Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost
sabtu kliwon, 31 Desember 2016
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
sabtu kliwon, 31 desember 2016
20 HALAMAN
NOMOR 132 TAHUN KE 69
balipost (152 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
TOKOH BALI BICARA Gubernur Bali Mangku Pastika Bupati Jembrana Putu Artha
Siapkan Generasi Muda Bali Memperkuat Pembangunan dari Desa
MODERNISASI dan perkembangan teknologi membuat generasi muda Bali harus beradaptasi. Generasi Bali harus siap menghadapi tantangan tersebut. Dalam mengantisipasi modernisasi dan teknologi, generasi muda Bali harus membangun profesionalisme, disiplin dan menguatkan daya saing. ‘’Kita memang tak boleh tercerabut dari budaya dan kearifan lokal Bali. Namun bersamaan dengan itu generasi muda Bali juga harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi,’’ ujar Gubernur Bali Made Mangku Pastika, belum lama ini. Dari sisi pengelolaan lingkungan, Gubernur juga berkomitmen menjabarkan konsep Tri Hita Karana. ‘’Di Bali juga ada aspek lingkungan yang kita harus jaga sesuai dengan konsep Tri Hita Karana. Palemahan dan aspek budaya juga harus diperhatikan,’’ ujarnya.j (kmb)
TAHUN 2017 ini tantangan tak hanya pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat. Karena pada hakikatnya pemimpin adalah pelayan masyarakat. Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan akan fokus menyejahterakan masyarakat seperti yang tertuang dalam visi-misi awal melanjutkan pembangunan Jembrana dari desa/kelurahan. Ditambah dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 yang sejalan dengan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana. ‘’Kami akan meningkatkan ketahanan pangan, pendidikan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, anak-anak kita supaya bisa mengenyam pendidikan dari usia dini hingga wajar 12 tahun. Karena itu TK/PAUD di semua desa/kelurahan harus sudah ada,’’ ujar Bupati Artha yang tahun ini meraih penghargaan Manggala Karya Kencana ini. (olo)
Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama
Bupati Bangli I Made Gianyar
BALI merupakan pulau pariwisata. Hampir 70 persen income dan aktivitas kita di Bali dari petani, tukang sayur, pedagang. Apa pun, ending-nya ke pariwisata. Kalau pariwisata terpuruk, pasti perekonomian kita akan berimbas juga. Demikian disampaikan Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama. Ia menambahkan, masalah kemacetan masih akan menjadi tantangan Bali tahun depan. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap master plan pembangunan Bali secara keseluruhan kalau ingin menjadi pulau yang eksis di bidang pariwisata. ‘’Harus ada perbaikan akses dari Bali Selatan ke Bali Utara, Timur, dan Bali Barat,’’ ujarnya. Selain itu, masyarakat agar memiliki power mandiri. Kemudian, bagaimana mengatasi kesediaan air minum yang mulai langka. Tak ketinggalan, masalah sampah juga harus menjadi perhatian utama. Mengingat, pariwisata sangat rentan bila menyangkut masalah lingkungan. (kmb32)
SEPANJANG tahun 2016 Bangli meraih berbagai prestasi. Di tingkat internasional Bangli mampu mempertahankan status Geopark Kaldera Batur Kintamani menjadi salah satu bagian jaringan geopark UNESCO. Sementara di tingkat nasional, Bangli meraih berbagai prestasi, salah satunya penghargaan Adipura Buwana. Dengan penghargaan Adipura Buwana itu, Bangli diakui secara nasional sebagai kota layak huni karena air dan udaranya yang bersih. Keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya seluruh masyarakat dalam menjaga lingkungan dan hutan sebagai daerah resapan dan penyangga. Tak hanya itu, Bangli juga meraih prestasi sebagai kabupaten Peduli HAM dari Kementerian Hukum dan HAM. Dalam bidang pertanian, Bangli berhasil melaju ke nasional mewakili Bali melalui Kelompok Tani Budi Luhur di Desa Katung. ‘’Prestasi apa pun yang diraih Bangli adalah representasi dari rakyat itu sendiri,’’ ujar Bupati Bangli I Made Gianyar. (kmb40)
Ketua Umum PHDI Wisnu Bawa Tenaya
Wayan ’’Gendo’’ Suardana
BAGI Bali, keamanan tetaplah yang nomor satu. Mengingat, Pulau Dewata masih menggantungkan perekonomian dari sektor pariwisata. Keamanan tidak bisa didapat secara instan, harus ada sinergi dari semua komponen masyarakat. Bagaimana keamanan yang sudah berjalan baik di tahun 2016, bisa terus dipertahankan di tahun baru 2017. ‘’Kalau tiang lihat sepanjang 2016 dari aspek keamanan ini aman dan nyaman, turis juga tetap berdatangan, kondisi situasi di seluruh Bali tiang rasakan sangat nyaman buat mereka yang datang dan kita juga,’’ ujar Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Tenaya. Menurut Wisnu, kehidupan memang memiliki dinamikanya sendiri. Tetapi karakter masyarakat Bali harus tetap tegar. Karakter inilah yang perlu dipelihara dengan dinamika kehidupan sepanjang tahun. Baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. (kmb32)
KRIMINALISASI terhadap rakyat Bali, menjadi warna gelap hingga pengujung tahun 2016. Ironisnya, rakyat yang dikriminalisasi justru tengah berjuang menyelamatkan alam Bali dari tangan investor rakus. Dalam hal ini menolak reklamasi Teluk Benoa yang tak kunjung menemukan penyelesaian hingga memasuki tahun keempat. Koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) Wayan ‘’Gendo’’ Suardana mengatakan, proses kriminalisasi terhadap para pejuang tolak reklamasi memang cukup memprihatinkan. Mulai dari penggunaan Undangundang ITE hingga tuduhan kepada beberapa aktivis ForBALI yang merendahkan martabat bendera Merah Putih. Kriminalisasi untuk kasus bendera bahkan terus berlanjut hingga tutup tahun. Menurut Gendo, kasus reklamasi Teluk Benoa sebetulnya bisa dihentikan saat ini. Mengingat pada amdal, aspek sosial budaya sudah tidak memenuhi syarat. (kmb32)
Anggota DPD-RI Arya Wedakarna
Anggota DPR-RI Gde Sumarjaya Linggih
ORANG Bali khususnya umat Hindu harus tetap mempertahankan ideologi dan bangga dengan identitas ke-Bali-annya. Bagaimana agar Bali bisa sejajar, tidak saja dengan provinsi-provinsi lain tetapi juga sejajar dengan negara-negara tetangga. ‘’Walaupun kita memiliki misi nasional dan lokal, tetapi kita sebagai bagian dari global player tetap kita harus bangga dengan identitas ke-Bali-an yang itu kita ingin coba pertahankan ke depan,’’ ujar anggota DPD-RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Menurut Wedakarna, kedaulatan ekonomi juga harus dipertahankan ketika Bali menginginkan agama Hindu, kebudayaan, pertanian, pariwisata budaya, dan semua ruang lingkup kehidupan orang Bali tetap eksis. ‘’Bali tetap harus fight ke depan dan memerlukan banyak anak muda yang bisa menjadi diplomat dari suku bangsa Bali ini ke depan,’’ jelasnya. Wedakarna menambahkan, sebagian besar masalah yang dihadapi Bali akan bisa diselesaikan bila pulau ini memiliki rancangan undangundangnya sendiri. (kmb32)
BALI sebetulnya membutuhkan grand design pembangunan yang holistik. Namun, terkendala dengan adanya sistem otonomi daerah yang terfokus di kabupaten/kota. Menurut anggota DPRRI Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih, perlu ada cara persuasif agar grand design Bali secara menyeluruh bisa dilaksanakan tanpa melanggar aturan otonomi daerah. ‘’Salah satunya infrastruktur, bagaimana pertumbuhan di antara kota ini berimbang karena pertumbuhan di satu tempat saja tidak menarik. Artinya justru di dalam ilmu sosial itu disebutkan kalau terlalu tinggi pertumbuhan kemudian tidak dibarengi dengan pemerataan dan pelaku baru, di sinilah disebut pemiskinan,’’ ujar pria yang akrab disapa Demer ini. Demer menjelaskan, pertumbuhan tinggi biasanya dibarengi dengan inflasi tinggi yang berarti hargaharga juga ikut naik. Saat kenaikan harga di suatu daerah tidak dibarengi dengan pelakunya dari orang Bali sendiri, di sinilah yang sebenarnya disebut pemiskinan. Belum lagi ditambah dengan urbanisasi yang luar biasa dari Bali Utara, Barat, dan Timur menuju ke Bali Selatan.(kmb32)
Wali Kota Denpasar IB Rai Mantra
Ketua PHRI Bali Cok Ace
’ Master Plan’’ Pembangunan Bali Perlu Dievaluasi Pertahankan Status Geopark Kaldera Batur
Keamanan Bali Nomor Satu Rakyat Hadapi Ancaman Kriminalisasi
Harus Pertahankan Identitas Ke-Bali-an Bali Perlu ’’Grand Design’’
Bertekad Tingkatkan Daya Saing
Berbanding Terbalik
DAYA saing warga lokal perlu ditingkatkan agar eksis menghadapi persaingan global. Wali Kota Denpasar IB Rai Mantra berkomitmen untuk itu. Ia tidak ingin warganya seperti ‘’ayam mati di lumbung’’. Artinya, pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi tidak dinikmati warga lokalnya. ‘’Saya ingin seperti Pasar Sindu, mampu berkompetisi di dunia global. Daya saing lokal ini artinya masyarakat terlibat langsung, terkoneksi, sehingga bisa menikmati pertumbuhan ekonomi yang tinggi,’’ ujarnya. Apa persoalan kota yang perlu mendapat penanganan? Sejak dilantik kembali per Februari 2016, Rai Mantra fokus menangani masalah lingkungan. Salah satunya sampah. Pola penanganan sampah yang sebelumnya lebih dominan dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan, kini dialihkan bebannya ke desa/kelurahan. (ara)
PARIWISATA Bali menunjukkan tren peningkatan dari segi kuantitas wisatawan sepanjang 2016. Dari target 4,4 juta wisatawan mancanegara, sampai akhir bulan Oktober saja sudah tembus 4 juta lebih atau naik sekitar 20% dari periode sebelumnya. Hal menarik lain, tahun ini juga mulai tampak adanya pergeseran asal wisatawan yang datang ke Pulau Dewata. ‘’Tahun ini Cina sudah hampir mendominasi kunjungan wisatawan ke Bali,’’ ujar Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Pria yang akrab disapa Cok Ace ini menambahkan, kunjungan wisatawan dari segi jumlah memang terbilang menggembirakan. Tapi kalau kita melihat lama tinggal, ini yang agak mengkhawatirkan. Dari data BPS dulu 3,9 sekarang menurun ke 3,1 hari per kunjungan wisatawan. (kmb32)
Bupati Tabanan Eka Wiryastuti
Bupati Badung Giri Prasta
TABANAN masih fokus meningkatkan infrastruktur dan pembangunan sektor pertanian tahun 2017. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, masih ada infrastruktur jalan yang memerlukan perbaikan. Selama memimpin, sudah ada 63 persen jalan kabupaten diperbaiki. ‘’Tentu masih ada yang belum tersentuh dan saya harap masyarakat bisa bersabar karena nanti pasti akan tercapai secara bertahap, mengingat PAD Tabanan tidak besar,’’ ujarnya. Ia pun mengajak masyarakat ikut serta membangun infrastruktur jalan lewat program partisipatif berupa pembangunan jalan beton pedesaan. ‘’Pemerintah yang menyediakan bahan, masyarakat yang mengerjakan. Program ini bahkan mendapatkan penghargaan dari Kementerian PU karena satu-satunya yang melibatkan rakyat dalam pengerjaannya,’’ ujar Eka. (kmb24)
MASYARAKAT sejahtera menjadi impian Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Mimpi ini akan diwujudkan di tahun 2017 bersama-sama dengan legislatif. ‘’Target kami cuma satu, bagaimana kami pasangan Giriasa (Giri Prasta-Suiasa) bersama-sama DPRD dan SKPD menyejahterakan rakyat Badung,’’ katanya. Selain tingkat kesejahteraan masyarakat, Bupati Giri Prasta juga mengacu pada indeks kebahagiaan sebagai salah satu bahan pengambilan kebijakan. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), aspek yang merefleksikan tingkat kebahagiaan meliputi kepuasan terhadap kesehatan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan rumah tangga, hubungan sosial, kondisi rumah, keadaan lingkungan, dan kondisi keamanan. Target tersebut, akan diwujudtahun 2017. (par)
Fokus Pertanian dan Infrastruktur Sejahterakan Masyarakat
Berita selengkapnya baca di balipost.com dan videonya bisa diakses melalui https://www.youtube.com/c/newsbalitv
20 HALAMAN
NOMOR 132 TAHUN KE 69
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (152 rb Like) http://facebook.com/balipost
sabtu kliwon,
31 desember 2016
Angkatan kerja di bali
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Pilot ’’Mabuk’’ Dipecat Dua Petinggi Citilink Mundur
Agustus 2016 Jumlah 2,46 juta Sudah Bekerja 2,42 juta
Jam Kerja
Jakarta (Bali Post) – Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia memecat pilot penerbangan QG 800 yang diduga mabuk saat bertugas dan menyebabkan terlambatnya penerbangan Surabaya-Jakarta pada 28 Desember 2016. ‘’Berdasarkan penelusuran dan juga laporan yang diterima, manajemen Citilink Indonesia sampai pada satu sikap terkait dengan peristiwa tersebut. Citilink mengambil tindakan tegas berupa pemutusan hubungan kerja terhadap pilot yang bersangkutan,’’ kata Direktur Utama Citilink Indonesia Albert Burhan, Jumat (30/12) kemarin.
> 35 Jam
< 35 Jam
78,78%
Hal. 19 Kesalahan Berat
21,22%
Sektor Pekerjaan Jasa 433,38 Ribu Orang
17,93% 30,16% 20,95%
Perdagangan & Pariwisata 728,76 Ribu Orang Pertanian 506,25 Ribu Orang Pusat Data Bali Post
Generasi Muda Bali Makin Terdesak PENUMPUKAN tenaga kerja kini menjadi masalah serius. Tingginya jumlah lulusan yang tak terserap akan menjadi masalah serius bagi masa depan bangsa. Di Bali, penumpukan tenaga kerja juga terjadi. Bahkan, generasi Bali terancam terdesak. Kondisi ini dimungkinkan oleh karakter generasi pekerja Bali yang masih enggan melakukan ekspansi dan minim kecakapan komunikasi. Tak hanya itu, tenaga kerja Bali juga dikenal tak memiliki komitmen waktu yang ideal sebagai salah satu indikator pekerja profesional. Ketiga indikator kelemahan daya saing tenaga kerja lokal ini akan membuat generasi muda Bali berpotensi tersisih dalam merebut pasar kerja. Tenaga kerja Bali yang cenderung menunggu pekerjaan dan memilih job akan membuatnya menjadi penunggu yang abadi. ‘’Angkatan kerja di Bali akan menumpuk jika mentalitas untuk menjadi orang profesi tak dibangun. Generasi emas Bali harus berbenah,’’ papar Guru Besar Universitas Udayana Prof. Dr. Ramantha. Hal. 19 Tenaga Kerja
Bali Post/ant
PILOT - President & CEO Citilink Albert Burhan (kanan) didampingi VP Flight Operation Citilink Capt. Fatahullah memberikan klarifikasi terkait pilot Citilink yang diduga mabuk, Jumat (30/12) kemarin.
Penumpang Minta Pilot Diganti
Tidak Terbit Tanggal 1 Januari 2017 yang juga merupakan hari libur nasional, Harian Umum Bali Post tidak terbit. Bali Post terbit kembali seperti biasa pada Senin (2/1). Untuk itu kepada pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit
(Jakarta). Pesawat yang digunakan adalah Airbus A320 dengan jumlah penumpang 152 dewasa, sembilan anak-anak dan dua bayi. Kapten pilot yang bertugas adalah Capt. Tekad Purna dengan Co-pilot (FO) Bayu Segara, sedangkan pramugari (Flight Attendant) adalah Rigke Mutya, Anggita Nur, Gunung D dan Ling Radia. Hal. 19 Kurang Jelas
KPK Tangkap Bupati Klaten
PDI-P Langsung Pecat Sri Hartini Jakarta (Bali Post) – KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten Sri Hartini. ‘’Benar salah satunya (Bupati Klaten),’’ kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Jumat (30/12) kemarin. Agus belum menjelaskan siapa saja pihak lain yang diamankan dan kasus apa yang melilit mantan Wakil Bupati Klaten itu. Namun, informasi yang beredar, OTT ini terkait dengan mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Klaten. Namun, informasi itu belum terkonfirmasi ke KPK. Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap Bupati Klaten Sri Hartini, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui operasi tangkap tangan. Hal. 19 Tegakkan Disiplin
Melawan Kanibalisme MENGANTISIPASI penumpukan tenaga kerja lokal, Bali harus bergerak cepat. Langkah ini selain menjaga stabilitas ekonomi juga akan memberikan kontribusi terhadap pewarisan budaya Bali. Konsorsium juga akan menjadi ruang bagi generasi emas Bali untuk bangkit dan melawaan kanibalisme terhadap pengusaha lokal. Pandangan ini dilontarkan pengamat ekonomi Viraguna Bagoes Oka. Kepada Bali Post, ia mengatakan di tengah kelesuan ekonomi dan meningkatnya angka pengangguran harapan bagi pertumbuhan ekonomi Bali 2017 tetap dimungkinkan. Unsur budaya dan magisnya karisma Bali tetap menjadi karakteristik yang mendukung ketahanan ekonomi Bali. Ia mengatakan, walaupun properti dan investasi fixed asset mengalami kelesuan drastis dalam enam bulan terakhir yang hingga kini masih berlangsung, tetapi daya tarik investor spekulan dan investor pemburu prestise masih melihat Bali sebagai tujuan terbaik untuk usaha spekulasi dan prestise tersebut. Hal. 19 Lembaga Keuangan
KASUS Citilink berawal dari protes penumpang, saat pilot memberi pengumuman kepada penumpang. Ketika itu suara pilot dinilai tak jelas. Ini pula yang dilaporkan manajemen Citilink kepada Dirjen Perhubungan Udara. Tertulis bahwa penerbangan pagi itu jadwal keberangkatannya pukul 05.15 WIB dengan nomor penerbangan QG 800 rute Bandara Juanda (Surabaya) menuju Bandara Halim Perdanakusuma
Bali Post/ant
BAWA BERKAS - Sejumlah anggota KPK membawa berkas yang diduga barang bukti terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten Sri Hartini di rumah dinas Bupati Klaten, Jawa Tengah, Jumat (30/12) kemarin.
Reklamasi Vs Pertanian
Dulu, pertanian Bali termasyhur. Kini tergusur Tak banyak yang peduli Semuanya mengejar investasi Menjual Bali.
BALI kini berada di persimpangan. Pariwisata tak lagi menjadikan budaya sebagai ikonnya. Pertanian apalagi. Lahan yang subur telah berubah menjadi vila, hotel, restoran dan resort. Semuanya berdalih demi kesejahteraan rakyat. Tak ada yang mampu mengerem. Investasi ke Bali bak air bah. Menyingkirkan segala rintangan. Termasuk ‘’menggusur’’ kebijakan pemerintah. Reklamasi salah satunya. Perpres No. 45 Tahun 2011 yang menetapkan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi sontak diganti dengan Perpres 51/2014. Sangat mudah. Ibarat membalikkan telapak tangan. Masyarakat Bali pun menolak. Bangkit menyuarakan penyelamatan alam Bali. Namun tak kuasa. Tembok besar masih berdiri tegak. Perjuangan masyarakat Bali menolak reklamasi
pun belum membuahkan hasil. Namun, mereka bertekad tak menyerah. Berjuang sampai raga tak lagi mampu bergerak. Menyelamatkan Bali tak sekadar menolak reklamasi. Pertanian yang menjadi napas budaya Bali, juga perlu uluran tangan. Pertanian juga perlu diselamatkan. Menyelamatkan pertanian, berarti menyelamatkan ibu pertiwi; gumi Bali. Fakta telah menunjukkan, pertanian tak lagi menjadi daya tarik masyarakat Bali. Generasi muda apalagi. Mereka menjauhi sektor yang pernah menjadi unggulan Bali. Alasannya sederhana. Pertanian tak menguntungkan. Bukan karena kerja di lumpur. Bukan! Hasil yang didapatkan tak sesuai dengan kerja dan biaya yang dikeluarkan. Pemerintah masih setengah-setengah hadir untuk menyelamatkan sektor pertanian.
Kalau toh ada, hanya memberi bantuan pupuk dan bibit. Tidak memberikan solusi untuk memecahkan persoalan petani yang telah kasat mata. Semua mengetahui, petani Bali menghadapi masalah pascapanen. Petani perlu pendampingan ketika komoditi yang dihasilkan melimpah. Ketika panen raya tiba, petani bukannya untung tetapi buntung. Itulah yang menjadi persoalan mendasar pertanian Bali. Sebenarnya pemerintah sudah tahu solusi yang harus diambil. Sektor hilir harus digarap. Kepastian harga dasar juga harus ada. Pengolahan hasil pertanian dengan sentuhan teknolgi juga salah satu jawabannya. Demikian punya penyediaan cold storage, juga menjadi sebuah keharusan. Hal. 19 Pihak Swasta
DENPASAR
4
Sabtu Kliwon, 31 Desember 2016
FIGUR Hadiah Berani Ngibing SELALU ada kejutan dan inovasi, itu salah satu kelebihan Kapolres Badung AKBP Ruddi Setiawan saat menggelar suatu kegiatan. Seperti saat apel memperingati HUT ke-36 Satpam, Kapolres menghibur peserta apel dan undangan dengan tarian joged bumbung di Mapolres Badung, Jumat (30/12) kemarin. Bahkan, Ruddi mendapat kesempatan pertama ngibing. Riuh tepuk tangan penonton membuat Kapolres asal Madura, Jawa Timur ini semakin semangat. ‘’Tarian tradisional Bali harus dilestarikan dan ditampilkan supaya generasi muda kita tahu tarian ini,’’ ujarnya. Tak hanya itu, mantan Kapolsek Penjaringan, Jakarta Utara ini memberi hadiah kepada peserta apel yang berani ngibing. ‘’Saya berharap anggota satpam ke depan lebih profesional, siap bersaing, memegang teguh kode etik dan kehormatan anggota satpam. Satpam juga harus tegas, cermat, waspada dan mampu mendeteksi adanya potensi gangguan kamtibmas,’’ ujarnya. (rah)
Tempat Dugem Di-’’sweeping’’, Tujuh Positif SS dan Ekstasi
Denpasar (Bali Post) Tim gabungan dari Polda Bali, TNI, BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Bali dan BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) Badung melakukan sweeping di tempat dugem (hiburam malam) di wilayah Denpasar dan Badung, Kamis (29/12) hingga Jumat (30/12) kemarin. Dari 33 orang yang dites urine, tujuh positif mengonsumsi sabusabu (SS) dan ekstasi. Selanjutnya, mereka akan direhabilitasi di BNNP Bali. Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Pol. M. Arief Ramdhani memimpin tim gabungan yang melibatkan 203 orang dari Direktorat Reserse Narkoba, Direktorat Sabhara, Sat. Brimob, Direktorat Intelkam, Bid. Propam, Bid. Dokkes, Bid. Humas, BNNP Bali, BNNK Badung dan Polisi Militer. ‘’Ini salah satu upaya Polda Bali menjaga situasi wilayah agar tetap aman dan kondusif,’’ ujar Kombes Arief. Tempat hiburan malam yang disasar yaitu Akasaka, New Star, Kafe Pandawa, Boshe dan Dee Jay Cafe. Semua anggota yang melaksanakan pemeriksaan secara teliti terhadap pengunjung, karyawan dan waitress. Termasuk barang bawaan serta dilakukan tes urine langsung terhadap orang-orang yang dicurigai penyalah guna narkoba. Lebih lanjut, Arief mengungkapkan, tujuan pelaksanaan razia tersebut untuk mencegah peredaran narkotika di wilayah hukum Polda Bali. Biasanya para pengedar narkoba memanfaatkan momen perayaan malam Tahun Baru 2017 untuk memasok barang haram tersebut dalam skala besar. Kabid Berantas BNNP Bali AKBP Ketut Arta yang ikut kegiatan itu menyatakan, di Kafe New Star dari 12 orang dites urine hasil negatif semua. Di Boshe dari 3 orang yang dites urine, hasilnya 1 positif SS dan ineks. Di Dee Jay Cafe dari 5 orang dites urine, hasilnya 4 positif SS dan ekstasi. Di Diskotek Akasaka dari 9 orang dites urine, hasilnya 2 positif SS dan ineks dan Kafe Pandawa dari 5 orang dites urine, hasilnya negatif. ‘’Dalam operasi ini personel BNNP Bali 15 orang dan BNNK Badung 5 orang. Operasi seperti ini akan terus dilanjutan sebagai upaya pencegahan dan menekan peredaran narkoba di Bali,’’ ujarnya. (kmb36)
Bali Post/ist
OPERASI - Tim gabungan saat menggelar operasi narkoba di tempat hiburan malam.
Selama Tujuh Tahun
Anggaran JKBM Tembus Rp 1,9 Triliun
Denpasar (Bali Post) Selama tujuh tahun berjalannya Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yaitu sejak tahun 2010, biaya yang dihabiskan untuk pembayaran klaim pasien JKBM tembus Rp 1,9 triliun. Dilihat dari jumlah kunjungan (bukan orang) selama tujuh thaun yaitu 13,3 juta pengguna JKBM, yang berarti dalam setahun hampir 2 juta kunjungan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM., Kamis (29/12). Lonjakan kunjungan tertinggi terjadi pada tahun 2013 yaitu 2.327.045 dan 2014 yaitu 2.458.463. ‘’Itu yang paling tinggi lonjakannya tahun 2014 yaitu 2.458.463, dan klaim tertinggi juga tahun 2014 yaitu Rp 421 miliar,’’ ujarnya. Menurutnya, JKBM ini sangat membantu khususnya masyarakat yang berpendapatan rendah. ‘’Sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah yang hidupnya perlu disupport pemerintah kalau mereka sakit,’’ imbuhnya. Namun kini menjelang memasuki tahun 2017, JKBM pun telah terintegrasi dengan JKN. (kmb42)
085 100 400 391, (0361) 819446
FM 96,5
Topik : HARAPAN TAHUN 2017 Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
Bali Post/ara
RAMAI - Suasana stan kuliner yang ramai dikunjungi pada Denfest ke-9 ini.
Denfest Ke-9
Pengunjung Keluhkan Harga Kuliner
KEGIATAN Denpasar Festival (Denfest) ke-9 telah berlangsung sejak Rabu (28/12) lalu dan akan berakhir Sabtu (31/12) hari ini. Ribuan pengunjung memadati kegiatan akhir tahun 2016 ini. Persoalan klasik masih mewarnai hajatan yang menelan biaya Rp 2 miliar ini. Salah satunya yakni harga kuliner masih menjadi keluhan pengunjung. Padahal, stan kuliner yang ditempati pedagang tidak dipungut biaya alias gratis.
Salah seorang pengunjung, Ketut Merta, yang ditemui Jumat (30/12) kemarin mengaku cukup terkejut dengan hargaharga kuliner yang mencekik leher. Ia mengaku membeli dua porsi makanan khas Bali dengan harga Rp 50.000. Karena tidak percaya, ia kembali membeli dua minuman air mineral ukuran 200 ml dengan harga Rp 5.000. ‘’Saya berasumsi rata-rata harga kuliner di Denfest cukup mahal,’’ ujarnya.
Pengunjung lainnya, Kadek Novi, juga mengakui hargaharga kuliner masih cukup mahal. Jauh lebih tinggi dari harga biasanya di warungwarung mereka berjualan sehari-hari. ‘’Seharusnya harganya tidak naik, karena stan bebas. Tanpa harga naik pun mereka sudah untung banyak, karena pembeli cukup ramai sambil melihat-lihat kegiatan di Denfest,’’ ujar pengunjung asal Gianyar yang bekerja di
Denpasar ini. Kedua pengunjung ini berharap dalam hajatan Denfest mendatang harga kuliner bisa dipantau. Paling tidak, bisa seperti yang dilakukan oleh para pedagang atau restoran dan hotel saat Sanur Village Festival. Pada kegiatan yang berlangsung di Sanur itu, hargaharga makanan yang disajikan masing-masing stan hotel atau restoran di bawah harga normal. Karena lebih murah, warga pun
bisa menikmati makanan internasional dengan harga yang terjangkau. Sebelumnya, Sekretaris Panitia Denfest ke-9 I Made Saryawan menyatakan akan memperhatikan masalah hargaharga kuliner. Ia mengatakan, setiap pedagang wajib menyediakan lis harga. Bahkan bila ada yang melanggar, akan dikenai sanksi dan tidak bisa lagi ikut dalam Denfest berikutnya. (ara)
Terkait Penyertaan Modal ke PD Pasar
Demokrat Tuding Pemkot Tak Konsisten
Denpasar (Bali Post) -
Penyertaan modal senilai Rp 51 miliar sebagaimana yang telah disetujui DPRD Denpasar dengan cara voting, meninggalkan banyak pertanyaan. Mengingat dari lima fraksi yang ada, dua fraksi yang belum setuju, yakni Fraksi Demokrat dan Fraksi Golkar. Ada banyak alasan mengapa Demokrat belum menyetujui pengesahan Ranperda Penyertaan Modal dimaksud. Dalam pandangan umum akhir, fraksi ini menyebutkan tujuh alasan mendasar yang menyebabkan fraksi ini bersikap berbeda dengan tiga fraksi lainnya, yakni PDI-P, Hanura dan Gerindra. Demokrat menilai Pemkot Denpasar tidak konsisten dengan pola yang diterapkan dalam pemanfaatan aset daerah. Hal ini diungkapkan I Made Sukarmana, S.H. saat membacakan pandangan umum akhir Fraksi Demokrat dalam sidang paripurna ke-22 DPRD Denpasar masa persidangan III di gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Kamis (29/12). Dalam pandangan fraksi ini, penggunaan pola penyerahan aset bangunan sebagai penyertaan modal kepada PD Pasar tidak diikuti dengan penyerahan aset tanahnya. Kondisi ini mengindikasikan pemerintah tidak konsisten dalam pemanfaatan aset daerah. Selain itu, belum ada penilaian terhadap nilai aset bangunan yang akan diserahkan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Alasan lainnya, bila penyertaan modal ini dilakukan maka akan terjadi penurunan kinerja perusahaan dan penurunan laba bersih yang diperoleh PD Pasar. Sementara itu, Putu Oka Mahendra dari Fraksi Golkar menyatakan bila penyertaan modal senilai Rp 51 miliar dengan pendapatan PD Pasar Rp 396 juta per tahun dan penyusutan nilai aset 5 persen per tahun atau sebesar Rp 2,5 miliar, maka akan terjadi kerugian pada PD Pasar Rp 2,1 miliar per tahun.
Dampak lainnya, yakni harga sewa los akan tinggi. Sidang paripurna ke-21 DPRD Denpasar masa persidangan ketiga dengan agenda penyampaian pandangan umum akhir fraksi terhadap Ranperda Penyertaan Modal kepada PD Pasar, Kamis (29/12) memang berjalan alot. Hal ini dipicu oleh pandangan umum akhir dua fraksi, yakni Demokrat dan Golkar tidak menyetujui pengesahan ranperda tersebut. Karena itu, pimpinan sidang I Gusti Ngurah Gede menskors sidang selama 30 menit lebih, setelah kelima fraksi yakni PDI-P, Golkar, Demokrat, Hanura dan Gerindra menyampaikan pandangan akhirnya. Sidang paripurna dihadiri 43 orang anggota dewan, Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Sekda AAN Rai Iswara, forum koordinasi pimpinan daerah, pimpinan SKPD di lingkungan Pemkot Denpasar, serta instansi terkait lainnya. Tiga fraksi yakni PDI-P, Hanura dan Gerindra dalam pandangan umum akhirnya menyatakan setuju Ranperda tentang Penyertaan Modal kepada PD Pasar disahkan menjadi perda, sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. ‘’Penyertaan modal ini merupakan pilihan terbaik untuk menyelamatkan rakyat kecil,’’ ujar Ketut Suteja Kumara dari Fraksi PDI-P. Hal senada juga diungkapkan juru bicara Fraksi Hanura A.A. Made Sumenadi dan juru bicara Fraksi Gerindra Kompyang Gede. Namun, dua fraksi lainnya yakni
Demokrat dan Golkar menilai perlu kajian yang lebih mendalam terhadap rancangan perda ini. Terlebih, beberapa alternatif yang memungkinkan diterapkan. ‘’Atas beberapa argumentasi yang kami miliki, Demokrat saat ini belum dapat menyetujui Ranperda tentang Penyertaan Modal kepada PD Pasar,’’ ujar juru bicara Demokrat I Made Sukarmana, S.H. Fraksi Golkar melalui juru bicaranya Putu Oka Mahendra juga sependapat dengan Demokrat. Golkar meminta agar pengesahan ranperda ini ditunda sebelum dilakukan pembahasan secara mendalam. Atas sikap dua fraksi ini, pimpinan dewan melakukan lobi-lobi antarpimpinan. Di saat pimpinan melakukan lobi, sejumlah anggota dewan sempat menerima whatsapp untuk melakukan walkout bila dilakukan voting. Namun, rencana itu tidak dilakukan dan saat dilakukan voting semua dewan yang hadir, 43 orang dari 45 anggota, semua ikut. Dua dewan tidak ikut sidang karena sedang ada tugas dinas. Voting dilakukan dengan cara berdiri untuk setuju dan tetap duduk bagi yang tidak setuju per fraksi. Giliran pertama yang ditanya, yakni Demokrat, semua tetap duduk. Demikian pula Golkar, tidak ada yang berdiri. Berbeda dengan anggota tiga fraksi lainnya, semuanya berdiri pertanda setuju. Sehingga setelah dihitung, jumlah dewan setuju sebanyak 30 orang dan 13 orang tidak setuju. ‘’Dengan jumlah ini, maka ranperda ini kami sahkan menjadi perda,’’ ujar pimpinan sidang yang juga Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
20 Persen Masyarakat Tak Mampu Belum Ter-’’cover’’ BPJS
Denpasar (Bali Post) – Meskipun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah menandatangani kesepakatan integrasi JKBM ke JKN-KIS, hingga kini diprediksi masih ada masyarakat yang tercecer, belum terdaftar menjadi peserta JKN-KIS dengan penyelenggara BPJS Kesehatan. ‘’Dari laporan di lapangan, masih ada masyarakat yang tercecer, belum terdaftar menjadi peserta BPJS. Saya masih menerima laporan dari masyarakat bahwa masih ada, faktanya dia tidak mampu, tapi mereka tidak masuk dalam catatan yang dirilis oleh TNP2K,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM., belum lama ini. Meski pihaknya tidak mengetahui persis datanya, namun jika melihat data di BPJS Kesehatan, yang telah tervalidasi telah mencapai 80 persen. Artinya, masih ada sekitar 20 persen data TNP2K itu belum tervalidasi, mungkin pindah, meninggal, di lapangan tidak ada, tidak ketemu dan sebagainya. Sehingga masih ada kuota setelah dilakukan verivaly, masih belum terpenuhi. ‘’Oleh karena itu, walaupun ini merupakan kewenangan Dinas Sosial, saya minta teman-teman Dinas Sosial agar bisa memvalidasi secara faktual. Kalau memang benar-benar ditemukan ada masyarakat miskin yang tidak ter-cover agar kepala desa membuat surat pernyataan bahwa mereka memang benar-benar miskin dan memerlukan bantuan,’’ jelasnya. Masyarakat tersebut dimasukkan ke dalam data Dinas Sosial kabupaten/kota dan bisa dimasukkan sebagai pengganti dari masyarakat yang didata oleh TNP2K namun tidak memenuhi syarat penerima bantuan (setelah dilakukan validasi sebelumnya). Informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempercepat terpenuhinya kuota 400.749 jiwa, masyarakat penerima bantuan iuran (PBI). Masyarakat yang menjadi penerima bantuan iuran (PBI) dari pemerintah adalah masyarakat dengan kluster 40 persen penghasilan terendah berdasarkan data TNP2K. Dari 4,1 juta penduduk Bali, 1,7 juta merupakan penduduk dengan penghasilan terendah. Dari 1,7 juta tersebut, pemerintah pusat meng-cover 935.190 jiwa sebagai PBI Pusat. Sisanya, 811.876 jiwa menjadi tanggungan pemerintah daerah sebagai PBI daerah. ‘’Kemudian dikurangi dengan masyarakat yang sudah di-cover dengan jaminan lain misalnya sudah PNS, pegawai swasta yang sudah dijamin oleh perusahaan dan ada juga yang mandiri, sehingga masih menyisakan 428.967 jiwa yang belum mendapat jaminan dari 40 persen penduduk dengan penghasilan terendah,’’ paparnya. Dari 428.967 dikurangi penduduk Badung, mengingat Pemkab Badung meng-cover semua masyarakatnya melalui KBS, maka tersisa 400.749 jiwa. ‘’Ini sudah ada pesertanya, sudah divalidasi oleh Dinas Sosial kabupaten/kota,’’ ujarnya. (kmb42)
2016, BPPTSP dan PM Layani 6.587 Izin Kepala BKPM Ingin ’’Nyontek’’
TERBENTUKNYA Graha Sewaka Dharma di Lumintang yang dirintis Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara, seluruh pelayanan publik di Kota Denpasar disatukan di tempat ini. Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal (BPPTSP dan PM) Kota Denpasar ini telah menjadi magnet para pejabat yang mengunjungi daerah ini. Pada pengujung tahun 2016, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Thomas Lembong berkesempatan mengunjungi BPPTSP dan PM Kota Denpasar, Jumat (30/12) kemarin di Graha Sewaka Dharma, Lumintang. Didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mewakili Wali Kota Rai Mantra, kunjungan Thomas Lembong meninjau satu per satu counter dan alur pelayanan BPPTSP Denpasar. ‘’Dari segi penataan, Badan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Denpasar paling baik, saya datang ingin mencontek ini dan akan menjadikan sistem pelayanan ini sebagai percontohan Nasional,’’ ujar Thomas Lembong. Di samping itu, Thomas Lembong juga menyampaikan pelayanan terpadu satu pintu Denpasar dengan ruang akses yang memadai memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Ada akses khusus bagi penyandang disabilitas dengan tempat duduk khusus bagi lansia, tentunya ini menjadi hal yang baik yang harus ditiru. Dalam kunjungannya ini, ia ingin mengetahui berbagai program yang berkaitan dengan penanaman modal di pemerintah daerah. Lewat kunjungan ini ia dapat melihat langsung dan mencari ide-ide dalam pembenahan pelayanan di BKPM Pusat. ‘’BPPTSP Denpasar paling bagus, patut kita tiru untuk pelayanan
publik lebih baik lagi,’’ ujarnya. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara didampigi Plt. Kepala BPPTSP dan PM Denpasar I Kadek Kusuma Diputra mengatakan, pelayanan perizinan yang telah dilayani BPPTSP dan PM pada triwulan I dan II tahun 2016 mencapai 6.587 izin. Pelayanan perizinan ini didominasi perdagangan dan industri sebanyak 2.436 izin yang terdiri dari izin baru sebanyak 1.910 dan daftar ulang sebanyak 526. Selanjutnya, izin bidang tempat usaha dan gangguan terbit sebanyak 1.817, terdiri dari izin baru berjumlah 906 dan daftar ulang sebanyak 726 izin. Rai Iswara juga menjelaskan, dalam memberikan kemudahan dan meningkatkan kinerja layanan kepada masyarakat, BPPTSP dan PM juga membuat program inovasi. Antara lain, perizinan sistem paket, pelayanan perizinan keliling (mobil service),
penyederhanaan pelayanan perizinan, perizinan One Day Service,
SMS Gateway dan layanan siap antar. (ara)
Bali Post/ist
BPPTSP - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Thomas Lembong berkesempatan mengunjungi BPPTSP dan PM Kota Denpasar, Jumat (30/12) kemarin, di Graha Sewaka Dharma, Lumintang.
Badung
Sabtu Kliwon, 31 Desember 2016
5
Terbentur Permen Terkait Pungutan
Sekolah Gratis Terancam Batal Mangupura (Bali Post) –
Sekolah gratis untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berstatus negeri di Kabupaten Badung, terancam batal. Pasalnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Mujahir Effendy berencana merombak aturan yang melarang sekolah menarik pungutan. Bahkan, upaya tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Menteri (Permen) terkait pungutan di tiap-tiap sekolah. Pungutan tersebut nantinya akan bersifat resmi sesuai yang tertuang dalam Permen.
Bali Post/par
JEBOL - Kondisi salah satu bendungan di kawasan Badung Utara jebol akibat gerusan banjir dan longsor.
Belasan Bendungan Jebol di Badung Utara
Mangupura (Bali Post) Banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem yang terjadi sebulan terakhir, mengakibatkan belasan bendungan jebol. Belasan bendungan yang rusak ini berlokasi di kawasan Badung Utara. Bencana longsor dan banjir pada 21 Desember lalu telah menimbulkan kerusakan di 12 titik bendungan yang ada di Badung Utara. ‘’Ya... cuaca ekstrem telah menyebabkan bencana. Dua belas bendungan kita kena dampak dengan kerusakan yang berbeda,’’ ujar Kabid Pengairan Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Badung Anak Agung Dalem saat dimintai konfirmasi, Jumat (30/12) kemarin. Menurutnya, dari belasan bendunga yang rusak, tiga di antaranya mengalami kerusakan paling parah, yakni Bendungan Nungnung 1, Bendungan Nungnung 2, dan Bendungan Bukian. Kerusakan ini disinyalir akibat banyak batang kayu dan
sampah hutan yang menyumbat bangunan bendungan. ‘’Yang lain (bendungan - red) ada yang tertutup longsoran hingga air tak bisa mengalir. Untuk yang hanya kena longsoran dan tertimbun, kami sudah kerahkan tenaga untuk melakukan penggalian dan pembersihan,’’ terangnya. Upaya penggalian dan pembersihan, kata Gung Dalem, pihaknya banyak dibantu oleh masyarakat setempat sehingga cepat teratasi. Untuk bendungan yang mengalami rusak ringan, akan segera diperbaiki melalui dana pemeliharaan. Hanya, masyarakat diharapkan bersabar karena terlebih dahulu pihaknya harus melalukan lelang bahan atau material bangunan. ‘’Karena lokasinya banyak, kami banyak dibantu oleh krama subak yang bergotong royong ke lokasi bendungan. Kami berusaha akan mengalirkan air dengan cara-cara darurat, mungkin dengan pipa atau sand bag. Yang penting, air bisa mengalir
dulu,’’ jelasnya. Terkait bendungan yang mengalami kerusakan parah, kata Gung Dalem, telah dilakukan perbaikan dengan memanfaatkan dana tidak terduga. Sebab, saat bencana, telah merusak pipa air bersih dan bersamaan memutus gorong-gorong jalan di Petang, termasuk beberapa pura. ‘’Mungkin penanganannya akan jadi satu memanfaatkan dana bencana atau dana tak terduga,’’ sebutnya seraya menambahkan, pihaknya tengah menghitung kebutuhan dana. ‘’Saya perkirakan perbaikan akan menghabikan Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar,’’ pungkasnya. Berdasarkan data yang terkumpul, belasan bendungan yang mengalami kerusakan di antaranya Bendung anTirta Yasa, Bendungan Tirta Mangu, Pangsut Sari, Pinikit, Suplesi Babakan Bengkel, Buangga Atas, Buangga Bawah, Puitan, Plaga, Bukian I, Bukian II, Nungnung I, Nungnung II. (kmb27)
Tak Bisa Bahasa Inggris
Sindikat Pembobol ATM Sulit Diperiksa Mangupura (Bali Post) Setelah ditangkap di wilayah Kuta, sindikat pembobol ATM asal Turki ditahan di Mapolresta Denpasar. Namun, penyidik kesulitan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Hikmet Ozturk (46), Ali Riza Gorsoy (38) dan Ulvi Turker (30). Pasalnya, para pelaku ini tidak bisa berbahasa Inggris. Untuk itu, penyidik masih menunggu Konsulat Turki. ‘’Perannya ada yang pasang scammer, mendeteksi data yang terekam menggunakan laptop di hotel. Data nasabah saat transaksi terekam sehingga mereka dengan mudah mengambil uang nasabah bank,’’ ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo didampingi Kasat Reskrim Kompol Reinhard, Jumat (30/12) kemarin. Terkait kerugian, Kapolresta belum bisa memastikan karena saat ditangkap, pelaku dipergoki baru pasang scam-
mer. Selain itu, belum ada korban yang melapor terkait kasus tersebut. ‘’Mereka di Bali sejak September lalu, tetapi sempat pulang ke negaranya, lalu balik lagi ke Bali. Kami belum menerima ada laporan dari korban sehingga belum tahu kerugiannya,’’ ujar Hadi Purnomo. Oleh karena itu, pihaknya masih menunggu informasi dari BNI jika ada nasabahnya yang tabungannya dibobol. ‘’Kami masih koordinasi dengan pihak bank. Untuk tersangka, belum bisa dikorek keterangannya karena terkendala bahasa,’’ tegas Kompol Reinhard. Barang bukti yang diamankan yaitu dua scammer, dua laptop, tiga hardisk eksternal, enam kotak hitam diduga router dan empat kanopi mesin ATM. Sebelumnya, tim Jatanras Sat. Reskrim Polresta Denpasar menangkap sindikat pembobol ATM asal Turki, Hikmet Ozturk (46) Ali Riza
Gorsoy (38) dan Ulvi Turker (30), Rabu (28/12) lalu. Mereka ditangkap di ATM Mambership BNI di Jalan Dewi Sri, Kuta dan dua hotel di Kuta. Awalnya tiga karyawan BNI disuruh pimpinannya melakukan pengintaian di ATM Mambership BNI di Jalan Dewi Sri, Kuta, karena ada informasi ditemukan sebuah scammer yang terpasang di ATM tersebut. Sesampai di lokasi dan dilakukan pengecekan oleh karyawan BNI bernama Oka Putra, ditemukan scammer yang bukan milik bank. Sekitar pukul 20.35 Wita, datang seorang turis asing yang mencurigakan pura-pura menelepon lalu masuk ke toko. Setelah itu, datang lagi turis asing dan langsung masuk ke ATM BNI lalu mengambil scammer serta dimasukkan ke dalam bajunya. Saat itulah dilakukan penangkapan dan pengembangan kasus itu. (km36)
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat ditemui, Jumat (30/12) kemarin, mengatakan kebijakan tersebut masih dalam wacana semata. Sebab, pemerintah pusat belum secara resmi mengeluarkan aturan membolehkan dilakukan pungutan di sekolah-sekolah. ‘’Hal itu belum jelas, masih diperjuangkan oleh pak menteri, sama seperti saya punya saudara Ibu Risma (Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini – red),’’ ujarnya. Pejabat asal Desa Plaga, Petang ini meceritakan kasus Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang menang di
pengadilan hingga ke tinggkat MA (Mahkamah Agung) saat memperjuangkan SMA/ SMK dikelola oleh kabupaten. Sayangnya, kemenangan itu hingga kini belum dapat diterapkan lantaran tersandung aturan. ‘’Dia (Risma - red) menang di pengadilan untuk SMA dan SMK di kelola tingkat kabupaten, sampai ke MA menang. Tapi undang-undangnya kan belum diubah. Ketika undang-undang ini belum diubah, kita wajib mengikuti undang-undang sepanjang kita menganggap bagian dari NKRI,’’ terangnya. Menurutnya, pedidikan gratis telah diatur dalam
Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung merotasi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab, Jumat (30/12) kemarin. Mutasi ini meliputi pejabat eselon III A ke bawah. Pengukuhan dan pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung di gedung dewan setempat, menyisakan enam posisi lowong. Masing-masing Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Perhubungan, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, dan Asisten III Adminitrasi Umum. Rotasi jabatan tersebut bersamaan dengan acara pengukuhan, pelantikan, dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama, jabatan administrator, pejabat pengawas, dan pejabat pelaksana di lingkungan Pemkab Badung. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Gede Wijaya mengatakan, total ada 893 pejabat struktural yang dikukuhkan. Meliputi eselon II/A setingkat sekda 1 orang, II/B setingkat kadis/kepala badan 37 orang, III/A setingkat sekretaris dinas/camat 55 orang, eselon III/B setingkat kabid, sekcam 116 orang dan eselon IV/A setingkat kasi di dinas/kasubag setda 525 orang, eselon IV/B setingkat kasi di kelurahan/kasi kecamatan 138 orang dan V/A pejabat setingkat TU sekolah 21 orang. ‘’Seperti yang dikatakan Pak Sekda, pejabat yang dikukuhkan adalah 893. Tapi saya tidak punya rincian, berapa pejabat yang kena mutasi,’’ jelasnya. Dalam pengukuhan serangkaian perombakan organisasi perangkat daerah (OPD) itu, terungkap beberapa pejabat eselon II/B atau setingkat kepala dinas/kepala badan kena rotasi. Di antaranya Ni Putu Dessy Dharmayanti yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, sementara sebelumnya srikandi asal Denpasar tersebut men-
DIKUKUHKAN - Sebanyak sebelum dikukuhkan. empati posisi strategis sebagai Kepala Dinas Cipta Karya (DCK). Ketut Sudarsana juga dirotasi dari posisi sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup menjadi Kepala Dinas Sosial. Saat ini Lingkungan Hidup menjadi satu dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, di mana dinas baru tersebut kini dinakhodai Putu Eka Merthawan. Posisi Wayan Suambara dari Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Pengembangan dan Penelitian (Bappeda Litbang) juga dirotasi, dan kini sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan. Kendati begitu, Wayan Suambara masih menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perencanaan Pembangunan Daerah. Posisi Kabag Humas Setda Badung juga digantikan oleh Nyoman Sujendra yang sebelumnya Sekretaris Camat Kuta Selatan. Sedangkan A.A. Gede
Rotasi Pejabat, Enam Posisi Lowong
Amankan Malam Tahun Baru
Polresta Bentuk Tim Pemburu Denpasar (Bali Post) Selain mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan malam tahun baru, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo juga membentuk Tim Pemburu.
Tim ini bertugas memburu pelaku kriminal yang memanfaatkan malam pergantian tahun tersebut. Bahkan, tim beranggotakan 20 orang ini sudah mendapat pelatihan khusus. ‘’Sudah siap. Mereka
sudah terlatih dan siap bergerak jika ada pelaku-pelaku kriminal saat malam tahun baru,’’ tegas Kapolresta saat jumpa pers akhir tahun di Mapolresta, Jumat (30/12) kemarin.
Bali Post/eka
SIDAK - Petugas gabungan memeriksa para pengunjung salah satu tempat hiburan malam di Kuta, Badung, Jumat (30/12) dini hari kemarin. Sidak gabungan ini dilakukan di sejumlah tempat hiburan malam yang ada di Denpasar dan Badung.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 tentang pengaturan pelaksanaan pendidikan. ‘’Itu kan (pendidikan gratis - red) sesuai dengan PP 17 tidak boleh terdapat pungutan. Astungkara kami di Badung tidak perlu ada pungutan, kami biayai semua,’’ tegasnya. Sebelumnya, politisi PDI Perjuangan ini menginstruksikan kepada jajarannya untuk mengenakan sanksi tegas kepada pihak sekolah yang terbukti memungut iuran kepada siswa. ‘’Mulai 2017 di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Badung (SD-SMP - red) tidak ada lagi pungutan
seribu rupiah pun. Semuanya harus gratis. Bila melanggar, mohon maaf kepala sekolahnya hari itu juga kami pecat,’’ pungkasnya. Seperti pernah diberitakan, Pemkab Badung bakal merancang pembangunan dan rehabilitasi sarana-prasarana pendidikan sejumlah 103 unit gedung sekolah (SD dan SMP), pengadaan 17.632 unit laptop untuk siswa kelas V dan VI SD dengan total anggaran Rp 114.764.000.000,00. Selain itu, akan mendesain program pendidikan anak usia dini dengan berbagai bentuk kegiatan. Total alokasi dana urusan pendidikan Rp 1.002.486.919.919 atau sekitar 20,21 pesen dari total belanja daerah yang dirancang pada KUA/PPAS (Kebijakan Umum Anggaran/Prioritas Plafon Anggaran Sementara) tahun anggaran 2017 sebesar Rp 4.960.523.583.567,29. (kmb27)
Tim itu akan ditempatkan di titik-titik rawan kriminalitas, lengkap dengan senjata api dan kendaraan. Mereka akan memburu pencopet, penjambret dan pelaku kriminal lainnya. ‘’Untuk bentuk antisipasi dan gerak cepat kami menghadapi pelaku kriminal. Termasuk jika ada orangorang yang dicurigai jaringan teroris,’’ ungkapnya. Untuk mengamankan malam tahun baru, khususnya di wilayah Kuta dan Denpasar, Polresta mengerahkan 1.225 personel dibantu Polda Bali 220 orang, TNI 54 orang, Dishub 62 orang, Satpol PP 50 orang, pecalang 104 orang, pam internal (tempat usaha) 500 orang dan ormas 60 orang. Adapun pembagian personel khusus yaitu satu peleton Brimob masing-masing di Ground Zero, Pantai Kuta, Lapangan Puputan Badung dan 10 unit Raimas (Tim Pengurai Massa) beranggotan 20 orang. Selain itu, Dalmas Polda akan ditempatkan di Lapangan Lumintang, Pantai Kuta, Ground Zero, Lapangan Puputan Badung dan perbatasan KedongananJimbaran, masing-masing satu peleton. Untuk Dalmas Polresta mengamankan Puputan Badung, Ground Zero dan Lapangan Renon, masing-masing satu peleton.
Hasil evaluasi kriminalitas 2016, menurut Kombes Hadi, jumlah laporan 1.529 kasus, sedangkan tahun 2015 sebanyak 1.622 kasus. Untuk pengungkapan pencurian dengan pemberatan 14 kasus dengan 31 tersangka, pencurian biasa (cusa) 5 kasus ditangkap 8 tersangka, pencurian kendaraan bermotor 19 kasus dan dibekuk 21 tersangka, geng motor 3 kasus dengan 21 tersangka dan pembunuhan 2 kasus dan ditangkap 3 tersangka. Warga negara asing yang terlibat kasus tindak pidana asal Inggris 4 orang, Australia 3 orang dan Jerman 2 orang. Dalam memerangi narkoba, Sat. Resnarkoba mengungkap 360 kasus dan menangkap 390 tersangka, terdiri dari pengguna 170 orang, pengedar 219 dan bandar 1 orang. Barang bukti yang diamankan, sabusabu 2.537 gram, heroin 0,78 gram, ganja 10.032 gram, hasish 17,41 gram, mushroom 6.370,3 gram, obat 1.340 gram dan ekstasi 1.028,5 butir. ‘’Kalau lakalantas ada 397 kasus, korban meninggal 100 orang, luka berat 208 orang dan luka ringan 385 orang. Tentu harapan kami tahun depan bisa ditekan lagi sehingga wilayah Denpasar dan Badung lebih kondusif,’’ ujar mantan Kapolres Gianyar ini. (kmb36)
893 pejabat struktural mengikuti prosesi ‘’majaya-jaya’’ Raka Yuda yang sebelumnya menempati posisi tersebut, dipindah menjadi Sekretaris Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja. Termasuk posisi Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Dewa Joni Astabrata juga digeser menjadi Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah. Terkait pergantian jabatan dalam struktur OPD baru ini, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan telah didasari pertimbangan berdasarkan kompetensi, pengabdian dan komitmen
serta loyalitas terhadap tugas tanggung jawab pada pemerintah. Pihaknya juga telah melakukan proses penilaian dan seleksi secara ketat oleh tim Baperjakat dan Tim Evaluasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Kabupaten Badung. ‘’Saya mengharapkan seluruh pejabat tidak bereuforia, tetapi segera menyusun program kerja. Baperjakat akan melakukan evaluasi terhadap tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan kepada saudara,’’ tegasnya. (kmb27)
OPINI
6
Sabtu Kliwon, 31 Desember 2016
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Pendekatan Ekonomi Dalam Mengelola Ruang BALI memang menjadi etalase dunia. Posisi Bali yang strategis dan menjadi lintasan manusia ini membuat aktivitas ekonomi di tanah Bali terus bergerak. Bahkan, kecenderungan ini membuat Bali nyaris mengabaikan estetika dan kenyamanan warganya. Artinya, karena terdesak oleh target-target pertumbuhan ekonomi Bali tak lagi berdaya mengatur dirinya tetapi justru larut dalam persaingan ekonomi global. Dampaknya Bali dijejali berbagai aktivitas ekonomi, termasuk dalam persaingan menggunakan ruang untuk pemajangan iklan komersial. Bercermin dari kondisi inilah, banyak anjuran tersuarakan. Desakan agar Bali mulai melakukan pemetaan penggunaan ruang disuarakan kalangan akademis dan pelaku pariwisata, termasuk di dalamanya adalah budayawan Bali. Saran dan rujukkan dari berbagai pakar dan kalangan soal tata kelola lingkungan mestinya juga dicermati semua elemen. Bukan hanya pejabat, sekali lagi semua elemen harus peduli dengan Bali. Mengelola Bali tak perlu lagi mengultuskan satu kalangan saja. Pemikiran bahwa investor berhak melakukan investasi dan mengeruk keuntungan besar di Bali dengan dalih kebijakan nasional dan kepentingan ekonomi mestinya segera dievaluasi. Kehadiran investasi di Bali jangan membuat masalah baru bagi Bali. Daya dukung Bali sebagai penyangga kehidupan jutaan manusia dan sebagai tempat rekreasi wisatawan global, juga patut menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan. Artinya, mengelola ruang di Bali tak cukup hanya memberikan mendata kepada pemodal. Birokrat dan wakil rakyat Bali harus berbuat untuk Bali. Akan sangat ironis jika tokoh-tokoh Bali di jajaran birokrat dan legisltif melakukan permufakatan yang arahnya tak menguntungkan kepentingan Bali. Ingat logika ekonomi tak selamanya sejalan dengan kepentingan pengawalan terhadap alam dan budaya Bali. Bagi penduduk lokal Bali, selain pertumbuhan ekonomi kesantunan dan keramahan mengelola alam Bali juga penting. Ini karena karma Bali meyakini alam adalah ‘’ibu’’ dari kehidupan yang semestinya kita hormati dan jaga. Pewarisan alam agar layak dan nyaman bagi kehidupan berikutnya adalah tanggung jawab generasi saat ini. Itu artinya, kita tak boleh rakus mengelola alam kita hanya untuk kepuasan kehidupan saat ini. Ingat masih ada kehidupan berikutnya yang akan menjadikan alam Bali ini sebagai ruang mereka untuk mengabdi kepada tanah leluhurnya. Dalam konteks pengelolaan ruang untuk kepentingan pariwisata dan promosi produk komersial, tampaknya sangat logis jika pemerintah daerah membuat rambu-rambu yang jelas. Harus ada kebijakan yang lebih terpadu dalam hal ini. Kepentingan ekonomi dan estetika pengelolaan ruang haruslah menguntungkan semua pihak. Dalam hal ini pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran pengelolaan ruang harus dilakukan. Pejabat daerah jangan lagi melakukan toleransi terhadap pemasangan reklame di sembarang tempat –terlebih diserahkan kepada pemiliknya. Termasuk juga harus ada keberanian menindak pelanggar peruntukan tata ruang. Ini penting dilakukan agar Bali lebih harmonis. Strategi berkolusi dengan pemodal untuk kepentingan personal harus dieliminir dengan merumuskan pengelolaan ruang secara lebih estetis dan berkelanjutan. Dan, konteks pengelolaan iklan atau reklame yang penting dicermati selain teknis pemasangannya, konten iklannya juga harus sejalan dengan budaya Bali. Jangan sampai konten iklan menggiring generasi muda Bali untuk melakukan langkah-langkah destruktif terhadap pengelolaan alam Bali dan budaya Bali.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Mengelola Potensi Bali Tahun 2016 segera berakhir. Perjalanan tahun ini tampaknya harus direnungi agar hal-hal buruk bagi Bali di tahun 2016 tak terulang pada tahun 2017. Untuk itu, saya berharap agar tahun 2017 nanti semua elemen masyarakat Bali lebih bijak dan arif dalam mengelola perbedaan. Baik itu perbedaan pendapat, termasuk dalam hal perbedaan prinsip dalam mengelola potensi Bali. Sebagai masyarakat Bali saya tentu berharap agar politisi Bali yang selama ini menjadi penggerak regulasi pengelolaan potensi Bali lebih berorientasi pada penyelamatan budaya dan generasi Bali. Artinya, regulasi yang dibuat jangan sampai mengabaikan peran serta orang Bali dalam mengelola potensinya. Regulasi pengelolaan potensi Bali hendaknya memberikan porsi yang lebih kepada orang lokal untuk berpartisipasi. Selain itu, saya juga sangat berharap pemimpin Bali tahun 2017 mendatang jangan meninggalkan fungsi dan peran karena tersandera kegiatan politik. Pejabat di Bali harus bisa memilah waktu kapan bergerak untuk kepentingan politik dan kapan berbuat untuk kepentingan pemerintahan. Saya tak ingin mendengar atau menyaksikan pejabat daerah justru lebih banyak ada di kegiatan-kegiatan politik ketimbang melakukan gerakan perubahan untuk mengedukasi generasi muda Bali untuk mengelola potensi lokal. Ini bukan berarti pejabat tak boleh ikut kegiatan politik untuk kepentingan pilkada namun tetap harus membagi waktu secara jelas. Dan sebagai krama Bali saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada semua elemen yang selama ini secara konsisten terus memikirkan Bali dan berbuat untuk Bali. Jadikanlah bencana yang terjadi tahun 2016 sebaagi cerminan untuk mengelola alam Bali di tahun 2017. Wayan Arsana Putra, S.Pd. Gianyar, Bali
Bali Jadi Belantara Reklame Bodong Membaca berita di Bali Post (12/12) tentang tidak tercapainya target penerimaan pendapatan dari pajak reklame di Kabupaten Badung, kembali menggelitik kerisauan saya terkait masalah bertebarannya reklame bodong. Tebaran reklame di hampir setiap sudut jalan, tidak saja menimbulkan kesan kurang rapi, semrawut dan dalam beberapa titik yang saya temui posisinya malah bisa membahayakan keselamatan orang sekitarnya. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Badung, tetapi saya juga rasakan di Yogyakarta, kota tempat saya menetap selama ini.
Oleh
I Wayan Nuka Lantara
R
ealisasi pemasukan dari pajak reklame hanya Rp 3 miliar dari target Rp 14 miliar atau hanya 21% dari target, secara jumlah nominal memang masih kecil sekali dibanding APBD Kabupaten Badung 2016 yang mencapai angka Rp 3,6 Triliun. Tapi, di balik angka tersebut, ada hal yang perlu menjadi bahan renungan bersama terkait permasalahan pemasangan reklame yang semakin hari semakin menjadikan kita merasa berada di tengah hutan reklame. Reklame adalah salah satu dari sekian banyak cara yang selama ini ditempuh oleh pemasar untuk memasarkan produknya. Produk tidak saja bisa didefinisikan sebagai barang yang akan dipasarkan, tapi juga bisa berupa jasa ataupun ide. Simak saja di beberapa reklame di sekitar kita tidak saja hanya menampilkan informasi tentang produk atau jasa baru, tapi juga seringkali kita temukan reklame yang memuat ide untuk menjaga toleransi antargolongan, cinta kebersihan, cinta budaya dan lainnya. Perkembangan teknologi dan inovasi menyebabkan semakin beragamnya jenis reklame. Reklame bisa berbentuk baliho (billboard) berukuran besar atau ukuran sedang dan kecil, dipasang di pinggir jalan, ataupun melintang di tengah jalan, asal kan bisa menarik perhatian orang yang melewati, dengan maksud untuk
memberikan informasi, menggugah perhatian, atau bahkan memotivasi orang untuk mengingat dan segera melakukan transaksi atas produk yang dipajang di papan reklame. Dari sisi bisnis, reklame adalah bagian dari investasi pemasaran produk kepada calon konsumen yang diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi bisnis yang dijalankan. Adalah hal yang lumrah jika pemasangan iklan dibuat semenarik mungkin, dengan mengambil tempat pemasangan di titik yang paling strategis. Investasi tersebut akan berwujud pengeluaran sejumlah ongkos setara nilai sewa reklame (NSR), yang nilainya bervariasi tergantung beberapa faktor seperti: ukuran media reklame, kualitas bahan dan isi reklame, serta lokasi dan waktu pemasangan reklame. Di sisi lainnya, keberadaan bisnis reklame juga merupakan objek yang bisa memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah berupa pajak reklame, yang berkisar antara 25% dari nilai sewa reklame. Ketika bisnis makin berkembang, promosi yang dilakukan makin gencar, pendapatan daerah juga diharapkan makin besar. Tentu saja dengan asumsi tidak ada kecurangan, baik yang dilakukan oleh pihak yang menjadi wajib pajak ataupun oleh oknum pihak yang menarik pajak. Terdapat adagium yang menyatakan bahwa reklame yang bertebaran
di sebuah kota merupakan cerminan dari kota tersebut. Ketika pemasangan reklame tertata dengan rapi dan indah, tanpa melupakan aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat, bisa jadi inilah indikasi penataan kota yang ideal. Sebaliknya jika Anda masuk kota dan merasakan papan reklame bertebaran di segala sudut, semrawut, dan bahkan beberapa dengan kualitas asal-asalan dan membahayakan, maka Anda sedang memasuki hutan reklame. Fenomena ini tidak saja penulis temukan di Kota Jogja tapi juga di beberapa lokasi di daerah di Denpasar dan Badung. Biasanya keadaan akan terasa makin parah ketika memasuki masa pilkada, dan perasaan was-was makin terasa pada musim hujan apalagi jika diikuti angin kencang. Apa penyebabnya? Ada tiga pihak utama yang intinya saling terkait, yaitu: pihak yang ingin menyewa (memasang) reklame; pihak yang menyediakan fasilitas reklame (pengusaha reklame); dan pemerintah daerah sebagai pihak yang menjalankan fungsi perizinan dan pengawasan. Ketika pemasangan reklame semakin meningkat kuantitasnya, sementara kontribusi yang diterima Dinas Pendapatan Daerah dari pajak sewa reklame tidak ikut meningkat, kemungkinan besar ada ketidakseimbangan dari peran pihak-pihak tersebut. Pihak yang ingin memasang reklame mungkin saja tidak sabar untuk mengurus dan menunggu perizinan, sementara izin dari pemerintah daerah juga lambat dan berbelit. Dari sisi permintaan, pebisnis (pemasang maupun penyewa reklame) di satu sisi sangat berkepentingan untuk mendorong perkembangan bisnis nya melalui pemasangan reklame yang lebih agresif, sementara jumlah perizinan yang dikeluarkan pemerintah daerah (dari sisi penawaran) mungkin saja tidak bisa mengimbangi. Banyaknya reklame bodong yang tidak berizin dan tidak memberikan kontribusi pendapatan daerah merupakan muara dari ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran tersebut. Jika ini tetap
Suara Publik
’’Utamaning Utama’’ Ngaben Bukan Uang Sebagaimana diketahui bahwa budaya mapeson-peson (keluaran urunan) dan maayah-ayahan (ngayah) dalam sistem mabanjar di Bali sudah berjalan sejak zaman dulu hingga sekarang. Sistem ini seyogianya dapat diadopsi dan diterapkan dalam pelaksanaan yadnya ngaben oleh pratisentana sang seda (orang yang meninggal) yang masih memiliki hubungan pasidikaraan keluarga, dalam hal ini umumnya ada pada level keluarga tunggal sanggah gede dan atau level tunggal kawitan. Pada level ini, dengan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing anggota keluarga pratisentana sang seda, dengan ikatan pasidikaraan-nya yang dimiliki, tidak akan terhalangi oleh keterbatasan dana dan atau ketiadaan biaya untuk melaksanakan yadnya ngaben, menyegerakan sang seda untuk amor ring Acintya. Dalam kelompok ngaben sawa preteka, ada yang namanya Ngaben Swasta Agni Nandang Mantri, yang sudah sejak lama dilaksanakan di berbagai tempat di Bali; dalam artian yang diaben adalah jenazah baru atau watangan, sehingga dalam ritualnya tidak perlu menggunakan tetukon, karena jenazah itulah yang diwujudkan sebagai tetukon. Hal ini harus dipahami
Oleh
I Wayan Sariasa sebagai pengejawantahan pesan Rsi Bisma dalam Itihasa Mahabharata dimaksud di atas; dan dengan cara ngaben seperti inilah yang seyogianya diyakini dapat menyegerakan sang seda amor ring Acintya. Dengan demikian dalam pelaksanaan ngaben sawa preteka dalam sistem religi dan keagamaan di Bali, setra benar-benar difungsikan sebagai setra, bukan sebagai kuburan tempat menyimpan tengkorak sang seda, karena jika dikubur berarti sang seda masih harus diikatkan dengan ngenteg tanah, yang berarti pula sang seda masih diikatkan dengan hukum karmaphala di bumi. Manusia yang baru lahir (bayi) hingga berumur 3 bulan juga belum dibolehkan untuk ngenteg tanah, artinya belum terikat dengan hukum karmaphala, dalam hal ini si bayi masih diperstatuskan sebagai “dewa”, dan baru mulai boleh ngenteg tanah sejak si bayi sudah berumur 3 bulan disertai dengan prosesi ritual yang disebut nelu bulanin atau sering disebut sebagai prosesi ritual Ngenteg Tanah. Se-
jak setelah ngenteg tanah itulah manusia mulai terikat dengan hukum karmaphala di bumi, dan keterikatannya tersebut di bumi baru berhenti sejak manusia sudah meninggal. Ini artinya orang yang meninggal tidak berhubungan lagi dengan tanah. Kita yakin dan percaya kalau kelahiran manusia untuk ada dan terikat dengan bumi untuk kelangsungan hidupnya; itu karena restu-Nya. Mari kita muliakan restu-Nya ini. Demikian juga kematian manusia untuk kembali tidak ada sebagai sang seda dan lepas tidak terikat lagi dengan bumi; itu karena kehendak-Nya, mari kita muliakan kehendak-Nya ini. Oleh karena itu, ketika manusia sudah menjadi sang seda, dan kita sebagai pratisentananya wajib menyegerakan melakukan prosesi mengembalikan ke asal-Nya. Jika kita sampai harus menundanunda prosesi pengembalian sang seda ke asal-Nya bahkan hingga bertahun-tahun lamanya dengan cara makingsan di pertiwi (dikubur) dan atau makingsan di gni (dibakar), ini sama artinya para pratisentana menistakan sang seda dan berkesan tidak memuliakan kehendak-Nya.
terjadi, semua pihak pasti akan rugi, termasuk masyarakat secara luas. Alternatif solusinya adalah dengan melakukan komunikasi dan koordinasi di antara ketiga pihak di atas, minimal antara pihak pemerintah daerah dan pelaku bisnis reklame. Langkah awalnya adalah dengan menidentifikasi semua titik-titik reklame yang ada, baik yang berizin maupun yang bodong. Berdasarkan hasil identifikasi dan klasifikasi status reklame tersebut, dilanjutkan dengan ketegasan pemerintah daerah untuk penertiban reklame yang tidak berizin serta yang membahayakan karena tidak memenuhi standar keselamatan. Kerapian dan keindahan kota serta keselamatan masyarakat mestinya menjadi prioritas yang lebih penting dari pendapatan dari pajak reklame, apalagi jika banyak reklame bodong tanpa kontribusi bagi daerah. Sudah seyogyanya pemerintah daerah melakukan tata ulang atas perizinan reklame, dan melakukan investasi untuk membangun spot-spot yang strategis yang bisa dikelola oleh pemerintah daerah (maupun bekerja sama dengan asosiasi pengusaha reklame) secara profesional dan transparan. Disamping itu, pengawasan yang lebih ketat, dan tindakan pemberian sanksi tegas terhadap pengusaha reklame bodong sangat diperlukan. Partisipasi masyarakat dalam penyampaian laporan (bisa melalui jalur media sosial pemerintah daerah) juga akan sangat membantu proses pengawasan reklame bodong. Dengan demikian, diharapkan kehilangan pendapatan potensial dari reklame bodong bisa ditekan, sehingga target pendapatan daerah dari pajak reklame bisa tercapai. Hal lainnya, penataan reklame yang lebih rapi, serasi, aman dan nyaman juga akan turut memperindah Bali tidak saja sebagai detinasi pariwisata terbaik tapi juga sebagai destinasi wisata papan reklame terapi dan terunik di dunia. Penulis, Staf Pengajar FEB UGM, Yogyakarta
POJOK Angkatan kerja generasi muda Bali makin terdesak. - Solusinya jangan banyak libur. *** Para pejabat di Bali belum beri solusi soal pertanian. - Masih terlena investasi. *** Tokoh Bali bertekad jaga budaya dan lingkungan. - Bukan omong kosong.
Penulis, pemerhati masalah budaya
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab: Alit Purnata Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaksi: Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry,Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi Anggota Redaksi Denpasar: Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra,Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, Dedy Sumartana. Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani, . Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Mahadita, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
DENPASAR FESTIVAL - Sejumlah warga berjalanjalan menikmati suasana Denpasar Festival 2016, Rabu (28/12) lalu.
BALI balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
www.iklanbalipost.com
Balipost on Gadget
Bali Post/wan
Sabtu Kliwon, 31 Desember 2016
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
7
Figur
Bangun Kesadaran KAPOLRI menetapkan kebijakan prioritas, salah satu dari sebelas program itu adalah membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kamtibmas. Salah satu upaya tersebut penyiapan anggota satpam profesional, memiliki keunggulan dan siap Bali Post/rah bersaing dengan security profesional asing. Hal itu disampaikan Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Hadi Purnomo, saat membacakan sambutan Kapolri dalam rangka HUT ke-36 Satpam di Mapolresta Denpasar, Jumat (30/12) kemarin. Diharapkan posisi atau jabatan security di industri strategis dan objek vital nasional jangan sampai diduduki orang asing. Ada lima catatan yang harus jadi pedoman satpam yaitu pelihara dan mantapkan komitmen moral sebagai salah satu pengemban fungsi kepolisian, memegang teguh kode etik dan kehormatan anggota satpam. Di samping itu bersikap tegas dan cermat dalam menjaga keamanan serta menegakkan ketertiban di lingkungan kerja. Selalu waspada dan mampu mendeteksi adanya potensi gangguan terhadap proses bisnis organisasi, tingkatkan komunikasi, koordinasi dan kemitraan dengan Polri serta instansi terkait di lapangan. “Satpam juga mesti terus mengembangkan kemampuan teknik dan taktik. Adapun tema HUT Satpam tahun ini adalah kita tingkatkan kompetensi profesi satpam Indonesia melalui pelatihan dalam rangka pelaksanaan tugas secara profesional, modern dan terpercaya (Promoter) guna menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan kerjanya,” ujarnya. (rah)
Pengisian OPD Baru Ditunda
Singaraja (Bali Post) Pengisian jabatan dengan berlakunya Peraturan Daerah (Perda) tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ditunda. Pengisian jabatan rencananya dilakukan Jumat (30/12) kemarin. Penundaan ini menyusul belum terbitnya keputusan persetujuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang mutasi jabatan eselon III/B di lingkungan Pemkab Buleleng. Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. mengatakan, persetujuan mutasi itu penting karena regulasi mengatur bahwa pada saat Bupati dijabat oleh pelaksana tugas (Plt-red), pengisian pejabat wajib mendapat persetujuan Kemendagri. Atas petunjuk regulasi ini, pemkab tidak gegabah dan menunggu sampai usulan pengisian jabatan sesuai OPD yang baru itu disetujui oleh Kemendagri. Kemungkinan pengambilan sumpah jabatan Selasa (3/1) pekan depan, dengan harapan persetujuan terbit Senin (2/1). “Kita mengikuti aturan dan tidak ada yang dilanggar kalau pengisian itu terlambat. Informasinya permohonan kita sudah di meja Kemendagri,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, mutasi ini akibat perubahan susunan OPD sesuai UU No. 18 Tahun 2016 tentang OPD. Buleleng membentuk 30 lembaga, di mana tiga di antaranya lembaga baru dengan menggabungkan instansi yang sebelumnya. Sebanyak 30 lembaga itu kini harus diisi oleh pejabat dengan acara pengukuhan dan pengambilan sumpah jabatan. Sebelum melakukan pengisian, pemkab harus mendapat persetujuan dari Kemendagri, karena jabatan Bupati digantikan untuk sementara oleh Plt. Usulan mutasi itu telah diajukan ke Kemendagri untuk mendapat persetujuan sejak pertengahan Desember 2016 lalu. Hingga akhir kemarin, persetujuan itu belum juga turun, sehingga acara pengukuhan dan pengambilan sumpah jabatan ditunda. Pengambilan sumpah jabatan akan dilaksanakan terhadap pejabat eselon II/B. Sedangkan eselon III dan IV belum dapat dilaksanakan karena masih ada penyesuaian struktur OPD karena dianggap tidak memenuhi aspek efisiensi anggaran. (kmb38)
Bali Post/kmb23
WISATAWAN - Sejumlah wisatawan domestik dan mancanegara mengisi liburan di kawasan Pantai Labuan Sait, Jumat (30/12) kemarin. Menjelang pergantian tahun, sejumlah objek wisata mulai dipadati wisatawan. Sejumlah ruas jalan mulai krodit akibat ramainya kendaraan.
Cuaca Ekstrem, Produksi Kopi Diprediksi Anjlok 50 Persen Singaraja (Bali Post) -
Cuaca ekstrem berdampak serius terhadap tanaman kopi di Buleleng. Bunga dan bakal buah kopi rontok dilanda hujan angin. Petani tidak bisa berbuat banyak karena kondisi ini murni akibat cuaca yang tidak bersahabat. Dampaknya, produksi kopi diprediksi anjlok hingga 50 persen. Pantauan Bali Post di lapangan Jumat (30/12) kemarin, areal perkebunan kopi arabika dan robusta di sejumlah desa di Buleleng tampak subur. Dahan hingga daun tanaman terlihat tumbuh dengan sangat baik. Namun tangkai tanaman tidak tampak bakal buah. Ini terjadi karena cuaca yang tidak bersahabat melanda sejak awal tanaman mulai berbunga. Pascapanen sebelumnya bunga
kopi busuk akibat hujan dan angin kencang. Sebagian kecil bunga yang bertahan menjadi bakal buah, kini kembali dilanda cuaca yang tidak mendukung, sehingga bakal buah itu pun kembali rontok. Petani di Bali Utara tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa pasrah sambil berusaha untuk memelihara tanaman dengan harapan sisa bakal buah yang bertahan bisa tumbuh normal
dan menghasilkan dalam masa panen nanti. Seorang petani di Desa Tista, Kecamatan Busungbiu I Made Niposter mengatakan, sejatinya musim panen kopi yang akan datang merupakan panen raya. Biasanya dalam panen ini tanaman akan berproduksi maksimal, sehingga dipastikan produktivitas tanaman akan meningkat dibandingkan sebelumnya. Sayang, harapan
Hal ini karena pengaruh alam, sehingga kalau dikendalikan dengan pemakaian pupuk atau obat-obatan kimia, hasilnya belum tentu maksimal. Justru jika ini dilakukan petani harus menambah modal untuk membeli pupuk dan obat-obatan kimia dalam jumlah banyak. “Ini murni karena alam dan tidak bisa dipakai dengan pupuk dan obat-obatan. Hanya bisa berdoa mudah-mudahan cuaca kembali normal, sehinga bunga atau bakal buahnya bisa menghasilkan walau hasilnya tidak optimal,” jelas Niposter sembari diiyakan rekannya. (kmb38)
Ungkap Kasus Narkoba Skala Besar
REWARD Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto menyerahkan reward kepada anggota Sat. Resnarkoba Polres Badung.
Anggota Polres Badung Dapat ’’Reward’’ Denpasar (Bali Post) Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto memanggil khusus lima anggota Sat. Resnarkoba Polres Badung, Jumat (30/12) kemarin. Mereka dinilai berprestasi dalam memerangi narkoba dengan mengungkap kasus skala besar dan berhak mendapat reward dari Kapolda. Anggota yang mendapat reward itu yakni AKP Djoko Hariadi (Kasat), Ipda I Made Wisnawa Putra (Kanit), Bripka I Komang Gede Indrayana, Bripka Komang Nana Suryadi, dan Brigadir Agung Indra Wijaya. Mereka dipanggil dan diberikan reward karena berprestasi dalam pengungkapan kasus narkotika. Reward tersebut diberikan terkait pengungkapan sabu-sabu (SS) dan ekstasi di Jalan Penyaringan, Denpasar Selatan dengan barang bukti SS seberat 370,6 gram dan ekstasi seberat 275,52 gram. Selain itu, penangkapan di Jalan Bukit Sari, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat dengan barang bukti SS seberat 1.172,64 gram. “Kita saksikan bersama pemberian penghargaan kepada lima anggota Polres Badung yang berhasil mengungkap kasus narkotika. Ini penting sebagai implementasi tentang reward dan punishment dalam organisasi, khususnya dalam pembinaan personel,” kata Irgjen Sugeng Priyanto di hadapan peserta apel.
Menurutnya, pemberian reward dan punishment harus dilakukan menuju sistem organisasi yang sehat. Setiap prestasi diraih anggota harus dicatat dan diberi penghargaan. Anggota yang tidak berprestasi dan melakukan pelanggaran harus dicatat serta diberi punishment. “Semakin banyak prestasi, mereka layak dipromosikan dan beri jabatan strategis. Selain itu, supaya bisa selalu diingat dan dikenang,” ujarnya. Oleh karena itu, Kapolda minta Karo SDM mencatat dan jangan dianggap sepele reward yang diberikannya. Jangan dianggap bungkus kacang karena penghargaan itu ada arti serta maknanya, terutama sistem pembinaan personel. “Terima kasih para anggota dan selamat apa yang sudah ditorehkan serta dicapai dipertahankan dan ditingkatkan ke depannya,” kata Sugeng. Jika sistem ini bisa berjalan konsisten ke depan, kata Sugeng, tidak ada lagi anggota yang mengeluh tidak mendapat perhatian dari pimpinan walau bekerja siang dan malam. “Tidak ada anggota yang ngeluh kerja siang malam tapi pangkat tidak naik, tidak dapat promisi dan lain-lain. Penghargaan itu bisa digunakan untuk melengkapi saat UKP (ujian kenaikan pangkat) dan promosi jabatan. Semakin banyak dapat penghargaan, itu berarti banyak prestasi dan sampai meninggal pasti dikenang,” ungkapnya. (kmb36)
Jelang Tahun Baru, Danramil Kumpulkan Pecalang Denpasar (Bali Post) Tidak hanya kepolisian, TNI gencar juga melakukan penggalangan dalam rangka antisipasi kerawanan saat perayaan tahun baru 2017. Seperti dilakukan Danramil 1611-01/Denpasar Timur (Dentim) Kapten Inf. I Gusti Ngurah Putra, Jumat (30/12) kemarin, mengumpulkan pecalang untuk diberikan pembinaan di antaranya upaya mengantisipasi aksi teroris. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kepala Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, pukul 15.00 wita. Di hadapan 50 pecalang, Danramil menyampaikan materi tentang bela negara dan wajib lapor. “Bela negara ini harus digaungkan terus agar tidak lupa. Selain itu untuk memupuk rasa nasionalisme dan setia kepada bangsa dan negara Indonesia,” tegas Kapten Ngu-
itu seperti hilang begitu saja akibat cuaca yang tidak bersahabat. Sejak tanaman mulai berbunga, hujan disertai angin kencang terus melanda. “Setelah panen lalu bunga kopi gagal bertahan menjadi biik dan kalau ada yang bertahan menjadi biik karena hujan dan angin itu bakal buah itu busuk dan rontok. Tidak bisa harus berbuat apa kecuali tetap memelihara, siapa tahu cuaca berubah dan tanaman bisa menghasilkan bunga atau biik,” jelasnya. Menurut Niposter, di tengah cuaca ekstrem ini dirinya tidak bisa berbuat banyak agar tanaman bisa berbuah optimal.
rah Putra. Di samping itu, untuk menjaga lingkungan dari kriminalitas dan penyusupan jaringan teroris, pecalang sebagai garda terdepan pengamanan di desa adat diharapkan aktif melakukan sidak dan patroli bersama instansi terkait, termasuk TNI. “Sampai saat ini, pecalang masih disegani dan tidak ada di provinsi lain. Bahkan dilibatkan dalam pengamanan event nasional dan internasional. Oleh karena itu, pecalang harus mendapat atensi agar pengamanan di wilayahnya bisa optimal,” ungkapnya. Terkait menyambut tahun baru, peran serta pecalang sangat penting untuk mengamankan wilayahnya masingmasing. Yang perlu diantisipasi di antaranya perkelahian, mabuk-mabukan, termasuk aksi teroris. “Jika ada yang mencurigakan langsung lapor-
Bali Post/ist
BELA NEGARA - Danramil 1611-01/Dentim Kapten Inf. I Gusti Ngurah Putra saat menjelaskan materi tentang bela negara kepada pecalang. kan kepada pihak berwenang supaya bisa cepat diatasi. Sekali lagi peran pecalang sangat penting,” kata Danramil yang dikenal ramah ini. Selain itu, kegiatan itu juga menghadirkan narasumber dari Babinkamtibmas Dauh Puri Kaja Aiptu I Ketut Sudiasa, Ida Bagus Udiyana dari
Satpol PP Kota Denpasar dan BPBD Kota Denpasar I Kadek Sujana. Danramil berharap dengan hadirnya beberapa narasumber itu bisa menambahkan wawasan dan keterampilan para pecalang. Dengan demikian keahliannya semakin lengkap. (kmb36)
Bali Post/kmb36
BANGLI
8
Sabtu Kliwon, 31 Desember 2016
Cuaca Buruk
Tanaman Jagung di Batu Meyeh Banyak Rusak Bangli (Bali Post) Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Bangli sejak beberapa bulan terakhir ini membuat petani di Banjar Batu Meyeh Desa Songan merugi. Masalahnya akibat guyuran hujan yang terus menerus, tanaman jagung yang baru berumur tiga minggu banyak yang rusak dan mati. Salah seorang petani jagung yang juga Kadus Dusun Batu Meyeh Nyoman Widana mengungkapkan, akibat cuaca buruk belakangan ini tanaman jagung miliknya yang sudah berumur tiga minggu banyak yang mati karena layu. Sebelum akhirnya mati, tanaman jagung yang baru berukuran 50 cm daunnya menguning kemudian secara perlahan layu dan mati. ‘’Bukan cuma saya, ada beberapa petani yang tanaman jagungnya bernasib sama,’’ ungkapnya, Jumat (30/12) kemarin. Widana menduga rusaknya tanaman jagung miliknya bukan semata-mata disebabkan karena guyuran air hujan. Lebih dari itu, air hujan yang jatuh pada tanaman jagung diduga berisi penyakit sehingga menyebabkan daunnya menguning. Dia dan beberapa petani lainnya mengaku tidak mengetahui cara untuk mengatasi persoalan tersebut. Dirinya saat ini hanya bisa mencabut tanaman yang sudah mati dan menggantinya dengan tanaman baru. ‘’Kalau ditanya rugi, ya rugi. Tapi tidak seberapa karena modalnya murah. Yang banyak rugi di waktu,’’ jelasnya. Meski rugi dari segi waktu, namun Widana mengaku tidak kapok dan akan menanam jagung kembali setelah lahan tempat budidaya selesai dibersihkan. Pihaknya berharap tanaman jagung yang akan ditanamnya nanti dapat tumbuh dengan baik hingga bisa dipanen. ‘’Mudah-mudahan setelah Sasih Kanem ini jagungnya dapat tumbuh baik. Karena biasanya hujannya tidak sederas sebelumnya,’’ ujarnya. Tanaman jagung menjadi salah satu dari beberapa jenis komoditas pertanian di Banjar Batu Meyeh. Biasanya petani baru bisa bercocok tanam saat mulai musim hujan. Hal ini dikarenakan di wilayah balik bukit itu warga sangat sulit mendapatkan air untuk pengairan. (kmb40)
DILANTIK - Sejumlah pejabat eselon II dikukuhkan dan dilantik Bupati Bangli Made Gianyar di Gedung BMB, Jumat (30/12) kemarin.
26 Pejabat Eselon II Dikukuhkan
Lima Jabatan Masih Lowong Bangli (Bali Post)-
Sebanyak 26 pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Bangli dikukuhkan dan dilantik oleh Bupati Bangli Made Gianyar di Gedung BMB, Jumat (30/12) kemarin. Pengukuhan dan pelantikan tersebut dilakukan menyesuaikan Organisasi Perangkat Daerah yang baru. Dari 26 pejabat yang dilantik, sebanyak enam orang pejabat diangkat dengan job fit dan digeser untuk memimpin SKPD lain. Sementara sisanya masih di posisi tetap, hanya penyesuaian perubahan nomenklatur SKPD. Sesuai SK Bupati Bangli Nomor 821.2/749/2016, sebanyak enam orang pejabat tercatat diangkat dengan job fit. Mereka adalah I Nyoman Puja, yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, diangkat menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Wayan Warta Megantara yang sebelumnya menja-
bat Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan kini menjabat Asisten Administrasi Umum, I Wayan Lawe yang sebelumnya menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat kini menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Ni Wayan Manik yang sebelumnya menjabat
Staf Ahli Bidang Pemerintahan kini menjabat kepala Dinas Komunikasi, informatika dan Persandian, Ida Ayu Gede Yudi Sutha yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Tata Kota kini menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan I Made Alit Parwata yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Lingkungan Hidup kini
menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Sementara 20 pejabat lainnya masih di posisi tetap. Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, saat ini terdapat lima posisi pejabat eselon II yang masih kosong. Dua dari lima posisi yang dimaksud adalah posisi Staf Ahli, dua Asisten serta dua pimpinan SKPD yakni Dinas Pol PP dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Kekosongan beberapa posisi tersebut nantinya akan diisi dengan mekanisme seleksi yang akan dilakukan oleh panitia seleksi (pansel).
Terkait pengukuhan dan pelantikan 26 pejabat eselon II, Gianyar meminta pejabat yang diambil sumpahnya agar bekerja dengan baik. Bupati juga meminta pejabat yang tidak memiliki komitmen untuk bekerja dan tidak memiliki prestasi agar mundur. ‘’Kalau tidak bagus kerjanya, akui saja. Lebih baik mundur dengan legowo. Malu jadi Kadis kalau tidak bisa kerja,’’ kata Gianyar. Sementara itu, sesuai rencana, pengukuhan dan pelantikan pejabat eselon II dan IV akan dilakukan pada 3 Januari mendatang. (kmb40)
Perayaan Tahun Baru Dipusatkan di Lapangan Kapten Mudita
Enam Perda Disahkan
Bangli (Bali Post) Guna memeriahkan pergantian tahun, hari ini (31/12) Pemkab Bangli akan menggelar Refleksi Tahun 2016. Sejumlah acara hiburan pun akan disuguhkan ke masyarakat. Kabag Humas dan Protokol Setda Bangli Cok Bagus Gede Gaya Dirga, Jumat (30/12) kemarin, mengatakan salah satu acara hiburan yang ditunggu-tunggu masyarakat adalah bondres yang akan dilaksanakan di Gedung BMB. Selain itu akan ada penampilan grup band lokal Bangli. Dia menjelaskan, detik-detik pergantian tahun akan dipusatkan di lapangan Kapten Mudita. Sebelum itu, lebih dulu akan dilaksanakan ngaturang guru piduka di Pura Kehen. ‘’Saat pergantian tahun baru akan ditandai dengan peniupan terompet oleh Bupati beserta para undangan lainnya. Tidak ada menggunakan kembang api,’’ katanya. Dia menambahkan, tahun 2016 bisa dijadikan sebagai bahan evalusi agar ke depannya bisa lebih baik lagi. ‘’Ke depan kami ingin meningkatkan sinergisitas kerja dan meningkatkan kerja sama dengan semua lapisan. Karena untuk membangun semua itu, membutuhkan kerja sama yang dilakukan antara pemerintahan dan masyarakat. Tanpa adanya kerja sama yang baik, maka akan sulit memajukan dan mengembangkan apa yang kita miliki,’’ tegasnya. (kmb41)
Bangli (Bali Post) DPRD Bangli menetapkan enam Ranperda menjadi Perda. Dari keenam ranperda yang disahkan tersebut, lima di antaranya merupakan rancangan eksekutif dan satu lainnya merupakan inisiatif dewan. Seluruh komisi di DPRD Bangli berharap segera ada tindak lanjut terhadap penetapan perda tersebut, yakni dengan mempercepat dikeluarkannya perbup. Enam ranperda yang disahkan, Kamis (29/12) sore, yakni Ranperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 17 Tahun 2011 tentang Pajak Hiburan, Ranperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Ranperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2007 tentang Pedoman Pembentukan dan Mekanisme Penyusunan Peraturan Desa, Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, Ranperda Tentang Perlindungan Geologi Kawasan Geopark Batur dan Ranperda tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan. Dewan lewat pandangan gabungan komisi-komisi DPRD Bangli yang dibacakan I Wayan Jamin berharap dengan ditetapkannya perda-perda tersebut pemerintah segera membuat perbup. Selain itu, diharapkan keenam perda ini agar terus disosialisasikan sehingga masyarakat tahu tentang ke-
Bali Post/kmb41
Cok Bagus Gede Gaya Dirga
Telepon Penting Bangli RSU Bangli Polsek Bangli Polsek Susut Polsek Tembuku Polsek Kintamani Damkar PDAM PLN Telkom BPBD Kodim Kantor Bupati
: 0366-91521/91002 : 0366-91062 : 0366-51004 : 0366-5595484 : 0366- 51122 : 0366-92869 : 0366-91094 : 0366-91268 : 0366-91108 : 0366-91448 : 0366-91024 : 0366-91032
Bali Post/ina
Dewan Minta Segera Dibuatkan Perbup
Bali Post/nan
PENGARAHAN - Dandim 1626/Bangli Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung saat memberikan arahan kepada jajarannya.
Dandim Minta Anggotanya Tingkatkan Kewaspadaan
Bangli (Bali Post) Dandim 1626/Bangli Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung, Jumat (30/12) kemarin, mengumpulkan seluruh anggotanya untuk diberikan pengarahan menjelang perayaan tahun baru. Dalam arahannya, Dandim menekankan supaya seluruh anggotanya meningkatkan kewaspadaan agar perayaan pergantian tahun kali ini berjalan aman dan lancar. ‘’Dalam pengamanan tahun baru kami sudah melakukan koordinasi pada saat apel gelar dengan kapolres belum lama ini. Nantinya dalam pengaman itu kami akan bekerja sama dengan Polres dan Polisi Pamong Praja,’’ ungkap Letkol Susanto didampingi Pasi Ter Kodim 1626/Bangli Kapten Inf. Ida Bagus Mahendra, Jumat
kemarin. Letkol Susanto Manurung menambahkan, dalam pengamanan nanti, difokuskan pada tempat-tempat yang akan melangsungkan kegiatan untuk menyambut pergantian tahun. Termasuk di dalamnya pengamanan di tempat-tembat ibadah di kawasan Bangli dengan melakukan patroli bersama khususnya di empat titik yang akan melaksanakan acara perayaan tahun baru dan gereja. ‘’Kami tekankan kapada seluruh anggota agar tetap waspada dalam melakukan pengamanan sesuai tempat yang mereka jaga. Jangan sampai lengah dalam menjaga keamanan,’’ ungkapnya. Untuk menjamin kondisi tetap kondusif, pihaknya juga menginstruksikan anggotanya
agar tetap waspada terhadap pedagang petasan. Pasalnya sudah ada aturan batasan menggunakan petasan. ‘’Para penjual petasan juga harus diawasi. Jika mereka menjual petasan tidak sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati, bisa saja pedagang itu akan diberikan pengarahan,’’ ucapnya. Dikatakannya lebih lanjut, pihaknya menugaskan anggotanya di masing-masing desa di Kabupaten Bangli. ‘’Nantinya anggota bisa memantau keadaan atau situasi di desa tersebut sehingga nantinya mereka bisa saling komunikasi dengan anggota lainnya untuk saling melaporkan kondisi dan situasi di sana. Masalah jumlah nanti disesuaikan,’’ katanya. (kmb41)
Bangli (Bali Post) Kegagalan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangli dalam memenuhi target retribusi pariwisata mendapat sorotan dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Bangli menilai, k egagal an t er s ebut ak i bat belum maksimalnya kinerja Disbudpar. Anggota Komisi II DPRD Bangli I Nyoman Gelgel Wisnawa menyatakan, seharusnya Disbudpar lebih dulu melakukan langkah-langkah yang jitu agar mampu memenuhi target retribusi pariwisata yang telah ditetapkan yakni Rp 20 miliar. ‘’Secara logika seharusnya Kepala Disbudpar harus bisa
menghitung atau memprediksi lebih dulu kunjungan yang bakal datang ke Bangli sebelum menyanggupi dan menerima target yang diberikan. Karena bagi kami di dewan Rp 20 miliar itu masih kecil. Dan saat kami menetapkan target itu, Disbudpar menyanggupi untuk memenuhi target yang ditetapkan,’’ kata Gelgel, Jumat (30/12) kemarin. Gelgel menyatakan, kegagalan Disbudpar dalam mencapai target itu disebabkan oleh beberapa faktor seperti masalah wawasan dan kinerja Disbudpar yang dinilai masih belum maksimal. ‘’Jelas di sana ada persoalan yang harus dipertanyakan kepada mereka, kenapa sampai tidak bisa mencapai target yang
ditetapkan. Jadi nantinya kami harus tahu apa kendala-kendala itu,’’ ujarnya. Dijelaskannya, persoalan tahun ini harus menjadi bahan kajian untuk meningkatkan kinerja tahun 2017. Perbaikan di segala lini harus dilakukan terutama yang bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan. ‘’Ke depannya pengawasan yang dilakukan harus benarbenar intensif sehingga persoalan seperti ini tidak terulang lagi. Nantinya Disbudpar harus benar-benar berupaya keras untuk memenuhi target tahun depan. Mengingat, tahun 2017 pendapatan ditarget Rp 22 miliar,’’ jelas Gelgel. (kmb41)
beradaan payung hukum baru itu. ‘’Dengan disahkannya ranperda ini kami berharap agar perangkat pelaksana teknis melaksanakan perda ini dengan serius,’’ kata Jamin. Bupati Bangli I Made Gianyar dalam pendapat akhirnya yang dibacakan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan, penetapan enam ranperda ini adalah hasil kesamaan dan kebersamaan antara eksekutif dan legislatif dalam hal konsep, cara pandang dan pemahaman terhadap tugas dan fungsi pemerintahan sebagaimana diamanatkan Pasal 236 UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pembentukan Perda dalam Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah. Dari beberapa perda, pihaknya menekankan arti penting perda tentang geopark. Hal ini, kata dia, merupakan upaya responsif dari berbagai pihak utamanya menyangkut pelestarian taman bumi atau perlindungan geopark. ‘’Kami mengharapkan semoga dengan telah ditetapkanya enam buah ranperda ini menjadi perda akan memberikan landasan yang kuat dan dapat dijadikan pedoman bagi kita semua dalam melaksanakan tugas, fungsi dan kewajiban agar tata kelola pemerintahan menjadi lebih baik lagi di masa mendatang, khususnya yang berhubungan dengan pengaturan, pelayaan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,’’ kata Sedana Arta. (kmb40)
Kinerja Disbudpar Dinilai Belum Maksimal
Bali Post/ina
PENETAPAN - Suasana penetapan enam ranperda menjadi perda dalam rapat paripurna DPRD Bangli, Jumat (30/12) kemarin.
GIANYAR
Sabtu Kliwon, 31 Desember 2016
Amankan Perayaan Tahun Baru Tiga TK Jadi Percontohan PAUD Berbasis Hindu Gianyar (Bali Post) Tiga Taman Kanak-kanak (TK) dijadikan PAUD percontohan berbasis Agama Hindu. Penyerahan SK dilakukan Jumat (30/12) kemarin di SDN 5 Batuan. Penetapan tiga TK percontohan tersebut merupakan salah satu langkah awal pengembangan sekolah berbasis Hindu di Kabupaten Gianyar. SK PAUD percontohan berbasis Agama Hindu diserahkan Wabup Gianyar Made Mahayastra untuk TK Widia Kumara Payangan, TK Tunas Wangi Bona, dan TK Maha Widia I Batuan. Mahayastra mengatakan, PAUD berbasis Hindu dapat menjadi landasan untuk membentengi generasi muda sejak dini dengan penanaman nilai-nilai Agama Hindu. Pihaknya berharap ke depannya PAUD berbasis dapat diterapkan di seluruh wilayah Kabupaten Gianyar. Menurutnya, PAUD berbasis Hindu nantinya akan mampu memberikan corak yang inovatif dan memiliki ciri khas kedaerahan khususnya di dalam mengembangkan budi pekerti anak-anak penerus bangsa. Dikatakannya lebih lanjut, berbagai program peningkatan kualitas pendidikan akan dilaksanakan termasuk di dalamnya menyangkut kesejahteraan para guru. ‘’Khusus guru PAUD dan TK non-PNS di tahun 2017 insentifnya akan ditambah menjadi Rp 500 ribu per bulannya,’’ ungkap Mahayastra. Kepala Dinas Pendidikan Gianyar I Made Suradnya mengatakan, sasaran dari PAUD berbasis Hindu adalah anak usia 0-3 tahun dan PAUD nonformal dan anak usia 4-6 tahun satuan PAUD formal dan TK. Sasaran lain yang tak kalah penting adalah pendidik, tenaga kependidikan hingga orang tua dan masyarakat. (kmb25)
Polres Siagakan 1.091 Personel
Gianyar (Bali Post) Perayaan pergantian tahun malam ini akan dijaga ketat oleh aparat kepolisian melalui pelaksanaan Operasi Lilin Agung 2016. Jajaran Polres Gianyar mengerahkan 1.091 personel untuk melakukan pengamanan. Sementara berdasarkan laporan deteksi dini, dipastikan belum ada ancaman terorisme di Gumi Seni ini. Kabag Ops Polres Gianyar Kompol I.B. Dedy Januarta, Jumat (30/12) kemarin, mengatakan Polres Gianyar mengerahkan seluruh personel yang berjumlah 1.091 untuk melakukan pengamanan malam pergantian tahun. Seluruh personel tersebut akan difokuskan pada tiga lokasi yakni Kecamatan Ubud, Sukawati, dan Kota Gianyar yang terpusat di Lapangan Astina. ‘’Fokus kita tiga lokasi ini karena menjadi pusat keramaian saat pergantian tahun. Khusus di Kota Gianyar, kami akan melakukan skema pengaturan arus lalin. Selain itu, pengamanan wilayah lain tetap akan mendapat pantauan,’’ ucapnya. Keesokan harinya, 1 Januari 2017, jajarannya juga akan melakukan pengamanan ketat di sejumlah objek wisata yang men-
jadi tujuan utama para wisatawan untuk menikmati libur. ‘’Objek wisata juga akan kita amankan karena setelah pergantian tahun pasti akan dipadati wisatawan, seperti Ubud, Ceking, Tirta Empul dan lainnya,’’ katanya. Disinggung terkait deteksi dini ancaman terorisme, Kompol Dedy menyatakan, sampai sore kemarin belum ada laporan ancaman teroris yang terdeteksi. Sebab itu, ia pun menegaskan Gianyar aman untuk perayaan malam tahun baru, atau pun menjadi tempat liburan. ‘’Sampai saat ini belum ada yang terdeteksi. Mudah-mudahan seterusnya aman. Tetapi kita tetap menyiagakan personel. Yang jelas kami tetap waspada,’’ tegasnya. Lebih lanjut dikatakannya, untuk mempercepat layanan ke
masyarakat, Polres Gianyar sudah menyiapkan sejumlah pos. Pos dimaksud yakni Pos Pam Terpadu yang berlokasi di depan Balai Budaya Gianyar, tiga pos pengamanan yakni Pos Pam Guwang, Pos Pam Gereja Santa Maria Rosari, dan Pos Pam Puri Ubud. ‘’Setiap pos ini sudah dijaga personel gabungan dari Polres, Kodim, Diskes, Dishub serta sejumlah instansi lainnya,’’ ucapnya. Pihaknya juga menyiapkan tujuh lokasi Pos Pantau yakni Pos Pantau Batubulan, Pos Pantau Taman Burung, Pos Pantau Pengosekan, Pos Pantau Pasar Payangan, Pos Pantau Ceking, Pos Pantai Tirta Empul, dan Pos Pantau Goa Gajah. ‘’Pos-pos ini sudah kita siapkan di tempat strategis, untuk membantu kelancaran arus lalin serta menjaga keamanan,’’ ucapnya. (kmb35)
9 Jumlah Komulatif Pengidap HIV di Gianyar 1.098 Orang Gianyar (Bali Post) Masih tingginya jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Gianyar menimbulkan keprihatinan berbagai pihak. Apalagi virus tersebut banyak menjangkiti penduduk usia produktif. Pemkab Gianyar pun terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, jumlah kasus HIV secara komulatifnya dari tahun 1987 hingga Desember 2016 adalah 1.098 kasus. Berdasarkan data dari 2010, angka pengidap tiap tahunnya fluktuatif. Pada 2010 terdapat 132 kasus, 2011 (110 kasus), 2012 (85 kasus), 2013 (156 kasus), 2014 (155 kasus), 2015 (177 kasus) dan tahun 2016, sampai Desember terdapat 106 kasus. ‘’Bisa saja dari angka tersebut masih ada yang tercecer atau ada yang sudah meninggal dunia,’’ jelas Sekretaris II Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Gianyar Anak Agung Suardana saat acara peringatan Hari AIDS Sedunia di Balai Budaya Gianyar, Jumat (30/12) kemarin. Bahkan dikatakannya lagi, pengidap penyakit yang belum ada obatnya ini cenderung dari umur produktif 20-39 tahun. Jumlahnya sekitar 37,5 persen dari keseluruhan. Sedangkan kasus pada balita dialami seki-
tar 2,4 persen. Dijelaskannya, saat ini di seluruh puskesmas yang ada di Gianyar masyarakat sudah bisa melakukan konseling dan pemeriksaan terhadap orang yang diduga mengidap penyakit ini. Sedangkan untuk pengobatan yang gratis ini untuk Kabupaten Gianyar sudah tersedia di RS Sanjiwani dan Puskesmas II Ubud. Terkait langkah yang diambil untuk menekan jumlah penularan, dilaksanakan sosialisasi baik di masyarakat umum dan sekolah setingkat SMA/SMK. ‘’Sosialisasi sudah sering kita laksanakan, baik atas permintaan atau yang diprogramkan dari tahun ke tahun,’’ tambahnya. Sementara itu, Asisten II Setda Kabupaten Gianyar I Ketut Astawa Suyasa mengatakan, penularan HIV/AIDS sangat tergantung dari perilaku seseorang. Bahkan yang paling riskan terjadi ialah pada kalangan pelajar dan mahasiswa. Hal tersebut dikarenakan masih maraknya perilaku seks bebas dan penyalahgunaan narkoba pada kalangan remaja. ‘’Ini perlu kita perhatikan dengan serius. Harus adanya komitmen kita bersama baik pemerintah dan masyarakat untuk bersama memberantas dan mencegah penyebaran HIV/ AIDS,’’ ucap Astawa Suyasa. (kmb35)
Mendikbud Puas dengan Realisasi Program Revitalisasi Desa Adat
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengaku sangat puas dengan realisasi penggunaan anggaran dari Program Revitalisasi Desa Adat, saat meninjau Wantilan Pura Dalem Desa Adat Belega Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar, Kamis (30/12). Pembanguan wantilan ini mendapatkan bantuan dari Program Revitalisasi Desa Adat tahun 2015 yang difasilitasi anggota Komisi X DPR-RI Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. Mendikbud Muhadjir Effendy melakukan peninjauan bersama Wayan Koster disambut meriah krama Desa Adat Belega. Di antaranya hadir di acara tersebut Wakil Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra. Mendikbud Muhadjir Effendy dalam sambutannya mengaku sangat bangga dengan krama Desa Adat
Bersama KBS Meninjau Wantilan Pura Dalem Desa Adat Belega
Belega yang sudah menggunakan dana bantuan program Revitalisasi Desa Adat. ‘’Saya sangat bersyukur dengan bantuan sebesar Rp 700 juta, realisasinya menjadi Rp 1,5 miliar. Ini bisa menjadi contoh untuk daerah lain,’’ ujar Mendikbud. Mendikbud mengharapkan, gedung wantilan ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Selain sebagai tempat musyawarah, kegiatan adat, seni dan budaya, wantilan ini bisa digunakan sebagai tempat pembelajaran untuk menyerap nilainilai keutamaan dan nilai kesucian untuk ditularkan kepada generasi selanjutnya. Di bagian lain, Wayan Koster dalam sambutannya mengungkapkan, pembangunan di bidang adat istiadat, seni dan budaya sangat didukung oleh Program Revitalisasi Desa Adat dari Kementerian Pen-
didikan dan Kebudayaan. Pihaknya di Komisi X juga mendorong program pelestarian seni melalui komunitas budaya dan pelestarian cagar budaya serta museum. KBS (Koster Bali Satu), demikian panggilan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, menegaskan perkembangan globalisasi bisa menggerus nilai-nilai budaya apabila pembangunan pada bidang adat istiadat, seni dan budaya tidak mendapatkan perhatian serius. ‘’Saya mendorong kepala-kepala daerah agar giat melaksanakan program kegiatan pelestarian budaya,’’ ujar KBS. Komisi X, lanjut KBS, meminta Kemendikbud meningkatkan anggaran pada kegiatan pelestarian budaya melalui Program Revitalisasi Desa Adat. ‘’Ke depan, program ini harus dilanjutkan dan anggaran-
nya ditingkatkan. Sehingga jangkauan atau jumlah desa adat yang mendapatkan program ini bisa lebih banyak,’’ tandasnya. Program ini telah berlangsung selama empat tahun dan rata-rata melalui fasilitasinya, setiap tahunnya dibangun 40 wantilan dan gedung serbaguna untuk desa adat di sembilan kabupaten se-Bali. Pada kesempatan tersebut Mendikbud Muhadjir Effendy dan KBS menandatangani prasasti peresmian Wantilan Pura Dalem Belega, disaksikan Bendesa Adat I.B. Made Sujana. (ad1544) PRASASTI - KBS dan Mendikbud Muhadjir Effendy menandatangani prasasti peresmian Wantilan Pura Dalem Belega.
KLUNGKUNG
10
Sabtu Kliwon, 31 Desember 2016
Tiga Tahun Kepemimpinan Suwirta-Kasta
Mengabdi – Pasangan Bupati I Nyoman Suwirta dan Wakil Bupati Made Kasta sudah tiga tahun mengabdi untuk Kabupaten Klungkung.
Masih Banyak yang Harus Dilakukan untuk Masyarakat TAHUN 2016 segera berakhir, dan sebagai gantinya datanglah tahun 2017. Untuk itu mari kita tingkatkan nilai-nilai kesatuan dan kedamaian yang merupakan dasar dari pembangunan di Kabupaten Klungkung. Itulah harapan Bupati I Nyoman Suwirta dan Wakil Bupati Made Kasta setelah tiga tahun memimpin Kabupaten Klungkung, tepatnya sejak 2013 lalu. ‘’Seiring waktu yang begitu cepat berlalu, tak terasa tiga tahun sudah kami mengabdi kepada masyarakat Klungkung. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas kerja sama yang baik selama ini. Masih banyak yang harus kami lakukan untuk menuju Klungkung yang unggul dan sejahtera, serta masih banyak harapan masyarakat Klungkung yang belum bisa kami
wujudkan,’’ kata Suwirta. Wujud pembangunan yang dilakukan bersama masyarakat untuk lima tahun ke depan sesuai dengan visi dan misi yang dibuat, seperti program dan pelayanan yang diberikan yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pembangunan dimaksud meliputi bidang kebudayaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, trans-
portasi, pertanian, kebersihan, penanggulangan bencana dan narkoba, serta kerukunan umat beragama. Di bidang kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Klungkung memperkuat adat dan budaya Bali. Pemkab melakukan berbagai kegiatan seperti festival yang bertujuan memperkuat adat dan budaya. Pemerintah juga memberikan
ruang kepada seniman untuk mementaskan dan mengekspresikan hasil karyanya di tempat-tempat yang sudah disediakan. ‘’Klungkung menjadi pusat budaya bisa dibuktikan dan memberikan nilainilai plus terhadap kebudayaan di Bali,’’ ujarnya. Di bidang pendidikan terus digenjot kualitas dan kuantitasnya, sehingga tamatan sekolah selalu meningkat dan buta aksara bisa ditekan sesuai anggaran yang dikeluarkan. Sejak 2014 banyak digelontorkan beasiswa dengan target 5.000 siswa miskin dan
berprestasi hingga lima tahun ke depan. Lewat pemberian beasiswa diharapkan tidak ada lagi anakanak yang putus sekolah, sehingga bisa mengikuti Wajib Belajar 12 Tahun. Dalam rangka meningkatkan SDM, Pemkab Klungkung bekerja sama dengan Dinas Sosial melakukan terobosan, salah satunya pelatihan wirausaha muda. Peserta pelatihan diharapkan mempunyai kesiapan dan kompetensi untuk mengikuti perkembangan zaman dan bekerja sesuai bidang yang ada. Sampai 2016 ini sudah banyak
pelatihan yang sudah diberikan plus disediakan prasarana, pendampingan, dan yang paling penting menyediakan pasar. ‘’Mereka dilatih, diberikan alat, pendampingan dan pasar yang suatu saat diharapkan bisa terlepas dari garis kemiskinan,” kata Suwirta. Bupati dan Wabup Klungkung mengakui untuk melaksanakan bidang-bidang tersebut tidak semudah yang diharapkan. Namun melalui kerja keras serta peran serta segala lini termasuk masyarakat, semua itu sudah berjalan sesuai dengan sistem yang ada. (ad846)
Dari Hulu Sampai Hilir PEMKAB Klungkung tidak melupakan sektor pertanian demi kesejahteraan petani. Pemerintah tidak hanya memikirkan bagaimana proses di hulu dan pola tanam, namun sampai ke hilir. Konsep dari hulu sampai hilir ini sudah dirasakan manfaatnya oleh petani. Kesejahteraannya meningkat karena bisa mendapatkan harga terbaik. Pemkab bekerja sama dengan petani, subak, KUD, pegawai negeri dan seluruh pedagang yang ada dengan konsep “beli mahal jual murah”. Petani yang selama ini menjual gabahnya dengan harga yang tergolong murah, kini dibeli KUD lebih mahal. Sementara beras yang dijual oleh KUD ke masyarakat bisa lebih murah dari harga di pasar. Beralih ke bidang infrastruktur, semua kecamatan terus digenjot. Jalan menjadi skala priortas lainnya agar akses dari satu desa dengan desa lainnya bisa terhubung dengan cepat dan baik. Khusus jalan-jalan di Nusa Penida tahun 2015 lalu untuk pertama kali mempergunakan coldmix dan asbuton. Hasilnya, 50 persen dari 229 kilometer panjang jalan di kecamatan ini bisa diperbaiki. ‘’Mudah-mudahan pada tahun berikutnya lebih banyak jalan lagi yang bisa ditingkatkan kualitasnya,’’ ungkap Suwirta. Masih di bidang transportasi, untuk menghubungkan Klungkung daratan dengan kepulauan Nusa Penida, tahun 2017 akan dibuat pelabuhan segi tiga emas yang meliputi Pesinggahan, Sampalan (Ceningan) dan Lembongan. Di samping untuk kelancaran ekonomi karena bisa berlabuhnya Kapal Nusa Jaya Abadi (Roro), keberadaan tiga pelabuhan di atas diharapkan bisa memudahkan pemerintah untuk menghitung jumlah wisatawan dan penumpang yang keluar masuk dari Klungkung daratan ke Kepulauan Nusa Penida. Rencana ini didukung oleh pihak swasta, mengingat setiap pantai di Klungkung menjadi pelabuhan rakyat. Guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan taraf perekonomian masyarakat, Pemkab Klungkung telah menata Monumen Puputan Klungkung (diisi air mancur bernyayi), Pasar Senggol, Kertha Gosa, Lapangan Puputan dan Pasar Seni Semarapura. Objek wisata ini merupakan paket dalam program City Tour yang diresmikan pertengahan tahun ini.*
TAMAN – Bupati Klungkung turun langsung menata pertamanan di Kota Semarapura.
Warga Diajak Jaga Kebersihan
MISKIN – Pemkab Klungkung peduli terhadap warga miskin lewat program bedah rumah.
OLAHRAGA - Olahraga mendapat perhatian khusus dari Pemkab Klungkung karena mampu mengharumkan nama daerah.
SEJAK awal pemerintahannya, Bupati I Nyoman Suwirta dan Wakil Bupati Made Kasta sudah berencana bagaimana caranya membuat masyarakat Klungkung betah berada di daerah kelahirannya. Ini dibuktikannya dengan memperbaiki dan menata wajah Kabupaten Klungkung, khususnya Kota Semarapura. Kebersihan menjadi prioritas utama. Akan tetapi Pemkab Klungkung tidak bisa berjalan sendiri. Perlu dukungan dan peran serta masyarakat untuk menjaga kebersihan secara bersama-sama. Puskesmas, rumah sakit dan alat kesehatan yang ada diperbaiki untuk memberikan pelayanan kesehatan maksimal bagi masyarakat. Melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang diterima dari Pemerintah Provinsi Bali, Klungkung sudah memiliki Rumah Sakit Pratama di Nusa Penida. ‘’Rumah Sakit Pratama ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Selama ini puskesmas di Nusa Penida harus merujuk pasien ke rumah sakit di Klungkung daratan. Ini merupakan tantangan bagi masyarakat Nusa Penida,’’ ungkap Suwirta. Berlanjut ke bidang penanggulangan bencana dan narkoba, Pemkab Klungkung melakukan berbagai terobosan, di antaranya membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tim URC Unit Reaksi Cepat BPBD sudah mampu menanggulangi sejumlah kasus bencana yang terjadi di Kabupaten Klungkung dalam tiga tahun terakhir. Guna menanggulangi bahaya narkoba, pemerintah mencanangkan pembentukan Kantor BNK Kabupaten Klungkung. Berbagai kegiatan sudah dilakukan untuk memberantas peredaran narkoba, seperti mengadakan ceramah serta tes urine ke beberapa sekolah, kantor, lembaga dan instansi lainnya.
Sementara untuk mewujudkan kerukunan antarumat beragama, Pemkab Klungkung membentuk Forum Kerukunan Umat Beragama. Forum ini sudah mampu menjaga stabilitas kerukunan antarumat beragama di daerah bumi serombotan.*
BERSIH - I Nyoman Suwirta dan Made Kasta sangat perhatian terhadap kebersihan sungai.
Sabtu Kliwon, 31 Desember 2016
BULELENG
11
Bersihkan Pantai Penimbangan
Kodim Ajak Masyarakat Perangi Sampah Singaraja (Bali Post) Tumpukan sampah di sepanjang Pantai Penimbangan, Baktiseraga menjadi perhatian jajaran Kodim 1609/Buleleng. Menyikapi hal itu, aksi bersih-bersih pun langsung dilakukan Jumat (30/12) kemarin. Kegiatan itu juga melibatkan jajaran Polri, pemkab, siswa dari sejumlah sekolah, dan warga sekitar. Berdasarkan pantauan, aksi bersih-bersih yang dimulai pukul 07.00 wita itu diikuti ratusan peserta. Berkat itu, tumpukan sampah yang telah berlangsung beberapa hari berhasil dibersihkan dalam waktu sekejap. Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Selamet Winarto, S.E. mengatakan, aksi tersebut sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Sebagai daerah tujuan wisata, kawasan pantai harus selalu dalam kondisi bersih yang pada akhirnya mampu memberikan kenyamanan bagi pengunjung. “Lingkungan juga menjadi perhatian kami. Apalagi ini sebagai daerah tujuan wisata. Kalau dipenuhi sampah, malu,” ujarnya. Pada kegiatan itu, ia juga meminta masyarakat untuk secara bersama-sama memerangi sampah yang selama ini menjadi persoalan hampir di seluruh daerah. Masyarakat yang berada di hulu juga diminta untuk mengelola sampah dengan baik. “Keindahan itu bentuk dari pribadi. Tunjukkan ikut memiliki dan ikut merawat lingkungan,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Buleleng Nyoman Genep yang juga hadir pada saat itu mengakui kepungan sampah di pantai ini sudah sering terjadi. Guna melakukan penanganan dalam waktu cepat, pihaknya akan menempatkan tenaga kebersihan khusus di lokasi tersebut sebanyak empat orang. “Ini sudah sering terjadi. Karena ini jadi tujuan wisata, nanti akan ada tenaga kebersihan khusus yang menangani sampah di sini,” jelasnya. Sampah tersebut, katanya, berasal dari masyarakat yang hanyut saat hujan. Mengimbangi upaya yang akan dilakukan, pembinaan juga akan digulirkan semakin intensif. “Sebenarnya kami sudah sering membina. Bak sampah berukuran besar sudah disediakan. Tapi masih saja ada yang tidak mau berubah. Ini akan kami bina terus,” ujarnya. (kmb45)
Bali Post/mud
KETAT - Pelabuhan Pusat Pendaratan Ikan di Desa Sangsit Kecamatan Sawan. Pada malam perayaan tahun baru 2017, pelabuhan ini akan diawasi secara ketat.
Malam Perayaan Tahun Baru, Pengawasan Pelabuhan Diperketat
Singaraja (Bali Post) -
Malam perayaan tahun baru, pengamanan yang dilakukan jajaran Polres Buleleng tak hanya terbatas pada sejumlah lokasi keramaian di lingkungan kota. Pengawasan secara ketat juga diberlakukan pada kawasan pelabuhan. Mendukung hal tersebut, ratusan personel akan diterjunkan. Demikian disampaikan Wakapolres Buleleng Kompol Michael R. Risakotta didampingi Kabag Ops Kompol Made Joni Antara Putra di sela-sela press release akhir 2016, Jumat (30/12) kemarin. Pada malam perayaan tahun baru, aktivitas masyarakat lebih banyak pada tempat-tempat sentral. Khusus di lingkungan Kota Buleleng berada di Taman Kota, Eks Pelabuhan Buleleng, Pantai Penimbangan, dan
Bali Post/kmb45
SAMPAH - Jajaran Kodim 1609/Buleleng bersama Polri, pemkab, siswa, dan masyarakat membersihkan sampah di Pantai Penimbangan, Jumat (30/12) kemarin.
Setahun, Dewan Sahkan 13 Perda Singaraja (Bali Post) DPRD Buleleng mengesahkan 13 peraturan daerah (perda) dalam satu tahun masa sidang. Dua dari 13 produk hukum daerah itu merupakan hak inisiatif dewan. Kedua perda inisiatif dewan itu adalah perda tentang Ketenagakerjaan dan Perda Kemitraan dan Kerja Sama Daerah. Demikian diungkapkan Ketua Dewan Gede Supriatna didampingi Wakil Ketua Made Adi Purnawijaya saat memberikan keterangan pers di kantornya, Jumat (30/12) kemarin. Bali Post/dok Lebih jauh, Supriatna Gede Supariatna mengatakan, itu sesuai dengan tugas dan fungsi DPRD, terutama pada fungsi legislasi dengan mengesahkan perda. Bidang legislasi ini, perda yang ditetapan itu kebanyakan atas usulan eksekutif. Selain itu, lembaga yang dipimpinnya itu tahun 2016 dapat menggunakan hak insiatifnya menetapkan regulasi di daerah. Hal ini membuktikan, lembaga dewan tidak saja membahas rancangan yang diajukan eksekutif, namun apa yang menjadi pemikiran lembaga dewan dapat ditindaklanjuti menjadi produk hukum. “Kalau dari fungsi lembaga jelas mengesahkan regulasi dan khusus tahun 2016 hak inisiatif kita sudah tersalurkan melalui dua perda, sehingga bagi kami tidak saja menunggu usulan, namun bisa juga mengusulkan untuk dibahas bersama-sama dengan eksekutif,” jelasnya. Di sisi lain, Supriatna mengatakan, dalam fungsi anggaran, DPRD dan pemerintah telah menetapkan APBD induk APBD perubahan. Dalam anggaran, hubungan dewan dan eksekutif telah terjalin harmonis. Fungsi pengawasan DPRD Kabupaten Buleleng telah melakukan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah terutama proyek pemerintah. Sedangkan, bidang pendapatan daerah pihaknya mendorong eksekutif menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp 315 miliar menjadi Rp 350 miliar pada tahun 2017. “Khusus anggaran kami sudah sangat baik dan khusus untuk pengawasan kami fokus mengawasi proyek dan kebijakan, serta kami mendorong peningkatan PAD sesuai potensi yang ada di daerah kita,” jelasnya. (kmb38)
Lovina. Situasi yang demikian memungkinkan dijadikan kesempatan oleh oknum untuk melakukan hal yang berkaitan dengan gangguan kamtibmas di pelabuhan, terutama saat bongkar muat barang. Men-
gantisipasi itu, pengawasan dilakukan semakin ketat. “Di Buleleng ada Pelabuhan Celukan Bawang dan Sawan. Saat malam perayaan tahun baru, itu akan diawasi secara ketat karena berpotensi terjadi
Mengamankan acara tahunan ini, khusus di lingkungan kota, Polres menerjunkan sedikitnya 560 personel. Jumlah ini nantinya juga di-back up TNI yang menurut informasi jumlahnya mencapai 230 orang. Sementara di daerah kecamatan, pengamanan sudah ditangani langsung oleh Polsek. “Personel sudah siap. Nanti itu akan memantau situasi di sejumlah lokasi. Pengamanan juga dilaksanakan pada kebaktian di gereja,” ujarnya. (kmb45)
PASS Bangkitkan Kejayaan Tari Wiranjaya Desa Kedis Singaraja (Bali Post) Pasangan nomor urut dua, Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra (PASS), tidak saja fokus pada insfrastruktur dan pertanian dalam arti luas. Dalam kampanye lanjutan di balai serbaguna Desa Kedis Kecamatan Busungbiu Jumat (30/12) kemarin, paket berjuluk PASS di Hati ini berkomitmen membangkitkan kembali kejayaan seni tari yang terlahir di Desa Kedis. Tari tersebut dikenal dengan nama Wiranjaya yang diciptakan oleh almarhum Ketut Merdana. Tari ini hingga kini tetap eksis dan generasi muda begitu banyak yang mampu menarikan tarian yang satu ini. Calon bupati Putu Agus Suradnyana didampingi calon wakil bupati Nyoman Sutjidra mengatakan, Desa Kedis salah satu desa di Buleleng dikenal memiliki potensi seni tari dan tabuh. Bahkan, dalam sejarah berkesenian, desa ini dijuluki dauh jung (sisi barat). Potensi ini tidak lepas dari nama almarhum Ketut Merdana yang semasa hidupnya dikenal sebagai pencipta Tari Wiranjaya. Selain itu, sejak dahulu di desa ini juga tumbuh dan berkembang kesenian tabuh gong yang masih eksis hingga saat ini. “Saya secara khusus memen-
taskan kembali Tari Wiranjaya yang diciptakan oleh tokoh seni di desa ini. Ini akan menjadi program kami untuk kita kembangkan melalui kebijakan pemerintah ke depan,” katanya. Menurut Agus, upaya pelestarian seni tari tidak cukup dengan melakukan pembinaan atau memberikan bantuan peralatan gong atau hal lain. Namun ruang berkesenian ini harus dihidupkan, sehingga seniman bisa menampilkan kreativitasnya. Untuk membuka ruang pentas yang lebih luas adalah dengan melanjutkan pergelaran festival yang sudah menjadi program rutin di era kepemimpinanya pertama. Agus pun menjanjikan setelah terpilih kembali menjadi bupati dan wakil bupati, pihaknya akan mengangkat Tari Wiranjaya dari Desa Kedis dalam event Buleleng Festival (Bulfest) 2017 mendatang. “Dalam periode pertama kami sudah gulirkan festival, nah ini sekarang sudah mengimbas kecamatan sudah membuat festival. Khusus 2017 dan jisa saya terpilih saya akan pentaskan Tari Wiranjaya dari Kedis secara massal, sehingga tari yang diciptakan oleh orang Buleleng asli akan dikenal dan tetap dicintai,” ujar PASS disambut tepuk tangan pendukungnya.
Selain menyangkut kesenian, PASS memaparkan visi dan misinya yang fokus untuk mengangani masalah pertanian mulai tahun 2017 dan berlanjut tahun 2018. Kebijakan ini mengarah pada penanganan di sektor hulu dengan mengedukasi petani dalam memilih vegetasi tanaman yang unggul. Bagian tengah akan fokus dalam penampingan petani dalam meningkatkan sumber daya manusia. Sedangkan sektor hilir, bagaimana petani akan dibantu dengan program penanganan pascapanen. Atas program tersebut, warga dari sepuluh desa di Kecamatan Busungbiu bulat mendukung paket PASS di Hati. Program penanganan masalah pertanian ini mendapat sambutan positif warga. Kampanye PASS kemarin berbeda dari biasanya. Begitu tiba, sekaa beleganjur menyambut kehadiran PASS dengan hangat. Sementara mengawali kampanye, PASS dihibur dengan penampilan dua penari yang sudah berusia 70 tahun. Penari ini merupakan anak dari almarhum Ketut Merdana. Tak pelak, PASS dan rombongan kagum dengan penampilan penari Nyoman Merti Menga dan Jro Luh Supini lihai menarikan Tari Wiranjaya ciptaan almarhum orangtuanya. (kmb38)
Suara Buleleng Syarat Dipermudah Secara umum pelayanan pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi) di Polres Buleleng sudah bagus. Namun untuk tes psikologi bagi pencari SIM baru yang setiap hari antreannya selalu padat agar dicarikan solusi untuk mengatasinya. Karena banyak pencari SIM baru yang tidak dapat kebagian mengikuti tes psikologi. Demikian pula soal persyaratan perpanjangan SIM agar mekanismenya lebih dipermudah lagi. Gede Balbo, Penimbangan Ibu Suma, Desa Banjar
ganggunan kamtibmas,” tegas Wakapolres. Lanjut dia, guna menjaga suasana tetap kondusif, masyarakat diminta untuk tidak pesta miras maupun melaksanakan perayaan di pinggir jalan. Karena melibatkan masyarakat banyak, itu berpotensi mengundang gangguan keamanan. “Ini sudah kami koordinasikan dengan seluruh polsek dan juga adat. Kalau ada yang pesta miras langsung tindak tegas,” ungkapnya.
Bali Post/kmb38
KAMPANYE - Paket PASS di Hati bangkitkan potensi kesenian tradisional yang menjadi warisan pendahulu di Desa Kedis Kecamatan Busungbiu.
Bali Post/mud
PEMETAAN - Pantai Lovina sebagai salah satu objek wisata di Kabupaten Buleleng. Pengembangan pariwisata ke depannya, pemkab perlu melakukan pemetaan kawasan.
Pemerataan Pariwisata, Pemkab Perlu Petakan Kawasan Singaraja (Bali Post) Perkembangan pariwisata di Kabupaten Buleleng semakin pesat. Guna menghindari ketimpangan pembangunan antarwilayah, pemkab perlu melakukan pemetaan kawasan. Hal ini juga sebagai salah satu upaya untuk menciptakan destinasi yang nyaman dan tetap dilirik wisatawan. Demikian disampaikan praktisi pariwisata Universitas Pendidikan Ganesha Putu Gede Parma, S.St.Par., M.Par., belum lama ini. Pariwisata di Bumi Panji Sakti sejak beberapa tahun belakangan semakin berkembang, khususnya wilayah barat, seperti Lovina dan Pemuteran. Bahkan, sekilas seperti mengalahkan wilayah bagian timur. Jika kondisi itu terus berlangsung, maka akan menimbulkan ketimpangan antrawilayah. Mengantisipasi itu, pemkab perlu sesegera mungkin melakukan pemetaan kawasan pariwisata. “Sekarang perkembangan pariwisata semakin pesat. Tapi lokasinya masih terfokus pada satu titik. Yang terlihat seperti lovina dan di Pemuteran. Pembangunan ke depan harus diratakan. Perlu pemetaan sejak dini,” ujarnya. Jika pemetaan itu tak segera dilakukan, maka kondisi pariwisata Buleleng ke depannya berpotensi akan krodit, layaknya seperti Bali Selatan. Dihadapkan dengan hal demikian, tingkat kenyamanan wisatawan akan turut terpengaruh dan keinginannya untuk berkunjung dalam waktu lama akan semakin terkikis. “Pemetaan itu harus jelas. Kutanya Buleleng misalnya ada di Lovina, BTDC-nya Buleleng ada di Pemuteran. Objek yang ada harus khas,” ucapnya. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi Undiksha ini menyebutkan guna menarik wisatawan untuk berkunjung, pengelolaan pariwisata ke depannya juga harus lebih inovatif. Desa wisata yang telah tertuang dalam perda harus tetap mendapatkan sentuhan inovasi. Demikian juga dengan kemunculan objek wisata yang baru. “Kalau saya lihat, Buleleng itu kota penuh sejarah. Sempat jadi ibu kota Sunda Kecil. Bangunan era Belanda cukup banyak. Ini bisa digarap sebagai wisata kota tua. Harus punya ikon,” tegasnya. Guna menggaet wisatawan, kemasan pariwisata juga harus berdasarkan konsep Tri Hita Karana. Hal itu akan semakin terlihat manis jika kebudayaan yang ada di Bali Utara bisa ditampilkan dalam setiap objek. Langkah yang demikian juga sebagai salah sau upaya pelestarian warisan leluhur. Lebih mendasar dari itu, kualitas Sumber Daya Manusia juga perlu terus ditingkatkan. “Pemahaman pariwisata juga harus dimiliki masyarakat. Ini perlu mendapat perhatian secara berkelanjutan,” ujarnya. (kmb45)
JEMBRANA
12 Giliran Penyelundupan Daging Ayam Digagalkan Polisi Negara (Bali Post) -
Setelah daging babi, Jumat (30/12) kemarin giliran daging ayam yang berhasil digagalkan petugas Polsek Kawasan Laut Gilimanuk. Sedikitnya, 7 boks daging ayam dengan berat 310 kilogram diketahui tidak dilengkapi surat kesehatan Karantina itu diamankan polisi. Modus pelaku dengan menitip paket tersebut lewat sopir bus. Untuk itu, sopirnya juga digelandang ke Polsek guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Penggagalan penyelundupan ini ketika bus menjalani pemeriksaan di Pos Pam Gilimanuk,” kata salah satu petugas kemarin. Dari informasi yang dihimpun, daging ayam itu diangkut bus Tiara Mas dengan nopol EA 7308 A. Bus yang dikemudikan H. Ahmad (45), warga Sumbawa Barat ini dari Jawa. Begitu masuk Pelabuhan Gilimanuk, penumpang bus menjalani pemeriksaan di Pos Pam Gilimanuk. Nah, saat pemeriksaan inilah diketahui ada 7 boks daging ayam yang diangkut. Celakanya, paket itu tidak dilengkapi surat kesehatan dari Karantina alias ilegal. “Sopir bus mengaku bahwa daging itu merupakan paket dari kantor. Ia tidak tahu isinya apa,” jelasnya. Sang sopir baru mengetahui isi boks itu adalah daging ayam ketika diperiksa polisi. Ia juga mengaku bahwa paket daging itu akan dikirim ke Mataram. Nantinya, penerima daging tersebut yakni Asnadi. “Karena tidak ada surat-suratnya, maka sopir, barang bukti, termasuk busnya diamankan di Polsek,” ujar petugas tadi. Sementara itu, Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol A.A. Gde Arka saat dikonfirmasi kemarin membenarkan pihaknya mengungkap kasus penyelundupan tersebut. Namun, kasusnya akan dilimpahkan ke Balai Karantina untuk ditindaklanjuti. “Akan kami limpahkan kasusnya,” ungkapnya kepada wartawan. Di pihak lain, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar Drh. Saiful Muhtadin mengatakan, selama tahun 2016 ini, pihaknya telah melakukan penindakan sebanyak 172 kali terhadap komoditi karantina hewan yang tidak melengkapi persyaratan dan prosedur. Adapun tindakan tersebut yakni berupa 87 kali tindakan penahanan. (kmb26/kmb)
Sabtu Kliwon, 31 Desember 2016
528 Pejabat Pemkab Dimutasi Negara (Bali Post) –
Perombakan di lingkup Pemkab Jembrana telah dilakukan sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Jembrana nomor 821.2/249/BKD/2016. Sedikitnya ada 528 pejabat dimutasi dan menduduki posisi baru masing-masing, Jumat (30/12) kemarin. Menariknya, dari ratusan pejabat itu, empat dari lima camat yang ada posisinya digeser. Sementara satu camat lainnya masih tetap dipertahankan. Keempat pejabat wilayah yang dimutasi itu, yakni Camat Pekutatan, Camat Mendoyo, Camat Jembrana dan Camat Negara. Kursi Camat Pekutatan yang sebelumnya diduduki Ketut Eko Susila Artha Permana itu, kini dimutasi menjadi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBP). Kemudian, Camat Mendoyo I Komang Agus Adinata bergeser menjadi Camat Negara. Untuk Camat Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah dan Camat Negara, I Ketut Kariadi Erawan kini menduduki Sekretaris Dinas (Sekdis) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Untuk Camat Melaya, I Putu Eka Swarnama, ini adalah satusatunya yang masih bertahan. Sementara, untuk total pejabat yang dimutasi sebanyak 528 pejabat yang terdiri dari 19 orang dari eselon II, 113 eselon III, 378 eselon IV, serta 18 eselon V. Adanya perubahan status Kantor dan Badan men-
jadi Dinas juga mengharuskan para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebelumnya menyesuaikan jabatan menjadi Sekdis. Seperti Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) I Komang Suparta menjadi Sekdis Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, Kakan Satpol PP I Gusti Ngurah Rai Budhi menjadi Sekretaris Satuan Pol PP, Kakan Perpustakaan dan Arsip Ida Ayu Made Dharma Yanti Putra menjadi Sekdis Perpustakaan dan Kearsipan, Kakan Pemberdayaan Perempuan dan KB, Ni Kade Ari Sugianti menjadi Sekdis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kakan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan, I Wayan Darwin menjabat Sekdis Lingkungan Hidup. Bupati Jembrana I Putu Artha usai pelantikan mengaku sengaja memilih lokasi TMP sebagai tempat pelaksanaan mutasi untuk membangkitkan semangat serta nilai-nilai kepahlawanan bagi para pejabat lama serta baru yang
dikukuhkan mengisi organisasi perangkat daerah Jembrana. “Kita ingin tularkan nilai-nilai kepahlawanan serta semangat para pahlawan pendahulu yang bekerja dengan kerendahan hati tanpa pamrih untuk bisa diteruskan dalam mengisi pembangunan Jembrana. Setiap pejabat mesti berdedikasi tinggi,
memiliki tanggung jawab serta tidak boleh terlena,“ kata Artha. Selain itu, Bupati Artha juga menuntut para pejabat Jembrana yang baru saja dikukuhkan bisa berinovasi dan kreatif. Sifat tersebut harus tetap kita jaga dan kembangkan dalam menjalankan tugas. “Jadikan diri saudara sebagai manusia yang berintegritas, mau bekerja keras dan bersemangat gotong royong dalam membangun Jembrana,” pintanya. Sementara itu jajaran eselon II tidak ada pergeseran pejabat. Nama-nama peja-
bat sebelumnya masih tetap dipercaya menduduki posisi semula. Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan menambahkan untuk mutasi eselon II akan dilakukan pada awal tahun 2017. Akan dilakukan lelang jabatan guna mengisi kursi eselon II yang kosong menyesuaikan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang baru. Pada OPD baru ini dipastikan akan ada 10 Dinas yang kosong karena adanya penambahan dan pejabat eselon II yang pensiun. (kmb26)
Bali Post/olo
PELANTIKAN – Pelantikan dan pengukuhan ratusan pejabat Pemkab Jembrana, Jumat (30/12) kemarin.
KARANGASEM
Sabtu Kliwon, 31 Desember 2016
13
SOSOK Bentuk Relawan GERAKAN memberantas narkoba makin gencar dilakukan hingga ke desa-desa dan sekolah. Upaya mengedukasi perihal bahaya narkoba dikemas apik dan sistematis k e p a d a masyarakat selain para siswa di sekolah. Diyakini, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba, diharapkan, dengan sendirinya terbentuk relawan antinarkoba yang akan semakin mempersempit ruang gerak peredaran barang berbahaya itu di kalangan generasi muda. Kasat Narkoba Polres Karangasem AKP Agus Widarma Putra mengatakan hal itu, Jumat (30/12) kemarin. Upaya membatasi ruang perederan narkoba itu harus lebih sering dilakukan di tengah makin beragamnya cara bandar narkoba menyebar barang haram itu, untuk menghancurkan generasi muda. Instansinya, diakui semakin gencar turun ke desa-desa dan sekolah. “Kami ingin melibatkan masyarakat lebih banyak untuk memerangi narkoba ini. Karangasem sudah menjadi pasar tersendiri. Jadi, kami juga harus bergerak lebih gencar, agar generasi muda kita tak diracuni narkoba, yang dapat merusak masa depan mereka,” katanya. Dia menegaskan, respons masyarakat di desa-desa antusias mengikuti dan mencermati penjelasan yang disampaikan pihak kepolisian. Setidaknya, setiap orangtua bisa membentengi keluarga mereka dari ancaman bahaya narkoba. “Kami akan lanjutkan terus. Semakin sering diingatkan, maka semakin waspada kita bersama terhadap bahaya narkoba,” tegasnya. (gik)
Bali Post/kmb31
BERKAS MENUMPUK - Berkas para peserta tampak menumpuk di ruang Kadisdikpora.
Pascapengukuhan
Enam Jabatan Eselon II/B Masih Kosong Amlapura (Bali Post) -
Pengangkatan, pengukuhan dan pelantikan 679 pejabat oleh Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri masih menyisakan enam jabatan lowong. Enam jabatan lowong itu, khusus posisi eselon II/b. Kekosongan itu, rencananya akan diisi dengan pelaksana tugas (plt). Hal itu disampaikan Bupati Mas Sumatri usai melakukan pengukuhan 679 pejabat di Gedung UKM Center, Amlapura, Jumat (30/12) kemarin. Dia mengatakan belum terisinya enam jabatan untuk eselon II/b, karena masih terbentur aturan pemerintah pusat. Namun, Bupati Mas
Sumatri belum bisa menjelaskan, untuk posisi apa saja yang masih dinyatakan lowong itu. Dia juga belum bisa pastikan, siapa saja pejabat yang diproyeksikan untuk masuk menempati posisi yang masih kosong itu. Dia menegaskan pengisian jabatan pimpinan tinggi melalui
seleksi terbuka, dan kompetitif, dengan membentuk Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi di Pemkab Karangasem. “Saya berharap agar pejabat yang sudah memenuhi syarat merespons dengan arif dan cerdas selaku ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk mengikuti seleksi tersebut,” katanya. Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi menegaskan panitia seleksi yang dimaksud akan segera dibentuk Januari nanti. Tidak ada kejutan besar pada mutasi yang SK-nya ditandatan-
gani Bupati Mas Sumatri Kamis (29/12) lalu itu. Praktis tak ada pergeseran di kelompok eselon II, SKPD mengacu ketentuan baru diisi muka-muka lama. Kejutan hanya terjadi pada posisi Asisten Tata Praja Ketut Wage Saputra yang menakhodai Dinas Satpol PP yang sebelumnya berbentuk kantor. Asisten Tata Praja selanjutnya dijabat I.B. Sulendra. Selain pergeseran dan mutasi, juga ada promosi baik dari level staf maupun di level pejabat eselon. Pegawai yang masuk draf pengukuhan, pengangkatan,
pengambilan sumpah dan pelantikan tersebut merupakn hasil dari pembahasan Baperjakat. Rinciannya, untuk pejabat eselon II sebanyak 36 orang, eselon III/a sebanyak 57 orang, eselon III/b sebanyak 107 orang, eselon IV/a sebanyak 451 orang dan eselon IV/b sebanyak 28 orang. Bupati Mas Sumatri menyebut masih ada sebanyak enam jabatan yang masih lowong. Pengisiannya akan dilakukan dalam waktu dekat ini dan hingga ada pejabat definitif, pihaknya akan menunjuk pelaksana tugas. (kmb31)
Mutasi Pejabat
Asisten I Dimutasi Jadi Kasat Pol. PP
Amlapura (Bali Post) Pengangkatan, pelantikan dan pengukuhan yang dilakukan Jumat (30/12) kemarin, rupanya minim kejutan. Dari ratusan pejabat yang masuk daftar isu tergeser, khususnya di jajaran eselon II, rupanya tak terbukti. Kejutan kecil hanya terjadi pada posisi Asisten I, Ketut Wage Saputra, menduduki jabatan baru sebagai Kepala Satpol PP Pemkab Karangasem. Wage menggantikan Wayan Putu Laba Erawan. Personel Organisasi Parangkat Daerah (OPD) Pemkab Karangasem yang mengacu undang-undang terbaru itu dikukuhkan di Aula Gedung UKM Center, Amlapura, Jumat (30/12) kemarin. Sebanyak 679 pejabat mulai dari eselon IV sampai eselon II dilantik Bupati IGA Mas Sumatri, diawali ritual majaya-jaya. Hampir semua pegawai yang hadir mengaku degdegan karena pengukuhan OPD tersebut juga diisi pergeseran dan mutasi. Namun setelah lampiran SK
Bupati dibuka, rasa grogi yang bercampur penasaran seketika sirna. Pasalnya, ternyata pergeseran dan mutasi lebih bersifat pengisian seiring dilakukannya perubahan struktur OPD mengacu UU No. 23 Tahun 2014 dan PP No. 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Bupati Mas Sumatri menegaskan, besaran OPD yang diadopsi Pemkab Karangasem mengacu ketentuan perundangan itu sudah mempertimbangkan tipologi, jumlah penduduk, luas beban kerja dan kemampuan keuangan daerah. Sehingga, struktur OPD Karangasem kemungkinan berbeda dengan kabupaten lain. Bupati juga menegaskan mutasi dan pengisian jabatan sebagai pola pembinaan karier. Penempatan pejabat sebagai bagian dari manajemen kelembagaan untuk efektivitas pengelolaan organisasi. ‘’Juga untuk menambah pengalaman kerja aparatur sipil negara, menambah wawasan untuk bekal jika mendapat tugas yang lebih besar lagi,’’ ujarnya. (kmb31)
Peserta Perekrutan Guru Kontrak Membeludak
Amlapura (Bali Post) Peserta perekrutan tenaga guru kontrak Disdikpora -- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga - Karangasem, membeludak, sebelum waktu pendaftaran selesai. Hingga Jumat (30/12) kemarin, yang mendaftar sudah mencapai hampir 600 peserta. Dokumen pendaftaran peserta pun sudah menumpuk di ruang Kepala Disdikpora, Drs. I Gede Ariyasa, M.Si. Gede Ariyasa yang ditemui di ruangannya Jumat kemarin, mengatakan jumlah ini tampaknya akan semakin banyak. Soalnya, pendaftaran masih dibuka hingga 6 Januari 2017 nanti. Dengan banyaknya peserta yang mengikuti perekrutan ini, Ariyasa meminta setiap peserta agar mempersiapkan diri, agar mampu bersaing dan lolos, untuk guru kelas SD maupun untuk posisi guru olahraga SD. Dari 300 orang perekrutan tenaga kontrak guru SD ini, 215 untuk posisi guru kelas SD, sedangkan 85 orang untuk guru olahraga SD. Proses seleksi nantinya dilaksanakan di Disdikpora Karangasem, meliputi seleksi administrasi, tes tulis, praktik menggunakan komputer, hingga tes wawancara. Para guru pengabdi yang ikut seleksi akan mendapatkan skor khusus, tergantung lamanya dia mengabdi. Mengabdi selama setahun, jika ikut seleksi akan mendapatkan skor tambahan 12 poin, berlaku untuk kelipatannya. Perekrutan dilaksanakan untuk memenuhi kekurangan guru pada jenjang Sekolah Dasar dengan rincian guru kelas 215 orang dan guru penjaskes 85 orang. Persyaratan umum calon pelamar diutamakan untuk warga Karangasem (KTP Karangasem), berkelakuan baik serta sehat jasmani dan rohani. Proses pendaftaran peserta sudah dimulai sejak 27 Desember 2016 sampai dengan 6 Januari 2017 setiap hari kerja. Seleksi administrasi akan berlangsung 9 sampai 11 Januari 2017, pengumuman hasil seleksi administrasi direncanakan 13 Januari 2017. Tes praktik dan tes tulis dilaksanakan 17 Januari 2017 dengan membawa laptop dan flashdisk. Sedangkan, pengumuman hasil akan disampaikan 20 Januari 2017. Setelah itu, peserta masih akan melalui tes wawancara dilaksanakan tanggal 23 Januari sampai 25 Januari 2017. Pengumuman akhir penerimaan guru kontrak baru kemudian disampaikan 27 Januari 2017. (kmb31)
Bali Post/kmb31
SUMPAH JABATAN - Bupati Mas Sumatri saat melantik dan mengambil sumpah pejabat, di Gedung UKM Center.
Bali Post/kmb31
BEREBUT AMBIL SK - Para PNS berebut mengambil SK usai pelantikan di gedung UKM Center Amlapura.
Karangasem Magending
30 Finalis Bersaing di Grandfinal
Bali Post/kmb
GRANDFINAL MAGENDING - Salah satu peserta kategori umum yang masuk grandfinal Ni Nengah Marlindawati, S.Pd. saat tampil di atas panggung ajang “Karangasem Magending” yang digelar KNPI Karangasem.
Amlapura (Bali Post) Tiga orang tim juri dikomandani Mang Gita menetapkan 30 finalis untuk berlaga pada partai grandfinal ajang pencarian bakat Karangasem Magending. Babak pemungkas itu berlangsung di Aula Gedung UKM Center Amlapura, Jumat (30/12) kemarin. Tahapan grandfinal menjadi ajang persaingan 15 peserta dari dua kategori lomba yaitu umum dan pelajar. Sama seperti lomba hari pertama, masingmasing finalis membawakan satu lagu bebas dengan iringan musik minus one alias musik karaoke. Meski merupakan ajang pencarian bakat pertama yang digelar DPD KNPI Karangasem, lomba mendapat sambutan meriah masyarakat. Pelaksanaan
lomba juga terbilang sukses baik dari sisi kemampuan olah vokal peserta maupu antusiasme penonton. ‘’Bagus, mengarahkan anak muda ke hal positif,’’ ujar seorang ibu yang putrinya tampil di grandfinal. Peserta dari kategori pelajar paling heboh. Mereka tidak datang sendiri-sendiri tapi mengajak cukup banyak suporter. Karena itu, putaran grandfinal menjadi lebih menarik karena dewan juri diberi kesempatan menyampaikan komentarnya terhadap penampilan peserta. Event ini mirip ajang pencarian bakat pada umumnya. Mang Gita selaku ketua dewan juri mengaku salut atas potensi seni olah vokal anak anak muda Bumi Tanah Aron. Penyanyi Pop Bali ini menga-
takan, kemampuan olah vokal para finalis hampir sama. Hanya ada perbedaan pada kemampuan pich control dan tempo. ‘’Tinggal diasah sedikit lagi, pasti bagus, ‘’ ujarnya. Pada ajang ini, penilaian menitikberatkan pada olah vokal, musikalitas dan performance. Mang Gita berharap Karangasem Magending bisa menjadi agenda rutin tahunan. Diharapkan pula ajang tersebut mampu melahirkan penyanyi profesional, setidaknya untuk meramaikan blantika musik di Bali. Hingga malam pukul 19.00 wita, ajang ini masih berlangsung. Seluruh peserta rata-rata tampil memukau untuk menjadi yang terbaik dari ajang perdana KNPI Karangasem ini. (kmb)
Asosiasi Galian C Kubu Melunak
Kisruh antara asiosiasi galian C Kecamatan Kubu dengan Pemkab Karangasem mulai dampatkan titik temu. Setelah beramai-ramai mengembalikan faktur, 23 pengusaha yang tergabung dalam Paguyuban Pertiwi Agung, melunak. Bagaimanakah deal yang telah disepakati sehingga pengusaha itu bisa melunak?
BEBERAPA kali pada bulan sebelumnya, Asosiasi Galian C dari Kecamatan Kubu yang telah mengantongi izin, melancarkan protes ke DPRD dan juga kantor Bupati. Mereka merasa tidak diperlakukan adil, padahal sudah membayar pajak Galian C tinggi-tinggi, justru galian C bodong yang di Selat masih diberikan beroperasi diam-diam. Akibatnya, mengurangi pendapatan pengusaha galian C resmi di Kubu. Akhirnya, pihak pengusaha galian C ada deal tertentu alias sepakat dengan Pemkab Karangasem. Mulai awal Janu-
ari tahun 2017, pihak pengusaha berjanji menghentikan aksi boikotnya. ‘’Kita sudah bertemu dengan pemerintah. Kita juga sudah koordinasi di lingkup asiosiasi. Awal tahun, kita akan ambil faktur lagi,’’ ungkap Bendahara Paguyuban Pertiwi Agung, Wayan Sudarsana, beberapa hari lalu. Rencana mengambil faktur yang sempat dikembalikan ke Dinas Pendapatan Daerah pertengahan Desember lalu itu didasari kesadaran bahwa mengembalikan faktur bukan berarti pengusaha boleh tak membayar pajak. Bahwa faktur itu hanya sebagai tanda bukti pengambilan pasir, sedangkan pajak tetap akan dikenakan bagi perusahaan yang sudah berizin. ‘’Kita pahami faktur itu bukan alat membayar pajak. Kalau kita jual pasir satu truk Rp 150 ribu lalu nanti pajak tetap dibayar, kita berdamai dengan Pemkab Karangasem,’’ ujar Sudarsana. Meski b erenca na segera mengakhiri boikotnya, kata
Sudarsana, pengusaha galian C Kubu tetap mendesak Pemkab Karangasem mencarikan solusi rendahnya tingkat penjualan pasir di Kubu. Pasalnya dengan kondisi sekarang hanya sekitar 600 truk per hari, pengusaha tak mampu berproduksi. Jangankan mendapat untung, bayar gaji karyawan yang jumlahnya 150 orang saja kesulitan. Saat ini, lanjutnya, kondisinya tambah parah. Pengusaha kesulitan berproduksi karena faktor hujan. Curah hujan yang tinggi membuat pasir sulit diproses. Seperti diketahui, asiosiasi galian C Kubu mengembalikan faktur karena merasa tidak mendapatkan keadilan. Ketika pengusaha Kubu yang sudah memiliki izin harus membayar pajak, pengusaha ilegal seperti di Selat dan Rendang bebas beroperasi tanpa sanksi. Beroperasinya usaha ilegal itulah menjadi penyebab turunnya tingkat penjualan di Kubu. Ketua Paguyuban Pertiwi
Agung, I Nengah Subrata, menuding pemkab bertindak tidak adil. Ketika pengusaha Kubu diketatkan, usaha galian ilegal justru tak tersentuh. ‘’Adanya galian C ini sesung-
guhnya kami ingin membebaskan warga dari kehidupan menggepeng. Dengan warga di sini bekerja, otomatis mereka tidak menggepeng lagi,’’ ujarnya. (kmb)
Bali Post/kmb
LOKASI GALIAN C - Tampak di salah satu lokasi galian C di Sebudi, Selat, Karangasem, pengusaha mengambil pasir hingga kedalaman tertentu. Pemandangan itu bukan saja tidak elok dipandang mata, juga dari sisi lingkungan compang-camping.
TABANAN 14 Dukung Aktivitas Keagamaan Pemangku Dilatih BNI Bangun Sumur Bor di Area Pura Dalem Bajera Laksanakan Upacara Agama Tabanan (Bali Post) Pemangku, sutri dan serati dituntut kompetensinya dalam melaksanakan upacara keagamaan. Atas dasar inilah ribuan pemangku, sutri dan serati, dibekali pelatihan kompetensi oleh Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi Tabanan di Gedung I Ketut Maria, Jumat (30/12) kemarin. Pelatihan yang digelar selama dua hari ini sekaligus untuk menghapus kesan upacara agama di Bali memerlukan waktu lama. Ketua Panitia I Made Suardika mengatakan, program kerja tahunan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme seseorang yang mengemban tugas sebagai pemangku, sutri dan serati dalam melaksanakan upacara agama. Menurutnya, seorang pemangku, sutri dan serati harus memiliki kesamaan persepsi ketika melaksanakan suatu upacara agama. Pasalnya, yang kerap terjadi di masyarakat, masih adanya upacara keagamaan yang memakan waktu lama karena ada saja yang menghambat. “Ada pula pemangku mengambil pekerjaan serati. Serati kurang jeli sehingga ketika acara mulai ada saja yang kurang. Hal ini membuat waktu molor,” jelasnya. Pelatihan yang dihadiri dua narasumber, yakni Ketua PHDI Tabanan I Wayan Tontra dan Ida Pandita Mpu Jaya Acarya Nanda, juga diisi materi tentang sesana kepemangkuan berupa pakem-pakem mana saja yang boleh dilakukan dalam profesinya tersebut. Salah satu serati asal Banjar Tunjuk Tengah, Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, Jero Putu Sudariati (52) sangat senang dan merasa terbantu dalam mengikuti pelatihan ini. Ia menjadi lebih mengetahui apa saja yang diambil dalam melakukan kegiatan serati. “Bagus kalau ada lagi pelatihan seperti ini,” kata Suriati. (kmb28)
PT BANK Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membangun satu unit sumur bor beserta sarana kelengkapannya di area Pura Dalem Desa Pakraman Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan. Selain untuk mendukung aktivitas keagamaan, pembangunan sumur bor di area Pura Dalem ini juga dimaksudkan memfasilitasi kebutuhan air bersih warga setempat. Kegiatan tersebut merupakan salah satu komitmen BNI dalam program bina lingkungan, terutama di bidang sarana dan prasarana umum. Pemimpin BNI Cabang Denpasar Moh. Rubani menjelaskan, program bina lingkungan yang dilaksanakan tersebut
merupakan implementasi dari salah satu misi BNI, yaitu meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial. Hadir dalam serah terima sumur bor, Jumat (30/12) kemarin perwakilan dari Kecamatan Selemadeg, Perbekel dan Bendesa Pakraman Desa Bajera, Kapolsek dan Danramil setempat. Sebelumnya BNI telah menyerahkan satu unit sumur bor kepada warga Banjar Pilan, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Berbagai program bisnis, program kemitraan dan bina lingkungan yang dijalankan oleh BNI tidak semata-mata dimaksudkan untuk meraup keuntungan, melainkan juga
guna membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat luas. “Semoga keberadaan sumur bor ini bermanfaat bagi masyarakat setempat,” ungkap Rubani. Program bina lingkungan yang dilaksanakan BNI meliputi beberapa bidang, seperti pendidikan, keagamaan, kesehatan, pelestarian alam, pengentasan kemiskinan serta sarana dan prasarana umum. Sebagai informasi, BNI juga hadir di Bajera tepatnya di Jalan Ngurah Rai yang merupakan pusat perdagangan dan usaha. Kehadiran BNI di Bajera tersebut akan sangat membantu aktivitas masyarakat sekitar dalam memperoleh akses perbankan yang lebih baik dan lengkap. (ad842)
Sabtu Kliwon, 31 Desember 2016
DISERAHKAN – Pemimpin BNI Cabang Denpasar Moh. Rubani menyerahkan sumur bor kepada Desa Pakraman Bajera, Selemadeg, Jumat (30/12) kemarin.
Minim Tenaga TU
Pelaporan dan Pertanggungjawaban Dana BOS Masih Lemah
Tabanan (Bali Post) -
Pelaporan dan pertanggungjawaban dana BOS masih bermasalah di sejumlah sekolah khususnya SD. Meski sudah ada pelatihan, minimnya tenaga Tata Usaha (TU) dan tenaga teknis pelaksanaan laporan keuangan membuat sejumlah sekolah kerap menemukan kendala untuk bisa mempertanggungjawabkan anggaran BOS yang cukup besar. Hal ini terungkap ketika jajaran Dewan Pendidikan, tim pakar dan Klinik Pendidikan Kabupaten Tabanan menyampaikan pertanggungjawaban program kerja 2016 dan temuan permasalahan pendidikan sepanjang 2016 di Gedung DPRD Tabanan, Jumat (30/12) kemarin.
Di hadapan Ketua DPRD Tabanan I Ketut ‘‘Boping’’ Suryadi dan Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Adnyana, Ketua Dewan Pendidikan Madra Suartana memaparkan hasil monitoring tahun 2016 yang masih menemukan sejumlah permasalah di dunia pendidikan. Selain kendala dalam pelaporan pertanggungjawaban dana BOS, temuan lainnya adalah masih amburadulnya sistem penerimaan peserta didik baru. Meski sudah berkomitmen memperbaiki kualitas pendidikan mulai dari penerimaan peserta didik baru, kenyataannya masih banyak oknum kepala sekolah yang melanggar yang mengakibatkan sekolah swasta mati suri dan sekolah negeri di kecamatan tidak mendapatkan siswa sesuai kuota yang ada. “Kami sangat kecewa. Apa boleh buat karena kekuatan kami un-
tuk memberikan sanksi tidak diatur dalam Dewan Pendidikan. Bahkan ada lembaga lain yang mengganggap kami pesaing,” ujarnya. Masih adanya sejumlah siswa kelas V dan VI SD yang mengalami keterlambatan dalam hal calistung juga menjadi perhatian para pakar pendidikan. Seluruh temuan permasalahan tahun ini akan ditindaklanjuti pada 2017 dalam sebuah program kerja yang disusun jajaran Dewan Pendidikan, tim pakar dan Kilinik Pendidikan. “Kami ingin dunia pendidikan di Kabupaten Tabanan berprestasi dan berkualitas. Ini perlu dukungan dari pengambil kebijakan untuk pendanaan,” tegasnya. Tiga pakar pendidikan, Prof. Dr. Nyoman Padma Dewi, Dr. Luh Putu Artini dan Prof. I Ketut Sarna menyampaikan, tahun ini pihaknya lebih banyak mem-
perbaiki sistem dan mengembangkan program. Sementara tahun depan akan lebih mengarahkan kegiatan pada pendampingan di sekolah atau di lapangan. Tim pakar juga akan mengubah paradigma pengajaran. Jika sebelumnya cenderung berbasis buku dan ceramah tanpa adanya interaksi atau diskusi antara guru dan siswa, mulai 2017 akan mencoba mendorong para guru agar lebih banyak menggali ilmu yang dimiliki. Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Adnyana akan mempelajari semua laporan temuan dari hasil monitoring Dewan Pendidikan. Temuan ini bakal dicarikan jalan keluar atau solusi untuk bisa memperbaiki dunia pendidikan di Tabanan. ‘’Kami menyetujui tahun 2017 menyiapkan tenaga TU di setiap SD yang selama ini memang minim,” ungkapnya. (kmb28)
wat imbauan ini kami harapkan pihak orangtua mengarahkan anak-anaknya agar tidak bermain kembang api saat pergantian tahun,’’ ujar Klian Dinas Banjar Yehgangga, I Wayan Pindo, Jumat (30/12) kemarin. Meski hanya berbentuk imbauan, cara ini cukup efektif karena suara ledakan yang berasal dari kembang api dan petasan di Banjar Yeh Gangga sudah mulai berkurang. Pihaknya juga tidak bisa melarang penjualan kembang api dan mercon di
warung-warung. Sementara pedagang keliling yang menjual mercon dan kembang api dicek surat-suratnya. “Jika ada penjual keliling dari luar banjar, kami akan cek izinnya menjual mercon dan kembang api,” jelas Pindo. Kasus kecelakaan akibat bermain kembang api sudah terjadi di daerah Tuakilang, Tabanan, beberapa waktu lalu. Seorang anak berusia 10 tahun menjadi korban, yaitu jari telunjuknya putus. (kmb24)
Warga Yeh Gangga Diimbau Tak Main Kembang Api
Bali Post/kmb28
PELATIHAN – Pelatihan pemangku, sutri dan serati di Gedung Ketut Maria, Tabanan.
Tabanan (Bali Post) – Kembang api dan mercon selalu meramaikan perayaan pergantian tahun. Permainan ini disukai anakanak muda karena suara dan percikan apinya. Namun, jika tidak hati-hati menggunakannya bisa mendatangkan kecelakaan. Sebelum pergantian tahun pun kembang api dan mercon sudah memakan korban. Untuk mencegah jatuhnya korban lain, Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara,
Tabanan, mengeluarkan imbauan kepada warganya agar tidak bermain kembang api dan mercon saat pergantian tahun. Imbauan disampaikan oleh pengurus banjar dalam rapat minggu lalu. Langkah ini diambil sebagai upaya meminimalkan kecelakaan akibat bermain kembang api, mercon dan petasan dari pipa paralon. ‘’Kami hanya bisa mengimbau. Untuk melarang masyarakat tidak menyalakan kembang api tentu tidak bisa, karena tidak ada aturan yang mendasari. Le-
15
Sabtu Kliwon, 31 Desember 2016 Jadwal Pertandingan Liga Inggris Sabtu (31/12) malam Burnley Chelsea Leicester City Manchester United Southampton Swansea City
vs Sunderland vs Stoke City vs West Ham United vs Middlesbrough vs West Bromwich Albion vs Bournemouth
Ujung tombak Manchester United Zlatan Ibrahimovic.
Minggu (1/1) dini hari Liverpool vs Manchester City Minggu (1/1) malam Watford vs Tottenham Hotspur Arsenal vs Crystal Palace Senin (2/1) malam Middlesbrough vs Leicester City Everton vs Southampton Manchester City vs Burnley Sunderland vs Liverpool West Bromwich Albion vs Hull City Selasa (3/1) dini hari West Ham United vs Manchester United
Cerita Sukses Ibra Diyakini Berlanjut di MU Manchester -
Dewa Ayu Widya
BP/nel
Dewa Ayu Widya
Ingin Berwirausaha TERCATAT tiga mantan atlet Bali yakni Nyoman Ari Suryawan (angkat besi), Wayan Acong Windu Segara (bola voli) serta Dewa Ayu Widya (judo) menerima bantuan dari tiga BUMN yakni Waskita Karya, Airnav Indonesia serta Perum Perikanan Indonesia. Bantuan diberikan bukan dalam bentuk uang, tetapi mantan atlet ini diberikan pelatihan manajemen keuangan, serta bagaimana kiat mengelola bisnis. Ari Suryawan diajar mengelola daging karena mau bergerak di bidang makanan olahan: sosis. Sedangkan Dewa Ayu menggeluti bisnis penjualan peralatan olahraga. ‘’Saya memang ingin menekuni wirausaha,’’ jelas Dewa Ayu Widya. Saat ini Dewa Ayu Widya yang melatih judo di Akeno Sport Judo Club Denpasar bersama suaminya sambil berbisnis online peralatan olahraga. ‘’Saya masih membuka bisnis kecil-kecilan, paling-paling baju judo yang banyak diminati,’’ ujar istri Agus Putra Adnyana, anggota polisi yang berdinas di Polresta Denpasar ini. Ia ingin mengembangkan sayap usahanya, tetapi perlu mengetahui manajemen keuangannya. ‘’Untuk itu, saya juga ingin diberikan pelatihan manajemen keuangan dari BUMN,’’ tutur ibu dari Gede Jayanta Bagaskara yang masih berusia 11 bulan ini. Dewa Ayu Widya juga belum tahu, apakah dibantu permodalannya oleh BUMN. ‘’Saya berbisnis ini ingin menambah penghasilan,’’ tutur wanita kelahiran Bangli, 14 Juli 1990 ini. Saat masih aktif sebagai atlet, Dewa Ayu Widya menyumbang perak di kelas 57 kg pada PON di Riau 2012 silam. ‘’Kala itu, terjadi all Bali final, dan saya dikalahkan Kadek Anny Pandini pada laga pamungkas,’’ kenangnya. Di ajang Porprov, Widya menyabet emas tiga kali pada Porprov Bali di Bangli 2007, di Jembrana 2011, dan di Denpasar 2013. Sebagai pelatih, Widya juga bangga, sebab judoka asuhannya I Made Yudawarsa (U-13) merebut emas di kelas 36 kg pada Kejurnas Judo Piala Kartika di Bandung (2016), termasuk Eriel Gibran Rafsanjani (U-13) kelas 33 kg merebut perak pada event serupa. (nel)
Ricky Kembali Pimpin WI Bali Denpasar (Bali Post) Ricky Teguhutama Argawa kembali dipercaya menakhodai Pengprov Wushu Indonesia (WI) Bali masa bakti 2016-2020 dalam acara Musprov WI Bali di kawasan Padanggalak, Jumat (30/12) kemarin. Ketua Harian Pengprov WI Bali Made Arya Sukantara usai musprov menjelaskan, di antara tujuh pengkab dan pengkot WI Bali yang hadir sepakat memilih kembali Ricky untuk memimpin WI Bali ke depan. ‘’Yang absen hanya Pengkab WI Karangasem, karena kesibukannya tak bisa menghadiri musprov, tetapi telah mempercayakan segala putusan maupun hasil musprov,’’ ucap Arya Sukantara. Akhirnya, seluruh peserta musprov sepakat secara aklamasi memilih kembali Ricky sebagai Ketua Umum Pengprov WI empat tahun ke depan. Pada bagian lain, Ricky yang terpilih kembali menyatakan program organisasi yang dipimpinnya membentuk Pengkab WI Jembrana. ‘’Sebab, hanya Jembrana yang belum terbentuk kepengurusan WI,’’ ujarnya. Selain itu, upaya pemasyarakatan olahraga wushu terus dilakukan dengan merambah ke sekolah-sekolah. ‘’Kami menargetkan di sekolah-sekolah dibentuk klub-klub wushu, yang pada akhirnya wushu bisa secara resmi dipertandingkan di Porsenijar,’’ jelas mantan anggota legislator Kota Denpasar ini. Selain itu, prestasi Bali di kancah kejurnas junior, yang menyabet 3 emas, 1 perak, dan 5 perunggu, perlu ditingkatkan lagi. (022)
Ujung tombak Manchester United (MU) Zlatan Ibrahimovic percaya timnya akan menjuarai Liga Utama Inggris musim ini. Kesuksesan bersama Paris Saint Germain (PSG) musim lalu, diyakini berlanjut di the Red Devils. MU akan menjamu Middlesbrough di Old Trafford, Sabtu (31/12) malam ini. Jika pemain asal Swedia itu mencetak gol maka ia akan mensejajarkan diri dengan penyerang-penyerang terbaik di lima kompetisi top Eropa dengan
torehan 51 gol dalam setahun. Bahkan jika Ibra mampu menggandakan golnya, maka ia melampaui pencapaian penyerang Barcelona Lionel Messi sebagai pemain tersubur dalam setahun. Di usianya yang ke-35, Ibra terlihat semakin matang dan cepat beradaptasi dengan
sepak bola gaya Inggris. Pengalamannya tampil di kompetisi liga Belanda, Italia, Spanyol dan Prancis mempertajam penampilan pemain bertubuh jangkung itu di lapangan. Ibra menginginkan gol-golnya bisa mendekatkan MU ke puncak klasemen. Sejauh ini, timnya masih berkutat di peringkat ke-6 dengan selisih 13 poin dari sang pemuncak Chelsea. ‘’Saya berharap, tim-tim lain membuat kesalahan dan jarak bisa terpangkas. Kami bek-
erja keras demi target tersebut. Kami melakukan itu semua dan memenangkan gelar,’’ ujar mantan pemain Ajax, Barcelona, Inter Milan dan Paris Saint Germain ini. Sejak kepindahannya dari PSG awal musim ini, Ibra telah menghasilkan 17 gol di semua kompetisi. Sedangkan di PSG ia menyumbang 33 gol sepanjang 2016 ini sekaligus mengantarkan klub ibu kota itu ke tangga juara Liga Prancis (L1) ‘’Saya bicara dengan kaki
saya. Itu yang sebenarnya saya lakukan,’’ ujar Ibra. ‘’Saya tidak dibayar untuk bicara dengan mulut.’’ Karena musim lalu berjalan sempurna (bersama PSG), ia ingin melanjutkan kesuksesan itu bersama MU seperti kariernya yang merentang sepanjang 15 tahun. ‘’Jadi apa yang saya lakukan sekarang bukanlah hal baru, ini musim baru dalam cerita saya,’’ katanya yang berharap didukung fisik yang bugar. (kmb39/rtr)
Tim Futsalholic U-21 Uang Bukan Segalanya Juara Perseden Cup bagi Ronaldo Madrid Meski bergelimang uang dan ketenaran, Cristiano Ronaldo menolak tawaran terbaru yang membuat dirinya sebagai pemain termahal di dunia. Penyerang Real Madrid itu bahagia di klub juara Eropa dan menyebut uang bukan segalanya. Pemain terbaik dunia tahun ini Ronaldo menolak peluang untuk meninggalkan Real Madrid dan pindah ke sebuah klub tidak ternama di Tiongkok dengan transfer senilai 300 juta euro (315,24 juta dolar AS). Berbicara kepada Sky Italia pada Globe Soccer Awards di Dubai, agen Ronaldo, Jorge Mendes, mengatakan tawaran itu juga termasuk bayaran 100 juta euro setahun untuk striker asal Portugal itu. ‘’Dari Tiongkok mereka menawarkan 300 juta euro kepada Real Madrid dan lebih 100 juta per tahun untuk pemain,’’ kata Mendez, Jumat (30/12) kemarin. ‘’Namun uang bukan segalanya, Real Madrid adalah kehidupannya, Cristiano sudah bahagia di Real Madrid dan itu tidak mungkin untuk pindah ke Tiongkok.’’ ‘’Tiongkok merupakan sebuah pasar baru, mereka bisa membeli banyak pemain tapi tidak mungkin mereka bisa menggaet Ronaldo,’’ tambahnya. Berita tentang penawaran untuk juara Eropa Real datang pada hari yang sama ketika striker asal Argentina Carlos Tevez bergabung dengan klub Super League Shanghai Shenhua dari Boca Juniors. Namun, tidak disebutkan secara rinci transfer tersebut. Menurut laporan media Shenhua telah membayar 84 juta euro untuk mantan pemain Manchester City dan Manchester United itu. (kmb39/afp/ant)
Ajaran Kushin Ryu Terus Direvisi Denpasar (Bali Post) Ajaran Kushin Ryu dulunya ditujukan untuk melumpuhkan lawan hingga cedera atau pingsan. Namun, dalam perkembangannya direvisi terusmenerus hingga sekarang menjadi ilmu bela diri yang sopan, dan bisa dipertandingkan secara resmi di berbagai event. Itu dilontarkan Ketua Umum PP Kushin Ryu M Karate-do Indonesia (KKI) Oesman Sapta Odang, di Denpasar, Jumat (30/12) kemarin. Dikemukakan, dirinya menjadi anggota KKI sejak 1968, bahkan pernah jadi atlet pada 1970-an. ‘’Saya ingin KKI menjadi perguruan terbaik,’’ ucapnya. Hal itu sudah dibuktikan karateka KKI menjadi juara dunia di Eropa. Oesman Sapta juga mengapresiasi organisasi KKI Bali yang terbaik di Tanah Air, karena dalam menggelindingkan roda organisasi menata strategi, struktur, skill, sistem, speed and target. Oleh sebab itu, dirinya memberikan kenaikan DAN penghormatan kepada Ketua Umum Pengprov KKI AAN Mahendra dari DAN III menjadi DAN IV, serta Ketua Dewan Guru AAN Bagus Asmara Jaya dari DAN IV menjadi DAN V. ‘’Namun, mereka tetap diuji lagi,’’ jelas Wakil Ketua MPR-RI ini. Di sisi lain, Ketua Pengprov KKI Bali AAN Mahendra menerangkan, di Bali memiliki anggota
sekitar 3.500-4.000 siswa, yang dibina dalam 105 dojo tersebar di Bali. ‘’Siswa KKI dididik hingga menjadi atlet dan juara berkat polesan pelatih. Untuk itu, pada atlet wajib menghormati pelatihnya,’’ tuturnya. Mahendra juga memohon kepada PP KKI agar sudi memberikan pelatihan kepada pelatih, berikut perangkat pertandingan seperti wasit dan juri. (022)
Bali Post/022
Oesman Sapta Odang (tengah)
Denpasar (Bali Post) Tim Futsalholic U-21 keluar sebagai juara dalam turnamen futsal memperebutkan trofi Perseden Cup setelah di final menang 2-0 atas lawannya Glory Kesiman, di Meazza Futsal, Jumat (30/12) kemarin. Dua gol kemenangan Futsalholic hasil sepakan Dede dan Rai yang menjebol gawang Glory Kesiman yang dikawal Agus Prasetia. Sementara tim futsal Putra Tresna Generation merebut juara III usai menaklukkan lawannya Kaswari dengan skor 9-1. Atas hasil ini, Futsalholic menerima uang pembinaan Rp 4 juta,
disusul runner-up Glory Kesiman Rp 3 juta, juara III Putra Tresna Generation Rp 2 juta, serta juara IV Kaswari Rp 1 juta. Ketua Panpel Gede Made Anom Prenatha usai laga final menyatakan trio tim pemandu bakat yakni Kocet Sugiarta, Sandika Pratama, dan Gede Kandra telah menjaring 15 pemain dari dua tim finalis Futsalholic dan Glory Kesiman, serta 10 pemain dari tim Putra Tresna Generation dan Kaswari. ‘’Para pemain yang kami panggil dulu, untuk pembentukan tim Porprov Kota Denpasar,’’ tutur Anom Prenatha. (022)
Indonesia Tak Tetapkan Target di SEA Games 2017 Jakarta (Bali Post) Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menegaskan kontingen Indonesia tidak menetapkan target dalam SEA Games 2017 menyusul orientasi prestasi dalam Asian Games 2018 dan Olimpiade 2020. “Kami hanya akan mengirim maksimal 250 atlet pada SEA Games 2017 di Malaysia. Pada SEA Games 2015, kami mengirim lebih dari 500 atlet,” kata Menpora dalam diskusi Refleksi Akhir Tahun 2016 di Jakarta, Jumat (30/12) kemarin. Menpora mengatakan bahwa SEA Games 2017 sebagai kejuaraan multicabang olahraga tingkat Asia Tenggara hanya akan menjadi batu loncatan bagi atlet-atlet Indonesia, terutama pada sejumlah cabang olahraga prioritas yang berpotensi meraih medali. “SEA Games merupakan perhelatan olahraga yang berorientasi pada persahabatan negara-negara Asia Tenggara. Sejumlah cabang olahraga non-Olimpiade juga akan dipertandingkan di sana,” katanya. Meskipun tidak menetapkan target, Menpora tetap akan memberikan bonus bagi setiap atlet yang meraih medali dalam SEA Games 2017. “Tetap ada bonusnya, tetapi nilainya berbeda dengan sebelumnya,” ujar Menpora. Menpora berharap masyarakat tidak menuntut prestasi Indonesia dalam
S EA G ames 2017 menyusul fokus kontingen Merah Putih adalah Asian Games 2018. Selain SEA Games, kontingen Merah Putih juga tidak menetapkan target pada kejuaraan uji coba Asian Games yang akan berlangsung pada akhir 2017 di kawasan Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. “Itu adalah kejuaraan uji coba. Atlet-atlet yang akan mengikuti adalah atlet-atlet muda dan bukan atlet pelatnas,” kata Menpora. Kemenpora justru akan fokus pada atlet-atlet pelatnas yang akan menjalani pelatihan di pemusatan pelatihan Olimpiade atau Olympic Center di Cibubur, Jakarta Timur. “Kami akan memberikan perhatian penuh kepada atlet-atlet di Olympic Center demi prestasi dalam Asian Games. Satlak Prima akan terus mengawal para atlet dengan pendekatan Sport Science,” katanya. Penyiapan Olympic Center yang akan berganti nama menjadi Institut Olahraga Indonesia itu menjadi satu dari empat program kerja prioritas Kemenpora pada tahun 2017. Tiga program kerja prioritas lain Kemenpora pada tahun 2017 adalah persiapan pelaksanaan Asian Games 2018, persiapan pelaksanaan Asian Paragames 2018, dan penyelenggaraan Program Indonesia Emas. (ant)
INFO SEREMONIAL
16
Tingkatkan Kualitas Institusi
A BKFH Unwar Gelar Sosialisasi Visi, Misi dan Temu Alumni K MENGAKHIRI tahun 2016 dan menyambut tahun Unwar. Disamping juga bisa dijadikan bahan evaluasi 2017, Badan Kekeluargaan Fakultas Hukum dalam bidang pembelajaran, penelitian dan pengabdian T baru (BKFH) Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar kepada masyarakat juga di bidang menajemen untuk sosialisasi visi, misi, temu alumni dan ramah tamah di kemajuan dan kejayaan FH Unwar,” harapnya. Sri Ksari, Jumat (30/12) kemarin. Kegiatan ini Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, I Ruang bertujuan untuk mengkondisikan sinergisitas alumni DAP&E., Sp.Par.K. sangat mendukung kegiatan tersedan meningkatkan kualitas institusi FH Unwar. Keg- but. Dikatakan, untuk bisa merealisasikan visi yang dibuka Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Wi- merupakan angan-angan jangka panjang, maka seluV iatan djana, DAP&E., Sp.Par.K. dan dihadiri seluruh civitas ruh civitas akademika harus benar-benar memahami serta ratusan alumni FH Unwar yang saat visi tersebut. Apalagi, visi tersebut meruapakn visi baru I akademika ini berjumlah 4.650 orang. hasil revisi dari visi lama yang dikembangkan sesuai Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, dengan perkembangan zaman. Sehingga, diperlukan M.H. mengatakan, kegiatan ini tergolong unik. dukungan dari alumni dan stakeholder terkait. “KegiaT S.H., Selain menyampaikan visi dan misi FH Unwar kepada tan sosialisasi ini sangat penting, sebab visi tidak akan kegiatan tersebut juga diisi dengan ramah ada maknanya kalau tidak dipahamai sehingga harus A alumni, tamah alumni, syukuran dan ulang tahun BKFH yang disampaikan kepada seluruh civitas akademika, alumni pertama sejak berdiri tahun 1989 silam serta dilaku- maupun kepada stakeholder. Mudah-mudahan, momen penandatanganan kerjasama dengan Yayasan ini bisa menginspirasi kita agar terus meningkatkan S kan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Bali. kualitas diri, sehingga bisa berkontribusi dalam menS E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
“Selain mensosialisasikan visi misi hasil lokakarya yang dilaksanakan di Bangli pada awal 2016 lalu, kegiatan ini sekaligus merayakan ulang tahun BKFH yang pertama dan syukuran, sebab FH Unwar telah diberi izin mendirikan Prodi MKN pada 20 Januari lalu dan saat ini telah memiliki 72 mahasiswa semester I. Kami sangat bersyukur untuk itu, karena yayasan juga memberikan hadiah berupa gedung sekretariat FH yang baru seharga Rp 14 miliar beserta fasilitas lainnya,” ujar Budiartha. Menurut Budiartha, temu alumni sangat perlu dan penting dilakukan untuk meningkatkan sinergisitas dan pengembangan kualitas institusi. Peran aktif dan kontribusi alumni sangat berperan untuk membesarkan nama institusi. Apalagi di era globalisasi ini, peran alumni menjadi prioritas pendukung civitas akademika FH Unwar agar bisa bersaing dengan institusi lainnya. “Semoga kegiatan ini mampu melahirkan konsep-konsep yang mendasar dari alumni, sehingga bisa dijadikan pegangan ke depan dalam rangka meningkatkan sinergisitas antara alumni dengan civitas akademika FH
ingkatkan kualitas institusi menghadapi persaingan MEA,” ujar Widjana. (ad1545)
KERJA SAMA - Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Par.K. didampingi Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. (kanan) saat menandatangani kerja sama dengan YLBHI Bali, Jumat (30/12) kemarin.
Konsisten Jadikan Bali sebagai Destinasi Film ”Baliwood”
Selebriti Singapura Hadiri ”14th Royal Bali International Film Festival 2016”
TIDAK terasa, 14 tahun sudah pelaksanaan Bali International Film Festival (BIFFest) yang digagas oleh komunitas pecinta film di Bali. Tahun 2016 ini, 14th Royal BIFFest 2016 diikuti oleh enam Negara, yakni Indonesia, Hungari, India, Switzerland, Singapuradan Bangladesh. Pujian atas acara BIFFest ini disampaikan oleh Marrie Lee, Daryl Lee, Vanessa Aguirre Tan yang merupakan movie maker asal Singapura. “Kami senang bisa hadir di Bali dan semoga industri film di Singapura dan Bali bisa semakin meningkat,” ungkap Marrie Lee (Produsen Film Certified Dead) usai dijamu oleh Komite BIFFest di Istana Mancawarna Tampaksiring. Harapan agar Bali menjadi destinansi film dunia
JAMUAN - Turah Wira Weda Witry (Patron BIFFest) bersama produser dan aktris dari Singapore dan Pimred Cinemags usai jamuan di Istana Mancawarna Tampaksiring.
terus digelorakan oleh komunitas pecinta film di Bali. Sebagaimana diungkap oleh Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry WS, S.Sos., S.H., M.H. (Pembina BIFFest). “Brand Pulau Bali sebagai destinasi film dunia atau Baliwood akan terus disampaikan ke dunia internasional. Bali adalah panggung besar sebagai lokasi syuting karena budaya Bali yang dijiwai nilai-nilai agama Hindu adalah sebuah hal yang positif di dunia internasional. Apalagi sejak Holywood menjadikan Bali sebagai pusat syuting film “Eat Pray Love” yang mendunia, semakin meneguhkan Bali sebagai destinasi wisata film. Secara infrastruktur, Bali siap. Sekarang tinggal regulasi dari pemerintah pusat dan daerah yang harus mendukung,” ungkap Gusti Wira yang akrab disapa Turah Wira Weda ini. Ia berpendapat bahwa melalui branding Baliwood, Bali tidak akan kalah dengan destinasi film dunia asal masyarakatnya, pemerintahnya dan juga SDM-nya mampu bersaing. “Di Amerika Serikat ada Holywood, di India ada Bolliwood, di Cina baru dibangun Chinawood dan kini Indonesia diwakili Bali dengan Baliwood karena nama Bali jauh lebih terkenal dibanding Indonesia bukan? Ke depan Swadeshi Bali Foundation juga bercita-cita mendirikan film academy di Bali. Kita harus menciptakan SDM dan infrastruktur yang mumpuni di bidang industri film dunia. Saat ini, sedang kita rancang pendirian Film Akademi di Bali,”ungkap Turah Wira Weda. Acara 14th Royal Biffest 2016 ini diadakan sejak 2730 Desember 2016 dengan rangkaian pemutaran film, workshop dan diskusi film yakni di Mangupura Pemerintah Badung, di Wantilan Desa Terunyan, Bangli, di Wantilan Desa Petulu, Gianyar dan penganugerahan Saraswati Baliwood Award 2016 di Kampus ISI Denpasar. (ad843)
Songsong Tahun 2017
BTN-REI Bali Optimis Bisnis Properti Bangkit
TAHUN 2016 telah berlalu dengan suka duka bisnis properti yang lesu. Kini, para developer yang tergabung dalam DPD REI Bali menyongsong 2017 dengan optimis tinggi bisnis properti akan bangkit seiring dengan adanya dukungan penuh dari Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Denpasar. Bahkan, REI Bali menargetkan membangun 5 ribu rumah sederhana tapak (RST) khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Tahun 2017 bisnis properti sudah mulai menggeliat dan bergairah lagi. Selama ini memang terseleksi, tahun 2015/2016 pembelian rumah statusnya menjadi rumah pertama. Kalau dulu jadi investasi dan lain-lain. Harapan saya, pemda seluruh Bali agar mendukung program ini. Kami ini kan sebenarnya sebagai pahlawan yang men-support Pemda karena ikut merealisasikan program pemerintah pusat yaitu membangun sejuta rumah,” ujar Ketua DPD REI Bali I Gusti Made Aryawan, S.E. usai jamuan makan siang dengan petinggi BTN Denpasar di Kuliner Keluarga D’Tukad, Kertalangu, Denpasar Timur, Jumat (30/12) kemarin. Menurut Aryawan, para bupati dan wali kota mestinya kerja sama dengan REI Bali sehingga tidak ada lagi kendala dalam melaksanakan program tersebut, di antaranya masalah perizinan. “Jadi, harapan kami seluruh bupati ikut menyukseskan program ini. Kalau wali kota, kami berharap realisasinya rumah susun sehingga masyarakat berpenghasilan rendah ini bisa memiliki rumah. Kalau selama ini sulit terwujud karena antara pendapatan mereka dengan harga rumah tidak pernah nyambung,” tegasnya. Oleh karena itu, masyarakat memanfaatkan kesempatan ini dengan membeli rumah harga lama dan terjangkau. Jika benar pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat, maka harga rumah ikut naik. “Kalau sekarang kan masih harga lama, bahkan bisa dapat diskon,” ungkap Direktur PT Sambandha Bali Developer ini. REI Bali tidak hanya bermain di RST, tapi hunian lainnya. Untuk RST yang REI Bali garap saat ini terutama wilayah Singaraja, Jembrana dan Karangsem. Namun ada juga yang merambah ke Bangli dan Klungkung. Mestinya wilayah penyangga Denpasar dan Badung, di antaranya Tabanan mestinya bisa merealisasikan program ini. Pasalnya, banyak warga Tabanan bekerja di Badung dan Denpasar. “Saat ini, hubungan REI Bali dengan BTN Denpasar sangat harmonis, bahkan kami anggap istri kedua. Jika ada kendala pasti bisa diajak berkoordinasi dan duduk bersama untuk mencari solusinya. BTN Juga men-support kami saat dalam kondisi sulit,” tegasnya.
Kepala Cabang BTN Denpasar Kabul Budhi Setiawan mengatakan, hasil evaluasi 2016, bisnis properti ada pertumbuhan tahun depan, seiring dengan mulai adanya terobosan-terobosan baru terhadap bisnis ini. Daripada hanya melakukan pendekatan pangsa pasar investor, lebih baik konsumen yang diburu. “Kita buru konsumen di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Sasarannya pegawai, pebisnis dan karyawan pariwisata. Dengan rentang harga Rp 300 - Rp 600 juta masih jadi tujuan atau pangsa pasar. Untuk itu, bagaimana developer lebih bisa mendapatkan lahan dan mengelola luasnya harus disusuaikan,” tegasnya. Oleh karena itu, BTN dan REI Bali memperkuat sinergi agar mampu mengembangkan bisnis properti. Ia menilai untuk Denpasar dan Badung sudah saatnya dibangun rumah susun karena harga tanah yang sangat mahal. “Kasihan mereka yang tidak punya rumah. Di satu sisi, rumah kontrakan merajalela padahal sulit teridentifikasi. Mungkin tiga sampai empat lantai,” tandas Kabul. Ia menegaskan, program RST subsidi merupakan salah satu faktor pendukung perkembangan kabupaten. Seperti di Karangasem prospeknya cukup bagus, apalagi untuk ke Denpasar masih terjangkau dengan adanya Jalan By-pass Ida Bagus Mantra. “Kita berharap di Tabanan ada ruang yang bisa untuk pengembangan RST ini. Harus ada terobosan regulasi oleh pemda seperti soal perizinan dan lainnya. Intinya satu, BTN dan REI Bali sudah seperti saudara yang saling mendukung untuk mendukung program pemerintah 1 juta rumah, baik subsidi dan nonsubsidi,” ujar Kabul. (ad1543)
FOTO BERSAMA - Pimpinan dan anggota DPD REI Bali dengan BTN Denpasar saat sesi foto bersama usai santap siang bersama.
Sabtu kliwon, 31 Desember 2016
Evaluasi Pencapaian Unud
Secara Internasional Sudah Menjadi Qs 3 Stars UNIVERSITAS Udayana (Unud) menggelar acara menyongsong tahun 2017 berupa evaluasi pencapaian, Jumat (30/12) kemarin. Acara tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut B. Pandjaitan dan segenap civitas akademika Unud. Rektor Unud Prof. Dr. dr. I Ketut Suastika, Sp.PDKEMD. memaparkan, selama 3,5 tahun kepemimpinannya berhasil membawa Unud mencapai beberapa prestasi. “Saya senang sekali karena jerih payah selama 3,5 tahun, paling tidak ada momen-momen, ada poinpoin yang bisa dicapai, terukur dari Unud,” ujarnya. Prestasi itu yaitu dari aspek keuangan, Unud telah dinyatakan WTP tahun 2016. Dari aspek akreditasi secara nasional, Unud telah meraih akreditasi A. Secara internasional, Unud sudah naik menjadi Qs 3 Star dari awalnya hanya Qs 1 Stars. “Di Indonesia hanya beberapa gelintir yang Qs-nya 3, tidak lebih dari 10 lembaga,” tandasnya. Hal ini dikatakan merupakan capaian-capaian yang riil dan terukur yang sudah dicapai pada kepemimpinannya dalam kurun waktu 3,5 tahun. “Suatu hal yang sangat membanggakan, Unud bisa mencapai posisi seperti ini. Tentunya, ini merupakan kerjasama semua pihak, semua staf termasuk juga karyawan. Semua sangat men-support. Jadi, ada suatu motivasi yang luar biasa, ada keinginan untuk maju,” paparnya. Ia berharap ke depan Unud semakin maju. Sementara menginjak tahun 2017, mengingat telah ada landasan dan dasar yang cukup kuat, Unud menargetkan untuk bisa berbadan hukum (BH). “Itu target karena dengan berbadan hukum bisa menjadi lebih bebas dalam penggunaan aset,” jelasnya. Target kedua adalah internasionalisasi. Beberapa program studi (prodi) sangat berpotensi untuk mendapatkan akreditasi internasional. “Jadi, akreditasi prodi yang diakui atau terakreditasi dari luar negeri ini akan kita kejar. Prodi tersebut ada di Fakultas Ekonomi, Kedokteran, Sastra dan Pertanian,” ujarnya. Dia menambahkan, ada beberapa prodi yang sangat berprospek mendapat pengakuan internasional. Di
bidang sastra asing, ia Cina dan Rusia paling menarik untuk dijajaki. Hal itu karena populasi penduduk Cina dan Rusia besar dan kunjungan wisman Cina dan Rusia ke Bali juga cukup besar. Dalam acara tersebut, Rektor Unud juga memberikan penghargaan warga kehormatan Unud kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan. “Saya merasa terharu karena Unud memberikan penghargaan ini. Saya mau mencoba membantu Unud biar tambah bagus lagi. Sekarang kan sudah akreditasi A, sudah paten. Ke depan, saya pikir lebih bagus lagi research dan rumah sakitnya, sehingga membuat Unud lebih maju lagi,” ujar Luhut. Saat itu juga dilakukan peluncuran Unit Sumber Daya Informasi (USDI) yang merupakan produk baru Unud. Ketua USDI Prof. Dr. I Ketut Gede Darma Putra, S.Kom., M.T. mengatakan, tugas utama USDI adalah pembangunan pusat data dan informasi atau sering disebut dengan istilah pangkalan data Unud. Pangkalan data Unud merupakan database pendukung keputusan yang bisa dimanfaatkan pimpinan di setiap level untuk memperkuat kualitas keputusan. (ad845)
WARGA KEHORMATAN - Rektor Unud memberikan penghargaan warga kehormatan Unud kepada Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan.
RS Kasih Ibu Denpasar Raih ”Silver Champion of Indonesia WOW Service Excellence Award” UNTUK kesekian kalinya, Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Denpasar meraih penghargaan dari lembaga yang berfokus pada mutu layanan dan kepuasan pasien. Di penghujung 2016, RS Kasih Ibu Denpasar berhasil menyabet Silver Champion of Indonesia WOW Service Excellence Award kategori RS tipe C Region Bali-Kalimantan dari Markplus. RS Kasih Ibu Denpasar merupakan satu-satunya RS swasta di Bali yang mendapat penghargaan tersebut. Hal ini dikatakan Direktur RS Kasih Ibu Denpasar dr. I Gusti Ngurah Rai, M.M. ketika ditemui awak media di ruang kerjanya. ”Sebagai satu-satunya RS penerima penghargaan ini, kami sangat bersyukur karena penghargaan ini ibarat vitamin di akhir tahun bagi segenap civitas hospitalia RS Kasih Ibu Denpasar yang tiada
PENGHARGAAN - Direktur RS Kasih Ibu Denpasar dr. I Gusti Ngurah Rai, M.M. bersama Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Penunjang RS Kasih Ibu Denpasar dr. Yudi Parindra memperlihatkan penghargaan dari Markplus.
hentinya berupaya memberikan pelayanan yang tulus dan terstandar kepada seluruh pengguna jasa layanan kesehatan,” ujarnya seraya berterimakasih kepada segenap masyarakat maupun stakeholder yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan selama ini. Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Penunjang RS Kasih Ibu Denpasar dr. Yudi Parindra menambahkan, penghargaan tersebut didasarkan atas hasil penilaian dari sejumlah kriteria yang telah ditetapkan pihak penyelenggara dalam hal ini Markplus. ”Kami sama sekali tidak mengetahui proses penilaian dilakukan hingga menempatkan RS Kasih Ibu sebagai pemenangnya. Tentu ini menjadi sebuah kebanggaan yang tidak cukup berhenti pada raihan penghargaan semata, tetapi bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaat dan kualitas layanan yang kami berikan,” tegasnya. Seperti diketahui, menjelang usia tiga dasa warsa RS Kasih Ibu Denpasar terus berupaya membenahi mutu dan standar layanan. Hal ini ditandai dengan penerapan layanan yang berbasis digitalisasi, misalnya pada unit Radiologi, Laboratorium, Rekam Medis maupun ICU. Penerapan layanan ini terbukti dapat memberikan manfaat bagi pengguna jasa layanan kesehatan terutama dari sisi efisiensi waktu dan kepastian tindakan. Dari sisi ketersediaan peralatan penunjang medis canggih, kini masyarakat sudah dapat memanfaatkan Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) yang keberadaannya masih langka di Bali. TMS digunakan dalam terapi penyakit stroke, pascatrauma saraf dan otak, parkinson, depresi, nyeri pinggang kronik termasuk low back pain, gangguan bahasa (sulit bicara), titinus (telinga berdenging) maupun terapi lainnya. Sejauh ini, kehadiran TMS di RS Kasih Ibu Denpasar mendapat respons positif dari masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pemanfaatannya yang semakin meningkat. (ad1546)
Hari Ini, Peringatan ”Ngadeg Ratu Kaping VII Abhiseka Raja”
Diciptakan Gusti Wedakarna, Tarian Bedoyo Segoro Kidul Dipentaskan di Istana Mancawarna
HARI ini, tanggal 31 Desember 2016 (Saniscara Kliwon Wuku Wayang, Isaka Warsa 1938) adalah tahun ketujuh peringatan Ngadeg Ratu (Tinggalan Dalem) Abhiseka Sri Wilatitka Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX. Terkait dengan hal ini, I Dewa Anom Kurniawan (Penyarikan Karya Raja Yadnya ring Istana Mancawarna Tampaksiring) menyampaikan bahwa perayaan Ngadeg Ratu pada tahun ini diperingati secara sederhana, mengingat situasi bangsa dalam keadaan terakhir. “Upacara Ngadeg Ratu ini sebenarnya bertujuan untuk menghormati leluhur yang bereinkarnasi dalam wadah penglingsir. Selama ini di Bali, banyak upacara diadakan untuk menghormati para dewa, leluhur dan kesucian jagat. Tapi sangat jarang umat Hindu mengadakan upacara untuk roh atau sang jiwa yang menghinggapi sang diri. Dan ini yang akan ditradisikan oleh penglingsir Puri Tegeh Kori sebagai warih dari Kerajaan Hindu Majapahit. Kami meyakini bahwa walau Nusantara berhasil di-Islam-kan oleh Wali Songo, tapi Bali mampu memproteksi ajaran Majapahit Siwa Budha selama 500 tahun. Maka dari itu, Raja Yadnya ini dipersembahkan kepada para Raja dan Ratu leluhur Majapahit yang kini sudah mulai dilupakan oleh bangsa ini. Demikian maksud dan tujuan secara umum dari upacara hari ini,” ungkap Dewa Anom. Ia menyampaikan bahwa selain upacara di Istana Mancawarna Tampaksiring, serangkaian acara pun telah diadakan selama tahun 2016 khususnya di tanah Jawi, di antaranya larung sesaji di Pantai Parangtritis, Yogyakarta, upacara piuning di Pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat dan Wayangan oleh para Adipati Majapahit di Kudus, Jawa Tengah. “Sejak 31 Desember 2009 usai upacara ngadeg ratu di Pura Besakih yang dipimpin oleh pendeta Siwa Budha, Ratu Gusti Wedakarna sudah tujuh tahun mengemban tugas sebagai simbol dari Majapahit Nusantara. Bersama Ida Cokorda Denpasar, beliau aktif sebagai Wakil Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) dan membawa nama leluhur I Gusti Tegeh Kori yang dalam Babad Bali tercatat sebagai pendiri dan Raja Badung pertama. Shri Gusti Wedakarna juga aktif membela sejarah kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia yang diduga mulai dihapus dalam peta sejarah bangsa, salah satunya dengan program menempatkan Prasasti Negara Kertagama di seluruh museum di Indonesia. Satu hal yang perlu disadari bahwa berbicara Majapahit adalah berbicara sistem hidup. Majapahit itu adalah
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Hindu karena di dalamnya ada pusaka yang harus dilestarikan oleh trah Hindu, ada upacara Hindu yang harus dilestarikan dan ada agem-ageman Siwa Budha yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Jadi yang paling berhak melestarikan ajaran Majapahit adalah para masyarakat di Bali karena kita setia beragama Hindu. Jangan sampai sejarah Majapahit dipelintir seperti Candi Borobudur yang dikatakan peninggalan seorang Nabi. Jadi, syukurlah leluhur sudah memberikan wahyu keprabon kepada Ratu Gusti Wedakarna saat ditunjuk memegang gelar Abhiseka Ratu di Pura Besakih pada 2009. Semoga Manunggaling Kawula Gusti,” ungkap Dewa Anom. Upacara Raja Yadnya hari ini akan diisi dengan upacara adat yang di-puput oleh Ida Sri Bhagawan, agnihotra, pembacaan Kitab Suci Bhagawad-Gita, pencucian pusaka Istana (jamasan), penyerahan penghargaan (Cihna), jamuan makan (royal dinner) secara terbatas serta pementasan tari Bedoyo Segoro Kidul. “Tari Bedoyo Segoro Kidul ini digagas dan diciptakan oleh Ratu Gusti Wedakarna dan digarap seniman muda Bagas Karanaya. Tarian ini hanya bisa dipentaskan di puri atau istana dan diperlihatkan ke publik hanya tiga kali setahun, yakni 23 Agustus (Sugeng Wiyosan), 10-11 November (Hari Lahir Majapahit) dan 31 Desember (Ngadeg Ratu Tinggalan Dalem). Tari ini penghormatan untuk leluhur Ratu Pantai Selatan,” ungkap Dewa Anom Kurniawan. (ad844)
TARI BEDOYO - Putri-putri Hindu Bali menarikan tarian sakral Bedoyo Segara Kidul ciptaan Gusti Wedakarna.
Sabtu Kliwon, 31 Desember 2016
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) � Jakarta � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) � Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) � Surabaya : (031) 5633456 � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA � Email: pembacabalipost@gmail.com � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 � Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � Tarif iklan Mini/Baris
Marketing Manager for Marine Tourism Phn.728088 Email:putu@bali-activities.com A.BP.001.12.16.0001417
Dcr sgr 2 Hairstylist pengalaman Hub.Nyky Salon, Cab Waturenggong Hub.08563811047 A.BP.001.12.16.0001450
Urgently: Need Sales Executive,Purchasing,&Admin. Jl.Sunset Road Seminyak. CV:duo.recruitment@gmail.com Ph.082340397500/0361-4740668
B.BP.004.12.16.0000813
***Programmer Computer Full Time S1/D3/SMK email ke hari@esolindo.com A.BP.001.12.16.0001345
CR:Salesman Pria/Wnt,SLTA maks 30th.Fas:GP,UM.BBM,Pulsa, Sewa Motor & BPJS.Insentive.ke:Jl.Wandira sakti no22 BuluhIndah,Dps B.BP.004.12.16.0000812
Dcr FO u/Villa & Sales marketing Fluent English & Jepang Hub:0361-972934 A.BP.001.12.16.0001487
Cr Tamatan SMA/SMK Keperawatan Gigi Hub:081239395302
Dcr Sopir Pribadi Umur 50th keatas Jl.G.Salak 0811913832
Dbthkn Asst.Apteker/Krywti.Lam ke Aptk.Qitta,Jl RySesetan 12A
Dcr Tkg Kebun/klm renang harian u.vila diSeminyak,087860618890
Dibutuhkan Estimator&Pelaksana(S1-Sipil), Perencana(S1-Ars),Drafter CAD (Min STM)Marketing Baja Ringan Krm CV ke:trimabadi2@gmail.com
Dcr 3 FO,4 HK,1 Manager Hostel untuk di Ubud Tlp.083119916387
Dibthkan Urgent Teknisi IT Pengalaman untuk Prshaan IT Email:sales@glsolusi.com
Dicari Sopir Pribadi/Serabutan bisa Matik dan Manual Hub.08123933313 W.Krisna
A.BP.001.12.16.0001540
A.BP.001.12.16.0001516
A.BP.001.12.16.0001484
Dcr Adm & Sopir,Lam CV.Tristar Jl.Cargo No.24 413324,419869
A.BP.001.12.16.0001519
Dcr Adm Pjk Min D3 Pnglmn Krim Lam Jl.Bypas NgrRai 439/722222
A.BP.001.12.16.0001520
B.BP.154.12.16.0000757
A.BP.001.12.16.0001505
A.BP.001.12.16.0001536
A.BP.001.12.16.0001473
A.BP.001.12.16.0001522
Dicari Karyawan/i untuk kantor Highway Jl.Raya Ubud.CV dibawa langsung ke Highway
Dicari PRT,untuk Asuh Anak dan Bersih2 di Sanur,Tinggal dalam SMS ke 08123877799
B.BP.004.12.16.0000789
Dibthkan Sgr Supir Handyman/ Tkg Serba bisa u/Maintenance Toko&Villa(Listrik,Mebel dll) dan Security Punya SIM A 0361-739280/08119635284 B.BP.154.12.16.0000817
PT Kura Kura membutuhkan Bus Driver,Lamaran+CV:anjani_e@kur a2bali.com,0361-772969 detail in kura2bus.com/page recruit# driver B.BP.004.12.16.0000755
A.BP.001.12.16.0001517
Kuta:Waiter/s DW:Rp3Juta/Bln: Jual@15Coktail&Bir,08123807241
A.BP.001.12.16.0001530
Sales Officer bs Bhs.Mandarin; Accounting Manager,Pnglmn 3th dibidangnya;Admin Officer Male /pnglmn min1th dibidangnya,Tlp 03618948137/081803568666(novi) E:novita.venusbali@gmail.com Assistant Chef,Pnglmn min.1th dibidangnya;Cook Helper;Kasir Tel.08121646441/081385656339 (Yudhi)
B.BP.803.12.16.0000461
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post SUZUKI
R3 GX’13Slv ACDbl AsDK MT 147J P.Saelus2Kamboja7/085101850689
A.BP.001.12.16.0001538
X Over 11 Manual Hitam Original 135 Jt Hub.081238368200
A.BP.001.12.16.0001533
TOYOTA
Innova G’11 Hitam,Saya Beli dari Baru KM20rb Hp.0817356452
A.BP.001.12.16.0001539
Rush S’09 Akhir Hitam DK Istmw BadakAgung 8 Ng,0818-0561-3699
A.BP.001.12.16.0001534
Rush TRD’14 Putih DK Trwt Baik 08133-721-6703 BU
A.BP.001.12.16.0001535
Dijual Rmh LT125m2,Lok Casa De nampek Jimb.Samping Htl Bali Paragon Hub Lisa 08116311007
A.BP.001.12.16.0001344
SALON
A.BP.001.11.16.0001345
B.BP.154.12.16.0000678 !!Canggu 175m2 View Swh Lok Rmh 2Lt area eksklusif Pecatu Bule dkt CangguClub 081246976068 Indah Resort 3KT 2KM 160/117 A.BP.001.12.16.0001481 SahadewaII BlkD2/2.08127004177 !T40A SHM dkt Pantai Villa Asp A.BP.001.12.16.0001482 Rmh SHM LT121,2KT,1KM Jl Treng- PerumhnTbn 95Jt/A 085257539923
guli Penatih,Hp.081353555100
A.BP.001.12.16.0001488
DISEWAKAN RUMAH Dikont Murah,Rmh Baru Jmbrn 90/108 Lingk Elit 085333379091
A.BP.156.12.16.0001495
Dikont 2Bh Rmh.1 Jl.Kap.Sujana 1 Jl.Nagasari Hub:08113981234
A.BP.001.12.16.0001439
DIJUAL RUMAH BUC Rmh Lt2 170/200 KT5KM4 SHM Pidada IV/5 Dps,081238366896
Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809
DIJUAL TANAH !!!Canggu 5A,10A,7A Full View Swh cck Vila Tng 081246976068
A.BP.001.12.16.0001329
BENGKEL LAS
A.BP.167.12.16.0001489
Jl Tnh 10A Jl.Cargo Gatsu Brt+ 6A Jl.Durian Dps,081339563242 A.BP.001.12.16.0001532
RUPA-RUPA Pjak Tax Amnesti SIUP NPWP Paspor Sy Bntu Murah 081999121505 A.BP.001.12.16.0001094
SIUP PAJAK Tax Amnesti SPT Th NPWP PasportHP.081.338.344.155 A.BP.001.12.16.0001093
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
SERVICE
DIJUAL MOTOR
EKONOMI
18
Made Urip Temu Tani dan Panen Edamame di Desa Peninjoan Gerakan Peduli Alam Berlanjut di Kabupaten Bangli
KOMITMEN anggota Komisi IV DPR-RI Drs. I Made Urip, M.Si. untuk memperkuat sektor pertanian di seluruh Bali terus berlanjut. Kali ini Gerakan Peduli Alam Ketua DPP PDI Perjuangan itu berlanjut di Kabupaten Bangli dengan menggelar tatap muka sekaligus panen kedelai edamame dan tanam bibit cabai bersama Bupati Bangli diwakili Asisten III Drs. Wayan Warta Megantara, Anggota DPRD Provinsi Bali Nyoman Budi Utama, Plt. Kadis Pertanian, Perikanan dan Perkebunan Bangli Ni Wayan Manik, Ketua Ganti Bali Komang Suardita, Dandim Bangli dan Ketua BPS Bangli beserta ratusan petani dan krama subak se-Kecamatan Tembuku dan Anggota Kelompok Tani Merta Buana di Banjar Puraja, Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli, Kamis (29/12). Usai panen edamame dan tanam bibit cabai, Ketua kelompok Tani Merta Buana I Ketut Gotrem Andika mengaku sangat bersyukur mendapat dukungan dan perhatian Made Urip saat panen raya kedelai edamame yang diberikan oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait di Kabupaten Bangli yang difasilitasi langsung oleh Made Urip, khususnya untuk penyediaan bibit dan pupuk sehingga peningkatan sektor pertanian di Kabupaten Bangli khususnya Kecamatan Tembuku terus meningkat. “Saat ini edamame yang diproduksi perhari mencapi 60 sampai 70 kilogram. Namun kebutuhan mencapai 500 kilogram perhari, sehingga petani masih kekurangan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kedepannya kita berharap Pak Urip terus membantu sektor pertanian di Bangli, terutama bagi petani kedelai edamame dapat lebih berkembang sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya. Hal senada juga diungkapkan penerima bantuan bibit bawang merah di Subak Penida Kaja Tembuku, Sucita yang sangat mengapresiasi dukungan Made Urip yang diberikan selama ini terutama di lahan basah. Lewat bantuan yang diberikan selama ini sangat dirasakan oleh petani, sehingga mampu memberikan hasil produksi yang sangat baik dan rata-rata 9 ton per hektar. “Kita harapkan Pak Made Urip beserta pemerintah
pusat dan daerah dapat terus memberikan bantuan seperti pendampingan dan teknologi, sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani,” sebutnya seraya ditambahkan Ketua Ganti Bali Komang Suardita yang mengakui melalui dukungan yang diberikan Made Urip bersama pemerintahan daerah kepada petani kedelai edamame di Desa Puraja, dilakukan secara terus menerus sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat Temu Tani tersebut, anggota DPR yang mendapat julukan “Wakil Rakyat Seribu Traktor” ini sangat mengapresiasi panen kedelai edamame yang dilakukan oleh Kelompok Tani Merta Buana, karena dapat meningkatkan penghasilan para petani. Dikatakan lebih lanjut, saat ini pemerintah pusat secara terus menerus meningkatkan sektor pertanian melalui peningkatan dana APBN yang secara terus menerus bertambah. Di mana saat ini untuk sektor pertanian sudah mencapai angka lebih dari Rp 70 triliun per tahun, belum termasuk subsidi benih dan pupuk. “Ini upaya kita untuk menjaga ketahanan dan swasembada pangan guna mendukung Program Nawacita pemerintahan Presiden Jokowi,” tegas anggota DPR-RI empat periode itu. Lebih jauh dikatakan peraih suara terbanyak peringkat 20 besar nasional di DPR-RI ini, untuk di Bali saat ini hampir 800 hektar lahan pertanian produktif hilang akibat alih fungsi lahan. Untuk itu persoalan alih fungsi lahan di Bali perlu segera ditanggulangi
dengan memberikan perhatian lebih bagi sektor pertanian, karena saat ini sebagian besar hasil pertanian yang ada di Bali seperti sayuran dan buah-buahan didatangkan dari luar Bali dan dikhawatirkan kedepannya petani Bali hanya menjadi penonton di daerah sendiri. “Selaku anggota DPR-RI dari Bali saya akan selalu berkomitmen untuk memajukan pertanian di Bali dengan memberikan berbagai dukungan fasilitas pertaniann seperti bibit, pupuk maupun traktor bagi para petani di seluruh Bali, sehingga pertanian di Bali dapat terus terjaga dengan baik,” kata Made Urip yang langsung disambut tepuk tangan para petani dan krama subak yang hadir. Made Urip kembali mengapresiasi panen kedelai edamame dan tanam cabai yang digelar Kelompok Tani Merta Buana, karena kebutuhan kedelai khususnya edamame di Bali sangat tinggi sehingga peluang ini harus digarap oleh petani di Bali. Selain itu disebutkan, meskipun telah dilakukan peningkatan sektor pertanian secara terus menerus, namun target pertanian belum dapat dilakukan secara optimal sehingga perlu dukungan dari pemerintah daerah maupun Provinsi Bali. “Kita selaku anggota Dewan yang membawahi sektor pertanian akan terus melakukan koordinasi dengan departemen pertanian di tingkat pusat untuk mewujudkan Program Nawacita, khususnya dalam hal ketahanan pangan di Indonesia khususnya di Provinsi Bali. (ad841)
TEMU TANI - Ketua DPP PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. (pegang mike) selaku anggota Komisi IV DPR-RI menggelar Temu Tani yang dihadiri ratusan petani dan krama subak di Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli, Kamis (29/12).
Sabtu kliwon, 31 Desember 2016
Dilanjutkan, Perluasan Pelabuhan Benoa
Denpasar (Bali Post) – Proyek perluasan Pelabuhan Benoa, Bali, segera dilanjutkan demi kepentingan negara. “Saya berharap ke depan proyek itu dilanjutkan, sebab dari perizinan sudah tidak masalah, termasuk analisis dampak lingkungan sudah ada,” pinta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan di sela-sela kunjungan kerja di Pelabuhan Benoa, Bali, Jumat (30/12) kemarin. Menurutnya, secara adminstrasi dan perizinan, perluasan Pelabuhan Benoa sudah terpenuhi. Dia mengharapkan pemerintah daerah dan DPRD Kota Denpasar mempercepat proses perizinannya. “Semua pembangunan ini untuk kepentingan kita bersama. Karena itu tidak ada alasan lagi untuk tidak memproses perizinannya. Karena secara administrasi sudah melalui proses dan semua sudah ada,” ucapnya. Permasalahan terkait kemaritiman, dikemukakannya sudah dipetakan sehingga dapat diketahui secara detail permasalahan
yang dihadapi Indonesia kedepannya. Dikatakan, proyek percepatan pembangunan bidang kemaritiman bisa dilakukan mulai Januari 2017. “Semua pembangunan merupakan program pemerintah. Karena itu pada bidang kemaritiman ada sejumlah pelabuhan yang diperbaiki,” ujarnya. Kepala Seksi Hukum dan Sertifikasi Kantor Syahbandar Pelabuhan Benoa I Wayan Suarta sebelumnya mengatakan, peluang perluasan Pelabuhan Benoa masih terbuka dan saat ini di beberapa titik sudah dikeruk hingga standar ked-
alaman 12 meter. ‘‘Begitu juga pengajuan permintaan rekomendasi perluasan Pelabuhan Benoa kepada Pemerintah Kota Denpasar diajukan sejak 2011 oleh Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan Benoa,’’ ujarnya. Namun, ia mengemukakan, hingga kini jawaban rekomendasi belum ada, dengan alasan masih perlu kajian. Pada 2020, dikatakannya, rencana pengembangan kawasan pelabuhan itu diharapkan sudah terealisasi, sehingga mampu menjadi salah satu pelabuhan induk di kawasan Indonesia Timur. Rencana pengembangan in-
duk itu meliputi perluasan areal pelabuhan 52 hektar, dari lahan yang ada saat ini 100 hektar. Dalam upaya menunjang pariwisata, di dalam pelabuhan ini akan dibangun zonasi kapal pesiar, domestik, marina, pelabuhan ikan dan peti kemas. (ant)
Banyuwangi (Bali Post) Musim tahun baru kali ini tak terlalu membuat sumringah pedagang terompet. Akibat hujan, penjualan terompet ikut terganggu. Apalagi mereka kebanyakan berjualan di pinggir jalan, tanpa payung pelindung. Seperti dialami Imik (46), penjual terompet di Genteng, Banyuwangi. Pria ini mengaku penjualan terompet tak seramai tahun-tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya hujan yang kerap mengguyur. Sehingga masyarakat enggan keluar rumah membeli terompet. Dia mulai menggeluti usaha terompet sejak tahun 2005. Usaha musiman ini digeluti bersama anak lakilakinya. Terompet diambil dari para pengrajin di Wonogiri, Jawa Tengah. Pihaknya sengaja mendatangkan dari Wonogiri lantaran pasokannya lebih banyak. Aneka terompet dia tawarkan. Mulai motif naga, terompet drumband, terompet biasa, serta terompet plastik. Harganya ditawarkan mulai Rp 5.000 hingga Rp 20.000 per
biji. “Motif naga yang paling digemari,” kata Imik, Jumat (30/12) kemarin. Peminatnya mulai anak-anak hingga kalangan dewasa. Imik setiap tahunnya
menjual terompet di seputaran Genteng. Bermodal kejujuran dan kepercayaan, ia menjadi penjual terompet. Tahun lalu dia bisa menjual 200 biji terompet. Menurut-
nya, dari tahun ke tahun penjualan terompet cenderung menurun. “Saya sudah buka mulai 19 Desember. Ini baru terjual 5 terompet per hari,” keluhnya. (ida)
Bali Post/ant
Luhut Binsar Pandjaitan
Penjual Terompet Diganggu Hujan
TEROMPET - Penjual terompet di kawasan Genteng, Banyuwangi, Jumat (30/12) kemarin.
19
Sabtu Kliwon, 31 Desember 2016
Kurang Jelas
Lembaga Keuangan Dari Hal. 3
Dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi Bali memang akan dirasakan. Ia mengingatkan di sektor lembaga keuangan dan perbankan pada umumnya mereka saat ini sedang mengenyampingkan tujuan pertumbuhan, namun lebih memprioritaskan untuk menjaga likuiditas dan tingkat kualitas portfolio kreditnya. Ini dilakukan akibat menguatnya ancaman dan meningkatnya potensi kredit macet akibat usaha masyarakat yang besar potensi gagal bayar. Ini akan berdampak pada terjadi peningkatan NPL (kredit macet) yang besar di tahun 2016 ini. Ia mengatakan, kredit usaha menengah ke bawah akan menghadapi ancaman besar kegagalan di tengah gencar
masuknya investor-investor asing lewat MEA dan kemudahan 35 paket yang baru diluncurkan pemerintah untuk lebih mudahnya kepemilikan saham oleh asing di Indonesia. Ini juga akan menjadi ancaman bila tidak dilindungi secara local wisdom principle oleh pemerintah provinsi. Ini juga akan membuka ruang terjadinya ‘’kanibalisme’’ besar-besaran terhadap industri lokal oleh investor asing. ‘’Dengan demikian pertumbuhan ekonomi Bali yang meningkat akan bersifat semu karena tidak dibarengi dengan pemerataan dan keberpihakan terhadap ekonomi golongan lemah,’’ ujar Viraguna. Ekonom Unhi Dr. A.A. Ngurah Gde Sadiartha, S.E., M.M. berharap lembaga keuangan yang ada di Bali memberikan keringanan kredit kepada pen-
Tegakkan Disiplin Dari Hal. 3
‘’Terhitung pukul 12.30 WIB siang ini, yang bersangkutan tidak lagi menjadi anggota partai. Sanksi pemecatan seketika adalah bukti keseriusan DPP PDI-P dalam menegakkan disiplin partai,’’ kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Jakarta, Jumat kemarin. Sri Hartini adalah istri dari mantan Bupati Klaten Haryanto Wibowo, politisi PDI-P. Harta kekayaan Bupati Klaten Sri
Hartini mencapai Rp 35,043 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tertanggal 28 Juni 2012. Sri Hartini adalah Bupati Klaten periode 2016-2021 yang baru dilantik pada 17 Februari 2016. Ia berpasangan dengan Wakil Bupati Klaten terpilih Sri Mulyani. Sebelum menjadi Bupati Klaten, Sri Hartini merupakan wakil bupati ketika ia berpasangan dengan Bupati Sunarna, yang menjabat dua pe-
Kesalahan Berat Dari Hal. 3
Albert menegaskan bahwa pilot yang diberhentikan itu karena yang bersangkutan dinilai telah melakukan kesalahan berat dan menunjukkan sikap serta tindakan yang tidak profesional dalam menjalankan tugas. Ia menambahkan, pilot yang bersangkutan juga mengabaikan prosedur keselamatan dan keamanan penerbangan yang berpotensi membahayakan keamanan dan keselamatan penumpang dan awak lainnya. ‘’Manajemen Citilink mengapresiasi tindakan penumpang dan staf darat yang telah membantu keamanan penerbangan nasional,’’ katanya. Albert Burhan juga mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Dirut Citilink menyusul insiden itu. Dua direktur maskapai Citilink Indonesia, yakni Direktur Utama Albert Burhan dan Direktur Produksi Hadinoto Sudigno mengundurkan diri dari jabatannya setelah seorang pilot Citilink diketahui mabuk saat bertugas untuk menerbangkan pesawat bernomor penerbangan QG 800 rute Surabaya-Jakarta pada Rabu (28/12). ‘’Dampak yang telah diberikan dari masalah ini kepada Citilink, secara personal, saya dan Pak Hadinoto, Direktur Produksi, merasa bertanggung
jawab atas hal ini, sehingga kami mengajukan permohonan untuk mengudurkan diri dari Citilink,’’ kata Albert dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat kemarin. Albert mengatakan sudah menyampaikan pengunduran dirinya secara lisan, dan surat
gusaha lokal dalam mendukung daya tahan ekonomi Bali. Langkah ini bisa dikoordinasikan dengan berbagai elemen. Langkah lain yang bisa ditempuh adalah adanya keberpihakan dalam bentuk kebijakan politik dengan memberikan ruang kepada pengusaha lokal Bali untuk berkembang di Bali. Terobosan lain yang bisa dilakukan adalah dengan membentuk konsorsium pengusaha lokal Bali. Konsorsium ini diharapkan menjadi kekuatan untuk membangun daya saing pengusaha lokal, baik dari sisi permodalan, relasi dan cakupan ruang usaha yang bisa digarap. Untuk itulah, penting bagi semua pelaku ekonomi Bali untuk melakukan langkah luar bisa dan bersatu dalam mengelola peluang dan potensi ekonomi yang ada. (dir) riode 2005-2015. Sunarna tidak lain adalah suami Sri Mulyani. Sementara Sri Hartini adalah istri mantan Bupati Klaten Haryanto Wibowo. Haryanto pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek pengadaan buku paket tahun ajaran 2003/2004 senilai Rp 4,7 miliar dan kasus penggunaan dana anggaran pendapatan belanja daerah untuk perjalanan ke luar negeri. Namun, kasusnya diberhentikan karena Haryanto meninggal dunia. (ant) resmi akan segera diserahkan. Dengan sikapnya tersebut, Albert yang pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan Citilink itu berharap maskapai penerbangan berbiaya murah di bawah naungan Garuda Indonesia itu bisa lebih baik ke depannya. (kmb4/ant)
Dari Hal. 3
Kronologi kejadiannya yaitu pada pukul 05.09 WIB pilot tiba di flight operations atau flops dan langsung ke pesawat yang parkir di stan 5A dengan B sedang proses boarding. Pilot masuk ke kokpit dan di kokpit melakukan pengumuman ke kabin pesawat dengan suara yang kurang jelas, sehingga hampir semua penumpang komplain dan meminta kapten pilot diganti. Kemudian pada 05.30 WIB, seluruh penumpang turun dari pesawat. Flops Citilink memutuskan mengganti
kapten pilot tersebut dengan Capt. Wahana Agus. Seluruh penumpang naik ke pesawat dan sembilan penumpang memutuskan membatalkan penerbangan. Pada 06.20 WIB, penerbangan QG 800 push back (dimundurkan) menuju Bandara Halim PK. Kemudian, pada 06.35 WIB Capt. Tekad diperiksa di Klinik Graha Angkasa Pura I oleh dr. Putu dan hasil tes alkohol dan obat-obatan adalah negatif. Namun, Kemenhub meminta pilot tersebut diperiksa kesehatannya secara menyeluruh untuk memastikan kondisinya. (ant)
Pihak Swasta Dari Hal. 3
Namun lagi-lagi, wacana itu hanya janji saat kampanye. Tak ada pemimpin di Bali yang mau mewujudkan hal tersebut. Mereka selalu berharap pada swasta. Sementara swasta lebih tertarik mengelola pariwisata. Bukan pertanian. Di sinilah persoalannya. Padahal kalau mau, seluruh pemerintah daerah di Bali bisa bersatu membangun sebuah pabrik pengelolaan hasil pertanian, termasuk perikanan berstandar internasional. Mereka bisa membuat konsorsium. Pasar juga sudah jelas. Pemerintah bisa membuat regulasi agar hotel dan restoran di Bali menyerap produk tersebut. Ini bentuk nyata dari sinergitas antara
pariwisata dan pertanian. Bukan sinergitas omong kosong. Hanya di atas kertas dan dalam pidato. Pemkab Badung juga bisa menjadi leading sector-nya. Apalagi PHR Badung juga tergantung dari fasilitas dan objek wisata di kabupaten. Wisatawan hanya nginap dan makan saja di Badung. Selebihnya dia menikmati objek di Karangasem, Bangli, Tabanan, termasuk di Jembrana. PHR Badung yang selama ini dibagi-bagi ke enam kabupaten, mungkin bisa disisihkan untuk beli mesin pengolah buah atau sayur-mayur. Jadi Badung jangan hanya berpikir untuk Badung. Tetapi dari Badung membangun pertanian untuk kesejahteraan masyarakat Bali. lwirata
Tenaga Kerja Dari Hal. 3
Ia mengatakan, jika merujuk pemetaan Bank Indonesia (BI) pasokan tenaga kerja Provinsi Bali mengalami peningkatan. Ini terlihat dari jumlah penduduk usia kerja pada Agustus 2016 yang mengalami peningkatan, baik secara tahunan maupun dibanding Februari 2016. Pada Agustus 2016 jumlah penduduk usia kerja di Bali tercatat sebanyak 3,2 juta orang, atau meningkat 1,52% dibanding Agustus 2015 dan meningkat 0,77% dibanding Februari 2016. Peningkatan jumlah penduduk usia produktif tersebut menjadi indikasi terdapat peningkatan potensi tenaga kerja di Bali. ‘’Potensi inilah yang harus diurai. Jangan menunggu penumpukan tenaga kerja itu terus menggilas tenaga kerja Bali. Terlebih kini serbuan tenaga asing menguat,’’ ujar Prof. Ramantha. Ia mengatakan saat ini yang bisa dibanggakan dari tenaga kerja Bali adalah kejujurannya. Itu pun mulai terkoreksi dengan terjadinya sejumlah kasus yang melibatkan tenaga kerja lokal. Ia juga mengakui di sejumlah sektor — khususnya sektor pariwisata — tenaga kerja Bali masih unggul dari sisi profesionalisme. Namun, keunggulan ini sering terkoreksi akibatnya gagalnya tenaga kerja kita melakukan komitmen terhadap waktu. Di sisi lain, Ketua Umum Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengatakan, seiring dengan peningkatan penduduk
usia kerja, Bali justru berada dalam posisi stagnasi penyerapan. Ini ditandai dengan adanya pemutusan hubungan kerja sebagai dampak dari penutupan usaha. Investasi yang tidak tumbuh selama dua tahun terakhir ini juga akan menjadi masalah serius dalam penyerapan tenaga kerja Bali. Kondisi ini diperparah oleh tingginya lulusan di sektor pendidikan tinggi. ‘’Pemetaan terhadap jasa dan klasifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan tak jelas. Bahkan, di sektor informal tenaga kerja lokal justru tak dipilih oleh pengusaha lokal. Ini cenderung terjadi di sektor properti,’’ ujarnya. Pelibatan tenaga luar Bali pada sektor ini karena berbagai pertimbangan, termasuk di dalamnya komitmen waktu dan ongkos. Selain itu, tenaga kerja lokal juga tergolong minim di sektor ini. Sementara itu, berdasarakan data BI, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2016 di Bali tercatat meningkat dibanding Februari 2016, ataupun Agustus 2015. Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2016 tercatat sebanyak 2,46 juta jiwa atau meningkat 3,38% dibanding Februari 2016, dan meningkat sebesar 3,84% dibanding Agustus 2015. Peningkatan pada angkatan kerja diikuti oleh meningkatnya angkatan kerja yang bekerja. Jumlah angkatan yang bekerja pada Agustus 2016 tercatat sebesar 2,42 juta jiwa, atau meningkat sebesar 3,95% dibanding Agustus 2015 dan sebesar 3,62% dibanding Februari 2016. (dir)
Alamvusha dan Ghatotkacha Bertarung Sengit
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Empat Ratus Dua Puluh)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
DEMIKIAN rakshasa Alamvusa membuat sengsara prajurit-prajurit yang membela Pandava. Akibatnya, oh Bharata, pasukan-pasukan Pandava pada malam kematian itu berantakan tidak sedikit yang melarikan diri seperti awan-awan dihalau sebuah badai. Hal yang sama juga dialami kelompok paduka. Mereka dirobek-robek dengan panah-panah oleh ksatria putra Hidimva, Ghatotkacha, itu. Para pendukung Kuru itu pun melarikan diri, oh raja, sambil melemparkan obor-obor mereka. Alamvusha digairahkan kemarahannya. Dia menyerang putra Bhimasena, Ghatotkacha, pada pertempuran yang mengerikan itu dengan banyak panah yang dahsyat. Seperti seorang penunggang gajah memukul seekor gajah. Kemudian Ghatotkacha tidak tinggal diam, dia memotong menjadi berkeping-keping kereta, sais kereta, dan semua senjata dari musuhnya disertai tertawa menakutkan. Terlihat, seperti awanawan yang menuangkan aliran air hujan di Gunung Meru, Ghatotkacha mencurahkan hujan-hujan anak-
anak panah kepada Karna, Alamvusha dan semua pasukan Kuru yang ada di depannya. Dibuat sengsara oleh rakshasa itu, kelompok Kuru itu menjadi terguncang. Empat macam kekuatan yang menyusun bala tentara paduka, mulai saling menekan dan saling bertubrukan satu dengan lainnya. Kemudian putra Jatasura itu yang tanpa kereta dan tanpa sais kereta menjadi penuh kemarahan. Alamvusha pun mengarahkan serangannya kepada Ghatotkacha dengan tinju-tinjunya. Akibatnya, Ghatotkacha gemetaran seperti sebuah gunung dengan pohon-pohon tanaman menjalar dan rumput-rumput pada waktu terjadinya sebuah gempa bumi. Kemudian putra Bhimasena itu yang mabuk kemarahan, menaikkan lengannya. Dia pembantai musuhmusuhnya menyerupai sebuah gada yang berpaku, memberikan sebuah pukulan keras kepada putra Jatasura itu. Setelah melabraknya, putra Hidimva itu dengan cepat melemparkannya. Selanjutnya menangkapnya
dengan kedua lengannya. Dia mulai menekan dengan kekuatan besar ke tanah. Setelah putra Jatasura itu berhasil membebaskan dirinya sendiri dari Ghatotkacha, dia bangkit dan menyerang Ghatotkacha dengan tidak sabaran. Alamvusha menyeret dan melemparkan Rakshasa Ghatotkacha itu. Dia pun mulai menubruk dengan kemarahan di permukaan tanah. Pertempuran yang terjadi antara kedua prajurit rakshasa itu memang sangat sengit. Mereka saling meraung sangat besar. Ghatotkacha dan Alamvusha menjadi sangat dahsyat dan membuat rambut berdiri tegak. Setelah berusaha saling mengungguli satu dengan lainnya dengan mengerahkan kekuatan maya. Kesaktian masing masing. Kedua prajurit yang angkuh dilengkapi energi besar. Mereka saling bertarung satu sama lainnya seperti Indra dan putra Virochana. Setelah berubah menjadi api dan lautan, selanjutnya menjadi Garuda dan Takshaka. Bahkan
sebuah awan yang dengan cepat menciptakan badai, guntur dan sebuah gunung besar, seekor gajah, kemudian Rahu dan matahari. Mereka menunjukkan seratus macam ilmu maya simpanannya. Kedunya ingin saling menghancurkan satu dengan lainnya. Sungguh, Alamvusha dan Ghatotkacha bertarung sangat sengit dan menakjubkan. Mereka saling menyerang sengit satu lainnya
menggunakan tongkat-tongkat berpaku, gada-gada, tombak-tombak, pemukul-pemukul, kampakkampak, tongkat-tongkat pendek dan karang-karang gunung. Dengan berkendara di atas punggung kuda atau di atas gajah-gajah, sekali waktu berjalan kaki atau di atas kereta. Para rakshasa utama itu, keduanya dilengkapi kekuatan maya hebat, saling bertarung all out satu dengan lainnya. (bersambung)
Sloka 11.31 Akhyahi me ko bhavan ugra-rupo namo ‘stu te deva-vara prasida vijnatum icchami bhavantam adyam na hi prajanami tava pravrttim
Aduh Wisnu. Beritahukanlah daku, siapakah dikau ini, mengapa bentukmu begitu menakjubkan. Aku memujamu, ampuni daku. Tuhan Yang Maha Agung. Aku ingin mengetahuimu. Yang Maha Esa, karena tak kuketahui akan jalan jalan-Mu!