Edisi 29 Agustus 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 12 TAHUN KE 69

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (148rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

Senin Umanis, 29 Agustus 2016

@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

Teror di Gereja

Diledakkan di Belakang Gereja POLISI meledakkan benda diduga bom yang ditemukan di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr. Mansyur, Medan, Minggu (28/8) kemarin. Tim penjinak bahan peledak dari Satuan Brimob, Polda Sumatera Utara yang turun ke lokasi setelah menerima informasi dari jemaat gereja, meledakkan benda diduga bom itu sekitar pukul 10.00 WIB di bagian belakang gereja. Bunyi ledakan yang cukup keras telah mengagetkan warga, termasuk beberapa wartawan yang berada di bagian depan gereja. Direktur Reskrim Umum Polda Sumatera Utara Kombes Pol. Nur Falah mengatakan yang diledakkan adalah benda yang berada dalam tas milik pelaku penyerangan seorang pastor beberapa jam sebelumnya. ‘’Hanya satu saja,’’ kata Nur Falah. Sementara itu, anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu meminta aparat penegak hukum dan intelijen menulusuri jaringan teror bom di Gereja Santo Yoseph, Medan, Sumatera Utara. Dari dugaannya, pelaku aksi teror terbuka tersebut ke-

mungkinan adalah jaringan teror yang menjadi suruhan pimpinan jaringannya. ‘’Kita enggak mau spekulasi ini kecolongan atau enggak, yang jelas kepolisian dan intelijen harus telusuri,’ kata Masinton Pasaribu di Jakarta. Dia berharap kepolisian bergerak cepat untuk mengantisipasi peristiwa teror bom itu tidak terulang kembali di daerah lainnya. ‘’Sistem keamanan titik rawan harus ditingkatkan kepolisian kita di berbagai daerah. Karena ini bukan hanya di Medan saja mungkin,’’ ujarnya. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mujahid mengatakan kebencian yang ditunjukkan pelaku teror yang ternyata masih remaja, menunjukkan adanya pemahaman salah yang diterima pelaku sehingga melakukan hal nekat. ‘’Bukan justru membela agama dengan caracara yang tidak sesuai dengan semangat agama,’’ kata pimpinan Komisi DPR yang membidangi agama tersebut. Dia berharap peristiwa ini tidak menyulut emosi umat kristiani. Hal. 19 Jangan Terpancing

Bali Post/ant

JAGA GEREJA - Personel Brimob berjaga di halaman Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Medan, Sumatra Utara pascateror bom di lokasi tersebut, Minggu (28/8) kemarin. Polisi menangkap satu orang laki-laki yang mencoba melakukan bom bunuh diri di dalam Gereja Katolik Stasi Santo Yosep.

Tusuk Pastor, Bom di Tas Tak Meledak

Medan (Bali Post) -

Seorang pemuda menyerang pastor di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr. Mansyur, Medan, Minggu (28/8) kemarin. Pelaku menyerang dengan sebilah pisau sambil membawa tas yang diduga berisi bom. Pelaku berinisial IAH (18) berhasil diringkus jemaat gereja. Sementara Pastor Albert S. Pandiangan mengalami luka ringan di bagian lengan kiri.

Teror dengan membawa bom melukai seorang pastor terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr. Mansur Nomor 75 Medan, Sumatera Utara. Beberapa saksi menceritakan, peristiwa itu terjadi ketika Pastor Albert S. Pandiangan hendak berkotbah di mimbar. Namun tiba-tiba seorang laki-laki menghampiri pastor tersebut sambil membawa sebuah bom rakitan dalam tas dan sebilah pisau. Sejumlah jemaat berhasil meringkus pelaku dan langsung menghubungi pihak kepolisian. Aparat

pun menurunkan tim penjinak bahan peledak dari Satuan Brigade Mobile Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Brimob Polda Sumut). Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol. Nur Falah menyatakan ada motif untuk membunuh pastor dalam kasus teror di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep. ‘’Jadi, motifnya ada seseorang yang berusaha membunuh pastor,’’ kata Kombes Pol. Nur Falah. Usai berdialog dengan sejumlah saksi, ia mengatakan bahwa IAH (18) berpura-pura masuk dan ikut

kebaktian di Gereja Stasi Santo Yosep. Ketika Pastor Albret S. Pandiangan akan memberikan kotbah, pelaku mengejarnya hingga ke mimbar gereja. IAH berupaya melukai pastor tersebut dengan pisau yang dibawanya, tetapi hanya terkena di bagian tangan. Pelaku juga membawa sebuah tas yang berisi benda yang diduga bom, tetapi tidak meledak. Tas tersebut hanya mengeluarkan api dan asap. Kemudian, IAH dikejar jemaat dan diamankan. Hal. 19 Motif Pelaku

Bentrok dengan Warga

Praktik Korupsi

Tiga Polisi Tersangka

Didominasi Pejabat Daerah

Jajak Pendapat

Pelaku Usaha Makin Khawatir

PEMANGKASAN anggaran oleh pemerintah diyakini akan berdampak pada berbagai sektor kehidupan. Proyek-proyek infrastruktur dan bantuan ke masyarakat berpotensi terkoreksi. Imbasnya diyakini akan membuat sektor usaha makin sulit melakukan perbaikan kinerja. Kondisi ini pun diprediksi akan berlanjut jika terobosan yang diambil pemerintah tak menyentuh akar permasalahan. Fondasi ekonomi yang rapuh diprediksi akan membuat daya tahan ekonomi labil. Hal. 19 Ekonomi Nasional

Jakarta (Bali Post) Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis hasil penelitian kinerja aparat penegak hukum dalam penanganan kasus korupsi di Indonesia semester I tahun 2016. Hasilnya, pejabat di daerah mendominasi praktik korupsi di Indonesia dan 97 persen kasus korupsi terjadi di pemerintahan daerah. ‘’Korupsi masih banyak terjadi di pemerintahan daerah, terutama di sektor pelayanan publik,’’ kata Kepala Divisi Investigasi ICW Wana Alamsyah, Minggu (28/8) kemarin. Dia mengurai pelaku korupsi yang masuk tahap penyidikan pada semester I 2016 berdasarkan jabatan tercatat sebanyak 217 birokrat daerah yang tersangkut kasus korupsi. Disusul sebanyak 107 direktur, komisaris, konsultan, atau pegawai swasta yang masuk jerat kasus korupsi. Sementara itu, anggota DPR/DPRD/ DPD sebanyak 24 orang, direktur, pejabat, pegawai BUMN/BUMD sebanyak 14 orang, masyarakat 13 orang, kepala desa, lurah, camat, atau aparat desa sebanyak 10 orang, dan tujuh orang kepala daerah. ‘’Sebagian besar kasus korupsi terjadi di daerah. Kasus korupsi yang terjadi di nasional sebanyak lima kasus atau sekitar dua persen. Sedangkan kasus korupsi yang terjadi di daerah sebanyak 205 kasus atau 97 persen,’’ kata Alamsyah. Hal. 19 Posisi Ketiga

Bali Post/ant

PENYIDIK - Seorang penyidik KPK melintas di depan foto Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam yang terpajang di depan ruang kerjanya, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa lalu. Sebanyak 40 penyidik KPK ‘’berburu’’ barang bukti di Kantor Dinas ESDM serta rumah pribadi Gubernur yang digeledah dalam dugaan korupsi penertiban izin usaha pertambangan atau IUP.

Bali Post/ant

Pekanbaru (Bali Post) – Tiga anggota polisi dari Kepolisian Resor (Polres) Meranti jadi tersangka dalam perkara bentrok berdarah yang membawa korban jiwa di Kota Selatpanjang. ‘’Ada beberapa yang dilakukan pemeriksaan. Sampai hari ini tiga ditetapkan sebagai tersangka,’’ kata Kapolda Riau Brigadir Jenderal Supriyanto, Minggu (28/8) kemarin. Ia belum bersedia membuka identitas ketiga polisi yang ditetapkan sebagai tersangka karena penyidik masih terus mendalami keterangan mereka. Ia hanya menegaskan bahwa anggota yang terbukti bersalah pasti akan ditindak tegas, termasuk sanksi yang diterapkan apakah sanksi administrasi, sidang komisi kode etik Polri (KKEP) hingga pidana. Hal itu untuk mengungkap kasus tersebut secara terbuka dan menciptakan keadilan. ‘’Untuk detailnya nanti dari Propam, termasuk arah sanksi yang akan diterapkan,’’ ujarnya. Sebelumnya, sebanyak 15 anggota Polres Meranti diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Riau terkait meninggalnya Apri Adi Pratama (24), tersangka pembunuh Brigadir Adil Tambunan. Adil Tambunan tewas dengan sejumlah luka senjata

tajam pada beberapa bagian tubuhnya. Apri membunuh Adil Tambunan, anggota Polres Meranti, karena asmara. Namun, Apri Adi Pratama yang merupakan pegawai honorer Dinas Pendapatan Daerah Meranti itu tewas sesaat berhasil diamankan petugas. Pascatewasnya Apri Adi Pratama, ribuan warga melakukan unjuk rasa di Markas Polres Selatpanjang. Mereka menuntut Kapolres AKBP Asep Iskandar menjelaskan penyebab kematian Adi. Aksi massa semakin memanas ketika jumlah warga mencapai 2.000 orang. Warga dan polisi terlibat lempar-lemparan batu hingga menyebabkan seorang pengunjuk rasa bernama Isrusli meninggal dunia. Terkait peristiwa itu, Kasatreskrim Polres Meranti AKP Aditya Warman dan 14 jajarannya diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Riau. ‘’Sebanyak 15 orang personel Polres Meranti saat ini masih diperiksa di Mapolda Riau. Termasuk kasat reskrimnya,’’ kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo. Hal. 19 Dua Perkara

Wonderful Indonesia (1)

Pariwisata Budaya Bali Jadi Lokomotifnya

RENCANA Presiden RI Joko Widodo tentang 10 ‘’Bali baru’’ menunjukkan bila pariwisata Indonesia tidak bisa lepas dari Bali. Maka tidak berlebihan jika menyebut Bali sebagai lokomotif dari Wonderful Indonesia, yang merupakan tagline dari program promosi Kementerian Pariwisata. Hal ini karena posisi Bali selalu menjadi ‘’awalan’’ yang kemudian diikuti daerah lain.

TERENDAM - Satu unit mobil terendam banjir di Jalan Kemang Selatan 8, Jakarta, Minggu (28/8) dini hari. Curah hujan yang tinggi serta meluapnya Kali Krukut menyebabkan kawasan tersebut dilanda banjir setingginya 70 cm hingga satu meter.

Bali Post/ant

BOM - Petugas penjinak bom Polda Sumut menyisir Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Minggu (28/8) kemarin.

‘’Rencana Presiden tentang 10 ‘Bali baru’ menunjukkan bahwa pariwisata tidak bisa lepas daripada Bali dan Bali tidak bisa lepas dari pariwisata budaya. Kalau budaya itu hilang, tentu dengan sendirinya akan berdampak sangat besar bagi pariwisata di Indonesia,’’ ujar anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana di Denpasar, Minggu (28/8) kemarin. Adhi Ardhana menambahkan, penting bagi para pelaku pariwisata maupun pemerintah di Bali untuk menyadari bahwa

Bali tidak ada apa-apanya tanpa budaya. Penguatan pariwisata budaya harus muncul dari diri sendiri untuk hasil yang terbaik. Atau tidak cukup hanya dengan melalui pemberian insentif maupun peraturan. ‘’Akan sangat berbahaya bila sampai memberikan keleluasaan terhadap upaya untuk melupakan budaya. Jadi yang terbaik memang seluruh komponen menyadari, sehingga dengan sendirinya akan melindungi budaya,’’ jelas -politisi PDI Perjuangan ini. Menurut Adhi Ardhana,

konsep pariwisata budaya sudah diakomodir dalam Perda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Riparda) Provinsi Bali 2015-2029. Dalam Perda Riparda, sudah ada definisi secara jelas tentang pariwisata budaya, pariwisata alam, dan pariwisata buatan (artificial). Pemerintah di sini wajib untuk mempersiapkan segala hal menyangkut infrastruktur, promosi, hingga pelestarian budaya. ‘’Pariwisata budaya itu secara peraturan, kita sudah memiliki, artinya sudah terdefinisi dengan

baik. Di sini tentu menunjukkan bahwa Riparda yang kita buat itu akan searah dengan apa yang menjadi harapan yaitu menjaga pariwisata budaya itu,’’ imbuh mantan anggota Pansus Riparda ini. Kepala Dinas Pariwisata Bali A.A. Gede Yuniartha Putra mengatakan, ditetapkannya Perda tentang Pramuwisata beberapa waktu lalu merupakan salah satu komitmen Pemprov menjalankan isi Perda Riparda. Dalam hal ini, pramuwisata di Bali wajib lulus ujian tentang budaya Bali untuk bisa mendapatkan Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata (KTPP). ‘’Ini karena pariwisata kita kan pariwisata budaya, segala sesuatunya harus berdasarkan budaya kita. Jadi budaya harus dipertahankan supaya berbeda dengan daerah lain,’’ ujarnya.

Selain Perda Riparda, lanjut Yuniartha, Perda No.2 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan Budaya Bali juga menjadi bukti bagaimana Pemprov Bali mempertahankan budaya. Mengingat dari dulu hingga sekarang, Bali merupakan tonggak utama pariwisata Indonesia yang kini tercakup dalam Wonderful Indonesia. ‘’Bicara Wonderful Indonesia, itu kan branding pariwisata secara keseluruhan. Untuk Bali, dulu kan punya branding Bali Shanti, kemudian Bali is My Life tapi tidak banyak yang tahu branding itu. Oleh karena itu, akan dilakukan re-branding pariwisata Bali agar sejalan dengan Wonderful Indonesia,’’ imbuhnya. Hal. 19 Bebas Visa


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
Edisi 29 Agustus 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu