Skip to main content

Edisi 29 juli 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 327 TAHUN KE 69

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

sabtu kliwon, 29 juli 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (4.812rb Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Respons Pernyataan SBY-Prabowo

’’Kenapa Dulu Tidak Ramai’’ KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah melakukan pertemuan, Kamis malam (BP, 28/7) di Cekeas. Usai pertemuan, keduanya memberikan pendapat terkait pemerintahan dan produk undang-undang yang dikeluarkan DPR. Salah satunya soal presidential threshold 20 persen yang dianggap lelucon politik yang menipu rakyat. Atas pernyataan itu, Presiden Jokowi pun memberikan tanggapan. Ia menegaskan bahwa penyederhanaan ambang batas presiden (presidential threshold) menjadi 20 persen dalam Undang-undang Pemilu penting untuk visi politik Indonesia ke depannya. ‘’Ini mempertanyakan presidential threshold 20 persen, kenapa dulu tidak ramai? Penyederhanaan sangat penting sekali dalam rangka visi politik kita ke depan,’’ kata Presiden Joko Widodo di Cikarang, Jumat (28/7) kemarin. Hal itu disampaikan menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Ger-

indra Prabowo Subianto saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas pada Kamis (27/7). ‘’Karena kita tidak mau ditertawakan sejarah. Kekuasaan silakan mau berkuasa 5, 10, 50 tahun, tapi di ujungnya sejarah menilai. Gerindra tidak mau ikut hal yang melawan logika, presidential threshold 20 persen itu lelucon politik yang menipu rakyat, saya tidak mau terlibat,’’ kata Prabowo. Saat itu Prabowo menekankan Gerindra tidak ikut bertanggung jawab atas UU Pemilu tersebut. ‘’Kita sudah mengalami dua kali presidential threshold 20 persen pada 2009 dan 2014, kenapa dulu tidak ramai?’’ tambah Presiden. Presiden mencontohkan bahwa bila presidential threshold adalah 0 persen seperti yang diinginkan partai-partai non-koalisi pemerintah, presiden akan sulit mendapatkan dukungan di parlemen. Hal. 19 Satu Partai

Jokowi

Jokowi Sebut Berlebihan

Achintya Nilsen

Achintya Nilsen

Menari Bali pada Miss World 2017

ACHINTYA Nilsen telah terpilih sebagai Miss Indonesia 2017. Gadis kelahiran Denpasar 18 tahun lalu itu akan mewakili Indonesia pada ajang Miss World 2017 di Cina, 18 November mendatang. Berbagai persiapan telah dijalani untuk penampilan maksimal dalam pemilihan ratu kecantikan sejagat tersebut. Salah satunya akan membawakan tari Bali pada ajang tersebut. Hal itu dikatakan dara yang akrab disapa Tya ini saat berkunjung ke Gedung Pers Bali K, Nadha, Jumat (28/7) kemarin. ‘’Menjelang Miss World 2017, saya lebih banyak pada persiapan mental dan kepribadian. Saya ikut kelas-kelas motivasi, modeling juga. Waktunya sangat mepet, Oktober sudah berangkat untuk karantina. Jadi saya benar-benar harus bisa membagi waktu untuk berbagai persiapan,’’ terang Tya didampingi sang ibu, Ni Nyoman Parwati, dan sejumlah kerabat lainnya. Hal. 19 Sangat Berat

Cikarang (Bali Post) – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa di Indonesia tidak ada kekuasaan yang absolut dan pihak yang menyebutkan ada praktik kekuasaan yang absolut sebagai sangat berlebihan. ‘’Perlu saya sampaikan bahwa saat ini tidak ada kekuasaan absolut atau kekuasaan mutlak, kan ada pers, ada media, ada juga LSM, ada juga yang mengawasi di DPR, pengawasannya kan dari mana-mana, rakyat juga bisa mengawasi langsung,’’ kata Presiden Jokowi di Cikarang, Jumat (28/7) kemarin. Pernyataan itu merespons pesan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa para pemegang kekuasaan tidak boleh tanpa batas menyalahgunakan kekuasaannya. ‘’Power must not go unchecked. Artinya kami harus memastikan bahwa penggunaan kekuasaan oleh para pemegang kekuasaan tidak melampaui batas, sehingga tidak masuk apa yang disebut abuse of power. Banyak pelajaran di negara ini, manakala penggunaan kekuasaan melampaui batasnya

masuk wilayah abuse of power, maka rakyat menggunakan koreksinya sebagai bentuk koreksi kepada negara,’’ kata SBY di Bogor, Kamis (27/7) malam. Sebaliknya Presiden Jokowi memastikan tidak ada kekuasaan absolut di Indonesia, termasuk saat pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). ‘’Dan juga perlu saya sampaikan, perppu itu

kan produk undang-undang, dan dalam mengeluarkan perppu kan juga ada mekanismenya. Setelah presiden mengeluarkan perppu, kan ada mekanisme lagi di DPR dan di situ ada mekanisme yang demokratis, ada fraksi-fraksi entah setuju dan tidak setuju. Artinya sekarang tidak ada kekuasaan absolut atau mutlak, (kekuasaan absolut) dari mana? Tidak ada,’’ tegas Presiden. Hal. 19 Negara Hukum

’’Coba bayangkan, saya ingin berikan contoh, kalau (presidential threshold) 0 persen, kemudian satu partai mencalonkan diri kemudian menang. Coba bayangkan nanti di DPR, di parlemen? Kita dulu yang 38 persen saja kan waduh.’’ Jokowi

Kasus Kim Jong-nam

Aisyah Menangis Usai Sidang

Kuala Lumpur – Terdakwa pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-nam, Siti Aisyah (25), menangis usai sidang di Mahkamah Tinggi Jenayah 1 Shah Alam Selangor, Jumat (28/7) kemarin. Siti terlihat menangis saat bercakap-cakap dengan Wakil Duta Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur Andreano Erwin bersama dua orang staf dan sejumlah pengacaranya dari Gooi and Azurra. Saat pertama kali masuk ruangan sidang dia terlihat tegar dan menebar senyum kepada perwakilan KBRI di Kuala Lumpur, para pengacara maupun saat diajak mengobrol oleh penerjemah bahasa Indonesia, Saiful

MENYEBERANG SUNGAI

Beberapa pelajar menyeberang sungai dengan tali penyeberangan darurat di Sungai Ranteangin, Desa Maroko ke Desa Tinokari, Wawo, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Jumat (28/7) kemarin. Warga di Kecamatan Wawo hanya mengandalkan tali penyeberangan darurat untuk ke rumah dan ke kebunnya.

Bali Post/ap

DIKAWAL - Siti Aisyah (tengah) dikawal keluar pengadilan oleh petugas polisi di Shah Alam di luar Kuala Lumpur, Jumat (28/7) kemarin.

Aiman. Dikawal sejumlah aparat Polisi Diraja Malaysia (PDRM) yang mengenakan rompi antipeluru dan polisi wanita, Siti tiba gedung Mahkamah Tinggi Jenayah 1 Shah Alam Selangor pukul 08.15 setempat. Dengan berpakaian batik warna biru dan kondisi diborgol dia langsung dibawa ke lantai lima yang menjadi tempat persidangan, namun dia terlebih dahulu ditempatkan di sebuah ruangan hingga sidang dimulai. Sidang yang menurut jadwal dimulai pukul 09.00 waktu setempat molor hingga setengah jam. Keterlambatan karena hakim Dato Azi Bin Ariffin, jaksa penuntut umum (JPU) Muhammad Iskandar Bin Ahmad dan pengacara kedua tertuduh mengadakan pertemuan terlebih dahulu di dalam ruangan terpisah. Tepat pukul 09.30 Siti Aisyah dibawa ke ruangan sidang dan borgol dibuka petugas. Hal. 19 Dari Vietnam

’’Mabayuh Oton’’ dan ’’Sapuh Leger’’ Massal Yayasan Siwa Murti Bali

Diikuti 15 Ribu Umat, Bupati Eka Kian Tergerak Beryadnya SEDIKITNYA 15 ribu orang memadati pelataran dan areal parkir Pura Luhur Pekendungan, Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan pada Jumat (28/7) kemarin. Mereka datang dari berbagai pelosok wilayah di Tabanan untuk mengikuti upacara Mabayuh Oton dan Sapuh Leger massal yang diselenggarakan Yayasan Siwa Murti Bali bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan. Jumlah yang begitu besar itu di luar perkiraan, sebab yang terdaftar sebelumnya hanya berkisar 6.500 orang. Jumlah peserta yang membeludak itu menandakan animo masyarakat untuk mengikuti upacara tersebut begitu besarnya. Mulai dari anak-anak sampai dengan orang tua berdatangan dari segala penjuru untuk melakukan upacara pembersihan diri dari segala macam leteh atau kotor secara niskala. Ramainya peserta mabayuh oton dan sapuh leger ini disaksikan langsung oleh para undangan yang hadir. Mereka di

antaranya Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, anggota DPRD Provinsi Bali seperti I Gede Suamba, I Ketut Purnaya, dan I Gede Ketut Nugrahita Pendit. Dari anggota DPRD Kabupaten Tabanan seperti I Nyoman Arnawa yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, I Made Dirga, dan I Nyoman Suadiana. Begitu juga dengan undangan lainnya seperti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Serta tidak ketinggalan sesepuh PDI Perjuangan Provinsi Bali yang juga anggota DPD-RI AA Ngurah Oka Ratmadi, Ketua Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi Provinsi Bali Wisnu Bawa Temaja, serta Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Tabanan I Wayan Tontra. Mereka berbaur dengan masyarakat yang telah memadati areal acara sejak pagi hari. Membeludaknya jumlah peserta tersebut membuat Bupati Tabanan yang juga Dewan Penasihat Yayasan

Siwa Murti Bali Ni Putu Eka Wiryastuti merasa bersyukur. Sebab, niatnya untuk senantiasa menggelar yadnya bersama Ketua Yayasan Siwa Murti Bali Dr. Jero Mangku Made Subagia beserta anggotanya disambut dengan hangat. Apalagi dalam kesempatan itu, Dr. Jero Mangku Made Subagia langsung bertindak sebagai dalang Wayang Sapuh Leger. ‘’Saya sangat bersyukur niat kami di Yayasan Siwa Murti Bali mendapat sambutan hangat dari masyarakat,’’ ujar Bupati Eka. Dia mengatakan, kegiatan mabayuh oton dan sapuh leger massal ini sengaja digelar untuk menepis pemikiran bahwa tidak benar biaya yang dibutuhkan untuk melakukan yadnya mahal. ‘’Asal kita gotong royong, yakinlah bisa kita laksanakan tanpa membebani siapa pun. Dan, terbukti hari ini kita bisa membantu. Bisa berinvestasi karma,’’ tegasnya di hadapan peserta upacara. Hal. 19 Seumur Hidup

BAYUH OTON - Bupati Putu Eka Wiryastuti berada di tengah-tengah warga saat upacara ‘’Mabayuh Oton’’ dan ‘’Sapuh Leger’’ massal yang diselenggarakan Yayasan Siwa Murti Bali bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan, Jumat (28/7) kemarin.


denpasar

2

Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

figur

Bali Post/may

Pengawasan Tak Optimal PEMBUATAN makanan tidak sehat atau tidak memenuhi ketentuan (TMK) belakangan semakin marak. Tidak hanya pembuatan cincau yang tidak higienis, juga pembuatan nasi bungkus hingga menyebabkan keracunan massal. Belum lagi pengolahan makanan yang tidak sempurna hingga menyebabkan KLB MSS belum lama ini. Kini penipuan pangan juga terjadi dengan adanya beras oplosan. Bahkan dari penelitian yang pernah dilakukan Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Udayana (Unud) tentang pangan, ditemukan 137 sampel mie basah yang tidak memenuhi syarat dari 213 sampel, 97 sampel tahu tidak memenuhi syarat dari 290 sampel tahu, 68 sampel ikan tidak memenuhi syarat dari 258 sampel ikan. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar telah beberapa kali melakukan uji sampel terhadap makanan yang dicurigai, bahkan membentuk pasar aman agar pasar dapat secara mandiri melakukan pengawasan terhadap dirinya sendiri. Dosen IKM Unud I Nengah Sujaya, Ph.D. menilai pemerintah memang memiliki keinginan yang baik untuk keamanan pangan melalui pranata sistem dan peraturan, sehingga pengawasan mutu berimplikasi pada kesesuaian standar makanan. Namun, implementasinya tidak berjalan dengan optimal karena keterbatasan SDM. Sehingga untuk menjamin keamanan makanan, masyarakat harus dilibatkan. “Masyarakat harus diedukasi. Pembuatan makanan dan pemilihan makanan harus memperhatikan nilai gizi dan mempertahankan kealamiahan pangan,” tandasnya. Edukasi yang dilakukan juga tidak berdampak optimal pada masyarakat untuk tidak menggunakan bahan berbahaya pada makanan. Berdasarkan hasil penelitian mahasiswa IKM Unud, pasar aman yang dibentuk BBPOM di beberapa pasar menunjukkan tidak ada perbedaan penggunaan zat warna antara pasar aman dan pasar tidak aman. “Walaupun masyarakat sudah diedukasi, tapi tidak diterapkan. Maka dari itu harus ada sanksi. Seperti pasar aman di Sanur sanksinya tidak boleh menjual makanan tersebut dalam kurun waktu tertentu,” bebernya. (may)

Pembeli Tanah Dermaga Gunaksa Dibui Tujuh Tahun

Denpasar (Bali Post) Kasus korupsi pembangunan Dermaga Gunaksa, Klungkung seakan tidak pernah habisnya. Pascakeluarnya SP3 untuk sejumlah orang yang sempat berstatus tersangka, kini terdakwa yang sempat dibebaskan di Pengadilan Tipikor Denpasar, justru mendapatkan hukuman yang tinggi di Mahkamah Agung (MA). Mereka yang diputus bebas di Pengadilan Tipikor Denpasar adalah Ni Nyoman Hendrawati, I Gusti Ayu Ardani dan I.B. Susila. Namun mereka akhirnya diputus bersalah di tingkat kasasi. Hendrawati sudah dieksekusi dan dilakukan penahanan, sedangkan dua terdakwa lainnya belum. Kedua orang tersebut Bagus Susila dan Ayu Ardani adalah sebagai pembeli tanah warga yang kemudian dibeli pemerintah. Mantan Bupati Klungkung pun kini mendekam di lembaga pemasyarakatan. Kasipidsus Kejari Klungkung Meyer V. Simanjutak di Pengadilan Tipikor Denpasar belum lama ini mengatakan, tembusan Kasasi MA sudah turun ke Pengadilan Tipikor Denpasar dan pemberitahuan sudah diterima pihak kejakasaan. Hanya saja salinan putusan resminya belum diterima. “Intinya, bahwa MA mengabulkan upaya kasasi yang kami ajukan untuk dua terdakwa lain (terdakwa I Gusti Ayu Ardani dan IB Susila-red),” kata Meyer V. Simanjutak yang mengaku mengetahui putusan itu turun saat Hari Bhakti Adyaksa beberapa waktu lalu. Dari salinan putusan kasasi MA-RI, terdakwa Ayu Wardani diganjar hukuman lima tahun enam bulan (5,5 tahun), sedangkan IB Susila diganjar dengan hukuman tujuh tahun penjara. Konon peranan kedua orang ini adalah sebagai makelar. Saat disinggung soal eksekusi, pihak kejaksaan masih menunggu salinan resmi MA yang disampaikan melalui Pengadilan Tipikor Denpasar. “Nanti setelah salinan resmi diterima dari Pengadilan Tipikor Denpasar dan dikirimkan ke kami (Kejari Klungkung), baru nanti proses eksekusi. Sementara ini kami masih menunggu dulu dari pihak panitera. Biasanya tidak lama,” ujar Meyer V. Simanjutak. Dalam kasus ini banyak pelaku yang merupakan mantan pejabat dijebloskan ke sel. Di antaranya mantan bupati, mantan sekda dan sejumlah pejabat lainnya. (kmb37)

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : POLDA BENTUK SATGAS PENEGAKAN PERPPU ORMAS Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

Bali Post/wan

ALAT BERAT – Satu unit alat berat melakukan pengerukkan dan perataan lahan bekas lubang galian di areal Pasar Badung, Kamis (27/7) kemarin.

Hari Ini, Pasar Badung Mulai Digarap

Denpasar (Bali Post) – Setelah menunggu cukup lama, pembangunan Pasar Badung akhirnya terealisasi. Mengawali pembangunan tahap pertama Pasar Badung, Sabtu (29/7) hari ini akan dilakukan pacaruan ngeruak dan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Dikonfirmasi Jumat (28/7) kemarin, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar I Wayan Gatra mengatakan proses pembangunan Pasar Badung pascaterbakar akan diawali dengan upacara

macaru Sabtu ini. Upacara itu akan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama, pertanda dimulainya pembangunan. Dimulainya pembangunan tahap pertama Pasar Badung ini disambut positif anggota DPRD Kota Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra dan AAN Gede Widiada. Susruta berharap pembangunan tahap pertama bisa berjalan lancar sesuai rencana. Selain itu, pihaknya minta kepada OPD terkait mensosialisasikan kepada pedagang, terutama masalah waktu penempatan. Pasalnya, meski pembangunan

tahap pertama rampung, dipastikan belum bisa menampung para pedagang, mengingat masih ada pembangunan tahap kedua. “Saya minta Disperindag mensosialisasikannya kepada pedagang. Jangan sampai ada persepsi setelah pembangunan tahap pertama para pedagang sudah bisa pindah,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Denpasar itu. Menanggapi saran tersebut, Kepala Disperindag Wayan Gatra mengatakan akan segera berkoordinasi dengan PD Pasar guna mensosialisasikan masalah

tersebut. Dikatakan, pembangunan tahap pertama ini hanya dua basement dan lantai dasar. “Karena masih ada pembangunan lanjutan tiga lantai lagi, maka dipastikan pedagang belum bisa pindah akhir tahun ini. Inilah yang akan kami koordinasikan dengan PD Pasar, sehingga segera bisa disosialisasikan kepada para pedagang,” ujar Gatra seraya berharap para pedagang bersabar. Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan Pasar Badung tahap pertama akan ditangani Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperin-

dag). Sedangkan untuk tahap berikutnya yang diperkirakan dilaksanakan 2018 mendatang, akan ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rencananya pembangunan Pasar Badung tahap I ini meliputi pembuatan dua lantai basement dan lantai dasar. Pola ini dilakukan menindaklanjuti rekomendasi Kementerian Perdagangan, terkait penggunaan dana tugas perbantuan (APBN) sebesar Rp 75 miliar. Sedangkan dana pendampingnya sudah dialokasikan sebesar Rp 15 miliar. (kmb12)

Polda Bentuk Satgas Penegakan Perppu Ormas

Denpasar (Bali Post) -

Pemerintah akan membubarkan ormas yang melanggar spirit dan nilai-nilai Pancasila serta UUD 1945. Oleh karena itu, pemerintah membuat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 atas perubahan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Dalam penegakan perppu tersebu, Polda Bali akan membentuk satuan tugas (satgas). Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana menegaskan hal itu saat menerima kunjungan dosen Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar Dr. I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa bersama perwakilan ormas yaitu KMHDI, Peradah, Ansor dan Pergerakan Indonesia, Kamis (27/7) lalu. Dalam pertemuan tersebut, Alit Widana mengatakan Polda akan membuat satgas terkait dikeluarkannya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pembubaran Ormas oleh Presiden RI. Tujuannya adalah agar ang-

gota Polri mengerti dan paham perppu itu, sehingga dapat dilakukan tindakan preventif dan penegakan hukum terhadap ormas yang melanggar. “Walaupun ormas di Bali tidak menentang ideologi Pancasila dan NKRI,

tapi tindak-tanduknya merugikan masyarakat seperti memeras dan pungli. Polda Bali akan terus menggalakkan Tim Saber Pungli dan semoga diteruskan oleh Kapolda selanjutnya,” ujar Wakapolda asal Tabanan ini.

Mantan Kapolresta Denpasar ini menegaskan, ormas yang merugikan masyarakat akan ditindak tegas. Itu sudah menjadi komitmen Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. Oleh karena itu, tidak ada ruang bagi para ormas yang melakukan kekerasan dan kriminal berkembang di Bali. Selain itu, para akademisi diminta untuk mendukung kebijakan ini dalam memberantas ormas yang menentang ideologi Pancasila dan NKRI. Mantan Kapolres Gianyar ini mengungkapkan, di Bali sudah ada ormas yang dilarang pemerintah yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurutnya, HTI

ini sudah menyebar dari wilayah Jembrana sampai dengan Karangasem. Namun semuanya sudah didata dan pergerakannya sudah dipantau. Kalau dalam ceramahnya selalu membangkitkan khilafah, Polda akan langsung menangkapnya. “Kita harus bangun NKRI dan harus kuat agar tidak ada parasit-parasit yang ingin menceraiberaikan ideologi Pancasila dan NKRI,” tegasnya. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Terjerat Kasus Korupsi

Staf Pembantu Kaur Keuangan Desa Mengwitani Diadili

Denpasar (Bali Post) Sejumlah perangkat desa di Mengwi dibidik kasus korupsi. Informasi yang diterima Jumat (28/7) kemarin, mereka diduga korupsi dana APBDes. Bahkan salah satu terdakwanya yakni staf pembantu Kaur Keuangan Desa Mengwitani Ni Kadek Wirastini (32), sudah diadili di Pengadilan Tipikor Denpasar, Rabu (26/7) lalu. Sebagaimana dakwaan JPU IB Argita Chandra, dalam perkara ini negara dirugikan hingga Rp 1.227.031.888,06. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, dalam perkara ini Kadek Wirasti turut melakukan tindak pidana bersama I Made Rai Sukadana (Perbekel) dan Ni Wayan Nestri (berkas terpisah) sebagi Kaur Keuangan Mengwitani pada 2014 lalu di BPD Bali Capem Mengwi. Tahun 2014 APBDes Mengwitani sebesar Rp 6,5 miliar tersebut sedianya digunakan untuk kepentingan umum

berupa operasional desa yang selanjutnya disebut sebagai penerimaan desa. Dalam operasionalnya telah digunakan hingga Rp 5,3 miliar, sehingga diperoleh sisa anggaran Rp 1,227 miliar. Dari hasil sisa anggaran pada kas pembukuan Kantor Desa Mengwitani per 31 Desember 2014, malah ditemukan sisa hanya Rp 3,2 juta. Angka tersebut sangat jauh. Padahal seharusnya Rp 1,227 miliar. “Dalam pelaksanaan tugasnya, terdakwa bukan sebagai pembantu kaur keuangan, namun dipercaya oleh perbekel memegang buku tabungan kas Desa Mengwitani,” urai jaksa dari Kejati Bali. Sedangkan Ni Wayan Nestri yang merupakan Kaur Keuangan justru bertugas melakukan penatausahaan dana kas tunai yang ada di berankas. Fatalnya, kata jaksa sejak Oktober 2014 terdakwa Wirastini tidak pernah masuk kantor untuk mempertanggungjawabkan keuangan

Dana Desa Mengwitani, sehingga menemukan kendala. Bahkan saat berhasil mengecek kas desa di BPD Bali, justru saldo kas desa hanya Rp 3,2 juta. Atas peristiwa itu dilakukan penelusuran dan ditemukan bahwa penarikan dana oleh perbekel dan bendahara di BPD Bali tidak sesuai prosedur. Yakni penarikan formulir kosong namun ditandatangani perbekel. “Tidak dilaporkan berapa yang ditarik,” ucap jaksa. Dari hasil pemeriksaan tata kelola administrasi keuangan dan pelaporan, pola penerimaan dan pengeluaran tidak dilakukan bendahara, namun oleh Wirastini sebagai Kaur Pembantu. Kondisi tersebut dinilai telah merugikan Desa Mengwitani. Perbekel juga dituding melakukan pembiaran pada bawahannya dan ceroboh menandatangani formulir kosong. Perbuatan terdakwa bertentangan dengan asas pengelolaan keuangan

negara, akuntabilitas, profesional dan proporsional, sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara. Tak pelak JPU IB Argita Chandra mengatakan bahwa perbuatan terdakwa telah memperkaya diri sendiri dengan mengambil dana desa Rp 220.000.000 digunakan untuk proyek di Tabanan. “Bahwa perbuatan terdakwa Wirastini, Ni Made Nistri dan Made Rai Sukadana telah menimbulkan kerugian negara dalam hal ini Desa Mengwitani sebesar Rp 1.227.031.888,06, sebagaimana hasil audit investigasi BPKP Perwakilan Provinsi Bali,” tandas jaksa. Dalam perkara ini terdakwa dijerat pasal 2 primair, pasal 3 subsider dan pasal 8 lebih subsider UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor. (kmb37)

13.000 Peserta Ikuti Jalan Sehat HUT Ke-70 Koperasi di Badung

Jadikan Koperasi Soko Guru Perekonomian Bangsa

JALAN SEHAT - Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa melepas 13.000 peserta jalan sehat serangkaian HUT ke-70 Koperasi di Lapangan Puspem Badung, Jumat (28/7) kemarin. DALAM memeriahkan HUT ke-70 Koperasi, Pemkab Badung bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Badung menggelar jalan sehat di Puspem Badung, Jumat (28/7) kemarin. Jalan sehat diikuti sekitar 13.000 peserta dengan melibatkan anggota koperasi seluruh Badung, siswa SD, SMP dan SMA/ SMK se-Badung serta para pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkab Badung. Peserta

jalan sehat dilepas oleh Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, didampingi Ketua Dekopinda Badung I Wayan Reta. Peserta mengambil start di parkir selatan Puspem Badung, lanjut berjalan mengelilingi areal Puspem yang luasnya 46,6 hektar dan kembali finis di Lapangan Puspem Badung. Jalan sehat ini menyediakan berbagai hadiah dan door prize serta pasar murah dari UMK dan UMKM di Badung.

Sekda Badung Adi Arnawa dalam sambutannya sangat menyambut baik terselenggaranya gerak jalan sehat HUT ke-70 Koperasi tahun 2017 ini. Sekda juga mengapresiasi kegiatan ini karena dapat melibatkan sekitar 13.000 peserta dari koperasi, pegawai dan tentunya para pelajar di Badung. Dikatakan, berbicara tentang ekonomi kerakyatan maupun ekonomi produktif, maka rakyat Indonesia berdaulat dalam bidang ekonomi. Salah satunya dibangunnya koperasi sebagai pilar perekonomian bangsa Indonesia. Untuk itu, pemerintah memiliki kewajiban moral untuk selalu menunjukkan, memajukan eksistensi koperasi di Badung. “Mari kita kumandangkan slogan jadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indoneaia. Karena koperasi sejalan dengan kehidupan bangsa Indonesia, yaitu bersifat kekeluargaan, demokratis dan gotong-royong,” jelasnya. Ditambahkan, di Badung telah terbentuk 593 wadah

koperasi. Ini menunjukkan bahwa Badung adalah kabupaten koperasi yang perlu selalu dijunjung dan diberikan apresiasi. Koperasi tidak boleh dipandang sebelah mata, karena di samping sebagai lembaga keuangan, ternyata lembaga ini mampu membantu pemerintah menampung sebanyak 7.000 tenaga kerja di wadah koperasi. Dari informasi yang diperoleh, sebesar Rp 2,7 triliun dana masyarakat terhimpun dalam koperasi. “Koperasi di Badung sangat luar biasa, ini harus dijaga terus. Untuk itu, Dekopinda sebagai mitra pemerintah kami minta agar mampu memberikan arahan dalam rangka membangun koperasi sekaligus mengawasi dan pendampingan dalam mengarahkan agar benar-benar koperasi tetap eksis dan selalu dipercaya masyarakat,” tegasnya. Ketua Dekopinda Badung I Wayan Reta melaporkan, jalan sehat ini diikuti sekitar 13.000 peserta dari 593 koperasi di Badung, serta didukung oleh pegawai Pemkab Badung dan

para siswa. “Kami bersyukur gerakan koperasi yang berada di bawah naungan Koperasi Indonesia dapat berkumpul dalam pelaksanaan jalan sehat akbar dalam peringatan HUT ke-70 koperasi ini,” jelasnya. Melalui gerak jalan sehat ini, di samping dapat meningkatkan kesehatan juga sebagai upaya memupuk rasa kebersamaan, kekeluargaan dan gotong-royong sebagai napas dari seluruh gerakan koperasi. Gerakan ini sudah rutin dilaksanakan setiap tahun, gerakan semangat semacam ini mengumandangkan jargon “Koperasi Membumi, dan Maju Rakyat Sejahtera”. Dijelaskan, sejatinya perkembangan, pertumbuhan dan kemajuan koperasi di Badung telah terbukti banyak berkontribusi kepada kesejahteraan masyarakat Badung. Sementara untuk jalan sehat ini menyediakan hadiahhadiah yang menarik dan pasar murah sebagai partisipasi dari UMK dan UMKM yang tergabung dalam sentra koperasi Kabupaten Badung. (ad2173)


BADUNG

Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

3

Tambah Stok Vaksin Anti-Rabies

Diskes Anggarkan Rp 2,4 Miliar Lebih Mangupura (Bali Post) –

Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung melakukan pengadaan vaksin anti-rabies. Pengadaan vaksin ini digelontor Rp 2,4 miliar lebih. Lelang pengadaan vaksin anti-rabies tersebut juga sudah diumumkan pada website resmi LPSE Badung. Nilai pagu paket Rp 2.452.100.000 dan nilai HPS Paket Rp 2.435.400.000. Kadiskes Badung dr. Gede Putra Suteja mengatakan, vaksinasi tersebut diberikan kepada masyarakat Badung melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mangusada dan juga di sejumlah puskesmas yang ada di Badung. “Tahun ini kami kembali melakukan pengadaan vaksin anti rabies yang dianggarkan dari APBD tahun 2017,” ujar Putra Suteja, Jumat (28/7) kemarin. Menurut Putra Suteja, lelang pengadaan vaksin anti rabies tersebut rutin dilakukan setiap tahun yang diperuntukkan bagi masyarakat Badung yang terkena gigitan anjing. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dari bulan Januari – Mei 2017 ada sejumlah kasus gigitan anjing. Di antaranya, Januari 2017

(411 kasus gigitan anjing), Februari (451 kasus), Maret (512 kasus), April (480 kasus), Mei (553 kasus). Namun dari data tersebut, tidak ada sampai yang meninggal dunia. “Pengadaan vaksin antirabies rutin kami lakukan untuk masyarakat Badung. Vaksin ini berlaku untuk satu tahun ke depan. Namun sudah dari tahun 2011 di Badung tidak ada yang meninggal sampai tahun ini juga sama,” tegasnya. Putra Suteja menambahkan, masyarakat dapat memperoleh vaksin anti-rabies di puskesmas terdekat dan juga di RSUD Mangusada. Sebab, masalah kesehatan untuk masyarakat di Gumi Keris ditanggung pemerintah setempat. “Masyarakat bisa langsung mendapatkan vaksin ini di RSUD Mangusada

Gelombang Laut Tinggi, Masyarakat Diminta Waspada

Mangupura (Bali Post) Menurut prakiraan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, selama beberapa hari ke depan tinggi gelombang laut rata-rata berada pada kategori tinggi. Untuk itu, masyarakat yang beraktivitas di laut diimbau untuk mewaspadai kondisi alam tersebut. Dikonfirmasi Jumat (28/7) kemarin, Kepala Subbidang (Kasubid) Pelayanan Jasa BBMKG Wilayah III Denpasar Decky Irmawan menyampaikan, gelombang tinggi terjadi di perairan Selat Bali dan Selat Lombok. Untuk di perairan Selatan Bali, tinggi gelombang berkisar antara 0,75 sampai 3,5 meter. Untuk Selat Bali antara 0,5 sampai 3,5 meter dan Selat Lombok antara 0,75 sampai 3,5 meter. “Tinggi gelombang melebihi ambang batas normal dipengaruhi oleh tekanan udara selatan dan utara ekuator besar,” katanya. Besarnya gelombang dipengaruhi oleh tekanan angin. Saat ini daerah tekanan tinggi ada di selatan ekuator dan tekanan rendahnya di utara ekuator. Maka sesuai prinsip pergerakan angin, angin juga melintasi wilayah Bali. “Kecepatan angin yang tinggi ini memberikan dampak pada ketinggian gelombang, terutama di wilayah selatan Bali,” ujarnya. Dari analisis pemodelan cuaca dalam tiga hari ke depan, kata Decky Irmawan, kondisi cuaca wilayah Bali pada umumnya berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan pada malam hingga dini hari di wilayah Bali Selatan. “Secara umum, kecepatan angin normal yakni 10-40 km/jam. Angin bertiup dari arah timur menuju tenggara. Hujan ringan terjadi dipengaruhi oleh suhu muka laut di perairan Bali dan sekitarnya antara 26-28 derajat Celcius,” jelasnya. Decky Irmawan menambahkan, secara umum potensi angin kencang kerap terjadi di bulan Juli - Agustus yang merupakan puncak musim kemarau di wilayah Bali. Kondisi ini terjadi saat perbedaan tekanan udara antara wilayah selatan dan utara ekuator besar. Mengingat sifat angin adalah bergerak dari tekanan tinggi ke daerah tekanan rendah, maka semakin besar perbedaan tekanan akan semakin besar pula kecepatan anginnya. “Masyarakat kami harapkan terus memperhatikan perkembangan terkini informasi cuaca dari BMKG,” ujarnya. (kmb23)

dan juga puskesmas-puskesmas di Badung,” jelasnnya. Penanggulangan rabies juga dilakukan pada hewan penular. Data terakhir dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung sudah 54 ribu lebih hewan yang divaksin petugas. Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gede Asrama, vaksinasi untuk kucing lebih sedikit dari pada anjing, yakni hanya 2.431 ekor. Sedangkan monyet jauh lebih sedikit lagi yakni hanya 29 ekor. Sedangkan anjing liar mencapai 31.550 ekor dan anjing rumahan sebanyak 20.256 ekor. “Kucing dan monyet juga divaksin karena yang kami sasar adalah hewan yang masuk kategori HPR (Hewan Penular Rabies-red). Kucing dan monyet itu termasuk di situ,” ujarnya. Dari hewan anjing, kucing maupun monyet, kata Asrama, semua vaksinasi rabies yang digalakkan sudah mencapai kurang lebih 54.266 hewan. Pihaknya menarget-

Bali Post/eka

PEDAGANG TELUR - Seorang pedagang telur melayani pembeli di Pasar Kuta II, Badung. Kesulitan dalam mencari garam karena kondisi cuaca buruk berdampak pada suplai telur asin kepada para pedagang di beberapa pasar tradisional. kan hingga akhir pencanangan lebih dari 82 ribu hewan yang tervaksin. “Selama vaksinasi rabies dilakukan, tidak ada kendala berarti yang dihadapi petugas di la-

kecamatan. Setiap tim terdiri dari lima hingga enam orang. Ada juga tambahan dua orang petugas dari desa/kelurahan. Mengenai anggaran, dipatok sekitar Rp 1 miliar. “Angga-

ran merupakan sharing dari APBN, Pemprov Bali dan APBD Badung. Anggaran ini untuk pengadaan vaksin dan operasional petugas di lapangan,” ujarnya. (kmb27)

Protect Your Future” ini bertujuan untuk meningkatkan loyalitas bagi nasabah prioritas BRI. Kepala Divisi WMG Bank BRI Muhammad Syafri Rozi mengatakan, Denpasar merupakan kota ke-4 tempat penyelenggaraan acara customer gathering pribadi terpilih nasabah prioritas Bank BRI, di samping sebelas titik kota besar lainnya di Indonesia. Sebagai anak perusahaan dari Bank BRI, BRI Life terus bersinergi dengan Bank BRI untuk menyelenggarakan program-program pilihan bagi nasabahnya, khususnya nasabah prioritas. Termasuk dipersembahkannya produk unggulan Davestera yang memberikan proteksi terhadap jiwa dan kesehatan nasabah serta memaksimalkan investasi yang dimiliki. Untuk produk Davestera ini, BRI Life bekerja sama dengan Bank BRI juga meluncurkan program khusus “Semarak Prioritas”. Pembelian produk Davestera bagi nasabah prioritas di tempat acara akan mendapatkan hadiah-hadiah menarik, di antaranya liburan ke Bali,

Singapura dan emas murni. Sejak menjadi anak perusahaan dari salah satu bank terbesar di Indonesia tersebut pada akhir tahun 2015, kerja sama sinergis antara Bank BRI dan BRI Life terus ditingkatkan. Khususnya kerja sama di jalur distribusi bancassurance. Saat itu tenaga penjualan pada jalur distribusi ini tak kurang dari 600 orang tenaga penjualan BFA (Bancassurance Financial Advisor) yang tersebar di lebih dari 475 unit kerja Bank BRI di seluruh Indonesia. Direktur Pemasaran BRI Life Fabiola Noralita Sondakh menambahkan, BRI Life optimis untuk menjadi asuransi jiwa terbesar di Indonesia dalam kurun waktu kurang dari lima tahun mendatang. Terlebih dengan kekuatan capital, manajemen dan infrastruktur yang dimiliki oleh perusahaan induknya dengan jumlah 52 juta nasabah yang dimiliki oleh Bank BRI, manajemen optimis target akan dapat tercapai. Saat ini sudah ada 4.000 polis yang telah bergabung ke BRI Life. Pihaknya menargetkan 8.000 polis dapat dicapai tahun ini di Bali. (ad2175)

BRI Life Luncurkan Program Unggulan untuk Nasabah Prioritas Bank BRI

BERFOTO BERSAMA - Kepala Divisi WMG Bank BRI Muhammad Syafri Rozi berfoto bersama dengan Direktur Pemasaran BRI Life Fabiola Noralita Sondakh, Maya Hasan dan dr. Irene Sakura Rini, MARS., Sp.B.-RE(K). serangkaian acara Customer Gathering bagi pribadi terpilih nasabah prioritas Bank BRI di Maya Sanur Hotel, Kamis (27/7). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bekerja sama dengan BRI Life menyelenggarakan acara Customer Gathering bagi pribadi terpilih nasabah prioritas Bank BRI di Maya Sanur Hotel, Kamis (27/7). dr. Irene Sakura Rini, MARS., Sp.B.-RE(K). dari RS

Dharmais menjadi pembicara dalam acara tersebut menjelaskan tentang pentingnya kesehatan. Maya Hasan, pemain harpa, juga hadir dalam acara tersebut. Selain memainkan harpa untuk para nasabah prioritas BRI, Maya Hasan juga berbagi ilmu

dan pengalaman mengenai pentingnya musik bagi terapi kesehatan. Sementara itu, Liza dari Schroeders Asset Management juga menjadi pembicara membahas tentang investasi. Acara yang mengambil tema “Balancing Life and

Pengurus DPD PUTRI Bali 2017-2021 Dilantik

Siap Benahi dan Kembangkan Destinasi Tujuan Wisata

2018, Pasar Kuta I Diusulkan Direvitalisasi

Mangupura (Bali Post) – Setelah revitalisasi Pasar Tradisional Nusa Dua dan Kapal rampung, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Badung kembali mengusulkan upaya menghidupkan keberadaan pasar tradisional di Gumi Keris. Kali ini program revitalisasi menyasar Pasar Kuta I yang terletak di Jalan Raya Kuta. Dirut PD Pasar Made Sutarma mengatakan, revitalisasi Pasar Kuta I akan diusulkan pada APBD 2018. Rencananya pasar seluas 20 are ini akan dibangun basement sebagai lahan parkir. “Tahun ini kami tidak ada program revitalisasi. Tapi pada tahun 2018 mendatang kami akan mengusulkan Pasar Kuta I. Mudah-mudahan di APBD Induk bisa masuk,” ujar Sutarma saat dikonfirmasi, Jumat (28/7) kemarin. Menurut Sutarma, revitalisasi Pasar Kuta I diperkirakan menelan dana Rp 27 miliar. Program ini sepenuhnya dibebani pada APBD. “Paling lambat di APBD perubahan 2018 atau di induk 2019 sudah bisa terealisasi,” ungkapnya. Pejabat asal Gulinga, Mengwi ini mengaku pihak Litbang tengah melakukan kajian Feasibility Study (FS) terhadap rencana revitalisasi Pasar Kuta I. Setalah FS rampung akan ditindaklanjuti dengan pembuatan Detail Engineering Design (DED). “Kami usulkan bangunanya berlantai dengan pertimbangan luas lahan kecil. Namun ini masih tahap kajian kalau memungkinkan akan dibangun berlantai, tapi kalau tidak hanya dibuat basement saja,” tegasnya. Selain Pasar Kuta I, PD Pasar Badung juga mencanangkan revitalisasi terhadap Pasar Kertasari. Menurut Sutarma, pihaknya telah mengajukan program ini kepada Bupati Badung Nyoman Giri Prasta guna mendapatkan persetujuan. “Kami sudah ajukan, namun Bapak Bupati masih mengkaji kembali dengan timnya. Tapi dari kami sendiri sudah siap untuk melakukan itu (revitalisasi - red),” katanya. Terkait rencana pembangunan pasar induk atau pasar agro, Sutarma mengaku masih terkendala lahan. Namun pihaknya terus berupaya menelusuri tanah negara yang memungkinkan dibangun pasar. “Sampai sekarang kami masih mencari lahan. Memang ada lahan milik pemerintah, namun itu milik Pemprov Bali, bukan Pemkab Badung. Jadi kami masih berupaya mencari regulasinya seperti apa. Sebab, jika asal-usul tanah tidak jelas, tidak bisa dibiayai APBD,” terangnya. Sutarma berharap pembangunan pasar induk atau agro dapat dibangun di Kuta Utara. Mengingat hasil produk pertanian dominan diproduksi oleh petani di kecamatan tersebut. “Kami berharap dapat lahan di Canggu atau paling tidak di kawasan Kuta Utara. Tim kami sedang menjajaki sejumlah lahan yang memungkinkan dimanfaatkan,” tegasnya. (kmb27)

pangan. Hanya petugas kami kesulitan saat menangkap anjing liar,” ungkapnya. Dijelaskan, terdapat 16 tim yang bertugas melakukan vaksinasi di seluruh

Bali Post/rin

MELANTIK - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali didampingi Ketua DPP PUTRI saat melantik pengurus baru DPD PUTRI Bali masa bakti 2017-2021. PENGURUS baru Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bali masa bakti 2017-2021 resmi dilantik di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Jumat (28/7) kemarin. PUTRI Bali yang kini dipimpin Ketua Umum I Gusti Agung Ayu Inda Trimafo Yudha ini bertekad melakukan pembenahan dan pengembangan kualitas Daya Tarik Wisata (DTW) di Bali. Dengan komitmen tersebut, Pulau Dewata diharapkan mampu mempertahankan predikatnya sebagai destinasi terpopuler dunia. “Daya tarik, atraksi dan kegiatan wisata lainnya, kita inginkan bisa lebih memiliki standar yang baik. Jadi ke depan kita ingin melakukan beberapa kegiatan yang menstimulasi standarisasi itu,” ujar Inda Trimafo Yudha. Ia berharap PUTRI bisa diperhitungkan dan dilibat-

kan dalam sertifikasi sumber daya manusia yang berkecimpung dalam dunia pariwisata. Terlebih dalam usaha taman rekreasi atau daya tarik wisata yang terbagi dalam dua macam di Bali. Yakni bersifat komunal atau dikelola masyarakat dan bersifat profesional atau sudah memiliki standar tertentu dalam perusahaannya. Standarisasi utamanya sangat dibutuhkan oleh daya tarik wisata yang sifatnya komunal. “Yang sulit itu adalah memaintenance daya tarik wisata yang sifatnya komunal, yang di-manage oleh masyarakat setempat atau lokal. Itu yang ingin kita standardisasi bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota yang memiliki daya tarik tersebut,” jelas Inda Trimafo Yudha. Menurut Inda Trimafo Yudha, standardisasi bukan hanya menyangkut sertifikasi tenaga kerja. Akan tetapi mencakup pula standar servis

yang diberikan untuk wisatawan serta kriteria pricing agar tidak terjadi perang tarif atau harga. Kendati bukan sebagai pembuat peraturan, namun pihaknya ingin menggugah kesadaran para pelaku usaha taman rekreasi dan daya tarik wisata untuk sama-sama berbenah. “Kita ingin saling bertukar pikiran agar Bali ini menjadi primadona, tetap menjaga eksistensi Bali di kancah internasional dan kita tetap bisa menjaga taksu Bali,” tegasnya. Inda Trimafo Yudha mengaku sangat mengapresiasi keberadaan desa wisata se-Bali, puri, museum, peninggalan sejarah, taman rekreasi, wisata alam, atraksi budaya, shopping centre dan segenap daya tarik wisata yang menjadi alasan wisatawan untuk datang ke Bali. Sementara itu, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan, PUTRI Bali adalah satu dari 10 stakeholder yang dinaungi oleh GIPI Bali. Pihaknya yang bersinergi dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali akan terus berkolaborasi dengan PUTRI Bali dan stakeholder lain demi meningkatkan kunjungan wisatawan ke seluruh pelosok Pulau Dewata. “Di samping itu, satu hal penting yang juga perlu kita lakukan adalah kerja sama dengan unsur pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas dan keberlanjutan kepariwisataan Bali,” ujarnya. Pelantikan pengurus DPD PUTRI Bali dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra dan Ketua Umum DPP PUTRI A.J. Bambang Soetanto. (rin)


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Yayasan PR Saraswati Makin Hebat

Miliki Auditorium Berlantai Tiga Senilai Rp 13 M

YAYASAN Perguruan Rakyat (PR) Saraswati Pusat Denpasar tampil semakin hebat karena terus membangun gedung baru. Masyarakat menyebut setiap tahun Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar tak pernah berhenti membangun. Jumat (28/7) kemarin, keluarga besar Yayasan PR Saraswati Denpasar melaspas gedung auditorium baru berlantai tiga senilai Rp 13 miliar. Upacara pamelaspas di-puput Ida Pedanda Made Gede Made Karang dari Geria Karang, Tampakgangsul. Upacara diawali macaru dihadiri Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., Ketua Badan Pembina I G.B. Yudhara, Sekretaris Dewa Sukanada, B.A. dan Bendahara Dr. I G.N. Susila. Tampak pula Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, Ketua STIBA Saraswati I Komang Sulatra, S.S., M.Hum., Direktur AFS Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed., A.Pt. serta kasek dan pimpinan unit di lingkungan yayasan. Ketua Yayasan Bagus Ketut Lodji merasa bersyukur mampu menyelesaikan pembangunan gedung baru auditorium berlantai tiga. Gedung lantai satu dipakai Unmas untuk ruang sidang serta kantor LPPM dan BPM. Gedung lantai dua untuk ruang kajian dan empat ruang kuliah kelas eksekutif FE Unmas. Gedung lantai tiga untuk auditorium yang diberi nama Auditorium Saraswati yang berkapasitas 400 orang. Semua kegiatan yudisium dan fakultas serta sekolah di lingkungan Yayasan PR Saraswati dipusatkan di auditorium yang baru.

MLASPAS - Ketua Yayasan PR Saraswati Bagus Ketut Lodji bersama I G.B. Yudhara, Dewa Sukanada, panitia dan Rektor Made Sukamerta pada acara melaspas Auditorium Saraswati. Bagus Ketut Lodji mengatakan sebenarnya tahun ini pihaknya akan melanjutkan pembangunan dan penataan ruang parkir di belakang gedung rektor. Ruang UKM mahasiswa akan dipindah ke gedung baru. Namun, karena animo masyarakat untuk kuliah di Unmas, AFS dan STIBA Saraswati kian meningkat, untuk sementara pembongkaran gedung UKM tersebut ditunda. Menurutnya, kampus Unmas akan direlokasi ke kawasan Padanggalak. Lahan kampus sudah tersedia, termasuk biaya pembangunan gedung baru, tinggal menunggu turunnya izin dari Pemkot Denpasar. Saat itulah semua gedung termasuk UKM dipusatkan di kampus baru. Ditegaskannya, pembangunan sarana dan prasarana akan terus dilakukan karena Yayasan PR Saraswati selalu meningkatkan

pelayanan kepada masyarakat. Dalam usia ke-71, semua jenjang pendidikan (18 unit) di Yayasan PR Saraswati mampu menunjukkan prestasi di regional hingga internasional. Hal ini disebabkan semua unit pendidikan di Yayasan PR Saraswati matang dari segi kelengkapan sarana dan prasarana, kualifikasi guru dan dosen. SMP, SMA dan SMK juga mampu bersaing dengan ketat. Apalagi tingkat perguruan tinggi, yakni Universitas Mahasaraswati (Unmas), Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati dan Akademi Farmasi Saraswati (AFS), semuanya termasuk kategori PT sehat dan taat asas. Bahkan, Unmas Denpasar tercatat sebagai PTS terbaik di Bali, NTB dan NTT. Posisinya hanya dikalahkan Unud dan Undiksha jika dihitung skala nasional. (ad2169)

Bangun Jaringan hingga Pelosok

Telkomsel Diapresiasi Penghargaan KPU/USO 2017

DALAM upaya mendukung pemerintah memeratakan akses telekomunikasi di seluruh Indonesia, Telkomsel terus melakukan pembangunan infrastruktur jaringan hingga ke pelosok, termasuk di wilayahwilayah berpenduduk yang belum memperoleh akses telekomunikasi. Tahun ini rencananya Telkomsel membangun 63 Base Transceiver Stations (BTS) di lokasi-lokasi pelosok melalui Program Merah Putih. Sebanyak 63 BTS Merah Putih yang akan digelar Telkomsel tahun ini tersebar di berbagai wilayah, yaitu NTT (16), NTB (7), Maluku (11), Sulawesi (21), Papua (5) dan Kepri (3 BTS). Hadirnya 63 BTS baru di lokasi-lokasi tersebut diharapkan mampu melayani kebutuhan komunikasi sekitar 120.000 warga yang sebelumnya kesulitan mengakses layanan telekomunikasi. Sejak diluncurkan pertama kali tahun 2008, proyek Telkomsel Merah Putih telah berhasil membuka jaringan di sekitar 450 lokasi dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia, yang terus ditingkatkan layanannya dari sisi kualitas dan kapasitas. Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, sejak awal beroperasi 22 tahun lalu, Telkomsel memiliki visi menyatukan Indonesia melalui hadirnya layanan telekomunikasi di berbagai lokasi, sehingga masyarakat bisa saling terhubung kapan dan di mana pun. ‘’Komitmen ini terus kami pertahankan hingga saat ini. Kami konsisten membangun daerah pelosok agar tidak terisolasi dari sisi telekomunikasi,’’ katanya. Saat ini telekomunikasi tidak hanya menjadi kebutuhan utama masyarakat di kota besar, namun

PENGHARGAAN - Telkomsel mendapatkan penghargaan kategori ‘’Wajib Bayar Kontribusi KPU/USO Terbaik Tahun Buku 2016’’ di acara Malam Penghargaan dan Apresiasi KPU/USO 2017. juga hingga ke pelosok. ‘’Untuk itu kami terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat melalui layanan seluler, sehingga lebih banyak lagi masyarakat di pelosok yang dapat menikmati layanan telekomunikasi dengan standar kualitas yang sama dengan wilayah lainnya di seluruh Indonesia. Kami berharap hadirnya layanan ini dapat turut mendorong perubahan yang lebih baik di berbagai sektor di wilayah terkait,’’ ujarnya. Dalam Program Merah Putih, Telkomsel menerapkan teknologi berkonsep remote solution system yang dinamakan Very Small Aperture Terminal-Internet Protocol (VSAT-IP) berbasis satelit ditambah teknologi power supply menggunakan solar panel system. Teknologi ini merupakan solusi layanan komunikasi yang cocok diterapkan di daerah terpencil dengan infrastruktur yang sangat

terbatas dan kondisi geografis ekstrem, seperti pedesaan dan wilayah terdepan Indonesia. Selaku salah satu mitra kerja pemerintah (Kemenkominfo) yang terus mendukung keberhasilan pembangunan telekomunikasi dan informatika melalui program Kewajiban Pelaksanaan Universal/Universal Service Obligation KPU/USO, Telkomsel mendapatkan penghargaan dalam kategori ‘’Wajib Bayar Kontribusi KPU/USO Terbaik Tahun Buku 2016’’ di acara Malam Penghargaan dan Apresiasi KPU/USO 2017. KPU/ USO merupakan program pemerataan pembangunan telekomunikasi dan informatika yang diprioritaskan di daerah terluar/perbatasan, desa tertinggal, desa terpencil, daerah rintisan dan daerah yang tidak layak secara ekonomis serta wilayah yang belum terjangkau akses dan layanan telekomunikasi. (ad2168)

Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Pinsar Layer Bali 2017-2022 serta Seminar Regional II

PERHIMPUNAN Insan Perunggasan Rakyat Asosiasi Peternak Ayam Petelur (Pinsar Layer) Bali menggelar pengukuhan dan pelantikan pengurus periode 2017-2022 dengan tema ‘’Bio Security yang Ketat serta Vaksin yang Tepat Penunjang Kesuksesan Peternak Ayam Petelur’’ di Hotel Nikki, Denpasar, Jumat (28/7) kemarin. Acara dihadiri Ketua Umum Pinsar Layer Indonesia Singgih Januratmoko, S.Kh., Ketua Pinsar Layer Bali I Nengah Sarjana, S.E., M.M., Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Ir. Putu Sumantara, Mapp.SC., Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh. I Ketut Diarmita, M.P. dan seluruh anggota Pinser Layer Bali dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Acara ini dikemas dengan Seminar Regional II mengangkat tema ‘’Mengenali Penyakit pada Unggas dan Cara Penanggulan-

gannya’’ dengan menghadirkan narasumber Prof. R. Wasito. Ketua Panitia I Putu Ardana mengatakan, dilantiknya pengurus Pinsar Layer Bali 2017-2022 bertanda bahwa asosiasi Pinsar Layer Bali mempunyai organisasi yang jelas dan secara legalitas sah di mata hukum. Organisasi ini akan menjadi penyambung lidah antara peternak dan pemerintah serta bisa menjadi wadah untuk menyatukan pandangan dan pikiran dalam menghadapi tantangan dan persaingan ekonomi di masa yang akan datang. ‘’Peternak akan dihadapkan pada persaingan yang lebih ketat, isu-isu yang lebih kompleks dan tantangan perkembangan teknologi yang semakin pesat yang harus disikapi bersama ke depannya, sehingga kami para peternak bisa terus eksis dan tumbuh besar nantinya,’’ ujar Putu Ardana. Ketua Pinsar Layer Bali I Nengah

LANTIK - Ketua Umum Pinsar Layer Indonesia Singgih Januratmoko melantik pengurus Pinsar Layer Bali periode 2017-2022 di Hotel Nikki Denpasar.

Sarjana menjelaskan, asosiasi ini dibentuk dilatarbelakangi adanya tuntutan, desakan dan kebutuhan yang hadir dari pemerintah. Hal ini disebabkan para peternak di Bali sangat membutuhkan wadah untuk tempat menyalurkan aspirasi, informasi dan komunikasi dengan pemerintah. Asosiasi ini nantinya bisa menjadi wadah pembinaan, pengembangan, keikutsertaan dan penyalur aspirasi anggota untuk menyukseskan pembangunan nasional dan kesejahteraan anggotanya. Dikatakannya, lahirnya asosiasi ini mempunyai visi, yaitu membangun dunia perunggasan yang tangguh dan efisien, sehingga dapat diandalkan sebagai penyedia protein hewani, meningkatkan kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha, meningkatkan pendapatan kesejahteraan rakyat serta meningkatkan ketahanan pangan nasional. Sementara misinya sebagai stabilitas pengembangan pasar komoditi hasil perunggasan yang perlu terus diupayakan sebagai prasyarat terciptanya agribisnis perunggasan yang maju, tangguh dan efisien. Sementara itu, Ketua Umum Pinsar Layer Indonesia Singgih Januratmoko menyatakan, dilantiknya pengurus Asosiasi Pinsar Layer Bali menandakan bahwa konsolidasi para peternak ayam petelur di Bali selangkah lebih maju dalam menghadapi persaingan ke depannya yang akan semakin ketat. Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi dan mendukung serta memberikan motivasi kepada pengurus Pinsar Layer Bali yang baru agar bisa lebih mengembangkan dan memajukan peternakan ayam petelur. (ad2167)

Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

Puluhan Dokter Universitas Warmadewa Dilantik Nilainya di Atas Rata-rata Nasional

UNIVERSITAS Warmadewa (Unwar) tak hanya terkenal di Bali, tetapi juga di tingkat nasional. Nama universitas yang beralamat di Jalan Terompong, Tanjung Bungkak, Denpasar Timur ini semakin dikenal dan efeknya banyak calon mahasiswa dari luar Bali ingin kuliah di sana. Seperti Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unwar semakin dicari, bahkan oleh lulusan SMA dari luar Pulau Dewata. Hal itu karena lulusannya berkualitas, bahkan nilai rata-rata angka kelulusan dan angka keberhasilan di atas nasional. Jumat (28/7) kemarin dilaksanakan pelantikan 45 dokter Unwar di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar. Rektor Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park. mengatakan pelantikan dokter ke-7 dan pelulusan periode kedua serta ketiga ini menandakan mereka sudah lulus sebagai dokter dan lulus uji kompetensi dokter Indonesia. Artinya, yang dilepas tersebut merupakan dokter yang sudah siap bekerja. Satu tahun lagi mereka bekerja sebagai dokter internship. ‘’Setelah lulus internship baru boleh melakukan praktik mandiri. Sebenarnya saat proses internship pun boleh mengambil pasien tapi masih di bawah bimbingan dokter senior. Selesai internship baru boleh bekerja di mana pun, baik di pusat pelayanan kesehatan maupun mandiri,’’ tegas Rektor Putu Widjana. Dilanjutkannya, respons masyarakat dari tahun ke tahun sangat baik. Hal itu dibuktikan dari survei yang dilakukan kepada pengguna dokter lulusan Unwar, diterima oleh stakeholder dengan baik. Pas-

DILANTIK - Puluhan lulusan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unwar dilantik di Hotel Grand Bali Beach, Sanur. alnya, pihaknya benar-benar melaksanakan pendidikan dengan serius dan menyiapkan pendidiknya sebaik mungkin. Selain itu, fasilitas dilengkapi karena mereka berinvestasi banyak. Oleh karena itu, Unwar wajib memberikan pelayanan terbaik. ‘’Itulah sebabnya sebagai output atau outcame-nya lulusan dokter Unwar lulus ujian kompetensi dokter di atas rata-rata nasional. Makanya nama Fakultas Kedokteran Unwar terus berkibar secara nasional. Buktinya sekarang calon mahasiswa ada dari Jakarata, Papua dan Kalimantan. Jadi, mereka sangat mengenal kami,’’ tandasnya. Dalam kurikulum yang diterapkan termasuk special study menunjukkan karakteristik lulusan FK Unwar. Tentu saja disesuaikan dengan visi universitas, yaitu berwawasan lingkungan kepariwisataan. Kurikulum bersifat nasional atau inti 80 persen, 20 persen muatan dikembangkan sendiri sesuai karakteristik lokal lingkungan

kepariwisataan. ‘’Harapan kami prestasi yang dicapai sekarang ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan. Caranya, mari utamakan kualitas dan quality culture itu penting,’’ tambah Prof. Widjana. Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unwar dr. I Gusti Ngurah Anom Murdhana, Sp.FK. menegaskan, sesuai aturan dan persyaratan Kemendikti, pihaknya berhak menerima 150 mahasiswa baru. Namun, untuk menjaga kualitas, penerimaan dibatasi 90 orang. Dengan demikian kualitas lulusan tetap bisa dipertahankan. ‘’Dosen kami tidak ada yang S-1 lagi. Selain itu, kami bekerja sama dengan institusi luar negeri,’’ ungkapnya. Menurutnya, output pelulusan periode ketiga dan pelantikan ketujuh mendapat nilai angka kelulusan dan keberhasilan rata-rata di atas nasional. Lulusan sekarang ada nilainya 91 dari 100, sedangkan nilai keterampilan mencapai 85 persen dari 100. (ad2137)

Dies Natalis Ke-14

ISI Denpasar Tekankan Penguatan Karakter Kebangsaan

BERDIRI pada 2003, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar kini berusia 14 tahun. ISI Denpasar merupakan integrasi dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar dengan Program Studi Seni Rupa dan Desain (PSRD) Universitas Udayana. Peringatan Dies Natalis ke-14 digelar dengan upacara Sidang Terbuka Senat ISI Denpasar di Gedung Natya Mandala, Jumat (28/7) kemarin. Acara dihadiri Gubernur Bali, Kepala SKPD Pemerintah Provinsi Bali, pimpinan perguruan tinggi se-Bali, sekretaris dan anggota Senat ISI Denpasar, para budayawan dan seniman, civitas akademika ISI Denpasar dan lainnya. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum. menyampaikan, dalam memacu peserta didik menjadi sarjana seni yang berkarakter kebangsaan, ISI Denpasar melakukan penguatan paham multikultur yang mempromosikan nilai-nilai dan prinsip-prinsip perbedaan, serta menekankan pentingnya penghargaan pada setiap kelompok yang mempunyai kultur berbeda. Selain memacu untuk menghargai perbedaan, penguatan paham multikultur akan menguntungkan mahasiswa dalam mencari sumber inspirasi penciptaan karya seni. Berikutnya memaknai sejarah dan warisan budaya dengan cara menggunakan cerita sejarah sebagai sumber penciptaan seni dan melakukan workshop seni dengan para maestro seni budaya. Kemudian merajut kebersamaan melalui festival dan ritual. Festival seni biasanya diikuti kelompok-kelompok dari berbagai jenis dan etnis dengan tujuan memberikan pengalaman berkehidupan bersama kepada mahasiswa. Terakhir melakukan diplomasi budaya.

ISI Denpasar menetapkan visi pada tahun 2020 menjadi pusat unggulan seni budaya berbasis kearifan lokal berwawasan universal. Visi ini dijabarkan dalam misi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Renstra lima tahunan dan program kegiatan setiap tahun. Rektor ISI Denpasar mengajak seluruh civistas akademika ISI Denpasar untuk selalu mengevaluasi diri, terus berbenah, melihat dengan jernih apa yang telah diperbuat untuk disumbangkan pada masyarakat dan jagat seni. Hal itu sangat penting sebagai landasan dalam beraktivitas dan memproyeksikan masa depan. Serangkaian Perayaan Dies Natalis ke-14, ISI Denpasar juga memberikan penghargaan Siwa Nataraja kepada dua orang tokoh yang memiliki jasa luar biasa terhadap pengembangan ISI Denpasar, yaitu Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dan pensiunan dosen ISI Denpasar NLN Swasti Wijaya Bandem. Selain itu, penghargaan diberikan bagi para pensiunan (purnabakti), mantan dosen dan

pegawai yang telah mengabdikan dirinya untuk bersama-sama membangun ISI Denpasar. Selaku Dewan Penyantun, Gubernur Pastika mengucapkan selamat kepada civitas akademika ISI Denpasar. Ia berharap peringatan ini menjadi momentum seluruh civitas akademika untuk memantapkan kualitas penyelenggaraan pendidikan serta meningkatkan peran sosial institusi ISI Denpasar sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Terus belajar dan berbenah, sehingga semakin mampu menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan menghasilkan output yang bermutu pula. Terkait penghargaan Siwa Nataraja yang diterimanya, Mangku Pastika menyampaikan terima kasih pada ISI Denpasar. ‘’Penghargaan ini saya persembahkan kepada seluruh akademisi, budayawan dan seniman Bali yang telah bekerja keras dengan penuh pengabdian untuk terus menggali, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah yang adiluhung,’’ ujarnya. (ad2176)

PENGHARGAAN - Rektor ISI Denpasar I Gede Arya Sugiartha memberikan penghargaan Siwa Nataraja kepada I Made Mangku Pastika dan NLN Swasti Wijaya Bandem saat Dies Natalis ke-14.

Pameran Felice Jewellery

Dapatkan Black Diamond Solitaire 1 Karat Harga Promo Rp 1,999 Juta PAMERAN perhiasan emas dan berlian kembali digelar oleh Felice Jewellery mulai Sabtu (29/7) ini hingga Selasa (1/8) mendatang. Pameran dilaksanakan di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Berbagai model perhiasan berkualitas siap menyambut para pencinta berlian di Bali. ‘’Dapatkan Black Diamond Solitaire 1 karat dengan harga promo Rp 1,999 juta,’’ ujar Sales Felice Jewellery, Bazari, saat dikonfirmasi, Jumat (28/7) kemarin. Pihaknya juga menawarkan berlian putih 1 karat dengan harga Rp 39 juta dan berlian fashion 1 set Rp 15 juta. Ada juga cincin new flower dan berlian solitaire 0,50 karat. Dikatakannya, berlian-berlian Felice semuanya dipadupadankan dengan emas putih sehingga membentuk perhiasan yang indah sekaligus berkelas. Sementara koleksi batu-batu berharga dari Felice di antaranya blue sapphire, rubi, cat eye, dan emerald/jamrud. Bazari menambahkan, berlian fashion yang dihadirkan seperti anting dan liontin, gelang dan ladies ring, merupakan perhiasan model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. Pembayaran setiap perhiasan bisa dilakukan secara cash, debit atau dengan kartu kredit. Ia menjamin harga yang ditawarkan Felice sesuai dengan kualitas berlian yang dijual. ‘’Berliannya didatangkan langsung dari Eropa dengan cutting Belgia, desainnya dibuat di Hongkong. Setiap pembelian perhiasan mendapat sertifikat yang selanjutnya bisa dipakai untuk mendapatkan garansi perawatan seumur hidup dengan gratis,’’ lanjutnya. Felice Jewellery memang tidak hanya menjual emas dan berlian yang berkualitas. Karena itulah pihaknya juga memberikan maintenance lifetime guarantee atau garansi perawatan seumur hidup. ‘’Garansi ini sengaja diberikan secara gratis untuk memoles kembali emas dan berlian yang kusam karena sering dipakai,’’ jelasnya.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Bagi Anda yang gemar mengoleksi perhiasan berlian atau batu, tidak ada salahnya mengunjungi pameran Felice Jewellery. Harga yang relatif terjangkau ditambah desain yang unik, menjadi kelebihan Felice yang patut untuk dipertimbangkan. (ad2166)

DIPAMERKAN – Berlian ini termasuk yang dipamerkan oleh Felice Jewellery di Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar, mulai Sabtu (29/7) ini.


Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

seremonial

Bagaimana Menstimulasi Anak agar Mahir Berbahasa Inggris

EF English First mengadakan talkshow bertajuk ‘’How to Help Your Kids Learn English’’ dengan menghadirkan narasumber Roslina Verauli, S.Psi., M.Psi., Psikolog, serta brand ambassadors EF, yakni pasangan selebriti Donna Agnesia dan Darius Sinathrya, di Food Society Pakuwon Mall Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, Roslina Verauli atau yang akrab disapa Vera menekankan bahwa untuk mengoptimalkan upaya penyerapan bahasa asing pada anak dibutuhkan komitmen, konsistensi dan sistem support di sekitar anak. ‘’Orangtua harus menciptakan lingkungan yang mendukung untuk anak bisa mengembangkan kemampuan berbahasa asingnya,’’ ujarnya. Stimulasi merupakan hal mendasar dalam merangsang kecakapan berbahasa asing anak. Stimulasi terdiri atas merespons bunyi-bunyi dari bayi dengan bunyi/kata, memberi perhatian dan komentar pada apa yang anak lihat, bermain social games, melibatkan anak dalam bermain pura-pura serta melibatkan anak dalam percakapan sehari-hari. Stimulasi sekecil apa pun penting dalam mengenalkan anak pada bahasa asing. Namun, tidak lupa lingkungan sekitar yang disebut dengan sistem support harus dibangun untuk membesarkan anak multilingual. Ditanya mengenai penggunaan teknologi sebagai alat ban-

tu belajar bahasa Inggris, Vera menjawab, ‘’Bahasa merupakan perilaku sosial, dibutuhkan interaksi yang aktif antara anak dan orangtua atau pendamping di sekitarnya, bukan hanya antara anak dan gawai atau komputer’’. Intinya, penggunaan teknologi bisa membantu anak belajar bahasa Inggris asal didampingi oleh orangtua atau guru. Lebih lanjut mengenai manfaat dan pengaruh mengenalkan bahasa asing sejak dini, Vera memaparkan bahwa menjadi bilingual atau multilingual memberikan banyak manfaat terhadap perkembangan anak

dan kemampuannya di masa depan. Perkembangan kognitif; memiliki performa IQ lebih tinggi dalam tes atensi, penalaran analitik, pembentukan konsep, kemampuan verbal dan fleksibilitas berpikir. Sosiokultural; mempunyai kesadaran metalinguistik lebih andal, seperti mampu mendeteksi kesalahan tata bahasa, dapat memahami arti dan aturan dalam percakapan, sehingga jika disimpulkan anak dengan bilingual/multilingual memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik. Personal; mereka yang tum-

buh menjadi bilingual atau multilingual kelak memiliki kemampuan bersaing lebih tinggi dalam memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Sebagai orangtua yang sibuk, Donna dan Darius menyadari ketiga anaknya membutuhkan lingkungan berbahasa Inggris yang suportif selain di rumah, apalagi mereka kerap tidak bisa menemani anak-anaknya belajar atau bermain sepulang sekolah. ‘’Karena keterbatasan waktu, kami mempercayakan EF sebagai partner dalam mendidik ketiga anak kami berbahasa Inggris sejak tahun 2012,’’ kata Darius yang menjadi Brand Ambassadors EF bersama Donna dan ketiga anaknya. EF English First menghadirkan EF Open House mulai 31 Juli sampai 6 Agustus 2017. Dapatkan diskon kursus hingga Rp 1,3 juta, gratis placement test dan merchandise keren. Jadi, tunggu apa lagi? Datang dan gabung segera dengan EF English First di EF Hayam Wuruk dan EF Sunset Road sekarang juga! Bisa langsung konsultasi kemampuan bahasa Inggris bersama guru berpengalaman dan konsultasi menariknya belajar di EF dalam dan luar negeri. Hubungi EF Hayam Wuruk (244 449) atau EF Sunset Road (756 700). Untuk Anda yang akrab dengan sosial media, gabung langsung dengan Fan Page: EF English First Bali & Lombok dan instagram: @ ef_balilombok. (br2165)

Konsisten Lestarikan Seni dan Budaya

Gubernur Pastika Raih Penghargaan Tertinggi Siwa Nataraja dari ISI Denpasar KOMITMEN kuat Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam melestarikan seni dan budaya Bali melalui sejumlah kegiatan seperti Pesta Kesenian Bali, Bali Mandara Mahalango dan Bali Mandara Nawa Natya mendapat apresiasi dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. ISI Denpasar memberikan penghargaan Siwa Nataraja kepada Gubernur Bali. Gubernur Pastika dinilai turut berperan dalam memajukan kesenian dan kebudayaan daerah, sehingga seni menjadi semarak serta memberi ruang seluas-luasnya bagi para seniman untuk berkarya dan berinovasi. Penyerahan penghargaan tertinggi Siwa Nataraja berupa cincin dan piagam diserahkan langsung oleh Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. dalam Sidang Terbuka Senat ISI Denpasar dalam rangka Dies Natalis ke-14 ISI Denpasar di Gedung Natya Mandala, Jumat (28/7) kemarin. Gubernur Pastika dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas penghargaan tersebut dan mempersembahkan penghargaan itu kepada seluruh akademisi, budayawan dan seniman Bali yang telah bekerja keras dengan penuh pengabdian terus menggali, melestarikan dan mengembangkan kebudayan daerah. ‘’Program Bali Mandara difokuskan di samping pada

JABAT TANGAN – Gubernur Bali Made Mangku Pastika (kanan) berjabat tangan dengan Rektor ISI Denpasar I Gede Arya Sugiartha usai menerima penghargaan. upaya pengentasan kemiskinan juga pada program pelestarian kebudayaan daerah. Saya ingin seni bisa menjadi sumber penghidupan bagi para seniman. Taman Budaya agar bergeliat sepanjang tahun dengan berbagai pergelaran pertunjukkan seni. Kembangkan terus seni sehingga dapat memberikan manfaat bagi seni dan bagi kesejahteraan,’’ ujarnya. Lebih jauh Pastika menyatakan, saat ini kesenian Bali mampu tumbuh dan berkembang di tengah nilai-nilai globalisasi. Kesenian Bali telah mendukung dan menjadi bagian penting dari kemajuan pariwi-

sata Bali. Generasi muda Bali juga semakin tertarik untuk terjun menggeluti dan mempelajari kesenian daerah. Taman Budaya ikut bergeliat sepanjang tahun, menggelar berbagai pertunjukan seni. Hal ini menunjukkan gairah berkesenian dan apresiasi krama Bali terhadap kesenian sangat tinggi. Pada bagian lain, selaku Dewan Penyantun ISI Denpasar, Gubernur Pastika berharap agar momentum perayaan Dies Natalis ke-14 dijadikan momen untuk memantapkan kualitas penyelenggaraan pendidikan serta meningkatkan peran sosial institusi ISI Denpasar. ISI

Denpasar tidak hanya bertugas menghasilkan seniman yang intelek atau sarjana yang memahami dan menguasai kesenian serta menyiapkannya merebut pasar kerja, tetapi lebih penting lagi membangun generasi muda Bali yang mampu memantapkan kehidupan berkesenian, sebagai identitas utama krama dan daerah di tengah persaingan yang semakin kompleks. ‘’Setiap tahun saya harap kualitas output ISI Denpasar semakin meningkat, sehingga kesenian dan kebudayaan Bali tetap lestari. Semakin kaya inovasi dan kreasi baru sehingga dapat bersaing dalam tatanan global,’’ tuturnya. Penghargaan juga diserahkan kepada N.L.N Swasti Widjaja Bandem, seorang pensiunan dosen ISI Denpasar yang telah melahirkan berbagai karya seni apik seperti tari Sekar Jagat, tari Puspanjali dan tari Cendrawasih. Tarian tersebut berkembang pesat sebagai tarian dasar yang dipelajari siswa sanggar tari di Bali. Perayaan Dies Natalis turut dihadiri Inspektur Provinsi Bali Ketut Teneng, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan I Putu Astawa, Kepala Dinas Kebudayaan Dewa Putu Beratha, perwakilan bupati/wali kota se-Bali, anggota Dewan Penyantun ISI Denpasar, para budayawan dan seniman serta undangan lainnya. (ad2164)

Sipenmaru Stikes Bali Diikuti 282 Peserta

S-1 Keperawatan dan D-4 Anastesiologi Paling Laris SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali dikejar calon mahasiswa baru. Seleksi penerimaaan calon mahasiswa baru Stikes Bali 2017 jalur reguler, Jumat (28/7) kemarin, diikuti 282 peserta. Peserta yang mengikuti testing jalur reguler ini datang dari seluruh Indonesia. Ketua Sipenmaru Stikes Bali Komang Ayu Purnama Dewi didampingi Sekretaris Ns. Made Rismawan, S.Kep., M.Ns. mengungkapkan, tes tulis Sipenmaru 2017 ini belum terhitung jumlah peserta kelas konversi atau khusus sebanyak 80 orang. Hasil tes akan diumumkan 2 Agustus mendatang. Sebelumnya Stikes Bali sudah merekrut calon mahasiswa baru lewat jalur PMDK sebanyak 200 mahasiswa, dengan demikian kuota total 400 orang. Ketua Stikes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. mengungkapkan, dua prodi yang paling laris adalah S-1 Keperawatan (114) dan prodi baru D-4 Anastesiologi (113), sedangkan D-3 Kebidanan dan D-3 Keperawatan meraih satu kelas. Yang teranyar Stikes Bali dipercaya Kemenristik Dikti mulai 2017 membuka program

SIPENMARU - Ketua Stikes Bali Putu Darma Suyasa (paling kanan) bersama Komang Ayu Purnama Dewi berfoto dengan peserta Sipenmaru Stikes Bali. Rekoginisi Pembelajaran Lam- PBM–nya berkualitas didupau (RPL) bagi 80 lulusan SPK kung sarana dan prasarana guna dijadikan sarjana bea- terbaik menjadikan Stikes Bali siswa di Stikes Bali. Mengingat sebagai PTS Kesehatan terbaik tegasnya aturan pemerintah, di Bali. Dengan demikian maStikes Bali akan menyeleksi hasiswa merasa mendapatkan peserta Sipenmaru secara pelayanan terbaik di kampus. ketat untuk mendapatkan inDi samping itu, program put yang berkualitas disesuai- Stikes Bali semakin dikenal kan dengan rasio dosen dan karena memiliki program perprasarana. tukaran mahasiswa ke luar Darma Suyasa berterima negeri guna memberi wawasan kasih Stikes Bali selalu men- kepada dosen dan mahasiswa jadi pilihan masyarakat karena untuk mengetahui dan melulusannya banyak diterima mahami sistem pelayanan bekerja di rumah sakit dan kesehatan di negara ASEAN, puskesmas serta kemampuan- Australia dan Taiwan. Selain nya diandalkan. Sementara itu, adanya transparansi biaya

pendidikan dan tak pernah menaikkan SPP di tengah perjalanan. Biaya pendidikan selalu dikomunikasikan dengan mahasiswa dan orangtua mahasiswa lewat rapat orangtua. Ketua YP2LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka membenarkan yayasan melarang adanya kenaikan SPP Stikes Bali di tengah jalan agar tidak mengecewakan mahasiswa dan orangtuanya. Stikes Bali mulai belajar membuat sesuatu yang pasti. Ini menandakan adanya perencanaan yang matang serta profesional. Ida Bagus Arka selaku ketua yayasan mohon maaf kepada seluruh masyarakat karena tak bisa menampung seluruh calon mahasiswa baru, sebab persaingan pasaran kerja di dalam dan luar negeri yang semakin ketat membuat Stikes Bali harus mengedepankan kualitas. Ia berprinsip begitu lulus, ada kepastian bisa diterima bekerja di dalam dan luar negeri. Berdasarkan SK Kemenristek Dikti 2017, Stikes Bali ditetapkan sebagai Stikes terbaik satu di Bali, NTB, NTT dan Indonesia Timur serta berada di peringkat ke-11 nasional dari 273 PT Kesehatan di Tanah Air. (ad2163)

5

Dies Natalis Ke-35 Universitas Dwijendra

Bertabur Prestasi, Jadi Universitas ’’Excellent’’ PUNCAK Dies Natalis ke-35 Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar digelar secara sederhana namun penuh makna, Jumat (28/7) kemarin. Peringatan hari jadi Undwi lebih banyak diisi kegiatan peningkatan atmosfer akademik dan gelar budaya. Acara puncak Dies Natalis ditandai pemotongan tumpeng oleh Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. yang diserahkan kepada Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., pengurus lain dan mahasiswa serta dimeriahkan gebyar budaya dan ekspresi seni mahasiswa. Puncak Dies Natalis ke35 dipakai oleh Rektor Undwi untuk meningkatkan dan mengimplementasikan budaya mutu guna menjadi PT yang excelent dan unggul dalam penelitian. Saat itu juga ditandatangani naskah kerja sama antara Rektor Undwi, BKKBN, yayasan dan BNI 46 serta penyerahan buku/komik kepada SD Dwijendra dari Nyoman Bagus Satcitta Ananda Purushotama. Kepala Perwakilan BKKBN Bali Ida Bagus Wirama mengungkapkan, kerja sama dengan Undwi berkaitan dengan penelitian dan kependudukan serta perencanaan keluarga bagi remaja. Rektor Putu Dyatmikawati didampingi PR III Drs. Ida Bagus Rai, M.Si. memaparkan, pada dies natalis kali ini Undwi bertabur prestasi. Di antaranya juara I lomba film dokumenter, juara I lomba cerpen nasional, juara debat konstitusional nasional di MK, pemenang hibah PKM nasional bidang kewirausahaan, lima besar LKMM nasional, dosennya meraih hibah Dikti dan menulis buku. Rektor wanita satu-satunya di Bali ini mengungkapkan,

DIES NATALIS - Rektor Undwi Putu Dyatmikawati didampingi Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya dan pengurus usai penandatanganan kerja sama dengan BKKBN dan BNI 46 saat Dies Natalis ke-35. visi Undwi adalah sebagai pendidikan tinggi nasional guna membentuk sistem pendidikan tinggi yang sehat dan bermutu, menghasilkan insan beriman, bertakwa, cerdas dan terampil. Oleh karena itu, pendidikan di Undwi harus bermutu dan relevan dengan kebutuhan pembangunan. Ia ingin mewujudkan Undwi yang maju, bermartabat, berbudaya akademik dalam rangka membangun sumber daya manusia yang cerdas komprehensif secara berkelanjutan. Putu Dyatmikawati bertekad mengantarkan Undwi menjadi universitas yang excellent dan unggul dalam penelitian. Undwi harus menjadi pusat penelitian dan mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas dan dipublikasikan melalui jurnal yang terakreditasi, baik nasional maupun internasional. Oleh karena itu, ia mendorong dan akan memfasilitasi para dosen untuk melakukan penelitian

dan wajib dipublikasikan, sehingga atmosfer akademik Undwi semakin jaya. Di sisi lain, Rektor Undwi mengakui tantangan ke depan semakin berat. Untuk itu civitas akademika Undwi diharapkan terus meningkatkan kualitas mutu pendidikan, kompetensi diri, kualitas diri, disiplin dan kerja keras serta kerja sama sesuai konsep manyamabraya rahayu kapanggih. ‘’Jadilah embun dan matahari yang hadir di semua tempat,’’ ujarnya. Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar M.S. Chandra Jaya mengungkapkan rasa syukur Undwi semakin maju. Ini dibuktikan prestasi mahasiswanya yang go national dan dosennya unggul dalam penelitian. Yayasan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan dan kualitas dosen serta mendukung mereka meraih doktor dan guru besar. ‘’Undwi harus bercirikhaskan pusat penelitian dan kampus berkualitas,’’ tegasnya. (ad2162)

FPBS IKIP PGRI Bali Lepas 90 Sarjana

Pemerintah Harus Berani Angkat Guru Baru

DEKAN Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) IKIP PGRI Bali Dr. I Ketut Yarsama, M.Hum., Jumat (28/7) kemarin melepas 90 sarjana baru. Dari jumlah itu, 51 orang sarjana bidang ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 16 orang bidang ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Bali, 9 sarjana Program Studi Pendidikan Seni Rupa serta 14 orang Prodi Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik. Dekan I Ketut Yarsama didampingi Pembantu Dekan dan Kaprodi juga menyerahkan penghargaan kepada lulusan terbaik. Mereka adalah Putu Dina Marianti (3,74) dari Bahasa Sastra Indonesia, Kadek Sutarmi (3,72) dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Bali, I Putu Pande Mahardika (3,74) dari Prodi Seni Rupa dan Nonik Darmayanti (3,76) dari Sendratasik. Acara yudisium dihadiri Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H. M.Hum. bersama wakil rektor serta Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. I G.B. Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. dan Sekretaris Gusti Ngurah Oka. PD I Drs. I Nyoman Astawa, M.Hum. melaporkan, IPK lulusan FPBS tiap tahun mengalami peningkatan. Tahun ini 90 persen meraih predikat kelulusan sangat memuaskan, sisanya predikat pujian. Dekan Ketut Yarsama menegaskan, lulusan FPBS IKIP PGRI Bali sejak awal dibentuk untuk menjadi guru profesional agar mampu mengemban tugas sesuai amanat UU 14/2005 tentang guru dan dosen. Sarjana yang dicetak juga berkarakter karena IKIP PGRI Bali dipercaya sebagai PTS pusat pengembangan pendidikan karakter di Bali. Selain itu, mereka disiapkan menjalankan Kurikulum 2013 di sekolah menengah serta penguatan karakter. Sesuai tuntutan KKNI, lulusan FPBS IKIP PGRI Bali selain diberikan ijazah juga disiapkan sertifikat pendamping ijazah (SPI) berupa sertifikat tambahan keahlian, misalnya dalam bidang jurnalistik, komputer, penerjemah, mengajar orang asing berbahasa Indonesia, serta menjadi pengusaha muda mandiri. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi persaingan global dan mempersiapkan sarjana keguruan yang tak hanya menjadi guru, namun juga siap menjadi pengusaha di bidang pendidikan. Yarsama menyatakan, sebagaimana semangat otonomi daerah, rekrutmen guru PNS sebaiknya dikembalikan kepada daerah. Pemkab dan Pemprov Bali harus segera mengangkat lulusan guru Bahasa Indonesia, guru Seni Drama, Tari dan Musik (Sendratasik) dan Bahasa Bali, baik sebagai PNS, guru kontrak

YUDISIUM - Dekan FPBS IKIP PGRI Bali I Ketut Yarsama (kanan) bersama pembantu dekan saat meyudisium sarjana baru. maupun guru lepas di daerah. Hal ini penting karena banyak guru Bahasa Bali di SD, SMP dan SMA masih dirangkap oleh guru lain. ‘’Daerahlah yang mengetahui pemetaan kekurangan guru di daerah, bukan pusat. Hal ini guna menghindari droping guru ke sekolah yang tak sesuai kebutuhan sekolah,’’ ujarnya. Rektor IKIP PGRI Bali I Made Suarta setuju pengangkatan guru dikembalikan ke daerah. Pemerintah harus

berani mengangkat guru PNS karena memiliki siswa yang banyak. Idealnya rasio guru dan siswa adalah 1:20, sedangkan saat ini 1:45. Jika ingin profesional, pendidikan keahlian harus diajar oleh guru bidang studinya. ‘’Hasil survei di sekolah menunjukkan Bali masih kekurangan semua jenis guru, apalagi menjelang pensiun massal. Pemerintah mesti angkat guru, bukan biarkan dirangkap guru lain,’’ tegasnya. (ad2161)


OPINI

6

Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Belajar dari Kelangkaan Garam INDONESIA mesti belajar banyak dari berbagai peristiwa kelangkaan yang menyangkut rakyat akar rumput. Misalnya, kelangkaan cabai membuat harga komoditas tersebut melonjak tinggi sampai berlipat-libat. Kita pernah mendapatkan harga cabai sampai Rp 150.000 per kilogram. Bayangkan bagaimana kehidupan rakyat kecil seperti penjual tahu yang harus menyertakan cabai dalam dagangannya. Sebagian dari bahan makanan kita juga menyertakan cabai dalam memasaknya. Cabai merupakan kebutuhan sosial masyarakat karena lidah orang Indonesia sudah terkenal suka pedas. Beras juga pernah langka di Indonesia, dan kini yang cukup mengherankan adalah kelangkaan garam. Sebagai negara yang mempunyai lintasan pantai jutaan kilometer dan sebagai negara kepulauan, langkanya garam ini cukup mengherankan. Inilah yang terjadi di Indonesia dalam waktu tujuh hari terakhir. Garam mempunyai fungsi sosial yang lebih luas dari cabai. Tidak semua orang suka dengan makanan pedas tetapi hampir semua orang Indonesia perlu dengan makanan yang bergaram. Tentu dengan adonan yang memadai maksudnya. Di samping garam dan cabai, Indonesia juga sering kali mengkhawatirkan dengan masalah beras. Beberapa waktu lalu, ada tuduhan sebuah perusahan yang melakukan manipulasi kualitas beras yang memicu kontroversi di seluruh Indonesia. Sebelumnya, muncul juga apa yang disebut-sebut sebagai beras dengan pemutih. Masyarakat resah dengan fenomena seperti ini. Sebab, mereka tidak mampu mengenali mana beras yang dengan pemutih dan mana beras asli. Teknologi yang berkembang sekarang memungkinkan yang palsu itu mirip dengan yang asli. Karena itulah penting bagi kita untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang bagaimana wujud yang sebenarnya dari beras yang asli. Terhadap dua persoalan itu, yang menimpa beras dan garam, kita sangat menghargai tindakan pemerintah. Di samping memberikan penjelasan duduk persoalannya, pemerintah juga melakukan langkah dengan memeriksa dan meneliti kasusnya. Oknum yang dituduh melakukan penipuan diperiksa dan disuruh memberikan klarifikasi. Tindakan ini paling tidak mampu memberikan keringanan persoalan bagi masyarakat. Garam dan beras merupakan kebutuhan sentral bagi masyarakat Indonesia. Pemerintah dan pihak terkait, seperti para ahli sudah seharusnya mampu memberi klarifikasi secara lebih cepat. Para ahli pada konteks ini mesti ditampilkan ke hadapan umum agar benar-benar mampu menjelaskan duduk persoalannya dan pemerintah kemudian mengambil kebijakan dari penjelasan para ahli tersebut. Pemerintah juga harus cermat. Politik dan strategi bisnis juga dapat bermain dalam kasus ini. Bahkan, gabungan keduanya dapat bermain sekaligus. Beras, garam, dan daging merupakan kebutuhan pokok dari masyarakat Indonesia. Dan kita tahu, seluruh produk tersebut sebagian harus diimpor karena kita tidak mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Konteks impor inilah yang kemudian dijadikan permainan. Para pengusaha yang mempunyai sikap monopolis dapat saja mempermainkan produk tersebut, bisa jadi “menyembunyikannya” agar kemudian impiannya lebih lancar. Cara seperti ini terkadang berkaitan dengan sikap politik. Untuk menjatuhkan kredibilitas pemerintah yang sedang memegang kekuasaan, kelangkaan barang-barang kebutuhan primer ini akan menjadi santapan yang mudah bagi lawan politik pemerintah untuk mengkritik.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Lumintang Jadi Milik Rakyat

Kawasan Lumintang kini menjadi salah satu ruang publik yang sangat diminati masyarakat. Langkah penataan yang dilakukan Pemkot Denpasar di kawasan ini tentu tetap harus merujuk tersedianya ruang publik yang nyaman bagi masyarakatnya. Selain ruang yang luas, kawasan Lumintang juga sangat strategis. Memperbanyak ruang hijau dan fasilitas bermain bagi anak-anak di kawasan ini tentu harus menjadi salah satu solusi. Secara umum, waluapun saya bukan warga Denpasar namun saya merasakan betul betapa kawasan ini bisa menjadi magnet kegiatan publik. Ini saya rasakan ketika sempat mengujungi Food Truck di kawasan ini. Event yang bernuasa hiburan rakyat juga memungkinkan memilih lokasi di sini. Untuk itu, ke depan, saya berharap agar kawasan ini benar-benar terkesan menjadi taman kota namun tetap memberi ruang yang lapang bagi warga kota. Menjadikan kawasan ini sebagai pedestrian juga mungkin dilakukan. Dengan melakukan pavingisasi di sepanjang jalan di kawasan ini dan jalan-jalan seputaran perkantoran di wilayah ini bisa menjadikan Lumintang sebagai rumah rakyat. Artinya, rakyat atau warga kota bisa menjadikan Lumintang seolah-olah halaman rumahnya. Untuk itulah, upaya penataan Lumintang layak diapresiasi mengingat hal ini berdampak positif bagi warga kota. Dengan tersedianya ruang yang nyaman warga kota bisa dalam membangun komunikasi di tengah-tengah kesibukan kerja. Putra Suardika Badung, Bali

Garam dan Modernisasi Industri Menengah Bawah Setelah geger karena kasus beras yang harganya mahal dan dugaan penipuan kualitas, kini beberapa daerah di Indonesia terkena kelangkaan garam. Pasokan garam berkurang karena dua hal, yaitu panen yang terlambat dan impor yang macet. Akibatnya, terimbas kepada produsen ikan asin yang berhenti bekerja untuk sementara. Harga garam konsumsi juga melonjak sebesar tiga kali lipat dari harga semula. Daerah-daerah yang dicatat mengalami kelangkaan garam adalah Riau, Jambi, Lampung, Surabaya dan beberapa daerah lain. Meski tidak seluruh terdampak akibat dari keadaan ini, akan tetapi naiknya harga garam berlipat tiga tersebut akan diikuti dengan kenaikan harga lain mengingat garam digunakan dalam banyak produksi di Indonesia.

Oleh GPB Suka Arjawa alam konteks sosiologis, ada perumpamaan yang menyebutkan “bagai sayur tanpa garam”, yang artinya sebuah produk makanan yang kualitasnya tidak bagus, apa pun produk tersebut. Akan tetapi bahwa perumpamaan itu memakai kata garam, menandakan bahwa garam merupakan bagian sentral bagi kehidupan sosial. Lebih lagi karena garam mempunyai fungsi sentral bagi kehidupan sosial. Sebagai pelengkap kelezatan makanan garam sudah pasti memegang peranan sangat strategis. Hanya dengan adonan yang pantas, makanan menjadi enak, lezat dan di Indonesia, makanan lezat tersebut menjadi penentu utama kualitas pergaulan sosial. Diplomasi makanan lezat akan menjadi keberhasilan untuk menghilangkan konflik. Jadi, garam mempunyai peranan penting juga dalam tindakan peredaman konflik. Masih ada fungsi sosial-ekonomi garam yang lain, semisal untuk ikut membantu stimulasi pembuatan

D

es krim oleh pedagang keliling. Tidak adanya garam atau berkurangnya pasokan garam, dengan demikian, pasti akan memicu tekanan di masyarakat. Objek yang terkena sasaran adalah individu dan keluarga. Pada tingkat keluargalah rasa garam tersebut akan paling terlihat. Konflik (dalam skala ringan) dan harmonisasi keluarga, justru ditentukan oleh faktor garam. Keluarga merupakan basis organisasi paling kecil dalam kehidupan sosial di Indonesia. Karena itu, garam jelas mempunyai sosial yang signifikan. Mahatma Gandhi, pejuang nasional India memakai garam sebagai salah satu wujud alat politisnya untuk menghadapi kolonialis Inggris. Ia membuat garam sendiri agar (masyarakat India) tidak tergantung pada pemerintahan kolonialis itu. Pemerintahan kolonialis menguasai perdagangan garam nasional sehingga rakyat India membeli garam dari pemerintahan Inggris. Fenomena ini memberikan bukti, bagaimana garam itu mempunyai peran sangat strategis secara nasional. Ia

dapat berfungsi sosial, politik ekonomi dan kebudayaan. Seperti yang telah menjadi pengetahuan umum, Inggris justru angkat kaki dari India karena perjuangan damai yang diperkenalkan Gandhi. Jumputan garam yang dilakukannya sendiri menjadi salah satu kiat simbolis untuk membuat Inggris hengkang dari India. Pemerintah Indonesia tidak boleh main-main akan tersedianya garam dalam kehidupan sosial. Karena posisinya demikian sentral bagi kehidupan sosial, maka garam juga menjadi sasaran “borongan” para tengkulak dan importir, sasaran kecaman politisi dan bisa menjatuhkan kredibilitas pemerintah. Dalam tindakan ekonomi kartel atau apa pun namanya, garam mempunyai posisi yang sama dengan beras, minyak, kelapa sawit dan berbagai kebutuhan pokok masyarakat Indonesia mulai dari pegunungan, pedesaan sampai ke perkotaan. Kasus yang menimpa kelangkaan garam yang terjadi di Indonesia saat ini disebabkan oleh dua hal, yaitu panen yang tidak maksimal

dan tertundanya impor dari luar negeri. Mungkin perlu ditambahkan lagi satu, yaitu kurangnya petani garam di Indonesia. Fenomena ini perlu diperhatikan dengan baik oleh pemerintah. Seperti yang diungkapkan di atas, garam tersebut mempunyai peran yang demikian sentral dalam kehidupan sosial. Bahwa kemungkinan sampai tertundanya panen bisa jadi disebabkan oleh kurangnya anggota masyarakat yang berprofesi sebagai petani garam. Dalam kasus di Bali, berkurangnya petani garam di pesisir selatan (Denpasar), disebabkan oleh tergerusnya areal mereka oleh perumahan atau pertokoan. Gambaran ini merupakan perspektif sederhana dari tradisionalisme menghadapi modernisme. Yang paling kelihatan adalah gerusan lahan yang terdesak oleh deru modernism. Akan tetapi, jauh di dalam dari fenomena itu ada ada dua gerusan yang tidak dapat dihadapi oleh petani garam di Bali. Pada instrumen produksi, masyarakat petani garam masih menggunakan cara tradisional untuk memproduksi. Ini memerlukan tenaga besar, yang meskipun mempunyai kualitas terbaik akan tetapi kalah oleh garam impor yang sudah langsung tersedia di toko. Kekalahan instrumen ini masih berlanjut karena manajemen dan teknik pemasaran mereka kalah dari garam-garam kemasan di toko modern yang walaupun kualitasnya masih dapat dipertanyakan. Gerusan kedua adalah akibat akumulatif dari gerusan yang pertama, yaitu masalah lahan. Ketidakmam-

Pelecehan terhadap Wanita di Tempat Kerja Pelecehan seksual pada pekerja perempuan banyak terjadi dengan imingiming jabatan, intimidasi dari atasan. Pelecehan seksual di tempat kerja dapat diartikan sebagai segala macam bentuk perilaku yang berkonotasi seksual yang dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh orang yang menjadi sasaran. Tentunya sakit hati, sedih, malu, dan marah yang dirasakan oleh yang menjadi korban. Kasus pelecehan seksual umumnya korban lebih banyak bersikap diam, karena mereka takut dipecat apabila mengadu atau memilih untuk tetap kerja dan mereka menolak melakukan keinginan atasan, tetapi jika mereka menolak akan mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari atasan. Wanita merupakan sosok istimewa yang diciptakan Tuhan untuk menjadi makhluk yang pantas dicintai dan dihormati. Tuhan juga menyertakan perasaan yang kuat sekaligus sangat rapuh pada diri wanita dan Tuhan telah mengistimewakan wanita. Kasus pelecehan seksual di tempat kerja yang paling sering dialami tenaga kerja perempuan, pelecehan seksual yang terjadi pada tenaga kerja perempuan beragam modusnya, mulai dari pelecehan fisik yang mengarah ke perbuatan seksual seperti mencium, mencubit, menepuk, pelecehan secara lisan, pelecehan isyarat seperti bahasa tubuh yang mengarah hubungan seksual,

Oleh

Ni Komang Ratih Kumala Dewi, S.H., M.H. pelecehan tertulis atau gambar porno, serta pelecehan psikologis misalnya ajakan berhubungan seksual secara terusmenerus dan tidak diinginkan. Pelecehan seksual merupakan segala tindakan seksual yang tidak diinginkan yang membuat seseorang merasa tersinggung, dipermalukan atau terintimidasi di mana reaksi seperti itu adalah masuk akal dalam situasi dan kondisi yang ada. Unsur utama dalam pelecehan seksual adalah adanya rasa tidak diinginkan oleh korban. Wanita sesungguhnya bukanlah merupakan objek dari suatu tindakan pelecehan melainkan wanita seharusnya dihormati dan dijaga kehormatannya. Ada suatu ungkapan mengatakan “surga berada di bawah kaki ibu”, seorang ibu adalah seorang wanita untuk itu wanita harus dihormati. Seperti tercantum dalam Undangundang No. 39 Tahun 1999 tentang HAM, menyatakan bahwa hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemer-

intah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Penegakan hak perempuan merupakan bagian dari penegakan hak asasi manusia. Untuk itu, wanita di dalam tempat kerja perlu adanya perlindungan. Perlindungan kerja bertujuan untuk menjamin berlangsungnya sistem hubungan kerja tanpa disertai adanya tekanan dari pihak yang kuat kepada pihak yang lemah. Wanita merupakan bagian dari tenaga kerja yang telah melakukan kerja baik untuk diri sendiri maupun bekerja dalam hubungan kerja atau di bawah perintah pemberi kerja. Mengingat tenaga kerja wanita sebagai pihak yang lemah dari majikannya atau atasannya yang kedudukannya lebih kuat, maka perlu mendapatkan perlindungan atas hak-haknya. Kebutuhan yang semakin meningkat dan keinginan untuk mengkualifikasi diri merupakan sebagai alasan mengapa wanita itu ingin bekerja. Kenyataan ini memberikan gambaran bahwa apa pun alasannya wanita itu ingin bekerja, tetap saja tidak dapat dimungkiri bahwa pekerjaan akan memberikan kontribusi yang tidak sedikit kepada semua pihak secara langsung maupun tidak langsung.

puan mengejar modernisasi garam dengan garam impor, secara sosial masyarakat petani garam menjadi miskin. Dan kemiskinan identik dengan kekalahan pengetahuan, ekonomi, modal, keberanian dan seterusnya. Mereka tidak mampu menahan gempuran pertokoan, perumahan sampai hotel-hotel modern. Maka lahan-lahan yang sebelumnya identik dengan pusat produksi garam di Bali (Denpasar bagian selatan), tergerus oleh segala yang berbau modern. Fenomena petani garam yang ada di Bali, bisa jadi identik dengan petani garam yang ada di tempat lain, termasuk juga sentra-sentra garam di Jawa dan Sumatera. Petani gara m terlalu sed ikit d an seolah tidak terlindungi. Dengan demikian, menghadapi fenomena kelangkaan garam seperti sekarang, pemerintah harus memerhatiakn banyak hal. Modernisasi harus diberikan kepada para petani garam. Modernisasi itu tidak hanya berarti modernisasi instrumen pembuatan tetapi juga manajerial, termasuk juga teknik pemasaran dan pengemasan. Bantuan pendidikan dan asah keterampilan kepada petani penting sekali diberikan kepada generasi penerus agar tetap dapat melanjutkan usaha pendahulunya. Selanjutnya, berbarengan dengan modernisasi tersebut, pemerintah juga membatasi impor garam, bukan pembatasan parsial sebulan atau dua bulan menjelang panen garam di Indonesia. Penulis adalah staf pengajar FISIP Universitas Udayana

POJOK Presiden Jokowi tanggapi pernyataan SBY dan Prabowo. - Tunggu 2019. *** Menteri Perdagangan menunda pemberlakuan HET beras. - Tunggu naik dulu. *** Prabowo sebut ambang batas presiden 20 persen merupakan lelucon. - Lucu kalau bilang sekarang.

Penulis, Dosen di Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


BALI balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

www.iklanbalipost.com

DAHAN POHON - Petugas melakukan perompesan dahan pohon di sudut lapangan tenis GOR Ngurah Rai Denpasar, belum lama ini.

Balipost on Gadget

Bali Post/wan

sabtu KLIWON, 29 juli 2017

redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id

7

Figur

Batasi Wifi REMAJA dan pemuda saat ini seperti tidak kenal waktu saat nongkrong bersama teman-temannya. Mereka nonkrong sampai pagi di minimarket buka 24 jam yang ada fasilitas wifi gratis. Tak jarang mereka terlibat perselisihan dengan kelompok lainnya dan berbuntut pengeroyokan atau penganiayaan. Melihat fenomena yang memprihatinkan tersebut, Kapolsek Denpasar Barat Kompol Gede Sumena, Jumat (28/7) kemarin, mengatakan, perintah Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo agar Bali Post/rah dibatasi sampai pukul 02.00 Wita. Bila ada yang nongkrong lewat dari batas waktu tersebut, pihaknya langsung membubarkan mereka. “Minimarket yang buka 24 jam dan ada fasilitas wifi gratis, kami minta wifi bisa digunakan hingga pukul 00.00 Wita. Kadang-kadang itu kan yang membuat mereka betah nongkrong sampai pagi,” kata mantan Kapolsek Kintamani, Bangli ini. Hal itu dilakukan untuk meminalisasi gangguan kamtibmas yang melibatkan antarkelompok atau komunitas. Selain itu, pihaknya terus mendata namanama komutitas sepeda motor yang biasa kumpul-kumpul di wilayah Denpasar Barat. “Kami sudah membuat Pos Berantas di Jalan Mahendradatta, Denpasar. Anggota yang tugas di pos itu memantau pergerakan komunitas motor tersebut dan siap membubarkanya bila melanggar jam sudah ditentukan. Yang dilibatkan piket masing-masing satuan, diawai pawas (perwira pengawas),” tegasnya. (rah)

Siswa Tercecer PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK yang dilaksanakan sebanyak dua gelombang memang sudah berakhir. Namun, Dinas Pendidikan Provinsi Bali masih belum bisa memastikan kemungkinan adanya siswa yang masih tercecer. Utamanya siswa dari keluarga miskin yang sebelumnya memang tidak diterima di sekolah negeri maupun swasta. “Tidak tahu kalau besok ada orang miskin, kadang-kadang dia sakit, mungkin ada yang belum. KalauBali Post/rin pun ada, pasti kita fasilitasi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani yang dikonfirmasi Jumat (28/7) kemarin. Itu artinya, lanjut TIA, kesempatan bagi siswa miskin masih terbuka untuk melanjutkan pendidikan di SMA/ SMK khususnya negeri. Kendati, proses belajar mengajar di SMA/SMK saat ini sudah berlangsung. Pemerintah bertugas untuk memastikan agar jangan sampai anak usia 15-21 tahun tidak bisa menikmati pendidikan dengan alasan ditolak oleh sekolah. “Sasaran kita kan anak-anak yang tidak mendapat tempat di mana-mana. Kalau anak itu ingin pindah sekolah, sementara ini memang tidak mungkin,” jelasnya. Sementara terkait kurikulum yang diberlakukan sekolah, TIA juga belum bisa memastikan apakah seluruh sekolah sudah memberlakukan Kurikulum 2013. Namun, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Bali dikatakan sudah melakukan pelatihan secara maraton. “Sampai sekarang untuk seluruh Bali belum kita verifikasi karena ada beberapa sekolah baru. Batasnya kan 2019,” ujarnya. (rin)

Seniman Diberi Pemahaman Bahaya Narkoba Gianyar (Bali Post) Masyarakat merupakan eleman terpenting dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kepedulian masyarakat memiliki peran dan posisi yang strategis dalam upaya yang selama ini dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan jajaran. Terkait dengan itu seniman, pecalang, dan penyuluh bahasa Bali diberi pemahaman bahaya narkoba. Hal itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa didampingi Kepala BNN Kabupaten Gianyar AKBP I Made Pastika, Jumat (28/7) kemarin, di Gianyar, saat menjadi narasumber kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) P4GN melalui media konvensional kepada kelompok masyarakat. “Apabila sudah menggunakan narkoba, 10 persen otaknya itu tidak akan pulih karena sudah rusak. Akibatnya ada perubahan perilaku, gangguan mental dan psikis” ujar Kepala BNNP. Berbagai strategi telah dilakukan BNN melalui kegiatan pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi. Peran serta masyarakat dalam upaya P4GN, kata Suastawa, diatur dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 mengenai peran serta masyarakat dalam penanganan tindak pidana narkotika. “Penyuluhan yang melibatkan kelompok masyarakat ini merupakan upaya untuk memberikan kekuatan. Tujuannya untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengidentifikasi serta memprioritaskan kebutuhan masyarakat dalam upaya untuk mencapai kebutuhan tersebut,” ungkapnya. Ia berharap kepada masyarakat, terutama para komunitas dapat tampil sebagai pionir dalam menggerakkan masyarakat daerahnya untuk menjauhi narkoba. Selain itu, mereka diminta dapat memberikan pengaruh positif terhadap kelangsungan program pencegahan penyalahgunaan narkoba. Termasuk merangkul semua elemen masyarakat dari keluarga, lingkungan sekitar hingga organisasi sosial masyarakat. Dengan demikian, program tersebut dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh semua anggota masyarakat. (kmb36)

Bali Post/wan

BAWA MATERIAL - Seorang pekerja mendorong gerobak berisi material bangunan di jembatan bambu di atas aliran air Tukad Badung, Kamis (27/7). Saat ini sedang dibangun proyek pembuatan jalan setapak di tepi sungai tersebut.

Tanah di Bali Baru 69,84 Persen Bersertifikat Denpasar (Bali Post) -

Bali diperkirakan memiliki 1.811.192 bidang tanah dari luas wilayahnya yang mencapai 5.636,66 km persegi. Dari jumlah itu, tanah yang telah bersertifikat baru 1.264.964 bidang atau 69,84 persen. Artinya, masih ada 546.328 bidang tanah yang belum bersertifikat atau 29,16 persen. “Target kita pada tahun 2020, seluruh bidang tanah yang ada di Provinsi Bali telah selesai terdaftar melalui program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, red),” ujar Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat memimpin Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pelaksanaan PTSL di Ruang Rapat Prajasabha, Kantor Gubernur Bali, Jumat (28/7) kemarin. Tahun 2017 ini, lanjut

Sudikerta, bidang tanah yang ditargetkan bersertifikat melalui program PTSL sebanyak 210.957 bidang. Masing-masing kabupaten/ kota diminta mengalokasikan biaya pendamping PTSL sebesar Rp 150.000 per bidang tanah dalam APBD Perubahan 2017 atau APBD tahun 2018. Sementara biaya persiapan pendaftaran tanah sistematis lengkap dibebankan kepada masyarakat.

“Para bupati/wali kota harus membuat peraturan terkait hal tersebut,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Bali Jaya, S.H., M.H. mengatakan, PTSL dilaksanakan untuk mempercepat terwujudnya pendaftaran tanah di seluruh wilayah Indonesia. Di Bali sendiri pengukuran dalam PTSL dibagi per cluster. Di antaranya tanah Pale-

mahan Karang Desa (PKD) atau tanah yang dikuasai oleh desa, yang diberikan kepada krama desa untuk perumahan. Kemudian, Tanah Ayahan Desa (AYDS) yakni tanah yang dikuasai atau dimiliki oleh desa yang penggarapannya diserahkan kepada masing-masing krama desa disertai hak untuk menikmati hasilnya. Jumlah PKD dan AYDS diperkirakan 15-20%. “Sampai saat ini, kami masih terus melakukan koordinasi dengan pihak kabupaten/kota di Bali dalam hal pengukuran dan pendataan aset-aset tanah. Selain pe-

merintah daerah, peran dan partisipasi aktif masyarakat dalam hal ini juga sangat diperlukan,” ujarnya. Jaya menambahkan, program PTSL memiliki beberapa manfaat positif bagi Provinsi Bali terkait basis data pertanahan yang lengkap dan terintegrasi (Peta Tunggal). Selain itu, juga akan berdampak positif terhadap perekonomian Provinsi Bali yang dapat dilihat dari peningkatan jumlah Hak Tanggungan (HT), Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Pajak Penghasilan (PPh). (kmb32)

RSUP Sanglah Rawan Kebakaran Belum Dilantik, Pejabat Hasil Lelang Jabatan

Denpasar (Bali Post) RSUP Sanglah rawan mengalami kebakaran. Dalam peta register RSUP Sanglah, kebakaran yang ditandai dengan red code, rumah sakit ini sangat berisiko mengalami kebakaran. Karena itu setiap unit harus mampu melakukan penanganan kebakaran. Maka dari itu, RSUP Sanglah kerap melakukan simulasi. Seperti simulasi penanganan bencana gempa yang memicu kebakaran yang dilakukan Kamis (27/7). Tim K3 RSUP Sanglah dr. Ken Wirasandi mengatakan, RSUP Sanglah rawan terjadi kebakaran karena memiliki laundry, ruang gizi, genzet, boiler, alat-alat elektronik. “Kadang-kadang bisa dikendalikan, kadang tidak. Belum lagi fasilitas medis atau sarana, gedung tua, listrik belum optimal, perkabelan masih berisiko. Semua itu berisiko untuk kami,” bebernya. RSUP Sanglah terdiri atas 4 blok yaitu blok A, B, C, D. Pada simulasi itu, RSUP Sanglah melakukan simulasi di 4 blok tersebut. Simulasi yang melibatkan 250 karyawan itu, mencoba menangani musibah akibat gempa. Gempa yang terjadi menyebabkan korsleting listrik di Ruang Mahottama RSUP Sanglah. Akibatnya, ruangan tersebut mengalami kebakaran yang ditandai dengan red code. Red code berkembang menjadi bencana karena RSUP Sanglah tidak mampu menyelesaikan hingga akhirnya muncul kebakaran. Dalam situasi penanganan bencana di Ruang Mahottama RSUP Sanglah, ada informasi masuk melalui IGD. Dari gempa mengakibatkan satu

Bali Post/eka

SIMULASI - Para petugas tengah memindahkan korban bencana dari ambulans saat simulasi penanggulangan bencana gempa di RSUP Sanglah, Denpasar, Kamis (27/7). Simulasi ini bertujuan untuk melatih kesigapan petugas dalam menangani korban bencana. ruang perawatan Fakultas Kedokteran khususnya di Prodi Keperawatan mengalami runtuh. Sehingga banyak korban yang terjebak di sana. Oleh BPBD, kejadian tersebut telah ditanggulangi. Tak hanya BPBD, dalam simulasi tersebut juga ada SAR, kepolisian, PMI dan RSUP Sanglah pun mengirimkan tim untuk melakukan pertolongan ke gedung tersebut. Tragisnya, semua korban dengan berbagai tingkat kegawatdaruratan dilarikan ke RSUP Sanglah. Dikatakan, dalam situasi tersebut, koordinasi dan komunikasi harus dibangun antara komandan rumah sakit, komandan bencana, ketua medical dan ketua manajemen support sehingga diharapkan RSUP Sanglah siap.

Sementara itu, kekurangan bed yang kerap terjadi ditanggulangi dengan manajemen bed yang baik antara IGD dan masing-masing ruangan di RSUP Sanglah. Karena bed yang disiapkan di IGD hanya untuk 20-30 pasien. “Cadangan bed yang ada di masing-masing unit itu bila perlu akan digerakkan ke IGD untuk men-support ketersediaan bed yang sampai saat disiapkan untuk 20-30 korban,” tandasnya. Demikian juga ruang perawatan. Dalam disaster plan yang baru dibangun dan akan terus direvisi itu semua korban akibat bencana akan dirawat di Ruang MS. Sementara pasien yang ada di MS dimobilisasi oleh keperawatan ke ruang-ruang perawatan yang ada di luar MS. (kmb42)

Singaraja (Bali Post) – Meski sudah menetapkan tiga pejabat yang menduduki peringkat teratas dalam lelang jabatan, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) belum memutuskan kapan pejabat itu dilantik. Tiga calon kepada dinas itu belum dilantik karena satu di antaranya belum memenuhi syarat menjabat di jabatan yang sama selama dua tahun. Panitia seleksi (pansel) sekarang masih berkoordinasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut atas kondisi yang terjadi di lapangan. Sekretaris Pansel Lelang Jabatan yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Buleleng Ni Made Rousmini mengatakan, sesuai regulasi tentang pengangkatan pejabat eselon II melalui lelang jabatan wajib memenuhi syarat telah menduduki jabatan yang sama selama dua tahun. Dari lelang jabatan yang sudah berjalan sebelumnya jabatan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) yang dimenangkan oleh Komang Surattini sebagai peraih ranking pertama. Hanya, Surattini sekarang baru menduduki jabatan sebaga Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perkimta selama enam bulan sekaligus sekretaris Dinas Perkimta. Atas kondisi ini, Bupati

belum menetapkan yang bersangkutan sebagai pejabat definitif bersama dua calon kepala dinas lainnya masing-masing Gede Suairatha Widiada yang kini menduduki jabatan Kepala Bagian dan Perawatan (Kabag Perwat Pemkab Buleleng) sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Putu Artawan sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang kini masih menduduki jabatan Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Buleleng. ‘’Kalau yang dua tidak ada masalah, hanya calon Kadis Perkimta saja masih ada masalah dan memang masa jabatan yang sama saja belum terpenuhi, tapi kalau proses lelang dan faktanya yang bersangkutan menduduki ranking teratas,’’ katanya. Menurut Rousmini, untuk memastikan apakah calon Kadis Permimta bisa dilantik atau tidak, Pansel sudah bersurat ke BKN untuk meminta penjelasan terkait masalah ini. Hal ini karena dari proses lelang dan Bupati memilih yang bersangkutan sebagai ranking teratas, sehingga perlu dimintakan solusi terbaik agar tidak melanggar regulasi. Selain itu, pihaknya juga meminta penjelasan terkait kepastian waktu pelantikan sekaligus mutasi pejabat apakah bisa dilakukan sebelum atau setelah Bupati dan Wakil Bupati terpilih dilantik. (kmb38)


8

BANGLI Warga Abang Batudinding Dilatih Tangani Bencana

Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

Di SMAN 1 Bangli

Siswa Asal Papua Diajarkan Seni dan Bahasa Bali

Bangli (Bali Post) – SMAN 1 Bangli menjadi salah satu sekolah di Bali yang rutin menerima siswa program afirmasi asal Provinsi Papua. Sama seperti tahun sebelumnya, pada tahun ini, jumlah siswa baru asal Papua yang diterima di sekolah tersebut sebanyak dua orang. Tak hanya dididik dalam bidang akademik, para siswa asal Papua yang bersekolah di SMAN 1 Bangli juga dididik dalam bidang non-akademik dan budaya Bali. Kepala SMAN 1 Bangli Nengah Sudaya, Jumat (28/7) kemarin, mengatakan dua siswa baru asal Papua yang mulai tahun ajaran baru ini melanjutkan pendidikan di sekolahnya yakni Elisa Kogoya dan Lili Riani Wonda. Dua siswi itu masing-masing berasal dari Kabupaten Jaya Wijaya dan Sentani. ‘’Kedua anak ini merupakan anak tidak mampu dari daerah pedalaman. Sebelumnya, mereka sudah melalui proses seleksi,’’ terangnya. Dijelaskan Sudaya, tahun ini merupakan tahun kelima pihaknya menerima siswa baru asal Papua. Selama menempuh pendidikan di Bangli, para siswa asal Papua tersebut dibiayai oleh pemerintah. Biaya pendidikan yang diterima masing-masing siswa mencapai Rp 24 juta per tahun. Agar biaya pendidikan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh siswa, pengelolaannya dibantu pihak sekolah. ‘’Kami ikut membantu mengatur biaya hidup mereka selama di Bangli. Agar bisa dimanfaatkan dengan baik, kami berikan mereka Rp 300 ribu per minggu,’’ ujarnya. Dikatakannya, tidak ada perlakuan khusus yang diberikan pihaknya terhadap siswa afirmasi asal Papua. Sama seperti siswa pada umumnya, mereka diwajibkan mengikuti pelajaran dan seluruh peraturan serta tata tertib yang berlaku di SMAN 1 Bangli. ‘’Kendala untuk mendidik mereka tidak banyak. Mereka bisa beradaptasi dengan siswa-siswa lainnya. Kami hanya memberikan perhatian lebih terkait kedisiplinan dan cara merawat diri,’’ terangnya. Lanjut dikatakan mantan Kepala SMAN 2 Bangli ini, selain dididik dalam bidang akademis, siswa afirmasi asal Papua yang bersekolah di SMAN 1 Bangli juga diberikan pendidikan non-akademis. Agar nantinya memiliki kenangkenangan pernah belajar di Bali, siswa afirmasi asal Papua di SMAN 1 Bangli juga diajarkan belajar tari dan Bahasa Bali. ‘’Mengenai prestasi, beberapa dari mereka selama ini lebih banyak berpartisipasi di bidang olahraga dan seni,’’ ujarnya. Disebutkannya, selain SMAN 1 Bangli, dua sekolah lainnya tahun ini juga menerima siswa afirmasi asal Papua yakni SMKN 1 Bangli sebanyak dua siswa dan SMKN 2 Bangli satu siswa. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Desa Abang Batudinding Kecamatan Kintamani kini menyandang status sebagai Desa Tangguh Bencana. Untuk menguatkan kapasitas masyarakat setempat terkait penanganan bencana, BPBD Provinsi Bali bersama BPBD Kabupaten Bangli terus memberikan pelatihan kepada warga setempat. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli Wayan Karmawan, Jumat (28/7) kemarin, mengatakan kegiatan pelatihan Desa Tangguh Bencana di Desa Abang Batudinding dilaksanakan selama tujuh hari sejak 19 Juli lalu dan ditutup kemarin. Kegiatan pelatihan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Dalam pelatihan tersebut, masyarakat Abang Batudinding diberikan materi-materi dan simulasi terkait penanganan bencana baik tanah longsor, banjir maupun gunung meletus atau sesuai potensi bencana di desa tersebut. ‘’Di Desa Abang Batudinding utamanya di Banjar Dukuh, potensi bencananya tanah longsor dan banjir bandang,’’ terangnya. Dengan status Desa Tang-

guh Bencana dan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan ini diharapkan nantinya masyarakat bisa memiliki pengetahuan, kemampuan serta lebih proaktif dalam penanganan bencana. Pengetahuan dan kemampuan itu

tak hanya dipakai untuk penanganan bencana di wilayah desa namun juga bisa membantu secara langsung jika sewaktu-waktu terjadi bencana di desa lainnya yang ada di Kabupaten Bangli. Karmawan mengharap-

Kepala Dinas PKP Bangli I Wayan Sukartana, Jumat (28/7) kemarin, mengatakan terkait hal tersebut, pihaknya sudah menyurati seluruh Kepala UPT Dinas PKP seBangli, Kamis lalu. Dalam surat tersebut, pihaknya meminta agar selalu dilakukan

Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2016 Disahkan

Bangli (Bali Post) – Setelah melalui serangkaian pembahasan bersama eksekutif, DPRD Bangli akhirnya menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Bangli 2016 untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Meski demikian, komisi-komisi di DPRD Bangli tetap memberikan saran dan usul kepada eksekutif, salah satunya meminta Bupati Bangli untuk segera menindaklanjuti temuan yang direkomendasikan BPK RI atas laporan keuangan Pemkab Bangli 2016 paling lambat 60 hari sejak hasil pemeriksaan diserahkan. Rapat paripurna yang dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 Wita, sempat tertunda karena jumlah anggota dewan yang hadir tidak memenuhi syarat sah persidangan alias tidak kuorum. Rapat paripurna baru bisa berjalan sekitar pukul 11.45 Wita setelah jumlah anggota dewan yang hadir mencapai kuorum. Dipimpin Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata, rapat paripurna diikuti 21 anggota dewan. Sementara dari pihak eksekutif, hadir Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Bangli I Nyoman Puja mewakili Bupati serta sejumlah pimpinan OPD. I Ketut Suastika selaku pembicara gabungan komisikomisi DPRD Bangli menyampaikan, berdasarkan beberapa pertimbangan dan musyawarah mufakat dari setiap pembahasan, maka komisi-komisi DPRD Bangli sepakat untuk menerima dan menyetujui Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Bangli 2016 untuk disahkan menjadi perda. Suastika juga menyampaikan beberapa saran dan usul dari masing-masing komisi DPRD Bangli yang ditujukan ke eksekutif. Seperti agar Bupati Bangli segera menindaklanjuti hasil temuan yang direkomendasikan BPK, paling lambat 60 hari terhitung sejak diserahkannya laporan hasil pemeriksaan tersebut dari BPK RI kepada Pemkab Bangli. Komisi-Komisi DPRD Bangli juga mengharapkan agar SDM ASN di Bangli terus ditingkatkan supaya opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK yang merupakan capaian tertinggi, bisa dicapai secara berturut-turut. Selain itu, komisi-komisi DPRD Bangli juga meminta eksekutif untuk fokus pada pembahasan perda mengingat perda merupakan produk hukum daerah yang sangat penting makna, arti dan tujuannya sehingga hendaknya menjadi atensi khusus bersama. ‘’Dengan singkatnya jadwal pembahasan dan juga seringnya terjadi penundaan jadwal pembahasan tersebut maka kami memberikan saran untuk ke depan eksekutif lebih fokus pada pembahasan-pembahasan perda,’’ kata Suastika. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar dalam pidatonya yang dibacakan Asisten I Nyoman Puja mengatakan saran, pendapat, dan koreksi dari anggota dewan perlu mendapat perhatian dan apresiasi sebagai pegangan. Pemkab segera menindaklanjuti saran dimaksud sehingga permasalahan yang timbul tidak terulang pada tahun yang akan datang. ‘’Dari beberapa catatan dan saran yang disampaikan oleh anggota dewan yang terhormat seperti permasalahan berupa pendapatan yang tidak memenuhi target, permasalahan pariwisata Kintamani, permasalahan transfer dana DAK serta disiplin aparatur dan masalah-masalah lainnya, selanjutnya akan dibahas dalam rapat-rapat kerja dewan dengan OPD terkait untuk dapat menggali akar permasalahan dan mencari solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada,’’ katanya. (kmb40)

bencana cukup tinggi seperti Desa Terunyan, Songan, Blandingan, Subaya dan lainnya. ‘’Ke depan, jumlah Desa Tangguh Bencana akan kita tingkatkan bersama BPBD provinsi dan BNPB,’’ jelasnya. (kmb40)

Kepala UPT Diminta Awasi Peredaran Pupuk Bersubsidi Seluruh Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) diminta melakukan pengawasan terhadap peredaran pupuk dari kios pengecer sampai ke kelompok tani atau subak. Hal itu dimaksudkan agar pupuk bersubsidi bisa tersalurkan tepat sasaran dan harganya tidak dipermainkan.

Bali Post/ina

kan ke depannya jumlah desa yang menyandang status Desa Tangguh Bencana bisa bertambah secara bertahap. Desa yang diprioritaskan dibentuk menjadi Desa Tangguh Bencana adalah desadesa yang memiliki potensi

Dikhawatirkan Tidak Tepat Sasaran

Bangli (Bali Post) -

RAPAT PARIPURNA - Suasana rapat paripurna DPRD Bangli yang digelar Jumat (28/7) kemarin.

Bali Post/ina

PELATIHAN - Pelatihan penanggulangan bencana di Desa Abang Batudinding.

pengawasan peredaran pupuk dari kios pengecer sampai ke subak dengan menaati semua aturan dan mekanisme pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi. ‘’Hal ini mengingat pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan baik da-

lam pengadaan dan penyaluran mendapatkan subsidi dari pemerintah,’’ terangnya. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada seluruh kepala UPT Dinas PKP seBangli untuk memberitahukan kepada ketua kelompok atau klian subak di wilayah

masing-masing agar mendistribusikan pupuk organik subsidi Pemprov Bali ke anggota kelompok atau subak. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi penumpukan pupuk di tempat-tempat tertentu untuk menghindari halhal yang tak diinginkan. Sementara itu, Kasi Pupuk, Alat dan Mesin Pertanian Dinas PKP Bangli Sang Putu Surata menjelaskan, pengadaan pupuk bersubsidi berdasarkan pengajuan dari petani melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Harganya

sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Per kilogramnya, pupuk urea dibanderol dengan harga Rp 1.800. Sementara pupuk ZA Rp 1.400 per kilogram, pupuk SP36 Rp 2.000 per kilogram, pupuk NPK Rp 2.300 per kilogram dan pupuk organik Rp 500 per kilogram. Bila ada harga lebih dari itu, menurutnya, kemungkinan sudah ada penjanjian antara petani dan pengecer. Sebab, untuk membawakan langsung pupuk untuk petani tentu perlu ongkos. (kmb40)

Ditunda, Penetapan Dua Ranperda Inisiatif Bangli (Bali Post) Dua dari lima rancangan peraturan daerah (ranperda) yang telah dibahas DPRD Bangli bersama eksekutif, belum bisa ditetapkan dalam waktu dekat. Hal itu dikarenakan materi dari dua ranperda dimaksud yakni ranperda inisiatif tentang pelayanan Kesehatan dan Ranperda inisiatif tentang Pengelolaan Jalan masih perlu dilengkapi dan diba-

has lebih lanjut. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles usai mengikuti rapat pembahasan lima ranperda bersama eksekutif, Jumat (28/7) kemarin. Disebutkan Carles, tiga ranperda lainnya yang dibahas pihaknya bersama eksekutif selain dua ranperda inisiatif tentang pelayanan kesehatan dan jalan tersebut yakni Ranperda tentang

Izin Usaha Industri Kecil dan Menengah, Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Tera dan Tera Ulang serta Ranperda tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD Bangli. Sesuai jadwal, penetapan kelima ranperda tersebut dilakukan Senin mendatang. ‘’Untuk dua ranperda inisiatif belum bisa ditetapkan, karena menurut laporan

pansus itu masih memerlukan waktu pembahasan dan masih ada materi-materi yang belum masuk dalam ranperda dan itu masih harus dilengkapi. Contohnya pelayanan kesehatan RS swasta belum diatur,’’ jelasnya. Selain itu, alasan lain yang menyebabkan dua ranperda inisiatif tersebut belum bisa ditetapkan karena masih memerlukan pembahasan dengan tim ahli. Untuk itulah

dewan masih membutuhkan waktu untuk merampungkan ranperda tersebut. Karena masih perlu pembahasan dan penambahan materi, secara otomatis jadwal penetapan kedua ranperda itu akan diubah. ‘’Nanti dalam paripurna akan disampaikan perubahan jadwalnya. Penjadwalannya dilakukan oleh Banmus (Badan Musyawarah -red),’’ imbuhnya. (kmb40)

Belasan ’’Petulangan’’ Iringi Prosesi Ngaben Massal di Tegal Bangli (Bali Post) Masyarakat Banjar Tegal Kelurahan Bebalang, Bangli, Jumat (28/7) kemarin menggelar upacara ngaben massal. Sebanyak 113 sawa diupacarai dalam kegiatan ngaben massal tersebut. Prosesi ngaben massal berlangsung semarak karena diiringi empat bade dan belasan petulangan. Prosesi dilangsungkan

masyarakat siang kemarin. Ngaben massal yang terakhir di daerah ini dilaksanakan sepuluh tahun lalu. Ketua Panitia Ngaben Massal Nyoman Arsana mengatakan, dari sekian tahun baru kali ini masyarakat di Banjar Tegal bisa melaksanakan upacara pitra yadnya secara kolektif. Sebelumnya, upacara ngaben massal dilaksanakan

dengan sistem kelompok atau soroh. Dikatakan Arsana, untuk menggelar ngaben massal kali ini persiapannya sudah dilaksanakan sejak tiga bulan lalu. Semua pekerjaan dilakukan dengan sistem gotong royong. Sejumlah bahan yang digunakan untuk upakara ini didapatkan dari hasil sumbangan masyarakat.

NGABEN MASSAL - Suasana ngaben massal di Banjar Tegal Kelurahan Bebalang.

Arsana mengatakan, dalam upacara kali ini, masyarakat yang memiliki sawa hanya dikenakan Rp 5 juta per sawa. ‘’Biaya itu sudah termasuk biaya upacara peroras,’’ ujarnya. Menurutnya, dengan sistem ngaben massal, tingginya biaya upacara ngaben bisa ditekan tanpa mengurangi makna upacara. Selain itu,

ngaben massal juga sangat baik untuk untuk mempererat rasa kekeluargaan antarwarga karena segala pekerjaan dilaksanakan secara gotong royong. Melihat animo masyarakat yang tinggi dalam ngaben massal ini, ke depannya, pihaknya akan melaksanakan upacara ini setiap lima tahun sekali. (kmb40)

Bali Post/ina


GIANYAR

Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

Putu Gede Pebriantara

9

Bali Post/ded

Dewan Harapkan RPTRA Segera Dibangun

Gianyar (Bali Post) Kalangan DPRD Gianyar mendukung rencana Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata membangun Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Pasalnya, fasilitas tersebut merupakan salah satu syarat Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Nindya. Diharapkan pembangunannya bisa segera terealisasi dan tidak sebatas wacana. Anggota Komisi IV DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara, Jumat (28/7) kemarin, mengatakan pihaknya sudah sejak dulu mendorong pemerintah membangun fasilitas publik ramah anak. Pembangunan fasilitas ini pun sempat menjadi wacana ketika itu. ‘’Sejak Gianyar masih meraih predikat KLA tingkat Madya sudah jadi wacana, tapi belum juga terealisasi. Kalau memang sekarang pemerintah berkomitmen untuk membangun RPTRA, itu bagus,’’ kata politisi PDI-P ini. Dijelaskannya, RPTRA sangat penting dalam kaitannya penyediaan ruang bagi anak untuk bermain sekaligus menyalurkan kreativitas. Selama ini pembangunan fasilitas tersebut terganjal keterbatasan anggaran. Pebriantara pun mengapresiasi jika memang nantinya RPTRA dibangun dengan menggunakan dana CSR dari swasta. Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Gianyar Agung Bharata menyampaikan, untuk menjamin terpenuhinya hak anak, agar anak dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari tindakan kekerasan dan diskriminasi, tahun ini Pemkab Gianyar akan membangun RPTRA dengan melibatkan CSR perusahaan. Fasilitas itu akan dibangun dengan mengoptimalkan pemanfaatan Sport Centre Kebo Iwa. Nantinya Sport Centre Kebo Iwa di samping sebagai sarana olahraga, juga dilengkapi dengan taman yang didesain dengan konsep modern yang ramah anak, dilengkapi berbagai sarana, seperti penyediaan informasi dan konsultasi keluarga, sistem informasi layak anak, tempat laktasi, perpustakaan anak, kreativitas anak, studio anak, tempat pertemuan ibu, anak dan sahabat anak, pusat pembelajaran keluarga, wahana permainan anak dan sarana lainnya seperti mart atau kafetaria untuk penyediaan aneka makanan dan minuman bagi anak dan orangtuanya. (kmb25)

Kasus Pemerasan di Pasar Payangan

Dua Pria Diamankan Polisi

Gianyar (Bali Post) Jajaran Polsek Payangan mengamankan komplotan pelaku pemerasan terhadap pedagang di Pasar Umum Payangan, Jumat (28/7) kemarin. Dua pelaku yang ditangkap, Ivan Eko Purnomo (38) dan Suarno, beraksi dengan modus menunjukkan lencana sebagai petugas antikorupsi. Kini polisi masih memburu dua pelaku lainnya. Informasi yang dihimpun, komplotan pelaku beraksi di Pasar Payangan pada Senin (24/7) siang sekitar pukul 11.00 Wita. Kala itu mereka turun dari mobil APV, mengenakan pakaian bebas mirip intel kepolisian. Mereka langsung mendekati Muhamad Irsyad yang berjualan minyak goreng sawit di mobil pick-up di seputaran Pasar Payangan. Ivan dan komplotannya langsung menuding Muhamad telah mempermainkan timbangan saat berjualan minyak. Komplotan ini lantas mendesak Muhamad menghubungi bosnya. Namun bos minyak tidak bisa datang karena anaknya sakit. Saat itulah Ivan beraksi dengan menghubungi seseorang. Sembari berpura-pura menelepon, Ivan tampak mengulangulang kata siap komandan. Melihat gerak-gerik itu, Muhamad mengira jika Ivan dan rekannya itu adalah polisi. Tak disangka Ivan tanpa sebab mengambil tas pinggang milik Muhamad yang ada di dalam mobil pick-up. Di dalam tas itu terdapat uang Rp 2,8 juta. Setelah berhasil merampas uang tersebut, Ivan langsung kabur. Lantaran curiga, Muhamad lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Payangan. Kapolsek Payangan AKP Gede Endrawan, Jumat kemarin, menyatakan polisi sudah mengamankan dua pelaku pada Jumat sore. Kini polisi masih memburu pelaku lain yang terlibat dalam aksi ini. ‘’Sementara yang diamankan hanya Ivan dan Suarno ini. Pelaku lainnya masih kita buru,’’ ucapnya. Berdasarkan pemeriksaan, diperkirkan dua pelaku sering melakukan pemerasan terhadap sejumlah korban di seputaran Pasar Payangan. Namun hingga kemarin polisi hanya menemukan satu bukti saja. ‘’Yang diakui hanya yang kali ini saja,’’ terangnya. Dikatakannya lebih lanjut, kini polisi masih menelusuri dugaan kasus pemerasan yang dilakukan pelaku sebelumnya. Polisi juga mangamankan uang Rp 2,8 juta hasil rampasan pelaku dari korban di Pasar Payangan. Tidak itu saja, beberapa barang bukti juga diamankan. Di antaranya surat tugas dari LSM anti korupsi. Sebuah lencana warna kuning mirip lencana detektif, hp warna hitam dan beberapa KTP yang diduga hasil rampasan. (kmb35)

Bali Post/wan

SALURAN DRAINASE - Sejumlah pekerja tengah menggali dan memperbaiki saluran drainase di Batubulan. Penataan saluran drainase dan jalan di kawasan setempat tengah menjadi perhatian Pemkab Gianyar.

Sempat Ditutup Lantaran Bodong

ATV di Payangan Kembali Beroperasi

Gianyar (Bali Post) -

Sempat beberapa bulan ditutup lantaran belum melengkapi izin, All Terrain Vehicle (ATV) Kuber Bali Adventure di Banjar Bayad, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan kini kembali beroperasi. Padahal izinnya diduga belum lengkap hingga saat ini. Ketua Komisi III DPRD Gianyar Nyoman Artawa Putra belum bisa berkomentar banyak terkait hal ini. Dia hanya mengakui, hingga kini belum ada tindakan tegas untuk akomodasi pariwisata yang beroperasi tanpa izin

lengkap tersebut. ‘’Saya masih di Jogja. Nanti Senin ya kita bahas ini,’’ ucap Artawa, Jumat (28/7) kemarin. Diminta tanggapannya soal izin, Artawa meminta awak media mengonfirmasi ke Komisi I DPRD Gianyar

DIAMANKAN - Dua pelaku pemerasan, Ivan Eko Purnomo dan Suarno, yang diamankan polisi.

damia. Selaku Asisten III Setda Gianyar, Sudamia mengaku baru mendengar ada informasi semacam itu. Sudamia berjanji akan menindak tegas pengusaha yang membandel dan tidak mengindahkan aturan di Gianyar. Apalagi mengingat ATV ini dibuat melewati jalur yang cukup berbahaya, yakni melintasi goa peninggalan Jepang dan tukad mati. ‘’Saya baru dengar, nanti saya cek dulu,’’ katanya.

Terkait tindakan yang akan dilakukan pemerintah, Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gianyar Cokorda Gde Agusnawa hanya berkomentar singkat. Dia menyebut akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Sementara itu, Operational Manager ATV Kuber Bali Adventure Made Sudarsana mengaku telah melengkapi seluruh izin. ‘’Semua sudah lengkap,’’ ujar Sudarsana. (kmb35)

belum ada kader lain yang mendaftar selain dirinya. Terkait pendamping yang menemaninya maju di pilbup nanti, anggota DPRD Provinsi Bali ini mengaku menyerahkan seluruhnya pada KGB. Dia meyakini pilihan tersebut adalah yang paling tepat. ‘’Siapa yang nanti terpilih kita akan adakan koordinasi, komunikasi agar sesuai visi misi kita. Pasangan itu kan harus sepaham,’’ katanya. Cok Ibah pun mengaku tidak mempermasalahkan bila calon wakilnya nanti berasal dari birokrat, politisi atau yang lainnya. ‘’Yang penting pemikiran sama, kalau sudah menjabat masing-masing punya tupoksi sendiri. Semua diserahkan ke KGB,’’ tegasnya. Sementara itu, Cokorda Ngurah Suyadnya atau akrab disapa Cok Wah menyatakan Cok Ibah sudah mendapat dukungan keluarga besar Puri Ubud untuk maju Pilbup 2018. Menurutnya, hal ini dibuktikan dari perwakilan puri yang hadir kemarin. ‘’Puri Ubud itu satu. Itu komitmen kita,’’ tegasnya. Terkait belum adanya kesepakatan seluruh kelu-

arga besar Puri Ubud untuk mendeklarasikan Cok Ibah, Cok Wah menerangkan hal itu bukan berarti mendahului kesepakatan seluruh panglingsir Puri Ubud. Ia juga menyebut sejauh ini paruman Puri Ubud untuk membahas hal ini belum bisa digelar lantaran terganjal berbagai macam kesibukan. ‘’Tetapi, ketika kita hadir di sini didampingi seluruh keluarga besar kami. Itu sudah menyatakan Puri Ubud satu untuk maju ke pilkada 2018. Kalaupun ada yang tidak datang berarti tidak ada di Bali, karena ada yang di Belgia dan tempat lainnya,’’ jelasnya. Secara terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Gianyar Made Dauh Wijana menerangkan, berdasarkan hasil komunikasi dengan partai koalisi, semua sepakat mengusung Cok Ibah. ‘’Kita sepakat mengusung Cok Ibah dan aspirasi internal partai juga menginginkan harus kader partai. Kami juga sudah ada titik temu di antara koalisi dan itu adalah Cok Ibah sebagai calon bupati Gianyar,’’ jelasnya. Terkait rekomendasi Golkar yang belum turun, Dauh mengaku sampai saat ini

masih berkoordinasi dengan induk partai. ‘’Saya sudah sampaikan ke induk partai, Calon bupati yang paling berpeluang untuk posisi itu adalah Cok Ibah. Saya sampai begitu,’’ ucapnya. Dauh pun menegaskan tidak akan ada benturan antara rekomendasi dengan jalannya proses di KGB. ‘’Apa yang di KGB sudah dilaksanakan. Ini tidak akan ada benturan, kecuali memang partai lain di luar koalisi,’’ tegasnya. Di sisi lain, Ketua KGB Tjokorda Asmara Putra Sukawati mengungkapkan, proses pendaftaran berlangsung hingga 31 Juli. Setelah tahapan ini, pihaknya akan mengerucutkan nama-nama yang ada. ‘’Dari sekian formulir yang diambil, sementara yang mendaftar kembali baru Cok Ibah,’’ katanya. Tjokorda Asmara menambahkan, pihaknya dari Partai Demokrat Gianyar sudah menyiapkan dua nama untuk didaftarkan di KGB, yakni Ketut Jata dan Pande Istri Maharani. ‘’Kita akan godok dua nama ini. Tetapi kalau saya sendiri karena dari Puri Ubud, mendukung Cok Ibah sebagai calon Bupati,’’ ucapnya. (kmb35)

Cok Ibah Daftar Penjaringan di KGB

Bali Post/nik

PENDAFTARAN - Suasana pendaftaran Cok Ibah di Sekretariat KGB, Jumat (28/7) kemarin. Gianyar (Bali Post) Ratusan pendukung mengantarkan panglingsir Puri Ubud Tjokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah mendaftar penjaringan calon bupati Gianyar ke Sekretariat Koalisi Gianyar Bangkit (KGB) yang beralamat di Jalan Kebo Iwa, Jumat (28/7) kemarin. Proses ini terbilang mendahului, sebab paruman keluarga besar Puri Ubud dan Partai Golkar samasama belum mengumumkan siapa yang akan diusung sebagai calon bupati dan wakil bupati. Ratusan krama yang terdiri dari berbagai elemen ini berkumpul di kantor DPD Partai Golkar Gianyar di Jalan Anusapati, Gianyar, sekitar pukul 10.30 Wita.

Rombongan lantas berjalan kaki menuju Sekretariat KGB yang berlokasi di Jalan Kebo Iwa. Ditemui usai penyerahan formulir pendaftaran, Cok Ibah ini menyatakan komitmennya maju dalam Pilbup 2018 dengan menggunakan kendaraan KGB yang merupakan koalisi Partai Golkar, Demokrat, Gerindra dan PKPI. ‘’Sesuai mekanisme, kita mengikuti proses penyerahan pendaftaran. Jadi ada beberapa hal yang nanti untuk menentukan antara calon bupati dan wakilnya,’’ ucapnya. Cok Ibah menerangkan, saat ini Partai Golkar menjalin koalisi dalam KGB. Itu berarti dirinya menjadi milik KGB. Di Partai Golkar pun

Telepon Penting gianyar

Bali Post/nik

yang disebut membidangi masalah Satpol PP. Padahal terkait perizinan ditangani Komisi III. ‘’Izin di Komisi III. Senin ya kita cek,’’ ujarnya. Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gianyar I Wayan Sudamia mengungkapkan, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu kasus ini. ‘’Saya baru di dinas ini. Saya akan cek dan tindaklanjuti,’’ ujar Su-

Kantor Bupati - 943056

Koramil Blahbatuh - 941167

DPRD - 943144

Koramil Tegallalang - 974792

BPBD - 7844717/7844718

Koramil Tampaksiring - 901601

PMK - 943113

Koramil Sukawati - 297564

Kantor Satpol PP - 944436

Koramil Ubud - 975314

RSUD Sanjiwani - 943020

Koramil Payangan - 974793

PDAM - 944225/943233

Siaga Lantas/

KPA Gianyar - 942184

TMC Gianyar - 945820

PMI Gianyar - 8958414

Polsek Gianyar - 944510

KONI Gianyar - 947261

Polsek Blahbatuh - 941165

BNN Kab. Gyr. - 946122

Polsek Tampsiring - 901110

PLN - 947166

Polsek Tegallalang - 901575

Kodim 1616 Gyr - 943069

Polsek Sukawati - 298723

Koramil Gianyar - 942289

Polsek Ubud - 975316


KLUNGKUNG

10

Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

Bali Post/ist

RAZIA - Sejumlah waitrees diamankan di kantor Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung. Mereka terjaring razia lantaran tak tertib administrasi kependudukan.

Tim Yustisi Sidak

Kafe Remang-remang Tak Ada Kantongi Izin Semarapura (Bali Post)Sejumlah kafe remang-remang di sekitar Jalan By-pass Ida Bagus Mantra menjadi sasaran sidak Tim Yustisi Kabupaten Klungkung, Kamis (27/7) malam. Hasilnya, petugas tak hanya menjaring puluhan waitrees, namun juga menemukan kafe tak mengantongi izin alias ilegal. Sidak yang dimulai pukul 22.00 Wita ini menyasar Kafe Lompang, Nirmala, Tuak dan Sari Wangi. Dari kafe itu petugas berhasil menggaruk 31 waitrees yang berusia 17 hingga 20 tahun, yang mayoritas berasal dari luar Bali. Mereka tidak mengantongi Kartu Identitas Penduduk Sementara (KIPS). Beberapa juga ada yang masa berlakunya telah habis alias tak melakukan perpanjangan dan hanya mengantongi fotokopi KTP. “Karena seperti itu, mereka kami angkut ke kantor,” ungkap Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung I Putu Suarta, Jumat (28/7) kemarin. Mereka langsung diberikan pembinaan, salah satunya berkaitan dengan ketertiban administrasi kependudukan. “Kalau setelah dibina masih membandel, kami akan jatuhkan sanski,” tegasnya. Kafe tersebut, sambungnya, juga tidak mengantongi izin. Pemiliknya pun sudah diminta untuk mengurus di instansi terkait. “Saat sidak, petugas dari Dinas Perizinan tidak ada yang ikut. Tapi kami menyampaikan hasil pemantauan,” sebutnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Klungkung Made Sudiarkajaya mengakui seluruh kafe di bumi serombotan belum mengantongi izin. Pihaknya pun tak bisa berbuat banyak menyikapi itu. Alasannya, karena belum ada rujukan yang jelas mengenai kategori kafe. “Sampai sekarang tidak ada yang mengurus izin. Kami belum jelas, kafe yang dimaksud masuk kategori restoran atau apa,” jelasnya. Atas kondisi itu, langkah penertiban belum bisa dilakukan. Hal tersebut juga dipersulit dengan belum adanya pengaduan dari masyarakat yang masuk ke pemkab. “Kami pula layanan pengaduan. Sampai sekarang belum ada yang menyampaikan. Jadinya tidak ada dasar untuk penertiban,” tandasnya. (kmb45)

Bali Post/sos

HUT - Sejumlah pegawai Pemkab Klungkung latihan gerak jalan, Jumat (28/7) kemarin sebelum tampil pada perayaan HUT ke-72 RI.

Perayaan HUT Ke-72 RI

Pemkab Gelontor Anggaran Rp 1,7 Miliar Semarapura (Bali Post) Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekan Republik Indonesia, yang puncak perayaannya jatuh pada 17 Agustus, Pemerintah Kabupaten Klungkung menggelar puluhan kegiatan. Mulai dari lomba olahraga fisik hingga hiburan. Anggaran yang digelontorkan untuk itu mencapai Rp 1,7 miliar. Meningkat dari 2016 yang hanya Rp 1,1 miliar. Kasubag Aparatur Pemerintahan, Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Bagian Pemerintahan Setda Klungkung I Made Sugiarta, Jumat (28/7) kemarin menjelaskan, pada perayaan tahun ini pemkab mengalokasikan anggaran Rp 1.715.452.000. Jumlah yang tergolong fantastis ini lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya Rp 1.139.481.000. Peningkatan tersebut didasari karena adanya penambahan anggaran untuk sejumlah kegiatan. Misalnya, dharma wisata paskibra yang sebelumnya dialokasikan Rp 83 juta menjadi Rp 97 juta. “Anggaran jasa seperti kebersihan, keamanan, juri lomba maupun lainnya menghabiskan anggaran paling besar. Hadiah pemenang lomba juga besar,” jelasnya. Rangkaian HUT yang mengusung tema “Indonesia Kerja Bersama” ini mulai berlangsung Senin (31/7) dengan kegiatan persiapan, seperti gotong royong, pemasangan bendera, spanduk hiasan kering dan penjor merah putih di masing-masing kantor instansi pemerintah. Sementara lomba baleganjur tingkat kabupaten antarkecamatan terselenggara 10 Agustus 2017 dan tingkat se-Bali pada 11 Agustus 2017. Pada malam puncak perayaan hiburan berupa pentas band dan penyanyi lokal Bali. “Info dari pusat, waktu perayaan ini bisa sampai satu bulan. Tapi untuk di Klungkung tidak sampai segitu,” sebutnya. Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Acara I.B. Sudarsana menyampaikan persiapan pelaksanaan seluruh kegiatan sudah mencapai final. Itu berdasarkan laporan masing- masing kepala seksi kegiatan, seperti seksi apel peringatan, seksi karnaval, seksi olahraga, seksi hiburan dan lainnya. “Untuk persiapan sudah final. Tinggal aplikasi di lapangan saja,” tandasnya. (kmb45)

Bali Post/sos

MAKANAN - BBPOM Denpasar memeriksa makanan yang dijajakkan pedagang yang berjualan di sekitar Setra Desa Selat, Klungkung, Jumat (28/7) kemarin.

Sidak BBPOM

Ditemukan Penyajian Makanan Kurang Higienis Semarapura (Bali Post) -

Sejumlah makanan siap saji yang dijajakkan pedagang pada upacara ngaben di Setra Desa Selat, Kecamatan Klungkung diuji laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar, Jumat (28/7) kemarin. Dari belasan sampel yang diambil tidak ada yang mengandung bahan berbahaya. Petugas hanya menemukan sanitasi yang kurang higienis. Pada kegiatan itu, setelah tiba di lokasi petugas langsung melihat kondisi makanan yang dijajakkan pedagang. Pengambilan sampel juga dilakukan pada sosis, sate, pop corn, mi,

bakso, lumpia, tahu dan nugget. Seluruhnya langsung diuji laboratorium. Setelah menjalani proses beberapa saat, seluruhnya dinyatakan bebas dari bahan berbahaya. “Kami

mengambil 18 sampel. Uji yang dilakukan, pewarna merah rhodamin B, pewarna kuning methanyl yellow, boraks dan formalin. Hasilnya semua negatif,” jelas Kasi Layanan Informasi Kon-

Temu Wirasa IV

sumen BBPOM Denpasar Made Eri Bahari Hantana. Dikatakan, pada sidak tersebut ditemukan sejumlah pedagang kurang memperhatikan sanitasi. Selain itu, beberapa juga ada yang menjual makanan dengan terbuka sehingga terkesan tak higienis. Atas hal ini mereka langsung dibina. Konsumen pun diharapkan lebih cermat dalam berbelanja. “Kami sudah edukasi.

Perlu perhatian pemerintah menyiapkan sarana prasarana yang memadai,” katanya. Sementara itu, khusus untuk sidak, Hantana mengatakan itu akan terus dilakukan, terlebih saat adanya upacara agama. “Pemeriksaan tak hanya saat bulan puasa. Tapi saat acara seperti ini (ngaben-re) juga,” tandasnya. (kmb45)

Harga Garam Meroket

Pemkab Dorong Masyarakat Produksi Telur Asin Berkurang Jadi Pelaku Pembangunan PEMERINTAH Kabupaten Klungkung kembali melaksanakan program Temu Wirasa. Dipimpin Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Wakil Bupati Made Kasta, program yang menginjak ke-4 ini berlangsung di Balai Desa Tangkas, Klungkung, Jumat (28/7) kemarin. Pada acara yang juga dihadiri seluruh pimpinan OPD ini, masyarakat didorong mampu menjadi pelaku pembangunan daerah. Acara yang dipandu Asisten Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Ketut Suayadnya, diawali pemaparan capaian program yang terkait dengan Gema Santi, baik pendidikan, sosial, pertanian dan infrastruktur, di samping berbagai prestasi yang telah diraih Pemkab Klungkung di tingkat provinsi maupun nasional. Pada pertemuan yang dihadiri ratusan warga tersebut, ada sesuatu yang berbeda dari temu wirasa sebelumnya. Bupati Nyoman Suwirta sempat meneteskan air mata ketika memaparkan upaya kerasnya dalam memerangi kemiskinan. Sontak hal itu menyebabkan suasana menjadi hening sejenak. Usai mengusap air mata, dengan nada terbata-bata Bupati asal Nusa Ceningan ini mengaku dalam menggulirkan program sejumlah kendala dihadapi maupun mendapat tanggapan miring. Dirinya merasakan haru dan terenyuh karena sulitnya menurunkan angka kemiskinan, padahal sudah banyak bantuan baik dari pemerintah pusat maupun daerah digelontorkan. “Warga merasakan kenyamanan saat miskin akibat bantuan yang diterimanya. Padahal warga miskin ini memiliki fisik dan kemampuan jika ingin keluar dari garis kemiskinan,” ujarnya. Pada acara itu, masyarakat juga didorong untuk bisa menjadi tuan rumah dalam menjalankan program yang digulirkan pemerintah. Seperti halnya

TEMU - Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali melaksanakan program Temu Wirasa. Dipimpin Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, didampingi Wakil Bupati Made Kasta, program yang menginjak IV ini berlangsung di Balai Desa Tangkas, Klungkung, Jumat (28/7) kemarin. dalam proyek fisik. “Uang hasil pembangunan di Klungkung juga banyak yang lari keluar. Saya sangat ingin orang klungkung yang memiliki modal untuk ikut tender dan membangun Klungkung, sehingga peredaran uang pembangunan dapat dirasakan masyarakat Klungkung sendiri,” katanya. Selain menyampaikan sepak terjang pemkab, pada Temu Wirasa ini juga diwarnai penyampaian aspirasi dari masyarakat. Seperti di bidang pendidikan yang diutarakan Nyoman Budaya yang juga Kepala Sekolah di SDN 1 Kamasan. Dirinya mengharapkan diberikan bantuan tenaga pengelola perpustakaan serta pelatihan tata cara mengelola perpustakaan. Keluhan juga muncul dari perwakilan Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Klungkung Made Helna Maini, terkait minimnya minat warga untuk mengikuti pelatihan Bahasa Bali. Pemkab dan Perangkat Desa Adat dan Dinas diharapkan bisa terlibat dalam mendorong warga, utamanya yang berstatus pelajar untuk hadir dalam kelompok belajar yang di gelarnya. Made Budiana, salah se-

orang warga Kota Semarapura, menyoroti pemasangan ekobrick yang dinilai membuat taman terlihat kurang rapi. Dirinya juga meminta pemerintah melakukan sosialisasi tempat pengololaan sampah dengan baik, sehingga TPST dapat diterima dan dibangun di masing-masing desa. Terkait permohonan tenaga pengelola perpustakaan, Bupati Suwirta akan diambil dari tenaga pengabdian yang belum berstatus kontrak. Sedangkan untuk bantuan pembentukan koperasi sekolah, nantinya akan dikirimkan dinas terkait untuk memberikan bimbingan teknis pengelolan. “Untuk pendidikan pelatihan Bahasa Bali, Dinas Pendidikan sudah diminta untuk berkoordinasi dengan para penyuluh bahasa Bali, sehingga program pelatihan dapat berjalan. Untuk ide memindahkan Ekobrick dari taman kota memang akan ditindaklanjuti. Untuk pembangunan TPST di masingmasing desa perlu kerja sama seluruh komponen warga. Untuk sampah juga akan dicoba menjadi energi listrik,” tandas Suwirta. (ad2170)

Semarapura (Bali Post) Lonjakan harga garam yang terjadi beberapa pekan belakangan sebagai imbas kelangkaan cukup menghantam usaha telur asin di Kabupaten Klungkung. Atas kondisi tersebut, produsen terpaksa mengurangi produksi guna menghindari pembengkakan biaya. Usaha telur asin salah satunya berada di Desa Umasalakan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Produksinya dalam sehari tergolong cukup banyak. Kualitasnya pun tak kalah saing dengan produk perajin di daerah lain. Namun, sejak beberapa pekan belakangan ini usaha rumahan tersebut dibuat goyah dengan naiknya harga garam yang menjadi bahan utama. “Harga garam dari beberapa pekan naik dan cukup mahal. Itu sangat berdampak pada produksi,” ujar seorang produsen I Wayan Tantra, Jumat (28/7) kemarin. Harga bumbu dapur bercitarasa asin itu, sambung dia mencapai Rp 250 ribu per sak, melonjak dari sebelumnya yang hanya Rp 180 ribu. Sementara untuk harga kiloan kini menyentuh Rp 4.500, naik Rp 2 ribu dari harga sebelumnya. “Ini tergolong mahal. Itu karena langka. Yang dipakai sekarang sisa

stok sebelumnya,” katanya. Kondisi yang baru pertama kali terjadi itu diakui sangat memukul usahanya. Biaya yang dikeluarkan secara otomatis mengalami peningkatan. Atas hal itu, jumlah produksinya terpaksa dikurangi. Demikian juga dengan penggunaan garam. “Karena seperti itu, biaya otomatis naik,” ucap pria paruh baya ini. Guna mengantisipasi kerugian, harga jual telur yang sebelumnya Rp 3 ribu per butir terpaksa dinaikkan menjadi Rp 3.500. Hal ini sedikitnya memengaruhi penjualan ke pasar yang mengalami penurunan. “Kalau harga tidak naik, biaya tak tertutupi,” terangnya seraya berharap harga galam bisa segera normal. Kelangkaan garam sebelumnya juga berdampak pada usaha pemindangan di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Bahkan pasokan dari kawasan Madura, Jawa Timur nihil sejak dua bulan lalu. Kini dalam berproduksi hanya bergantung pada garam Bima, Nusa Tenggara Barat. Penggunaan garam lokal Kusamba juga tak bisa dilakukan. Sebab harganya sangat mahal dan produksinya terbatas, tidak mampu memenuhi kebutuhan. (kmb45)

Bali Post/sos

TELOR - Usaha telur asin di Desa Umasalakan, Banjarangkan. Kenaikan harga garam yang terjadi beberapa pekan belakangan sangat berdampak pada produksinya.


Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

BULELENG

11

Tanpa Izin, Dewan Minta Proyek Tambak Udang di Gerokgak Dihentikan

MENGHENTIKAN – Komisi I DPRD Buleleng meminta perusahaan menghentikan sementara pembangunan kolam tambak udang di Desa Gerokgak, karena perluasan tambak ini belum dilengkapi izin.

Singaraja (Bali Post) – Proyek perluasan areal tambak udang di Banjar Dinas Batuagung Pidada, Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak dihentikan sementara. Pasalnya, pihak perusahaan belum melengkapi izin untuk perluasan kawasan tambak yang dikelola sejak beberapa tahun. Perluasan itu mengundang protes warga di sekitar karena dikhawatirkan memunculkan dampak lingkungan. Komisi I DPRD Buleleng bersama Dinas Perikanan, Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Camat Gerokgak, dan Satpol PP melakukan pengawasan ke lokasi proyek Jumat (28/7) kemarin. Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi I H. Mulyadi Putra didampingi Kepala Dinas Perikanan Ni Made Arnika, Camat Gerokgak Putu Ariyadi Pribadi, dan perwakilan Satpol PP dan Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu. Tambak ini sebelumnya membudidayakan udang dan telah melengkapi izin tentang

budi daya. Dari dokumen itu, tambak luasnya tercatat dua hektar. Lantaran usahanya berkembang pesat, perusahaan kemudian mengembangkan tambak baru di atas lahan seluas 3,2 hektar. Namun, perusahaan tersebut tidak mengurus izin terlebih dahulu, sehingga memicu protes warga. Pengusaha belum mensosialisasikan perluasan itu, sehingga masyarakat keberatan. Saat rombongan Komisi I DPRD tiba di lokasi, sejumlah pekerja tampak menggali tanah untuk kolam. Ketika diminta menunjukkan izin, pihak perusahaan menyatakan izin tersebut sedang diurus dan untuk sementara baru mendapat rekomendasi saja. Wakil Ketua Komisi I DPRD H. Mulyadi Putra mengatakan, perluasan usaha tambak itu belum mendapatkan persetujuan dari masyarakat. Ketika dewan datang dan meminta dokumen perizinan, ternyata pemilik usaha tak bisa menunjukkan izin. Atas pelanggaran yang dilakukan, pihaknya meminta agar pem-

bangunan proyek ini dihentikan sementara. Perusahaan pun diingatkan mengurus perizinan, seperti izin prinsip, IMB, SITU/HO, termasuk izin budi daya. Ini karena pengembangan usaha juga membutuhkan izin yang baru. “Yang ada izin lama tapi karena pengembangan perusahaan harus mencari izin baru. Kita minta tidak bisa ditunjukkan, sehingga untuk sementara pembangunan disetop sampai izin terbit. Satpol PP dan kecamatan juga sudah kami minta mengawasi dan kalau tetap tidak mengurus izin, maka tindakan tegas harus dilakukan sesuai regulasi yang ada,” jelasnya. Sementara itu, pihak perusahaan Firdinandus Ferbianto bersedia untuk menghentikan sementara pembangunan tambak yang baru itu. Dia pun berjanji segera mengurus izin seperti yang diwajibkan pemerintah daerah. “Saya siap untuk mengurus izin baru, dan karena diingatkan seperti ini jadi kami baru tahu kalau perluasan juga harus mencari izin baru,” katanya. (kmb38)

dipatenkan, pihaknya perlu mengkaji terkait jarak radius kesucian pura yang diistilahkan sebagai apaneleng agung atau apeneleng alit tersebut. Untuk itu, melalui pesamuan madya PHDI bersama lembaga Umat Hindu ini akan disepakati. Keputusan ini rencananya dituangkan dalam surat rekomendasi yang disampaikan kepada PLN, PHDI Bali, Gubernur, DPRD Bali, dan pengurus PDHI Pusat. “Yang kita ketahui radiusnya dengan istilah saja dan belum ada jarak pasti secara real. Nah dalam pesamuan ini kita putuskan dan seperti sikap kami menolak akan dibuatkan dalam bentuk rekomendasi untuk dijadikan bahan pertimbangan oleh pemerintah dalam mengambil keputusan,” tegasnya. Sementara itu, Ketua PHDI Bali Prof. I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan, sikap penolakan oleh Bupati Buleleng dan PHDI Buleleng bersama lembaga umat Hin-

du sudah tepat diambil untuk menyikapi proyek tower SUTET Bali Crossing yang melintasi kawasan suci di Segara Rupek. Dia mengatakan, dari bhisama PHDI radius kesucian Pura Segara Rupek ditetapkan dengan istilah apaneleng alit atau sekitar dua kilometer. Alasan penolakan dengan dasar melanggar bhisama itu untuk sementara akan ditampung dan pihaknya merencanakan menunggu sikap PHDI di kabupaten lain yang kemudian akan dituangkan dalam keputusan PHDI Bali terkait proyek listrik di Buleleng Barat tersebut. Seperti diketahui, PLN membangun tower SUTET Bali Crossing untuk memasok listrik dari Banyuwangi ke Bali melalui hutan lindung di Segara Rupek. Proyek yang sudah menjadi kebijakan energi listrik oleh pemerintah pusat ini sudah melalui persiapan dan sudah dilakukan pengujian kepa-

datan tanah dan penetapan kordinat tower SUTET yang akan dibangun. Akan tetapi, kepastian akan proyek dimulai, hingga sekarang belum ditentukan dan menunggu

izin penetapan lokasi. Satu tower SUTET dibangun dengan ketinggian mencapai 376 meter dengan kapasitas pasokan listrik sebesar 500 kilovolt (KV). (kmb38)

Bali Post/kmb38

Lembaga Hindu Tolak Proyek Tower Bali Crossing Segara Rupek

Singaraja (Bali Post) – Rencana PLN membangun tower saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) Listrik Bali Crossing di kawasan hutan Segara Rupek, Kecamatan Gerokgak mengundang reaksi sejumlah kalangan di Buleleng. Delapan lembaga Hindu di Bali Utara menolak proyek tersebut. Alasannya, selain melanggar aturan tentang radius kesucian pura, proyek itu akan menimbulkan dampak sosial dan gangguan lingkungan, hingga pariwisata di Buleleng Barat. Delapan lembaga umat Hindu yang menolak proyek tersebut yaitu Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Madya Desa Pakraman (MMD) Buleleng, Widya Saba, Wanita Hindu Dharma Indonesia, Pinandita Samgraha Nusantara (PSN), Pemuda Hindu Dharma (Peradah) Buleleng, dan Listibiya. Kedelapan lembaga ini menyatakan sikapnya melalui paruman madya di wanitalan Pura Jagat Natha, Singaraja, Jumat (28/7) kemarin. Paruman ini dihadiri Ketua PHDI Buleleng Dewa Nyoman Suardana, Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. dan perwakilan sulinggih Shri Bhagawan Yoga Wiswa

dari Gria Hyang Kori Banjar Paketan, Singaraja. Ketua PHDI Buleleng Dewa Nyoman Suardana mengatakan, alasan tidak menginginkan PLN membangun tower SUTET setinggi 350 meter di dalam kawasan Pura Segara Rupek yang dikenal sebagai Pura Kahyangan Jagat tidak saja karena sikap yang sama disampaikan oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS). Tetapi berdasarkan bhisama PHDI yang mengatur terkait radius kesucian pura menyebutkan bahwa proyek tersebut bertentangan. Dari kutipan bhisama PHDI bahwa di kawasan Pura Segara Rupek radius kesucian pura ditetapkan dengan istilah apaneleng

Suara Buleleng Diapresiasi, Tindakan Satgas Pangan

Penggerebekan tempat pengoplosan beras oleh Satgas Pangan sangat diapresiasi. Diharapkan ke depannya, Satgas menelusuri tempat-tempat yang dimanfaatkan untuk melakukan perbuatan yang akan merugikan negara dan rakyat. Satgas diharapkan tidak bergerak saat ada masalah saja, namun terus berupaya menangkap pelaku kejahatan. Pemerintah sudah seharusnya memerhatikan kinerja Satgas ini dengan mempertimbangkan SDM serta pendanaan, sehingga mereka sigap dan merasa diperhatikan kinerjanya. Apalagi yang berhasil diungkap oleh Satgas ini tempat melakukan pengoplosan beras, sehingga masyarakat merasa tertolong. Pemerintah juga terbantu. Dengan terungkapnya kejahatan ini, kerugian yang diderita negara bisa terungkap. Dewa Putra, Pemaron

Salut Kinerja Satgas Pangan

Satgas Pangan yang dibentuk Kapolri telah berhasil mengungkap kasus pengoplosan beras. Salut atas kinerja Satgas Pangan ini. Kita ketahui beras sebagai makanan pokok warga Indonesia. Diharapkan Satgas ini bekerja tidak setengah-setengah dan selalu siap untuk melakukan tugas dan kewajibannya untuk menyelidiki hal-hal yang merugikan negara dan masyarakat. Guru Nyoman, Tajun

Berantas Narkoba dan Korupsi

Dinas terkait diharapkan mampu memberantas kejahatan narkoba dan korupsi. Jangan judi saja yang diburu. Pemberantasan narkoba dan korupsi harus diprioritaskan. Kadek Restik, Kayu Putih Melaka

alit atau secara real jaraknya sejauh dua kilometer dari kawasan pura. Di samping itu, kabel listrik terbentang melintasi kawasan suci di Segara Rupek itu akan menimbulkan dampak yang luar biasa. “Kami sebagai lembaga umat tidak sekadar ikut-ikutan sikap pemerintah yang sudah lebih awal menolak proyek itu. Siapa yang nanti bertanggung jawab kalau kabel itu putus dan pura akan terdampak, belum lagi dampak sosial lain yang luar biasa mengancam ekologi di wilayah tersebut,” katanya. Menurut Suardana, meski bhisama PHDI sudah menyebut radius kesucian pura dengan istilah yang sudah

Bali Post/kmn38

TOLAK SUTET – PHDI Buleleng bersama lembaga umat Hindu menyatakan menolak pembangunan tower SUTET listrik Bali Crossing melintasi hutan lindung di kawasan Pura Segara Rupek. Sikap ini terungkap dalam paruman madya di wantilan Pura Jagat Natha, Singaraja Jumat (28/7) kemarin.

Awal September 2017

Pascasarjana Undiksha Terapkan Kurikulum KKNI

Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd. KEBIJAKAN pemerintah menerapkan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI -red) disikapi serius Program Pasca-Sarjana Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Berbagai persiapan sudah dilakukan oleh lembaga ini melibatkan stakeholders. Mulai semester I September 2017 ini, semua program studi (prodi) di lingkungan Pasca-Sarjana Undiksha menerapkan Kurikulum Berbasis KKNI. Kurikulum

terbaru ini menitikberatkan penyerapan kebutuhan stakeholders kemudian dikaji dan dijadikan mata kuliah, sehingga lulusan nantinya sesuai dengan kebutuhan dan keilmuannya menjadi linier. Demikian diungkapkan Direktur Pasca-Sarjana Undiksha Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd. saat menjadi narasumber dalam Workshop Kurikulum Berbasis KKNI di gedung Pasca-Sarjana Jumat (28/7) kemarin. Workshop diikuti oleh para kepala sekolah,

guru MGMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahaga (Disdikpora) Buleleng, dan pengelola perguruan tinggi (PT) di Bali. Lebih jauh, Prof. Suastra mengatakan, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan kebutuhan para stakeholders di lapangan sekarang menuntut adanya kesesuaian antara lulusan dengan kebutuhan dari semua stakeholders. Selain itu, pemerintah pusat melalui kebijakan Kurikulum KKNI ini telah menentukan adanya standardisasi level dalam hal jenjang karier lulusan baik strata satu (S-1), strata dua (S-2), dan strata tiga (S-3). Khusus untuk program S-2 itu masuk pada level delapan dan S-3 levelnya sembilan. Atas kebijakan ini, sejauh ini pihaknya sudah melakukan persiapan dan salah satunya adalah menggelar workshop untuk menyatukan persepsi antara Pasca-Sarjana Undiksha dengan stakeholders itu sendiri. “Workshop ini sebagai persiapan sebelum nanti awal semester satu September 2017 ini kita khususnya program pascasarjana Kurikulum Berbasis KKNI kita terapkan kar-

ena ini sudah kewajiban dan memang menjadi kebutuhan stakeholders,” katanya. Menurut Prof. Suastra, kurikulum berbasis KKNI ini dibandingkan dengan kurikulum berbasis kompetensi terdapat perbedaan yang sangat mendasar. Dia mencontohkan, jika kurikulum berbasis kompetensi lembaga mencetak lulusan berdasarkan mata kuliah yang sudah ada dan cenderung bersifat umum. Sementara kurikulum berbasis KKNI justru stakeholders yang mengajukan kebutuhan dan kemudian ini dikaji hingga dikeluarkan sebagai bahan ajar atau mata kuliah. Dengan skema ini tidak saja stakeholders mendapat kebutuhan pengajar yang sesuai kebutuhan dan kesesuaian program studinya, tetapi kualifikasi lulusannya sesuai dengan spesifikasi mata pelajaran dan tidak lagi bersifat mata pelajaran umum. “Capaian pendidikannya memang akan sesuai kebutuhan stakeholders dan di samping itu mata pelajarannya menjadi linier kualifikasi lulusan karena memang sudah ada konsentrasi yang kita buka di program

Pasca-Sarjana Undiksha,” jelasnya. Hingga tahun ini, program Pasca-Sarjana Undiksha mengelola sejumlah program studi (prodi) untuk jenjang S-2 dan S-3. Selain itu, lembaga ini mulai melakukan konsentrasi-konsentrasi terhadap beberapa prodi yang dulunya bersifat umum dan yang kini difokuskan, sehingga prodi tersebut tidak lagi bersifat umum. Untuk program magister (S-2) yaitu Prodi Pendidikan Bahasa, Penelitian dan Eveluasi Pendidikan, Administrasi Pendidikan, Pendidikan Dasar, Teknologi Pembelajaran, Pendidikan Bahasa Inggris, IPS, Bimbingan Konsling, dan Pendidikan Olahraga. Sementara pada program doktor (S-3) prodi yang telah dibuka yakni Prodi Ilmu Pendidikan dengan konsentrasi yaitu Pemerataan dan Evaluasi Pendidikan (PEP), Teknologi Pembelajaran (TP), Administrasi Pendidikan (AP). Prodi Pendidikan Dasar dan Prodi Pendidikan Bahasa dengan konsentrasi yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Pendidikan Bahasa Bali. (ad2171)


JEMBRANA

12

Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

Dekopinda Diharapkan Punya Kantor

Negara (Bali Post) – Setelah kantor sebelumnya di sekitar Jalan Ngurah Rai dijual beberapa tahun lalu, Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Jembrana hingga sekarang belum memiliki kantor. Kondisi tersebut mengundang pertanyaan kalangan DPRD Jembrana. Anggota Komisi B DPRD Jembrana I Ketut Catur, Jumat (28/7) kemarin mendorong supaya Dekopinda segera memiliki kantor. Pasalnya, selama ini untuk urusan perkoperasian itu tidak tentu di mana dilakukan rapat lantaran tak memiliki kantor tetap. Apalagi sejatinya Dekopinda sudah memiliki dana hasil penjualan aset tersebut. “Tentunya kami mengharapkan segera memiliki kantor. Setelah aset kantor dijual periode sebelumnya,” ujar Catur yang juga menjabat Ketua Fraksi Demokrat ini. Dari informasi, aset kantor yang sebelumnya berada di sekitar jalan Ngurah Rai dijual pada masa kepemimpinan Ketua Dekopinda 2010-2015, Made Yasa. Namun hingga kini belum ada kantor pengganti untuk kepengurusan. Di sisi lain, Ketua Dekopinda Jembrana I Gede Gunadnya dikonfirmasi mengatakan saat ini Dekopinda Jembrana sudah memiliki aset tanah di areal Civic Center yang nantinya dijadikan sebagai kantor. Setahun setelah dirinya terpilih memimpin periode 2015-2020, langsung membeli tanah seluas 15 are seharga Rp 750 juta. Dan rencananya di tanah tersebut juga akan dibangun kantor, namun saat ini Dekopinda masih membuat perencanaan gedung. “Langsung dibelikan tanah, khawatirnya harga tanah naik. Nanti di sana akan dibangun kantor. Kalau sekarang ini kantor belum ada,” ujar Gunadnya. Pengurus menurutnya juga sudah rapat terkait rencana pembangunan gedung. Karena belum memiliki kantor, untuk keperluan rapat, pengurus berpindah-pindah menggelar rapat. (kmb26)

Tiga Anjing Peliharaan Diamankan di Gilimanuk

Negara (Bali Post) Jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk mengamankan tiga ekor anjing dalam sebuah mobil yang hendak keluar Bali, Kamis (27/7). Penangkapan di pos pemeriksaan barang keluar Bali (Pos I) dilakukan anggota jaga yang tergabung dalam Unit Kecil Lengkap (UKL). Dari hasil pemeriksaan rutin anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, tiga ekor anjing di antaranya dua ekor jenis Mix Tzitzu dan seekor jenis Mix Maltese diangkut menggunakan Mobil Honda Mobilio DK 1042 BK. Dari keterangan pemilik, Yogi Purwajaya, tiga anjing peliharaan ini rencananya akan dibawa pulang ke Bandung. Pemilik mengaku sudah berhenti bekerja di Bali dan merasa kasihan anjing tersebut ditinggal di Bali. Tiga ekor anjing ini ditaruh bersamaan di dalam satu kandang besi di bagasi belakang mobil. Dari hasil pemeriksaan lanjutan, ternyata ketiga anjing yang diangkut tidak dilengkapi dengan dokumen kesehatan dari Kantor Karantina Hewan. “kita amankan di Polsek untuk proses lebih lanjut” ujar Kanit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk AKP I Komang Muliyadi seizin Kapolsek Kompol A.A. Gede Arka. Sesuai aturan pengiriman hewan antar pulau harus dilengkapi dengan surat keterangan Kesehatan dari Kantor Karantina Hewan. Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Kantor Karantina Hewan Gilimanuk, ketiga Anjing tersebut dilimpahkan ke Kantor Karantina Hewan Gilimanuk. (kmb26)

GARAM - Produksi pindang ikan di Jembrana terkendala garam yang langka.

Garam Langka, Pengusaha Pindang Ikan Mengeluh

Produksi mereka juga berkurang akibat garam langka sejak sebulan ini. Mereka terpaksa mengurangi produksi pindang ikan tiap harinya dari dua kwintal menjadi satu kuintal. Kondisi ini juga menjadi dilema bagi pengusaha pindang ikan di Jembrana. Di tengah ramainya permintaan pindang ikan dari masyarakat yang mencapai lebih dari tiga kuintal sehari. Walau harga garam melonjak dari Rp 1.200 per kilogram menjadi Rp 5.000 per kilogram, namun pen-

gusaha pindang ikan mengaku tidak serta menaikkan harga pindang ikan yang dijual. Sampai saat ini harga pindang ikan masih dijual dengan harga Rp 4.000 sampai Rp 5.000 per ekor atau Rp 22 ribu per kilogram. Di tengah melonjaknya harga garam saat ini, mereka mengaku kesulitan menaikkan harga pindang ikan lantaran takut ditinggal pembeli atau pelanggan. Jero Made Yasmin dan suaminya, Dewa Komang Alit Nuarta, mengatakan memulai usaha membuat

pindang ikan sejak tahun 2005 lalu. Dulu katanya bisa produksi sampai lima kwintal sehari, namun kini sudah menurun jadi tiga kuintal. “K adang selain jualan pindang ikan juga jualan ikan segar,” jelasnya. Biasanya mereka berjualan di Pasar Pekutatan setiap pagi. Omset dari berjualan pindang ikan dan ikan segar Rp 400 ribu sehari. Untuk menyikapi mahalnya harga garam, katanya pihaknya memanfaatkan garam seefisien mungkin, tanpa harus mengurangi

penggunaan garam saat membuat pindang. “Kalau garam kurang, ikan pindang tidak mantap, kalau kelebihan nanti asin. Jadi sedangsedang saja, yang penting kita masih ada keuntungan meski sangat tipis,” jelas Jero Made Yasmin. Sementara itu, Wayan Sukerta pembuat pindang lainnya mengaku sampai berhenti membuat pindang karena tidak ada garam. “ Sulit mencari garam karena di warung-warung tidak ada. Ini sudah satu bulan tidak ada,” jelasnya. Tiap hari pembuat pindang ikan ini rata-rata menghabiskan sepuluh kilogram garam untuk 1,5 kwintal ikan yang dibuat pindang. Ayu Ketut Suati, anggota Kelompok Buana Merta yang

Negara (Bali Post) Rencana pembentukan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dari Pemkab Jembrana nampaknya serius dijajaki. Bahkan untuk gedung juga sudah mulai dipikirkan yang rencananya akan bergabung dengan gedung Perusahaan Daerah (Perusda) di Kantor PDAM Jembrana. Selain usulan Perda pembentukan BPR sedang bergulir, rencana tersebut

disokong dengan fasilitas kantor yang sudah mulai dirancang. Saat ini pembangunan Kantor Perusda sedang berlangsung yang rencananya dua lantai. Dalam gambar rancangan dua dimensi, gedung berlantai dua itu selain untuk Kantor Perusda juga untuk BPR. Kantor Perusda yang sekarang ini menempati gedung bekas guest house di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Banjar Tengah

akan dipindah satu areal bersama PDAM Jembrana. Sehingga seluruh perkantoran perusahaan daerah akan bergabung menjadi satu lokasi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PUPRPKP) Jembrana I Wayan Darwin, Jumat (28/7) kemarin mengatakan, pembangunan gedung Perusda ini dilakukan lantaran gedung yang digunakan saat ini sudah tidak layak. Lokasi pembangunan

sengaja dijadikan satu areal dengan PDAM, sehingga seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jembrana berada satu lokasi. Selain gedung Perusda, pada tahun 2017 ini juga dibangun dua gedung baru di areal civic center, yakni Depo Arsip dan gedung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana. Yang sudah berjalan Depo Arsip, sedangkan Kantor BPBD Jembrana pagu ang-

Negara (Bali Post) Harga garam belakangan ini melambung tinggi, bahkan cukup sulit di cari. Mahalnya harga garam membuat para pengusaha pindang ikan di Jembrana mengeluh, sementara harga pindang tidak berubah.Sejumlah pengusaha pindang ikan dari Desa Yeh Kuning, Jembrana, Jumat (28/7) kemarin mengatakan, meskipun harga garam cukup tinggi namun mereka berusaha bertahan.

Bali Post/olo

ANJING - Tiga anjing peliharaan diamankan di Polsek Kawasan Gilimanuk lantaran tidak dilengkapi dokumen.

Tersangka Kasus Korupsi Santunan Kematian

Kena Sanksi Penurunan Pangkat Negara (Bali Post) Kasus dugaan korupsi dana santunan kematian oleh oknum mantan pegawai Dinas Sosial Jembrana yang merupakan seorang PNS Jembrana terus bergulir. Selain kasusnya sudah dilimpahkan tahap satu ke Kejari Negara, Pemkab Jembrana melalui Insfektorat juga telah resmi memberikan sanksi terhadap oknum PNS yang kini sudah ditetapkan jadi tersangka tersebut. Mantan verifikator santunan kematian di Dinas Sosial Jembrana yang telah menjadi tersangka kasus santunan kematian fiktif hingga merugikan negara mencapai Rp 451.500.000 tersebut kini juga dimutasi ke Inspektorat Jembrana. Inspektur pada Insfektorat Jembrana Ni Wayan Koriani, Kamis (27/7) mengatakan sanksi yang diberikan kepada IS tersebut adalah penurunan pangkat. Menurutnya sanksi tersebut diberikan setelah pihaknya melakukan klarifikasi serta berhasil mengungkap sepak terjang oknum PNS tersebut dalam memanipulasi santunan kematian. Koriani juga mengatakan keputusan yang diambil dengan memberikan sanksi tegas setelah pihaknya melakukan kajian atau klarifikasi dan merekomendasikan sanksi ke Bupati Jembrana. Menurutnya, selain menjadi pelajaran bagi yang bersangkutan, juga menjadi pelajaran bagi pegawai lainnya. Terlebih kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian dan berkasnya sudah di limpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana. “Kalau sanksi dari kita sudah, dan sekarang yang bersangkutan tinggal mengikuti proses hukum,” jelasnya. Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan korupsi santunan kematian ini mencuat berawal dari santunan kematian dijadikan proyek fiktif oleh beberapa oknum kepala lingkungan (kaling) di Kelurahan Gilimanuk. Bahkan santunan kematian yang seharusnya diterima sekali oleh ahli warisnya diajukan hingga tiga kali ke Dinas Sosial Jembrana dan uangnya masuk ke kantong pribadi, hingga merugikan Negara sebesar Rp 451.500.000. Koriani berharap kasus seperti ini tidak terjadi lagi. (kmb)

Bali Post/kmb

usaha dalam pembuatan pindang, juga mengeluhkan hal yang sama. Dia terpaksa menurunkan produksi dari dua kwintal menjadi satu kwintal. Dia berharap garam kembali mudah didapatkan dan bisa lebih murah. “Kalau kami biasanya dibawakan garam ke sini karena ada agennya,” jelasnya. Sementara itu, jika kelangkaan garam sebagai bahan pembuat pindang ikan terus berlanjut, mereka mengaku khawatir akan gulung tikar lantaran sulitnya mencari garam. Pengusaha pindang ikan berharap ada tindakan nyata dari pemerintah untuk kembali menstabilkan harga dan pasokan garam ke masyarakat. (kmb)

Kantor BUMD Digabung Satu Areal garan Rp 2 Miliar dan rencananya akan dibangun di antara Kantor Dinas Perhubungan Kelautan Perikanan dan Rumah Jabatan Bupati atau bekas bangunan Kantor Lingkungan Hidup. Untuk gedung BPBD yang langsung selesai sampai finishing tersebut ditarget sudah rampung jelang akhir tahun 2017 nanti. Saat ini BPBD sementara masih berkantor di gedung Panwaslu Jembrana. (kmb26)


Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

KARANGASEM

13

Ribuan Peserta BPJS Mandiri Nunggak Bayar Amlapura (Bali Post) -

Fenomena peserta BPJS mandiri nunggak bayar premi terjadi di Karangasem. Saat ini, jumlahnya bahkan cukup fantastis, yakni mencapai 8.507 peserta dengan nilai mencapai Rp 3,772 miliar.

BaliPost/gik

DAMAI - Pelaku, pengurus Kaber, dan pihak kepolisian foto bersama di Mapolsek Abang usai pelaku mengakui perbuatannya. Kasus ini berakhir damai setelah polisi memediasi.

Kaber Sikapi Serius Ujaran Kebencian

Dilaporkan ke Polisi, Pelaku Langsung Minta Maaf Amlapura (Bali Post) Media sosial kian sulit dikontrol. Disadari atau tidak, penggunanya sering membuat ujaran kebencian tanpa memperhitungkan dampaknya. Bahkan, kasus ini kembali memakan korban. Organisasi masyarakat yang sedang berkembang, Kaber (Karangasem Bersatu), menerima ujaran kebencian yang bisa menimbulkan permusuhan dari salah satu warga di Karangasem. Untuk menegakkan hukum, yang mana media sosial sudah diatur dalam UU ITE, Pengurus Kaber melaporkan salah satu akun facebook (FB) ke polisi. Ketua Umum Kaber Bali Ida Bagus Putu Agung, S.H., M.H., Jumat (28/7) kemarin, mengatakan pihaknya terpaksa mengambil tindakan tegas. Sebab, salah satu akun FB bernama Bojog Mang Sodeg, Rabu (19/7) lalu menuliskan katakata kasar dalam bahasa Bali terhadap organisasi Kaber hingga menyulut emosi anggotanya. Setelah disikapi dengan serius dengan penelusuran langsung terhadap pemilik akun itu, diketahui pemilik akun ini berada di Kecamatan Abang. Pengurus Kaber kemudian melaporkan perihal masalah ini ke Polsek Abang, atas dugaan pelanggaran UU ITE pasal 28 ayat 2. Ujaran kebencian ini sempat membuat anggota ormas di dalam Kaber emosi dan mencari-cari keberadaan pelaku. Sebab, postingan itu terus dibagikan akun lain dan menjadi viral di media sosial. Melihat situasi semakin memanas, Ketua Umum Kaber langsung mengambil langkah cepat untuk mengendalikam situasi agar tidak terjadi tindakan yang anarkis. “Saya langsung berikan pemahaman, bahwa NKRI ini negara hukum. Sebaiknya tempuh jalur hukum. Sehingga kami laporkan pelaku ke Polsek Abang,” tegas Ketum Kaber yang akrab disapa Tuaji ini. Petugas kepolisian pascamenerima laporan langsung responsif terhadap laporan ini. Berkat instruksi langsung dari Kapolsek Abang AKP I Gede Sugita Yasa, pemilik akun tersebut terlacak dengan cepat. Tak butuh waktu lama, pihak kepolisian menemukan pemilik akun tersebut, dengan nama asli Komang Gunawan. Untuk menyelesaikan persoalan ini, pelaku langsung digiring ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. “Saya salut dengan Kapolsek Abang dan jajarannya yang sangat responsif. Saya juga salut dengan anggota kami yang tidak terpancing emosi. Ini contoh baik yang kami tempuh dalam menangani masalah yang terjadi di medsos,” tegas ketum yang juga praktisi hukum ini. Atas persoalan ini, pelaku Komang Gunawan tak bisa bicara banyak. Dia langsung mengakui perbuatannya. Dia tidak menyangka, postingannya di akun facebook, bakal berbuntut panjang. Oleh karenanya, dia meminta maaf kepada seluruh pengurus Kaber atas perbuatannya mengumpat ormas Kaber tanpa alasan jelas. Kapolsek Abang AKP I Gede Sugita Yasa mengatakan kasus ini hendaknya menjadi pelajaran bersama. Dia berharap agar semua lapisan masyarakat sama-sama bijak menggunakan media sosial. Sebab, apa yang disampaikan di media sosial secara membabi buta, akan berdampak sangat luas dan menimbulkan kegaduhan yang dapat merobek-robek NKRI. Sementara Ida Bagus Putu Agung menambahkan, melalui ormas Kaber ini, dia ingin mengajak masyarakat Bali, khususnya generasi muda, berlatih berpikir rasional dan sadar hukum. Tidak mudah terpengaruh terhadap hal-hal yang berbau anarkis. Melalui Kaber ini, dia juga ingin membangun persaudaraan yang kental. Dalam momen persaudaraan ini, juga ditekankan bagaimana membina generasi muda, mendidiknya menjadi calon-calon pemimpin masa depan di masing-masing wilayahnya nanti. (gik/k250)

Serukan Jaga NKRI

Babinsa Sambangi Petani di Sawah Amlapura (Bali Post) Sosialisasi mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif dapat dilaksanakan dengan beragam metode. Jajaran Kodim Karangasem contohnya. Melalui Babinsa yang menjadi ujung tombak di lingkungan TNI, petugas menyambangi sejumlah petani ke sawah-sawah. Hal itu pula dilakoni Serda Komang Kasna, Babinsa Desa Pertima, Kecamatan Karangasem, Jumat (28/7) kemarin. Selama satu jam mulai pukul 10.00, Serda Kasna menemui anggota Subak Uma Kawan yang sedang menggarap sawahnya. Bersama dua personel Koramil, Babinkamtibmas Polsek Karangasem serta lima orang personel Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Pertanian Kecamatan Karangasem, mereka memfokuskan obrolan menyangkut NKRI. “Pancasila sebagai dasar negara harus kita jaga bersama. Pancasila sudah terbukti menyatukan kita yang penuh dengan keberagaman,” papar Serda Kasna mengawali dialog. Kegiatan kongko-kongko di pematang sawah itu juga dihadiri beberapa petani pemula. Disebut petani pemula karena mereka masih berusia muda yang diharapkan nantinya mau serius terjun di bidang pertanian. Selain menekankan tentang lima pilar kebangsaan, Kodim Karangasem menggerakkan Babinsanya untuk mendukung program pertanian di masyarakat. Sehingga, Babinsa dituntut memiliki pengetahuan tentang pertanian dan mampu meningkatkan semangat bertani di masyarakat. Dalam bincang-bincang santai hingga pukul 11.00 itu, Serda Kasna juga minta petani bisa sebagai mitra kerja di bidang keamanan. “Itu bisa dilakukan dengan banyak cara. Yang paling sederhana, segera melapor jika menemukan orang dengan gerak-gerik mencurigakan,” ajaknya. Subak Uma Kawan belakangan menjadi pusat perhatian karena tanaman padi petani agak bermasalah. Petani setempat sedikit pusing oleh serangan penyakit blas dan hama. Petugas dari Balai Perlindungan Tanaman Padi dan Hortikultura Provinsi Bali sudah sempat turun melaksanakan gerakan pengendalian. Sementara itu, dengan mengutus Babinsa mendatangi petani ke tempat mereka beraktivitas, Kodim Karangasem juga ingin membangun sinergi dengan masyarakat. Dengan adanya sinergi diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan wilayah baik dari aksi-aksi yang merongrong Pancasila maupun penyalahangunaan narkoba. (kmb)

“Jumlah itu akumulasi dari sejak hadirnya BPJS di Karangasem,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Karangasem I Nyoman Sudarma, beberapa hari lalu. Dijelaskannya, peserta yang tak memenuhi kewajibannya itu tersebar di semua kecamatan di Karangasem. Tunggakan berasal dari semua kelas, namun yang terbanyak pada kelompok peserta kelas III. Peserta kelas I yang menunggak 2.925 orang dengan nilai nominal Rp 2,1 milliar lebih. Kelas II sebanyak

2.164 orang dengan nominal Rp 981 juta. Sedangkan kelas III 3.417 jiwa dengan nominal tunggakan Rp 621 juta. “Tunggakan dari tahun 2007 hingga sekarang. Ada yang nunggak sampai tiga tahun, ada juga yang hanya beberapa bulan saja,” jelas Sudarma. Banyaknya tunggakan BPJS Mandiri, katanya, dikarenakan pola pikir warga. Peserta penunggak rajin bayar hanya saat butuh, namun setelah sembuh yang bersangkutan mangkir. BPJS sudah

mengirim petugas untuk mendatangi mereka yang tidak mau membayar. Sejumlah penunggak bahkan didatangi sampai beberapa kali. Namun, mereka tetap membandel. Mereka bukan hanya tak merespons, tapi banyak yang bersikap tak sopan pada petugas. Penagihan ke rumah-rumah dimaksimalkan bagi penunggak di atas satu tahun. Selain mendatangi langsung juga dengan cara lebih persuasif melalui telepon dan SMS. Re-

sponsnya ada yang positif tapi kebanyakan negatif. “Yang positif berjanji mau bayar, yang negatif marah-marah. Bagi para penunggak maka BPJS-nya kita nonaktifkan. Akan kita aktifkan lagi jika sudah melakukan pelunasan,” terang Sudarma. Sikap tidak kooperatif sebagian peserta BPJS Mandiri itu bukan hanya merugikan pihak BPJS. Tapi, juga memusingkan Dinas Sosial Karangasem yang dituntut segera menggenapi kuota PBI Daerah yang masih banyak kosong. Sekretaris Dinas Sosial Komang Kasmana sebelumnya mengatakan, saat ini

kuota PBI Daerah ribuan kosong padahal calon penerimanya banyak. Tapi, ketika diusulkan data mereka tidak bisa masuk ke sistem BPJS karena terdaftar sebagai peserta mandiri kelas III kategori nunggak. “Selama tunggakan belum dibayar atau belum lunas, mereka tak bisa masuk dalam program,” katanya. Kasmana mengakui saat ini belum mendapatkan solusi mengatasi kondisi tersebut. Satu-satunya cara agar warga miskin yang masuk dalam kelompok itu bisa tercakup PBI daerah adalah dengan segera melunasi tunggakan BPJS Mandirinya. (kmb)

Enam Puskesmas Disperindag Lakukan Monitoring ke Pasar-pasar Belum Miliki Alat Instalasi Pengolahan Limbah Cair Terkait Beras Oplosan

Amlapura (Bali Post) Adanya kasus beras oplosan di luar Bali, bahkan ditengarai sudah masuk Bali, membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem tak tinggal diam. Untuk menghindari adanya beras oplosan, pihaknya telah menyiapkan petugas untuk melakukan monitoring ke pasar-pasar di masing-masing kecamatan. Tujuannya untuk mencegah terjadinya kasus atau peredaran beras oplosan. Hal itu diungkapkan Kepala Disperindag Karangasem, I Gusti Ngurah Suarta, Jumat (28/7) kemarin. Menurutnya, untuk mengantisipasi adanya beras oplasan beredar di Karangasem, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan monitoring ke pasar-pasar yang tersebar di delapan kecamatan. “Kita rutin melakukan monitoring dua kali dalam sepekan. Yakni setiap Selasa dan Kamis ke pasar di semua kecamatan,” ungkap Suarta. Dia manambahkan, tim me-

Bali Post/kmb41

I Gusti Ngurah Suarta

nyasar pasar-pasar sebagai tempat untuk melakukan monitoring, mengingat pasar merupakan tempat yang paling sentral yang biasa dijadikan tempat strategis dalam peredaran pengoplos beras. Pasalnya, pasar merupakan tempat paling banyak digunakan sebagai transaksi jual beli oleh masyarakat dalam

memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maka, Disperindag Karangasem menginstruksikan tim untuk menyasar pasar-pasar di semua kecamatan untuk dijadikan sebagai lokasi monitoring. “Dari hasil monitoring yang telah dilakukan, sejauh ini kita belum menemukan adanya beras oplosan. Semoga tidak ada kasus beras oplosan di wilayah Karangasem,” harap dia. Lebih lanjut dikatakan, selain melakukan monitoring untuk memantau beras oplosan beredar di pasaran, dinas juga melakukan pemantauan terhadap harga-harga kebutuhan pokok di pasaran. Langkah itu dilakukan guna memastikan tidak ada kebutuhan pokok yang harganya melonjak tinggi akibat dari kelangkaan sejumlah kebutuhan pokok. Dia melihat sejauh ini, harga bahan pokok masih normal. “Kita akan terus pantau harga kebutuhan pokok di semua pasar agar tidak ada lonjakan harga,” jelas Suarta (kmb41)

Terminal Subagan Sepi Penumpang

Angkot Pilih Mangkal di Terminal Amlapura Amlapura (Bali Post) Terminal Subagan yang berlokasi di Dusun Karangsokong, Kelurahan Subagan, Ampalapura, sepi penumpang. Atas kondisi itu, para sopir jarang mangkal di sana. Kondisi itu bisa dilihat dari sepinya angkot yang beroperasi di terminal tersebut. Kondisi itu sudah terjadi sekitar dua tahun terakhir. Sebab, para sopir angkot lebih memilih mangkal di Terminal Amlapura dekat dengan pasar. Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (28/7) kemarin, Terminal Subagan terlihat sepi karena tidak adanya angkot yang beroperasi mencari penumpang. Meski terdapat satu atau dua angkot, itu hanya melintas sambil melihat-lihat calon penumpang yang ada di sana. Setelah itu, angkot pergi lagi. Di sana hanya terlihat satu angkutan umum, yakni bus penumpang yang ngantre di lokasi. Untuk angkot sama sekali tidak ada mangkal dalam terminal. Uniknya, walau tidak ada angkot yang lalu lalang, terminal tersebut banyak dimanfaatkan pedagang kain menggunakan mobil pribadi. Sementara di sebelah barat terminal dimanfaatkan pem-

kab untuk memarkir mobil pemadam kebakaran. Salah seorang sopir bus yang ditemui di lokasi yang namanya enggan dikorankan mengatakan memang setiap hari kondisi terminal di Subagan sepi. Kata dia, di sana jarang ada angkot yang mangkal. “Palingan hanya satu dua angkot saja yang mondarmandir mencari penumpng. Setelah itu, mereka pergi lagi. Angkot kebanyakan mangkal di Terminal Amlapura dekat Pasar Amlapura,” katanya. Dia menambahkan, pihaknya tidak tahu pasti penyebab dari sepinya terminal ini. Mungkin lantaran tidak ada penumpang, sopir angkot lebih memilih mangkal di dekat Pasar Amlapura. Dia juga membenarkan sepinya Terminal Subagan sudah berlangsung cukup lama, yakni sekitar dua tahunan. “Terminal sepi sudah lama. Seperti inilah kondisi terminal setiap harinya sepi,” ucapnya kembali. Salah seorang pedagang di Terminal Subagan asal Banjar Tengah, Bebandem, Ni Ketut Bandem, juga mengatakan hal yang sama. Kata dia, awal-awal dibukanya terminal banyak mobil angkot maupun bus mangkal di sini.

Bali Post/kmb41

SEPI - Kondisi Terminal Subagan yang berlokasi di Dusun Karangsokong, Kelurahan Subagan, Amlapura sepi dari angkutan kota (angkot). Kondisi ini sudah terjadi sejak dua tahunan terakhir.

Namun, sekitar dua tahunan ini terminal mulai sepi. “Kalau dulu pas awal buka di sini sampai kekurangan tempat parkir. Itu saking banyaknya penumpang. Tapi Sekarang, angkot semuanya ke Terminal Amlapura. Kemungkinan karena di sana dekat pasar,” ceritanya. Menurut Bandem, kini terminal tersebut lebih dominan digunakan bus. Lanjut dia, seharinya memang ada bus yang mangkal di terminal ini. “Sekarang bus saja yang mangkal di sini. Angkot ada tapi hanya satu dua saja. Itu pun mondar-mandir. Sebentar saja mobilnya ke sini, lalu pergi lagi,” tandas Bandem. Atas kondisi itu, Dinas Perhubungan Karangasem yang coba dikonfirmasi belum bisa dihubungi. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Kabupaten Karangsem mempunyai 12 puskesmas yang tersebar di delapan kecamatan. Dari jumlah tersebut tak semua puskesmas memiliki alat instalasi pengolahan limbah cair. Sebab, dari semua puskesmas yang ada, hanya separuh yakni enam puskesmas yang memiliki alat instalasi pengolahan limbah cair. Sedangkan sisanya enam puskesmas belum memiliki alat tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem I Gusti Putra Pertama, Jumat (28/7) kemarin, mengungkapkan dari 12 puskesmas yang ada memang baru sebagian yang sejauh ini sudah mempunyai alat instalasi pengolahan limbah cair. Yakni, Puskesmas Rendang, Puskesmas Selat, Puskesmas Kubu I, Puskesmas Karangsem II, Puskesmas Manggis I, dan Puskesmas Sidemen. Menurut Pertama, puskesmas yang belum memiliki alat instalasi pengolahan limbah cair yakni Puskesmas Bebandem, Puskesmas Abang I dan Puskesmas Abang II, Puskesmas Kubu II, Puskesmas Karangsem I, dan Puskesmas Manggis II. Kadis Kesehatan menambahkan, puskesmas yang sudah memiliki alat instalasi pengolahan limbah cair tersebut

merupakan puskesmas rawat inap. Sementara puskesmas yang sejauh ini belum memiliki alat instalasi untuk pengolahan limbah cair tersebut merupakan puskesmas rawat jalan. “Karena rawat jalan, maka volume limbah cair yang akan diolah tersebut masih sedikit. Jadi, puskesmas ini masih memakai cara konvensional septic tank untuk limbah cair tersebut. Sementara untuk mengolah limbah padatnya kita sudah bekerja sama dengan pihak ketiga. Nanti limbah itu diambil, setelah itu dimusnahkan,” katanya. Dia menjelaskan, meski masih ada enam puskesmas yang sampai saat ini belum memiliki alat instalasi pengolahan limbah cair tersebut, namun pihaknya belum mengajukan anggaran untuk pengadaan alat itu bagi puskesmas yang belum mempunyai alat tersebut. Sebab, puskesmas yang belum memiliki alat instalasi pengolahan limbah ini masih merupakan puskesmas rawat jalan, sehingga limbah cairnya tidak begitu banyak. “Kalau puskesmas di Abang sudah terealisasi menjadi puskesmas rawat inap. Kemungkinan alat instalasi pengolahan limbah akan menjadi pemikiran. Dan untuk tahun ini belum ada usulan untuk pengadaan alat instalasi pengolahan limbah ini,” jelas Pertama. (Kmb41)

Bali Post/kmb41

LIMBAH - Puskesmas Bebandem merupakan salah satu puskesmas yang belum memiliki alat pengolahan limbah cair.


14 Kerambitan Miliki Pencetak E-KTP

Tabanan (Bali Post) Kecamatan Kerambitan kini memiliki layana inovasi Taman Serasi, yakni Taman Sistem Pelayanan Terintegrasi. Salah satu program dalam layanan inovasi ini adalah pencetakan e-KTP langsung di kantor camat. Dengan adanya alat ini, diharapkan masyarakat khususnya warga Kerambitan lebih mudah mengakses fasilitas, terutama dalam memenuhi syarat kelengkapan identitas kewarganegaraan tanpa harus ke Disdukcapil Tabanan. Camat Kerambitan I Gede Sukanada, Jumat (28/7) kemarin, mengatakan launching pencetakan e-KTP akan dilakukan sekitar Oktober atau November 2017 mendatang. Untuk alat cetak, katanya, sudah tersedia. Saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Disdukcapil Tabanan, sembari mempersiapkan regulasi dan perangkat tambahan. Untuk wilayah Kerambitan, estimasi warga wajib e-KTP adalah 33.912 orang dan jumlah yang mendapatkan e-KTP sesuai rekap terakhir adalah 1.725 orang. Sukanada menambahkan, selama ini pihak kecamatan melakukan perekaman dan kemudian pencetakan dilakukan di Disdukcapil Tabanan. Dalam Taman Serasi yang dilaksanakan oleh Kecamatan Kerambitan, pencetakan e-KTP masuk dalam pelayanan nonperizinan. Selama ini, selain perekaman e-KTP di Kecamatan Kerambitan telah melakukan layanan seperti permohonan cetak KK, Surat Keterangan Kematian, Surat Pindah Antar-Kecamatan dan Surat Keterangan Tidak Mampu. “Layanan ini akan ditambah pada Oktober atau November berupa pencetakan e-KTP,” ujarnya. Selain nonperizinan, di Kecamatan Kerambitan juga melayani pelayanan perizinan berupa izin Usaha Menengah Kecil (UMK). Sukanada melanjutkan, Taman Serasi sendiri merupakan program inovasi menyangkut pelayanan publik yang terintegrasi dalam satu kesatuan sistem bersifat holistik. Pendekatan yang dipergunakan adalah bagaimana masyarakat mendapatkan layanan secara maksimal, murah, cepat dan tidak memandang waktu kerja konvensional. Program Taman Serasi ini merupakan program inovasi yang mendapatkan juara I Widya Kusuma Inovasi Award di tingkat provinsi. Dalam layanan Program Taman Serasi ini untuk e-KTP, kata Sukanada, rencananya pihak kecamatan akan mendorong desa sehingga mampu melaksanakan pengambilan foto e-KTP. “Pencetakannya tetap dilakukan di kecamatan, tetapi desa ke depan diharapkan bisa melakukan pengambilan foto e-KTP,” harapnya. Saat ini desa bersama kecamatan sedang dalam tahap membangun jaringan berupa tower triagle, intranet dan internet untuk mengkoneksi kecamatan dengan 15 desa di Kerambitan, termasuk pengadaan WiFi gratis. (kmb24)

Tahap Sosialisasi, Vaksinasi JE Belum Ada Penolakan

Tabanan (Bali Post) Program vaksinasi JE (Japannese Enchepalitis) di Tabanan saat ini sedang dalam proses pendataan dan juga sedang proses sosialisasi. Meski merupakan program vaksinasi pilot project dan baru, hingga saat ini dari pihak sekolah yang sudah didata maupun disosialisasikan belum ada reaksi penolakan. Kepala Bidang Penanganan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) dr. Ketut Nariana, Jumat (28/7) kemarin mengatakan, dari hasil pendataan sementara, nantinya vaksinasi JE ini akan menyasar sekolah PAUD di 123 sekolah, TK 234 sekolah, SD 335 sekolah dan SMP sebanyak 48 sekolah. “Untuk sekolah, anak yang disasar usianya dari empat hingga 15 tahun. Sementara untuk anak usia sembilan bulan hingga empat tahun, atau yang belum sekolah akan dilakukan di posyandu,” ucap dr. Nariana. Hingga saat ini jumlah posyandu yang siap melakukan vaksinasi JE tercatat sebanyak 832 posyandu. Selain melakukan vaksinasi dan pendataan, kata Nariana, pihaknya juga menyiapkan tenaga vaksinator yang terdiri dari 409 orang bidan, 189 perawat dan 74 dokter. Untuk vaksin akan didrop pusat dan rencananya 3 Agusus mendatang tim dari Dinas Kesehatan Provinsi akan melakukan konsultasi ke pusat. Pelaksanaan vaksinasi JE rencananya akan digelar Oktober dan November mendatang. Mengenai vaksinasi JE, salah satu ibu rumah tangga asal Dukuh, Dewi Widya (36), mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai vaksinasi dari sekolah tempat anaknya menimba ilmu. Dewi memiliki anak usia sekolah berusia lima tahun yang harus masuk ke TK A dan anak yang berusia satu tahun. “Sekolah anak saya sudah menginformasikan. Diharapkan vaksinasi bisa dilakukan di sekolah, sehingga lebih mudah mendapatkan vaksin,” ucap Ibu Dewi. Ia mengaku tidak masalah dengan adanya vaksinasi, selama vaksin itu dibutuhkan untuk kesehatan. Kedua anaknya rutin menjalani vaksinasi dasar yang disarankan oleh pemerintah. Ditanya soal efek samping, menurut Dewi, selama ini setiap anaknya menjalani vaksinasi atau imunasasi dasar, tidak menunjukkan efek samping. “Palingan cuma panas usai imunisasi. Itu biasa,” ujarnya. Pendapat yang sama dikatakan ibu asal Marga, Eka Pratiwi (35). Ibu dua orang anak usia sekolah kelas V SD dan usia tiga tahun ini mengaku tidak keberatan dengan program vaksinasi JE, selama itu baik untuk kesehatan anaknya. Namun, ia mengaku belum mendapatkan informasi mengenai program vaksinasi tersebut. “Belum ada informasi. Tetapi kemungkinan anak saya nanti dapat di sekolah,” ujarnya. (kmb24)

TABANAN

Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

Anggaran ATK Rp 16,5 Miliar Disorot Dewan Tabanan (Bali Post) -

Anggaran alat tulis kantor (ATK) Dinas Pekerjaan Umum Tabanan yang terpasang Rp 16,5 miliar mendapat sorotan kalangan dewan saat rapat kerja banggar antara DPRD dan eksekutif. Angka tersebut dinilai tidak rasional, hanya untuk melengkapi sarana-prasarana penunjang administrasi kantor. Namun, hal itu dibantah oleh Plt. Kadis PUPRKP I Made Yudiana. Dikatakannya, anggaran sebesar itu juga termasuk untuk Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) senilai Rp 14,5 miliar. “Jadi tidak semuanya untuk ATK, karena di dalamnya juga ada pos LPJU. Sisanya untuk gaji, telepon dan penunjang kegiatan kantor PU,” tandas Yudiana dikonfirmasi Jumat (28/7) kemarin. Disinggung soal anggaran LPJU ada dalam satu pos dengan anggaran ATK, Yudiana justru tidak bisa berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan untuk pos anggaran dari awal memang disusun oleh TPAD (tim penyusun

anggaran daerah). “Ini sudah dari tahun ketahun diplot di sana. Jadi, memang terlihat nilainya besar,” ucapnya. Pejabat bertubuh tambun ini menambahkan, saat ini pihaknya tengah berupaya melakukan penambahan lampu penerangan jalan, karena belun semua wilayah dilengkapi dengan LPJU. Akibat minimnya anggaran, penyediaan lampu jalan ini dilakukan secara bertahap. Begitu pula belum keseluruhan lampu jalan dilengkapi dengan meteran. “Masih fokus di penggantian meteran dan perawatan. Jadi belum ada penambahan, semua tergantung arahan pimpinan,” ucapnya.

Dijelaskannya, dengan dilengkapi meterisasi pada LPJU tersebut, Pemkab Tabanan akan bisa menghitung secara riil berapa yang harus mereka bayarkan kepada PLN. Begitu juga dengan PLN akan mengetahui secara pasti berapa mereka mengeluarkan biaya listrik untuk LPJU. Diakuinya, selama ini ada sejumlah masyarakat yang memasang LPJU secara swadaya. Tapi hal tersebut tidak terpantau oleh PLN dan hitungan listriknya tidak terdata. Untuk pemasangan meterisasi ini, dikatakannya akan dilakukan selama beberapa tahun ke depan, karena disesuaikan dengan anggaran yang ada. “Memang sulit terpantau, apalagi di daerah pelosok. Masyarakat tidak mau tahu dan hanya ingin ada penerangan meskipun dengan swadaya,” ujarnya. (kmb28)

Made Yudiana

Bali Post/kmb28

Pilkel Serentak 2017

Sejumlah Desa Siapkan Logistik Sendiri

Bali Post/kmb28

Roemi Liestyowati

Tabanan (Bali Post) Pemilihan perbekel atau kepala desa di 14 desa di Kabupaten Tabanan bakal segera digelar secara serentak. Tepatnya 27 Agustus men-

datang. Dinas terkait selaku panitia kabupaten yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa terus memantapkan berbagai persiapan. Monitoring ke masing-masing desa penyelenggara juga telah digencarkan. Harapannya, pemilihan kepala desa tahun ini bisa berjalan aman, lancar dan menghasilkan seorang pemimpin yang memang dibutuhkan oleh masyarakat desa setempat. “Kita masih terus monitor, baik kesiapan logistik ataupun sosialisasi cara melipat surat suara yang benar,” ucap Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa, Roemy Liestyowati, Jumat (28/7) kemarin. Terkait logistik, pejabat asal Madiun ini mengatakan ada sejumlah desa, khususnya yang ada di kecamatan paling jauh, berinisiatif menyiapkan logistik sendiri berbahan dasar triplek. Misalnya di Desa Jelijih Punggang, Pupuan. “Karena efisiensi anggaran dan waktu, ada sejumlah desa pelaksana pilkel yang memilih menyiapkan

logistik sendiri,” katanya. Meski demikian, ada juga sejumlah desa yang berlokasi di wilayah kota, memilih meminjam logistik di KPUD Tabanan. Selain masalah logistik, dari hasil monitoring selama ini tim kabupaten juga masih melihat adanya kesalahan dalam melipat kertas suara. Mencegah hal itu berlarut-larut, pihaknya langsung melakukan pembinaan dan sosialisasi baik itu tentang tata tertib pilkel, bagaimana cara melipat kertas suara yang benar, cara memilih atau mencoblos yang benar dan pola lainnya. “Kita harapkan pelaksanaan pilkel tahap II kali ini bisa berjalan lancar,” harap Roemy Liestyowati. Agar pelaksanaan pilkel dapat berjalan lancar, mantan Kadishut Tabanan ini juga menyampaikan masing-masing desa pelaksana diberikan anggaran Rp 40 juta. Anggaran tersebut sudah termasuk untuk penyediaan logistik pemilihan. “Sementara untuk pelantikan anggarannya di kabupaten,” ucapnya.

Yang berbeda dalam pilkel kali ini yakni, jika sebelumnya para calon perbekel harus berdomisili di desa bersangkutan, tapi kini berlaku secara nasional. Artinya, bakal calon kepala desa tidak harus berasal dari desa yang melakukan pemilihan, namun setelah terpilih diwajibkan yang bersangkutan untuk menetap atau berdomisili di desa setempat. “Kecenderungan masyarakat lebih memilih calon kepala desa yang berasal dari desa setempat. Alasanya, karena selain sudah paham tentang desa juga sudah kenal betul dengan permasalahan yang ada di desa,” tandasnya. Dia menambahkan, kepala desa dituntut melek IT. Ini sejalan dengan tanggung jawab dan beban tugas seorang perbekel dalam mengelola keuangan desa yang nilainya sangat tinggi. “Desa sudah mulai mendapat perhatian dari pemerintah. Di sinilah tantangan sangat berat dengan godaan yang cukup tinggi. Seorang perbekel harus mumpuni untuk itu,” sarannya. (kmb28)

Warung Global

Tegakkan Hukum, Buatkan ”Awig-awig” dan Masukkan Kurikulum Bahaya Narkoba SEMUA lapisan masyarakat harus ikut berperan dalam memberantas peredaran narkoba. Bahaya narkoba sudah di depan mata. Ini terbukti dengan makin meningkatnya jumlah krama Bali yang terlibat dalam jaringan pengedar narkoba. Data di Polda Bali dan hasil tangkapan Badan Nakotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, tersangkanya adalah 70 persen orang Bali. Demikian opini yang berkembang pada acara Warung Global di Radio Global FM 96,5 Bali dengan topik “Meningkat Orang Bali Terlibat Narkoba’’, Jumat (28/7) kemarin. Acara itu dipancarluaskan Singaraja FM, SWiB Amlapura, Genta Bali FM, dan Swara Negara FM. Beragam alasan mereka terjun ke bisnis barang haram tersebut. Di antaranya karena faktor ketidaktahuan, pengaruh teman, broken home, ekonomi dan lain sebagainya. BNN dan instansi terkait lainnya diharapkan lebih menggalakkan sosialisasi bahaya narkoba dan cara menanggulanginya, khususnya pada masyarakat dan anak-anak sekolah. Bila perlu Kementrian Pendidikan memasukkan bahaya ke dalam kurikulum. Bu Vera menyatakan dalam pemberantasan kejahatan narkoba, hukum jangan diperjualbelikan. Aparat

penegak hukum harus tegas agar ada efek jera. Saat ini penjara sudah penuh, sehingga pengedar narkoba harus dihukum berat dan ditembak mati saja. Akibat narkoba generasi penerus hancur dan merusak kehidupan bangsa. Mereka yang terlibat di dalam perdagangan barang haram tersebut harus ditindak tegas. Febri memprediksi himpitan ekonomi dan rasa ingin tahu anak muda yang besar sebagai pemicu mereka terjun ke lembah hitam peredaran narkoba. Bagaimana cara mengatasinya? Dengan cara pendekatan dan pencegahan, mulai dari banjar dan

pihak BNNP agar gencar melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba. Banyak yang tak mengerti dan menyadari betapa narkoba merusak segalanya. Ini juga akibat

pengaruh pariwisata yang menimbulkan banyak peminat. Tut Dawi menyebutkan, narkoba ini barangnya kecil tapi keuntungannya besar. Sehingga tidak sedikit orang yang terjerumus ke dalam bisnis terlarang ini. Angga, Gusti Sumardayasa, Pak Budi, Nyoman Mastra, Arya dan Budiada sam-sama menegaskan, pengkhianat bangsa yang turut mengambil keuntungan dan melindungi pengguna, pengedar dan gembong narkoba berperan besar menyebabkan pere-

daran narkoba kian marak selain ada indikasi negara lain melakukan proxy war untuk merusak mindset generasi muda dan melemahkan bangsa. Sebaiknya aturan dan sanksi tentang narkoba dimasukkan ke dalam awigawig dan kurikulum dari SD hingga Perguruan Tinggi. Jangan biarkan lagi lapas jadi sarang dan pusat pengendali perdagangan narkoba. Tindak tegas petugas dan aparat kotor. Indonesia sudah darurat narkoba. Kalau lengah kejahatan yang bekerja. (arya adhikara)


15

Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

Neymar Tinggalkan Latihan Barca Miami -

Bali Post/ist

TRY-OUT — Tim sepak bola Porprov Kota Denpasar (berdiri) melakukan try-out ke Surabaya, saat meladeni Madura United U-19 di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya, Kamis (27/7) lalu.

Tim Porprov Denpasar Panen Gol

Denpasar (Bali Post) Pascaditundukkan Madura United U-19, tim sepak bola Porprov Kota Denpasar mengamuk dan mengalahkan juara divisi utama kompetisi internal Persebaya Surabaya, Comando Brawijaya (Cobra) FC, dengan skor 9-1, di Lapangan Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Jumat (28/7) kemarin. Tim Porprov Denpasar kalah tipis 2-3 dari Madura United pada pertandingan di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya, Kamis (27/7) lalu. Namun kemarin mereka menemukan permainan terbaik sebelum merayakan panen gol. Kesembilan gol kemenangan Porprov Denpasar hasil bidikan Sanjaya (2 gol), Dita (2 gol), Bayu (2 gol) serta masing-masing sebiji gol diciptakan lewat kaki Cika, Wolfgang dan Candra. Pelatih Dede Mahatma Darma yang dikontak, kemarin, menyatakan asuhannya masih salah pemahaman antara lini belakang dengan kiper. ‘’Oleh sebab itu, lini belakang perlu dibenahi lagi,’’ tutur Dede. Dijelaskannya, tim Porprov Denpasar unggul 1-0 pada babak pertama. Kemudian di babak kedua, fisik dan stamina lawan terkuras hingga asuhannya mampu mendominasi permainan. ‘’Saya kira anak-anak bisa tampil trengginas, sebab memiliki waktu istirahat yang cukup,’’ jelasnya. Kemenangan tim sepak bola juga diikuti tim futsal Porprov Denpasar, yang menggebuk lawannya Desferito Surabaya dengan skor 8-2, kemarin. Sebelumnya, tim futsal Porprov Denpasar dicukur tim Liga Futsal Nasional Bintang Timur Surabaya dengan skor 0-5. Sektim Futsal Porprov Denpasar Gede Made Anom Prenatha mengakui Randu, Yoga Andika, dan Kartono tampil bersemangat dengan semangat juang tinggi saat meladeni Desferito. ‘’Padahal, secara materi dan teknik permainan imbang, tetapi anak-anak mampu memanfaatkan peluang untuk dikonversi menjadi gol,’’ tuturnya. Sedangkan saat meladeni Bintang Timur Surabaya, Kamis (27/7) lalu, skuad Porprov Denpasar mampu mengimbangi, namun sederet peluang emas terbua sia-sia. ‘’Karena itu, sebelum terjun ke Porprov, kami harus mengasah ketajaman penyelesaian akhirnya (finishing),’’ sebut Anom. (022)

TI Agung Suryawan Sampai 3 Agustus

Denpasar (Bali Post) Masa kepengurusan Ketua Umum Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Kota Denpasar AA Suryawan Wiranatha bakal berakhir sampai dengan 3 Agustus mendatang. Namun, KONI Kota Denpasar masih tetap memberikan kepercayaan kepada Agung Suryawan guna menakhodai taekwondo Denpasar sampai berakhirya pelaksanaan Porprov Bali XIII di Gianyar, September nanti. Ketua Umum KONI Kota Denpasar IB Toni Astawa, di Denpasar, Jumat (28/7) kemarin menegaskan, pihaknya tetap berpatokan pada Berita Acara Rapat Koordinasi Nomor : 351/KONI-Bali/VI/2017, tertanggal 5 Juni 2017, utamanya butir (4), terungkap, untuk Musyawarah Kota TI Denpasar, yang telah habis masa pengurus hasil kesepakatan Pengprov dan Pengkab/Pengkot diperpanjang, dan akan dilakukan setelah Porprov Bali XIII di Gianyar. Sedangkan butir (1) menyatakan, semua stakeholder baik KONI Bali, KONI Kota Denpasar, Pengprov TI Bali, Pengkot TI Denpasar, mempunyai visi yang sama, agar taekwondo Kota Denpasar bisa bertanding dalam Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Untuk itu, IB Toni bakal tetap mengirimkan atletnya, terutama dalam pengurusan Kartu Tanda Atlet (KTA), sebagai persyaratan atlet berlaga pada hajatan multi-event dua tahunan level Bali. Pada bagian lain, Ketua Umum Pengprov TI Bali Lan Ananda menyatakan jika berakhir masa kepengurusan Pengkot TI yang diketuai Agung Suryawan, berarti sudah kedaluwarsa. ‘’Apalagi, kami sudah resmi membekukan Pengkot TI Kota Denpasar sejak 2016 lalu, sehingga kami anggap berakhir. Bahkan, seandainya kubu Agung Suryawan mau mengajukan gugatan, sudah tak kuat lagi legal standing-nya,’’ papar Lan Ananda. Dikemukakan, pihaknya tak mungkin merekomendasi permohonan taekwondoin Denpasar guna mendapatkan KTA. ‘’Kami dari Pengprov TI dengan tegas menolak merekomendasi atlet Denpasar yang mau mengurus KTA,’’ jelasnya. Menurutnya, menjelang pelaksanaan PON, PB TI jeli dalam memantau masa kepengurusan Pengprov yang akan berakhir, hingga memberikan toleransi pelaksanaan musprov diundur pasca-PON, termasuk Pengprov TI juga mengetahui masa kepengurusan Pengkot dan Pengkab TI yang akan habis. ‘’Kami juga memperpanjang kepengurusan Pengkab yang akan berakhir menjelang Porprov, supaya muskab TI diundur usai Porprov,’’ tandasnya. (022)

Bali Post/rtr

DIDEREK - Mobil Sauber milik Pascal Wehrlein diderek keluar lintasan Sirkuit Hungaroring, Hungaria, Jumat (28/7) kemarin, setelah mengalami kerusakan. Sauber melanjutkan kerja samanya dengan Ferrari sebagai pemasok mesin dan menghentikan rencana dengan Honda untuk musim depan. Sesi latihan pertama GP Formula 1 Hungaria menghasilkan Daniel Ricciardo (Red Bull) sebagai yang tercepat.

Sesi latihan Barcelona di Miami, Jumat (28/7) kemarin berubah menjadi panas setelah Neymar dan Nelson Semedo terlibat ketegangan. Rumor kepindahan Neymar ke Paris Saint Germain (PSG) pun kembali mencuat setelah penyerang Brazil itu memutuskan meninggalkan arena latihan. Barca menggelar latihan di Miami jelang laga Clasico melawan Real Madrid di turnamen International Champions Cup. Namun latihan berubah menjadi ketegangan. Video yang beredar memperlihatkan sesi latihan Barca berubah kacau. Sejumlah pemain Barca termasuk Sergio Busquets dan Javier Mascherano memisahkan Neymar dan Semedo setelah mereka terlibat permainan yang kasar saat perebutan bola. Neymar terlihat emosional dan melepaskan rompi latihan, membuang dan berjalan ke luar lapang. Ia sempat menendang bola dengan kesal sebelum dikawal sejumlah ofisial klub meninggalkan arena latihan. Manajer Ernesto Valverde tak bisa berbuat apa-apa menyaksikan Neymar dan pemain barunya itu bersitegang. Namun latihan tetap dilanjutkan tanpa kehadiran Neymar. Suasana semakin kacau setelah biro perjalanan di Tiongkok, Ctrip, memasang iklan di Weibo yang isinya menyatakan event dengan

Neymar ditunda karena sang pemain sibuk dengan urusan transfer. Ctrip menambahkan, acara bertemu dengan Neymar di Shanghai, Senin mendatang akan dijadwal ulang dan para pemegang tiket bisa menguangkan kembali tiketnya. Belum lama ini klub Prancis PSG membuat kejutan dengan akan merekrut penyerang berusia 25 tahun itu. Neymar akan dibeli plus klausul pelepasannya senilai 200 juta euro (234 juta dolar AS). Angka itu akan menjadi rekor tertinggi transfer yang melewati harga gelandang Paul Pogba yang dibeli Manchester United dari Juventus dengan nilai 89 juta pound (117 juta dolar) tahun lalu. PSG tidak mempunyai masalah dengan dukungan finansialnya. Klub yang didukung lembaga keuangan Qatar itu, tengah memburu gelar juara Liga Prancis yang musim lalu direbut AS Monaco. Klub Liga Prancis itu juga memiliki target ambisius menjadi juara kompetisi Eropa, Liga Champions. (kmb39/rtr)

Bali Post/ap

LATIHAN - Trio penyerang Barcelona Neymar (kiri), Luis Suarez (tengah) dan Lionel Messi saat menjalani latihan jelang pertandingan turnamen International Champions Cup. Neymar terlibat ketegangan dengan pemain baru Nelson Semedo saat latihan di Miami, Jumat (28/7) kemarin jelang pertandingan melawan Real Madrid di turnamen yang sama.

PS Badung Boyong Pemain Baru ke Palu

Mangupura (Bali Post) Tim PS Badung yang akan melakoni lanjutan Kompetisi Liga 2 Grup VII, meladeni tuan rumah Celebest, Palu, Sulteng, membawa pemain baru gelandang serang Bowo. Selain Bowo, skuad Tim Keris juga melibatkan bek Nengah Repot Sulendra dan bomber Rasmoyo. Manajer Tim PS Badung Nyoman Graha Wicaksana, di Kuta, Badung, Jumat (28/7) kemarin menjelaskan, pihaknya menjalani laga away

ini dengan membawa tim yang ramping. ‘’Kami hanya membawa 15 pemain, dua pelatih Nyoman Sujata dan Freddy Herlambang, serta dua ofisial,’’ terang Graha Wicaksana. Ia berharap kehadiran Bowo mampu menambah daya gedor Tim Keris, dalam upaya membongkar benteng pertahanan Celebest. ‘’Bowo pemain asal Cilacap, dan baru kami rekrut, bahkan kami sudah mendaftarkannya, sehingga dia diharapkan bisa

merumput saat laga melawan tuan rumah Celebest, Minggu (30/7) besok,’’ sebut Graha. Dijelaskannya, dalam setiap laga, PS Badung tetap senantiasa mematok target mencuri poin, termasuk ketika dijamu tuan rumah Celebest FC. ‘’Kami tahu Celebest FC tim tangguh, nanun target kami bisa pulang membawa poin, demi mengamankan posisi PS Badung, agar tetap bertahan di kancah Liga 2,’’ sebut pria yang akrab disapa Koming ini. (022)

Hadapi Jepang, Indonesia Turunkan Tim Inti Sejak Awal para pemain kuat, sehingga bisa tampil maksimal di SEA Games,’’ katanya. Samsul mengakui Tim Voli Indonesia masih mempunyai sejumlah kelemahan, seperti receive dan servis, sehingga menjadi fokus utama jelang terjun pada SEA Games XXIX/2017. ‘’Waktu efektif kami hanya ada dua minggu sebelum berangkat ke SEA Games, jadi akan kami manfaatkan kejuaraan Asia ini untuk memperkuat pertahanan pemain,’’ katanya. Sementara itu pada babak delapan besar, Indonesia bersaing meraih angka terbanyak dengan Kazhakstan, Jepang, dan Korea Selatan di Pool E, dan Jepang sebelumnya menang dari Kazakhstan 3-0 (25-18, 25-19, 25-23). Sedangkan di Pool F beberapa negara juga bersaing merebut angka terbanyak, masing-masing Taiwan, Australia, Tiongkok, dan Iran. Kedua pool tersebut nantinya akan dipertemukan kembali, dan masing-masing pemenang atau peraih angka terbanyak lolos ke babak semifinal 19Th Asian Mens Championship 2-17. (ant)

Bali Post/ist

Surabaya (Bali Post) Tim voli Indonesia menyiapkan tim inti untuk menghadapi Jepang pada babak delapan besar Kejuaraan Senior Voli Putra Asia 19 yang akan berlangsung di GOR Tridharma Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Sabtu (29/7) ini. Pelatih Tim Voli Indonesia Samsul Jais di Surabaya, Jumat (28/7) kemarin, mengatakan tim inti tersebut adalah dengan memasukkan pemain berpengalaman Agung Seganti pada set awal. ‘’Nanti akan kami lihat terus perkembangannya, tujuannya kami pada ajang ini adalah untuk mengukur kemampuan pemain sebelum terjun SEA Games XXIX/2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, Agustus 2017,’’ katanya. Samsul mengatakan, kekalahan dari Korea Selatan pada pertandingan sebelumnya dengan skor 1-3, Kamis (27/7) petang, membuat pemain voli Indonesia banyak mengambil pelajaran. ‘’Menang atau kalah pada babak delapan besar bukan tujuan kami, dan tidak menjadi masalah. Karena saya ingin ketahanan

ships 2017. Satu-satunya pemain yang bertahan hingga perempatfinal, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, akhirnya menyerah kalah. Ikhsan mundur di akhir game ketiga setelah mengalami kram di kedua kakinya. Ikhsan tak dapat menyelesaikan pertandingannya melawan Chen Chi Ting dari Taiwan, dan memutuskan berhenti pada skor 21-15, 9-21 dan 8-20. ‘’Memang barusan ini, satu poin tidak didapatkan dengan mudah. Satu kali reli bisa sampai 10 kali pukulan ke atas. Memang dibutuhkan daya tahan fisik dan daya tahan otot yang lebih tahan. Selama ini saya lihat pada persiapan memang terjadi peningkatan, cuma untuk ketemu lawan yang dari Taiwan ini, dia dominan main reli, jadi dibutuhkan fisik yang lebih kuat lagi. Ini menjadi salah satu evaluasi juga menuju Kejuaraan Dunia Junior nanti,’’ kata Harry Hartono, pelatih tunggal putra pratama Pelatnas PBSI. Selain masalah fisik dan daya tahan di lapangan, Harry juga mengevaluasi teknik pukulan Ikhsan yang dinilainya masih kurang efisien. Hal ini menyebabkan Ikhsan menguras banyak tenaga dalam pertandingan. (ant)

Pasangan ganda putri Indonesia Jauza Fadhila Sugiarto dan Ribka Sugiarto.

GIRING — Pesepak bola PS Badung (kiri) sedang menggiring bola dihadang lawannya. PS Badung bertekad mencuri poin saat melakoni laga tandang melawan Celebest FC Palu, di Palu, Sulteng, Minggu (30/7) besok.

Jauza/Ribka Melaju, Serena/Mentari Terhenti Jakarta (Bali Post) Beda hasil diperoleh dua pasangan ganda putri Indonesia di babak perempatfinal Asia Junior Championships 2017, Jumat (28/7) kemarin. Jauza Fadhila Sugiarto/Ribka Sugiarto sukses melaju ke semifinal, sementara Serena Kani/Pitha Haningtyas Mentari harus terhenti. Kemenangan Jauza/Ribka diperoleh dalam dua game langsung 21-12 dan 21-15 atas Yang Chenxue/Zhou Meng dari Tiongkok. Keduanya berhasil tampil kompak dalam mengatasi lawannya tersebut. ‘’Kami main menyerang. Menekan lawan terus dari awal sampai akhir. Jangan sampai kasih bola yang enak ke lawan. Tidak ada pola khusus, karena kami baru pertama kali berhadapan dengan lawan,’’ ungkap Jauza. Sayang langkah Jauza/Ribka tak bisa diikuti Serena/Mentari. Jika menang, keduanya akan saling berhadapan di semifinal. Namun Serena/Mentari harus mengakui keunggulan lawannya dari Tiongkok, Xuanxuan Liu/Yuting Xia. Serena/Mentari kalah dengan skor 13-21 dan 1721. Dengan demikian Xuanxuan/ Yuting-lah yang akan dihadapi Jauza/Ribka untuk berebut tiket final. ‘’Besok lebih yakin, nothing

to lose siapa pun lawannya harus dihadapi,’’ ungkap Jauza. Jauza/Ribka merupakan ‘’racikan’’ ganda putri baru yang dipasangkan untuk turnamen ini. Keduanya pun mengaku senang bisa mencapai babak semifinal kejuaraan yang berlangsung di Jaya Raya Sports Hall Training Center, Jakarta ini. ‘’Seneng bisa ke semifinal Asia Junior setelah tahun ketiga saya ikut. Kuncinya saya main yakin, jangan lengah, pokoknya pengen berusaha terus. Saya ingin memberikan yang terbaik,’’ kata Jauza. ‘’Pertamanya enggak ada target khusus. Kalau bisa masuk semifinal bagus. Tapi pas sudah sampai semifinal, tanggung jadi pengen bisa mencapai lebih. Pokoknya fight terus, mainnya lebih berani dan lebih percaya diri,’’ kata Ribka menambahkan. ‘’Masih banyak yang harus diperbaiki. Kalau masalah kompak sudah lumayan. Mungkin kalau bola-bola sambungannya yang masih harus diperbaiki. Yang penting komunikasi terus di lapangan,’’ kata Jauza lagi. Tunggal Putra Sektor tunggal putra Indonesia akhirnya tak menyisakan wakil di Asia Junior Champion-

Bali Post/net


16

ADVERTISING

Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!

Informasi pasang iklan Telepon

� Tarif iklan Mini/Baris

Cari Cook untuk Rest Seminyak Hub.081999048175

B.BP.001.07.17.0002158

Dcr Admin,Supir,Tenaga Tk Bangunan,Hub.085253988660

B.BP.004.07.17.0002003

Dcr Mekanik bisa buka pasang ban mobil, pend.min SMA umur max 30thn,bawa lmrn ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps

**Dibth Adm Logistik L/P,Ptg Qcbeton Min.SMA/STM,L.Comp,Mekanik,MinSTM.Mesin,L.Max.30Th Krm:hjbeton@yahoo.com/4791079 B.BP.001.07.17.0002147

Dibutuhkan Segera Design Graphis bs Photoshop,Al mengerti Inggris,UMK,5Hr Krja.CV Email: purchasing@pulauoutfitters.com B.BP.001.07.17.0002121

B.BP.001.07.17.0001825

Dibthkan Adm Wnt Min D3 Pnmpl Mnrk,bs Bhs Ing, Mengerti Komptr,Lmrn ke:visionindonesia consulting@gmail.com

B.BP.001.07.17.0002148

!!Dibutuhkan Segera 7Waiter/ss utk Restaurant di Daerah SetiabudiKuta.Lincah,Ramah,tdk malas.CV:Tiffanymayestika@gmai l.com Hub.0812 38552605

B.BP.004.07.17.0001843

BPR Tata Anjung Sari Membuka lowongan:1.Office Boy/Office Gerl(Penempatan Denpasar)2.Marketing(Denpasar dan Klungkung) 3.Customer Service (Klungkung) Silahkan kirim surat lamaran dan CV ke:Email:hrd@bprtata. com atau ke:info(0361) 490683

Dcr Cook Helper(DW),Lam Htl Karthi Jl.Kartika Plaza Kuta Telp.754810

B.BP.001.07.17.0002031

Dcr Engineering,Lk,Lls SMK-S1 Paham Freezer/Chiller,Krm CV ke:hrd@emabali.com

B.BP.001.07.17.0002122

Dcr SPG u/Bali Collection N.Dua 085 237 237 215

B.BP.001.07.17.0002120

Dcr Sls Wnt & Pria Us Mx 30Th Pend Min SMA pny Kend Sdnri Pnmpiln Mnrik Gj .Tnggi Hub.085103100743

B.BP.004.07.17.0002142

Dcr pembantu RT Gj1,5jt serius u/pribadi 08124667652 cepat

B.BP.001.07.17.0002078

Dibthkan krywan min SMK Jrsan Tata Boga,usia 21-35thn,pglm training/kerja min 1th,pnmpilan sopan&rapi,kirim lmran disertai no tlp yg bisa di hbngi ke email:dvitakris@yahoo.com

B.BP.031.07.17.0002145

Dibthkn krywn min SMA Jl.Gigit Sari 27 Jimbaran 4725673

B.BP.154.07.17.0002095

Sopir SMA/SMK SIM A Pglmn Max 35 Nusa Dua 081999967537

B.BP.101.07.17.0002152

B.BP.001.07.17.0002127

Bth Cpt Security & Gardener berpengalaman u/Villa (Tetap) Hub. 0822 1398 5925

B.BP.004.07.17.0001736

Contractor of Building&Architecture mebutuhkan:Supervisor Lapangan(D3/s1 Teknik Sipil/Arsitektur,peng min 2th) Logistic (SMK/Diploma,peng min 2th) QS/ estimator (D3/S1 Teknik Sipil (Struktur) Kirim CV ke accounting@panca-karya.com up.Dewi Hub.0361-8947645/47

B.BP.145.07.17.0002080

Dicari Bag.Admin Gudang, Pendidikan Min.SMA/K bisa Komputer & Inggris Passive, mau Belajar,Memiliki Motor.CV Kirim ke chandra.ayu@gmail.com

B.BP.004.07.17.0002140

Dcr Tk.Cheking Max.25Th & Tk.Jarit/ Pengepul utk Garment Jl.Pemuda IV No.17 Tlp.236453

Dbthkan S1/Dpl T.Sipil,T.ME projectrecruitment40@gmail.com Hub:085829031735

B.BP.001.07.17.0002135

B.BP.001.07.17.0002131

Dcr PRT wnt Tnggl Dlm max 2535th Gj 2juta Hub.082146808888

Dcr Adm Wnt Pnglm/Single bs Excel max25th Hub:085337412094 B.BP.001.07.17.0001979

Dcr Adm.Bs.Comp SMA-Sales TO Hub:081933047773-089649671750

Dibthkan Admin Gudang&Penjahit diutamakan perempuan u/di garment. PT.Zaza Jl.Tegehsari 88 Kuta,0361-766496/085737456996

B.BP.001.07.17.0002057

B.BP.154.07.17.0002154

B.BP.001.07.17.0001795

B.BP.001.07.17.0002160

BIRO JASA

SERVICE

Dcr 2 Org Sales, 2 org Teknisi AC & 2 Org Pembantu Teknisi AC Hub.Mitsubishi Aircon Jl.Imam Bonjol 386 Imbo Residen Kav 17 Hub:0361-8495675,081332279718.

DWIJAYA TEKNIK

Dcr Sopir SIM A/B yg berpglman Hub.0361-701696 / 081393666675

B.BP.154.07.17.0002094

Dcr Sopir bs Ingris Daerah N.2 Hb:08123971833/0811380438 Sgr

B.BP.101.07.17.0002151

M+Susu Mencari SPG,Sales motoris GT 3Jt.UP Sodikin Gatsu 4 Blk 1 No.11.HP:081238704979

B.BP.001.07.17.0002113

Dcr urg butler wnt umur max 27 th, bisa bhs Inggris & buat breakfast utk Sminyk/Umalas Hub.Agung 082146584344 or agung@bahasavilla.com

B.BP.821.07.17.0002075

KULKAS BONGKAR PASANG M.CUCI CHILER W HEATER FREEZER BERGARANSI

AC

085935324152 081338192225

TRESNA : 083 114762592 081999920686, 085100648598

C.0002128-srv

C.0002125-mbl

SERVICE

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE MAMPET

WC GARANSI

KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL

242389 / 081236774491

ATASI :

RAJA BUNTU

WC Garansi 1 bulan

- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - MAMPET - TANPA BONGKAR - TERIMA KURAS

081338013066 C.0001941-BRJ

SERVICE

PUSAT DAIHATSU BALI TERMURAH & TERLENGKAP SIGRA XENIA

DP DP Jt-an READY K C PROSES CPT & MUDAH STO FREE ASTRA WORLD TERIMA TUKAR TAMBAH KTP LUAR BALI, RUMAH KOS BISA DIATUR

8

11Jt-an

PICK-UP DP

5Jt-an

KREDIT BISA SAMPAI DENGAN 8TH GRATIS JALAN-JALAN KE JEPANG BUNGA MURAH 3,6% BONUS LAINNYA

0821 4505 4252 / 0822 4445 9698 C.0001504-MBL

SERVICE

SERVICE

Dibutuhkan Security u/di Perusahaan Otomotif.Kirim CV ke:info@greengolfbuggy.com / Jl.Mahendradata Selatan No.101 Dps Tlp.4717030/4717031

B.BP.004.07.17.0002141

Dibutuhkan Sgr Supervisor Perush Laundry NAS unt Bagian Produksi yg paham jenis kain.CV ke Jl.Patimura No69(1) Denpasar

B.BP.001.07.17.0001989

Looking for Graphic Design exp in prewedding/wedding good English.Send CV recent pic &portfolio to info@idoidobali.com

B.BP.154.07.17.0002153

SALON

: : : :

(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456

VISA

� Email: pembacabalipost@gmail.com

Dicari Karyawan/ti & operator mesin print Jl.Jayagiri III/14 Telp.081328275959

B.BP.004.07.17.0002155

Dibutuhkan karyawan Editor / Designer dan Operator Mesin Percetakan / Digital Printing, DiutamakanPria,Lokasi:Thayama Printing,Segina Denpasar.Hub: 082122682011/0878-6188-6677

B.BP.004.07.17.0002139

Dicari Sales Toko Kerja Shift Hub.08113886929,sanidatabali. hrd@gmail.com.

B.BP.001.07.17.0002136

HOG Wild with Chef Bruno Rest Seeking Candidate As Marketing Coordinator min.3 yr Exp.Marketing Edu, Flexible Creative,Fluently in English.Server & Cooks min.2 yr Exp.Hospitality Edu.Send CV To hrd@hogwildwithchefbruno.com T.0361-8476722

Major Cargo Company in Bali is Looking for sea freight Assistant experience ± 4Years,English or french speaking,Team work,CV to Limajari Cargo,Jl. Kerobokan 100X or judy@limajar icargo.com

B.BP.001.07.17.0001831

Marketing D3 L/P Hub:BPR Duta Bali Jl.R.Sesetan 48 Dps Telp.0361 265770, Segera !

B.BP.001.07.17.0002033

Need sales and marketing for Travel Agent min 1yr experience,CV to:info@balieasytrip.com

B.BP.154.07.17.0002150

Segera Spv OTC(S1),Spv Ethical Jl Tnh 3A uk14x23 Jl.Utama Gu(S1),Gudang(SMA),Pengirim(SMA) nungCatur cck Ruko,085100857626 B.BP.001.07.17.0001901 Spr Alkes(S1),Krm Lmrn ke PT MBS Jl.Gunung Agung No.161 RUPA-RUPA T.9005530 B.BP.001.07.17.0001819 JS Arsitek&Bangun Rmh-Ruko-Vla Want Certified lady nurse now. Gbr,IMB-3D-RAB Hp:081916433040 4-5Jt/bln Call 0811107860 B.BP.001.07.17.0002112 B.BP.004.07.17.0002006

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Tyta Corolla SE’86,w.Gold Mas &Datsun 160J’73 H.085241612570

B.BP.001.07.17.0002126

Veloz’15+Fortuner’12+13+14+Hilux’13Htm+Navara’12SV+CRV09+10 14 Prestige Pth+HRV16 Prestige Pth,Sportige13Pth.085737180911 B.BP.164.07.17.0002157

DIJUAL RUMAH Dijual Rumah Baru 650Jt Krdt LPD Dalung Hub.082147454248

B.BP.164.07.17.0002156

BUC Rmh 2Lnt.LT80/140 Prum Gn.Sari 2 No.B11 Ceningan Sari Sesetan,890JtNego/085237211071

B.BP.001.07.17.0002119

Rumah Baru Type 60/100 3KT 2KM Jl.Siulan Dentim, 081999072040

B.BP.001.07.17.0002007

GEBYAR DAIHATSU JULI

MENERIMA PANGGILAN SERVIS :

Jakarta Mataram Denpasar Surabaya

B.BP.001.07.17.0002041

READY SIGRA X CK DP 11 Jt Angs 3 Jtan STO NEW AYLA DP 6 Jt / Angs 2 Jtan BUNGA PICK UPMEN URUN DP 5 Jt / Angs 2 Jtan * 0,9 XENIA DP 11 Jt Angs 4 Jtan

SERVIS AC & KOMPOR GAS

Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �

Holycow SteakHouse,Dcr Server, Host,Pglman/Tdk.Bw CV Lgsg ke Kuta, Jl.Dewi Sri & Renon Pertokoan Bajra Sandhi /Email:hrd.h.bali@gmail.com

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL

: : : :

Int’l Office in Nusa Dua needs English-Speaking staff high pay for the right candidate. Photo-CV to staffresearch2@yahoo.com

B.BP.001.07.17.0002034

Rumah Villa 164/100 2Lt Br. Semer Kerobokan 085102888089

PT.IMF Membutuhkan:Sales Area. Syarat:Pria,Punya Kendaraan B.BP.001.07.17.0001815 Sendiri,max 30 Th. SMU SederaTedungSari Gianyar LT 6Are LB3 jat,pengalaman lbh diutamakan 50m2 087819070953/081934310335 B.BP.001.07.17.0002082 Send CV:bali@cke.co.id atau Job Magang Resmi Dubai,HospiB.BP.001.07.17.0002050 CP:0816 669 189 tality, hanya 20 Org,Gji 3jt-6Jt, DISEWAKAN TANAH B.BP.001.07.17.0002117 Seleksi Hub.Putra 081916402216 KEHILANGAN SMK diDps Bth:Staf Koperasi Tnh Disewa 210m2 Sanur ada SuB.BP.001.07.17.0002149 Hilang Sertifikat Tnh Ls:930m2 Manager Prog TV,OB,Driver B1 mur Bor+Listrik Hb:081999395073 Wyndham Garden Kuta Beach Bali HM:03981-Buduk AN:I Nym.Rena. Humas E:tugasbali@yahoo.com B.BP.001.07.17.0001975 B.BP.001.07.17.0002111 Urgently Looking for:Acct. Jln.Drupadi 27 Renon Dps DIJUAL TANAH Project,Admin Project,GSA, B.BP.001.07.17.0001817 PELUANG USAHA CDP.min.1 yrs Exp. Send CV to Terapis Salon Khusus Wanita Ga- 23Are Batubulan kangin Br.Puseh Buka Usaha/Jadi Partner Pasif recruitment@wyndhamgardenkutab ji+Trnsprt+Komisi+Lembur Utama H200Jt/Are 081337283254/081338 Bidang Pendidikan International domisili Kuta Hub:081933119176 791301/081237449024/0361466840 Keuntungan Besar082135533000 ali.com or Jl.Pantai Kuta 99X. B.BP.001.07.17.0002116

AC

B.BP.001.07.17.0001822

AC

B.BP.001.07.17.0002049

RUPA-RUPA

B.BP.031.07.17.0002132

RUPA-RUPA


EKONOMI

18

Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

Jokowi Kritik SMK

Jurusannya Hanya Itu-itu Saja Cikarang (Bali Post) – Presiden Joko Widodo meminta agar ada variasi di jurusan SMK, sehingga sesuai dengan kebutuhan pasar indusri. ‘’Saya sampaikan ke Pak Menteri, mestinya SMK-SMK kita dari Sabang sampai Merauke yang jumlahnya ribuan, jangan hanya terjebak pada kurikulum-kurikulum lama, kurikulum kita harus fleksibel, jurusan juga jangan itu-itu saja,’’ kata Presiden Joko Widodo di kawasan industri Greenland International Industrial Center, Cikarang, Jumat (28/7) kemarin. Presiden menyampaikan hal itu saat peluncuran program Pendidikan Vokasi di PT Astra Otoparts Tbk. Dalam peluncuran itu ada 141 industri dan 393 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menandatangani 800 perjanjian kerja sama. ‘’Saat saya masih kecil sampai sekarang jurusannya hanya jurusan bangunan, jurusan listrik, jurusan apa lagi tidak mengerti, tapi yang saya hafal ya kalau masuk ke STM, sekarang masuk ke SMK masih jurusan bangunan, jurusan listrik. Kenapa tidak zaman yang sangat cepat ini misalnya ada jurusan teknik ototronik, teknik pengelasan, teknik konstruksi, teknik baja, teknik mekantronika, atau jurusan animasi, spesialis membuat meme misalnya,’’ ungkap Presiden yang disambut dengan riuh tawa hadirin. Sebelumnya sudah ada 167 industri dan 626 SMK di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta yang melakukan perjanjian kerja sama dalam tahap I dan tahap II, sehingga total ada 1.035 SMK

dengan 307 perusahaan dan 12 ribu guru yang ikut dalam pelatihan ini. ‘’Kita harus berani masuk ke situ, jurusan logistik juga dibutuhkan, kalau masuk ke jurusan bangunan harus masuk ke jurusan jendela, jurusan pintu. Itu yang saya lihat di Jerman, bukan jurusan bangunan terlalu umum itu yang diperlukan kerja sama hari ini sangat strategis sekali,’’ tambah Presiden. Selain SMK, pelatihan vokasi itu juga mengikutsertakan dua pondok pesantren yaitu Pondok Pesantren Nurul Iman dan Pondok Pesantren Sunan Drajat. ‘’Saya senang sekali link and match antara industri dan SMK juga ada dengan pondok pesantren. Saya lihat tadi kerja sama Ponpes Nurul Iman sangat strategis mengajarkan di pondok mengenai BPO (Business Process Outsourcing), mengenai finctech. Keduanya harus masuk ke situ (pondok pesantren) kalau kita tidak ingin ditinggal,’’ ungkap Presiden. Presiden pun berharap agar BUMNBUMN dan perusahaan-perusahaan

swasta besar Indonesia mau bekerja sama dengan pondok pesantren. Presiden pada acara tersebut didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto dan Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdhani Dzulkarnaen. (ant)

’’Saya sampaikan ke Pak Menteri, mestinya SMK-SMK kita dari Sabang sampai Merauke yang jumlahnya ribuan, jangan hanya terjebak pada kurikulum-kurikulum lama, kurikulum kita harus fleksibel, jurusan juga jangan itu-itu saja.’’

Redenominasi Perlu Kajian Mendalam

Jakarta (Bali Post) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan rencana untuk melakukan perubahan atas harga rupiah atau redenominasi memerlukan kajian mendalam. ‘’Sebenarnya tidak tahu ini ditunda atau tidak, tapi mungkin perlu persiapan atau kajian,’’ kata Darmin di Jakarta, Jumat (28/7) kemarin. Darmin menjelaskan, rencana redenominasi ini memerlukan masa transisi yang lama, sehingga membutuhkan juga waktu persiapan yang memadai. ‘’Memang perlu masa transisi, dan persiapan itu perlu, tidak otomatis sudah harus ditunda,’’ ujarnya. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan belum memprioritaskan pengajuan Rancangan Undang-undang (RUU) Redenominasi ke legislatif. ‘’Saat ini pemerintah belum berpikiran untuk menyampaikan RUU itu,’’ kata Sri Mulyani ditemui usai diskusi media. Salah satu alasan pengajuan RUU tentang redenominasi belum menjadi prioritas adalah masih adanya beberapa pembahasan mengenai

revisi UU lain yang sebelumnya telah masuk ke program legislasi nasional. Selain itu, kata Sri Mulyani, pemerintah dalam waktu dekat juga masih akan fokus pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2018. ‘’Saat ini, saya anggap redenominasi tidak kami diskusikan dulu, karena saya lebih fokus pada APBN 2018. Kami akan tunda dulu (redenominasi),’’ ungkapnya. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menambahkan, saat ini BI belum merencanakan upaya lanjutan terkait penerapan redenominasi karena belum ada landasan hukum untuk pelaksanaan program ini. ‘’Sebelum ada UU, maka akan sulit untuk membuat program yang lebih terencana. Itu kan ada program sosialisasi dan transisi selama tujuh tahun,’’ katanya. Untuk itu, ia mengharapkan pembahasan RUU Perubahan Harga Rupiah atau Redenominasi antara pemerintah dan DPR bisa segera dilakukan. ‘’Yang penting UU-nya harus dibahas di DPR, kalau disetujui kita boleh membuat program yang lebih nyata dan masif,’’ kata Mirza. (ant)

Mendag Tunda Berlakukan HET Beras Jakarta (Bali Post) – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan Permendag Nomor 47 Tahun 2017 yang di dalamnya mengatur harga eceran tertinggi (HET) penjualan beras sebesar Rp 9.000 di tingkat konsumen belum secara resmi diundangkan atau belum diberlakukan. Setelah mengadakan pertemuan tertutup sekitar dua jam dengan pengusaha beras, Enggar menyampaikan ditariknya Permendag 47/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen itu agar tidak ada kekhawatiran bagi pedagang beras dalam kegiatan usahanya hingga mengakibatkan penurunan stok di Pasar Induk Beras Cipinang. ‘’Saya bersama Satgas Pangan dan Kementerian Pertanian menyatakan tidak usah khawatir bagi pedagang melakukan kegiatan usahanya. Kalau dipersoalkan mengenai HET dalam draf perundangan Permendag 47, itu belum diundangkan sehingga tidak diberlakukan,’’ kata Menteri Enggar dalam konferensi pers di Food Station Cipinang, Jakarta, Jumat (28/7) kemarin. Enggar mengatakan pihaknya tidak menutup mata bahwa ada penurunan masuknya stok beras di Pasar Induk Cipinang dari ratarata 3.000-4.000 ton per hari menjadi 1.800 ton per hari diakibatkan kegelisahan para pengepul dan supplier untuk memasok beras. Dalam Permendag 47/2017, harga eceran tertinggi (HET) beras di tingkat konsumen dijual sebesar Rp 9.000 per kg meliputi beras jenis medium dan premium. Ia menegaskan saat ini HET penjualan beras masih mengacu pada Permendag Nomor 27 Tahun 2017 yang diundangkan sejak 16 Mei lalu. Ia pun akan mendiskusikan lebih lanjut dengan tim yang terdiri dari Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), Food Station Cipinang, Kementerian Pertanian dan KPPU untuk mencapai kesepakatan harga acuan terbaik

untuk komoditas khususnya beras. Selama pembahasan berlangsung, Enggar meminta para petani, pengepul dan supplier beras dapat melakukan penjualan secara normal. ‘’Lakukanlah transaksi penjualan dengan normal dan tidak berdasarkan kekhawatiran atas harga yang masih dalam proses pembahasan. Kami sepakat Senin akan bentuk tim penyusunan mengenai rencana penataan beras dan harganya,’’ ungkap Enggar. Ia mengimbau agar pedagang beras mengambil margin keuntungan secara normal dan mengulang keberhasilan stabilnya harga beras saat Ramadan lalu. (ant)

Joko Widodo Presiden

Bali Post/ant

ALAT ANGKUT - Presiden Joko Widodo mencoba alat angkut perkebunan Wintor, disaksikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua kiri) pada peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri Link and Match SMK dan Industri wilayah Jabar, di Cikarang, Bekasi, Jabar, Jumat (28/7) kemarin.

Investasi Dana Haji di Infrastruktur

Dijanjikan Proyek Menguntungkan Jakarta (Bali Post) – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menjelaskan soal wacana penggunaan dana haji untuk infrastruktur yang berkembang di masyarakat dan menyebut ada kesalahpahaman terkait hal tersebut. ‘’Ada kesalahpahaman istilah penggunaan dana haji untuk infrastruktur, karena kalau diartikan misalnya dana haji Rp 90 triliun, terus Rp 10 triliunnya digunakan untuk belanja ke infrastruktur ya… itu tidak boleh, karena itu uangnya pemilik dana haji tersebut. Yang betul adalah investasi dana haji di infrastruktur,’’ ujar Bambang saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (28/7) kemarin. Bambang menuturkan, investasi dana haji di proyek infrastruktur sendiri, sama dengan investasi dana haji yang selama ini dilakukan oleh Kementerian Agama ke bank syariah maupun Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau

sukuk. Menurut Bambang, investasi dana haji di infrastruktur lebih menjanjikan imbas hasil yang menjanjikan dan diharapkan pengelola dana haji dapat memanfaatkannya, sehingga hasil dari investasi tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan layanan ibadah haji itu sendiri. ‘’Jadi sebenarnya niatnya adalah bukan sekadar infrastruktur tapi memberikan return yang bermanfaat bagi calon jemaah haji kita. Dana haji itu harus dikelola dengan baik, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk memperbaiki pelayanan haji menjadi lebih baik,’’ kata Bambang. Ia juga menambahkan, sifat dana haji sendiri yang merupakan dana jangka panjang atau long term funding, justru sangat sesuai untuk membiayai proyek infrastruktur yang sifatnya juga merupakan proyek jangka panjang atau long term project. ‘’Makanya Presiden bilang saya akan kasih proyek-proyek yang enak seperti jalan tol di Jakarta

dan juga pembangkit listrik, yang pasti nanti akan dibeli PLN,’’ ujar Bambang. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginginkan agar dana haji yang tersimpan di pemerintah bisa diinvestasikan untuk pembangunan infrastruktur. Presiden menyoroti soal pengelolaan dana haji yang dianggapnya sangat penting. Presiden menginginkan dana haji diinvestasikan ke tempat-tempat yang memberikan keuntungan yang baik. Infrastruktur disebut merupakan investasi yang tidak berisiko tinggi namun dapat memberikan keuntungan yang besar. Keuntungan dari investasi tersebut, nantinya dapat digunakan untuk mensubsidi ongkos dan biaya haji, sehingga lebih terjangkau oleh masyarakat. Presiden sendiri menyebutkan akan mencarikan proyek infrastruktur yang sudah pasti akan menghasilkan keuntungan besar, jalan tol misalnya. (ant)

Terapkan ’’Cashless’’ di Tol

Bali Masih Alami Sejumlah Kendala

Denpasar (Bali Post) Bank Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI menyepakati untuk memperluas kerja sama dalam meningkatkan elektronifikasi di jalan tol. Elektronifikasi dilakukan untuk menciptakan layanan nontunai yang aman, cepat dan efisien, sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat dan operator jalan tol. Nantinya per 1 Oktober 2017, pembayaran tol di seluruh Indonesia tidak lagi cash, tetapi menggunakan uang elektronik. Hanya penerapan cashless (tanpa uang tunai) di Jalan Tol Bali Mandara masih mengalami sejumlah kendala. Dari 20 GT (gerbang tol) di ketiga gerbang Tol Bali Mandara yaitu Benoa, Nusa Dua, Ngurah Rai sejak awal beroperasi yaitu 1 Oktober 2013, seluruhnya sudah bisa melayani transaksi nontu-

nai, baik di GTO (gerbang tol otomatis) maupun gardu reguler, semuanya bisa melayani transaksi nontunai. Sejak 19 Juni 2015, Jalan Tol Bali Mandara sudah bisa melayani transaksi dengan e-Money Mandiri, TapCash BNI, BRIZZI BRI. ‘’Awalnya hanya bisa melayani e-Money saja,’’ ungkap Azka Subhan, Deputi Direktur Bidang Asesmen dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Bali, Jumat (28/7) kemarin. Hingga saat ini masih ada beberapa kendala yang dihadapi dalam penerapan cashless tersebut. Kendala yang dihadapi seperti jangka waktu realisasi pembayaran transaksi nontunai uang elektronik oleh bank kepada Badan Usaha Pengelola Jalan Tol relatif lama, bahkan mencapai lebih dari dua bulan. Hasil transaksi pembayaran uang elektronik tidak dapat seketika diterima

seperti transaksi kartu debit/ATM. Prosedur pencairan pembayaran transaksi nontunai uang elektronik relatif susah, yakni ada berita acara settlement, berita acara rekonsiliasi dan realisasi pembayaran final. Jangka waktu settlement dan rekonsiliasi pembayaran transaksi uang elektronik itu relatif lama. Penyelesaian permasalahan pembayaran uang elektronik harus dengan kantor pusat masing-masing bank karena uang elektronik ditangani oleh kantor pusat. Untuk itu, Provinsi Bali telah melakukan rapat koordinasi dengan Badan Usaha Pengelola Jalan Tol (BPUJT) PT Jasamarga Bali Tol tanggal 26 April 2017, rapat koordinasi dengan BPUJT dan Perbankan HIMBARA penerbit uang elektronik pada tanggal 15 Juni 2017 Tol Bali Mandara memiliki 20 gerbang. Terdiri dari gerbang tol (GT)

Benoa sebanyak 7 gardu. Terdiri dari gardu mobil sebanyak 4 buah, gerbang tol otomatis (GTO) sebanyak 2 gardu, reguler sebanyak 2 gardu. Sementara gardu motor terdapat 3 buah yaitu 2 gardu GTO dan 1 gardu reguler. GT Ngurah Rai terdapat 7 gardu. Terdiri dari gardu mobil sebanyak 4 buah, 2 gardu GTO dan 2 gardu reguler. Sedangkan gardu motor sebanyak 3 buah, 2 gardu GTO dan 1 gardu reguler. GT Nusa Dua terdapat 6 gardu. Terdiri dari 4 buah gardu mobil, 2 gardu GTO dan 2 gardu reguler. Gardu motor sebanyak 2 buah, 1 gardu GTO dan 1 gardu reguler. Khusus untuk GT Nusa Dua, GTO yang dioperasikan hanya 1 gardu. Sedangkan 1 GTO yang lain masih diperlakukan sebagai gardu reguler untuk menghindari terjadinya antrean panjang/kemacetan saat transaksi. (kmb42)


19

Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

Tenggelam di Air Terjun Tegenungan

Pengunjung Asal Flores Tewas Gianyar (Bali Post) – Air Terjun Tegenungan, Sukawati, kembali memakan korban jiwa, Jumat (28/7) kemarin. Pengunjung yang tewas tenggelam kali ini, Wilfredus alias Fred (25). Korban asal Flores, NTT itu ditemukan setelah pencarian panjang yang dilakukan petugas gabungan.

Bali Post/nik

EVAKUASI - Tim gabunagn saat melakukan evakuasi terhadap korban yang tenggelam di Air Terjun Tegenungan.

Promosi Doktor FIB Unud

Informasi dihimpun di lokasi kejadian, korban bersama 10 orang temannya datang ke objek wisata tersebut pada Jumat siang sekitar pukul 12.30 Wita. Rombongan ini lantas mandi di bawah air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter tersebut. Sempat bermain air selama beberapa menit, tiba-tiba korban Fred mendekati kucuran air terjun dan langsung menghilang. Rekannya yang kaget kemudian naik ke tepi sungai berbatu padas. ‘’Tak sempat minta tolong,

tiba-tiba saja hilang. Kami langsung naik, tak berani mendekat,’’ jelas Hisman Batubara (28), rekan korban. Beberapa menit setelah itu, Hisman sempat melihat korban melambaikan tangan, dengan sebagian tubuhnya sudah tenggelam. Sebelum turun mandi, menurut Hisman, pihaknya sudah sempat memperingatkan rekan-rekannya untuk tidak mandi, namun tak digubris. Mereka justru nekat mendekati kucuran air sambil membawa handphone

untuk melakukan selfie. Melihat kondisi ini, Hisman dan sejumlah rekannya pun panik lantas berteriak minta tolong. Sejumlah wisatawan yang juga berenang di lokasi tersebut sempat berupaya melakukan penyelamatan, namun tidak berhasil. Sementara petugas objek wisata setempat lantas menghubungi aparat kepolisian. Kabag Ops Polres Gianyar Kompol Ida Bagus Deddy yang mengomando proses pencarian itu mengatakan pencarian terhadap korban ini membutuhkan waktu yang sangat lama. ‘’Selama pencarian teknisnya kami pakai tali, tim penyelamat masuk ke dalam air terjun dibantu tali,’’ terangnya. Dijelaskannya, pencarian mulai menemukan titik

Mangupura (Bali Post) Timeless Indonesia Festival (TIF) II akan digelar 19-25 Agustus mendatang. Festival dengan tujuan mendukung peningkatan pariwisata nusantara akan diselenggarakan di Pantai K-Land, Kelan, Badung. Chairman Yayasan Konde Ratu, yang juga penggagas TIF, Dra. Herlinda Siahaan, berharap kegiatan ini dapat berfungsi sebagai ajang promosi pariwisata bagi daerahdaerah di seluruh Indonesia. Dikatakannya, Seni budaya dan pameran sejarah merupakan daya tarik yang sangat besar dan penting untuk

pengembangan pariwisata. Pada TIF II akan menampilkan 7 kesultanan dan kerajaan besar di Indonesia. Pada kesempatan tersebut, selain akan menjamu para tamu, juga akan menampilkan berbagai atraksi budaya daerah masing-masing. ‘’Tema yang diambil pada TIF kali ini adalah ‘Bhinneka Tunggal Ika’. Ini didasari atas semangat kebangsaan yang tinggi untuk lebih mempersatukan bangsa Indonesia,’’ jelasnya, Kamis (27/7). D i j e l a s k a n n y a , k e s u ltanan dan kerajaan yang akan berpartisipasi yakni Kerajaan Sumedang La-

rang, Kerajaan Buleleng, Kerajaan Klungkung, Kesultanan Deli, Kedatuan Luwu, Kerajaan Minangkabau, dan Kesultanan Cirebon. ‘’Ketujuh peserta secara berturut-turut meramaikan TIF dengan serangkaian performance seperti Traditional Dance dan Fashion Show,’’ pungkasnya. Selain pertunjukan dari tujuh kesultanan dan kerajaan, TIF juga turut dimeriahkan dengan pameran kebudayaan bertajuk ‘’Gallery Gerbang Nusantara’’. Pada acara itu akan dipamerkan benda-benda bersejarah, pameran UKM dari tiap-tiap

temu setelah dilakukan koordinasi antara Kapolsek dan tokoh masyarakat setempat. ‘’Masyarakat minta mabanten di pura dan di sejumlah titik, baru jasad korban bisa dievakuasi,’’ ujarnya. Kapolsek Sukawati Kompol Pande Putu Sugiharta menyayangkan kejadian serupa kembali terjadi dalam kurun waktu empat bulan terakhir. Padahal pascakejadian sebelumnya yang menewaskan seorang pelajar asal Kuta, pihaknya sudah mengumpulkan pihak terkait untuk melakukan antisipasi. ‘’Kami sudah antisipasi melalui koordinasi terkait keselamatan wisatawan, tapi tetap saja terjadi. Ini yang kedua selama empat bulan terakhir,’’ ujarnya. (kmb35)

Dekranasda Provinsi, expo wisata alam, workshop kerajinan, kuliner nusantara dan yang tidak kalah seru yakni talk show seni & budaya. Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra menyampaikam apresiasi atas dilaksanakannya festival ini. Pantai K-Land sebagai lokasi TIF merupakan salah satu pantai yang sangat eksotik. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Badung memberikan suport yang luar biasa untuk acara ini. ‘’Festival ini bisa dikategorikan dalam atraksi budaya, sebagai aktualisasi budaya,’’ ujarnya. (kmb23)

Bahasa dan Budaya Keduean Hadirkan 7 Kerajaan di Indonesia pada Guyub Tutur Sabu Raijua TIF II Angkat Tema Bhinneka Tunggal Ika FAKULTAS Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) menggelar acara promosi doktor Lanny Isabela Dwisyahri Koroh, S.Pd., M.Hum. dari Program Studi Doktor (S-3) Ilmu Linguistik, Jumat (28/7) kemarin. Disertasinya membahas tentang ‘’Bahasa dan Budaya Keduean pada Guyub Tutur Sabu Raijua Dalam Perspektif Ekolinguistik’’. Promosi terbuka tersebut diketuai Dekan FIB Unud Prof. Ni Luh Sutjiati Beratha. Promotornya Prof. Aron Meko Mbete, Kopromotor I Prof. I Wayan Simpen dan Kopromotor II Prof. I.B. Putra Yadnya. Lanny Isabela melakukan penelitian di Sabu Raijua, NTT. Keduean adalah bahasa Sabu yang berarti lontar. ‘’Ada kesenjangan pengetahuan antargenerasi. Jadi, generasi muda tidak lagi mengenal dan mengetahui bagaimana bahasa dan budaya yang berhubungan dengan kelontaran. Semua pengetahuan bahasa dan budaya masih terekam dalam generasi tua, tapi tidak pada generasi muda,’’ ujarnya. Menurutnya, dalam guyub tutur Sabu Raijua, hubungan bahasa dan budaya lontar sangat erat. Di kehidupan masyarakat Sabu, hubungan bahasa dan budaya tentang keduean merupajan suatu keintiman. Bahasa Sabu per-

PROMOSI DOKTOR - Lanny Isabela Dwisyahri Koroh (kiri) mengikuti promosi doktor Prodi Doktor (S-3) Ilmu Linguistik FIB Unud. nah diteliti oleh peneliti sebelumnya. Dalam penelitian itu ditemukan satu prefiks, sedangkan pada penelitiannya ditemukan tiga prefiks. Penelitian tersebut nantinya berkontribusi pada pendokumentasian bahasa sekaligus pelestarian bahasa dan budaya. Bahasa yang terancam mengalami kepunahan bisa didokumentasikan sehingga dapat menjadi bahan ajar muatan lokal di Kabupatan Sabu Raijua dan menjadi kamus kecil sehingga bisa diwariskan turun-temurun ke

generasi muda. Lanny Isabella melakukan penelitian selama setahun karena Sabu Raijua merupakan kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Kupang sehingga belum ada yang meneliti tentang bahasanya. ‘’Sudah memiliki bahasa sendiri, namun belum ada yang meneliti,’’ imbuhnya. Selain itu, dinamika bahasa dan budaya yang terjadi di Sabu Raijua sangat terukur. ‘’Antargenerasi, dinamika sangat jelas perbedaannya,’’ tandasnya. (ad2174)

Negara Hukum Dari Hal. 1

Presiden menilai pihakpihak yang menyampaikan bahwa ada kekuasaan absolut di negara ini adalah berlebihan. ‘’(Pernyataan itu) sangat berlebihan, apalagi setelah di dewan nanti ada proses lagi, kalau tidak setuju bisa ke MK, iya kan? Kita ini kan negara demokrasi sekaligus negara hukum, jadi proses-proses itu sangat terbuka sekali. Kalau ada tambahan demo juga tidak apa-apa, jadi jangan dibesarbesarkan hal yang sebetulnya tidak ada,’’ jelas Presiden.

Jokowi menyebut pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai pertemuan biasa. ‘’Pertemuan tokoh-tokoh, pertemuan partai saya kira biasa-biasa saja, sangat baik. Tapi perlu saya sampaikan bahwa sebagai bangsa kita sudah menyepakati secara demokratis untuk menyelesaikan setiap perbedaan, setiap permasalahan dengan musyawarah dan mufakat,’’ ungkap Presiden. Perppu Ormas itu diter-

bitkan karena pemerintah menilai Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tidak lagi memadai dalam mencegah meluasnya ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Dampak dari perppu ini adalah Kementerian Hukum dan HAM memiliki kewenangan untuk mencabut atau membatalkannya status hukum dari ormas yang dinilai bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 termasuk pencabutan badan hukum ormas Hizbut Tharir Indonesia mulai 19 Juli 2017. (ant)

Seumur Hidup Dari Hal. 1

Sejatinya, sambungnya, kegiatan seperti ini harus dilakukan setiap pemimpin di Bali kepada masyarakat. ‘’Dengan hati yang tulus, semoga dari sini, pikiran dan aura positif datang. Masyarakat terbebas dari penderitaan (secara niskala) sehingga bisa berbuat positif bagi Bali,’’ imbuhnya. Karena itu, ke depannya, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan bersama Yayasan Siwa Murti Bali. Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya berencana akan melakukan upacara matatah massal di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli untuk 3.000 warga. ‘’Karena ada juga yang seumur hidup belum bisa melakukan upacara matatah. Saya pribadi semakin konsisten untuk mengabdikan diri, ngayah untuk umat bersama dengan Yayasan Siwa Murti Bali,’’ pungkasnya.

Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, kegiatan ini baik dilakukan untuk membangkitkan kesadaran umat. Terlebih dengan gotong royong, kegiatan ini akan meringankan beban masyarakat. ‘’Biasanya kalau dilakukan secara pribadi akan memakan biaya yang besar, waktu yang diperlukan juga tidak sebentar. Jadi akan ringan beban yang harus ditanggung umat,’’ katanya. Apalagi, sambungnya, tujuan dari upacara ini adalah untuk pembersihan diri. ‘’Dengan terus mengasah dan membersihkan diri, pikiran dan aura positif diharapkan bisa muncul pada masingmasing pribadi,’’ imbuhnya. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa memberi apresiasi yang positif terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Terlebih kegiatan ini salah satunya digagas oleh Bupati Eka yang notabene kader

eksekutif PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan. ‘’Saya mendukung dan memberi apresiasi yang positif. Apalagi kegiatan ini positif bagi masyarakat, khususnya di Tabanan dan Bali pada umumnya. Saya rasa kegiatan seperti ini harus terus dilakukan di daerah lainnya,’’ kata Arnawa. Begitu halnya dengan Ketua Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi Provinsi Bali Wisnu Bawa Temaja. Mantan Kesbanglinmas Kabupaten Badung ini mengaku salut upacara seperti ini bisa dilaksanakan oleh seorang bupati. Apalagi tujuan upacara ini untuk menyucikan diri dari berbagai macam leteh. ‘’Saya salut. Karena kegiatan ini ditujukan untuk seluruh umat Hindu lintas soroh. Tentu akan sangat membantu secara ekonomi. Dengan keyakinan dan ketulusan, upacara ini bisa berjalan dengan lancar,’’ katanya. (ad2172)

Satu Partai Dari Hal. 1

‘’Coba bayangkan, saya ingin berikan contoh, kalau (presidential threshold) 0 persen, kemudian satu partai mencalonkan diri kemudian menang. Coba bayangkan nanti di DPR, di parlemen? Kita dulu yang 38 persen saja kan waduh,’’ ungkap Presiden. Presiden berharap agar rakyat mengerti tujuan pemerintah untuk menggolkan presidential threshold 20 persen itu. ‘’Ini proses politik yang rakyat harus mengerti, jangan di apa itu ditariktarik seolah-olah presidential threshold 20 persen itu salah,’’ tegas Presiden. Apalagi UU Pemilu itu juga adalah produk dari DPR dan pemerintah, bukan sematamata pemerintah. ‘’Sekali lagi ini produk demokrasi yang ada di DPR, ini produknya DPR, bukan pemerintah. Di situ juga ada mekanisme proses demokrasi yang ada

di DPR dan kemarin juga sudah diketok dan aklamasi, betul? Nah itulah yang harus dilihat oleh rakyat,’’ ungkap Presiden. Bila ada yang tidak puas dengan UU Pemilu, Presiden Joko Widodo juga menyilakan untuk mengajukan uji materi ke MK. ‘’Jadi ya… silakan itu dinilai, kalau masih ada yang tidak setuju, kembali lagi bisa ke MK, inilah negara demokrasi dan negara hukum yang kita miliki. Dulu ingat, dulu meminta dan mengikuti (presidential threshold 20 persen), kok sekarang jadi berbeda?’’ tambah Presiden. Seperti diketahui, rapat paripurna DPR pada Jumat (21/7) dini hari menyetujui Rancangan Undang-undang Penyelenggaraan Pemilu untuk disahkan menjadi undang-undang secara aklamasi meski diwarnai aksi walk out Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PKS, Fraksi PAN, Fraksi Demokrat. (ant)

Dari Vietnam Dari Hal. 1

Dia duduk di sisi kiri berdekatan dengan penerjemah, sebelah kanannya duduk Doan Thi Huong, terdakwa dari Vietnam berdampingan dengan penerjemahnya. Andreano Erwin mengaku lebih banyak menguatkan Siti Aisyah karena persidangan sekarang lebih detail dibandingkan saat pengadilan tingkat rendah di Mahkamah Sepang. ‘’Dia mendengarkan materi. Melihat saksi ini dan itu. Dan ini menimbulkan pertanyaan dan saya rasa setelah sekian lama di penjara tentunya Siti Aisyah mulai berpikir ini ada apa, kok lama sekali. Saya kira ini wajar karena sudah lama tidak melihat keluar. Lama tidak bertemu keluarga dan mendengarkan sidang masih akan lama lagi,’’ katanya. Dia menangis karena mendengar prosesnya masih lama dan dari buktibukti yang ada kesannya dia terlibat. ‘’Dia merasa apa ini betul? Kami sampaikan bahwa ini masih bukti-bukti yang belum bisa dipastikan. Semua masih dibahas pada sidang selanjutnya. Kemudian saya tenangkan, proses

ini masih berlanjut. Masih ada setengah lagi,’’ kata Andreano. Andreano meminta dia tidak khawatir karena negara hadir membelanya dengan mendatangkan pengacara dan yang terpenting dia kooperatif. Dia juga meminta Siti Aisyah mengingat-ingat lagi apa-apa yang belum disampaikan oleh pengacara karena ini membantu untuk membangun argumen dan memberikan sanggahan. Siti Aisyah dan Doan Thi Huong bersama empat orang lagi yang masih bebas pada 13 Februari 2017 didakwa telah membunuh saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim jong-un, bernama Kim Nong-nam pada pukul 09.00 pagi di areal Keberangkatan Bandara KLIA 2, daerah Sepang, Selangor Darul Ehsan. Karena perbuatan tersebut Siti Aisyah dihukum di bawah Seksyen 302 Kanun Keseksaan atau pembunuhan berencana bersama Seksyen 34 kanun yang sama, dengan ancaman hukuman mati. Dakwaan dan hukuman yang sama juga diberikan kepada warga Vietnam Doan Thi Huong. (ant)

Bali Post/ist

ZIARAH - Komandan Lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb. Wayan Superman bersama Ketua PIA AG Lanud Ngurah Rai menaburkan bunga saat ziarah ke TMP Pacakatirta, Tabanan.

Ziarah ke TMP Pancakatirta

DALAM kaitan memperingati Hari Bhakti TNI Angkatan Udara, personel Pangkalan TNI Angkatan Udara Ngurah Rai melaksanakan ziarah ke di TMP Pancakatirta, Tabanan. Ziarah dipimpin Komandan Lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb. Wayan Superman. Ziarah rombongan tersebut ditandai dengan peletakan karangan bunga oleh pimpinan rombongan di tugu monumen TMP Pancakatirta dilanjutkan dengan melaksanakan tabur bunga bersama seluruh personel Lanud serta PIA AG Lanud Ngurah Rai. Danlanud Wayan Superman mengatakan, upacara ziarah yang dilaksanakan ini selain mengenang Hari Bhakti Angkatan Udara, juga bertujuan untuk mengenang kembali keteladanan, pengabdian dan pengorbanan serta menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur di medan perang. Selain itu juga dimaksudkan untuk selalu mengingatkan kita bersama bagaimana mengisi dan melanjutkan apa yang telah di cita–citakan pahlawan sehingga perjuangan yang mereka lakukan tidak sia-sia. (r)

Sangat Berat Dari Hal. 1

Diakui Tya, perjuangannya kali ini sangat berat. Di antara kontestan, Tya tergolong muda dari segi usia. Dia baru saja lulus dari SMA Green School. ‘’Pastinya degdegan, senang dan bahagia juga bisa lolos. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk bangsa,’’ ucap gadis kelahiran Denpasar, 1 Januari 1999 tersebut. Dalam perhelatan Miss World nanti, pemilik tinggi badan 176 cm ini juga mengaku sudah mempersiapkan penampilan khusus yang akan dipertunjukkan saat acara puncak. ‘’Rencananya saya akan membawakan tari Bali. Sebagai daerah tujuan

wisata terkenal di dunia, tari Bali tentu sudah tidak asing lagi, bahkan itu sudah menjadi identitas Bali di mata dunia,’’ katanya. Ni Nyoman Parwati menyatakan mendukung sepenuhnya langkah sang putri. Meski Tya baru tamat SMA, Parwati menyatakan tidak masalah jika Tya saat ini lebih fokus ke kontes kecantikan tersebut. ‘’Kalau memang kariernya muncul lebih awal, kenapa tidak? Saya pikir kesempatan belajar bisa didapat di mana saja, tidak hanya di bangku sekolah atau kuliah. Justru saat seperti sekarang ini, dia (Tya) bisa terjun langsung dan mendapat pengalaman berharga,’’ katanya. (kmb)

Sabtu, 29 Juli 2017 05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Upacara Ngenteg Linggih,

Melaspas lan Mendem Padagingan (2) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bygar 08.00 Education On Bali TV 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 Mahadewi Alkes

0.05 Belajar Menggambar Menggambar Anak Bali 10.05 Galeri Musik Indonesia 11.05 Bali Channel Tourist TV 11.30 Lejjel Homeshopping 12.05 Dharma Wacana Upacara Ngenteg Linggih, Melaspas Lan Mendem

Padagingan (3) 12.30 Eda Koh Ngomong Waspadai Beras Oblosan Masuk ke Bali 13.00 Solusi Alternatif Jamu Tetes HaGe 14.0530 Lejel Homeshopping 14.00 Klip Bali

14.30 Yowana Magz Bagus Putu Satria Suarima 15.05 Parameter 15.30 Education On Bali TV 16.05 Lila Cita Sanggar Budaya Mekar (2) 17.05 Nangun Yadnya Karya Pediksan Geria

Parasugraha Kecicang Karangasem 17.30 Gita Shanti Sekaa Santhi Sudharma Kanti (1) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.30 Orti Bali 20.00 Satu Jam

21.00 Lila Cita Calonarang Br. Lantang Bejuh Sesetan (1) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Calonarang Pemogan (2) 23.00 VT.Teh Mayang 23.30 Folk Song


balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Sabtu Kliwon, 29 Juli 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

2.782 1.593

1.578

1.520 1.211 1.110

765

Wisnu Bawa Tenaya (Ketua PHDI Pusat)

Wayan Koster (DPR RI)

Arya Wedakarna (DPD RI)

Bintang Puspayoga (WHDI Bali)

I Ketut Sudikerta (Wagub Bali)

Nyoman Dhamantra (693), Prof. Suastika (678), IB Rai Mantra (530), Eka Wiryastuti (482), Prof. Ketut Widnya (373), Gde Wirata (336), Prof. Rahyuda (297), Nama lainnya (153)

Ilustrator/Suka Adnyana

POLLING

WBT dan Bintang Puspayoga Diapresiasi

MEREBUT simpati pemilih 2018 bukanlah pekerjaan mudah. Pilihan politik rakyat Bali tentu tak bisa dipaksa oleh partai politik terlebih oleh calon yang maju. Rakyat Bali punya hak otonom, meskipun partai politik memastikan calon yang disodorkan kepada pemilih figur terbaik berdasarkan hasil penggodokan internal partainya. Representasi dukungan dan pilihan politik tentu tak bisa hanya mengandalkan satu proses. Ada juga proses yang bisa dicermati partai politik secara dini dalam merekomendasikan calon. Representasi ini bisa datang dari pencitraan diri termasuk penjaringan riil yang melibatkan pemilih di Bali. Bercermin dari hal ini pula, berdasarkan tabulasi atas data yang diperoleh Bali Post melalui polling RAKYAT BALI MEMILIH, ternyata selaian figur dari politisi nama-nama dari kalangan nonpolitisi juga mendapat simpati. Sosok Wisnu Bawa Tenaya (WBT), Bintang Puspayoga (WHDI Bali), Cok Ace (Ketua PHRI Bali) dan Alit Wiraputra (Ketum Kadin Bali) diunggulkan pada posisinya masingmasing. Yang jelas dalam rekapitulasi Jumat (28/7) kemarin, menunjukkan adanya varian yang jelas di masyarakat dalam mengelola hak politiknya memilih calon pemimpin Bali. Wisnu Bawa Tenaya yang mantan Danjen Kopassus dan Pangdam Udayana ternyata banyak dipilih. Popularitas dan komitmennya dalam menjaga Bali mungkin menjadi salah satu tolok ukur. Track record-nya figur ini juga belum ada catatan khusus. Selain itu, Ketua Umum PHDI Pusat ini juga kini dekat di lingkungan kekuasaan sebagai figur yang dipercaya membangun penguatan pandangan terhadap Pancasila dan NKRI. Sementara sosok Bintang Puspayoga yang kini Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali namanya juga popular di Bali. Istri Menkop dan UKM A.A. Puspyoga ini juga kerap hadir di berbagai kegiatan ritual dan sosial. Dengan bekal popularitas dan dedikasinya ini pula, figur ini dilirik oleh masyarakat Bali. Tingkat keterpilihannya juga relatif bagus. Selain itu, politisi Wayan Koster dan Ketut Sudikerta juga mencuat di lima besar. Wayan Koster yang kini akrab dengan sebutan Koster Bali Satu (KBS) dukunganya juga terus mengalir. Jumlah dukungan Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini terus melesat. Sejalan dengan itu, dukungan terhadap Arya Wedakarna (DPD RI) di posisi calon gubernur dan Rai Wirajaya (DPD-RI) di posisi calon wakil gubernur juga melesat tajam. Dukungan terhadap dua figur ini terus mengalir. Pergerakan dukungan terhadap kandidat, saat dilakukan tabulasi seperti yang ada dalam grafis. Tabulasi berikutnya terhadap dukungan publik akan disampaikan kepada publik Rabu (2/8) mendatang.

CALon gubernur bali

CALon WAKIL gubernur bali

729

I G A Rai Wirajaya (DPR RI)

Bintang Puspayoga Cok Ace (Ketua WHDI Bali) (Ketua PHRI Bali)

708

682

Eka Wiryastuti Alit Wiraputra (Bupati Tabanan) (Ketum Kadin Bali)

Agus Suradnyana (593), Mas Sumatri (592), AA Bharata (590), Sumarjaya Linggih (579), Arya Wedakarna (526), Pasek Suardika (449), Dr. Gede Made Sadguna (305), Nyoman Suwitra (273), Nama lainnya (212)

Apple Hentikan Produksi iPod Nano dan Shuffle

San Fransisco (Bali Post) Perusahaan teknologi, Apple, memutuskan menghentikan produksi iPod Nano dan iPod Shuffle. Penghentian produksi dua produk ini diumumkan pada Kamis (27/7) sebagai langkah yang mencerminkan kemunduran popularitas perangkat tersebut di era ketika kebanyakan orang menyimpan atau memainkan lagu mereka di ponsel cerdas. Produk iPod masih tetap hidup. Apple berencana untuk terus menjual iPod Touch yang terhubung dengan internet. Dalam menunjukkan komitmennya terhadap iPod Touch, Apple menggandakan kapasitas penyimpanan model top-of-line menjadi 128 gigabyte. Versi itu berharga 300 dolar AS. iPod Touch dengan kapasitas penyimpanan 32 gigabyte terjual seharga 200 dolar AS. Nano dan Shuffle keluar pada tahun 2005 sebagai al-

ternatif yang lebih murah dan lebih kecil untuk iPod standar Apple. Perusahaan Cupertino, California itu berhenti memperbarui Nano dan Shuffle beberapa tahun yang lalu. Apple telah lama memprediksi iPod secara bertahap akan memudar seiring semakin banyak orang membeli iPhone atau smartphone lain yang mampu memainkan musik. Penjualan iPod mencapai puncaknya pada tahun fiskal 2008 ketika perangkat tersebut

menghasilkan pendapatan sebesar 9,2 miliar dolar AS. iPhone yang baru lahir saat itu menghasilkan pendapatan 1,8 miliar dolar AS pada tahun yang sama. Tahun lalu, iPhone menghasilkan pendapatan hampir 136 miliar dolar AS. Penjualan iPod telah merosot begitu banyak sehingga Apple tidak lagi memberikan angka penjualan spesifik tentang perangkat itu dalam laporan keuangannya. (iah/ap)

HARMONISASI keagungan alam saat ini mulai rusak akibat ulah manusia yang tidak menghargai dan menjaganya dengan baik. Kegelisahaan akan rusaknya rumah kita yang namanya bumi agung ini, diluapkan dalam karya seni bertemakan “Padma Hrdaya” oleh Rumah Budaya Penggak Men Mersi, Rabu (26/7) malam di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Bali. Malam itu, sajian seni yang dikemas dalam ilustrasi tata panggung nan apik, mampu melahirkan sebuah karya seni musik kolaboratif dari gamelan singapraga. Dentingan nada-nada selonding, alunan suling beragam genre, dibarengi kidung nan syahdu ditambah petikan sitar serta suara genta membahana menghanyutkan perasaan penontonnya. Terbukti, penonton yang hadir pun turut larut, bahkan nyaris tak ada suara riuh, apalagi lalu lalang selama pementasan berlangsung. Hanya suara jepretan kamera yang tiada henti mengambil momen-momen indah dari lenturnya gerakan penari, didukung tata pencahayaan panggung yang mempesona. Suasana memang terbawa alur garapan musik di bawah konseptor dan koreografi Kadek Wahyudita bersama penata musik I Wayan Pacet. Penonton terbuai dengan

pergelaran yang terbagi dalam enam babak itu. Babak pembuka adalah babak makrokosmos. Babak ini medeskripsikan tentang alam semesta dan proses penciptaannya. Setelah itu, masuk babak Prana Yuga. Babak yang mendeskripsikan sosok raja yang sedih melihat alamnya porak-poranda. Adegan-adegan terus mengalir hingga ke babak Genta Hrdaya yang mendeskripsikan dialog sang raja atas kondisi yang sedang terjadi di semesta ini. Adegan-adegan syahdu dan mengiris jiwa masuk ke babak Budhi Satyam yang mendeskripsikan doa pada semesta. Terus berlanjut hingga babak Bhawa Semara yang mendeskripsikan cinta kasih dan memuncak di babak Prabhwa Buana yang rancak dan dinamis. Selama enam babak itu, beragam kolaborasi seni tampil. Mulai dari musik dengan beragam alat musik seperti gitar, sitar, gong, selonding dan lainnya. “Kolaboarasi musik adalah unsur utama dalam pertunjukan ini. Hanya saja, karena ini adalah sebuah pertunjukan yang ditonton maka elemen lain seperti tari, tata

lampu, dan mapping multimedia menjadi bagian yang memperkuat visualisasi kolaborasi musik ini,” terang Kelian Penggak Men Mersi, Kadek Wahyudita. Lebih lanjut dijelaskan, sajian kolaboratif ini mencoba untuk menggali wacana kekinian yang dirasakan saat ini. Konsep padma Hrdaya secara etimologi berasal dari bahasa sansekerta, yaitu dari kata Padma dan Hrdaya. Padma berarti lokus atau pusat dan hrdaya berarti nurani. “Dalam konteks garapan ini, Padma Hrdaya dimaknai sebagai persembahan seni yang bertujuan untuk mengajak kita semua memahami situasi dunia dalam perspektif metafisika,” jelas Wahyudita. Jumlah seniman yang dilibatkan adalah 20 orang, baik penabuh maupun penari. “Di samping itu, dukungan tata cahaya dari BTS, ada mas Yoyok Harness pemain sitar, dalang I Gede Anom Ranuara, Ni Made Frischa Aswarini pembaca puisi, pemain gitar Nomick dan pegiat seniman muda yang inovatif sangat membantu lahirnya karya musik kolaboratif ini,” ujarnya. (win)

”Padma Hrdaya”, Luapan Kegelisahan Rusaknya Harmonisasi Alam

infografis:anggara/tomik

TIF II Hadirkan 7 Kesultanan dan Kerajaan

MENGULANG kesuksesan terdahulu di 2014, Timeless Indonesia Festival (TIF) II kembali digelar. Festival seni budaya dan pameran peninggalan kejayaan Kerajaan/Kesultanan Nusantara ini akan kembali digelar pada 19 hingga 25 Agustus. Festival dengan tujuan mendukung peningkatan pariwisata nusantara itu akan diselenggarakan dua kali setahun di Pantai K-Land, Kelan, Badung. Chairman Yayasan Konde Ratu, yang juga penggagas TIF, Dra. Herlinda Siahaan, berharap kegiatan ini dapat berfungsi sebagai ajang promosi pariwisata bagi daerahdaerah di seluruh Indonesia. Dikatakannya, seni budaya dan pameran sejarah merupakan daya tarik yang sangat besar dan penting untuk pengembangan Pariwisata. Dijelaskannya, untuk TIF II kali ini, akan menampilkan 7 kesultanan dan kerajaan besar di Indonesia. Pada kesempatan tersebut, selain akan menjamu para tamu, juga akan menampilkan berbagai atraksi budaya daerah masing-masing. “Tema yang diambil pada TIF kali ini adalah “Bhineka Tunggal Ika”. Ini didasari atas semangat kebangsaan yang tinggi untuk lebih mempersatukan bangsa Indonesia di tengah-tengah tantangan baik dari dalam dan luar negeri,” jelasnya, Kamis (27/7). Dijelaskannya, untuk ketujuh kesultanan dan kerajaan yang akan berpartisipasi yakni, Kerajaan Sumedang Larang, Kerajaan Buleleng, Kerajaan Klungkung, Kesultanan Deli, Kedatuan Luwu, Kerajaan Minangkabau, dan Kesultanan Cirebon. “Ketujuh peserta secara berturut-turut meramaikan TIF dengan serangkaian performance seperti traditional dance dan fashion show,” ujarnya. Selain pertunjukan dari tujuh kesultanan dan kerajaan, TIF juga turut dimeriahkan dengan pameran kebudayaan bertajuk Gallery Gerbang Nusantara. Terdapat pameran benda-benda bersejarah, pameran UKM dari tiap-tiap Dekranasda Provinsi, ekspo wisata alam, workshop kerajinan, kuliner nusantara dan yang tidak kalah seru yakni talk show seni dan budaya. Pameran di Gallery Gerbang Nusantara mengutamakan Pameran Destinasi Pariwisata setiap provinsi yang akan direncanakan pada TIF III pada Maret 2018 dan sudah dapat diikuti oleh 34 provinsi di Indonesia. “Mulai tahun depan dan seterusnya direncanakan mengundang 6 Kerajaaan/Kesultanan Nusantara dan 1 kerajaan dari negeri lain seperti Kesultanan Brunei atau yang lain. Untuk tahun ini, TIF sekaligus merayakan HUT NKRI dan mendeklarasikan Persatuan Bangsa,” tambahnya. Sementara Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Made Badra, menyampaikam apresiasi atas dilaksanakan festival ini. Memurutnya, Pantai K-Land sebagai lokasi TIF merupakan salah satu pantai yang sangat eksotik. Untuk itu, pemerintah Kabupaten Badung memberikan support yang luar biasa untuk acara ini. “Festival ini bisa dikategorikan dalam atraksi budaya, sebagai aktualisasi budaya,” ujarnya. (edi)

Bali Post/edi

TIF II - Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Made Badra, (kiri) berfoto bersama dengan panitia TIF II dan perwakilan kerajaan, Kamis (27/7).

Malaikat Band Bali

Siapkan Video Klip ”Di Atas Perbedaan”

SETELAH merampungkan video klip single “Tiga Hati” dan disebarluaskan di media sosial, kini Malaikat Band Bali tengah mempersiapkan pembuatan video klip single terbarunya “Di Atas Perbedaan”. Rencananya, video klip itu akan mulai digarap Minggu (30/7) dan diperkirakan selesai awal Agustus. Single “Di Atas Perbedaan” mengisahkan tentang perasaan cinta seorang pria kepada pujaan hatinya yang lama terpendam. Begitu juga dengan sang wanita yang memendam rasa cinta kepada lelaki tersebut. Sehingga, pada akhirnya mereka saling mengutarakan dan menyatukan perbedaan tersebut. “single ini mengisahkan tentang sesorang yang telah lama memendam rasa cinta kepada pujaan hatinya dan yang cewek pun merasakan hal yang sama, mereka pun akhirnya saling mengutarakannya dan menyatukan perbedan mereka seperti sifat, hobi, latar belakang keluarga dan lain lain, sehingga muncullah judul ‘Di Atas Perbedaan’,” tandas Asnadi vokalis Malaikat Band Bali, Jumat (28/7) kemarin. Malaikat Band Bali adalah salah satu band indie Bali yang berasal dari Banjar Tabih, Desa Buahan, Kintamani, Bangli. Mereka mengusung genre alternatif. Pada awalnya, Malaikat Band Bali bernama Younk PBK yang berdiri pada Maret 2015 dan telah mengeluarkan beberapa lagu dalam format MP3. Seiring berjalannya waktu, Younk PBK berganti nama menjadi Malaikat Band Bali dan resmi berdiri pada 1 Januari 2016 yang diperkuat Asnadi Purwita (vokal), Tiwi (vokal), Suardana (gitar melody), Darsana (Gitar), Agus Gede Sukarta (drum), dan Abenk (bass). Sejak dibentuk, Malaikat Band Bali telah mengeluarkan single pertama yang berjudul “Tiga Hati” dalam bentuk video klip dan beberapa lagu lainnya. “Saat ini, kami mempromosikan karya baru kami lewat media sosial saja, seperti facebook dan dari teman ke teman. Dan untuk video klip kami unggah di youtube,” imbuh Tiwi. Selain garap video klip “Di Atas Perbedaan”, Malaikat Band Bali juga masih dalam proses penggarapan album pertama yang ditargetkan rampung pada tahun ini. Pihaknya pun berharap karyanya bisa lebih dikenal dan diterima oleh masyarakat Bali. (win)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook