20 HALAMAN
NOMOR 73 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
selasa wage, 31 oktober 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
Gunung Agung Istimewa
Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi Gunung Agung. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.
Lawan Ego Kesukuan, Agama dan Golongan
HARI Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak utama dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan sekaligus sebagai fundamen yang kokoh dalam mewujudkan kemerdekaan. Setiap tanggal 28 Oktober diperingati Hari Sumpah Pemuda se- Mayjen TNI Komaruddin bagai momentum Simanjuntak dalam membangkitkan semangat nasionalisme, patroitisme serta persatuan dan kesatuan para pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.IP., M.Sc. dalam siaran persnya, menyampaikan ikrar yang dikumandangkan oleh para pemuda dalam Kongres Pemuda ke-2 yang dihadiri oleh para pemuda lintas suku, agama dan daerah, merupakan ikrar yang luar biasa dan sangat monumental dalam perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia. Hal. 19 Generasi Muda
Diresmikan, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 MENTERI Pertahanan Ryamizard Ryacudu didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf TNIAL Laksamana TNI Ade Supandi meresmikan dan mengukuhkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 di dermaga dok Semarang PT PAL Surabaya, Senin (30/10) kemarin. Dalam keterangan pers Dinas Penerangan TNI-AL menyatakan, peresmian secara simbolis ditandai penekanan tombol sirene, dilanjutkan pengukuhan komandan pertama KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yaitu Kolonel Pelaut Endra Hartono. Hadir pula keluarga Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai, yang namanya dijadikan nama kapal perang itu. Hal. 19 Alih Teknologi
Tidak Terbit Terkait dengan hari raya Galungan yang merupakan hari suci bagi umat Hindu maka Bali Post pada Rabu (1/11) besok dan Kamis (2/11) lusa tidak terbit. Bali Post akan terbit kembali seperti biasa mulai Jumat (3/11). Untuk itu kepada pembaca dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Peduli Pengungsi Gunung Agung
Villa Laksamana / Heather, Desa Adat Bugbug Rp 5.000.000 PT Jaya Kusuma Sarana Bali Rp 2.000.000 I Komang Mustikajaya, Desa Adat Bugbug Rp 1.000.000 Ni Putu Juniasih, Desa Adat Bugbug Rp 500.000 Koperasi Hari Sejahtera, Desa Adat Bugbug Rp 500.000 I Nengah Wage, Desa Adat Bugbug Rp 500.000 Jastine Selway, Desa Adat Bugbug Rp 400.000 Ni Wayan Wes, Desa Adat Bugbug Rp 300.000 Wayan Dana, Desa Adat Bugbug Rp 300.000 Banjar Adat Segaa Bugbug, Desa Adat Bugbug Rp 300.000 Wayan Sutama, Desa Adat Bugbug Rp 200.000 Ni Nengah Budiartini, Desa Adat Bugbug Rp 200.000 I Nyoman Rauh Nges, Desa Adat Bugbug Rp 200.000 Peding, Desa Adat Bugbug Rp 200.000 Kade Widhiarsana, Desa Adat Bugbug Rp 200.000 Wayan Manek, Desa Adat Bugbug Rp 200.000 I Wayan Taman Budiasa, Desa Adat Bugbug Rp 200.000 I Wayan Kantun Sekeluarga, Desa Adat Bugbug Rp 200.000 Nengah Kariata, Desa Adat Bugbug Rp 150.000 Nyoman Tambun, Desa Adat Bugbug Rp 115.000 Yono, Desa Adat Bugbug Rp 100.000 Arie, Desa Adat Bugbug Rp 100.000 Nengah Sudiarta, Desa Adat Bugbug Rp 100.000 Putu Suarsana, Desa Adat Bugbug Rp 100.000 Putu Adi, Desa Adat Bugbug Rp 100.000 Dewi Jaya, Desa Adat Bugbug Rp 100.000 I Komang Kantun, Desa Adat Bugbug Rp 100.000 I Nengah Sueca BW, Desa Adat Bugbug Rp 100.000 I Komang Tilem Wardana, Desa Adat Bugbug Rp 100.000 Wy Supartawa, Desa Adat Bugbug Rp 100.000 Nengah Ririg, Desa Adat Bugbug Rp 100.000 I Nyoman Sudiasa, Desa Adat Bugbug Rp 100.000 Ni Komang Tini/Ginarsa, Hal. 19 Jumlah diterima kemarin Rp 16.202.000
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
GUNUNG Agung sejak Minggu (29/10) berstatus Siaga. Sebelumnya, selama 37 hari sejak 22 September, Gunung Agung berstatus Awas. Selama berstatus Awas, gunung tertinggi di Bali itu diguncang 27.000 kali gempa, namun Gunung Agung tetap agung. Tidak ada erupsi. Ini tentu tidak lepas dari doa yang dipanjatkan masyarakat Bali, agar Gunung Agung tetap ajeg.
Bali Post/sos
NAIKKAN BARANG - Sejumlah pengungsi di GOR Swecapura, Senin (30/10) kemarin menaikkan barang ke kendaraan yang akan mengangkut mereka ke desanya. Seratusan warga telah meninggalkan GOR pascastatus awas Gunung Agung.
Atas kondisi itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Ir. Kasbani, M.Sc. pun menyatakan keheranannya. Bahkan, ia menyatakan Gunung Agung sangat istimewa dibandingkan gunung api lainnya di Indonesia. ‘’Meskipun telah diguncang gempa hingga 27 ribu kali, akan tetapi gunung tertinggi di Bali ini masih berdiri kokoh dan belum meletus,’’ tegasnya. Kata Kasbani, jika dibandingkan gunung api yang ada di Indonesia kalau diguncang gempa sampai 27 ribu kali pasti sudah meletus. Bahkan belum sampai segitu sudah erupsi. ‘’Tetapi Gunung Agung istimewa. Meski diguncang puluhan ribu gempa, Gunung Agung masih kuat,’’ ucapnya berulang-ulang. Hal. 19 Kelahiran Banyuwangi
Kasbani
Dari Pembengkakan Sampai Paket Wisata Selama Gunung Agung berstatus Awas, banyak data dan wacana yang terungkap. Adapun data yang mengemuka ke permukaan adalah Gunung Agung mengalami pembengkakan, magma sudah naik serta muntahan magma apabila erupsi akan mencapai 18 juta meterkubik. Selain data, ada pula wacana akan menjadikan erupsi Gunung Agung sebagai paket wisata.
KEPALA Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi Ir. Kasbani M.Sc. pernah mengungkapkan bahwa aktivitas kegempaan Gunung Agung sangat besar yakni 25.000 kali dalam sebulan. Dengan tingkat kegempaan yang mencapai puluhan ribu maka bila terjadi letusan diprediksi volume magma mencapai 18 juta meterkubik. Selain terhadap kegempaan, juga terus dipantau keberadaan asap putih. Ia mengatakan kepulan asap atau solfatara sempat berketinggian 1.500 meter. Sementara berdasarkan pemantauan dari Tilmeter, Gunung Agung mulai mengalami pembengkakan di semua sudut.
Kasbani mengatakan, atas data tersebut maka tanda-tanda untuk terjadinya erupsi memang masih tinggi. ‘’Namun kita belum bisa prediksi kapan erupsinya. Kita terus lakukan evalusi. Dan arahnya memang masih mengarah ke letusan,’’ ungkapnya. Dia juga menerangkan, bila dihitung sejak September 2017 sampai hari ini terjadi 25.000 kali gempa vulkanik. Berdasarkan data, gempa-gempa yang terjadi setelah dianalisis kekuatannya antara 4,2 hingga 4,3 skala Richter. ‘’Ini sangat besar dan jumlahnya pun sangat besar dibandingkan gunung api Indonesia di mana pun. Gunung api yang lain tidak segitu, sudah terjadi letusan,’’ paparnya.
Sementara itu, Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Widjaja dalam sebuah kesempatan menyatakan merasa tertantang menghadapi situasi saat ini di Bali. Seperti diketahui, denyut nadi perekonomian Bali adalah pariwisata, sehingga dia terus memutar otak untuk memberikan terobosan agar pemahaman masyarakat dan pelaku pariwisata sejalan dengan langkah mitigasi bencana BNPB, bahwa erupsi gunung api sebenarnya bukan peristiwa yang menakutkan. Karena itu, ia pun sempat memikirkan untuk menjual paket erupsi Gunung Agung. Bahkan, titik-titik pengamatan pun sudah direncanakan. (pusat data)
Pengungsi Meninggal Saat Melahirkan
Bayi Laki-laki 3 Kg Selamat
Bali Post/nik
AMBULANS - Jenazah Ni Kadek Sutiari diangkut ambulans disaksikan suaminya, I Wayan Sukra, Senin (30/10) kemarin.
Gianyar (Bali Post) – Ni Kadek Sutiari, pengungsi asal Banjar Beluhu Kauh, Tulamben, Kubu, Karangasem, meninggal dunia saat proses persalinan di Rumah Sakit Ganesha, Desa Celuk, Sukawati, Gianyar, Senin (30/10) dini hari kemarin. Sementara bayi laki-laki seberat sekitar 3 kg yang dilahirkan wanita 22 tahun itu selamat. Suami Kadek Sutiari, I Wayan Sukra, tak kuasa menyembunyikan kesedihannya. Pria berkulit sawo matang ini hanya duduk bersandar pada tembok sembari menatap jasad istrinya yang diangkut ke mobil jenazah di RS Ganesha sore kemarin. ‘’Jenazah mau dibawa pulang ke kampung Desa Tulamben,’’ ucapnya datar. Dikatakannya, selama lima hari ke
depan jenazah Ni Kadek Sutiari akan disemayamkan di rumahnya di Desa Kubu hingga proses pemakaman. ‘’Rencananya lima hari lagi baru akan dimakamkan,’’ kata Sukra. Sembari berkaca-kaca menatap mobil jenazah, Sukra menuturkan bahwa sebelumnya kondisi Ni Kadek Sutiari yang tinggal sementara di sebuah kos-kosan seputaran Batubulan sebagai pengungsi mandiri. ‘’Saya rutin ajak istri cek kandungan, dan selama ini dikatakan sehat,’’ jelasya. Memasuki Senin dini hari, Ni Kadek Sutiari mulai mengeluh sakit perut. Ia pun langsung dibawa ke RS Ganesha untuk mendapat perawatan sekitar pukul 03.00 Wita. Hal. 19 Alami Pendarahan
Kontak Tembak, Dua Terduga Teroris Tewas Mataram (Bali Post) – Identitas dua terduga teroris asal Bima, Nusa Tenggara Barat, yang tewas dalam kontak tembak dengan Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror, Senin (30/10) pagi kemarin, belum terungkap, kata Wakapolda NTB Kombes Pol. Tajuddin. ‘’Saya sudah tanyakan nama dan sebagainya, tapi belum ada konfirmasi, karena lokasinya sangat jauh, sinyal pun sulit. Jadi sampai sekarang belum tembus,’’ katanya di Mataram. Begitu juga saat disinggung apakah dua terduga teroris itu berkaitan dengan pelaku penembakan terhadap dua anggota kepolisian pada 11 September 2017, Tajuddin belum mengetahui kepastiannya. ‘’Ini masih kita dalami dulu, karena laporan lengkapnya belum saya terima dari Kapolres, nantinya kalau sudah ada laporan lanjutan, akan kita lengkapi lagi informasinya,’’ ujarnya. Laporan awal yang diterimanya men-
jelaskan bahwa telah terjadi kontak tembak antara anggota kelompok teroris dengan Tim Densus 88/Antiteror yang dibantu anggota kepolisian setempat pada Senin, pukul 09.50 Wita, di Gunung Ritu Asa Kota, Desa Mawu Rite, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima. Terkait dengan kontak tembak tersebut, Kapolres Bima Kota melaporkan bahwa terdapat dua anggota dari kelompok teroris asal Bima yang dinyatakan tewas. Sebanyak dua janazah terduga teroris tersebut dilaporkan masih dalam proses evakuasi. ‘’Informasi sementara, jenazahnya masih dalam proses evakuasi. Akan dibawa ke mana jenazahnya, kita belum tahu, nanti tunggu informasi lebih lanjut dari Kapolres Bima Kota,’’ ucapnya. (ant) DENSUS - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri usai menggerebek terduga teroris, Senin kemarin.
Bali Postant
denpasar
2
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
figur
Bali Post/rah
Kerahkan Kekuatan DALAM rangka mengamankan pelaksanaan hari raya Galungan dan Kuningan, Polda Bali mengerahkan sepertiga kekuatan, terutama dari Satuan Lalu Lintas. Hal itu disampaikan Wakapolda Bali Brigen Pol. I Gede Alit Widana seusai memimpin Gelar Pasukan Operasi Zebra 2017 di halaman Mapolda Bali, Senin (30/10) kemarin. Menurut pria bertubuh subur ini, masalah sembahyang merupakan paling hakiki bagi umat Hindu. Namun, persembahyangan saat Galungan tidaklah satu hari penuh sehingga personelnya bisa mengatur waktu. “Nanti diatur oleh kepala satker (satuan kerja) masing-masing. Hari ini saya rapatkan juga mereka, karena saat hari raya Galungan di Bali tidak boleh sepi dari petugas Lantas dan satuan lainnya,” tegasnya. Apalagi saat Umanis Galungan, kata mantan Kapolresta Denpasar ini, biasanya umat Hindu di Bali memanfaatkanya untuk saling mengunjungi kerabat dan bertamasya. Oleh karena itu, harus ada polisi yang jaga. “Sudah kami atur supaya semua bisa berjalan dengan baik, meskipun dominan anggota Polda Bali beragama Hindu,” ujarnya. (rah)
PAW Anggota DPRD Denpasar
Putu Tjawi Gantikan Kompyang Wiranata Denpasar (Bali Post) Proses pergantian antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kota Denpasar atas nama I.B. Kompyang Wiranata, kini sudah mendekati rampung. Tinggal menunggu surat keputusan (SK) dari Gubernur Bali. Mengingat surat sebelumnya hanya menyetujui pengunduran diri Kompyang Wiranata menjadi anggota DPRD saja, surat tersebut belum bisa dijadikan rujukan untuk melakukan pelantikan. Untuk itu, surat gubernur soal pelantikan harus turun dulu. “Jadi, kami masih menunggu surat dari Gubernur,” ujar Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, S.H., Senin (30/10) kemarin. Ngurah Gede mengatakan, partai telah memutuskan dan menetapkan nama pengganti I.B. Kompyang Wiranata sesuai keputusa KPU. Di mana nama penggantinya yakni peraih suara tertinggi di bawah I.B. Kompyang Wiranata dari daerah pemilihan (Dapil) I Denpasar Barat. Berdasarkan data, peraih suara tertinggi di bawah Kompyang Wiranata atas nama I Putu Tjawi, S.H. Keputusan ini sudah disampaikan ke DPD PDI Perjuangan Bali dan DPP PDI Perjuangan, di mana rekomendasinya sudah turun. Di samping itu, kata Ngurah Gede, DPRD Kota Denpasar juga sudah mengirim surat ke Gubernur Bali untuk dimintakan surat keputusan. ‘’Mudah-mudahan dalam dua minggu SK gubernur sudah turun. Selanjutnya, baru akan kita agendakan paripurna pelantikan. Paling lambat akhir November ini kami harapkan sidang paripurna pelantikan sudah bisa dilakukan,’’ kata Ngurah Gede yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar. Sebelumnya, anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi PDI Perjuangan I.B. Kompyang Wiranata secara resmi telah mengajukan surat pengunduran diri pada pertengahan 2017 lalu. Kompyang Wiranata yang saat itu menjabat Ketua Komisi II mengundurkan diri lantaran dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Denpasar. Ketua KPU Kota Denpasar I Gede John Darmawan mengatakan, tahapan Pergantian Antar-Waktu (PAW) sudah sesuai proses, yang diawali dari partai. Artinya, partai menyampaikan adanya pergantian kadernya di legislatif kepada pimpinan dewan. Kemudian pimpinan dewan mengajukan permohonan tersebut untuk mendapatkan persetujuan dari gubernur. (kmb12)
081 337 032 965, (0361) 819446
FM 96,5
Topik : PDAM GULIRKAN SAMBUNGAN HIBAH UNTUK MBR Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
Bali Post/eka
MEMBUAT BESEK - Seorang nenek asal Kubu, Karangasem tengah membuat besek di Posko Pengungsi 1 Denpasar, Senin (30/10) kemarin. Kerajinan besek untuk tempat pejati ini dijual dengan harga Rp 3.000 per buah.
Status Gunung Agung Diturunkan
Sebagian Pengungsi Masih Bertahan di Posko
Denpasar (Bali Post) –
Penurunan status Gunung Agung dari Awas menjadi Siaga tidak serta merta disambut gembira para pengungsi. Artinya, warga yang berada di kawasan rawan bencana I dan II (radius 9-12 kilometer) sejatinya sudah bisa pulang dari lokasi pengungsian. Namun tidak semua warga yang berada di KRB I dan II memilih langsung pulang sejak penurunan status Gunung Agung. Seperti yang terjadi di Posko Pengungsian Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur. Salah seorang pengungsi asal Banjar Kawan, Desa Muncan, Karangasem, Made Simpen, mengatakan pihaknya tidak akan pulang sebelum ada instruksi dari aparat desa. Meski sudah ada penurunan status, namun pihaknya tidak mendapat kejelasan soal pemulangan dari posko. “Kami belum pulang karena belum ada kepastian. Selain itu, Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
lahan pekerjaan di desa juga belum ada. Galian C yang menjadi lahan mata pencaharian masih ditutup, sehingga kami tidak bisa melakukan apa-apa,” kata Simpen ketika ditemui, Senin (30/10) kemarin. Menurut Simpen, di Posko Pengungsian Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu masih ada sekitar 100 orang warga atau 33 kepala keluarga dari Banjar Kawan, Muncan yang tinggal di posko tersebut. Pihaknya akan pulang pada saat Galungan untuk sembahyang. Setelah melakukan persembahyangan,
semua warga akan kembali ke posko pengungsian. Sementara itu, Koordinator Posko Pengungsian Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu Kade Kanda mengakui belum ada yang pulang setelah penurunan status Gunung Agung dari awas ke siaga. Kalaupun ada yang pulang, bukan karena penurunan status, tapi ingin merayakan Hari Raya Galungan di rumahnya. Setelah itu, mereka kembali lagi. “Barang-barangnya saja masih ada di sini,” ujar Kanda yang juga Kadus Banjar Kesambi ini. Sementara itu, Wali Kota
Bali Post/ara
BERTAHAN - Pengungsi yang ada di Posko Pengungsian Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu masih bertahan, meski status Gunung Agung sudah turun dari level awas ke level siaga. Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra usai meninjau pengungsi di Posko Kesambi mengungkapkan, pihaknya masih mendata jumlah pengungsi yang akan pulang setelah ada penurunan status. Ditegaskan, pihaknya siap
memfasilitasi bersama Dinas Sosial dan BPBD untuk kepulangan mereka. Sampai saat ini jumlah pengungsi di Denpasar mencapai 14.859 atau 818 KK yang tersebar di 590 posko, baik mandiri maupun posko pemerintah. (kmb12)
Tingkatkan Cakupan Pelayanan
PDAM Gulirkan Sambungan Hibah untuk MBR
Denpasar (Bali Post) Cakupan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Denpasar masih kecil. Karena itu, perusahaan daerah milik Pemkot Denpasar ini melakukan berbagai terobosan untuk peningkatan cakupan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya, dengan melaksanakan program sambungan hibah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Porgram ini akan menyasar sedikitnya 1.000 sambungan baru. Biaya penyambungannya pun jauh berada di bawah biaya standar. Diperkirakan biayanya hanya Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu saja. Direktur Utama (Dirut) PDAM Denpasar I.B. Gede Arsana mengatakan pihaknya akan melaksanakan beberapa program pada tahun 2018 mendatang. Salah satunya percepatan program sambungan rumah dan penambahan sumber-sumber air baku. “Tahun 2018 mendatang kami sudah programkan hibah sambungan air minum untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk program ini, kita programkan sebanyak 1.000 sambungan baru,” ujar Arsana didampingi Direktur Teknik Putu Yasa dan Direktur Administrasi dan Keuangan Ni Putu Sri Utami saat dikonfirmasi, Senin (30/10) kemarin. Terkait program tersebut, kata Arsana,
pihaknya saat ini sudah mulai melakukan persiapan. Rencananya pada 6 November mendatang pihaknya akan mengundang kepala desa dan lurah di Denpasar untuk mengetahui jumlah warga yang berminat untuk mendapatkan program ini. “Program hibah sambungan air minum ini akan kami tata mulai bulan ini. Untuk program ini, biaya sambungan baru akan lebih murah. Kalau regular harganya bisa mencapai Rp 1.400.000. Tapi program ini biayanya berkisar Rp 400.000 per sambungan,” ujarnya. Direktur Teknis (Dirtek) PDAM Denpasar I Putu Yasa menambahkan, saat ini cakupan pelayanan PDAM baru mencapai 46,62 persen. Padahal untuk tahun 2019 mendatang, pihaknya ditarget cakupan pelayanan mencapai 59 persen. Untuk mencapai target tersebut, PDAM memprogramkan Hibah Air Minum (HBR) yang diperuntukkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan pemasangan 1.000 sambungan. Kendati demikian, pihaknya memastikan tidak semua warga Denpasar bisa menikmati program ini. Ada pun masyarakat yang bisa mendapatkan program ini adalah MBR yang memiliki daya listrik terpasang pada rumah tangga tersebut kurang dari atau sama dengan 1.300 VA dan minimal 50 persen di antara target sasaran tersebut memi-
liki daya listrik kurang dari atau sama dengan 900 VA dan atau tidak memiliki sambungan listrik. Syarat lainnya, kata Putu Yasa masyarakat penerima hibah juga harus bersedia dan memenuhi persyaratan sebagai pelanggan PDAM dengan kesanggupan membayar rekening pemakaian dua bulan pada saat diverifikasi air sambungan mengalir. “Masyarakat penerima manfaat juga wajib bersedia membayar biaya pemasangan sambungan sesuai dengan yang telah ditetapkan PDAM, yang besarnya lebih murah dari sambungan reguler. Kalau reguler harganya bisa mencapai Rp 1.400.000, tapi program ini biayanya berkisaran Rp 400.000 per sambungan,” ujarnya. Selain meningkatkan cakupan pelayanan, kata Putu Yasa pihaknya juga memiliki target dalam penyediaan sumber-sumber air baku untuk pelayanan kepada pelanggan PDAM Denpasar. Terkait program tersebut, pihaknya akan membangun bendungan di Sungai Ayung yang akan mampu menyediakan sumber air baku sekitar 600 liter per detik. “Untuk program bendungan sudah dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bali-Penida, di mana kajiannya dimulai tahun 2017 ini sampai dengan Februari 2018. Rencananya pelaksanaan bendungan akan dimulai
pada tahun 2018, dengan menghasilkan sumber air baku sebesar 600 liter per detik,” katanya. Selain pembangunan bendungan, pihaknya juga berupaya melakukan revitalisasi terhadap pipa-pipa lapuk yang kini masih terpasang di sepanjang Jalan Antasura hinga Jalan Nangka. “Sepanjang Jalan Antasura dan Jalan Nangka banyak terjadi kebocoran pipa yang mengakibatkan kehilangan air. Ini rencananya akan direvitalisasi di tahun 2018. Dana yang dibutuhkan dari IPA Belusung, Jalan Antasura sampai Jalan Veteran mencapapai Rp 60 miliar. Karena dananya besar, kalau dananya hanya menggunakan dana PDAM dan APBD tidak cukup, maka kita berusaha untuk mendapatkan dana APBN. Kita sudah ajukan tahun 2015 dan sudah ada sinyal positif untuk proyek ini berjalan di tahun 2018,” ujarnya. Untuk jangka panjang, kata Putu Yasa pihaknya telah melirik program pemanfaatan air yang mengalir di Tukad Mati dan Mertangganga. Dari pemanfaatan ini akan menghasilkan sumber air baku sebesar 100 liter per detik. Namun program ini belum bisa dipastikan, mengingat saat ini masih dilakukan kajian-kajian. “Pemanfaatan Tukad Mati dan Mertagangga masih dilakukan kajian. Jadi belum bisa dipastikan,” tegasnya. (kmb12)
Status Siaga Gunung Agung
Rai Mantra Data Kembali Pengungsi
PERHATIAN - Keterlibatan dan perhatian Wali Kota Rai Mantra kepada warga KRB di tiga lokasi posko. GUNUNG Agung yang saat ini telah mengalami penurunan status dari awas menjadi status siaga. Dengan adanya penurunan status tersebut, sejumlah warga KRB Gunung Agung yang mengungsi di Denpasar memilih pulang. Terkait hal ini dilakukan
pendataan dan peninjauan langsung oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di tiga lokasi posko, Senin (30/10) kemarin. Dalam kunjungan awal, Wali Kota Rai Mantra didampingi OPD terkait mengun-
jungi Posko Kesambi Kesiman. Di Posko Kesambi terdapat 64 warga KRB yang memilih pulang untuk melakukan persembahyangan terkait Hari Suci Galungan. Kunjungan kedua Wali Kota Rai Mantra menuju Posko Danau Tempe. Tampak warga KRB di posko setempat masih melakukan aktivitas seperti biasa, membuat anyaman dan memasak bersama. Pada akhir kunjungan, Wali Kota Rai Mantra menuju Posko Gurita Sesetan, di mana tampak warga KRB sedang sibuk melakukan persiapan menyambut Galungan seperti membuat kerajinan, katik sate dan memotong babi bersama relawan setempat. Wali Kota Rai Mantra mengatakan, usai Hari Suci Galungan pihaknya akan segera melakukan pembahasan kepada para pengungsi di posko-posko yang ada. Namun sebelumnya juga pihaknya telah melakukan koordinasi bersama OPD terkait untuk melakukan langkah-langkah pendataan terkait dengan
turunnya status Gunung Agung. Seperti di Posko Kesambi yang banyak dari warga Desa Ban dan Desa Sebudi yang menjadi salah satu kawasan rawan KRB. ‘’Belum mendata jumlah pasti, namun beberapa warga sudah ada yang memilih pulang untuk merayakan Hari Suci Galungan dan juga terkait status penurunan KRB Gunung Agung,’’ ujar Rai Mantra. Di samping itu, juga dilakukan pembahasan pendidikan anak-anak terkait ulangan semester yang akan segera dilaksanakan dan sudah dilakukan koordinasi yang nantinya dapat secara bersama-sama memberikan fasilitas kepada siswa sekolah. Koordinasi memberikan fasilitas pemulangan warga KRB juga telah dilakukan setiap posko yang nantinya akan dilakukan pengumpulan di salah satu tempat dan pulang bersama-sama ke Karangasem. Ketut Keling, salah satu warga KRB di Posko Danau Tempe asal Dusun Cegi, Desa Ban, Kecamatan Kubu, memilih
merayakan Galungan di tempat pengungsian. Beberapa hari lalu, ia mengaku sempat pulang ke kampung halamannya. Namun karena masuk zona merah, ia merasa cemas untuk tinggal di rumah. ‘’Desa kami masuk zona merah dan kami memilih untuk sementara merayakan Hari Suci Galungan di posko pengungsian saja yang tentunya telah difasilitasi persembahyangan bersama dan ngelawar,’’ ujarnya. Wayan Sukra asal Dusun Pengalusan, Desa Ban Kecamatan Kubu juga mengaku dusunnya masuk zona merah, sehingga perayaan Hari Suci Galungan tetap dilakukan di posko. ‘’Ingin pulang, tapi saran pemerintah untuk tetap di pengungsian terkait KRB Gunung Agung,’’ ujarnya. Sukra yang sudah menetap dua bulan di Posko Danau Tempe mengaku tidak berani pulang meski status Gunung Agung telah diturunkan. ‘’Ngegalung di sini saja yang juga telah difasilitasi relewan dan Pemkot Denpasar,’’ ujarnya. (ad1802)
BADUNG
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
Sejumlah Pengungsi Pilih Pulang Kampung Mangupura (Bali Post) –
Jumlah pengunsi bahaya erupsi Gunung Agung di Kabupaten Badung berangsur-angsur turun. Pascastatus awas Gunung Agung, warga Karangasem yang mengungsi di Gumi Keris tercatat sebanyak 7.154 orang. Angka tersebut mengalami penurunan menjadi 6.681 orang pada Selasa (17/10) dan hingga Senin (23/10) kemarin total pengungsi di Badung tercatat 6.383 orang. Mereka diperkirakan memilih kembali ke kampung halaman lantaran lelah di pengungsian. Apalagi status awas Gunung Agung sudah diturunkan dari level awas ke level III atau siaga. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Badung dr. Ni Nyoman Ermy Setiari seizin Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Badung I Nyoman Wijaya mengatakan pi-
haknya telah menyosialisasikan turunnya status Gunung Agung ke level siaga kepada pengungsi di Badung yang didominasi pengungsi mandiri atau mengungsi di rumah keluargannya. “Kami tetap rutin berkoordinasi mengenai kondisi pengungsi yang ada di Kabupaten Badung. Kami juga menyosialisasikan ke desa dan perkebel terkait status siaga Gunung Agung tersebut,” kata Ermy Setiari, Senin (30/10)
kemarin. Menurut Ermy Setiari, pihaknya tidak memulangkan para pengungsi ke rumah asal mereka di Karangasem. Sebab, sebagian pengungsi warga Karangasem yang menyebar di Kabupaten Badung itu adalah pengungsi mandiri yang tinggal di rumah keluarga dan kerabat dekatnnya. Pihaknya hanya mengimbau kepada warga jika status Gu-
nung Agung diturunkan ke level siaga. “Pada prinsipnya, kami tidak memulangkan tapi mengimbau dan mendata saja karena kebanyakan mereka pengungsi mandiri,” tegasnya, seraya mengaku akan terus melakukan pendataan jumlah pengungsi di wilayah Badung. Berdasarkan data terakhir, pengungsi di Kabupaten Badung tersebar di Kecamatan Petang sebanyak 295 orang, Abiansemal 1.230 orang, Mengwi 1.126 orang, Kuta 213 orang, Kuta Utara 1.711 orang dan Kuta Selatan 1.808 orang. Jadi, jumlah pengungsi di Badung mencapai 6.383 orang. (kmb27)
3 Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-89 di Kabupaten Badung
Bupati Ajak Kaum Muda Tetap Jaga Kesatuan Bangsa
PERINGATAN Hari Sumpah Pemuda ke-89 Kabupaten Badung di gelar di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung dengan inspektur upacara Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Senin (30/10) kemarin. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seni Asih Giri Prasta, Ketua Gatriwara Badung Nyonya Ayu Parwata, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Kristiani Suiasa, pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, atlet Porprov Kabupaten Badung serta siswa/ siswi sekolah se-Badung. Dalam sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, ditegaskan Sumpah Pemuda merupakan sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia. “Kita Patut bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda. Sudah seharusnya kita bisa meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka sehingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsa dan tanah air yang kita cintai ini,” kata Giri Prasta. Lebih lanjut dikatakan, dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 ini, gelora api semangat Sumpah Pemuda akan tetap hidup di hati sanubari para pemuda dan bangsa
MENYERAHKAN - Bupati Giri Prasta secara simbolis menyerahkan bonus untuk atlet yang berprestasi saat membela Badung dalam ajang Porprov Bali di Gianyar, Senin (30/10) kemarin. Indonesia. “Mari Kita jaga semangat api sumpah pemuda hingga akhir zaman. Sebagai generasi muda, marilah kita lanjutkan perjuangan para pahlawan. Caranya jaga persatuan, jaga NKRI, jaga UUD 45 dan Pancasila serta jauhi narkoba dan radikalisme serta dengan melaksanakan pembangunan di segala bidang untuk kita tunjukkan kepada dunia, bahwa kita bangsa Indonesia juga mampu,” ajak Giri Prasta. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua KONI Badung pengurus, pelatih, official, kontingen dan para atlet Badung yang telah berprestasi pada Porprov Bali di Kabupaten Gianyar, karena Kabupaten Badung dengan perjuangannya mampu mempertahankan sebagai juara umum yang ketujuh kalinya. “Dengan hasil ini, para atlet agar tidak cepat berpuas
diri. Teruslah berlatih, berlatih dan berlatih, karena tantangan ke depan makin berat. Berikanlah yang terbaik untuk Kabupaten Badung,” ungkap Giri Prasta. Peringatan Sumpah Pemuda ini dilanjutkan dengan pemberian bonus secara simbolis untuk atlet-atlet yang berprestasi saat membela Badung dalam ajang Porprov Bali yang dilaksanakan di Gianyar. Bonus yang diserahkan emas perorangan Rp 55 juta, perak Rp 25 juta, perunggu Rp 15 juta. Khusus untuk yang beregu dua hingga empat orang diserahkan setengah dari bonus perorangan dan untuk regu lima sampai delapan orang diserahkan bonus sepertiga dari bonus perorangan serta untuk regu di atas delapan orang diserahkan bonus seperempat dari bonus perorangan. Total bonus yang dikeluarkan Rp 18.168.250.000. (ad1806)
yang bisa membuat konsep komunal hilang. Terkait dengan hari Penampahan Galungan, tradisi mapatung diakuinya sekaligus untuk mewujudkan pelaksanaan Panca Yadnya. Karena setiap pelaksanaan hari raya Galungan, biasanya LPD Desa Adat Kedonganan melaksanakan mapatung untuk prosesi mebat dalam membuat sarana upakara pendukung Panca Yadnya. Bagi masyarakat Kedonganan, kata Madra, ada tiga spirit yang ingin dibangkitkan melalui konsep mapatung tersebut. Yakni pada payu yang berarti dapat bersama, pada memargi artinya jalan bersama dan pada gelahang yang artinya milik bersama. Dasar ketiga spirit tersebut yaitu pasikian atau kebersamaan. Itulah yang menjadi wujud aplikasi pararem dan bagaimana mengelola lembaga keuangan seperti LPD ini. “Majunya kondisi LPD Kedonganan seperti saat ini bukan karena upaya pengembangan dari pi-
hak pengurus dan karyawan semata, tapi juga masyarakatnya. Karena itulah sinergisitas yang dibangun antara desa adat, prajuru adat, badan pengawas dan pembina, pengurus beserta masyarakat harus dijaga dengan baik,” tegasnya. Madra menambahkan, penyelenggaraan tradisi mapatung kali ini sekaligus mengaplikasikan pararem Desa Adat Kedonganan yang telah ditetapkan oleh para prajuru Desa Adat Kedonganan tahun 2017. Di mana visi dari implementasi pararem tersebut adalah menjadikan LPD Kedonganan menjadi sehat, kuat, tangguh dan bermanfaat, untuk mewujudkan panca kertha dalam mendukung pelaksanaan Panca Yadnya. Untuk Galungan kali ini, pihaknya membagikan daging sebanyak 7.050 kilogram kepada 2.350 orang yang masing-masing mendapatkan bagian sebanyak tiga kilogram daging babi plus uang base-base Rp 50 ribu. (kmb23)
Tradisi ”Mapatung” Mulai Menghilang
Bali Post/eka
MEMOTONG BABI - Tradisi memotong babi secara berkelompok masih diterapkan senjumah warga dalam menyambut hari raya Galungan. Nampak salah satu sekaa demen di Panglan, Badung tengah memotong babi, Senin (30/10) kemarin.
Jelang Galungan
Kesehatan Babi Diperiksa
Mangupura (Bali Post) – Pengawasan pemotongan daging babi menjelang perayaan hari raya Galungan dan Kuningan di Kabupaten Badung diperketat. Sebab, banyak pemotongan hewan dilakukan secara pribadi maupun kelompok. Pemerintah setempat telah melakukan langkah cepat untuk mengantisipasi kelayakan daging yang dikonsumsi masyarakat dengan mengerahkan petugas khusus untuk melakukan pemeriksaan kesehatan babi sebelum pemotongan. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gede Asrama mengatakan, pemeriksaan dilakukan selama dua hari sejak Minggu (29/10) hingga Senin (30/10) kemarin. Pihaknya bekerja sama dengan pihak Unud turun melakukan pemeriksaan ke tempat-tempat pemotongan hewan secara
mandiri. “Berkaitan dengan hari raya Galungan, kami melakukan pemeriksaan kesehatan babi yang akan dipotong,” ujarnya. Menurut Asrama, petugas yang dikerahkan mencapai 181 orang, yang terdiri dari 62 dokter hewan dan 119 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Unud. Standar pemeriksaan yang dilakukan tak jauh berbeda dengan saat pemeriksaan hewan kurban beberapa waktu lalu. Seperti pemeriksaan antemortem (pemeriksaan sebelum kematian) dan postmortem (setelah kematian). “Pemeriksaan antemortem untuk melihat ciri-ciri fisik, termasuk sehat tidaknya hewan yang bakal dipotong. Sedangkan pemeriksaan postmortem yang dilakukan adalah berupa pemeriksaan organ dalam hewan seperti hati, limpa dan paru-paru,” jelasnya.
Mengingat kasus meningitis sempat mencuat di Bali, petugas yang terjun ke lapangan juga memberikan perhatian khusus. “Salah satu yang menjadi perhatian kami, ya… kasus itu (meningitis). Makanya kami mengimbau masyarakat mengolah secara benar daging babi sebelum dikonsumsi,” katanya mengingatkan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung, saat ini harga daging babi mengalami sedikit kenaikan. Sebelumnya harganya Rp 50 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp Rp 55 ribu. Untuk harga daging sapi masih di kisaran Rp 100 ribu per kilogram. Sementara daging ayam ras juga mengalami sedikit kenaikan, dari harga Rp 30,2 ribu naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Untuk harga beras lokal kwt I (Bali) masih tetap bertahan di kisaran
harga Rp 11 ribu per kilogram, beras C4 masih Rp 10 ribu per kilogram dan beras IR seharga Rp 9,5 ribu. Sementara untuk harga elpiji 12 kilogram tetap bertahan di harga Rp 130 ribu dan elpiji 3 kilogram masih bertahan di kisaran harga Rp 20 ribu. Begitu juga harga komoditi lainnya masih tetap stabil. Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung I Ketut Karpiana memastikan harga kebutuhan pokok di Badung masih relatif stabil. Pasalnya, pihaknya rutin setiap minggu sekali memantau perkembangan harga komoditi di Badung. Hanya ada kenaikan harga sejumlah komoditi tapi tidak signifikan. “Kami sudah rutin menggelar pasar murah melibatkan distributor. Dari pantauan kami, harga masih stabil dan untuk stok sembako masih aman,” tegasnya. (kmb27)
Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi
Mantan Kasi dan Kabid Pengairan Dinas PUPR Badung Praperadilankan Kejari
PENETAPAN mantan Kasi Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Badung I Wayan Seraman (52) sebagai tersangka kasus korupsi Tukad Mati dan ditahan oleh Kejari Denpasar mendapatkan perlawanan. Seraman yang dalam kasus ini berperan sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) melalui kuasa hukumnya Dr. Simon Nahak dan kawan-kawan mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka dan penahanannya ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Sidang perdana praperadilan dilakukan, Senin (30/10) kemarin. Tidak hanya Seraman, Agung Dalem yang merupakan Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Badung juga melalui kuasa hukumnya Simon Nahak melakukan langkah yang sama. Yakni mempraperadilankan Kejari Denpasar yang menetapkan Gung Dalem sebagai
tersangka. Bedanya, Gung Dalem hingga saat ini belum dilakukan penahanan dalam kasus Tukad Mati oleh Kejari Denpasar. Hanya, sidang untuk praperadilan yang diajukan Gung Dalem belum dilakukan. Dalam perkara ini, sejatinya pihak kejaksaan menetapkan tiga tersangka, termasuk seorang dari pihak rekanan. Senin kemarin, sidang dilakukan di PN Denpasar hanya untuk praperadilan I Wayan Seraman. Dalam surat permohonan praperadilan setebal 14 halaman, penasihat hukumnya Simon Nahak dan kawan-kawan menuding penetapan tersangka dan penahanan terhadap pemohon Seraman terlalu dipaksakan dan dituding tidak sah. Menurutnya, termohon (Kejaksaan) hanya mempunyai satu alat bukti saja dalam penetapan tersangka yaitu keterangan saksi. Sedangkan keterangan ahli teknik sipil dari Uni-
versitas Negeri Semarang, kata pemohon yang dipakai termohon tidak bisa dipakai sebagai alat bukti yang sah karena belum adanya kerugian keuangan negara yang sebenarnya. Di depan hakim IGN Putra Atmaja, menurut tim pemohon, penilaian kerugian negara yang muncul angka Rp 700 juta harus dari pihak yang berwenang seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bali. Penetapan pemohon sebagai tersangka seharusnya dilakukan pemanggilan, pemeriksaan dan dibuatkan BAP (berita acara pemeriksaan). Begitu pula selama pemeriksaan di Kejari, pemohon tidak pernah didampingi kuasa hukum. Termohon tidak pernah memberitahukan SPDP perkara a-quo kepada pemohon selaku tersangka. Sebaliknya, kata Simon Nahak, termohon (kejaksaan)
wajib memberikan dan menyerahkan SPDP kepada pemohon. Alasan lainnya juga soal perpanjangan penahanan. Perpanjangan penahanan itu tidak pernah disampaikan atau diberitahukan kepada pemohon atau tim kuasa hukumnya. Karenanya, penetapan tersangka terhadap pemohon dinilai menyalahi prosedur dan dipaksakan untuk memenuhi “kado” HUT Adhyaksa beberapa waktu lalu. “Kami juga menilai penahanan pemohon tidak sah,” katanya. Selanjutnya, hakim memberikan kesempatan kepada termohon (Kejari) menyiapkan tanggapan, Jumat (3/11) mendatang. Praperadilan harusnya ditanggapi sehari setelah sidang pertama, namun karena bertepatan dengan Hari Raya Galungan, maka digeser ke Jumat. “Kalau termohon belum siap, berarti dianggap mengabaikan haknya,” tegas hakim. (asa)
Mangupura (Bali Post) Tradisi mapatung atau urunan bersama untuk memotong babi pada perayaan Galungan, sejak dulu sudah dikenal masyarakat Bali. Sayangnya, tradisi yang kental dengan nuansa kebersamaan dan kekeluargaan itu mulai menghilang seiring perkembangan teknologi di era globalisasi ini. Mengingat tradisi itu sangat mengandung berbagai nilai kearifan lokal, maka tradisi mapatung itu sangat perlu untuk tetap dilestarikan. Ditemui di sela-sela kegiatan pembagian daging babi kepada krama Desa Adat Kedonganan, Senin (30/10) kemarin, Ketua LPD Kedonganan Ketut Madra mengatakan, tradisi mapatung wajib dilestarikan karena sarat dengan nuansa kebersamaan dan kekeluargaan. Jika tradisi sampai hilang, ia meyakini masyarakat nantinya akan berjalan sendiri-sendiri. Selain itu, mereka juga akan mudah terpengaruh oleh kapitalisme
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Maknai Hari Suci Galungan sebagai Kemenangan Berpikir Budaya SEBAGAI umat Hindu, perayaan hari raya Galungan adalah prosesi mempersiapkan persembahan sebagai wujud bersyukur atas kemenangan nilai-nilai kebaikan melawan keburukan yang disebut Hari Kemenangan Dharma melawan Adharma. Menurut pandangan Agung Widiada selaku anggota Dewan Kota Denpasar dari Partai NasDem, Hari Kemenangan Dharma yang dirayakan setiap enam bulan sekali pada hari Rabu Wuku Dungulan ini telah menjadi tradisi dinamika upakara dan upacara persembahan umat Hindu. Perayaan ini diawali sujud bakti di hadapan leluhur di pamerajan, dilanjutkan ke Pura Kahyangan Tiga dan Kahyangan Jagat. Ini merupakan wujud bakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi atau Tuhan Yang Maha Esa serta mensyukuri atas kemenangan dharma. Dikatakannya, tuntunan kehidupan umat Hindu yang dilandasi dharma dalam pencapaian kehidupan harus tetap menjadi renungan dalam menjawab tantantangan zaman. Makanya dalam gejolak kehidupan kekinian sebagai umat, lebih-lebih yang dipercaya sebagai pemimpin atau tokoh masyarakat, elite pemerintahan dan politik harus mampu melakukan olah pikir dan olah batin dalam memaknai hari kemenangan pada situasi dan kodisi sosial yang terjadi. ‘’Pemimpin mesti memiliki nilai lebih yang menjadi keteladanan dalam berpikir, berkata dan berbuat,’’ ucapnya. Oleh karena itu, pemimpin dalam mengaktualisasi diri dituntut mampu berpikir budaya,
Agung Widiada yaitu bisa memberdayakan nilainilai kearifan yang terus tumbuh dengan spirit dan energi untuk meraih pencerahan. ‘’Ini guna memperkokoh kesadaran akan sistem nilai yang kita miliki untuk menjadi pedoman berpikir pencapaian tujuan hidup kita dengan landasan dharma, artha, kama dan moksa,’’ ujar Agung Widiada. Dijelaskannya, untuk bergerak menuju kegemilangan yang melahirkan kebudayaan tang guh, harus mampu membawa masyarakat menuju kehidupan bermutu, makmur dan berkeadaban. Makna kemenangan dalam cita-cita dharma adalah tantangan pergulatan berpikir. ‘’Budaya di tengah modernisasi yang terjadi memengaruhi nilainilai kearifan yang kita miliki
di tengah ketamakan perilaku dan kuasa yang kita rasakan, kehilangan rasa malu dan menindas rasa keadilan masyarakat. Ini pula tantangan besar bila kita melakukan penyadaran diri akan arti restorasi dan revolusi mental. Sejatinya itulah pergulatan yang harus kita menangkan dalam memaknai Hari Suci Galungan,’’ terangnya. Menurutnya, bila mampu menang dalam berpikir budaya, kita akan tetap kokoh dengan semangat gotong royong, guyub, toleransi yang kuat, mandiri dan berkeadilan. ‘’Nilai-nilai ini akan menjadi etik kehidupan yang melahirkan kesantunan, sehingga kita kokoh dalam kehidupan sosial dengan saling menghormati dan menghargai antarsesama,’’ ungkap Agung Widiada. (ad)
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
’’Piodalan Mapedudusan Agung lan Mapeselang’’ di Pura Penataran Agung Pucak Mangu Puncak Karya Dilaksanakan pada Purnama Kalima
BERTEPATAN Purnama sasih kalima, Jumat (3/11) nanti, akan dilaksanakan puncak Piodalan Mapedudusan Agung lan Mapeselang di Pura Sad Kahyangan Penataran Agung Pucak Mangu, Desa Adat Tinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung. Piodalan Mapedudusan Agung di-puput Ida Pedanda Putra Pemaron dari Geria Sidemen Mengwi dan Ida Pedanda Gde Jelantik Giri dari Geria Gunung Sari. Sementara upacara mapeselang akan di-puput Ida Pedanda Putra Kekeran dari Geria Sunia Denkayu dan Ida Pedanda Gede Jelantik Giri Santacita dari Geria Jadi Tabanan. Panglingsir Puri Ageng Mengwi Anak Agung Gde Agung, Senin (30/10) kemarin, mengatakan kegiatan piodalan ini rutin dilaksankan setiap purnama kalima. Dalam rangkaian upacara piodalan ini pihak pemerintah juga akan diundang seperti Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Wabup Ketut Suiasa, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintahan Kabupaten Badung, lembaga DPRD Badung, Asta Puri dan krama dari delapan Desa Adat di Petang selaku pangemong Pura Pucak Mangu. Bupati Badung ke-11 itu lebih lanjut mengungkapkan, rangkaian piodalan mapedudusan agung dan mapeselang diawali melaksanakan upacara di pesiraman, ngaturang piodalan di Pura Luhuring Pucak Mangu, selanjutnya pamendak Ida Batara Tirta Luhuring Pucak Mangu kairing ke Pura Penataran Agung Pucak Mangu. Setelah itu dilaksanakan piodalan mapedudusan agung, mapeselang dan mapasaran di Pura Penataran Agung Pucak Mangu. ‘’Pada piodalan dipentaskan tarian wali, Rejang, Baris Gede, Wayang Lemah dan Topeng Sidakarya. Kami berterima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Badung yang ikut menyukseskan karya di Pura Sad Kahyangan Jagat ini,’’ terangnya. Setelah puncak karya, Ida Batara akan nyejer selama sembilan hari pada 5- 12 November 2017.
Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung Sebelum dilaksanakan upacara bhakti pangayar pada Selasa (7/11), dilakukan kegiatan pangeremek leladan Desa Tiyingan yang di-puput oleh Ida Pedanda Gede Buruan Pasraman Manuaba Darmasaba. ‘’Ida Batara masineb pada Senin, 13 November mendatang, sekitar pukul 13.00 Wita. Selama nyejer, Ida Batara katuran panganyaran dari masing-masing kecamatan di Badung dan leladan dari delapan desa adat sebagai pangempon pura. Setelah masineb, pada Sabtu (9/12) dilakukan upacara tugtug bulan pitung dina,’’ ungkap Gde Agung. (ad)
Yoshinoya Hadir di Bali
Restoran Beef Bowl Nomor Satu dari Jepang
Tutup Gelaran ATC 2017
Gerry Salim Perlihatkan Daya Juang Tinggi di Sepang
TERAKHIR – Pembalap PT Astra Honda Motor menuntaskan seri terakhir ATC 2017 di Sirkuit Sepang, Malaysia dengan semangat juang tinggi. PEMBALAP binaan PT Astra Honda Motor (AHM) berhasil menuntaskan seri terakhir Asia Talent Cup (ATC) 2017 dengan memperlihatkan semangat juang tinggi di Sepang International Circuit, Malaysia, 28-29 Oktober lalu. Pada dua kali balapan yang digelar, Gerry Salim berhasil mengibarkan Merah Putih di podium kedua balap pertama (28/10) setelah mampu memberikan pertarungan sengit di putaran terakhir. Sementara pada hari kedua (29/10), Gerry yang bertekad mengulang kembali kesuksesan naik podium berusaha tampil maksimal sejak awal. Ia mampu menjaga ritme dan bertahan di grup depan sepanjang balapan. Peluang podium pun kembali terbuka untuk Gerry dalam balapan kedua ini.
Saat melakukan tekanan untuk perebutan podium di putaran terakhir, Gerry terpaksa harus keluar racing line karena ada pembalap yang terjatuh di dekatnya. Kejadian ini membuat Gerry harus puas finis di posisi kedelapan. ‘’Perjalanan balapan yang sangat berat. Semua pembalap allout seperti saya. Pada akhir lap saya sudah menemukan ritme yang pas buat podium, tapi nasib tak baik di tikungan terakhir. Ada pembalap yang out dan menggiring saya keluar dari racing line. Terima kasih buat tim mekanik Asia Talent Cup dan dukungan Astra Honda Racing Team,’’ ujar Gerry. Sementara itu, Lucky Hendriansya dan Irfan Ardiansyah yang juga berusaha memberikan hasil terbaik mesti puas berada di posisi ke-15 dan 16 pada hari kedua. Dengan hasil ini, Gerry
Salim berhasil mengisi posisi ke-7 klasemen akhir dengan 94 poin. Lucky Hendriansya di peringkat ke-10 dengan 55 poin, sedangkan Erfin Firmansyah dan Irfan Ardiansyah di ranking ke-14 dan 16 klasemen akhir. General Manager Marketing Planning & Analysis Division AHM A. Indraputra mengatakan, para pembalap muda Indonesia menunjukkan talenta balap yang luar biasa selama ATC 2017. Hal ini bisa menjadi modal untuk mencetak prestasi lain di ajang balap internasional berikutnya. ‘’ATC 2017 telah selesai. Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat terhadap para pembalap yang berjuang di lintasan. Kami harap ini dapat memberikan inspirasi bagi pencinta balap di Indonesia. Melalui program pembinaan berjenjang AHM, kami siap terus mendukung potensi balap di Tanah Air untuk mewujudkan prestasi membanggakan,’’ tegasnya. Pembalap AHRS di ATC 2018 PT Astra Honda Motor kembali mendukung sepak terjang pemuda Indonesia di ajang pencarian pembalap berbakat Asia tersebut pada musim balap 2018. Empat murid Astra Honda Racing School berhasil mengukir namanya menjadi salah satu dari 14 pembalap yang lolos seleksi mengalahkan lebih dari 500 pendaftar. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara yang mengirim perwakilan terbanyak di ajang pencarian bakat tersebut. Mario Suryo Aji (13), Mohammad Adenanta Putra (13), Muhammad Agung Fachrul (14) dan Afridza Syach Munandar (18) siap mencetak prestasi balap membanggakan tahun depan. (bns1)
Polres Banyuwangi Ikut Awasi Dana Desa Banyuwangi (Bali Post) Besarnya dana desa yang mengalir ke desa membuat Pemkab Banyuwangi memperketat pengawasan. Salah satunya melibatkan Polres mengawasi penggunaan dana desa. Tahun 2017, dana desa yang mengalir ke Banyuwangi mencapai Rp 148 miliar untuk 189 desa. Sementara Alokasi Dana Desa (ADD) dari APBD Banyuwangi Rp 172 miliar. ‘’Dana yang mengalir ke desa sangat besar, baik ADD maupun dana desa. Jadi, perlu pengawasan dan pendampingan. Kami menggandeng Polres untuk ikut mengawasi,’’ kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (30/10) kemarin. Banyuwangi sebenarnya telah memiliki sistem penganggaran dan pemantauan dana desa mulai e-village budgeting hingga e-monitoring. ‘’Sebagai upaya preventif juga ini. Sistem ini dulu dibuat agar pengelolaan keuangan transparan dan akuntabel. Kerja sama ddengan Polres ini melengkapinya,’’ jelasnya seraya berharap dana desa dan ADD yang mengalir ke desa digunakan tepat sasaran, sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. S e m e n t a r a i t u , K a p o l r es
Bali Post/kmb30
KERJA SAMA - Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas (kiri) dan Kapolres AKBP Agus Yulianto menandatangani kerja sama pengawasan dana desa, Senin (30/10) kemarin. Banyuwangi AKBP Agus Yulianto menyatakan penandatanganan nota kesepahaman dengan Pemkab merupakan tindak lanjut kerja sama Polri dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Dalam Negeri. Fokusnya melakukan pencegahan dan pengawalan penggunaan dana desa. Bhabinkamtibmas
menjadi ujung tombak mengawasi pelaksanaan dana desa. ‘’Saya khusus pesankan kepada Bhabinkamtibmas agar kesepakatan ini jangan untuk menakuti-nakuti, tetapi justru harus ikut bersama-sama membangun desa. Ini upaya preventif. Upaya represif menjadi jalan paling akhir jika ditemukan penyimpangan,’’ tegasnya. (kmb30)
MENU – Menu Beef Bowl berupa irisan daging sapi gurih disajikan di atas nasi dengan resep asli Jepang. YOSHINOYA adalah restoran beef bowl nomor satu di Jepang yang berdiri sejak tahun 1899 di Tokyo. Yoshinoya kini hadir di Bali, tepatnya di Kuta Beach, Kutabex Hotel Lobby, Jalan Pantai Kuta, Badung. Menunya yang terkenal adalah Beef Bowl, irisan daging sapi gurih yang disajikan di atas nasi dengan resep asli Jepang. Yoshinoya sudah terkenal di seluruh dunia dan telah ada di lebih dari 1.800 lokasi, seperti di Los Angeles, Shanghai, Hongkong, Taiwan, Singapura, Manila, Bangkok dan Kuala Lumpur. Yoshinoya Indonesia telah mempunyai lebih dari 70 store di Jabodetabek, Badung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Malang. Sejak kehadirannya di Indonesia, Yoshinoya menjadi trendsetter dan pilihan banyak orang. Yoshinoya Indonesia memiliki sertifikat halal dari MUI, yang menjadi bukti komitmen Yoshinoya untuk memberikan mutu, kualitas makanan dan kebersihan yang terjaga bagi penggemar setia Yoshinoya. Dalam meracik kelezatan, Yo-
shinoya menggunakan bahan-bahan terbaik seperti 100 persen daging sapi USA pilihan dan sayuran segar. Dengan resep yang sudah lebih dari 100 tahun, Beef Bowl Yoshinoya terbukti sebagai makanan khas Jepang yang sangat digemari. Ada tiga pilihan menu Beef Bowl favorit. Original Beef Bowl cocok bagi penggemar rasa asin gurih, Yakiniku Beef Bowl untuk pencinta rasa manis gurih dengan saus spesial yakiniku dan Black Pepper Beef Bowl buat penggemar saus lada hitam pedas. Khusus di store Bali, tersedia menu baru BBQ grilled chicken sauce, dada ayam panggang tanpa tulang dilengkapi saus barbeque manis gurih yang disajikan dengan kentang goreng renyah dan sayuran. Menu baru ini dijual dengan harga Rp 20.000-an, yaitu Karaage Chicken Bowl, lima potong daging ayam goreng tanpa tulang khas Jepang yang disajikan di atas nasi. Bagi yang menginginkan makan lengkap, hemat dan harga terjangkau tersedia paket puas Beef Bowl. Hanya dengan menambah
Rp 12.000 sudah mendapat tiga gorengan ayam. Atau menambah Rp 18.000 mendapat tiga gorengan udang dan semua sudah termasuk minuman Ocha sepuasnya. Bagi para pencinta ayam tersedia chicken plate. Paket hemat ayam goreng tanpa tulang khas Jepang di atas nasi dengan harga terjangkau. Tersedia dua pilihan menu, yaitu big fried chicken seharga Rp 20.000-an dan chicken roll hanya Rp 19.000. Jadikan set hanya tambah Rp 3.000 mendapatkan minuman ocha sepuasnya. Yoshinoya juga menyediakan menu breakfast yang dapat dinikmati pukul 07.00-11.00 Wita. Menu breakfast yang ditawarkan berupa full breakfast, menu favorit untuk sarapan pagi yang komplet dan mengenyangkan terdiri atas sosis sapi goreng, kentang hashbrown, telur scramble dan panekuk lembut yang disajikan dengan butter dan sirup maple. Untuk pilihan menu sarapan pagi yang lebih ringan tersedia pancakes breakfast, menyajikan dua kue panekuk lembut dengan butter dan sirup maple. Menu sarapan pagi yang lain adalah value breakfast hanya Rp 19.000 menyajikan dua potong daging ayam goreng, telur scramble dan nasi putih. Menu breakfast bisa ditambah Rp 5.000 mendapatkan satu minuman pilihan black coffee/ orange juice/hot tea/ocha. Nikmati pula promo paket hemat coffee all day Rp 25.000, coffee latte ditambah croissant lebih hemat Rp 10.000. Nikmati royal vanilla latte, perpaduan coffee latte dan vanilla hanya dengan menambah Rp 3.000. Untuk segala suasana tersedia drink corner dengan pilihan menu minuman segar, coffee dan ice cream. Selama opening ada promo heboh 50 persen all drinks di drinks corner. (bns2)
Tunjangan Naik, Mobdin DPRD Ditarik
Banyuwangi (Bali Post) Jajaran kelengkapan DPRD Banyuwangi tak lagi bisa menikmati fasilitas mobil dinas (mobdin). Akibat naiknya tunjangan, para wakil rakyat Kota Gandrung ini tak lagi bisa membawa pulang mobdin. Seluruhnya ditarik, dikembalikan ke Bagian Perlengkapan Pemkab. Ketua DPRD Banyuwangi Made Cahyana Negara membenarkan penarikan mobdin dewan tersebut. Namun, kebijakan itu hanya berlaku bagi jajaran kelengkapan dewan, yaitu Komisi, Badan Kehormatan (BK) dan Badan Pembentukan Perda (Bapemperda). ‘’Total ada enam mobdin. Susah ditarik per 1 September lalu. Ini konsekuensi PP 18/2016 tentang Hak dan Kewajiban DPRD,’’ katanya, Senin (30/10) kemarin. Menurut politisi PDI Perjuangan itu, penarikan mobdin hanya berlaku bagi anggota. Khusus jajaran pimpinan DPRD tetap mendapatkan mobdin. Bedanya, jajaran pimpinan tidak mendapatkan tunjangan transportasi. Sesuai PP yang baru dan ditindaklanjuti dengan perda, tunjangan anggota DPRD ditambah biaya transportasi. Nilainya sekitar Rp 250.000 per hari, dihitung masa kerja. Dengan naiknya tunjangan transportasi, mobdin alat kelengkapan DPRD harus dikembalikan. ‘’Jadi, semua anggota mendapatkan tunjangan
Made Cahyana Negara transportasi. Konsekuensinya, tak boleh pakai mobdin. Semua pakai mobil sendiri. Jika dinas keluar kota, seluruh anggota harus menyewa mobil sendiri, sebab sudah diberikan tunjangan transportasi,’’ tegas Cahyana Negara. Meski menggunakan mobil pribadi, tak memengaruhi kinerja anggota. Sebab, sudah diganti dengan tunjangan transportasi. Apalagi setiap anggota mendapatkan tunjangan ini. ‘’Kalau hanya dinas dalam kota, pakai mobil sendiri,’’ katanya. Ia berharap dengan naiknya tunjangan, anggotanya bisa bekerja lebih maksimal, terutama menggarap perda
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Bali Post/kmb30
dan fungsi kontrol anggaran. Tahun 2018, jelas Ketua DPC PDI-P Banyuwangi itu, pihaknya tak mematok banyak pembahasan perda. Alasannya, pihaknya tak mengejar kuantitas, namun kualitas. Sebab, banyaknya pembahasan perda terganjal waktu fasilitasi di gubernur. ‘’Di Jawa Timur ada 38 kota/kabupaten. Kami selalu terganjal waktu fasilitasi jika membahas perda,’ sebut Cahyana Negara. Oleh karena itu, pembahasan perda sedikit dikurangi. Tahun 2018, ada 20 rancangan perda (ranperda) yang ditetapkan pembahasan. Dari jumlah ini, 11 ranperda inisiatif DPRD. (kmb30)
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
daerah
5
Tim Operasi Sikat Agung
Tangkap Spesialis Pembobol Rumah Denpasar (Bali Post) Tim Resmob Polresta yang tergabung dalam Operasi Sikat Agung 2017 berhasil meringkus spesialis pembobol rumah kosong, Abdul Rohman (27), Sabtu (28/10) lalu. Tersangka Abdul Rohman yang kesehariannya bekerja sebagai buruh proyek dibekuk saat menonton konser di seputaran Tohpati, Denpasar Timur. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Senin (30/10) kemarin, salah satu korbannya tinggal di Jalan Pulau Moyo, Perum Jadi Pesona, Pedungan, Denpasar Selatan, September lalu. Korban mengaku kehilangan sejumlah barang berharga di rumahnya. Dari hasil olah TKP, dicurigai seorang buruh proyek di dekat rumah korban. Selanjutnya petugas memburu pelaku yang beralamat di Jalan Diponegoro, Denpasar. ‘’Sejak itu pelaku terus pindah tempat tinggal untuk menghindari petugas,’’ ungkap sumber. Polisi akhirnya berhasil melacak keberadaan pelaku, yaitu sedang menonton konser di wilayah Tohpati, Denpasar Timur. Petugas kemudian bergerak dan melakukan penangkapan terhadap tersangka dan dibawa ke Mapolresta Denpasar. Saat diperiksa, pelaku mengaku melakukan pencurian di rumah korban dengan cara mencongkel jendela. Selanjutnya mengambil barang korban, di antaranya beberapa HP dan kartu ATM. Selain itu, pelaku beraksi di lima TKP, di antaranya di Jalan Pulau Moyo dan Jalan Mekar Blok B II, Pemogan, Denpasar Selatan. TKP lainnya tidak diingat lagi. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Sang Made Mahendra Jaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Saat ini kasusnya ditangani Polresta Denpasar. (kmb36)
Bali Post/kmb26
ABRASI - Abrasi di Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru, Negara, mengakibatkan sejumlah bangunan jebol dan kini hampir memutuskan jalan.
Abrasi di Pebuahan Nyaris Putuskan Jalan
Bali Post/ist
GELAR PASUKAN - Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol Nyoman Gatra menjadi inspektur upacara gelar pasukan Operasi Zebra Agung 2017.
Polresta Gelar Operasi Zebra Agung
Sasar Ranmor Parkir di Badan Jalan Denpasar (Bali Post) Salah satu penyebab tersendatnya arus lalu lintas di wilayah hukum Polresta Denpasar lantaran pengendara kendaraan bermotor (ranmor) kerap memarkir kendaraannya di badan jalan raya. Untuk itu, Satlantas Polresta Denpasar akan menertibkan pengendara ranmor yang parkir di badan jalan. Dalam dua minggu ke depan, yakni 1-14 November 2017, akan digelar Operasi Zebra Agung 2017. Operasi yang dilaksanakan secara serentak ini dalam rangka menegakkan hukum, meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas di wilayah hukum Polresta Denpasar. Guna mematangkan operasi ini, gelar pasukan dilaksanakan di lapangan upacara Polresta Denpasar yang diikuti personel Polresta Denpasar dan Polsek jajarannya. Selaku Inspektur Upacara adalah Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol Nyoman Gatra. Kompol Gatra seizin Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, S.H., M.H. membacakan amanat Kakorlantas Mabes Polri Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa, M.M. Tujuan Opersi Zebra Agung 2017 adalah meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya, meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan, menurunkan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas. ‘’Selain itu, demi terwujudnya situasi kamseltibcar lantas menjelang Natal dan Tahun Baru,’’ kata Kompol Gatra. Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Denpasar Kompol Rahmawaty Ismail, S.E., S.IK. selaku penanggung jawab pelaksanaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Denpasar, menyampaikan target operasi ini adalah pembebasan ruas badan jalan yang digunakan sebagai tempat parkir dan para pelajar yang membawa sepeda motor tapi belum memiliki SIM. ‘’Kami berharap kepedulian orangtua dan pihak sekolah untuk mengantisipasi hal tersebut,’’ ucap Kompol Rahmawaty. (kmb36/kmb21)
Lintas Daerah Kelola Bandara Sumbar PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendukung rencana Kementerian Perhubungan untuk mengelola Bandar Udara Sekongkang di Kabupaten Sumbawa Barat (Sumbar) agar bisa dioptimalkan untuk menunjang pembangunan pariwisata di daerah ini. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB H. Lalu Bayu Windia di Mataram, Minggu (29/10) mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumbar selaku pemilik bandara sudah menyetujui Bandara Sekongkang dikelola oleh Kemenhub. Daerah mau menyerahkan pengelolaannya ke pemerintah pusat agar operasionalnya layak, karena sekarang ini keberadaan bandara itu belum optimal. Jika dikelola pusat, akan ada sumber daya manusia yang akan difungsikan untuk menjalankan operasional bandara. Begitu juga dengan anggaran untuk operasional dan pemeliharaannya. Pihaknya bersama dengan Pemkab Sumbawa Barat sudah melakukan koordinasi terkait pengambilalihan operasional Bandara Sumbawa Barat sebagai bandara perintis yang diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah. Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kemenhub sudah mengirim tim untuk melaksanakan inventarisasi dan verifikasi lahan dan bangunan bandara pada 28 November 2016. Inventarisasi dan verifikasi tersebut dilaksanakan sebagai persiapan serah terima bandara dari Pemkab Sumbawa Barat kepada Kemenhub. (ant)
Negara (Bali Post) – Abrasi di Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, semakin parah. Air laut kini naik menelan bangunan rumah dan warung di pinggir jalan serta nyaris memutuskan jalan. Dari pengamatan Senin (30/10) kemarin, sejumlah bangunan tampak sudah mulai hilang tergerus gelombang pasang. Ruas jalan aspal di tengah permukiman juga mulai amblas. Gelombang air laut pasang juga merusak jalur pipa air bersih yang berada di selatan jalan. ‘’Sudah lima hari lalu air pasang, jalan ikut terendam,’’ terang Ardi (30), salah seorang warga. Pasir menutupi jalan
aspal sehingga sulit dilalui kendaraan. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya yang lebih aman. Beberapa warung ikan bakar yang mulai hancur ditinggalkan
pemiliknya. Beberapa di antaranya membangun di sisi utara jalan dan ada yang menggeser lebih ke dalam. Upaya mereka memasang penghalang ombak dari batu-batu bronjong dan tumpukan pasir tidak berhasil. Kondisi ini membuat warga waswas setiap air pasang. Lantaran lambatnya penanganan, sejumlah warga beberapa waktu lalu mendatangi Kantor Desa Banyubiru mempertanyakan tindak lanjut senderan ini. Sebab, sudah puluhan rumah warga yang
hancur disapu gelombang, sedangkan fasilitas umum termasuk tiang listrik dan saluran pipa PDAM rusak. Kepala Desa Banyubiru, Masturi, belum lama ini membenarkan sejumlah warga sempat mendatangi kantor desa untuk menanyakan pembangunan senderan. Pihak desa belum mengetahui secara pasti dimulainya pembangunan senderan pantai, meski dinas terkait sudah melakukan pengukuran dan penelitian. (kmb26)
Berobat di RSUP Sanglah
Kini Tak Perlu Antre Lama
Bali Post/kmb30
DIPERIKSA - Pelaku pembanting balita hingga tewas diperiksa di Polres Banyuwangi.
Tukang Ojek Banting Balita hingga Tewas Banyuwangi (Bali Post) Nasib tragis menimpa balita Alesha Keisha Ardani yang baru berumur 22 bulan. Bocah mungil ini tewas setelah dibanting tukang ojek ibunya. Nyawa korban tak tertolong setelah mendapat perawatan medis di rumah sakit. Beberapa jam setelah kejadian, pelaku berhasil ditangkap Satreskrim Polres Banyuwangi. Pelaku adalah Efendi (40), warga Kelurahan Pakis Rejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi. ‘’Kejadiannya Sabtu (28/10) malam. Setelah beraksi, pelaku kami tangkap,’’ kata Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Sodik Efendi, Senin (30/10) kemarin. Dijelaskannya, pelaku dan ibu korban, Rina Murniasih (30), asal Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi, berteman baik. Pelaku juga tukang ojek langganan ibu korban. Sabtu sore, korban dititipkan ibunya ke rumah pelaku. Korban sudah sering dititipkan ke rumah pelaku ketika ada pekerjaan. Saat digendong pelaku, korban terus menangis. Diduga kalap, pelaku membanting korban ke kasur. Di atas kasur kepala korban membentur tumpukan gantungan baju. Pelipis korban juga diduga membentur tembok. Akibatnya korban terluka di bagian pelipis dan mulutnya memar. Saking parahnya, korban
tak sadar dan kemudian dilarikan ke rumah sakit. Nahas, nyawa korban tak tertolong. Begitu mendapat laporan, Polrss Banyuwangi langsung menerjunkan tim. Pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan. ‘’Pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Kami terus kembangkan kasus ini,’’ jelas Sodik. Sodik menjelaskan, kasus ini terungkap ketika ibu korban hendak mengambil anaknya. Kala itu pelipis korban dalam kondisi memar dan tubuhnya tak bergerak. Ibu korban kemudian membawanya ke rumah sakit. Sementara pelaku berdalih nekat membanting korban lantaran jengkel. Korban terus menangis meski sudah digendong. ‘’Motifnya jengkel karena korban terus menangis. Sebelum dibanting, pelaku sempat mengangkat kaki korban ke atas,’’ tambahnya. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi terkait kasus ini. Istri pelaku juga ikut diperiksa sebagai saksi. Dari kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya gantungan baju dan baju yang dipakai korban saat kejadian. Sejumlah kerabat pelaku mengatakan, Efendi saat muda sempat menjalani perawatan kejiwaan. Untuk itu, polisi akan memeriksa kondisi kejiwaan pelaku. (kmb30)
Denpasar (Bali Post) Pemandangan antrean panjang di loket pendaftaran dan poliklinik RSUP Sanglah tak lagi terlihat. Pasien kini bisa dengan cepat mendapatkan giliran pelayanan. Tak heran, pukul 10.00 Wita, loket pendaftaran RSUP Sanglah sudah mulai lengang. Ini terjadi karena RSUP Sanglah menerapkan sistem online untuk pendaftaran pasien. Sistem pendaftaran online di RSUP Sanglah mulai diterapkan 1 Desember 2016. Saat itu pasien yang memanfaatkan fasilitas ini hanya belasan orang. Kini, setelah berjalan 10 bulan, pengguna sistem pendaftaran online mencapai 200 orang, namun 10-20 persen tidak hadir. ‘’Mungkin ada yang hanya coba-coba, padahal sudah kami siapkan rekam medisnya,” ungkap Dra. Nining Setiawati, M.Si., Direktur Umum dan Operasional RSUP Sanglah, Senin (30/10) kemarin. Dengan sistem pendaftaran online, rekam medis bisa disiapkan H-1. Selama ini antrean panjang dan lama akibat keterlambatan menyiapkan rekam medis. Oleh karena itu, sekarang petugas di bagian rekam medis RSUP Sanglah dibagi tiga shift, yaitu mulai pagi hingga pukul 16.00, pukul 16.00-20.00 dan pukul 20.00 sampai pagi. Sebelumnya cuma satu shift. RSUP Sanglah juga berinovasi mempercepat antrean dengan sistem perjanjian. Sistem ini mulai diterapkan awal tahun 2017. Pemanfaatannya mencapai 350 pasien. Pasien mendaftar sehari sebelumnya dan sudah membawa berkas. Angka kehadirannya 100 persen. RSUP Sanglah setiap hari menerima kunjungan pasien sekitar 900 di luar pasien IGD. Sepuluh persen di antaranya merupakan pasien baru. Dari 900 pasien, 30 persen atau 350 pasien telah menggunakan sistem pendaftaran online dan sistem perjanjian. Dengan begitu, 350 pasien tidak perlu lagi mengantre di loket pendaftaran, sehingga mengurangi kepadatan orang berkumpul di loket pendaftaran. Sementara di poliklinik, rekam medis telah disiapkan. Dokter bisa melayani pasien lebih pagi. “Kalau dulu, dokter menunggu pasien. Tapi sekarang dokter sudah mulai bekerja pukul 07.00, karena pukul 07.30 rekam medis sudah ada di poliklinik. Dari rekam medis datang di poliklinik hingga pasien mendapat pelayanan juga ada standar waktunya yaitu 30 menit. Padahal sebelumnya pasien bisa mengantre hingga 3 jam baik di loket pendaftaran maupun poliklinik,’’ paparnya. Pemeriksaan laboratorium yang selama ini dikeluhkan ikut ditata. Melalui laboratorium integrated system, pasien tak perlu lagi membawa permintaan cek laboratorium dari poliklinik ke lab dan hasilnya dari lab ke poliklinik. Permintaan jenis-jenis pemeriksaan di lab dapat diinput dokter dari poliklinik, sehingga lab sudah tahu pemeriksaan apa yang akan dilakukan pasien. “Permintaan pemeriksaan sudah ada sebelum pasien sampai di lab, sedangkan pasien menunggu hasil lab 120 menit. Setelah hasil lab keluar, dapat langsung diinput pada sistem di poliklinik. Ini mempercepat dan mengurangi risiko kehilangan berkas,” jelas Setiawati. (kmb42)
Dra. Nining Setiawati, M.Si.
Bali Post/kmb24
OPINI
6
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Memupuk Keikhlasan dan Kesadaran Diri TANTANGAN hidup yang makin berat tentu akan berimplikasi lahirnya makin banyak ‘’musuh’’ dalam kehidupan. Hidup yang sarat kepentingan dan terkadang sarat keinginan, ambisi sering kali mengalahkan kesadaran kita. Kekalahan mengelola kesadaran diri yang pada gilirannya menguatkan dominasi sad ripu. Dan dalam kehidupan inilah yang patut juga kita perangi. Tentunya perang melawan egoisme diri dan ambisi layak kita jadikan salah satu target pada perayaan Galungan dan Kuningan pada bulan November 2017 ini. Kita juga menyadari penuh, kebaikan dan keburukan adalah dua sisi yang beriringan. Dharma dan adharma juga sering kali sejalan, waluapun secara makna memiliki perbedaan yang kontradiktif. Tapi bagi kita umat Hindu, itulah rwa bhineda, dua perbedaan yang menjadi keseimbangan hidup jika kita mampu mengelolanya. Perbedaan harus kita pahamami sebagai dua posisi penyangga yang bisa memastikan kita memiliki keseimbangan hidup. Dalam konteks ini pula pada zaman ini kita juga harus tampil menjadi pemenang dalam mengelola kesadaran diri atas berbagai musuh kekinian manusia. Tentu tak hanya kesadaran diri yang harus kita perjuangkan. Sebagai umat Hindu kita juga harus tetap ingat dan ikhlas dalam menjalankan swadharma kita. Pada perayaan Galungan ini tampaknya konsep ngayah juga perlu diaktualisasikan. Kesadaran ini pula yang membuat memiliki keyakinan bahwa rezeki bukanlah kita yang menentukan. Bahkan, tak hanya rezeki, nasib dan hidup juga berada di luar jangkauan kita. Maka untuk itulah, pada perayaan Galungan ini penting bagi kita hanya mengelola kemenangan kebaikan atas keburukan, malainkan juga memastikan diri kita menjadi pelaksana swadharma yang ikhlas. Ini tentu perlu kepekaan dan kedewasaan. Maka untuk itulah latihlah diri untuk bisa ngayah dan ikhlas sesuai profesi kita. Terlepas dari hal itu, secara makna kita juga pahami bersama Galungan adalah ruang untuk menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pikiran dan pendirian yang terang. Bersatunya rohani dan pikiran yang terang inilah wujud dharma dalam diri. Sedangkan segala kekacauan pikiran itu (byaparaning idep) adalah wujud adharma. Dari konsepsi lontar Sunarigama inilah didapatkan kesimpulan bahwa hakikat Galungan adalah merayakan menangnya dharma melawan adharma. Untuk itu, Galungan sebagai hari suci tidak boleh dilokalisasi sebatas dan terbatas pada urusan ritualitas, tetapi menjadi jalan by-pass memantapkan sekaligus menguatkan spiritulitas. Ritual, apa pun bentuk dan jenis upacaranya, termasuk Galungan bukanlah tujuan melainkan jalan. Jika secara ritualistik, Galungan yang disebut juga Pawedalan Jagat atau Otonan Gumi adalah ekspresi bhakti sebagai ungkapan angayu bagia atas kelimpahan kesejahteran dunia (sekala), lalu dalam konteks filosofis, dipandang sebagai hari kemenangan dharma atas adharma. Ritual Galungan yang berdimensi sakral sejatinya bisa dijadikan orientasi memuncaki obsesi spiritual, bukan sebaliknya menapaki bahkan hingga membiarkan diri tenggelam pada instrumen material, finansial, kapital yang hanya berfungsi sebagai modal insidental. Sementara modal ideal menuju alam kekal, untuk bisa kembali ke asal hanyalah transformasi simbol dan makna ritual agar menjelma menjadi laku spiritual.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Taman Kota, Taman Budaya
Taman kota itu apakah dipentingkan atau dibutuhkan? Menurut saya taman kota bukan dibutuhkan tapi diperlukan atau dipentingkan. Arti kepentingan dan kebutuhan itu beda. Kabupaten Badung saya rasa sampai saat ini belum memiliki taman kota. Ada yang menanyakan di mana akan dibangun taman kota tersebut? Rasanya agak sulit mencari lahan untuk mengadakan taman tersebut. Membangun taman kota janganlah terlalu dipaksakan karena itu bukan sangat dibutuhkan. Sebenarnya Badung sudah punya taman tapi lokasinya tersebar. Tidak fokus. Di Mengwitani ada seperti Taman Rama Sita. Di Mengwi ada Pura Taman Ayun. Di Kuta dan di lain desa juga ada banyak. Tapi jika difokuskan di Puspem Badung sendiri sebenarnya sudah terbentuk taman yang begitu luas dan indah. Mengapa lagi mengadakan taman kota? Ya, apalagi akan dibangun gedung budaya atau lokasi tempat mengembangkan atau panggung hiburan berbagai seni budaya. Kata Bupati Badung Giri Prasta gedung kesenian tersebut bertarap internasional dan lebih hebat dari Taman Budaya atau Art Center di Denpasar. Nah, lebih baik gedung budaya yang akan dibangun itulah dimanfaatkan sebagai Taman Kota. Untuk itu maka pengamanan dan kenyamanan perlu ditingkatkan karena dekat kantor bupati. W. Beratha Yasa Kapal, Badung
Galungan, Mengalahkan Kebenaran Kepentingan Budha Kliwon Dungulan ngaran Galungan patitis ikang janyana samadhi, galang apadang maryakena sarwa byapaning idep, artinya: Rabu Kliwon Dungulan, arahkan bersatunya rohani supaya mendapatkan pandangan yang terang untuk melenyapkan segala kekacauan pikiran, demikian Lontar Sunarigama menegaskan. Bahwa Galungan bukanlah sekadar momen beracara ritual melainkan momentum menerangi pikiran dari kuasa kegelapan agar memperoleh pencerahan dan kecerdasan intelektual sebagai anak tangga pendakian mencapai puncak kesadaran spiritual.
Oleh I Gusti Ketut Widana ntinya, Galungan sebagai hari suci (bukan hari raya) tidak boleh dilokalisasi sebatas dan terbatas pada urusan ritualitas, tetapi menjadi jalan by-pass memantapkan sekaligus menguatkan spiritulitas. Jika tidak demikian, Amin (1989) menyatakan: “Semakin mengentalnya kadar ritual dalam kehidupan beragama dalam jangka panjang justru akan membuat hilangnya spiritualitas yang berfungsi reflektif dan kontemplatif sekaligus evaluatif, agar dapat mempertalikan antara sisi ketuhanan dengan misi kemanusiaan”. Ritual, apa pun bentuk dan jenis upacaranya, termasuk Galungan bukanlah tujuan melainkan jalan. Jika secara rituaslistik, Galungan yang disebut juga Pawedalan Jagat atau Otonan Gumi adalah ekspresi bakti sebagai ungkapan angayu bagia atas kelimpahan kesejahteran dunia (sekala), lalu dalam konteks filosofis, dipandang sebagai hari kemenangan dharma atas adharma. Pertanyaannya, benarkah dharma dalam arti kebe-
I
naran sudah menang, setidaknya pada diri sendiri. Jika dinyatakan menang, kebenaran apakah yang sudah dimenangkan? Sebab, apa yang disebut kebenaran itu ternyata ada banyak jenisnya. Ada kebenaran ilmiah (ilmu) yang bersifat rasional, logis, empiris, dan pragmatis. Bahkan, kebenaran filsafat, dibagi lagi menjadi beberapa jenis mengacu teori kebenaran itu sendiri yaitu teori korespondensi berdasarkan kebenaran faktual; teori koherensi berdasarkan kebenaran rasio; dan teori pragmatisme berdasarkan pada fungsi atau kegunaannya. Satu lagi adalah kebenaran agama berdasarkan dogma sebagai kebenaran absolut (mutlak). Ritual suci Galungan tergolong kebenaran agama (Hindu), meski berlabel lokal Bali. Sesungguhnya masih ada satu kebenaran lagi yang diakui ataupun tidak sudah melekat bahkan menguat sebagai bagian karakteristik berkehidupan. Kebenaran apakah itu, tiada lain kebenaran yang senantiasa didasari kepentingan. Kebenaran yang disebut terakhir itulah yang acap kali menjungkalkan strata kebenaran di
atasnya. Bahwa untuk memperjuangkan sekaligus memenangkan kepentingan, sering kali harus menghalalkan segala cara. Prinsinya, “tujuan itu mensucikan segala tindakan”. Soal cara, bagaimanapun bentuk aksinya dianggap tidak penting, yang diutamakan adalah tujuan tercapai dan kepentingan terpenuhi. Dalam konteks Galungan, kebenaran berdasarkan kepentingan inilah yang dapat dikategorikan sebagai perwujudan Sang Kala Tiga Galungan. Secara mitologis, tiga hari sebelum Galungan, berturutturut akan hadir memerangi kebenaran sejati (dharma), dimulai dengan kemunculan Bhuta Galungan, menampilkan sifatsifat ingin mencari keuntungan dalam situasi apa pun, meski dengan merugikan orang lain. Lalu turun Bhuta Dungulan, memeragakan watak lewat perilaku mau menang sendiri dengan hanya memperjuangkan kepentingan sendiri. Tidak peduli dengan orang lain, apakah bisa menerima atau menderita karena ulahnya, yang penting: the show must go on. Terakhir, hadir Bhuta Amangkurat, dengan
karakter selalu ingin berkuasa atau menguasai apa pun yang menguntungkan kepentingannya. Kekuasaan baginya bukan untuk memperjuangkan kepentingan orang banyak, tetapi justru dimanfaatkan, tepatnya disalahgunakan demi memenangkan bahkan jika bisa melanggengkan kekuasaannya. Celakanya sebagaimana menjadi hasrat dalam tabiatnya, power tends to corrupt, kekuasaan cenderung menjadi korup (korupsi), yang pada kenyataannya menjadikan kedudukan, kewenangan beserta kesempatan menjabat sebagai kebenaran (tepatnya pembenaran) berdasar kepentingan untuk mengeruk keuntungan (pribadi, keluarga, kelompok/golongan). Unggahan berita dari berbagai media menunjukkan fakta, ratusan pejabat selaku pemegang kekuasaan, mulai dari tingkat menteri, gubernur, bupati, wali kota, kepala desa hingga kepala dusun, dan pejabat struktural lainnya, terlibat pada penyalahgunaan kewenangan yang mengharuskannya menerima hukuman penjara. Jiwa yang pada hakikatnya sinar kedewataan yang bersthana dalam diri, akhirnya harus terpenjara oleh hasrat tubuh materi, hingga terkungkung dalam kegelapan jeruji besi. Ritual Galungan yang berdimensi sakral sejatinya bisa dijadikan orientasi memuncaki obsesi spiritual, bukan sebaliknya menapaki bahkan hingga membiarkan diri tenggelam pada instrumen material, finansial, kapital yang hanya berfungsi sebagai modal insidental. Sementara modal
Bencana dan Ancaman Kepariwisataan Puncak Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dilaksanakan di Sorong, Papua Barat pada tanggal 22-25 Oktober 2017. Peringatan bulan PRB adalah sarana untuk mempromosikan Budaya PRB, termasuk pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan bencana. Peringatan tahun ini bersamaan dengan telah sebulan lamanya terjadi aktivitas vulkanis Gunung Agung di Bali. Aktivitas Gunung Agung memberikan dampak bagi ekonomi sektor pariwisata meskipun tidak langsung. Bali merupakan destinasi utama wisata internasional Indonesia. Wajar jika terjadi kewaspadaan wisatawan dan negara-negara asalnya. Pemerintah penting merancang mitigasi pariwisata tanggap bencana. Apresiasi patut diberikan kepada pemerintah yang langsung mengosongkan daerah bahaya. Jumlah pengungsi terus mencapai 104.673 jiwa. Pengungsi tersebar di 447 titik pengungsian di 9 kabupaten/kota. Aktivitas Gunung Agung memberikan dampak ke sektor pariwisata, salah satunya kawasan pariwisata Ubud, Gianyar. Dampak yang terlihat jelas di antaranya aktivitas lalu lintas menjadi sepi, sejumlah wisatawan diduga memilih pulang lebih awal ke negaranya, tingkat kunjungan ke tempat hiburan di Kuta menurun, serta tempat belanja di Kawasan Legian mengalami penurunan omzet. Tercatat adat lima negara seperti Singapura, Inggris, Australia, Amerika Serikat, dan New Zealand yang mengeluarkan travel advice. Negara ini berpesan agar warganya hati-hati dan tidak melakukan aktivitas di radius 9-12 kilometer dari Gunung Agung. Wisatawan diimbau untuk terus memantau dampak terhadap penerbagan dengan intens menghubungi maskapai. Selanjutnya juga diminta memantau laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Badan
Oleh Ribut Lupiyanto Nasional Penanggulangan Bencana untuk informasi terbaru tentang status Gunung Agung. Wisatawan diminta memberi tahu teman dan keluarga tentang keadaan dan memperbarui statusnya di media sosial jika terjadi erupsi. Saran diberikan agar mengambil tindakan pencegahan demi keselamatan, memantau berita setempat dan mengindahkan instruksi dari pemerintah daerah, seperti siap untuk dievakuasi dalam waktu singkat. Mitigasi Kepariwisataan Jaminan ketenangan, keamanan, dan kenyamanan penting diberikan kepada wisatawan. Hal ini untuk menghindari adanya penurunan wisatawan akibat status Gunung Agung. Hal ini menjadi ujian dan tantangan bagi Bali untuk menyiapkan mitigasi kebencanaan sekaligus mengamankan sektor kepariwisataan. Beberapa upaya mitigasi penting disiapkan dan dilakukan pemerintah khusus untuk sektor pariwisata. Pertama adalah menyediakan informasi update dan terjangkau terkait kondisi Gunung Agung. Pusat-pusat informasi wisata wajib menyediakan informasi ini. Setiap lokasi wisata juga mesti menyediakannya. Wisatawan penting diberitahukan terkait nomor telepon penting, laman info update, dan lainnya. Kedua, penting diidentifikasi daerah destinasi wisata yang memiliki kerawanan bahaya di ring 2, 3, dan seterusnya. Rambu-rambu apa yang harus dilakukan, kondisi apa yang menentukan bahaya, hingga SOP evakuasi dan kedaruratan lain mesti disajikan sejak dini. Ketiga, menyiapkan tempat, peralatan, per-
lengkapan, dan skenario evakuasi wisatawan. Setiap lokasi wisata wajib menyediakan peralatan dan perlengkapan darurat, seperti masker, obat-obatan, dan lainnya. Selain itu, disiagakan kendaraan untuk antisipasi jika diperlukan evakuasi. Lokasi tujuan evakuasi juga mesti ditetapkan sejak awal. Jalur yang digunakan dipersiapkan yang aman dan terhindar dari keruwetan transportasi. Keempat, skenario teringan hingga terburuk mesti disiapkan di setiap lokasi wisata. Perencanaan pembatasan pengunjung hingga penutupan lokasi harus matang. Parameter, data, dan konsekuensinya menjadi tanggung jawab otoritas setempat. Kelima, aktivitas mitigasi bencana erupsi berpotensi menjadi destinasi wisata baru. Semangatnya bukan untuk menjual derita kemanusiaan, namun memberikan pelajaran terkait kearifan lokal dan kebijakan pemerintah. Upaya evakuasi hingga segala dinamika di pengungsian dapat menarik bagi peneliti maupun wisatawan umum. Jika kondisi baik dikabarkan ke mancanegara, maka akan menjadi poin positif bagi pariwisata Bali. Efek donasi kemanusiaan juga berpotensi akan berdatangan. Sinergi antar-elemen dibutuhkan dalam upaya mitigasi di atas. Antara lain oleh pemerintah, masyarakat, swasta, unsur budaya lokal, dan lainnya. Skenario destinasi lain penting disiapkan jika terjadi imbas kurang baik terkait pariwisata Bali. Misalnya pengalihan ke NTB, Yogyakarta, dan lainnya. Kesuksesan mitigasi tanggap bencana dari pariwisata Bali berpotensi menjadi percontohan internasional. Hal utama adalah meminimalisasi risiko bencana sekaligus mengamankan kepariwisataan seperti kondisi normal sebelumnya.
ideal menuju alam kekal, untuk bisa kembali ke asal hanyalah trasnformasi simbol dan makna ritual agar menjelma menjadi laku spiritual. Sehingga dimensi imanensi kehidupan beragama yang sarat kepentingan material termasuk dalam bentuk ritual, pada akhirnya dapat terangkat menuju alam transendental, Tuhan Sang Mahakekal, sumber dari segala sumber dari mana semua ciptaan berasal. Terlalu tinggi mungkin obsesi itu, namun setidaknya melalui ritual suci Galungan, tumbuh berkembang spirit kesadaran spiritual, tidak terjebak ke dalam kepentingan material. Material memang penting, bahkan untuk ritual pun sarat unsur material, tetapi bagaimana kemudian umat dapat membangkitkan energi materi menjadi energi rohani, yang selanjutnya meningkatkan kualitas sradha dan bhakti. Sederhananya, Hari Suci Galungan, yang pada hakikatnya sebagai simbol kemenangan dharma atas adharma, benar-benar dapat membuat diri menjadi galang (mencerahkan pikiran), bahkan memosisikan dharma sebagai gelung (mahkota idep) dan juga menempatkannya sebagai galeng (sandaran hidup), sehingga dalam mengarungi kehidupan ini senantiasa geleng (ikun/tekun, menjadi enteg, degdeg, tidak gedeg, ngredeg, apalagi saling panteg). Semua keadaan berspirit dharma itu hanya bisa dicapai dengan menggulingkan adharma dalam segala manifestasinya. Penulis, dosen Fakultas Pendidikan Agama & Seni Unhi Denpasar
POJOK Warga bertahan di pengungsian karena di kampung tak ada pekerjaan. - Tantangan bagi bupati. *** Kata Kepala PVMBG Kasbani, Gunung Agung sangat istimewa. - Apalagi bagi masyarakat Bali. *** Kata Sri Mulyani, ketahanan pangan jadi masalah global. - Bukan berarti dibiarkan.
Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
Figur
BTT Tetap Diusulkan Meningkat PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status Gunung Agung dari level Awas (IV) ke level Siaga (III). Penurunan status ini secara resmi disampaikan Minggu (29/10), pukul 16.00 Wita. Kendati ada Bali Post/rin penurunan status, anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tetap diusulkan meningkat dalam pembahasan APBD 2018. “Walaupun status awas Gunung Agung telah diturunkan levelnya, kami tetap dalam pembahasan APBD 2018 ini mengusulkan peningkatan anggaran tidak terduga sebagai bentuk langkah antisipatif terhadap berbagai kemungkinan,” ujar Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry di Denpasar, Minggu (29/10) lalu. Sugawa Korry juga mengharapkan kabupaten/kota se-Bali tetap meningkatkan anggaran tidak terduga pada anggaran induk 2018. Termasuk tetap melakukan peningkatan informasi dan komunikasi ke seluruh potensi wisatawan di seluruh dunia. “Informasi dan komunikasi dimaksimalkan bahwa Bali aman untuk dikunjungi,” tandas politisi Golkar ini. Sebelumnya, BTT dalam APBD Induk Provinsi Bali tahun 2018 direncanakan sebesar Rp 5 miliar atau lebih kecil dari alokasi di APBD 2017. Pasalnya, penyusunan anggaran BTT 2018 dilakukan sebelum ada isu bencana Gunung Agung. Lantaran Gunung Agung berstatus Awas (sebelum turun lagi ke Siaga, red) Pemprov Bali mengusulkan anggaran BTT dinaikkan Rp 25 miliar menjadi total Rp 30 miliar. (rin)
BAJAK SAWAH – Seorang petani membajak sawah dengan traktor di lahan persawahan di kawasan Jalan Batuyang, Batubulan, Sukawati, Kabupaten Gianyar. Foto diambil, Minggu (29/10).
www.iklanbalipost.com
Balipost on Gadget
Bali Post/wan
7
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
Tanpa ’’Soft Opening’’ RSBM Tetap Beroperasi
Denpasar (Bali Post) -
RS Bali Mandara (RSBM) tetap beroperasi melayani pasien meskipun soft opening-nya ditunda, Sabtu (28/10) lalu. Di hari yang sama pascadidemo oleh ribuan masyarakat Sanur, RSBM bahkan sudah langsung menerima pasien. Mengingat, RSBM sudah mengantongi izin operasional dan sudah siap dari segi peralatan, obat, dan tenaga kesehatan. Baik dokter maupun perawat sudah qualified dan dilatih sebelumnya. “Semua umbul-umbul cabut, semua bunga disingkarkan, tidak ada launching tapi dibuka. Ada pasien langsung, anak kecil sakit panas, dua bule sakit langsung diterima. Ada panggilan sakit, ambulans pergi menjemput, jadi kan langsung berguna,” ujar Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat bertemu awak media di Press Room, Kantor Gubernur Bali, Senin (30/10) kemarin. Menurut Pastika, RSBM yang
dibangun di atas tanah milik Pemprov Bali menggunakan dana APBD itu adalah milik seluruh masyarakat Bali. Tidak ada istilah mencari untung karena gaji tenaga medis dan nonmedis serta obat seluruhnya dibiayai pemerintah. Itu sebabnya, pelayanan RSBM lebih diprioritaskan untuk masyarakat miskin. Bisa dilihat pada kamar kelas III dengan fasilitas 6 bed (tempat tidur) elektrik, 2 kamar mandi dengan kloset
duduk, dan full AC. “Kalau kelas III penuh, kasih kelas II. Kalau kelas II penuh, tempatkan kelas I walaupun BPJSnya kelas III karena rumah sakit nggak nyari untung,” jelasnya. Mengenai demo masyarakat Sanur, Pastika menegaskan pihaknya tidak pernah berjanji memberi jatah pekerjaan 10 persen. Menurutnya, itu adalah permintaan masyarakat setempat pada saat sosialisasi awal pem-
bangunan RSBM. Kemungkinan diiyakan oleh stafnya agar urusan tidak menjadi panjang. Mengingat, pembangunan RSBM sendiri sempat tertunda. Dari yang seharusnya rampung di tahun 2012, akhirnya mundur hingga 2017. “Pasti waktu sosialisasi ada yang minta 10 persen, lalu diiyakan saja. Makanya saya minta maaf kalau ada staf saya yang berjanji. Tidak mungkin RS pakai jatah, nanti kalau dipaksakan walaupun tidak qualified pokoknya 10 persen, kita kan harus terima. Kalau qualified (kita terima) lebih dari 10 persen, kenapa tidak,” terangnya. Pastika mengaku sudah meminta masyarakat Sanur agar
tidak berdemo. Mengenai permintaan mereka, pihaknya pun sudah siap mengakomodir untuk 19 posisi. Yakni, 6 tenaga S-1 kesehatan, 6 tenaga D-3 kesehatan, 4 sopir, 2 pemelihara gedung, dan 1 tenaga laundry. Namun, masyarakat tetap memutuskan untuk berdemo. Dikonfirmasi terpisah, Bendesa Adat Intaran, Sanur, A.A. Kompiang Raka, mengaku belum tahu terkait operasional RSBM. Namun, pihaknya akan tetap menindaklanjuti tuntutan masyarakat Sanur terkait kuota 10 persen pekerjaan di rumah sakit pemerintah provinsi itu. “Nanti tetap akan kita tindak lanjuti,” ujarnya melalui whatsapp. (kmb32)
Bali Post/rah
INTEROGASI - Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan menginterogasi sindikat pengedar kokain dan SS.
Ditangkap, Sindikat Penyelundup Kokain dari Jakarta
Bali Post/rah
GELAR PASUKAN - Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Gede Alit Widana saat memimpin gelar pasukan Operasi Zebra 2017.
Operasi Zebra
Prioritas, Penertiban Parkir Liar
Denpasar (Bali Post) Polda Bali melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Zebra 2017 di halaman Mapolda, Senin (30/10) kemarin. Apel tersebut dipimpin Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Gede Alit Widana dan melibatkan personel Polda, TNI, Dishub serta Jasa Raharja. Salah satu sasaran operasi ini adalah penertiban parkir liar dan penggunakaan rotator oleh masyarakat sipil. “Hari ini, kami laksanakan gelar pasukan Operasi Zebra yang akan berlangsung mulai tanggal 1 sampai 14 November 2017. Tujuannya untuk mewujudkan Kamseltibcarlantas dan sasaran utama penegakan hukum,” tegas Brigjen Alit Widana didampingi Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana. Mantan Kapolresta Denpasar ini menegaskan, pihaknya akan menyasar atau menindak pelanggaran mengarah kecelakaan, fatalitas, plat nopol yang tidak sesuai spestek, parkir menggunakan bahu jalan, penggunaan rotator dan strobo. “Penggunaan rotator dan strobo kan ada undang-undangnya, jadi tidak boleh sembarangan. Penindakan penggunaan rotator dan strobo juga akan ditingkatkan selama operasi ini,” ujar jenderal bintang satu asal Tabanan ini. Ia berharap selama operasi dalam rangka menyambut hari raya Galungan, Kuningan, Natal dan tahun baru 2018, bisa menurunkan angka pelanggaran serta kecelakaan lalin. Menurutnya, hampir setiap hari ada kecelakaan dan satu orang meninggal dunia. Dari data Januari sampai September 2016 dibandingan periode sama tahun 2017, terjadi kenaikan. Jumlah pelanggaran 2016 sebanyak 69.849, sedangkan pelanggaran 2017 sebanyak 73.143 pelangaran. Sementara jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2016 sebanyak 1.226, sedangkan tahun 2017 tercatat 1.377 kejadian. “Mudah-mudahan masyarakat Bali lebih sadar tertib berlalu lintas. Agar kita berhatihati, sopan santun dan tertib di jalan raya. Jangan emosi, saling salip bahkan sampai terjadi penyerangan,” ungkap mantan Kapolres Gianyar ini. Sedangkan Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol. A.A. Sudana mengatakan data jumlah korban meninggal dan luka berat memang masih tinggi. Selain itu, pihaknya juga sering melakukan penindakan. “Kalau kita semakin sering menindak, maka jumlah angkanya meningkat juga. Yang kami inginkan adalah karakter masyarakat itu sendiri dan kesadarannya. Dengan demikian ke depannya tidak ada lagi pelanggaran dan fatalitas itu dapat diminimalisir,” pintanya. Menurut mantan Kabid Humas Polda Bali ini, kalau penindakan yang terus kami lakukan itu tidak bagus juga. Tapi hal itu harus dilakukan jika upaya preventif tidak diindahkan oleh pengguna jalan raya. Gelar pasukan Operasi Zebra juga dilakukan di Mapolres Badung dipimpin Wakapolres Kompol Supriadi Rahman. Wakapolres mengatakan gelar pasukan itu dilakukan untuk mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana yang akan digunakan. (kmb36)
Bali Post/wan
PASANG PENJOR - Umat Hindu memasang penjor Minggu (29/11) lalu di depan rumahnya di kawasan Jalan Gunung Agung Denpasar, dalam rangka menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. Umat Hindu merayakan Galungan atau hari kemenangan dharma atas adharma, Rabu (1/11) besok.
Denpasar (Bali Post) Pengungkapan besar kasus narkoba kembali dilakukan tim Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar dipimpin Kasat Kompol Wayan Arta Ariawan, Sabtu (28/10) lalu. Polisi menangkap tiga tersangka Ricky Wijaya Atmadja (32) dan dua mantan cewek karaoke di Jalan Suwung Batankendal, Denpasar Selatan, Lina Lailatul Hikmah (21) dan Latifah (33). Mereka merupakan sindikat penyelundup kokain dan sabu-sabu (SS) asal Jakarta. “Barang bukti dari Jakarta yaitu kokain 19,51 gram dan sabu-sabu 12 gram. Tersangka Ri (Ricky) mengambil langsung ke Jakarta sebanyak 25 gram kokain dan 25 gram sabusabu,” tegas Kompol Arta, Senin (30/10) kemarin. Awalnya Kanit 2 Iptu Made Putra Yudistira menangkap tersangka Lina di Jl. Bineka Jati Jaya Gang VIII, Kuta, Badung. Setelah dikembangkan, giliran Ricky dibekuk di tempat kos Latifah di Jalan Tukad Balian Gang 36, Denpasar Selatan, pukul 15.00 wita. Barang bukti yang disita 18 paket SS, 25 paket kokain, 1 buah bong, 3 buah timbangan elektrik, 1 bendel plastik klip, 1 buah lak ban, dan 8 butir happy five. Tersangka Ricky mengaku menitipkan barang bukti tersebut di kamar kos pacarnya, Lina. Kebetulan Ricky dan Lina berstatus pacaran. Tersangka Ricky merupakan mantan
suplier minuman keras ini mengaku mengambil sendiri barang terlarang tersebut ke bandar di Jakarta. Sudah dua kali dia membeli barang haram tersebut, masing-masing 25 gram. Selanjutnya, membawa sendiri narkotika itu ke Bali lewat jalur darat. “Di Jakarta bertemu bandar dan membeli 25 gram baik kokain maupun sabu. Tapi sudah dipecah masing-masing 25 gram. Per gram dibeli 2 juta untuk kokain dan dijual kepada WNA Rp 2,5 gram. Sedangkan sabu-sabu dibeli Rp 1 juta dan dijual Rp 1,5 juta per gram,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Tabanan ini. Sedangkan dari tersangka Latifah disita barang bukti satu paket SS dan satu buah bong. Wanita asal Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan ini mengaku mendapatkan SS itu dari napi berinisial Be. Kebetulan ada temannya kenal dengan Be dan memesan barang terlarang tersebut. “Saya pakai sendiri. Dulu saya kerja di tempat hiburan malam, tapi sekarang jualan baju online,” kata janda anak satu ini. Terkait kasus tersebut, Kompol Arta mengatakan masih mendalami dan mengembangkan kasus tersebut. Terutama bandar kokain dan SS asal Jakarta tersebut. “Kalau kokain itu pelanggannya kebanyakan WNA. Tersangka Ricky ini mengedarkan kokain, sabu-sabu dan happy five,” ungkapnya. (kmb36)
Libur Galungan dan Kuningan
Gunakan untuk Pendalaman ’’Sradha’’ dan ’’Bhakti’’ LIBUR hari raya Galungan dan Kuningan mesti diisi dengan aktivitas yang bermanfaat. Paling tidak, libur hari raya keagamaan Hindu itu bisa dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk mentransformasikan nilai-nilai agama dan budaya kepada para pelajar. Praktisi pendidikan, Made Merta, mengatakan, momentum hari raya Galungan kali ini termasuk istimewa karena masih dalam suasana hari Sumpah Pemuda. ‘’Libur sekolah serangkaian hari raya Galungan dan Kuningan ini bisa dipakai untuk menguatkan karakter pelajar dan pemuda,’’ ujarnya, Senin (30/10) kemarin. Made Merta menyebutkan, ada tiga hal pokok yang baik diberikan kepada pelajar dan pemuda dalam membentuk karakter itu. Pertama, mengetahui tentang jati diri mereka. Pada fase ini pemuda biasanya ada pada kondisi labil dan sedang mencari jati diri. Kedua, sebagai momentum pemuliaan pada budaya dan kearifan lokal. Merta mengatakan, budaya dan kearifan lokal banyak berisi nilai hidup kehidupan untuk cipta rasa dan karsanya
sebagai kekuatan individu menghadapi perubahan peradaban. Ketiga, mengagungkan agama sebagai kekuatan keyakinan untuk memuliakan harkat derajat dan martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan. Agama mendorong manusia berpegang teguh dengan cara hidup yang selalu mematuhi kebaikan dan kebenaran. ‘’Kegiatan seperti lomba penjor Galungan, dharma wacana, sembahyang bersama, di masingmasing desa atau banjar. Atau aktivitas sosial keagamaan di rumah masing-masing bersama orang tua, ini juga proses penerusan nilai budaya,’’ kata Made Merta. Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Wayan Sukana, mengungkapkan, libur panjang itu mesti berguna bagi anak-anak dalam rangka pendalaman sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Di samping itu, libur hari raya tersebut digunakan untuk mentransfer nilai-nilai budaya dan agama. Dengan demikian, anak didik betul-betul mendapatkan pengayaan yang matang tentang
ajaran agama yang dianutnya. Demikian juga pengayaan mereka terhadap budaya. ‘’Di samping lewat lembaga sekolah, mereka bisa memperoleh pendalaman itu di lingkungan keluarga dan masyarakat, terutama saat terlibat langsung dalam kegiatan ritual dan budaya. Alangkah indahnya jika liburan dimanfaatkan untuk kepentingan tersebut,’’ kata Wayan Sukana. Ia menambahkan, orangtua harus melibatkan mereka dalam membuat sesajen atau perlengkapan sarana ritual lainnya agar liburan tersebut bermanfaat bagi pemahaman anak-anak tentang nilai-nilai budaya dan agamanya. Orangtua juga diharapkan mampu memberikan penjelasan secara sempurna makna di balik ritual tersebut, sehingga istilah anak mula keto dan gugon tuwon tidak lagi menjadi semacam budaya. ‘’Libur panjang itu tak sematamata merayakan hari raya, tetapi ada pemaknaan dalam rangka peningktan sradha dan bhakti. Anak-anak juga mesti melibatkan diri secara intensif di lingkungannya masing- masing dalam kegiatan agama dan budaya,’’ ujar
Made Merta
Bali Post/kmb
Wayan Sukana. Ditegaskan, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, namun juga berlangsung di lingkungan keluarga dan masyarakat. Pendidikan tak hanya mengejar angka-angka, tetapi juga mengutamakan budi pekerti. Keberhasilan anak-anak dalam
Bali Post/kmb
Wayan Sukana
menempuh pendidikan juga diukur dari segi moralnya. Mengisi libur hari raya ini, siswa bisa diperkenalkan dengan tatanan kehidupan adat dan masyarakat Bali, mempererat ikatan kekerabatan dengan rekan-rekannya di banjar maupun nilai-nilai positif local genius lainnya. (kmb)
BANGLI
8
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
Operasi Zebra Agung
Kapolres Minta Anggotanya Jaga Citra Kepolisian Bangli (Bali Post) – Polres Bangli akan menggelar Operasi Zebra Agung. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua pekan yakni 1 hingga 14 November mendatang. Jelang pelaksanaan Operasi Zebra Agung, Polres Bangli, Senin (30/10) kemarin, menggelar apel gelar pasukan di halaman Mapolres Bangli yang dipimpin Kapolres Bangli AKBP I G.N. Ade Panji Anom. Apel Operasi Zebra Agung diikuti Wakapolres Bangli Kompol Pius X. Febry Aceng Loda, para Kabag, Kasat, Kapolsek jajaran, perwira dan seluruh anggota Polres Bangli. Apel juga dikaitkan dengan Hari Sumpah Pemuda yang ke89 dan korp raport (Laporan Kenaikan Pangkat) pengabdian satu tingkat. Pada apel tersebut, Kapolres menyematkan pita tanda Operasi Zebra Agung 2017 kepada perwakilan anggota Satlantas. Dalam arahannya, AKBP Panji Anom mengatakan, operasi ini dilaksanakan serentak di seluruh Polres. Dia meminta kepada seluruh personelnya agar dalam melaksanakan operasi tersebut tidak mencari-cari kesalahan masyarakat ataupun berbuat sesuatu yang dapat mencoreng citra Polres Bangli yang bisa berdampak sampai tingkat kesatuan atas. Panji Anom berharap melalui kegiatan ini dapat lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. ‘’Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri sampai saat ini sudah mencapai 76 persen, berdasarkan penilaian lembaga survei yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo,’’ terangnya. Sementara itu, terkait Hari Sumpah Pemuda yang jatuh 28 Oktober lalu, Panji Anom membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI. Dikatakan, Sumpah Pemuda diikrarkan oleh 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air dari ujung barat dan ujung timur kepulauan nusantara. Dalam ikrarnya, mereka menyatakan diri sebagai satu Kesatuan yaitu Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa yaitu Indonesia. Diharapkan semangat persatuan itu bisa diwarisi seluruh generasi penerus di Indonesia. ‘’Jangan kita mewarisi abu dari Sumpah Pemuda, namun warisi api atau semangatnya Sumpah Pemuda. Mereka pada saat itu dengan sarana baik komunikasi maupun transportasi terbatas, namun dengan modal semangat mereka bisa berkumpul menjadi satu dengan menyelenggarakan Sumpah Pemuda di Jakarta yang dapat mempersatukan pemuda seluruh Nusantara,’’ katanya. (kmb40)
PENGUNGSI - Sejumlah pengungsi di posko pengungsian Kubu saat bersiap-siap pulang.
Bali Post/ina
Ratusan Pengungsi Pulang Kampung
Bangli (Bali Post) -
Ratusan pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Bangli akhirnya bisa kembali pulang ke kampung halamannya, menyusul telah diturunkannya status Gunung Agung dari level Awas ke level Siaga pada Minggu (29/10) sore. Mereka mulai meninggalkan pos pengungsian secara bertahap sejak Senin (30/10) pagi kemarin. Berdasarkan pantauan di Pos Pengungsian Kubu, sejumlah pengungsi asal Banjar Teges, Desa Pempatan, Rendang yang menempati posko pengungsian Bima pulang secara berkelompok menggunakan mobil pick-up. Mereka pulang dengan membawa serta barang-barang yang selama ini ikut diungsikan ke pos pengungsian. Salah seorang pengungsi, Ni Nengah Mudiani, me-
ngaku sangat senang dan bersyukur bisa kembali pulang ke rumah. Terlebih dalam waktu dekat akan datang hari raya Galungan. Dia mengaku sudah menempati Posko Bima di Pos Pengugsian Kubu sejak sekitar dua pekan lalu. Sebelum mengungsi di Bangli, dia dan keluarga sempat bertahan di rumahnya saat awal Gunung Agung berstatus Awas. ‘’Radius banjar saya dengan puncak
Gunung Agung sekitar 8 kilometer,’’ terangnya. Wayan Karma, pengungsi asal Banjar Keladian Desa Pempatan, juga mengaku bahagia bisa kembali pulang ke kampung halaman, setelah cukup lama menempati pos pengungsian di Kubu. Sebelum pulang, Karma menemui langsung Bupati Bangli I Made Gianyar yang ketika itu berkunjung ke pos pengungsian Kubu. Kepada Bupati dan juga
Komandan Posko Penanganan Darurat Bencana Gunung Agung Letkol Cpn. Andy Pranoto, Karma mengucapkan terima kasih karena sudah memberikan perhatian baik kebutuhan logistik maupun fasilitas mengungsi. Karma menyebutkan, total ada 60 KK warga Banjar Keladian yang sudah pulang ke rumah masing-masing secara mandiri. Selama berada di pos pengungsian Kubu, 60 KK tersebut menempati posko Yudistira. ‘’Saya tahu informasi soal penurunan status Gunung Agung dari media sosial, Minggu malam,’’ ujarnya. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar turut
bersyukur dengan adanya penurunan status Gunung Agung ke level Siaga. Dengan penurunan status ini, pengungsi yang berasal dari luar radius 6 kilometer bisa kembali pulang ke rumah masing-masing dan bisa merayakan Galungan seperti sebelumnya. Dia sangat berharap status Gunung Agung bisa terus menurun hingga ke level normal sehingga seluruh pengungsi termasuk yang berasal dari kawasan rawan juga bisa pulang. ‘’Kami di Bangli siap menerima kembali, kalau sewaktu-waktu warga Karangasem memerlukan tempat pengungsian,’’ tegasnya. (kmb40)
Pascapenurunan Status Gunung Agung
Posko Terus Data Kepulangan Pengungsi
Bali Post/ina
PIMPIN APEL - Kapolres Bangli AKBP I G.N. Ade Panji Anom saat memimpin apel di halaman Polres Bangli.
Harga Sejumlah Komoditas Pertanian Merosot Bangli (Bali Post) Petani di Desa Songan, Kintamani mengeluhkan merosotnya harga sejumlah komoditas pertanian sejak beberapa pekan terakhir. Salah satunya bawang merah. Bumbu dapur itu kini hanya laku dijual Rp 9 ribu per kilogram. Karena tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan, petani pun mengalami kerugian. Jero Saba, salah seorang petani di Desa Songan, Senin (30/10) kemarin, mengungkapkan merosotnya harga bawang merah sudah dirasakannya sejak beberapa pekan terakhir. Sebelum bertengger di harga Rp 9 ribu per kilogram, bawang merah sempat anjlok di harga Rp 6 – 7 ribu per kilogram. ‘’Dengan harga saat ini, petani rugi sekali. Kalau idealnya agar petani tidak rugi, harga jual bawang merah Rp 20 ribu per kilogram,’’ ujarnya. Dia mengaku tidak tahu pasti penyebab rendahnya harga jual bawang merah saat ini. Kemungkinan, disebabkan overproduksi karena panen yang bersamaaan di beberapa daerah penghasil bawang merah seperti Brebes dan Bima. Selain bawang merah, harga kubis atau kol juga diakuinya sangat rendah. Per kilogramnya, kubis kini hanya laku dijual Rp 2 ribu. Sementara normalnya kubis bisa dijual Rp 4-5 ribu per kilogram. Tak hanya itu, harga terong juga merosot tajam. Petani kini hanya bisa menjual dengan harga Rp 1.000 per kilogram. Sebelumnya, satu kilogram terong laku dijual Rp 3-5 ribu. ‘’Terong hampir tidak laku karena sedikit permintaan,’’ ujarnya. Dengan kondisi harga saat ini, Jero Saba mengatakan, petani hanya bisa pasrah. Untuk mengurangi kerugian, petani kini terpaksa mengurangi produksi, terutama bawang merah. (kmb40)
Telepon Penting Bangli RSU Bangli
: 0366-91521/91002
Polsek Bangli
: 0366-91062
Polsek Susut
: 0366-51004
Polsek Tembuku
: 0366-5595484
Polsek Kintamani
: 0366- 51122
Damkar
: 0366-92869
PDAM
: 0366-91094
PLN
: 0366-91268
Telkom
: 0366-91108
BPBD
: 0366-91448
Kodim
: 0366-91024
Kantor Bupati
: 0366-91032
Bangli (Bali Post) Pos Komando Penanganan Keadaan Darurat Bencana Gunung Agung di Bangli kini terus mendata kepulangan pengungsi pascapenurunan status Gunung Agung dari level Awas ke level Siaga sejak Minggu (29/10) lalu. Berdasarkan data, Senin (30/10) siang kemarin, jumlah pengungsi Gunung Agung yang sudah meninggalkan pos pengungsian Kubu secara mandiri tercatat 126 KK atau 179 jiwa. Ratusan KK pengungsi yang sudah meninggalkan pos pengungsi Kubu berasal dari beberapa wilayah di antaranya Banjar Teges Desa Pempatan sebanyak 16 KK
(54 jiwa), Banjar Waringin Desa Pempatan sebanyak 13 KK (48 jiwa), Banjar Keladian Desa Pempatan 44 KK (186 jiwa), Banjar Alas Ngandang Desa Pempatan 4 KK (11 jiwa), Banjar Suukan Desa Menanga 9 KK (36 jiwa) dan Desa Pempatan 44 KK (179 jiwa). Para pengungsi tersebut berasal dari wilayah di luar KRB III. Mereka pulang bertahap sejak pagi menggunakan kendaraan pribadi. Selain di pos pengungsian Kubu, pengungsi yang menempati pos pengungsian SKB Kayuambua, Susut juga sudah pulang ke rumah masing-masing. Sebagaimana data yang disampaikan
Koordinator Posko Pengungsi SKB Kayuambua Pasek Lanang Sadia, hingga sore kemarin, jumlah pengungsi yang pulang dengan transportasi mandiri 17 KK atau 52 jiwa. Mereka yang pulang tersebut berasal dari Banjar Alas Ngandang Desa Pempatan. Sementara, jumlah pengungsi yang kini masih menempati posko SKB Kayuambua yakni 69 KK atau 256 jiwa. Mereka berasal dari Banjar Besakih Kawan 3 KK (12 jiwa), Desa Buana Giri 2 KK (6 jiwa) dan Desa Ban 64 KK (238 jiwa). Komandan Posko Penanganan Keadaan Darurat Bencana Gunung Agung di Kabupaten Bangli yang juga
Dandim 1626 Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto menjelaskan, pendataan terhadap pengungsi yang meninggalkan pos pengungsian masih akan terus dilakukan. Pengungsi yang diperbolehkan pulang hanya yang berasal dari luar radius 6 kilometer dan sektoral 7,5 kilometer. ‘’Kita pedomani PVMPG bahwa radius 6 kilometer tidak ada toleransi untuk pengungsi pulang,’’ terangnya. Untuk memfasilitasi kepulangan pengungsi yang berasal dari luar radius 6 kilometer, Letkol Andy menyatakan, pihaknya telah menyiapkan kendaraan 15 unit. Kendaraan yang disiapkan berbagai jenis mulai dari mobil hingga truk. (kmb40)
Bali Post/ina
Letkol Cpn. Andy Pranoto
Tak Bisa Pulang
Pengungsi Asal Besakih Kangin ’’Ngelawar’’ di Pengungsian STATUS Gunung Agung resmi diturunkan dari level Awas ke level Siaga, Minggu (29/10) sore. Meski telah ada penurunan status, tak serta merta membuat seluruh pengungsi bisa kembali pulang ke rumah masing-masing. Nengah Mangku Sedeng, warga Banjar Besakih Kawan Desa Besakih Kecamatan Rendang adalah salah satunya. Karena rumahnya berada di zona perkiraan bahaya, dia dan keluarganya hingga Senin (30/10) kemarin, masih harus menempati posko pengungsian di Kubu, Bangli hingga kondisi Gunung Agung benar-benar aman. Ditemui di posko pengungsian Kubu, Mangku Sedeng mengaku sudah sangat ingin bisa pulang ke kampung halaman. Dia yang sudah tinggal di pos pengungsian sejak 1 bulan 9 hari bersama 13 kepala keluarga lainnya mengaku cukup jenuh mengungsi. Hanya, karena wilayah banjarnya berada di zona perkiraan bahaya yakni radius 6,5 kilometer dari puncak gunung, pengungsi asal Banjar Besakih Kawan diimbau untuk tidak pulang dan tinggal di pengungsian untuk sementara waktu. ‘’Keinginan pulang ada, tapi belum diperbolehkan,’’ ujarnya. Karena masih harus tinggal di pengungsian, mereka berencana merayakan Galungan di pos pengungsian. Dia dan keluarganya berencana hanya pulang ke rumah sebentar untuk bersembahyang. ‘’Rencananya pulang sebentar pagi, setelah itu ke sini lagi,’’ terangnya. Untuk sarana persembahyangan saat Galungan nanti, Mangku Sedeng bersama sejumlah pengungsi mulai mempersiapkannya pagi kemarin. Yang dipersiapkan yakni jejahitan dan sate untuk banten. Daging yang dipakai membuat sate, kata Mangku Sedeng, diperoleh dari hasil sumbangan donatur dan sebagian lainnya hasil membeli di pasar. Sementara olahan lawar rencananya akan dibuat bersama-sama pada penampahan Galungan, Selasa (31/10) ini.
‘’Karena situasi seperti ini, Galungan kali ini terpaksa saya tidak masang penjor di rumah,’’ kata Sedeng. Dia menambahkan, situasi di pengungsian kali ini bukan yang pertama kalinya dihadapi. Saat bencana erupsi Gunung Agung tahun 1963, Mangku Sedeng yang sudah duduk di kelas III SD juga sempat mengungsi di Menanga, Karangasem. ‘’Tapi saat itu saya mengungsinya setelah Gunung Agung meletus,’’ katanya. (ina)
Bali Post/ina
MEMBUAT SATE - Sejumlah pengungsi asal Banjar Besakih Kawan Desa Besakih, Rendang yang menempati pos pengungsian Kubu, Bangli sedang membuat sate untuk banten Galungan.
GIANYAR
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
9
SOSOK
Bali Post/nik
Pererat Persatuan Pemuda
WAKIL Bupati Gianyar Made Mahayastra mengajak generasi muda untuk mempererat tali persatuan. Sebab, di tengah era modernisasi, justru generasi muda bisa dengan mudah dipengaruhi hal-hal negatif. ‘’Stop segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Kita seharusnya malu dengan para pemuda 1928. Kini kita harus melangkah mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat,’’ ucapnya saat apel Sumpah Pemuda di Lapangan Astina Gianyar, Senin (30/10) kemarin. Mahayastra menggambarkan kondisi negara saat ini, di mana kemajuan teknologi menembus hampir segala batas komunikasi. Namun anehnya, justru dengan berbagai macam kemudahan tersebut, masyarakat justru lebih sering berselisih paham. ‘’Mudah sekali memvonis orang. Mudah sekali terpecah-belah,’’ katanya. Menurutnya, dengan kemudahan teknologi dan sarana transportasi yang ada saat ini, setiap pemuda sejatinya lebih mudah berkumpul untuk berinteraksi sosial membahas berbagai hal positif. ‘’Sebetulnya tidak ada ruang untuk salah paham, apalagi membenci karena semua hal dapat kita konfirmasi dan kita klarifikasi hanya dalam hitungan detik,’’ katanya. Pria yang akrab disapa Agus Mahayastra ini juga mengingatkan, 89 tahun lalu tepatnya 28 Oktober 1928, dengan keterbatasan teknologi dan informasi, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air mengikrarkan diri satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. ‘’Kita tentu patut bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda. Sudah seharusnya kita meneladani langkah dan keberanian itu,’’ tegasnya. (nik)
BERSIAP PULANG - Sejumlah pengungsi di Posko Lapangan Sutasoma yang bersiap pulang ke kampung halaman.
Status Gunung Agung Diturunkan
Puluhan Pengungsi Tinggalkan Posko Sutasoma
Gianyar (Bali Post) -
Puluhan pengungsi di Posko Lapangan Sutasoma, Sukawati, mulai pulang ke rumah masing-masing pascaturunnya status Gunung Agung dari level Awas menjadi Siaga. Berdasarkan data, Senin (30/10) kemarin, tercatat sekitar 37 pengungsi yang berasal dari luar KRB III yang telah meninggalkan posko.
Bali Post/nik
TUNJUKKAN PELAKU - Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Marzel Doni saat menunjukkan pelaku dan barang bukti hasil curian.
Menjambret, Pria Asal Jember Diringkus Polisi
Gianyar (Bali Post) Sat. Reskrim Polres Gianyar meringkus Moh. Faisol asal Jember, Jawa timur. Pria 26 tahun ini diketahui sudah dua kali melakukan penjambretan dengan menyasar perempuan yang mengendarai motor sendirian. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Marzel Doni, Senin (30/10) kemarin, setelah mendapatkan laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan. Berhasil mengantongi ciriciri pelaku, petugas pun melakukan penangkapan terhadap Faisol yang melintas di seputaran Bukti Jati, Gianyar pada Kamis (26/10) malam. Pelaku langsung digiring ke Mapolres Gianyar dan diinterogasi. Faisol mengakui telah melakukan aksi penjambretan dua kali di dua TKP. Pada penangkapan ini polisi mengamankan barang bukti dua hp curian. ‘’Pelaku mengakui perbuatannya, menyasar korban yang berkendara sendirian sambil memegang hp,’’ ucap AKP Marzel Doni, seizin Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo. Dijelaskannya, pelaku dalam setiap aksinya mengendarai sepeda motor Suzuki Smash nopol P 6639 KC, berkeliling mencari perempuan yang berkendara sendiri saat malam. ‘’Modus ini sesuai dengan laporan dua korban wanita, yakni Putu Pande Ari Yuliantini dan Sang Ayu Nyoman Sri Dewi,’’ katanya. Ari Yuliantini dijambret oleh pelaku saat melintas di Jalan Astina Selatan, Gianyar pada Rabu (13/9) malam lalu. Kala itu, perempuan asal Banjar Banda Desa Saba, Blahbatuh itu mengangkat telepon dari keluarganya sembari mengendarai sepeda motor. Saat itulah pelaku memepet korban, kemudian merampas hp milik perempuan 24 tahun itu. ‘’Saat hp-nya mau dirampas, Yuliantini juga sempat ditendang oleh pelaku. Untungnya tidak sampai jatuh,’’ ucapnya. Sementara hp milik Sang Ayu Nyoman Sri Dewi dicuri saat hp tersebut dipinjam oleh temannya, Gusti Ayu Pujiantari. Faisol yang melihat Gusti Ayu Pujiantari sedang lengah, langsung menyikat hp tersebut. ‘’Kedua korban sudah sempat berteriak minta tolong, namun pelaku yang mengendarai sepeda motor berhasil kabur dengan cepat,’’ tegasnya. (kmb35)
Mengamuk, ODGJ di Petak Kaja Diamankan Satpol PP
Gianyar (Bali Post) Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) I Wayan Tangkas menggegerkan warga Banjar Mantring Desa Petak Kaja, Kecamatan Gianyar. Warga resah karena pria 50 tahun itu berteriak-teriak sembari membawa besi di jalanan sejak Minggu (29/10) sore. Mendapat laporan warga, Satpol PP Kabupaten Gianyar pun mengamankan Tangkas. Petugas Satpol PP Gianyar I Wayan Nasta mengungkapkan, pihaknya telah membawa Tangkas ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Bangli pada Senin (30/10) kemarin, sekitar pukul 11.00 Wita. ‘’Dia sempat mengamuk seharian. Lalu kami cari ke rumahnya,’’ ujar Nasta. Nasta menjelaskan, saat melakukan penangkapan, Tangkas rupanya tengah kelelahan setelah seharian mengamuk serta berteriak membawa besi dan balok kayu. Tangkas juga kerap melempari warga dengan bata. ‘’Saya ke sana tunggu dia lelah dan tidur di kamar,’’ ungkap Nasta. Melihat Tangkas tertidur di kamarnya, Nasta pun menghampiri kemudian memegang punggungnya. Setelah diuruturut oleh Nasta, ODGJ itu mengaku merasa agak baikan. ‘’Saya ajak dia bicara, lalu saya tanya dia, mau berobat? Dia bilang mau. Lalu saya bawa ke RSJ,’’ jelas Nasta. Akibat ulahnya mengamuk dan membuat resah warga, Tangkas pun harus menginap di RSJ selama beberapa hari ke depan. ‘’Sudah dikasih tahu sama petugas, kalau dia ini nanti Galungan di RSJ,’’ kata Nasta. (kmb35)
Bali Post/nik
Informasi dihimpun, kepulangan para pengungsi berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Sebelum resmi pulang, mereka terlebih dahulu check out dari daftar pengungsi. Relawan yang bertugas menjaga meja registrasi mendata kepulan-
gan para pengungsi sembari menanyakan, apakah pengungsi bersangkutan akan kembali ke posko atau akan tinggal di kampung halaman. Pengungsi yang meninggalkan posko menyertakan fotokopi identitasnya sebagai tanda bukti.
Salah seorang pengungsi, Ni Nyoman Sari (38), mengatakan akan langsung menetap di kampungnya di Banjar Perangsari Tengah, Desa Duda, Kecamatan Selat. ‘’Dapat kabar dari keponakan, rumah kami di Karangasem tidak masuk KRB. Jadi saya minta anak yang kerja di Nusa Penida agar jemput ke posko,’’ ujarnya. Sari pun kembali ke rumah bersama tiga anggota keluarganya. ‘’Saya dijemput anak bawa sepeda motor. Keluarga yang lain
kami minta bantuan BPBD untuk mengantar ke kampung. Sekalian juga bawa barang banyak,’’ ujarnya. Terkait Galungan, Sari mengaku sudah melakukan persiapan. Sejumlah bahan upacara sudah dibelinya. ‘’Kemarin juga sempat ke kampung buat jajan. Kalau sekarang suami sudah nampah ayam di rumah,’’ terangnya sumringah. Kasi Kedaruratan BPBD Gianyar I Wayan Eka Mulya mengatakan, 37 pengungsi yang pulang didata secara rinci. Kini total ada 505 pen-
gungsi yang masih tinggal di posko Lapangan Sutasoma. ‘’Sebelum pulang, mereka lapor dulu di petugas administrasi dan menanda tangani surat pernyataan bahwa ingin pulang dengan kemauan sendiri,’’ jelasnya. Tujuan mereka pulang, selain karena wilayahnya dinyatakan aman juga karena faktor hari raya. Guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengungsi, BPBD pun menyiapkan kendaraan untuk mengantar pengungsi ke Karangasem. (kmb35)
Dana Desa di Gianyar Nihil Penyimpangan
DANA DESA - Suasana penandatanganan MoU antara Polres, Pemkab dan Kodim/1616 Gianyar terkait pencegahan, pengawasan dan penanganan permasalahan Dana Desa. PENANDATANGANAN nota kesepahaman atau MoU di tingkat pusat antara Kapolri beserta Mendagri dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI telah dilaksanakan pada 20 Oktober lalu. Polres Gianyar pun menindaklanjuti hal tersebut dengan menanda tangani MoU dengan Pemkab Gianyar dan Kodim 1616/ Gianyar dalam upaya pencegahan, pengawasan dan penanganan permasalahan Dana Desa di Balai Budaya Gianyar, Senin (30/10) kemarin. Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo mengatakan, sesuai dengan instruksi Presiden tentang membangun Indonesia melalui dae-
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati- 943056 DPRD
- 943144
BPBD - 7844717/7844718 PMK
- 943113
Kantor Satpol PP - 944436 RSUD Sanjiwani - 943020 PDAM
- 944225/943233
KPA Gianyar
- 942184
PMI Gianyar
- 8958414
KONI Gianyar
- 947261
BNN Kab. Gyr.
- 946122
PLN
- 947166
Kodim 1616 Gyr
- 943069
Koramil Gianyar
- 942289
Koramil Blahbatuh - 941167
rah pinggiran, dalam tiga tahun terakhir atau sejak tahun 2015, pemerintah sudah memberikan alokasi anggaran terhadap ribuan
desa di seluruh negeri. Dalam hal ini, kepala desa berperan penting dalam pengelolaannya agar dana yang digunakan dapat berjalan produktif dan efisien. ‘’Namun, fakta di beberapa daerah tak sedikit ditemui adanya penyalahgunaan,’’ katanya. Diungkapkannya, saat ini polisi bersama TNI terlibat secara langsung dalam hal pengawasan penggunaan Dana Desa. Hal tersebut untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran oleh oknum-oknum Kepala Desa yang berniat tidak baik dalam pengelolaan Dana Desa. Diakuinya, sejauh ini Kabupaten Gianyar relatif bersih dari penyimpangan oleh aparatur desa. ‘’Belum ada laporan yang saya terima tentang penyalahgunaan Dana Desa di Gianyar,’’ ucapnya.
AKBP Djoni berharap capaian positif tersebut dapat dipertahankan ke depannya. Dana Desa yang dikelola juga dimaksudkan agar dapat menjadi lapangan kerja bagi masyarakat setempat dan diberdayakan secara swakelola oleh aparatur desa. Dia juga mengingatkan agar jajarannya tidak mencoba kongkalikong dengan kepala desa. Sebab, pihaknya akan terus melakukan pengawalan secara intensif. ‘’Jika memang di lapangan terjadi penyimpangan, yang kami upayakan pertama adalah pencegahan. Kemudian, proses hukum adalah langkah terakhir jika memang diperlukan. Saya minta kepala desa tetap melaksanakan kegiatan secara efektif, utamakan transparansi,’’ ujar mantan Kapolres Jembrana itu. Bupati Gianyar Anak
Agung Gde Agung Bharata mengaku sangat lega mendengar keterangan dari kepolisian, di mana belum ada pelanggaran yang dilakukan kepala desa dalam mengelola dana tersebut. Pihaknya akan terus memberikan support dan pendampingan berkala supaya tidak sampai terjadi kesalahan dalam bentuk apapun. ‘’Pendamping sudah ada, pengawasan langsung dari Polres juga sudah. Saya tekankan, kalau ada yang tidak jelas, jangan segan-segan bertanya. Apalagi Kapolsek dan Babinsa turut membantu. Makanya, saudara harus lurus-lurus. Kalau sampai terjadi hal aneh-aneh, sangat keterlaluan. Mari kita bersama wujudkan pemerintahan yang bersih sesuai koridor,’’ tegas Bupati di hadapan seluruh kepala desa yang hadir di acara tersebut. (ad1804)
KLUNGKUNG
10 SOSOK
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
Status Gunung Agung Turun
Perhatikan Kesehatan MENYAMBUT hari raya Galungan, umat Hindu khususnya di Kabupaten Klungkung tak hanya disibukkan dengan membuat sarana upakara maupun banten. Tidak pula hanya sebatas pada pembuatan penjor sebagai simbol kesejahteraan dan kemakmuran. Namun di luar itu juga melaksanakan tradisi mapatung. Memotong babi dengan berkelompok untuk persembahan yadnya. Di tengah situasi seperti ini, kesehatan babi harus benarbenar diperhatikan. Demikian juga dengan higienisitasnya. “Kesehatan babi harus diperhatikan,” kata Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Bali Post/sos Gde Juanida, Senin (30/10) kemarin. Setiap Galungan, belum ditemukan adanya indikasi penyakit pada babi yang terpotong. Namun demikian, masyarakat perlu tetap waspada. Hal ini pun telah disosialisasikan melalui surat edaran. Dokter hewan yang ada di sejumlah desa juga diminta untuk melakukan pengawasan. “Kewaspadaan itu perlu tetap ada. Kalau misalnya ada yang ingin memastikan kondisi babinya, kami siap untuk membantu. Akan ada petugas yang turun,” katanya. Sementara itu, khusus untuk jumlah babi yang terpotong saat hari raya yang jatuh enam bulan sekali ini belum terdata. Namun, disetiap banjar dipastikan ada. Jenisnya lebih banyak sadleback. Sementara untuk landrace dan Bali masih lebih sedikit. “Untuk data berapa jumlah yang terpotong, kami belum ada pemdataan. Tapi setap banjar pasti ada,” tandasnya. (sos)
Operasi Zebra Agung 2017
Polantas Bidik Penggunaan Rotator dan Parkir Liar Semarapura (Bali Post) Operasi Zebra Agung 2017 segera dilaksanakan Polres Klungkung. Kendaraan yang menggunakan rotator maupun melanggar parkir menjadi sasaran. Sebagai bentuk persiapan melaksanakan operasi yang berlangsung serempak se-Indonesia ini, dilaksanakan apel gelar pasukan, Senin (30/10) kemarin. Kapolres Klungkung AKBP Bambang Tertianto usai memimpin apel mengungkapkan operasi yang berlangsung mulai 1-14 November ini sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan ketertiban berlalu lintas. Selain penggunaan rotator maupun parkir tak sesuai aturan, petugas juga membidik pengendara yang melawan arus dan pelanggaran lain. “Operasi ini juga untuk cipta kondisi menghadapi operasi lilin jelang tahun baru,” ungkapnya. Operasi ini tepat dimulai saat berlangsungnya hari raya Galungan. Ini pun juga dijadikan momentum oleh anggotanya untuk memberikan imbauan kepada masyarakat sekaligus mengatur arus lalu lintas. “Operasi ini menyesuaikan. Meskipun Galungan, imbauan ketertiban lalu lintas tetap disampaikan,” katanya. Sementara itu, Kasat Lantas Polres Klungkung AKP Taufan Rizaldi menyatakan khusus penggunaan rotator sudah sering disosialisasikan ke masyarakat. Sesuai undang-undang, warna biru digunakan untuk Polri, merah untuk kendaraan yang memiliki prioritas seperti ambulan dan Pemadam Kebakaran. Sedangkan kuning untuk instansi atau kelompok masyarakat yang memiliki tugas berkaitan dengan sarana-prasana jalan. “Yang tak sesuai undang-undang, baik itu instansi terait, pecalang, maupun kelompok masyarakat kami tindak tegas. Untuk sanksinya bisa berupa denda,” ucapnya. Usai apel, 15 anggota polres yang berprestasi melaksanakan tugasnya juga mendapat penghargaan. Ini juga untuk menumbuhkan rasa kebanggaan, penghormatan, dan motivasi kerja. (kmb45)
Ratusan Pengungsi Menyusul Pulang Semarapura (Bali Post) -
Menjelang hari raya Galungan dan sejalan dengan penurunan status Gunung Agung dari level Awas ke Siaga, kepulangan warga Karangasem yang mengungsi di Kabupaten Klungkung terus berlangsung hingga Senin (30/10) kemarin. Mereka seluruhnya berasal dari Kawasan Rawan Bencana I dan II. Sesuai pantauan, kepulangan warga berbagai usia ini salah satunya ada di GOR Swecapura. Itu mulai berlangsung sekitar pukul 07.00 Wita. Seluruh barangnya dibawa pulang diangkut menggunakan truk pribadi. Ada pula yang kepulangannya difasilitas Pemkab Klungkung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tercatat ada empat bus dan empat truk yang disediakan. Pengungsi asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Ketut Suada, menyatakan langkahnya untuk pulang tak hanya karena informasi penurunan status Gunung Agung. Namun juga adanya hari raya Galungan. “Keluarga semua ikut. Barang juga dibawa,” ungkapnya. Namun laki-laki paruh baya ini menyatakan jika situasi di desanya kembali tak
bersahabat, langkah untuk balik ke pengungsian akan dilakukan. “Sekarang tergantung situasi. Kalau aman, terus tinggal di rumah,” katanya. Tak jauh berbeda dengan yang diungkapkan pengungsi Ni Ketut Kembar. Kembali ke tanah kelahiran membuatnya merasa senang. Namun tak dimungkiri pula, di balik itu masih ada rasa waswas. “Senang bisa pulang. Mudah-mudahan aman terus,” tuturnya. Selama 38 hari tinggal di pengungsian membuatnya sangat jenuh. Tak ada aktivitas berarti yang dilakukan. Ia lebih banyak diam. Di sisi lain, kebutuhan hidup terus menggerogoti. “Di sini sudah benar-benar jenuh. Kalau di rumah kan ada pekerjaan,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala BPBD Klungkung Putu Wid-
Bali Post/sos
PULANG - Warga Karangasem yang mengungsi di GOR Swecapura menyusul pulang setelah status Gunung Agung turun, Senin (30/10) kemarin. iada menyatakan sampai siang kemarin pengungsi yang pulang sekitar 300 orang, berasal dari Dusun Manik dan Pendem, Desa Muncan yang masuk KRB I, Dusun Pering Sari dan Perang Sari Desa Duda masuk KRB II. “Rata-rata
mereka menggunakan kendaraan pribadi dengan motor, pick-up dan truk,” tandasnya. Pengungsi yang pulang berpotensi terus bertambah. Sebab, mereka ingin melaksanakan hari raya Galungan. Se m e nt a ra i t u, unt uk
pengungsi yang berasal dari KRB III diimbau untuk tetap tinggal di pengungsian sampai wilayahnya dinyatakan benar-benar aman. “Kami imbau untuk tetap tinggal di sini,” tandas mantan Camat Banjarangkan ini. (kmb45)
Tinjau Pasar Galiran Jelang Galungan
Bupati Suwirta Ajak Pedagang Ciptakan Kenyamanan
Bali Post/ist
TINJAU - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta me-ninjau Pasar Galiran yang dipadati pengunjung jelang hari raya Galungan. Pedagang diajak untuk menciptakan kenyamanan.
PERPUTARAN ekonomi masyarakat Klungkung salah satunya terlihat di Pasar Galiran, Semarapura Klod. Jelang hari raya Galungan, kunjungannya mengalami peningkatan signifikan. Situasi ini mendapat perhatian Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melalui monitoring bersama instansi terkait, Senin (30/10) kemarin. Kunjungan dilakukan di semua blok Pasar Galiran. Situasi jual-beli terlihat ramai. Namun, sejumlah pedagang masih terlihat menaruh beberapa dagangannya diluar tempat yang semestinya, seperti di jalan atau gang di dalam pasar. Situasi ini ,menurut Bupati, masih jauh dari harapan. Diharapkan ke depannya tidak kembali terjadi sehingga pasar terlihat nyaman, aman dan ramai. Kondisi yang sama juga terlihat di luar bangunan pasar. Di beberapa titik bagian luar, seperti sebelah utara, barat dan selatan mengalami peningkatan kunjungan, bahkan terbilang sangat padat. Namun di titik lain seperti di timur pasar terlihat sedikit lengang dan sejumlah kios nampak tutup. Tidak meratanya titik
keramaian ini menjadi perhatian Bupati Suwirta. Dinas terkait diminta untuk melakukan evaluasi penataan agar keramaian merata, khususnya menjelang hari raya. Hal ini pun harus dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. “Jauh-jauh hari harus diantisipasi, sehingga kejadian yang rutin tidak harus terjadi seperti ini. Pedagang pun kami harapkan bisa menciptakan kenyamanan pasar. Dagangan harus tertata rapi,” ujar Bupati Suwirta. Kenyamanan pengunjung pasar sangat didukung penataan parkir. Menurut Bupati, ini sudah terlihat rapi. Ramainya kunjungan ke pasar yang menjual berbagai macam kebutuhan hari raya, keamanan juga harus menjadi perhatian. Meski telah dipasang kamera pengawas atau CCTV di beberapa titik, petugas pasar harus tetap siap dalam membaca situasi untuk meningkatkan kewaspadaan, sehingga tidak sampai tarjadi kasus kejahatan. “Terkait keamanan, kesiapan petugas menjaga situasi harus ditingkatkan kewaspadaannya,” pintanya. (ad1805)
Pengungsi Kembali ke Tanah Kelahiran
Bahagia Bisa Merayakan Galungan, Sedih karena Memulai Hidup dari Nol
Bali Post/sos
APEL - Jajaran Polres Klungkung melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Zebra Agung 2017, Senin (30/10) kemarin.
SEIRING dengan penurunan status Gunung Agung dari Awas ke Siaga, ratusan warga Karangasem yang mengungsi di GOR Swecapura mengambil langkah untuk pulang. Ini juga sejalan dengan akan berlangsungnya hari raya Galungan. Menapaki tanah kelahiran, sudah barang tentu menjadi hal menyenangkan. Namun, di sisi lain mereka harus kembali menata kehidupan dari nol. Suasana GOR yang berlokasi di Desa Gelgel ini, Senin (30/10) kemarin nampak berbeda. Sekitar pukul 07.00 Wita banyak barang-barang di beberapa sudut. Terbungkus karung. Terlihat pula pakaian terbungkus kresek maupun perlengkapan ti-
dur. Sejumlah pengungsi pun sibuk lalu-lalang. Memanggil keluarga yang tengah diam di dalam tenda. Meminta untuk segera keluar. Beberapa juga ada yang tengah sibuk menaikkan barang ke truk yang terparkir di tengah lapangan. Ada juga ke bus. Itu sekelumit gambaran kepulangan mereka setelah 38 hari meninggalkan tanah kelahiran. Dari wajahnya, ada yang nampak binar, seolah menunjukkan rasa senang. Beberapa juga ada yang menangis, mengungkapkan kebahagiaan. Bahagia bisa menyambut hari raya Galungan di rumah bersama keluarga. Namun, di balik itu masih ada beban yang hinggap di pikiran-
nya. Pulang bukan semata-mata beban langsung sirna. Mereka harus kembali menata kehidupan. Mulai dari nol. Tak ada bekal, tak ada yang diandalkan untuk membeli sesuatu. “Sekarang menata hidup lagi. Mulai lembaran baru. Bekal sudah habis,” ucap pengungsi asal Muncan, Kecamatan Selat, Ketut Suada (50). Pria paruh baya ini kembali menceritakan hidupnya. Sebelum mengungsi, sapi yang dipelihara bertahuntahun telah dijual dengan harga murah. Uangnya dipakai untuk hidup di pengungsian. Kini keinginannya untuk kembali membeli jauh dari harapan. Masih terbatas pada anganangan. “Tidak lagi bisa membeli. Ke-
mungkinan untuk awal, mau ngadas dulu,” katanya. Saat tiba di rumah, ia merencanakan untuk kembali bertani. Menanam kacang tanah yang telah bertahun-tahun menjadi sumber penghasilan. Hanya ini harapan satusatunya kini. “Ya kembali lagi bertani. Seperti dulu,” imbuhnya. Pengungsi asal Dusun Perang Sari, Desa Duda Utara, Ni Nyoman Wenten (40) juga merasakan hal yang sama. Pulang dengan tangan hampa mengharuskannya untuk bekerja keras. Mengais pundi rupiah untuk mengisi perut. “Nanti rencananya jual hasil kebun. Uangnya juga untuk beli perlengkapan Galungan,” tuturnya. (sos)
Sempat Tertunda
Festival Nusa Penida akan Digelar Desember
Bali Post/dok
FESTIVAL - Festival Nusa Penida tahun lalu. Untuk tahun ini, pelaksanaannya yang sempt tertunda, direncanakan berlangsung Desember mendatang.
Semarapura (Bali Post)Aktivitas Pemkab Klungkung di posko pengungsian beberapa pekan belakangan tak begitu padat. Sejalan dengan itu, Festival Nusa Penida yang sempat tertunda, direncanakan terselenggara pada 6 hingga 9 Desember 2017 mendatang. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta, Senin (30/10) kemarin. Menindaklanjut rencana itu, Dinas Pariwisata merancang susunan acara dan waktu pelaksanaannya. Ini langsung dimulai setelah hari raya Galungan. Jika seluruhnya sudah rampung, maka langsung dipromosikan ke pelaku pariwisata maupun tempat-tempat yang menjadi tujuan wisatawan, salah satunya bandara. “Untuk tanggal sudah dipastikan,” ungkapnya. Sementara itu, Bupati Klung-
kung I Nyoman Suwirta menyatakan pelaksanaan event yang menginjak tahun ke-4 ini tetap menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Itu dikemas lebih banyak dengan pementasan seni dan budaya masyarakat Klungkung. Tidak ada penampilan artis nasional. “Kami tak ingin menonjolkan kesan pesta. Tetapi lebih mengenalkan kearifan lokal,” katanya. Sesuai dengan rencana awal, festival ini terselenggara 5 sampai 8 Oktober 2017, berlokasi di Desa Jungutbatu. Namun, di tengah promosi, warga Karangasem mengungsi ke Klungkung seiring dengan peningkatan aktvitas Gunung Agung. Hal itu mengharuskan pemkab untuk menunda pelaksanaannya. Menyambut event yang diianggarkan Rp 1,7 miliar ini, beberapa desa sejatinya sudah melakukan persiapan pementasan kesenian. (kmb45)
BULELENG
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
11
Diduga Frustrasi, Gantung Diri Singaraja (Bali Post) – Kasus gantung diri menggegerkan warga Dusun Kaja Kangin, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Senin (30/10) kemarin, sekitar pukul 11.00 wita. Warga setempat, Luh Widiasih (25), ditemukan tewas tergantung di dalam kamar mandi dekat rumahnya. Diduga karena frustrasi tidak mampu menghadapi cobaan hidup, korban nekat gantung diri. Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas AKP Nyoman Suartika seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya mengatakan, saksi yang juga suami korban Gede Sukadana (28) menemukan korban tergantung di dalam kamar mandi. Korban ditemukan setelah suaminya berusaha mencari keberadaan korban. Saat saksi masuk ke dalam kamar mandi, korban ditemukan tergantung. Saksi terkejut dan langsung berteriak minta tolong, sehingga warga ramai mendatangi lokasi. Mayat korban kemudian diturunkan dan saat bersamaan, polisi dan petugas kesehatan tiba di lokasi. Dari pemeriksaan petugas kesehatan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), korban murni meninggal dunia karena gantung diri. Pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Selain itu, polisi juga menemukan surat wasiat yang menyebut bahwa korban gantung diri karena frustrasi tidak bisa memberikan uang arisan kepada yang mendapatkan undian. Seain itu, lewat surat wasiat itu korban memohon maaf karena telah mengambil uang milik mertuanya. “Benar ada kejadian gantung diri. Dugaan awal frustrasi dan ini dikuatkan dengan bukti di lapangan dan keterangan suami korban sendiri,” katanya. (kmb38)
Harga Daging Babi Naik
Singaraja (Bali Post) – Memasuki hari Penyajan Senin (30/10) kemarin, harga daging babi di pasar tradisional mulai meningkat. Kenaikan harga daging babi ini karena tingginya permintaan warga Hindu yang akan merayakan Galungan. Hasil pantauan harga kebutuhan pokok oleh tim monitoring Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Senin (30/10) kemarin, menyebutkan, daging babi kualitas satu semula dijual Rp 60.000 per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 70.000 per kilogram, meningkat Bali Post/kmb38 lagi Rp 10.000. Demikian juga Ketut Suparto daging babi kualitas dua, sebelumnya dijual Rp 50.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 60.000 per kilogram. Sementara itu, daging ayam kualitas satu juga mulai merangkak. Harga daging ayam kualitas satu sebelumnya dijual Rp 35.000 per kg, sekarang naik menjadi Rp 36.000 per kg. Namun, daging ayam kualitas dua harganya masih tetap yakni Rp 32.000 untuk satu kilogram. Selain daging, kenaikan harga juga terjadi pada harga bahan bumbu. Kenaikan paling tinggi terjadi pada cabai besar. Sebelumnya komoditas ini dijual Rp 12.000 per kg, sekarang naik menjadi Rp 14.000 per kilogram, sehingga terjadi kenaikan Rp 2.000. Cabai kecil juga naik dari semula Rp 15.000 sekarang naik lagi Rp 1.000, sehingga harganya sekarang Rp 16.000. Sementara bawang merah dan bawang putih harganya belum mengalami kenaikan hingga di hari Penyajan Galungan kemarin. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Ketut Suparto mengatakan, lonjakan harga ini masih pada level wajar kalau dibandingkan pada saat mendekati hari-hari besar keagamaan lain. Di samping itu, nominal kenaikan harga komoditas ini juga dinilai kecil dan tidak sampai menimbulkan gejolak pasar. Meski demikian, pihaknya tidak menganggap enteng dan tim monitoring harga tetap diterjunkan ke pasar tradisional dan toko modern di Buleleng. Pemantauan yang lebih sering dibandingkan hari normal nantinya akan dapat mengetahui munculnya lonjakan harga yang tidak terkendali, sehingga Disdagprin, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng sewaktu-waktu akan menggulirkan operasi pasar murah (OPM) seperti yang sudah pernah dilakukan beberapa hari sebelumnya. Mantan Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Buleleng ini mengatakan, stok terutama daging saat ini masih mencukupi. Pasokan ini selain dipenuhi oleh peternak lokal, pasokannya juga berasal dari peternak di luar Buleleng. “Kalau stok masih aman dan seperti pengalaman Galungan tahuntahun sebelumnya stok daging utamanya babi tidak pernah kurang. Cuma kita khawatirkan akan terjadi kenaikan harga, karena setiap permintaan tinggi pedagang seolah terbiasa menaikkan harga dan ini harus kita stabilkan melalui operasi pasar murah,” jelasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
ABRASI - Kerusakan pantai di Buleleng akibat abrasi belum ditangani tuntas tahun ini. Buktinya, beberapa pantai di Bali Utara masih mengalami kerusakan. Mencegah kerusakan bertambah parah, penanganan darurat dilakukan dengan memasang tanggul sementara, seperti di kawasan Pantai Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng. Foto diambil baru-baru ini.
Tanggulangi Kemiskinan, Pemkab Susun Strategi
Singaraja (Bali Post) – Penanganan kemiskinan tetap menjadi agenda strategis dalam kebijakan pembangunan duet Bupati Putu Agus Suradnyana dan Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Dalam masa kepemimpinan pertama, kemiskinan di Buleleng turun 19 ribu KK. Menekan angka kemiskinan, Pemkab Buleleng mulai menyusun strategi. Penyusunan strategi ini dibahas melalui konsultasi publik di salah satu restoran di Lovina Senin (30/10) kemarin. Konsultasi publik ini dibuka Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. bersama Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (BappedaLitbang) Gede Dharmaja. Sementara narasumber yang hadir utusan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan Bappeda-Litbang Bali. Konsultasi publik ini untuk mendapatkan masukan baik dari pemerintah maupun stakeholders lain. Wakil Bupati yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Nyoman Sutjidra mengatakan, dengan berbagai program dan kucuran bantuan, angka kemiskinan di daerahnya berhasil diturunkan. Untuk mengoptimalkan penanggulangan kemiskinan, pemkab tetap berkomitmen menambah anggaran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) semula angka
Bali Post/kmb38
Gede Suyasa
Penurunan Status Gunung Agung
Kewaspadaan Tetap Dijaga
Dengan diturunkannya status Gunung Agung dari awas menjadi siaga, masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Agung agar tetap waspada, untuk menghindari terjadinya halhal yang tidak diinginkan. Syndi, Giri Mas
Sikapi Penurunan Status
Penurunan status Gunung Agung dari awas ke waspada perlu disikapi dengan senang hati dengan tetap menjaga kewaspadaan dan terus berdoa agar hal-hal yang tidak kita inginkan, tidak terjadi. Dan, semuanya berjalan dengan baik dan aman. Nang Mologan, Mayong
Lampu Penerangan di Tugu Tri Yuda Sakti
Berharap kepada pengelola Taman Tri Yuda Sakti di Sangket agar memperhatikan lampu penerangan yang ada di areal tugu tersebut yang saat ini dalam kondisi gelap gulita. Pintu keluar yang ada di sebelah selatan agar ditutup supaya tidak dimanfaatkan orang yang ingin berbuat kejahatan untuk menghilangkan jejak. Aparat kepolisian yang ada di depan Taman Tugu Tri Yuda Sakti agar melakukan patroli di dalam taman mengingat beberapa hari yang lalu telah terjadi kasus penganiayaan yang mengakibatkan korbannya luka-luka. Nang Kocong, Singaraja
lima tahun ke depan. Untuk menyempurnakan rancangan itu, perlu dibahas melalui forum konsultasi publik seperti ini. “Forum konsultasi publik ini kita meminta masukan baik itu dari tim pusat, provinsi dan stakeholder terkait. Kira-kira apa yang pas untuk menjawab soal-soal kemiskinan yang masih terjadi di daerah kita,” katanya. Dharmaja menambahkan,
kemiskinan merupakan hal yang multidimensi dan untuk mengatasinya memerlukan modal yang memadai. Selama ini, dirinya menemukan kalau salah satu penyebab kemiskinan adalah persoalan air bersih. Terhadap temuan ini, pemkab menyusun rancangan strategi untuk mengentaskan masalah air melalui pemasangan solar cell untuk mendistribusikan air bersih
ke permukiman dan lahan pertanian warga. “Untuk penyebab karena air bersih ini strategi kita adalah mengajukan permohonan pemasangan solar cell kepada pemerintah pusat dan ini efektif karena kalau air terpenuhi bukan hanya untuk air minum namun untuk mendukung pertanian, sehingga kemiskinan otomatis tertangani juga,” tegasnya. (kmb38)
Siswa Pengungsi Mulai Kembali ke Sekolah Asal
Tunjukkan Jati Diri Pemuda
Status Gunung Agung dari awas ke waspada diharapkan agar terus berlanjut dan tidak menunjukkan tanda-tanda meletus. Dengan demikian masyarakat yang ada di pengungsian bisa pulang melakukan aktivitas kembali dan merayakan hari raya Galungan dan Kuningan di rumahnya masing-masing. Mereka juga hendaknya tetap menjaga kewaspadaan. Gung De, Jalan Ngurah Rai
Bali Post/kmb38
KONSULTASI PUBLIK – Buleleng semakin serius mengatasi persoalan kemiskinan. Untuk menyusun strategi penanggulangan kemiskinan, pemkab menggelar konsultasi publik, Senin (30/10) kemarin.
Pascapenurunan Status Gunung Agung
Suara Buleleng Pada Hari Sumpah Pemuda ini para pemuda yang ada di Buleleng diharapkan mampu memberikan yang terbaik kepada daerahnya dan menghindari narkoba. Pemuda diharapkan tetap berpegang teguh pada Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika serta tetap mempertahankan NKRI. Ini sebagai upaya untuk memajukan Buleleng menjadi daerah yang lebih maju dan mampu menyejahterakan warganya. Gung Surya, Lovina
kemiskinan 56 ribu KK. Angka tersebut turun menjadi 37 ribu KK, sehingga dalam periode pertama kepemimpinannya berhasil mengentaskan kemisknan sebanyak 19 ribu KK. Penduduk yang masih tercatat miskin tersebut, sekarang dicarikan jalan keluar, sehingga pemerintah memiliki sebuah strategi agar dapat menekan angka kemiskinan. “Kalau bicara periode kami sebelumnya memang kemiskinan sudah turun, dan yang belum tertangani itu kita sekarang carikan strategi melalui konsultasi publik ini, sehingga sasaran pananggulangan kemiskinan di daerah kita menjadi tepat,” katanya. Sementara itu, Kepala Bappeda-Litbang Ir. Gde Dharmaja, M.Si. mengatakan dari tahun ke tahun harus ada strategi yang baik dan efisien untuk mengatasi kemiskinan. Penyiapan strategi ini penting, sehingga harus disesuaikan termasuk mendapatkan masukan dari seluruh stakeholders. Bappeda-Litbang saat ini telah menyusun rancangan strategi penanggulangan kemiskinan
Singaraja (Bali Post) – Menyusul turunnya status Gunung Agung dari level Awas menjadi level Siaga, siswa pengungsi yang semula bersekolah di Buleleng mulai kembali ke sekolah asal mereka di Karangasem. Namun, berapa jumlah siswa yang sudah kembali sekolah di Karangasem, hingga Senin (30/10) kemarin, masih menunggu hasil pendataan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Pengungsi Gunung Agung. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga (Dis-
dikpora) Buleleng Gede Suyasa kemarin, mengatakan, pihaknya tetap memfasilitasi siswa asal Karangasem yang memilih kembali sekolah di daerah asalnya. Demikian juga terhadap siswa yang daerah asal mereka masuk radius berbahaya erupsi Gunung Agung sesuai keputusan pemerintah tetap difasilitasi untuk melanjutkan sekolah darurat di Buleleng. Untuk mengetahui berapa banyak siswa pengungsi asal Karangasem yang sudah pulang, Disdikpora masih melakukan pendataan dari
aparat desa tempat mereka mengungsi. Sementara siswa sendiri tidak sempat melapor ke sekolah tempat mereka bersekolah sementara. “Laporan lisan memang beberapa siswa sudah ada yang pulang karena umumnya mereka ikut orangtua yang pulang dari pengungsian, sehingga anak-anak ini juga ikut ke kampung halaman untuk melanjutkan sekolahnya,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, sejak status awas Gunung Agung September
2017 yang lalu, Disdikpora mencatat siswa asal Karangasem jenjang SD dan SMP sebanyak 1.900 orang. Selain itu, ada siswa jenjang SMA dan SMK, sehingga jumlah total siswa pengungsi bersekolah darurat di beberapa sekolah di beberapa kecamatan di Buleleng tercatat sekitar 2.660 orang. Selain ditampung di beberapa sekolah, siswa ini juga ada yang sudah pindah sekolah ke Buleleng, seperti belasan siswa asal Karangasem yang sudah menjadi siswa tetap di SMPN 1 Singaraja. (kmb38)
Penampahan Galungan
133 Ribu Ekor Babi Siap Potong
Singaraja (Bali Post) – Kebutuhan daging babi pada hari Penampahan Galungan Selasa (31/10) ini, dipastikan meningkat dibandingkan hari sebelumnya. Memenuhi semua kebutuhan daging untuk upakara banten serangkaian Galungan dan Kuningan tahun ini, di Buleleng terdapat 133 ribu ekor babi siap potong. Distan menjamin tidak terjadi kekurangan atau bahkan kelangkaan daging babi. Kepala Distan Nyoman Swatantra yang dihubungi Senin (30/10) kemarin, mengatakan, sentra peternakan babi di Buleleng berada di Kecamatan Kubutambahan dan Kecamatan Gerokgak. Di dua wilayah ini, warga menggeluti peternakan dengan cara tradisional dan kebanyakan dijadikan usaha sampingan. Sementara bibit ternak yang digemukkan kebanyakan babi hitam (babi Bali) dan beberapa lagi jenis lainnya. Dengan jumlah populasi babi siap potong yang memadai
itu, Swatantra memastikan kebutuhan daging saat Galungan dan Kuningan tahun ini terpenuhi hingga 100 persen. Bahkan, Distan menjamin tidak ada tambahan pasokan babi dari luar Buleleng. “Setiap hari besar keagamaan, kita tidak pernah kekurangan. Seperti untuk Galungan, babi siap potong di daerah kita mencukupi kebutuhan dan kami jamin tidak ada kekurangan hingga kita datangkan babi dari luar Buleleng,” katanya. Menurut Swatantra, setiap perayaan Galungan dan Kuningan warga tidak seluruhnya mengolah daging babi, tetapi ada juga daging ayam. Bahkan, beberapa kali perayaan Galungan dan Kuningan, warga di Buleleng mulai mengolah daging kerbau. Di Buleleng sendiri, kelompok warga yang memotong hewan kerbau untuk Galungan dan Kuningan banyak ditemukan di Kecamatan Banjar, Seririt, dan kecamatan lain. Semakin bervarisi jenis daging yang digunakan
untuk menyambut Galungan dan Kuningan, secara langsung berdampak terhadap kebutuhan daging babi itu sendiri. Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Drh. Nyoman Surya Temaja mengatakan, pihaknya rutin mengawasi kesehatan daging yang dijual pedagang pengecer di pasar tradisional dan toko modern. Pengawasan ini untuk mencegah beredarnya daging yang tidak layak konsumsi atau menggunakan bahan pengawet berbahaya bagi kesehatan menusia. Setiap melakukan pengawasan, tim juga langsung melakukan tes lapangan. Bahkan, petugas sendiri langsung menyampaikan hasil setelah sempel daging diuji. Pemeriksaan ini untuk menghindari daging yang diawetkan dengan formalin atau bahan berbahaya lain. Di samping itu, tim juga memberikan pembinaan kepada pedagang agar tetap menjaga kebersihan tempat berdagang dan juga memperlakukan
Bali Post/kmb38
BABI – Pada Penampahan Galungan, Selasa (31/10) ini, kebutuhan daging dipastikan naik dibanding hari sebelumnya. Memenuhi kebutuhan itu, di Buleleng ada 133 ribu ekor babi siap potong. daging yang tepat. “Sebelum ada pengawasan biasanya kita lakukan pengamatan fisik daging dan kalau ada dicurigai kita tes langsung dan ini biasanya
untuk menghindari daging yang menggunakan pengawet berbahaya seperti formalin, borak, dan pengawet berbahaya lain,” jelasnya. (kmb38)
JEMBRANA
12
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
SOSOK Aktif Sosialisasikan Program
TUGAS yang diemban oleh para juru, baik dinas dan adat sangat kompleks. Terutama dalam meneruskan instruksi dan program dari pemerintah, baik pusat, provinsi, kabupaten maupun desa dan banjar. “Sebagai garda terdepan dalam pemerintahan, peran seorang juru tentu wajib menyosialisasikan segala bentuk program-program dari pemerintah,“ kata Bupati Jembrana I Putu Artha di sela-sela penyerahan dana operasional yang diperuntukkan kepada para juru arah. Bupati asal Melaya ini menegaskan, program yang wajib mendapat atensi para juru saat ini seperti PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap), program yang digelontorkan oleh Presiden RI Joko Widodo. Program pusat ini wajib disosialisasikan kepada masyarakat yang tanahnya belum disertifikatkan. “Saya tidak ingin kesempatan ini justru di desa masih ada keragu-raguan dengan program PTSL. Ini sangat membantu masyarakat, lantaran segala biaya di-gratiskan, hanya saja pemohon dibebani biaya meterai dan patok saja,” tegas Bupati Artha. Selain itu, juru juga diharapkan selalu mensosialisasikan program Pemkab Jembrana, seperti biaya penunggu pasien di mana program ini masih saja warga masyarakat kita yang belum mengetahuinya. Padahal program itu sudah lama kita gulirkan. Ini sangat membantu ketika ada warga yang keluarganya sedang opname di Rumah Sakit, dengan besaran uang penunggu pasien tergantung dari lama pasien opname di Rumah Sakit. (olo)
BERKUMPUL – Para nelayan di Dusun Munduk Asem berkumpul memprotes pembagian mesin tempel yang dinilai tidak adil.
Bali Post/olo
Pembagian Bantuan Mesin Dinilai Tak Adil
Sejumlah Nelayan di Cupel Protes Negara (Bali Post) – Sejumlah warga Dusun Munduk Asem, Desa Cupel memprotes pembagian bantuan mesin tempel berbahan bakar gas yang diberikan pemerintah. Mereka protes lantaran pembagiannya dinilai tak adil. Hal ini disebabkan lantaran tidak disosialisasikan secara merata, sehingga ada yang tidak memiliki perahu (jukung) tapi mendapatkan bantuan. Begitu juga ada yang tidak aktif melaut dan belum mengantongi kartu nelayan justru menerimanya. Sedangkan nelayan yang telah memegang kartu dan aktif, malah tak mendapatkan bantuan. Bali Post/olo
PERTEMUAN - Pertemuan antara pihak BPD Tukadaya dengan instansi lainnya terkait klarifikasi adanya isu perselingkuhan antara Perbekel Tukadaya dengan istri tetangga.
Tepergok Berduaan dengan Istri Tetangga di Mobil Oknum Perbekel Bantah Selingkuh
Negara (Bali Post) Perbekel Tukadaya Made BU kini dirundung masalah. Oknum pejabat desa ini diduga melakukan perselingkuhan dengan istri tetangganya, Kadek AL. Bahkan suami Kadek AL yang memergoki mereka berduaan di dalam mobil pada Jumat (28/10) pukul 20.00 Wita. Guna mengklarifikasi dugaan itu, I Made BU pun dipanggil pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tukadaya, Senin (30/10) kemarin. BPD Tukadaya menggelar rapat dadakan dengan menghadirkan Perbekel Tukadaya,Bhabinkantibmas, Babinsa, Klian Banjar yang keseluruhannya berjumlah 17 orang. Rapat ini dilakukan guna menyikapi santernya isu tersebut. Permohonan dari anggota BPD dan para Klian Dusun kepada perbekel pada intinya meminta surat pernyataan damai kedua belah pihak (Made BU dan suami dari Ni Kadek AL) yang dilakukan perbekel sebagai tanggung jawab kepada seluruh masyarakat Tukadaya. Anggota BPD Tukadaya juga menyarankan kepada perbekel untuk mempertimbangkan sisa jabatan kepala desa, apakah dilanjutkan atau meletakkannya. Mengingat kejadian dugaan perselingkuhan ini sudah berkembang di masyarakat Desa Tukadaya. Sedangkan tanggapan perbekel tentang saran dan koreksi peserta rapat yang meminta surat perjanjian perdamaian akan diberikan. Selain itu, Made BU juga mengaku siap menerangkan kepada seluruh masyarakat Tukadaya sebagai klarifikasi dirinya. Dalam rapat tersebut I Made BU membantah isu perselingkuhan tersebut. Ia mengakui pertemuannya dengan Kadek AL. Pertemuan itu berlangsung di seputaran jalan desa, Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru. Made BU mengatakan pertemuannya dengan Ni Kadek AL itu diakui tidak sengaja. Ketika itu Kadek AL mengendarai sepeda motor dan dirinya mengemudikan mobil. Saat bertemu, Kadek AL mengaku ingin curhat. Kemudian Made BU mempersilahkan Ni Kadek AL masuk ke mobilnya. Nah, saat ngobrol itulah tibatiba suami Kadek AL datang dan memergoki mereka. “Kalau selingkuh itu tidak benar. Hanya tempatnya saja yang salah, sehingga masyarakat menganggap ada perselingkuhan,” jelas Made BU. Dengan adanya isu itu, ia pun mengaku menyadari kesalahannya. Sebagai perangkat desa, ia tidak pantas bertemu berdua dengan istri orang, apalagi di malam hari dan begitu juga tempat yang tidak semestinya. Made BU mengaku sudah mau mengajak Ni Kadek AL bertemu di tempat lain agar tidak ada fitnah. Adanya kejadian itu, Made BU menduga kedatangan suami Kadek AL ke lokasi lantaran ada yang melapor atau istrinya dibuntuti. “Ini hanya kesalahpahaman saja. Saat itu langsung berdamai dan saling memaafkan,” tambahnya. (kmb)
Sejumlah nelayan saat ditemui Minggu (29/10), mengaku kecewa lantaran tak mendapatkan bantuan mesin berbahan bakar elpiji itu. Dari sekitar 200 nelayan yang terdata di Desa Cupel, hanya 71 yang menerima. Tetapi orang yang menerima di antaranya tidak aktif melaut. “Mengapa yang tidak aktif malah dapat.
Bahkan sebelumnya juga tidak ada sosialiasi. Tidak seperti dulu, seolah-olah menggampangkan pendataan,” terang salah seorang nelayan. Ia mengatakan ada yang sudah pernah menerima bantuan kelompok, namun sekarang lagi mendapatkan bantuan mesin. Pangkal masalahnya, menurut mer-
eka, yakni dari pendataan yang kurang akurat dan tanpa informasi ke para nelayan yang aktif. Parahnya lagi, di antara mereka ada yang hanya tidak punya jukung, tetapi menerima bantuan. “Mereka tidak punya jukung, hanya dipinjami oleh satu orang. Tapi tetap dapat bantuan mesin,” tambah nelayan
lainnya. Banyak nelayan yang kecewa saat dikumpulkan di Pebuahan. Ketika dilakukan pembagian, ternyata nama mereka dicoret. Sementara itu, Kepala Desa Cupel Usman saat dikonfirmasi Senin (30/10) kemarin mengatakan data itu merupakan hasil koordinasi antara kepala dusun dengan PPL yang ke lokasi. Menurutnya yang berhak menerima itu adalah nelayan yang memiliki fiber, bukan pinjaman dan yang memohon langsung oleh orang tersebut selaku penerima. “Kalau pinjam fiber tidak boleh. Kami selama pembagian juga ikut memantau,” terangnya.
Pada saat pembagian pada 27 Oktober, bagi masyarakat yang belum menerima agar mengusulkan lagi dan diminta bersabar. Mereka akan mendapatkannya di tahun 2018. Data yang diperoleh memang berjumlah 71 dan sudah dilakukan pendataan sejak beberapa bulan lalu. Sementara terkait ada nelayan yang belum memiliki kartu nelayan, memang ada satu orang tetapi namanya sudah terdata. “Karena namanya sudah tercantum dan mendapat, lantas dibuatkan (kartu nelayan). Tapi kartunya belum, tetapi sudah ada nomornya,” pungkasnya. (kmb26)
Jelang Galungan
Harga Daging Ayam dan Babi Melonjak Negara (Bali Post) Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana menggelar sidak di sejumlah tempat penjualan daging babi dan ayam, termasuk juga lokasi pemotongannya. Sidak yang dilakukan Senin (30/10) kemarin ini guna mengetahui harga dan permintaan jelang hari raya Galungan. Begitu juga mengantisipasi adanya penularan penyakit pada daging
tersebut. Dari segi harga dan permintaan diketahui memang mengalami lonjakan. Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Feteriner atau Kesmafet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana Gede Adhi Adnyana mengatakan dari hasil sidak dan pemantauan kesehatan, untuk daging babi pihaknya menjamin semuanya dipotong di rumah potong dan yang dijual di pasaran, terbebas
Bali Post/kmb
SIDAK - Sejumlah petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana ketika melakukan sidak ke lokasi pemotongan babi, Senin (30/10) kemarin.
dari penyakit serta aman untuk dikonsumsi. Selain memeriksa daging babi, pihaknya juga memeriksa daging ayam yang dijual di pasar. Pemeriksaan daging ayam ini dilakukan guna mengantisipasi adanya ayam tiren dan daging ayam yang mengandung bahan pengawet seperti formalin. Dari sidak, daging ayam ini petugas tidak mendapati adanya hal itu. Hanya petugas mendapatkan fakta jika harga daging ayam dan
babi mengalami kenaikan. Untuk daging babi harganya naik Rp 10 ribu per kilogram. Sebelumnya Rp 60 ribu, kini menjadi Rp 70 ribu per kilogram Begitu juga harga daging ayam. Naiknya Rp 2.000 per kilogram. Harga sebelumnya Rp 28 ribu, kini menjadi Rp 30 ribu. Walau harga daging, namun tidak menyurutkan minat warga untuk tetap membelinya untuk pelengkap sarana banten Galungan dan Kuningan. Sementara dari segi permint-
aan juga mengalami lonjakan. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah babi yang dipotong pedagang. Dari biasanya dua , kini menjadi tujuh ekor. Salah seorang pedagang daging babi Kadek Ani mengatakan, karena permintaan meningkat biasanya memotong dua ekor babi. Tetapi sekarang menjadi tujuh ekor babi. Demikian juga harganya meningkat dari Rp 60 ribu menjadi Rp 70 ribu atau naik Rp 10 ribu per kilogramnya. (kmb)
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
KARANGASEM
13
Pengungsi Senang Pulang Kampung Bawa Rp 1 Juta, Tersisa Rp 100 Ribu Amlapura (Bali Post) -
Turunnya status Gunung Agung membuat masyarakat pengungsi berbondong-bondong pulang ke Karangasem. Sayangnya sebagian pengungsi pulang nyaris dengan kantong kosong. Ada yang bawa Rp 1 juta saat mengungsi hanya tersisa Rp 100 ribu. Namun di balik itu, ada rasa senang walau masih menyisakan kegetiran. Sebab, masih ada kekhawatiran Gunung Agung bisa bergolak, sebab sejauh ini belum berhenti mengeluarkan asap. PULANG - Pengungsi dari Desa Bebandem yang mengungsi ke Desa Pertima sudah ramai-ramai pulang, setelah aktivitas Gunung Agung turun level jadi level III (Siaga).
Pemkab Fasilitasi Kepulangan Pengungsi Amlapura (Bali Post) Penurunan level aktivitas Gunung Agung dari Awas menjadi Siaga, Minggu (29/10) sore, membuat para pengungsi lega. Mereka sejak Senin (30/10) pagi sudah berkemas-kemas mempersiapkan diri pulang ke desanya setelah ditinggal mengungsi selama 37 hari. Pemerintah daerah menyatakan siap memfasilitasi pengungsi untuk pulang apabila dibutuhkan, termasuk juga ternaknya. Para pengungsi di sejumlah titik pengungsian, Senin kemarin, terlihat banyak menggunakan kendaraan pribadi untuk kembali ke desanya. Barang-barang seperti kasur, baju, selimut dan kebutuhan dasar lain di pengungsian, diangkut menggunakan mobil pick-up. Seperti yang terlihat di titik pengungsian di Desa Pertima, ratusan warga pengungsi dari Desa Bebandem memilih kembali ke desanya, setelah mengetahui level aktivitas Gunung Agung sudah turun menjadi siaga. Sekretaris Desa Pertima, Wayan Sulandera, Senin (30/10) kemarin, mengatakan dari total 764 orang pengungsi di desa ini, hingga siang tercatat sudah 120 orang langsung memutuskan pulang. Sisanya 644 orang masih bertahan di pengungsian. Sisanya juga nampak akan segera pulang, mengikuti pengungsi yang lain. Warga pengungsi lainnya, seperti dari Desa Amerta Bhuana, Kecamatan Selat, juga sudah ramai-ramai pulang ke rumahnya. Tetapi, perbekel setempat Wayan Suara Arsana meminta warganya selalu memperhatikan beberapa hal, yakni tetap waspada dan siaga di rumah masing-masing, karena kondisi Gunung Agung belum dipastikan normal, melainkan statusnya masih siaga. Warga juga diminta selalu berkoordinasi dengan klian banjar dinas untuk menerima informasi yang benar terkait aktivitas Gunung Agung. Sehingga dicek dulu kebenarannya sebelum melangkah. Ini untuk menghindari hoax, yang sangat cepat menyebar dan sengaja diembuskan pihak tertentu untuk membuat warga panik. Selama belum ada kepastian bahwa Gunung Agung dalam situasi normal, Perbekel Suara Arsana tetap meminta ternak warga sebaiknya dibiarkan dulu di tempat pengungsian, sampai keadaan Gunung Agung dipastikan normal kembali. Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa, Senin kemarin, juga menyadari sudah banyak warga pengungsi yang pulang ke rumahnya. Tetapi, dia mengingatkan bahwa warga yang diperbolehkan pulang adalah selain wilayah KRB III. Desa-desa yang masuk wilayah KRB III adalah di Kecamatan Kubu Desa Dukuh dan Desa Ban, Kecamatan Selat Desa Sebudi, Desa Bebandem Desa Jungutan dan Bhuana Giri, Kecamatan Rendang Desa Besakih. ‘’Sesuai dengan keputusan PVMBG, warga selain enam desa di KRB III silakan pulang. Kalau ada yang butuh kendaraan, mohon disampaikan. Kami tentu akan memfasilitasi para pengungsi ini pulang ke rumahnya,’’ kata Wakil Bupati Artha Dipa. Untuk memastikan langkah-langkah yang akan ditempuh pemerintah daerah dalam berbagai aspek, Pemkab Karangasem sudah mengundang seluruh perbekel dan OPD terkait untuk rapat koordinasi, Senin (30/10) sore sekitar pukul 17.00 Wita. Pengungsi dari mana saja yang membutuhkan fasilitas evakuasi ke kampungnya, berapa jumlahnya, bagaimana mekanisme pemulangannya agar direncanakan dengan matang. Demikian, juga dengan portal penghalang yang sebelumnya dipasang di radius 12 km, agar dipindahkan ke radius 6 km, tepatnya di pintu masuk menuju wilayah KRB III. Termasuk juga bagaimana pengelolaan Kawasan Pura Besakih selanjutnya. ‘’Kalau menurut saya, sebaiknya kalau tujuannya mau sembahyang bisa dibiarkan masuk Pura Besakih. Doa untuk keselamatan umat dan kedamaian alam tidak boleh putus. Tetapi, kalau untuk aktivitas pariwisata, sebaiknya jangan dulu. Kita harus punya rasa empati kepada warga Besakih yang masih mengungsi. Warganya saja mengungsi, masak sekarang sudah bisa dipakai berwisata,’’ kata Artha Dipa. (kmb31)
Pulangkan Pengungsi, Pemkab Kumpulkan Perbekel Amlapura (Bali Post) – Sejak diumumkannya status Siaga oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), secara informal wilayah KRB I dan II sudah dibuka untuk aktivitas publik. Kegiatan usaha yang berada di zona tersebut sudah bisa beroperasi lagi. Wabup Karangasem I Wayan Artha Dipa mengungkapkan hal itu saat menerima puluhan pengusaha pariwisata Kawasan Wisata Tulamben, Kubu, Senin (30/10) pagi kemarin. Wabup Artha Dipa menegaskan, setelah level Gunung Agung turun menjadi Siaga, maka yang tidak boleh ada aktivitas adalah di wilayah KRB III antara lain Desa Dukuh dan Ban (Kecamatan Kubu), Desa Jungutan dan Buanagiri (Kecamatan Bebandem), Desa Sebudi (Kecamatan Selat) dan Desa Besakih (Kecamatan Rendang). Sedangkan 22 desa lainnya yang sebelumnya juga masuk daerah Awas, masyarakatnya sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Menindaklanjuti status Siaga tersebut, Artha Dipa mengatakan sikap resmi pemerintah ditentukan dari hasil rapat koordinasi pimpinan daerah dengan para Kepala OPD dan para perbekel yang digelar petang kemarin. Rapat di antaranya membahas teknis pemulangan pengungsi dan pengaturan aktivitas usaha untuk memastikan jalur evakuasi tetap aman jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat. Artha Dipa mengatakan pemerintah kabupaten sangat memahami kondisi masyarakat pengungsi yang begitu pulang sudah harus mempersiapkan hari raya Galungan. Namun menyangkut bantuan, masih akan dikoordinasikan apakah memungkinkan atau akan seperti apa. Pada tahap awal, menurutnya, pemerintah kabupaten segera melakukan pendataan jumlah pengungsi yang di luar KRB III. Dengan mengantongi data yang tepat diharapkan proses pemulangan menjadi lancar. ‘’Untuk pemulangan pengungsi, pemerintah daerah akan memfasilitasi. Sedangkan bagi yang lain-lain, saya belum bisa berkomentar,’’ katanya. Untuk aktivitas usaha, kegiatan galian C di luar KRB III juga akan dioperasikan lagi. Hal itu sejalan dengan harapan para pengusaha dan masyarakat yang bekerja di sektor tersebut. I Wayan Parka, pengusaha galian C asal Banjar Tihingan Kangin, Desa Buanagiri, Bebandem, mengatakan terhentinya aktivitas galian C selama 37 hari status Awas juga sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Pihaknya berharap pemerintah kabupaten segera mengambil langkah sehingga pekerja galian C yang selama ini kehilangan pekerjaan bisa kembali beraktivitas. (kmb)
Ni Wayan Sri Yulyadnyani (21) adalah satu dari ribuan pengungsi yang memutuskan pulang setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) mengumumkan status Siaga. Sebelumnya, gadis asal Banjar Tihingan Kauh, Desa Buanagiri, Bebandem itu mengungsi di Banjar Pekarangan, Desa Ngis, Manggis. Dia mengungsi bersama ibu-bapak dan kedua adiknya sejak hari pertama status Awas, 22 September lalu. ‘’Semua warga di rumah saya ngungsi. Saya bersama keluarga di Pekarangan, Desa Ngis,’’ ujarnya, Senin (30/10) kemarin. Gadis berbadan subur ini mengaku sangat senang bisa segera pulang. Selain rindu rumah, buru-buru dia pulang sebab bekalnya juga sudah menipis. Waktu berangkat mengungsi dia membawa sangu Rp 1 juta, tapi saat pulang hanya tersisa Rp 100 ribu. Beruntung sesampainya di kampung, usaha pemotongan ayam tempat dia maburuh
selama ini sudah beroperasi lagi. Usaha pemotongan ayam itu berada tidak jauh dari rumahnya. Sejak pagi, Yulyadnyani sudah melakoni aktivitas rutinnya di sana. ‘’Bapakibu saya juga sudah pulang, tetapi belum dapat kerjaan. Sapi kadasan telanjur sudah dikembalikan ke si empunya, babi juga sudah kadung dijual,’’ sesalnya. Seharian kemarin, Yulyandari bersama orangtuanya hanya berdiam diri di rumah sembari mempersiapkan banten Galungan. Untungnya, usaha potong ayam milik Putu Gunawan (31) itu lumayan ramai pembeli sehingga ada harapan bagi Yulyandari untuk ngutang (cash bon). Berbeda dengan Yulyandari. Putu Gunawan, warga Tihingan Kauh itu, bahkan sudah membuka usahanya sejak empat hari lalu. Pria bujang itu nekat pulang ketika masih berstatus Awas, karena ia merasa aktivitas Gunung Agung sudah mengalami penurunan. Sebelumnya,
dia juga ngungsi, tetapi di Banjar Selumbung, Manggis. Uniknya, meski berstatus pengungsi, dia masih bisa menjalankan usahanya. Ratusan ayam potong yang waktu itu belum terjual diangkut dengan mobil. Kemudian dari tempat pengungsian itu di-
Amlapura (Bali Post) Puluhan pengusaha pariwisata di Kawasan Wisata Tulamben, Kecamatan Kubu, mendatangi Kantor Bupati Karangasem, Senin (30/10) pagi kemarin. Mereka ingin agar tempat usaha mereka baik hotel, restoran, dan fasilitas diving bisa buka kembali. Bukan saja mereka, pengusaha galian C juga mengharapkan hal serupa. Apalagi, aktivitas vulkanik Gunung Agung sudah turun dari level IV (Awas) menjadi level III (Siaga). Kedatangan para pengusaha ini dikawal langsung legislator Komisi I DPRD Karangasem, Komang Sartika. Mereka diterima langsung Wakil Bupati Wayan Artha Dipa di Ruang Rapat Wakil Bupati. Pada kesempatan itu, Komang Sartika mengatakan selama ini seluruh akomodasi pariwisata dan fasilitas lainnya tutup total. Pasalnya, Kawasan Pariwisata Tulamben masuk zona merah. Selama level Awas, aktivitas Tulamben lumpuh total. Sama sekali tidak ada aktivitas pariwisata apa pun. Selain karena anjloknya kunjungan turis juga mengikuti arahan Satgas Penanggulangan Bencana, bahwa
wilayah yang masuk zona merah harus dikosongkan. Melihat perkembangan terakhir, puluhan pengusaha ini sengaja datang untuk memohon kepada Pemkab Karangasem, agar mengizinkan kembali para pengusaha membuka usahanya di Kawasan Wisata Tulamben. Mereka juga mengatakan sudah memiliki langkahlangkah mitigasi bencana, bilamana tiba-tiba terjadi erupsi. Persiapan yang dilakukan, antara lain setiap pengusaha mempersiapkan lima boat di sekitar akomodasi pariwisatanya. Selain itu, pihak pengusaha di Kawasan Wisata Tulamben, juga sudah sepakat menyiapkan sentral parkir agar terpusat, untuk memudahkan proses evakuasi. ‘’Sesuai kesepakatan sebelumnya, tamu-tamu diving datang lebih dulu di sentral parkir dapat prioritas. Jika nanti ada erupsi, ini bisa memudahkan proses evakuasi,’’ kata legislator Partai Golkar ini. Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa menegaskan, setelah level Gunung Agung turun menjadi Siaga, maka yang tidak boleh ada aktivitas adalah di wilayah KRB III. KRB III antara lain di
Kecamatan Kubu hanya Desa Dukuh dan Ban, Kecamatan Bebandem Desa Jungutan dan Bhuana Giri, Kecamatan Selat Desa Sebudi dan di Kecamatan Rendang Desa Besakih. Artinya, wilayah 22 desa lainnya yang sebelumnya masuk zona Awas, masyarakatnya sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Tidak terkecuali wilayah Tulamben. ‘’Termasuk galian C juga akan dioperasikan lagi. Karena desa-desa yang menjadi lokasi galian C di Kubu, ada di luar KRB III,’’ kata Artha Dipa. Wabup Artha Dipa justru mendorong agar pelaku pariwisata bisa lebih bergairah lagi. Sehingga sektor pariwisata bisa segera pulih. Caranya, tentu pelaku pariwisata harus lebih gencar menyampaikan kepada wisatawan hal-hal positif tentang Tulamben dan Karangasem pada umumnya. Jauhkan pariwisata Karangasem dari berita hoax yang sangat meresahkan itu. Kepala Dinas Pariwisata Wayan Astika menambahkan, selama 37 hari pariwisata Karangasem sudah terkatung-katung. Menurutnya, masyarakat selama ini lebih dulu tahu, tapi sebenarnya tidak tahu
Bali Post/kmb
ADA AKTIVITAS - Sehari pascastatus Siaga, Banjar Tihingan Kauh yang sebelumnya ditinggal mengungsi penduduknya, mulai ada aktivitas masyarakat. Usaha pemotongan ayam milik Putu Gunawan, misalnya, mulai ramai dikunjungi warga yang sedang mempersiapkan hari raya Galungan. pasarkan ke pasar di Kota Amlapura dan Manggis. Sampai siang kemarin, sedikitnya 300 ekor ayam broiler dari usaha potong ayam miliknya itu sudah terjual. Pembelinya dari seputaran Tihingan. Tetapi, omzet itu belum tercapai setelah
status Awas. Omzet anjlok itu, kata Gunawan, karena saat ini belum semua warga Tihingan pulang. ‘’Masih banyak yang di pengungsian, terutama yang tua-tua. Masih khawatir soalnya Gunung Agung terus mengeluarkan asap,’’ ungkapnya. (kmb)
Gunung Agung Turun Level, Pengusaha di Tulamben Lega
Bali Post/kmb31
PELAKU PARIWISATA - Wakil Bupati Wayan Artha Dipa saat menerima puluhan pelaku pariwisata dari Kawasan Wisata Tulamben, Senin pagi kemarin. kabar seutuhnya. Sehingga ini membuat situasi menjadi bias. Sektor pariwisata, sejak awal sudah menyiapkan Bali Tourism Hospitality, sebagai sumber informasi satu pintu yang benar soal pariwisata Bali. Kepala Dinas Satpol PP Karangasem Ketut Wage Saputra memuji persiapan mitigasi para pengusaha Tulamben. Bila semua pelaku pariwisata dapat menerapkan langkah sama, ini
akan menjadi contoh baik. Karangasem khususnya sektor pariwisata sangat siap menghadapi ancaman erupsi Gunung Agung. ‘’Surat PVMBG yang menyatakan Gunung Agung turun level jadi Siaga sudah ada. Nanti ditindaklanjuti rapat bersama para kepala desa, agar desa-desa di luar enam desa di KRB III itu dapat mengambil langkah-langkah strategis selanjutnya,’’ tegasnya. (kmb31)
Jauhkan Karangasem dari Berita ’’Hoax’’ Amlapura (Bali Post) Turunnya status Gunung Agung dari Awas ke Siaga menjadi kabar sangat menggembirakan bagi Karangasem. Para pengusaha termasuk pengusaha jasa pariwisata yang sempat limbung mulai bisa menghela napas lega. Namun, untuk mengembalikan ke-
jayaan salah satu sektor andalan tersebut, para pengusaha diharapkan ikut membantu menjauhkan Karangasem dari berita-berita hoax. Wabup Karangasem Wayan Artha Dipa saat menerima aspirasi puluhan pengusaha pariwisata Kawasan Wisata Tulamben, Kecamatan Kubu,
Senin (30/10) kemarin, mengatakan berita hoax bersifat menyesatkan. Untuk meredam dampak buruk dari berita seperti itu, pelaku pariwisata mesti lebih gencar menyampaikan kepada wisatawan hal-hal positif tentang Karangasem. ‘’Jauhkan pariwisata Karangasem dari berita hoax
yang sangat meresahkan itu,’’ tegasnya. Dengan menurunnya aktivitas vulkanik Gunung Agung, Artha Dipa mendorong para pengusaha pariwisata bangkit lagi. Selain ikut memerangi berita hoax, para pengusaha juga diharapkan melakukan langkah-langkah mitigasi un-
tuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi para wisatawan. Jika pengusaha dan seluruh stakeholder mampu meyakinkan dunia internasional bahwa Karangasem memiliki kemampuan menghadapi bencana, pihaknya berkeyakinan sektor pariwisata akan tetap eksis. (kmb)
Tunggu Instruksi Disdikpora, Kepindahan SMPN 2 dan SMPN 3 Rendang Turunnya status Gunung Agung dari level IV (Awas) ke level III (Siaga) disambut antusias sejumlah pengungsi yang berada di luar radius 6 kilometer. Turunnya status ini juga disambut gembira dua SMP yakni SMPN 2 Rendang dan SMPN 3 Rendang. Mengacu regulasi status siaga, mestinya kedua sekolah itu diperbolehkan melakukan aktivitas belajar mengajar di tempat sekolah asalnya. Alasannya, sekolah itu berada di luar radius 6 kilometer dari puncak. Walau demikian, kedua sekolah itu belum berani nyelonong begitu saja menggelar proses belajar mengajar ke sekolah asal mereka. Pasalnya, pihak sekolah masih harus menunggu instruksi lebih lanjut dari Disdikpora Karangasem. Atas kondisi ini kapan kira-kira kedua sekolah itu bisa kembali menjalani proses belajar mengajar ke sekolah mereka yang lama? KEPALA SMPN 2 Rendang I Ketut Suparjana, Senin (30/10) kemarin, mengatakan turunnya status Gunung Agung dari level IV Awas ke level III Siaga, sejatinya merupakan kabar gembira semua pihak. Para guru yang mengajar di sana memang merindukan bisa pulang ke ‘’rumah’’ SMPN 2 Rendang maupun SMPN 3 Rendang, untuk kembali melakukan proses belajar mengajar seperti sebelumnya di sekolah lama. Meski instruksi dari BPMBG maupun BPBD Bali kepada masyarakat
umum di luar radius bahaya 6 kilometer dari puncak, boleh melakukan aktivitas seperti biasa. Akan tetapi, pihak sekolah belum berani mengajak anak didiknya kembali belajar di sekolah lama. Mereka masih harus menunggu petunjuk lebih lanjut dari atasannya yakni Disdikpora Karangasem. ‘’Masyarakat memang sudah diperbolehkan pulang melakukan aktivitas seperti biasa. Tetapi kita belum berani kembali ke sekolah lama untuk menjalankan proses belajar mengajar sebelum ada perin-
Bali Post/nan
I Ketut Suparjana
tah dari atasan. Pada intinya, kita menunggu keputusan apa yang diperintahkan. Kalau memang diperbolehkan kembali, kita malah menyambut dengan sukacita. Karena kita dan juga anak-anak sudah sangat merindukan suasana belajar di sekolah lama,’’ ungkap Suparjana. Sekarang ini pihaknya memang belum mendapatkan informasi atau petunjuk lebih
lanjut terkait kepastian apakah akan diizinkan kembali ke sekolah lama atau tidak. Kata Suparjana, pihaknya baru menerima sebatas informasi kalau saat ini dinas terkait masih dalam proses pembahasan. ‘’Jadi, hasilnya belum didapat. Mungkin setelah hari raya Galungan akan diputuskan. Dan apa pun hasil dari pembahasan itu, kita akan ikuti,’’ jelasnya. Kalaupun misalnya sekolah diizinkan kembali melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah lama, mengingat kondisi gunung yang belum stabil 100 persen, dan sewaktuwaktu bisa terjadi menurunan aktivitas ke normal. Dan bisa juga kembali meningkat. Karena itu, pihaknya tetap menjalin hubungan dan komunikasi dengan SMAN 1 Rendang yang sudah bersedia meminjamkan sekolah untuk proses belajar mengajar siswanya selama ini. ‘’Hubungan harus tetap dijalin dengan baik dengan SMAN 1 Rendang. Selalu berjaga-jaga kalau nanti status Gunung Agung, misalnya naik lagi karena logikanya belum stabil. Kita sih tidak meng-
harap seperti itu. Seandainya demikian, kita sudah punya tempat pasti yakni SMAN 1 Rendang. Sehingga kita tidak lagi kesulitan mencari tempat baru buat anak-anak melanjutkan prosesi belajar mengajar dengan maksimal,’’ tegas I Ketut Suparjana. Kepala SMPN 3 Rendang I Wayan Suiji menyatakan hari ini (Senin - red) guru-guru dan siswa melakukan bersih-bersih lingkungan sekolah lama yang kotor akibat lama ditinggal. Sampah dedaunan berserakan. ‘’Selain bersih-bersih, kita juga laksanakan persembahyangan bersama di Padmasana sekolah dalam rangka menyambut hari raya Galungan,’’ ungkapnya. Kapan pihak sekolah kembali melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah aslinya, Suiji menyatakan masih menunggu perintah lebih lanjut dari Disdikpora Kabupaten. ‘’Jadi, kami dari pihak sekokah menunggu perintah Disdikpora. Kalau diizinkan balik ke sekolah lama, kita secepatnya akan balik. Kalau tidak diizinkan dan tetap belajar di SMAN 1 Rendang kita akan ikuti,’’ tegas Wayan Suiji. (nan)
TABANAN
14
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
Sidang Paripurna DPRD Tabanan
Lima Fraksi Sampaikan Pandangan Umum
Tabanan (Bali Post) Lima fraksi di DPRD Kabupaten Tabanan memberikan pandangan umum terkait tiga buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Tabanan yang sebelumnya disampaikan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti pada Sidang Paripurna ke-31, Kamis (19/10) lalu. Ketiga ranperda itu adalah Ranperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018, Ranperda tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Tabanan pada PT Penjaminan Kredit Daerah Bali Mandara Provinsi Bali dan Ranperda tentang Penyertaan Modal pada Perusahaan Daerah Dharma Santhika. Pada sidang yang dipimpin Ketua DPRD Tabanan I Ketut ‘’Boping’’ Suryadi itu turut hadir Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Secara umum kelima fraksi yakni Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Gabungan NasDem dan Hanura setuju. Kelima fraksi itu menerima ranperda yang diajukan. Dan selanjutnya dilakukan pem-
bahasan pada rapat-rapat kerja dengan OPD terkait sesuai tahapan dan mekanisme yang berlaku. Pandangan umum Fraksi PDI-P itu dibacakan Ketua Fraksi I Nyoman Arnawa. Pihaknya mengkritisi postur anggaran APBD 2018 yang terjadi penurunan dibandingkan tahun 2017. Demikian juga Pendapatan Asli Daerah (PAD) ada penurunan dari yang telah disepakati antara DPR dengan TAPD sehingga perlu dijelaskan. ‘’Fraksi PDI-P pun menekankan agar dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dibuat ada keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah. Agar juga disusun dan dikaji secra komperhensif dengan mengedepankan unsur partisipasi masyarakat, akuntabilitas, transparansi sehingga program menjadi tepat sasaran,’’ tegasnya. Pandangan umum Fraksi Partai Golkar dibacakan Ketua Fraksi I Made Asta Dharma. Dikatakan, kondisi dan kebijakan anggaran belanja dari postur perencanaan APBD tahun 2018 Kabupaten Tabanan, perlu adanya selektivitas skala prioritas yang disesuaikan kebutuhan-ke-
butuhan mendesak dan dirasakan sangat urgent. ‘’Maka ada baiknya penggunaan anggaran itu agar tepat guna dan juga tepat sasaran,’’ pintanya. Ketua Fraksi Partai Gerindra I Wayan Wiryadana pada pandangan umum fraksi itu mengatakan pihaknya percaya pemerintah daerah sudah dengan cermat menentukan pos-pos anggaran sesuai skala prioritas. Selain itu juga dilakukan perencanaan yang baik. Pemerintah dipercaya selalu berupaya mempertahankan bahkan meningkatkan PAD. Begitu juga pandangan umum Fraksi Demokrat, yang dibacakan Ketua Fraksi I Gusti Made Purnayasa dan pandangan umum Fraksi Gabungan NasDem-Hanura yang dibacakan Sekretaris Fraksi Gusti Ngurah Sanjaya yang secara umum menyetujui ketiga ranperda itu untuk dibahas lebih lanjut. Agenda sidang kemudian adalah jawaban Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Atas pandangan umum kelima fraksi DPRD Tabanan itu, Bupati Eka memberikan apresiasi kepada kelima fraksi yang telah menyampaikan pandangan umumnya terkait tiga ranperda yang diajukan pihak eksekutif. (kmb28)
Bali Post/kmb28
POTONG DAGING BABI - Sejumlah pengungsi saat potong daging babi pemberian warga Tabanan.
Penurunan Status Tak Berpengaruh
Pengungsi Mandiri Pulang Sejak Sebulan Lalu Tabanan (Bali Post) -
‘’Kemungkinan saat hari raya ada yang pulang sembahyang di kampung mereka masing-masing,’’ bebernya di sela-sela menghadiri sidang paripurna, Senin (30/10) kemarin. Para pengungsi, kata Ridia, diharapkan selalu memberikan laporan ke pos pengungsian, baik mereka keluar atau masuk ke pos pengungsian. ‘’Meski mereka tinggal di rumah kerabatnya, tetap wajib lapor, apalagi pulang ke Karangasem,’’ ucapnya. Penurunan jumlah pengungsi juga terjadi di Kecamatan Pupuan dan Tabanan. Camat Pupuan Hendra Manik mengatakan, sejak dua minggu terakhir jumlah pengungsi memang mengalami penurunan. ‘’Ada 100 pengungsi yang sudah pulang. Sekarang data terakhir Pupuan hanya
ada 425 pengungsi. Itu pun mereka tinggal bersama kerabat,’’ katanya. Di Kecamatan Tabanan, dari 21 kepala keluarga yang ditampung di posko pengungsian di wantilan Desa Pekraman Kota Tabanan kini sudah kosong. ‘’Dari lima kepala keluarga, turun jadi empat. Sekarang sudah semuanya pulang sejak 10 hari jelang Galungan,’’ beber Camat Tabanan I Putu Arya Suta. Terkait kemungkinan adanya lonjakan pengungsi pulang kembali ke Karangasem pasca-adanya penurunan status Gunung Agung, Kepala BPBD Tabanan Gusti Ngurah Made Sucita mengatakan pihaknya menyiapkan tiga unit mobil BPBD untuk memfasilitasi kepulangan pengungsi jika memang diperlukan. ‘’Sampai saat ini belum ada yang minta
pulang, kebanyakan dari mereka pulang dengan kendaraan sendiri,’’ ucapnya. Total pengungsi di Kabupaten Tabanan dari data terakhir BPBD tercatat sebanyak 4.072 tersebar di 10 kecamatan. Dan saat ini, kata Sucita, staf BPBD juga terus melakukan pengecekan untuk mendapatkan data valid jumlah pengungsi yang masih ada di Tabanan. Namun, dua hari jelang Galungan, sejumlah warga pengungsi di wilayah Marga masih bisa merasakan suasana hari raya Galungan. Seperti di Desa Kukuh, Marga, pengungsi diberi satu ekor babi seberat 116 kilogram untuk dipotong dan dibagi. Babi untuk semeton Karangasem itu merupakan sumbangan salah seorang warga Tabanan. Perwakilan pengungsi, Ketut Purna, menyampaikan
terima kasih atas sumbangan satu ekor babi yang diserahkan Perbekel Kukuh Marga I Made Sugianto. Warga dari Kecamatan Kubu, Karangasem itu mengatakan selama ini mereka tinggal di Desa Kukuh dengan mendapat perhatian luar biasa dari warga setempat, termasuk relawan dan aparat desa. Selain dapat bantuan sembako, seragam sekolah, juga pemeriksaan dan pengobatan dari Puskesmas Marga II yang rutin ke tempat tinggal pengungsi. Termasuk pendampingan aparat Desa Kukuh saat dua semeton Karangasem rawat inap dan rawat jalan di BRSUD Tabanan. Perbekel Desa Kukuh I Made Sugianto menjelaskan, jumlah semeton Karangasem yang tinggal sementara di Kukuh sebanyak 113 jiwa. Mereka tinggal mandiri dan di rumah keluarga di 6 titik yakni Banjar Lodalang, Banjar Tengah, Banjar Munggal, Banjar Tegal, Banjar Denuman, dan Banjar Tatag. Hanya saat Pengejukan Galungan, Senin (30/10), sebagian telah pulang ke kampung halaman untuk merayakan Galungan. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Beberapa waktu lalu petani maupun petugas penyuluh lapangan (PPL) dan petugas pengamat hama dan penyakit tanaman (PPHPT) di Tabanan mendapatkan pengetahuan membaca informasi cuaca guna menyesuaikan dengan pola tanam, lewat sekolah Lapangan Iklim (SLI) dari BMKG. Pada dasarnya petani di Tabanan sudah banyak belajar cuaca dari BMKG. Hanya ada yang tetap melawan musim ketika melakukan penanaman. Asumsinya saat panen nanti mendapatkan harga jual bagus. Kepala Dinas Pertanian Tabanan Nyoman Budana, Senin (30/10) kemarin, mengatakan penanaman melawan musim ini biasanya diterapkan petani saat menanam sayur. Dengan sedikit melawan musim, maka
asumsi harga jualnya menjadi lebih tinggi dibandingkan saat cuaca bagus. ‘’Sesuai hukum pasar biasanya saat musim tidak mendukung maka produksi juga jarang. Ini peluang yang dilihat petani sehingga menanam melawan musim. Jika ada hasil maka harga juga akan bagus,’’ jelasnya. Petani yang melawan musim ini, kata Budana, sudah siap dengan segala risiko baik serangan hama, kekurangan air bahkan kerugian. Biasanya karena sudah memiliki bekal informasi cuaca dari BMKG mereka sudah siap melakukan pencegahan. Misalnya tanaman sayur jika ditanam saat musim hujan terus-menerus maka akan berpotensi terserang hama. Biasanya langkah yang diambil adalah penggunaan
pestisida dalam memberantas hama. Meski sudah siap dengan segala risiko. kata Budana. pihak Distan tetap menyarankan petani menanam sesuai musim yang mendukung. Agar petani lebih mengetahui cara penerapan pola tanam sesuai informasi cuaca, ilmu
yang didapatkan dari SLI itu nantinya akan ditularkan ke petani lain, baik lewat PPL maupun PPHPT. ‘’Petugas kami harap menyebarkan informasi ini ke desa-desa. Intinya petani harus sering melakukan pengamatan dan melakukan koordinasi dengan petugas,’’ pintanya. (kmb24)
DIJUAL HOTEL
DIJUAL RUKO
Penurunan status Gunung Agung dari Awas jadi Siaga, rupanya tidak terlalu berpengaruh pada para pengungsi mandiri di wilayah Kabupaten Tabanan. Pasalnya, dari data pengungsi di sejumlah kecamatan di Tabanan seperti Baturiti, Pupuan dan Tabanan, tingkat penurunan jumlah pengungsi sudah mulai terlihat sejak satu bulan lalu. Seperti di Baturiti, Camat Baturiti Ketut Ridia mengatakan, data pengungsi sudah mengalami penurunan sejak sebulan lalu dari awalnya 1.477 orang saat ini hanya tersisa 1.261.
Bali Post/kmb28
PANDANGAN UMUM - Perwakilan fraksi usai penyampaian pandangan umum saat sidang paripurna.
Warung Global
E-KTP Ngadat, Pemerintah Harus Komit dan Bertanggung Jawab
TERNYATA mengurus e-KTP di Indonesia ini sangat ruwet. Padahal zaman sudah canggih. Kenapa sampai demikian? Bisa jadi banyaknya dana yang dialokasikan yang awalnya untuk mempercepat proses, justru dikorupsi orang-orang yang tidak tahu malu. Ngadatnya proses itu mestinya tidak dibiarkan pemerintah begitu saja. Harusnya ada tanggung jawab dan komitmen, sehingga jalannya perekaman e-KTP maupun pencetakan bisa cepat dan tidak menghabiskan waktu bertahun-tahun. Demikian opini yang berkembang pada acara Warung Global yang membedah topik “Puluhan Ribu Warga Belum Terekam e-KTP’’. Acara ini disiarkan Radio Global FM 96,5 Bali, Senin (30/10) kemarin. Program ini dipancarluaskan Genta Bali FM, Singaraja FM dan Swara Negara FM. Ternyata mengurus e-KTP di Indonesia ini sangat ruwet. Padahal zaman sudah canggih. Kenapa sampai demikian? Bisa jadi banyaknya dana yang dialokasikan yang awalnya untuk mempercepat proses, justru dikorupsi orang-orang yang tidak tahu malu. Ngadatnya proses itu mestinya tidak dibiarkan pemerintah begitu saja. Harusnya ada tanggung jawab dan komitmen, sehingga jalannya perekaman e-KTP maupun pencetakan bisa cepat, tidak seperti saat ini menghabiskan waktu bertahun- tahun. Sebagai warga, Febri mengatakan sangat berharap agar
mendapat pelayanan yang baik dari pelayan publik (pemerintah - red). Terkait urusan administrasi kependudukan di Denpasar, ia sangat setuju dilakukan jemput bola ini. Masyarakat perlu dapat pelayanan memadai bagi yang belum terlayani perekeman e-KTP nya. Hal itu wajar, karena suatu alasan emergency memang mau tidak mau pemerintah harus mendatangi warganya ke rumah masing-masing. Seperti halnya layanan samsat/SIM keliling. Sementara Budiada dan Ugi di Tabanan sangat menyayangkan lambannya perekaman dan pencetakan KTP elektronik ini.
Pada program pemerintah pusat, itu dialokasikan anggaran sangat besar. Tidak terbayangkan biaya yang dianggarkan triliunan itu tahu-tahunya dikorupsi oknum pejabat secara ‘berjaringan’. Banyak pihak jadi tidak habis pikir. Hanya mengurusi identitas kependudukan saja sampai menghabiskan waktu bertahun-tahun. Padahal zaman sudah sangat canggih. Jadi waktu berharga yang mestinya digunakan memajukan bangsa, jadi ikut tertinggal. Belum lagi energi dihabiskan untuk mengurusi soal dana yang diselewengkan para pejabat yang tak tahu malu itu. (sikha)
Dibekali Ilmu Cuaca, Petani Kerap Melawan Musim
15
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
Dua Gol Fekir Menangkan Lyon Paris Olympique Lyon tetap menempel para pemuncak klasemen Liga Prancis berkat dua gol di babak pertama, yang dibukukan Nabil Fekir saat mereka menang 2-0 atas tim juru kunci Metz pada Senin (30/10) kemarin. Pemain internasional Prancis melakukan pekerjaan bagus untuk mengisi lubang yang ditimbulkan dari penjualan penyerang Alexandre Lacazette ke Arsenal pada musim panas, membuat dirinya telah mengoleksi sembilan gol pada musim ini, ketika Lyon mencatatkan kemenangan beruntun keempatnya. Pasukan Bruno Genesio menghuni peringkat ketiga, tertinggal tiga poin dari juara bertahan AS Monaco, dan tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen Paris St Germain (PSG). Monaco menang 2-0 di markas Bordeaux, sedangkan PSG yang tidak diperkuat Neymar karena sedang dijatuhi skorsing, menaklukkan Nice dengan skor 3-0. Meski menang, Genesio mengkritik penampilan timnya saat melawan Metz yang telah menelan sepuluh kekalahan dari 11 pertandingan pertamanya, dan kemungkinan besar akan terdegradasi. “Saya tidak senang, terlepas dari penampilan di babak pertama, kami harus tampil dengan lebih baik,” ucapnya. Apa yang saya lihat pada babak kedua, tidak memuaskan saya. Itu memperlihatkan kami masih merupakan tim yang belum matang,” paparnya. Lyon akan berhadapan dengan Everton di Liga Eropa. (ant/rtr)
Bali Post/rtr
REBUT - Pemain Girona David Timor (kiri) berebut bola dengan gelandang Real Madrid Lucas Vasquez saat kedua kesebelasan bertemu di ajang La Liga, Senin (30/10) kemarin.
Real Kalah di Kandang Girona
Bali Post/rtr
ATAS - Pemain Olimpique Lyon Nabil Fekir (kanan) berebut bola atas dengan pemain Everton Morgan Schneiderlin.
Infeksi Kaki, Bek Everton Keane Dilarikan ke RS London Bek Michael Keane yang absen ketika Everton kalah 0-2 dari Leicester City di pertandingan liga Inggris, dilarikan ke rumah sakit (RS), karena terkena infeksi kaki. Demikian diumumkan pelatih sementara klub Merseyside David Unsworth. Pemain internasional Inggris itu pernah mengalami luka saat Everton menang atas Sunderland pada Piala Liga, bulan lalu, dan dia terus ikut bermain dalam enam pertandingan, termasuk dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia memperkuat timnas Inggris, sebelum luka itu menjadi infeksi dan menjalar. “Michael sempat kena luka saat melawan Sunderland dan itu menjadi infeksi dan menjalan ke kakinya,” kata Unsowrth. “Itu sungguh menjijikkan, dan kini dia berada di rumah sakit, tetapi kami mendapat berita bagus dengan adanya perkembangan yang baik, dan kami berharap dia bisa ikut bertanding,” katanya. Unsworth mengatakan pemain internasional Irlandia James McCarthy, yang sudah pulih dari cedera lutut, mengalami masalah lainnya, dan bakal absen selama dua pekan karena cedera otot. Everton sedang berjuang keluar dari zona degradasi, dan kini tim itu berada di urutan ke-18 klasemen setelah mengoleksi delapan poin dari 10 pertandingan liga. (ant/rtr)
Gelandang Spanyol Isco menyambar bola pantul, dari tembakan Cristiano Ronaldo, untuk membuka keunggulan timnya pada menit ke-12, saat Real pertama kali melakukan lawatan ke Katalunya musim ini, di tengah krisis politik terburuk sepanjang 39 tahun demokrasi, di Spanyol. Tim tuan rumah memiliki dua peluang yang membentur tiang gawang, sebelum turun minum. Namun mereka mampu bangkit pada babak kedua, dan pemain internasional Uruguay Christian Stuani membawa mereka menyamakan kedudukan pada
menit ke-54. Penyerang Portu kemudian mengemas gol penentu kemenangan empat menit kemudian, untuk memicu kegembiraan 13.500 penggemar yang memenuhi Stadion Montilivi. Stuani memiliki satu peluang lagi untuk mencetak gol, pada babak kedua, namun keunggulan satu gol, sudah cukup untuk memberikan kemenangan ketiga, pada Girona musim ini, di kompetisi strata tertinggi, dan memberikan kekalahan kedua di liga bagi pasukan Zinedine Zidane.
Real berada di peringkat ketiga dengan 20 poin, tertinggal empat poin dari tim peringkat kedua Valencia, sedangkan pemuncak klasemen Barcelona mengoleksi 28 poin. Pelatih Real Zinedine Zidane menyalahkan minimnya konsentrasi anak asuhnya untuk kedua gol yang bersarang di gawang mereka. “Kami tampil baik pada babak pertama, namun sepak bola adalah mengenai detail-detail, dan gol pertama tercipta dari lemparan ke dalam, dan kami tidak fokus,” ucapnya pada konferensi pers. “Menurut saya, kami tidak
bermain buruk, kami kurang intensitas atau upaya, kami hanya kehilangan fokus pada momen-momen terpenting dan itulah mengapa saya terganggu.Kami tertinggal delapan poin (dari pemuncak klasemen), namun itu tidak akan mengubah apa pun, kami dapat mendorong diri kami sendiri, kami akan memiliki hari-hari yang lebih baik dibandingkan ini, dan rival-rival kami akan kehilangan poin-poin.” Meski Real memiliki banyak penggemar di Katalunya, mereka dipandang sebagai klub yang paling mewakili Spanyol, dan kedatangan bus tim di Montilivi disambut dengan cemooh dan benderabendra pro-kemerdekaan Katalan. Panasnya suhu politik meninggi dalam dua hari, sebelum kedatangan mereka
Berlin Tim promosi VfB Stuttgart menang 3-0 atas Freiburg, pada Senin (30/10) kemarin, untuk memperpanjang laju tidak terkalahkan mereka di kandang sendiri, menjadi 14 laga secara beruntun, pada pertandingan-pertandingan di divisi pertama dan kedua, dan naik ke peringkat ke-12 di klasemen Liga Jerman.
Pemain Freiburg Caglar Soyuncu diusir keluar lapangan, karena mendapatkan kartu merah pada menit ke-12, dan hal itu terbukti menentukan ketika Stuttgart membuka keunggulan melalui Daniel Ginczek pada menit ke-38, dan Benjamin Pavard membukukan gol kedua pada fase akhir babak pertama.
Simon Terrode membukukan gol ketiga Stuttgart pada menit ke-82, untuk mendongkrak timnya menjauhi zona degradasi, melalui kemenangan ketiga mereka dari empat laga kandang di liga musim ini. Werder Bremen terbenam lebih dalam pada krisis setelah kalah 0-3 dari tamunya Augsburg untuk mem-
perpanjang laju tidak pernah menang mereka musim ini menjadi sepuluh pertandingan, dan gagal mencetak gol dalam lima pertandingan terakhirnya. Pelatih Alexander Nouri berada di bawah tekanan, di mana para penggemar menuntut pemecatannya setelah lima pertandingan, di mana juara Liga Jerman
Girona -
Juara bertahan Liga Spanyol Real Madrid menelan kekalahan mengejutkan 1-2 saat mereka melakukan perjalanan tandang untuk pertama kalinya ke markas tim Katalan, Girona, Senin (30/10) kemarin, kemasukan dua gol dalam rentang waktu yang cepat, dan tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen Barcelona.
Stuttgart Tekuk Freiburg
ke wilayah yang menyatakan kemerdekaannya dari Spanyol, dan pemerintah pusat meresponnya dengan membubarkan parlemen Katalan. Presiden Katalan Carles Puigdemont berasal dari provinsi Girona, dan seorang penggemar Girona. Ia tidak hadir pada pertandingan ini, namun memperlihatkan rasa gembiranya perihal hasil ini melalui cuitan di Twitter-nya. “Kemenangan Girona atas salah satu tim terbaik di dunia, dapat menjadi contoh dan referensi terhadap banyak situasi,” ucapnya. Meski situasi politik memanas, atmosfer di dalam stadion tidak terlalu mengintimidasi kubu Real, dan mereka disambut oleh sejumlah penggemar yang bercampur dengan penggemar tuan rumah tanpa adanya masalah sama sekali. (ant/rtr)
2014 itu, berada di posisi ke17 dengan koleksi lima poin. Juara bertahan Bayern Munich unggul tiga poin di puncak klasemen setelah menang 2-0 atas RB Leipzig dan melihat Borussia Dortmund kalah 2-4 di markas Hannover 96 pada Sabtu. Dortmund menghuni peringkat kedua dengan 20 poin. (ant/rtr)
Hamilton Juara Dunia Empat Kali
Michael Keane
Bali Post/rtr
Mexico City Lewis Hamilton menjadi pembalap Inggris pertama yang mampu menjuarai Formula 1 sebanyak empat kali Grand Prix Meksiko pada Senin (30/10) kemarin, meski ia menjalani balapan terburuknya musim ini. Pada balapan yang dimenangi oleh pembalap Red Bull asal Belanda berusia 20 tahun Max Verstappen ini, pembalap Mercedes berusia 32 tahun itu bangkit dari posisi terakhir ke posisi kesembilan setelah pada lap pertama bertubrukan dengan rivalnya dari Ferrari Sebastian Vettel. Vettel satu-satunya pembalap yang dapat menggagalkan ia menjadi juara dunia, start dari posisi terdepan dan finis di posisi keempat, setelah harus masuk pit untuk memasang front wing baru pada akhir lap pertama, dan turun ke peringkat ke-19. Hamilton kini mengoleksi 56 poin yang tidak dapat dikejar lagi, dengan dua balapan, yang total poin tertinggi keduanya adalah 50 poin, tersisa. “Saya melakukan semua yang mampu saya lakukan. Saya melakukan start dengan bagus. Saya tidak benar-benar tahu apa yang terjadi pada Tikungan Tiga -- saya memberi banyak ruang kepada dia,” kata Hamilton, sambil
Bali Post/rtr
JUARA - Pembalap Inggris Lewis Hamilton merayakan keberhasilanya menjadi Juara Dunia F1 untuk keempat kalinya. mengenakan bendera Inggris di bahunya. “Ini tidak terasa nyata. Ini bukan jenis balapan yang Anda inginkan namun saya tidak pernah menyerah. Saya tetap melaju sampai akhir. Sejak
awal musim, di mana sejauh ini ia telah meraih sembilan kemenangan, ia tidak pernah finis lebih rendah dari posisi ketujuh,’’ paparnya. Rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas, finis di peringkat kedua di
Autodromo Hermanos Rodriguez, di mana pembalap Ferrari Kimi Raikkonen finis di posisi ketiga. Vettel perlu menang di dua besar untuk menjaga peluangnya meraih gelar menjelang balapan di Brazil, namun harapannya terlihat musnah beberapa detik setelah start. Verstappen, yang tidak mempertaruhkan apa-apa dari posisi baris terdepannya, meraih posisi terdepan dengan gerakan agresif menjelang tikungan-tikungan pembukaan dan pembalap Red Bull itu bergesekan dengan Vettel ketika ia melaju. Hamilton, yang start dari posisi ketiga, berusaha untuk menyusul Verstappen namun sayap depan mobil Ferrari menghantam roda belakang kanan Hamilton. “Apakah dia tidak sengaja menubruk saya?” tanya Hamilton melalui radio tim, di mana ia kembali ke pit dengan lubang di mobilnya dan menyadari penuh bahwa Vettel satusatunya harapan Vettel untuk menjadi juara akan terjaga jika pebalap Britania itu tersingkir. “Tentu saja, Lewis,” jawab pengatur balapannya Peter Bonnington. Para “steward” memutuskan bahwa tidak akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (ant/rtr)
olah raga
16 I Gusti Made Ken Yokoo
Bonus Porprov Cair
BAGi pemain futsal Porprov Badung kucuran bonus selalu dinanti-nantikan. Apalagi, mereka sukses menyumbangkan emas, dan benar baru resmi cair, Senin (30/10) kemarin. ‘’Ya…saya bersyukur bonus Poprprov sudah cair,’’ kata pemain futsal Badung I Gusti Made Ken Yokoo. Ken Yokoo bangga sekali dengan bonus yang diterima persis menjelang hari raya Galungan. ‘’Saya kira duit ini sangat berarti bagi saya,’’ tutur pemain futsal kelahiran Denpasar, 20 Agustus 1997 ini. Saking berbunga-bunga hati Ken Yokoo menerima bonus, sampai-sampai dirinya ingin kembali membela Badung pada Porprov Bali XIV di Tabanan 2019 mendatang. ‘’Porprov dua tahun lagi, usia saya masih mencukupi,’’ terang putra kedua pasangan I Gusti Putu Suarta dengan Masako Yokoo ini. Ia mengaku, bonus yang diterima bakal ditabung, sebab kebutuhan lainnya masih banyak. Selain itu, Ken Yokoo juga sedang menyelesaikan kuliah jurusan Desain Grafis, di Sekolah Tinggi Desain, di Panjer. Di sela kesibukannya, Ken Yokoo saat ini juga sedang membela Pesanku Kuta, di ajang Bupati Badung Cup II/2017, seraya berhaap Pesanku Kuta bisa juara. (nel)
Bali Post/ist
JUARA UMUM — Para karateka Lemkari Bali keluar sebagai juara umum di ajang kejuaraan karate terbuka (open) Tora Karate Championship 2017, di Cepu, Jateng, 27-29 Oktober lalu.
Lemkari Bali Juara Umum Karate Terbuka di Cepu
Denpasar (Bali Post) Tim Lemkari Bali keluar sebagai juara umum dalam kejuaraan karate terbuka (open) Tora Karate Championship 2017, di Cepu, Jateng, 27-29 Oktober lalu. Tim Lemkari Bali yang berkekuatan 42 karateka, pulang membawa 19 emas, 7 perak, dan 12 perunggu Tim Lemkari Bali yang didampingi Omy Anggreni sukses mendulang emas yang dipersembahkan karateka Komang Lolak Sastrawan menyabet emas di kumite dan kata. Karateka lainnya yang menyumbang emas seperti Ni Putu Rismayanti dan Made Meriantini. Selain itu, karateka Lemkari Bali lainnya yang menyabet emas seperti Krisna Fajar Dananjaya, Bintang Fajarini, Pande Wiratama, Teguh Suanda dan Umang Prasista. (022) PEROLEHAN MEDALI AKHIR 1. Lemkari Bali 2. Tora A Cepu 3. Inkai Jatim Prestasi 4. FORKI Lampung 5. Wadokai Jateng
19 17 16 3 2
7 15 7 2 3
12 20 12 4 7
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
Bali United Menang Tipis Atas Sriwijaya FC
Gianyar (Bali Post) -
Tim tuan rumah Bali United unggul tipis atas tamunya Sriwijaya FC dengan skor 3-2 (3-0) dalam lanjutan Kompetisi Liga 1, di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Senin (30/10) kemarin. Dua dari tiga gol kemenangan Serdadu Tridatu diborong bomber asal Negeri Kincir Angin Sylvano Dominique Comvalius, dan satu lagi tendangan spekulasi jarak jauh yang dilesakkan M. Taufiq. Gol pembuka kemenangan Bali United lahir dari titik putih, ketika pertandingan yang dipimpin wasit M. Thoriq Alkatiri baru bergulir dua menit. Penalti diberikan wasit M. Thoriq sebab rekan kompatriot Comvalius yakni Nick van der Velden dijatuhkan pemain belakang Sriwijaya FC di petak keramat. Comvalius yang menjadi eksekutor sukses memperdaya kiper Sriwjaya FC Teja Paku Alam. Gol Comvalius berikutnya dicetak pada menit ke-36, sedangkan M. Taufiq sukses menjebol gawang Teja Paku Alam di menit ke-14. Sampai turun minum, Bali United unggul 3-0. Di paruh kedua, defender asal Negeri Ginseng Ahn Bungkeon ditarik dan digantikan Abdurahman, menjadikan lini belakang Bali United agak rapuh. Kondisi ini mampu dimaksimalkan lawan, dengan mencetak dua gol. Kedua gol pemain Laskar Wong Kito yang menggetarkan jala Bali United yang dikawal Wawan Hendrawan hasil bidikan Marchosandy
Merauje ketika pertandingan babak kedua baru bergulir empat menit, disusul gol kedua dilesakkan bomber Beto yang bernama lengkap Alberto Goncalves da Costa pada menit ke-61. Sampai pertandingan berakhir, Bali United tetap menang tipis 3-2. Pascalaga, pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro mengakui kekalahan berapa pun bagi Sriwijaya sama saja. Oleh sebab itu, Laskar Wong Kito menerapkan bermain terbuka, bahkan sempat konsentrasi defender Bali United agak down. Di sisi lain, pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan tetap kurang puaa terhadap hasil akhir kalah tipis ini. Apalagi, satu gol asuhannya hasil skema serangan dianulir pengadil lapangan, karena dianggap offside. “Saya kira hasil akhir semestinya imbang 3-3. Mengapa gol murni pemain kami dianggap tidak sah, padahal tidak offside,” keluh mantan pelatih Perseden Denpasar ini. (022/r)
Bali Post/ist
JEPIT BOLA -- Pesepak bola Bali United Irfan Bachdim (kiri) harus berebut bola dengan lawannya dari Sriwijaya FC sambil menjepit bola dengan kakinya dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Senin (30/10) kemarin.
Atlet Dansa Kaltim Berjaya di Kejurnas Samarinda (Bali Post) Pengurus Provinsi Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Kalimantan Timur menyatakan puas bisa merebut juara umum pada Kejuaraan Nasional Dancesport 2017 di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan mengantongi enam emas, 11 perak, dan 12 perunggu. “Kejurnas ini sebagai persiapan menghadapi PON 2020 di Papua. Semoga keberhasilan kejurnas ini bisa menjadi penyemangat memperoleh hasil maksimal dalam PON mendatang,” ujar Ketua Harian Pengprov IODI Kaltim Tri Murti Rahayu di Samarinda, Senin (30/10) kemarin. Pada kejurnas yang berlangsung 28-29 Oktober itu, tercatat ada 17 provinsi yang mengirimkan atletnya, yakni Bali, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Kalsel, Kalteng, Kaltim, Kaltara, Kepulauan Riau, NTB, Papua, Papua Barat, Sulut, Sulsel, dan Sumut.
Ia mengatakan bahwa dansa merupakan salah satu cabang olahraga yang menjadi andalan Kaltim untuk bisa menyumbang medali emas pada PON 2020, sehingga raihan hasil kejurnas bisa menjadi motivasi untuk mempertahankan, bahkan terus meningkatkan prestasi. Menurut ia, penyumbang medali emas padal cabang olahraga yang mengutamakan kecekatan sekaligus kelembutan pasangan dansa di kejurnas adalah kelas latin, standar, hip-hop, dan line dance. “Dari Kaltim yang kuat saat ini adalah untuk kelas latin dan line dance, bahkan untuk latin yang amatir, kemarin kita memperoleh medali perak, kemudian kelas FFA latin kita berhasil meraih medali emas,” ucapnya. Ia juga mengatakan bahwa dalam kejurnas tersebut, IODI Kaltim sebenarnya hanya menargetkan dua emas, namun target itu bisa terlam-
paui dengan torehan enam emas. “Kami memberikan apresiasi tinggi dan bangga terhadap semua atlet,” tambah Tri Murti. Mengenai target untuk PON 2020, ia menambahkan, ingin meraih emas lebih banyak lagi ketimbang hasil di kejurnas, sehingga latihan harus ditingkatkan, termasuk terus mengikuti berbagai turnamen guna mengasah keterampilan. “Untuk latihan masih rutin dilakukan dengan bimbingan empat pelatih, yakni dua pelatih dansa dari Cina dan dua pelatih dansa dari Italia,” katanya. Ia juga mengatakan bahwa pada PON mendatang, IODI Kaltim masih waspada terhadap sejumlah pesaing, terutama pesaing terberat dari Papua selaku tuan rumah, apalagi dansa merupakan cabor andalan bagi Papua. (ant)
Jakarta (Bali Post) Klub Persija Jakarta menjalin kerja sama dengan salah satu klub papan atas asal Korea Selatan, Jeonbuk Hyundai Motors FC, yang merupakan langkah tim yang berjuluk Macan Kemayoran itu, untuk menjadi profesional. Dalam keterangan resmi tim yang diterima media, di Jakarta, Senin (30/10) kmarin, perwakilan manajemen Persija yang melakukan pertemuan langsung dengan pihak Jeonbuk Hyundai Motors FC adalah Chief Commercial Officer (COO), Andhika Suksmana dan bertemu langsung presiden klub Seung-Gwon Baek, di Jeonju World Cup Stadium, Jeonju, Korea Selatan, Minggu (29/10) lalu. Andhika Suksmana menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, banyak hal yang dibahas baik dari pihak Persija maupun Jeonbuk Hyundai Motors FC. Salah satu yang menjadi pembicaraan serius, adalah tentang kerja sama pengembangan pemain usia muda.
“Persija sangat serius untuk mengembangkan para pemain usia muda. Untuk itu, kami melakukan kerja sama di berbagai bidang dengan Jeonbuk Hyundai Motors FC. Pengembangan pemain usia muda ini, juga akan terus dilakukan sampai ke level senior,” katanya. Menurutnya, selain membahas pembinaan usia muda, dan diteruskan tingkat senior, pihaknya juga membahas rencana untuk menggelar pertandingan persahabatan. Hanya, untuk lokasi dan waktu pelaksanaan belum ditentukan. Hubungan Persija dengan klub yang musim lalu juara KLeague (kompetisi kasta tertinggi di Korea Selatan) itu, bisa dibilang sangat dekat. Sebab, beberapa waktu lalu, pihak Jeonbuk Hyundai Motors FC datang ke Indonesia, untuk menyaksikan pertandingan pembukaan Liga 1 U-19 antara Persija Jakarta U-19 menghadapi Sriwijaya FC U-19. Tidak hanya itu, per-
wakilan Jeonbuk Hyundai Motors FC juga sempat menyaksikan laga Kompetisi Liga 1 antara Persija Jakarta menjamu Persipura Jayapura, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/7). Persija Jakarta saat ini terbilang mulai naik daun, setelah mampu merangsek ke papan atas klasemen kompetisi tertinggi di Indonesia itu. Bambang Pamungkas dan kawan-kawan saat ini berada diposisi enam dengan 55 poin dari 32 pertandingan, meski diawal kompetisi sempat terseok-seok. Masuknya investor baru bisa dikatakan sebagai motivasi bagi tim kebanggaan ibu kota itu, untuk terus menunjukkan kelasnya. Saat ini kompetisi Liga 1 tinggal menyisakan dua pertandingan yaitu melawan Persib Bandung di Stadion Chandrabhaga, Bekasi, Jumat (3/11) dan melawan Bhayangkara FC di tempat yang sama, Jumat (10/11). (ant)
Federer Rebut Gelar Basel Kedelapan Basel Roger Federer bermain garang ketika mengalahkan petenis Argentina Juan Martin del Potro 6-7(5) 6-4 6-3 dalam final, untuk meraih gelar Swiss Indoors kedelapan, Senin (30/10) kemarin. Petenis favorit setempat berusia 36 tahun itu pernah dikalahkan oleh Del Potro secara berturut-turut di final Basel 2012 dan 2013, namun
mampu kembali menunjukkan kualitas dia untuk mengalahkan lawannya. Sementara itu unggulan keempat Del Potro pada pertandingan final itu sempat mematahkan servis lawan pada game pertama dari set penentuan, namun Federer mampu kembali menggebrak. “Saya berharap akan bisa bertemu anda di London,” kata Federer. (ant/rtr)
Persija Kerja Sama dengan Klub Korea
Ryan Armour
Bali Port/ist
Pegolf Armour Rebut Kemenangan Tur Pertama Washington Ryan Armour memenangi Tur PGA untuk pertama kali, setelah pada permainan putaran keempat mencatat 68 pukulan atau empat di bawah par, untuk memimpin lima pukulan, di Sanderson Farms Championship, di Mississippi, Senin (30/10) kemarin. Kemenangan itu terjadi selama karier ke-105 dia di tur. “Saya menangis, saya tidak sedang berbohong,” kata Armour setelah menyelesaikan empat putaran permainan dengan membukukan total 269 pukulan, atau 19 di bawah par. Sementara itu Chesson Hadley harus puas berada di posisi kedua, dengan 274 pukulan, setelah pada permainan putaran keempat dia mencatat skor 68, disusul pegolf AS Jonathan Randolph yang terpaut dua pukulan, setelah mencatat 67 pukulan termasuk tujuh birdie, yang dia buat pada permainan sembilan lubang pertama. Armour yang memimpin lima pukulan saat memasuki permainan putaran keempat atau terakhir, sempat goyah dengan mencetak enam birdie dan dua birdie. “Sedikit menegangkan,” kata Armour. “Saya sungguh tidak pernah gagal satu pukulan hingga lubang sembilan dan bahkan membuat sebuah bogey, tetapi dua putt di lubang ke-10 cukup besar,” katanya. Tiga birdie yang dicetak dia pada tujuh lubang pertama cukup mendorong Armour sebelum dia terkena bogey di lubang kesembilan. Namun hasil par di lubang ke-10, dan kemudian mencetak birdie pada 11 dan 14 sebelum terkena bogey lainnya di 16, satu birdie di 17 dan satu par di lubang terakhir cukup untuk memberi kemenangan. (ant/rtr)
KERJA SAMA - Klub sepak bola Persija Jakarta bakal melakukan kerja sama dengan tim papan atas Korea Selatan Jeonbuk Hyundai Motor FC. Bali Post/ant
Roger Federer
Bali Post/rtr
Gelar Juara Prancis Terbuka Kado Sumpah Pemuda Jakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas raihan dua gelar juara dalam turnamen bulu tangkis Prancis Terbuka 2017. “Selamat Tontowi/Liliyana dan Greysia/Apriyani, juara French Super Series 2017. Mereka telah memberi kado indah untuk Sumpah Pemuda -Jkw,” demikian cuitan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dipantau, di Jakarta, Senin (30/10) kemarin. Presiden Jokowi secara khusus memberikan ucapan selamat tersebut di akun pribadi twitter resminya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengatakan bahwa gelar juara ini merupakan kado indah bagi Indonesia di Hari Sumpah Pemuda ke-89. “Kami menyaksikan sendiri betapa perjuangan tak kenal lelah, yang ditunjukkan putra-putri terbaik bangsa kita, seakan menegaskan kedigdayaan Indonesia sebagai
bangsa besar yang mampu bersaing,” ujar Presiden Jokowi sebagaimana disampaikan secara tertulis oleh Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. Tercatat dua gelar juara berhasil diraih Indonesia dalam turnamen bulu tangkis Prancis Terbuka 2017. Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir berhasil menjadi yang terbaik dalam partai ganda campuran melalui kemenangan dua set langsung atas pasangan nomor satu dunia asal Tiongkok Zheng Siwei dan Chen Qingchen di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Minggu (29/10). Sebelumnya, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu juga berhasil membuat lagu ‘‘Indonesia Raya’’ berkumandang dalam partai ganda putri ajang yang sama. Mereka berdua mengandaskan ganda Korea Selatan Lee So-hee dan Shing Seung-chan. (ant)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dicari Waitress u/Hotel LOWONGAN Hub:081237680007,0361752270 Cr Pembantu/ART Villa Seminyak B.BP.001.10.17.0001783 Yg bs pakai Mtr Cwek tggl dlm/ gak 081946555765/082146555765 DIJUAL MOBIL B.BP.001.10.17.0001784 HRV E’16 Pth 285+Wagon R GS’95 Cr Pembantu,Vila, Jl.Kesambi Gg. AvnzaG’09+Inova08,087761627306 B.BP.164.10.17.0001796 Kesambi Indah 22, 081381302935
LOWONGAN Dicari Sopir untuk Kantor PT. Korea Travel Hub.081338060220 B.BP.154.10.17.0001798
*Info Job Australi, Korea, Jepang kizunabali.com Hp.082231577240 B.BP.166.10.17.0001799
Dcr SPG Min.SMU Max 27Th, Jujur Penampilan Menarik, Rajin, Penempatan Kuta & Nusa Dua Gj1,8Jt Hub Lusi 082144355655
B.BP.001.10.17.0001684
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
H BA
WC
LIM
KU RA S
BALI WANGI MENGATASI MAMPET BERGARANSI:
KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, SALURAN DAPUR
0877 6129 5235 081 238 450 210 C.0000522-BRJ
FOTOCOPY
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
TOUR
PELUANG BISNIS
RUPA-RUPA
B.BP.001.10.17.0001797
Dicr Tenaga Admin D3 Komputer & Pramuniaga Toko. Lamaran ke 0361-261854 & 0361-236472
B.BP.001.10.17.0001449
DIJUAL RUMAH
SPA
Informasi pasang iklan Telepon
DIJUAL TANAH Djl Tnh:BU 160m2 P.Saelus Dps& 100m2 Kediri Tbn Tlp.424133
B.BP.005.10.17.0000303
SERVICE
SERVICE
SERVICE
SERVICE
TUNGGAL JAYA KULKAS G A M . C U C I RA CHEELER N S W.HEATER I Kerja Ditempat
AC
081999111542 082144420026 C.0001532-SRV
SERVICE
EKONOMI
18
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
NTT Diharapkan Jadi Provinsi Garam Kupang (Bali Post) – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut B Pandjaitan mengharapkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi provinsi garam karena potensi garam industri di provinsi tersebut mampu memenuhi kebutuhan nasional. ‘’Saya rasa NTT bisa menjadi provinsi garam. Pak gubernur mungkin bisa melihat hal ini,’’ katanya, Senin (30/10) kemarin. Hal ini disampaikannya di sela-sela kunjungan kerjanya ke Pabrik Garam milik PT Garam Indonesia yang berada di Desa Bipolo, Kabupaten Kupang yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota Kupang. Ia menyebutkan lahan tambak garam di NTT bukan hanya berada di Desa Bipolo namun menyebar juga di 11 kabupaten lainnya di NTT. Kabupaten-kabupaten tersebut ada Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Alor, Flores Timur, Lembata, Ende, Nagekeo, Manggarai, Sumba Timur, Sabu Raijua dan Rote Ndao. ‘’Untuk wilayah NTT ada 12 kabupaten yang berpotensi mengembangkan garam industri dan total luasnya mencapai 26 ribu hektare,’’ tambahnya. Lebih lanjut ia juga menambahkan bahwa saat ini pabrik garam di Bipolo luasnya men-
capai 400 hektar dengan nilai investasi mencapai Rp 4,5 miliar. Ia berharap agar nantinya luas lahan tambak garam yang ada di Bipolo tersebut dapat mencapai 5 ribu hektar karena sekarang lahan di lokasi tersebut sangat luas. Dengan begitu ia mengatakan NTT mampu menjadi pemasok garam industri nasional dan mencegah terjadinya impor garam. Ia menambahkan, saat ini untuk garam makan atau rumah tangga tidak ada masalah. Namun untuk garam industri saat ini masih impor. ‘’Kita harapkan 2020 nanti tidak perlu lagi impor garam,’’ tambahnya. Sementara itu untuk pengolahan garam di Bipolo, ia mengaku bahwa jika masyarakat di desa tersebut terus mengolah tambak garam maka kesejahteraan rakyat di desa tersebut dapat terjamin. (ant)
2018, UMK Badung Naik Mangupura (Bali Post) Upah Minimum Kabupaten (UMK) Badung tahun 2018 naik. Besaran upah yang diterima yaitu Rp 2.499.580,99. Kenaikan upah tersebut berdasarkan kesepakatan yang mengacu pada ketentuan PP No. 78 Tahun 2018 dengan perhitungan, UMt Rp 2.299.311, Inflasit 3,72 persen, PDBt 4,99 persen. PC Federasi Serikat Pekerja (FSP) Pariwisata Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Badung Putu Satyawira Marhaendra, I Gusti Putu Eka Saputra, I Gusti Ayu Ketut Budiasih yang mewakili unsur pekerja di Kabupaten Badung menyampaikan, sekalipun organisasi SP/SB terbesar dan terbanyak anggotanya di Badung bahkan di Bali, pihaknya menegaskan UMK ini merupakan perjuangan minoritas (pekerja yang menjadi anggota SP/ SB) untuk mayoritas (pekerja yang tidak menjadi anggota SP/SB). ‘’Itu karena banyak pekerja yang menyatakan tidak perlu menjadi anggota SP/SB, toh UMK ditetapkan oleh Gubernur Bali. Mereka pura-pura tidak tahu, tanpa ada SP/SB yang mewakili pekerja di Dewan Pengupahan atau tidak sepakat dengan angka yang diusulkan maka tidak ada UMK yang diteken Gubernur Bali. Contohnya di tahun 2016 Kabupaten Jembrana tidak punya UMK karena SPSI yang mewakili pekerja tidak mau menandatanganinya,’’ bebernya. Tahun 2018 ini dikatakan sedikit berbeda
karena Badung akan memiliki Upah Minimum Sektor Kabupaten (UMSK) Badung. Telah terjadi kesepakatan Bipartit antara PHRI Badung yang diwakili I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya dengan PC FSP PAR-SPSI Badung yang diwakili Putu Satyawira Marhaendra dan SP lainnya. Sehingga angka UMK Badung naik 8,71 persen ditambah 5 persen% untuk kenaikan UMSK jadi totalnya 13,71%. Berdasarkan hasil kajian dari dewan pengupahan Kabupaten Badung terkait dengan sektor usaha unggulan di Kabupaten Badung, maka disepakati sektor usaha unggulan tersebut pada sektor akomodasi subsektor hotel bintang 3 sampai dengan hotel bintang 5. Berdasarkan sektor usaha unggulan tersebut, maka disepakati untuk menetapkan besaran upah minimum sektoral di kabupaten Badung khususnya pada sektor usaha akomodasi subsektor hotel bintang 3 sampai dengan bintang 5 sebesar 5 persen dari besaran upah minimum Kabupaten Badung. ‘’Jadi inilah perjuangan minoritas untuk mayoritas. Dan perjuangan ini tidak berarti apa-apa sekalipun sudah ada Pergub Bali-nya ketika pengusaha tidak mau menerapkannya dan pekerja tidak bisa mempermasahkannya karena tidak menjadi anggota SP/SB. Fakta ini selalu kami jumpai saat melakukan monitoring pelaksanaan UMK setiap tahunnya,’’ jelasnya. (kmb42)
IMPOR - Sejumlah kawasan kini ditetapkan sebagai sentra produksi garam. Di antaranya Madura dan NTT. Diharapkan 2020 Indonesia tidak lagi impor garam.
Ketahanan Pangan Jadi Masalah Global
Sri Mulyani
Industri Kemasan Plastik Miliki Prospek Cerah INDUSTRI plastik dan karet Indonesia memiliki potensi besar dikembangkan sebagai industri yang penting dengan ruang lingkup hulu hingga hilir. Sebab, industri tersebut menjadi pendukung dari kemajuan industri terkait Iainnya. ‘’Sektor ini memiliki total produksi sebesar 4,68 juta ton. Bahkan industri kemasan plastik yang merupakan sektor kimia hilir pertumbuhannya sangat tinggi dan memiliki prospek cerah,’’ kata Ketua Umum Gabungan Pegusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Andi S. Lukman saat jumpa pers terkait Pameran Plastic & Rubber Indonesia di Jakarta, Senin (30/10) kemarin. Menurut Andi, plastik masih menjadi salah satu favorit di industri pangan olahan, karena sifatnya yang elastis, mudah dibentuk, kuat dan terjangkau. ‘’Kemasan memang bukan hal utama dalam industri pangan olahan, namun memegang peranan penting dalam mendapatkan hati konsumen menentukan pilihan. Fungsinya penting dari kemasan adalah dapat menjaga keawetan dan higienitas produk yang dijual, serta fungsi penyimpanan dan distribusi,’’ terang Andi. Pemerintah telah mengatur dan menerapkan standar khusus untuk kemasan pangan yang dapat dijadikan acuan bagi para pelaku usaha baik di industri peng-
guna kemasan ataupun industri kemasan itu sendiri. Untuk itu, Andi berharap industri pangan olahan di Indonesia dapat lebih memperluas wawasan dalam peningkatan daya saing, termasuk update teknologi terbaru sehingga memiliki daya saing global yang berdampak pada pertumbuhan industri pangan olahan di Indonesia. Project Director Pamerindo Indonesia Wiwiek Roberto mendukung kebijakan pemerintah yang menetapkan industri plastik hilir sebagai sektor prioritas pengembangan pada tahun 2015-2019. ‘’Untuk mendukung kualitas dari industri hilir, kami menghadirkan beragam mesin injection moulding yang mampu menghasilkan bentuk dari kemasan plastik sesuai dengan yang diinginkan. Bahkan dari mutu kualitas, kecepatan hingga ketepatan dari kemasan yang dihasilkan dapat dihasilkan dari mesin-mesin berteknologi tersebut,’’ paparnya. Business Development Director IPF Ariana Susanti menilai betapa pentingnya inovasi sebuah kemasan, mulai dari desain, teknologi dan tren yang sesuai dengan kebutuhan pasar global. Hal ini juga menjadi perhatian dari Indonesia Packaging Federation (IPF) untuk mendorong daya saing produk kemasan dari Indonesia di pasar global. ‘’Kemasan
Bali post/ant
harus memiliki inovasi sesuai kebutuhan pasar global, tidak hanya desainnya tetapi. teknologi dan manfaatnya,’’ kata Ariana. Dalam pameran Plastics & Rubber Indonesia 2017 yang diselenggarakan di Jiexpo Kemayoran, 15-I8 November 2017, IPF akan menampilkan karya pemenang kontes Packindo Star yang mendapatkan penghargaan atau award. ‘’Kami sangat bangga karena Indonesia mendapatkan best of the best dalam ajang kontes pengemasan se-Asia. Kami harapkan akan ada banyak lagi karya-karya inovatif dari Indonesia di ajang dunia dengan didukung berbagai teknologi baru permesinan dalam industri pengemasan,’’ ungkap Iriana. Salah satu peserta pameran PT Eka Maju Mesinindo yaitu perusahaan yang bergerak di mesin injection yang sudah berdiri selama 35 tahun, mengaku terus berinovasi melalui mesin pencetak yang disesuaikan dengan kebutuhan industri itu sendiri. ‘’Kami mengerti bahwa kebutuhan mesin pasti akan berbeda dari klien yang satu dengan lainnya. Untuk itu kami menyediakan mesin injection moulding balk yang manual, semi otomatis hingga yang otomatis,’’ terang Fredy Nyoman, Marketing Manager PT Eka Maju Mesinindo. (kmb)
Jakarta (Bali Post) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penyelesaian isu ketahanan pangan di Indonesia memerlukan koordinasi antarkementerian dan juga antarpemerintah pusat dan daerah dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada. ‘’Kami mempunyai peluang untuk menyelesaikan permasalahan ini, tapi untuk menjawab tantangan itu tidak mudah. Geografis Indonesia bisa menyediakan sumber daya alam yang tidak hanya dibutuhkan oleh kami tapi juga bagi global. Ini membutuhkan koordinasi,’’ kata Sri Mulyani dalam acara Forum Pangan Asia Pasifik di Jakarta, Senin (30/10) kemarin. Koordinasi tersebut, kata Sri Mulyani, tidak hanya dilakukan oleh kementerian yang berkaitan dengan penyediaan pangan seperti Kementerian Pertanian serta Kementerian Kelautan dan Perikanan, juga membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sri Mulyani yang akrab disapa Ani tersebut menjelaskan, Indonesia sebagai negara besar yang menggunakan
sistem politik desentralisasi dalam mengelola negara menekankan pentingnya koordinasi antarpemerintah. ‘’Koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi sangat sangat penting,’’ tegas Sri Mulyani. Sri Mulyani mengatakan Indonesia juga dihadapkan dengan isu ketahanan pangan yang saat ini menjadi permasalahan global. Terlebih Indonesia adalah negara besar yang memiliki banyak penduduk dan menempati urutan ke-71 dari 113 negara dalam indeks ketahanan pangan dunia. Namun penyelesaian isu ketahanan pangan di Indonesia mendapatkan tantangan dari letak geografis yang mana merupakan negara maritim dengan lebih dari 18 ribu pulau. Oleh karena itu salah satu rencana strategis pemerintah yang tercantum dalam Nawa Cita ialah pembangunan infrastruktur khususnya di daerahdaerah terluar untuk pemerataan pembangunan. Selain itu Sri Mulyani juga menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia Indonesia sebagai pembangunan ekonomi yang komprehensif. (ant)
Tren Konsumsi Masyarakat Berubah
Denpasar (Bali Post) Lesunya usaha ritel saat ini, selain diduga karena e-commerce, juga karena tren konsumsi masyarakat yang berubah. Masyarakat lebih condong menggunakan uangnya untuk plesiran dibandingkan untuk konsumsi. Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali I Gusti Ketut Sumardayasa, Senin (30/10) kemarin mengatakan, lesunya usaha ritel bukan karena ekonomi yang lesu. ‘’Di Kupang saja sekarang ramai, padahal dulu sepi. Artinya sekarang orang bepergian semakin membeludak, itu berarti ekonomi masyarakat masih baik,’’ ujarnya. Sementara usaha ritel di Bali dikatakan ada yang naik dan ada yang turun. Namun secara rata-rata, usaha ritel di Bali mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Hal itu diduga juga karena e-commerce mulai menjadi pilihan masyarakat dalam berbelanja. Namun, ia belum berani memastikan hal tersebut
karena belum memiliki data pasti. Penurunan transaksi usaha ritel ini terutama terjadi pada jenis ritel fashion. ‘’Makanya Menteri Keuangan Sri Mulyani mengincar pajak e-commerce ini,’’ tandasnya. Sementara itu, usaha ritel secara nasional beberapa ada yang ditutup, menurutnya, karena akan membuka outlet di tempat yang baru, yang lebih ramai. ‘’Ritel secara nasional ada yang tutup belum tentu merugi, tapi menaikkan produktivitasnya. Tutup satu, tapi survei lokasi di tempat lain,’’ ungkapnya. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengatakan, memang usaha ritel saat ini mengalami penurunan. ‘’Karena sekarang banyak munculnya usaha online. Buktinya, banyak usaha toko di Glodok dan Jakarta yang tutup karena usaha online tersebut. Kecuali usaha kebutuhan sehari-hari yang masih bisa bertahan,’’ ungkapnya. (kmb42)
19
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
Alih Teknologi Dari Hal. 1
pengabdian masyarakat - Dr. Frans Bambang Siswanto, M.M. dan Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati, M.S., M.M., M.Mis., D.Th., Ph.D. foto bersama saat digelar pengabdian masyarakat Politeknik Internasional Bali (PIB) di Balai Banjar Desa Nyanyi.
Peringati Sumpah Pemuda
Politeknik Internasional Bali Berikan Pendidikan Gratis Bahasa Inggris
LEMBAGA Pengabdian Masyarakat (LPM) Politeknik Internasional Bali (PIB) kembali menghelat pengabdian masyarakat dengan memberikan pendidikan bahasa Inggris untuk pariwisata dan perhotelan secara gratis di Balai Banjar Desa Nyanyi. Kegiatan yang merupakan salah satu pengimplementasian dari tugas pokok Tri Dharma Perguruan Tinggi ini dihadiri oleh Dr. Frans Bambang Siswanto, M.M. (Pendiri Yayasan Bali International Training and Development Center) dan Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati, M.S., M.M., M.Mis., D.Th., Ph.D. (Direktur Politeknik Internasional Bali), Kepala Desa Nyanyi serta warga. Kursus bahasa Inggris akan diampu langsung oleh dosendosen Politeknik Internasional Bali. Target yang akan dicapai adalah warga Desa Nyanyi sudah bisa berbahasa Inggris dalam enam bulan ke depan. Sebagai kampus pariwisata dan perhotelan di Bali, Politeknik Internasional Bali yang mempunyai empat program studi yaitu D-3 Seni Kuliner dan Bisnis, D-3 Bisnis Perhotelan, D-4 Manajemen Bisnis Perhotelan, dan D-4 Bisnis Pengelolaan Acara dan Pariwisata
menganggap bahwa pendidikan mempunyai peran yang penting dalam memajukan pariwisata di Indonesia. Tidak hanya itu, pembukaan pengabdian masyarakat juga sekaligus menjadi perayaan ulang tahun Pendiri Yayasan Bali International Training and Development Center yang ke-72 Dr. Frans Bambang Siswanto. Bersamaan dengan itu, acara ini sekaligus mengumumkan pemenang telajakan gemitir sebagai bentuk apresiasi kepada warga dalam usahanya memperindah lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan terkait dengan sumbangsih ilmu yang dimiliki oleh dosen untuk memberikan pencerahan kepada warga Desa Nyanyi, khususnya muda-mudi setempat. Pemberian materi nantinya berupa English for Hospitality. Artinya warga Desa Nyanyi akan diajarkan bahasa Inggris yang berhubungan dengan perhotelan dan pariwisata baik dalam tingkat dasar (basic), menengah (intermediate) maupun tahapan lebih lanjut (advanced). Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati, M.S., M.M., M.Mis., D.Th., Ph.D. menganggap hal ini penting untuk dilakukan
dengan mengatakan bahwa bahasa Inggris perlu diperkenalkan sejak dini ke masyarakat Bali sembari juga mengajarkan bahasa Indonesia, bahasa Bali ataupun bahasa yang lainnya. Selain itu, Direktur PIB juga menyinggung perihal Bali yang masih menjadi gerbang pariwisata Indonesia. ‘’Daya tarik Bali bukan hanya alam, tapi juga wisata budaya dan spiritual. Perlu disadari juga bahwa bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional. Jika anak-anak bisa berbahasa Inggris dan paham budaya Bali maka ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk masyarakat Bali maju bersama-sama dalam industri pariwisata secara berkelanjutan,’’ sambungnya. Warga Banjar Nyanyi melalui Kepala Desa Wayan Sukariana mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PIB. Kepala Desa berharap bahwa kegiatan ini dapat memenuhi keinginan warga untuk terus belajar dan memajukan wisata Desa Beraban, Tabanan. ‘’Bahwasannya dalam memajukan pariwisata di Desa Beraban khususnya wilayah Nyanyi membutuhkan tekad yang kuat dan usaha bersama. Bersama kita bisa,’’ tutupnya. (ad1803)
Alexis Ditutup, DPR Mendukung
Jakarta (Bali Post) DPR mendukung keputusan kepala daerah yang berani menutup izin operasional hotel yang diduga menyalahgunakan izin peruntukannya. Penutupan hotel yang diduga menjadi tempat kegiatan prostitusi sudah sepatutnya ditutup. “Pada prinsipnya, kalau sesuatu yang ilegal memang tidak boleh ada sebab semua yang ilegal menjadi pintu bagi tindakan yang ilegal lainnya,” kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/10) kemarin. Penegasan itu disampaikan terkait keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menolak memperpanjang izin operasional Hotel dan Griya Pijat Alexis, yang terletak di kawasan Jakarta Utara. Penutupan Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai komitmen memenuhi janji kampanyenya. “Kalau itu memang janji kampanye, memang janji harus dilaksanakan, tetapi pelaksanaan janji kampanye itu dasarnya adalah tetap hukum,” imbuhnya. Fahri menilai perpanjangan izin usaha sebuah hotel sepenuhnya jadi kewenangan Pemprov DKI. Ia pun tak mempersoalkan jika hotel-hotel lain yang diduga menjadi tempat prostitusi ikut ditutup jika memang menyalahi izin peruntukannya. Wacana penutupan Hotel Alexis kembali mengemuka saat debat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang digelar Komisi Pemili-
han Umum Daerah Jakarta pada masa kampanye pilkada serentak DKI Jakarta beberapa waktu silam. Dalam acara itu Anies Baswedan yang masih menjadi calon gubernur, juga menyinggung Ahok yang dinilai hanya berani menggusur kampung kumuh namun tak berani menutup Hotel Alexis. Setelah terpilih menjadi gubernur DKI, Anies Baswedan memenuhi janjinya menutup hotel tersebut. Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis mengajukan daftar ulang tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) ke Pemprov DKI, namun Anies Baswedan menolak. Surat penolakan izin usaha Alexis sudah dikeluarkan sejak Jumat (27/10/2017) lalu. Penolakan terhadap permohonan TDUP Alexis ini tertuang dalam surat bernomor 6866/-1.858.8. Surat ini merupakan tanggapan atas surat dari Alexis dengan Nomor 026B/GAH/X/17 yang dikirim sehari sebelumnya atau 26 Oktober. Dalam surat itu, Alexis menanyakan alasan daftar ulangnya belum diproses. Pihak Alexis juga menyebut selama ini daftar ulang yang mereka ajukan setiap tahun selalu keluar. Menurut Anies, pihaknya akan mengambil langkah tegas apabila praktik tempat hiburan malam masih beroperasi apalagi terselubung dengan kegiatan prostitusi. “Siapa pun, di mana pun, siapa pun pemiliknya, berapa lama pun usahanya, bila melakukan ini praktik-praktik amoral, apalagi menyangkut prostitusi, tidak akan kita biarkan,” tegas Anies. (kmb4)
KRI I Gusti Ngurah Rai-332 merupakan kapal kedua proyek kapal SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) dan masuk dalam kelas perusak kawal peluru kendali dengan tipe 10514 dan nomor proyek W000294 hasil kerja sama alih teknologi antara PT PAL Indonesia dengan perusahaan kapal Belanda, Damen Schelde Naval Ship Building (DSNS). Tanda tangan kontrak pembangunan kapal perang TNI-AL kelas SIGMA ini dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pemotongan pelat perdana pada 17 September 2014, peletakan lunas perdana pada 18 Januasi 2016, dan peluncuran badan kapal pada 20 September 2016, untuk selanjutnya diuji layar. Kapal perang TNI-AL ini mampu membawa 120 kru kapal dan memiliki kecepatan 28 knots/jam. Dia memiliki kemampuan untuk perang empat matra sekaligus, perang permukaan sesama kapal perang, perang bawah air melawan kapal selam, perang udara dengan pesawat tempur, dan perang elektronika, serta mampu membajak sistem persenjataan dan kendali dari kapal perang musuh. Kapal jenis SIGMA 10514 ini memiliki spesifikasi panjang 105,11 meter, lebar 14,02 meter, draft termasuk sonar 5,73 meter, dengan bobot penuh 3.216 ton. Adapun persenjataan yang
dimiliki KRI I Gusti Ngurai Rai-332 antara lain meriam utama OTO Melara 76/62 mm Super Rapid Gun, peluru kendali permukaan-ke-permukaan Exocet MM40 Block 3 yang jarak jangkaunya bisa sampai sejauh 180-200 km. Selain itu juga ada peluru kendali permukaan-ke-udara MICA yang merupakan rudal yang dirancang untuk bisa dioperasikan dalam waktu singkat dan beroperasi di segala cuaca serta dapat menyergap sasaran sejauh 20-25 km. KRI ini juga dilengkapi dengan senjata Terma SKWS Decoy Launching System. Ada lagi untuk keperluan bawah permukaan laut, yaitu torpedo AKS A–244S, yang masuk dalam kelas torpedo ringan berpandu yang memiliki kemampuan khusus dapat mengincar sasaran di perairan dangkal serta meriam Close In Weapon System Millennium 35 mm untuk menangkis serangan udara dan ancaman permukaan jarak dekat. Dalam sambutannya, Ryacudu mengatakan, masuknya KRI I Gusti Ngurah Rai-332 ke jajaran TNI-AL sesuai dengan rencana Minimum Essential Force TNI fase kedua. Proses pengadaan dilakukan dengan prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi, serta mewujudkan kemandirian industri pertahanan Indonesia yang mampu memperkuat keterpaduan operasional antara sistem senjata antar matra. (ant)
Generasi Muda Dari Hal. 1
Sebagai generasi penerus bangsa, menurut Pangdam, kita patut bersyukur atas jasa dan sumbangsih para generasi muda Indonesia yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda. Api Sumpah Pemuda harus terus dikobarkan untuk malawan segala bentuk dan upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, seperti ego kesukuan, keagamaan, kedaerahan dan golongan. Ego inilah yang akan mengerogoti dan menggerus rasa persauda-
raan, persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa. ‘’Sadari bahwa persatuan Indonesia adalah segala-galanya dan jauh di atas persatuan kesukuan, keagamaan, kedaerahan dan golongan. Mari kita kokohkan rasa persatuan dan kesatuan ini dengan menghentikan segala macam perdebatan yang mengarah kepada perpecahan, sudah saatnya kita melangkah untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,’’ ujarnya. (rah)
Kelahiran Banyuwangi Dari Hal. 1
Sejak status siaga menjadi awas dan siaga lagi, Kasbani kelahiran Banyuwangi ini selau ngator di Pos Pemantauan di Desa Rendang, Karangasem. Baginya, menempati jabatan seperti sekarang ini bukanlah beban berat baginya. Justru bagi pria berkumis ini profesi yang digelutinya merupakan kerja yang mulia. Sebab, bisa memberikan informasi yang tepat dan benar di lapangan terkait gunung yang ada di Indonesia. Kasbani menuturkan, pekerjaannya ini telah digeluti puluhan tahun. Setelah tamat kuliah di ITB, Jawa Barat dirinya langsung bekerja di PVMBG. ‘’Kerja di PVMBG sejak tahun
1991. Pertama ditugaskan di bidang pemetaan gunung berapi, lalu di pemantauan pemanasan bumi. Sempat di struktural jadi kasi, kabid, dan sekarang jadi Kepala PVMBG,’’ ungkap Kasbani yang memiliki tiga anak ini. Kasbani mengakui sudah memantau sebanyak 69 gunung berapi yang aktif yang tersebar di Indonesia. ‘’Di mana pun bekerja pasti ada suka-duka yang dirasakan. Dan sebagai pemantau gunung saya sudah biasa menjalani profesi ini. Karena bagi saya kerja di PVMBG adalah pekerjaan yang mulia. Memberikan info kebencanaan ke masyarakat, demi keamanan dan keselamatan orang banyak,’’ ucap pria yang kini tinggal di Bandung, Jawa Barat ini. (nan)
Alami Pendarahan
Dari Hal. 1
Satu jam mendapat perawatan ternyata Sutiari yang hamil kedua kalinya ini mengalami pendarahan. ‘’Maunya lahir normal karena anak pertama juga lahir normal, tapi karena kondisinya begini akhirnya dioperasi,’’ tuturnya.
Pihak rumah sakit sudah berupaya memberikan pertolongan. Nahas, di tengah kondisi kritis itu, hanya bayinya yang bisa diselamatkan, sedangkan nyawa Ni Kadek Sutiari tidak tertolong. ‘’Bayi saya masih di rumah sakit. Kondisinya sehat ditemani keluarga,’’ ungkap Sukra. (kmb35)
Jumlah diterima kemarin Rp 16.202.000 Dari Hal. 1 Desa Adat Bugbug Rp 70.000 I Komang Paing, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ni Komang Sari Dewi, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Wayan Duduk Kejer, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Wira Motor, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Wayan Jaya Purnawan, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Wayan Sutrisna, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Nyoman Mandra, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Nengah Wage, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Yoga Sri Arya Dana, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Nengah Wiasa, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Nengah Wiranata, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Wayan Mudiarta, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Nymn. Sayang Galebug, Ds. Adat Bugbug Rp 50.000 Kadek Parmika, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Komang Sudarma, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Sriniti, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Nengah Subrata, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Ketut Juniarta, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Arsana, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Ketut Sugita/Kolek, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Sinarwati, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Kade Agus Widhiarsana, Ds. Adat Bugbug Rp 50.000 I Kade Suteja, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Wayan Tengah, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Putu Sugiantara, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Nengah Suarta, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Nengah Karing, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Nengah Sulatra, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Krisna Adi Adnyana, Jl. Durian 31 Denpasar Rp 50.000 I Ketut Rinten, Desa Adat Bugbug Rp 40.000 Parwata, Desa Adat Bugbug Rp 40.000 I Nyoman Adnyana, Desa Adat Bugbug Rp 40.000 I Ketut Rame, Desa Adat Bugbug Rp 40.000 I Nengah Sujana, Desa Adat Bugbug Rp 40.000 I Nengah Log, Desa Adat Bugbug Rp 30.000 I Wayan Silur Enggul, Desa Adat Bugbug Rp 30.000 I Wayan Pendil Pariset, Desa Adat Bugbug Rp 30.000 Wayan Pageh, Desa Adat Bugbug Rp 30.000 I Ketut Wirastawan, Desa Adat Bugbug Rp 30.000 Ni Yanti, Desa Adat Bugbug Rp 30.000 I Wayan Jirna, Desa Adat Bugbug Rp 30.000 Ni Luh Eka Ayudiah Suryaningsih, Desa Adat Bugbug Rp 25.000 I Nengah Ririg, Desa Adat Bugbug Rp 25.000 I Ketut Suarta, Desa Adat Bugbug Rp 20.000 I Wayan Wage/Duk, Desa Adat Bugbug Rp 20.000 Putu Wili/Jangkis, Desa Adat Bugbug Rp 20.000 Nengah Astiti, Desa Adat Bugbug Rp 20.000 I Wayan Nuanten, Desa Adat Bugbug Rp 20.000 I Nengah Sudana, Desa Adat Bugbug Rp 20.000 I Nyoman Merta, Desa Adat Bugbug Rp 20.000 I Kade Sujana, Desa Adat Bugbug Rp 20.000 I Wayan Sudiasa, Desa Adat Bugbug Rp 20.000 Wayan Suparta, Desa Adat Bugbug Rp 15.000 I Nengah Somya, Desa Adat Bugbug Rp 15.000 I Pageh Dik, Desa Adat Bugbug Rp 15.000 I Komang Kasih, Desa Adat Bugbug Rp 10.000 I Nyoman kantun, Desa Adat Bugbug Rp 10.000 I Ketut Simpen, Desa Adat Bugbug Rp 10.000 I Nyoman Tariyug Lipur, Desa Adat Bugbug Rp 10.000 I Nyoman Punduh, Desa Adat Bugbug Rp 10.000 I Nyoman Dil, Desa Adat Bugbug Rp 10.000 I Pageh Sangket, Desa Adat Bugbug Rp 10.000 Sudana, Desa Adat Bugbug Rp 10.000 I Nyoman Nik, Desa Adat Bugbug Rp 10.000 I Kade Suardana, Desa Adat Bugbug Rp 10.000 I Komang Sumardika, Desa Adat Bugbug Rp 10.000 I Wayan Sugita, Desa Adat Bugbug Rp 10.000 I Nyoman Koboh Bedis, Desa Adat Bugbug Rp 7.000 Sumarna, Desa Adat Bugbug Rp 5.000 Krisna Adi Adnyana, Jl. Durian 31 Denpasar 1 tas pakaian PT Jaya Kusuma Sarana Bali 4 dus minyak goreng, 2 karung beras, 1 dus biskuit, 1 dus detergen, 1 dus kopi, 50 dus air kesehatan, obat nyamuk, sabun, peralatan bayi, pakaian anak- anak, alas tidur Jumlah diterima kemarin Rp 16.202.000 Jumlah sebelumnya Rp 508.075.598 Jumlah seluruhnya Rp 524.277.598
Selasa, 31 Oktober 2017 05.00 05.30 05.52 05.54 05.56 06.00 06.05
Gayatri Mantra Bali Channel Tourist TV Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana
Strukturasi dan Kontruksi Keberagaman Dalam Agama Hindu (5) 06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Kartun Ball Krisna (2)
08.00 Bali Channel Tourist TV 09.05 Halo Kamtibmas 10.05 Lejel Homeshopping 10.30 Yowana Magz Ni Putu Sekar Santi Dewi 11.05 Bali Channel Tourist TV 12.05 Dharma Wacana
Strukturasi dan Kontruksi Keberagaman dalam Agama Hindu (5) 12.30 Berita Aiang 13.00 Klip Bali 13.30 Lejel Homeshopping 14.00 Klip Bali
14.30 Dialog Bupati Karangasem 15.30 Bali Channel Tourist TV 16.00 Berita dan Bincang Terkini 16.05 Upakara 17.00 Folk Song 17.30 Kartun : Ball Ganesh (1)
18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Giliran Anda 19.30 Orti Bali 20.00 Solusi Alternatif : Soman 210.30 Lila Cita Tari dan Tabuh SMP 1 Sukawati (1)
21.30 Taksu Ida Bagus Komang Kusa 22.00 Lila Cita Calonarang Tambangan Badung (3) 23.00 Berita dan Bincang Terkini 23.05 Lila Cita Calonarang Batuyang (2)
Ashwattama Bantai Raja Pandya
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Empat Puluh)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
’’Engkau terbantai, Engkau terbantai!’’ Demikian Pandya berkata penuh kegembiraan setelah tombaknya menghancurkan mahkota kecil putra Drona itu. Mahkota itu dihiasi permata-permata utama. Tampak seperti berlian sangat bening. Berlian itu dirangkai indah emas terbaik. Pakaiannya juga sangat baik berisi penuh untaian mutiara-mutiara. Mahkota kecil yang dipergunakan memiliki kemegahan matahari, bulan, planet-planet, atau api. Sebagai akibat kekerasan serangan Pandya itu membuat seluruh pakain Ashwattama itu terjatuh pecah berkeping-keping. Seperti sebuah puncak gunung terbelah oleh halilintarnya Dewa Indra. Segenap asesoris itu jatuh ke bumi dengan suara keras. Peristiwa itu membuat Ashvatthama berkobar kemarahannya. Kemarahan putra Drona itu seperti seekor pangeran ular diinjak dengan kaki. Kemudian Ashwattama mengambil empat kemudian 10 batang panah. Panah panah itu mampu membuat
menderita dan kesakitan musuhmusuhnya. Masing-masing panah itu menyerupai cemeti dari sang Penghancur itu sendiri. Dengan lima batang panah-panah Ashattama memotong keempat kaki, belalai gajah musuhnya, kedua lengan-lengannya termasuk kepala raja Pandya dengan enam batang panah. Ashwattaman juga membantai enam orang prajurit kereta perkasa sangat megah yang mengikuti Raja Pandya itu. Lengan-lengan raja yang panjang dan sangat bundar itu diurapi pasta cendana sangat baik. Juga dihiasi emas, mutiara-mutiara, batu-batu mulia serta berlianberlian. Semuanya akhirnya berjatuhan ke bumi. Pandya mulai menggeliat seperti sepasang ular dikalahkan Garuda. Kepala itu juga anggun dengan muka bercahaya seperti bulan purnama. Wajah itu memiliki hidung mancung selain sepasang mata besar. Warna pipinya merah seperti tembaga akibat marah setelah anting-antingnya terjatuh ke tanah. Anting anting itu gemer-
lapan seperti bulan itu sendiri di antara dua kumpulan. Gajah itu dipotong ksatria sangat terampil menjadi enam keping. Dengan lima batang panah sang raja dibuat menjadi empat keping. Serangan dengan tiga batang panah itu memaksa semuanya berserakan menjadi sepuluh keping. Kelihatannya seperti mentega kurban dibagi ke dalam sepuluh bagian. Mentega itu dimaksudkan untuk sepuluh dewa. Setelah memotong banyak kuda, manusia dan gajah-gajah menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian Ashwattama menawarkan semua itu sebagai makanan kepada para rakshasa, Raja Pandya demikian dibungkam Putra Drona, dengan panahpanah seperti sebuah api berkobar di sebuah tempat pembakaran mayat yang dipadamkan air. Semua itu dipergunakan sebagai persembahan dalam bentuk tubuh tak bernyawa. Seperti kepala kaum surgawi yang dengan gembira menyembah Vishnu setelah penaklukkan Asura Vali. Putra
paduka, oh raja, didampingi saudara-saudaranya mendekati putra sang Guru itu. Duryodhana kagum dan kemudian menyembah penuh hormat kepada ksatria menguasai lengkap ilmu pengetahuan senjata-senjata itu. Sungguh, dia telah menyelesaikan tugasnya yang diusahakan dengan baik. Dhritarashtra berkata, ketika Pandya telah dibantai. Dan ketika yang utama para pahlawan itu Karna berhasil memukul mundur dengan menghancurkan banyak musuhnya. Lalu apa, oh Sanjaya,
yang dilakukan Arjuna pada pertempuran itu? Putra ketiga Pandu itu merupakan seorang pahlawan sangat hebat. Dia dilengkapi kekuatan luar biasa. Dia sangat setia dengan kewajibankewajibannya. Dhananjaya itu ahli pengetahuan senjata-senjata surgawi. Shankara yang berbudi luhur itu sendiri telah membuatnya tak terkalahkan di antara semua makhluk. Ketakutanku yang paling besar terus berkelanjutan terhadap Dhananjaya yang pembantai musuh-musuh itu. (bersambung)
Sloka 16. 8 Asatyam apratistham te jagad ahur anisvaram aparaspara-sambhutam kim anyat kama-haitukam Mereka mengatakan bahwa dunia ini tidak nyata, tidak ada dasarnya dan tidak ada Tuhan yang mengendalikan. Mereka mengatakan bahwa dunia ini dihasilkan dai keinginan untuk hubungan kelamin, dan tidak ada sebabnya selain nafsu birahi.
16 Pages
203 Number 9th year
Price: Rp
L O N A A T I E R N I N T
3.000,-
st.co.id e-mail: info_ibp@balipo t.com. rnationalbalipos
om. http://epaper.inte
L O N A A T I E R N I N T
ationalbalipost.c
Tuesday,
Tuesday, October
31, 2017
s Sciorra allege Annabella tein raped Harvey Weinsdozens g her, joinin ations making accus
Jaimie Alexander
and later of the allegations of direcof in light from the board by the resigned IA - Dozens expelled Arts CALIFORN forward with alle- tors. He was also Picture come of Motion against women have Academy sexual misconduct Sciences. gations of Harvey Weinstein. Jolie, and movie mogul Angelina Oscar winnersand Mira Sorvino Annabella Sciorra films include whose rebuffed The actress Rocks the Cradle” Gwyneth Paltrow that they have claimedunwanted advances. “The Hand that nominated for an Weinstein’s have alleged sexual and who was role in the hit TV for her assault. told The Other women and sexual nonconsen- Emmy “The Sopranos,” raped by of harassment show, that she was and denied “Any allegations New Yorkerin the early 1990s for unequivocally by him sual sex are a spokesperson Weinstein told The was sexually harassed by Mr. Weinstein,” that. executive has years after that one night for the movie “Mr. Weinstein were several York, Sciorra alleges New Yorker. that there event in New against off at further confirmed after a dinner to drop her later, acts of retaliation while never any for refusing his advanc- Weinstein offered and then a he can’t any women obviously her apartment in her nightgown, she was violently allegations, es. Mr. Weinstein anonymous any women when into her place andafterward, speak to the barged her. For months one and respect to but with made allegations on raped told no believes Sciorra said she most of who have Weinstein of were to police. “Like record, Mr. so ashamedacnever went these relationships to the full these women, I was that all of she said. The according consensual,” Weinstein’s spokes- what happened,” she was retaliated from has begun tress said she felt assault. “I statement Weinstein the the alleged of person. “Mr. has listened to against after this pushback counseling,and is pursuing a better just kept gettingwere difficult; we that, that that heard you is hoping community Weinstein progress, he ‘We this or that.’ I think she said. path. Mr. heard enough machine,” if he makes a second chance.”the was the Harvey will be given was terminated by (IBP/net) Weinstein Weinstein Company the of board
in Thor.
ie IBP/net
narok’: Jaim ‘Thor: Rag explains Alexander is MIA why Lady Sif
Annabella
Sciorra
Kenyans anxiously await results of presidential vote
online: http://www.intern
2017 October 31,
REUTERS/Thomas
of every Asgardian in missing while nearly week and one major character opens next there is installment, - Thor: Ragnarok it. I also heard for the third excited for funny which LOS ANGELES I’m super Sif. has returned it’s incredible make it work, the franchise Alexander‘s Lady so I could thing. They that me really happy.” in [the studio] Hemsworth makes notice action: Jaimie
Chris way, in both but it was a short returns Aside from played Sif ‘Hey, by the Ragnarok Alexander The Dark World, called and said, do this?’ I said the title role, Thor: Hiddleston), the Thor: come that Loki (Tom Heimdall Thor and appearances on would you way I can make Asgardians Hopkins), Stevenand made Universe spinoff there is no (Ray Odin (Anthony that fast.” S.H.I.E.L.D. she “tried,” (Idris Elba), Volstagg Levi), and Marvel Cinematic Agents of t caught up work Alexander says (Zachary Still, TV show happen. They son), Fandral Asano). AlexanThor: out currently noting, “It couldn’t Yahoo Entertainmen continent!” Hogun (Tadanobu regular sitting actress, who on a different in Australia. with the NBC show Blindspot, isn’t the only with the action the were was filmed admitted. “I der however; none stars in the she didn’t return for Ragnarok Ragnarok, on far-flung worlds, sad,” she place “So it was about it.” about why film. of recurring earthlings are taking Kat blockbuster was bummed but the timing mean there the of the franchise’s Jane Foster, Portman‘s “I was asked,going to shoot and That doesn’t between — Natalie Darcy Lewis, or Stellan were shoot feelings for when they was gonna same any hard the studio. “I’m really Dennings’s Erik Selvig — is back the it,” she when Blindspot actress and Skarsgård’s to seeing pretty much — it was told Yahoo on Friday. looking forwardwill be nice to see the threequel. (IBP/net) “It there.” time,” she in that movie. was a conflict “I was exclaimed. great people “So there continued, from all those Alexander notice IBP/net more of a 106 Dps hoping for Puputan No.
You can
Scret 10 Malaika Sari Kuta Jl. Bakung 11 Snack Shack Lokal Jl. Pantai Kuta 12 Warung Club Tanduk 1 Kuta Beach the Coffe Bear Jl. Camplung 13 Cokro Cafee Kuta Sari Kuta 2 Wen Dys Hotel Jl. Bakung 14 T.J.Bar Paradiso Bali 3 Seminyak Legian Kuta Jl. Padma 15 J & N Kebab Resort&Spa 23 4 Ramayana Bar 16 Goanna Legian Resort&Spa Jl. Doble Six/Werkudara No. 51 5 The Lokha Emtertaiment 17 Batu Jimbar Jl. D.Tamblingan Sanur Live Sport Cafee 6 66 Corner No.126 A 18 Ramayana Grill 140 Jl. D.Tamblingan 7 Leghawa Jl. D.Tamblingan dan Restoran 8 Retno Barr 9 Elkomedor
onal Bali
find Internati
Cafee 19 Smirnof No 68 Jl. D.Poso 20 Legwa Hotel No. 50D Cafee Jl. D.Poso 21 Nu Laser No. 39 Book Jl. D.Poso 22 Ganesa Sanur Jl. D.Poso 23 All For Daiving Sanur Jl. D.Poso 24 Barocca Sanur Jl. D.Poso 25 Lantern Sanur Jl. D.Poso 26 Shearlock Sanur 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan Jl. D.Tamblingan
Post at:
Jl. Raya No 148 Mandala Renon Renon Kopi Made Jl. Raya Niti 148 Sanur 28 Manan Mandala No. Jl. D.Tamblingan Sanur 29 Dimsum Jl. Raya Niti Yamin No.18 Jl. Mohamad Jl. D.Tamblingan Sanur 30 Furama No.88 Renon Subah Renon Jl. Merdeka Jl. D.Tamblingan Sanur 31 Warung Denpasar khas Gilimanuk Wuruk 184 Jl. Hayam Jl. D.Tamblingan Sanur 32 Ayam Betutu Jl. D.Tamblingan 33 Bali Bakery 17 DKerobokan Jl.Petitenget 17E Kerobokan Jl.Petitenget Klod 17C Kerobokan Klod Jl.Petitenget 9 Kerobokan Jl.Petitenget
October
Mukoya
29, 2017.
await anxiously Kenyans presidential vote results of
Residents
wait for Kenyan
opposition
leader Raila
Odinga of
the National
Super Alliance
(NASA) coalition
in Kawangware
slums in
Nairobi, Kenya
polling stations. porters prevented25 constituencies
“multiple” there were in a report results from polling on the cases where from results portal election stations differed
the opening in capital on are included, forms posted onvote. They supplied of in Kenya’s President from of in a slum If those constituencies 38.84 percent after last week’sby their observers supporters win for incumbent Odinga, turnout dropped to voters. taken market Raila for Bashaal at opposition registered said a photo landslide 133 the tally sheet fired teargas confirmation of a opposition candidate, was held after 19,611,423 commission It showed The election prevented them centre in Garissa. while the form - Riot police of the main week’s vote which security in those areas, NAIROBI country awaited official s. Kenyatta 433 votes. last Supporters that poor votes for irregularitie as the the vote elections. boycotted online showed Monday, procedural from holding it would not “materiin re-run displayed a farce - he poll citing since the final an- (rtr) the election Uhuru Kenyatta the U.S. ambassador but that branded original August On Monday, was “profoundly ally affect” the result, also be heard have already Court annulled the 58, said could go ahead. of vioNews can at Global the vote, Ann Mbuthia, before said Washington by the outbreaksResults nouncementpulled out of in “Bali Image” from 9.30 the Supreme had home social worker concerned” Odinga FM 96.5 26 vote. commission the Oct. Nairobi’s women were hurryingafraid because constituencies saying the electionreforms to prevent lence since are gathered in Protesters slum, trying to block the results. “We youth are ready to from 266 out of 291 and irregunational tallying failed to institute Fred Kawangware Interior Minister be- here in Mathare is announced (the displayed at theKenyatta winning the kind of “illegalities Kenyatta’s that scuppered a visit fromwitnesses said, hours of fight if Uhuru said. “Women are centre showed The elecshe of the vote. 7,616,217 larities”the August vote. Matiang’i, a coaliannouncement winner),” the houses.” 98 percent said win in Sauti Yangu, to come out fear that the po- toral commission (1230 GMT). fore the expected Kura Yangu organizations cast, representing at 3.30 pm fighting with afraid Some Kenyanswhich has mostly valid votes were percent in areas tion of civil societyobservers, said the results are police, of 42.36 “Now people they (the police) litical violence, 2,000 election clashing with over- a turnout opened. and Vitalis sup- with protesters polls ethnic the police of been teargas,” resident to take on be- where protests by Odinga’s are using by phone. In the slum But is beginningtwo deaths in clashes after Aloyi said scene of deadly clashes the weekend. im- tones groups at Mathare, the and protesterspoll, tween rival August between police after the mediately
to Radio am. Listen until 10.00 FM at http:// m Global Radio ten2myradio.co at http:// globalfmbali.lis streaming http:// or live video ali.com and li. radioglobalfmb nel/global-fm-ba ustream.tv/chan
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Selasa Wage, 31 Oktober 2017
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418
Kunjungi Pabrik Kosmetik
Kim Jong-Un Klaim Produk Korut Kelas Dunia Seoul (Bali Post) -
Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un, mengajak istri dan adiknya melakukan kunjungan ke sebuah pabrik kosmetik di tengah memanasnya hubungan Korut-AS karena senjata nuklir. Dalam kunjungannya ke Pabrik Kosmetik Pyongyang, Kim mengklaim produk-produk berlevel dunia yang diproduksi pabrik itu menyebabkan impian perempuan untuk menjadi lebih cantik bisa terwujud, demikian diungkapkan seorang pejabat seperti dilaporkan KCNA.
Bali Post/afp
KUNJUNGAN - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un, mengajak istri dan adiknya melakukan kunjungan ke sebuah pabrik kosmetik di tengah memanasnya hubungan Korut-AS karena senjata nuklir.
Kim ditemani Kim Yo-Jong, adik perempuannya dan juga seorang anggota senior di partai yang berkuasa. Dalam sebuah foto yang dipublikasikan juga tampak istri Kim, Ri Sol-Ju. Kedua perempuan ini merupakan perempuan yang paling berkuasa di negara yang terisolasi dan menganut sistem patriakal ini. Mereka kerap menemani Kim dalam acara-acara resmi setelah Kim memimpin Korut pada 2011. Kebiasaan ini berbeda dengan pemimpin sebelumnya yang jarang mengajak istri maupun adik-adiknya dalam sebuah kemunculan di publik. Ri, merupakan seorang penyanyi yang diketahui memiliki kehidupan mewah. Saat ini, ia sudah memiliki tiga anak bersama Kim. Yo-Jong yang dipercaya masih berada pada usia 20-an tahun dipromosikan belum lama ini menjadi anggota dari politbiro, sebuah badan
yang membuat keputusan penting dalam partai berkuasa. Diketahui menangani gerakan propaganda partai berkuasa, Yo-Jong dalam beberapa waktu ini selalu mendampingi Kim dalam sejumlah kegiatan publik penting. Keduanya merupakan anak-anak pemimpin Korut sebelumnya, Kim Jong-Il dengan pasangannya yang ketiga, Ko Yong-Hui, seorang mantan pedansa. Keluarga Kim telah memerintah Korut selama tiga generasi dengan tangan besi, sejak didirikan pada 1948. Ketegangan kembali memuncak di Semenanjung Peninsula setelah Korut menggelar tes nuklirnya yang keenam pada September dan meluncurkan misil yang bisa mencapai wilayah Amerika Serikat (AS). (iah/afp)
10 Bulan Setelah Kematiannya
George Michael Peringkat I di Inggris ALBUM George Michael yang pernah sukses di tangga lagu pop, “Listen Without Prejudice Vo. 1” pada 1990, kembali menduduki posisi teratas di Tangga Lagu Inggris pada Jumat (27/10), 10 bulan setelah kematian sang penyanyi di usia ke-53. Album yang dirilis kembali ini berhasil terjual 56 ribu kopi untuk bisa menduduki posisi 1 dan menjadi album yang penjualannya paling besar di minggu pertamanya setelah dirilis ulang. Album ini dirilis ulang untuk melengkapi sebuah film dokumenter tentang perjuangan George Michael menjadi
penyanyi terkenal. Prestasi yang dialami album ini sama dengan kesuksesan rilis album tersebut pada 1990. Album ini merupakan album kedua yang dibuat George Michael setelah ia keluar dari Wham!. Bahkan kini, album itu sudah berhasil terjual 8 juta kopi di seluruh dunia. Michael, yang ditemukan meninggal pada Hari Natal tahun lalu, secara pribadi menangani pembuatan kembali album itu sebelum kematiannya. Album yang dirilis ulang ini menyertakan penampilannya di “MTV Unplugged” pada 1996 dan sebuah lagu yang
tidak dirilis “Fantasy” yang menampilkan Nile Rodgers. Album ini dirilis bersamaan dengan diputarnya dokumenter “George Michael: Freedom” yang disiarkan salah satu stasiun TV di Inggris bulan ini, yang pembuatannya juga diawasi langsung oleh Michael sebelum dia meninggal. Manajer Michael, David Austin, mengatakan tim yang ada di belakang pembuatan kembali album ini sangat bangga dengan pencapaian album itu. “Bukan rahasia lagi kalau George adalah seorang perfeksionis. Ia mengendalikan semuanya, dari permulaan
hingga akhir dan merupakan anugerah dan kado yang langka bisa bekerja sama dengan seorang jenius,” kata David yang merupakan teman dekat Michael sejak kecil. Michael, merupakan salah satu artis Inggris yang sangat sukses. Penjualan albumnya mencapai 115 juta kopi, baik itu saat ia bergabung dengan Andrew Ridgeley di Wham! maupun saat dia bernyanyi solo. (iah/afp) George Michael
DMC di TMS 2017 (1)
DNGA dan Smart Assist III Unggulan Daihatsu PABRIKAN mobil kini tak hanya berorientasi pada hemat bahan bakar sebagai rujukan produksi. Kenyamanan dan keselamatan pelanggan justru menjadi prioritas ke depan. Bahkan, strategi pemasaran juga dirancang makin profesional. Lalu, bagaimana Daihatsu menjawab selera pelanggannya dan membuat produk-produk inovatif agar Daihatsu tetap menjadi pilihan? Jawaban atas hal ini disampaikan secara lugas oleh manajemen Daihatsu Motor Company mulai dari tingkat Presiden Direktur hingga mekanik. “Daihatsu selalu berbenah dan melakukan evaluasi yang kreatif. Daihatsu tetap akan menjadi bagian masyarakat dan pelangganya dengan berbagai teknologi yang inovatif,” ujar Presiden Direktur Daihatsu Motor Company Koichiro Okudaira di hadapan pers dari berbagai negara pada ajang Tokyo Motor Show (TMS) 2017 di Jepang. Salah satu media yang hadir langsung di arena ini adalah Bali Post. Bali Post hadir pada TMS kali ini atas undangan Daihatsu Motor Company (DMC). Okudaira didampingi jajaranya juga memaparkan ke depan Daihatsu akan terus melakukan pengembangan desain mobil dengan Daihatsu New Global Architecture (DNGA). Dengan pendekatan ini, pihaknya yakin Daihatsu akan menjadi pilihan terbaik pelanggan mobil. Didampingi Direktur DMC
Shigeharu Toda, Okudaira, mengatakan Daihatsu juga berkomitmen menjaga lingkungan dan alam. Ia menegaskan mobil-mobil Daihatsu merupakan pengembangan dan evolusi teknologi Monozukuri Daihatsu dan gagasan tentang mobil berkualitas tinggi. Daihatsu dengan slogan “Light You Up” mengajak pelanggan Daihatsu bergaya hidup lebih cerah dan bercahaya. Hindari Tabrakan Terkait dengan perkembangan teknologi, Daihatsu dengan mobil-mobil kei car terus melakukan inovasi produk melalui pendekatan tekologi keamanan dan keselamatan. Ini yang dikembangkan Daihatsu dengan menyematkan teknologi Smart Assist III pada produk mobilnya. Pengembangan ini merujuk angka kecelakaan yang terjadi di Jepang yang mencapai 1,471 juta kasus, yang semuanya disebabkan kelalaian manusia. Kecelakaannya didominasi tabrakan dari belakang, dengan
rata-rata kecepatan 30 kpj. Salah satu model yang disematkan fitur canggih ini yaitu Daihatsu Tanto. “Daihatsu mempersiapkan teknologi tersebut melalui fitur Smart Assist III, yang juga diciptakan dengan harga terjangkau,” ujar Ichiro Otaki, Brand GM Daihatsu Motor Company (DMC) di pabrik Daihatsu, Shiga, pada kunjungan lainnya, selama sepekan jurnalis Indonesia ada di Jepang. Dengan teknologi ini, kecelakaan mobil produk Daihatsu bisa ditekan. Setidaknya ada banyak peringatahn yang bisa diterima pengemudi sebagai sinyal menjaga jarak dan menghindari tabrakan. Mobilmobil ini bahkan telah banyak beredar di Jepang. Teknologi ini, kuncinya ada di kamera kecil yang disematkan di tengah kaca depan bagian atas. Otaki menambahkan, teknologi Smart Assist sudah diperkenalkan sejak 2012, mulai dari generasi pertama, dengan teknologi infra merah. Kemudian yang kedua pada 2015, mengkombinasi infra merah bersama dengan tambahan kamera. “Lalu berselang satu tahun atau di 2016, lahirlah generasi ketiga Smart Assist, yang menggunakan kamera compact terkecil di dunia. Berfungsi untuk mencegah tabrakan mobil di depannya maupun pedestrian,” ucap Otaki. (dir)
Bali Post/dir
MOBIL - Salah satu mobil konsep yang dipamerkan Daihatsu di Tokyo Motor Show (TMS) 2017.
Hari Berkabung di Thailand Berakhir Bangkok (Bali Post) – Hari berkabung satu tahun untuk menghormati mendiang Raja Thailand Bhumibol Adulyade berakhir Minggu 29 Oktober, setelah upacara pemakaman mewah selama lima hari yang dipenuhi dengan upacara besar dan ritual keagamaan. Bhumibol yang wafat Oktober tahun lalu dalam usia 88 tahun, dikremasi Kamis pekan lalu setelah satu hari yang penuh dengan emosi yang membuat aktivitas di negara itu terhenti. Dia adalah raja yang paling lama berkuasa di dunia, memimpin Thailand melewati periode modern yang penuh gejolak selama 70 tahun hingga menjadi simbol persatuan utamanya. Namun, dia meninggalkan kerajaan itu di tengah perpecahan mendalam di bidang politik, ekonomi dan sosial, dengan junta militer berkuasa dan pemerintah demokratis kemungkinan tidak akan terwujud dalam waktu dekat. Minggu sore, putra Bhumibol dan pewaris takhta Raja Maha Vajiralongkorn (65) dan adiknya Maha Chakri Sirindhorn, membawa sepasang guci emas yang berisi relik ayah mereka dari Grand Palace ke dua candi di Bangkok tempat guci akan diletakkan. Upacara unit kavaleri dengan tentara kerajaan lengkap yang mengenakan bulu biru di helm mereka memimpin konvoi ini dalam prosesi yang murung namun sederhana yang memakan dana 90 juta dolar AS. Biksu-biksu Buddha memimpin doa-doa di kuil-kuil sementara para pelayat berpakaian hitam duduk di trotoar di luar saling memegang tangan mereka.Sebagian besar orang Thailand mengenakan pakaian warna hitam atau pakaian yang warnanya tak mencolok setahun lalu, dengan pita hitam dan putih terikat pada gerbang sekolah, kuil dan bangunan pemerintah. Pemandangan berkabung berkepanjangan untuk mendiang raja berakhir pada tengah malam pada hari Minggu, demikian AFP. (ant)