Skip to main content

Edisi Senin 30 Juli 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 325 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Lombok Diguncang 171 Kali Gempa Susulan 15 Meninggal, Ratusan Luka-luka Selong (Bali Post) – Lombok, Bali dan Sumbawa, Minggu (29/7) pagi kemarin diguncang gempa. Pusatnya 28 kilometer barat laut Lombok Timur. Gempa pertama yang terjadi pukul 06.45 Wita berkekuatan 6,4 skala Richter. Hingga pukul 20.30 WIB Lombok dan sekitarnya diguncang 171 kali gempa susulan. Gempa tersebut menyebabkan 15 korban meninggal dan ratusan orang luka-luka. Gempa besar itu juga menyebabkan ratusan bangunan di dua kecamatan di wilayah Lotim bagian utara, Sembalun dan Sambelia, porak-poranda. Gempa yang terletak di kedalaman 10 km, yang berlokasi di 8,26 LS -116.55 BT, 28 kilometer (km) barat laut Lotim ini juga berdampak di Lombok Utara (KLU). Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar Drs. M. Taufik Gunawan, Dipl.SEIS. dalam siaran persnya menyebutkan, hingga pukul 20.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 171 gempa bumi susulan (aftershock) dengan Magnitudo terbesar M=5,7 pada pukul 09.16 WIB dan 5 di antaranya adalah gempa dirasakan. Camat Sambelia Zaitul Akmal menuturkan, wilayahnya terbilang paling parah terkena dampak gempa ini. Ada lima desa yang paling parah kondisinya. Kapolres Lombok Timur AKPB Eka Fathurrahman dan Dandim 1615 Lotim Letkol Inf. Agus Setiandar terlihat juga mengerahkan pasukannya untuk membantu korban. Kapolres Lotim menyebut, untuk di Sembalun ada dua orang meninggal. Satu di antaranya Isma (30), pendaki Gunung Rinjani asal Malaysia. Ia tertimpa reruntuhan rumah tempatnya menginap. Sementara itu lebih dari 100 orang pendaki kini terjebak di Posko Gunung Rinjani. Mereka masih menunggu intruksi petugas tentang jalan untuk turun. (win/kmb) RINJANI - Gempa yang mengguncang Lombok juga mengakibatkan palinggih Ida Batara Ratu Subandar di Pura Penataran Agung Gunung Rinjani, Lombok, rusak berat. Menurut Jero Mangku Made Arta, Jero Mangku Gede di Pura Penataran Agung Rinjani, kerusakan juga terjadi di salah satu dari Padma Tiga di pura itu.

Bali Post/ist

Longsor di Gunung Rinjani, Ratusan Pendaki Terjebak Jakarta (Bali Post) Gempa di Lombok Timur tak hanya merobohkan rumah warga, juga menimbulkan longsor yang hebat di Gunung Rinjani. Akibatnya ratusan pendaki masih terjebak di Segara Anak. Sebab, sejumlah jalur pendakian tertutup material longsoran. Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan laporan BPBD setempat menyebutkan terdapat longsor cukup besar dari Gunung Rinjani. Material

longsoran mengarah ke utara pascagempa 6,4 SR. Saat ini jalur pendakian ke Gunung Rinjani ditutup. Aparat masih melakukan pemantauan terhadap dampak longsor yang ada. ‘’Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten/ Kota terdampak gempa. Tim Reaksi Cepat BNPB telah menuju ke lokasi bencana untuk memberikan pendampingan BPBD. Update dampak gempa dan penanganan darurat akan terus disampaikan,’’ tegasnya.

Sementara itu, ratusan pendaki Gunung Rinjani di Kabupaten Lombok Timur masih terjebak di sekitar Danau Segara Anak. ‘’Ada ratusan yang masih belum bisa keluar. Karena saat kami di atas ada 1.000-an pendaki masih berada di atas Gunung Rinjani,’’ tutur Uspi (28), pendaki yang berhasil keluar dari Gunung Rinjani pada Minggu (29/7) sore. Pria yang juga berprofesi sebagai porter ini mengatakan, baik jalur pintu Senaru di Kabupaten Lombok Utara maupun pintu Sembalun di

Kabupaten Lombok Timur sudah tidak bisa dilewati karena tertutup material longsor dan bongkahan batu. ‘’Sudah gak bisa lewat, kalau dari danau,’’ ujarnya. Ia mengungkapkan, saat terjadi gempa, dirinya bersama para pendaki lainnya sedang menuju puncak Rinjani. Namun, menjelang puncak mereka dikejutkan dengan getaran hebat, sehingga seluruh pendaki menjadi panik dan langsung memutuskan kembali dengan buru-buru turun ke bawah. Hal. 15 333 Pendaki

Bali Post/kmb

RUSAK - Sejumlah bangunan rusak pascagempa di Lombok Timur, Minggu (29/7) kemarin.

PD-Gerindra Berkoalisi, PAN-PKS ’’Gigit Jari’’ Bali Post

Turis dan Terorisme

SEJAK 1948

Tidak semua turis ingin menghambur-hamburkan uangnya di Pulau Seribu Pura ini. Banyak di antara mereka bertindak sebagai pelaku criminal, bahkan teroris. Tahun 2017 ditangkap 15 WNA karena terlibat tindak pidana, tetapi yang jadi korban lebih banyak lagi yaitu 43 turis mancanegara. Lalu bagaimana seharusnya Bali mengelola pariwisatanya dan menjauhkan dari tindak kriminal termasuk terorisme? PESONA pariwisata Bali hingga kini masih menaut hati para kaum pelancong dari seluruh dunia. Tak hanya wisatawan asing, turis domestic pun tidak bosan-bosannya datang dan datang lagi ke Bali. Kemasyhuran itu jangan membuat kita terlena. Justru dijadikan motivasi guna mempertahankan predikat Bali sebagai salah satu destinasi terfavorit di dunia. Pesatnya perkembangan pariwisata menghadirkan tantangan yang sangat kompleks dalam memberikan rasa nyaman dan aman bagi wisatawan. Apalagi di kampung turis; Kuta, Sanur, Ubud, Denpasar dan Nusa Dua. Selain menjadi dambaan para pelaku pariwisata juga menjadi incaran pelaku kejahatan. Apa yang telah dilakukan kepolisian saat ini sudah cukup baik, namun tetap perlu ditingkatkan terutama dalam fungsi deteksi dini (early detection), early warning, terus meningkatkan kualitas strategi dalam melaksanakan tugas sehingga menghasilkan yang terbaik. Hal. 15 Ikut Mengawasi

Jakarta (Bali Post) – Gerindra dan Demokrat hampir pasti akan berkoalisi pada Pilpres 2019. Pengamat politik dari Indonesia Watch for Democracy (IWD) Endang Tirtana menilai, bila Partai Gerindra dan Partai Demokrat (PD) berkoalisi, maka PAN dan PKS bakal ‘’gigit jari’’. Menurut Endang, di Jakarta, Sabtu (28/7), Demokrat dalam posisi diuntungkan jika Gerindra-Demokrat melakukan akad politik. ‘’Ini koalisi alternatif di

tengah koalisi yang hampir solid antara Gerindra, PKS dan PAN. Munculnya Demokrat sebagai mitra alternatif tentu sangat strategis bagi Prabowo. Namun tentu ada yang bakal gigit jari, dalam hal ini PKS dan PAN,’’ kata Endang dalam siaran persnya. Endang menilai duet Prabowo-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu termasuk yang paling ideal ketimbang harus berpasangan dengan salah satu nama yang diajukan PAN atau

PKS. Direktur Eksekutif IWD ini melihat posisi saling menguatkan antara Gerindra dan Demokrat. Gerindra tidak akan kehilangan magnet elektoralnya dengan menggandeng Demokrat. Demikian pula sebaliknya Demokrat juga bisa mendongkrak elektabilitasnya akibat kebanyakan berada di posisi netral, apalagi ada AHY sebagai magnet baru. ‘’Setelah final, tentu PKS dan PAN tidak bisa lagi menyandera Gerindra karena rebutan posisi cawapres.

Dalam kondisi seperti ini sebaiknya PAN dan PKS tidak ambil bagian dalam koalisi Gerindra-Demokrat yang murni hanya pertimbangan pragmatis. Bahkan, menafikan kesetiaan PAN dan PKS di samping Gerindra dalam kubu oposisi pemerintah,’’ sarannya. Ia menganggap lebih mudah bagi PKS dan PAN untuk bertahan tidak bergabung dalam koalisi baru tersebut. Mending fokus menyiapkan partai untuk pemilu legislatif 2019. ‘’Dengan menjaga

jarak dengan koalisi Gerindra dan Demokrat, PAN dan PKS punya basis umat yang kuat, mereka bakal mendapat simpati publik karena dianggap konsisten dan tidak ikut-ikutan menjadi pragmatis. PAN dan PKS bisa dikatakan dalam posisi dikhianati, namun bukankah itu bagus untuk dikapitalisasi oleh PKS dan PAN untuk mendongkrak elektabilitas mereka di Pemilu 2019. Publik juga tahu mana loyang mana emas,’’ ucapnya. (ant)

Olahan Bawang Merah Bangli

Dari Original Sampai Rasa Keju Kabupaten Bangli melakukan perluasan lahan bawang merah seluas 40 hektar (ha). Tak hanya perluas lahan, Bangli juga melakukan lompatan dalam hilirisasi berupa pembuatan bawang goreng. Banyak rasa yang ditawarkan. Dari rasa original, spicy, crispy, dan rasa keju. Produk ini juga ditawarkan sebagai oleh-oleh khas Bangli.

Selain jeruk, Kintamani juga identik sebagai penghasil bawang merah. Lahannya tersebar di pinggir Danau Batur. Kini Bangli berupaya memperluas lahan bawang merah. Tak hanya di Kintamani, juga di Kecamatan Tembuku. Adalah Bank Indonesia (BI) yang juga peduli dalam pengembangan tanaman tersebut. Bangli membentuk demplot bawang merah bekerja sama dengan Bank Indonesia. Perluasan lahan itu akhirnya juga membawa Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bangli meraih TPID terbaik di kawasan Jawa-Bali tahun 2017. Kepala Bank Indonesia

Kantor Perwakilan (BI KPw) Provinsi Bali Causa Iman Karana menyatakan perluasan bawang merah sejak 2016 dan dilanjutkan di tahun 2017 telah memberikan dampak yang sangat signifikan bagi produksi bawang merah di Bangli. Program pengembangan kawasan bawang merah di luar kawasan Kintamani dilaksanakan di Kecamatan Tembuku. Kegiatan ini telah berhasil menambah produksi bawang merah sebesar 21,8 ton di tahun 2016 dan meningkat secara signifikan di tahun 2017 dengan produksi sebesar 67,5 ton. Hal. 15 Tingkatkan Produksi

Bali Post/dok

PANEN - Petani di Kintamani saat panen bawang merah.


DENPASAR

2

Senin Umanis, 30 Juli 2018

Penanganan Korban Gempa Lombok

RSUP Sanglah Siap Berikan Bantuan Medis

Denpasar (Bali Post) RSUP Sanglah sebagai rumah sakit terbesar dan sebagai pusat rujukan di Bali-Nusra siap memberikan bantuan medis kepada para korban gempa di Lombok, NTB. Selain siap menerima pasien rujukan dari Lombok, RSUP Sanglah juga siap mengirimkan tim medis bila diperlukan. Hal ini disampaikan Direktur Utama RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M.Kes. didampingi Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah Dr. dr. I Ketut Sudartana, Sp.B-KBD., Minggu (29/7) kemarin. Lebih lanjut Dr. Ketut Sudartana menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan tim medis dan tim penunjang yang akan melayani bila ada rujukan pasien yang dikirim ke RSUP Sanglah. Dokter, perawat, ruang rawat inap dan farmasi telah disiagakan untuk mengantisipasi rujukan pasien dari Lombok. RSUP Sanglah juga telah menyiapkan tim disaster yang akan dikirim ke Lombok bila memang dibutuhkan. ‘’Tim disaster kita telah siap bila sewaktu-waktu dibutuhkan. Tim ini terdiri dari dokter bedah, anestesi, perawat dan tim penunjang lainnya. Tim ini telah berpengalaman menangani disaster di berbagai kejadian di Indonesia, mulai dari tsunami Aceh, Gunung Semeru, gempa Yogya,’’ jelas Sudartana. (kmb42)

Lagi, Mayat Bayi Ditemukan di Denpasar

Denpasar (Bali Post) Warga Denpasar kembali dikagetkan dengan penemuan mayat bayi perempuan. Kali ini jasad ditemukan di penyewaan garasi mobil milik Dr. I Gede Jaya Putra di Jalan Akasia XVI No.8, Denpasar Timur (Dentim), Minggu (29/7) kemarin. Polsek Dentim masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Kapolsek Dentim AKP Nyoman Adiputra mengungkapkan, awalnya I Gede Adi Atmaja (45) sekitar pukul 09.00 Wita mendatangi garasi tersebut untuk memarkir mobilnya. Selanjutnya pria asal Banjar Dinas Gunungsari, Busungbiu, Buleleng ini berinisiatif membersihkan garasi. Sekitar dua jam waktu yang dihabiskannya untuk bersih-bersih di areal garasi. ‘’Saat hendak pulang dan mau menutup pintu garasi, saksi (Adi - red) menarik sebatang bambu yang ada di dekat pintu garasi. Saat itu dia melihat bungkusan,’’ kata AKP Adiputra. Tak hanya melihat bungkusan plastik, Adi juga melihat kepala di lokasi tersebut. Adi langsung menelepon pemilik garasi. Hal ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Dentim. ‘’Kami juga berkoordinasi dengan tim Inafis Polresta Denpasar. Selanjutnya mayat orok dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan ambulan BPBD Denpasar,’’ ucapnya. (kmb36)

DEKLARASI - Penandatanganan deklarasi Forum Komunikasi Krama Bali di gedung PHDI Bali, Minggu (29/7) kemarin.

Bali Post/win

Deklarasi Forum Komunikasi Krama Bali

Calon DPD Diminta Serius Perjuangkan Bali dapil Bali bisa dijalin dengan baik. ‘’Tantangan Bali sebagai motor penggerak pariwisata yang memberi warna bagi Indonesia amat besar. Selama ini kan yang sudah berjalan kami rasa belum efektif perwakilan itu. Serapan aspirasinya tidak jelas, suara Bali tidak nyambung di pusat,’’ tegasnya. Oleh sebab itu, Forum Komunikasi Krama Bali berencana menemui calon-calon DPD, baik pertemuan secara pribadi maupun pertemuan dalam skala besar untuk membahas

aspirasi-aspirasi yang harus diperjuangkan nanti setelah terpilih duduk di pusat. Ketua Puskor Hindunesia I.B. Susena mengatakan, Forum Komunikasi Krama Bali merupakan wadah untuk menyerap aspirasi krama Bali terkait identitas Bali yang harus diperjuangkan di pusat. Bali hanya mempunyai sumber daya pariwisata berbasis budaya, adat dan tradisi dan tidak mempunyai sumber daya alam (SDA) seperti daerah lainnya. Sehingga sumber daya manusia (SDM) sebagai penggeraknya, tentu mempunyai peran untuk berjuang agar sumber daya pariwisata ini tetap ajeg yang berlandaskan budaya. Susena berpendapat, memperjuangkan suara Bali di pusat bukan perkara mudah. Pihaknya mengkritik bahwa anggota DPD-RI dapil Bali belum bisa memperjuangkan suara Bali secara bersamaan. Mereka hampir semua punya

Gigin mengatakan saat ini di seluruh Indonesia ada berbagai kekuatan ekonomi yang digerakkan oleh umat Hindu. Potensi yang ada ini jika dikolaborasikan tentu akan menjadi kekuatan yang bisa menjadi pendorong kemandirian umat Hindu dalam berusaha. ‘’GEHI diharapkan bisa memberikan warna dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, ekonomi merah putih,’’ tegasnya. Menurutnya, untuk mempersatukan potensi ekonomi umat Hindu ini pihaknya telah melakukan koordinasi awal dengan menjalin kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, terutama dalam pemberdayaan usaha mikro. Dalam hal ini, salah satu komoditi yang dilirik adalah pengembangan bibit kelapa. ‘’Pertemuan telah dilakukan di Bogor melibatkan koperasi umat Hindu dari berbagai

Denpasar (Bali Post) -

Puluhan organisasi Hindu Bali mendeklarasikan diri dalam satu-kesatuan Forum Komunikasi Krama Bali di gedung PHDI Bali, Minggu (29/7) kemarin. Forum yang diinisiasi Paiketan Krama Bali dan kurang lebih 20 organisasi Hindu Bali yang tergabung di dalamnya, ini merupakan wadah bersama untuk memperjuangkan aspirasi kepentingan Bali. Forum ini dalam jangka pendek akan melakukan pendekatan kepada semua komponen agar para calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bali pada Pemilu 2019 mendatang bisa mencapai jumlah maksimal. Dengan begitu, keterwakilan Bali di pusat bisa maksimal dan efektif untuk memperjuangkan Bali ke depan. Koordinator Forum Komunikasi Krama Bali Ir. Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D. mengatakan Bali sebagai penyumbang devisa tertinggi di sektor pariwisata seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat, terutama dari segi pembangunan infrastruktur. Anggota DPD yang dipilih secara independen seharusnya mempunyai peran strategis dalam memperjuangkan hak dan aspirasi Bali. Tetapi sejauh ini pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol yang dibangun di Bali merupa-

kan imbas dari kegiatan internasional yang diselenggarakan di Bali. Seharusnya itu bisa diperjuangkan oleh anggota DPD dapil Bali. Oleh karena itu, calon-calon DPD diharapkan serius menyuarakan aspirasi daerah. Agung Suryawan memahami, wewenang DPD hanya mengusulkan maupun membahas sejumlah persoalan terkait permasalahan daerah. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak menjadi kendala asalkan sinergi yang baik antara anggota DPD dapil Bali dan DPR-RI

tujuan dan berjalan sendirisendiri. Padahal seharusnya mereka bersatu memperjuangkan kemajuan Bali. Terkait dengan kualitas calon DPD yang telah mendaftar di KPU Bali untuk Pemilu 2019, Susena mengaku belum menemukan sosok yang tepat mewikili Bali. Visi dan misi masing-masing calon pun dinilainya masih standar dan tidak ada yang concern terhadap satu hal yang akan diperjuangkan nanti. ‘’Dilihat dari visi dan misi masih standar. Kalau ditanya soal optimisme, harus dibangun! Karena masyarakat Bali tentu inginkan yang terbaik dari yang ada,’’ tegasnya. (win) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Gerakan Ekonomi Hindu Perkuat Ekonomi Merah Putih

Bali Post/ist

OROK - Mayat orok berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di garasi mobil di Jalan Akasia, Dentim.

DLHK Kampanyekan Gerakan Kurangi Kantong Plastik Denpasar (Bali Post) Dampak negatif penggunaan kantong plastik terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, sudah sangat meresahkan. Terkait hal ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar menggalakkan gerakan kurangi kantong plastik. Salah satunya melalui kampanye mengurangi penggunaan kantong plastik yang dilaksanakan Minggu (29/7) kemarin, di areal Car Free Day kawasan Renon, Denpasar. Kegiatan tersebut melibatkan komunitas peduli sampah di Kota Denpasar hingga kalangan pengusaha swalayan di Denpasar. Secara bersama-sama DLHK Denpasar berjalan mengelilingi areal Car Free Day dengan membawa spanduk seruan bertuliskan ‘’Ayo Ganti Kantong Plastik dengan Tas Ramah Lingkungan’’, serta dilengkapi dengan pengeras suara. Trash Hero Indonesia yang angggotanya ada dari unsur wisatawan mancanegara pun turut melakukan gerakan pungut sampah serentak di kawasan tersebut. Masyarakat juga diajak membubuhkan tanda tangan di atas kain putih untuk menyatakan kesepakatan terhadap pengurangan kantong plastik. Ajakan DLHK Denpasar ini juga dirangkaikan pembagian kantong kain ramah lingkungan secara gratis kepada masyarakat. Sekretaris DLHK Denpasar I.B. Putra Wirabawa mengatakan, hanya dalam satu tahun 1 triliun kantong plastik digunakan di dunia. Setiap orang menggunakan sekitar 170 kantong plastik setiap harinya, ini berarti setiap satu menitnya ada 2 juta kantong plastik yang dibuang. ‘’Begitu juga di Kota Denpasar, yang mana penggunaan kantong plastik oleh masyarakat masih menjadi pilihan. Sehingga langkah kami terus menggalakkan gerakan pengurangan kantong plastik di masyarakat. Target dalam pelaksanaan kampanye ini nantinya masyarakat dapat memahami bahaya penggunaan kantong plastik. Kami juga membagikan kantong kain yang ramah lingkungan. Hal ini dapat dipergunakan masyarakat berulang kali saat berbelanja di pasar, maupun di swalayan,’’ katanya. Lebih lanjut ia berharap seluruh masyarakat yang berbelanja di pasar hingga swalayan maupun tempat umum agar membawa kantong kain. Masyarakat juga diharapkannya menolak penggunaan kantong plastik. (kmb12)

Topik : Calon DPD Diminta Serius Perjuangkan Bali

Denpasar (Bali Post) – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menjabarkan komitmen pemberdayaan ekonomi umat Hindu dengan membentuk lembaga Gerakan Ekonomi Hindu Indonesia (GEHI). Lembaga ini diharapkan bisa mempersatukan kekuatan ekonomi bernapaskan spirit Hindu di seluruh Nusantara yang muaranya diharapkan bisa memperkuat ekonomi merah putih yang bernapaskan Pancasila. ‘’Gerakan ekonomi Hindu ini diharapkan bisa menumbuhkan kebersamaan di kalangan umat Hindu di seluruh Indonesia dalam membangun kemandirian ekonomi umat Hindu dari berbagai bidang. Kami berharap ada kebersamaan tanpa sekat dalam membangun ekonomi nasional. Kehadiran GEHI juga bermuara pada penguatan ekonomi merah putih,’’ ujar Ketua Bidang Ekonomi dan

Kesejahteraan Umat PHDI Pusat Ir. I Wayan Gigin Samudra, Sabtu (28/7). Dengan demikian, ia berharap ke depan ada kesetaraan peranan dalam pembangunan ekonomi nasional tanpa adanya perbedaan perlakuan baik

secara agama maupun politis. Kesetaraan ruang berusaha ini penting dijabarkan dan diperjuangkan agar pembangunan ekonomi nasional benar-benar berbasiskan ekonomi merah putih, ekonomi Pancasila. Penjabaran dari komitmen ini akan terus dimatangkan dengan membuka ruang komunikasi dan mendorong semua elemen masyarakat Hindu untuk berdikari. Komunikasi juga akan dilakukan lintas departemen, lintas profesi dan lintas pelaku ekonomi nasional. Untuk itu, kebersamaan akan terus dimediasi dan diperjuangkan. ‘’Kami ingin pelaku ekonomi umat Hindu dari berbagai bidang, baik itu konstruksi, pariwisata, pertambangan termasuk keuangan bisa guyub dan bersatu. Ini akan terus kami matangkan dengan memberi ruang kepada semua pihak untuk berkontribusi,’’ ujarnya.

Denpasar (Bali Post) Kekhawatiran munculnya gerakan primordial beberapa tahun terakhir, mengilhami terbentuknya Yayasan Nusantara Kita. Gerakan primordial utamanya menggunakan isuisu keagamaan untuk menghilangkan khazanah-khazanah nusantara seperti agama dan kepercayaan, tradisi dan budaya, kerajaan-kerajaan, serta warisan khazanah nusantara lainnya. Hal ini tentu saja akan berdampak bagi eksistensi bangsa Indonesia ke depan. ‘’Khazanah nusantara berusaha dihilangkan untuk kemudian diganti dengan mungkin yang berlabel agama, atau yang berlabel dengan kebudayaan, tradisi dan agama dari luar nusantara,’’ ujar Presiden Nusantara Institut Prof. Dr. Sumanto Al-Qurtuby, di Denpasar, Sabtu (28/7) lalu. Sumanto mencontohkan, ada kelompok-kelompok tertentu mencoba menghilangkan segala hal yang berdimensi nusantara dengan alasan tidak agamis dan lainnya. Alasanalasan itu kemudian dipakai untuk mengganti atau merusak

hal-hal yang sudah sekian lama dipraktikkan masyarakat. ‘’Semua itu merupakan suatu hal yang membuat kami prihatin dan sudah bergerak sejak beberapa bulan yang lalu membentuk Yayasan Nusantara Kita,’’ jelasnya. Sumanto mengungkapkan, yayasan ini akan bergerak di bidang kajian dan riset di bawah Nusantara Institut, dengan fokus pada tiga poin utama yaitu penyelamatan agama dan kepercayaan nusantara, penyelamatan tradisi dan kebudayaan nusantara, serta penyelamatan aset-aset kultural kerajaan-kerajaan nusantara. Selain itu, yayasan juga akan bergerak di bidang lain seperti publikasi lewat Nusantara Press. Sebab, ada rencana untuk melakukan dokumentasi dan membuat perpustakaan nusantara dengan tujuan menyelamatkan dokumen-dokumen historis yang memuat berbagai macam hal tentang nusantara. Menurut Sumanto, yayasan juga akan bergerak di bidang pendidikan dengan membangun sekolah nusantara. Fokus-

nya menanamkan pentingnya Bhinneka Tunggal Ika, menjaga pluralitas, serta merawat kekayaan-kekayaan kultural nusantara. Terlebih saat ini sektor pendidikan juga sudah mulai tergerus kelompok-kelompok yang mengagungkan agama tertentu. Hal ini harus ditepis bahwa keberagamaan tidak harus menegaskan kelompok-kelompok lain. Pendidikan mestinya menghargai pluralitas, keberagaman, dan kemajemukan. ‘’Kami juga nanti berencana bikin padepokan nusantara yang akan bergerak di bidang spiritual keagamaan. Semua agama bisa berkumpul dan bersatu merayakan kebebasan berekspresi terhadap Tuhan mereka masing-masing,’’ paparnya. Bangsa tanpa identitas budaya, kata Sumanto, sama dengan tidak berbangsa. Oleh karena itu, segala tradisi, kebudayaan atau apa saja yang lahir dan sudah dipraktikkan leluhur sejak beratus-ratus tahun mesti dirawat dengan baik. Kalau sampai hilang, maka jati diri bangsa juga akan lenyap. Se-

Bali Post/kmb

I Wayan Gigin Samudra

wilayah di Indonesia. Kerja sama ini akan terus dikembangkan ke bidang-bidang lain, sehingga pengembangan ekonomi Hindu lebih komprehensif,’’ jelasnya. Dalam konteks ini, Gigin menegaskan kehadiran GEHI lebih merupakan penggerak atau semacam lokomotif pemberdayaan dan optimalisasi kekuatan ekonomi Hindu nasional. Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan pelaku ekonomi, penguasaha, dan ekonom Hindu untuk membangun strategi pemberdayaan ekonomi umat Hindu. ‘’GEHI diharapkan bisa menjadi pendorong bangkitnya ekonomi Umat Hindu, sehingga bisa berkontribusi pada pembangunan ekonomi merah putih nasional. Konsepnya, GEHI hadir bukan sebagai pengumpul dana melainkan menjabarkan gerakan pemberdayaan ekonomi umat Hindu,’’ tegasnya. (kmb)

Warisan Khazanah Nusantara Tak Boleh Hilang

Bali Post/rin

SIMAKRAMA - Para pegiat budaya di Yayasan Nusantara Kita saat masimakrama dengan Pimpinan Kelompok Media Bali Post di Warung 63, Jalan Veteran, Denpasar, Sabtu (28/7) lalu. jumlah negara yang mengalami kehilangan itu bahkan sangat menyesal dan mulai lagi menggali warisan nenek moyangnya dari awal. Ketua Yayasan Nusantara Kita Ida Widyastuti mengatakan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Demikian pula dengan para leluhur bangsa ini. Jadi, nilai-nilai luhur dari para leluhur mesti digali

dan dipelajari kembali. Jangan sampai keturunan selanjutnya tidak mengenal lagi ajaran leluhur itu. ‘’Tugas kita sebagai generasi sekarang adalah menjaga, menggali, dan juga mengembangkan ajaran-ajaran dari leluhur kita. Kita jaga tradisi-tradisi, budaya-budaya leluhur kita, jangan sampai hilang dari muka bumi nusantara ini,’’ ujarnya. (kmb32)


BADUNG

Senin Umanis, 30 Juli 2018

3

Pembuang Bayi Dalam Kardus Ditangkap Mangupura (Bali Post)-

Hasil penemuan bayi perempuan di rumah I Nyoman Sadia (54) di Banjar Panca Yasa, Desa Mengwitani, Badung, Jumat (27/7), membuahkan hasil. Pelakunya Ni Putu MSD (18) dan I Made AS (19). Mereka membuang bayi di rumah itu dengan maksud untuk diadopsi. Ternyata AS merupakan anak dari pemilik rumah. “Kemarin (Sabtu - red) AS dan MSD baru ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” kata Kapolres Badung AKBP Yudit Satriya Hananta, Minggu (29/7) kemarin. Setelah menerima laporan penemuan itu, anggota Polsek Mengwi dan Polres Badung langsung mengecek dan olah TKP. Saat itu juga polisi melakukan penyelidikan ke tempat-tempat persalinan yang memungkinkan pelaku melahirkan. “Hasil olah TKP muncul kecurigaan terhadap tersangka I Made AS,” ujarnya. Awalnya AS mengatakan

tidak mengetahui sama sekali tentang bayi yang ditemukan tersebut. Namun setelah dilakukan interograsi intensif barulah diakui bahwa bayi tersebut hasil hubungannya dengan pacarnya, MSD. Petugas langsung menangkap MSD di tempat kosnya di wilayah Abianbase, Badung. Saat diinterogasi, MSD asal Tabanan ini mengakui kalau bayi tersebut hasil hubungannya dengan sang pacar. Setelah lahir, hasil kesepakatan mereka untuk menyembunyikan aib, akhirnya bayi tersebut ditaruh di TKP. Tujuannya supaya bisa diadopsi dan dirawat oleh

orangtua AS sendiri. Dengan ada kejadian tersebut, pelaku langsung diamankan ke Mako Polsek Mengwi untuk penanganan lebih lanjut. Sebelumnya, bayi dalam kardus tersebut ditemukan di areal rumah I Nyoman Sadia (54). Selanjutnya bayi tersebut dibawa ke RSUD Mangusada, Badung. Di dalam kardus juga ditemukan surat, satu kotak susu SGM 150 gram, dua pasang sarung tangan bayi, dua pasang kaos kaki bayi, satu baju bayi, satu dot bayi dan ari-ari yang dibungkus tas plastik putih. (kmb36)

Bupati Hadiri HUT ST Satria Jaya Banjar Menak Beringkit

Pemkab Hadir Ringankan Kebutuhan Pribadi dan Komunal Masyarakat

HUT - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Sabtu (28/7) lalu menghadiri HUT ke-34 Sekaa Teruna (ST) Satria Jaya, Banjar Menak, Desa Adat Beringkit, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi. BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta, Sabtu (28/7) lalu menghadiri HUT ke-34 Sekaa Teruna (ST) Satria Jaya, Banjar Menak, Desa Adat Beringkit, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi. Pada kesempatan itu, Bupati didampingi anggota DPRD Badung I Nyoman Satria, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung I Bagus Alit Sucipta, Camat Mengwi I Gst. Ngr. Gede Jaya Saputra beserta Tripika Kecamatan, Bendesa Adat Beringkit, Perbekel Mengwitani serta LPM, BPD dan tokoh masyarakat. Bupati Giri Prasta sangat mengapresiasi pelaksanaan HUT ST Satria Jaya Ban-

jar Menak. Ini membuktikan sekaa teruna telah mampu melaksanakan swadharmanya, khususnya dalam pembangunan dan pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Badung. Kata Bupati, seni, adat, agama dan budaya sudah menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Badung. Untuk itu Pemkab Badung selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk meringankan beban masyarakat, baik kebutuhan pribadi masyarakat seperti, pendidikan, kesehatan dan PBB gratis, maupun kebutuhan komunal masyarakat seperti pembangunan pura, balai banjar, maupun fasilitas umum lainnya. “Ini sudah men-

jadi tanggung jawab kami di Pemkab Badung, masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk itu, sehingga dapat dikekola oleh keluarga dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat serta menekan angka kemiskinan,” jelasnya. Kepada sekaa teruna, Bupati berpesan agar melaksanakan kegiatan positif baik itu di bidang seni, adat, agama, tradisi maupun budaya yang berlandaskan Tri Hita Karana, serta menjauhi kegiatan negatif seperti mabuk-mabukan, geng motor serta penyalahgunaan narkoba. Ketua Panitia Wahyu Adiarta sangat mengapresiasi kehadiran dan dukungan Bupati Badung, sehingga kegiatan HUT ST Satria Jaya dapat terlaksana dengan baik. ST Satria Jaya juga sangat mendukung program Bapak Bupati Badung dan Pemkab Badung dalam mengembangkan seni dan budaya. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Badung yang telah mensuport kegiatan sekaa teruna. Untuk itu kami siap mendukung dan menyukseskan program kegiatan Pemkab Badung,” terangnya. Dijelaskan pula, kegiatan yang telah dilaksanakan serangkaian HUT ini yaitu jalan santai, dan lomba layang-layang. Kegiatan ini mendapat dukungan dana dari Pemerintah Desa Beringkit serta bantuan dari Pemkab Badung. (ad1600)

’’Launching’’ Software IRS Versi 8

Lebih Aman, Stabil dan Akurat untuk ’’Digital Payment’’

LAUNCHING – PT Aviana Sinar Abadi me-’’launching’’ Software IRS Versi 8 di Hotel Harris Sunset Road, Kuta, Badung, Sabtu (28/7). PT Aviana Sinar Abadi melaunching Software Integrated Reload System (IRS) Versi 8 di Hotel Harris Sunset Road, Kuta, Badung, Sabtu (28/7). IRS adalah software server pulsa yang digunakan untuk sistem penjualan pulsa semua operator dan PPOB (Payment Point Online Bank) berbasis SMS dan internet. Dibandingkan versi 7, the new generation ini lebih aman, stabil dan akurat untuk digital payment isi pulsa dan tagihan-tagihan bulanan. Kepuasan pelanggan diharapkan bertambah, karena IRS versi 8 juga lebih menghindari risiko kegagalan atau kerugian finansial. “Ini sebuah software yang bisa untuk bertransaksi pulsa atau digital payment yang dulu biasanya itu manual transaksi menjadi otomatis transaksi,” ujar CEO dan Founder IRS, Gusti Ngurah Komang Panji Pramana. Menurut Panji, IRS

yang mulai dikembangkan sejak 2011 memang selalu di-upgrade setiap tahunnya. Pengembangannya disesuaikan dengan kondisi di pasar teknologi. Seperti halnya IRS versi 8 dengan berbagai fiturnya yang diorientasikan ke e-commerce. Di antaranya fitur penjadwalan produk penjualan untuk memfasilitasi program promo dari operator cellular, fitur untuk mengatur jalur harga jual berdasarkan besaran komisi, fitur penyesuaian harga jual terutama saat harga beli dari supplier naik, hingga fitur untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas nomor-nomor yang terdaftar. “Teknologi itu kan lebih cepat dari kita berlari sebetulnya. Jadi, kita setiap tahun itu selalu membuat inovasi terbaru, melihat kebutuhan konsumen yang dulu memakai SMS, yang dulunya pakai call dan voice untuk order barang

atau pulsa, sekarang sudah beralih ke model messenger dan aplikasi, baik android maupun iOS,” terangnya. Panji menambahkan, software IRS cocok digunakan untuk pemula, pebisnis pulsa dan PPOB yang ingin lebih berkembang, bisnis server PPOB, pulsa retail outlet, serta pemain host-host pulsa, paket data, voucher games, token PLN dan PPOB. Software ini juga memiliki grup telegram nongkrong, grup telegram jual beli khusus user (pasti murah), grup telegram bagi pemula/khusus teknis dan IT support berpengalaman yang membantu setiap hari. Pihaknya juga siap membantu pindah database dari software lama. Saat ini terdapat 18 jenis software yang sudah bisa dimigrasikan ke software IRS. “Penjualan kami secara nasional. Khusus di Bali hampir semua pebisnis memakai. Software ini membuat sebuah perusahaan lagi yang bisa nanti merekrut agen. Agen itu nanti yang menjual pulsa dan pembayaran online,” jelasnya. Launching IRS Versi 8, kata Panji, mengundang pihak perbankan, operator dan 150 pelanggan yang dipilih dari seluruh Indonesia. Software yang lahir dari putra lokal Bali ini telah memiliki 1.000 lebih pengguna dari Sabang sampai Merauke. Market share di Indonesia sudah mencapai hampir 90 persen, dan diharapkan bisa menguasai 100 persen pasar Indonesia di bidang software digital payment. (ad1608)

TEBING - Aktivitas prewedding di atas tebing karang di kawasan Pantai Balangan, Jimbaran.

Bali Post/kmb23

Wisatawan Banyak Foto ’’Prewedding’’ di Bali

Mangupura (Bali Post) Tidak hanya berlibur, saat ini wisatawan juga banyak melakukan aktivitas prewedding di Bali. Pasalnya, Bali memiliki banyak spot foto alami yang tidak dimiliki tempat lain. Seperti yang terlihat di kawasan Pantai Balangan, Jimbaran, Kuta Selatan. Kawasan pantai yang memiliki tebing karang yang menjorok ke laut, memang menjadi incaran pasangan yang akan melakukan foto prewedding. Namun banyak yang mengabaikan keselamatan. Dari pengamatan di lapangan, banyak wisatawan malah ber-

foto di atas tebing yang bisa membahayakan keamanan. Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra saat dikonfirmasi, Minggu (29/7) kemarin, tidak memungkiri hal itu. Bahkan pihaknya sudah mengimbau para pelaku aktivitas prewedding ini. Pihaknya sudah membicarakan hal itu. Dari kesepakatan, wedding sport yang disarankan yaitu bukan di tebing-tebing karang. Namun lebih banyak dilakukan di halaman terbuka. “Sekarang mereka sudah diarahkan ke area terbuka yang keamanannya terjamin. Ini dilakukan demi keaman-

an dan keselamatan mereka. Mereka sudah sepakat seperti itu,” ucapnya. Diakuinya, saat ini memang banyak wisatawan melakukan aktivitas prewedding di Bali. Seperti wisatawan dari India, Korea, Australi. Potensi wisatawan yang melakukan prewedding saat ini memang sangat bagus. Hal itu juga sudah dipromosikan melalui Bali Wedding Asociation. “Pasar itu banyak melakukan prewedding di Bali,” ucapnya. Dikatakan, negara yang sedang disasar seperti pasar India dan Korea. Selain itu, pasar Australi juga mu-

lai ramai untuk aktivitas prewedding. Meski pasar prewedding mulai banyak, sisi keselamatan juga perlu menjadi perhatian. Selama ini, terkadang mereka ingin melakukan sesi foto yang sensasional, namun tidak memperhatikan sisi keselamatan. “Boleh saja mereka minta, tapi kita sarankan demi keamanan. Seperti di kawasna water blow Nusa Dua, kawasan Pantai Balangan. Terkadang mereka mengabadikan prewedding-nya secara sensasional, tapi mereka lupa akan keselamatan,” ujarnya. (kmb23)


info seremoniAL

4

Kembangkan ’’Distance Education’’, Undiksha Kerja Sama dengan UT

DALAM waktu dekat Universitas Ganesha (Undiksha) akan mengembangkan distance education. Untuk itu, Undiksha menjalin kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT). Kerja sama ini direalisasikan dengan penandatangani MoU pada Jumat (27/7) lalu di Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Denpasar bersama tiga perguruan negeri lainnya. Rektor Undiksha Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. menjelaskan, kerja sama ini dilakukan sesuai arahan Menristek Dikti bahwa perguruan tinggi (PT) di Indonesia harus bisa meningkatkan APK (Angka Partisipasi Kasar). ‘’Apabila kita bertahan pada kondisi yang sekarang, harus tatap muka 16 kali, maka peningkatan APK tidak mungkin terpenuhi,’’ ujarnya. Oleh karena Menteri menyarankan semua PT negeri melakukan pembelajaran dalam jaringan atau daring, maka Undiksha melakukan kerja sama dengan PT yang sudah sejak awal melakukan pembelajaran jarak jauh atau distance learning yaitu UT. Diakuinya, Undiksha sudah mengarah ke distance learning. Bahkan mahasiswa baru untuk Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) telah diporsikan 50 persen online learning. Tahun 2019, Undiksha akan merevisi dan memperbaiki kurikulumnya agar seluruh mahasiswa baru bisa online learning, tidak hanya untuk MPK tapi juga mata kuliah bidang studi lain. ‘’Artinya, semua mata kuliah diharapkan tahun 2019 sudah menerapkan online learning. Paling tidak 25 persen atau 50 persen itu harus online, sehingga tatap muka

MOU - Rektor Undiksha Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. (dua dari kiri) menandatangani MoU dengan Universitas Terbuka (UT). cukup 8 kali dan 8 kali online learning,’’ tandasnya. Sistem pembelajaran distance learning dikembangkan karena keterbatasan SDM (dosen) dan sarana prasarana fisik. Dengan online learning ini, kendala tersebut bisa teratasi. ‘’Bisa saja nanti satu dosen mengajar lebih dari 30-45 mahasiswa bahkan ribuan, sehingga APK yang menjadi harapan Menristek Dikti akan bisa meningkat,’’ ungkapnya. Dari segi kualitas output pun telah dipikirkan. Karena itulah Undiksha bekerja sama dengan UT. ‘’Karena UT yang telah berpengalaman,’’ katanya. Melalui kerja sama dengan UT diharapkan terjadi peningkatan kualitas output, karena persaingan secara global harus bisa diatasi. Terlebih Indonesia telah memasuki revolusi industri 4.0. Untuk menyukseskan program ini, tahun ini Undiksha menetapkan

sebagai tahun e-learning. Semua aktivitas pendidikan akan menggunakan e-learning, termasuk pendaftaran mahasiswa, ujian penilai KKN PPL. ‘’Apalagi administrasi dan keuangan sudah semua online,’’ jelasnya. Menurutnya, dari kesiapan sarana-prasarana tidak menjadi persoalan. Hanya perlu mencari cara atau strategi pelaksanaan online learning yang bisa meningkatkan kualitas output. ‘’Tidak sekadar banyak menerima mahasiswa tapi output kita rendah, tidak demikian. Nanti kita akan ditinggal. Oleh karena itu, kita harus belajar pada yang memiliki pengetahuan, yang memiliki keterampilan dan yang memiliki saranaprasarana itu yaitu UT,’’ pungkas Nyoman Jampel. UT adalah satu-satunya PT di Indonesia yang sudah running well dan menghasilkan output berkualitas. (ad1603)

BROS Rayakan HUT Ke-8

Harmony Sewindu untuk Wujudkan Cita-cita BROS

POTONG TUMPENG - Direktur BROS dan Direktur PT Putra Husada Jaya memotong tumpeng dan kue dalam rangka HUT ke-8 BROS. BALI Royal Hospital (BROS) merayakan HUT ke-8 pada Sabtu (28/7) di Wantilan DPRD Provinsi Bali. Dengan tema ‘’Harmony Sewindu’’, diharapkan BROS selalu harmonis, bisa bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita dan harapan sesuai visi dan misi BROS yaitu menjadi pusat pelayanan kesehatan yang unggul (centre of excelent) dengan mengutamakan kepuasan dan keselamatan pasien. Direktur BROS dr. Dwi Ariawan, MARS. mengatakan, walaupun usia BROS baru 8 tahun, banyak hal yang sudah dilakukan dan banyak halangan serta rintangan yang telah dihadapi. ‘’Saya yakin jika keluarga besar BROS solid, kita akan mampu menghadapi tantangan yang ada,’’ ujarnya. Direktur PT Putra Husada Jaya Ir. I.B. Indrajaya menyatakan, BROS memiliki dua rencana pengemban-

gan yaitu internal dan eksternal. Pengembangan internal dengan mendorong karyawan melakukan peningkatan skill dan kompetensi, termasuk memfasilitasi karyawan dalam pengembangan diri. Di samping itu, melengkapi sarana dan prasarana RS dan mengembangkan layanan unggulan baru. Rencananya dalam waktu dekat BROS mengembangkan stem cell. Ia berharap BROS akan menjadi RS pertama dalam pengembangan stem cell. Sebelumnya, BROS juga merupakan rumah sakit swasta pertama yang mengembangkan bayi tabung di Bali. Layanan bayi tabung di BROS, selain melayani masyarakat lokal dan domestik, juga melayani pasien mancanegara sebagai wujud konsep medical tourism yang menjadi misi rumah sakit ini sejak awal. Sementara pengembangan eksternal dilakukan dengan menjadi manaje-

men operator untuk beberapa rumah sakit di Bali. Untuk mewujudkan semua rencana pengembangan internal dan eksternal, RS harus memiliki nilai positif yaitu rasa kepedulian. Kepedulian BROS ditunjukkan kepada pada pasien, karyawan, masyarakat dan pemilik RS. ‘’Konsep ini kami tanamkan agar disadari oleh semua pihak dan dapat memahami peran masing-masing, sehingga bisa memberikan yang terbaik. Dengan tema yang diusung pada HUT ke-8 yaitu ‘Harmony sewindu’, kami berharap internal BROS dapat menjalin kebersamaan,’’ ujar Indrajaya. Dewan Komisaris PT Putra Husada Jaya dr. I.B. Putra Adnyana, Sp.OG.(K) mengajak seluruh elemen BROS memaknai hari ulang tahun kali ini. ‘’Usia 8 tahun, jika diibaratkan seorang anak, sudah saatnya bisa berlari. Jadi, kita semua harus bersiap berlari mengejar peluang yang ada di depan,’’ ungkapnya. Untuk mencapai rencana besar itu dan mendukung program pemerintah, mulai 1 Agustus 2018, BROS mulai melayani peserta BPJS Kesehatan. Untuk itu, BROS menyiapkan SDM dan prasarana lainnya untuk melayani pasien BPJS. Selain itu, guna menunjang salah satu program unggulan BROS endoscopy, telah dilatih beberapa dokter, sehingga nantinya mampu memberikan layanan terbaik bagi seluruh masyarakat, termasuk endoscopy di bidang bedah digestive yaitu bariatric surgery (operasi untuk menurunkan berat badan untuk pasien-pasien dengan tingkat obesitas tinggi) yang sangat diminati oleh pasien mancanegara. (ad1597)

Senin Umanis, 30 Juli 2018

Bupati Made Gianyar Lantik Lima Perbekel Hasil Pilkel Serentak

Ingatkan Kepercayaan dan Amanat Masyarakat Dijalankan dengan Baik

BUPATI Bangli I Made Gianyar melantik lima perbekel hasil pemilihan perbekel (pilkel) serentak 2018, Jumat (27/7) lalu. Acara pelantikan dilaksanakan di Gedung BMB Setda Bangli. Dalam acara tersebut, Bupati Made Gianyar meminta kelima perbekel yang dilantik selalu menjaga kepercayaan dan amanat dari masyarakat serta menjalankan semua visi dan misi untuk terwujudnya kemajuan desa. Adapun lima perbekel yang dilantik yakni Perbekel Dausa I Ketut Samiarta, Perbekel Binyan I Ketut Sumasana, Perbekel Belantih I Nengah Wardana, Perbekel Bonyoh I Wayan Denia dan Perbekel Bunutin Kecamatan Bangli I Ketut Librata Jaya. Acara pelantikan perbekel dihadiri Asisten I Sekda Kabupaten Bangli Drs. I Nyoman Puja, Kadis PMD Kabupaten Bangli I Dewa Agung Riana Putra, Camat Kintamani, rohaniwan, perangkat desa serta undangan lainnya. Bupati Bangli I Made Gianyar dalam amanatnya menyampaikan, sebagai lembaga yang menyelenggarakan urusan pemerintah dan kepentingan masyarakat, posisi perbekel sangatlah strategis dalam kemajuan desa. Perbekel tidak akan mampu melaksanakan segala tugasnya sendiri. Perbekel perlu melakukan sinergi dan membangun komunikasi yang baik dan transparan dengan semua pihak. ‘’Perbekel dalam tugasnya sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dan saling melengkapi, baik dari BPD, perangkat desa, LPM, bendesa dan seluruh masyarakat di desa, untuk dapat memberikan sumbangsih pemikiran yang positif dan membangun desa,’’ ujarnya.

LANTIK - Bupati Bangli I Made Gianyar saat melantik lima perbekel hasil pemilihan perbekel serentak 2018 di Gedung BMB Setda Bangli, Jumat (27/7) lalu. Lebih lanjut dikatakannya, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai program strategis yang dapat diakses dan dimanfatkan oleh desa, salah satunya Gerakan Pembangunan Sistem Gotong Royong (Gerbangdessigot) yang kembali diluncurkan. Dalam program ini Pemerintah Kabupaten Bangli memberikan kesempatan kepada desa untuk dapat mengakses bantuan sebesar Rp 1 miliar yang penggunaannya harus disesuaikan dengan peraturan yang berlaku atau sesuai dengan juklak juknis yang ada. Selain Gerbangdesigor, Pemkab Bangli juga memiliki Program Gerbang Gita Santi (GGS) yang dapat diakses oleh seluruh kelompok atau lembaga lembaga di desa, baik itu desa pakraman, dadia atau kelompok lainnya. Dengan dua program ini Bupati Made Gianyar berharap dapat menjawab semua kebutuhan

masyarakat. ‘’Selamat untuk lima perbekel yang dilantik. Saya minta agar kepercayaan dan amanat masyarakat dijaga dengan baik. Semua visi dan misi yang telah disampaikan ke masyarakat sewaktu masa pemilihan harus dijalankan, sehingga harapan masyarakat dapat terwujudnya dan kemajuan desa dapat tercapai,’’ kata Gianyar. Kepala PMD Kabupaten Bangli I Dewa Agung Riana Putra menyatakan, proses pilkel dari pencalonan hingga pelantikan dapat berjalan dengan aman dan lancar, tanpa adanya gesekan apa pun. Hal ini membuktikan makin dewasanya masyarakat Bangli dalam berdemokrasi. ‘’Mudah-mudahan ke depan lima perbekel yang telah dilantik ini mampu menjalankan tugasnya sesuai aturan, dan menjadi pemimpin yang baik untuk kemajuan desa masingmasing,’’ ungkapnya. (ad1595)

Badung Happy Movement

Sehatkan Masyarakat Badung Lewat Yoga Tertawa

BERSAMA - Ari Widnyani bersama Master Yoga Tertawa Kadek Siwa Ambara. BADUNG Happy Movement merupakan perpanjangan tangan dari Bali Happy Movement yang didirikan oleh Kadek Siwa Ambara, seorang pelaku spiritual Bali modern. Badung Happy Movement dipimpin oleh Ari Widnyani. Tujuan Badung Happy movement adalah mewujudkan masyarakat Badung yang sehat lewat yoga tertawa. Tempat latihannya di lapangan parkir Puspem Badung. Sekitar 300 orang masyarakat Badung memenuhi lapangan parkir tersebut untuk latihan bersama.

Ari Widnyani selaku pemimpin sekaligus instruktur menceritakan pengalamannya bahwa dulu dia pernah menderita sakit saraf kejepit dan sudah berobat ke mana-mana, namun belum meraih kesembuhan. Setelah hampir frustrasi, lalu kakaknya menyarankan wanita pengusaha ini untuk ikut yoga tertawa. Awalnya ia tidak percaya akan sembuh. Namun, setelah tiga kali mengikuti latihan, dia merasakan perubahan yang luar biasa dan sehat kembali. Setelah mengalami kesembuhan,

pemilik PT Somaka Giri ini mengikuti acara pelatihan menjadi instruktur yoga tertawa. Saat pelatihan berakhir, Kadek Siwa Ambara selaku master yoga tertawa mewajibkan peserta berbagi di masyarakat. Hal tersebutlah yang mendorong dirinya untuk membuka tempat latihan yoga tertawa di lapangan parkir Puspem Badung. Sebagai seorang warga Badung, Ayu Widnyani merasa wajib mendukung program Pemkab Badung guna mewujudkan masyarakat Badung yang sehat dan bahagia lewat jalan yoga tertawa yang dia kuasai. ‘’Saat ini sudah 300 orang ikut latihan di sini. Hampir semua mengalami perubahan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya,’’ kata Ari Widnyani. Ibu Sami, seorang peserta yoga tertawa, menceritakan sebelum ikut tangan kanannya sangat susah digerakkan. ‘’Setelah ikut empat kali latihan, tangan kanan saya sudah normal kembali,’’ ujar Sami sambil menggerakkan tangan kanannya ke atas, ke bawah lalu diputar-putar. Ari Widnyani mengajak masyarakat Badung yang ingin meraih hidup sehat, bahagia dan sejahtera agar bergabung di Badung Happy Movement setiap Rabu, Jumat dan Mingga pukul 17.30 Wita. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi 082 145 228 228. (ad1606)

FH Unwar Lepas 226 Mahasiswa KKL Periode XVIII 2018

Mahasiswa Diharapkan Mampu Stikes Bina Usada Bali Dukung Germas, Tingkatkan Profesionalisme Ilmu Hukum Sehat Bersama Masyarakat Dies Natalis Ke-11

BERSAMA - Berfoto bersama usai pembukaan Dies Natalis ke-11 Stikes Bina Usada Bali. SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bina Usada Bali merayakan Dies Natalis ke-11, Minggu (29/7) kemarin di GOR Satria Kesambi, Kerobokan. Tema Dies Natalis kali ini yaitu ‘’Sebelas, Semarak Bersama Lapisan Masyarakat Sehat’’. Perayaan Dies Natalis dipusatkan di aula GOR Satria Kesambi, diawali kegiatan zumba. Di sela-sela acara juga diadakan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah dan lain-lain. Acara puncak perayaan Dies Natalis dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dengan pemukulan gong. Ketua Panitia Putu Agung Ayu Pertiwi Dewi mengatakan, tema yang diangkat adalah bentuk apresiasi Stikes Bina Usada Bali dalam mendukung program pemerintah yaitu Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Sebagai institusi pendidikan, Stikes Bina Usada Bali ingin mengabdikan kepada masyarakat melalui

kesehatan. Sebelumnya, Stikes Bina Usada Bali melaksanakan beberapa kegiatan, yaitu Pemilihan Jegeg Bagus Bina Usada dari Program Studi D-3 Kebidanan, S-1 Keperawatan, Profesi Ners, Program Alih Jenjang S-1 Keperawatan dan Kebidanan dan Skill Lab Competition yang diikuti oleh SMK Kesehatan seluruh Bali. Serangkaian acara Dies Natalis ke-11, Stikes Bina Usada Bali mengadakan senam zumba bersama, pengabdian masyarakat berupa donor darah, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Stikes Bina Usada Bali juga membuka stan inkubator bisnis yang merupakan salah satu keunggulan Stikes Bina Usada Bali, yaitu entrepreneur untuk melahirkan mahasiswa di bidang kesehatan dengan jiwa kewirausahaan. ‘’Selain itu, kami mengadakan lomba– lomba untuk meningkatkan keakraban, kekeluargaan dan kebersamaan di antara staf, dosen dan mahasiswa.

Terakhir kami juga mempersembahkan hiburan dengan mengundang beberapa guest stars untuk menghibur mahasiswa dan masyarakat,’’ ujarnya. Wakil Ketua I Stikes Bina Usada Bali Ns. Putu Wira Kusuma Putra, S.Kep., M.Kep. menuturkan, dengan tema ‘’Sebelas’’ diharapkan masyarakat lebih mengenal Stikes Bina Usada Bali, khususnya masyarakat di Kuta Utara. Rangkaian kegiatan dimulai dari Pemilihan Jegeg Bagus Stikes Bina Usada Bali, pengabdian kepada masyarakat dan kunjungan kesehatan. Semua kegiatan bergerak di bidang kesehatan sesuai bidang Stikes Bina Usada Bali. Setiap kegiatan Stikes Bina Usada Bali mengandung tiga unsur penting yaitu together, fun dan promosi. Setiap kegiatan diharapkan muncul dari rasa kebersamaan. Dengan rasa kebersamaan, Stikes Bina Usada Bali bisa memberikan kontribusi pembangunan kesehatan dan derajat kesehatan masyarakat. Setiap kegiatan juga harus dilakukan dengan senang dan ada unsur promosi. ‘’Kita berharap setiap kegiatan memberikan wadah dan wahana buat promosi bagi kami di Stikes Bina Usada Bali,’’ imbuhnya. Ia berharap dengan bertambahnya usia, yayasan dan pengelola dapat mengembangkan Stikes Bina Usada Bali dengan baik dan menghasilkan lulusan yang bermanfaat untuk masyarakat. Dengan peningkatan mutu, pengelolaan, sarana-prasarana, diharapkan dapat melahirkan calon–calon tenaga kesehatan yang berkualitas di bidangnya. (ad1602)

DEKAN Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. melepas 226 mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Periode XVIII Tahun 2018, Sabtu (28/7). Mahasiswa hukum semester V yang mengikuti KKL ini akan tersebar di 25 lokasi institusi negeri dan swasta di lima kabupaten/kota di Bali. Dari 25 lokasi tersebut, mereka dibimbing oleh 11 dosen pembimbing dari FH Unwar. KKL akan berlangsung selama satu bulan mulai 30 Juli hingga 4 September 2018 mendatang. Acara pelepasan yang dirangkai dengan pembekalan materi KKL dihadiri oleh Wakil Dekan I FH Unwar Ida Ayu Putu Widiati, S.H., M.Hum., Wakil Dekan II A.A. Sagung Laksmi Dewi, S.H., M.H., Wakil Dekan III I Ketut Sukadana, S.H., M.H., Ketua Panitia KKL FH Unwar Putu Gede Seputra, S.H., M.H., seluruh dosen pembimbing KKL dan seluruh dosen di lingkungan FH Unwar. Ketua Panitia KKL FH Unwar Periode XVIII Putu Gede Seputra, S.H., M.H. mengatakan, KKL FH Unwar dibagi menjadi tiga tahap. Tahap I yaitu pembekalan dan pelepasan mahasiswa KKL, tahap II pelaksanaan KKL di masing-masing lokasi selama satu bulan, dan tahap III berupa evaluasi kembali dari pelaksanaan KKL tersebut. Dijelaskannya, KKL merupakan salah satu aspek bagi mahasiswa untuk menyalurkan wawasan dan keilmuan, serta disiplin diri dengan hasil akhir berupa laporan KKL yang disusun oleh mahasiswa sebagai bukti dari pelaksanaan KKL di masing-masing lokasi. Melalui KKL ini, mahasiswa FH Unwar diharapkan dapat meningkatkan profesionalismenya sesuai visi dan misi FH Unwar, sehingga saat

lulus nanti mampu menciptakan lapangan perkerjaan sendiri dan untuk orang lain. ‘’Saya berharap efisiensi efektivitas mahasiswa KKL ditingkatkan, sehingga KKL bisa bermanfaat dan berfungsi untuk pendukung keilmuannya secara normatif,’’ tandas Gede Seputra. Dekan FH Unwar I Nyoman Putu Budiartha mengatakan, tahun 2018 ini FH Unwar masih memberi pilihan kepada mahasiswa untuk mengikuti KKL atau KKN (Kuliah Kerja Nyata). Namun, tahun depan mahasiswa FH Unwar akan diwajibkan mengikuti KKN yang diadakan oleh Rektorat. KKL yang dilaksanakan menempatkan mahasiswa hukum di kantor kerja yang berhubungan dengan bidang hukum sesuai bidang ilmu mereka, seperti di Kantor Pengadilan, Kantor Kejaksaan, Kantor Pengacara, Kantor Advokat dan kantor hukum lainnya. Pemilihan lokasi di kantor bidang

hukum menuntut mahasiswa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh saat kuliah, serta dapat menambah pengetahuan mahasiswa untuk langsung praktik di lapangan. Acara pembekalan diisi pemaparan materi pengertian KKL oleh Dekan FH Unwar, susunan organisasi dan tata kerja Kejaksaan Negeri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, penyusunan laporan KKL oleh Ida Ayu Putu Widiati, S.H., M.Hum., susunan organisasi dan tata kerja Pengadilan Negeri oleh Ketua Pengadilan Negeri Gianyar, susunan organisasi dan tata kerja PTUN oleh Ketua PTUN. Setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan ujian KKL untuk mengetahui kesiapan mahasiswa dan pelepasan KKL yang ditandai penyerahan absensi oleh Dekan FH Unwar kepada seluruh dosen pembimbing masing-masing lokasi KKL. (ad1604)

PEMBEKALAN - Dekan FH Unwar I Nyoman Putu Budiartha (tengah) didampingi Wakil Dekan I FH Unwar Ida Ayu Putu Widiati, Wakil Dekan II A.A. Sagung Laksmi Dewi, Wakil Dekan III Ketut Sukadana dan Ketua Panitia KKL FH Unwar Putu Gede Seputra saat memberikan pembekalan pada acara pelepasan KKL FH Unwar Periode XVIII Tahun 2018.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Senin Umanis, 30 Juli 2018

info seremoniAL

Dapatkan Minis Design Mulai Rp 350 Ribu Hanya di Pameran Felice Jewellery PAMERAN perhiasan emas dan berlian kembali digelar oleh Felice Jewellery mulai Senin (30/7) ini hingga Kamis (2/8) mendatang di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Seperti pameran sebelumnya, berbagai model perhiasan berkualitas dengan desain masa kini siap menyambut para pencinta berlian di Bali. ‘’Pada pameran kali ini Felice Jewellery hadir kembali dengan Minis Design Diamond dengan harga promo yang sangat terjangkau mulai Rp 350 ribu hingga Rp 2 juta,’’ ujar Sales Felice Jewellery, Ricky saat dikonfirmasi, Minggu (29/7) kemarin. ‘’Koleksi Minis ini sangat digemari oleh pencinta perhiasan. Selain harganya murah, desainnya juga bagus,’’ tambahnya. Menurut Ricky, di setiap pameran Felice juga menawarkan berlian dan batu–batu mulia. Berlian-berlian koleksi Felice semuanya dipadupadankan dengan emas putih, sehingga membentuk perhiasan yang indah dan berkelas. Sementara koleksi batu-batu berharga dari Felice di antaranya blue sapphire, rubi, cat eye, dan emerald/jamrud. Ricky menambahkan, berlian fashion yang dihadirkan seperti anting dan liontin, gelang dan ladies ring, merupakan perhiasan model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. Pembayaran setiap perhiasan bisa dilakukan secara cash, debit atau dengan kartu kredit. Ia juga menjamin harga yang ditawarkan Felice sesuai dengan kualitas berlian yang dijual. ‘’Berliannya didatangkan langsung dari Eropa dengan cutting

Minis Design koleksi Felice Jewellery. Belgia, desainnya dibuat di Hongkong. Setiap pembelian perhiasan mendapat sertifikat yang selanjutnya bisa dipakai untuk mendapatkan garansi perawatan seumur hidup dengan gratis,’’ lanjutnya. Felice Jewellery, kata Ricky, memang tidak hanya menjual emas dan berlian yang berkualitas. Karena itulah pihaknya juga memberikan maintenance lifetime guarantee atau garansi perawatan

seumur hidup. ‘’Garansi ini sengaja diberikan secara gratis untuk memoles kembali emas dan berlian yang kusam karena sering dipakai,’’ jelasnya. Bagi Anda yang gemar mengoleksi perhiasan berlian atau batu, tidak ada salahnya mengunjungi pameran Felice Jewellery. Harga yang relatif terjangkau ditambah desain yang unik, menjadi kelebihan Felice yang patut untuk dipertimbangkan. (br1601)

Senator RI Kaget Temukan Jumlah Tenaga Kesehatan Melebihi Pasien

Shri Arya Wedakarna Minta RS Nyitdah Segera Beroperasi dan Penuhi Syarat Layani BPJS

KUNKER - Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat kunjungan kerja (kunker) ke Rumah Sakit Nyitdah, Tabanan. SENATOR DPD-RI utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III benar-benar kaget melihat kondisi Rumah Sakit Nyitdah, Tabanan. Tak hanya gedungnya yang belum tuntas, juga jumlah pegawainya yang banyak, namun belum maksimal dalam memberi pelayanan. Ini disampaikan Senator Arya Wedakarna (AWK) di sela-sela meninjau RS yang digadang–gadang menjadi salah satu rumah sakit terbesar di kawasan Bali Barat itu. Disambut oleh jajaran Pimpinan RS Nyitdah dan pejabat Dinas Kesehatan, Senator Wedakarna yang juga anggota Komite III Bidang Kesehatan berkesempatan pula melakukan komunikasi dengan sejumlah tenaga kesehatan dan staf yang ditemui. ‘’Dari dulu masyarakat luas sudah banyak mendengar masalah dan kasus mendera RS Nyitdah ini. Kami dari DPD-

RI Bali ingin melihat langsung bagaimana RS Nyitdah yang sebenarnya. Ternyata memang cukup banyak ada masalah di sini, terutama belum diberdayakannya staf dan tenaga kesehatan yang ada,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna. Terkait infrastruktur RS Nyitdah, menurutnya, bahwa RS ini bisa menjadi alternatif bagi kawasan Bali Barat untuk bisa terpenuhi pelayanan kesehatannya. ‘’Saya kalau sudah urusan membangun RS, sekolah, pasar, air, listrik, jalan harus kita dukung, karena itu adalah kebutuhan dasar masyarakat. Saya harap jika beroperasi, RS Nyitdah ini mampu menjadi RS yang membantu masyarakat dari kawasan Pupuan, Selemadeg Timur, Tengah dan Barat, bahkan mungkin dari wilayah Jembrana Timur. Tadi saya periksa perlengkapannya cukup bagus, walau ada beberapa gedung yang belum

selesai di sana-sini. Ya, sekarang kita fokus agar RS ini bisa beroperasi, jika memungkinkan tahun 2018 ini,’’ ujar Gusti Wedakarna. Dalam kesempatan itu, Senator RI juga mendapatkan penjelasan terkait rencana sinergi RS Nyitdah dengan RS Tabanan yang sedang dirancang oleh pemerintah kabupaten. DPD-RI menyarankan agar RS Nyitdah segera memenuhi syarat supaya bisa melayani BPJS. ‘’Kenapa RS ini sepi, karena belum maksimal dalam pelayanan. Salah satu yang bisa membantu RS ini survive dan memaksimalkan pelayanan kan progam BPJS dan berjuanglah agar RS Nyitdah bisa menjadi RS peserta BPJS. Tentu syarat-syaratnya harus dipenuhi dulu. Saya siap memberikan rekomendasi resmi dan silakan urus dengan BPJS. Kalau sudah melayani BPJS, logikanya RS Nyitdah akan diserbu masyarakat. Jadi, fixed-kan dulu masalah BPJS ini,’’ papar Shri Arya Wedakarna. Sebelum meninggalkan lokasi, Senator Wedakarna juga mengkhawatirkan kondisi SDM tenaga kesehatan jika terlalu lama dibiarkan tidak melayani pasien. ‘’Setahu saya tenaga kesehatan itu kan harus practice terus. Ilmu tenaga kesehatan harus dipraktikkan setiap saat. Jika terlalu lama menganggur, keahliannya bisa berkurang, apalagi kalau menganggurnya bertahun-tahun. Demi Tabanan yang berdaulat, saya minta agar RS Nyitdah segera beroperasi. Kasihan kualitas gedung banyak kosong, khawatirnya keropos, bisa menjadi temuan BPK dan bermasalah hukum. Saya minta Pemkab Tabanan dan manajemen RS Nyitdah serius menangani hal ini. Kita DPD-RI akan mendukung maksimal,’’ pungkas Shri Arya Wedakarna yang Senator Termuda dari Bali ini. (ad1594)

5

Melalui Pemilihan Jegeg Bagus Bali

Gubernur Pastika Berharap Lahir Generasi Muda Kreatif dan Inovatif

SUMBER daya manusia (SDM) memiliki peran yang strategis dalam keberhasilan mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Untuk itu diperlukan SDM pariwisata berkualitas yang dapat berpartisipasi dan berperan aktif dalam pelaksanaan pembangunan kepariwisataan. Salah satu upaya untuk menyiapkan SDM berkualitas di sektor pariwisata adalah melalui ajang pemilihan Jegeg Bagus Bali. Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya pada malam grandfinal pemilihan Jegeg Bagus Bali Tahun 2018 duta Pariwisata dan Budaya Provinsi Bali di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Art Center, Denpasar, Sabtu (28/7) malam. Menurut Gubernur Pastika, ajang pemilihan Jegeg Bagus Bali sangat tepat dilaksanakan dengan harapan akan lahir generasi muda yang kreatif dan inovatif, sehingga mampu menjadi duta pariwisata dan budaya Bali. Di samping melahirkan duta pariwisata Bali yang dapat menjadi bagian terdepan membantu pemerintah menggali, memperkenalkan dan mempromosikan pariwisata Bali, Jegeg Bagus Bali yang lahir melalui ajang ini juga diharapkan mampu membangun opini positif, sehingga tercipta pola citra pariwisata Bali yang positif. ‘’Ajang pemilihan ini bukan sekadar menampilkan keindahan fisik, kecantikan dan ketampanan semata, namun diharapkan memiliki kecerdasan, jiwa sosial, berbakat, kreatif dan inovatif serta memiliki wawasan yang luas tentang kepariwisataan dan kebudayaan,’’ ujarnya didampingi Ny. Ayu Pastika. Menurut Pastika, Bali patut bersyukur karena dianugerahi kekayaan, keindahan alam dan keunikan budaya walaupun tidak memiliki potensi ekonomi dari sumber tambang dan energi lainnya. Meski demikian, keindahan alam dan kebudayaan yang bernapaskan agama Hindu dengan berlandaskan filosofi Tri Hita Karana mampu memikat mata setiap wisatawan yang datang ke Bali. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya sektor pariwisata mendapat perhatian yang sungguhsungguh agar dapat berkelanjutan.

JEGEG BAGUS – Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Ny. Ayu Pastika diapit Jegeg Bali 2018 dan Bagus Bali 2018. ‘’Pemenang yang terpilih malam ini berhak menjadi duta pariwisata Provinsi Bali yang siap bersaing dengan duta-duta pariwisata dari provinsi lain di tingkat nasional. Perlu saya sampaikan kepada para finalis bahwa sejak kalian ditetapkan menjadi finalis Jegeg Bagus Bali 2018, kalian semua adalah yang terbaik di Bali dan telah menjadi pemenang. Namun, pada malam grandfinal ini hanya akan menentukan jabatan, baik sebagai duta pariwisata, duta persahabatan atau yang berpenampilan terbaik,’’ pungkasnya. Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra dalam laporannya menyampaikan, tujuan pemilihan Jegeg Bagus Bali ini untuk meningkatkan SDM di bidang pariwisata bagi generasi muda dan sebagai ajang pembelajaran untuk menumbuhkembangkan sikap kreativitas, inovatif, sportivitas, berwawasan luas dan berperilaku positif yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat dan negara. Juara pada pemilihan Jegeg Bagus Bali 2018 akan menjadi duta wisata dan budaya dalam mengikuti berbagai event, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pada pemilihan kali ini, Kadek Dena Ayu Ersafira dinobatkan sebagai

Jegeg Bali 2018 dan Kadek Deco Widi Permana sebagai Bagus Bali 2018. Keduanya merupakan duta Kota Denpasar. Runner-Up I diperoleh Ni Wayan Putri Cempaka Karisma (Jegeg Gianyar)-Made Riki Ponga Kusyanda (Bagus Badung), RunnerUp II yakni Made Ayuntya Wikansa Muderawan (Jegeg Badung)-Kadek Kadin Suartana Billington (Bagus Gianyar), Runner-Up III diperoleh I Gusti Ayu Gex Indah Anastasia Marcelayanti (Jegeg Jembrana)-I Wayan Dirsa Raditya (Bagus Karangasem), Runner-Up IV yakni Ida Ayu Krisna Cantika Dewi (Jegeg Buleleng)-Putu Krisna Adi Surya (Bagus Jembrana) dan Runner-Up V diraih Ni Komang Okyantri Dana Pertiwi (Jegeg Karangasem)- Ida Bagus Sradha Nanda (Bagus Klungkung). Selain itu dipilih Jegeg Bagus Persahabatan yang diperoleh Luh Made Bella Andini Pratiwi (Jegeg Tabanan)-Bima Oktadinata Kusuma (Bagus Tabanan), Jegeg Bagus Berbakat diraih Ni Kadek Sri Jayanti (Jegeg Klungkung)-Kadek Lintang Garbhayana (Bagus Buleleng) serta Jegeg Bagus Penampilan Terbaik disabet Ni Putu Nanda Virgyan Yustianti (Jegeg Bangli)-I Dewa Gede Eka Surya Permana Putra (Bagus Bangli). (ad1596)

Hadirilah Pameran Teknologi Percetakan Terbesar di Jawa Timur! KRISTA Exhibitions dengan bangga kembali menyelenggarakan Surabaya Printing Expo 2018–The 13th International Exhibition on Total Solution for Printing Technology, Equipment, Supplies and Machine yang merupakan pameran terbesar dalam teknologi percetakan di Jawa Timur pada 2–5 Agustus 2018 di Grand City Surabaya, Indonesia. Surabaya Printing Expo 2018 akan menampilkan mesin-mesin percetakan (Pre– Press, Press, Post–Press), Kertas, Mesin Cetak/Offset, Cetak Digital, Cetak Tekstil, Sablon, Jasa Cetak dan alat–alat cetak terkini & penyediaannya serta teknologi percetakan yang mutakhir. Di samping itu terdapat pula produk-produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi yang turut dihadirkan dalam pameran ini, di antaranya Printing Offset; ThreeKnife Trimmers; Die-Cutting Machines; Book Binding Machines; Laminating Machines; Stitching Machines; Large Format Digital Printing; Computer To Plate Systems; Continuous Stationery Printing Presses; Chemicals; Ink-Jet Papers; Printing Inks; Automated (Combines); Screen Printing Machines; Adhesives & Glues; Adhesive Vinyl; Consumable; Display System; Eco Solvent Printer; Ink & Cleaning Liquid; Pigment Papers, Solvent Printer; Spare Parts Machine, dan lain-lain. Berbagai acara menarik juga turut dihadirkan dalam pameran ini, seperti Workshop Pattern Illustration dan Seminar Perancangan Destination Branding oleh Stikom, Talkshow Penggunaan Media Fotografi untuk Meningkatkan Promosi oleh Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS), Special Talkshow dengan tema ‘’Meraih Sukses di Bisnis Percetakan’’ oleh Print Graphic dan Digital Printing

Indonesia Group, Seminar Eksplorasi Teknologi Cetak Berbasis CNC dalam Era Ekonomi Kreatif oleh IKADO, Talkshow tentang Trend Print Packaging Halal 2019 oleh Print Pack, Seminar Paradigma Bisnis Grafika Era 4.0 Hybrid Printing oleh Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) dan acara menarik lainnya. Kesuksesan pameran ini tidak lepas dari dukungan Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Kadin Indonesia, Kadin Surabaya, PPGI (Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia), Indonesia Packaging Federation (IPF), Indonesia Association of Exhibition & Convention Organizers, Komunitas Printing Indonesia, Asosiasi Pulp & Kertas Indonesia dan asosiasi terkait lainnya. Pameran Surabaya Printing Expo 2018 diharapkan dapat meningkatkan perkembangan usaha grafika agar dapat memajukan dunia industri percetakan. Pameran ini meru-

pakan suatu peluang yang baik bagi para pengusaha grafika agar lebih termotivasi untuk terus berinovasi dalam menghasilkan produkproduk unggulan dengan mesin berteknologi canggih dan mempunyai daya saing yang tinggi dengan produk-produk luar negeri. Pameran ini terbuka bagi para pelaku bisnis dan masyarakat umum mulai pukul 10.00 hingga pukul 19.00 WIB. Para pengunjung dapat melakukan registrasi secara langsung di lokasi pameran dengan membawa dua buah kartu nama, dan undangan yang telah dikirimkan oleh pihak Krista Exhibitions atau dengan registrasi online http://surabayaprintingexpo.com/ visiting/visitor-reservation/. Pengunjung yang menggunakan sandal jepit dan celana pendek serta anak-anak di bawah usia 14 tahun dilarang masuk ke area pameran. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Kristamedia di nomor telepon (021) 634 5861, 634 5862 atau dengan mengirimkan e-mail ke info@ kristamedia.com. (bns1)


OPINI

6

Senin Umanis, 30 Juli 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Bangun Transportasi, Bali Harus Membuat Terobosan TRANSPORTASI, satu permasalahan yang dihadapi Bali. Ke depan hal ini akan semakin berat, apabila Bali tak segera mengambil langkah untuk mengatasinya. Satu-satunya solusi adalah membenahi angkutan umum. Sebab, langkah sebelumnya dengan menaikkan pajak kendaraan bermotor tak membuahkan hasil. Demikian pula menetapkan pajak progresif juga tak mempan. Kendaraan pribadi terus bertambah. Sebab, kendaran pribadi khususnya sepeda motor adalah menjadi sangat vital di tengah tidak adanya angkutan umum yang memadai. Presiden Jokowi telah memberi terobosan untuk itu. Berbagai fasilitas transportasi dibangun. Salah satu di bidang perkereta-apian. Angkutan massal ini akan menjadi pilihan utama karena fasilitas yang disediakan sangat istimewa. Demikian pula kecepatan dan ketepatan waktu juga menjadi perhatian. Bali sebagai daerah yang banyak dikunjubgi turis juga semestinya meningkatkan kapasitas, daya jangkau dan kenyamanan angkutan umum. Apalagi sudah diancang-ancang Bali akan dikunjungi turis sembilan juta tahun 2020 mendatang. Tentu ini memerlukan angkutan umum yang sangat memadai. Upaya Jokowi untuk membangun dunia transportasi saat ini diperkirakan meniru gaya Tiongkok sebelum maju seperti sekarang. Tiongkok sebelumnya gencar membangun jalan tol, kereta api, tol laut dan sebagainya untuk mempercepat roda perekonomian negara. Apalagi dalam kondisi tingkat pertumbuhan ekonomi yang sedang melejit. Upaya Jokowi ini agak terlambat sekalipun sangat urgent. Dikatakan demikian karena upaya itu dilakukan ketika kondisi ekonomi global dan pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang melambat yakni lima persen. Namun sekali lagi langkah ini tetap urgent, kalau tak mulai sekarang, kita akan kalah cepat dengan negara lainnya. Dalam jangka pendek, Bali harus berani mengalihkan angkutan barang ke Bali Utara atau sekalian lewat laut. Sebab, salah satu biang kemacetan di Bali utamanya jalur Denpasar-Gilimanuk adalah beroperasinya truk-truk besar pada siang hari. Ini juga mempercepat kerusakan jalan yang kelasnya masih di bawah rata-rata jalan di Jawa. Sekalipun di Bali sudah ada jembatan timbang guna mengerem kerusakan jalan namun dinilai masih belum mampu mengendalikan kerusakan jalan di Bali. Dalam rangka Hari Perhubungan yang diperingati 17 September mendatang, sebaiknya Bali mengembangkan jembatan timbang berbasiskan IT, yakni dilengkapi dengan teknologi canggih yang bisa link dengan kantor pusat dan daerah. Dengan demikian tak lagi ada praktik sopir main sogok. Sekarang sudah ada teknologi mestinya Dishub sudah mengarah ke IT. Kini beberapa Jembatan timbang di Jawa dan Sumatera sudah diujicobakan menggunakan teknologi untuk mengatasi kendaraan yang berlebih muatan. Ke depan hal ini akan diterapkan di semua jembatan timbang agar kerusakan jalan akibat kelebihan tonase bisa diminimalisir. Namun persoalan Bali bukan sebatas jalan rusak. Juga kekroditan yang ditimbulkan kendaraan bertonase besar. Yang penting lagi, Bali perlu dikembangkan pembangunan transportasi berkelanjutan menuju Bali yang ajeg dan shanti. Artinya, pembangunan transportasi jalan terus namun tetap mengedepankan budaya dan kearifan lokal Bali. Boleh saja ada pembangunan jalan tol, tol laut dan udara, namun tetap mengedepankan pembangunan Bali, bukan asal bangun tanpa memerhatikan kearifan lokal Bali. Kita tak mungkin menolak perubahan dan kemajuan teknologi. Misalnya kita bisa meniru Jepang, mereka sukses membuat jalan tol tanpa mengorbankan lahan pertanian produktif. Jalan tol didirikan jauh di atas, di bawahnya tetap petani bisa bertani. Jalan terowongan pun dibuat ala menembus bukit di Bedugul, namun alam tetap lestari. Jalur transportasi makin pendek, kawasan hutan terjaga, ekonomi rakyat makin meningkat.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Ruang Publik untuk Rakyat Penduduk Bali makin padat. Ini menimbulkan persaingan di semua sektor main ketat. Jalanjalan yang sesak telah membuat banyak orang jadi stres karena terus terjebak macet. Bahkan, jika hujan turun nyaris semua mobil di daerah perkotaan turun ke jalan, sehingga jalan-jalan menjadi sangat padat. Ini tentu masalah serius bagi Bali ke depan. Saya sebenarnya sangat mendukung jika pemerintah melakukan langkah cepat mengatasi kemacetan lalu lintas dengan melakukan pendekatan yang lebih jelas. Yang saya tahu, kemungkinan untuk mengatasi beban stres publik karena macet dalam waktu singakt relatif sulit. Saya usulkan hendaknya dibuatkan ruang-ruang publik untuk pemberhentian sementara. Mestinya rest area segera disiapkan meskipun jarak tempuh di Bali relatif terjangkau. Tempat pemberhentian sementara yang nyaman bagi pengendara penting dipikirkan, agar stres yang mereka alami saat terjebak kemecetan bisa diminimalkan. Selaian itu, saya juga mengusulkan agar pemerintah kabupaten/kota mulai membangun ruang-ruang publik yang nyaman untuk rekreasi. Selama ini ruang publik yang ditata, baru ada di tingkat kota kabupaten. Mestinya setiap kecamatan punya rung publik, sehingga warga tak perlu mencari ruang rekreasi terlalu jauh dari rumahnya. Ini juga akan menekan penumpukan kendaraan di jalanan. Ni Luh Putu Sudarmi Badung, Bali

”Grand Design” Transportasi Bali 2100 Perhelatan Piala Dunia 2018 menyisakan berbagai kesan bagi para penggila bola. Bagi mereka yang datang langsung ke Rusia pasti merasakan suasana ramah penduduknya, beserta layanan fasilitas publik yang nyaman di kota-kota tempat berlangsungnya pertandingan. Kereta api bawah tanah sebagai angkutan massal publik dirasakan sangat nyaman sebagai sarana pergerakan antarkota, mengingat pertandingan dilaksanakan di beberapa kota di Rusia.

Oleh Ir. Dharma Gusti Putra Agung Kresna

A

ngkutan publik berbasis rel di kota Moskow sudah beroperasi sejak tahun 1930-an. Tentu saja saat awal beroperasi, kereta api di kota Moskow belum menggunakan teknologi komputer canggih sebagaimana saat ini. Namun paling tidak penggunaan angkutan publik massal tersebut menunjukkan visi jauh ke depan dari para penentu kebijakan saat itu. Para pemegang kebijakan sudah menyiapkan kota yang nyaman di masa depan, guna mobilisasi penghuninya. Hampir semua kota besar di dunia mengandalkan angkutan publik berbasis rel (kereta api) sebagai angkutan massal publik bagi warganya. Kereta api dianggap sebagai angkutan publik massal yang nyaman dan murah dalam perhitungan jangka panjang. Pada saat awal pembangunan jaringan kereta api memang membutuhkan nilai investasi yang tidak sedikit. Sehingga jaringan infrastruktur disiapkan oleh pemerintah, sedangkan operator angkutan kereta apinya bisa dari kalangan swasta. Sebagaimana bandar udara yang disiapkan oleh pemerintah, sementara penerbangannya dapat

diikuti oleh maskapai penerbangan swasta. Bahkan di Tokyo (karena tingkat kebutuhannya yang tinggi, dengan operator lebih dari satu) angkutan kereta api bawah tanahnya memiliki jalur hingga bertingkat tujuh di bawah tanah. Angkutan Publik Bali sebuah pulau yang tidak besar, memiliki potensi untuk mengembangkan angkutan masal publik berbasis rel ini. Wacana pembangunan moda transportasi kereta api di Bali seakan hembusan angin segar dalam upaya membenahi sistem transportasi publik Bali. Beberapa provinsi di Indonesia sudah mulai membangun jalur transportasi kereta api sebagai sistem angkutan publik. Jalur kereta api di Indonesia yang selama ini hanya dikenal di Jawa dan sebagian Sumatera, dalam waktu tidak lama lagi akan menjadi moda angkutan publik di Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Kota Bandung pun mulai membangun sistem LRT (Light Rail Transit) sebagai salah satu upaya mengatasi kemacetan lalulintas yang sudah kronis di kota Bandung. Pemerintah pusat beberapa

waktu yang lalu pernah mewacanakan untuk membangun moda transportasi kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT), guna mengatasi kemacetan di kawasan Kuta. Kemacetan di jalan menuju objek wisata maupun di area wisata Kuta memang telah menjadi rahasia umum bagi para pelaku bisnis wisata maupun para wisatawan di Bali. Saat ini Bali sebenarnya sudah memiliki angkutan publik yang cukup representatif, khususnya bagi kaum commuter, yaitu bus Trans-Sarbagita yang mengeksplorasi rute transportasi publik di area Denpasar-Badung-GianyarTabanan. Sayangnya transportasi publik yang nyaman dan murah ini kurang diminati masyarakat secara luas, akibat minimnya jumlah halte untuk menggunakan bus Trans-Sarbagita. Bus Trans-Sarbagita sebenarnya merupakan langkah awal yang baik dalam upaya menata sistem transportasi publik di Bali. Kondisi ini tentunya harus diikuti dengan upaya penataan sistem moda transportasi lain secara terintegrasi, komprehensif dan berkelanjutan. Pemerintah provinsi Bali juga sudah menyiapkan pembangunan ruas

jalan tol dan jalan shortcut yang menghubungkan area Bali Selatan dengan Bali Utara, sebagai upaya mengurai simpul-simpul kemacetan yang ada, sekaligus menciptakan keseimbangan pertumbuhan antarkawasan. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh para penentu kebijakan dalam menangani permasalahan transportasi terintegrasi di Bali, yaitu: pertama, perlu dilakukan Mapping (pemetaan) atas permasalahan transportasi di Bali secara terintegrasi; baik transportasi pribadi maupun publik. Melalui pemetaan permasalahan ini akan dapat ditemukan akar permasalahan sebenarnya. Sehingga dapat dipetakan simpulsimpul persoalannya beserta alternatif solusinya secara terintegrasi, berkelanjutan, dan berkesinambungan. Kedua, adanya Grand Design Transportasi Bali. Kita harus menggagas sistem transportasi Bali tahun 2100, tidak cukup hanya 10 atau 20 tahun mendatang. Sistem transportasi yang terintegrasi antara transportasi pribadi dan publik secara menyeluruh. Hal ini agar Bali terhindar dari kesalahan yang sama sebagaimana dialami kotakota besar di Indonesia selama ini dalam menyusun integrasi sistem transportasi. Rancangan ini harus digunakan sebagai suatu acuan dasar bagi seluruh stakeholders bidang transportasi di Bali. Upaya Pemda DKI menggagas OK OTrip guna mengintegrasikan bus TransJakarta dan Kereta Rel Listrik (KRL) sebagai commuter line yang diikuti dengan kereta Light Rail Transit (LRT) maupun monorail dan Mass Rapid Transit (MRT) dalam satu kesatuan

Karma, Pilihan Jalan Hidup

ORANG bijak mengatakan bahwa orang yang suka menyalahkan diri sendiri dianggap orang yang setengah beradab, orang yang suka menyalahkan orang lain dikatakan tidak beradab, dan orang yang tidak menyalahkan siapa-siapa dikatakan orang yang beradab. Di sisi lain, ada empat kelemahan manusia yang sering dilupakan bahwa pengamatan indra-indranya tidak sempurna, suka berkhayal, suka membuat kesalahan, dan cenderung menipu. Karena itu sering muncul pertanyaan, mengapa di antara kita terlahir dengan kesan diskriminatif, tidak adil dan disatu sisi ada orang yang terlahir cacat, melarat, bodoh, dan yang lain terlahir cantik, ganteng, cerdas, dan kaya raya. Begitu juga ada pasangan hidup yang hidupnya tidak terurus mudah mendapat banyak anak, dan di sisi lain yang hidupnya berkecukupan sepertinya tidak mendapat karunia untuk punya anak. Hidup ini bukan hanya terjadi pada saat sekarang saja dan pilihan hidup yang sekarang sesungguhnya terjadi akibat karma, pilihan jalan hidup di masa kelahiran terdahulu. Sedangkan karma pilihan jalan hidup yang sekarang akan menentukan kelahiran yang akan datang. Karma, pilihan jalan hidup apa pun yang dicari dalam kelahiran yang sekarang, akibat itulah yang akan menentukan badan apa, dan nasib apa yang tepat untuk diterima di kelahiran yang akan datang. Hidup ini ibarat membayar utang karma dari banyak kelahiran. Sepasang pengantin yang tidak punya utang karma untuk memelihara bayi dalam kelahiran sekarang semestinya tidak perlu cemas untuk memohon agar dikaruniai anak. Bila itu dipaksakan, tentu ada akibat lain yang timbul mengikat, padahal

Oleh I Gst. Ngr. Bagus Suryawan, S.T., S.Ag, M.M. tujuan kelahiran itu adalah membebaskan diri dari segala ikatan, dari segala utang-piutang karma, sehingga akhirnya memperoleh kemerdekaan jiwa yang disebut moksha. Hubungan kita sebagai suamiistri, sebagai orangtua dengan anak hanya terjadi karena ada utang-piutang karma dalam banyak reinkarnasi. Bila utang-utang dalam kelahiran sekarang sudah terbayar, maka akan ada pertemuan baru lagi dalam kelahiran berikutnya dengan jiwa-jiwa lain yang memiliki pertalian karma. Di situ juga akan muncul siapa yang mesti akan jadi ayah, jadi ibu dan jadi anak. Ini akan terus berlanjut hingga ada keinsafan diri dan upaya untuk memutus tali karma yang menyebabkan jiwa terbebas dari utang-utang karma baru, dan melanjutkan utang karma lama dibayar. Karena itu hubungan kita dengan siapa pun janganlah diikat kuat-kuat agar tidak menjadi utang karma baru. Atas dasar karma itulah Tuhan tidak akan memberi badan yang keliru, apakah seseorang terlahir cacat atau tidak, kaya atau miskin, cerdas atau bodoh, dan itu bukan kehendak Tuhan, tetapi itu akibat pilihan hidup dengan segala upaya yang pernah dijalani dalam banyak kelahiran. Karena itu seseorang harus berhati-hati menjalani hidup ini, karena pilihan hidup yang tidak disadari akan memberi dampak yang tidak diharapkan nantinya. Bila kita meyakini Tuhan itu sempurna, maka semua yang diciptakan Tuhan juga pasti sempurna dan tidak ada yang salah, dan itu akan sangat adil kita

rasakan manakala kesadaran kita telah bertumbuh menuju insaf diri. Hanya karena kelemahan indra-indra kita yang hanya mampu melihat masa sekarang, sementara kita tidak memiliki mata untuk melihat masa lalu dan masa yang akan datang, maka kita kadang menganggap orang lain yang terlahir cacat fisiknya itu sepertinya tidak sempurna. Di mata Tuhan semuanya nampak adil sesuai akibat pilihan hidup yang pernah dijalani dalam kelahiran sebelumnya. Meskipun seseorang terlahir nampak cacat fisik, itu juga dianggap sempurna dalam tanda petik, karena itu dianggap badan yang pantas diterima dalam kelahiran yang sekarang akibat pilihanpilihan karma, pilihan jalan hidup dari kelahiran terdahulu. Disadari atau tidak, diyakini atau tidak, begitulah hukum keadilan Tuhan yang terjadi akibat pilihan karma, pilihan jalan hidup yang dilakukan seseorang. Seorang Hindu, seperti Sidharta sebelum menjadi Buddha, beliau melakukan tapa sangat keras untuk melakukan penyelidikan batin untuk mengetahui sebab-sebab mengapa manusia mengalami penderitaan dan kesedihan. Beliau mendapatkan apa yang dicari untuk mengetahui akar penderitaan dan kesedihan manusia itu, sedangkan Ramakrishna Paramahansa, Jayadeva, Chaitanya, Adi Shankara, dan Ramana Maharsi mencapai moksha selaras dengan upaya pencariannya. Dalam dunia ini, manusia dibebaskan memilih jalan hidup, memilih keyakinannya dengan dampak yang mesti diterimanya di

kemudian hari. Hal itu dibenarkan oleh Bhagavad-Gita seloka 9.25, bahwa orang-orang yang menyembah dewa-dewa akan menuju di antara para dewa, orang yang menyembah leluhur akan pergi ke leluhur, orang yang menyembah hantu dan roh halus akan dilahirkan di antara makhlukmakhluk seperti itu, dan orang yang memuja Tuhan akan hidup bersama Tuhan. Ini menegaskan bahwa hidup itu adalah pilihan yang akan menentukan seperti apa badan yang kita dapatkan di masa yang akan datang, sebagai dampak dari karma dan pilihan-pilihan yang ingin kita capai. Dalam hal ini tidak diragukan lagi bahwa keinginan itu harus selaras dengan hati, agar langkah itu tidak keliru. Banyak orang datang memuja Tuhan, tapi niat keinginannya bukan moksha, tetapi ingin mendapatkan kekayaan atau jabatan, maka upaya demikian tidak mungkin mencapai moksha. Begitu juga melakukan pemujaan demi membebaskan keterikatan jiwa para leluhur, tentu berbeda dengan ritual puja yang memohon pada leluhur demi mendapatkan sesuatu yang memberi dampak saling mengikat. Dengan pemahaman demikian, maka seseorang mesti menyadari diri untuk berkarma sebagai pilihan untuk kehidupan di masa yang akan datang. Seorang teroris mungkin membunuh dan menghilangkan 200 nyawa orang sebagai bentuk kejahatan, dan karena itu ia punya utang nyawa terhadap 200 orang. Dampak dari perbuatan itu, maka dalam kelahiran yang akan datang ia mesti membayar utang karma itu dengan cara mati terbunuh hingga 200 kali kelahiran. Insaf diri itu penting, karena hanya dengan demikian kita akan dapat menggunakan kelebihan

sistem transportasi Jakarta Metro System, dapat dijadikan referensi dalam keberanian mengambil kebijakan penataan sistem transportasi publik. Bagi Jakarta sendiri hal itu sebenarnya bisa dikatakan sudah terlambat, jika dibandingkan dengan kota-kota metropolitan lain di dunia. Ketiga, harus ada Road Map (peta jalan) guna menuju Grand Design Transportasi Bali 2100 yang diinginkan. Road Map ini harus menjadi peta jalan bagi setiap stakeholders transportasi di Bali. Keberadaan Road Map ini akan menghindarkan setiap pemangku kepentingan dari tumpang tindihnya kebijakan yang diambil. Penataan moda transportasi pribadi dan transportasi publik akan dapat berjalan seiring, tanpa saling berbenturan. Sementara antar moda transportasi angkutan publiknya juga akan berjalan secara simbiosis mutualisme. Kehati-hatian memang diperlukan dalam upaya mengatasi masalah transportasi di Bali. Agar tidak terjadi penyelesaian yang bersifat sesaat dan parsial. Apapun bentuk penyelesaian atas masalah transportasi Bali, hal itu harus merupakan upaya yang terintegrasi, berkelanjutan dan berkesinambungan. Diperlukan kesabaran dan konsistensi semua pihak dalam jangka panjang. Penataan moda transportasi secara komprehensif dan berkelanjutan bukan hal yang mudah, serta membutuhkan konsistensi dalam implementasi kebijakan. Semua berpulang pada goodwill para pemegang kebijakan. Penulis, Arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies Bali. hadiah yang diberikan Tuhan, baik itu berupa akal pikiran maupun wiweka, sehingga memungkinkan kita dapat memilah mana yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah, yang kekal dan yang sementara, sedangkan tumbuhan dan binatang tidak dibekali kemampuan seperti itu. Penulis, Pensiunan Telkom

POJOK

Keamanan Bali jadi pertaruhan jelang pertemuan IMF-WB. - Pertaruhan Indonesia. *** Gempa Lombok mengakibatkan sejumlah korban tewas.

- Turut berduka untuk saudaraku di Lombok. *** Produk beras hitam di Bali terkedala pemasaran. - Kendala sejak dulu.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


TABANAN

Senin Umanis, 30 Juli 2018

7

Dua Hari Tak Pulang, Ditemukan Meninggal di Sungai Tabanan (Bali Post) -

Warga Banjar Wanasara Kelod, Desa Bongan, Tabanan, Minggu (29/7) kemarin dikejutkan dengan penemuan mayat di Sungai Yeh Empas yang diketahui bernama Ni Gusti Agung Tunjung (86) asal desa setempat. Sebelum ditemukan tewas, korban meninggalkan rumah sejak Jumat (27/7) lalu.

EVAKUASI - Masyarakat dibantu pihak kepolisian dan TRC BPBD mengevakuasi mayat korban di Sungai Yeh Empas.

Bali Post/ist

Dari informasi yang dihimpun kemarin, sekitar pukul 07.30 Wita saksi Anak Agung Putu Sugana, warga desa setempat, tengah berjalan di pinggir Sungai Yeh Empas. Saat itulah ia melihat sesosok mayat. Karena penasaran, saksi lalu mendekat dan melihat korban dalam posisi tengkurap mengambang di sungai. Saksi pun mengenali mayat korban, dan selanjutnya memberitahukan kepada keluarga korban dan masyarakat sekitar, serta melaporkan ke Polsek Tabanan. Mendapat adanya laporan temuan mayat, petugas kepolisian bersama TRC BPBD Tabanan dan masyarakat lanjut mengevakuasi mayat korban. Setelah dilakukan pemeriksaan luar, selanjutnya mayat korban dibawa ke BRSU Tabanan.

Kapolsek Kota Tabanan Kompol Surya Atmaja mengatakan, mayat korban ditemukan dalam posisi tengkurap mengambang di air dengan kepala mengarah ke utara dan kaki ke selatan. Posisi mayat berjarak sekitar dua meter dari pinggir sungai. Dalam tubuh mayat korban ditemukan luka pada bagian kepala, luka lecet pada tulang kering kaki kanan dan luka lecet pada pergelangan tangan kanan. Lanjut disampaikannya, dari pengakuan anak korban, Anak Agung Ketut Suyasa, ibunya meninggalkan rumah sejak Jumat (27/7) sekitar pukul 16.00 Wita. Sampai malam belum kembali, pihak keluarga melakukan pencarian, namun tidak membuahkan hasil. Selanjutnya pihaknya melapor-

kan kepada Bhabinkamtibmas hingga akhirnya mendapat informasi bahwa korban ditemukan meninggal di sungai. Setelah dicek ternyata memang korban adalah ibu kandungnya. Menurut anak korban, ibunya sudah pikun dan linglung serta beberapa kali tersesat saat meninggalkan rumah, hingga kerap diantar warga ke rumah. Korban sehari-hari berpakaian hanya menggunakan kain (kamben). Sementara luka di kepala merupakan luka lama. Korban pernah terjatuh di halaman rumah dan mendapat jahitan di BRSU Tabanan. “Jenazahnya sudah dibawa ke rumah duka dan tidak dilakukan autopsi, karena pihak keluarga menerima hal ini sebagai musibah,” pungkasnya. (kmb28)

Target Vaksinasi HPR

Baru 50 Persen Terealisasi

Tabanan (Bali Post) Kegiatan vaksinasi hewan penular rabies (HPR) di Tabanan berlangsung sejak Juni lalu. Per 25 Juli, terdata sebanyak 21.628 ekor HPR divaksinasi yang terdiri atas anjing, monyet dan kucing. Jumlah ini baru mencapai 50 persen dari target vaksinasi HPR Tabanan yang diberikan bantuan sebanyak 46.000 dosis vaksin. Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan Drh. I Gusti Ngurah Wiksuara, Minggu (29/7) kearin mengatakan, dari jumlah 21.628 ekor HPR yang tervaksin, sebagian besar adalah anjing yaitu sebanyak 21.378 ekor menyusul kucing 246 ekor dan monyet empat ekor. Anjing menjadi dominasi sasaran vaksinasi karena menjadi hewan utama penyebar rabies di Bali dan hingga saat ini penularan rabies ke manusia melalui vaktor gigitan anjing. Lanjut Wiksuara untuk di Tabanan yang menjadi kantong populasi anjing terbanyak adalah Kediri, Tabanan, Penebel dan Pupuan. Di empat kecamatan ini anjing yang tervaksin hingga 25 Juli yakni

Tabanan (2.253 ekor), Kediri (3.661 ekor), Penebel (922) dan Pupuan belum terdata. Wiksuara mengatakan, pelaksanaan vaksinasi HPR ini masih akan terus berlangsung. Terutama menyasar daerah-daerah yang belum terjamah. Menurutnya, sasaran vaksinasi pertama adalah daerah yang masuk zona merah dan zona kuning. ‘’Zona merah maksudnya daerah yang tercatat ada kasus gigitan positif ataupun HPR positif rabies. Sementara zona kuning adalah daerah yang berdekatan dengan zona merah,’’ ujarnya. Kata Wiksuara, vaksinasi akan tetap berjalan hingga 46 ribu dosis vaksin yang diberikan untuk Tabanan semuanya habis terpakai. ‘’Proses vaksinasi sedang berjalan di setiap desa yang ada di Tabanan,’’ ujarnya. Menurutnya, jika divaksin secara rutin, maka potensi anjing tertular rabies sangat kecil. Karenanya pihaknya berharap masyarakat yang memelihara anjing agar segera membawa anjing peliharaannya untuk mendapatkan vaksin. Sementara dalam menyasar anjing liar, ada tim yang

bekerja di lapangan yang khusus untuk memvaksin anjing liar tersebut. Diakui Wiksuara dari pengalaman tahun 2017, 48 ribu anjing yang tervaksin hampir sebagian besar merupakan anjing berpemilik, tetapi diliarkan. Padahal selain vaksinasi rutin, tidak meliarkan anjing peliharaan merupakan salah satu kunci utama dalam pencegahan penularan rabies pada anjing. Hal ini juga masih berlaku di tahun 2018, dari data sementara antara anjing yang diliarkan dengan yang dipelihara dengan baik atau tidak dibiarkan berkeliaran perbandingan jumlahnya hampir sama. Selain vaksinasi rutin dan tidak meliarkan anjing peliharaan, salah satu langkah yang bisa diambil adalah melakukan kastrasi pada anjing. Cara ini untuk menekan angka populasi anjing yang tidak diinginkan. Biasanya jika anjing beranak, beberapa pemilik yang tidak sanggup memelihara memilih membuang anak anjing tersebut di pasar ataupun pantai. Langkah ini bisa menyebabkan populasi anjing liar bertambah dan peluang tertular rabies semakin besar. (kmb24)

Kasus DBD Turun Signifikan Tabanan (Bali Post) Kasus Demam Berdarah Denque (DBD) di Tabanan tahun 2018 ini mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini tidak lepas dari peran masyarakat dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta melakukan pemberantasan jentik nyamuk lewat 3 M plus (menguras, mengubur dan menutup, plus memakai obat nyamuk). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Tabanan, kasus DBD tahun 2016 tercatat 918 kasus dengan satu kasus meninggal dunia. Sementara tahun 2017 turun menjadi 316 kasus dan tahun 2018 hingga bulan Juni hanya tercatat 32 kasus. Kepala Bidang P2M Dinas Kesehatan Tabanan dr. Ketut Nariana, Minggu (29/7) kemarin, mengatakan penurunan kasus DBD ini bisa diartikan kesadaran masyarakat dalam menerapkan PHBS dan melakukan langkah 3 M plus semakin meningkat. Begitu juga program-program yang diterapkan Dinas Kesehatan seperti jumantik dan pasukan si DB mulai terlihat hasilnya dengan penurunan kasus DBD di masyarakat. ‘’Program jumantik maupun pasukan si DB kita lakukan dengan harapan akan ada satu jumantik dalam satu keluarga. Merekalah yang memantau perkembangan jentik serta mengajak anggota keluarganya untuk melakukan langkah 3 M plus untuk membasmi jentik nyamuk,’’ ujar Nariana. Keberhasilan menekan kasus DBD ini juga bisa dilihat dari angka bebas jentik di Kabupaten Tabanan yang berada di atas 80 persen. Berdasarkan data tahun 2017, angka bebas jentik Tabanan mencapai 86,6 persen, di mana rumah yang diperiksa sebanyak 17.287. Dari angka tersebut, 2.305 positif jentik dan 14.982 rumah negatif jentik.

Bali Post/kmb28

POTENSI - Air terjun Tibu Sampi, salah satu potensi objek wisata yang tengah dikembangkan di Desa Gunung Salak, Selemadeg Timur.

Kantongi SK Desa Wisata

Gunung Salak Gencar Kembangkan Potensi Desa

Bali Post/kmb24

JENTIK - Salah satu upaya untuk menekan DBD adalah gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M plus. Angka bebas jentik tahun 2017 mengalami peningkatan menjadi 86,7 persen, di mana dari 5.838 rumah diperiksa 762 positif jentik dan 5.076 rumah negatif jentik. Sementara pada tahun 2018 hingga bulan Juni angka bebas jentik mencapai 91 persen. Dari 550 rumah yang diperiksa, 44 rumah positif jentik dan 506 negatif jentik. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika menambahkan, kasus DBD biasanya mengalami puncaknya pada musim transisi yaitu saat memasuki musim hujan dan saat memasuki musim kemarau atau pada bulan Januari dan April. Penurunan kasus DBD ini, diharapkan Suratmika, bisa terus berlangsung. Karenanya pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu rutin melakukan 3 M plus. Sebab, dalam menangani DBD tidak cukup hanya dengan memberantas nyamuk dewasa, tetapi kuncinya adalah memberantas jentik. (kmb24)

Tabanan (Bali Post) Sejak ditetapkan menjadi desa wisata Maret 2017, Desa Gunung Salak Kecamatan Selemadeg Timur gencar mengembangkan potensi desa. Potensi itu seperti air terjun Tibu Sampi dan persawahan terasering. Air terjun Tibu Sampi salah satu objek wisata yang ada di Banjar Kemetug Kanciana, Desa Gunung Salak. Air terjun ini memiliki ketinggian 15 meter. Akses jalan untuk menuju kawasan air terjun ini sudah tertata sejak beberapa waktu lalu.

Selain air terjun, Desa Gunung Salak juga memiliki lahan pertanian yang cukup luas yakni 371 hektar, serta terasering yang terletak di Subak Batu Timpi dengan luas sekitar 63 hektar sehingga menambah keindahan desa. Perbekel Desa Gunung Salak Gusti Made Sujirta, menceritakan awalnya beberapa potensi desa seperti air terjun dan terasering diunggah ke youtube sekitar tahun 2016. Kemudian dari desa menindaklanjuti angan-angan m asya ra ka t m ela lui ka -

rang taruna yang sepakat menciptakan desa wisata. Kemudian, seiring waktu berjalan, potensi desa mulai ditemukan dan dikenal masyarakat sehingga berhasil ditetapkan sebagai desa wisata. “Sejak ditetapkan sebagai desa wisata tahun 2017 dengan disertakan SK Bupati Tabanan, saat itu kami lebih gencar melakukan penataan dan menggali potensi desa yang ada di sini,” ujarnya belum lama ini. Dia melanjutkan, Desa Gunung Salak memiliki

luas 1.014 hektar dan terbagi menjadi lima banjar dinas yaitu Banjar Gunung Salak, Banjar Bangkiang Sidem, Banjar Apit Yeh, Banjar Kemetug, dan Banjar Kemetug Kanciana. Karena lahan pertanian cukup luas, maka sebagian besar profesi masyarakat adalah petani. Selain pertanian, juga memanfaatkan kawasan perkebunan dan pariwisata. “Saat ini sudah membuat rencana anggaran proyek untuk desa wisata, dan sudah didukung akomodasi wisata sepeti vila,” sebutnya. (kmb28)


BULELENG

8

Sejumlah PNS dan Guru Masuk Daftar Bacaleg DPRD

Singaraja (Bali Post) –

Ratusan bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Buleleng telah menyerahkan berkas administrasi pendaftaran ke KPU Buleleng. Dari semua berkas administrasi itu, sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) dan guru masuk daftar bacaleg. Sejak pendaftaran sampai masa perbaikan, mereka pun diminta segera menyerahkan surat pernyataan pengunduran diri, agar tidak dicoret dari daftar caleg. Selain PNS dan guru, beberapa profesi yang wajib mengundurkan diri yakni karyawan BUMD, karyawan honorer, dan perangkat desa. Mereka ini wajib mundur karena menerima honor dari pemerintah, baik itu melalui APBN, APBD maupun perusahaan milik daerah. Beberapa nama bacaleg berprofesi PNS dan guru yang belum menyerahkan pernyataan pengunduran diri di antaranya I Made Astawa, bacaleg dari Partai NasDem. Dia terdaftar di Dapil Buleleng 5 Kecamatan Banjar-Busungbiu. Astawa diketahui masih berstatus sebagai PNS. Selain itu, ada beberapa guru yang juga tercatat maju sebagai bacaleg, yakni Ni Putu Adi Anggreni, bacaleg Partai Golkar melalui Dapil Buleleng 4 Kecamatan Gerokgak-Seririt. Fitriyah, bacaleg Partai Berkarya, dan Supianto, bacaleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang sama-sama mendaftar di Dapil Buleleng 4. Sementara bacaleg yang ditengarai sebagai karyawan BUMD yakni I Gede Subawa, bacaleg Partai Perindo di Dapil Buleleng 5. Untuk karyawan honorer ada nama Gusti Eva Rostiana Putra, bacaleg Partai Perindo di Dapil Buleleng 5, serta Ni Luh Astriani, bacaleg Partai Berkarya di Dapil Buleleng 6 Kecamatan Sukasada. Khusus bacaleg perangkat desa (di luar perbekel red) ada dua nama yang mendaftar yakni Gede Arta Wijaya, bacaleg Partai Hanura dari Dapil Buleleng 5, dan Putu Arya Nyeneng, bacaleg Partai Gerindra di Dapil Buleleng 4. Ketua KPU Buleleng Gde Suardana akhir pekan lalu mengatakan, sampai saat ini belum ada partai politik (parpol) yang melakukan perbaikan dokumen.

‘’Dokumen yang diserahkan belum direvisi lagi oleh balaceg. Karena itu, nama-nama yang masih menjadi PNS, guru, kary-

awan honorer, karyawan BUMD, termasuk perangkat desa dan perbekel, belum menyerahkan pernyataan pengunduran diri,’’ ujar Gede Suardana mengingatkan. Menurutnya, sejumlah profesi harus mengundurkan diri dari jabatannya. Di antaranya perbekel, guru di sekolah negeri, pegawai kontrak, paryawan honorer, karyawan BUMD, PNS, perbekel, dan perangkat desa. Untuk itu, KPU mempersilakan partai politik melakukan koordinasi dan konsultasi sebelum menyerahkan kelengkapan dokumen. (kmb38)

Menyambut HUT Ke-24 Hatten Wines Serahkan Bantuan CSR PERAYAAN HUT ke-24 tahun 2018 ini dijadikan momentum penting bagi Hatten Wines. Buktinya, perusahaan ini mengisi hari jadinya dengan menyalurkan bantuan Corporate Social Responseblity (CSR), Sabtu (28/7) lalu di Desa Sanggalangit Kecamatan Gerokgak. Bantuan ini terdiri dari beasiswa, tong sampah, dan kursi roda untuk warga penderita cacat. Berbagai bantuan CSR itu diserahkan sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan Hatten Wines terhadap lingkungan sosial kemanusiaan dan pendidikan di Desa Sanggalangit. Acara penyerahan CSR itu dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, siswa dan puluhan karyawan Hatten Wines. Rangkaian HUT ke-24 Hatten Wines dilanjutkan pada 4 Agustus 2018 dengan menggelar donor darah yang melibatkan karyawan, masyarakat dan costumer perusahaan. Hatten Wines merupakan perusahaan yang memproduksi wines pertama di Bali. Seluruh bahan baku wines dihasilkan dari kebun milik perusahaan di Desa Sanggalangit seluas 45 hektar. Berbagai produk wines berkualitas itu dihasilkan Hatten Wines dan telah meraih penghargaan di dunia internasional. CEO Hatten Wines Ida Bagus Rai Budarsa mengatakan, beasiswa itu diberikan dari jenjang SD, SMP dan juga SMA. Beasiswa ini diberikan karena masih banyak warga di lingkungan perusahaan kesulitan biaya pendidikan, sehingga beasiswa ini dipandang penting diberikan kepada siswa yang benar- benar memerlukan. Penyaluran beasiswa merupakan agenda setiap tahun sejak 2017 yang lalu. ‘’Beasiswa ini diberikan

Krisis PPNS, Penegakan Perda Tak Optimal PENEGAKAN peraturan daerah (perda) di Buleleng nampaknya tidak berjalan optimal. Ini karena Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang ditugaskan mengeksekusi pelanggaran produk hukum daerah hingga tahun ini jumlahnya sangat minim. Bahkan, dari data Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) di daerah hanya memiliki sekitar lima orang PPNS. Dengan skuad sebanyak itu apakah sudah maksimal bisa dilakukan pengawasan terhadap produk hukum Perda itu? Kepala BKPSDM Buleleng Gede Wisnawa, S.H. dihubungi Minggu (29/7) kemarin membenarkan kalau di daerahnya masih minim keberadaan PPNS itu. Dia mengatakan, krisis PPNS ini sudah terjadi sejak beberapa

tahun terakhir. Kendati jumlahnya minim, sejauh ini belum ada kebijakan menambah jumlah PPNS itu sendiri. Bahkan, situasi ini berbanding terbalik dengan banyaknya perda yang sudah diundangkan. Dirinya pun

khawatir jika amanat perda yang sudah dibentuk oleh DPRD bersama eksekutif itu justru tidak optimal. Pasalnya, pihak ekskutornya jumlahnya terbatas. ‘’Kami juga tidak tahu apa masalahnya. Mengapa jumlah PNNS ini sangat sedikit dan tidak ada pengangkatan. Bagaimana kalau PPNS hanya ada lima orang. Sedangkan perda yang sudah diundangkan itu jumlahnya jauh lebih banyak. Karena itu PPNS tersebut menjadi masalah serius. Mau tidak mau harus dicarikan solusinya,’’ jelasnya. Mantan Sekretaris Dewan

Senin Umanis, 30 Juli 2018

(Sekwan) DPRD Buleleng ini menambahkan, atas krisis PPNS yang terjadi di BKPSDM saat ini, sedang dilakukan kajian terhadap kebutuhan PPNS. Dari kajian itu dalam waktu dekat akan diupayakan merekrut PPNS secara bertahap. Ini karena pengangkatan seorang PPNS, berkaitan dengan ketersediaan anggaran. Selain itu, sebelum seorang PNS yang memenuhi syarat direkrut jadi PPNS, maka harus melalui pendidikan dan latihan (diklat). Proses ini juga memerlukan dukungan anggaran yang mencukupi, sehingga perlu diprogram-

HATTEN WINES SERAHKAN CSR – Hatten Wines foto bersama anak- anak, usai menyerahkan bantuan CSR di Desa Sanggalangit Kecamatan Gerokgak, Sabtu (28/7) lalu. untuk anak-anak pekerja harian di kebun Hatten Wines dan anakanak yang tinggal di sekitar kebun. Dengan bantuan ini kami ingin bisa membantu biaya pada saat awal memasuki tahun ajaran baru,’’ katanya. Selain beasiswa, Hatten Wines juga menyerahkan bantuan tempat sampah untuk digunakan di pura sekitar wilayah kebun Hatten Wines. Pemberian tempat sampah itu bertujuan menjaga kebersihan kawasan pura dan partisipasi perusahaan ikut menjaga kebersihan lingkungan pura dari pencemaran lingkungan. Selain itu, juga diserahkan enam buah kursi roda kepada warga yang membutuhkan. Kursi roda itu diberikan karena menjadi keperluan prioritas warga di sana. Bantuan itu diserahkan

kan dengan baik. ‘’Penambahan PPNS harus dilakukan. Kami sekarang masih melakukan kajian. Nanti PNS yang direkrut akan diikutkan dalam diklat-diklat untuk mendapatkan sertifikat, sehingga memiliki legalitas sebagai PPNS,’’ jelasnya. Sorotan Tajam Menyusul krisis PPNS di Buleleng, sebelumnya dapat sorotan tajam dari DPRD Buleleng. Ketua DPRD Gede Supriatna mempertanyakan komitmen pemerintah daerah menambah PPNS. Sebab, setiap ada pergeseran jabatan (mutasi - red), jabatan sebagai PPNS tidak pernah ada pengangkatan. Untuk itu, Gede Supriatna kembali mendesak

untuk bisa membantu penyandang cacat di sekitar areal perusahaan. Sementara itu, Perbekel Desa Sanggalangit Kecamatan Gerokgak Nyoman Dana memberikan apresiasi positif aksi kepedulian pihak Hatten Wines yang telah memberikan berbagai bantuan kepada warganya sendiri. Bantuan berupa beasiswa itu dinilai sangat bermanfaat meringankan beban siswa dalam mengenyam pendidikan. Demikian juga bantuan kursi roda, dikatakan dapat meringankan beban masyarakat yang menderita cacat. Dengan cara itu mereka bisa mandiri melakoni kehidupan sehari-hari. Nyoman Dana berharap bantuan serupa bisa rutin digulirkan, sebab masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan CSR itu. (ad1599)

agar pemerintah menambah PPNS. Jika situasi ini tidak segera diatasi, Dewan khawatir kalau perda yang sudah diundangkan atau yang baru disusun, nantinya tidak bisa berfungsi dengan baik. Terutama ketika terjadi pelanggaran amanat perda, tidak pejabat yang mengeksekusi pelanggaran yang terjadi itu. Sebaliknya, pemerintah hanya mengenakan sanksi teguran atau penyegelan. ‘’Kami dari dulu sudah mengusulkan agar PPNS itu ditambah, sebab faktanya kita lihat di lapangan kalau terjadi pelanggaran paling keras, ketika pemerintah melakukan menyegelan tidak ada sanksi sesuai amanat Perda itu sendiri. Kalau hal

Bali Post/kmb38

Gede Wisnawa, S.H.

itu terus dibiarkan, maka sama saja perda itu tidak ‘’bertaring’’. Karena alasan itu kami mendorong PPNS mau tidak mau harus ditambah,’’ jelasnya. (mud)


GIANYAR

Senin Umanis, 30 Juli 2018

9

Gempa, Simulasi Tsunami Gempar

Gianyar (Bali Post) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar menggelar simulasi penanggulangan bencana tsunami di Pantai Siut, Desa Tulikup, Gianyar, Minggu (29/7) kemarin. Namun siapa menduga, di tengah simulasi itu justru terjadi gempa sungguhan. Para peserta pun sempat panik, terlebih gempa berlangsung dalam durasi cukup lama. Awalnya para peserta mengikuti apel simulasi. Saat persiapan apel latihan bencana gempa dan tsunami itu, terjadi gempa sungguhan sekitar pukul 06.45 Wita. Raut wajah tegang tampak dari peserta simulasi yang kebanyakan anak-anak. Terlebih saat gempa terjadi, atap sejumlah warung di pinggir Pantai Siut terlihat bergoyang. Pascagempa, simulasi dilanjutkan. Tanpa diduga, bertepatan dilaksanakan simulasi terjadi gempa susulan, yakni pada pukul 09.50 Wita. Latihan terus dilanjutkan di tengah terjadinya gempa tersebut. Beruntung, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara itu, dalam skenario simulasi, terjadi gempa dan tsunami. BMKG mengeluarkan peringatan gempa berpotensi tsunami. Saat

tsunami terjadi, peserta yang memerankan masyarakat Desa Tulikup terutama yang dekat pantai, berlarian menyelamatkan diri menuju jalur evakuasi yang telah ditentukan yakni SD Negeri 5 Desa Tulikup. Selanjutnya, BPBD dengan Tim Reaksi Cepat melakukan penyelamatan korban yang terkena dampak tsunami, dibantu instansi seperti TNI/Polri, kesehatan, rumah sakit, PU, Satpol PP dan instansi terkait lainnya. Kepala BPBD Kabupaten Gianyar A.A. Oka Digjaya mengaku tidak menduga akan terjadinya gempa dalam simulasi tersebut. Simulasi pun terlihat seperti penanganan bencana sungguhan karena hal tersebut. ‘’Laporan yang saya terima itu gempa dengan kekuatan 6,4 SR dan berpusat di Lombok Timur-NTB itu terjadi sekitar pukul 06.45 Wita, dan memang terasa sampai Bali,’’ katanya.

Pejabat yang akrab disapa Gung Digjaya ini menjelaskan, simulasi bertujuan memberikan pengetahuan dan meningkatkan kewaspadaan tentang bahaya bencana alam. Simulasi juga untuk melatih kesiapan dalam keadaan darurat. ‘’Simulasi ini dirancang untuk memberikan pelatihan, mengurangi kebingungan dan memastikan kesiapan prosedur dan peralatan tanggap darurat,’’ jelasnya. Ditambahkan Gung Digjaya, kesiapsiagaan meru-

pakan hal yang penting dan harus dibangun pada setiap tingkat kelompok masyarakat. Pengalaman menunjukkan, kehancuran akibat bencana dapat dikurangi jika semua orang lebih siap menghadapi bencana. Dalam simulasi yang berlangsung setengah hari itu, dikerahkan beberapa armada penanganan bencana seperti ambulances, mobil pemadam kebakaran, alat berat dan sepeda motor dari Tim Reaksi Cepat. Hadir dalam simulasi itu, Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo. (kmb35)

Bali Post/nik

SEMINAR - Suasana Seminar ‘’Dimensi Pasar Wacana dalam Kompetisi Seni’’.

Puluhan Seniman Antusias Ikuti Seminar UOB POY Gianyar (Bali Post) United Overseas Bank (UOB) Indonesia menggelar seminar ‘’Dimensi Pasar Wacana dalam Kompetisi Seni’’ di Bentara Budaya Bali, Jalan By-pass I.B. Mantra, Desa Ketewel, Sukawati Sabtu (28/7) lalu. Seminar serangkaian acara UOB Paint off the Year (POY) 2018 ini diikuti puluhan peserta dari unsur seniman. Kegiatan yang dibawakan oleh moderator Bambang Asrini Widjanarko ini diisi tiga pembicara, yakni Agung Hujtnikajennong (kurator independen), Jais Darga (art dealer) dan Citra Sasmita (seniman). Menurut Senior Vice President Strategic Communications & Customer Advocacy Head UOB Indonesia Maya Rizano, UOB POU merupakan sebuah kompetisi yang akan diselenggarakan di tingkat regional se-Asia Tenggara. Ada sejumlah negara yang berpartisipasi. ‘’Selain Indonesia, ada juga Malaysia, Thailand dan Singapura,’’ jelasnya. Dalam kompetisi di tiap negara, dewan juri akan memilih 8 karya terbaik, terdiri dari empat karya seniman muda dan empat karya dari seniman yang sudah mapan. Dari yang terbaik di setiap negara, akan dipilih yang terbaik se-Asia Tenggara. Ia pun berharap event yang dibuka pada Mei ini mendapat dukungan dari seniman khususnya di Bali. Maya antusias dengan keikutsertaan para seniman di Bali. ‘’Seni di Bali merupakan sesuatu yang lumrah, sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari seperti menari, mengukir dan melukis,’’ ujarnya. Salah satu pembicara, Citra Sasmita, berharap pada seniman muda untuk ikut serta dalam kompetisi. Sebab, kompetisi seperti ini tidak hanya menguji pencapaian teknis, namun juga mengasah gagasan dan wacana dalam suatu karya seni. (kmb35)

Ni Wayan Latri

Kukuh Dalam Pelestarian Seni Arja ERA tahun 1960-an, walaupun hanya diterangi cahaya lampu strongking dan obor, ratusan pasang mata bergeming menyaksikan liukan tubuh penari Arja. Tempat pementasan Arja selalu dipadati penonton. Suara merdu dari pragina Arja bahkan memberikan halusinasi bagi penonton. Larut dalam kesedihan hingga mengeluarkan air mata terjadi ketika melihat Raden Galuh terbayang-bayang, tertawa dan geregetan ketika melihat sang Liku keluar dari panggung.

Namun, hal itu hanya sekelumit kenangan para seniman Arja Keramas dalam mengenang masa kejayaannya. Salah satunya Ni Wayan Latri, yang dalam PKB tahun 2018 mendapatkan penghargaan pengabdi seni dari Gubernur Bali. Meski saat ini seni Arja terus meredup, tak menyurutkan niat dan semangat seniman yang akrab disapa Nik Latri itu untuk tetap melestarikan seni teater tradisional tersebut. Perempuan asal Banjar Biya Desa Keramas, kelahiran 31 Desember 1959 ini terus berkarya dengan

menciptakan generasi-generasi baru pelestari Arja di Keramas, salah satunya dengan membuat Sanggar Siwa Ratri sebagai tempat bagi anak-anak di lingkungan Desa Keramas menekuni seni tradisional itu. Seni Arja bagi pensiunan PNS di Dinas Kebudayaan ini merupakan cita-citanya sejak kecil. Kecintaannya pada seni Arja membuatnya menemukan jati diri. Menari Arja diawali sejak beranjak dewasa, diawali sebagai Mantri Manis. Ketekunannya di Arja pun berbuah manis dengan dipercaya

memperkenalkan Arja ke berbagai negara seperti Prancis, Swiss, India, Amerika Serikat, California, Jepang dan terakhir di tahun 2007 ke Malaysia. Atas kontribusinya dalam memperkenalkan kesenian Bali khususnya seni Arja, generasi keenam Seni Arja Keramas itu meraih berbagai penghargaan. Seperti tahun 1993 penghargaan dari Dubes Perancis. Penghargaan Wija Kusuma dari Bupati Gianyar tahun 2001 dan tahun 2018 pada PKB XL dari Gubernur Bali memberikan tanda Penghargaan pengabdi seni. (dar)


JEMBRANA

10

Senin Umanis, 30 Juli 2018

Revitalisasi Pasar Pekutatan

Pedagang Direlokasi ke Areal Parkir

Negara (Bali Post) Pasar Pekutatan kini tengah direvitalisasi. Sejumlah pedagang yang sebelumnya berjualan di tengah pasar mulai direlokasi. Lapak dan los dipindahkan ke areal parkir pasar yang berada di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk. Dari pengamatan, Minggu (29/7) kemarin, renovasi pasar di bagian tengah sudah mulai dilakukan. Dari keterangan sejumlah pedagang, proyek yang dikelola Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana ini direnovasi sejak seminggu lalu. Sejumlah pekerja terlihat membongkar dan memasang cakar ayam bangunan. Proyek pasar ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 738.502.517.17. Sejumlah pedagang telah direlokasi ke depan pasar atau areal parkir. Pembangunan pasar ini sedikit berbeda dengan pasarpasar tradisional lainnya di Jembrana. Di pasar yang pernah terbakar beberapa tahun lalu ini, posisinya miring dan terbagi per bangunan, mirip terasering. Dengan demikian pembangunan dilakukan bertahap. Menurut para pedagang Amat, ia dan pedagang lainnya sudah dipindah ke parkir sejak seminggu lalu. Menurutnya tidak seluruh los dan kios direvitaliasi. Salah satu yang dibangun lagi adalah yang pernah terbakar. Pembangunan yang dilakukan CV Tri Tunggal Sejahtera ini akan dikerjakan selama 90 hari kalender sejak 5 Juli 2018. Ditargetkan pada awal Oktober 2018 sudah bisa kembali digunakan. Sementara dari pengamatan di lokasi, pengerjaan baru tahap membuatan fondasi serta tiang-tiang penyangga. Para pekerja mulai beraktivitas memasang batu untuk fondasi. Fondasi dasar lantai 1 meter. Bagian bawah fondasi dipasangi batu dan pasir tanpa semen. Salah seorang pekerja, Bambang, mengatakan bagian bawah sengaja dipasang batu dan pasir kosong. Setelahnya baru dipasang menggunakan campuran pasir dan semen. Di bawah pasangan batu dan pasir kosong itu dicor beton. Kepala Dinas Koperindag Jembrana Made Gede Budiartha sebelumnya mengatakan tahun ini ada sejumlah pasar yang direvitalisasi. Revitalisasi dilakukan untuk menjadikan pasar layak digunakan dan bersaing dengan pasar lainnya. Revitalisasi pasar tahun ini menyasar Melaya, Lelateng, Berangbang, Pekutatan dan Tegalcangkring. (kmb26)

BUKA KERAN – Salah satu warga di Sekarkejula mencoba membuka keran dari PDAM yang sejak dua bulan ini airnya tersendat.

Warga Sekarkejula Kesulitan Air Bersih

Negara (Bali Post) -

Musim kering yang terjadi di wilayah Kabupaten Jembrana kini mulai memunculkan dampak. Sejumlah warga di Banjar Sekarkejula, Desa Yehembang Kauh, Mendoyo, beberapa bulan belakangan ini kesulitan air bersih. Apalagi rumah warga yang posisinya berada di atas. Sudah dua pekan ini air dari pipa PDAM tidak lancar. Atas kondisi itu, sejumlah warga terpaksa mencari air di sungai dan embung.

Bali Post/olo

LAPAK – Sejumlah lapak pedagang di Pasar Pekutatan dipindahkan ke areal parkir dengan menggunakan atap terpal.

Bali Post/olo

Salah seorang warga, Nyoman Suastini, Minggu (29/7) kemarin mengatakan, kondisi air yang tidak lancar ini sudah dialami sejak lama. Kadang tiga hari air

baru mengalir, bahkan lima hari sekali. Memang diakui lokasi rumah warga yang kesulitan air ini berada di ketinggian, namun aliran air sebelumnya lancar. “Su-

dah dua bulan ini airnya tak lancar. Tidak tahu juga pengaturannya seperti apa,” kata Suastini. Ketika air mengalir lancar dan ditampung, katanya,

hanya cukup untuk minum dan masak. Sedangkan untuk keperluan lain, seperti mandi dan cuci, mereka terpaksa ke sungai terdekat. Dari informasi warga, penyaluran air ini dilakukan secara bergiliran. Dalam satu desa, di beberapa banjar lainnya tidak pernah ada masalah. Kemungkinan dipicu sumber air dari hutan yang kecil sehingga tidak mampu mengalir hingga ke semua

penduduk secara rutin. Kondisi air dari PDAM yang tersendat itu juga dirasakan sejumlah warga lainnya di sekitar rumah Suastini. Salah seorang warga, Iluh bahkan sempat turun mencari air menggunakan jeriken untuk memenuhi kebutuhan air. Hampir setiap hari aktivitas ini dilakukan selama air tidak mengalir ke rumah-rumah warga. (kmb26)

Lomba Sampan Sempat Diwarnai Keributan Negara (Bali Post) – Ajang lomba sampan tradisional yang digelar di Sungai Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Jembrana, Minggu (29/7) kemarin, sempat diwarnai kericuhan. Cekcok antarpeserta terjadi saat tiba di garis finis. Mereka yang berseteru ini yakni Wayan Dela dengan Hairul Hadi (32). Akan tetapi, setelah petugas Polsek Kota Negara turun, kedua belah pihak akhirnya berdamai dengan membuat pernyataan

tidak mengulangi kembali. Dari informasi yang dihimpun, kejadian itu berawal ketika para peserta mengambil start di Muara Perancak. Jumlah peserta mencapai 69 sampan. Awalnya lomba dalam rangka peringatan HUT Kota Negara ini berjalan meriah. Namun setibanya di garis finis ada dua peserta yang berkelahi. Bahkan, perkelahian itu berujung dengan adu fisik. ‘’Begitu di garis finis, ada peserta yang berkelahi,’’ kata salah satu penonton.

Entah apa persoalannya, Dela dan Hadi ini bersitegang dan saling pukul. Adanya perkelahian itu, peserta dan penonton lomba melerainya. Begitu juga petugas kepolisian langsung turun ke lokasi dan mereka diamankan ke kantor polisi. Setelah dilakukan mediasi, mereka akhirnya berdamai. ‘’Sudah dimediasi. Mereka sudah damai dan membuat surat pernyataan,’’ kata Kapolsek Kota Negara Kompol I Ketut Maret. (kmb26)

Pascablokir TPA Dibuka

Warga Minta Pengaspalan Jalan Segera Dipenuhi Negara (Bali Post) – Setelah blokir pintu masuk TPA Peh dibuka, Minggu (29/7) kemarin, truk-truk sampah mulai masuk. Tumpukan sampah yang sebelumnya meluber di sejumlah TPS dan kontainer kini sudah diangkut dan dibawa ke TPA Peh. Meski adanya kesepakatan blokir telah dibuka, warga rupanya masih belum puas. Warga meminta pengaspalan jalan sepanjang 1,5 kilometer agar segera dipenuhi. Salah seorang warga Banjar Peh I Ketut Witamayasa, Minggu kemarin, mengatakan tuntutan warga yang disepakati dan dijanjikan di antaranya pengaspalan jalan, perhatian terhadap kesehatan warga sekitar TPA, akses air bersih dan penanganan sampah agar tidak bertambah serta pengolahan limbah dari TPA agar tidak mencemari lingkungan. Terkait kesehatan yang sebelumnya dilakukan dengan kunjungan berkala, hal itu ternyata ditolak warga. Sebab dinilai tidak efektif. Warga sekitar meminta ada jaminan yang bisa digunakan, seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Begitu juga penanganan sampah di TPA Peh, warga dijanjikan akan diproritaskan pembangunan TPS 3R di TPA Peh dengan perekrutan tenaga dari warga sekitar. Selain itu limbah TPA akan dibuatkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). “Kalau mentok seperti ini, tidak ada realisasi tindak lanjutnya sampai akhir tahun, kami akan menutup TPA ini, untuk selamanya,” ancamnya. Sementara itu, Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengakui saat ini sampah terus menjadi persoalan. Pemerintah sudah berupaya mencarikan solusi. Penanganan sampah harus dilakukan dari hulu hingga hilir dengan melibatkan se-

luruh komponen masyarakat. Saat ini di beberapa desa/ kelurahan sudah diterapkan pemilahan, mulai dari lingkup keluarga. Seperti di salah satu lingkungan di Pendem. “Persoalan sampah harus diselesaikan menyeluruh. Tidak bisa sendiri melainkan seluruh warga, mulai dari rumah tangga,” tandasnya. Selain itu, pemanfaatan bank sampah di

setiap desa serta pemilahan dan pemanfaatan sampah di perkotaan. Selama ini sampah dari hulu, baik dari rumah tangga dan pasar langsung ke TPA tanpa pemilahan. Dengan dilakukan pemilahan, sehingga sampah yang dibuang ke TPA Peh volumenya lebih kecil dan bertahan lebih lama. Wabup Kembang menegaskan, untuk pemin-

dahan TPA tidak bisa karena sudah sesuai dengan tata ruang. Sejak puluhan tahun sudah ada di sana. Di sekitar TPA memang diperuntukkan untuk kawasan pertanian, tidak untuk permukiman. Terkait dengan permintaan warga pihaknya langsung melakukan rapat dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). (kmb26)

Bali Post/olo

TPA PEH – Kondisi TPA Peh yang sampahnya kini menumpuk seperti gunung.

PERUMAHAN - Proyek perumahan yang diprotes warga Desa Perancak.

Bali Post/olo

Soal Proyek Perumahan di Perancak

Tetap Ditolak, Warga Minta Ketegasan Pemkab Negara (Bali Post) – Krama Desa Pakraman Perancak menegaskan tetap menolak dibangunnya perumahan di dekat Pura Puseh dan Desa Perancak. Mereka meminta ketegasan pemerintah kabupaten (pemkab) karena pihak pengembang sudah membangun tidak sesuai perizinan yang dikantongi yaitu peruntukan akomodasi pariwisata. Sebab, faktanya di lapangan dibangun perumahan dengan luas satu unit rumah kurang dari 1 are. Hal ini tidak sesuai izin yang dimiliki, yakni 50 unit vila, 50 unit pondok wisata dan mes karyawan sebanyak 52 unit. Bendesa Perancak I Nengah Parna, Minggu (29/7) kemarin mengatakan, sesuai dengan surat yang terakhir dikirim, pihaknya meminta untuk menindaklanjuti karena pembangunan yang dilaku-

kan tidak sesuai perizinan. ‘’Kami meminta ketegasan. Bagaimanapun desa pakraman menolak perumahan di sini. Apa pun tindakan pemerintah untuk menghentikan kami dukung,’’ kata Parna. Sampai saat ini memang belum ada aktivitas kelanjutan pengerjaan pembangunan perumahan tersebut. Namun, desa pakraman meminta agar ada penindakan sehingga dipastikan tidak ada perumahan yang dibangun. Dari informasi yang dihimpun, izin lingkungan yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) Jembrana Nomor 503/18/IL/ DPMPTSPTK/V/2018 tanggal 4 Mei 2018 hanya diperbolehkan kegiatan usaha akomodasi wisata. ‘’Bila masih dilakukan

pengerjaan, maka kami akan rapat lagi guna menyikapi hal tersebut,’’ terangnya. Poin terakhir yang disebutkan, jika terjadi pembiaran maka para peserta rapat akan mengajak krama/tokoh desa adat yang lebih banyak lagi untuk menghadap Bupati Jembrana. Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Perundangundangan Satpol PP Jembrana I Made Tarma mengatakan, sejak diterimanya surat protes itu, petugas Satpol PP sudah bertindak. Sampai kemarin, menurutnya, pihaknya masih melakukan pemantauan bilamana ada upaya kelanjutan pengerjaan. Dua pekan lalu, setelah menerima surat itu pihaknya juga telah turun. Saat itu tidak ada pengerjaan. ‘’Kita tetap pantau terus, ketika ada pengerjaan kita akan hentikan,’’ ujarnya. (kmb26)


Senin Umanis, 30 Juli 2018

Proyek ”Hotmix” Ditarget Tuntas Oktober Amlapura (Bali Post) Pada anggaran induk 2018 ini Pemkab Karangasem melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggarap 44 paket pekerjaan pengaspalan jalan. Untuk mendukung kegiatan pembangunan dan perekonomian masyarakat, proyek yang dananya berasal dari APBD Kabupaten itu ditargetkan sudah tuntas Oktober nanti. ‘’Saat ini rata-rata progress pekerjaannya sudah 80 persen. Di Bugbug bahkan sudah 100 persen,’’ ungkap Kabid Bina Marga Dinas PUPR Karangasem I Ketut Perama Budarta, Minggu (29/7) kemarin. Semua proyek pengaspalan di Karangasem, menurut Perama Budarta, menggunakan aspal hotmix. Untuk memperpanjang usia aspal, pada beberapa proyek juga dilengkapi beton porous atau beton pinggir seperti pembangunan ruas Jalan Pesagi di Kecamatan Karangasem. ‘’Untuk Jalan Pesagi sudah 98 persen, tinggal menyisakan pemasangan porous saja,’’ jelasnya. Persentase pekerjaan yang rata-rata mencapai 80 persen termasuk sangat cepat. Gerak cepat yang dilakukan para rekanan kontraktor diduga ada sangkut-pautnya dengan kondisi Gunung Agung. Sementara itu, dari 44 proyek hotmix yang digarap pada anggaran induk 2018, hanya satu proyek yang kemungkinan baru tuntas November nanti. Yaitu, proyek hotmik sepanjang 700 meter Teluh Wayah-Semawa di Kecamatan Sidemen. (kmb)

Dampak KUR

Capaian SHU Koperasi Menurun 6,76 Persen

Amlapura (Bali Post) Capaian Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi di Karangasem rata-rata menurun 6,76 persen. Penurunan itu terjadi akibat imbas program KUR dengan suku bunga sembilan persen itu turun sejak tahun 2017. Ketua Dekopinda Dewan Koperasi Indonesia Daerah Karangasem Gede Ngurah Indrayana mengatakan hal itu saat puncak HUT ke-71 Koperasi di Gedung UKM Center Amlapura, Sabtu (28/7) lalu. Indrayana menambahkan, penurunan tersebut terjadi dari angka Rp 11.956.046.000 menjadi Rp 11.147.708.883. Penurunan itu merupakan dampak persaingan suku bunga. Program KUR dengan suku bunga sembilan persen itu menurun pertahun. Kenyataan itu sangat dirasakan kalangan pengelola koperasi. Sebagian besar koperasi mengalami penumpukan dana, sehingga imbasnya pada menurunnya pendapatan berdasarkan kondisi riil koperasi di Karangasem. Indrayana menegaskan, perlunya dukungan berbagai pihak untuk memberdayakan koperasi secara terorganisasi. Kondisi koperasi sampai dengan periode 31 Desember 2017, jumlahnya mengalami penurunan 5,41 persen. Awalnya sebanyak 333 kemudian menjadi 315 koperasi. Ini karena adanya pencabutan badan hukum terhadap koperasi tertentu karena lebih dari tujuh tahun tidak ada aktivitasnya. Selain penurunan dalam jumlah, pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) mengalami penurunan sebesar 18,48 persen. Ini disebabkan karena koperasi-koperasi yang berada di daerah Kawasan Rawan Bencana (KRB) satu sampai KRB tiga, belum semuanya bisa melaksanakan RAT, karena alasan keamanan. Sementara serapan tenaga kerja mengalami pertumbuhan sebesar 43,77 persen. Sebelumnya 1.588 orang menjadi 2.283 orang. Namun tenaga kerja yang telah memiliki sertifikat kompetensi baru 22,32 persen. Ini, menurutnya, perlu dukungan berbagai pihak, termasuk dukungan APBD Pemkab Karangasem. Terkait aset koperasi, terus mengalami pertumbuhan sebesar 29,69 persen. Dari sebelumnya Rp 380.856.515.478 menjadi Rp 493.935.474.722. ‘’Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat menjadi anggota koperasi masih solid untuk mempercayakan dananya dikelola koperasi,’’ kata Indrayana. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengungkapkan, koperasi di Karangasem saat ini berjumlah 315 unit. Dari jumlah tersebut, masih ada yang tidak aktif sebanyak 34 unit koperasi. Pihaknya mengaku, melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah ini terus dilaksanakan pembinaan melalui dukungan Dekopinda. ‘’Seluruh insan koperasi kami dorong meningkatkan kualitas koperasi. Caranya dengan memiliki unit usaha, sehingga punya produkproduk untuk dikembangkan. Koperasi ini harus mampu memperkuat dan mendorong pertumbuhan ekonomi, agar memiliki daya saing yang tinggi,’’ katanya. (kmb31)

’’Seluruh insan koperasi kami dorong meningkatkan kualitas koperasi. Caranya dengan memiliki unit usaha, sehingga punya produk-produk untuk dikembangkan. Koperasi ini harus mampu memperkuat dan mendorong pertumbuhan ekonomi,

’’

agar memiliki daya saing yang tinggi.

I Gusti Ayu Mas Sumatri Bupati Karangasem

KARANGASEM

11

Pengelolaan Galian C

’’Kupon Putih’’ Jadi Sorotan Dewan Amlapura (Bali Post) Istilah ‘’kupon putih’’ mulai ramai jadi bahan pembicaraan warga. Isu itu mencuat ketika rapat kerja gabungan komisi di DPRD Karangasem dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), belum lama ini. Kupon putih yang dikelola oknum pengusaha galian ini menjadi kontroversial. Pasalnya, seolah-olah mendapat keistimewaan. Bahkan sejumlah anggota dewan mendesak Pemkab Karangasem bersama Tim Yustisi agar segera melakukan penertiban. Salah satu desakan datang dari anggota DPRD Nengah Sudarsa. Sebagai mantan birokrat, dia mengaku malu kalau sampai praktik seperti ini dibiarkan. Dia berbagi pengalaman, sewaktu dirinya masih menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah (dulu Dispenda, kini BPKAD) hingga menjadi Sekda Karangasem, tidak pernah dibiarkan terjadi praktik-praktik di luar sistem pemerintah daerah seperti ini. Sehingga kala itu pendapatan dari sektor galian C benarbenar menopang pendapatan asli daerah Karangasem. Dia memberikan arahan agar Tim Yustisi dan Pemkab Karangasem bergerak mengambil langkah-langkah

sistematis. Dia meminta pemerintah daerah jangan sampai tunduk dengan preman. Arahan serupa juga datang dari anggota DPRD Karangasem lainnya. Agar praktik seperti ini tidak semakin meluas di kalangan pengusaha galian C. ‘’Praktik-praktik seperti ini yang membuat pengelolaan sumber daya alam kita seperti galian C menjadi tidak maksimal. Tertibkan saja. Kenapa takut? Tim Yustisi mesti turun, tidak usah takut sama preman,’’ tegas politisi Partai Golkar ini. Salah satu pengusaha galian yang berizin, Wayan Parka, saat ditemui juga mengaku keberatan adanya

praktik seperti itu. Bahkan, dia memegang bukti kupon putih itu digawangi tiga orang pengusaha. Sejak awal dia sudah mempermasalahkan kupon putih itu, sebelum dibahas di lembaga dewan. Dia mempertanyakan, kenapa pemegang kupon putih ini seolah-olah diistimewakan. Dengan menunjukkan kupon putih ini, maka setiap truk yang lewat di portal tidak dikenakan pajak. Demikian juga lokasi galiannya di sekitar Banjar Dinas Bukit Paon, Kecamatan Bebandem. ‘’Ini salah satu bentuk kebocoran, sejak awal sudah saya keluhkan, tetapi tak ada respons,’’ sorot Wayan Parka. Kepala Badan Pengelolaan

Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) I Nengah Mindra dikonfirmasi, Minggu (29/7) kemarin, belum berkenan memberi keterangan. Dihubungi melalui handphone-nya, dia tak memberi jawaban. Kenapa pemegang kupon putih ini terkesan diistimewakan pun, belum terjawab. Demikian juga bagaimana pajak yang diterapkan bagi yang menerbitkan kartu putih ini. Sejauh mana pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap munculnya kupon putih ini, belum jelas tindak lanjutnya. Sekda Karangasem I Gede

Adnya Muliyadi mengaku akan berkoordinasi dengan Pemprov Bali. Sebab, sejak berlakunya aturan baru, pengelolaan galian C juga menjadi kewenangan provinsi. Bahkan, dia mengajak lembaga dewan bersama-sama menghadap ke Pemprov Bali untuk mengungkapkan apa yang jadi permasalahan di lokasi galian C itu. Hal serupa juga disampaikan Kepala Satpol PP Karangasem Wage Saputra. Pihaknya mengaku siap turun bersama Pemprov Bali melakukan penertiban. (kmb31)

’’Praktik-praktik seperti ini yang membuat

pengelolaan sumber daya alam kita seperti galian C menjadi tidak maksimal. Tertibkan saja. Kenapa takut? Tim Yustisi mesti turun, tidak usah takut sama preman.’’ Nengah Sudarsa Anggota DPRD

PALINGGIH ROBOH - Salah satu palinggih di wilayah Banjar Bias Lantang Kelod, Desa Purwakerthi yang roboh setelah diguncang gempa.

Dampak Gempa di Lombok

Satu ’’Palinggih’’ Pura di Abang Roboh Masyarakat Karangasem dikagetkan dengan gempa bumi berkekuatan 6,4 SR, Minggu (29/7) pagi. Durasi gempa cukup lama, hingga membuat masyarakat berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. Dampak terparah terjadi di Banjar Bias Lantang Kelod, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang. Sebuah palinggih roboh, setelah digoyang gempa. Apakah ada dampak psikologis bagi masyarakat, khususnya karena trauma letusan Gunung Agung, atas gempa 6,4 SR yang terjadi didaerah Lombok itu? PALINGGIH Meru Tumpang Tiga itu ada di rumah warga Jro Berata. Tak ada firasat apa pun sebelumnya. Tiba-tiba gempa dan palinggih di sanggah rumahnya itu roboh. Sedangkan di beberapa tempat lainnya, seperti di Banjar Celuk Negara dan Kantor Pengadilan Agama, hanya gentengnya saja yang berjatuhan. Demikian juga di rumah-rumah penduduk di kecamatan lainnya, seperti di Kecamatan Selat, tepatnya di Banjar Wates Tengah, Desa

Duda Timur. Dampaknya hanya genteng berjatuhan. Dampak psikologis yang ditimbulkan cukup besar. Sebab, kuatnya gempa dikira dampak dari erupsi Gunung Agung. Padahal pusat gempa ada di Lombok Timur, NTB di beberapa titik kedalaman. Gempa itu terjadi sekitar pukul 06.47 Wita. Laporan BMKG Wilayah III Bali mencatat pusat gempa ada di Lombok Timur di kedalaman 28 kilometer. BMKG juga memastikan gempa cukup kuat ini tidak berpotensi

terjadinya tsunami. ‘’Gempanya keras dan durasinya juga cukup lama. Pot bunga pada jatuh. Saya kira Gunung Agungnya meletus lagi. Makanya warga kami di sini berhamburan ke luar,’’ kata salah satu warga kota Amlapura, Putu Suartana. BPBD Karangasem bergerak cepat mengumpulkan informasi terkait dampak yang ditimbulkan gempa itu. Laporan awal, ada beberapa banjar dan perkantoran gentengnya berjatuhan, tetapi belum dapat dipastikan kebenarannya. ‘’Gempanya cukup kuat, terasa hampir di seluruh wilayah Karangasem. Setelahnya juga ada gempa susulan. Mohon kepada masyarakat Karangasem melaporkan ke kami bila ada dampak kerusakan akibat gempa itu. Laporan awal, genteng di Kantor Pengadilan Agama banyak yang berjatuhan,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa.

BMKG kembali mencatat gempa susulan terjadi sekitar pukul 07.06 Wita hingga siang. Tercatat terjadi gempa susulan sebanyak 66 kali dengan intensitas kekuatan gempa yang terus menurun. Sebagaimana laporan EWS BPBD Karangasem dari laporan warga, gempa susulan juga dirasakan hampir di seluruh wilayah Karangasem. Namun bagaimana dampak kerusakan yang ditimbulkan, Arimbawa menegaskan petugasnya terus melakukan assessment (penilaian). ‘’Hanya banyak laporan genteng berjatuhan. Lokasi persisnya sedang ditelusuri lebih lanjut. Nanti akan kami laporkan secara lengkap di seluruh kecamatan,’’ tegasnya. Disinggung apakah ada kaitannya dengan aktivitas Gunung Agung, Arimbawa menambahkan, gempa cukup kuat ini tidak ada kaitannya dengan meningkatnya aktivitas Gunung Agung da-

lam beberapa pekan terakhir ini. Sebab, pusat gempa ada di Lombok Timur. Ini menjawab kekhawatiran warga Karangasem terhadap gempa yang cukup keras, dengan aktivitas Gunung Agung yang terus mengeluarkan hembusan sepanjang hari. ‘’Jika ada dampak yang ditimbulkan akibat gempa 6,4 SR, mohon di koordinasikan ke BPBD Karangasem di call center (0363) 22173,’’ katanya. BNPB langsung merilis informasi perihal gempa ini. Dengan memperhatikan lokasi episentrum, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya, maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber itu menunjukkan gempa itu dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). (gik)


KLUNGKUNG

12

Senin Umanis, 30 Juli 2018

SOSOK Semangat Gotong Royong

BERBAGAI pembangunan telah dilakukan desa di Kabupaten Klungkung, terutama bidang infrastruktur. Anggaran, salah satunya bersumber dari Dana Desa yang digelontorkan pemerintah pusat. Pembangunan ini tak semata-mata untuk mendukung kebutuhan masyarakat, tetapi juga tepat dijadikan media menumbuhkan semangat gotong royong. “Kehidupan masyarakat harus bisa berjalan baik. Salah satunya melalui gotong royong dalam pembangunan,” ungkap Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, baru-baru ini. Semangat demikian juga akan mampu mempercepat penyelesaian pembangunan. Dari sisi anggaran juga mampu ditekan. Gerakan ini diharapkan bisa terus terpelihara dan mampu diwariskan kepada generasi muda. “Generasi muda sebagai penerus, harus bisa melanjutkan. Harus mampu mendukung pembangunan,” ungkapnya. Selain pembangunan, pada upacara keagamaan juga tepat dengan sistem gotong royong. Pitra yadnya salah satunya. Cara ini akan sangat meringankan beban masyarakat, terutama yang kondisi ekonominya menengah ke bawah. “Dengan ini, krama bisa saling mengisi. Saling membantu,” sebut Bupati asal Nusa Ceningan Kecamatan Nusa Penida ini. Khusus untuk upacara yang sifatnya meringankan beban, telah dirancang gerakan massal untuk Pitra Yadnya. Anggaran akan diberikan pemkab yang didahului usulan dari kelompok masyarakat. “Kalau ada yang ingin mapunia, tetap diperkenankan,” imbuhnya. (sos) SUASANA - Suasana di Pelabuhan Tribhuana, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Minggu (29/7) kemarin.

Bali Post/sos

Penyeberangan ke Nusa Penida Dibuka

Penumpang Diminta Jangan Abaikan Aspek Keselamatan

Semarapura (Bali Post) Aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Tribhuana, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan menuju Kepulauan Nusa Penida maupun sebaliknya, Minggu (29/7) kemarin sudah dibuka. Hanya belum berjalan normal. Hal tersebut masih terhambat cuaca yang belum bersahabat.

Bali Post/ist

KORBAN - Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Suastika ikut menggotong korban Qiu Wei yang tewas akibat jatuh di tebing Angle Billabong, Minggu (29/7) pagi kemarin.

Jatuh dari Tebing, Wisatawan Tiongkok Tewas Semarapura (Bali Post) Wisatawan tewas di Kepulauan Nusa Penida, Klungkung bertambah. Minggu (29/7) kemarin, korbannya warga negara Tiongkok, Qiu Wei (43). Dia jatuh dari tebing di objek wisata Angle Billabong, Banjar Sompang, Desa Bungamekar setelah terhantam ombak ketika selfie. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedatangan korban ke objek wisata itu sekitar pukul 09.30 Wita bersama rombongan, termasuk istrinya, Xu Po (41). Tak berselang lama, langsung menikmati panorama dan selfie di atas tebing. Tanpa diduga, muncul ombak besar langsung menghantam tubuhnya dan terjatuh dari tebing setinggi sekitar 10 meter. Melihat kejadian itu, boat Lembongan Dive Center dengan Kapten I Kadek Sada (31) langsung menghampiri untuk menolong. Korban langsung diangkat dan dibawa ke Pantai Crystal Bay, berlanjut ke RS Pratama Nusa Penida untuk mendapat penanganan medis. Namun sayang, nyawanya tak tertolong. Tragedi ini dibenarkan Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Suastika. Dijelaskan, korban mengalami luka robek pada lutut kiri dan dahi. Selain itu juga terdapat luka gores pada kedua tangan dan punggung. ‘’Jenazahnya dibawa ke RS Sanglah. Sudah dikoordinasikan dengan keluarganya dan agen tur yang mengajak,’’ jelasnya. Pada waktu bersamaan, imbuh Suastika, wisatawan asal Inggris Emily Seth juga turut terhantam ombak di objek wisata itu. Beruntung tak sampai meregang nyawa. ‘’Hanya ada lecet di tubuhnya. Itu juga lagi selfie,’’ imbuhnya. Pada Juni lalu, korbannya juga seorang warga negara Tiongkok, Liang Wanchang (46). Ia terjatuh setelah dihantam ombak di objek wisata Devil Tear, Nusa Lembongan saat selfie. Sebelumnya lagi, ada warga Rusia Keren Tatarenko. Tragedi di Desa Bunga Mekar itu diawali dengan sepeda motor yang ditungganginya oleng saat melintasi jalan berkrikil. Ia pun meninggal dunia setelah jatuh dari tebing setinggi 200 meter. Ada pula wisatawan asal Cina, Wu Shanshem dan Yang Lin. Mereka terperosok di Devil Tears, Nusa Lembongan setelah terempas ombak saat selfie. Beruntung, nyawanya dapat terselamatkan. Mengantisipasi kejadian itu, Pemkab Klungkung bersama pelaku pariwisata sudah memasang rambu imbauan di sejumlah lokasi. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata I Nengah Sukasta. Diakui, pembangunan pagar permanen untuk keamanan sangat diperlukan. Akan tetapi, perencanaannya baru dilakukan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018 dan terealisasi 2019. Pejabat asal Lingkungan Kemoning, Kelurahan Semarapura Klod ini sempat menyebutkan di kepulauan The Blue Paradise Island itu terdapat 15 objek wisata. Di antaranya terdapat sepuluh titik yang perlu diwaspadai lantaran masuk kategori bahaya dengan kondisi geografis yang bertebing. Beberapa di antaranya Pasih Uwug (broken beach), Atuh, Melenteng, Devil Tear dan Klingking. ‘’Tempatnya tersebar di sejumlah lokasi. Tapi yang paling banyak di Nusa Gede. Ini bertebing,’’ ungkapnya. (kmb45)

Situasi di pelabuhan tersebut cukup lengang. Tidak sampai beberapa hari lalu yang nampak sesak. Laut pun masih terlihat bergelombang dan ombaknya tergolong besar. Petugas tiket, Kadek Yustina, mengatakan ketika cuaca baik, penyeberangan hingga siang menggunakan

fasboat mencapai 8 trip. Akan tetapi, kini baru 4 trip. “Cuaca belum mendukung. Jadinya penyeberangan belum normal,” katanya. Aktivitas pengangkutan barang menggunakan sampan juga sudah berjalan. Namun, kapasitasnya tetap diperhitungkan, menyesuai-

kan situasi dan kondisi. Kabid Pelayaran Dinas Perhubungan Klungkung I Gusti Ngurah Suarba yang memantau ke lokasi membenarkan hal itu. “Ini tergantung situasi. Kalau gelombangnya bagus, ada nyeberang. Kalau tidak mendukung, kami imbau untuk menunda dulu. Harus

tetap waspada,” ucapnya seizin Kadis I Nyoman Sucitra. Mengingat cuaca belum sepenuhnya bersahabat, mengantisi kejadian tak diinginkan, penumpang diminta mematuhi aturan dan mengedepankan aspek keselamatan. Pengawasannya oleh petugas pun diperketat. “Penumpang agar mematuhi aturan petugas syahbandar untuk menggunakan life jacket saat di boat. Petugas sudah menekankan ini,” jelasnya. Sementara itu, khusus un-

tuk kapal roro yang melayani penyeberangan dari Nusa Penida menuju Pelabuhan Padangbai, Karangasem sudah berjalan normal. Namun demikian, pihaknya mengingatkan seluruh penumpang harus mengantongi tiket. Jangan sampai seperti beberapa waktu lalu, penumpang bebas masuk hingga memicu terjadinya polemik. “Kami harapkan penumpang bisa mematuhi aturan. Harus ciptakan kenyamanan,” imbuhnya. (kmb45)

Jelang Berakhirnya Izin Lokasi Reklamasi Teluk Benoa

Ratusan Massa Bersembahyang, Tegaskan Perjuangan Tak Berhenti

Semarapura (Bali Post) Izin lokasi reklamasi Teluk Benoa berakhir 25 Agustus 2018 mendatang. Sejalan dengan itu, krama Bali terus getol melakukan penolakan. Tak hanya ditunjukkan melalui aksi damai, tetapi juga bersembahyang bersama di Pura Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Minggu (29/7) kemarin. Kedatangan ratusan massa dari sejumlah daerah ini berlangsung sekitar pukul 10.15 Wita. Membawa sejumlah atribut, berkumpul di wantilan. Berselang beberapa sesaat langsung berlanjut melakukan persembahyangan di segara dan di pura. Koordinator aksi I Wayan “Gendo” Suardana mengatakan, perjuangan untuk menyelamatkan Teluk Benoa tak hanya cukup melakukan aksi secara sekala, tetapi juga niskala. “Perjuangan menyelamatkan Teluk Benoa, ya... harus mendapatkan restu dari ayah dan ibu semesta. Itu yang kita lakukan setiap tahun,” jelasnya. Dikatakan, saat ini proses analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal)-nya masih di Kementerian Lingkungan Hidup. Sesuai informasi yang didapatkan, Teluk Benoa belum dinyatakan

layak untuk direklamasi. “Mudah-mudahan terus tidak layak sampai 25 Agustus, maka proyeknya batal. Karena alasan hukumnya, izin lokasi berakhir 25 Agustus 2018. Kita hari ini memohon ada jalan terbaik supaya perjuangan bisa menang,” ucapnya. Pria asal Ubud, Gianyar ini menyebutkan, sejak awal perjuangan penyelamatan lingkungan ini terabaikan oleh pemerintah Bali. Meskipun ada dukungan dari kalangan DPR, lebih bersifat individu. “Saya pikir di Bali kita tidak punya apa-apa. Ada dukungan (penolakan - red) dari DPR. Sifatnya individu-individu. Secara kelembagaan, belum. Mainkan isu reklamasi untuk kepentingan politik penguasaan,” katanya. Disebutkan pula, respons pemerintah pusat terkait proyek itu lebih baik daripada pemerintah Bali. “Nasional responsnya lebih bagus dari Bali. Kendati Presiden Jokowi belum berani ambil tindakan tegas batalkan reklamasi,” ucapnya. Respons tersebut, salah satunya ditunjukkan Komisi IV DPR-RI dengan mengeluarkan rekomendasi penghentian secara permanen reklamasi. “Kalau reklamasi di Jakarta kan dihentikan

sementara. Tetapi untuk Teluk Benoa secara permanen. Dari kementerian juga ada respons,” imbuhnya. Ditegaskan, dirinya tidak berharap banyak kepada gubernur dalam hal penyelesaian persoalan ini. Krama dari 39 adat dari empat kabupaten didukung sejumlah banjar dan organisasi kepemudaan akan terus berjuang sampai titik akhir. Proses kesejarahan ini sangat diharamkan terpotong hanya dengan urusan kontestasi politik. “Ada atau tidak Gubernur Bali terlibat dalam upaya penghentian rencana reklamasi, masyarakat akan terus berjuang,” tegasnya. Usai di Pura Goa Lawah, massa beranjak menuju Pura Besakih, Karangasem. Persembahyangan yang dilaksanakan tetap memiliki esensi yang sama. (kmb45)

Bali Post/sos

SEMBAHYANG - Usai sembahyang, massa penolak reklamasi Teluk Benoa keluar dari Utama Mandala Pura Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Klungkung, Minggu (29/7) kemarin.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Senin Umanis, 30 Juli 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN !!!Dicari PRT Max 30Th Tdr Dlm Gaji 2,2JT Hub.081239337135 B.BP.001.07.18.0001481

*Job Jepang Exmagang, Australia, Korea,085903685252-081337428380

Dcr Tmt SMK Akunt Sbg Staf Keu Tmt S1/SMK Sipil Sbg GS,SM,Log Plaksana&Admin.Hb:PT Adi Murti Plawa 37 Dps/224109/0811397565

Kuta Townhouse Apartments Looking for Staff Waitress,Bartender,HK Daily Worker WA.08191675 0208 hrd@kutatownhouses.com

B.BP.001.07.18.0001546

B.BP.004.07.18.0001355

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

G.01

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

B.BP.166.07.18.0001605

BVC Kerja Luar Ngeri resmi biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti brangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.001.07.18.0001588

Cr:FO,BelBoy,HK,Driver,Loundry Enginering,Scurity u/Htl E:new arenahotelkutabali@gmail.com

B.BP.164.07.18.0001583

Dcr Adm Sales,Sopir bisa matic B1,TeknisiSTMGj+Bns+Kms+BPJS PT.PMA Jl.Bedahulu XVII/7,Dps

Dcr PRT Wanita, single, untuk Area Dps Hub.087703113336

Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com

Dcr PRT,Sopir Jl.Cekomaria Gg.Karya No.9, 082247484950

Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com

B.BP.004.07.18.0001581

B.BP.001.07.18.0001486

Dcr PRT harian 2x mg Kerobokan hub. 081236214000 B.BP.004.07.18.0001609

DIJUAL MOBIL BMW

Djl BMW X5 XDrive 301AT Abu2 Metalik KM41200 Th’2009 Istmwa Jarang Pakai Hub.08123812222 B.BP.153.07.18.0001590 KIA

G.06

Dicr:Teknisi,Kurir,Telemarketing,Gj,Bns Mnarik.0361-239117

Picanto All New M/T’14 Putih Tgn1 Tp terlngkap,087862270180

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com

B.BP.001.07.18.0001542

B.BP.001.07.18.0001232

Dicr Penerjemah Inggris To Bhs Indonesia Gj .5Jt/Bln,(Wnt) Jam Kerja 09.00-18.30/081936902189

G.05

B.BP.001.07.18.0001575

Dcr Tukang Perak, usia max 35th. Hub.08113990076

B.BP.004.07.18.0001548

Dcr:Pembantu Masak,Waiter/ss Ada Gaji,Tip.Hub.081236109808

B.BP.001.07.18.0001434

Dibutuhkan Karyawati Rina Spa Kerobokan Hub.081338704401

B.BP.001.07.18.0001592

Dcr cpt karyawan toko srabutan Gaji 2 jt Hub.082341168381

B.BP.001.07.18.0001593

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

Dibutuhkan Security untuk di villa Ubud. Kirim lamaran ke Atman Kafe Jl.Hanoman 38 Ubud WA 081239307827

B.BP.004.07.18.0001582

SERVICE

BIRO JASA

FOTO COPY

G.07

B.BP.001.07.18.0001566

Staff required Cafe Berawa Chef, Cook, Batista Waitress. PH 087822533604

B.BP.001.07.18.0001484

G.04

B.BP.004.07.18.0001455

Kyti Tk.Pakaian.SMA/SMP.Nangka Sltn Dps.Bln I=2Jt;II=2,1Jt; III=2,2J;IV=2,3Jt.081337506750

Dibutuhkan Staff Admin berpengalaman yg bisa komputer (microsoft office);rajin,jujur bertanggung jawab dan bisa bekerja di bawah tekanan. Tlp.(0361) 289742 CV: asahrd2018@gmail.com

Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com

Dcr PRT Tdr dlm, Supir Pglm 2Th Tamat SMA Hub.085829145389

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

B.BP.004.07.18.0001585

G.03

B.BP.821.07.18.0001503

Dicari Salesman/Girl,Gaji 3Jt, Transport, Komisi, Bonus Hub.Hp.087761391444(Tidak SMS)

B.BP.001.07.18.0001580

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

B.BP.004.07.18.0001553

B.BP.154.07.18.0001557

B.BP.001.07.18.0001470

Dicari S1 Tehnik Sipil pria max. 24 th. WA Lam:081238032984

G.02

Bth!Staf/pembantu Vila Sanur!! adames+makan!Hub.085102077800

Dcr Therapist pria/wnt berminat Hub WA.0811399109

Dibutuhkan Staff Minimart di Novotel Hotel.WA:081236394558

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.07.18.0001591

Dcr SPG,Max.28th Min.SMA,Jujur Rajin, Mau Belajar, Penempatan Discovery Shopping Mall Kuta Hub.Lusi 082144355655 B.BP.001.07.18.0001272

RUPA-RUPA

DIJUAL MOTOR

DIJUAL RUMAH Dijual Rumah Perum Dalung III Hubungi: 081936264166 B.BP.001.07.18.0001544

Rmh Gdg Arjuna 12 SHM di Saba 9A Badung 2.7 M 081217800900 B.BP.004.07.18.0001497

DISEWAKAN RUMAH

Rmh/Villa LT2&Pool,Seaview,5KT F.Furnish,Jimbarn,085935208386 B.BP.001.07.18.0001472

DISEWAKAN TOKO

Diktr Toko 6x5 Jl.Baik-Baik 11 Legian Kaja HP/WA:083116155711 B.BP.001.07.18.0001540

DISEWAKAN GEDUNG

Dikontrakan Gedung+Gudang Lok.Mertanadi No.101 Kerobokan LT/LB 3500/3900m2, 08123812222 B.BP.153.07.18.0001589

DIJUAL VILLA

Dijual Villa Tmn Jimbaran IX DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:08174792678/081805374433 B.BP.004.07.18.0000144

Djl Villa Pantai Saba Gianyar LT4000m2,14Kmr,3SPool,F.Furnish,ijin Hotel Melati, 08123812567 B.BP.004.07.18.0001569

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.07.18.0001577

KEHILANGAN

Djl Vario CW’2014 Hitam,samsat baru,081353300102,081337183316

Hlg 3 Sertifikat Tnh HM-9224No.Bidang 00103,HM-9225-No Bidang 00105,HM-9226-No Bidang 00104 a.n Pura Dalem,Kerobokan

B.BP.001.07.18.0001584

B.BP.001.07.18.0001477

HONDA

RUPA-RUPA

DIJUAL RUMAH


BANGLI

14

Senin Umanis, 30 Juli 2018

Dekopinda Bangli Peringati Hari Koperasi Ke-71 Berharap Kualitas SDM Makin Meningkat DEWAN Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bangli menggelar acara peringatan Hari Koperasi ke-71 di Wantilan Desa Wisata Penglipuran, Kelurahan Kubu, Sabtu (28/7). Acara peringatan yang diisi pemotongan tumpeng dan penyerahan bantuan kepada siswa berprestasi dan kurang mampu tersebut dihadiri Bupati Bangli I Made Gianyar, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, FKPD Kabupaten Bangli serta sejumlah undangan lainnya. Melalui peringatan Hari Koperasi kali ini, Dekopinda Kabupaten Bangli berharap kualitas sumber daya manusia (SDM) penggiat gerakan koperasi semakin meningkat sehingga koperasi sebagai wadah gerakan ekonomi rakyat bisa lebih maju. Ketua Panitia Hari Kop-

erasi ke-71 Kabupaten Bangli I Gede Wijaya Kusuma dalam laporannya mengatakan, peringatan Hari Koperasi kali ini mempunyai makna tersendiri. Sebab, pada tahun ini Bupati Bangli menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI di Tangerang, Banten dalam acara Peringatan Harkopnas ke-71, 12 Juli lalu. Hal tersebut, menurutnya, patut disyukuri bersama dengan semangat kerja keras, kekeluargaan dan gotong royong membangun Bangli melalui gerakan koperasi. â&#x20AC;&#x153;Di sisi lain kami sebagai insan koperasi sangat mengharapkan pemerintah lebih memperhatikan lagi gerakan koperasi secara berkelanjutan, sehingga koperasi sebagai wadah gerakan ekonomi rakyat bisa lebih maju lagi,â&#x20AC;? harapnya.

Disampaikan juga bahwa serangkaian peringatan Hari Koperasi ke-71, Dekopinda Kabupaten Bangli telah menyelenggarakan berbagai kegiatan, di antaranya roadshow ke empat kecamatan bersama Dinas Koperasi UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada 24-27 April, menyelenggarakan pelatihan bagi koperasi dan UMKM Diklat Terpadu guna meningkatkan kapasitas SDM Koperasi, UMKM pada 2 Mei, pemasangan spanduk Harkop di semua kantor Gerakan Koperasi di Kabupaten Bangli, gerak jalan santai serta persembahyangan bersama. Tak hanya itu untuk memperingati Hari Koperasi, Dekopinda juga menggelar rakerda pada 16 Juni lalu. Ada dua keputusan penting yang ditelurkan dalam rankerda kali ini.

Pertama, Gerakan Koperasi merencanakan pembangunan balai diklat dan kedua, merencanakan koperasi sekunder. â&#x20AC;&#x153;Sebagai wujud kepedulian, kami juga memberikan bantuan kepada siswa berprestasi dan kurang mampu sebanyak 25 orang untuk tingkat SD dan SMP, yang penyerahannya dilaksanakan pada hari ini,â&#x20AC;? kata Wijaya Kusuma. Dalam acara peringatan Hari Koperasi ke-71 tersebut, Ketua Dekopinda Kabupaten Bangli I Wayan Suastika memaparkan sejarah singkat Hari Koperasi. Disampaikannya bahwa pada 12 Juli 1947 gerakan koperasi seluruh Indonesia mengadakan kongres yang pertama di Jawa Barat. Tanggal itulah yang kemudian ditetapkan sebagai hari koperasi. Gerakan koperasi

bertekad melaksanakan ekonomi berkoperasi sesuai dengan tuntutan UUD 1945. Dalam kongres itu pula disepakati dibentuknya wadah yang dinamakan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang selanjutnya mengalami beberapa kali perubahan nama hingga menjadi Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar dalam acara tersebut mengapresiasi sekaligus mengucapkan Dirgahayu Koperasi Indonesia ke -71. Made Gianyar berharap peringatan Hari Koperasi ini dimaknai sebagai titik tolak evaluasi. Pembina koperasi dan Dekopin diharapkan agar mengadakan perbaikan secara terus menerus sehingga reformasi koperasi untuk mewujudkan ekonomi berdikari dapat tercapai. (ad1598)

KOPERASI - Bupati Bangli I Made Gianyar menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua Dekopinda Kabupaten Bangli I Wayan Suastika saat acara peringatan Hari Koperasi ke-71 di Wantilan Desa Wisata Penglipuran, Sabtu (28/7) lalu.


15

Senin Umanis, 30 Juli 2018 JEPANG - Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga dan Duta Besar RI untuk Jepang Arifin Tasrif membuka Festival Indonesia 2018 dalam Rangka 60 Tahun Hubungan Diplomasi antara Indonesia-Jepang, di Hibiya Park, Tokyo, Jepang, Minggu (29/7) kemarin. Bali Post/ist

Sosialisasi Bahaya Narkoba Sambil Lestarikan Budaya

Bali Post/ist

SOSIALISASI - BNNK Badung melakukan sosialisasi bahaya narkoba melalui pergelaran wayang Cenk Blonk. Mangupura (Bali Post) Walau sebagai leading sector penanganan masalah narkoba, BNNK Badung juga berkomit-

men ikut melestarikan budaya Bali. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi melibatkan seniman Bali melalui pergelaran

wayang dan bondres. Saat sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Lapangan Bina Raga Desa Dalung, Kuta Utara, digelar wayang Cenk Blonk. ‘’Di samping dapat melestarikan seni dan budaya, pergelaran wayang Cenk Blok ini merupakan upaya lebih kreatif, persuasif dan menarik bagi masyarakat. Sekitar 300 orang menyaksikan pergelaran wayang tersebut,’’ kata Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, Minggu (29/7) kemarin. Selain itu, berbagai metode guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang

upaya P4GN seperti sosialisasi/ penyuluhan, dialog interaktif, workshop, kampanye stop narkoba, penyebaran leaflet, hingga pemasangan iklan di berbagai media elektronik telah dilakukan oleh BNNK Badung. Pementasan seni budaya ini, menurut Masmini, merupakan terobosan baru yang dikemas untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, mengingat angka prevalensi penyalahgunaan narkotika tahun 2017 di Indonesia mencapai 1,77 persen atau sekitar 3.376.115 orang, sedangkan untuk Provinsi Bali 1,62 persen. ‘’Angka prevalensi tersebut merupakan salah satu

indikator bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menangani permasalahan narkotika,’’ ujarnya. Adapun tujuan kegiatan tersebut adalah memberikan informasi kepada masyarakat Desa Dalung tentang bahaya penyalahgunaan narkotika. Selain itu, mengajak masyarakat turut berpartisipasi aktif dalam upaya P4GN dengan melaporkan adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungannya ke BNNP Bali, BNNK Badung dan IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) terdekat. Dengan demikian Desa Dalung menjadi desa yang kreatif, inovatif, mandiri, dan berwawasan antinarkoba. (kmb36)

Pengembangan Beras Hitam Terkendala Pemasaran Denpasar (Bali Post) Harga beras yang berfluktuasi, terkadang membuat petani untung tipis, bahkan merugi. Namun dengan adanya beras khusus seperti beras merah yang telah dikembangkan di Tabanan, memberi nilai tambah bagi produk pertanian Bali. Setelah beras merah, Bali juga memiliki potensi pengembangan beras hitam. Ini peluang bagi petani untuk meningkatkan nilai pertanian. Namun pengembangan beras hitam ini

masih terkendala pemasaran. Sejak dua tahun lalu, I Made Merta Suteja, petani asal Banjar Munduk, Desa Bengkel, Kediri, Tabanan mengembangkan padi hitam. Ia bersama anaknya, Pande Putu Widya Paramarta, memiliki kolaborasi yang baik. Merta Suteja bertani di lahan sawah, sementara anaknya yang mengelola unit usaha pertanian dalam manajemen Boki, Beras Pertanian. Unit usaha ini yang melakukan pengelolaan hasil pertanian

dari Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Subak Bengkel. Beras hitam awalnya dikembangkan oleh perorangan. Bibitnya berasal dari Jawa Barat. Masuk ke desanya sekitar 5 – 7 tahun yang lalu. Setelah berkonsultasi dengan desa dan subak, akhirnya beras hitam diangkat menjadi produk unggulan desa dan Subak Bengkel. ‘’Sekarang mulai dikembangkan sekitar 5 hektar oleh desa bekerja sama dengan kelompok yang ada di subak,’’ kata Pande

‘’Getarannya besar sekali di atas, semua pendaki juga lagi tiarap, gak ada yang berani berdiri,’’ terang Uspi. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR)

berkoordinasi dengan Basarnas Mataram, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan TNI/Polri guna melakukan evakuasi. Hingga saat ini, Balai TNGR telah menerjunkan tiga personel untuk melakukan penjajakan evakuasi. (kmb4/ant)

Ikut Mengawasi

Perlu juga diingat, tidak semua turis asing ingin menghambur-hamburkan uangnya di Pulau Seribu Pura ini. Namun, ada juga yang bertindak sebagai pelaku kriminal. Tahun 2017 ditangkap 15 WNA karena terlibat tindak pidana, tetapi yang jadi korban lebih banyak lagi yaitu 43 orang. Ini juga harus menjadi atensi para pelaku pariwisata. Mereka juga harus ikut mengawasi gerak-gerik tamunya ketika berada di hotel atau restoran. Sedidaknya cepat berkoordinasi apabila menemukan hal-hal yang janggal. Tak hanya kejahatan biasa, kejahatan luar biasa juga mengancam Bali. Tindak pidana terorisme, salah satunya. Walaupun di permukaan terlihat aman, Bali sejatinya tetap jadi incaran. Lagi-lagi karena pariwisata. Sehingga harus terus diingatkan, jangan sampai lengah. Sidak penduduk pendatang jangan hangat-hangat tahi ayam. Mencegah atau membersihkan kejahatan radikal tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan keamanan formal. Semua pihak wajib mengambil peran dalam mengantisipasi aksi terorisme tersebut. Harus diakui, kinerja ke-

polisian di Bali di bawah kepemimpinan Kapolda Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose cukup baik terutama dalam hal memerangi narkoba, premanisme, terorisme dan kejahatan internasional. Harus diapresiasi pula, sejak Irjen Golose menjabat Kapolda, anggota ormas yang sebelumnya sering bertindak anarkis, langsung tiarap. Tidak terdengar lagi bentrok antar-ormas, pungli oleh anggota ormas dan pemerasan melibatkan anggota ormas. Sikap tegas ini mesti diteruskan oleh Kapolda selanjutnya. Akan tetapi tetap perlu ditingkatkan lagi, lebih-lebih menyambut konferensi International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB), Oktober mendatang. Sangat penting bagaimana menutup segala kemungkinan yang dapat mengganggu keamanan selama perhelatan yang akan dihadiri belasan ribu delegasi dari seluruh penjuru dunia tersebut. Terutama terhadap kelompok radikal dan teroris. Deteksi dini harus kuat. Strategi pengamanan harus dimatangkan, sehingga semakin kuat karena taruhannya nama baik Bali dan Indonesia di dunia internasional. Tak cuma teroris, musuh besar bangsa ini adalah narkoba. Hasil penelitian BNN dan Puslitkes UI pada 2017,

ke depannya. Padahal potensi beras hitam untuk meningkatkan kesejahteraan petani besar. Karena harga gabah padi hitam adalah Rp 8.000/kg, dua kali lipat dari harga padi putih. ‘’Tapi pasar beras hitam memang ada. Minat petani juga tinggi untuk menanam padi hitam. Karena harga gabahnya Rp 8.000/kg. Sedangkan berasnya dijual dengan harga Rp 30.000/kg, dalam kemasan yang cantik,’’ pungkasnya.(kmb42)

Tingkatkan Produksi

333 Pendaki Sudiyono mengatakan, jumlah pendaki yang masih berada di Gunung Rinjani hingga pukul 15.00 Wita sebanyak 333 pendaki. ‘’Kita minta mereka ambil posisi yang aman saja dulu karena jalan tertutup oleh longsor,’’ ujarnya. TNGR, katanya, telah

menimpali. Lahan Subak Bengkel 330 hektar (ha), sehingga 5 ha pengembangan padi hitam masih sangat kecil. Per hektar lahan, mampu menghasilkan 5 ton padi hitam. Sehingga jika 5 ha lahan ditanami padi hitam, akan mampu menghasilkan 25 ton padi hitam. Namun serapan gabah oleh Subak Bengkel maksimal 2 – 5 ton. ‘’Jadi serapannya masih rendah,’’ ungkapnya. Sehingga sisanya, petani menyimpannya di lumbung untuk stok pangan

tercatat 3,3 juta penduduk Indonesia menjadi penyalahguna narkoba dan kerugian ekonomi maupun sosial mencapai Rp 84,7 triliun. Korban meninggal akibat barang haram ini diperkirakan 30 orang per hari. Untuk di Bali, pelaku yang ditangkap selama 2017 sebanyak 912 orang yang didomasi orang Bali, dan pelaku berstatus WNA 24 orang. Kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Bali menjadi idola para pebisnis gelap narkoba. Penyebabnya, karena pendapatan per kapita orang Bali termasuk tinggi dan menjadi kampung turus dunia. Upaya membentengi masyarakat Bali dari cengkeraman barang haram ini, harus dibangun kekuatan secara menyeluruh. Dimulai dari diri kita sendiri. Bagaimana membangun kekuatan-kekuatan itu mulai desa pakraman. Itulah kekuatan yang ada di Bali dan tetap ajeg sampai sekarang. Membangkitkan desa pakraman untuk membuat pararem antinarkoba. Bali memang tersohor, tetapi berbagai ancaman pun menghadang. Oleh karena itu, rakyat Bali harus solid dalam mewujudkan rasa aman, damai, tertib dan tenteram. * Ngurah Kertanegara

Sejak dilaksanakannya program pengembangan kawasan bawang merah di Kabupaten Bangli, produksi bawang merah terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2016, Kabupaten Bangli telah berhasil menambah jumlah produksi bawang merah sebesar 7,583 ton/tahun atau sebesar 79,34 persen dibandingkan dengan tahun 2015. Jika dibandingkan antara produksi tahun 2015 dengan tahun 2017, maka kegiatan pengembangan kawasan bawang merah telah berhasil meningkatkan produksi sebesar 149,51 persen dari tahun 2015. Ia mengungkapkan, Kabupaten Bangli tidak hanya melakukan perluasan lahan tetapi juga memberikan bantuan kepada para petani berupa sarana produksi berupa benih, pupuk dan obat-obatan. Peningkatan SDM petani juga dilakukan melalui SLPHT (Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu), SLGAP (Sekolah Lapangan Good Agriculuture Practice), SLGHP (Sekolah Lapangan Good Handling Practice). Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahap pertama (2015-2019), yaitu menin-

gkatkan nilai tambah sumber daya alam pada industri hulu berbasis agro, maka dilakukan hilirisasi produk bawang merah. Hilirisasi produk tersebut berupa olahan bawang merah menjadi produk olahan yang dikemas dengan sangat baik seperti bawang goreng rasa original, spicy, crispy, dan rasa keju. Bagi mayarakat (konsumen) produk ini akan menjadi alternatif pada saat bawang merah mengalami peningkatan harga. Sedangkan bagi para pelaku agribisnis khususnya petani bawang merah, kegiatan ini akan menjadikan produk pertanian mereka mendapat nilai tambah dan jaminan pasar yang pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Produk ini juga dijadikan cenderamata khas Kabupaten Bangli. Kerja sama antardaerah diperkuat, yaitu kerja sama dengan PT Pusat Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Gunung Mas Lestari. Terjalinnya kerja sama antardaerah dilaksanakan melalui pengiriman 8 ton bibit bawang merah Songan, Kintamani ke Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Program ini dilaksanakan untuk mendukung pengembangan kawasan bawang merah secara nasional. (kmb42)

Lokasabha VI PGSDT Kota Denpasar

PENGURUS Perkumpulan Para Gotra Santana Dalem Tarukan (PGSDT) Kota Denpasar menggelar Lokasabha VI, Minggu (29/7) kemarin, di Pura Batur Sari Sentana Dalem Tarukan dan Balai Banjar Dauh Kutuh, Ubung Kaja, Denpasar Utara. Sasaran utama lokasabha ini untuk peningkatan keraketan pasemeton, sradha dan bhakti kehadapan Ida Batara Kawitan. Selain itu menetapkan dan mengesahkan pengurus PGSDT Kota Denpasar masa bakti 20182023. Lokasabha ini dibuka Camat Denpasar Utara I Nyoman Lodra, S.E., M.Si. Ketua Panitia Lokasabha VI PGSDT Kota Denpasara I Ketut Wardana, S.Sos. dalam sambutannya menyampaikan undangan yang hadir sekitar 150 orang, di antaranya Panglingsir dan Pengurus PGSDT Pusat, Kota Denpasar, Kecamatan se-Kota Denpasar, perwakilan pengurus kabupaten se-Bali dan pangempon Pura Batur Sari Sentana Dalem Tarukan Desa Pakraman Pohgading, Ubung Kaja. ‘’Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas berkenan hadir serta memberikan dukungan, bantuan dan fasilitas sehingga lokasabha ini terlaksana dengan baik. Seperti kita telah maklumi bersama bahwa lokasabha ini sebagai tindak lanjut dari keputusan Mahasabha VI Pengurus PGSDT Pusat tanggal 25 Merat 2018 dengan sasaran utama peningkatan keraketan pasemeton, sradha

dan bhakti kehadapan Ida Batara Kawitan,’’ tegasnya. Yang menjadi tanggung jawab dan wewenang lokasabha ini, lanjut Wardana, mengevaluasi dan menilai laporan pertanggungjawaban pengurus PGSDT Kota Denpasar masa bakti 20132018, menetapkan program kerja masa bakti 2018-2023, menetapkan dan mengesahkan pengurus PGSDT Kota Denpasar masa bakti 2018-2023 dan menetapkan keputusan lainnya yang dianggap perlu dan sejalan dengan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) dan kebijakan pengurus PGSDT Pusat. ‘’Tidak terasa periode kepengurusan lima tahun telah berjalan. Banyak program yang terealisasi dengan lebih banyak lagi kenangan yang digunakan sebagai proses renungan, sehingga sangat berguna dalam penyempurnaan program paiketan ke depan,’’ ucap Ketua Pengurus PGSDT Kota Denpasar Drs. I Wayan Ardhita. Ardhita berharap pengurus ke depan bisa lebih baik lagi. Pelaksanaan lokasabha, katanya, patut disyukuri apalagi PGSDT telah berbadan hukum dan memiliki akta dengan sebutan perkumpulan. ‘’Perubahan itu agar berguna untuk mencapai kesinambungan tugas-tugas PGSDT ke depan sesuai kodisi dalam kurun waktu lima tahun. Namun perubahan tersebut tidak boleh kehilangan jati diri dalam melaksanakan dharma makawitan,’’ ucapnya. (kmb36)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Senin umanis, 30 Juli 2018

Debut Manis Shaqiri

Miami –

Xherdan Shaqiri menjalani debut yang luar biasa bersama Liverpool saat berhadapan dengan Manchester United (MU). Shaqiri mencetak satu assist dan gol salto. Shaqiri merupakan pemain anyar Liverpool di musim panas ini. Pemain internasional Swiss itu direkrut dari Stoke City seharga 13,5 juta pound. Pemain 26 tahun itu absen dua pertandingan pramusim Liverpool di Amerika Serikat, yakni melawan Borussia Dortmund dan Manchester City. Dia baru gabung dengan tim pada Selasa (24/7) lalu. Debut Shaqiri pun akhirnya terjadi pada laga melawan MU di Stadion Michigan, Minggu (29/7) kemarin. Dia masuk di awal babak kedua menggantikan Mohamed Salah. Ketika itu skor pertandingan berimbang 1-1 lewat gol penalti Sadio Mane dan Andreas Pereira. Shaqiri menjalani 45 menit awal yang luar biasa dalam balutan jersey Liverpool. Dia membuat assist pada gol Daniel Sturridge untuk membawa The Reds memimpin 2-1. Puncak penampilan oke Shaqiri di laga ini terjadi pada menit ke-82. Mantan pemain Bayern Munich itu mencetak gol salto untuk membawa Liverpool menang 4-1, setelah sebelumnya Sheyi Ojo melesakkan gol lewat titik penalti. Performa apik Shaqiri di laga debutnya akan membuat persaingan lini depan Liverpool semakin menarik. Sebelumnya, manajer Juergen Klopp kerap mengandalkan trio Mane, Salah, dan Roberto Firmino. Penampilan Shaqiri kini

menjadi buah bibir di kalangan penggemar Liverpool pascapenampilan menawan tersebut termasuk sang pelatih sendiri. Jurgen Klopp bahagia dengan penampilan debut Xherdan Shaqiri. ‘’Sudah jelas penampilan Shaqiri sangat bagus. Penampilan itu bahkan lebih bagus dari yang saya harapkan,’’ kata Juergen Klopp. ‘’Apa yang dilakukan Shaqiri tidak normal karena dia baru empat hari bergabung dengan tim. Dia sudah terlihat menyatu dengan cara bermain kami,’’ ujar Klopp menambahkan. Klopp kemudian menceritakan bahwa Shaqiri memiliki antusiasme yang tinggi untuk membela Liverpool. ‘’Shaqiri rela memotong liburannya untuk segera berlatih. Saya melarangnya melakukan itu. Namun, dia datang beberapa hari yang lalu dan dia sangat bersemangat,’’ ucap Klopp. Liverpool langsung kembali ke Eropa untuk mempersiapkan pertandingan pramusim selanjutnya melawan Napoli di Dublin. Kiper baru Alisson Becker dan Roberto Firmino akan bergabung bersama skuad di Evian untuk mempersiapkan laga tersebut. (kmb22/afp)

Hasil ICC 2018 Benfica vs Juventus

Skor Akhir 1-1 (2-4)

Chelsea vs Inter Milan

Skor Akhir 1-1 (3-4)

Manchester United vs Liverpool

Skor Akhir 1-4

Bayern Munchen vs Manchester City

Skor Akhir 2-3

Barcelona vs Tottenham Hotspur

SALTO - Pemain baru Liverpool Xerdan Shaqiri melakukan salto saat mencetak gol ke gawang Manchester United di ajang International Champions Cup, Minggu (29/7) kemarin.

Skor Akhir 2-2 (5-3)

Bali Post/afp

City Terancam Tanpa Mahrez Federer Tidak Hindari Nadal Miami – Pemain anyar Manchester City, Riyad Mahrez, mengalami cedera pergelangan kaki saat melawan Bayern Muenchen pada ajang International Champions Cup (ICC) 2018. Kemenangan 3-2 Manchester City atas Bayern Muenchen harus dibayar mahal karena Riyad Mahrez cedera. Pemain bernomor punggung 26 itu mendapatkan cedera ini setelah bertabrakan dengan bek Bayern, Chris Richards, sehingga harus ditarik pada menit ke-27. Hingga saat ini masih belum diketahui seberapa parah cedera Mahrez. Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengaku belum bisa menetapkan kapan Mahrez bisa kembali bermain. ‘’Saya masih belum tahu. Saya tidak berada di ruang ganti saat itu. Mahrez mendapat cedera pergelangan kaki. Kami akan melihatnya lebih

jauh, semoga tidak menjadi masalah,’’ kata Pep Guardiola, Minggu (29/7) kemarin. ‘’Saya mengkhawatirkan banyak hal, termasuk pemain cedera dan yang belum bergabung hingga saat ini. Tetapi, saya cukup puas dengan performa kami di tur kali ini,’’ ujar Guardiola menambahkan. Pada bursa transfer kali ini, Mahrez adalah satusatunya pemain yang didatangkan Man City. Hingga saat ini, masih belum ada tanda-tanda Guardiola akan mendatangkan pemain lagi. Dalam tiga laga ICC 2018, Man City lebih banyak mengandalkan pemain muda karena banyak pemain yang belum bisa bergabung setelah ajang Piala Dunia 2018. Meskipun baru meraih s a t u

kemenangan, Guardiola mengaku bangga dengan para pemain mudanya. ‘’Kami datang ke Amerika Serikat dengan banyak pemain muda. Bagi mereka, tur ini menjadi pengalaman baik untuk masa depan,’’ kata pelatih asal Spanyol itu. ‘’Ini akan membantu mereka mengerti permainan. Saya suka melihat mereka bertanding,’’ ujar Guardiola. Selanjutnya, Man City akan berhadapan dengan Chelsea pada ajang Community Shield. Laga ini akan berlangsung di Stadion Wembley pada Minggu (5/8) mendatang. (kmb33/afp)

Toronto – Roger Federer dituding ingin menghindari pertemuan dengan Rafael Nadal usai mundur dari Rogers Cup 2018. Maestro tenis asal Swiss itu punya alasan tersendiri. Sejak dua tahun terakhir, Federer memang pilih-pilih turnamen mengingat usianya yang telah mencapai 36 tahun. Federer tidak lagi tampil di musim tanah liat, yang kurang menguntungkan bagi dirinya dan didominasi Nadal. Di sisi lain, Nadal telah kembali ke performa terbaik setelah mengalami kesulitan akibat cedera sejak 2015. Meski terhenti di semifinal Wimbledon, petenis kidal Spanyol itu sukses menjuarai Prancis Terbuka untuk kesebelas kalinya. Kedua petenis belum lagi saling bertemu sejak Shanghai Masters 2017. Ada harapan Federer dan Nadal saling berduel lagi di Rogers Cup, yang dimulai pada 6 Agustus. Namun, peraih 20 gelar Grand Slam ini justru mundur. Padahal turnamen akan diikuti oleh petenis-petenis top lainnya seperti Novak Djokovic, juara bertahan Alex Zverev, Juan Martind del Potro, Marin Cilic, bahkan Andy Murray yang lama absen karena cedera. Meski

begitu, Federer menegaskan dirinya semata ingin melindungi fisiknya. ‘’Bagiku, ini tentang sesuatu yang lebih daripada duel-duel melawan Nadal; ini berarti kesehatan dan kegembiraan dalam tenis. Tujuan utamaku adalah memenangi banyak gelar: itulah mengapa angka-angka dan rekorrekor nomor dua,’’ ujar Federer, Minggu (29/7) kemarin. ‘’Terasa spesial bagiku, secara pribadi, berada di dalam sejarah dari olahraga favoritku. Saat masih bocah, aku tidak pernah terpikir aku akan masuk buku rekor,’’ sambung pemilik rekor terbanyak titel Grand Slam ini. ‘’Tujuanku saat itu adalah agar bisa menjadi petenis sebaik mungkin, berharap berada di panggung-panggung terbesar dunia, mungkin berjumpa dengan idola. Dan ya, mengangkat trofi tapi tidak untuk mencapai angka-angka itu,’’ imbuhnya. ‘’Itulah mengapa kegembiraanku di dalam tenis tetap masih besar karena di dalam diriku aku selalu memijak bumi, aku tahu: ini tidak wajar, ini tidak nyata. Tapi aku menerimanya dan aku menganggapnya sebagai tantangan untuk mempertahankan titel-titel juara atau mengangkat beberapa trofi,’’ tutup Federer. (kmb33/afp)

PS Badung Cukur Sumbawa Barat CEDERA - Ryad Mahrez terbaring cedera di atas lapangan saat Manchester City berhadapan dengan Bayern Munich. Bali Post/afp

Juri Dansa PON Papua Lebih Objektif Denpasar (Bali Post) Sistem penjurian cabor dansa pada PON XX/2020 mendatang di Papua dijamin lebih objektif. Apalagi, saat ini terdapat 40 juri dancesport, dan tidak didominasi salah satu provinsi di Indonesia. Hal itu dilontarkan

Sekjen PP Ikatan Olah raga Dancesport Indonesia (IODI) Ni Made Suparmi di GOR Lila Bhuana, Minggu (29/7) kemarin. Menurutnya, dari 40 juri akan diseleksi lagi, dan yang resmi diturunkan pada hajatan multi-event empat tahunan antarprovinsi se-

Indonesia hanya 30 juri. ‘’Kami ingin sistem penjurian cabor dansa bena-benar objektif. Kami ingin sistem penjuriannya meninggalkan kesan subjektif,’’ kata Ketua Technical Delegate (TD) cabor dansa ini. Menurut Ketua Umum Pengprov IODI Bali ini, seb-

Bali Post/ist

DANSA - Para guru dan siswa yang mengikuti pelatihan dansa Latin, di GOR Lila Bhuiana, 28-29 Juli.

agai persyaratan atlet yang lolos ke PON, harus lolos di ajang Pra-PON, sedangkan atlet dansa yang tampil di Pra-PON setidaknya harus berlaga pada event kejurnas. ‘’Kalau atlet dansa dua kali absen di kejurnas, artinya sudah tak bisa tampil di Pra-PON, dan otomatis tak meraih tiket ke PON. ‘’Cabor dancesport total memeprebutkan 17 keping medali emas,’’ ucap Suparmi. Tim dasna Bali juga menyiapkan atletnya untuk turun pada Kejurnas Dansa 2018, di Medan, September nanti. ‘’Bali akan turun full-team di semua nomor,’’ ujarnya. Suparmi juga ingin dansa masuk ke sekolah dan dilombakan secara resmi di Porjar. ‘’Selama ini dansa ekshibisi empat kali Porjar,’’ tuturnya. Padahal minat guru dan siswa cukup tinggi. Terbukti pada pelatihan dansa Latin, tercatat 786 guru olahraga dan siswa se-Bali. ‘’Dansa harus dimasukkan dalam progam ekstrakurikuler guna memunculkan bibit atlet,’’ terangnya. (022)

Mangupura (Bali Post) Kesebelasan PS Badung sukses mencukur lawannya PS Sumbawa Barat, NTB dengan skor 3-0 (1-0) pada laga perdana Kompetisi Liga 3 putaran nasional, Grup VII, putaran pertama di Stadion Ahmad Yani Sumenep Madura, Jatim, Minggu (29/7) kemarin. Hasil lainnya, tuan rumah Perssu Sumenep bermain imbang melawan Persewangi Banyuwangi dengan skor 0-0. Gol pembuka kemenangan Tim Keris hasil penalti Ketut Tirtanadi di menit ke-15. Pemain Rian Egi Saputra

menggandakan kemenangan di menit ke-80, hingga PS Badung unggul 2-0. Selanjutnya bomber Edson memperbesar kemenangan Tim Keris menjadi 3-0 di menit ke-90. Ketua Umum Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana yang dikontak, kemarin, menyatakan pihaknya bersyukur tim polesan AAK

Bramastra dan Kadek Loco Ediana memetik kemenangan dan pola permainan PS Badung sesuai dengan skenario serta skema serangan yang telah dilatih. ‘’Meskipun melakoni laga perdana anakanak tampil trengginas dan tidak demam panggung,’’ ujar pria yang akrab disapa Koming ini. (022)

Klasemen Grup VII 1. PS Badung

1

1

0

0

3-0

3

2. Perssu

1

0

1

0

0-0

1

3. Persewangi

1

0

1

0

0-0

1

4. PS Sumbawa Barat 1

0

0

1

0-3

0


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 30 Juli 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu