16 HALAMAN
NOMOR 293 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Hasil Sementara Pilgub Bali
KOSTER-ACE UNGGUL PILGUB Bali berlangsung sangat damai. Dari data sementara yang masuk, secara akumulatif, Koster-Ace unggul atas paket Mantra-Kerta. Koster-Ace unggul sementara di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Gianyar dan Bangli. Sementara Mantra-Kerta unggul di Denpasar, Klungkung dan Karangasem. Hitungan sementara sejumlah lembaga survei terhadap Pilkada Bali, paket Koster-Ace meraih 58,35 persen suara, sedangkan Mantra-Kerta 41,65 persen. Jika dicermati keunggulan sementara yang diraih paket Koster-Ace tampaknya belum sesuai dengan target yang dipatok PDI Perjuangan sebagai pengusung. Sejak masa kampanye digulirkan 15 Februai lalu, PDI Perjuangan selaku partai pengusung paket ini menargetkan kemenangan 70 persen. Itu artinya, ada target yang bias dari realisasi. Walaupun calon PDI Perjuangan diunggulkan tentu tetap harus melakukan evaluasi dari sisi pencapaian target. Masalahnya, modal besar PDI Perjuangan ada di tujuh kabupaten/kota yang dimenangi dalam pilkada sebelumnya. Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar, Bangli, Buleleng, Jembrana, dan Kota Denpasar pada pilkada serentak sebelumnya dimenangi jago PDI Perjuangan. Hanya, Klungkung dan Karangasem yang lepas dari perjuangan partai moncong putih ini. Dengan modal besar ini sebenarnya tergolong logis jika PDI Perjuangan mematok angka
Reklamasi SDM Bali Lingkungan Budaya Keamanan
Bali 1
Tolak Reklamasi Sementara itu, sorak kegembiraan dari tim pemenangan Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati terdengar di Kantor DPD PDI Perjuangan Bali, Rabu sore kemarin. Utamanya setelah memastikan kemenangan pasangan calon nomor urut 1 itu dalam hitung cepat (quick count) yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Hal. 15 Ubah Perda
Giri Prasta Akui Perjuangan Berat di Denpasar
Perolehan Suara di TPS Gubernur/Bupati Gubernur Mangku Pastika Koster-Ace 134 Mantra-Kerta 219 Bupati Giri Prasta Koster Ace 595 Mantra-Kerta 2 Bupati Agus Suradnyana Koster-Ace 256 Mantra-Kerta 101 Bupati Eka Wiryastuti Koster-Ace 445 Mantra-Kerta 6 Bupati Putu Artha Koster-Ace 258 Mantra-Kerta 174 Bupati Made Gianyar Koster-Ace 392 Mantra-Kerta 1 Bupati Mas Sumatri Koster-Ace 5 Mantra-Kerta 244 Bupati Suwirta Koster-Ace 112 Mantra-Kerta 327
kemenangan 70 persen. Sementara itu, raihan paket Mantra-Kerta yang mengantongi 41,65 persen suara, tentu sangat bisa dipahami. ‘’Prestasi’’ itu merupakan kejutan. Mengingat basis massa Rai Mantra lebih banyak terkonsentrasi di Denpasar. Jika kemudian Rai Mantra dan Sudikerta mendapat simpati signifikan di Klungkung dan Karangasem, tentu patut dipahami juga. Kuatnya mesin politik yakni Golkar di dua kabupaten ini tak bisa diabaikan. Paket yang populer di kalangan generasi milenia ini mendapat simpati karena berbagai tawaran program kerjanya. Nawa Candra yang diusung paket ini memberikan ruang pada pemeliharaan alam Bali dan manusia Bali secara jelas. Tentunya, visi-misi paket Koster-Ace juga tak kalah menariknya. Dengan program Nangun Sad Kertih Loka Bali, paket Koster-Ace juga menjamin adanya pengawalan dan pewarisan terhadap alam, budaya Bali. Namun, apa pun pilihan masyarakat Bali, ke depan sinergi harus tetap dibangun. Komunikasi dan sharing program haruslah tetap menjadi identitas pembangunan Bali. Peka terhadap aspirasi publik mestinya dibudayakan, sehingga masyarakat Bali punya ruang sama dalam membangun Bali.
BERBAGAI hasil hitung cepat, Mantra-Kerta unggul atas Koster-Ace di Denpasar. Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace di Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, S.H. mengatakan perjuangan tim sudah sangat maksimal. Harus diakui, perjuangan Koster-Ace paling berat di Kota Denpasar. Pasalnya, Rai Mantra adalah figur wali kota dua periode. ‘’Bila parpol dia, tentu kekalahan akan lebih besar,’’ jelasnya. Gusti Ngurah Gede juga bersyukur karena paslon KosterAce untuk sementara menang di Bali. Dia juga bersyukur di TPS III tempatnya mencoblos, Koster menang 60 persen. Semua hasil ini akan dijadikan
bahan masukan untuk pileg dan pilpres mendatang. Giri Prasta, Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace, juga menyatakan hal serupa. ‘’Jujur saya katakan kami pasangan Koster-Ace ini kalah hanya satu kota saja di Denpasar, namun delapan kabupaten astungkara kita menang dan saya yakin itu akan terjadi pada pemilihan hari ini (kemarin),’’ ungkapnya. Ia mengatakan, telah memetakan semua potensi yang ada di kabupaten/kota di Bali. ‘’Peta kami jelas sekali, kami meyakini Koster-Ace sebagai pemenang di Bali untuk Gubernur dan wakil Gubernur 2018-2023,’’ tegasnya. (sue/dok)
Bali Post/mud
Wayan Koster dan keluarganya usai memilih dalam Pilgub Bali.
Paslon Memilih
Hanya Sudikerta Kalah di TPS-nya EMPAT figur dalam kotestasi Pilgub Bali telah melakukan hak pilihnya di masing-masing TPS. Dari empat figur tersebut, Ketut Sudikerta merupakan satu-satunya calon yang kalah di TPS-nya. Ia yang merupakan calon Wakil Gubernur Bali yang berpasangan dengan Rai Mantra memilih
di TPS 9 Banjar Dinas Buana Sari, Pecatu. Saat pencoblosan, Sudikerta didampingi Ida Ayu Ketut Sri Sumiatini, istrinya. Dari hasil penghitungan suara pasangan Mantra-Kerta kalah 18 suara dibandingkan Koster-Ace yang meraih 261 suara. Sedangkan MantraKerta hanya 243 suara.
Dari total rekapitulasi penghitungan suara di Desa Pecatu, secara keseluruhan pasangan Koster-Ace unggul 131 suara dari pasangan nomor urut 2. Dari total 9 TPS di Pecatu, Koster-Ace memperoleh 2.683 suara, sedangkan pasangan Mantra-Kerta meraih 2.552 suara. (kmb23)
Pilkada Klungkung dan Gianyar
Bali Post/eka
Rai Mantra dan istrinya memasukkan kertas suara.
Paket Suwasta dan Aman Unggul Sementara
Bali Post/sos
Suwirta dan keluarganya saat mencoblos.
PILKADA di Klungkung dan Gianyar, Rabu (27/6) kemarin berlangsung damai. Sama dengan kondisi pilgub secara keseluruhan. Untuk Pilkada Klungkung diikuti dua pasangan calon. Mereka adalah Pasangan Calon (Paslon) Tjokorda Bagus Oka - I Ketut Mandia (Bagia) dan pasangan I Nyoman Suwirta - I Made Kasta (Suwasta). Sementara di Gianyar juga diikuti dua pasangan calon. Keduanya adalah Made Mahayastra - A.A. Gde Mayun (Aman) dan Tjokorda Raka Kerthyasa - Pande Istri Maharani Prima Dewi (Kertha-Maha). Dari hasil penghitungan sementara untuk Pilkada Klungkung dimenangkan paket Suwirta-Wayan Kasta. Paket nomor urut 2 ini unggul dengan perolehan suara 59.563. Sementara paket Bagia memperoleh suara 23.647. Sementara itu, Pilkada Gianyar keunggulan sementara diraih pasangan Made Mahayastra - A.A. Gde Mayun (Aman).
Mereka meraih 123.149 suara. Sementara paket Kertha-Maha memperoleh suara 65.496. Usai pencoblosan, I Nyoman Suwirta mengharapkan pascapemilihan, situasi di masyarakat tetap kondusif. Pendukungnya pun diminta untuk tidak euforia menyambut kemenangan. Sementara itu, Cabup Tjokorda Bagus Oka saat dikonfirmasi usai menyalurkan suara di TPS 4 Banjar Bucu, Kelurahan Semarapura Tengah mengaku siap menerima hasil pemilihan. Menurutnya, siapa pun yang terpilih merupakan putra terbaik Klungkung. Itu telah sempat diutarakan dalam debat putaran kedua. Ketua Tim Pemenangan Bagia, Anak Agung Gede Anom, mengaku belum selesai melakukan penghitungan hingga pukul 20.20 Wita. ‘’Data baru masuk 25 persen,’’ tandasnya. Ditemui usai menggunakan hak pilihnya, Cabup Gianyar Mahayastra berharap
pemilihan Bupati Gianyar ini bisa berjalan dengan lancar. Ia juga mengimbau simpatisan untuk mengawal pilkada agar berjalan kondusif. ‘’Mari secara bersama kita kawal pilkada ini berjalan dengan lancar, artinya semua masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya,’’ ucapnya. Cabup Tjokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah juga menyatakan hal serupa. Ia mengapresiasi warga yang sudah menjalankan demokrasi secara antusias. Ditanya soal kesiapan kalah atau pun menang, Cok Ibah mengaku itu adalah hal biasa. ‘’Kita sudah menjalankan kewajiban sebagai paslon sesuai aturan. Sudah maksimal kita presentasikan ke masyarakat. Visi, misi, kerja sama tim, dan relawan serta ke media, sudah kita sampaikan,’’ jelasnya. Dia berharap pilkada di Gianyar ini bisa berjalan kondusif. Dan situasi ini bisa dijadikan contoh dalam berdemokrasi ke depannya. (tim BP)
Made Mahayastra
Bali Post/nok
DENPASAR
2 Cerita Panji Tak Lagi Dikenal Anak-anak Denpasar (Bali Post) Generasi milenial mungkin tak banyak yang mengenal cerita Panji dengan tokoh utamanya Inu Kertapati (Panji Asmarabangun) dan Dewi Sekartaji (Galuh Candra Kirana). Padahal, local genius nenek moyang bangsa Indonesia ini kaya akan nilainilai kehidupan dan menjadi sumber inspirasi karya seni. Sastra Panji yang lahir di zaman Majapahit akhir abad ke-14 juga telah melanglang buana ke Asia Tenggara, terutama Malaysia, Kamboja dan Thailand. Naskah cerita P a nji b a hka n t el a h diakui UNESCO sebagai memory of the world. “Fenomena saat ini, anak-anak tidak mengenal lagi cerita Panji. Kalau dulu, ada film ‘Panji Semirang’, kemudian cerita ‘Ande-ande Lumut’, ‘Cindelaras, ‘Yuyu Kangkang’,” ujar Wakabid Bidang Humas dan Publikasi Festival Panji Internasional 2018 Wiyono Undung Wasito di Taman Budaya Bali, Rabu (27/6) kemarin. Berangkat dari keprihatinan inilah kemudian digelar Festival Panji di delapan kota besar. Yakni, Denpasar, Pandaan, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Yogyakarta, dan Jakarta mulai tanggal 27 Juni hingga 13 Juli mendatang. Tahun ini, skalanya bahkan telah ditingkatkan dari nasional menjadi internasional melibatkan peserta negara ASEAN dan pembicara/peneliti mancanegara. “Perlu upaya untuk menggugah kembali warisan bersama sastra dan budaya Panji dari para apresiatornya, terutama kalangan muda,” kata Wiyono Undung Wasito. Menurut Wiyono Undung Wasito, Panji tidak hanya mencakup bidang sastra, tapi juga berkembang dalam bentuk seni pertunjukan, wayang beber, komik, seni media dan film, serta seni kriya/kreatif seperti topeng. Di Denpasar, festival Panji diisi dengan pergelaran Tari Panji di Gedung Ksirarnawa, Art Center pada tanggal 28 hingga 29 Juni. Indonesia yang diwakili oleh Bali akan menampilkan Dramatari Gambuh di hari pertama dan Dramatari Legong Keraton di hari kedua. Selain itu, ada pula Dramatari Inao/ Inu Keluar dari Gua (Thailand) dan Tari Inao (Kamboja). Tak hanya pergelaran, festival juga diisi dengan workshop dan pameran Panji, serta kunjungan wisata khusus peserta luar negeri. “Jika gerakan ini didukung oleh berbagai pemangku kepentingan, tentu akan menjadi sebuah gerakan yang masif, tersistem, dan melibatkan semua stakeholder, sehingga tercipta suatu ekosistem seni dan budaya Panji yang kuat, dinamis dan mengakar,” tegas pria yang juga dalang wayang orang ini. Wiyono Undung Wasito menambahkan, Festival Panji diharapkan dapat membangun karakter bangsa dengan merintis kesadaran tentang jati diri, dan identitas kebangsaan bagi generasi muda. Sastra dan budaya Panji agar lebih dipahami sebagai warisan budaya dan sumber inspirasi dalam penciptaan karya seni dan pemajuan kebudayaan. Termasuk meningkatkan apresiasi masyarakat akan beragam corak repertoar seni berbasis Panji, sehingga terbangun komunitas pecinta Panji atau Panjimania. (kmb32)
JADWAL PESTA KESENIAN BALI XL-2018 Kamis, 28 Juni 2018 Pukul : 11.00 Wita. Tempat : Kalangan Angsoka. Kegiatan : Gambuh Sekaa Gambuh Kaga Wana Giri. Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Duta Kabupaten Gianyar. Pukul : 11.00 Wita. Tempat : Gedung Ksirarnawa. Kegiatan : Opera dan Tari Pemerintah Provinsi Guangxi, RRT.
Pasca-Pilgub Bali
Keamanan Jadi PR Paslon Terpilih
Denpasar (Bali Post) –
Gubernur Bali Made Mangku Pastika kembali mengimbau segenap komponen masyarakat Bali untuk menjaga kondusivitas Bali. Apa pun hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nantinya, semuanya harus diterima dengan baik. ‘’Tidak perlu dipersoalkan panjang-panjang, apa pun hasilnya. Supaya kondisi kita tetap kondusif dan kita siap menyongsong masa depan yang lebih baik,’’ ujar Mangku Pastika saat diwawancarai seusai melakukan pencoblosan di TPS 12 Penatih, Denpasar Timur, Rabu (27/6) kemarin. Mangku Pastika mengingatkan, pasca-pilgub akan ada hajatan besar yakni HUT Proklamasi Kemerdekaan RI dan IMF-World Bank Annual Meeting. Bali khususnya akan diekspos besar-besaran dengan adanya pertemuan IMF-World Bank yang akan dihadiri 189 negara dengan lebih dari 15 ribu utusan, lebih dari 50 ribu orang pengikut, dan lebih dari 5 ribu wartawan dari seluruh dunia. Oleh karena itu, kondusivitas dan keamanan menjadi faktor yang sangat penting. Sebab, Bali juga akan membawa nama besar Indonesia. ‘’Yang menang jangan merendahkan yang kalah dan yang kalah juga harus respeks pada yang
menang. Tidak perlu lagi hujatmenghujat,’’ tegasnya. Menurut Mangku Pastika, aspek keamanan menjadi PR utama pasangan calon (paslon) Gubernur/Wakil Gubernur Bali terpilih berkaitan dengan hajatan IMF-World Bank Annual Meeting tersebut. Saat ini saja sudah ada penangkapan terhadap orang yang diduga terlibat jaringan terorisme. Di sisi lain, Mangku Pastika mempersilakan paslon terpilih untuk meneruskan dan menyempurnakan programprogramnya yang masih dianggap relevan. Saat ini telah banyak dibicarakan mengenai Revolusi Industri 4.0 yang salah satunya erat berkaitan dengan digitalisasi. Perubahan yang muncul mesti disikapi agar Bali tidak terlindas dan tetap survive. ‘’Saya juga akan urun rembuk, apa sih yang akan terjadi kira-kira? Barangkali, saya juga punya wawasan. Tim ahli masing-masing juga sudah ada, mari kita kaji dengan baik,’’ ujar mantan Kapolda Bali ini.
BUPATI Badung Nyoman Giri Prasta menggunakan hak pilihnya di tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 di Banjar Pelaga, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Rabu (27/6) kemarin. Bupati Giri Prasta hadir di TPS bersama istri Nyonya Ni Kadek Seniasih Giri Prasta dan dua orang anaknya, yakni Diana Putri dan Bima Nata. Bupati Giri Prasta bersama keluarga yang tiba di TPS sekitar pukul 11.45 Wita itu sempat berbaur dengan masyarakat seraya menunggu giliran sebelum akhirnya masuk ke bilik suara untuk melakukan pencoblosan. Setelah mencoblos, bupati yang dikenal sebagai bupati bares ini sempat melayani warga yang hendak berfoto selfie dengannya. Kemudian melayani pertanyaan sejumlah wartawan yang telah menunggu kehadirannya. “Sebagai warga negara, saya bersama keluarga
telah menggunakan hak suara untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. Saya juga bangga melihat animo masyarakat yang menggunakan hak suaranya untuk datang ke TPS,” kata Giri Prasta sesaat setelah nyoblos. Pihaknya juga berharap, Pilgub Bali Tahun 2018 tetap berjalan dengan aman sebagaimana suasana kondusif yang telah tercipta selama masa kampanye. “Saya bangga Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali hingga saat ini berjalan dengan baik tanpa ada gesekan apapun. Semoga kondisi ini tetap dipertahankan. Ini membuktikan masyarakt Bali telah menunjukkan kecerdasan dalam berdemokrasi,” ujar Bupati yang juga Ketua DPC Partai PDI-P Badung ini. Setelah melakukan pencoblosan, Bupati Giri Prasta melakukan peninjauan ke se-
Pukul : 20.00 Wita. Tempat : Ruang Cinema, Lantai Bawah Gedung Ksirarnawa. Kegiatan : Pemutaran Film Dokumenter.
(0361) 7400391, 812987 FM 96,5
Topik : HARAPAN KEPADA GUBERNUR BARU Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
Pasalnya, proyek strategis ini kewenangannya tidak 100 persen ada di Pemprov Bali dan harus memperhatikan banyak aspek. Mulai dari aspek keamanan nasional hingga anggaran. Gubernur dan wakil gubernur baru juga harus bisa menjaga keamanan untuk eksistensi pariwisata. ‘’Aspek nonfisik supaya tetap
diperhatikan. Bali itu terkenal karena taksu-nya, ini juga harus terus dipertahankan,’’ tegasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
jumlah TPS di Kecamatan Petang dan Abiansemal. Peninjauan TPS tersebut juga diikuti oleh sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Badung, di antaranya Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Kadishub A.A. Ngurah Rai Yuda, Kepala Kesbangpol I Nyoman Suendi, Kabag Humas I Putu Ngurah Thomas Yuniarta, termasuk juga Kapolres Badung AKBP Yudith Satria. Sehari sebelumnya, Selasa (26/6), Bupati Giri Prasta bersama Wabup Ketut Suiasa dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa dan sejumlah pejabat lainnya juga melakukan pemantauan kesiapan TPS yang ada di Badung, di antaranya TPS Banjar Gaji, Dalung, TPS Banjar Kancil, Kerobokan, TPS Banjar Temacun, Kuta, TPS Banjar Pengenderan, Kedonganan, dan TPS Banjar Mumbul, Jimbaran. (ad1025)
HAK PILIH - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menggunakan hak pilih di TPS 1 di Banjar Pelaga, Desa Pelaga, Kecamatan Petang dan melakukan peninjauan ke sejumlah TPS di Kecamatan Petang dan Abiansemal, Rabu (27/6) kemarin.
Wabup Suiasa Nyoblos di TPS 7 Pecatu
Apresiasi Antusiasme Masyarakat Salurkan Suaranya ANTUSIASME masyarakat di wilayah Kuta Selatan khususnya Pecatu dalam mengikuti Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018, Rabu (27/6) kemarin, begitu tinggi. Hal tersebut terpantau dari banyaknya pemilih manula
yang datang ke TPS, walau dengan kondisi dipapah atau digandeng sanak saudaranya. Wakil Bupati (Wabup) Badung Ketut Suiasa yang sempat memonitor seluruh TPS di wilayah Pecatu mengaku sangat mengapresiasi pelaksanaan
Pukul : 19.00 Wita. Tempat : Kalangan Ayodya. Kegiatan : Parade Arja Sekaa Arja Kirtya Kencana Budaya, Banjar Bengkel Buduk, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Duta Kabupaten Tabanan.
Pukul : 20.00 Wita. Tempat : Depan Gedung Kriya. Kegiatan : Parade Wayang Kulit Babad Sanggar Kuta Kumara Agung, Br. Temacun, Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta, Duta Kabupaten Badung.
Bali Post/ist
TPS - Gubernur Bali Made Mangku Pastika bersama istri saat menyalurkan hak pilihnya di TPS 12 Penatih, Denpasar Timur.
Berharap Situasi Tetap Kondusif
Pukul : 17.00 Wita. Tempat : Areal Taman Budaya. Kegiatan : Parade Ngelawang Sekaa Ngelawang Karang Taruna Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Duta Kabupaten Tabanan.
Pukul : 20.00 Wita. Tempat : Gedung Ksirarnawa. Kegiatan : Festival Panji/Inao Internasional.
Mangku Pastika menambahkan, persoalan kemacetan menjadi PR selanjutnya dalam lima tahun ke depan. Perlu ada simpang susun atau persimpangan tidak sebidang di sejumlah perempatan untuk mengatasinya. Namun, solusi ini memerlukan diskusi panjang lantaran terkait dengan masalah budaya. Kemudian, pemimpin Bali ke depan juga harus memikirkan pengembangan daerah di luar Bali Selatan secara merata, seperti Karangasem, Bangli, Tabanan, Buleleng, Jembrana dan Klungkung. ‘’Ini belum bisa kita kemarin sepenuhnya. Dalam Bali Mandara Jilid I dan II, kita baru berusaha mengentaskan kemiskinan. Jadi, kita mengurangi kantongkantong kemiskinan yang ada di daerah-daerah itu supaya kesenjangannya tidak terlalu jauh. Bahaya untuk stabilitas daerah,’’ terangnya. PR lainnya, kata Pastika, mewujudkan bandara di Bali Utara yang telah dicita-citakan lebih dari 10 tahun lalu.
Bupati Badung Nyoblos di TPS 1 di Pelaga
Pukul : 14.00 Wita. Tempat : Kalangan Ratna Kanda. Kegiatan : Lomba Tembang Girang Sanggar Once Srawa, Duta Kabupaten Jembrana.
Pukul : 20.00 Wita. Tempat : Kalangan Ratna Kanda. Kegiatan : Tari dan Karawitan SMKI, Yogyakarta.
Kamis Wage, 28 Juni 2018
MENUNJUKKAN - Wabup Suiasa menunjukkan surat suaranya seusai melaksanakan pencoblosan.
pemilu gubernur yang berjalan kondusif, baik dan aman. “Jumlah masyarakat yang datang ke TPS, semakin siang semakin meningkat. Ini artinya antusias partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya dan melaksanakan haknya berdemokrasi, dilaksanakan dengam baik. Tentu ini harus kita dorong dan motivasi terus,” terang Wabup Suiasa di selasela memonitoring TPS 9 Desa Pecatu Banjar Buana Sari. Dengan jalannya proses pencoblosan yang berjalan dengan aman dan lancar-lancar saja, pihaknya berharap ke depan hasil pemilukada tersebut berhasil melahirkan pemimpin yang terbaik, sesuai harapan masyarakat. Apalagi dari hasil monitoring H-1 pencoblosan yang dilakukan pihaknya bersama Bupati Badung dan Muspida Kabupaten Badung, petugas penyelenggara pemilukada sangat siap dan baik. Sehingga, asas pemilu luber dan jurdil tersebut benar-benar
terlaksana dengan baik. “Dari kesannya dari petugas penyelenggara pemilukada kita di lapangan, niatan masyarakat atau partisipasi sangat aktif sekali,” jelasnya. Wabup Suiasa menerangkan, setelah memantau wilayah Pecatu, pihaknya melanjutkan monitoring ke TPS yang berada di wilayah Badung utara bersama Bupati dan Muspida, sebab monitoring ke TPS di Badung Selatan sudah dilakukan saat H-1. Untuk diketahui, Wabup Suiasa melaksanakan pencoblosan di TPS 7 di Banjar Kauh Pecatu. Ia datang menjadi peserta yang paling awal melakukan pencoblosan, sekitar pukul 07.00 Wita lebih. Suiasa datang ke TPS sendirian, tanpa didampingi istri dan anaknya. Nomor Daftar Pemilih Tetap (DPT) Suiasa bernomor 287. Setelah melakukan pencoblosan, Suiasa langsung melakukan monitoring keliling ke sejumlah TPS di wilayah Pecatu.
Sementara itu, Komisioner KPU Badung Wayan Artanadana tidak memungkiri memang animo masyarakat dalam menyalurkan suaranya dalam Pilkada 2018 sangat antusias. Sehingga, angka golput di Kabupaten Badung akan berkurang. Karena itu, pihaknya menargetkan angka partisipasi masyarakat untuk menyalurkan suaranya itu berada di atas 75 persen untuk di Kabupaten Badung. Hal tersebut seiring dengan gencarnya sosialisasi dari masing-masing paslon, bukan hanya dari KPU. “Waktu Pilbup Badung, angka partisipasi masyarakat mencapai 65 persen. Namun dengan adanya kerja keras sosialisasi ini kita target di atas 75 persen untuk di Badung. Kalau bisa semaksimal mungkin masyarakat menggunakan suaranya,” imbuhnya sembari menerangkan, pengamanan untuk di setiap TPS di Badung tidak ada yang dikhususkan, semuanya sama. (ad1026)
Ranking Ke-4, Ribuan Mahasiswa Ditatar Bahaya Narkoba Denpasar (Bali Post) Data Rehabilitasi BNNP Bali menyatakan mahasiswa dan pelajar yang terlibat narkoba menempati urutan ke-4 tahun 2017. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai pemegang tongkat kepemimpinan bangsa ke depan harus dilindungi dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Harus ada upaya pencegahan terhadap bahaya penyalahgunaan barang terlarang ini di kalangan mahasiswa. “Permasalahan narkoba merupakan hal yang sangat menakutkan untuk bangsa ini. Saat ini, penyebarluasan narkoba memang sudah sangat mengkhawatirkan,” kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. saat memberikan pembekalan umum mahasiswa KKN PPM Periode XVII di lingkungan Universitas Udayana (Unud) yang digelar di Gedung Widya Sabha, Kampus Unud Bukit Jimbaran, Selasa (26/6)
lalu. Acara yang diikuti 3.431 mahasiswa ini dibuka Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). Pada kesempatan itu, Brigjen Suastawa mengungkapkan, mahasiswa seharusnya berpikir dewasa, tidak untuk diri sendiri dan punya pemikiran masa depan bangsa. “Tanggung jawab itu memang mau tidak mau ada di pundak kita semua. Sebagai realisasinya, mahasiswa dapat ikut berperan aktif dalam program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba atau P4GN,” tegasnya. Brigjen Suastawa meminta mahasiswa mengembangkan potensi diri dalam hal yang positif, membentuk organisasi yang peduli tentang bahaya narkoba dan mengundang BNN dalam pertemuan atau kegiatan lainnya. Selain itu, harus aktif serta inovatif dalam berkarya, berjiwa mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat
yang luas. Paling penting adalah berani menolak ajakan teman yang bersifat negatif. BNNP membutuhkan dukungan yang kuat dari semua pihak agar masyarakat Bali bebas dari peredaran gelap narkoba. “Kalau tidak bersama-sama untuk mencegahnya, saya khawatir kita akan mewarisi generasi muda Bali yang tidak berkualitas dan berdampak pada kemajuan Bangsa Indonesia. Akibatnya bisa semakin jauh tertinggal dengan negara lain,” ujarnya. Dalam kesempatan ini, mantan Direktur Binmas Polda Bali ini menyampaikan pesan dan imbauan Kepala BNN RI bertepatan dengan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap tanggal 26 Juni di seluruh dunia. Diimbau kepada seluruh kekuatan bangsa untuk perang Bali Post/ist melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba demi NARASUMBER - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I mewujudkan masyarakat Indo- Putu Gede Suastawa, S.H. menjadi narasumber pembekalan umum mahasiswa KKN PPM Periode XVII di Unud. nesia yang sehat. (kmb36)
16 HALAMAN
NOMOR 293 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
KAMIS WAGE,
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
28 JUNI 2018
Di Banjar Blungbang
Semua Anggota KPPS Mengenakan ’’Lelunakan’’ Mangupura (Bali Post) –
Guna menarik minat warga datang memilih serta menekan angka golput, sejumlah TPS di Kabupaten Badung dibuat unik. Salah satunya di TPS 8 Banjar Blungbang Desa Penarungan Kecamatan Mengwi. Di TPS ini, semua anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) wanita. Uniknya lagi, anggota KPPS yang semuanya wanita itu juga mengenakan seragam kebaya dikombinasikan sanggul lelunakan persis penari Tenun. Tak hanya itu, pihak penyelenggara juga menyediakan
Giri Prasta dan Made Gianyar Memang ’’Sakti’’
TAK salah Wayan Koster memilih Giri Prasta sebagai Ketua Tim Pemenangan. Terbukti, tokoh yang telah ‘’membumi’’ di bumi keris ini telah menjadikan Koster-Ace dalam perolehan suara di Bali mengungguli calon lainnya. Bahkan di TPS 1 Banjar Pelaga, Petang, tempat dia memilih, suara Koster-Ace 595 orang. Sedangkan Mantra-Kerta hanya meraih dua suara. Itu pun diyakini milik dua saksi Mantra-Kerta yang memilih di TPS tersebut. Hal yang sama juga terjadi di TPS Bupati Bangli Made Gianyar. Pasangan Koster-Ace meraih 393 dan Mantra-Kerta hanya meraih 1 suara. Kalau dibandingkan dengan TPS tokoh PDI-P lainnya, ‘’kesaktian’’ Giri Prasta dan Made Gianyar memang tak bisa ditandingi. Bahkan oleh Koster sekalipun. Seperti di TPS KosterAce di Sembiran, Buleleng. Dia meraih 461 suara. Sementara Mantra-Kerta 9 suara. Demikian pula di TPS Bupati Agus Suradnyana. Koster-Ace meraih 256 suara dan Mantra-
Kerta didukung 101 suara. (lihat tabel) Giri Prasta yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Badung ini datang bersama istri berserta dua buah hatinya pukul 11.45 Wita. Sebelum memasuki bilik suara, Giri Prasta beserta keluarga berbaur dengan masyarakat. ‘’Jujur saya katakan kami pasangan Koster-Ace ini kalah hanya satu kota saja di Denpasar, namun delapan kabupaten astungkara kita menang dan saya yakin itu akan terjadi pada pemilihan hari ini (kemarin),’’ ungkapnya. Sementara hasil penghitungan suara di TPS 1 Banjar Pelaga, Desa Plaga, Petang, pasangan Calon (paslon) Koster-Ace menang telak. Paslon nomor urut 1 ini berhasil meraih suara 595 orang. Sedangkan paslon Mantra-Kerta hanya meraih dua suara. Saksi Koster-Ace, Dewa Gede Suartana, mengatakan dua suara untuk paslon nomor urut 2 itu diyakini suara dari saksi Mantra-Kerta yang memilih di TPS tersebut. ‘’Seharusnya 100 persen,’’ pungkasnya. (kmb27)
Hanya Satu Tahanan Nyoblos di Rutan Polda Bali Denpasar (Bali Post) Puncak pilkada serentak 2018 dilaksanakan Rabu (27/6) kemarin. Tahanan Polda Bali juga diberikan kesempatan menggunakan hak suaranya. Namun, hanya satu tahanan yang bisa nyoblos. Menurut Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, jumlah tahanan di Rutan Polda Bali tercatat 17 orang. Namun, hanya satu yang bisa nyoblos. Sedangkan 16 tahanan lainnya tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki Surat Keterangan Pindah Memilih (model A5). Seperti disampaikan Ketua KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara Anak Agung Gede Kerta Negara, yang bisa memilih adalah para
tahanan yang membawa surat model A5, meskipun sudah mempunyai surat C6 dan e-KTP. ‘’Ketua KPPS mengatakan ketentuan dalam Peraturan KPU membolehkan pemilih pindah memilih karena keadaan tertentu. Keadaan yang dimaksud di antaranya karena tugas kerja atau belajar, rawat inap di rumah sakit, menjadi tahanan dan keadaan lain yakni karena pindah domisili atau tertimpa bencana alam,’’ ungkapnya. Hal itu disampaikan Ketua KPPS kepada seluruh penghuni Rutan Mapolda Bali dan mereka bisa menerimanya. Selanjutnya, seorang tahanan I Komang Adi Wiratnyana melaksanakan pencoblosan di bilik suara yang sudah disiapkan petugas KPPS. (kmb36)
sketsa wajah dengan pewarna alami. Sketsa wajah ini diperuntukkan bagi para tokoh yang melakukan pemantauan ke TPS tersebut. Ketua KPPS TPS 8 Banjar Blungbang, Desa Penarungan, Kadek Enik Erawati, mengatakan selain sebagai wujud pelestarian budaya Bali, kostum adat Bali juga sebagai upaya untuk menggugah masyarakat untuk datang ke TPS menyalurkan hak pilihnya. ‘’Kami bersama petugas lainnya sengaja berpakaian adat Bali. Kami ingin membuat hal yang berbeda, sehingga masyarakat nyaman saat
memilih. Suasana penuh keakraban juga semakin terasa dengan hadirnya pelukis di sini,’’ kata Enik Erawati saat ditemui, Rabu (27/6) kemarin. Menurut Enik Erawati, pihaknya mengeluarkan dana masing-masing untuk merias diri. ‘’Untuk biaya berpakaian, semuanya dari kita karena kami peduli dengan budaya dan ajegnya adat Bali. Kami pun tergerak membuat hal unik ini,’’ ujarnya. Tokoh masyarakat Desa Penarungan Wayan Suyasa mengatakan, TPS unik dengan petugas KPPS semuanya wanita serta mengedepankan budaya dan kesenian Bali ini merupakan wujud kesetaraan gender serta cerminan dalam memberikan ciri khas dan pengertian kepada masyarakat. ‘’Keberadaan pilkada atau pemungutan suara merupakan hal umum dan tidak perlu disikapi dengan tegang. Apalagi, menyeramkan sekaligus menghapus orientasi berbeda pilihan,’’ ungkapnya.
Suyasa yang juga anggota DPRD Badung ini menambahkan, TPS 8 Banjar Blungbang, Desa Penarungan mempunyai DPT sebanyak 722 pemilih. TPS ini cukup terkenal dalam setiap perhelatan pilkada maupun pemilu karena senantiasa menampilkan kegiatan unik yang mengedepankan adat, seni dan budaya Bali. ‘’Saat Pikada Badung lalu, kami juga membuat tema unik, yakni seluruh KPPS-nya menjadi sekaa bondres,’’ ujarnya. Suyasa berharap Pilgub Bali berjalan dengan aman dan lancar. Ia menilai masyarakat Bali semakin cerdas dalam melaksanakan hak konstitusinya. ‘’Kami harap perjalanan Pilgub Bali 2018 ini berjalan aman, tertib dan lancar dan pelaksanaan pemilihannya berdasarkan hati yang tulus. Siapa pun yang terpilih menjadi pemimpin Bali tentunya hasil pilihan masyarakat dan harus dijunjung tinggi,’’ tegasnya. (kmb27)
HASIL SEMENTARA PILGUB BALI 2018 KABUPATEN/KOTA DENPASAR
KOSTER-ACE
MANTRA-KERTA
27.721
66.303
BADUNG
210.285
70.296
TABANAN
192.430
89.150
JEMBRANA
81.785
72.803
BULELENG
221.390
99.358
GIANYAR
100.326
58.745
BANGLI
47.624
25.900
KLUNGKUNG
22.201
42.051
KARANGASEM
92.838
133.262
Bali Post/eka
TPS - Menteri Koperasi dan UMKM A.A. Ngurah Puspayoga mendatangi TPS saat Pilgub Bali, Rabu kemarin.
Bali Post/eka
NYOBLOS - Anggota DPD-RI A.A. Oka Ratmadi saat melakukan pencoblosan di TPS, Rabu kemarin. Bali Post/edi
JARI - Ketut Sudikerta dan istrinya menunjukkan jarinya sebagai tanda dia sudah melaksanakan pemilihan pada Pilgub Bali, Rabu kemarin. Di TPS ini suara MantraKerta kalah dibandingkan Koster-Ace.
Cok Ace
Bali Post/nik
Cok Ace Raih Kemenangan di ’’Kandang’’
Gianyar (Bali Post) Calon Wakil Gubernur Bali Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) melakukan pencoblosan di TPS 3 Banjar Ubud Tengah, Kelurahan Ubud. Didampingi keluarga besar Puri Saren Ubud, Cok Ace datang ke TPS tersebut pukul 10.30 Wita. ‘’Karena hujan, kami datang ke TPS agak lambat dari rencananya pagi,’’ ucap Cok Ace. Ia yang mengenakan pakaian adat bernuansa hitam ini datang ke TPS mengendarai sepeda motor dari Puri Saren Ubud. Hal serupa juga dilakukan sejumlah panglingsir puri seperti kakaknya, Tjokorda Gde Putra A.A. dan adiknya, Tjokorda Gede Raka Sukawati. ‘’Kami bawa sepeda motor saja, agar tidak merepotkan petugas yang lain,’’ ucapnya. Untuk Pilgub Bali, Cok Ace optimis bisa meraih kemenangan di Kabupaten Gianyar. Di wilayah Ubud pun Cok Ace meyakini bisa menggenggam kemenangan, meski dalam perhelatan Pilbup Gianyar ada perbedaan warna dengan panglingsir Puri Ubud, Tjokorda Raka Kerthyasa, Sukawati. ‘’Ya tetap kita yakini memperoleh kemenangan,’’ ucap politisi berkumis ini. Saat penghitungan suara, Koster-Ace meraih kemanangan 411 suara dari total DPT 537 di TPS 3 Banjar Ubud Tengah, Kelurahan Ubud. Sementara Mantra-Kerta memperoleh 38 suara. Sementara untuk Pilbup Gianyar di TPS itu, pasangan Kertha-Maha meraih kemenangan 432 suara. Sedangkan lawannya dari paket Aman hanya memperoleh 8 suara. (kmb35)
Di TPS Rai Mantra, Koster-Ace Kantongi 50 Suara
Bali Post/ist
- Seorang tahanan di Rutan Polda Bali menggunakan hak suaranya karena memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Denpasar (Bali Post) – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Rabu (27/6) kemarin, berlangsung lancar. Berdasarkan hasil penghitungan surat suara di TPS 8 Sumerta Kelod, di Banjar Bengkel, pasangan calon Gubernur Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Matra-Kerta) unggul. Pasangan Koster-Ace hanya dapat 50 suara. Sedangkan Mantra-Kerta berhasil meraih 453 suara. Ketua KPPS TPS 8 Sumerta Kelod Made Soma menyebutkan, terdapat dua suara
tidak sah. Pemilih yang hadir dalam pilgub ini sebanyak 505 orang. Dari pantauan saat penghitungan suara, warga yang memadati balai banjar tempat TPS 8 terlihat sumringah. Mereka cukup gembira melihat jumlah suara yang diperoleh pasangan MantraKerta. Rai Mantra datang ke TPS tersebut bersama ibundanya, Gusti Ayu Badri, dan istrinya, Nyonya Ida Ayu Shelly Rai Mantra, serta anak dan menantunya pada pukul 08.50 Wita.
Rai Mantra mengatakan, menang-kalah menjadi hal biasa dalam rivalitas, yang penting pilkada ini aman. ‘’Kita mengutamakan masyarakat. Semua ini kita serahkan kepada Tuhan dan masyarakat. Yang paling penting adalah pilkada ini menjadi lebih baik. Apa pun hasilnya masyarakat harus menerima,’’ ujarnya. Saat ditanya persiapan menjelang nyoblos, Rai Mantra mengaku tidak ada persiapan khusus. Ia hanya sempat melakukan sembahyang biasa sebelum menuju
TPS. ‘’Kepada seluruh simpatisan, saya meminta menerima hasil dengan baik, damai, jaga kondusivitas, melihat kepentingan yang lebih besar, menjaga keamanan, kedamaian, dan persaudaraan. Kalah terhormat, menang bermartabat,’’ ujar Rai Mantra usai melakukan pencoblosan. TPS
Di sisi lain, Ketua Panwalu Denpasar I Wayan Sudarsana mengatakan, proses pencoblosan pilgub berjalan lancar. Dari hasil pemantauannya kemarin, tidak ditemukan adanya masalah pada saat pencoblosan maupun penghitungan suara. ‘’Beruntung, semua berjalan lancar,’’ ujar Sudarsana. (kmb12)
Koster-Ace
Mantra-Kerta
50 suara
453 suara
Puspayoga
117 suara
408 suara
Gusti Ngurah Gede
239 suara
159 suara
Rai Mantra
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Kamis Wage, 28 Juni 2018
30 Juni 2018, Simakrama Gubernur Prodi Magister Manajemen PPs Unwar Gelar ”International Of Contemporary Research On Business & Managemen 2” di Gedung Wiswa Sabha Utama Seminar Mangku Pastika akan Buka Seminar dan Jadi Tuan Rumah ”Gala Dinner”
GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika mengundang masyarakat untuk hadir pada kegiatan simakrama yang akan dilaksanakan pada Sabtu (30/6) lusa di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali. Undangan terbuka ini disampaikan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. dalam siaran persnya, Rabu (27/6) kemarin. Lebih jauh Dewa Mahendra menyampaikan, melalui kegiatan simakrama ini masyarakat dapat menyampaikan berbagai aspirasi utamanya yang berkaitan dengan program pembangunan. Aspirasi yang disampaikan bisa berupa harapan, masukan atau kritik yang konstruktif dan persoalan lainnya. Gubernur Pastika yang didampingi oleh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Bali akan menjawab langsung dan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan peserta simakrama. Sama seperti pelaksanaan simakrama sebelumnya, masyarakat yang ingin berpartisipasi diharapkan hadir pukul 08.00 Wita untuk proses registrasi. Sebagaimana simakrama terdahulu, acara akan dimulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita. Simakrama akan diakhiri dengan Puja Trisandya dan makan siang bersama. Sementara bagi masyarakat yang tidak berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut, dapat menyimak pelaksanaan simakrama melalui saluran Pro 1 RRI Denpasar 88,6 MHz atau menyaksikan langsung melalui live streaming di www.birohumas. baliprov.go.id. (ad1032)
I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H.
Kolaborasikan Gong Gede dan Gong Semarandana
IHDN Denpasar Persembahkan Sendratari Kolosal ”Bagus Bang Manik Angkeran’’
MEMERIAHKAN pergelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) ke40 yang mengangkat tema ‘’Teja Dharmaning Kahuripan - Api Spirit Penciptaan’’, Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar mempersembahkan sendratari kolosal berjudul ‘’Bagus Bang Manik Angkeran’’ di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Selasa (26/6) malam. Melibatkan 265 seniman, sendratari ini diiringi dua karawitan, yakni mengolaborasikan Gong Gede dan Gong Semarandana yang saling bersahutan. Ribuan penonton yang memadati Panggung Terbuka Ardha Candra sangat antusias menyaksikan pergelaran selama dua jam tersebut. Sendratari kolosal ini juga disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. beserta jajaran dan para kurator PKB ke-40. Rektor IHDN Denpasar Prof. I Gusti Ngurah Sudiana menjelaskan, cerita ‘’Bagus Bang Manik Angkeran’’ diangkat untuk membangkitkan kembali nilai-nilai spiritual, etika, sosial dan pendidikan yang tertuang di dalam sejarah Bagus Bang Manik Angkeran. Ide pementasan ini digarap lebih dari tiga bulan melibatkan mahasiswa dan dosen serta didukung oleh banyak alumni IHDN Denpasar. Dikaitkan dengan tema PKB ke-40 yakni ‘’Teja Dharmaning Kahuripan’’ yang berarti Api Spirit Penciptaan, menurut Prof. Sudiana, api memegang peranan penting dalam kehidupan. Api merupakan sinar kehidupan dan lambang penyucian. Melalui api akan terjadi perubahan dalam kehidupan, sehingga api hendaknya digunakan sebaik mungkin. ‘’Bang Manik Angkeran terlahir dari api. Jika dikaitkan dengan tema, perubahan hidup Manik Angkeran bisa dijadikan contoh. Api ternyata bisa mengubah segalanya. Mengubah perilaku, kehidupan dan yang lain,’’ ujarnya sebelum pementasan. Sendratari kolosal ‘’Bagus Bang Manik Angkeran’’ mengisahkan
PROGRAM Studi Magister Manajemen Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (Prodi MM PPs Unwar) akan menggelar International Seminar Of Contemporary Research On Business & Managemen 2 (ISCRBM2) bertemakan ‘’Challenges of Digital Distance Learning in Business Education’’. Seminar oleh Aliansi Pengelola Magister Manajemen Indonesia (APMMI) yang melibatkan 67 perguruan tinggi negeri dan swasta seIndonesia ini akan berlangsung dua hari, 30-31 Juli 2018 mendatang dan dipastikan dibuka Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Gubernur Bali juga menjadi tuan rumah Gala Dinner dengan peserta 200 orang. Hal ini disampaikan Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. didampingi Ketua Prodi MM PPs Unwar Dr. Putu Ngurah Suyatna Yasa, S.E., M.Si., Sekretaris MM PPs Unwar Dr. Ni Wayan Sitari, S.E., M.M. dan dosen Prodi MM PPs Unwar seusai audiensi di Kantor Gubernur Bali, Selasa (26/6) lalu. Audiensi diterima langsung oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Wakil Ketua DPD Provinsi Bali yang juga dosen tetap MM PPs Unwar Dr. Sugawa Korry. Prof. Dewa Putu Widjana mengatakan, ISCRBM kali ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya di Bali. Selain perguruan tinggi di Indonesia, diundang pula perguruan tinggi di kawasan Asia seperti Thailand, Taiwan, Malaysia, Filipina, Singapura serta Rusia dan Timor Leste. Seminar yang akan dilaksanakan di Kampus Unwar ini menghadirkan Menristekdikti H. Muhamad Nasir sebagai pembicara utama, Prof. Fumio Itoh (President of ABEST 210), Muhammad Azani Hasibuan, S.Kom., MTI. (Telkom University) dan Bagus Sudibya (Managing Director Bagus Discovery Group).
AUDIENSI - Rektor Unwar Dewa Putu Widjana didampingi Ketua Prodi MM PPs Unwar Putu Ngurah Suyatna Yasa, Sekretaris MM PPs Unwar Ni Wayan Sitari dan dosen Prodi MM PPs Unwar saat audiensi di Kantor Gubernur Bali. Audiensi diterima Gubernur Made Mangku Pastika dan Wakil Ketua DPD Provinsi Bali yang juga dosen tetap MM PPs Unwar Sugawa Korry. Putu Ngurah Suyatna Yasa menambahkan, musyawarah yang diselenggarakan APMMI pada 2017 lalu di Surabaya secara aklamasi meminta Unwar sebagai tuan rumah ISCRBM2. Meskipun Unwar baru masuk anggota APMMI pada awal 2017, pihaknya mengatakan siap menyelenggarakan konferensi tersebut. ‘’Pada 30 Juli pagi akan dilakukan full paper dan malamnya pukul 18.00 dilakukan gala dinner di rumah dinas Gubernur Bali diikuti seluruh peserta. Sementara besoknya (31/7) pukul 09.00 diadakan seminar internasional (ISCRBM2 - red) di Auditorium Widya Sabha Uttama Kampus Unwar. Malam harinya dilaksanakan rapat anggota APMMI terkait program kerja pada 2019,’’ ujarnya. Ia mengharapkan seminar ISCRBM2 bisa menjadi batu loncatan Unwar, khusunya Prodi Magister Manajemen PPs Unwar untuk menyiapkan digital learning (e-learning) dalam proses pembelajaran. Apalagi saat ini Prodi Magister Manajemen PPs Unwar men-
canangkan menerapkan e-learning pada semua proses pembelajaran pada awal 2019. Dengan demikian dalam proses pembelajaran tidak lagi menggunakan ruang kelas, tetapi mahasiswa cukup kuliah di rumahnya memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi. Begitu juga dalam evaluasi mahasiswa dapat dilakukan lewat program e-learning. Gubernur Mangku Pastika sangat mendukung pelaksanaan ISCRBM2 oleh Kampus Unwar. Tema digital yang diangkat sangat menarik dan sangat tepat dengan situasi dan kondisi saat ini yang memasuki era digital. Pendidikan tinggi sudah seharusnya bisa mengikuti tren perkembangan yang ada mengingat digitalisasi sudah merambah ke hampir semua lini kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan bisnis. ‘’Sudah saatnya sektor pendidikan berbenah dan mengikuti tren yang ada, sehingga kualitas sumber daya manusia kita tidak kalah saing dan mampu mengikuti perkembangan yang ada,’’ tandasnya. (ad1030)
SMK Penerbangan Cakra Nusantara
SENDRATARI - Salah satu adegan sendratari kolosal ‘’Bagus Bang Manik Angkeran’’ yang ditampilkan mahasiswa IHDN Denpasar pada PKB ke-40 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar. Ida Mpu Sidhimantra bersama istrinya melakukan pemujaan kepada Shang Hyang Agni untuk memohon keturunan sebagai penerus keluarga kerajaan. Sang Hyang Agni pun menganugerahkan seorang putra yang lahir dari api dan diberi nama ‘’Bagus Bang Manik Angkeran’’ oleh Mpu Sidhimantra. Ketika Bagus Bang Manik Angkeran telah tumbuh dewasa, kegiatannya setiap hari adalah berjudi tajen (sabung ayam). Nasibnya sangat sial. Ia tidak pernah menang. Manik Angkeran pun kesal, sampai-sampai muncul niat mencuri bajra ayahnya yang dipakai memanggil Naga Basukih yang berada di Tohlangkir. Konon, bila bajra itu dibunyikan, Naga Basukih akan keluar dari Goa Raja. Singkat cerita, Manik Angkeran menemui Naga Basukih. Ia mengaku sebagai putranya Mpu Sidhimantra. Naga Basukih percaya dan mengabulkan permintaan Manik Angkeran berupa harta benda. Naga Basukih menggetarkan tubuhnya dan keluarlah uang, emas dan berlian. Manik Angkeran tidak puas. Saat melihat ekor berisi ketu (perhiasan kepala) yang bersinar, ia tanpa mengindahkan tata susila langsung memotong
ekor Naga Basukih. Naga Basukih pun marah dan membakar Manik Angkeran di Cemara Geseng hingga meninggal. Mpu Sidhimantra sangat sedih mengetahui hal ini. Sidhimantra kemudian datang kepada Naga Basukih dan memohon ampun. Sidhimantra minta anaknya dihidupkan kembali. Pengampunan Mpu Sidhimantra dikabulkan dengan syarat menyatukan kembali ekor Naga Basukih. Mpu Sidhimantra pun membantu dengan jnana (pengetahuan suci). Syarat lainnya, Manik Angkeran harus tetap di Tohlangkir sebagai abdi (sisya), sedangkan Mpu Sidhimantara kembali ke tanah Jawa. Di ujung barat Bali, Mpu Sidhimantra memotong Pulau Bali dan Jawa memakai tongkatnya. Ini dilakukan di daerah Ceking, Gilimanuk. Dalam sejarah, daerah pemisahan Bali dan Jawa dikenal dengan nama Segara Rupek. ‘’Ada sabda, jangan sekali-sekali menyambung Jawa dan Bali. Biar Jawa saja yang urusan kekuasaan, sedangkan Bali urusan spiritual. Manik Angkeran terus ngayah di Besakih sebagai seorang brahmana. Sampai sekarang keturunan Manik Angkeran menjadi ketua pemangku di Besakih,’’ tandas Prof. Sudiana. (ad1031)
Taruna-Taruni Jurusan Teknik Transmisi Telekomunikasi Penerbangan PKL di Berbagai Airnav Indonesia
SMK Penerbangan Cakra Nusantara merupakan sekolah penerbangan pelopor atau pertama dan satu-satunya di Indonesia yang membuka jurusan Teknik Transmisi Telekomunikasi Penerbangan. Di dunia penerbangan, Telekomunikasi dan Navigasi Udara merupakan hal yang sangat penting. Sistem komunikasi ini tidak boleh terputus dalam kondisi apa pun, karena jika terputus dapat membahayakan jalur penerbangan dan komunikasi antara bandara dan pesawat terbang. Dalam menyiapkan tenaga teknisi yang andal dan profesional, serta kebutuhan tenaga teknisi transmisi telekomunikasi penerbangan yang semakin tinggi, SMK Penerbangan Cakra Nusantara melatih dan mendidik taruna-taruni bidang Teknik Transmisi dan Telekomunikasi Penerbangan untuk menjadi tenaga profesional di bidangnya. Melalui penerapan Kurikulum Nasional 2018, riil dan sudah terstandardisasi Indonesia Association Aviation School, ber-ISO 9001:2015 dan sinkron dengan user di luar negeri, SMK Penerbangan Cakra Nusantara menekankan pada praktik. Hal ini selaras dengan konsep pemerintah 3:2:1, yaitu 3 semester PKL atau magang, 2 semester teori dan 1 semester fokus uji kompetensi. Made Sutawan, S.Kom. selaku guru SMK Penerbangan Cakra Nusantara Bidang Teknik Transmisi Komunikasi Penerbangan mengatakan, dalam
PKL – Taruna-taruni Jurusan Teknik Transmisi Telekomunikasi Penerbangan SMK Penerbangan Cakra Nusantara saat PKL di salah satu Airnav Indonesia. menunjang kegiatan praktik, pihak sekolah sudah menjalin kerja sama dengan berbagai Airnav Indonesia. ‘’Melalui kerja sama ini, kami harapkan ke depannya taruna-taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara mampu bersaing di industri penerbangan,’’ ujarnya. Ditambahkannya, taruna-taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara langsung menggunakan teknologi terkini yang dipakai di dunia usaha dan dunia industri. ‘’Bukan menggunakan alat-alat yang sudah usang, sehingga lulusan kami akan lebih kompeten,’’ tegas Made Sutawan. Selain jurusan itu, tersedia juga
jurusan penerbangan lainnya, yakni Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (Bandara), Pemeliharaan, Perbaikan Motor dan Rangka Pesawat Udara (Airframe Power Plant) serta Pemeliharaan dan Perbaikan Instrumen Elektronika Pesawat Udara (Electrical Avionics). Menurut Made Sutawan, adikadik tamatan SMP atau sederajat yang tertarik berkarier di bidang penerbangan dan kedirgantaraan, dapat datang langsung ke Jalan Drupadi No.25 Denpasar, hubungi (0361) 474 8124, HP 081 237 098 090 atau kunjungi www.smkpenerbangan.sch.id. (ad1029)
The Hindu Center Luncurkan Buku Sukla Satyagraha di Blitar
Wedakarna Minta Umat Hindu Jawa Stop Tiru Budaya dan Arsitektur ala Bali PRESIDENT The Hindu Center Of Indonesia Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyampaikan harapannya agar umat Hindu di Blitar, Jawa Timur, menghentikan kebiasaan menyalin segala bentuk kebudayaan Bali, khususnya dalam hal arsitektur pura, seni kidung dan ornamen upacara upakara agama. Hal ini dianggap berbahaya mengingat jati diri Hindu Jawa sangat diperlukan dalam siar agama Hindu khususnya di kalangan masyarakat Jawa, bukan sebaliknya Balisentris. Demikian diungkapkan Shri Arya Wedakarna yang juga Senator DPD-RI utusan Provinsi Bali di hadapan ratusan peserta seminar Wawasan Kebangsaan di Kota Blitar, Jawa Timur. Dalam acara yang diselenggarakan oleh The Hindu Center of Blitar itu hadir para petinggi PHDI, tokoh nasionalis termasuk pimpinan THCI Blitar, puluhan generasi muda Hindu serta lintas agama. ‘’Untuk mewujudkan ramalan Sabdo Palon Nayogenggong atas kebangkitan Majapahit saat ini, perlu ada usaha-usaha ilmiah dari semua komponen Hindu di Indonesia. Salah satunya mengayomi dan melindungi umat Hindu yang berasal dari suku-suku bangsa asli di luar suku bangsa Bali. Contohnya bagaimana saya berharap ke depan umat Hindu di Blitar tidak lagi menggunakan ornamen-ornamen Bali dalam setiap kegiatan keagamaan. Jangan lagi ada gamelan dan tarian Bali, jangan lagi ada kidung dan dharma gita bergaya Bali, selain stop menggunakan stil Bali dalam membangun pura. Tentu yang paling penting, jangan sekali-sekali menggunakan bebantenan ala Bali, karena umat Hindu di Blitar harus bangga dengan budaya sesajen ala Jawa.
PELUNCURAN - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Tuti Kusumawardani (Komisi XI DPR-RI), Sunarno (Ketua THCI Blitar), Lestari (PHDI Blitar), Miswanto (PHDI Jatim), Guntur Wahono (DPRD Blitar), Mbah Junet (Tokoh Nasionalis) saat peluncuran Buku Satyagraha bersama The Hindu Center Of Indonesia di Blitar. Ini penting agar citra Hindu Nusantara tidak sekadar Balisentris. Memang tidak bisa revolusioner, tapi harus segera diubah sesuai cita-cita Bung Karno, berkepribadian di bidang budaya dan budaya itu adalah budaya
Jawa asli,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang bagian dari anggota Komite III DPD-RI. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa orang Bali yang ada di luar Pulau Dewata khususnya karena
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
sejarah transmigrasi termasuk para profesional dan swasta, untuk ikhlas membimbing umat Hindu lokal agar bisa bangga mengenal agamanya. ‘’Umat Hindu harus bersatu. Kalau sampai ada orang– orang Hindu Bali yang masih memaksakan kehendaknya dalam penetrasi kebudayaan Bali atau Balinisasi terhadap masyarakat suku di luar Bali, mereka akan berhadapan dengan saya. Silakan umat Hindu Bali membuat pura sendiri, buat kampung Bali, tapi jangan sekali-sekali memaksa mem-Bali-kan umat Hindu Jawa, Hindu Sumatera, Hindu Sulawesi, Hindu Kalimantan dan Hindu yang asli Indonesia Timur. Biarkan mereka berkembang, biarkan mereka sederhana dan biarkan mereka bangga dengan identitas lokal. Hindu Bali yang sudah kuat mengakar, harusnya mengayomi semua komunitas,’’ tegas Arya Wedakarna. Dalam kesempatan itu, pihak The Hindu Center Of Indonesia juga meluncurkan Buku Gerakan Ekonomi Sukla Satyagraha yang merupakan sebuah gerakan moral untuk memperkuat ekonomi umat Hindu. ‘’Sebuah agama dan budaya akan musnah kalau pengikutnya miskin. Hindu Majapahit hancur karena kalah bersaing dalam ekonomi. Saya sampaikan pada Panjenengan, selama masih ada napas, ada urip, maka mencari artha demi dharma itu mutlak. Umat Hindu Blitar yang mayoritas kedua ini akan maju dan bertahan kalau ekonominya baik. Mari gerakkan ekonomi Pancasila berbasis Weda. Ini namanya Satyagraha,’’ pungkas Dr. Wedakarna yang juga Duta Besar WUSME, sebuah lembaga ekonomi kreatif internasional yang bermarkas di Republic Of San Marino. (ad1033)
Kamis Wage, 28 Juni 2018
daerah
5
Libur Nasional
Disdukcapil Badung Buka Setengah Hari Mangupura (Bali Post) – Dinas Kependudukan dan Pencatatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung tetap memberikan pelayanan administrasi kependudukan, Rabu (27/6) kemarin. Padahal, pemerintah pusat menetapkan hari pemungutan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota tahun 2018 sebagai libur nasional. Kepala Disdukcapil Badung Nyoman Soka mengatakan, Bali Post/dok pihaknya tetap memberikan Nyoman Soka pelayanan kepada masyarakat saat pilkada serentak. Hanya, pelayanan dibuka setengah hari, yakni pukul 08.00 hingga 12.00 Wita. Upaya ini untuk tetap memberikan kepada masyarakat Badung. ‘’Pelayanan tetap diberikan agar masyarakat terlayani kepentingannya. Terlebih, sudah menjadi komitmen Pemkab Badung untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Petugas jaga kami atur supaya juga bisa menyalurkan haknya di rumah masing-masing,’’ ungkapnya saat diminta konfirmasi. Menurutnya, tidak semua pelayanan administrasi kependudukan bisa dilayani. Pelayanan administrasi yang bisa dilayani meliputi pengurusan KTP elektronik (e-KTP) dan pengurusan surat keterangan (suket). Sementara pengurusan Kartu Keluarga dan Kartu Identitas Anak (KIA) tidak dibuka. ‘’Tapi besok (hari ini -red) semuanya kembali normal seperti biasa. Bukan kali ini saja pelayanan kantor buka saat libur nasional. Saat libur nasional seperti cuti bersama Idul Fitri beberapa waktu lalu, Disdukcapil juga tetap buka,’’ terangnya. Di sisi lain, Dinas Pendapatan dan Pasedahan Agung Kabupaten Badung justru memilih mengikuti instruksi pemerintah. Kebijakan ini diberlakukan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai menyalurkan hak pilihnya. ‘’Kami putuskan mengikuti keputusan (libur nasional - red) karena pegawai kami rumahnya tidak semua di seputaran Puspem, tapi ada yang jauh,’’ ujar Kepala Dinas Pendapatan dan Pasedahan Agung Badung I Made Sutama seraya menyebut pihaknya ingin menyukseskan Pilgub Bali. (kmb27)
TERBAKAR - Rumah dan toko lantai dua yang terbakar di Jalan PB Sudirman, Banyuwangi, Rabu (27/6) kemarin.
Pulang Nyoblos, Rumah Terbakar Banyuwangi (Bali Post) Ketenangan suasana pencoblosan Pilgub Jatim di Banyuwangi, Rabu (27/6) kemarin, sedikit terganggu. Sebuah rumah lantai dua di Jalan PB Sudirman, Kelurahan Temenggungan, Banyuwangi, terbakar. Saat kejadian, pemilik rumah baru saja pulang mencoblos di TPS. Penyebab kebakaran masih misterius. Diduga akibat korsleting listrik.
Bali Post/kmb23
BBTF - Suasana konferensi pers terkait penyelenggaraan BBTF 2018 di Nusa Dua.
BBTF Kembali Digelar
Rumah yang terbakar milik Siti Aminah (54), warga setempat. Saat kejadian pukul 10.00 WIB, korban baru saja pulang dari menyalurkan hak pilih. Setelah itu, korban menanak nasi. Usai masak, korban mengaku sudah mematikan kompor. Saat itulah dia mencium bau asap dari arah kamar di dekat dapur rumahnya. Kamar itu berisi kursi bekas. ‘’Saat saya buka, api sudah membakar ruangan kamar, lalu
saya berteriak,’’ katanya. Teriakan Aminah membuat sejumlah warga berhamburan mendekat. Kala itu api sudah berkobar membakar atap rumah bagian belakang. Dalam kondisi tegang, warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya namun gagal. Si jago merah makin membesar akibat tiupan angin. Tak berselang lama, satu mobil pemadam kebakaran milik Pemkab
Banyuwangi tiba di lokasi. Petugas dengan cepat menyemprotkan air. Sebagian api bisa dijinakkan. Tak berselang lama, api kembali berkorbar. Melalap seluruh atap rumah hingga rontok. Kayu rumah yang sudah tua makin membuat api dengan cepat menjalar. Bahkan, nyaris merembet ke rumah dan pertokoan di sebelahnya. Petugas sempat kesulitan memadamkan api. Sebab, rumah yang terbakar berada di permukiman padat penduduk. Petugas harus melompat dari atap satu ke atap lain untuk menyemprotkan air. Api baru bisa dijinakkan setelah empat mobil pemadam dan satu mobil penyiram tanaman milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi
Transaksi Ditarget Rp 7,71 Triliun Mangupura (Bali Post) Pameran Tour dan Travel International terkemuka di Indonesia, Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2018, kembali digelar. Mengangkat tema ‘’Exploring The Colours of Indonesia’’, BBTF 2018 berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), 26-30 Juni. Ketua BBTF I Ketut Ardana mengatakan, tahun ini BBTF 2018 menghadirkan 320 pembeli dari 41 negara dan 68 pembeli perdagangan yang terdiri atas 63 pembeli domestik yang dihadirkan oleh Garuda Indonesia dan lima pembeli perdagangan. Sekitar 241 penjual termasuk dari tiga negara yang baru berpartisipasi, 36 media internasional serta puluhan media nasional dan lokal ikut hadir. ‘’BBTF 2018 bangga menjadi bagian dalam pertumbuhan pariwisata di Indonesia. Melalui tema Exploring The Colours of Indonesia, kami percaya pada potensi Indonesia dan Bali berfungsi sebagai tempat pasar,’’ katanya, Rabu (27/6) kemarin. Selama pelaksanaan BBTF, pihaknya menargetkan transaksi sebesar Rp 7,71 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 5 triliun. ‘’Karena dari sisi pembeli memang meningkat sekitar 60 persen lebih, sehingga setelah dihitung transaksi ditarget menjadi Rp 7,71 triliun,’’ pungkasnya. Ia yakin target ini bisa tercapai karena dalam mendatangkan tour operator sangat selektif. ‘’Kalau tidak selektif, tentu penjual kecewa. Mereka bisa tidak ikut tahun depan. Jadi, kita harus yakinkan mereka bahwa pembeli yang didatangkan adalah pembeli yang potensial yang memang membawa turis ke sini,’’ tegas Ardana. Sementara itu, Deputi Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana menyatakan, tahun 2019 Kementerian Pariwisata telah menetapkan target untuk mendorong Indonesia menjadi 30 negara paling top di dunia. Naik 12 tingkat di antara 141 negara di Travel & Tourism Index Kompetitif oleh World Economic Forum. Untuk itu, tahun ini ada tiga fokus utama untuk kementerian, meliputi pariwisata digital, mengembangkan program home stay desa wisata dan menciptakan aksesibilitas perjalanan udara lebih besar. ‘’Dengan berfokus pada aspek-aspek ini, tentunya Indonesia akan memiliki pengaruh yang diperlukan untuk meningkatkan The Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI),’’ ucapnya. (kmb23)
Bali Post/kmb30
dikerahkan ke lokasi. Belum diketahui berapa kerugian akibat kejadian ini. ‘’Saya tidak tahu dari mana datangnya api. Kalau dari kompor, setelah masak sudah saya matikan. Tetapi di bawah rumah terdapat rumah makan betutu,’’ jelas Aminah. Sementara pemilik rumah makan betutu, Pujianto, mengaku sedang memasak daging ayam saat kejadian. ‘’Kemungkinan dari arah dapur di lantai dua, tapi tidak tahu apa pemicunya,’’ sebutnya. Kanit Reskrim Polsek Kota Banyuwangi Ipda Suyono menyatakan belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan. (kmb30)
Lima Petinju Denpasar Ikuti Piala Kapolri
Bali Post/kmb23
COBLOS - I Wayan Muntra saat melakukan pencoblosan di TPS 12 Sawangan, Nusa Dua, Kutsel.
Jaga Kondusivitas Pasca-Pilgub Mangupura (Bali Post) Masyarakat antusias menyalurkan hak pilihnya pada Pilgub Bali 2018, Rabu (27/6) kemarin. Seperti yang terlihat di kawasan Lingkungan Sawangan, Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Sejak pagi, area SD 2 Benoa yang digunakan untuk TPS, dipenuhi oleh pemilih. Dari pantauan di lapangan, pemilihan di TPS 12 dan 13 berjalan lancar. Seperti disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Kuta Selatan (Kutsel) yang tinggal di lingkungan Sawangan, I Wayan Muntra, proses pelaksanaan Pilgub 2018 berjalan lancar dan tertib. Pemilih di kawasan Sawangan memilih pemimpin Bali secara jujur, adil dan rahasia. Ditemui usai nyoblos di TPS 12, ia menga-
jak masyarakat tetap tenang. Jangan sampai terprovokasi oleh hal-hal yang mengganggu ketertiban. ‘’Kita adalah saudara, harus tetap jaga kondusivitas. Siapa pun yang terpilih menjadi pemimpin Bali lima tahun ke depan, itu adalah putra terbaik Bali,’’ ujar Muntra yang juga Ketua DPD Golkar Badung dan Ketua Tim Pemenangan Mantra-Kerta Kabupaten Badung. Muntra mengapresiasi antusias masyarakat di Sawangan untuk menentukan pilihannya. Mereka sejak pagi sudah memadati area SD 2 Benoa yang diisi dua TPS dengan jumlah pemilih 1.466 orang. ‘’Semangat ini mencerminkan masyarakat Bali dan Sawangan khususnya ingin memilih pemimpin yang terbaik,’’ ungkapnya. (kmb23)
Denpasar (Bali Post) Pengkot Pertina Kota Denpasar menerjunkan lima petinju pada kejuaraan Piala Kapolri II/2018 di Manado, Sulut, 2-10 Juli mendatang. Mereka adalah Krispinus Mariano W. di kelas layang ringan (46 kg), Kornelis Kwangu Langu di kelas layang (49 kg), Ferdinnadus Seran di kelas terbang (52 kg), Julio Bra di kelas bantam (56 kg) dan Yulius Babu Eha di kelas ringan (60 kg). Pelatih tinju Denpasar Yulianus Leo Bunga di selasela melatih asuhannya di Sasana Adi Swandana Boxing Camp (ASBC) Panjer, Rabu (27/6) kemarin, menjelaskan petinju asuhannya sudah siap berlaga pada Piala Kapolri. ‘’Petinju kami sudah melahap latihan fisik, teknik, taktik dan strategi,’’ ucapnya. Ia menyayangkan petinju inti tim nasional Indonesia ke Asian Games tidak turun pada Piala Kapolri, sebab mereka berlaga pada Piala Raja (King’s Cup) di Thailand. Hanya petinju pelapis di pelatnas yang ditampilkan di Manado, termasuk dua petnju asal Bali yakni Jekri Riwu di kelas ringan (60 kg) dan Gregorius Ghea Dende di kelas welter ringan (64 kg). ‘’Padahal kami mengharapkan petinju utama timnas Asian Games diturunkan,’’ tutur Yulianus seraya berharap PP Pertina menerjunkan tim pemantau yang memonitor perkembangan seluruh petinju yang naik ring di ajang Piala Kapolri. Yulianus Leo Bunga juga menyayangkan petinju asuhannya Valentinus Nahak yang pulang dari pelatnas Asian Games, kini sakit dan terbaring di Ruang Ratna RSUP Sanglah. Menurutnya, terdapat benjolan pada pankreas Velentinus dan harus dioperasi. ‘’Kami harapkan Valentinus cepat sembuh sehingga bisa berlatih kembali dan tetap menggeluti tinju. Sejujurnya kami ingin Valentinus turun di Piala Kapolri dan mengukir prestasi,’’ ujarnya. (022)
Cagub Gus Ipul Menang di Lapas Banyuwangi Banyuwangi (Bali Post) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim di Banyuwangi, Rabu (27/6) kemarin, juga digelar di lembaga lemasyarakatan (lapas) setempat. Hasilnya mengejutkan. Cagub nomor urut 2, pasangan Syaifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno, menang telak di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS 9 dan 10) khusus di dalam lapas kelas IIB tersebut. Gus Ipul mengantongi 759 suara, dari total 1.044 pemilih yang seluruhnya warga penghuni lapas. Sementara Cagub Jatim nomor urut 1, Khofifah IndarparanwansaEmil Dardak, hanya mendapatkan 198 suara. Total suara yang sah dari dua TPS khusus ini sebanyak 957, sedangkan suara tidak sah 47. ‘’Pemungutan suara berjalan lancar. Kami siapkan dua TPS khusus bagi warga binaan di lapas,’’ kata Kepala Lapas Banyuwangi Ketut Akbar Herry. Penghuni Lapas Banyuwangi sebanyak Bali Post/kmb30 DI LAPAS - Proses pemungutan suara Pilgub Jatim di TPS 1.007 orang. Total 31 orang tak bisa menyalurkan hak pilih lantaran dari luar Jatim khusus Lapas Banyuwangi
dan 6 anak di bawah umur. Khusus warga binaan wanita, dari 54 penghuni cuma seorang tidak mencoblos karena warga negara asing. Akbar menambahkan, TPS khusus di lapas merupakan pelayanan bagi warga binaan dalam menyalurkan hak politik. Meski disebut khusus, tidak ada perlakuan istimewa dalam pelayanan pemungutan suara. Walau di dalam lapas, proses pencoblosan tetap sama seperti TPS biasa. Saksi dan pengawas TPS dari masingmasing cagub tetap hadir. Pihaknya juga meminta bantuan dari Polres Banyuwangi untuk pengamanan selama pemungutan suara. Bantuan keamanan ini dalam rangka mengantisipasi keamanan selama pemungutan suara dan penghitungan suara. Menurutnya, warga binaan mendapatkan hak penuh dalam menyalurkan hak pilih. ‘’Semua berjalan seperti TPS biasa di luar. Hanya lokasinya di dalam lapas,’’ pungkasnya. (kmb30)
Yulius Babu Eha
Bali Post/022
OPINI
6
Kamis Wage, 28 Juni 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Cerdas Menjabarkan Kepercayaan Publik PROSES pilkada di Bali tergolong aman serta lancar. Tidak ada hal-hal serius yang bisa dicatat sebagai sesuatu yang bisa mencoreng proses tersebut. Setidaknya, mulai awal proses tergolong minim hambatan sampai pada saat puncak pencoblosan. Semuanya berjalan lancar serta aman. Kalaupun ada riak-rial kecil, itu bisa digolongkan sebagai hal yang lumrah terjadi dalam perhelatan demokrasi. Sekali lagi, proses pilkada telah berjalan lancar dan yang penting aman. Para pihak kontestasi bisa mengarahkan simpatisan serta pendukugnya ke dalam zona pilkada yang aman dan lancar. Tidak ada para pihak yang terpancing dengan agitasi, provokasi maupun segala bentuk ajakan negatif yang bertebaran di media sosial. Ini sekali lagi setidaknya menunjukkan bahwa masyarakat sudah cerdas dalam berpolitik. Sudah paham benar bagaimana berproses dalam sebuah hajatan demokrasi yang elegan. Sebagai sebuah daerah wisata, sudah sangat sering diutarakan bahwa kondisi Bali yang kondusif merupakan harga mati bagi sebuah keberlangsungan mesin pariwisata. Periuk nasi diagunkan dalam bisnis yang bernama pariwisata. Semua pihak mesti menjaga segala sesuatunya agar berjalan sebagaimana biasanya. Setidaknya, target minimal telah dicapai. Pilkada yang aman tenteram sarta menyejukkan. Ini merupakan langkah yang bagus untuk proses serupa mendatang. Sekali lagi, ini target awal atau bisa dikatakan target minimal. Selebihnya tentu kita masih menunggu sang pemenang untuk mewujudkan janji-janji kampanye politiknya. Bagaimana dia berbuat? Bagaimana dia merangkul semua pihak agar mau bekerja sama demi kemajuan Bali sebagai suatu enitas yang utuh. Tidak ada lagi kotak-kotak politik yang memisahkan. Tidak ada lagi perbedaan yang membuat kita tidak bersatu. Sekarang tinggal melihat berapa angka pemilih golongan putih. Apakah naik atau turun dibandingkan proses yang sama pada periode sebelumnya. Karena tingkat sukses atau tidaknya sebuah pemilihan politik juga tergantung besar kecilnya angka golput. Terus terang, kita masih berada pada awal sekali dalam sebuah perhelatan untuk melahirkan pemimpin yang baru. Banyak harapan yang diungkapkan. Namun sejauh mana harapan itu mampu menemui titik singgungnya dengan kebijakan baru penguasa baru, ini yang penting. Tinggal melanjutkan yang sudah baik dan mencari celah bagi hal-hal baru yang sifatnya sistemik, ini yang ditunggu. Jangan terlena. Seletah memang kemudian larut dalam euforia. Dan yang kalah pun jangan terus terbenam. Ini baru langkah awal. Sangat prematur terjebak dalam sebuah hegemoni kekuasaan yang kemudian sudah mencari celah-celah keuntungan sendiri.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
16 Alumni SLUA 1 Angkatan 81 Berulang Tahun Sama Grup WA Alumni SLUA 1 Saraswati Denpasar angkatan tahun masuk 1978, tamat 1981 (disingkat alumni 81) terbentuk sejak 2016 dengan jumlah anggotanya hampir mencapai 100 orang yang terdiri dari kelas IPA dan IPS. Dari jumlah anggota WhatsApp grup alumni ini, ada 16 orang yang berulang tahun sama yang jatuh pada bulan juni dan juga berencana membuat ulang tahun bersama sekaligus sebagai tempat temu kangen di antara kawan-kawan yang belum pernah ketemu. Yang ulang tahun bulan Juni adalah Ida Ayu Oka Murniati, Ari Sunelly, Made Mertajaya, Komang Ambarawati, Gustu Kusmawan, A.A. Ari Mahayasa, Cwan Bagiada Jayadi, Gusti Suyasa, Ida Bgs Nym Sudiarta, Md Laksmi Sekartaji, Ida Yuniarni, A.A. Aryawan, Drg. I. Nengah Namayasa, A.A.A. Dwi Hastuti Yuniarti. Sementara itu, yang merayakan hari perkawinan tanggal 12 Juni: A.A. Ngr Harta Ningrat, I.Gst. Ayu Sutiaryati. Melalui berita ini, kami ingin mengundang semua alumni 1978/1981 yang belum masuk grup WA untuk bisa menghadiri acara ulang tahun bersama kami sekaligus untuk temu kangen. Bila berhalangan hadir bisa memberikan nomor WhatsApp/Email untuk dimasukkan di grup WA dan detailnya akan disimpan di sekretariat sebagai database untuk angkatan 1978/1981 kelas IPA dan IPS. Kami menunggu kehadiran teman-teman alumni SLUA 1 angkatan ‘78-81 pada Sabtu 30 juni 2018. Tempat JalanAbimanyu No. 9 Denpasar (rumah Gung Yuni) pukul 10.00 Wita s.d. selesai. Dresscode: Atasan baju putih tangan pendek, bawahan celana jeans sedikit luntur dan memakai sepatu apa saja/bebas. Kontak person untuk reservasi kehadiran Rai (085857225300), Gung Yuni (08123912805), Asriani (087877996111), Anggarini (085101971006). Acara ulang tahun disediakan segala macam hidangan, berbagai acara temu kangen, foto bersama dan banyak permainan. Anggota grup WA alumni ini sangat sering betemu baik pertemuan kecil, sedang dengan jumlah puluhan melalui beberapa kegiatan seperti olahraga, jalan santai, sepeda, boling, mendaki gunung, tur keluar daerah, acara adat, kuliner, dll. Wadah pertemuannya tidak mengikat waktu untuk alumni karena setiap minggu dibuatkan acara oleh panitia dan di-share di grup WA. Bagi yang mempunyai waktu cukup, bisa mengikuti acara dengan mencantumkan nama di setiap kegiatan yang diingankannya.
Berbagai Catatan Penting Pilkada Hari ini, sudah tergambarkan di berbagai daerah Indonesia tentang siapa kepala daerah terpilih. Pemilu yang berlangsung kemarin, telah memberikan hasil yang cukup bagi masyarakat untuk menilai bagaimana kualitas, sikap dan pemahaman politik mereka. Bagi Indonesia yang menyelenggarakan Pemilihan Presiden tahun 2019, pemilu ini juga sekaligus menjadi rancang bangun bagaimana calon presiden akan mempersiapkan diri. Munculnya biro jajak pendapat telah memberikan gambaran tersebut lebih cepat sebelum hari pengumuman secara resmi dari masing-masing lembaga KPU di daerah.
Oleh I Gusti Ketut Bagus Surambe
C
atatan pertama yang harus diberikan dalam pemilihan ini adalah bahwa informasi yang diberikan oleh hasil jajak pendapat boleh dikatakan sebagai hasil yang mendekati kebenaran dari Pilkada serentak yang baru diselenggarakan. Dikatakan hasil demikian karena sebagian besar biro jajak pendapat sebelumnya mendekati benar tentang hasil yang mereka peroleh. Akan tetapi, masyarakat harus paham bahwa tidak boleh hanya memakai satu patokan dari hasil jajak pendapat. Seperti juga politisi calon kepala daerah, biro jajak pendapat juga mempunyai kelemahan, yaitu ada yang suka membual dan pembohong. Lembaga seperti ini umum disebut dengan abal-abal. Karena itu, masyarakat juga harus melihat rekam jejak dari lembaga tersebut sebelumnya, dalam arti kualifikasi ketepatan analisis yang dilakukan pada jajak politik yang pernah dilakukan sebelumnya. Setelah melihat rekam jejak tersebut, paling tidak juga harus mempunyai perbandingan terhadap tiga biro yang bereputasi untuk dilihat hasilnya. Ini tujuannya untuk lebih meyakinkan diri tentang
hasil dari pilkada dan kemudian dari situ dapat mengelola pikiran dan emosi. Termasuk misalnya, terutama bagi para kandidat dan pendukung fanatiknya, untuk siap-siap menerima hasil akhir nanti. Dari sisi ini, jajak pendapat tidak hanya berguna untuk memberikan prediksi terhadap hasil pemilihan umum, tetapi juga sebagai persiapan bagi para kandidat dan pendukung untuk menata emosi agar tidak terlalu bergembira berlebihan apabila menang dan tidak terlalu bersedih apabila kemudian dinyatakan kalah dalam kompetisi. Dari sisi ketertiban sosial, maka para calon pemimpin, mempunyai kesempatan untuk membuat langkah kepada para pendukungnya agar tidak gaduh. Ini penting bagi stabilitas nasional di Indonesia. Biasanya dalam hitungan lebih dari satu minggu, KPU daerah baru dapat mengumumkan secara resmi siapa pemenang pilkada di daerah tersebut. Rentang waktu inilah yang mesti dipakai oleh para politisi dan pendukungnya untuk menata emosi dan menata pikiran. Memang apabila dibandingkan dengan negara lain, seperti Malaysia yang kurang dari tiga hari telah mengetahui
hasilnya secara resmi, Indonesia memerlukan waktu lebih panjang dari itu. Kondisi geografis juga sangat memengaruhi. Kedua, dan ini menjadi kewajiban bagi para kandidat yang bertarung, adalah menerima kekalahan dengan lapang dada. Dalam kompetisi memang selalu ada kelah menang. Namun, di dalam kalah menang kompetisi ini haruslah dilihat persiapan awal dalam menghadapi pilkada, yang di dalamnya termasuk juga kemampuan diri dalam menghadapi kompetisi tersebut. Aspek kompetisi adalah persiapan dan latihan. Dalam persiapan itulah latihan dilakukan. Dalam hal latihan, tidak ada beda antara latihan menjelang pemilu dengan latihan menjelang kompetisi olahraga. Politisi perlu mempersiapkan diri, belajar berpidato, memilih kalimat yang diucapkan, latihan bersikap, tersenyum, pola berdiskusi, bahkan latihan membanyol agar penyampaian pesan-pesan politik dapat diterima dengan segar. Akumulasi latihan itulah yang akan memungkinkan bagi politisi untuk mencari dukungan. Pemilih boleh dikatakan sebagai penonton sehingga wajar ia akan memilih kandidat yang paling pintar me-
nyampaikan orasi tentang visi dan mispsinya. Kandidat juga harus belajar untuk mengolah segala informasi sumber daya yang dimiliki daerah sehingga masuk akal dalam perhitungan pemilih. Dan jangan lupa, ketika berdebat di televisi, adalah latihan memformulasi kata-kata dalam hitungan waktu dua menit. Maka, jika memahami apa yang diuraikan di atas, seharusnya politisi yang kalah dalam kompetisi politik ini dapat menerima kekalahan dengan baik. Dan kalaupun tidak puas, pilihan terbaik adalah dengan mengajukan gugatan melalui jalur hukum. Catatan penting yang harus diberikan pula adalah kepada kandidat yang masih muda. Jika ada kandidat yang masih berusia di bawah 45 tahun, apalagi yang berusia tiga puluhan tahun, sebuah kekalahan adalah pelajaran. Tidak ada yang lebih baik pelajaran yang didapatkan dari kekalahan itu sendiri. Maka, pilihan sebagai politisi tetap harus dipelihara dan mesti mulai lagi dari awal untuk memperbaiki diri dengan melihat kelemahan-kelemahan yang dimiliki, untuk kemudian bertarung lagi pada masa pilkada berikutnya. Politisi dan pemimpin sejati, akan maju lagi dalam pemilihan dengan konsepkonsep pemikiran kepemimpinan yang baru. Tabungan pernah bertarung menjadi pengalaman tersendiri dan akan dapat dipakai sebagai modal dasar untuk bertarung kembali. Dengan sudut pandang itu, maka pilkada pun sesungguhnya dapat dipakai sebagai ajang latihan untuk perjuangan-perjuangan berikutnya. Jadi, siapa pun yang memang berkehendak menjadi politisi, sebaiknya dimu-
Pelajaran Politik dari Piala Dunia Demam Piala Dunia Rusia 2018 serasa merasuki kegiatan kita hari-hari ini. Media massa cetak dan elektronik serta media sosial pun tidak luput dari ingarbingar gelaran akbar sepak bola yang dihelat empat tahun sekali itu. Sepak bola memang menjadi olahraga yang merakyat di seluruh dunia. Sihir drama lapangan hijau dengan si kulit bundarnya seakan menyita seluruh perhatian kita. Melalui ajang Piala Dunia tersebut, kita disuguhi atraksi menarik para pesepak bola profesional. Kejelian taktik bertanding disertai keterampilan teknik yang apik selalu ditampilkan dalam ajang ini. Suguhan emosi tinggi namun tetap terkendali pun selalu tersaji. Sepak bola menjadi olahraga yang indah untuk kita nikmati bersama. Meski sepak bola merupakan olahraga yang tidak jauh dari kegiatan fisik yang keras, namun kekerasan yang terjadi di lapangan hijau masih dalam koridor regulasi yang ada. Pilkada serentak 2018 yang saat ini berlangsung di 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten seIndonesia, juga merupakan ajang kompetisi para pelaku politik profesional di seluruh Indonesia. Kiprah para calon kepala daerah yang saat ini berlaga di ajang pilkada serentak itu, mestinya dapat berkaca pada perilaku para pesepak bola profesional yang sedang berlaga di Piala Dunia. Calon kepala daerah sebagai pemain politik profesional sudah selayaknya berperilaku politik secara profesional, sebagaimana ditunjukkan oleh para pesepak bola di ajang Piala Dunia itu. Masyarakat tentu berharap adanya permainan cantik dan beretika para calon kepala daerah
Oleh Agung Kresna ketika berlaga di pilkada serentak 2018. Para kepala daerah terpilih pun ditunggu kiprahnya dalam mewujudkan janji-janji politik saat kampanye, sebagai bentuk sikap profesional seorang pelaku politik. Politik sudah seharusnya menjadi suatu bidang profesi bermartabat. Jauh dari kata kotor seperti yang selama ini banyak dipahami masyarakat, akibat perilaku beberapa politikus yang tidak profesional. Membangun Peradaban Sebelum terjadinya reformasi pada tahun 1998, politik seakan tabu untuk dibicarakan secara terbuka di ruang publik. Masamasa sebelum tahun 1998, politik seakan hanya menjadi hak para elite untuk membicarakannya. Masyarakat secara umum seakan hanya berhak menerima apa pun keputusan para elite politik. Padahal justru masyarakat luaslah yang nantinya terkena dampak langsung atas segala bentuk kebijakan politik para elite tersebut. Era reformasi sedikit banyak telah membuka lebar ruang demokrasi politik masyarakat secara umum. Warga tidak lagi merasa takut saat melakukan kegiatan politik di ruang-ruang publik. Regulasi bidang politik pun semakin lengkap dan terbuka. Kelengkapan regulasi beserta transparansinya tentu akan mengurangi kecurigaan antarpara pelaku politik saat bersaing dalam ajang kompetisi politik. Kelengkapan regulasi ini bagaikan teknologi VAR (Video Assistant Referee), yang digunakan dalam Piala Dunia Rusia
2018 sebagai upaya meminimalisasi perselisihan pada sebuah pertandingan. Sudah saatnya, politik dipahami dan dimaknai kembali secara benar. Politik sebagai hasil olah cipta, rasa, dan karsa manusia di bidang tata pemerintahan, tentu merupakan cerminan tidak langsung akan kehidupan masyarakat secara keseluruhan dalam suatu masa tertentu. Politik Indonesia harus dikembalikan pada marwahnya yang bermartabat. Politik adalah bidang profesi yang terhormat. Namun, usaha ini juga tidak terlepas dari para pelaku politik itu sendiri di Indonesia. Kesadaran politik masyarakat yang semakin meningkat dari hari ke hari, tentu menjadi sesuatu yang menggembirakan bagi masa depan demokrasi di Indonesia. Masyarakat umum sebagai penikmat demokrasi – layaknya penonton dalam sepak bola – menunggu kiprah profesional para pelaku politik di Indonesia. Masyarakat sudah jenuh dengan sikap tidak profesional para pelaku politik selama ini. Pelaku politik yang kalah dalam ajang pilkada, pilpres maupun pileg, selalu saja mencari-cari kesalahan para pemenang. Atau juga sering menyalahkan berbagai regulasi yang ada. Jarang yang langsung berlapang dada menerima kekalahan, dan bersiap untuk berlaga dalam pilkada, pilpresp, ataupun pileg selanjutnya. Ada beberapa hal yang harus dijadikan panduan serta menjadi kesadaran bersama agar segala bentuk pesta demokrasi
utamanya melalui mekanisme pilpres, pilkada maupun pileg benar-benar dapat mencapai tujuannya, yaitu: Pertama, bahwa pesta demokrasi berjuluk pilpres, pilkada ataupun pileg, pada prinsipnya adalah sebuah bentuk kompetisi para pelaku politik profesional guna memperoleh pemimpin yang paling mampu dan layak untuk membawa masyarakatnya ke dalam tingkat kesejahteraan sosial, ekonomi, dan budaya yang lebih baik. Para pelaku politik profesional terpilih harus mampu melakukan peningkatan kesejahteraan kehidupan keseharian warganya. Masyarakat secara umum juga harus menyadari akan hal ini. Sehingga mereka harus sadar akan pilihannya. Jika mereka salah pilih, maka mereka sendiri yang akan memperoleh risikonya di kemudian hari. Kedua, kesadaran politik masyarakat harus terbangun dalam ajang sebuah kompetisi politik. Para pelaku politik profesional bersaing tidak sekadar untuk memperoleh kemenangan. Mereka juga bertanggung jawab atas peningkatan pemahaman masyarakat akan hak dan kewajiban politik yang dimiliki warga negara. Ketiga, fair play harus selalu menjadi pegangan dalam segala bentuk kompetisi politik. Fair play harus lebih utama dibanding hasil akhir – menang atau kalah – dalam sebuah kompetisi politik. Persaingan politik harus tetap berada dalam koridor regulasi yang ada, sehingga etika politik harus menjadi nurani para pemain politik profesional.
lai saja dari usia muda dan ikut ke dalam pemilihan kepala daerah. Kesempatan bagi kaula muda ini untuk memperbarui gaya politik di Indonesia yang haus dengan uang, kesempatan juga bagi kaula muda untuk mendidik masyarakat sekaligus mencerdaskan masyarakat dan meningkatkan kualitas pemilu. Tidak perlu harus menghamburkan banyak uang sepanjang persyaratan telah terpenuhi, tidak usah ragu-ragu ikut pemilihan kepala daerah. Tidak perlu harus menyumbangkan uang untuk pembangunan pura, tempat sembahyang, atau balai banjar. Pelajari misi dengan baik dan kembangkan untuk mencapai visinya. Bukan tidak mungkin masyarakat akan lebih simpati dengan cara-cara seperti ini. Majunya anak muda ini juga memungkinkan untuk memecah suara, menambah alternatif pilihan bagi masyarakat pemilih. Dalam konteks perilaku pemilih, Bali mungkin bisa dijadikan model. Untuk mencegah konflik dan persaingan di dalam pemilihan, masyarakat secara sadar memakai pakaian adat madya ketika mencoblos di tempat pemungutan suara. Pada awalnya memang merupakan imbauan. Akan tetapi dalam perjalanan waktu, cara ini sangat efektif untuk memberikan kesan persaudaraan masyarakat sehingga mampu mencegah konflik. Di daerah lain, dilakukan dengan berbagai gaya dari panitia saat hari pencoblosan. Akan tetapi di Bali, baik panitia maupun masyarakat pemilih memakai pakaian adat madya untuk melaksanakan tugas politiknya. Pakaian adat madya ini adalah simbol kebersamaan yang terlihat pada kerja bersama, gotong royong.
POJOK Pilgub Bali, Pilkada Klungkung dan Gianyar berlangsung aman. - Rakyat Bali ingin Bali aman. *** Petinggi PDI-P akui Denpasar sulit ditaklukkan dalam Pilgub Bali. - Rakyat di Denpasar pemilih berkualitas. *** Pasangan Koster-Ace unggul sementara dalam Pilgub Bali. - Artinya PDI-P yang unggul.
Penulis tinggal di Jl. Kepaon Indah No. 5 Pemogan, Denpasar Selatan
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Kamis Wage, 28 Juni 2018
TABANAN
7 Perolehan Suara Sementara di Masing-masing Kecamatan Tabanan Koster-Ace Mantra-Kerta 16.232 29.251 Koster-Ace 23.490
Marga Mantra-Kerta 6.740
Kerambitan Koster-Ace Mantra-Kerta 10.278 17.996 Baturiti Koster-Ace Mantra-Kerta 11.923 18.961 Koster-Ace 6.064
Seltim Mantra-Kerta 1.556
Selemadeg Koster-Ace Mantra-Kerta 2.711 12.022 Koster-Ace 9.546
Selbar Mantra-Kerta 4.862
Penebel Koster-Ace Mantra-Kerta 13.475 19.456 Pupuan Koster-Ace Mantra-Kerta 5.254 20.504
Bali Post/kmb28
HAK PILIH - Ketua DPRD Bali N. Adi Wiryatama dan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti usai menggunakan hak pilihnya di TPS 7 Desa Angseri, Baturiti.
Pemimpin Terpilih Harus Tepati Janji
Tabanan (Bali Post) -
Warga Bali sudah menetapkan pemimpin pilihan mereka di TPS masingmasing, Rabu (27/6) kemarin. Kini, warga Bali berharap siapa pun yang berhasil terpilih menjadi pemimpin Bali lima tahun ke depan, bisa membawa perubahan lebih baik dengan beragam persoalan yang ada. Seperti disampaikan Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama usai menyalurkan hak pilihnya di TPS 7 Desa Angseri, Kecamatan Baturiti. Kata Adi Wiryatama, dalam perhelatan pemilihan umum, pasti ada yang menang ataupun kalah. Namun, hasil tersebut diharapkan tidak menjadi batu sandungan untuk pembangunan Bali ke depan. “Yang menang jangan terlalu euforia berlebihan. Be-
gitu pun yang kalah jangan terlena terlalu lama, karena pemimpin yang berhasil terpilih lahir dari hati nurani dan kemenangan rakyat Bali,” ujarnya. Tidak hanya itu, ayah Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti ini juga menekankan agar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang meraup hasil suara terbanyak dapat mewujudkan janji yang diberikan saat berkampanye, ketika sudah berkuasa. Se-
Tabanan (Bali Post) Didatangi petugas TPS 12 Delod Peken, delapan orang pasien yang dirawat di BRSU Tabanan menyalurkan hak suaranya. Pasien yang memilih tersebut telah memenuhi persyaratan dan mendapatkan formulir A5 dari KPU Tabanan. Dari 8 pasien tersebut, 2 orang dirawat di Ruang Dahlia dan 6 orang dirawat di Ruang Bougenville. Salah satu pemilih, Wayan Suwinda (90), asal Banjar Sakenan Baleran Desa Delod Peken, Tabanan mengaku memang berniat memilih. Tetapi karena mengalami patah tulang bahu, ia dirawat di BRSU sejak Kamis (21/6). Menurut cucunya, Rani, karena mengira tidak ada petugas yang datang ke BRSU, pihaknya tidak membawa formulir C6. “Maunya memilih tapi dipikir tidak ada petugas yang datang. Jadi, formulirnya tidak dibawa dan masih di rumah,” ujarnya. Namun sebelum pemilihan, ada petugas yang mendata,
sehingga kakeknya bisa memilih dengan menggunakan formulir A5. Hal yang sama disampaikan Nyoman Wirka (40), warga Banjar Dalang Tengah Desa Dalang Selemadeg Timur. Wirka yang dirawat sejak empat hari lalu karena kepalanya kejatuhan buah kelapa, memilih menyalurkan hak suaranya di BRSU. “Maunya memilih di TPS, tapi harus dirawat karena kepala kejatuhan buah kelapa,” ujarnya. Berdasarkan data BRSU, jumlah pasien yang memiliki hak pilih 130 orang. Tetapi dari jumlah tersebut hanya delapan yang diberikan formulir A5 agar bisa memilih. Ketua PPK Tabanan Wayan Suwitra menjelaskan hanya delapan orang yang mendapatkan formulir A5 karena mereka memenuhi syarat. “Dalam mengeluarkan formulir A5 harus ada syarat yang dipenuhi salah satunya harus terdata jelas sesuai alamat tempat tinggal dan TPS-nya. Dari pendataan pihak KPU hanya delapan ini
bab, hampir semua orang yang mencalonkan diri menjadi pemimpin, pernah memberi janji pada pemilih. Di sisi lain, Adi Wiryatama mengatakan, antusias masyarakat datang ke TPS dalam perhelatan pemilu kali ini sangat baik. Ini menandakan masyarakat sudah sadar berdemokrasi dan berpolitik. “Karena negara dibuat atas kemauan politik. Sebagai generasi wajib meneruskan cita-cita Proklamator, agar demokrasi ber-
jalan dengan baik dan tidak ada golput,” ucapnya. Hal senada disampaikan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti. Menurutnya, siapa pun pemimpin yang terpilih nantinya bisa menjaga Bali, baik itu sekala-niskala, serta dijaga pula keharmonisannya sehingga ajeg Bali dapat diwariskan pada generasi selanjutnya. “Karena Bali sifatnya sakral, dijaga kesuciannya, terutama jangan lupa penuhi janji dan penuhi dengan komitmen yang kuat sehingga janji bisa terealisasi. Yang kalah, bisa mendukung mereka yang terpilih dalam membangun Bali lebih baik ke depan,” ujarnya. (kmb28)
Delapan Pasien Memilih di BRSU
Bali Post/kmb24
PASIEN - Pasien di Ruang Bougenville BRSU saat melakukan pemilihan pada Pilgub Bali, Rabu (27/6) kemarin. yang memenuhi syarat,” ujar Suwitra. Direktur BRSU Tabanan dr. Nyoman Susila menambahkan, pihaknya hanya mendata pasien yang sekiranya memenuhi syarat untuk memilih. “Kami mendata ada sekitar 130 pasien dan
diserahkan ke KPU,” ujarnya. Sementara itu pada Rabu (27/6) kemarin, layanan Poliklinik BRSU Tabanan libur dan akan kembali buka pada Kamis (28/6) ini. “Petugas sudah diatur jadwalnya agar bisa memilih,” ujar Susila. (kmb24)
Koster-Ace 35.140
Kediri Mantra-Kerta 16.119
Koster-Ace 192.430
Total Mantra-Kerta 89.150
Koster-Ace Menang Mutlak di TPS Bupati Eka dan Wabup Sanjaya Tabanan (Bali Post) Pasangan calon nomor urut 1, Koster-Ace, mendominasi raihan suara di TPS para petinggi di Kabupaten Tabanan. Di TPS 7 di Banjar Tegeh, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, tempat Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama menggunakan hak pilihnya, Koster-Ace meraih suara tertinggi yakni 445 suara dari 550 jumlah pemilih yang terdata di TPS ini. Sedangkan pasangan calon nomor 2, Mantra-Kerta, meraih 6 suara. Sementara surat suara tidak sah di TPS ini 6 suara. Kemenangan mutlak juga diraih Koster-Ace di TPS 5 Banjar Dauh Pala, Desa Dauh
Peken atau TPS tempat Wabup Sanjaya memggunakan hak pilihnya. Dari 436 jumlah pemilih yang terdata di TPS, pasangan nomor 1 ini mendapat raihan suara 399. Sementara pasangan nomor 2 hanya 10 suara. Suara tidak sah sebanyak 15. Demikian juga di TPS 4 Bajera tempat Ketua DPRD Tabanan I Ketut ‘’Boping’’ Suryadi, raihan Koster-Ace sebanyak 289 suara. Sememtara Mantra-Kerta 63 suara dari total DPT di TPS tersebut sebanyak 476 pemilih. Suara tidak sah sebanyak 3 suara. Terkait pelaksanaan pemungutan suara, Ketua KPU Tabanan Ni Luh Darayoni mengatakan dari hasil moni-
toring secara umum berjalan aman, lancar, terkendali. Tidak ada laporan kecurangan. Dikatakan Darayoni setelah dihitung dan dibuatkan berita acara terkait penghitungan suara di TPS, selanjutnya logistik dikemas dan disegel kembali, selanjutnya kotak suara dibawa ke desa. Dari masing-masing desa setelah secara keseluruhan dibawa ke kecamatan keesokan harinya (hari ini 28/6 red) dilakukan rekapitulasi di tingkat PPK, untuk merekap hasil seluruh TPS di masingmasing desa. Hasil rekapan di desa direkap di tingkat kecamatan menjadi hasil rekapitulasi tingkat kecamatan. (kmb28)
TPS 7 Banjar Tegeh Desa Angseri (Bupati Eka)
TPS 5 Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken (Wabup Sanjaya)
TPS 4 Bajera (Ketua DPRD I Ketut ’’Boping’’ Suryadi)
Jumlah DPT Koster-Ace Mantra-Kerta Suara tidak sah
550 445 suara 6 suara 6 suara
Jumlah DPT Koster-Ace Mantra-Kerta Suara tidak sah
436 399 suara 10 suara 15 suara
Jumlah DPT Koster-Ace Mantra-Kerta Suara tidak sah
476 289 suara 63 suara 3 suara
Wabup Sanjaya Berjalan Kaki ke TPS 05
Tabanan (Bali Post) Hanya berjarak 100 meter dari kediamannya, Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya didampingi istri memilih berjalan kaki untuk menyalurkan suara di TPS 05 Banjar Dauh Pala, Desa Dajan Peken, Tabanan. Sampai di TPS pukul 10.00 wita, Sanjaya tidak langsung masuk bilik suara. Pasalnya, ia lupa membawa formulir C6. “Saya lupa bawa formulir C6,” ujarnya,Rabu (27/6) kemarin. Sambil menunggu formulir C6, Sanjaya sempat mengimbau masyarakat Tabanan yang memiliki hak pilih agar menyalurkan suaranya. Ia juga berharap agar masyarakat ikut serta menjaga kondisi yang kondusif selama pemilihan berlangsung. “Pemilihan kali ini saya rasa aman dan diharapkan aman. Tabanan dari pantauan sementara suasananya kondusif,” ujarnya. (kmb24) TPS - Wabup Sanjaya saat menyalurkan suaranya di TPS 05 Banjar Dauh Pala, Desa Dajan Peken kemarin.
Bali Post/kmb24
Mantra-Kerta Unggul di TPS Lapas
Bali Post/ist
HAK PILIH - Warga binaan Lapas Tabanan saat menggunakan hak pilihnya, kemarin.
Tabanan (Bali Post) Meski berada di balik jeruji besi, warga binaan Lapas Tabanan tetap memenuhi hak politiknya d a la m Pilgub B a li. Ter catat 78 orang warga binaan menggunakan hak pilihnya yang disediakan di aula Lapas Tabanan, yang merupakan TPS khusus yakni TPS 15 Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan. Sama halnya dengan pelaksanaan di TPS lainnya, TPS khusus ini juga dibuka mulai pukul 07.00 Wita dengan Ketua KPPS I Made Rusdiawan. Kalapas Tabanan I Putu Murdiana mengatakan,
pemberian suara dalam Pilgub kali ini merupakan hak konstitusi bagi setiap warga binaan. Hak ini diberikan sepanjang tidak dicabut oleh keputusan hakim dalam amar putusan pidana. Pelayanan hak ini wajib dilaksanakan karena tidak satu pun warga binaan Lapas Tabanan dicabut hak politik terutama pemberian suara dalam pemilu. Bahkan sebelumnya, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan KPU Kabupaten Tabanan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tabanan dalam upaya perekaman
data kependudukan serta penetapan DPT. Tidak hanya itu, mengingat keadaan penghuni yang dinamis, maka penetapan DPT juga berubah-ubah. Ada penghuni yang baru masuk ataupun yang bebas, hal inilah sedikit menjadi permasalahan penetapan DPT. Di lapas ini jumlah DPT 78 orang, dengan surat suara yang tersedia 80 lembar. Rinciannya, yang terdaftar di DPT 63 orang, pindahan dari TPS lain 13 orang, dan 2 orang dengan e-KTP. Sedangkan, warga binaan yang tidak dapat menyalurkan hak suaranya 7 orang.
“Ini karena permasalahan data kependudukan yang dimiliki belum lengkap,” terangnya. Sementara itu, salah seorang narapidana mengatakan bahwa dirinya tetap ingin menggunakan hak politiknya. “Saya juga mau memilih gubernur karena semua orang mencoblos hari ini,” ucapnya. Dari hasil penghitungan suara di Lapas Tabanan. Pasangan nomor dua MantraKerta unggul tipis dengan 40 suara, sementara pasangan nomor satu Koster Ace hanya meraih 35 suara. Suara tidak sah sebanyak 4 suara. (kmb28)
8
Warga Sembiran Kesulitan Air Bersih
Singaraja (Bali Post) – Lebih dari 300 kepala keluarga (KK) di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula kesulitan mendapat air bersih. Ini terjadi karena sumber mata air yang dikelola oleh pemerintah desa tidak cukup memenuhi kebutuhan air bersih bagi semua warga. Warga pun membeli air bersih dan juga mencari bantuan air tangki yang dipasok oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Data di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sami Rana Desa Sembiran yang mengelola air bersih menyebutkan, situasi paling parah terjadi di Dusun Bukit Seni dan Dusun Panggung. Di dua dusun ini ada sekitar 300 KK warga sejak lama kesulitan air bersih. Ketika musim hujan, ratusan warga di dua dusun ini masih bisa memenuhi kebutuhan air bersih dari tampungan air hujan. Saat memasuki musim kemarau seperti sekarang, warga harus membeli air bersih untuk memasak, mandi, cuci dan kakus (MCK - red). Untuk keperluan satu minggu, warga di sini membeli air bersih rata-rata antara Rp 125.000 sampai Rp 150.000 untuk satu bak penampungan air, isi sekitar 1.100 liter. Selain itu, warga juga memanfaatkan bantuan air tangki yang dipasok oleh BPBD. Sementara di Dusun Anyar, Kanginan, Kawanan, dan Dusun Dukuh secara umum sudah terpenuhi layanan air bersih dengan memanfaatkan dua sumber mata air di Desa Satra, Kintamani, Bangli. Dari empat dusun itu, dua di antaranya belum optimal mendapat pelayanan air bersih. Ini bukan karena debit air yang tidak cukup, tetapi karena jaringan pipa yan mendapat pasokan air bersih sudah bertahuntahun tidak pernah diganti, sehingga pasokan airnya terganggu. Ketua BUMDes Sami Rana I Wayan Ariasa, Rabu (27/6) kemarin mengatakan, kesulitan air bersih di desanya itu telah menjadi perencanaan pembangunan prioritas. Sejak awal, di desanya memanfaatkan dua sumber mata air yakni di Pura Sang Telaga dan Pura Yeh Song di Desa Satra. Pasokan air bersih ini tidak cukup memenuhi kebutuhan warga 1.600 KK yang tersebar di Dusun Anyar, Kanginan, Kawanan, Dukuh, Bukit Seni, dan Dusun Panggung. Selain dua sumber mata air itu, Desa Sembiran juga memiliki sumber mata air di Sembiran bawah. Sumber mata air ini tidak bisa dialirkan ke wilayah di ketinggian. Beberapa tahun sebelumnya sempat dialirkan dengan pompa air. Namun upaya itu sengaja dihentikan karena pihak pengelola air bersih kesulitan biaya membeli solar untuk mesin pompa. Penghasilan pengelola air bersih rata-rata Rp 5 juta sebulan, sementara biaya untuk membeli solar saja saat itu mencapai Rp 12 juta tiap bulan. Atas kondisi ini, pemerintah desa tahun ini memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk mengalirkan air bersih dari sumber mata air di Desa Selulung, Bangli. Sumber mata air dengan debit sekitar 13 liter per detik itu rencananya dialirkan dengan pipa enam dim dan pipa empat dim. Untuk membiayai penambahan pasokan air bersih ini dialokasikan anggaran tahun ini sebesar Rp 600 juta. Tahun 2017 lalu, pemerintah desa juga sudah memanfaatkan ADD Rp 400 juta untuk mengawali penambahan jaringan air bersih di desanya. Selain mengatasi kesulitan air bersih di dua dusun, Ariasa juga memprogramkan untuk membagi pasokan air dari Selulung itu untuk di empat dusun lain. Upaya ini pun akan diimbangi manajemen pengelolaan air bersih menggunakan water meter. Saat ini, warga pun dikenakan biaya air bersih dengan sistem perkiraan. Rata-rata setiap KK membayar air bersih Rp 10.000 per bulan. (kmb38)
Pemulangan Jenazah TKW Tunggu Koordinasi BP3TKI ke Turki
Singaraja (Bali Post) – Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Buleleng memfasilitasi upaya pemulangan jenazah tenaga kerja wanita (TKW) almarhum Kadek Pariani asal Dusun Alassari, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula. Kadek Pariani meninggal dunia karena sakit di Turki. Disnakertrans saat ini masih menunggu upaya negosiasi Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bali yang juga memfasilitasi pemulangan jenazah melalui Kedutaan di Istanbul Turki. Rencananya, hasil koordinasi itu baru bisa diketahui, Kamis (28/6) ini. Kepala Disnakertrans Buleleng Made Dwi Priyani Putri Koriawan, Rabu (27/6) kemarin, mengatakan setelah mengetahui informasi seorang TKW meninggal dunia di Turki beredar di media sosial dan juga pemberitaan di media massa, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BP3TKI Bali. Dari penelusuran ini, data Pariani sebagai TKW termasuk perusahaan yang memberangkatkan ke Turki belum ditemukan. Dokumen Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) juga tidak ditemukan. Meski demikan, hasil penelusuran BP3TKI Bali ke Kedutaan di Istanbul Turki menyebutkan bahwa identitas almarhum Pariani berhasil dilacak. Diduga keberangkatan Pariani menjadi pekerja Spa di luar negeri dilakukan secara mandiri. Artinya, Pariani mengurus sendiri dokumen sebagai TKW dan keberangkatannya juga tidak melalui agen. Selain itu, hasil penelusuran di Kedutaan, almarhum Pariani meninggal dunia akibat komplikasi penyakit paru-paru dan stroke. “Hasil sementara itu yang kami temukan dan agen yang memberangkatkan tidak ditemukan. Hanya data nama almarhum Pariani ada di Turki, kemungkinan dia berangkat dengan mandiri,” katanya. Menurut Priyanti, meskipun secara data sebagai TKW tidak ditemukan, dalam kasus ini pemerintah tetap memfasilitasi agar jenazah almarhum segera bisa dipulangkan ke desanya. Saat ini, BP3TKI sedang menunggu hasil negosiasi dengan pihak Kedutaan Istanbul Turki apakah pemulangan jenazah bisa dilakukan atau tidak. Seperti diberitakan sebelumnya, TKW Kadek Pariani meninggal dunia akibat sakit di Turki. Pihak keluarga mengetahui kabar duka itu pada Minggu (24/6) lalu. Pihak orangtua almarhum, I Wayan Karidana, belum mendapat kepastian kapan jenazah anaknya tiba di Bali. Apalagi, dia tidak tahu siapa perusahaan yang bisa memfasilitasi pemulangan jenazah almarhum. Tak hanya itu, Karidana bersama istrinya Made Seri Gati hanya bisa pasrah karena tidak mampu menyiapkan biaya untuk memulangkan jenazah anak kedua dari sembilan bersaudara tersebut. (kmb38)
BULELENG
Kamis Wage, 28 Juni 2018
Koster-Ace Unggul Sementara di Buleleng Singaraja (Bali Post) –
Kabupaten Buleleng merupakan pemilih terbesar di Bali dalam laga Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Tahun 2018. Di daerah ini tercatat 555.555 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menyalurkan hak suaranya pada pencoblosan Rabu (27/6) kemarin. Pemilih ini menyalurkan hak politiknya di 1.088 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Data dari berbagai sumber di lapangan, hingga pukul 20.00 Wita kemarin menyebutkan pasangan calon (paslon) Wayan Koster – Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster–Ace) meraih kemenangan untuk sementara.
Paslon jagoan PDI Perjuangan ini mengumpulkan total suara sebanyak 221.390. Sedangkan, pesaingnya paslon Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra–Ketut Sudikerta (Mantra–Kerta) mengumpulkan dukungan di
Bali Utara sebanyak 99.358. Keunggulan Koster–Ace di sembilan kecamatan. Sedangkan, dari total DPT yang mencatat jumlah pemilih yang hadir ke TPS sebanyak 325.506 dan surat suara tidak sah sejumlah 4.758. (kmb38)
Perolehan Suara Sementara per Kecamatan Kecamatan
Koster-Ace Mantra-Kerta Suara Tak Sah Jumlah
Buleleng Sukasada Sawan Kubutambahan Tejakula Banjar Seririt Busungbiu Gerokgak
39.276 26.396 21.585 19.227 22.798 25.206 22.852 17.940 26.110
17.971 10.337 9.552 7.881 6.657 13.360 12.355 6.881 14.364
NYOBLOS – Bupati Putu Agus Suradnyana dan Wakil Bupati Sutjidra saat nyoblos Rabu (27/6) kemarin.
1.079 567 405 268 295 683 598 317 546
58.326 37.300 31.542 27.376 29.750 39.249 35.805 25.138 41.020
Bali Post/kmb38
Nyoblos di TPS 01 Paket Agung
Bupati PAS Ajak Warga Jaga Kondusivitas Singaraja (Bali Post) – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) menggunakan hak politiknya dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali, Rabu (27/6) kemarin. Bupati ditemani Ny. Aries Suradnyana dan putranya, Made Krisna, datang ke TPS 01, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng pukul 08.00 Wita.
TPS yang berada di wilayah yang memiliki sejarah kampung orangtua Proklamator Ir. Soekarno ini berjarak beberapa meter dari rumah dinas Bupati. Di wilayah ini terdapat empat TPS. Sebelum mendaftar, Bupati dan keluarga sempat menyapa warga yang kala itu sedang antre untuk mencoblos. Beberapa menit
kemudian, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meminta formulir C6 dan tidak berselang lama Bupati, istri dan putranya mendapat lembar surat suara. Selanjutnya Bupati, yang Ketua DPC PDI-P Buleleng ini mencoblos di bilik suara. Secara bergiliran mereka kemudian memasukkan surat suara yang sudah dicoblos.
Usai pencoblosan, Bupati mengimbau kepada masyarakat agar menjaga daerah tetap kondusif. Dia tidak menginginkan terjadi tindakan negatif karena berbeda pilihan. Demokrasi wujud dari konsep walau berbeda pilihan tidak sampai menimbulkan perpecahan. Untuk itu, situasi kondusif adalah modal menyukseskan pembangunan
di Buleleng. ‘’Pelaksanaan pilgub ini sampai hari pencoblosan saya berharap daerah ini tertib dan tenang. Saya lihat selama ini sudah berjalan sangat baik, karena seluruh masyarakat sudah menyadari demokrasi ini wujud berbeda pilihan namun tidak sampai memicu perpecahan yang mengganggu situasi di daerah,’’ katanya. (kmb38)
Koster-Ace Unggul di Lapas dan Kampung Ketua DPRD Singaraja (Bali Post) – Pasangan calon (paslon) Wayan Koster dan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) secara umum unggul sementara di semua kecamatan di Buleleng. Di TPS 04 Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Singaraja, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng Koster-Ace mengungguli Mantra-Kerta. Di TPS ini, warga binaan yang sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 54 dan 17 pemilih tambahan, KosterACE unggul dengan 43 suara. Sedangkan, paslon Ida Bagus Rai Dharma Wijaya MantraKetut Sudikerta (MantraKerta) memperoleh dukungan 26 suara sah. Sementara itu, ada dua suara tidak sah yang disebabkan kesalahan mencoblos. Kepala LP Kelas II B Singaraja Edi Cahyono mengatakan, dibandingkan jumlah pemilih yang ada di LP sebanyak 233 orang, maka pemilih yang tidak bisa mencoblos masih banyak. Sebelum hari pencoblosan, pihaknya sudah mengingatkan kepada penghuni LP yang sudah memiliki hak pilih agar membawa KTP atau meminta
keluarga untuk membawakan surat pindah. Namun, masih banyak warga binaan yang tidak bisa memilih karena syarat untuk memilih tidak dipenuhi. “Dari proses penetapan DPT oleh KPU itu hanya 54 saja yang bisa memilih dan masih banyak yang tidak bisa memilih. Ini karena surat pindah memilih dan kebanyakan warga tidak membawa KTP,” jelasnya. Sementara itu, di TPS 01 Kelurahan Paket Agung, paslon Koster-Ace juga unggul. Di TPS yang merupakan lingkungan Bale Agung yang dikenal dengan kampung leluhur orangtua sang proklamator Ir. Soekarno, paslon andalan PDI-P ini merebut 256 suara sah. Sedangkan Matra-Kerta mendapat dukungan 101 suara. Sementara suara tidak sah di TPS tempat Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) bersama istrinya Ny. Aries Suradnyana memilih, tercatat 9 suara. Ketokohan Gede Supriatna di Desa Tejakula sebagai tanah kelahirannya nampaknya tidak tergoyahkan. Terbukti dari pencoblosan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali Rabu (27/6) kemarin, pasangan calon
(paslon) Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardana Sukawati (Koster-Ace) berhasil unggul dibandingkan pesaingnya Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Manta-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta). Berdasarkan perhtungan sementara, perolahan suara di kampung kelahiran Supriatna, Koster-Ace unggul dengan merebut 4.110 suara atau 73,66 persen. Sedangkan, Mantra-Kerta mendapat dukungan suara sebanyak 1.407 atau 26,34 persen. Daftar Pemilih Tetap (DPT) di desa di ujung timur Buleleng itu sebanyak 5.580 pemilih. Sementara itu Gede Supriatna menyalurkan hak pilihnya di TPS 04 Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula. Ketua DPRD Buleleng ini bersama istrinya Hermawati nyoblos sekitar pukul 07.30 wita. Setelah menyetorkan formulir C-6, dia dan istri kemudian menerima surat suara dan menuju bilik suara untuk nyoblos. Di TPS 04 ini total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 471 pemilih. Sementara total DPT di Desa Tejakula tercatat sebanyak 9.858 pemilih. Pria yang akrab dipanggil Supit ini mengatakan, proses
Bali Post/kmb38
NYOBLOS – Gede Supriatna didampingi istrinya nyoblos di TPS 04, Desa Tejakula, Rabu (27/6) kemarin. pencoblosan sudah berjalan lancar, aman dan tertib. Namun, dirinya melihat kehadiran pemilih masih belum optimal. Kondisi ini, menurutnya, karena sebelum hari H pencoblosan banyak warga yang sudah masuk dalam DPT tidak mendapat formulir C-6. “Kita berharap hasil pilgub terbaik untuk pembangunan Bali lima tahun ke depan,” jelasnya. Keberhasilan yang sama
Di TPS Koster, Koster Berharap Visi Mantra-Kerta Raih 9 Suara Sad Kerthi Nangun Di TPS PAS, Koster-Ace Juga Menang Loka Bali Terealisasi
Singaraja (Bali Post) Pasangan calon (paslon) Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) hanya meraih 9 suara di TPS 006 Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula. Di TPS ini calon Gubernur Bali Wayan Koster menggunakan hak pilihnya. Dalam penghitungan yang dilakukan Rabu (27/6) kemarin, paslon Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) mampu meraih kemenangan yang cukup telak. Dari daftar pemilih tetap (DPT) yang mencapai 608
suara, Koster-Ace meraih 461 suara, sementara pasangan Mantra-Kerta hanya memperoleh 9 suara. Suara tidak sah tercatat 4 suara. Sementara pemilih yang tidak hadir mencapai 134 orang. Di TPS 01 Kelurahan Paket Agung tempat Ketua DPC PDI-P Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) nyoblos, Koster-Ace juga menang. Dari DPT yang berjumlah 621, hadir sebanyak 366 orang. Hasilnya, Koster-Ace meraih 256 suara, sedangkan Mantra-Kerta mendapatkan 101 suara. Suara tidak sah mencapai 9 orang. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) Calon Gubernur Bali Wayan Koster menggunakan hak suaranya di TPS 006 Desa Sembiran, Buleleng. Ia tiba pukul 08.00 Wita didampingi istrinya, Putri Suastini. Antre sekitar 5 menit, Koster mendapat giliran menggunakan hak pilihnya. Usai mencoblos, Koster, istri, dan anaknya mencelupkan jari kelingking kiri ke tinta ungu sebagai bukti sudah memilih. Berdasarkan data, Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS tempat Koster nyoblos ber-
jumlah 608 orang. Sementara DPT seluruh Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula mencapai 6.107 pemilih. Usai memilih, Koster mengaku siap menang, siap kalah. Ia pun berharap visi Sad Kerthi Nangun Loka Bali bisa direalisasikan. Setelah pilgub dan apabila terpilih, satu hal yang akan diimplementasikan adalah mendorong realisasi proyek pembangunan shortcut Singaraja-Denpasar di Desa Wanagiri dan Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. (kmb38)
juga dicapai di TPS kader PDI-P yang juga Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Di TPS 04 Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini, pasangan Kosetr-Ace berhasil merebut suara sah sebanyak 235. Sementara itu, paslon MantraKerta mengumpulkan 23 suara sah. Di TPS ini, total DPT sebanyak 437 dan dua surat suara dinyatakan tidak sah. (kmb38) TPS 006 Desa Sembiran (TPS Koster)
Jumlah DPT 608 orang Koster-Ace 461 suara Mantra-Kerta 9 suara Suara tidak sah 4 suara Pemilih tidak hadir 134 orang TPS 01 Kelurahan Paket Agung (TPS Agus Suradnyana)
621 Jumlah DPT Koster-Ace meraih 256 suara Mantra-Kerta 101 suara Suara tidak sah 9 orang TPS Ketua DPRD Supriatna (Desa Tejakula)
Koster-Ace merebut 4.110 suara Mantra-Kerta 1.407 suara Jumlah DPT 9.588 pemilih TPS Wabup Nyoman Sutjidra (TPS 04 Desa Bontihing)
Koster-Ace meraih 235 suara Mantra-Kerta 23 suara Jumlah DPT 437
Kamis Wage, 28 Juni 2018
GIANYAR
9
Aman Optimis Menang
Gianyar (Bali Post) -
Paslon nomor urut 2 dalam Pilbup Gianyar, Made Mahayastra-A.A. Gde Mayun (Aman), unggul atas rivalnya, Tjokorda Raka Kerthyasa dan Pande Istri Maharani Prima Dewi (Kertha-Maha). Dari pengumpulan data di lapangan hingga Rabu (27/6) malam kemarin, Aman meraup 123.149 suara atau 65 persen. Sementara Kertha-Maha hanya 65.496 suara atau 35 persen. Made Mahayastra optimis hasil akhir perhitungan suara resmi dari KPU tidak akan terpaut jauh dari perolehan suara sementara. Dia meyakini, kemenangan Aman mencapai angka 70 persen. Dia menjelaskan, data yang diterima DPC PDI-P Gianyar hingga sore kemarin menunjukkan kemenangan untuk paket Aman. Namun pihaknya belum bisa menjabarkan posisi pasti dari persaingan tersebut. ‘’Yang jelas, dari data seluruh desa yang masuk, yang jelas kita unggul,’’ ucapnya. Bahkan keunggulan itu
diyakni terjadi di tujuh kecamatan di Kabupaten Gianyar, termasuk Kecamatan Ubud yang menjadi kandang dari calon Bupati Gianyar Tjokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah. ‘’Sudah ada enam desa yang masuk dan semua kita unggul. Namun keunggulan itu kecil,’’ ungkapnya. Meski yakin menang, Mahayastra memastikan belum ada simpatisan di Kabupaten Gianyar yang larut dalam euforia. Semua tim pemenangan Aman masih bekerja guna memastikan kemenangan. ‘’Belum ada syukuran atau semacamnya. Dan ini juga memang imbauan dari awal,’’ katanya. Menanggapi klaim kemenangan dari paket Aman, Ketua Tim Pemenangan KerthaMaha, I.B. Nyoman Rai, menilai hal itu sah-sah saja. Ia pun
meminta seluruh simpatisan untuk bersabar menunggu data valid dari KPU. ‘’Kalau pernyataan sepihak ya… sah saja, karena mereka bisa menggunakan sistem yang diyakini dan membuat bisa mengambil sikap demikian. Tetapi buat kami di KGB, yang kita yakini adalah penghitungan secara manual, pelan tetapi pasti,’’ kata pria yang akrab disapa Gus Rai ini. Gus Rai juga menegaskan, siapa pun nanti yang menang, pihaknya akan menghormati. Namun, dia berpesan, lebih baik jangan terburu-buru dalam mengumumkan kemenangan yang belum pasti. ‘’Apa yang kami yakini hanya berdasarkan C1, tentunya juga menunggu penghitungan secara resmi oleh KPU. Kita harap masyarakat sabar, tidak perlu bersikap yang berlebihan,’’ katanya. (kmb35)
Bali Post/nik
MENANG - Made Mahayastra beserta keluarga menggunakan hak pilihnya di TPS 2 di SDN 4 Melinggih. Di TPS tersebut, paket Aman menang telak.
Koster-Ace Unggul di TPS Cok Ibah
Mahayastra Menang Telak di Kandang Gianyar (Bali Post) Cabup Made Mahayastra menggunakan hak pilihnya di TPS 2 di SD Negeri 4, Banjar Melinggih Desa Melinggih Kecamatan Payangan. Di TPS tersebut, paslon Made Mahayastra dan A.A. Mayun (Aman) menang telak dengan perolehan 345 suara. Sementara lawannya, Tjokorda Raka Kerthyasa dan Pande Istri Maharani Prima Dewi (Kertha-Maha), hanya meraih 42 suara. Selain TPS 2, di SDN 4
Melinggih juga ada tiga TPS lain yakni TPS 1, TPS 3 dan TPS 4. Aman menang di semua TPS tersebut. Di TPS 1, Aman memperoleh 337 suara, sementara KerthaMaha hanya 4 suara. Di TPS 3, Aman meraih 342 suara, sementara Kertha-Maha 13 suara. Sementara di TPS IV, Aman mendapat 240 suara dan Kertha-Maha hanya 9 suara. Didampingi sang istri, Ida Ayu Surya Adnyani, Mahayastra tiba di TPS sekitar
pukul 08.00 Wita. Mahayastra yang mengenakan pakaian adat dengan kemeja merah, juga didampingi dua orang putranya yakni Bagus Dwi Mahayana Putra dan Bagus Trisna Mahananda. Mahayastra beserta keluarga disambut sejumlah warga yang kala itu sedang mengantre masuk ke TPS. Selanjutnya politisi yang juga Ketua DPC PDI-P Gianyar ini menggunakan hak pilih secara bersamaan dengan istrinya yang mengenakan kebaya merah.
Aman Hanya 12 Suara
Ditemui usai mencoblos, Mahayastra menyampaikan harapannya agar seluruh tahapan pilkada bisa berjalan lancar. Ia juga mengimbau simpatisan untuk mengawal pilkada agar berjalan kondusif. ‘’Mari secara bersama kita kawal pilkada ini agar berjalan dengan lancar, artinya semua masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya,’’ ucapnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), unggul dalam penghitungan suara di TPS 2 di SD 1 Ubud. Di TPS tempat calon Bupati Gianyar Tjokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah itu memilih, Koster-Ace meraup 324 suara. Sedangkan pasangan I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) hanya mendapat 81 suara. Walaupun Koster-Ace menang, Cok Ibah tetap menang mutlak di TPS ini. Paslon Bupati dan Wakil Bupati Gianyar nomor urut 1, Tjokorda Raka Kerthyasa dan Pande Istri Maharani Prima Dewi (KerthaMaha), unggul dengan perolehan 401 suara. Sementara paket Made Mahayastra dan A.A. Gde Mayun (Aman) hanya mendapatkan 12 suara. Di TPS tersebut, terdaftar 500 nama pemilih. Hanya, yang memilih atau datang ke TPS sebanyak 419 orang. Sisanya 81 pemilih tidak muncul hingga pukul 13.00 wita. Sejumlah tokoh masyarakat juga tampak menggunakan hak pilihnya di TPS yang berada di dekat lapangan Ubud ini, seperti pentolan Partai Golkar, Cokorda Budi Suryawan. Cok Ace juga sempat memantau sekitar 10 menit di TPS ini. Dia datang dengan dibonceng kerabatnya menggunakan sepeda motor. Cok Ibah mengapresiasi warga yang sudah antusias menjalankan pesta demokrasi. Ditanya soal kesiapan kalah atau pun menang, Cok Ibah mengaku itu adalah hal biasa. ‘’Kita sudah menjalankan kewajiban sebagai paslon sesuai aturan. Sudah maksimal kita presentasikan ke masyarakat. Visi, misi, kerja sama tim dan relawan serta ke media, sudah kita sampaikan,’’ jelasnya. Dia berharap pilkada di Gianyar bisa berjalan kondusif dan situasi ini bisa dijadikan contoh dalam berdemokrasi ke depan. Para calon diharapkan bisa memberikan pelajaran pada masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas sehingga tidak menimbulkan konflik. (kmb37)
Bali Post/nik
PANTAU TPS - Kapolda Bali didampingi sejumlah tokoh masyarakat memantau TPS di Ubud.
Kapolda Pastikan Pilkada Berjalan Lancar Gianyar (Bali Post) Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose memastikan Pilkada di Bali yang berlangsung, Rabu (27/6) kemarin, berjalan dengan lancar, tanpa ada gangguan berarti. Meski demikian, jajarannya tetap menyiagakan personel guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pascapenghitungan suara
sementara. Irjen Golose saat berkunjung ke TPS 3 di Ubud Tengah mengungkapkan, bila ada ketidakpuasan terhadap hasil penghitungan suara sementara, pihaknya berharap agar masyarakat segera menyampaikannya ke Bawaslu, sehingga segera bisa diproses di gakumdu. ‘’Kalau sudah dilaporkan ke sana, nanti akan
terdata dan diproses secara jelas,’’ katanya. Ia menyatakan, sampai saat ini belum ada laporan tertentu yang ia terima. Bahkan laporan dari para Kapolres di Bali, proses pilkada kali ini berjalan dnegan lancar. Lebih lanjut Irjen Golose mengimbau setiap simpatisan dari masing-masing paslon untuk ikhlas menerima hasil
pilkada. ‘’Dalam penegakan hukum kita sampaikan, harus siap kalah siap menang. Tetapi dari pemerintah, tepat 7 sampai 9 Juli itu penghitungan resmi. Lebih baik kita tunggu itu,’’ tegasnya. (kmb35)
TUNJUKKAN JARI Cok Ibah menunjukkan jarinya usai mencoblos.
Rochineng Pantau Pemungutan Suara di Gianyar PENJABAT (Pj.) Bupati Gianyar Ketut Rochineng memantau pelaksanaan pemungutan suara di sejumlah TPS di Gianyar, Rabu (27/6) kemarin. Masyarakat Gianyar pada pilkada serentak kali ini memilih GuberMEMANTAU Pj. Bupati Gianyar I Ketut Rochineng memantau proses pemungutan suara Pilkada 2018, Rabu (27/6) kemarin.
nur dan Wakil Gubernur Bali serta Bupati dan Wakil Bupati Gianyar. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan pilkada berlangsung tanpa adanya konflik atau gejolak. ‘’Salah satu poin dukungan pemerintah dalam pilkada adalah melakukan monitoring penyelenggaraan pilkada,’’ kata Pj. Bupati Rochineng saat mengunjungi TPS di Balai Banjar Buruan Blahbatuh. Menurutnya, dalam setiap pemilu, kondisi yang
kondusif harus terjaga baik di antara para calon maupun masyarakat secara umum. Dalam kunjungannya ke beberapa TPS, Rochineng mengungkapkan, proses pemungutan suara berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan ataupun konflik. Lebih lanjut, Rochineng menambahkan, monitoring bertujuan untuk memantau perkembangan di masingmasing TPS. Pihaknya ingin memastikan bahwa pemilihan berlangsung dengan ter-
tib dan lancar. Pemantauan ini juga sebagai bentuk deteksi dini kondisi wilayah. Sementara itu, berdasarkan data KPU Gianyar, jumlah masyarakat Gianyar yang terdaftar sebagai pemilih sebanyak 363.084 orang. Bilik suara sebanyak 3.088 buah di 772 TPS yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Gianyar. Sedangkan jumlah surat suara sebanyak 372.534 buah termasuk surat suara cadangan. (ad1027)
JEMBRANA
10
Koster-Ace Unggul di TPS Putu Artha Negara (Bali Post) – Memasuki hari pencoblosan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali, Rabu (27/6) kemarin, masyarakat Jembrana sejak pagi sudah memadati sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dari 499 TPS yang tersebar di 51 desa/kelurahan dan lima kecamatan, berlangsung lancar. Bupati Jembrana I Putu Artha memberikan hak suaranya di TPS 1 Banjar Pangkung Dedari, Desa Melaya. Bupati Artha yang didampingi istri, Ni Kade Ari Sugianti Artha, dan putranya datang sekitar pukul 08.45 Wita. Di TPS dengan 635 pemilih ini, suara pasangan calon (paslon) nomor urut 1, I Wayan Koster-Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), menang atas paslon nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-kerta), dengan perolehan suara mencapai 60 persen. Pasangan Koster-Ace unggul dengan suara 258. Sedangkan
Mantra-Kertha meraih 174 suara. Bupati Artha mengapresiasi antusiasme kehadiran warga untuk memberikan hak suaranya ke TPS. “Jangan apatis, jangan golput, gunakan hak suara demi pembangunan Bali ke depan,” tandas Bupati Artha. Sementara itu, Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang juga tim pemenangan Koster-Ace memberikan hak suaranya di TPS 1 Banjar Cepaka, Desa Pangyangan, Pekutatan. Ketua DPC PDI Perjuangan Jembrana ini datang sendiri sekitar pukul 08.30 Wita tanpa mengajak sopir dan ajudannya. Kembang memberikan kesempatan kepada mereka guna memberikan suaranya. Di TPS dengan jumlah DPT 432 pemilih ini, Koster-Ace juga jauh unggul. Pasangan ini suara sebanyak 294. Jauh dibandingkan Mantra-Kerta yang memperoleh 35 suara. Kemenangan pasangan Koster-Ace
Bali Post/olo
PILGUB – Bupati Jembrana I Putu Artha saat memberikan hak suaranya dalam Pilgub Bali di TPS 1 Pangkung Dedari, Melaya, Rabu (27/6) kemarin.
juga terjadi di TPS, di mana I Ketut Sugiasa. Kader PDI Perjuangan yang menjabat Ketua DPRD Jembrana ini mencoblos di TPS 6 Dauhwaru di Bale Banjar Pemedilan. Koster-Ace meraup suara 330 suara, sedangkan Mantra Kertha 52 suara. Di TPS ini total DPT-nya 470 pemilih, 3 di antaranya suara tak sah. Sementara itu, pasangan Mantra-Kerta menang di TPS 8 Desa Tuwed. Di lokasi TPS Tim Pemenangan Mantra-Kerta Jembrana, I Wayan Wardana ini, MantraKerta meraup suara 166 suara. Sedangkan, Koster-Ace hanya memperoleh 53 suara. Perlu diketahui, beberapa TPS juga dilakukan secara khusus seperti di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Negara dan RSU Negara yang keduanya berada di Kelurahan Baler Bale Agung. Di Rutan Negara, sejumlah warga binaan permasyarakatan (WBP) yang masuk dalam DPT memberikan hak suara mereka. Total ada 68 orang yang memberikan suara mereka. Petugas dari TPS terdekat memberikan pelayanan untuk para pemilih di Rutan Negara tersebut. Sementara pasien rawat inap di RSU Negara juga tercatat ada 21 pemilih dan RS Bunda 6 pemilih serta Puskesmas I Mendoyo 2 pemilih. Dalam memberikan hak suaranya, mereka terlebih dahulu diberikan formulir A5 pindah pilih. Pemungutan di lokasi khusus tersebut juga mendapatkan pengawasan dan pengawalan ketat. (kmb26)
Perolehan Hasil Sementara
Koster-Ace Unggul di Empat Kecamatan
Negara (Bali Post) – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 1, I Wayan Koster-Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), untuk sementara menang di empat kecamatan dalam Pilgub Bali 2018, Rabu (27/6) kemarin. Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari berbagai sumber, pasangan Koster-Ace meraup 77 ribu lebih suara atau 52 persen. Sementara pasangan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-kerta) berhasil mengumpulkan 69 ribu lebih suara atau 47 persen. Koster-Ace menang di empat kecamatan dari total lima kecamatan yang ada di Kabupaten Jembrana. Di Kecamatan Negara, paslon nomor urut 1 ini meraih suara 20 ribu atau 47 persen, sedangkan Mantra-Kerta mencapai 22 ribu suara atau 53 persen. Dari 10 desa/kelurahan yang tersebar di Kecamatan Negara, paslon nomor 2 menang di tujuh desa/kelurahan. Yang paling telak di Kelurahan Loloan Barat, Desa Cupel dan Tegal Badeng Timur. Selisih suara total Kecamatan Negara men-
capai 2.000 suara. Sementara itu di empat kecamatan lainnya, Melaya, Pekutatan, Mendoyo dan Jembrana, Koster-Ace masih unggul. Namun untuk tingkatan desa/kelurahan, ada beberapa yang masih unggul paslon nomor 2. Dengan perolehan suara tersebut, target kemenangan yang telah dipasang tim Koster-Ace di Kabupaten Jembrana, yakni 70 persen belum terpenuhi. Hal tersebut diakui Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Jembrana, Made Kembang Hartawan. Kembang yang juga Ketua DPC PDIP mengakui meski menang di empat kecamatan, tapi hasil ini merupakan kegagalan. Ia selaku ketua tim salah menerapkan stategi. “Saya akui ini kesalahan dalam menerapkan strategi,” katanya saat ditemui di Kantor DPC PDIP Jembrana. Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Mantra-Kerta di Jembrana Wayan Wardana mengatakan, dengan hasil sementara yang dikumpulkan timnya cukup membuat bangga. “Kami di Jembrana cukup bangga dengan hasil sementara ini,” terangnya. (kmb26)
Kamis Wage, 28 Juni 2018
Masih Rendah, Partisipasi Pemilih Tak Sesuai Target
Negara (Bali Post) -
Angka partisipasi pemilih dalam pilkada serentak di Kabupaten Jembrana diperkirakan masih rendah. Bahkan dari pemantauan KPU Jembrana selama pemungutan suara, Rabu (27/6) kemarin, jumlah partisipasi masyarakat masih di bawah target dari KPU Pusat. Ketua KPU Jembrana Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya mengungkapkan, dari pengamatan berkeliling memantau Tempat Pemungutan Suara (TPS), kehadiran warga masih di bawah target. Untuk target KPU Pusat sendiri, kehadiran pemilih di Kabupaten Jembrana dipatok 77,5 persen. Namun nampaknya hal tersebut masih sulit tercapai. Saat pemantauan ke sejumlah TPS, kehadiran pemilih masih kurang dari 50 persen. Sementara biasanya waktu pagi hari itu merupakan waktu paling ramai masyarakat datang. Kendati demikian, secara umum proses pemungutan hingga penghitungan suara di ratusan TPS yang tersebar di Jembrana berlangsung lancar, tertib dan aman. Hingga kemarin sore, KPU belum menerima keluhan dari masing-masing saksi pasangan calon. Sementara itu, Ketua Panwaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan mengatakan, secara umum proses
Bali Post/olo
SUASANA – Suasana pemilihan di Rutan Kelas IIB Negara, Rabu (27/6) kemarin. Dari data berbagai sumber partisipasi pemilih masih rendah. pemungutan suara berjalan lancar. Tetapi memang ada sejumlah temuan di lapangan yang patut ditelusuri lebih lanjut. Menurutnya ada beberapa TPS yang luasnya kurang standar. Termasuk pelayanan pemungutan suara di rumah sakit yang kurang maksimal. Khususnya terkait lokasi kamar tempat pasien. Sementara dari sisi pelanggaran, Panwaslu menerima laporan dugaan pegawai kontrak Pemkab Jembrana
Pilkada Serentak
yang menjadi saksi salah satu pasangan calon. Hal inilah yang menurutnya akan ditelusuri lebih lanjut. “Itu baru dugaan, apakah mirip atau bagaimana nanti kita telusuri lagi,” terangnya. Di sisi lain, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengki Wijaya yang turut melakukan pemantauan sitauasi Pilgub Bali di Kabupaten Jembrana menyebutkan pada hari pencoblosan pelaksanaan berlangsung kondusif. (kmb26)
Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Terpantau Normal Negara (Bali Post) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak berlangsung, Rabu (27/6) kemarin. Pada hari pencoblosan itu juga ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional.
Dengan adanya hari libur itu, tentunya suasana di lapangan berbeda, termasuk juga kondisi penyeberangan di Pelabuhan KetapangGilimanuk. Pantauan Bali Post ke-
Bali Post/olo
PEMUDIK – Sejumlah pemudik yang baru masuk ke Bali saat libur Pilkada serentak, Rabu (27/6) kemarin.
marin suasana di Pelabuhan Gilimanuk terlihat ramai, namun lancar. Kendaraan pribadi, baik itu roda dua (R2) maupun roda empat (R4) terus mengalir seperti biasanya. Ada yang masuk dan ada juga yang keluar Bali. Kendaraan masuk Bali ini sebagian besar merupakan sisa dari para pemudik Lebaran. Sejumlah pemudik mengaku baru balik saat pelaksaan Pilkada serentak ini dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Mereka mengaku tidak menggunakan hak pilihnya lantaran memilih balik ke Bali. ‘’Mau balik ke Denpasar, habis mudik. Tidak tahu apakah sekarang dapat surat panggilan atau tidak. Ini juga baru nyampai di Gilimanuk,’’ terang Karianto, salah seorang pemudik saat diperiksa di Pos II Pelabuhan Gilimanuk
kemarin. Kondisi serupa juga terjadi beberapa hari menjelang pencoblosan. Arus orang maupun kendaraan yang keluar-masuk Bali cenderung normal. Sementara pengamanan, baik di pintu masuk maupun di pintu keluar pelabuhan tetap dilakukan petugas kepolisian dan lainnya. Begitu juga halnya dengan di Pos KTP untuk pemeriksaan identitas warga yang masuk ke Bali. Sementara itu General Manager (GM) ASDP Cabang Ketapang-Gilimanuk Elvi Yoza membenarkan kondisi penyeberangan masih normal kendati merupakan hari libur saat pencoblosanBaik di Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk, menurutnya terpantau ramai lancar. ‘’Kita tetap melayani dengan menyediakan 32 kapal,’’ terang Yozi. (kmb26)
Kamis Wage, 28 Juni 2018
Sudah Ada Pemenang Tender
Penataan Pantai Candidasa Diminta Segera Dilaksanakan Amlapura (Bali Post) Proyek penataan Pantai Candidasa hingga Buitan belum juga terealisasi. Padahal, proyek bantuan pemerintah Jepang ini sudah ada pemenang tender. Pihak pemenang tender diminta segera bekerja, agar bantuan yang sudah diinisiasi sejak tahun 2012 ini bisa segera direalisasikan. Demikian disampaikan mantan Bupati Karangasem dua periode (2005-2010, 2010-2015) Wayan Geredeg saat ditemui usai nyoblos di TPS 03 Banjar Kreteg, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Rabu (27/6) kemarin. Menurutnya, proyek penataan pantai sejauh 5 km ini harus dipercepat. Jika tidak, dampak abrasi di kawasan ini akan semakin parah. Terlebih, selain banyak permukiman, pada jalur ini juga banyak akomodasi pariwisata dan pura. Dia mengenang bagaimana lobi-lobi yang dilakukannya sewaktu menjabat bupati di periode kedua. Bagaimana melakukan komunikasi di tingkat pusat hingga datang langsung ke Jepang, bertemu pihak Badan Kerja Sama Internasional Jepang atau yang lebih dikenal dengan JICA (Japan International Cooperation Agency). Tak tanggungtanggung, dana yang akan dialokasikan Rp 700 miliar dari total Rp 1,3 trilun dana yang dialokasikan untuk Bali. Proses yang dilalui saat itu, dikatakan cukup panjang. Karena di sepanjang garis pantai ini, Pemkab Karangasem mesti melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dan pemilik akomodasi pariwisata. Setelah beberapa tahun berjalan, pihak JICA menunjukkan keseriusannya untuk segera merealisasikan bantuan penataan pantai agar kembali indah seperti tahun 1980-an. ‘’Informasinya sudah proses tender. Pemenangnya adalah PT TOA. Tetapi, pemenang tender belum bisa bekerja, karena alasan stabilitas politik nasional, menjelang Pilpres 2019,’’ kata Geredeg. Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi mengatakan, guna mempercepat realisasi proyek ini, Pemkab Karangasem sudah bersurat kepada Bappenas. Pihaknya menegaskan, akan terus mengawal realisasi proyek ini. Jangan sampai lambatnya realisasinya di Karangasem, membuat kucuran dana sebesar itu justru bisa jatuh ke daerah lain. ‘’Dulu sudah mau dicoret. Sampai kami bertemu Dirjen, melobi kembali agar realisasinya tetap untuk penataan Candidasa-Buitan,’’ kata Sumardi. Sumardi menilai perencanaan yang sudah dibuat BWS III Bali-Penida, sangat menguntungkan bagi Karangasem. Sebab sesuai master plan-nya, pada ujung pantai akan disiapkan dermaga-dermaga kecil yang bisa diarahkan untuk tempat sandar kapal yacht (kapal pesiar kecil). Pemkab Karangasem akan bisa mendapatkan manfaat dari keberadaan dermaga wisata tersebut. Pihaknya mendorong program penataan sudah bisa dilaksanakan pada tahun 2019 nanti. (kmb31)
KARANGASEM
11
Suasana Hari Pencoblosan
Jompo Penuh Semangat, Perantau Memilih Golput Amlapura (Bali Post) Pilgub Bali menghadirkan banyak cerita menarik tentang dinamika di seputaran tim pemenangan paslon dan masyarakat pemilih. Di
Karangasem, di banyak tempat tim pemenangan paslon ikut banting tulang untuk memastikan konstituennya menyalurkan hak suara. Namun, golput nampaknya
tetap marak akibat warga Karangasem banyak yang merantau. Ketua KPPS di TPS 3 Banjar Bungkulan Desa Seraya Barat I Gede Suwidnya saat
Bali Post/kmb
NYOBLOS - Para jompo tetap menyalurkan hak pilihnya, seperti Ni Nengah Cidra yang nyoblos di TPS 12 Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem.
pencoblosan, Rabu (27/6) kemarin, mengatakan menyangkut golput, masyarakat Karangasem yang sudah masuk DPT tidak datang ke TPS umumnya karena sedang berada di perantauan. Mereka yang tidak datang ke TPS tempatnya tercatat sebagai pemilih umumnya kemungkinan memang tidak datang ke TPS karena sejauh ini permohonan untuk pindah TPS sangat jarang. Suwidnya menyebutkan hingga hari pencoblosan, tidak ada warga Bungkulan rantau yang pulang untuk mengurus formulir A5 (formulir pindah TPS - red). ‘’DPT kami 674 pemilih, tapi yang baru datang sekitar 340 orang,’’ ungkapnya ketika Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama jajaran Forkompinda melakukan pemantauan ke TPS 3 Banjar Bungkulan, pukul 11.30 Wita. Di sisi lain, banyak usia jompo yang memaksakan diri datang ke TPS meski dalam kondisi kesehatan yang kurang memadai sekalipun. ‘’Saya selalu nyoblos, rasanya tidak pernah absen,’’ ungkap Ni Nengah Cidra (85), jompo warga Lingkungan Galiran Kaler, Kelurahan Subagan, Karangasem. Pada hari pencoblosan Rabu (27/6) kemarin, wanita yang sudah bercicit ini menyalurkan hak pilihnya di
TPS 12 Kelurahan Subagan. Dia sudah datang ketika TPS baru saja dibuka, sekitar pukul 09.00 Wita. Dengan bantuan tongkat kayu, dia datang tertatih bersama anak-anak dan cucu-cucunya. Untuk menunggu giliran dipanggil petugas KPPS, dia memilih duduk menunggu di sudut bangunan yang difungsikan menjadi TPS. ‘’Kaki saya sakit, sulit berjalan,’’ katanya. Walau sudah jompo, wanita yang mengaku sudah beranjak remaja ketika Proklamasi 17 Agustus 1945 itu masih bisa berkomunikasi dengan lancar. Dia hanya terganggu oleh kondisi kedua kakinya sehingga untuk menyalurkan hak pilih ke bilik suara, lagi-lagi dia harus didampingi salah seorang anaknya dan seorang petugas KPPS. Beda lagi kondisi di Desa Tegallingah, Kecamatan Karangasem. Di sana, petugas KPPS harus melakukan jemput bola untuk melayani pemilih yang tak bisa datang ke TPS. Pelayanan itu diberikan kepada pemilih yang sedang sakit dan sudah melaporkan kondisi sakitnya itu ke petugas KPPS jauh hari sebelumnya. ‘’Memang ada beberapa warga kami yang dalam kondisi sakit tua, saya kurang tahu pasti jumlahnya tapi tak sampai lima orang,’’ kata Perbekel Tegallingah I Gede Sudiarsa. (kmb)
Ketua DPRD Nyoblos di TPS 03 Banjar Kreteg
Berharap Gubernur Terpilih Perhatikan Karangasem PEMILIHAN Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Rabu (27/6) kemarin, disambut antusias masyarakat Karangasem. Demikian juga dengan kalangan pejabat. Ketua DPRD Karangasem, Nengah Sumardi, mencoblos di kampung halamannya, di TPS 03 di Banjar Kreteg, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem. Usai mencoblos, Sumardi menegaskan siapa pun yang terpilih nanti adalah tokoh terbaik di Bali. Calon yang terpilih memiliki tugas berat untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di Bali, khususnya menggenjot pembangunan infrastruktur bagi Karangasem.
Bali Post/kmb31
JUKUNG - Pantai Candidasa saat sore, ada beberapa jukung nelayan yang parkir.
Telepon Penting kARANGASEM Polres Karangasem
Besakih (SWIB)
0363 21791
0363 21220
PMI
0363 21789
Polsektif Karangasem 0363 23222
PDAM
0363 21363
Polsek Kota
0363 21167
PLN
0363 21711
Polsek Manggis
0363 41768
BPBD/ESR
0363 22173
Polsek Rendang
0363 23082
Badan SAR
0363 21135
Polsek Selat
0363 24187
Pemadam Kebakaran 0363 21113
Polsek Abang
0363 23330
URD RSUD
0363 21011
Polsek Kubu
0363 22988
11 RSUD
0363 21470
Polsek Sidemen
0363 21709
12 SMAN 1 Amlapura 0363 21152
Polsek Bebandem
0363 22110
13 SMAN 2 Amlapura 0363 21254
Polsek Candidasa
0363 41677
Penjagaan Polres
14 SMAN 1 Manggis
0363 41668
Polsek KP3 Padangbai 0363 41388
15 SMPN 1 Amlapura 0363 21288
Radio Suara Widya
16 SMPN 2 Amlapura 0363 21483
Sumardi datang ke TPS 03 Banjar Kreteg bersama keluarganya, sekitar pukul 09.30 Wita. Ikut juga mantan Bupati Karangasem dua periode (2005-2010, 2010-2015), Wayan Geredeg. Di TPS ini, masyarakat setempat begitu antusias untuk mencoblos Gubernur dan Wakil Gubernur pilihannya. Mereka sudah berbondong-bondong datang ke TPS sejak pukul 07.00 Wita. Usai mencoblos, Sumardi mengatakan sebagai pimpinan lembaga di Karangasem, siapa pun nanti yang menjadi pemenang, itulah pilihan rakyat dan menjadi gubernur harapan masyarakat. Di pundaknyalah, apa yang dicita-citakan untuk kesejahteraan rakyat Bali, diharapkan dapat terwujud. Ini merupakan hari bersejarah, sehingga pihaknya mengajak untuk lapisan masyarakat menggunakan hak pilihnya. Sebab, inilah yang akan menentukan nasib pembangunan Bali lima tahun ke depan. Khusus Karangas-
em, pihaknya menggarisbawahi pembangunan infrastruktur, harus menjadi prioritas utama. Konsep pemerataan yang belum tepat menyebabkan terjadinya ketimpangan pembangunan di Bali. Ini menjadi penyebab Karangasem jauh tertinggal. ‘’Siapa pun nanti yang terpilih, mohon Karangasem menjadi perhatian utama. Sebab, masih banyak yang perlu dilakukan di Karangasem, untuk mewujudkan pemerataan pembangunan Bali,’’ ujar Sumardi. Salah satunya adalah rencana akses Jalan By-pass Prof. Ida Bagus Mantra dari Klungkung menuju Karangasem hingga tembus ke Buleleng. Ini cukup penting bagi Karangasem, melihat perkembangan Bali saat ini. Akses infrastruktur ini menurutnya akan menjawab berbagai persoalan lainnya, seperti pemerataan pembangunan, perkembangan pariwisata Bali maupun penanganan kemiskinan. Rencana akses jalan ini sudah direncanakan
USAI NYOBLOS - Ketua DPRD Karangasem (dua dari kanan) bersama keluarganya dan Wayan Geredeg usai nyoblos di TPS O3 Banjar Kreteg, Sibetan. sejak beberapa tahun lalu, sejak era Bupati Karangasem Wayan Geredeg. Bahkan, berkat lobi-lobi Geredeg kala itu, rencana pembangunan ini dikatakan sudah masuk ke dalam Buku Biru Bappenas. Artinya, sudah masuk rencana prioritas dan tinggal menunggu anggaran. Akan tetapi, sangat disayangkan sampai sekarang belum ada
tindak lanjutnya. Hal serupa juga disampaikan Wayan Geredeg, saat ditemui usai mencoblos di TPS yang sama. Menurutnya, siapa pun Gubernur Bali yang terpilih, memikul beban berat mewujudkan pemerataan pembangunan Bali. Dia merasa Karangasem terkesan masih dianaktirikan. Sebab, pemerataan
dari sisi infrastruktur dan pembangunan di segala sektor lainnya, hasil inisiasi Pemprov Bali belum begitu nampak terjadi di Karangasem. ‘’Pembangunan infrastruktur harus diarahkan ke Karangasem. Tuntaskan rencana-rencana besar yang dulu sudah terbangun untuk Karangasem,’’ kata Geredeg. (ad1028)
Mantra-Kerta Menang Telak di TPS Mas Sumatri Amlapura (Bali Post) Karangasem menjadi salah satu pengumpul suara bagi pasangan nomor urut 2 dalam Pemilihan Gubernur Bali. Kemenangan diraih di TPS-TPS tempat ketua-ketua parpol pendukung paket MantraKerta memilih. Bahkan di TPS 22 Kelurahan Subagan tempat
Ketua NasDem Karangasem yang juga Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri mencoblos suara paket Mantra-Kerta unggul mutlak. Berdasarkan data dari tim pemenangan paslon, di TPS yang berlokasi di Banjar Gede itu, Mantra-Kerta meraih 244 suara sedangkan Koster-Ace
hanya 5 suara. TPS 5 Juntal, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu tempat Ketua DPD Golkar Karangasem I Made Sukerana mencoblos, Mantra-Kerta unggul dengan 166 suara, sedangkan Koster-Ace 45 suara. Di TPS 1 Desa Pertima tempat Ketua DPC Gerindra Karangasem I Nyoman Suyasa,
Mantra-Kerta 152 suara dan Koster-Ace 104. Di TPS 3 Banjar Kreteg, Sibetan, Bebandem tempat Ketua DPRD I Nengah Sumardi mencoblos, MantraKerta unggul dengan 164 suara sedangkan Koster-Ace 38 suara. Di Banjar Pakel, Desa Sangkan Gunung, Sidemen yang merupakan kampung kelahiran Wabup Wayan Artha Dipa, Mantra-Kerta unggul 65,1 persen. ‘’Untuk Kedesaan Sangkan Gunung, Koster-Ace 1.700 suara sedangkan Mantra-Kerta 2.400,’’ ungkap Tim Mantra-Kerta Karangasem, Made Dwi Jayanta. Di TPS 15 Desa Datah terjadi persaingan sengit antara Ketua DPC PDI-P Karangasem I Gede Dana dengan Ketua DPC Demokrat Karangasem, I Gede Sumantara Adi Pranata. Di TPS itu, Koster-Ace unggul 45 suara atas lawannya. Koster-Ace meraih 155 suara sedangkan Mantra-Kerta 110 suara. Di Karangasem, Mantra-Kerta unggul di tujuh kecamatan dengan tingkat kemenangan mencapai 60 persen. Koster-Ace hanya menang di
Kecamatan Abang. Pascapenghitungan perolehan suara di TPS, kotak suara yang berisi surat suara, berita acara dan sertifikat perolehan suara dibawa ke PPK. Ketua KPU Karangasem I Made Arnawa mengaku sudah mengantongi hasil perhitungan suara berdasarkan laporan formulir model C dari masing-masing KPPS. Namun, hasil perolehan suara
secara resmi baru akan dipublikasikan pasca-pleno penetapan hasil yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat PPK. ‘’Pleno PPK kita mulai 29 Juni dan kita harapkan sudah clear (rampung) 3 Juni nanti. 5 Juni rekap di kabupaten,’’ ujarnya. Selama proses pencoblosan hingga pergerakan logistik ke PPK, situasi kamtibmas di Karangasem relatif kondusif.
Kondisi itu tercipta karena sejauh ini masa dan simpatisan kedua paslon tidak menyikapi hasil Pilgub Bali secara berlebihan. ‘’Secara umum sangat kondusif, tapi kita tetap siaga,’’ ungkap Kompol Ngurah Darma Putra, Kanit Tipikor Polda Bali, yang di-BKO-kan melakukan pengamanan di TPS 3 Banjar Bungkulan, Desa Seraya Barat, Kecamatan Karangasem. (kmb)
Jumlah Perolehan Suara Sementara Pilgub Bali 2018 Kabupaten Karangasem No Kecamatan Jumlah TPS Koster-Ace Mantra-Kerta 1 2 3 4 5 6 7 8
Abang Bebandem Karangasem Kubu Manggis Rendang Selat Sidemen
Total
Jumlah TPS yang Masuk
148 104 186 168 108 78 78 75
20.120 11.799 16.680 11.865 9.294 6.217 8.648 8.215
17.668 15.587 29.190 15.422 15.410 14.132 15.120 10.733
148 104 186 168 108 78 78 75
945
92.838
133.262
945
Sumber : Real Count KPU Karangasem
KLUNGKUNG
12
Kamis Wage, 28 Juni 2018
Suwasta Unggul Sementara di Seluruh Kecamatan
Semarapura (Bali Post)Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung telah berlangsung, Rabu (27/6) kemarin. Berdasarkan perolehan sementara, pasangan calon (paslon) nomor urut 2, I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta (Suwasta), mendapat suara lebih unggul dari paslon nomor urut 1, Tjokorda Bagus Oka dan I Ketut Mandia (Bagia), di seluruh kecamatan.
Bali Post/sos
TUNJUKAN - Tjokorda Bagus Oka bersama istri menunjukkan surat suara usai memilih di TPS 4 Banjar Bucu, Kelurahan Semarapura Tengah, Rabu (27/6) kemarin.
Tjok. Bagus Kalah di ”Kandang”
Semarapura (Bali Post)Penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masingmasing pasangan calon selesai hanya berselang beberapa jam dari batas waktu pemilihan. Hasilnya, tak seluruh paslon menggenggam kemenangan. Cabup nomor urut 1, Tjokorda Bagus Oka justru tersodok. Ia kalah di TPS 4, tempatnya memilih di Banjar Bucu, Kelurahan Semarapura Tengah. Pada TPS tersebut, tercatat ada 424 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dari jumlah itu, hanya 148 memberikan hak suaranya kepada paslon Tjokorda Bagus Oka dan I Ketut Mandia (Bagia). Sementara untuk lawannya, I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta (Suwasta) mendapat 190 suara. Tercatat pula 5 suara tidak sah. Sementara sisanya, 81 pemilih golput. Pada TPS 4 Banjar Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, tempat wakilnya, I Ketut Mandia memilih, paslon Bagia memperoleh 222 suara. Jauh lebih unggul dari Suwasta yang hanya 48 suara. Di tempat ini juga terdapat 4 suara tidak sah dan 33 pemilih masuk golput. Sementara itu, pada TPS 6 di Banjar Siku, Desa Kamasan, Klungkung yang menjadi tempat Cawabup I Nyoman Suwirta memilih, dari 395 DPT, pasangan Suwasta menyabet 285 suara. Selisih jauh dengan Bagia yang hanya 68 suara. Terdapat pula 7 suara tidak sah. Kemenangan pasangan Suwasta juga pada TPS 6 Banjar Sangging, Desa Akah, Kecamatan Klungkung. Dari 500 DPT, perolehan suaranya mencapai 301 suara. Jauh lebih tinggi juga dari Bagia yang hanya 83 suara. Terdapat pula 13 suara tidak sah. Sisanya dinyatakan golput. Berdasarkan pantauan, penghitungan suara di TPS itu berjalan lancar. Saksi masing-masing paslon tidak ada yang menyampaikan protes. (kmb45)
Berdasarkan dari sistem penghitungan sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung, paket Suwasta memperoleh 58.563 suara atau 71,24 persen. Sedangkan paket Bagia 23.647 suara atau 28,76 persen. Untuk di Kecamatan Banjarangkan, paket Bagia meraup 4.834 suara atau 30,7 persen. Sementara paket Suwasta 10.920 suara atau 69,3 persen. Selanjutnya di Kecamatan Dawan, paket Bagia berhasil memperoleh 8.385 suara atau 34,8 persen. Paket Suwasta mengumpulkan suara sebanyak 15.743 atau 65,2 persen. Untuk di Kecamatan Klungkung, paket Bagia meraup 9.782 suara atau 27,4 persen. Sedangkan paket Suwasta 25.950 suara atau 72,6 persen. Kemudian kecamatan terakhir yakni di Nusa Penida, paket Bagia berhasil mengumpulkan suara 646 suara atau 9,8 persen. Sementara paket Suwasta 5.950 suara atau 90,2 persen. Dari perolehan suara itu, partisipasi sementara mencapai 79,90 persen. Saat ditemui, I Nyoman Suwirta mengatakan capaian suara tersebut mirip dengan hasil survei yang dilakukan be-
berapa hari sebelum pemilihan. Namun, ditegaskan, pihaknya belum berani menyampaikan ke publik bahwa telah menang. ‘’Tetap kami menunggu hasil resmi dari KPU,’’ ungkapnya. Pria asal Nusa Ceningan Kecamatan Nusa Penida ini mengharapkan pascapemilihan, situasi di masyarakat tetap kondusif. Pendukungnya pun diminta untuk tidak euforia. Sementara itu, Cabup Tjokorda Bagus Oka saat dikonfirmasi usai menyalurkan suara di TPS 4 Banjar Bucu, Kelurahan Semarapura Tengah mengaku siap menerima hasil pemilihan. Menurutnya, siapa pun yang terpilih merupakan putra terbaik Klungkung. Itu telah sempat diutarakan dalam debat putaran kedua. Sementara itu, calon wakilnya, I Ketut Mandia, yang memilih di TPS 4 Banjar Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan pun mengutarakan hal senada. Pilkada ini diharapkan bisa mencerdaskan masyarakat. ‘’Besar harapan kami, masyarakat cerdas memilih pemimpin yang benarbenar bisa membantu kehidupan masyarakat,’’ tegasnya. (kmb40/kmb45)
Bali Post/sos
Nyoblos - I Nyoman Suwirta bersama keluarga saat nyoblos, Rabu (27/6) kemarin.
Pilkada Serentak, Kantor Disdukcapil Tetap Buka Layanan Semarapura (Bali Post) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Klungkung tetap membuka layanan saat Pilkada serentak, Rabu (27/6) kemarin. Meski buka, suasana tak seperti hari biasanya, terlihat sepi. Kepala Disdukcapil Kabupaten Klungkung I Komang Dharma Suyasa mengatakan, pihaknya sengaja membuka layanan ad-
ministrasi kependudukan (adminduk) untuk mendukung lancarnya pelaksanaan Pilkada. Pelayanan dibuka untuk mengantisipasi adanya warga yang tidak bisa mencoblos lantaran belum memiliki e-KTP. “Untuk antisipasi karena pas pada 27 Juni (pencoblosan) ini pasti ada warga yang berumur 17 tahun. Siapa tahu ada yang mau menggunakan hak pilihnya, sehingga bisa
kita rekam dan keluarkan surat keterangan,” ujarnya. Selain perekaman e-KTP, kata Dharma Suyasa pihaknya juga melayani pembuatan dokumen lainnya seperti akta dan KK. Untuk memberikan pelayanan adminduk, pihaknya mengerahkan seluruh petugasnya secara bergilir. Diakui, pelayanan yang dibuka hingga pukul 13.00 Wita, tidak begitu banyak dimanfaatkan masyarakat.
Buktinya hingga pukul 12.00 Wita, jumlah warga yang datang ke Disdukcapil untuk mengurus adminduk hanya sekitar 20 orang. “Kita sudah sosialisasikan sebelumnya, lewat medsos. Tapi antusiasme warga sedikit. Mungkin masih sibuk nyoblos,” jelasnya. Disampaikan lebih lanjut, pada hari biasa pihaknya bisa melayani masyarakat hingga ratusan orang per hari. Bahkan
belakangan ini warga yang datang membludak. Dalam sehari bisa melayani masyarakat hingga 1.000 hingga 1.500 orang. “Saat cuti bersama pada 11-14 Juni lalu kita tetap buka. Banyak masyarakat yang memanfaatkan kesempatan itu untuk mengurus pengesahan KK, KTP dan akta sebagai salah satu persyaratan masuk sekolah,” imbuhnya. (kmb40)
Perolehan Suara Sementara
Mantra-Kerta 65,45, Koster-Ace 34,55 Persen Semarapura (Bali Post) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang dilaksanakan di Kabupaten Klungkung, Rabu (27/6) kemrin, secara umum berjalan aman dan lancar. Berdasarkan data hasil penghitungan suara sementara yang dilakukan KPU Klungkung hingga pukul 21.50 Wita, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), unggul dengan perolehan suara 42.051 suara (65,45 persen). Sementara paslon nomor urut 1, Wayan Koster -Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), hanya mampu meraup 22.201 suara (34,55 persen). Berdasarkan data yang
di-input KPU Klungkung dari C1 yang sementara masuk dari 186 TPS, di Kecamatan Banjarangkan paslon nomor urut 1 berhasil meraup 5.811 suara (37,2 persen) dari total pengguna hak pilih sebanyak 16.366 orang. Sementara Mantra-Kerta 9.816 suara (62,8 persen). Di Kecamatan Dawan, Koster-Ace mendulang 5.101 suara (39,1 persen) dari 13.587 pengguna hak pilih. Sedangkan lawannya Mantra-Kerta berhasil mendulang suara lebih tinggi 7.948 suara (60,9 persen). Di Kecamatan Klungkung, Koster-Ace mampu meraup 11.238 suara (31,9 persen), sedangkan Mantra-Kerta unggul 23.971 suara (68,1 persen) dari total 36.462 pengguna hak pilih. Di Kecamatan Nusa Penida, Koster-Ace hanya
memperoleh 51 suara (13,9 persen), sedangkan MantraKerta berhasil merebut 316 suara (86,1 persen) dari total 390 pengguna hak pilih. Total suara sah dalam pilkada serentak kali ini tercatat sebanyak 64.253, sementara suara tidak sah 2.420 suara. Data KPU Klungkung juga menunjukkan tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Klungkung dalam pilkada kali ini mencapai 79,94 persen. Dari total jumlah pemilih di Klungkung, yang datang ke TPS menggunakan hak pilihnya sebanyak 66.805 orang. Pemilih yang datang ke TPS dalam pilkada kali ini didominasi laki-laki sebanyak 79,44 persen, sementara pemilih perempuan hanya 78,02 persen. (kmb40)
Hasil Penghitungan Suara di Empat TPS
Bali Post/sos
ANTRE - Suasana antre di Pelabuhan Tribuana, Desa Kusamba, Rabu (27/6) kemarin. Mereka hendak menuju Nusa Penida untuk menyalurkan suara Pilkada.
Menoleh Antusiasme Warga dalam Pilkada
Koster-Ace Hanya Unggul Menyeberang ke Nusa Penida, Antre Sejak Subuh di TPS Ketut Mandia
Semarapura (Bali Post) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali digelar secara serentak, Rabu (27/6) kemarin. Di Kabupaten Klungkung, pelaksanaan pilgub yang bersamaan dengan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Klungkung secara umum berjalan aman dan lancar. Sementara itu dari hasil penghitungan suara di empat TPS yang menjadi tempat para paslon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung memilih, calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 1, Wayan Koster dan Tjokorda Ardhana Sukawati (KosterAce), hanya mampu unggul di TPS tempat Cawabup Ketut Mandia memilih. Berdasarkan pantauan, proses pemilihan Gubernur
dan Wakil Gubernur Bali berjalan lancar. Sesuai jadwal pencoblosan mulai dilaksanakan serentak pukul 07.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita. Usai pencoblosan, seluruh TPS menggelar proses penghitungan suara hingga sore. Sesuai data hasil rekapitulasi perolehan suara yang dihimpun di TPS 4 di Banjar Bucu, Kelurahan Semarapura Tengah, Calon Bupati Tjokorda Bagus Oka nampaknya gagal mengamankan suara Koster-Ace. Buktinya, paket Koster-Ace ini hanya berhasil meraih 142 suara, lebih sedikit dari paket Mantra-Kerta yakni 193 suara. Berbeda dengan di TPS Tjok Bagus, di TPS 4 Banjar Sente, Desa Pikat yang merupakan tempat calon
Wakil Bupati Ketut Mandia memilih, paket Koster-Ace berhasil unggul meraih 223 suara. Mengalahkan lawannya Mantra-Kerta yang hanya meraup 40 suara. Sementara itu, di TPS 6 Banjar Siku, Desa Kamasan yang merupakan lokasi memilih dari calon Bupati Nyoman Suwirta, paket Koster-Ace hanya berhasil meraih 112 suara. Sementara paket Mantra-Kerta 237 suara. Demikian juga dengan hasil perolehan suara di TPS 6 Banjar Sangging, Desa Akah tempat calon Wakil Bupati Made Kasta memilih, Koster-Ace hanya berhasil mendulang 106 suara. Jauh lebih kecil dari perolehan Mantra-Kerta yang berhasil meraup 270 suara. (kmb40)
PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak, Rabu (27/6) kemarin disambut antusias warga Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Demi menyalurkan suaranya, warga sampai rela mengantre sejak subuh di Pelabuhan Desa Kusamba, Kecamatan Dawan untuk bisa menyeberang. Langit di ufuk timur belum sepenuhnya terang. Saat itu baru menginjak pukul 06.30 wita. Suasana di sejumlah pelabuhan tak seperti biasa. Salah satunya Pelabuhan Tribuana. Begitu masuk, keramaian langsung tersaji di depan mata. Ada ribuan orang di sana, menyesaki ruang tunggu hingga parkir. Seakan tak ada celah sebagai tempat untuk penunggu baru. Sangat sesak. Loket tiket pun tak terlihat. Turut tertutupi warga yang antre. Bahkan ada yang naik ke pagar pembatas. Tangannya bergelantungan pada kayu
penyangga atap. Banyak pula yang duduk di pantai yang berpasir hitam. Ada pula pada pasir yang terbungkus karung. Hal itu hendak dibawa ke Nusa Penida memakai sampan. Tak sedikit yang melontarkan ucapan, menunjukkan sudah lama menunggu. Bahkan, sempat terjadi ketegangan. Suara anak-anak pun turut meramaikan. Kendaraan pun jauh lebih banyak dari hari biasa. Berdesak-desakan di parkir. Tempat yang tersedia tak mampu lagi menampung. Banyak yang di luar. Ada pula lalu lalang. Pengendaranya membunyikan klakson sebagai tanda permisi hendak lewat. Sangat riuh. Benar-benar berbeda dengan hari biasa. Di tengah suasana itu, warga asal Desa Batumadeg, Nusa Penida I Ketut Sunia tak sungkan berbagi cerita. Demi menyalurkan suara untuk hajatan politik lima tahunan ini, ia rela datang ke
pelabuhan saat subuh. Pukul 04.00 Wita sudah tiba dari Sanur, Denpasar. Tiga jam menunggu, tiket penyeberangan belum sampai di tangan. Tidak sanggup melawan barisan warga selayaknya tembok. Sangat tebal. Barisannya berlapis-lapis. “Pagi-pagi ke sini belum dapat tiket juga,” katanya. Layanan boat menuju Pelabuhan Sampalan, Desa Batununggul, Nusa Penida diberikan gratis dalam Pilkada ini. Hal tersebut juga dinilai menambah antusiasme masyarakat untuk pulang kampung. “Sudah rutin pulang setiap pemilihan. Untuk baliknya masih lihat situasi,” ucapnya. Warga lain, Made Anom, asal Desa Kutampi juga mengutarakan cerita serupa. Ia bersama keluarganya telah tiba pukul 05.00 Wita. Sampai dua jam menunggu, tiket tak kunjung didapatkan. Namun,
itu tak mengurangi keinginannya untuk mengikuti pemilihan Bupati dan Wabup Klungkung maupun Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. “Masih menunggu. Dari pagi sudah di sini,” ucapnya. Seorang pemuda asal Desa Klumpu, Kadek Artha juga menuturkan banyak warga yang sudah di pelabuhan sejak dini hari. Hingga menginjak matahari terbit, belum menyeberang pula. “Katanya teman ada dari jam satu sudah di sini,” terangnya. Dikatakan pula, pelabuhan lain kondisinya sama. Penumpang membludak. Harus antre berjam-jam menunggu giliran. “Pelabuhan lain ramai juga,” imbuhnya. Pada Pilkada ini, sejumlah usaha boat memang memberikan layanan penyeberangan pulang pergi secara gratis. Selain di Klungkung, itu juga melayani dari Serangan, Denpasar. (sos)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Kamis Wage, 28 Juni 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Brazilian Aussie BBQ Resto Loo king for waitress,cashier&bartender call 081916750208 (WA)
B.BP.004.06.18.0000843
Dbthkn 4 org Karyawan/Wati utk SerabutanHP.0817346559(Manik)
B.BP.001.06.18.0000965
Dbthkn Admin,Drafter,Sopir Hub:081238684610/0361-461350
B.BP.001.06.18.0000964
Dcr 8org SopirB1/A&Tng Angkat2 GjMin75Rb/Hr,Kos+U.Mkn,Makmur AbadiBangunan Jl.T.Umar Brt888
B.BP.004.06.18.0000930
Dcr:Admin,Manajer,Marketing & Cleaning Service,081246757777
Dicari Guru Pendamping PAUD SMS:082145707300/082144899132
Dibthkn Tukang & Kepala Tukang (Mandor)u/mmperbaiki Vila-vila Brkepribadian baik.Gaji Mnarik CV:asahrd2018@gmail.com Tlp.0361-289742
Dicari Sgr Sopir & Staff Cewek Hub.JN Laundry.HP:081239036432
B.BP.001.06.18.0000480
B.BP.001.06.18.0000919
Staf Produksi bikin roti/bread maker(tabanan),pengalaman, Hub.Dewi 081236222509 B.BP.004.06.18.0001012
Karywti U.Prdksi Kue,Tenaga srbtan,Sim C&PRT H.08123836575
B.BP.001.06.18.0001009
B.BP.004.06.18.0001019
Karywti,kasir u/toko kue&tng Prdksi H.081246361068
B.BP.004.06.18.0001020
Pria Cr Wanita Bali Sngle 30th kbwh srius&stia Hp087754455442
B.BP.821.06.18.0000929
B.BP.001.06.18.0000740
Dcr Sekuriti Resto Drh Nusadua Tidur dalam Hub.0818524045
SMK Wnt Admin Lk Gdg Wahyu CahayaBali Diponegoro 210Sanglah sblm Mesjid Anur 08123806350
B.BP.004.06.18.0000928
B.BP.001.06.18.0001022
*Job Jepang Exkenshu,Australi, Korea,085857328218-08563925015
B.BP.166.06.18.0001024
Akunting,Ksir,Auditor,Syrt:Ijzah Akuntansi/Myob,081338344155
B.BP.004.06.18.0000994
Dcr Spr,Gdng,Ksir Toko Dapurku Supratman Gaji Bsr081939084292
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
B.BP.001.06.18.0000703
B.BP.004.06.18.0000868
B.BP.001.06.18.0000904
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
FOTOCOPY
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.06.18.0000905
Dcr Sales Executive u/Printing -Ling Hotel,Home Industri,dll. Jl.Diponogoro 51 Dps/T.228872
Dcr Sales,Spv,Teknisi STM,Gj+ Bns+Komisi+BPJS,Lam PT.PMA, Bedahulu XVII/7 Dps
Dcr Staff Gudang&Tk.Serabutan untuk Garment.Lamaran Langsung ke Jl.Gn.Guntur 882-883 Dps
B.BP.001.06.18.0001008
Dicr Sopir Pribadi Berpengalmn Bisa Matic & Manual,KTP Bali SIM B1,Penampilan Rapi Lam ke Jln Hasanudin No.78 DPS
Griya Bugar Mmbthkan Therapist WA:081239666167/081999720058
B.BP.001.06.18.0000738
Asap:Marcom,GSA(Mandarin), Reception,F&B Spv,SM,OM,DOS, F&B Mgr,GM,Ass Rest Mgr,Ass Bar Mgr,Personal & Training Mgr CV dan Lamaran : hrd@thecrsytalnusaduabali.com 0361-3350588
B.BP.001.06.18.0000912
Dicari Sopir Di Seminyak Hubungi:08124622648
Dcr Design interior/drafter mahir sketchup.Wa 081236657284
B.BP.004.06.18.0001018
LOWONGAN
B.BP.001.06.18.0000790
Dcr Sgr Cleaning Service untuk Kantor.Hub.0361-751223/Krm CV ke Jl.Bypas Ngr Rai 300B Tuban
B.BP.001.06.18.0000967
Dcr marketing Klinik u/Villa& Hotel English Aktif 08123831288
B.BP.166.06.18.0001023
Dcr segera Arsitek buat Developer Perumahan 081337225559
B.BP.004.06.18.0001011
Dcr sopir Pariwisata B.Inggris Hub.Merrys 0361-238041
B.BP.004.06.18.0001017
Staf Produksi lulusan IT Teknologi Informatika(Tabanan) pengalaman,apply to: versaindustries4@gmail.com
B.BP.004.06.18.0001013
SERVICE
B.BP.001.06.18.0000932
Dibutuhkan Segera Posisi Receptionist Wanita atau Pria yang Berpengalaman.Lamaran di Bawa ke Shambala Spa. Di belakang Rahayu Restaurant, Jln.Monkey Forest Ubud Gianyar Tlp:(0361)4792229/082144187039
B.BP.004.06.18.0000989
Dibutuhkan Staff HK yang Bisa Tinggal Dalam.Brpnglmn,Jujur & Bisa Berbahasa Inggris Daerah Sanur.Gaji Menarik.0361-289742 CV:asahrd2018@gmail.com
B.BP.001.06.18.0000920
Sales Marketing,Sopir SIM:B1, Front Office.Hub:085103167222
B.BP.001.06.18.0000915
Urgent Need!!Cook Helper,Kasir Server,OB,Barista,Krm CV:Resto Ayam Bakar Bejo,Jln Kuru Setra 5X.UpHerlambang(082144638086) B.BP.001.06.18.0001010
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Sales,F&B Services Restaurant Mgr CV & Lamaran Kirim ke:hrd@ crabbycrab.nusadua@gmail.com
B.BP.004.06.18.0000993
kampus Elizabeth International “Hotel Management School” Mncri tim pengajar Front Office,Housekeeping.CV ke elizabethdenpasar@yahoo.com / Telp:0361-230110
B.BP.004.06.18.0001015
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
G.01
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
G.02
Koprasi Wanita Raka Dewi Bali membthkn:1)Manager:S1,pglm 2th dibdngnya,L/P max 45th. 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max 30th. 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt,max 27th. 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max 35 th.Krm Cv: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub lebih lanjut: www.rakadewibali.com
G.03
DIJUAL MOBIL NISSAN
We are looking for Butler staff/housekeeping staff who can prepare breakfast.Who has Experienced and excelent in English. Seminyak and Ubud area.High Salary. Tlp.(0361) 289742CV:asahrd2018@gmail.com
Cari Mobil Bekas Suzuki,Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349
B.BP.001.06.18.0000918
B.BP.164.06.18.0000976
Nissan 2010 Xtronic CVT Full Variasi Hub.08123989518
B.BP.001.06.18.0001021
DICARI MOBIL
DIJUAL RUMAH Rmh + Gudang Jl.Arjuna 12 Darmasaba Murah 9 Are 081217800900 B.BP.004.06.18.0000992
DIJUAL TANAH 1 Are ke Selatan 200 mtr Gatsu Timur Jln.Sulatri,081237148880 B.BP.001.06.18.0000830
Tanah 2 Are Jln.Bukit Lestari, Jimbaran.WA:08123930776 B.BP.001.06.18.0000913
BANGLI
14
Kamis Wage, 28 Juni 2018
Koster-Ace Unggul di RSJ
NYOBLOS - Bupati Bangli I Made Gianyar (tengah) saat menggunakan hak pilihnya di TPS 1 Desa Bunutin, Kintamani.
Bali Post/nan
Di TPS Bupati Made Gianyar
Mantra-Kerta Hanya Peroleh Satu Suara
Bangli (Bali Post) -
Proses pemungutan suara Pilgub Bali di Kabupaten Bangli, Rabu (27/6) kemarin, secara umum berjalan lancar. Dari perhitungan suara sementara, pasangan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) unggul atas paslon I.B. Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta). Di TPS 1 Desa Bunutin, Kintamani, yang menjadi tempat Bupati Bangli Made Gianyar menyalurkan hak pilihnya, Koster-Ace menang telak dan hanya menyisakan 1 suara untuk Mantra-Kerta. Di TPS 1 Desa Bunutin, jumlah DPT sebanyak 418 pemilih. Dari jumlah tersebut, 394 di antaranya hadir untuk mencoblos. Sebanyak 393 suara adalah untuk Koster-Ace. Hanya 1 suara yang diperoleh Mantra-Kerta. Data sementara yang dihimpun, kedua paslon bersaing di TPS pentolan pengusung masing-masing. Ketua DPC PDI-P Bangli yang juga Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta nyoblos di TPS 2 Banjar Sulahan. Kebetulan di TPS itu juga terdapat pentolan Golkar yang juga anggota DPRD Bangli, Ketut Sajiboga. Persaingan di TPS ini dimenangkan
Koster-Ace dengan perolehan suara 261, sedangkan MantraKerta mendapatkan suara 173. Sementara itu, suara tidak sah 11 dan 83 golput. Di TPS 1 Banjar Bukit Sari, Desa Undisan, Tembuku, yang merupakan basis pentolan Demokrat, Made Sudiasa, KosterAce kalah dengan 85 suara. Rivalnya, Mantra-Kerta berhasil mendapatkan 178 suara. Di kandang Ketua DPC Demokrat Bangli Komang Carles, perolehan suara cukup bersaing. Paslon 1 di TPS 2 Batur Utara mendapatkan 187 suara dan Mantra-Kerta unggul dengan perolehan 281 suara. Di TPS 2 Desa
Suter yang merupakan basis wakil Ketua DPRD Bangli dari Golkar, Nyoman Basma, paslon Mantra-Kerta unggul dengan perolehan 259 dan rivalnya hanya mendapatkan 54 suara. Di TPS 5 Bangbang Kawan yang digawangi Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata, Koster-Ace menang tipis dengan perolehan 139 suara. Sedangkan Mantra-Kerta mendapatkan 120 suara. Bupati Made Gianyar berharap, seluruh tahapan pilkada dapat berjalan aman, lancar dan damai. Ia pun berharap angka golput di Bangli bisa diminimalkan. Dari pengamatannya, an-
tusiasme masyarakat Bangli untuk mensukseskan Pilgub Bali sangat tinggi, hal ini terlihat di beberapa TPS yang cukup ramai didatangi oleh masyarakat yang akan memberikan hak suaranya kepada calon yang mereka pilih sendiri sesuai hati nurani. Dengan tingginya partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya, menandakan kepercayaan masyarakat akan elite politik semakin tinggi. Ia berharap, Pilgub kali ini melahirkan pemimpin yang baik, yang bisa melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Bupati Made Gianyar juga berharap, seluruh lapisan masyarakat untuk bisa menerima siapapun nanti Gubernur Bali terpilih, sebab kemenangan tersebut adalah pilihan masyarakat Bali. Sementara itu, Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo, S.I.K., M.H. bersama Dandim 1626/Bangli Letkol
Cpn Andi Pranoto dan Ketua KPU Kabupaten Bangli Dewa Agung Lidartawa berkeliling untuk memantau kegiatan pemungutan suara di TPS. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengecek langsung terkait situasi pada saat pemungutan suara di masingmasing TPS. Pada kesempatan tersebut, Kapolres Bangli memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan. ‘’Jangan mudah terprovokasi. Mari kita jaga stabilitas keamanan wilayah Bangli tetap kondusif,’’ katanya. Ketua KPU Bangli Dewa Agung Lidartawan mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai kekurangan logistik di masing-masing TPS. Pihaknya juga belum mendapatkan laporan pelanggaran. ‘’Semua berjalan lancar,’’ ujar Lidartawan. (kmb41)
Bangli (Bali Post) Puluhan pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali di Bangli menyalurkan hak pilihnya, Rabu (27/6) kemarin. Dari hasil perhitungan di TPS 21 yang berlokasi di RS tersebut, paslon nomor urut, 1 Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (KosterAce), unggul atas paslon nomor urut 2, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta). Proses pemungutan suara mulai dilakukan pukul 08.00 Wita. Jumlah pasien yang diperbolehkan mencoblos yakni 50 orang. Untuk menggunakan hak suaranya, pasien diantarkan oleh petugas masuk ke bilik suara. Mereka dibantu diarahkan apa yang harus mereka lakukan. Setelah selesai mencoblos, pasien diantarkan kembali ke kamar masing-masing. Dari hasil penghitungan suara, Koster-Ace unggul dengan 26 suara. Sementara Mantra-Kerta 19 suara. Sedangkan suara tidak sah
sebanyak 5 suara. Wadir Pelayanan RSJP Dewa Gede Basudewa mengungkapkan, pasien yang diperbolehkan memilih adalah pasien yang kejiwaannya sudah mulai bagus, sesuai hasil pemeriksaan dokter spesialis yang merawatnya. Pasien harus memiliki pikiran yang tenang untuk memutuskan dan menentukan pilihan. ‘’Sebelum pencoblosan mereka diberikan sosialisasi paslon oleh KPU. Jadi, mereka memilki bayangan untuk menentukan pilihan siapa yang harus dipilih. Dan pencoblosan berjalan dengan aman dan lancar,’’ ujarnya. Sementara itu, untuk hasil penghitungan suara di Rutan Bangli, dari total DPT 80 orang, Koster-Ace kalah dengan perolehan 19 suara. Sedangkan MantraKerta meraih 24 suara. Di Lapas Narkotika, KosterAce menang tipis dengan 13 suara atau hanya unggul 1 suara dari Mantra-Kerta. Suara tidak sah di TPS ini hanya 1 suara. (kmb41)
Bali Post/nan
HITUNG SUARA - Petugas saat menghitung perolehan suara di RSJ.
Warga Desak Jalan di Sulahan Segera Diperbaiki Bangli (Bali Post) Warga Desa Sulahan Kecamatan Susut, mendesak Pemkab Bangli untuk segera memperbaiki jalan yang menghubungkan Banjar Tanggahan Peken dan Banjar Sulahan. Jika dibiarkan terlalu lama, warga khawatir jalan jebol tersebut akan memakan korban. Warga setempat, I Nengah Budiarda, Rabu (27/6) kemarin, mengungkapkan, pascajebolnya jalan tersebut, sudah dua warga yang terperosok ke jurang. Agar tidak ada lagi warga yang celaka, pihaknya berharap perbaikan jalan tersebut segera dilakukan. Apalagi, akses jalan tersebut sering dilalui oleh siswa maupun warga. ‘’Saya langsung sampaikan ke Pak Wakil Bupati terkait perbaikan ini. Katanya sudah dianggarkan untuk perbai-
Bali Post/nan
PANEN AWAL - Petani di Subak Demulih memanen padi lebih awal.
Hektaran Padi di Demulih Rebah
Petani Terpaksa Panen Lebih Awal Bangli (Bali Post) Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Bangli sejak beberapa hari belakangan, membuat hektaran tanaman padi milik petani di Desa Demulih, Susut, rebah. Atas kondisi tersebut, petani Subak Demulih dan sekitarnya terpaksa melakukan panen lebih awal. Salah seorang petani, I Nyoman Depak, Rabu (27/6) kemarin mengungkapkan, padi yang dipeliharanya di lahan sekitar 22 are, rebah sejak beberapa hari lalu akibat diguyur hujan lebat disertai dan diterpa angin kencang. Petani lainnya juga mengalami hal serupa. ‘’Jadi terpaksa, panen lebih awal sejak lima hari lalu. Selain padi saya, milik petani lainnya di sini sebagian besar juga rebah. Hanya ada yang sudah dipanen, ada juga yang belum. Kalau dikalkulasikan secara menyeluruh, ada hektaran padi yang rebah,’’ ujarnya. Tanaman padi yang rebah tersebut sejatinya belum memasuki masa panen. Jika kondisi normal, padi baru dipanen sekitar seminggu lagi karena banyak bulir padi yang masih hijau. Namun jika tidak dipanen sekarang, tanaman padi yang rebah pertumbuhannya tidak bagus sehingga padi bisa rusak. ‘’Padi baru dipanen ketika berumur empat bulan. Memang sih sekarang sudah mendekati masa panen, namun belum waktunya untuk dipanen,’’ katanya.
Dijelaskannya lebih lanjut, dalam kondisi normal, luas lahan 22 are mampu menghasilkan sekitar 25 kampil gabah. Namun dalam kondisi cuaca ekstrem, jumlahnya akan jauh berkurang. (kmb41)
JEBOL - Jalan jebol di Sulahan.
Bali Post/nan
kannya tahun ini. Tapi sampai saat ini tak kunjung ada perbaikan. Saya selaku warga hanya bisa berharap supaya jalan ini segera diperbaiki. Karena saya khawatir jika lama dibiarkan seperti ini, nantinya semua badan jalan bisa amblas,’’ katanya. Hal senada disampaikan warga lainnya, I Nyoman Sadru. Selain perbaikan jalan, dia juga berharap palinggih di bawah jalan tersebut ditata. ‘’Biasanya kalau dilihat dari material jalan yang jebol, sejatinya palinggih itu sudah hancur tertimbun material. Namun, nyatanya palinggih masih berdiri kokoh. Saya harap palinggih bisa dibuatkan jalan ke bawah. Karena saat ini tidak ada jalan yang bagus untuk menuju ke bawah untuk menghaturkan sesajen,’’ katanya. (kmb41)
15
Kamis Wage, 28 Juni 2018
Pilkada Makassar
Dimenangi Kotak Kosong
Makassar (Bali Post) – Lembaga riset Celebes Research Center (CRC) yang melakukan hitungan cepat (quick count) menempatkan kolom kosong menjadi peraih suara terbanyak mengalahkan pasangan calon Munafri Afifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu). ‘’Data yang masuk untuk Pilkada Makassar sudah 86 persen dan kolom kosong unggul tipis dari paslon tunggal,’’ ujar Direktur CRC Herman Heizer di Makassar, Rabu (27/6) kemarin. Ia mengatakan, data server yang diterimanya untuk sementara menempatkan kolom kosong dengan persen-
tase perolehan suara 53,45 persen diikuti paslon AppiCicu 46,55 persen. Herman menyatakan kemenangan kolom kosong di Pilkada Makassar cukup mengejutkan. Pilkada Makassar hanya diikuti oleh pasangan calon tunggal Munafri Afifuddin-Andi Rachmatika Dewi. ‘’Pilkada dengan paslon tunggal adalah yang pertama kali terjadi di Makassar dan pemenangnya juga kolom kosong,’’ katanya. Pada pemilihan kepala daerah serentak ini paslon Appi-Cicu didukung oleh koalisi partai politik (parpol) yang mengontrol 43 kursi di DPRD Makassar. Sedangkan
mantan petahana Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang menggandeng Wakil Ketua DPRD Makassar Indira Mulyasari Paramastuti maju melalui jalur perseorangan. Namun dalam proses, sebelum tahapan pilkada berlanjut hingga ke tahap pencoblosan, tim hukum Appi-Cicu kemudian memperkarakan paslon petahana itu ke Panwaslu Makassar hingga ke tingkat peradilan di Mahkamah Agung (MA). Keputusan peradilan tertinggi MA menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar dan menolak upaya kasasi dari KPU Makassar. Sementara itu, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono mengingatkan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto agar tidak melakukan selebrasi maupun bereuforia atas kemenangan kolom kosong. ‘’Sebaiknya wali kota tidak melakukan euforia kemenangan kolom kosong karena posisinya sebagai wali kota,’’ ujar Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono di Makassar, Rabu kemarin. Ia mengatakan, euforia wali kota Danny Pomanto
atas kemenangan kolom kosong pada pemilihan kepala daerah Makassar dinilainya berlebihan. Menurut Soni, tindakan Danny dengan bersujud syukur atas kemenangan kolom kosong bersama tim-timnya itu tidak mencerminkan sebagai kepala daerah yang mengayomi seluruh warga Makassar. ‘’Posisi wali kota harus bisa memayungi dan memberikan pengayoman kepada kontestan pilkada, dalam hal ini pasangan calon nomor urut 1,’’ katanya. Soni yang juga Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu mengatakan hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei tidak bisa dijadikan patokan kemenangan. Karena kemenangan baru bisa diketahui setelah ada pengumuman dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar. Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama mantan tim relawan dan pemenangannya di kediaman pribadinya Jalan Amirullah melakukan sujud syukur atas kemenangan kolom kosong tersebut. (ant)
DIPERIKSA - EBA saat diperiksa di Direktorat Reskrimum Polda Bali.
Bali Post/ist
Tim Gabungan Gerebek Rumah di Gandapura
Polisi Amankan 4 Airsoft Gun dan 308 Peluru Denpasar (Bali Post) Tim gabungan Subdit 1 Ditreskrimsus Polda Bali, Satgas CTOC dan Brimobda Bali, Selasa (26/6) malam menggerebek salah satu rumah di Jalan Gandapura, Denpasar Timur (Dentim). Rumah tersebut ditempati pria asal Jawa Timur berinisial EBA (45). Saat itu polisi mengamankan senjata airsoft gun laras pendek dan panjang serta ratusan butir peluru. Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja, Rabu (27/6) kemarin men-
gatakan, penggeledahan di rumah tersebut dilakukan pukul 20.30 Wita. Waktu itu petugas mengundang aparat dusun dan tokoh masyarakat setempat sebagai saksi. ‘’Penggeledahan dilakukan karena diduga melakukan tindak pidana menyimpan dan memiliki amunisi berupa peluru tajam sebagaimana dimaksud Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951,’’ ungkapnya. Hasil penggeledahan di rumah EBA yang memiliki pekerjaan berdagang via online
ini, polisi mengamankan 308 peluru berbagai jenis, satu butir shotgun slug dan proyektil, 20 butir peluru hampa, tujuh proyektil, 135 selongsong peluru, satu invinite vowder antihuru-hara, dua senjata airsoft gun laras panjang dan dua laras pendek. Selain itu juga disita lima sangkur dan sembilah pisau. ‘’Yang ditangkap tersebut bukan jaringan teroris. Anggota hanya mengamankan barang bukti airsoft gun laras panjang, amunisi tajam dan hampa,’’ ujarnya. (kmb36)
da yang bagus untuk memperkuat kedudukan desa adat di Bali. Kami juga akan membuat perda yang baru tentang pemajuan kebudayaan,’’ katanya. Selain itu, lanjut Koster, akan dibuat pula perda tentang standar pelayanan kesehatan di Bali. Kualitas pelayanan kesehatan akan ditingkatkan sampai kecamatan, terkait sarana-prasarana, rumah sakit, alat periksa kesehatan, dokter spesialis, dan sarana lainnya. Kemudian, akan membuat perda tentang perlindungan sumber daya air. Termasuk di dalamnya hutan agar Bali ke depan bisa memenuhi kebutuhan air dari segi jumlah dan kualitas yang memadai. ‘’Agenda setelah ini, langsung rapat tim saya untuk
menyusun RUU, perda, begitu saya dilantik langsung maju ke DPRD. Tidak perlu waktu lama. Dalam waktu dua bulan harus selesai, begitu kerjanya,’’ ujarnya. Koster menambahkan, pariwisata juga akan ditata secara komprehensif dari hulu sampai hilir. Teknisnya akan dikerjakan langsung oleh Cok Ace yang juga pakar di bidang pariwisata. Kemudian membangun infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi. Berkenaan dengan rencana reklamasi Teluk Benoa, begitu dilantik, Koster akan langsung menyatakan proyek itu tidak bisa dijalankan di Bali. ‘’Saya tahu Perpres 51 syaratnya ada rekomendasi Gubernur Bali, maka astungkara saya dilantik ke depan, tidak perlu orang lain. Saya
tidak akan keluarkan rekomendasi, kan tidak akan bisa jalan dia. Itu bukan arogansi, kalau cukup dengan tangan gubernur ya… gubernur saja, tidak usah melibatkan orang lain,’’ tegasnya. Koster mengaku akan mengajak semua pihak yang memiliki komitmen, wawasan, dan pengalaman untuk membangun Bali dengan seluas-luasnya. Termasuk mengajak masyarakat yang tidak memilih Koster-Ace untuk bersama-sama membangun Bali. Bagi pendukung Koster-Ace diimbau untuk menyikapi keunggulan dalam hitung cepat dengan wajar. ‘’Jangan ada euforia, jangan ada aksi berlebihan, arogansi dan sebagainya. Hormati pilihan masyarakat di Bali,’’ tandasnya. (kmb32)
Ubah Perda Paket Koster-Ace ini meraih suara 58,25 persen dengan margin of error 2,39 persen. Sementara paslon nomor urut 2, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta, meraih 41,75 persen suara. Koster-Ace unggul di 5 kabupaten, yakni Badung dengan perolehan 78,23 persen suara, di Tabanan 72,74 persen suara, di Buleleng 68,74 persen suara, di Bangli 62,7 persen suara dan di Gianyar 63,55 persen suara. Sisanya yakni Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, Klungkung, dan Karangasem menjadi daerah kemenangan Mantra-Kerta. ‘’Angka ini (58,25 persen) jauh dari harapan kami karena kami sejatinya men-
argetkan perolehan suara mendekati 70 persen, seburukburuknya 65 persen,’’ ujar Wayan Koster yang menemui awak media setelah data masuk hitung cepat sudah 100 persen. Koster juga ditemani calon wakil gubernurnya, Cok Ace. Koster menyebut perolehan suara di Jembrana dan Gianyar memang di luar dugaan. Meski demikian, pihaknya tetap mensyukuri hasil yang sudah dicapai ini. Utamanya atas kerja keras seluruh kader PDI-P dan partai pengusung lainnya yakni PAN, PKPI, Hanura, PKB dan PPP. Selain juga arahan dan bimbingan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto dan putra Megawati, Prananda Prabowo, yang sela-
lu memonitor perkembangan di Bali terkait pilgub. ‘’Secara khusus kami sampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali yang telah meluangkan waktu hadir ke TPS masing-masing dengan tingkat partisipasi 71 persen lebih, cukup tinggi untuk pilgub,’’ jelasnya. Koster menambahkan, saat ini juga sedang berjalan penghitungan riil yang dilakukan dengan sistem. Paling lama, hitung riil itu selesai Kamis (28/6) ini. Pihaknya berharap perolehan suara Koster-Ace bisa naik dan masih memungkinkan untuk tembus 60 persen. Di sisi lain, proses penghitungan yang dilakukan penyelenggara pilgub juga diharapkan bisa dilakukan dengan cermat, benar, dan tidak ada
manipulasi. ‘’Kami berharap agar semua pihak juga mengawal proses penghitungan suara. Termasuk Bawaslu, aparat penyelenggara lainnya agar ikut melakukan pengawasan dan pengamanan suara dari pasangan calon nomor 1 dan juga nomor 2,’’ imbuhnya. Koster juga menyatakan segera membentuk tim secara paralel untuk merealisasikan visi-misi ke masyarakat. Pertama, membuat rancangan Undang-undang tentang Provinsi Bali untuk mengganti UU No.64 Tahun 1958. RUU itu salah satunya mencanangkan one island one management. Selain itu, menyusun pula ranperda untuk mengganti perda tentang desa pakraman. ‘’Kami akan membuat per-
RUSIA 2018 14 JUNI - 15 JULI
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Kamis Wage, 28 Juni 2018
Argentina Lolos dari Lubang Jarum
Jepang Berambisi Raih 3 Angka Kazan – Ambisi Jepang saat ini adalah meraup kemenangan melawan Polandia yang telah tersingkir. Samurai Biru tidak akan berpikir tentang bermain untuk hasil imbang untuk lolos ke babak 16 besar. Demikian menurut kapten Makoto Hasebe. Hasil imbang 2-2 Jepang dengan Senegal membuat mereka berada di puncak Grup H, tetapi dengan nilai yang sama dengen Senegal, sementara Kolombia mebayangi dengan 3 poin. Satu poin melawan Polandia akan cukup bagi tim Akira Nishino untuk mencapai 16 besar untuk ketiga kalinya, terlepas dari apa yang terjadi dalam pertandingan KolombiaSenegal yang akan dimainkan pada saat yang sama ‘’Jepang bukan jenis tim yang dapat mencapai titik tertentu dan melaksanakan rencana itu,’’ kata Hasebe kepada media Jepang, Rabu (27/6) kemarin. ‘’Saya pikir kami harus fokus untuk mendapatkan tiga poin daripada membuat perhitungan. Kami memiliki empat poin setelah dua pertandingan, tetapi kami belum mencapai apa pun,’’ imbuhnya. Jepang masih bisa lolos bahkan dengan kekalahan melawan Polandia yang diperkuat Robert Lewandowski, tetapi membutuhkan Senegal mengalahkan Kolombia. (kmb33/afp)
Argentina tidak pernah bisa tampil konsisten selama 90 menit. Setiap mereka kebobolan, mental pemain-pemain Argentina menjadi drop dan kendali permainan lepas dari genggaman mereka. Prancis sendiri sejatinya juga tidak terlalu superior di babak penyisihan. Mereka kesulitan dan hanya meraih kemenangan tipis atas Australia dan Peru. Di laga terakhir lawan Denmark, Prancis justru menyajikan per-
Bali Post/afp
MENANG - Lionel Messi merayakan gol yang dicetak Marcos Rojo saat Argentina berhadapan dengan Nigeria, Rabu (27/6) kemarin. Argentina lolos berkat gol di menit ke-86 yang dicetak Rojo.
Moskow – Bintang timnas Argentina, Lionel Messi, mengatakan bahwa timnya tidak layak untuk tersingkir pada babak penyisihan grup Piala Dunia 2018. Argentina baru saja lolos dari lubang jarum setelah memastikan tempat di babak 16 besar dengan mengalahkan Nigeria 2-1 di Stadion Saint Petersburg, Rabu (27/6) kemarin.
Keuisuke Honda
Bali POst/afp
Pasukan Jorge Sampaoli itu memimpin lewat gol Lionel Messi pada menit ke-14. Namun, Nigeria mampu membalas lewat penalti Victor Moses pada menit ke-51, sebelum Marcos Rojo memastikan kemenangan peraih dua gelar juara dunia ini pada menit ke-86. Setelah hasil imbang 1-1 dengan Islandia dan kekalahan 0-3 dari Kroasia, tekanan pada Messi dan Argentina sangat jelas. Namun, Messi mengatakan, para pemain yakin bahwa mereka akan meraih kemenangan. ‘’Itu cara yang luar biasa untuk lolos,’’ kata Messi. ‘’Butuh banyak perjuangan dari kami, tetapi kami tidak ingin gugur di babak pertama, jadi kami
semua sangat senang. Kami tahu kami akan menang, tetapi kami tidak menyangka akan seperti ini,’’ kata bintang Barcelona itu. Messi pun mengomentari soal laga melawan Nigeria. Menurutnya, laga tersebut berlangsung sulit dan berjalan seimbang. ‘’Ini adalah pertandingan yang sangat seimbang. Kami mampu mengontrol babak pertama, kami memiliki penguasaan bola yang lebih baik. Kami mencoba menciptakan peluang, bahkan setelah gol pertama dan kami pikir babak kedua akan sama,’’ kata Messi. Skor 2-1 sendiri bukan jadi satu-satunya faktor yang mem-
buat tiket 16 besar ada di tangan Argentina. Kengototan dan kemenangan Kroasia atas Islandia juga turut jadi penentu berlanjutnya perjalanan Argentina di Piala Dunia 2018. Lolos sebagai runner-up Grup D, timnas Argentina harus menerima kenyataan bakal berjumpa Prancis di babak 16 besar. Seperti halnya Argentina, Prancis adalah salah satu tim favorit juara di turnamen ini. Bila Prancis sudah memastikan tiket 16 besar usai laga kedua, maka Argentina harus berdarah-darah dan penuh luka untuk bisa sampai ke 16 besar. Argentina lolos lewat perjuangan berat dan harus berjalan di ambang batas hidup-mati. Banyak kelemahan yang tergambar dari perjalanan Argentina. Mulai dari blunder yang akrab menemani dari laga pertama hingga ketiga, sampai ketergantungan pada Lionel Messi di waktu krisis. Satu hal lain yang pasti adalah
mainan yang monoton dan tak bergairah. Argentina boleh merasakan ketegangan ketika perjalanan mempertemukan mereka dengan Prancis, namun Les Bleus pastinya juga merasakan hal yang sama. Bila Albiceleste bisa menampilkan skema permainan seperti di babak pertama kontra Nigeria, maka magis Messi yang justru akan bisa menghadirkan tangis di kubu Prancis. (kmb33/ap)