pada pembukaan Future Farmers Indonesia (FFI) di SMKN 1 Petang, Badung, Senin (30/7) kemarin.

Senator RI Rekomendasikan Anggaran BNSP Minimal Rp 1 Triliun Tahun 2019

Shri Arya Wedakarna Minta Perguruan di Bali Wajibkan Sertifikasi Profesi Sebelum Wisuda SENATOR DPD/MPR-RI utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyambangi Kantor Pusat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di bilangan Pancoran, Jakarta. Kehadiran Senator Arya Wedakarna dalam rangka berkoordinasi terkait program Sertifikasi Profesi untuk Provinsi Bali, termasuk menjalankan fungsi pengawasan UU yakni menilai secara umum kinerja BNSP. Apresiasi atas kinerja BNSP sejak pertama kali didirikan sesuai amanat UU, disampaikan oleh Senator Arya Wedakarna, sembari berharap peran BNSP kembali diperkuat, salah satunya bertujuan menyejajarkan tenaga kerja Indonesia di tingkat dunia. ‘’DPD-RI sebagai lembaga negara merasa kehadiran BNSP sudah cukup signifikan, khususnya menyiapkan SDM Indonesia yang berkualitas. Apalagi kita terus-menerus dituntut menghadapi ASEAN Mutual Recognition Arragement (MRA) dengan penambahan daftar positif jenis pekerjaan yang bisa dikompetisikan di tingkat internasional. Warga Indonesia harus tahu bahwa tidak

cukup di zaman sekarang hanya bermodalkan ijazah, baik untuk lulusan SMA, SMK maupun perguruan tinggi, tapi penting sekali menggenggam sertifikat kompetisi. Di sinilah peran pimpinan sekolah dan pimpinan perguruan tinggi untuk mengarahkan,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna yang anggota Komite III Bidang Pendidikan dan Dikti DPD-RI. Ia juga menyayangkan banyak anak muda di Bali sangat terlambat mengejar sertifikasi kompetensi, dan semata-mata mengejar sertifikat bukan karena sadar akan kebutuhan dasar kompetensi, tetapi karena tuntutan perusahaan. ‘’Pemerintah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja seharusnya proaktif menyosialisasikan pentingnya Sertifikasi BNSP ini bagi SDM Bali. Begitu juga Dinas Perindustrian dan Perdagangan bisa ikut mendorong agar semakin banyak SDM di industri dan perdagangan berniat bersertifikat. Pun pimpinan perguruan pendidikan, harusnya bisa mengatur sistem di sekolah agar sebelum siswa dan mahasiswa lulus, diarahkan agar mendapat sertifikat. Banyak di an-

KANTOR BNSP - Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (tengah) saat bertandang ke Kantor Pusat BNSP di Jakarta.

tara calon lulusan tidak tahu apa itu BNSP, LSP atau Sertifikasi Profesi. Padahal masalah biaya sertifikasi bisa saja dinegosiasikan terjangkau karena secara aturan pusat belum ada ambang atas dan bawah. Di satu sisi BNSP harus lebih banyak menyosialisasikan hal ini dan mendorong mitra kerja di daerah mengadakan MoU. Sebagai wakil rakyat saya melihat banyak yang tidak sinkron antara stakeholder urusan SDM tenaga kerja, sehingga jangan kaget kalau SDM Indonesia salah satu yang terendah di ASEAN,’’ ujar Shri Arya Wedakarna. Khusus untuk Bali, Senator Arya Wedakarna ingin tahun depan alokasi Sertifikasi Profesi di bidang pendamping pertanian, perternakan, MSDM, pariwisata, teknik dan organik semakin meningkat, baik dari segi anggaran maupun kuota. ‘’Di Bali saat ini hanya ada kurang lebih 11 LSP, padahal kalau mau, tiap SMK dan perguruan tinggi bisa mendirikan LSP. Kenapa tidak? Kan ada LSP tipe 1, 2, 3. Ada masukan juga agar ke depan jangka waktu perpanjangan sertifikasi yang selama ini dianggap terlalu singkat bisa ditinjau, termasuk item-item yang diujikompetensikan. Ini masukan kita dari DPD-RI untuk diusulkan pada pemerintah,’’ papar Senator Arya Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali. Ke depan untuk memenuhi kebutuhan sertifikasi di seluruh Indonesia, pihaknya mendukung agar anggaran BNSP yang saat ini di kisaran Rp 900 miliar ditingkatkatkan menjadi minimal Rp 1 triliun di APBN 2019/2020. (ad1653)

Berikan Layanan Paripurna, RS BaliMéd Buka Klinik Nyeri

DALAM rangka memberikan layanan paripurna pada masyarakat, RS BaliMéd meluncurkan Klinik Nyeri, Senin (30/7) kemarin. Sebelum peluncuran Klinik Nyeri, RS BaliMéd menggelar seminar penanganan nyeri kronik dan nyeri kanker dengan Interventional Pain Management pada hari itu juga. Peserta seminar adalah masyarakat umum dan fasilitas kesehatan primer di Kota Denpasar. Seminar diisi oleh dr. IGN Mahaalit Aribawa, Sp.An., KAR., FIPM. Peserta sangat antusias mengikuti materi yang dibahas dalam seminar. Ini tampak dari banyaknya peserta yang bertanya. Usai seminar, RS BaliMéd menayangkan demo penanganan/tindakan nyeri. Wadir RS BaliMéd dr. A.A. Ngurah Budiarta, MARS. mengatakan, RS BaliMéd merupakan rumah sakit swasta yang menjadi pioner dalam pembentukan Klinik Nyeri melalui kerja sama dengan Kelompok Staf Medik Anestesi dan Terapi Intensif. ‘’Dibukanya layanan Klinik Nyeri ini untuk memperluas layanan dan merupakan bentuk dukungan RS BaliMéd sebagai rumah sakit yang wajib memberikan layanan yang paripurna. Salah satunya adalah memenuhi hak pasien untuk mendapatkan penanganan nyeri,’’ ujarnya. Layanan ini merupakan salah satu layanan alternatif. Perlu penanganan yang komprehensif setelah mendapat penanganan nyeri. Misalnya, pasien yang mendapatkan terapi nyeri perlu mendapatkan

rehabilitasi dan melakukan perubahan gaya hidup. Poliklinik Nyeri RS BaliMéd membuka jadwal layanan setiap minggu. Masyarakat akan mendapat layanan melalui reservasi lewat website, juga dibuka layanan melalui sistem perjanjian. Klinik Nyeri yang terletak di lantai dua RS BaliMéd ditangani oleh tim anestesi yang terdiri atas lima dokter anestesi konsultan manajemen nyeri. Dokter IGN Mahaalit Aribawa menjelaskan, penanganan nyeri di Indonesia sebelumnya masih ketinggalan dibanding negara lainnya. Namun, belakangan penanganan nyeri sudah lebih baik, terutama saat rumah sakit diwajibkan mengikuti akreditasi. ‘’Jadi, kita sudah berlari untuk melakukan penanganan nyeri yang lebih baik dibanding tahuntahun sebelumnya,’’ tandasnya. RS BaliMéd sudah melakukan

penanganan nyeri, namun masih terfokus pada penanganan nyeri akut. Sementara untuk nyeri kronik seperti kanker akan ditingkatkan lagi dengan fasilitas baru yang ada yaitu Interventional Pain Management. Meski pasien sangat membutuhkan penanganan nyeri ini, dengan mendapat penanganan nyeri bukan berarti penyakit yang diderita bisa sembuh 100 persen. ‘’Ini salah satu modalitas untuk menangani nyeri. Masih diperlukan penanganan yang lain seperti obat-obatan, injeksi, operasi,’’ pungkas Mahaalit Aribawa. Pasien yang wajib mendapat penanganan nyeri seperti radang sendi. Pasien yang seharusnya dilakukan operasi, namun belum dilakukan karena tidak berani dengan rasa nyeri yang hebat. Maka untuk mengurangi rasa nyeri, penanganan nyeri bisa dilakukan. (ad1659)

KLINIK NYERI – Rumah Sakit BaliMed membuka Klinik Nyeri dalam rangka memberikan layanan paripurna pada masyarakat.

Selasa Paing, 31 Juli 2018

Tingkatkan Kualitas Kompetensi Lulusan

FH Unwar Gelar Pelatihan ’’Legal Drafting’’ UNTUK meningkatkan kualitas kompetensi lulusan, Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menggelar Pelatihan Pelaksanaan Penyusunan Peraturan Perundang-undangan (Legal Drafting) Tingkat Dasar di Ruang Sidang Sri Ksari II FH Unwar, Senin (30/7) kemarin. Pelatihan Legal Drafting yang diikuti 100 orang mahasiswa FH Unwar ini merupakan kerja sama FH Unwar dengan Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) serta Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bali. Pelatihan akan berlangsung selama 12 hari, hingga 11 Agustus 2018 mendatang. Pelatihan dibuka Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si., dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H., Wakil Dekan I FH Unwar Ida Ayu Putu Widiati, S.H., M.Hum., Wakil Dekan II A.A. Sagung Laksmi Dewi, S.H., M.H., Wakil Dekan III I Ketut Sukadana, S.H., M.H., dosen di lingkungan FH Unwar dan peserta Legal Drafting FH Unwar. Kepala Divisi Administrasi Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bali Andi Nurka menyampaikan, Indonesia adalah negara hukum, sehingga segala aspek kehidupan di negara ini harus berdasarkan hukum sesuai nilai dan norma yang berlaku untuk mengantisipasi masalah yang timbul. Pelatihan Legal Drafting untuk mengetahui tentang pembentukan instrumen hukum berupa peraturan hukum dan suatu keputusan. Peraturan yang dibuat harus sesuai asas-asas yang berlaku yang hasilnya nanti berlaku keluar dan bersifat umum. Legal Drafting dalam penyusunannya wajib memperhatikan aspek pengayo-

man, kemanusiaan, kebangsaan, kebinekaan, kesamaan kedudukan hukum, ketertiban dan kepastian hukum. Dekan FH Unwar I Nyoman Putu Budiartha mengatakan, pelatihan legal drafting merupakan wujud implemantasi MoU antara FH Unwar, BPHN serta Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bali tahun 2016. Tujuan pelatihan legal drafting adalah untuk meningkatkan kualitas lulusan FH Unwar, khususnya mampu merancang peraturaan perundang-undangan, peraturan pemerintah, peraturan desa dan peraturan lainya. Capaian ini juga bertujuan meningkatkan kualitas lulusan sesuai kurikulum, yaitu memiliki kompetensi khusus di bidang legal drafting. Selain itu, memberikan pengetahuan dan wawasan kepada mahasiswa agar bisa merancang peraturan perundangundangan sampai peraturan desa. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali A.A. Gede Oka Wisnumurti mengapresiasi positif pelatihan legal drafting yang

dilakukan FH Unwar. Sebab, melalui pelatihan ini FH Unwar telah menyiapkan lulusannya memiliki kompetensi di bidang hukum, terutama dalam membuat peraturan. Dikatakannya, Kemenristek Dikti telah menambah standar baru untuk borang akreditasi yang awalnya 7 kriteria menjadi 9 kriteria. Standar 9 kriteria ini lebih banyak menekankan pada output dan outcome. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai produk yang dihasilkan perguruan tinggi (PT) harus memiliki kualitas mutu dan kompetensi yang sesuai dengan visi-misi dan nilai PT masing-masing. Jadi, setiap fakultas harus mampu menyusun program berdasarkan nilai yang menjadi ciri produk Unwar. Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. menyatakan, pelatihan legal drafting penting dilakukan karena masih banyak peraturan yang tumpang tindih dan kontradiksi dengan peraturan lainnya. Oleh karenanya perlu ada sinergitas antara peraturan yang dibuat. (ad1624)

PELATIHAN - Dekan FH Unwar I Nyoman Putu Budiartha (empat dari kiri) bersama Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali A.A. Gede Oka Wisnumurti (empat dari kanan), Wakil Rektor I Unwar I Nyoman Kaca (tengah), Wakil Dekan I, II, III FH Unwar dan narasumber berfoto bersama di sela-sela Pelatihan Legal Drafting.

SMK Dwijendra Selangkah Lebih Maju, Perkuat Kerja Sama dengan Somvliet College SMK Dwijendra Denpasar selangkah lebih maju. SMK unggulan di Denpasar ini lebih awal go international dengan menggandeng Somvliet College, Belanda, melalui pertukaran siswa dan guru sejak dua tahun lalu. Senin (30/7) kemarin, SMK Dwijendra dan Somvliet College kembali memperkuat kerja sama dalam pertukaran siswa dan guru. Perpanjangan MoU diteken Kepala SMK Dwijendra Denpasar yang baru Ida Bagus Dwi Oka Putra, S.Si. dan pimpinan Somvliet College Helene van der Putten didampingi P.J.G. Stelten. Penandatanganan disaksikan Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., Bendahara Yayasan Luh Beji, B.A., Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., kepala sekolah dan pimpinan unit di lingkungan Dwijendra, di gedung SMK Dwijendra, Jalan Suradipa, Peguyangan, Denpasar.

Helene van der Putten mengungkapkan, sebelumnya Somvliet College sudah mengirim tiga siswanya belajar di SMK Dijendra selama satu semester. Agustus ini kembali memberangkatkan dua siswa dan seorang guru terbaiknya belajar di SMK Dwijendra Denpasar. Mereka tidak saja belajar soal TI, namun juga budaya Bali. Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar M.S. Chandra Jaya memaparkan kepada tamunya bahwa SMK Dwijendra saat ini menempati gedung baru di Jalan Suradipa, Peguyangan. Dikatakannya, siswa asal Belanda yang belajar iptek dan budaya Bali di SMK Dwijendra merasa senang. Makanya yayasan sangat mendukung kerja sama internasional kedua lembaga ini terus diperkuat agar jangan terkesan hanya di atas kertas. Kerja sama ini sangat menguntungkan kedua belah pihak. Dia bangga karena SMK Dwi-

BERSAMA - Ketua Yayasan M.S. Chandra Jaya, Rektor Undwi Putu Dyatmikawati, Kepala SMK Dwijendra I.B Dwi Oka Putra foto bersama dengan Helene van der Putten dan Stelten usai meneken MoU.

jendra Denpasar dipercaya sebagai sistter school oleh Somvliet College, sebab dikenal berkualitas serta menguasai TI dan budaya Bali. Untuk itu, dia berharap orangtua siswa mendukung anaknya mengikuti seleleksi pertukaran siswa ke Belanda. Pihak yayasan akan menanggung sepenuhnya biaya tiket siswa dan guru, sedangkan biaya hidup dan sekolah sudah ditanggung oleh pihak Belanda. ‘’Soal bahasa jangan khawatir, pihak yayasan akan melatih mereka secara intensif,’’ tegasnya. Kepala SMK Dwijendra Denpasar Ida Bagus Dwi Oka Putra didampingi Wakasek Kurikulum I.A. Paramita Mahasari, S.E., Wakasek Kesiswaan dan Humas I Wayan Sumadika, S.Pd. dan Wakasek Sarpras Putu Aris Sanjaya, S.Pd. mengungkapkan, pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi bagi calon peserta program pertukaran siswa dan guru. Mereka yang dipilih adalah yang menguasai bahasa Inggris, TI, bisa menari dan berintegritas. Siswa tak perlu khawatir ikut program ini karena akan didampingi oleh guru yang mahir bahasa Inggris. Yang diutamakan adalah menguasai TI dan mampu menstranfer budaya Bali. Tahun ini, SMK Dwijendra Denpasar merekrut empat kelas siswa baru terdiri atas Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Program Keahlian Akuntansi dan Program Akmodasi Perhotelan. Mereka dicetak menjadi SDM siap kerja. (ad1650)

SMP Dwijendra Denpasar

Pertama di Bali Raih Predikat Sekolah Ramah Anak

MASYARAKAT Bali patut berbangga memiliki SMP Dwijendra Denpasar. Selain dikenal sebagai sekolah bermutu, sekolah ini juga banyak menyabet prestasi nasional. Bahkan, tahun ini SMP Dwijendra Denpasar ditetapkan pemerintah pusat sebagai sekolah pertama di Bali yang meraih predikat sekolah ramah anak tingkat nasional. Atas prestasi tersebut, SMP Dwijendra, Senin (30/7) kemarin dikunjungi tim Komisi VIII DPR-RI dipimpin Dr. Sodik Mudjahid bersama Wenny Haryanto dan Mustaqim. Tim disambut gembira dan penuh senyum oleh warga Dwijendra. Tampak Ketua Yayasan Dwijendra Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. dan para guru menyambut tim Komisi VIII. Begitu tiba di Dwijendra, tim disuguhi aneka ekstrakurikuler di antaranya magender wayang, ngerindik, menabuh, tari, yoga hingga yel-yel SMP Dwijendra Denpasar. Tim juga disuguhi atraksi nyurat aksara Bali dalam bentuk tradisi dan komputer serta sempat berdialog di radio komunitas SMP Dwijendra. Kepala SMP Dwijendra Denpasar Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd. mengungkapkan, ratusan sekolah yang diusulkan mendapat predikat sekolah ramah anak, namuan hanya SMP Dwijendra di Bali yang ditetapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai sekolah ramah anak tingkat nasional. Pia-

gam diserahkan oleh Kementerian di Surabaya, belum lama ini. Nadi Supartini didampingi Wakasek I Made Yoga Mahendra Andika, S.Pd., M.Pd., I Wayan Suwita, S.Pd. dan Ida Bagus Putra Arsana, S.Pd. menyatakan, SMP Dwijendra sukses memenuhi syarat sekolah ramah anak dengan konsep BARIISAN yakni sekolah yang bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri dan nyaman. Selain itu, sekolah tanpa kekerasan pada perempuan dan anak. Berbagai kebijakan kasek ikut mendukung program ini yakni memberi pelayanan penuh kasih sayang kepada siswa, menyiapkan 32 jenis ekstra di sekolah guna mengisi waktu luang siswa. Bahkan, semua ekstra melahirkan prestasi. Tidak hanya intelektualnya diasah di sekolah ini, juga kesehatan fisik, mental, emosi dan spiritualnya. Hal ini didukung fasilitas yang disiap-

kan oleh Yayasan Dwijendra. Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya mengaku bangga bahwa kerja keras guru dan siswa SMP Dwijendra melahirkan prestasi membanggakan rakyat Bali. Makanya siswa baru yang diterima di sekolah ini tak salah pilih belajar di SMP Dwijendra. Yayasan ikut memperkuat pendidikan karakter semua siswa dengan pola disiplin dan budaya berprestasi. Ketua Komisi VIII DPR-RI Sodik Mudjahid mengungkapkan rasa kagumnya bahwa SMP Dwijendra Denpasar sukses menjalankan pendidikan karakter berbasiskan Hindu dengan kurikulum nasional. Mustaqim dan Wenny Raharjo menambahkan, sangat wajar SMP Dwijendra Denpasar menyandang predikat sekolah ramah anak karena pendidikannya sarat dengan karakter dan berbudi luhur dan kreativitas. (ad1649)

CENDERAMATA - Anggota Komisi VIII DPR menerima cenderamata dari Kasek Nadi Supartini saat meninjau sekolah ramah anak SMP Dwijendra Denpasar.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Selasa Paing, 31 Juli 2018

info seremoniAL

Hotel HARRIS Gelar Acara ’’Stay Fit with HARRIS Hotels’’ untuk Pertama Kali di Bali SEHUBUNGAN dengan konsep hidup sehat yang diusung sejak lama, Minggu (22/7) lalu Hotel HARRIS mengadakan acara Stay Fit with HARRIS Hotels di Bali. Acara berlokasi di parkir barat Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, mulai pukul 06.00 Wita. Pada kesempatan itu, Hotel HARRIS memperkenalkan HARRIS Running Team dan membagikan tips gaya hidup sehat kepada warga Bali. Acara diramaikan dengan lari bersama HARRIS Running Team dan beberapa komunitas lari yang ada di Bali, pemeriksaan kesehatan secara gratis, Zumba dan Playground, yakni latihan fitness yang dipandu oleh personal trainer dari Celebrity Fitness. General Manager Cluster TAUZIA Hotels di Bali I Nyoman Wirayasa mengatakan, HARRIS Hotels memiliki moto ‘’Healthy Lifestyle’’. Salah satunya diimplementasikan dengan kegiatan bertemakan Stay Fit. Acara ini melibatkan HARRIS Running Team yang baru diluncurkan tahun lalu. Sejak di-launching, HARRIS Running Team aktif mengikuti latihan dan lomba maraton di beberapa daerah seperti di Jakarta, Borobudur Marathon, Bali Marathon dan Surabaya Marathon. ‘’Jadi, masing–masing HARRIS Hotel bisa turut berpartisipasi dalam kegiatan lari tersebut untuk semakin mendukung kampanye gaya hidup sehat. Ke depannya kami akan memberikan instruktur khusus lari untuk membina para pelari HARRIS,’’ ujarnya. Selain kegiatan pada hari itu, di masing–masing HARRIS juga memiliki kegiatan HARRIS Move. HARRIS Move

STAY FIT – Hotel HARRIS mengadakan acara Stay Fit with HARRIS Hotels di Bali, di sebelah barat Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar. adalah kegiatan dance yang dinamis di pagi hari atau sore hari dan merupakan ciri khas HARRIS Hotels. Marketing Communication HARRIS RiverView Kuta, Dinda Carolina, menambahkan semua karyawan dari tujuh properti HARRIS di Bali dan enam properti Tauzia Bali Hotels terlibat dalam kegiatan itu. Dengan memulai hidup sehat dari karyawan, HARRIS Hotel mengajak warga Denpasar lebih menggiatkan lagi hidup sehat melalui kegiatan Stay Fit. Ia berharap moto ‘’Healthy Lifestyle’’ yang diusung oleh HARRIS dapat menggema dan bisa menjadi gaya hidup masyarakat Bali. Kegiatan ini juga mendukung program pendidikan anak jalanan Indonesia atau TEC (TAUZIA Equal Chance) melalui penjualan pin TEC seharga IDR 10.000 per satuan. Hasil penjualan sepenuhnya diserahkan kepada TEC untuk mendukung programnya.

Didirikan pada tahun 2001, TAUZIA Hotel Management adalah jaringan dengan 122 hotel yang beroperasi dan berkembang di bawah brand Preference - sebuah label untuk koleksi hotel butik yang memesona, HARRIS Vertu - hotel berskala atas dengan konsep ‘‘Joy of Life’’, HARRIS - hotel dengan skala menengah yang mempromosikan healthy lifestyle, YELLO - hotel ekonomi baru untuk netizen dan POP! - hotel budget untuk wisatawan yang pandai dan ramai lingkungan. Seiring dengan layanan manajemen hotel, TAUZIA menyediakan Manajemen Estate & layanan konsultasi dengan visi membangun perpaduan budaya dalam gaya manajemen & pengembangan produk serta mempromosikan keberagaman dalam industri perhotelan. Temukan lebih lanjut di www.tauzia.com & @ tauziahotels. (ad1654)

Ujian Terbuka Promosi Doktor I Komang Gede Sanjaya

Angkat Soal Sistem Pendidikan Agama Hindu Berbasis Pasraman

BERSAMA - I Komang Gede Sanjaya (tengah) berfoto bersama tim penguji ujian promosi doktor IHDN. PROGRAM Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Indonesia melaksanakan ujian terbuka promosi Doktor I Komang Gede Sanjaya di Gedung Aula Pascasarjana IHDN Denpasar, Senin (30/7) kemarin. I Komang Gede Sanjaya merupakan Wakil Bupati Tabanan yang telah menyelesaikan program doktornya. Ia pula satu– satunya doktor yang disertasinya mengangkat tentang Sistem Pendidikan Agama Hindu Berbasis Pasraman. Setelah mengikuti ujian, disertasi I Komang Gede Sanjaya oleh anggota sidang diterima dan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude. Rektor IHDN yang juga Ketua PHDI Provinsi Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan, predikat cumlaude diberikan pada promovendus lantaran nilainya di atas rata–rata. Predikat cumlaude diberikan lantaran masa studi promovendus belum lima tahun. ‘’Sebenarnya 11 semester, tapi Pak Komang menempuh dalam waktu 10 semester,’’ ujarnya. Nilainya juga bagus yaitu 3,7. Dari isi disertasi, cara menjawab

saat ujian pun memberi penilaian lebih pada promovendus. Penelitian ini merupakan penelitian yang cukup lama. Dalam penelitian ini juga ditemukan standar pasraman yang baik, ketika pasraman yang sifatnya tradisional, bisa menampung hal–hal yang bersifat modern. Meskipun pasraman konteksnya tradisi lokal, diharapkan selalu berpikir global. ‘’Sehingga antara lokal dan global ini tidak bertentangan. Ini merupakan salah satu temuan yang sangat baik, bisa membuat pasraman di Bali tidak hanya membuat anak cerdas tapi juga membuat anak beretika, berkarakter yang mulia,’’ ujarnya. I Komang Gede Sanjaya mengungkapkan keinginannya agar pasraman yang ada di Tabanan dan seluruh Bali bisa berpedoman pada UU, mengikuti aturan pemerintah dan mengikuti norma sesuai Peraturan Menteri Agama (PMA). Maka dari itu, ia melakukan penelitian tentang sistem pendidikan agama Hindu berbasis pasraman.

Di samping itu, ia melihat generasi muda sekarang mengalami penurunan disharmonisasi dan karakter. ‘’Karakter itu penting karena sebuah kekuatan. Oleh karena itu, siapa yang mempunyai tanggung jawab dalam pembentukan karakter? Tidak hanya pemerintah dan orangtua, tapi pasraman juga bagian penting dalam pembentukan karakter,’’ jelasnya. Setelah dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude, Komang Gede Sanjaya sangat bersyukur dan merasa bangga bisa menyelesaikan tugas akhir doktor. Di sela–sela kesibukannya bertugas melayani masyarakat Kabupaten Tabanan sebagai wakil bupati, ia tetap meningkatkan pengetahuannya dengan menyelesaikan studi doktor. ‘’Saya sekolah hampir 6 tahun, mulai 2012,’’ ungkapnya. Namun, dengan tekad kuat dan harapan agar ilmu yang didapatkannya bisa diaplikasikan pada masyarakat, ia bisa menyelesaikan studinya dengan baik. Dalam penelitiannya, ia menemukan model pasraman yang tepat untuk bisa diterapkan dalam pendidikan pasraman nonformal. ‘’Karena belum ada pasraman formal yang memiliki standardisasi kurikulum yang sesuai dengan amanah UU dengan Peraturan Menteri Agama,’’ katanya. Disertasi itu merupakan salah satu untuk mendorong agar pasraman nonformal yang ada bisa memiliki standardisasi. Karena pasraman nonformal memiliki karakter yang berbeda–beda sesuai gurunya. ‘’Jadi, tidak ada standardisasi, tidak ada kurikulum. Maka dari itu saya berharap pasraman formal dan nonformal memiliki standardisasi sesuai UU dan PMA,’’ imbuh Komang Gede Sanjaya. (ad1652)

5

Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Terpilih Diumumkan DPRD

Pastika Harap Bali Makin Maju, Aman, Damai dan Sejahtera

PASANGAN Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati akhirnya diumumkan oleh DPRD Provinsi Bali dalam sidang paripurna istimewa tentang pengumuman hasil penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih yang dipimpin oleh Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama di ruang Sidang Utama, Kantor DPRD Bali, Denpasar, Senin (30/7) kemarin. Untuk itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap Bali ke depan bisa menjadi lebih maju, aman, damai dan sejahtera di bawah kepemimpinan gubernur baru. Menurutnya, Bali harus lebih baik lagi di tengah dinamika persaingan global, regional dan nasional. ‘’Semua perubahan itu ada dan sangat cepat. Saya tahu membawa Bali di tengah arus perubahan untuk menjadi lebih baik tidak mudah, namun saya yakin Gubernur dan Wakil Gubernur baru beserta jajarannya bisa membawa Bali ke arah tersebut,’’ jelas Pastika dalam kesempatan wawancara bersama awak media serta turut didampingi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. Ia juga mengingatkan, persaingan di industri pariwisata dewasa ini semakin kompleks. Menurutnya, daerah lain su-

dah berlomba-lomba membuat destinasi wisata baru untuk menyaingi Bali. ‘’Ini tentu saja menjadi PR bagi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, untuk membuat inovasi agar pariwisata kita tetap di depan. Sebagai contoh, saat ini banyak wisatawan Tiongkok yang sudah langsung berwisata ke Manado karena memang ada penerbangan langsung ke sana, serta pariwisata di sana juga telah berkembang dengan pesat,’’ jelasnya. Selain itu, Pastika mengharapkan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih beserta jajarannya tetap melihat ke bawah dan memperhatikan masyarakat miskin di Bali. Menurutnya, program bedah rumah tahun 2018 sudah tuntas memperbaiki rumah orang miskin di Bali menurut data BPS. Akan tetapi, ia yakin data BPS masih kurang akurat meskipun sudah dilakukan verifikasi by name by address. Hal itu ditandai dengan masih banyaknya proposal bedah rumah yang masuk hingga saat ini. ‘’Masih ada sekitar 5.000 proposal lagi yang masuk. Jadi, saya harap pemimpin ke depan bisa tetap memperhatikan itu,’’ imbuhnya. Mengenai APBD-P 2018 Pemprov Bali, Pastika mengaku timnya sudah bekerja di rumah transisi. ‘’Gubernur terpilih telah bekerja sama dengan Sekda,

SEBAGAI pionir skuter matic premium, Honda PCX selalu mendapat tempat di hati penggemarnya. Hal ini dibuktikan dengan antusiasnya para komunitas PCX Bali (HPCI) dan konsumen penggguna Honda PCX mengikuti touring yang diselenggarakan oleh Astra Motor Bali. Mengambil tagline ‘’Enjoy First Class On The Road’’, Honda PCX hadir dengan segala kemewahannya mampu menarik sebanyak 60 peserta yang merupakan gabungan dari konsumen Honda PCX wilayah Denpasar dan Gianyar. Mengambil start di parkiran Astra Motor Cokroaminoto, peserta melakukan touring menuju Astra Motor Gianyar dan telah ditunggu para peserta dari area Gianyar. Sebelum memulai touring, peserta diberikan edukasi safety riding oleh team safety riding Honda Bali dengan tetap menjunjung kampanye #Cari_Aman. Edukasi yang diberikan mengenai tata tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan di jalan dengan tidak melanggar ramburambu lalu lintas. Setelah itu peserta melanjutkan perjalanan dengan mengambil rute Desa Sakah – Mas – Tebongkang –

Payangan - Keliki (Pura Hyang Api) - Tampaksiring (Istana Presiden) - Ceking dan finis di Ubud tepatnya di Urbana Restaurant. Melalui rute tersebut, peserta turut membuktikan ketangguhan dan daya tahan motor PCX serta merasakan kenyamanan berkendara jarak jauh. Hal ini didukung posisi berkendara yang nyaman dan sistem pengereman ABS yang melengkapi fitur Honda PCX. Tentu saja ditambah pemandangan alam jalur wisata Gianyar yang dilewati peserta. Peserta juga melakukan kegiatan sosial berupa menyerahkan bantuan rambu hati-hati dan 40 rompi pecalang kepada Desa Pakraman Kelusa Payangan. Sesampainya di Urbana Restaurant, peserta diajak menyantap makan siang ditemani alunan musik. Selanjutnya dilakukan pengundian doorprize untuk peserta yang beruntung dan ditutup dengan foto bersama. ‘’Kegiatan ini selain sebagai ajang saling kenal dengan konsumen pengguna Honda PCX juga menjadi momen pengembangan komuntas PCX di setiap area. Harapan kami kegiatan semacam touring ini akan memberikan riding experience bagi

WAWANCARA – Gubernur Bali Made Mangku Pastika (tengah) diwawancarai awak media di Kantor DPRD Bali, Senin (30/7) kemarin. Kepala Bappeda dan instansi terkait untuk membahas masalah anggaran,’’ tandasnya. Sementara itu, I Wayan Koster mengatakan pihaknya sudah menyiapkan beberapa program kerja yang mendesak untuk dieksekusi saat dia sudah menjabat nanti. Beberapa program tersebut antara lain penyusunan sejumlah aturan yang akan memayungi beberapa kebijakan pemerintah, seperti merevisi UU No.64 Tahun 1958 tentang Provinsi Bali agar Bali bisa menyelenggarakan pemerintahannya sendiri, merevisi Perda No.3 Tahun 2001 tentang Desa Pakraman,

serta peraturan-peraturan lainnya untuk menjaga adat dan istiadat Bali. Dari segi ekonomi, ia akan menguatkan aturan agar pihak restoran dan hotel di Bali menggunakan buah lokal serta turut serta memasarkan kerajinan lokal agar UMKM di Bali makin terangkat. Sejumlah program yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat yaitu program infrastruktur di Bali. Menurutnya, tanpa infrastruktur yang memadai, ekonomi Bali tidak bisa bergerak cepat dan pariwisata Bali tidak bisa berkembang. (ad1656)

PCX Luxurious Touring, Uji Ketangguhan dan Kenyamanan Berkendara

TOURING - Pengguna Honda PCX mengikuti touring yang diselenggarakan oleh Astra Motor Bali. peserta untuk membuktikan ketangguhan dan daya tahan motor PCX ketika dikendarai jarak menengah hingga jarak jauh,’’ ungkap Gede Legawa selaku Supervisor Marketing Promotion. All New Honda PCX dengan desain mewah melalui penyematan bodi samping berkontur baru, serta penyematan desain baru pada lampu depan dan belakang yang meningkatkan tampilan mewah dari desain styling Sophisticated &

Luxurious. Skutik premium ini hadir semakin canggih melalui fitur baru full digital panel meter yang menghadirkan multi-informasi dalam satu panel, serta Honda Smart Key System baru yang terintegrasi dengan alarm antimaling dan Answer Back System. Suspensi ganda yang nyaman di belakang menghadirkan sensasi berkendara sempurna dengan posisi berkendara yang memanjakan. (bns1)

Asyiknya Touring ’’Zaman Now’’, Bikin Ketagihan BAGI pencinta sepeda motor, touring adalah salah satu kegiatan yang disukai dan jadi hobi bahkan bikin ketagihan. Skutik MAXI Yamaha ‘’zaman now’’ yaitu Lexi jadi pilihan favorit buat touring yang sudah dipakai dalam beberapa kegiatan di bulan Juli 2018 ini oleh komunitas dan konsumen Yamaha di event MAXI Yamaha Tour de Indonesia dan puncak MAXI Yamaha Day di area Candi Borobudur. Mereka yang telah merasakan pengalaman touring dengan Lexi mengakui manfaat dari fitur-fitur dan teknologi modern. Kenyamanan dirasakan betul karena jok yang lebih panjang, ruang kaki yang lega, ban lebar dan tubeless, suspensi tabung (hanya ada di Lexi S). Bodi ramping dan handle bar MAXI Yamaha membuat handling terasa nyaman. Electric power socket (colokan charger handphone) sangat membantu mengisi daya handphone saat perjalanan jauh. Lampu depan LED Lexi pun membantu

FAVORIT – Lexi, skutik MAXI Yamaha ‘’zaman now’’, menjadi pilihan favorit bagi pencinta sepeda motor untuk touring. saat touring melewati gelapnya malam. Lampu hazard juga berguna agar pengendara berhatihati, memberikan tanda dalam kondisi darurat. Salah seorang konsumen pengguna Lexi S, Ignasius Panggayuh, menikmati betul

perjalannnya bersama skutik berteknologi Blue Core dan VVA (Variable Valve Actuation) itu dari Semarang ke acara MAXI Yamaha Day di area Candi Borobudur. ‘’Riding-nya enak, rasanya ringan dan nyaman. Sebelumnya saya sudah per-

nah pakai Lexi ke daerah Gunung Merbabu. Saya memang suka touring. Dulu pernah ke Samarinda, Balikpapan, Lampung,’’ paparnya. Sementara itu, salah satu pengguna MAXI Yamaha yang berkesempatan mengikuti MAXI Tour de Indonesia adalah Setyo Dwi Wahyu. Anggota komunitas Pasuruan Max Owners ini menjalani rute dari Surabaya menuju area Candi Borobudur selama tiga hari. Setyo menggunakan Lexi S dalam perjalanan itu. ‘’Rasanya nyaman pakai Lexi di touring. Mumpuni buat jarak jauh, irit, di jalan berkelokkelok handling nyaman, power enak. Dengan Lexi S di jalan tidak rata terasa nyaman karena suspensi tabungnya,’’ paparnya. Dalam perjalanan malam hari, dia merasakan manfaat lampu depan LED Lexi. ‘’Dari Pacitan ke Muntilan kan sudah gelap dan kurang penerangan lampu jalan. Dengan LED jadi bantu penerangan,’’ tambah Setyo. (bns2)


OPINI

6 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Perlunya Fanatisme Anggota Koperasi DARI anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Begitu semboyan koperasi. Tapi, apakah dalam kenyataannya bisa terwujud demikian? Apakah semboyan itu telah benar-benar dipahami, dihayati, dan dilaksanakan? Sepertinya belum semua komponen koperasi melaksanakannya. Hal ini menjadi salah satu penyebab, mengapa banyak koperasi tidak bisa melakukan RAT (Rapat Anggota Tahunan) yang buntutnya berakhir dengan bubar. Di samping, banyak juga yang “bubar” karena ulah pengurusnya (manajemen). Sementara tahun 2017, koperasi yang telah berdiri dan disahkan akta pendiriannya menjadi badan hukum 3.892 unit. Namun, hingga Desember 2017 tercatat 40.013 unit koperasi yang dibubarkan. Di antaranya, 7.235 koperasi dibubarkan oleh daerah dan 32.778 koperasi dibubarkan Kemenkop dan UKM. Koperasi dibubarkan karena sudah lama tidak melakukan kegiatan usaha dan tidak melakukan RAT. Meski demikian, tidaklah menghentikan langkah pendirian gerakan ekonomi kerakyatan dengan semangat gotong royong ini. Tahun 2018, Kemenkop dan UKM menargetkan 1.100 koperasi baru. Jenis koperasi yang akan berkembang yakni koperasi yang mempunyai kegiatan usaha simpan pinjam, koperasi yang bergerak di sektor riil dan koperasi yang bergerak di bidang jasa. Koperasi memiliki potensi dan peluang besar karena anggotanya sebagai pemilik yang dapat dijadikan pangsa pasar. Sayangnya, banyak anggota koperasi tidak menyadari hal itu. Mereka lupa sebagai pemilik dan lebih memosisikan diri sebagai konsumen. Misalnya, mereka meminjam dana di koperasi untuk dipakai mendirikan usaha maupun kegiatan konsumtif. Lalu, mereka memilih belanja di swalayan yang bukan milik koperasi. Pun saat mereka mempunyai dana dari hasil usahanya. Bukannya ditabung di koperasi, melainkan lebih memilih menabung di BPR atau bank umum swasta. Jika anggota sebagai pemilik sudah berperilaku seperti itu, bagaimana koperasi bisa tumbuh sehat dan berkembang bersaing dengan sektor ekonomi lainnya. Agar koperasi bisa sehat tumbuh dan berkembang bersaing dengan usaha ekonomi lainnya, harus ada rasa memiliki yang kuat dari para anggotanya. Harus ditumbuhkan fanatisme rasa memiliki dari setiap anggota koperasi. Bahwa, koperasi itu milik mereka bersama yang dikelola oleh anggota secara profesional dan hasilnya (sisa hasil usaha/SHU) sebesar-besarnya untuk kesejahteraan anggota. Jika fanatisme kepemilikan ini bisa ditumbuhkan dan dijaga serta dikelola secara profesional, dapat dipastikan koperasi akan benar-benar menjadi soko guru perekonomian bangsa. Koperasi siap memenangkan persaingan bebas karena pangsa pasarnya jelas, pengelola dan pemiliknya merupakan anggota koperasi itu sendiri. Persaingan bebas, tetaplah menjanjikan peluang bagi gerakan koperasi. Peluang itu haruslah bisa diambil dan dikelola secara profesional oleh koperasi. Untuk itu, perlu tenaga-tenaga profesional dan berkompeten mengelola koperasi. Apa yang menjadi tren pasar dunia, harus diketahui dan bisa diikuti pengelola koperasi. Misalnya yang disampaikan Presiden Joko Widodo, ke depan, pengurus koperasi harus tahu dan mengikuti pemakaian e-commerce, trend pemakaian crypto currency dan berbagai aplikasi teknologi keuangan maupun bisnis lainnya. Koperasi bisa tumbuh dan berkembang jika anggotanya selaku pemilik tumbuh dan berkembang pula. Koperasi harus bisa menciptakan wirausaha-wirausaha baru (pemula) menjadi anggotanya. Mereka ini, harus memiliki fanatisme sebagai pemilik koperasi. Berbagai usaha dan keperluan mereka harus menjadi peluang dan potensi utuk digarap koperasi. Untuk itu, perlu SDM yang kreatif dan inovatif mengelola koperasi. Koperasi yang sehat, tumbuh dan berkembang dalam fanatisme kebersamaan anggotanya. Ini wujud ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong, soko guru perekonomian bangsa.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Susah Mengubah Kebiasaan Program lima hari sekolah (full day school) sekalipun sudah gencar disosialisasikan oleh kementerian (Kemdikbud) ke sekolah-sekolah, tampaknya belum begitu banyak sekolah (SMP, SMA/SMK) yang mau mengikutinya. Penyebabnya, mungkin sangat susah mengubah kebiasaan dari kebiasaan enam hari sekolah menjadi lima hari sekolah. Baik dari pihak murid maupun dari para gurunya. Ibarat mengubah kebiasaan dari ngopi pagi hari menjadi tidak ngopi, dari kebiasaan membaca koran menjadi tidak membaca, dan lain-lain. Menyikapi masalah ini, sebaiknya sekolah jangan dulu grasa-grusu menetapkan bahwa lima hari sekolah itu yang menjadi pilihan. Bila perlu lakukan semacam survei kecil-kecilan di sekolah tersebut yang meminta kepada siswa, guru, dan juga orangtua siswa, apakah disetujui lima hari sekolah atau tidak? Jika jawaban yang didapat 50% lebih menyetujuinya, silakan saja lakukan, dan itu pun harus dibarengi studi banding ke sekolah-sekolah yang terlebih dahulu menerapkannya. Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja

Dampak Gempa NTB Saya di Bali, terkejut ketika pagi-pagi terasa ada getaran hebat. Gempa yang terjadi pagi, Minggu (29/7), yang dikatakan berpusat di Sumba, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini apakah ada hubungannya dengan status Gunung Agung saat ini? Jika ada, apakah akan ada dampak susulan jika status Gunung Agung tetap seperti ini. Mohon berikan informasi terkait hal ini, agar kami masyarakat Bali bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi. Tentunya hal ini bisa membuat kami lebih siaga. I Gede Putra Mahendra Denpasar, Bali

Selasa Paing, 31 Juli 2018

Trilogi Pemberdayaan Koperasi Trilogi Koperasi merupakan tiga strategi pokok yang menjadi tugas dan tanggung jawab koperasi dalam menciptakan dan mewujudkan pelayanan ekonomi anggota, penumbuhan wirausaha anggota, dan kesejahteraan anggota. Atas dasar inilah amanat dan cita-cita Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 baru dapat diwujudkan, benarkah seperti itu?

Oleh Bambang Gede Kiswardi

U

ntuk melihat kebenaran itu, perlu mencermati kedudukan koperasi dalam tata ekonomi nasional yang berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33, dalam penjelasannya tercantum untuk semua di bawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat, dan kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang-seorang. Oleh sebab itu, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan bangun perusahaan yang sesuai dengan itu adalah koperasi. Secara konsepsional koperasi adalah amanat konstitusional yang harus diwujudkan, dan persoalan mendesak yang dihadapi koperasi saat ini justru ketidakmampuan menjabarkan amanat konstitusional tersebut. Sejak kebangkitan Orde Reformasi dengan program Nawacita dan Revolusi Mental yang dicanangkan oleh Bapak Joko Widodo (Presiden Republik Indonesia 2014 – 2019), ada harapan dan peluang emas bagi usaha ekonomi wong cilik (koperasi). Secara konsepsional, koperasi sebagai badan usaha memiliki beberapa potensi keunggulan untuk ikut serta atau dapat berpartisipasi dalam memecahkan persoalan sosial dan ekonomi hajat hidup orang banyak, khususnya bagi masyarakat yang posisi ekonominya lemah. Di samping itu, ada keyakinan akan peran koperasi dalam menghadapi era perdagangan bebas ASEAN (Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA) pada tahun 2016, yang sebentar

lagi akan terjadi pertarungan ekonomi yang dapat berdampak terhadap multiplier effect, baik secara mikro maupun makro ekonomi. Di sisi lain pada tahun 2020, akan menghadapi era perdagangan bebas Asia Pasific Economic Cooperation (APEC). Dalam menghadapi era perdagangan bebas yang dicirikan oleh semakin ketatnya persaingan, untuk itu koperasi tidak boleh lengah untuk membaca situasi yang sedang dan akan terjadi pada masa depan. Tantangan yang dihadapi pada masa depan masih cukup berat, para pelaku koperasi dituntut memiliki kinerja yang lebih efisien dan produktif dengan tingkat daya saing yang tinggi. Seiring dengan itu, koperasi masih memiliki potensi anggota yang berperan sebagai pelanggan dan pemilik yang sekaligus dapat dijadikan pasar dan pangsa pasar yang aktif dan produktif terhadap barang dan jasa yang diproduksi/ dihasilkan koperasi, maka dari itu seluruh gerakan koperasi harus melaksanakan nilai-nilai yang mendasari kegiatan koperasi dan nilainilai yang diyakini anggota termasuk prinsip-prinsip koperasi sebagai fondasi yang kokoh untuk menyelamatkan ekonomi rakyat. Dengan berpandangan ke depan, trilogi koperasi dapat dijadikan benteng ekonomi rakyat, sekaligus sebagai implementasi amanat konstitusional, maka dari itu diperlukan strategi seperti: pertama, strategi pelayanan ekonomi anggota. Pelayanan yang baik dapat dilihat dari hubungan koperasi dan anggota-anggotanya adalah

timbal balik, di mana anggota sebagai pemilik sekaligus pelanggan tidak hanya harus membesarkan koperasinya, tetapi sebaliknya memerlukan kemanfaatan dan pemenuhan akan kebutuhannya dari koperasi. Justru dari efektivitas pelayanan koperasi sebagai perusahaan dan perkumpulan kepada anggota-anggotanya ini, akan dirasakan adanya kemanfaatan dan timbul nya rasa kepuasan terhadap koperasi yang sekaligus merupakan cermin pelayanan bersama dari anggota, oleh anggota dan untuk sebesarbesarnya kepuasan anggota. Inilah rohnya koperasi yang harus dijadikan pilar dalam menumbuhkan, mengembangkan dan meningkatkan usaha koperasi, sehingga efek koperasi dapat dirasakan dalam hal produktivitas dari seluruh hasil kegiatannya, koperasi mampu memenuhi seluruh kewajiban untuk kebutuhan para anggota dan masyarakat, juga dalam hal efektivitas kewajiban-kewajiban terhadap anggota dan masyarakat luas dapat dipenuhi dengan baik oleh koperasi seperti: pengembalian jasa yang menjadi hak anggota, pengamanan dana-dana yang berasal dari anggota, pemenuhan hakhak anggota, transparansi manajemen, pembangunan lingkungan, kegiatan sosial, dan pendidikan. Di samping itu, koperasi harus adil dalam pemberian pelayanan kepada anggota tanpa melakukan diskriminasi, kepentingan-kepentingan pribadi harus dijadikan kepentingan bersama seluruh anggota dengan sem boyan “Satu untuk Semua dan Semua untuk Satu”. Dengan

demikian, tidak ada alasan bagi anggota untuk meninggalkan koperasinya guna mencari alternatif pelayanan dari pihak lain. Ini berarti pelayanan ekonomi anggota dari koperasi merupakan salah satu bentuk pemerataan ekonomi bagi hajat hidup orang banyak. Kedua, strategi penumbuhan wirausaha anggota. Dimulai dari penumbuhan wirausaha baru terhadap anggota dan masyarakat termasuk pemantapan atau pengembangan pengusaha dari anggota dan masyarakat yang sudah ada untuk menjadi wirausaha tangguh dan mandiri, dengan memanfaatkan koperasi sebagai pusat penumbuhan dan pengembangan wirausaha-wirausaha anggota maupun masyarakat dalam keperluan modal, barang/jasa dan sistem jaringan usaha, dengan demikian akan terjadi korelasi yang sangat kuat antara wirausaha anggota dan masyarakat dengan koperasi, ini berarti sistem kewirausahaan koperasi dapat dijadikan sebagai nilai-nilai dan prinsip-prinsip wirausaha yang berdasarkan kekeluargaan, kebersamaan dan gotong royong. Nilai dan prinsip wirausaha seperti ini sangatlah tepat dan strategis untuk menghadapi era perdagangan bebas ASEAN dan dunia internasional. Di samping itu diperlukan juga adanya elemen-elemen yang terdapat dalam “entrepreneurship” di antaranya: New Business Venturing (bisnis baru). Bisnis baru dalam hal ini dikategorikan sebagai binis yang terbentuk dalam suatu organisasi bisnis (koperasi sebagai pusat wirausaha) yang telah terstruktur dan menciptakan barang/jasa yang berbeda dari barang/jasa yang dihasilkan oleh organisasi bisnis induknya. Innovativeness (inovasi). Kewirausahaan koperasi dan wirausaha anggota maupun masyarakat harus bersifat inovatif, kreatif dan produktif agar dapat menjadi wirausaha-wirausaha yang tangguh dan mandiri sehingga mampu lebih unggul dari perusahaan lain, baik dalam

Nasionalisme dan Politik Global

Perdebatan penting tentang nasionalisme terletak pada apakah ia merupakan sebab atau konsekuensi dari bangsa. Nasionalisme mengklaim bahwa bangsa harus membentuk dasar dari tatanan politik. Di samping itu, ada ide yang mengatakan bahwa tidak mungkin mendefinisikan negara bangsa secara objektif tanpa menerima asumsi nasionalisme. Apa itu bangsa? Apa hubungan antara bangsa dan nasionalisme? Dua pertanyaan ini kemudian akan bermuara ke penegasan sebagai Indonesia. Ada tiga hal yang menandai konsep bangsa menurut Miraslav Hroch di atas, yaitu 1) ingatan akan pengalaman sejarah yang sama yang dilihat sebagai nasib bersama, (2) keragaman bahasa dan kultur untuk suatu derajat komunikasi sosial yang lebih tinggi di antara kelompok dan melampaui kelompok dan, (3) konsep tentang persamaan di antara semua anggota komunitas yang terorganisasi menjadi masyarakat sipil. Dari ide tentang bangsa, konsep nasionalisme yang mesti dikembangkan adalah nasionalisme yang memperkuat negara, state-strengthening nationalism. Sekurang-kurangnya, bangsa meletakkan spirit refleksi bersama sebagai orangorang yang hidup di dalam sebuah teritori politik dengan keragaman relasi objektif. Untuk itu, nasionalisme model mana yang perlu dikembangkan dalam kaitan dengan lanskap politik global dan dalam pengaruhnya untuk komunitas sebagai Indonesia. Atau di dalam bahasa Rawls muda (young Rawls), menjadikan negara sebagai “person“ dan person selalu lebih mendalam dari ”individual“, yaitu konektivitasnya yang amat mendasar komunitasnya dengan yang lain. Nasionalisme dapat didefinisikan sebagai ideologi dan sentimen. Sebagai ideologi, nasionalisme itu pandangan politik dunia yang dimulai dengan

Oleh Mikael Migu Soge pergerakan untuk membentuk negara-bangsa. Nasionalisme sebagai sentimen, ia membentuk perasaan indentitas. Nasionalisme sebagai ideologi dibagi lagi menjadi ideologi yang bersifat civic dan ethnic. Sebagai civic, nasionalisme sebagai komitmen kepada sebuah negara dan nilai-nilainya. Nasionalisme sebagai etnik disebut sebagai komitmen kepada sebuah kelompok yang dibayangkan sebagai punya keberasalan keturunan keluarga yang sama. Sentimen nasional bisa juga menjadi sentimen elitis dan massa di dalam term politik. (John Breuilly, ”Nationalism “ dalam John Baylis, et.al, The Globalisation of World Politics, 2008, hlm. 404-414). Bentuk baru nasionalisme bisa muncul ketika negara sebagai negara bangsa yang civic lemah, dan kelahiran nasionalisme yang baru memilih tidak mengikatkan diri dengan sistem negara yang telah dibentuk. Suatu nasionalisme negara yang bersifat etnik-rasial tampil sebagai daya destruktif barangkali sanggup membuka ruang untuk wacana pembentukan formasi negara baru dengan menggantikan state subverting (ancaman negara) ke dalam state-strengthening nationalism (nasionalisme penguatan negara). Secara politik, komunitas internasional memiliki tanggung jawab untuk pembentukan formasi negara baru yang akan diakui sebagai sebagai civic, punya entitas teritorial yang independen. Apabila negara republik yang dibangun didasarkan atas identitas etnis, maka bahaya yang bisa terjadi adalah konflik antar-etnis di dalam negara. Kombinasi konflik di dalam negara berdasarkan nasionalisme etnik, lemahnya dukungan atau intervensi internasional, bisa saja mengakibatkan konflik etno nasionalisme yang sangat bahaya. Pada tempat

lain, ada permintaan untuk komunitas internasional agar lebih tegas mengatakan tentang konflik etnho-nasionalisme, apakah dipraktikkan oleh negara melawan minoritas atau minoritas merongrong negara. Satu perubahan yang bisa kita lihat setelah fase perang dingin adalah meningkatnya intervensi eksternal ke dalam negara yang sah melibatkan PBB, organisasi regional di bidang politik-militer seperti NATO, dan organisasi nonpemerintah (NGOs). Justifikasi dari intervensi ini adalah universal sifatnya, hak-hak asasi manusia, dan demokrasi. Sesudah fase 1990, komunitas internasional, khususnya Amerika Serikat bereaksi melawan ethno-nasionalisme, sementara di saat yang bersamaan memampukan intervensi ke dalam tatanan kedaulatan negara yang lemah. Nasionalisme kemudian diadopsi untuk fokus kurang kepada tuntutan klasik untuk satu negara, atau satu ethno-nation. Sebagai gantinya, nasionalisme mengombinasi sub-negara dan koneksi transnasional. Di era perang dunia, justifikasi adalah ethno-national, hak-hak minoritas, dan pada masa perang dingin, prinsip kedaulatan negara memblokade intervensi. Kita melihat gejalagejala yang mengubah tatanan politik global hari ini, seperti kelahiran darurat jenis baru nasionalisme, formasi negara bangsa baru, dan konflik kekerasan. Gejala ini bisa menstimulasi intervensi baru oleh banyak negara dan aktor nonnegara. Intervensi ini kemudian terjustifikasi kembali ke dalam term universal hak-hak asasi manusia, demokrasi. Tetapi pertanyaannya apakah justifikasi intervensi ini dapat melemahkan negara bangsa secara kultural, politik, ekonomi, dan militer. Dampaknya jelas, sangat besar bagi negara yang

lemah. Kemudian nation-states dialami lebih diancam daripada nasionalisme. Globalisasi politik meghias wajah baru bahwa nation-state menjadi lebih sebagai keterjangkauan institusi di dalam jaringan internasional, transnasional, dan jaringan politik global. Dengan teknologi komunikasi pula, orang mempertahankan hubungan sebuah bentuk baru dari diaspora nasionalisme. Nasionalisme bergerak keluar dari fokus pada negara independen ke bentuk lain dari kultural atau politik objektif. Nasionalisme sesudahnya merepresentasikan dirinya sendiri sebagai sebuah pergerakan ke kesadaran hak asasi manusia, termasuk pengakuan kultural, meminta untuk perubahan konstitusional untuk devolusi politik yang lebih mandiri dan independen. Nasionalisme yang sempit tidak mendapat tempat di dalam dunia yang terglobalisasi. Kredo sekular-modernitas, liberalisme dan sosialisme beranggapan bahwa bisa menciptkan dunia kosmopolitan baik itu berdasarkan perdagangan bebas kapitalisme atau komunisme dengan tanpa kelas. Tetapi yang menarik, apa yang bisa dicapai oleh nasionalisme belum berhasil dicapai oleh liberalisme dan sosialisme, yaitu nasionalisme menyiapkan legitimasi-legitimasi baru untuk suatu negara. Nasionalisme yang menyesuaikan diri dengan perkembangan negara-negara berdaulat dan menelurkan keputusan melampaui demarkasi teritori dengan pengertian bahwa fakta politik adalah fakta keberagaman dari suatu bangsa yang khas, yang meletakkan bangsa sebagai sumber otoritas sebagai ganti privilese dan agama. Nasionalisme yang mampu untuk menggenerasi emosi solidaritas dan menjadi ketertarikan khusus kepada skala masyarakat yang luas yang terdiri dari keragaman orang yang mungkin asing ke yang satu dan lain. Apa itu nasionalisme Indonesia? Di Jerman, tentang

industri barang/jasa yang sama maupun dalam industri barang/jasa yang berbeda. Self-Renewal (pembaruan diri). Perilaku transformasi dalam sebuah perusahaan bisnis yang ditandai dengan adanya inovasi dan perubahan untuk menciptakan fleksibelitas dalam menjawab tantangan kebutuhan pasar. Dimensi ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan bisnis. Proactiveness (proaktif). Dalam hal ini bagi para wirausaha baru maupun perusahaan yang ada milik para anggota dan masyarakat harus berani mengambil risiko dan agresif dalam mencapai competitive advantage, dan sikap tegas yang ditunjukkan oleh orientasi serta aktivitas dari para top manajemen dalam perusahaan bisnis tersebut. Ketiga, strategi kesejahteraan anggota. Merupakan tujuan dari koperasi, yang dapat diperoleh dari pelayanan dan surplus koperasi terhadap anggotanya. Karena pelayanan dan surplus koperasi dapat terwujud dengan adanya partisipasi aktif dan produktif dari anggotanya, dengan demikian keberadaan anggota sebagai pelanggan dan pemilik sangatlah strategis dalam pemupukan modal sendiri maupun penciptaan pasar dan pangsa pasar bagi koperasi. Seiring dengan hal tersebut, koperasi akan dapat tumbuh dan berkembang menjadi lumbungnya ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat yang tergolong lemah pada umumnya. Berdasarkan kajian tersebut, bahwa Trilogi Koperasi dapat dijadikan garis-garis besar dalam pemberdayaan koperasi, agar sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip koperasi yang harus dilaksanakan oleh gerakan koperasi di Indonesia. Sejalan dengan itu, peranan koperasi dalam tatanan perekonomian Indonesia akan menjadi salah satu pelaku ekonomi yang memberikan kesejahteraan dan kemakmuran hajat hidup orang banyak. Penulis, pemerhati ekonomi kerakyatan nasionalisme, ia melampaui menyanyikan lagu kebangsaan dan mengibarkan bendera, dengan keberanian mengkritik masa lalunya secara konsekuen. Nasionalisme Indonesia mesti dikembangkan bahwa setiap warga negaranya mendukung ideologi kebangsaannya yang civic itu, dan dengan itu melampaui nasionalisme etnik-rasial dan menjadi semakin internasionalisme. Andrew O’Hagan mengatakan, suatu nasionalisme yang baik dilandaskan pada prinsip keseluruhan warga negara dan bayangan akan perjuangan-perjuanganya. Penulis, alumnus STFK Ledalero-Flores Mahasiswa ala carte Universitas Leiden-Belanda

POJOK

Demokrat sepakat koalisi dengan Gerindra tanpa minta jatah cawapres. - Tahu diri dan atur strategi menang. *** Mengelola pesisir dengan bijak, cara Bali tanggulangi abrasi. - Cara bijak, jangan semua dijual habis. *** Warga terdampak erupsi Gunung Agung masih enggan pelihara ternak. - Trauma ternak dijual murah.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Selasa Paing, 31 Juli 2018

BUMDes dan Program Inovatif Tabanan Jadi Inspirasi Belajar Kabupaten Lahat

RUMDIN - Kondisi rumdin Pemkab Tabanan di Banjar Wanasara, Desa Bongan.

Bali Post/kmb28

Rumah Dinas Pemkab Difungsikan Bertahap Tabanan (Bali Post) -

Rumah dinas (rumdin) milik Pemkab Tabanan di Banjar Wanasara, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, terlihat sepi. Fasilitas bagi pejabat Tabanan ini hanya beberapa yang difungsikan. Sisanya dibiarkan menjadi rumah tak berpenghuni. Padahal, proyek yang digarap tahun 2005 ini menyedot anggaran hingga Rp 1,8 miliar. Namun belakangan ini sejumlah rumah dinas perlahan mulai disulap untuk bisa menjadi tempat yang bermanfaat. Misalnya saja untuk penyediaan panti sosial Werdha Santi untuk warga lanjut usia dan Panti Laras bagi eks orang dengan gangguan jiwa. Serta dimanfaatkan untuk penyimpanan arsip oleh sejumlah jajaran organisasi pemerintahan daerah. ‘’Pakai menyimpan arsip sudah, pakai panti jompo juga sudah. Mungkin kita tinggal berdayakan saja, seperti panti asuhan nanti kami akan ada di sana,’’ ujar Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryas-

tuti, belum lama ini. Diakui, memang untuk perbaikan, Pemkab Tabanan masih keterbatasan anggaran. Dihubungi terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Made Dirga mengatakan pemeliharaan rumah dinas tersebut memerlukan anggaran yang tinggi lantaran banyak yang mengalami kerusakan berat dan sebagainya. Namun di sisi lain, keberadaan rumah dinas ini bisa dialihfungsikan sebagai tempat yang bermanfaat daripada dibiarkan terbengkelai. ‘’Agar bisa dimanfaatkan ya… harus dianggarkan perbaikan rumah dinas,’’ sarannya.

Dengan dimanfaatkannya rumah dinas tersebut, katanya, nantinya akan mampu setiap pejabat menjalin komunikasi karena sudah tinggal dalam satu kompleks perumahan. Sehingga dengan begitu, pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan sebelumnya agar rumah tersebut bisa dimanfaatkan. Dari pantauan di lapangan, deretan rumah dinas berukuran sedang ini juga tampak sepi. Terutama, deretan paling utara. Hanya ada beberapa berpenghuni. Karena dibiarkan kosong, hampir semua pintu gerbangnya terkunci rapat. Padahal, bangunannya terbilang kokoh dan bagus,

gaya ukiran Bali dan dilengkapi garasi mobil. ‘’Teman-teman lain memang tidak menetap tapi mereka datang tiap saat untuk bersih-bersih rumah dinas,’’ ujar salah seorang pimpinan OPD. Menurutnya, kemungkinan sejumlah pimpinan OPD tidak memanfaatkan fasilitas rumah dinas karena letak rumah dinas yang kurang strategis. ‘’Efektivitasnya, apalagi rumah pribadi mereka mungkin jaraknya lebih dekat dengan kantor ketimbang harus berada di rumah dinas,’’ ujarnya. Total rumah dinas yang dibangun setidaknya ada 35 unit. Fasilitas ini diperuntukkan pimpinan OPD di Pemkab Tabanan, termasuk beberapa unsur Muspida dan pimpinan DPRD. Luas lahan yang ditempati 1 hektar lebih dengan luas masing-masing rumah sekitar 3 are. (kmb28)

HUT Ke-38 SMAN 2 Tabanan

Menuai Prestasi Lewat Pendidikan Berkarakter Tabanan (Bali Post) Puncak perayaan HUT ke-38 SMAN 2 Tabanan berlangsung meriah, Senin (30/7) kemarin. Berbagai kegiatan dan pertunjukan seni digelar untuk memeriahkan acara, salah satunya pertunjukan Barong Ket Buntut yang beberapa waktu lalu mendapatkan juara pertama Festival Taman Ayun. HUT tahun ini mengambil tema ‘’Melalui Perayaan Ulang Tahun SMAN 2 Tabanan Ke-38 Kita Tingkatkan Semangat Berprestasi dengan Menanamkan Nilai-nilai Karakter Pendidikan Peserta Didik’’. Diharapkan ke depannya SMAN 2 Tabanan terus menuai prestasi dan menghasilkan lulusan yang berkarakter. Kepala SMAN 2 Tabanan I Gede Wayan Samba, Senin (30/7) kemarin, mengatakan di usianya ke-38 ini diharapkan prestasi yang saat ini diraih SMAN 2 Tabanan bisa lebih ditingkatkan lagi, baik itu prestasi akademis dan nonakademis. Tahun 2018, prestasi yang diraih SMAN 2 mencapai 126 buah, delapan di antaranya prestasi tingkat internasional.

Dalam meningkatkan prestasi ini, lanjut Samba, memerlukan dukungan semua pihak baik orangtua dan pemerintah di dalam menunjang proses pendidikan di SMAN 2 Tabanan. Dalam proses pendidikan, yang diutamakan adalah keseimbangan antara ilmu dan karakter. Sehingga mengacu pada keseimbangan ini, SMAN 2 Tabanan selalu menerapkan kecerdasan dan karakter dalam kegiatan pendidikkannya. Begitu juga dalam menyambut HUTn y a k e -38, siswa diajak peduli pada lingkungan sosialnya. ‘’Kami mengajak siswa peduli lewat kegiatan Bisma Peduli. Para siswa mengumpulkan beras, mi dan pakaian untuk dibagi ke masyarakat tidak mampu. Siswa juga diajak peduli mendonorkan darahnya,’’ jelas Samba. (kmb24) LEPAS BALON Peringatan HUT ke-38 SMAN 2 Tabanan diisi dengan pelepasan balon, Senin (30/7) kemarin.

WARUNG - Kondisi warung yang tutup di Pantai Kelating.

Bali Post/kmb24

KABUPATEN Tabanan saat ini sedang gencar-gencarnya membangun ekonomi kerakyatan, baik dalam hal pemberdayaan UMKM maupun perlindungan terhadap petani agar petani memiliki ketahanan ekonomi menyongsong era globalisasi. Tidak hanya itu, berbagai kebijakan pro-rakyat berupa program– program inovatif juga dilakukan untuk menyejahterakan masyarakat Tabanan. Hal tersebut mendapat apresiasi dan perhatian dari berbagai pihak, salah satunya dari Pemerintah Kabupaten Lahat yang melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tabanan, Senin (30/7) kemarin. Rombongan diterima langsung Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti di ruang kerjanya. Sebelumnya, rombongan juga telah melakukan Bimtek di Restoran Dewi Sri Kediri, Tabanan. Bupati Lahat H. Aswari Rivai mengungkapkan, tujuan kunjungan kerja ini karena merasa Kabupaten Lahat memiliki banyak kemiripan dengan Kabupaten Tabanan. Pihaknya juga memiliki BUMDes yang berjumlah sekitar 90. Melihat peran Pemkab Tabanan yang besar dalam memajukan BUMDes dan pertanian di Tabanan, membuat pihaknya ingin belajar serta sharing. ‘’Banyak kemiripan antara Tabanan dengan kabupaten kami. Saat ini kami memiliki 90 BUMDes. BUMDes ini merupakan cikal bakal pendapatan dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap ke depan 360 desa kami bisa memiliki BUMDes. Maka dari itu, terima kasih telah menerima kami dengan baik untuk belajar dan saling bertukar pikiran,’’ ungkapnya. Dikatakannya, pihaknya juga mengagumi berbagai kebijakan pro-rakyat dan program inovatif yang dilakukan oleh Pemerintah Tabanan, seperti Trans Serasi, pariwisata, hingga keberhasilan program-program partisipatif yang ada. Pihaknya juga mengapresiasi gotong royong serta budaya yang ada di Bali, khususnya di Tabanan. Sementara itu, Bupati Eka mengungkapkan pihaknya selalu berupaya untuk memberdayakan kelompok-kelompok tani, termasuk Kelompok Tani Wanita (KWT) dan kelompok pengolah hasil pertanian lainnya, yang hasilnya akan disalurkan ke desa masing-masing. Saat ini pihaknya

CENDERAMATA - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti memberikan cenderamata kepada Bupati Lahat H. Aswari Rivai (kiri). sudah memiliki 90 BUMDes dari 133 desa yang ada di Tabanan dan mudah-mudahan tahun ini seluruh desa sudah memiliki BUMDes. ‘’Masing-masing BUMDes diberikan modal usaha sebesar Rp 200 juta untuk menyerap hasil olahan kelompok-kelompok usaha masyarakat dan harus dibayar tunai. Sedangkan produk yang sudah dikumpulkan oleh BUMDes akan dibeli BUMDa, dalam hal ini PD Dharma Santhika yang baru setahun kami aktifkan,’’ ujarnya. Selanjutnya BUMDa secara profesional akan memasarkan produk-produk yang ada serta meningkatkan nilainya, baik dengan memperbaiki desain, branding maupun standardisasi atau sertifikasi produknya. Dijelaskan, saat ini produk BUMDes ada tiga komoditi utama, yaitu kopi, kelapa serta olahannya dan produk panganan camilan. ‘’Kami memiliki delapan BUMDes olahan kopi yaitu BUMDes Munduk Temu dengan brand ‘Kopi Leak’nya, serta enam lainnya, BUMDes Kebon Padangan, Pujungan, Sanda, Batungsul dan BUMDes Belimbing yang belum memiliki branding kita kemas dan diberi branding oleh BUMDa menjadi Kopi Kita Serasi, dengan harapan produk ini memiliki keserasian dalam hal kualitas, kuantitas maupun kontinuitas produknya,’’ jelasnya. Bupati Eka juga bercerita mengenai program transportasi Trans Serasi yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang sukses menu-

runkan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. Atas dasar itu, Tabanan dijadikan role model pelayanan transportasi publik dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). ‘’Trans Serasi merupakan moda transportasi publik gratis untuk siswa sekolah. Hingga di tahun 2018 ini sudah ada 80 armada. Dan jumlah siswa yang terlayani juga sangat meningkat. Ini menunjukkan program Trans Serasi mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya orangtua siswa. Inilah program keberpihakan pada rakyat,’’ ucapnya. Bupati Eka juga bercerita tentang program partisipatif di bidang infrastruktur di Tabanan serta pariwisata di Tabanan, di mana Tabanan sudah memiliki beberapa desa wisata. Kebijakan Pemerintah Tabanan dalam mengoptimalkan sektor pariwisata, antara lain dengan pelaksanaan festival, promosi pariwisata, pembangunan Tourism Information Center, penataan dan pengembangan infrastruktur pariwisata, pelestarian seni dan budaya, penguatan peran BUMDes dan BUMDa dalam sektor pariwisata, serta program gerbang pariwisata. Turut hadir dalam kunjungan kerja tersebut Asisten I Tabanan Wayan Yatnanadi, Kepala Bapelitbang Tabanan Ida Bagus Wiratmaja, Kepala DPMD Tabanan Roemi Liestyowati dan Kepala DPMD Kabupaten Lahat Fauzan. Selanjutnya dilakukan penukaran cenderamata dan foto bersama antara Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Lahat. (ad1663)

sosok Terapkan ’’Three in One’’ PERMINTAAN tenaga kerja di bidang pariwisata, khususnya perhotelan dan restoran terus meningkat. Potensi ini tentu menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pekerjaan. Sayangnya kebutuhan tersebut tidak serta merta bisa dipenuhi. Sebab, tenaga kerja selain terampil, juga wajib memiliki sertifikasi kompetensi. Bagi Direktur Operasional PPLP Mapindo Tabanan Drs. I Made Arimbawa, tantangan itu tentu menjadi acuan untuk bisa menghasilkan lulusan tenaga kerja yang mumpuni disesuaikan dengan kebutuhan industri terkini. Sejak berdiri tahun 1998 silam, Mapindo Tabanan, dikatakannya, terus konsisten menerapkan Kurikulum Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (KKNI). ‘’Prinsip kami three in one, yakni pelatihan, sertifikasi uji kompetensi dan penempatan,’’ ucapnya ditemui, Senin (30/7) kemarin. Diakuinya, kurikulum yang diterapkan tersebut terus ditinjau ulang tiap tahun untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri. ‘’Tiap tahun kita undang pihak industri untuk

duduk bareng samakan persepsi, karena tiap hari perkembangan industri cukup pesat dan ini tantangan bagi kami agar lulusan kami juga bisa update dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,’’ terangnya. Diakui Arimbawa yang sudah puluhan tahun bergelut di sektor pariwisata, ada tiga kendala yang masih dihadapi para tenaga kerja pariwisata dalam persaingan saat ini. Tiga hal tersebut yakni penguasaan bahasa asing, biaya dan faktor usia. Undang-undang ketenagakerjaan yang diterapkan di Indonesia dengan luar negeri, khususnya dalam batasan minimal usia tenaga kerja sangat berbeda. Di tengah kendala yang dihadapi tersebut, diharapkan para tenaga kerja pariwisata di Bali khususnya, bisa benar-benar menyiapkan diri untuk bisa mengambil peluang yang ada, tentunya dengan terus menyesuaikan kebutuhan industri. ‘’Jangan sampai tertinggal jauh, karena praktik di dunia kerja tiap hari pasti akan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar industri pariwisata,’’ pungkasnya. (bit)

Warga Pesisir Masih Waswas Gelombang Tinggi

Bali Post/kmb28

Tabanan (Bali Post) Empasan gelombang tinggi di sepanjang pesisir pantai selatan Tabanan, Rabu (25/7) lalu masih membayangi aktivitas warga. Warga pesisir masih waswas dengan gelombang tinggi. Seperti yang tampak di Pantai Kelating, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, para pedagang yang warungnya rusak akibat gelombang tinggi, sampai Senin (30/7) kemarin mengaku belum kembali beraktivitas lantaran ketinggian gelombang

mencapai lima meter. Dua belas warung yang berderet di pantai Kelating masih tutup dan belum tertangani. Tak hanya itu, sejumlah wisatawan berkeliling menggunakan motor ATV pun gagal menikmati indahnya pantai. Mereka tidak bisa lewat ke arah barat karena terhalang ombak besar dan harus putar arah menuju daratan. Salah seorang warga, Nyoman Yasa, mengatakan para pedagang masih waswas mengingat gelombang tinggi masih terjadi. ‘’Belum ada

yang berani buka warung, karena ombak belum normal,’’ ujarnya. Ia mengatakan pada Minggu (29/7), sekitar pukul 22.00 Wita ombak besar terjadi hingga sampai ke jalan. Keadaan ini diperkirakan masih terus terjadi sampai Senin malam. Hal serupa juga terjadi di warung warga Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan yang berada di bagian barat. Kerusakan 3 warung milik warga belum tertangani karena ombak masih belum normal. Bahkan

sampah juga memenuhi areal pantai. Di sisi lain akibat gelombang tinggi beberapa waktu lalu, mesin pengolahan air payau milik Desa Adat Yeh Gangga juga sempat tak beroperasi selama tiga hari. Bagian administrasi pengolahan air payau, Ni Made Adi Putri, mengatakan pascagelombang tinggi tiga hari mesin tidak beroperasi mulai Rabu hingga Jumat. ‘’Sekarang sudah beroperasi tetapi tetap saja masih waswas,’’ jelas Adi Putri. (kmb28)


BULELENG

8

Selasa Paing, 31 Juli 2018

Perkuat Tim TI

Kominfo Sandi Rekrut ’’Programmer’’ Singaraja (Bali Post) – Buleleng tampaknya mulai serius mewujudkan program smart city. Ini dibuktikan dengan penambahan pegawai kontrak yang menguasai teknologi informasi (TI). Salah satunya bidang programmer. Dengan penambahan pegawai kontrak, tim programmer, di Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Kominfo Sandi) Buleleng, diharapkan Kominfo Sandi semakin andal. Sebelumnya, instansi ini memang minim programmer. Dinas Kominfo Sandi saat ini hanya memiliki dua orang programmer. Keduanya memiliki tugas yang berat. Pasalnya, programmer itu melakukan pengembangan sistem aplikasi di pemerintahan yang sudah ada saat ini. Selain itu, mereka juga harus mengintegrasikan 47 sistem aplikasi pemerintahan yang kini sudah diaplikasikan. Kepala Dinas Kominfo Sandi Buleleng Ketut Suweca, belum lama ini mengatakan, pihaknya memerlukan setidaknya empat orang programmer untuk memperkuat tim yang ada saat ini. Belum lama ini, pihaknya telah membuka lamaran. Namun, peminatnya hanya ada dua belas orang. Dari semua yang melamar itu, hanya delapan orang yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi. Pihaknya tidak memungkiri proses merekrutan programmer itu sebagai tenaga kontrak, cukup sulit. Ini karena mereka lebih memilih bekerja di sektor swasta. Untuk itu, pihaknya akan mengusulkan anggaran yang lebih besar bagi para tenaga ahli tersebut. Alasannya, kemampuan mereka itu dinilai sangat spesifik. ‘’Kami merekrut empat orang programmer sebagai tenaga kontrak. Kami juga sudah mengajukan usulan agar dapat formasi programmer jika nanti ada perekrutan PNS,’’ katanya. Ketut Suweca menambahkan, pihaknya tengah menggenjot pengembangan sistem e-government. Untuk membuat sistem yang mumpuni serta mempertahankan sistem dari serangan cyber, dibutuhkan tenaga ahli yang mumpuni. (kmb38)

Desa Kubutambahan Bukan Termasuk Program Pamsimas

Singaraja (Bali Post) – Desa Kubutambahan, Buleleng, disebutkan bukan termasuk desa yang menerima program Pembangunan Sarana Air Bersih Masyarakat (Pamsimas). Demikian disampaikan Koordinator Kabupaten Program Pamsimas Tri Manto melalui e-mail ke redaksi Bali Post, Senin (30/7) kemarin. Tri Manto menyebutkan, desa-desa di Kecamatan Kubutambahan yang menerima program Pamsimas itu adalah Desa Bila, Bengkala, Mengening, Depaha, Tambakan, Tamblang, dan Pakisan. Dan desa-desa tersebut belum melaksanakan kegiatan fisik (SAM DAN SAN), sebab baru tahap proses pengajuan pencairan proyek tahap pertama. ‘‘Pamsimas itu tidak ada kaitannya dengan kerusakan jalan itu,’’ tegas Tri Manto, kemarin. Sebelumnya, diberitakan jalan desa yang menghubungkan antara Banjar Dinas Tukad Ampel dengan Desa Bulian kondisinya rusak parah. Kerusakan ini bukan karena faktor usia atau bencana alam, tetapi justru akibat proyek Pembangunan Sarana Air Bersih Masyarakat (Pamsimas) yang dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Atas kerusakan jalan tersebut, warga yang tergabung dalam pangempon Pura Pande Kubutambahan menuntut BWS agar menepati komitmennya memperbaiki kerusakan jalan akibat proyek tersebut. Sebelum warga protes, pada 2016 lalu, BWS melaksanakan proyek Pamsimas dengan membangun bak penampungan (reservoar) di Kubutambahan. Selain itu, BWS juga menanam pipa air bersih dengan diameter pipa sekitar satu meter di pinggir jalan itu. Akibat penggalian itu, lapisan aspal jalan sepanjang sekitar 500 meter itu pun dibongkar. Setelah proyek berlalu, justru lubang bekas galian itu hanya ditimbun menggunakan material tanah. Sama sekali tidak dilapisi aspal. Atas kondisi itu, warga mengeluh karena tidak nyaman melintasi jalan yang rusak akibat galian pipa itu. Selain itu, ketika musim kemarau seperti sekarang, debu bekas galian tanah itu diterbangkan angin sehingga mengganggu lingkungan di sekitarnya. Bahkan, ruas jalan ini pun menjadi rawan kecelakaan lalu lintas (lakalantas) kalau pengendara tidak berhati-hati melintas di jalan vital tersebut. Klian Desa Pakraman Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Jro Pasek Ketut Warkadea, baru-baru ini mengatakan, pada saat pembongkaran itu, BWS menyatakan akan melapisi aspal yang telanjur dibongkar itu. Sayangnya, hingga sekarang, komitmen BWS itu tidak terealisasi. Karena itu, dia pun tidak menyalahkan warganya yang mengeluh karena jalan itu memang rusak. Jro Pasek Ketut Warkadea mengaku saat ini, pihaknya telah melaporkan kerusakan jalan itu ke Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR). Ini karena sesuai surat tertanggal 26 Juli 2018, BWS berjanji memperbaiki jalan tersebut. Akan tetapi sampai sekarang, janji itu tidak terealisasi, sehingga warga merasa dirugikan. “Sempat koordinasi ke BWS, tetapi belum ada tanggapan. Kami minta jalannya diperbaiki, sebab kalau dibiarkan akan membahayakan pengguna jalan,” katanya. Warga Mengeluh Hal senada diungkapkan salah satu krama pangempon Pura Pande, Gede Anggastia. Dia mengatakan, bukan saja warga umum yang sering melintasi di jalan itu mengeluh, akibat jalan rusak tersebut. Krama pengempon pura ketika beraktivitas juga merasa tidak nyaman terutama ketika melaksanakan upacara yadnya di pura. “Janji-janji akan diperbaiki ternyata belum juga ditepati. Ketika kami tanyakan ada jawaban dari BWS bahwa jalan ini saat digali tidak diaspal. Faktanya jalan ini di-hotmix pemerintah daerah,” tegasnya. Perbekel Desa Kubutambahan Gede Pariadnyana mengaku sejak mulai menjabat sebagai perbekel desa, warganya banyak yang mengadukan kerusakan jalan itu. Dia sendiri sudah pernah melakukan koordinasi dengan instansi terkait yang bertanggung jawab atas proyek itu. Hanya, sampai kemarin, pihaknya belum mendapat tanggapan dan kapan kepastian bekas galian pipa itu diaspal. Tidak ingin hal-hal buruk terjadi di lapangan, warganya secara swadaya kemudian menambal lubang bekas galian pipa itu menggunakan campuran beton. Hanya, karena minimnya dana swadaya, penambalan itu dilakukan hanya pada bagian yang dianggap membahayakan pengguna jalan. Upaya ini dilakukan karena jalan ini memperlancar penjualan hasil pertanian dari Bulian dan Kubutambahan. Agar masalah ini tidak menjadi polemik berkepanjangan, Pariadnyana mendesak siapa pun instansi yang terkait proyek itu, segera memperbaiki jalan yang sebelumnya sudah diaspal hotmix itu. Dengan demikian, warga atau krama pangempon pura itu tidak lagi terganggu ketika akan melintasi jalan tersebut. “Jalan ini untuk lalu lintas umum selain sebagai penghubung ke kawasan pertanian. Karena pembongkaran itu dibiarkan, warga meminta diperbaiki dan kami banyak menerima protes warga,” tegasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

SIDANG PRAPERADILAN - PN Singaraja menyidangkan permohonan praperadilan kasus dugaan tindak pidana keimigrasian, Senin (30/7) kemarin.

Kasus Pidana Praperadilan WNA

Pihak Imigrasi Sebut Sesuai Mekanisme Singaraja (Bali Post) –

Sidang lanjutan praperadilan kasus dugaan tindak pidana keimigrasian melibatkan warga negara asing (WNA) Nigeria kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja, Senin (30/7) kemarin. Dalam sidang ini, pihak kantor Imigrasi Singaraja menyebut penanganan kasus dugaan pelanggaran keimigrasian oleh tersangka warga negara Nigeria Charles George Albert sudah sesuai mekanisme dan KUHP. Sidang yang dipimpin hakim tunggal Ni Made Dewi Sukrani, mengagendakan jawaban termohon (Kantor Imigrasi Singaraja) atas permohonan gugatan praperadilan yang disampaikan kuasa hukum tersangka selaku pemohon. Jawaban atas permohonan gugatan praperadilan itu disusun sepuluh halaman berisi enam poin permohonan yang disampaikan kepada hakim. Pada intinya, Imigrasi meno-

lak semua dalil-dalil yang diajukan pemohon. Imigrasi juga meminta hakim menolak seluruh permohonan praperadilan. Atas jawaban itu, majelis hakim menawarkan kepada kuasa hukum pemohon untuk mengajukan replik. Namun, kuasa hukum memilih tidak menyampaikan replik. melainkan langsung menyerahkan bukti-bukti kepada mejelis hakim. Setelah menerima bukti-bukti dari pemohon,

sidang ditutup dan kembali digelar hari ini dengan agenda penyerahan bukti dari termohon. Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan (Wasdakim) Kantor Imigrasi Singaraja Thomas Aries Munandar mengatakan, pihaknya menolak seluruh dalil yang diajukan oleh pemohon. Kecuali yang secara tegas diakui oleh pemohon. Terkait dalil yang menyatakan proses penahanan tersangka itu cacat

hukum formil, Thomas menegaskan proses itu sudah sesuai mekanisme dan KUHP. “Semua sudah lengkap dan kami akan sampaikan semuanya besok (Selasa, 31/7 ini - red). Kami tetap menolak karena penanganan kasus ini sesuai mekanisme dan KUHP,” jelasnya. Sementara itu, kuasa hukum pemohon Wirasanjaya mengaku optimis kalau permohonan praperadilan itu dikabulkan oleh majelis hakim. Dia menyebut, jawaban termohon masih ada yang kontradiktif. Ini seperti Surat Perintah Penahanan (Sprinthan) 8 Mei 2018 diangap tidak berlaku. Dalam persidangan sendiri termohon dimohonkan

agar memiliki kekuatan hukum sah. “Akan kami tanggapai dalam sidang lanjutan. Khusus untuk sprinthan itu akan kami tanyakan karena ada dua yang mana dianggap sah,” jelasnya. Warga negara Nigeria Charles George Albert menjadi tersangka pada kasus dugaan tindak pidana keimigrasian dengan memalsukan dokumen kependudukan. Tersangka, mengajukan permohonan paspor menggunakan KTP atas nama Komang Eli Agus Hermanto, warga Desa Cempaga, Kecamatan Banjar. Atas perbuatan itu, tersangka melanggar pasal 126 huruf c UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. (kmb38)

Baru Dua Parpol Setor Perbaikan Berkas Bacaleg DPRD Singaraja (Bali Post) – Batas akhir penyerahan perbaikan berkas administrasi bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Buleleng berakhir Selasa (31/7) ini. Sampai Senin (30/7) kemarin, tercatat baru dua partai politik (parpol) yang menyerahkan perbaikan berkas bacalegnya ke Sekretariat KPU Buleleng Jalan Ahmad Yani, Singaraja. KPU pun menunggu parpol lain menyerahkan perbaikan berkas administrasi caleg sampai Selasa tepat pukul 24.00 Wta. Komisioner KPU Buleleng Divisi Teknis Penyelenggara Nyoman Gede Cakra Budaya di kantornya mengatakan, dua parpol yang menyerahkan perbaikan berkas administrasi itu masing-masing Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Gerindra menyetorkan perbaikan bacaleg yang masih dinyatakan belum memenuhi syarat (BMS) Jumat (27/7) lalu. Sedangkan berkas perbaikan bacaleg Hanura itu diserahkan Minggu (29/7) lalu. “Dari 14 parpol yang mendaftarkan bacalag dan setelah masa perbaikan berkas itu baru

dua parpol yang menyerahkan berkas perbaikan caleg yang masih kami nyatakan BMS,” katanya. KPU, kata Cakra Budaya, menunggu parpol lainnya segera menyerahkan perbaikan berkas administrasi hingga Selasa pukul 24.00 Wita. Kalau sampai batas waktu itu, ada parpol yang tidak menyerahkan perbaikan berkas administrasi, maka berkas bacaleg yang statusnya BMS itu dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Sesuai mekanisme, parpol diberikan kesempatan memperbaiki berkas administrasi bacaleg hanya satu kali. Kalau sudah batas waktu perbaikan itu ditutup, maka tidak ada lagi kesempatan parpol tersebut melengkapi berkas administrasi bacalegnya. Partai Golkar Buleleng terpaksa mengganti satu bacaleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV (Kecamatan Seririt dan Kecamatan Gerokgak). Bacalag di dapil itu I Putu Wibawa, S.H. saat didaftarkan ke KPU berkasnya masih BMS karena lampiran salinan keputusan belum lengkap dari Pengadilan Tindak Pidana

Korupsi (Tipikor). Mantan Perbekel Desa Sumberkima Kecamatan Gerokgak itu tersangkut kasus dugaan tipikor Program Nasional Agraria (Prona) di Desa Sumberkima 2011 yang lalu dan 2014 divonis satu tahun penjara serta denda Rp 50 juta. Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Buleleng Nyoman Gede Wandira Adi mengatakan, keputusan pergantian itu karena Putu Wibawa mengajukan pengunduran diri dari bursa bacaleg Senin (23/7) lalu. Dia menyebut, pergantian itu sudah diterima secara legowo oleh Putu Wibawa. Malah berjanji tidak mempersoalkan pergantian tersebut. “Rekan kami (Putu Putu Wibawa - red) awalnya mencalonkan karena ada pertimbangan P-KPU masih dalam proses judical review. Kalau gugatan dikabulkan, berarti berkas pencalonannya tidak ada masalah. Namun sekarang, dia sudah mengundurkan diri. Dan kami sudah putuskan melakukan pergantian bacaleg,” jelasnya. Sebagai pengganti, DPD Golkar Buleleng mencalonkan

bacaleg atas nama I Gede Ngurah Sumpena Widiarta Yadnya. Dia merupakan tokoh masyarakat asal Desa Sumberkima. Keputusan ini sudah dibicarakan bersama Putu Wibawa, dengan Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar. Berkas pengganti administrasi Ngurah Sumpena Widiarta Yadnya didaftarkan ke KPU kemarin. “ M a s i h satu dapil dan nomor urutnya tetap dan yang bersangkutan siap bekerja sama dengan Putu Wibawa memenangkan Golkar pada laga Pileg 2019 nanti,” tegasnya. (kmb38)

Pemkab Desak KLHK Tetapkan Permohonan Kawasan Suci di TNBB Masih ingat permohonan Pemkab Buleleng terhadap kawasan suci di areal Taman Nasional Bali Barat (TNBB) di Kecamatan Gerokgak? Setelah lama dibahas dan diusulkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sampai sekarang permohonan itu belum juga jelas nasibnya. Pemkab Buleleng mendesak agar pemerintah pusat secepatnya merespons permohonan kawasan suci di TNBB tersebut. Kawasan suci ini sebelumnya sudah ditetapkan melalui SK Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) No. SK.143/IV-KK/2010 yang total luasnya sekitar 41,95 hektar. Kapankah target realisasi permohonan untuk kawasan suci bisa terwujud di areal TNBB itu? DIPERKIRAKAN total 41,85 hektar lahan yang tersebar di 13 pura TNBB yang dari segi geografi masuk wilayah Kabupaten Buleleng. Asisten Bidang Pemerintahan Sekkab Buleleng, Made Arya Sukerta, S.H., mengungkapkan hal itu di Singaraja, Senin (30/7) kemarin. Dikatakan, alasan mengapa permohonan itu harus mendapat persetujuan, karena Pem-

kab Buleleng, tidak ingin kawasan suci yang dimohon itu terlalu lama berada dalam situasi mengambang. Dalam artian, secara fisik saja sejumlah pura yang berada pada zona religi di TNBB, namun tidak ada kepastian hukum yang bisa dijadikan alasan hak bagi pemerintah untuk menguasai kawasan tersebut. Selain itu, dirinya juga khawatir, kalau penetapan kawasan suci itu lama tidak direspons oleh pemerintah pusat. Bisa saja ke depanya terjadi perubahan kebijakan. Hal itu dikhawatirkan dapat mengancam kelestarian pura-pura di Buleleng Barat tersebut. “Setelah kita bahas dan sepakat mengusulkan sampai sekarang tidak ada respons. Kabar yang kita dapatkan, KLHK baru membahasnya. Apakah permohonan kita disetujui sesuai luas yang diusulkan. Atau tidak, nah hal itu kita belum tahu,” katanya. Untuk dapat kepastian, dalam waktu dekat ini, kata Arya Sukerta, Pemkab Buleleng, melalui provinsi akan berkoordinasi ke KLHK. Targetnya tahun ini, permohonan itu agar sudah ada kepastiannya. Kepastian itu diyakini berpeluang didapat pascaterpilihnya Gubernur dari PDI Perjuan-

gan, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, sehingga koordinasi untuk mendapatkan hasil positif itu akan mudah diwujudkan. “Kami minta KLHK memastikan permohonan itu. Jangan dibiarkan pura-pura yang sangat disucikan itu berada di atas tanah yang belum memiliki ‘alas’ hak. Tentu upaya kami dengan provinsi bersama-sama untuk berjuang memohon dan yakin akan ada hasil positif,” jelasnya. Tidak saja kawasan suci, Buleleng juga memfasilitasi warga eks pengungsi Timtim yang telah bertahun-tahun menempati lahan yang berada dalam kawasan suci di TNBB itu. Dari jumlah awal sebanyak 107 kepala keluarga (KK), saat ini warga eks pengungsi Timtim masih tercatat 98 KK. Mulai tahun 2000 lalu masing-masing pengungsi eks Timtim itu diberi izin menempati lahan untuk tempat tinggal seluas 5 are dan 50 are lahan untuk perkebunan. Warga ini pun sudah menjadi banjar adat pakraman di Dusun Bukit Sari, Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak. Setelah berlangsung lama, warga mengajukan permohonan ke KLHK agar lahan yang sekarang mereka tem-

pati itu diserahkan sebagai milik pribadi warga. Sayang, pemohonan itu sampai tahun ini juga belum ada kejelasan apakah permohonan warga itu disetujui oleh pemerintah pusat atau tidak. Menyusul situsi mengambang ini, Arya Sukerta berjanji kembali mengomunikasikan ke KLHK. Pihaknya mengaku prihatin kalau semakin lama puluhan KK warga eks pengungsi Timtim itu menempati lahan yang tidak jelas status hukumnya. Dalam situasi ini, bisa saja warga tersebut akan dipindah atau bahkan direlokasi. Pasalnya, lahan yang ditemapti itu belum memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Kalau warga sudah diberikan kepastian hukum, maka lahan itu bisa dengan aman diolah untuk peningkatan kesejahteraan warga eks pengungsi Timtim tersebut. “Jangan dibiarkan mengambang. Bisa saja mereka akan diusir karena tinggal di lokasi yang tidak ada ‘alas’ hak-nya. Kami bersama provinsi akan mengoordinasikan lagi. Harapan kami, KLHK memberikan respons dan mari kita bahas seperti apa skemanya. Kalau sudah pasti, tentu warga di sana bisa berusaha berkebun dengan aman,” tegasnya. (mud)


GIANYAR

Selasa Paing, 31 Juli 2018

9

MENINJAU - Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya saat meninjau kawasan wisata Pantai Lebih yang tergenang air laut.

Terjangan Ombak Makin Ganas

Pemkab Sedot Air Laut di Kawasan Wisata Lebih Gianyar (Bali Post) Terjangan ombak di kawasan pantai di Kabupaten Gianyar kian ganas pada Senin (30/7) kemarin. Di kawasan wisata Pantai Lebih, sejumlah warung makan terendam. Genangan air laut bahkan mencapai Jalan By-pass I.B. Mantra. Melihat kondisi ini, Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya yang turun ke lokasi, langsung mengerahkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar untuk melakukan penyedotan air. Wisnu Wijaya didampingi anggota Komisi III DPRD Gianyar Anak Agung Gede Agung Wira Mantara, Camat Gianyar I Ketut Suastika, Kepala Desa Lebih I Wayan Gede Pradnyana dan pejabat OPD terkait mengatakan, bencana alam seperti ini sangat berdampak kepada nelayan dan masyarakat sekitar pantai. Nelayan tidak bisa melaut dan dilanda keresahan. Masyarakat yang menggantungkan hidupnya di kawasan pantai pun tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Sebagai upaya jangka pendek, kata Wisnu Wijaya, Pemkab Gianyar melakukan penanganan dengan memompa air yang

menggenangi jalan dan kawasan wisata. Tidak hanya itu, Pemkab juga membuatkan saluran pembuangan air di Pantai Lebih. Lebih lanjut, dia meminta BPBD mendata kerusakan akibat terjangan ombak. Kepada Dinas Sosial, pihaknya meminta dibuatkan kajian terkait dampak sosial terutama yang dirasakan para nelayan. Pendataan dikoordinasikan dengan kepala desa setempat. ‘’Dengan musibah yang terjadi sekarang, dipastikan para nelayan yang ada di Pantai Lebih tidak melaut beberapa waktu. Untuk sementara, hal ini akan ditindaklanjuti dengan memberikan bahan pokok seperti beras, mi instan dan

Jaga Eksistensi Sanggar Seni, Pemkab Diminta Serius Gianyar (Bali Post) Kabupaten Gianyar sudah terkenal sebagai gudangnya seniman. Sanggar seni pun menjadi wadah untuk membina bibit baru aktivitas berkesenian. Karena itu, pemerintah harus memberikan perhatian serius terhadap eksistensi sanggar seni. ‘’Perhatian terhadap sanggar seni harus menjadi prioritas,’’ ucap Wakil Ketua DPRD Gianyar Ketut Jata, S.H., Senin (30/7) kemarin. Menurut Ketut Jata, Kabupaten Gianyar tidak akan ada artinya tanpa sanggar seni yang selama ini menjadi wadah tumbuhnya para seniman muda. Karena itu, bagi pria asal Banjar Los Pelengkap Desa Keramas Kecamatan Blahbatuh ini, menjaga eksistensi sanggar seni merupakan harga mati. ‘’Tanpa para seniman, Gianyar tidak akan ada artinya,’’ ucapnya. Namun di kawasan seni ini, tidak jarang masih ada sanggar seni yang belum mendapat perhatian pemerintah. Bahkan ada sejumlah sanggar seni yang sampai tidak bisa jalan. Ada berbagai hal yang menyebabkan persoalan tersebut. Terkait kondisi, politisi Partai Demokrat ini pun mengingatkan pemerintah untuk serius memperhatikan perkembangan sanggar seni. Selain melalui penyaluran bantuan sosial, perhatian untuk sanggar seni bisa dilakukan dengan memfasilitasi pentas bagi seniman. ‘’Di tengah ketatnya persaingan, ini harus dibantu agar bisa tampil di hotel dan tempat lainnya,’’ katanya. Jata menambahkan, keberadaan sanggar seni juga menjaga generasi muda dari hal negatif. Bila anak muda sudah sibuk berkesenian, pasti akan jauh dari hal negatif seperti narkoba. (kmb35)

Ketut Jata

Bali Post/nik

lainnya,’’ ujarnya. Lebih lanjut dia juga meminta OPD terkait melakukan pendataan serupa di wilayah-wilayah pantai lainnya di Kabupaten Gianyar. ‘’Tapi mohon dimaklumi ya, ini (bantuan) tidak bisa segera. Ada prosedur yang harus kita lalui terlebih dahulu,’’ terangnya. Anggota Komisi III DPRD Gianyar Anak Agung Gede Agung Wira Mantara mengatakan, genangan air laut di daratan harus segera dikuras supaya tidak menjadi sarang penyakit. Sebagai upaya jangka panjang, pihaknya telah mengajukan proposal bantuan ke pemerintah pusat guna pembuatan

sodetan dan infrastruktur lainnya yang diperlukan. Untuk diketahui, akibat tergenangnya kawasan wisata Pantai Lebih, banyak pengunjung yang hendak menikmati wisata kuliner terpaksa balik arah. Sebab, untuk parkir saja sulit. Sepinya pengunjung dirasakan hampir seluruh pedagang. Siang kemarin pedagang lebih banyak terlihat sibuk membersihkan warungnya pascadigenangi air laut. I Made Yudianta, pengelola Warung Made, mengatakan air laut yang naik ke areal parkir Pantai Lebih hampir setinggi lutut orang dewasa. ‘’Tadi (kemarin - red) airnya sampai naik ke warung, sekarang harus dilap,’’ katanya. Pihaknya dibantu tiga orang karyawan sedari pagi sibuk bersihbersih sembari berharap genangan air bisa surut. Yudianta pun mengakui omzet turun drastis sejak gelombang laut tinggi. ‘’Sejak

seminggu terakhir, kita memang mengurangi produksi supaya tidak rugi. Kemarin-kemarin masih ada tamu, per hari bisa sampai seribuan orang. Hari ini (kemarin - red) belum satu pun dapat pelanggan,’’ ungkapnya. Ia juga mengakui, tingginya genangan air laut ini baru pertama kali dialami. ‘’Saya sudah 30 tahun jualan di sini. Tumben hari ini air sampai masuk ke dalam. Perkiraannya kan tanggal 29 sudah selesai. Tapi hari ini (kemarin - red) ada lagi, bahkan paling parah,’’ ujarnya. Sementara itu, Koordinator Balawista Pos III Pantai Lebih Nyoman Suwanta menjelaskan, gelombang tinggi telah menyebabkan kerusakan pada trotoar di pinggir pantai dan tanggul. Sebagai solusi, pihaknya bersama warga setempat membuat gorong-gorong darurat untuk mengalirkan air laut. Anggota Balawista Pantai Lebih

Gede Ginarta menyampaikan, nelayan sudah tidak ada yang berani melaut karena ombak besar. ‘’Saat ombak besar ada sekitar 40-an perahu nelayan bersandar di pesisir pantai. Sekitar 20-an mengalami kerusakan karena hantaman ombak yang terus menerjang Pantai Lebih,’’ jelas Ginarta. Di lokasi terpisah, terjangan ombak juga merusak setra di Desa Pakraman Banjar Rangkan Desa Ketewel Kecamatan Sukawati. Menurut seorang warga, Made Poniarta, jumlah kuburan di setra ini sebanyak 28 buah. Dari jumlah itu, ada kuburan yang sudah tergerus batu nisannya. Ada pula yang sampai terlihat bagian penyangga. Beruntung, mayat atau tulang belulang tak sampai tergerus. ‘’Kuburan ini memang rencananya kita gali karena akan ada ngaben massal bulan Agustus ini,’’ ungkapnya. (kmb35)

DPRD Gianyar Setujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017 Menjadi Perda RANCANGAN Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017 Kabupaten Gianyar ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gianyar menjadi Perda. Hal ini ditandai dengan penandatanganan surat keputusan dewan tentang persetujuan penetapan ABPD 2017 untuk ditetapkan menjadi perda pada sidang paripurna, yang digelar di ruang sidang DPRD Kabupaten Gianyar, Senin (30/7) kemarin. Sidang paripurna yang dihadiri 25 anggota dewan tersebut dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Wayan Tagel Winarta. Seluruh fraksi yang hadir dalam rapat paripurna menyetujui penetapan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Made Togog mengatakan, penyampaian

laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD memiliki arti penting dalam konteks pembangunan Kabupaten Gianyar. Togog menjelaskan, penyampaian laporan pertanggungjawaban dapat dijadikan sebagai bahan koreksi dan evaluasi bagi pihak eksekutif untuk melakukan perubahan, perbaikan dan penyempurnaan dalam manajemen pengelolaan keuangan daerah, demi tersajinya laporan yang transparan dan akuntabel. Perbaikan dan penyempurnaan laporan pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah sangatlah penting dalam rangka menciptakan pengelolaan keuangan daerah yang ekonomis efisien dan efektif, sehingga diperoleh output, outcome, dan impact yang bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gianyar. Walaupun menyetujui penetapan ranperda menjadi perda,

DPRD Gianyar tetap memberikan catatan agar pemerintah daerah dapat meningkatkan pendapatan daerah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Gianyar. Setidaknya ada enam catatan yang disampaikan oleh DPRD dalam sidang paripurna tersebut. Sementara itu, Pj. Bupati Gianyar Ketut Rochineng mengatakan, pihaknya akan memperhatikan dan menindaklanjuti berbagai masukan serta usul dan saran dari para anggota dewan untuk meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan APBD Kabupaten Gianyar. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada segenap pimpinan dan anggota dewan. Dia berharap hubungan yang sudah terjalin harmonis antara pemerintah dan dewan tetap dijaga. Hubungan yang dimaksud yaitu dukungan dan kerja sama dalam mewujudkan pembangunan

SIDANG PARIPURNA - Suasana sidang paripurna DPRD Gianyar. Kabupaten Gianyar. ‘’Karena keberhasilan pembangunan akan sangat dipengaruhi oleh adanya hubungan kerja yang harmonis antara eksekutif,

Yayasan Chiaki Bali

Bantu Siswa Berprestasi dari Keluarga Kurang Mampu YAYASAN Chiaki Bali kembali menyerahkan bantuan beasiswa kepada siswa berpretasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Salah satu penerima bantuan adalah A.A. Gde Oka Mahendra, siswa berprestasi dari SMAN 1 Tampaksiring yang kini melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Jakarta. Ketua Yayasan Chiaki Bali I Nyoman Artawa, S.IP., Senin (30/7) kemarin menerangkan, Yayasan Chiaki berdiri di Bali sejak 2015. Pendirian ini bermula dari sejumlah warga negara Jepang yang berasal dari keluarga Chiaki Konno, yang merasa prihatin dengan kondisi pendidikan di Indonesia. ‘’Di Bali pada khususnya, mereka banyak melihat potensi anak yang pintar namun berasal dari keluarga kurang mampu atau prasejahtera,’’ ungkap Artawa yang juga Ketua Komisi II DPRD Gianyar ini. Keluarga Chiaki Konno yang merupakan pengusaha di Osaka, Jepang itu kemudian berharap bisa memberikan bantuan secara legal kepada peserta didik dari keluarga kurang mampu di Indonesia. ‘’Mereka menyarankan kepada saya agar mencari cara supaya bisa memberikan bantuan secara legal, akhirnya berdirilah yayasan dengan nama Yayasan Chiaki,’’ katanya didampingi Pembina Yayasan Chiaki Kiyomi Iwataka. Ditegaskannya, yayasan ini bergerak di bidang sosial alias nonprofit. Tujuan pendirian yayasan ini agar bisa membantu peserta didik berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. ‘’Kita membantu siswa yang memiliki potensi, sehingga mereka tetap bisa melan-

YAYASAN CHIAKI - Pendiri dan pengurus Yayasan Chiaki saat mengunjungi SMAN 1 Tampaksiring, beberapa waktu lalu. jutkan pendidikan,’’ ujarnya. Tidak hanya sekali, bantuan kepada siswa ini rutin diberikan setiap tahun ke empat sekolah di Kabupaten Gianyar yakni SMPN 1 Blahbatuh, SMPN 2 Blahbatuh, SMAN 1 Blahbatuh dan SMAN 1 Tampaksiring. ‘’Masing-masing sekolah ini diberi bantuan kepada sembilan siswa yang ada di kelas I, II dan kelas III, sehingga total ada 36 siswa yang menerima bantuan ini,’’ kata Artawa. Pihak sekolah pun dipercaya memilih siswa berprestasi, namun berasal dari keluarga kurang mampu untuk diberikan bantuan. Namun, ditegaskan Artawa, bantuan ini hanya diberikan kepada siswa berprestasi. Bila prestasi menurun, bantuan dipindah ke siswa lain yang lebih berprestasi, namun berasal dari keluarga kurang mampu. ‘’Dari upaya ini kita harapkan memicu budaya kompetitif

sehingga anak-anak ini terus belajar meningkatkan prestasi,’’ katanya. Artawa mengungkapkan, bantuan dari Yayasan Chiaki ini bukan jatah, melainkan sebuah apresiasi terhadap siswa yang berprestasi namun berasal dari keluara kurang mampu. Bantuan yang diberikan selama ini berupa sarana belajar siswa, biaya SPP hingga biaya untuk les tambahan. Berkat bantuan ini, A.A. Gde Oka Mahendra bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. ‘’Saat SMA, Agung Mahendra mendapat juara pada olimpiade kimia, prestasi lainnya juga konsisten bahkan terus meningkat, sehingga yayasan memutuskan memberikan bantuan sampai dia menempuh perguruan tinggi negeri di Jakarta,’’ ujarnya. Setiap tahun para pemilik Yayasan Chiaki datang ke Bali mengunjungi para siswa beprestasi di masing-masing sekolah. (ad1657)

legislatif, serta adanya dedikasi dan loyalitas aparatur pemerintah serta partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat,’’ kata Rochineng. (ad1664)

”Sanggah” Warga Lodtunduh Terbakar

Gianyar (Bali Post) Warga Banjar Kelod Desa Lodtunduh Kecamatan Ubud, Senin (30/7) kemarin digegerkan dengan insiden kebakaran sanggah milik warga setempat, I Nyoman Selamet (63). Api melalap Gedong Panyimpenan di sanggah milik korban. Akibat kejadian ini, Selamet mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Insiden pertama kali diketahui warga, I Wayan Kerta sekitar pukul 12.00 Wita. Kala itu dia mencium bau angit dan melihat kepulan asap dari sanggah milik Selamet. Dia pun langsung berlari ke jalan dan berteriak minta tolong. Pemadam dilakukan warga bersama petugas berikut tiga unit armada pemadam kebakaran. Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gde Agusnawa mengatakan, dugaan sementara api berasal dari pembakaran sampah yang di sebelah timur sanggah milik korban. Korban mengalami kerugian sekitar Rp 40 juta. (kmb35)


JEMBRANA

10 SOSOK

Selasa Paing, 31 Juli 2018

Awasi Pengiriman Sapi Bali PENGIRIMAN sapi Bali keluar pulau, khususnya Jawa, belakangan ini terlihat meningkat. Adanya pembatasan kuota pengiriman bersanding dengan meningkatnya permintaan, membuat sapi Bali rawan diselundupkan (tanpa dokumen izin). Mengantisipasi penyelundupan sapi Bali ini, pihak Karantina Pertanian Terpadu Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk meningkatkan pengawasan. Penanggung Jawab Karantina Pertanian Terpadu Wilayah Kerja Gilimanuk Ida Bagus Eka Ludra membenarkan jelang Idul Adha ini terjadi peningkatan pengiriman sapi Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Guna mengantisipasi lolosnya pengiriman sapi Bali tanpa dokumen, petugas Karantina Gilimanuk meningkatkan pengawasan di pintu masuk pelabuhan. Belakangan ini banyak truk yang mengangkut ratusan ekor sapi Bali keluar melalui pelabuhan. Namun sapi yang keluar melalui jalur resmi itu semuanya sudah diperiksa dan dilengkapi izin. ‘’Jumlah yang dikirim tergantung dari izin yang dikeluarkan,’’ kata pejabat asal Tabanan ini. Kendati pengiriman meningkat dibandingkan hari biasa, namun tetap disesuaikan dengan jumlah kuota yang dikeluarkan Dinas Peternakan Provinsi Bali. Bertambahnya sapi Bali yang keluar belakangan ini karena jumlah permintaan yang meningkat. ‘’Setiap pengiriman disesuaikan dengan kuota. Kami di Gilimanuk mengecek dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam pengiriman,’’ tambah Eka Ludra. (olo)

Lapangan Desa Manistutu Ditata

Negara (Bali Post) Komitmen Pemkab Jembrana dalam penataan lapangan umum menjadi ruang terbuka hingga di perdesaan tahun ini kembali dilanjutkan. Setelah tahun sebelumnya di Desa Perancak, Desa Gumbrih, Desa Yehembang, penataan tahun ini berlanjut di lapangan umum depan SDN 1 Manistutu, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. Berdasarkan pengamatan Senin (30/7) kemarin, pengerjaan penataan itu baru tahap perataan lahan. Sebuah alat berat dikerahkan untuk mengeruk lapangan yang berada di depan Puskesmas Pembantu Manistutu itu. Penataan yang dikerjakan dari pihak rekanan CV Ayu Bagus ini baru sebatas mengerahkan alat berat. Pihak rekanan yang ditemui kemarin mengatakan anggarannya Rp 351.351.000. Meliputi pembangunan jogging track, perataan lahan hingga penanaman rumput di lapangan. Pengerjaan dimulai sejak 15 Juli 2018 dengan lama 90 hari kalender. Di sekitar lokasi juga baru terlihat beberapa material

proyek seperti batu dan pasir. Pengerukan dimulai dari sisi utara lapangan dengan kedalaman 60 cm. Sementara material hasil pengerukan ditimbun di tengah lapangan. Kepala Dinas Dikpora Jembrana I Putu Eka Suarnama saat dikonfirmasi mengatakan, penataan lapangan ini merupakan bagian program revitalisasi lapangan umum sebagai sarana olahraga dan rekreasi masyarakat. Tahun ini ada dua lapangan yang ditangani Disdikpora yakni di Manistutu dan Kelurahan Lelateng. “Harapannya untuk menunjang olahraga di desa. Selain itu, juga untuk sarana kegiatan masyarakat di tanah lapang. Misalnya konser atau lomba-lomba,” terang mantan Camat Melaya ini. Sementara itu, Direktur CV Ayu Bagus I Gusti Ngurah Pringadnyana mengatakan, sesuai kontrak pengerjaan yang dilakukan hanya untuk perataan lahan, penanaman rumput dan pembuatan jogging track. Sementara yang lainnya, seperti penataan taman tidak termasuk dalam kontrak kerja. (kmb26)

Bali Post/olo

PENATAAN – Penataan lapangan Desa Manistutu mulai dilakukan. Pengerjaan baru tahap perataan lahan.

Bali Post/olo

Sidak Toko Grosiran di Banyubiru

Empat Karung Mamin Kedaluwarsa Disita

Negara (Bali Post) –

Sebuah toko kelontong di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, disidak Tim Perlindungan Konsumen, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Jembrana, Senin (30/7) kemarin. Hasilnya, empat karung makanan dan minuman (mamin), kudapan serta obat-obatan disita lantaran ketahui kedaluwarsa. Tim turun mengecek toko itu setelah menerima keluhan dari masyarakat. Awalnya petugas mengira hanya beberapa item makanan yang dijual dalam kondisi kedaluwarsa. Tetapi setelah dicek hingga ke dalam, banyak mamin yang tidak layak dijual. Di antaranya susu sachet, roti kering, wafer, sosis, mi kering dan berbagai kudapan lainnya. Begitu juga dengan minuman

ringan banyak ditemukan sudah kedaluwarsa. Bahkan, ada yang masa kedaluwarsanya sejak tahun 2015. Selain kudapan dan minuman, petugas juga menemukan obat-obatan kedaluwarsa sejak tahun 2016 lalu. Dari informasi, toko yang melayani grosiran dan eceran ini sudah sering disidak, baik dari Tim Perlindungan Konsumen Pemkab Jembrana maupun

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar. Pemilik toko Ni Ketut Sur mengaku tidak tahu barang-barang itu kedaluwarsa. Sebab, ia berjualan sendiri sehingga jarang mengecek lebih lanjut barang dagangan itu. Biasanya ia meminta sales yang datang langsung mengeceknya. ‘’Kecuali memang ada pembeli member tahu ke saya ada barang kedaluwarsa langsung saya ambil dan saya tukarkan ke sales,’’ katanya. Dari empat karung itu, ada puluhan jenis mamin serta obat-obatan yang ditemukan kedaluwarsa. Oleh petugas, barang-barang tersebut diamankan ke Kantor Diskoperindag Jembrana. Kepala Diskoperindag

Jembrana I Made Gede Budhiarta mengatakan sidak tersebut dilakukan atas laporan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial (medsos). Setelah dicek memang benar, bahkan petugas banyak menemukan mamin yang kedaluwarsa, termasuk juga obat-obatan. ‘’Hasil sidak ini tergolong fantastis. Karena ada 38 item mamin serta obat-obatan yang kedaluwarsa,’’ ucapnya. Pengungkapan ini merupakan sebuah edukasi, baik kepada masyarakat maupun pedagang. ‘’Untuk di toko ini, sudah keempat kalinya (didapati) barang-barang kedaluwarsa,’’ tambah Budhiarta. Selanjutnya barang-barang tersebut diamankan untuk ditindaklanjuti. (kmb26)

Ditolak Desa Pakraman Perancak

Satpol PP Pastikan Pembangunan Perumahan Tak Berlanjut Negara (Bali Post) Proyek perumahan yang ditolak Desa Pakraman Perancak, Senin (30/7) kemarin kembali didatangi Satpol PP Jembrana. Setiap bangunan yang diduga perumahan di Banjar Lemodang, Desa Perancak itu dicek petugas. Namun saat tiba di lokasi, petugas tidak bertemu dengan pemilik proyek. Sementara itu, salah satu krama Desa Pakraman yang sebelumnya ikut melayangkan protes, Wayan Budiadnyana, mengatakan intinya masyarakat mendukung seusai izin yang diberikan pemerintah daerah yakni untuk akomodasi pariwisata. Namun faktanya di lapangan diketahui pembangunan justru untuk rumah bersubsidi. “Kami harap bila memang tidak sesuai (perizinan) agar bangunan dibongkar, tidak ada perumahan. Kalau untuk mes karyawan silakan,” katanya. Bila memang tidak sesuai perizinan, harusnya

Bali Post/olo

PERUMAHAN – Petugas Satpol PP Jembrana saat mendatangi lokasi pembangunan perumahan yang mendapat penolakan dari krama Desa Pakraman Perancak. ditindak tegas. Bila perlu dibongkar guna memastikan tidak digunakan sebagai perumahan. Sementara itu, kunjungan petugas Satpol PP Jembrana ke lokasi perumahan ini merupakan yang kedua kalinya. Berbekal surat protes

dari Desa Pakraman, petugas Satpol PP hendak menghentikan proyek tersebut. Namun dalam sidak kedua kemarin, tidak ditemui adanya aktivitas pembangunan perumahan. Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Sat-

pol PP Jembrana I Made Tarma mengatakan, upaya sidak Satpol PP ke lokasi pembangunan perumahan itu guna memastikan tidak ada kelanjutan pengerjaan. Disamping itu, juga berdasarkan surat yang dikirim dari desa pakraman. “Tadi

itu untuk memastikan memang tidak ada pengerjaan,” tandasnya. Bilamana ada pembangunan vila maupun pondok wisata sesuai perizinan yang dikantongi, tidak akan dihentikan. Namun bila dibangun untuk perumahan, apalagi rumah bersubsidi yang tidak sesuai dengan izin dikeluarkan sebelumnya. “Kami hentikan dan agar tidak berlanjut dulu, sebelum bisa menunjukkan izin yang sesuai,” terangnya. Perbekel Desa Peran cak I Nyoman Wijana mengatakan, terkait pembangunan perumahan itu memang diketahui tidak sesuai izin yang dikeluarkan yakni untuk akomodasi pariwisata. “Memang tidak sesuai perizinan, ya tidak boleh. Sebenarnya di sana (pengerjaan pembangunan) menyerap tenaga kerja di sekitar karena memang ada aturan desa 70 persen harus tenaga dari desa,” terangnya. (kmb26)

Anak Petani Lolos Paskibraka Wakili Bali

Turunkan Berat Badan, Sempat Pinjam Sepeda Tetangga Masyarakat Jembrana patut berbangga. Sebab, salah satu siswi SMAN 2 Negara, Ni Putu Sukma Dewi Widiyanti, telah menujukkan prestasinya di kancah nasional. Siswi kelas II IPA ini merupakan salah satu dari dua peserta Paskibraka asal Bali yang lolos seleksi di tingkat nasional. Anak dari seorang petani ini pun kini sedang menjalani karantina di Jakarta bersama rekan-rekannya dari seluruh nusantara. Seperti apa sosok Sukma Dewi di mata keluarganya? SENIN (30/7) kemarin wartawan Bali Post bertandang ke rumah Sukma Dewi di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Disambut ayahnya, Ketut Widiastawa (45), bersama sang ibu, Made Purniastini. Sembari mempersilakan duduk di jineng (lumbung tempat menyimpan padi) halaman rumahnya, Widiastawa menceritakan kesuksesan anaknya sampai bisa lolos Paskibraka mewakili Provinsi Bali. ‘’Hampir seminggu sudah anak saya terbang ke Jakarta,’’ kata Widiastawa. Selama ditinggal anaknya (Sukma Dewi) ke Jakarta, rasa kangen bercampur bangga terus dirasakan semua keluarganya. ‘’Sekarang se-

dang dikarantina selama sebulan. Saat berangkat ke Jakarta, saya hanya sempat mengantar sampai di Denpasar,’’ ujarnya. Diakui awal mendapatkan berita bahwa Sukma Dewi terpilih mewakili Bali, Widiastawa merasa kaget bercampur haru. Pasalnya, ayah tiga anak ini mengaku tidak bisa memberikan fasilitas lebih selama anaknya menjalani seleksi peserta Paskibraka. Saking semangatnya ingin menjadi peserta Paskibraka, anaknya itu rela menurunkan berat badan. Bahkan selama proses penurunan berat badan itu, Sukma Dewi meminjam sepeda kepada tetangga. ‘’Sebenarnya saya malu karena

tidak bisa memberikan fasilitas apa-apa selama mengikuti seleksi Paskibraka. Nah, untuk menurunkan berat badan pun sampai pinjam sepeda di tetangganya,’’ cerita pria yang sempat bekerja sebagai sales ini. Diakuinya, Sukma Dewi memang anak yang rajin, baik itu belajar dan sebagainya. Hal itu sudah menjadi kebiasaannya di rumah. ‘’Saya biarkan dia mengikuti kemauannya dan tak menyangka sampai bisa lolos di tingkat nasional,’’ terangnya. Lebih lanjut dikatakan, sejak SMP anaknya itu sudah tertarik bidang olahraga. Sukma Dewi senang baris-berbaris dan basket. Dengan kegemarannya itu, ia pun tak menyangka lolos hingga ke Jakarta. Sebelum mendapat kepastian akan berangkat ke Jakarta kapan, Widiastawan sempat berpesan kepada anaknya agar memberitahukan jadwal keberangkatannya. Hal itu dimaksudkan agar orangtua bisa menyiapkan bekal selama berada di Jakarta. ‘’Maksud saya agar bisa menyiapkan bekal (uang saku) selama di Jakarta.

Tapi dibandingkan perjuangan dia selama ini, bekal yang saya berikan itu tak ada artinya,’’ ungkapnya. Di saat masa karantina tanpa komunikasi, selaku orangtua tentunya selalu kangen. Begitu juga dua adiknya yang masih SD mengaku merasakan hal yang sama. Namun rasa kangen itu terasa hilang ketika melihat foto-foto Sukma Dewi tertawa bersama rekan dan para pembimbing di salah satu laman media sosial. ‘’Sejak kecil anak saya ini bercita-cita menjadi Polwan dan itu ternyata mengalir dengan sendirinya. Mudah-mudahan cita-cita anak saya ini tercapai,’’ harapnya. Selaku orangtua, apa pun yang nantinya akan ditempuh oleh anaknya, ia pun mengaku selalu mendukung. ‘’Ketika upacara bendera dalam rangka memperingati HUT RI di Istana Presiden nanti, saya berharap bisa melihat anak saya di televisi,’’ imbuhnya. Sementara itu, Kepala SMAN 2 Negara Wayan Sudiarta mengaku pihaknya selalu memberikan support atau dukungan kepada Sukma Dewi. Pihaknya secara tidak lang-

Bali Post/olo

PASKIBRAKA - Orangtua Putu Sukma Dewi Widiyanti (peserta Paskibraka asal Jembrana yang mewakili Bali di tingkat nasional), saat ditemui di rumahnya di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Senin (30/7) kemarin. Inzet: Ni Putu Sukma Dewi Widiyanti. sung juga sangat bangga dengan prestasinya. ‘’Kemarin sudah dilepas bersamaan dengan peringatan Harganas di Gedung Kesenian Bung Karno. Kami (sekolah) berharap selama mengikuti karan-

tina Sukma Dewi dalam keadaan sehat-sehat saja. Dengan menjadi peserta Paskibraka, Sukma Dewi bisa mengharumkan nama sekolah, Kabupaten Jembrana dan Provinsi Bali,’’ harapnya. (olo)


Karangasem

Selasa Paing, 31 Juli 2018

Pengungsi di Jangu Perlu Kompor Amlapura (Bali Post) Untuk urusan logistik terutama beras, kebutuhan pengungsi yang menempati Balai Banjar Jangu, Desa Duda, Selat, sudah mencukupi. Hanya, dari sisi sarana prasarana masih perlu penambahan. Salah satu yang menjadi usulan warga pengungsi yang umumnya berasal dari Banjar Telung Bhuana, Desa Sebudi, Selat itu adalah fasilitas kompor untuk memasak. Koordinator Pengungsi Banjar Telung Bhuana, I Made Putra, mengatakan salama ini, warga pengungsi itu memasak menggunakan kompor pinjaman milik Banjar Jangu. Usulan bantuan kompor itu sematamata karena merasa tidak nyaman berlama-lama meminjam. ‘’Kami khawatir kompor pinjaman itu sampai rusak. Kalau ada bantuan tentu lebih bagus,’’ ucapnya, Senin (30/7) kemarin. Menurut Putra, usulan bantuan kompor itu sudah diajukan beberapa waktu lalu. Namun sejauh ini, bantuan itu belum datang. Mengingat warganya yang mengungsi di Banjar Jangu itu cukup banyak, dia mengusulkan dua buah kompor. Sekarang ini, pengungsi di Banjar Janggu sudah membuat dapur umum. Mereka memasak secara bersama-sama di dapur umum itu. Warga Telung Bhuana juga sudah menempati wantilan Banjar Jangun sejak 3 Juli lalu, atau sehari setelah erupsi dengan lontaran lava pijar pada 2 Juli lalu. Saat erupsi, warga Telung Bhuana, awalnya mengungsi ke Rendang lalu pindah karena tempat pengungsian di Rendang kurang representatif. Ada 184 jiwa yang mengungsi, di antaranya ada yang lansia dan juga sekitar 24 anak-anak sekolah. Untuk anak sekolah, mereka ditampung di SDN 3 Duda. Warga Telung Bhuana masih bertahan di pengungsian karena perkampungan mereka berada di radius 4 km dari puncak Gunung Agung. Hanya beberapa warga pulang siang hari untuk sekadar menengok rumahnya. Sedangkan untuk hewan ternak, umumnya sudah tidak punya karena telanjur dijual pada saat pengungsian besar-besaran akhir 2017 lalu. ‘’Semua warga kami ngungsi, hanya beberapa yang pulang siang hari,’’ terang Putra. Selain anak-anak, pengungsi dari Banjar Telung Buana juga ada 27 lansia dan 8 balita. Di Banjar Jangu, tempat yang mereka tempati cukup representatif. Meski berupa bangunan wantilan, namun fasilitas dasarnya mencukupi. Di Wantilan ada satu WC umum, pengungsi juga bisa memanfaatkan tiga buah WC yang ada di SD 3 Duda. (kmb)

Strategi Hidup di Tengah Bencana Erupsi

Beternak Masih Mikir, Pilih Berburu Daun Enau

Amlapura (Bali Post) Hidup di tengah ketidakpastian akibat bencana erupsi, kini dialami warga lereng Gunung Agung. Dulu, mayoritas kehidupan mereka beternak. Tetapi kini sudah tidak lagi setelah semua ternak warga itu terjual murah. Warga yang sebelumnya berada di pengungsian memilih kembali pulang dan ada yang mencari opsi lain. Salah satunya, berburu daun enau. Daun enau itu biasa dipergunakan sebagai sarana upacara. Kebiasaan itu saat ini dilakoni I Wayan Candra (50), warga Desa Adat Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Selat. Sejak pulang dari lokasi mengungsian, dia mengaku kesulitan, mata pencaharian apa yang pas dilakukan. Sebab, bekerja sebagai petani sudah tidak mungkin bisa maksimal lagi. Apalagi mau beternak lagi, dia mengaku sudah kapok, setelah rugi total akibat beberapa kali erupsi Gunung Agung. Seluruh ternaknya sudah habis dijual murah. Agar bisa memenuhi keperluannya sehari-hari, Candra mengaku hanya mengandalkan apa yang ada sekarang. Daun enau yang jarang dilirik, dia gunakan sebagai peluang mendapatkan uang. Kebetulan, sarana seperti ini kerap diperlukan warga untuk bahan dasar sarana upacara. Seperti membuat jemper maupun kebutuhan upacara lainnya. “Ini dulunya cuma pekerjaan sampingan. Tetapi, sekarang lumayan menjadi penghasilan utama. Dari sini

cukup sekadar memenuhi hidup sederhana sehari-hari,” kata Candra, Senin (30/7) kemarin. Pohon enau di sana cukup banyak. Warga setempat biasa menyebutnya dengan pohon jaka. Sementara daunnya akrab dinamai daun ron. Setelah dipanen dari pohonnya, biasanya bagian serat tengahnya itu dihilangkan. Proses selanjutnya, daun ron itu diikat-ikat. Satu ikat daun ron itu isinya satu pucuk atau pelepah pohon jaka. ‘’Daun ron per ikat dia jual seharga Rp 25 ribu. Kebetulan, bahan daun ron itu cukup laris, sehingga langsung diserahkan kepada pengepul yang menjualnya di Kota Denpasar. Biasanya mau dekat hari raya, pesanan pasti banyak,” terang Candra. Setiap hari, Candra berkeliling kebun milik warga setempat untuk mencari pohon jaka yang daunnya masih utuh. Dari lahan warga lainnya, dia mengaku membelinya seharga Rp 15 ribu per pucuknya. Sehingga kalau dapat terjual Rp 25 ribu per ikat, dia sudah dapat untung Rp 10 ribu.

Klinik Penta Medica Candidasa Kembangkan Pelayanan Buka Apotek Penta Farma KLINIK Penta Medica Candidasa terus berbenah diri dalam segi fasilitas, sarana, serta jenis pelayanan yang diberikan untuk kepuasaan customer dan juga masyarakat. Pembenahan berbagai segi itu dilakukan agar menjadi fasilitas kesehatan, berkualitas dan juga profesional. Hal ini terbukti dengan pembukaan Apotek Penta Farma yang diselenggarakan Jumat 27 Juli 2018, bertempat di klinik setempat. Apotek Penta Farma itu merupakan unit bisnis terbaru dari PT Penta Bali Media, perusahaan yang menaungi Klinik Penta Medica Denpasar dan Candidasa, yang operasionalnya dijalankan langsung oleh klinik cabang yang berlokasi di Jalan Raya Manggis No. 88, Karangasem tersebut. Direktur PT Penta Bali Media dr. A.A. Gd. Yudi Yunardhana Putra mengungkapkan, layanan apotek ini merupakan salah satu layanan pendukung untuk layanan-layanan kesehatan lainnya yang dimiliki oleh perusahaan yang berdiri sejak tahun 2005 ini. Seperti diketahui, selain layanan klinik 24 jam, PT Penta Bali Medica juga bergerak dalam beberapa unit bisnis lainnya seperti Medical Assistance dan juga Training Center. Bahkan, Klinik Penta Medica merupakan salah satu Travel Clinic di Bali yang tentunya dalam pelayanannya membutuhkan dukungan lebih komprehensif, khususnya di dalam penyediaan obatobatan dan juga vaksinasi. Dokter yang akrab disapa dr. Yudi itu juga berharap Apotek Penta Farma dapat berkontribusi dalam memberikan pelayanan maksimal, bukan saja kepada

masyarakat lokal, tetapi juga turis lokal dan juga tamu asing di wilayah Kecamatan Manggis dan Candidasa. Terlebih ada pelayanan plusnya yakni pengantaran obat gratis kepada pelanggan. Acara pembukaan Apotek Penta Farma itu ditandai pemotongan pita yang dilakukan Sekretaris Kecamatan Manggis yang didampingi oleh Kepala Kepolisian Sektor Manggis. Selain itu, juga dr. A.A. Gd. Yudi Yunardhana Putra, I Putu Ardana (Manajer Klinik Penta Medica Candidasa), dr. I Made Yasa (Manajer Umum dan Keuangan), serta dr. I Ketut Satrya Wibawa, Manajer Operasional dan Pelayanan Medis. (ad1655)

11

Telepon Penting kARANGASEM Besakih (SWIB)

0363 21791

0363 21220

PMI

0363 21789

Polsektif Karangasem 0363 23222

PDAM

0363 21363

Polsek Kota

0363 21167

PLN

0363 21711

Polsek Manggis

0363 41768

BPBD/ESR

0363 22173

Polsek Rendang

0363 23082

Badan SAR

0363 21135

Polsek Selat

0363 24187

Pemadam Kebakaran 0363 21113

Polsek Abang

0363 23330

URD RSUD

0363 21011

Polsek Kubu

0363 22988

11 RSUD

0363 21470

Polsek Sidemen

0363 21709

12 SMAN 1 Amlapura 0363 21152

Polsek Bebandem

0363 22110

13 SMAN 2 Amlapura 0363 21254

Polsek Candidasa

0363 41677

14 SMAN 1 Manggis

Polres Karangasem Penjagaan Polres

0363 41668

Polsek KP3 Padangbai 0363 41388

15 SMPN 1 Amlapura 0363 21288

Radio Suara Widya

16 SMPN 2 Amlapura 0363 21483

Hanya, untuk mendapatkan daun ron yang sesuai pesanan, tidak bisa mendapatkannya setiap hari. Dia hanya bisa memenuhi pesanan pengepul seminggu sekali. Beruntung istrinya, Ni Komang Korni, sangat mendukung upayanya ini. Pasutri yang belum dikaruniai momongan itu tetap bersemangat melakoninya hidup, meski hasilnya tidak seberapa. Daripada tinggal diam di pengungsian, pasutri itu mengaku lebih baik bekerja tiap hari, walau hasilnya tak seberapa. “Malu, kalau tinggal di pengungsian terus. Mendingan pulang, kerjakan apa yang bisa dikerjakan,” ujar istrinya, Komang Korni. Setelah respons pengepul cukup antusias, belakangan pasutri ini mengakui sudah makin banyak yang melakoni pekerjaan ini. Banyak warga pengungsi juga akhirnya pulang. Warga beralih profesi seperti dirinya.

Dia sendiri belum berpikir kembali bertani atau beternak. Sebab, Gunung Agung itu belum menunjukkan penurunan aktivitas. “Daripada rugi total, mendingan tunggu dulu sampai situasi kembali tenang. Nanti baru beternak lagi,” ujar Candra. (kmb31)

Bali Post/kmb

SEORANG WARGA - Wayan Candra, seorang warga saat ditemui di rumahnya di Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat.

Hari Koperasi

Jadikan Momentum Tingkatkan Etos Kerja Amlapura (Bali Post) Hari Koperasi yang diperingati setiap tahun hendaknya bukan hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi harus diposisikan sebagai momentum peningkatan etos kerja. Peningkatan etos kerja itu bersifat menyeluruh di jajaran gerakan koperasi. Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri menegaskan hal itu saat menghadiri peringatan Hari Koperasi yang ke-71 di Gedung UKM Center, Amlapura, akhir pekan lalu. Peringatan hari koperasi itu mengusung tema ‘’Koperasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional’’. Bupati mengingatkan, tema tersebut mengandung makna bahwa masyarakat koperasi telah bangkit, bertekad, dan berkeinginan meningkatkan kontribusi dalam mendorong pertumbuhan pembangunan ekonomi nasional. Badan usaha yang tangguh, kuat, dan profesional di berbagai sektor riil akan mampu memenuhi kepentingan ekonomi masyarakat serta mampu berkompetisi dalam dinamika perubahan global. ‘’Koperasi merupakan kumpulan orang-orang yang berorientasi pada kesejahteraan bersama. Artinya, koperasi itu diharapkan dalam memotivasi terciptanya pembangunan sosial ekonomi yang berasal dari masyarakat itu sendiri. Hubungan yang erat antara anggota kop-

erasi dengan koperasinya akan dapat menimbulkan kinerja yang berkelanjutan dalam mengembangkan pertumbuhan ekonomi,’’ ungkapnya. Di Karangasem kini ada sedikitnya 315 koperasi. Namun dari jumlah itu 34 koperasi itu tidak aktif. Pemerintah Karangasem melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah telah melaksanakan pembinaan secara optimal bersama jajaran Dekopinda. Ketua Dekopinda Karangasem I Gede Ngurah Indrayana menyampaikan, peringatan Hari Koperasi tahun ini diisi berbagai kegiatan di antaranya penilaian

koperasi berprestasi tingkat kabupaten, lomba audisi koperasi siswa tingkat SMA/ SMK, audisi antarpengurus, audisi antarpengawas, dan audisi antarmanajer koperasi. ‘’Kita juga melaksanakan kegiatan pembagian sembako kepada warga pengungsi di Banjar Tegeh, Desa Amerta Buana, Kecamatan Selat,’’ ujarnya. Sektor perkoperasian di Karangasem mampu menyerap 2.283 tenaga kerja. Namun baru 22,32 persen tenaga kerja yang memiliki sertifikat kompetensi. Aset koperasi juga mengalami pertumbuhan sebesar 29 persen dari Rp 380 miliar menjadi Rp 493 miliar. (kmb)

Bali Post/kmb

PENYERAHAN HADIAH - Peringatan Hari Koperasi yang ke-71 ditandai penyerahan hadiah di Gedung UKM Center Amlapura.

Buntut Praktik ’’Kupon Putih’’

Tim Yustisi Pemprov Bali Diminta Turun Tangan Munculnya istilah ‘’kupon putih’’ sangat disayangkan oleh para pengusaha galian C, utamanya yang sudah mengantongi izin. Langgengnya praktik seperti ini, memunculkan kesan pemerintah dikalahkan oleh oknum. Melihat kekurangsigapan Tim Yustisi Karangasem dalam melakukan penertiban itu, Tim Yustisi Pemprov Bali diminta turun tangan. Bagaimanakah yang dikhawatirkan banyak pihak dampak buruk munculnya ‘’kupon putih’’ itu, utamanya bagi pengusaha yang telah legal mengantongi izin? SALAH satu pengusaha galian C yang berizin, Wayan Parka, Senin (30/7) kemarin menilai pemerintah tidak mampu membangun komu-

nikasi dengan pihak terkait, sehingga upaya penertiban tak kunjung berjalan baik. Akibatnya, praktik kupon putih seperti ini semakin

liar saja. Situasi demikian menimbulkan kesan adanya pembiaran. ‘’Ya… sesuatu yang sangat aneh saja. Betapa tidak menertibkan yang melanggar saja tidak bisa,’’ keluh Wayan Parka. Karena itu, pihaknya mendorong agar Pemprov Bali juga bisa bersikap. Terlebih, mengacu Undangundang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang salah satu klausulnya, kewenangan mengeluarkan izin operasional galian C itu ada pada pemerintah daerah atau Pemprov Bali. Hanya, tetap

harus ada rekomendasi atau izin penunjang dari pemerintah kabupaten, yakni Izin Prinsip Lokasi (IPL) dan Izin Pemanfaatan Ruang (IPR). Sehingga logikanya Pemprov Bali melalui Tim Yustisinya wajib harus bersikap, menyimak dinamika yang terjadi sekarang ini dalam pengelolaan sumber daya alam galian C itu. Anggota DPRD Karangasem Wayan Sunarta pada rapat gabungan komisi sebelumnya juga menyampaikan polemik galian C ini harus segera diakhiri. Kalau yang tidak berizin, khususnya penikmat kupon putih itu

tidak segera diambil tindakan, menurutnya, akan menimbulkan efek domino pada pengusaha galian C yang sudah berizin itu. Mereka bisa bersikap kontraproduktif. Salah satunya mereka berpeluang lagi melakukan boikot pembayaran pajak. Seperti yang pengusaha galian C itu pernah lakukan sebelumnya. Sudah pasti imbasnya pendapatan dari sektor galian C akan terus melorot tak terkendali. Untuk diketahui, pengelolaan galian C masih terkendala regulasi. Mengacu Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Pertambangan

Mineral Bukan Logam dan Batuan yang dikeluarkan Pemprov Bali, tidak tercantum adanya batas ketinggian. Namun di sisi lain, Perda Nomor 17 Tahun 2012 tentang RTRW Karangasem disebutkan masih ada batas ketinggian 500 meter dpl. Sehingga ketika lokasi galian C yang dimohonkan izin itu melebihi batas ketinggian sebagaimana tertuang pada RTRW, maka Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Karangasem pun tidak bisa mengeluarkan IPL maupun IPR. Beberapa pengusaha

galian C mengaku sudah berusaha untuk mengurus izin. Akan tetapi, masih adanya ketidaksinkronan regulasi. Kondisi seperti itu yang membuat mereka urung melanjutkan proses perizinannya. ‘’Bukannya kami tak mau mengurus izin, tetapi kepastian hukumnya belum ada. Perda di provinsi dan kabupaten masih belum selaras. Sekarang yang perlu didorong adalah melakukan revisi Perda RTRW Karangasem,’’ kata salah satu pengusaha galian C ilegal yang menolak namanya ditulis. (gik)


KLUNGKUNG

12

Selasa Paing, 31 Juli 2018

Lagi, Ombak Sapu Wisatawan ’’Selfie’’ Semarapura (Bali Post) Tragedi wisatawan asal Tiongkok Qiu Wei (43) yang tewas akibat jatuh di tebing objek wisata Angle Billabong, Desa Bungamekar, Nusa Penida setelah terhantam ombak saat selfie belum terlupakan. Senin (30/7) kemarin, kejadian serupa kembali terjadi. Korbannya, wisatawan

asal Italia Salvatore De Rosa (26). Ia juga tersapu ombak saat selfie di atas tebing Blue Lagoon, Nusa Ceningan. Beruntung, nyawa korban berhasil diselamatkan. Korban hanya menderita patah kaki kiri. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berlangsung sekitar

pukul 11.30 Wita. Ketika sibuk selfie dengan backround water blow, tiba-tiba datang ombak besar menghantam tubuhnya hingga jatuh ke tebing setinggi sekitar 10 meter dan lanjut ke laut. Mengetahui kejadian itu, warga sekitar langsung melakukan pertolongan. Namun ombak yang tak mendukung, membuatnya tidak berani turun. Penyelamatan akhirnya dilakukan dengan mengulurkan tali. Korban yang masih begerakgerak meraih tali itu hingga berhasil terangkat ke darat dan selamat. Kejadian itu dibenarkan Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Suastika. Dijelaskan, korban langsung dilarikan ke salah satu klinik di Nusa Lembongan dan kemudian berlanjut ke Denpasar menggunakan helikopter untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. ‘’Langsung dibawa ke rumah sakit,’’ sebutnya. (kmb45)

Bali Post/sos

BANSOS RASTRA - Warga Banjar Kanginan, Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung, I Nengah Sirta, yang tidak lagi mendapatkan bansos rastra sejak setahun lalu.

Pembagian Bansos Rastra Kacau Aktivitas Warga Pesisir Lumpuh Bali Post/ist

WISATAWAN - Wisatawan asal Italia Salvatore De Rosa (26) ketika dilarikan ke salah satu klinik di Nusa Lembongan.

Dilanda Ombak Besar

Semarapura (Bali Post) Ombak besar dan gelombang tinggi kembali melanda kawasan pesisir Kabupaten Klungkung, Senin (30/7) kemarin. Fenomena alam ini menyebabkan aktivitas masyarakat di pesisir lumpuh, termasuk pendistribusian kebutuhan pokok ke Kepulauan Nusa Penida. Berdasarkan pantauan, ombak besar menerjang pelabuhan tradisional Kampung Kusamba, Kecamatan Dawan. Enam warung di sekitarnya kebanjiran. Demikian juga dengan gudang penyimpanan barang untuk dikirim ke Nusa Penida dengan sampan. Perbekel Kampung Kusamba Abdul Gafar menjelaskan, terjangan ombak sudah terjadi sejak Minggu (29/7) malam sekitar pukul 23.00 Wita. Hal tersebut memantik kekhawatiran sejumlah warga. ‘’Warung sudah ditutup semua. Barang-barangnya sudah dipindahkan ke tempat aman. Khawatir terdampak ombak,’’ jelasnya. Terjangan ombak yang sangat kuat juga memutus

tali ponton yang digunakan untuk naik ke boat. Nelayan juga dibuat gigit jari lantaran tidak bisa melaut. ‘’Tukang angkut barang juga tidak bisa kerja. Aktivitas masyarakat pesisir benarbenar lumpuh. Pasir yang akan dibawa ke Nusa Penida juga banyak tergerus,’’ sebutnya. Situasi seperti ini sudah terjadi sejak 19 Juli lalu, sesuai prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait gelombang tinggi. ‘’Mudahmudahan tidak lama seperti ini,’’ katanya. Sementara salah satu warga, Suranti, mengaku waswas dengan amukan ombak itu. Sebab, rumahnya berdiri hanya beberapa meter dari bibir pantai. ‘’Tumben ombaknya seperti ini. Sampai masuk ke warung,’’ tuturnya. Hal serupa juga terjadi di pelabuhan tradisional Banjar Bias, Desa Kusamba. Ombak merobohkan gazebo yang menjadi tempat tunggu penumpang. ‘’Ombaknya besar. Penyeberangan ditutup. Banyak yang rugi datang ke sini,’’ terang warga Nengah

Sukarmi. Seorang kapten sampan, Komang Sudarma, mengaku tak berani melawan ombak yang demikian. Pengiriman barang, seperti elpiji, air mineral, dan BBM menuju Nusa Lembongan terpaksa diurungkan. ‘’Ombaknya yang besar. Kalau gelombang tidak begitu. Jadi, tetap utamakan keselamatan. Kalau situasi sudah bagus, ya… menyeberang,’’ sebutnya. Hal tersebut menyebabkan warga Nusa Penida kesulitan mencari kebutuhan pokok. Seperti Dewa Made Nusantara. ‘’Men cari sayuran untuk hotel sekarang sulit. Tidak ada pasokan dari daratan karena penyeberangan terganggu. Air mineral juga begitu,’’ ucapnya. Disebutkan, pengiriman ada melalui kapal Roro yang berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem. Tetapi itu sudah banyak yang menunggu. ‘’Kalau kebutuhan lain, masih aman. Kemarin pasokan ditambah untuk jaga-jaga,’’ imbuhnya. (kmb45)

Bali Post/sos

TUTUP - Penyeberangan dari pelabuhan tradisional Banjar Bias, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan tutup Senin (30/7) pagi kemarin. Terlihat gazebo roboh diterjang ombak besar.

Semarapura (Bali Post) Bantuan sosial beras sejahtera (bansos rastra) masih digelontor pemerintah tahun ini. Di Kabupaten Klungkung, pembagiannya kacau. Kebutuhan pokok ini justru menyasar warga yang sudah mampu. Sebaliknya, warga yang hidupnya kekurangan terabaikan.

Hal demikian salah satunya terjadi di Desa Besan, Kecamatan Dawan. Ditelusuri Senin (30/7) kemarin, persoalan ini membelit warga Banjar Kanginan, Ni Wayan Mastri. Perempuan 53 tahun dari Banjar Kanginan ini nampak sedih, menceritakan sejak setahun lalu tidak lagi mendapatkan bansos rastra. Sejatinya itu sangat diharapkan untuk pengganjal perut bersama anak dan mertuanya yang sudah uzur. ‘’Padahal, tiang tidak punya apa. Dari setahun tak dapat,’’ tuturnya. Tak diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab. Pemerintah desa tak pernah

memberitahukannya. Dalam hatinya sering bertanya-tanya. Menjawab rasa penasaran itu, ketika ada pembagian, ia datang ke balai banjar. Lokasinya cukup dekat dengan rumahnya. Tetapi, upaya itu tak membuahkan hasil. Tetap pulang dengan tangan hampa. ‘’Kadang ada yang bertanya, tidak diundang kenapa datang. Katanya juga nama sudah dicoret,’’ ucapnya. Mengetahui hal itu, dalam menyambung hidup, perempuan yang sudah menjanda ini hanya mengandalkan penghasilan dari sol sepatu dan servis pakaian. Jumlahnya tak menentu. ‘’Tiang tidak punya apa. Hanya andalkan itu saja,’’

Padat Karya di Desa Kutampi

Bupati Suwirta Harapkan Pembangunan Jalan Gerakkan Perekonomian

USAI di Banjar Kanginan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, kegiatan padat karya pembuatan badan jalan bergulir di Banjar Bayuh, Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Peletakan batu pertamanya dilakukan Bupati I Nyoman Suwirta, Senin (30/7) kemarin. Proyek bidang infrastruktur ini diharapkan bisa berkontribusi dalam memacu pergerakan perekonomian masyarakat. Bupati Suwirta menyatakan pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan ini memang sangat layak untuk terus digenjot. Di samping untuk menopang perekonomian, juga untuk memberikan akses pembukaan permukiman baru sebagai imbas jumlah penduduk yang semakin padat. Akses jalan ini juga diharapkan mampu mendukung seluruh aktivitas masyarakat di bidang pertanian dan peternakan ‘’Yang paling penting, dengan dibukanya akses jalan ini akan memberikan manfaat yang maksimal ter-

hadap pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Sektor pariwisata juga turut terkena imbas,’’ ujarnya. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klungkung I Gede Kusumajaya dalam laporannya menyampaikan, pada umumnya kegiatan padat karya sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang mengutamakan penyerapan tenaga kerja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu yang sifatnya sederhana. Kegiatan bidang infrastruktur ini untuk menunjang kegiatan sosial ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan, setengah bekerja dan masyarakat miskin dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal. ‘’Kegiatan ini melibatkan banyak orang. Banyak yang mendapatkan manfaatnya,’’ ucapnya. Panjang jalan yang dibangun kali ini mencapai 617 meter dengan lebar 4 meter. Kegiatan melibatkan 88 tenaga, meliputi tenaga bantuan/pa-

Ketika Petani Desa Besan Panen Nangka

Dulu Jadi Pakan Sapi, Kini Disulap Jadi Produk Ekonomis Panen buah nangka di Desa Besan, Kecamatan Dawan cukup berlimpah. Hampir tak pernah putus. Beberapa tahun lalu, buah beraroma khas ini tak termanfaatkan maksimal. Sedikit dikonsumsi warga. Lebih banyak dibiarkan membusuk. Ada pula dijadikan pakan sapi. Ternyata, dari seorang warga, itu disulap menjadi produk bernilai ekonomis. Apakah itu? Desa Besan memiliki potensi pertanian cukup besar. Kanan kiri jalan tak hanya dipadati pohon kelapa yang niranya diolah menjadi gula. Tetapi juga banyak pohon nangka. Apalagi di perbukitan, lebih banyak lagi. Berkunjung Senin (30/7) kemarin, banyak yang sudah berbuah. Warna kulitnya kuning, ukurannya besarbesar. Ada juga yang berkulit hijau. Menggantung pada ranting. Perjalanan pun berlanjut. Memasuki gang yang tak terlalu lebar. Hanya sekitar satu meter. Panjangnya ada sekitar seratus meter. Berlapis paving, nampak rapi. Di ujungnya ada rumah, ukurannya cukup besar. Ketika masuk, sapaan pun

menghampiri. Sangat ramah. Itu sekelumit sikap yang ditunjukkan Nyoman Suela. Ketika itu, ia tengah sibuk mengupas nangka yang telah matang. Tangannya nampak terselimuti getah. Aktivitas itu nampaknya sudah terbiasa dilakukan. Ditunjukkan dari ketelatenannya. Di sekitarnya pun nampak buah nangka yang baru saja dipetik. Getahnya masih mengalir. Suela tak sungkan untuk diganggu, sekadar berbagi cerita untuk apa daging nangka itu. Ternyata, bukan langsung dikonsumsi. Tetapi diolah menjadi dodol. ‘’Ini nangka lokal. Dari petani di desa sini saja,’’ tuturnya. Usaha rumahannya ini telah ditekuni sejak 2011.

Bali Post/sos

KUPAS NANGKA - Warga Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Nengah Suela, tengah mengupas nangka untuk bahan dodol, Senin (30/7) kemarin. Berawal dari prospeknya yang cukup menjanjikan. Permintaan pasar cukup banyak, terutama untuk oleh-oleh. ‘’Sebelum ini, awalnya olah nangka jadi keripik. Hasilnya tak begitu bagus. Modalnya lebih besar,’’ katanya. Apa yang dilakukan itu tak hanya menguntungkan

keluhnya. Anaknya, Made Ariasa, mengatakan saat mendapatkan rastra, pengeluarannya bisa ditekan. ‘’Sekarang terus beli. Sering ngutang,’’ imbuhnya. Hal serupa juga terjadi pada keluarga Nengah Sirta. Ia pun tak tahu apa yang menjadi penyebab putusnya bantuan nasional itu. ‘’Tidak dapat lagi,’’ katanya. Ia yang sudah lansia, bersama istrinya, Ketut Sintru, hanya bisa pasrah. Guna menyambung hidup, kini hanya mengandalkan uluran dari anaknya yang merantau di Denpasar. ‘’Kadang dikirimi uang Rp 300 ribu,’’ sebutnya.

Sekretaris Desa Besan Nengah Widiana menjelaskan, dua warganya itu sudah sempat diusulkan ke pemerintah pusat berdasarkan hasil musyawarah desa (musdes) 2017 untuk mendapatkan bantuan tersebut. Namun, sesuai data yang diterima, namanya tidak tercantum. Justru penerimanya ada yang tergolong mampu dan memiliki usaha. Hal tersebut pun diakui. Pihak desa mengaku dilema jika itu diputus karena dikhawatirkan memicu polemik. ‘’Kami sudah rencanakan tahun ini ada musdes lagi. Data akan diverifikasi. Kalau saat musdes 2017, hanya ada pengusulan tambahan. Tidak sampai diatur siapa yang layak dapat dan tidak,’’ ujarnya. Berdasarkan data, penerima rastra di desa ini mencapai 148 KK. (kmb45)

diri sendiri, tetapi juga membuat petani sumringah. Tak ada lagi buah yang terbuang. Apalagi membusuk. Semuanya dibeli untuk memenuhi kebutuhan. ‘’Dulu nangka dikasi sapi karena bingung dipakai apa. Tapi sekarang tidak ada lagi,’’ ucapnya. Setiap tiga hari sekali, ada sekitar 50 buah nangka yang

diproduksi menjadi dodol. Sejauh ini, kebutuhan selalu terpenuhi. Produksi cemilan bercita rasa manis itu juga ada berbahan salak. Buah bersisik itu didatangkan dari Desa Menanga, Karangasem. Jumlahnya cukup banyak. Setiap tiga hari mencapai satu ton. ‘’Biasanya juga ada pakai nanas. Sekarang tidak musim,’’ imbuh Suela. Sang istri, Nengah Yuliati, pun menuturkan pembuatan dodol tidak begitu sulit. Buah hanya dipadukan dengan gula pasir. Langkah kreatifnya itu berbuah manis. Permintaan pasar cukup banyak, salah satunya dari pasar oleh-oleh di wilayah Kuta, Badung. ‘’Sejauh ini, pemasaran lancar,’’ katanya. Harga jualnya pun cukup terjangkau. Satu kotak isi sepuluh biji dibandrol Rp 7 ribu. Ada pula dijual dalam satuan biji. Tergantung permintaan. Awal menggeluti ini, pengeringan sempat menjadi kendala. Sebab, hanya mengandalkan sinar matahari. Tetapi itu sudah bisa diatasi dengan sentuhan mesin. ‘’Sekarang pengeringan lebih cepat,’’ imbuhnya. (sos)

Bali Post/ist

PADAT KARYA - Usai memberikan sambutan, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meletakkan batu pertama sebagai tanda dibukanya padat karya pembangunan pembuatan badan jalan di Banjar Bayuh, Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida. ngayah 80 orang dengan upah Rp 65.000 per hari, kepala kelompok 4 orang dengan upah Rp 70.000 dan tukang 4 orang dengan upah Rp 75.000. Pekerjaan dilaksanakan 12 hari, dimulai pada saat acara pembukaan. Anggaran proyek

ini berasal dari dana Tugas Pembantuan (TP) Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia tahun 2018. (ad1658)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Paing, 31 Juli 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Guru TK Min SMA.Lam Lsg Jl.P.Serangan 15 T.231237

B.BP.001.07.18.0001638

Staff Pembukuan, Lulusan Akuntansi(Tabanan),Pengalaman, Apply to : info@tsbali.com

B.BP.004.07.18.0001630

Koki / Cooker / Tata Boga (Tabanan) Pengalaman, Hub.Dewi 081236222509

B.BP.004.07.18.0001625

Cr Pembantu Tggl dlm/Luar Gj. 2Jt S.Siur Kuta 081239232035

B.BP.154.07.18.0001629

Cr 2PRT+1B.Siter Gj.1,8Jt Tdr Dlm 081999776071/082237995324

B.BP.001.07.18.0001642

Dcr Lls SMU-S1 utk Guru PG/TK ada Diklat. Lgs Krj. 0811380028

B.BP.821.07.18.0000638

Dcr: FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta 40,Kuta

B.BP.001.07.18.0001633

*Job Jepang Exmagang,Australia Korea085903685252-081337428380

B.BP.166.07.18.0001639

BVC Kerja Luar Ngeri resmi biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti brangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.07.18.0001553

Bth Guru Wanita u/Bimbel SD di Tkd. Petanu 88C H.081338728509

B.BP.001.07.18.0001644

Cr sgr sopir Pariwisata utk di Ubud,DomGianyar,081338731931

B.BP.001.07.18.0001586

BIRO JASA

Dbthkn Sgr Tenaga Bidan untuk Yayasan Metta Mama & Maggha Hub:081936227058 WA Only Kirim CV ke: secretary@mamaleon.com

B.BP.001.07.18.0001613

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

B.BP.004.07.18.0001631

Dcr Marketing Tabungan Min.SMA /Sederajat Hub.0361-8423787/88

Dicari:Therapist Sebanyak2nya, P,Min SMU(2,5Jt+16Rb/Jam Instv Cleaning Servis,L/P(2,5Jt+500 rb Instv)Penglman Min 1Th.Lam: Jln Kayu Jati No.2 Petitenget

B.BP.001.07.18.0001267

Dcr PRT,bukan Yayasan,Tinggal dalam,Gaji 1,5Jt, 08123918700

B.BP.001.07.18.0001627

Dcr SPG,Max.28th Min.SMA,Jujur Rajin,Mau Belajar, Penempatan Discovery Shopping Mall Kuta Hub.Lusi 082144355655

B.BP.001.06.18.0001057

Dicr:Teknisi, Kurir,Telemarketing,Gj,Bns Mnarik.0361-239117 B.BP.001.07.18.0001542

Looking For: Admin,F,Good English (2,6Jt+1Jt Insvt) Send CV to Bodyworks Spa Jl. Kayu Jati No.2 Petitenget. E:acc.bodyworksbali@yahoo.com

B.BP.001.07.18.0001272

Dcr Security,Logistik proyek Sopir Pribadi Hub.081236258886

B.BP.001.07.18.0001456

Dcr Sopir Pribadi,Max 50Thn Domisili Dps.WA.08123841130

PT.Sinarmas Multifinance Cab. Dps Bth Mrktg Mbl/Mtr(Sbyk2nya Max.35Th Min SMA,2Org Adm Ofice Max.28Th Min D1 Lmrn Lsg Ke PT. Sinarmas Multifinance,Gd Graha Sinarmas Lt.III, Jl. Tantular No.8 Renon Denpasar

Dcr Waiter/ss Helper min SMA Sopir min SMP u/resto Jl.Karti ka Plaza Kuta Hub.081236436626

B.BP.154.07.18.0001556

Dcr:Pembantu Masak,Waiter/ss Ada Gaji,Tip.Hub.081236109808 B.BP.001.07.18.0001434

DIJUAL RUMAH

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Staff required Cafe Berawa Chef, Cook, Batista Waitress. PH 087822533604

B.BP.004.07.18.0001585

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

G.01

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

G.02

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

G.03

B.BP.001.06.18.0001056

B.BP.001.07.18.0001628

B.BP.004.07.18.0001626

B.BP.001.07.18.0001617

Dicari Staff Notaris Max.28Th, S1,di Denpasar H.081338349797

Dicari Therapis Pijat/Refleksi Kesehatan untuk Area Sesetan (Gaji+Komisi+THR) Hub : 085100817633 / WA 082112773777

Dcr Karyawati Villa utk Legian Pengalaman/TdkHP.082359377096

Sales / Marketing untuk Produk Makanan / Minuman,Pengalaman, Hub.Dewi 081236222509

Dicari 2 Orang Karyawati Salon Hub. Salon Rani Hp:08124626437

B.BP.001.07.18.0001635

B.BP.004.07.18.0001636

FOTOCOPY

Free

G.06

Dcr Graphic/Web-Design/3D,S1 pglm 3 th, hrd@melali-mice.com

RUPA-RUPA

BENGKEL LAS

G.04

Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com

B.BP.001.07.18.0001623

ELEKTRONIK

SERVICE

Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com

Informasi pasang iklan Telepon

Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com

G.05

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com

G.07

B.BP.001.07.18.0001618

Sopir Pribadi Bujang.tdr dlm, Pengalaman, 08123861941 B.BP.001.07.18.0001587

DIJUAL RUMAH Dijual Rmh 1.3A Batubulan Gnyr DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:082236881191/081805374433

B.BP.004.07.18.0000145

Jual Rumah Cepat di Teuku Umar Lantai 2,Murah H:081236219576 B.BP.001.07.18.0001616

Rmh DP 15Jt,Ang.2Jt/Bln Type 36 /80SembungMengwi081236878608

B.BP.001.07.18.0001610

DIJUAL RUMAH Rmh LT1.33A Bangunan 100m2 Lok Panjer Dps BUC H.087860391057

B.BP.153.07.18.0001645

DIJUAL TANAH Jl Cpt Tanah/Rmh H.500Jt Subak Dalem 1,5 are Hub.081236219576

B.BP.001.07.18.0001614

Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809

B.BP.001.07.18.0000043

Tnh Kav Murah Daerah Kerobokan Harga 550Jt Cek Lok.0811399161

B.BP.153.07.18.0001641

Tnh Kav Murah Daerah Tuban Bdg Harga 550Jt Cek Lok.0811399161

B.BP.153.07.18.0001640

KEHILANGAN Hlg 2 BPKB No.I 09583069-O DK9595GAB An.Made Cendo Arsa, BPKB No.I 10182610-O DK6023DF An.I Kadek Susena B.BP.001.07.18.0001621

Hlg BPKB DK 1371 DF No BPKB C188408-O AN PT.Kori Uluwatu B.BP.167.07.18.0001632

Hlg BPKB No.E6938474-O DK 1867 DO an.Agus mahendra Putra,Dps B.BP.001.07.18.0001620

Hlg Bukti Pendaftaran Sertifikat Tanah No.M.293 SU.28/2009 B.BP.001.07.18.0001622

BIRO JASA Bntu Lap Pajak SPT Tahunan PKP NPWP SIUP IMB 081338344155 B.BP.001.07.18.0000914


BANGLI

14

Selasa Paing, 31 Juli 2018

Buka Bimtek UP2K PKK

Bupati Bangli Berharap PKK Mampu Tingkatkan Ekonomi Keluarga BUPATI Bangli I Made Gianyar, S.H., M.Hum., M.Kn. membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), yang diselenggarakan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bangli, Senin (30/7) kemarin. Acara yang digelar di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli diikuti oleh 31 peserta dari TP PKK Kabupaten Bangli. BIMTEK - Bupati Bangli I Made Gianyar saat membuka Bimtek UP2K yang diselenggarakan TP PKK Kabupaten Bangli, Senin (30/7) kemarin.

Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, selama ini PKK di kabupaten memiliki peran yang sangat penting dalam bidang pembangunan. Mengingat peran yang strategis yang dimiliki PKK, melalui bimtek ini Bupati berharap kader TP PKK Kabupaten Bangli bisa memanfaatkan kegiatan ini dengan baik, untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang sepuluh pokok program PKK, khususnya terkait dengan upaya peningkatan kesejahteraan keluarga. Melalui UP2K pihaknya juga berharap ketahanan ekonomi keluarga di Bangli

bisa meningkat. Menurutnya, semua kegiatan PKK kuncinya ada di UP2K. ‘’Kalau ini (UP2K) bisa berjalan dengan baik, pasti pintu untuk program lainnya akan terbuka lebar. Karena ekonomi memegang peranan vital dalam semua kegiatan,’’ jelasnya. Pada kesempatan itu, Bupati Made Gianyar juga mengingatkan agar kader PKK bisa menghargai waktu. Menurutnya, ekonomi sangat berkaitan dengan waktu. Diharapkan, para kader bisa memanfaatkan waktu 24 jam dengan baik, karena kemampuan ekonomi seseorang sangat ditentukan oleh waktu. ‘’Apakah waktu

Atap Gedung BMB Rusak, Renovasi Direncanakan Tahun Depan Bangli (Bali Post) Kondisi sejumlah gedung perkantoran di lingkungan Pemkab Bangli cukup memprihatinkan. Bangunan kantor yang sudah berusia cukup tua itu rata-rata mengalami kerusakan di bagian atap. Salah satunya gedung Bhukti Mukti Bakti (BMB) yang berada di areal Kantor Bupati Bangli. Atap dan plafon gedung yang selama ini dipakai untuk menggelar berbagai kegiatan pertemuan itu mengalami jebol dan mengelupas di beberapa bagian. Berdasarkan pantauan Senin (30/7) kemarin, kondisi atap gedung BMB saat ini rusak di sejumlah titik. Di bagian luar, plafon gedung yang terbuat dari kayu tersebut terlihat jebol dan mengelupas. Selain mengalami kerusakan pada plafon, beberapa kayu penyangga genting yang ada juga terlihat mulai rapuh. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Bagian Umum Setda Bangli Made Mahindra Putra mengakui bahwa

kondisi gedung BMB mengalami kerusakan di bagian atap. Meski demikian, dia mengatakan bahwa gedung yang sudah berusia sekitar 25 tahun itu masih cukup layak untuk digunakan. ‘’Kapasitasnya 200 orang. Tapi dengan kondisi sekarang kita batasi hanya 150 orang,’’ ujarnya. Dijelaskannya bahwa untuk merenovasi gedung BMB, pihaknya sudah sempat mengusulkan anggaran pada tahun 2015. Namun, rencana renovasi akhirnya batal, karena saat itu ada kebijakan dari pimpinan daerah untuk menunda seluruh kegiatan pembangunan. ‘’Dulu sempat kita perbaiki secara mandiri. Tapi karena faktor hujan deras, gentingnya kembali mengalami kerusakan,’’ ujarnya. Rencananya kegiatan renovasi gedung BMB akan diusulkan kembali p a d a tahun 2019

mendatang. Akan tetapi, untuk itu pihaknya mengaku harus melakukan koordinasi ke Bapeda mengingat Pemkab Bangli ada rencana untuk membangun pusat pemerintahan (puspem). ‘’Apakah puspem segera dilakukan di tahun mendatang atau kapan, kita harus koordinasikan ini dengan Bapeda. Karena kalau melihat rancangan di DED, gedung BMB masuk areal pembangunan puspem,’’ terangnya. Jika rencana pembangunan puspem jadi dikerjakan tahun depan, maka renovasi gedung BMB akan dibatalkan agar tak sia-sia. Sebaliknya, jika rencana pembangunan puspem ditunda, maka anggaran perbaikan renovasi BMB akan diusulkan pada tahun 2019. ‘’Untuk gedung pertemuan kapasitas besar yang kita miliki hanya gedung BMB,’’ kata Mahindra Putra. (kmb40)

BMB - Kondisi atap gedung BMB di areal Kantor Bupati Bangli.

Bali Post/kmb40

Pemkab Berencana Pinjam Uang

Bali Post/kmb40

DPRD - Ketua DPRD Bangli Ngakan Kuta Parwata didampingi Wakil Ketua Komang Carles. sesuai perintah BPK. ‘’Berdasarkan hasil penghitungan, kita kekurangan dana Rp 81 miliar,’’ terangnya. Lanjut disampaikannya, dalam rapat koordinasi kemarin, Bupati Made Gianyar sempat memberikan dua opsi usulan untuk menutupi kekurangan dana tersebut. Pertama, Bupati mengusulkan agar dilakukan pemangkasan anggaran kegiatan dalam APBD 2018. Kedua, mengusulkan agar mencari pinjaman ke bank yang memang memungkinkan untuk dilakukan pemkab. Dari dua opsi usulan tersebut, DPRD Bangli sepakat dengan

usulan mencari pinjaman ke bank. Kuta Parwata mengungkapkan, alasan dewan menyetujui usulan itu mengingat tahun ini masuk tahun politik. Jika opsi pemangkasan kegiatan dilaksanakan, maka dampak sosial yang ditimbulkan akan sangat besar karena kegiatan pada tahun ini sudah disosialisasikan ke masyarakat. Disampaikannya, dalam rakor tersebut, secara de facto rencana mencari pinjaman ke bank sudah disepakati dewan. Hanya nantinya perlu dilakukan rapat paripurna internal di DPRD Bangli. (kmb40)

pemerintah serta gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga secara nasional, serta terwujudnya persatuan dan kesatuan sebagai perekat keutuhan keluarga. Dijelaskan juga, kegiatan UP2K merupakan salah satu alternatif untuk menopang perekonomian masyarakat dan salah satu program yang berpihak pada keluarga untuk meningkatkan pendapatan melalui kelompok usaha ekonomi produktif. ‘’Kegiatan UP2K merupakan bagian dari kegiatan Pokja II PKK dan merupakan salah satu prioritas program TP PKK Kabupaten Bangli,’’ ujarnya. (ad1651)

Bali Post/kmb40

RAPAT - Rapat paripurna penetapan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Bangli 2017 di DPRD Bangli, Senin (30/7) kemarin.

Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2017 Disahkan

Dewan Minta Bupati Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK

Bangli (Bali Post) –

Tutupi Kekurangan Dana Rp 81 Miliar

Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Bangli berencana mencari pinjaman dana ke bank. Itu dilakukan lantaran pada tahun ini, Pemkab Bangli kekurangan dana untuk pembiayaan kegiatan APBD 2018. Sesuai perhitungan, total dana yang rencananya dipinjam Rp 81 miliar. Ketua DPRD Bangli Ngakan Kuta Parwata didampingi Wakil Ketua Komang Carles saat ditemui di Kantor DPRD Bangli, Senin (30/7) kemarin mengungkapkan, terkait rencana mencari pinjaman dana ke bank tersebut, Bupati Bangli I Made Gianyar sudah menyampaikannya ke DPRD Bangli dalam rapat koordinasi, siang kemarin. Dijelaskan, munculnya rencana mencari pinjaman ke bank tersebut karena Pemkab Bangli kini tengah mengalami kekurangan dana untuk pembiayaan kegiatan APBD 2018. Sebagian dana yang dimiliki pada tahun ini telah diarahkan untuk membayar beberapa kegiatan tahun sebelumnya, di antaranya dana sertifikasi guru triwulan ke-4 tahun 2017 lalu dan utang kegiatan infrastruktur dari kegiatan Dinas PUTRPerkim

24 jam ini lebih banyak kita gunakan untuk bekerja atau hanya untuk berdiam diri. Pengaturan waktu inilah yang akan menentukan kemajuan ekonomi seseorang,’’ ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua I TP PKK Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta mengatakan, ada tiga tujuan utama dari kegiatan Bimtek UP2K. Pertama adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan dari TP PKK Kabupaten Bangli dalam melaksanakan pembinaan dan penilaian sepuluh pokok program PKK, utamanya dalam pelaksanaan program UP2K. Kedua, tercapainya persamaan persepsi tentang kebijakan

DPRD Bangli akhirnya menerima dan menyetujui Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Bangli 2017 untuk disahkan menjadi Perda dalam rapat paripurna, Senin (30/7) kemarin. Meski menyetujui ranperda tersebut, komisi-komisi di DPRD Bangli tetap memberikan beberapa saran dan usul, salah satunya meminta Bupati untuk segera menindaklanjuti temuan yang direkomendasikan BPK atas laporan keuangan pemerintah daerah paling lambat 60 hari sejak diserahkannya laporan hasil pemeriksaan tersebut. Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata, awalnya diagendakan berlangsung pada pukul 10.00 Wita. Namun rapat ditunda lantaran jumlah anggota dewan yang hadir tidak kuorum. Rapat akhirnya baru digelar sekitar pukul 14.00 Wita. Dari pihak eksekutif, rapat dihadiri Kepala BKPAD Kabupaten Bangli Gede Suryawan mewakili Bupati. Sejumlah pimpinan OPD lainnya juga tampak hadir dalam rapat itu. I Dewa Anom Suta selaku pembicara gabungan komisi-komisi DPRD Bangli mengatakan dari laporan keuangan yang disampaikan Bupati, dewan dan eksekutif telah melakukan pembahasan dalam rapat-rapat gabungan komisi. Dalam tahap pembahasan tersebut, telah terjadi suasana perde-

batan, adu argumentasi, antara pihak eksekutif dan legislatif. ‘’Semua itu kita lakukan bukan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi semata-mata sebagai bentuk tugas dan tanggung jawab kita bersama dalam rangka membangun komitmen untuk kepentingan Bangli ke depan,’’ jelasnya. Meski demikian, rasa dan jiwa kekeluargaan, lanjut Anom Suta, tidak luntur. Pembahasan yang dilakukan telah dapat menghasilkan sebuah keputusan yang dapat mempresentasikan seluruh kepentingan bersama. Disampaikan lebih lanjut, bahwa berdasarkan beberapa pertimbangan dan musyawarah mufakat dari setiap pembahasan, komisikomisi DPRD Bangli sepakat menerima dan menyetujui Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan

APBD Kabupaten Bangli 2017 untuk disahkan menjadi Perda. Meski demikian, ada beberapa saran dan usul dari masing-masing komisi yang harus diperhatikan eksekutif. Pertama, terhadap temuan yang direkomendasikan oleh BPK mengenai laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2016 yang meliputi tiga aspek (laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan, laporan hasil pemeriksaan atas sistem pengendalian intern, dan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan), Bupati diminta segera menindaklanjuti dalam kurun waktu paling lambat 60 hari terhitung sejak diserahkannya laporan hasil pemeriksaan. Kedua, dengan adanya peningkatan opini WTP dari BPK RI yang merupakan capaian tertinggi, komisi di

DPRD mengharapkan agar SDM aparatur sipil negara (ASN) terus ditingkatkan. ‘’Supaya opini WTP dapat kita pertahankan secara berturut-turut,’’ kata Anom Suta. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar dalam pidatonya yang dibacakan Gede Suryawan mengatakan, dari beberapa catatan dan saran yang disampaikan dewan seperti permasalahan pendapatan daerah, belanja daerah serta silpa dan terkait opini BPK serta masalah tindak lanjut temuan lainnya, selanjutnya akan dibahas dalam rapat-rapat kerja dewan dengan SKPD terkait. Dalam rapat kerja itu, akan digali akar permasalahan sekaligus mencari solusi untuk mengatasi dan menindaklanjuti temuan BPK RI yang selalu menjadi dilema setiap tahun. ‘’Saran, pendapat, dan koreksi dari anggota dewan perlu mendapat perhatian dan apresiasi dari kita sebagai pegangan dan segera menindaklanjuti saran dimaksud sehingga permasalahn yang timbul tidak terulang lagi di tahun yang akan datang,’’ terangnya. (kmb40)


15

Selasa Paing, 31 Juli 2018

Terima Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR-RI

Pengobatan Tradisional Jnana Marga

IHDN Denpasar Berharap Peningkatan Status Seks pada Usia Setengah Abad Menjadi Universitas Terealisasi Tahun 2018

KUNJUNGAN KERJA - Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. IGN Sudiana, M.Si. didampingi Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Prof. Drs. I Ketut Widnya, M.A., M.Phil., Ph.D. saat menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR-RI di Aula Kampus IHDN Denpasar, Senin (30/7) kemarin. INSTITUT Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR-RI di Aula Kampus IHDN Denpasar, Senin (30/7) kemarin. Rombongan Komisi VIII DPRRI dipimpin Endang Maria Astuti, S.Ag., S.H., M.H. beserta tiga anggota lainya yaitu Dra. I Gusti Agung Putri Astrid, M.A., Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, dan Hj. Ei Nurul Khotimah. Kedatangan mereka disambut Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Prof. Drs. I Ketut Widnya,

M.A., M.Phil., Ph.D. beserta seluruh civitas akademika IHDN Denpasar. Tujuan kunjungan kerja yang dilakukan Komisi VIII DPR-RI di IHDN Denpasar untuk melakukan evaluasi anggaran dan perkembangan kampus IHDN menjelang peningkatan status IHDN Denpasar dari institut menjadi universitas pada tahun 2018 ini. Endang Maria Astuti mengatakan, tujuan kunjungan kerja Komisi VIII DPR-RI ke kampus IHDN Denpasar sebagai bentuk tindak lanjut atas pengajuan peningkatan status kampus IHDN Den-

pasar dari institut menjadi universitas. Sehingga perlu dilakukan evaluasi anggaran untuk mengetahui seberapa jauh anggaran yang telah diberikan bisa dimanfaatkan dalam mengelola institusi. Di samping itu juga untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi IHDN Denpasar, sekaligus untuk mengetahui perkembangan dari IHDN Denpasar. Sehingga ke depan bisa disinergikan untuk kemajuan institusi dalam meningkatkan kualitas, kuantitas maupun status institusi. ‘’Kita berharap IHDN Denpasar memberikan terobosan kepada kami di Komisi VIII DPR-RI. Kami akan kawal masukan-masukan tersebut, baik berupa permasalahan yang dihadapi, sehingga kami bisa memerjuangkannya dan bisa bermanfaat untuk peningkatan kualitas maupun status IHDN Denpasar menjadi universitas, sehingga IHDN menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bali,’’ tandas Endang Maria Astuti. Sementara itu, Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. menyambut baik kunjungan kerja Komisi VIII DPR-RI di Kampus IHDN Denpasar. Pihaknya berharap apa yang telah diusulkan selama ini bisa diperjuangkan bersama-sama Komisi VIII DPR-RI, sehingga peningkatan status IHDN Denpasar menjadi universitas bisa

terealisasi tahun 2018 ini. Apalagi, persiapan IHDN Denpasar menjadi universitas telah selesai dilakukan, bahkan IHDN Denpasar saat ini telah terakreditasi B. ‘’Proposal telah selesai kami susun dan kami akan melaporkan kepada Komisi VIII DPR-RI supaya peningkatan status itu bisa dikawal sepenuhnya. Sehingga kami umat Hindu mempunyai kebanggaan mempunyai universitas Hindu di Bali,’’ tandas Prof. Sudiana. Selain itu, Sudiana juga berharap kampus IHDN Denpasar yang merupakan kampus kerukunan pertama di Indonesia ini mendapatkan tambahan anggaran dari Komisi VIII DPR-RI untuk perluasan lahan bangunan kampus dalam mendukung peningkatan status. Ia juga berharap IHDN Denpasar mendapat penambahan pegawai dan dosen, baik pegawai tetap maupun tidak tetap. ‘’Kami juga mohon agar beasiswa untuk mahasiswa dan para dosen bisa diberikan agar bisa memenuhi kebutuhan beasiswa mahasiswa, karena jumlahnya sangat banyak. Karena yang kuliah di IHDN tidak hanya umat Hindu di Bali tetapi dari seluruh Indonesia, bahkan dari Jepang dan India yang kuliah di sini (IHDN Denpasar red),’’ tukas Ketua PHDI Bali ini. (ad1646)

Perbankan Layani Nekat Buang Bayi karena Konversi Kartu Debit Belum Direstui Menikah Berlogo GPN

Pekan Penukaran Kartu ATM/Debit. Denpasar (Bali Post) Perbankan kini mulai menggencarkan layanan konversi kartu ATM/Debit menjadi kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Hal ini sebagai salah satu bentuk perlindungan perbankan terhadap nasabahnya. Bank BRI salah satunya, menargetkan 14 juta kartu berlogo GPN dapat diterbitkan hingga akhir 2018. Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Operasional Kanwil BRI Denpasar Huru Priyono Ambarwito mengatakan, dari target itu, Bank BRI optimis 30 persen dari kartu BRI yang beredar terkonversi menjadi berlogo GPN. Sedangkan untuk Kanwil BRI Denpasar sendiri, target kartu debit berlogo GPN sampai dengan akhir Desember 2018 sebanyak 743.842 kartu bisa terdistribusi ke nasabah yang tersebar di tiga Provinsi yaitu Bali, NTB dan NTT. ‘’Melalui penerbitan Kartu Debit BRI berlogo GPN ini Bank BRI mendukung pengembangan sistem pembayaran yang aman, efisien dan ekonomis bagi masyarakat Indonesia,’’ ujarnya saat kampanye kartu debit ber-chip dengan logo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Monumen Bajra Sandhi, Minggu lalu. Dengan menggunakan kartu debit BRI berlogo GPN, banyak manfaat yang dapat diperoleh oleh masyarakat. ‘’Di antara banyak akses yang lebih luas, kemudahan transaksi ser-

ta jaringan yang luas, efisiensi biaya serta keragaman jenis layanan dan sistem pembayaran,’’ urai Huru. Didukung oleh teknologi chip, kartu BRI berlogo GPN memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kartu berteknologi magnetic stripe. Ini merupakan salah satu upaya Bank BRI untuk melindungi nasabahnya. ‘’Hal ini merupakan upaya nyata BRI dalam upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan transaksi nasabah, terutama di tengah menggeliatnya transaksi menggunakan nontunai,’’ imbuhnya. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali Causa Iman Karana mengatakan, dari tanggal 29 Juli – 3 Agustus merupakan Pekan Penukaran Kartu ATM/debit. Pada pekan penukaran kartu tersebut, perbankan memberikan layanan penukaran kartu ATM/Debit berlogo nasional yakni logo GPN dengan membuka booth/ counter di berbagai tempat. Di antaranya pasar tradisional, pusat perbelanjaan, toko ritel, kampus perguruan tinggi, KPw BI Bali dan kantor bank masing-masing. Bagi nasabah eksisting atau nasabah yang kartunya rusak/hilang/kedaluwarsa, dapat mendatangi lokasi-lokasi tersebut dengan membawa kartu identitas, buku tabungan dan kartu ATM/Debit lama yang akan diganti dengan kartu berlogo nasional (GPN). (kmb42)

KASUS pembuangan bayi wanita yang berhasil diungkap Polsek Mengwi terus didalami. Tersangka Ni Putu MSD (18) dan I Made AS (19) saat diperiksa berdalih nekat melakukan perbuatan tersebut karena belum direstui menikah. Proses melahirkan dilakukan di kamar kos tersangka MSD di wilayah Abianbase, Badung. Menurut Kapolres Badung AKBP Yudith Satria Hananta, kedua sejoli ini menutupi aibnya dengan cukup rapi. Bahkan saat MSD hamil tidak ada yang tahu. Orangtua MSD sempat curiga saat melihat perubahan tubuh anaknya. ‘’Awalnya mereka (orangtua MSD red) curiga saja, namun MSD tidak mengaku hamil. Orangtuanya percaya saja,’’ kata Yudith Satria Hananta, Senin (30/7) kemarin. Dua bulan menjelang anaknya lahir, MSD tidak pernah pulang kampung dan memilih mengurung diri di kamar kos. Tujuannya supaya tidak ada yang tahu dirinya sedang hamil. ‘’Hubungan antara pelaku cowok dan pelaku cewek belum direstui orangtuanya. Alasannya apa? Itu yang masih kami dalami,’’ ujar Yudith. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan,

setelah bayi perempuan itu lahir, keesokan harinya diperiksakan di salah satu klinik di wilayah Sempidi. Setelah itu, baru mereka merencanakan membuang bayi tersebut di rumah tersangka AS. ‘’Alasannya dibuang di sana, supaya diadopsi oleh orangtua AS. Dengan demikian, AS tiap hari bisa melihat anaknya. Itu sih alasan pelaku. Bayi tersebut masih dirawat di RSUD Mangusada, Badung,’’ kata sumber. Alasan lain sehingga mereka membuang anaknya, karena AS baru tamat SMA dan belum bekerja. Dengan kondisi tersebut, mereka khawatir tidak bisa merawat anaknya dengan baik. Seperti diberitakan sebelumnya, penyelidikan penemuan bayi perempuan di rumah I Nyoman Sadia (54) di Banjar Panca Yasa, Desa Mengwitani, Badung, Jumat (27/7) lalu, membuahkan hasil. Kasus ini berhasil diungkap, pelakunya yaitu Ni Putu MSD (18) dan I Made AS (19). Mereka membuang bayi di rumah Sadia dengan maksud untuk diadopsi dan AS merupakan anak Sadia. Tersangka AS diamankan di rumahnya (TKP), sedangkan MSD di tempat kosnya di wilayah Abianbase, Kecamatan Mengwi, Badung. (rah)

I Nengah Edy Warsita SAMPAI saat ini masih banyak orang yang beranggapan jika masalah seksual masih tabu untuk diungkapkan ke orang lain, sekalipun itu pasangan sendiri. Bahkan parahnya lagi, ada yang menganggap bahwa sudah tidak perlu lagi mengembalikan fungsi seksual

di usia yang sudah setengah abad. Padahal menurut ahli seksual, Grand Master Energi Kejantanan dan Grand Master Metafisika Indonesia Bali I Nengah Edy Warsita, disfungsi ereksi dan permasalahan seksual lain jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat justru bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Apalagi mereka yang tergolong di usia yang masih aktif dengan gairah seks yang cukup tinggi. Oleh karena itu, therapist sekaligus owner Pengobatan Tradisional Jnana Marga, beralamat di Jalan Gatot Subroto I Gang Jnana (1 km arah utara Apotek Anugrah) Denpasar, Telp. 085102111600 ini selalu menyarankan agar segera mencari pertolongan apabila merasakan ada masalah dengan fungsi seksualnya. Pengobatan Tradisional Jnana Marga dengan izin dari Dinkes No:448stpt.41.07.17/ Dinkes.17, tergabung dalam

IPATRI, AP3I, selain membantu pria dengan berbagai keluhan seksual seperti ejakulasi dini, libido rendah/ kehilangan libido, hyperseksual (menyeimbangkan energi seksual, menambah ukuran Mr. P. dan lain–lain, juga membuka pelatihan aktivasi seksual bagi mereka yang ingin mendapatkan kesehatan seksual dan kesehatan tubuh secara menyeluruh dan berkesinambungan. Bagi yang ingin menambah ukuran Mr. P, tersedia juga Lengis TU (Tambah Ukuran) Janur Sakti. Hanya dengan cara diurut 3 kali sehari, dalam waktu dua hari ukuran maksimal sudah dapat dibuktikan dan bersifat permanen. Selain itu juga berkhasiat melawan ejakulasi dini dan meningkatkan kemampuan Mr. P. Pengobatan Tradisional Jnana Marga buka setiap hari Senin sampai hari Sabtu pkl. 10.00 sampai 17.00 Wita. (ad1647)

Sebatas Koordinasi

Sebagai ilustrasi, tahun ini pembuatan tanggul penahan ombak untuk mencegah abrasi di Pantai Sental, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida sepanjang 150 meter dianggarkan Rp 4 miliar dan 25 meter di Pantai Batununggul-Suana sebesar Rp 400 juta. Di sisi lain, penanganan abrasi menjadi kewenangan pemerintah pusat. Pemerintah daerah sifatnya sebatas koordinasi. Pengaduan masyarakat perlu waktu tahunan dan beberapa kali usulan untuk menembus rantai birokrasi hingga ke pusat. Sejatinya, sudah bertumpuk kajian dan solusi ditawarkan untuk menjaga kelestarian kawasan pesisir. Rumusan solusi mulai dari yang sederhana sampai rumit dan memerlukan dana besar, sudah tersedia. Namun sayangnya, implementasi di lapangan sangat lemah. Sifatnya masih parsial. Program penanganan dan pencegahan hanya bersifat kasus per kasus. Satu kasus

dianggap tuntas, kasus lain muncul di lokasi berbeda. Begitu seterusnya. Belum ada program terintegrasi dari hulu ke hilir. Malah, ada pihak-pihak yang mengklaim hendak menyelamatkan, tetapi justru sebenarnya ingin mengeksploitasi dengan mengubah bentang alam kawasan pesisir untuk fasilitas pariwisata. Jangankan program kerja terintegrasi, Bali bahkan belum punya payung hukum berupa perda yang mengatur pengelolaan kawasan pesisir. Perda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) telah dirancang 2015 lalu. Tetapi dalam perjalanannya mengalami hambatan hingga tak bisa dibahas. Nasib ranperda tersebut sampai sekarang belum jelas. Setidaknya dengan perda, ada dasar hukum dan batasan jelas pengelolaan kawasan pesisir. Tetapi tentu saja, perda ini harus murni lahir dan dijalankan dengan pemikiran membentengi kawasan pesisir dari berbagai ancaman, khususnya dari ulah

manusia sendiri. Jangan sampai perda ini lahir dan dilaksanakan berdasarkan pesanan pihak yang ingin mengeksploitasi pesisir. Kita tentu tidak bisa berharap banyak ke pemerintah. Apalagi orang Bali telah dibekali konsep Tri Hita Karana. Sebuah konsep adiluhung tentang pentingnya keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan Tuhan. Panglingsir Puri Ubud Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati belum lama ini melontarkan pernyataan bahwa marketing Ubud sebenarnya adalah Tri Hita Karana. Krama Ubud selama ini tidak pernah berupaya menarik wisatawan dengan metode pemasaran khusus. Masyarakat hanya terus berusaha untuk tulus menjalankan Tri Hita Karana, turis pun berdatangan. Kalau pernyataan ini dijabarkan lebih luas dan dalam konteks pemeliharaan pesisir, itu berarti kesadaran dan aksi nyata menjaga kawasan pesisir harus muncul dari tiap insan krama Bali. * Dedy Sumarthana


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Selasa paing, 31 Juli 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Milan Tertarik Datangkan Conte Milan –

Rumor AC Milan sedang melirik Antonio Conte untuk jadi pelatih barunya, menggantikan posisi Gennaro Gattuso, kian santer saja. Gattuso duduk di posisinya sekarang setelah menggantikan Vincenzo Montella pada pertengahan musim lalu. Ia lalu membawa Rossoneri finis keenam di Serie A.

Leonardo, setelah ditunjuk jadi manajer umum baru Milan, menyatakan bahwa posisi Gattuso masih aman. Apalagi di bulan April, Gattuso sudah dapat kontrak baru sampai 2021. Tetapi itu tidak menyurutkan spekulasi masa depannya di San Siro. Sebagai allenatore Milan, Gattuso sejauh ini me-

miliki rekam jejak persentase kemenangan sebesar 47,06% dengan rincian 16 kemenangan, 10 seri, dan 8 kali kalah dari 34 laga. Hasil itu kabarnya tak bikin Milan puas. Saat ini sudah santer laporan bahwa Il Diavolo Rosso melirik Conte. Pernah membawa Juventus dan Chelsea menjuarai liga, Conte dianggap bakal jadi figur tepat untuk membawa Milan balik ke era kejayaannya lagi. Saat ini Conte sedang lowong setelah dilepas oleh Chelsea pada bulan Mei lalu, setahun setelah mengantar klub itu menjuarai Premier League. Kontrak Conte di Chelsea sebenarnya masih tersisa satu tahun lagi. Yang jadi masalah, saat ini Conte masih terlibat dalam urusan legal terkait kompensasi sisa kontraknya di Chelsea. Hal itu disebut menjadi kendala

utama Milan walaupun sangat berminat mendaulatnya jadi allenatore baru. Conte mempertimbangkan untuk menggugat Chelsea karena merasa pemecatan dirinya telat dilakukan dan membuatnya merugi. Conte merasa jika Chelsea seharusnya membuat keputusan begitu musim 2017-2018 berakhir. Atau setidaknya sebelum tim memulai persiapan musim baru. Chelsea memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Conte pada awal bulan Juli. Padahal, dia memimpin empat sesi latihan The Blues untuk musim 2018-2019. Manajer asal Italia tersebut dipecat meski masih menyisakan kontrak selama satu musim. Chelsea diberitakan membayar kompensasi senilai 11 juta euro

Gara-gara Ronaldo

Tiket Pertandingan Naik 7 Kali Lipat Turin – Sungguh fantastis dampak transfer Cristiano Ronaldo ke Serie A Italia, sampai-sampai harga tiket pertandingan melambung tinggi hingga lebih dari tujuh kali lipat. Seperti diketahui, Ronaldo mengambil langkah menghebohkan di bursa musim panas ini dengan meninggalkan Real Madrid untuk berlabuh ke Juventus dengan mahar di kisaran 100 juta euro, menjajaki sepak bola Italia setelah sebelumnya berkibar di Liga Primer Inggris serta La Liga Spanyol. Tidak heran kalau fans calcio 23 miliar rupiah tidak sabar menantikan aksi sang megabintang Portugal. Namun, suporter bisa jadi mesti membayar jauh lebih mahal dari biasanya untuk menonton langsung permainan Ronaldo. Ambil contoh laga Parma versus Juventus pada laga giornata 3 di Ennio Tardini. Kalau belum memiliki tiket sejak dini, fans kudu merogoh kocek lebih dalam untuk membelinya dari pasar sekunder (tangan kedua). Menurut laporan Tuttosport, bangku di Curva Nord alias tribun utara bisa berharga 178 euro. Padahal normalnya cuma 25 euro. Meroket melampaui 700 persen! Sebagai perbandingan, harga untuk satu laga melawan Ju1,4 triliun ventus tersebut hampir sama dengan banderol tiket musiman tribun utara Tardini senilai 190 euro. Untuk seksi lain stadion, selembar karcis yang biasanya 60 euro dapat menyentuh 199 euro, 70 euro menjadi 233 euro, 100 euro menjadi 386 euro, d a n tiket seharga 150 euro harus ditebus 450 euro. Luar biasa.

Sebelum bertamu ke Parma, Ronaldo berpeluang melakukan debutnya di Serie A pada partai pekan pembuka kontra tuan rumah Chievo, 18 Agustus. Lalu menjamu Lazio sepekan berselang di Allianz Stadium. Memang kedatangan Ronaldo memberikan efek yang besar bagi Serie A. Selain untuk fans, kehadiran pesepak bola 33 tahun itu memantik klub-klub teras Liga Italia lain untuk berbelanja pemain. Tak sekadar pemain biasa, melainkan pesepak bola berkategori bintang yang coba didatangkan mereka pada bursa transfer musim panas 2018. Napoli saat ini dilaporkan membidik Angel Di Maria dari Paris Saint-Germain (PSG) dan Karim Benzema (Real Madrid).

Tidak sampai di situ, manajemen Partenopei – julukan Napoli – juga berminat mendatangkan mantan juru gedor mereka yang kini berseragam PSG, Edinson Cavani. Loncat ke Inter Milan. Pada bursa transfer musim panas 2018, Inter sudah mendatangkan pemain-pemain jempolan seperti Stefan De Vrij, Kwadwo Asamoah, Radja Nainggolan dan Lautaro Martinez. Bagaimana dengan AC Milan? Manajemen Rossoneri memburu dua pemain Juventus, Gonzalo Higuain dan Miralem Pjanic. Selain Higuain, Milan juga coba mendatangkan penyerang Chelsea, Alvaro Morata. Ronaldo efek telah berimbas ke seluruh sendi sepak bola Italia. (kmb33/afp)

untuk memutus kontrak mantan pelatih Juventus itu. Pascamemecat Conte, The Blues pun langsung mengumumkan Maurizio Sarri sebagai manajer baru. Conte menilai jika Chelsea langsung memecatnya akhir musim, dia punya kesempatan mencari klub baru. Apalagi dia berkesempatan menangani Real Madrid yang kehilangan Zinedine Zidane. Los Blancos kemudian menunjuk Julen Lopetegui untuk menangani Sergio Ramos dkk. Setelah hal tersebut kini Milan menjadi salah satu harapan bagi Conte untuk melanjutkan kariernya. Milan tetap sudah menyiapkan kontrak bernilai sekitar 6 juta euro dengan durasi satu tahun untuk Conte. Kontrak itu bahkan bakal segera diajukan secara resmi kepada sang incaran. (kmb33/afp)

Lifter Kabupaten Tangerang Berjaya Denpasar (Bali Post) Lifter dari Kabupaten Tangerang Alyamaulida Kartika yang turun pada kelas 40 kg pre youth (10-12 tahun) meraih emas dengan angkatan bench press 44 kg dan total 78 kg pada hari pertama Indonesia Weightlifting Championship 2018, di GOR Ngurah Rai, Senin (30/7) kemarin. Sedangkan juara II direbut Resya Widya (Pacitan) dengan total angkatan 72 kg. Sementara di kelas 36 kg, juaranya Amel Candra (Pacitan), juga meraih emas,

dengan total angkatan 81 kg, dan juara II direbut Joi Ailin Situmorang (Kabupaten Tangeang) dengan total angkatan 47 kg. Untuk kelas 44 kg youth (13-17 kg), juaranya Sti Xahra (PPOP DKI) denagn total angkatan 135 kg, disusul Via Anggaini (SKO Ragunan Jakarta) total angkatannya 127 kg, dan juara III diraih Astrini (Lampung) total angkatannya 125 kg. Bambang Siswanto dari Kemenpora menyebutkan, event ini awalnya Kejurnas Satria Remaja, dan mulai

digulirkan sejak 2016 lalu. Memasuki tahun ketiga 2018 ini, status kejuaraan ditingkatkan menjadi kejuaraan internasional, dan melibatkan lifter mancanegara dari Filipina, Thailand, dan Singapura. ‘’Lifter Indonesia yang tampil 94 atlet, dan luar negeri 13 lifter,’’ tutur Bambang. Dia berharap melalui kejuaraan ini para lifter muda bisa menambah pengalaman bertanding, guna menyiapkan diri pada event yang lebih tinggi, seperti Asian Games dan Olimpiade. (022)

Bali Post/022

ANGKAT — Seorang lifter putri mengangkat barbel pada hari pertama Indonesia Weightlifting Championship 2018, di GOR Ngurah Rai, Senin (30/7) kemarin.

Jembrana Tuan Rumah Turnamen Petanque Denpasar (Bali Post) Pengkab Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jembrana menggelar kejuaraan ‘’Jimbarwana Petanque Competition’’ di halaman parkir Stadion Pecangakan, Negara, 4-5 Agustus nanti. Ketua Umum Pengprov FOPI Bali Nyoman Yamadhiputra di Denpasar, Senin (30/7) kemarin menerangkan, event ini diikuti atlet petanque se-Bali. ‘’Kejuaraan ini diharapkan mampu lmenumbuhkan kecintaan warga Jembrana terhadap olahraga petanqee dan bisa mengukir prestasi,’’ ungkap Yamadhiputra. Dijelaskannya, nomor yang dipertandingkan seperti tunggal dan ganda putra

1,7 triliun

Utusan Kemenpora Besuk Valentinus

Bali Post/ist

JENGUK - Asdep Pembinaan dan Ipten Olahraga Kemenpora Washington membesuk petinju Bali Valentinus Nahak.

Denpasar (Bali Post) Utusan Kemenpora yakni Asdep Pembinaan dan Ipten Olahraga Kemenpora Washington membesuk petinju Bali Valentinus Nahak di Ruang Kamboja, RS Sanglah, Senin (30/7) kemarin. Washington menyatakan, sedianya Kenpora Imam Nahrawi yang menjenguk petinju penghuni pelatnas Asian Games 2018 ini. ‘’Semestinya Pak Menpora Imam Nahrawi langsung yang membesuk Valentinus, tetapi kesibukan yang tak bsa ditinggalkan, akhirnya saya yang mewakili,’’ ucap Washington. Sementara itu, Humas Pengkot Pertina Kota Denpasar Made Ari menyatakan, Valentinus adalah petinju

penghuni pelatnas Asian Games di kelas terbang (52 kg). Dia dipulangkan karena sakit kelenjar getah bening yang menggerogoti tubuhnya. ‘’Kelenjar getah bening menyerang pankreasnya,’’ ucap Made Ari. Dikemukakan, Valentinus sempat menjalani operasi dengan mengangkat penyakitnya. Akan tetapi, kondisi petinju asuhan Yulianus Leo Bunga ini makin drop. ‘’Bahkan, Valentinus sempat berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pengobatan di kampung halamannya NTT, namun usulannya tidak dikabulkan,’’ ujar Ari. Kondisi kesehatan Valentinus kini makin menurun. (022)

dan putri, triple putra dan putri serta shooting putra dan putri. ‘’Jika dalam satu nomor diikuti kurang dari tiga peserta, maka hasilnya tidak dihitung untuk perolehan gelar juara umum,’’ ungkap Yamadhiputra. Menurutnya, pertandingan nomor games menggunakan sistem round robbin pool, dan untuk nomor shooting, seluruh atlet yang tampil diambil delapan terbaik, lolos ke babak semifinal. Selanjutnya terbaik pertama peringkat keempat dan terbaik kedua meladeni urutan ketiga. ‘’Bagi atlet yang kalah juara tiga, sedangkan atlet yang menang saling bertemu di babak final,’’ terangnya. (022)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 31 juli 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu